20 HALAMAN
NOMOR 18 TAHUN KE 69 Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
balipost (148 rb Like) http://facebook.com/balipost
Pengemban Pengamal Pancasila
minggu paing, 4 september 2016
@balipostcom (4.295 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Faksimile: 227418
Senjata Gatot dari Mantan Pejabat BPPN Jakarta (Bali Post) Brankas milik Ketua Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI) Gatot Brajamusti sudah dibuka. Ditemukan sejumlah senjata api dan amunisi. Mantan pejabat BPPN berinisial AS diduga terlibat dalam kepemilikan senjata api milik Gatot.
Reza Artamevia
Rehabilitasi Reza Ditolak
Mataram (Bali Post) Badan Narkotika Nasional Provinsi Nusa Tenggara Barat (BNNP NTB) menolak permintaan BNN Pusat yang menginginkan rehabilitasi Reza Artamevia dilakukan di Jakarta. ‘’BNN Pusat sebelumnya menelepon ke saya langsung dan meminta untuk proses rehabilitasinya di Jakarta. Tetapi sudah kita jelaskan, dan pusat menerimanya,’’ kata Kepala BNNP NTB Sriyanto di Mataram, Sabtu (3/9) kemarin. Hal. 19 Di Mataram
Polisi akan memanggil mantan pejabat BPPN berinisial AS. Kepolisian sudah melayangkan panggilan pemeriksaan kepada AS dan diterima oleh sekretarisnya. Diperkirakan pemeriksaan mantan pejabat BPPN ini dilakukan Senin (5/9) di Mapolda Metro Jaya. ‘’Kemungkinan Senin nanti jatuh tempo pemanggilan,’’ kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono di Mapolres Jakarta Selatan, Sabtu (3/9) kemarin. Terkait kepemilikan senjata api dan juga amunisi yang dimiliki Gatot, dikatakannya, akan ditangani oleh Polda Metro Jaya. Munculnya nama AS ini hasil pemeriksaan penyidik ke Polda NTB di mana tersangka menyampaikan senjata diperoleh dari AS. Dua senjata yang disita polisi yakni Walther kaliber 22 dan Glove 26. Awi belum mau mengungkap apa pekerjaan AS dan hubungannya dengan Gatot. Polisi memperkirakan dari keterangan Gatot, dua senjata yang dimilikinya itu didapatkan dari seseorang berinisial AS yang diduga mantan pejabat BPPN. Sebelumnya Gatot Brajamusti dan istrinya, Dewi Aminah, yang
telah ditetapkan sebagai tersangka penyalahgunaan narkotika golongan I (sabu-sabu), mengajukan permohonan rehabilitasi. Pengajuan permohonan untuk direhabilitasi itu sekaligus untuk mengajukan permohonan penangguhan penahanannya. ‘’Jadi kita ajukan juga besok Senin (5/9) bersamaan dengan penangguhan penahanannya,’’ ujar Irfan, pengacara Gatot. Kembali dijelaskan bahwa dasar kedua kliennya itu mengajukan rehabilitasi, karena berat barang bukti narkoba jenis sabu-sabu yang ditemukan pihak kepolisian saat penggerebekkan Minggu (28/8) malam di kamar 1100 Hotel Golden Tulips, Kota Mataram, kurang dari satu gram. Hal. 19 Dua Paket Narkoba DIBORGOL - Ketua Parfi Gatot Brajamusti dalam keadaan diborgol saat digiring ke rumahnya di Pondok Indah, Jakarta untuk membuka brankas yang ternyata berisi senjata api dan amunisi. BPM/ant
Bambu Penjor di Bali
Bangli Bersaing dengan Banyuwangi
Menjelang hari raya Galungan, sejumlah sarana perlengkapan upacara mulai diburu umat Hindu di Bali. Selain buah-buahan, perlengkapan upacara lainnya seperti bambu untuk penjor juga mulai ramai dibeli masyarakat, terutama oleh mereka yang tinggal di wilayah perkotaan. Selama ini kebutuhan masyarakat terhadap bambu penjor banyak dipenuhi dari Kabupaten Bangli, terutama bambu dari Desa Kayubihi. Seperti yang diungkapkan Perbekel Kayubihi I Ketut Widiana. Hal. 19 Kabupaten Lain
Hemat Berhari Raya
Membentuk Mental Produsen Fenomena naiknya harga bahan-bahan upakara menjelang hari raya Galungan harus disikapi secara benar oleh umat Hindu. Apalagi di tengah krisis ekonomi global, mau tak mau kita harus berhemat dalam berhari raya. Hemat, diartikan tanpa meninggalkan tatwa dan esensi ajaran agama.
KENAIKAN harga mungkin dianggap wajar oleh sebagian orang, khususnya jika dilihat dari teori ekonomi klasik, bahwa harga meningkat seiring dengan meningkatnya permintaan (demand). Namun sesungguhnya ini juga merupakan sebuah problem, utamanya jika dilihat dari meningkatnya beban finansial orang Bali menjelang hari raya Galungan. ‘’Beban biaya yang meningkat tersebut, sedikit banyak akan menjadi persoalan tersendiri bagi umat Hindu di Bali. Apabila dilihat lebih dalam, yang tampaknya menjadi akar dari persoalan ini salah satunya adalah ketersediaan bahanbahan upakara saat terjadi peningkatan permintaan,’’
ungkap akademisi Dr. I.B. Radendra Suastama, S.H., M.H., Sabtu (3/9) kemarin. Persoalan ketersediaan ini, dikatakannya, selain mengandalkan mekanisme pasar, sesungguhnya juga dapat dikondisikan oleh pihak berwenang dengan cara mendorong dan merangsang produktivitas warga Bali menghasilkan bahan-bahan upakara ini untuk memenuhi kebutuhannya sendiri. ‘’Jangan hanya bermental pembeli, tetapi juga bermental produsen, minimal untuk kepentingan upakara. Jika ini bisa dilakukan, maka fluktuasi harga bahan upakara terkait hari raya tampaknya akan lebih bisa dikendalikan,’’ lanjutnya. Hal. 19 Budidaya Tanaman
Penjor Galungan Tak Perlu Mewah
BPM/wawan
BAMBU - Pasokan bambu penjor dari Kabupaten Bangli.
Pisang Sumbawa Banjiri Karangasem
RASIO perbandingan pasokan buah lokal dengan buah luar Bali pada saat menjelang hari raya, seperti hari raya Galungan dan Kuningan sangat signifikan. Hal ini diakui oleh salah satu pedagang buah di Pasar Tapean, Jalan Katrangan, Denpasar, Sugiono. Ia mengakui dari pengalamannya selama berjualan buah di pasar, setiap menjelang hari raya pasokan buah lebih banyak didatangkan dari luar Bali, seperti Kalimantan dan Jawa Timur. Hal. 19 Pepaya dan Salak
BPM/wawan
PISANG - Keperluan pisang menjelang hari raya Galungan sangat tinggi. Harganya pun kian melangit.
BEBERAPA hari lagi umat Hindu akan merayakan hari raya Galungan. Mulai Minggu (4/9) ini atau Redite Pahing Dungulan, Kala-Tiganing Galungan dipercaya turun untuk menggoda manusia. Di sinilah manusia diuji untuk menahan diri dan mengendalikan emosi agar benar-benar menikmati kemenangan di hari raya Galungan, Rabu (7/9) mendatang. ‘’Ingatlah kita tetap mawas diri dengan mulat sarira. Kemudian bertobat, andaikan ada sesuatu yang membuat orang lain tidak baik, membuat orang tidak senang, bertobatlah kepada Tuhan dengan segala kerendahan hati,’’ ujar Ida Rsi Hari Anom Palguna dari Geria Batur Tegalcangkring, Jembrana, Sabtu (3/9) kemarin. Menurut Ida Rsi, bertobat bisa dilakukan lewat doa-doa
sederhana seperti Tri Sandya. Manusia umumnya kerap lebih mengikat pada karma, namun kurang dalam berdoa. Doa-doa sederhana itu benarbenar harus dihayati dengan baik dan bijak. ‘’Setelah bertobat baru kita siap, tegar, terbuka untuk memberi dan meminta maaf, itu fungsi shanti. Kalau kita mengucap Om Shanti, Shanti, Shanti tetapi tidak ada maaf bagimu, bagaimana mau shanti? Shanti itu terjadi kalau kita saling memaafkan satu sama lain. Tidak ada manusia yang sempurna, pasti ada kesalahan. Tentu kalau kita menyadari dan mulat sarira, bertobat, memberi atau meminta maaf, di sanalah muncul rasa kita bersyukur menikmati apa yang Tuhan berikan,’’ paparnya. Hal. 19 Tekankan pada Filsafat
UCDP Tanam Bibit Kelapa di Taro
Bangun Kemandirian di ’’Gumi Banten’’ TINGGINYA pelaksanaan upacara di Bali, berbanding lurus dengan kebutuhan sarana upacara. Namun ironisnya kebutuhan ini justru dominan diimpor dari luar Bali. Melihat kondisi ini, Udayana Comunity Development Program (UCDP) melaksanakan penanaman ratusan bibit kelapa di Banjar Patas, Desa Taro, Tegallalang, Gianyar, Sabtu (3/9) kemarin. Bibit pohon kelapa itu sebagian sumbangan dari Bali Shanti dan Bali Post. Prof. I Wayan P. Windia menyebutkan, Bali sebagai Gumi Banten yakni daerah yang penuh dengan aktivitas pembuatan banten untuk pelaksanaan upacara. Namun, ia tidak menampik bila saat ini kebutuhan sarana upacara seperti bunga, buah kelapa atau busung (janur – red)
justru diimpor dari luar daerah. Lewat penanaman pohon kelapa upakara ini kita membangun kemandirian di gumi banten. ‘’Sejak lama kami menyampaikan untuk mulai menanam tumbuhan sarana upacara di tempat yang memungkinkan, baik itu di lingkungan rumah atau sekitar. Tujuannya mengantisipasi kondisi seperti sekarang, di mana warga di Gumi Banten (Bali - red) justru mengimpor kebutuhan sarana upacara dari luar,’’ terangnya. Tingginya kebutuhan sarana upacara juga diakui Klian Adat Banjar Patas, I Wayan Balok Suardana. Dikatakannya, di Banjar Patas memiliki lima pura besar, yakni Pura Puseh, Pura Dalem, Pura Pu-
cak, Pura Puseh Penendengan dan Pura Ulun Suwi. ‘’Kami memiliki lima pura paleban, setiap odalan di pura ini membutuhkan sarana yang tidak sedikit, dan beberapa sarana yang sederhana seperti kelapa memang harus kami beli dari luar banjar,’’ ungkapnya. Melihat kondisi ini, ia pun meminta bantuan bibit kelapa kepada UCDP, hingga terealisasi serah terima ratusan bibit kelapa, Sabtu (3/9) kemarin. Dikatakannya, melalui adanya penanaman ratusam bibit kelapa di sepanjang jalan Banjar Patas, Desa Taro ini, akan sangat membantu kemandirian guna memenuhi kebutuhan sarana upacara. Hal. 19 Siapkan Pararem
BPM/wawan
PENANAMAN POHON – Warga Banjar Patas, Taro, Gianyar bersama WR II Unud Prof. Ketut Buda Susrusa menanam pohon kelapa upakara. Program ini kerja sama Bali Shanti, Bali Post dan Udayana Community Development Program (UCDP) serangkaian Dies Natalis ke-54 Unud.
DAERAH
2 FIGUR Seniman Tari Bali IGA Raka Astuti Berpulang SENIMAN tari Bali I Gusti Ayu Raka Astuti mengembuskan napas terakhir, Kamis (1/9) lalu. Di usia yang ke-73, ia meninggalkan suami tercinta lantaran sakit lupus yang dideritanya beberapa tahun terakhir. Wanita kelahiran 1944 itu divonis menderita lupus sejak tahun 2012. Sejak saat itu, aktivitas tarinya mulai berkurang. Namun, ia tidak sepenuhnya meninggalkan kegiatan seninya itu karena kecintaannya akan dunia tari khususnya tari Bali membuatnya terus berkarya. Mantan pengajar tari di SMKN 3 Sukawati itu juga sempat pentas keliling dunia bersama teman-temannya. I Gusti Ketut Antara, suami Gusti Ayu Raka Astuti (alm), tetap setia menemani istrinya ketika beberapa kali dirawat di rumah sakit. Pasangan yang belum dikaruniai anak ini selama ini hidup saling melengkapi. Ia juga sempat mengalami masalah ekonomi lantaran biaya pengobatan istrinya yang tidak sedikit. Hingga ia terpaksa menjual beberapa barangnya untuk pengobatan istrinya. ‘’Selain sebagai istri, dia juga sebagai sosok kakak, sehingga berlipat kasih sayang saya padanya,’’ tuturnya, Jumat (2/9). Lanjutnya, istrinya itu dikatakan bisa menari Bali apa saja termasuk menari Oleg Tambulilingan dengan gaya tersendiri. Rangkaian upacaranya yaitu hari ini, Minggu (4/9), akan dilakukan upacara nyiramin dilanjutkan dengan upacara ngaben pada hari Senin (5/9). (kmb42)
Minggu Paing, 4 September 2016
Oknum Perbekel Gede AD Langgar UU Desa Panwaslih Kirim Rekomendasi kepada Bupati
Singaraja (Bali Post) – Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Kabupaten Buleleng menjatuhkan sanksi kepada oknum Perbekel Desa Bontihing Kecamatan Kubutambahan, Gede AD. Panwalsih menyatakan oknum perbekel itu melakukan pelanggaran administrasi sesuai UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa. Oknum perbekel itu sebelumnya dilaporkan melakukan pengumpulan KTP dan KK warga tanpa izin untuk mendukung bakal calon perseorangan yang akan berlaga dalam pilkada mendatang. Sanksi tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan mengirimkan rekomendasi kepada Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana (PAS) selaku atasan yang bersangkutan. Menyusul rekomendasi itu, oknum perbekel Gede AD langsung dipanggil Bupati Agus Suradnyana ke ru-
mah dinasnya di Jalan Ngurah Rai, Singaraja. Ketua Panwaslih Kabupaten Buleleng Ketut Ariyani, Jumat (2/9) mengatakan, dari pemeriksaan pelapor, saksi, dan terlapor, pihaknya memutuskan kalau oknum perbekel melakukan pelanggaran administrasi pemer-
intahan di desa. Mengacu UU No. 6 Tahun 2014 itu, oknum perbekel melanggar Pasal 29 huruf B. Pasal tersebut mengatur tentang kepala desa dilarang membuat keputusan yang menguntungkan diri sendiri, anggota keluarga, pihak lain, dan/ atau golongan tertentu, huruf C dilarang menyalahgunakan wewenang, tugas, hak, dan/atau kewajibannya, dan Huruf E yang bunyinya melakukan tindakan meresahkan sekelompok masyarakat desa. Atas pelangagran itu, pihaknya kemudian mengirimkan surat rekomendasi kepada Bupati untuk ditindaklanjuti. ‘’Sesuai hasil klairifikasi, dan rapat pleno kami memutuskan yang bersangkutan melakukan
pelangagran administrasi. Kami juga sudah kirim rekomendasinya kepada Bupati untuk ditindaklanjuti,’’ katanya. Sementara itu, pascakeputusan Panawalsih itu, oknum perbekel Gede AD dipanggil oleh Bupati ke rumah dinasnya. Gede AD tiba di rumah dinas Bupati sekitar pukul 14.00 Wita. Seusai Bupati menyerahkan bantuan paket sembako untuk pasukan kuning, Gede AD bertemu dengan Bupati didampingi Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPM-PD) Gede Sandhiyasa. Pertemuan tertutup itu berlangsung lebih dari satu jam. Konon, pemanggilan ini meminta klarifikasi terkait kasus yang dilaporkan
Galian C di Kubu
Kapolres Soroti Pungutan Desa Adat
Badan Pengelola Taman Soekasada Oejoeng Hapus Retribusi Kamera DSLR
Amlapura (Bali Post) Badan Pengelola Taman Soekasada Oejoeng membuat terobosan baru. Biaya retribusi kamera DSLR yang selama ini meresahkan para pencinta potografi, dihapuskan pihak pengelola. Meski belum menjadi keputusan resmi, namun perubahan ini dipastikan berlaku mulai pelaksanaan Festival Taman Soekasada oejoeng, yang mulai dibuka Jumat (2/9) sore hingga tujuh hari ke depan. Kepastian itu didapat dari Kepala Badan Pengelola Taman Soekasada Oejoeng yang baru, Ida Made Alit, saat ditemui pada pembukaan festival. Dia menilai kebijakan pengenaan retribusi kamera DSLR sebenarnya justru merugikan. Sebab, kebijakan ini menghalangi para fotografer profesional mengenalkan setiap objek menarik dari Taman Soekasada Oejoeng. Padahal, peran fotografer ini sangat besar untuk terus memperkenalkan Taman Soekasada Oejoeng kepada masyarakat luas. ‘’Lagi pula pemasukan dari retribusi kamera DSLR sangat kecil. Ini kebijakan yang semestinya tak perlu,’’ kata Ida Made Alit. Pihaknya menegaskan, penghapusan retribusi kamera DSLR tak hanya saat Festival Taman Soekasada Oejoeng g saja, tetapi ini akan dilakukan seterusnya. Dia mengaku punya sudut pandang berbeda menyoal retribusi kamera DSLR ini. Sebab, pengunjung Taman Soekasada Oejoeng yang dikenakan retribusi kamera DSLR terkesan tak adil. Sedangkan untuk hal yang lain, seperti untuk prewedding dan potografi dari wisatawan asing untuk kepentingan komersial, masih akan ditinjau ulang. ‘’Saya baru beberapa minggu menjadi kepala badan pengelola. Kebijakan-kebijakan dari kepala badan sebelumnya akan kami kaji lagi,’’ tegasnya. Karangasem sangat mengandalkan Taman Soekasada Oejoeng dalam mengejar target kunjungan wisatawan bagi Karangasem. Dalam beberapa tahun terakhir, Taman Soekasada Oejoeng menjadi penyumbang kunjungan wisatawan terbesar bagi Karangasem, bersama Taman Air Tirtagangga dan Pura Agung Besakih. Tahun 2015, tercatat ada sebanyak 55.863 wisatawan asing dan nusantara pada semester I dan 68.958 wisatawan asing dan nusantara untuk semester II. Ini kunjungan tertinggi dari 16 objek wisata yang ada di Karangasem. (kmb31)
BPM/adi
BERUNTUN - Trabrakan beruntun terjadi Sabtu (3/9) sore di depan Taman Hanoman, Sempidi, Badung. Menurut penuturan beberapa saksi, pengemudi truk kemungkinan hendak mendahului mobil Avanza yang datang dari arah yang sama tanpa menyadari situasi jalanan sedang ramai, karena bersamaan dengan jam pulang kerja para pekerja/pegawai dan anak sekolah. Akibat kecelakaan ini kemacetan panjang pun tak terhindarkan dan berlangsung hampir tiga jam lebih.
oleh warga ke Panwaslih. Selain meminta klarifikasi, Bupati dikabarkan memberikan surat peringatan (SP) kepada oknum perbekel tersebut. Selain itu, perbekel diminta tetap melaksanakan tugas-tugas dalam mengelola pemerintahan di desa mengacu regulasi yang ada. Selain memanggil Gede AD, oknum Perbekel Desa Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak, M. AS, juga dipanggil. Oknum perbekel M. AS juga telah diberikan sanksi administrasi oleh Panwaslih. Dia sebelumnya dilaporkan dengan tuduhan melakukan intimidasi tim sukses bakal calon perseorangan yang saat itu menggalang dukungan KTP. (kmb38)
BPM/kmb31
SEPI - Galian C di Desa Sebudi kini nampak sepi usai ditutup oleh pemerintah daerah.
Mobil Nyungsep, Pasutri Selamat
Negara (Bali Post) Kecelakaan lalu lintas terjadi Sabtu (3/9) siang kemarin di di jalur Denpasar-Gilimanuk pada Km 74-75, Desa Yehsumbul, Kecamatan Mendoyo, Jembrana. Dari informasi saat kejadian, mobil pick-up Mitsubisi L-300 warna hitam DK 9742 MG yang dikemudikan Wayan Dedi bersama istrinya meluncur dari arah Denpasar menuju wilayah Kecamatan Melaya, Jembrana dengan kecematan tinggi. Setiba di TKP dengan kondisi jalan menurun dan menikung tajam, tiba-tiba laju mobil oleng dan berputar arah hingga nyungsep dengan posisi menancap
ke lokasi sedalam 3 meter dekat permukiman warga. Hasan, salah seorang warga, mengatakan kalau saat itu dia duduk-duduk di teras rumah tiba-tiba ada mobil terjungkal. ‘’Saat itu jalanan sepi tidak ada kendaraan lain dari arah berlawanan,’’ ujar Hasan. Sementara itu, istri Dedi mengaku saat kejadian suaminya mengemudikan kendaraan dengan kecepatan tinggi. Begitu masuk jalan menurun dan menikung tajam, suaminya kaget dan tidak bisa menguasai kemudi hingga akhirnya terjungkal. Untungnya, pengemudi dan istrinya selamat.
Wayan Dedi (45) asal Desa Dawan, Klungkung bersama istrinya tak henti-hentinya mengucap syukur di tengah kerumunan warga karena mereka selamat dan tidak mengalami cedera sedikit pun setelah mobil yang ditumpanginya itu mengalami kecelakaan. Namun, kondisi kendaraan pada bagian depan ringsek. Proses evakuasi mobil nahas tersebut juga sempat memacetkan arus lalu lintas dari dua arah sekitar 20 menit. ‘’Tidak ada korban dalam kejadian ini. Kecelakaan tunggal ini akibat kelalaian pengemudi,’’ jelas seorang petugas. (kmb)
Amlapura (Bali Post) Satu per satu benang kusut galian C di Karangasem mulai terkuak. Tidak hanya di Kecamatan Bebandem dan Selat, di Kecamatan Kubu masalahnya juga tak kalah serius. Sejumlah desa adat yang mewilayahi galian C legal (berizin) melakukan pungutan terhadap sopir truk galian C setiap kali melintas di wilayah desa adatnya. Pungutan ini mendapat sorotan Kapolres Karangasem AKBP Sugeng Sudarso. Menurutnya, ini tak boleh terjadi dan harus segera dihentikan. Persoalan tersebut disampaikan Kapolres Sugeng Sudarso saat rapat Forkopinda di Aula Mapolres Karangasem, Jumat (2/9) lalu. Kapolres membeberkan, ada beberapa sopir galian C yang mengeluh, lantaran dipunguti pihak desa adat beberapa kali setiap hari dengan dasar hasil paruman desa adat. Namun, Kapolres tak menjelaskan lebih jauh, desa mana yang dimaksud. Dia hanya menegaskan, itu dilakukan desa-desa yang mewilayahi usaha galian C di Kecamatan Kubu. ‘’Maunya kami tindak tegas itu. Pungutan seperti itu harusnya tak boleh terjadi. Tetapi, kami meminta MMDP (Majelis Madya Desa Pakraman) Karangasem untuk menjelaskan ini lebih dulu, karena menyangkut desa adat. Apalagi, pungutan itu dilakukan setelah ada paruman desa adat,’’ terang Kapolres. Guna menindaklanjuti persoalan ini, pihaknya meminta lembaga yang menaungi adat bisa memberikan pemahaman, agar masalah galian C tidak semakin meluas. Selain itu, dia juga punya opsi lain, untuk mengundang seluruh prajuru desa adat yang mewilayahi
usaha galian C di Kecamatan Kubu, dan menjelaskan langsung bahwa pungutan tersebut tak dibenarkan di mata hukum. Dalam waktu dekat, mereka akan diundang ke Mapolres Karangasem. Kesepakatan dari pertemuan ini akan menjadi pegangan pihak kepolisian untuk melakukan tindakan selanjutnya. ‘’Kesepakatan ini menjadi senjata ampuh saya. Kalau masih ada yang melakukan pungutan setelah ada kesepakatan, maka kami akan bertindak sesuai tupoksi kami,’’ tegasnya. Pungutan seperti itu, katanya, mulai mencuat sejak pengusaha galian C ramairamai ke Kecamatan Kubu, pascapenutupan usaha galian C ilegal di Kecamatan Bebandem dan Selat. Kapolres bahkan mendengar informasi, kalau pungutan tersebut diotaki oleh oknum purnawirawan Polri. Tetapi, siapa identitasnya, masih dirahasiakan. Kapolres menegaskan, tidak peduli, apakah orangnya purnawirawan Polri atau tidak. Kalau sudah bertindak bertentangan dengan peraturan yang berlaku, maka harus ditindak tegas. Sejak penutupan galian C ilegal di Kecamatan Bebandem dan Selat, pihak kepolisian yang kerap dicap melakukan pembiaran, kini mulai bertindak represif. Tidak sekadar pembinaan, tetapi juga kerap melakukan tindakan penggerebekan dan seterusnya diproses hukum. Bahkan, sejumlah petugas kepolisian tiap hari terus bersiaga di pinggir jalan Bebandem dan Selat. Bila ada truk galian C kedapatan angkut meterial galian, maka langsung diamankan dan diproses hukum. (kmb31)
Hari Sabtu, Warga Antusias Manfaatkan Layanan Ekstra Perekaman E-KTP
RATUSAN warga Kota Denpasar sangat antusias memanfaatkan layanan ekstra perekaman e-KTP di Denpasar yang diberikan pada hari Sabtu dan Minggu. Layanan ekstra ini dibuka di masing-masing kecamatan. Namun khusus untuk Denpasar Utara, pelayanan dipindah ke Gedung Sewaka Dharma. Hal ini disebabkan kantor Camat Denpasar Utara sedang dalam perbaikan. Untuk memastikan pelayanan perekaman data e-KTP berjalan dengan lancar, Sekda Denpasar A.A. Ngurah Rai Iswara memantau langsung, di mana antusias warga sangat tinggi memanfaatkan pelayanan pada hari libur, Sabtu (3/9) kemarin. Dalam kesempatan tersebut, Sekda Rai Iswara meminta Dukcapil dan jajarannya untuk bekerja secara maksimal untuk memenuhi harapan pusat. ‘’Saya minta Dukcapil kerja maksimal, supaya akhir September ini sudah tuntas. Masih ada waktu satu bulan, supaya masyarakat diberi informasi dengan sejelas-jelasnya. Cek keluarga masing-masing, apa ada yang
belum melakukan perekaman, segera datangi Kantor Camat. Begitu pula yang merasa sudah merekam dulu etapi belum dapat e-KTP segera juga registrasi ulang. Karena ini penting untuk terdata secara nasional,’’ ujarnya seraya mengimbau masyarakat Kota Denpasar supaya memanfaatkan pelayanan ini. Kepala Dukcapil Denpasar Nyoman Gede Narendra didampingi Kasubag Pemberitaan Humas Dewa Gede Rai mengungkapkan rata-rata setiap hari warga yang melakukan perekaman e-KTP mencapai 1.200 orang. ‘’Untuk pelayanan di Gedung Sewaka Dharma kami tidak batasi antreannya, semasih ada warga yang mau merekam dan waktu mencukupi kita akan layani,’’ jelasnya. Perkiraan warga kota yang belum terekam, menurut Narendra, ada sekitar 79.000 orang. Namun jumlah tersebut sudah berkurang seiring antusias warga kota untuk melakukan perekaman. Ketika disinggung tentang ketersediaan blangko, dikatakan pihaknya sudah menda-
pat droping 10.000 blangko. Untuk bulan September pihaknya sudah amprahkan lagi ke pusat dan diharapkan setelah hari raya ini akan tiba. Sesuai dengan edaran dari Kemendagri, bagi masyarakat yang belum melakukan perekaman e-KTP atau input data sampai tanggal 30 September tidak bisa mendapat akses pelayanan publik. Untuk itu, dengan memberikan pelayanan Sabtu dan Minggu diharapkan masyarakat tidak mengantre terlalu lama dan semuanya bisa terlayani. Menurutnya, pelayanan sampai hari Sabtu dan Minggu kecuali hari libur hari raya adalah menindaklajuti instruksi dari Bapak Wali Kota Rai Mantra agar Capil memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya kepada masyarakat. ‘’Kami diinstruksikan oleh Bapak Wali Kota agar buka layanan hari Sabtu dan Minggu selama bulan September, dengan batas waktunya sampai 30 September 2016,’’ ujarnya. Sementara itu, salah seorang warga Wayan Suweca asal Semilajati mengaku puas
dengan pelayanan Pemerintah Kota Denpasar terkait dengan layanan ekstra perekaman eKTP ini yang diselenggarakan pada hari Sabtu dan Minggu. ‘’Saya apresiasi kebijakan dari Pemerintah Kota Denpasar yang memberikan pelayanan
ekstra ini kepada warganya. Selain itu perekaman ini sangat penting karena itu semua akan terdata di pusat, sehingga ke depannya kalau sudah memiliki e-KTP akan sangat mudah melakukan akses publik,’’ kata Sweca. (ad105)
PANTAU - Sekda Denpasar AAN Rai Iswara didampingi Kepala Dukcapil Denpasar Nyoman Gede Narendra dan Kasubag Pemberitaan Humas Dewa Gede Rai saat memantau pelayanan perekaman data e-KTP, Sabtu (3/9) kemarin di Graha Sewaka Dharma, Lunintang.
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra Anggota Redaksi Denpasar: Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Sumatika, Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Parwata, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada. Bangli: IA Swasrina, Sosiawan, Buleleng: Dewa Kusuma, Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya, . Karangasem: Budana, Bagiarta, Klungkung: Dewa Dedy Farendra, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Sumbangan untuk orang sakit Rek. BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00016-8 A/n Simpati Anda,BCA Cabang Denpasar No.040.3555000 A/n Simpati Anda, Dana Punia Pura Rek.BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00017-1 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3966000 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3277000 A/n Dompet Beasiswa, BCA Cabang Denpasar No. 040.3688000 A/n Dompet Lingkungan. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Minggu Paing, 4 September 2016
SEREMONIAL
Institut Ilmu Kesehatan Medika Persada Bali
Gelar ’’Workshop” Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu
INSTITUT Ilmu Kesehatan (IIK) Medika Persada Bali menggelar Workshop Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu di Aula Kampus SPB/ STPBI Denpasar, Sabtu (3/9) kemarin. Workshop diikuti para dosen, termasuk Ketua Program Studi di IIK Medika Persada Bali, menghadirkan tiga narasumber utama. Masing-masing Dr. I Wayan Suardana dengan materi “Kebijakan Nasional SPM Dikti dan SPMI”, Ir. I Nengah Sujaya, M.Agr. Sc., Ph.D. dengan materi “Implementasi SPMI di Perguruan Tinggi” serta Ir. Ida Bagus Wayan Gunam, M.P., Ph.D. dengan materi “Dokumen SPMI dan Implementasi”. Workshop digelar dalam rangka mempersiapkan tahun ajaran baru 2016/2017 yang masa perkuliahannya dimulai 19 September mendatang. Khususnya agar mengacu pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). “Dalam pendidikan tinggi, penjaminan mutu mutlak kita siapkan secara internal oleh kita sendiri dulu. Nanti setelah jalan baru oleh eksternal BAN PT (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi),” ujar Rektor IIK Medika Persada Bali, Prof. Dr. dr. I Made Bakta, Sp.PD. (KHOM). Bakta menambahkan, workshop juga untuk memperkuat kualitas pembelajaran di IIK Medika Persada Bali. Terlebih 8 program studi yang ada di kampus ini sangat-sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Di antaranya Prodi Administrasi Rumah Sakit (S-1), Prodi Teknik Elektromedik (D-4), Prodi Farmasi Klinis (S-1), Prodi Manajemen Informasi
WORKSHOP - Suasana workshop di Institut Ilmu Kesehatan (IIK) Medika Persada Bali di Aula Kampus SPB/STPBI Denpasar, Sabtu (3/9) kemarin. Kesehatan (S-1), Prodi Teknologi dievaluasi. “Semua yang kita Laboratorium Medik (S-1), Prodi rencanakan kita evalausi terus. Fisioterapi (S-1), Prodi Psikologi Mudah-mudahan sesuai den(S-1), serta Prodi Kesehatan dan gan apa yang kita harapkan,” Keselamatan Kerja (S-1). tandasnya. “Kami ingin menjamin luKetua Yayasan Anugerah lusan nantinya akan diserap Husada Bali Indonesia Drs. I Nyoleh lapangan kerja, dan kami oman Gede Astina, M.Pd., CHT., harapkan sekali para maha- CHA. mengatakan pihaknya siswa sekarang bisa mengikuti selalu siap mem-back-up apapun pembelajaran dengan baik. Kita kebutuhan IIK Medika Persada masih buka kesempatan sampai Bali. Terlebih untuk pelaksandengan bulan Oktober untuk aan workshop yang bisa memcalon mahasiswa baru, baik berikan kontribusi terhadap yang lulus (SMA) tahun ini kualitas perguruan tinggi yang maupun tahun lalu,” imbuh baru berdiri ini. mantan Rektor Universitas Selain itu, lanjut Astina, tarUdayana ini. get untuk bisa meraih akrediMenurut Bakta, pihaknya tasi B di tahun kedua atau tertantang untuk membentuk ketiga bisa diwujudkan. Denkurikulum yang bagus. Ter- gan demikian, pihaknya dapat masuk bagaimana nantinya melanjutkan cita-cita untuk kurikulum itu diimplementasi- menambah Prodi Kedokteran. kan dengan ditunjang fasilitas Potensi Prodi Kedokteran dinidan kualitas dosen yang baik. lai cukup besar, khususnya Oleh karena itu, baik kuriku- agar putra-putri Bali tak lagi lum maupun proses pembe- pergi ke Jawa untuk menemlajaran nantinya akan terus puh studi itu. (ad106)
Rayakan Hari Pelanggan Nasional
Jaringan Sepeda Motor Honda Bali Berikan Layanan Spesial untuk Konsumen
DALAM rangka memperingati Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas)yang jatuh setiap tanggal 4 September, seluruh jaringan sepeda motor Honda Bali secara serentak ikut berpartisipasi dalam merayakannya. Sebagai perusahaan yang sangat menghargai keberadaan pelanggan dan tetap fokus pada pelayanan terbaik, momentum ini tentunya dimaksimalkan untuk memanjakan konsumen. Bentuk pelayanan spesial yang diberikan ke konsumen dimulai dari, seluruh dealer melakukan make over showroom sehingga tidak sama dengan kondisi biasanya yang mana seluruh front line dealer akan tapil berbeda dengan mengenakan seragam unik masing-masing dealer. ‘’Satu Hati, Senyummu Berarti’’ yang merupakan tema Harpelnas tahun ini akan memberikan nuansa berbeda bagi konsumen yang berkunjung ke dealer resmi Honda. Setiap konsumen yang datang mengunjungi dealer dapat menikmati suguhan minikuliner dan bagi yang melakukan transaksi (deal) di hari itu akan mendapatkan special gift. Tidak ketinggalan sebagai bentuk perhatian bagi konsumen yang berulang tahun di hari pelanggan, sebanyak 100 konsumen akan menerima kejutan berupa bingkisan menarik persembahan dari Honda. Wujud apresiasi dan terima kasih kepada konsumen
MERAYAKAN - Dalam rangka memperingati Hari Pelanggan Nasional yang jatuh pada 4 September, seluruh jaringan sepeda motor Honda Bali secara serentak ikut berpartisipasi dalam merayakannya. juga diberikan secara khusus mana konsumen akan dikunoleh Dealer Astra Motor yang jungi oleh tim mekanik Jarintersebar di wilayah Bali, salah gan AHASS untuk melakukan satunya berupa kejutan di service di rumah. mana Management Astra MoSebagai bentuk kepedulian tor secara langsung melakukan Honda kepada pengguna sepeda pengiriman unit sepeda motor motor, maka di Hari Pelanggan Honda ke rumah konsumen. juga dibagikan masker kepada Hadiah spesial berupa bing- konsumen yang melakukan serkisan menarik akan diberikan vice di AHASS, untuk menghinkepada konsumen setia Honda dari debu saat berkendara di yang melakukan pembelian jalan. terbanyak dan secara langsung ‘’Konsumen merupakan diserahkan oleh Management fokus pelayanan kami dan Astra Motor. kepuasan konsumen adalah Selain itu, konsumen yang kebahagiaan kami. Maka dari melakukan service di tanggal itu pada momen kali ini kami tersebut juga mendapatkan dis- ingin secara bersama-sama kon 5% untuk pembelian spare menciptakan kesan yang tidak part tertentu seperti brake terlupakan untuk konsumen shoe, pad set, driven chain kit, kami dengan berbagai kejutan driven belt kit, battery, tire dan istimewa,’’ tutur Ronaldo Wiair filter. Serta kejutan menarik djaja selaku Region Head Astra lainnya berupa service gratis di Motor Bali. (bns2)
Rapat Pleno Nasional Asosiasi FKUB Indonesia
Tetapkan AD/ART, Lambang dan Program Kerja
Denpasar (Bali Post) – Rapat Pleno Nasional I Asosiasi FKUB Indonesia selama tiga hari di Denpasar berjalan lancar dan sukses. Rapat tersebut juga berhasil menetapkan anggaran dasar, kepengurusan, logo/lambang, hymna, mars dan program kerja Asosiasi FKUB Indonesia ke depan. Demikian disampaikan koordinator pelaksana Drs. H. Taslim Syahlan, M.Si. dari FKUB Semarang. Di jajaran kepengurusan yang mendampingi Ida Panglingsir Agung Putra Sukahet, sebagai Ketum Asosiasi FKUB Indonesia ditetapkan ada sembilan wakil ketua umum (waketum) dengan memperhatikan sebaran wilayah dan agama. Sembilan waketum itu, yakni Ketua FKUB DKI, Jabar, Sulsel, Jateng, Jatim, Papua, NTT, Maluku, dan Kalimantan Utara. Sedangkan di posisi Sekjen dipercayakan kepada Dr. KH Maratua Simanjuntak dengan wakilnya Drs. H. Taslim Syahlan, M,Si., Drs. Gd Nurjaya, M.M. dan Damanhuri. Di posisi Bendahara Umum ada Ni Nyoman Nilawati dengan wakil A.A. Eka Putri Kusumayoni, S.E., M.Si. serta dilengkapi dengan ketua-ketua bidang. Para peserta dalam acara penutupan merasa sangat puas dengan persiapan penyeleng-
BPM/ara
RAPAT - Suasana rapat-rapat yang digelar dalam pleno nasional Asosiasi FKUB di Denpasar. gara, mulai dari jamuan ma- melanjutkan program kegiatan kan malam serta hiburan yang yang telah disusun dengan dilangsungkan di Puri Den landasan semangat pendirian Bencingah, Klungkung. Ac- asosiasi ini. Setelah ditetapara penutupan diisi dengan kannya AD/ART, pihaknya pembagian kenang-kenangan segera akan melakukan soserta buku kegiatan FKUB Bali. sialisasi ke pemerintah, TNI/ Kegiatan Konferensi II di Bali, Polri, lembaga-lembaga tinggi serta kumpulan materi paparan negara, serta yang terpenting konferensi. Sebagai penutup dis- kepada masyarakat. Sosialelenggarakan rapat persiapan isasi itu juga diikuti dengan Konferensi III di Medan, Sumut, membangun pemahaman bedengan jajaran pengurus FKUB tapa pentingnya FKUB. KarBali dan Semarang. ena bangsa dengan multikultur Ketua Umum Asosiasi dan Bhinneka Tunggal Ika, FKUB Indonesia Ida Pan- kerukunan sangat penting dan glingsir Agung Putra Sukahet strategis. Kerukunan sebagai menyampaikan ucapan terima syarat untuk membangun, karkasih atas keberhasilan keg- ena itu diperlukan sinergitas iatan yang dipusatkan di Bali semua komponen anak bangsa ini. Setelah ini pihaknya akan ini. (kmb12/k100)
3
CIP Unud Gelar ’’Workshop” Sukses Belajar di Luar Negeri CENTER for International Programs (CIP) Udayana University (Unud) bekerja sama dengan iDream Lab International Education Organization mengadakan Workshop “Learning Success and Meaningful Education”, Sabtu (3/9) kemarin. Workshop tersebut diikuti mahasiswa Unud dan siswa SLTA di Kota Denpasar. Turut hadir juga Dekan Fakultas Kedokteran Hewan, Dekan Fakultas Pariwisata, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, perwakilan Fakultas Ilmu Budaya, Fakultas Kedokteran. Ni Putu Sri Harta Mimba, PhD., M.Si., S.E., Ak., CA., Director of CIP Unud, menjelaskan tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan informasi kepada mahasiswa, terutama mahasiswa yang sudah di akhir studi supaya dapat membuka wawasan untuk menempuh pendidikan di luar negeri. “Yang S-1 ke S-2, yang S-2 ke S-3, dan yang S-3 bisa menempuh program sandwich di beberapa university di luar,” ujarnya. Diharapkan agar mahasiswa menempuh pendidikan di luar negeri karena di era globalisasi
saat ini diperlukan tidak hanya hardskill, tapi juga softskill dan juga networking (jaringan), sehingga dengan studi di luar negeri diharapkan para mahasiswa bisa lebih bijak menjadi manusia yang lebih tangguh, sehingga benar-benar bisa bersaing di era globalisasi. Pada hari itu menghadirkan 7 narasumber perwakilan universitas dari USA, Spanyol, dan Afrika Selatan yaitu, dari Echelon Prep, Education USA, Missoula College USA, IE Business Scholl Spanyol , North Seattle College USA, University of Montana USA, University of Johannesburg Afrika Selatan. “Mereka datang ke sini secara khusus menceritakan tentang bagaimana studi di sana, dan tentunya informasi-informasi beasiswa akan diberikan,” imbuhnya. Saat ini pemerintah Indonesia pun banyak menyediakan beasiswa untuk studi ke luar negeri. Founder of iDream Lab from Silicon Valley California Viktoria Kolesnikova, MBA., M.A. mengatakan, Workshop ‘‘Learning Success and Meaningful Education’’ merupakan program yang
WORKSHOP - Center for International Programs (CIP) Udayana University (Unud) bekerja sama dengan iDream Lab International Education Organization mengadakan Workshop “Learning Success and Meaningful Education”, Sabtu (3/9) kemarin. penting karena dapat memban- berikan informasi tentang pentu merencanakan pendidikan di galaman belajar di luar negeri luar negeri untuk dapat belajar untuk memastikan bahwa madengan baik menjadi seseorang hasiswa Unud dapat mengambil yang profesional. “Jika pergi ke beberapa keterampilan baru university tahun ini dan tahun dan cara berpikir yang baru dan depan atau tahun lainnya itu transportasi. Sedangkan harasama, tidak ada perubahan pan besarnya mahasiswa dapat jadi ketika mahasiswa kembali pergi belajar ke luar negeri karbelajar kami ingin mahasiswa ena pihaknya memiliki sebuah itu mandiri dan hidup mandiri,” panel pakar pendidikan yang ujar Viktoria yang juga Asistant telah bekerja selama bertahunDirector of International Enroll- tahun dan pihaknya juga ingin ment University of Montana membuat sesuatu yang berarti (USA). untuk hubungan mahasiswa Ia berharap dengan mem- universitas. (ad104)
HARAPAN Mulya School bekerja sama dengan Wings Surya mengadakan ‘’Kodomo Fun World’’ pada Sabtu (3/9) dan Minggu (4/9), bertempat di Sekolah Harapan Mulya. Melalui produk dengan brand Kodomo, Wing Surya memfasilitasi acara tersebut dengan menyiapkan sarana-prasarana, properti agar dapat berjalan sesuai rencana. ‘’Kegiatan ini memang rutin kita (Kodomo) lakukan, kalau di Bali baru dua kota yang kita sasar yaitu di Gianyar di salah satu sekolah di sana dan Denpasar yaitu di sini (Harapan Mulya School),’’ kata Fador, Ketua Panitia Pelaksana, Sabtu (3/9) kemarin. Produk Kodomo, produk perlengkapan anak-anak (personal care) mulai dari sabun, sampo, pasta gigi, bedak sangat tepat dengan kebutuhan anak-anak. Namun pada kesempatan itu, pihaknya ingin menekankan pada sek-
tor edukasinya karena pada ‘’Kodomo Fun World’’ terdapat 8 zon untuk ajang mengedukasi anak-anak. Delapan zona tersebut di antaranya, zona movie, zona yang mempertontokan film animasi pada anak-anak, zona kesehatan, zona yang mengajarkan anakanak menjaga gigi susu agar tidak mudah keropos, zona lalu lintas mengajarkan anakanak dasar-dasar rambu lalu lintas. Sedangkan untuk para orangtua siswa disediakan zona parenting, mengajarkan orangtua cara meng-handle anak agar tidak salah langkah dalam mendidik. ‘’Kalau yang lain ketika gagal kita bisa mengulang, tetapi mendidik anak ketika gagal, kita tidak bisa mengulang,’’ tandasnya. ‘’Kodomo Fun World’’ ini juga melibatkan sekolah dari gugus III dan VI dan sekolah yang ada di sekitarnya. Kepala Sekolah PAUD Ahmad Rijal menjelas-
KOMODO - Salah satu zona di Kodomo Fun World untuk melatih anak agar berani tampil. kan, acara ini tak lain bertujuan baik, mengajarkan berlalu untuk mengembangkan bakat lintas di jalan, dan zona untuk dan pengetahuan anak-anak di mengangkat potensi anak agar samping untuk bersilaturahmi. berani tampil, dan untuk orang‘’Misalnya ada zona origami tua ada zona parenting, untuk untuk mengembanhkan daya memberikan informasi tentang kreasi anak, ada zona keseha- perkembangan anak usia dini, tan untuk mengajarkan hidup usia 3-6 tahun, TK A dan B,’’ sehat, tata cara makan yang paparnya.(bns1)
Wings Surya Adakan ’’Kodomo Fun World’’ di HM School
4
Minggu Paing, 4 September 2016
BPM/ist
Sekarang tugas kita sebagai desainer atau pecinta fashion, bagaimana kita bisa melestarikan warisan budaya Indonesia, adalah dengan membuat, dan memakai batik Bali sebagai salah satu warisan budaya Indonesia.
Bintang Mira
Menerobos Pakem Kain di Bali BATIK Bali? Mungkin masih terdengar asing bagi beberapa kalangan, padahal menurut desainer Bali, Bintang Mira, batik Bali sesungguhnya sudah berkembang dan hidup sejak tahun 1970-an. Memang belum “in” seperti songket dan endek, yang lebih populis dan dikenal oleh masyarakat di Indonesia. Kalau dirunut sejarahnya ke belakang, sebetulnya masyarakat Bali tidak asing lagi dengan kain batik, karena motif batik biasanya digunakan untuk udeng yang biasa dipakai para lelaki. Udeng batik ini sejak dahulu sudah populer. Belakangan, di tengah maraknya gaya hidup para fashionista, dan gemarnya masyarakat Bali menggunakan kain-kain dengan motif-motif berbeda, batik Bali pun makin berkembang pesat dengan beragam motif yang fashionable. Salah satu yang khusyuk mempelajari dan memproduksi batik Bali adalah, Bintang Mira. Menurut Bintang Mira, jika orang Bali atau publik fashion di Indonesia ditanya motif batik Bali, jawabannya pasti identik dengan kembang sepatu dan kamboja. Itu pada masa lalu, saat ini orang selalu mengidentikkan dengan motif poleng. Batik Bali saat ini sudah identik dengan dunia fashion di Bali, juga di Indonesia. Bintang Mira sebagai ikon dari batik Bali juga tidak berhenti untuk membawa batik Bali ke tengah-tengah masyarakat fashion di Indonesia, sehingga menambah keberagaman perkembangan kain-kain modern khas Indonesia. Adalah sesuatu kebetulan tapi tidak bisa dikatakan kebetulan, kalau kita percaya akan takdir, bahwa suatu saat akan ada komoditi baru di Gianyar, yaitu batik Bali. Cin-
ta kepada batik dan motif Bali, tidak dapat dibendung sejak menekuni dan mempelajari Batik dan masuk APPMI tahun 2004. Bergaul di kancah industri mode nasional, membuat kemampuan Bintang Mira mengelola pikiran-pikirannya tentang perkembangan kain-kain dan motif-motif yang ditempel di dalam kain Bali jadi berkembang pesat. Seiring perkembangannya, batik Bali tidak hanya menjelma sebagai ikat untuk kepala, namun sudah menjadi suvenir atau barang koleksi yang bisa dimiliki oleh siapa saja. Motif batik Bali sangat beragam. Motif Batik Bali terus berkembang dengan menambah motif-motif baru yang cenderung ab-
strak seperti motif awan dan relief candi wayang beber. Motif Bali yang diangkat awalnya adalah motif poleng yang menjadi ciri khas dari motif Bali, goal-nya adalah orang bisa melihat bahwa itu batik Bali tanpa kita mengatakan itu batik Bali. Selanjutnya setelah motif ini berjaya selama 2 tahun terus menerus dan sudah begitu kuat karakternya, kita harus memelihara agar motif ini berkembang dan tidak jalan di tempat. Motif setelah poleng ini adalah: patra mesir yang mengandung filosofi “tentang jalan hidup manusia” menarik untuk diolah dan cantik untuk dibuat baju, buat saya motif geometris berbagai bentuk: seperti kotak, segitiga dan bulat adalah sangat menarik
untuk dijadikan sumber inspirasi. Ada patra mesir, patra mas masan, sekar, poleng wajik dan lain sebagainya, yang tentu akan terus berkembang sesuai arus kebutuhan zaman. Sekarang tugas kita sebagai desainer atau pecinta fashion, bagaimana kita bisa melestarikan warisan budaya Indonesia, adalah dengan, membuat, dan memakai batik Bali sebagai salah satu warisan budaya Indonesia. Jika kita definisikan batik Bali adalah batik yang berasal dari daerah Bali dengan corak seperti tersebut di atas. Cukup Banyak para pelaku batik di Bali yang mulai melakukan langkah strategis dan inovatif untuk menghindari tingkat kejenuhan konsumen
pada batik. Agaknya, Bintang Mira, perempuan kelahiran 26 Maret 1971 ini sukses mengeksplor keindahan batik Bali dengan menghadirkan motif-motif ikonik Bali, seperti poleng, barong, patra, dan ilustrasi seni tari Bali di atas lembaran kain katun. Menariknya tak hanya kain batik yang ditawarkan, Bintang juga mengkreasikannya ke dalam bentuk barang siap pakai, seperti gaun, baju, tas, sepatu, kipas, dan aksesoris fashion lainnya. Lewat brand Balibatiku yang dirintisnya sejak 2012 lalu, Bintang menjadikan batik Bali naik kelas. Minggu ini, kita bisa lihat betapa anggun dan kerennya batik Bali ala Bintang Mira djadikan beragam busana. Anggun, simpel, gaya dan khas Indonesia. (osi)
Infertilitas
Bukan Hanya Masalah Perempuan HADIRNYA buah hati bagi sebagian besar pasangan suami-istri merupakan hal yang ditunggu-tunggu. Kesulitan untuk mendapatkan keturunan tentu saja bukan kabar yang menyenangkan bagi sepasang suami-istri. Meski tidak selalu pihak wanita yang bermasalah, masalah infertilitas atau kemandulan cenderung disebut sebagai permasalahan wanita. Padahal kenyataannya tidak demikian. Baik pria dan wanita masing-masing dapat memiliki permasalahan pada organ reproduksi yang dapat memengaruhi fertilitas atau kesuburan mereka. Infertilitas atau kemandulan adalah keadaan yang dialami oleh pasangan suami-istri yang sudah menikah selama lebih dari 18 bulan dan rutin melakukan hubungan intim namun belum dikaruniai keturunan. Sekitar 30% kasus infertilitas yang terjadi melibatkan gangguan pada sisi pria. Ada dua kemungkinan, yaitu infertilitas pria jadi masalah utama pasangannya untuk hamil; dan kemungkinan kedua adalah infertilitas sebagai kombinasi penghambat kehamilan, sebab dari sisi wanita juga memiliki masalah kesuburan. Sangatlah penting bagi seorang pria untuk segera mencari penyebab infertilitas dan mengobatinya. Pemeriksaan kesuburan bagi pria sama pentingnya dengan pemeriksaan kesuburan wanita. Meski sebagian besar pria merasa enggan untuk memeriksakan diri, terutama karena malu, namun nyatanya penting untuk dilakukan secepatnya untuk memastikan letak permasalahan. Kesuburan seorang pria tergantung dari produksi sperma dan kemampuan untuk mengirim-
kannya ke organ reproduksi pasangan. Proses ini dimulai dari spermatogenesis atau pengembangan sperma di testis. Sel sperma (spermatozoa) diproduksi melalui proses pembelahan sel rumit yang terjadi selama beberapa bulan. Setelah terbentuk, sperma kemudian meninggalkan testis untuk kemudian disimpan di dalam epididimis dimana disana mereka akan berkembang. Sperma kemudian didorong saat ejakulasi melalui vas deferens dan uretra untuk menuju ke organ reproduksi wanita. Penyebab Banyak faktor yang menjadi penyebab infertilitas pada pria, seperti kecacatan struktural dalam sistem reproduksi, kekurangan hormon, penyakit atau bahkan trauma yang mempengaruhi kesuburan seorang pria. Ketidaksuburan pria dapat disebabkan oleh beragam masalah fisik, psikologis, maupun akibat penyebabpenyebab lainnya seperti kanker, konsumsi obat-obatan tertentu, dan riwayat pembedahan sebelumnya. Walaupun bukan penyebab utama, namun kebiasaan merokok, konsumsi minuman keras berlebihan, olahraga dengan intensitas berlebihan, kondisi kurang gizi, penggunaan celana dalam yang terlalu ketat, dan kondisi stres yang berlebihan juga berkontribusi terhadap kondisi kesuburan. Masalah pada produksi dan pengembangan sperma merupakan masalah infertilitas pria yang paling umum. Kualitas sperma mungkin buruk, bentuknya abnormal atau tidak mampu bergerak dengan benar. Atau pria tersebut memproduksi sperma normal namun jumlahnya rendah (oligospermia) atau tidak mampu memproduksi sperma
sama sekali (azoospermia). Permasalahan tidak hanya terkait sistem produksi sperma. Saluran sperma yang terblokir juga menjadi penyebab ketidaksuburan. Blokiran ini dapat disebabkan oleh sejumlah faktor, seperti karena infeksi berulang, pembedahan sebelumnya (termasuk vasektomi), peradangan atau masalah tumbuh kembang. Setiap bagian dari saluran reproduksi pria, seperti vas deferens atau epididimis dapat terblokir, menghambat jalur normal sperma dari testis ke uretra, dimana dari sana ia akan meninggalkan tubuh saat ejakulasi. Kondisi Sebagian masalah seksual pada pria terkait dengan kondisi psikologis. Meski sebenarnya gangguan psikologi dan gangguan fisik sulit dipisahkan. Dulu impotensi dianggap sebagai masalah psikologis. Namun, penelitian terbaru menyebut kondisi ini sebagai masalah fisik yang kemudian diperburuk dengan masalah psikologis seperti tegang, rasa bersalah, dan rendahnya rasa percaya diri. Salah satu masalah fisik terkait adalah adanya ejakulasi retrograde; yaitu apabila air mani (semen) terdorong mundur ke kandung kemih, bukannya keluar dari kelamin. Hal ini disebabkan oleh kegagalan saraf dan otot di leher kandung kemih untuk menutup selama proses ejakulasi. Kondisi psikologis lainnya adalah ejakulasi dini; yaitu ketika seorang pria tidak dapat mengendalikan respons ejakulasi setelah penetrasi minimal 30 detik. Kondisi ini menjadi masalah kesuburan ketika ejakulasi terjadi sebelum penis benar-benar berada di dalam vagina. Ada pula kondisi psikologis yang membuat
seorang pria tidak mampu ejakulasi selama hubungan seksual, namun dapat melakukannya saat masturbasi, yang disebut inkompetensi ejakulasi. Pengobatan infertilitas pada pria tergantung dari penyebabnya. Dalam beberapa kasus infertilitas yang parah, mungkin tidak ada lagi perawatan medis yang efektif. Namun, ada kombinasi obat, pembedahan dan teknik reproduksi bantuan yang tersedia untuk mengatasi banyak
masalah kesuburan pada pria. Jika Anda dan pasangan telah secara rutin melakukan hubungan seksual selama setahun tanpa kontrasepsi dan belum juga hamil, sebaiknya konsultasikan diri Anda berdua. Ketidaksuburan dapat terjadi pada siapa saja dan sebagian besar kasus dapat diatasi dengan tindakan dan pengobatan yang tepat dari dokter atau ahli medis lainnya. ldr. I Nyoman Herlan Maharaga
BPM/ist
INFERTILITAS - Banyak faktor yang menjadi penyebab infertilitas pada pria, seperti kecacatan struktural dalam sistem reproduksi, kekurangan hormon, penyakit atau bahkan trauma yang mempengaruhi kesuburan seorang pria. Ketidaksuburan pria dapat disebabkan oleh beragam masalah fisik, psikologis, maupun akibat penyebab-penyebab lainnya seperti kanker, konsumsi obatobatan tertentu, dan riwayat pembedahan sebelumnya. Kebiasaan merokok, konsumsi minuman keras berlebihan, olahraga dengan intensitas berlebihan, kondisi kurang gizi, penggunaan celana dalam yang terlalu ketat, dan kondisi stres yang berlebihan juga berkontribusi terhadap kondisi kesuburan.
Perempuan Vs. Korupsi PEREMPUAN selalu jadi makhluk yang sering divonis dengan beragam persoalan berat di pundaknya, jika beragam sistem dalam masyarakat rusak, atau ke luar jalur dari pakem-pakem sosial yang telah dan akan ditetapkan oleh masyarakat. Perempuan juga makhluk nomor satu yang paling sering dituduh untuk beragam persoalan-persoalan yang tidak dilakukan olehnya. Jika menyangkut beragam “kerusakan-kerusakan sosial” yang terjadi di dalam masyarakat. Menarik mencermati pernyataan Jaksa Agung HM Prasetyo, uang atau barang hasil perbuatan korupsi yang dilakukan pria ternyata lebih banyak diperuntukkan bagi wanita idaman lain alias WIL, bukan diberikan pada istrinya. Itulah hasil survei Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pada kenyataannya, anggota keluarga inti, yakni istri, anak, dan keluarga dekat justru hanya akan menjadi pihak paling menderita dan harus menanggung malu atas aib yang dilakukan suami atau ayah yang tertangkap tangan atau terbukti korupsi. Di sini jelas perempuan lagi, perempuan lagi yang menjadi persoalan. Bahwa apa pun sistem yang dibuat, perempuanlah seolah-olah yang akan merusak seluruh bentuk keharmonisan yang telah ditata. Benarkah seperti itu? Jenis Kelamin Apakah tidak mungkin semua pihak, tanpa melihat jenis kelamin, sesungguhnya punya andil besar di dalam merusak beragam sistem-sistem yang telah dianggap “baku” di dalam masyarakat. Apakah yang membuat seorang lelaki — perempuan tertarik dengan milik orang lain? Apakah yang membuat mereka melakukan apa saja untuk membuat hidup mereka lebih nyaman, sejahtera, dan prestisius? Melakukan apa saja tanpa merasa puas. Korupsi belakangan ini memang “penyakit” yang sulit dicarikan imunisasinya. Anehnya, para koruptor yang tertangkap tangan dengan barang bukti yang jelas-jelas masih menempel di tubuhnya tidak pernah merasa malu. Di sini tidak berlalu jenis kelamim. Mau lelaki, mau perempuan, makhluk hidup itu sama-sama memiliki
peluang untuk melakukan korupsi. Dan sudah banyak kita saksikan alangkah bak artisnya mereka melenggang ketika disorot kelap-kelip lampu kamera wartawan TV. Tidak ada rasa malu. Tidak juga rasa segan. Seolah peristiwa biasa yang tidak merugikan orang banyak. Bahkan yang tertangkap pun bisa lebih galak dari yang menangkap. Dunia ini memang sudah terbalik-balik bagi orang-orang yang tentu sudah tidak memiliki harapan lagi dengan polah-tingkah para penguasa. Apapun bentuknya, baik penguasa tingkat rendah atau tingkat tinggi. Sama-sama tidak memiliki hati. Budaya tanpa hati dan rasa inilah yang telah menetes juga di kalangan kaum perempuan. Kaum perempuan saat ini juga banyak yang memilih jalan pintas untuk melakukan apapun, termasuk “menggadaikan” harga diri dan “kesucian” ikatan perkawinan mereka. Alasannya? Takut tidak naik pangkat. Atau yang lebih heboh lagi, ingin mengambil jalan pintas demi memperbaiki ekonomi. Caranya? Dengan “bangga” tega merusak kehidupan keluarga orang lain. Mengambil hak orang lain. Harus disadari sejak awal, bahwa perempuan sesungguhnya adalah pengambil keputusan yang jitu. Dia tidak hanya meminjamkan rahimnya untuk manusia manusia, tetapi dia juga harus mampu “menjaga”, “menyelamatkan” perahu kehidupan manusia. Apa jadinya kalau perempuan mau dijadikan barang “simpanan”? Kenikmatan Pengajar Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Harkristuti Harkrisnowo, kenikmatan yang bisa diperoleh dari korupsi tak jarang memikat perempuan untuk mendukung prilaku koruptif. Karena gaya hidup hedonis. Kenikmatan semu inilah yang harusnya mulai diminimalisir oleh perempuan. Karena perempuan bagaimana pun adalah “penunjuk jalan” untuk mengatasi carut-marut yang terjadi. Jika perempuan paham dan sadar akan tugas dan misinya untuk membuat hidup menjadi lebih baik. Dan mulai belajar menghormati diri, menghargai pilihan orang lain, dan tidak ingin mencari jalan pintas untuk dirinya sendiri. Pasti negeri ini makin baik. Jangan sampai apa yang dikatakan, mantan Menteri Kehakiman, Muladi,” lingkungan yang korup membuat korupsi semakin bersifat endemik.” l Oka Rusmini
5
Minggu Paing, 4 September 2016
Film
Cerita Rakyat dalam Balutan ”Pop Up Book””
Renungan dari Rumah Sakit Jiwa Judul Film Director Duration Genre Cast
: “I’m a Cyborg, But That’s OK” : Park Chan Wook : 107 Minutes : Sci-Fi, Romantic Comedy : Rain, Im Soo Jung
PARK CHAN WOOK, sutradara Korea ini memang memiliki pikiran-pikiran, liar. Film ini memang bukan film baru, dibuat tahun 2006. Tetapi patut untuk ditonton kembali, untuk referensi bagi kehidupan modern kita. Film ini menceritakan tentang seorang gadis yang mengalami gangguan kejiwaan bernama Cha Young Goon (Im Soo Jung). Young Goon adalah wanita yang menganggap dirinya cyborg. Ia kemudian ditempatkan di rumah sakit jiwa. Kemudian berteman dengan Park Il Soon (Rain), sesama pasien sakit jiwa yang kemudian membantu Young Goon yang memiliki masalah dengan makanan ( ia tidak bisa makan nasi, karena itu dia hanya makan batu batere ). Il Soon kemudian menciptakan “rice megatron” yang kemudian ia masukan kedalam tubuh Young Goon. Film ini bersetting di rumah sakit jiwa. Akting yang luar biasa disajikan oleh Rain dan Im Joo Sung. Dimana mereka berdua berperan sebagai orang sakit jiwa. Gambar-gambar juga juga cantik. Patut ditonton. (osi)
Rahasia-rahasia Sebuah Persahabatan Film Produser Sutradara Penulis Pemain
: The Handmaiden : Yoon Suk-Chan, Jung Won-Jo : Park Chan-Wook : Sarah Waters, Park Chan-Wook, Jung Seo-Kyoung : Ha Jung-Woo, Kim Min-Hee, Kim Tae-Ri, Cho Jin-Woong, Moon So-Ri, Kim Hae-Sook
Film Korea yang bersetting tahun 1930-an ini diangkat dari novel ternama “The fingersmith” yang ditulis oleh Sarah Waters. Sayangnya, Anda tidak akan menemukan latar belakang settingan yang sama dengan novelnya. Karena dalam film ini, latar belakangnya adalah Jepang dan Korea di tahun 1930. Sedangkan dalam novelnya sendiri, settingannya berlatar belakang London. Tetapi bagi penonton yang dengan detail menyimak konflik-konflik di dalam film ini memang harus intens menontonnya, karena flashback yang dilakukan sutradara kawakan ini membuat kita harus paham penokohan di dalam alur cerita film ini. Rumit. Mendebarkan. Dan endingnya berliku-liku. Bersetting di tahun 1930-an di Korea Selatan dan Jepang. Cerita berkisar 4 orang: seorang wanita mulia (Kim Min-Hee) yang telah mewarisi kekayaan, jumlah penipu (Ha Jung-Woo) yang setelah keberuntungan wanita mulia, seorang pencopet perempuan muda (Kim Tae-Ri) yang disewa oleh hitungan penipu dan wanita mulia paman (Cho Jin-Woong) yang walinya. Konflik terus meninggi dan rumit. Dikemas dengan baik, sehingga tidak membuat jenuh. (osi)
Wujudkan Pelestarian Bahasa Daerah Secara Berkelanjutan “Bahasa terpisah daripada tulisan jati diri, membawa tajam tapi tak menikam.” Shapiai Mohd. Ramly. Di abad ke-21 ini teknologi canggih dan informasi yang tersebar secara cepat kian mengeruk jiwa cinta tanah air remaja Indonesia. Mayoritas remaja Indonesia berlomba-lomba untuk menampilkan diri kepada teman-temannya dan bahkan dunia bahwa dirinya tidak tertinggal modernitas dunia ini. Terbukti dari pola hidup yang awalnya sederhana kini bergeser menjadi pola hidup hedonisme, seperti seorang remaja yang rela menghabiskan uangnya demi membeli gadget dengan merek terkenal, padahal yang mereka perlukan hanyalah gadget untuk menunjang pendidikan mereka. Lalu, gaya berpakaian remaja pun kini menjadi sorotan, seperti menggunakan hot pants atau crop t-shirt yang memperlihatkan secara berlebihan anggota tubuhnya. Gaya berpakaian inilah yang tidak sesuai dengan adat dan budaya Indonesia. Kemerosotan moral dan budaya remaja Indonesia ini tentunya tidak jauh-jauh dari budaya barat yang mendominasi arus globalisasi. Masalah krusial lainnya adalah tentang bahasa daerah yang kini tergeser oleh bahasa nasional, internasional, dan bahkan bahasa slang (bahasa yang tidak baku, contohnya adalah bro (panggilan akrab untuk teman pria) dan bingo (sangat)). Contohnya remaja di Bali. Walaupun belum termarginalkan, banyak remaja Bali yang tidak bisa berbicara dalam bahasa Bali secara lancar dan alus (tingkatan yang lebih sopan) karena lebih sering menggunakan bahasa Indonesia bahkan bahasa Inggris agar tidak dianggap inferior secara sosial. Remaja Minat remaja Bali dalam mempelajari bahasa dan sastra Bali juga mengalami deteriorasi, seperti rendahnya remaja Bali yang bisa makidung atau dharma gita disebabkan oleh maraknya musik-musik pop di dunia, sedikitnya peserta dalam lomba-lomba yang bertajuk bahasa dan sastra Bali, dan minimnya remaja Bali yang mau mempelajari sastra-sastra Bali. Alasan terjadinya stagnasi dalam berbahasa Bali pada remaja Bali tidak lain dan tidak bukan adalah karena bergesernya pola pikir masyarakat. Dahulu, masyarakat sangat menghargai kebersamaan. Mereka pergi ke sawah yang jauh dari rumah dengan berjalan kaki bersama sanak keluarga. Perjalanan yang panjang pun terasa singkat karena mereka saling berkomunikasi terlebih lagi menggunakan bahasa Bali. Sedangkan, sekarang jarang sekali masyarakat yang berkeinginan untuk bersikap sederhana. Kebutuhan tersier cenderung lebih ditonjolkan semata-mata hanya untuk berkompetisi dengan tetangga sekitar. Pembelian kendaraan bermotor, gadget, dan perabotan mahal adalah beberapa contohnya. Untuk membeli barangbarang mahal tersebut tentunya harus memiliki uang. Uang didapat dengan cara bekerja dan jika ingin uang lebih untuk berbelanja, maka orang tua harus bekerja lebih atau secara terus menerus. Padatnya rutinitas kerja inilah membuat orang tua kehilangan waktu kebersamaan dan komunikasi bersama anak-anak di rumah. Orang Tua Dahulu, orang tua mengajarkan kepada anak mereka sejak dini untuk berbahasa Bali melalui satua (cerita rakyat Bali) dan gending rare (nyanyian anak-anak), namun kini penggunaan gadget telah mengganti peran orang tua
dalam mengajak anak bermain. Gadget yang dijejali pada anak ini semakin memotong waktu berharga bersama keluarga di rumah. Anak-anak lebih sibuk dengan gadget mereka masing-masing walaupun orang tua mereka telah pulang kerja, begitu pula dengan orang tua yang masih mengurus bisnis di rumah dengan gadget. Komunikasi menggunakan bahasa Bali pun ditelantarkan dan akhirnya tenggelam. Seharusnya komunikasi secara rutin di rumah dengan menggunakan bahasa Bali sangatefektif untuk memertahankan eksistensi bahasa Bali, akan tetapi hal itu tidak bisa terealisasikan jika orang tua yang digadang-gadangkan mampu mewariskan budaya Bali khususnya dalam bidang bahasa dan sastra tidak menjalankan tugasnya secara maksimal. Maka tidak salah lagi jika bahasa Bali akan punah sebelum akhir abad ini sesuai dengan prediksi Bagus (2001) pada Seminar ‘Di Ambang Kematian Bahasa Bali’. Beragam cara telah dilakukan oleh berbagai pihak untuk melestarikan bahasa Bali. Dalam skala nasional, pemerintah telah membuat Undang-Undang Republik IndonesiaNo. 24 tahun 2009 yang memberikan kewenangan dan kewajiban penanganan bahasa dan sastra Indonesia kepada pemerintah pusat dan memberikan kewenangan dan kewajiban penanganan bahasa dan sastra daerah kepada pemerintah daerah. Di Bali, Gubernur Bali I Made Mangku Pastika menerbitkan Peraturan Gubernur Bali No. 20 tahun 2013 tentang bahasa, aksara, dan sastra Bali yang diajarkan pada semua jenjang pendidikan dasar dan menengah sebagai mata pelajaran wajib di Provinsi Bali (Sandiyasa, 2016). Contoh lain dari revitalisasi bahasa dan sastra Bali, yaitu pertama, adanya kongres-kongres perihal tenggelamnya bahasa Bali, contohnya Kongres VII Bahasa Bali di Wisma Bumi Asih 12-14 Oktober 2011 (Anonim, 2011).Kedua, Pesta Kesenian Bali (PKB) dan Buleleng Endek Festival (BEC) sebagai contoh dari festival budaya Bali oleh komunitaskomunitas seni dan sastra demi mengenalkan bahasa Bali melalui pertunjukan teater, kolaborasi musik, sendratari, dan pagelaran busana. Ketiga, rubrik khusus berbahasa Bali di koran daerah seperti Bali Post. Namun, tingginya ekspetasi bahwa upaya-upaya tersebut mampu membentengi bahasa Bali dari serangan era globalisasi berbanding terbalik dengansikap masyarakat Bali yang lebih banyak bersikap apatis, terkesan ‘hangat-hangat tahi ayam’, dan bahkan tidak tersentuh. Sikap tersebut membuat masalah penurunan penutur bahasa Bali tidak akan menemui titik terang. “Bahasa terpisah daripada tulisan jati diri, membawa tajam tapi tak menikam” (Shapiai Mohd. Ramly). Kalimat ini perlu kita cerna maknanya secara mendalam. Selama ini masyarakat berinterpretasi bahwa semakin mahir mereka berbahasa nasional maupun asing maka mereka akan sejahtera dalam bidang sosial maupun ekonomi. Namun, hilangnya kemampuan berbahasa daerah akan melenyapkan jati diri mereka. Seperti ‘aku’ yang tak mengenal ‘aku’. Memang multilingual membawa kemudahan dalam kehidupan, tetapi itu tidak akan berarti apa-apa karena masyarakat akan kehilangan keistimewaan mereka. Kasus tersebut merupakan refleksi terhadap degradasi penutur bahasa daerah di Bali. Bali memang akan tetap menjadi Bali, namun tidak akan istimewa lagi karena Bali sebagai badan telah kehilangan taksunya (jiwa). Maka dari itu, sangatlah penting untuk melestarikan bahasa dan sastra daerah yang akan menjadi nilai jual dalam hal positif ke dunia luar. Kemas “Satua” Bali dalam “Pop Up Book”: Kenalkan Bahasa Bali Secara Modern Kebiasaan masyarakat berbicara secara bilingual ataupun multilingual
ini menjadi tantangan utama perkembangan bahasa Bali di era milenium tiga atau abad 21 ini. Perlu adanya terobosan baru untuk membuat masyarakat lebih antusias dalam mempertahankan bahasa Bali. Inovasi ini harus atraktif dan mampu menangkup masyarakat dalam berbagai usia. Target utama yang sangat luas ini menjadi tantangan lain dari perkembangan bahasa Bali. Salah satu cara yang dinilai efektif adalah buku cerita rakyat atau dongeng anak bergambar. Ini bukanlah buku cerita rakyat bergambar dalam bahasa daerah biasa yang telah tersebar di masyarakat. Variasi buku cerita rakyat bergambar pada umumnya hanya diminati oleh anak-anak usia dini, sehingga hal ini tidak menggapai tujuan utama yaitu menangkup berbagai usia.Beberapa juga ada yang bersifat biasa atau monoton, sehingga membuat bosan dan akhirnya ditinggalkan. Buku cerita ini secara visualnya menggunakan salah satu metode kreatif dan modern yang menampilkan bentuk 3 dimensi atau timbul ketika buku dibuka. Metode ini biasa disebut pop up. Pop up book memiliki kelebihan dalam menyampaikan arti cerita rakyat dalam buku cerita bergambar ini, misalnya efek mengejutkan dari pergerakan yang dihasilkan buku saat dibuka membuat anak penasaran dan timbul niatan untuk membaca hingga akhir buku. Nilai tambah dari visual buku ini ada juga dalam pewarnaan gambarnya yang tidak menggunakan warna-warna pada umumnya, melainkan dengan menempelkan berbagai macam plastik berwarna pada pola gambarnya. Pewarnaan menggunakan plastik ini memiliki tujuan untuk mengajak masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan di sekitar mereka melalui cara yang terkecil yaitu memanfaatkan benda bekas. Mengenai isi dalam buku cerita rakyat bergambar ini tentunya menggunakan cerita rakyat di daerah Bali dan dalam bahasa Bali. Cerita rakyat Bali ini sedikit dimodifikasi demi memperlihatkan kesan segar kepada pembaca namun tidak melenceng jauh dari makna aslinya. Beberapa di antaranya adalah Leak Desti dan Ni Sukasti, I Cicing Gudig, “I Lutung dadi Pecalang, dan I Empas teken I Angsa. Di dalam cerita rakyat ini pula disisipkan beberapa paribasa Bali, seperti sesonggan (pepatah), sesawangan (perumpamaan), sesenggakan (ibarat), cecimpedan (tekateki), dan bebladbadan (metafora). Tak lupa pula di akhir buku disiapkan halaman khusus untuk rangkuman yang berisi arti dari paribasa Bali yang ada di dalam buku dan juga kosakatakosakata bahasa Bali yang belum umum. Terlepas daripada isinya, aksara Bali pun mengambil bagian dalam hal penulisannya. Cerita di buku ini ditulis dalam tulisan latin maupun aksara Bali. Memasukkan aksara Bali dalam buku ini membuat pembaca secara tidak langsung bisa mengetahui aksara-aksara Bali dan bahkan cara penulisannya.
kepada pembaca. Tujuan lainnya adalah agar buku ini dapat menjangkau masyarakat dalam segala usia sesuai, maka dari itu kontennya pun dibuat dengan selengkap-lengkapnya. Tentunya siswa mendapat banyak manfaat dari pembuatan buku tersebut, seperti meningkatnya pengetahuan mereka dalam berbahasa Bali dan sastra Bali. Dalam rangka menyebarluaskan buku ini, siswa telah membuka pameran dagang pada acara-acara tertentu seperti di sekolah, di taman kota, dan kawasan institusi pendidikan lainnya. Ketika buku ini telah sampai di tangan orang tua, maka orang tualah yangmenjadi pelaku penyebaran bahasa Bali pada anak-anak mereka. Orang tua yang membacakan cerita pada anaknya juga dapat mendapat dan belajar hal-hal baru, seperti kosakata dan paribasa Bali. Jadi, buku ini membuat kedua belah pihak mendapatkan manfaat yang maksimal dan mengasah lagi kemampuan berbahasa Bali mereka. Walaupun anak lebih cenderung sebagai penerima atau pembelajar, namun ada kalanya anak sebagai sumber belajar. Antusiasme anak dalam mempelajari bahasa Bali ketika telah diceritakan atau membaca buku cerita rakyat bergambar ini patutlah ditiru. Anak yang semakin penasaran dengan cerita-cerita rakyat dalam bahasa Bali seakan menarik orang tua mereka juga untuk lebih banyak mempelajari bahasa Bali. Sekali mendayung dua tiga pulau terlampau. Peribahasa tersebut dapat menggambarkan manfaat dan hasil yang maksimal dari buku cerita rakyat tersebut. Buku cerita rakyat bergambar yang dibuat oleh siswa ini dapat berefek kepada masyarakat dalam skala yang luas, bisa itu orang tua, anak, bahkandiri siswa itu sendiri. Bahasa adalah bagian dari budaya. Budaya itu sendiri meliputi bidang musik, teater, ritual, adat, kuliner, dan pakaian. Jika kita melestarikan bahasa, itu sama artinya dengan kita mempertahankan segala jenis budaya tersebut.Buku cerita rakyat bergambar dalam metode pop up book ini merupakan upaya pelestarian bahasa Bali yang efektif. Dengan melibatkan masyarakat dari berbagai usia, buku ini diharapkan mampu menaikkan ketertarikan masyarakat secara cepat dan dalam skala yang besar. Jadi, tidak ada salahnya jika inovasi ini mulai diterapkan di seluruh Indonesia. Dimulai dari guru bahasa daerah yang mengarahkan siswa-siswinya untuk mulai membuat buku ini, lalu tersalur pada masyarakat luas, dan akhirnya terjadi proses pembelajaran bahasa daerah secara terus menerus dari siapapun, untuk siapapun, dan oleh siapapun.
Cerita Hubungan buku cerita ini dalam menangkup masyarakat di segala usia adalah siswa, orang tua, dan anak yang menjadi sasaran pengembangan bahasa Bali bisa juga mejadi pelaku maupun sumber. Peran siswa dalam satuan pendidikan menengah adalah sebagai penulis atau yang membuat buku cerita tersebut, seperti di SMAN Bali Mandara. Pelajaran bahasa Bali di sekolah tersebut sering diselingi dengan tugas-tugas yang menumbuhkan rasa cinta bahasa Bali kepada siswasiswinya. Seperti proyek akhir semester tahun pelajaran 2015/2016 untuk kelas XI. Dalam proyek ini, siswa membuat buku cerita rakyat Bali bergambar yangisinya telah dipikirkan secara matang-matang oleh peserta didik agar berbagai maknanya bisa tersampaikan
Bahasa adalah bagian dari budaya. Budaya itu sendiri meliputi bidang musik, teater, ritual, adat, kuliner, dan pakaian. Jika kita melestarikan bahasa, itu sama artinya dengan kita mempertahankan segala jenis budaya tersebut. Buku cerita rakyat bergambar dalam metode pop up book ini merupakan upaya pelestarian bahasa Bali yang efektif. Dengan melibatkan masyarakat dari berbagai usia, buku ini diharapkan mampu menaikkan ketertarikan masyarakat secara cepat dan dalam skala yang besar.
lKadek Jenitha Ayunda Tirtaning Sari SMA Negeri Bali Mandara. Pemenang ESAI Tingkat SMA Olimpiade Humaniora VIII FIB Unud.
Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.
Khamidi Windhu Segara
W.G. Sumarta K. Ngurah
Dewa Komang Mahadewa
DIMENSI
6 ramalan
bintang
Capricorn Peruntungan: Jangan biarkan obsesi Anda melayang tidak karuan tanpa bisa diraih barang satupun. Maka dari itu cobalah Anda imbangi dengan kerja keras dan tahan banting terhadap perbagai masalah dan hambatan yang muncul. Jangan bersikap lembek, apalagi cepat menyerah. Karier: Apa gunanya panas-panasan hati karena yang rugi juga diri Anda sendiri. Kesehatan: Aturlah mengatur menu makanan semenarik mungkin, untuk yang banyak mengandung lemak sebaikya bisa dihindari. Keuangan: Jangan karena uang disaku tampak tebal sehingga ingin beli yang macam-macam, ingatlah akan kebutuhan yang lebih penting yang harus Anda cukupi segera. Asmara: Jangan keburu ngambek, sebab si dia belum tentu bertujuan seburuk seperti apa yang Anda bayangkan. Aquarius Peruntungan: Jangan cepat merasa puas dulu dengan keberhasilan yang telah diraih selama ini, sebab ini masih kecil, karena yang besar masih ada dan sudah dekat lagi. Karier: Tingkatkan kinerja dan prestasi kerjanya agar Karier cepat menanjak. Kesehatan: Jangan sampai timbul masalah kembali hanya karena Anda beraktivitas terlalu berat. Keuangan: Jauhilah bertindak yang dapat memperburuk kondisi keuangan Anda, apalagi kebutuhan yang cukup tinggi sedangkan pemasukan mulai berkurang. Asmara: Berkaca dululah sebelum memberikan koreksi kepada dirinya. Pisces Peruntungan: Jaga statment Anda, jangan sampai menimbulkan konflik panjang. Di minggu ini perasaan hati tampak labil dan kurang tenang, sehingga kalau tidak bisa mengendalikan emosi, maka hal yang buruk bisa menimpa diri Anda. Karier: Ucapan minor yang Anda dengar sebaiknya dihadapi dengan senyum saja atau pura-pura tidak tahu agar permasalahan itu tidak semakin bertambah besar saja. Kesehatan: Kalau badan terasa capek sebaiknya tak perlu dipaksa untuk terus beraktivitas, hentikan dulu sementara waktu dan pergunakan untuk beristirahat. Keuangan: Masih tetap stabil dan terjaga. Bila akan melakukan usaha baru, sebaiknya telah dipikir matang dan jauh ke depan. Asmara: Agar suasana bisa tetap harmonis maka Anda harus bisa mengalah bila bertemu dengannya. Aries Peruntungan: Di minggu ini cukup berat bagi Anda untuk bisa melampaui rintangan karena selain tidak ada dorongan juga kurang ada keseriusan Anda dalam menghadapi berbagai permasalahan yang muncul, sehingga permasalahan ini menjadi semakin meluas dan semakin rumit untuk diselesaikan. Karier: Tenangkan pikiran dan hati Anda, sehingga bisa terhindar dari membuat keputusan yang hanya menambah kerugian saja. Kesehatan: Minum-minuman keras sebaiknya dijauhi saja sekalipun itu berdalih untuk menghilangkan segala persoalan. Keuangan: Kebutuhan yagn cukup tinggi masih merupakan masalah yang memusingkan bagi keuangan Anda. Asmara: Suasana sudah lebih menghangat lagi, maka dari itu cobalah untuk tetap lebih sabar dan bersikap hangat kepadanya. Taurus Peruntungan: Ada kejanggalan yang perlu diwaspadai, dan jangan ragu untuk menegurnya, cobalah Anda bisa bersikap lebih tegas kepada siapa saja yang berusaha mengganggu Anda. Karier: Segala ide dan rencana masih bisa berjalan dengan lancar. Kesehatan: Rutinitas tampak tinggi, sehingga kondisi badan harus selalu siap kapanpun. Keuangan: Jangan terlalu cemas, pemasukan masih relatif lebih tinggi dibanding minggu-minggu kemarin dan pengeluaran tampak berhasil ditekan. Asmara: Tetaplah dikonfirmasikan dulu dengannya, agar tidak ada masalah baru yang muncul dikemudian minggu. Gemini Peruntungan: Mengapa harus pusing-pusing memikirkan target yang menurun, bukankah hal ini sudah biasa dan memang harus dialami oleh bintang Gemini di minggu ini. Karier: Tetaplah komitmen dengan ucapan serta berusaha ingin bangkit kembali. Kesehatan: Kurangi banyak jajan di luar rumah sebab selain factor higienis yang perlu dicermati juga akan mengurangi biaya pengeluaran yang kurang efisien. Keuangan: Hindarilah segala bentuk spekulasi, kerjakan saja hal-hal yang sudah pasti karena itu akan lebih mendatangkan hasil daripada usaha yang belum tentu keberadaannya. Keuangan masih relatif stabil di minggu ini. Asmara: Ada baiknya refresing makan malam di luar rumah agar ketegangan segera berubah menjadi keakrapan sebagai mana mestinya. Cancer Peruntungan: Minggu ini cukup memuaskan karena banyak income yang masuk dan semuanya membuahkan hasil memuaskan. Sekalipun pada awalnya nampak sulit dan menggoda emosi namun jika Anda bisa tenang dan kalem maka rezeki itu tak bakalan lari. Karier: Tataplah dan jalani minggu ini dengan senyum sekalipun bertemu dengan orang yang membikin jengkel hati Anda. Kesehatan: Jaga kebersihan makanan sebab akhir-akhir ini banyak berjangkit penyakit perut. Keuangan: Income masih mengalir dengan derasnya sehingga segala kebutuhan bisa tercukupi. Asmara: Cemburu berarti asmara namun jangan sampai cemburu buta, sebab bukannya keuntungan yang didapat namun penyesalan akibat percecokan tidak bisa dihindari. Leo Peruntungan: Jangan terlalu menuruti panasnya hati hanya karena ketidakpuasan Anda selama ini, bukankah minggu ini merupakan minggu baik yang pernuh ceria berkat adanya bintang penolong yang siap membantu dengan tidak diduga semula. Karier: Yang penting ada keyakinan maka semuanya bisa beres dan kembali seperti semula. Kesehatan: Jangan biarkan ketidak tenangan mengganggu makan dan tidur Anda, untuk itu jangan ragu untuk bersikap tegas asalkan telah dipikir benar-benar. Keuangan: Bila ingin spekulasi tidak ada masalah karena minggu ini lagi mujur. Asmara: Keinginan yang belum terwujud apa salahnya dibicarakan minggu ini sebab peruntungan Anda lagi bagus. Virgo Peruntungan: Tak perlu menyesali apa yang sudah terjadi, biarkan yang lalu biarlah berlalu, sekarang tataplah lurus ke depan dan biarkan itu menjadi sesuatu pelajaran yang berharga dalam menjalani hidup. Karier: Gunjingan dari orang lain anggaplah sebagai angin lalu tidak perlu terlalu dimasukkan hati. Kesehatan: Terkadang pusing dan sulit untuk dihilangkan dengan obat seperti biasanya. Jika sudah begini ada baiknya segera Anda bawa ke dokter jangan tunggu nanti, agar pusing segera hilang dan pikiran bisa segar kembali. Keuangan: Segera dipikirkan kebutuhan baru yang tampak harus Anda penuhi, jangan sampai Anda mengabaikannya. Asmara: Untuk memadamkan api tidak mungkin menggunakan api, oleh karena itu jangan ikutan panas. Libra Peruntungan: Masalah di minggu ini timbul dikarenakan sikap Anda yang teledor dan suka memAndang remeh suatu pekerjaan. Untuk itu jika ada peluang sebaiknya ditindaklanjuti dengan secermat mungkin agar hasilnya benar-benar maksimal. Karier: Intropeksi diri dan mau untuk berubah sikap agar semuanya segera dapat diatasi. Kesehatan: Masalah masih seputar kepala yang terasa pening akan tetapi itu tidak terlalu berbahaya, hanya cukup mengganggu aktifitas kerja. Keuangan: Pandai-pandailah mengatur uang pemasukan agar tak habis dengan percuma. Asmara: Memang manis kelihatannya tapi kalau sudah kita cicipi akan terasa pahit juga, oleh sebab itu jagalah diri dengan baik. Scorpio Peruntungan: Banyak sekali yang menawari untuk berkerja sama dan itu semua ada korelasi dengan kinerja Anda selama ini yang cukup ulet dan teliti. Maka dari itu jangan sia-siakan kesempatan ini untuk bisa lebih berimprovisasi dengan melakukan gebrakan-gebrakan yang lebih menggigit lagi. Karier: Tugas dari atasan usahakan diselesaikan tepat waktu, dan jangan suka menunda-nunda pekerjaan. Kesehatan: Bila ingin menurunkan berat badan diet sajalah, ini jalan yang terbaik untuk Anda saat ini. Keuangan: Di saat seperti ini ada baiknya jika Anda rajin berhemat dan menabung, karena masa depan masih terbentang luas dan memerlukan dana yang tidak sedikit. Asmara: Buat apa pikir dua kali, jika memang dia adalah pilihan Anda langsung saja utarakan. Sagitarius Peruntungan: Di minggu ini peluang cukup terbuka lebar dan kesempatan Anda untuk meraihnya juga sangat besar sekali, maka dari itu cobalah untuk lebhi kreatif di minggu ini. Karier: Tetaplah bertahan dengan kesabaran dan tidak perlu terlalu terhanyut oleh perasaan hati agar rencana besar Anda tidak sampai terganggu dan terhambat hanya gara-gara sikap yang seharusnya bisa disadari. Kesehatan: Pikiran diusahakan serileks mungkin dan jangan terlalu dibuat tegang, apalagi situasinya di minggu ini memang cukup baik untuk beristirahat. Keuangan: Masih harus dimanage dengan benar dana yang ada Diasuh Oleh agar Anda tidak malah pusing dengan adanya Putri Wong Kam Fu pemasukan tersebut. Asmara: Apapun yang Berlaku terjadi lebih baik tetap asmara padanya dan 4-10 September 2016 jangan mudah dihasut.
Minggu Paing, 4 September 2016
Weda Wakya
Menghalau Akar Keburukan Demi Memenangkan Dharma Satyam eva jayate nanrtam satyena pantha vitato devayanah Yenakramantyrsayo hy apta-kama yatra tat-satyasya paramam nidhanam (Mundaka Upanisad 3.1.6) Hanya kebenaran yang selalu menang dan bukan kejahatan. Melalui kebenaran tersebar jalan suci Devayana dengan mana para Resi terbebaskan dari segala keinginan, menuju tempat tertinggi dimana Kebenaran Sejati berada. Hari raya Galungan seperti yang sering kita dengar melalui dharma wacana, ceramah, diskusi, atau seminar dan membacanya pada buku, majalah, atau surat kabar dikenal sebagai hari kemenangan Dharma melawan Adharma. Galungan tidak terpisahkan dengan Kuningan. Ketika orang menyampaikan ucapan selamat hari raya Galungan, pasti mereka akan melanjutkan dengan kata “dan Kuningan” karena ia merupakan hari raya yang berkesinambungan selama 10 hari. Akan tetapi, pada umumnya umat kebanyakan hanya merayakannya dengan mebat/ ngelawar pada hari panampahan Galungan dan Kuningan, dan dua harinya lagi adalah mabhakti di Sanggah Merajan atau ke pura pada hari Galungan dan Kuningan. Selainnya, kurang dan lebih pada umumnya umat libur sembahyang. Hari raya Galungan dan Kuningan merupakan satu paket puja sembahyang yang seharusnya dilakukan setiap hari. Persiapannya sudah dilakukan beberapa hari sebelumnya seperti Sugihan Jawa, Sugihan Bali, Panyekeban, Penyajaan, Panampahan, dan Galungan. Perihal Galungan dan Kuningan, semua umat sudah pada mengenal dengan baik karena mengalaminya sejak kecil. Akan tetapi, ada yang sudah sepatutnya kita renungkan bersama, yaitu bagaimana kita memulai melakukan pemujaan setiap hari selama sepuluh hari dan bukan hanya melakukan mebat atau ngelawar dan bersembahyang pada hari Galungan dan Kuningan saja. Bagaimana agar umat melaksanakan puja sembahyang setiap hari selama 10 hari tersebut. Di India ada dikenal perayaan yang bernama Navaratri. Nava artinya 9, Ratri artinya malam. Nava Ratri artinya pemujaan selama 9 malam plus perayaan penutupan di hari ke-10 maka menjadi perayaan 10 hari. Datangnya perayaan Navaratri ini dilaksanakan 2 kali seta-
Redaktur Khusus weda
WAKYA Darmayasa hun. Perayaan berikutnya untuk tahun 2016 ini kalau tidak salah adalah mulai pada tanggal 1 Oktober 2016 nanti. Ada kecenderungan umat Hindu Dharma di nusantara mulai menghubunghubungkan perihal perayaan Galungan dan Kuningan ini dengan perayaan hari raya Navaratri. Mereka melihat persamaan dalam beberapa hal, antara lainnya persamaan perayaan kemenangan Dharma (kebenaran) melawan Adharma (kejahatan). Selain itu, juga melihat bagaimana pada hari terakhir ada persamaan tradisi membersihkan dan mengecat baru tembok rumah masing-masing. Apa pun alasan bagaimana zaman dahulu sejarah hari raya Galungan dan Kuningan itu, yang penting adalah sekarang ini apa yang bisa disempurnakan dalam perayaan Galungan dan Kuningan ini? Paling tidak, apa yang dapat dilakukan sekarang adalah bagaimana agar umat Hindu Dharma di nusantara mulai melakukan pemujaan setiap hari selama sepuluh hari tersebut. Dengan demikian, hari raya Galungan dan Kuningan akan menjadi hari perayaan dan sekaligus pemujaan secara khusus selama sepuluh hari. Pada puja Navaratri, umat melakukan pemujaan setiap hari selama 9 hari dan melakukan perayaan pada hari ke- 10. Navaratra ini juga dikenal sebagai hari pemujaan Dewi Durga. Akan tetapi, barangkali perlu digarisbawahi di sini, bahwa ada perbedaan “pemahaman” perihal Dewi Durga antara kita di Bali dengan umat lain di luar Bali khususnya di India. Begitu menyebut nama Durga, biasanya kita terbayang langsung pada perwujudan atau wajah yang seram menakutkan dengan taring panjang, lidah menjulur panjang ke bawah sampai hampir menyentuh tanah, dengan buah dada yang sangat besar, kuku setiap jemari tangannya yang sangat panjang dan tajam, dan lain-lain. Sedangkan di India, Dewi Durga adalah Dewi Kasih Sayang. Pemujaan Dewi Durga di India pada Navaratra dilakukan setiap hari sebagai Dewi Kasih Sayang, Dewi yang penuh karunia, Penyayang,
dan lain-lain. Hari pertama mereka memuja Dewi Durga sebagai Dewi Shailaputri, hari ke-2 sebagai Dewi Brahmacarini, hari ke-3 sebagai Dewi Chandraghanta, hari ke-4 sebagai Dewi Kushmanda. Hari ke-5 sebagai Dewi Skandamata. Hari ke-6 sebagai Dewi Katyayani. Hari ke-7 sebagai Dewi Kalaratri. Hari ke-8 sebagai Dewi Maha Gauri, dan hari ke-9 sebagai Dewi Siddhidatri. Pada umumnya pemujaan Dewi dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu tiga hari pertama yang lebih banyak dipengaruhi oleh sifat Tamasa-guna (kegelapan dan kebodohan) adalah memuja Dewi Durga, tiga hari kedua yang lebih banyak dipengaruhi oleh sifat Raja-guna (kenafsuan) berturut-turut memuja Dewi Laksmi atau Dewi Keberuntungan, dan tiga hari terakhir yang lebih banyak dipengaruhi oleh sifat Satva-guna (kebaikan), yaitu hari ke-7, 8, dan 9 pemujaan dilakukan kepada Dewi dalam wujud sebagai Dewi Ilmu Pengetahuan, Dewi Kebijaksanaan, yaitu Dewi Saraswati. Biasanya selama perayaan Navaratra tersebut umat Hindu Dharma akan berpuasa dan itu dilakukan dengan taat. Ada pula yang melaksanakan puasanya dengan makan sekadar, makanan puasa, yang tidak ada daging, ikan, telor. atau bahkan hanya buah, umbi, dan sayur yang tanpa bumbu. Pada hari awal (hari pertama), atau bahkan banyak yang melakukannya setiap hari, biasanya mereka akan meminta Pujari/Pemangku melakukan pemujaan di rumah mereka. Selanjutnya, mereka akan melakukan pemujaan sederhana ditutup dengan membaca kitab suci bernama Durga Saptashati. Bagi umat kebanyakan di nusantara, kita dapat mengambil makna peringatan yang berarti kemenangan Dharma melawan Adharma dengan cara melakukan sembahyang sederhana setiap hari sambil melakukan puasa sesuai dengan kemampuan. Puasa hendaknya dijaga dengan ketat tanpa memakan daging selama perayaan Navaratra ini. Manawa Dharma Shastra 5.56 mengajarkan: na mamsa bhaksane doso na madye na ca maithune, pravrttir esa bhutanam nivrttis tu mahaphala (barangkali hal biasa memakan daging, minum minuman beralkohol, dan melakukan hubungan suamiistri, karena merupakan hal alamiah bagi makhluk hidup, tetapi jika menghindarkan diri dari semua itu maka akan memperoleh pahala yang sangat besar). Umat pada hari Navaratra tersebut biasanya mengusahakan memakan makanan yang satvika (maka-
nan dalam level kebaikan dan kesucian), agar membantu ketenangan dan konsentrasi dalam melakukan puja ataupun meditasi. Menurut Bhagavad gita 17.8, makanan satvika adalah: ayuh-sattva-balarogya sukhaprlti-vivardhanah, rasyah snigdhah sthira hrdya aharah sattvika-priyah (Makananmakanan yang membantu memperpanjang usia hidup, menambah vitalitas, kekuatan, kesehatan, kesenangan dan kepuasan, dan juga lezat, tidak kering, bergizi dan menyenangkan hati adalah jenis makanan yang disukai oleh mereka yang berada dalam sifat kebaikan). Lalu pada bagian pembacaan kitab suci Durga Saptashati, selain umat pada umumnya tidak mempunyai kitab suci tersebut, maka dapat dijadikan pilihan pembacaan kitab suci Bhagavad-gita, atau kitab suci Veda lainnya. Akan sangat baik jika dilakukan pembacaan 2 bab sehari sehingga pas di hari ke-9 umat bisa menyelesaikan lengkap ke-18 bab Bhagavadgita tersebut. Dalam Bhagavad-gita, Krishna memberikan jaminan kehadiran avatara untuk: 1. paritranaya sadhunan (melindungi orang-orang mulia yang tekun berbhakti pada Tuhan); 2. vinashaya duskritam (membinasakan yang jahat); 3. dharma samsthapanarthaya (menegakkan kembali prinsip-prinsip ajaran Dharma yang murni); maka sangat tepat kita mengadakan perayaan Galungan dan Kuningan dengan membaca kitab suci Bhagavadgita selama 9 hari berturutturut. Pada hari ke-10 yaitu hari Kuningan, umat Hindu Dharma dapat melakukan pemujaan atau sembahyang khusus dilanjutkan dengan malukat ke sumber air suci, pancuran, sungai, campuhan, laut, ataupun malukat ke Griya Ida Pandita atau Pinandita yang disucikan. Tujuannya adalah agar perayaan 10 hari Galungan dan Kuningan tersebut mampu “memenangkan” Dharma atas Adharma. Dengan demikian, pada hari raya Kuningan umat Hindu Dharma sudah melakukan perayaan sambil “memakai pakaian yang baru” yaitu pakaian spiritual. Sedangkan di India, pada hari ke-10 dari Sharada Navaratra (sekitar bulan SeptemberOktober) yang dinamakan Vijaya Dashami atau Dassahra, umat biasanya merayakan dengan mengarak berkeliling desa serta akhirnya membakar “ogoh-ogoh” Ravana, Kumbhakarna, dan Meghanada (Indrajit), sebagai simbol kemenangan Dharma (kebenaran) melawan Adharma (kejahatan).
MIMBAR AGAMA
Pikiran yang Mengembara Redaktur Khusus MIMBAR
BUDDHA Dhana Putra Pernahkah Anda mengamati pikiran? Ya, pikiran kita sendiri. Cobalah duduk, pejamkan mata, dan perhatikan pikiran-pikiran yang muncul pada diri Anda. Pikiran kita melompat dari masalah ke masalah lain, dari satu pemikiran ke pemikiran lain, dari satu hal ke hal yang lain. Cobalah pergi ke bank untuk menyetor uang atau mengambil uang tunai dalam jumlah besar. Kita antre menunggu giliran, memperhatikan kesibukan yang terjadi di sana. Setumpuk uang sedang dihitung untuk nasabah di loket sebelah. Perhatikan apa yang terjadi dengan pikiran Anda? Seandainya saya mempunyai uang sebanyak itu. Atau kita pergi ke sebuah kawasan kuliner. Banyak stand makanan tersedia. Apa yang muncul dalam pikiran kita? Semua makanan mungkin terasa enak, menggoda untuk dipesan dan disantap. Muncul keinginan untuk makan ini dan itu. Demikianlah yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari, sadar atau tidak sadar, tahu atau tidak tahu. Pada umumnya, demikianlah yang terjadi pada setiap orang; kecuali mereka yang telah mencapai meditasi yang mendalam atau tingkat kesucian tertentu. Sejak zaman dulu hingga sekarang dan juga di masa yang akan datang. Buddha juga telah
mengingatkan para siswanya untuk melatih pikiran dari akar kejahatan. Sangharakittha adalah seorang perumah tangga yang menjadi bhikkhu dan berlatih diri hingga mencapai tingkat kesucian tertinggi. Keponakannya, diberi nama yang sama ketika lahir, setelah cukup umur, juga menjadi bhikkhu. Suatu kali, keponakan Sangharakittha menerima dana berupa dua jubah. Dia memakai satu jubah dan ingin mempersembahkan kepada pamannya, yang juga menjadi guru pembimbingnya. Karena Sangharakkhita telah memiliki jubah yang cukup sesuai aturan, maka dia menolak untuk menerima jubah dari keponakannya. Sang keponakanan merasa kecewa. Sambil berdiri di samping dan mengipasi pamannya, pikirannya mulai mengembara. Muncul keinginan untuk meninggalkan kehidupan bhikkhu. Namun bagaimana dia akan memenuhi kebutuhan hidupnya? Berbagai bentuk pemikiran muncul dalam dirinya. Saya akan menjual jubah ini, membeli seekor kambing betina. Juga telah melahirkan, saya akan menjual anak kambing tersebut sehingga punya modal. Saya mencari seorang istri, berkeluarga, punya anak laki-laki. Saya akan mengajak keluarga untuk bertemu guru, dan seterusnya. Dalam perjalanan dia harus mendorong kereta. Istrinya menggendong bayinya namun terlepas sehingga jatuh dan tergilas kereta. Dia merasa semakin marah, mengambil tongkat, dan memukul istrinya. Keponakan Sangharakkhita memukul pamanya dengan kipas yang dipegang. Dengan kemampuan ba-
tin, Sangharakittha mencoba memeriksa apa yang terjadi. Mengapa kepalanya dipukul? Sang Paman berkata; “Kau tidak memukul istrimu, tetapi memukul kepalaku”. Keponakan menjadi bertambah kaget karena sang paman mengetahui jalan pikirannya. Buddha menasihati Keponakan Sangharakkhita agar tidak perlu merasa risau. “Pikiran adalah sebuah tempat kediaman yang berada di kejauhan. Pikiran mengembara jauh, mengembara sendirian, tanpa jasmani, mencari
tempat untuk sembunyi. Hendaknya seseorang berjuang keras untuk membebaskan diri dari nafsu keinginan, kebencian, dan ketidaktahuan (kegelapan batin). Bermeditasi, berarti melatih pikiran agar lebih fokus, terkonsentrasi. Pikiran dilatih untuk sadar, eling, waspada, selalu berada di saat ini. Bermeditasi juga berarti melatih pikiran baik agar lebih kuat sehingga pikiran buruk menjadi lebih lemah. Sudahkah Anda melatih meditasi?
PERMATA HATI Untuk pembaca Bali Post Mingguan (BPM), kami membuka rubrik baru ‘’Permata Hati”. Rubrik ini mengangkat si buah hati yang baru lahir, yang berulang tahun atau akan berulang tahun. Juga pasangan yang menikah di minggu tersebut atau yang merayakan ulang tahun pernikahan. Kirim foto menarik dan tulis data lengkap identitas diri, orang tua serta komentar singkat. Semua data dikirim lewat email redaksibalipost@ yahoo.com dengan kode Permata Hati. Bisa juga naskah dan foto dikirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post. Jl. Kepundung 67 A Denpasar telp. (0361) 225764. (Redaksi)
I Wayan Wahyu Suryatama, Sabtu 3 September 2016 mengakhiri masa lajangnya dengan menyunting Ni Kadek Sri Yuliana Sari. Upacara pernikahan berlangsung di Br. Bongli Sangketan, Penebel-Tabanan
Redité Paing, 4 September 2016
Bali L e m b a r
B a s a
B a l i
Pénjor, Niyasa Ngasorang Momo ring Angga
Bencingah I Made Adi Surya Pradnya
Madasar Lascarya SAMPUN ketah kauningin ring budaya krama Bali setata kapanggihin kahanan sané ramia utawi bungah ri kala ngamargiang parikrama upacara yadnya. Minakadi tatkala GalunganKuningan utawi parikrama piodalan ring pura miwah merajan. Ngeninin indik Galungan, majanten kahanan sané bungah taler ramia punika kasinahang mawit saking makudang-kudang parindikan sané kasuén-suén madados cihna sios saking raina patinget kawijayan Dharma ngasorang Adharma. Sinalih tunggil parindikan sané manados cecihna sios wantah marupa pénjor. Dr. I Made Adi Surya Pradnya S.Ag., M.Fil.H., dosén ring IHDN Denpasar puniki maosang, pénjor nénten madué sastra agama sané manados dasar indik sapunapi wangunnyané. Sakéwanten pinaka sinalih tunggil soroh budaya Nusantara utamanipun Bali, majanten wangun miwah pepayasan sané kawigunayang tatkala ngaryanin pastika nganutin sapunapi panglimbak ring pakraman. Indiké punika majanten ngamedalang makudang-kudang soroh pepayasan utawi parindikan anyar sané kapanggih tur kadagingin ring pénjor. Minakadi sané ketah kapanggihin mangkin, pénjor Galungan sané kakaryanin antuk pepayasan ageng-ageng sané nyantos nelasang prabéa makudang-kudang yuta rupiah. Dosén sané embas ring Denpasar, 18 Mei 1986 puniki malih maosang, ngamedalang “kreativitas” malarapan antuk makarya pénjor Galungan kadi asapunika nénten iwang yéning nénten matilar saking “esensi” utawi daging sané patut minakadi antuk kawéntenan sanggah pénjor, isin gumi, taler ulap-ulap. “Mangkin akéh pisan sané mayasin pénjor antuk pepayasan ngaggén gabus. Yéning punika kakaryanin antuk manah sané lascarya sinah nénten iwang, nanging tetep patut kadagingin antuk piranti-piranti sané utama. Yéning nénten kadadosang sinah punika satmaka nénten nadosang kramané nyinahang baktinipun majeng ring Ida Sang Hyang Widhi Wasa,” baos Doktor Termuda Linier Ilmu Agama puniki. Jero Mangku Dalang puniki nglanturang, yéning maosang indik budaya Bali Anyar utawi Bali Kelodan sinah kawéntenan pénjor inucap majanten setata kapanggih ring sajeroning piodalan utawi Galungan saking nguni. Sakéwanten ring makudang-kudang wewidangan sané wantah ngranjing ring desa Bali Mula sané nénten uning ring rerahinan Galungan, sinah wewidanganné punika nénten ngamargiang budaya makarya pénjor. Nanging risampunné ngranjing ring masa sakadi mangkin, sinah sampun makasami genah ring Bali taler wewidangan sané wantah desa-desa Bali Mula ngamargiang Galungan miwah ngaryanin pénjor. Katakénin indik sapunapi krama non-Hindu sané ngawigunayang pénjor tatkala ngelarang parikrama agamanipun, Guru Besar Meditasi Goncang Sorga Neraka puniki maosang manawita pénjor punika nénten madaging antuk sanggah miwah banten sinah punika nénten sakral utawi dados pepayasan kémanten. Sinah nénten ngaptiang “pelarangan” sajabaning krama Hindu Bali patut bangga duaning budaya iraga kasenengin taler olih krama sané nénten magama Hindu tatkala makarya dekorasi. “Sakéwanten yéning pénjor punika kawigunayang nénten dados pepayasan kémanten tur madaging antuk isin gumi, ulap-ulap miwah sanggah, wawu patut kamargiang pabligbagan,” asapunika dosen wimuda sané meneng ring Jln. Kenyeri, Gg. Nagasari I/6 Denpasar punika makenyem. (wan)
(43)
7
BPM/dok
PENJOR – Ri Kala rauh raina Galungan, majanten kapanggih makudangkudang pénjor ring sisin marginé. Punika satmaka cihna krama Bali nyanggra raina patinget kawijayan Dharma ngasorang Adharma.
NÉNTEN karasa rainan Galungan miwah Kuningan sampun rauh, majanten krama Hindu sané wénten ring Bali taler ring dura Bali pacang nyanggra raina patinget kawijayan Dharma ngasorang Adharma punika antuk manah sané liang taler bagia pisan. Sangkaning punika majanten krama Baliné ngawit gupuh nyangkepang sekancan piranti miwah sarana sané jagi kawigunayang taler mabuat ring rerainan sané rauhipun nganem bulan apisan. Minakadi ngaryanin makéh soroh bebantenan utawi sesodan, makarya jaja taler matumbasan makéh soroh woh-wohan. Nénten wantah amunika, akéh kramané taler ngelarang parikrama mareresik mangda sayan asri wewidanganipun. Nanging wénten piranti sané kapastikayang pacang kakaryanin napkala rauh rerainan Galungan inggih punika piranti sané kawastanin pénjor. Pénjor wantah piranti sané pacang kapanggih ring soang-soang paumahan krama Hindu-Bali tur kagenahang utawi katancebang ring tengenan lebuh paumahan. Manut Dr. I Made Adi Surya Pradnya S.Ag., M.Fil.H., sinalih tunggil dosén ring IHDN Denpasar, pénjor taler madue tetuek sios saking kawéntenan utawi kahanan seni. Manut dané, pénjor pinaka cihna saking utsaha jadma sané sampun prasida ngasorang utawi nedunang momo ring angga utawi padéwékan, sekancan awidya taler rasa nyapa kadi aku mangda manados jadma sané sadhu budhi sané kasinahang saking plengkungan tuun penjor inucap. Sios punika ngeninin indik nancebang pénjor ri kala Penampahan Galungan, punika wantah sangkaning raina inucap wantah raina nampah sekancan kaletehan sané wénten ring padéwékan minakadi Sapta Timira miwah Sad Ripu. Bénjangnyané prasida kasuksmayang majeng ring Ida Sang Hyang Widhi Wasa duaning sampun prasida ngasorang momo sané kasi-
nahang antuk pénjor sané sampun katancebang. “Asapunika tetuek nancebang pénjor ri kala Penampahan Galungan. Dadosné kirang becik manawita wénten sané nancebang sadurung raina punika. Napi malih tatkala Redité sané pinaka raina Sang Kala Tiga Wisesa tedun ka mercapada pacang ngawitin ngulgul manusa,” baos Surya Pradnya. Dané nglantur maosang, sané dumun daweg panyatusan warsané lintang, rerainan Galungan naenin nénten kamargiang. Punika ngawinang Jagat Baliné kabencanén, minakadi akéh keni gejer, akéh duratmaka taler para raja miwah pragustiné matuuh cendek pisan. Risampuné Ida Sang Prabu Sri Jayakasunu madeg agung, Ida ngelarang tapa brata miwah samadhi. Pamuputné Ida Bhatari Durga tedun mapaica pawisik yéning makasami punika kapanggih wantah sangkaning krama Bali nénten ngamargiang upacara Galungan. Dadosné manut saking pawisik Ida, krama Bali patut malih ngamargiang Galungan nyabran raina Buda Kliwon Dungulan taler nancebang pénjor ring raina Penampahan Galungan. Surya Pradnya taler maosang, pénjor punika nénten kawigunayang tatkala Galungan kémanten nanging taler kawigunayang tatkala rainan ring merajan utawi wénten piodalan ring pura. Indik wangunnyané pateh, tetueknyané pinaka cihna nedunang momo ring padéwékan tatkala matur miwah nangkil ring ajeng Ida Bhatara-Bhatari. “Sané ketah kapanggihin, pénjor punika katancebang ring jaba pura utawi merajan. Tetujonnyané wantah nedunang momo ring padéwékan mangda prasida dados ening suci nirmala tatkala ngranjing ka jeroan pura utawi mrajan jagi nangkil ngaturang bakti majeng ring Ida Bhatara-Bhatari,” Surya Pradnya negesang. (wan)
Sanggah Pénjor
Minayang Pénjor ”Sakral” sareng ”Profan” SAKADI sané sampun kawedar i wawu, pénjor wantah piranti sané majanten kapanggih ri kala raina Galungan utawi tatkala kamargiang piodalan. Pénjor sané kakaryanin tatkala punika majanten pénjor sané tenget utawi madué kahanan “sakral” duaning punika wantah sarana taler pulah-palih ring upacara yadnya utawi rerainan. Sakéwanten yéning selehin saking nilai estetik utawi kahanan seni, pénjor taler mawiguna becik kanggén payasan paumahan utawi “dékorasi”. Yéning kanggén pinaka payasan, majanten punika wantah pénjor “profan”. Pénjor dados kanggén payasan santukan yéning katelisik malih, pénjor punika piranti sané kakaryanin saking seni sané kapadonang antuk kawagedan sang sané makarya. Tatkala manggihin pénjor sané kawigunayang dados payasan, punika nénten ja ngawinang tetueknyané dados magentos. Dr. I Made Adi Surya Pradnya S.Ag., M.Fil.H. maosang, sios kawéntenan sarana-prasarana minakadi isin gumi sané kadagingin ring pénjor, kawéntenan sanggah pénjor pinaka genah ngunggahang banten utawi sesodan wantah kahanan sané nyihnayang “Wau Tungurah, niki kenalang timpal tiangé Gung Ayu Arnita saking Puri Kaléran. Gung Ayu, niki sampun... sané ngranjing ring SMA Negeri 1 driki,” baosné Arniek kikuk. “Nguda dadi Arniek grogy kéto? Niki sampun pacar tiangé keto nak’é mara fair,” pandikan Gung Arnita masemu girang nampénin salamné Ngurah Jelada sané masaur aris. “Inggih tiang Ngurah Jelada saking tepi siring Jagat Amlarajané. Ngiring durusang malinggih. Ampura tiang ngampilang prabot dumun, wau usan mabresih-bresih kaonina lunga ring sané patut jumah kija manawi?” aturné Ngurah Jelada nyledétin Luh Arniek saha makta pangepélané ka pungkur. Raganné ngelisang maraup lan magentos pakéan raris ngarya téh tigang cangkir. Mireng wénten suaran cangkir makrépakan, Luh Suwarni sareng Gung Ayu Arnita nyelonong ngranjing. Dapetanga Ngurah Jelada sampun ngambil nampan. “Ooh Tungurah,banggayang
pisan pénjor punika wantah pénjor sané katengetang. Wangun sanggah pénjor punika taler nganutin saking kawéntenan panglimbak seni utawi trénd ring pakraman. Yéning dumun kramané ngawigunayang sanggah cukcuk utawi sanggah sané wangunipun segitiga, sakéwanten mangkin akéhan ngawigunayang sanggah Ardha Chandra utawi sanggah sané panukubipun nglengkung. “Yadiastun pénjor Galungan utawi piodalan sampun jangkep kadagingin antuk isin gumi taler nénten madaging pepayasan gabus, yéning durung kajangkepin antuk sanggah pénjor sinah durung prasida kabaosang sakral. Sakéwanten yéning sampun madaging sanggah sinah sampun prasida kabaosang sakral yadiastun pénjor inucap akéh nganggén payasan saking gabus,” baos dané. Sanggah pénjor punika taler nyihnayang pangulun utawi sirah naga tur ikuhipun wantah muncuk pénjor sané melengkung tuun. Kahanan punika ngawinang pénjor wantah panyeledii saking naga minakadi Naga Basuki utawi Naga Taksaka sané olih krama Bali kauningin dados cihna kasukertan taler kawéntenan jagat sané gemuh
tiang makta,” Luh Suwarni ngambil nampan saha téhé. “Nah niki sané patut jumah,toplésé tiang makta ka ruang tamu,” baosné Gung Ayu Arnita. Ngurah Jelada amung cemas-cemus tan pasaur, “Nggih patehang sakadi ring Puri.” Maka tetiga mangkin malinggih ring kamar tamu ngarepin sodaan téh lan kripik sukun. “Tiang mabuaka ngarya kejutan, ten ngebél Tungurah dumun. Mungpung Gung Ayu mantuk makta mobil. Biasa ngrereh sangu jaga ulangan umum,” baos Arniek ngawitin. “Tiang mula hampir ngabulan mulih mriki. Ten uning yén wénten bungan manahné Arniek driki. Kadung saling curhat, saling orahang gélané mara ketara,” baosné Gung Ayu. “Inggih durusang téhé pemberani tan patimpal. Kanggéang amung kripik. Bénjang-bénjang yén mantuk sampunang lali nyimpangin mriki,” Ngurah Jelada nyilahang, “Malih pidan jaga mawali ka Denpasar? Ten ngrerep di Puri nyang araina?”
raharja. Sangkaning punika ring pénjor kapanggih makudang-kudang isin gumi sané nyinahang kawéntenan jagat sané gemuh sukerta, minakadi Pala Bungkah utawi umbi-umbian, Pala Gantung utawi woh-wohan, Pala Wija utawi sekancan biji utawi bulihbulihan sakadi padi miwah palempalem minakadi plawa utawi andong. Sios saking sanggah taler isin gumi, taler kapanggihin sarana marupa kain sané kabentang tur kagantungang ring pénjor sakral inucap. Kain sané akéh kapanggih madaging antuk rajah Ongkara, Swastika, miwah rajah suci agama Hindu. Samian punika wantah ulap-ulap utawi sarana sané kawigunayang ngulap-ulapin para Dewata utawi Prabawa suci Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Ulap-ulap punika taler satmaka nugesang yéning ring paumahan punika wénten kamargiang upacara yadnya. “Kain sané kawigunayang nénten ja mesti madaging rerajahan utawi gegambaran, duaning yéning selehin sané dumun kain ulap-ulap nénten madaging rajah punapa-punapi sajabaning wantah marupa kain putih utawi kain kuning kémanten,” dané nartayang. (wan)
dané malih negesang. “Nah kéto koné Arniek, payu nginep pang maan malali malu? Koné lakar nunas sangu ulangan. Kénkén Arniek nginep dini apa... aah terserah,” Gung Ayu ngulgul Arniek “Di Puri dong yadiapin kangen masak driki nginep, apa kata dunia?” saurné Arniek. “Nggih lamun kénten Beli Ngurah, tiang wénten perlu di Mrajan odalan, tiang pamit dumun. Banggayang Luh Adé Suwarni driki. Nyanan soréan tiang malih mriki mapagin. Bénjang semeng sadurungé ka Denpasar pang polih plesir,” Gung Arnita raris mapamit. “Ngiring Gung Ayu, matur suksma,” baosné Ngurah Jelada sareng Suwarni ngatehang rauh ring pamedalé. Sang kalih malih ngranjing nampedang cangkir téhé ka dapur. Kadi angganing paksi dara sang kalih tan sida nanggengin rasa kangenné. Tembé mangkin Ngurah Jelada sareng Luh Suwarni namtamin cumbuana rasa maciuman saling ngreremih.
BPM/wan
SANGGAH – Pinaka pajangkep taler étéh-étéh ipun majanten jagi kapanggih sanggah pénjor. Punika wantah kaanggén genah bebantenan utawi sesodan napkala upacara utawi Galungan tur makacihna pénjor inucap nénten wantah pepayasan kémanten
“Tungurah...oh sué tiang ngantosang madu juruhé ngemegin kolongan tiangé. Kadi kakupu Tungurah amung miber nglanga, madun sekaré paketéltél ulung mabyayagan tan karungu. Ambun sekaré miik ngalup tan bina kadi sekar wana,” Arniek ngasih-asih sedih. Muanné ipuh-ipuhanga ring dadan gélanné. Ngurah Jelada ngaras, ngecup gélanné mesra. “Sayang, tiang masih patuh. Baniné mung nyawang takut luakan bayu sing sida baan ngisinin. Yadin sedih bekut uyang paling, kanggoang ngipi galengé anggon ngempahang.” “Ooaah... Tu… Tungurah, Ar... Arniek..ssst, Sayang,” sang kalih saling kekep, lambéné matemu saling kulum nyepukang madu drawa ngulangunin manah, raris makenyem manis. Luh Suwarni ngusapin laad gincuné némpél di pipin gélanné antuk saputangan. “Ngujang usapin... Sayang? Depang ja apang ada cirin tresnané aba sesai.” “Bas ngenah Tu, lek atiné.
Yén niki ja lakar tunas pang liu, anggon bekel ulangan umum.” Sang kalih malih mapelukan saling kulum kadi dedarané matemuang sih, ngraris matangi magingsir ka kamar tamu. Saling nengneng, saling kicirin masemu guyu... asyiiik. Ring arep sagét macelig Madé Widiadi negakin motor matur ring Gusti Ngurah Jelada. “Tuk...Tuk Ngurah, ten sareng malali ka Sibetan? Iringa ngedih salak sig timpalé.” “Ooh ampura Beli Dék, tiang kadung ada timpal singgah,” baosné Ngurah Jelada. “Ooh nggih, timpal napi temen......?” Madé Widiadi nyledétin tamiuné makenyem. “Yaah, dadi masih orahang temen ... demenan hahaha. Kenalang Beli Dék,” Ngurah Jelada ngenalang gélanné. Luh Suwarni ... Madé Widiadi, masalaman ngenalang raganné. “Nggih yén kénten rarisang, tiang ten ngulgul. Driki dumun Gég?” Madé Widiadi makaon. (Masambung)
Upacara
8 Bebantenan Tetuek Rainan Sugihan Jawa miwah Sugihan Bali Olih : Ida Rsi Bhagawan Smerthi Kusuma Wijaya Sebali
RUNTUTAN Galungan kantos Kuningan sakadi sané jagi rauh manut Lontar Sundarigama setata kadasarin antuk nilainilai kahuripan sané limbak. Dasarnyané minakadi Sugihan Jawa miwah Sugihan Bali sané kamanggehang sajeroning Lontar Sundarigama pinaka pakéling mangda umat ngemit kalestarian jagat utawi kaloktah ring teks pinaka “amretistah bhuwana agung” saha nincapang kasucian angga sané kamanggehang antuk “amretistha raga tawulan”. Sugihan Jawa sajeroning runtutan rainan Galungan matetuek pinaka panyucian Bhuwana Agung utawi jagat genah sarwa mauripé. Sekalannyané, pabersihan puniki kamargiang sakadi ngresikin palemahan, ngresikin palinggih, ngresikin pakarangan, miwah sané tiosan. Niskalannyané prasida kamargiang antuk ngamargiang pacaruan, utawi ngaturang aturan marupa sodan miwah sané tiosan. Sugihan Jawa puniki jatuh ring raina Wrehaspati Wagé wuku Sungsang. Yéning Sugihan Bali matetuek pinaka panyucian Bhuwana Alit utawi angga sarira i manusa. Panyucian niskala prasida kamargiang majalaran antuk éling ring sekancan parilaksana kaon antuk nguwah mangda prasida becik, taler nincapang spiritualitas mangda sayan bresih, suci ning nirmala. Yéning sekalannyané prasida kamargiang majalaran upacara panglukatan, melukat ka genah-genah suci miwah melukat ring gria. Mawit kasucian angga, pikayunan taler pacang ening suci mawinan prasida nelebin miwah ngresepang kasuksman rainan Galungan pinaka kawijayan dharma. Sugihan Bali puniki jatuh ring raina Sukra Kliwon wuku Sungsang. Satios Sugihan Jawa miwah Sugihan Bali, wénten malih siki sugihan sané kawastanin Sugihan Tenten sané rauhnyané araina sadurung Sugihan Jawa. Tetueknyané pinaka pangenten, ngélingang majeng krama yéning sadurung rainan Galungan punika kapakélingin, pacang wénten Bhuta Tiga sané ngrebéda ngulgul i manusa. Antuk punika, ngeninin indik pamargin Sugihan Jawa utawi Sugihan Bali, makekalih rerainan inucap patut kamargiang olih soang-soang krama pamekas sané magama Hindu. Santukan makekalih rainan inucap agung pisan tetueknyané. Napi malih sampun kabaosang, sadurung rauh rainan Galungan, wénten Sang Bhuta Tiga sané pacang ngoda i manusa. Antuk ngamargiang pabersihan ring Sugihan Jawa miwah Sugihan Bali, kaaptiang i krama prasida ngedohang angga saking gegodan sané wénten. Runtutan sesampun Sugihan wénten kabaos embang Sugihan. Sajeroning Lontar Sundarigama kabaosang, ri kala embang Sugihan wénten kabaosang “anyekung jnyana nirmalakena”. Tegesnyané nyikiang jnyana nyujuh jiwa sané ening. Pinaka pisarat ngawi jiwa ening inggih punika patut wénten palemahan sané lestari taler angga miwah jiwa sané trepti. Sugihan miwah embang Sugihan tegesnyané metuéling umat mangda setata éling ngemit kalestarian jagat miwah déwék utawi Bhuwana Agung miwah Bhuwana Alit. Antuk Bhuwana Agung miwah Bhuwana Alit sané becik, asri, taler lestari paican Hyang Widhi, kaaptiang manusa molihang kahanan ring déwék sané kabaos galang apadang. Yéning cihna Bhuana Alit bersih inggih punika spiritual manusa tinggi gumanti prasida ngolah ati nurani raris ati nurani ngolah pikiran, salanturné pikiran raris ngolah indria.**
Redité Paing, 4 September 2016
Kawigunan Sekar, Nincapang ”Spiritualitas” Umat Mayadnya
BPM/ist
SEKAR - Sekar kabaosang madué tigang soroh sifat, wenten sekar sane madué sifat Spiritualitas minakadi sekar tunjung sané kawéntenannyané kasuciang.
Sekar Cihna Kasucian miwah Kalascaryan
PINAKA sinalih tunggil sarana utama pamuspan, kawéntenan sekar kabuatang pisan olih krama Hinduné ring Bali. Sekar madué makna simbolis, pinaka cihna kasucian, katulusan hati miwah sifat welas asih Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Nénten wantah olih umat Hindu, sekar taler lumrah kanggén nyihnayang rasa olih umat tiosan, inggian rasa suka utawi duka. Indiké puniki ketah kacihnayang antuk karangan bunga. Madué teges pinaka pahan organ tumbuhan, sekar sinalih tunggilnyané mawiguna pinaka bakalan sané pacang ngwentuk
zigot utawi turunan anyar. Sekar madué sakatah wentuk miwah warna, nganutin soroh tanaman. Punika awinan, saking sisi kaasrian, sekar ngamedalang parindikan sane becik tur ngulangunin manah sang sané ngatonang. Kaselehin saking sisi religi, sekar dahat mabuat pisan, utamanipun olih krama Hinduné ring Bali. Pinaka sarana upacara, sekar madué kalih kawigunan sané mabuat. Kapertama, kadadosang pinaka simbol Siwa (Ida Sang Hyang Widhi Wasa). Pinaka simbol Siwa, ri kala nglaksanayang pamuspan, sekar kagenahang
ring puncak cakupan tangan, wus punika sekar inucap raris kagenahang ring duur utawi taler kasumpangang. Kaping kalih, sekar pinaka sarana pamuspan wantah kadadosang panyangkep sarana upakara. Sekar kaanggén nagingin miwah ngiasanin canang utawi banten sané pacang kaaturang majeng Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Indiké punika janten kasurat ring sajeroning daging sastra sinalih tunggilnyané Bhagawadgita, sané ngwedarang indik unsur-unsur pokok pamuspan sané patut katurang majeng Ida Sang Hyang Widhi Wasa inggih punika sekar, sajabaning daun, toya, miwah woh-wohan. Wénten makudang soroh miwah wentuk sekar, nanging nénten makasami sekar prasida kadadosang sarana persembahyangan. Sajabaning nguratiang unsur kaluihan miwah kasrian, patut taler nguratiang indik unsur kasucian. Pinaka lambang kasucian, kawéntenan sekar sané pacang kaanggén sarana upacara kautsahayang nganggén sekar sané kantun seger, bersih (suci), tur miik. Sakadi sané kasurat ring lontar Agastyaparwa, nlatarang indik sekar sané nénten dados kaanggén sarana persembahyangan inggih punika sekar sané madaging uled, sekar sané madaging semut, sekar sané layu, sekar sané mayang, miwah sekar sané mentik ring setra. (uma)
MAKUDANG soroh sekar setata makanten sajeroning canang sané kawigunayang pinaka sarana upacara taler sarana pamuspan olih umat Hindu Bali. Sajeroning canang, makudangkudang sekar katata becik gumanti katon ngawi canangé asri tur majanten sayan ngawinang manahé lascarya muspa. Maosang indik kawéntenan sekar, manut Ida Pedanda Gede Rai Manuaba sajeroning prinsip-nyané soroh-soroh sekar punika madué tigang sifat. Sifat sané kabaosang punika pateh sakadi sifat Tri Guna minakadi Satwam, Rajas, miwah Tamas. Tegesnyané wénten sekar-sekar sané prasida ngrangsang spiritualitas ring anggan manusa. Salanturnyané wénten sekar-sekar sané prasida ngrangsang seksualitas, miwah wénten sekar-sekar sané prasida ngrangsang energi. Ida nglanturang, sekar-sekar sané prasida ngrangsang spiritualitas wantah sekar-sekar sané ketah kanggén sembah bakti miwah sané ketah katanding ring canang. Soroh sekar punika minakadi sekar cempaka, sandat, jepun, miwah sekar sané tiosan sané ketah katanding. “Punika sekar sané prasida ngrangsang spiritualitas. Punika awinan para leluhur ngawit riin ketah nandur soroh sekar-sekar inucap ring wewidangan payogan, gumanti sekar-sekar punika sareng ngicén wasana rohani,” punika sané kanggén dasar utawi pedoman olih umat sajeroning ngawigunayang sekar ri kala nglaksanayang parikrama upacara agama. Ida Pedanda mimitan Gria Kawan Wanasari, Tabanan puniki malih ngwewehin, sekar tunjung katampénin pinaka sekar sané pinih mautama. Sekar tunjung tumbuh ring telaga madaging lumpur, sesampun medal saking toya tur kembang nénten wénten lumpur sané neket ring sekar inucap. Indiké punika sané ngawinang sekar tunjung kangkenin pinaka sekar sané pinih suci, punika awinan sekar tunjung taler kawastanin padma. Samaliha sajeroning ajah-ajahan agama Hindu, sekar tunjung kaloktah pinaka lingga Ida Bhatara-bhatari. Sajeroning puja-puja Ida Pedanda, manut Ida taler sapunika, ri kala Ida Pedanda nglinggihang puja sekar tunjung sané kapuja raris kalinggihang ring genah sané miik. Ida malih maosang, sekar lianan sané mapaiketan sareng rainan jagat minakadi Galungan. Sekar punika wantah sekar kasna. Sekar kasna niyasa rasa bagia, kasucian. Kabaos sekar kasna santukan kasumpangan ring kuping, kuping punika kabaos karna. “Sekar kasna niyasa puncak bagia santukan iraga prasida marainan Galungan. Pinaka cihna kawijayan. Punika sané ngawinang ri kala pacang Galungan krama ramiaramia ngrereh sekar kasna yadiastun ngrerehnyané méweh,” baosnyané. Nglantur manut Ida Pedanda, wénten soroh sekar sané ngrangsang seksualitas. Soroh sekar inucap manut Ida minakadi sekar mawar, melati. “Punika awinan sekar sakadi punika nénten kanggén muspa, nénten dados kanggén ring pamuspan,” teges Ida. Siosan punika, wénten soroh sekar sané prasida ngrangsang energi. Sekar sané prasida ngrangsang energi manut Ida sorohnyané minakadi sekar sané madué ambu kirang becik minakadi sekar celeng, sekar bintang miwah sané tiosan. (yan)
Satua
Olih : Madé Taro
I Cecek Cenik
“Yén Icang kalah, tampah suba Icang. Sakéwala, Yén Cai ané kalah, tenas cainé bakal ingsak Icang apang kanti pégpég,” buin ia ngimbuhin. “Eh... nden malu, Kijang,” sautné I Cecek sambilanga ngrépé nganuunang. “Apang pacentokané ené luung lan pabaliha tekén timpal-timpalé lénan, Icang ngidih matanggehan buin awai. Macentok malaibé ento adaang buin mani dogén.” “Ha...ha...ha...! Nah... nah... nah....! kéto I Kijang nyautin. Cara kenehné I Kijang, nanggehang buin awai sanget ngaé untung awakné. Ia bakal ngorahin makejang timpal-timpalné mabalih pacentokané nglawan I Cecek. Kacaritayang buin maniné, timpal-timpalné I Kidang kerik tinggih teka lakar mabalih. Uli buron ané paling cenika kanti ané paling gedé teka mabalih. Ada jero ketut, ada semal, marmot, sampi, kebo, jaran, lan macan. Kéto masih para kedisé bareng ngraménin mabalih. Soroh kedisé ento minakadi pipit, kepodang, gagak, elang lan rajawali. Kedis ané demen nguci matinggah di carang kayuné, ané demen ngindang mangulayang di langité pakeberber. Disubané ada préntah pacentokané ento kakwitin. I Kijang palaibné becat pesan kadi kaampehang angin. Para panontoné makejang masuryak lan makoplokan tangan. Disubané ngliwatin makudang-kudang umah, I Kijang nyerit, “Cecek, dija Cai?” nadaksara di aepané dingeha munyiné I Cecek,” Icang dini, cek...cek...cek...!” I Kijang buin mecatang plaibné. Suryakan para penontoné sayan keras. Buin makudang tindakan lakar ngentegin puyan kayu ané pinaka tujuan, I Kijang buin nyerit, Cecek, ija Cai?” “Icang dini Kijang, cek...cek...cek...!” kéto pasautné I Cecek ngéwérin. I Cecek ajum suba malunan matinggah di punyan kayuné ento. Elek pesan kenehné I Kijang krana ia teka dorinan tekén I Cecek. Sakéwala ia kekeh tusing nyak ngaku kalah. Ia tusing percaya tekén I Cecek. Ulian ento, I Kijang nagih apang pacentokané ento kaulang buin cepok. (Masambung)
Rédaksi nerima reriptan marupa artikel (paling akéh 3500 huruf), satua ringkes (paling akéh 6000 huruf), puisi, geguritan miwah sané siosan. Reriptan mangda kakirim ring alamat: Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email: bali_orti@balipost.co.id.
MINGGU PAING, 4 SEPTEMBER 2016
9
HAL 10
Ronaldo dan Benzema Siap Tempur
Cedera, Messi Absen
Buenos Aires – Setelah menjadi pahlawan Argentina di laga melawan Uruguay, Lionel Messi dipastikan absen di laga berikutnya. Messi mengalami cedera dan Argentina tak mau mengambil risiko. Pada laga kualifikasi Piala Dunia 2018, yang berlangsung pada hari Jumat (2/9) dini hari kemarin, Argentina menang 1-0 atas Uruguay. ‘Tim Tango’ sendiri mengakhiri laga tersebut dengan 10 orang setelah Paulo Dybala mendapatkan kartu merah . Messi yang membatalkan keputusannya pensiun dari timnas Argentina menjadi penentu kemenangan lewat golnya di menit ke-43. Namun pada pertandingan yang sama ia mengalami cedera. “Leo kesakitan. Sayangnya ia tidak bisa ambil bagian di pertandingan berikutnya,” ujar pelatih Argentina Edgardo Bauza, Sabtu (3/9) kemarin. “Dia mengalami pembengkakan dan kami tidak mau mengambil risiko. Kami sudah berbicara dengannya, juga dengan dokter tim dan berkesimpulan bahwa sebaiknya dia istirahat. Dia akan ikut berangkat bersama tim, tapi tidak akan ambil bagian dalam pertandingan,” kata Bauza. Berkat kemenangan atas Uruguay, Argentina kini memuncaki klasemen sementara kualifikasi Piala Dunia 2018, zona CONMEBOL. Pada hari Selasa (6/9), mereka akan bertanding melawan tuan rumah Venezuela di kota Merida. Sementara soal keputusannya kembali memperkuat Argentina setelah sempat menyatakan pensiun, Messi mengaku tidak membohongi siapa pun. Ia pun memutuskan kembali setelah melakukan pembicaraan dengan Bauza. “Saya sangat berterima kasih. Tapi saya tidak menipu siapa pun ketika aku pensiun, aku memang merasa itu keputusan yang pas,” ujar Messi. (kmb33/rtr)
Donnarumma
Berpeluang Jadi Kiper Legendaris Milan –
Gianluigi Donnarumma dapat pujian setinggi langit dari berbagai pihak. Kiper berusia 17 tahun itu juga baru saja mencetak sejarah bersama timnas senior Italia. Dia menjadi kiper termuda dalam sejarah Gli Azzurri, setelah tampil di laga persahabatan melawan Prancis, Jumat (2/9) lalu. Mantan kiper AC Milan, Dida. Dia menilai Donnarumma bisa melampaui pencapaiannya di Milan. Donnarumma memang tengah menjadi pusat perhatian di sepak bola Italia. Setelah dipromosikan menjadi kiper utama Rossoneri di musim lalu, Donnarumma kini menjadi andalan di bawah mistar gawang. “Dia punya talenta yang luar biasa dan saya pikir dia bisa melakukan yang lebih dari apa yang saya lakukan bersama Milan, karena dia sangat muda,” ujar Dida, Sabtu (3/9) kemarin. “Gigio sudah menunjukkan nilainya dan saya pikir dia akan jauh lebih berkembang. Rossoneri luar biasa bagus dengan tidak memasukkannya ke dalam daftar jual. Donnarumma punya nilai yang sangat besar dan bersama Milan dia bisa menjadi luar biasa,” lanjut mantan pemain asal Brazil itu. Menurut Dida, kehadiran Montella di AC Milan bakal memberikan dampak positif dan akan mengembalikan supremasi klub seperti sebelumnya. “Montella sudah bekerja dengan baik. Mentalitas mereka sudah berubah jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Saya harap Milan bisa kembali berjaya,” tutur Dida. Dida memperkuat Milan sejak tahun 2000 hingga 2010. Selama berseragam merah-hitam, Dida memenangi satu scudetto, satu gelar Coppa Italia, dan dua kali juara Liga Champions. Keputusan awal untuk memainkan Donnarumma sebagai kiper utama Milan memang mengundang kontroversi. Salah satu penyebabnya adalah dua kiper senior Milan, Diego Lopez dan Christian Abbiati tidak dalam kondisi cedera ataupun dalam larangan bermain. Kedua sosok senior itu berada dalam kondisi siap tempur untuk bermain. Keputusan Sinisah Mihajlovic (pelatih Milan kala itu) untuk memainkan Don-
BPM/rtr
HORMAT - Seorang fans yang masuk ke lapangan berlutut di hadapan Lionel Messi, sedangkan pemain Uruguay Gaston Silva hanya diam menatap kejadian tersebut.
BPM/rtr
Hamilton ’’Pole’’ di Monza Monza Dominasi Lewis Hamilton berlanjut di sesi kualifikasi GP Monza, Sabtu (3/9) kemarin. Hamilton berhasil mengungguli rekan setimnya di Mercedes Nico Rosberg. Mercedes tidak lagi mengalami masalah ban yang membuat mereka kehilangan posisi start di baris depan pada balapan di Spa pekan lalu. Hamilton lebih cepat 0,30 detik dari Rosberg di lap pertamanya pada Q3 dan menambah jarak di lap berikutnya. “Tidak ada masalah. Saya sangat senang dengan performa mobil saya,” kata Hamilton. Sebastian Vettel berhasil merebut posisi ketiga setelah berhasil mendekati catatan waktu Rosberg. Posisi berikutnya diisi pembalap Ferrari lainya, Kimi Raikkonen. Valtteri Bottas dari Williams kemudian berada di posisi lima. Ia diikuti oleh dua pebalap Red Bull, Daniel Ricciardo dan Max Verstappen yang menempati posisi enam dan tujuh. Dua pebalap Force India, Sergio Perez dan Nico Huelkenberg, menempa-
Lewis Hamilton
ti peringkat delapan dan sembilan secara berturutturut. Sementara pebalap Haas, Esteban Gutierrez, menggenapkan 10 besar sesi kualifikasi GP Italia. P e m b a l ap Manor Pascal Wehrlein tampil impresif dengan berhasil berada di posisi ke 13, di atas pembalap Honda yang juga mantan juara dunia, Jenson Button. (kmb33/rtr)
Hasil Kualifikasi 1 Lewis Hamilton
Mercedes
1m21.135s -
2 Nico Rosberg
Mercedes
1m21.613s 0.478s
3 Sebastian Vettel
Ferrari
1m21.972s 0.837s
4 Kimi Raikkonen
Ferrari
1m22.065s 0.930s
5 Valtteri Bottas
Williams/Mercedes
1m22.388s 1.253s
6 Daniel Ricciardo
Red Bull/Renault
1m22.389s 1.254s
7 Max Verstappen
Red Bull/Renault
1m22.411s 1.276s
8 Sergio Perez
Force India/Mercedes
1m22.814s 1.679s
9 Nico Hulkenberg
Force India/Mercedes
1m22.836s 1.701s
10 Esteban Gutierrez
Haas/Ferrari
1m23.184s 2.049s
BPM/rtr
narumma sebagai kiper utama Milan secara tidak langsung merubah tradisi yang sudah diusung Milan dalam beberapa dekade terakhir. Tercatat semenjak tahun 2000, AC Milan lebih mempercayakan posisi kiper utama kepada pemain veteran dari pada pemain muda. Dida sudah berusia 27 tahun saat pertama kali membela Rossonerri, sedangkan Cristian Abbiati baru benar-benar menjadi kiper utama AC Milan pada usia 29 tahun, kendati sudah berada di Milan semenjak usia 21 tahun. Dengan ditunjuknya Donnaruma sebagai Kiper Utama AC Milan, otomatis merubah tradisi penjaga gawang Rossonerri. Pemuda ini merupakan produk asli akademi AC Milan. Bakatnya sebagai penjaga gawang sudah diendus oleh klub-klub top Italia, bahkan menurut penuturan ayahnya Donnarumma sudah pernah melakukan trial di Juventus dan Inter Milan. Meski diminati oleh sejumlah klub top, Donnaruma kecil sudah mantap hanya ingin berseragam AC Milan. Impiannya untuk membela tim kota Mode tersebut terwujud di tahun 2013, saat AC Milan merekrutnya untuk bermain di tim muda mereka. Donnarumma langsung menjadi pilihan utama Filippo Inzaghi untuk menjadi kiper utama AC Milan Primavera. (kmb33/ap) Biodata Nama Lengkap : Gianluigi Donnarumma Nama Akrab : Donnarumma Tanggal Lahir : 25 Februari 1999 Tempat Lahir : Castellammare di Stabia, Italia Tinggi Badan : 1.96 m Posisi Bermnain : Penjaga Gawang Klub Saat ini : AC Milan Nomor Punggung : 99
BOLA MANIA
10
Minggu Paing, 4 September 2016
Aguero Dihukum Tiga Laga Manchester – FA akhirnya memutuskan untuk menskors Sergio Aguero selama tiga laga. Dengan demikian, striker Manchester City itu bakal absen di derby Manchester. Sebelumnya Aguero didakwa bersalah oleh FA setelah ketahuan menyikut pemain belakang West Ham United, Winston Reid. Kejadian tersebut berlangsung ketika City bertanding dengan West Ham di Stadion Etihad, Minggu (28/8) pekan lalu. Wasit yang memimpin pertandingan tersebut, Andre Marriner tidak melihat kejadian tersebut. Oleh karenanya ia tidak memasukkannya ke dalam laporan pertandingan. Namun aksi Aguero itu tertangkap kamera.
Setelah dakwaan FA dijatuhkan, City pun mengajukan banding. Banding itu pun membuat FA kembali melakukan sidang pada hari Jumat (2/9) waktu setempat. Pada akhirnya mereka memutuskan bahwa Aguero bersalah dan melarang striker asal Argentina itu untuk tampil dalam tiga laga ke depan, termasuk ketika The Citizens menghadapi Manchester United di Old Trafford, Sabtu (10/9) nanti. Hukuman tiga pertandingan ini sama dengan yang dijatuhkan pada gelandang United, Bastian Schweinsteiger, musim lalu. Uniknya Schweinsteiger juga dihukum setelah kedapatan menyikut pemain yang sama: Winston Reid. (kmb33/rtr)
Karim Benzema
BPM/ap
Ronaldo dan Benzema Siap Tempur Madrid –
Sergio Aguero
BPM/rtr
Luiz Senang Gabung Chelsea London – Klub asal London, Chelsea, akhirnya berhasil memulangkan salah satu talenta berbakat mereka, David Luiz. Luiz yang telah menjalani dua musim bersama klub asal Prancis, Paris Saint Germain memutuskan untuk pulang di hari terakhir jendela transfer musim panas. Seperti dilansir dari situs resmi Chelsea, Sabtu (3/9) kemarin pihaknya dan PSG telah sepakat akan transfer sang pemain. Namun pihak Chelsea masih enggan menjelaskan dana yang harus dikeluarkan oleh Chelsea untuk memulangkan sosok yang pernah beseragam The Blues tersebut. Menurut isu yang beredar di Inggris, Chelsea harus mengeluarkan dana 38 juta pound atau sekitar Rp 663 miliar. Angka tersebut lebih kecil ketimbang biaya yang
harus didatangkan Paris Saint Germain dari Chelsea. Setelah sepakat menandatangani kontrak berdurasi tiga tahun bersama klub yang bermarkas di Stamford Bridge tersebut, Luiz mengaku senang. Ia bahkan tak sabar untuk bisa membantu Antonio Conte meraih performa terbaiknya musim ini. “Saya sangat senang bisa kembali ke Chelsea. Kami memiliki cerita yang bagus di sini, dan saya ingin membantu Antonio Conte meraih sukses musim ini,” ujar Luiz. Selama berkarier di Chelsea, Luiz telah memenangkan beberapa kompetisi bergengsi. Kompetisi Liga Inggris pada musim 2010 dan 2011, serta Liga Champions pada musim 2011-2012 menjadi raihan paling berharga dengan klub asal London tersebut. (kmb33/ap)
Jika pelatih klub-klub di Eropa tengah waswas memperhatikan pemainnya yang membela negara masing-masing, hal tersebut tak terjadi dengan pelatih Real Madrid Zinedine Zidane. Pelatih berkepala plontos tersebut dihadapkan dengan kenyataan menggembirakan. Maklum saja, dua pemainnya yang absen dalam dua pertandingan awal diprediksi akan kembali tampil. Kedua pemain tersebut adalah penyerang Karim Benzema dan Cristiano Ronaldo. Seperti diketahui kedua megabintang tersebut mengalami cedera dan membuat Zidane dipusingkan dengan pemilihan skuad. Benzema sudah terlihat berlatih di pusat latihan Real Madrid, Sabtu (3/9) kemarin. Menurut pantauan staf kepelatihan, Benzema yang tak dipanggil Timnas Prancis
tersebut telah memiliki kebugaran yang cukup untuk bermain di laga Real Madrid selanjutnya. Striker Prancis yang musim ini baru bermain di laga Piala Super Eropa pada tanggal 9 Agustus melawan Sevilla tampaknya sudah sembuh dari cedera pinggul yang telah mengganggunya sejak awal tur pra-musim di Amerika Utara. “Aku kembali,” kata Benzema di Twitter. Sebelumnya Cristiano Ronaldo dan Fabio Coentrao, juga dipastikan telah kembali berlatih. Real Madrid memprediksi ketiga pemainnya
tersebut akan siap bermain pada pertandingan La Liga kontra Osasuna pada akhir pekan mendatang. Sejauh ini Real Madrid memiliki dua pertandingan perdana yang menjanjikan. Mereka berhasil meraih enam poin dari dua pertandingan saat melawan Real Sociedad dan Celta Vigo. Poin tersebut membuat mereka kini berada di posisi tiga besar bersama Barcelona dan Las Palmas. Dengan hadirnya kedua pemain tersebut maka Madrid akan makin menakutkan. Menurut haraian olah-
raga setempat Macca, skuat Zidane kali ini adalah yang terkomplet. Di tangan Zinedine Zidane Real Madrid dibuat menjadi tim dengan kekuatan berimbang disegala lini. Real Madrid telah menyesuaikan lini depan dengan lini tengah. Di lini depan Zidane menambahkan Alvaro Morata. Sedangkan di lini tengah Real Madrid memasukkan Marco Asensio dan membuang Jese Rodriguez ke Paris Saint-Germain. Bahkan pada bursa kali ini Madrid menjual lebih banyak pemain dari pada membeli. Satu-satunya pemain yang datang ke Santiago Bernabeu adalah Morata dan Madrid membayar 30 juta euro pada Juventus. Madrid pun meraih surplus
setelah total menjual Jese Rodriguez, Denis Cheryshev, Alvaro Medran, dan Omar Mascarell mencapai 34,5 juta euro. Belum lagi tambahan tiga juta euro yang dibayarkan Wolfsburg untuk meminjam Borja Mayoral. “Sulit untuk memperkuat skuat kami karena kualitasnya sudah cukup bagus,” begitulah kira-kira bunyi pernyataan dari Florentino Perez mengenai pergerakan timnya di bursa transfer. Keberhasilan mereka mempertahankan pemain dari kejaran lawan. Mateo Kovacic, Morata, dan Raphael Varane adalah sebagian yang banyak diincar klub lain. Kini tinggal ditunggu kiprah para pemain itu musim ini. (kmb33/rtr/ap)
Allardyce Sembunyikan Susunan Pemain Trnva – Jika biasanya starting IX baru diumumkan satu atau dua jam jelang pertandingan, namun kali ini pelatih tim nasional Inggris Sam Allardyce memilih untuk tak merahasiakannya. Ada alasan tersendiri dari Allardyce untuk mengungkap 11 pilihannya ini. Big Sam, julukan Allardyce, mengungkap susunan skuad utamanya dengan alasan demi menyempurnakan taktik saat latihan. Tidak banyak kejutan dalam pemilihan 11 starter Allardyce jelang laga kontra Slovakia. Dalam laga yang digelar di Štadión Antona Malatinského, Kota Trnava tersebut Inggris akan memulai perjalanannya di Kualifikasi Piala Dunia 2018.
Laga tandang yang akan digelar, Senin(5/9) nanti akan jadi yang perdana buat Inggris yang tergabung di Grup F bersama Slovakia, Lithuania, Malta, Skotlandia dan Slovenia. Dari 11 pemain utama nanti, Allardyce masih mempercayakan delapan pilar Inggris saat mereka kalah 1-2 dari Islandia di Nice, Prancis, 68 hari lalu pada gelaran Euro 2016. Sebut saja Joe Hart, Gary Cahill, Kyle Walker, Danny Rose, Wayne Rooney, Eric Dier, Harry Kane dan Raheem Sterling. Hanya ada 3 tambahan pemain baru. Dua gelandang Liverpool, Adam Lallana dan Jordan Henderson, mengamankan tempatnya di starting line up. Masuknya dua pemain itu ditambah bek John Stones
menunjukkan bahwa pelatih baru Inggris, Sam Allardyce hanya melakukan tiga perubahan susunan pemain sejak The Three Lions kalah 1-2 dari Islandia pada Piala Eropa 2016. Namun masuknya John Stones, Jordan Henderson dan Adam Lallana secara otomatis mendepak tiga pemain lain yaitu Chris Smalling, Daniel Sturridge dan Dele Alli. Eric Dier akan menempati posisi gelandang jangkar dibantu kinerja Henderson dan Wayne Rooney yang dimainkan sebagai gelandang serang di belakang penyerang Harry Kane. Raheem Sterling dan Lallana menjadi pemain di lini terdepan dalam skuat racikan Allardyce yang akan bermain melebar ke sisi sayap.
“Kami harus menang pada hari Minggu. Kami memberikan tekanan pada diri sendiri untuk memenangkan pertandingan itu,” kata Lallana, Sabtu (3/9) kemarin. “Kami tahu, kami adalah tim dengan pemain muda yang sangat berbakat dan penting bagi kami bisa mendapatkan sesi latihan yang baik pada pekan ini,” imbuhnya. Untuk Slovakia sendiri, dalam 5 laga paling anyar cuma mampu mengantongi satu kali kemenangan saja dengan 2 kali hasil seri dan dua lainnya kalah saat bersua Wales dan melawan Jerman. Sementara itu, untuk Inggris mempunyai catatan yang sedikit lebih baik ketimbang Slovakia. Dalam 5 laga terbaru, Inggris mengan-
tongi sebanyak 3 kali menang dengan 1 kali seri dan 1 lainnya kalah dari Islandia. Begitu pun dengan hasil pertemuan antara kedua tim ini. Tercatat dalam 4 pertemuan paling baru, Inggris sama sekali belum pernah terkalahkan. Kebalikannya, Slovakia sudah pernah 3 kali kalah dalam 4 pertemuan terbaru dengan Inggris. Meski begitu, Inggris juga tak boleh meremehkan begitu saja Slovakia. Pertemuan yang paling baru antara Slovakia dengan Inggris adalah bulan Juni 2016 kemarin di babak fase grup Piala Eropa. Slovakia sukses tampil begitu baik dan mampu menahan perlawanan Inggris hingga laga berakhir dengan skor imbang tanpa gol. (kmb33/rtr)
Thohir: de Boer Butuh Waktu
David Luiz
BPM/rtr
Jakarta (Bali Post) – Presiden Inter Erick Thohir percaya sepenuhnya kepada Frank de Boer. Namun Erick juga meyakini bahwa pelatih asal Belanda tersebut masih butuh waktu. De Boer ditunjuk menjadi pelatih Inter tidak lama setelah Roberto Mancini memutuskan untuk meletakkan jabatannya. Mancini dikabarkan berbeda pandangan dengan para petinggi Inter. De Boer yang sebelumnya sukses meraih empat gelar juara Liga Belanda secara beruntun bersama Ajax, mengambil tantangan menjadi pelatih Inter. Tapi De Boer yang tidak menjalani persiapan pramusim yang panjang bersama Inter belum memberikan hasil maksimal. Di dua pertandingan pertama Serie A musim ini, Inter kalah 0-2 dari Chievo dan bermain imbang 1-1 dengan Palermo. “Saya rasa terlepas dari pergantian pelatih, Frank de Boer perlu waktu untuk adaptasi dengan italia dan perlu waktu untuk dekat dengan pemainpemainnya. Tetapi saya yakin beberapa game ke depan akan lebih baik” ujar Erick, Sabtu (3/9) kemarin Sebelumnya optimisme serupa juga disuarakan oleh eks
presiden La Beneamata, Massimo Moratti. Ia mengatakan, saat ini De Boer sedang mencari-cari titik optimal untuk timnya. “Dia sedang mencoba membangun sesuatu, saya rasa dia butuh sedikit waktu. Jadi terlalu dini untuk berkomentar,” kata Moratti. Thohir juga menunjukkan keyakinannya bahwa Frank De Boer dapat mengasah semua kemampuan dari Gabigol yang baru datang ke San Siro beberapa hari lalu. Gabigol merupakan salah satu dari dua pemain muda yang diambil oleh Nerazzurri, di mana sosok lainnya adalah Joao Mario. Thohir menjelaskan, “Kami bangga saat Gabigol memutuskan masa depannya bersama Inter, di mana dia telah menunjukkan kualitasnya sebagai pemain hebat saat membela skuad tim nasional Brazil di Olimpiade Rio.” “Kedatangannya ke klub pasti akan membawa perubahan yang besar, terlebih saya percaya bahwa De Boer bisa melihat serta membantu Gabigol agar mampu tampil maksimal saat berlaga. Tujuan Inter di pasar transfer adalah mendekati para pemain muda karena pelatih ingin mengeluarkan bakat mereka,” tutupnya. (kmb33/ap)
Frank de Boer
BPM/rtr
Minggu Paing, 4 September 2016
GELANGGANG
11
Sembilan Tim Badung Utara Bakal Berpartisipasi
Mangupura (Bali Post)Tercatat sembilan tim Badung Utara siap berpartisipasi dalam turnamen sepak bola memperebutkan Piala Bupati Badung yang mulai digulirkan Oktober mendatang. Kesembilan klub adalah Bala Yuda Petang, Wanara Duta Sangeh, Perssib Blahkiuh, Cani Putra Dauh Yeh Cani Abiansemal, Susila Putra Sibang, Putra Mambal, Putra Mengwi, Bhara Putra Baha, serta Putra Tresna Sobangan. Ketua BPM/022 Panpel Ida Bagus WisIda Bagus Wisnu Wardana nu Wardana, usai rapat koordinasi di Sangeh, Badung, Sabtu (3/9) kemarin menjelaskan, pihaknya belum mendapatkan konfirmasi keikutsertaan Putra Kapal, sedangkan Personi Mengwi Tani memastikan tidak ambil bagian. Dikemukakan, persyaratan di lapangan delapan pemain kelahiran 1995 dan memiliki KTP Badung, sedangkan sisanya tiga pemain bebas, tetapi harus ber-KTP Bali. ‘’Tujuan menggelar Piala Bupati Badung ini untuk menjaring skuad Porprov Badung,’’ ujar IB Wisnu Wardana. Menurut dia, kesembilan kontestan dibagi dalam dua grup dan menggunakan sistem setengah kompetisi di pul. Selanjutnya juara dan runner-up grup melaju ke babak delapan besar bersama empati tim wakil dari Badung Selatan. ‘’Kami lakukan undian lagi sebelum digelar babak delapan besar,’’ ucapnya. Ida Bagus Wisnu menambahkan, Badung Utara meliputi Petang, Abiansemal, dan Mengwi, sedangkan Badung Selatan terdiri atas Kuta Utara, Kuta, dan Kuta Selatan. (022)
BPM/kmb41
SERAH - Ketua Umum Kadin Bali A.A. Ngurah Alit Wiraputra (kanan) saat menyerahkan piala kepada para juara dalam event Kadin - Bali Post Golf Tournament 2016, di Bali National Golf Resort, Nusa Dua, Badung, Sabtu (3/9) kemarin.
Kadin-Bali Post Golf Tournament 2016
Arnawa dan Endy Raih ‘’Best Gross’’
Mangupura (Bali Post)-
Pegolf Putu Arnawa dari Division A dan Komang Endy dari Division B sukses meraih Best Gross dalam turnamen bertajuk “Kadin-Bali Post Golf Tournament 2016” yang berakhir Sabtu (3/9) kemarin di Bali National Golf Resort, Nusa Dua, Badung. BPM/ant
GAET - Pesepak bola Persipura Yohanis Tjoe (kanan) berupaya menggaet bola dari lawannya pemain Bali United Daniel Gordon Heffernan.
Persipura Taklukkan BU di Dipta
Gianyar (Bali Post) Menghadapi Persipura Jayapura tim tuan rumah Bali United (BU) dibuat tak berdaya. Terbukti di laga pertama putaran kedua, Kompetisi Torabika Soccer Champioship 2016, di Stadion Kapten IWayan Dipta, Gianyar, Sabtu (3/9) kemarin, tim besutan mantan pelatih Timnas U-19 Indra Sjafri dipermalukan tamunya Persipura Jayapura dengan skor tipis 0-1. Hasil ini menandakan, jika Stadion Dipta tak lagi angker bagi musuh yang berlaga di sana. Di babak pertama tuan rumah BU menjadi bulan-bulanan dari tim tamu Persipura Jayapura. Di kubu tuan rumah, meski menurunkan skuad terbaiknya seperti Fadil Sausu, I Gede Sukadana, Nemanja Vidakocic, Ahn Byongkeon serta pemain anyar yang baru direkrut yakni Abdul Rahman dan Daniel Gordon Hefferman tetap kesulitan membongkar lini pertahanan Persipura. Bahkan tim tamu sempat menciptakan peluang emas di menit ke-21 lewat Yohanes Ferinando Pahabol menerima umpan tarik dari Greg Nwokolo. Untung saja bola yang tinggal diceploskan ke gawang masih melambung di atas gawang Dicky Indriyana. BU nyaris mampu mencetak gol satu menit jelang turun minum, tepatnya menit 44. Melalui kerja sama apik Gede sukadana dan Vidakovik. Sayang tembakannya masih bisa ditangkap kiper persipura Yoo Jae Hoon. Interval pertama skor sama kuat 0-0. Di paruh kedua justru secara mengejutkan Persipura akhirnya mampu mencetak gol menit ke-70 lewat pemain pengganti, Mariyanto Wanewar. Gol berawal dari kesalahan kiper Dicky yang tak sempurna di dalam melepaskan tendangan gawang mengenai pemain Persipura. Kesalahan itulah dimanfaatkan Wanewar. Tendangan melengkung yang dilepaskan Wanewar mengarah ke pojok kiri gawang hanya ditonton Dicky Indriyana. Ketinggalan 0-1, para pemain BU mencoba keluar dari tekanan Persipura untuk menyamakan skor, tapi kokohnya lini pertahan tim tamu membuat pemain tuan rumah kesulitan mengembangkan permainan. Hingga peluit panjang dibunyikan wasit Yudi Prasojo asal Sumatera Barat skor 1-0 untuk kemenangan tim tamu Persipura Jayapura. Pelatih Persipura Angel Alfredo Vera menjelaskan, kalau timnya sudah melalukan semua yang diinginkan. Babak pertama asuhannya mampu menguasi bola untuk menciptan gol, namun belum bisa. “Di babak kedua permainan kedua tim terbuka. Sehingga sulit menebak siapa yang menang. Tapi tim kami akhirnya mampu mencetak gol kemenangan,” katanya. Sementara pelatih Bali United Indra Sjafri mengakui kekalahan timnya, karena dibabak pertama kehilangan ritme permainan. Mungkin itu disebabkan dengan masuknya beberapa pemain bar, sehingga belum bersatu. “Gol yang tercipta akibat kesalahan Dicky. Karena sepakannya tidak sempurna, dan mengenai pemain lawan, sehingga lawan memanfaatkan itu untuk mencetak gol,” jelas Indra Sjafri. (kmb41)
Komang Endy meraih best gross setelah mengumpulkan poin 93. Sedangkan Putu Arnawa mengumpulkan 85 poin. Sementara di kategori Division A best point I diraih M. Suffi Yusuf (37 poin) dan Best Poin II disabet Djulkifli Abd. Latif (37 poin). Sedangkan di Division B Best Point I direbut Basuki (37 angka) dan Best Poin II direbut
Arnawa (36 angka). Sementara di kategori Individual Division untuk Best Gross Overall diraih Agung putra (82 angka), serta Best Point Overall disabet IB. Pradita (38). Ketua Umum Kadin Bali AA Ngurah Alit Wiraputra menjelaskan, Kadin-Bali Post Golf Tournament 2016 yang berkerja sama dengan media
Bali Post ini merupakan ajang yang cukup menarik bagi perusahan-perusahan yang ada di Indonesia. Mengingat lewat kegiatan ini, temanteman Kadin bisa sedikit bersantai untuk menghilangkan kejenuhan. Apalagi sekarang ini kondisi ekonomi sedang lesu seperti ini, sehingga perlu sedikit relaksasi.
“Kegiatan ini sebagai ajang silahturahmi rekan-rekan agar bisa bersinergi dalam bidang ekonomi. Kadin sendiri berupaya membangun ekonomi, agar lebih baik lagi ke depannya. Dan saya harap tahun ini ekonomi tidak anjlok sekali,” ungkap Wiraputra. Wiraputra menambahkan, peserta turnamen berasal dari seluruh Indonesia, termasuk Fadel Muhammad dan Kadin Jakarta. Ada juga partner Kadin dari Malaysia dan Singapura juga berpartisipasi di kegiatan ini. Dengan
begitu, ada sinergi antara Indonesia dan negara-negara luar. “Kami harap ke depan ada kerja sama yang baik dengan negara-negara luar lainnya,” jelasnya. Dikatakannya, di ajang pertama ini peserta cukup antusias mengikuti turnamen ini. Itu bisa dilihat peserta yang ikut lebih dari 100 peserta. “Ini awal yang bagus. Ajang ini akan menjadi agenda tahunan. Di mana tahun depan kami ingin negara-negara ASEAN bisa ikut,” harap Wiraputra. (kmb41)
Tim GSB U-14 Persiapan ke Singapura
BPM/wan
KENA LEHER - Seorang karateka yang turun di kumite memukul lawannya dan mengenai lehernya, pada hari terakhir Kejurda Inkanas Piala Kapolda III/2016, GOR Ngurah Rai, Sabtu (3/9) kemarin.
Tim Inkanas Denpasar Boyong Piala Kapolda
Denpasar (Bali Post)Tim Inkanas Kota Denpasar keluar sebagai juara umum dalam Kejurda memperebutkan Piala Kapolda III/2016, di GOR Ngurah Rai yang berakhir, Sabtu (3/9) kemarin. Donasi medali emas yang dipersembahkan karateka Denpasar seperti Made Indrayastika di pra pemula -35 kg, Putu Ariyoga di kadet -52 kg, Daffa Saputra usia dini +30 kg, Diyah Ayu Arintya usia dini +25 kg, Bagus Wicaksana U-21 kelas bebas, Wayan Panji junior -76 kg, Palapa Mana Awatara pemula +50 kg, Gusti Ngurah Yuda junior -61 kg, Putri Puspita pra
pemula +30 kg serta kata perorangan, Agastya Revananda usia dini -30 kg, Gesdta pemula +45 kg. Sedangkan karateka Inkanas Gianyar yang menambah pundi-pundi medali emas, seperti Mahesa junior -68 kg, AA Krisna Murti, Nugi Naranata kadet -52 kg, Ni Made Ari Kusuma usia dini -25 kg. Denpasar memboyong Piala Kapolda, sebab seluruh perolehan medali dari dojo seperti Grissa, Wisaratya dan Dauh Puri digabung. Binpres Pengprov Inkanas Bali Nyoman Soma menjelaskan, kejurda Inkanas Piala Kapolda digelar selama dua hari melibatkan 431 karateka. ‘’Saya men-
gamati teknik karate atlet Inkanas ini menunjukkan grafik menanjak yang signifikan,’’ ujar Soma. Olee sebab itu, pihaknya berharap mereka bisa berjuang maksimal di ajang Kejurnas Inkanas di Semarang tahun depan. Soma juga memberikan penataran kepada wasit juri, sehingga kualitas SDM dan kinerja para pengadil di lapangan ini, makin berbobot. (022)
Denpasar (Bali Post) Tim sepak bola U-14 Garuda sakti Bali (GSB) menyiapkan diri guna mengikuti turnamen sepak bola JSSL di Singapura, 29 April sampai dengan 1 Mei 2017 mendatang. Pemilik GSB Putu Suweca di Lapangan Renon, Sabtu (3/9) kemarin menerangkan pihaknya berharap persiapan kejuaraan di Singapura agar matang, sehingga meraih hasil maksimal. Sementara pelatih Sofyan menjelaskan, jangka waktu delapan bulan ini dipakai memoles asuhannya supaya getol berlatih tiap Rabu, Sabtu dan Minggu. ‘’Khusus Minggu kami agendakan uji coba ke luar Denpasar, misalnya Tabanan, Jembrana, dan Karangsem,’’ kata Sofyan.
Tujuannya, supaya asuhannya bisa menguji kemampuannya utamanya dalam menghadapi tim-tim di luar Denpasar. Menurut Sofyan, turnamen JSSL sangat bergengsi dan levelnya melibatkan tim sepak bola seAsia. Oleh sebab itu dirinya memperkirakan pesertanya mencapai 24 negara untuk U-14 saja. ‘’Anak-anak ini baru saja keluar sebagai juara III U-13 pada Guntur Cup,’’ terang Sofyan. Tim yang dikapteni Raza ini, dipatok mampu berprestasi di ajang JSSL. Pasalnya, pada event serupa sebelumnya GSB telah menerjunkan Tim U-12 dan memboyong juara III. ‘’Kami tetap berupaya menaikkan target,’’ kata dia. (022)
Perolehan Medali Akhir 1. Denpasar 2. Gianyar 3. Jembrana 4. Tabanan 5. Buleleng
6 18 2 0 0
23 13 3 5 2
33 21 4 3 0
BPM/022
SINGAPURA - Tim Garuda Sakti Bali (GSB) U-14 menyiapkan diri secara matang, guna mengikuti turnamen JSSL di Singapura 2017 mendatang.
LAGA
12
Minggu Paing, 4 September 2016
AS Terbuka
Nadal ke Babak Keempat New York – Rafael Nadal memenangi pertandingan babak ketiga AS Terbuka melawan Andrey Kuznetsov. Nadal menang tiga set langsung pada pertandingan tersebut. Bertanding di Arthur Ashe, Sabtu (3/9) kemarin Nadal menang dengan skor 6-1, 6-4, dan 6-2 atas Kuznetsov. Kemenangan ini membuat Nadal melaju ke babak keempat dan akan berhadapan dengan petenis asal Prancis, Lucas Pouille. Nadal tampil dominan di set pertama. Dengan cepat ia unggul 5-0 atas Kuznetsov. Namun Kuzne t so v se m p a t m e ncuri satu poin dan membuat
para penonton bersorak atas usahanya. Namun Nadal tidak terbendung di set pertama. Ia memenangi game berikutnya dan menutup set pertama dengan skor 6-1. Di set kedua kendati pun Kuznetsov merebut game pertama, Nadal membalikkan keadaan dan unggul 2-1. Meski demikian, Kuznetsov tampil lebih baik ketimbang di set pertama. Ia melakukan break untuk servis Nadal dan membuat kedudukan sama kuat 3-3, lalu kemudian unggul lagi 4-3. Dengan statusnya sebagai unggulan keempat, Nadal menunjukkan bahwa
ia tidak mudah ditundukkan begitu saja. Setelah menyamakan kedudukan menjadi 4-4, Nadal akhirnya merebut set kedua dengan keunggulan 6-4. Di set terakhir Nadal kembali dominan. Ia unggul jauh 5-1 atas Kuznetsov, hingga akhirnya mengakhiri perlawanan lawannya itu dengan kedudukan 6-2. Pada pertandingan lainnya, petenis asal Inggris, Kyle Edmund meraih kemenangan 6-4, 3-6, 6-2, dan 7-6, atas John Isner. Edmund pun melaju ke babak keempat untuk menghadapi unggulan pertama, Novak Djokovic. (kmb33/rtr)
Rafael Nadal
BPM/rtr
Sastra
Redité Paing, 4 September 2016
I Kaki Dengkil
Sang Atma Aniti Krama Olih : Jelantik
SAGÉT kebus baang, sagét gesit lisit, asapuniki kawéntenan Jagat Tepisiringé sané mangkin. Sakadi wenginé puniki, kebus baang rasaanga antuk I Kaki Dengkil. Pitananga jagi sabeh, puputné nénten wénten akritisan sabehé tedun. Manut wilangan sasih, patutné sasihé puniki sampun tedun sabehé kritis-kritis riris. Sambilanga uab-uab nénten karuan, I Kaki Dengkil glebag-glebug ring balé tiing bubukan kubonné. Nénten wénten sayong nang akepiran. Wantah I Crécét sané satya masuara. I Toké, I Cekcek, tur I Papétét, kija minab mengkeb nénten wénten piragina suarané. Sambilanga mecik-mecik sirahné I Kaki Dengkil nyiksik bulu marasa déwék sampun lémpas mamargi saking panumayané aniti krama. Inggih, asapunika piteket kakinné rihin dawegé Ipun kantun alit. Kocap ring sajeroning kahuripan mangda setata aniti krama. Inggih punika sayaga ajér wantah kacunduk sareng anak lianan. Mangda nénten mina-minayang sapusira ugi sané rauh matamiu. Lianan ring asapunika, mangda tekekang makta déwék, nénten dados lémpas ring uger-uger désa, napi malih sesana kawelakaan. Napi sané kabaos asapunika? Minab kalintang abot. Nénten, sujatiné punika makilitan sareng uger-uger ngamargiang Karma Marga Yoga. “Da pesan abot-abotanga niti krama di kahuripané. Jeg melahang baan matingkah, da nyakitin timpal, sawiréh timpalé makejang sujatiné pah-pahan awaké padidian! Tattwam Asi, kéto koné kabaos!” Asapunika kocap kakinné matuéling I Kaki Dengkil. Sabilang soré, kakinné ngraina nuturin I Kaki Dengkil ring kubon genahné mangkin nelasang dina, nelasang sasih, nelasang warsa. Ngwilangin pamargin Sang Hyang Bhaskara ngiterin jagat karana. Naan Ipun maosang wantah uripé puniki sujatiné wantah nelasang wewilangan dina. Sakadi pamargin Sang Hyang Bhaskarané, sagét ngutarayana, sagét naksinayana, ring ngapaté tur Tilem Kapituné wawu jenek endag saking kangin. Asapunika naler I Kaki Dengkil nelasang raina tur wengi mamargi kalér-kelod, kangin kauh ngraina. Papak-papak manahanga, papak-papak tepasina, mapi-mapi nuutang pamargin Sang Kawiswara. Pamuputné wantah nyalimurang manah inguh marasa nénten nué sapusira. Wenginé puniki, Ipun maselselan. Ngudiang nénten saking rihin nekekang niti krama kamanten? Méweh-méweh marasa déwék prasida dados jatma putus. Tatas sekancaning sastra agama, pascat nepasin indik. Pamuputné yukti-yukti méweh, napi malih sané sampun ngambil pamarginé punika malarapan antuk nglinggihang Sang Hyang Weda? Ambat méwehné? I Kaki Dengkil abot pisan mangkin mamanah. Jagi mawali ngamargiang pikamkam aniti krama kémanten utawi méweh-méweh nuutang I Japatuan nyujuh suargan? “Apang aluh tuutang dogén I Gagak Turas!” Ngrenggeng I Kaki Dengkil asapunika sambilanga ngéling-élingang satuan I Japatuané. “Yén nuutang I Gagak Turas, dija ngalih I Japutuan lakar tuutang? Jani liu pesan ngangken pradnyan, kuala kondén mabukti kapradnyanané! Bakat sulinggihé majénggot putih tuutang, kondén tawang sujatiné karadnyané. Bakat ajah-ajahan ané kéné, ané kéto bakat tuutang, apa saja ento ajah-ajahan ané beneh? Koné jani ada palajahan kakéné, palajahan kakéto! Apa ento lakar palajahin? Ah... depinang suba aniti krama dogén margiang. Ento paling aluha! Anak masan mabhakti nyakupang lima, barengin dogén kéto. Kuala eda dogén nuutang anak mamunyah sabilang Panampahan Galungan sawiréh marasa kenjekan ngamargiang Durga Puja!” I Kaki Dengkil ngrémon asapunika padéwékan sambilanga ngalaca-laca benjang pungkur gagelaran punapi jagi gamela anggéna nelasang sisan tuuh. Kenjekan anrawang-anruwung mamanah asapunika sagét piragina baos Bagus Gedéné asapuniki: “Sajan to Kaki, melahan dadi jatma aniti krama dogén apang aluh. To jani Sang Jogor Manik kenjekan nuréksa Atma Aniti Krama. Atma ané dugasé nu urip seken-seken ajér tekén nyén ugi. Tusing taén mina-minaang anak. Nyén ja ané teka matamiu, tampina tur enemina melahmelah, tusing bina-binaanga. Waluya suba seken pesan kakéto, kuala tetep dogén turéksana tekén Sang Jogor Manik, inan Kingkara Balané ané paling aénga!” Grieg-grieg bulun kalong I Kaki Dengkilé miragi baos Bagus Gedéné asapunika. I Kaki Dengkil sayan mingmang sesampuné miragi baosné Bagus Gedé asapunika. Sayan mingmang malih santukan miragi Bagus Gedé nénten dados Atma Aniti Krama. Nénten ké dawegé kantun nyeneng Bagus Gedé kantené asapunika? Nénten naan mina-minaang anak. Nénten naan mucingin tamiu, setata ngenemin tamiu sabecikbecikné waluya kantos tengah wengi. Daun jepun sané sampun wayah ngalilip alon runtuh ring buntut I Kaki Dengkilé. Sakadi cecirén mangda Ipun gelis masaré.
Mirna Marni Murni I Gédé Putra Ariawan TERSANGKA kasus kopi Vietnam, Jessika Kumala Wongso, sampun masidang ring Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Ipun didakwa pasal 340 KUHP indik pembunuhan berencana. Di televisiné, lemah peteng kasus totonan dogén sinahanga. Beritané masi gonjang-ganjing wiréh pihak pelaku lan pihak korban pada-pada kukuh, marasa paling beneha. Cén beneh? Cén pelih? Saru. Makejang ngaku beneh. Kopi a cangkir jani uyutanga di Pengadilan. Kopi bisa ngaé anaké magonggang. Mamati-mati paturu nyama. Sing ngerambang timpal apa musuh. Wayan Mirna Salihin dadi korban ulian kopi. Kejetkejet awakné ngemasin mati suud nginem kopi macampur sianida. Sianida? Sianida wantah zat kimia ané anggona ngolah hasil tambang marupa logam, emas, tembaga, besi miwah hasil tambang lianan. Lamun ento bakat inem, patuh cara nginem racun. Awaké bisa nadak kebus, kejet-kejet nglemet kanti ngemasin mati. Tusing buin ngitungang jam, a menit gén suba
pragat. “Saja kéto Yan?” “Saja!” Wayan Kari gencang nyautin. “Sianida anggona nyemprot padi ento?” Mang Sukra milu matakon. “Pestisida adané ento lengeh!” “Patuh dogén! Nyak sianida, pestisida, insektisida, pokokné ané misi ida-ida ento makejang racun.” Saut Madé Urip milu nimpalin. “Lamun Ida panak ibuk kos-é?” Patakon Mang Sukra ngaénang muané Madé Urip barak biing. “Badah! lén ento kasusé. Boya ja racun, vitamin adané!” saut Wayan Kari ngwalék timpalné padidi. Madé Urip kabilbil, elek atinné. Bakat nyrémpét I Ida itunian, panak ibuk kosné. Maketelu jani mahasiswané seleg ngaé tugas. Wayan Kari, Mang Sukra, lan Madé Urip dadi besik kelompokné. Maan tugas jurnalistik, nganalisis berita indik kekerasan kaum perempuan. Lakar presentasianga buin mani. Wayan Kari maan tugas munduhang koran. I nuni semeng, ia macuet sig Pekak A Kiong, loper
13
koran samping kampusé. Ditu ia seleg milpilang koran bekas, ngalih bahan analisis. Makatelu mahasiswané suba mapunduh di kos. Mang Sukra ané maan duman ngetik sinah lemes jerijiné ngetik, ngolah kata-kata apanga lengut. Seleg san Mang Sukra ningehang Madé Urip uli tuni nganalisis kasus kematian Mirna. Sing precuma ajaka telu makelompok dadi besik. Pada becat makejang magaé. *** “Nyén Marni ento Tut?” “Né baca naké di internet!” Ketut Tunjuk nguél timpalné. Kaliwat gedeg basangné jani ngelah timpal lengeh buah cara kéné. Jemaka lantas HP-né apanga Madé Tantri nawang nyén sujatiné I Marni. Nyekenang Madé Tantri mamaca. Suba med miriban ia pelihanga dogén uli tuni. Ketut Tunjuk sinah masebeng jengat. Wadih ia nepukin timpalné tusing karesep ban apa. “Suba nawang nyén I Marni?” Madé Tantri tusing masaut. Ia enu seleg maca beritané. Gésgésa lantas bokné cara anak inguhinguhan. Kéweh san maju ngelah timpal cara kéné. Né aget Ketut Tunjuk nyak makelompok dadi besik. Ulian padalema nepukin Madé Tantri, sing ada anak ngajak di kelas. “Oh, I Marni ento TKW Indonesia ané kena kasus di Malaysia?” “Nah pas!” Ketut Tunjuk ngédéngang ibu jariné. Madé Tantri lantas ngajengit. “Kenapa dadi kena kasus?” “Né mara jlema lengeh! Apa dogén baca Cai uli tuni? Pragatang naké maca, mara matakon!” saut Ketut Tunjuk sada nengéng paningalanné nengkik Madé Tantri. Menék tainé ka poloné. Ketut Tunjuk lantas nerangang yén I Marni ento adan TKW Indonesia ané mabui di Malaysia. Ia katuduh ngamaling pipis majikanné. Sesai kasiksa ditu. Sawai-wai orahina magaé, tusing kaupah, tusing baanga nasi, kacacadin lemah peteng, jélékan tekén cicing berung. I Marni masi nagih kaparikosa. Ulian ento ia mamati-mati nglawan, lantas tuduha ngamaling pipis tekén majikanné ditu. “Jegeg san I Marni ento Tut?” Madé Tantri mamolos matakon. “Jlema lengeh Cai! Da matakon ané boya-boya. Nyak jegeg, nyak sing, Icang tusing peduli! Né adané kekerasan perempuan. Anak luh pantesné kasayangang cara ngajak mémé padidi. Mai énggalang gaé tugasé, analisis beritané ené!” saut Ketut Tunjuk. Madé Tantri lan Ketut Tunjuk lantas gegéson ngaé tugas. Lakar setora mani semengan. *** Luh Bintang sedeng mabakti. Ngaturang canang mararapan manisan katik, masesari dasa
Pangandikan Ida Rsi Naradha
Olih : I K. Satria
dané katelatarang parindikan punika, mangda tatas antuk titiang mangkin.” Mirengang maleled Ida Sang Rsi Dewarnata sakadi asapunika raris mawali nyawis Ida Sang Rsi Naradha saha banget natasang satuanidané: “Saking sankalpa (keinginan) metu kasukan. Kasukané punika pacang medal tatkala sampun molihang Suara sané becik saking karna, rasa sané becik saking lidah, rasa sané becik saking carma, Warni sané becik tur mautama saking panyingakan miwah sarwaning miik saking irung. Makasami punika ngawinang samara ring sarirané pacang metu saha ngaptiang nemuang kama bang miwah kama petak ring sarirané olih rahé sané ngawinang. Tatkala punika mamargi saha mapatemon raris pranané pacang nyusup ring kama petak miwah kama bang saha pacang nguwahing dados rah utawi manik. Makasami punika pacang nguwahin sekancan rah dados manik sané sampurna pacang dados kahuripan. Pamarginé mauwah punika pacang nanginin kawéntenan Apana. Kama bang miwah kama petak punika pacang ngwetuang kawéntenan kasukané sané tan kadi, tan sida antuk maosang malih. Kasukané punika wantah kasukan sané medal saking sekancan indriané, sami pacang jaya indriané tatkala punika. Pawetuan rasané punika wantah mawit saking Udana. Kasukané punika wantah medal saking patemon kama bang miwah kama petak. Patemoné punika wantah kalantarin antuk pangutsaha kanggén nglanturang kahuripan saha nglanturang prati sentana mangda sida nglantur kahuripané. Kamané punika taler ngawinang wénten pamargin cuntaka angga ring sariran anak istri. Ri kala patemoné punika sangkaning kama petaké ngayunin pisan mangda sida matemu majeng ring kama bang. Asapunapi sané ngawinang meled patemon kama bang miwah kama
I Sari lakar nerangang pajalan idup I Murni. Ia maan tugas jurnalistik, nganalisis berita indik kekerasan perempuan. Kanti med uli ibi maca koran, aget munggah di beritané jani “Murni dan Perlawanan Perempuan.” Ento lantas anggona bahan analisis lakar présentasianga mani semengan. *** Sakabesik kelompoké preséntasi. Wayan Kari, Mang Sukra, lan Madé Urip maan giliran simalu. Ulian teka tengai, Madé Tantri lan Ketut Tunjuk maan giliran sidori. Luh Bintang, I Putri ajaka I Sari suba sayaga ngantiang giliran presentasi. Makejang mahasiswané seleg diskusi, ngomongang indik kekerasan perempuan. “Napi tetuek ring berita sané sampun kaanalisis nika?” Bapak Doséné matakén. Prajani Wayan Kari menékang lima. “Madasar analisis kasus Mirna, tiang maan tetuek, iraga sapantesné setata tangén tekén dagang kopi. Apa buin jani, liu san di Bali berkembang warung kopi. Tiang paling jejeha nepukin anak muani nginem kopi susu lan kopi tubruk. Bisa lantas sing mulih-mulih, lemah peteng seleg ditu!” saut Wayan Kari masebeng pongah. Mabriak mahasiswané kedék. Madé Tantri prajani milu menékang lima. “Tiang polih tetuek, madasar kasus Marni ané dadi TKW di Malaysia, iraga sapatutné tusing ngalih pembantu jegég. Ané bocokan dogén alih apanga tusing kena kasus. Lamun suba bocokan gobané, nyén lakar nyak marikosa?” Mahasiswané buin kedék ingkel-ingkel ningehang Madé Tantri lengut bibihné mabanyolan. Luh Bintang menékang lima, lakar ngalih selah ngomong. “Wéntén napi niki mabanyolan? Elekang ragané bedik dadi mahasiswa.” Luh Bintang mamunyi alus. Prajani mahasiswané siep, tusing bani mamunyi. “Iraga sareng sami sapatutné éling. Sira sujatiné anak eluh nika? Niki boya ja kasus anggén mabanyolan. Niki maciri gumi Kali Yuga, ngancan benyah latig lakara manusané jani. Élingang sané lanang-lanang. Diolas, da bes angkuh dadi nak muani, ngaku paling sakti, paling duega, marasa iba paling beneha di arep nak luh. Kasusé niki anggén dasar pitakén, napi mawinan anak luh akéh keni kasus kekerasan kanti mamati-mati?” “Ulian nak muani!” saut I Putri gencang. “Tiang tusing setuju!” Madé Urip milu nimpalin. Kelasé jani ramé. Mirna, Marni, lan Murni. Miribang di kadituan, maketelu anak eluh ento sedih. Pajalanné numadi di guminé dadi nak luh buin kasambatang.
Saking Langit Bali
Aswamédha Parwa SAMPUN wusan asirihan makekalih Brahmanané punika ngadeg, raris malih Ida Brahmana Lanang ngandika majeng ring Ida Brahmana Istri nlatarang parindikan kasujatian sané kaketus saking bebaosan para Déwatané duk nguni. “Uduh Adi Brahmana I Déwa, sané mangkin pirengang napi sané pacang tlatarang Beli parindikan kasujatian sané dahat mapaiketan majeng ring satuan Beliné sané aturang Beli ring ajeng. Sané mangkin Beli pacang nyatuayang parindikan bebaosan sané kamargiang olih Ida Maha Rsi Naradha miwah Rsi Dewarnata. Duké riin makekalih matemu ring tengahing pasraman saha mapitutur mligbagang sadaging jagaté saha dahat akéh wénten tetuéknyané. Tatkala punika Ida Sang Rsi Dewarnata matakén majeng ring Ida Sang Rsi Naradha, “Napi sujatiné sané kapertama maurip ring angga sariran manusané? Napiké Prana, Apana, Samana, Wyana, napiké Udana?” Mirengang pitakén Ida Sang Rsi Dewarnata sakadi asapunika raris nyawis Ida Sang Rsi Naradha: “Napi sané maka pangurip sekancaning mauripé iriki ring jagaté, nika wantah sané kapertama nguripin angga sarirané sané sujati kabaosang sané kapertama maurip. Makudang-kudang prana sané taler mapitulung ring kahuripan sarwa mauripé wantah sané pinaka ngwantuin saha sané setata ngicén kautaman kahuripan taler punika, Pranané punika sané ngamunggahang saha ngasor nujuning kahuripané.” Kadi asapunika bebaosan Ida Sang Rsi Naradha. Mirengang bebaosan sakadi asapunika, raris dahat bingung kawéntenan Ida Sang Rsi Dewarnata saha ngleledin malih matakén: “Raris ring sajeroning pranané punika sané cén minab sané ngunadi sariran manusané pamekas daging kahuripané puniki? Sané encén minab metu sané kapertama ngutamain sané tiosan? Titiang nunas mang-
tali rupiah. Bibihné ngamikmik, matimpuh ngaturang panca sembah di palinggih kosné. Andus dupané miik ngalub, ngalahang miik bunga cempaka ané sedeng mabunga di malun kosné. I Putri ajaka I Sari miriban med ngantiang. Makelo san timpalné teka. Tusing tawanga Luh Bintang sedeng nunas ica apanga pajalanné setata galang. Sagalang bulan purnama di petengé jani. “Makelo san ngaturang sembah?” “Nunas ica itunian nawang!” saut Luh Bintang sada nelik paningalanné. I Putri ajaka I Sari kanti seduk basangné ngantian di kos. Pipisné jani suba telah anggona meli koran. Matumpuk korané kanti med ban maca. Né adané jelék nasibé dadi mahasiswa, lebihan pesu anggaran tak terduga. “Nah, santé gén! Bensep suud malajah, Icang meliang nasi,” saut Luh Bintang. I Putri ajaka I Sari masebeng bungah. Liang kenehné ada anak meliang nasi. “Saja maan nilai C di mata kuliahé ené, precuma iraga makenta ulian meli koran!” saut I Putri. Miribang saja, suba telah pipisné anggona meli koran. “Sing dadi ngomong kéto Put, né penting iraga suba mautsaha.” I Sari nyautin. “Ento makada Icang tunian mabakti, mararapan manisan katik, masari dasa tali rupiah. Nyén nawang ulian ento, kelompok iraga paling melaha présentasi. Énggalang malajah apang lengut mani nyautin patakon timpaltimpalé!” Luh Bintang ngajakin timpalné seleg malajah. Makatelu mahasiswiné marembug, malajahin materi lakar préséntasianga mani. “Elek sujatiné Icang ngomongang ané jaruh-jaruh!” I Putri masaut. “I Murni tusing ja seniman jaruh. Né bukti émansipasi wanita. Lukisan anggona sarana numpahang isin ati. Boya ja jaruh adané, makejang lukisanné macihna perjuangan hak-hak perempuan ané sesai kajajah anak muani. Cai nyak dadi Murni?” saut I Sari makita mangonggang ngajak timpalné. Sagétan suba jam solas peteng. Kanti ilang seduk basangé, makatelu mahasiswiné enu seleg ngomongang I Gusti Ayu Kadék Murniasih, seniman lukis Bali asal Jembrana. Lukisanné dadi simbol perlawanan perempuan. Anaké ané tusing ngerti seni ngadén lukisanné sarat tekén ané jaruh-jaruh ulian bek misi simbol-simbol lingga yoni. I Murni jani suba mati nanging karya-karyané setata idup. Lukisané nyihnayang padéwékané padidi, dadi korban kekerasan nak muani ulian bapa lan kurenanné. Luh Bintang, I Putri ajaka
petaké punika, nénten ja tios wantah kawéntenan Samana miwah Wyana sané ngawinang saha kaetut olih Prana miwah Apanané punika. Sané mamargi nuju kaluhur. Wyana miwah Samana taler sané mamargi ka luhur saha mamargi ring palemahan. Déwatané sané mayoga tatkala punika wantah Ida Bhatara Agni. Puniki sané mungguh ring sajeroning pustaka Vedané. Kaweruhané nganinin indik Dewa Agni wantah wénten ring sekancaning kawéntenan Brahmanané sané wénten ring jagaté. Andus agniné punika madué sifat sané kapetengan. Sifat kama sané wénten ring sajeroning aon utawi abunnyané. Suksman kadharmané punika (sattwam) wantah malinggih ring sunar Bhatara Agni sané wénten tur medal tatkala sampun kabaosang wénten yadnya. Sang sané sampun uning ring sajeroning yadnya utawi upakara wantah pacang uning ring kawéntenan Samana miwah Wyana punika sané medal, metu saking kadharmané. Prana miwah Apana wantah pinaka minyak sané ngawinang prasida agniné medal saha metu, irika raris kawéntenan Samana taler Udana sakadi sané sampun kauningin olih para Brahmana yoginé makasami. Ring puncaking Samana raris wénten Wyana. Wyana mawiguna sesampuné Samana. Samana nyusup ring kawéntenan Wyanané tur sang sané sampun degdeg ring pikayunan pacang sida ngrasayang Wyana. Kawéntenan pikayunan utawi manusa sané éling ring pikayunan nénten prasida nguningin indik Wyanané irika raris i manusané pacang prasida nguningin kawéntenan Brahman sané setata langgeng. Ri kala punika raris Udana sakadi sané sampun kauningin olih para Brahmanané”. Kadi asapunika pangandikan Ida Sang Rsi Naradha, sumeken pisan kawéntenannyané. Asapunika taler pangandikan Ida Brahmana Lanang ngandika majeng ring Ida Brahmana Istri.
Bali Bali Madasar wali Wali sané ngawinang anaké mabudi Mabudi ngecap kaluwihan Bali Bali mawali-wali kapuji Kapuji ulian wali Wali sané prasida ngwaliang yasa kérti Kértin I Krama Bali Bali luih tan kadi Kadi Swarga sekala Kalaning I Pretakjana kapetengan Peteng déning angkara Peteng déning momo Momo kaliput budi Budi ngangkangin natah Bali Bali tan masari Bali tan mawali Madué sari Bali…..tan mawali…. masari
Telah
I Wayan Suardiana
Samah Suba telah Amah i basang layah Jadma corah Mapi melah Segara gunung sawah Luih carita tuah Anggon paingetan melah Wiréh jani suba nyansan telah Leh sing dadi tawah Katumpel baan pipis maliah Ah…. I Komang Alit Juliartha
14
Redité Paing, 4 September 2016
I Ketut Jaya
Cerakén
Pilkel Damai Madasar ”Kearifan Lokal”
Lengkara
KAJUDI pinaka ketua panitia pemilihan perbekel (Pilkel) Désa Peguyangan Kaja periode 2016-2022, dados tantangan majeng I Ketut Jaya. Sadurungnyané lanang sané embas ring Dénpasar, 31 Désember 1958 puniki nénten narka yéning pacang kapilih dados ketua panitia. Tanggungjawab sané majanten nénten ja dangan tur pacang ngamanggehang pembangunan fisik miwah mental warga Désa Peguyangan Kaja limang warsa kawekas. Kacunduk sesampun mimpin kampanye terbuka miwah perkenalan calon
Punggelan geguritan puniki kaanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha. Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti
msСmmã*, Mas Kumambang 7.gusÕihyu,
Gusti Ayu, gÏg)tnßzigitin/,
garegetan manyigitin, titê*ennÓ)nÓ¡lk/,
titiang nénten tulak, pisnßm(gienm\Ðin/,
pisan mamargi né mangkin, titê*ms)r;eboe\Ðotn/.
titiang maserah bongkotan. 8.sk&lê*,
Saking liang, s*kli;rrisßm(gi,
sang kalih raris mamargi, t)dunßr&lÙ;,
tedun maring luah,
cokoré napak ring natar. 9.kpupu\n/,
Kapupungan, winhê±ecokÞømt\i,
Winahyu
Cokli matangi, ehl&dipmÊmn/,
éling di pamreman, \tu\Сl*g2*gul&,
ngatungkulang galeng guling, m\ipikednæisj.
Mangipi kadén pisaja.
gan Kaja pacang malomba limang diri calon perbekel, gumanti patut pisan ngemit katreptian. Perkenalan calon bersama sané taler sapisanan kampaye, sampun kacumponin kelimang diri calon. Sakéwanten sajeroning masadu ajeng sareng-sareng punika, tan pamadaging tanya jawab. Munggwing pangwedar visi miwah misi sampun kalaksanayang ring kantor kepala désa, sané karauhin perwakilan saking soangsoang banjar, sekaa teruna, karang taruna, LPM, BPD miwah panglingsir krama. “Titiang ngaptiang sokongan samian angganing, kantos ring penghitungan suara, kesepakatan miwah komitmen ngardi pemilihan perbekel damai prasida nyalantara,’’ imbuh Jaya penuh harap. (ast/yan)
Dados Rerama sané Becik
maserod kagiat ecoekoernpkÉ&nt(.
mian banjar sané wénten ring Désa Peguyangan Kaja. Jaya ngélingin saking sisi positif parikrama perkenalan calon miwah kampanye bersama, majalaran ngrauhin krama banjar adat, sekaa teruna miwah ibu-ibu anggota PKK, sané salanturnyané pacang ngicén suaranyané sajeroning pemilihan perbekel sané jadi rauh. “Sesampun kasokong panitia miwah kacumponin olih samian calon, perkenalan calon perbekel sapisanan kampanye bersama punika kalaksanayang ka samian banjar adat sané wénten ring Désa Peguyangan Kaja,’’ baosnyané. Jaya sané pasarahinannyané aktif ring makudangkudang parikrama sosial, taler ngicén selah majeng krama tamiu sané madué hak pilih sareng krama wed mapupul ring balé banjar ngrauhin perkenalan calon sapisanan kampanye terbuka inucap. Sajeroning nepas pikobet sané pét wénten pantara pendukung calon perbekel, kampanye bersama puniki kaselehin Jaya becik pisan. Yadiastun wénten kelemahan. Napimalih ring Désa Peguyan-
Ni Made Tirta Ariantini
ms)erodÐgêtßt\i,
matangi,
perbekel Désa Peguyangan Kaja ring Banjar Paang Tebel wawu puniki, I Ketut Jaya nyeritayang yéning kapilihnyané dané pinaka ketua pemilihan perbekel Désa Peguyangan Kaja, pinaka tugas sané muatang tanggungjawab. “Nénten wénten pilihan lianan majeng tiang sajabaning nglaksanayang tugas miwah tanggungjawab puniki becikbecik,’’ baosnyané. Jaya maosang kasenengannyané sareng widang politik, sering nyalantarayang dané nyarengin kegiatan politik praktis. Sinunggilnyané pinaka ketua panitia pemilihan perbekel Désa Peguyangan Kaja limang warsa kawekas. Sesampun kapilih pinaka ketua panitia, kurenan Ni Made Rasning puniki, sibuk ngwacén aturan sané mapaiketan sareng pelaksanaan pemilihan perbekel. Ngwacén saha nguningin peraturan miwah perundang-undangan pinaka dasar ring lapangan nglaksanayang tahapan pemilihan perbekel. Kawéntenan miwah kahanan sané wénten ring Désa Peguyangan Kaja banget nyokong Jaya, gumanti paletan pemilihan perbekel prasida becik kalaksanayang. Wénten ide becik saking Jaya sané molihang sokongan saking makudang-kudang angganing sané nyarengin pemilihan perbekel Désa Peguyangan Kaja. Sinunggilnyané nganggén dasar kearifan lokal penyamabrayan, pinaka dasar kukuh kultur miwah sosial krama adat ring Bali. Indiké punika kasalantarayang majalaran nglaksanayang perkenalan calon sapisanan kampanye bersama ring sa-
EMBAS pinaka anak istri, sané ring sinunggil sisi makarya tur ring sisi lianan katuntut tanggungjawab majeng kulawarga dados tantangan majeng Ni Made Tirta Ariantini. Pamargin galah sané lami, ngicén dané pengalaman akéh sané ngawinang setata meled ngwantu anak sios. Tegak anak istri sajeroning kulawarga majeng Tirta –sapunika dané sering kasambat. Napimalih majeng anak istri sané sadurung ngwangun rumah tangga sampun ngrintis karier. Anak istri sané embas ring Pupuan, Tabanan, 23 Désember 1963 puniki kirang cumpu, yéning sampun ngamel status pinaka istri miwah ibu pacang samian galah telas pinaka ibu rumah tangga. Yéning sakadi punika rasannyané banget ngawi angen. Karier sané sampun kawangun, musti ical sangkaning status anyar. Jakti majeng ibu tigang diri panak puniki, nénten dangan nyalanin kakalih-
nyané. Nanging nénten dados pikobet yéning suami miwah kulawarga sampun ngerti. “Titiang aget pisan madué kulawarga sané ngerti. Rumasuk suami sané setata nyokong,” baosnyané sinambi makenyung. Dané sané pasarahinannyané pinaka Kasi Kurikulum di Bidang Pendidikan Menengah Disdikpora Kota Dénpasar, setata nyuukang sawitrannyané utamannyané ibu-ibu muda sané sering galau tur makaengan antuk problematika rumah tangga sané karepin. Durung malih pinaka perempuan Bali, katuntut prasida manyamabraya. Nénten wantah ring umah suami, nanging taler tetep ngiket pasemetonan sareng umah asal. Malih rabin I Gede Sudenes puniki negesang, nénten wénten sané méweh yéning kayun mautsaha. Kuncinyané percaya tur optimis, yéning madué tetujon becik asilnyané pacang becik.
“Sapasira kémanten pacang cumpu yéning nénten wénten pendidikan khusus dados rerama sané becik, dados istri sané becik, dados ibu sané becik miwah nenek sané taler becik,” baos ninik kalih putu puniki. Tirta Ariantini setata éling yéning kulawarga punika genah pendidikan sané kapertama tur utama. Kulawarga genah embas pretisentana sané madué karakter. Munggwing sekolah genah numbuhkembangang anak alit inucap. Pangremban ibu nénten prasida kapatehang sareng pangremban bapak. Sapunika taler sawaliknyané. Kawéntenan ibu kaptiang pisan olih putra-putrinyané. Yadiastun umpaminnyané maejohan, nanging antuk wantuan teknologi, ibu tetep pacang prasida nakénang putra-putrinyané. Tirta Ariantini sané rumasuk becik nyalanin tanggungjawabnyané pinaka ibu, istri miwah ninik majeng kalih putunnyané,
setata meled dados rerama sané kukuh. Mangda dados rerama sané kukuh nente ja méweh yéning kayun mautsaha. Ngajahin panak madué karakter becik nénten musti kaicén materi miwah fasilitas sané akéh. Panak sané becik pacang embas saking kasih sayang miwah uratian sané tulus. Rerama sané sibuk salami puniki setata kanggén alasan nénten nyelanang galah majeng putra-putrinyané. Rerama punika lali, napi sané patutnyané kaicén majeng putra-putrinyané. Pinih mabuat, dados rerama sané becik punika nénten sawates teori, nanging muatang sifat teladan. “Ngiring pasangan muda sané sampun kaicén panak miwah sapasira sané kayun, mangda dados rerama sané becik. Rerama sané becik pacang ngembasang putra-putri sané becikan,” Tirta Ariantini ngwewehin. (ast/yan)
Isin Gumi
”Hiburan Malam” Akéh Ngwetuang Pikobet
Makéhnyané genah "hiburan malam” utawi ketah kasengguh “dunia hiburan” pungkuran puniki ngwetuang makudang-kudang pikobet. Genah dugem nénten wantah kanggén genah ngibur raga, sakémahon taler kadadosang genah maksiat minakadi transaksi narkoba taler genah memitra. Sinalih tunggil parindi-
kan sané makéh wénten ring genah dugem inggih punika minuman keras (miras). Minuman sané ngawinang mabuk puniki yukti banget kaon majeng katreptian genah inucap. Sané rauh mrika nénten wantah mamunyah, kémahon taler malaksana biuta sané mayanin. Parindikan punika kabligbagang ring sajeron-
ing acara Isin Gumi Radio Singaraja FM 92,0 Mhz raina Anggara, 30 Agustus 2016 lintang. Komang Suparta, Kerobokan Sampun janten pisan sané ngranjing ka genah dugem ngrereh hiburan, nénten sawates mapupul sareng sawitra utawi
Kruna Basa Bali
AKSARA BALI
1.
cakepan
1. ck)pn/,
1. pustaka
2.
cakra
2.
ckÉ,
2. roda
3.
caluh
3.
clu;,
3. terbiasa
4.
cangkrim
4.
c\ÐÉim/,
4. cacar air
5.
canting
5.
cnÓ&,
5. sendok
6.
candala
6.
cnÑl,
6. cacat
7.
catra
7.
ctɾ,
7. payung
8.
catri
8.
ctÉi,
8. pilih
9.
celagi
9.
c)lgi,
9. asam
10. cenidra
10. c)nidÉ,
Bahasa Indonésia
10. cemburu
masandekan ngicalang rasa kenyel. Sakémahon majanten kadampingin minuman sané ngawinang punyah. Tunas tiang majeng angganing sané madué wewenang mangda ngwatesin ijin makarya genah hiburan malam puniki. Agung, Jl.Gn.Rinjani Singaraja
Nampah Olih : I Nengah Konten ARAINA sadurung rainan Galungan, raina punika kabaos Panampahan sané rauhnyané sanunggil nganam sasih apisan (210 raina) nemonin raina Anggara Wagé wara Dungulan. Ring raina punika, krama Hinduné marerempon nampah utawi mapatung daging céléng, turmaning ring raina punika taler ngrincikang makarya basa. Ri sajeroning basa punika wénten kabaos basa rajang, dagingnyané basa punika wantah: isén, cekuh, kunyit, jahé, mica, tabia, bawang putih, bawang mérah makasami punika karajang. Risampun usan ngrajang raris kadagingin tasik miwah sera saanutné, raris kaadonang mangda rata. Risampuné asapunika raris kagoréng. Basa punika kanggén ngadonang uraban kima, uraban putih, uraban blingbing, punika taler
Santukan genah hiburan malam sampun akéh kauningin pinaka genah sané mapaiketan sareng minuman keras, para pengusaha dugem punika sinah akéh nyetok minuman keras. Mawinan angganing sané madué wewenang mangda maprakanti sareng kepolisian miwah Satpol PP rut in ng l a ksa na a ng ra s ia ,
mangda pengusaha punika kayun naur pajak minuman keras. Surya Adi Putra, Lovina Aptiang titiang majeng para pengusaha hiburan malam kapungkurnyané sida sayan becik. Mangda nénten nerus ngamolihang jejuluk genah maksiat utawi
genah mamunyah. Sapunapi antuk para pengunjung yakti-yakti ngrereh hiburan minakadi ngicalang rasa kenyel, utawi nyalurang bakatnyané sakadi karaoke taler magending. Saking kahanan sané sampun becik sinah kapungkuran genah inucap ngamolihang panampén pinaka genah hiburan sané aman. (ama)
kanggén basa kuah. Wénten taler kabaos basa pelalah, daging basa puniki luiré: tabia, cekuh, bawang putih, mica, kunyit, tasik, miwah sera. Basa punika katumbuk mangda alus raris kagoréng. Basa inucap kanggén uraban lawar (uraban mérah). Wénten taler kabaos basan jatah, basa punika wantah madaging: tabia, cekuh, bawang putih, kunyit, tasik, miwah sera. Basa punika katumbuk mangda alus raris kanggén ngadonang jatah lembat raris kaperesin limo. Puniki malih wénten kabaos basa jatah asem, reracikan basa sané kanggén luiré: bawang putih, cekuh, tabia, kunyit taler katumbuk manggda alus, raris kanggén ngadonang jatah asem, risampuné adonané rata raris peresin limo. Kabaos bawi punika sinalih tunggil beburon sané katurang ri kala raina suci Galungan, manut bebaosé ba duur, araina sadurung raina suci Galungan utawi rerainan suci sané lianan
krama Hinduné nampah bawi jagi kanggén yadnya. Daging bawi punika kabaos bahan dasar mautama sajeroning ngolahang lawar miwah jatah. Lawar miwah jatah punika jagi kanggén yadnya sajeroning raina Galungan utawi kanggén tunggilan ajengan sajeroning kulawarga. Napi mawinan sajeroning nglaksanayang rerainan Galungan daging bawi kanggén bahan dasar sajeroning nglaksanayang yadnya? Sapuniki indikné kabaos daging bawi wantah simbul sané kasembahang majeng ring Dewi Durga sané nguwasain Tantra Bhairawa.
Silih sinunggil beburon sané katampah wantah bawi, santukan ring raina Galungan kabaos mamuja Dewi Durga. Bawi wantah simbul pamujaan sané mamuja Durga Bhairawa. Yéning selehin sajeroning bebanten sané kakaryanin saking daging bawi inggih punika bebanten Gelar Sanga, Bebangkit sané madaging guling bawi, jatah rénteng, miwah wentuk Senjata Dewata Nawa Sanga sané nganggén bahan dasar wantah daging bawi. Asapunika yéning selehin kawéntenan karma Hinduné araina sadurung raina suci Galungan nampah.
Redaksi nerima reriptan profil mabasa Bali miwah Indonésia (pinih akéh 3000 huruf) jangkép sareng foto profil. Profil mangda kakirim ring alamat : Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email : bali.orti@yahoo.com
15
Minggu Paing, 4 September 2016
Menata Hidup Mulai dari Air (1)
ADAKAH cara khas dalam kearifan tradisi Bali buat menyelamatkan hidup dan kehidupan bersama manusia dari kepunahan, akibat ‘bencana’ dahsyat yang dipicu pemanasan global? Jawaban yang tersedia begitu pasti: Ada! Jalan yang tersedia pun begitu mudah: mulailah dari air. Tetua Bali memahami proses hidup dan kehidupan ini sedemikian sederhana: bahwa semua bermula dari air—setelah Hyang Agung Mahahidup Mahawindu Mahahalus yang tak terbatas tak terhingga tak terhitung itu dirasakan sebagai bayu berembus, lalu menjadi sinar terang benderang. Lalu, terciptalah sesuatu yang cair, mengalir. Dari yang cair, mengalir inilah lantas terwujud yang padat: mulai dari planet Bumi hingga tetumbuhan, hewan, dan manusia yang hidup dalam asuhan Ibu Bumi. Itu sebab para penekun spiritual Bali memahami benderang bahwa sejatinyalah tetumbuhan, hewan, dan manusia itu satu saudara dalam satu Keluarga-Besar Bumi. Layaknya saudara kandung dalam satu keluarga, agar dapat hidup bahagia dan damai maka satu sama lain mesti saling bantu, topang-menopang. Ini sekaligus mengindikasikan, betapa satu sama lain yang ada dalam keluarga-besar ini adalah satu kesatuan utuh yang tak
terpisahkan. Semua terjalin dalam rajutan jejaring hidup dan kehidupan yang bulatutuh, indah, dan sempurna paripurna. Begitulah, hidup dan kehidupan di Bumi tunggal ini sepatutnya berlangsung, bergerak mengalir tiada henti, layaknya air. Satu alasan mendasar dan paling utama kenapa Bumi terpilih sebagai tempat berlangsung hidup dan kehidupan kita adalah karena di Bumi ini ada air—muasal hidup sekaligus yang paling memungkinkan menopang kita dapat hidup. Tanpa air maka hidup dan kehidupan pun mustahil. Begitulah wadag, tubuh manusia, divisikan tetua Bali serupa dengan Bumi: dia sama-sma mengandung sekitar 70 persen air. Pada usia dini, semasa bayi, wadag ini bahkan terdiri atas 90 persen air—layaknya masa Bumi muda nun di masa-masa purba awal. Itu berarti, baik Bumi maupun wadag manusia mayoritas terdiri atas air. Kenyataan ini memberikan penalaran mudah: manakala harmoni air terguncang maka Bumi dan tubuh manusia pun akan bermasalah. Maka itu keseimbangan air patut dan mesti dijaga dengan baik dan benar, entah di luar maupun di dalam tubuh. Jika tidak, maka air yang berdaya hidup itu akan berbalik menjadi titik pemicu kehancuran. ldeprabas
KENAPA air sanggup “merasakan” sekaligus “mencatat” semua getaran? Ini karena Alam Semesta, dalam visi kearifan tetua Bali Tradisi, adalah samudra air. Udara (bayu), atmosfer (akasa), bahkan juga cahaya (teja) adalah air dalam bentuk yang berbeda-beda. Semua ditembus air, semua lapisan planet Bumi kita ini diresapi air, dari inti terluar hingga pusat terdalamnya—maka itu orang Arya masa silam memahami air pemelihara hidup dan kehidupan yang menembus segala ini dengan sebutan Wisnu, artinya: yang meresapi segala! Mudah dipahami, manakala kebanyakan orang hidup dengan pikiran tidak tenang, hidup serba tergesa-gesa, lalu berkatakata tak menyejukkan jiwa, alpa menebar cinta dan mengucap rasa syukur, maka yang paling awal merespons kenyataan itu adalah air di dalam maupun di luar tubuh. Ketika kini teknologi yang digunakan manusia pun menebarkan getaran gelombang elektromagnetik yang tak menyamankan kondisi tubuh; ketika manusia lantas serba boros, tidak pernah merasa cukup dengan yang sudah didapat, digenggam; maka yang pertama merespons tebaran fakta tak sedap itu adalah air di dalam maupun di luar tubuh. Orang menjadi mudah stres. Di luar tubuh, Alam merespons dalam wujud pemanasan global yang diikuti dengan pencairan es di kutub lebih cepat—sehingga permukaan laut naik. Ketidakseimbangan pasangan air-api, dingin-panas itu menjadikan iklim pun susah
ditebak, layaknya kondisi raga manusia sakit yang tak kunjung jenak, berubahubah drastis, setiap saat. Dan, karena hidup dan kehidupan di Alam Semesta ini bulat-utuh—tetua Bali menamakan ngawindu, nemu gelang—maka respons air di Bumi ini pun akan merembes, menembus lapisan-lapisan diri manusia. Dari diri kembali ke diri sendiri, begitulah memang Alam ini bergetar, bergerak, mengalir, dalam hukum keteraturan yang pasti. Tak ada yang bisa menunda, menghalangi, membendung, apalagi membatalkan, layaknya air yang terus mengalir. Kecuali bila manusia mengubah dirinya sendiri secara utuh-menyeluruh dan bersama-sama, tanpa menunda-nunda lagi. Tanpa begitu, jurus maupun teori apa pun rasanya tak mempan, tak memungkinkan menyelamatkan, membebaskan manusia dari kehancuran akibat ulah hidup dan kehidupannya sendiri. Inilah serum hidup paling esensial: hanya Hidup dapat menyelamatkan yang hidup—begitu pula sebaliknya. Ini karena hidup memang berasal dari Mahahidup, hidup berlangsung dalam Hidup. Dan, akhirnya, sangatlah nalar bila hidup kembali ke Hidup. Ya, hidup tidak ada ke mana-mana, dan tidak akan pernah ke mana-mana. Tetua Bali menyebut itu jalan mula, jalan agung paling mula awal: dari Diri terpulang kembali ke Diri Sendiri. Inilah jalan penyelamatan, sekaligus jalan pembebasan, yang ditawarkan tradisi spiritual B ali. ldeprabas
Tujuh (7) Sajak
Puputan Klungkung
Menata Hidup Mulai dari Air (4)
lNunung Noor El Niel Jogja - Madura - PP
Membalik Telapak Tangan jika tanganku terbuka, bukan karena aku ingin meminta tapi bacalah rajah di tanganku sebagai peta perjalanan di mana kau selalu melangkah dengan penuh kepastian jika tanganku tertutup, bukan aku tak ingin memberi tapi di tanganku telah tergenggam seluruh keyakinanku jangan pernah kau merebutnya karena kau hanya memdapatkan sebuah batu jika kau hanya memahamiku hitam atau putih jangan pernah membalik telapak tanganku sebab telapah tanganku adalah telapak angin yang sewaktu-waktu dapat menghembuskan pusaran badai topan yang dapat melontarkanmu ke dlaam liang kenistaan yang tak terbatas.
Menyangkal tamparlah pipi kiriku dan aku akan memberi pipi kananku sebab mungkin tanganmu lebi suci dari wajahku karena kau selalu melipatnya danm mengatupkan jemari tanganmu dengan doa-doa dan bibir bergetar ketika kau membaca setiap ayat dengan penuh kekhusyukan tanpa pernah kau merasakan bagaimana kenistaan menjamah seluruh kehidupanmu dan menjadikan dirimu sebagai orang yang najis bukan atas kemauanmu sendiri rajamlah diriku dengan batu, jika kau merasa lebih suci dariku dan jangan pernah kau mengasihaniku, karena kau hanya akan menistakan dirimu setelah kau menajiskan aku hingga hanya membuatmu meratap oleh penyesalan panjang, jika ternyata kau menyangkal dirimu, karena tidak jauh berbeda dengan diriku semua itu hanya membuatmu membelah cermin tanpa pernah kau ingin berbagi dengan dirimu sendiri jika kau ternyata berada di antara dua sisi yang gelap dan terang di sana dirimu hanya serapa bayangan tanpa bentuk dari sebuah pertanyaan dan kesangsian yang tak pernah mendapatkan sebua jawaban
di tanah moyang kami bediang menyalakan dupa menabuhkan gamelan memanggil seluruh roh para dewa dengan doa berhembuskan mantra-mantra hingga seluruh ruang dada penuh dengan bara di mana kami harus berjaga-jaga di sepanjang garis sejarah tanah leluhur dan sejengkal pun kami tak pernah mundur jika kami gugur di tanah leluhur biarlah tulang dan darah kami jadi penyubur agar anak dan cucu kami lebih makmur tanpa menyesal jika nasi pun menjadi bubur bli, mari angkat sarungmu, hunuskan kerismu acungkan setinggi-tingginya di atas kepala di mana harkat dan martabatmu dipertaruhkan di bawah langit peradaban ‘’puputan! puputan! puputan!’’ adalah pekikan ayam jantan di medan pertaruhan bukan sekadar nasib yang diperjudikan tapi hikayat yang akan dituliskan di batang lontar dan dibaca seluruh anak anak tradisi bukan sekadar kesaksiksian tapi perbuatan
Blues dan Kopi Manis sebenarnya aku tak ingin berkisah tentang perjalanan waktu yang sudah terentang begitu jauh, melewati batas-batas ruang yang kemudian hanya meninggalkan jejak-jejak kenangan, yang semakin lama semakin mengabur dari ingatan dan tinggal baangan di pelupuk mata namun setiap kali aku duduk di sana, di sudut kafe yang remang-remang, seraya menghisap sebatang rokok, di antara musik blues dan secangkir kopi, kau menawarkan seluruh menu perjalanan pulang itu, tanpa sedikit pun kau memberiku kesempatan untuk mengelak dan aku membiarkan seluruh kenangan itu tumpah kembali besamamu, setiapkali aku mabuk dan kau mencumbuku di sepanjang perjalanan, hingga seluruh malam berlepasan dari tubuhku, yang membuatku memahami perbedaan dari jenis kelamin antara lelaki dan perempuan, antara siang dan malam, juga impian dan kenyataan kau pun telah membuatku lebih dewasa dari setiap percakapan dan erangan sebelum kau dan aku terkapar di ujung ketidakpastian, dan kau seperti penyanyi blues yang tua dalam secangkir kopi hitamku dan kepulau asap rokokku.
Menata Hidup Mulai dari Air (2)
Menata Hidup Mulai dari Air (3)
KELEBIHAN maupun kekurangan air itu sama-sama merepotkan bagi tubuh maupun planet Bumi. Dalam pemahaman kearifan tetua Bali, ketidakseimbangan air ini akan mengakibatkan dua kondisi kontras, saling berseberangan: dingin (nyem) dan panas (panes, kebus). Kelebihan air mengakibatkan tubuh ditikam dingin menulang, Bumi digulung banjir bandang hingga kehilangan daratan. Kekurangan air membikin panas, demam dahsyat, hingga merenggut nyawa— dan Bumi menjadi terbakar hingga melenyapkan keragaman hayati kehidupan. Dingin dan panas ini memang dipahami paralel, bahkan identik, dengan pasangan air dan api. Namun, kearifan Bali Tradisi ini juga memahami, betapa kekontrasan itu justru bisa menjadi penawar ampuh guna menetralkan kondisi, sehingga kembali ke titik normal yang seimbang, harmoni. Rumusnya sangat sederhana dan alamiah: jika kepanasan tambahkan air—karena itu berarti tubuh kekuarangan air. Artinya, api dapat ditundukkan dengan air. Jika kedinginan, maka kurangi air dengan menghembuskan panas. Inilah dalam kearifan tradisi Bali dinamakan panudaan, bahwa dua hal yang dalam persepsi pikiran itu berlawanan, berseberangan, sejatinyalah dapat dijadikan “penawar ampuh” sehingga tercipta keseimbangan, harmoni, tidak saling ekstrem. Kondisi air yang seimbang dalam tubuh itu dinamakan tis, dumalada—artinya sejuk. Dengan begitu tubuh menjadi sehat, Bumi menjadi rumah hidup dan kehidupan kita bersama yang aman, nyaman, dan indah. Guna menjaga energi air tetap bermakna, memberi kenyamanan dan jaminan hidup serta kehidupan dapat terus mengalir itulah, maka tetua Bali masa silam mentradisikan peradaban air. Sumber-sumber air, seperti mata air, danau, laut, campuhan, dilindungi dengan menjadikan situs-situs air itu sebagai “kawasan suci”. Petani subak menyambut kedatangan air pertama ke hulu huma mereka dengan upacara magpag toya. Ada pula tradisi nunas tirta sebelum memulai rangkaian upacara besar. Saban menjelang hari suci Nyepi, tonggak tahun baru Çaka model Bali, orang-orang menyemut, berduyun menuju tepi pusat-pusat air dalam tradisi malasti. Memulai hidup baru dengan memurnikan air kehidupan di Bumi itulah yang dituturkan sangat indah lewat tradisi peradaban air Bali. Pemurnian air kehidupan ini patut dilakukan terus-menerus dalam siklus edar kewaktuan, kezamanan (kala), maupun keruangan (desa) oleh manusia (patra) Bali. Perwujudan simboliknya paling kentara dalam kehidupan ritus manusia Bali adalah saat memulai upacara dengan percikan tirta, lalu ditutup pula dengan percikan tirta kembali pada akhir seluruh proses ritus. ldeprabas
SIKLUS ritus air Bali Tradisi berlangsung dalam siklus harian (ngawai), tiga harian (triwara, Kajeng), lima harian (pancawara, Kliwon), pekan (wuku), 15 harian (Kajeng Kliwon), bulanan (sasih), tiga bulanan, enam bulanan (otonan, pujawali, pawedalan), hingga tahunan (Nyepi), dasawarsa (Pancabalikrama). Ketika siklus edar kehidupan di Bumi lantas memasuki masa 100 tahun, satu abad, maka itu dijadikan momentum akbar guna memulai pemurnian besar-besaran lewat ritus Candi Narmada, mencandikan sang Air. Saat itu air kehidupan dimurnikan dalam bentang alam siklus edar yang sesuai dengan kondisi geografis Bali: di danau (hulu) dan di samudra (hilir). Seluruh rangkaian itu mengisyaratkan begitu benderang: betapa hidup mesti terus dibarukan, dimurnikan, dengan merawat air sebaik-baiknya, dalam kesantunan eko-spiritual. Bahwa dalam setiap momentum siklus edarnya itu tata nilai hingga cara dan gaya hidup kita mesti senantiasa disegarkan, ditata ulang, diheningkan, diperbaru dengan kesepakatan-kesepakatan baru. Hidup, layaknya air yang terus mengalir, tak mungkin dapat dibendung, dihentikan—dengan cara apa pun. Aplikasi nyatanya: tradisi, adat, budaya, pemahaman agama mesti terus disegarkan, tak bisa hanya dipatok, dihentikan di satu titik zaman. Bukankah tradisi tetua Bali telah mengisyaratkan su-
Klungkung Tanah Leluhur
lWayan Redika
di sini di tanah para leluhur napas para dewa tak berhenti berhembus ke seluruh negeri menjaga tradisi di sini, di tanah klungkung yang subur kubur-kubur telah menjadi panji perlawanan meskipun tubuh telah berkalang tanah tapi ruh tak pernah mati di sini, di tanah para leluhur gamelan tak pernah berhenti ditabuhkan dari seluruh banjar-banjar sebagai ikrar di mana adat dan kesetiaan selalu dipersembahkan dengan keikhlasan di sini, di tanah klungkung akan selalu terdengar setiap pekikan sebagai sabda para kesatria di mana setiap jengkal tanah untuk tetap dipertahankan di sini di tanah leluhur di sini di tanah klungkung ada sejarah yang diwariskan tak akan pernah selesai dibaca sampai pada akhir zaman
Serombotan mungkin aku tak perlu berkisah menyajikan menu puputan dari tanah Klungkung penuh dibumbui napas tradisi ‘’serombotan!’’ katamu ketika kulihat kau menyiangi daun-daun hijau kacang-kacangan dengan bahasa santan kau taburkan di atasnya selera pun tumbuh di atasnya penuh spiritualitas cinta sebagai persembahan di seluruh tanah para dewata :’’serombotan.’’ kataku tanpa pernah berhenti mengunyah dan melahapnya sampai tandas tanpa menyisakan kata yang tuntas untuk memuja setiap rasa bukan hanya sebagai berhala tapi memang demikianlah adanya
lPutu Gede Pradipta Tuhan di Balik Pohon Jambu Kepada tuhan di balik pohon jambu, hantarkanlah rindu yang menjadi kapal di dadaku. Kesiut angin yang singgah di dahan-dahanmu adalah isyarat dini kesunyian. Semoga moksalah kami dalam abadi seperti puisi yang bermukim di setiap mata kekasih, degup yang memanjangkan cinta. Seakan ia tabah mengabarkan setiap luka manusia.
lPutu Gede Pradipta Lelaki yang Sunyi Sepi Barangkali akulah benda yang memuarakan dingin lebih awal dari senja. Purnama tidak ada di kedipan mata. Yang berpulang adalah ibu jadi batu berusia sabda. Ke manakah kau akan berlabuhy bila purnama tak lagi berusia dalam jangka mata? O lelaki yang sunyi sepi dalam sendiri. Kutuklah semua burung agar langit murung.
Tiga (3) Puisi Denpasar - Karangasem Samara kepada; Suklu kota perlambang arca dari sini bulan menatah cahaya kerap berpendar liar memapar mata buta baginda raja tersedak dalam tarian angin pedagang sayur pemuja arca di persimpangan kota mabuklah roh berlari menjerit menyumpah angkasa karena saji tuak dan arak dan telur ular cincin tak bersanding unggun kemenyan langitpun sujud memohon agar hasrat pemuka puri dilebur di penghujung pemujaan bukit perlambang meru dari sini bayang penyabung ayam menimang menang kalah pertaruhan sebagaimana titian nasib para ksatria di puncak puputan perang samara memuja arca dikeheningan surga (para selir pun menambat sedih mencoba meramal tembang kematian meski semuanya telah berada dalam putaran semesta) tugu perlambang surya pengadil sunyi yang tak sudi mencatat riwayat ayat doa pemenang perang dan dendam pedagang sayur pemuja arca pada jejak tetes darah yang membekas pada sulur pamor pusaka yang terlantar di pusat kota samarapura
Batu Belah Lewat ujung jari kau memberi tanda Tentang sungai yang mengalir pada tubuhmu Di antara sisa tawaku yang memantul Biarlah kusibak dinding awan Agar tercipta lorong cahaya Dan angina berdesir di sela jemarimu Jangan biarkan aku tergenang Dan kuyup oleh tatapan Raihlah dalam rangkulan Agar aku tak lenyap seperti bayangan Kini saatnya kau memetik buah Dari pohonnya dan menikmati harumnya Karen akau bukan seekor katak yang tambun Menatap keturunan yang melompati Sejarah yang penuh batu Dan jika bumi seperti batu belah Biarlah kau menjadi legenda Yang menyemburkan gairah Di dalam sajk-sajakku Sekalipun tersembunyi Di antara lipatan awan
paya ada mamungkah dan ngenteg linggih saban satu putaran generasi, sekitar 20-30 tahun sekali? Inti terdalamnya adalah: senantiasalah merawat hidup dan kehidupan dengan penuh rasa cinta dan syukur. Cinta dan syukur itu akan muncul manakala kita menyediakan momen jeda sejenak bagi pikiran untuk hening. Saat pikiran hening, napas tenang, detak jantung damai, jiwa yang ada nun di kedalaman hidup pun akan bahagia. Ketika itu terjadi maka air dalam tubuhlah yang paling pertama mendapatkan efek getaran positif nan indah, lalu mengalir ke air yang ada di Bumi, di sekitar tubuh berada. Sebaliknya, manakala pikiran kalut, napas kacau, detak jantung berantakan, jiwa pun gundah. Kekacauan jiwa tak terhindarkan niscaya merembes ke luar, merusak dunia, termasuk Bumi, dengan cara yang sulit dipahami maupun dibayangkan secara awam, kasat mata. Air itu memang cerminan jiwa, pembawa pesan Hyang Agung Mahahidup—karena itu orang yang pikiran, hati, dan jiwanya tenang dalam visi Bali Tradisi disamakan dengan patirtan jagat, mata air kehidupan, tempat dahaga hidup disegarkan. Air merasakan semua, mengetahui segalanya, tak terkecuali ketidakseimbangan, ketidakberesan tubuh maupun yang ada di sekitar tubuh kita. ldeprabas
lPutu Gede Pradipta Seperti Hujan Seperti hujan aku pun jatuh berhamburan ke seluruh arah memasuki setiap celah. Dari langit aku tercurah dari muasal sepi dan petuah kini kulai di ribaan tanah. Seperti hujan aku pun jatuh berhamburan ke seluruh arah memasuki setiap celah Saksikanlah aku memecah belah diriku yang betapa tabah berulang kali sudah.
Wayang Kertaghosa wayang tanpa bayang kelir angin berkait di langit seorang ksatria tua bertutur tentang sejarah muasal darah dan titian jiwa yang berserah pada sepasang bunga teratai di antara telaga warisan ungkaplah catatan di serat batu wasiat para raja di ruang pertemuan menitah tanah menatah karang moyang ada yang bersedih dan sesekali bertanya bagaimana dendam musti dilepaskan? agar cemas tak melekat di kening nyatanya; tak cukup sekedar goresan bermakna dewa membentang di langit-langit pendopo agung dengan arang hitam digoreskan pendeta pilihan dari tanah kamasan dengan warna batu padas) wayang tanpa dalang nayaga sukma bergetar ke langit meneteskan bianglala warna bidadari turunlah, turun dari cahaya kahyangan menjelaskan garis gambar yang samar di sini tak ada yang paham dengan wasiat dan isyarat gerak penjaga puri wayang kafan kertaghosa menyaksi melingkar sepenuh alur percakapan cinta di balik sengketa tahta hanya menyisakan tanda-tanda purbawi tak jelas dibaca ntah siapa yang menang tak tentu jua jejak para pecundang wayang tanpa benang seruling angin burung pun mengigau menafsir semua kisah yang tersisa pada sepenggal babak yang mencekam karena perang tak mengenal hari lebur hingga kebatas nafas wayang pun terhenti
Tumbal Puri Cempaka ladang tak sengaja menjelma puri bertiang emas altar pemujaan perapian dupa dan padang matahari matahati di mana pandan kelapa gading tumbuh menjulang batu kali mencair terbakar dedemit pun melolong tangis di puncak bukitbuluh bersedih ribuan bayang rejang melintang dari ujung jembatan panjang tukad unda yang terkikis bertuliskan puri cempaka menyala jingga takjub sesaat di bale percakapan pojok selatan gamelan menggema tabuh irama kemenangan dalam gelap nyusup ke dalam jiwa yang hina istana harapan siapa yang pernah mengharap? daun cempaka luruh di tepi kali hanyut bersama geriap keruh air putiknya selalu mengabarkan sesal usai disita penanda puri pun runtuh yang tertinggal hanyalah gubuk dipagari rombong tua kaki lima di mana anjing liar berkelana senja seperti tumbal samudra yang nakal memangsa rahasia tuannya sendiri lepas dari istana harapan
NASIONAL
16
Minggu Paing, 4 September 2016
Arjuna Dikeroyok Karna dan Kawan-kawan
Disusun: Kisari Mohan Ganguli Diterjemahkan: I Ketut Arinta (Edisi Tiga Ratus Tiga Puluh Empat)
Rishi Vyasa : (Bharata) setara
dengan Veda. Ini adalah suci dan agung. Bharata menganugerahkan kemasyhuran dan kesejahteraan. Karena itu, seseorang harus mempelajari dan mendengarkan dengan perhatian penuh.
KETIKA Karna dan raja keturunan itu sedang berbicara satu dengan lainnya pada pertempuran itu, ksatria utama Arjuna dengan anak-anak panahnya yang tajam mulai membantai kelompok paduka. Dengan anak-anak panahnya yang berkepala lebar dan sangat tajam, Dhananjaya mulai memotong, pada pertempuran dharma itu, lengan-lengan lawannya. Kelihatannya seperti tongkat-tongkat berpaku, belalai gajah-gajah, daripada pahlawanpahlawan yang pantang mundur. Dari pahlawan-pahlawan, yang berlengan perkasa itu, juga dipotong kepala-kepala mereka dengan panah-panah yang diasah sangat tajam. Pemanah terbaik Vibhatsu itu juga memotong belalai-belalai gajahgajah, leher-leher, kuda-kuda dan aksha-aksha kereta-kereta di sekitarnya. Sebagaimana juga pasukan berkuda berlumuran darah bersenjatakan lembinglembing, tombak-tombak, dengan anak-anak panah bermuka seperti pisau cukur itu menjadi dua atau tiga bagian. Kuda-kuda,
gajah-gajah utama, tiang-tiang bendera, payung-payung, busurbusur dan ekor-ekor Yak itu serta kepala-kepala itu tumbang dengan cepat di segala sisi. Setelah menghabiskan kelompok paduka seperti sebuah api berkobar, menghabiskan setumpuk rumput kering itu Partha dengan cepat menyebabkan bumi ini, ditutupi sungai darah. Dan Partha yang perkasa dan tak terkalahkan itu, memiliki keberanian tidak dapat ditahan. Hal itu menyebabkan sebuah pembantaian besar-besaran dari bala tentara paduka itu segera mencapai penguasa Sindhu itu. Dilindungi Bhimasena dan oleh Satwata, lainnya Vibhatsu, oh kepala keturunan Bharata, kelihatan gemerlapan seperti sebuah api berkobar. Setelah menyaksikan Phalguna dalam keadaan seperti itu. Pemanah-pemanah perkasa dari bala tentara paduka, bantengbanteng di antara manusia yang dilengkapi kekayaan energi itu tidak dapat membiarkannya. Kemudian Duryodhana, Karna,
Vrishasena, penguasa Madra, Aswatthaman, Kripa dan penguasa Sindhu itu sendiri, digairahkan kemarahannya. Mereka bertarung untuk kepentingan Raja Sindhu itu, kemudian dengan cepat mengepung Arjuna, yang memakai mahkota kecil itu dari segala sisi. Semua prajurit itu, terampil dalam pertempuran. Prajuritprajurit di kubu Kuru itu menempatkan penguasa Sindhu itu di belakang mereka. Mereka para ksatria utama itu berkeinginan membantai Arjuna dan Krishna. Karena itu ksatria terbaik Kuru itu mengepung Partha. Pahlawan yang paham ilmu-ilmu pertempuran sangat baik itu, saat ini sedang menari-nari di sepanjang jalur keretanya. Hal itu menimbulkan suara-suara dahsyat dengan tali busur, telapak-telapak tangan yang menyerupai sang Penghancur itu sendiri, dengan mulut terbuka. Matahari saat itu telah berubah menjadi bercorak warna merah di langit barat. Sang surya sudah condong ke barat dan sedikit lagi
Ojo Ngoyo, Dumeh, lan Lali! MBAH Gotho dan Mukidi merupakan dua nama yang viral di media sosial sejak pertengahan Agustus lalu. Gotho yang punya nama asli Sodimedjo, bukan manusia fiktif seperti Mukidi yang dicipta Soetantyo Moechlas untuk melakoni berbagai karakter manusia Indonesia secara kocak buat menyindir. Gotho kelahiran Sragen, Jawa Tengah menjadi terkenal karena punya keinginan aneh. Dia ingin cepat meninggalkan dunia, bahkan pada tahun 1992 sempat membuat batu nisan, cungkup, papan penutup liang lahat buat penguburan dirinya. Bukan lantaran mengidap nekrofilia, namun bosan hidup selama 146 tahun, sementara nyaris semua indrianya tidak lagi berfungsi normal. ‘’Bila kita mengabaikan kalimat terakhir, keinginan Mbah Gotho memang terkesan aneh. Sebab, kebanyakan manusia ingin berusia panjang hidup bahagia, apalagi punya harta berlimpah, sehingga untuk mempertahankan napas di badan orang tidak keberatan mengeluarkan duit untuk berobat ke rumah sakit terkenal di luar negeri. Namun bila menyimak kalimat terakhir, keinginan Gotho untuk cepat meninggal, kuanggap wajar. Hilangnya fungsi indra, yang merupakan sambungan vital antara manusia dengan alam semesta, menyebabkan orang merasa tidak perlu lagi meneruskan hidup di dunia. Apalagi diberitakan bahwa Gotho telah punya beberapa canggah, yakni anak-anak dari buyut, sedangkan cucucucunya sudah berusia uzur. Keempat istri yang pernah mendampinginya selama hidup, sudah semua tiada dan istri keempat meninggal tahun 1998. Kesembilan saudaranya juga mendahuluinya puluhan tahun silam. Bila dilihat KTP-nya, Gotho lahir 31 Desember 1870, kira-kira setelah berakhirnya Kultuurstelsel di Tanah Jawa. Istimewanya, pria yang kini dianggap manusia paling tua di dunia, punya hobi merokok yang dilakukannya sejak usia muda, sehingga setiap foto yang diunggah di medsos selalu menampilkan jari-jari menjepit rokok. Hebatnya, menurut para cucunya, Mbah Gotho tidak pernah sakit serius atau berat, paling-paling masuk angin!’’ papar Rubag. ‘’Sabar, pasrah dan mensyukuri apa adanya,
konon demikian resep umur panjang Mbah Goto, seperti dituturkan cucunya. Dia konon tidak rewel untuk urusan makan. Kendati kondisi fisik sejak tiga bulan lalu memburuk, sehingga untuk mandi dan makan dia dibantu para cucunya, namun daya ingatnya masih baik. Mungkin itu lantaran moto hidup yang tidak pemarah, dengki dan dendam, juga tidak emosional dan berprasangka buruk pada orang lain, menyebabkan organ dalam tubuh tidak mudah diserang penyakit. Bisa jadi filosofi Jawa berbunyi ‘Ojo ngoyo, ojo dumeh, ojo lali’ yang berarti tidak melupakan asal-usul dan hakikat manusia, tidak ambisius dan tidak sombong, menjadi pegangan hidupnya. Konon saat menyiapkan sarana penguburan dirinya ketika berusia 122 tahun, Mbah Gotho masih sigap dan lincah bekerja. Jadi tidak terlalu meleset pendapat bahwa, makan, minum, istirahat dan tidur teratur, bukan jaminan orang akan selalu sehat dan berusia panjang, bila otaknya sarat dibebani keserakahan dan kerakusan. Pikiran, meski merupakan benda abstrak, namun bisa memengaruhi kondisi fisik. Meski tidak dituturkan secara jelas, kupikir, umur panjang yang dialami Mbah Gotho tidak lepas dari suasana bahagia yang disumbangkan anggota keluarganya, yang membuat batinnya tenteram. Cuma sekarang dia tidak ingin meneruskan hidup lagi, mungkin karena masalah indra yang kian tidak berfungsi, juga tidak ingin merepotkan keturunannya akibat fisik yang sudah renta,’’ ujar Kadek Wahyudita. ‘’Aku jadi teringat cerita almarhum Pekak Regig tentang Rahwana yang mengembalikan salah satu anugerah Batara Guru sebagai imbalan atas ketekunannya bertapa selama bertahun-tahun di Gunung Indrakila. Selain kesaktian dan
kekebalan fisik, Dasamuka juga diberi anugerah tidak bisa mati atau usia abadi. Dalam perjalanan pulang dari tempat pertapaan ke Alengka menaiki kereta kuda, di tengah jalan terlihat lelaki usia renta telentang menghalangi keretanya. Ternyata pria tersebut tidak mampu lagi berdiri tegak dan berjalan, namun napas enggan beranjak dari tubuhnya. Untuk itu, dia minta agar Rahwana membunuhnya agar jiwanya bebas dari kerangkeng tubuhnya dan merdeka menuju alam abadi. Mendengar penuturan kakek uzur itu, bukannya meluluskan permintaan, Raja Alengka tersebut segera membalikkan arah keretanya dan bergegas kembali ke tempat pertapaan. Singkat cerita, dia mengembalikan anugerah umur abadi pada Batara Guru, karena tidak ingin bernasib sama dengan kakek yang dijumpainya dalam perjalanan pulang. Kendati terkenal otoriter, sombong dan kejam, Rahwana ternyata takut menderita. Aku tidak tahu, apakah fragmen ini benar ada di cerita Ramayana atau hanya rekayasa Pekak Regig, namun kisah nyata Mbah Gotho sangat relevan, bahwa umur terlalu panjang juga tidak menyenangkan,’’ komentar Bakti Wiyasa. ‘’Hidup ini jangan serbaterlalu. Yang sedang-sedang saja. Karena semua yang serba-terlalu bikin sakit kepala. Terlalu kaya… jangan. Terlalu miskin… jangan. Terlalu tinggi jangan. Terlalu rendah… jangan. Terlalu besar… jangan. Terlalu kecil… jangan. Hoo sedang-sedang saja. Hidup jangan dibuat susah. Susah yang sedang-sedang saja…,’’ lantun Adi Saputra menyela dengan sempalan lagu Vety Vera. ‘’Yang sedang-sedang saja, mudah untuk diucapkan, namun sulit untuk direalisasi karena sangat subjektif. Untuk mati saja, seperti dicitacitakan Mbah Gotho saat berusia 122 tahun, meski sudah siap alat-alat penguburan, tetap tidak diluluskan Yang Mahakuasa. Aku jadi semakin percaya ungkapan, rezeki,jodoh, dan maut adalah hak prerogatif Tuhan, yang tidak bisa diintervensi manusia. Ini bukan fiksi tapi kisah nyata yang terjadi di sebuah desa di Kabupaten Gianyar, akhir dekade 1960an. Ada seorang pencuri terkenal bernama I Lingkuh
yang saat masa jayanya, sulit ditangkap basah, bahkan tidak bisa dilukai ketika berhasil ditangkap dan dikeroyok massa. Sangat kebal dan lihai meloloskan diri dari kejaran masyarakat. Menurut penuturan orang, ada pantangan yang tidak boleh dilanggarnya saat melakukan kejahatan, yakni tidak boleh mencuri di tempat kelahirannya. Mungkin karena faktor nasib, seperti ungkapan ‘rezeki, jodoh, dan maut ada di tangan Tuhan’, suatu subuh menjelang pagi, dia mencuri di desanya. Ulahnya diketahui korban, lalu diteriaki ramai-ramai, I Lingkuh melarikan diri ke pasar di mana baru sedikit pedagang yang menggelar dagangan di atas tanah beralaskan tikar. Karena dagangan yang baru dirapikan diterjang Lingkuh, pedagang yang seorang wanita tua jadi sewot dan memaki sambil melempar pepaya muda ukuran sekepal tangan ke punggung si pencuri. Tanpa lecet dan lebam, I Lingkuh jatuh tertelungkup dan tidak bernyawa,’’ tutur Pacet Sudiarsa. ‘’Aku pernah dengar cerita itu dan di masyarakat sempat beredar guyon, I Lingkuh mati melingkuh, sebab mayat maling itu tergolek seperti orang tertidur lelap. Benar, sebagai orang Bali yang menerima warisan budaya dan agama berdasar keyakinan Panca Sarada, sedikit atau banyak kita harus percaya pada nasib. Teori kebetulan yang berbasis positivisme murni, menurutku, cocok buat kaum atheis. Teori Big Bang yang dilontarkan Hawking, hanya melahirkan wacana soal planet, matahari, bintang dan bongkahan meteorik lainnya, namun keteraturan alam, keistimewaan organ manusia dan nilai-nilai moralitas apa lahir dari kebetulan? Seharusnya Hawking berterima kasih pada Sang Pencipta, kendati kondisi tubuhnya mengkerut akibat Amyotrophic Lateral Sclerosis, dia bertahan hidup selama 47 tahun dan berkat karunia Tuhan melahirkan banyak teori tentang fisika dan kosmologi. Sayang, dia tidak kenal Mbah Gotho, yang piawai ilmu kepasrahan, syukur dan sabar, sehingga tidak ingin bunuh diri kendati sudah 24 tahun menunggu kematian. Ojo ngoyo, dumeh lan lali King!’’ ujar Kadek Juliantara. (aridus)
Polres Bangli Tebar Ribuan Benih Ikan di Danau Batur
Bangli (Bali Post) Lima ribu benih ikan mujair ditebar jajaran Polres Bangli di Danau Batur, Kintamani. Kegiatan penebaran benih ikan yang dipimpin langsung Kapolres Bangli AKBP Danang Beny K. ini dilaksanakan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat di Bangli. Di samping itu, kegiatan penebaran benih ikan ini juga dilaksanakan sekaligus untuk memperingati HUT ke-68 Polwan. Hadir dalam kegiatan tersebut unsur Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bangli, Muspika Kintamani, sejumlah perbekel di wilayah Danau Batur, tokoh masyarakat
Desa Kedisan, Bhayangkari Cabang Bangli serta para anggota Polres Bangli. Ka p o l r es B angl i Danang Beny K. dalam acara tersebut menyampaikan bahwa kegiatan penebaran benih ikan ini merupakan implementasi program prioritas Kapolri dalam rangka meningkatkan pertumbuhan prekonomian masyarakat. Di samping itu, kegiatan penebaran benih ikan ini juga merupakan salah satu terobosan kreatif Polres Bangli untuk meningkatkan sinergitas antara Polri dan masyarakat dalam rangka Harkamtibmas. ‘’Kegiatan penebaran benih ikan ini juga dilaksanakan sekaligus untuk merayakan peringa-
tan HUT ke–68 Polwan, 1 September,’’ terangnya. Selain melakukan penebaran benih ikan, Kapolres juga melaksanakan tatap muka dengan para tokoh masyarakat, tokoh adat, ormas serta bendesa adat se-Kabupaten Bangli. Dalam kegiatan yang dilaksanakan di ruang rapat utama Polres Bangli tersebut, Kapolres Bangli pada intinya menyampaikan fenomena situasi keamanan dan sosial yang ada saat ini, baik secara nasional maupun daerah Bali. Di mana di wilayah Bali khususnya Kabupaten Bangli yang 70 persen pendapatan andalan dari sektor pariwisata perlu dijaga dan dipelihara
keamanannya dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat. ‘’Selama ini kerukunan antarumat beragama sudah terjalin dengan baik. Hal itu perlu tetap dipertahankan,’’ jelasnya. Menurut Kapolres, jika di Bangli terjadi ancaman keamanan seperti teroris, konflik sosial akan sangat berdampak menurunnya kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Oleh karena itu, diharapkan semua pihak bersinergi meningkatkan kewaspadaan dan menjaga keamanan desa adat masing-masing, terlebih lagi dalam menyambut hari raya Galungan dan Kuningan. (kmb40)
akan tenggelam. Para ksatria Kuru menginginkan terbenam matahari itu lebih cepat. Para prajurit Kaurava dengan kompak menekuk busur-busur mereka menggunakan lengan-lengan yang kuat. Serangan itu menyerupai tubuh-tubuh ular yang meruncing, melepaskan ratusan panah-panah mereka, ke arah Phalguna, yang tubuhnya menyerupai sinar-sinar matahari.
Setelah memotong panahpanah ksatria-ksatria Kuru itu dilepaskan kepadanya menjadi dua, tiga, atau delapan potong, Arjuna yang memakai mahkota kecil itu bertarung sengit. Putra ketiga Pandu itu tak terkalahkan dalam pertempuran itu. Dia menyerang mereka semua dalam pertarungan dharma yang sangat menentukan itu. (bersambung)
Sloka 9.21 Te tam bhuktva svarga-lokam visalam ksine punye martya-lokam vishanti evam trayi-dharmam anuprapanna gatagatam kama-kama labhante Setelah menikmati svargaloka yang luas ini dan setelah habis masa dan hasil pemujaan mereka, mereka kembali ke dunia kebinasaan ini.
Sumber Air Sanih Potensial Dikembangkan
Singaraja (Bali Post) Layanan air bersih ditingkatkan PDAM Buleleng memberi kelancaran distribusi jaringan di masyarakat. Salah satu perhatian PDAM Buleleng mengenai kebutuhan air di wilayah Kecamatan Kubutambahan. Sumber Air Sanih di wilayah setempat berpotensi dikembangkan pemerintah untuk masyarakat yang membutuhkan air bersih. ‘’Pada 2017 rencananya akan dilakukan pembangunan jaringan distribusi air. Nilai anggaran mencapai Rp 15 miliar sampai Rp 20 milliar dari perencanaan hingga pengawasan jaringan distribusi air di Air Sanih,’’ ujar Dirut PDAM Buleleng Made Lestariana, Jumat (2/9). Lestariana rutin memantau potensi Air Sanih. Dia meyakini apabila proyek pemerintah tersebut dibangun pada tahun depan manfaatnya segera dirasakan masyarakat. Di lingkungan sekitar Kubutambahan, misalnya, kebutuhan air bersih belum maksimal dirasakan masyarakat. ‘’Kalau dibangun awal 2017 dan selesai akhir tahun maka diharapkan bisa berhasil dimanfaatkan untuk pengembangan jaringan layanan,’’ ucapnya. Pemerintah berupaya memberi layanan air bersih terbaik. Ia memprediksi pada tahun 2018 pemanfaatan jaringan layanan Air Sanih diharapkan
mampu menambah pelanggan baru. ‘’Itu kan memiliki kapasitas 125 liter per detik dan dapat diperuntukkan untuk 10.000 pelanggan. Asumsinya untuk 1 liter per detik untuk 80 pelanggan,’’ imbuhnya. Di sisi lain, Lestariana sempat menyinggung kebutuhan air terhadap masyarakat di wilayah daerah Banjar yang mencakup berada di ketinggian tertentu mengalami kesulitan air bersih. ‘’Pengembangan air permukaan di Danau Tamblingan, untuk mengatasi kebutuhan air bersih di wilayah Banjar bagian atas. Tempo hari kebetulan kami ikut rapat pembahasan di Bappeda Buleleng, mengenai wilayah Banjar atas akibat sumber air yang terbatas. Terlebih sumber mata air berada di bawah dan kalau di bawa ke atas cukup sulit dan cost-nya tinggi,’’ paparnya. Dia menambahkan, wilayah Banjar atas belum tergolong masuk layanan PDAM Buleleng. ‘’Jadi leading sector-nya
masih di Dinas PU untuk hal pengembangan. Tetapi apabila nanti pengelolaan diserahkan kepada PDAM dan sebagai amanah pemerintah kami akan usahakan, tandasnya. Selama kurun waktu tiga tahun belakangan PDAM Buleleng mencatat total kapasitas debit sumber air layanannya tahun 2014; 619 liter/detik, tahun 2015; 648 liter/detik, tahun 2016 (hingga Juni) 658 liter/detik. Sedangkan jumlah pelanggan tahun 2014; 41.515 pelanggan, tahun 2015; 44.359 pelanggan, tahun 2016 (hingga Juni) 45.233 pelanggan. Laba bersih PDAM Buleleng tahun 2014 Rp 4.970.005.939, tahun 2015 Rp 8.326.511.541, tahun 2016 (hingga Juni) Rp 5.083.056.084. Cakupan persentase teknis dan adminitrasi pelayanan tahun 2014; 78,14-41,66%, tahun 2015; 84,43-44,04%, tahun 2016 (hingga Juni) 84,67-44,77%. (kmb34)
ZAMAN kewalian di tanah Jawa dikemas menjadi konsep sendratari yang apik. Melalui pergelaran Sendratari Barong Kuda Emas, tergambar bagaimana kebesaran Sunan Kalijaga di wilayah Demak kala itu. Pergelaran sendratari yang dibawakan seniman dari Sanggar Kusumojoyo ini, cukup membuat pembukaan Festival Taman Soekasada Oejoeng, Jumat (2/9) sore tampil beda dari tahun-tahun sebelumnya. Pergelaran Sendratari Barong Kuda Kepang dengan judul ‘’Glagah Wangi Udan Emas’’ ini, memulai penampilannya di Taman Soekasada Oejoeng dengan lemah gemulai dua penari yang menari khas Jawa. Diiringi seperangkat gamelan khas Jawa, penonton kemudian dibuat kaget dengan penampilan dari beberapa penari kuda lumping. Dengan balutan khas busana penari berwarna keemasan, mereka menari dengan atraktif dipandu musik gamelan dan seorang dalang yang membuat suasana semakin hidup dengan narasi berbahasa Jawa. Penari kuda lumping ini cukup lama menghibur penonton, sebelum sendratari ini masuk ke cerita inti.
Staf Bidang Sejarah Purbakala,Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Demak, Ahmad Widodo, ditemui di lokasi menceritakan, lakon Glagah Wangi Udan Emas ini, menceritakan bagaimana kebesaran Suna Kalijaga saat berada di wilayah Demak. Wilayah ini pada saat itu dikenal sebagai pusat penyebaran agama Islam di tanah Jawa. Karena kesohoran Demak, tempat ini kerap didatangi orang-orang yang digdaya, sakti mandraguna. Mereka sengaja berdatangan untuk mengadu kesaktian. Cerita tersebut hingga kini menjadi legenda bagi masyarakat Demak. Orangorang yang datang saat itu menantang bertarung dengan Sunan Kalijaga. Namun, dalam kesepakatan pertarungan, mereka akhirnya bukan bertarung fisik antara orang melawan orang, melainkan melawan keangkaramurkaan. Sehingga peperangan ini menjadi momen untuk memerangi keangkaramurkaan rakyat. Pada akhirnya, semua keangkaramurkaan itu dapat dikalahkan, sehingga Demak bisa sejahtera dan makmur.
‘’Sanggar Kusumojoyo memang menjadi binaan kami. Ini salah satu sendratari populer di Demak. Suatu kehormatan bisa menampilkannya di Bali,’’ katanya. Lakon Glagah Wangi Udan Emas ini dipentaskan oleh sekitar 37 penari selama durasi lebih dari 1,5 jam. Kostum para penarinya juga tak kalah menarik, sehingga para penarinya mampu masuk ke dalam cerita yang dipentaskan. Seorang penonton, Luh Putu Widnyani, menilai penampilan sendratari dari Kabupaten Demak ini cukup menghibur, menghayati dan rapi. Seluruh penarinya mampu membawakan masingmasing peran dengan baik. ‘’Mudah-mudahan kesenian yang ditampilkan berikutnya lebih bagus lagi,’’ harapnya. Festival Taman Soekasada Oejoeng ini akan berlangsung sampai 9 September nanti. Ragam kesenian lokal akan ditampilkan mulai Sabtu (3/9) sore. Salah satu yang ditunggutunggu adalah lomba Gebug Ende yang akan dilakukan di atas kolam Bale Kambang, di mana di atasnya akan dipasang semacam rakit tempat para peserta. (kmb31)
Kebesaran Sunan Kalijaga dalam Pergelaran ’’Barong Kuda Kepang’’
SENDRATARI - Salah satu adegan sendratari Sunan Kalijaga saat menaklukkan siluman dan raksasa sakti.
Minggu Paing , 4 September 2016
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya Informasi pasang iklan Telepon : Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) : (021) 5357602 - Fax : (021) 5357605 - Iklan Still Store di Bali TV : Rp 200.000,- (10 x tayang) z Jakarta z Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) - Runing Teks Bali TV : Rp 50.000,- (5 x tayang) z Mataram : (0370) 639543 tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus - Denpost Paket : Rp 165.000,- (10 x muat) z Denpasar : (0361) 225764 (hunting) e-mail:iklan@balipost.co.id 69 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita - Bisnis Bali Paket : Rp 82.500,- (10 x muat) z Surabaya : (031) 5633456 z Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau VISA z Email: pembacabalipost@gmail.com z Layanan Pengaduan: HP: 081 139 62168, Pin BB: 55c8e021 z Discount Up to: 10% Pembayaran dgn Kartu Kredit BNI Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! z Tarif iklan Mini/Baris
Poule de Luxe is hiring: waiter/waitress,Manager or Assistant Manager,highly motivated personnel,who is Indonesian citizen,fluent in English,have a professional appearance.Send CV to: contact@pouledeluxe.fr
****Small Boutique Villa in Seminyak Looking for Qualified Female Housekeeping & Gardener info@sahanavilla.com/T:736674
A.BP.001.09.16.0000140
!Cr Adm,Supir,Sales08129878332 2/sanitarypersonalia@gmail.com
A.BP.001.08.16.0002118
B.BP.004.09.16.0000099
Dcr Bag.Umum Pria Max.35Th T.427575 E:adhyara@gmail.com
B.BP.141.09.16.0000093
A French Restrnt in Bukit Area Needs an Experienced Waiter & Cook,G.Salary Tel:081338507217
A.BP.001.09.16.0000075
Cr Staf Comp.SMA/K Sdrjt bs B. Inggris Sukawati,081239235236
Dcr Graphic Designer & Accounting Hub.081936071174
Dbth:Bartender/Waiter/Waitress u/Restaurant Cabang Baru Krm: Wah Wah Restaurant Jl.Laksmana 11A Basangkasa/SMS081339504747 Email:ariwibawaimade@gmail.com
Dcr House Keeping Staff Min. SMK Bs English Hub:288446
A.BP.001.08.16.0002296
A.BP.001.08.16.0002292
Dbutuhkan Sales Administration Service Administration & Chief Engineering Kirim CV ke: info@greengolfbuggy.com / Jl.Mahendradata Selatan No.101 Dps Tlp.4717030/4717031
A.BP.001.09.16.0000001
A.BP.001.09.16.0000105
Dcr Kasir,Comisi,SPG,Sanur Tlp/SMS:081238311096
A.BP.001.09.16.0000034
A.BP.001.09.16.0000102
A.BP.001.09.16.0000161
Dcr Therapist Wnt,Gaji 2,6Jt Lebih.Cleaning Service Laki2 Cool Spa&Salon Seminyak 730920
A.BP.001.09.16.0000152
Dibutuhkan Segera Sopir dan Admin Hub.087860183220
Dicari Tukang Sablon Kaos Hubungi Segera 081238703661
Dibutuhkan Sgr Marketing & Customer Service PT Freight Express Bali,Jl By Pass Ngurah Rai 607 0361-710044,Email: fedpsfreightexpressindo.com
Dicr SPG utk Butik diHotel Bhs Ing/komp Hub:08123860469
A.BP.001.09.16.0000083
Dcr tng utk cuci mbl fas:gaji+ B.BP.154.09.16.0000066 Dcr PRT u/Wrg Mkn Gj.60/Hr UM,tdr dlm+bonus hub:Baskara Dibutuhkan Sopir Mobil Kanvas daerah Renon Hub.081916232859 Car Wash hp087761623334 segera Utk Roti/Kue,Pria,SIM A, Usia A.BP.001.09.16.0000175 A.BP.155.09.16.0000193 Max 40Th,Kirim Lamaran ke Jln. Dcr QS/Estimator&Pengawas Dicari Karyawan untuk Artshop Keboiwa Utara No.12,Slbh Bali Proyek Villa email:hrd.djb@gmail. yang bisa Bhs Inggris TV/H:081933012164/08123844836 com Ph.0361-9347196 Hub:08123641774 A.BP.001.09.16.0000021
Company in Sanur Looking for Adm Toko MYOB Excel jemba8jemb Jimbr Consultant Management Staff a@gmail.com 082146521925 A.BP.001.09.16.0000160 “must be Experienced”Speak A.BP.001.08.16.0002298 Bth.Mrketing Lls SMK/D1,P/W B.BP.004.09.16.0000065 Dcr SPG Wanita min 19Th bisa English salary start from 5 Hub:Graha Kita 18 Tlp.416088 Dcr 2 Or Staf Kitchen u/RestoInggris,Rajin,Ceria,Jujur, million T.0361-9381372-4490319 A.BP.001.09.16.0000017 ran Jepang.Lamaran bawa ke A.BP.001.08.16.0002145 Tanggung Jawab,Gaji Besar, Cook Brpenglman Krm Lam k Kokoya,Jl.D.Tamblingan No. 178 Dcr Mgr Marketing,Sales,Resto Pglm/tdk Hub:085737410738 Tutmak Jl.Dewi Sita Ubud Tlp.0361-289252-081238724555 AreaKuta u/Travel,Network Luas office@featherandfind.com T:975754 A.BP.001.09.16.0000094 B.BP.004.09.16.0000100 B.BP.004.09.16.0000059 dgn Guide,Driver,081999935300 Dcr Acct u/Pajak Dae Jimbaran Cr Marketing,Bartender,Cook; Dcr Seorang yg msh aktif A.BP.001.09.16.0000170 novie.exotiktrading@gmail.com Bekerja sbg Sales Rokok Dibth Sgr:Engineering/Mainte- Ketupat Rest-758969/0811392894 A.BP.001.08.16.0002274 B.BP.154.09.16.0000027 nance,Villa Manager,Villa SuDcr: 3 orang SPG,Max35th,Menarik H:081931071138 PT.Anugerah B.BP.004.09.16.0000023 Dcr Security,Sertifikat,Bw CV pervisor,HK,Exp min1Th,Max30Th & Luwes Kontrak Jk.Panjang, DcrTherapistMenipedi dll,Salon ke Ktr Siaga86,Jl.Pendidikan Pnampilan Menarik,CV:hr@nagisa surat bw ke PT.Banoli, -bali.com/lina@nagisa-bali.com 62 Dps T.710644 H:085737782974 di Kerobokan 08123833966 Gj Ok Jl.Buluh Indah 75 Dps. A.BP.001.09.16.0000107
Dcr Sopir Lmrn ke Jl.T.Umar Barat No.288X (PT.Ultranindo Sedayu)T:0361-8476144/8447020
B.BP.154.09.16.0000068
A.BP.001.09.16.0000046
A.BP.001.09.16.0000172
Dibthkn Sgr Staff Opr & Staff Rsv,Pria/Wanita,SLTA, D3,S1, Mahir Komouter,Lam Lengkap ke PT.ProBali Tours, Jl.Pulau Singkep No.3 B atau Email: hrm@probalitours.com
B.BP.004.09.16.0000058
Dibutuhkan Sales Assistant dan babysitter utk PAUD diSeminyak menguasai Inggris danExcel Krm CV ke assistme01@gmail.com B.BP.004.09.16.0000112
Dicari FO Laki Kirm CV: hr@pra jahotelbali.com Telp:239481
B.BP.004.09.16.0000101
Dicari Pegawai salon bisa Meni Pedi Hub:0821337900803 (nailbarbali@gmail.com)
A.BP.820.09.16.0000177
Dicari Sopir Kantor Pemerintah Punya SIM A Hub.089660662560
A.BP.001.09.16.0000151
A.BP.001.09.16.0000035
Job Vacancy((PT.Greenbowl) Spv,Chef,Waiter/Waitress,Cook, Helper,Req:M/F,Vocational Education Catering,Honest&Through able to work w/team,fresh graduate’re welcome,good English. Hard Worker&Good Personality. Email CV to: sridani@greenbowl -indonesia.com / Phone:(0361)4723225
A.BP.001.09.16.0000125
Looking Staff for Resto in Batubelig Position Server Cook Bartendris Send CV to manager@hogwildinbali.com Call 08123654752
A.BP.001.08.16.0002127
Tri Surya Internusa Bth:Sopir SIMB1,Sales/Mrktng.Krm:Jl.HimaDicari Tukang Patrun laya No.9, Dps/087861454652/hr Berpengalaman untuk Sample Area Brawa Ph.8474108/8474099 d.trisuryainternusa@gmail.com A.BP.001.09.16.0000077
A.BP.001.09.16.0000145
Looking for Engineer Project Manager,Can use Autocad,Sketch up,Excell,Building Quatation, Good Payment office@paradise-realty-ltd.com
Quarzia Boutique in Seminyak Looking for Senior SPG,Good Experience,Fluent English, CV to:malas@quarzia.it / (0361) 736644,Good Salary!!
Looking for Security for Villa in Tuban Urgently Call 0859350 13304 or 081236154700
Resto di TubanKuta Bth Kryawan /wati min SMU/Sederajat Sebanyakbanyaknya Hub:082144485484
Need Housemaid for Western Good English & Cook 08113938889 (SMS ONLY)
Staff Komp(Excel,Win)English Fresh Graduated 081338278481
A.BP.001.08.16.0002253
B.BP.135.09.16.0000106
B.BP.004.08.16.0001238
A.BP.001.09.16.0000178
A.BP.001.09.16.0000069
Suji Bungalow Dcr Front Office PT.XpsLink Bth:Acct(MinD1,Sing Wnt,Cook Laki2 Hub.08123912010 A.BP.001.09.16.0000173 le,Max28Th,Sopir & Staf Oprsnl Urgently required spa manager, Krm:Jl.G.Soputan I/107,8466317 Yoga Trainer,Experienced&EngliA.BP.001.08.16.0001740 sh,Outgoine personality Please Purchasing,CleaningService, apply to hrd@nandinibali.com Kary Produksi,Lk,SMA,Rajin, B.BP.120.09.16.0000079 Jujur,Btanggung Jwb,Lam ke:Jln SINGARAJA Mertasari No.21 Denpasar Atau Dcr Manager U,PT Lejel Shopping hrd@kevalaceramics.com A.BP.001.09.16.0000142 Cab.Sgrj P/W min S1 bsKomputer Villa Avalon in Canggu Looking dpt Bekerja dgn Team Work Jjr for Experienced Engineering Disiplin,Bertanggungjawab Krm CV Ke Jl.Surapati 128 Sgr CV to:hrd@baliandvillas.com A.BP.001.08.16.0002252
B.BP.001.08.16.0001158
A.BP.001.09.16.0000073
A.BP.009.09.16.0000167
MOBIL - MOTOR PROPERTY RUPA-RUPA Bali Post DAIHATSU
SUZUKI
Sigra hrg.117Jt,Alya 95jt Great Xenia DP 20Jt 0817356452
A.BP.001.09.16.0000198
APV GX’2010 Hitam Tgn1 AsBali Hrg.105Jt Nego Hub.724187
A.BP.001.09.16.0000165
Ayla X’15 Putih+Brio’14+Jazz APV Silver Th 2004 Samsat Baru RS’08Mrh AT 146Jt,085100856999 Kondisi Bagus Tlp.081338768357 B.BP.141.09.16.0000097
A.BP.001.09.16.0000194
Terios TX MT Adventure’2012 Silver Pribadi Hp.087862977999
Djl/Ovr krdtAPV G slvr’10+ijin brg bgs/TgI H: 081805512319 BU
Xenia 2009 Jarang Pakai Kondisi Rapi!! 08123690411
Ertiga GX Th’2013 Silver Tgn 1 Asli Bali 08123605780
A.BP.001.09.16.0000183
A.BP.001.09.16.0000187
Xenia R12 25Jt Aja Sisa Teken Jl.P.Kawe 44A Dpn Alfamart
A.BP.001.09.16.0000179
B.BP.101.09.16.0000108
A.BP.001.09.16.0000146
Ertiga GX’2013 akhir Putih Asli Bali 155jt H.087860002341
B.BP.141.09.16.0000109
Escudo JLX’94 Hijau DK 63Jt Nego 08123617623
NISSAN
Juke RX 11 Putih DK Trwt Baik 0877-7123-4307 BU 164 Jt HONDA
Dijual CRV Thn’2008, Manual, KM 65Rb,Velg,Audio,Jok. Hub:081337778288/081339108700
A.BP.001.09.16.0000156
MITSUBISHI
Rush S 13 Putih DK Istmw Audio 08133-7216-703 Ng 187
Agya S-TRD AT’14 Putih AsBali Low KM 19rb J.Klt 085101855556
Rush’2008 Silver 143Jt Nego Nangka Selatan 081246513888
A.BP.001.09.16.0000196
B.BP.141.09.16.0000110
Agya TRD S Th’2014 Tgn 1 Hitam Asli Bali 085105052880
A.BP.001.09.16.0000147
Agya’2014 Putih TRD S Manual Jarang Pakai 081236002373
A.BP.001.09.16.0000192
Avanza G’09 Silver AsBali VR17 Audio+3TV orisinil 08123953664
A.BP.001.09.16.0000195
Dijual All New Avanza’2013 Pribadi 081353664728/081353655491
A.BP.001.09.16.0000164
A.BP.001.09.16.0000162
A.BP.001.09.16.0000185
Kjg LGX’97 Abu2 asBali ada TV luardlm sngat Ori 085100408809
KarimunGX’03 slv,Estilo’09 Htm as Bali,TV,Audio,085100584428 A.BP.001.09.16.0000189
Splash 13 DK Istmw Full Option 0818-0561-3699 Ng 118 Jt A.BP.001.09.16.0000186
Djl T.Fortuner’11 Glux Hitam Hub: 08123621083
A.BP.001.09.16.0000067
Starlet pmk 89 SE 1.3 AC audio catmls TgnI 28jtNg,08123604864
B.BP.166.09.16.0000114
FORD
Ford Ranger DC 2011 DK Samsat Baru XLT 4WD KM82Rb Siap Pakai Rp117Jt Keboiwa 081805410469/ 087862421881 A.BP.001.09.16.0000190
DICARI MOTOR 081338294465 Beli Tinggi MotorBekas SglMerk A.BP.001.09.16.0000201
A.BP.001.09.16.0000157
Grand Inova G’12 Manual silver DK Dps pribadi 085100979567 B.BP.166.09.16.0000115
Inova Diesel Th’11 M/T Tgn I Silver Terawat 085237968888
TOYOTA
“08123667168 Wa.0818208150 Beli NMax,Scopy,Beat& sgl merk A.BP.001.08.16.0002017
DIJUAL MOTOR
A.BP.001.09.16.0000163
Colt Desel Doble Th90 100Ps Hrg Fortuner’2010 Hitam Kijang Super’92 Abu Met Shot 50Jt R.Besi,085237246083 BUC bensin 230Jt 087860391057 prbd 5Speed Prbd 45JtNg.08123764423 A.BP.001.09.16.0000169
A.BP.001.09.16.0000184
A.BP.001.09.16.0000197
A.BP.153.09.16.0000206
BIRO JASA
HONDA
New Beat Dp.1,8jt Hub.Bayu H.087761784440
A.BP.001.09.16.0000074
SPA
DIJUAL MOBIL SALON RUPA-RUPA
PELUANG BISNIS
YAMAHA
Yamaha Soul GT 125 Th’2016 Hub:081353161816 A.BP.001.09.16.0000143
Dijual Rmh Ls.135m2 G.Soputan TmnWiraUmadui C/8.081283833917
A.BP.001.08.16.0001606
Dj Cpt Perumahan Bayu Segara Residence-Padang Galak Sanur Harga 1.280Jt T.081337171703
DIJUAL RUMAH A.BP.001.08.16.0002143 Dijual Cepat Uma Seni Boutique Jl Rmh Mnmls LT.2+Furniture Hotel LT.2.000M2 Ada Kolam Mrh,Jln Lembusura 081338676017 A.BP.001.09.16.0000155 Renang,Kesiman,Denpasar Hub: Adri S.087809821296/0823872006 Rmh 2Lt,LT163,LB200 & LT200,LB 125 Sulatri Dps,081337561687 96 Tanpa Perantara A.BP.001.09.16.0000205 A.BP.001.08.16.0001815
Dijual Rumah LT.100m2 LB.72m2, Lokasi Jl.Mudutaki VI/Kav.7 Tegal Jaya-Dalung Gatsu Barat Hub.081236530883
A.BP.001.09.16.0000089
Dijual Rumah Tk.Batanghari Renon,4Kmr Tdr,1Kmr Art,Carport 2 Mobil,Security 24Jam,Dijual Rmh Jl.Piranha 2 Sesetan,1M. Dijual Rukan IMB Rukan Jl.Tk Punggawa Cocok Utk Izin PT. Dijual Villa Dlm Kompleks di Ubud,Sudah Beroperasi Dgn Hasil Bulanan SHM,08174757682 A.BP.001.08.16.0002114
SINGARAJA
Jl Rmh:Jl Tambora I/49 T55/105 Liligundi Permai.H:0811398154
A.BP.001.09.16.0000013
DISEWAKAN RUMAH !Dikont Rmh mnlis 16jt/th diGn Guntur XXII/A2 Hub.08124680499
DISEWAKAN RUKO Dikont Ruko Lt2,By Pass Sanur 89B BUC Murah 081337555138
B.BP.154.09.16.0000070
KOST Kos Fas Lnkp Jl.Seruni dkt Gor Ngr Rai Hrg.1,5 H:087861207988
A.BP.001.09.16.0000099
DIJUAL TANAH Tnh 2,16Are Jl.10mtr Jl. Pidada II 700jt nego 0817356452
**Tnh1A,270Jt/A BudukAbianbase Jl6m,081237666809/081238920022 A.BP.001.08.16.0002033
Djl Tnh 1,5A Bkit Hijau Poltek Jimb Global 375Jt 082339192258 A.BP.001.09.16.0000171
Djl Tnh 1Are SHM Hrg 380JtNego Lok.Sempidi Brt Patung Hanoman ke Selatan Dkt Puspem Badung Hub.082146265608/081999144512 A.BP.001.09.16.0000082
A.BP.001.09.16.0000200
Jl Tnh 3,5are lok pnggr Jl Utm Bay Pas Sanur, 085101783994
A.BP.001.09.16.0000204
Tnh 1A Jl.Sentanu Ayani Peguyangan Dps 350JtNg,087862392060
7.7Are ±3KM Rs.Kasih Ibu Saba Gianyar 081337561687
Djl Tnh 2Are Strtgis 10mnt Pantai Pandawa,Jl.Darmawangsa No.83 Ungasan Hp.0818566500
A.BP.001.09.16.0000188
A.BP.001.09.16.0000191
A.BP.001.08.16.0002063
Tnh 64m2 8x8 Gang Pipit Permai I Batubulan 275Jt 085237106225
A.BP.001.08.16.0002093
A.BP.001.08.16.0002150
DISEWAKAN TANAH Tanah Sebelah GWK ±8-10Are Hub:08123907431/081238900234 A.BP.001.09.16.0000007
DIJUAL VILLA Dijual Murah 2 Villa dan 6 Apartemen diTuban Hb:082145346430 B.BP.135.09.16.0000107
Privat Mandarin Hub.081246969192 Lea A.BP.001.09.16.0000180
RUPA-RUPA Jual Alat-Alat RT/Catering Hub.081338508888 A.BP.001.09.16.0000174
KEHILANGAN Tnh Kvl Di Mengwi 60Jt/A & B.BP.166.09.16.0000113 A.BP.001.09.16.0000123 Hlg BPKB No.B 132151677,DK2391 Diswakan Rmh Lt2,Jl.Tkd.Badung 95Jt/A Bs Kredit 087862450004 Tnh Kvl Jl.Juwetsari,Jl.Taman A.BP.001.09.16.0000022 FO,Br Semana Kel Mambal Badung VI No.2A H:08124629596 Pancing Pemogan,Babakan Canggu Djl Tnh 2,6Are Bukitjati GiaA.BP.001.09.16.0000176 A.BP.001.08.16.0001904 Rmh Perum Kopertis Jl.Gustiwa nyar,085338678169/082139018921 TumbakBayuh&Sading081337327078 A.BP.001.09.16.0000199 SALON A.BP.001.08.16.0002255 1 B No.20 Hub:081916285055 / Tnh Nempil 250Jt/A Jl.Besakih Hrmny Sln&Spa Mlyni Bdy Treatmen Jual Rugi 1-2A Sempidi Tegeha 081337249709 Fas:3KT+1RT+RK+ Jl5m Pav Cas/Krdt,081337332121 Pmogan08123871809/081337569788 Tkd Yeh Ho V/4 081999088858 1Dpr+1KM+Garase A.BP.001.09.16.0000153
A.BP.176.09.16.0000100
18
REKREASI
Minggu Paing, 4 September 2016
Pertanyaan Mendatar
Menurun 1. Daya tahan 2. Sewar Aceh 3. Penjara 4. Sesuatu yang dilimpahkan 5. Orang yang beriman (Islam) 6. Tarik (Bali) 7. Makanan dari buah/sayuran yang diasamkan 8. Tegang dan berbahaya 12. Ikat pinggang dari kain yang dipakai wanita 14. Paman (Bali) 16. Alas (Bali) 18. Nomor Pokok Anggauta 19. Padat berisi 20. Sangsi ; bimbang 22. Panggilan untuk perempuan dewasa 24. Alat untuk memeriksa saluran hidung 25. Libur 27. Masih (Bali) 28. Dibalik : Perjanjian antar bangsa 29. Alkaloid yang terdapat dalam kopi dan teh 31. Mani 34. Menstruasi 35. Gampang (Bali) 37. Sebutan untuk PNS saat ini (Singkatan)
2
3
11 13
terasa segar. Sekitar 15 menit perjalanan dari Penelokan, pecinta treveling sudah sampai di jalan raya sebelum Batur Natural Hot Spring. Di lokasi tersebut, kendaraan diparkir. Dari lokasi ini, pengunjung harus berjalan kaki kurang lebih 500 meter ke arah danau. Sepanjang perjanalan, akan melewati bebatuan vulkanik. Di jalur itu juga terdapat berbagai macam tanaman hortikultura yang menghijau. Guna mencari lokasi syuting artis
15 17
18
19
8
12
16
20
21
23
26 30
22
24
25
27
28
29
31 32
33
34
35 36
37
38 39
40
KUPON TTS No.262 Ketentuan Menjawab
Jawaban di tulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 262 dan cantumkan identitas lengkap serta no telepon/Hp. Kirim ke Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 10 September 2016. Pemenang diumumkan pada Bali Post Minggu 18 September 2016. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang @200.000, dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga ( 2 dewasa + 2 anak ). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos.
Mendatar 1. Bunaken 5. Bapak 8. Usaha 9. Polos 10. Liur 11. Rugijab (Bajigur) 12. Benjo 13. Reuni 14. Bensin 16. Alba
lawakan Amerika Serikat itu, pengunjung tak perlu ragu. Sebab, di sekitarnya sudah ada papan informasi singkat yang dituliskan dengan bahasa Indonesia dan Inggris. Begitu sampai di lokasi tersebut, pikiran penat langsung berubah menjadi tenang. Pemandangan hiruk-pikuk yang selama ini disaksikan langsung tergantikan dengan indahnya danau dengan airnya yang bergelombang bak seorang gadis menari. Dari tempat itu juga terlihat
7
14
Kawasan Lava Bantal Gunung Batur Kian Dilirik Wisatawan wisatawan untuk berkunjung. Menuju lokasi yang dikenal dengan nama Julia Roberts Point ini, pengunjung bisa melewati jalur Penelokan, Kintamani. Dalam perjalanan, mata akan dimanjakan dengan indahnya pesona Gunung Batur yang menjulang tinggi, dilapisi bebatuan hitam yang nampak berkilau. Selain itu, terlihat pula warna biru air Danau Batur yang memancarkan ketenangan, menyatu dengan semilir angin pegunungan yang masih
6
10
Pemenang TTS No. 259
Pemenang TTS No. 260
1. I Dewa Made Aridya SMAN 1 Susut, Jl. Raya Kayuambua, Kab. Bangli
1. Nyoman Ratnasih Br. Dinas Kawanan, Desa Menyali, Singaraja
2. I Gusti Ngurah Sastra, S.Pd SMA PGRI 1 Amlapura, Jln. Jend. Sudirman, Amlapura 80813 (No. HP: 08174708327)
2. Calista Aulia E. Jl. Gn. Baru No. 4 Dasan Agung, Mataram 83125 (Hp: 081 917 112 884)
3. Dewa Ayu Kusuma Dewi Br. Sumampan, Desa Kemenuh, Sukawati, Kab. Gianyar 80582 4. Putu Kristina Dewi , S.Pd SMAN 1 Busungbiu, Jl. Amerta XX, Busungbiu 81154 (No. HP: 087762901206) 5. I Made Suarsana Jl. Gong Gede No. 9 Tihingan, Kab. Klungkung 80752 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar Nama : Ni Made Ayuniati Alamat : Kop. Dana Sahabat Jl. Ir. Sukarno, Kab. Tabanan
18. Afkir 20. UNRAM 22. Gaun 23. Sabana 25. Teror 26. Cakra 27. Pedanda 28. Anep (Pena) 30. Raung 31. KADIN 32. Yogya 33. Ornamen
LAVA - Kawasan lava bantal Gunung Batur yang sempat dijadikan tempat syuting film yang dibintangi oleh aktris terkenal Julia Roberts.
KAWASAN lava bantal Gunung Batur di sekitar Toya Bungkah, Kintamani selama ini lebih condong dikenal sebagai salah satu tempat untuk melihat indahnya pemandangan Danau Batur. Setelah ditelusuri lebih jauh, kawasan tersebut ternyata memiliki cerita lain, yakni dijadikan sebagai tempat syuting film “Eat, Pray, Love” (EPL) yang dibintangi artis ternama Julia Roberts. Hal ini semakin menambah warna pariwisata Kintamani yang mampu menjadi daya tarik
5
9
Jawaban TTS No. 260
BPM/sos
4
SPT2016
1. Otak kecil 6. Nenek atau kakek (Jawa) 9. Kepul 10. Dibalik : Juara 11. Sesuatu yang tidak menguntungkan ; rugi 13. Pembiakan bakteri pada suatu pembenihan 15. Kependekan panggilan untuk bapak (Bali) 17. Selasa (Bali) 21. Kependekan panggilan untuk kakak laki-laki (Jawa) 23. Menunggu giliran 25. Rapat/sidang (Bali) 26. Tidak berbeda sedikitpun ; sama benar 30. Ikan besar 32. Bersifat mampu mendatangkan manfaat/ hasil 33. Olah ragawan (Inggris) 36. Makhluk tinggi besar dan menyeramkan 38. Lambang aksara suci Trimurti (Bali) 39. Cantik ; elok 40. Dibalik : Gangguan ketajaman pandang karena kelemahan otot mata
1
TTS Bali Post
Desa Trunyan yang berada di kaki bukit menghijau. Salah seorang warga, Putu Ariana, mengatakan sejak dijadikan lokasi syuting sekitar 2009 silam, lokasi itu banyak dikunjungi turis dari mancanegara. Kedatangannya karena penasaran dengan keindahan alam yang ditampilkan dalam film tersebut. Beberapa wisatawan juga ada yang mengabadikan perjalanannya dengan berfoto. “Lokasi ini cukup sering dikunjungi wisatawan,” ujarnya, belum lama ini. (sos)
Menurun 1. Baal 2. Amor 3. Nusantara 4. Cairo 5. Bangke 6. Panji Semirang 7. Klub 9. Puputan Badung 12. Biak
3. Budarta Dusun Binyan, Desa Binyan, Kec. Kintamani, Kab. Bangli 4. Ni Komang Ayu Andira W. Perum Puri Bagus Blok A No. 3 Padangkerta, Kab. Karangasem 5. Duwipayana Anak Agung Banjar Pasar, Desa Gumbrih, Pekutatan, Negara – Jembrana (82262) 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar Nama Alamat
: I Made Sukradana : Br. Bedauh, Desa Carangsari, Kec. Petang, Kab.Badung (80353)
13. Rames 14. Ban 15. Nanar 17. Bung Karno 19. Iga 21. Rata 24. Nangka 26. Candi 27. Pray 28. Anoa 29. Pion
19
Minggu Paing, 4 September 2016
Siapkan Pararem Dari Hal. 1
Bahkan pihaknya sudah menyiapkan pararem untuk menjaga bibit kelapa tersebut. ‘’Kami sudah siapkan pararem agar ini dijaga. Artinya, hanya boleh dipetik saat upacara besar saja, kalau ada yang melanggar tentu akan dikenakan sanksi,’’ tegasnya. Direktur UCDP Prof. I Made Supartha Utama menjelaskan, kegiatan penanaman tanaman upakara kelapa gading ini dalam rangka Dies Natalis ke-54 Unud. ‘’Kebetulan tema perayaan dies natalisnya menyinergikan lembaga
Unud dengan masyarakat,’’ jelasnya. Dikatakannya, sejak tiga tahun lalu Banjar Patas Desa Taro merupakan desa binaan UCDP. Di sini UCDP membantu warga setempat dalam pengembangan wilayah, menggunakan metode ilmiah dan modern. ‘’Misalnya di sini UCDP membantu pengembangan budi daya bambu, yang nantinya bisa dijadikan daya tarik wisata. Kini UCDP membantu pengembangan bibit kelapa, tentunya nanti juga akan dikelola dengan manajemen ilmiah,’’ tandasnya. (nik)
Kabupaten Lain Dari Hal. 1
Pria yang juga petani bambu di desa penghasil kerajinan sokasi ini mengatakan, selain memenuhi kebutuhan bambu untuk masyarakat di wilayah Bangli, para petani bambu di desanya selama ini banyak mengirim bambu penjor ke sejumlah beberapa kabupaten lainnya. Di antaranya ke Kabupaten Badung, Karangasem, Tabanan, Klungkung, Gianyar dan juga Kota Denpasar. Adapun jumlah bambu yang dipasok ke luar daerah, menjelang hari raya Galungan seperti sekarang, jumlahnya bisa mencapai ratusan hingga ribuan batang. Dia mengatakan, permintaan pasar terhadap bambu penjor sudah mulai mengalami lonjakan sejak setengah bulan terakhir. Saking banyaknya permintaan bambu penjor Galungan seperti sekarang, sejumlah petani bambu mengaku cukup kewalahan menerima orderan. ‘’Saking banyaknya permintaan, ada beberapa permintaan yang tidak bisa saya penuhi,’’ kata Widiana. Dia mengatakan, biasanya bambu yang dijualnya ke pengepul yakni berukuran sekitar 7,5 hingga 8 meter. Bambu yang dijualnya tersebut disesuaikan dengan permintaan kebanyakan konsumen. ‘’Masyarakat sekarang tidak hanya sekadar bikin penjor, tetapi dihias. Sehingga ukuran yang banyak diminta sekitar 7,5 hingga 8 meter,’’ ujarnya. Per satu batang dia menjual bambu ke pengepul dengan harga berkisar Rp 18 ribu. Menurut Widiana, tingginya permintaan warga terhadap bambu dikarenakan hampir sebagian besar warga saat ini menginginkan hal yang praktis. Warga kini mulai enggan untuk mencari bambu sendiri. ‘’Hal inilah yang membuat permintaan makin tinggi,’’ ujarnya. Bambu Banyuwangi Kita boleh bangga memiliki bambu dari Bangli, kini pa-
sokan bambu sudah disaingi bambu dari Banyuwangi. Syukurnya, pasar bambu asal Banyuwangi ini baru merambah Bali bagian barat. Bambu-bambu yang dibutuhkan umat Hindu di wilayah Melaya dan Gilimanuk untuk penjor kini didatangkan dari Jawa. Kualitas bambu yang didatangkan dari Banyuwangi itu pun tak kalah dengan bambu-bambu dari Bali. Sejak seminggu ini sejumlah pedagang bambu nampak keluar dari Pelabuhan Gilimanuk. Di antaranya ada yang menitipkan dengan mobil dan ada yang memikulnya sejak dari Pelabuhan Gilimanuk. Sejumlah pedagang bambu nampak memajang bambubambu mereka untuk dijual. Mereka mengaku hanya menjual di sekitar Gilimanuk dan Melaya. Beberapa di antaranya mengaku sudah melakoni profesi ini sejak puluhan tahun lalu. Mereka menyediakan bambu karena di Gilimanuk memang sulit ditemukan bambu untuk keperluan hari raya Galungan dan Kuningan. Dalam momen seperti ini, mereka mampu menjual hingga 300 bambu. Sementara itu, sarana perlengkapan untuk Galungan juga diburu sejak sepekan ini. Di pasar-pasar tradisional kebutuhan pokok cenderung tidak ada kenaikan harga. Beras harganya berkisar Rp 11.000/kilogram untuk yang super dan Rp 10.000/kilogram untuk beras biasa. Kenaikan harga terjadi pada minyak kelapa. Minyak kelapa sawit yang sebelumnya Rp 12 ribu per liter kini naik tipis menjadi Rp 13 ribu begitupun minyak super naik dari Rp 14 ribu per liter menjadi Rp 15 ribu per liter. Sementara itu harga daging ayam maupun daging babi tidak ada kenaikan maupun penurunan. Harga daging ayam di Pasar Umum Negara Rp 30.000 per kilogram dan daging babi seharga Rp 60.000 per kilogram. (ina/olo)
Di Mataram Dari Hal. 1
Pihak keluarga dan kuasa hukum Reza Artamevia sebelumnya minta proses rehabilitasinya dijalankan di Mataram. Dalam hal ini, Sriyanto sebagai ketua tim penilai juga mempertahankan Reza Artamevia menjalani proses rehabilitasinya tetap dilaksanakan di Mataram. ‘’Kalau di Jakarta, kita tahu sendiri, gangguan di sana terlalu besar, khawatirnya Reza bisa terpengaruh lagi. Reza juga sudah enak berkomunikasi dengan dokter di sini, jadi terbuka, itu akan membantu proses pemulihan,’’ ujarnya. Berdasarkan hasil keputusan tim penilai (asesmen) pada Kamis (1/9) di BNNP NTB, maka Reza Artamevia bersama Devina Novianti, Richard Nyoto Kusumo dan Yuti Yustini harus menjalani rehabilitasi rawat jalan selama delapan kali pertemuan di
klinik BNNP NTB. Keputusan itu sesuai dengan pernyataan yang disampaikan Sriyanto bahwa tingkat penyalahgunaan Reza dan tiga orang lainnya masih dalam kategori ‘’coba-coba pakai’’, artinya belum masuk dalam kategori pecandu, sehingga perlu dilakukan rehabilitasi rawat jalan. ‘’Jadi, proses rehabilitasinya mulai pekan depan, dan sudah dijadwalkan seminggu dua kali, setiap Senin dan Selasa,’’ katanya menambahkan. Reza Artamevia termasuk salah seorang yang ditangkap Satuan Tugas Khusus (Satgasus) Merah Putih Polri bersama Polres Mataram dan Polres Lombok, NTB, bersama Ketua Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) Gatot Brajamusti dan istrinya, Dewi Aminah, terkait dugaan penyalahgunaan narkoba di kamar 1100 Hotel Golden Tulip Kota Mataram, Minggu (28/8). (kmb/ant)
BPM/wawan
SANGKEP - Krama Banjar Patas, Desa Taro menggelar sangkep sebelum melakukan penanaman pohon kelapa untuk keperluan upakara.
Pepaya dan Salak Dari Hal. 1
Bahkan hampir 80 persen pasokan buah untuk Bali didatangkan dari luar Bali. Ia mengatakan, dari berbagai jenis varian buah yang dijual, hanya pepaya dan salak yang bisa dipasok dari Bali, itu pun tidak setiap hari bisa dipasok. Padahal, pihaknya sangat berharap petani Bali bisa memenuhi kebutuhan pasokannya setiap hari dan menjelang hari raya besar di Bali. Di samping murah karena tidak mengeluarkan biaya transportasi, juga kualitas buahnya masih segar. ‘’Jangankan menjelang hari raya, hari-hari biasa saja saya memasok buah dagangan dari luar Bali,’’ terangnya. Hal senada juga diungkapkan Yoseph selaku Manajer Pemasaran Fresh Food Buah dan Sayur Tiara Dewata. Ia mengatakan, persaingan buah lokal dengan buah luar Bali di Tiara Dewata sangat jauh berbeda rasionya. Sebab, buah lokal di Bali tidak mampu menyediakan pasokan buah yang diinginkan setiap saat, apalagi menjelang hari raya besar. Selain karena buah lokal di Bali berbuah secara musiman, diakuinya, petani Bali juga belum semuanya bisa memanfaatkan teknologi untuk bisa mengembangkan hasil pertanian buahnya. Oleh karena itu, pihaknya mengakui pada saat hari raya lebih banyak mendatangkan buah dari luar untuk memenuhi kebutuhan konsumen. ‘’Jika petani buah di Bali mampu mensuplai produknya kepada kami sepanjang hari, kami siap menjadi agen pemasaran hasil petani tersebut,’’ tandas Yoseph. Sementara itu, akademisi pertanian Universitas Udayana Prof. Sucipta menilai buah
lokal di Bali secara kualitas sebenarnya mampu bersaing dengan buah luar Bali. Hanya buah lokal di Bali kebanyakan berbuah secara musiman, sehingga tidak ada sepanjang hari. Sedangkan buah luar Bali bisa diproduksi sepanjang hari karena mendapat sentuhan teknologi pertanian. Seperti diberikan zat mengatur tumbuh untuk mengatur pembuahan, sehingga produksi buah bisa sepanjang hari. Sementara di Bali petani buah belum biasa dengan teknologi mengatur pembuahan seperti itu. ‘’Hal inilah yang menyebabkan pasokan buah lokal di Bali kalah bersaing dengan buah dari luar Bali. Apalagi pada saat menjelang hari raya Galungan dan Kuningan. Pasokan Pisang Bali sejak lama sudah ketergantungan dari pisang asal Jawa. Kini buah pisang asal Sumbawa membanjiri pasaran di Karangasem. Hal itu disampaikan sejumlah pedagang grosir buah di Pasar Karangsokong, Subagan, Karangasem, Sabtu (3/9) kemarin. Pada hari biasa, seminggu dipasok satu truk pisang dari Sumbawa ke pasar itu. Sementara pedagang pisang Ida Bagus Made dari Bebandem mengatakan, menjelang Galungan dan Kuningan ini, pihaknya telah memesan pasokan pisang. Bertruk-truk pisang bakal dipasok ke Pasar Karangasem. Selain pisang, juga janur. Sementara pucuk (daun lontar) kering, selama ini cukup dipasok dari penghasil lontar dari Kecamatan Kubu. Sementara jejahitan dari daun lontar kering juga selama ini dipasok perajin dari Kubu, seperti dari sejumlah perajin kalangan ibu rumah tangga dari Desa
Sukadana, Kubu atau dari Tianyar. Petani di Karangasem diharapkan lebih banyak mengembangkan jenis pisang yang diperlukan hari raya umat Hindu, sehingga dengan mampu memenuhi buah pisang dari petani lokal, harganya akan bisa lebih murah. Sementara bunga-bungaan, seperti pacar, gumitir, bunga pecah seribu, selama ini lebih banyak dipasok dari petani lokal. Namun, pada hari raya Galungan kebutuhannya melonjak tinggi, sehingga rutin tiap menjelang hari raya itu, harga bunga melambung tinggi. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Bali menjamin harga kebutuhan pokok dan perlengkapan upacara stabil menjelang hari raya Galungan dan Kuningan. Kendati perlengkapan upacara khususnya masih ada yang didatangkan dari luar Bali. ‘’Ada yang dari Bali, ada yang beberapa dari luar tetapi sementara ini harga stabil. Artinya masih terjangkau oleh masyarakat,’’ ujar Kepala Disperindag Bali Ni Wayan Kusumawathi di Denpasar, Sabtu kemarin. Menurut Kusumawathi, kestabilan harga perlengkapan upacara seperti janur, buah, dan lainnya dijaga melalui kegiatan pasar murah. Begitu juga kegiatan pemantauan harga dilakukan setiap hari. Harapannya agar semua kebutuhan itu dapat terjangkau oleh masyarakat, dan ketersediannya ada. Meskipun, perlengkapan upacara sebetulnya tidak termasuk dalam komoditi pokok dan strategis. Yang penting masyarakat bisa melaksanakan upacara dengan aman, ketersediaan ada, bisa menjangkau, sudah begitu,’’ tandasnya. (win/bud/rin)
Budidaya Tanaman Dari Hal. 1
Dia memaparkan beberapa hal yang bisa dilakukan. Di antaranya melakukan diseminasi gagasan pemenuhan kebutuhan upakara secara mandiri. Bisa juga memberikan insentif dari anggaran daerah untuk mendorong masyarakat melakukan pengadaan dan pembudidayaan bahan-bahan upakara tersebut. Selain itu juga diperlukan pemahaman yang tepat mengenai upakara atau bebantenan itu sendiri. ‘’Yang dimaksudkan di sini adalah pemahaman sebagian dari kita bahwa banten harus memakai ini-itu yang membuat harga menjadi jauh meningkat. Padahal apabila mengacu pada lontar atau sastra yang memang pantas dijadikan acuan mengenai bebantenan tersebut sesungguhnya tidak memerintahkan atau mewajibkan komponen/bahan tertentu yang kemudian dalam beberapa praktik masyarakat
dewasa ini. Ini berakibat tingginya biaya,’’ tandasnya. Lebih lanjut dikatakan, ada sebagian orang menyatakan bahwa yadnya adalah soal keikhlasan, jangan memberatkan umat. Mungkin itu ada benarnya, terutama jika yang mengatakan itu orang yang mampu secara finansial. Tetapi, katanya, masalahnya bukan soal ikhlas atau tidak ikhlas, bukan kaya atau miskin, tetapi kembali pada esensi, dan jangan terseret pada soal atributif ornamental, apalagi dikaitkan dengan gengsi. Jika dipelajari kembali dengan baik referensireferensi tentang banten, tampaknya dapat ditangkap makna bahwa setiap dan seluruh elemen dan komponen bebantenan tersebut memiliki arti simbolik tertentu yang sangat mendalam dan filosofis. Yang semua itu memberikan pesan sangat bermakna ke arah penyucian dan penyadaran hakikat kehidupan di alam semesta ini.
Semuanya mengarah pada gagasan dan pengetahuan yang menjadi fondasi sistem keyakinan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. ‘’Keyakinan dan bakti kita kepada para leluhur, serta sikap yang mesti kita anut terhadap alam semesta beserta segala isinya. Bebanten bukan hanya sarana ritual seremonial, juga sejatinya sarana edukasi spiritual yang komprehensif,’’ pungkasnya. Sejumlah warga Denpasar setuju untuk berhemat dalam berhari raya. Jika dulu umat jor-joran membuat banten gebogan dengan buah ditusuk hingga dua meter, kini bukan eranya lagi. Kaum wanita Hindu sudah disiapkan dulang banten gebogan yang tak perlu ditusuk, tinggal menentukan untuk berapa tingkat buah yang diinginkan. ‘’Kuncinya, kalau memang merasa berat, buatkah diri ringan, karena yadnya itu dasarnya tulus dan ikhlas,’’ ujar Mangku Sudi. (win)
Tekankan pada Filsafat Dari Hal. 1
Ida Rsi melanjutkan, Galungan tidak mesti dirayakan secara mewah. Salah satu contoh pada saat mendirikan penjor. Tak sedikit umat Hindu yang jor-joran mengeluarkan biaya untuk membuat penjor yang megah dan indah. Namun pada akhirnya tidak memahami apa hakikat sesungguhnya dari pendirian penjor itu. ‘’Jadi keindahan yang ditonjolkan bukan lagi filsafatnya. Memang sah-sah saja, cuma kalau jor-joran kan kurang bagus. Yang penting itu hakikatnya, penjor Galungan untuk menghormati Batari Durga, ibu mahasemesta yang mahapengasih
dan penyayang,’’ jelasnya. Ida Rsi menambahkan, umat juga seringkali melupakan untuk bersujud bakti kepada orangtua pada saat hari raya Galungan. Oleh karena itu, Ida Rsi mengimbau masyarakat seyogianya datang kepada ayah dan ibu lalu meminta maaf. Mengingat orangtua berjasa besar dalam memelihara anak-anaknya sejak dalam kandungan hingga bisa menikmati nikmatnya kehidupan di dunia. ‘’Barangkali kalau kita mempunyai kelebihan sedikit, untuk memberikan kebahagiaan bagi beliau, baik dalam bentuk perilaku maupun material, enggak perlu mewah,’’ tandasnya. (rin)
Dua Paket Narkoba Dari Hal. 1
‘’Barang bukti berupa dua paket narkoba yang ditemukan polisi kan rata-rata di bawah satu gram, itu sudah sesuai dengan hasil uji laboratorium BBPOM Mataram,’’ ucapnya. Untuk itu, Irfan menilai bahwa kedua kliennya berhak untuk mengajukan per-
mohonan rehabilitasi, sesuai dengan aturan perundangundangannya yang membahas persoalan ini. ‘’Kalau syarat dan ketentuannya sudah terpenuhi, aparat wajib menjalankan aturannya. Itu sudah disebutkan dalam ketentuan Pasal 127 ayat 3 Undang-undang RI Nomor 35/2009,’’ ujarnya. (kmb/ant)
balipost (148rb Like) http://facebook.com/balipost
Minggu Paing, 4 September 2016
@balipostcom (4.295 Follower) http://twitter.com/balipostcom
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Facsimile: 227418
Panorama Keindahan Angel’s Billabong Nusa Penida Keindahan alam Pulau Nusa Penida saat ini sudah tersohor ke mancanegara. Tidak hanya dikenal dengan wisata spiritualnya seperti Pura Dalem Ped, Pura Goa Giri Putri, Pura Puncak Mundi dan lainnya, panorama keindahan pantainya juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Salah satunya adalah Angel’s Billabong. Angel’s Billabong terletak di Banjar Sumpang Desa Bunga Mekar Kecamatan Nusa Penida Kabupaten klungkung, Bali. Jaraknya pun tak begitu jauh dari Pasih Uug. Angel’s Billabong adalah sebuah muara sungai yang berdekatan dengan laut, hanya muara sungai ini
buntu, sehingga membuat air tergenang membentuk sebuah kolam berwarna hijau tosca. Kolam Angel’s Billabong diapit oleh dua buah tebing karang dan airnya sangat jernih yang membuat para pengunjung mampu melihat dasar dari kolam. Kolamkolam tersebut terbentuk karena air hujan dan air laut yang terjebak pada saat pasang. Kolam-kolam tersebut dilindungi oleh dindingdinding kuat yang kokoh terbuat dari karang berwarna cokelat keemasan. Kolam inilah yang menjadi daya tarik para wisatawan untuk berkunjung. Tidak sekadar berfoto selfie, para pengunjung juga kerap berenang di kolam tersebut. Selain itu,
di pinggir laut terdapat pula batu karang yang seolaholah menjadi batu pemecah ombak. Bentuknya datar dan bisa dimanfaatkan sebagai tempat untuk bersantai atau tempat untuk menikmati suasana laut dan kolam sekaligus. Untuk bisa menikmati kejernihan kolam ini, pengunjung sebaiknya berkunjung pada saat air sedang surut. Sehingga pengunjung bisa turun dan menikmati kolam tersebut untuk berfoto atau untuk mandi dan berenang. Selain itu, untuk bisa sampai ke kolam, pengunjung juga harus menuruni tebing batu karang yang sedikit curam terlebih dahulu. Namun, dengan sedikit berhati-hati pengunjung akan dengan mudah
mencapai dasar kolam. Salah satu pengunjung, Gusti Ayu Wulandari asal Denpasar, saat ditemui di lokasi mengatakan, Angel’s Billabong adalah destinasi wisata yang sangat unik dan jarang ditemui di tempat lain. Meskipun akses menuju ke Angel’s Billabong jauh dari pelabuhan, tetapi itu tidak menjadi halangan baginya. ‘’Angel’s Billabong bagi saya adalah mutiaranya Nusa Penida, sangat unik dan sangat jarang ada tempat wisata seperti Angel’s Billabong Nusa Penida di tempat lain. Keunikan dari Angel’s Billabong Nusa Penida, sangat layak bagi saya masuk dalam kategori tempat wisata yang unik di Bali,’’ pungkasnya. (win)
BPM/win