terbit sejak 16 agustus 1948
u g g n Mi
perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
Minggu Paing, 3 Desember 2017
Pengemban Pengamal Pancasila
BPM/rin/wan
Bagus Ketut Lodji
I Gede Made Suradnyana,
Desak Made Asri
I Wayan Reta
71 Tahun Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar
Cetak Lulusan yang Cerdas dan Berkarakter Tak terasa, 71 tahun sudah Yayasan Perguruan Rakyat (PR) Saraswati Pusat Denpasar berkiprah dalam dunia pendidikan Bali. Yayasan ini didirikan 8 Desember 1946 oleh I Gusti Made Tamba (almarhum) dan I Gusti Putu Mertha (almarhum) di Denpasar. Sejak awal, yayasan yang menaungi unit pendidikan dari tingkat TK hingga perguruan tinggi ini berkomitmen untuk mencetak lulusan cerdas dan berkarakter. MENARIKNYA komitmen itu pertama-tama dijabarkan dengan memerhatikan kualitas sekaligus kesejahteraan para guru dan dosen. “Bagi kami, untuk menghasilkan produk yang bermutu, yang pertama adalah guru dan dosennya harus sejahtera. Merekalah yang akan mengantarkan ilmu pengetahuan maupun karakter-karakter yang unggul itu,” ujar Ketua Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar Ir. Bagus Ketut Lodji, M.S. dalam Diskusi HUT ke-71 Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar kerja sama Kelompok Media Bali Post dan Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar di Warung 63, Jl. Veteran, Denpasar, Jumat (1/12) lalu. Menurut Lodji, yayasan memberi kesempatan bagi guru-guru yang ada untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi. Tak heran, guru TK dan SD di PR Saraswati berkualifikasi pendidikan hingga S-2. Begitu juga di perguruan tinggi, dosen-dosen yang ada disekolahkan sampai ke jenjang doktor. Hingga kini, Saraswati memiliki lebih dari 50 doktor. “Fisik gedung maupun sarana prasarana pembelajaran sudah tidak mengecewakan lagi. Dengan dosen yang baik, guru yang baik, sarana prasarana pendidikan yang sudah memadai, kita harapkan menghasilkan lulusan yang cerdas dan berkarakter,” jelasnya. Lodji mengaku selalu menanyakan apa kebutuhan masing-masing kepala unit setiap tahun ajaran baru. Terutama tentang kondisi kesejahteraan guru dan dosen. Pihaknya meyakini, kesejahteraan yang baik akan membuat mereka
bisa melaksanakan tugas dengan sebaikbaiknya. Setiap tahun, honor guru dan dosen selalu diupayakan meningkat bahkan sampai 20 persen. “Kita harapkan guru dan dosen bisa bertugas dengan nyaman, sehingga bisa memuaskan masyarakat. Kita melihat sekarang masyarakat sudah cerdas memilih sekolah,” jelasnya. Lodji juga meminta unit-unit pendidikan di PR Saraswati agar kreatif. Khususnya dalam menangkap apa yang tengah digemari masyarakat baik dalam kebudayaan, olahraga, maupun bidang lainnya. Setiap tahun harus ada satu perubahan yang ditonjolkan untuk memunculkan nilai tambah di tengah persaingan yang semakin ketat. “Saraswati tetap berorientasi pada mutu,” tandasnya. Kepala SD Saraswati 5 Denpasar, Dra. Desak Made Asri, M.Psi. mengatakan Yayasan PR Saraswati memiliki enam SD termasuk sekolah yang dipimpinnya. Sebagian besar telah memenuhi delapan standar nasional pendidikan. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya prestasi yang diraih, baik di bidang akademik maupun non-akademik sampai ke tingkat internasional. SD Saraswati 1 hingga 6 telah terbiasa membawa pulang piala bergilir rektor maupun dekan Undiksha, dikenal karena marching band, serta langganan juara menari, membaca puisi, dan lainnya. “Strategi kami untuk meningkatkan mutu pendidikan dimulai dari disiplin guru khususnya disiplin waktu dalam mengajar. Ketepatan datang dan pulang kami perhatikan sehingga tidak ada siswa terbengkalai
atau ada jam kosong,” ujar kasek juara I berprestasi nasional ini. Menurut Desak, guru yang kedapatan tidak disiplin dengan tegas akan dipecat. Komitmen inilah yang membuat SD-SD di bawah PR Saraswati tetap diminati masyarakat hingga sekarang. Bahkan banyak yang tutup duluan karena kelebihan peminat. Yayasan PR Saraswati juga memiliki unit sekolah menengah kejuruan. Di antaranya, SMK Saraswati 1 Denpasar, SMK Saraswati 2, dan SMK Farmasi Saraswati 3 Denpasar. Kepala SMK Saraswati 1 Denpasar Drs. I Wayan Reta, M.Psi. mengatakan, ada dua program keahlian yang ada di SMK yakni akuntansi dan administrasi perkantoran. Program keahlian akuntansi paling banyak diminati masyarakat. Terlebih, pihaknya bekerja sama dengan dosen-dosen ekonomi yang ada di Universitas Mahasaraswati untuk ikut mengajar di SMK. Menurut Reta, sebagian besar lulusan SMK Saraswati 1 Denpasar telah terserap di dunia usaha dan industri. Beberapa siswa usai mengikuti praktik kerja lapangan bahkan langsung diterima di tempat melaksanakan praktik. Kepala SMK Farmasi Saraswati 3 Denpasar I Gede Made Suradnyana, S.Si., Apt. mengatakan SDM, kurikulum, dan sarana prasarana merupakan tiga hal utama yang dipenuhi untuk mengembangkan SMK Farmasi.“Hampir semua lulusan kami terserap. Tahun lalu, 60 persen melanjutkan ke perguruan tinggi karena implikasi dari adanya Permenkes, sisanya bekerja sebagai asisten tenaga kesehataan. Suradnyana menambahkan, SMK Farmasi Saraswati 3 Denpasar setiap tahun selalu mewakili Bali dalam LKS tingkat nasional dan pernah meraih juara III. Selain prestasi itu, sebagai sekolah berintegritas dalam pelaksanaan Ujian Nasional. (rin)
BPM/rin/wan
I Komang Sulatra
Putu Era Sandhi Kusuma Yuda
I Made Sukamerta
Berkat Otonomi Keuangan, Tiga Kampus Berkembang Pesat YAYASAN PR Saraswati Pusat Denpasar kini memiliki tiga perguruan tinggi andalan yakni Universitas Mahasaraswati (Unmas), Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Asing (STIBA) Saraswati, dan Akademi Farmasi Saraswati (AFS). Semua program studinya terakreditasi B dan satu Prodi Manajemen meraih akreditasi A. Makanya wajar orang menilai yayasan tertua ini memiliki siswa dan mahasiswa terbanyak di Bali. Ketiga kampus ini kini mengubah mindset mahasiswa agar menjadi seorang job creator menjadi misi tambahan selain menghasilkan lulusan cerdas dan berkarakter. Terlebih sekarang di tengah tingginya angka pengangguran dari lulusan universitas. Ketua STIBA Saraswati I Komang Sulatra, S.S., M.Hum. mengatakan STIBA Saraswati mampu berkembang pesat karena adanya kebijakan Ketua Yayasan Ir. Bagus Ketut Lodji, M.S., memberikan otonomi penuh dalam pengelolaan keuangan maupun unit-unit lain di PR Saraswati. Hal ini justru memacu kreativitas untuk lebih mengembangkan lembaga. Baik dari proses input mahasiswa, penguatan SDM, maupun menghasilkan output berkualitas yang diperlukan masyarakat. Yang membuat lulusannya tak menganggur karena memiliki program bahasa asing kepariwisataan. Mereka bisa menjadi penerjemah, SDM pariwisata, dll. Sementara itu, Pudir I Bidang Akademik, Akademi Farmasi Saraswati
Denpasar Putu Era Sandhi Kusuma Yuda, S.Farm., M.Phil., Apt. mengatakan, peran yayasan dengan sistem otonomi penuh sangat besar membawa Akademi Farmasi bisa terakreditasi B dan menempati gedung yang megah. Sedangkan dalam hal mutu, pihaknya memaksimalkan sistem penjaminan mutu internal di perguruan tinggi melalui penguatan Badan Penjaminan Mutu. Badan Penjaminan Mutu, lanjut Era, bertugas mengawal tiga standar pendidikan yang diamanatkan pemerintah. Era menambahkan, hampir 80 persen dosen sudah lulus sertifikasi dosen. Setiap tahun, dosendosen hampir tidak pernah absen mendapatkan hibah-hibah penelitian. “Yang membedakan kami dengan perguruan tinggi farmasi lain, kami berbasis pariwisata budaya. Kami satu-satunya yang memberikan pendidikan bahasa asing kerja sama dengan STIBA agar mahasiswa nantinya bisa melayani wisatawan. Kami juga memberikan kuliah wajib tentang kewirausahaan,” imbuhnya. Menurut Era, materi kewirausahaan yang diberikan antara lain cara membuat lulur atau lilin aromaterapi, serta praktik pemasarannya. Upaya ini telah membuahkan hasil yang manis. Sebab, 100 persen lulusan akademi farmasi telah bekerja sesuai hasil tracer study terakhir. Sementara itu, Rektor Unmas Dr. Drs. I Made Sukamerta, M.Pd. mengatakan pihaknya kini akan melakukan perubahan cepat dengan
memperbarui kurikulum agar selalu menyesuaikan dengan kebutuhan pasar. Selain itu, mindset mahasiswa juga harus dibentuk agar setelah lulus tidak hanya berburu menjadi pegawai negeri. “Cetak pikirannya agar mereka setelah tamat membuka lapangan pekerjaan sendiri. Beri mereka peluang untuk menjadi wirausaha, itu yang penting,” ujarnya. Dari segi SDM, lanjut Sukamerta, tenaga pengajar atau dosen minimal harus berkualifikasi S-3. Di Unmas, pihaknya bahkan memiliki program yang ‘memaksa’ dosen untuk mau melanjutkan pendidikan s-3 keluar Bali baik lewat izin belajar maupun tugas belajar. Dengan demikian, ada nuansa baru yang bisa dibawa pada saat mereka menyelesaikan pendidikan dan kembali mengajar di Unmas. Ini yang menghantarkan Unmas berada di kelompok 100 PT terbaik nasional dari 4.500 PT serta LPPM-nya berstatus madya.Ke depan, Unmas sudah menyiapkan lahan untuk kampus baru baru di Padanggalak Kesiman. ‘’Ini semua berkat otonomi keuangan,’’ ujarnya. Ketua Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar, Bagus Ketut Lodji, membenarkan model tata kelola kekuangan yang diterapkan untuk ketiga kampus yakni otonomi penuh. Dengan demikian, tiga PT ini bisa bergerak, berinovasi secara bebas namun bertanggung jawab. Kedua, menerapkan manajemen penuh demokratis dan kreatif. (ad87)
20 HALAMAN
NOMOR 103 TAHUN KE 70
Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id balipost (166 rb Like) http://facebook.com/balipost
@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 233801, 225764 Faksimile: 227418
2
Sisi Lain
Minggu Paing, 3 Desember 2017
Dulu ’’Nindihin Gumi’’, Kini ’’Wirang’’ dengan Saraswati PERGURUAN Rakyat (PR) Saraswati Pusat Denpasar sebagai perguruan tertua di Bali kini berusia 71 tahun. Namun, napas sebagai perguruan kerakyatan masih kental. Ini tak lepas dari nilai-nilai perjuangan para pendirinya membuat Yayasan Perguruan Rakyat Saraswati semakin kuat dan dipercaya masyarakat.
sarpras yang lengkap. Menghadapi era millennia ke depan, Ketua Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar, Ir. Bagus Ketur Lodji, M.S., menekankan pada mutu. Kedua, spirit yang dibentuk agar insan Saraswati wirang alias jengah dan berani mati untuk kemajuan Saraswati. ‘’Semua pimpinan dan jajarannya harus punya rasa jengah dan wirang dengan Saraswati,’’ tegasnya. (k250)
Yayasan PR Saraswati didirikan 8 Desember 1946. Hingga kini memiliki cabang Saraswati di Bali dan Mataram. Alm. Ibu Desak Gede Raka Nadha, termasuk guru inti di sekolah milik Yayasan PR Saraswati. Kini, Ketua Badan Pengurus Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar dipimpin Ir. Bagus Ketut Lodji, M.S., Ketua Badan Pembina IGB Yudhara, MBA., Pengawas Yayasan Drs. Gede Putu Dirgha, Sekretaris I Dewa Sukanada, B.A. dan Bendahara dr. IG Nyoman Susila, M.Kes. Ir. Bagus Ketut Lodji mengatakan kelahiran Yayasan PR Saraswati dibidani alm. Gusti Putu Mertha dan Gusti Made Tamba awalnya untuk menanamkan rasa nindihin gumi Bali lewat perjuangan di bidang pendidikan. Sekolah tertua yang didirikan di Kaliungu itu sempat dibakar oleh orang yang tak senang dengan kemajuan Saraswati. Sekolah ini kemudian pindah ke Jl. Kamboja serta berkembang pesat hingga saat ini. Saat itu, sekolah Saraswati ada di tengah kebun kelapa, dengan tiang-tiang dari pohon kelapa, gedungnya berupa gubuk darurat dari gedek beratapkan klangsah. Siswa pun belajar di lantai tanah. Ketika musim kemarau gubuk ini penuh debu, ketika musim hujan penuh lumpur. Namun, para pamong dan siswa menjaga gubuk ini dengan baik. PR Saraswati lahir di tengah-tengah gejolak revolusi 1945 guna mewujudkan mempertahankan kemerdekaan RI. Gubuk darurat ini oleh pemuda I Gusti Made Tamba dan I Gusti Putu Merta disebut sekolah yang diberi nama SLO (Sekolah Landjoet Oemoem) sekarang setingkat SMP. Di sinilah benih-benih nasionalisme yang pernah diperoleh IGN Tamba saat di Taman Siswa oleh Ki Hajar Dewantara disebarluaskan melalui semangat pendidikan plus perjuangan pejuang Bali mencerdaskan anak bangsa. Namun sayang di tengah pergerakan revolusi gedung sekolah ini dibakar oleh orang tak dikenal. IGN Tamba pun tak ambil pusing karena secara ekonomis tak ada untungnya membakar gubuk darurat, dipastikan inilah upaya antek-antek intelijen kolonial Belanda untuk menggoyahkan semangat perjuangan. Mulai 1951, Saraswati membangun sekolah baru SMA di Jl. Angsoka, Kreneng (sekarang menjadi Kamboja). Kemudian berkembang mendirikan Sekolah Rakyat, TK (Taman Indera) dan TGA, dan mengembangkan cabang perguruan hingga Gianyar, Tabanan, Negara, Buleleng, Bangli, Karangasem, Klungkung, hingga ke Mataram. Sementara itu, tingkat perguruan tinggi diawali mendirikan IKIP Saraswati, kemudian menjadi Akademi Bahasa Asing. Kedua perguruan tinggi ini dilebur menjadi satu menjadi Universitas Mahasaraswati (Unmas). Setelah itu, berdiri STIBA Saraswati dan si anak bungsu Akademi Farmasi Saraswati (AFS). Kini, Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar memiliki 18 unit sekolah dan kampus. Semuanya dilengkapi
PENGURUS - Ketua Yayasan PR Saraswati, Bagus Ketut Lodji, bersama pengurus minus dr. IGN Susila. Sementara gedung baru berdiri megah.
BPM/ist
Sungai Yeh Sah Dinormalisasi Amlapura (Bali Post) Sungai Yeh Sah yang lokasinya berada di Desa Muncan, Selat, Karangasem dinormalisasi. Langkah itu dilakukan sebagai upaya antisipasi terjangan lahar dingin yang lebih besar ketika Gunung Agung kembali mengalami erupsi. Hal itu diungkapkan Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri saat meninjau normalisasi Sungai Yeh Sah, Sabtu (2/12) kemarin. Bupati Mas Sumatri menjelaskan, normalisasi sungai yang dilakukan sebagai bentuk upaya antisipasi ketika sewaktu-waktu kembali adanya terjangan lahar dingin maupun panas yang lebih besar. Mengingat jika ada terjangan lahar yang lebih besar, tidak lagi membahayakan masyarakat yang bermukim di dekat aliran sungai maupun infrastruktur jembatan yang berada di sekitar aliran sungai. “Kita tidak tahu kapan terjan-
gan lahar dingin dan panas akan terjadi. Maka dari itu, kita harapkan dengan adanya normalisasi ini, nanti bisa lebih memperlancar aliran lahar ketika melewati aliran sungai ini. Dengan begitu kita lebih siap siaga menghadapi terjangan tersebut,” ungkapnya. Selain menormalisasi aliran sungai di Yeh Sah, beberapa sungai yang lainnya juga dilakukan normalisasi seperti sungai di Kecamatan Kubu dan Karangasem. Mengingat banyak sungai yang masih membutuhkan normalisasi seperti ini. Sebab, sungai yang dinormalisasi ini merupakan sungai memang berpotensi menjadi aliharan lahar dingin maupun lahar panas. Sementara itu terkait lahan pertanian yang disapu lahar dingin, Mas Sumatri menegaskan pihaknya memang sudah mendapat laporan tertulis maupun lewat Wa terkait luas lahan pertanian warga yang ber-
dekatan dengan aliran sungai yang ikut disapu lahar dingin. Mengingat lahan pertanian yang digunakan merupakan badan sungai sehingga sangat riskan diterjang lahar. Kata dia, lahan pertanian milik warga yang disapu sekitar 40 hektar. “Kita harap petani yang lahannya diterjang lahar dingin bisa menerima dengan legowo,” jelas Bupati Mas Sumatri. Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) I Ketut Sedana Merta mengungkapkan, untuk menormalisasi Sungai Yeh Sah ini, pihaknya menerjunkan alat berat. Dikatakannya, aliran lahar dingin yang terjadi selama ini memang telah menggerus material pasir yang lainnya yang ada di lokasi cukup dalam. “Material bebatuan juga ikut tergerus dan terbawa terjangan lahar dingin,” jelas Sedana Merta. (kmb41)
BPM/kmb41
SUNGAI - Sungai Yeh Sah di Desa Muncan, Kecamatan Selat saat dinormalisasi. Langkah itu dilakukan sebagai bentuk upaya jika kembali diterjang lahar dingin yang lebih besar. Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
terbit sejak 16 agustus 1948
u g g n Mi
perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
Minggu Paing, 3 Desember 2017
Pengemban Pengamal Pancasila
20 HALAMAN
NOMOR 103 TAHUN KE 70
Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id balipost (166 rb Like) http://facebook.com/balipost
@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 233801, 225764 Faksimile: 227418
TOLAK REKLAMASI Ribuan masyarakat Bali kembali turun ke jalan dalam aksi Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa di Denpasar, Sabtu (2/12) kemarin. BPM/eka
Pasubayan dan ForBali Curiga
Erupsi Gunung Agung Dipakai Loloskan Reklamasi Teluk Benoa
Denpasar (Bali Post) -
Desa adat/pakraman yang tergabung dalam Pasubayan Desa Adat/Pakraman Tolak Reklamasi Teluk Benoa bersama ForBALI (Forum Rakyat Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa) kembali menggelar aksi turun ke jalan dan mendatangi Kantor Gubernur Bali guna menyuarakan konsistensinya untuk menolak rencana reklamasi Teluk Benoa, Sabtu (2/12) kemarin. Ribuan massa datang dari berbagai penjuru dengan menggunakan pakaian adat madya dan berkumpul di parkir timur Lapangan Renon. Massa mulai bergerak kemudian melakukan long
march menuju ke kantor gubernur Bali pukul 14.30 wita. Koordinator ForBALI, Wayan Gendo Suardana, mengatakan berkaitan dengan hak otonom desa pakraman, seharusnya negara melind-
Peduli Pengungsi Gunung Agung Bali Post menerima titipan sumbangan untuk disalurkan kepada para pengungsi Gunung Agung. Bagi masyarakat yang peduli dan ingin membantu saudara kita yang kini berada di pengungsian, bisa menitipkan sumbangan ke Bali Post. Sumbangan bisa langsung diserahkan ke Sekretariat Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar, telepon (0361) 225764 atau melalui dompet simpati Anda Bali Post BCA Cabang Denpasar NO: 040-3555000.
ungi dan menghormati hak hukum adat yang ditegaskan dalam pasal 18B (2) UUD 1945 dan pasal 6 Undang-undang Nomor 39/1999 tentang HAM. Hal. 19 Berkeadilan
Generasi Muda Karangasem Ikut Turun PERWAKILAN generasi muda Karangasem ikut melakukan aksi. Ketut Darmayasa mengatakan meskipun desanya saat ini dilanda bencana erupsi Gunung Agung, namun semangat perjuangannya untuk bersolidaritas menolak rencana reklamasi Teluk Benoa tidak akan pudar. Hal. 19 Warga Pegunungan
PENGAMAT tata ruang Prof. Dr. Ir. Putu Rumawan Salain, M.Si., IAI. mengatakan, meskipun saat ini erupsi Gunung Agung masih kecil, namun abu vulkanik dan lahar dingin, bahkan BPM/ist lontaran kerikil Rumawan Salain serius merusak lingkungan di sekitar Gunung Agung. Dampak lingkungan sangat signifikan terjadi terutama perubahan tata guna lahan pertanian dan peternakan, pencermaran air, terkikisnya konstruksi bangunan akibat lahar dingin (seperti jembatan dan jalan), dan dampak kesehatan. “Abu vulkanik dan lahar dingin yang baru keluar dari Gunung Agung sangat berdampak negatif bagi lingkungan. Apalagi nanti kalau sudah meletus besar, abu vulkanik yang membentuk awan panas, baik karena temperaturnya maupun kandungannya, dapat berefek mematikan dan bersifat toksik. Rusaknya berbagai jenis infrastruktur dan utilitas, tidak hanya yang mengandung logam, seperti jembatan, perumahan dan permukiman, namun juga terhadap lahan pertanian dan peternakan, dan juga kesehatan,” ujar Prof. Rumawan. Selain itu, hujan abu vulkanik erupsi Gunung Agung telah mengakibatkan terkontaminasinya air bersih, tersumbatnya saluran air, serta rusaknya fasilitas air bersih di sekitarnya. Hal. 19 Hujan Abu
Amlapura (Bali Post) Pascaterjadinya letusan freatik dan magmatik, gempa tremor overscale terus terekam oleh alat seismograf. Bahkan, gempa tersebut sudah terjadi hingga empat kali. Gempa tremor overscale terekam pada Sabtu (2/12) sore kemarin. Kepala Bidang Mitigasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, I Gede Suantika, di Posko Pemantauan Gunung Agung, Desa Rendang, Karangasem, Sabtu kemarin, mengungkapkan tremor overscale terjadi selama 22 menit mulai pukul 14.34 wita hingga 14.56 wita. “Kembali munculnya gempa tremor overscale ini menandakan bahwa sampai sekarang ini masih sedang berlangsung suplai magma ke dinding permukaan kawah terus berlangsung. Sehingga volume lava di permukaan terus bertambah,” ujar Suantika. Dijelaskannya, suplai magma sudah lebih besar dibandingkan dengan saat pagi hari kemarin, meskipun volumenya kecil namun saat ini sudah meningkat. Dijelaskan, untuk volume kawah mencapai 60 juta meter kubik. Saat ini, pengisian volume lava di dalam kawah diperkirakan kurang dari 50 persen atau 30 juta kubik per meter. “Proses pengisian lava di dalam kawah Gunung Agung sampai penuh memerlukan waktu kurang dari sepuluh hari,” tegas Suantika. Hal. 19 Seperti Sinabung
Dampak Erupsi Gunung Agung
Ekonomi Terpuruk, Kemiskinan Naik Di Karangasem
60 LPD dan 103 Koperasi Terancam Kredit Macet
Made Kobar Rp 5.000.000 Pelanggan Pie Susu Asli ENAAAK, Jl. Nangka Selatan 163 Denpasar Rp 1.500.000 Semeton Karangasem Rp 150.000 BPR Dewangga Baliartha 10 dus air mineral, 8 bungkus popok bayi, 1 dus masker, 1 kotak masker Jumlah diterima hari ini Rp 6.650.000 Jumlah sebelumnya Rp 559.833.598 Jumlah seluruhnya Rp 566.483.598
Serius Merusak Lingkungan
Magma Terus Bertambah
EKONOMI Bali makin terpuruk akibat erupsi Gunung Agung. Warga Karangasem tampak paling banyak menerima getahnya.Sebanyak 60 LPD dan 103 koperasi di wilayah ini terancam kredit macet. Dua kali mengungsi, karena status Awas Gunung Agung bukan hal mudah dilalui warga. Ternak habis SEPI - Objek wisata Pantai Kuta sepi wisawatan pasca-erupsi Gunung Agung.
Dampak erupsi Gunung Agung sangat kompleks. Selain berdampak pada mata pencaharian penduduk Karangasem, lebih luas lagi pariwisata Bali dan ekonomi Bali. Apalagi ditambah dengan penutupan Bandara Ngurah Rai yang merupakan pintu masuk Bali dengan dunia internasional, semakin memperpuruk kondisi ekonomi Bali yang ditopang pariwisata.
PENGAMAT ekonomi Bali dari Undiknas Prof. Dr. I.B. Raka Suardana, S.E., M.M. menilai, dengan penutupan bandara, 445 penerbangan terganggu, dengan 59.000 wisman batal melakukan kunjungan ke Bali. Jika kondisi ini berlangsung lama, pertumbuhan ekonomi Bali akan turun. Penduduk Karangasem yang langsung berdam-
terjual, bekal habis di pengungsian, pekerjaan hilang, hidup dalam ketidakpastian membuat kehidupan mereka terpuruk. Tidak banyak yang bisa dilakukan, kecuali hanya menunggu dan menunggu sampai Gunung Agung kembali tenang, agar bisa kembali pulang. Hal. 19 Pengungsi Pasrah
BPM/eka
pak terhadap erupsi Gunung Agung ini, ekonominya tentu akan terganggu. UMKM mati karena penduduk di KRB 1, 2, 3 tidak bekerja, sehingga tidak produktif. Bali dengan ikon pariwisata, sangat sulit menggeser ke sumber pertumbuhan ekonomi baru. Hal. 19 Genjot Ekspor
LPD TUTUP - Sejumlah LPD di KRB tutup sejak erupsi Gunung Agung.
BPM/nan
Kunjungan Wisman di Bali
Tanah Lot Sepi, Kintamani dan Nusa Penida Lesu Erupsi Gunung Agung hingga ditutupnya Bandara I Gusti Ngurah Rai berdampak pada kunjungan wisatawan di sejumlah objek pariwisata terkenal di Bali. Di antaranya DTW Tanah Lot, DTW Ulun Danu Beratan, dan Kintamani, Bangli.
BPM/bit
TANAH LOT - Kunjungan wisatawan di DTW Tanah Lot terdampak akibat erupsi Gunung Agung.
Di Tanah Lot, misalnya, penurunan tingkat kunjungan dominan dari wisatawan asing. Dari data Badan Pengelola DTW Tanah Lot, khusus pada bulan November 2017, penurunan terjadi sejak tanggal 27 November. Jika diawal bulan November biasanya untuk wisatawan asing dewasa rata-rata 4.000 lebih pengunjung, selama empat hari ini justru menurun hingga di angka 1.000 pengunjung. Begitu pun untuk wisatawan domestik yang ratarata dalam sehari ada sekitar
2.000 lebih pengunjung kini juga hanya 1.000 pengunjung. Hasil pantauan Bali Post di lapangan menunjukkan, meski ada beberapa wisatawan itu pun tidak seramai hari normal. Terlihat pula kondisi parkir kendaraan yang biasanya ramai lalu lalang kini tampak sepi. “Penutupan bandara dan erupsi Gunung Agung memang berdampak pada kunjungan ke Tanah Lot, saya kira di tempat wisata lainnya juga sama,” ujar Manajer Operasional DTW Tanah Lot, I
Wayan Toya Adnyana. Meski demikian, ia mengakui sejak tanggal 1 Desember kemarin, kunjungan wisatawan mulai menggeliat lantaran adanya libur panjang. Hanya, didominasi wisatawan domestik yang memanfaatkan jalur darat. Untuk kembali menggeliatkan sektor pariwisata yang juga merupakan potensi penyumbang PAD tertinggi di Kabupaten Tabanan ini, pihaknya telah melakukan langkah-langkah promosi melalui media sosial dan beberapa travel bahwa Bali masih aman untuk dikunjungi. Bahkan, pihaknya tetap melakukan perbaikan insfrastruktur mulai di areal parkir dan melakukan penataan kawasan. Hal. 19 Cepat Berlalu
4
Minggu Paing, 3 Desember 2017
Pendidikan untuk Memperhalus Perasaan
RANAH rasa atau perasaan dalam praktik pendidikan kurang disentuh di tengah hegemoni panjang terhadap pendidikan yang menyasar ranah kognisi. Hal ini ditunjukkan oleh marginalisasi mata ajar seni, kerohanian, keimanan, nilai-nilai, moral, atau nasionalisme. Sekolah mengelu-elukan siswa jawara sain, teknologi, dan matematika. Sementara mereka yang menyimak sastra bermutu tinggi atau filsafat, tidak mendapat penghargaan. Dewasa ini, di tengah potensi semakin kuatnya kuasa mesin teknologi terhadap manusia, penting rupanya membaca ulang pandangan Tan Malaka soal salah satu dari tiga tujuan pendidikan yang dirumuskannya, yakni pendidikan untuk memperhalus perasaan. Pendidikan untuk memperhalus perasaan adalah praktik pengajaran yang menyasar ranah rasa para siswa. Rasa berperan penting dalam hidup, yang tampak pada hubungan sosial. Praktik pendidikan ranah kognisi menjadi legitimasi para guru dalam mengajar hanya fokus pada pemenuhan paksa kebutuhan-kebutuhan kognisi siswa. Untuk itulah, guru terkadang tidak berkomunikasi dengan rasa. Nada bicara guru pada umumnya “keras� untuk menguasai siswa agar tertib atau diam, seolah takzim menyimak “wejangan yang telah jadi klise� dari para guru. Rupanya guru tidak berpikir kembali, perasaan apakah atau bagaimanakah perasaan siswa jika mendengar nada bicara yang keras dan menekan. Siswa di kelas-kelas memang berhasil diatur oleh guru, sebagai pilihan karena putus asa ketika siswa menyadari dalam diam bahwa suara-suara mereka tidak mendapat tempat di ruang kelas. Para siswa mencuri kesempatan untuk “berteriak� sebagai luapan perasaan terbungkamnya. Hal ini terjadi ketika mengucapkan salam dengan nada kasar pula kepada guru mereka. Pun ketika guru bertanya, “Sudah paham?� dan siswa berteriak sejadi-jadinya, “Sudahhhhhhh!� Guru tidak pernah terusik oleh “teriakan� siswa karena tampaknya juga sudah terbiasa dengan ungkapan-ungkapan “kasar� atau “keras� yang dilontarkan para siswa. Kondisi inilah yang menunjukkan bahwa ranah rasa dalam praktik pendidikan tidak memperoleh perhatian, malahan cenderung diabaikan.
Pandangan Pandangan Tan Malaka yang dibicarakan dalam esai ini sepertinya memberi pemahaman bahwa sekolah menghasilkan tamatan yang pincang, generasi yang tidak mengalami pendidikan rasa. Terjadinya berbagai peristiwa kekerasan di sekolah, tawuran, pembentukan geng motor, konvoi dan teriakan siswa di hari pengumuman kelulusan, menjadi beberapa bukti bagaimana siswa melakukan “pembrontakan� yang kasar karena mereka menerima prkatik pendidikan “keras�, yang hanya menyasar ranah kognisi. Praktik pendidikan kognisi menjauhkan
Evaluasi Cara evaluasi yang dipraktikkan pada Kurikulum 2013, yang memberi ruang pada ranah rasa (dengan menggunakan deskripsi kualitatif), sesungguhnya sangat erat hubungannya dengan rumusan tujuan pendidikan untuk memperhalus perasaan, yang dikemukakan Tan Malaka. Namun demikian, praktik pendidikan Kurikulum 2013 belum menunjukkan usaha para guru menyelenggarakan teknik-teknik pedagogi untuk memperhalus rasa. Hal ini terjadi karena guru tidak tahu caranya. Kegiatan menyanyikan lagu kebangsaan atau lagu nasional serta lagu-lagu perjuangan, begitu pula kegiatan berdoa,
BPM/ist
siswa dari ranah rasa. Para siswa dibentuk atau dibiasakan untuk jadi abai dengan perasaannya sendiri. Siswa tidak sanggup lagi memasuki diri untuk mengenal siapa dirinya dengan segala keberanian karena “perjalanan� ke dalam diri tersebut perjalanan sunyi. Siswa cenderung berkerumun, membangun kekuatan bersama dengan bergabung dengan kekuatan di luar dirinya, yaitu dari teman-teman. Siswa terserang rasa asing atas dirinya sendiri. Siswa kehilangan dirinya sendiri karena tidak lagi sanggup memintal rasa dengan dirinya sendiri. Siswa tidak menjadi pribadi mandiri. Hal ini terjadi tidak terlepas dari praktik pendidikan yang abai dengan teknik-teknik melatih rasa. Tentu, sekali lagi, karena adanya sebuah kekeliruan besar, yakni praktik pendidikan yang didominasi oleh pendidikan kognisi.
BPM/ist
GURU - Hal terpenting adalah jangan sampai guru yang sudah sertifikasi dalam keseharian hanya membahas dan mengobrolkan tentang kapan sertifikasi dibayar, kapan mengumpul berkas kelengkapan sertifikasi lalu anak didik diabaikan dalam pembelajaran karena sibuk mengurus kelengkapan tersebut. Mari belajar untuk menjadi guru profesional atau guru zaman now, sehingga pendidikan di Indonesia semakin bermutu dan berkualitas.
Sosok guru yang berpenampilan sederhana dengan menaiki sepeda ontel membawa tas dari kulit buaya dengan jujur mengabdi untuk menciptakan menteri, insinyur dan profesor. Pada kenyataannya gaji guru yang diterima sangat minim seakan-akan dikebiri. Potret realita guru zaman dulu memperlihatkan perhatian terhadap profesi guru masih sangat kurang. Belum lagi fasilitas pembelajaran yang ada sangat terbatas bahkan metoda pembelajaran yang dilakukan sangat sederhana. Guru zaman dulu menjadikan dirinya sebagai sumber belajar secara tunggal karena pembelajaran terpusat pada guru (teacher centered) dan sumber-sumber pembelajaran masih sangat sulit diperoleh. Tetapi semangat dedikasi guru zaman dulu tidak bisa diragukan lagi, mereka mengabdi dengan sepenuh hati walaupun tanpa materi. Orientasi guru zaman dulu bukan hanya bermuara pada materi, tetapi bagaimana agar anak didik yang diajar menjadi cerdas dan memiliki ilmu. Bahkan pendekatan disiplin yang dilakukan masih cenderung dengan kekerasan fisik dengan tujuan agar anak menjadi taat, patuh dan bertanggung jawab. Pada zamannya cara-cara seperti itu dianggap efektif dalam pembelajaran namun seiring
Ranah Tidak tersentuhnya ranah rasa dalam praktik pendidikan, juga tampak dari sikap siswa yang senang mengejek temantemannya, ketika seorang dari mereka bersalah maka satu kelas kompak menyorakinya, untuk membuatnya malu, atau ketika ada temannya yang jatuh atau batuk-batuk di kelas, kompak pula mereka menertawainya. Seharusnya, berhadapan dengan kejadian-kejadian tersebut, siswa menunjukkan rasa simpati dan mencoba menginternalisasinya atas diri mereka. Dampak perilaku tersebut mungkin dua hal. Pertama, siswa menjadi pribadi pembalas dendam. Suatu kali dirinya menjadi
PENDIDIKAN - Tidak tersentuhnya ranah rasa dalam praktik pendidikan, juga tampak dari sikap siswa yang senang mengejek teman-temannya, ketika seorang dari mereka bersalah maka satu kelas kompak menyorakinya, untuk membuatnya malu, atau ketika ada temannya yang jatuh atau batuk-batuk di kelas, kompak pula mereka menertawainya. Seharusnya, berhadapan dengan kejadian-kejadian tersebut, siswa menunjukkan rasa simpati dan mencoba menginternalisasinya atas diri mereka. atau persembahyangan rutin (seperti purna dan tilem); kurang disadari oleh para guru, sesungguhnya teknik-teknik praktis memperhalus rasa nasionalisme dan religiositas atau rasa iman. Akhirnya, siswa dibiarkan bernyanyi dengan caranya sendiri, yang penting bernyanyi. Demikian pula dalam berdoa (tri sandya, bagi siswa Hindu di Bali). Seharusnya, ada penyegaran-penyegaran teknik bernyanyi agar siswa bernyanyi dengan kehalusan rasa. Jika hal ini diulangi, maka perasaan siswa semakin halus. Demikian pula halnya dengan verbalisasi doa. Lewat doa siswa dilatih mempraktikkan teknik mendalami rasa dari doa-doa yang diucapkan. Teknik Teknik lain pendidikan memperhalus rasa yang bisa dicoba adalah dengan
Guru Zaman �Now�
Setiap tanggal 25 November diperingati sebagai hari Guru Nasional di Indonesia. Di usianya yang ke-72 tahun pastinya banyak perjuangan dan pengorbanan yang telah dilakukan oleh para guru seiring dengan usia bangsa ini. Perubahan pastilah terjadi dalam perjalanan tersebut. Bahkan sosok guru zaman dulu yang disebut Oemar Bakri masih melekat dalam ingatan.
mengembangkan dialog-dialog yang menyentuh ranah rasa siswa. Hal ini bisa dilakukan dengan narasi, misalnya perjalanan seekor ulat, dari sebutir telor dalam kesendrian semesta, bertualang ketika menjadi ulat agar tetap survive di tengah hukum rimba dan pemberlakukan ekosistem jaring makanan, dari ancaman predator, ketika memasuki fase panjang di rumah kepompong, dan pada akhirnya, lepas dari rumah tersebut, menguatkan sayap dari sinar matahari pagi, lalu terbang bebas di udara. Narasi inti memiliki tuah bagi siswa jika seorang guru sanggup mengungkapkannya dengan rasa yang mendalam, seolah mengirimkannya ke hati
perkembangan yang terjadi banyak yang perlu diperbaiki. Paradigma Paradigma pendidikan berkembang seiring dengan perubahan yang terjadi. Dunia pendidikan mengikuti laju perkembangan kehidupan manusia. Di samping itu perkembangan teknologi secara pesat juga membawa pengaruh yang luar biasa. Pendidikan secara tidak langsung memanfaatkan perkembangan teknologi yang ada untuk menunjang proses pendidikan, sehingga tujuan pendidikan dapat tercapai. Perubahan dan perkembangan yang terjadi dalam dunia pendidikan berdampak pula pada sosok guru. Walaupun tidak bisa dipungkiri bahwa pendidikan tidak bisa lepas dari peran penting guru di dalamnya, tetapi guru mesti ikut berubah menyesuaikan diri dengan perkembangan yang ada. Bila guru mengabaikan semua itu, maka seiring waktu, guru akan tergerus dan tenggelam dalam arus perubahan. Perlu diingat bahwa guru adalah agen perubahan, maka guru diharapkan mampu beradaptasi dan mengadopsi segala perubahan yang ada dengan semangat belajar terus menerus (long life educations). Guru mampu mengembangkan kemampuan pedagogiknya secara terus menerus, bahkan merubah sistem pembelajaran lebih berpusat pada siswa (student centered) dengan penerapan metode, pendekatan dan model-model pembelajaran yang lebih inovatif. Begitu juga guru diharapkan mampu memanfaatkan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam pembelajaran untuk menunjang keberhasilan anak didik. Perkembangan TIK dalam dunia pendidikan diikuti dengan adanya fenomena yang disebut cyber teaching atau pengajaran maya
yang dilakukan dengan menggunakan internet dan populer dikenal dengan e-learning menjadi sebuah sarana baru bagi guru dalam menciptakan ruang pembelajaran dan juga dalam pengembangan sumber-sumber belajar yang semakin heterogen. Bila guru tidak me-recharge kemamuannya seiring dengan perkembangan yang ada, maka wibawa guru akan hilang di mata anak didiknya. Apalagi istilah guru �gaptek� gagap teknologi dan �tbc� yaitu �tidak bisa computer� masih banyak terpelihara, maka guru akan semakin tergilas oleh perubahan dan perkembangan yang terjadi. Bahkan dengan berkembangnya HP android dengan segala aplikasi yang tersedia, sesungguhnya dapat membantu dan mempermudah guru untuk lebih cepat belajar. Karena dimanapun dan kapanpun dalam satu genggaman, guru dapat belajar dan memperoleh informasi secara luas serta membangun komunikasi melalui media sosial (medsos) dan menjadikan fasilitas tersebut sebagai pendukung dalam pembelajaran. Disinilah peran guru dalam dunia pendidikan akan terus berkembang dan mengalami perubahan, sehingga guru harus membuka diri untuk terus belajar. Louis V. Gerstmer, Jr. dkk (1995) menyatakan bahwa di masa mendatang peran guru akan mengalami perluasan yaitu guru sebagai pelatih (coach), konselor, manajer pembelajaran, partisipan, pemimpin, pembelajar dan pengarang (penulis). Gambaran Gambaran tentang peran guru di masa mendatang menjadi cerminan bagaimana guru mampu melaksanakan tugas dan kewajibannya dengan profesional. Peran guru sebagai pelatih (coach), konselor, manajer pembelajaran, partisipan, pemimpin, pembelajar dan pengarang (penulis) inilah wajah guru di zaman now (sekarang). Hal ini tidak menjadi kemustahilan, bila dalam diri guru terpatri semangat untuk terus mengembangkan diri sesuai dengan perubahan yang ada. Tuntutan untuk menjadi guru profesional adalah harapan terciptanya pendidikan yang berkualitas. Jangan sampai guru disebut sebagai pendidik yang profesional dan diberikan tunjangan profesi yang disebut sertifikasi justru tidak mau belajar dan mengembangkan diri karena sudah berada pada zona aman dan nyaman. Padahal tuntutan dari profesionalisme guru adalah menjadikan guru tersebut sebagai agen pembelajar dan juga agen perubahan demi peningkatan mutu dan kualitas pendidikan. Hal terpenting adalah jangan sampai guru yang sudah sertifikasi dalam keseharian hanya membahas dan mengobrolkan tentang kapan sertifikasi dibayar, kapan mengumpul berkas kelengkapan sertifikasi lalu anak didik diabaikan dalam pembelajaran karena sibuk mengurus kelengkapan tersebut. Mari belajar untuk menjadi guru profesional atau guru zaman now, sehingga pendidikan di Indonesia semakin bermutu dan berkualitas. l I Nyoman Agus Sudipta
para siswa, lalu narasi ini sepertinya tidak lagi didengar dari luar diri siswa tetapi bergema halus namun kuat dari kedalaman dasar rasanya sendiri. Ada juga cara lain memperhalus rasa, yakni dengan mengubah retorika komunikasi guru, dari instruksi yang keras, menekan, memaksa, menjadi retotika yang penuh tawaran dan menggugah. Tentu retorika ini disampaikan dengan lembut dan volume suara guru yang rendah. Anehnya guru terbiasa dengan retorika instruksi yang mengambil alih seluruh ruang kelas sehingga siswa tak memilikinya, demikian pula untuk berbicara. Komunikasi dengan retorika “menawarkan dengan lembut dan santun� kepada siswa saat guru mengajar adalah teknik yang dapat dipadukan untuk mencapai tujuan pendidikan memperhalus perasaan siswa.
“korban� disoraki atau ditertawai dan pada kali lain, dirinya menyoraki atau menertawai temannya. Kedua, di kelas-kelas, ada siswa yang sangat tidak nyaman atau takut kepada perilaku teman-temannya. Satu-satunya cara untuk memperoleh sedikitnya rasa aman, adalah “diam�, tidak berbicara dan tidak bertindak. Siswa seperti ini semakin kehilangan segala keberanian atau rasa percaya diri, bahkan kehilangan kepekaan rasa atas dirinya sendiri. Esai ini bermaksud mengajak guru mulai semakin menyadari bahwa praktik pendidikan memiliki ranah rasa, yang mana hal ini harus diperhalus; guru sebenarnya tidak bisa menolak atau abai, semata-mata karena kuatnya dominasi pendidikan kognisi. l Dr. I Wayan Artika, S.Pd., M.Hum.
Les Perlu atau Tidak Les itu perlu atau tidak? Itulah sebuah pertanyaan yang diajukan oleh seorang guru kepada penulis. Guru yang bertanya seperti ini pastilah sudah sering membaca di media belajar internet. Di negara-negara yang sudah mapan sistem pendidikannya, les hampir tidak ada. Semua kegiatan pembelajarannya diselesaikan di sekolah. Peserta didik tidak lagi membawa beban tugas ke rumah. Hal ini bisa terwujud jika jumlah peserta didik tidak terlalu gemuk, maksimal 25 peserta didik di kelas. Jika lebih dari itu, perhatian guru tidak optimal. Guru yang mengadakan les terhadap peserta didiknya sendiri sering “dicurigai� memberikan kemudahan-kemudahan dalam penilaian. Misalkan, tes-tes yang diberikan saat les diberikan lagi pada ulangan di kelas sehingga kelihatan anak-anak yang ikut les ada peningkatan dalam hasil tes yang dilaksanakannya. Hal ini semestinya bisa disikapi dengan bijak oleh guru yang melakukan les seperti itu. Guru-guru yang mengadakan les sebaiknya mengganti soal-soalnya dan menyesuaikannya dengan pembelajaran yang sudah dilaksanakannya sehingga objektivitas dalam pembelajaran akan terjadi. Les yang dilaksanakan oleh guru tidak jarang juga karena permintaan orang tua peserta didik. Setiap orang tua berharap agar anak kandungnya berhasil dalam belajar. Orang tua berharap besar pada anaknya agar sukses dalam kehidupannya. Ada ketakutan jika anak kandungnya tidak bisa meraih yang dicita-citakan. Memang agak susah menyeimbangkan antara harapan dengan kenyataan. Anak diharapkan menguasai setiap mata pelajaran yang ada dalam kurikulum. Jika anaknya kurang dalam satu nilai, orang tua bahkan berani memanggil atau privat agar anaknya cepat pintar. Cara yang paling mudah dengan memanggil guru yang mengajarkannya di sekolah. Hal seperti ini bukanlah hal baru terjadi di kalangan dunia pendidikan. Secara tidak langsung sebenarnya orang tua mengurangi waktunya bersama anaknya. Les bagi Peserta Didik dan Guru Jika peserta didik memahami dengan baik pembelajaran di kelasnya, sebenarnya les ti-
daklah terlalu penting karena hampir semua materi sudah diberikan oleh guru. Bahkan jika memungkinkan, peserta didik yang kreatif bisa menambah dan menggalinya lewat internet. Hal ini akan membangun sikap-sikap mandiri dari peserta didik. Memang harus diakui tidak semua peserta didik menyadari hakikat dirinya sebagai peserta didik yang mesti belajar. Peserta didik yang kurang memahami pembelajaran di kelas, les baginya sebagai jawabannya. Keterlambatan dalam memahami materi bisa diperdalam lagi di dalam les. Guru-guru yang menyadari hakikat dirinya sebagai pembelajar melaksanakan les sebenarnya juga memperdalam pengetahuan yang belum sepenuhnya bisa dipahami secara optimal oleh peserta didik. Guru-guru yang seperti ini akan memandang bahwa siapapun yang les padanya adalah peserta didik yang perlu mendapatkan pendalaman pengetahuan. Guru berkepentingan juga dengan adanya les bukan karena mendapatkan honor dari les. Guru saat memberikan les tidak hanya memperdalam pengetahuan juga penananam sikap dan karakter pada peserta didik. Pada saat memberikan pendalaman pengetahuan, seorang guru bisa menyampaikan nilai-nilai moral yang bisa menumbuhkan karakterkarakter mulia pada peserta didik. Misalnya, pentingnya menghargai waktu belajar, menghormati orang tua yang susah payah mengharapkan agar anaknya bisa sukses dalam belajar. Kesempatan yang baik ini bisa dijadikan jembatan bagi guru yang mengadakan les agar anak-anak bangsa lebih menyadari dirinya akan pentingnya masa depan. Di samping itu, les bisa membangun komunikasi yang harmonis antara orang tua dan gurunya. Orang tua peserta didik akan mendapatkan informasi mengenai keberadaan anaknya di sekolah. Kelebihan maupun kelemahan-kelemahan yang dimiliki peserta didik bisa diatasi secara bersama-sama. Intensitas kedekatan batin ini meningkatkan jalinan komunikasi dengan orang tua peserta didik. Les akan dipandang kurang elok jika guru yang memberikan les berlaku tidak objektif dalam proses pembelajaran khususnya dalam memberikan nilai. l IBW Widiasa Keniten
BPM/ist
LES - Les akan dipandang kurang elok jika guru yang memberikan les berlaku tidak objektif dalam proses pembelajaran khususnya dalam memberikan nilai.
5
Minggu Paing, 3 Desember 2017
CERPEN
Traveling ke Kota Perang Oleh Risda Nur Widia
Berada di puncak kejayaan bagi Tarno benar-benar membosankan. Tarno merasa tidak ada lagi hal yang menarik untuk dilakukan. Segala yang ia inginkan—sekarang—akan segara terkabulkan. Tidak harus menunggu lama. Hanya beberapa jenak saja. Tarno sudah mendapatkannya. Namun meraih segala tanpa adanya proses sama seperti melakukan mastrubasi. Tak ada arti. Selain rasa keterasingan dan kesepian yang mendalam. Kini hal itu terjadi pada kehidupan Tarno; pada tarikan napas, geliat rutinitasnya, serta segala yang dilakukannya. Semuanya kini telah dimiliki Tarno: mobil yang jumlahnya puluhan dan keluaran paling baru, uang di setiap bank dengan nominal enol yang sulit untuk dieja, kapal pesir, wanita, dan segala perlengkapan lainnya. Semua telah berada dalam satu genggaman tangannya. Bahkan terkadang apabila bosan dengan harta yang melimpah dan kecukupan, Tarno diam-diam mengambil uangnya di bank beberapa koper; membawanya ke dekat perapian; membakarnya sebagai bahan nyala api. Terkadang juga Tarno dengan sengaja menabrakkan mobilnya sendiri dengan mobilnya yang lain; sampai mobil-mobil itu peyot dan bopeng. Namun semua itu akan kembali lagi. Segala kekayaannya seperti tak pernah habis. Malah bertambah banyak. Karena hal inilah, Tarno merasa bosan. Padahal dahulu—ketika masih kecil—ia harus mendapatkan segala sesuatu dengan susah payah. Tarno masih ingat betul ketika masih umur sepuluh dan harus bertengkar dengan kakaknya karena sepotong telur rebus. Ketika itu ayah Tarno—yang seorang petani kecil di desa—pulang membawa sekotak kecil makanan dari berkah desa. Di dalam kotak itu terdapat sepotong telur. Tarno dan kakaknya harus bertengkar untuk menentukan siapa yang layak mendapatkan bagian lebih. “Seharusnya orang lebih tua yang mendapatkan bagian banyak,” kata kakaknya. Bantah Tarno. “Tidak bisa! Seharusnya orang kecillah yang mendapatkan bagian lebih!” Sejak peristiwa itu akhirnya Tarno berjanji dalam hidupnya untuk tidak selamanya merana. Tarno bertekad ingin hidup lebih baik dari ayah, ibu, serta kakaknya. Tarno ingin mendapatkan segalanya yang lebih dari mencukupi. Hal itu mulai terwujud ketika Tarno terus mendapatkan peringkat pertama di sekolah; dari sekolah dasar hingga menengah atas. Prestasi Tarno sangat mengagumkan. Sampai kemudian Haji Ramli—ketika Tarno lulus—menawarinya untuk kuliah. Haji Ramli menjanjikan kepada Tarno segala biaya kuliah akan didukungnya penuh. Begitulah. Tarno hanya butuh waktu tiga tahun setengah dalam menyelesaikan kuliah dengan otak encernya di jurusan pertambangan. Lalu setelah lulus, ia bekerja di perusahan minyak besar di Amerika. Lantas melanjutkan studi S2 dan S3-nya di luar negeri. Karir Tarno terus menanjak. Tarno mendapatkan apa yang diingkannya: makanan enak, mobil, uang, wanita, dan masih banyak lainnya. Tarno merasa hidupnya begitu menyenangkan. Di umur ke-50, Tarno kembali lagi ke Indoensia dan dicalonkan sebagai wakil rakyat. Karena dianggap terpandang dan penting, Tarno memenangkan pemilihan umum. Tarno pun menjadi pejabat baru dan mendapatkan segalanya. Harta yang dimiliki Tarno semakin banyak. Kini saat umurnya menginjak ke-65, harta yang dimilikinya tak susut dari berbagai usahnya. Namun Tarno mulai merasakan ada kejenuhan dalam dirinya. Tarno merasa bosan dengan apa yang dimilikinya hari ini. Tiba-tiba, Tarno teringat masa ke-
cilnya yang serba kekurangan. Walau ketika itu sangat kekurangan, Tarno dapat hidup dengan bahagia. Tarno menikmati ketika dirinya berbagi dengan kakaknya atau dengan ayahibunya yang acap mengalah. Tarno merindukan segala peristiwa itu. Bahkan kalau bisa mengulang masa-masa sederhana itu, Tarno rela membelinya dengan segala harta yang dimilikinya kini. Sayangnya semua itu tak mungkin terjadi. Tarno termenung menatap halamannya yang luas. Hati Tarno semakin kacau. Tarno tak tahu harus berbuat apa. Lalu ketika ia melirik ke arah koran pagi di meja, Tarno melihat sebuah iklan yang tercetak dengan huruf kapital: “LIBURAN MENCEGAH BUNUH DIRI”. Tarno mengamati secara seksama iklan tersebut. Pada iklan itu tertera sebuah liburan yang berbeda daripada biasanya. Namun Tarno ragu dengan iklan tersebut. Karena bagi Tarno tak ada tempat yang benarbenar belum didatanginya. Semua liburan dan tempat paling mewah serta mahal, pernah dikunjunginya. Tarno berpikir: Apa yang membuat iklan liburan ini berbeda? Karena tidak memiliki kesibukan selain meratapi kebosananya, Tarno menelepon nomer layanan iklan tersebut. “Selamat pagi!” Sahut seorang wanita lembut. “Kami melayani liburan yang berbeda!” “Liburan macam apa?” Timpal Tarno tanpa basa-basi. “Kami memiliki perjalanan ke daerah-daerah perang dan konflik!” Tarno tergeregap mendengar itu. Belum pernah dirinya mendengar liburan yang begitu sinting semacam itu. Namun karena memiliki banyak waktu luang dan harta yang melimpah, Tarno mengambilnya juga.
*** Seperti yang sudah dijanjikan, pesawat Tarno datang ke sebuah kota perang. Saat pesawat itu terbang, sempat ia melihat pesawat-pesawat jet melemparkan rudal-rudal ke tengah kota. Lantas dari atas pesawat, Tarno melihat kepul asap hitam pekat
yang menyaput kota dari tembakan serta api yang menghajar bangun. Tarno melihat itu semua dengan tubuh bergidik. Ia tidak bisa membayangkan apabila nanti saat berlibur dirinya kena salah satu rudal dari pesawat-pesawat jet yang ditembakan ke arah kota. Hal yang sama sebenarnya terjadi pada rombongan pelancong yang kebanyakan orang kaya tersebut. Mereka terlihat pucat dan ketakutan. Namun cepat pemandu wisata menenangkan. “Tidak perlu ada yang ditakutkan,” kata seorang wanita dengan wajah santai. “Rudal-rudal itu tidak akan
mengenai atau menembak kita. Karena kita tidak terlibat dengan huru-hara mereka. Kita hanya seorang pelancong saja.” Pesawat itu mendarat dengan aman sampai di bandara. Sebuah bis mengilap warna putih sudah menunggu Tarno dan para pelancong lainnya di lobi hotel. Mereka dipandu untuk naik ke atas bis tersebut. Dan bis itu melaju dari bandara yang cukup rapi, menuju kota
yang terlihat sangat berantakan. Mula-mula, Tarno melihat gedunggedung yang menjulang rongsok; ringsek karena ledakan bom yang dilemparkan ke arahnya. Tarno juga melihat mobil-mobil berserak peyot; penuh lubang peluru; gosong akibat terbakar. Di tepi jalan Tarno melihat anak-anak kurus berlari-lari mengejar bis wisata yang digunakannya. Para pelancong itu seperti sedang melakukan perjalan ke kebun binatang, dan melihat nasib penduduk kota yang terkerangkeng kesedihan seperti hewan-hewan melata. Tarno hanya
duduk t e r m a n g u memandang semua panorama mengerikan itu. Namun para pelancong lainnya tidak peduli dengan semua diorama tersebut. Para pelancong memotret dan tertawatawa melihat kejadian itu. Ditambah lagi ketika seorang pemadu menyeret mereka ke barak pengungsian kumuh. “Di tenda-tenda itu terdapat anak-anak, ibu-ibu, atau para pria yang menjadi korban perang,” kata pemandu. “Anda bisa melihatnya sendiri.” Tarno pun melihat dengan jelas pemandangan mengerikan tersebut. Di hadapannya tampil orang-orang dengan wajah murung yang lelah. Darah yang meleleh dari tubuh yang dikoyak peluruh. Ratap tangisan setelah ditinggal mati keluarga. Lalu anakanak yang menatap putus asa ke
arahnya. Semua pemandangan itu seakan berbanding terbalik dengan segala kesenangannya yang didapatkan dari harta-kekayannya yang melimpah. Kesedihan dan kehilangan itu seakan tidak bisa ditebus oleh uang Tarno yang melimpah. Bahkan ketika Tarno melihat keluarga yang sedang makan bersama dengan nasi tanpa lauk, Tarno teringat keluarganya dahulu. *** Bis terus melaju. Setelah melewati padang pengungsian, Tarno beserta rombongan lainnya memasuki gurun luas dan gersang. Di tengah gurun itu tidak ada pemandangan selain tanah tandus. Sempat para pelancong itu bingung mengapa bis memasuki daerah itu. Pemandu wanita berwajah baik itu cepat menjelaskan kepada para pelancong mengenai tempat kunjungan itu. “Kalian bisa menengok ke arah kanan bis ini!” Kata pemandu cantik itu. “Di sana terlihat orangorang yang berjajar rapi!” Tarno melihat orang-orang yang dibariskan rapi. Jumlahnya ada 20 orang. Tangan serta mata mereka diikat dengan kain. Dan ada 5 orang menodongkan senjata ke arah orang-orang yang wajah dan tangannya diikat tersebut. “Hari ini orang-orang itu akan dieksekusi!” Kata si pemandu. “Kita beruntung karena bisa melihat eksekusi ini! Mereka adalah para pemberontak.” Tarno melihat dengan jelas ketika orang-orang itu dibunuh dengan keji dan brutal. Mereka ditembaki dengan membabi-buta; tidak memberikan kesempatan apapun. Bahkan untuk menanyakan kesalahannya, tak bisa. Tarno bergidik dan mual. Tarno merasa apa yang dimilikinya selama ini sama sekali tak berarti setelah melihat segala kemalangan itu. Harta yang dimiliki Tarno tidak lebih hanya sampah; bisa kapan saja raib dan lenyap entah ke mana. *** Usai melihat segala kekacaun dari paket liburannya itu, hati Tarno semakin hampa. Ia merasa kalau segala yang dimilikinya— harta melimpah itu—sama sekali tidak berguna di tengah keributan peluru dan bom. Ingin bertindak melakukan suatu hal, rasanya Tarno tak mampu. Ia tidak bisa mengubah apapun dengan uangnya. Pun sepualang tamsya, ia hanya memberikan sebagaian jumlah kekayaannya pada pengungsi dan relawan. Itu juga dengan cara sembunyi-sembuyi. Begitulah. Pesawat membawa kembali Tarno ke negaranya. Dan nyaris sepanjang waktu ketika pesawat melintasi kota itu, ia melihat kekacauan masih terus terjadi. Risda Nur Widia. Belajar di Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa. Pernah juara dua sayembara menulis sastra mahasiswa se-Indoensia UGM (2013), Nominator Sastra Profetik Kuntowijoyo UHAMKA (2013). Penerima Anugerah Taruna Sastra dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa; Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia (2015). Nominator tiga besar buku sastra terbaik Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Yogyakarta 2016. Buku kumpulan cerpen tunggalnya: Bunga-Bunga Kesunyian (2015) dan Tokoh Anda Yang Ingin Mati Bahagia Seperti Mersault (2016). Cerpennya telah tersiar di berbagai media. No Rek. 3587-01-013812-53-4 (BRI Simpedes).
Resensi Buku
Memahami Psikologis Korea
Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.
Judul Buku : Mata Malam Penulis : Han Kang Penerbit: Baca Tahun Terbit : 2017 Jumlah hal. : 257 hal.
KOREA, berkembang dan menyita perhatian dunia, baik film, musik, dan budaya popnya yang membuat masyarakat dunia menjadikan budaya Korea Selatan sebagai ikon dan gaya hidup, termasuk di Indonesia. Dunia literasi serius pun menjadi perhatian publik dunia, salah satu penulisnya adalah Han Kang, yang memaparkan psikologis masyarakat Korea dengan begitu terbuka. Karya-karya Han Kang membetot dan menjadi perhatian dunia literasi dunia, setelah novelnya, “Vegetarian”, memenangkan penghargaaan literasi bergengsi dunia “Man Booker International Prize “. Buku kali memotret dengan gamblang peristiwa politik paling berdarah di Gwangju, Korea Selatan, 1980. Di tengah kecamuk demonstrasi mahasiswa yang dihadapi dengan kekerasan dan peluru tajam oleh penguasa, seorang pemuda mencari jenazah kawannya. Kisah berkelindan dengan beragam cerita lain yang menyentuh hati dan diracik dengan amat menarik oleh seorang pengarang jempolan. Ini adalah kisah tak terlupakan tentang kemanusiaan, persahabatan, dan cinta kasih. (osi)
GAB Sanjaya
Darsono
Refleksi
6
Menangkal Bencana Melalui Maha Mrtyuñjaya Mantra Om tryambakam yajamahe Sugandhim pusti-vardhanam Urvarukamiva bandhanan Mrtyor muksiya mamrtat (Rg Veda 7.59.12) ‘’Om… ya Tuhan, kami memuja Siva Mahadeva yang mempunyai keharuman sangat mengagumkan, yang selalu menganugerahi kemakmuran semakin berkembang. Sebagaimana biji mentimun terbebaskan dengan mulus dari bungkusan buah mentimun, (semulus itulah) mohon membebaskan diri hamba dari kematian.’’ MAHA Mrtyuñjaya Mantra merupakan mantra yang sangat terkenal dan banyak dipraktikkan oleh orang-orang di seluruh dunia tanpa dibatasi oleh perbedaanperbedaan khususnya perbedaan agama atau kepercayaan. Mantra ini diyakini mempunyai kekuatan maha dahsyat untuk memberikan perlindungan dari bahaya-bahaya yang tidak dapat diprediksi datangnya. Banyak yang mempraktikkan Maha Mrtyuñjaya Mantra sebagai sebuah sadhana. Ia adalah suatu praktik yang sangat kuna dan luar biasa serta bukan praktik baru dalam ajaran atau pun dalam tradisi Veda. Sangat kuna menunjukkan ketuaan dan keampuhan praktik ini. Oleh karena terdapat dalam ajaran Veda, khususnya dalam catur Veda, maka dia termasuk praktik yang langgeng, tidak ada batas waktu awal dan akhir. Mereka yang berhasil mempraktikkannya sebagai sebuah sadhana adalah orang-orang yang benar-benar di jalan bahagia. Maha Mrtyuñjaya Mantra dipraktikkan demi pencapaian keselamatan, kerahayuan, kedamaian, kesejahteraan lahir dan batin hingga akhirnya dapat mencapai moksa. Kalimat “mrtyor muksiya mamrtat” menunjukkan tujuan mantra sebagai pengantar menuju moksa (pembebasan dari kesengsaraan). Seperti itulah mantra ini diturunkan dan dipraktikkan oleh
Redaktur Khusus
KRISTEN PROTESTAN PDT. I P WIDIARSANA, S.Th. ‘’Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati.’’ (Lukas 6:36) KETIKA berkunjung ke rumah seorang teman, anaknya bercerita bahwa ia tadi pagi berdoa setelah bangun pagi. Saat saya tanya apa yang ia doakan, dengan polos ia berkata bahwa ia berdoa agar jadi orang kaya saat dewasa. Kenapa minta kaya? ‘’Supaya bisa memberi kepada yang susah om,’’ katanya sambil tersenyum. Jawabannya membuat saya senyum. Senang sekali rasanya melihat ada anak kecil yang sudah bisa berpikir untuk membantu sesama, tidak terpusat pada diri sendiri. Jawaban umum buat anak-anak biasanya tidaklah sedalam itu. Mereka biasanya berpikir agar bisa membeli mainan, gadget atau apa yang mereka sukai. Jadi jawaban anak yang satu ini buat saya hebat. Tapi di sisi lain, jawabannya membuat saya berpikir. Apakah kita memang harus kaya terlebih dahulu baru bisa memberi atau membantu orang yang susah? Apakah kita harus menunggu sukses dulu baru bisa melakukan sesuatu bagi orang lain? Apakah kita hanya memberi sisa setelah kita sudah memenuhi semua keperluan dan keinginan kita? Apakah murah hati cuma milik orang yang sudah lebih dari cukup? Pertanyaan ini bagi saya sangat menarik, karena sepertinya kita tahu apa jawabannya tapi seringkali lupa menerapkannya dalam kehidupan kita. Ada banyak orang yang menganggap dirinya belum sanggup untuk memberi karena untuk diri sendiri saja belum cukup. Seperti pemikiran anak kecil di atas, mereka berpikir nanti kalau saya sudah kaya, kalau uang sudah berlebih-lebih, kalau sudah tidak tahu mau dibelanjakan ke mana lagi barulah memberi, baru waktunya bermurah hati. Masalahnya, manusia cenderung merasa tidak pernah cukup dan tidak pernah puas. Kebutuhan akan tetap ada tanpa pernah ada cukupnya. Hari ini butuh ini, besok butuh itu. Perkembangan dunia dan teknologi membuat kebutuhan kita pun berkembang. Kalau murah hati didasarkan pada kecukupan mengenai kebutuhan, orang tidak akan kunjung tergerak untuk menolong orang lain. Memberi seharusnya didasari oleh kemurahan hati. Alkitab banyak sekali menjelaskan akan hal ini, baik lewat Firman maupun
Redaktur Khusus weda
WAKYA Darmayasa para resi, yogi, muni kita pada zaman dahulu. Orang-orang suci tidak memburu kesenangan-kesenangan duniawi yang mengikat hidup di dunia material ini karena tujuannya adalah pencapaian pembebasan dari ikatan-ikatan yang penuh dengan kesengsaraan dalam sembunyian kesenangan serta kenikmatan material. Tidak demikian halnya dengan orang kebanyakan pada zaman Kaliyuga (zaman kekalutan) ini. Hidup setiap orang pada zaman kekalutan ini dipenuhi oleh berbagai jenis kecemasan dan bahaya. Hampir tidak ada orang yang hidupnya benar-benar tenang dan damai. Barangkali ada tenang damai di permukaan, seperti aliran air sungai yang dalam; sangat tenang di permukaan seperti tidak ada gerakan apa-apa, tetapi di bawah permukaan air mengalir sangat deras sehingga mampu menenggelamkan atau menghanyutkan kapal-kapal besar bermuatan berat. Demikian pula barangkali pada zaman Kali ini ada yang kelihatannya berhasil tenang damai di permukaan tetapi di dalamnya “aliran deras pikiran” meruntuhberantakkan dan mengobrak-abrik kesadaran orang. Pada zaman dahulu orang lebih banyak hidup tenang dan damai. Oleh karena itulah para resi yogi mempraktikkan Maha Mrtyuñjaya Mantra sebagai pencarian spiritual. Beliau berdoa “mrtyor muksiya mamrtat” – semoga hamba dijauhkan dari kematian untuk pencapaian moksa. Kematian bagi beliau itu bukan kematian. Sedangkan kematian bagi kita adalah kematian. Makanya beliau berdoa mrtyoh (dari kematian), muksiya
(bawalah hamba kepada moksa. Pencapaian moksa diharapkan semulus biji mentimun yang sudah matang terlepas dengan sendirinya dari kungkungan mentimun. Ketika buah mentimun masih belum matang alias mentah, agak susah ia terlepas dari buah mentimun. Kalau pun terlepas, batunya bisa menjadi pecah atau rusak. Pada buah mentimun yang sudah matang, bijinya akan terlepas dengan sendirinya. Itulah yang diharapkan oleh para resi muni dengan kata mrtyoh, agar terlepas dari rongrongan kematian berulang-ulang. Melalui ketekunan dalam mempraktikkan Maha Mrtyuñjaya Mantra sesuai dengan aturannya, maka orang bisa mencapai moksa dengan mulus. Orang bisa diselamatkan dari proses kematian yang masih disusul oleh kelahiran dan kematian berulang-ulang. Itulah kategori kematian. Resi muni menunjukkan dengan kata muksiya (demi pencapaian moksa) dan mrtyoh (diselamatkan dari kelahiran dan kematian berulangkali). Itulah praktik Maha-mrtyunñjaya Mantra pada zaman dahulu. Pada zaman sekarang hidup manusia dipenuhi kecemasan dan kekalutan. Kitab suci mengingatkan bahwa setiap langkah diikuti oleh kecemasan dan bahaya (padam padam yat-vipadam na tesam). Orang-orang cemas uangnya di bank akan hilang, cemas akan anak-anak, keluarga, pekerjaan, cemas akan kecelakaan, dan lainlain. Disebabkan oleh kecemasan dan bahaya-bahaya yang setiap saat mengintai maka kesadaran orang untuk mempraktikkan Maha Mrtyuñjaya Mantra pada zaman ini mulai bergeser dari tujuan pencapaian moksa yang dipraktikkan pada zaman dahulu menjadi tujuan agar dijauhkan dari kecelakaan, kematian tidak wajar dan dari hal-hal yang tidak baik lainnya. Seperti itulah akhirnya praktik Maha Mrtyuñjaya Mantra pada zaman Kali ini. Sama sekali tidak salah orang mempraktikkan Maha Mrtyuñjaya Mantra untuk pencapaian dijauh-
kan dari aib, kecelakaan dan lainlain namun tetap diarahkan demi pencapaian moksa. Praktik seperti ini tidak berarti orang menurunkan nilai Maha Mrtyuñjaya Mantra melainkan juga memohon supaya selama hidup di dunia ini dikarunia hidup yang selamat rahayu, damai sejahtera, hingga pada akhirnya diizinkan mencapai moksa. Bhagavad-Gita menyebutkan “mrtyuh sarva-haras caham” Tuhan merampas segala sesuatu melalui kematian. Akibat karmakarma pada hidup lalu ada yang berusia 2 minggu lalu meninggal, ada yang 2 tahun lalu meninggal tetapi ada pula yang usia 200 tahun baru meninggal. Maha-mrtyñjaya mempunyai kekuatan untuk menangkal bencana-bencana, kematian-kematian yang tidak wajar, mengurangi pengaruh tidak baik dari karma-karma hidup lalu khususnya dalam kecelakaankecelakaan dan kematian. Maha Mrtyu berarti celaka besar atau kematian mengerikan. Ada kematian-kematian yang tidak diinginkan seperti meninggal menggelepar-gelepar kesakitan, ada yang dua tahun berbaring di atas tempat tidur, ada yang meninggal karena kecelakaan dan lain-lain jenis kematian yang mengerikan dan tidak diinginkan. Maha-mrtyuñjaya berarti mengalahkan kematian mengerikan. Itulah tujuan Maha-mrtyuñjaya Mantra. Dan kematian yang paling mengerikan adalah kematian Punarjanma berupa lahir-mati berulangkali di dunia penuh kesengsaraan ini (mrtyor muksiya). “urvarukam iva bandhanan” – bagaikan mulusnya biji mentimun terlepas dari kungkungan buah mentimun. Sangat banyak karunia Tuhan yang tidak bisa dilihat dan dirasakan. Oleh karena itulah ada kecendrungan manusia untuk tidak menghargainya. Karunia-karunia seperti itu tidak dapat dilihat maka orang tidak mampu segera mengakuinya sebagai karunia Tuhan. Sebaliknya orang mengakui sebagai hasil dari kecerdasan, kecekatan dan kelihaiannya.
MIMBAR AGAMA
Belajar Kemurahan Hati dari Dua Ibu Janda contoh dari berbagai tokoh/kisah. Mari kita lihat contoh dari dua orang janda pada dua kesempatan/zaman yang berbeda. Pertama, janda miskin di Sarfat dalam Perjanjian Lama di zaman Elia. Janda miskin ini adalah orang yang tetap memberi Elia makan dalam kekurangannya seperti yang ditulis dalam 1 Raja Raja 17:7-24. Pada suatu hari Elia tiba di Sarfat yang tengah mengalami kemarau panjang. Di sana Elia bertemu dengan seorang janda miskin. Ketika Elia meminta roti kepada sang janda, perempuan itu menjawab: ‘’Demi TUHAN, Allahmu, yang hidup, sesungguhnya tidak ada roti padaku sedikit pun, kecuali segenggam tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli. Dan sekarang aku sedang mengumpulkan dua tiga potong kayu api, kemudian aku mau pulang dan mengolahnya bagiku dan bagi anakku, dan setelah kami memakannya, maka kami akan mati.’’ (1 Raja Raja 17:12). Itu jelas sebuah potret kehidupan serba kekurangan yang berat yang harus dipikul oleh sang ibu janda di Sarfat ini. Ia cuma punya segenggam tepung dan sedikit minyak serta dua tiga potong kayu api. Itu pun masih harus dibagi dua dengan anaknya. Untuk bisa makan ia harus membuat roti dulu. Satu orang saja mungkin tidak kenyang, ia masih harus berbagi dengan anaknya. Dan kini, Elia datang meminta roti. Artinya, jika ia berikan, ia dan anaknya harus rela tidak makan. Apa yang akan anda lakukan pada saat seperti itu? Si ibu janda jelas sama sekali tidak dalam kapasitas untuk memberi apa pun. Ia justru butuh diberi agar bisa tetap hidup. Tetapi kemudian kita melihat bagaimana persediaan
terakhirnya yang sangat sedikit itu rela ia berikan kepada Elia. Ia membuat roti untuk Elia dan merelakan Elia menghabiskannya. Keputusannya ternyata sangat dihargai Tuhan. Tidak saja ia diberkati dengan persediaan makanan yang cukup untuk berhari-hari lamanya, tidak habis-habis (ay 15-16), tapi anaknya pun dibangkitkan kembali dari kematian. (ay 22). Jika ibu ini seharusnya ada pada posisi yang ditolong tetapi masih menunjukkan kemurahan hati, memberikan bukan dari kelebihan tapi justru dari kekurangannya, dan karena itu ia kemudian menerima berkat dan mukjizat besar dari Tuhan, kita tentu seharusnya bisa belajar dari ibu luar biasa ini. Sekarang mari kita lihat ibu janda lainnya yang hidup pada masa jauh sesudahnya. Ibu janda yang satu ini berada di Bait Allah, perbuatannya ternyata menarik perhatian Yesus. Tidak seperti orang-orang kaya yang mungkin memasukkan amplop tebal, janda miskin ini hanya sanggup memasukkan dua peser saja ke dalam peti. Apalah arti dua peser dibanding segepok uang dalam jumlah besar? Tetapi ternyata jumlah kecil itu mendapat reaksi sangat positif dari Yesus. Yesus berkata: ‘’Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak daripada semua orang itu.’’ (Lukas 21:3). Mengapa bisa demikian? ‘’Sebab mereka semua memberi persembahannya dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan ia memberi seluruh nafkahnya.’’ (ay 4). Peser merupakan mata uang terkecil bangsa Yahudi pada masa itu. Kalau dikonversi ke rupiah pada zaman sekarang, 1 peser itu sekitar 200 rupiah. Jadi dua peser
Untuk pembaca Bali Post Mingguan (BPM), kami membuka rubrik baru ‘’Permata Hati”. Rubrik ini mengangkat si buah hati yang baru lahir, yang berulang tahun atau akan berulang tahun. Juga pasangan yang menikah di minggu tersebut atau yang merayakan ulang tahun pernikahan. Kirim foto menarik dan tulis data lengkap identitas diri, orang tua serta komentar singkat. Semua data dikirim lewat email redaksibalipost@ yahoo.com dengan kode Permata Hati. Bisa juga naskah dan foto dikirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post. Jl. Kepundung 67 A Denpasar telp. (0361) 225764. (Redaksi)
Ni Putu Indira Ayundari genap berusia 6 bulan pekan lalu. Putri pertama dari pasangan I Made Indra Divayana dan Ni Komang Karismayani ini lahir tanggal 29 April 2017. Upacara otonan pun digelar guna mendoakan agar Indira tumbuh menjadi anak yang berbakti.
tentu nilainya sangat kecil, bahkan bayar uang parkir saja sudah tidak cukup. Kisah ini bukan mengajarkan kita untuk memberi dalam jumlah kecil tapi untuk memberi yang terbaik dari apa yang ada pada kita. Itu bentuk kemurahan hati sejati yang tidak tergantung dari berapa yang kita punya dan bukan didasari motivasi untuk mendapat lebih, tapi karena kemurahan hati dan kerinduan untuk bisa memberi yang terbaik kepada Tuhan. Janda di bait Allah pada masa Yesus turun ke dunia ini rela memberi dalam kekurangannya. Bahkan semua uang yang ia miliki ia berikan dengan sukarela. Dari kisah ini kembali kita melihat bahwa kemurahan hati tidaklah tergantung dari kaya tidaknya kita, tetapi lebih kepada sikap hati. Ketika kemurahan mewarnai sikap hati kita, kita akan rela memberi dengan sukacita tanpa peduli apa pun keadaan kita atau berapa pun yang kita punya. Kita hanya berpikir untuk memberi karena kita bersyukur dan mengasihi Tuhan, bukan karena mengharap sesuatu keuntungan sebagai imbalannya. God is love. Mengaku mengenal Allah artinya kita mengenal kasih. Dan bagaimana kita berani mengaku mengerti akan artinya kasih apabila kita masih enggan untuk memberi kepada mereka yang hidup berkekurangan, apalagi kalau kita berhitung untung rugi untuk melakukannya? Kita tetap bisa memberi dalam kekurangan dan keterbatasan kita, kita bisa melakukannya dengan penuh sukacita apabila sikap kemurahan tumbuh subur dalam hati kita. Memberi seharusnya merupakan sikap hati orang percaya karena Allah yang kita sembah juga murah hati.
Minggu Paing, 3 Desember 2017
Capricorn: Peruntungan: Teruslah berimprovisasi dan berkreasi, buang jauhjauh segala kebimbangan dan keraguan yang hanya akan membuat kesuksesan menjauh dan semakin sulit untuk dikejar. Di minggu ini, nasib anda cukup mujur sehingga sangat bagus untuk memulai hal yang sifatnya baru. Karier: Yakinlah akan tujuan anda semula, tak perlu terpengaruh oleh omongan rekan-rekan yang belum tentu kebenarannya. Kesehatan: Berkonsentrasilah pada pekerjaan, hilangkan segala keluh kesah dan amarah. Keuangan: Pemasukan masih terus mengalir dengan derasnya, sehingga kebutuhan penting akan dapat terpenuhi. Cinta: Andalah yang harus ambil inisiatif untuk mau mengalah dengannya agar hubungan bisa kembali terjalin mesra. Aquarius: Peruntungan: Usahakan untuk lebih bisa konsentrasi pada sesuatu hal yang sedang anda hadapi, jangan biarkan pikiran terpecah oleh urusan pribadi yang seharusnya bisa anda selesaikan di luar jam pekerjaan. Karier: Dengan selalu menjaga profesionalitas dalam berkerja, maka karier anda otomatis akan tetap bisa bertahan. Kesehatan: Hindari amarah, jangan sampai terlalu lama menghiasi pikiran anda, karena bagaimanapun juga amarah hanya akan membuat kesehatan anda terganggu. Keuangan: Pemasukan cukup lancar dan pengeluaran masih bisa terkendali. Cinta: Jangan berbohong kepada dirinya, karena bagaimanapun kepercayaan itu mahal harganya dan tidak bisa ternilai jumlahnya. Pisces: Peruntungan: Cobalah lebih proaktif dan berani mengambil keputusan tegas, jangan biarkan kebimbangan menghancurkan segala kesempatan yang sudah di depan mata itu. Anda harus berani maju ke depan dengan perasaan mantap dan gerak cepat. Karier: Keberuntungan belum tentu lewat untuk kedua kalinya, untuk itu jangan sia-siakan kesempatan yang ada ini. Kesehatan: Olahraga yang terlalu berat untuk saat ini dihindari dulu, karena bisa menimbulkan lelah dan capek yang tentu saja akan berdampak kurang bagus pada kondisi badan anda. Keuangan: Jangan terlalu nekat dan leluasa menggunakan uang karena bisa menimbulkan kesulitan di kemudian minggu. Cinta: Meskipun hubungan percintaan kurang begitu mesra, akan tetapi suasana sudah lebih tenang dan jauh dari cekcok mulut. Aries: Peruntungan: Beraktivitas harus lebih giat lagi dan jangan pendam ambisi anda untuk bisa meraih hasil yang lebih baik daripada minggu-minggu kemarin. Mengenai segala rencana anda untuk melakukan ekspansi, tidak akan mengalami masalah, laksanakan saja dengan penuh keyakinan hati. Karier: Semakin mantap saja posisi karier anda saat ini, walau begitu jangan sampai lupa diri dengan mengabaikan saran yang datang dari rekan-rekan anda. Kesehatan: Angin malam kurang baik bagi tubuh anda, sebab bagaimanapun juga bisa membuat kondisi semakin menurun. Keuangan: Sudah mulai tertata dengan baik, untuk itu jangan berulah lagi. Cinta: Jangan asal percaya dengan omongan teman, supaya kesalahpahaman tidak mengacaukan hubungan anda berdua. Taurus: Peruntungan: Tak bisa berharap terlalu banyak, karena hasilnya belum tentu seperti apa yang dibayangkan. Cukup banyak rintangan yang membentang walaupun peluang tetap selalu terbuka bagi diri anda. Karier: Apa pun yang terjadi tetaplah bersabar dan tak perlu punya keinginan yang terlalu tinggi. Kesehatan: Batuk pilek mulai datang mengancam kesehatan anda, untuk itu hindari minum air es terlalu banyak. Keuangan: Tampak lancar dan stabil, cukup banyak pemasukan, tak perlu cemas. Cinta: Jangan negative thinking, cobalah berpikir lebih objektif dan bijaksana. Gemini: Peruntungan: Jangan gegabah karena suasana di sekitar anda relatif cukup panas. Musuh ada di sana-sini sehingga harus lebih waspada dan hati-hati. Terutama dalam berbicara sebaiknya dijaga betul. Karier: Tetaplah tenang melihat situasi yang ada, pikiran harus selalu jernih sehingga bisa mengambil keputusan dengan benar. Kesehatan: Masalah yang ada tak perlu terlalu dimasukkan hati, hadapilah dengan sabar agar badan bisa selalu terjaga dan sehat. Keuangan: Ada harapan untuk bisa meraih keuntungan besar karena bisnis anda ada peningkatan yang cukup signifikan. Cinta: Hindari dari perkataan kasar yang bisa membuat segalanya menjadi serba panas. Cancer: Peruntungan: Kesempatan untuk meraih hasil yang lebih memuaskan daripada minggu-minggu kemarin, karena peluang cukup terbuka lebar dan mujur. Karier: Jangan menuruti keragu-raguan yang ada dalam diri anda tanpa ada alasan yang kuat. Kesehatan: Batuk yang selama ini menghinggapi anda, kini sudah mulai sembuh. Buah-buahan yang mengandung getah sebaiknya jangan dikonsumsi dulu. Keuangan: Income terus mengalir, dan pengeluaran sudah mulai menipis sehingga ada harapan untuk bisa menabung. Cinta: Tidak ada gunanya memaksakan kehendak yang tidak disetujui olehnya, karena bagaimanapun sikap terpaksa akan kurang baik bila diteruskan. L e o: Peruntungan: Sukses tidaknya minggu ini tergantung motivasi dan cara kerja anda. Kalau hanya asal-asalan, maka hasilnya akan sangat jauh dari harapan meskipun peluang cukup banyak di hadapan anda. Karier: Buktikan bahwa anda tidak sekadar bisa memberi saran dan ucapan saja. Maka dari itu jangan segan-segan untuk ikut turun ke lapangan bila perlu. Kesehatan: Terus-menerus menurun jangan dibiarkan saja, segera hubungi dokter agar bisa dilakukan tindakan preventif. Keuangan: Ada saja masalah yang akhirnya mengganggu kestabilan keuangan anda, walaupun pemasukan masih relatif lancar. Cinta: Ada kesan yang kurang baik dari orangtuanya terhadap anda, maka dari itu cobalah instropeksi diri dan bila ada kesalahan jangan segan untuk segera mengubahnya. Virgo: Peruntungan: Angan-angan bisa saja setinggi langit, akan tetapi tanpa ditunjang stamina yang tinggi maka hanya akan sia-sia saja hasilnya. Kerja keras masih sangat dibutuhkan untuk dapat merealisasikan mimpi-mimpi anda itu. Karier: Jangan pernah menentang perintah atasan, karena hanya akan membuat jengkel hatinya saja. Kesehatan: Harus lebih bisa menjaga kondisi badan agar tetap selalu fit dan fight. Keuangan: Masih ada saja dana yang keluar walaupun telah dilakukan pengetatan, tetaplah tenang. Cinta: Dengan tutur kata yang halus maka apa yang anda katakan akan dapat menyentuh hatinya yang paling dalam. Libra: Peruntungan: Jangan cemas meskipun kesulitan masih menerpa perbintangan anda, pertolongan yang anda tunggu-tunggu masih bisa diharapkan kedatangannya. Untuk itu jangan pernah berhenti untuk terus beraktivitas dengan penuh semangat dan kewaspadaan yang tinggi. Karier: Pandai-pandailah mengambil hati atasan, mumpung hatinya saat ini masih lega dan happy. Kesehatan: Apa yang anda khawatirkan bisa terjadi di minggu ini. Untuk itu, selagi badan sehat sebaiknya dijaga dengan benar kondisi badan anda tersebut. Keuangan: Jangan memberi pinjaman, karena keuangan anda masih belum begitu kuat untuk melakukan hal tersebut. Cinta: Bakat dan kepintaran anda seolah-olah diuji. Scorpio: Peruntungan: Perjuangan di minggu ini akan menemui banyak kemudahan asalkan hati bisa yakin dan optimis. Biarkan orang lain bicara semaunya, yang penting jika hati sudah yakin sebaiknya jalani saja. Karier: Tak perlu terburu-buru dalam bertindak, jalani semuanya dengan sesantai mungkin, yang penting konsentrasi tetap selalu terjaga. Kesehatan: Jaga kondisi badan dengan menghindari makanan yang dilarang dokter. Sekalipun anda sangat menginginkannya, sebaiknya dicegah agar penyakit tidak timbul kembali. Keuangan: Masih kurang lancar jalannya, karena masih ada hambatan di sana-sini. Cinta: Suasana sangat menyenangkan sehingga kasih asmara semakin mesra dan kebahagiaan berlangsung begitu indahnya. Sagitarius: Peruntungan: Peluang tampak semakin terbuka lebar, hanya semua itu memerlukan tangan dingin dari diri anda untuk bisa mendapatkan hasil yang semaksimal mungkin. Karier: Kerja sama yang sudah terjalin dengan mitra kerja baru ternyata semakin menunjukkan kemajuan yang berarti. Kesehatan: Gangguan yang muncul bukan karena salah makan atau terlambat makan, untuk itu periksakan ke dokter jika terasa masih mengganggu. Keuangan: Ada baiknya berhemat, karena banyak kebutuhan mendesak yang akan terjadi. Cinta: Karena suasana sudah lebih tenang, sebaiknya anda tak perlu mempermasalahkan persoalan sepele. Cobalah lebih sabar lagi.
Diasuh Oleh Putri Wong Kam Fu Berlaku : 3 - 9 Desember 2017
Redité Paing, 3 Desember 2017
Bali L e m b a r
B a s a
7
B a l i
Bencingah Made Taro
Suarané Patut Becik MASATUA Bali majeng alit-alit kaaptiang mangda sayan katincapang. Yadiastun parikrama masatua kantun kamargiang ring sekolah taler malarapan antuk parikrama makudang-kudang pacentokan masatua. Sujatiné, durung majanten sami prasida masatua, duaning mangda prasida becik masatua, Made Taro, maestro seni tradisi lisan maosang, krama patut micayang satua sané nénten méweh katelebin olih alit-alité. Sios punika, suarannyané patut becik kapireng miwah ngawigunayang kruna utawi bebaosan sané komunikatif, saha nénten rimit. “Satios punika, juru satua nénten dados akéh gaya mangda satua nénten kakasorang antuk parikrama gaya punika. Becik taler yéning juru satua prasida mabebaosan kasarengin olih pamiarsa antuk parikrama sané interaktif,” baos dané. Dané sané taler ketah dados pembicara ring acara International Storytelling Workshop and Festival sané kamargiang olih makudang-kudang panegara puniki malih maosang, akéh pisan krama sané masatua utawi nyurat satua, sakéwanten lali ring sapasira sané jagi kaicénin satua inucap. Duaning patut kauningayang yéning satua taler parikrama masatua majeng ring alit-alit PAUD sareng alit-alit SMA majanten mabinayan. Dadosné sané patut taler kauningayang, sapasira pamiarsa utawi krama sané jagi kaaturang satua inucap, mangda soroh satua punika prasida kaadungang tur becik katelebang olih sang sané miragiang. “Minakadi satua sané kaicén ring alit-alit majanten madaging antuk paiyeg saking tokoh sané sampun kauningayang utawi sampun kabinayang sapasira sané becik miwah sapasira sané kaon. Punika majanten jagi ngamedalang pasiat tur alitalit inucap meled uning sapunapi indiké punika katepasin saha panguntat satua inucap,” Made Taro nartayang. (was)
I Putu Suartika
Nganutin Juru Satua NGWALIANG parikrama masatua Bali ring pakraman utamanipun ring alitalit wantah mabuat pisan. Duaning ring aab jagat sakadi mangkin, nelebin parisolah alit-alit malarapan antuk satua ring paumahan sampun sayan arang kamargiang. Duaning alitalité mangkin akéhan wawu kauningayang indik satua ring paplajahan Basa Bali ring sekolah. I Putu Suartika, S.Pd.B., guru Basa Bali ring SMPN 2 Denpasar maosang, sapunapi siswané nelebin daging satua wantah nganutin saking sapunapi juru satua utawi guruné masatua. Yéning sampun becik kamargiang, sinah siswa sayan sumeken mirengang. Asapunika taler piteket ring satua prasida becik karesepang. “Wénten panggihin tiang, siswa sané dumun jail prasida magentos dados alep sangkaning kayun nuutang sapunapi tetuek sané setata kapiteketin majalaran satua,” baos dané. Guru sané embas ring Seraya, 30 Oktober 1990 puniki malih maosang, wénten taler makudang-kudang parindikan sané ngawinang siswa nénten seneng ring satua Bali. Minakadi basa sané kanggén akéhan Basa Bali Alus. Napi malih akéhan sané uning satua Bali wawu ring sekolah, nénten kaicénin olih rerama utawi kulawarganyané dumun sinah ipun sayan ngejoh manawita basa sané kawigunayang punika kantun nénten kaélingin. “Yéning selehin, kantos mangkin pisarat alit-alit utawi siswa ring satua Bali kantun becik. Kasinahang saking makudang-kudang pacentokan masatua ring tingkat gugus, ring pekan seni remaja miwah ring Pesta Kesenian Bali akéh pisan pamilet saking siswa, makasami becik-becik pisan masatua,” baos Putu Suartika. (was)
(105)
BPM/ist
SATUA – Pinaka sinalih tunggil tetamian budaya para panglingsir, akéh pisan soroh satua-satua Bali sané ketah kacaritayang ring alit-alit saking nguni. Ketah dagingnyané ngeninin indik tutur agama utamanipun karma phala
Satua Bali, Sarana Mituturang Tetuek Agama ring Alit-alit
SAKADI sané sampun kauningayang, budaya wantah druén tetamian panglingsir sané patut kalestariang. Akéh soroh wangun budaya sané ketah kapanggihin ring sajebag jagat Nusantarané puniki, wénten marupa “budaya visual” utawi sané prasida kacingak wangunipun minakadi lukisan, sesolahan taler parikrama upacara yadnya.Wénten taler sané marupa makudang-kudang soroh tembang miwah satua. Ring Bali taler ketah kapanggihin makudang-kudang soroh satua Bali sané katami kantos mangkin. Ngeninin indik satua Bali, manut Made Taro, maestro seni tradisi lisan, satua karipta wantah dados sarana micayang pitutur ring alit-alit. Tetuek taler pitutur sané ketah kapanggihin sajeroning satua minakadi pendidikan karakter taler parisolah utawi
moral. Minakadi uning sapunapi tokoh sané becik kalawan tokoh sané kaon, inggih punika ring pangawit satua sang sané becik jagi kasor tur sangsara pisan sané majanten jagi nincapang rasa pedalem saking alit-alité tatkala nyingakin sang sané becik keni kahanan inucap. Nanging risampuné prasida jayanti nandakin sang sané kaon sinah ipun ngamolihang kabecikan ring kahuripannyané riwekasan tur majanten alit-alit sané ngwacén utawi mirengang prasida dados seneng. Sios punika, akéh pisan tetuek taler daging sastra agama Hindu sané munggah sajeroning satua Bali, minakadi indik Tri Hita Karana, ring satua-satua Tantri ketah munggah indik Karma Phala, malih ring satua-satua Bharatayudha ketah satmaka Dharma Wacana indik sastra Weda sané kamedalang antuk
Wiracarita. “Yéning sastra agama, saking ngawit kaaturang malarapan antuk Dharma Wacana sakadi sapatutné, sinah alit-alité gelis marasa waneh. Sakéwanten yéning malarapan antuk satua, sinah ipun jagi seneng mirengang,” baos dané. Wénten taler makudangkudang soroh satua sané ical sangkaning makudang-kudang parindikan. Minakadi dumun durung polih kasurat dados sesuratan. Wénten taler sané nénten kasenengin olih para pamirengnyané dumun, minab daging satuannyané kasinahang cabul, nénten ngicénin tetuek becik tur daging satuannyané kapanggih wénten ngajumang sinalih tunggil utawi pupulan krama. Wénten taler sangkaning sajeroning satua inucap tokohnyané nénten
mabéla pati ring kapatutan sané ngawinang punika kakasorang olih ipun sané maparisolah corah. Dadosné satua-satua sané becik kataminin wantah sané madaging antuk tattwa agama Hindu, nyinahang tokoh sané prawira, madaging tutur karma phala miwah siosan. Minakadi satua Men Tiwas Teken Men Sugih taler I Cupak lan I Gerantang. Ngeninin indik parikrama masatua, Made Taro maosang patut kakawitin antuk nyelehin tur ngadungang satua sané kapaicayang sareng tuuh sang sané jagi mirengang. Yéning ipun kantun alit-alit, majanten jagi nyinahang indik fantasi utawi indik “imajinasi” sané becik sané jagi kasinahang saking parikramanipun ngawigunayang piranti-piranti satmaka jadma sané prasida becik ma-
parikrama. Sangkaning punika alit-alit ketah seneng ring satuasatua fantastic minakadi satua sané nyinahang beburon prasida mabebaosan sakadi jadma, makarya ring carik, maplalianan miwah sané siosan. Risampuné i anak alit sampun sayan kelih utawi kelas 6 SD, SMP utawi kelihan malih wawu magentos dados seneng satua-satua “petualangan” minakadi I Rare Angon, I Bintang Lara utawi I Cupak lan I Gerantang. “Kahanan masatua taler nyinahang tur nyelehin soroh satua sané jagi kasatuayang. Minakadi yéning kanggén bekel sirep utawi kasatuayang ri kala wengi ring alit-alité, sinah sané jagi kasatuayang wantah soroh satua cutet nanging kantun kasinahang tetuekipun majeng ring alit-alité,” Made Taro nartayang. (was)
Paplajahan Satua Bali ring Sekolah
Ngwaliang Parikrama Masatua ring Siswa YADIASTUN pinaka sinalih tunggil wangun budaya tradisional Bali marupa sastra, kahanan satua Bali ring pakraman nénten ja becik. Antuk kahanan ring aab jagat sakadi mangkin, pamargin kahuripan majanten sampun magentos. Asapunika taler indik parikrama masatua olih krama Bali majeng ring pianak utawi cucu ring galah embangnyané utamanipun nyabran jagi sirep sampun akéhan nénten kamargiang malih. Punika majanten ngawinang kawéntenan satua-satua Bali sayan ical sajeroning paumahan utawi krama. Sakéwanten sané kantun ketah kapanggihin, papalajahan indik satua Bali sané kapolihang ring sekolah-sekolah. Indiké punika munggah sajeroning Kurikulum 2013 indik paplajahan Basa Bali indik kasusastran Bali Purwa. Manut I Putu Suartika, S.Pd.B., sinalih tunggil guru Basa Bali ring SMPN 2 Denpasar, paplajahan indik satua kaicén ring siswa antuk kalih pertemuan. Sané kapertama jagi kawedar napi sané kabaos antuk satua, napi kémanten daging-daging saje-
roning satua taler conto-conto satua inucap. Tatkala punika guru taler jagi masatua sané jagi kaambil saking buku sané kadruénang olih guru miwah siswa utawi buku tiosan pinaka sarana penunjang. Sané ketah kasatuayang inggih punika satua sané sampun ketah kauningin, minakadi I Siap Selem utawi Men Tiwas Teken Men Sugih. Wusan punika wawu siswa jagi ngrereh conto satua soang-soang taler manawita wénten galah masatua ring kelas. “Siswané taler patut ngrereh piteket-piteket wiadin tetuek taler conto parilaksana sané becik miwah kaon sané wénten ring satua sané sampun kapirengang utawi kawacén,” baos Suartika. Dané malih maosang, wénten makudang-kudang pangapti sané kaaptiang saking maicayang paplajahan indik satua Bali. Minakadi sajeroning kasustran Bali Purwa, satua inucap jagi becik kalestariang tur nénten jagi gelis ical sajabaning kalimbakang mangda sayan becik tur adung ring kahanan mangkin, nanging nénten lempas saking pakemipun. Sios punika,
ngwaliang malih parikrama masatua majeng ring alit-alit pamekas para siswa ring sekolah sané kaaptiang pisan jagi kalanturang ring paumahan soang-soang. Sané taler mautama, daging tetuek ring satua mangda prasida katelebang olih siswa tur kamargiang ring kahuripan saraina. Sinalih tunggilnyané indik karma phala sané jagi ngawinang alit-allité prasida becik mikayunin parikrama sané punapi sané jagi becik pikolih ipun tur sané punapi jagi mapikolih kaon. Parindikan punika taler kabaosang olih Ni Made Putri Saridewi, S.Pd.B., guru Basa Bali ring SD No. 3 Legian. Dané maosang, paplajahan Basa Bali ring sekolah dasar taler kapaicayang indik satua Bali, inggih punika ngeninin indik watak, tokoh taler sapunapi piteket-piteket sané jagi kasinahang utawi kapaicayang ring satua. Ngeninin indik parikramanipun ring kelas, dané maosang yéning siswa kelas 1 rauh kelas 3 ketah jagi kadikté utawi guru sané masatua laut katuut bebaosanipun olih siswa. Guru taler ngartos ring Basa Indonesia napi
SEKOLAH – Sakadi mangkin, arang kapanggih kulawarga utawi rerama sané ngicén satua Bali ring alit-alitipun. Mawinan punika, akéhan alit-alit utawi siswané uning satua Bali saking sekolah ring peplajahan basa Bali. teges kruna wiadin lengkara ring satua inucap. Sakéwanten ring siswa kelas 4 rauh kelas 6, wawu ipun ngwacén satua preragan. Wusan punika jagi ngamargiang “tanya-jawab” indik daging tetuek ring satua sané kawacén. Dané malih maosang, alit-alité seneng ri kala malajahin utawi ngwacén satua Bali. Sané taler kapanggihin, siswa sané seringan uyut ring kelas tatkala malajah dados kalem tur akéh mapitakén tatkala kaicénin paplajahan indik satua.
“Soroh satua sané kapaicayang taler kaadungang sareng paletan kelas. Yéning wantah siswa kelas 1 rauh ring kelas 4, sinah sané kaicénin wantah satua indik beburonan minakadi Cicing Tekén Kambing utawi Siap Selem. Sakéwanten yéning siswa kelas 5 wiadin kelas 6 sampun nincap minakadi satua Pan Balang Tamak, Sang Anoman ring Lengka utawi Bharatyudha,” asapunika Putri Saridewi maosang. (was)
“RATU Aji, gumanti manah titiang sareng Tungurah sami sampun lascarya nénten jaga matemu alaki rabi, saking bakti ring rerama mangda titiang dados sentana rajeg jumah. Boya nglangkungin I Ratu, Bapak jaga méanin titiang sareng Tungurah kantos dados sarjana. Yadiastun titiang nénten ngiring Tungurah ring jero, nanging manah titiangé satmaka sampun aturang titiang ring Tungurah. Pinunas titiang mangda lédang Tungurah ngicén panyeledi sané jaga dados sentana. Sapasira ja titiang nerima saking tulus. Sampunang Ratu malih walang kayun, indik genah mula sampun wénten madué ring Denpasar,” aturné Luh Méga saha ngeling sigsigan makakeb ring pangkuanné Tubiang Siwi. Sami sané mireng aturné Luh Méga dados naneng toyan panonné padelengdeng sendu kasih-asih. “Nah, lamun suba kéto aji ajak ibuné tusing bisa ngomong apa buin. Tuah angayu bagia reraman ceningé enu inget ngelah anak lingsir lacur di jero dini,”
baos Ajinné sendu. Saking jaban wénten motor ngranjing. Luh Méga ngelisang ka kamar mandi masugi. Kadi biasa Arniek rauh nyagjag ngelut Ayu Jeladi sareng Ibunné, tan mari nyubit Ngurah Jelada. “Sapunapi gatrané Tubiang, Tuaji? Mangkin Tungurah sampun lulus, kija durus?” “Ané pasti Ibu bangga. Soal kija kuliah sukserah I Cening. Yén Luh Adé kija lakar? Koné mara teka, dadi langsung mai pasti tondén maem. Gék, ajak ja ka paon kanggoang sing ada bé,” baos Ibunné. Arniek sareng Ayu Jeladi nyrutcut ka pawaregan tutuga ring Ngurah Jelada. Luh Méga ngintip saking jendéla kamaré, abahné Arniek caluh ring jeroan. “Mbok Arniek, saté kambingé telah. Kanggoang jukut melinjo dogén. Ceplokanga nyen telur mata sapi anggon darang nasi ajak mie goréng,” baosné Ayu Jeladi makrépakan. “Kok Tuayu répot? Nas tiang ngaé padidi,” baosné Arniek nguripang kompor saha ngambil pan-
goréngan, minyak, taluh, mie lan bumbu. Sedeng becik kari wénten udang sané durung mabasa. Nénten kantos dasa menit masakan mie goréng udang telur sampun puput. “Nah sedeng melaha nasiné kari masisa,” Ngurah Jelada ngambilang nasi a piring. “Bééh, niki dong padidi mangkin ngajeng,” baosné Arniek saha ngesop nasinné. “Kénkénang telaat teka. Cobak itunian teka kan bareng mapéstaan saté kambing,” baosné Luh Méga macelengus ngranjing ka dapur negak ring sampingné Ngurah Jelada. “Ooh dadinné calon mantu sampun rauh dumunan? Ah kanggoang maan sisan pilih né. Pokokné yén ada nasi ajak bé, yapin taluh ajak udang asal manah lega pasti énak, kan?” “Cocok, mula nasi ajak béné bagiané Arniek sedeng mujur mula sing dadi tempil, timpalé dadi tampul sakan jineng anggon selélégan dinujuné ngetis,” selag baos Luh Méga.
“Oh, dadinné niki sané ngirim SMS wau ngajakin mapéstaan mriki? Lek cang puk. Nanging kénkén nyen buin nasibé jelékan, yén utahang kadung sampun bakat gelekang Tu. Kari wénten toya apang ten ngandang di kolongané?” aturné Arniek matadah kabilbil. “Pokokné Arniek tenang, buin jebos ajaka ngobrol ajak dadua. Ajeng malu nasiné kanggoang sidori nanging pamuput nampedang ané kari masisa di jero deriki,” baosné Luh Méga kenyem ngelut Arniek sané bengong tan ngerti napi sasuduk omonganné Luh Méga. “Nggih Mbok Arniek, suud ngajeng ayo ngobrol di balé daja,” baosné Ayu Jeladi. “Ah adéng-adéng ja madaar mara sidori, nyanan simpatan,” baosné Ngurah Jelada. Luh Méga sareng nyicipin udang mie goréngé saha ngecapin ngrasayang jaen bebasanné. “Ooh. Niki mara pas bumbunné. Kénkén resépné, tiang lakar malajah masak Niek?”
“Nah, yén masalah masak mie goréng, mie kuah mula mbok Arniek jagoné. Nanging yapin resépné patuh rasanné déréng karoan patuh. Ada rahasia olahan khusus cara Cina,” baosné Ayu Jeladi. “Mbok Méga sih sépanan ningalin caranné Mbok Arniek masak mara.” “Araah Tuayu, bébék bakat ajahin ngelangi,” raosné Arniek saha mresihin prabot lan piringé genahangan ring raké. Samian mangkin magingsir ngobrol ring balé daja. “Kénkén Niek, kanggoang maan nasi abedik sing maan bé, sejaba jukut melinjo?” “Ah Ibu, Mbok Arniek malah ngarya mie goréng udang, jaen san,” selag Ayu Jeladi. “Sampun, Tubiang nyanan masak malih. Ajengané bakat telasang tiang timpalang jangan melinjo sareng mie goréng udang manten sampun cukup wareg,” pasaurné Arniek.
BPM/dok
(Masambung)
8 Parahyangan Pura Luhur Poten Bromo
Upacara Kasada Kamargiang Nyabran Warsa MANUT krama Suku Tengger ring wewidangan Gunung Bromo, Gunung Bromo/Gunung Brahma kaprecaya pinaka gunung suci. Nyabran warsa, krama Tengger sané akéhan magama Hindu ngamargiang Upacara Yadnya Kasada utawi Kasodo. Upacara puniki kamargiang ring sinalih tunggil pura sané magenah ring bongkol Gunung Bromo. Pura inucap mawasta Pura Luhur Poten Gunung Bromo. Pura Luhur Poten Gunung Bromo magenah ring wewidangan Gunung BromoJawa Timur. Yéning kapanggihin saking Puncak Gunung Bromo, kawéntenan pura inucap sakadi candi. Pura puniki kawangun daweg warsa 2000, pinaka genah ngastawa Ida Bhatara Brahma (Brohmo), prabhawan Ida Sang Hyang Widhi Wasa pinaka sang pangripta (Uttpati). Wewidangan Pura Luhur Poten kaepah dados tiga, luiré Utama Mandala pinaka genah pamuspaan. Ring Utama Mandala wénten sinunggil wangunan padmasana miwah balé sakapat. Salanturnyané wénten Madya Mandala utawi Jaba Tengah sané madaging wangunan balé pasandekan, balé kulkul, miwah pawaregan. Salanturnyané Nista Mandala utawi sané ketah kasengguh Jaba Sisi. Soang-soang mandala madaging candi bentar antuk arsitektur Jawi miwah Bali. Nyabran mandala kawatesin antuk tembok panyengker. Ring pura puniki kamargiang upacara adat Suku Tengger sané pinih kasub santukan macihna pisan, sakadi rainan Karo, Yadnya Kasada, miwah Unan-Unan. Upacara Yadnya Kasada wantah sinalih tunggil upacara sané kamargiang nyabran bulan Kasada ring raina kaping 14 manut pananggalan Jawi. Ri kala Upacara Kasada, nepet tengahing ratri, ring pura inucap kamargiang pelantikan Mangku Dukun sané anyar miwah pemberkatan umat. Mangku Dukun wantah pamucuk umat sajeroning ngamargiang upacara agama manut Suku Tengger. Mawit saking Pura Luhur Poten, upacara sané kamargiang nyabran warsa kalanturang antuk mulang pakelem ka kawah Gunung Bromo. (kmb)
BPM/ist
PADMASANA - Palinggih padmasana ring wewidangan Pura Luhur Poten Gunung Bromo - Jawa Timur.
Dura Désa
Redité Paing, 3 Desember 2017
Padmasana Nandini ring Pura Béji Ananthaboga, Banyuwangi
Niyasa Purusa Pradana Pura Béji Ananthaboga wantah sinalih tunggil pura miwah patirtan sané magenah ring lereng Gunung Raung, Banyuwangi. Pura inucap rumasuk ring situs Rsi Markandeya sané wénten ring pantaraning Gumuk Payung rauh ring Gumuk Kancil. Sané macihna pisan saking wangunan pura puniki, masikiannyané wangunan padmasana sareng Lembu Nandini (Padmasana Nandini) pinaka niyasa Purusa Pradana sané nénten prasida kapasahang. PADMASANA Nandini kawangun ring genah sané pinih tegeh ring wewidangan Pura Beji Ananthaboga. Satios genahnyané pinih tegeh, Padmasana Nandini puniki kawangun ring duur Gumuk Batu. Wangunan Padmasana Nandini wantah wangunan padmasana ageng antuk arca Lembu Nandini ring sornyané. Ngeninin indik aran Pura Beji Ananthaboga, Ananthaboga wantah aran sinalih tunggil Sang Hyang Naga Tiga, luiré Sang Hyang Naga Ananthaboga pinaka pralambang bumi, Sang Hyang Naga Basuki pinaka niyasa toya, miwah Sang Hyang Naga Taksaka pinaka niyasa angin/udara. Makatiga inucap kaprecaya ngwentuk Pulo Bali puniki. Ring wewidangan Pura Beji Ananthaboga, wénten limolas pancoran, sané olih krama irika kasengguh Pancur Sewu (seribu pancoran). Pepitu saking limolas pancoran inucap magenah ring sisi Kauh. Sinalih tunggil pancoran inucap kasengguh Tirta Mumbul, irika kawangun palinggih pinaka genah patirtan. Tetiga klebutan utawi pancoran ring sor wangunan Padmasana Nandini kawangun pinaka genah patirtan miwah Palinggih Dewi Gangga. Genah inucap ketah pisan kadadosang pinaka genah upacara mendak
tirta miwah genah panglukatan olih krama Hindu miwah Kajawén. Satios punika, wénten wangunan Gumuk Bedawang Nala (gumuk batu marupa penyu raksasa). Ring sornyané taler wénten klebutan sané campuh sareng kalih klebutan tiosan, luiré klebutan sané metu saking sor taru bingin miwah klebutan ring ajeng Gumuk Ganesha. Genah campuhnyané tetiga klebutan inucap kawastatin Campuhan Tiga. Ring wewidangan Pura Beji Ananthaboga taler wénten wangunan Gumuk Lingga Yoni, palinggih Wisnu, Brahma, Ibu Pertiwi, miwah palinggih Ratu Gede Dalem Ped. Taler wénten kalih patirtan sané mawasta Tirta Amerta miwah Tirta Gedongan. Satios pinaka genah upacara umat Hindu, ring wewidangan pura taler wénten genah pemujaan majeng umat Islam, Budha lan Konghucu, miwah umat Katolik. Wangunan pinaka genah pemujaan majeng umat Islam marupa surau. Genahnyané nepet ring sor patirtan Dewi Gangga miwah Dewi Kwan Im. Wangunan pemujaan majeng umat Budha lan Konghucu marupa wangun Dewi Kwan Im sané sadurungnyané magenah
BPM/ist
PADMASANA NANDINI - Wangunan Padmasana Nandini ring Pura Beji Ananthaboga pinaka niyasa Purusa Pradana. ring wewidangan taru bingin ageng. Sayan sué, genahnyané kagingsirang nampek ring sinalih tunggil genah patirtan Beji Ananthaboga. Ngeninin indik wangunan pemujaan majeng umat Katolik, wangunannyané marupa bukit Maria Medali Wasiat, Bukit Yesus, miwah Bukit Maria sareng
Yesus sané sampun disalib. Indik pemberkatan, daweg punika karauhin olih umat Katolik miwah umat Hindu daweg tanggal 14 Juni 2016. Umat Katolik ngamargiang Misa ring Minggu kaping pat nyabran bulan. Kahanané punika nyinahang pisan boya wantah umat Hindu kémanten sané ngamargiang
upacara irika. Samian umat, inggian Islam, Budha, miwah Katolik madué genah soang-soang pinaka genah pemujaan. Sané macihna pinaka “Ikon” saking kawéntenan Pura Beji Ananthaboga wantah wangunan Palinggih Padmasana Nandini sané kasengguh pinaka niyasa Purusa Pradana. (kmb)
Wangunan Candi Purwo
Metuéling Krama Indik Kawitannyané TAMAN Nasional Alas Purwo utawi kasub antuk aran Alas Purwo magenah ring sisi Kangin Pulo Jawi, ring Banyuwangi, Jawa Timur. Manut krama irika, Alas Purwo wantah alas sané kapertama miwah alas sané pinih tua ring Pulo Jawi. Satios pinaka tetujon wisata alam, ring Alas Purwo taler akéh kapanggihin makudang-kudang situs sejarah sané kasengguh tenget sané kantos mangkin kantun becik kapiara, minakadi kawéntenan wangunan Candi Purwo. Candi Purwo magenah ring Dusun Pondok Asem, Desa Kedungasri, Kecamatan Tegaldlimo. Wangunan candi magenah ring pasisi Teluk Pangpang ring tengah-tengah hutan bakau. Manut carita sejarah, Candi Purwo ketah karauhin olih krama Hindu inggian saking Bali miwah saking Kecamatan Tegaldlimo. Candi Purwo sané kawangun ring Gumuk Gadung rumasuk ring amanat sejarah nusantara. Gumuk Gadung sané magenah ring tengahing alas bakau kangken pinaka genah perdebatan spiritual pantara Prabu Brawijaya sareng Sabdapalon. Ring genahé puniki kabaosang sang kalih mapasahan ngambil pamargi soang-soang. Sang Prabhu Brawijaya nuju Gunung Lawu sané salanturnyané polih gelar Sunan Lawu. Sabdapalon
kantun satia ring leluhur saha ical nuju genah niskala. Ri kala punika, sang kalih taler masemaya pacang mawali ka genah inucap malih limangatus warsa sané jagi rauh, nepet ring Purnama Katiga. Yéning sampun galahné, ring
genah inucap pacang mentik taru ageng sané mawasta taru kelampis ireng pinaka cihna. Taru inucap nénten tios wantah tongkat Bhatara Guru. Genah mentiknyané taru inucap salanturnyané kawangun candi sané mawasta Can-
BPM/ist
CANDI - Candi Purwo sané kawangun ring Gumuk Gadung rumasuk ring amanat sejarah nusantara.
di Purwo. Purwo mateges Timur. Timur/kangin wantah wit, asal, genah matan ainé endag. Antuk punika, Candi Purwo kawangun pinaka
pakéling utawi metuéling i manusa sajebag nusantara indik kawitannyané, indik asalnyané, indik kawitan leluhurnyané. (kmb)
Satua
Sang Muun miwah Sang Lanjana Kaketus saking Satua-satua Bali XIV NIMBAL Sang Lanjana, “Nah, jalan mai tutug kai!” Ngraris ipun Sang Lanjana ngrihinin makeber. Sang Muun ngetut pakeberipun Sang Lanjana, risampuné tampek, gelis Sang Lanjana menceg ring tendas Sang Muun sambilanga nyokcok tendasipun Sang Muun. Sang Muun, ipun tan wénten ajin maliha tan marasa tendasipun katinggahin antuk Sang Lanjana, wiréh ipun Sang Lanjana paksi alit. Risampuné tegeh ring awan, Sang Muun raris makaukan, dingeh ipun munyin Sang Lanjana kantun ba duur. Age tingkah Sang Muun ngamunggahang ngantos sawat ring bioma marasa tendas ipun ngangah. Maliha tan sida antuk ipun malih ngamunggahang, raris ipun makaukan. Pamunyin Sang Muun, “Heh Sang Lanjana, awaké jani marasa kalah. Tong sida baan nutug cai, buina tendas kainé ngahngah bas tegehé kai makeber. Jalan jani pada tuun!” Ngraris Sang Muun nedunang miwah Sang Lanjana ngincegang nyokcok tendas ipun ngantos maklupakan kulit tendasnyané. Risampuné andap, Sang Lanjana gelis makecos ring angkasané masangkliban. Sakéwanten Sang Muun kasakitan naanang kulit tendas ipun sampun maklupakan. Ento suba upah anaké ngagu tur demen ngulgul timpal sangkaning marasa tekén dewék siteng, sinah jagi nemu sengkala sangkaning keni daya timpal sané awakné cenikan. (Puput)
Rédaksi nerima reriptan marupa artikel (paling akéh 3500 huruf), satua ringkes (paling akéh 6000 huruf), puisi, geguritan miwah sané siosan. Reriptan mangda kakirim ring alamat: Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email: bali_orti@balipost.co.id.
Minggu PAING, 3 DESEMBER 2017
9
SPORT
Meski Belum Juara Dunia
Sulit Cari Pengganti Pedrosa
HAL 12
Undian Piala Dunia
Deschamps Senang di Grup C Moscow –
Pembagian grup Piala Dunia 2018 telah dilaksanakan pada Jumat (1/12) kemarin. Keberadaan grup neraka selalu dinanti di setiap kompetisi akbar, salah satunya Piala Dunia 2018. Memang jika dilihat para raksasa tidak menemukan lawan yang berat di babak penyisihan grup. Pada drawing Piala Dunia 2018 di State Kremlin Palace, Moskow, Rusia tadi malam Grup B yang dihuni unggulan Portugal, Spanyol, Iran dan Maroko digadang-gadang sebagai yang terberat.
Jorge Sampaoli
BPM/rtr
Argentina Yakin Tampil Perkasa di Rusia Moskow – Jorge Sampaoli percaya bahwa Argentina akan menjadi tim kuat di Piala Dunia 2018, yang akan datang. Ia akan membuktikan bahwa kritik yang telah dilemparkan Diego Maradona salah. Argentina sempat mengalami kesulitan di babak kualifikasi dan terancam tidak lolos. Namun kemudian Lionel Messi menjadi pahlawan untuk meloloskan timnya berangkat ke Rusia tahun depan. Kemudian di babak grup nanti Argentina akan berada di Grup D bersama dengan Kroasia, Islandia dan Nigeria. Maradona yang merupakan legenda hidup Timnas Argentina kerap menyampaikan kritiknya terhadap tim besutan Sampaoli. Namun demikian, mantan pelatih Sevilla tersebut tak terganggu dengan ujaran Maradona tersebut. “Itu tidak mengganggu saya. Kami juga merasakan cara ini. Saya mengharap agar waktu berlalu dan kami punya kesempatan untuk melakukan perbaikan,” kata Sampaoli Sabtu (2/12) kemarin. “Saya kira kami akan berkembang, bahwa kami punya waktu untuk melupakan beban di babak kualifikasi. Argentina akan sangat kuat di Piala dunia. Saya harap kami bisa lolos dari grup kami, dan menunjukkan siapa kami,” imbuhnya. Kroasia adalah lawan terberat bagi Messi dan kawan-kawan. Kroasia generasi saat ini memiliki sejumlah bintang papan atas, seperti Luka Modric, Ivan Rakitic, Ivan Perisic, hingga Mario Mandzukic. Nigeria sebagai wakil Afrika juga tak bisa diremehkan oleh Messi dan kawankawan. Dengan materi tim mayoritas pemain muda yang sudah berpengalaman di kompetisi Eropa macam Alex Iwobi dan Kelechi Iheanacho, Nigeria tak akan gentar menghadapi Argentina. Satu tim lagi yang tak bisa diremehkan oleh Argentina adalah Islandia. Meski mereka berstatus sebagai tim debutan, namun Islandia sudah membuktikan mereka tak bisa diremehkan begitu saja. Islandia datang dengan status juara grup, sehingga mereka mendapatkan tiket langsung ke Rusia. Selain itu, performa mereka di Piala Eropa 2016 bisa jadi acuan. Islandia mampu menyisihkan Inggris dan menjejakkan kaki di babak perempat final. (kmb33/rtr)
Tapi ditilik berdasar ranking FIFA per 23 November 2017, Grup C menjadi grup yang mendekati grup neraka di Piala Dunia tahun depan. Tim nasional Prancis (peringkat 9), Peru (11), Denmark (12), dan Australia (39) menjadi penghuni grup tersebut. Jika ranking keempat negara ditotal menghasilkan jumlah paling sedikit di antara grup lain, yaitu 71. Pelatih Timnas Prancis Didier Deschamps senang dengan hasil undian itu. “Saya akan memberikan jawaban klasik: Ini bisa saja lebih buruk,” kata Deschamps yang menjadi kapten tim saat merebut juara pada 19 tahun lalu di Prancis, Sabtu (2/12) kemarin. Ia menyatakan undian itu tak mempengaruhi target Prancis. “Apapun grupnya, Prancis harus lolos ke babak sistem gugur dan harus menyelesaikan fase grup lebih awal. Itu akan menjadi tujuan kami,” imbuhnya. Timnas Prancis kemungkinan akan menerapkan pola permainan menyerang, karena memiliki sederet pemain bertalenta, seperti Antoine Griezmann dan Kylian Mbappe, belum lagi akan ada juga nama Paul Pogba yang
sempat menjadi pemain termahal di dunia. Kini Pogba akan menatap Piala Dunia keduanya. Bedanya di Piala Dunia 2018 nanti bukan lagi sosok pemain muda dalam tim Prancis. Pemain Manchester United itu saat ini adalah tulang punggung P r a n cis. Dia adalah sosok sentral dalam permainan Les Bleus. Sebagai salah satu pemain paling berpengaruh dalam tim, Pogba tentu berambisi membawa Prancis meraih prestasi di Piala Dunia 2018 nanti. Tentu saja prestasi itu adalah sebuah gelar juara. Kebetulan secara tim Prancis saat ini punya kapabilitas untuk mendapatkannya. “Saya sudah tak sabar. Pada akhirnya, siapa lawannya tidak masalah. Saya terbang bersama Prancis untuk memenangkan segalanya,” katanya. Tapi ada satu tim yang akan sedikit diwaspadai oleh Pogba. Tim itu adalah juara bertahan Piala Dunia, Jerman. Pemain berusia 24 tahun itu mengungkapkan kalau bertemu Prancis, Jerman akan bermain dengan ambisi berlebih. Alasannya, Jerman ingin balas dendam. “Jerman telah mengalami pen-
ingkatan sejak Piala Eropa dan mereka memiliki banyak talenta baru yang menjanjikan. Mereka tentu termasuk tim favorit. Tapi kami juga semakin kuat dan memiliki tim muda yang lapar,” imbuhnya. Namun Peru dan Australia kini tengah diguncang faktor non-teknis. Kedua negara terancam batal berlaga di Rusia karena alasan yang sama: campur tangan pemerintah di sepak bola. Peru sendiri berhasil memastikan satu tiket ke Rusia usai mengalahkan Selandia Baru dengan agregat 2-0 pada play-off Kualifikasi Piala Dunia 2018 antar benua. Keberhasilan itu pun memberikan harapan tambahan bagi perkembangan sepak bola di Peru, yang mana terakhir kali berhasil tampil di Piala Dunia pada 1982 silam. Sehingga totalnya sudah hampir 36 tahun mereka tidak merasakan atmosfer panas di lapangan hijau Piala Dunia. Namun ada kemungkinan bahwa Peru bisa kembali gagal untuk tampil di Piala Dunia 2018 mendatang. Hal itu dikarenakan ada kemungkinan campur tangan negara pada asosiasi sepakbola di Peru. Menurut laporan yang tersebar melalui surat kabar Peru, Libero, ada undang-undang yang diajukan oleh anggota kongres Paloma Noceda untuk menempatkan federasi sepak bola mereka di bawah kendali negara. Noceda sendiri merupakan Presiden Komisi untuk Instruksi, Pemuda dan Olahraga yang ingin
menjadikan asosiasi sepak bola Peru sebagai bagian dari Institut Olahraga Peru. Namun sayangnya hal itu bertentangan dengan aturan yang diberlakukan oleh FIFA. Pasalnya, FIFA siap menangguhkan tim dan anggota terkait dari kompetisi internasional jika adanya intervensi berlebihan dari pihak pemerintah. Oleh sebab itu, jika nantinya pihak negara benar-benar mengambil alih asosiasi sepak bola Peru, bukan tidak mungkin jika FIFA akan mengambil langkah untuk mendepak La Blanquirroja dari kompetisi akbar dunia itu. Lebih lanjut dikatakan, FIFA juga bisa mengganti posisi yang ditinggalkan Peru dengan tim lainnya yang merupakan pilihan mereka. Dalam hal ini terdapat pula aturan Piala Dunia yang menyatakan bahwa organisasi tidak berke- wajiban untuk mem-
pertimbangkan peringkat dunia dari sebuah Timnas. Sedangkan sengketa yang terjadi di tubuh Federasi Sepak bola Australia FFA juga membuat FIFA harus turun tangan. Namun kemungkinan didepaknya Tim negeri Kangguru sangat kecil, sebab FIFA telah membentuk tim normalisasi untuk menyelesaikan masalah tersebut. Satu lagi anggota Grup C, yakni Denmark sempat menjadi bagian dari kisruh semacam ini. Denmark dipilih menggantikan Yugoslavia di Piala Eropa 1992. Hal ini karena Yugoslavia dilanda perang saudara dan membuat FIFA membekukan federasi sepak bola mereka. Denmark kemudian menjadi juara kala itu. Prancis memang diunggulkan di grup ini. Les Blues akan memulai Piala Dunia 2018 melawan Australia di Kazan pada 16 Juni, sebelum pertandingan melawan Peru di Yekaterinburg pada 21 Juni dan Denmark di Stadion Luzhniki Moskow lima hari kemudian. “Hal yang umum dari ketiga tim ini adalah mereka semua sampai ke Piala Dunia melalui fase play off, seperti yang kami lakukan di tahun 2014,” ujar Deschamps. Ia menambahkan, “Kami akan menghabiskan banyak waktu untuk merencanakan persiapan Piala Dunia kali ini.” Menarik ditunggu, bagaimana penampilan seluruh tim tahun depan. Masa persiapan dan kelengkapan skuat akan menjadi kunci kesuksesan klub untuk lolos ke fase gugur. (kmb33/rtr)
Hasil Undian Piala Dunia 2018 Grup A : Rusia, Arab Saudi, Mesir, Uruguai Grup B : Portugal, Spanyol, Maroko, Iran Grup C : Prancis, Australia, Peru, Denmark Grup D : Argentina, Islandia, Kroasia, Nigeria Grup E : Brasil, Swiss, Kosta Rika, Serbia Grup F : Jerman, Meksiko, Swedia, Korea Selatan Grup G : Belgia, Panama, Tunisia, Inggris Grup H : Polandia, Senegal, Kolombia, Jepang
Arab Saudi akan Tampil di Laga Pembuka Moskow – Arab Saudi akan menjadi negara asal Asia pertama yang tampil pada laga pembuka Piala Dunia. Timnas Arab Saudi akan menjadi lawan tuan rumah Rusia pada partai pertama Grup A Piala Dunia 2018, 14 Juni 2018. Undian pembagian grup putaran final Piala Dunia 2018 sudah dilakukan di Istana Kremlin, Jumat
(1/12) kemarin. Hasil undian membuat Arab Saudi berada di Grup A bersama tuan rumah Rusia, Mesir dan Uruguay. Dengan menempati slot A2, Arab Saudi akan bertemu Rusia yang menempati slot A1 pada pertandingan pembuka di Stadion Luzhniki, Moskow pada 14 Juni 2018. Hal tersebut membuat Arab Saudi menjadi negara
Asia pertama yang tampil pada laga pembuka gelaran terakbar sepak bola antarnegara di dunia itu. Sepanjang sejarah belum pernah ada negara Asia yang tampil pada laga pembuka. Bahkan ketika Korea Selatan dan Jepang menjadi tuan rumah pada edisi 2002, laga pembuka dimainkan oleh juara bertahan Prancis
menghadapi Senegal. Pada edisi 1986 di Meksiko, Korea Selatan hampir tampil pada laga pembuka setelah tergabung di Grup A bersama Bulgaria, Italia dan Argentina. Namun, berdasarkan jadwal yang dibuat panitia penyelenggara, pertandingan pembuka dimainkan oleh Bulgaria dan Italia di Stadion Azteca. (kmb33/rtr)
10
Profil
Sedang Mencari Seseorang
JUVENTUS memetik kemenangan tipis 1-0 atas Napoli pada lanjutan Liga Italia, Jumat (1/12) malam atau Sabtu dini hari WIB. Gonzalo Higuain menjadi pahlawan kemenangan Bianconeri, karena dia yang mencetak gol tersebut pada menit ke-13. Higuain yang merupakan mantan pemain Napoli lantas merayakan gol tersebut dengan cara yang unik. Pemain beralias Pipita itu meletakkan tangan di alis seolah-olah sedang mencari seseorang. Ternyata selebrasi Higuain itu menyiratkan sindiran kepada Presiden Napoli, Aurelio De Laurentiis. Dia melakukan hal tersebut karena tak kunjung menemukan sang presiden. De Laurentiis dan Higuain memang tak memiliki hubungan yang baik. Sang presiden menurut Higuain merupakan aktor di balik kepindahan dirinya dari Napoli. Transfer Higuain dari Napoli ke Juventus itu sontak menuai kecaman dari pendukung The Partenopei. Mereka menyebut striker internasional Argentina tersebut mata duitan. “Saya mencari dirinya (De Laurentiis), tetapi saya tak menemukannya. Mungkin dia bersembunyi,” ujar Higuain. (kmb33/rtr)
Bola
Minggu Paing, 3 Desember 2017
Manchester City Vs West Ham
Tugas Berat ”The Hammers”
Manchester – Pertandingan matchday 15 Premier League 20172018 mempertemukan Manchester City melawan West Ham United. Manchester City akan berusaha melanjutkan start luar biasa mereka musim ini di Premier League. Setelah menjalani 14 pertandingan, Manchester City nyaman di puncak dengan 40 poin, unggul delapan poin dari peringkat dua, Manchester United.
Liverpool Siap Lepas Coutinho Liverpool Liverpool dilaporkan telah merelakan bintang mereka Philippe Coutinho pergi dari Stadion Anfield. Namun klub asal Merseyside tersebut bakal meminta dana kompensasi yang tidak murah, yakni 145 juta euro (setara Rp 2,3 triliun) bagi siapapun klub yang menginginkan pemain asal Brasil itu. The Reds sebelumnya bersikeras untuk tidak bersedia melepas Coutinho pada Agustus lalu. Padahal saat itu ada Barcelona yang sudah menyiapkan dana hingga 110 juta euro (Rp BPM/rtr 1,77 triliun). Philippe Coutinho Barca memang menjadikan Coutinho sebagai pemain incaran utamanya. Pada bursa transfer musim panas lalu Barca punya dana setelah menjual Neymar. Tapi mereka gagal mendapatkan Coutinho. Coutinho pun tetap bermain bersama Henderson dan rekan setim lainnya. Namun Mundo Deportivo disadur Football Espana, Sabtu (2/12) kemarin pun meyakini ada pergantian haluan di kubu direksi the Reds. Liverpool kini dikabarkan siap melepas Coutinho apabila ada tawaran yang masuk senilai 145 juta euro. Barca pun coba melakukan manuver baru. Eks pemain Inter Milan yang kini tampil gemilang bersama Liverpool disebut-sebut akan menjadi pengganti sepadan untuk Andres Iniesta yang sudah dimakan usia. Coutinho sudah mengakui tertarik untuk pindah ke Camp Nou. Bahkan pada awal musim lalu ia sempat mogok latihan karena dilarang pindah ke Barca. Ada potensi dia akan pindah bulan Januari nanti. Jika tawaran itu diterima Liverpool, Barcelona akan menggaji Coutinho dengan bayaran 14 juta euro (Rp 225 miliar) per musim, yang membuatnya masuk ke jajaran level kedua gaji termahal di klub tersebut. Berkaitan dengan rencana tersebut, Barca pada prosesnya juga harus melepas sejumlah pemain untuk memenuhi batasan gaji skuat. Pemain dinyatakan harus pergi, di antaranya Arda Turan dan Aleix Vidal. (kmb33/rtr)
Pelatih Everton David Moyes
BPM/rtr
Juve Tundukkan Napoli
Sergio Aguero (kiri) dan Leroy Sane
BPM/rtr
City Belum Bisa Dihentikan ManchesterManchester City tampil perkasa di paruh pertama musim 2017-2018. Klub milik Sheikh Mansour itu belum tersentuh kekalahan sama sekali di Liga Inggris. Dari 14 pertandingan yang dilakoni, The Citizens menang 13 kali dan hanya sekali imbang. Everton menjadi satu-satunya tim yang bisa menahan imbang City dengan skor 1-1. City kini unggul jauh dari pesaing terdekatnya, Manchester United yang berada di urutan dua. Kedua tim terpaut jarak delapan poin. Kehebatan City musim ini membuat ketar-ketir rival-rivalnya di Liga Inggris. Manajer Chelsea Antonio Conte menilai Chelsea sebagai tim terkuat di Liga Inggris musim ini. “Manchester City luar biasa bukan? Saya pikir City di musim ini tim yang sangat kuat. Demikian juga musim lalu, Manchester City adalah tim yang fantastis,” puji Conte Sabtu (2/12) kemarin. “Kemudian, usai bursa transfer mereka membeli target utama mereka dan kemudian mereka memperbaikinya banyak. Mereka bisa melakukan ini juga pada Januari nanti. Untuk alasan ini kami harus khawatir, karena jika kami ingin bersaing dengan Manchester City maka kami harus bekerja dan kemudian membuat keputusan terbaik di bursa transfer,” imbuhnya. Berkat aksi ciamik di 14 pekan pertama, Manchester City jadi calon kuat juara Liga Inggris 2017-2018. Bahkan mulai banyak yang membicarakan kemungkinan City tak terkalahkan di musim ini. Kekuatan City tak lepas dari meratanya skuat yang dimiliki Guardiola. Di lini depan Guardiola punya dua penyerang maut, Sergio Aguero dan Gabriel Jesus. City juga punya stok winger atau gelandang menyerang mumpuni. Ada David Silva, Kevin De Bruyne, Leroy Sane, Raheem Sterling hingga Bernardo Silva. Lini belakang juga berhasil diperbaiki Guardiola setelah musim lalu sangat keropos. Kehadiran Ederson di bawah mistar gawang serta Kyle Walker dan Benjamin Mendy membuat pertahanan City kokoh. Walau Mendy mengalami cedera parah, Guardiola dengan jeli menggeser gelandang Fabian Delph jadi bek kanan. Keputusan itu terbukti tepat. Delph tampil apik di posisi barunya. Ujian sesungguhnya bagi City akan terjadi di bulan Desember. The Citizens bakal menghadapi jadwal ekstra padat. Lawan-lawan yang dihadapi sepanjang Desember pun bukan sembarang. Usai menghadapi West Ham United, City berturut-turut akan bersua Manchester United, Swansea City dan Tottenham Hotspur. MU dan Hotspur berpeluang jadi batu sandungan bagi City. Kedua tim tentu bernafsu mengalahkan City, agar bisa memangkas jarak di klasemen Liga Inggris. (kmb33/rtr)
San Paolo Pemuncak klasemen Serie A, Napoli kalah dari juara bertahan Juventus pada laga yang dihelat di Stadion San Paolo, Napoli, Sabtu (2/12) kemarin. Hasil ini menjadi kekalahan perdana bagi Napoli di Serie A. Pasalnya, anak asuh Mauruzio Sarri yang bertengger di puncak klasemen sementara sebelumnya belum pernah mengalami kekalahan dari 14 laga yang dilakoninya. Mantan pemain Napoli, Gonzalo Higuain keluar sebagai pahlawan Juventus setelah sepakan kaki kananya pada menit ke-12 tak mampu dibendung oleh Pepe Reina. Sebenarnya jalannya pertandingan Napoli terlihat sangat dominan dengan melepaskan 17 kali percobaan ke gawang Juventus yang dijaga Buffon. Namun tim berjuluk Partenopeo tak mampu memaksimalkan peluang tersebut. Sementara itu Juventus yang hanya mendapatkan lima kali percobaan berhasil mamanfaatkan peluang tersebut, satu di antaranya melalui kaki Gonzalo Higuain. Gol pemain asal Argentina berawal dari serangan balik. Paulo Dybala yang menjadi kreator serangan langsung memberikan umpan kepada Higuain.
Hasilnya, pemain berusia 29 tahun tersebut langsung mencetak gol dengan sepakan kaki kanannya. Dengan hasil ini Juventus merangsek ke peringkat kedua dengan torehan 37 poin, berbeda satu poin dengan Napoli yang masih kokoh diperingkat pertama. Kemenangan ini sangat memuaskan. Namun kiper dan kapten Juventus Gianluigi Buffon mengingatkan timnya agar tidak besar kepala. “Saya puas, tapi juga sadar kalau kami masih berada di peringkat dua dengan satu laga lebih banyak dari Inter Milan dan bisa saja kembali ke posisi tiga. Laga ini harus menjadi titik awal dan kami jelas tak boleh besar kepala,” ucap sang kapten. Lebih lanjut Gigi menilai, apabila Juve tak boleh cepat berpuas dan mereka harus terus menunjukan penampilan terbaiknya di sisa musim 2017/2018. “Kami semua sangat senang, karena menang di San Paolo tidaklah mudah, tapi ini baru permulaan dan kami harus terus berjuang,” imbuhnya. Portiere yang kini menginjak usia 39 tahun merasa yakin apabila Juve mempertahankan permainan seperti saat melawan Napoli bukan tidak mungkin mereka bakal kembali mengulangi kesuksesan yang sama.
Bukan Bencana Pelatih Napoli Maurizio Sarri tak terlalu pusing meski timnya kalah. Sarri menganggap Napoli hanya kalah beruntung dari Juventus. “Saya memuji para pemain dan jika kami kalah di satu pertandingan setelah sembilan bulan, itu bukan bencana. Dengan sedikit ketajaman kami bisa menang. Saya tak ingin ada yang frustrasi,” ujar Sarri. Catatan tak kalah hingga pekan ke-13 milik Napoli harus berakhir di tangan Juventus. Tragisnya, kekalahan itu terjadi di kandang sendiri, Stadion San Paolo, berkat gol yang dicetak mantan striker Napoli, Gonzalo Higuain. “Kebobolan di awal membuat Juventus lebih mudah bertahan dan menyerang balik. Mereka kuat secara fisik dan tahu bagaimana menekan kami,” kata Sarri. Dia menambahkan, dalam pertandingan dini hari tadi Napoli sebetulnya mendominasi atas Juventus. Sayangnya lini depan timnya di pertandingan tersebut kurang maksimal. Kendati demikian, Sarri menganggap timnya telah bermain brilian. “Kami tahu kami punya tiga striker kelas dunia dan kami akan mengembalikan mereka ke penampilan terbaik,” kata Sarri. (kmb33/rtr)
Pada laga ini City akan menghadapi tim yang sedang sakit, West Ham. Setelah memecat Slaven Bilic, West Ham menunjuk David Moyes sebagai pengganti, namun hasil yang mereka dapat sejauh ini belum terlalu memuaskan. Manchester City kemungkinan besar akan menurunkan skuat terbaik mereka, dan Josep Guardiola akan melakukan rotasi di ajang Liga Champions tengah pekan nanti. Saat ini Guardiola belum bisa memainkan Benjamin Mendy dan John Stones yang sedang cedera. Sementara itu, kondisi Leroy Sane masih meragukan dan kemungkinan besar akan diistirahatkan. Ederson akan tampil sebagai starter dengan dikawal oleh Kyle Walker, Vincent Kompany, Nicolas Otamendi dan Fabian Delph. Fernandinho akan menjadi jangkar di tengah mendukung Kevin De Bruyne dan david Silva. Trio Raheem Sterling, Gabriel Jesus dan Sergio Aguero akan menjadi penggedor pertahanan lawan. Prestasi mulus dan rentetan kemenangan di kompetisi lokal maupun Eropa menjadi bukti kebangkitan The Citizen musim ini. Guardiola sendiri mengaku jika apa yang terjadi sekarang ini adalah konsekuwensi musim lalu. Maksudnya, semua pemain bekerja keras setelah musim lalu hanya finis di posisi ketiga dengan selisih 15 poin di bawah Chelsea yang menjadi juara Liga Premier Inggris. Sekarang peluang Guardiola untuk membawa City meraih gelar musim ini juga terbuka. City masih mantap di peringkat pertama klasemen dan meninggalkan Manchester United serta Chelsea. “Apa yang kami lakukan musim ini adalah konsekwensi musim lalu. Ini merupakan sebuah proses dan kami tidak sabar untuk bermain dengan cara seperti ini sepanjang waktu,” ucap Guardiola, Sabtu (2/12) kemarin. Penampilan The Citizen di edisi 2017-2018 memang sungguh cemerlang. Dari 14 pertandingan yang sudah dilakoni, mereka belum sekalipun tersentuh kekalahan dan baru sekali mengalami hasil imbang. Catatan bagus juga terjadi di Liga Champions di mana mereka mendulang hasil sempurna. Lima pertandingan selalu diakhiri dengan kemenangan. Maka tak heran jika City lolos ke fase knock out. Dengan capaian yang diperoleh anak asuhnya musim ini Guardiola
mendekati sukses di Barcelona ketika kali pertama dipercaya sebagai juru latih. Ketika itu Guardiola meraih treble winner. Musim ini City berpeluang mengangkat tiga trofi. Selain di Liga Inggris dan Liga Champions, peluang emas lainnya akan datang dari ajang Piala Liga Inggris. City akan tampil di perempat final dan akan berhadapan dengan Leicester City pada 19 Desember mendatang. Namun yang membedakan kondisi di Barcelona dan City di tahun pertama adalah soal pemain. Ketika di Barcelona ia tak mengalami kesulitan, karena sebagian pemain merupakan didikan akademi Barcelona. “Mereka sudah dibentuk sejak usia 11 tahun. Jadi mereka tahu apa yang harus dicapai. Namun saya tidak membandingkan soal itu,” ujarnya. Di pihak West Ham, Moyes sedang pusing karena banyaknya pemain yang diterkam cedera. Laga ini akan menjadi perjuangan terberat skuat Moyes untuk dapat mengubah nasib West Ham untuk lolos zona degradasi. Sam Byram, Chicharito dan Jose Fonte dipastikan absen lantaran cedera. Sementara itu, Winston Reid dan James Collins kondisinya meragukan. Kiper utama Joe Hart juga sudah pasti absen karena kesepakatan dalam peminjamannya. Meski berada di papan bawah, Moyes berusaha untuk membuat para pemainnya meningkat dan lebih baik. Apalagi setelah mendapatkan kekalahan telak 0-4 atas Everton. “Aku pikir di sana ada moment di mana kita terlihat baik-baik saja. Para pemain berusaha untuk meningkat dan menjadi lebih baik. Banyak gol yang terjadi karena kesalahan individu,” kata Moyes. Meski sadar tidak akan mudah mencuri poin dari City, dirinya yakin The Irons bisa bermain dengan baik. “Ini adalah pekerjaan besar, tapi ini adalah pekerjaan bagus. Kami mendapatkan tim yang bagus. Aku tidak pernah pergi bertanding dengan pikiran kami akan kalah,” tutup mantan pelatih Manchester United itu. Di bawah mistar, Adrian akan kembali dipercaya. Ia akan dilindungi oleh Pablo Zabaleta, Declan Rice, Angelo Ogbonna dan Aaron Creswell. Cheikhou Kouyate dan Pedro Obiang bakal menjadi penyeimbang di tengah, mendukung Michail Antonio, Manuel Lanzini dan Marko Arnautovic. Di posisi penyerang tunggal Moyes akan memainkan Diafra Sakho. (kmb33/rtr)
Perkiraan Susunan Pemain Manchester City: Ederson; Walker, Kompany, Otamendi, Delph; fernandinho; De Bruyne, D Silva; Sterling, Aguero, G Jesus. West Ham: Adrian; Zabaleta, Rice, Ogbonna, Kouyate, Obiang; Antonio, Lanzini, Arnautovic; Sakho. Head to Head Lima Pertemuan Terakhir Kedua Tim 24/01/16 West Han 2-2 Manchester City (Premier League) 28/08/16 Manchester City 3-2 West Ham (Premier League) 07/01/17 West Ham 0-5 Manchester City (FA Cup) 02/02/17 West Ham 0-4 Manchester City (Premier League) 04/08/17 Manchester City 3-0 West Ham (Piala Liga) Lima Pertandingan Terakhir Manchester City 05/11/17 Manchester City 3-1 Arsenal (Premier League) 18/11/17 Leicester City 0-2 Manchester City ( Premier League) 22/11/17 Manchester City 1-0 Feyenoord (Liga Champions) 26/11/17 Huddersfield Town 1-2 Manchester City (Premier League) 30/11/17 Manchester City 2-1 Southampton (Premier League)
BPM/rtr
TANGKAP - Kiper Juventus Gianluigi Buffon menangkap bola setelah lepas dari kontrol Dries Mertens.
Lima Pertandingan Terakhir West Ham 28/10/17 Crystal Palace 2-2 West Ham (Premier League) 05/11/17 West Ham 1-4 Liverpool (Premier League) 19/11/17 Watford 2-0 West Ham (Premier League) 25/11/17 West Ham 1-1 Leicester City (Premier League) 30/11/17 Everton 4-0 West Ham (Premier League)
Juara
11
Minggu Paing, 3 Desember 2017
Pergatsi Bali Agendakan Rakerprov
BPM/ist
SABET EMAS — Kabupaten Badung menurunkan tiga atlet selam dan menyabet enam emas pada Kejurnas Selam Antarkabupaten dan Kota se-Indonesia di Kolam Renang KONI Jatim, Surabaya 1-2 Desember. Ketiga atlet yakni Ni Luh Made Citradewi (kiri), Ista Wirya Ardhiani, pelatih Putu Era Larasati dan Putu Widi Ananda Putri.
Peselam Badung Sabet Enam Emas di Kejurnas
Mangupura (Bali Post)-
Kabupaten Badung hanya menerjunkan tiga atlet putri selam pada Kejurnas Selam Antarkabupaten dan Kota se-Indonesia, di Kolam Renang KONI Jatim, Jalan Kertajaya, Surabaya sejak Jumat (1/12) lalu, sampai dengan Sabtu (2/12) kemarin. Alhasil ketiga atlet selam Badung, yakni Ni Luh Made Citradewi, Ista Wirya Ardhiani dan Putu Widi Ananda Putri pulang membawa enam keping emas, empat medali perak dan dua perunggu. Keenam medali emas dipersembahkan Ni Luh Made Citradewi (KU-A) di nomor 50 meter, 100 meter, 200 meter, dan 400 meter bifins. Medali emas juga diraih Ista Wirya Ardhiani di nomor 50 meter apnea dan 50 meter surface. Selanjutnya, medali perak diperoleh Putu Widi Ananda Putri (KU-B) di
nomor 400 meter bifins, 100 meter bifins dan 200 meter bifins, serta Ista Wirya Ardhiani (KU-B) di nomor 200 meter surface. Sedangkan dua medali perunggu disumbangkan Ista Wirya Ardhiani di nomor 100 meter surface dan Widi Ananda Putri di nomor 50 meter bifins. Atas hasil ini, Kabu-
paten Badung menduduki peringkat ketujuh nasional dari total 25 kabupaten dan kota se-Indonesia yang ambil bagian. Prestasi Kabupaten Badung di bawah Kota Surabaya, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Malang, Kota Jakarta Pusat dan Kabupaten Bogor. Pelatih selam Badung
car prestasi pada PON XX di Papua 2020 mendatang,’’ pesan Ngurah Adnyana. Dijelaskannya, pada Kejurnas Gateball di Makassar, Sulsel, 7-12 September lalu, tim Bali menduduki juara umum II yang meraih dua emas, dua perak, dan satu perunggu, sedangkan juara umum Sulut yang mengoleksi dua emas, dua perak, dan dua perunggu. ‘’Ke depan kami juga harus memikirkan tiap Pengkab minimal membina berapa klub, keputusannya kami serahkan kepada peserta Rakerprov,’’ ujarnya. Dari segi sosialisasi dan
pemasalahan olahraga gateball, kata Ngurah Adnyana saat ini sudah resmi dipertandingkan di ajang Porjar Bali untuk tingkat SMP dan SMA. ‘’Kami juga perlu menggelar kursus pelatih, bertujuan memperbanyak pelatih serta meningkatkan kualitas SDM pelatih,’’ ungkapnya. Sejauh ini cabor gateball bakal ekshibisi pada Asian Games (AG) di Indonesia pada tahun depan. Hanya dirinya juga belum ada pemberitahuan persiapan atlet. ‘’Biasanya atlet gateball Bali langganan masuk timnas Merah-Putih,’’ tuturnya. (022)
Putu Era Larasati yang dikontak, kemarin menyatakan ketiga atlet yang turun yakni Citradewi, Ista Wirya dan Widi Ananda Putri merupakan atlet renang yang masih aktif. Bahkan persiapan ketiga atlet sejak dua bulan lalu dan biasa berlatih di Kolam Renang Tirta Arum, Blahkiuh, Badung. ‘’Cabor selam ini menggunakan alat dan kami berlatih serius sejak Oktober lalu dan bersyukur bisa mendulang enam emas, walaupun baru pertama kali mengikuti kejurnas,’’ papar Era Larasati. (022)
A.A. Anom Giri
BPM/022
Cabor gateball
Alenne Thresia Laloan
Tekuni Berbagai Cabor SOSOK A.A. Anom Giri sejak muda menekuni berbagai cabang olahraga (cabor), mulai judo, pencak silat, sampai tinju. ‘’Semestinya saya berlaga pada PON VII di Surabaya pada olahraga adu jotos ini, tetapi orangtua melarang saya berangkat ke Kota Pahlawan,’’ kenang Agung Anom. Selanjutnya, Agung Anom menjadi pelatih renang hingga melahirkan perenang asal Bali M. Ridwan alias Popo, sampai ke tingkat internasional. Agung Anom, yang lahir, di Denpasar 28 Agustus 1949 ini pun, mengembangkan cabor panahan di Bali sejak 1990, bersama Soni Gatot Hariyanto. Bahkan dirinya sempat menjabat Ketua Umum Pengkab Perpani Badung, namun memilih mengundurkan diri. Berkat pelatih Agung Anom lahirlah atlet Tomoko Suzuki. Selanjutnya Agung Anom sejak lima tahun silam mengembangkan panahan tradisional bersama Agung Rama, maka lahirlah atlet I Made Nova Dwijaya Suputra, yang juara nasional pada Kejurnas Jemparingan Nusantara di Yogyakarta. Pria yang purna bakti pada guru olahraga SMPN 5 Denpasar ini menggeluti olahraga gateball, baik menjadi atlet merangkap pelatih. Gelar akademis yang disandang A.A. Anom Giri, BA., S.Pd., SH., S.Sn., SSI. Gelar BA (Bimbingan dan Penyuluhan Universitas Mahasaraswati, S.Pd., (Fakuktas Olahaga IKIP Negeri Singaraja), SH., (Univrsitas Dwijendara), S.Sn., (ISI Denpasar), S.Si., (Fakultas Usadha Unhi). Sampai kini Agung Anom juga mengajar melukis, termasuk sebagai instruktur komunitas seni rupa tiga warna Denpasar. (nel)
Denpasar (Bali Post)Pengprov Pergatsi Bali mengagendakan Rakerprovm di KONI Bali pada Rabu (6/12) mendatang. Rakerprov melibatkan Sembilan Pengkab dan Pengkot Pegatsi se-Bali, bertujuan menyusun program kerja 2018, termasuk membahas segala permasalahan di tubuh induk cabor gateball ini. Ketua Pengprov Pergatsi Bali IGN Adnyana di Denpasar, baru-baru ini mengungkapkan banyak bidang yang perlu dibahas, misalnya koeorganisasian dan kesekretariatan. ‘’Binpres juga harus berorientasi mengin-
Ingin Masuk Timnas PESEPAK bola Bali Alenne Thresia Laloan ingin tampil maksimal pada ajang Kejurnas Sepak Bola Putri Pertiwi Cup V/2017, di Palembang, Sumsel, 2-15 Desember. Maklum, Pertiwi Cup ini sekaligus sebagai ajang pembentukan timnas Asian Games (AG) 2018 mendatang. ‘’Saya kira semua pemain ingin dipantau dan masuk timnas AG,’’ jelas pemain kelahiran Magelang, 10 Agustus 1998 ini. Alen sendiri sejak kecil menetap di Jakarta. Hanya tim ibu kota tak ikut berpartisipasi dalam Pertiwi Cup tahun ini. ‘’Saya ini awalnya
diajak teman mengikuti seleksi pembentukan tim di Bali, ternyata lolos,’’ tutur pemain yang berposisi gelandang bertahan ini. Padahal beberapa pesepak bola DKI banyak yang menyeberang dan membela Banten di ajang Pertiwi Cup. Sejatinya Alen memiliki latar belakang pemain futsal. Bahkan dirinya mengantongi lisensi wasit futsal level 3 nasional. ‘’Saya memimpin pertandingan futsal di bawah naungan Asprov PSSI Jakarta Barat,’’ terang mahasiswi semester III Jurusan Public Relation atau Hubungan Masyarakat (Humas) Institut
Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) Jakarta. Alen mulai menggeluti futsal ketika duduk di bangku kelas 3 SMPN 176 Jakarta. ‘’Saat duduk di bangku SMA saya bergabung dengan tim Jakarta Futsal Fundation,’’ kenangnya. Dia mengaku, kuliah penting namun hobi main futsal juga harus disalurkan. ‘’Sebab, dengan bermain futsal saya banyak teman dan relasi,’’ ujarnya. Alen pernah bergabung di tim futsal Prafa Zen, bahkan sering diajak main tarkam futsal sampai ke Yogyakarta hingga Malang. (nel)
Timnas 3x3 Putri Juara ”Asia Challenge” Jakarta (Bali Post)Tim nasional 3x3 putri Indonesia keluar sebagai juara turnamen uji coba (test event) internasional Asian Games 2018 bertajuk “3x3 Asia Challenge 2017” usai menaklukkan Malaysia di partai final, Sabtu (2/12) kemarin dengan skor 13-12. Dengan kemenangan di laga yang digelar di center court (tenis outdoor), kompleks Gelora Bung Karno,
Jakarta, timnas 3X3 putri Indonesia total cuma mencatatkan rekor satu kekalahan dari lima laga Asia Challenge, yaitu kala menghadapi Malaysia di penyisihan dengan skor 10-14. Di tiga laga sebelumnya timnas putri yang diperkuat Jovita Elizabeth, Lea Kahol, Dewa Ayu Made Sriartha Kusuma Dewi dan Agustin Graditta Retong sukses menaklukkan Thailand (15-
13), Vietnam (21-6) serta Thailand di semifinal dengan skor 15-11. Pelatih timnas 3x3 putri Indonesia Tri Hartanto, menyebutkan timnya berhasil meraih gelar juara karena tampil tanpa beban di final. Sebab, di kejuaraan ini tim pelatih putri cuma menargetkan babak final bagi Lea Kahol dan rekan-rekan. “Mungkin karena targetnya finalis anak-anak tampil
lepas di final. Mereka bermain maksimal dan berhasil menjalankan sistem yang sudah saya kasih,” kata Tri. Dengan gelar juara di Asia Challenge ini, Tri Hartanto kembali menggoreskan tinta emas di curriculum vitae-nya, setelah pada Mei lalu membawa timnas putri Indonesia kampiun di Kejuaraan 3x3 Asia U-18. Sementara pemain timnas 3x3 putri Lea Kahol bersyukur bisa menjadi juara Asia
Challenge 2017, di tengah persiapan yang minimal. “Awalnya memang sulit, karena waktu persiapan singkat. Latihan juga hanya satu hari, setelah itu bertanding. Kami bersyukur bisa juara,” tutur Lea Kahol. Sementara dari laga lain Asia Challenge 2017, timnas putri Thailand merebut peringkat ketiga setelah mengalahkan Vietnam dengan skor 21-16. (ant)
Made Nova Rebut Emas pada Madura United Perpanjang Kejurnas Panahan Tradisional Kontrak 11 Pemain BPM/nel
Empat GOR Baru untuk Asian Games
Jakarta (Bali Post)Presiden Joko Widodo meresmikan empat gelanggang olahraga yang selesai dibangun untuk Asian Games 2018, di kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta. “Keempat GOR baru yakni lapangan hockey, lapangan panahan dan lapangan ABC di kawasan Gelora Bung Karno, saya resmikan,” kata Presiden Jokowi saat meresmikan empat gelanggang di lapangan hockey Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (2/12) kemarin. Selain empat GOR itu, Jokowi juga meninjau stadion renang (aquatic) GBK yang didesain tertutup (indoor). Dalam acara itu Presiden melihat sejumlah gambar dan data pembangunan empat gelanggang yang menggunakan dana Rp 370 miliar. Sementara itu, saat meninjau stadion renang GBK Presiden menanda tangani prasasti peresmian gelanggang tersebut. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan, pemerintah tengah membangun sembilan gelanggang olahraga lain untuk Asian Games. Total seluruh anggaran yang disediakan pemerintah untuk membangun 13 gelanggang, yaitu Rp 6,2 triliun. Menurut Basuki, pembangunan seluruh gelanggang olahraga untuk Asian Games akan selesai pada Desember 2017. (ant)
Denpasar (Bali Post)Atlet I Made Nova Dwijaya Suputra merebut medali emas di nomor bandulan 25 meter pada Kejurnas Panahan Tradisional Jemparingan Nusantara di Yogyakarta, Oktober lalu. Dalam waktu bersamaan, atlet putri A.A. Istri Trisna Mahareni Primadewi juga meraih medali perak di nomor bandulan 10 meter untuk siswa SD pada kejurnas di Solo. Made Nova menceritakan, dirinya mulai berlatih panahan tradisional sejak April lalu, berlatih di klub Jepun Bali Traditional Archery Community, Denpasar. ‘’Saya senang berlatih panahn tradisonal, sebab selain alatnya berbahan dari bambu, juga bidikannya mengandalkan insting,’’ sebut siswa kelas 3 SMPN 4 Denpasar ini. Nova berlatih di klubnya tiga kali dalam sepekan, yakni tiap Senin, Kamis dan Sabtu. Sedangkan khusus menghadapi
kejuaraan dirinya berlatih tiap hari, mengingat bakal digelar kejuaraan panahan nasional dan tradisional di Singaraja pada 10 Desember mendatang. Sementara pelatih panahan tradisional Jepun Bali Ida Ayu Anom Purnamaningsih, menyatakan pihaknya meny-
iapkan sekitar 20 atlet putra dan putri. Diakuinya masih banyak masyarakat yang beranggapan panahan tradisional bersifat kuno, sebab menggunakan bahan serba kayu. ‘‘Namun yang jelas cabor panahan tradisional ini mengandalkan feelling (perasaan),’’ ujarnya. (022)
I Made Nova Dwijaya Suputra
BPM/022
Pamekasan (Bali Post)Madura United FC memperpanjang kontrak 11 orang pemain untuk memperkuat timnya pada kompetisi musim depan, termasuk marquee player, Peter Osaze Odemwingie. Menurut Manajer Madura United FC Haruna Soemitro, selain Peter pemain lainnya yang diperpanjang kontraknya ialah Fachrudin Aryanto dan Bayu Gatra Sanggiawan. “Memang hanya baru satu pemain yang diumumkan tidak diperpanjang kontraknya, yaitu Thiago Furtuoso, salah satu pemain asing yang dimiliki Laskar Sape Kerrab musim ini,” ujar Haruna dalam keterangan persnya di Pamekasan, Sabtu (2/12) kemarin. Ia menjelaskan, pada musim kompetisi tahun depan Madura United tidak hanya akan dihuni pemain asing dan lokal, namun juga dihuni pemain naturalisasi seperti Greg Nwokolo. Menurut Haruna Soemitro, Greg akan tetap memperkuat Madura United FC hingga musim kompetisi tahun depan. “Kontrak dengan Greg Nwokolo merupakan kontrak jangka panjang,” ujarnya. Sementara itu, pemain lainnya yang juga telah diperpanjang kontraknya ialah Slamet Nurcahyo, Engelberd Sani, Asep Berlian, Fachrudin Aryanto, Fabiano Beltrame, Rizky Dwi, Herry Prasetyo, Angga Saputra, Munhar dan Rifad Marasambessy. “Yang jelas semuanya sudah ada sebelas orang, termasuk Peter,” kata Haruna. Ia mengatakan, untuk musim depan Madura United juga sudah menambah pemain baru, yakni penjaga gawang dan pemain belakang. Mereka adalah Satria Tama dan Benny Wahyudi. Sementara terkait pengganti Thiago Furtuoso, Haruna Soemitro menyatakan masih mencari penggantinya. “Untuk penyerang lokal memang ada pertimbangan untuk memanggil Rizhadi Fauzi. Kami masih akan bicarakan itu. Untuk pengganti Thiago sudah ada calon untuk diseleksi,” katanya.(ant)
12 Profil Belum Ingin Pensiun Venus Williams mengaku tak akan pensiun dalam waktu dekat. Petenis Amerika Serikat itu bahkan ingin ambil bagian di Olimpiade 2020 di Tokyo. Di usianya yang sudah mencapai 37 tahun, Venus justru bersinar di sepanjang tahun ini. Ketika sang adik, Serena Williams absen lama karena hamil, Venus kembali ke lima besar peringkat WTA. Dia mencapai babak final Australia Terbuka, Wimbledon dan WTA Finals. Dengan usianya sekarang, Venus masih ingin lanjut bermain dan belum ingin gantung raket. Jika memungkinkan dia akan turun di Olimpiade 2020. “Saya tak punya rencana berhenti dalam waktu dekat,” ujar Venus. “Sepertinya Tokyo 2020 tak terlalu lama lagi. Bukankah itu gila? Saya mencoba bertahan untuk itu,” katanya. Venus pertama kali tampil di Olimpiade pada tahun 2000, dan sejak saat itu tak pernah absen di event empat tahunan tersebut. Dia mengoleksi tiga medali emas di nomor ganda putri bersama Serena dan satu emas di tunggal putri. (kmb33/rtr)
Arena
Minggu Paing, 3 Desember 2017
Dikunjungi Para Petinggi F1
Miami Berpotensi Jadi Tuan Rumah pada 2020
Miami – Kota di pesisir Florida, yakni Miami muncul sebagai salah satu opsi tempat diselenggarakannya grand prix (GP) F1 lain di Amerika Serikat (AS). Jika kabar ini benar, sirkuit di Miami kemungkinan akan digunakan dalam beberapa tahun ke depan. Pasalnya, diperlukan persiapan untuk membuat tempat tersebut siap digunakan dalam ajang balap mobil paling bergengsi itu. Kabar ini membuat yakin para pencinta F1, karena kerap diutarakan oleh beberapa pemimpin adu balap jet darat tersebut. Beberapa tokoh yang turut membicarakan hal ini ialah Chief Executive Officer (CEO) dan Executive Chairman F1, Chase Carey, serta Managing Director F1, Ross Brawn. Tak hanya itu, surat kabar setempat yakni Miami Herald juga mengklaim bahwa eksekutif dan insinyur F1 berada di kota tersebut pada bulan lalu. Mereka mengunjungi lokasi dan bertemu dengan Wali Kota Miami, guna membicarakan kemungkinan diadakannya balapan di sana pada 2020. Dalam kunjungan tersebut, Kepala Komisaris F1 Sean Bratches, turut hadir. “F1 seperti mangkuk super dalam dunia balap mobil. Kami harus melihat, apakah itu berhasil dan berapa biaya yang akan dikeluarkan untuk benar-benar merealisasikannya,” kata sang wali kota, Sabtu (2/12) kemarin. Banyak pihak berharap rencana ini benar-benar terwujud. Sebab, menurut media setempat insinyur trek F1 telah datang langsung ke sana untuk melihat-lihat jalanan di Miami. Sejak 1908, ajang F1 telah dilaksanakan di Amerika Serikat. Saat ini balapan F1 dihelat di Kota Texas, tepatnya di Sirkuit Austin. Pada 1980-an, Grand Prix AS sempat diadakan tiga kali dalam setahun. Ajang itu diadakan di Grand Prix Detroit, Grand Prix Dallas, dan Grand Prix Amerika Serikat Barat. Karena itu, jika Miami jadi menggelar balapan, akan ada dua race di AS dalam satu musim balapan. (kmb33/rtr)
BPM/rtr
BALAPAN - Balapan nascar yang digelar di Sirkuit Homestead-Miami Speedway beberapa wkatu lalu.
Rekor Baru Bulls Kalah 18 Kali
Chicago – Chicago Bulls kembali menorehkan prestasi, namun bukan rekor yang baik. Bulls harus menelan kekalahan yang ke-18 secara beruntung. Kekalahan teranyar diberikan oleh Sacramento Kings. Bulls kalah setengah bola, 106-107 ketika menjamu Kings di United Center, Sabtu (2/1) kemarin. Itu merupakan kekalahan ke-18 Bulls di musim reguler kali ini (3-18), juga yang kedelapan berturut-turut. Pertarungan kedua tim tersebut sebenarnya berjalan relatif imbang. Kedua tim bahkan membuat jumlah poin yang sama persis di kuarter ketiga dan keempat. Yang menjadi pembeda dalam hasil akhir di partai ini, praktis adalah pencapaian poin di paruh pertama. Bulls mampu mengungguli Kings 31-29 di kuarter pertama. Tapi Kings kemudian gantian memimpin 61-60 atas Bulls di akhir kuarter kedua. Mereka kemudian sama-sama menambah 21 poin dan 25 poin di dua kuarter berikutnya. Menariknya, ini juga menjadi kali kedua beruntun Bulls kalah dengan selisih satu poin saja. Tepat sebelum ini mereka juga tunduk 110-110 dari Denver Nuggets. Dengan catatan tandingnya saat ini, Bulls menjadi tim terburuk secara keseluruhan di musim reguler sejauh ini. Sementara Kings sedikit lebih baik dengan catatan 7-15. Di partai lainya, Paul Gasol memenangkan perang saudara pada lanjutan NBA 2017-2018. Melawan Marc Gasol yang membela Memphis Grizzlies, dia membantu San Antonio Spurs unggul 95-79. (kmb33/rtr)
Pemain Bulls Kris Dunn
BPM/rtr
BPM/rtr
Dani Pedrosa
Meski Belum Juara Dunia
Sulit Cari Pengganti Pedrosa
Aalst – Mantan bos Tim Repsol Honda, Livio Suppo memberikan tanggapan terkait kiprah Dani Pedrosa. Suppo menegaskan bahwa posisi Pedrosa bersama Tim Honda dipastikan bakal sulit digantikan oleh pembalap lain. Nama Pedrosa memang sangat akrab bagi para pendukung Tim Honda. Pasalnya, sudah lebih dari satu dekade pembalap berjuluk The Little Spaniard tersebut turun di kelas primer bersama Tim Honda. Namun sangat disayangkan bahwa fakta selama itu juga Pedrosa kerap mendapatkan keraguan dari para pengamat mengenai kemampuan membalapnya. Pasalnya, sejak naik kelas ke MotoGP Pedrosa belum pernah mencicipi gelar juara dunia. Situasi tersebut pun membuat nama Pedrosa kerap diisukan bakal segera didepak oleh manajemen Tim Honda, dan digantikan oleh pembalap lain yang lebih muda atau berkualitas. Meski begitu, nyatanya manajemen Tim Honda tetap mempercayai Pedrosa menggeber motor RC213V milik mereka. “Sampai hari ini, dan untuk tahun depan, sangat sulit mencari pembalap yang bisa lebih baik dari Dani. Saat di kelas yang lebih ringan, Dani pembalap yang sangat kuat. Melihat fisiknya, sangat menakjubkan melihatnya mengendarai motor MotoGP. Soal variasi ban dan temperatur, Dani sangat sensitif,” ucap Suppo Sabtu (2/12) kemarin. Selain itu, Suppo juga men-
gakui bahwa posisi Pedrosa bersama Tim Honda memang sempat terancam dalam beberapa kali kesempatan. Akan tetapi, sejauh itu juga ia tetap berusaha meyakinkan kepada para petinggi Tim Honda untuk tetap mempertahankan Pedrosa sebagai pembalap mereka. “Beberapa tahun terakhir saya merupakan salah satu yang membela Dani. Suka atau tidak tahun ini Dani bersama Marc merupakan salah satu rider dengan podium terbanyak, justru lebih banyak dari Andrea Dovizioso. Dani jatuh bangun dan mengakhiri musim di peringkat keempat,” imbuhnya. Dia juga menjelaskan bahwa tim Repso Honda hampir merekrut Dovizioso pada awal musim 2017. Saat itu pebalap berkebangsaan Italia tersebut diproyeksikan sebagai pengganti Dani Pedrosa. Namun hal itu urung terjad,i karena Pedrosa memilih bertahan bersama Honda. Suppo menceritakan, rencana merekrut Dovizioso menguat ketika Dani Pedrosa
berada dalam masa terakhir kontrak kerja bersama Honda. Oleh karena itu Honda mulai mencari pengganti Pedrosa, karena pebalap asal Spanyol tersebut sudah memberi sinyal untuk hengkang pada awal musim 2016. Namun Pedrosa akhirnya sepakat membubuhkan tanda tangannya dalam kontrak baru berdurasi dua tahun. Perjanjian anyar itu membuat Pedrosa terus membalap bersama Honda sampai akhir musim 2018. “Bukan rahasia lagi, musim lalu ketika tampaknya Pedrosa akan bisa pindah, kami melakukan pembicaraan dengan Dovizioso. Kami menyukainya karena tahu kemampuan Dovi. Dia adalah pebalap yang bagus,” kata Suppo. Secara khusus Suppo memuji penampilan impresif Dovizioso pada musim 2017. Pebalap Ducati itu bersaing merebut gelar juara dunia bersama Marc Marquez, meski pada akhirnya finis di urutan kedua. “Tidak ada yang meng-
harapkan musim lalu berjalan seperti itu, dan kami ikut bahagia dengan performa Andrea Dovizioso. Sayang Honda tidak membutuhkannya, karena semua pebalap masih memiliki kontrak sisa untuk tahun depan,” ucap Suppo Pengganti Honda Racing Corporation (HRC) harus menemukan pengganti Livio Suppo yang mundur sebagai team principal sebelum MotoGP 2018 dimulai. Namun HRC belum memastikan siapa pejabat baru. Direktur Umum HRC, Tetsuhiro Kuwata mengatakan keputusan akan segera diumumkan pascamusim dingin. Alberto Puig digadanggadang sebagai kandidat kuat pengganti Suppo. Kepergian Suppo sebagai team principal Honda hanya berselang sehari setelah Marc Marquez menyegel gelar juara dunia keempat di kelas utama MotoGP. Tidak dijelaskan secara rinci apa yang mendasarinya untuk meninggalkan HRC. Namun HRC setidaknya harus membuat keputusan agar proses pengembangan motor berjalan dengan baik, demi menatap MotoGP 2018. Di tengah ketidakpastian itu, muncul nama Alberto Puig. Puig bukan wajah baru di
Pabrikan Honda, karena dia pernah bekerja sebagai mentor Dani Pedrosa, Casey Stoner, dan Toni Elias. Bersama Pedrosa dia telah memberikan kontribusi besar dengan mengantarkan pembalapnya juara di kelas 125cc (1 kali) dan 250cc (2 kali). Puig mengakhiri kerja samanya dengan Pedrosa pada 2013. Setelah itu dia terlibat dalam pengembangan bakat pembalap muda melalui Kejuaraan Inggris dan Asia Talent Cup. Suppo yang pernah menjadi pimpinan skuad Honda sejak bergabung dari Ducati pada 2010, mengumumkan pengunduran dirinya Senin lalu. Dia menyatakan segera meninggalkan tim dan seri balapan. Marc Marquez merasa sangat kehilangan sosok Suppo. Karena dia telah berhasil membawa RC213V menjadi kandidat juara dunia selama lima tahun. “Dalam lima tahun kami memenangkan empat gelar. Itu berarti kami melakukan sesuatu dengan baik. Sangat menyedihkan melihat dia pergi, karena saya bisa bergaul dengan dia. Tapi jika Honda memutuskan untuk melakukan perubahan, saya memiliki kepercayaan penuh pada mereka,” kata Marquez. (kmb33/rtr)
Life Sport
Pentingnya Pemulihan Setelah Olahraga DALAM dunia olahraga pelatihan merupakan suatu aktivitas fisik yang dilakukan secara berulang-ulang dengan durasi tertentu, dan dengan pembebanan yang ditingkatkan secara progresif untuk mencapai prestasi olahraga yang optimal. Berbeda halnya dengan pelatihan, istilah pemulihan belum dikenal dan popular seperti pelatihan inti sehingga baik dalam tingkat pemahaman maupun pelaksanaannya masih sangat terbatas. Menurut penuturan dr. Nila Wahyuni, M.Fis., seorang dosen di Program Studi Fisioterapi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, pemulihan setelah berolahraga merupakan suatu tahap yang diperlukan tubuh untuk kembali seperti keadaan semula setelah berolahraga. Pemulihan bertujuan untuk membersihkan darah dari sisa hasil metabolisme, berupa tumpukan asam laktat di dalam darah maupun otot. Lamanya waktu pemulihan yang efektif adalah antara 10 sampai 30 menit, tergantung pada intensitas olahraga yang dilakukan sebelumnya. Semakin tinggi intensitas olahraga yang dilakukan, maka semakin panjang waktu pemulihan yang diperlukan. Lamanya waktu pemu-
BPM/rtr
PENTING - Melakukan pendinginan pasca-olahraga dapat berperan sangat penting bagi kebugaran seseorang. lihan juga tergantung pada suhu lingkungan, di mana berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pemulihan pada suhu lingkungan yang lebih tinggi lebih efektif dari pada dilakukan pada suhu lingkungan yang rendah, oleh karena pada suhu yang lebih tinggi akan terjadi pelebaran pembuluh darah, sehingga pembuangan zatzat sisa metabolisme menjadi
lebih lancar. Faktor lain yang juga mempengaruhi kecepatan pemulihan adalah tingkat kebugaran fisik seseorang, di mana semakin baik tingkat kebugaran fisik seseorang, maka waktu yang dibutuhkan untuk pemulihan semakin pendek. Proses pemulihan memegang peranan yang sangat penting dalam suatu pelatihan fisik, agar pencapaian prestasi tetap terjaga dengan
baik sehingga keseimbangan antara latihan fisik dan pemulihan sangat diperlukan dalam suatu program pelatihan. Pemulihan setelah berolahraga juga sangatlah penting untuk mencegah terjadinya over training, yaitu sindrom akibat pelatihan yang berlebihan yang ditandai dengan gangguan kesehatan atlet. Gejala dari over training adalah terjadinya penurunan prestasi dalam olahraga, rasa lelah yang berkepanjangan dan ketidakseimbangan emosi. Over training terjadi oleh karena terjadinya ketidakseimbangan antara faktor stres dengan pemulihan. Penyebab stres atau tekanan pada atlet berasal dari pelatihan dan juga saat pertandingan. Tekanan atau stres tersebut dapat berdampak buruk pada kondisi fisik maupun psikis atlet, sehingga diperlukan metode pemulihan yang tepat dan intensitas yang cukup untuk dapat mengembalikan kondisi atlet. Terdapat beberapa jenis pemulihan dalam olahraga, yaitu metode pemulihan secara pasif yaitu pemulihan tanpa melakukan aktivitas fisik apapun setelah berolahraga dan metode pemulihan secara aktif yaitu pemulihan dengan melakukan aktivitas fisik ringan setelah berolah-
raga. Metode pemulihan secara aktif lebih efektif dibandingkan dengan metode pemulihan secara pasif. Bergerak aktif pada metode pemulihan secara aktif merupakan suatu metode yang sederhana dan sangat efektif untuk mempercepat proses pemulihan. Kontraksi otot ringan pada pemulihan secara aktif juga dapat menyebabkan sirkulasi darah di otot yang sedang berkontraksi menjadi lebih lancar. Aliran darah yang lancar menyebabkan pembersihan zat-zat sisa metabolisme dari otot yang berkontraksi menjadi lebih cepat. Proses tersebut dapat mempercepat pemulihan kadar zat-zat sisa metabolisme setelah suatu aktivitas fisik. Selain memperhatikan jenis metode pemulihan yang tepat, intensitas pemulihan juga merupakan faktor penting yang perlu diperhatikan. Setelah memaparkan mengenai pentingnya pemulihan setelah berolahraga, dr. Nila menyampaikan bahwa dengan menerapkan pemulihan yang tepat, maka akan dapat diperoleh manfaat yang optimal dari suatu pelatihan fisik, serta dapat mencegah terjadinya over training dan pada akhirnya dapat mencapai prestasi yang optimal dalam ajang pertandingan olahraga. (kmb33)
Redité Paing, 3 Desember 2017
I Kaki Dengkil
Giridahana
GUMIRIH piragina antuk I Kaki Dengkil rauh saking Giri Tohlangkir soréné puniki. Gumirih suarané punika sinah mabuat artosnyané ri kala kasengguh Giri Tohlangkiré jagi mletus. Sujatiné, I Kaki Dengkil durung precaya Giri Tohlangkiré jagi mletus warsané puniki. Waluya sampun katah kasengguh sampun mletus, Ipun kantun kituk-kituk nénten precaya. Asapunika naler ri sampuné aon letusan Giri Tohlangkiré sambeh ring natahné, sambeh nyaputin daun Kamalasanané. Nanging, kesyor-kesyor tangkahné wenginé puniki santukan éling gumirih suarané rauh saking garba Giri Tohlangkiré piragina. Dados nembé I Kaki Dengkil jejeh sakadi puniki? Nénten jejeh kamanten sakadi I Guna asuné wawu anggarang sampat. Nanging madaging sengi-sengi ngeling. Toya paningalané ngetel nénten rasaanga. Kocap I Kaki Dengkil sebet bayuné riantukan éling ring giridahanané sampun nilap nglélam jagi umetu saking garbha Giri Tohlangkiré. “Mimih... yén kanti giridahanané pesu uling garba Giri Tohlangkiré ambat ya mahabhara kebusné?” Asapunika I Kaki Dengkil ngrémon padéwékan wenginé puniki sambilanga naanang gesit santukan damuhé sampun tedun. Kenjekan naanang gesit kantos ngretek giginé, nurdar bayuné ngalaca-laca byuta jagaté wantah giridahanané kantos medal saking garba Giri Tohlangkiré. Sampun ja uningina sané kabaos giridahana punika marupa gni murub nglélam, nanging sané manahanga sapusira sujatiné giridahanané punika. Buut I Kaki Dengkil ngamanahang asapusira ya sané ngusirin giridahanané punika? Iteh I Kaki Dengkil ngamanahang baos langkir sané dadosanga aran Giriné sané agung punika. Genah Sang Girinatha mayoga. Wantah rerehang, baos langkiré punika pateh sareng aran wuku kaping tlulas sané wénten. “Yén wuku langkiré, suba sumeken ané nglawatin tan sios Ida Bhatara Kala. Yén suba kala, sinah tusing nyandang paekin. Yén paekin lakar kasaput antuk kebus prabhawan Ida Bhatara Kalané. Nyén bani paek? Lakar lebur, lakar pralaya! Kéto nyen kadigjayan Ida Bhatara Kalané.” Asapunika puguh panampén I Kaki Dengkilé ngenénin kuasan Ida Bhatara Kalané. Giridahana, kenjekan gumirih wenginé puniki. I Kaki Dengkil sayan jejeh. Ngudiang Ipun jejeh? Néntenké pamarginé mantuk ka alas wayah sampun magurit wesi? Sampun surata antuk Ida Bhatara Yama ri kala lekad mangjadma? Akuda jagi polih yusa sampun kasurat ring pretitiné. Kali kénkén jagi mantuk ka alas wayah sampun mungguh ring pretitiné. Kalinapi jagi keni bhaya sampun kasurat ring pretitiné. Sapunapi punika awanan pretitiné nénten dados kebitang sakantuné urip? Sesampuné mamanah asapunika, I Kaki Dengkil paling ngrereh pretitin Ipuné. “Kija pretitiné? Né suba cara janiné, engsap tekén ngelah pretiti. Kudiang laut, pretitiné suba tusing kanggo jani. Ané kanggo tuah ané kabaos akta kelahiran. Ento awanan pretitiné ejang di plangkirané. Apang sai-sai inget, sujatiné awak urip lakar mulih ka alas wayah!” Asapunika I Kaki Dengkil ngrémon padéwékan wau éling pretitiné kagenahang ring plangkirané. Sesampuné pretitiné kapanggihin, I Kaki Dengkil kesiab pisan santukan irika kasurat umurné kantun makéh. “Mimih... nu makelo né ngrasaang siksa sakala, siksa naraka sakala, di jagat patiné ené?” I Kaki Dengkil nrugdag tangkahné, nénten karuan santukan uning durung kantun sué pamarginé ka alas wayah. Minab Ipun durung jagi ngrasaang giridahanané nilap sekancan mauripé ring jagat sakalané. Sesampuné uning pretitiné néwék, I Kaki Dengkil paling ngruruh cakepan warisan pangelingsirné. Seleh-selehina napi wénten mungguh irika indik pretiti Giri Tohlangkir? Ipun saat pisan uning malih pidan Giri Tohlangkiré mletus. Santukan ri kala punika giridahanané jagi umetu. Jagi turéksana asapunapi tatengernyané wantah giridahanané muncah langit, ngukub jagat. Kantos kenyel nyabsabin sakadan lontar tetamiané, durung panggihina wénten sané maosang pretiti Giri Tohlangkiré. Ngudiang pretiti Giri Tohlangkiré ruruha? Nénten ké nénten wénten sané uning kali napi paembasané? Magaé pocol I Kaki Dengkil wenginé puniki. Nénten ké Giri Tohlangkiré punika waluya lingga sakala sané karipta antuk Ida Sang Hyang Maha Embang. Genah mamuja Ida Bhatara Girinatha? Awanan, wawu ngenjek gumi Baliné, Ida Maha Rsi Markandéya ngruruh Giri Tohlangkiré rihinan. Mapuja irika ngagungang kaagungan Ida Bhatara Siwa. Wawu asapunika pauning I Kaki Dengkilé indik giridahanané. Pamekas marupa gni rahasya sané mahabara agungnyané. Kadedehang antuk Ida Bhatara Kala sané jagi ngukum sorohan sané pretitiné sampun puput. “Yén kéto, tusing ké giridahanané sai-sai suba mamargi lakar nilap sekancan pretitiné suba telah? Lamun kéto, antiang dogén kali apa giridahanané lakar teka. Jabat lakar ngeplugang Giri Tohlangkiré utawi ngeplugang papusuhé di ragané!” Asapunika I Kaki ngrémon padéwékan sambilanga miragiang crukcuké nyambut Bhaskarané nyuryanin jagat.
(Jelantik)
Nyastra
BAAN sebetné, Ni Tungtung Tangis ngangsehang bangun uli gumuk Dadong Rukma. Jlémpah-jlémpoh nyadah di bongkol kepuhé di Sétra Kangin. Tusing ada anak majlawatan. Entudné gempor wiréh tuara nyangu uling semengan. Krama subaké di Uma Gintah suba pada mulih. Satondén ngungsi Bukit Abah, makeneh ia singgah ka Gunaksa, nyagjagin karang tua ayat mabakti ka sanggah lingsir. Mirig pundukan tepi carik Dén Yéh, padiné sedeng lom, enggung, katak, kedis cemodong, kroncongan sampi, sunari, pindekan saling candetin. Teked di Sema Belong negak mangsegan, nolih carik gadang, yéh telabah ngili ka Pasih Surungan. Sagét ningeh munyin Dadong Rukma di awang-awang, kaukkauk ngangsegang pajalan Ni Tungtung Tangis. “Cening Tungtung Tangis, nguda kalahin Dadong, Dadong nu makita nutur buin duang slamparan. Olasin dingehang satuan Dadongé, pét mani tepuk Belin Cening, I Jayéndria tekedang tekén ia. Ia tuara ada lén tuah pianak ponakan Dadong, uling truna bunga buduh nyastra, malajahin usada, kosala-kosali, tutur kadiatmikan, mayoga, ngumbara lemah peteng, dot nulad pamargin sang maraga yogiswara Mpu Kamalanatha, pangawi Dharma Sunya pecak. Ni Tungtung Tangis tingglas ningeh satuan Dadong Rukma. Ngwetuang jejeh manahipun, wiréh sumeken Dadong Rukma suba mati. “Dadi munyin I Dadong dogén ané dingeh,” kéto krimik Ni Tungtung Tangis sinambi negak di betén wit poh amplemé sedek mabuah nged. Bengong, matoro-toro, naanang basang seduk, negak nuléngak langit. Matan ainé suba ngrorokang, i kedis sesapi nginder buka nyantosang ujan. Nyaluk sandi kaon, kunang-kunangé pakanyat-nyit, endihné tulia atman Dadong Rukma ngetut pajalan Ni Tungtung Tangis. Sagét inget Ni Tungtung Tangis, nuju tengah ai di glébegé, sambilanga nebuk jagung, Dadong Rukma nutur kéné tekén déwékné. “Ning, dingehang pasadun Dadongé. Anggon suluh ngandong sangsara di awak. Sukeh magehang pati brata. Eda daah-duuh, tampagang bayuné nikul duhkitan idup. Buka ané suba jalanin Dadong sapakalah pianak somah. Dadong dadi balu bunga. Matua ipah pada nyayangang, sakéwala Dadong lek tingkangtingkang dogén tuara ngasilang cacah agemel. Morahan tekén matua, ayat mulih daa, kumah palekadan di Banjar Patus. Matuan Dadong tuara maang. Ditu Dadong katari, nagih atepanga ngajak adi ipah, Nyoman Cedur. Ah, pedalem truna bunga maan baluan suba manakan. Buina Dadong suba ulung munyi, ayat magehang aguru laki, satia tekén somah idup mati. “Mé, baang tiang mulih, depang uli jumah kelod tiang nresnain somah pianak ané suba mati. Tiang tuara ja suud marerama ngajak Mémé, keneh tiang mulih daa, nglantingang déwék tekén nyama adi ba delod,” kéto Dadong nyéwaka tekén jero matua. Lantas mulih ka Balé Patus, umah Dadong dauh Pura Baturé, sungsungan kula gotra Tutuan, trehan Dalem Mangori saking Keling. Ada telung bulan Dadong nongos jumah, sinambi nunun ngantih, ngubuh kucit anggon céléngan. Lantas ada sawitra Ni Mungkrug ngajak Ni Muklek ngajakin Dadong luas ka
13
Balu Bunga I Wayan Westa Pujungan, maburuh ngalap kopi cengkéh. Anggon ngimurang keneh, laut ngumbang ka Baturiti numpangin truk kopra. Ditu Dadong maburuh teken Bapa Sanggra, inan sugih di Baturiti, ngelah tegal kopi lebihan tekén séket hektar. Duang tiban makuli ditu. Dadong balu bunga, lemah peteng truna tua maekin Dadong, ada ané nagih ngajak makurenan. Dadong tuara nyak. Inget tekén semaya ngajak Beli Nengah Cedar, diapin ia tiwas, ia satia tekén Dadong. Yadian suba mati, depang Dadong puguh ngisi janji, diastu ping pitu numitis apang matemu ngajak ia buin. Dadong ngeh, tuara ja aluh nilad satian Dewi Satyawati marepé Prabu Salya. Tuara dangan muguhang tresnan Dewi Damayanti marepé Prabu Nala. Kéto masi tusing ja ingan ngetut satian Dewi Sawitri marepé Arya Satyawan. Uli dini Dadong maan palaja-
han aguru laki. Tresnané tekén muani tusing ja sangkaning kabagusan utawi kasugihané dogén. Satiané masomah mula sangkaning pada demen, tresna asih uli tengah. Jélé melah tatakin bareng. Da ngumik ri kala somahé tuara nyekel pipis, mara bangun suba nyebeng, daah-duuh di pedeman, déwék seger buka adakang sakit. Ngorahang iba setata sangsara. Nyeselang déwéké buka anak ubuh tusing ngelah nyén. Ngudiang jejeh natakin idup yéning tangkeng tekén laksana ayu. Peteng lemah nguber kasugihan, tuara inget nyangu atma. Pradé mati nyama braya among sida ngateh neked di sema. Ané aba ka niskala tuah pakardi rahayu, da jejeh kuangan sangu. Kéto nyén Dadong ngiasaang iba dadi balu, tuara jalir masilihang barang kema-mai, bilang muani ajak medem. Dadong tangkeng mula I Cedar dogén muanin Dadongé paling bagus.
Kusa Agra, 12-10-2017
Saking Langit Bali
Aswamédha Parwa
Pinunas Dewi Uttara
Masaput Aon
Olih : I K. Satria, S.Ag
RARIS Ida sang Prabhu Krishna mamargi nuju genah putrané punika. Genah sané sampun kasuciang olih sami parekané sané wénten irika. Kadagingin sekancaning sekar sané mawarna petak, kendi sané wénten irika sampun sami madaging toya sané hening pisan. Irika taler wénten genah sané kanggén nglaksanayang yadnya agni hotra. Wénten taru miwah sekancaning sané kanggén ngamargiang yadnya. Ring genahé punika taler wénten senjata sané marerod-rerod genahnyané. Sami genahnyané becik pisan, pakenyitnyit sangkaning kabecikan tajepnyané. Irika taler sampun wénten para panjak sané sayaga pacang mapitulung pradé wénten sané nyaratang kapitulungan. Samian sampun sayaga pacang ngamargiang titah para ratuné. Makudangkudang balian taler sampun wénten irika. Nyaksiang sami wénten irika, rumasa angayubagia kawéntenan Ida Sang Prabhu Krishna. Ida sahasa ngandika irika, “becik-becik!” Sesampuné nyaksiang kawéntenan Ida Sang Prabhu Krishna, ngraris Ida Dewi Drupadi mamargi saha gegeson ngandika majeng ring Dewi Uttara. “Uduh Cening, sané mangkin sesuhunan I Dewané sampun wénten ring genahé puniki. Kawéntenanidané pinaka maharsi sané banget mautama ngawit saking panrestian jagaté puniki, wantah anggan Ida Sang Prabhu Krishna sané langgeng ring jagaté!” Ida Dewi Uttara raris mersihang toyan panonidané, ngresikin sekancaning kadukan ring angganidané tatkala punika, irika taler Ida ngresikin bhusananidané, salanturnyané ngantosang sang sané jagi rauh sané tan bina déwata sané mautama! Kalintang sungsut pikayunan Ida Dewi Uttara tatkala punika, nanging sesampuné manggihin sapangrauh Ida Sang Prabhu Krishna, dahat angayubagia kawéntenanidané. Sesampuné rauh, Ida nampek saha manyembah majeng ring Ida Sang Prabhu Krishna, saha matur, “Nawegang palungguh I Ratu sané dahat bhaktinin titiang, sakadi asapuniki kawéntenan titiangé sané mangkin. Ida Sang Abhimanyu saha déwék titiang sampun katinggalin olih putra sané mautama. Nawegang Sang Janardhana sané mautama, Ida Sang Abhimanyu sampun pejah ring payudan, asapunika taler titiang sampun nénten prasida nampi sungsuté puniki! Nawegang Sang Prabhu sané kasumbungang ring jagaté, aksi sané mangkin sembah titiangé! Sané mangkin titiang banget mapinunasang majeng ring Ida Sang Prabhu mangda prasida nguripang putrané punika! Yéning pradé Ida Sang Prabhu Yudhistira, utawi Ida sang Bhimasena, taler yéning kawéntenan
Duang tiban makuli di Pujungan, selid sanja ngalap kopi, ngrisakan tegal, ngrabuk cengkéh. Ada muani madan I Ketut Rangkus, nyapiahan suba ping telu, koné inan sugih di Pujungan. Méh suba atiban ia nututin Dadong, sadina-dina nglemesin Dadong sinambi ngembo ngajumang pagelahan, marasa tekén déwék ngelah liu. Yadian tiwas, Dadong tuara ja ulap. Mirib ento ngranaang ia gedeg. Wiréh panglemesné tamplokang Dadong. Sedek peteng Dadong malali ka Tamblingan, tuara ja tawang I Rangkus nutug, yén uli dija kadén tekanné, sedek maliang-liang ngajak timpal ngambunin bungan cengkéh sedeng mabunga, bukit-bukit kasaput sayong, katon toyan danuné ning maklenyir, prajani Dadong inget tekén kurenan, lega pesan kenehé yén ri kala ento ia ada di sampingé, muponin karasmin sedek gadung kasturiné mabunga, bintangé naram, kelap-kelip cara matinggah di carang-carang cengkéhé. Tusing marasa yéh paninggalané ulung, inget pianak somah suba ngalahin mati. Kapegatan tresna di tengahing urip. Satondén mulih ka tongosé makuli, Dadong makeneh ngenceh, dasa depa uli sawitran Dadongé maorta-ortaan. Yén kénkén kadén, teka I Rangkus nyagrep Dadong cara macan layah. Nglesitang kancut, ditu Dadong kaplekur, bibih Dadongé kacamok, Dadong tusing nyidaang mageluran. Dadong kaprakosa, kamen Dadongé kampigang, kalalungin, Dadong nu nglawan, tan maha bayun Dadongé cara singa luh, ping kuda-kuda I Rangkus nylélégang Dadong tuara nyidaang. Sawiréh peteng, maan Dadong selah nyemak tanah, namblek matan I Rangkusé sinambi nglangseg prana, prajani ia daah-duuh, glalang-ngliling. Dadong malaib tuara tangeh labak tegeh, kétkét dui katrebak tuara takut ulung ka grémbéngé, nrejak bet pabianan. Sawiréh malaib joh, bayun Dadong nyasan nduk, Dadong maserah marep Widhi, nah kénkén ya koné, kadong ya bangka Dadong lasia. Peteng dedet, sinambi ngajap Widhi, ada kubu cenik, abian sumaga sedek mabuah kuning-kuning, ditu Dadong nylémpang tanpa ipian. Suba saget semengan, sebeng becu kamen sétsét suranting, batis geruh babak belur. Mara marasa tekén sakit. Ngamé-ngamé kawitan, dumadak ada Widhi cenik nulungin. Lantas ada anak nundun, Mémé Sukanti adané. Tuturang Dadong saurah-arih ditu, pedalema pesan Dadong. Lantas Mémé Sukanti ngorahang, ia kancan Tutuan uli Gunaksa, bareng nyungsung Bhatara di Pura Bukit Buluh. Kadandan Dadong kajak kumahné, olas ia maang ngidih bekel aba mulih ka Gunaksa. Tuara mabalik buin ka tongosé makuli, ngidih tulung teken Mémé Sukanti, apang lasia nekedang sapakaon Dadong nagih kaprakosa baan I Rangkus. Uling sekat ento, Dadong metuéling, semarané ento baya sandang tangarin, ri kala mamurti di déwék tan bina macan buang, melahang nedehang apanga sida namtamin idup, anggon ngetisin tresna disubané mapumahan. Yen lumbar, manadi racun di guminé, sabilang luh bakat lumbahin. “Nah amonto malu, Dadong lakar ngetis di batan kepuhé, lautang Cening majalan melah-melah,” keto panyuud tutur Dadong Rukma.
Ida Sang Prabhu tatkala punika ngandikayang “Durusang sampun senjatané sané mawit saking mantra brahma astra mademang Dewi Uttara!” punika pacang ngawinang titiang nemu baya utawi padem, saha nénten pacang manggihin indiké puniki! Napi minab sané kaptiang olih Ida Sang Aswatthama ngamargiang parindikan sakadi asapuniki. Mademang anak lait sané tanpa dosa antuk senjata sané dahat mawisésa punika! Nawegang titiang ksatria sané mautama! Sané mangkin lugrayang titiang manyembah saha nelasang sami kasungsutan titiangé iriki ring ajeng palungguh I Ratu! Titiang pacang ngetut kawéntenan Ida Sang Abhimanyu saha putran titiangé sané mangkin, titiang nunas padem ring ajeng palungguh I Ratu, yéning prade putran titiangé puniki nénten malih sida kahuripang! Titiang sampun nyukserahang angga sariran titiangé majeng ring putran titiangé sané wawu embas puniki. Nanging, yéning sami sané aptiang titiang punika taler sampun pejah sangkaning kawisésan senjatan Ida Sang Aswatthama, raris napi malih kawigunan kahuripan titiangé iriki. Sané sampun sué aptiang titiang, kawéntenan anak alit pinaka putran titiangé. Sakémaon pangaptin titiangé punika sampun ical! Nawegang palungguh I Ratu sané dahat mawisésa, sesampuné sentanan Ida Sang Abhimanyu puniki, ngawinang sami sané kaptiang becik pacang ical! Sang Abhimanyu sané taler dahat tresnain I Ratu sampun pejah ring payudan, sané mangkin putran dané taler sampun kapademang olih Ida Sang Aswatthama! Indiké puniki ngawinang kasungsutan ring pikayunan titiang. Duk riin titiang taler sampun masemaya, yéning sampun Ida Sang Abhimanyu pejah ring payudan, titiang taler pacang ngetut, mangda macihna kasatyan titiangé! Sakémaon sané mangkin titiang dahat mariselsel indiké punika, duaning titiang nénten ngetut Ida Sang Abhimanyu. Sané mangkin, titiang sampun dahat sayaga pacang ngamarginin indiké punika.” Sakadi asapunika atur Ida Dewi Uttara majeng ring Ida Sang Prabhu Krishna. Sesampuné nlatarang sakadi asapunika kawéntenan saha pikayunan dané Dewi Uttara, raris Déwi Uttara runtuh ring pertiwi. Biangé sané kasungsutan punika nénten éling ring padéwékan, irika raris bhusananidané lempas. Nyaksiang sakadi asapunika, Ida Dewi Kunti, miwah para istri sané wénten irika dahat sungsut saha nangis tan sipi. (Masambung)
Aoné nréstés tedun maka sabeh nudut kayun sané durung waneh waneh sangkaning rasa kateteh tutur Hyang Giri masemu leteh Suryané merem sunarné kampih damuh ngreres ninggal jagaté sapih paksiné ical tatembangané sedih tutur pangaptiné tan wénten malih Dija mengkeb jagaté pateh kangin kauh kaja kelod sami méweh tindakané baat karasa kalampeh paduman uripé sangkaning pakibeh Aon cihna pamarginé sayaga ngawit tedun sangkaning sesuratan langit sampunang mamargi kalintang pingit sampunang ngawi jadmané nyerit. I W. Wikana
Jayanti
14 Cerakén Lengkara Punggelan geguritan puniki kanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha.
pupu;p\С(.
Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti
Pupuh Pangkur 43.ehli\*rtuehli\*,
Élingang ratu élingang, somæun*pisn/,
sampunang pisan, nthinÙ*somæunßti,
natahin wang sampun mati, mnutÖsÓËepÉokÓ;tutu(,
manut sastra Proktah Tutur, h\)ludinÙe\Ð\rn/,
angeludin wangké ngaran, \lrhin/, ngalarain,
ydñensl;sumurup/,
yadnyané salah sumurup, mnusydñenhiw*,
Manusa Yadnyané iwang, m(giy*somæuenmti.
margiang sampuné mati. 44.sÙa(mn&hiÏrm,
Swadharmaning i rerama, eynÓ)nuænÑ*,
yén ten sandang, \enÓn*pêneksmi,
I Made Widya Darma Nanda
Seneng ring Satua Lubdaka SEMITA sané bungah setata marawat ring déwék I Made Widya Darma Nanda. Rasa bagia taler bungah sané setata kasinahang ngawinang Widya – asapunika dané ketah kasambat akéh madué sawitra, inggian ring sekolah, ring wewidangan banjar, ri kala malomba, miwah ring genah tiosan. Siswa kelas VI A SD No. 1 Ubud, Gianyar puniki ngangken seneng madué timpal akéh. Manut Widya, timpal wantah arta brana sané mautama sajeroning kahuripan puniki. Lanang sané embas ring Denpasar, 3 Maret 2006, satios akéh madué piagam penghargaan, dané taler akéh madué piala, minakadi; pinaka juara ring pacentokan magending, ngigel, miwah sané tiosan, rumasuk pinaka juara kapertama sajeroning Pemilihan Jegeg Bagus Cilik Ubud 2017 sané sampun lintang. Widya kajudi pinaka Bagus Ubud 2017, prestasi sané sadurungnyané nénten naen kapikayunin, sampunang ja polih juara, nyarengin pacentokan kémanten kenehné kantun nenga-nenga. “Angayubagia pisan, titang prasida polih juara. Pamargin lombané becik pisan,” baos Widya girang. Embas tur kelih ring wewidangan seni ngawinang Widya sampun nguningin seni mawit kantun alit. Nénten wantah uning, dané taler nelebin seni inucap. Pamekas widang seni tari, dané ngrauhang guru ka genahnyané santukan irika wénten genah malajah, mawinan nénten akéh nelasang galah masuk ka sanggar tari. Napi malih margi ring wewidangan Ubud ketah macet. Satios punika, kekalih reraman dané taler ngicén sokongan sané becik. Mawinan punika, Widya ketah pisan nyarengin pacentokan ngigel. Asilnyané, yadiastun nénten setata dados juara,
dané ngangken akéh molihang pengalaman anyar. Yadiastun ketah menang utawi molihang piala, dané nénten ja sumbung. Pianak I Nyoman Parta DianaNi Nyoman Ayu Mahayani puniki madué tetuek, kayun nyarengin lomba kémanten sampun kabaos madué mental juara, santukan nénten samian alit-alit sayaga nyarengin lomba. Sapunika taler, nénten samian prasida nerima yéning déwékné kalah utawi nénten polih juara. Punika mawinan, yadiastun Widya nénten polih juara, dané polih pengalaman sané mautama. Indiké punika sané ngawinang Widya seneng nyarengin lomba, yéning polih juara, kabaosang pinaka bonus tambahan. “Menang utawi kalah sajeroning lomba nika biasa, tiang setata seneng nyarengin lomba,” tutur Widya. Kadaut ring widang tarik suara, Widya sayan nyantep malajah tur ngranjing ring Sanggar Creseendo Sukawati, Gianyar. Tetujonnyané, dané meled madué album. Yadiastun magabung sareng anak akéh, punika sané sayan ngawi déwékné seneng. Ramé-ramé latihan, rekaman, syuting, kantos makarya video klip. Daweg launcing album-nyané, Widya nembangang lagu mamurda I Raga ... I Lubdaka reriptan Komang Darmayuda antuk lirik olih Ibu Lusi. Aransemen-nyané olih Wiwit Setiawan. Ring tembang inucap, Widya nembangang lagu sané nyaritayang indik satua I Lubdaka sané sampun kauningin krama, pamekas ring Bali. Gending inucap mapaiketan pisan ring rainan Siwaratri. Widya sayan seneng santukan ri kala makarya video klip, sané dados I Lubdaka wantah bapannyané. Yukti pinaka pengalaman sané sukil kaengsapang. “Yukti pinaka pengalaman sané nénten pacang kapolihang ring genah tiosan. Tiang seneng pisan ring satua I Lubdaka inucap,” dané makenyem. (ast/uma)
nganténang pianaké sami, m\ÑsidmedÙcucu,
mangda sida madué cucu, nnÑninÉ&titiego\á*,
nandanin ring titi gonggang, m\ulnÓ&,
mangulanting, htßenr&tiy&p)tu*, atmané ring tiing petung, hut*pênekekocp/, utang pianaké kocap, hicucusennwurin/.
i cucu sané naurin.
Isin Gumi
Sesolahan Jogéd Jaruh Nénten Manut ring ”Estétika” Tari Bali
SESOLAHAN Jogéd Bumbung, pamekas Jogéd Bumbung sané kasengguh jaruh utawi porno majanten nénten pisan anut ring estetika miwah etika tari Bali. Satios nénten manut pakem, kawéntenan sesolahan jogéd jaruh taler prasida ngawi biyuta ring pakraman. Satios punika, Jogéd Bumbung sané kadadosang sinalih tunggil saking asia tari Bali pinaka warisan budaya tak benda olih UNESCO taler prasida kaon. Sesolahan jogéd jaruh sané pungkuran puniki ramia dados wicara ring pakraman, nénten pisan madaging pendidikan moral. Napi malih sesolahan inucap kantos katonton olih alit-alit miwah para yowana, sinah nénten becik. Nénten wénten tari Bali sané jaruh, napi malih para pragina kantos ningtingang kamen. Kahanan punika kabaosang sinalih tunggil budayawan Bali, I Made Bandem wawu puniki. Parindikan punika kabligbagang sajeroning acara Isin Gumi Radio Singaraja FM 92,0 Mhz raina Anggara, 28 Novémber 2017 lintang. Kadek Pastika, Anturan Nénten samian Jogéd Bumbung punika jaruh. Sapunika taler, nénten samian sekaa utawi sanggar sané praginané kayun masolah jaruh sakadi punika, napimalih katonton sareng akéh. Sakémahon, wénten kémanten sanggar sané nyayagang pragina nakal sakadi punika. Indik bayarannyané janten matiosan sareng sesolahan jogéd biasa. Punika mawinan tunas titiang majeng angganing sané wenang mangda tedun ngicénin pembinaan ngeninin sesolahan jogéd sané becik. Tios punika, sanggar utawi sekaa jogéd mangda
Redité Paing, 3 Desember 2017
kaicén wantuan marupa jinah pinaka prabéa pelestarian tarian jogéd. Mologan, Mayong Sesolahan jogéd jaruh sané kasolahang daweg acara “Trail Adventure” ring Désa Les, Téjakula wawu puniki banget ngimudin. Jogéd jaruh sujatiné matungkasan pisan sareng pakempakem miwah estika tarian Bali. Acara sané matetujon pinaka penggalian dana majeng pengungsi Gunung Agung, malah kadagingin sesolahan jogéd jaruh. Majeng angganing sané wenang kaptiang ngambil pidabdab tegas antuk nglaksanayang
pembinaan saha ngamargiang seseleh majeng kasus inucap mangda kapungkur nénten kawawanin malih. Gung De, Singaraja Minab, parikrama sesolahan jogéd jaruh punika wénten paiketannyané sareng bisnis. Ring sinalih tunggil sekaa jogéd, kocap wénten sistem séwa penari saking sekaa tiosan sané waged masolah jaruh sakadi punika. Kaaptiang mangda bénjang pungkur nénten wénten malih parindikan sakadi punika. Pidabdab hukum miwah pembinaan patut kalaksanayang, mangda kawekas ring sesolahan Bali kantun ring pakem saha norma, etika, lan sopan santun. Kaki Dukuh, Seririt Janten pisan sesolahan jogéd punika doh saking estetika saha etika miwah pakem sesolahan Jogéd Bumbung. Ring sesolahan jogéd jaruh, sang pragina ketah melitang kamen, égol-égolannyané taler jaruh pisan. Sané uningin tiang, biasané wénten sané mesen mangda sesolahannyané sakadi punika. Yadiastun napi ja alasannyané, parikrama punika tetep
nénten manut napi malih sané nyaksiang akéhan alitalit miwah para yowana. Surya Adi, Lovina Sesolahan jogéd patut ngamolihang uratian lewih saking pihak pemerintah, santukan sampun kasub saking nguni pinaka tarian pergaulan. Antuk nyaga kaajegannyané saha pageh ring pakem miwah étika, patut kawéntenang sakadi pacentokan jogéd utawi parade jogéd manut pakem sané patut. Iriki prasida kamargiang pembinaan majeng pragina taler sekaa jogéd, mangda samian uning ring pakem sesolahan jogéd sané becik. Darna Singaraja Ngeninin indik sesolahan jogéd jaruh, yukti prasida ngawi biyuta ring pakraman. Satios nénten becik pinaka tontonan, sesolahan jogéd jaruh taler prasida ngwetuang parebatan ring kulawarga. Antuk punika, pemerintah mangda gelis ngicén peminaan majeng pragina miwah sekaa jogéd. Kahanan puniki mangda nénten ngawi aran tari Bali cemer tur kaon. (ama)
I Nyoman Sucitra
Parikrama Kahuripan AKEH sané nénten nyantenang yéning Drs. I Nyoman Sucitra, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Klungkung wantah alumni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Singaraja. Kacunduk ring acara sosialisasi angkutan siswa gratis Kabupaten Klungkung ring SMPN 2 Semarapura wawu puniki, Pak Nyoman - asapunika dané ketah kasambat maosang, sujatinné anggané madué ijazah sekolah guru. Sakéwanten galah sané kalintangin nénten ngiringang dané ka sekolah tur makarya dados guru sakéwanten wantah nyarengin sajeroning birokrasi pemerintahan. “Saking kantun alit tiang sujatinné meled pisan dados guru, duaning tiang angob ring pakaryan inucap. Samaliha ring wewidangan kulawargan tiangé akéh pisan dados guru,” baosnyané makenyem. Embas ring Klungkung, 31 Desember 1962, ngawinang Sucitra tatkala kantun alit nglimbak tan bina sakadi alit-alit akéh ring desannyané. Nyabran semeng lunga ka sekolah tur becik nyarengin sekancan parikrama sané kamargiang ring sekolah. Prasida majalan sareng timpaltimpalnyané nyabran lunga tur budal saking sekolah wantah dados “kenangan” sané becik pisan manut dané. Duaning akéh pisan pikolih becik sané kapolihang dané risampuné nem warsa ngamargiang parindikan punika, minakadi prasida nincapang rasa manyama braya. Sané saraina dané sareng timpal-timpalnyané majanji ring sajeroning genah sadurung jagi mamargi ka sekolah sinarengan, yéning wénten sané durung rauh majanten jagi kajantosang utawi karereh ka umahnyané. Budalnyané taler sinarengan sinambi ngrembugang indik jagi malali malih jebosné risampuné wusan nyarengin rerama makarya ring soangsoang jero utawi paumahan. Makéh pisan sané naen kapanggihin tur setata ngawinang dané makenyem bagia tatkala makélingin punika, utamanipun risampune dané nénten kantun wimuda sakadi mangkin. “Tiang nyuksmayang pisan duaning naen ngrasayang kahanan sakadi punika. Katimbang alit-alité mangkin sané nénten naen manggihin kahanan inucap. Ri kala wénten galah, sering tiang nyatuayang kahanan punika ring alit-alit tiangé,” baos dané. Risampun wusan masekolah ring SD No. 2 Banjarangkan, Klungkung pinaka genah embasnyané, Sucitra sané mangkin sampun kapaicayang kalih pianak puniki nglanturang masekolah ring SMPN 1 Banjarangkan sané tatkala punika sampun ngawigunayang sepeda gayung, nénten kantun majalan sakadi ring SD. Akéh pisan taler sané naen kapanggihin minakadi ban sepéda sané bedah utawi anté sepédané pegat. Sios punika timpah-timpalnyané ring SD akéh taler sareng masekolah ring SMP Negeri irika, dadosné sinah kahanan saraina nénten ja mabinayan sareng tatkala kantun SD. Asapunika taler ri kala dané masekolah SMA ring SMA
TP 45 Klungkung. Tatkala punika kramané nénten sanget memilih sekolah, wantah kantun mapikayunan yéning makasami sekolah punika pateh kémanten. Sané mautama wantah alit-alitnyané jemet malajah mangda dados wikan. Sucitra marasa bagia duaning reramannyané nénten sanget memilih tur setata nyokong asapunika taler tatkala dané nyelehin jagi kuliah ring FKIP Singaraja jurusan Bahasa Indonesia. Risampuné tamat raris dané manggihin penerimaan ring Kanwil Penerangan, punika kasarengin tur ngawinang dané katrima dados PNS ring Kanwil Penerangan. Yadiastun sampun sué dados pegawai penerangan, nanging Sucitra bingung tatkala Departemen Penerangan kapuputang tur bubar. Pamuputné sangkaning pasuécan Ida Hyang Paramakawi raris dané prasida nyarengin Pemkab Klungkung. Sadurung dados Kadis Perhubungan, kurenan Ni Nyoman Sudiarti puniki kajudi dados Sékretaris PKD miwah Kepala Satpol PP Klungkung. Ngeninin indik pikayunan Bupati Klungkung ngolah angkutan umum perkotaan miwah pedésaan sané “mati suri” anggén angkutan siswa gratis, Sucitra satinut pisan duaning punika sinalih tunggil kebijakan becik sané patut katinut. “Tiang jagi mautsaha pisan nyarengin pikayunan Bapak Bupati mangda prasida kapolihang napi sané kaaptiang,” baos dané misaratang. (ast/was)
Kruna Basa Bali
AKSARA BALI
1.
keta
1.
k)t,
1.
gagap
2.
keted
2.
k)t)d/,
2.
padat
3.
ketékung
3.
k)etku*,
3.
kepompong
4.
ketil
4.
k)til/,
4.
sulit
5.
kimud
5.
kimud/,
5.
malu
6.
kosek
6.
ekos)k/,
6.
sempit
7.
krura
7.
kɱr,
7.
hebat, super
8.
kungkung
8.
ku*ku*,
8.
kurung
9.
kurah
9.
kur;,
9.
kumur
10.
kuwum/,
10.
rendam
10. kuum
Bahasa Indonésia
15
Minggu Paing, 3 Desember 2017
SELAMAT DATANG JUARAKU…
ANDALAN DAN HARAPAN RAKYAT…
l Lebih Jujur Ikhlas Kepada Diri Keindonesiaan
l Melatih Naluri Spontanitas (Balada Kemunafikan)
KUBUKA jendela, kutatap langit, dan aku bergumam: APA YANG bisa diandalkan dan diharapkan dari rakyat yang merasa punya Negara. Padahal Negara yang mereka maksud adalah Perusahaan. Yang memperniagakan kedaulatan mereka, menjual tanah dan air dan harta benda mereka. Untuk kepentingan kumpulan orang yang mereka mandati untuk mengurusi Negara. Yang kemudian dijadikan Perusahaan. APA YANG BISA DIANDALKAN dan diharapkan dari rakyat yang tidak pernah mnau belajar tentang beda antara Negara dengan Pemerintah. Kemudian rakyat itu secara berkala dan terus-menerus memilih dan mengangkat Pemerintah, yang secara sengaja membangun kerancuan antara Negara dengan Pemerintah. Sehingga sewaktu-waktu kalau punya kepentingan, Pemerintah itu mengaku dirinya sebagai Negara. APA YANG BISA diandalkan dan diharapkan dari rakyat yang tiap hari, tiap minggu, bulan dan tahun, selalu menitipkan harapan kepada kumpulan orang yang tidak pernah bisa diharapkan. Yang sepanjang masa mengandalkan kelompok orang yang terbukti tak pernah bisa diandalkan. Yang menghabiskan waktunya untuk mempercayai gerombolan orang yang tidak pernah membuktikan bahwa mereka bisa dipercaya. APA YANG bisa diandalkan dan diharapkan dari rakyat yang selalu sangat bersemangat memilih pemimpin demi pemimpin. Yang kemudian ternyata bukan pemimpin, melainkan penguasa. Yang kemudian ternyata tidak hanya penguasa, melainkan penipu-penipu yang mengelabui rakyat dengan demokrasi, pameran nasionalisme, sesumbar janji yang diingkari, kemajuan gincu dan berbagai kostum Agama untuk manipulai. Sampai akhirnya rakyat itu sendiri kelelahan menghitung jumlah pencuri di antara mereka yang dipercaya dan diamanati. APA YANG BISA diandalkan dan diharapkan dari rakyat yang melihat korupsi hanya pada urusan harta benda. Dan tidak pernah mau belajar kepada korupsi yang tersembunyi di balik kata-kata pidato dan pernyataan. Korupsi yang sebenarnya sangat transparan tampil bersama pola pikir, cara melihat masalah, atau sikap ketika memperlakukan kenyataan. Korupsi yang bersembunyi di belakang aturan, kebijakan, ketetapan keputusan, bahkan juga rekomendasi dan fatwa. APA YANG bisa diandalkan dan diharapkan dari rakyat yang terlalu mudah diperdaya oleh pencitraan. Terlalu gam-
pang ditipu oleh penampilan. Terlalu tidak punya kontrol terhadap kelaliman di balik kesantunan. Terlalu tidak seimbang antara kemampuan analisis mereka terhadap bentuk-bentuk kemunafikan, dengan semakin membengkak dan maraknya jenis-jenis dan formula kemunafikan yang mengepung mereka. APA YANG BISA DIANDALKAN dan diharapkan dari rakyat yang semakin hari semakin tipis kadar kewaspadaan mereka terhadap berbagai arus besar maupun kecil penindasan yang menimpa mereka. Semakin rendah kepekaan mereka terhadap lalu lintas dan mekanisme pencurian halus atau hak milik mereka, penghinaan yang bertahap atas harga diri mereka, serta pelecehan yang terukur atas kedaulatan dan martabat mereka sebagai rakyat. APA yang bisa diandalkan dan diharapkan dari rakyat yang pengetahuannya hanya kepingan-kepingan dan eceran-eceran atas penganiayaan yang dilakukan oleh kelompok-kelompok yang menguasai mereka. Rakyat yang tidak belajar mengerti bahwa mereka sedang ditelanjangi kerakyatan, kebangsaan dan kemanusiaan mereka. Rakyat yang tidak mengerti dan tidak ada tanda-tanda bahwa mereka akan pernah mengerti bahwa mereka tidak mengerti. APA YANG bisa diandalkan dan diharapkan dari rakyat yang tidak punya pertahanan pengetahuan tentang urusan mereka. Tidak punya kedaulatan ilmu tentang hak dan kewajiban mereka. Tidak punya resistensi akal dan nalar atas bahaya yang menindih mereka. Tidak punya saringan apapun yang memadai untuk membedakan antara arus yang menyejahterakan atau memiskinkan mereka. Yang menyelamatkan atau menghancurkan mereka. Yang membawa mereka ke gunung tinggi kemashlahatan atau yang menyorong mereka ke jurang kehancuran. APA YANG BISA diandalkan dan diharapkan dari rakyat yang bersedia bermusuhan satu sama lain demi membela organisasi atau tokoh-tokoh yang menipu mereka. Rakyat yang siap bertengkar siang malam mempertahankan kepentingan lembaga atau idola-idola yang memanfaatkan mereka, menginjak pundak bahkan kepala mereka demi mencapai kepentingannya. Rakyat yang siaga bertempur dan berani mati membela sesuatu yang mereka tidak pahami, mempertahankan nilai yang mereka tidak mengerti, bahkan membarikade l Alex R. Nainggolan Gerimis di Tanjungkarang malam menjauh, gerimis di tanjungkarang. cahaya lampu berkabut. aku memungut kenangan pada setiap ruas jalan dan gambar bangunan yang hanyut. di kota ini, kebisingan merenda kecut tubuh. juga bercak masa lalu, namun gagal ditempuh. hanya kuyup pohon besar di tengah jalan, mengkilap oleh genangan tahun. malam berjatuhan dalam gerimis di tanjungkarang. genggaman tangan seorang perempuan, memaksamu untuk masuk ke sebuah rumah. remah dirimu lungkrah. begitu asing untuk dikunyah.
pertahanan bagi orang-orang yang mereka sangka pemimpin, padahal penghancur nasib mereka. APA YANG BISA DIANDALKAN dan diharapkan dari rakyat yang karena dikuasai maka mereka pun ingin bergabung dalam kekuasaan. Yang hartanya dicuri maka mereka pun ingin turut mencuri. Yang hak miliknya diserobot maka mereka pun mencari peluang untuk juga bisa menyerobot. Yang karena jalannya dipotong maka mereka pun belajar memotong. Yang karena hidupnya dicurangi maka mereka pun melatih naluri dan spontanitas untuk juga berbuat curang, sejak keluar dari pintu rumah, di jalanan, di kantor, di gedung-gedung, di segala urusan, termasuk di rumah-rumah ibadah, bahkan menyelipkan kecurangan di dalam doa-doa mereka. l Emha Ainun Nadjib Yogya, 18 September 2017
Bali-Adat: Pandangan Hidup Santun…
l Di Dalam dan di Luar Diri (Jagatdiri Semesta Raya)
ADAT itu adab. Adab itu kesantunan hidup. Adat Bali, karena itu adalah Kesantunan Hidup cara-Bali. ‘’Bila begitu halnya,’’ tanya seorang Sahabat, ‘’Lantas adakah Bali memang punya cara lain untuk menyatakan Kesantunan Hidup dalam Kehidupan ini?’’ BALI punya caranya sendiri, memang, untuk menyatakan Kesantunan Hidup dalam Kehidupan ini. Cara itu dimulai dari hulu berupa Pandangan Dunia perihal Hidup dan Kehidupan. Hidup dalam Pandangan Dunia cara Bali adalah utuh, tunggal, dan langgeng, sedangkan Kehidupan itu beragam dan dinamis. Hidup dalam Kehidupan, karena itu, adalah cara menyelami dinamika keberagaman hingga menemukan dan menemui Keutuhan yang Serba Mahatunggal dan langgeng. PINTU MASUK ke taman Keutuhan yang Serba Mahatunggal dan Langgeng itu adalah kesantunan hidup yang dimulai dengan santun kepada diri sendiri. Santun kepada diri sendiri dimulai dengan senantiasa baik kepada diri sendiri: menerima diri sendiri apa adanya. Bukan malah merendahkan, melecehkan, mengabaikan, apalagi menghina dan menolak kehadiran diri sendiri. DARI PINTU masuk inilah halaman Rumah Keutuhan yang Serba Mahatung-
Angka: Energi Hidup Tiada Batas….
l Prestasi Prestise Integritas Kredibilitas
BANYAK Sahabat keliru mengira-ngira bahwa angka itu berhenti hanya sebagai jumlah. Ada pula mengira-ngirakan angka itu relatif, sehigga kerap kali lantas mempermainkan angka, layaknya mempermainkan lidah untuk mengolah kata-kata. Akibat angka diolah-olah, digorang-goreng, dipolaspoles, disulap-sulap dengan akrobat kata-kata, maka tenang-damai pun sontak berubah menjadi bising. Penuh curiga, syak wasangka, dan aneka tuduhan. Pemilihan Presiden tahun ini, misalnya, telah berubah dari kegembiraan menjadi kegaduhan politik oleh para penggoreng angka yang begitu dangkal memahami angka sebagai kuantitas semata. Bukan angka sebagai kualitas hidup yang berbasis kejujuran, integritas, dan kredibelitas. BERBEDA halnya bagi penempuh jalan kesadaran hidup: lebih daripada sekadar jumlah, kuantitas, angka itu justru diapresiasi sebagai kualitas, daya, energi, kekuatan. Angka itu justru adalah kepastian, kejujuran, integritas, kredibilitas, sekaligus prestasi dan prestise. Ini menjadikan para pejalan lurus di jalur kesadaran hidup dalam kehidupan tidak berani mempermainkan angka. Apalagi bermain-main dengan angka. Senantiasalah teliti dan hati-hati penuh perhatian dengan setiap angka! begitu kerap diingat-ingatkan. Di antara yang nyata di dunia ini, angka-lah yang paling tiada batas, tiada berhingga! BILA ANDA main-main mempermainkan angka, tanpa sanggup mengendalikan energi angka itu sendiri, maka jangan salahkan angka bila justru membinasakan kehidupan Anda. Dia yang kerap mempermainkan angka dengan niat dan maksud hati tidak patut, sengaja menipu
dan membohongi pihak lain dengan angka, apalagi terusmenerus keasyikan memainmainkan angka, suatu ketika niscaya digulung, dibenamkan oleh kekuatan angka-angka yang dipermainkan itu. ENERGI dan daya hidup angka itu sungguh luar biasa dahsyat. Selain pasti angka itu juga universal. Di mana pun, oleh siapa pun, dan kapan pun angka itu sama. Keunggulan kesebelasan Jerman 1-0 atas Argentina di final Piala Dunia 2014 pekan lalu itu niscaya dipahami sama di seluruh dunia, dan terusmenerus dicatat sama begitu adanya sampai kapan pun. Tidak akan pernah berubah menjadi sebaliknya. Di kanal televisi mana pun pertandingan itu ditonton, sejarahnya tetap saja universal l Herry Lamongan WILAYAH SUNYI
Pada setiap keraguan sebentang rel kita lihat menjauh, sejauh-jauh mata memandang tiada stasiun di ujung manapun hati hanya hadir di kekosongan abadi.
dan abadi: pemain pengganti sang pemuda Mario Goetze-lah yang melesakkan gol nan indah kelas dunia itu dari posisi yang tak terkawal pemain Argentina, sehingga membikin Messi, sang pemain bintang, tertunduk lesu, bersimbah sedih. l nirta ks l I Wayan Arthawa RUMAH PERMENUNGAN bagi: gde artawan. Melukis bintang di rumah panggungmu kerdip cahayanya menarikan pentas puisi irama bathin jadi kata menjelma petualangan gerimis melayarkan cuaca muram berayun dalam detak waktu menjadi dendang perjalanan ikan-ikan di akuarium melakukan meditasi air irama puisi jadi aroma cinta ‘’tak usah menyingkap pengembaraan penyair sekalipun ada tangis, luka dan kesedihan tumpah dengan sendirinya’’, ungkapku puisi berguguran mengukir dan memahat kenangan jadi prasasti diri
SELAMAT datang Juaraku. Di semi final kalian bermain sangat bagus dan jauh lebih bagus dari kesebelasan Thailand yang akhirnya menjadi Juara AFF U-18 2017. Fakta persepakbolaan kalian melebihi Juara. Yang mengalahkan kalian sehingga tak bisa masuk final adalah fakta bahwa kehidupan ini lebih luas dari lapangan sepakbola. DI LUASNYA kehidupan itu ada makhluk yang namanya bola itu bundar’ ada Tuhan, ada nasib dan takdir. Di dalam tak terukurnya keluasan hidup itu, perbandingan antara kepastian dan kemungkinan adalah satu berbanding infinity. Kepastian hidup hanya berlangsung di beberapa hal, tapi segera ia digugurkan oleh kepastian berikutnya. Dan seluruh kepastian yang bisa dirangkum oleh pengetahuan dan ilmu manusia, adalah bagian yang sangat relatif dari kemungkinan-kemungkinan. SAYA MENEMUKAN sejumlah kepastian dalam proses pelatihan hingga pertandingan kalian. Kesungguhan, ketekunan, ketelatenan, pantang mundur, kedewasaan mental, tanggung jawab individual dan keberbagian kelompok, ketersambungan dengan Tuhan dan nilainilai yang jauh lebih luas dari sepakbola. Tetapi sebenarnya itu semua tidak terlalu istimewa, karena kalian adalah manusia, dan memang demikianlah seharusnya dan sewajarnya manusia. YANG ISTIMEWA adalah bahwa kalian benar-benar anak-anak Indonesia. Sungguh-sungguh pemuda Indonesia. Mantap, teguh dan percaya diri sebagai prajurit Indonesia. Merawat kesadaran, sikap dan langkah sebagai patriot Indonesia. Kalian diajak oleh Coach Indonesia-Raya SjafRI untuk belajar kepada dunia, dengan tetap berdiri tegak sebagai pemuda Indonesia. Kalian berlatih nasionalisme di atas rerumputan lapangan sepakbola. DENGAN ITU semua kalian adalah Juara. Sehingga kuucapkan selamat datang kembali ke tanah air Indonesia. Juara adalah siapa saja yang cinta dan setia kepada hakiki hidupnya. Terkadang kalian mengungguli kesebelasan lain, di saat berbeda mereka mengungguli kalian. Itu bukan parameter utama untuk menjadi juara. Orang yang menjalankan cara hidup sehat, bisa tiba-tiba meninggal. Gelandangan di jalanan yang menjalani hidup tidak memenuhi persyaratan kesehatan, bisa hidup lebih awet dibanding orang kaya yang nutrisinya mencukupi. Hidup tidak bermakna menang dan juara, mati tidak berarti kalah dan tidak juara. SIAPAKAH JUARA di antara tiga legenda tinju kelas berart dunia ini: Joe Fraizer pernah mengalahkan Muhammad Ali, tapi dihajar habis sampai terjengkang lima kali oleh George Foreman. Kemudian Foremen munting terputar badannya dan
gal dan Langgeng itu mulai dapat ditapaki, langkah demi langkah, hingga akhirnya pandangan hidup terhadap dunia pun berubah: sejatinyalah seluruh Hidup dalam Kehidupan ini Utuh, Satu, Tunggal adanya. Tiada terpisahkan satu sama yang lain. Tiada yang lain maupun yang lian. Di luar maupun di dalam itu satu kesatuan nan utuh, tunggal. Jagat Diri ini dengan Semesta Raya itu satu jua adanya. KEUTUHAN yang Serba Mahatunggal dan Langgeng itu sejatinya menghidupi dengan Ada di Dalam sekaligus Hadir di Luar. Itu menjadikan manusia yang hidup dalam kehidupan, dalam Pandangan Hidup cara Bali, cuma punya satu pilihan sekaligus tugas utama, dan itulah: Santun, Santun, dan Santun kepada Semua yang Ada di Dalam maupun di Luar Diri. l deprabas
jatuh telentang oleh straight kanan Muhammad Ali. Tidak ada juara di antara mereka, atau mereka semua adalah juara. BIKINLAH TURNAMEN sepakbola, tingkat dunia pun, dapatkan juara berdasarkan gol hasil pertandingan final, kasih piala dan seluruh dunia gegap gempita merayakannya. Sepuluh menit kemudian, pertandingkan kembali dua kesebelasan finalis itu, turunkan kembali ke lapangan. Sesudah 90 menit, apakah Anda dapatkan kembali juara yang sama seperti sebelumnya? STATUS JUARA HANYA berlaku satu sekon. Cobalah 90 menit pertandingan diperpanjang menjadi 120 menit, atau diperpanjang lagi sampai semua pemain tak lagi memiliki sisa tenaga untuk melanjutkan pertandingan, supaya kita dapatkan juara sejati. Tapi kalau juara sejati ditentukan oleh batas akhir tersedianya tenaga, batal kesejatiannya. Kalau sesudah pulih kembali tenaganya, kemudian dipertandingkan lagi, tidak bisa dipastikan bahwa juara pada detik yang tadi akan kembali juara pada detik berikutnya. JUARA ADALAH ANIMASI pada patas ruang dan waktu yang disepakati. Sebuah kesebelasan berbangga menjadi juara, dan lainnya bersedih karena tidak menjadi juara – sesungguhnya itu berlaku hanya karena waktu kita sepakati untuk berhenti. Jika permainan sepakbola harus bersetia kepada mengalirnya waktu, kepada tak pernah berhentinya waktu, pada hakikatnya tak pernah ada juara. KESEJATIAN JUARA hanya terletak di dalam cinta dan kesetiaan. Sebuah lagu dari NTT menggambarkan sangat indah: Baik tidak baik, Tanah Timor lebih baik’ Kesejatian juara hanya ada di dalam nasionalisme. Kalah atau menang, Indonesia selalu menang. Asalkan Indonesia benarbenar Indonesia. Asalkan diri Indonesia bersetia menjadi diri Indonesia. Sepanjang kepribadian Indonesia tidak rendah diri sehingga merasa bahwa yang bukan Indonesia selalu lebih baik dari Indonesia. Sepanjang manusia Indonesia, pesepakbola Indonesia, ikhlas dan mantap sebagai manusia pesepakbola Indonesia, percaya diri atas potensialitas, ilmu, keterampilan dan strategi Indonesia - maka Indonesia selalu juara. INI BUKAN SUBJEKTIVITAS atau apalagi subjektivisme. Bukan sekadar meskipun istri tetangga secara objektif lebih cantik, tapi istriku tetap paling cantik bagiku. Ini soal maksimalisasi eksplorasi diri. Ini soal konfidensi. Soal kepercyaaan sebagai diri sendiri. Ilmu, wacana, strategi dan semua hal tentang sepakbola, politik Negara atau pembangunan bangsa – bisa kita pelajari dari sudut dunia mana pun. Tetapi kalau pembelajaran itu mengubah subjek kedirian Indonesia menjadi bukan Indonesia, melainkan menjadi Barat atau Utara, maka selamanya Indonesia menjadi ekor dari yang bukan Indonesia. SELAMAT DATANG JUARAKU. Selamat datang semburat cahaya mercusuar masa depan Indonesia. Selamat datang patriot-patriot Indonesia. Aku, Bapak Ibumu, bangsamu, masyarakatmu, Negara dan Pemerintahmu, belajar kepada kalian untuk lebih percaya diri sebagai Indonesia. Belajar untuk lebih jujur dan ikhlas kepada diri keindonesiaan kami. Belajar mendesain pembangunan hari ini dan program masa depan, yang mengandalkan kenyataan diri Indonesia, akal dan hati manusia Indonesia, budaya dan keberadaban secara Indonesia. l Emha Ainun Nadjib Yogya, 18 September 2017
Bali-Rajya: Pemimpin vs Pemimpi… l Memuliakan Dasar Landasan Keberadaan
PEMIMPIN itu hadir langsung di tengah yang dipimpin. Dia telinga yang mendengarkan langsung suara-suara yang dipimpin. Dia mata yang melihat langsung wajah-wajah yang dipimpin. Dia angin yang menyentuh langsung pundak dan tangan yang dipimpin. Dia air yang menyejukkan langsung dahaga lahir batin yang dipimpin. PEMIMPIN RAKYAT suatu Negara, karena itu, dalam visi Bali berkewajiban paham lenguh, dengus, maupun helaan napas para rakyat yang dipimpin. Dari lenguh, dengus, maupun helaan napas rakyat itulah sang Pemimpin Rakyat memahami: adakah rakyat sedang girang gembira bahagia, sengsara, ataukah memendam kekecewaan yang suatu saat bakal meledak jadi kekacauan. ITU SEBAB SANG PEMIMPIN dalam tradisi Balidwipamandala-Nusantararaya dinamakan rajya, yang mulia dan dimuliakan karena senantiasa memuliakan landasan dasar keberadaannnya, yakni rakyat yang dipimpin. Layaknya pohon beringin yang pucuk-pucuknya meninggi, daun-daunnya meluas merindangi, tapi
saat bersamaan akar-akarnya justru kian kuat tangguh menyentuh dan menyuburkan tanah dengan air yang disimpannya ke Bumi. BAGAIMANA lenguh, dengus, maupun helaan napas itu bakal dipahami bila sang Pemimpin Rakyat tiada dekat dengan rakyat yang dipimpin? Yang kerap terjadi, kebijakan sang Pemimpin Rakyat pun kemungkinan besar tidak sesuai dengan yang diharapkan, apalagi dibutuhkan oleh para rakyat yang dipimpin. PEMIMPIN yang kerap membuat kebijakan tidak sesuai dengan yang diharapkan, apalagi dibutuhkan para rakyat yang dipimpin itu tiada ubahnya dengan pemimpi. Dia membubung, menggebu-gebu, menderu-deru menjanjikan kemajuan, kemakmuran, keadilan, bahkan kehormatan, dan semacamnya namun kebutuhan dasar rakyat yang dipimpinnya justru tiada dipenuhi. Itu karena si pemimpi tiada punya kesanggupan dan kesiapan mendengar, melihat, apalagi menyentuh langsung yang dipimpinnya. l deprabas
Bali-Santi: Menerima Harmoni…. l Dari Lembah Dasar Kedalaman
BALI menuai anuegerah cinta dan damai karena harmoni manusia Bali dengan Dia yang di Dala maupun di Luar Diri. Tiada cinta dan damai hadir tanpa benih bernama harmoni. Dan, harmoni tiada hadir tanpa sikap hidup menerima. Ya, menerima semua apa adanya, sebagaimana adanya. Tanpa menilai, apalagi menghakimi. TOLERANSI saja tidaklah cukup buat melahirkan bunga dan buah cinta dan damai di taman kehidupan bersama. Toleransi mesti dilampaui hingga sampai puncak ketinggian sekaligus kedalamannya berupa sikap hidup menerima.
l Anggur
Bila berhenti cuma sampai di titik toleransi, maka cinta dan damai menjadi terkurung oleh garis dan ambang batas, karena toleransi itu niscaya punya garis dan ambang batas. Garis dan ambang itulah menjadikan toleransi itu terbatas. Manakala garis batas itu telah tersentuh, disharmoni pun tiada terelakkan terjadi. ITU SEBAB HARMONI cara Bali mengajak dan menuntut putra-putri kehidupan supaya tidak sekadar berpuas dan berhenti di titik toleransi. Naik, naik, dan naiklah hingga ke puncak ketinggian kesadaran hidup bernama sikap menerima. Selami, salami, dan selamilah terus hingga sampai
di kedalaman terdalam kesadaran hidup bernama sikap menerima. DI TITIK PUNCAK ketinggian sekaligus lembah dasar kedalaman penerimaan, segenap perbedaan pun lebur menjadi ketunggalan nan utuh. Yang Ada dan Hadir hanyalah Cinta dan Damai nan Indah. Tanah-Air-Ruang Bali adalah taman mungil kehidupan yang dilimpahi anugerah Cinta dan Damai karena harmoni manusia Bali dengan Dia yang di Dalam maupun di Luar Diri. Manakala harmoni itu meredup, maka Cinta dan Damai itu pun melayu. l deprabas
Merah Persibu Ngampoeng Seni untuk Fenomena 27 dalam 72…
Desember 2017, Stop Press… NGAMPOENG SENI Desember 2017 Jatijagat Kampung Puisi – JKP-109 Rabu MALAM Umanis 27 Desember 2017 Wenten-Play IMAJINASI Tanah Air Dari Margarana LONG MARCH Gunung Agung Bung Rai Bung Mudita Freedom For… Freedom to Fulfill Your Vision and Mission Secure Your Sacred Time Now, Please Silent Revolusion, Its Happening, Be Ready…. JATIJAGAT Kampung Puisi - JKP-109
l Spirit Ruh Bangsa, Tes Ke-Indonesiaan Raya Kita
CAKRA Yadnya EDUKASI (H) Cinta Nusantara 2017 l
JKPemerdekaan-109, Pijakan Start Ke-rasadiri-an l
Sangkan Paraning Dumadi, yang Terpanggil Sepenanggungan
Desember Rememberance: 27 in 72, 72 in 27 Road to Homecoming 230 Years Old Denpasart!
DESEMBER Para: Hoesnizar Hoad, Nevatuhella, Humam S.Chudori, Hermawan, Tien Marni, Hasan AL Banna, Hasan Bisri BFC, Pratomo Bangun, Lailiyati, Roz Zaky, I Dewa Gde Palguna, Ahmad Faisal Imron, Nyoman Wirata, Hanku SGM Takaba…. SERATUS (100) Monolog Putu Wijaya masih keliling Bali sampai Desember 2017 – berakhir. BAGI Komunitas, Grup Seni dari Luar Bali yang ingin beraktivitas di JKP–109 harap selalu MENGIKUTI dan MENGHUBUNGI Wayan Jengki Sunarta via Face-Book-nya. PALING LAMBAT dua (2) MINGGU sebelum Anda/Grup Anda menghubungi Jengki Sunarta untuk MEMASTIKAN JKP-109 SIAP melayani Anda (Grup-Kom-Rombongan) Anda….
Daerah
16
Minggu Paing, 3 Desember 2017
Alat Pemersatu
BPM/kmb
BAGI-BAGI MASKER - Anggota TNI dan relawan kemanusiaan dari Jembrana ketika melakukan aksi bagi-bagi masker di wilayah Singaraja dan Karangasem.
TNI dan Relawan Bagi-bagi Masker untuk Pengungsi Karangasem Negara (Bali Post)Jajaran Kodim 1617 Jembrana bersama anggota Yonif 741/GN dan Relawan Kemanusiaan, Sabtu (2/12) melakukan kunjungan dan menyalurkan sejumlah bantuan kepada para pengungsi warga Karangasem yang terdampak erupsi Gunung Agung. Rombongan mengunjungi posko pengungsi di wilayah Geretek Singaraja, Karangsari Sukadana, Tianyar Barat dan di GOR Tianyar Tengah, Desa Kubu Karangasem. Selain menyerahkan bantuan sembako, terpal, karpet dan peralatan mandi serta yang lainnya, juga membagikan ribuan masker. “Kami menyiapkan 2.500 masker, selain dibagikan anggota TNI dan relawan, juga diserahkan langsung ke masing-masing posko se-
hingga sewaktu-waktu bisa dibagikan,” kata Babinsa Pengambengan, Serda Sugito mewakili Dandim Jembrana 1617/Jembrana Letkol Kav. Djefry Marsono Hanok di selasela pembagian masker. Masker selain dibagikan pada pengungsi dan warga, juga kepada petugas kepolisian yang melaksanakan tugas, sehingga dalam melaksanakan tugas kemanusiaan di lapangan kesehatan tetap terjamin. “Kami juga sosialisasi pentingnya pemakaian masker ketika terjadi erupsi dan hujan abu. Karena cukup berbahaya bagi kesehatan, sehingga perlu disosialisasikan,” jelasnya. Bantuan masker, katanya didapatkan dari bantuan para donatur melalui relawan kemanusiaan di Jembrana.
Selain itu, rombongan anggota TNI dan relawan dari Jembrana juga menghibur anak-anak pengungsi dengan menyanyi dan bermain bersama, serta membagikan makanan ringan. “Apa yang kami lakukan sederhana, semoga bermanfaat,” harap Sugito. Gede Wira, koordinator relawan di Posko GOR Tianyar Tengah mengatakan kepedulian para donatur yang menyampaikan sumbangan ke posko sementara ini cukup. Pihaknya juga mengapresiasi bantuan dari TNI dan relawan dari Jembrana untuk para pengungsi di Tianyar Tengah. “Di sini ada sekitar 700-an jiwa. Sebagian tinggal di tenda yang juga sudah mulai bocor, sehingga perlu bantuan terpal dan alas tidur, juga bumbu dapur serta lauk pauk. “Kami sebelumnya ma-
sak 150 kg beras sehari, namun kini karena makan dua kali sehari jadi masak 100 kg sehari. Semoga saja kondisi cepat berakhir,” harapnya. Karena kondisi Gunung Agung sementara tenang, banyak kepala rumah tangga jika siang hari pulang ke rumah mengurus ternak. Jika malam hari balik ke tenda pengungsian. Namun sudah diimbau agar selalu waspada. “Banyak juga yang dievakuasi paksa, khususnya yang kondisi sakit dan lansia. Ini untuk menghindari halhal yang tidak diinginkan ketika terjadi letusan besar,” kata salah seorang petugas kepolisian di posko Tianyar Tengah. Pihaknya berharap semua selamat dalam bencana ini, dengan meningkatkan sosialisasi tanggap dan waspada bencana. (kmb)
Polisi Cek Kesehatan Pengungsi
Banyak Alami Flu, Rematik, dan Gatal-gatal
BPM/ist
KESEHATAN - Belasan pengungsi Gunung Agung di Dusun Benben Desa Sambirenteng, Kecamatan Tejakula menjalani pemeriksaan dari tim kesehatan Polres Buleleng.
Singaraja (Bali Post) Tim kesehatan Polres Buleleng melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap pengungsi Gunung Agung yang menempati fasilitas umum (fasum) di Dusun Benben, Desa Sambirenteng, Kecamatan Tejakula, Sabtu (2/12) kemarin. Dalam pemeriksaan ini ada sekitar 15 pengungsi dewasa dan anakanak menjalani pemeriksaan kesehatan secara cuma-cuma. Paur Kes Penda TK 1 Luh Sari Wahyuni, seizin Kapolres Buleleng AKBP Made Suka Wijaya mengatakan, dari belasan pengungsi itu ditemukan
mengalami flu, gatal-gatal dan sakit rematik. Penyakit ini ditemukan diduga karena cuaca di lokasi pengungsian. Untuk membantu meringankan sakit tersebut, pihaknya langsung memberikan obat seperti vitamin, obat penghilang nyeri, obat demam, flu dan obat penghilang gatal kulit. “Ini partisipasi kita di kepolisian dan untuk sementata belum ada yang sampai dirawat ke Puskesmas atau rumah sakit. Penyakit ini kemungkinan karena cuaca dan lingkungan di tempat penampungan pengungsi,” jelasnya. (kmb38)
Warga Desa Julah Heboh
SATU nusa satu bangsa satu bahasa kita. Tanah air pasti jaya untuk selama-lamanya. Indonesia pusaka, Indonesia tercinta. Nusa bangsa dan bahasa, kita bela bersama. “Sebelum Proklamasi Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia, 17 Agustus 1945 kita telah memiliki lagu kebangsaan bernama Indonesia Raya diciptakan Wage Rudolf Supratman. Lagu tersebut dikumandangkan saat Kongres Pemuda II yang menghasilkan ikrar Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928. Rupanya Liberty Manik diilhami isi sumpah yang bergemuruh disuarakan seluruh peserta kongres yang mengaku bertanah-air, berbangsa dan berbahasa satu yakni Indonesia, sehingga tercipta lagu “Satu Nusa, Satu Bangsa”. Lagu nasional tersebut diperkenalkan ke masyarakat lewat Radio Republik Indonesia stasiun Jakarta pada tahun 1947. Liriknya sederhana, sehingga mudah dihafal dan diingat, namun mengandung nilai– nilai kebangsaan yang kental bagi rakyat Indonesia. Bila seluruh warga bangsa tidak meninggalkan dan melupakan sejarah, seperti isi pidato Bung Karno berjudul “Jasmerah”, lagu L. Manik dan WR. Supratman sebenarnya mampu mengikat bangsa dan negara ini untuk selama-lamanya. Kebudayaan dan peradaban bangsa yang tersebar di 17 ribu pulau, sudah berkembang dan dipelihara sejak 2.000 tahun silam. Hal itu terjadi sebelum agama-agama impor datang ke Nusantara dan setelah masuk satu per satu, terjadi proses akulturasi, adaptasi dan asimilasi yang memperkaya kebudayaan dan peradaban yang sudah ada. Kita pun pernah memiliki zaman keemasan di bawah Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit dari abad ke-7 – 15, yang kemudian ditenggelamkan kolonialisme dan imperialisme Belanda dan Jepang. Anak-anak bangsa seharusnya merenungkan dan mengingat kembali sejarah Indonesia, bukan sebaliknya mengabaikan bahkan melecehkan warisan para leluhur!” imbau Rubag. “Setuju! Ikatan batin yang dirajut nilai-nilai budaya dan peradaban tersebut melahirkan Pancasila yang digali dan disusun Bung Karno sebagai dasar dan ideologi negara dan bangsa. Bahkan karena kecocokannya pada karakter dan jiwa bangsa Indonesia, Pancasila kemudian menjadi pandangan hidup bangsa atau way of life. Coba bayangkan, kalau hanya mengandalkan logika dan rasio saja tanpa unsur batiniah dan emosi, bagaimana mungkin Sumpah Pemuda terselenggara dan Proklamasi
Kemerdekaan dilakukan! Di dalam 17 ribu pulau, seperti katamu, berdiam dua ras mayoritas bernama Polinesia dan Melanesia, kemudian diisi lagi ras India, Cina, Arab dan lain-lain. Masing-masing ras itu memiliki suku-suku, budaya, cara hidup, agama, kelompok, bahasa, namun karena ikatan batin selama ribuan tahun mereka kompak menyatakan diri terhimpun dalam satu nusa, satu bangsa dan satu bahasa. Dari semua kekayaan warisan budaya dan peradaban yang direnungkan Bung Karno selama empat tahun pengasingannya di Ende, Flores (1934-1938), lahirlah ideologi Pancasila. Itu dipaparkannya di hadapan anggota Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) 1 Juni 1945, dalam rangka menyusun dasar negara yang akan mereka merdekakan dua bulan kemudiannya. Pancasila sebagai grondslaag atau norma dasar alias landasan ideal, kemudian lahirlah Undang Undang Dasar 1945. sebagai landasan konstitusional. Karena jiwa dan nilai Pancasila mengalir dan mengisi batang tubuh konstitusi itu. Ini sebuah Karya Agung The Founding Fathers/Mothers Indonesia,” komentar Made Surjanegara. “Ya, Pancasila diberikan berbagai sebutan sesuai fungsinya dan yang paling hebat sebagai sumber dari segala sumber hukum NKRI. Selain sebagai pandangan hidup bangsa, Pancasila sebagai perjanjian luhur bangsa, cita-cita kemerdekaan dan yang paling nyata adalah sebagai alat pemersatu. Sebagai negara yang memiliki kekayaan alam berlimpah, tidak sedikit negara asing atau kini korporatokrasi, yang ingin menguasai negeri ini, baik di era kolonialisme maupun di zaman postkolonialisme. Bahkan Bung Karno telah meramalkan dan sering mengutarakannya dalam pidato, bahwa setelah kemerdekaan akan muncul penjajahan bentuk baru yang diistilahkannya dengan neokolonialismeimperialisme yang disingkat Nekolim. Politik pecah belah atau devide et impera sering digunakan untuk meruntuhkan Indonesia, selain penjajahan budaya dan proxy war. Artinya, kerusuhan yang diciptakan dari bentrokan hingga perang, namun aktor intelektualnya tidak terlibat langsung. Ini terjadi sejak pertengahan 1950’an hingga sekarang terus berlanjut, meski sulit dibuktikan tapi bisa dirasakan. Pemberontakan bersenjata di berbagai wilayah Indonesia tahun 1950’an, kudeta merangkak tahun 1965, separatisme dan kini upaya proxy war terkait bangkitnya politik identitas lewat radikalisme agama, suku dan kelompok. Syukur percaya atau tidak, berkat Pancasila sebagai alat pemersatu bangsa ini tetap utuh, tidak terceraiberai seperti negara-negara di Jazirah Balkan yang dikenal dengan Balkanisasi. Sebagian besar rakyat yang diikat nilainilai Pancasila tetap menginginkan NKRI terus eksis dan berjaya. Lirik Satu Nusa Satu Bangsa rupanya bukan
hanya dinyanyikan, tapi diamalkan sebagian besar rakyat Indonesia. Nusa, bangsa dan bahasa, kita bela bersama!” ujar Nyoman Muka. “Yang anti-Pancasila sebenarnya berjumlah kecil, namun dengan adanya IT, terutama facebook, twitter dan instagram yang dijadikan amplifier, gaungnya terkesan besar. Kalau pinjam istilah Bung Karno, ini manusiamanusia keblinger yang berpaham universalime yang mengagungkan peradaban asing tertentu dan bernostalgia tentang kejayaan sebuah imperium yang telah roboh pascaperang Dunia I. Kalau bangsa yang memiliki imperium tersebut melupakan kejayaan mereka dan mendirikan republik, ironisnya justru ada segelintir orang dari bangsa yang sebenarnya pewaris Sriwijaya dan Majapahit memimpikan kejayaan bangsa lain yang dilupakan itu. Mereka menginginkan semua manusia di bawah satu kekuasaan, agama, peradaban dan budaya yang secara fanatik serta radikal ingin bangsa Indonesia menerima idealisme mereka. Padahal dalam sebuah ayat dari buku sucinya ada seruan yang menyuruh mereka berkembang biak sebanyak-banyaknya dalam suku-suku dan bangsabangsa. Bukan satu suku dan satu bangsa, melainkan banyak suku dan bangsa yang plural dan multikultural. Kita seharusnya bangga lahir jadi bangsa Indonesia yang memiliki budaya, seni, bahasa dan cara hidup berbeda, namun disatukan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Itulah makna sesanti Bhineka Tunggal Ika yang jadi tenggeran Garuda Pancasila. Bung Karno pun pernah mempromosikan Pancasila di Sidang Umum Perserikatan Bangsa Bangsa dalam orasi berjudul “Membangun Dunia Baru” pada 30 September 1960. Top markotop Bung Karno!“ tambah Wayan Wijaya. “Memang luar biasa Presiden I RI itu! Dia menyanggah pendapat Bertrand Russel bahwa dunia saat itu terbelah menjadi dua, yakni blok yang bernaung di bawah The Declaration of Independence dan blok di bawah Manifesto Communist. BK atas nama 92 juta rakyat yang diwakilanya, menyatakan berada di luar dua kelompok yang sedang dalam konflik ideologis itu. Demikian pula ada satu miliar lebih rakyat Asia-Afrika yang diharapkannya bersimpati dan menganut ideologi Pancasila. Karena mereka baru merdeka dan benci pada segala bentuk penjajahan, dalih BK. Kalau saja Bung Karno masih hidup, beliau akan bangga membaca berita bahwa ada beberapa tokoh agama Budha dari Jepang dan Amerika Serikat barubaru ini bertandang ke Kantor Utusan Khusus Presiden Bidang Agama dan Peradaban di Jakarta. Mereka ingin tahu cara mengamalkan Pancasila sebagai ideologi yang mempersatukan bangsa Indonesia dalam toleransi yang mengagumkan. Wah, apa tidak malu kelompok anti-Pancasila membaca berita ini ya?“ tanya Anom Wijaya di akhir paparannya. (Aridus)
Tulang Belulang Manusia Pantau Visual dan Gas Gunung Agung Ditemukan di Tebing Bukit Empelan Lagi, PVMBG akan Terbangkan ”Drone” ke Puncak
Singaraja (Bali Post) – Warga Dusun Kanginan, Desa Julah, Kecamatan Tejakula mendadak heboh Sabtu (2/12) kemarin. Tidak sengaja warga menemukan tulang belulang manusia di tanah terjal (tebing-red) di Bukit Empelan. Warga kemudian mengenali identitas tulang belulang itu adalah I Ketut Wijana alias Ketut Wina (80) warga Banjar Dinas Batu Gambir, Desa Julah. Informasi dikumpulkan di lapangan menyebutkan, pertama kali saksi Nengah Budayasa tidak sengaja menemukan tengkorak manusia saat menyusuri sungai Kreteg di Dusun Kanginan, Desa Julah. Saat ditemukan, tengkorak itu tersangkut di tebing Bukit Empelan. Budayasa kemudian melaporkan kepada aparat desa dan seketika warga ramai mendatangi lokasi penemuan tengkorak. Warga dan aparat kemudian kembali menyurusi di sekitar lokasi penemuan. Di sebelah barat dari posisi tengkorak atau sekitar lima meter, kembali ditemukan tulang krangka manusia. Di sekitar krangka itu ditemukan baju kaos biru lengan pendek. Tulang belulang itu dikumpulkan dan dikenali bahwa tulang belulang itu bernama I Ketut
Wijana alias Ketut Wina. Kapolsek Tejakula Kompol Wayan Sartika, seizin Kapolres Buleleng AKBP Made Suka Wijaya, membenarkan pihaknya telah menerima laporan penemuan tulang belulang manusia. Kompol Sartika mengatakan, tulang belulang itu ditemukan sekitar pukul 07.00 Wita. Dari keterangan saksi dan pihak keluarga, Gede Ngani (65) warga Dusun Batu Gambir, menyebutkan bahwa tulang belulang itu diketahui bernama I Ketut Wijana alias Ketut Wina. Korban sendiri dikenal sebagai saudara kandung dari Gede Ngani. Ini berdasarkan gelang yang masih melingkar di lengan dan baju kaos yang ditemukan di TKP. Selain itu, keluarga menerangkan bahwa korban menghilang sejak Januari 2017 yang lalu, dan tidak kembali ke rumah hingga ditemukan telah meninggal dunia. Saat itu korban hanya berpamitan untuk menengok kerabatnya yang meninggal dunia. Sejak itu korban tidak ditemukan, hingga keluarga mengiklaskan kepergiannya tanpa pesan. “Benar kita terima laporan warga menemukan tulang belulang menusia. Kita lakukan pemeriksaan saksi-saksi dan olah tempat kejadian perkara dan tulang belulang itu sudah dikenali oleh pihak keluarga
Bali Post/ist
TULANG BELULANG – Warga menemukan tulang belulang manusia tersangkut di tebing Bukit Empelan, Desa Julah, Kecamatan Tejakula, Sabtu (2/12) kemarin. berdasarkan bukti gelang dan pakaian yang juga kita temukan di TKP,” katanya. Menurut Kompol Sartika, keluarga menerima kematian korban dengan iklas dan menolak untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Atas kondisi ini, polisi belum memastikan penyebab kematian korban. Namun demikian, dari keterangan kerabatnya menyebut, bahwa korban dikenal sering lupa diri dan sudah lanjut usia (lansia). Diduga karena terpeleset saat
melintas di TKP, korban terjatuh hingga meninggal dunia. “Keluarga sudah mengikhlaskan kematian korban. Diduga meninggal karena terjatuh ke tebing. Korban sering lupa dan bingung karena faktor usia yang sudah lanjut,” jelasnya. Hingga kemarin, pihak keluarga telah mengambil tulang belulang korban untuk disemayamkan di rumah duka. Rencananya tulang belulang itu akan dikubur dan diupacarai menurut kebiasaan warga di Desa Julah. (kmb38)
Amlapura (Bali Post)Tim Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) kembali berencana menerbangkan drone atau pesawat tanpa awak di puncak Gunung Agung. Penerbangan Drone itu kembali dilakukan untuk mengetahui kondisi terakhir kawah pascaterjadinya erupsi beberapa hari lalu. “Mudah-mudahan minggu depan drone bisa diterbangkan ke puncak. Mengingat saat ini kondisi drone masih dalam proses perbaikan yang sebelumnya sukses mengambil sampel gas di atas kawah Gunung Agung,” kata Kepala Sub Bidang Mitigasi Pemantauan Gunungapi Wilayah Timur PVMBG, Devy Kamil Syahbana di Pos Pantau Desa Rendang, Sabtu (2/12) kemarin. Devy Syahbana menambahkan, penerbangan drone ini akan difokuskan dalam mengambil data semua yang ada di atas Gunung Agung, baik itu data visual, sampel asap untuk mengetahui kandungan gas. “Meskipun dalam misi menerbangkan drone nanti hanya mendapatkan data visual saja, akan sangat berarti bagi kita. Karena itu bisa kita pakai sebagai data pendukung,”
BPM/kmb41
DRONE - PVMBG kembali bakal menerbangkan drone ke puncak Gunung Agung untuk memantau visual dan gas pascaterjadinya erupsi beberapa hari lalu. ujarnya. Dikatakannya, hingga saat ini alat seismograf masih tetap merekam terjadinya gempa vulkanik dangkal dan vulkanik dalam, low frekuensi dan tremor menerus. Dengan masih ditelannya gempa tersebut, menunjukkan masih ada tekanan di dalam perut Gunung Agung. Kondisi Gunung Agung masih fase kritis. “Ini yang perlu kami antisipasi upaya apa yang harus dilakukan,” ujarnya. Lebih lanjut dikatakannya, pada Jumat (1/12) malam juga
terekam gempa dengan guncangan 3,5 SR yang harus mewaspadai hal ini, karena masih ada kaitannnya dengan aktivitas Gunung Agung. Sementara dari pantauan satelit, estimasi jumlah lava di dalam kawah Gunung Agung sepertiga kawah Gunung Agung dengan luas diameter 900 meter dan kedalaman 200 meter sudah terisi material lava vulkanik. “Jika dikonversi jumlahnya hampir dua puluh juta meter kubik lava di dalam kawah dari total volume 60 juta meter kubik,” jelas Devy Syahbana. (kmb41)
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Minggu Paing, 3 Desember 2017
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 70 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
LOWONGAN Dcr Tenaga bisa Buka Pasang Ban Mobil Umur Max 35Th.Bawa Lamaran ke Jl.Buluh Indah 75 Dps (Toko Ban Goodyear)
B.BP.001.11.17.0001508
Dicari Accounting Staff bisa MYOB dan Excel,KirimCV ke:info @wkaccountingconsultant.com
B.BP.820.12.17.0000084
Join us! PT.Clipan Finance Dibuka: Staff Surveyor (CMO), Umur Max.30Thn,Berpengalaman, Jujur. Info:081212420396 B.BP.001.11.17.0001490
Dcr 5 Satpam Sertifikat u/Htl di Seminyak,Fas:Gj UMK,THR,BPJS TK&Kes.Krm Lam Jl.Padang Griya No.12 Tlp.081236014257
Dcr Driver Max Umur 35Th Bawa Lamaran ke Banoto Jl.Buluh Indah 75 Dps (Toko Ban Goodyear)
B.BP.001.11.17.0001506
Sendok Hotel Senggigi-Lombok Need Staff for Rest.Spv & CDP Please Send Your CV to Email sendok.office@gmail.com (As Soon as Possible)
Dibutuhkan Driver Dgn Syarat: Berpengalaman,SIM B2 Umum, Berijazah.Hubungi PT.YPS atau HP:08113595746/08113595748
B.BP.001.11.17.0001532
Dcr Salesman Kanvas wil.Bali SMU,max 35th krm Gn.Soputan 1/75 Denpasar Hub:08124648588
B.BP.001.12.17.0000074
Dbthkn Mekanik Bengkel Spd Mtr Matic Hub:08568160614
B.BP.004.11.17.0000941
Dcr Marketing untuk Ban Mobil Umur Max30.Bawa Lamaran ke Banoto Jl.Buluh Indah 75 Dps (Toko Ban Goodyear)
B.BP.001.11.17.0001608
B.BP.154.12.17.0000085
Dcr karyawati salon berpengalaman wil.Hym wuruk 083117297498 Dcr partnr bisnis,SMA,20-35th, pahm IT,krjsma/komunikasi baik Jl.Tantular 11X H:081246861457
B.BP.001.12.17.0000045
SALON
DIJUAL RUMAH
B.BP.001.11.17.0001605
Dicari 3 wanita,lulusan SMA sebagai Administrasi. Hub:SPBU 54.801 11, Jl.Gatot Subroto Timur 394 X, Denpasar. Telp:(0361) 462902.Jam kerja B.BP.001.12.17.0000043
B.BP.001.12.17.0000060
Dibutuhkan Segera Pembantu RuDcr Tukang Masak Chinese Food, mah Tangga(PRT)Tinggal didalam Waiter/ss diCanggu,08174752668 Gaji Rp 2 juta.Hub:08123982211
Dibthkan Sgr Akunting&Manager B.BP.001.12.17.0000055 Oprasional Kirim CV ke Email: B.BP.001.12.17.0000078 Dicr Sles Mtr Unt Prd Rokok Di sasrose_thereds@yahoo.co.id Jembrana Gj,UM,UB,Insentif Bsr *Need House Maid English Speak- Atau HP.081238827000(Jl ByPass ing Text Only 081339561607 Ngurah Rai No.88X Tohpati DPS Hub:081999111294/087761615777 B.BP.001.12.17.0000028
B.BP.001.11.17.0001551
Dcr:Receptionist,HK.Puri Asih Hotel.Jl.Pantai Kuta No.40 Bali
B.BP.001.12.17.0000068
B.BP.001.11.17.0001507
Dicari SPG,Min SMU,Max 27thn penampilan menarik,rajin,jujur Gj 1,8jt penempatan Kuta&Nusa Dua. Hub Lusi 082144355655
Dicari Tenaga Serabutan Laki & Perempuan. Hub:0811388142 B.BP.001.11.17.0001534
Dicr Tenaga Adm Gudang. Bw Srt Lamaran Ke Jl. Pulau Kawe 77.
B.BP.001.11.17.0001477
Dibutuhkan:Reservation,Sales executive,Sales Admin,Office Boy laki2 max 20th,in house guide kirim lam ke PT.Bali Eka Jaya Jl.Setiabudi 18 Kuta atau Email ke info@baliekajaya.com B.BP.817.11.17.0001599
PRT tinggal dalam,gaji bersih H.081999472616
B.BP.001.12.17.0000065
Leading TO offering challenging opportunities for qualified reservation staff,fluent English Ms.office,good interpersonal skill and able to work in team,min.1 year experience at the same field,send cv to: reservation@govacationindonesia.com B.BP.001.11.17.0001624
B.BP.004.12.17.0000046
SERVICE
BIRO JASA
BIRO JASA
SERVICE
BIRO JASA
BIRO JASA
DIJUAL MOBIL HONDA
HRV’2016 Putih Prestis 1.8cc Bs Tukar,085100856999 Pribadi B.BP.141.12.17.0000079 MAZDA
Mazda CX7 Th’2010 Putih 240Jt Bs Tukar, 087860856999 Pribadi B.BP.141.12.17.0000077 SUZUKI
Karimun’2000 Slver,Tape,AC,Ban Baru,Samsat Baru.081916490279 B.BP.001.12.17.0000080
Splash GL Manual th’2012 tgn 1 Silver Hub: 085333124554 B.BP.001.12.17.0000044
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
DISEWAKAN TOKO Dswkn Toko(4x16) Jln.P.Moyo 35 Hub:082144736771-0361234430
Djl Taxi+Ijin Ngurah Rai Cheverel Lova Th2011 081338063971 B.BP.135.12.17.0000083
B.BP.001.11.17.0001616
YOGYAKARTA
B.BP.001.11.17.0001622
DIJUAL TANAH Tnh 1,30Are 1,5Are Induk Buduk Gunung Hub.082147454248
B.BP.164.12.17.0000075
Djl RumahBaru Supermewah style Tnh Nempil 250Jt/A, Jl.Besakih Bali di Yogyakarta,LT559,LB600 PondokCitra Pmogan 08123871809 B.BP.001.11.17.0001062 Bale Dangin, Bale Daja, Kolam BUC Tnh+Rmh 221m2 Rp.860jt Jln Renang,FullFasility,Rp12M,Elit B.BP.001.12.17.0000072 Keboiwa Utara H.081999528628 /Nyaman di Pusat Kota (8 mnt ke B.BP.001.12.17.0000021 ARSITEKTUR UGM/Malioboro) H:087839410497 Dijual Tnh di Jl. Labuansait B.BP.033.11.17.0001623 Arsitek:Design,3D,IMB,RAB,dll Dp 10% Bunga Krd 1% perbln 0361-9082129/081916144249 Hub:082236881191/081805374433 DISEWAKAN RUMAH B.BP.001.12.17.0000076 B.BP.004.11.17.0001417 Dikont Rumah 3KT 1KM Tangkuban DIJUAL RUMAH Prahu Gg.Panda 2 Pds Sambian PENGUMUMAN Djl Rmh tipe 85/100,lok.dekat H.25Jt/Th Ng Hub:081239322878 Dinyatakan Tidak Hilang SHM B.BP.166.12.17.0000088 Waterboom Bukit Jati Gianyar, No.00703 A.n Ni Made Padmini Disewakan/Dijual Rmh/Kost P. Air PDAM,listrik 1300,Telkom Al.Dangin PuriKaja Denpasar Utara Indihome 450jt Hub:08123828088 Moyo Dps Slt.Hub:082144159825 B.BP.001.11.17.0001612 DIJUAL RUKO Jl Ruko Murah 4Lt(4x10), By Pas Kediri Tbn 1,5M 081915707322
B.BP.004.11.17.0001614
TOYOTA
Djl Rmh LT 4A,SHM(2Ax2) pemlik Gn.Salak Sltn 081338628439 TP
Jl.Saridana LtII Belakang Citraland LT/LB 100m2 & Jl Bukit Sari LtII HP:0811398154
B.BP.001.11.17.0001610
B.BP.001.11.17.0001445
Dswkn rmh 2lt,3kmr,1dpr,2WC& garasi Prm.Grahaliva-Biaung Telp.085738288715
B.BP.001.12.17.0000009
KEHILANGAN Hlg BPKB No:K09118033-O,DK8595 CG,a/n Agus Suwandono,Denpasar B.BP.001.12.17.0000057
SERVICE MAMPET
WC GARANSI
KURAS MAMPET SALURAN AIR WASTAVEL,DLL
081236774491 C.0001510-Brj
RUPA-RUPA
AGENDA BALI 2017 Bali Post Media Partner Anda Sosial | Bisnis | Seminar | Workshop | Ulang Tahun Aktivitas Kampus | Festival | Peluncuran Produk Event Nasional International
MUAT GRATIS DI AGENDA Liputan Live Event BALI TV BALI POST 2017 Dialog | Laporan Khusus WA/SMS
Bali TV 0818411818 Bali Post 081802411818
mfi/3kol.rpa.agenda bali 2017
BALI POST BALI TV
18
Asah
Minggu Paing, 3 Desember 2017
Pertanyaan Mendatar: 1. Sambil 4. Persidangan 8. Nama taman di Lombok 10. Keadaan genting 11. Itik Manila ; “Cairina Scutulata” 12. Tunagrahita 14. Kotor 16. Semua (Inggris) 17. Dasi (Inggris) 18. Pembuatan sesuatu berdasarkan bahan-bahan yang ada 22. Pengobatan dengan radiasi 27. Kata tanda setuju 28. Sudi 29. Mucikari 31. Unsur dengan nomor atom 79 33. Besar (Bali) 34. Biang lala 35. Salah satu kata makian 36. Dibalik : Mengandung maksud 37. Mirip ; Serupa (Inggris) Menurun: 1. Tempat kegiatan seni 2. Campak 3. Pertunjukkan usaha menjerat sapi dari atas tunggangan kuda 5. Berbagai macam 6. Upacara penyucian ke pantai (Bali) 7. Catatan singkat jalannya persidangan 9. Ilmu tentang manusia 10. Pertimbangan yang menjadi dasar penetapan keputusan 13. International airport 15. Jordan news agency 19. Titel strata dua Management Agrobisnis 20. Makanan/Sayur berkuah 21. Perbuatan mencuri uang negara 22. Teratur 23. Tiruan bunyi senapan api 24. Pemuas dahaga 25. Tuna susila (Inggris) 26. Pengurus museum 30. Bekerja (Bali) 32. Gerakan (Jepang)
Wisata Edukasi Elang Ditutup Sementara OBJEK wisata edukasi Pusat Konservasi Elang Kamojang (PKEK) di kawasan Hutan Kamojang, Kabupaten Garut, Jawa Barat, ditutup sementara. Pasalnya, objek wisata itu diterjang angin kencang disertai hujan. Kondisi ini dikhawatirkan dapat membahayakan pengunjung. ‘’Untuk sementara wisata edukasi elang ditutup dari aktivitas pengunjung,’’ kata Manajer Operasional PKEK Zaini Rakhman kepada wartawan di Garut, Sabtu (2/12) kemarin. Zaini menuturkan, PKEK merupakan kawasan di sekitar hutan yang dijadikan tempat rehabilitasi elang peliharaan untuk selanjutnya dilepasliarkan. Sejak datangnya siklon tropis Dahlia, kawasan Kamojang diterjang angin kencang dan hujan. Virus penyakit pun rentan berkembang di kandang elang. ‘’Kami perlu waktu untuk sterilisasi kandang dan fasilitas lainnya yang berkaitan dengan perawatan elang,’’ jelasnya. Zaini mengatakan, kondisi cuaca yang seringkali hujan membuat matahari nyaris tidak dapat menyinari kandang elang. Jika kandang tidak segera disterilisasi, pihaknya khawatir akan mengganggu kesehatan elang atau manusia yang mengunjungi kawasan konservasi tersebut. ‘’Akibat cuaca buruk nyaris tidak ada sinar matahari menyinari kandang, jadi virus penyakit mudah berkembang dan bisa menulari elang yang ada, bahkan manusia,’’ katanya. Ia menyampaikan, proses sterilisasi dapat berlangsung lama antara tujuh sampai 10
hari, tergantung kondisi cuaca. Jika terus hujan maka sterilisasi akan berlangsung lebih lama. Selama ini, lanjut Zaini, petugas sedang mensterilisasikan seluruh kandang elang dengan menyemprotkan desinfektan untuk membasmi bakteri maupun virus yang dapat mengganggu kesehatan elang. ‘’Setiap hari juga petugas kami selalu memeriksa secara intensif kesehatan elang, termasuk selalu memberikan vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya,’’ katanya. Ia menyebutkan, saat ini ada 97 elang dari hasil sitaan dan penyerahan secara sukarela dari warga untuk selanjutnya direhabilitasi. Seluruh elang itu, katanya, terlebih dahulu diperiksa kesehatannya sebelum mendapatkan tindak lanjut rehabilitasi di PKEK. ‘’Langkah pertama saat elang tiba di PKEK, pasti diperiksa kesehatannya, tidak semuanya sehat, ada beberapa yang sakit,’’ katanya. Ia menambahkan, wisata edukasi PKEK dalam satu bulan biasa dikunjungi 800 hingga 1.000 orang dari berbagai kalangan seperti siswa juga mahasiswa, bahkan masyarakat umum. Terkait penutupan PKEK, Zaini menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atau instansi yang ingin melakukan kunjungan edukasi tentang elang. ‘’Manajemen PKEK memohon maaf dan permakluman dari para pengunjung yang akan ke PKEK dalam waktu dekat tidak bisa masuk kawasan PKEK,’’ tandasnya. (ant)
Ratusan Pesepeda Ikuti ’’Tour de Menoreh’’ RATUSAN pesepeda atau pegowes berpartisipasi dalam Tour De Menoreh dalam rangka mengenalkan objek wisata kawasan Bukit Menoreh, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo di Kulon Progo, Sabtu (2/12) kemarin, mengatakan kegiatan All Bike Tour De Menoreh 100 kilometer dan Fun Bike 10 kilometer akan sangat membantu pemkab dalam rangka memelihara semangat ‘’Ayo Olahraga’’ dan sekaligus mempromosikan objek wisata. ‘’Kami berharap jumlah wisatawan yang datang ke Kulon Progo akan makin meningkat dan objek wisatanya semakin dikenal oleh semua orang di manapun,’’ harap Hasto. Selain itu, harap Hasto, objek-objek wisata yang ada di Kulon Progo tidak akan pernah sepi dari kegaiatankegiatan yang berkualitas dan makin dikenal oleh masyarakat luas, seiring dengan adanya beberapa megaproyek yang sedang dikerjakan di wilayah selatan, maka pengembangan objek wisata diarahkan dengan mengembangkan wisata alam dengan melibatkan masyarakat
setempat. Saat ini muncul banyak tempat wisata baru yang dikelola oleh masyarakat setempat. Dengan mengambil rute objek wisata seperti melewati Waduk Sermo, Laguna Pantai Glagah, Bugel, dan
Congot, maka peserta akan disuguhi panorama yang memesona dari setiap sudut daerah di Kabupaten Kulon Progo ini. ‘’Kami sungguh berbangga bahwa objek-objek wisata dikenal masyarakat luas,’’ katanya. (ant)
TTS Bali Post
TTS No. 324
Ketentuan Menjawab
Jawaban di tulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 324 dan cantumkan identitas lengkap serta nomor telepon/HP. Kirim ke Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 9 Desember 2017. Pemenang diumumkan pada Koran Bali Post Minggu 17 Desember 2017. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang (@Rp.200.000,-) dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga (2 dewasa + 2 anak). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos.
Jawaban TTS No. 322 Mendatar: 1. Kaustik 4. Sponger 8. Blunder 10. Akronim 11. Leak 12. Enten 13. Utari 15. ILL 16. NAD 17. Eceran 19. Bong 23. Abdi 25. Speech 28. OTR
30. AGI 31. Satir 32. Entri 34. Awag 35. Lengkap 37. Landing 38. Sekstet 39. Panggul Menurun: 1. Kebibil 2. Ukulele 3. Igele (Elegi) 5. PJK 6. Gending
BPM/ist
DIJUAL TANAH
7. Ramanda 9. Rentan 10. Akur 14. AHO 18. CAB 20. NRC 21. Appeal 22. Vokalis 23. Arsenik 24. Dot 26. Haiking 27. Tinggal 29. Urap 33. Ngada 36. Are
Pemenang TTS No. 322 Putu Kristina Dewi Br. Dinas Kanginan, Desa Kekeran, Busungbiu, Buleleng 81154 (HP: 0877 6290 1206) Sudhiarta Jl. Kebo Iwa Utara No.65, Br. Uma Klungkung, Padangsambian Kaja, Denpasar (HP: 081 797 53704) W. Suarjaya Utama Jl. Merdeka No.43, Bangli 80613 Muhamad Yusup Sedayu Selatan, Ds. Kediri Selatan, Kec. Kediri, Lobar, NTB (HP: 081 999 137781) Ni Kadek Dessy Kalpikasari Jl. Flamboyan No.40, RSUD Klungkung, Semarapura 80716 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket bisa langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Nama : Ni Nyoman Dhesy Ariyati Alamat : Br. Tingas, Ds. Mekar Buana, Kec. Abiansemal, Badung (HP: 081 237 152185)
19
Minggu Paing, 3 Desember 2017
Cepat Berlalu
Berkeadilan Dari Hal. 3
Hak tersebut tidak bertentangan dengan asas-asas negara hukum yang berintikan berkeadilan dan kesejahteraan rakyat. Dalam kasus tolak Reklamasi Teluk Benoa, sudah 39 desa adat/pakraman di Bali menyatakan penolakannya terhadap reklamasi Teluk Benoa, maka sudah seharusnya pula sebagai pengakuan terhadap hukum adat, pemerintah mengambil langkah-langkah untuk menghentikan rencana reklamasi Teluk Benoa. Pengabaian terhadap keputusan desa adat untuk menolak reklamasi Teluk Benoa adalah upaya nyata pemerintah untuk menghilangkan hak adat. Bahkan di tengah situasi bencana Gunung Agung ForBali dan Pasubayan curiga dimanfaatkan untuk meloloskan rencana reklamasi Teluk Benoa. ‘’PT TWBI mengajukan permohonan rekomendasi kepada Gubernur Bali,” ujar Gendo Suardana Sabtu (2/12) kemarin. Dalam aksinya kali ini, pihaknya (ForBALI) bersama Pasubayan Desa Adat/Pakraman Tolak Reklamasi Teluk Benoa menyatakan sikap mendesak Gubernur Bali untuk tidak mengeluarkan rekomendasi untuk izin pelaksanaan reklamasi Teluk Benoa. Tindakan tersebut juga sebagai bentuk penghormataan terhadap keputusan-keputusan desa adat di Bali yang menyatakan penolakan reklamasi Teluk Benoa, menuntut Gubernur Bali dan DPRD Bali segera bersikap secara kelembagaan untuk menolak rencana reklamasi Teluk Benoa dan meminta agar Perpres 51 tahun 2014 dibatalkan. Caranya bersurat kepada Presiden agar Presiden segera membatalkan Perpres nomor 51 tahun 2014 dan mengembailikan kawasan Teluk Benoa sebagai kawasan konservasi. Selain itu, ia juga meminta Presiden Joko Widodo untuk menghormati, melindungi dan menghormati hak otonom desa pakraman yang telah diakui dalam konstitusi dan UU HAM. Selain itu, meminta Presiden Joko Widodo untuk membatalkan Perpres 51 tahun 2014 tentang perubahan atas Peraturan Presiden nomor 45 tahun 2011 tentang rencana tata ruang kawasan perkotaan Sarbagita dengan memberlakukan kembali Perpres 45 tahun 2011. Untuk membatalkan rencana reklamasi dan mengembalikan Teluk Benoa sebagai kawasan konservasi, Gendo mengajak massa aksi untuk terus berjuang dan bertahan setidak-tidaknya sampai 25 Agustus 2018. Menurutnya, pada tanggal tersebut merupakan batas akhir masa berlaku perpanjangan izin reklamasi Teluk Benoa. Periode pertama izin reklamasi berlaku sampai 25 Agustus 2016 dan karena Menteri Kelautan dan Perikanan tidak menjawab permohonan perpanjangan izin lokasi reklamasi, maka menurut undang-undang izin diperpanjang sampai 25 Agustus 2018. “Kita harus bertahan, jangan sampai izin amdal keluar. Hati-hati, terutama kepada desa adat yang berada di pesisir. Salah satu pertimbangan yang membuat izin amdal tidak terbit adalah karena adanya penolakan reklamasi Teluk Benoa dari masyarakat adat. Masyarakat adat 39 desa adat termasuk 15 desa adat yang terdampak langsung yang ada di sekeliling Teluk Benoa harus bertahan agar tidak berubah sikap. Jika kita bertahan sampai 25 Agustus 2018, maka izin reklamasi akan berakhir dan maka rencana reklamasi Teluk Benoa secara otomatis batal,” tandasnya. (win)
Hujan Abu Dari Hal. 3
Begitu juga sumber air dan pasokan air terbuka lainnya, seperti sungai, danau, atau tangki air pun sangat rentan terhadap hujan abu. Konsentrasi dan ketebalan abu yang tinggi juga dapat menyebabkan kematian pada beberapa tanaman. “Demikian juga pasokan air bersih untuk minum akan mengalami krisis dan air untuk pertanian menjadi tercemar, sehingga risiko gagal panen menjadi semakin besar,” tandasnya. Sementara, lahar dingin yang telah terjadi sangat berisiko terhadap konstruksi bangunan jembatan dan jalan yang bisa menyebabkan bangunan ambruk. Upaya untuk menanggulangi itu harus dibuatkan gundukan tanah atau pasir agar jembatan tidak mudah terkikis. “Ini sangat penting untuk dilakukan, agar jembatan sebagai penopang jalan tidak mudah ambruk, sehingga penyaluran bantuan logistik ke posko pengungsian di Karangasem tidak terhambat karena jembatan atau jalan putus,” ujarnya. (win)
Seperti Sinabung Dari Hal. 3
Dia mengatakan, aktivitas overscale Gunung Agung ini mirip seperti yang pernah dilakukan Gunung Sinabung yang lebih dari lima kali melakukan tremor melebihi ambang batas dari alat seismograf. Sementara itu, Kepala Sub-Bidang Mitigasi Pemantauan Gunung Api Wilayah Timur PVMBG, Devy Kamil Syahbana, menambahkan, meskipun secara visual hari ini Gunung Agung tampak mereda, namun data lain menunjukkan aktivitas vulkanik Gunung Agung masih tinggi. “Aktivitas vulkanik Gunung Agung baru bisa dikaitkan mereda apabila sudah ada penurunan gempa secara konsisten, deformasi menunjukkan deflasi yang konsisten, secara geokimia tidak terekam gas SO2, serta tidak lagi terekam anomali termal di kawah Gunung Agung,” tegas Devy Syahbana. (kmb41)
Dari Hal. 3
“Kami berharap semoga bencana alam ini cepat berlalu,” terang Adnyana. Tak kalah terpuruknya, objek wisata DTW Ulun Danu Beratan, di Kecamatan Baturiti juga mengalami kondisi serupa. Data kunjungan wisatawan menurun drastis akibat bencana Gunung Agung dan ditutupnya Bandara I Gusti Ngurah Rai, Tuban, Badung. Bermula dari 2.000 kunjungan per hari kini menurun 800 orang. “Sepi sekali, menurun drastis hingga 60 persen,” ujar Manajer DTW Ulun Danu Beratan, I Wayan Mustika. Dia tidak bisa memprediksi berapa kunjungan yang akan datang pada hari Natal dan Tahun Baru mendatang. Hanya, sekarang bandara sudah dibuka kembali, mudah-mudahan kembali normal. “Kami juga melakukan promosi kepada wisatawan menjelaskan peta Gunung Agung yang jaraknya lumayan jauh dari Tabanan. Karena bencana jadi kita tidak bisa berbuat apa-apa. Mudahmudahan kondisi kembali normal,” ujarnya. Di Kintamani Aktivitas Gunung Agung di Karangasem berdampak cukup signifikan terhadap pariwisata di Bangli. Kenaikan status Gunung tertinggi di Bali itu dari level Siaga ke Awas berimbas pada menurunnya kunjungan wisatawan ke Bangli hingga 80 persen. Kondisi ini membuat Kintamani kini lengang. Seorang pengelola usaha pariwisata di Kintamani Wayan Mantik mengungkapkan kenaikan aktivitas Gunung Agung ke level Awas untuk pertama kalinya pada September lalu, berdampak pada menurunnya kunjungan wisatawan ke Kintamani. Penurunannya diakui cukup drastris hingga 80 persen. Banyaknya wisatawan saat itu membatalkan kunjungannya karena khawatir dengan dampak yang ditimbulkan dari aktivitas Gunung Agung. “Terlebih ketika itu beberapa negara juga mengeluarkan travel warning. Kunjungan saat itu benar-benar menurun drastis,” ungkapnya Sabtu (2/12). Kehendak alam tak ada yang bisa ditebak. Pada pertengahan November, aktivitas Gunung Agung kembali mengalami peningkatan hingga ke level Awas. Gunung Agung menyemburkan abu vulkanik dan menyebar hingga ke beberapa wilayah. Bandara Internasional Ngurah Rai sempat ditutup akibat sebaran abu vulkanik. Dampaknya, lagi-lagi kunjungan wisatawan ke Kintamani kembali lesu. Namun, Mantik mengakui penurunan kunjungan wisatawan di level Awas yang kedua kalinya ini tidak separah yang pertama. “Turunnya sekitar 70 persenan,” ujarnya. Menurut Mantik, sejatinya wilayah Kintamani dan Bangli secara umum masih sangat aman untuk dikunjungi. Meskipun saat ini status Gunung Agung masih berada di level Awas. “Kalau dilihat dari radius, Kintamani cukup jauh dengan Gunung Agung. Jadi,
masih sangat aman untuk dikunjungi,” terangnya. Dia juga menambahkan, keberadaan bandara di Bali Utara sangat dibutuhkan untuk pariwisata. Selain untuk pemerataan pembangunan pariwisata, keberadaan bandara juga dibutuhkan sebagai alternatif jika sewaktu-waktu Bandara Ngurah Rai kembali mengalami penutupan akibat aktivitas Gunung Agung.
Klungkung Erupsi Gunung Agung, Karangasem telah berdampak pada sektor pariwisata di Kabupaten Klungkung, baik wilayah daratan maupun Kepulauan Nusa Penida. Itu ditunjukkan dengan jumlah kunjungan wisatawan dan adanya pembatalan pemesanan penginapan. Kepala Dinas Pariwisata Klungkung, I Nengah Sukasta, mengungkapkan penurunan kunjungan wisatawan terlihat pada Objek Wisata Kertha Gosa yang pada Oktober lalu di-launching menjadi salah satu bagian dari city tour. Kondisi ini diperparah dengan adanya penutupan Bandara Ngurah Rai. “Biasanya dalam sehari, kunjungan bisa 100 hingga 150 orang. Itu untuk asing. Sekarang turun sampai setengah,” ungkapnya belum lama ini. Kondisi serupa juga terjadi pada Kepulauan Nusa Penida. Padahal, dari sisi jarak dengan Gunung Agung sangat jauh dan aman untuk dikunjungi. Dihadapkan hal demikian, pihaknya tak bisa berbuat banyak. Hanya berharap situasi dapat segera normal. “Kalau bandara tidak ditutup, kunjungan masih bisa lebih banyak. Apalagi Nusa Penida itu kan jauh dengan gunung,” katanya. Meski dihadapkan fenomena alam yang cukup mengkhawatirkan, mantan Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Klungkung ini menyatakan Festival Nusa Penida pada 6 sampai 9 Desember mendatang tetap terlaksana. Bahkan, pihaknya yakin mampu menggaet wisatawan untuk berkunjung. “Kami optimis banyak yang datang pada acara ini,” sebutnya. Persiapan festival yang menginjak tahun ke-4 itu sudah seratus persen. Nantinya akan ada sejumlah acara yang memeriahkan, seperti pementasan 1.000 penari rejang, lomba perahu layar, lomba mengikat bulung, memasak, dan penampilan grup musik, baik lokal maupun nasional. “Ini sudah dipromosikan. Tinggal menunggu hari H saja,” imbuhnya. Sementara itu, Sekretaris Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Klungkung, I Wayan Sukadana, menyatakan erupsi Gunung Agung telah mengakibatkan hunian penginapan di Nusa Penida turun drastis. Bahkan, banyak wisatawan membatalkan pesanan kamar. “Kalau dilihat dari data booking, sebelum seperti sekarang, jumlahnya sampai 60 persen. Tapi sekarang hanya 11 persen,” terangnya. (bit/ina/sos)
Warga Pegunungan Dari Hal. 3
Dia menilai dampak reklamasi yang dirasakan nanti tidak hanya dirasakan oleh masyarakat pesisir, namun juga oleh masyarakat di pegunungan. Terutama dalam hal menjalankan upacara ritual, seperti melasti yang menggunakan pantai sebagai tempatnya. “Intinya, kami berjuang agar alam ini tidak
rusak, karena kami tahu bencana itu tidak memandang orang miskin, suku apa, dari mana, kasta apa. Apalagi, rencana reklamasi Teluk Benoa ini sudah nyata-nyata bencana yang akan dibuat, tentu kami dari gunung juga ikut menolaknya. Bali itu indah tanpa reklamasi,” ujar pemuda asal Desa Duda Utara, Kecamatan Selat, Karangasem tersebut. (win)
Pengungsi Pasrah Dari Hal. 3
Para pengungsi memilih pasrah menghadapi situasi ini. Ketika mengungsi saat status Awas pertama, warga masih bisa bertahan berbekal hasil obral ternak. Tetapi, mengungsi yang kedua, seluruh bekal sudah habis. Mencari pekerjaan baru untuk menghidupi keluarga juga susah. “Saya sempat mencari alternatif pekerjaan menjadi buruh galian C, tetapi belum sempat menikmati hasil, saya dan keluarga terpaksa mengungsi lagi, karena sudah terjadi hujan abu dan banjir lahar dingin. Peralatan galian C juga semua tertimbun. Sekarang bingung cari bekal di mana,” kata salah satu pengungsi asal Desa Bebandem, Wayan Suartika. Kondisi perekonomian warga juga dapat dilihat dari kondisi LPD maupun koperasi yang terdampak erupsi Gunung Agung. Lembaga keuangan mikro ini juga dalam situasi sulit, setelah banyak warga yang menjadi nasabahnya mengungsi. Ketua BKS (Badan Kerjasama) LPD Karangasem, I Made Mastiawan, Sabtu (2/12) kemarin, mengatakan banyak LPD khususnya di wilayah KRB III dan II mengalami penundaan pembayaran kredit. Sementara terkait dana simpanan pihak ketiga, masyarakat masih mempercayakan dana tersimpan di LPD. Tetapi, persoalan lain yang dihadapi LPD sekarang adalah kewajibannya membayar bunga kepada nasabah tabungan dan deposito. Sebab, kalau terjadi penundaan
pembayaran kredit, otomatis pendapatan suatu LPD tentu juga berkurang. Sehingga pembayaran bunga dari bank kepada nasabah juga sedikit bermasalah. Melihat situasi ini, target laba setiap LPD juga akan terkoreksi. Tercatat ada 60 LPD yang terkena imbas erupsi Gunung Agung dari total 120 LPD di Karangasem. Namun, besar kecilnya capaian laba tahun ini, dia belum memastikan. Karena setiap LPD menghadapi situasi berbeda-beda. Selain persoalan di atas, masalah lainnya yang dihadapi LPD adalah banyak kredit LPD yang tidak bisa disalurkan. Sebab, aktivitas para nasabah sudah jauh berkurang. Ini disebabkan, warga tak lagi bisa menjalankan usahanya karena harus mengungsi ke tempat aman. Meskipun memaksakan menjalankan kegiatan usahanya, hasilnya juga anjlok. Sementara, terkait dana likuiditas, dari BKS LPD Provinsi Bali yang mencapai Rp 10,5 miliar, Mastiawan mengatakan dana tersebut sudah dibagikan kepada daftar LPD di Karangasem yang berhak menerimanya. Dana tersebut sudah dimanfaatkan untuk menjaga kestabilan keuangan LPD yang terdampak karena erupsi Gunung Agung. Laporan riil bagaimana kondisi keuangan setiap LPD, menurutnya baru akan terlihat pada laporan akhir tahun setiap LPD. “Saya rasa tidak ada LPD yang rugi, hanya terkoreksi. Tetapi, tidak tahu juga situasi nanti tahun depan,” tegasnya. Ketua BKS LPD Provinsi
Genjot Ekspor Dari Hal. 3
Pariwisata tetap menjadi penopang perekonomian Bali, namun dari sisi penawaran, ekspor Bali harus digenjot. “Ekspor dihidupkan, barang kerajinan dibangkitkan lagi. Kualitas ditingkatkan,” ujarnya. Berdasarkan kajian Bank Indonesia ekonomi KPw Bali hingga akhir tahun 2017 diprediksi turun menjadi 5,2 persen – 5,6 persen. Tahun 2016, pertumbuhan ekonomi Bali 6,24 persen. Analis Bank Indonesia KPw Bali, Umran Usman, melihat, Bali yang ekonominya digerakkan oleh pariwisata kejadian bencana Gunung Agung ini a ka n m e m e n g a r uh i ki nerja ekonomi Bali. Dari sisi penawaran pada PDRB Bali akan memengaruhi kinerja lapangan usaha, akomodasi makan minum (akmamin) karena adanya pembatalan kedatangan wisatawan baik domestik maupun internasional. Pembatalan acaraacara berupa kegiatan MICE seperti seminar-seminar, annual meeting. Selain itu, akan memengaruhi lapangan usaha transportasi akibat ditutupnya bandara beberapa hari, sehingga jumlah pesawat yang berangkat maupun datang ke Bali akan lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya. Lapangan usaha perdagangan juga terpengaruh. Karena wisatawan yang datang liburan termasuk berbelanja di Bali menjadi berkurang. Sementara dari sisi permintaan, wisatawan mancanegara yang datang berkunjung ke Bali dihitung oleh BPS dalam PDRB Bali sebagai ekspor jasa. Karena kondisi bencana Gunung
Agung, menyebabkan penutupan bandara dan munculnya risiko keamanan wisatawan yang berkunjung pastilah akan mengurangi jumlah kunjungan wisman tersebut. Sehingga juga akan menurunkan nilai ekspor jasanya. Dampaknya separah dan sebesar apa terhadap ekonomi Bali? Tergantung dari durasi atau lama erupsi Gunung Agung. Semakin lama durasinya pastilah akan semakin besar dampaknya terhadap ekonomi Bali. Dengan letusan Gunung Agung ini, diprediksi ekonomi Bali dan Karangasem berkontraksi negatif jika berlangsung lama, produksi pertanian minim, kunjungan wisatawan menurun signifikan dan transportasi tumbuh melambat, stok pangan terbatas. Kemiskinan akan naik signifikan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menurun, gini rasio naik signifikan, pendapatan per kapita turun signifikan, kerusakan infrastruktur. Dari sisi pariwisata, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, mengungkapkan, dampak erupsi Gunung Agung ini menyebabkan okupansi hotel turun drastis. Rata-rata okupansi per harinya berkisar antara 20-25 persen, dan okupansi (mtd) berkisar 35 persen. “Kalau dibandingkan dengan data tahun lalu yang rata-rata 70 – 80 persen untuk bulan Desember,” ungkapnya. Bahkan saat airport ditutup, okupansi sangat rendah sekitar 15-20 persen pada homestay di Ubud. Karena wisatawan lebih memilih hotel dekat airport. Badung Waswas Sementara itu, erupsi Gu-
Bali, I Nyoman Cendekiawan, membantah kalau LPD-nya sampai bangkrut atau mati jika erupsi Gunung Agung berkepanjangan. Dampaknya, kata dia, pasti ada, namun tak sampai mati karena LPD milik masyarakat. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Karangasem, I Gede Ngurah Yudiantara, Sabtu (2/12) kemarin, menambahkan lembaga keuangan koperasi juga mengalami persoalan serupa. Ada 103 koperasi terdampak dari 327 koperasi yang ada di Karangasem. Pemerintah pusat sudah meminta data, berapa koperasi yang berlokasi di KRB III, II, dan I. Koperasi tetap mendekatkan pelayanan ke tempat pengungsian, agar tidak ada kesan koperasi itu lari dari persoalan. Setelah pusat meminta data koperasi, pihaknya juga sudah mengajukan permohonan bantuan dana bergulir bagi koperasi ke LPDB (Lembaga Pengelolaan Dana Bergulir). “Ini semacam dana sosial atau hibah kepada koperasi yang terdampak. Dana ini bertujuan untuk menjaga kestabilan keuangan koperasi,” katanya. Saat ini, jumlah pengungsi pascastatus Aawas yang kedua, sesuai data Satgas Penanggulangan Erupsi Gunung Agung, Jumat (1/12) sore, sudah mencapai 55.773 orang tersebar 211 titik pengungsian. Rinciannya di Buleleng 8.895, Klungkung 9.131 orang, Karangasem 31.527 orang, Bangli 893 orang, Tabanan 674 orang, Denpasar 572 orang, Gianyar 3.238 orang, Badung 531 orang, dan Jembrana 312 orang. (gik)
nung Agung, membuat kalangan pelaku pariwisata di Kabupaten Badung waswas. Terlebih, APBD 2018 sebesar Rp 7,2 triliun sudah diketok palu, sehingga jajaran pemerintah harus berusaha keras mencapai target tersebut. Dari data yang dihimpun, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) periode Januari hingga Oktober tercatat 4.878.478 wisman dari target 2017 sebesar 5.850.000 wisman. Artinya, masih terdapat 971.522 wisatawan harus masuk ke Bali. Jika berkaca dari jumlah kunjungan dua bulan di tahun 2018 sulit kiranya untuk mencapai target itu. Kunjungan November sebanyak 309.601 wisman dan Desember 411.177 wisman. Kadis Pariwisata Badung I Made Badra pun tak bisa berbuat banyak karena bencana tak bisa diprediksi. Namun kata dia, kalkulasi kunjungan hingga November, kekuranganya sekitar 600 ribu. “Mudah-mudahan satu minggu ini bisa clear dan kita pemulihan kembali, dan kita lihat perkembanganya,” ujar Made Badra, Sabtu (2/12) kemarin. Menurutnya, rata-rata kehilangan 10.000 wisatawan internasional per hari jika penerbangan ditutup. Guna menekan kerugian pihaknya akan duduk bersama dengan stakeholder pariwisata merumuskan upaya pemulihan pasar. Meski bandara yang menjadi akses wisman ditutup, pihaknya mengaku tertap memberikan informasi ke travel agent, jika Bali masih aman untuk dikunjungi. “Cuman kan karena ngangkut ke sini yang tidak bisa, karena bandara ditutup,” imbuhnya. (may/par)
Prabu Yudhishthira Buat Pingsan Duryodhana
Disusun: Kisari Mohan Ganguli Diterjemahkan: I Ketut Arinta (Edisi Lima Puluh Enam)
Rishi Vyasa : (Bharata) setara dengan Veda. Ini adalah suci dan agung. Bharata menganugerahkan kemasyhuran dan kesejahteraan. Karena itu, seseorang harus mempelajari dan mendengarkan dengan perhatian penuh.
PERTEMPURAN kedua raja itu kelihatan gemerlapan seperti pohon Kinsuka sedang berbunga. Mereka, oh raja, berulang-ulang mengeluarkan raungan-raungan singa. Masing-masing penguasa manusia itu membuat teriakanteriakan keras dengan telapaktelapak tangannya hal itu membuat busur-busur mereka berdenting dengan suara keras. Mereka juga meniup terompet-terompet kerang dengan kuatnya. Kemudian Prabu Yudhishthira, yang dipenuhi kemarahan, menyerang putra paduka dengan tiga panah. Serangan itu diarahkan pada dada Duryodhana. Serangan yang dilengkapi kekuatan petir itu tidak dapat ditahan. Selanjutnya raja putra paduka itu dengan cepat menyerang melepaskan balasan anak panah bersayap emas. Anak panah itu diasah di atas batu. Prabu Duryodhana melemparkan sebuah panah saktinya yang mampu membantai setiap orang. Panah itu tajamnya luar biasa. Panah itu menyerupai sebuah kayu besar terbakar. Ketika panah itu melesat maju Prabu Yudhishthira yang adil dengan panah-panah tajam mematahkan serangan panah itu menjadi tiga potong. Kemudian
menyerang Duryodhana menggunakan lima batang anak panah yang dilengkapi batang keemasan. Panah itu mengeluarkan sebuah desingan keras kemudian terjatuh ke bumi. Ketika berada di dalam bumi panah itu kelihatan gemerlapan seperti sebuah kayu besar terbakar dengan nyala berkobar. Setelah serangan panah itu dapat digagalkan putra paduka, oh baginda, selanjutnya putra sulung Paduka itu menyerang Yudhishthira memakai sembilan batang anak panah tajam. Ujung-ujung panah itu sangat lancip. Mendapat serangan hebat oleh ksatria perkasa itu dengan cepat, Prabu Yudhishthira mengambil panah-panah yang lebih baik. Panah itu dibidikkan kepada Duryodhana. Yudhishthira yang perkasa itu menempatkan anak panah itu pada tali busurnya dengan dipenuhi kemarahan. Dengan dorongan besar putra sulung Pandu itu menembakkan kepada musuhnya. Panah itu menembus putra paduka. Akibatnya ksatria kereta perkasa itu terbius setelah panah itu melewat tubuhnya sebelum masuk ke bumi. Duryodhana dipenuhi kemarahan. Dia kemudian mengangkat sebuah gada. Dengan sangat
tidak sabaran menyerbu Prabu Yudhishthira yang adil itu. Untuk mengakhiri permusuhan antara keturunan Kuru dan keturunan Pandu itu. Duryodhana yang bersenjatakan gada mengacungkan ke atas menyerupai Dewa Yama. Dengan tongkat pendeknya lalu mendekati Prabu Yudhishthira yang adil. Dengan cepat pula putra Pandu itu melesatkan sebuah panah kuat dan berkobar seperti kemegahan matahari. Panah itu kelihatan seperti sebuah kayu besar menyala terang. Ditembus hebat pada bagian dada Duryodahan oleh panah itu, membuat pangeran Kuru itu bukan saja merasakan kesakitan yang luar biasa. Tidak lama lalu terjatuh dan menjadi pingsan. Mengingat sumpahnya Bhima sendiri datang dengan cepat lalu menyapa Yudhishthira, ‘’Orang ini seharusnya tidak dibantai oleh engkau, oh raja.’’ Atas sapaan itu Prabu Yudhishthira kemudian batal memberikan kepada musuhnya pukulan mematikan terakhir kalinya. Pada saat itu Kritavarma dengan cepat bergerak maju. Kritavarma mendatangi putra paduka yang saat itu tenggelam pada sebuah lautan bencana. Bhima mengambil
sebuah gada yang dihiasi emas dan tali rami. Bhimasena lalu menyerbu sangat tidak sabaran menuju Kritavarma. Demikian terjadi pertempuran sengit antara pasukan-pasukan paduka dan musuh-musuhnya di sore itu. Oh baginda, setiap orang dari para pejuang itu sedang diilhami mendapatkan kemenangan. Sanjaya lalu berkata, setelah menempatkan Karna di depan mereka, prajurit-prajurit Kuru itu sulit dikalahkan. Kemudian kembali melakukan sebuah pertempuran. Perang saudara itu menyerupai pertempuran antara dewa-dewa melawan para Asura. Digairahkan keributan sangat keras itu
memaksa gajah-gajah, manusia, kereta-kereta, kuda-kuda, terompetterompet kerang, pasukan-pasukan gajah, prajurit kereta, serdaduserdadu jalan-kaki, para pengendara kuda dalam jumlah besar dipenuhi kemarahan. Mereka semua kompak maju melawan musuh. Masingmasing berusaha membantai yang belakangan menggunakan berbagai macam senjata. Dihiasi kepalakepala manusia, gigi putih, muka bersih, mata indah, hidung-hidung lumayan, dianggunkan mahkota kecil indah, anting-anting. Setiap orang menyerupai bunga-bunga lotus, matahari, bulan, bumi. Kelihatannya sangat gemerlapan. (bersambung)
Sloka 17. 2 Sri-Bhagavan uvaca Tri-vidha bhavati sraddha dehinam sa svabhava-ja sattviki rajasi caiva tamasi ceti tam srnu Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa bersabda: Menurut sifat-sifat alam yang diperoleh oleh roh di dalam badan, ada tiga jenis kepercayaan yang dapat dimiliki seseorang – kepercayaan dalam kebaikan, dalam nafsu atau dalam kebodohan. Sekarang dengarlah tentang hal ini.
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Facsimile: 227418
Minggu paing, 3 desember 2017
u g g n Mi
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com balipost (166rb Like) http://facebook.com/balipost
Indah dan Gedegodhell Raih Juara di “Joyful” Denpasar JOYFUL Denpasar atau kegembiraan masyarakat Denpasar menjadi tema lomba foto dan vlog yang diselenggarakan Pemkot Denpasar. Sedikitnya 344 foto berhasil dan 11 karya video blog (vlog) berhasil masuk di meja juri yang dikirim peserta melalui akun instagram Denpasarkota. Foto kecerian saat pentas budaya karya Nyoman Indah Wahyuni dan vlog karya akun Instagram Gedegodhell berhasil meraih juara I lomba Foto dan Vlog Joyful Denpasar. Hadiah para pemenang diserahkan Wali Kota I.B. Rai Dharmawijaya Mantra saat pembukaan DTIK Festival, Kamis (30/11) lalu. Melibatkan para juri dari kalangan penggiat fotografi dan videographer serta akademisi berhasil memilih 13 karya foto terbaik BPM/ist dan 5 karya vlog terbaik. Wali Kota Rai LOMBA - Salah satu karya yang berhasil menjadi juara dalam lomba Mantra mengucapkan terima kasih dan foto Joyfull Denpasar. selamat kepada para pemenang atas
Putra-putri Batik 2017
Jatim Mendominasi PEMILIHAN Putra-putri Batik Nusantara tahun ini menghasilkan pemenang dari daerah luar Jakarta. Tema tahun ini ‘’Batik Peranakan’’. Digelar atas inisiatif Kementerian Pariwisata, IPBN, dan Bekraf. Pemilihan Putra-putri Batik Nusantara 2017 sukses digelar baru-baru ini. Berlokasi di Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata, pihak Ikatan Pencinta Batik Nusantara (IPBN) sebagai penyelenggara akhirnya menemukan pemenang untuk tahun ini. Gelar Putra-putri Batik Nusantara 2017 dinobatkan kepada Steven Valerian dari Jawa Timur (Putra Batik) dan Agisha Febila dari Jawa Barat (Putri Batik) sebagai juara 1. Sementar juara 2 ditempati Abdy Azwar Sahi dari Banten dan Yasmin Oktavia dari Jawa Timur, ditambah juara 3 yakni Dika
Fadlika dari Jawa Tengah dan Tita Oxa Anggrea dari Jawa Timur. Steven Valerian dan Agisha Febila berhasil menang dari 28 peserta putra dan putri lainnya. Mereka juara setelah melewati seleksi cukup ketat pada tahap audisi yang diikuti sekitar 74 semifinalis. Kemenangan dinilai langsung oleh para juri yang terdiri dari Tantie Koestantia (pembina IPBN), Musa Widyatmodjo (desainer senior), Titiek Djoko (Yayasan Batik Indonesia), Renita Adrian (Djarum Foundation) dan lainnya. Ketua Umum Ikatan Pencinta Batik Nusantara (IPBN) Ayu Dyah Pasha mengatakan bahwa kegiatan ini diadakan dalam rangka melestarikan batik Indonesia yang telah diakui oleh UNESCO sebagai Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity pada tahun 2009.
“Pemilihan Putra-putri Batik Nusantara 2017 adalah sebagai wahana regenerasi untuk menumbuhkan rasa cinta dan kebanggaan di kalangan anak muda sebagai pewaris budaya bangsa,” kata Ayu Dyah Pasha di Gedung Sapta Pesona, Jakarta. Wanita yang mencintai
partisipasi dalam lomba Foto dan Vlog Joyfull Denpasar. Kegiatan ini untuk memberikan ruang kreativitas kepada insan muda Denpasar. “Foto dan video menjadi salah satu kegiatan ekonomi kreatif yang terus kita lakukan peningkatan kreativitas insan muda Denpasar baik melalui perlombaan dan memberikan ruang kreatif di area Youth Park Lumintang Denpasar,’’ ujar Rai Mantra. Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Denpasar I.B. Rahoela didampingi Kasubag Pengumpulan Informasi dan Publikasi Humas Denpasar Wayan Hendaryana mengatakan pemilihan tema ini tak terlepas dari program sosialisasi berbagai peningkatan pembangunan di Kota Denpasar yang telah dilaksanakan. Salah satunya peningkatan infrastruktur seperti kebersihan sungai, revitalisasi pasar tradisional, youth park, taman kota dan fasilitasnya, Denpasar Art Space, rumah berdaya, bank sampah, subak lestari di Anggabaya, kawasan Sanur, gedung pelayanan publik Graha Sewaka Dharma. (kmb)
seni ini menambahkan, seluruh finalis Putra-putri Batik Nusantara 2017 telah menampilkan aksi terbaik selama audisi hingga malam puncak. Pada malam grand final pun menurutnya sudah tampil maksimal dengan balutan busana batik dari para perancang seperti
Raden Surait, Danjyo Hijyoji, dan Ambah Batik. “Semoga Putra dan Putri Batik Nusantara 2017 bisa ikut ambil bagian mempromosikan budaya dan pariwisata Indonesia melalui berbagai kegiatan di dalam maupun luar negeri,” ucap Ayu Dyah Pasha. (pik)
BPM/pik
BATIK - Suasana pemilihan Putra-putri Batik 2017.
Dokar Mulai Ramai Penumpang DOKAR hias yang dilaunching sejak 13 Oktober 2017 lalu mulai diminati warga Denpasar dan beberapa wisatawan. Dari pengamatan selama ini, pengunjung terlihat ramai naik dokar agar bisa berkeliling menikmati kawasan Kota Denpasar. Seperti yang terlihat saat libur Maulid Nabi, Jumat (1/12) lalu. Dokar hias ini mangkal di di depan Kantor Badan Promosi
Pariwisata Daerah (BPPD) Kota Denpasar, Jalan Surapati. Penumpang bisa menikmati Denpasar dengan naik dokar secara gratis hingga Desember ini. Karena disubsidi oleh pemerintah. Salah satu kusir dokar, Made Puja, mengaku penumpang mulai ramai. Mulai dari anak-anak sekolah, sampai wisatawan. “Mungkin sudah banyak yang tahu, sehingga
BPM/dok
DOKAR - Angkutan tradisional dokar kembali dibangkitkan Pemkot Denpasar untuk wisatawan yang ingin berkeliling objek city tour.
mereka ingin mencoba,” katanya. Menurut Puja, selama dua Minggu setelah launching memang merasakan sepi bahkan hampir tidak ada peminat. Ia bersama delapan kusir dokar lainnya tetap melakukan rutinitas. Namun setelah dua minggu, wisatawan yang datang malah semakin banyak. Keberadaan dokar ini un-
tuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kota Denpasar. Rutenya mengelilingi Heritage City Tour Kota Denpasar, di antaranya Hotel Inna Bali, kawasan Jero Kuta, kawasan Jl. Gajah Mada, Lapangan Puputan. Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara mengatakan, dokar hias ini di-launching untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke objek
Heritage City Tour Kota Denpasar. Mengingat lebih dari 50 persen pendapatan masyarakat Denpasar bersumber dari pariwisata. Jaya Negara juga mengaku pendapatan Kota Denpasar lebih banyak berasal dari pajak hotel dan restoran. Maka dari itu, salah satu terobosan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dengan memanfaatkan dokar hias ini. (ara)
@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom
FILM keempatnya yang bertajuk ‘‘Satu Hari Nanti’’ yang akan tayang di 137 layar bioskop di RI mulai 7 Desember 2017, sutradara Salman Aristo bersyukur film buatannya lolos untuk 21 tahun ke atas. “21 tahun bukan tanpa visi. Justru ini berdasar riset penonton film Indonesia, penonton dengan range umur karakter tokoh di film ini berada di nomor 2, yaitu 25-38 tahun. Beda tipis dengan 2% dengan range 18-25 tahun di nomor 1. Jadi, ini pasarnya besar sekali. Riset penonton ini dibuat oleh Institut Kesenian Jakarta (IKJ) tahun 2016 di 16 kota besar di Indonesia,” lontar Salman kepada penulis baru-baru ini. Salman mengaku membuat cerita dengan totalitas sesuai konten cerita, yaitu drama berseting kota besar sesuai dengan usia 21 tahun ke atas. “Saya betul-betul bicara tentang mereka. Human relationship ihwal kegelisahan anak muda dalam pencarian makna akan jati diri manusia orang-orang Indonesia di luar negeri. Tentang pekerjaan, keluarga dan cinta,” imbuhnya. Setiap orang Indonesia yang lama bekerja di luar negeri mengalami permasalahan cinta dan keluarga dalam membangun komitmennya di sana. “Kalau film ini disasar untuk kalangan remaja, jadi nanggung. Karena kita enggak akan mungkin membicarakan obrolan anak-anak
Salman
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
BPM/ist
SMA di depan anak-anak SD,” ungkap Salman. Kalau ada penonton yang heran dan terkejut melihat ‘keberanian’ bertutur dalam bahasa gambar di film ‘Satu Hari Nanti’, Salman justru balik mempertanyakannya. “Di film- film saya sebelumnya antara lain ‘Jakarta Magrib’, human relationship dan kegelisahan anak muda dalam pencarian jati diri banyak saya ungkapkan,” katanya lagi. Film ‘Satu Hari Nanti’ masuk dalam sesi kompetisi kategori Indonesia Screening Award di Jogjakarta Asia Film Festival (JAFF) Netpac 2017 yang berlangsung dari 1 Desember hingga 8 Desember 2017. (pik)