20 HALAMAN
NOMOR 16 TAHUN KE 70 Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
balipost (158 rb Like) http://facebook.com/balipost
minggu umanis, 3 september 2017
Pengemban Pengamal Pancasila
@balipostcom (4.812 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 233801, 225764 Faksimile: 227418
Kita Bisa Miliki 100 Persen Saham Freeport
Jakarta (Bali Post) Pemerintah perlu diapresiasi karena berhasil melunakkan PT Freeport Indonesia, sehingga kepemilikan saham pemerintah RI kini menjadi 51 persen. Wakil Ketua Komisi VII DPR Satya Widya Yudha mengatakan Freeport siap berinvestasi 20 miliar dolar AS sebagai bisnis tambahan, termasuk untuk membangun smelter. ‘’Kami mengapresiasi kebijakan Presiden Jokowi atas 51 persen saham Freeport. Pajak pemerintah juga tidak terkurangi, dan pemerintah bisa menggunakan haknya dari KK (Kontrak Karya) ke IUPK (Izin Usaha Pertambangan Khusus) PT Freeport,’’ katanya, Sabtu (2/9) kemarin. Dia meminta seluruh elemen bangsa khususnya masyarakat Papua juga diharapkan berjuang bersama agar kepemilikan saham Freeport sampai 100 persen. Senada dengan Satya, anggota Komisi VII DPR Kurtubi juga menyatakan, keberhasilan negosiasi yang dilakukan pemerintah perlu diapresiasi. Apresiasi tersebut, ujar politisi NasDem ini, terutama dalam hal ketersediaan Freeport meninggalkan KK dan mau mengikuti IUPK. Hal. 19 Libatkan Masyarakat
BPM/ant
GREBEG MAULUD - Warga Yogyakarta berebut isi gunungan saat Grebeg Maulud serangkaian Idul Adha di Keraton Yogyakarta, Sabtu (2/9) kemarin. (Beritanya di halaman 16)
Pansus Tantang Novel, Ketua KPK Turun Tangan
Jakarta (Bali Post) Perseteruan antara Direktur Penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Brigjen Aris Budiman dan penyidik Novel Baswedan terus memanas. Pansus Hak Angket KPK ikut memanas-manasi Novel Baswedan.
Aris Budiman
Sebelumnya, Brigadir Jenderal Polisi Aris Budiman melaporkan penyidik senior KPK Novel Baswedan ke Polda Metro Jaya yang mencemarkan nama baiknya. Sementara itu, Wakil Ketua Panitia Khusus Angket KPK Masinton Pasaribu manantang Novel Baswedan segera melaporkan oknum jenderal Polri yang disebutnya terlibat kasus penyiraman air keras terhadapnya. Hal itu agar pernyataannya beberapa waktu lalu tidak terus menjadi polemik dan fitnah liar terhadap institusi dan petinggi kepolisian. ‘’Novel lapor sajalah. Ini lamalama beropini, terus mereka nuduh sana, nuduh sini,’’ kata Masinton.
Agus Rahardjo
Peternak Perlu Sentuhan Teknologi Oleh: Dr. Ir. Gede Sedana, M.Sc., M.MA. PEMERINTA H Provinsi Bali bersamasama dengan DPRD Bali telah menggodok Rancangan Peraturan Daerah tentang Pengelolaan Sapi Bali dengan tujuan untuk menjaga kelestariannya. Sapi Bali merupakan salah satu plasma nuftah di Indonesia yang perlu dilindungi dan dilestarikan. Dalam konteks kesejahteraan masyarakat khususnya petani atau peternak di Bali, maka pelestarian sapi Bali harus dimaknai sebagai pengelolaan sapi yang menguntungkan dan berkelanjutan bagi mereka. Salah satu upaya pengelolaan sapi Bali yang menguntungkan dan menjamin kelesatariannya adalah melalui pengembangan prinsip agrobisnis yang inklusif. Sapi Bali yang merupakan warisan nenek moyang memiliki berbagai keunggulan dibandingkan dengan sapi luar Bali. Oleh karena itu, keunggulan tersebut akan menjadi tambahan nilai daya saing dan dapat meningkatkan pendapatan petani atau peternak. Hal. 19 Prinsip Agrobisnis
Ranperda Sapi Bali
Wajib Masuk Hotel dan Restoran Bali kini bersiap-siap memiliki Perda tentang Pengelolaan Sapi Bali yang rancangannya sedang digodok DPRD Bali diharapkan dapat menjaga kemurnian sapi Bali. Kedua untuk menjadikan daging sapi Bali bisa menembus hotel dan restoran di Bali. Impor daging sapi pun bisa dikendalikan. Ketika kualitas daging sapi Bali meningkat maka nilai jualnya di pasaran juga meningkat. Kualitas daging sapi bisa ditingkatkan dengan perbaikan pakan dan perlakuan terhadap sapi itu sendiri. Termasuk perlakuan pada waktu memotong dan distribusinya. Gubernur Bali, Made Mangku Pastika, ingin daging sapi Bali masuk ke hotel supaya harganya bisa lebih baik. Sedangkan kita mengimpor itu 2.000 ton per tahun untuk Bali. Dari angka ini kalau saja Bali bisa memenuhi 1.000 ton kebutuhan daging untuk hotel dengan harga baik, maka para peternak akan lebih sejahtera. Hal. 19 Kewajiban Hotel
Baru Sebatas Penelitian
Di Bangli
Populasi Sapi Tertinggi di Kintamani
SAPI Bali menjadi salah satu hewan ternak yang paling banyak dipelihara masyarakat Bangli. Hewan berkaki empat itu biasanya diternakkan warga sebagai aktivitas sambilan selain berkebun. Di Desa Manikliyu, Kintamani misalnya. Hampir 90 persen yang memiliki kebun jeruk dan kopi, memelihara hewan ternak sapi di lahan kebun masingmasing. Sapi dipelihara warga secara sambilan di samping menjalankan aktivitas utama berkebun. Hal. 19 Dua Ekor
BPM/sos
INSEMINASI - Sapi Bali yang disiapkan inseminasi buatan di Klungkung.
Sebagai penegak hukum, Masinton menilai Novel harusnya paham mengenai prosedur hukum. Pernyataan yang telah dilontarkan juga harusnya dituntaskan. ‘’Lapor dulu baru jelas. Itu kayak tudingan,’’ ujarnya. Di sisi lain, Masinton meminta apa pun motif dan siapa pun pelaku penyerangan terhadap Novel Baswedan harus diusut tuntas. Terkait hal tersebut, Novel melalui Tim Advokasi Novel Baswedan, Alghiffari Aqsa, menyampaikan akan menyebut nama oknum jenderal bintang tiga Polri yang diduga di balik aksi penyiraman air keras itu jika telah dibentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF). Hal. 19 Lebih Kompak
BPM/dok
UNGGUL - Sapi Bali selain unggul sebagai hewan pekerja juga unggul dalam mutu daging.
Upaya Pemkab Kembangkan Sapi Bali
PEMERINTAH dinilai tidak serius menangani peluang dan potensi daging sapi lokal. Padahal dari sisi pasar, Bali telah memiliki pasar yang cukup potensial, karena banyak hotel dan restoran yang membutuhkan daging sapi. Apalagi Bali memiliki sapi ras Bali yang merupakan sapi yang terkenal di Indonesia. Hal. 19 Mutu Daging
Badung Miliki Sentra Pembibitan, Tabanan Dilengkapi Asuransi Sejumlah daerah kini meluncurkan berbagai program untuk mengembangkan sapi Bali. Badung memilih Desa Sobangan sebagai sentra pembibitan ternak sapi. Sementara Klungkung melakukan inseminasi buatan, Tabanan memberikan Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS).
SENTRA pembibitan ternak sapi di Desa Sobangan, Kecamatan Mengwi terlahir dari kondisi ditengarai terjadi penurunan populasi ternak sapi dari tahun ke tahun. Sentra pembibitan ternak Sapi Sobangan menjadi solusi untuk tetap menjaga terah sapi Bali yang populasinya mulai menurun. Wakil Bupati Badung, Ketut Suiasa, mengatakan masyarakat Badung patut berbangga dipilih menjadi satu-satunya pemerintah daerah di Provinsi Bali, bahkan di seluruh Indonesia yang memiliki sentra pembibitan ternak Sapi Bali. Hal ini didukung dengan
Kabupaten Badung memiliki potensi serta komitmen yang tinggi dalam rangka pelestarian sapi Bali. “Hasil keturunannya diserahkan kepada masyarakat dalam bentuk bantuan hibah untuk selanjutnya mendukung program pemerintah dalam mengembangkan sumber penyedia bibit di pedesaan,” ujar Wabup Suiasa. Penyerahan hasil keturunan dari Sentra ternak Sobangan sudah dilaksanakan dua kali dengan rincian tahun 2013 diserahkan 45 ekor kepada 7 kelompok penerima. Hal. 19 Pusat Pembelajaran
BPM/par
BIBIT - Pusat pembibitan sapi Bali di Desa Sobangan, Badung.
DAERAH
2
Minggu Umanis, 3 September 2017
Jatuh dari Pohon Kelapa, Pelajar SMP Meninggal Negara (Bali Post) -
Nasib nahas dialami Gede Ngurah Yuda Pratama Putra (15), seorang pelajar SMPN 1 Melaya dari Banjar Bongan, Dusun Sumbersari, Desa Melaya. Pelajar ini meninggal setelah terjatuh dari pohon kelapa, Jumat (1/9).
Bali Post/wan
TUMPEK LANDEP - Umat Hindu melakukan persembahyangan serangkaian perayaan hari suci Tumpek Landep, Sabtu (2/9) kemarin. Tumpek Landep merupakan tonggak penajaman pikiran (landeping idep) yang bermakna penyadaran bahwa instrumen terpenting dalam kehidupan adalah idep atau pikiran.
Kejadian itu dilihat pertama kali oleh temannya, Gede Ngurah Made Oka Aditya Pradita (12), pelajar SD. Kejadian itu berawal ketika korban dan saksi Gede Ngurah Made Oka Aditya Pradita bermain layanglayang. Kemudian layanglayang korban nyangkut di pohon kelapa yang tingginya kurang lebih 12 meter. Selanjutnya, korban mem-
beri tahu kepada saksi bahwa ia akan melihat layang-layang tersebut. Namun karena korban lama tidak muncul, saksi kemudian mengeceknya. Ia melihat korban telah tergeletak di bawah pohon kelapa. Kemudian saksi memberitahukan kejadian tersebut kepada orangtuanya, I Gede Putu Puriasa. Menurut pangakuan orangtua korban, Putu Puriasa (42),
korban sempat diajak berkomunikasi. Korban juga sempat dibawa ke Puskesmas Melaya. Oleh pihak Puskesmas Melaya korban dirujuk ke RSU Negara. Tidak lama setelah itu, korban dinyatakan telah meninggal dunia. Setelah diadakan pemeriksaan luar di RS Negara, diketahui korban mengalami patah tangan kanan, patah pada
pangkal paha kaki kanan, patah pada tulang belakang dan pendarahan dalam pada tubuh korban. Atas kejadian tersebut dari pihak keluarga telah mengikhlaskan kematian korban yang murni akibat jatuh dari pohon. Pihak keluarga akan melakukan prosesi pemakaman, Minggu (3/9) ini. Kapolsek Melaya Kompol Ketut Narma yang dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. Dikatakan keluarga korban sudah menerima musibah tersebut. (kmb)
Ganesa FKIP Unmas Denpasar 2017
Bentuk Mahasiswa sebagai Calon Guru dengan 5 Kecerdasan
Pameran Felice Jewellery
Dapatkan Black Diamond Solitaire 1 Karat Harga Promo Rp 1,999 Juta PAMERAN perhiasan emas dan berlian kembali digelar oleh Felice Jewellery mulai Minggu (3/9) hingga Rabu (6/9) mendatang. Pameran dilaksanakan di Business Center, Hotel Aston, Jalan Gatot Subroto, Denpasar. Berbagai model perhiasan berkualitas siap menyambut para pencinta berlian di Bali. “Dapatkan Black Diamond Solitaire 1 karat dengan harga promo Rp 1,999 juta,” ujar Sales Felice Jewellery Bazari, Sabtu (2/9) kemarin. Menurut Bazari, pihaknya juga menawarkan berlian putih 1 karat dengan harga Rp 39 juta dan untuk berlian fashion 1 set Rp 15 juta. Ada juga cincin new flower dan berlian solitaire 0,50 karat. Dikatakan, berlian-berlian Felice semuanya dipadupadankan dengan emas putih sehingga membentuk perhiasan yang indah sekaligus berkelas. Sementara koleksi batu-batu berharga dari Felice di antaranya blue sapphire, rubi, cat eye, dan emerald/jamrud. Bazari menambahkan, berlian fashion yang dihadirkan seperti anting dan liontin, gelang dan ladies ring, merupakan perhiasan model terbaru. Setiap desain dibuat terbatas atau limited edition sehingga tidak akan ada duanya di tempat lain. Dikatakan, pembayaran setiap perhiasan bisa dilakukan secara cash, debit, atau dengan kartu kredit. Bazari juga menjamin harga yang ditawarkan Felice sesuai dengan kualitas berlian yang dijual. “Berliannya didatangkan langsung dari Eropa dengan cutting Belgia, desainnya dibuat di Hongkong. Setiap pembelian perhiasan mendapat sertifikat yang selanjutnya bisa dipakai untuk mendapatkan garansi perawatan seumur hidup dengan gratis,” lanjutnya. Felice Jewellery, kata Bazari, memang tidak sekadar menjual emas dan berlian yang berkualitas. Karena itulah pihaknya juga memberikan maintenance lifetime guarantee atau garansi perawatan seumur hidup. “Garansi ini sengaja diberikan secara gratis untuk memoles kembali emas dan berlian yang kusam karena sering dipakai,” jelasnya. Bagi anda yang gemar mengoleksi perhiasan berlian atau batu, tidak ada salahnya mengunjungi pameran Felice Jewellery. Harga yang relatif terjangkau ditambah desain yang unik, menjadi kelebihan Felice yang patut untuk dipertimbangkan. (ad80)
Mayat Bayi Ditemukan di Danau Tempe
Denpasar (Bali Post)Mayat bayi perempuan ditemukan di Jalan Danau Tempe Sabtu (2/9) kemarin. Bayi dengan berat badan 1,55 kg itu diperkiraan berumur 7-8 bulan kandungan. Kepala Bagian/SMF Kedokteran Forensik RSUP Sanglah, dr. I.B. Putu Alit, Sp.F., DFM menjelaskan, bayi tersebut memiliki panjang badan 38 cm. Kondisinya juga sudah membusuk pada seluruh tubuh. Hal itu menandakan bayi meninggal 24-72 jam. Sementara itu, tali pusat sudah terlepas dengan ari-ari. (kmb42)
FAKULTAS Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Mahasaraswati (FKIP Unmas) Denpasar membuka Gema Acara Penerimaan Eksekutif Muda (Ganesa) 2017 di aula Kopertis Wilayah VIII, Sabtu (2/9) kemarin. Ganesa FKIP Unmas Denpasar 2017 yang diikuti 269 mahasiswa baru diisi dengan bakti sosial, serta penyampaian materi. Antara lain disampaikan oleh Dekan, Wakil Dekan, dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bali. Kegiatan ini utamanya bertujuan untuk memperkenalkan dan menumbuhkan rasa kecintaan terhadap almamater. ‘’Selain itu, untuk memformulasikan hakikat jati diri mahasiswa yang berlandaskan Tri Dharma Perguruan Tinggi, serta mendorong mahasiswa terlibat secara aktif dalam persoalan pendidikan, sosial budaya, dan ekonomi sebagai implikasi dari arus perubahan global,’ ujar Ketua Panitia Ganesa Putu Reynaldi Arta Nugraha. Menurut Reynaldi, mahasiswa baru diberikan pula simulasi materi dan lomba-lomba untuk mem-
bentuk kesadaran intelektual dan daya kritis mereka. Segala bentuk penugasan diupayakan agar mendidik, serta menumbuhkan kebiasaan berpikir terstruktur yang ilmiah sesuai kehidupan kampus. Dalam hal ini, perpeloncoan dihilangkan namun tetap ada penegakan disiplin bagi para pelanggar ketentuan. Ketua BEM Unmas I Made Pradipta Adhiguna mengatakan, Ganesa FKIP Unmas Denpasar merupakan rangkaian Ganesa dari tingkat universitas. Melalui kegiatan ini, mahasiswa baru (maba) diharapkan siap mengikuti perkuliahan di FKIP Unmas. Oleh karena itu, para maba diminta agar mengikuti kegiatan dengan baik hingga berakhir 4 September besok. ‘’Nanti akan ada materi tentang Tri Dharma Perguruan Tinggi, sistem perkuliahan, layanan administrasi, organisasi dan kegiatan kemahasiswaan serta sistem SKE (Satuan Kredit Ekstrakurikuler), serta materi tentang kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan dan prospek guru ke depan dari Dinas Pendidikan Provinsi,’’ jelasnya.
Sementara itu, Dekan FKIP Unmas Dr. Drs. I Nyoman Suparsa, M.S. mengatakan, mahasiswa baru harus memiliki persepsi yang sama dalam mengikuti perkuliahan di FKIP Unmas. Dengan demikian, mereka akan dapat mengikuti perkuliahan dengan baik, disiplin, dan dapat menyelesaikan studinya tepat waktu. ‘’Minimal 4 tahun sudah selesai dan kalau bisa jangan sampai 7 tahun. Kalau 7 tahun, itu sudah di-delete dari Dikti,’’ ujarnya. Suparsa menambahkan, FKIP Unmas mempunyai visi ‘’Menjadi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang bermutu dan berbudaya’’. Oleh karena itu, pihaknya berperan dalam menciptakan calon guru yang memiliki karakter K5. Meliputi, kecerdasan intelektual, kecerdasan moral, kecerdasan spiritual, kecerdasan emosional, dan kecerdasan motorik. ‘’Mahasiswa FKIP Unmas wajib memiliki karakter K5 untuk menjadikan mereka guru yang profesional. Jadi yang berkualitas sesuai dengan bidang ilmu yang diikuti dalam perkuliahan,’
GANESA - Dekan FKIP Unmas Dr. Drs. I Nyoman Suparsa, M.S. bersama Ketua Panitia Ganesa, Ketua BEM Unmas, serta perwakilan mahasiswa baru dalam acara pembukaan Ganesa FKIP Unmas 2017, kemarin. jelasnya. Menurut Suparsa, FKIP merupakan fakultas tertua dari enam fakultas yang ada di Unmas Denpasar. Ada lima prodi yang dibina FKIP Unmas sejak 1988,
yakni Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, Prodi Pendidikan Biologi, Prodi Pendidikan Matematika, dan Prodi Pendidikan Sejarah. (ad81)
Pembinaan Guru PAUD dan TK
Bupati Suwirta Minta Gelorakan Makna Lagu ‘’Gema Santi’’
PEMBINAAN - Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, memberikan pembinaan kepada guru PAUD dan TK, Sabtu (2/9) kemarin. Itu sebagai salah satu upaya untuk mewujudkan generasi muda yang cerdas dan berkarakter.
PEMBANGUNAN dunia pendidikan sebagai upaya mewujudkan generasi muda yang cerdas dan berkualitas menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Klungkung. Mendukung itu, pembinaan tenaga pendidik, khususnya PAUD dan TK terus digulirkan. Seperti halnya yang berlangsung di Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kania, Sabtu (2/9) kemarin. Acara tersebut diisi langsung Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, didampingi Bunda PAUD, Ibu Ayu Suwirta. Pada acara yang juga dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Klungkung Dewa Gde Darmawan, Bupati Suwirta menyampaikan pembangunam dunia pendidikan yang dimulai dari memberikan pembinaan kepada guru-guru TK dan PAUD ini sangat serius, mengingat itu sebagai jalan memberikan motivasi dan mewujudkan generasi muda yang cerdas dan
berkarakter. “Peningkatan kualitas tenaga pendidik terus menjadi perhatian kami,” tegasnya. Pada kesempatan itu, bupati asal Nusa Ceningan ini juga menjelaskan makna lagu “Gema Santi” kepada para guru TK dan PAUD. Pada lagu tersebut berisi ajakan kedamaian dan cinta serta untuk bersama-sama membangun Kabupaten Klungkung. Laksanakan tugas dengan sungguh-sungguh dan sepenuh hati, sehingga anakanak bisa mamiliki sikap dan karakter yang baik, kreatif, dan cerdas. “Makna dari Lagu ‘Gema Santi’ harus selalu ditanamkan di masing-masing sekolah,” harapnya. Lebih lanjut, guru-guru juga diminta memberikan motivasi dan memompa semangat anak-anak agar semakin rajin untuk ke sekolah. Bupati juga menyampaikan guna meningkatkan kualitas pendidikan di desa-desa, Pemerintah Kabupaten Klungkung saat ini
tengah melakukan kajian terhadap program 1 Desa 1 Sekolah TK Negeri. Jika program dapat terealisasi pada 2018, diharapkan ke depan tidak ada lagi anak-anak di desa yang tidak masuk TK. “Kajiannya sedang berlangsung tahun ini. Semoga bisa terealisasi dengan baik di 2018 mendatang,” ujarnya optimis. Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Klungkung Dewa Gde Darmawan menyampaikan pembinaan guru merupakan salah satu fungsi dari manajemen SDM pendidikan. “Kepada semua sekolah dari tingkat Kelompok Bermain, PAUD, TK, SD, SMP, dan SMA/SMK di Kabupaten Klungkung supaya melaksanakan program Pemerintah Kabupaten Klungkung “Gema Santi”, bagaimana nantinya sekolah bisa melaksanakan gagasan ini dengan santun dan inovatif, sehingga sekolah dapat bangkit dan maju di segala bidang,” tandasnya. (ad84)
Pimnas Perdana, STPBI Langsung Raih Medali Emas SEKOLAH Tinggi Pariwisata Bali Internasional (STPBI) memiliki prestasi gemilang dalam bidang penelitian ilmiah. Setelah berhasil dengan peringkat Harapan I pada Green Scientific Competition di Semarang, kali ini Tim Research STPBI kembali menorehkan prestasi yang membanggakan. Melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang diselenggarakan oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Ristek Dikti) yang merupakan ajang ilmiah paling bergengsi se-Indonesia berhasil mengantarkan satu tim mahasiswa STPBI ke acara puncak yaitu Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas). Pimnas ke–30 ini diselenggarakan di Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Sulawesi Selatan pada 23 – 28 Agustus 2017. Setelah melalui proses yang cukup panjang, serta seleksi ketat dan kompetitif, STPBI akhirnya berhasil meraih penghargaan juara I dan membawa pulang medali emas pada kategori poster ilmiah skim Program Kreativitas Mahasiswa Penelitian Sosial Humaniora yang disusul UGM pada peringkat II dan UNESS pada peringkat III. Hal ini tentu menjadi prestasi gemilang bagi STPBI yang
merupakan satu-satunya kampus pariwisata yang berhasil lolos ke tahap Pimnas, padahal kampus yang berada di bawah naungan Yayasan Dharma Widya Wulangun ini baru pertama kalinya mengajukan proposal dan mengikuti Pimnas setelah 9 tahun berdiri. Tim Research tersebut terdiri atas Ni Made Ayu Natih Widhiarini (Semester III), Ni Nengah Ariastini (Semester V), Ni Putu Diah Sri Kumala Dewi (Semester III), dan I Gusti Agung Ayu Intan Sinta Dewi (Semester III) yang dibimbing oleh I Made Trisna Semara, S.T., M.Par. Natih Widhiarini selaku ketua tim menyatakan rasa syukur atas prestasi yang diraih bersama ketiga rekannya. ‘’Saya sangat bersyukur kepada Tuhan karena telah diberi kesempatan dan anugerah yang luar biasa. Bahkan pada awal sampai di Makassar, kami bertemu begitu banyak mahasiswa hebat dari perguruan tinggi ternama seluruh Indonesia. Mereka bahkan melakukan persiapan yang jauh lebih matang, terlebih rata-rata didominasi oleh mahasiswa semester V dan VII yang sudah pernah ikut Pimnas pada tahun sebelumnya,’’ ujar Natih didampingi Ariastini, Diah, dan
Gung Intan selaku anggota tim. I Made Sudjana, S.E., M.M., CHT., CHA. selaku Ketua STPBI mengungkapkan rasa bangga terhadap pencapaian mahasiswanya. ‘’Saya sangat bangga atas prestasi yang diraih, terlebih ini mengangkat nama lembaga di kancah Nasional. Semoga tahun berikutnya dapat lebih ditingkatkan. Tentunya manajemen sangat mendukung kegiatan-kegiatan positif seperti ini,’’ ujarnya. Secara umum, Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional ke–30 ini diikuti oleh 89 perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta di Indonesia yang berada di bawah naungan Kemenristek Dikti. Sebanyak 89 perguruan tinggi tersebut terdiri dari 420 tim yang dibagi menjadi 5 skim Program Kreativitas Mahasiswa yaitu PKM Penelitian, PKM Kewirausahaan, PKM Pengabdian Masyarakat, PKM Penerapan Teknologi, dan PKM Karsa Cipta. Sebelum mencapai Pimnas, terdapat 77.618 proposal yang masuk ke Sistem Belmawa Dikti yang kemudian diseleksi dan hanya didanai sebanyak 3.918 proposal. Saat itu, STPBI berhasil meloloskan dua proposal pada skim
PRESTASI - Tim Research STPBI menorehkan prestasi yang membanggakan pada ajang Pimnas. Penelitian Sosial Humaniora dan didanai sebesar Rp 10.000.000 dan Rp 9.000.000 untuk melakukan penelitian berdasarkan proposal penelitian yang diajukan sebelumnya. Setelah melewati kegiatan Monitoring dan Evaluasi dari reviewer Dikti, akhirnya hanya 420 tim yang diundang untuk mempresentasikan karyanya dihadapan para juri. Natih, Ariastini, Diah, dan Gung Intan mengangkat judul penelitian ‘’Analisis Kelayakan Taman Ayun sebagai Destina-
si Wisata Ramah Wisatawan Senior’’. Tujuan dari penelitian tersebut yaitu mengidentifikasi, menganalisis dan menggali persepsi wisatawan senior (lansia) terhadap atraksi, amenitas, aksesibilitas di Taman Ayun sebagai salah satu daya tarik wisata yang diakui sebagai Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO. Tentunya, sebagai DTW, Taman Ayun sudah memiliki standar 3A yang baik untuk semua kalangan wisatawan termasuk wisatawan senior atau wisatawan lansia. (ad83)
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/ Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Minggu Umanis, 3 September 2017
hiburan
3
Kritik Film ’’Nyai Ahmad Dahlan’’
Biopic Pahlawan Nasional Perempuan Tanpa Gegap-Gempita
Beside Sukses Guncang Panggung Wacken Open Air (W:O:A) 2017 BESIDE, band asal Bandung, Jawa Barat, sukses mengguncang panggung Wacken Open Air (W:O:A) 2017 di Jerman, 2 Agustus 2017 lalu. Band yang diawaki Agung Suryana (vokal), Roy Nat Siregar (gitar), Tri Afrizal (bas), Rizky Aditya (gitar) dan Achmad Rustandi (drum) itu tampil energik dengan membawakan empat lagu andalan mereka. Aksi mereka sukses menghentak ribuan penggemar musik cadas yang berasal dari berbagai penjuru dunia. Beside merupakan band perwakilan Indonesia yang terpilih lewat kompetisi WackenMetal Battle Indonesia (WMBI) 2017 yang digagas DCDC Dreamworld pada Mei lalu. Dalam kompetisi musik ekstrem itu, Beside keluar sebagai jawara dengan mengalahkan 238 band metal dari seluruh Indonesia. Kemenangan ini menjadi tiket Beside untuk berlaga di W:O:A 2017, mewakili Indonesia sekaligus sebagai satu-satunya band dari Asia yang berlaga di festival musik akbar tersebut. Di W:O:A 2017, Beside bersaing dengan 27 band dari berbagai negara di belahan dunia. Setiap band diberi waktu tampil selama 20 menit untuk menarik perhatian penonton. Adapun Beside, beraksi di panggung Headbanger’s Stage dengan kapasitas penonton tak kurang dari 20 ribu orang. Mereka membuka penampilan dengan lagu ‘’Eleven Heroes’’. ‘’Sebenarnya manggung di hadapan ribuan orang itu sudah biasa saat kami konser di Indonesia. Tapi ini Wacken, atmosfernya beda banget. Seluruh pencinta musik metal dari penjuru dunia datang dan antusias sekali,’’ tutur sang drummer, Achmad Rustandi atau yang
akrab disapa Bebi. Meski sempat grogi, tak perlu waktu lama bagi Beside untuk menghipnotis penonton dalam dentuman beat metal yang mereka bawakan di atas panggung. Bebi bercerita, di lagu kedua yaitu ‘’Ambisi Arogansi’’ penonton terlihat semakin menikmati karakter musik yang dibawakan oleh Beside. Penonton mulai headbanging dan area moshpit semakin memanas. Antusiasme yang ditunjukkan oleh penonton yang ada di situ semakin mengangkat adrenalin personel Beside. Puncaknya, di dua lagu sisa yaitu ‘’Under Hollow’’ dan ‘’Dead of War’’, Beside berhasil mengeluarkan performa terbaik mereka. ‘’Kalau soal nervous, itu sudah pasti ada. Apalagi ini kan pengalaman pertama kami tampil di ajang metal paling besar di dunia. Tapi di lagu kedua dan selanjutnya, kami sudah bisa menguasai keadaan. Biar nervous-nya hilang, kami anggap saja yang nonton itu orang Indonesia semua,’’ cetus Bebi. Usai tampil, para personel Beside sempat bertemu dengan Founder sekaligus CEO W:O:A, Thomas Jensen. ‘’Thomas terkejut ketika tahu Indonesia juga punya musik-musik metal yang berkualitas. Dia antusias banget dan menyebut kalau musik metal di Indonesia itu sangat potensial. Dan yang bikin kami kagum, dia langsung memakai Tshirt Beside yang kami berikan sebagai merchandise,’’ bilang Bebi. Tampil di W:O:A 2017 jelas menjadi pengalaman berharga bagi seluruh personel Beside. Ada oleh-oleh khusus yang dibawa Bebi dan kawan-kawannya ketika kembali ke Tanah Air. Rencananya,
mereka akan membuat dua album sekaligus yang diproyeksikan release pada 2018 mendatang. ‘’Selama di W:O:A, kami bukan cuma berpikir tentang tampil di atas panggung saja. Tapi juga mencari masukanmasukan dan materi untuk album selanjutnya. Makanya, setelah ini kami akan ngebut membuat album untuk release tahun depan. Tidak satu album, tapi dua sekaligus,’’ imbuh Bebi. Uwie Fitriani selaku perwakilan dari DCDC Dreamworld menjelaskan bahwa penampilan Beside di panggung W:O:A 2017 menjawab ekspektasi banyak orang, terutama ketika band ini memenangi ajang WMBI 2017. ‘’Penampilan Beside di W:O:A bisa selevel dengan band-band internasional lainnya. Ditambah lagi ini adalah band Asia pertama yang manggung di W:O:A membuat penonton semakin antusias,’’ ujar Uwie. Mengirim Beside ke ajang W:O:A 2017 merupakan salah satu wujud nyata DCDC Dreamworld untuk memberi kesempatan kepada band-band independen supaya berani menatap panggung go international. ‘’Semoga, prestasi Beside ini bisa menjadi role model bagi band-band indie lainnya yang punya mimpi untuk tampil di panggung internasional. Kuncinya, jangan pernah menyerah memberikan karya yang terbaik,’’ tandas Uwie. Selain Beside Goes to W:O:A 2017, Program DCDC Dreamworld yang sudah dilakukan di antaranya ialah Bandung Blasting 2015 yang merupakan program tur bagi band-band metal untuk menggelar tur internasional; Karinding Goes To Europe 2016 hingga Dead Squad Japan Tour 2016. (pik)
SUGUHAN JogjaRockarta Rock Festival 2017 akan segera digelar pada 29 dan 30 September 2017 di Yogyakarta. Seperti diketahui, di festival musik rock ini akan menghadirkan grup band metal, Dream Theater, yang beraliran progresif metal asal Amerika Serikat. Selain hadirnya Dream Theater, band legendaris Tanah Air God Bless dipercaya menjadi opening JogjaRockarta Rock
Festival 2017. Vokalis God Bless Ahmad Albar mengaku tidak sabar menantikan hari di mana God Bless akan menjadi band pembuka bagi Dream Theater di Yogyakarta. ‘’Gak sabar banget untuk tampil nanti. Soalnya, saat Dream Theater manggung di Ancol, Jakarta dulu kita nonton mereka. Skill mereka dalam bermusik tidak perlu diragukan lagi pastinya,’’ ucap Ah-
mad Albar di jumpa pers JogjaRockarta Rock Festival di Hard Rock Cafe, Jakarta Selatan, belum lama ini. Senada dengan Ahmad Albar, gitaris band God Bless Ian Antono juga mengaku sempat menjadi saksi saat Dream Theater berkelana di Indonesia tempo dulu. Demikian halnya ia mengatakan bahwa menjadi band pembuka di JogjaRockarta Rock Festival akan menjadi momen langka baginya. ‘’Tentunya ini menjadi momen langka bagi kami. Saya sendiri juga dulu nonton mereka, tapi sound-nya waktu itu kurang maksimal. Ini kesempatan luar biasa bagi God Bless, dan kami siap menghadirkan yang terbaik,’’ ucap Ian Antono. ‘’Kalau ditanya bagaimana pendapat saya tentang mereka (Dream Theater), mereka adalah salah satu band rock terbaik yang pernah ada,’’ timpal Ahmad Albar menambahkan. Dream Theater akan tampil di JogjaRockarta Rock Festival 2017 bertempat di Stadion Krisdosono, Yogyakarta pada 29-30 September 2017. Sejumlah band turut meramaikan acara ini, antara lain Power Metal, Death Vomit, Burgerkill, Kelompok Penerbang Roket, dan masih banyak lainnya. JogjaRockarta Rock Festival menjual tiket dua kategori yakni Festival A Rp 900 ribu dan Festival B Rp 450 ribu. (pik)
God Bless Bangga Buka JogjaRockarta
BEBERAPA pahlawan nasional perempuan sudah diangkat ke layar lebar. Di antaranya Tjoet Nyak Dhien oleh Eros Djarot dan RA Kartini (Syumandjaja dan Hanung Bramantyo). Biography picture (biopic) tentang sosok pahlawan memang memperoleh apresiasi yang tinggi dari masyarakat, termasuk pejabat dan kepala negara. Seorang sutradara muda Olla Ata Adonara kali ini mengetuk nurani kita lewat film garapannya bertajuk ‘’Nyai Ahmad Dahlan’’. Berdurasi 98 menit, film produksi Iras Film ini memvisualkan sosok Siti Walidah alias Nyai Ahmad Dahlan dari kelahiran, menikah hingga kematiannya. Penggambaran dari seorang ibu, guru, dan sahabat cukup berhasil dituangkan ke layar putih oleh Olla. Skenario yang ditulis Dyah Kalsitorini yang merangkap sebagai produser sangat disiplin dengan cerita dan dialog. Di sisi lain, DOP (Director of Photography) Zetta Alpha Maphilindo patut diberi nilai tambah berkat kejeliannya ‘’menembak’’ seni peran Nyai (Tika Bravani) dan Ahmad Dahlan (David Chalik) yang sedari awal hingga akhir film mampu menggiring penonton untuk tidak bangkit dari tempat duduk. Terus terang, dari segi akting, Tika Bravani dan David Chalik harus diberi punten tersendiri. Peran Tika benar-benar menyentuh. Dia lihai bermain serius saat berpidato ketika Kongres Muhammadiyah pertama tahun 1926 di Kauman, Yogyakarta. Bagaikan singa betina, Walidah membakar semangat kaum wanita di tanah Jawa untuk bangkit melawan penindasan penjajahan dan harus belajar agar tidak ketinggalan dengan kaum lelaki. ‘’Kaum perempuan tidak lagi pandai memasak dan mengaji saja, tapi harus mengisi dunia pendidikan. Indonesia harus merdeka sekarang,’’ teriak Walidah di atas mimbar berapi-api disambut tepuk riuh anggota Aisyiah yang merupakan organisasi perempuan di dalam Muhammadiyah (yang semula bernama Sopo Tresno). Tengok gesture, mimik dan gerak tubuh Walidah nan menyentuh. Tika Bravani untuk peran Walidah sangat pas. Sebaliknya, David Chalik yang memerankan Kiai Ahmad Dahlan sangat tenang dan pendiam. Di sinilah diperlukan sang pendamping yaitu Walidah yang tiap malam berdiskusi dengan suaminya tatkala berkhutbah di Masjid Kauman Yogyakarta atau saat berpidato di cabang-cabang Muhammadiyah di luar Yogyakarta. Melihat banyak aktivitas yang dilakukan Walidah di politik dan pendidikan (termasuk di seni budaya, yang mengajarkan cara membatik kepada anak-anak didiknya), terlihat sekali bahwa Walidah adalah seorang pelopor dan penggerak. Dia yang dikaruniai kecerdasan luar biasa adalah pendiri gerakan perempuan Aisyah. Dan satu hal lagi, dia sangat membantu perjuangan kemerdekaan. Di awal revolusi, Walidah berjasa menggerakkan kaum perempuan mendirikan dapur umum. Divisualisasikan juga, terlihat Walidah rajin bertukar pikiran dan memberikan saran dan masukan yang sangat berharga ikhwal
perjuangan dengan Bung Karno dan Jenderal Sudirman. Adegan mengharukan dan menyentuh diselipkan ketika Kiai Ahmad Dahlan terjatuh dan akhirnya wafat di rumahnya, di Kauman. Hanya menitikkan beberapa titik air mata di sisi jenazah suaminya, Walidah terlihat tetap kokoh di pembaringan tempat tidur. Walidah harus tangguh membesarkan anak-anaknya dan mendorong memberi semangat kepada rakyat Indonesia yang akan menyongsong kemerdekaannya. Setelah sang suami wafat, adegan cepat berganti. Di pagi hari, radio transistor di meja rumahnya memberitakan kemerdekaan Indonesia oleh Soekarno dan Hatta di Jakarta. Lalu terdengar suara Bung Karno yang membacakan naskah Proklamasi yang dikumandangkan tanggal 17 Agustus tahun 1945. Kamera sejenak beralih ke wajah Walidah yang berseri-seri tersenyum. Kemudian, Walidah membuka jendela dan terlihat di jalanan pemuda dan anak-anak Indonesia berlarian sembari mengibarkan bendera Merah Putih. ‘’Merdeka, merdeka, merdeka...,’’ teriak mereka. ‘’Merdeka!’’ balas Walidah mengepalkan tangan kanannya ke atas. Jujur, melihat film biopic ini, yang tampak bermain hanya dua orang saja, yaitu Tika Bravani dan David Chalik, pemain-pemain lain hanya sampiran yang melengkapi cerita, meski beberapa orang juga bermain maksimal, seperti Cok Simbara, Della Puspita, Egy Fedly, dll. Yang perlu digarisbawahi adalah beberapa tokoh di film yang membantu perjuangan Walidah dan Ahmad Dahlan, hampir semua berasal dari keluarga besar Ahmad Dahlan, Aisyiah dan Muhammadiyah. Walau akting beberapa orang cameo tidak jelek, sayang mereka kurang latihan saja. Mungkin karena dikejar waktu syuting di Yogyakarta yang cukup lama, sekitar April 2017. Sedangkan film Nyai ditargetkan harus tayang di bioskop seluruh Indonesia seminggu setelah Ultah Kemerdekaan RI yang ke-72, yaitu tanggal 24 Agustus 2017. Misi dan pesan dari film ini sangat mengena. Semangat nasionalisme dan cinta Tanah Air serta menumbuhkan rasa kebangsaan jelas terpeta di layar. Alam pedesaan yang elok, suasana pesawahan dan pengajian khas Jawa (khataman Alquran) dan banyaknya dialog bahasa Jawa berseliweran sepanjang film (ada terjemahannya di telop layar) diakui sebagai film seni khas Jawa. Tanpa gegapgempita, satu lagi seorang perempuan Indonesia tampil membantu perjuangan bangsa Indonesia di garis belakang. Nyai Ahmad Dahlan yang wafat setahun setelah Indonesia Merdeka, patut kita renungkan. Perjuangannya tidak hanya untuk kepentingan umat, tetapi juga untuk bangsa Indonesia. Oleh Presiden Soekarno, Nyai Ahmad Dahlan dianugerahi Pahlawan Nasional. Last but not least, perempuan (ibu) adalah cahaya penerang dalam hidup, Lewat film ‘’Nyai Ahmad Dahlan’’, kita tak boleh melupakan peran dan perjuangan seorang perempuan: sebagai ibu, guru dan sahabat. (pik)
4
Minggu Umanis, 3 September 2017
Mudah Merasa Lelah
Perhatikan Jantung Anda
KELELAHAN fisik merupakan suatu yang wajar bila disertai dengan aktivitas fisik yang berat, tetapi apabila kelelahan timbul tidak seperti biasanya atau hanya dengan aktivitas yang ringan, jangan anggap sepele, kemungkinan jantung Anda bermasalah.
Penyakit jantung adalah penyakit tidak menular salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia. Berdasarkan data World Health Organization (WHO) tahun 2012 meununjukkan 17,5 juta orang di dunia meninggal akibat penyakit kardiovaskular atau 31% dari 56,5 juta kematian di seluruh dunia. Jantung merupakan salah satu organ vital pada tubuh manusia yang berfungsi memompa darah beserta isinya ke seluruh tubuh. Jika pompa jantung terganggu oleh karena penyakit infeksi, kelainan anatomi pada jantung atau gangguan irama pada jantung, maka fungsi jantung juga akan ikut terganggu dan akan menyebabkan gejala, yang sering kita sebut gagal jantung. Gagal jantung adalah kumpulan syndroma klinis yang kompleks yang diakibatkan oleh gangguan struktur ataupun fungsi dan menyebabkan gangguan pengisian
ventrikel atau pemompaan jantung.
Klinis Berdasarkan New York Hearth Association (NYHA), manifestasi klinis gagal jantung dibagi menjadi: Kelas I: tidak terdapat batasan dalam melakukan aktivitas fisik. Aktivitas fisik sehari-hari tidak menimbulkan kelelahan, berdebar atau sesak napas. Kelas II: terdapat keterbatasan aktivitas ringan. Tidak terdapatkeluhan saat istirahat, namun aktivitas fisik sehari-hari menimbulkan kelelahan, berdebar atau sesak napas. Kelas III: terdapat keterbatasan aktivitas bermakna. Tidak terdapat keluhan saat beristirahat, tetapi aktivitas fisik ringan menimbulkan kelelahan, berdebar atau sesak napas. Kelas IV: Tidak dapat melakukan aktivitas fisik tanpa keluhan. Terdapat gejala saat beristirahat, keluhan meningkat saat melakukan aktivitas. Gagal jantung sendiri dapat dibagi secara umum menjadi 4, seperti a. gagal jantung kiri (ventrikel jantung kiri tidak dapat memompa darah dengan baik ke seluruh tubuh menyebabkan tubuh kekurangan
darah yang mengandung oksigen) b. Gagal jantung kanan (kerusakan pada ventrikel kanan jantung yang menyebabkan proses pengambilan oksigen dari paru tidak berjalan dengan baik), c. Gagal jantung sistolik (otot jantung tidak dapat berkontraksi dengan baik sehingga proses penyaluran darah yang kaya oksigen ke seluruh tubuh terganggu) d. Gagal jantung diastolik (jantung sulit terisi darah akibat kekakuan pada otot organ tersebut). Risiko Adapun penyakit jantung ini dipengaruhi oleh beberapa faktor risiko. Faktor risiko dibagi menjadi dua, yaitu faktor risiko yang dapat dimodifikasi, seperti hipertensi, diabetes militus, dislipidemia, kurang aktivitas fisik, diet tidak sehat, dan stres. Sedangkan faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi, seperti umur, riwayat penyakit keluarga, jenis kelamin dan obesitas. Dengan demikian, semakin dini kita mengetahui gejala penyakit gagal jantung ini, semakin baik perjalanan penyakit yang akan dihadapi karena kita akan mengontrol faktor risiko yang dapat dimodifikasi sehingga akan menurunkan angka mortilitas
Kenali Gejala Diabetes Melitus Tipe 2 Sejak Dini DIABETES Melitus atau yang lebih dikenal dengan kencing manis merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan ditandai kenaikan gula darah melebihi batas normal yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya. Secara Epidemiologi menunjukkan adanya kecenderungan peningkatan angka insidensi dan prevalensi DM tipe 2 di berbagai penjuru dunia. Badan Kesehatan Dunia (WHO) memprediksi kenaikan jumlah penyandang DM di Indonesia dari 8,4 juta pada tahun 2000 menjadi sekitar 21,3 juta pada tahun 2030. Sedangkan International Diabetes Federation (IDF) memprediksi adanya kenaikan jumlah DM di Indonesia dari 9,1 juta pada tahun 2014 menjadi 14,1 juta pada tahun 2035. Berdasarkan data-data di atas sangat penting bagi kita semua untuk lebih waspada sejak awal terhadap penyakit DM tersebut. Penyebab Sel-sel dalam tubuh manusia membutuhkan energi dari gula (glukosa) untuk bisa berfungsi dengan normal. Yang biasanya
mengendalikan gula dalam darah adalah hormon insulin. Insulin membantu sel mengambil dan menggunakan glukosa dari aliran darah. Jika tubuh kekurangan insulin yang relatif, artinya kadar gula darah sangat banyak akibat asupan berlebihan sehingga kadar insulin tampak berkurang atau muncul resistensi terhadap insulin pada sel-sel tubuh, kadar gula (glukosa) darah akan meningkat drastis inilah yang memicu dan menjadi penyebab diabetes melitus. Gejala Diagnosis DM ditegakkan berdasarkan pemeriksaan gula darah. Pemeriksaan gula darah yang dianjurkan adalah menggunakan bahan plasma darah vena. Adapun keluhan klasik DM di antaranya adalah: sering buang air kecil, sering merasa haus, sering merasa lapar dan penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan sebabnya. Keluhan lain yang juga wajib diwaspadai seperti: lemas, kesemutan, gatal, penglihatan kabur dan disfungsi ereksi pada pria serta gatal-gatal pada kelamin wanita. Jika kita mengalami gejala di atas atau mengetahui
saudara dan kerabat mengalami hal tersebut segeralah memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Deteksi Dini Selain yang disebutkan di atas pentingnya deteksi dini dilakukan untuk menegakkan diagnosis DM dan prediabetes pada kelompok risiko tinggi yang tidak menunjukkan gejala klasik DM seperti berat badan berlebih (Indeks Massa Tubuh (IMT) > 23 kg/m2), terdapat penderita DM dalam keluarga, diet tak sehat (diet dengan tinggi gula dan rendah serat), aktivitas fisik yang kurang, perempuan yang memiliki riwayat melahirkan bayi di atas 4 kg, memiliki riwayat hipertensi, kadar kolesterol yang tinggi, riwayat penyakit jantung dan usia diatas 45 tahun. Dengan mengetahui sejak dini diagnosis DM dan prediabetes maka bisa dilakukan pengobatan atau modifikasi gaya hidup agar tidak terjadi komplikasi yang lebih berat sehingga kualitas hidup menjadi lebih baik. l dr. I Putu Bayu Triguna, S.Ked.
DARAH - Diagnosis DM ditegakkan berdasarkan pemeriksaan gula darah. Pemeriksaan gula darah yang dianjurkan adalah menggunakan bahan plasma darah vena. Keluhan klasik DM di antaranya sering buang air kecil, sering merasa haus, sering merasa lapar dan penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan sebabnya. Keluhan lain yang juga wajib diwaspadai seperti: lemas, kesemutan, gatal, penglihatan kabur dan disfungsi ereksi pada pria serta gatal-gatal pada kelamin wanita. Jika kita mengalami gejala di atas atau mengetahui saudara dan kerabat mengalami hal tersebut segeralah memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Kebugaran tubuh adalah milik siapa saja, asalkan rajin melakukan olahraga dengan rutin. Pada edisi kali ini kita lanjutkan latihan pemanasan yang dapat dilakukan bersama keluarga di rumah, karena senam ini cocok untuk usia 17 tahun hingga 70 tahun. Ikuti peragaan berikut ini bersama Wilis Andayani dari Lala Studio.
Rubrik “Bugar” ini terbuka untuk umum. Bagi Anda yang memiliki problem masalah tubuh. Kirimkan ke Redaksi Bali Post ( Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232) Atau Adolfina Grace Tangkudung Sekolah Senam Lala Studio ( Jl. Veteran 66E, Puri Satria Denpasar, telp. 0361. 283226. Cantumkan kupon” “Bugar” di sudut kiri amplop.
JANTUNG - Faktor risiko penyakit gagal jantung yang dapat dimodifikasi, seperti hipertensi, diabetes militus, dislipidemia, kurang aktivitas fisik, diet tidak sehat, dan stres. Sedangkan faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi, seperti umur, riwayat penyakit keluarga, jenis kelamin dan obesitas. Semakin dini kita mengetahui gejala penyakit gagal jantung ini, semakin baik perjalanan penyakit yang akan dihadapi karena kita akan mengontrol faktor risiko yang dapat dimodifikasi sehingga akan menurunkan angka mortilitas (kematian) dan angka morbiditi (kesakitan), mencegah sampai ke tahap komplikasi atau kegagalan organ (Multi Organ Failure). (kematian) dan angka morbiditi (kesakitan), mencegah sampai ke tahap komplikasi atau kegagalan organ (Multi Organ Failure). Untuk memastikan penyakit gagal jantung, kita bisa berkunjung ke pusat kesehatan jantung untuk melakukan beberapa test untuk diagnostik, seperti: ekokardiogram, elektrokardiogram, dan tes darah. Tindakan ini penting dilakukan karena menentukan jenis gagal jantung yang dialami dan menentukan jenis terapi yang akan dijalani. Gagal
Berdasarkan American Heart Association Guidline (AHA 2016), The 2010 Heart Failure Sosiety of Amerika Guidlines, manajemen penanganan gagal jantung ini sendiri seperti mengatur faktor risiko yang bisa dimodifikasi, gaya hidup yang teratur dan sehat (lifestyle modification), pharmacologic therapy, terapi alat bila perlu (Implantable Cardioverter Defibrillator dan Cardiac Resynchronitation Therapy), rehabilitasi jantung, dan pencegahan (preventive care, vaksin). Dengan demikian, masyarakat diharapkan dapat mengenali gejala
khas dari gagal jantung ini, dan kita harus kendalikan penyakit jantung dengan ‘CERDIK’ dan ‘SEHATI’. CERDIK adalah Cek Kesehatan Berkala ; Enyahkan asap rokok ; Rajin olahraga dan beraktivitas fisik ; Diet sehat dengan gizi seimbang ; Istirahat yang cukup; Kendalikan stres, dan SEHATI adalah Seimbang gizi; Enyahkan rokok; Hindari stres; Awasi tekanan darah; Teratur berolahraga; Istirahat yang cukup (5-7 jam per hari). l
dr. I Dewa Gede Sidan A.M.
HATI - Perlemakan hati menyebabkan hati menyimpan lemak, padahal seharusnya ia membakar lemak dan membuang kelebihan lemak dari tubuh Anda. Jika ruangan pada hati dan sel-sel hati ini dipenuhi oleh lemak, maka hati tidak mampu menyaring dan membersihkan aliran darah secara efesien. Pengobatan terbaik bagi kondisi ini adalah mengubah gaya hidup terutama mengurangi konsumsi makanan tinggi kalori, berolahraga teratur dan hindari konsumsi alkohol.
Perlemakan Hati
KONSUMSI makanan berkalori tinggi dan kurangnya aktivitas fisik sudah menjadi masalah yang sulit diatasi sehingga dengan mudah membuat seseorang menjadi cepat gemuk. Akan tetapi, selain kegemukan di bagian luar, organ tubuh bagian dalam pun dapat mengalami kegemukan, yakni dalam hal ini adalah organ hati atau dikenal dengan penyakit perlemakan hati atau Fatty Liver. Apakah fatty liver itu? Perlemakan hati berarti adanya pengumpulan lemak yang berlebihan di dalam sel-sel hati kita. Sel hati yang normal sudah mengandung lemak, namun ketika akumulasi lemak hati mencapai lebih dari 10% berat hati, hal inilah yang dikenal sebagai fatty liver. Pada keadaan ini, sebagian sel-sel liver yang sehat sudah diganti dengan sel lemak dan berubah warna menjadi kuning mengkilat. Fatty liver umumnya tidaklah berbahaya, karena fungsi liver sebenarnya juga tidak terganggu, akan tetapi dalam jangka panjang, fatty liver berpotensi menjadi penyebab kerusakan hati dan sirosis. Jenis penyakit fatty liver dapat dimulai dari 1) Steatosis (hanya perlemakan hati), 2) Steatohepatitis (perlemakan hati disertai dengan inflamasi). Keadaan ini dapat terjadi karena (1) konsumsi alkohol yang berlebihan yang disebut dengan ASH (Alcoholic Steatohepatitis), atau (2) bukan karena alkohol
yang disebut NASH (Nonalcoholic Steatohepatitis). Keluhan Fatty liver jarang menimbulkan keluhan, karena penimbunan lemak ini terjadinya secara perlahan-lahan. Gejala klinis yang dikeluhkan penderita adalah perut terasa penuh. Hal ini disebabkan karena lemak kebanyakan menumpuk di hati bagian atas. Ketika kondisi memburuk, pasien bisa merasa letih, berat badan merosot, tidak nyaman di perut, Perlemakan hati berarti adanya pengumpulan lemak yang berlebihan di dalam sel-sel hati kita. Sel hati yang normal sudah mengandung lemak, namun ketika akumulasi lemak hati mencapai lebih dari 10% berat hati, hal inilah yang dikenal sebagai fatty liver. Pada keadaan ini, sebagian sel-sel liver yang sehat sudah diganti dengan sel lemak dan berubah warna menjadi kuning mengkilat.
Jika hepatitis A, B, C lebih disebabkan karena virus, sedangkan salah satu penyebab paling sering gangguan perlemakan hati adalah gaya hidup yang tidak sehat. Konsumsi makanan berlemak dan berkarbohidrat tinggi dapat meningkatkan resiko perlemakan hati. Begitu juga dengan kebiasaan mengonsumsi alcohol dan kondisi obesitas. Siapakah yang berisiko menderita fatty liver? 80% penderita fatty liver dengan kondisi NASH (nonalcoholic steatohepatitis) adalah pasien kelebihan berat badan dan obesitas. Dapat juga terjadi pada penderita diabetes dan pada jumlah trigliserida yang tinggi. Apakah konsekuensi dari perlemakan hati? Perlemakan hati menyebabkan hati menyimpan lemak, padahal seharusnya ia membakar lemak dan membuang kelebihan lemak dari tubuh Anda. Jika ruangan pada hati dan sel-sel hati ini dipenuhi oleh lemak, maka hati tidak mampu menyaring dan membersihkan aliran darah secara efesien.
lemah, dan pening. Penderita umumnya tidak mengetahui sedang menderita fatty liver dan baru diketahui setelah melakukan pemeriksaan lengkap karena penyakit lainnya. Apa penyebab dari perlemakan hati?
Pengobatan terbaik bagi kondisi ini adalah mengubah gaya hidup terutama mengurangi konsumsi makanan tinggi kalori, berolah raga teratur dan hindari konsumsi alkohol. l dr. Ida Ayu Pradnya Paramita, S.Ked.
Senam Orhiba Ceria 2017 (2)
Gb. I : Memutar kedua bahu ke arah belakang, sambil membuka kaki kanan (hitungan 1 – 7), dan menutup kaki kanan (hitungan 8). Setelah itu lanjutkan gerakan Gb. II
Gb. II : Tutup kedua kaki, memutar kedua lengan lurus ke arah belakang (hitungan 1 - 8). Ulangi gerakan Gb. I + Gb. II pada arah kiri dengan cara yang sama. Setelah itu ulangi gerakan Gb. I, dan lanjutkan dengan ulangi gerakan Gb. II namun dengan menjinjitkan kaki. Setelah itu lanjutkan kaki kanan ke depan sambil memutar kedua bahu ke arah depan (hitungan 1 – 7) dan menutup kaki (hitungan 8). Setelah itu memutar kedua lengan lurus ke arah depan (hitungan 1 – 8), ulangi gerakan tadi pada arah kiri dengan cara yang sama. Setelah itu, ulangi gerakan tadi dan lanjutkan dengan menjinjitkan kaki.
Gb. III : Kedua lengan luruskan ke atas membentuk huruf V, sambil mengarahkan kaki kanan serong kanan (hitungan 1, 3), turunkan kedua lengan ke belakang badan sambil telapak kaki pada posisi heel touch (hitungan 2), tutup kedua kaki rapat kedua lengan di samping badan (hitungan 4) dan ulangi gerakan tadi pada arah kiri dengan cara yang sama (5 – 8).
Dengan rutin berlatih Senam Orhiba Ceria, maka kebugaran tubuh dapat tetap terjaga dan Salam Bugar dari Lala Studio
Kupon
Gb. IV : Lanjutkan dengan membuka kaki kanan ke kanan sambil merentangkan kedua lengan (hitungan 1) menutup rapat kedua kaki, lengan kiri di atas dan lengan kanan di depan badan (hitungan 2), menutup kedua kaki dan kedua lengan direntangkan (hitungan 3), kedua lengan di samping badan (hitungan 4). Ulangi dengan arah ke kiri dengan cara yang sama (hitungan 5 – 8).
5
Minggu Umanis, 3 September 2017
Resensi Buku
Filsafat Ala Hindu
Judul Buku : Sad Darsana, Enam Aliran Astika
Penulis : Nyoman S. Pendit
Tahun Terbit : 2007
Penerbit: Pustaka Bali Post
Jumlah hal. : 276 hal.
BUKU ini memberi pemahaman tersendiri tentang filsafat ala Hindu. Yaitu enam aliran filsafat yang biasa disebut dengan istilah Sad Darsana. Alam pemikiran filosofis di dunia Timur memandang bahwa konsep Darsana dilandasi atas prinsip-prinsip antara lain: Tridharma (kebenaran, kesucian dan keindahan), Trihitakarana (hubungan alam semesta, makhluk hidup dan sesama manusia secara harmonis), dan Trikayaparisudha (berpikir, berucap, dan bertingkah laku yang benar). Bagaimana pun buku ini merupakan salah satu buku yang penting disimak oleh umat yang belajar di perguruan tinggi maupun belajar secara otodidak tentang Hindu. (osi)
Memahami Revolusi Mental Ala Sartre
Judul Buku : Seks dan Revolusi
Penulis : Jean- Paul Sartre
Tahun Terbit : 2016 Jumlah hal. : 255 hal.
Penerbit : Narasi
Sartre dan esai panjang dalam buku ini merefleksikan visi eksistensialis tentang seksualitas dan revolusi. Hasrat seksual, cinta maternal, masturbasi, dan homoseksualitas bagi Sartre merupakan fenomena yang sesungguhnya tidak lepas dari suatu modus kesadaran (tubuh) untuk mengada dan menjadi. Yang unik, di dalam seks, kesadaran itu kemunculannya melibatkan penemuan tubuh lain. Adakah seks membawa implikasi etis (sosial)? Adapun tentang revolusirevolusi besar-muncul pada abad ke-20-Sartre memberikan ulasan yang lebih mendalam dan dinamis. Ia mendedahkan keterkaitan antara pengalaman historis kolektif itu dengan kesadaran individual, terutama pada kaum libertarian penganut doktrin kebebasan yang selalu kritis. Di samping itu, esai-esai tentang revolusi ini pun menyarankan pada suatu bayangan ke depan, yakni peristiwa-peristiwa besar yang menyusul kemudian. Esai-esai ini merupakan sebuah kesaksian dari salah seorang pemikir yang paling orisional dan cemerlang dalam abad ke-20. Buku yang tidak ada habisnya untuk memahami arti tubuh manusia, dan kemanusiaan itu sendiri. (osi)
CERPEN
Manusia Gerobak Oleh Ferry Fansuri
Jakarta sore itu nampak suram berguyur hujan deras, jejak langkahku turun dari bus kota yang membawaku dari Tegal. Pulogadung tampak riuh didalamnya tumpah ruah berbagai manusia dengan tujuan bertaruh hidup di Ibukota. Begitu juga diriku tergiur, semua orang kampungku merantau dan berhasil meraih pundi-pundi uang yang mereka keruk bumi Batavia ini. Saat itu menjelang maghrib dan adzan itu berkumandang, kusandang tas ransel di pundak berlari kecil-kecil menghindari rintik-rintik hujan. Kucari tempat berteduh sejenak melepas penat sehari terbujur kaku dalam bangku reyot bus tadi. Jam tanganku menunjukan pukul enam lebih seperempat, ku rekatkan resleting jaket parasitku untuk mengusir dingin. Seharusnya lek Giman datang satu jam yang lalu tapi tak satupun wajahnya nongol terminal para urban ini. Info lek Giman ada lowongan kerja buruh kasar pabrik konveksi di depan warteg miliknya, sementara awal aku bisa bantu-bantu di warungnya dulu. Tapi saudara ibuku tak kunjung datang, perut terasa keroncong dari tadi cacing-cacing dalam perutku demo minta jatah. Didompet hanya ada selembar uang kertas sisa kembalian bus tadi sebagai pegangan darurat. Percikan hujan berkah dari langit tak mau berhenti sedikit, terus membasahi aspal dan kupandangi seliweran manusia urban mengais rejeki dengan berbagai cara. Detik berganti menit, menit terus bergulir dan aku masih berteduh disini. Kurogoh nokia pisangku disaku celana jeans, kupencet tuts untuk melakukan panggilan tapi sial operator bersuara merdu mengatakan pulsa tidak mencukupi. Coba aku cek *123# ternyata 100 rupiah ditambah low bat, inipun tak cukup untuk sms lek Giman. Nasibku terkatung-katung di kota ini. Penantian tak pasti, kuputuskan untuk beranjak dari tempat berteduh menuju masjid sekitar terminal untuk berjamaah. Tak jauh sekitar itu aku melangkah untuk wudhu, kulenting ujung celana jeans dan membasuh muka. Terasa segar menghapuskan penat dan galau ini, shaf depan telah penuh saat memasuki masjid. Barisan kedua aku isi berbarengan jamaah lainnya, tas serta jaket aku letakkan di samping belakang berbarengan barang bawaan jamaah lainnya. Tapi ada gejolak gelisah di dadaku, tak tahu apa itu sewaktu sujud dan rukun. Aku merasa tak tenang untuk menjalankan ibadah maghrib ini. Seperti ada banyak mata mengawasi dan memandang diriku, mata-mata itu menghakimi bahwa kau orang asing disini dan selalu cari pekara sendiri. Aduh… kenapa otak ini bergelut imajiimaji bodoh itu atau gara-gara perut belum diisi sesuap nasi. Kegalauan itu terus merayapi sampai diakhir salam. Ada apa gerangan ini? Apakah pertanda buruk? Itu cuma prasangka-prasangka negatif dihasilkan korteks otakku, ditambah ketidakpastian melandaku juga. Aku coba memenangkan diri dengan berdoa. Selesai memanjatkan keinginan dunia dan akhiratku, langsung aku beranjak dari tempatku. Tapi betapa terkejutnya aku, tas dan jaket yang kuletakkan di belakang raib tanpa bekas. Kaget bukan kepalang, tas berisikan baju, ijazah dan hp jadulku hilang. Kucoba mencari kesana kemari untuk memastikan apakah aku yang salah meletakkan, keluar masuk tapi tas butut itu tak kutemukan. Bertanya orang sekitar itu juga tidak menemukan jawaban yang memuaskan, akhirnya aku tertunduk lemas dan duduk di pojok masjid itu. Tas itu pasti dimaling orang tapi kebangetan tempat ibadah jadi ajang
kriminal, ah apes aku hari ini. Sudah perut lapar tak terkira dan barang satu-satunya juga lenyap, satu hal yang kusesali bukan tas itu tapi hp didalamnya buat komunikasi. Bagaimana aku menghubungi lek Giman, semua nomer ada di hp. Sialnya juga sepatu yang aku pakai juga digondol maling sial itu klop penderitaan saat ini. Aku hanya menghela napas tapi semua kesialan ini ada sedikit keberuntungan, marbot masjid melihat aku merasa kasihan. Ia memberikan sandal jepit untuk kupakai sebagai pengganti sepatu yang hilang tersebut. Malam sudah beranjak menuju peranduan, rasa lapar terus menggerototi. Dompet coba aku buka, satu lembar uang lima puluhan dan hanya itu. Inisatif untuk memenuhi reaksi alami, kuputuskan untuk mencari warung terdekat. Di luar belum reda juga, bulir-bulir hujan masih terus berjatuhan
“Hei bung buka dompetnya, jangan kau sembunyikan narkoba dalamnya” bentak dia. “Maaf bang, tidak ada narkoba disini” kubuka lebar-lebar dompetku. Secepat kilat tangan pria itu mengambil satu lembaran satu-satunya, berpindah tangan. “Apa-apaan ini, kembalikan itu!” pintaku “Pergi kau dari sini atau aku tebas” ancam pria itu sambil sesekali tangan kanan masuk dalam jaket levis itu. Terlihat logam menyilaukan tersembul disana. Aku termakan gertakan karena sekitarku tak ada orang sama sekali saat itu dan aku jauh dari rumah. Hal yang bisa aku lakukan meliha dua orang preman bermodus modern itu berlalu dari hadapanku. Ah...baguslah komplit sudah penderitaanku, telah jatuh ketimpa tangga pula. Aku tak tahu berbuat apa seka-
Kumasuki gang itu, tampak gelap hanya temaram lampu pijar 5 watt di ujung. Kuberharap ada warung makan di ujung penghabisan lorong ini, perut terus melilit. Kutiti dikit demi dikit kaki menerpa genangan air akibat hujan tak henti-henti tadi. “Stop!!” “Kau siapa?” “Kenapa malam-malam masih berkeliaran disini?” “Orang mana kau?” Suara itu tiba-tiba menggelegar dikupingku, muncul dua orang pria perawakan sedang. Salah satu berambut panjang dan berjaket jeans levis, temannya wajahnya tetutup topi terlihat menunduk. “Numpang lewat bang” sahut sekenaku Pria berambut panjang itu melihat dari ujung kaki sampai rambut, meneliti satu persatu seperi tidak percaya. “Di sini ada aturannya bung, kami sebagai pemuda karang taruna disini menjaga keamanan. Tentu curiga jika ada orang asing yang mondar-mandir sembarangan, banyak kasus pencurian dan maling akhir-akhir ini” pria ini berkacak pinggang. “Maaf bung, mana tanda pengenal anda?” Aku tak menjawab, langsung kurogoh dompetku. Buka dan mengambil ktp-ku dan kuserahkan ke pria itu. Saat menerima ktp itu, pria ini tak lansung menerima.
rang.Badan terasa penat dan capek, langkah gontai terseret kucoba gerakkan. Depan itu ada ruko yang telah tertutup rolling door, karena lelah sangat mendera. Kehempaskan tubuhku disana, rehat sejenak. Malam telah larut dan tak sadar aku tergolek nyenyak berbantal lantai dingin berselimut udara terhembus. ****** Kelopak mataku terasa panas, sinar matahari menusuk retina. Kubuka mata, agak menyipit untuk memantau sekitar. “Bangun!!” Sepatu lars panjang mengenai tulang keringku, aduh sakit nian. Kaget aku setengah mati, tubuhku masih melingkar menahan dinginnya pagi. Pemandangan menakjubkan, aku dikelilingi petugas satpol pp. “Banyak gelandangan baru akhirakhir ini” Hah..gelandangan, aku dituduh tunawisma tanpa rumah. “Bukan Pak, saya bukan. Hanya numpang tidur dan tersesat” kelitku. “Banyak alasan gelandangan ini!” “Gelandangan tetap gelandangan!” “Berdiri!!” Mulutku tak bisa berkata-kata lagi, aku beringsut dari tempatku, tapi kulihat gerombolan penyapu PKL itu sibuk-sibuk mengggusur tanpa mem-
perhatikan aku lagi. Ada kesempatan, aku jejakan kaki untuk lari menjauh dari sana. Aku terus berlari dan yang kudengar teriakan makian cacian dari kejauhan lambat laun menghilang dari telingaku. Napasku tersengal-sengal, paruparu tak terpenuhi oksigen yang cukup. Pantat ini juga letih, kuletakkan di pembatas jalan. Kuatur denyut nadi setelah diajak lari pagi-pagi tadi, benar-benar sial nasibku kali ini. Di saat aku mulai mereda tapi aku sadari disebelahku ada gerobak dengan seorang pria setengah baya sedang terlelap dalam gerobak. Aneh tadi tak terlihat atau aku yang terlewat, kulihat pria tua itu terbangun dari tidur dan melihat aku. “Anak muda kenapa kau?” “Napasmu kembang kempis layak puasa senin kamis” tanya keheraranan “Tidak apa-apa, hanya hari buruk saja” jawabku sekenanya. Pria itu beranjak dari gerobak dan duduk disebelahku, ia memberikan botol mineral. Tak kusia-siakan, kuteguk habis memenuhi perut yang sudah tidak lapar. “Anak muda, kau bukan orang sekitar ini kulihat” “Dari kampung?” Aku hanya menggangguk tanpa menjawab, pria tua inisiapa dan darimana layak setan berkeliaran tanpa undangan. Kuterangkan semua yang aku derita flashblack ke belakang, pria manggut-manggut. “Nasibmu masih beruntung anak muda, kamu masih hidup kan” “Ibu kota memang magnet bagi pemuda tanggung dari kampung” “Begitu juga aku bersemangat 20 tahun silam, datang kesini dengan bekal semangat” “Kerja banting tulang dan melakukan apa saja untuk sesuap nasi. Bertahan hidup kerasnya jalanan” Pria ngoceh tak karuan tentang masa lalu dia, terus bicara tak karuan sampai akhirnya terdampar di gerobaknya itu. Kutahu dari ceritanya ia dikenal dengan Mang Sarbot, telah lama berkeliaran di sini. Hidup nomaden dengan gerobaknya, tidur-makan bahkan berak disana. Ditasbihkan menjadi gelandangan sejati, kenyang digusur sana-sini tanpa ampun. Kerja serabut, kuli sampai buruh panggul pelabuhan. Terakhir ia mengemis berharap belas kasihan orang sekitarnya. “Paham kau anak muda, hidup itu keras. Kamu jangan menyerah dan jalani yang sudah ada tanpa penyesalan” Pria tua itu menepuk-nepuk pundak dan berdiri beranjak dari sana, menarik gerobak reyot membelah kemacetan Jakarta. Mang Sarbot terlihat menghilang perlahan dihadapanku. Ucapan orang tua itu benar juga, jika hanya masalah seperti ini aku lemah sama saja bunuh diri. Jika nasibku sama seperti orang tua, tak eloklah. Menarik gerobak seumur hidupnya. *** Pada suatu masa yang tenangku, sebuah saluran televisi nasional menayangkan operasi sweeping penyakit masyarakat. Berita mengejutkan ada seorang gelandangan tertangkap dan menyembuyikan uang puluhan juta di dalam baju celananya. Lebih mengherankan, ia juga menyimpan lembaran-lembaran rupiah terbungkus rapi dalam plastik dalam gerobaknya. Ada sesuatu yang tak asing bagiku, mata ini kupicing untuk memperjelaskan. Orang itu Mang Sarbot, aku nyakin apa yang kulihat dan tak salah lagi.
Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.
K. Ngurah
Windhu Segara
Satya Dewi Bakti Setyanta
Achmad Cholid
W.G. Sumarta
DIMENSI
6 Capricorn Peruntungan: Gunakan vitalitas dan energi Anda dengan sebaikbaiknya pada minggu ini dengan melakukan perbuatan yang bisa membahagiakan orang-orang di sekitar Anda. Di minggu ini suasana tampak lebih bersahabat dan mendatangkan kenangan yang cukup berarti. Karier: Tak perlu terus ingin menangnya sendiri karena hanya akan mendatangkan banyak permusuhan. Kesehatan: Jangan banyak minum yang dingindingin karena batuk Anda bisa bertambah parah saja. Keuangan: Walaupun disaat ini masih santai, jika ada tawaran sebaiknya bisa Anda tampung. Asmara: Saat ini Anda merasa seperti berada di langit kesembilan. Aquarius Peruntungan: Tak ada yang lebih tahu perasaan Anda selain diri Anda sendiri, untuk itu tak perlu menghiraukan tanggapan orang. Tetaplah Anda enjoy dengan apa yang telah Anda lakukan selama ini, mengenai omongan orang yang kurang enak di hati anggaplah mereka semua itu iri dengan keberhasilan Anda selama ini. Karier: Bersabarlah pasti semua akan berlalu dengan sendirinya. Kesehatan: Jaga stamina dengan tidak melakukan aktivitas yang cukup berat dan menguras tenaga. Keuangan: Cukup baik walaupun di sektor pengeluaran tampak membengkak. Asmara: Turuti saja perkataannya dan tak perlu membantahnya agar tidak timbul perselisihan. Pisces Peruntungan: Harap dimaklumi jika di saat seperti ini cukup banyak orang yang menggantungkan harapan dan keinginan pada diri Anda, karena memang dianggap lebih berhasil daripada mereka. Untuk itu tak perlu negative thinking dulu, syukurilah bahwa Anda ternyata masih berada di atas mereka. Karier: Terus jaga perilaku Anda jangan sampai menimbulkan kecemburuan sosial. Kesehatan: Jika tidak dijaga dengan benar maka bukan tidakmungkin kesehatan Anda akan kembali terganggu. Keuangan: Pemasukan masih cukup baik dan tidak ada masalah. Asmara: Jangan negative thinking dengan apa yang dilakukannya pada orang lain. Aries Peruntungan: Hambatan seakan-akan tiada henti-hentinya merintangi laju rencana Anda, walau begitu hati tak boleh ciut nyalinya tetaplah berhati besar dan selalu optimis, maka dimana Anda berjalan pasti akan ada jalan keluarnya. Karier: Optimislah bahwa semua masalah berat ini akan segera berlalu. Kesehatan: Terkadang masih sering kaget dan bercampur cemas karena datangnya problem yang cukup berat dan sangat mendesak tersebut. Keuangan: Jangan bersikap sembrono karena pemasukan yang cukup tinggi tersebut tidaklah ada artinya jika pengeluaran yang harus dikeluarkan kenyataannya melebihi pemasukan yang ada. Asmara: Rapatkan barisan dan satukan visi kedepan agar kekompakan tetap selalu bisa terjaga. Taurus Peruntungan: Optimislah bahwa di minggu ini Anda bisa melewatinya dengan penuh keberhasilan walaupun problem Anda sebenarnya relatif berat dan cukup memusingkan. Kemujuran menaungi bintang Taurus, sehingga sesulit apapun situasinya selalu tetap ada jalan keluarnya. Karier: Perbanyaklah berdoa memohon kepadaNya agar hati ini selalu diliputi ketenangan dan kedamaian serta kesabaran dalam menghadapi berbagai macam persoalan hidup ini. Kesehatan: Kondisi badan di minggu ini cukup baik hanya saja terkadang aktivitas berat cukup memforsir tenaga dan pikiran sehingga perlu makanan bergizi dan beristirahat yang cukup. Keuangan: Ada kejutan-kejutan yang mampu mendongkrak keuangan Anda kembali bertambah kuat lagi. Asmara: Cobalah untuk mengalah sekalipun Anda merasa benar, selama tidak melanggar prinsip yang ada sebaiknya kesalahannya tersebut tak perlu diperpanjang. Gemini Peruntungan: Tidak ada yang tidak mungkin selama Anda tetap ada kemauan untuk meraih semua impian itu. Jangan biarkan peluang terbuang begitu saja apalagi hanya karena sikap Anda yang kurang bisa jeli dan berani dalam mengambil keputusan penting. Karier: Hubungan dengan relasi sebaiknya andalah yagn mencoba untuk mengalah kepadanya selama tidak melanggar komitmen yang ada. Kesehatan: Jika dirasa badan sudah capai sebaiknya tak perlu dipaksa, cobalah untuk beristirahat sejenak karena itu akan sangat membantu bagi pengembalian kondisi badan Anda. Keuangan: Pemasukan masih cukup bagus dan tidak terlalu mengkhawatirkan. Asmara: Orang ketiga tampaknya perlu diwaspadai walaupun terkadang nasihatnya cukup menyentuh perasaan Anda. Cancer Peruntungan: Tak perlu mempersulit diri, jalani semua itu apa adanya dan tempatkan persoalan sesuai dengan proporsi yang ada, pasti diri Anda akan terbebas dari pikiran tegang dan stres. Karier: Atasan Masih membackup Anda untuk itu tak perlu terlalu khawatir. Kesehatan: Hindari begadang sampai larut malam walau terkadang mengasyikkan tetapi tak jarang akan menyebabkan masalah dikeesokan minggunya. Keuangan: Jangan ragu untuk berani ambil keputusan penting, yang terpenting keyakinan tetap harus dipegang teguh. Asmara: Jangan hanya membayangkan yang manis-manis saja karena terkadang kerikil-kerikil tajam harus Anda lalui untuk dapat sampai ke tempat tujuan. Leo Peruntungan: Tanamkanlah kewaspadaan dimanapun Anda berada, terutama terhadap rintangan yang tampak manis walaupun belum tentu kenyataannya semanis seperti yang Anda lihat. Karier: Terus saja menunjukkan grafik positif meskipun rintangan masih sering muncul. Kesehatan: Imbangi aktivitas yang cukup berat itu dengan pola makan yang benar-benar memenuhi gizi jangan hanya berpedoman dengan selera saja. Keuangan: Pemasukan masih lumayan lancar hanya saja Anda tetap harus jeli dalam memanagenya. Asmara: Sikap egois jangan sampai menghancurkan semua yang telah Anda bangun bersamanya dengan susah payah. Virgo Peruntungan: Langkah Anda kedepan masih jauh dan keberhasilan yang telah Anda raih selama ini hanya setitiknya saja maka dari itu jangan cepat merasa puas dulu. Disaaat yang baik seperti ini sebaiknya bisa dijadikan pembangkit bagi motivasi Anda untuk bisa melangka yang lebih baik lagi dimasa yang akan datang. Karier: Jangan segan untuk melangkah maju meskipun tak semuanya pro dengan diri Anda. Kesehatan: Boleh saja mengkonsumsi makanan pedas akan tetapi jangan terlalu over karena bukan tidak mungkin penyakit perut Anda akan kambuh kembali. Keuangan: Walaupun pemasukan tampak cukup lancar sebaiknya tetap perlu melakukan pengawasan disektor pengeluaran agar tidak timbul pemborosan. Asmara: Apa salahnya memberi dia kebebasan dan kelonggaran waktu baginya untuk berbenah dan memperbaiki dirinya. Libra Peruntungan: Berusahalah untuk bisa bersikap tenang agar tidak ada dampak buruk bagi kelanjutan bisnis Anda. Terhadap orang yang sekiranya sering membikin masalah sebaiknya Anda jauhi saja, jangan dekat-dekat jika tidak Anda bisa pusing nantinya. Karier: Posisi Anda kini di atas angin sehingga dengan kesabaran dan kejelian maka semua itu akan bisa dipertahankan. Kesehatan: Jangan lupa untuk mempergunakan waktu senggang Anda untuk tidur, itu akan cepat memulihkan kembali tenaga Anda yang cukup terforsir. Keuangan: Pemasukan masih lancar sehingga segala kebutuhan akan terpenuhi semua. Asmara: Jagalah dan selalu sirami dengan kata-kata yang indah dan mesra. Scorpio Peruntungan: Agar di minggu ini hati bisa selalu diliputi oleh kedamaian dan ketenangan maka cobalah untuk tidak terlalu mendengarkan omongan orang, terutama yang bikin hati panas dan menimbulkan amarah saja. Karier: Nikmatilah suasana baik ini dengan berpikir yang rileks dan tak terlalu tegang. Kesehatan: Aktivitas cukup berat dan tampaknya kurang diimbangi dengan istirahat yang cukup sehingga kondisi badan menjadi mudah terganggu. Keuangan: Masih perlu memanage dengan baik agar pemborosan tidak terjadi di minggu ini. Asmara: Tetap terjaga sekalipun pertengkaran kecil karena beda pendapat masih sering terjadi. Sagitarius Peruntungan: Jangan berputus asa karena kegagalan bukanlah segala-galanya, justru kegagalan merupakan awal dari kesuksesan. Bila ada tawaran kerja sama sebaiknya bisa Anda pertimbangkan sekali lagi dan jangan cepat ambilkeputusan tanpa pikir panjang. Karier: Jangan membuat janji agar tak ada beban bagi diri Anda dikemudian minggu. Kesehatan: Bagian percernaan Anda masih rentan dengan sakit perut. Untuk itu hindari makanan yang terlalu pedas juga terlalu masam. Keuangan: Tak perlu cemas karena pemasukan diminggu ini cukup baik tinggal bagaimana anda memanagenya. Asmara: Jangan bosan-bosannya untuk selalu menyirami dengan kedamian, ketenangan, dan kebahagiaan.
Diasuh Oleh Putri Wong Kam Fu
Berlaku
: 3 - 9 September 2017
Minggu Umanis, 3 September 2017
Tumpek Landep, Mengasah dan Mempertajam Kecerdasan ”Medha” Sarasvati drsadvatyor deva-nadyor yadantaram tam deva nirmittam desam brahmavartam pracaksate (Manava Dharma Sastra II.l7)
Redaktur Khusus weda
WAKYA Darmayasa
A ma medha surabhir visvarupa Hiranya-varna jagati jagamya Urjasvati payasa pinvamana Sa mam medha suprathika jusantam (Yajur Veda 4.10.43)
mempertajam kekuatan Pasupati Sakti pada keris, tombak, pedang dan benda-benda tajam lainnya yang disucikan, dan mempertajam kecerdasan spiritual. Pemahaman lain dari tumpek juga menunjukkan “metu” (bertemu) dan “mpek” (akhir) menunjukkan pertemuan antara akhir dari Pañcawara (yaitu Kliwon) dan akhir dari Saptawara (yaitu Saniscara). Pada hari suci Tumpek Landep orang-orang mengupacarai senjata pedang, keris, dan tombak yang disucikan (belakangan juga termasuk berbagai alat terbuat dari besi, bahkan motor dan mobil). Persembahan sederhana ditujukan kepada Sang Hyang Pasupati dilakukan dengan persembahan minyak wangi dan bunga serba harum. Pada hari Tumpek Landep juga dipersembahkan banten Sesayut Jayeng Prang, Sesayut Kusuma Yudha, suci, daksina, peras, dan canang. Semua banten dipersembahkan kepada Sang Hyang Pasupati disertai stuti-stava “Om namaste bhagavan visno namaste bhagavan hare, namaste bhagavan krsna jagadraksa namo’stu te”. Dilanjutkan stuti-stava ditujukan kepada Sang Hyang Tri Murti “Om deva deva tri-devanam tri-murti tri-lingatmanam, tripurusa suddha nityam sarva-jagat pranamy aham. Om hrang hring sah tri-murtaye namah svaha” lalu stuti-stava pada Sang Hyang Pasupati “Om sang hyang pasupataye ang ung mang namah svaha. Om brahmastra pasupataye, visnvastra pasupataye, sivastra pasupataye Om namah svaha.” Mereka yang tidak mengucapkan mantra di atas karena mungkin merasa lebih sreg dengan ucapan pujian yang dapat dimengerti olehnya, akan mengucapkan: “Om Sang Hyang Surya Candra tumurun maring Sang Hyang Aji Sarasvati tumurun maring Sang Hyang Gana, angawe pasupati mahasakti, angawe pasupati mahasiddhi, angawe pasupati mahasuci, angawe pangurip mahasakti, angawe pangurip mahasiddhi, angawe pangurip mahasuci, angurip sahananing raja-karya teka urip, teka urip, teka urip. Om Sang Hyang Akasa Prthivi pasupati, angurip keris, Om eka vastu avighnam svaha. Om Sang Bang Tang Ang Ing Nang Mang Sing Wang Yang Ang Ung Mang. Om Brahma pasupati, Om Visnu Pasupati, Om Siva-sampurnaya namah svaha.” Dilanjutkan den-
“Kecerdasan Medha merupakan kecerdasan yang maha mulia dan ia adalah minuman amerta kekekalan. Kecerdasan Medha bersinar suci keemasan dan meresap ke seluruh ciptaan alam semesta. Ia merupakan kecerdasan yang sangat tajam serta dicari-cari oleh semua melalui ketekunan terus menerus tanpa henti. Semoga kecerdasan Medha tersebut datang kepada hamba dalam cinta kasih spiritual serta memberikan kesejahteraan pada hidup hamba.” Umat Hindu di Bali meyakini bahwa pertemuan Saptawara dan Pañcawara menciptakan kesucian dan energi spiritual khusus. Terutama pertemuan akhir Saptawara dan Pañcawara memunculkan kekuatan spiritual sangat khusus yang membantu turunnya “taksu”. Inilah kepercayaan umat Hindu di Bali yang barangkali tidak dimiliki oleh umat Hindu lain di dunia. Kekuatan “taksu” yang diturunkan pada hari Tumpek dapat membantu menumbuhkembangkan segala sifat mulia di dalam diri. Jika Tumpek Atag (disebut juga Tumpek Uduh, Tumpek Wariga, Tumpek Tetanduran, Tumpek Pengarah, Pengatag) merupakan hari suci untuk pelestarian lingkungan dalam kesadaran keagamaan, Tumpek Kandang merupakan hari suci untuk penghormatan pada binatang, Tumpek Krulut mampu menimbulkan rasa “lulut” (cinta kasih) yang “lango” (membahagiakan mendalam), maka Tumpek Landep dapat membantu memperoleh ketajaman serta kejernihan kecerdasan spiritual. Kecerdasan Medha inilah yang senantiasa dicari oleh para Resi, Muni, Tapasvi melalui berbagai jenis pertapaan dan praktik spiritual lainnya. Sebab, tanpa kecerdasan Medha, segala keberhasilan spiritual tidak akan pernah dapat diraih. Kata tumpek sendiri berarti turun. Berasal dari kata tampa, mendapat sisipan um, menjadi tumampa, kemudian menjadi tumampek dan akhirnya menjadi tumpek. Ia merupakan hari suci yang penuh kekuatan “niskala” dalam bentuk Pasupati Sakti dan diperingati oleh umat Hindu untuk mengisi, memperkuat dan
gan “Sang tabeya namah sivaya, pukulun paduka Bethara Sang Hyang Siva Raditya, Sang Hyang Ulan Lintang Tranggana meraga Sang Hyang Trayodasa Saksi[A1] , Sang Hyang Tri Murti, makadi Sang Hyang Pasupati, saksinin pangubhaktin pinakanghulun, angaturaken tadah saji pawitra seprakaning saji pasupati asung kertanugraha Bethara anugraha ri pinakanghulun, kesidhian, kesaktian, kemandian, manut ring swadharmaninghulun nanging akedikulun angaturaken, agung pinakanghulun amelaku, mangda tan keneng kecampahan, cakrabhawa, tulahpamidi de paduka Bethara kinabehan. Ong sidhirastu pujaningulun.” Sebagai penutup, semua benda yang disucikan seperti keris dan lain-lain diperciki tirtha suci. Memang perkembangan belakangan tanpa mampu dibendung terjadi “pemekaran” penerapan peringatan hari suci Tumpek Landep. Bukan hanya bendabenda yang dikeramatkan dan disucikan seperti keris, pedang, dan tombak dalam hubungan keagamaan, melainkan umat juga mulai mengupacarai bendabenda yang terbuat dari besi (metal) secara menyeluruh. Umat pada umumnya mengenal hari suci Tumpek Landep sebagai hari Otonan Besi. Mereka mulai mengupacarai pula motor, mobil, dan lain-lain bahkan laptop. Hari ini saya juga mendapat berita per telepon dari salah seorang kawan di Bali, bahwa yang bersangkutan sedang mempersiapan golf sticknya untuk diupacarai pada hari Tumpek Landep. Sesuai arti dan makna kata Tumpek Landep, sudah saatnya umat lebih memantapkan serta memurnikan pelaksanaannya. Tidak ada yang harus dikurangi atau dihilangkan. Barangkali ada pemantapan serta penyempurnaan yang mungkin bisa dilakukan demi kemuliaan peringatan Tumpek Landep karena ia merupakan pelaksanaan persembahan atas karunia Ida Sang Hyang Widhi Wasa berkenan “tumampa” atau turun ke dunia ini dalam bentuk kekuatan suci sebagai Sang Hyang Pasupati. Secara sekala orang mengupacarai benda-benda terbuat dari besi yang disakralkan, disucikan, dan di-”linggih”-kan di tempat-tempat suci, tetapi juga umat hendaknya berusaha memperingatinya secara widhi sastra. Turunnya kekuatan Pasupati Sakti pada hari Tumpek Landep ini sudah sepatutnya dirayakan melalui pemahaman akan turunnya kekuatan suci Pasupati demi mempertajam keserdasan dan budi pekerti umat manusia. Pada hari Tumpek Landep umat memanfaatkan kesempatan untuk membaca kitab-kitab suci Veda demi mempertajam kecerdasan spiritualnya. Untuk itu, hari Tum-
pek Landep inilah merupakan hari penuh kekuatan “taksu” demi mengasah dan mempertajam kecerdasan spiritualnya. Di dalam Veda, kecerdasan disebut Medha. Ia merupakan kecerdasan tinggi dan halus. Pada hari Tumpek Landep umat hendaknya mengasah serta menumbuhkembangkan kecerdasan super cerdas medha. Medha Sukta khusus membahas perihal kecerdasan agama spiritual ini. Ia terdapat di dalam kitab suci Yajur Veda, Rg Veda, dan juga Atharva Veda. Medha Sukta memuji-muji kemuliaan Dewi Sarasvati yang dimohonkan untuk “nglandepin” (mempertajam) kecerdasan spiritual (medham devi jusamana). Oleh karena itulah barangkali kehadiran hari Tumpek Landep datangnya setelah peringatan hari raya Sarasvati. Dewi Sarasvati dipuja sebagai yang mengaruniai segala kemuliaan dan kebahagiaan. Para pemuja mengakui dirinya sudah memboroskan kesempatan hidupnya melalui penyia-nyiaan kata-kata melalui obrolan “bale banjar”, gossip, “pisuna” (kepuasan memfitnah) dan lain-lain. Selanjutnya melalui Medha Sukta pemuja memohon agar Dewi Sarasvati mengkaruniai ke-“landep”-an atau ketajaman kecerdasan demi mencapai moksa, bebas dari kesengsaraan hidup purnarbhava. Para pemuja juga memohon agar Indra, Sarasvati dan Dewa Asvini berkenan mengaruniai kecerdasan spiritual kepada dirinya (medham ma indro dadatu medham devi sarasvati), agar segala jenis kecerdasan medha yang didapatkan oleh para makhluk surgawi seperti para gandharva, bidadari dan lain-lain juga dikaruniai kepada sang pemuja oleh Ida Sang Hyang Widhi Wasa (apsarasu ca ya medha gandharvesu ca yan manah). Semoga Agni dan Surya mengaruniai hamba dengan kecerdasan spiritual (mayi medham mayi prajam mayyagnis teja). Para pengemban dharma yang baik akan tetap mempraktikkan tradisi mulia leluhur, pada saat yang sama tetap berusaha memurnikan serta menumbuhkembangkan kembali demi kemuliaan anak cucu ke depan. Dalam sradha bhakti memperingati hari Tumpek Landep umat dapat “mengawinkan”-nya dengan tapa, brata, yoga, samadhi. Di atas segalanya, dalam usaha mengasah, mempertajam serta menyempurnakan kecerdasan spiritual Medha, tidak ada cara yang lebih kuat daripada Maha Mantra Gayatri, karena Gayatri adalah mantra untuk mempertajam kecerdasan (dhiyo yo nah praccodayat). Tentu saja tetap dalam usaha mempraktikkannya sebisabisanya tetap menjaga kebersihan dan kesucian serta pengucapan mantra Gayatri yang benar.
MIMBAR AGAMA
Ibrahim, Sosok Fenomenal yang Mengagumkan Redaktur Khusus MIMBAR
ISLAM H. Kusnadi Musthofa “Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia pun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayangan-Nya.” (Q.S. an-Nisaa’ [4]: 125). Jelas sudah bahwa dari penegasan AlQur’an yang pada Surah an-Nisaa’ tersebut, sikap ikhlas adalah hal pokok yang mendasar dalam beragama. Kerelaan (ikhlas) adalah syarat mutlak yang tidak bisa ditawar dalam mengabdi (beribadah) kepada Tuhan semesta alam. Apabila keikhlasan seseorang tercemar, maka risikonya suatu amal tidak akan diterima. Riya’, yakni melakukan suatu perbuatan dengan mengharapkan pujian manusia, oleh Rasulullah SAW disebut sebagai syirik (menyekutukan Tuhan), dan karenanya suatau amal kebaikan sebagus apa pun, tetap saja ditolak, apabila tidak disertai sikap ikhlas semata-mata karena Allah. Sikap ikhlas inilah yang perlu kita terapkan dan pertahankan dalam diri kita yang mendambakan keridhaan-Nya. Hal yang juga mendasar dalam aktivitas pengabdian kepada Allah SWT adalah mengerjakan kebaikan. Pengamalan agama seseseorang dinilai berhasil apabila membuahkan kebaikan dalam bentuk apa pun. Apakah kebaikan untuk diri sendiri maupun orang lain. Baik kebaikan dalam berkata-kata, bersikap, maupun dalam hal melakukan perbuatan yang bermanfaat. Rasulullah SAW pun menegaskan, “Yang paling baik di antara kamu adalah yang berman-
faat (banyak berbuat kebaikan) bagi sesama manusia”. Persyaratan lainnya apabila seseorang ingin dianggap berhasil dalam beragama adalah mentauhidkan (mengesakan) Allah dengan semurni-murninya sebagaimana telah dicontohkan oleh Nabi Ibrahim ‘alaihissalam. Meyakini bahwa hanya Allah SWT lah yang Maha Menciptakan segala sesuatu, Maha Memiliki segala sesuatu, termasuk pemilik segala kekuatan dan kekuasaan dan meyakini bahwa Dialah satu-stunya Zat yang layak disembah. Sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Ibrahim ‘alaihissalam, orang-orang beriman yang meneladaninya sangat mencintai Allah SWT. Cinta kepada Tuhannya lebih diutamakan ketimbang cintanya kepada anak, isteri, bisnis, harta benda, pekerjaan, jabatan dan segala pernak-pernik perhiasan dunia lainnya. Layak disadari dan diyakini bahwa kegiatan ritual keagamaan yang dianggap berhasil, termasuk ibadah haji, misalnya, menurut Raulullah SAW, adalah apabila pelakunya dapat memberi manfaat bagi orang lain. Rasulullah SAW menegaskan, di antara ciri haji mabrur (haji yang diterima), adalah menebarkan salam (kedamaian), berkata-kata santun dengan kalimat-kalimat yang baik apabila berbicara, dan memberi makan (menyantuni) orang miskin. Lagi-lagi, buah suatu ketaatan (ketakwaan) adalah mampu memberi manfaat dan kebaikan bagi manusia. Jika kebaikan (amal shaleh) itu ternyata tidak ada atau belum juga muncul, maka ketakwaan seseorang layak dipertanyakan. Mari, kita kembali mempelajari dan berusaha meneladani sang idola, Ibrahim ‘alaihissalam, orang yang cerdas, pemimpin yang terpercaya, dermawan lagi penyantun. Beliau adalah tokoh idola yang fenomenal, bapak tauhid, pelopor dalam mengesakan Allah, yang juga sangat mencintai Tuhannya. Kalangan akhli sejarah men-
catat, dalam enam ribu tahun terakhir, hingga saat ini, berbagai pemeluk agama di dunia begitu menghormati, bahkan mengidolakan sosok teladan itu, seperti pemeluk Yahudi, Nasrani, dan Islam. Sungguh, di berbagai zaman, selalu saja diperlukan munculnya sosok-sosok berbudi pekerti luhur seperti Ibrahim ‘alaihissalam, cerdas, jujur, berani dalam menegakkan kebenaran, namun juga berkarakter santun, dermawan dan rendah hati. Betapa banyak orang cerdas, namun tidak jujur. Tidak sedikit pula orang yang berani, namun tidak mampu bersikap santun, malah mudah mengumbar katakata kasar penuh cercaan, yang muncul kemudian bukan keda-
maian dan perbaikan, tapi justru permusuhan dan pertikaian yang menimbulkan kerusakan, bahkan pembunuhan. Bagaimanapun peluang untuk disayangi Allah SWT, sebagaimana yang Dia lakukan kepada Ibrahim ‘alaihissalam, selalu terbuka bagi kita semua, sepanjang diri kita mau mengikuti Bapak Tauhid yang namanya sedemikian harum sepanjang sejarah kemanusiaan yang ada, yaitu Ibrahim khalilullah (Ibrahim kesayangan Allah). Semakin banyak orang yang mengikuti jejak Ibrahim yang lemah lembut dan hanif (cinta kepada kebenaran), tentulah akan semakin baik bagi kehidupan kita saat ini, juga bagi kehidupan anak-anak cucu kita, generasi penerus di masa depan. Semoga!
Untuk pembaca Bali Post Mingguan (BPM), kami membuka rubrik baru ‘’Permata Hati”. Rubrik ini mengangkat si buah hati yang baru lahir, yang berulang tahun atau akan berulang tahun. Juga pasangan yang menikah di minggu tersebut atau yang merayakan ulang tahun pernikahan. Kirim foto menarik dan tulis data lengkap identitas diri, orang tua serta komentar singkat. Semua data dikirim lewat email redaksibalipost@ yahoo.com dengan kode Permata Hati. Bisa juga naskah dan foto dikirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post. Jl. Kepundung 67 A Denpasar telp. (0361) 225764. (Redaksi) 17 Agustus. Selamat Ultah ke-10 Ni Made Sri Tresna Dewi, putri dari Acce Wiguna. Tetep Semangat 45. Lanjutkan Perjuangan! Raih cita-citamu. Merdekaa!!!!
Redité Umanis, 3 September 2017
Bali L e m b a r
Bencingah I Made Taro
Matungkasan Parisolah
YADIASTUN sampun ngranjing ring masan modern, nanging ring pakraman, satua kantun becik katrima utamanipun olih alit-alit miwah yowana sané seneng pisang tatkala kapaicayang satua. I Made Taro, Maestro Tradisi Lisan sané taler ngwangun Sanggar Kukuruyuk ngawit warsa 1979 puniki maosang, satua BPM-was jagi kamedalang antuk sesuratan utawi dados sastra tertulis, sinah patut pisan nyinahang pabinayan solah saking tokohtokoh inucap. “Satua sané parisolah tokohipun matungkasan sinah danganan katrima, minakadi parisolah sané becik tur kalem jagi mapalu sareng tokoh sané kaon miwah demen mamedih,” baos dané. Dané sané ketah kaulemin ring pidabdab International Storytélling Workshop and Féstival sané kamargiang ring makudang-kudang panegara puniki malih maosang, ring satua I Cupak lan I Gerantang parisolah sang kalih matungkasan pisan. I Cupak wantah jadma sané mokoh, basangné nyantung, nénten seneng nabdabang raga, suaranyané ageng tur mayus magarapan miwah rengka maajengan utamanipun ulam bawi guling tur tuak. Sakéwanten yéning I Gerantang wantah truna sané alep, bagus, polos, bersih miwah seneng mapitulung ring krama siosan utamanipun ring kulawarganyané. “Pabinayan solah utawi wangun angga sakadi Cupak miwah Gerantang sané kajantenang dados jalaran satua inucap kantos mangkin kantun becik katrima ring pakraman,” baos dané sané sampun ngamolihang 19 penghargaan saking lembaga swasta miwah saking pemerintah indik budaya puniki nartayang. (was)
I Made Agus Adi Santika
Niyasa Brahma miwah Wisnu PARA panglingsir krama Bali wantah sampun kasub antuk kawagedannyané nagingin tetuek utawi daging tattwa agama ring kahanan-kahanan sané kasinahang dangan tur biasa pisan. Punika taler kapanggih sajeroning satua I Cupak lan I Gerantang. BPM-ist I Made Agus Adi Santika, pragina Cupak saking warsa 2005 puniki maosang, dumun sané kauningayang saking satua punika wantah becik madampingan sareng kaon utawi sapunapi parisolah I Cupak miwah sapunapi parisolah I Gerantang. Sakéwanten risampuné nelebang sesolahan inucap sampun roras warsa, wawu dané mikayunin tur ngamanggihin yéning sujatinné katattwan saking I Cupak miwah I Gerantang wantah kasidhian utawi kasaktian Brahma miwah Wisnu sané madampingan sané kamedalang antuk satua. Yéning kasatuayang indik rengka, I Cupak maajengan sinah tan bina sakadi cangkem paon sané setata prasida nelasang sekancan sané kabakta mrika. Yéning nganutin sakadi tetuek ring Bali, kasidhian saking Ida Bhatara Brahma kajantenang wantah magenah ring cangkem paon. “Sakéwanten I Gerantang nénten meled maajengan akéh sakadi punika tur parisolahnyané satmaka tis nayuhang tan bina sakadi toya sané ngicénin kahuripan pinaka kasidhian saking Ida Bhatara Wisnu,” baos dané sané embas ring Kerobokan, 22 Februari 1982 puniki. Ketua Listibiya Kecamatan Kuta Utara puniki malih maosang, risampuné kauratiang tattwa miwah karaketang indik daging sastra asta kosala-kosali, Cupak miwah Gerantang ring paumahan wantah kasinahang antuk paon miwah balé daja. Yéning wangunan paon potongannyané kawastanin antuk Akupak inggih punika wangunan maserung tur ring arepnyané mabukak miwah nénten madaging pepayasan. Yéning wewangunan balé daja sinah mawasta Agrantang inggih punika wangunan sané becik pepayasanipun, raab apik taler mabucu luwih sakadi jadma bagus. “Mawit katattwan Cupak miwah Gerantang utawi paon miwah balé daja setata kagenahang maarep-arepan,” baos pragina sané ketah kasengguh “Gus Cupak” puniki makenyem. (was)
(92)
B a s a
7
B a l i
Sesolahan Cupak
Mawit Satua, Kanggén Ngamargiang Panglukatan SAMPUN kauningayang saking nguni, kahuripan krama Bali jakti nénten prasida kapasahang saking makudangkudang soroh seni miwah budaya sané satmaka masikian kadasarin antuk dresta agama Hindu. Ketah taler kapanggih makudang-kudang budayawan anyar sané nelebin sekancan tetamian panglingsir inucap sangkaning rasa tresna miwah meled nglestariang kawéntenannyané. Wénten makéh pisan soroh tetamian para panglingsir Bali, sinalih tunggilnyané marupa satua I Cupak lan I Gerantang. Sujatiné sekancan kakawian sané wangunipun marupa sastra ring Bali prasida katurang ring krama antuk makudangkudang wangun. Manut I Made Taro, budayawan sané kasub dados Maestro Seni Tradisi Lisan puniki maosang, sastra-sastra utawi kakawian punika nénten wantah prasida kamedalang malarapan antuk lontar, buku utawi tuturan kémanten, nanging prasida taler kamedalang antuk wangun drama gong, wayang, arja miwah sesolahan siosan. Ngeninin indik satua I Cupak lan I Gerantang, dané maosang wantah satua sané sampun kasub ring krama Bali saking nguni pinaka sinalih tunggil wangun tradisi lisan. Punika taler kamedalang antuk parikrama sesolahan marupa Arja Cupak, nyinahang pabinayan solah I Cupak taler I Gerantang. “Sujatiné seni wantah jalaran ngicénin kramané
tutur minakadi malarapan antuk wayang. Jero Dalang jagi ngicén kramané pawarah-warah taler tetuek luwih. Asapunika taler ring sesolahan CupakGerantang,” baos dané. Sakéwanten manut I Made Agus Adi Santika, pragina Cupak saking Paguyuban Seni Majalangu Kerobokan, Kuta Utara, saking kahanan utawi pangaptin krama, wénten kalih soroh parikrama sesolahan Cupak sané ketah kamargiang ring Bali, luiré; Wayang Cupak miwah Arja Cupak. Yéning dumun tatkala nglukat krama sané embas ring Wuku Uyé utamanipun ring dina Anggara, majanten kamargiang Wayang Cupak inucap. Duaning krama sané embas tatkala punika kajantenang manados krama sané koos, akéh pisan ngajeng miwah sané siosan tan bina sakadi solahnyané I Cupak. Nanging sané mangkin akéhan kamargiang antuk sesolahan utawi parikrama arja, antuk parikrama I Cupak sané nulad saking sapunapi ring sesolahan wayang saha prasida kanggén ngamargiang panglukatan sakadi i wawu. Malih dané maosang, ring sesolahan inucap, majanten Cupak jagi kasarengin olih tokoh siosan, minakadi parekanipun sané mawasta I Panes Ati, parekan sané setata kenyat tur ngawag malaksana, miwah I Tua Daya, parekan sané sampun lingsiran sakéwala akéh madué daya. Wénten taler tokoh siosan minakadi Raden Galuh, Ida Sang Prabu miwah
sané siosan manut saking lakon sané kamargiang. Ngeninin indik cihna sajeroning sesolahan Cupak, dané maosang kasinahang antuk parikrama ngajeng sané ngawag tur rengka sané majanten kamargiang ring sesolahan inucap duaning yéning nénten kamargiang punika sinah sesolahanné kaucap kirang jangkep. Punika sujatiné wantah niyasa jadma sané rengka tur nénten prasida
nandakin momo, sangkaning punika patut kalukat mangda prasida becikan malih. Parikrama nglukat prasida kamargiang tatkala I Cupak nedeng ngajeng ring kalangan. Ngeninin indik ajengan sané kaaturang punika wantah ulam guling bawi, yéning nénten prasida aukud dados paanyané kémanten. Nanging tatkala masolah ring pura pinaka unén-unén, sinah sané kanggén wantah ayam betutu duaning sios
saking nénten ngamargiang panglukatan taler mangda nénten ngawinang kramané méweh. “Ngawigunayang ulam bawi guling punika wantah niyasa caru duaning ulam guling kabaosang ulam lebeng-matah, lebeng asibak miwah matah asibak. Sakéwanten ring lelampahan sesolahannyané sané lebeng taler matah punika jagi kaajeng telas olih I Cupak,” asapunika dané nartayang. (was)
BPM-ist
CUPAK – Sios pinaka soroh wangun seni budaya Bali, parikrama sesolahan Cupak taler kamargiang pinaka jalaran ngamargiang panglukatan ring krama.
Satua Cupak-Gerantang
Pamuput Dados Prabu ring Gobag Wesi
SATUA – Yadiastun marupa sesolahan wayang miwah arja, Cupak saking nguni akéhan kapanggihin marupa satua sané mamurda I Cupak lan I Gerantang.
Sakéwanten, manut I Made Agus Adi Santika, sujatinné lelampahan satua I Cupak lan I Gerantang kalanturang ring sesolahan arja antuk lakon Cupak Raja Gobag Wesi. Ring lakon inucap sané kakawitin saking kahanan I Gerantang dados Prabu ring Kediri sané ngawinang jagaté gemuh raharja, raris I Cupak mamargi ngurag lampah tan wénten tetujon. Ring margi ipun kacunduk sareng I Panes Ati sané sakit bongol nanging katambanin olih I Cupak dados seger. Malih lantas kacunduk sareng I Tua Daya utawi wang lingsir sané akéh madué daya, raris sang kalih dados parekan. Risampuné sareng tetiga nganteg ring panegara Gobag Wesi sané ngamedalang swayembara mademang I Garuda Mas saha jagi kaicén marabian sareng Ida Putri taler dados prabu ring jagat inucap yéning sampun jayanti. Irika raris makekalih parekannyané ngicénin tetimbang tan bina sakadi Sanghyang Rahu miwah Sanghyang Ketu, sakéwanten I Cupak ngamedalang pamutus jagi nyarengin maswayembara duaning ipun mamanah mangda molih ngajeng sangkaning seduknyané tan kadi-kadi. Manawita ipun kasor tur padem tatkala nandakin I Garuda Mas, sinah ipun padem
ring kahanan sampun wareg. Pamuputné ipun masiat nglawan I Garuda Mas sakéwanten ipun polih kakasorang tur mrasa tekening raga jagi padem. Tatkala punika I Cupak mrasa sebet tur maselselan to nguda dumun setata pules risampunné wusan ngajeng tur nénten polih ngambil pakaryan punapa-punapi, sakéwanten risampunné mangkin ipun meled naur ajengan sané sampun kaajeng antuk pakaryan becik nguda ipun jagi padem tur nénten prasida becik ngamargiang swadharmanyané. Irika raris medal sabda saking Ida Bhatara Brahma Prajapati mangda ipun setata wiakti ring raga tur nénten maselselan. Pamputné I Garuda Mas pinaka cihna Rajas miwah Tamas kapademang antuk tiing macagak tiga. “Sangkaning punika I Cupak jayanti ring swayembara tur dados marabian sareng Ida Putri saha dados prabu ring Gobag Wesi. Sakéwanten I Cupak matanggeh nenem dina duaning jagi nangkil ring Brahmaloka. Risampunné rauhing Wuku Menail, raris ipun tedun antuk kahanan sané becikan pinaka cihna jadma sané sampun melah,” asapunika Adi Santika nartayang. (was)
RING toko buku Ngurah Jelada numbas buku resép masakan kanggén Luh Méga lan buku filsafat Agama Budha miwah carita silat Kho Ping Ho. Saking irika raris kumah timpalné, Ketut Sulasih lan Putu Suratni, nanging samian suung. Kocap malali sareng pacarné. “Bééh makejang mara libur pada kabur ngulangunin keneh pada mapacaran, tapi....?” “Tapi kénkén Luh Adé Sayang....?” pitakénné Ngurah Jelada ngusap sirahné Arniek. “Cobak Tungurah ten milu mriki, tiang sinah ngerep jumah utawi milu madagang?” “Terus jani kénkén? Ayo, kija lakar malali?” Ngurah Jelada ngasih-asih gélanné. “Ngiring malali ka Sanur. Tiang nyud makanoan sareng Tungurah,” baosné Arniek. Ngurah Jelada amung manggutan kenyem mélokang motorné ka Pantai Segara Village. Sesampuné nitipang tasné ring tukang kanoné, sang kalih raris makanoan ka tengah. Toyan
mangkin sang kalih marasa tatas uning ring kagagahan, kamolékan gélanné. Toyané sayan aad, anaké sakasiki usan masiram. Ngurah Jelada madayung ngabin Arniek ka pasisi. Sesampuné naur sewan kano, sang kalih raris ka kamar mandi masiram. “Tungurah, ah risih rasanné ten nganggén pakean dalem. Jeg cara malalung.” “Nah baang pang isis kapahkapah hahaha,” pasaurné sarwi ngajeng bakso ikané. Arniek gregetan nyubit gélanné nakal nanging demen. Usan ngajeng bakso raris budal. Rauh jumahné Arniek ngelisang nyemuh pakéan belusné. Sang kalih gelis ngambil pakéan dalemné siosan, raris ka toko nyagjagin Bibi Marlien sané répot madolan. “Bik, timpalé makejang malali, ten ada jumahné. Payu tiang malali ka Sanur mandus. Yapin tengaian liu masih anaké mandus, tiang maan makanoan,” baosné Arniek girang.
“Kénten sampun Tungurah, suksma nggih, ipun kapah malali ka pasisi katungkulan répot ring toko. Tiang sareng alit-alité déréng karoan ngabulan malali,” baosné Bi Marlien. “Patuh Bi. Tiang masih kapah malali. Jumah paman ané tongosin tiang masih suung, panakné luh aukud. Dadinné yén libur tiang milu ngurus umah, ngaé karang kitri, kayang ka cariké yén sedeng manyi, maalapan yén nuju mupu bawang, kesuna, tabia lan palawija.” “Ambat senengé padaduanan ngajak anak jegég Bik, kija duga baan ngatehang?” “Mirib patuh cara Arniek driki, sesai lalinina tekén trunané mapi-mapi mablanja. Yén mayah susukné makelo gisina limanné. Malah bisa-bisa ten perlu nyusuk buin. Dadiné ada untungé asal lebihné ten celepanga ka kantongné padidi,” baosné Ngurah Jelada kalem.
SAKADI sané sampun kauningayang, satua I Cupak lan I Gerantang wantah satua sané kantun kasenenin ring pakraman. Duaning satua inucap nénten méweh katelebang tetueknyané saha kabaosang adung kawigunayang dados jalaran ngicén tutur ring pakraman utamanipun ring para yowanané. Yadiastun pinaka satua sané kuna, durung majanten sami uning ring sapunapi parikrama satua inucap. Dadosné wantah becik pisan yéning krama prasida uning ring sapunapi pidabdab satua miwah wangun
parikrama sesolahan inucap. Pinaka pangawi tur panyurat satua, I Made Taro maosang, tatkala jagi nyurat satua sinah patut ngrereh tur nyinahang pidabdab sané pinih adung tur patut saking sekancan “variasi” utawi wangun satua sané ketah kapanggih ring pakraman. Minakadi ring satua I Cupak lan I Gerantang majanten tokoh sané jagi kabaosang jayanti ring panguntat satua wantah I Gerantang. Duaning ring satuané punika, I Gerantang kasarengin olih I Cupak nyarengin swayembara ngamademang I Raksasa
Manaru sané sampun mlaibang Ida Raden Galuh. Sakéwanten, risampuné punika becik kamargiang raris I Cupak ngéka daya taler ngutang I Gerantang preragan ring gook raksasané mangda padem saha nangkil ka puri matur yéning ipun sané ngamademang raksasa inucap duaning meled tekén arta berana taler dados raja ring jagat Kediri. “Pamuput satuané punika, I Gerantang sané dados raja tur I Cupak kaampurayang antuk parisolah iwangnyané punika,” baos Made Taro.
BPM-net
segarané ening magelanaran. Akéh anaké alit, tua, bajang luh muani rawing toris nglangi saling silemin. Akéh taler amung mememan utawi maplalianan lan matanem biasé putih. Ngurah Jelada nayung kanoné ka tengah maputer-puter geluta ring Arniek saking pungkur. Ring toyané sané degdeg Ngurah Jelada tedun ngelangi sisinné Arniek sané maebahan nungkayak ring kanoné. Sunaran suryané teduh nyunarin raganné Arniek sané amung nganggén BH lan celana péndék ketat, santukan mula nénten makta pakéan mandi. “Niek, Pantai Sanuré mula indah asri kanggon malila cita. Nanging sujatinné enu asrian pantai lan gunungé ané ada di arepan tiangé,” baosné Ngurah Jelada saha ngobagin ngusapin raganné Arniek saking asih antuk toya. Arniek makenyem nguratiang gélanné. “Tungurah sujatinné tiang kapah mriki. Nanging mangkin wau tiang marasa yéning gu-
nungan biasé ring pasisi karasa anget yén wénten ombak sané nyiramin nyujuh pasisiné.” “Ooh Sayang, ampurayang Beli sing taén nelokin Arniek mai. Yén jani suba ngelah motor dumadak ada galah ané goloh. Eda kimud ngebél yén libur, sing répot matulung,” baosné Ngurah Jelada sambil ngobag-ngobagin dadanné Arniek saha ngecup saking asih. “Ooh Tungurah, sesst geli ah nyanan gunungé meletus tus tus béés, nééh laharné makecrit.” Arniek makijutan tedun meluk ngecup gélanné mesra pisan, makilit kadi lelipi ring toyané sané marasa anget. “Mangkin giliran Tungurah di kanoné, tiang sané nyiramin.” “Ooh Sayang, yén kéné nyanan iraga sing makita mulih, yéhé suba sayan engkes.” “Mawinan masiram dumun Sayang,” Arniek iteh ngusuhin ragan gélanné saking dada, weteng, paa ngantos ka jerijin cokorné saking asih saha wantiwanti meluk ngecupin. Wau
(Masambung)
Upacara
8 Bebantenan Tetuek Rainan Tumpek Landep TUMPEK Landep rumasuk ring rainan suci pinaka raina ngastawa Ida Bhatara Sang Hyang Siwa Pasupati pinaka déwaning taksu. Rainan Tumpek Landep kantun ring runtutan rainan Saraswati. Ring raina puniki, krama pamekas sané magama Hindu ngaturang angayubagia majeng Ida Sang Hyang Widhi Wasa antuk waranugrahanidané sajeroning prabhawan Ida pinaka Sang Hyang Pasupati. Rainan Tumpek Landep jatuh nyabran raina Saniscara Kliwon wuku Landep. Manut paitungan kalénder wuku Bali, raina sané sampun kapakélingin rainané dibi (2/9) jatuh nyabran 210 raina apisan. Kruna Tumpek mawit saking kruna “Tu” dados “Metu” sané mateges matemu, miwah “Mpek” mateges panguntat. Mawinan Tumpek mateges raina patemon pantara panguntat wewaran Panca Wara miwah Sapta Wara. Panca Wara kauntatin antuk Kliwon miwah Sapta Wara kauntatin antuk raina Saniscara. Yéning Landep mateges tajep, lanying, mangan. Mawinan ring rainan Tumpek Landep, kaupacarain taler sarwa piranti pusaka sané mangan, tajep sakadi keris. Ring masané mangkin, piranti tajep punika sampun nglimbak pisan tegesnyané. Nénten wantah keris miwah tumbak, taler ring piranti-piranti asil cipta karsa i manusa sané prasida ngwantu kahuripan saraina, minakadi sepeda montor, mobil, mesin, komputer, miwah sané tiosan. Piranti-piranti inucap taler kaupacarain. Sakéwanten, sané patut kategesin, sajeroning upacara inucap, krama boya nyembah piranti modern inucap, sakéwanten umat nunas karahayuan majeng Ida Sang Hyang Widi sajeroning prabhawan Ida pinaka Sang Hyang Pasupati sané sampun mapaica waranugraha ring piranti inucap mawinan prasida yukti-yukti ngwantu kahuripan krama. Sajeroning rainan Tumpek Landep, landep sané ketah kartosang tajep madaging tetuek yéning Tumpek Landep pinaka pangawit najepang idep, citta, budhi, miwah manah (pikayunan). Antuk punika, krama prasida ngamargiang kahuripan madasar kadegdegan pikayunan miwah madasar dharma. Antuk pikayunan sané suci, krama prasida minayang sané becik wiadin kaon. Tumpek Landep pinaka galah mulat sarira mangda prasida lewih becik malih sajeroning ngamargiang kahuripan puniki. Ring rainan Tumpek Landep, patut krama ngamargiang pamuspan utawi ngaturang pangubakti ring sanggah/ merajan wiadin pura, nunas waranugraha majeng Ida Bhatara Sang Hyang Siwa Pasupati mangda kaicén katajepan pikayunan mawinan prasida maguna majeng kahuripan. Satios punika, ring rerainan Tumpek Landep taler kamargiang panyucian miwah pabersihan pusaka warisan leluhur. Yéning selehin malih indik tetuek rainan Tumpek Landep, sujatiné upacara ring sepeda montor, mobil wiadin piranti tiosan lewih becik kamargiang ring raina Tumpek Kuningan, pinaka rainan ngaturang suksmaning manah antuk sekancan waranugraha sané sampun kapaica, inggian marupa piranti sané prasida ngwantu kahuripan saraina. Mawinan prasida kacutetang, ring raina Tumpek Landep, parindikan sané patut setata kaélingang wantah setata najepang idep, najepang pikayunan (manah), budhi, miwah citta. Antuk manah, budhi miwah citta sané tajep, kaaptiang prasida nyunarin kapetengan, katambetan, kasengsaran saha ngicalang pikayunan bhuta sajeroning angga. (Ida Rsi Bhagawan Smerti Kusuma Wijaya Sebali)
Redité Umanis, 3 September 2017
Taman Kota, Genah Masliahan sané Asri MAOSANG indik panglimbak Kota Dénpasar, yuakti kahanan Kota Dénpasar nglimbak pisan. Parindikan inucap kasinahang antuk tata kota sané sayan becik miwah nincapnyané makudangkudang wangunan ageng ring kota sané dados Ibu Kota Provinsi Bali puniki. Makéh anaké nyengguh Kota Dénpasar pinaka Kota Metropilitan, santukan akéh krama dura Dénpasar rauh ka Dénpasar ngruruh pangupajiwa, inggian makarya, mungkah utsaha utawi wantah malila cita. Sangkaning pangrauh krama saking sajebag Bali kantos saking dura Bali, ngawinang Kota Dénpasar sayan kosek, sayan ramia. Boya sangkaning wewangunan kémanten sané sayan akéh kawangun, kawéntenan montor wiadin mobil sané ngakéhang taler ngawi Kota Dénpasar marasa cupit. Kahanan sakadi punika ngwetuang pikobet ring Kota Dénpasar puniki. Sayan akéhnyané wewangunan ageng miwah parajana sané makarya saraina taler ngwetuang rasa kosek ring manah kramané. Satios punika, sangkaning akéhnyané wangunan ageng, makéh wewidangan sawah kadadosang genah nandur beton, ngawinang wewidangan sawah sané asri sayan nguredang. Kahanan inucap ngawinang nénten wénten malih genah asri sané tis sané prasida kadadosang genah malila cita ring Dénpasar. Yadiastun ring Dénpasar nénten kirangan genah malali sakadi mall, utawi genah malila cita sané modern. Antuk kahanan sakadi punika, kawéntenan genah utawi ta-
TAMAN KOTA Taman Kota Lumintang rumasuk sinalih tunggil genah masliahan ring Denpasar sané sayan asri kawéntenannyané. BPM/dok man miwah lapangan minakadi ring Taman Kota Lumintang, Lapangan Puputan Margarana ring Renon, wiadin Lapangan Puputan Badung mabuat pisan kawéntennnyané ring tengahing Kota Dénpasar sané sayan kosek. Nyabran raina, ramia krama sané rauh ka lapangan kasarengin kulawargannyané antuk tetujon nglimurang manah. Napi malih, kahanan lapangan sakadi ring Taman Kota Lumintang sampun sayan asri santukan madaging “air mancur” sané ngulangunin
ati. Antuk wilangan krama sané rauh ka lapangan nyabran raina setata ramia, punika nyihnayang pisan parajana ring Kota Denpasar gumanti ngaptiang pisan mangda sayan akéh wénten genah-genah sakadi punika. Sakéwanten genahé punika mangda élah karereh turmaning nénten mayah. Sakadi baos para wikané, pinaka areal publik, sami nuénang. Sakadi sinalih tunggil krama sané rauh ka Taman kota Lumintang, I Nyoman Bagiarta
Ngwasuh, Sinunggil Utsaha Ngupapira Kahanan Pusaka SAKADI sané kauningin, piranti utawi prabot saking besi sané beseg sinah gelis rusak duaning jagi amah barak utawi karatan. Napi malih yéning piranti punika wantah pusaka marupa keris sané mangan tur kocap sidhi, sinah majanten sampun pusaka inucap sayan puntul, kasidhiannyané kocap sayan nguredang. Punika mawinan pusaka patut pisan kaupapira taler kawasuh antuk tata cara sané patut. Kawéntenan prabotan besi nénten pateh sakadi piranti kayu utawi batu sané dangan kaupapira. Pande Budiana, sinunggil krama pandé ring wewidangan Banjar Tatasan Kelod, Denpasar maosang, becik utawi kaon kah-
anan pusaka wantah sangkaning parikrama ngupapira. Yéning pusaka kaupira tur karesikin nganém bulan apisan, janten pusaka utawi keris inucap gelis cemer. Sakéwanten yéning sampun sering kaupapira minakadi aminggu apisan kadagingin minyak sinah pusaka utawi keris inucap setata resik tur nénten ngaptiang sering kawasuh. Sané ketah kapanggih, parikrama ngwasuh pusaka utawi keris puniki nelasang galah kalih kantos petang raina manut akéh miwah indik kasukilanipun. Yéning sané kawasuh wantah pusaka utawi keris sané madué kasidhian, patut sadurungnyané ngamargiang upacara nuntun sané malingga
BPM/ist
PUSAKA - Sinalih tunggil utsaha sané prasida kamargiang sajeroning ngupapira pusaka marupa keris wantah ngwasuh pusaka inucap antuk tata titi sané becik.
ring pusaka mangda malinggih ring Daksina Pejati. “Tetujonnyané mangda pusaka utawi keris sané kawasuh wantah besi biasa sané nénten madaging antuk kasidhian punapa-punapi malih, mangda nénten kadukain,” baos dané. parikrama ngwasuh pusaka kakawitin antuk ngemem rain pusaka utawi keris sané nénten masaung miwah mapati ring toya sané sampun madaging toya juuk lengis ring kentongan utawi bak alit kirang langkung kalih raina. Parikrama inucap kamargiang sinambi nyikatin mangda karatan miwah ladlad minyak ring rain pusakané prasida luntur. Sios punika, karatan utawi daki-daki sané neket ring ukir-ukiran keris patut kacungkil mangda jaktijakti resik. Parikrama punika sané sué pisan kamargiang duaning patut sumeken mraktiaksayang mangda jakti-jakti resik. Sesampuné karat miwah dakinnyané telas tur besi keris inucap mawarna putih sakadi warna besi aluminium, wawu kaangkid lantur kasiam antuk toya tawar. Salanturnyané wawu katuhang. Sesampuné tuh, malih kamem ring kentongan sané sampun madaging warangan. Nénten sué, rai keris inucap kaangkid tur sesampuné tuh kapijit-pijit mangda warangan rata ring bilahan keris. Parikrama punika kamargiang kantos pang tiga utawi pang pat. Sesampuné katuhang wawu rain keris inucap kadagingin minyak sané sampun macampur antuk bunga miik nganggén kuas. (uma)
maosang, rumasa dayuh rasané santukan kantun wénten genah bengang ring kota sané cupit. “Nyabran soré, wénten genah ngetis, genah malancaran sané prasida karauhin, sajabaning genah-genah elit sané majanten nelasang jinah,” lanang mimitan Tabanan puniki maosang. Pinaka Denpasar Kota Budaya, Pemerintah Kota Denpasar setata mautsaha nabdabang parindikan inucap, ngwangun Kota Denpasar sané sayan-sayan becik, saha sayan ngulangunin
parajanané. Iraga ring Bali sujatiné sampun madué pepalihan indik genah-genahé punika. Yéning ring pakarangan paumahan, wénten genah sané nénten kadagingin wewangunan, wénten genah entik-entikan. Yéning ring désa, wénten teba, genah sana kabaos bengang. Asapunika taler sapatutnyané ring kota. Nénten makasami genah patut kadagingin wewangunan. Banggayang wénten genah bengang mangda krama prasida becik maangkihan. (uma)
Satua
Déwata lan Manusa Olih : Madé Taro IPIDAN, jagaté ené sepi, suung mangmung. Ané ada tuah langit, matan ai, lan bulan. Sang Hyang Widi Wasa meled ngisinin jagat agungé ené antuk makudang-kudang reriptanidané. Kaukina lantas Bhatara Catur Lokapala, Ida Bhatara sané ngwasa empat penjuru angin, luiré: Bhatara Brahma, Bhatara Wisnu, Bhatara Indra, lan Bhatara Iswara. “Uduh Ida Bhatara! Gelah meled jagaté ené idup lan sayan asri. Tusing buka kéné cara jani, sepi sipeng, liglig. Tedun ka jagaté, dagingin jagaté antuk angin, yéh, lan sarwa prani.” “Inggih Ratu! Samian titah I Ratu pacang junjung margiang tiang,” cawis makapatpat Ida Bhatara sinarengan. Bhatara Catur Lokapala lantas ngedum pakaryan manut kabisan soang-soang saha gelis tedun ka jagaté. Bhatara Brahma ngripta sarwa tumuwuh sakadi lumut, padang, ubi, tetaruan, lan sarwa tumuwuh lénan. Ida Bhatara Indra ngripta yéh, angin, lan matan ai, mawinan sarwa tumuwuhé idup, énggal mabunga lan mabuah. Ida Bhatara Wisnu ané ngupapira lan ngemit sarwa tumuwuhé ento mawinan sida nglimbak lan sayan asri. Ida Bhatara Iswara sané ngripta pitehan galah, siang-wengi, kebus-dingin, idup-mati. Pangawitné, Sang Hyang Widi Wasa senang manggihin reriptan Ida Bhatara Catur Lokapala punika. Sakéwanten kasuén-suén Ida marasa med, sahasa malih ngaukin Ida Bhatara Catur Lokapala. “Uduh Ida Bhatara, gelah demen manggihin reriptané ento, sakéwala enu ada kuangné. Gelah meled apang daging jagaté idup. Ripta buin sarwa beburon ané dadi majalan, makisid ka genah-genah tiosan.” Makapatpat Ida Bhatara punika gelas makarya. Dané boya wantah ngripta uled lan cacing, kéto masih beburon ané gedé-gedé sakadi lelipi. Boya wantah buron mabatis dadua, nanging taler ané mabatis patpat, sakadi asu, kijang, kambing, sampi. Kasuén-suén karipta malih buron mabatis nemnem lan mabatis kutus, sakadi jangkrik, lelipan, lan ané lén-lénan. Taler buron ané idup di yéhé, uli bé ané paling cenik kanti bé ané paling gedé. Apang langité ramé, karipta taler sarwa kedis. Para Bhatara punika taler ngawi para beburon apang ngamah sarwa tumuwuh apang kahanan sarwa buroné sayan nglimbak. (Masambung)
Rédaksi nerima reriptan marupa artikel (paling akéh 3500 huruf), satua ringkes (paling akéh 6000 huruf), puisi, geguritan miwah sané siosan. Reriptan mangda kakirim ring alamat: Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email: bali_orti@balipost.co.id.
Minggu UMANIS, 3 SEPTEMBER 2017
9
SPORT
Rossi Terlalu Ceroboh
HAL 12
Mbappe Harus Belajar Banyak
Paris – Pemain muda AS Monaco, Kylian Mbappe, akhirnya resmi bergabung dengan Paris Siant-Germain (PSG) dengan berstatus pinjaman. Mbappe akan bergabung dengan PSG hingga akhir musim 2017-2018. Meski hanya bergabung sebagai pemain pinjaman, Mbappe mengaku sangat senang bisa bermain di Parc des Princes. Menurut pemain berusia 18 tahun itu, PSG memiliki banyak pemain yang akan mengembangkan kariernya. Hal tersebut juga akan berdampak pada penampilannya bersama Tim Nasional Prancis di masa depan. Dirinya juga berjanji akan melakukan penampilan terbaiknya di PSG. ‘’Sepak bola adalah tempat saya mengekspresikan diri saya yang terbaik. Yang saya sukai adalah bermain sepak bola. Saya sangat senang menjadi bagian dari klub seperti ini. Menurut saya bermain di sini akan membuat saya lebih baik lagi dan berada di level yang lebih tinggi,’’ ujar Mbappe, Sabtu (2/9) kemarin. ‘’Saya dikelilingi oleh pemain yang memiliki skill yang sangat baik. Memenangkan segala permainan di tingkat domestik hingga internasional. Saya harus banyak belajar di PSG dan banyak yang harus saya buktikan,’’ tambahnya. Mimpi PSG untuk menggaet Mbappe memang sedikit terwujud meskipun hanya berstatus pinjaman. Namun, PSG yakin di akhir pinjamannya nanti, Mbappe dipastikan akan bergabung dengan resmi dengan nilai transfer yang sangat tinggi. (kmb33/rtr)
PSG Yakin Lolos Jeratan ‘’Financial Fair Play’’ Paris –
Paris Saint Germain (PSG) percaya diri bisa lolos dari pemeriksaan UEFA terkait financial fair play (FFP). Le Parisien merasa tetap berada dalam koridor kendati jor-joran pada bursa transfer musim panas ini. ‘’PSG memahami keputusan UEFA untuk memastikan bahwa klub ini tetap sesuai dengan kriteria yang ditetapkan,’’ tulis pernyataan resmi PSG, Sabtu (2/9) kemarin. ‘’Klub sangat percaya diri terhadap kemamp u a n untuk tetap be-
Kylian Mbappe
BPM/rtr
r a d a di dalam peraturan financial fair play untuk tahun fiskal 2017/2018,’’ lanjut pernyataan tersebut. PSG sudah belanja pemain di bursa transfer musim panas ini dengan amat banyak. Salah satunya saat memboyong Neymar dari Barcelona dengan transfer 222 juta e u r o atau Rp 3,5 triliun. Untuk mengurangi surplus pemain, PSG melego Blaise Matuidi ke Juventus dan Serge Aurier ke Tottenham Hotspur. Matuidi dijual 20 juta euro, sedangkan Aurier dilepas dengan mahar 23 juta euro. Akan tetapi, alih-alih menjual pemain lagi, PSG justru mendatangkan Kylian Mbappe dari AS Monaco dengan status pinjaman. Aksi inilah yang ke-
mudian memancing kecurigaan dari UEFA. ‘’Dewan Penyelidik Badan Kontrol Keuangan Klub UEFA telah membuka penyelidikan resmi terhadap Paris Saint-Germain sebagai bagian dari proses pengawasan klub di bawah regulasi Financial Fair Play,’’ tulis UEFA di situs resminya. ‘’Dalam beberapa bulan mendatang, Dewan Penyelidik akan bertemu secara rutin untuk mengevaluasi semua dokumen yang berkaitan dengan kasus ini secara hatihati,’’ UEFA menambahkan. Hukuman atas pelanggaran FFP bervariasi. Dari yang paling ringan berupa denda, hingga hukuman-hukuman lain berupa penahanan uang hadiah, pelarangan transfer, hingga yang paling berat berupa diskualifikasi dari kompetisi antarklub Eropa. Tetapi ternyata banyak cara untuk mengakalinya. PSG punya cara sendiri untuk terhindar dari jerat regulasi keuangan itu. Hal inilah yang membuat Mbappe datang dengan status pinjaman. Lalu musim depan, di tahun baru pembukuan, PSG akan mempermanenkan status winger 18 tahun tersebut dengan biaya yang sudah disepakati dari awal. Mungkin Monaco akan menolak ide itu. Mereka enggan melapangkan jalan bagi rival untuk menambah kekuatan
tim. Namun mereka juga harus mempertimbangkan keinginan Mbappe pindah ke PSG. Diketahui Mbappe sudah mulai tidak betah di Monaco. Terakhir dia bahkan diberitakan terlibat keributan dengan rekan setim, Andrea Raggi, dalam sesi latihan sehingga membuatnya dihukum tidak boleh bermain akhir pekan kemarin. Menurut laporan media ternama Inggris tersebut, transfer pinjaman ini juga akan melibatkan Lucas Moura di dalamnya, dengan winger Brazil itu akan menuju ke arah sebaliknya. Mbappe tampil brilian bersama Monaco di musim lalu. Mencetak total 25 gol di semua ajang, penyerang internasional Prancis itu membawa Monaco juara Liga Prancis dan melenggang sampai babak semifinal Liga Champions. FFP adalah aturan yang diterapkan UEFA sejak 2011. Financial Fair Play (FFP) adalah upaya susah payah Michael Platini, presiden UEFA saat ini, menindak klub sarat utang. FFP adalah pembuktian keinginan Platini menyetarakan kemampuan bermain di lapangan seluruh dari 660 klub papan atas Eropa yang tersebar di 53 negara. Platini, peraih penghargaan Pemain Terbaik Eropa tiga kali dan mantan manajer timnas Prancis, secara terbuka menyebut komersialisasi kebablasan mengancam
Selanjutnya, PSG Incar Zidane Madrid – Paris Saint-Germain kembali dikabarkan melakukan langkah bombastis. Menurut sebuah harian setempat, Sabtu (2/9) kemarin, PSG akan merekrut pelatih Real Madrid Zinedine Zidane sebagai pelatih jika Unai Emery
gagal mengantarkan Neymar dan kawan-kawan menjuarai Liga Champions 2017-2018. Nama Zidane mencuat setelah berhasil mengantarkan Real Madrid menjuarai Liga Champions selama dua musim beruntun. Total, sejak berkarier di Santiago
Bernabeu, Zidane mempersembahkan tujuh gelar sejak 2016. Sementara itu, Unai Emery menjadi arsitek PSG sejak 2016. Namun, hingga saat ini ia belum berhasil menggapai target utama PSG yakni menjuarai Liga Champions.
Pada musim ini, PSG kembali mengakomodasi Unai Emery untuk meraih hal tersebut. Tak tanggung-tanggung, PSG merekrut bintang Brazil Neymar dari Barcelona dengan memecahkan rekor transfer. Selain itu, PSG juga mendarat-
sepak bola. Ia mengonversi kegundahan tulusnya ke dalam seperangkat aturan yang akan mereformasi sepak bola Eropa. Gianni Infantino, Sekretaris Jenderal UEFA, mengklaim FFP mendapat dukungan dari seluruh Eropa. Sebagai kompromi awal, klub-klub yang mengalami total kerugian 39,5 juta pound dalam tiga tahun awal diberlakukanya peraturan ini akan diperbolehkan berlaga. Kompromi lainnya, klub diperbolehkan mendapatkan subsidi dari pemilik dalam bentuk investasi permanen dengan imbalan saham, bukan dipinjamkan seperti yang dilakukan Roman Abramovich saat kali pertama mengambil alih Chelsea. Jika pemilik tidak mampu menutupi utang, kerugian maksimal yang dapat ditolerir adalah 4,4 juta pound. Mulai 2014 sampai 2017, total kerugian yang ditolerir akan turun sampai 26,3 juta pound. UEFA akan mengatasi ketat setiap klub dalam tiga tahun ini, karena setelah itu diharapkan setiap klub belajar menyeimbangkan neracanya dan mencapai break event. Berdasarkan informasi dari 20112012 dan 2012 sampai 2013, tindakan yang akan dilakukan UEFA kali pertama sepanjang musim 2013/2014 adalah melarang klub yang melanggar ikut dalam kompetisi Eropa musim 2014/2015. Tugas untuk memastikan semua aturan diterapkan dengan benar jatuh kepada Club Financial Control Panel, sebuah tim yang terdiri dari delapan pakar independen yang baru saja dibentuk. Tim ini diketuai oleh Jean-Luc Dehaene, man-
kan Kylian Mbappe, salah satu bintang muda yang menjadi incaran klub-klub raksasa Eropa, termasuk satu di antaranya Real Madrid. Bahkan, PSG terancam melanggar peraturan Financial Fair Play dari perekrutan sejumlah bintang tersebut pada musim panas ini. Konsekuensinya, PSG akan bertindak tegas apabila Unai Emery gagal meraih gelar Liga Champions. Presiden PSG Nasser
tan PM Belgia. Klub-klub sepak bola Inggris dan Spanyol telanjur menjadi penikmati terbesar ledakan industri sepak bola global selama satu dekade terakhir. Menggunakan penghasilan dari televisi yang menyiarkan Liga Champions, dan laga-laga domestik yang mendunia, klub-klub Spanyol dan Inggris mendominasi layar kaca televisi Eropa, menarik minat pemain bintang, dan menjadi magnet para jutawan untuk berinvestasi. Namun, kalkulasi breakevent UEFA tidak sama dengan yang diterapkan klub. Biaya untuk pengembangan pemain muda, pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur stadion, dan community development, tidak menjadi bagian perhitungan FFP. Sejauh ini, UEFA mengatakan bahwa Porto menjadi satu-satunya klub yang terkena hukuman akibat melanggar FFP. Saat musim 2013/2014 akan berakhir, UEFA memutuskan menyelidiki sembilan klub karena diduga melakukan pelanggaran terkait FFP ini dan eks tim asuhan Jose Mourinho ini terpilih sebagai korbannya karena gagal menerapkan FFP. Tidak bisa dimungkiri sepak bola sudah menjadi industri hiburan dengan perputaran duit yang sangat besar. Jangan sampai juga klub sudah getol membeli pemain, tetapi nantinya harus berutang yang tidak sedikit untuk membayar gaji pemain yang tinggi. Intinya, semua pengeluaran dan pemasukan harus diawasi sedini mungkin dan neraca keuangan harus diusahakan seimbang. (kmb33/rtr)
Al-Khelaifi telah memasukkan nama Zidane sebagai calon pengganti Unai Emery jika hengkang dari Parc des Princes. Meski demikian, media-media Spanyol mengabarkan, Zidane bahagia berkarier di Real Madrid. Eks pemain Juventus tersebut, menurut catatan Transfermarkt, terikat kontrak di Santiago Bernabeu hingga 30 Juni 2018. (kmb33/rtr)
OLAHRAGA
10
Minggu Umanis, 3 September 2017
Ini Alasan Barcelona Tak Jadi Beli Coutinho
Barcelona – Barcelona mengungkapkan alasan mereka mundur dari perburuan Philippe Coutinho. Liverpool disebut memasang harga Coutinho terlalu tinggi. Barca sudah mengejar Coutinho selama bursa transfer musim panas ini dan makin intens ketika mereka melepas Neymar ke Paris St. Germain dengan banderol 222 juta euro. Tetapi, niat Barca mendatangkan Coutinho selalu terbentur keputusan Liverpool yang tak mau menjual pemain asal Brazil itu. Sudah ada sekitar tiga sampai empat tawaran yang ditolak. Padahal Coutinho sendiri sudah mengajukan permintaan dijual kepada klub yang lantas ditolak. Ini membuat Coutinho ‘’diasingkan’’ sementara sampai bursa transfer musim panas berakhir. Sempat ada peluang Barca mendatangkan Coutinho jelang penutupan bursa transfer 1 September kemarin, tetapi si pemain tetap berseragam merah-merah setidaknya sampai Januari mendatang. Atas kegagalan mendapatkan Coutinho, Barca lantas buka suara dan menuding pihak Liverpool-lah yang mempersulitnya. Sebab, The Reds memasang harga 200 juta euro (Rp 3,1 triliun) untuk Coutinho yang dianggap kemahalan. ‘’Setelah negosiasi berminggu-minggu lamanya, Liverpool kemarin meminta kami membayar 200 juta euro untuk si pemain. Kami tentu tidak ingin membuat klub dalam risiko,’’ ujar Direktur Barca Albert Soler, Sabtu (2/9) kemarin. ‘’Kami selalu bekerja dengan misi menjaga nama baik serta kelangsungan klub yang di dalamnya terdapat banyak anggota,’’ sambung Soler seperti dikutip situs resmi klub. ‘’Faktanya bahwa dengan PSG membayar 222 juta euro untuk Neymar membuat semua klub tahu kami punya banyak uang. Ketika Anda terjun ke bursa transfer dan tahu klub punya banyak uang, maka permintaan harga pun bisa tak masuk akal,’’ tutup Soler. Gagal mendapatkan Coutinho, Barca sebenarnya sudah mengeluarkan uang hampir 200 juta euro untuk memboyong Ousmane Dembele, Paulinho, Nelson Semedo, dan Gerard Deulofeu, meski langkah itu dikritik habis fans. (kmb33/rtr)
BPM/rtr
Hary Kane
Buah Kesabaran Inggris Ta’qali – Pelatih Tim Nasional Inggris Gareth Southgate mengaku sudah memprediksi situasi sulit akan dihadapi The Three Lions saat berjumpa Malta di lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2018 Zona Eropa yang berlangsung di Stadion Nasional Ta’Qali, Sabtu (2/9) kemarin. Meski begitu tetap saja mereka menang besar dengan skor 4-0. Southgate mengaku permainan rapat yang ditunjukkan Malta telah diprediksi sebelumnya. Karena itu pada babak pertama, skor pun sama kuat 0-0. Untungnya, walau gagal mencetak satu gol pun pada babak pertama, Hary Kane dan kawankawan tetap tampil tenang. Hal itu yang membuat sang pelatih merasa puas dengan penampilan anak asuhnya tersebut. ‘’Yang membuat saya senang kami bisa mengatasi situasi sulit. Kami terjebak dalam rencana kami sendiri, namun kami tidak panik. Kami hanya bermain sesuai dengan rencana kami dan akhirnya bisa mencetak gol,’’ ungkap Southgate. Dengan kemenangan ini, Inggris masih memimpin klasemen sementara Grup F dengan raihan 17 poin.
Philippe Coutinho
BPM/rtr
Rooney Ditangkap Polisi Kedapatan Mengemudi Sambil Mabuk
Manchester – Mantan pemain timnas Inggris Wayne Rooney ditangkap dan digelandang polisi Manchester. Pemain Everton itu menghadapi tuntutan pengadilan lantaran kedapatan mengendarai mobil dalam keadaan mabuk. Rooney akan diproses oleh pengadilan setempat sebulan ke depan. Striker berusia 31 tahun itu dikabarkan telah ditangkap polisi dekat kediamannya di luar kota Manchester pada Sabtu (2/9) dini hari. Ia dijadwalkan menjalani proses pengadilan pada 18 September 2017. Rooney pernah mengemas prestasi gemilang sebagai pencetak gol terbanyak ketika membela Manchester United dan timnas Inggris. Ia menyatakan pensiun dari timnas Three Lions pada Agustus 2017. Pelatih timnas Inggris Gareth Southgate berencana menarik kembali Rooney ke timnas Inggris lantaran striker ini menunjukkan performa menakjubkan selama memperkuat Everton. Hanya mantan kapten timnas Inggris itu lebih ingin berkonsentrasi membela Everton. Rooney telah melesakkan 53 gol dalam 119 penampilan bersama timnas Inggris. Southgate berkeinginan agar Rooney bersedia kembali meniti karier di timnas Inggris sebagai pelatih atau mentor. Inggris sendiri belum pernah sampai ke babak perempatfinal di turnamen besar selama Rooney berada dalam timnas. Bahkan, Rooney tidak jarang dijadikan kambing hitam menyusul kegagalan tim Three Lions di ajang internasional. Rooney mencatatkan diri sebagai pemain bintang manakala digelar kejuaraan Eropa 2004 dengan mencetak empat gol di turnamen yang digelar di Portugal. Kala itu ia masih berusia 18 tahun. (kmb33/rtr)
Wayne Rooney
BPM/rtr
Namun, keunggulan tersebut masih dibayangi Slovakia yang membuntuti Inggris dengan jarak dua poin saja. ‘’Mampu bermain dominan akan membuat lawan kelelahan dan Anda pun baru bisa mencetak gol di saat-saat terakhir. Tentu saja kami diharapkan bisa mencetak gol lebih cepat, tetapi kami bisa menang 4-0 dan itulah yang terpenting,’’ tutupnya. Harry Kane juga mengaku sangat sulit untuk bisa meraih tiga poin di akhir laga. Bahkan, Timas Inggris baru bisa memecah kebuntuannya di babak kedua yakni di menit 53 lewat gol yang dicetak oleh striker Tottenham Hostpur itu. Menurutnya, permainan bertahan yang ditunjukkan oleh Mata memang sangat menyulitkan rekan-rekannya untuk menyerang. Namun setelah memastikan keme-
nangan 4-0 itu, Kane menyebut bahwa mereka telah melakukan pekerjaan yang sangat baik. ‘’Kapan pun Anda pergi untuk permainan seperti ini, itu tidak akan mudah. Kami mencoba untuk menyerang karena mereka membayangbayangi kami. Tapi kami tahu apa yang harus kami lakukan dan mencoba untuk selalu bergerak,’’ ujar Kane. ‘’Manajer membuat pilihan kepada kami. Dia menempatkan pemain dengan baik dan berusaha untuk memenangkan pertandingan. Dan akhirnya kami menang 4-0, jadi kami telah melakukan pekerjaan yang sangat baik,’’ imbuhnya. Kane juga membantah anggapan banyak pihak yang mengklaim para pemain The Three Lions tak memiliki gairah dan kebanggaan un-
Karamoh, ’’Wonderkid’’ Baru Inter
Milan – Inter Milan resmi mendapatkan tanda tangan penyerang Caen, Yann Karamoh. Pemain 19 tahun tersebut akan membela Inter dengan status pinjaman selama dua musim dengan opsi pembelian permanen. I Nerazzurri harus mengeluarkan dana 6 juta euro (Rp 95 miliar) jika ingin mempermanenkan Karamoh pada musim panas tahun depan. Karamoh pun diharapkan mampu menambah daya gedor Inter. Pada musim lalu, dia berhasil mencetak lima gol plus empat assist dari 36 pertandingan di seluruh ajang kompetisi. Berkat kontribusinya di lini depan, Caen tetap bertahan di Ligue 1 Prancis. ‘’Saya sangat senang bisa berada di Inter Milan. Sosok inspirasi saya adalah Neymar. Dia adalah pemain favorit saya. Saya memilih nomor punggung 17. Forza Inter!’’ ujar Karamoh, Sabtu (2/9) kemarin. Lahir di Abidjan, Pantai Gading, tetapi Yann Karamoh memulai karier sepak bolanya di Prancis dengan bergabung ke Akademi Racing Colombes 92. Kemudian Akademi Caen mendapatkan bakatnya pada 2011. Di akademi itulah Karamoh mendapatkan panggilan dari Prancis U-16 pada 2014 lalu. Satu tahun kemudian, ia menandatangani kontrak profesional pertamanya bersama Caen. Penandatanganan kontrak itu sebagai syarat untuk bermain di Caen II pada 2015-2016. Selama itu juga Karamoh mencetak 11 gol dari 28 pertandingan. Barulah pada musim lalu ia masuk ke kesebelasan senior dan mengakhiri musim dengan catatan lima gol dari 35 pertandingan Ligue 1 2016/2017. Posisi asli Karamoh sendiri merupakan seorang penyerang, tetapi ia juga bisa dimainkan sebagai sayap kanan seperti yang dilakukan bersama Caen. Gaya permainannya adalah sering melakukan dribel. Selama musim lalu,
Yann Karamoh Karamoh merupakan pemain dengan dribel sukses terbanyak di Caen dengan rataan 1,5 perlaga. Ia pun sering menusuk ke kotak penalti. Karamoh juga merupakan sayap yang produktif karena mampu melepaskan 0,7 umpan silang sukses perlaga. Rataan itu merupakan yang terbanyak kelima di Caen selama musim lalu. Selain mencetak lima gol, selama musim lalu ia merupakan penyumbang assist terbanyak kedua di Caen. Maka dari itu Karamoy menjadi pusat perhatian beberapa kesebelasan raksasa di Eropa seperti Arsenal, Internazionale Milan dan Tottenham Hotspur. Inter melangkah lebih serius dengan menawarkan 5 juta euro pada akhir Juli lalu. Pada saat itu perwakilan Inter, Piero Ausilio dan Walter Sabatini, menggelar negosiasi transfer Karamoh. Namun tawaran Inter tidak langsung diterima karena Caen dan Karamoh mempertimbangkan minat dari Arsenal. Apalagi peminat Karamoh semakin banyak karena Newcastle
BPM/rtr
United dan Southampton dikabarkan ikut menginginkannya. Karamoh pun semakin kuat akan meninggalkan Caen karena menolak perpanjangan kontraknya yang akan berakhir pada 2018. Semakin ketatnya persaingan untuk mendatangkannya membuat Inter sempat kendur mengejarnya. ‘’Semuanya berantakan, transfer tidak akan terjadi. Kami tidak akan melakukan penandatanganan lagi. Ini adalah musim transfer yang pragmatis,’’ imbuh Sabatini. Tetapi pada akhirnya Caen luluh melepaskan Karamoh ke Inter pada tenggat bursa transfer ini. Pemain 19 tahun itu sudah datang ke Kota Milan untuk menjalani tes medis dengan berstatus pinjaman dua tahun ditambah kewajiban membeli permanen. Karamoh bisa dijadikan pelapis Antonio Candreva di Inter, sekaligus menutupi krisis penyerang karena hanya memiliki Mauro Icardi. Sebelum Karamoh, Inter sudah merekrut pemain Nice, Dalbert Henrique. (kmb33/rtr)
tuk membela tim nasional. Penampilan Inggris pada pertandingan itu mendapatkan kritikan, terutama performa mereka di babak pertama. Namun, Kane membantah bahwa para pemain tak bergairah dalam mengenakan jersey tim nasional. ‘’Saya pikir pernyataan itu benar-benar tak adil. Semua pemain di sini sangat bangga mewakili negara mereka. Ada kerja keras dan usaha untuk mencapai tujuan kami. Itu tak terjadi dalam semalam, tetapi itu dimulai dari usia muda dan butuh banyak kerja keras dan dedikasi,’’ sambungnya. Kapten Timnas Inggris Jordan Henderson juga mengakui timnya sempat kesulitan untuk menembus lini pertahanan tuan rumah di babak pertama. Bahkan, Henderson mengakui bahwa di babak pertama Timnas Inggris tak memiliki banyak peluang. Beruntung, Dele Alli berhasil bermain dengan sangat baik dan memberikan umpan yang mampu dituntaskan oleh Kane. ‘’Kami tidak memiliki
banyak peluang yang jelas di babak pertama. Kami tahu di babak pertama kami harus terus melakukan serangan. Tapi itu tidak membuahkan hasil apa pun,’’ ujar Henderson. ‘’Pada akhirnya, Dele Alli berhasil tampil dengan tenang dan memberikan umpan kepada Harry Kane, sehingga dia bisa mencetak gol. Ada hal yang positif dari kami tapi masih banyak hal yang harus kami evaluasi untuk memperbaiki diri,’’ tambahnya. Kemenangan besar ini sangat berarti bagi Inggris untuk menjaga peluang mereka lolos otomatis ke putaran final Piala Dunia 2018 di Rusia. Pada saat yang bersamaan, Slovakia yang duduk di posisi kedua klasemen Grup F juga meraih kemenangan 1-0 atas Slovenia demi menjaga peluang menyalip Inggris ke puncak. Hasil ini membuat Inggris mengoleksi 17 poin atau unggul dua angka atas Slovakia. Kedua tim akan bertemu pada duel selanjutnya di London, 4 September 2017. (kmb33/rtr)
Meksiko Pastikan Tiket ke Piala Dunia
Mexico City – Meksiko memastikan tiket lolos ke Piala Dunia 2018 setelah meraih kemenangan 1-0 atas Panama di partai kualifikasi zona CONCACAF. Dalam partai matchday ketujuh yang dilangsungkan di Estadio Azteca, Sabtu (2/9) kemarin, tuan rumah Meksiko harus bekerja keras mengatasi Panama yang datang berkunjung. Hirving Lozano menjadi pahlawan kemenangan Meksiko. Pemain pengganti ini membayar kepercayaan pelatih Juan Carlos Osoria dengan memecah kebuntuan tim pada menit ke-51. Alhasil, Meksiko mempertahankan rekor tak terkalahkan dalam kualifikasi zona Concacaf. Mereka mencetak 10 gol, kebobolan 2 gol dan mengoleksi 5 kemenangan serta dua hasil seri. Terlepas dari rekor tersebut, hal terpenting adalah Meksiko sudah memastikan diri tampil di Rusia. Itu artinya mereka menjadi tim keenam yang lolos ke putaran final turnamen empat tahunan tersebut, menyusul tuan rumah Rusia serta Brazil, Jepang dan Iran. Meksiko juga membuat catatan untuk kali ketujuh secara beruntun lolos ke putaran final Piala Dunia. Secara keseluruhan, El Tri akan mengikuti turnamen tersebut untuk ke-16 kalinya sepanjang sejarah. Untuk Zona Concacaf, tiga tim teratas akan mendapat tiket otomatis ke Rusia, sedangkan peringkat keempat mengikuti play-off. Itu artinya, dua tempat tersisa masih diperebutkan oleh Kosta Rika, Amerika Serikat, Honduras dan Panama. Kosta Rika dalam posisi yang jauh lebih aman dibandingkan para pesaing yang lain karena mereka ada di urutan kedua dengan nilai 14, unggul enam angka atas Amerika Serikat dan Honduras. Lantaran babak kualifikasi menyisakan tiga pertandingan, Kosta Rika hanya perlu tambahan empat poin sehingga tak bisa dikejar lagi. (kmb33/rtr)
BPM/rtr
GOL - Pemain Meksiko Hirving Lozano merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Panama.
Minggu Umanis, 3 September 2017
11
GELANGGANG
Tim Basket Putra Gianyar Tundukkan Klungkung Gianyar (Bali Post) -
BPM/ist
PENTAS NASIONAL — Tim Putra Perkanthi Jimbaran U-16 mewakili Bali ke pentas nasional Piala Menpora U-16 di Magelang, Jateng.
Piala Menpora U-16
Putra Perkanthi Dua Kali Wakili Bali
Mangupura (Bali Post) Tim Putra Perkanthi Jimbaran U-16 keluar sebagai juara Piala Menpora U-16 Rayon Bali 2017 pasca di final menaklukkan Mandala United (MU), di Lapangan Yoga Perkanthi Jimbaran, Minggu (27/8) lalu. Atas hasil ini, tim polesan duet pelatih Nyoman Sukadana dan Imron ini, berhak mewakili Bali melenggang ke pentas nasional di Magelang, Jateng. Ketua Harian Putra Perkanthi Nyoman Warta, di Jimbaran, Sabtu (2/9) kemarin menegaskan, pihaknya bangga, sebab timnya juga mewakili Bali pada putaran nasional Piala Menpora U-16 di Jakarta tahun 2016 lalu. Disebutkan, hasil Putra Perkanthi saat melakoni putaran nasional tahun lalu, tiga kali mencetak kemenangan, sekali seri, dan sekali kalah. ‘’Untuk putaran nasional Piala Menpora U-16 tahun 2017 ini, kami ingin tampil terbaik,’’ jelas Warta. Dikemukakan, sukses ini menandakan bahwa Putra Perkanthi masih tetap eksis berkiprah di kancah persepakbolaan di Badung maupun Bali. ‘’Kami tetap membina pemain di daerah wisata ini, termasuk mengukir prestasi,’’ ucapnya. Diakuinya, Putra Perkanthi dituntut membina generasi muda untuk menggeluti sepak bola, sebab di daerah wisata ini rawan pengaruh negatif dari luar. ‘’Kami mengajak generasi muda Jimbaran supaya menekuni sepak bola dibandingkan mereka harus terjerumus ke lembah narkoba,’’ pesannya. Rencananya, tim yang dimanajeri Ketut Sucita dan Made Boyes Suaryana ini bakal bertolak ke Magelang, 5 September, dan mulai melakoni laga 6 September. (022)
Serena Melahirkan Putri Pertama
Washington Serena Williams melahirkan anak pertamanya, seorang putri, kata pelatih petenis dunia itu, Patrick Mouratoglou, melalui Twitter pada Sabtu (2/9) kemarin. Petenis AS 35 tahun itu, yang bertunangan dengan pendiri Reddit Alexis Ohanian, belum berkompetisi lagi sejak memenangi Australia Terbuka pada Januari lalu. Namun mengunggah sejumlah video ke media sosial, yang memperlihatkan dirinya memukul bola saat hamil. “Selamat kepada Serena Williams untuk bayi perempuan Anda. Saya begitu gembira untuk Anda,” tulis Mouratoglou. “Omong-omong... Saya berharap Anda segera pulih. Kami memiliki banyak pekerjaan,” tambahnya. Williams mendominasi olahraga ini selama satu dekade, dan hanya kurang satu gelar Grand Slam untuk menyamai rekor 24 gelar utama, milik petenis Australia Margaret Court. Ia mengonfirmasi kehamilannya pada April beberapa jam setelah memicu spekulasi, ketika secara tidak sengaja mengunggah swafoto di media sosial yang segera dihapusnya, dengan tulisan, “20 pekan”. Williams atlet putri dengan bayaran tertinggi di dunia, sedang hamil dua bulan, ketika meraih gelar Grand Slam ke-23-nya di Australia Terbuka. Ia mengatakan kepada majalah Vogue bulan lalu mengenai “rencana luar biasanya” untuk mempertahankan gelarnya di Australia, Grand Slam pertama dalam setahun yang akan dimainkan pada 15 sampai 28 Januari. Sejumlah petenis putri lain yang meninggalkan tur, karena memiliki anak dan kembali di level tertinggi, meski tidak ada yang melakukannya di usia Williams. Kim Clijsters asal Belgia pensiun, dan memiliki anak sebelum kembali pada usia 26 tahun, dan memenangi tiga gelar Grand Slam. (ant)
Tim basket putra tuan rumah Gianyar sukses menundukkan Klungkungg dengan skor 71-35 pada babak penyisihan Porprov Bali XIII di GOR Kebo Iwa, Gianyar, Sabtu (2/9) kemarin. Tim Gianyar yang menurunkan pebasket Bagus Murda, Lilo Yudhira, Rama Cahyaningriat, Brendy Setyadi, dan Indra Mahendra unggul sejak kuarter pertama 18-10. Pada kuarter kedua, Klungkung yang menurunkan pebasket Kevin Yogi, Kusuma Jaya, Arya Ananta, Gede Agung, dan Wisnu Wiratama mencoba mengimbangi. Dari segi tambahan poin, Klungkung berhasil menambah 18 poin hingga totalnya 28 poin, namun Gianyar yang mendapatkan donasi 15 poin tetap memimpin 33-28. Pada kuarter ketiga,
Gianyar makin melesat dan unggul 44-34. Bahkan, pada kuarter keempat Gianyar menutup dengan skor 71, setelah mendapat tambahan poin 27. Sedangkan Klungkung selama melakoni kuarter keempat, hanya menambah 1 poin. Tim Denpasar putra juga menaklukkan lawannya Bangli dengan skor 7044. Sejak kuarter pertama,
Denpasar yang diperkuat pebasket Wisnton, Agus Funny, Erfin Kurniawan, Reza Yohanes, AA Yukta, dan Putu Yudiantara unggul 18-10, kemudian kuartr kedua Denpasar yang masih mendominasi memimpin 38-22. Bangli menurunkan pebasket Ravel Sanjaya, Aziz Loess, Oka Rizky, Setiawan, dan Arta Wiguna saat kuarter ketiga makin
gan dengan skor 71-42. Sementara tim putri Badung sukses menjungkalkan Buleleng dengan skor 92-24. Tim Badung bermaterikan Iraman Yani, Arynna Prabayanthi, Praticia Aris, Indah Puspita Dewi, Sitha Dewi Marino sejak kuarter pertama memimpin 21-2, kemudian di kuarter kedua Buleleng yang diperkuat Erlina Suryani, Ayu Juliartini, Ketut Trisna, Novi Handayani, Made Suarni kian tertinggal 8-46 di kuarter kedua, kemudian kuarter ketiga Buleleng tertinggal 18-68, dan terakhir kuarter keempat Buleleng kalah 24-92. (022)
Klungkung Absen Tiga Cabor di Porprov Semarapura (Bali Post) Bertarung di ajang Porprov Bali XIII, Kabupaten Klungkung memboyong ratusan atlet andalannya untuk mengikuti pertandingan puluhan cabang olahraga. Mereka pun telah dilepas secara resmi Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta di Monumen Puputan Klungkung, Sabtu (2/9) kemarin. Ketua KONI Klungkung Wayan Subamia mengatakan, pada ajang dua tahunan yang digelar Gianyar itu, Kontingen Bumi Serombotan memboyong 442 atlet, lebih banyak dari tahun lalu yang hanya 284 atlet. Mereka berlaga pada 31 cabang olahraga (cabor). Di antaranya atletik, binaraga, basket, bola voli, bridge, bulu tangkis, catur, cricket, gateball, judo, karate, tembak, panahan. Ada pula panjat
tebing, pencak silat, renang, taekwondo, tarung derajat, tenis meja, tinju, woodball, sepak bola, dansa, balap motor, pentaque, kabaddi, kempo, softball, wushu dan futsal. Pada ajang itu, Klungkung absen pada tiga cabang olahraga, yakni biliar, tenis lapangan, dan sepak takraw. ‘’Cabor tenis lapangan dan biliar, karena akai batasan umur. Sementara untuk cabor sepak takraw hingga saat ini di Klungkung belum ada pengurusnya,’’ katanya. Tahun lalu, atlet Klungkung menyabet 6 medali emas dan berada di peringkat ke-6. Tahun ini ditargetkan ada penambahan dan mampu naik peringkat. ‘’Astungkara target ini bisa kami capai nantinya,’’ ucap Subamia. Guna mampu bersaing dengan kabupaten lain, persiapan
sudah dilakukan sejak jauh hari. Seluruh atlet sudah diberikan pembekalan, termasuk melakukan latihan bersama di lapangan Swecapura Gelgel. Sementara itu, Bupati I Nyoman Suwirta meminta seluruh atlet meningkatkan semangat perjuangam dalam menghadapi lawan. ‘’Dari tempat ini (Monumen Puputan Klungkung - red) diharapkan akan semakin meningkatkan semangat bertanding para atlet untuk meraih kemenangan,’’ pintanya. Pelepasan atlet kali ini juga tampak spesial lantaran dihadiri atlet karateka putri Klungkung peraih medali emas SEA Games 2017 Malaysia Cokorda Istri Agung Sanistya Rani. Atlet yang akrab disapa Coki ini juga turut membakar semangat para atlet. (kmb45)
LEPAS - Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta melepas atlet yang akan bertanding pada Porprov Bali XIII, Sabtu (2/9) kemarin.
Denpasar (Bali Post) Sidang komisi hakim memutuskan tim catur tuan rumah Gianyar sepakat mengembalikan lima pecatur Jawa Timur (Jatim). Mereka adalah Okky Johan Benzel, Tiara Nugreni Eka Sutanti, Nidya Anggraini, Desy Nur Fitriyah, dan Astrid Desy Umasari.
Demikian diungkapkan Ketua Komisi Hakim Fredrik Billy dalam sidang putusan perkara tim tuan rumah Gianyar yang berniat menurunkan lima pecatur asal Jatim. Dalam sidang yang dipimpin Fredrik Billy didampingi IGB Arthanegara dan Gede Narayana di gedung
KONI Bali, Kamis (31/8) lalu, tanpa dihadiri unsur KONI Gianyar. ‘’Meskipun dalam sidang ini tanpa melibatkan KONI Gianyar, kami tetap memutuskan perkara ini,’’ jelas Fredrik Billy. Sebagai gantinya, katanya, tuan rumah Gianyar justru memasukkan lima pecatur lo-
kal yakni Dewa Putu Pertama Yasa, Pande NW Tresnayanti, AA Ratih Dwi Jayanti, Desak Made Granis Lestari, Desak Nyoman Widya Astika. ‘’Sebagaimana arahan KONI Bali, para pengkab dan pengkot Percasi se-Bali diminta memberdayakan potensi pecatur lokal,’’ sebutnya.
BPM/kmb45
Gianyar Tak Pakai Pecatur Jatim
Pascasidang putusan pecatur Gianyar di ajang Porprov Bali XIII ini, lanjutnya, agenda sidang komisi hakim berikutnya adalah sidang Taekwondo Indonesia (TI) Kota Denpasar terhadap Pengprov TI Bali, yang akan digelar di KONI Bali, Senin (4/9) besok. (022)
Jamu Persela
BU Berharap Trio Timnas Bisa Turun
Seorang Penonton Tewas Terkena Kembang Api
Bekasi (Bali Post) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menyatakan seorang penonton pertandingan persahabatan internasional Indonesia versus Fiji di Stadion Patriot Candrabaga, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (2/9) kemarin, meninggal dunia karena terkena lemparan kembang api usai laga. ‘’Kembang api itu diterbangkan dari tribun selatan ke tribun timur seketika usai pertandingan. Satu orang terkena kembang api itu, dan saat ini kondisi korban meninggal dunia,’’ kata Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha Destria, di Stadion Patriot Candrabaga, Bekasi, kemarin. Adapun korban bernama Catur Yuliantono, warga Duren Sawit, berusia 32 tahun. Sementara itu, terduga pelaku yang diketahui lebih dari satu orang, sudah ditangkap oleh pihak kepolisian, dan kini menjalani pemeriksaan. Ratu Tisha menyebutkan, PSSI sebenarnya sudah menerapkan standar keamanan yang tinggi dalam laga persahabatan internasional tersebut. Namun, dia mengakui ada penonton yang lolos membawa kembang api, yang akhirnya berakibat fatal. ‘’PSSI langsung menemani korban dari awal kejadian, hingga ke rumah sakit. Kami mengucapkan belasungkawa kepada keluarga korban dan mengutuk sikap seperti ini dan semua tindakan yang bisa menghancurkan sepak bola nasional,’’ tutur Ratu. Sementara itu, Kepala Hubungan Media dan Promosi Digital PSSI Gatot Widakdo mengatakan, PSSI juga akan memberikan santunan kepada keluarga korban. Gatot pun berharap PSSI tidak mendapatkan sanksi dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) ataupun Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) akibat hal itu. ‘’Mudahmudahan tidak sampai ke sana,’’ tuturnya. Adapun kronologi kejadian dari pihak PSSI, kembang api itu diluncurkan dari tribun penonton sesaat setelah wasit Spartak Danilenko asal Kyrgyzstan meniup peluit tanda pertandingan berakhir. Bukannya ke atas, kembang api itu malah meluncur mendatar dari tribun selatan menuju ke tribun timur, dan tepat menghantam Catur Yulianto. Catur langsung dilarikan ke Rumah Sakit Mitra Bekasi Barat, yang posisinya terdekat dari stadion, tetapi diyakini meninggal dalam perjalanan. Para petinggi PSSI yang hadir di laga persahabatan dengan skor akhir 0-0 itu, turut mendampingi korban dari stadion hingga rumah sakit. (ant)
terpuruk dengan tertinggal 62-32 dan kuarter keempat Denpasar unggul 70-44. Hasil lainnya, tim putri Jembrana juga unggul atas Tabanan dengan skor 71-42. Tim Jembrana bermaterikan pebasket Komang Trisna, Intan Karisma, Liyani, Cintya Dewi memimpin sejak kuarter pertama dengan skor 22-3. Tim Tabanan yang diperkuat Sabrina Damayanti, Heni Listaningsih, dan Prametya pada kuarter kedua makin tertinggal 8-36. Selanjutnya, kuarter ketiga Jembrana makin melesat dan unggul 53-28, dan kuarter keempat Jembrana menutup kemenan-
BPM/ant
REBUT - Pesepak bola Fiji Epeli Saukuru (kiri) berusaha merebut bola dari pemain Indonesia Andik Vermansyah pada pertandingan persahabatan di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (2/9) kemarin. Pertandingan berakhir imbang 0-0.
Indonesia Lawan Fiji Tanpa Gol Bekasi (Bali Post) Pertandingan persahabatan internasional FIFA, tim nasional Indonesia versus Fiji berakhir seri dengan skor 0-0, Sabtu (2/9) kemarin. Berlaga di Stadion Candrabaga, Bekasi, Jawa Barat, kedua tim mengawali pertandingan dengan tempo sedang, di mana bola banyak berkutat di lapangan tengah. Indonesia yang diperkuat Boas Solossa, Irfan Bachdim dan Andik Vermansyah di lini depan terlihat cukup kesulitan menembus pertahanan Fiji, karena Kolinio Sivoki dan rekanrekannya bermain solid di lini pertahanan. Namun, Indonesia bukannya tanpa peluang. Tim asuhan pelatih Luis Milla, yang kerap mengandalkan umpan silang dari sisi sayap, beberapa kali menciptakan masalah bagi Fiji. Salah satunya terjadi pada menit ke-21, di mana sundulan Irfan Bachdim yang diawali umpan silang Andik Vermansyah melebar dari gawang Simone Taman-
isau. Kemudian, peluang untuk Indonesia kembali datang di menit ke-45. Andik Vermansyah lagi-lagi membuat peluang memanfaatkan kecepatannya. Menyisir sisi kanan pertahanan Fiji, pemain klub Malaysia Selangor FC itu memberikan umpan tarik ke tengah kotak penalti Fiji. Akan tetapi, Stefano Lilipaly yang bisa menerima bola dengan baik, gagal menyarangkan bola ke gawang, karena tendangannya melambung. Setelah itu, tidak ada gol tercipta sampai wasit Spartak Danilenko asal Kyrgyzstan meniup peluit tanda babak pertama usai. Di babak kedua, Indonesia langsung tampil menekan dengan masih bertumpu pada umpanumpan silang. Pada menit ke-49, bola dari sayap kiri serangan Indonesia, tidak berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh Boas Solossa, karena tendangannya melebar. Kesempatan emas datang pada menit ke-60 melalui I Gede Sukadana yang ber-
hasil mengarahkan bola ke gawang kosong, dari luar kotak penalti. Namun, bek Fiji dengan sigap menyapu bola persis di garis gawang. Sembilan menit kemudian, giliran Andik Vermasyah mendapatkan kesempatan. Sayang, tendangan Andik memanfaatkan umpan dari sisi kiri hanya menyentuh jaring sebelah kiri gawang. Setelah itu, tidak ada gol tercipta hingga akhir pertandingan meski kedua tim mendapatkan beberapa peluang tambahan. Skor 0-0 pun bertahan hingga peluit akhir dibunyikan. Hasil imbang 0-0 ini merupakan kedua kalinya yang diraih timnas, di laga persahabatan internasional tahun 2017, setelah sebelumnya mendapatkan hasil serupa kala bertemu Puerto Rico. Di dua pertandingan lainnya di tahun yang sama, Indonesia takluk 1-3 dari Myanmar dan menang dari Kamboja 2-0 kala bertandang ke Phnom Penh, Kamboja. (ant)
Mangupura (Bali Post) Tim tuan rumah Bali United (BU) berharap trio skuadnya yang memperkuat Timnas Merah-Putih saat meladeni Fiji, yakni Gede Sukadana, Irfan Bachdim, dan Stefano Lilipaly bisa diturunkan saat menjamu tamunya Persela Lamongan dalam lanjutan Kompetisi Liga 1 di Stadion Kapten Wayan Dipta, Gianyar, Minggu (3/9) malam ini. Pelatih BU Widodo Cahyon Putro, di Kuta, Sabtu (2/9) kemarin menerangkan, pihaknya bakal menanyakan kepada ketiga asuhannya, apakah mereka siap merumput. ‘’Kami menanyakan kondisinya apakah lelah, jika tetap fit dan bugar, kami pasti turunkan sebab tenaga mereka diperlukan tim,’’ tutur Widodo. Dikemukakan, peta kekuatan BU dan Persela berimbang, mengingat Laskar Joko Tingkir juga pernah menghuni papan atas, termasuk pernah menaklukkan tim papan atas. ‘’Jadi, kami ingatkan kepada seluruh pemain, agar jangan meremehkan lawan,’’ pesannya. Di mata Widodo, antara dirinya dan pelatih Persela Herry Kiswanto dipastikan saling mengetahui peta kekuatan tim maupun lawannya masing-masing. ‘’Kami ingatkan kepada seluruh pemain, kalau ingin menang syaratnya harus bekerja keras,’’ ucapnya. Widodo juga tak mau membeberkan taktik dan strategi yang bakal diterapkan saat menjamu Persela. ‘’Kami tak terpengaruh pemain pilar Persela yang absen, sebab pelatih juga jeli dan piawai memilih pelapisnya,’’ jelasnya. Sementara itu, Kapten BU Fadil Sausu bertekad memenangkan laga, tetapi pola permainan tetap mengikuti instruksi dan arahan pelatih. Pada bagian lain, pelatih Persela Herry Kiswanto mengakui saat ini Bali United sedang on fire dan bertengger di papan atas. Kendati demikian, dirinya siap meredam keganasan permainan BU, termasuk memadamkan api kemenangannya. ‘’Kami juga siap merebut poin saat meladeni BU,’’ tutur Herry Kiswanto. Salah seorang pemain Persela Birul Walihadain menyatakan dirinya bersama rekan setimnya siap tempur menghadapi Serdadu Tridatu, berikut target pulang membawa poin. (022)
BPM/wan
KERJA KERAS — Pemain Bali United dituntut bekerja keras jika ingin memenangkan laga saat menjamu tamunya, Persela Lamongan, dalam lanjutan Kompetisi Liga 1, di Stadion Kapten Wayan Dipta, Gianyar, Minggu (3/9) malam ini.
12
LAGA
Minggu Umanis, 3 September 2017
AS Terbuka
Muguruza Melaju Mulus New York – Garbine Muguruza melaju ke putaran keempat AS Terbuka dengan kemenangan 6-1, 6-1 atas petenis Slovakia Magdalena Rybarikova, Sabtu (2/9) kemarin. Dia akan bertemu dengan Petra Kvitova di babak selanjutnya. Unggulan ketiga asal Spanyol itu nyaris tidak berkeringat di Stadion Louis Armstrong saat melawan unggulan ke-31 itu. Muguruza, salah satu favorit pra-turnamen, hanya kehilangan serve satu kali. Kemenangan tersebut menjadi kemenangan keempat Muguruza selama lima kali bertemu dengan Rybarikova. Hasil positif itu juga kembali menegaskan status petenis Spanyol itu sebagai salah satu favorit juara di Flushing Meadows. Di samping itu, Muguruza menjaga kansnya menempati peringkat satu dunia. ‘’Saya mengambil setiap pertandingan sebagai final,’’ ujar Muguruza pascapertandingan. ‘’Babak pertama mengahadapi lawan perdana yang sangat sulit, jadi saya terus bermain sebaik mungkin dan berharap bisa menang,’’ imbuh petenis nomor tiga dunia ini. Selanjutnya wanita 23 tahun ini akan bertemu dengan unggulan nomor 13, Petra Kvitova. Pemain berkebangsaan Republik Ceko itu sebelumnya menyisihkan Caroline Garcia dari Prancis 6-0, 6-4. ‘’Saya pikir saya bermain lebih baik daripada di Birmingham hari ini, dan babak sebelumnya. Saya sangat senang dengan permainan yang saya tunjukkan hari ini,’’ ungkap Kvitova. Seperti diketahui, Kvitova ditusuk penyusup yang masuk ke rumahnya pada Desember 2016. Juara dua kali Wimbledon tersebut terluka di tangan kanannya. Dia baru kembali beraksi di Prancis Terbuka pada Mei, tetapi terhenti di babak kedua. Nasib serupa dialaminya pada turnamen Wimbledon 2017. ‘’Saya merasa kondisi saya jauh lebih baik dan mendekati level terbaik saya. Saya pikir telah bermain sangat baik hari ini,’’ kata Kvitova, setelah laga kontra Caroline Garcia, seperti dilansir BBC. ‘’Lebih mudah untuk kembali dan bermain, tentu saja dibandingkan turnamen pertama setelah comeback saya. Memang, tangan saya belum sepenuhnya 100 persen siap. Jadi, saya berharap mendapat jeda. Tapi, di sisi lain, saya akan merasa sangat beruntung jika bisa bermain seperti ini setiap hari,’’ kata Kvitova tentang penampilannya di AS Terbuka 2017. (kmb33/rtr)
BPM/rtr
Valentino Rossi saat mengendarai motorcross.
Rossi Terlalu Ceroboh
Roma – Sebuah insiden dialami Valentino Rossi. Pembalap berkebangsaan Italia tersebut mengalami kecelakaan hebat saat berlatih motocross pada hari Kamis (31/8) sore waktu setempat. Akibat kecelakaan tersebut, Rossi pun langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif. Rossi pun diberitakan mengalami patah tulang disertai dislokasi pada fibula dan tibia kaki kanannya. Demi menyembuhkan cedera tersebut, Rossi diharuskan melakukan operasi, yang situasi tersebut sempat membuat para penggemar Rossi merasa cemas. Terlebih, dalam waktu dekat ini bakal ada lanjutan balapan MotoGP musim 2017 yang bakal digelar di Misano. Beruntungnya, operasi yang dijalani Rossi tersebut pun berjalan lancar. Meski operasinya berjalan mulus, Rossi tetap membutuhkan waktu untuk memulihkan cederanya itu. Rossi pun dipastikan bakal absen setidaknya untuk 30 hingga 40 hari ke depan.
Situasi tersebut membuat peluang Rossi menjadi juara dunia tahun ini semakin mengecil. Pasalnya pembalap asal Italia tersebut membutuhkan banyak poin untuk mengejar ketertinggalan dari kompatriotnya, yakni Andrea Dovizioso di klasemen sementara MotoGP 2017. Mengetahui kondisi tersebut membuat salah satu legenda MotoGP yakni Giacomo Agostini memberikan komentarnya. Ia mengaku heran dengan keputusan Rossi berlatih motocross saat kejuaraan dunia MotoGP tengah berlangsung. Agostini
menyebut langkah Rossi itu merupakan kecerobohan. ‘’Mencari adrenalin, ya. Tapi, Valentino bukan anak-anak lagi dan seharusnya tahu itu dengan sangat baik. Saya tak tahu dengan pasti bagaimana kakinya cedera, tapi Anda seharusnya lebih hati-hati dalam titik seperti ini dalam perburuan gelar,’’ ucap Agostini, Sabtu (2/9) kemarin. Rossi dipastikan absen di seri ke-13 dan 14 MotoGP 2017 yang berlangsung di Sirkuit Misano dan Aragon. Bahkan, juara dunia tujuh kali kelas MotoGP itu mungkin absen di GP Jepang dan
Milan – Sejak Tim McLaren memutuskan untuk kembali menjalin kerja sama dengan Honda, performa mereka memang mengalami kemunduran yang signifikan. Bahkan dalam dua musim terakhir, Tim McLaren tak mampu tampil kompetitif. Jangankan untuk bisa bersaing dalam perburuan titel juara konstruktor di klasemen F1, untuk setidaknya menyumbangkan pembalapnya berada di podium pada balapan saja mereka kerap menemui kesulitan. Situasi tersebut pun memunculkan rumor mengenai masa depan salah satu pembalap Tim McLaren yakni Fernando Alonso. Mantan juara dunia F1 tersebut disebut-sebut mengancam bakal hengkang pada musim depan, jika Tim McLaren masih dipasok oleh Honda. Rumor itu lantas mendapatkan komentar langsung dari Alonso sendiri beberapa waktu lalu. Pembalap berkebangsaan Spanyol tersebut membantah adanya rumor mengenai dirinya mengancam hengkang kepada manajemen Tim McLaren untuk menyudahi kerja samanya dengan Honda.
‘’Ancaman saya kepada Tim McLaren sama sekali tidak benar. Saya membacanya Minggu ini. Saya sama sekali tidak memutuskan. Lebih dari apa pun, saya tidak lebih besar dari tim,’’ tegas Alonso, Sabtu (2/9) kemarin. Kesalahan bentuk tangki bahan bakar, kerusakan gearbox, gangguan kelistrikan dan kegagalan kinerja mesin menjadi masalah utama yang dihadapi Honda dan McLaren sepanjang musim 2017. Saking kesalnya, Alonso bahkan telah memberikan ultimatum dan siap mengundurkan diri dari tim jika tak kunjung mendapatkan mesin yang kompetitif. Kabarnya Williams menjadi salah satu tim yang berpotensi menjadi tempat singgah pembalap berkebangsaan Spanyol tersebut untuk memulai F1 musim 2018. Meski demikian, wakil tim Claire Williams enggan memberikan banyak komentar mengenai kabar tersebut. ‘’Saya tidak tahu apa-apa tentang hal itu. Saya tidak pernah bernegosiasi dengan Alonso maupun duduk bersama si satu meja dengannya,’’ terang Williams. Williams juga menolak isu yang mengatakan Alonso akan
mendapatkan gaji yang besar dari Williams pada musim 2018. Kabarnya gaji besar tersebut akan dibayar oleh seorang miliarder bernama Lawrence Stroll yang notabene merupakan ayah kandung Lance Stroll. ‘’Lupakan saja. Mr. Stroll adalah seorang pebisnis yang sukses karena dia tidak akan membuang uangnya dengan percuma seperti itu,’’ tambahnya. Alonso sendiri mengaku masih senang balapan meski timnya sekarang kurang menjanjikan prestasi. ‘Formula 1 masih menjadi prioritas saya, ini adalah hidup saya. Dan memenangkan kejuaraan dunia adalah apa yang saya harapkan. Jika saya tidak melihat proyek apa pun yang memungkinkan memperjuangkan kemenangan saya, saya akan tampil di luar F1,’’ kata Alonso. Pembalap asal Spanyol tersebut mengaku akan mempertimbangkan masa depannya itu pada bulan November atau Desember. Alonso sendiri juga memiliki ambisi untuk melengkapi Triple Crown of Motorsport, yang terdiri dari Monaco Grand Prix, Indianapolis 500 dan 24 Hours of Le Mans. Hal tersebut bisa menjadi per-
Australia yang berlangsung pada 15 dan 22 Oktober 2017. Jelas, absen di dua hingga empat seri otomatis menutup peluang Rossi menjadi yang terbaik di MotoGP 2017. Sejatinya sebelum absen karena cedera, Rossi sudah pesimis terkait peluangnya menjuarai MotoGP 2017. Setelah finis di posisi tiga MotoGP Inggris yang berlangsung akhir pekan lalu, Rossi mengaku sulit menjadi juara tahun ini. Meski hanya tertinggal 26 poin dari sang pemuncak klasemen sementara yakni Andrea Dovizioso, Rossi menilai dirinya tak cukup kompetitif untuk bersaing dengan pembalap lain. Karena itu, MotoGP 2018 jadi kesempatan terakhir Rossi meraih gelar juara dunia ke-10. Sekadar diketahui, kontrak Rossi bersama Yamaha berakhir di akhir
musim 2018. Setelah itu, belum diketahui apakah Rossi akan eksis di MotoGP atau memutuskan pensiun. Terkait cederanya, dokter yang menangani cedera Rossi yakni Raffaele Pascarella. Ia menegaskan bahwa cedera Rossi tersebut takkan memengaruhi performa The Doctor di atas sepeda motor. ‘’Itu bukan hal yang buruk untuk mengoperasi di kaki yang sama. Sebab, ini merupakan cerita klinis yang berbeda. Jadi, saya bisa mengatakan bahwa itu takkan memengaruhi kemampuannya dalam mengendarai motor,’’ jelas Pascarella. Rossi sendiri saat ini menempati posisi keempat pada klasemen sementara MotoGP 2017. Pembalap berusia 38 tahun sejauh ini telah memperoleh 157 poin. (kmb33/rtr)
Alonso Tak Ingin Hengkang
Garbine Muguruza
BPM/rtr
Bulls Dapatkan Pondexter Chicago Chicago Bulls resmi mendatangkan pemain serba bisa Quincy Pondexter dari New Orleans Pelicans, Sabtu (2/9) kemarin. Selain mendapatkan Pondexter, Bulls juga memperoleh hak memilih di putaran kedua NBA Draft 2018 milik Pelicans serta uang tunai. Sedangkan Pelicans mendapatkan hak draf untuk Ater Majok. Majok di pilih oleh Los Angeles Lakers pada NBA Draf 2011 pada urutan 58. Namun, Majok belum pernah merasakan bermain di NBA hingga saat ini. Pemain keturunan Lebanon itu saat ini memperkuat Homenetmen Beirut. Pondexter bisa bermain sebagai point guard maupun forward. Di Bulls, dia harus bersaing dengan Cameron Payne, Jerian Grant dan Kris Dunn untuk menjadi starter. Jebolan University of Washington itu sudah tiga musim bermain di NBA. Selain Pelicans, Pondexter pernah memperkuat Memphis Grizzlies. Di musim 2015-2016 dan 20162017, Pondexter absen bermain di NBA akibat cedera lutut parah. Denda Sementara itu,
otoritas NBA resmi menjatuhkan sanksi berupa denda USD500 ribu kepada Los Angeles Lakers. Pendekatan ilegal pada small forward Paul George saat masih berstatus pemain Indiana Pacers jadi penyebabnya. Sebagaimana dilansir laman resmi NBA, otoritas NBA mendakwa Lakers telah melanggar peraturan liga mengenai antigangguan. Ya, Lakers didakwa telah melakukan pendekatan ilegal terhadap Pacers. Lakers sendiri memang diyakini sangat tertarik merekrut George jelang bergulirnya NBA 2017-2018. Namun, keinginan tersebut harus pupus setelah George memutuskan berlabuh di Oklahoma City Thunder lewat trade pada awal Juli 2017. Kembali ke pendekatan ilegal Lakers, singkat cerita, General Manager Lakers Rob Pelinka diketahui sempat menjalin komunikasi dengan agen George. Padahal, saat itu George masih terikat kontrak dengan Pacers. Hukuman denda ini sendiri juga diikuti peringatan kepada Lakers karena komentar dari presiden klub Magic Johnson mengenai George di televisi nasional pada 20 April lalu. (kmb33/rtr)
Quincy Pondexter
BPM/rtr
Fernando Alonso
BPM/rtr
timbangan Fernando Alonso untuk melakukan balapan di luar Formula 1. Alonso sendiri saat ini masih berkutat di posisi ke-15 pada klasemen sementara pembalap
F1 2017. Pembalap berusia 36 tahun tersebut terpaut 210 poin dari pembalap Tim Scuderia Ferrari yakni Sebastian Vettel yang menempati urutan teratas. (kmb33/rtr)
Sastra
Redité Umanis, 3 September 2017
I Kaki Dengkil
Sang Wijayasastra 21 WASTU kita wong Bali, yan kita lali ring kahyangan, tan bakti kita ngadasa temuang sapisan, ring kahyangan ira Hyang Agni Jaya, moga-moga kita tan dadi jadma, wastu kita ping tiga kena upadrawa. Asapunika kocap baos Lontar Brahmanda Puranané sané piragina wénten maosang. Cruing-cruing baosé punika ngebekin kuping I Kaki Dengkilé sané sayan sué sayan mongolang. Bokné sané putih, kocap nyiriang sampun sayan nampek Ipun ring panumayané urip. Mangkin minab sampun sayan nampekang, santukan kupingné sampun nyansan préréng. Ngudiang baos lontaré punika dadosanga krana antuk I Kaki Dengkil? Bes-bes ngudiang punika rikrika? Nénten ké wantah sampun ingkupina sareng sami dados swatah? Pamatut sareng sinamian? Wenginé puniki I Kaki Dengkil saget mobos ring Pura Lempuyang Luhur. Nénten kanggéanga ring madya. Ring Balé pasandekan Lempuyang Luhuré, Ipun naang gesit. Sayongé nglinus merber awakné sané sayan meragang. Sambilanga naanang gesit, masroét pangélingan I Kaki Dengkilé nguri. Dawegé alit, dawegé durung wénten wewangunan Pura Lempuyang Luhuré sakadi mangkin, rumasat sering pisan Ipun dandana antuk kakinné ka Bukit Bisbis. Kocap I Kaki Dengkil dandana antuk kakinné ka Lempuyang Luhur mangda ngrasaang méwehné nyujuh wangsuh pada Ida Bhatara. Kéwanten, sané manahanga mangkin, kocap indik pawaston Ida Bhatarané sakadi inucap. “Apa saja Ida Bhatara kakéto? Apa saja ada Ida Bhatara kanti nemah malu apang élinganga tekén permasé. Misi nemah moga-moga kita tan dadi jadma? Nemah apang di numitisé buin acepok apang tusing dadi jlema? Misi pastu apang kena upadrawa? Ambat lakar sengsarané?” Asapunika I Kaki Dengkil ngrémon padéwékan sambilanga ngiwasin petengé ibut. I Kaki Dengkil sangsaya wantah baos lontaré sané mitegesang pawastoné punika ékan-ékan pamangkuné mangda sayan sué sayan ngakéhang anaké nangkil ka Pura Lempuyang Luhur. Kénten ké? Ri sampuné anaké ngakéhang rauh nagkil, rauh munyaang sesari, raris mangkin angkenina Pura Lempuyang Luhuré duén soroh asiki kamanten? “Béh, ékan-ékan nyén ento? Sinah suba ékanékan jatma aukud dadua. Laut anggona adan sorohné apang mateeb. Yén kéné solahné, sajan pastu tendasné apang kena upadrawa. Ajak liunan mastu, sinah lakar mranén pastuné!” Kadésam-kadésem I Kaki Dengkil mabaos asapunika padéwékan. Aget nénten wénten sané ngaksinin solahné asapunika. Wantah wénten sané manggihin, sinah pitananga nyemnyeman. Wantah nénten asapunika, minab pitananga mabaos sareng samar sané kasub akéh ring jenek ngasrama ring Bukit Bisbis, ring Gamongan, tur ring Banglé. Nénten... nénten asapunika sané manahanga antuk I Kaki Dengkil. Pabuaté Ipun luget mamanah asapunika sujatiné mikenohan indik anaké wawu atugel maosin sastra, sagét sampun mudah idepan ngega. Nuréksa lontar sujatiné mangda kantos puput makasami. Wawu raris tegesin mabungkulan. Durung malih wantah élingang lontaré punika makilitan sareng lontar-lontaré siosan. Pitananga wawu ngwacén lontar atugel sampun tatas uning lontaré makasami. “To apa... buin bakat sedekang jani. Kamula ada ané madan Sang Wjayasastra ento apang nyihnayang sekadan lontaré malu, mara lantas bani negesin artos. Apa buin makilitan tekén sajeroning gagelaran Sang Angawarat. Gagelaran anaké kabisaka antuk jagaté apang seken bisa nyukertaang jagat. Yén suba Sang Angawaraté alpaka sastra tusing ngrengeang ajah-ajahan Sang Wijayasastra lakar riet nyen guminé!” Malih I Kaki Dengkil ngosok-ngosokang mangdané polih masesimbing. Asapunika kocap I Kaki Dengkil rainané mangkin nengerin wantah Sang Angawaraté lémpas ring gagelaran Sang Wijayasastra. Sumeken jagi byuta jagaté antuka wantah Sang Angawaraté niron jatma sesamén nepasin sastra ulian wawu usan ngwacén sastra atugel. “Mara mamaca lontar atugel suba aéng makoah-koah bungutné ngembo irgamayang cara sampi bedak tusing baanga yéh tekén Sang Pangangon! Jani kéné nah... apa saja Sang Angawaraté ané uling bibihné dogén suba tawang turasan jelema sipok ento ngresepang tetueké Sang Hyang Aji Saraswati malingga di lontaré? Kéto nyen... lamun ada Sang Angawarat mabet ririh nawang parindikan ulian mara mamaca sastra atugel, doh para ajak sesana Sang Wijayasastrané. Sang Angawaraté ané kakéto lakar ngawinang guminé byuta saenuné ia urip!” Grimutan manah I Kaki Dengkilé kanten kantos ngréték giginné ulian gedegé kalintang. Saru ring kawéntenané naanang gesité nyusup katulangné!
Jelantik
Ayuning di Bedugul I Gedé Putra Ariawan NYINGAKIN sayongé tebel di Bedugul, pateh sakadi nyingakin tresna sané kasaputin rindu. Makudang-kudang rindu sané sampun liwat nuju Sasih Kapat. Kala punika, sayongé tebel ngliwatin yéh di pasisin danuné. Kripis-kripis ujané bales ngancan ngaénang Gedé Rasna inguh. “Beli Dé, dadi siep?” Gedé Rasna sing masaut. Kenehné suba joh malayanglayang. Ia iteh nyetir mobilné ané majalan madabdabang ulian macet. Biasané ia demen mabanyolan lan nutur kangin kauh. Nadak prajani ia sing mamunyi. Bibihné caket cara misi lém. “Beli Gedé!” Putu Tiwik prajani mamedih. Alisné pecukanga. Ia lantas makraik di kuping kurenanné. Ia gedeg nepukin kurenanné sing nyak masaut. Tusing cara biasané cara crukcuké ujanan. Gedé Rasna prajani makesiab tur nginjek rem mobilné ulian tengkejut ningehang kurenanné makraik. Kadéna ada apa. “Ada apa Luh?” “Sing kenapa! Éncolin majalan!” saut Putu Tiwik ngadésem.
“Demen gati ngaé Beli tengkejut! Saut Gedé Rasna sambilanga ngurut tangkahné. Aget jantungné tusing kelés. Ia lantas nginjek gas mobilné apanga ngénggalang neked jumah. Kondén ada amenit majalan, sagétan Gedé Rasna buin nginjek rem. “Macet!” Gedé Rasna ngamikmik padidina. Ia lantas matolihan ka sisi. Tepukina mobil anaké di sisi macet sing pegat-pegat. Uli ba daja neked ba delod mabaris cara lelipi. Ada bus pariwisata majéjér di sisin jalané ngaénang anaké kéweh mentas. Ento miribang bus ané itunian ngajak rombongan ka Bedugul. “Kanggoang madabdabang mulih nyak Luh. Beli tumbén buin ngliwat mai. Sagétan jalané dini suba malénan. Sing cara pidan!” Gedé Rasna ngamalunin ngorta apanga kurenanné tusing pedih. Putu Tiwik sing nyak masaut. Ia iteh ngukupang pianakné ané mara maan sirep. Kondén ada amenit, sagétan pianakné makesiab ningehang munyi klakson busé. Paningalanné nylédat bangun kapupungan tur prajani ngeling.
13
Putu Tiwi ngénggalang nyemak susu mawadah botol apanga pianakné tusing ngeling. Gedé Rasna makenyem nepukin kurenanné masemu galak. Buin kejepné ia ngusud pipi kurenanné apanga pedihné ilang. Ia nawang kurenanné enu pedih ulian tresna. “Luh, ngudiang masemu dogén uli tuni? Ento tingalin pianak iragané milu ngeling ulian iraga magerengan. Precuma uli tuni iraga malali maliang-liangan. Pamuputné Iluh kakéné, pragat mamedih lonto!” Gedé Rasna madabdaban mamunyi sambilanga nyetir mobilné. Sayongé ngancan tebel di Bedugul ngaénang jalanné sambru. Gedé Rasna lantas ngidupang lampu mobilné apanga jalanné galang. Mobilné jani sinah cara majalan di duur ambuné. “Gedeg basang tiangé Beli!” Putu Tiwik nyautin munyin kurenanné sambilanga ngusap yéh paningalan ané suba nyrékcék di pipiné. Gedé Rasna mara mekeneh. Ia suba pelih tur ngaénang kurenanné sedih. “Ngudiang Iluh ngeling. Beli ada ngaé pelih?” Gedé Rasna prajani nyemak tisu. Usap-usapina yéh paningalan kurenanné. Ia lantas ngiwasin kaca spion mobilné, ngalih selah lakar nyebrang. Né jani mobilné suba pesu uli parkiran sig tongosné tunian malali. Ngancan joh ngajanang mobilné ngliwatin bukit lan alas. Guminé ngancan peteng, Gedé Rasna ngancan becat mlaibang mobilné. “Adéng-adéng Beli.” Saut Putu Tiwik. Munyiné serak ulian lebihan ngeling. Gedé Rasna sedih. Ia nawang ia suba pelih. Nanging pelihné ento madasar. Diastun suba makurenan lan kaiket tresna suci kanti riwekasan, Gedé Rasna maprinsip ada watesan ané madan makurenan. Cén ané pantes tawang, cén sing. Ulian watesanné ento, Putu Tiwik sesai cemburu ngajak kurenanné padidi. Ia sakadi anak buta ulian tresna. Uli nyumunin matunangan neked ngantén, rasa cemburuné ento sing nyak ilang. Kanti ngelah pianak, cemburuné ngancan ngedénang. Ngancan ngaénang Putu Tiwik buta tur kapetengan. “Beli ngudiang sing nyautin patakon tiangé tuni?” “Patakon ané cén Luh?” saut Gedé Rasna mabalik matakon. “Diolas Beli, da cara anak belog-belogan kéné! Tiang suba nawang, ada ané engkebang Beli uli tuni. Uli nyumunin malali ka Bedugul, sebeng Beliné suba jelék. Nyén ento Ayuning?” “Ayuning? Nyén ento Luh?” “Beli, ibi sanja tiang ngipi
ané ada di malun mobilné. “Beli, miribang pasanganné ento teka uli Bedugul. Ento tingalin ia ngaba tas krések barak magantung di stang montorné. Miribang ento misi kajukut lan stroberi mara belina di pekén Bedugul. Patuh cara iraga ané tunian mablanja di dagangé paek bucu Kelod Kanginan. Dagangé itunian maan makenyir nepukin Beli matawahan. Giginé gingsul tur setata makenyir. Miribang dagangé ento kenal ngajak Beli?” Gedé Rasna tusing masaut. “Beli, tegarang caritayang amongkén kajegégan Ayuning. Cén jegégan dagangé itunian apa Ayuning? Diolas Beli, sautin munyi tiangé apang galang kenehé. Uli ibi tiang marasa ada ané engkebang Beli. Apa ento Ayuning?” Putu Tiwik maksa kurenanné apang masaut. Uli tuni ia sing maan jawaban ané pasti. Rasa cemburuné suba kaliwat. Uli nyumunin malali, Putu Tiwik sing pegat-pegat nakonang Ayuning. Makejang patakonné misi Ning, Ning, lan Ning. Amonto miribang rasa cemburuné kanti ngaenang Putu Tiwik buta. Buta ulian tresna. Né jani mobilé suba neked di wates bukit. Tikunganné suba telah. Jalanné jani leser, kenceng. Gedé Rasna makenyem nepukin kurenanné suba sirep. Ia nawang ia pelih. Né penting jani kurenanné tusing ngeling lan matakon magenepan cara itunian. Guminé ngancan peteng, mobilné ngancan ngejohang uli bukit ané liwatina itunian. Lamun tusing ulian tresna, Gedé Rasna tusing lakar malali ka Bedugul. Tepukina jani pianak lan kurenanné suba sirep. Di tengah atinné, Gedé Rasna makeneh. Apaké saja ia suba pelih? Lamun pelih, ngudiang ia tusing pelih? Ngudiang ia tuni sing nyak nyautin patakon kurenanné. Nyén sujatiné ento Ayuning? Gedé Rasna makenyem di tengah atinné. Ia tusing lakar nyautin patakon kurenanné. Depang ia padidi ané nawang. Lamun kenehang ngudiang itunin Gedé Rasna marasa rindu dugasé nepukin sayongé tebel di Bedugul? Miribang ento Ayuning? Depang sayongé padidi ané nawang. “Ayuning!” Putu Tiwik kanti ipit di ipianné nyambat-nyambat adané Ayuning. Sanget kenehné nawang nyén sujatiné ento Ayuning. Gedé Rasna nyaru-nyaru tusing ningeh apa. Prajani ia nginjek gas mobilné apanga énggal neked jumah. Di tengah atinné, ia suba masamaya tusing lakar nyaritayang nyén sujatiné ento Ayuning. ***
Saking Langit Bali
Aswamédha Parwa
Kautaman Bhakti Maharsi Utanka Olih : I K. Satria, S.Ag DIGELIS mlesat kawéntenan Ida Brahmana Utanka nuju genah para sarpané saha nandingin sami sané wénten ring genahé punika. Ring tengahing pamargi, Ida manggihin genah sané dahat becik pisan ring wewengkon genah sarpané punika. Kasaksiang taler kawéntenan genahé punika sakadi sampun wénten wates-wates sané kekaryanin antuk emas saha samian madaging sarwa mulia. Akéh taler kasaksiang wénten telaga-telaga sané madaging toya saha toyannyané ening pisan. Ida taler nyaksiang makudang-kudang paksi sané medem ring sebunnyané, sarwa maéndahan sakémaon becik pisan kapikantenang. Ida Brahmana Utanka raris nyaksiang kori ageng sané dumilah, pinaka genah para sarpané. Sesampuné ngantenang indiké punika saha nyaksiang sarpa sané ageng-ageng mawisésa, dahat sungsut pikayunan Ida Brahmana Utanka, Ida mapikayunan ring dija minab kagenahang anting-antingé punika. Napiké prasida kapolihang malih? Sesampuné mapikayunan sakadi asapunika, Ida raris nyaksiang kuda sané mawarni ireng ngadeg ring ajengidané. Ikuhnyané mawarni petak saha prerai tur panyingakané mawarni bang sakadi kawéntenan tembagané. Irika raris kudané punika masuara: “Uduh Cening, Brahmana Untaka, sané mangkin durusang dagingin bayu sariran titiangé puniki!” Sakadi asapunika suaran kudané punika ngawinang bingung kawéntenan Brahmana Utanka. Raris wénten malih suara sakadi asapuniki, “Sampunang I Déwa bingung, antuk ngicénin bayu ring angga sariran titiangé, pacang prasida palungguh brahmana molihang napi sané kaptiang, sampunang malih mapikayunan, rarisang dagingin bayu! Dumun ring genah Ida Brahmana Gautama ngelarang bhakti utawi ngelarang tapa miwah brata, Brahmana Utanka ketah pisan ngamargiang indiké puniki.” Ida Brahmana Utanka dahat angob ring suarané punika. Ida raris ngandika, “Nawegang titiang, asapunapi pamargin titiangé dumun?” Raris kuda irengé punika mawali nyawisin: “Uduh Cening, putun Bapané sané dahat pradnyan, patut I Déwa uning, Bapa puniki wantah gurun I Déwané. Bapa nénten wénten tios Sang Brahmana Jataweda, sané ngawésa sekancaning agniné. I Déwa wantah pinaka Putun Bapa! Sampun ketah pisan angga sariran I Déwané ngrastiti kapining Bapa. I Dewa wantah pinaka sentana saking Wangsa Bhrigu, sané sampun mautama saha ngrastiti Bapa antuk pamargi sané dahat utama. Sané mangkin lugrayang Bapa mapaica kapining I Déwa. Sané mangkin margiang napi sané sampun aptiang Bapa, mangda gelis I Déwa molihang napi luir sané kaptiang!” Sakadi
makenalan ngajak anak luh jegeg. Paukudanné ayu tur nyambat-nyambat adan Beliné. Caket bibih tiangé ulian kaliwat angob nepukin kajegégan anak eluh ento. Ento adané Ayuning Beli?” Gedé Rasna makesiab ningehang kurenanné nyambatang ipianné ibi peteng. Makelo ia mapineh tur nyaruang ngusap peluhné ané sinah nyrékcék di muanné. Ia lantas kedék ingkel-ingkel. “Dadi kedék Beli?” “Beli kedék ulian ipian Iluhé ento!” saut Gedé Rasna. Putu Tiwik lantas macarita. Ipianné ento ané anggona dasar apanga galang kenehné. Uli ibi peteng, rasa cemburuné ngancan ngedénang. Apa buin sakondén matalin radio, Gedé Rasna taén nyambatang ngelah timpal luh madan Ayu uli Bedugul. Timpal ajaka KKN dugasé kuliah pidan. Ulian ento ia ngepungin nagih malali ka Bedugul. “Apaké ento adané Ayuning cara di ipian tiangé Beli?” Gedé Rasna tusing masaut. Nyaruang jani ia matolihan ka kaca spion mobilné, ngalih selah lakar nyalip montor ané ada di malunné. Putu Tiwik makesiab nepukin kurenané lakar nyalip montoré di tikungan. Uli tuni kurenanné tepukina lebihan nyalip kanti pianakné ané mara matuuh telung oton milu makesiab. Ngénggalang Putu Tiwi ngukupang pianakné apanga tusing bangun. “Beli, tumbén jani tiang nepukin Beli wanén gati masalip-salipan ngaba mobil. Apa ulian Ayuning ento?” Putu Tiwik ngénggalang matolihan ka spion mobilné. Toliha montor ané bakat salipa tuni. Ané negakin montoré ngajak pasangan. Ané luh magandéngan tur ngelut bangkiang ané muani. “Beli tingalin ja ento ané ngaba montor di durin mobilé. Mesra gati bin sada wanén ngliwatin tikungan di petengé dini. Miribang ento anak kuliahan. Beli taén magandéngan di petengé ngajak Ayuning kanti kaliwat mesra?” Gedé Rasna tusing nyautin patakon kurenanné. Ia iteh nyetir tur nyaruang tusing ningeh apa. Di malun mobilné, tepukina jani ada truk ngaba kayu. Truké ento majalan adéngadéng tur ngebekin jalan. Prajani Gedé Rasna nginjek rem tur ngalih selah lakar nyalip. Mara lakar nyalip, sagétan ada montor uli duri ngamalunin nyalip. Montoré ento itunian ané salipa di tikungan. “Beli tingalin ja ento! Ané ngaba montor wanén gati. Ané luh tekek san ngisi bangkiang ané muani. Miribang pasanganné ento mara teka malali tur lakar mulih. Patuh cara iraga teka malali tur lakar mulih!” Putu Tiwik nyekenang nolih montor
asapunika suara sané metu. Sesampuné sakadi asapunika, Brahmana Utanka digelis ngamargiang sané sampun katitahang. Ida Brahmana Utanka ngamargiang punika antuk pamargi sané dahat lascarya, medal agni sané dahat mautama saking sariran kudané punika. Saking sariran kudané punika medal andus sané ageng, ngawinang sami sané wénten ring genahé punika nénten prasida makelid. Antuk andus sané ageng sakadi sané wénten ring ambarané punika, makasami dados peteng dedet. Sadaging genah sarpané wiakti nénten prasida kapanggihin. Andusé punika nyansan ngagengang, ngawinang genahé sané dumilah punika nénten malih sida kaksiang. Makasami keni andus ageng punika. Sadaginging jagat sarpané punika lémpor sangkaning andus ageng, digelis para sarpané punika medal saking genahnyané nuju genah Ida Brahmana Utanka. Sami mabebaosan majeng Brahmana Utanka saha meled nguningin napi minab sané wénten irika. Raris Ida Brahaman Utanka nyaritayang parindikan sané ngawinang sakadi asapunika. Para sarpané sami gumeter saha ajerih pisan. Sami ngayunin jagi ngamargiang panyéwagata majeng ring Brahmana sané mawisésa punika. Sadaging jagat sarpané kamedalang saha kaptiang ngaturang sembah, sané lingsir malinggih ring ajeng, alit-alité sami ngaturang sembah majeng Brahmana Utanka. Sesampuné sami ngaturang sembah raris ratuning sarpané, Hyang Naga Wasuki ngaturang sembah saha matur; “Nawegang brahmana suci, aksi sané mangkin sembah titiang! Sinambi ngaturang toya saha banyun cokor. Sesampuné wusan ngamargiang panyéwagata punika, raris anting-anting sané kambil punika kawaliang majeng ring Brahmana Utanka. Sesampuné molihang sané karuruh, Ida Brahmana Utanka raris mamargi ngiterin genah Bhatara Agni sané wénten irika. Salanturnyané nglanturang pamargi nuju genah Ida Brahmana Gautama. Gelis pisan pamarginidané. Kacaritayang sampun napak ring ajeng strin Ida Brahmana Gautama saha ngaturang anting-antingé punika. Brahmana Untaka taler nyaritayang indik patemonidané majeng ring Raja Wasuki miwah sarpa tiosan. “Uduh Cening Sang Janamejaya I Déwa, sakadi asapunika kawéntenan Brahmana Untaka sané sampun ngiterin jagat tigané gumanti mangda sida molihang sané kaptiang. Brahmana Untaka punika wantah jakti brahmana mawisésa. Ida sampun tatas ring pamargin tapa, brata miwah semadhi sané ngawinang ida mawisésa sakadi asapunika.” (Puput)
Ring Dija Masadu Di koran rajané mabunga sangkan bagusé mapunya saet ngalébang mrana nuba krama jelata baan raja pisuna Nu ada galah ngeréh urab dempel sekancan boréh ngéka solah mapi épéh ngengkebang bréngbéng kepéh Méméh déwa ratu pecéh misi kutu soléh mabet sadu ombéh nak matatu Duh Ida Sri Empu baos tuturé udu sadripu makipu ring dija masadu Bali guyu ngadep taksu corah payu mabati liu dharma layu mati di bucu Ayuningati
Kruna
14 Willy Arta
Cerakén Lengkara Punggelan geguritan puniki kanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha.
pupu;p\С(.
Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti
Pupuh Pangkur 17.htu(b)lip)epoelosn/, Atur Beli pepolosan, tus&bis,
tusing bisa, \rumɱmß\si;hsi;,
ngarumrum mangasih-asih, miribÀdisomæunÓhu,
mirib adi sampun tahu, epoecolnå)l;g)egln/, pocolan ngelah gegélan, bukb)li,
buka beli, bisenmu*zystɱ,
bisané mung nyaya satru, sÙa(mn&pryua,
swadharmaning para yudha, \nÑ)l*t)kp&jurit/.
ngandelang tekaping jurit. 18.huudu;b)liedwnÓitê*,
Uduh Beli déwan titiang, sreld*,
sara lédang, titê*wnÓ;m\ir&,
titiang wantah mangiring,
Sangkaning ”Hobby” PANGAPTI prasida ngranjing ring “dapur rekaman”, madué tembang sané kasenengin krama, miwah dados penyanyi, pamuputné prasida kapolihang olih Willy Arta. Lanang sané embas ring Busungbiu, 20 Agustus 1982 puniki maosang, prasida ngamolihang samian punika wantah sangkaning utsaha sané kamargiang. Penyanyi sané prasida ngamedalang hits mamurda Guide Jegeg puniki maosang, saking alit dané sampun seneng pisan matembang sakéwanten wantah pinaka hobby, duaning nénten prasida nincapang kahanannyané ring kahanan sané becikan malih. Dadosné sakadi alit-alit ring tuuhnyané tatkala punika, Willy – asapunika dané ketah kasambat akéhan nelasang galah alitnyané ring Busungbiu asapunika taler masekolah. “Yéning ingetang kahanané dumun, tiang marasa sebet duaning seneng matembang nanging wantah dados hobby kémanten,” baosnyané. Kacunduk ring genah pangripta tembang, Komang Raka wawu puniki, Willy Sweet – asapunika “nama panggung” dané nyatuayang, pisarat manahnyané prasida ngranjing ring dapur rekaman, madué album taler dados penyanyi sakadi sané kaaptiang saking nguni. Yadiastun dané uning nénten dangan ngamolihang samian punika. Mangda prasida madué album tur dados penyanyi sané kasub, nénten wantah sangkaning hobby kémanten. Dané masoang, tatkala dumun dané masekolah ring Buleleng. Wusan tamat SMA, dané ka Denpasar tur makarya dados pemandu wisata. Kasuénsuén pangaptiné dados penyanyi pop Bali nemuang galah duaning dané prasida makarya tembang saking parikramannyané saraina dados pemandu wisata yadiastun naenin Willy marasa nénten andel ring raga tatkala nembangan tembang sané kakaryanin préragan. Sangkaning kasarengin
olih timpal-timpal miwah kulawargannyané, medal manah sumeken tur meled dané malajah saking makéh krama utamanipun pangripta tembang senior sané tembangnyané sampun kasenengin akéh krama. Kantun kaélingang olih Willy tatkala wénten timpalnyané maosang yéning rasa andel ring raga jagi nyinahang galah becik sané kaaptiang. Yadiastun daweg yowana polih galah inucap ical nanging galah kaping kalih punika mangda becik kaambil tur kawigunayang. Sangkaning punika medal rasa jengah napi malih tatkala tembang Guide Jegeg sané karipta tur katembangang preragan punika kasenengin olih penggemar tembang pop Bali. Yadiastun sampun sukses ring tembang kapertama, dané nabdabang malih tembang kaping kalih sané kajantenang jagi kasenengin olih penggemar tembang pop Bali duaning sampun polih malajah saking makudang-kudang pangripta tembang senior. “Saking makudang-kudang pengalaman punika, tiang nguningayang yéning iraga patut setata malajahang raga, minakadi ngripta tembang miwah matembang,” baos Willy sumeken. Willy maosang tatkala ngripta tembang mawit saking kahanan sané sujati utawi kisah nyata, nénten ngawinang dané marasa kewuh nyurat lirik tembangnyané. Asapunika taler ring tembang kaping kalih, sané murdannyané nénten kayun kabaosang olih Willy duaning dané meled mangda para penggemar nyantosang tembangnyané punika. Dané sané madue zodiac Leo puniki taler nguningayang yéning dados penyanyi boya ja “ambisi” sakéwanten wantah hobby tur majanten nénten jagi ngawinang dané matilar ring pakaryan dados pemandu wisata. (ast/was)
n\&ehli\*pitutu(,
nanging élingang pitutur, pnÑiknÀidpdnÑ,
pandikan Ida Padanda, bÉhßcri,
Brahmacari, puput*dumunßguru,
Isin Gumi
puputang dumun maguru, ]sÓËengulikÀi2h*,
Pawangunan Bandara Buléléng, Ngaptiang Sokongan Krama
sastrané gulik ilehang, wwum\itu\*gumi.
wawu mangitungang gumi. GATRA becik majeng krama Buléléng, pamekas krama ring Desa Kubutambahan. Gantra inucap ngeninin indik ijin genah Bandara Buléléng saking pusat katarka pacang gelis kamedalang. Parindikan inucap kabaosang Wakil Gubernur Bali, Ketut Sudikerta ri kala ngrauhuin upacara nuasén miwah mulang pakelem ring Pura Penegil Dharma daweg Soma (28/8) lintang. Pinaka pejabat ring Bali, Sudikerta ngangken sampun nglaksanayang koordinasi sareng Kementerian Perhubungan RI mapaiketan ring ijin penentuan lokasi. Asilnyané, ijin penentuan lokasi punika rencanané kamedalang Kementerian Perhubungan mapaiketan ring pawangunan Bandara Buléléng. Parindikan punika kabligbagang ring saje-
roning acara Isin Gumi Radio Singaraja FM 92,0 Mhz raina Wraspati, 31 Agustus 2017 lintang. Gung Surya, Lovina Rencana punika yukti sampun saking sué miwah ketah pisan kasurat ring makudangkudang média masa. Indik ngaptiang sokongan saking krama Buléléng, pastika pacang kasokong pisan. Santukan indiké puniki pacang prasida maius ring perékonomian krama. Sakémahon sampunang kalintang sué, sampunang wantah dados wacana kémantan. Nengah Sudik, Seririt Krama Buléléng janten cumpu miwah nyokong pisan
pawangunan Bandara Buléléng, ring dija kémanten genahnyané inggian ring segara utawi ring daratan. Antuk punika tunas titiang ring para investor miwah pemerintah daérah wiadin pusat mangda jatki-jatki ngwilangin dumun, mangda kapungkur nénten ngawinang polemik anyar. Mawinan pawangunan ageng punika pastika muatang prabéa sané akéh. Kadek Berata, Kayu Putih Wacana pawangunan bandara internasional ring Buléléng inucap sinah pacang ngawinang rasa bangga krama pamekas ring Buléléng miwah krama sajebag Bali. Yadiastun titiang dados krama cenik, tiang nyokong pisan. Dumogi rencana punika gelis kasinahyang
Kruna Basa Bali
AKSARA BALI
1.
asru
1.
hsɱ,
1. cepat
2.
carma
2.
c(m,
2. kulit
3.
geseng
3.
g)s%,
3. bakar
4.
kajudi
4.
kjudi,
4. dipilih
5.
togog
5.
etoegog/,
5. patung
6.
mintonin
6.
mienÓonin/,
6. mencoba
7.
ngrempini
7.
\Êmæini,
7. mengidam
8.
nyumpéna
8.
Zÿumeæn,
8. bermimpi
9.
pamisuguh
9.
pmisugu;,
9. hidangan
10. warikusa
Redité Umanis, 3 September 2017
10. wrikus,
Bahasa Indonésia
10. ilalang
yadiastun ring dija kémanten genahnyané. Gung Dé, Singaraja Salami puniki, pawangunan pantaraning Bali Utara miwah Bali Selatan doh pisan pabinannyané. Napi malih Buléléng kabaosang pinih akéh madué krama sané tuara saihang ring kabupatén tiosan ring Bali. Antuk rencana pawangunan Bandara Buléléng, sampun kajantenang pacang akéh menyerap tenaga kerja. Punika mawinan patut kasokong samian krama. Tanaya, Kampung Tinggi Tunas titiang mangda Bandara kawangun ring daratan, nénten ring tengahing segara. Santukan yéning ring segara janten pacang akéhan nelasang prabéa miwah indik pemiaraan pacang méwehan. Lianan punika kadong kantun wénten genah ring daratan. Aji Bima, Banjar Ring dija kémanten genahnyané, pawangunan bandara punika patut ngamolihang sokongan yéning pawangunanyané jakti-jakti madué kawigunan majeng krama pamekas ring Buléléng. Taler yéning prasida mangda ngutamayang ngambil tenaga kerja saking krama Buléléng. Mologan, Mayong Pawangunan Bandara Buléléng puniki mangda jakti-jakti kalaksanayang antuk manah becik taler kemajuan Buléléng kapungkur. Krama sampun sué pisan ngantosang pawangunan inucap mamargi. Santukan pacang prasida nincapang perékonomian krama Buléléng, mawinan krama nénten numplek malih makarya ring Bali Selatan. (ama)
Nyoman Yuliana Citra
Patut Setata Malajah KASENGGUH Bunda wantah sampun saraina kapolihang olih Nyoman Yuliana Citra, Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) widang kesiswaan ring SMAN Bali Mandara, Buleleng puniki. Kacunduk ring patinget Hari Anak Nasional (HAN) Provinsi Bali warsa 2017 ring Gedung Wiswa Sabha Kantor Gubernur Bali wawu puniki, guru sané kauningayang raket pisan sareng siswanyané punika polih tugas ngénter siswanipun dados pembicara ring patinget inucap. Manut istri sané embas ring Denpasar, 3 Maret 1984 puniki, prasida dados guru wantah pangaptinnyané saking kantun alit. Punika mawinan dané nglanturang kuliah ring Universitas Pendidikan Ganésha (Undiksha) Singaraja pinaka jalaran antuk nagingin pangapti inucap. “Tiang marasa dados guru punika wantah pakaryan sané ngawinang seneng lan bagia,” baos dané. Nénten mabinayan sareng alit-alit ring tuuhnyané, Yuliana Citra muputang masekolah SD ring SD No. 4 Banyuatis. Wus punika dané nglant u r a n g masekolah ring SMPN 2 Singaraja. Sangkaning madué prestasi akademis miwah non akademis, dané prasida nglanturang masekolah ring SMAN 1 Singaraja, sinalih tunggil sekolah sané pinih kasenengin olih krama ring jagat Panji Sakti punika. Yadiastun sampun sué nglintangin galah, nanging pangapti dados guru punika nénten surud. Pamuputné, pikayunan prasida ngamolihang ijazah guru kamargiang antuk ngranjing ring Universitas Pendidikan Ganésha (Undiksha) Singaraja. Sangkaning manut ring pikayunan, Yuliana Citra setata marasa liang tur bagia ngamargiang kuliah, napi malih sampun mikayunin sapunapi kahanan tatkala jagi ngicénin paplajahan ring arep siswa. Sangkaning sumeken mautsaha, dané tamat ring galah sané sapatutné saha prasida dados guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) antuk idealisme sané kadruénang tur ngamar-
giang tugas ring SMKN 2 Kintamani. Yadiastun maejohan saking kulawarga, nénten dados pangalang mangda prasida dados guru. Kurenan Nyoman Santiadnya puniki maosang, kahuripan punika patut pisan setata kasuksmayang sapunapi kawéntenannyané santukan majanten jagi kapolihang tetuekipun. Asapunika dasar pamargin dané tatkala ngamargiang swadharma ring Kintamani. Asapunika taler tatkala matilar saking Kintamani tur makarya ring SMAN Bali Mandara, Buleleng. “Tiang nyuksmayang pisan prasida matemu sareng krama sané setata sarat tur optimis tatkala ngamargiang kahuripannyané sapunapi ja kahanan sané kapanggihin,” baosnyané makenyem. Dané taler maosang setata marasa liang tur bagia ngamargiang swadharma boya ja sangkaning dados PNS. Sakéwanten wantah sangkaning prasida nyarengin alitalit sané dumun setata kaliput antuk kahanan sané kirang becik utawi nénten madué. Yadiastun kaucap lacur, nanging alit-alit punika nénten naenin m a r a s a kimud tur maselselan, sajabaning ipun setata meled mangda prasida n i l a r i n kahanan lacurnyané. Yuliana Citra sumeken maosang, alit-alit sané sam pun saking nguni kaliput antuk kahanan lacur ring ekonomi majanten nénten prasida masekolah tur nénten prasida nincapang kawagedanipun. Sangkaning punika dané marasa bagia pisan tatkala alitalit sané kaucap lacur punika sampun prasida dados pradnyan saha nénten kasor saking alitalit sané kahanan ekonomi–nyané becik. Ketah taler dané ngamolihang tetuek ring kahuripan saking siswannyané minakadi indik kahanan lacur sané nénten dados kaseselin nanging patut katepasin antuk setata malajahang raga taler setata mautsaha mangda kahanan lacur inucap prasida ical tur prasida magentos dados kawecikan. (ast/ was)
Magoak-goakan Nyihnayang Paras-paros BALI kasengguh Pulo Déwata, Pulo Seribu Pura, Pulo Surga Dunia. Kawastanin sakadi punika santukan genahnyané sané asri tur akéh madué tetamian adat-istiadat miwah tradisi. Magoak-goakan, silih sinunggil bukti tetamian budaya miwah tradisi ring Bali sané kantun kalestariang kawéntenannyané kantos mangkin. Magoakgoakan punika plalianan marupa tarian tradisional krama pamekas ring Desa Panji sané ketah kasolahang sausan raina Nyepi uteri ring raina Ngembak Geni. Kenapi Magoak-goakan? wasta Magoak-goakan punika kaambil saking wastan Kedis Gagak (Goak sané gagah) sané maartos carita punika kacingakin kedis punika jagi ngrereh mangsannyané. Parikrama Magoak-goakan punika marupa sesolahan sané nyaritayang Prawira Ki Barak Panji Sakti sané kauningin antuk Pahlawan Buleleng Bali sané ngaonang Kerajaan Blambangan ring
Jawa Timur. Magoak-goakan sampun kasolahang ring zaman Bali Purwa tur kalaksanayang miwah kalestariang kantos mangkin. Acara Magoak-goakan puniki kalaksanayang antuk paras-paros krama sané nglaksanayang sesolahan Magoak-goakan punika. Yadiastun wénten para pamilet sané nglaksanayang sesolahan puniki ulung santukan genahnyané nénten dangsah, nanging nanten ngawinang ambek krama sané nyarengin Magoak-goakan punika padem. Majeng krama sané sampun nyarengin parikrama punika, krama punika mrasidayang budal utawi nyingakin sawitran-
yané sané lianan nglaksanayang parikrama inucap. Ring plalian tradisional puniki, siki sekaa kawentuk antuk solas pamilet sané nglawan sekaa sané lianan sané madué gebogan pamilet sané pateh. Mangda trepti, ring genah plalian punika kadabdabang olih pecalang. Filosofi plalian puniki, kanggén niyasa purusa pradana (truna kalawan truni). Ring siki sekaa goak punika kawentuk antuk solas diri. Tur sané kanggén sekaa sané dados jayanti inggih punika sekaa Goak-goakan sané kapertama mrasidayang ngambil ikuh (pamilet sané kaping untat) ring sekaa sané lianan. Nyoman Dewi Supartini
Redaksi nerima reriptan profil mabasa Bali miwah Indonésia (pinih akéh 3000 huruf) jangkép sareng foto profil. Profil mangda kakirim ring alamat : Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email : bali.orti@yahoo.com
15
Minggu Umanis, 3 September 2017
l Anggur
Merah Bali Utara Ngampoeng Seni untuk Fenomena 27 Dalam 72…
l Spirit Ruh Bangsa, Tes Ke-Indonesiaan Raya kita
CAKRA Yadnya EDUKASI (H) Cinta Nusantara 2017 l
JKPemerdekaan-109, Pijakan Start Ke-rasadiri-an l
Sangkan Paraning Dumadi, yang Terpanggil Sepenanggungan
August-Rememberance 27 IN 72…, 72 IN 27
Road to Homecoming 230 Years Old Denpasart!
MINGGU Wage 27 Agustus 2017 di Jatijagat Kampung Puisi yang mengundang semua yang lahir 27 Januari – Desember al: Putri Suastini, Turah Abiyoga, Made Budhiana, Gusti Ngurah Harta SM, Nyoman Erawan, Emha Ainun Nadjib, Gusti Made Arsawan, IGPB Samar Gantang, Putu Sutawijaya, Made Wiradana. PARA Agustusan Utha Likumahuwa KH Ahmad Dahlan, Barack Obama, Darmanto Jatman, Dewa Putu Wijana Budhi Setyawan, Made Sujaja, Joan Arcana, Dayu Suwiti, Ni Nyoman Sani, Ainun Habibie, Muhammad Hatta, Rhenald Khasali, Dahlan Iskan, Korrie Layun Rampan, Saldi Isra, Rudy Hartono, Gus Tf Sakai, Jim Aditya, Siti Marniah, Maman S Hahayana, Ewith Bahar, Ramayani, Eddy Pranata, Galih Pandu Adi, Apma Aulia, Hilda Fauziah, Ahmad Ijazi Hasbullah, Yanwi Mudrikah, Fajar Chaidir… SERATUS (100) Monolog Putu Wijaya masih KELILING Bali, tolong Hadang dikota masing-masing sampai Desember 2017 PARA pencinta APRESIASI (terutama dari luar Bali) yang ingin beraktivitas di-JKP-109, MOHON aktif menghubungi dan mengikuti Agenda JKP-109 via Face-Book Wayan Jengki Sunarta. Salam 17 Agustusan, Sampai-jumpa di JKP-109 - 27 Agustus 2017…
DHAIRYYA SAHAJA
l CATATAN PEMBACAAN KAKAWIN BOMȂNTAKA - 2 Membaca bait tersebut menunjukkan mengenai harapan penyair yang didasari oleh keteguhannya sendiri sangat ingin menuliskan cerita Bhoma. Baris pertama pada bait itu, juga dapat dibaca dengan cara lain. Sebab ada sesuatu di balik kata Dhairyya Sahaja. Baris tersebut dapat dibaca seperti ini ‘Ia yang menyebut dirinya Dhairyya Sahaja berharap mampu menulis cerita Bhoma’. Tentu bukanlah suatu kebetulan pencerita menyebut dirinya demikian. Untuk itu, mari tanyakan, siapakah Dhairyya Sahaja? Tidak mudah menjawab pertanyaan itu, sebab sejauh ini belum dapat ditemukan pembicaraan mengenai hal tersebut. Tidak mudah, juga bukan berarti tidak mungkin untuk dicari-cari jawabannya. Jawaban dapat dicari-cari melalui apa yang dikatakan dalam kakawin itu. Menanyakan perihal ‘siapa’ sedikitnya menjelaskan maksud pertanyaan itu sendiri, yakni merujuk kepada seseorang yang hidup pada suatu waktu yang dalam hal ini adalah pencerita Bhomantaka. Dhairyya adalah kata yang dipilih oleh pencerita. Kata ini di antaranya berarti teguh, ketetapan, tak gentar, tak takut, tetap, keteguhan, kesabaran (KJKI, 1995: 211). Kata itu menunjukkan keteguhan. Teguh adalah keadaan yang tidak lagi terombang-ambing, diibaratkan sebagai gunung yang berdiri tegak (kadi giri mangadĕg). Keadaan teguh dapat terjadi jika telah tercapainya kesadaran yang hakiki. Maksudnya, tidak ada lagi jarak berupa ruang, waktu juga ‘Aku’. Sifat teguh ini hanya mampu dimiliki oleh manusia yang menguasai dirinya. Seseorang mampu menguasai diri jika segala macam godaan telah benar-benar ditaklukkannya, terutama musuh-musuh. Kakawin Kuñjarakarṇa Dharmmakathana, karya Mpu Dusun menyebutkan ‘Sang dhīrȃmriha yuddha ring raṇa tapa brata maka laga wīra ṣadripu [1]; ia yang telah tetap batinnya ingin berperang dalam peperangan tapa brata sebagai wahana untuk melawan enam musuh’. Kata dhīra mempunyai pengertian yang sama dengan kata dhairyya. Itu berarti seorang Dhairyya adalah ia yang teguh – batin – dan selalu memerangi ṣad ripu (enam musuh) dengan melakukan tapa brata. Pada beberapa kakawin, sempat diceritakan mengenai tokoh-tokoh yang melakukan tapa brata, semisal Arjuna dalam kakawin Arjuna Wiwāha yang terkenal itu, atau pun Tṛṇawindu dalam Sumanasȃntaka. Kedua tokoh yang dirujuk menjadi contoh, mendapatkan anugerahnya masing-masing. Arjuna mendapatkan anugerah berupa cadu śakti, yakni empat kekuatan yang di antaranya ialah wibhu śakti, jñāna śakti, kriya śakti, dan prabhu śakti. Sementara itu, Tṛṇawindu telah pula menguasai aṣṭaguṇa atau juga disebut aṣṭaiswarya. Kedua tokoh yang diajukan itu, adalah tokoh-tokoh yang juga disebut dengan istilah wiku atau dwija. Arjuna disebut wiku witarāga dalam Arjuna Wiwāha [4.7], berarti wiku yang telah bebas dari hawa nafsu. Tṛṇawindu dalam Sumanasȃntaka disebut Dwija Taruṇa yakni seseorang pendeta yang tidak menikah. Kedua tokoh tersebut tampaknya penting untuk diperhatikan, terutama jika mencari hubungannya dengan Dhairyya. Singkatnya, Dhairyya tidaklah berbeda dengan wiku, sebab wiku adalah ia yang memiliki sifat teguh (batin) terutama dalam hal tapa, brata, yoga serta sāmadhi.
Sahaja berarti ‘yang lahir bersama’, ‘bawaan’, ‘pembawaan lahir’, ‘keturunan’ (KJKI, 1995: 977). Pengertian itu cukup untuk membuktikan bahwa Sahaja dapat berarti keturunan tertentu. Keturunan yang dimaksud ialah keturunan Dhairyya, atau dengan kata lain keturunan wiku. Tetapi jika terjemahan sahaja adalah ‘yang lahir bersama’ memiliki kemungkinan untuk mengindikasikan adanya anak manusia yang dilahirkan kembar. Apakah Bhomȃntaka dikarang oleh wiku kembar? Pertanyaan semacam itu tentu saja sama sekali sulit untuk dijawab. Tapi apakah Bhomantaka ditulis oleh keturunan Dhairyya? Kemungkinan selalu saja terbuka untuk menafsir deretan kata Dhairyya Sahaja. Dhairyya Sahaja dapat saja dibaca bahwa seorang anak manusia keturunan wiku berharap dapat menceritakan cerita Bhoma. Cara yang sama sesungguhnya juga sempat dilakukan oleh Mpu Dharmaja. Sebagai perbandingan, Mpu Dharmaja dalam kakawin Smaradahana menuliskan nama dirinya dengan untaian kalimat “cudhamaṇya nira mpu dharmaja kedö marnnāngga sang hyang smara; sebagai sarana pemujaanku mpu dharmaja (yang) ingin melihat wujud sang hyang smara” [1:7]. Jadi kata kedö adalah kata yang menjadi penghubung antara penutur dengan harapan yang dikatakannya lewat kata-kata. Pada kasus Smaradahana, Mpu Dharmaja dengan terang menyebutkan nama diri terlepas dari apakah itu nama samaran atau tidak. Jika saja konsep yang serupa diterapkan dalam membaca Bhomȃntaka, tentunya nama Dhairyya Sahaja dapat dikemukakan. Barangkali kata dhairyya juga dapat diterjemahkan sebagai Mpu, sebab dhairyya dapat disejajarkan dengan kata wiku, sedangkan kata wiku diidentikkan dengan kata Mpu. Tentunya hal ini perlu dibicarakan lebih lanjut melalui penelitianpenelitian lanjutan. Peneliti-peneliti mengalami kesulitan dalam menerjemahkan bagian-bagian tertentu dari Bhomȃntaka. Bhomȃntaka dikatakan sebagai kakawin yang paling sulit. Kesulitan yang didapati, bukan berarti menjadi halangan yang sama sekali tidak dapat ditembus oleh ketekunan. Ketekunan adalah senjata paling mujarab, serupa tetes air dalam beberapa waktu yang lama mampu membuat sebongkah batu berlubang. Kesulitan yang dihadirkan oleh Dhairyya Sahaja dalam kakawin Bhomȃntaka, hendaknya menjadi tantangan tersendiri oleh peneliti-peneliti. Bukankah demikian tugas serta kewajiban seseorang yang telah menyerahkan dirinya sebagai peneliti kepada sastra? Ketika banyak orang yang mengatakan bahwa pelestarian sastra-sastra tradisional dalam artian yang seluas-luasnya perlu terus diadakan, maka sebaiknya ungkapan tersebut tidak hanya menjadi ‘karangan bunga’. Karangan bunga artinya menjadi sebuah wacana yang tidak jelas dimana akarnya. Karangan bunga yang terlihat indah sebab dirangkai sedemikian rupa. Keindahan yang ingin dicapai dalam waktu super singkat. Keindahan yang demikian sulit bertahan dalam jangka waktu yang lama. Tidakkah sebaiknya keindahan itu dibangun dengan kesuntukkan, ketekunan serta keteguhan sebagaimana yang diharapkan oleh penyair Bhomȃntaka? l IGA Darma Putra
l
Sajak-sajak
Shela Kusumaningtyas
Aku? Aku meletakkan doa-doa mereka dalam usaha yang tak terputus Aku menaruh harapan-harapan mereka dalam ambisi yang tak pupus Aku meminggirkan ego-ego diri Aku meleburkan kesendirian dalam naluri Aku menenggelamkan goyah yang dikebiri Aku menghantamkan deburan ini bersama angin yang menari Aku ........ Bedebah Bah Bedebah Bah Bedebah Bah Bedebah Aku mengumpat Sekawanan tikus sedang melompat Aku mengumpat Sekawanan semut sedang merapat Aku mengumpat Sekawanan ayam sedang berdebat Aku mengumpat Kawananku sedang mengupat Gerangan ada apa ini? Bah Bedebah Berdebu Pergulatan asa yang tak kunjung akhir Nanar sorot mata perempuan renta Tetap berbinar meski menepis nyinyir para peronta Menutup indera seolah buta Berderu dengan usaha yang tak pernah pinta
Ambisi Teruji
Aroma Asing
Pilihan untuk berhenti Bersiap untuk mengganti Menapak dalam menanti Tergerus kosong menuju inti Kenang melompong bukti Tertabur sirat mengerti Ambisi teruji Menghujam wejangan terpuji Berkelakar meronce taji Tertangkap deru mengkaji Bergelimang cakap tersaji Hembus ini memaksa melaju Mengabaikan hinaan tertuju Bermodal semangat untuk maju
Bergidik kuduk mendengar suara bising Mencium aroma-aroma asing Seketika kepalaku merasa pusing Aroma asing menghampar Kerasnya malu menampar Mengundang gejolak terlempar Aroma asing mengujar Liku-lika menghajar Cita dan harap belum terkejar Aroma asing menjalar Antrian rapalan doa mengular Rentetan target tergelar Aroma asing terkabar Mudah sekali saling menyebar Jelajah daerah melebar Penantian baik tak kunjung sabar Aroma asing diucap Menghenti label yang tercap
Bisikan Syair Melamun dalam rongga tanya Entas dari tasbih yang berpunya Mengeram risau jenaka Debur ombak kenang Terpintal sempurna luka benang Onggokan kejam teranggur Lingkupi wewangian bungur Bisikan syair berhembus Melingkar dalam nuansa baru Syair terangkai elok Membentang dalam dentum not balok Syair terekam Mengabadikan aura tertekam Biarkan ini melantun Sebagai buah penuntun Aku Ingat Terekam jelas di pikiran Kau ajak aku susuri pematang di ujung desa Rambutku yang tergerai kau sibak Padahal aku terbulat jebak Gelembung-gelembung kau tiup Dibiarkan melebur dalam kepak sayap Aku ingat, pastinya
Ada Harap Telinga melebar suara menyerap Menangkap hentak kaki berderap Meminggir seolah berharap Ini sosok yang sepertinya sudah terlihat kerap Mata ini menyorot Lihai mengerlip senandung Kaki menapak Mengharap ragamu kembali tampak Menghambur pedih terdepak Lemparan kerikil ku sepak Ada harap Dalam setiap bisu yang terucap Ada harap Dalam setiap gurau yang tercecap Ada harap Aku masih percaya Ada harap Harap Harap harap harap
DALAM TUBUHKU MENGALIR DARAH AMPERRE
Pagi itu langit tersaput kabut, ketika jalan di tepi sungai Moka riuh dan tegang. Orang-orang berduyun datang memenuhi tepi sungai sambil berteriak-teriak panik. Seorang bocah yang hendak pergi ke sekolah, disambar buaya ketika melintas di jembatan bambu yang membentang di atas sungai Moka. Aku yang kebetulan sedang mengulur mata kail di sebelah jembatan itu langsung mencebur ke sungai. Orang-orang semakin panik karena mereka khawatir, aku jadi santapan yang kedua bagi buaya. Aku pun tak mengerti mengapa aku tiba-tiba berani. Tubuhku seperti terasuki sosok tubuh lain. Tiba-tiba saja aku mencebur, berenang-renang, menyelam, timbul-tenggelam. Tubuhku terasa ringan, seringan kapas. Membelah batu, menerobos tumpukan sampah kasar yang dihanyut arus.Dan sekali kaki kukayuh, tubuh meluncur deras ke depan hingga tanganku menyentuh ekor buaya. Sigap tanganku menguak mulut buaya yang mencengkeram lengan si bocah. Aku bertahan dalam kibasan ekor buaya yang berkali-kali memukul kepalaku, hingga bocah itu terlepas dan terapung di permukaan air. Berkali-kali mulut buaya itu berusaha menyantap lenganku. Tapi tak terasa apa-apa, bahkan ia mundur dengan mata meringis seperti kesakitan. Bocah yang lengannya berlumur darah segeras kugendong sembari berenang menuju tepi. Buaya liar itu membuntutiku sambil sekali lagi menyambar kaki. Untuk kedua kalinya ia meringis, terdiam nelangsa di dekat jembatan. Setelah si bocah diterima orang-orang di tepi sungai, aku balik mencebur. Meninju mulut buaya beberapa kali. Perhatian orang-orang kini tertuju kepadaku, ada yang bertepuk tangan, ada yang bersorak dan ada yang menangis sambil memanggilku untuk kembali ke tepi. Aku tak peduli semua itu, serasa tubuhku bergerak sendiri, menendang dan meninju-ninju, hingga mulut buaya itu muncrat darah, memerahi air sungai, buaya itu lunglai dan mengembuskan napas terakhirnya. Aku kembali naik ke tepi sungai, sorak sorai dan riuh tepuk tangan menggetarkan langit desa. Beberapa orang memeluk tubuhku, sementara sepasang mataku masih terpaku memandang bangkai buaya yang mulai terseret arus, terjengkang
dipermainkan air, membentur batu-batu dan akhirnya hanyut ke hilir melewati perdu yang rimbun di tepi sungai. Makhluk yang beberapa saat sebelumnya menyatu dengan tubuhku tiba-tiba kurasa keluar dengan lesat cepat menuju langit, barulah aku merasa keadaan tubuhku yang sebenarnya. Aku gigil. Dan tanganku terasa agak pegal. Hanya sebagian kecil orang-orang memuji dan berterima kasih kepadaku, tapi sebagian besar malah menatapku penuh selidik, seolah mereka curiga aku seorang penyihir. Apa yang telah kulakukan yang sebenarnya murni demi menolong sesama, oleh mereka dianggap tindakan unjuk kepiawaian. Mereka sama sekali tidak menyukai pertolonganku. Aku tidak tahu ke mana bocah yang lengannya disantap buaya selanjutnya dibawa. Menit berikutnya, orang-orang seperti air laut yang susut. Mereka pergi meninggalkanku sendirian, sebagian besar masih terus menoleh dengan tatap yang seperti curiga. “Aku yang bermaksud baik menolong seseorang, mengapa harus diperlakukan seperti ini?” tanyaku dalam hati. Dalam sepi. # Warga selalu memandangku dengan tatap yang tetap curiga. Bisik-bisik antar yang satu dengan yang lain, sembari memandang ganjil ke arahku. Tak jarang dari mereka—sembunyi-sembunyi—menyebutku anak setan, anak iblis, keturunan hutan Rongkorong. Entah apa yang membuat mereka beranggapan demikian. Padahal dalam keseharianku ada banyak kebaikan yang kulakukan di tengah-tengah mereka. Aku hidup normal seperti mereka. Bergabung bila ada acara hajatan, ikut serta dalam gotong-royong, aktif di organisasi desa, ikut majlis ta’lim dan arisan. Postur tubuh dan segala bentuk fisikku juga sama dengan mereka. Tak ada bulu, tak ada taring dan mataku tidak merah. Intinya, seluruh tubuhku sama sekali tak menampilkan sosok makhluk gaib—yang biasanya berbulu, bertaring, bermata merah dan berwajah seram—sebagaimana yang ditayangkan televisi. Berhubung hidup adalah medan cobaan, kuhadapi segala cibir dan kecurigaan warga dengan kesabaran. Aku tetapberinteraksi dengan mereka sebagaimana
mestinya meski tak jarang—dan hampir setiap waktu—aku harus mengelus dada, menangis, terisak, menahan luka, meghapus perih ketika warga mencibirku, baik yang terang-terangan atau yang bisik-bisik. Sudah dua puluh tahun aku merasakannya hingga kini. Dari semenjak bocah hingga saat sekarang ketika aku mulai merasakan jatuh cinta. Hanya dua sosok perempuan yang selama ini punya kepedulian lebih bagiku, ibu dan Nisa, wanita calon pendamping hidupku. Nisa menyukaiku sejak aku menyelamatkannya dari gerombolan anak jalanan. Masih terekam segar dalam ingatan. Di suatu pagi yang dingin, ketika aku membantu ibu mengangkut kayu dari lereng bukit, tepat di lintasan sepi, di jalan menanjak yang di kanan-kirinya ditumbuhi barisan mahoni, tiba-tiba Nisa diberhentikan paksa oleh sepuluh anak muda bersenjata tajam. Nisa yang saat itu mengendarai motor hanya bisa berteriak dan meronta seadanya. Sekelompok anak muda itu memegang erat lengan Nisa dan sebagian yang lain menyumpal mulutnya dengan kain, sambil terus diseret ke samping jalan, menuju semak belukar yang mengarah langsung ke bagian lereng bukit yang paling sepi. Beberapa pengendara yang melintas hanya bisa melihatnya, sebelum akhirnya lanjut tancap gas, aku memaklumi karena merkea juga takut dengan kelompok pemuda beringas itu. Aku masih berdiri di seberang jalan. Kayu masih kupikul, keringat terus bercucur aliri dada yang telanjang tanpa baju, menguar getah kayu. Aku tak rela melihat Nisa diperlakukan demikian kejam. Sementara sebagian pemuda itu mengacungkan pisau, golok, tombak dan parang ke arahku. Mungkin mereka mulai membaca gelagatku yang hendak menyelamatkan Nisa. Sebagaimana yang terjadi ketika aku bertarung melawan buaya, sesosok makhluk transparan menyusup ke tubuhku. Keringat henti cucur. Tangan mengepal kuat. Ikatan kayu jatuh ke tanah. Tubuhku terasa hangat. Angin hutan beraroma pucuk mahoni mengelus dada. “Bismillah,” Aku melompat tinggi, tubuhku ringan, melayang di udara, lintasi jalan raya dan kakiku bergerak cepat menendang dada
sepuluh pemuda itu satu demi satu, hingga mereka terkapar, dan aku mendarat dengan satu kaki, tangan terbuka mirip sayap, aku seperti pendekar tangan seribu, berdiri tepat di dekat Nisa. Sepuluh pemuda itu bangkit sambil mengangkat senjata, serentak berbondong ke arahku, sepuluh senjata beragam jenis menempel di tubuhku. Aku tetap berdiri tak bergeser sedikit pun, senjata-senjata itu tidak mempan. Tak ada luka di tubuhku. Tak ada rasa sakit sama sekali, mata senjata-senjata itu terasa lembut seperti gabus mengena kulit. Sepuluh pemuda itu kaget, sembari terus menusukkan senjata yang dipegang lebih kuat lagi. Kutarik napas panjang, udara hutan hirup jauh melembahi jantung, mataku pejam. Lalu satu kali aku berdehem. “Ehmm!!” Sepuluh pemuda itu terlempar jauh, seperti tumpukan ranting kecil dilempar letusan mercon. Berserakan ke manamana. Ada yang terjengkang ke pangkal kayu, ada yang menubruk batu, ada yang terantuk aspal. Semua limbung dan berdarah. Perlahan berjalan meninggalkan kami dengan tangan menangkup, minta maaf. Makhluk transparan keluar dari tubuhku. Keringat cucur kembali. Nisa tersenyum, berlari memeluk tubuhku dengan erat, tak peduli getah kayu melumasi bagian tubuhku. Nisa menangis haru. Nisa minta diantar pulang, dan aku menyanggupinya, tentu setelah aku pulang, mandi dan berpakaian rapi. Orang tua Nisa berterima kasih, bahkan dia memberi isyarat jika mereka bahagia seandainya aku jadi menantunya. Benar apa yang kuduga, dua hari setelahnya, Nisa menyatakan cinta kepadaku dengan tak malu meski dia perempuan. Ya, hanya Nisa dan ibu, yang kini peduli kepadaku, sedang warga yang lain selalu memandangku dengan tatap yang curiga. # Ibu baru saja mengangkut sepuluh ikat kayu dari bukit. Ia duduk di licak bambu sambil mengipasi tubuhnya dengan selembar daun jati. Butir peluh menebar di wajahnya. Siang seperti menebar jala panas dari delapan mata angin. Tak buang waktu, ini kesempatan yang kesekian kali untuk menanyakan lagi perihal muasalku. Aku tak lelah bertanya meski selama ini ibu tak pernah menjawab dan selalu
mengalihkan pembicaraan setiap kali kutanya itu. “Bu! Sekarang saya sudah berumur 25 tahun. Tak kurang dari lima belas tahun saya bertanya tentang siapa diri saya yang sebenarnya. Tapi ibu selalu tak menjawab. Kadang ibu hanya menjawab ayah sedang merantau. Kenapa dia tak kunjung pulang? Mengapa dia tak rindu untuk menelpon ibu?. Saya ini sebenarnya siapa, Bu?. Saya ini anak siapa?. Kenapa warga selalu menatap curiga kepada saya?. Saya tidak kuat, Bu,” pintaku kepada ibu, seraya kupegang tangannya yang kurus. Air mataku berlinang. Air mata ibu pun berlinang. Kami terisak. Ibu membelai rambutku. matanya yang sembab, memandang ke datar langit. “Dulu ketika ibu mencari kayu di hutan, ibu bertemu dengan sesosok makhluk penjaga hutan dari bangsa jin yang bernama Amperre. Makhluk berkulit hitam yang kakinya tak menyentuh tanah itu jatuh cinta kepada ibu. Berkali-kali ia membantu ibu mengambil dan membawa kayu. Berkali-kali ia menyelamatkan ibu dari kejaran anjing hutan, makhluk itu sangat sakti. Singkat cerita, ibu dengannya saling bercinta, dan....” suara ibu terputus. Isak ibu lebih keras lagi. “Dan kenapa, Bu?” “dan lahirlah kamu.” Ibu memelukku sangat erat. Tangisnya kian meraung. Kurasakan air matanya menetes ke tengkuk. Kami masih saling peluk, dalam linting angin siang, dalam tangis yang sama, pikiran berputar-putar menunggu redanya. Keesokan harinya aku menemui Nisa di taman kota, bermaksud untuk menjelaskan siapa diriku sebenarnya, agar ia tak mencintaiku lagi, aku tak tega ia punya suami makhluk setengah siluman sepertiku. Tapi Nisa sudah duduk menungguku dalam keadaan menangis. Setibaku di taman itu, mata Nisa sudah basah, ia memelukku sambil sesengukan. “Mas!. Aku minta tolong. Selamatkan nyawa ibuku yang diculik Amperre tadi pagi. Bunuhlah Amperre itu, Mas. Dia jahat, terkutuk, jelek, iblis, setan!!” Jika permintaan Nisa kuiyakan. Kepada siapa aku akan berguru cara seorang anak membunuh ayahnya sendiri?. l A. Warits Rovi
NASIONAL
16
Minggu Umanis, 3 September 2017
Arjuna dan Bhimasena Bantai Besar-besaran Para Ksatria Kuru
Disusun: Kisari Mohan Ganguli Diterjemahkan: I Ketut Arinta ( Edisi Kelima)
Rishi Vyasa : (Bharata) setara dengan Veda. Ini adalah suci dan agung. Bharata menganugerahkan kemasyhuran dan kesejahteraan. Karena itu, seseorang harus mempelajari dan mendengarkan dengan perhatian penuh.
DHRITARASHTRA berkata, ‘’Aku telah mendengar semuanya, oh Sanjaya, yang engkau telah sampaikan. Apakah putraku Duryodhana yang selalu menginginkan kemenangan itu telah pergi ke tempat tinggalnya Dewa Yama, setelah kehilangan harapan keberhasilan? Katakan kepadaku sesungguhnya, oh Sanjaya, tentang semuanya itu. Bahkan tidak masalah jika engkau harus mengulanginya.’’ Vaishampayana melanjutkan, demikian disapa sang prabu, oh Janamejaya, Suta itu berkata kepada beliau, ‘’Prajurit kereta perkasa, Vaikartana, oh baginda, telah dibantai putraputra dan saudara-saudaranya. Demikian juga para prajurit Suta lainnya. Mereka semua adalah para pemanah perkasa yang siap mengorbankan nyawa dalam pertempuran! Duhshasana juga telah dibantai putra Pandu yang terkenal. Karena kemarahan Vrikodara, sungguh, darahnya telah diminum Bhimasena.’’ Vaishampayana berkata, setelah mendengarkan kata-kata ini, oh baginda, putra Ambika, Dhritarashtra, itu hatinya sangat terguncang karena kesedihan. Sang Prabu kemudian me-
nyapa sais keretanya, Sanjaya. ‘’Melalui kebijaksanaan yang jahat, oh tuan, dari putraku yang memiliki pandangan ke depannya sempit, putra Vikartana itu telah terbantai! Berita ini benar-benar memotong inti hatiku! Aku berkeinginan menyeberangi laut kesedihan ini! Karena itu, hilangkanlah keragu-raguanku. Karena itu ceritakan kepadaku siapa saja yang masih tetap hidup dan yang mati di antara keturunan Kuru dan para Pandava itu!’’ Sanjaya berkata, ‘’Dilengkapi keberanian besar dan tak terkalahkan dalam pertempuran, Bhishma, putra Shantanu, oh raja, setelah membantai banyak orang Srinjaya dan Panchala, telah terbantai setelah sepuluh hari. Pemanah perkasa dan tak terkalahkan, Guru Drona, yang keretanya keemasan, setelah membantai divisi-divisi Panchala dalam pertempuran, telah terbantai juga. Setelah membantai setengah dari apa yang tersisa setelah dibantai oleh Bhishma dan Drona yang terkenal itu, putra Vikartana, Karna, telah binasa. Dilengkapi kekuatan besar, oh baginda, Pangeran Vivingsati, setelah membantai ratu-
san prajurit Anarta, juga telah terbantai. Putra paduka yang gagah perkasa, Vikarna, kehilangan kuda-kuda dan senjatasenjata. Dia saat ini berdiri dan kemudian menantang musuh, mengingat kewajiban-kewajiban para ksatria. Setelah mengingat banyak kecurangan yang ditimpakan kepadanya oleh Duryodhana. Dan dalam pikirannya menahan sumpahnya sendiri, Bhimasena kemudian telah membantainya. Ksatria yang memiliki kekuatan hebat, Vinda dan Anuvinda, dua Pangeran Avanti, setelah mencapai prestasi-prestasi sulit, juga telah pergi ke tempat tinggalnya Dewa Yama. Pahlawan itu punya kekuasaan sepuluh kerajaan. Dia punya Raja Sindhu sebagai kepala mereka. Sedangkan yang selalu patuh kepada paduka, Jayadratha, yang memiliki energi besar, oh raja, telah dibantai Arjuna setelah mengalahkan sebelas akshauhini pasukan dengan anak-anak panahnya yang tajam. Dilengkapi banyak gerakan dan tidak dapat dengan mudah dikalahkan dalam pertempuran, putra Duryodhana, yang selalu patuh kepada perintah ayahandanya, telah dibantai putra Subhadra. Putra
Duhshasana yang pemberani, yang memiliki lengan-lengan perkasa dan dahsyat dalam pertempuran, telah dikirim ke tempat tinggalnya Dewa Yama oleh putranya Draupadi. Dirinya sendiri berusaha dengan keberanian besar! Penguasa orang-orang Kirata dan penghuni-penghuni lain dari dataran rendah di tepi pantai, yang banyak dihormati dan teman yang disayang dari kepala kaum surgawi itu sendiri, Raja Bhagadatta yang saleh. Dia yang selalu patuh kepada kewajiban-kewajiban para ksatria, telah dikirim ke tempat tinggalnya Dewa Yama oleh Dhananjaya setelah dirinya sendiri berusaha melawan Arjuna dengan keberaniannya yang besar. Sanak saudara para Kaurava,
putra Somadatta, Bhurishrava yang pemberani dan terkenal, oh raja, telah dibantai Satyaki dalam pertempuran. Amvashtha, Raja Srutayu, yang utama dari para ksatria. Dia yang terbiasa malang-melintang telah dibantai Arjuna. Putra paduka Duhshasana, yang sempurna dalam senjata-senjata dan tak terkalahkan dalam pertempuran, yang selalu marah, oh baginda, dibantai oleh Bimasena. Sudakshina, oh raja, yang memiliki ribuan gajah menakjubkan, telah dibantai oleh Arjuna. Penguasa Kosala, setelah membantai ratusan musuh, dirinya sendiri telah dikirim ke tempat tinggalnya Dewa Yama oleh putra Subhadra setelah dirinya sendiri berusaha dengan keberanian. (bersambung)
Sloka 14.15 Rajasi pralayam gatva karma-sangisu jayate tatha pralinas tamasi mudha-yonisu jayate Bila seseorang meninggal dalam sifat nafsu, ia dilahirkan di tengah-tengah mereka yang sibuk dalam kegiatan yang dimaksud untuk membuahkan hasil. Bila seseorang meninggal dalam sifat kebodohan, ia dilahirkan di kerajaan binatang.
Grebeg Maulud di Keraton Yogyakarta Yogyakarta (Bali Post) – Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar upacara adat “Grebeg Besar”, Sabtu (2/9) kemarin, untuk merayakan momentum hari raya Idul Adha 1438 Hijriah. Prosesi ritual Grebeg Besar ini diawali dengan keluarnya iring-iringan pasukan prajurit Keraton Ngayogyakarta yang terdiri atas prajurit Wirobrojo, Ketanggung, Bugis, Daeng, Patangpuluh, Nyutro yang dikomandani oleh manggala yudha GBPH Yudhaningrat. Tujuh gunungan hasil bumi yang terdiri atas gunungan kakung, puteri, gepak, darat, pawuhan, dan dua gunungan jaler diarak ratusan prajurit dari Siti Hinggil Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Lima di antaranya diarak menuju Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta, sedanSAPI BALI- Sapi Bali menjadi incaran untuk dipotong saat Hari Raya Idul Adha.
gkan dua gunungan lainnya menuju Kantor Kepatihan dan Puro Pakualaman. “Grebeg Besar ini merupakan wujud sedekah dari Sultan HB X sekaligus sebagai simbol Manunggaling Kawula Gusti (hubungan Tuhan dengan manusia) dan hubungan Raja Keraton Yogyakarta dengan rakyatnya,” kata Adik Sultan HB X, GBPH Yudhaningrat, yang sekaligus berperan sebagai Manggala Yuda atau panglima prajurit dalam acara itu. Menurut Yudhaningrat, acara adat yang digelar setiap tahun itu juga bertujuan sebagai simbolisasi kemakmuran Daerah Istimewa Yogyakarta. “Karena semua gunungan yang diarak berasal dari hasil bumi Yogyakarta,” kata dia. Saat tiba di halaman Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta, lima gunungan berisi hasil bumi langsung diserbu
ratusan warga yang terdiri atas wisatawan maupun warga dari berbagai daerah. “Berebut isi gunungan dari Keraton selalu saya lakukan sejak dahulu setiap tahun,” kata Sri Widayati (67) yang berhasil mendapatkan isi gunungan berupa lima tusuk kue tradisional dari ketan. Menurut warga Madukismo, Bantul itu, hasil bumi isi gunungan Grebeg Maulud itu amat penting karena dianggap memiliki manfaat menghindarkan keluarganya dari berbagai musibah. “Saya yakin dapat berkah dan mudah-mudahan terhindar dari marabahaya,” kata dia. Berbeda dengan Subarjo (57). Warga Kota Gede Yogyakarta itu akan memanfaatkan isi gunungan sebagai pakan ayam miliknya. “Biar ayam ternak saya tidak penyakitan,” kata dia. (ant)
BPM/dok
PKH Bali Batasi Jumlah Sapi yang Dipotong Denpasar (Bali Post) Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Provinsi Bali memiliki batasan jumlah sapi yang boleh dipotong untuk kurban Idul Adha adalah 17.000 ekor. Pada hari Idul Adha, jumlah hewan kurban yang dipotong di Kota Denpasar 2.592 ekor. Dari jumlah hewan tersebut terdiri dari 566 ekor sapi dan 2.026 ekor kambing yang tersebar di Kota Denpasar. “Sementara untuk kabupaten lainnya, kami masih menunggu laporan,” ungkap Drh. IKG Nata Kesuma, MMA., Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas PKH Provinsi Bali, Jumat
(1/9) lalu. Pemotongan hewan kurban tidak hanya dilakukan pada hari H tapi berlanjut pada keesokan harinya bahkan H+2 Idul Adha. Hal ini karena bertepatan dengan salat Jumat, yang waktunya cukup mepet sehingga pemotongan hewan juga dilakukan pada
hari berikutnya. “Sebagian pemotongan memang dilakukan besok dan lusa,’’ katanya. Berdasarkan koordinasi dengan Balai Karantina Denpasar, Idul Adha tahun ini, terdapat 2.928 ekor kambing masuk ke Bali pada bulan Juli. Sedangkan pada bulan Agustus terdapat 4.799 ekor
kambing. “Jumlah tersebut di samping untuk konsumsi masyarakat secara keseluruhan, juga untuk kurban,” ujarnya. Pihaknya bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana (Unud) dalam melakukan pengawasan terhadap pemotongan hewan kurban di seluruh lokasi pemotongan. Sebanyak 400 petugas dan dokter hewan diturunkan untuk mengawasi pemotongan hewan kurban. (kmb42)
Makanan Sehat Tidak Mahal
Denpasar (Bali Post) Sehat itu murah, sakit itu mahal. Sama seperti mobil, jika tidak dirawat akan keluar-masuk bengkel dan akan membutuhkan biaya yang lebih mahal. Dasar pemikiran itulah yang selalu diingat Melinda Cowan (33), seorang pelaku usaha, untuk menjalani pola hidup sehat. Dengan sehat, ia bisa melakukan banyak aktivitas yang bermanfaat. Sejak usianya berkepala tiga, wanita yang tinggal di Denpasar itu rajin berolahraga. Pola hidup sehat menjadi pilihan hidupnya setelah ia pernah sakit dan menjalani operasi pada tahun 2009. Ketika itu karena pola hidupnya diakui memang tidak sehat, kurang berolahraga dan makan pun yang terpenting kenyang. “Sejak itu, saya coba mengubah rutinitas saya. Rajin berolahraga dengan lari santai ataupun olahraga di gym atau di rumah, dan mulai konsumsi makanan yang sehat,” ujarnya Sabtu (2/9) kemarin. Beberapa persepsi masyarakat yang kerap ia dengar adalah makanan sehat itu mahal. Padahal dengan pergi ke pasar tradisional saja membeli sayur-sayuran itu jauh
BPM/kmb42
FISIK - Salah satu poin gerakan masyarakat hidup sehat (germas) adalah aktivitas fisik. Aktivitas fisik yang bisa dilakukan adalah yoga. lebih murah dan sehat. “Modal saya sehat itu minum jus buahbuahan dan sayuran sehari satu kali saja. Siang biasanya makan nasi seperti biasanya,” imbuhnya. Sebagai wanita sekaligus seorang istri, dengan berolahraga juga memberikan nilai plus dengan bentuk badan yang ramping. Di sela-sela pekerjaannya yang padat, ia selalu menyempatkan diri untuk berolahraga. “Kalau sampai larut malam ya tidak olahraga,” ujarnya. Dalam seminggu, Melinda bisa 3-4 kali berolahraga. Melinda juga gemar men-
gonsumsi jus sayur-sayuran dan aneka buah-buahan untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Selain sayur dan buah, Melinda lebih suka makan ikan. Untuk melancarkan pencernaan, terkadang ia juga mengombinasikan jusnya dengan yogurt. “Tapi intinya balance of life. Kadang pengin makan yang enak, tapi tetap harus diselingi makan yang sehat-sehat juga,” imbuhnya. Kini, ia merasakan manfaatnya. Ia merasa lebih sehat, tidak mudah letih sehingga tidak mengganggu pekerjaannya. Dari badan yang sehat,
pikirannya pun ikut sehat. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya, MPPM, sebelumnya mengatakan, munculnya permasalahan penyakit pada era globalisasi ini, salah satunya ditandai dengan adanya peningkatan angka kematian ibu dan balita, masih banyak dijumpai permasalahan gizi. Dalam bidang pengendalian penyakit masih dijumpai beban ganda penyakit, yaitu penyakit tidak menular (PTM). Dampak yang sering dirasakan akibat peningkatan kasus PTM yaitu tingginya dana finansial yang dikeluarkan untuk membiayai kesehatan. Hal ini akan berpengaruh pada penurunan produktivitas masyarakat serta penurunan daya saing negara. Tentunya dampak yang paling krusial yaitu berpengaruh pada kondisi sosial ekonomi masyarakat itu sendiri. Salah satu strategi yang dikembangkan adalah melalui perbaikan lingkungan dan perubahan perilaku ke arah yang lebih sehat. Untuk itu, gerakan masyarakat hidup sehat (germas) menjadi sebuah pilihan dalam mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang lebih baik. (kmb42)
BPM/ist
SERAHKAN – Pjs. Palaksa Lanal Denpasar Mayor Laut (P) Agung Hariwibowo menyerahkan hewan kurban kepada Panitia Qurban Masjid Sabilul Hidayah Mako Lanal Denpasar.
Danlanal Denpasar Serahkan Hewan Kurban
Denpasar (Bali Post) Dalam rangka menyambut hari raya Idul Adha (Idul Qurban) 1438 Hijriah/2017, Komandan Pangkalan TNI AL Denpasar (Danlanal Denpasar) Kolonel Laut (P) GB. Oka diwakili oleh Pjs. Palaksa Lanal Denpasar Mayor Laut (P) Agung Hariwibowo, menyerahkan hewan kurban berupa satu ekor sapi kepada panitia kurban Masjid Sabilul Hidayah Mako Lanal Denpasar. Penyerahan hewan kurban tersebut diterima secara langsung oleh Ketua Panitia Mayor Laut (PM) Andi Risal, S.H., Sabtu (2/9) kemarin. Dalam kesempatan itu, Danlanal mengatakan per-
ayaan hari raya Idul Adha oleh Umat Muslim setiap tahunnya mengandung hikmah yang mendalam terhadap keimanan dan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Dari Hikmah tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi pembinaan personel TNI Angkatan Laut, khususnya di Lanal Denpasar karena kita hidup berdampingan bersama dengan umat yang lain, karena di Bali ini kita bisa rukun dan dapat saling menghargai dan bisa hidup berdampingan dengan penuh damai, tanpa membedakan suku, ras, dan agama. ‘’Mari kita yang berada di Bali khususnya di Lanal Denpasar ini bisa menjadikan
contoh untuk keberagaman ini bisa hidup berdampingan penuh damai,’’ tegasnya. Sebanyak 30 ekor kambing dan 1 ekor sapi kurban yang diterima oleh Panitia Idul Adha, yang pelaksanaan pemotongan hewan kurban Sabtu (2/9) di area depan Masjid Sabilul Hidayah Mako Lanal Denpasar Jalan Raya Sesetan 331 Denpasar Bali. Daging kurban dibagikan kepada yang berhak menerimanya di sekitar Mako Lanal Denpasar. Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain para seluruh perwira staf di lingkungan Mako Lanal Denpasar dan disaksikan oleh segenap prajurit Lanal dan masyarakat sekitar Mako Lanal Denpasar. (ist)
Minggu Umanis, 3 September 2017
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 70 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
Dibutuhkan untuk Posisi Pengawasan Lapangan (S1 Tehnik Sipil) dan Marketing Product Bangunan Masing-Masing memiliki Pengalaman Minimal 2 Tahun.Kirim CV Job Letter ke Alamat hrd@lepirate.com
***Dicari Segera Final QC Freelance untuk Garment yang Berpengalaman Hub.081999221334
B.BP.001.09.17.0000015
Dcr karyawati Gj1,5Jt+Mkn+Bns u/Laklak,Serius Langsung Kerja Waturenggong 114Panjer Br.Kaja
B.BP.001.09.17.0000085
B.BP.004.08.17.0002035
BPR Sinarkuta bth AO/Marketing Lam.e:info@bprsinarkuta.com
Cr Sales Makanan Beku,Gj 2Jt + Bns,Pny Mtor Sdri.082339158558
Dcr Salesman min SMA Berpengalaman Umur max 30 bawa lamaran ke Banoli Motor Jl.Buluh Indah 75 Dps
Dcr Admin Wanita Bisa Computer Berpengalaman Min SMU.Lamaran Jl.Mahendradata 97B Denpasar
B.BP.004.09.17.0000021
Cad 3D Render.Rajin, Inisiatif. Lam Lkp ke papirus.design@ yahoo.com WA.08123013919 B.BP.154.09.17.0000077
B.BP.141.08.17.0002043
B.BP.001.08.17.0001945
Dicari Manager Villa dan Cook ***PT.Cahaya Putih Membutuhkan Berpengalaman 5 Thn Segera:Security,Housekeeping, Jujur, Ulet, Disiplin.CV ke Penjahit,Social Media Kirim ke: Email : lamaran@j-ad.com Jl.Intan Permai No.108 Timur B.BP.004.09.17.0000066 LP Kerobokan Tlp.085100050706 Pembantu Apartemen Wanita,Tgl B.BP.001.09.17.0000016 dalam,Gj 1,7Jt H.087861825975 Arsitek Proyek D3/S1 bs Auto
Coco Group Looking For: 1.Asst.Accounting Manager 2.asst.HR Manager 3.Asst.Internal Audit Manager 4.Accounting Supervisor Min.1 Year Experience in The Same Position at Retail Industry. Send New CV at hrd@cocogroupbali.com Or hrm@cocogroupbali.com
B.BP.164.09.17.0000071
“Dcr SPG di Toko Syang Jl.Laksmana Oberoi No.69 dpn Billabong Gj 2.250+Bns 082145548444
B.BP.004.09.17.0000064
B.BP.001.08.17.0001846
Dcr Assisten Dokter + Tenaga Facial Min SMA,Wnt,0818554664
B.BP.001.09.17.0000069
Dcr Guru Privat u/Ngajar 1 SMA di Rumah,Tabanan 085337254964
B.BP.001.08.17.0002078
Dcr Helper Umur max 35 Pendidikan SMA bawa lamaran ke Banoli Motor Jl.Buluh Indah 75 Dps
B.BP.001.08.17.0001947
B.BP.803.09.17.0000049
Dcr Srbtan Pria/Wnt(PRT)Tdr dalam 085339057458/087861722648
B.BP.001.09.17.0000072
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
Dcr Supir,Ubud,English,exp,SIM A, Referee,Tlp:08179790393
Dibthkan sgr sales Spv Pend S1 Bth Guru/Mhs Jur B.Ingg&Matemapnglm min 2th di Konsmr/Farma, tika/MIPA u/Bimbel.08179791223 B.BP.001.08.17.0001953 B.BP.001.09.17.0000042 Sales Pend D3 min 1th dialat Dcr Western Cook,Waiter/ss,BarDicari Kepala Proyek Villa Kshtn/Konsmr/Frma,Loper Pend tender,Supervisor.081236215048 Ir.Sipil Berpengalaman 5 Thn SMA Mep Sim C.Krm ke PT.MBS via WA/albertlaota@gmail.com Jl.Gn.Agung No.161 T.9005530/31 Jujur,Ulet,Disiplin.CVke B.BP.154.08.17.0001977 Email : lamaran@j-ad.com B.BP.001.09.17.0000054 Dcr pembantu Tgl dalam lok Dps B.BP.004.09.17.0000065 Dicari Accounting utk Resto di Hub.085288082327/085237305656 Dicari Peg.Laundry wil.Renon Seminyak Min.1Th Pengalaman B.BP.001.09.17.0000005 Hub.081337287307/085857318696 Paham Neraca,PnL & Jurnal. Dcr pria u/Gdng min SMA,wil. B.BP.001.09.17.0000010 CV+Photo:pjl.recruit@gmail.com Batubulan sms 085792904959 PMA Kerobokan Cari Tukang Las Hp.081237899190 B.BP.001.09.17.0000003 Pengalaman 3th Gj.2,9jt+BPJS+ B.BP.001.08.17.0002090 Dcr sopir untuk Laundry Bonus+Uang Lembur+THR,Training Dicari Karyawan Utk Salon Hub.085100616229/082144992463 Gaji 2,3jt++ Hub 081556744244 Mobil,Bisa Poles,Berpengalaman B.BP.001.09.17.0000008 B.BP.141.09.17.0000017 Bisa Bekerja Team,Gaji+Bonus Dcri Sgr Sopir,Therapist Spa, Dicari Staf Admin/Operasional Menarik Lam:Auto Nyaman Jl. Cleaning Service,telp.723593/ Pria,min.SMA Hub:081999575838/ Gunung Agung 183 Dps T.424390 723637/082144159869. WA 085100561188 B.BP.001.08.17.0001936
B.BP.141.09.17.0000019
Dicari Sopir pribadi Jl.P.Kawe Kartika II/1 Hub.08123954306
DAIHATSU
Truk Toyota Dyna’2014 Karoseri Bak Okt’2016 Hub.08113809949
Djl Tanah 20A (Kerambitan) & Tnh 31,6A(Canggu)081558097478
B.BP.001.09.17.0000076
B.BP.001.09.17.0000058
DISEWAKAN GEDUNG Disewakan Gedung 2Lt bs ambil 1 lt @115jt, di Jl.Mh.Yamin, Renon Hub.08123861163
Djl Tnh 1,5Are Subak Belaki Pinggir Jln.Hrg.325Jt/Are Nego KIA Picanto Automatic Th’2015 B.BP.001.09.17.0000025 Tgn1 AbuMet Hb.087 862 270 180 Hub.085829685237/081338322233 HONDA B.BP.001.08.17.0002016 B.BP.164.09.17.0000070 CRV’2005 Tgn1 AsBali H.118Jt KEHILANGAN Djl Tnh Kav Siap Bangun Lokasi Istimewa,085100856999 Pribadi Jl.P.Saelus 1 Hub:08786239226 Hlg BPKB A6991236 DK 1539 QJ B.BP.141.09.17.0000018 B.BP.001.08.17.0001974 DIJUAL TANAH Hub.08123907131 Kv.SB Jrsn Tnh Lot Pandak Tbn TOYOTA Tnh Kvl Di Mengwi 130jt/A B.BP.001.09.17.0000063 085935203897 Avanza G’2010 AsliDK Silver 60Jt/A Bs Kredit 087862450004 10x12=250Jt NgoB.BP.001.09.17.0000062 KONTAK JODOH B.BP.001.08.17.0002077 Kaleng Super Istmwa,0817356452 Pria Canada mapan cr gdis Bali B.BP.001.09.17.0000086 DISEWAKAN RUKO Djl Cpt Tnh Luas 5,8are sertiAvanza G’13 slvr DK Double Air Hindu, u/ diperistri, umr:20-35 fikat HM Nego Lokasi Jl.Dewi Dikontrkan Ruko Jl.Ayani Sltan Bag trwt 0818-0561-3699 Ng 149 Madri 1 Renon Dps,081338727367 No.9A-9B Dps Erna:081999387823 Hub: thelostguide015@yahoo.com KIA
B.BP.001.09.17.0000068
DIJUAL MOBIL
SALON
SERVICE
PROMO Balinesse Body Spa 2 jam 150.000 Chocolate Sensational Spa 2 jam 120.000 Perawatan Miss V 80.000 Jl. Jaya Giri III / 22 Renon, 089527788120 Jl. Hang Tuah 11X Sanur, 0361 289 481 C.0001467-SLN
ALUMINIUM
B.BP.001.08.17.0002080
B.BP.001.09.17.0000004
WC
085 337 361 233 0877 6129 5235 C.0000701-brj
BAJA RINGAN
SERVICE
AC
RAJA BUNTU
081999111542 082144420026 C.0001697-SRV
TOUR
KURAS WC DAN MAMPET GARANSI - CLOSET - WASTAFEL - BATHUB - SALURAN AIR TANPA BONGKAR - SALURAN DAPUR
B.BP.012.08.17.0000014
TUNGGAL JAYA K U L K A S GA M . C U C I RA CHEELER N S W.HEATER I Kerja Ditempat
WC Garansi 1 bulan
- SALURAN AIR - WASTAFEL DLL - MAMPET - TANPA BONGKAR - TERIMA KURAS
081 338 013 066
SERVICE
SERVICE
KARYA USAHA
44 495 42 82 1
C.0001686-BRJ
W.HEATER POMPA AIR C.0001782-srv
MAGISTER KENOTARIATAN (MKN) Pendaftaran Gelombang II Angkatan II : 1 Juli - 19 September 2017 : dilaksanakan tanggal 22 September 2017 : dilaksanakan tanggal 23 September 2017 : 25 September 2017
TEMPAT PENDAFTARAN : Sekretariat : Gedung H Program Pascasarjana Lantai II Universitas Warmadewa Atau kunjungi website Program Pascasarjana Universitas Warmadewa: www. warmadewa.ac.id (pendaftaran secara online)
INFORMASI : Dr. I Nyoman Sujana, S.H., M.Hum. (08123853102) Dr. Luh Putu Sudini, S.H., M.Hum. (08123973355) Mengetahui Direktur, ttd
Universitas Warmadewa Program Pascasarjana Magister Kenotariatan Ketua, Ttd
Prof. Dr. Ir. I Gde Suranaya Pandit, M.P. NIK. 230500041
Dr. I Nyoman Sujana, S.H., M.Hum. NIK. 230330112
TV
CHELEER
TELP/ 081339300135 SMS 081999521040
Pendaftaran dimulai Tes Tulis Tes Wawancara Pengumuman Hasil Tes
0 SERVICE 1 G
C.0001869-pend
A R A N S I
ANTI MAMPET GARANSI
BERGARANSI
AC
M. CUCI KULKAS
PANGGILAN
08
1 54 7 0 96 97 SEGALA MERK
C.0001949SRV
SPA
BALI WANGI
ATASI :
B.BP.001.09.17.0000074
BIRO JASA
081 239 534 731
C.0001693-BRJ
B.BP.001.08.17.0002019
PT.BPR Pande Artha Dewata membuka lowongan u/posisi:Kepala kantor Kas,kepala bagian Krdt B.BP.001.08.17.0002091 AO/marketing pndidikan min SMU Lowongan Untuk FO dan HK Staff krm CV ke Jln.Diponegoro No162 Diutamakan yg bisa Bhs. Inggris Denpasar T(0361)223740-264236 B.BP.001.08.17.0002086 dan Komputer,CV bawa Langsung PT.Indonomo Teknologi Bth Tng ke The Studio Accommodation Marketing,Min D3,Mngrti dsr Jl Kunti II Gg.Nuansa 11 Seminyak B.BP.001.09.17.0000051 computer Fluent in English,PnamNeed Sales & Marketing Digital pilan sopan,Pny kndraan sndr. Marketing,Waitress.Send CV to: Lmrn & CV:bali@indonomo.com Samasama Group Jl.By Pass Ngurah B.BP.031.08.17.0002087 Rai128 Mumbul Nusa-Dua E:hr Sopir,full Time, manual d@samasamabali.com/08123841129 Call 085857322286
B.BP.001.09.17.0000050
MOBIL - MOTOR PROPERTY RUPA-RUPA Bali Post Dijual Terios TX AT’2014 Matic Silver Istimewa Low KM Pribadi 082145901377/0816297349
B.BP.001.09.17.0000028
Villa Looking for Reception& Accounting,Computer,English Send CV yanthiptbali@gmail.com
Krywan/ti Artshop Celuk,SMP/A Single,Tidur Dalam,0811386978
B.BP.101.09.17.0000075
B.BP.001.09.17.0000020
REKREASI
18
Minggu Umanis, 3 September 2017
Pertanyaan Mendatar: 1. Lupa karena marah 6. Potongan harga 9. Urusan keuangan rumah tangga 10. Sandiwara 11. Kerja (Bali) 12. Jambu biji 13. Pinta secara paksa atau memeras 15. Penjatahan 17. Menandatangani 20. Tindakan atau perbuatan yang harus dijalankan 23. Ajaran yang mengatur tata keimanan 25. Perlombaan kecantikan 28. Baju besi pelindung ketika berperang tempo dulu 31. Setelan setengah resmi jas pria 35. Kata penggolong untuk manusia 36. Musik pengiring diawal nyanyian 37. Nomor induk guru 38. Udara murni (Inggris) 40. Besek kecil dari kaleng untuk tempat nasi dan lauk pauk 41. Sejenis binatang air tak bertulang, berkaki sepuluh 42. Kesan (Inggris)
Mampu Pertahankan Budaya dan Tradisi Agama Hindu BERDASARKAN penelitian dari I Gede Rudia Adiputra tentang pemertahanan Agama Hindu, Kuta ternyata mampu mempertahankan Agama Hindu di tengah hangar-bingar pariwisata Kuta. Telah lebih dari setengah abad, masyarakat Kuta berinteraksi dengan wisatawan mancanegara dan wisatawan domestik. Padahal dari sisi jumlah penduduk, lebih sedikit dari wisatawan yang datang. “Ada kekhawatiran dari masyarakat Kuta jika tidak dilakukan pemertahanan secara strategis maka suatu ketika akan hilang,” kata I Gede Rudia Adiputra, peneliti Universitas Udayana (Unud), belum lama ini. Dengan demikian pariwisata Bali yang berlandaskan budaya Bali dan agama Hindu akan hilang. Ada strategi yang dilakukan penduduk Kuta dalam pemertahanan Agama Hindu. Pemertahanann dilakukan secara internal maupun eksternal. Pemertahanan ini dilakukan baik dengan cara peningkatan pemahaman agama, tatwa, susila, acara akan berimplikasi pada cara masyarakat Kuta beragama secara efektif, efisien, seimbang sosial dan ritual. “Dan bagaimana juga bisa melakukan kehidupan beragama dengan efisien waktu, tenaga dan berbagai ragam bentuk yadnya,” ujarnya. Sehingga masyarakat Kuta akan mampu adaptif dengan perkembangan. Dari pihak swasta juga ada upaya untuk pemertahanan
Agama Hindu. Mereka berpartisipasi dalam dua bentuk, yaitu dukungan sumbangan pada Desa Adat Kuta dan berupaya menggunakan tenaga lokal Kuta. Beberapa tahun terakhir, hotel yang ada di sekitar Kartika Plaza rutin melakukan pembinaan melalui lomba-lomba keagamaan. Masyarakat Kuta juga memiliki keinginan untuk terus maju. Ingin mendapatkan pemahaman yang lebih tegas dan jelas tentang pemahaman praktik beragama secara sosial maupun ritual. “Mereka tertarik mengantisipasi globalisasi, sehingga terjadi sinergisitas antara praktik beragama secara menyeluruh dengan perkembangan teknologi dan globalisasi,” ujarnya. Oleh karena itu, generasi penerus harus waspada karena Kuta, Bali tetap menjadi incaran globalisasi. “Karena kita ingin ikut maju, ikut hidup modern di era global namun tanpa kehilangan identitas berupa budaya yang dinapasi Hindu,” ujarnya. Oleh karena itu sanggar-sanggar yang ada di Kuta dan semua elemen masyarakat Kuta diharapkan tetap melestarikan budaya dan agama. “Jangan sampai generasi muda Kuta menjadi penonton di rumah sendiri, kemudian generasi muda Kuta jangan sampai kehilangan jati diri,” harapnya. Kehilangan jati diri, menjadi penonton di rumah sendiri itu awal dari Bali kehilangan Kuta dalam jangka panjang. (may)
3
4
5
6
7
8
9 10 12
11 13
14 15
17
18
16
19
20 23
25
26
22
24
27 31
21
28 32
33
29
30
34 35
36
37 38
39
40 41
42
SPT2017
Kuta, Kampung Global
Menurun: 1. Makanan dari beras sebagai pengganti nasi 2. Lembaga administrasi negara 3. Burung berparuh panjang dan kuat ; “Pelecanus” 4. Negara atau kota yang kini telah menyatu dengan Tiongkok 5. Anak-anakan 6. Mata uang bernilai dua setengah rupiah 7. Studi 8. Patut ditiru, baik untuk dicontoh 14. Penarik gerbong kereta api 16. Sekolah asisten apoteker 18. Rasa sadar akan diri sendiri 19. Makan (Inggris) 21. Juga (Bali) 22. Audio visual aids 23. Anjing 24. Tarian ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa berasal dari Minahasa 25. Cahaya gemerlap 26. Susah hati atau sedih sekali 27. Ahli tentang kebudayaan bangsa-bangsa 28. Ilmu Hewan 29. Dua (Bali) 30. Ilmu tentang kesehatan dan berbagai usaha untuk mempertahankan atau memperbaikinya 32. Tirai atau langit-langit dari terpal, kain, logam, dsb. 39. Anak (Bali)
2
1
TTS Bali Post
KUPON TTS No.311 Ketentuan Menjawab Jawaban di tulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 311 dan cantumkan identitas lengkap serta nomor telepon/HP. Kirim ke Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 9 September 2017. Pemenang diumumkan pada Koran Bali Post Minggu 17 September 2017. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang (@ Rp.200.000,-) dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga (2 dewasa + 2 anak). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos.
Jawaban TTS No. 309 Mendatar: 1. Kapital 4. Dedemit 8. Selinap 11. Pelesit 13. Uye 14. LDL 15. Mam 16. Biara 18. Buntu 20. Semenanjung 22. CaraPraktis (Cara Praktis) 27. Prabu 28. Ulung 29. War
30. Gim 31. Gua 32. Teratai 34. Natrium 36. Ketepel 37. Pungguk Menurun: 1. Kesumba 2. Pelumas 3. Aba 5. Eye 6. Mustang 7. Tetanus 9. Nilam
BPM/dok
PANTAI- Keindahan Pantai Kuta dengan ombak besarnya sangat digemari wisatawan untuk bermain surfing.
10. PulangPergi (Pulang Pergi) 11. Pemandangan 12. Lembu 17. Rebab 19. Unyil 21. Spastik 22. Cabaret 23. Ruwat 24. Tumit 25. Sunting 26. Ignamek (Kemangi) 33. Age 35. Aku
Pemenang TTS No. 309 I Ketut Adi Purnama Jl. Gunung Merapi No.36 Denpasar Wilhelmina Buik Nahak Br. Puri Chandra Asri, Desa Batubulan, Kec. Sukawati, Kab. Gianyar 80582 Ni Luh Mudari Br. Kelodan, Desa Suwug, Kec. Sawan, Kab. Buleleng Ida Bagus Gede Indra Adhi Kusuma Lingkungan Pasar Dusun Serong, Desa Gumbrih, Pekutatan, Jembrana 82262 Ni Ketut Darmi Jl. Kebo Iwa Utara No.65, Br. Uma Klungkung, Padangsambian Kaja, Denpasar 80117 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket bisa langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Nama: W. Suarjaya Utama Alamat: Jln. Merdeka No.43 Bangli 80613
19
Minggu Umanis, 3 September 2017
Prinsip Agrobisnis Dari Hal. 1
Beberapa keunggulan sapi Bali di antaranya adalah: subur (cepat berkembang biak dengan fertilitas yang tinggi; mudah beradaptasi dengan lingkungannya, termasuk di lahan yang kritis; mempunyai daya cerna yang baik terhadap pakan; persentase karkas yang tinggi dan kandungan lemak karkas yang relatif rendah. Memerhatikan beberapa keunggulan tersebut, maka pengelolaan sapi Bali melalui prinsip agrobisnis inklusif mencakup beberapa kegiatan di dalam setiap subsistemnya, yaitu subsistem penyediaan sarana produksi dan alat dan mesin untuk berproduksi; subsistem produksi/pemeliharaan ternak; subsistem pengolahan; subsistem pemasaran; dan susbistem penunjang. Para petani akan dapat mengelola usaha ternak sapi Bali jika pemerintah mampu menciptakan suasana inklusif dalam beragrobsinis. Penyediaan bibit sapi Bali sangat diperlukan bagi petani dan yang memiliki kualitas bagus untuk dikembangkan baik sebagi pembibitan maupun penggemukan. Kualitas bibit yang baik akan memberikan jaminan terhadap keefektifan pengelolaan sapi Bali baik dari aspek kuantitas (pembibitan) dan juga kulaitas daging yang dihasilkan (penggemukan). Guna memperoleh bibit yang baik, sangat dibutuhkan teknologi yang bersumber dari para ahli yang didukung oleh industri pembibitan yang memadai. Selain itu, dalam pengelolaan sapi atau pemeliharaannya dibutuhkan adanya pakan ter-
nak yang tersedia secara lokal dan mudah diakses oleh para petani/peternak. Pakan ternak dapat berupa hijauan dari tanaman yang memiliki produktivitas tinggi dan berkualitas dan juga dari pakan ternak pabrikan yang berkualitas. Para petani atau peternak tidak hanya memerlukan bibit sapi yang baik dan pakan ternak yang berkualitas, tetapi mereka juga membutuhkan keterampilan untuk mengaplikasikan pengetahuan dan teknologi yang diterimanya. Oleh karena itu, Perda pengelolaan sapi Bali agar dapat diimplementasikan dalam penguatan kapasitas petani atau peternak untuk aplikasi Iptek dalam pengembangan sapi-sapi yang dikelolanya. Kegiatan penyuluhan dan pelatihan bagi peternak akan menjamin terwujudnya tujuan Perda pengelolaan sapi Bali. Pendampingan yang intensif dari pemerintah akan menjadi katalisator, motivator dan edukator bagi para peternak dalam pengelolaan sapi Bali. Guna mendukung pengelolaan sapi Bali yang efektif, diperlukan adanya sentra-sentra pengelolaan sapi Bali di berbagai daerah di Bali dan menjadi pusat pembelajaran bagi peternak sapi terkait dengan perbaikan kualitas pengelolaan sapinya. Selain itu, peternak sapi juga perlu diberikan keyakinan bahwa pengelolaan sapi Bali akan memberikan keuntungan ekonomis yang relatif tinggi baik melalui usaha pembibitan maupun penggemukan. Keuntungan ekonomis ini menjadi salah satu insentif bagi peternak sapi untuk semakin bergairah dalam
Mutu Daging
Dari Hal. 1
Keunggulan sapi Bali yaitu dari segi kemampuan tubuhnya beradaptasi dengan lingkungan, jumlah makanan yang dimakan, kemampuan berkembang biak, termasuk yang paling penting adalah mutu dagingnya sangat digemari. Namun sapi Bali digemari hanya untuk membuat bakso. Sedangkan untuk konsumsi tamu asing adalah daging sapi dengan marbling (sebaran lemak) cukup banyak. Marbling itulah yang menyebabkan daging sapi enak. ‘’Pada sapi Bali, marbling-nya kurang. Warna dagingnya merah. Sedangkan sapi impor di sekitar daging terdapat marbling berwarna putih yang tersebar. Ini bedanya daging sapi Bali dengan impor,’’ ungkap Prof. Dr. Ir. Nyoman Suparta, Guru Besar Fakultas Peternakan Universitas Udayana. Kandungan marbling pada daging sapi merupakan faktor keturunan atau genetis. Maka dari itu, sulit membuat marbling pada daging sapi itu bagus. Padahal itu yang dibutuhkan agar rasa daging enak. ‘’Kalau saja marbling-nya bagus, sapi Bali pasti unggul.
Satu karena enak, lalu dengan marbling yang bagus, akan tambah enak,’’ tandasnya. Hal inilah yang menjadi kendala ketika daging sapi Bali diadu dengan daging sapi impor. Upaya peningkatan mutu daging pun telah dilakukan melalui perbaikan pemeliharaan, mutu pakan, usia, cara memasak. ‘’Yang paling menentukan adalah perbaikan pakan. Walaupun marbling-nya sedikit, ketika pakannya bagus, daging akan lebih lembut, lebih empuk,’’ jelasnya. Perbaikan pemeliharaan yang bisa dilakukan adalah dengan mengandangkan sapi, tidak dilepas agar ototnya lebih lembut sehingga daging pun akan menjadi lembut. Selain itu, usia sapi yang dipotong juga memengaruhi kualitas daging. Biasanya sapi dipotong pada usia 2 tahun, maksimal 3 tahun dengan massa 375 kg. ‘’Daging sapi yang enak itu beratnya di antara 300400 kg, ini yang nilai jualnya lebih tinggi,’’ imbuhnya. Menurutnya, saat ini belum mungkin daging sapi Bali menggantikan daging sapi impor. Hal itu disebabkan belum ada upaya yang serius ke arah produksi
pengelolaan sapi yang berkelanjutan. Pengelolaan sapi Bali di tingkat petani dapat dilakukan melalui kelompok peternak yang digarap secara profesional baik dari aspek teknis, manajemen dan bisnisnya. Subsistem pengelolahan dalam pengelolaan sapi Bali, tidak semata-mata berkaitan dengan pengolahan daging sapi untuk konsumen baik masyarakat umum maupun wisatawan yang sedang berada di Bali, tetapi juga pengolahan limbahlimbah yang dihasilkan oleh sapi tersebut, sehingga dihasilkan zero waste. Olahan limbah sapi diharapkan dapat bermanfaat bagi pengelolaan usaha tani tanaman, misalnya untuk pupuk, bio-pestisida termasuk untuk bahan bakar (biogas). Pengolahan daging sapi membutuhkan teknologi yang tepat guna menghasilkan kulaitas daging yang sesuai dengan standar kualitas yang baik. Pengolahan daging sapi diawali dari teknik pemotongan, pengolahan, sortasi, kemasan dan kegiatan lainnya yang menjamin kualitas sapi Bali tetap unggul pada tingkat konsumen. Dengan demikian, Perda pengelolaan sapi Bali akan menjadi payung hukum bagi masyarakat peternak, pengelola agroindustri (baik di hulu maupun di hilir), pemerintah dan institusi lainnya untuk saling berbagi peran dalam mengelola sapi Bali secara inklusif. Kesejateraan para peternak sapi harus menjadi muara dari Perda pengelolaan sapi Bali yang sekaligus sebagai pelaku utamanya, tidak sematamata untuk melestarikan sapi Bali saja. (*)
sapi yang dibutuhkan hotel dan restoran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daging sapi Bali atau lokal bisa seperti kualitas daging sapi impor. Namun itu baru tahap penelitian, sedangkan realisasinya belum tentu berhasil. ‘’Pemerintah belum serius membiayai atau mengorganisir ke arah situ juga belum ada,’’ tandasnya. Usaha peningkatan kualitas daging bisa dilakukan oleh pemerintah dan pengusaha. Sementara pengusaha melihat jika tidak ada keuntungan, tidak akan mau melakukan upaya itu. Sedangkan pemerintah tidak serius menangani potensi daging sapi lokal masuk hotel dan restoran karena membutuhkan rantai yang banyak sehingga harus ada kerja sama dengan pendidikan tinggi, kelompok. Hal itu jadi mungkin, apabila rantai koordinasi dan komunikasi terjalin dengan baik. Ketika terjalin, lembaga pendidikan tinggi membutuhkan dana untuk riset, kelompok peternak mengembangkan sapi lokal, dan terdapat rumah potong, lalu hasilnya dijual ke hotel. ‘’Rantai ini yang belum terjalin sampai dengan sekarang,’’ pungkasnya. (may)
Kewajiban Hotel Dari Hal. 1
Di dalam ranperda pengelolaan sapi Bali, juga akan diatur mengenai kewajiban hotel agar memanfaatkan sapi Bali. Ketua Pansus Ranperda Pengelolaan Sapi Bali, I Nyoman Parta, mengatakan, sapi Bali memiliki persentase karkas 56%. Lebih tinggi bila dibandingkan dengan sapi PO yang hanya 46-47% atau sapi Madura sebesar 49-50%. Selain itu, kadar lemaknya rendah, fertilitas untuk bibit paling tinggi (82-83%), serta mampu beradaptasi terhadap suhu dan pakan bergizi rendah. “Karena itu, Bali sebagai gudangnya sapi Bali harus dipertahankan. Penyelundupan di luar kuota perdagangan antarpulau secara resmi perlu dicegah,” tegasnya. Banyaknya sapi yang diperdagangkan ke luar pulau, lanjut Parta, membuat 17 Rumah Potong Hewan (RPH) di Bali hingga kini belum dapat melakukan kegiatan pemotongan secara optimal. Pasalnya, para pedagang antarpulau mau membeli sapi dengan harga yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan pihak RPH.
Dari Hal. 1
Memanasnya konflik di tubuh KPK membuat Ketua KPK Agus Rahardjo ikut turun tangan. Ia mengingatkan agar bawahannya tidak lagi bertikai. Menurut Agus, harus menjadi pengingat kepada segenap anggota KPK untuk tetap lebih kompak. Mengingat masih banyak kasus yang perlu ditangani. ‘’Kemarin saya sudah pesan, hentikan yang namanya mengelompok sendiri-sendiri,’’ kata Agus kepada wartawan di Jakarta Selatan, Sabtu (2/9) kemarin. Di bagian lain, terkait dengan hasil sidang Dewan Pertimbangan Pegawai (DPP) KPK
“Hal ini perlu kita kaji bersama agar RPH di Bali mampu membeli dengan harga dan sistem yang sama dengan pedagang antarpulau,” imbuh Ketua Komisi IV DPRD Bali ini. Menurutnya, optimalnya kapasitas RPH akan dapat memperbesar lapangan kerja. Selain itu, akan muncul produk sampingan seperti kulit, jeroan, tanduk, dan tulang di samping daging sebagai produk utama. Produk sampingan ini dapat diolah untuk industri pangan, papan, sandang, dan kerajinan. Namun di sisi lain, ternyata masih ada RPH yang memotong sapi betina lantaran harganya lebih murah dibanding sapi jantan. Padahal sudah ada aturan yang melarang aktivitas itu karena dapat menghambat peningkatan populasi sapi Bali. Kualitas daging sapi impor yang lebih baik dari daging sapi lokal, selain rasanya lebih enak juga daging sapi impor lebih mudah dimasak bagi para koki. Namun, Indonesian Chef Association (ICA) yang banyak bekerja di hotel dan restoran memiliki keberpihakan pada produk lokal khususnya daging untuk menggunakan daging
Lebih Kompak atas kasus Aris Budiman yang menghadiri Pansus KPK di DPR tanpa persetujuan pimpinan KPK, Agus mengaku sidang itu belum memberikan kesimpulan hasil. ‘’Belum ada hasilnya. Nanti setelah DPP kan ke Pengawasan Internal (PI). Jadi, DPP yang menjalankan, PI yang menindaklanjuti dan memberikan masukan ke pimpinan,’’ kata Agus. Lalu, terkait surat pemberitahuan dari Aris kepada pimpinan KPK bahwa dia akan menghadap Pansus, Agus mengatakan surat elektronik atau email itu baru dikirim pada sore hari. Direktur Penyidik KPK Aris Budiman melaporkan koleganya di Komisi Pemberantasan
lokal dalam masakannya. Persentasenya, 60 persen ICA menggunakan produk (bahan baku) lokal. Sisanya 40 persen produk impor. Misalnya pada bahan baku daging, ICA telah menggunakan daging lokal. Khususnya di Bali, telah ada perusahaan yang melakukan aging process yaitu proses pelunakan atau pelemasan otot daging untuk menghasilkan daging yang lembut. Ketua DPD ICA Bali yang baru, I Gede Putu Hendra Mahena, mengakui produk impor lebih memudahkannya dalam memasak karena daging sudah empuk. Karena daging telah di-aging process. Sedangkan produk lokal, harus ada proses yang membutuhkan waktu lama, hampir 2 minggu. Program ini dikatakan sudah berjalan sejak 3 tahun lalu. Saat ini masih dalam tahap sosialisasi. Tahun ini baru sekitar 25 persen chef yang memakai produk aging process. Jadi, hemat biaya. Rasa tetap internasional. Meski masakan kita western, tapi produknya lokal. Rasa produk lokal tak kalah dengan rasa produk impor, namun dipresentasikan ala western. (rin/may)
Korupsi Novel Baswedan ke Polda Metro Jaya. Laporan ini banyak dinilai berpotensi menimbulkan kegaduhan internal KPK maupun instansi KPK dan Polri. Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Reserse dan Kriminal Polri Komjen Ari Dono mengatakan, potensi kegaduhan dalam laporan Aris sangat relatif. Menurutnya, Polri pada prinsipnya hanya melayani masyarakat. Meski Aris seorang pejabat di KPK dan seorang brigadir jenderal, ia menyebutkan semua warga negara mempunyai hak yang sama. ‘’Biasa kalau laporan semua kan wajib kami terima, kami layani. Semua punya hak yang sama,’’ ucapnya. (kmb)
Pusat Pembelajaran Dari Hal. 1
Tahun 2014 ini diserahkan 60 ekor kepada 12 kelompok penerima, yang ekuivalen dengan Rp 840.000.000 yang diterima oleh masyarakat petani ternak di Kabupaten Badung. Sentra pembibitan ternak Sapi Sobangan selain berfungsi sebagai penyedia bibit dalam meningkatkan kualitas sapi Bali di Kabupaten Badung, juga sebagai pusat pembelajaran sapi Bali bagi Civitas Akademis Universitas Udayana. Komitmen Kabupaten Badung tidak hanya di sektor hulu (pembibitan) tetapi juga di sektor hilir (pemasaran) dengan telah direvitalisasinya Pasar Hewan Beringkit berupa perbaikan sarana prasarana yang dilengkapi penataan kandang, timbangan digital, areal parkir yang memadai serta papan informasi yang memuat harga ternak secara digital, sehingga menjadikan Pasar Hewan Beringkit sebagai Pasar Hewan terbesar di Bali. Dikatakan, pihaknya sangat serius untuk mengupayakan secara khusus sapi induk wajib bunting (Upsus Siwab). Dalam program ini, agar mampu menjadi daerah pembibitan sapi secara berkualitas dan berkuantitas. Upaya ini juga tertuang dalam kebijakan Pemkab Badung dalam RPJMD Tahun Anggaran 2016-2021 salah satunya ingin menjadikan daerah Badung Utara sebagai sentra pengembangan bibit sapi Bali yang juga menjadi tekad Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta. Ke depannya, Pemkab Badung memiliki rencana akan memperluas area sentra pembibitan sapi di Desa Sobangan, Badung, agar dapat meningkatkan jumlah populasi sapi lebih banyak lagi. Pihaknya juga menginstruksikan kepada Dinas Peternakan Kabupaten Badung untuk mendata berapa jumlah daging yang dibutuhkan hotel-hotel yang ada di daerah itu dan mendata kualitas daging sapi sesuai permintaan perhotelan. “Apabila ini telah dilakukan, maka akan menjadi tolok ukur standar kualitas daging dan berapa kuantitas yang dibutuhkan untuk hal ini, sehingga memenuhi target yang diharapkan,” katanya. Inseminasi Buatan Kabupaten Klungkung juga tak tinggal diam. Pemerintah menggenjot peningkatan populasi dengan Upaya Khusus Sapi Induk Wajib Bunting (Upsus Siwab) melalui inseminasi buatan (IB). Khusus untuk Kabupaten Klungkung, tahun ini ditarget belasan ribu ekor. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pertanian Klungkung, Ida Bagus Juanida, belum lama ini. Mantan Kepala Kantor Ketahanan Pangan Klungkung ini menyebutkan berdasarkan data terakhir, populasi sapi betina produktif di Kabupaten Klungkung mencapai 27.767 ekor dan khusus di Nusa Penida terdapat 16.346 ekor. Dari angka itu, ditargetkan aseptor IB mencapai 13 ribu ekor. Itu lebih tinggi dari tahun sebelumnya yang hanya 10 ribu. “IB ini sebagai upaya percepatan peningkatan jumlah populasi. Tahun ini dapat target belasan ribu,” jelasnya. Pengembangbiakan sapi saat
ini, sambung dia hampir 95 persen masih melalui kawin suntik. Bahkan, untuk di kawasan Nusa Penida ada yang tak tersentuh cara itu. Penyebabnya karena kondisi geografis yang cukup berat dan sulit dijangkau. “Ini yang dikejar untuk bisa tersentuh IB,” katanya. Program AUTS Di Tabanan peternak sampai dijamin asuransi. Alasanya usaha peternakan memiliki berbagai risiko kematian di antaranya diakibatkan oleh kecelakaan, bencana alam termasuk wabah penyakit. Berkenaan dengan hal itu, maka sesuai UU no.19 tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani dan Peraturan Menteri Pertanian nomor 40/Permentan/SR.230/7/2015 tentang fasilitasi pertanian diperlukan Asuransi Pertanian. Selain Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP), pada tahun 2017 ini, Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian mengalokasikan kegiatan fasilitasi Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS) dengan memberikan bantuan pembayaran premi asuransi kepada usaha ternak sapi pembibitan dan/atau pembiakan. Saat ini di Tabanan sudah ada 200 ekor sapi yang sudah didaftarkan untuk mengikuti AUTS. Jumlah tersebut masih sebagian kecil dari total populasi sapi di Tabanan yang berdasarkan data terakhir mencapai 50.908 ekor dengan jumlah sapi jantan 21.898 ekor dan sapi betina 29.010 ekor. Kepala Dinas Pertanian, I Nyoman Budana, mengatakan tujuan AUTS ini adalah untuk meminimalkan risiko kerugian usaha akibat sapi mengalami kematian dan/atau kehilangan. ‘’Sasarannya untuk melindungi peternak sapi dari kerugian usaha akibat ternak sapi mati maupun hilang. Adanya ganti rugi dalam asuransi diharapkan peternak bisa melanjutkan usahanya,’’ papar Budana. Untuk premi asuransi besarannya Rp 200 ribu setahun yang dibayarkan atau mendapatkan subsidi oleh pemerintah sebesar 80 persen atau Rp 160 ribu dan peternak hanya membayar 20 persen premi atau Rp 40 ribu. Mengenai jumlah sapi yang mengikuti AUTS jumlahnya masih sebagian kecil dari total populasi sapi Tabanan kata Budana, program ini baru diterapkan bulan Juni 2017 di Tabanan. Pihaknya bersama Jasindo sudah mensosialisasikan program ini ke kecamatan. Ia berharap semakin luasnya informasi mengenai AUTS, peserta akan semakin bertambah. Kriteria peserta AUTS adalah peternak sapi yang melakukan usaha pembibitan dan/atau pembiakan. Sapi yang didaftarkan adalah sapi betina dalam kondisi sehat, minimal berumur satu tahun dan masih produktif serta memiliki tanda identitas. Sasaran asuransi ini adalah untuk peternak sapi skala usaha kecil sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Risiko yang dijamin oleh AUTS adalah sapi mati karena penyakit, mati karena kecelakaan, mati karena beranak, dan hilang karena kecurian. (par/sos/san)
Libatkan Masyarakat Dari Hal. 1
Sementara itu, anggota DPD-RI dari Papua Charles Simare Mare mengucapkan terima kasih atas keberhasilan Presiden Jokowi atas 51 persen divestasi saham Freeport, dan berharap agar pemerintah pusat lebih melibatkan masyarakat Papua. Sebelumnya, PT Freeport Indonesia (PTFI) telah mengumumkan kerangka kerja jangka panjang setelah mencapai perkembangan proses perundingan akhir dengan pemerintah Indonesia. ‘’Kami dengan senang hati mengumumkan
suatu kesepakatan kerangka kerja guna mendukung operasi dan investasi yang sedang kami jalankan di Papua. Tercapainya kesepahaman mengenai struktur kesepakatan bersama merupakan hal yang signifikan dan positif bagi seluruh pemangku kepentingan,’’ kata Presiden dan Chief Executive Officer PTFI Richard C. Adkerson melalui keterangan tertulis. Berdasarkan keterangan resmi, PTFI akan mengubah bentuk Kontrak Karya menjadi suatu izin khusus (IUPK) yang akan memberikan hak-hak operasi jangka panjang bagi PTFI hingga 2041.(ant)
Dua Ekor Dari Hal. 1
“Setiap KK paling sedikit melihara dua ekor sapi. Kalau saya sendiri melihara enam ekor,” kata Perbekel Desa Manikliyu, I Ketut Garis, Sabtu (2/9) kemarin. Menurut Ketut Garis, melimpahnya pakan berupa rumput segar di wilayah desa setempat menjadi salah satu alasan petani memelihara sapi. Selain itu yang menjadi alasan lain adalah karena kotoran yang dihasilkan oleh hewan bertanduk itu sangat baik untuk dipakai sebagai pupuk penyubur tanaman jeruk dan kopi. Harga jualnya yang cukup mahal dibanding hewan ternak lainnya juga menjadi alasan warga memilih memelihara sapi sebagai investasi. “Di samping itu, memelihara sapi di desa kami sudah menjadi kegiatan turun-temurun dari leluhur,” ungkapnya. Selain di Manikliyu, sapi juga menjadi hewan ternak yang banyak dipelihara warga di Desa Selulung, Kintamani. Di desa ini, rata-rata warga memelihara sapi antara satu hingga dua ekor. Sebagaimana yang diungkapkan Klian Desa Pakraman Selulung, Wayan Karmawan, memelihara sapi sudah menjadi kebiasaan sebagian besar masyarakat Desa Selulung sejak lama. Oleh warga, memelihara sapi selama ini dijadikan sebagai pekerjaan sambilan. “Alasan memelihara sapi karena pakannya melimpah dan mudah didapat. Dan sapi juga banyak dipelihara warga sebagai tabungan,” kata Karmawan. Selain di Desa Selulung, Karmawan mengatakan aktivitas memelihara sapi sebagai sambilan juga dilakukan warga di beberapa desa lainnya di Kintamani. Beberapa desa yang disebutnya itu yakni Belantih, Sukawana, dan Siakin. Di desa-desa tersebut memelihara sapi menjadi kegiatan sambilan yang ditekuni hampir 80 persen warga. “Kalau di Kintamani Barat rata-rata warganya memelihara sapi.
Kalau di Kintamani Timur selama ini kebanyakan fokus berkebun,” ujarnya. Sementara itu, berdasarkan data Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli, dari empat kecamatan yang ada, populasi sapi terbanyak ada di Kecamatan Kintamani yakni sebanyak 43.239 ekor. Disusul Kecamatan Susut 11.298 ekor, Kecamatan Bangli 10.368, dan Kecamatan Tembuku 9.888 ekor. Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bangli Wayan Sukartana saat diwawancara beberapa waktu lalu sempat mengatakan, sebenarnya sesuai pengembangannya, Bangli bukan merupakan pusat pengembangan sapi Bali melainkan babi. Namun, meski bukan menjadi pusat pengembangan, jumlah populasi sapi Bali di Bangli selama ini diakuinya cukup tinggi bahkan cenderung mengalami peningkatan hingga dua persen setiap tahunnya. Banyaknya jumlah populasi sapi Bali di Bangli dikarenakan hampir semua petani di Bangli memelihara rata-rata dua hingga tiga ekor sapi. “Oleh sebagian besar masyarakat Bali dijadikan sebagai komponen pendukung usaha tani. Hampir setiap petani yang memiliki lahan yang cukup memelihara sedikitnya satu hingga dua ekor sapi,” terangnya. Sukartana mengatakan, adapun alasan dipilihnya sapi Bali sebagai pendukung usaha tani di samping karena keunggulannya juga dikarenakan permintaan pasar terhadap hewan berkaki empat ini tidak pernah surut. Tak hanya itu harga sapi Bali di pasaran juga cukup tinggi sehingga cukup menguntungkan bagi petani. Sukartana mengatakan, selama ini para petani banyak yang mengembangkan sapi dengan sistem penggemukan. Dengan kurun waktu pemeliharaan 1,5 tahun sapi sudah bisa dijual. (ina)
balipost (158rb Like) http://facebook.com/balipost
Minggu Umanis, 3 September 2017
@balipostcom (4.812 Follower) http://twitter.com/balipostcom
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Facsimile: 227418
BPPTD Bali Wisuda 56 Lulusan D-2 Pengujian Kendaraan Bermotor
WISUDA - Prosesi wisuda Prodi D-2 PKB BPPTD Bali di Denpasar, Sabtu (2/9) kemarin.
BALAI Pendidikan dan Pelatihan Transportasi Darat (BPPTD) Bali, Program Studi (Prodi) Diploma II (D-2) Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) mewisuda 56 tarunanya di Sanur, Denpasar, Sabtu (2/9) kemarin. Kepala BPPTD Bali sekaligus Ketua Prodi D2 PKB, Bambang Wijanarko, menerangkan BPPTD merupakan bagian dari Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD). Dalam kesempatan tersebut juga digelar orasi ilmiah tentang pentingnya keselamatan berkendaraan bermotor. Wisuda diselenggarakan dengan pengalungan samir dan penyerahan ijazah yang dipimpin Ketua Senat STTD. Ketua Senat STTD, Suharto, mengatakan, sejalan dinamika pembangunan di Indonesia telah memberikan konsekuensi yang logis terutama pada sektor transportasi. Banyak dijumpai kemacetan, kesemrawutan,
Homo Symbolicum brolan BALE BANJAR ARIDUS DHARMA, artha, kama, mokshanam sarira sadhanam! Ungkapan buat tuntunan hidup bagi penganut Hindu di Bali ini disebut Catur Purusaartha. Secara bebas frasa Sanskerta tersebut berarti, manusia dikaruniai jasmani dan alat-alat tubuh lengkap untuk mencari kekayaan, kesenangan berdasarkan kebajikan dan kejujuran demi tujuan akhir hidup bernama moksha. Moksha ditafsir dengan banyak makna, namun sederhananya berarti, bersatunya roh atau atman d e ng a n p a ra a t m a n a t a u Sang Hyang Widhi Wasa. Karena itulah, doa bagi orang meninggal dilafalkan, Amor ring Acintya! “Menyatu dengan-Nya atau Amor ring Acintya, di zaman penuh godaan di mana sebagian besar manusia menjadi makhluk libidinal, membuat moksha dianggap absurd atau ilusi konyol. Sebab, mereka melihat contoh perilaku orang-orang yang sepatutnya menjadi teladan di bidang moral dan spiritual, justru menerapkan kearifan babakan pule. Mereka getol menyarankan masyarakat awam berbuat baik sesuai ajaran agama dan etika, namun mereka sendiri sangat egois, materialistis, pragmatis bahkan rakus. Sangat fasih mengujarkan segala jenis ayat suci di depan publik, ironisnya perilaku dan sikap mereka dalam kehidupan nyata jauh panggang dari api. Di Bali sejak dulu ada fabel yang dituturkan dari mulut ke mulut ihwal tabiat burung bangau berjudul ‘’Pedanda Baka’’. Cangak meketu, adalah judul lain buat kisah yang sama, guna menyindir orang jahat beratribut suci, piawai berpura-pura dan bersilat lidah. Bangau yang hobinya makan kodok dengan berbusana pendeta menipu mangsanya bahwa dia tidak lagi berbuat jahat, karena sudah jadi makhluk suci. Kamuflase seperti ini sekarang ditiru manusia dan nyaris terjadi di semua agama. Ditambah rontoknya rasa malu, harga diri, empati dan integritas di zaman yang tidak menentu ini, sementara kebohongan dan kemunafikan dijadikan alat komunikasi utama. Penjara jadi penuh sesak, mantan orang suci, mantan orang terhormat berdesakan dengan orang jahat jadi penghuninya,“ ulas Rubag. “Sang Bango ehh….ehh Sang Bangau. Kenapa elo, elo delak-delok aje. Mangkanye aye, aye delak-delok aje, ehhh Sang Kodok ehhh kerak-kerok aje. Sang Kodok ehhh….ehhh Sang Kodok, kenape elo kerak-kerok aje. Mangkanye aye kerakkerok aje , ehhh …ehhh orang-orang pade ngorok aje. Bang Orang ehhh… ehhh Bang. Orang ehhh kenape elo ngorok aje. Mangkanye aye ngorok aje ehhh… ehhh Sang Kodok kerak-
kerok aje….,” sela Anom Wijaya melantunkan Sang Bango, lagu jadul almarhum Benyamin Suaeb. “Lagu itu pun satire kalau kita simak maknanya! Itu seperti imbauan pada warga bangsa, agar tidak ngorok atau apatis terus dalam kondisi seperti sekarang. Mata, kuping, otak dan hati harus tetap siaga! Bangau yang dalam cerita Rubag ngaku jadi makhluk suci harus diwaspadai. Tidak sedikit ucapan orang dipelintir oleh mereka yang mengaku agamais, buat kepentingan politik, ekonomi, dan kekuasaan. Agaknya Presiden Joko Widodo yang gemar memelihara kecebong atau berudu, kendati berdalih suka mendengar suara kodok menjelang tidur, namun di balik alasan tersebut, kukira, ada pesan terselip di situ. Mungkin hobinya terinspirasi lagu Benyamin, guna menyarankan agar kodok-kodok kerak-kerok terus meneriaki kepalsuan sikap bangau. Memang, satu per satu topeng para bangau tersingkap, sampai ada yang lari ke Arab, ada yang jadi tersangka dan bahkan Pedanda Baka yang sudah bau tanah, terungkap kenyinyiran dan keculasan hatinya. Berkat suara kodok setiap menjelang tidur, s e l a i n membuat pikiran Jokowi segar atau fresh, juga membuatnya terjaga atas segala muslihat. Di tengah berseliwernya kebohongan, fitnah dan hujatan, manusia perlu back to nature atau kembali ke alam, buat menyimak perilaku binatang. Para pesilat masa silam meniru gerak binatang, melahirkan jurus macan, ular, monyet, naga dan lain-lain. Kini, manusia modern mengamati perilaku binatang untuk memahami perilaku pemburu kekuasaan yang menganut hukum rimba, berprinsip yang besar dan kuat boleh makan yang kecil dan lemah,“ ujar Surjanegara. “Menyimak ujaranmu, Jokowi sebenarnya menegaskan bahwa manusia adalah homo symbolicum. Makhluk yang selain menggunakan bahasa untuk menyampaikan maksud dan perasaan, juga sangat gemar memakai simbol-simbol untuk tujuan serupa. Bahkan saat meng-counter kritik pun Jokowi tidak melakukannya secara verbal, guna mengurangi ketersinggungan orang lain. Ketika dikritisi kinerjanya, dia cuma mengunjungi megaproyek yang mangkrak di Hambalang dan dijepret wartawan. Peristiwa itu menjadi viral di medsos juga di media cetak dan ditanggapi banyak pihak, sehingga membuat skakmat yang mengkritisinya. Lucunya di facebook sempat beredar meme bergambar bangunan yang macet diberi judul ‘’Candi Hambalang’’. Jari-jemari primata, terutama manusia sebenarnya keunggulan yang membuatnya jadi makhluk paling sempurna. Berkat kerja otaknya, jari-jemari manusia dapat mengepal dan meninju, sedangkan bangsa monyet tidak menggunakan kepalan untuk berkelahi. Posisi yang konsisten dan terstruktur, di samping membuat jeriji jadi potensial guna melaksanakan bermacam fungsi, juga bisa dipakai simbol un-
tuk mengutarakan maksud, sehingga tidak boros berucap. Telunjuk dan ibu jari digesek-gesek, membuat yang melihat paham kalau itu maksudnya uang. Ketika uang terkumpul banyak, lalu jempol dimasukkan ke sela telunjuk dan jari tengah, itu artinya kopulasi atau senggama. Maaf ini terkesan porno namun jangan munafik, setiap insan normal pasti melakukannya. Nah itulah simbol artha dan kama dalam Catur Purusaartha. Aku tidak tahu, jari-jari yang mana menyimbolkan dharma?“ tanya Wayan Wijaya di akhir uraiannya. “Tidak perlu minta maaf, sumbuku cukup panjang dan aku penghuni bumi yang bulat, sehingga tidak gampang meledak bila kau sulut dengan kata senggama. Cuma manusia berotak gatal yang sangat sensitif terhadap ujaran seperti itu. Mungkin saja mereka akan menutup mata bila melihat Hanoman atau Bhima dalam pewayangan. Keduanya tidak pernah menyembunyikan kepalan tangan yang kau anggap porno itu, baik saat bertemu kawan, lawan bahkan para Dewa. Secara imanen kau boleh sebut itu simbol persenggamaan, namun secara transendental, dia adalah lambang dharma sekaligus kekuatan yang positif. Agar dia tidak bergerak liar, jari tengah dan telunjuk sebagai pemberi arah yang bijak mengekang nafsu liar ibu jari. Kedua jari itu perlambang pemusatan pikiran dan pengendalian diri. Bahkan, kuku jempol Hanoman dan Bhima panjang dan melengkung yang diberi nama Kuku Pancanaka. Panca adalah lima dan naka berarti tujuan dan kekuatan yang harmonis, bersumber dari Panca Mahabutha atau lima daya bumi, terdiri dari tanah, air, api, angin, dan ether. Pancanaka juga lambang pengendalian nafsu angkara murka, makan dan minum, seks, kemewahan dan mencuri atau korupsi. Jadi, sebelum marah mendengar paparan orang, perlu dipikir secara mendalam dan holistik. Kalau bikin baju atau celana boleh pakai ukuran tubuh sendiri, tapi pikiran orang jangan disamakan dengan otak kita, eta terangkanlah!“ tandas Nyoman Muka. “Tokoro kawareba shina kawaru, lain ladang lain belalang, lain lubuk lain pula ikannya. Benar, manusia adalah makhluk simbolis, namun penggunaan jeriji tangan sebagai simbol, karena beda kebudayaan lain pula maknanya. Di Jepang, kalau orang ingin cewek untuk teman kencan, kelingkinglah yang diacungkan pada orang yang bisa mencarikannya alias mucikari. Umpatan yang bertujuan melecehkan di Barat adalah acungan jari tengah disertai kata fuck you. Jari tengah itu simbol kelamin laki-laki dan jari-jari yang terkepal adalah buah zakarnya. Acungan telunjuk dan jari tangah berbentuk V adalah lambang damai, lalu jempol saja berarti bagus, sedangkan kelingking, telunjuk dan ibu jari adalah simbol musik beraliran heavy metal yakni campuran blues dan psychedelic rock. Ya, homo symbolicum!“ sambung Ngurah Santika. (aridus)
dan ketidaktertiban dalam berlalu lintas. Hampir sejumlah ruas jalan di Indonesia mengalami permasalahan, yang saat ini banyak bergeser ke masalah keselamatan. Kecelakaan terjadi melibatkan tiga unsur yakni masalah sarana, prasarana dan perilaku manusia. Orang awam dengan mudah menjustifikasi karena rem blong, hampir pada setiap kecelakaan. Sedangkan untuk memastikan hal itu perlu investigasi secara teknis dan memerlukan waktu. Ini semua menjadi tantangan bagi semua alumni D-2 PKB. Dari gambaran tersebut diharapkan para alumni mampu mengisi sejumlah lapangan kerja. Karena pengujian tidak semua dilakukan pemerintah. Pengujian kendaraan bermotor telah dapat dilakukan badan usaha atau swasta. Ia menyampaikan bahwa STTD bersama dengan BPPTD
terus menciptakan alumni-alumni yang profesional, memperbaiki diri untuk melaksanakan pendidikan secara baik. Sebagai bukti kesungguhan, para alumni akan diberikan sertifikasi kompetensi yang dikeluarkan lembaga resmi yang dilindungi oleh undang-undang. “Kompetisi sesungguhnya bukan ada di sini, namun di luar. Karena dengan tangan-tangan profesionallah yang mampu memberikan kontribusi aktif. Mampu menghentikan orang meninggal siasia di jalan raya,” imbaunya kepada para lulusan. Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) Dr. Djoko Sasono, M.Sc. menyampaikan ucapan selamat pada para wisudawan. Dengan bertambahnya lulusan menjadikan satu keyakinan untuk membangun transportasi yang berkeselamatan di kemudian hari.
Transportasi menjadi salah satu faktor penentu prestasi suatu negara. Saat ini Indonesia masih menghadapi transportasi yang cukup kompleks. Kecelakaan yang menelan ribuan korban jiwa per tahun merupakan hal sangat besar. Harapannya di masa mendatang akan terjadi suatu perubahan yang mendasar dalam meningkatkan keselamatan bertransportasi. Alumni mampu mencintai dan merawat profesinya, mempunyai komitmen kuat atas keilmuan maupun pengembangan teknologi, menjujung tinggi nama baik almamater. Serta para alumni nantinya mampu menjadi inspekturinspektur keselamatan. Wisuda kali ini juga dihadiri para pejabat di lingkungan Kementerian Perhubungan, TNI dan Polri, jajaran pemerintahan daerah baik provinsi, kabupaten dan kota di Bali, Organda, dosen dan pegawai. (ad82)
Daihatsu Serahkan 20 Unit Rekondisi di Padang MELANJUTKAN penyerahan unit rekondisi pada Program Daihatsu Setia 2017 di Solo, Jawa Tengah, 9 Mei 2017 (8 unit) dan Cirebon, Jawa Barat, 14 Juli 2017 (10 unit), kali ini Program Daihatsu Setia menyerahkan unit area Sumatera tepatnya di Kota Padang pada 28 Agustus 2017. Program Daihatsu Setia ini merekondisi mobil lama milik pelanggan menjadi mobil seperti baru keluar dari pabrik. Dalam rangkaian ulang tahun ke-110 Daihatsu dunia, Program Daihatsu Setia merekondisi 110 unit mobil milik pelanggan setia Daihatsu, terdiri atas 50 unit Xenia, 50 unit Terios, 5 unit Sirion dan 5 unit Luxio dari seluruh Indonesia. Untuk dapat terpilih dalam Daihatsu Setia, pelanggan setia Daihatsu harus memenuhi sejumlah kriteria yang ditetapkan, seperti mobil milik pribadi, status sebagai pemilik pertama, servis rutin di bengkel resmi Daihatsu dan memiliki KM
pemakaian tertinggi. Mobil pelanggan Daihatsu yang terpilih, seluruh bagian mulai dari engine, chassis, drive train, interior, exterior, material, painting hingga accessories direkondisi secara gratis. Bukan hanya itu, selama masa rekondisi, sekitar dua bulan pelanggan dimanjakan dengan mobil pengganti oleh Daihatsu. Program Daihatsu Setia untuk wilayah Sumatera menyerahkan 20 unit yang telah direkondisi yang terdiri atas 9 Xenia, 10 Terios, dan 1 Luxio. Penyerahan kali ini berbeda daripada biasanya karena diserahkan di setiap asal pemenangnya. Lima mobil diserahkan di Padang, 1 diserahkan di Pematang Siantar, 1 di Batam, 3 di Palembang, 1 di Banda Aceh, 1 di Bandar Lampung, dan 8 di Medan. Mukhyar, pria asal Batu Sangkar yang memiliki Daihatsu Terios yang setia menemaninya sepanjang lebih dari 174.812 km. ‘’Saya satu minggu
PEMENANG – Lima pemenang mobil rekondisi di Padang berfoto bersama manajemen Daihatsu. bisa sampai 2.000 km, karena harus bolak-balik dari Padang ke Pekanbaru ke Kerinci ke Dumai dan kembali lagi ke Padang. Selama ini tidak pernah saya rasakan mogok atau rusak di jalan,’’ ungkap bapak tiga anak ini. Sementara Muhamad Yuzar Bapak asal Pekanbaru mengaku merasa pede ketika menggunakan Daihatsu Xenia Sporty karena kemampuannya di jalan rusak. ‘’Saya suka Xenia karena meskipun diisi melebihi kapasitas dan melewati jalan
tanah yang rusak, tetap bisa dipacu dengan kecepatan cukup tinggi serta tidak pernah mogok selama perjalanan,’’ tutur Pengajar Diklat Guru ini. ‘’Kami senang melihat antusiasme pelanggan terhadap Daihatsu Setia. Peminatnya mencapai 17.726 pelanggan dari seluruh Indonesia. Program Daihatsu Setia menjadi bukti persahabatan Daihatsu dengan para pelanggannya,’’ ujar Amelia Tjandra, Direktur Marketing PT Astra Daihatsu Motor. (bns2)