20 HALAMAN
NOMOR 191 TAHUN KE 70
Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
u g g n Mi Sisa Saracen ’’Serang’’ Jokowi balipost (166 rb Like) http://facebook.com/balipost
Minggu pon, 4 maret 2018
Duel Petinju Tak Terkalahkan
New York – Deontay Wilder, juara tinju dunia kelas berat WBC asal Amerika Serikat, akan menghadapi pertarungan tangguh di Barclay Center Brooklyn, New York, Minggu (4/3) ini. Dia bakal ditantang petinju Kuba, Luis Ortiz. Yang menarik, duel ini antarpetinju yang belum pernah terkalahkan. Pertarungan ini diprediksi bakal menjadi laga terberat sepanjang karier Wilder. Petinju berusia 32 tahun dengan rekor tak terkalahkan, 39-0-0 (38 KO) itu angkat bicara soal pertarungannya nanti. “Saya tidak menyimpan kekhawatiran apa pun terhadap Ortiz, meskipun dia disebut-sebut lawan terkuat. Menurut saya, Ortiz tidaklah terlalu kuat. Saya tahu dia punya skill bagus, seperti kebanyakan petinju Kuba. Namun, skill saja tidak cukup untuk bersaing di profesional. Tugas Ortiz untuk membuktikan bahwa ucapan saya ini salah,” kata Deontay Wilder Sabtu (3/3) kemarin. Dia adalah peraih perunggu Olimpiade Beijing 2008 yang membuatnya dijuluki The Bronze Bomber. Wilder menyebut dirinya merupakan petinju terbaik di kelas tersebut dan yakin tidak akan ada yang mampu mengalahkannya. Petinju berusia 32 tahun ini telah memegang sabuk juara dunia sejak 2015. Ia berambisi menyatukan gelar juara dunia versi WBA, IBF, dan IBO yang kini dipegang petinju Inggris, Anthony Joshua. Hal. 19 Penantang Terkuat
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 233801, 225764 Faksimile: 227418
Pengemban Pengamal Pancasila
Wilder Vs Ortiz
@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom
Jakarta (Bali Post) Berbagai kalangan merasa prihatin ternyata sisa kelompok Saracen masih terus menebar konten negatif berupa ujaran kebencian dan berita bohong atau hoax yang disebarkan melalui media sosial. Politisi Partai Golkar, Muhammad Misbakhun, mengatakan berita hoax tersebut ‘’menyerang’’ untuk memperlemah pososi Presiden Joko Widodo. Sebagai contoh, Presiden Jokowi dituduh komunis dan anti-Islam. Padahal, Misbakhun tahu betul Jokowi adalah Muslim yang taat dan dekat dengan ulama. “Isu-isu ini yang harus kita lawan agar proses pembangunan yang dilakukan Presiden Jokowi dapat terlaksana dengan baik,” kata Misbakhun dalam keterangan tertulisnya Sabtu (3/3) kemarin. Sementara itu, Kepala Polri Jenderal (Pol.) Tito Karnavian mengatakan ada dua kelompok yang berkontribusi menyebarkan berita bohong atau hoax mengenai penganiayaan ulama. Polisi sebelumnya menciduk
admin The Family Muslim Cyber Army. Namun, ternyata satu kelompok lagi adalah sisa-sisa anggota Saracen yang belum tertangkap. Hal itu diungkapkan Tito Karnavian saat silaturahminya ke sejumlah pimpinan Persatuan Tarbiyah Islamiyah atau PP Tarbiyah Perti, Sabtu (3/3) kemarin. Kini, Kapolri sedang mendalami kasus ujaran kebencian oleh MCA. ‘’Didalami lagi, diinvestigasi, ternyata diviralkan dua kelompok. Yang sekarang ditangani Mabes, MCA dan sisa eks Saracen,” katanya. Hal. 19 Konten Sara
Politik
Paslon Tahanan KPK Dilarang Kampanye BPM/rtr
TINJU – Petinju Wilder akan duel dengan Ortiz (kiri), Minggu ini.
Soal Galian C di Bali
Nihil, Masuk Kas Pemprov Bali
Jakarta (Bali Post) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak akan mengizinkan pasangan calon (paslon) kepala daerah yang ditahan untuk berkampanye. Meskipun status pencalonan mereka tidak digugurkan Komisi Pemilihan Umum (KPU). “Kami (pimpinan KPK) sepa-
kat tidak akan mengeluarkan izin untuk kampanye,” kata Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan, kepada awak media. Diketahui, penyidik KPK telah menjerat sejumlah calon kepala daerah yang berlaga di Pilkada serentak 2018. Hal. 19 Bupati Ngada
Galian C Jadi Rebutan BISNIS galian C sangat menggiurkan. Buktinya, galian C menjadi rebutan selain pengusaha juga bagi sapir truk. Dalam sepekan ini, dua kelompok sopir melakukan demo. Pertama, sopir asal Buleleng yang mengadu ke DPRD Buleleng atas perlakuan tidak adil sopir asal Karangasem yang menjual bahan material jauh dari harga yang dia tawarkan. Kemudian kelompok yang mera-
URUSAN galian C kini memang menjadi kewenangan Pemprov Bali sesuai isi Undang-undang No.23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah. Namun, pemprov baru menerbitkan izin setelah mendapatkan rekomendasi dari pemerintah kabupaten. Selain itu, pendapatan dari galian C juga belum bisa masuk alias nihil ke kas provinsi lantaran masih terbentur Undang-undang No.28 tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Hal. 19 Pengawasan di Kabupaten
BPM/ina
MACET - Truk galian C di Kintamani macet berebut galian C.
Sempat Beralih ke Kintamani PENUTUPAN aktivitas galian C di Karangasem akibat erupsi Gunung Agung beberapa waktu lalu sempat berdampak pada langkanya pasokan material pasir di Bali. Imbasnya harga pasir mengalami lonjakan yang cukup tinggi. Selama aktivitas galian C di Karangasem ditutup, sempat beralih ke Kintamani. Hampir ratusan truk setiap harinya berlalu lalang ke Kintamani untuk mengangkut pasir dari kaki Gunung Batur. Di Kintamani, selama ini ada dua lokasi yang menjadi tempat aktivitas galian C yakni di wilayah Desa Batur dan Desa Songan. Aktivitas penggalian material seperti pasir dan batu di dua lokasi itu sudah berlangsung cukup lama. Meski dilarang, aktivitas penggalian pasir di Kintamani tetap berlangsung dengan memanfaatkan alat berat. Hal. 19 Imbas Karangasem
BPM/ade
AKSI - Massa yang tergabung dalam Women’s March Jakarta melakukan aksi di Kawasan Patung Kuda, Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (3/3) kemarin. Aksi dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional.
Capaian PAD Galian C di Titik Terendah
sa disudutkan mengadu ke DPRD Bali menegaskan bahwa depo dan pengadaan galian C sudah merata dan berkeadilan. Sekaligus membantah adanya mafia galian C. Yang menjadi inti masalah adalah adanya depo galian C. Para sopir Buleleng mengaku wajib masuk depo untuk membeli pasir batu dijual ke konsumen. Hal. 19 Lebih Murah
BPM/ina
SEJAK dulu, sektor tambang seperti galian C menjadi andalan Pemkab Karangasem untuk mendulang PAD. Akan tetapi, sejak Gunung Agung berstatus level IV atau Awas hingga turun lagi ke level III, pengelolaan potensi galian C menjadi kacau. Kebijakan membuat depo atau tempat penampungan juga tak berarti. Sebab, PAD di awal tahun ini dari sektor galian C juga anjlok. Jika situasi ini terus berlanjut, PAD dari sektor galian C diperkirakan akan bera-
da di titik terendah, berkurang Rp 25 miliar, dari target tahun ini yang sebenarnya sudah diturunkan lagi menjadi Rp 55 miliar. Situasi ini menjadi sorotan legislator di DPRD Karangasem. Situasi ini terungkap setelah adanya persoalan pada kebijakan pemerintah daerah terhadap pendirian depo, hingga membuat pengusaha galian maupun pengusaha armada truk dan sopir, akhirnya protes. Sebagai contoh di Kecamatan Kubu. Penyebabnya, timbul kesan
monopoli. Pengusaha yang tak tergabung di dalam pengelolaan depo, terkesan tak boleh mengambil atau membeli pasir di luar depo. “Kami tidak pernah mempersoalkan depo. Tetapi, yang menjadi masalah adalah melarang kami ambil pasir ke lokasi galian,” kata Nyoman Celos, pimpinan rombongan pengusaha kontra depo asal Kubu, belum lama ini. Hal. 19 Dampak Serius
Lagi, Bicara Eks Galian C Gunaksa
Pemanfaatan Terganjal Status Lahan Semua orang mengetahui Kabupaten Klungkung memiliki eks galian C yang luasnya hampir 300 hektar di Desa Gunaksa dan Tangkas, Kecamatan Klungkung. Sejak ditutup lima belas tahun silam, belum dimanfaatkan untuk pembangunan lain yang arahnya mendongkrak pendapatan daerah. Di dalamnya hanya berdiri beberapa bangunan semipermanen.
LAHAN kosong dijadikan warga sebagai tempat mencari pakan ternak. Namun, erupsi Gunung Agung, Karangasem membuat lokasi itu berubah. Permukaannya dipadati pasir. Ini pun dimanfaatkan warga untuk menambang. Jalan mendulang rupiah untuk menyambung hidup. Sesuai Rancangan Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Peraturan Bupati Klungkung nomor 2 tahun 2011, eks galian C ini sejatinya dirancang untuk berbagai pembangunan. Kepala Bidang Penataan Ruang Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ru-
ang dan Kawasan Permukiman Klungkung, Gusti Gde Gunarta, menjelaskan untuk di selatan jembatan By-pass Ida Bagus Mantra sebagai pelabuhan karena menyatu langsung dengan lautan dan kawasan pariwisata. Sementara untuk di utara sebagai lokasi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang memanfaatkan air Tukad Unda untuk memenuhi kebutuhan Denpasar, Badung, Gianyar, Tabanan, dan Klungkung (Sarbagitaku), perdagangan, jasa dan permukiman. Hal. 19 Belum Terealisasi
BPM/sos
GALIAN C - Eks galian C di Desa Tangkas, Kecamatan Klungkung dirancang sebagai tempat sejumlah pembangunan. Namun, itu masih terganjal status lahan.
2
Daerah BPPD Undang TA,
Minggu Pon, 4 Maret 2018
Wisman ke Bali Menurun
Dianiaya Teman Sekelas, Siswa SMA Patah Tulang
Denpasar (Bali Post) Aksi penganiayaan pelajar oleh teman sendiri terjadi di Kabupaten Jembrana, Jumat (2/3) lalu. Penganiayaan terjadi lantaran kalah bermain sepak bola. Martinus Marianus, siswa salah satu SMA di Kabupaten Jembrana, Sabtu (3/3) kemarin, masih mendapat perawatan intensif tim medis RSUD Negara. Dia mengalami patah tulang hidung setelah Jumat pagi menjadi korban penganiayaan teman sekelasnya ketika bermain sepak bola di sekolah. Dia mengaku saat itu tim lawannya mengalami kekalahan dan bermain curang. Lantaran situasi memanas, temannya yang menonton di luar lapangan kemudian masuk ke lapangan dan menganiaya dirinya bersama beberapa teman lainnya. Kapolsek Kota Negara Kompol I Ketut Maret mengatakan kejadian penganiayaan siswa oleh temannya Jumat pagi tidak dilaporkan pihak korban ke aparat kepolisian lantaran sudah diselesaikan secara kekeluargaan oleh pihak se-
Media, Blogger Asing
Denpasar (Bali Post) -
Kedatangan wisatawan mancanegara (wisman) ke Provinsi Bali pada bulan Januari 2018 tercatat mencapai 358.065 kunjungan. Sebanyak 345.191 datang melalui bandar udara dan 12.874 melalui pelabuhan laut. Angka kedatangan ini mengindikasikan penurunan sebesar 22,30 persen dibandingkan bulan Januari 2017. Bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya, jumlah wisman ke Bali tercatat mengalami peningkatan sebesar 13,34 persen.
BPM/kmb
DIRAWAT - Korban penganiayaan oleh teman sekelas masih dirawat intensif di RSUD Negara. kolah. Walau demikian, Kapolsek tetap mengimbau pihak sekolah dan orang tua agar selalu mengawasi perilaku anaknya agar tidak sampai terlibat aksi tawuran atau penyalahgunaan narkoba dan tindak kejahatan lainnya. Korban hingga kini masih dirawat intensif di Sal D RSUD Negara guna mengan-
tisipasi kasus serupa terulang kembali di Kabupaten Jembrana. Kapolsek mengatakan pihaknya akan menyambangi tiap sekolah di Kabupaten Jembrana dan menjadi pembina upacara agar bisa menyampaikan dampak buruk tawuran pelajar dan bahaya narkoba kepada siswa dan para guru. (kmb)
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Adi Nugroho membeberkan menurut kebangsaan, wisman yang tercatat paling banyak datang ke Bali pada bulan Januari 2018 adalah wisman Australia, Tiongkok, India, Jepang, dan Inggris dengan persentase masing-masing 24,20 persen, 13,15 persen, 8,10 persen, 3,97 persen, dan 3,92 persen. Wisman Australia yang datang ke Bali meningkat 9,39 persen dari Januari 2018. Namun dibandingkan Januari 2017, menurun 5,31 persen. Wisatawan Tiongkok meningkat signifikan 308,41 persen
dari bulan sebelumnya, namun menurun 68,17 persen dibandingkan Januari 2017. Wisatawan India menurun 0,37 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan meningkat 65,62 persen dibandingkan Januari 2017. Sedangkan wisatawan Jepang menurun 7,23 persen dari bulan sebelumnya juga menurun 17,38 persen dibandingkan Januari 2017. Kepala Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kabupaten Badung I Gusti Ngurah Rai Surya Wijaya, S.E., MBA., mengatakan, salah satu upaya yang dilakukan BPPD Badung untuk mencapai target
17 juta kunjungan wisman ke Indonesia dan 7 juta wisman ke Bali dengan mengadakan fam trip dan table top. Pada 1-4 Maret, BPPD bekerja sama dengan maskapai penerbangan dan IHGMA mengundang travel agent (TA) , media, dan blogger asing. “Mereka dari Singapur, Thailand, Malaysia, Jepang. Yang model-model ini kita inginkan. Sehingga dia fokus untuk menjual Bali,” ujarnya. Mereka datang ke Bali ingin melakukan kesepakatan dengan industri pariwisata di Bali. Menurutnya, kegiatan semacam ini potensial untuk Bali ke depan.
Kegiatan semacam itu juga sekaligus upaya recovery pariwisata Bali. Karena Bali yang sebelumnya sempat “sakit”, baru sembuh 60 persen. “Masih bisa dirawat jalan, tapi dengan cara mempromosikan, baik dengan fam trip ke Bali, mengadakan event, atau festival di Bali untuk menarik wisatawan datang dan begitu juga keluar melakukan promosi,” bebernya. Seperti dua hari yang lalu, saat ia ke Amerika yaitu ke LA, New York, Manhattan, Washington DC, dll. Februari ia juga akan promosi ke Australia yaitu Perth, Melbourne dan Sidney. Minggu depan ia akan ke Eropa khususnya Jerman. “Ini tentu untuk meyakinkan calon wisatawan yang datang dari Jerman bahwa Bali itu aman, industri dan pemerintah menjamin bahwa mereka aman,” ujarnya. (kmb42)
Punya Modal Keindahan Alam dan Keunikan Budaya
Bali Masih Lemah dalam Kebersihan Denpasar (Bali Post) Masalah kebersihan menjadi salah satu ancaman yang dihadapi pariwisata Bali. Baik menyangkut kebersihan toilet di destinasi, maupun masalah sampah. Padahal, kebersihan merupakan satu dari tujuh poin penting yang tertuang dalam Sapta Pesona agar wisatawan merasa nyaman, betah tinggal lebih lama, puas dengan kunjungannya, serta memberikan kenangan indah dalam hidupnya. “Kita sudah melakukan koordinasi setiap tiga bulan dengan teman-teman di kabupaten/kota, karena mereka yang mempunyai wilayah dan destinasi-destinasi. Kita selalu menganjurkan Sapta Pesona,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, A.A. Gede Yuniartha Putra, dalam simakrama Gubernur Bali di Wantilan DPRD Bali, Sabtu (3/3) kemarin. Menurut Yuniartha, Sapta Pesona terdiri dari tujuh unsur
yaitu aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah tamah, dan kenangan. Dengan harapan, wisatawan tidak hanya datang sekali tapi berkali-kali. Menyangkut kebersihan, pihaknya mengaku sudah melakukan koordinasi dan pembinaan langsung ke destinasi-destinasi yang ada di Bali. “Memang permasalahannya ada di toilet. Pada saat baru dikerjakan saja dia bersih, tapi pada saat maintenance, di situ yang menjadi problem karena tidak setiap hari dibersihkan. Kita selalu memberikan pengarahan supaya toilet itu bersih,” jelasnya. Demikian pula terkait sampah, Yuniartha mengatakan telah meminta setiap pengelola destinasi untuk menyiapkan tempat sampah. Namun, masalah sampah sampai saat ini tetap menjadi salah satu masalah kebersihan di destinasi. Hal ini pun diakui oleh Gubernur Bali Made Mangku Pastika. “Kelemahan kita di Bali
sehingga orang tidak nyaman adalah masalah kebersihan. Keluhannya itu soal kebersihan. Kalau soal uniknya, sudah unik. Kebersihannya kurang terjamin, toilet misalnya, sampah di sekitar objek, kita kurang peka terhadap hal-hal seperti itu,” ujarnya. Pastika menambahkan, wisatawan juga tidak nyaman berwisata jika ditodong terus oleh pedagang acung. Oleh karena itu, penataan pedagang perlu dilakukan pula selain masalah kebersihan. Mengingat, Bali sudah memiliki modal keindahan alam dan keunikan budaya. “Toilet paling sulit di Indonesia, terutama di Bali. Kalaupun ada jauh sekali, sehingga tidak terurus juga. Tidak pernah disiram, kloset hitam semua. Saya kira itu menjadi tantangan kita ke depan. Ini sangat menyangkut mindset kita, budaya kita. Kita ini dari dulu lebih indah ‘pagar’-nya dari ‘dalam’-nya,” jelasnya. (kmb32)
BPM/ist
WANTILAN - Simakrama Gubernur Bali di Wantilan DPRD Bali, Sabtu (3/3) kemarin.
POHON - Diduga sopir mengantuk dan rem blong mengakibatkan truk menabrak pohon perindang.
BPM/kmb
Dua Truk Hantam Pohon Perindang
Diduga Sopir Ngantuk dan Rem Blong Negara (Bali Poist) Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di jalur rawan Denpasar-Gilimanuk. Dua truk besar sarat muatan menabrak pohon perindang jalan. Kecelakaan terjadi diduga karena sopir mengantuk dan rem blong. Dari informasi Sabtu (3/3) kemarin, kecelakaan terjadi di Km 76-77, tepatnya di jalan menurun 100 meter barat pos polisi Rambut Siwi, Banjar Tegak Gede, Desa Yehembang Kangin, Kecamatan Mendoyo, Jembrana. Sebuah truk tanpa muatan nomor polisi S 9615 NA dikemudikaan oleh Suprayitno (56) asal Jalan Sarimun 53, Desa Beji, Junrejo Kota Batu Malang, melaju dari arah Denpasar menuju Gilimanuk dengan kecepatan tinggi.
Ketika tiba di TKP dengan kondisi jalan menurun dan menikung, truk tersebut tibatiba bergerak ke kiri dan keluar badan jalan sehingga menabrak pohon mahoni di selatan jalan raya. Akibat kerasnya benturan, kepala truk ringsek. Sopir truk selamat dan hanya mengalami luka ringan. Kecelakaan tersebut sempat memacetkan arus lalu lintas dari dua arah, sehingga petugas cepat mengevakuasi truk nahas itu dengan mobil derek, sehingga arus lalin normal kembali. Salah seorang anggota Polsek Mendoyo di TKP mengatakan penyebab kecelakaan itu karena sopirnya ngantuk dan menurut sopir bahkan dia sempat tertidur. “Baru sadar setelah nabrak pohon,” jelasnya. Sementara itu, pada Ju-
mat (2/3) pukul 21.30 wita, kecelakaan truk menabrak pohon perindang jalan juga terjadi di jalan raya DenpasarGilimanuk, pada Km 83-84, tepatnya depan Kantor Pos Mendoyo, Lingkungan Bilukpoh, Kelurahan Tegalcangkring, Mendoyo. Truk sarat muatan rongsokan nomor polisi AB 8145 DD yang dikemudikan oleh Iskandar (46) asal Solo, bergerak dari arah Denpasar menuju Gilimanuk dengan kecepatan tinggi dan bergerak ke kiri sehingga menabrak pohon perindang jalan. Dari informasi tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, sopir tidak mengalami luka sedikit pun. Namun, kepala truk bagian kiri ringsek. Kecelakaan tersebut sempat memacetkan arus lalu lintas
dari dua arah hingga satu jam. Kemudian truk dievakuasi dengan mobil derek, sehingga lalin normal kembali. Iskandar mengatakan dia menghindari mobil boks yang berhenti mendadak di depannya. “Mobil sudah saya rem tapi ternyata remnya blong sehingga saya banting ke kiri dan kena pohon,” ujarnya. Kanit Lantas Polsek Mendoyo Iptu Wayan Suartana saat dikonfirmasi membenarkan telah terjadinya dua kecelakaan truk menabrak pohon perindang jalan di wilayah hukumnya tadi malam dan tadi pagi. Menurutnya, kecelakaan tersebut terjadi akibat sopir yang mengantuk dan rem kendaraan yang blong. Tidak ada korban jiwa dalam dua kecelakaan tersebut. (kmb)
KPU Bangli Gelar Sosialisasi Tahapan Kampanye di Susut
Muncul Pengaduan Spanduk Paslon Hilang
BPM/dok
Dewa Agung Lidartawan
Bangli (Bali Post) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bangli melaksanakan sosialisasi tahapan kampanye menjelang perhelatan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur 2018 yang berlangsung di Banjar Tanggahan Pekan, Desa Sulahan, Susut, Sabtu (3/3) kemarin. Sosialisasi ini dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada seluruh masyarakat terkait masalah kampaye masing-masing paslon. Ketua KPU Bangli Dewa Agung Lidartawan, mengatakan, sosialisasi kampaye yang dilaksanakan ini untuk memberikan pemahaman kepada semua penyelenggara, tim paslon, stakeholder, dan selu-
ruh masyarakat agar memiliki pemahan yang sama terkait kampanye. Artinya, sumua mengetahui masalah cuti, kampanye serta pemasangan alat peraga kampanye (APK) di mana harus ditempatkan menjadi jelas. Karena, koordinasi tim kampanye tingkat provinsi dengan kabupaten masih belum berjalan dengan baik. Pasalnya, masih banyak yang menanyakan tentang bagaimana pemasangan APK di titik-titik yang lain di mana bisa dipasang, termasuk masalah cuti dan yang lainnya mereka belum mengetahui secara pasti. Maka dari itu, dengan dilaksanakannya sosialisasi kampanye ini, mereka tahu semua, apa yang harus
dilakukan di lapangan. “Jangan salahkan muncul kasus seperti di Jembrana anggota dewan tidak minta izin. Karena mereka tidak tahu. Maka, sebelum hal ini terjadi di Bangli kita lakukan sosialisasi kampanye ini. Dengan begitu semua tahu dan tidak ada yang melakukan pelanggaran seperti itu. Situasi kondusif bisa terus terjaga sampai hajatan politik selesai,” katanya sembari menyatakan tim kampanye yang ingin memasang baliho dan yang lainnya mereka tidak bisa mencetak sendiri. Karena harus mencetak di provinsi. Lidartawan mengatakan, pihaknya juga meminta bagi ASN jangan takut jika menghadari undangan secara resmi.
Karena selama ini pihaknya melihat banyak ASN lebih dulu ketakukan kalau ada undangan resmi. “Kami sampaikan bagi semua ASN selama ada undangan resmi dan tidak sebagai pelaksana kampaye silakan saja datang. Tidak apaapa. Karena dengan datang mereka bisa melihat visi dan misi para kanditat, sehingga ASN bisa menentukan pilihannya,” katanya. Dia juga menambahkan, dalam sosialisasi ini, pihaknya juga mendapatkan laporan kalau ada sejumlah spanduk kedua paslon hilang di sejumlah titik yakni ada di Batur Utara, di Bunutin Bangli dan Pengotan. Kata Lidartawan, terkait masalah pemeli-
haraan APK bukan lagi menjadi kewenangan KPU, karena berita acara masalah APK sudah diserahterimakan dengan tim kampanye. “Ini masih dalam masa pemeliharaan oleh pemasang spanduk. Jadi, kalau ada baliho maupun spanduk dan yang lain hilang, maka membuat spanduk akan dipasang lagi spanduk itu,” jelasnya. Anggota Panwaslu Bangli I Nengah Mudana menjelaskan, pihaknya memang telah menerima laporan ada sejumlah spanduk paslon yang hilang di sejumlah titik. Kata dia, pihaknya belum tahu apakah spanduk yang hilang dicuri atau bagaimana. Karena masalah spanduk yang hilang kewenangan pihak kepolisian
untuk menidaklanjutinya. “Kita di Panwaslu hanya mengawasi tiga poin yakni desain baliho, jumlah dan penempatan baliho masing-masing paslon. Jadi, masalah spanduk yang hilang bisa kembali dipasang oleh yang menangani, dalam hal ini tim kampanye karena tadi wewenangnya untuk memelihara sudah diserahkan oleh KPU kepada tim kampanye. Jadi, kita akan terus memonitor agar tidak ada APK yang penempatannya tidak sesuai pada tempatnya dan jumlahnya tidak melebihi dari jumlah yang ditentukan. Termasuk desain APK-nya juga tidak berbeda dari yang sudah ditentukan,” tegasnya. (kmb41)
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/ Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
3
Minggu Pon, 4 Maret 2018
Daerah ”Recovery” Pariwisata Bali
IHGMA dan Air Asia Gelar ”Fam Trip” dan ”Table Top”
TRIP - Peserta Fam Trip dan Table Top berfoto bersama. INDONESIAN Hotel General Manager Association (IHGMA) bekerja sama dengan Air Asia dan Bali Megah Wisata Tours & Travel menyelenggarakan Air Asia Bali Familiarization Trip (Fam Trip) and Table Top dari tanggal 1–4 Maret 2018. Kegiatan ini sebagai jawaban atas keingintahuan wisatawan. Utamanya wisatawan mancanegara akan aktivitas vulkanik Gunung Agung. Dalam program Bali Fam Trip & Table Top ini, Air Asia berhasil mendatangkan 68 partner pemasaran. Yaitu dari Malaysia, Singapura, Thailand dan Jepang. Para peserta terdiri dari 33 orang tour operator, 21 media dan influencer serta team pemasaran Air Asia di keempat negara itu. Koordinator kegiatan Ramia Adnyana, SE, MM, CHA, menyampaikan, langkah penyelenggaraan Fam Trip & Table Top ini bertujuan untuk dapat meluruskan dan menginformasikan secara konkret bahwa Bali sejatinya aman untuk dikunjungi. Karena jarak radius berbahaya hanyalah sekitar enam kilometer dari Gunung Agung. Para tamu undangan yang turut hadir dalam gelaran welcome dinner untuk menyambut Fam Trip ini di antaranya Kepala Dinas Pariwisata Bali A.A. Yuniartha Putra, SH., MH., perwakilan dari DPP Asita Eddy Sunyoto, Sekretaris Kadisparda Kabupaten Badung
Agung Yuyun, Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kabupaten Badung yang juga Ketua Perhimpunan Hotel dan Restaurant Indonesia (PHRI) BPC Badung I Gusti Agung Rai Suryawijaya, SE., MBA., beserta jajarannya, Ketua IHGMA Bali I Nyoman Astama, SE., CHA., dan Ketua Bali Villa Association Drs. I Gede Ricky Sukarta, MBA, perwakilan Air Asia, President Direktur Bali Megah Wisata Jeffry Budiman beserta awak media. “Kami menghadirkan mereka untuk melihat serta merasakan kondisi Bali dan semakin meyakinkan calon wisatawan untuk tetap datang ke Bali,” kata I Gusti Ngurah Rai Surya Wijaya, SE., MBA., Ketua BPPD Badung. Ia menyampaikan dukungannya terhadap penyelenggaraan Fam Trip & Table Top ini. Para peserta Air Asia Bali Fam Trip ini melakukan tour di wilayah Karangasem, meliputi Lempuyang, Tirtha Gangga, Candi Dasa dan desa agrowisata Sibetan. “Puncak Lempuyang adalah tempat yang paling baik untuk melihat keindahan Gunung Agung dalam situasi terjadinya kegiatan vulkanik sekalipun,” kata Jeffry Budiman, koordinator kunjungan dan perjalanan. Kadisparda Bali A.A. Yuniartha Putra mengatakan, ini upaya yang bagus. Diharapkan tidak hanya Badung yang melakukan upaya seperti ini. Tapi juga pihak lain. Belum lama ini pi-
haknya juga mengajak duta besar dari 60 negara berkeliling Karangasem dan memviralkan di negaranya. Kadisparda Badung Ir. I Made Badra, MM., sebagai tuan rumah yang diwakili Sekretaris Kadisparda Badung, dalam sambutan yang disampaikannya pada welcome dinner Jumat (2/3) di The Trans Resort Seminyak, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas upaya industri pariwisata berswadaya menjadi mitra pemerintah dalam menjaga keberlangsungan kepariwisataan Bali melalui kegiatan Fam Trip dan Table Top seperti ini. Selanjutnya, didampingi oleh Ketua BPPD Badung, Sekretaris Kadisparda Badung, Kadisparda Bali, DPP Asita melaksanakan talk shaw untuk berinteraksi dengan peserta Fam Trip yang berkaitan dengan kondisi terkini di Bali dan Badung pasca-erupsi Gunung Agung. Rangkaian kegiatan berikutnya adalah Table Top yang diselenggarakan pada Sabtu (3/3) di Harris Sunset Road Hotel. Pada acara Table Top mengundang para buyer (travel agent) peserta Fam Trip yang akan di mempertemukan dengan industri di Bali. Sebagai tuan rumah tampak para host akrab dengan para peserta dan sejumlah pelaku industri pariwisata. Sebuah langkah strategis yang cerdas dalam membangun kesinambungan kepariwisataan Badung dan Bali pada umumnya. (ad150)
Dinding Mosaik dari Bambu BANYAK orang berpikir, desain mosaik hanya bisa menggunakan keramik dan kaca. Namun pengusaha asal Kota Batu, Jawa Timur, Wahyudi membuat dinding mosaik dari bambu. Bambu dipotong dadu dan aneka ukuran untuk dibuatkan dinding mosaik. Owner Java Green Indonesia Wahyudi mencoba membuat desain rumah tropis dengan bahan-bahan tropis pula yaitu bambu. Ia memulainya sejak tahun 2016. “Bambu dulu booming. Makanya saya ingin berkreasi dengan bambu. Ide membuat dinding sebelumnya dari keramik mosaik. Cuma saya punya ide membuat mosaik dari material yang berbeda,” ujar lulusan arsitek ini. Motif mosaiknya terdiri dari rakit, tenun, layar dan campuran. Bahan baku bambu diambilnya dari Malang. Ia
tak perlu ragu kekurangan bahan baku karena menurutnya bambu masih banyak ditanam. Agar tahan lama, bahan baku bambu direbus terlebih dahulu untuk mengeluarkan kadar patinya. Setelah itu direndam cairan supaya anti serangga dan jamur. Ia menjamin dengan begitu kualitas mosaik bambu ini terjaga. Ia bahkan menggaransi empat tahun. “Saya taruh di tempat lembab dan banyak rayap, kumbang pun tidak mau makan,” tandasnya. Menurutnya, banyak teknologi maju yang bisa diterapkan pada bambu. Dulu bambu terkesan mudah rusak. Namun sekarang dengan adanya teknologi dengan treatmen tertentu membuat bambu bisa tahan lama. Dinding mosaik dari bambu ini biasanya digunakan untuk dinding rumah, pla-
Wahyudi
BPM/may
fon, pintu, lemari dan dipan. “Lebih banyak sih dipasang untuk dinding aksen. Misalnya di hotel untuk bagian lobi atau interior bangunan,” ujarnya saat ditemui di IBT Expo 2018, Jumat (2/3). Sejak dua tahun lalu penjualannya cukup lumayan. Diakui belum terlalu banyak. Namun pemesanan datang dari Surabaya, Bali, Bandung. (kmb42)
Bandara Buleleng ”Ditolak” Pusat
Gubernur: Masih Ada Peluang di Swasta Denpasar (Bali Post) Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengaku belum tahu soal dibatalkannya rencana membangun bandara di Buleleng. Kendati, pembatalan itu disampaikan langsung oleh Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, merujuk pada hasil studi World Bank dan Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI). “Saya belum tahu ini, apakah betul-betul dibatalkan apa tidak, karena kalau memang, kita tergantung kepada anggaran pemerintah,” ujarnya usai menggelar simakrama di Wantilan DPRD Bali, Sabtu (3/3) kemarin. Pastika menyadari Bali saat ini sudah cukup maju dengan adanya Bandara I Gusti Ngurah Rai. Menurut mantan Kapolda Bali ini, keinda-
han bandara internasional itu tidak ada yang menandingi di Indonesia. Namun, pihaknya tetap akan mencari kejelasan langsung dari Menteri Luhut terkait dibatalkannya rencana bandara di Buleleng. “Pasti (diskusi dengan Luhut, red). Itu (bandara di Buleleng) mimpi kita dan sudah ada dalam Perda No.16 tahun 2009 tentang RTRWP. Artinya, payung hukumnya sudah jelas dan itu adalah keinginan kita semua,” jelasnya. Jika memang ditolak oleh pusat, Pastika menyebut pembangunan bandara di Buleleng masih ada peluang untuk dikerjakan pihak swasta. “Masih ada peluang di swasta,” tandasnya. (kmb32)
Solid, Hanura Bali Satu Komando Menangkan Koster-Ace SEKRETARIS Jenderal (Sekjen) DPP Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Harry Siregar menegaskan bahwa seluruh jajaran partai, mulai dari pengurus, simpatisan dan kader partai solid mendukung dan memenangkan Pasangan Calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Bali Nomor Urut 1, Wayan Koster-Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati (Koster-Ace) pada Pilgub Bali 2018. Hal itu ditegaskannya dihadapan seluruh pengurus partai se-Bali dalam Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) DPD Partai Hanura Provinsi Bali, yang juga dihadiri Cagub Wayan Koster di Denpasar, Sabtu (3/3). Rapimda dihadiri Korwil Bali-Nusra DPP Hanura Kadek ‘Lolak’ Arimbawa, Ketua DPD Partai Hanura Bali Made Sudarta, Ketua Bapilu Hanura Bali Nengah Wirata, Ketua Srikandi Hanura Bali Ni Made Suastini alias Dek Ulik, petugas partai Hanura di DPRD Bali dan DPRD Kabupaten/Kota, jajaran pengurus DPD dan DPC se-Bali. Lebih lanjut Harry Siregar menegaskan, keputusan Partai Hanura untuk memberikan rekomendasi mengusung Koster-Ace di Pilgub Bali sudah berdasarkan pertimbangan yang sangat matang. “Salah satunya tentu peluang kemenangan. Dan terpenting paslon yang punya komitmen dengan Partai Hanura,” ujarnya. Ditegaskannya lagi, bahwa seluruh pengurus dan kader agar satu barisan dan komando dalam satu jalur secara totalitas untuk memenangkan paslon yang diusung PDI-P, Hanura, PAN, PPP, PKB dan PKPI. “Jika kader ada yang membelot tentu ada sanksi dari induk partai. Kalau sebelum
HANURA - Suasana Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) DPD Partai Hanura Provinsi Bali, yang juga dihadiri Cagub Wayan Koster di Denpasar, Sabtu (3/3) kemarin. turun rekomendasi ke paslon lain, bisa Disinggung soal bagi kader yang membekami maklumi, tapi sesudah turun harus lot, pihaknya berjanji akan memberikan satu garis komando dengan keputusan sanksi apabila terbukti. partai,” tegasnya. “Tidak ada yang ke luar jalur (memHal senada juga diungkapkan Ketua belot dari instruksi partai). Semua DPD Hanura Provinsi Bali Made Sudarta, dalam komando barisan Satu Jalur,” bahwa seluruh pengurus dan kader di se- pungkasnya. gala tingkatan struktur di Bali diinstrukSementara itu, Cagub Wayan Koster sikan untuk memenangkan Koster-Ace. mengucapkan terima kasih terhadap “Semuanya harus. Ini sudah keputusan dukungan yang diberikan Partai Hanura partai. Termasuk juga untuk memenang- kepada Paslon Koster-Ace. “Mari kita bersakan Pilkada Gianyar dan Klungkung ma-sama membangun dan mesejahterakan dalam barisan Satu Jalur,” ungkapnya. masyarakat Bali,” kata Koster. (kmb)
BEM IKIP PGRI Bali Dipimpin Wayan Wahyu Mandala
Pengurus Kemahasiswaan adalah SDM Pemilik Masa Depan PENGURUS Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) IKIP PGRI Bali 2018-2019, Sabtu (3/3) kemarin dilantik dan diangkat sumpahnya oleh Rektor IKIP PGRI Bali Dr. I Made Suarta, SH., M.Hum. Acara pelantikan dilakukan sederhana di aula Redha Gunawan, juga dirangkaikan dengan pelantikan pengurus Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) IKIP PGRI Bali 2018-2019. Ketua Umum BEM IKIP PGRI Bali kini dipimpin I Wayan Wahyu Mandala, menggantikan Ni Nyoman Tirtaningsih. Wakil Ketua dipercayakan kepada Ni Putu Griyani Antari, Sekretaris Ni Made Swandewi, Wakil Sekretaris Rai Raka Wedawati, Bendahara oleh Ni Kadek Mia Indra Dewi dan Wakil Bendahara Ni Luh Putu Nirabi Nusantari. BEM juga dilengkapi dengan koordinator bidang dan anggota. Pelindung tetap Rektor Dr. I Made Suarta ,SH., M.Hum., dan penasihat WR III Dr. Drs. I Wayan Citrawan, M.Pd. Sementara itu, Ketua Umum DPM IKIP PGRI Bali kini dipegang oleh Wenseslaus Ngampus, Wakil Ketua oleh Ni Putu Shinta Astina Devi, Sekretaris Ni Nyoman Tirtaningsih, Wakil Sekretaris I Kadek Mona Juliasih, Bendahara oleh Ni Putu Aprilia Virgayuni dan Wakil Bendahara I Made Redi Antara. Pengurus juga dilengkapi kepala bidang dan anggota. Acara pelantikan juga dihadiri WR II Drs. Dewa Putu Juwana, M.Pd., WR III, Dr. I Wayan Citrawan, M.Pd., para dekan dan WD III serta pimpinan UKM dan kemahasiswaan di lingkungan IKIP PGRI Bali. Pemilihan ketua BEM ini melibatkan 1.039 mahasiswa lewat pemilihan langsung. Wahyu Mandala (FPOK) meraih 647 suara. Ida Ayu Nyoman Maye Denia Ari mewakili mantan pengurus BEM dan DPM IKIP PGRI Bali mengungkapkan, selama setahun telah melaksanakan program gerakan belajar-mengajar, baksos di Tegak, Klungkung, seminar nasional, lomba pen-
BEM - Rektor Dr. I Made Suarta melantik pengurus BEM dan DPM IKIP PGRI Bali ditandai penyerahan panji BEM dan DPM. jor dan ngelawar, pemilihan putra-putri kampus dan lomba basket SMA-SMK seBali. Selain itu BEM dan DPM IKIP PGRI Bali dikenal banyak memberi kontribusi bagi pencitraan IKIP PGRI Bali. Di antaranya sukses menghantarkan atlet IKIP PGRI Bali menembus ke ajang nasional dan internasional. Rektor IKIP PGRI Bali Dr. I Made Suarta, SH., M.Hum., menegaskan, pelantikan BEM dan DPM ini sebagai tonggak awal bangkitnya aktivitas kemahasiswaan. Bahkan kalangan alumni IKIP PGRI Bali banyak menjadi corong di masyarakat tentang keberadaan kegiatan IKIP PGRI Bali. Termasuk ikatan alumni dengan kampus IKIP PGRI Bali sangat kuat, baik lewat promosi melalui seni arja maupun kegiatan formal. Bahkan Rektor mengaku tak pernah merasa bosan melihat wajah-wajah pengurus BEM dan DPM karena sering bertemu menjelang dan saat kegiatan UKM. Bahkan Rektor
tak pernah tidak mendukung kegiatan kemahasiswaan. Alasannya, mahasiswa adalah anaknya kampus serta perpanjangan tangan rektorat melalui aktivitasnya. Dia menegaskan hidup ini adalah bagian dari proses pembelajaran dan pendewasaan. Makanya jangan pernah berhenti belajar dan jauh dari pendidikan. Dia adalah calon SDM yang bodoh dan pemilik masa depan yang suram. Untuk itu lakukan pembelajaran dan pendewasaan melalui kegiatan-kegiatan kemahasiswaan. Rektor mengatakan mahasiswa yang terlibat di kegiatan kemahasiswaan adalah SDM pemilik masa depan yang baik. Kedewasaan dan orang hebat lahir dari pengalaman mengelola permasalahan, kata dia, bukan dari zone nyaman. Kedua, mahasiswa harus cerdas merespons kemajuan zaman agar tak menjadi penonton. Caranya merubah diri, professional dalam keilmuan dan terampil dan bekerja keras. (ad151)
Bali Art Carnaval II Ditandai dengan Suara ”Okokan”
BALI Art Carnaval II resmi dilepas oleh Gubernur Bali Made Mangku Pastika di depan Gedung Jayasabha, Denpasar, Sabtu (3/3) kemarin. Pelepasan ditandai dengan membunyikan Okokan yang merupakan alat musik khas Kabupaten Tabanan. Bali Art Carnaval II merupakan salah satu rangkaian kegiatan pembukaan gelar seni akhir pekan Bali Mandara Nawanatya III yang dimulai, Sabtu (3/3) kemarin dan akan berlangsung hingga akhir tahun 2018 di Taman Budaya Art Center, Denpasar. “Kami harapkan ke depan lebih banyak lagi pesertanya, sehingga bisa memberi arti terhadap ajang Bali Mandara Nawanatya, karena memang ajang yang diberikan kepada anak-anak muda,” ujar Pastika di sela-sela pawai Bali Art Carnaval II, Sabtu (3/3) kemarin. Pastika mengapresiasi para peserta karnaval yang telah memanfaatkan barang-barang bekas seperti koran, plastik, botol, hingga daun lontar, menjadi kostum karnaval yang begita indah dan unik. “Dengan menggunakan botol-botol bekas, sebenarnya ide kita tentang daur ulang, sehingga
MBPt/eka
PAWAI - Sejumlah seniman menampilkan seni okokan pada pawai Bali Mandara Nawanatya III di Jalan Surapati, Denpasar, Sabtu (3/3) kemarin. Sekitar 100 seniman menampilkan berbagai kostum karnaval, rancangan para desainer dengan tema Tri Buana Kertih. persoalan sampah kita menjadi sedikit tertangani,” ucapnya sembari mengatakan, hal itu juga sejalan dengan program “Bali Clean and Green” yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Bali. Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan (Kadisbud) Provinsi Bali Dewa Putu Beratha, mengatakan dengan dilaksanakannya Bali Art Carna-
val untuk yang kedua kalinya ini, diharapkan dapat menjadi destinasi wisata baru yang bisa menjadi daya tarik wisatawan. Pihaknya berharap kegiatan Bali Art Carnaval ke depannya bisa menjadi ajang kesenian yang mendunia, seperti halnya pawai Pesta Kesenian Bali yang selama ini juga diikuti partisipan dari mancanegara. Pada pawai budaya terse-
but, terlihat sejumlah perwakilan SMA/SMK di Bali menampilkan kostum karnaval yang melambangkan dewadewi dan binatang dengan memanfaatkan barang bekas seperti botol bekas, plastik, daun lontar, koran bekas dan sebagainya. Karnaval yang mengambil tema “Tri Bhuana Kerthi” atau keharmonisan tiga lapisan semesta itu tidak hanya diikuti oleh para seniman muda dari Bali, namun dimeriahkan pula oleh undangan kehormatan dari Banyuwangi Ethno Carnaval. Sejumlah duta maupun seniman dari Bali yang akan berpartisipasi dalam karnaval tersebut, di antaranya dari Yayasan Penggak Men Mersi, SMA Bali Mandara, Kisrama Production-Singaraja, Fortuna Management-Singaraja, dan Komunitas Seni Pancer Langiit. Peserta pawai usai menampilkan atraksi di depan Gubernur Bali dan para undangan kehormatan, selanjutnya berjalan menyusuri Jalan Surapati menuju Jalan Hayam Wuruk Denpasar, dan mengakhiri rute pawai di depan Taman Budaya Art Center Denpasar di Jalan Nusa Indah, Denpasar. (win)
4
Minggu Pon, 4 Maret 2018
Pemberontakan Perempuan Bali
DALAM studi mengenai sabung ayam, Clifford Geertz sampai pada simpulan bahwa posisi perempuan Bali bisa dikatakan lebih rendah ketimbang ayam jago. Teks yang lebih kuno menyatakan hal serupa: anak perempuan hanya pantas dicincang untuk pakan jago persabungan. Setiap keluarga merasa sudah “aman” jika telah memiliki sentana laki-laki.
tural bahwa ia tidak lagi memiliki hak apapun atas anak perempuannya yang telah menikah. Karena itu, tidak bisa bertindak apa-apa jika anaknya mengalami permasalahan. Bahkan ada keyakinan umum, orang tua si perempuan tidak bisa menerima jika anaknya kembali membawa persoalan dan air mata. Orangtua seorang perempuan telah berketatapan hati kehilangan anak perempuannya dalam sistem pernikahan.
“Mapamit” dalam upacara pernikahan adalah pemutusan hubungan seorang perempuan dengan dewa-dewa keluarga dan para leluhur asalnya. Selanjutnya, ia orang asing di keluarga tersebut. Pandangan yang lebih kuno menyatakan, perempuan Bali menikah untuk membayar utang kepada laki-laki. Jadi, jodoh sama dengan takdir atau karma. Semua ini memberi perempuan Bali posisi rendah di keluarga suami. Maka ada pandangan, yang menyatakan bahwa ketika seorang perempuan menikah maka ini bukan pilihan atau keputusan yang menggembirakan tetapi sebuah pengorbanan besar. Karena, ia meninggalkan orang tua, saudara, dan sanggahnya. Karena posisi perempuan yang sangat rendah di keluarga suaminya, tidak jarang ia mengalami penderitaan yang bersumber dari konflik-konflik dengan mertua, ipar, dan juga suaminya sendiri. Perempuan yang menderita di keluarga suaminya biasa terjadi di Bali namun perkara ini disikapi sebagai hal umum dalam suatu pernikahan. Ia mengalami derita ini seorang diri dan hanya punya pilihan satu-satunya: harus kuat dan tetap bertahan. Hal ini terjadi karena ada kesadaran pada diri perempuan Bali, ia tidak bisa kembali dengan seenaknya ke keluarga asalnya karena ia telah “terusir”. Sebaliknya, pihak keluarga orang tua asalnya mengemban sikap kul-
Penderitaan Sementara itu, penderitaan perempuan jarang terpublikasi di ranah publik. Pengaduan-pengaduan derita perempuan ke kantor polisi jarang terjadi karena pembukaan aib keluarga. Perjuangan kaum perempuan atau gerakan feminis di Bali sama sekali tidak terdengar. Ideologi patriarki tidak lagi dipersoalkan. Karena itu, kajian-kajian akademik mengenai persoalan posisi perempuan dan penderitaan mereka, tidak berdampak sosial apa-apa. Kasus yang terjadi baru-baru ini, seorang ibu membunuh tiga orang anaknya, tidak hanya dipahami dari aspek pembunuhan keji dan tragis itu. Komentar-komentar di media sosial justru memandang tindakan tersebut sebagai sebuah perlawanan perempuan Bali terhadap kekuasaan suami dan keluarganya. Karena itu, aspek tragis atau keji, tindak kejahatan, peran sorang ibu sebagai “algojo” bagi ketiga anaknya yang tidak berdaya; tidak dianggap penting dalam kasus ini. Yang mencuat adalah sebuah permakluman publik bahwa hal itu wajar terjadi bagi seorang perempuan yang tidak lagi sanggup mengalami penderitaan pernikahannya. Bagi seorang perempuan yang menderita tak terperikan, hanya ketiga anaknya itulah miliknya. Dalam hubungan ini, anak-anak itu menjadi kekuasaannya dan dijadikan prisai
hidup. Demikian pula atas nama cinta dan kasih, ia ingin menyelematkan mereka dari derita yang ia bayangkan sebagaimana yang dirinya sendiri alami selama ini,
BPM/ist
SUAMI - Peringatan bagi suami yang menjadi subjek kekuasaan dan kekerasan rumah tangga sehingga tindakan bunuh diri dan membunuh tiga orang anak akan menimbulkan derita psikologis bagi suami dan keluarganya yang hidup. Namun demikian, dalam kerangka ideologi patriarki, bagaimana caranya melembagakan pesan tersebut, sehingga tidak lagi hanya terbatas bagi keluarga bersangkutan? Yang patut dipetik dari kejadian ini adalah perlunya kebangkitan bersama perempuan Bali dalam memperjuangkan posisinya. Mungkin sudah waktunya perempuan Bali harus bergerak untuk memperoleh kesetaraan. Karena itu, perempuan Bali harus sanggup menolak berbagai ritual adat yang merendahkan dirinya. Sehingga, spirit “puputan” yang dilakukan oleh seorang ibu dalam bentuk pengorbanan diri dan tiga anak itu, tidak sia-sia dan memberi arti bagi modernisasi kedudukan kultural perempuan Bali. dengan membunuhnya. Duh! Pandangan ini juga yang dianut oleh masyarakat Bali dalam menyikapi keputusan atau pemberontakan perempuan tersebut. Perlawanan Jika hal itu diterima sebagai bentuk perlawanan perempuan Bali, maka masih ada sejumlah hal yang harus dipertanyakan. Keberanian atau keputusan besar untuk membunuh dan mengorbankan
BPM/ist
HIPERTENSI - Obat sangat membantu mengontrol tekanan darah yang tinggi, namun penderita hipertensi belum dapat dikatakan sembuh total meskipun tekanan darah sudah turun. Para penderita sangat disarankan mengontrol kontrol tekanan darahnya sehingga dokter dapat mengevaluasi tatalaksana dengan baik dan penanganan dapat lebih optimal.
Tekanan Darah Tinggi
Apakah Bisa Sembuh Total?
TEKANAN darah tinggi atau hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang sangat berbahaya apabila tidak dikelola dengan baik. Pada umumnya, penyakit ini terjadi secara perlahan dan dapat menyerang organ tubuh, seperti jantung, ginjal dan otak. Ditambah lagi, hipertensi dapat muncul tanpa gejala fisik, yang diam-diam dapat merusak pembuluh darah dan menyebabkan ancaman kesehatan yang serius, sehingga memerlukan penanganan yang optimal.
Pertanyaan yang paling sering diutarakan terkait hipertensi yaitu apakah hipertensi bisa disembuhkan? Untuk menjawab pertanyaan tersebut kita harus mengetahui lebih dalam mengenai hipertensi itu sendiri. Kriteria terbaru untuk mendiagnosis hipertensi telah dikeluarkan oleh American Heart Association (AHA) yang menyebutkan bah-
wa seseorang menderita hipertensi apabila memiliki tekanan darah sistolik ≥ 130 mmHg dan diastolik ≥ 80 mmHg. Tentunya kriteria tersebut harus dikonfirmasi oleh dokter yang melakukan minimal dua kali pemeriksaan. Sebagian besar kasus hipertensi (sekitar 85% sampai 90%) di dunia tergolong hipertensi esensial atau primer, yang berarti hipertensi tersebut tidak diketahui penyebabnya. Berbagai penelitian juga menyimpulkan bahwa hipertensi tidak dapat sembuh total, namun dapat dikontrol agar terhindar dari komplikasi. Lantas bagaimana cara mengelola hipertensi?
Peningkatan Tujuan tatalaksana hipertensi adalah mencegah peningkatan tekanan darah terlalu tinggi agar terhindar dari penyakit seperti stroke, gagal ginjal dan gagal jantung. Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memodifikasi gaya hidup. Olahraga memberikan efek positif seperti untuk menu-
Di pagi yang cerah ini marilah kita tetap berlatih
nyawa buah cintanya, seharusnya dialihkan sebagai kekuatan berjuang dalam hidup nyata. Karena itulah, dari aspek ini, perempuan yang memilih jalan semacam ini
runkan berat badan, menguatkan otot jantung dan tubuh serta meningkatkan stamina. Diet dengan buah dan sayuran segar kaya potasium, seperti pisang, kentang, alpukat dan sayuran berwarna gelap juga dapat menurunkan tekanan darah, ditambah dengan pengurangan asupan garam. Intervensi obat dapat diberikan pada seseorang yang tekanan darahnya tidak turun dengan perubahan gaya hidup. Perlu diingat bahwa obat sangat membantu mengontrol tekanan darah yang tinggi, namun penderita hipertensi belum dapat dikatakan sembuh total meskipun tekanan darah sudah turun. Para penderita juga sangat disarankan untuk berkunjung ke dokter untuk kontrol tekanan darahnya sehingga dokter dapat mengevaluasi tatalaksana dengan baik dan penanganan dapat lebih optimal. l dr. Achmad Ismail Sampurna Putra, B.Med.,Sci.
hanyalah perempuan korban atau tumbal ideologi patriarki. Bisa saja dipandang, perempuan yang membunuh tiga anaknya itu adalah representasi kelemahan dan jalan buntu yang tetap dialami oleh perempuan Bali. Namun tetap dimaklumi. Tindakan itu mungkin perjuangan, kemenangan dan sebaiknya, juga sebuah kekalahan kultural. Maka kasus tersebut, representasi perempuan Bali tidak berdaya:
hanya sebagai korban kekerasan ideologi yang memaksanya putus asa dan bunuh diri melibatkan orang lain. Mungkin ada pesan bahwa hal ini adalah peringatan bagi suami yang menjadi subjek kekuasaan dan kekerasan rumah tangga sehingga tindakan bunuh diri dan membunuh tiga orang anak akan menimbulkan derita psikologis bagi suami dan keluarganya yang hidup. Namun demikian, dalam kerangka ideologi patriarki, bagaimana caranya melembagakan pesan tersebut, sehingga tidak lagi hanya terbatas bagi keluarga bersangkutan? Maka yang patut kiranya dipetik dari kejadian ini adalah perlunya kebangkitan bersama perempuan Bali dalam memperjuangkan posisinya. Mungkin sudah waktunya perempuan Bali harus bergerak untuk memperoleh kesetaraan. Karena itu, perempuan Bali harus sanggup menolak berbagai ritual adat yang merendahkan dirinya. Sehingga, spirit “puputan” yang dilakukan oleh seorang ibu dalam bentuk pengorbanan diri dan tiga anak itu, tidak sia-sia dan memberi arti bagi modernisasi kedudukan kultural perempuan Bali. Gerakan Tentu gerakan ini akan banyak memberi manfaat, terutama pada kesetaraan gender dan keadilan sistem pembagian warisan, serta membebaskan keluarga-keluarga yang tidak memiliki sentana lakilaki dari beban persoalan biologis yang berdampak pada adat atau sosial. Tidak lagi terjadi praktikpraktik yang dipaksakan dari keluarga-keluarga yang tidak memiliki anak laki-laki, seperti perkawinan yang menjebak atau mengadopsi cucu sebagai anak. Walaupun sistem perkawinan nyentana sudah ada sejak lama ternyata belum bisa menyelesaikan
persoalan keluarga yang memiliki anak-anak perempuan saja. Karena ada kendala besar dalam sistem ini, yaitu posisi unggul lakilaki Bali. Maka wajar jika laki-laki Bali tidak sanggup melakukannya karena akan merendahkan derajatnya, menjadi “perempuan” di keluarga istrinya. Perjuangan perempuan Bali harus jelas, untuk dirinya dan bukan perjuangan semu, mendukung sistem yang mengaburkan posisi dirinya, dengan cara meminjam tubuh laki-laki. Perjuangan tersebut misalnya berupa penolakan upacara mapamit dari keluarga asal. Bagian upacara ini tidak perlu ada lagi sehingga perempuan Bali tetap bisa nyakupang tangan di sanggah keluarga asalnya. Ia tetap memiliki hak dan kewajiban untuk ngaturang bakti tanpa terganggu oleh statusnya telah menikah. Demikian pula, rumah suaminya bukan menjadi rumah dan keluarga baru bagi dirinya tetapi hanya sebagai rumah dan keluarga kedua. Perempuan tetap bisa pulang kapan saja, seperti sebelum menikah. Hak-hak dan kewajibannya sebagai anak dan saudara di keluarga asal tetap seperti sedia kala walaupun ia telah menikah. Jika terjadi derita di keluarga suaminya, ia bisa menyelamatkan diri dan pihak keluarga orangtua kandungnya tetap memiliki hak untuk melakukan perlindungan sebagaimana orangtua terhadap anaknya. Ia mendapat perlindungan dari orang-orang yang dipercaya. Hal ini akan membantunya meringankan beban derita dan memiliki jaminan rasa aman dan menemukan jalan keluar yang benar dan bukan memilih tindakan konyol atau bunuh diri. Perempuan tidak lagi merasa sendiri di dunia ini. Ia dapat memberi perlindungan hidup kepada anak-anaknya sendiri. l Dr. I Wayan Artika, S.Pd., M.Hum.
Mari Hidup Lebih Sehat dengan Imunisasi Dewasa
Imunisasi merupakan salah satu cara pencegahan penyakit menular. Imunisasi bekerja dengan cara memberikan antigen dari virus atau bakteri yang dilemahkan atau dimatikan, untuk merangsang sistem antibodi tubuh membentuk antibodi yang menimbulkan atau meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif, sehingga dapat mencegah atau mengurangi penularan penyakit. Menurut American Society of Internal Medicine, imunisasi pada dewasa dapat mencegah kematian 10 kali lipat dibandingkan pada anak, namun saat ini imunisasi dewasa di Indonesia masih belum sepopuler imunisasi pada anak. Kasus difteri pada akhir tahun 2017 lalu sempat menjadi kejadian luar biasa di beberapa daerah di Indonesia. Merujuk data World Health Organization (WHO), pada tahun 2000-2015, Indonesia masuk 10 daftar negara dengan penyebaran difteri terbesar di dunia. Dari data Depkes selama tahun 2017, 18% kasus dialami oleh rentang usia 19-40 tahun atau kategori dewasa. Selain difteri, meningkatnya kasus campak yang awal tahun ini terjadi di Asmat juga menjadi contoh akan pentingnya imunisasi. Imunisasi Dewasa Pada pelaksanaannya, Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) telah merekomendasikan jadwal imunisasi dewasa. Meski telah memiliki perangkat imunisasi dewasa, namun penggunaan imunisasi di Indonesia masih amat terbatas. Rekomendasi imunisasi dari Satgas Imunisasi Dewasa PAPDI meliputi vaksinasi Influenza yang dianjurkan untuk dilakukan 1 kali setiap tahun
BPM/ist
DEWASA - Kasus difteri pada akhir tahun 2017 lalu sempat menjadi kejadian luar biasa di beberapa daerah di Indonesia. Dari data Depkes selama tahun 2017, 18% kasus dialami oleh rentang usia 19-40 tahun atau kategori dewasa. Selain difteri, meningkatnya kasus campak yang awal tahun ini terjadi di Asmat juga menjadi contoh akan pentingnya imunisasi. dan dianjurkan bagi dewasa dengan gangguan pernapasan, ginjal & kardiovaskular, diabetes, imunokompromais, tenaga kesehatan, perokok, calon jemaah haji. Vaksinasi Tetanus, Difteri, Pertusis sehubungan dengan wabah Difteri dan diberikan imunisasi lanjutan setiap 10 tahun. Vaksinasi Cacar Air dianjurkan pada orang dewasa yang tidak pernah mengalami cacar air dan pada wanita sebelum menikah/hamil. Vaksinasi HPV yang diberikan pada usia 9-26 tahun dan/ atau sebelum aktif secara seksual. Vaksin dapat diberikan hingga usia 55 tahun pada wanita. Vaksinasi Zoster kepada semua individu berusia 50 tahun ke atas. Vaksinasi Campak, Gondongan, Rubella (MMR) dianjurkan bagi tenaga kesehatan, pelancong, dan orang yang tinggal di lingkungan padat & saat terjadi wabah. Vaksinasi Pneumokok & Meningitis pada semua orang beru-
sia 50 tahun ke atas, dan seluruh calon jemaah haji/umrah. Vaksinasi Hepatitis A & B pada semua orang dewasa, dianjurkan melakukan pemeriksaan Hepatitis B terlebih dahulu. Vaksinasi Japanese encephalitis pada seseorang yang akan bepergian ke daerah endemik. Bali merupakan daerah di Indonesia dengan kejadian JE tertinggi. Vaksinasi Rabies setelah terjadinya gigitan dari hewan tersangka rabies. Vaksinasi Thypoid dianjurkan untuk semua orang dengan/tanpa riwayat Demam Tifoid. Vaksinasi Yellow Fever diberikan kepada calon pelancong ke negara tertentu. Untuk kehidupan yang lebih sehat, marilah kita mulai melaksanakan imunisasi, tidak hanya untuk anak Anda, tapi juga untuk anda sendiri. l dr. I Gede Komang Aditya Permana, S.Ked.
Senam Kebugaran Indonesia (5)
agar kebugaran tubuh tetap terjaga. Kita lanjutkan Senam Kebugaran Indonesia gerakan inti yang berfungsi untuk meningkatkan kerja jantung. Ikuti gerakan berikut ini bersama Ladita dari Lala Studio.
Rubrik “Bugar” ini terbuka untuk umum. Bagi Anda yang memiliki problem masalah tubuh. Kirimkan ke Redaksi Bali Post ( Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232) Atau Adolfina Grace Tangkudung Sekolah Senam Lala Studio ( Jl. Veteran 66E, Puri Satria Denpasar, telp. 0361. 283226. Cantumkan kupon” “Bugar” di sudut kiri amplop.
Gb.I Diawali dengan gerakan peralihan, yaitu maju 2 langkah (hit 1, 2) lalu kedua telapak tangan digerakkan seperti menepuk tambur lalu bertepuk tangan 2 x (hit 3, 4) dan melangkah mudur (hit 5, 6) dan menepuk tambur lagi (hit 7, 8).
Gb.II Melangkah 1x ke ke kanan/kiri sambil kedua lengan ditekuk menyiku (hit1-4) lalu melangkah 2x kanan/ kiri dengan gerakan lengan yang sama (hit 5-8).
Gb.III Melangkah maju (hit 1, 2) sambil mengayunkan kedua siku lengan depan dan ke samping, lalu mundur (hit 3, 4) dan ulangi hingga total hitungan menjadi 1 x 8 hitungan.
Dengan latihan yang rutin serta teknik yang tepat dan benar, kebugaran tubuh jadi milik kita. Salam bugar dari Lala studio.
Gb.IV G e r a k a n pada Gb.IV ini adalah rangkaian dari Gb.III saat menutup kedua kaki. Ulangi gerakan Gb.II, III, IV sebanyak 4x.
Kupon
5
Minggu Pon, 4 Maret 2018
CERPEN
PENARI Oleh Bernadine Aditya
“Kamu itu harus diruwat, Nah! Wes hampir edan gitu kok.” Suara serak bernada sedikit menyimpan amarah itu begitu terdengar menusuk hati perempuan yang hampir kehilangan nyawanya demi menyelamatkan bayinya dari api yang membakar hampir seluruh isi rumahnya beberapa bulan lalu. “Mboten Mo, saya ndak gila. Saya itu kecewa Romo, bukan gila!” serunya sembari tetap meliukkan tubuhnya lengkap dengan suara gending Jawa yang menyeruak pelan dari tape recorder lama milik ayahnya itu beradu dengan isakan tipis dari bibirnya. Pria bertubuh kurus renta itu hanya menggeleng pelan sembari menyeka peluh yang mengucur deras membasahi sebagian kaos putih tipis yang ia kenakan siang itu. Ia kemudian memilih melangkah menjauh dari kamar anaknya yang menyimpan ribuan duka yang tak dapat begitu saja perempuan itu hapus. Kehilangan seorang anak dalam bencana kebakaran rumah yang terjadi tanpa sebab, bahkan saat pihak penyelidik menyatakan sama sekali belum dapat menemukan sumbernya ia hanya mengangguk pelan seperti memahami apa yang sesungguhnya tengah menimpanya. Hukuman atas Pelanggaran itu sungguh-sungguh terjadi begitu dahsyat. Membunuhku perlahan namun pasti. Gending Ketawang Gedhe ayo lanjutkan hukumanmu! Perempuan itu terus menari selama dua setengah jam tanpa henti, menutup matanya dalam, menyisakan gelinang air mata yang terus menetes deras. Hatinya hancur bersama rasa sesal yang tak dapat membayar pelanggaran yang telah ia lakukan di masa lalu. Sekitarnya bahkan menganggapnya gila karena terkena “wewaler” dari sebuah tarian sakral yang dulu selalu ia bawakan dalam upacara ritual penobatan Raja. Keadaan suci yang adalah kewajiban utama pernah ia langgar, sentuhan keras dari Sang Pencipta tarian mistis tersebut melumpuhkannya perlahan, menyeretnya keluar dari deretan gadis pilihan pembawa tarian agung Bedhaya Ketawang yang suci. Jeratan cinta dari jejaka muda bernama Gandrung Palipur membuat Gending Ayu Tinah terjerembab begitu dalam hingga menyeretnya dari sebuah posisi indah yang diidamkan banyak penari di seluruh tanah Jawa. Keadaan suci yang ia pertahankan berhasil meloloskannya menjadi salah satu dari sembilan gadis pilihan yang akan menarikan sebuah tarian sakral yang diciptakan oleh Sang Ratu Roro Kidul itu. Masih melekat di kepalanya begitu jelas kala sebuah suara halus membisikkannya untuk berhenti dan tidak melanjutkan rangkaian latihan tarian sakral itu sebelum hari pementasan, karena sebuah pelanggaran yang ia lakukan namun sayang tak pernah ia dengarkan. Saat itu yang ia tahu apa yang ia lakukan tak satu pun pihak keraton yang melihat. Gadis itu lupa pada sebuah ikatan berbobot yang langsung menuju kepada sang pemilik tarian yang mana selalu memenuhi undangan dari Raja untuk turun langsung ke bumi melatih ke delapan penari pilihan yang akan membawakan tarian bersamanya pada saat penobatan nanti. Tinah berkeras ingin tetap melanjutkan latihan dan tampil
pada penobatan Raja, ia tak lagi menghiraukan suara-suara itu yang sebenarnya adalah sebuah peringatan. Gadis itu hanya tak ingin posisinya ditempati oleh penari lain. Harus aku, bukan untuk orang lain! Serunya dalam hati bersikukuh. Sampai pada suatu latihan akhir di Sasana Sewaka, tepatnya satu hari sebelum pementasan, gadis itu mengalami hal aneh yang ia sadari saat setengah ia menari. Tubuhnya mendadak tak lagi dapat ia gerakkan, gending yang mengalun bersahutan dengan tembang Durma dan Ratu Mulya itu berubah menjadi erangan panjang yang memekakkan telinganya, merobohkan tubuhnya ke lantai keraton. Hanya kegelapan yang menghiasi kelopak matanya sekalipun berkali-kali ia membukanya lebar. Metu koe, durhaka! Suara wanita bernada murka membuatnya sontak tersadar dan mendapati tubuh lemahnya terkulai di pendapa halaman keraton. Seketika itu ia sadar dalam sesal yang tak lagi dapat mengembalikan keadaan, dan ia tahu akan ada mimpi buruk pada ujung jalan panjang yang mau tak mau harus dilaluinya. Langkahnya terseok berat bersama ribuan rasa sesal dan teriakan nurani yang memakinya habishabisan, ia yang terjerembab jatuh ke dalam jurang berselimut cinta pada jejaka muda yang benihnya telah tertanam dalam rahim yang dulunya suci itu. “Bunuh saja, aku belum siap!” seru jejaka muda itu merobek hati perempuan yang sudah hampir gila karena kehilangan mimpinya itu. “Kamu! Kurang ajar! Gara-gara kamu aku kehilangan mimpiku, gara-gara kamu..” belum selesai perempuan itu memaki jejaka muda yang hanya mengerang kasar padanya itu tiba-tiba ia merasakan sebuah tamparan keras mendarat tepat di wajah piasnya. “Romo gelo karo koe!” suara parau bercampur serak tangis dari seorang pria setengah baya yang begitu membanggakannya itu menusuk telak sembilu hatinya yang hancur berkeping seketika. Bayangan masa depan yang suram tergambar jelas di pelupuk matanya, memposisikan dirinya pada persimpangan jalan yang enggan untuk ia lalui. Perempuan berbadan dua itu kini tengah berada dalam duka nestapa yang tak tau kapan ujungnya. Hanya aliran air mata yang menghiasi wajah ayu yang kini tampak begitu sayu. Gadis pilu itu kini menjalani hari-harinya bersama rasa malu dan pahitnya hati yang mencoreng telak nama besar ayahnya. Di saat janin yang tumbuh di dalam rahimnya itu semakin besar, berkali-kali ia dihinggapi mimpi buruk yang membuatnya hampir setiap malam terbangun dengan rasa sakit dan mata yang basah. Entah mengapa rasa memilikinya semakin besar tatkala janin itu tinggal menunggu hari akan segera hadir di dunia walau tanpa ayah. Ketika waktunya tiba baginya menjadi Ibu, rasa bahagia tak lagi dapat ia rasakan. Hanya rasa takut dan ngeri kala bayangan mimpi buruk itu menggelayuti pikirannya. “Ampun Ratu, sampun dipun
pendet anak dalem. Sampun.. Sampun!” Teriaknya setiap kali tengah malam tiba dan saat bayi perempuan mungil itu terlelap. Ada rasa khawatir yang besar hinggap pada rongga dadanya di hari ke tiga bayi itu bernapas di dunia ini. Tak jarang ia mendekapnya sembari berlinangan air mata dan kalut dalam mohon ampunan
pada Sang Ratu yang entah mengapa hadir dalam mimpinya seolah meminta haknya pada anak perempuan itu. Keesokan harinya, rumah besar yang tampak sepi itu mendadak diliputi api membara, melumatnya hampir habis, menjilat dalam liukan setiap benda tanpa ampun. Tinah yang tengah berada di dalam kamar mandi berteriak histeris berlari menghambur ke arah kamar bayi yang tengah digagahi habis oleh sang api merah. Tubuhnya roboh bersama rasa sakit menyadari bayi perempuan berusia tiga hari itu telah direnggut habis dari dekapannya.
Dukanya tak kunjung habis, bahkan kala dirinya tengah berjalan di tengah keramaian di bawah bangunan tua Mesjid Agung yang riuh oleh suara pedagang yang menjajakan dagangannya, ia mendengar ratap tangisan bayi perempuan yang baru ia dekap selama tiga hari itu. Aku seperti bongkahan batu kosong tanpa isi dan tak berguna.
Layak dileburkan menjadi tanah. Dari situlah awal sebuah sikap antik dari seorang perempuan cantik mantan penari pilihan itu. Sesekali ia tampak berdandan bak seorang pengantin Jawa lalu melebur diri dalam liukan irama tarian indah dalam gending yang tak jarang mengalun lembut dari bibirnya bercampur dengan isakan lirih. Ayahnya yang seorang abdi dalem keraton itu tengah berpikir keras, bagaimana membebaskan putri semata wayangnya itu dari angkara murka sang Ratu kalau memang benar ini adalah rentetan
mistis dari pelanggaran yang telah putrinya lakukan. Hampir setiap malam kala gending itu mulai terdengar di telinganya melalui celah pintu kamar putrinya, hatinya hancur terhujam rasa kecewa yang beruntun datang padanya. “Aku ndak pernah membayangkan akan terjadi hal seburuk ini padanya,” Desis pria dengan gurat renta itu dalam tangis. Pagi-pagi sekali pria tua itu mendatangi balai keraton, entah apa yang menggerakkannya datang sepagi itu. Bongkahan duka mendorongnya untuk memberanikan diri menghadap pihak Keraton Mataram. Melewati deretan wanitawanita dengan mulut penuh sirih, kemben usang yang melorot di sana sini bersiap menggelar dagangannya tak jauh dari ambang pintu keraton tua itu. Langkahnya melemah ketika sampai pada ujung batas antara jalan lalu dengan tangga naik ke gerbang balai. Rasa ragu menyelimuti sesaat sebelum seseorang terdengar memanggilnya dan memintanya masuk ke dalam balai istana tua itu. Mulutnya terbata mencurahkan rangkaian kata mewakili derasnya perih yang mengoyak habis jalan hidup anak perempuannya, pihak balai istana terlihat mengangguk-anggukan kepala namun sesekali menggeleng ngeri mendengar ucapannya. Ada raut kesedihan yang sama yang dirasakan oleh Raden Mas Joyontakan, hatinya yang lembut tersayat mendengar alunan cerita pedih abdi dalem setia istana itu. “Kudu diruwat gedhe bocah kui, Kangmas,” seru Raden Mas Joyontakan yang disambut anggukan penuh makna dari seorang ayah berhati hancur di hadapannya itu. Pihak Keraton menganjurkan adanya sebuah Ruwatan Murwakala untuk Tinah dengan maksud memohon ampunan atas kesalahan yang pernah dilakukannya di masa lalu, dan pembersihan diri bagi Janma Sukerta. Segala prasyarat dan peranti diucapkannya lengkap pada ayah Gending Ayu Tinah yang menyanggupi untuk memenuhinya. “Tinah, Romo arep ngomong.” Suara parau itu menghentikan alunan gending bernada ratap dan tangis yang membuat siapa saja yang mendengarnya bergidik ngeri. Wanita muda berwajah penuh gurat kepedihan dan sorot mata layu itu beringsut mendekat pada ayahnya. Langkahnya pelan menyimpan ribuan tanya yang membuat kedua alis tebalnya beradu pada dahinya. “Romo tadi menghadap Raden Mas Joyo, dan beliau menganjurkan kamu untuk diruwat.” Seru pria setengah baya itu pelan berharap putrinya menyetujui niatnya tersebut. “Ndak Romo, untuk apa saya diruwat? Saya sudah ndak pantes diampuni, saya ini kotor, ndak berguna. Sebentar lagi juga saya mati,” jawabnya dengan bibir bergetar mewakili derit hatinya yang telah hancur lebih dulu. Pria tua itu beranjak dari kursinya dan tangan sepuhnya itu melayang ke udara dan mendarat pada wajah pias sang putri, menyisakan suara keras yang menyayat hati. “Kudu!” serunya kemudian dengan air mata yang hampir terjatuh dari kelopak mata tuanya. Tangannya bergetar bersama dengan luka yang menganga lebar pada sembilu hatinya yang ‘tlah renta. Berkali-kali memanggil lirih
sebuah nama seorang wanita yang ia cintai namun telah berpulang lebih dulu empat tahun yang lalu. Menepuk-nepuk dada yang berhiaskan belulang rapuh berulang kali sembari terisak pada tangisan sedih sekaligus kecewa pada dirinya sendiri. “Ajak aku pergi dari bumi, Diajeng. Aku ndak sanggup lagi,” bisiknya perih meraung-raung dalam tangis pedih seorang diri pada jiwa yang telah berjalan mendahuluinya ke pangkuan Gusti. Tangisan pedihnya berangsur menghilang berganti dengan dengkur tanpa nada yang menandakan kepergian tanpa jejak pada gerbang ajal yang mengabulkan permohonannya. Kelopak mata kisut itu sudah menghentikan gelinangan air matanya, genggaman tangan lemah yang sesekali memukul sesak dadanya itu terkulai saling memangku satu dengan yang lain tepat di dada ringkih yang tak lagi bergerak teratur itu. Keesokan harinya, seorang wanita setengah baya berjalan dengan nampan di tangannya mendekat ke arah sebuah pintu besar tempat kakak kandung semata wayangnya itu biasa beristirahat. Langkahnya terhenti mendapati pemandangan yang tak biasa di atas tempat peristirahatan pria tua yang teramat dicintainya itu. Kelopak matanya bergetar melahirkan butiran-butiran air mata yang mengalir deras bertepatan dengan terlepasnya nampan berisi gelas besar teh jahe kegemaran pria yang tersenyum dalam damai meninggalkannya tanpa kata-kata terakhir itu. Pria itu pergi membawa sebuah bongkahan pedih dari kekecewaan terlebih pada dirinya sendiri yang berulang kali ditudingnya sebagai seseorang yang gagal merengkuh putri semata wayangnya hingga Bethara Kala merenggut gadis itu lebih dulu. Gending Ayu Tinah berdiri kaku memandang jasad pria junjungannya yang telah berpulang dengan meninggalkan sisa rasa perih di wajah piasnya. Pandangannya semakin hilang dari jalan nyata, semakin hari semakin sesat menyisakan ketidakwarasan yang membelenggu hidupnya hingga berakhir di pasungan. Gending Ayu Tinah menatap kosong dengan senyum dan tawa terbahak tanpa ada seorang pun mampu mengartikannya di balik sebuah pintu kayu berlubang tipis, di dalam bilik pasungan bagian belakang deretan rumah para abdi dalem keraton. Setiap malam dari bibirnya mengalun sebuah nada gending ageng bercampur isakan perih yang menyayat hati mengiringi liukan tubuhnya sepanjang hari yang tiada henti ia lakukan seorang diri. Bertahun berlalu dengan nada dan irama yang menjadi hal wajar diperdengarkan oleh beberapa orang yang berlalu lalang di depan bilik kecil beratap rendah itu. Sampai pada akhirnya suara itu lenyap bersama hembusan napas terakhirnya, menyisakan sebuah cerita pedih seorang gadis mantan penari pilihan pelanggar janji. Menjadi sebuah dongeng bagi gadis-gadis penari yang memimpikan hal yang sama dengannya dulu, memberikan sebuah nilai pelajaran berharga bagi mereka yang hendak melangkahkan kaki ke dalam gerbang suci berdendang janji yang jangan pernah diingkari. ***
Resensi Buku
Keperkasaan Perempuan Asia Awal Abad Ke-20
Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.
Judul Buku : The Last Empress, Kisah Perempuan Paling Berkuasa di Cina Penulis : Anchee Min Penerbit: Qanita Tahun Terbit : 2007 Jumlah hal. : 539 hal. NOVEL ini benar-benar memukau, kita sebagai pembaca didedahkan dengan perasaan-perasaan dan pikiran-pikiran perempuan yang luar biasa. Bagaimana mengambil keputusan genting di antara para lelaki? Bagaimana membunuh perasaan cinta demi menyelamatkan trah dan harga diri? Bagaimana berhadapan dengan anak lelakinya yang lebih mencintai ibu tirinya? Anchee Min, penulis kelahiran Shanghai 1957, membuat kisah seorang Maharatu Anggrek seperti melebihi kenyataan dari sejarahnya. Dalam novel dwilogi keduanya, The Last Empress begitu memukau dan sangat layak dibaca, untuk sebagai novel atau bahan literatur sejarah. Dwilogi dari Maharatu Anggrek telah banyak mendapatkan respons positif dari berbagai peneliti sejarah serta diakui sebagai mahakarya dari dunia penerbitan. Anchee Min seorang yang konsisten dalam menggabungkan penelitian historis yang rumit dalam budaya dan sejarah Cina dengan apik dan tertata. Sebagai pembaca kita tidak akan lelah membaca novel tebal ini. (osi)
Bakti Setyanta Khamidi
Refleksi
6
Memilih Pasangan ”Sehidup Semati” dalam Jalan Leluhur varayet kulajam prajno nirupamapi kanyakam rupasilam na nicasya vivahah sadrse kule (Canakya Niti Sastra 1.14)
“Orang bijaksana hendaknya menikah dengan wanita dari keluarga terpandang walaupun wanita tersebut tidak cantik. Sebaliknya hendaklah tidak menikahi wanita dari keluarga rendah meskipun berwajah cantik. Akan tetapi, yang terbaik adalah pernikahan dengan wanita sederajat.” Sloka ini memberikan peringatan agar orang tidak sembarangan memilih pasangan hidup. Mereka tidak memilih calon suami atau istri hanya berdasarkan pada pertimbangan harta, kecantikan wajah, atau alasan material lainnya. “Rupa-silam na nicasya vivahah” - keluarga rendah yang dimaksudkan di sini adalah keluarga yang tingkah laku dan hidupnya semrawut, suka membicarakan keburukan orang lain, suka memfitnah dan bertengkar, tidak menghargai kebersihan, kesucian, sopan santun, keluarga jahat, berdosa, dan lelap dalam berbagai berkebiasaan buruk lainnya. Di lain pihak, walaupun wanita berwajah kurang begitu cantik, tetapi kalau ia berasal dari keluarga yang mulia, keluarga baik-baik, sopan santun, berjiwa mulia dalam keagamaan dan spiritual, memiliki rasa malu, maka wanita demikian patut diambil istri oleh orang bijaksana. Itulah yang dimaksudkan di sini dengan kalimat “varayet kulajam prajno nirupamapi kanyakam” – walaupun mempunyai wajah yang cantik tetapi berhati jahat maka wanita seperti itu tidak akan menjadi pilihan orang bijaksana. Kata kanyakam pada sloka di atas memang menunjuk pada wanita, namun dalam hal
Redaktur Khusus
KRISTEN PROTESTAN PDT. I P WIDIARSANA, S.Th. “Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.” Matius 5:5 Menghadapi orangorang yang sulit itu susahnya minta ampun. Ada yang sulit di atur, ada yang sulit di ajak kerja sama, ada yang sulit berkompromi saat berdiskusi, ada yang sikapnya tidak bersahabat atau malah provokatif. Ada yang sumbu kesabarannya pendek sehingga gampang meledak kalau terpancing sedikit saja. Ada yang bikin kacau dalam pertemuan dan membuat rapat tidak bisa berlangsung lancar. Pokoknya selalu ada saja orangorang seperti ini yang menyusahkan hati. Masih lumayan kalau kita sedang tenang, tapi itu akan terasa dua-tiga kali lebih berat ketika kita sedang kelelahan, sibuk atau banyak pikiran. Saya rasa semua orang pernah sekali waktu menghadapi situasi seperti ini. Kalau kita tidak hati-hati, kita bisa ikutan terpancing emosi dan itu tidak baik buat kita maupun orang lain yang mungkin saja terkena dampaknya karena sedang ada di dekat kita. Marah mungkin wajar untuk batas tertentu dan sekali-kali. Tapi sangat penting bagi kita untuk tidak membiarkan amarah berkuasa atas diri kita. Hati tidak boleh dibiarkan panas dan tentu saja, hati tidak boleh dibiarkan keras. Kita harus sadar bahwa bukan saja kepala yang bisa keras, tapi hati juga sama, bisa keras seperti batu. Kalau kita membiarkan kondisi hati kita keras dan/atau panas, itu jelas bisa membuka kesempatan bagi iblis untuk menjerumuskan kita ke dalam berbagai kejahatan. Memiliki hati yang lembut akan membawa dampak yang positif baik dalam kehidupan di dunia ini maupun nanti setelah kita menyelesaikan masa ini. Tuhan Yesus sudah mengingatkan kita agar memiliki hati yang lemah lembut. Dia berkata: “Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan
Redaktur Khusus weda
WAKYA Darmayasa
ini kata kanyakam juga bisa berarti laki-laki. Kitab suci dan orang suci tidak pernah memihak. Dengan demikian, baris ini juga berarti wanita baik-baik tidak akan sembarangan memilih calon suami. Sebaliknya walaupun wanita berwajah tidak cantik namun berasal dari keluarga mulia maka ia patut diambil sebagai istri oleh orang bijaksana. Keluarga mulia biasanya selalu mewariskan kebiasaan dan sifat-sifat mulia keluarga kepada anak-anak gadisnya yang akan tinggal di keluarga orang lain, agar tidak memalukan dan tidak menjatuhkan martabat keluarganya. Ciri-ciri luar berupa kecantikan dan ketampanan wajah serta harta benda dapat berubah dalam waktu yang tidak terlalu lama. Semua bertahan hanya beberapa bulan atau tahun. Sedangkan sifatsifat mulia yang merupakan bawaan sejak kecil dan bekal kebiasaan keluarga mulia tidak akan pernah hilang, bahkan semakin bertambah usia maka sifat-sifat mulia tersebut menjadi semakin bertambah dan bertambah mulia. Itulah yang akan menjadi “penyejuk” hidup keluarga. Tujuan orang berumah tangga adalah demi hidup lebih tenang, damai dan harmonis, terutama agar dikaruniai keturunan anak-anak yang baik, penurut dan berbudi pekerti luhur (Suputra). Hidup indah, mulia dan tenang damai seperti itu tidak didapatkan melalui kecantikan wajah maupun harta benda melainkan melalui sifat-sifat mulia dan budi pekerti yang luhur. Orang tua dari keluarga mulia selalu mendidik dan menyempurnakan anak gadisnya menjadi layak sebagai seorang istri sebelum diserahkan kepada pemuda pilihan yang akan menjadi suaminya. Pen-
didikan diberikan tidak akan mengabaikan hal-hal yang kelihatan kecil dan remeh. Mereka akan memastikan bahwa anak putrinya tidak akan pernah duduk menaikkan kaki di hadapan mertua, mereka tidak akan menikahkan anak putrinya sebelum memastikan dia sudah bisa memasak dan lain-lain bekal sifat atau kebiasan mulia yang diperlukan untuk membangun rumah tangga yang indah harmonis. Keluarga-keluarga rendah pada umumnya tidak memperhatikan tugas-tugas mulia para anggota keluarga, tata-krama dan sopan-santun pergaulan, serta sangat jauh dari kehidupan agama spiritual. Anak-anak duduk nangkring sambil nonton TV, main games, iPad, iPhone, atau minum teh, kopi, hotchocolate tanpa peduli dengan orang tua yang sedang bekerja. Keluarga baik-baik sangat berhati-hati serta berpikir ribuan kali terlebih dahulu sebelum mengawini gadis dari keluarga rendah. Keluarga dan/atau calon suami yang bijaksana selalu memastikan bahwa calon istrinya adalah seorang wanita yang akan memberikan kedamaian dan kesejukan dalam rumah tangga yang akan dibangunnya bersama. Memilih pasangan yang mempunyai sifat-sifat tidak terpuji walaupun berwajah cantik pasti akan memberikan kedukaan pada suami dan keluarganya. Karena, wanita tidak terdidik dalam tingkah laku dan budi pekerti luhur sulit mengubah atau meninggalkan kebiasaan-kebiasaan buruknya. Sesuai tradisi leluhur, pemuda atau gadis dianjurkan agar berhati-hati memilih lelaki untuk menjadi pasangan hidupnya. Memilih suami tidak karena ketampanan wajah dan juga bukan karena harta atau status lainnya. Leluhur kita sangat rapi menyusun pernikahan putra-putrinya. Hasilnya, zaman dahulu hampir tidak ada perceraian. Namun sekarang, ketika orang menentukan pembentukan keluarga melalui “Cinta sama Cinta”, menurut cerita kawan yang adalah seorang hakim, kasus
perceraian merupakan kasus tertinggi yang ditangani di pengadilan. Orang-orang pada antre untuk bercerai. Perceraian tidak lagi kasus melainkan sudah menjadi masalah sangat umum, hal yang biasa, atau hal yang “memang harus terjadi”. Bagaimana pun cara kita menilai leluhur namun “teknik” leluhur ternyata lebih ampuh. Melalui “teknik” Pawukon, Horoscope, Numerology dan lain-lain cara Jyotisa (astrology) leluhur dapat mengetahui apakah pernikahan tersebut akan langgeng atau tidak, bisa mempunyai keturunan ataukah tidak, berapa pasangan tersebut akan mempunyai anak laki atau perempuan, - semua dapat “diketahui” melalui peritungan Pawukon atau Jyotisa. Pasangan memulai hidup Grhastha “tanpa atau melalui cinta” namun dalam perkembangan waktu akhirnya mereka menjadi cinta setengah mati, bahkan sampai tingkat “mesati” (ikut mati dalam pembakaran mayat suami). Tentu saja Veda tidak pernah menganjurkan hal-hal seperti ini. Wanita yang mendapatkan suami santun bijaksana pastilah wanita yang sudah menanam karma indah pada penjelmaan sebelumnya, atau mendapatkan karunia khusus Tuhan dalam hidup sekarang ini. Pria atau wanita yang mendapatkan istri atau suami yang berwajah cantik/ganteng sekaligus “cantik atau ganteng hati” dianggap dalam kehidupan lampaunya sudah melakukan kegiatan-kegiatan yang sangat mulia. Paling tidak, itulah pendapat pustaka Sarasamuccaya. Terlahir sebagai seorang wanita mulia yang berwajah cantik (ikang striratna anakӗbi rahayu), pantas memakai berbagai macam pakaian, yang menyenangkan para pria, memiliki rumah besar megah bagaikan istana (lawan umah rahayu, makadi prasadaprsta), dengan menara dan banyak ruangan, dihormati dan disegani, tidak kekurangan santapan jasmani dan rohani, berbagai pakaian dan perhiasan mewah wastrabharanadi, harta benda berlimpah, semua itu dimiliki oleh orang-
orang dermawan (drbya sang punyakari ika kabeh). Vivahah sadrse kule --- pernikahan terbaik adalah dengan pasangan yang sederajat, baik wanita maupun lelaki. Wanita mulia akan sakit hati melayani suami yang memiliki kebiasaan buruk. Ia pun pasti akan merosot jatuh ke dalam kebiasaan buruk keluarga suami. Sebaliknya suami yang terjauhkan dari sifat mulia tetapi memiliki istri bersifat mulia maka ia akan merasa seolah-olah “bermimpi”. Bahkan banyak pula yang menganggap istrinya gila karena rajin sembahyang, tidak makan daging, dan lain-lain. Pernikahan terbaik adalah menikah dengan keluarga sederajat. Jika suami-istri sama-sama tidak makan daging, sama-sama rajin bersembahyang, sama-sama suka membaca kitab suci Veda, maka dengan sendirinya akan tercipta keluarga yang damai, rukun dan suci. Manava Dharma Sastra sangat menekankan agar golongan varna memilih pasangan hidup untuk berkeluarga dari varna yang sama, demi terciptanya keseimbangan dan keharmonisan dalam rumah tangga. Bila seseorang dari varna Brahmana menikah dengan sesama Brahmana tentulah mereka dapat saling mendukung. Bila Brahmana menikah dengan varna Vaisya, ada bahaya mereka akan “memperdagangkan” ke-brahmana-an. Mereka yang memiliki sifat kependetaan lalu bekerja sebagai pebisnis, bukan hanya rugi melainkan modal pun ludes “dimakan kebaikan”. Sedangkan yang berjiwa bisnis lalu mengambil pekerjaan kependetaan, maka segala pelayanan agama spiritualnya akan musnah “dimakan kali-kalian”. Pernikahan bukan untuk “kawin” melainkan demi membangun sebuah rumah tangga yang ideal dan harmonis dalam jalan Veda. Keluarga seperti inilah yang akan membentuk masyarakat, bangsa dan Negara yang tenang, damai, “gemah ripah loh jinawi”. Keluarga yang hidupnya selalu dalam jalan Veda. Grhastha yang siap dan layak menjadi keluarga Sukhinah.
MIMBAR AGAMA
Hati yang Lemah Lembut
memiliki bumi.” (Matius 5:5). Peringatan Yesus ini hadir sebagai satu dari rangkaian ucapan bahagia yang diucapkan Yesus di bukit. Lemah lembut seperti apa yang Yesus maksudkan? Dalam versi bahasa Inggris kita membaca rincian yang lebih detail: “the mild, patient, long suffering”. “Lembut, sabar dan tabah”. Orang yang memiliki sikap seperti inilah yang dikatakan Yesus akan memiliki bumi. These kind of people are those who would inherit the earth! Tuhan akan memberikan bumi kepada orang-orang sabar, tabah dan lemah lembut, bukan kepada orang yang pendek kesabarannya, cepat emosi, kasar, cepat mengeluh, lekas panas dan keras hatinya. Tuhan sangat menganggap penting masalah kelembutan hati ini. Dalam Perjanjian Lama ada ayat yang menyatakan bahwa Musa itu memiliki kelembutan hati melebihi manusia lain di muka bumi. “Adapun Musa ialah seorang yang sangat lembut hatinya, lebih dari setiap manusia yang di atas muka bumi.” (Bilangan 12:3). Lembut hati bagaimana? Coba kita bayangkan apa yang menjadi tugasnya. Musa harus memimpin sebuah bangsa besar keluar dari perbudakan bangsa Mesir menuju tanah terjanji. Prosesnya berlangsung tidak tanggung-tanggung selama 40 tahun. Masih mending kalau bangsa yang dipimpin berisi orang-orang yang penurut dan tenang. Tapi bangsa Israel yang harus ia pimpin adalah bangsa yang dikatakan tegar tengkuk alias keras kepala. Bangsa Israel sudah mengalami berbagai bentuk mukjizat Tuhan, namun mereka tetaplah bangsa yang terus sulit berterimakasih. Ketimbang bersyukur atas berbagai campur tangan Tuhan yang melindungi mereka selama masa perjalanan, mereka lebih suka untuk terus bersungut-sungut, berkeluh kesah, protes, mengolok-olok, menyudutkan, menyindir, sinis dan sedikit-sedikit marah. Semua itu dialami Musa terus menerus selama puluhan tahun. Bayangkan bagaimana
lelahnya mental dan emosi Musa menghadapi sebuah bangsa yang harus ia pimpin sesuai dengan kehendak Tuhan. Mungkin kalau kita ada di posisi Musa, bisa bertahan seminggu saja sudah prestasi besar. Tapi Musa sanggup mengendalikan emosinya dan terus mengikuti apa yang diperintahkan Tuhan untuk ia perbuat. Bagaimana agar kita tidak cepat keras dan panas hatinya? Ada sebuah tips diberikan Daud yang sangat baik untuk kita terapkan agar bisa menjadi orang yang panjang sabar. “Dari Daud. Jangan marah karena orang yang berbuat jahat, jangan iri hati kepada orang yang berbuat curang; sebab mereka segera lisut seperti rumput dan layu seperti tumbuh-tumbuhan hijau. Percayalah kepada TUHAN dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia, dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu. Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak.” (Mazmur 37:1-5). D a u d b i l a n g : - Jangan lekas marah dalam menghadapi orangorang yang berbuat jahat - Jangan iri kepada orang-orang yang suka berbuat curang - Percayalah kepada Tuhan - Terus fokus melakukan hal yang baik - Perdulilah kepada tempat dimana kita ada - Berlakulah setia - Teruslah bersukacita bukan karena situasi dan kondisi tetapi karena Tuhan - Serahkan hidup kepada Tuhan Kalau ini yang kita lakukan, apapun yang kita hadapi, sesulit apapun situasi atau orangorang yang kita hadapi, Tuhan akan memberikan apa yang kita inginkan dan Dia sendiri akan bertindak. Ini tips yang saya kira sangat baik untuk mencegah hati kita terkontaminasi oleh hal-hal yang seharusnya tidak dilakukan oleh orang percaya, termasuk di dalamnya perilaku-perilaku
yang berlawanan dengan lemah lembut. Daud juga berkata “Berhentilah marah dan tinggalkanlah panas hati itu, jangan marah, itu hanya membawa kepada kejahatan. Sebab orang-orang yang berbuat jahat akan dilenyapkan, tetapi orang-orang yang menantinantikan TUHAN akan mewarisi negeri.” (ay 8-9). Rangkaian pesan Daud ini paralel dengan apa yang dikatakn Yesus. Kemarahan tidaklah mendatangkan hal baik tapi bisa membawa orang untuk terjerumus pada kejahatan, yang pada akhirnya akan dilenyapkan. Tapi orang-orang yang taat menuruti Tuhan, menyerahkan semua kepada Tuhan akan mewarisi negeri. Yakobus mengingatkan pula agar kita cepat untuk men-
dengar, tapi lambat untuk berkata-kata dan lambat untuk marah. (Yakobus 1:19). Mengapa demikian? “sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah.” (ay 20).Tidaklah mudah untuk bisa menahan diri saat menghadapi orang-orang atau situasi yang sulit, apalagi kalau kita juga sedang labil. Tapi itulah yang menjadi kehendak Tuhan dan yang berkenan di hadapannya. Jangan biarkan sukacita anda dirampas, jangan buka celah bagi iblis untuk menghancurkan Anda. Bergembiralah, tetap jaga kelembutan hati dan rasakanlah bahwa Tuhan itu sungguh baik.”Have a strong mind and a soft heart” - Anthony J D’Angelo Pdt. I P Widiarsana,STh
Untuk pembaca Bali Post Mingguan (BPM), kami membuka rubrik baru ‘’Permata Hati”. Rubrik ini mengangkat si buah hati yang baru lahir, yang berulang tahun atau akan berulang tahun. Juga pasangan yang menikah di minggu tersebut atau yang merayakan ulang tahun pernikahan. Kirim foto menarik dan tulis data lengkap identitas diri, orang tua serta komentar singkat. Semua data dikirim lewat email redaksibalipost@yahoo.com dengan kode Permata Hati. Bisa juga naskah dan foto dikirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post. Jl. Kepundung 67 A Denpasar telp. (0361) 225764. (Redaksi) ULANG TAHUN Dewa Ayu Agung Yadurani Devi, putri dari pasangan Dewa Putu Gede Adiarta dan Dewa Ayu Widyawati, merayakan ulang tahun yang kedua pada Sabtu (3/3) kemarin. Selamat ulang tahun Dewa Ayu Agung Yadurani Devi, semoga panjang umur, sehat selalu, tambah pintar dan jadi anak yang berguna untuk kedua orangtuanya.
Minggu Pon, 4 Maret 2018
Capricorn Kegagalan awal dari keberhasilan yang diharapkan. Oleh sebab itu cobalah sekali lagi di minggu ini mumpung bintang Anda bersinar terang. Jika ada rencana laksanakan saja dengan penuh kewaspadaan dan ketelitian. Asmara: Pertahankan cinta sucimu dan hindari perselingkuhan. Aquarius Keberanian belum tentu selamanya membawa hasil positif, begitu pula minggu ini jangan sembrono karena ada-ada saja problem tak terduga datang mengganggu. Yang dinanti tak didapat namun bukan keinginan menjadi bagian Anda. Hindari perilaku yang dapat menguras keuangan Anda. Harapan positip bisa meleset. Berdoa saja agar terkabul. Asmara: Semuanya sudah berakhir. Pisces Kepercayaan tetap berada di pundak Anda, oleh sebab itu jangan lewatkan kesempatan baik ini dan tetaplah selalu berusaha agar mendapat keberuntungan tak terduga agar hasilnya dapat untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Tingkatkan prestasi kerjanya dan jadikan minggu ini momen yang bersejarah dalam perjalanan hidup Anda. Asmara: Sebenarnya benih-benih cinta itu sudah muncul dan kini ngambang lagi. Semua itu dikarenakan Anda kurang romantis dalam bercinta. Aries Minggu ini sedang mendapat giliran bintang terang, oleh sebab itu lebih baik jangan bersantai-santai saja. Manfaatkan momen baik ini untuk memperjuangkan cita-citanya. Jangan ragu untuk berinvestasi jika memang peluang itu cukup berprospek cerah untuk sekarang dan masa ke depannya nanti. Asmara: Hindari perkataan yang dapat menyulut api emosi agar minggu ini penuh kedamaian. Taurus Minggu ini baik dan jika ada urusan penting boleh dilaksanakan. Jika ada gangguan yang menghambat langkah Anda sebaiknya segera disikapi dengan tegas dan jangan biarkan masalah kecil menjadi besar. Keuangan banyak pemasukkan namun sayangnya ada-ada saja pemborosan tak terduga. Oleh sebab itu jangan terlalu meremehkan soal dananya. Asmara: Ciptakan suasana penuh kebahagiaan dan jangan berperhitungan, Gemini Saat ini situasinya nampak cerah namun di balik itu ada awan kelabu mengganggu. Sehingga sekalipun sekilas mendapat hasil besar jika ditelaah dengan seteliti mungkin, hasilnya ternyata masih jauh dari harapan Anda semula. Keuangan tidak ada yang perlu dicemaskan karena masih ada pemasukan yang cukup besar. Asmara: Kenangan lama muncul kembali menggoda hati. Cancer Minggu ini situasinya sangat baik sehingga yang diharapkan dapat terwujud. Manfaatkan sebaik mungkin dan jangan ditunda-tunda lagi. Bila ada rencana untuk melakukan hal yang penting sebaiknya Anda tetap memperhatikan pedoman langkah jitu agar hasilnya bisa benar-benar maksimal. Asmara: Jangan lupakan kesenangannya agar suasana romantis terciptakan. Leo Rasa malas masih merupakan musuh yang paling tidak disukai. Yang tadinya motivasi semakin meninggi kini hanya di angan-angan yang tentunya membikin peluang menjadi terbuang begitu saja. Keuangan banyak pemasukkan namun sayangnya terjadi pemborosan tak terduga. Asmara: Tiada cinta tanpa pengorbanan, namun semuanya tak semudah lidah bergoyang. Virgo Jangan terlalu percaya diri apalagi sampai terkesan takabur sehingga kewaspadaan sangat berkurang sekali.Cobalah Anda lebih waspada terutama terhadap ancaman yang datang dari rekan Anda sendiri yang selama ini cukup baik dengan diri Anda. Keuangan tidak stabil jadi jangan spekulasi bisa gawat. Asmara: Coba-coba lebih membahayakan segalanya. Lebih baik diseriusi saja jika memang cinta sudah melekat. Libra Sekalipun tugas Anda bertambah dan menandakan kesibukkan meningkat. Namun, sayangnya hasilnya masih jauh dari harapan, untuk itu tetaplah sabar dan terus berusaha dengan giat dan pantang menyerah. Asmara: Jagalah hatinya jangan manja berlebihan, bisa salah faham. Scorpio Jangan melupakan budi baik seseorang di masa lalu agar mendapat karma yang baik bagi diri Anda. Cobalah untuk bisa mengerti mana yang benar dan mana yang salah dan tempatkan segala sesuatunya pada proporsi yang sebenarnya. Asmara: Si dia belum dapat melupakan kekasih lamanya dan dengan diri Anda masih menunggu sikap dan cinta Anda padanya. Sagitarius Jangan menyerah, sekalipun di masa lalu Anda pernah mengalami kegagalan, sebaiknya pengalaman buruk itu dievaluasi dan dicari jalan keluarnya sehingga untuk langkah ke depannya Anda bisa melangkah dengan lebih baik lagi. Asmara: Semanis madu.
Diasuh Oleh Putri Wong Kam Fu Berlaku: 4 - 10 Maret 2018
Redité Pon, 4 Maret 2018
Bali L e m b a r
B a s a
7
B a l i
Bencingah Gede Agus Budi Adnyana
Pangéling Pikayunan SAKADI sané sampun kauningayang, parikrama raina Nyepi wantah rerainan sané kamargiang antuk ngardi kahanan sané sepi miwah sunya yadiastun ring pangrupukannyané sampun kamargiang antuk parikrama sané ramia utamanipun tatkala ngiterang ogoh-ogoh. Manut Gede Agus Budi Adnyana, S.Pd.B., M.Pd., parindikan punika wantah niyasa pidabdab pangéling pikayunan soangsoang jadma, sané pangawitnyané wantah ramia raris dados sipeng miwah sunya. Duaning mangda prasida ngamolihang kalewihan pikayunan, jadmané patut ‘meng-nol-kan” utawi ngentegang pikayunan positif miwah negatif saha ngicalang sekancan ius saking samian kahanan. “Sakadi gelas utawi lumur, yéning meled nagingin malih antuk toya sané anyaran sinah gelas inucap patut puyung tur resik dumun. Tegesnyané boya ja ngicalang daging pikayunan nanging ngicalang paiketan saking dualisme utawi becik miwah kaon,” baos dané. Budayawan sané embas ring Singaraja, 27 Juni 1987 puniki malih maosang, sajeroning parikrama Nyepi, wénten sané kawastanin Catur Brata Panyepian pinaka parikrama utawi jalaran ngamargiang parikrama Nyepi sané becik. Kapertama, amati geni utawi nénten maapi-api utawi mademang ambek pikayunan soang-soang saha ngamargiang parikrama “hemat energi”. Kaping kalih, amati karya utawi nénten ngamargiang pakaryan. Kaping tiga, amati lelanguan utawi nénten maseneng-seneng miwah, sané kaping untat amati lelungan utawi nénten medal utawi makaad maidehan. “Akéh sané prasida kamargiang tatkala punika, minakadi ngwacén sastra, méditasi, mabebaosan sareng kulawarga, utawi ngamargiang rénunsiasi utawi ngélingang malih indik “hakikat diri sejati”. Nénten becik yéning samian punika kamargiang antuk sirep duaning sirep wantah aturu sané teges ipun engsap, matungkasan saking tetuek Nyepi sané patut éling malih ring padéwékan,” dané nartayang. (was)
Jero Mangku Ketut Renita Liang Nyanggra Wanti Warsa Caka SEKANCAN dresta majanten wénten tetuek sané sapatutné kaélingang olih para krama miwah yowana sané nami. Sakadi nyakan ring lebuh sané kamargiang olih krama ring Desa Umejero, Buleleng ri kala raina ngembak geni. Manut Jero Mangku Ketut Renita, parikrama punika kantun becik kamargiang olih kramané irika. Yadiastun ring sastra nénten kapanggihin tetueknyané, nanging dresta punika kapikayunin matetujon nyinahang rasa suksmaning manah taler manah liang tatkala nyanggra wanti warsa Caka sané sampun kamargiang sadurungnyané. “Nyakan ring lebuh setata kamargiang antuk pangapti mangda kramané prasida nglanturang parikrama kauripan antuk manah liang taler bagia. Tatkala punika taler ketah kapanggihin krama siosan saling simpangin ring paon lebuh jagi nunas wedang saha nguncarang rahajeng wanti warsa Caka,” baos dané. Jero Mangku Renita malih maosang, dresta inucap taler pinaka jalaran ngamecikang malih kahanan maparikrama ring krama bebanjaran utawi padésan. Minakadi tatkala wénten krama ring soang-soang banjar sané mapuikan sinah tatkala ngembak geni jagi kabecikang malih. Duaning ipun majanten nglintangin lebuh krama inucap tur jagi macapatan raris sang sané madué lebuh inucap majanten sareng macapatan. Yéning sampun asapunika sinah sané mapuikan punika jagi mecikang malih. Asapunika taler ring soangsoang pakarangan tatkala wénten kalih KK sané mapuikan, duaning tatkala punika ipun patut makarya paon madampingan. Sios punika tatkala jagi ngajeng majanten jagi ngambil ring paon KK sané sampun dumunan rateng ajengan ipun. Dadosné malarapan antuk punika rasa bendu prasida kaicalang sakakidik. “Punika sané ketah rasayang tiang, dadosné tetuek tios saking dresta puniki wantah nyikiang saha saling nunas pangampura antuk kaiwangan sané sampun kamargiang,” lanang sané meneng ring Br. Umejero, Desa Adat Umejero, Busungbiu, Buleleng puniki nartayang. (was)
(118)
BPM/was
MELASTI – Melasti wantah sinalih tunggil eédan parikrama raina Nyepi. Pidabdab taler genahnyané kamargiang jagi nganutin sapunapi dresta taler tata-titi ring soang-soang wewidangan.
Parikrama Rerainan Nyepi
Tetulad Parikrama ”World Silent Day” NÉNTEN karasa yéning mangkin galahé sampun ngranjing ring sasih Kasanga sané jagi kapuputang antuk raina wanti warsa Caka 1940 malarapan antuk parikrama rerainan Nyepi. Pinaka sinalih tunggil rerainan, parikrama Nyepi mabinayan sareng rerainan siosan sané kamargiang krama Hindu ring Bali. Duaning jagi kamargiang antuk parikrama sané sepi tur sunya salami araina utawi 24 jam yadiastun araina sadurungnyané utawi ri kala pangrupukan, kahanan ring pakraman wantah ramia pisan.Yadiastun kahananyané wantah asapunika, tetuek taler pikolih ring parikrama rerainan Nyepi wantah mabuat taler mautama pisan. Sakadi sané ketah kapanggihin ri kala Nyepi, nénten wénten krama sané medal saking paumahannyané soang-soang napi malih jagi makta montor. Manut Gede Agus Budi Ad-
nyana, S.Pd.B., M.Pd., penulis makéh buku budaya miwah penyuluh agama Hindu non-PNS ring Kabupaten Gianyar, Nyepi prasida kaélingang pinaka raina ngresikang kahanan atmosfer gumi sané sampun kaletehin antuk sekancan sané ngawinang polusi udara. Santukan ri kala Nyepi, sekancan parikrama sané prasida ngamedalang kahanan inucap nénten kamargiang. Manut pamariseleh para ahli kabaosang prasida ngirangin emisi gas rumah kaca mawinan kahanan atmosfer guminé dados resikan malih. Duaning tatkala punika kahanan CO2 kirang langkung 20.000 ton nénten kapanggih ring ambara Baliné. Dané taler maosang sangkaning kahanan “pemanasan global” taler polusi udara mangkin sampun sayan-sayan nincap, sinah parikrama Nyepi punika kaanggén tetulad olih krama jagat utawi dura Negara antuk
ngamedalang parikrama World Silent Day (WSD) sané ngaptiang mangda kramané mararian ajebos ngawigunayang montor taler maparikrama sios sané jagi ngamedalang andus kiranglangkung wantah petang jam ring tanggal 21 Maret. Kamargiang ring galah inucap duaning tatkala punika matan aine ngranjing ring Vernal Equinox utawi maitehan beneng ring “Khatulistiwa” sané ring sajeroning tattwa Hindu kaucap antuk Uttarayana. “Para panglingsir Hindu sampun éling pisan indik iklim saking nguni. Sangkaning punika parikrama agama Hindu marupa Nyepi puniki kaaptiang prasida kanggén jalaran ngirangin kahanan polusi mangda iklim prasida setata enteg. Punika sané katulad olih krama dura negarané mangkin,” baos dané. Parikrama Nyepi taler ketah karaketang sareng parikrama
sané siosan, sinalih tunggilnyané melasti. Manut Budi Adnyana wantah jalaran nunas panyucian taler nunas kahuripan. Yadiastun ketah kamargiang ring pasih duaning manut saking satua Samudra Manthana, nanging setata kaadungang sareng dresta, bhisama miwah awig-awig manut genah taler wewidangan. Sangkaning punika, nénten akidik krama sané ngamargiang melasti ring tukad sané kajantenang pinaka wit toya suci. Sios punika wénten taler sané ngamargiang melasti risampun wusan nglintangin parikrama panyepian. Ngeninin indik parikrama sané kamargiang ring raina pangrupukan, sané taler mautama sios saking ngiterin ogoh-ogoh wantah ngamargiang tawur utawi pacaruan sané tetujon ipun nyomya sekancan bhutakala sané medal. Ring paumahan tios saking ngelarang pacaruan
ketah taler kaaturang segehan sané akéh ipun satus kutus tanding sané daging ipun inggih punika nasi, bawang, jaé miwah uyah taler kaaturang malih segehan manca warna manut saking soang-soang urip. Kamargiang taler parikrama mabuubuu pinaka jalaran nemuang sekancan kasidhian astral ring wewidangan inucap, duaning ring jagaté puniki wantah kalih rupan ipun inggih punika marupa immanén miwah transedén utawi sekala kalawan niskala. Punika kanggén jalaran ngentegang kahananipun mangda sekancan bhutakalané raris prasida kasomya. “Ngeninin indik piranti mabuu-buu inucap ketah kawigunayang kulkul, baa api, tirta caru, nasi caru, ulam caru taler jangu, sakéwanten jagi mabina-binayan manut saking sima miwah dresta ring wewidangan soang-soang,” baos Budi Adnyana. (was)
Dresta Nyakan ring Lebuh
Nglebar Api Sajeroning Pakarangan NYEPI wantah rerainan sané kamargiang awarsa apisan pinaka pangawit sasih Kadasa taler wanti warsa Caka. Parikrama raina sané mabinayan sareng rerainan siosan punika raris manados event nyabran warsa sané kajantosang taler kamargiang olih krama Hindu. Nénten akidik taler parikrama nyepi kadagingin antuk dresta sané mabina-binayan ring soang-soang wewidangan pinaka local genius saking krama inucap. Minakadi parikrama tatkala ngamargiang tawur kasanga utawi parikrama mélasti sané majanten mabinabinayan. Wénten taler sané kamargiang wusan parikrama Nyepi, minakadi dresta nyakan ring lebuh. Parikrama nyakan ring lebuh wantah dresta sané sampun kamargiang saking nguni olih krama ring wewidangan Desa Umejero, Buleleng taler desa siosan sawewidangan irika ring raina ngembak geni. Manut I Putu Witaya, panglingsir pecak Bendesa Adat Umejero puniki, sajeroning raina Nyepi, sekancan api sapatutné kapademang. Inggihan sané marupa api sekala utawi sané kanggén mareratengan miwah sané siosan malarapan antuk nénten ngidupang api
arainané punika taler api ring soang-soang padéwékan utawi api pikayunan malarapan antuk Upawasa. Salanturipun, ngranjing ring raina ngembak geni sinah parindikan punika sami kalebar utawi puput sampun upawasa, sampun dados malelungayan miwah sané siosan. Sakéwanten indik api sané kanggén ring pawaregan utawi paon kantun nénten dados kaidupang malih araina. Punika kalebar malarapan antuk nyakan ring lebuh utawi mareratengan ring lebuh soang-soang pakarangan araina inucap ngawit saking jam 00.01 nyantos 00.00 wengi. “Parikrama inucap kamargiang 24 jam. Tatkala punika nénten dados maapi-api taler mareratengan ring pakarangan. Yadiastun wantah makarya toya anget patut kamargiang ring lebuh,” baos dané. Malih dané maosang, yéning dumun risampun wusan ngamargiang pacaruan ring pangrupukan raris kramané mapidabdab makarya cangkem paon “non permanén” ring lebuh soangsoang sané jagi kanggén tatkala ngembak geni. Sakéwanten mangkin sampun akéhan sané nganggén kompor sinah punika wawu kadabdabang ri kala
ngembak geni kémanten. Jero Mangku Ketut Renita, Pamangku Pura Desa Umejero taler maosang, punika kakawitin risampun kulkul banjar cihna pangawit ngembak geni sampun katepak olih prajuru ring galah 00.01 Wita. Tatkala punika kramané ka lebuh soang-soang makta piranti sané jagi kanggén mareratengan minakadi baas, ulam, jangan
“SAPUNAPIANG ngugu yéning guruné makta masalah. Kadi mangkin titiang nerima dosané, tuaji kantun maksa titiang ngantén sareng Beli Penida anggén nambengin érangné.” “Kadén Ibu ajak Ajiné suba ngaku pelih saha mébasang Cening ngalih calon rabiné padidi. Ibu sing kaberatan pitui ajak nyén, uli dija kanggo Cening,” baos Ibunné kasih-asih. “Yéning wantah kénten, mangkin Ibu, Aji sampunang malih ngurus déwék titiang. Banggayang titiang jaga nyerahang déwék ring beli-belin titiangé. Beli Gus, Beli Ngurah, Gék Jeladi lan Arniek tetep mlinggih driki. Tuaji sareng Ibu sami nawegang mlinggih ring kamar siosan dumun,” aturné Ayu Citra teges, anaké lingsir nylibsib medal ka ampiké. “Nah, maksud Gék Citrané jani kénkén? Beli pasti mendukung lakar nyelametang ragan adiné. Eda Gék mamutung, enu liu solusiné pilihin,” baosné Gusti Bagus Cakra sendu.
“Beli Gus, Beli Ngurah sareng sami. Tiang sampun nénten percaya ring anak lingsir. Mangkin manah tiangé mangda Beli sareng Gék lan Arniek ngicén tiang tetimbang vérsi anak muda sané nénten kolot nanging manut hukum wiadin dresta,” aturné Ayu Citra alon. “Nah, yén kénten napi Gék Citra kari ngelah timpal utawi dedemenan ané sanggup ngantén ajak ragané? Yén makurenan patuté apang ada dasar tresna,” baosné Ngurah Adnyana. “Yén anak siosan dong akéh. Nanging tiang ten nyak aib tiangé nibanin anak lian.” “Yéning ajak Beli Penida kadén mamisan, nguda Gék nulak?” baosné Gus Cakra. “Raganné sampun ngelah rabi lan oka. Tiang ten nyak nyakitin keneh ipah tiangé.” “Terus mangkin sira ané tresnain Gék lénan. Melahan terus terang apang ten rumit.” “Sujatinné maaf Arniek, tresnan tiangé gumanti ring Beli Wah Jelada. Nanging
tiang ten nyak ngrebutin uli pelukan Arniek’é ané sampun tekek. Napi buin ajin tiangé ten ikhlas dugas meanin Beli Ngurah masekolah. Tiang lek. Mangkin kari harapan tiangé buin abesik ring Beli Ngurah Adnyana. Tiang taler prihatin Beli Ngurah kaonina seda ring pacar Beliné. Nanging sampunang Beli mapikayun tiang numpangang mala ring kasungkawan Beliné,” aturné Ayu Citra papolosan saha nangis sigsigan. Samian bengong majeng Ngurah Adnyana. “Ooh, Beli Ngurah Adnyana, ampurayang adin tiangé Citra matur papolosan nunas pasayuban ring Beli. Yéning wantah kapatut, kari wénten genah, titiang sareng sami gumanti nunas paswécan Beliné,” aturné Gusti Bagus Cakra sareng Gusti Bagus Catra sinarengan. “Inggih Beli Ngurah, yéning wénten kayun Beli Ngurahé sapisanan marupa yadnya nylametang duka lara, papa klésa ring jagaté, durusang.
miwah sané siosan. Nénten arang taler lakar ajengan inucap kaolah ring pakarangan paumahan sadurung kabakta ka lebuh yéning kahanan daweg punika sabeh. Yéning nénten sabeh sinah mawit saking kulkul matepak kramané sampun gupuh ring lebuhnyané makarya lakar ajengan utawi mareratengan. Durung majanten kramané sinarengan
jagi matangi tatkala jam 00.01 Wita inucap, wénten sané jagi matangi ring galah 02.00 tur wénten taler sané matangi ring galah 03.00 miwah sané siosan. “Ring semengan inucap, nénten akidik alit-alité sané malali-lali ring wewidangannyané punika sinambi saling singgahin ring genah mareratengan sané kamargiang ring lebuh,” Jero Mangku maosang. (was)
LEBUH – Wénten makudang-kudang dresta sané kamargiang pinaka eédan raina Nyepi, sinalih tunggilnyané marupa dresta nyakan ring lebuh sané kamargiang ring raina Ngembak Geni ring wewidangan Désa Umejero, Buleleng. Nanging wénten pinunas tiang ring Beli Gus Cakra mangda pamargin nganténé saking jeron Beliné ring Ujung, santukan Ayu Citra sujatinné tetep druén Beli boya druén Aji Dé Karang ring Selat. Statusné Aji Karang amung orang tua asuh, durung wénten pula-pali paperasan,” aturné Ngurah Jelada teges. “Wiyakti Beli Ngurah, mangda sané dados matuan Beliné wantah Aji Bagus Saputra, boya ja Aji Dé Karang lan Bibi Sisu. Padalem Mbok Citra,” aturné Ayu Jeladi kadi kimud. Sesampuné sué mapineh-pineh Gusti Ngurah Adnyana mangsegan raris alon mabaos. “Nah yén sampun manut misan Beliné Ngurah Jelada lan Ayu Jeladi matutang, Beli ten bisa nulak. Jelé melah Beliné tuah ajak misané ané lakar mragatang. Nanging pajalané apang buka raosné Wah Jelada ibusan,” baosné Gusti Ngurah Adnyana ring Ayu Citra alon. Kadi polih amerta sanjiwani Ayu Citra Andini maserod sung-
kem ring Ngurah Adnyana. “Matur suksma Beli Ngurah Adnyana, Beli Wah Jelada, Ayu Jeladi lan Arniek antuk swécané mahbahang benangé samben, ngetisin manah tiang ilara sané sampun das padem,” aturné Ayu Citra briukina ring rakanné Gusti Bagus Cakra lan Bagus Catra saha nangis. “Béh, ngujang kanti adi kénten. Miribang mula kéné jalan patemun Beliné ajak adi. Beli dasdasan ngambul ten lakar ngantén. Sampun limang tiban tresnan Beliné sirna ilang abana mati tekén gélan Beliné. Jani ulian adi ngaba duka lara satmaka nundunin manah Beliné milu prihatin. Dumadak adi saking tulus numbuhang tresnan Beliné maseen buin.” Gusti Ngurah Adnyana ngusap toyan panonné Ayu Citra mangda malinggih. Gusti Bagus Cakra sareng Ngurah Jelada ngaturin anaké lingsir mangda mawali ka kamar tamu. (Masambung)
8 Parahyangan
Dura Désa
Redité Pon, 4 Maret 2018
BPM/ist
Desa Purwadadi Ngamedalang Wisata ”Kampung Primitif ”
SUKU DAYAK - Krama-krama mapanganggé suku Dayak ring genah wisata Kampung Primitif sané magenah ring Desa Purwodadi, Kecamatan Gambiran.
Pura Penataran Luhur Medang Kamulan
Wangunan Palinggih Akéhan ”Model” Jawi
SATIOS ring Bali, wangunan pura taler akéh wénten ring wewidangan Gresik. Wangunan pura irika madué soang-soang cihna. Sakadi Pura Penataran Luhur Medang Kamulan, sané magenah ring Dusun Buku, Desa Mondoluku, Kecamatan Wringinanom, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Pura sané kawangun daweg warsa 1960 puniki mawit wénten saking kawéntenan Pura Setia Dharma Bakti sané kawangun olih umat Hindu Mondoluku. Satios punika, pura puniki ketah kawigunayang genah pamuspaan antuk keyakinan Jawi. Samian wangunan pura ngawigunayang batu bata. Puniki wantah sinalih tunggil cihna saking wangunan Pura Medang Kamulan. Pura Medang Kamulan puniki sampun polih kabecikang. Ring warsa 1980 antuk wantuan krama Hindu kirang langkung 75 KK ngwangun pura inucap ring tanah sané jimbarnyané kirang langakung 612 m 2.. Nanging mangkin, jimbar palebaan pura sampun 3.966 m 2. Naen wénten diskriminasi agama ring désa inucap. Kantos wantah pitung KK sané kantun pageh ngamargiang swadharma magama Hindu. Yadiastun wénten diskriminasi sané kaon, dané kantun prasida ngamargiang upacara miwah mapuspaan madasar kalascaryan. Daweg Oktober 2010, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kecamatan Wringinanom, Sai, miwah Ketua PHDI Kabupaten Gresik, Kusno, ngrauhin pondok Kadek Sumanila, sinunggil krama Hindu ring désa inucap. Kadek kauduhang mangda ngranjing dados pengurus anyar ring PHDI. Pamuput, Kadék kayun dados pengurus PHDI. Salanturnyané, Kadek, Kusno, miwah Sai, rauh ka Desa Mondoluku matemu sareng krama Hindu ring Mondoluku. Rauh irika, samian ngamargiang pamuspaan saha paum ngrincikang pawangunan pura. Ring tanggal 25 Desember 2010, wantah raina piodalan Pura Penataran Agung Margo Wening. Kala punika, Kadek kacunduk sareng Ida Pandita Sri, Mpu Nabe Daksa Samyoga, miwah Pinandita, Drs. I Nyoman Murba Widana M.ag., nlatarang kahanan krama Hindu miwah kahanan pura ring Mondoluku. Mawit punika, kahanan krama Hindu miwah kahanan pura sayan mecikang. Ring Pura Penataran Luhur Medang Kamulan, aran-aran palinggih akéhan ngawigunayang model Jawa. Gedong lingga kamulan pinaka genah pamuspaan majeng Ida Bhatara. Ring tengahnyané madaging rong tiga, luiré: Bapanta ring tengen, Ibunta ring kiwa, matemahan Sang Hyang Iswara ring tengah. Nyinahang yéning Ida wantah Hyang Tunggal Kamulan Sakti Kamimitan. Pura Penataran Luhur Medang Kamulan rumasuk sthananya para leluhur nusantara saking peradaban Kerajaan Majapahit rauh ring Kerajaan Mataram kuno (Medang Kamulan). Panyiuan krama Hindu pamekas saking Bali sampun akéh sané pedek tangkil ka pura inucap. (kmb)
MAWEWEH malih wewidangan wisata anyar ring Banyuwangi. Genah inucap kawastanin Wisata Kampung Primitif ring Désa Purwodadi, Kecamatan Gambiran. Yadiastun durung resmi kamargiang, sampun akéh para tamiu saking makudangkudang wewidangan rauh mrika. Wisata sané ngutamayang kahanan palemahan sané becik puniki wantah sinalih tunggil cihna désa ring sisi Kelod Banyuwangi. Nénten méweh tatkala ngrereh genah wisata inucap santukan nénten doh saking kantor Desa Purwodadi, ring Dusun Krajan. Tatkala ngranjing ring wewidangan puniki, para tamiu patut ngenahang montor ring genahipun tur mamargi ka genah sané wénten ring sisin Tukad Talang puniki.
Kahanan ring Kampung Primitif kapanggih kantun asri pisan, magenah ring tegalan madaging antuk suaran pindekan yeh satmaka nyanggra para tamiu sané rauh. Wénten tamiu sané malinggih sinambi ngarsayang kalewihan palemahan ring batan taru sané ageng kasarengin antuk kesiran angin sané ngampehang. Ring batan taruné punika taler akéh kapanggihin umah-umah cihna suku Dayak sané maraab sumi, irika taler kapanggihin yowana miwah alit-alit sané mapanganggé sakadi Suku Dayak. Ipun sané jagi nyanggra tamiu sané rauh. Selfie sareng krama sané mapanggé sakadi suku Dayak wantah sinalih tunggil sané kasaratang pisan olih tamiuné. Sangkaning durung sumeken
kamargiang sinah durung kakeniang prabéa tiket. Tatkala raina Saniscara – Redite genah wisata punika ramia pisan karauhin tamiu. Genah wisata puniki kadabdabang olih Kelompok Sadar Wisata sané mangkin angganipun sampun 180 krama kapucukin Drs. Subandi. Pikayunan ngwangun genah wisata puniki wantah sangkaning parikrama kreatif saking angga yowana sané kasikiang dados Universitas Prapatan. “Kampung Primitif wantah genah ngamedalang eksprési tiang sareng sami,” baos Arif angga sané taler pamucuk yowana irika majeng ring Bisnis Banyuwangi, wawu niki. Arif taler maosang sadurung kawangun dados Kampung Primitif, krama-krama mapanganggé suku Dayak punika
Toya Klebutan ring Sumber Mbah Kopek Kaprecaya Prasida Ngicalang Panyungkan
DESA-desa ring Banyuwangi makéh madué tetamian kuna sané tawah. Sinalih tunggilnyané, sumber Mbah Kopek ring Desa Kumendung, Kecamatan Muncar. Genah sané nampek sareng sétra umum désa puniki kasub tenget pisan. Toya klebutan irika nénten naen nyat. Kocap toya saking klebutan puniki prasida kadadosang tamba. Sumber Mbah Kopek genahnyané doh ring tengah-tengah carik. Genah puniki kasengguh pinaka wit kawéntenan Desa Sumbersewu. Aran Mbah Kopek kambil saking akéhnyané klebutan ring genah inucap. Mawit désa puniki kapah, sumber Mbah Kopek dadosné magenah ring Desa Kumendung. Ngranjing ring genah sumber, kahanan sakral mawit karasayang. Wénten taru bingin ageng sané tegeh. Saking sor taru puniki, klebutan Mbah Kopek maasal. Ring duur sumber kawangun wangunan marupa bendungan. Ring genahé punika krama sané rauh pacang masiram. Raina Sukra Umanis, krama akéh pisan rauh ka genah puniki. Sané rauh boya wantah saking Banyuwangi kémanten. Wénten sané saking Jember kantos saking Bali. “Ketah, krama punika rauhnyané wengi, ngamargiang ritual miwah masiram,” baos Poniyem, sinalih tunggil sané ngemit klebutan Mbah Kopek. Anak istri puniki maosang, krama sané rauh pastika madué tetujon nyabran rauh ka Mbah Kopek. Wénten krama sané sungkan, nunas kasegeran. Wus masiram,
krama sané rauh akéhan makemit ring makam Mbah Kopek. Genahnyané nampek saking genah klebutan. “Lumrahné, melekan (magadang) ring makam. Wénten taler sané ring ambén wangunan,” tutur dané. Saraina, satios pinaka pangemit, Poniyem taler setata ngresikin genah sakral inucap. Utamanipun ngresikin daun bingin sané jatuh ring natar sumber miwah ring toya. Satios Poniyem, panglingsir Desa Sumbersewu, Oentoeng Margiyanto maosang, klebutan Mbah Kopek mapaiketan pisan sareng purana désa irika. Manut satua turun temurun, Mbah Kopek wantah panglingsir sané kapertama ngrabas alas. “Punika satua turun temurun. Nanging, nénten wénten bukti sané marupa sesuratan,” baosnyané. Dumun, daweg warsa 1990-an, naen kamargiang penelitian cagar budaya ring klebutan Mbah Kopek. Kasujatiané, makam
kuno sané kasakralang boya ja makan, nanging sakadi petilasan sané naen karauhin panglingsir désa irika. Pecak petilasan punika sané kawentuk marupa makam kuno. Manut Oentoeng, wénten akéh versi ngeninin indik Mbah Kopek. Versi tios maosang, ring klebutan inucap dumun karabas olih Mbah Joyo Kesumo. Mangkin, aran inucap kakukuhang pinaka aran Dusun Sumberjoyo ring Desa Kumendung, pahan Desa Sumbersewu. Wénten taler sané maosang, Mbah Kopek wantah jin sané marupa macan. “Makéh versi sané metu. Nika wantah satua turun-temurun,” weweh dané. Sapunapi ja puranané, baos Oentoeng, klebutan Mbah Kopek dados sinalih tunggil kekayaan budaya ring Desa Sumbersewu miwah Kumendung. Napimalih, ring genah puniki kamargiang upacara Entas-entas utawi ngaben Jawi sané kamargiang olih umat Hindu ring Muncar. (udi/uma)
setata kasinahang ri kala kamargiang parikrama 17 Agustusan. Setata Nincapang Inovasi Makudang-kudang poténsi wisata anyar sayan akéh kagarap olih krama Désa Purwodadi. Manut Perbekel Désa Purwodadi, Drs. Suyoto, warsa 2017 sané lintang wénten tetiga genah wisata anyar ring wewidangannyané. Inggih punika wisata air, wisata Kampung Primitif miwah wisata agro. Makasami punika kadadbdabang olih Kelompok Sadar Wisata. “Kasuén-suén pacang kadadosang apaket,” baosnyané ring Bisnis Banyuwangi wawu puniki. Ring warsané sané lintang Desa Purwodadi sampun ngicén dana penyertaan modal ring BUMDes kirang-langkung Rp 50 yuta antuk
Wisata Kampung Primitif. Sios punika ring pangawit warsa 2018 kaicénin Rp 100 yuta. Dané maosang yening sinalih tunggil piranti sané pinih becik saking Desa Purwodadi wantah asil tani, minakadi juuk, buah naga, jambu kristal miwah jambu madu. Sané mangkin jimbar genah pertaniannyané sampun dados panyatusan hektar. Suyanto taler nyantenang, mangkin Banyuwangi sampun dados sinalih tunggil wewidangan sané katuju dados genah wisata. Akéh krama dura desa rauh ka Banyuwangi sangkaning meled ngajeng buah lokal. “Sangkaning punika tiang sareng sami meled nganggén kahanan inucap ngwangun wisata agro,” baosnyané. (tin/wan)
Satua
Nang Bangsing Teken I Belog (1) Kaketus saking Satua-satua Bali (X)
Bali Post/udi
SUMBER - Kahanan Sumber Mbah Kopek ring wewidangan Desa Kumendung, Kecamatan Muncar, Banyuwangi.
ADA tuturan satua anak makekasihan ajaka dadua, madan Nang Bangsing tekén I Belog. Kacarita I Belog anak ia sajaan buka adanné belog pesan tur tutut. Sedek dina anu, I Belog ajakina masang bubu tekén Nang Bangsing. Nyak koné I Belog. Gelisang Satua matakon koné I Belog tekén Nang Bangsing, “Beli, Beli apa anggon baren bubu? Dija anaké makena bubu?” masaut lantas Nang Bangsing, “Ih Belog, yan anaké marenin bubu tusing dadi lénan tekén jaja kuskus lebengan asador tusing dadi kuangan, tekén unti nyuhan abungkul. Suba kéto kenaang lantas di pagehané!” Déning kéto pitutur kekasihané, lantas I Belog meli ketan asador, nyuh abungkul muah gula abungkul. Suba genep makejang lakar jajané, lantas lebengina tur disubané lebeng lantas barenina bubuné. Disubané suud marenin, lantas kenaanga di pagehané!” Kacarita Nang Bangsing makena bubu, nanging di umané. Né jani suba pada suud makena bubu lantas mapaitungan Nang Bangsing tekén I Belog, kéné munyiné Nang Bangsing, “Ih Belog, jani wiréh suba makena bubu, jalan pules selidan tusing dadi magadang. Buin mania pang nu semengan pesan ngangkid bubu.” Kéto munyiné Nang Bangsing. Déning kéto sajaan nu selid pesan koné suba pules I Belog. Suba jena jani tengah lemeng, lantas bangun Nang Bangsing nyemak bubuné I Belog tur telahanga daara jajané. Disubané telah, lantas pejunina. Buin melahanga mejang di tongosné i tuni. Suba kéto mulih lantas Nang Bangsing buin pules. Gelisang satua lantas makakruyuk siapé mara acepok enten lantas I Belog tur bangun nglantas ia ngalih Nang Bangsing, “Nang Bangsing, Nang Bangsing, suba semengan dong jalan angkid bubuné.” “Ndén malu.” Kéto pasautné Nang Bangsing, lantas antianga di ampikné tekén I Belog. Buin kejepné makruyuk buin siapé, buin lantas kauk-kauk I Belog, “Beli Nang Bangsing, mai suba angkid bubuné, suba lemah né.” Masaut lantas Nang Bangsing, “Nah jalan,” kéto pasautné sambilanga ngampakang jelanané. Sret…., gedeblég. Lantas majalan lakar ngangkid bubu. Caritayang mara angkida bubuné I Belog lantas bek misi tai. Béh apa kadén gedegné I Belog tur ngrengkeng, “Né bubu kénkénkénkénan tenenan bek misi tai.” Kéto munyiné I Belog sambilanga ngediang tainé. (Masambung)
Rédaksi nerima reriptan marupa artikel (paling akéh 3500 huruf), satua ringkes (paling akéh 6000 huruf), puisi, geguritan miwah sané siosan. Reriptan mangda kakirim ring alamat: Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email: bali_orti@balipost.co.id.
Minggu PON, 4 MARET 2018
9
SPORT
Marquez Jatuh di Qatar HAL 12
Chelsea Vs Manchester City
Siapa Bisa Hentikan The Citizens London –
Manchester City sedang memperlihatkan performa luar biasa. Manajer Chelsea Antonio Conte menyebut City memang tampak tak bisa dihentikan.City baru saja meraih gelar juara yang pertama musim ini, dengan melibas Arsenal 3-0 di final Piala Liga Inggris. Itu juga menjadi trofi pertama Pep Guardiola sejak menangani The Citizens pada musim panas 2016. Lawan yang sama kemudian juga digasak City lagi dengan skor serupa ketika kedua tim berhadapan lagi dalam pertandingan pekan ke-28 Premier League di tengah pekan, untuk melanjutkan laju kencang menuju tahta juara Premier League. Saat ini City keunggulan 16 poin dari Manchester United di posisi kedua. Usaha terus mendekatkan diri dengan titel akan diuji Chelsea akhir pekan ini, malam ini. “Saat ini mereka tampak tidak bisa dihentikan. Kita harus meng a g u m i hal itu. Terkadang amat sulit untuk mencari kelemahan di tim tersebut,” kata Conte Sabtu (3/3) kemarin. “Ketika Anda sudah bekerja dengan sangat baik dan ada perasaan positif antara manajer dengan klub, Anda jadi bisa bekerja sesuai keinginan, berusaha meningkatkan tim dengan cara terbaik. Manchester City punya kemampuan untuk membelanjakan uang banyak. Seorang manajer top, uang banyak yang bisa dibelanjakan, ambisi yang sama, saat Anda menghubungkan semua faktor itu, inilah hasil akhirnya,” tuturnya. Namun The Blues patut
waspada. Chelsea hanya memenangi dua dari lima laga terakhir Liga Primer Inggris. Namun The Blues memiliki rapor dua kemenangan dan menelan dua kekalahan dari lima pertemuan dengan Manchester City di Stadion Etihad pada Liga Primer. Dengan kondisi internal tim yang kurang bagus karena rumor pemecatan Antonio Conte d a n he ng ka ng n y a s e j um l a h pemain, tren buruk Chelsea bisa bertambah panjang dalam laga ini. Manchester City bisa menang dengan skor 2-0. Sementara itu, jelang pertandingan kiper The Citizens, Ederson memastikan timnya belum kehabisan bensin. “Sekarang kami harus bisa menjalani pemulihan kondisi fisik dengan baik. Kami akan fokus pada Chelsea dan kemudian baru berpikir tentang laga selanjutnya,” ucap Ederson dikutip dari Four Four Two. Laga melawan Chelsea terbilang penting untuk Manchester City mengunci gelar Liga Inggris. Mereka membutuhkan 15 poin tambahan untuk merebut gelar juara dari Chelsea. “Duel melawan Chelsea sangat penting bagi kami. Tim ini sedang memulai bagian dari akhir musim, yang menjadi faktor paling penting,” kata kiper Manchester City asal Brasil tersebut. Ederson melanjutkan, laga melawan Chelsea lebih sulit bila dibandingkan dengan Arsenal. Menurutnya, Chelsea memiliki amunisi yang mengerikan dan bisa mencetak gol di waktu yang tak terduga. “Akan menjadi sangat sulit. Chelsea memiliki banyak pemain bertalenta, tapi kami sedang dalam bentuk yang bagus dan kami sangat percaya diri,” ucap Ederson. (kmb33/rtr)
Morata Tak Sekuat Costa
Alvaro Morata
BPM/rtr
London – Striker Chelsea, Alvaro Morata dianggap tidak memiliki kekuatan mental seperti yang dimiliki Diego Costa yang sukses bersama Chelsea. Morata bergabung bersama The Blues setelah direkrut dari Real Madrid musim panas lalu. Ia mampu mencetak tujuh gol dalam tujuh pertandingan pertamanya bersama pasukan Antonio Conte Namun, pemain berusia 25 tahun itu gagal melanjutkan tren positifnya dengan defisit golnya yang semakin menurun. Morata telah kehilangan banyak pertandingan bersama Chelsea sejak awal tahun karena cedera yang dialaminya. Ia dikritik karena dianggap gagal mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh pencetak gol terbanyak Chelsea musim lalu, Diego Costa. Mantan pemain Liverpool Danny Murphy membandingkan kondisi tidak fit yang dialami Morata, berbeda dengan tidak fitnya Costa. “Morata mengalami pasang
surut,” katanya, Sabtu (3/3) kemarin. “Morata adalah pemain luar biasa, secara teknis sangat baik, bagus di udara, finishing kuat, tapi memiliki perbedaan tipis dengan Costa yang membuat Costa tampil lebih baik di Chelsea. Terkadang saya menonton Costa dan mengatakan ‘Anda tidak fit’ tapi costa selalu bertekad untuk berada di lapangan dan dia tahu bagaimana bermain bersama timnya bahkan ketika dia tidak berada di tempat terbaiknya,” imbuhnya. “Ada tanda tanya melihat catatan cedera Morata sebelum dia tiba di Inggris dan dia telah berjuang untuk tetap fit dalam waktu yang lama. Saya tidak mengenal Morata dan saya tidak ingin mempertanyakan cederanya, tapi mungkin dia perlu mengubah pola pikirnya,” tutup Murphy. Chelsea saat ini berada di urutan kelima klasemen sementara Liga Premier, dua poin di bawah posisi keempat, Tottenham. (kmb33/rtr)
Pep Guardiola
BPM/rtr
Gelar Juara Makin dekat Manchester – Manajer Manchester City, Josep Guardiola mengakui bahwa timnya kini makin dekat dengan gelar Premier League, meski masih harus meraih lima kemenangan lagi. City sukses mempermalukan Arsenal tiga gol tanpa balas di Emirates, Jumat (2/3) dini hari kemarin. Hasil ini membuat Kun Aguero cs kini memimpin klasemen dengan keunggulan 16 poin dari pesaing terdekatnya. “Kami makin dekat, kami tak bisa menampiknya. Namun belum selesai. Ketika Anda berpikir sudah selesai, ini belum selesai,” tegas Pep kepada Sky Sports. “Ini berada dalam jangkauan kami, hal terpenting adalah bergantung pada kami dan kami harus menyelesaikannya,” lanjutnya. Hingga Liga Inggris 2017-2018 memasuki pekan 28, The Citizens duduk di puncak klasemen dengan koleksi 75 angka. Sergio Aguero dan kawan-kawan unggul 16 poin dari Manchester United di posisi dua. Secara matematis, Manchester City hanya membutuhkan lima kemenangan dari 10 laga tersisa untuk keluar sebagai juara. Dengan tambahan 15 poin, Manchester Biru akan mengoleksi 90 angka. Koleksi 90 poin membuat raihan angka mereka tak mungkin lagi dikejar The Red Devils (julukan Manchester United) di posisi dua. Manchester United yang saat ini meraih 59 angka, hanya akan meraih poin maksimal 80 jika memenangi 10 laga pamungkas. Namun lima laga ke depan Manchester City tak bisa dikatakan enteng. malam nanti mereka akan menjamu Chelsea di Etihad Stadium. Selanjutnya Manchester City akan bersua Stoke City (tandang), Everton (tandang), Manchester United (kandang) dan Tottenham Hotspur (tandang). Dari kelima tim itu, bisa dibilang hanya Stoke City yang masuk kategori ringan. Bahkan Stoke tak bisa diremehkan saat bermain di kandang sendiri, yang mana mereka sering membuat rontok para tim tamu. Dari kelima pertandingan itu, jelas paling menarik saat mereka menjamu Manchester United. Skuad Manchester United racikan Jose Mourinho jelas tak ingin kalah untuk kedua kalinya musim ini, dari sang rival sekota. Begitu juga dengan Chelsea yang akan dihadapi Manchester City pada akhir pekan ini. The Blues tak ingin kembali tersungkur dari Manchester City, terlebih mereka juga baru saja dikalahkan Man Manchester United 1-2 pekan lalu. (kmb33/rtr)
Courtois Tidak ke PSG London – Agen Thibaut Courtois bernama Christophe Henrotay menampik kabar yang menyebut pihaknya sudah mengadakan pertemuan dengan PSG menyangkut transfer kiper Chelsea tersebut. Televisi Belgia RTBF sebelum ini mengklaim PSG sudah bertemu dengan perwakilan Courtois di London pada akhir bulan kemarin, dan disebutkan yang menjadi topik pembicaraan adalah potensi pindah ke Paris pada musim panas depan.
Meski begitu, Henrotay buru-buru menampik klaim tersebut. Kepada wartawan, Sabtu (3/3) kemarin mengatakan: “Saya tidak pernah mendengar pertemuan itu. Jika ada klub yang tertarik, mereka tahu apa yang harus dilakukan, bernegosiasi dengan Chelsea dan ke mudian temui saya untuk mengetahui ketertarikan klien saya”. “RTBF adalah stasiun televisi kecil di Belgia dan terkadang mereka menyukai sedikit getaran untuk membuat mereka tetap hidup. Namun informasi
yang mereka himpun tidak benar,” imbuhnya. Di musim ini Courtois bersaing dengan Ederson Moraes dan David de Gea untuk memperebutkan penghargaan Golden Glove. Dari 28 penampilannya di Liga Primer, Courtois sukses mencatatkan 13 clean sheets, setara dengan Ederson, namun ia masih tertinggal dari De Gea yang menjaga gawangnya perawan di 15 laga liga. Di Chelsea sendiri Courtois masih terikat kontrak hingga Juni 2019 mendatang. (kmb33/rtr)
Thibaut Courtois
BPM/rtr
10
Profil
Inter akan Kesulitan
LEGENDA AC Milan, Paolo Maldini bereaksi jelang Derbi della Madonnina pada giornata ke-27 Serie A. Bekas timnya akan menjamu Inter Milan di Stadion San Siro, Senin (5/3) dinihari. Maldini menilai laga ini akan rumit, terutama bagi Inter. Ia berpendapat kondisi sang rival justru lebih bagus saat kedua kubu bertemu pada putaran pertama. Saat itu ia akui Milan tengah terseok-seok. Banyaknya pemain baru membuat tim kesulitan mencari identitas. Kemudian ada pergantian kepemilikan klub. “Namun akhirnya mereka menemukan gagasan tentang Milan yang sebenarnya,” kata sosok berusia 49 tahun, Sabtu (3/3) kemarin. Ia menyinggung performa apik Il Diavolo di tangan Gennaro Gattuso. Milan belum terkalahkan dalam 13 pertandingan terakhir di berbagai kompetisi. “Rossoneri juga bermimpi mencapai empat besar, jadi kita lihat apa yang akan terjadi,” ujar Maldini. Hingga giornata ke-26, pasukan merah hitam berada di tangga ketujuh klasemen sementara Liga Italia. Dengan mengantongi 44 poin, Leonardo Bonucci dan rekan-rekan tertinggal tujuh angka di belakang Inter di posisi keempat. Liga menyisakan 12 pekan lagi. Pertarungan memperebutkan tiket Liga Champions bakal sengit. Masih ada Lazio, Roma di peringkat ketiga dan kelima. (kmb33/rtr)
Bola
Minggu Pon, 4 Maret 2018
Ingin Jadi Tuan Rumah Piala Dunia
PELATIH Indra Sjafri sedang terlibat dalam acara coaching clinic dan festival sepak bola di Lamongan. Pada momen itu, ia sekaligus mengungkap impian. “Cita-cita kami sama dengan seluruh masyarakat Indonesia dan PSSI yang ingin menjadi tuan rumah di Piala Dunia 2034. Itu tidak bisa dikerjakan sendiri oleh PSSI, jadi kami ingin membantu,” kata Indra Sjafri di Lamongan, Sabtu (3/3) kemarin. Demi mewujudkan impiannya itu, pria yang dikenal berkat polesannya di timnas Indonesia U-19 tersebut sudah mendirikan Indra Sjafri Football Academy (ISFA) demi menjaring pemain muda potensial. Ia ingin Indonesia bisa tampil di Piala Dunia 2034. Secara umum, Indra Sjafri juga menuturkan tiga hal yang ingin dilakukan pihaknya untuk sepak bola Indonesia. Pertama, mendekati manajemen klub yang bermasalah keuangan tapi punya basis suporter yang bagus. Kedua, Indra Sjafri berkeinginan untuk melanjutkan hobi blusukan keliling Indonesia untuk mencari talenta muda untuk digembleng di akademi miliknya, yang berada di Bontang, Kalimantan Timur. “Ketiga, kalau di Indonesia mau maju sepak bolanya yang penting itu pelatih. Pelatih kita sedikit. Kontribusi kita yakni membina 1.000 pelatih untuk kepelatihan level C AFC dan itu bertahap,” tuturnya. “Saya mau sepak bola Tanah Air menjadi magnet dan menyenangkan masyarakat indonesia. Jadi saya mau ikut ambil bagian,” kata Indra. Acara coaching clinic dan festival sepak bola itu sendiri disambut positif Ketua KNPI Lamongan Deby Kurniawan. Ia berharap acara itu mampu memberikan motivasi bagi warga Lamongan. “Mudah mudahan muncul bibit pemain yang handal dari Lamongan,” ucapnya. (ant)
BPM/rtr
Leonardo Bonucci
Derby della Madonnina
Milan Sedang Menanjak
Milan – Derby della Madonnina akan tersaji akhir pekan ini. Kapten AC Milan, Leonardo Bonucci berharap energi dari tifosi akan tersalurkan ke permainan timnya. Laga antara Milan melawan Inter Milan akan berlangsung di San Siro pada Senin (5/3) dinihari nanti. Itu menjadi laga derby yang ke-168 di Serie A sejak 1929. Sama halnya seperti derby satu kota lainnya, Derby della Madonnina merupakan laga penuh gengsi untuk menjadi yang terbaik di kota Milan. Bonucci pun meminta timnya main penuh gairah. “Ketika Anda bermain di kandang sendiri, ketika Anda menjalani derby di San Siro, pertandingan itu berbeda dibandingkan bermain di stadion lain. Anda memiliki 60 hingga 70 ribu penonton yang mendorong Anda dan mereka mengalirkan gairah dan kecintaan mereka kepada tim ini kepada Anda,” ujar Bonucci, Sabtu (3/3) kemarin. “Kami harus mengguna-
kan emosi ini di lapangan untuk bereaksi dan menang,” sambungnya. Milan sedang dalam laju oke sepanjang tahun ini. Mereka belum kalah di seluruh ajang kompetitif dengan meraih sembilan kemenangan dan dua hasil imbang. Sementara itu, Inter yang sempat terseok-seok baru saja menang melawan Benevento di ajang Serie A. “Inter akan percaya diri
setelah mengalahkan Benevento. Namun kami harus memastikan kami fokus dalam pertandingan ini, karena kami yakin bisa mencetak gol,” kata Bonucci. Salah satu yang paling diwaspadai oleh Bonucci dalam pertandingan derby ini adalah Mauro Icardi. Striker Nerazzurri asal Argentina itu berhasil mencetak hattrick saat derby della Madonnina terjadi di paruh pertama musim ini.
“Icardi adalah striker yang hebat, kami akan memerlukan pertahanan yang bagus dari keseluruhan tim. Sementara di lini belakang kami akan mencoba untuk menutup ruang baginya semaksimal mungkin,” tegas Bonucci. Pada pertemuan di putaran pertama Serie A musim ini, Milan tunduk 2-3 dari Inter. Namun di perempatfinal Coppa Italia mereka gantian mengalahkan rival sekotanya itu dengan skor 1-0. Sementara itu, Inter lebih sering mendapatkan hasil mengecewakan belakangan ini. Usai kalah dari Milan di Coppa Italia, Nerazzurri cuma menang dua kali dalam delapan laga Serie A dan
seri lima kali. Meski posisi Inter saat ini masih di atas Milan di klasemen Serie A, Inter tak akan membiarkan Milan terus menanjak. “Kami ingin menghentikan laju Milan,” ujar pemain belakang Inter, Milan Skriniar. “Kami membuat kepercayaan diri mereka kembali di Coppa Italia. Sekarang kamilah yang harus memulai dari awal,” imbuh Skriniar. “Lawan kami sedang sangat percaya diri dan dalam rentetan performa yang sangat apik. Gattuso bekerja dengan baik, mereka saling membantu satu sama lain dan berjuang untuk tiap bola,” kata bek asal Slovakia itu. (kmb33/rtr)
Laga Krusial Musim Ini
Mario Balotelli
BPM/rtr
Bos Roma Ungkap Keinginan Latih Balotelli
Roma – Allenatore AS Roma, Eusebio Di Francesco mengungkapkan hasratnya untuk membesut bomber Italia yang kini bermain di klub Ligue 1 Prancis, Nice, Mario Balotelli. Sempat bersinar di usia muda, karier Balotelli perlahan meredup semenjak ia memperkuat Liverpool hingga kemudian berlabuh di Nice sejak 2016 lalu. Belakangan agen Balotelli, Mino Raiola mengungkap rencana kliennya untuk kembali merumput di Serie A atau Premier League. Salah satu klub yang dikabarkan tertarik memboyong Balotelli adalah Roma. Di Francesco pun menyambut antusias jika Super Mario bersedia bergabung ke Giallorossi. “Saya akan melatih dia. Saya berbicara dengannya dua tahun lalu untuk membujuknya bergabung ke Sassuolo, tapi hal itu tidak berhasil,” ungkap Di Francesco, Sabtu (3/3) kemarin. “Tetapi, ia adalah pemain yang menarik dengan kualitas yang luar biasa hebat,” lanjutnya. Bersama Nice, Balotelli memang seakan kembali menemukan ketajamannya. Sejauh ini pemain 27 tahun itu sukses mencetak 28 gol dalam 42 penampilan di Ligue 1. (kmb33/rtr)
Madrid – Laga seru bakal tersaji di Camp Nou ketika Barcelona menjamu Atletico Madrid pada laga pekan ke-27 La Liga 2017-2018, malam nanti. Catatan pertemuan antarpelatih kedua kesebelasan menjadi ‘bumbu’ menjelang duel tersebut. Sejak menangani Atletico Madrid pada 23 Desember 2011, Diego Simeone telah 12 kali berhadapan dengan skuat asuhan Ernesto Valverde. Pertemuan keduanya sempat terjadi ketika Valverde masih menangani Valencia dan Athletic Bilbao. Dari jumlah tersebut, rupanya Valverde belum pernah menang saat melawan Atletico arahan Simeone. Valverde menelan delapan kekalahan dan empat sisanya berakhir imbang. Bahkan, catatan negatif Valverde saat melawan Simeone terulang pada pertemuan pertama Atletico kontra Barcelona, 14 Oktober 2017. Saat itu Lionel Messi dan kawan-kawan hanya bermain 1-1 di Stadion Wanda Metropolitano. Meski begitu, Simeone juga punya kelemahan setiap menghadapi Barcelona. Dari 22 kali memimpin timnya menghadapi Barcelona,
Antoine Griezmann pelatih asal Argentina itu hanya meraup dua kemenangan, delapan hasil imbang, serta 12 sisanya berakhir kekalahan. Menilik fakta tersebut, patut dinanti siapa yang akan menghentikan catatan
negatif. Apakah Ernesto Valverte bersama Barcelona, atau Atletico Madrid dan Diego Simeone? Hasil imbang kontra Las Palmas membuat Barca gagal memperlebar kembali jarak dengan pesaingnya, Atletico Madrid.
BPM/rtr
Kini Barca cuma unggul lima poin atas Atletico. Bisa jadi pertemuan keduanya bakal menentukan jalan cerita baru dalam persaingan La Liga musim ini. Andai Barca menang, mereka bisa membuka lebar pe-
luang juara di akhir musim. Sebab, dengan kemenangan Barca akan unggul delapan poin. Sebaliknya, jika kalah jarak dengan Atletico bakal menipis. Kekalahan dari Atletico akan membuat Barca hanya unggul dua poin. “Pertandingan di Minggu nanti menjadi sangat penting. Kini jaraknya makin tipis. Tapi kami berharap yang terbaik dari laga tersisa musim ini,” kata Ernesto Valverde, Sabtu (3/3) kemarin. Bicara performa, Atletico lebih baik. Terakhir Atletico membantai Leganes 4-0. Keempat gol Atletico dalam laga tersebut diborong oleh Antoine Griezmann, sedangkan Diego Costa menyumbang satu assist. Dengan hasil itu, berarti Atletico selalu menang dalam enam laga terakhirnya di La Liga pada pertemuan pertama di La Liga musim ini, Atletico dan Barcelona bermain imbang 1-1 di Wanda Metropolitano. Dalam laga jornada delapan tersebut, Atletico unggul lewat Saul Niguez dan Barcelona membalas melalui Luis Suarez. Kali ini pun ada kemungkinan mereka bakal kembali berbagi angka. (kmb33/rtr)
Liverpool Segera Perpanjang Kontrak Firmino
Roberto Firmino
BPM/rtr
Liverpool – Kontrak Roberto Firmino dengan Liverpool sebenarnya masih berjalan hingga 2020, tapi ia dianggap sudah pantas dapat kontrak baru. Begitu kata Juergen Klopp. Keinginan manajer Liverpool itu tak lepas dari besarnya peran Firmino untuk The Reds. Jumlah 21 gol dan 12 assist yang dibuat Firmino musim ini adalah salah satu indikatornya. Belum lagi peranan pemain 26 tahun itu sebagai tumpuan lini depan yang juga menjadi orang pertama dalam menekan pemain
lawan, sesuai skema permainan yang diinginkan Klopp. “Kontrak baru sangat penting untuk kedua belah pihak. Saya pikir dengan semua yang kami lakukan, cara kami bermain dan cara kami memberikan dia kesempatan untuk terus bermain, Firmino pantas mendapatkannya,” katanya, Sabtu (3/3) kemarin. “Ia pantas mendapatkannya, karena kerja keras yang luar biasa. Kondisi saat ini menolongnya berkembang. Firmino menjadi pemain yang benar-benar berbeda.
Tim lain bisa mengatakan ‘hmmm, dia sangat baik’. Tapi, tidak jelas apakah mereka bisa memainkan Firmino dengan cara yang sama sebagai pemain nomor 9, 10, atau bahkan di sayap. Tak ada kejelasan akan itu. Tapi penting untuk mempertahankan pemain yang sedang ada di umur yang pas dan masih bisa terus berkembang. Tak ada keraguan kami ingin melakukan kontrak baru Firmino. Anda bisa membayangkan kami sedang mencoba melakukannya,” kata Klopp. Firmino dinilai memegang
peranan kunci dalam startegi Gegenpressing Liverpool. Dia piawai merebut bola di daerah permainan lawan. Penampilan Firmino musim ini kian spesial, karena dia mampu aktif membantu pertahanan. Statistik bertahannya menurut Squawka, Firmino sudah membuat 36 tekel sukses, 14 intersepsi dan 29 duel udara sukses. Rekan setimnya di skuat The Reds, Alex OxladeChamberlain berbicara soal kemampuan bertahan Firmino. “Bobby (Firmino) adalah salah satu yang terbaik soal memenangi bola kembali di
lini depan. Dia bisa melakukan pressing dari titik yang tak disangka, sehingga lawan tak tahu ia akan datang dan berhasil merebut bola kembali,” ungkapnya kepada situs resmi Liverpool. “Dia sangat bagus saat membantu pertahanan. Dia bisa bermain sebagai false nine sehingga posisinya tak terlalu ke depan. Dia mundur, mendatangi bola, dan membuka ruang bagi Mohamed Salah dan Sadio Mane untuk berlari,” imbuhnya. Jadi, Liverpool memang harus segera memperpanjang kontraknya. (kmb33/rtr)
Juara
11
Minggu Pon, 4 Maret 2018
Maza meluncurkan produk gres MX-5.
Mazda ’’Comeback’’, Luncurkan Berbagai Varian MAZDA kembali lagi (comeback) menyapa konsumen mobil di Bali, dengan meluncurkan produk gresnya dalam berbagai varian. Setidaknya sembilan tipe teranyar Mazda mulai menyemarakkan pasar otomotif di Pulau Dewata, mulai Mazda 2, Mazda 3, Mazda CX-3, Mazda CX-5, All New Mazda CX-9, All New Mazda 5, all New Mazda MX-5 RF, All New Mazda 6, dan Mazda Biante. ‘’Kami lepas harga di pasaran Bali on the road (OTR) untuk Maza CX-9 Rp 838 juta, sedangkan MX-5 Rp 813 juta,’’ terang Direktur PT Tri Agung Kita Jaya Mazda Bali Handika, saat pameran Mazda di Plaza Renon, Sabtu (3/3) kemarin. Handika menerangkan, mobil CX-9 dilengkapi fiturfitur super canggih, seperti Human Machine Interface (HMI), mampui memberikan Anda informasi yang diperlukan dengan tepat setiap saat dengan gerakan mata minimal dan mengurangi ketegangan ketika berkendara. Selain itu, dilengkapi Mzd connect memberikan koneksi internet serba guna saat berkendara. ‘’Selain itu ada i-activesense yang merupakan sistem keselamatan aktif bagi Anda saat berkendara, sekaligus memperingatkan saat potensi berbahaya bakal terjadi,’’ jelas Handika. Sementara Branch Manager PT Tri Agung Kita Jaya Mazda Bali Didik Sumaryono menambahkan, pameran di Plaza Renon dibuka 2-7 Maret sudah diserbu pembeli. Konsumen memborong tujuh unit CX-9 dan dua unit MX-5 laku terjual,’’ jelas Didik. Ia optimis pasar Mazda menggeliat lagi, seiring membaiknya sektor pariwisata di Pulau Seribu Pura ini. ‘’Apalagi event internasional dan hajatan penting dunia dihelat di Bali, membuat perekonomian Bali kembali pulih dan terdongkrak,’’ ujar Didik. Oleh sebab itu dirinya yakin pasaran Mazda bakal laris manis di Bali, sebab insan pembeli mobil makin cerdas dan mereka beramai-ramai memburu kendaraan yang spek dan fiturnya canggih di kelasnya, namun harga terjangkau kantong masyarakat Bali. Mazda CX-9 dengan mesin 2.500 cc ditopang teknologi mutakhir, mampu mengirit bahan bakar satu liter untuk 15 km, tanpa mengurangi tenaga mobil (nel)
Tim BJB Tekuk Petrokimia Gresik
Mangupura (Bali Post)-
Tim bola voli putri Bank BJB Pakuan berhasil menaklukkan lawannya, Petrokimia Gresik dengan skor 3-0 (25-18, 25-21 dan 25-14), dalam turnamen Proliga 2018 putaran kedua di GOR Purna Krida, Kerobokan, Kabupaten Badung, Sabtu (3/3) kemarin. Sejak pertandingan di mulai tim BJB melakukan serangan dengan umpan d a n s m e s y a n g m e m a t ikan ke arah lawan. Bahkan beberapa kali mencoba tim dari Petrokimia Gresik mengimbangi dengan smes balik, namun dapat dipatahkan melalui blokade yang rapat. Bahkan beberapa smes yang dilakukan Yolanda Betha tidak mampu ditahan oleh pemain Petrokimia, sehingga dengan mudah memetik skor atas permaian tersebut. Pelatih tim Bank BJB Octavian mengakui pemainnya cukup bagus, karena berkat ketenangan dan kekompakan yang mengikuti arahan dari pelatih diterapkan secara sempurna. “Kami akui para pemain kami mampu menerapkan
sesuai dengan arahan saat latihan, dan dapat diterapkan pada pertandingan kali ini. Ini kemajuan yang sangat bagus untuk bisa tampil dalam pertandingan berikutnya,” ujarnya. Ia mengatakan pola dan strategi dalam menghadapi lawan berikutnya akan diterapkan lagi. Namun tidak menutup kemungkinan alur strategi permainan juga akan dipetakan lagi. “Kami arahkan agar pemain tetap tenang menghadapi lawan. Karena dengan strategi tenang dan kerja sama yang solid, sehingga untuk memetik kemenangan pasti akan terwujud,” ucapnya. Dengan strategi dan pola permainan yang kompak, kata Octavian, maka kemenangan untuk menambah poin optimistis akan tercapai. “Kami optimistis para pe-
main kami akan lebih kompak dan solid dalam mengarahkan bola, sehingga smes yang dilakukan pemain depan akan mampu meraih poin,” katanya. Sementara itu, pelatih Petrokimia Gresik Victor Laiyan mengakui pemain-pemainnya dalam menghadapi tim BJB Pakuan tak terbendung, walau telah berusaha memblok setiap serangan yang dilakukan lawan. “Kami akui pemain tim BJB lebih lincah dan kerja samanya kompak. Tim kami sudah berusaha untuk mengimbangi agar tidak kecolongan angka. Namun kenyataan dalam pertandingan kali ini harus menerima kekalahan dari BJB. Tapi salut kepada pemain kami sudah secara maksimal bermain sesuai dengan arahan pelatih,” katanya. (ant)
10 Perenang TSC Klungkung Berlaga di Singapura Semarapura (Bali Post)Tercatat 10 perenang yang tergabung dalam klub Takahide Swimmng Centre (TSC) Klungkung, bakal mengikuti Kejuaraan Asia Kelompok Umur (KU) pada Singapore National Age Group Swimming Championship 2018, di Kolam Renang OCBC Stadium Singapura untuk junior 9-11 Maret sedangkan senior 14-18 Maret mendatang. Ketua Umum TSC Putu Sudana, Sabtu (3/3) kemarin menerangkan, kesepuluh perenang yang berlaga adalah Adrian Edward Sutjipto dan Ni Putu Pande Lisa Primasari, untuk kategori junior (9-12 tahun), sedangkan delapan perenang lainnya turun pada kategori senior. Mereka adalah Galang Indra Suranto, I Made Ananda Raditya Cipta Dama, Caeleb Febrizio Sudarsono, I Gusti Ngurah Panca, Luh Putu Satya Putri Mariantini B, Gusti Agung Ayu Komang Sri Natasya, Sita Masyita dan Komang Anggi Marselina. Sudana mengemukakan, biasanya tahun sebelumnya pascakejuaraan kelompok umur di Singapura menyusul kejuaraan renang antar perkumpulan Petro Cup di Gresik. ‘’Kenyataannya, justru tahun ini agenda Petro Cup yang mendahului,’’ kata Sudana. Sementara atlet yang turun di Singapura, seperti berasal dari Jeang, India dan Cina. Di sisi lain, pelatih TSC Putu Takahide Valentino menerangkan, atlet asuhannya sudah menyiapkan diri untuk berlaga di Singapura. Bahkan skala prioritas adalah event di Singapura ini, bukan di ajang Petro Cup. ‘’Saya harap puncak penampilan (peak performance) anak-anak justru di Singapura nanti,’’ jelas dia. (022)
Metode Voli Galadesa Perlu Dirombak
Nyoman Sukanada
BPM/
Denpasar (Bali Post)Metode gelaran turnamen bola voli galadesa baik antarbanjar maupun antarklub, perlu dirombak dari sekadar mengejar uang setoran bagi pemain, menjadi orientasi prestasi. Pasalnya, pebola voli jika galadesa orientasinya prestasi, maka bisa direkrut memperkuat klub-klub pro yang berlaga di kancah Proliga. Ketua Umum Pengprov PBVSI Bali Nyoman Sukanada di Denpasar, penyelenggaraan event voli galadesa biasanya bertujuan untuk penggalian dana, pemain yang berlaga kejar setoran, bisa tampil dua kali dalam semalam di tempat berbeda. ‘’Padahal saya mengamati justru pada event galadesa ini banyak bibit pebola voli berbakat dan bertalenta bermunculan,’’ tuturnya. Oleh sebab itu, Sukanada mengajak para pemain galadesa agar berorientasi
prestasi dan bukan tampil sekadar mengandalkan kuantitas, tetapi menonjolkan kualitas. Sukanada mencontohkan, para pebola voli binaan PDAM Badung, dari klub Tirta Dewata, kini laris manis direkrut klub Proliga Jakarta BNI Taplus. ‘’Saya ingin pebola voli yang berlaga di galadesa juga mengikuti seniornya bergabung dengan klub pro,’’ harap Sukanada. Sukanada saat menjabat Ketua Harian PBVSI Bali patut bersyukur, sebab mengantarkan voli pantai Bali meraih perak dan voli indoor merebut perunggu pada PON XVII/2008 di Kaltim. Upaya memajukan perbolavolian di Pulau Dewata, pihaknya berkonsep pada tiga O, yakni otak, otot, dan ongkos. ‘’Ongkos inilah yang terkadang masih menjadi Kendala,’’ katanya. Sementara Ketua Umum PP PBVSI Imam Sudjarwo berpesan supaya program yang digulirkan Pengprov PBVI Bali menyesuaikan dengan PP PBVSI. Ia menilai, pertandingan bola voli mampu menyedot penonton membeludak nomor dua, setelah sepak bola. ‘’Apalagi Bali sebagai Daerah Tujuan Wisata (DTW), bisa mengembangkan voli pantai seperti di Brazil,’’ pesan dia. Imam Sudjarwo bangga prestasi voli pantai putra menduduki peringkat II Asia Pasifik, di bawah Qatar. Sedangkan voli indoor bercokol di urutan ketiga se-Asia Pasifik. Untuk level Asia Tenggara, tim voli putra dan putri urutan kedua. (022)
BPM/wan
LOMPAT - Pebola voli BJB (kanan) melakukan smes menukik sambil melompat saat menekuk lawannya, Petrokimia Gresik dalam lanjutan Proliga 2018 putaran kedua di GOR Purna Krida, Kerobokan, Badung, Sabtu (3/3) kemarin.
16 Tim U-12 Bali dan NTB Melaju Denpasar (Bali Post)16 tim sepak bola U-12 dari Bali dan NTB, melaju ke babak berikutnya yang akan digelar di Lapangan Kompyang Sujana Minggu (4/3) ini, sampai babak final. Ke-16 tim lolos adalah Bali United Hijau melawan Purnama Putra B, Bakti Husada meladeni Jima Putra dalung A, Porba melawan Lombok Smile, Mandala Putra Samba jumpa Putra Tresna Celuk. Selain itu, Ubud A bertemu Guntur H, Putra Pegok A meladeni Putra Pemenang C, Semarapura United A meladeni Mandala United A,
Batu Tiongkok jumpa Putra Dewata Bali. Koordinator Wilayah Bali dan NTB Ida Bagus Purnaya menyatakan, 16 tim yang melenggang ini adalah tim juara grup, mengingat kontestannya 48 tim yang dibagi dalam 16 pul dan tiap grup dihuni tiga tim. Pada babak 16 besar ini berlaku sistem gugur hingga babak delapan besar, semifinal, dan final, guna menentukan tim juara. Bagus Purnaya menambahkan, saat dilakukan pemeriksaan administrasi dan fisik sekaligus pertemuan teknik, setidaknya tujuh pemain tidak boleh berlaga,
berdasarkan hasil screening. ‘’Pemeriksaan ini melibatkan tim dokter dari Jakarta dan mengamati pertumbuhan gigi pemain yang tidak bisa dipalsukan,’’ jelas Bagus Purnaya. Ia mengaskan, sejak usia dini anak-anak perlu ditanamkan jiwa sportivitas, misalnya di lapangan tak boleh merokok, saat memasuki lapangan menggunakan sidik jari (fingerprint), tidak boleh membuang sampah sembarangan, bahkan penonton, orangtua, termasuk pelatih dilarang berkata kasar. ‘’Para pemain masuk dan keluar lapangan bisa tertib,’’ ungkap dia. (022) BPM/ist
Ni Nyoman Sintya Agniswari Anasta Putri
Pantau Ibu Hamil BPM/ist
MUSORPROV - Kegiatan Musorprov FASI Bali diikuti 42 peserta anggota FASI dari tujuh cabang olah raga dirgantara, serta perwira staf Lanud Ngurah Rai.
FASI Bali Gelar Musorprov
BPM/022
Ni Putu Pande Lisa Primasari (kiri) bersama Adrian Edward Sutjipto.
Mangupura (Bali Post)TNI AU selaku penyelenggaraan Musyawarah Olahraga Provinsi Federasi Aersport (FASI) Bali ini merupakan perwujudan dari pelaksanaan aturan organisasi yang ditetapkan dan dilaksanakan secara periodik, serta berkelanjutan. Demikian diungkapkan Komandan Lanud Ngurah Rai Kolonel Pnb Wayan Superman, selaku FASI Bali saat membuka musorprov di ruang rapat Umar Dani Lanud Ngurah Rai. ”Dengan musyawarah ini akan dilaksanakan pemilihan
pengurus FASI Bali yang baru, serta menghasilkan keputusan dan kebijakan demi kemajuan olahraga Dirgantara di Bali,” tambah Danlanud. Danlanud menyampaikan, penghargaan yang tulus kepada pengurus FASI masa bakti 2013-2017. Diharapkan kinerja yang baik ini dapat dipertahankan dan bisa lebih ditingkatkan oleh Pengurus FASI 2018–2022 nantinya. Danlanud juga mengapresiasi atlet FASI Bali yang menyumbangkan prestasi terbaiknya pada kejuaraan daerah, nasional serta pada
penyelenggaraan pekan olah raga nasional. Lebih lanjut Danlanud mengatakan, olahraga dirgantara bukan saja olahraga bernuansa ilmu pengetahuan dan rekreasi, namun juga sebagai cabor prestasi yang memiliki tingkat risiko tinggi. ‘’Kesalahan prosedur sekecil apapun yang dilakukan atlet olahraga dirgantara, dapat berakibat fatal bagi dirinya maupun orang lain,’’ pesan Danlanud. Untuk itu, anggota FASI Bali harus mawas diri serta menjaga keselamatan dan keamanan terbang dan latihan. (022/r)
ATLET renang Bali pada PON XIX/2016 di Jabar Ni Nyoman Sintya Agniswari Anasta Putri, kini berstatus mahasiswi semester IV FK Unwar. Kesibukannya studi di FK membuat dirinya mundur dari olahraga air yang melambungkan nama dirinya. ‘’Saya hanya sekali-kali mencebur ke kolam,’’ tutur Sintya yang lahir di Denpasar, 22 Maret 1998 ini. Bahkan calon dokter ini saat ini punya kesibukan lain, yakni memantau kehamilan dari usia kandungan nol, sampai jabang bayi berusia dua tahun. ‘’Kebetulan saya dapat tugas mengamati perkembangan seorang ibu hamil di Payangan. Tiga kali dalam sebulan saya harus memantau perkembangannya,’’ tukas putri ketiga pasangan I Kadek Anom Astabrata dengan Ni Ketut Rai Supradewi. Menurut Sintya, ibu mengandung perlu dipantau kenaikan berat badannya, sebab tetap harus dikontrol nutrisi yang dikonsumsi, seperti karbohidrat dan protein. ‘‘Saya sarankan ibu hamil supaya rutin periksa ke Puskesmas,’’ tuturnya. Usia bayi dua tahun juga perlu diamati perkembangan otaknya karena merupakan golden age. Sintya pertama kali terjun di Porprov Bali X/2009 di Badung, ketika dirinya duduk di bangku kelas V SD Cipta Darma. Ia menyumbang perunggu untuk tuan rumah Badung. Selanjutnya, Sintya menyumbang empat emas pada Porprov Bali X/2011 di Jembrana, di nomor 100 m dan 200 m gaya dada, ditambah gaya ganti 4x100 meter, serta gaya bebas 4X100 meter. Sintya yang alumnus SMPN 1 Denpasar (Spensa) dan SMAN 3 Denpasar (Trisma), meraih tiga emas pada Porprov Bali XII/2013 di Denpasar dan penampilan terakhir di Porprov Bali XII/2015 di Buleleng, juga menyumbang emas dan perak. Prestasi Sintya mendulang emas di nomor estafet 4x100 meter, pada Asian School di Palembang. (nel)
12 Profil Pakai Kentang PEMBALAP McLaren Honda, Stoffel Vandoorne punya cara unik untuk mengatasi cuaca dingin saat melakoni tes pramusim Formula 1 (F1) di Sirkuit Catalunya, Barcelona. Seperti diketahui, Kota Barcelona tengah dilanda cuaca dingin. Bahkan salju turun pada hari kedua tes. Beberapa pebalap mengeluh dengan dinginnya cuaca di Barcelona. “Di sini sangat dingin, khususnya pada bagian tangan dan kaki saya,” ujar Vandoorne seperti dikutip Motorsport. “Pelatih saya memiliki ide brilian dengan meletakkan kentang di pemanggang, membungkusnya dengan kertas aluminium dan membawanya ke dalam kokpit, dan setiap saya menyelesaikan putaran, saya memiliki kentang yang baru dalam kokpit,” tambahnya. Entah berpengaruh atau tidak, yang pasti Vandoorne mencatatkan hasil bagus pada hari kedua. Pebalap asal Belgia itu menorehkan catatan waktu lap terbaik 1 menit 20,325 detik. Catatan itu membuat Vandoorne menempati posisi ketiga di belakang Sebastian Vettel dan Valtteri Bottas. Dia terpaut 0,303 detik dari Vettel yang menjadi pebalap tercepat pada hari kedua. “Perasaan kami campur aduk. Kondisinya sedang tidak bagus, tapi ini dialami semua pebalap. Feeling pertama saya dengan mobil sangat positif. Tentu saja kami mengalami masalah dengan knalpot dan itu memalukan, karena itu alasan kami kehilangan banyak waktu di sini,” tutur Vandoorne. (kmb33/rtr)
Tidak akan Mati
BUKAN rahasia lagi bahwa dalam gelaran kejuaraan tenis dunia telah dikenal sebuah istilah The Big Four. Ya, sebutan tersebut ditujukan untuk empat petenis besar dunia yang sempat merajai olahraga tersebut dan memiliki kekuatan yang cukup berimbang. Keempat petenis tersebut adalah Rafael Nadal, Roger Federer, Novak Djokovic, dan Andy Murray. Namun demikian, seiring berjalannya waktu era keemasan empat orang petenis tersebut, pasti akan berakhir mengingat usia yang terus berjalan dan semakin menua. Misalnya saja yang terjadi pada Roger Federer kini yang telah berusia 36 tahun. Selain itu, para petenis jajaran The Big Four tersebut juga saat ini tengah berkutat dengan cederanya masing-masing. Djokovic dan Nadal mengalami cedera saat berlaga di ajang Australia Open 2018. Meski kondisi Nadal sempat membaik, namun jelang pertandingannya di Meksiko Open 2018, petenis nomor dua dunia itu justru mendapati cedera baru pada kakinya. Sementara itu, Murray lebih parah lagi karena cederanya kambuh sebelum gelaran musim tenis 2018 dimulai. Sontak hanya Federer saja yang kini terbebas dari cedera. Namun petenis nomor satu dunia itu tak bisa melakoni banyak turnamen, mengingat usianya yang tak lagi muda agar tetap menjaga kebugaran fisiknya. Kendati begitu, Federer meyakini bahwa olahraga tenis tak akan pernah mati. Petenis berpaspor Swiss itu percaya bahwa suatu saat para petenis muda akan mengambil alih jajaran The Big Four saat ini dan menciptakan sebuah persaingan baru yang tak kalah kompetitifnya. “Pertandingan tenis selalu memiliki cara untuk menghasilkan para juara dan masa depan tidak pernah membuat saya khawatir. Seseorang akan mengikuti langkah kaki kami dan menjadi seorang juara,” ungkap Federer. “Kami adalah bayangbayang sepanjang pertandingan, petenis papan atas, dan secara jelas kami tidak membiarkan para petenis muda untuk benar-benar berkembang. Namun, ketika kami pergi, saya pikir itu akan tetap menarik,” lanjut peraih 20 gelar grand slam itu. Memang tak bisa dipungkiri bahwa saat ini petenis seperti Federer dan Nadal masih menguasai tangga tenis dunia. Namun, saat ini terdapat juga para petenis muda menjanjikan, seperti dalam diri Alexander Zverev dan Nick Kyrgios. (kmb33/rtr)
Tembus Lima Besar
ANTHONY Sinisuka Ginting kini berada di peringkat 10 dunia. Sampai akhir tahun 2018, ia ditargetkan Pengurus Besar Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBPBSI) bisa menembus peringkat lima besar. Hal itu tak lepas dari progres Anthony dalam setahun terakhir. Yang teranyar adalah keberhasilannya menjuarai Indonesia Masters 2018, setelah menyisihkan sejumlah pebulu tangkis top. Kepala Bidang Pembinaan Prestasi PBSI, Susy Susanti berharap laju Anthony selama ini bisa terus ditingkatkan. Ada harapan nantinya akan bisa disejajarkan dengan pemain elit dunia seperti Viktor Axelsen, Chen Long, dan Lin Dan. “Untuk Anthony, saya melihat dengan pembuktian kemarin di Indonesia Masters. Ini menjadi modal dan kepercayaan dirinya untuk masuk dalam jajaran elit dunia,” kata Susy di pelatnas Cipayung. “Seperti kestabilan, konsistensinya, bagaimana dia bermain, bagaimana dia mengatasi setiap lawan-lawan yang berbeda, bisa dibilang dia sudah cukup matang. Untuk itu kami harap sampai akhir tahun ini Anthony bisa naik menjadi ranking 5,” ujarnya. Susy menyadari bahwa mempertahankan prestasi bukanlah perkara mudah, apalagi persaingan antarnegara kian merata. Untuk itu, pemetaan dan strategi tersendiri sudah dirancang. “Kami melihat untuk masuk lima besar kita harus mengikuti berapa pertandingan. Targetnya itu masuk berapa dan di mana?” katanya. “Mungkin masuk minimal semifinal dulu di super series atau premier of premier, tapi di Grand Pirx harus juara. Jadi dihitung dengan poin-poin itu, sehingga memungkinkan mereka pada akhir tahun bisa mencapai ranking yang diharapkan, lima besar”. “Nah, kalau tak masuk kami harus buat rencana atau strategi lain. Dia harus berangkat kemana, pertandingan dimana, dan kelas apa? Itu yang menjadi target kami untuk setiap atlet,” tuturnya. Sehubungan dengan itu, Susy merasa optimistis melihat kematangan dan pemahaman Anthony dalam menjalankan pola permainan. Menurutnya saat ini Anthony tinggal meningkatkan fisik, kecepatan dan akurasi pukulan. “Anthony ini kelebihannya di pukulan smash-nya yang keras. Tetapi tidak bisa di setiap lawan dia main serang terus,” ucapnya. “Nah, ini yang harus ada strategi. Jadi bagaimana caranya untuk Anthony memancing lawan untuk mendapat bola yang enak. Hal-hal itu yang perlu dimatangkan dan ditambah lagi. Lalu kecepatan kaki juga, defense dia juga. Sebab bermain badminton banyak faktor. Seorang pemain harus bisa mendikte atau menekan lawan. Hal-hal ini yang perlu dipelajari saat main cepat atau lambat,” ungkap peraih medali emas Olimpiade Barcelona 1992 ini. (ant)
Arena Marquez Jatuh di Qatar
Minggu Pon, 4 Maret 2018
Doha – Pebalap Repsol Honda, Marc Marquez mengalami nasib sial saat menjalani tes pramusim MotoGP di Sirkuit Losail, Doha, Qatar pada hari Jumat (2/3) kemarin. Juara MotoGP 2013, 2014, 2016, dan 2017 itu mengalami kecelakaan saat menjajal fairing baru pada motor RC213V miliknya. Beruntung Marquez tidak mengalami masalah serius dan mampu mempertajam catatan waktunya di trek pembuka kejuaraan MotoGP 2018 itu. Dirinya berhasil memperbaiki waktunya sebesar 0,797 detik untuk menempel torehan terbaik yang dicatatkan rivalnya musim lalu, Andrea Dovizioso (Ducati). Marquez berhasil memperkecil ketertinggalannya dari catatan waktu putaran terbaik milik Dovizioso menjadi 0,126 detik. Akan tetapi Marquez mengaku kalau sebenarnya dirinya masih tertinggal jauh dari performa yang ditunjukkan Dovizioso. “Saya kira Dovizioso melakukannya dengan sedikit lebih baik dibandingkan pebalap lainnya. Kami tertinggal lebih jauh darinya dari pada apa yang terlihat dari catatan waktunya,” kata Marquez, Sabtu (3/3) kemarin. “Saya selalu jujur dengan situasi sebenarnya dan kalau Anda melihat dari laporan tesnya, kami masih memerlukan sedikit perbaikan,” imbuhnya. Marc Marquez pun memprediksi kalau Dovizioso akan memenangi perlombaan pertama MotoGP 2018 yang akan berlangsung di sirkuit yang sama.
Namun Marquez tidak menyerah lebih awal dan tetap berusaha untuk bisa bersaing ketat dengan Dovi. “Kita lihat saja, apakah kami bisa mendekati kecepatan Dovizioso,” kata Marquez lagi. Marquez, mengaku kurang puas dengan mesin baru yang digunakan timnya pada musim ini. Meski meraih hasil yang apik di dua tes sebelumnya, Marquez mengaku performa mesin Honda masih jauh dari harapannya. Terlebih saat digunakan di cuaca dingin, mesin Honda tidak dapat membuat motor kompetitif. Hal tersebut dapat terlihat dari torehan dua pembalap Honda di tes pramusim MotoGP Qatar 2018. Saat melintas di Sirkuit Losail dengan suhu dingin, kendaraan Marquez dan rekan setimnya, Dani Pedrosa tidak dapat berlari kencang. “Kami pun kemudian bekerja untuk menemukan sesuatu yang dapat membantu. Saya sendiri belum puas 100 persen dengan mesin ini. Namun perkembangannya sudah masuk ke arah yang benar,” lanjut Marquez.
BPM/rtr
Marc Marquez Meski begitu, Marquez mengaku kondisi motor Honda sudah lebih jauh saat ini, terlebih saat digunakan pentas di Sirkuit Losail. Pasalnya, pada musim lalu Marquez harus menghadapi banyak kendala saat tampil di sirkuit terse-
but. Kini menurut Marquez, masalah itu sudah berkurang berkat perbaikan yang dilakukan kru Honda. “Tahun lalu Sirkuit Losail menjadi salah satu sirkuit terberat Honda. Saya mengalami banyak masalah tahun lalu.
Namun hari ini saya merasa lebih baik. Mari kita lihat kelanjutannya. Saya harap kami bisa terus memperbaiki diri, karena lawan pasti akan membaik,” tutur pembalap berjuluk The Baby Alien tersebut. (kmb33/rtr)
Life Sport
Olahraga Dapat Membuat Awet Muda
Kevin Durant
BPM/rtr
Warriors Menang Lima Kali Beruntun
Atlanta – Golden State Warriors mencatatkan kemenangan kelima beruntun setelah berhasil menghantam Atlanta Hawks 114-109, Sabtu (3/3) kemarin. Dalam rentetan itu, Hawks menjadi tim teranyar yang dibekap Warriors. Sebelum itu ada Los Angeles Clippers, Oklahoma City Thunder, New York Knicks dan Washington Wizards yang ditundukkan secara berturut-turut. Sang juara bertahan juga masih berada di peringkat kedua klasemen wilayah barat dengan rekor 49-14. Duo andalan Warriors, Kevin Durant dan Stephen Curry menjadi bintang utama setelah sama-sama membuat 28 poin. Mereka menjadi motor utama Warriors menghadapi Hawks yang sebenarnya tampil cukup baik. Tak hanya dua pemain itu yang main bagus untuk Warriors. Klay Thompson dan
Nick Young juga tampil apik dengan membuat masingmasing 15 dan 16 poin. Young yang tampil dari bench bahkan membuat empat tembakan tiga angka sukses, sama dengan raihan Curry. Pemain Warriors lain yang patut dipuji adalah Draymond Green. Meski ia tak menonjol soal menyerang dan hanya membuat dua poin, Power Forward ini bertahan dengan baik, bahkan menjadi asisten sempurna bagi para pencetak skor utama Warriors. Green membuat tujuh rebound dan sembilan assist pada laga ini. Performa Hawks, terutama para starter sebenarnya cukup baik. Kent Bazemore dan Dennis Schroder mampu membuat 29 dan 27 poin secara beruntun. Taurean Prince dan John Collins pun memberikan dampaknya dengan 15 dan 16 poin. Pun begitu, dari segi kualitas dan mental bermain kedua tim memang berbeda.
Apalagi Hawks menjalani musim buruk dengan rekor 19-44 dan ada di dasar klasemen wilayah timur saat ini. Sementara itu, Oklahoma City Thunder bangkit dari ketertinggalan untuk menumbangkan Phoenix Suns. Thunder berjaya 124-116 di Talking Stick Resort Arena. Hasil ini merupakan pembalasan bagi Thunder yang kalah 100-114 di pertemuan pertama melawan Suns pada NBA musim ini. Russell Westbrook dan kawan-kawan kini memetik kemenangan kelima pada enam laga terakhir. Menggeser New Orleans Pelicans (35-26), mereka naik ke peringkat enam klasemen sementara Wilayah Barat dengan rapor 37-27. Sementara Suns masih menjadi tim terburuk NBA musim ini. Kinerja mereka sejauh ini adalah 19-45. Suns hanya lebih baik dari Memphis Grizzlies (18-44). (kmb33/rtr)
Kubica Masih Incar Kursi Pembalap
Grove – Pembalap berkebangsaan Polandia, Robert Kubica mengaku ia sangat bersemangat dan tertarik dalam menyambut Formula One (F1) musim 2018. Kubica yakin dapat segera kembali menuju olahraga yang telah membesarkan namanya tersebut. Sebelumnya nama Kubica memang sangat santer dikaitkan kepindahannya menuju Williams. Pembalap berusia 33 tahun tersebut dinilai sebagai pembalap yang paling potensial untuk menggantikan Felipe Massa yang memutuskan untuk pensiun dari F1 pada akhir musim 2017. Namun Williams membuat sebuah keputusan yang mengejutkan dengan memilih Sergey Sirotkin ke dalam line-up pem-
balapnya musim 2018. Alhasil peluang Kubica untuk kembali mengaspal di F1 musim 2018. Namun harapan Kubica untuk kembali menuju F1 tidak sepenuhnya gagal. Meski tidak mampu mengamankan kursi pembalap utama, tapi Kubica berhasil mengendarai mobil F1 musim 2018 dengan status sebagai pembalap pengganti. “Bagi saya ini sudah kembali menuju F1. Ini seperti awal kedua, karena saya kembali dalam peran yang sama, di mana saya menemukan diri saya sebelum melakukan debut di musim 2006. Saya memikirkan apa yang terjadi di F1 saat ini, dan saya yakin ini tidak akan menjadi sesuatu yang menyenangkan,” tuntasnya,” kata Kubica, Sabtu (3/3) kemarin. “Berada di sana untuk meli-
hat pembalap lain beraksi tentunya tidak akan bagus, tapi hal tersebut patut di coba untuk kembali. Ini juga bukan karena peran saya sebagai pembalap ketiga dalam tim. Bagi saya yang terpenting adalah kemungkinan mengendarai mobil saat ini,” lanjutnya. “Jika saya tidak memikirkannya, saya tidak akan melakukan pekerjaan ini karena tidak masuk akal. Hanya dengan mengemudikan mobil saya bisa mengambil langkah terakhir dari yang paling sulit,” tambahnya. Ketika ditanya mengenai cederanya yang sempat mengganggu karier balapnya, setelah mengalamai tabrakan saat kompetisi reli Kubica menjawab bahwa saat ini tubuhnya telah siap dan tampil fit untuk membalap. (kmb33/rtr)
Denpasar (Bali Post) – Kulit yang kencang dan tampak awet muda merupakan dambaan bagi setiap orang, terutama bagi kaum wanita. Hal-hal yang mempengaruhi elastisitas kulit adalah fungsi kelenjar keringat, kelenjar minyak di kulit dan kolagen pada lapisan kulit. Elastisitas kulit mengalami penurunan 1,5 persen per tahunnya setelah seorang wanita mengalami menopause. Faktor-faktor yang mempengaruhi elastisitas kulit di antaranya kurang berolahraga, stress, merokok dan nutrisi yang tidak sehat. Faktor lainnya yang juga berperan dalam menjaga elastisitas kulit adalah kolagen. Kolagen adalah suatu protein yang berfungsi untuk menjaga elastisitas kulit. Setelah usia 20 tahun, produksi kolagen semakin menurun seiring dengan bertambahnya usia. Pada wanita yang telah menopause, terjadi penurunan produksi kolagen, penurunan fungsi kelenjar minyak dan kelenjar keringat pada kulit. Produksi kolagen pada masa menopause menurun sebesar 30 persen selama lima tahun pertama menopause. Hal tersebut terjadi karena pada masa menopause terjadi penurunan hormon estrogen, di mana hormon ini berperan dalam menjaga kelembaban dan elastisitas kulit, sehingga pada masa menopause kulit wanita akan mulai tampak keriput dan kering. Tentunya anda tidak ingin hal tersebut terjadi bukan? Berikut adalah tips dari seorang pakar olahraga mengenai bagaimana cara memperlambat terjadinya penuaan pada kulit, sehingga kulit tampak lebih kencang dan awet muda di usia yang tidak muda lagi. Tak banyak yang mengetahui bahwa dengan berolahraga kita dapat mencegah munculnya keriput pada kulit. Berdasarkan wawancara dengan dr. Nila Wahyuni, M.Fis., seorang dosen di Program Studi Fisioterapi FK Unud, bahwa berolahraga dapat memperlambat munculnya keriput pada kulit. Aktivitas olahraga dengan intensitas sedang dapat memberikan efek anti-aging pada kulit sehingga kulit anda dapat terlihat lebih awet muda. Olahraga dapat
memperlambat berbagai perubahan pada kulit seiring dengan bertambahnya usia oleh karena proses aging, salah satunya adalah berkurangnya elastisitas kulit. Bagaimana olahraga dapat memperlambat penuaan pada kulit? dr. Nila mengatakan bahwa olahraga dapat meningkatkan sirkulasi darah ke kulit sehingga suplai darah, oksigen, nutrisi dan air untuk sel-sel kulit menjadi lebih optimal. Hal tersebut menyebabkan fungsi dari sel-sel kulit menjadi lebih optimal untuk melawan efek lingkungan seperti polusi, sinar matahari. Menurut dr. Nila, bahwa berdasarkan hasil penelitian terjadi peningkatan jumlah interleukin-15 (IL-15) atau myokin setelah berolahraga di,mana myokin adalah suatu substansi yang berperan dalam terjadinya perubahan komposisi kulit setelah berolahraga. Aktivitas olahraga yang dapat dilakukan adalah aktivitas olahraga daya tahan (endurance) dengan intensitas sedang. Olahraga yang dapat dilakukan adalah jogging, berenang dan bersepeda dengan frekuensi dua kali seminggu. Cara praktis untuk mengetahui intensitas olahraga yang Anda lakukan adalah dengan menilai apa yang Anda rasakan setelah berolahraga. Pada olahraga intensitas sedang, Anda akan merasakan rasa lelah tetapi masih bisa melakukan aktivitas. Penilaian ini sangat subjektif tergantung pada kondisi fisik dan daya tahan seseorang. Cara kedua yang dapat Anda gunakan adalah dengan menilai denyut jantung setelah berolahraga. Olahraga dengan intensitas sedang akan meningkatkan denyut jantung anda 65-75 persen denyut jantung maksimal, di mana denyut jantung maksimal adalah 220 dikurangi usia. Parameter lain yang juga dapat Anda gunakan adalah setelah Anda melakukan jenis olahraga tertentu, nafas Anda akan bertambah cepat dengan kecepatan sedang, Anda akan sedikit berkeringat pada 10 menit pertama dan Anda masih bisa berkomunikasi tetapi tidak bisa sambil menyanyi saat berolahraga. Di akhir kata dr Nila menyerukan “AYO BEROLAHRAGA!”. (kmb33)
Redité Pon, 4 Maret 2018
I Kaki Dengkil
Kala Cangkrang ANAK ngudiang kocap I Kaki Dengkil ngingkrekin wangunan Bajrasandi. Wewangunan kalintang utama sandiné. Negak mapangenan I Kaki Dengkil marep kalér ngiwasin geniné nilap-nilap kaupin-upin antuk sawatek I Kala Bang, I Kala Geseng, I Kala Brahma, miwah Buing Rau. Sira minab sané olah micaang nasi jinggo awungkus, ngawinang soréné puniki I Kaki Dengkil nénten paling ngedih-ngedih jagi nagingin basangné kréok-kréok. Sampun ja wénten I Mulaki sané madagang saté kambing delod Bajrasandiné sané jagi edihina ajengan wantah sampun kalintang puyung basangné. Usan nunas ajengan, daun wungkusané genahanga ring sampingné negak. Durung usan aclegekan nunas toya, panggihina semuté sampun pagriam ngrotrot daun pecak wungkusan nasi jénggoné. Gelis-gelis tampedanga daun wungkusané punika entunganga ring bak sampahé. Durung becik tegak I Kaki Dengkilé ring balér Bajrasandiné, panggihina pagriam maombakobak I Kala Cangkrang ngrauhin Bajrasandiné. Makesiab I Kaki Dengkil manggihin I Kala Cangkrang sampun rauh irika. Ipidan medal I Kala Cangkrang saking garba Giri Tohlangkiré? Asapunika Ipun matakén ring manah. Irgamayang sakadi tukang pencak silat, I Kaki Dengkil masang kuda-kuda majujuk. Sakadi pendékaré sayaga jagi nyagur meseh. Anaké sané manggihin solah I Kaki Dengkilé asapunika, ingkel-ingkel kedék. “Apa gaéna anaké tua cakluk ento? Aéngan tekén I Berus Li! Tundikin abedik tunduné, sinah lakar nyungkil niman tanah!” Asapunika bajang-bajangé sané olahraga soréné puniki ngedékin I Kaki Dengkil. Manggihin I Kaki Dengkil masolah asapunika, I Kala Cangkrang majadengan. “Ngudiang tambakin Icang Kaki? Né, suba kalugra lakar mahpah Bajrasandiné! Ida Bhatara Giri Tohlangkir suba ngalugrain!” I Kala Cangkrang sané marupa semut barak belus ageng majadangan sambilanga kipek-kipek rengas matakén ring I Kaki Dengkil. Glélam-glélam janggar I Kala Cangkrangé medal geni panggihina antuk I Kaki Dengkil. Caling I Kala Cangkrangé naler kanten ngendih ngemasin geniné paketél-tél medal saking bibihné. “Apa cai tusing tatas tekén pangandikan Ida Bhatara Giri Tohlangkir? Tusing ké nikaina apang maang cihna dogén malu akrédépan. Suba kéto suud malu. Yén kénkén nyanan buin pidan, mara telahang sekancan wewangungané dini. Lamun suba seken degdeg jagaté, tusing kaicén mralina guminé dini. Apa ngawanang kakéto? Mapan lakar ada lekad Nataratu anyar nyen buin akejep. Jani nu nyen pawilangané ngiwa nengen. Nicén ja lakar payu dadi gubernur, nu pahpahané cok, gasal, dapang. Buin mani nyén lakar ngukup, tusing tawang né!” Asapunika I Kaki Dengkil mahbahang ngudiang durung kapica soroh kalané morbor Bajrasandiné. Anaké sané manggihin I Kaki Dengkil masolah sakadi punika, ingkel-ingkel kedék. Ngedékin I Kaki Dengkil kumat-kamit mabaos sambilanga ngembangan limané. Percis sakadi juru pencaké. Sakadi I Berus Li ri kala majaguran sané panggihina ring pélemé antuk I Kaki Dengkil dawegé alit. Nénten asapunika kamanten. Sané ngawinang anaké ring Bajrasandi ingkel-ingkel kedék wantah manggihin anak tua mabet kantun bajang. Mabet kantun mrasidayang jagi majaguran. Samaliha, mangkin sampun nénten wénten anak jagi majaguran malemet-lemetan sakadi cihnayanga antuk I Kaki Dengkil. Maiyegan sakadi mangkin sampun nganggén sanjata. Pedang, samurai, péstol, punika ngraina kaselet antuk kramané mangkin. Wantah sampun maiyegan, jeg sempal, jeg tusuk, jeg péstolé macedar. Kénten nyen. I Kala Cangkrang, kantun majadengan. Anaké sané mabalih I Kaki Dengkil masolah sakadi pendékar silat, sayan ngakéh-akéhang. Nanging, asiki saking penontoné punika nénten manggihin I Kala Cangkrang murka ring ungkurné. “Kija lakun Icang jani... Né suba kadung kababas. Suba layah né....” I Kala Cangkrang ngedih pamargi ring I Kaki Dengkil. Santukan sampun kadung medal saking garba Giri Tohlangkiré. Kija-kija pamarginé mangda polih labaan. Takénina asapunika, I Kaki Dengkil mingmang naler. Labaan, kamula tatedaan kala. Ngraina wénten kala clamang-clamang mesik ngrereh labaan. Wantah nénten polih labaan, sampun kacihnaang soroh kalané sinah jagi ngrubéda. Sabaliang raina wénten kamanten kala sané ngrubéda. Punika awanan ngraina sujatiné wénten wancana antuka. Asliaban, I Kaki Dengkil polih pamargi. “Kema, nyusup ka jalemané ané mabaju barak. Ditu liu labaané sawiréh begeh sedianga tekén bupatiné ané demen matajén ento.” Saking dija minab I Kaki Dengkil polih wangsit mangda mawicara asapunika. Sesampuné mabaos asapunika, soroh kalané akijapan sampun ngical. Mangkin kantun I Kaki Dengkil kasuryakin antuk anaké sané mabalih Ipun saking inunia. Santukan leleh ngembangang jurus pencak silat, matégtogan Ipun negak sambilanga ngramang paningalané.
(Jelantik)
Nyastra
SURYANÉ labuh kauh, tejanné suba silib tambakin rembun poléné tegeh rembyak di Setran Bantasé ba dauh. Dugasé ento ada sawetara dauh kalih lintang. Tiang mara pesan teka uli makuli. Mula biasa, nuju nyréngséngan kangin tan pajelap tiang matolihan kaja, ngiwasin sapatekan murid-murid ésdé Satya Sainé maplalianan di nataran parkiré, arep sekolahané ngajap jemputan mulih. Tumbén dugasé ento tiang makita ngrérénang montor ngatengahang ambah parkiré. Kéngetang baan pianaké makadadua masekolah ditu. Pepes ia ajaka dadua ngedetang mulih mapan seleg maplalianan ngajak timpal-timpalné. Apabuin ané cerikan, yéning tusing telas timpalné mulih sinah enu lega pesan mabalan, maebuk-ebukan, mapeluhpeluhan. Kakéto ané encep di kenehé kala ento. Kaselehin pesan pianaké makadadua kéwala tusing ada pajelapat lawatné. Mirib suba i tunian mulih. Murid-muridé enu langah maplalianan, saparo seleg pajumput ngorta, ada gresiuh mabalan, tur ada masi girang madéngkléng-déngkléngan. Nataran parkiré saja linggah turin dayuh. Mangranayang nau muridmuridé ngetis tur mapritingkah ditu, di betén punyan pohé pajérjér. Guru pikété ngiwasin cerik-ceriké uli pos jagané ba dangin. Tukang jemputé liu masi ditu ningkrung majiket gantut, ngrumpi kangin makauh sambilanga nongosin ceriké maplalianan. Guru pikété setata ngélingang tukang jemputé apanga tusing lepas ngabsén satondén ngajakin muridé mulih. Don pohé tuh masambehan tempuh sumiliré ngradab ka sor. Kadi mauberuberan glalang-gliling madolanan, bareng manatahan ngajak cerik-ceriké ditu. Di pantaran muridé, ada cerik mapanganggo soléh tepukin tiang. Anak cerik eluh masuunan tengkuluk, mabaju lengen lan celana panjang. Di pabinanné, ada naré kasusunin sarwa woh-wohan siap saji, lelebengan, mawarna-warni. Bareng ia negak di betén punyan pohé, nongosin cerik-ceriké ngajumput madéngkléngan. Enyén ia sujatiné ceriké totonan. Meled pesan kenehé nawang saundukné dadi buka kéto. Pasaruang tiang lakar melinin daganganné, nglaut stater tiang ondané, ada sawetara agerungan, suba kajujuh tongosiané negak. Ia nyledétin tiang, kéto masi cerik-ceriké makejang mangrungu. “Napi manten dagangané Geg?” Kakéto tiang nyumunin matakon. Kasautin lantas baan munyiné alus sada banban, “Niki Pak, akéh wénten. Tumbasin nggih Pak! Mangda tiang polih pagarus.” Péh sayaga pesan anaké cerik masaut. Tlektekang tiang sarwa daganganné. Ada gedang, ada sumangka, lan ada masi mélon matebih-tebihan. Makejang dedaarané mabungkus baan plastik kiloan, masusun kasasang maideran di naréné. Lénan tekéning ento, dapetang tiang masi ada lelablaban, kacang tanah, biu, séla, ubi, lan keladi malablab. Béh, ngeludin pesan. Sedeng melaha yéning kanggo nimpalang kopiné maseduh buin kesepan di jumah ngwalikang kenyelé satekané makuli. “Napi kayunin Bapak? Kepundung lan manggisé taler manis. Rujak kaliasemé taler becik anggén ngicalang kasatan, sinah pacang nyegerang leleh Bapaké panes kadi mangkin. Makasami wantah kalih tali rupiah. Yéning seneng, jangan plecing kangkung saha srombotané taler durusang! Mémen tiangé sami ngaryanang, sinah Bapak pacang katagihan.” Kéto ia nanjénin tiang sambilanga makenyem.
13
Adaniané Sundari I Gede Suwartama Mimih déwa ratu, dueg pesan anaké cerik matetanjan. Rasa kelangen tiang nepukin baan alepné mareraosan. Mirib suba saking tumus ajahina tekén reramané sesai di jumah. Kadi kamegmegan lantas tiang masaut kéné, “Geg, kayun nututin bapak nyantos di jumahan bapaké? Umah bapaké ba dangin, di bucun pateluané kaja kangin sawetara selaé meter saking driki. Akéh sujatiné ané edotang bapak, sakéwala mangkin jinahé durung sandang. Kénten taler bapak makita ngapgapang anaké makejang jumah, pét wénten taler sané demenina.” Buka kéto tiang ngrayu, apanga enyak dogénan anaké cerik nugtug mulihan kumah tiangé. Anaké cerik satinut tekén pangidih tiangé. Tugtuga pajalan ondané uli duri. Tuara ada apakpakan basé, tiang ajak dadua suba neked di jumahan. Sedeng luunga di paon, i mémé, lan kurenan tiangé sedek iteh majejaitan. Pianaké makadadua, Putu lan Kadék sedek glayah-glayah di balé dangin mabalih tipi. Ondané jongkrakang tiang di arepan
paoné tur hélemé kajelegodogang di sepioné. Anaké cerik tundénang tiang apanga nuunang daganganné di pelangkané, tongos i mémé lan kurenané majejaitan. “Mun Gég sampun polih ngajeng, kayun iriki ngajeng?” Isengang tiang matanjénan nasi. Marasa padalem tekén anaké cerik tuyuh. Wantah sujatiné, mula pantes iraga ngajinang tamiu. “Nawegang Gég, ragané anak ménak napi sudra?” “Tiang sudra Pak.” “Lamun kéto depang malu dini dagangané nah Gég! Bapak lakar ngejang tas malu di kamaré sambilang nyemak pipis.” Anaké cerik maanggutan. “Mé, Luh, dong ja belinin dagangan anaké cerik! Dedaaranné melah-melah.” Kéto tiang mabesenang mémé lan kurenan tiangé. Buin tiang makaukan uli di arepan paoné, nyeritin pianaké makadadua. “Tu.., Dek.. dong ja mai, kutang malu tipiné amonto! Ené timpalé teka mulih ngaba dagangan, legaang ia, belinin tetanjanné besik dadua.” Ditu laut makadadua ngadébras bangun saha ngamaekin. Idepang tiang anaké jumah makejang apanga
anak cerik eluh istri kenying manis kadi déwi masekolah ia pat negeri tiles tekén jati diri tiwas arta ané jani sugih keneh sugih sujati Ni Sundari pinaka bukti sandang pisan etut wuri keto ceriké kaaji lepas tekén iri ati impas tekén lek ati mrasa déwék mandadi kuli matetanjan sawai kema mai biu, séla, muah keladi jalan mikolih rejeki madak gelis pangapti mapunduh sakaya arti ***
Saking Langit Bali
Aswamédha Parwa
Pinunas Dewi Dussala
Olih : I K Satria
KALANTURANG kawéntenan Ida Dewi Dussala. Ri kala sampun nyaritayang parindikané sakadi asapunika majeng ring Ida Sang Arjuna, dahat kasungsutan saha nguntul nénten prasida nyaksiang kawéntenan Ida Sang Arjuna. Sesampuné asirihan nénten wénten mabebaosan, raris Ida Dewi Dussala malih matur majeng ring Ida Sang Arjuna sané taler masametonan majeng ring angga sariran dané Sang Prameswari. “Durusang aksi kawéntenan titiang asapunika taler kawéntenan anak alité punika sané kasujatiannyané wantah anak alit tan padosa kawéntenannyané. Yéning pikayunin, kawéntenan I Ratu sané sampun kasub ring jagaté indik kawisésan I Ratuné wantah sampun nénten wénten sané nyamén pada. Sakémaon kaheningan pikayunanidané patut ngayunin kawéntenan titiang puniki.” Sakadi asapunika atur Dewi Dussala sané taler masameton sareng Ida Sang Duryodhana. Nglantur raris dané nlatarang, “Titiang mapinunas mangda palungguh I Ratu muputang payudané puniki saha ngicén kahuripan majeng ring sadaging jagaté iriki, sampunang malih palungguh Ratu mikayunin kawéntenan Ida Sang Jayadrathané duk riin. Sané sampun kaloktah indik pamarginnyané dahat nénten nganutin daging sastra agama. Titiang taler sampun mirengang indik putra sané mautama sampun wénten ring Astinapura, mapesengan Ida Sang Parikshit putran Ida Sang Abhimanyu sané pejah ring payudané duk riin. Raris iriki sampun taler embas putra sané pinaka putran Ida Sang Surata taler pinaka ksatria bénjang pungkuran. Sané mangkin malih titiang matur indik kawéntenan titiang sané mapikayunan nangkilang ring ajeng palungguh Ratu saha nunas mangda palungguh Ratu ngampurayang makasami prajurit Jagat Saindhawané. Sané mangkin titiang ngangganin makasami prajurit Saindhawané nangkil ring ajeng I Ratu sang mautama nunas kahuripan. Sujatiné sami ngayunin mangda payudané puniki nénten mamargi, sangkaning sami uning ring kawisésan palungguh I Ratuné! Nawegang titiang Ida Sang Arjuna, lugrayang sané mangkin titiang mapinunas mangda payudané prasida kapuputang. Dumogi palungguh Ratu ngampurayang anak alité puniki sané durung tatas uning indik kawéntenan kulawargannyané, sané durung uning indik kahuripané puniki mangda prasida nglanturang kahuripané! Puputang sampun krodan palungguh Ratu sané banget ngawinang titiang ajerih pisan! Sinampurayang kaiwangan kakiangnyané sané dumun sané sam-
mablanja. Tiang macelep ka balé dauh, maséh panganggo lan ngamelahang tasé di kamaré. Sasubané puput, buin laut jagjagin tiang anaké cerik ka arepan paoné. Pilihin tiang keladi lan serombotané ané mula dedemenan tiangé. Tuunang tiang masi kepundung lan kaliasemé pada abungkus. Mémén tiangé nyemak gedang lan biu malablab. Kurenan tiangé, médét plecing lan kacang malablab. Pianaké i Putu meli manggis lan sumangka. I Kadék nyopét mélon lan ubi malablab. “Nah, sawiréh jani makejang suba pada maan. Lan bareng-bareng jani wilangin aji kuda beblanjaané.” Kenyemin tiang anaké cerik. Tujuhné tengawan nuju-nujuin dedaarané ané tuunang tiang jumah. Jerijiné tengébot seleganti ngwilangin. “Makasami, pat likur tali rupiah nika Pak.” Anaké cerik masaut usan ngwilangin sambilanga menahin suunan tengkulukné. “Ndén malu, satondén bapak mabayahan. Ada ané takonang bapak tekéning Jegég.” Pasaut tiangé sambilang ngahgah pipisé di dompété. “Enyén adan Jegégé? Mun, Jegég tusing masuk? Dadi cerik suba padidian madagang kemu mai?” Kakéto cucud patakon tiangé tekén anaké cerik. Sambilanga ngamenékang dagangan, ditu lantas ia nyambatang raga, “Adan tiangé nika Pak, Sundari, saking Dauh Pangkung. Tiang sujatiné kantun masuk i rika, ring ésdé ba delodné di Tonja. Mangkin sampun kelas pat. Wusan masuk tiang nulungin mémén tiangé taler madolan keliling. Tiang preragan sadajan margi ageng, lan mémén tiangé sadelod margi, sambilanga ngempu adin tiangé cerik. Bapan tiangé maburuh proyek. Tiang sareng sami nongosin kontrakan i rika ba dauh ring Jalan Kemuda II, nampek saking driki.” Ningehang raos anaké eluh cerik tiang kitak-kituk kewala tetep kakenyemang. Enjuhang tiang pipis telung dasa tali rupiah. Salebihné tundénang tiang nylepitang, apang ada bekelanga masuk. Mémé lan kurenan tiangé milu prihati ningeh sapaunduk Sundariné. Digelis kurenan tiangé nyeduhang tiang kopi ka paon. Ni Sundari mapamit nglanturang matetanjan. Sapatilar Sundariné, tiang angseg masila di pelangkané, nampingin i mémé itep matetuwasan. Klintingklinting suaran gelasé di paon. Di kenehé Ni Sundari enu tileh malawat. “Tuah saja pada malénan pajalan idupé. Lan acepang apanga Sundari setata rahayu ring margi.” Mémén tiangé kagét ngacempléng. Adaniané Sundari
pun lempas ring daging kahuripané sané utama!” Sakadi asapunika malih mawali Ida Sang Dewi Dussala matur majeng ring Ida Sang Arjuna. Mirengang sakadi asapunika atur Dewi Dussala, Ida Sang Arjuna raris ngadeg saha pikayunanidané dahat sungsut pisan, kaliputin antuk sami sekancaning kasungsutané tatkala punika. Pikayunanidané nuju kawéntenan Ida Sang Dewi sané banget kabhaktinin Ida Dewi Gandhari asapunika taler Sang sané naenin madeg ratu irika ring Astinapura Ida Sang Drestarashtra. Ngraris Ida Sang Arjuna éling ring raga saha ngandika. “Makasami puniki mamargi sangkaning kawéntenan Ida Sang Duryodhana! Sané dahat loba saha banget sumbung pisan ring angga sarirannyané! Dané sané sampun ngawinang titiang mayuda sareng sametonan titiangé makasami sané sujatiné banget tresna sihin titiang! Akéh pisan sameton titiangé sané sampun pejah sangkaning senjatan titiangé, sampun utus titiang nuju genah Ida Bhatara Yama!” Sakadi asapunika pangandikan Ida Sang Arjuna majeng ring Ida Dewi Dussala. Sesampuné ngandika sakadi asapunika raris Ida Sang Arjuna ngrumrum sametonnyané Dewi Dussala saha ngandikayang indik pamuput payudané. Ida ngawitin ngandikayang susatrané sané maosang mangda nénten mayuda ring pasametonan! Raris Ida Dewi Dussala katangiang saha kasihin pisan olih Ida Sang Arjuna saha kandikayang mawali nuju purian. Ida Dewi Dussala taler ngandikayang majeng ring sami ksatria Jagat Saindhawané muputang payudané saha nyambut kawéntenan Ida Sang Arjuna sané banget patut sumbungang indik kawelasasihanidané ngampurayang kawéntenan para ksatria Saindhawané. Sang Parameswari sané kasub indik kayuan dané punika raris mamargi nuju purinidané antuk manah sané dahat garjita. Sesampuné sami becik saha para ksatria Saindhawané mawali nuju purian dané sami, raris Ida Sang Arjuna nglanturang pamargi ngetut jarané sané memargi sinambi ngruruh padang ring salantang margi sakitakayun jarané sami. Ida Sang Arjuna nglanturang pamarginé punika nénten pisan madué manah sané ajerih, sangkaning mélanin kapatutané pacang kasobyahang majeng ring makasami jadmané sané wénten ring jagaté. Para jarané punika nglantur mamargi nuju genah panegara naler nuju panagarané tiosan gumanti nglanturang yadnya utama Aswamedha yadnya. (Masambung)
Ogoh-Ogoh ogoh-ogoh tan sandang sandingin toh apan tan wénten pikenoh sajabana namtamin magocoh goh saling cogroh tulia mamotoh jangih metu jengah metu jongoh saling kakah kikih kukuh kékéh kokoh pantaraning soroh pecik becik sampunang koh pacek brata laksana goloh picek angkara sida mangdoh pecak ongkara sida mawoh ogoh-ogoh tan sandang sandingin toh apan tan wénten pikenoh sajabana namtamin magocoh I Madé Suarsa
Jayanti
14
Ni Putu Febie Putri Maharani
Seneng Ngwacén, Nincapang Kawagedan
Cerakén Lengkara Punggelan geguritan puniki kanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha.
pupu;p\С(.
Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti
SENENG ngwacén makudang-kudang buku kaarsayang mapikolih becik majeng Ni Putu Febie Putri Maharani. Febie—asapunika yowana puniki ketah kasambat kantos kasengguhang kutu buku sané teges dané nénten naenin lémpas saking ngwacén olih sawitrannyané. Akéh pisan soroh buku sané kasenengin Febie, minakadi buku paplajahan, novel, kantos majalah anak-anak. Febie taler ketah ngrereh buku anyar ka toko buku.
Pupuh Pangkur 69. senli\uæ^t2(liy*,
Sané lingsir taler liang,
tuemãnÀzud/,
tumbén anyud,
sm)etoenrwu;mhi,
sametoné rauh mai,
sirhun&pdcumæu,
sira uning pada cumpu,
tɱnbj*ms)elrn/,
truna bajang maseléran,
ddipili;,
dadi pilih,
ekwltÊ[Ær&khê±n/,
kéwala tresna ring kahyun,
sm)etoenhutmy*,
sametoné utamayang,
hnekli\uæ^nuturin/.
anaké lingsir nuturin.
“Tiang seneng mamaca, satios nagingin galah embang, mamaca taler prasida ngwewehin pengetahuan saha prasida nincapang kawagedan,” baos dané makenyung. Sios saking dados “langganan” juara kelas saking kelas I, tatkala kantun kelas V ring tahun pelajaran 2014/2015 sané lintang Febie naenin nyarengin tim Olimpiade IPA Kota Denpasar. Febie sané embas ring Dénpasar, 25 Februari 2004 puniki maosang indik makudang-kudang parindikan sané ngawinang dané prasida ngranjing dados angga tim Olimpiade IPA tingkat SD Kota Denpasar punika. Pianak kapertama pasangan I Made Ika Marhadi-Ni Wayan Eka Setyani puniki maosang, saking kantun alit dané seneng pisan ring parindikan sané wénten ring palemahan, minakadi sané ngawinang sabeh, sapunapi indik masan endang, sapunapi kawéntenan toya ring beten tanah, miwah sané siosan. Asapunika taler nganinin indik perkembangbiakan manusa, beburon miwah tetanduran. Sangkaning seneng ring paplajahan IPA, Febie sané meneng ring Jalan Kaswari, Penatih, Denpasar Timur meled dados doktér bedah Urologi. Sangkaning pisarat punika dané taler misadia jagi ngamargiang tugas ring genah-genah joh sané kakirangan antuk sarana kesehatan ring sajebag Bali. Duaning dané meled mangda krama Bali sané meneng ring desa nénten sebet sangkaning nénten wénten dokter spésialis sané makarya ring Pukesmas irika. Napi malih akéh pisan kapanggihin krama sané nénten madué prabéa kanggén maubad ka kota. Febie éling, mangda prasida ngamolihang citacitanyané punika nénten dangan, patut nglintangin makudang-kudang parikrama. Punika prasida kalintangin yéning dané seleg malajahang raga, akéh ngwacén utamané ngwacén buku indik manusa, sekancan soroh panyakit taler indik kahanan palemahan. Sané ngangobin manah, Febie nénten wikan ring paplajahan IPA kémanten, taler paplajahan IPS. Dané naen nyarengin lomba présentasi kantos ring kecamatan, sakéwanten sangkaning kirang nabdabang raga taler akéh pasaing, Febie nénten prasida ngamolihang juara sakadi sané kaaptiang. Febie maosang pengalaman wantah guru sané utama. (ast/uma)
70.titê*zuk×)my*pisn/,
Titiang nyuksemayang pisan,
pz)mãËm,
panyembrama,
mhimã¡;k)zue\mnis/,
maimbuh kenyungé manis,
dumdkÙiaienhsu*,
dumadak Widhiné asung,
titê*gumnÓitn±lk/,
titiang gumanti tan tulak,
phicen,
paicané,
ent)lsÓ¡nsÓitê*somæun/,
né telas tunas titiang sampun,
htu(gu[Õiezomnãzé(,
atur Gusti Nyoman Banjar,
enm\Ðinæc*mpmit/.
né mangkin pacang mapamit.
Isin Gumi
Duratmaka Nyamar Dados Turis PARIWISATA Bali mawali ramia sangkaning katangkepnyané sindikat pencopét ring Pura Batuan, Sukawati Gianyar daweg Redité lintang. Duratmaka sané akéhnyané pitung diri punika wantah prasida katangkep limang diri kémanten. Sané malih kalih diri prasida malaib, nanging sampun kakepung polisi. Yukti ramia tur héboh san-
tukan para duratmaka puniki lincah pisan, mawinan prasida menggasak barangbarang sané maaji. Para duratmaka inucap magumana ngrereh genah-genah utawi objék wisata sané ramia karauhin turis. Caranipun taler professional. Para duratmaka inucap nganggén udeng miwah kamen. Ipun nyamar pinaka turis miwah magabung sareng
turis lianan ring objék-objék wisata sinambi mamaling barang-barang berharga druén turis. Parindikan punika kabligbagang sajeroning acara Isin Gumi Radio Singaraja FM 92,0 Mhz raina Anggara, 27 Februari 2018 lintang. Putu Gamada, Patemon Kasus sakadi punika
Kruna Basa Bali
Redité Pon, 4 Maret 2018
AKSARA BALI
Bahasa Indonésia
1.
jaba
1.
jb,
1.
luar
2.
jabag
2.
jbg/,
2.
tidak sopan
3.
jabud
3.
jbud/,
3.
cabut
4.
jabug
4.
jbug/,
4.
curi
5.
jada
5.
jd,
5.
tua
6.
jadeng
6.
jd%,
6.
berhadapan
7.
jadig
7.
jdig/,
7.
angkuh
8.
jagra
jgÉ,
8.
melek
9.
jahan
jhn/,
9.
sementara
10.
jajal
jjl/,
10.
marahi
8. 9. 10.
prasida mawali nibénin genah pariwisata tiosan ring sawewengkon Bali. Napi malih para krama ring wewidangan genah pariwisata nénten pada urati. Ring genah-genah objék wisata utamané sané ramé patut pisan kajangkepin petugas polisi pariwisata maprakanti sareng pecalang. Tiosan punika, krama ring wewidangan objék pariwisata taler sareng-sareng nguratiang kawéntenan duratmaka. Dumogi parindikan inucap nénten mawali malih, mangda Bali sayan trepti. Gung Dé, Ngurah Rai Singaraja Pecalang sané sareng katugasang ring genah objék wisata tunas titiang mangda kaicénin sangu. Riantukan pecalang inucap janten taler madué kulawarga. Lianan punika, pendapatan saking pariwisata Bali paling ageng saihang daérah tiosan. Aki di k pendapatan punika mangda kaanggarang majeng pecalang miwah polisi pariwisata. Maafi, Pegayaman Kasus puniki mangda kadadosang pengalaman sané berharga majeng pariwisata Bali. Bali sampun kasub pinaka daérah tujuan pariwisata internasional. Bali yukti terbuka majeng
sira kémanten rumasuk jadma sané madué pamineh kaon. Antuk punika, nyaga katreptian para tamiu dura negara wantah patut kautamayang salami ipun malancaran ring Bali. Dumogi parindikan kaon punika nénten mawali nibénin pariwisata Bali. Kadek Edy Artawan, Sasaan Ring jaman sarwa canggih sakadi mangkin minakadi antuk kawéntenan internét miwah media sosial, pradé wénten turis sané katibén parindikan kaon utawi dados korban kejahatan sinah gelis pacang nyebar kantos ka dura negara majalaran internet inucap. Punika nyinahang Bali kasengguh nénten trepti. Mawinan, iraga patut sareng-sareng nyaga katreptian ring soang-soang genah pariwisata. Adi Putra, Lovina Objék-objék pariwisata ring Bali mangda samian kapasang kaméra CCTV. Satios kawéntenan para petugas sakadi pecalang, hansip, miwah polisi pariwisata. Salanturnyané majeng dinas pariwisata mangda nguratiang kesejahteraan para petugas punika. Para krama pamekas sané meneng nampek genah pariwisata taler mangda sayan urati. (ama)
I Nyoman Sumantra
Sampunang Takut Iwang PENGALAMAN wantah pacang kapolihang yéning kayun ngamargiang parindikan sané karepin. Sampunang jejeh iwang, doh becikan iwang sangkaning sampun nglaksanayang sinunggil parindikan becik, bandingang setata marasa beneh, nanging nénten ngamargiang pakaryan punapa-punapi. Kegagalan prinsip punika sané setata kagamel Drs. I Nyoman Sumantra, M.Ag.T., sané mangkin ngamel jabatan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bangli. Manut lanang sané embas ring Kintamani, 21 Pebruari 1961, embas ring désa sané doh saking kota nénten ngawinang semangat dané rered. Ngawit alit sampun madué cita-cita meled ngabdi ring bidang pendidikan. Napimalih dané ngaksi akses sajeroning molihang pendidikan sané becik ring désannyané doh saking pangapti. Majeng ida dané sané madué artha langkung majanten prasida medal saking kampung tur jenek ring kota nuntut ilmu. Nanging majeng krama lianan sané kirangan artha milihin tetep jenek ring désa tur molihang pendidikan sané wénten. “Titiang ngrasayang pisan sapunapi méwehnyané mautsaha mangda prasida molihang pendidikan sané tinggi. Aget titiang prasida molihang yadiastun bah-bangun,” baosnyané. Suami I Gusti Ayu Made Budi Laksmi puniki precaya pisan, wantah antuk pendidikan ida dané pacang prasida matingtingan saking kahanan ekonomi. Sesampun namatang pendidikan dasar ring désanyané Siakin, Sumantra nglantur ka kota nglanturang pendidikan. Majeng Sumantra, tetujonnyané ka kota wantah sekolah. Minab punika sané ngawinang dané setata kayun malaksana ring widang sané mapaiketan sareng sekolah. Nyabran galah, dané molihang gelar sarjana ring widang pendidikan. Angen-angennyané dados guru pamuputnyané kapolihang. Sumantra molihang SK pinaka PNS. Dané molihang tugas ring SMP negeri sané nampek sareng genahnyané jenek. Ngaksi kasujatian, dedikasi miwah rasa tresnannyané majeng pendidikan, Sumantra kaprecaya pinaka Kepala SMPN 2 Kintamani. “Titiang tengkejut antuk
pengalaman sané durung jangkep pinaka guru, nénten katarka kaicén tugas pinaka kepala sekolah. Minabang titiang kepala sekolah SMP negeri pinih muda daweg punika. Nénten wénten pilihan lianan, titiang patut nerima tugas,” tuturnyané sumeken. Akéh malajah saking kepala sekolah lianan, tugas pinaka kepala sekolah katerima antuk sekancan rasa sumakuta. Makudang-kudang pamargi kalaksanayang, sajeroning ngicén sané pinih becik majeng peserta didik miwah guru-guru pengajar ring sekolah sané kapimpin. Genah SMP Negeri 2 Kintamani minab ngawinang guru-guru sané mawit saking wewidangan lianan méweh bolak-balik, gumanti ngwetuang pikayunan ngaryanang més guru. Pamuputnyané pikayunan inucap kasanggra becik olih pemerintah. Yadiastun molihang tugas doh saking pusat pemerintahan, nénten ngawinang Sumantra rered setata ngwetuang inovasi. Salanturnyané dané raris dipindahtugaskan pinaka Kepala SMAN 1 Kintamani. Nénten wantah amunikan, Sumantra sané seneng pisan ngwacén karya sastra pamuputnyané ngranjing ring birokrasi. Sakatah jabatan naen kagamel. Minakadi jabatan pinaka Kabid Program Disdik Bangli, Kepala Kantor Litbang, Kepala Kantor Arsip dan Perpustakaan, Kepala Disdikpora tur sané mangkin bapak saking Putu Ayu Eka Sumariati, Made Ayu Dwi Putri Dewantari, Komang Agus Tri Adi Mahaputra miwah Ketut Catur Adi Karna puniki menjabat pinaka Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Pemda Bangli. “Jabatan manut tiang selah sané jimbar ngayahin krama. Siosan punika wénten selah ngrincikang pikayunan sané kabuatang olih krama. Punika sané laksanayang tiang salami puniki,” baos Sumantra. Satios punika, anggané taler seneng masesuratan pamekas ngripta karya sastra utawi ngwacén karya sastra minakadi nyurat puisi, cerpen, miwah sané tiosan. Kabaosang, karya sastra sané kawacén prasida ngwewehin pauningan saha memperhalus rasa, menghasikan karya. (ast/uma)
15 Ungkapan Menyesatkan di Negeri Konotasi
Minggu Pon, 4 Maret 2018
Qur’an Sepertiga dan Perang Sampyuh Ratusan ribu kaum pendatang diburu dan dibunuh. Sama sekali tidak sulit untuk menemukan yang diburu. Tidak perlu diperiksa kartu identitasnya, tak perlu membuka buku sensus atau menyandera Kepala Desa untuk mendata siapa-siapa kaum pendatang yang menginjak-injak harga diri para penduduk asli itu. Cukup dengan penciuman atau sekelebatan mata memandang jenis wajah mereka. Pemberangusan atas kaum pendatang itu berlangsung amat cepat. Ratusan ribu orang terkubur, atau kepala-kepala mereka ditancapkan di tonggak-tonggak pagar. Hukum tidak berdaya. Jangankan bertindak: sekadar mengidentifikasi data-data pemusnahan saja tidak mencukupi perangkat dan energinya. Sebab di belakangnya terdapat komplikasi sosial, konslet ekonomi dan akumulasi persaingan hidup yang panjang. Markesot dengan sejumlah temannya menemukan area Pesantren yang luluh lantak rata tanah karena dibakar. Pak Kiai dan para santri mati. Tinggal Bu Nyai dan anak kecilnya. Sebuah Mushaf Al-Qur`an terbakar, tinggal sepertiganya, tergeletak di tanah. Markesot membawanya, menyimpannya dan menjadikannya cermin sejarah, untuk belajar kembali tentang manusia, dunia dan Negara. Markesot diminta untuk menyisir empat Kabupaten di sebelah barat sebuah Pulau Besar, untuk mengantisipasi jangan sampai pemberangusan melebar ke wilayahwilayah itu. Mungkin para pemberangus yang merasa digerogoti hartanya dan dicoreng martabatnya oleh kesombongan di pelabuhan itu, meskipun bukan pematuh Kitab Suci ini, tetapi secara naluriah melaksanakan perkenan dari Tuhan ini: “Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, tetapi janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas”. *** Gentholing tampak semakin gelisah mendengar kisah berlanjut-lanjut bagai tak ada ujungnya ini. Pakde Tarmihim kemudian mengemukakan sesuatu seakan-akan ia mendengar apa yang bergejolak dalam hati Toling. “Sekarang ini sekam dan simpanan bara api di Negerimu berpuluh-puluh kali lipat lebih besar dibanding yang terjadi di Pulau Besar itu. Di hari-hari mendatang generasi kalian tidak boleh terkejut apabila sewaktuwaktu terjadi ledakan sejarah. Bahkan komplikasi masalahnya jauh lebih ruwet. Komplikasi konfliknya jauh lebih sukar untuk dipetakan. Kalau generasi muda tidak segera menata diri, menjernihkan pikirannya dan melonggarkan hatinya, kalian akan benar-benar kebingungan meletakkan diri di tengah Perang Sampyuh yang sewaktuwaktu bisa terjadi”. Toling tertunduk diam dalam kegelisahannya. “Rasulullah saw beberapa waktu yang lalu menitipkan pesan agar kalian meningkatkan luasnya kesabaran dan detailnya kewaspadaan. Sebab kata Rasulullah beliau sendiri tidak mengalami komplikasi konflik seperti yang kalian alami. Di zaman beliau hanya ada satu Abu Jahal atau Abu Lahab. Sekarang ini Abu Jahal beribu-ribu jumlahnya. Abu Lahab merasuki jiwa ratusan juta penduduk Negeri kalian. Yang sebenarnya kalian alami bukan pertentangan antara Koalisi-A melawan Koalisi-B, FaksiX melawan Faksi-Y, bukan Golongan-Ini
melawan Golongan-Itu, bukan Ideologi-Dadap melawan Ideologi-Waru, apalagi Islam melawan Pancasila. Peta pertentangan yang berlangsung adalah Kaum Penindas di bagian atas dan menengah serta saluran-salurannya sampai ke bawah. Menimpa Rakyat tertindas di berbagai lapisan dan bagian”. “Kaum Penindas terkadang tampak bertentangan satu sama lain, sehingga rakyat memilih jagoannya di antara mereka. Padahal mereka melakukan Talbis, mengkostumi keIblis-an mereka dengan pakaian Malaikat…” *** Di sebuah lapangan di wilayah paling utara barat Pulau Besar itu, Markesot mengumpulkan dua golongan masyarakat yang di area-area timur daerah mereka sedang diberangus. Tentu saja Markesot bukan seorang pemberani. Salah seorang temannya sudah jatuh sakit dan tergeletak begitu tiba di daerah itu. Markesot menemui satu-persatu pimpinan dua golongan masyarakat itu, dengan hati gemetar dan badan menggigil yang ia sembunyikan. Kepada pemuka masyarakat yang sedang dalam proses diberangus, tidak terlalu rumit komunikasinya, sebab beliau merasa sedang didatangi oleh orang yang menemani beliau dan turut menjaga keamanan masyarakatnya. Tetapi berjumpa dan “berdiplomasi” dengan tetua masyarakat yang sangat kuat dan sedang melakukan pemberangusan massal, sebenarnya hampir pecah kepala Markesot. Bertamu ke sebuah rumah di tepian hutan, Markesot berjalan amat sopan, setengah membungkuk dan langsung menghampiri tuan rumah, serta langsung memeluknya. Markesot berbisik ke telinga beliau: “Bapak, saya dan teman-teman datang dengan cinta, persaudaraan dan keikhlasan untuk meminta maaf dan memintakan maaf. Kami perlu mengetahui posisi kami di sini: apakah bagi Bapak, kami ini musuh ataukah saudara… Kalau saudara, kami bersyukur melebihi dalamnya lautan. Kalau kami ini musuh, kami akan siap-siap, meskipun pasti kami tidak berdaya dan kalah…” Tuan rumah membalas pelukan Markesot lebih erat: “Saudara, Cak, Sampeyan saudara kami semua di sini….” Markesot menarik napas lega. Dasar penakut. Tetapi berarti amanlah kumpulan massa dua masyarakat di lapangan nanti sore. Juga puji Tuhan, aman hari-hari sesudah itu di empat wilayah yang digemetari oleh Markesot dan teman-temannya. “Wa in ta’fu wa tashfahu”, jika engkau berlapang dada dan memaafkan, maka Allah pun “Ghofurun Rohim”, Maha Pengampun dan Maha Penyayang. Bahkan Allah tidak memakai konteks “Ghaffarun Rahman”, karena begitu mendalam permaafanNya. Pun Beliau tegaskan: “orang yang bersabar dan memaafkan, sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan”. Di tengah dialog orang selapangan bola itu, hampir terjadi gesekan pembicaraan yang bisa menyulut api bentrokan. Markesot langsung terjun ke tengah massa, menghampiri salah seorang Ibu yang sedang memangku putra kecilnya. Markesot minta izin menggendong anak itu, membawanya ke podium dan meneruskan pembicaraannya. Alhamdulillah suasana menjadi reda dan sejuk kembali. l Emha Ainun Nadjib Yogya, 23 November 2017
Yang Lebih Mencintai Rupanya hal 2018-2019 itu yang membuat Markesot pergi menghilang kali ini bersama Mbah Shoimun. Anak-anak muda itu mendengar dari Pakde Sundusin. Pernyataan Markesot sangat melankolik dan Zaman Old banget: “Demi cinta saya kepada rakyat, bangsa dan Negara, mulai sekarang hingga dua tahun ke depan atau lebih, saya akan berpuasa lebih total dibanding puasapuasa saya selama ini”, berkata Markesot kepada teman-temannya. “Puasa bagaimana?” “Saya tidak akan mengatakan lebih banyak lagi hal-hal yang sebenarnya saya berhak mengatakannya. Bahkan demi kepentingan umum sesungguhnya saya setengah wajib mengatakannya. Saya akan mulai sangat menahan diri, mengunci mulut lebih erat, dan menyimpan lebih banyak hal-hal untuk disimpan dalam rahasia” “Hal-hal apa itu maksudnya?” “Hal-hal tentang Indonesia, Pemerintah, Islam, kekuasaan, ormas dll” Itulah salah satu contoh, di antara banyak contoh-contoh lain, di mana Markesot menjadi bahan tertawaan teman-temannya sendiri, karena mengambil keputusan yang sama sekali tidak jelas dasar pemikirannya dan tanpa memiliki kelengkapan perangkat yang diperlukan untuk keputusan itu. Markesot memang usil. Tahun 1969 tiba-tiba ia nongol. Beredar ke sana kemari menunjukkan cintanya yang gegap gempita kepada Indonesia, rakyatnya, ummatnya, bangsa dan negaranya. Beberapa temannya mengatakan bahwa Markesot melakukan sejumlah hal besar pada sejumlah momentum sejarah. Tetapi kebanyakan orang menertawakannya, menganggapnya sebagai kabar burung dan khayalan. Kepada Pakde Sundusin ia berbisik: “Posisi kita sekarang ini seperti tersiksa menyaksikan seorang suami yang selingkuh sana-sini, tetapi kita tidak punya kemungkinan untuk memberitahukan hal itu kepada istrinya. Kalau saya tidak meningkatkan puasa saya dan mendemokratisasikan mulut saya: bisa bubar rumah tangga mereka. Apalagi kalau saya memacu nahi munkar, penegakan kebenaran, meskipun kita bermaksud baik….” Dalam suatu pertemuan di mana Markesot menyampaikan hal puasa itu, Mbah Shoimun yang duluan tertawa. Teman-temannya yang lain tersenyum sambil berpandangan satu sama lain.
l Anggur
Sebenarnya kasihan Markesot, karena sesungguhnya teman-temannya itu adalah muridnya. Apalagi Mbah Shoimun. Siapa dia ini. Mana berhak dia menertawakan Markesot. Apalagi responsnya sangat menyakitkan: “Memangnya apa yang berubah kalau kamu mengatakan sesuatu atau merahasiakan sesuatu? Apalagi tentang hal-hal besar seperti Indonesia, yang kamu tidak dikenal olehnya dan tidak pernah punya peran apa-apa…” Mbah Shoimun bilang yang dicemaskan oleh Markesot itu baik-baik saja, sementara Markesot sendiri yang bunuh diri: “Apakah engkau akan membunuh dirimu sendiri karena bersedih oleh mereka semua berpaling dari kebenaran…”. Markesot sudah terbiasa diremehkan oleh Simon Saimon Shoimun sahabat anehnya itu. Maka ia bersabar dan menjawabnya: “Kita sedang berada di suatu Negeri yang penduduknya tidak benar-benar mengerti apa yang mereka lakukan, tidak mengetahui akan sampai ke mana perjalanan mereka, serta tidak menyadari apa yang akan menimpa mereka. Siang malam penduduk Negeri itu melihat dan mendengar kabar yang isinya penuh penganiayaan. Padahal “Allah tidak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang selalu menganiaya diri mereka sendiri”. Markesot bercerita kepada teman-temannya tentang Allah yang merasakan betapa mendalam cinta kekasih-Nya Muhammad saw kepada ummat manusia. Sampai-sampai Allah menawarkan: “Karena sedemikian mendalam cintamu kepada mereka, bagaimana kalau Aku serahkan seluruh urusan mereka kepadamu?”. Di mana Allah sendiri menuruti apa saja kebijaksanaan kekasih-Nya itu kepada ummatnya. Rasulullah menjawab: “Tidak, wahai Tuhanku, karena Engkau lebih mencintai mereka daripada aku. Cintamu kepada mereka lebih mendalam dibanding cintaku”. “Saya bukan perenang yang baik di gelombang cintanya Kanjeng Nabi”, kata Markesot, “tetapi saya berenang. Maka sebagaimana beliau, saya pun tak akan bertindak sendiri atas apapun, melainkan menantikan perkenan dan dhawuh-Nya”. l Joko Umbaran Yogya, 28 November 2017
GENTHOLING TEROMBANG-AMBING
Para Pakde tidak tega melihat Gentholing terombang-ambing dalam arus besar pertentangan antara kebenaran yang dipelajarinya selama ini dengan keadaan di sekelilingnya. Secara bertahap ia bersama teman-temannya belajar memahami zaman, melalui berbagai metode dan terminologi yang berasal dari berbagai macam sumber. Dari wacana-wacana tradisional hingga yang paling modern dan advanced. Dari filosofi sehari-hari hingga filsafat-filsafat besar dunia. Dari yang paling remang-remang di rimba kebatinan hingga informasi dan hidayah firman. Pengetahuan itu menjadi ilmu. Ilmu menjadi kesadaran. Kesadaran menjadi kritisisme yang mendorong gerak eksoterik ijtihad. Dan sebagian hasil ijtihad menjadi keyakinan. Tapi sekaligus semakin mengalami benturanbenturan dengan fakta-fakta sejarah terutama yang kasat mata. Berlakunya peradaban ummat manusia di seluruh dunia, yang penduduk Negerinya sedang setengah mati mengejarnya, adalah dalam lingkup Ilmu Katon. Semua yang tidak Kasat Mata yang bersifat remang-remang dan penuh kabut: menjadi wilayah pemalsuan, klaim subjektif, iman yang tertekuk atau bahkan terbalik, manipulasi, pencitraan, kriminalitas nilai dan berbagai formula kemunafikan yang semakin hari semakin canggih. Dan Gentholing terombang-ambing, terhempas-hempas ke tengah arus yang tak bisa dikendalikannya. Atau terdampar di pantai dengan bebatuan terjal yang menyakitinya dan mendorongnya untuk menyerah. Tetapi Toling tidak pernah menyerah, bahkan ia menolak Pakde-Pakdenya menyebut dia sedang terombang-ambing. “Saya tidak terombang-ambing, Pakde”, bantahnya, “setiap yang saya ketahui, selalu jelas faktanya, masalahnya, metodologi dan analisisnya. Saya tidak terombang-ambing: saya sedang menyaksikan keadaan di mana sangat banyak orang sedang terombangambing. Sangat terang benderang saya menemukan maksud Allah pada keadaan yang sedang berlangsung…” Ia mengutip: ”Dan bila dikatakan kepada mereka: “Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi”. Mereka menjawab: “Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan”. Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar”. Junit merespons: “Mereka yang kamu maksud itu justru meyakini yang sebaliknya. Mereka yakin sedang membangun, sedang menyelenggarakan kebaikan. Dan justru muatan-muatan pikiranmu itu yang mereka anggap sebagai potensi perusakan”. “Tidak”, Toling bersikeras, “Saya menghimpun sangat banyak bukti bahwa mereka itu otoritarian, Machiavelis, egosentris, menghalalkan apa saja asal mereka yang melakukan. Halal adalah sesuatu yang perlu mereka lakukan untuk mempertahankan dan memperpanjang kekuasaan. Haram adalah hal yang sama dengan yang mereka lakukan itu, namun dilakukan oleh pihak-pihak lain yang merupakan penghalang bagi kekuasaan mereka…” Jitul menggoda Toling: “Jadi apa yang seharusnya kamu lakukan terhadap penguasa yang lalim namun berlagak Malaikat itu?” “Mereka mengolok-olok Allah, meremehkan isi firman-firman, mempermainkan Agama dan menghina para peyakinnya”, jawab Toling, “tetapi ‘Allah akan membalas olok-olokan mereka dan membiarkan mereka terombangambing dalam kesesatan mereka’”. Jitul tersenyum: “O, jadi kamu nunggu Allah yang membalas mereka? Kenapa kamu tidak pilih perintah Allah “Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas”. Tiba-tiba Pakde Brakodin memotong: “Proses Toling ini sangat mahal. Biarkan dia meneruskannya, sepanjang ia jernih, objektif dan berniat suci. Biarkan ia omong apa saja kepada kita. Asalkan kita jaga jangan katakan yang begitu-begitu kepada para tetangga. Kepada orang lain, Toling harus belajar bijaksana dan pandai mengukur kadar muatan yang diungkapkannya, serta menahan diri untuk tidak menyatakan kebenaran-kebenaran yang ia yakini, yang hasilnya justru bisa sebaliknya, karena ruang dan waktunya belum tepat…”. l Joko Umbaran Yogya, 30 November 2017 l Nasa Nurasamas SA
HUJAN SATU MENIT :untuk Made Budhiana
hujan malam-malam melukiskan perasaan yang ditinggalkan hujan semenit, mungkin sekadar lewat sebab sore tadi kau pindahkan awan ke kanvas gradasi warna abu-abu putih tumbang tindih menjadi lukisan abstrak yang indah hujan yang enggan turun, hanya gerimis awan bermalas-malasan, mungkin di kanvas lebih nyaman untuk beristirahat sebab ia sering mendengar orang menggerutu karena hujan turun tak kenal waktu
Analisis dan prediksi Jean Baudrillard dalam bukunya Simulacra and Simulation (1981), agaknya tak dapat dipungkiri lagi. Bahwa manusia abad kontemporer sudah benar-benar hidup dalam dunia simulacra (gambar atau citra). Di mana kebudayaan massa dengan ekstrem telah menyamarkan jarak antara fakta dan informasi. Mengikis dan mengaburkan perbedaan antara yang nyata dengan yang imajiner, yang denotatif dan yang konotatif, demi kepentingan tertentu sehingga realitas hilang dan kebenaran seringkali menguap. Di Indonesia saja, banyak kalangan dengan enteng menyebut dan meyakini bahwa harimau itu “binatang buas”, yang berarti: galak, liar, ganas, bengis, kejam. Padahal, sesungguhnya harimau adalah binatang karnivora (pemakan daging). Ia juga tidak punya akal budhi seperti manusia. Kapan menerkam seekor kijang, bukannya “membunuh” seperti manusia dalam peperangan. Ia hanya berbuat sesuai naluri dasar yang dimiliki untuk mendapatkan daging sebagai makanan utama demi menunaikan keberlangsungan hidupnya di dunia. Lantaran harimau memang dikodratkan oleh Tuhan hanya bisa makan daging hewan, bukan makan daun-daunan atau pemakan segala, seperti manusia. Jadi, bukankah yang memiliki
sifat perilaku galak, liar, ganas, bengis, kejam, justru manusia? Nasib serupa juga dialami ulat dan belalang, yang dikategorikan sebagai “hama perusak” tanaman. Sementara dalam ranah pertanian, yang disebut kerusakan justru diukur (ditentukan) dari besar kecilnya kerugian yang diderita petani. Kalau hanya seekor dua ekor ulat atau belalang saja, mengapa disebut hama? Karena menurut kodratnya mereka hanya bisa makan daun tumbuhan belaka? Tak jauh berbeda dengan kasus di atas adalah penyebutan “tanaman liar”. Bagaimana tumbuhan bisa disebut liar? Apakah karena tumbuh semau sendiri atau tak beraturan? Apakah manusia lupa bahwa sebutir biji yang tumbuh pada tanah di mana pun tidak dapat berpindah atau bermigrasi seperti manusia dan binatang? Misalnya sebutir biji salak berkecambah dan tumbuh dekat pelimbahan, selamanya akan tetap di sana tak mungkin pindah ke halaman istana negara di Jakarta! Pencitraan seringkali menyesatkan, tetapi anehnya, masyarakat seringkali juga “suka” disesatkan oleh ungkapan-ungkapan konotatif tadi lantaran terpukau oleh gambaran indah yang sengaja disajikan. Semoga para sastrawan dan seniman tidak demikian! l Iman Budhi Santosa
Di Balik Rubrikasi Majalah Sastra Minimal ada dua majalah yang mewarnai jagat sastra kita hari ini. Majalah Horison yang sejak awal 2018 hadir kembali setelah setelah berhenti cetak di tahun 2016, serta majalah Pusat terbitan Badan Bahasa, Jakarta. Keberadaannya patut disyukuri, karena dengan demikian Indonesia masih memiliki majalah sastra yang bertaraf nasional serta dapat dijadikan semacam barometer kesastraan Indonesia. Melengkapi bertebarannya jurnal dan buletin sastra lokal yang diterbitkan oleh berbagai komunitas sastra di daerah. Namun, jika mencermati rubrikasi kedua majalah sastra terbitan Jakarta tersebut, (Horison baru edisi JanuariFebruari-Maret 2018) dan Majalah Pusat, tampak bahwa rubrikasi dan isinya masih berorientasi pada tradisi lama yang seakan sudah established. Hanya menyajikan catatan kebudayaan sebagai pengantar kebijakan redaksi, puisi, cerpen, esai, dan kritik. Khusus Horison ditambah sisipan Kaki Langit, yang diperuntukkan bagi siswa SMP dan SMA yang mulai belajar mencipta karya sastra. Sebuah terobosan menarik dalam rangka memberikan apresiasi dan ruang berkreasi bagi generasi muda sastra sejak 1996. Dengan demikian, kedua majalah sastra tadi jarang memuat karya lain yang
sesungguhnya juga masuk dalam ranah sastra. Seperti novel, novelet, kisah, cerita rakyat, naskah drama, prosa liris, karya sastra terjemahan, sejarah sastra, peribahasa, dan lain-lain. Keduanya juga nyaris tak mempublikasikan gerak dinamika komunitas sastra di berbagai daerah yang nyata-nyata telah melahirkan banyak sastrawan dan secara mandiri berhasil membangun masyarakat pencinta sastra di tingkat lokal. Termasuk bagaimana perkembangan musik puisi, dramatisasi cerpen, proses kreatif sastrawan, even sastra di daerah, penerbitan buka sastra dan berbagai fenomena penunjang kehidupan sastra lainnya di Indonesia. Kenyataan di atas seolah mengindikasikan bahwa majalah sastra di tingkat nasional demikian “menganak-emaskan” karya-karya tertentu dan “menganaktirikan” jenis karya yang lain. Memang, majalah (media massa cetak) memiliki keterbatasan halaman termasuk sarana dan prasarana penunjang lainnya. Walaupun demikian kondisi tersebut agaknya perlu di-create agar keterbatasan tadi tidak menstimulir pengkotak-kotakan karya sastra yang memungkinkan terjadinya penyempitan dan kesempitan dalam memahami jenis karya sastra kelak kemudian hari? l Iman Budhi Santosa
Politik Talbis Para Radikalis-Intoleran Pesan tentang mengintensifkan laku-puasa dan “suami selingkuh” dari Markesot itu membuat Jitul dan teman-temannya meminta para Pakde mengadakan pertemuan khusus dengan mereka, terutama untuk mewanti-wanti Gentholing. Soalnya Toling sudah keterlaluan kalap pikirannya. Terakhir ia bilang kepada Junit, Jitul dan Seger: “Kita sekarang sedang dikuasai oleh kaum radikalis-intoleran, yang menuduh siapa saja yang tidak sejalan dengan mereka sebagai kaum radikalis-intoleran. Sedang berlangsung politik talbis besar-besaran, dan akan disempurnakan dua tahun lagi. Mereka mentalbiskan kejahatan sebagai kebaikan, kedhaliman sebagai kesantunan, perusakan sebagai pembangunan, kehancuran sebagai kejayaan…” Sangat berbahaya arah arus pikiran Toling. Teman-temannya tidak sedikit pun mendapatkan peluang untuk mereaksinya, karena akhir-akhir ini Toling kalau omong sangat gencar seperti mitraliur seribu peluru. Toling terus bicara. “Para istri, anak-anak dan semua keluarga sebenarnya adalah manusiamanusia yang dahsyat, benih-benih yang multipotensi untuk mrantasi masalahmasalah, bahkan sanggup nungkul dunia. Tapi mereka diselingkuhi oleh Bapaknya. Dibohongi. Diperdaya. Dikasih makan enak. Bapak dirayu menjadi bagian dari Korporasi Perselingkuhan Besar. Keluarganya dikasih minuman lezat. Tetapi di dalamnya telah ditetesi bakteri-bakteri Talbis. Di dalam darahnya sudah mengalir khomr, tuak, arak, yang membuat mereka semakin mabuk, padahal dalam keadaan tidak mabuk…” Dan gara-gara Markesot berpesan “Sekarang konsentrasi ‘Asyiki Qur`an, Kebunmu Suburkan’, Toling sekarang tidak bicara apapun kecuali membuatnya
ingat kepada firman Tuhan. Dan kali ini ia membuka ayat ini: “Ingatlah pada hari ketika kamu melihat kegoncangan itu, lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya dan gugurlah kandungan segala wanita yang hamil, dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi azab Allah itu sangat kerasnya”. Jitul tidak bisa membiarkan lebih jauh arus Toling. Ia coba memotong: “Ling, apa keabsahannya bahwa kamu menisbahkan ayat-ayat itu kepada orang-orang yang kamu tuduh? Yang dimaksud oleh ayat itu kan Hari Kiamat…” “Lho”, Toling membantah, “Katanya ada Qiyamah Kubro ada Qiyamah Shughro. Kiamat besar dan kiamat kecil” “Siapa Marja`, figur, tokoh, Mufti, Mursyid, Majlis atau lembaga rujukan untuk memastikan bahwa sekarang ini Kiamat?” “Ya nggak ada. Maka setiap orang perlu punya kemandirian akal dan rasa untuk menemukan keyakinan atas rujukannya sendiri asalkan ia jujur memprosesnya” “Bagaimana kalau orang membantahmu: Keadaan sedang jaya-jayanya, sedang sukses-suksesnya, sedang moveon ke puncak kemegahannya, kok kamu bilang Kiamat?” “Lho, saya sendiri sewaktu-waktu mengalami Kiamat kecil. Bisa tiap hari saya mati, untuk lahir kembali. Setiap hari kesadaran kita berhijrah dari kematian menuju kelahiran yang baru. Kenapa orang bersangka buruk kepada Kiamat, yang artinya adalah kebangkitan?” “Tetapi ayat yang kamu kutip kan tentang goncangan dan kehancuran. Berarti kamu yang radikal dan intoleran, tapi kamu lemparkan klaim itu ke luar dirimu…”. l Emha Ainun Nadjib Yogya, 29 November 2017
“inilah gerimis yang romantis!” kata lelaki hangat kepada perempuan dingin hujan semenit, cuma lewat, mungkin hendak ke tempat lain yang merindukannya maka kau buat hujan di kanvas membasahi halaman rumah dan jalan agar orang yang melakukan perjalanan berteduh dalam lukisan abstrakmu
Merah Persibu Ngampoeng Seni untuk Fenomena 27 dalam 72…
l Spirit Ruh Bangsa, Tes Ke-Indonesiaan Raya Kita
CAKRA Yadnya EDUKASI (H) Cinta Nusantara 2018 l
JKPemerdekaan-109, Pijakan Start Ke-rasadiri-an l
Sangkan Paraning Dumadi, yang Terpanggil Sepenanggungan
Januari-Rememberance 27 in 72…, 72 in 27
Road to Homecoming 230 Years Old Denpasart!
HUBUNGI dan Aktif Mengikuti Wayan Jengki Sunarta via Facebook dua(2) Minggu sebelum KOMUNITAS ANDA di JKP-109
D aerah
16
Minggu Pon, 4 Maret 2018
MIRASANTIKA
AKU dulu suka padamu, dulu aku memang suka. Dulu aku gila padamu, dulu aku memang gila Sebelum aku tahu kau dapat merusak jiwaku. Sebelum aku tahu kau dapat menghancurkan hidupku. Sekarang tak-tak-tak mau tak-tak-tak – tak mau –tak Sekarang aku tak sudi tak-tak-tak-tak-tak sudi –tak….
BPM/mud
TERGULING - Mobil Suzuki Swif DK 903 FJ terguling di Jalan Singaraja – Bedugul tepatnya di Lingkungan Sangket, Kelurahan Sukasada, Sabtu (3/3) kemarin.
Hindari Anjing, Suzuki Swif Terguling
Singaraja (Bali Post) – Sebuah mobil Suzuki Swif DK 903 FJ mengalami kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di Jalan Singaraja - Bedugul Km 3 - 4 wilayah Lingkungan Sangket, Kelurahan Sukasada, Sabtu (3/3) kemarin. Mobil yang dikemudikan Gede Nanda Surya Awedana asal Jalan Laksamana, Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng itu terguling setelah menghindari anjing yang akan menyeberang jalan. Akibatnya, pengemudi dan penumpang Rada Putri mengalami luka lecet. Selain itu, satu pengendara sepeda motor DK 8641 VD Gede Aksama, asal Desa Gitgit yang ditabrak juga mengalami luka lecet. Dari informasi dikumpulkan di lapangan menyebutkan, sebelum kejadian, pengemudi mobil Suzuki Swif Nanda Surya Awedana bersama pacarnya Rada Putri datang dari Denpasar menuju Buleleng. Sekitar pukul 13.15
wita ketika melintas di lokasi kejadian, tiba-tiba pengemudi yang berstatus pelajar SMA tersebut terkejut melihat seekor anjing berada di tengah jalan. Pengemudi langsung membanting kemudi ke sebelah kanan. Diduga karena bantingan setir itu terlalu keras, mengakibatkan mobil melesat ke luar jalur dan menabrak tebing di kanan jalan. Setelah menabrak tebing, mobil kemudian terguling ke tengah jalan. Saat bersamaan,
sepeda motor melintas dari utara. Pengendara sepeda motor Gede Aksama tidak bisa menghindar, sehingga kendaraannya bertabrakan dengan mobil. Dia mengalami luka lecet dan kendaraannya rusak parah. Sementara mobil tampak penyok mulai dari depan, samping kanan dan kiri dan di bagian atas. Pengemudi mobil Gede Nanda Surya Awedana dan pacarnya Rada Putri selamat dan hanya mengalami luka lecet. Kanit Lantas Made Sarja-
na seizin Kapolsek Sukasada Kompol Gede Juli membenarkan telah terjadi kecelakaan lalu lintas tersebut. Sarjana mengatakan, dari pemeriksaan dan keterangan saksi, menyebutkan lakalantas ini berawal ketika pengemudi mobil Suzuki Swif Gede Nanda Surya Awedana kurang hati-hati saat akan menghindari anjing yang menyeberang jalan. Setelah dilakukan mediasi, antara keluarga pengendara mobil dan pengendara sepeda motor kasus ini sepakat diselesaikan dengan cara kekeluargaan. “Jadi, benar ada lakalantas melibatkan dua kendaraan dan korbannya semua luka ringan. Kasusnya juga sudah diselesaikan secara kekeluargaan,” jelasnya. (kmb38)
Dibantah, Adanya Praktik Mafia di Depo Kubu
Amlapura (Bali Post) Pernyataan legislator dari Komisi I DPRD Bali asal Buleleng, IGK Krisna Budi, cukup mengagetkan banyak pihak di Karangasem. Setelah sidak ke galian C Kubu, belum lama ini, dia menyebut ada mafia yang bermain di dalam pengelolaan depo. Pernyataan legislator asal Buleleng ini, menyusul adanya dugaan para sopir di luar Karangasem seperti Buleleng dipaksa membeli pasir ke depo dengan harga tinggi. Siapa yang dimaksud mafia di dalam pengelolaan depo ini? Anggota DPRD Provinsi Bali dari Karangasem, I Nyoman Oka Antara, punya pandangan berbeda dengan rekannya. Politisi asal Kecamatan Kubu ini mengatakan tidak ada mafia dalam depo galian C di Kecamatan Kubu. Sebab, dia menegaskan, aktivitas depo sudah berdasarkan kesepakatan bersama. Pendirian depo menurutnya, juga sudah mendapatkan lampu hijau pihak terkait, baik dari pemerintah daerah, camat, perbekel, klian banjar, bendesa adat, hingga warga setempat. Jadi, dia menegaskan tidak ada praktik mafia dalam pengelolaan depo tersebut. Para pengusaha di dalam depo juga tak terima disebut mafia. Ketua Paguyuban Pertiwi Agung, Nengah Subrata, mengatakan tudingan keberadaan mereka sebagai mafia sangat tidak tepat, dan dinilai terlalu membabi buta. Selama ini, keberadaan para pengusaha di depo menurutnya justru ikut membantu
“Lirik dangdut yang dulu sempat ngetop menempati puncak tangga lagu selama berbulan-bulan di radio dan televisi. Judulnya juga seksi, ‘Mirasantika’, bukan nama gadis namun akronim, minuman keras dan narkotika, di mana para penyanyi bila mengacu pada syair, terkesan kapok dan berupaya menjauhinya. Semangat antinarkoba dan miras juga ditandai irama musik R&B Dut, sehingga disenangi para pendengar. Ironisnya, ketika lagu tersebut jarang terdengar, justru peredaran dan konsumsi narkotika dan obat/ bahan berbahaya disingkat narkoba sangat marak di tanah air. Pemakainya bukan hanya dari bermacam usia, juga berbagai strata ekonomi-sosial. Mereka seakan melantunkan ya-ya-ya pada narkoba. Bukan lagi taktak-tak-tak mau tak, atau tak-tak-tak-tak sudi-tak!“ ulas Rubag. “Aku jadi teringat iklan
anti-korupsi yang terusmenerus tertayang di layar kaca beberapa tahun silam. Tragisnya, bintang iklannya sebagian besar akhirnya jadi penghuni hotel prodeo. Aku jadi sadar, itulah keunggulan paling utama manusia yang disebut homo-loquak atau The Speaking Animals. Gonggong anjing atau kicau burung mungkin sama sejak binatang-binatang tersebut menjadi penghuni bumi, namun wacana manusia tidak lagi sama sebagai alat buat menyampaikan informasi yang benar. Terlebih-lebih bumi sudah diratakan oleh teknologi komunikasi dan informasi, sehingga hakikat dari perataan adalah merobohkan batas antara benar dan salah, baik dan buruk, jujur dan bohong. Bila disimak secara mendalam, manusia kini berenang dan menyelam di lautan kebohongan, kemunafikan dan kelancungan. Memang lidah tak bertulang, tak terbatas kata-kata, tinggi gunung seribu janji, lain di bibir lain di hati…,” Chusmeru melantunkan lagu jadul Bob Tutupoli di akhir paparannya. “Karena itu, aku berterima kasih pada Jacques Derrida yang mengenalkan teori Dekonstruksi. Paparannya memang musykil, namun saat mengulas masalah epoche, aku jadi mafhum kalau teori dekonstruksi mengusulkan agar kita menunda untuk percaya atas berbagai fenomena, yang dilihat, didengar maupun dirasakan. Bukan berarti tidak percaya, namun menangguhkan! Seiring waktu bergulir kita harus menganalisis dan mengoreksi fakta yang didengar, dilihat, dan dirasakan, apakah itu palsu alias hoax atau memang benar. Bila itu teks tertulis, kita disarankan mencoret dengan tanda kali atau cross paragraf yang
kita ragukan dan itu disebut epoche. Kiat ini dilakukan agar kita tidak kecewa berat atau terkejut bila suatu saat kalau hal-hal yang dianggap benar ternyata bohong atau palsu. Bila fenomena diandaikan racun, epoche adalah detoksifikasi agar kita tidak keracunan akibat fanatisme berlebihan terhadap sesuatu. Dekonstruksi mencegah kita menjadi manusia fanatik atau mendewa-dewakan seseorang yang sebenarnya iblis, hahaha,” gelak Toto Nurasto menutup argumennya. “Tiga jenis kejahatan yang tergolong extraordinary crimes menyerang negeri ini supaya berantakan dan tetap menjadi negara jajahan. Ketika terorisme mengendap-endap, korupsi dan narkoba menampakkan diri dengan terang-terangan. Malah koruptor punya moto, patah tumbuh hilang berganti dan mati satu tumbuh seribu! Tidak mau kalah pengedar dan bandar narkoba menyerang seperti pasukan iblis, lewat darat, udara, dan laut. Untung kita punya aparat dari berbagai unsur yang gigih memerangi mereka. Berton-ton narkoba yang diselundupkan ke negeri ini berhasil digagalkan, meski para kriminal narkoba seperti tidak kenal jera. Indonesia ditengarai sebagai pasar terbesar peredearan narkoba, kendati harga barang haram itu paling mahal di negeri ini. Pecandu narkoba di negeri ini, konon tidak memasalahkan soal harga, yang penting barangnya ada, betapa pun mahalnya, dibeli! Karena itulah, suplier narkoba rebutan datang ke wilayah nusantara. Mari gemakan lagi lagu ‘Mirasantika’, namun dengan hati sungguh-sungguh, bukan seperti lirik lagu Bob Tutupoli,“ imbau Putu Bonuz. (aridus)
MCA Adu Domba Umat Muslim
Jakarta (Bali Post) Kepolisian telah meringkus tujuh otak kelompok penyebar berita bohong alias hoax bernama Muslim Cyber Army atau MCA. Kelompok yang mengatasnamakan Agama Islam ini ditangkap di tujuh tempat berbeda di Pulau Jawa, Sumatra, Bali, dan Sulawesi. Aksi penyebaran hoax yang dilakukan MCA, sangat membahayakan. Sebab, mereka tak hanya ingin mengadu domba umat Islam dengan umat dari agama atau kelompok lain. Tapi, juga memiliki misi ingin mengadu antara umat Islam dengan umat Islam.
Ancaman adu domba Muslim dengan Muslim ini, dilakukan MCA dengan mengandalkan isu penculikan ulama atau kiai. Untuk memuluskan aksi, MCA menggunakan kasus kriminal yang menimpa Pimpinan Pondok Pesantren Al-Hidayah di Cacellengka, KH. Umar Basri dan Komandan Brigadir Persatuan Islam (Persis), R Prawoto alias Ustaz Prawoto, sebagai senjata. Menurut Direktur Reserse Kriminal Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Umar Surya Fana, target hoax mereka utamanya adalah memecah belah umat Islam di wilayah
Jawa Barat. Karena, saat ini di provinsi ini sedang digelar pemilihan kepala daerah, 16 untuk wilayah kota dan kabupaten serta pemilihan gubernur. Sebelumnya, MCA mengadu domba antara umat Islam dengan non-Islam ketika berlangsung Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017. “Mohon maaf nih kemarin Ahok jelas tuh non-Muslim dan Muslim (diadu domba). Nah sekarang Muslim sama Muslim, apa kira-kira formula yang bagus untuk memecah belah Jawa Barat,” kata Umar di Markas Polda Jabar, Sabtu kemarin. (kmb)
Nunukan (Bali Post) Sebuah kapal pesiar hangus terbakar di Perairan Maratua, Kabupaten Berau, Kaltim. Kebakaran terjadi akibat tabung elpiji meledak. Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pertolongan dan Pencarian Kelas A Kaltim-Kaltara, Octavianto di Balikpapan, Sabtu (3/3) kemarin, mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan dari Pos SAR Tarakan bahwa sebuah kapal terbakar sekitar pukul 07.30 wita saat seorang anak buah kapal (ABK) akan memasak. Kronologis kejadiannya, kata dia, ABK kapal pesiar
KM Pratasipa bernama Rizky (17) baru bangun dari tidur langsung menyalakan kompor hendak memasak, tiba-tiba tabung gas meledak sehingga api m e ny e m b ur ke l ua r a kh irnya membakar ruangan sekitarnya. Informasi ini diperoleh Pos SAR Tarakan dari prajurit TNI AL yang bertugas di pulau tersebut melaporkan kejadiannya pukul 07.25 wita. Petugas SAR Tarakan melaporkan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A di Balikpapan, cerita Octavianto. Setelah dilakukan pengecekan, pemilik kapal pesiar tersebut bernama
Slamet Harianto (46) beralamat di Tanjung Redep Kabupaten Berau. Sedangkan kapten kapal bernama Alimuddin (45) yang menjadi saksi kebakaran itu. Sesuai pendataan yang dilakukan prajurit TNI AL, ABK terdiri tiga orang yakni Irfan (20), Dede (21), dan Rizky (17). ABK bernama Rizky yang menyalakan kompor langsung menyelamatkan diri lompat ke laut dan berenang hingga ke dermaga pelabuhan setempat. Akibat kebakaran itu, kapal pesiar ini tidak dapat diselamatkan hingga hangus terbakar sehingga kerugian yang dialami sekitar Rp 2,5 miliar. (ant)
Kapal Pesiar Terbakar
BPM/gik
JAGA - Kapolsek Kubu bersama jajarannya tiap hari melakukan penjagaan di sekitar depo, di Desa Tianyar Barat. masyarakat maupun pemerintah. “Tudingan mafia itu terlalu berlebihan,” katanya. Pernyataan Krisna Budi lainnya yang meminta Kapolda Bali mencopot Kapolres Karangasem, karena dugaan keterlibatan praktik mafia ini, juga ditanggapi serius Kapolres Karangasem AKBP Gede Ardana. Menurutnya, adanya tuduhan praktik mafia itu tak berdasar dan terlalu berlebihan. Apalagi, ketika mengaitkan dengan kepolisian. “Apa hubungannya harga pasir naik dengan kapolres,” kata AKBP Ardana Sabtu (3/3) kemarin. Terkait adanya dugaan praktik premanisme dan cegat-mencegat sopir truk,
pihaknya sejak awal sudah mengambil langkah-langkah. Mulai dari turun langsung melakukan imbuan hingga menjadi penengah untuk memediasi antara kelompok pro depo dengan pengusaha yang kontra depo. Hasil mediasi terakhir, melihat perkembangan Gunung Agung juga sudah semakin tenang, pihak depo, kata Kapolres, sementara akan menghabiskan isi pasir di dalam depo. Setelah itu, baru akan dilakukan pertemuan antarpengusaha galian C di dalam depo lagi, untuk menentukan sikap. Apakah keberadaan depo akan tetap lanjut atau tidak. “Intinya, kami netral. Sejauh ini, kami lihat tidak ada tin-
dak pidana,” tegas Kapolres. Sebagaimana hasil pantauan jajaran Polsek Kubu di bawah pimpinan Kapolsek AKP I Made Suadnyana, situasi di sekitar depo saat ini masih berjalan seperti biasa. Kepolisian secara khusus memantau aktivitas sopir, agar truk-truk dari luar yang memang tidak ada kesepakatan dengan depo, agar tidak dicegat. Apalagi dipaksa membeli pasir ke depo. Sementara yang sudah ada kesepakatan, langsung diarahkan petugas depo masuk ambil pasir ke dalam depo. “Anggota kami tetap melakukan penjagaan dan patroli di sekitar depo,” kata Kapolsek AKP Made Suadnyana. (kmb31)
BPM/ant
JEMBATAN - Pekerja memperbaiki jembatan penumpang Dermaga I Pelabuhan Merak, Banten, Sabtu (3/3) kemarin, setelah ditabrak kapal feri.
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Minggu Pon, 4 Maret 2018
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 70 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
LOWONGAN Cr Sales Aym Geprek dpt Mess dgn Motor Hub.081933060539
B.BP.004.03.18.0000138
Daily Worker u/FO/Rsrvasi min. SMK/Sdrjat krm ke accounting@k ubuanyarhotel.com082145057150
B.BP.154.03.18.0000154
Dcr Sopir&Pegawai utk Catering Hub.085792253330/081805461828
B.BP.001.03.18.0000075
Dcr Tenaga u/ Jaga Kantin Sklh & PRT Tnggl dlm H.081237002020
B.BP.001.03.18.0000145
Dcr Tk.Jarit Brpngalamn utk di Dalung,Gj Blnan Hub:0818566106 B.BP.001.03.18.0000054
Dcr:FO,HK,Bs.Shift Malam.Puri Asih Htl, Jl.Pantai Kuta 40,Kuta B.BP.001.02.18.0001467
Dcri Pgwai Serabutan u/Kantor Laki2 Tnggl dlm H.08174716050 B.BP.001.03.18.0000144
Dicari Karyawan/wat u.CO Money Changer u/Area Kuta/Jimbaran Hub.0361417190/08123811561/ 0811386998 B.BP.001.03.18.0000132
BIRO JASA
BALI WANGI
WC
JASA KURAS
LIMBAH MELAYANI MAMPET
BENGKEL LAS KLOSET, WASTAFEL, BERGARANSI
BATHUB SALURAN AIR, SALURAN DAPUR
0877 6129 5235 081 238 450 210 C.0000620-brj
DIJUAL MOBIL
Dibthkn Sgr Terapis Spa&Salon pglmn,Gapok+Kmisi/085739088323
B.BP.001.03.18.0000126
Dibutuhkan Hairdresser,Therapist Berpglman Gaji Bagus, di Kerobokan Hub:081 293 799 814 B.BP.031.03.18.0000128
Dibutuhkan Housekeeping untuk Villa di Kerobokan.Wanita, Pengalaman 1 Thn,Bisa Bahasa Inggris,Mau Belajar dan Jujur Telp ke 738097 atau Email CV ke:mnhr.recruit@gmail.com B.BP.004.02.18.0001476
Dbthkan drafter,pengawas lap, staff dpr, dan OB. Kirim CV ke office7@yahoo.com telp. 087861816907 B.BP.004.03.18.0000156
Dicari Sopir Wanita Untuk RumahTangga.Hub:081236772457 B.BP.001.03.18.0000123
Dicari House Keeping utk Villa pribadi diLegian T081805596048 B.BP.145.03.18.0000141
Dicari Pegawai Salon Wanita u/ Denpasar. Hub HP:081337025510 B.BP.001.03.18.0000081
Dicari Pegawai utk Laundry Coin di Dps,Gaji+Transport Hub.089688493778
B.BP.001.03.18.0000136
Dicari Sales,Wanita max 40thn Min tmtn SMA,lebih baik bisa Bhs Mandarin,Penmpln mnrik, rjn,jjr,Gj 4/jt brtggjwb,pnmptn Discovery Shopping Mall,Kuta Hub.Lusi 0361-769780
B.BP.001.02.18.0001458
Teknisi Listrik untukpabrik di Tabanan,SMK-Sarjana listrik, Pnglmn.Hub: Dewi 081236222509
B.BP.031.03.18.0000116
Look for Cleaner with Exclnt Cust.Srvce for Appartment Complex.Good Eng Full Time 3 Mnth Prov Period.Send CV to:ap artmentsandretreats@gmail.com
B.BP.001.02.18.0001427
Tropic&Ocean Spa in Nusa Dua Looking for:Spa Manager,Hairdresser,Therapist.Send CV:corp.hr m@tropicalgroupbali.com/ corp-hrd@tropicalgroupbali.com Ph:0361-775211
B.BP.101.03.18.0000143
Padi Handycraft Store&Reflexology Nusa 2 Needs:Opr.Spv.Send tp:corp-hrm@tropicalgroupbali. com/corp-hrd@tropicalgroupbali .com Ph:0361-775211
B.BP.101.03.18.0000147
Dicari Sopir Berpengalaman utk Rumah Tangga Hub.08123940148
B.BP.001.03.18.0000059
Sekuriti Untuk Pabrik Tabanan, Sertifikat, Pengalaman, Hub: Dewi Hp:081236222509
B.BP.031.03.18.0000119
Sopir untuk Rumah Tangga, Bujang tdr dlm hub.08123861941
B.BP.001.03.18.0000140
Tropical Group Looking for:Corp S&M Mgr,Corp.Marcom,Acct Staff IT Staff.Send CV:corp-hrm@t ropicalgroupbali.com/corp-hrd@ tropicalgroupbali.com Ph:0361-775211,Ext:101 B.BP.101.03.18.0000142
Tropical Rest Looking for:Rest Manager.CDP(Ubud),Receptionist Send CV:corp-hrm@tropicalgrou pbali.com/corp-hrd@tropicalgro upbali.com Ph:0361-775211 B.BP.101.03.18.0000146
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
DIJUAL MOBIL
DIJUAL TANAH
DISEWAKAN TEMPAT
DAIHATSU
Tnh Kvl di Mengwi 60Jt/A & 125Jt/A,Bs Kredit, 087862450004
Disewakan ruangan di Gedung PT.Pelni Jl.Raya Kuta 299 Hub.Ibu Umi 081233739951
Taruna CSX Th’2003 EFI Merah Silver H.69Jt Hub.081999912567
B.BP.164.03.18.0000155
SUZUKI
Suzuki Splash’13 DK Mnl Istmw 0818-0561-3699 Ng 105
B.BP.001.03.18.0000153
TOYOTA
Agya TRDS Manual Th 2013 Asli Bali Tgn 1 Silver,087862270180
B.BP.001.03.18.0000118
Dijual Fortuner TRD Sportivo Manual,Putih’2014,asli Bali, tangan pertama,57rbu KM, Hrg 375jt/Nego Hub.08123635089
B.BP.001.03.18.0000070
DIJUAL RUMAH Djl Rmh SHM LT165m2 Void Dak Kayu Jati,Perum Kesambi Raya Blk A-8 H:0818356132
B.BP.001.03.18.0000015
Djl Tnh 24Are,Baturiti Tbn Hrg 20Jt Nego,H:08123665040 BU.TP B.BP.001.02.18.0001020
Djl Tnh Kavling 1Are Jl.P.Moyo Hub.082146606918-081936246405 B.BP.153.03.18.0000137
Tanah Tkd Badung XVI hdp barat 8.5are 800jt Nego 085237316076 B.BP.001.02.18.0001421
Tnh 6300m2 Seririt Bllg DP 10% Bunga Krd 1% perbln Hub:081338183031/081805374433 B.BP.004.02.18.0000086
DISEWAKAN TOKO Dkont Toko+Gudang di Sanur dan di Ketewel Hub.08123636368 B.BP.001.03.18.0000058
B.BP.154.03.18.0000102
RUPA-RUPA Atasi Rmh Bcr dan Las Renovasi Hub Pak Gd087866293968 Garansi B.BP.001.03.18.0000135
Oper Usaha Spa Daerah Mertanadi,Dkt Sunset Point Hotel dan Villa.Harga 85 Juta Hub:Bpk Frengky 081333385267 B.BP.004.03.18.0000064
Saya Siap Bantu Nyusun Laporan Pajak SPT Tahunan 082146461910 B.BP.001.03.18.0000005
KEHILANGAN BPKB DK 6633 KP a/n. Ni Luh Putu Udayani H:081236111305
Rmh Lt2 Penamparan,Gatsu Barat 1,5 Are. HP:08123650424 (TP)
Toko 4x14m Jln.Kamboja 22 Dps Depan Sekolah Dwijendra Hub.081338329866
Hilang BPKB Isuzu DK1148BD an. I Wayan Karya Hub.085737626866
B.BP.001.03.18.0000121
B.BP.001.03.18.0000065
B.BP.004.03.18.0000114
B.BP.001.03.18.0000088
B.BP.001.03.18.0000072
18
Asah
Minggu Pon, 4 Maret 2018
TTS Bali Post
Pertanyaan TTS No. 337 Mendatar: 1. Saat ini 5. Daya 8. Ini (Bali) 9. Kain selubung yang dipakai saat salat 11. Raksasa 12. Cemas ; Khawatir (Jepang) 13. Panggilan untuk wanita dewasa 15. Danau air asin dekat pantai 18. Ganggang 19. Perjalanan bolak-balik dalam satu trayek 21. Pemberian kepada fakir miskin diluar zakat 22. Pendidikan 24. Gelar bangsawan Turki 26. Surat tanda bukti berisi pernyataan 28. Subang kecil 31. Menjelang malam 32. Menara bertingkat yang biasanya dipakai sebagai kuil 34. Lulur 35. Tidak lazim dipakai lagi (Tentang kata-kata) 36. Rumah adat di Mentawai 37. Berbau atau berasa tidak sedap atau busuk 38. Kemauan untuk bekerja atau berjuang Menurun: 1. Instrumen musik perkusi berbentuk bundar 2. Tarik pelatuk senjata 3. Cahaya muka ; Air muka 4. Tidak tenteram ; Selalu merasa khawatir 5. Payung (Bali) 6. Bukan professional 7. Nama orang dan tempat yang menjadi tujuan surat 10. Sapaan untuk orang yang diajak bicara tanpa memandang status 14. Bangsa Israel ; Ibrani 16. Makan (Bali) 17. Cairan manis yang terdapat pada bunga 20. Manusia 23. Potong ujung-ujungnya 24. Barang yang memiliki kesaktian dan dapat melindungi pemiliknya 25. Sayuran atau buah-buahan yang diawetkan dalam cuka, garam, gula dan rempah-rempah lainnya 27. Pukul supaya pecah 28. Ganggu 29. Apung 30. Pembangkit listrik berbahan bakar solar 33. Bangsa yang dianggap menurunkan bangsa eropa
BPM/ant
TERDAMPAR - Seekor ikan paus terdampar di perairan pantai Desa Jangkar, Jangkar, Situbondo, Jawa Timur, Jumat (2/3). Seekor ikan paus jenis sperma berukuran panjang sekitar 25 meter terdampar sekitar 500 meter dari tepi pantai karena sakit dan sulit bergerak akibat air surut.
Paus Terdampar di Pantai Situbondo Berhasil Diselamatkan
PAUS sperma yang terdampar di pesisir pantai Desa Jangkar, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, akhirnya berhasil diselamatkan setelah dievakuasi oleh petugas gabungan dengan cara menarik paus berukuran besar itu ke tengah laut. “Proses evakuasi penyelamatan paus sperma yang terdampar di pantai Desa/ Kecamatan Jangkar, itu dilakukan pada Jumat (2/3) malam mulai sejak pukul 21.30 WIB hingga Sabtu dini hari pukul 00.30 WIB,” kata Petugas Pangkalan Pengawasan Sumberdaya Kelauatan (PSDKP) Benoa Bali, Yuliono di Situbondo, Jumat dini hari. Petugas gabungan dari
BKSDA, PSDKP, Keamanan Laut, Polsek, dan Stapol Air serta relawan, lanjut dia, sengaja melakukan evakuasi penyelamatan paus pada siang hari karena khawatir pada siang hari banyak warga berdatangan dan ingin melihat secara dekat menggunakan jas aperahu nelayan setempay. Dalam proses evakausi paus ini, katanya, juga melibatkan lima perahu nelayan dan tiga jet sky. Perahu nelayan bertugas menggiring paus ke tengah laut karena beberapa kali paus tersebut seakan enggan kembali ke tengah laut. “Alhamdulillah evakuasi penyelamatan paus sperma terdampar ini berhasil, dan
kami sangat terbantu dengan adanya relawan yang berpartisipasi turut menyelamatkan hewan mamalia tersebut dengan menggunakan jet sky,” katanya. Dalam pantauan, evakuasi penyelamatan paus sperma ini tampak terlihat dua jet sky milik relawan Jasalindo berusaha menarik paus tersebut menggunakan tali yang sebelumnya sudah dililitkan ke badan paus oleh beberapa relawan penyelam. Sebelumnya, paus sperma yang memiliki panjang 25 meter itu terdampar ke pantai Desa Jangkar, sejak Kamis malam dan selanjutnya berhasil diselamatkan ke tengah laut oleh petugas gabungan. (ant)
Keragaman Hayati Menghilang Lebih Cepat dari Laju Alami KERAGAMAN hayati menghilang pada tingkat seribu kali dari kecepatan alamiah, kata Wakil Sekretaris Jenderal PBB Amina Mohammed pada Jumat (2/3), ketika berbicara dalam acara peringatan Hari Margasatwa Dunia yang jatuh pada 3 Maret. Dia menyerukan upaya gabungan dari konsumen, masyarakat, pembuat kebijakan dan pengusaha untuk menjaga keragaman hayati Planet Bumi, yang berharga dan rentan. Pada peringatan Hari Margasatwa Dunai tahun ini, pusat perhatian tertuju pada kucing besar -- termasuk spesies seperti cheetah, macan kumbang, macan tutul, singa, puma, macan tutul salju dan harimau. Amina Mohammed mengatakan kucing besar telah mengalami kemerosotan tajam belakangan ini. Lebih dari satu abad lalu, ada tak kurang dari 100.000 harimau liar di Asia. Tapi sekarang yang tersisa tinggal kurang dari 4.000 harimau . “Mereka kehilangan 96 persen dari rentang bersejarah mereka,” katanya. Ceritanya serupa bagi semua kucing besar, demikian peringatan perempuan pejabat itu. “Orang mengatakan kucing punya sembilan nyawa. Kucing besar kita setidaknya berada pada nomor delapan.” Kucing besar adalah spesies yang paling penting. Melindungi hewan tersebut juga berarti melindungi habitat luas tempat mereka hidup dan bermacam kehidupan yang bergantung pada hewan itu, kata Amina Mohammed. Ia menyerukan paradigma baru bagi pelestarian dan pengelolaan habitat secara berkelanjutan -- paradigma yang mengakui pertumbuhan ekonomi bukan berada pada konflik langsung dengan pelestarian. Keduanya dapat dan mesti hidup berdampingan, kata Amina Mohammed. “Tanpa pembangunan masyarakat yang berkelanjutan, perburuan gelap dan pedagangan ilegal tidak akan sepenuhnya bisa dihapuskan dan keragaman hayati tidak akan terlindungi,” katanya sebagaimana dikutip Xinhua. (kmb)
Ketentuan Menjawab Jawaban di tulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 337 dan cantumkan identitas lengkap serta nomor telepon/HP. Kirim ke Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 10 Maret 2018 Pemenang diumumkan pada Koran Bali Post Minggu 25 Maret 2018. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang (@ Rp.200.000,-) dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga (2 dewasa + 2 anak). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos.
Jawaban TTS No. 335 Mendatar: 1. Sembrono 5. Ngaben 8. Key 10. Raket 11. Radang 12. Nyi 13. Ordo 15. Tamba 18. Terumbu 21. Bui 22. Arang 25. Bilas 28. Tango 30. Cikal
32. Parid 34. Asahi 36. Aon 37. Sinonim 41. Mitos 44. Izin 45. Bau 46. Tundra 49. Remuk 50. UAS 51. Amanah 52. Utilitas Menurun: 1. Sarat
2. Makam 3. Ratna 4. Oka 5. Nya 6. Angob 7. Negosiasi 9. Edar 11. RIT 14. Rubela 16. AUR 17. Bina 19. Ebi 20. Usai 22. Antariksa 23. Atensi 24. GNP
25. Bor 26. LCD 27. SKA 29. Gado 31. Asli 33. Iri 35. HIO 38. Intan 39. Noda 40. MBA 41. Mural 42. Tamat 43. Sikas 47. NUH 48. RSU
Pemenang TTS No. 335 I Made Nama SD Negeri Abuan, Desa Abuan, Kec. Kintamani, Kab. Bangli (HP: 087862 142586) Ni Wayan Muryanti Jl. Tunjung Tutur No.1, Sukawati, Gianyar 80582 (HP: 082145 671986) I Made Sukradana SD No.1 Carangsari, Desa Carangsari, Kec. Petang, Kab. Badung 80353 Ni Made Budiarsini Br. Dangin Margi, Desa Tunjung, Kec. Kubutambahan, Kab. Buleleng (HP: 082145 115530) Suciani Sedayu Selatan, Desa Kediri Selatan, Kec. Kediri, Lobar (HP: 081999 317871) 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket bisa langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Nama : Ni Nyoman Rangin Alamat : Br. Belong, Desa Karangasem, Kec. Karangasem, Kab. Karangasem 80813 (HP: 085237 952750)
1.359 Kukang Diperdagangkan Melalui ”Facebook” SEBANYAK 1.359 kukang, atau yang biasa disebut si malumalu, diperdagangkan melalui media sosial Facebook sepanjang 2016 hingga 2017 menurut data Yayasan International Animal Rescue Indonesia (YIARI). “Data tersebut di seluruh Indonesia, dan kami menyayangkan hal ini karena kukang merupakan satwa yang dilindungi,” kata Ketua YIARI Tantyo Bangun saat dihubungi dari Padang, Sabtu (3/3) kemarin. Selama 2016-2017, Tantyo menjelaskan, yayasan mencatat keberadaan 1.070 akun penjual kukang, dan lebih dari 50 grup yang memperjualbelikan kukang. Menurut dia, penjual kukang 90 persen pria dan kukang yang sering diperdagangkan 59 persen di antaranya jenis kukang Jawa. “Harga kukang rata-rata di pasaran Rp 400.000 per ekor,” ujarnya. YIARI mencatat selama 2016-2017 ada 2.094 kukang yang diambil paksa dari habitatnya. Dalam perburuan kukang, menurut Tantyo, rata-rata 30 persen dari kukang yang ditangkap mati dalam perjalanan menuju tempat perdagangan. Menurut yayasan itu perdagangan kukang paling banyak
terjadi di Provinsi Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Timur, dan Banten. Padahal berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, pelaku perdagangan satwa liar diancam pidana paling lama lima tahun penjara dan denda maksimal Rp100 juta. “Setiap orang dilarang untuk menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup atau mati,” kata Tantyo mengutip salah satu pasal dalam undangundang itu. (ant)
BPM/ant
KUKANG - Seekor Kukang Jawa (Nycticebus javanicus) sebelum dilepasliarkan ke tempat habituasi Suaka Margasatwa Gunung Sawal, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Selasa (6/2) lalu.
19
Minggu Pon, 4 Maret 2018
Pengawasan di Kabupaten Dari Hal. 1
“Syarat yang dibutuhkan untuk mengeluarkan izin itu sudah fix semuanya dari kabupaten. Kita hanya mengeluarkan izin. Maka untuk pembinaannya, sosialisasinya, pengawasan, dan sebagainya itu ada di kabupaten,” ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja dan ESDM Provinsi Bali, Ni Luh Made Wiratmi, di Denpasar, Sabtu (3/3) kemarin. Menurut Wiratmi, pengawasan juga dilakukan oleh pemerintah kabupaten lantaran galian C yang diberikan izin oleh provinsi berada di wilayah mereka. Kendati demikian, pemerintah kabupaten tetap mengirimkan laporan secara rutin mengenai keberadaan galian C di Bali. “Ada laporan-laporannya, seperti masalah-masalah kemarin, ada depo-depo dan lain sebagainya. Depo-depo itu kan hal yang biasa, sama dengan pedagang bahan bangunan, yang penting harganya itu stabil,” jelas mantan Kepala Bidang Bina Hubungan Industrial dan Pengawasan Ketenagakerjaan tersebut. Wiratmi menambahkan, keberadaan depo tidak terkait dengan izin galian C yang dikeluarkan Pemprov melalui Dinas Tenaga Kerja dan ESDM. Lantaran menjual bahan-bahan bangunan hasil dari galian C, keberadaan depo menggunakan izin perdagangan. Sementara itu, untuk potensi galian C di Bali paling besar berada di Kabupaten Karangasem. “Daerah lain itu di Kintamani, Buleleng, tapi kecil. Di Karangasem yang paling banyak. Untuk pemasukan dari galian C masih di kabupaten karena masih terkendala Undang-undang 28,” tandasnya. Diwawancara terpisah, Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengatakan, tata kelola galian C saat ini masih bersinggungan dengan perda di Kabupaten. Khususnya Karangasem memiliki Perda No.17 tahun 2012, yang mengatur batas ketinggian galian C maksimal 500 mdpl. Hal tersebut menurutnya masih akan dirapatkan kembali. “Maunya provinsi sih itu tetap bisa digali sampai ketinggian 700 meter karena potensi pasirnya banyak dan faktanya memang sudah digali. Akhirnya kan gelap-gelapan, kucing-kucingan. Bisa saja di sana ada pungli, macam-macam, dan pajaknya tidak masuk,” ujarnya. Persoalan itu, lanjut Pastika, bisa diselesaikan dengan melegalkan batas ketinggian galian C hingga 700 bahkan 900 meter, selama materialnya masih ada.
Tapi, batas ketinggian tersebut tetap harus mengikuti kaidahkaidah lingkungan. “Jadi, kalau sudah digali, harus diuruk lagi, diratakan, ditanami, harus begitu. Bukan berarti setelah digali terus ditinggal, itu merusak lingkungan. Jadi harus ada perbaikan-perbaikan terhadap lingkungan,” jelas Mantan Kapolda Bali ini. Selain Karangasem, Pastika menyebut potensi galian C khususnya pasir juga ada di Nusa Penida, Klungkung. Sementara untuk potensi di Batur, dikatakan tidak boleh sama sekali untuk galian C lantaran sudah ditetapkan sebagai geopark. Sementara itu, Wakil Ketua Komisi III DPRD Bali, I.B. Gede Udiyana mengatakan, Bali sejatinya sudah memiliki Perda No.4 tahun 2017 tentang Pengelolaan Pertambangan Mineral Bukan Logam dan Batuan. Pasal 11 perda dimaksud telah tercantum mengenai kewajiban dari pemegang izin pertambangan. Pada ayat (1) huruf c, pemegang izin pertambangan wajib menerapkan kaidah teknik pertambangan yang baik dan benar dengan melaksanakan pengelolaan dan pemantauan lingkungan pertambangan, termasuk kegiatan reklamasi dan pascatambang. Dilanjutkan pada huruf d, wajib melaksanakan upaya konservasi sumber daya pertambangan dan pada huruf e, wajib menjaga kelestarian fungsi dan daya dukung lingkungan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan. Kemudian, pasal 11 ayat (2) huruf a dan b mengatur pemegang IUP wajib menyediakan dana jaminan reklamasi dan pascatambang serta melaksanakan kegiatan reklamasi dan pascatambang. “Perda ini kan harus dikawal, terutama jika ada indikasi-indikasi pelanggaran agar ditindak tegas,” ujar politisi Golkar ini. Mengenai ketinggian galian C, lanjut Udiyana, dalam perda sebetulnya disesuaikan dengan kondisi eksisting. Pihaknya berharap, masalah ketinggian dalam perda ini dikawal harmonisasinya dengan perda atau peraturan bupati di kabupaten. Termasuk perlu diatur kembali mengenai kontribusi dari retribusi galian C yang masih masuk ke kabupaten. Sementara urusan pertambangan khususnya galian C telah menjadi kewenangan provinsi. “Dari tataran normatif perda ini begitu ideal. Terpenting sekarang aplikasinya dan pengawalannya harus holistik,” tandasnya. (rin)
Penantang Terkuat
Dari Hal. 1
Wilder juga mengecam pernyataan Joshua yang menyebut penantang terkuatnya adalah mantan juara dunia, Tyson Fury. Wilder sendiri menolak pernyataan Joshua ini. “Semua orang tahu, Fury bukanlah penantang terkuat di kelas berat. Semua orang tahu siapa yang terbaik di kelas ini,” kata Wilder lagi. Di sudut lain, Ortiz yang menapaki laga kejuaraan dunia pertamanya berusaha percaya diri. Dia sadar kesempatannya hanya akan datang sekali, dan bertekad memanfaatkan sekecil
apa pun peluang untuk meraih kemenangan. “Efisiensi adalah hal terpenting yang saya latih selama persiapan menuju pertarungan. Jika saya mampu menerapkan dengan baik maka saya akan turun dari ring sebagai pemenang dan juara baru kelas berat,” ujar Ortiz, petinju veteran yang sudah berusia 38 tahun dengan rekor yang juga belum terkalahkan 28-0-0 (24 KO). Pertarungan Deontay Wilder vs Luis Ortiz seharusnya sudah digelar November 2017, namun batal karena petinju Kuba berjulukan King Kong itu terbelit doping. (kmb33/rtr)
Bupati Ngada Dari Hal. 1
Beberapa di antaranya, Bupati Ngada, Marianus Sae, yang merupakan calon Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), calon petahana Bupati Jombang Nyono Suharli, calon petahana Bupati Subang Imas Aryumningsih, dan Bupati Lampung Tengah, Mustafa yang maju dalam Pemilihan Gubernur Lampung. Yang terbaru, KPK menangkap mantan Wali Kota Kendari, Asrun, yang menjadi calon Gubernur Sulawesi Tenggara. Para calon kepala daerah ini berstatus sebagai tersangka dan mendekam di rumah tahanan. KPK memastikan akan terus menjerat para calon kepala dae-
rah terutama yang berasal dari unsur penyelenggara negara jika tidak menghentikan perilaku korupsinya. Basaria menegaskan, pihaknya tak pernah menargetkan calon kepala daerah tertentu, namun dia memastikan KPK memberi perhatian penuh terhadap proses Pilkada. KPK juga telah menjalin kerja sama dengan kepolisian untuk mengawasi dan mengawal pelaksanaan kontestasi politik di daerah ini. “KPK tidak punya target khusus, tapi kami punya atensi dan kerja sama di tingkat Bareskrim, Dirkrimsus, dan Deputi Penindakan untuk turut serta mengawal dan monitor kejadian di lapangan,” kata Basaria Sabtu kemarin. (kmb)
Lebih Murah Dari Hal. 1
Sedangkan sopir asal Karangasem menurut kelompok ini bisa langsung ke pusat galian sehingga mendapatkan nilai beli yang jauh lebih murah. Wartawan Bali Post melaporkan, depo pasir seluas dua hektar di Desa Tianyar Barat, Kecamatan Kubu, semakin mengundang polemik. Sumber polemik, bukan pada keberadaan deponya, tapi, dugaan adanya perilaku premanisme, monopoli, persaingan harga, hingga menimbulkan reaksi keras kalangan sopir di luar Karangasem. Situasi demikian membuat beberapa pihak mulai mempersoalkan keberadaan depo ini, dalam menyelesaikan masalah pengelolaan pasir di tengah dampak bencana erupsi Gunung Agung. Semangat dibentuk depo, awalnya adalah untuk memenuhi kebutuhan pembangunan Bali. Sebab, saat Gunung Agung pertama kali berstatus Awas, radius berbahaya sejauh 12 km dari puncak Gunung Agung harus steril. Artinya, seluruh aktivitas galian pun harus berhenti. Sehingga, muncullah ide untuk mendirikan depo, semacam lokasi tempat timbunan pasir di luar daerah radius berbahaya. Depo pasir berdiri berselang tiga minggu setelah terbitnya status Awas pertama 22 September 2017. Mulanya depo yang digawangi separuh pengusaha galian C di bawah komunikasi Paguyuban Pertiwi Agung di Kubu itu, dibangun di Sambirenteng, Buleleng. Sejak awal beroperasi, kehadiran depo pasir memang menjadi polemik. Adanya dugaan pelarangan truk luar Karangasem masuk langsung ke galian, bahkan sempat mendapat penyikapan dari Bupati Buleleng. Melalui surat resmi, Pemkab Buleleng minta pelarangan itu dihentikan. Lantaran surat Pemkab Buleleng tak disikapi serius Pemkab Karangasem, kini Pemkab Buleleng bersurat kepada Gubernur Bali, untuk menengahi persoalan ini. Ketika radius Awas Gunung Agung 10-12 km, Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri bahkan mengatakan depo idealnya dibangun di tujuh titik masing-masing untuk jalur pendistribusan Bangli, Klungkung, Yeh Malet, Kubu dan dua depo untuk pengiriman lewat laut. Rapat Forkompinda Karangasem kemudian merekomendasikan pembangunan depo harus mengacu pada ketentuan perundangan yang berlaku. Hal itu pula yang ditegaskan Ketua DPRD I Nengah Sumardi. Sumardi mengatakan, pihaknya sejak awal sudah mengingatkan agar pembentukan depo pasir menyesuaikan dengan peraturan perundangan yang berlaku. Ketika sekarang terjadi permasalahan, pihaknya mendesak eksekutif segera mengambil langkah-langkah. Selain untuk mencegah terjadinya konflik horizontal juga untuk mengamankan pendapatan dari sektor galian C. Pendirian depo memang tak berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sebagaimana penjela-
Dari Hal. 1
Dampak lebih serius dari persoalan ini adalah menurunnya PAD Pemkab Karangasem. “Ini kalau kita lihat ada kerugian bagi pemerintah daerah, karena pendapatan dari sektor pajak mineral bukan logam pasti menurun. Tetapi, kenapa keberadaan depo ini tak dievaluasi. Kenapa pemerintah daerah diam,” sorot Celos. Legislator dari Komisi I DPRD Karangasem, Wayan Sumatra, menilai adanya potensi penurunan PAD karena menurunnya jumlah truk ke lokasi galian, harus disikapi serius. Pemerintah daerah harus hadir disitu untuk mencegah ini terus terjadi. Politisi PDI-P
san eksekutif, bahwa pendirian depo itu dulu sebatas imbauan. Staf Ahli Pemkab Karangasem Wayan Sutapa juga menegaskan, pendirian depo dulu tujuannya agar pembangunan Bali tetap bisa berjalan, saat dulu status Awas Gunung Agung dengan radius berbahaya 12 km. Sebab, dulu dengan radius berbahaya 12 km, seluruh lokasi galian menjadi KRB (Kawasan Rawan Bencana). Sementara, sekarang dengan penurunan radius berbahaya jadi 4 km, maka sepanjang lokasi galian C di luar radius berbahaya, seharusnya tak akan jadi masalah. “Depo itu dalam pengertian kami, sama seperti yang ada di by pass Prof. I.B. Mantra. Hanya tempat penampungan. Ambil di sana boleh, tidak juga tak jadi masalah,” tegas Sutapa. Dengan adanya penurunan status Gunung Agung, Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri, belum lama ini mengaku tak sependapat kalau depo itu kemudian dibubarkan. Menurutnya, keberadaan depo ini justru harus diperkuat, karena selama ini sudah berjalan sangat baik. Bupati ingin pengelola depo dapat berkomunikasi dengan baik antarpengusaha di Kubu. Sebab, keberadaan depo masih sangat diperlukan karena Gunung Agung belum normal sepenuhnya. Gunung Agung meski sudah turun status, tetapi masih berstatus Siaga dengan radius berbahaya 4 km. “Data jumlah truk yang masuk ke sana, dari data pengelola depo dan pemerintah berbeda. Itu yang seharusnya jadi fokus pembahasan. Kok bisa beda, kenapa?” kata Bupati Mas Sumatri, seraya mengatakan itu tentu akan berpengaruh terhadap pendapatan yang masuk kepada pemerintah daerah. Bupati kembali menggarisbawahi, bahwa keberadaan depo ini, adalah solusi melihat situasi sekarang. Jadi, dia tak ingin depo ini justru memancing persoalan lain. “Sekarang, Gunung Agung sudah relatif tenang. Ada potensi galian, kelolalah itu sama-sama. Jangan ribut,” tegasnya. Bupati juga tak mempersoalkan kalau ada pengusaha lain yang juga ingin membuat depo lain. Menurutnya itu tak jadi masalah karena membuat depo ini, sama saja dengan membuat timbunan biasa, layaknya yang ada di sepanjang Jalan By-pass Prof. I.B. Mantra. Pada prinsipnya, depo itu dibuat untuk menjauhkan risiko bahaya di kaki Gunung Agung atau lokasi galian, bila tiba-tiba terjadi peristiwa yang membahayakan. Dia meminta jangan dibumbui seolah-olah ada monopoli, arogansi dan lainnya. Tetap Pertahankan Depo Pihak pengusaha galian C Kubu yang telah bersepakat mendirikan depo pasir tetap mempertahankan deponya. Walaupun nanti Pemkab Karangasem ingin melakukan evaluasi terhadap sistem tata niaga pasir di Kubu. Alasannya, depo masih dibutuhkan untuk menciptakan kelancaran lalu lintas di jalur evakuasi sebagai antisipasi potensi erupsi Gunung Agung. Penegasan tersebut disampaikan Ketua Paguyuban Per-
Dampak Serius ini menegaskan, jika situasi ini terus terjadi, maka PAD dari sektor galian C hingga akhir triwulan IV nanti akan berkurang cukup besar mencapai Rp 25 miliar. “Target PAD dari galian C padahal sudah kita turunkan, dari dulu Rp 84 miliar menjadi Rp 55 miliar tahun ini. Kalau situasinya terus seperti ini, maka sampai Desember capaian akan berkurang Rp 25 miliar. Padahal, target sudah diturunkan Rp 30 miliar,” tegasnya. Dengan target Rp 55 miliar, maka minimal per bulannya BPKAD (Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah) seharusnya bisa memperoleh PAD sektor galian C, Rp 4 miliar. Tetapi, untuk bulan Januari
tiwi Agung yang mengelola depo, I Nengah Subrata, belum lama ini. ‘’Tuduhan soal adanya pemaksaan membeli pasir ke depo, upaya monopoli, apalagi premanisme dan lain-lainnya sama sekali tidak benar. Itu tidak ada,’’ kata Subrata belum lama ini. Ketua peguyuban pengusaha galian Pertiwi Agung, Kubu ini mengatakan depo pasir yang sekarang berada di wilayah Desa Tianyar Barat, didirikan untuk membantu pemerintah memastikan ketersediaan material galian di tengah ancaman erupsi. Depo tetap akan beroperasi terlebih saat ini pemerintah belum menerbitkan surat resmi yang menyatakan kondisi sudah aman. Pihaknya bahkan menyebut depo mengakomodir semua kepentingan, truk lokal tetap bisa beraktivitas dan truk luar daerah tetap punya akses untuk mendapatkan material. ‘’Truk lokal mengantarkan dari galian ke depo sedangkan truk luar mengambil di depo. Untuk kepentingan jalur evakuasi, aktivitas truk lokal juga kita batasi,” katanya. Soal harga jual material di depo, menurut dia, sejatinya bukan mahal. Depo tetap berpatokan pada harga dasar yang ditetapkan pemerintah yakni Rp 70 ribu per meter kubik. Adanya perbedaan harga depo dengan harga lokasi galian karena pengusaha harus mengeluarkan biaya tambahan untuk pengiriman ke depo. ‘’Tetap Rp 70 ribu per kubik, kemudian ditambah ongkos naik Rp 200 ribu dan ongkos angkut ke depo Rp 250 ribu,’’ jelasnya. Menyangkut aksi pencegatan dan pungutan terhadap truk yang tak mengambil pasir di depo, Subrata juga membantah. Pihaknya hanya mengatakan bahwa pengusaha yang tergabung dalam depo hanya akan menjual pasir kepada truk yang mau masuk depo. Soal protes pihak yang kontra, dia menuding itu karena mereka merasa tidak bebas. ‘Mereka yang tidak gabung depo tidak kita ganggu. Saya justru minta pemerintah menelusuri, siapa sebenarnya yang bikin ribut,’’ tegasnya. Gerah dengan tudingan seperti ini, paguyuban ini sempat membawa massa 900 orang ke DPRD Karangasem. Massa dipimpin langsung Ketua Paguyuban Pertiwi Agung Kubu, Nengah Subrata, bersama Wakil Ketua Gede Ariana dan Sekretaris Nyoman Arya. “Cuma ini cara yang tepat sebagai jalan tengah. Adanya depo, truk dari luar tinggal mengambil pasir di depo saja,” kata Nyoman Arya. Gede Ariana menilai, apa yang dilakukan kelompok kontra depo dengan meributkan depo ini, justru membuka kedok sendiri. Menurutnya, truk-truk galian yang keluar dari Kubu di luar depo, justru tidak bayar faktur atau pajak. Tiap harinya ada 70 truk. Bahkan, kelompok kontra-depo dinilai menuduh tanpa bukti, karena faktanya di lapangan tak demikian. “Saya akan bawa persoalan ini (truk tak bayar pajak) ke proses hukum. Bahkan, kalau kami tidak dibantu menuntaskan persoalan ini oleh pemerintah, mungkin saja kami akan boikot pajak ke pemerintah,” tegasnya. (gik)
saja, sektor galian C hanya menyumbang Rp 1,9 miliar. Kondisi demikian diakui Kepala BPKAD Karangasem Nengah Mindra. Tetapi, dia enggan menanggapi apakah situasi ini memang karena adanya status Awas Gunung Agung hingga berdirinya depo, atau ada sebab lain. Meski demikian, pihaknya menegaskan pemerintah daerah tak ada sangkut pautnya dengan tudingan upaya monopoli. Sebab, depo didirikan atas kesepakatan pengusaha lokal setempat, agar sejalan dengan upaya kontinjensi pemerintah. Setelah adanya depo dan situasi terkini, radius berbahaya turun jadi 4 km, maka di sana berlaku mekanisme pasar. “Kami akan evaluasi,” kata Mindra. (gik)
Belum Terealisasi Dari Hal. 1
“Dalam master plan alih fungsi eks galian C sudah jelas seperti itu,” ungkapnya Sabtu (3/3) kemarin. Dari sekian rancangan itu, belum ada yang terealisasi. Beberapa masih terkendala kepemilikan lahan dan Tukad Unda yang belum dinormalisasi. Padahal, telah ada beberapa investor yang siap menanam modal. Bahkan, beberapa sudah mengantongi izin prinsip. “Kendala ini dulu ditangani, baru bisa melanjutkan pembangunan,” jelasnya. Disampaikan lebih lanjut, normalisasi sungai yang membujur dari wilayah Karangasem itu menjadi kewenangan Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida. Detail Enginering Design-nya sudah disiapkan. Rencananya, alurnya akan langsung dari utara ke selatan, bukan berbelok ke timur di bawah jembatan seperti belum ada galian. “Normalisasi ini juga terkendala kepemilikan lahan. Rencananya lebar sungai saratus meter. Langsung dilengkapi jalur hijau,” kata Gunarta. Sementara itu, untuk pembanguna SPAM, sudah mendapat rekomendasi dari Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta pada 13 Februari 2018. Hanya, hal
tersebut disertai dengan sejumlah catatan. Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Baperlitbang) Klungkung, I Wayan Wasta, menjelaskan rencana tersebut telah dirapatkan bersama Pemrov Bali, Balai Wilayah Sungai (BWS) BaliPenida, investor maupun pemerintah kabupaten lain. Seluruhnya menyatakan untuk mendukung. “Ini melibatkan lintas kabupaten, kerja samanya difasilitasi pemerintah provinsi,” jelasnya belum lama ini. Hal tersebut pun langsung disambut Bupati Suwirta dengan mengeluarkan rekomendasi yang berisi sejumlah ketentuan. Yakni, investor PT Bangun Cipta Kontraktor dalam perencanaan pembangunan harus melakukan sinkronsasi dengan pemanfaatan kawasan (zonasi) sebagaimana telah dikaji atau ditetapkan oleh pemerintah Kabupaten Klungkung. Selain itu, dalam penggunaan lokasi harus memenuhi semua peraturan perundangan yang berlaku serta mengindahkan adat istiadat. “Itu yang menjadi penekanan bupati dalam mengeluarkan rekomendasi,” ungkapnya, belum lama ini. Hanya untuk mulai pembangunannya belum diketahui. Itu dikaji langsung investor. (sos)
Konten Sara Dari Hal. 1
Saracen merupakan kelompok penyebar ujaran kebencian dan konten SARA yang diungkap Polri pada 2017. Beberapa pengurusnya ditangkap dan sudah dipidana. Ternyata, kelompok Saracen diduga masih menjalankan aksinya di dunia maya. Tito meyakini motif mereka tak lain dari politis. “Dari konten pembicaraan disampaikan bagaimana caranya kita legitimasi dan menjatuhkan pemerintah, maka ini motif politik,” ujarnya. Tito mengatakan, dari kasuskasus penganiayaan pemuka agama yang ditangani polisi, belum ditemukan kaitan antara satu dengan lainnya. Sejauh ini, diketahui kasus tersebut terjadi secara spontan, bukan direkayasa. Meski begitu, kata dia, banyak juga isu penganiayaan ulama yang sebenarnya tidak terjadi. Dia meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi dengan berita yang viral di media sosial. Masyarakat diminta cerdas memilih berita-berita untuk dipercaya dan membandingkan dengan sumber lainnya. “Jangan diterima mentah-mentah, tabayun, dan cek sumber lainnya,” kata Tito. Sementara itu, Kepala Biro Multimedia Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto mengatakan, Polri akan membeberkan soal kelompok eks Saracen itu pada Senin ini (5/3) besok, termasuk hubungannya dengan kelompok MCA. “Nanti akan dijelaskan hubungan garis putus maupun garis sambung dengan eks Saracen atau orang-orang yang diduga masuk Saracen, tapi belum tertangkap,” ujar Rikwanto.
Dalam kesempatan itu, Tito juga menyampaikan klarifikasi terkait beredarnya video pidato dirinya, ketika mengunjungi Pondok Pesantren An-Nawawi, Serang, Banten tahun 2017, video yang sempat kontroversial dan menuai kecaman sejumlah ormas Islam di Indonesia. “Saya sengaja datang silaturahmi ke Tarbiyah Perti hari ini, sekaligus ingin mengklarifikasi video yang waktu itu sempat beredar. Video itu dipotong dua menit,” kata Tito Karnavian. Dia menuturkan, dalam sambutannya tahun lalu di pondok pesantren asuhan Ketua MUI KH. Ma’ruf Amin itu, ia menyampaikan akan bahayanya ajaran atau ideologi Anti-Pancasila yang masuk ke Indonesia. Menurutnya, pemahaman ideologi selain Pancasila itu kini tengah menghantui masyarakat Indonesia. Sasarannya adalah mereka kelompok grass roots NU dan Muhammadiyah. Jadi, konteksnya adalah saya sedang mengimbau kepada NU dan Muhammadiyah, karena saya dapat informasi bahwa ideologi-ideologi luar itu menyasar dua ormas besar itu. Ia mengatakan, pidatonya tersebut diketahui telah dipotong dua menit, sehingga terkesan bahwa dirinya menyatakan hanya NU dan Muhammadiyah yang memiliki kontribusi dalam memerdekakan bangsa Indonesia. “Dengan segala hormat, saya tidak bermaksud menafikan keberadaan atau kontribusi ormas-ormas Islam lainnya dalam memerdekakan bangsa ini. Peristiwa (pidato) itu terjadi tahun lalu, bulan Februari 2017, ada yang sengaja menyebarkan itu dengan dipotong,’’ tambahnya. (kmb)
Imbas Karangasem
Dari Hal. 1
Sekitar bulan Oktober hingga jelang akhir tahun 2017, aktivitas galian C di Kintamani meningkat dari biasanya. Kondisi itu terjadi sebagai imbas ditutupnya aktivitas galian C di Karangasem akibat terjadinya peningkatan aktivitas Gunung Agung. Hampir setiap hari jalur Culali yang menjadi jalur lalu lintas truk galian C di Kintamani padat dan macet lantaran truk yang mengambil pasir ke Kintamani jumlahnya melonjak dari biasanya. Kadus Tabu Desa Songan, I Komang Kertia, mengakui bahwa peningkatan aktivitas galian C di Kintamani sempat terjadi saat Gunung Agung mengalami erupsi. Jika sebelumnya hanya ada 40-50 truk yang mengambil pasir ke satu lokasi galian, namun saat erupsi Gunung Agung terjadi, jumlah truk yang mengambil pasir ke lokasi galian meningkat hingga 90 truk per hari. Dia menyebutkan, di desa
Songan ada sekitar 12 titik galian. Jika dihitung keseluruhan, maka jumlah truk yang mengambil pasir di Songan saat itu mencapai ratusan per hari. “Kalau yang di Batur saya kurang tahu,” ujarnya. Dia mengungkapkan, truk yang mengambil pasir ke Kintamani sebagian besar adalah truk yang biasa mengambil pasir di Karangasem. Karena material pasir saat itu langka, harga pasir pun melonjak. Kertia mengatakan per satu truk, harga jual pasir di lokasi galian berkisar Rp 250 ribu. Sementara di konsumen harga pasir mencapai Rp 1,2 juta. “Tapi sekarang harganya sudah turun. Kalau diambil di lokasi harganya di bawah Rp 200 ribu per truk,” ujarnya. Menurut Kertia, turunnya harga pasir di lokasi galian c dipengaruhi menurunnya permintaan pasir, seiring telah beroperasinya kembali galian C di Karangasem. “Di samping itu juga karena banyak proyek yang belum jalan, ” imbuhnya. (ina)
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Facsimile: 227418
Minggu Pon, 4 Maret 2018
Konseling Remaja
u g g n Mi
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com balipost (166rb Like) http://facebook.com/balipost
Film untuk Umur 18 Tahun ke Atas HALO Kakak Kisara! Aku mau cerita dikit, beberapa waktu lalu aku nonton di bioskop bersama teman-teman dekatku untuk menonton salah satu judul film berkategori umur 18 tahun ke atas. Awalnya, aku tidak terlalu memperdulikan kategori umur filmnya dan cukup menikmati film tersebut, tapi entah kenapa sampai rumah saat aku menceritakan hal menarik di film tersebut ke kakakku, dia memarahiku dan melarangku untuk ke bioskop selama sebulan. Dia mengatakan bahwa apa yang aku ceritakan tersebut merupakan adegan dewasa dan tidak sepantasnya aku menontonnya. Untungnya, orang tuaku tidak mengetahui hal ini, namun tetap saja aku dapat hukuman dari kakakku. Ngomong-ngomong, panggil aja aku Sin dan umurku masih 16 tahun. Apakah tindakanku di atas salah kak? Lalu, apa tanggapan kakak mengenai ceritaku di atas? Terima kasih Kak. Halo juga Sin, wah kalau Kakak baca dari ceritamu ini, sepertinya Sin belum memahami dengan jelas apa sih fungsi dari kategori umur di film-film itu, jelas saja kalau kakakmu atau nanti bisa jadi orang tuamu memarahimu
karena kamu dinilai belum pantas menonton film tersebut. Menurut kakak sendiri, film yang berkualitas tentu harus memerhatikan aspek, termasuk aspek etika, moral, kesusilaan, dan budaya bangsa. Lembaga Sensor Film (LSF) telah mem-
buat program “Masyarakat Sensor Mandiri”. Program ini meminta masyarakat untuk mengenal dan memahami bagaimana sih kualifikasi usia penonton terhadap film-film tertentu. Ada 4 kategori usia yang telah dibagi oleh LSF dan diatur dalam pasal 7 UU 33/2009 dan pasal 32 PP 18/2014, antara lain ada semua umur, penonton usia 13 tahun atau lebih, penonton usia 17 tahun atau lebih dan penonton usia 21 tahun atau lebih. Sudah paham kan Sin, kalau usiamu saat ini tidak sesuai dengan kategori usia pada film yang kamu tonton. Sebenarnya Sin, film pada era globalisasi kita saat ini dapat menjadi alat penetrasi kebudayaan, sehingga perlu dijaga dari pengaruh negatif yang tidak sesuai dengan ideologi bangsa kita, yaitu Pancasila sebagai jati diri bangsa kita. Tidak baik jadinya, jika
nanti Lembaga Sensor Film membebaskan anak-anak di bawah umur untuk menonton film yang memuat adegan kekerasan, hubungan seksual ataupun konten keras lainnya. Tentunya, hal ini pasti akan membuat generasi muda bangsa kita menjadi bangsa yang menyimpang dan tidak menuju visi yang sudah pemerintah canangkan pada kita, yaitu menuju generasi muda yang sehat dan berbudaya. Berbeda halnya dengan budaya masyarakat luar negara kita yang lebih mengacu pada kebebasan hak individu, kita di sini merupakan warga negara Pancasila yang berpedoman pada ajaran moral dan etika kesusilaan. Walaupun di luar negeri juga membebaskan hak individu untuk menonton sebuah film salah satunya, namun tetap hal tersebut diatur dalam undangundang mereka yang telah
disahkan, loh. Sehendaknya, tetap jalani hukuman yang kakakmu berikan, tapi jangan lagi mengulanginya karena takutnya nanti Sin terkena pengaruh negatif dari film dewasa lainnya. Kakakmu cuman ingin agar kamu tidak melakukan perbuatan menyimpang di usia mudamu ini. Kalau ingin menonton film nantinya, tontonlah film yang sesuai umurmu, banyak kok film yang menarik di kategori usiamu ini, dan tentunya tidak sekadar sebagai penghibur, namun mengandung tuntutan edukasinya. Seru kan? Semoga apa yang Kakak sampaikan sudah memuaskan rasa penasaran Sin ya! Kalau ada yang mau bertanya lagi, langsung saja kirim pertanyaannya ke Kisara ya, bisamelalui line@ di @ozy7685j atauinstagram @kisara_bali:) Viva Youth Viva Kisara !
Fotografi Catatan Lomba Foto “Bali Post Goes to School”
Juara Berkat Kekuatan Ekspresi
SABTU (24/2) lalu, giliran SMAN 1 Rendang, Karangasem didapuk menjadi tuan rumah pelaksanaan “Bali Post Goes to School”. Serupa dengan event perdana di Lembaga Pendidikan Dwijendra, Denpasar satu bulan sebelumnya, event yang digelar di Bumi Lahar ini juga disemarakkan dengan lomba foto on the spot yang diikuti puluhan pelajar SMP dan SMA/SMK. Sejak pagi, para fotografer belia itu tampak antusias mengabadikan berbagai kegiatan lomba yang berlangsung dalam event Bali Post Goes to School tersebut. Menariknya lagi, mereka dituntut mampu membidik momenmomen terbaik dalam event tersebut dalam waktu yang relatif singkat. Pasalnya, mereka diwajibkan menyerahkan tiga file foto untuk diikutsertakan dalam proses penjurian paling lambat pukul 11.00 wita. Mengamati sekitar 300 karya foto yang masuk proses penjurian, hampir tidak terlihat perbedaan yang nyata dari segi kualitas antara karya foto peserta kategori pelajar SMP dengan kategori pelajar SMA/SMK. Untuk level pemula, mayoritas dari peserta boleh dibilang sudah menguasai teknik-teknik dasar fotografi yang baik. Namun, sebagian besar peserta masih “kering” dalam ide dan kreativitas sehingga foto yang dihasilkan terlihat biasa-biasa saja alias kurang gereget. Kelemahan mendasar lainnya, mayoritas peserta juga kurang mampu mengeksplorasi tema yang diberikan panitia sehingga karya-karya foto yang diserahkan untuk materi penilaian juri terkesan “seragam” alias tidak
unik. Padahal, dalam sebuah lomba foto on the spot, kejelian peserta untuk menemukan momen, angle atau sudut bidik, ide serta kreativitas yang berbeda dari karya peserta lainnya merupakan sebuah garansi untuk bisa melenggang mulus dalam proses penjurian hingga mendapatkan gelar juara. Serupa dengan lomba foto di Dwijendra, juri terpaksa harus menyisihkan banyak sekali foto dengan ide, momen dan angle yang seragam di babak awal meskipun secara teknis foto-foto tersebut cukup bagus. Artinya, hanya satu foto terbaik dari sekian banyak foto “seragam” tersebut yang akan dipilih untuk mengikuti tahapan penjurian selanjutnya. Dalam lomba foto Bali Post Goes to School di SMAN 1 Rendang ini, dewan juri yang berintikan I Wayan Sumatika, Yudi Karnaedi, dan I Wayan Suka Adnyana menetapkan foto karya I Gede Agus Purnata (SMA PGRI 1 Amlapura) sebagai juara I kategori pelajar SMA/SMK dan foto karya Putu Krisna Satya Pratama (SMPN 2 Rendang) sebagai juara I kategori pelajar SMP. Dari segi momen, kedua karya foto terbaik ini memang tidak lebih istimewa dari foto-foto peserta lainnya. Keduanya sama-sama mengabadikan peserta lomba gerak dan lagu yang mengenakan kostum dan properti berbahan baku koran bekas. Momen ini seolah menjadi momen wajib bagi peserta lomba foto karena hampir seluruh peserta menyerahkan file foto ini untuk penjurian. Beruntung, kedua peserta terbaik ini sangat jeli dan sabar menunggu saat-saat terbaik untuk menekan shutter ka-
@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom
Agung Wiradana Rilis Album “Goyang Linggis Bikin Happy” AGUNG Wiradana atau yang sebelumnya dikenal dengan nama Agung Wirasutha sudah tidak asing lagi di belantika musik Bali. Pasalnya, pria kelahiran Tabanan, 24 Mei 1973 silam ini, sempat booming dengan salah satu album yang berjudul “Tresna Garang Kuluk” pada 2002 dan 6 album solo lainnya pada tahun 2001 hingga 2017. Terlepas dari albumnya itu, pada tahun 2016 lalu, Agung Wiradana juga sempat mengeluarkan single yang booming di kalangan masyarakat. Single itu diberi judul “Goyang Linggis” yang dibalut dengan musik dangdut. Pada tahun 2018 ini, single “Goyang Linggis” yang pernah dinyanyikan dalam acara One Night in Bali di Sentul International Convention Center-Bogor dan ditampilkan di acara live show Golden Memories Indosiar Volume 2 ini dikonsep dengan format baru. Ini dilakukan mengingat single ini begitu dahsyat yang mampu menginspirasi dan memotivasi para pendengarnya. Bahkan, single ini sering dijadikan senam hiburan di sela-sela acara pertemuan dan rapat penting lainnya. Bahkan, lagu “Goyang Linggis” ini sering digunakan sebagai senam terapi untuk penyembuhan dalam mengatasi masalah zaman now. “Melihat fenomena tersebut dan atas desakan, masukan dan dukungan dari berbagai pihak, maka lagi ini saya ramu kembali dengan format yang berbeda dari sebelumnya, sehingga jadilah album ‘Goyang Linggis Bikin Happy’ ini dengan menggunakan bahasa Indonesia di awal liriknya,” jelas Agung Wiradana saat jumpa pers, Jumat (2/3). Album dengan format DVD ini berisikan video inspirasi, video klip dan karaoke, serta tutorial senam Goyang Linggis Bikin Happy. Dengan garapan musik dan rekaman oleh Sila dan video klip oleh De Oka, video klip pada lagu ini diawali dengan narasi “voice over” oleh Ary Wiradana. Selain itu, juga ditampilkan penampilan Inda Prameswari dalam busana Bali Kontemporer karya Agung Rahma dan tata rias oleh Nyoman Budawati. “Syukur banget berkat doa dan dukungan seluruh pihak hingga album ini bisa terealisasi dan saya mendapat banyak pengalaman baru karena terlibat langsung di dalam penggarapannya, mulai dari persiapan hingga proses pengandaan di Jakarta,” ujar pemilik nama lengkap I Gusti Agung Ketut Wira Sutha ini. Tidak hanya itu, dalam DVD album terbarunya ini juga berisi video inspirasi dan motivasi yang memberi warna baru dari kemasan DVD lainnya. Sebab, lewat albumnya ini, ia ingin berbagi kepada masyarakat, bahwa dalam menjalani kehidupan harus selalu optimis dan selalu bersyukur. “Mudah-mudahan album ini semakin diterima di masyarakat, tidak hanya di Bali tetapi di seluruh Nusantara dan album ini benar-benar bisa bikin happy kita semua. Ayo kita Goyang Linggis Bikin Happy,” tandas Agung penuh semangat. Saat ditanya apakah dirinya ada keinginan untuk menjadi motivator, penyanyi jebolan 7 besar Golden Memories Indosiar Volume 2 ini hanya mengatakan biarkan waktu yang akan menjawab. (win)
SMA - Juara I Juara I Kategori SMA/SMK : I Gede Agus Purnata (SMA PGRI 1 Amlapura) mera. Yakni, menunggu objek foto menampilkan ekspresi yang kuat sehingga foto yang dihasilkan terlihat sangat ekspresif. Kekuatan lainnya, kedua foto juara I ini juga dieksekusi dengan teknik candid sehingga objek foto tidak sadar dijadikan sasaran bidik sehingga ekspresinya terlihat sangat wajar, natural dan tidak terkesan dibuat-buat. Kekuatan ekspresi inilah yang dijadikan pertimbangan utama oleh juri untuk menobatkan kedua foto tersebut sebagai yang terbaik. Mengingat lomba foto on the spot Bali Post Goes to School dijadwalkan digelar secara berkelanjutan, calon peserta di kabupaten/kota lainnya diharapkan belajar dari karya-karya foto pemenang terdahulu. Jangan hanya terpaku pada satu titik acara sehingga gagal mendapatkan foto yang unik dan berbeda dari peserta lainnya. Peserta harus berani memisahkan diri dari peserta lainnya, misalnya dengan membidik kegiatan yang kurang diminati oleh peserta lainnya. Sebab, pilihan itu justru akan menghasilkan foto-foto yang berbeda dan unik serta memiliki nilai lebih dibandingkan foto-foto peserta lainnya yang terkesan seragam. (ian)
SMA-juara II Juara II Kategori SMA/SMK : I Komang Dwi Krishna (SMAN 1 Rendang)
SMA-juara III Juara III Kategori SMA/SMK : Gede Bayu Kartika Yasa (SMAN 1 Rendang)
Agung Wiradana
SMP-juara II Juara II Kategori SMP : I Gusti Agung Michael Swisnandya (SMPN 3 Rendang)
SMP-juara I Juara I Kategori SMP : Putu Krisna Satya Pratama (SMPN 2 Rendang)
SMP-juara III Juara III Kategori SMP : Luh Putu Jeany Sukma Citra Dewi (SMPN 2 Amlapura)
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom