Skip to main content

Edisi Minggu 03 Juni 2018 | balipost.com

Page 1

12 HALAMAN

NOMOR 270 TAHUN KE 70

Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

balipost (166 rb Like) http://facebook.com/balipost

Minggu wage, 3 juni 2018

Pengemban Pengamal Pancasila Rusia vs Arab Saudi 14 Juni - 22.00 WIB

GRUP A

Mesir vs Uruguay 15 Juni - 19.00 WIB Rusia vs Mesir 20 Juni - 01.00 WIB

RUSIA ARAB SAUDI

Uruguay - Arab Saudi 20 Juni - 22.00 WIB

MESIR

Uruguay - Rusia 25 Juni - 21.00 WIB

URUGUAY

Arab Saudi vs Mesir 25 Juni - 21.00 WIB

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 ,233801Faksimile: 227418

Piala Dunia 2018

Tuan Rumah Pasti Ngotot Menang Moskow – Sejak pecah dari Uni Soviet pada tahun 1991, Rusia tidak pernah mampu melewati babak penyisihan grup Piala Dunia. Bahkan, pada Piala Dunia 1998 di Prancis, 2006 di Jerman, dan 2010 di Afrika Selatan, tim berjuluk Sbornaya ini gagal lolos ke putaran final. Kini, saat jadi tuan rumah Piala Dunia 2018, tim Beruang Merah mematok target lolos ke perempatfinal untuk pertama kalinya sejak 1994. Mereka ngotot menang guna memenuhi ambisinya menembus semifinal. Dari segi peringkat, Timnas Rusia adalah tim paling rendah dibandingkan 31 peserta lainnya. Rusia saat ini menempati peringkat ke-63 dunia. Dari segi prestasi, tim Beruang Merah belum teruji. Skuad

Stanislav Cherchesov lolos langsung ke putaran final, tanpa harus melewati babak kualifikasi. Penampilan Rusia hanya bisa dilihat dari hasil pertandingan persahabatan. Mereka tidak mampu meraih satu kemenangan pun dalam empat laga terakhir. Sbornaya dikalahkan Prancis 1-3, 27 Maret. Kemudian, takluk 0-3 dari Brasil, 23 Maret. Bermain imbang 3-3 melawan Spanyol, 14 November. Selanjutnya, dikalahkan Argentina 0-1, 11 November. Melihat penampilan tersebut, sebagian besar suporter Rusia merasa pesimistis tim kesayangannya bakal mampu bersaing dengan tim-tim top dunia lainnya. Hal. 11 Opini Publik

Densus Tangkap Terduga Teroris di Universitas Riau Pekanbaru (Bali Post) -

Paham radikalisme terbukti sudah masuk ke dunia kampus. Densus 88 menangkap sejumlah orang yang diduga terkait jaringan teroris di kampus Universitas Riau. Belum diketahui berapa orang yang diamankan apakah mahasiswa atau masyarakat umum. Sementara sumber lain menyebut hanya terjadi penggeledahan.

BPM/ant

PENGGELEDAHAN - Densus 88 membawa barang mencurigakan usai menggeledah kampus Universitas Riau, Sabtu (2/6) kemarin.

Rektor Unri Rapat Mendadak

Pekanbaru (Bali Post) Pihak Universitas Riau (Unri) berjanji akan segera melakukan konferensi pers kepada rekan media pascapenggeledahan yang dilakukan Detasemen Khusus Antiteror 88 Polri di salah satu gedung di kampus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Unri, Kota Pekanbaru, Sabtu (2/6) kemarin. “Saya lagi briefing, rapat sebentar yah di Rektorat. Nanti kita adakan konferensi pers. Nanti kami kabari (wartawan),” ujar Rektor Universitas Riau Prof. Dr. Ir. H. Aras Mulyadi, DEA, saat dikonfirmasi, Sabtu kemarin.

Pertemuan yang digelar pihak Rektorat masih berlangsung hingga berita ini diturunkan. Sementara Pembantu Dekan III FISIP Unri Suyanto ketika dihubungi juga mengatakan hal yang sama, keterangan resmi akan disampaikan langsung oleh Rektor UR.(ant)

“Ya, ada dugaan jaringan terduga teroris di sana (kampus Universitas Riau). Densus lagi melakukan penggeledahan di kampus itu,” kata Kapolda Riau, Irjen Nandang, kepada pers Sabtu (2/6) kemarin. Nandang menyebutkan penggeledahan dilakukan Densus 88 sejak siang tadi. “Kita, Polda Riau, sifatnya hanya membantu. Penanganan masalah ini langsung Densus,” kata Nandang. Dia belum bisa menjelaskan secara terperinci berapa orang yang diamankan di kampus Universitas Riau di Jl. Soebrantas, Kecamatan Tampan, Pekanbaru itu. Tapi Nandang menyebutkan Densus bekerja tentunya karena ada indikasi yang kuat soal jaringan teroris.

“Densus menggerebek ke lokasi tentunya karena ada informasi yang cukup kuat,” kata Nandang. Apakah yang ditangkap Densus ini status mahasiswa atau dosen, lagi-lagi Nandang belum bersedia menjelaskan. “Densus masih bekerja di lokasi sekarang ini. Belum tahu saya siapa-siapa yang diamankan,” ujar Nandang. Gelanggang Mahasiswa Awalnya, tim Densus 88 bersama di tim Gegana Brimob Polda Riau menggeledah gedung Gelanggang Mahasiswa Kampus Universitas Riau (Unri) di Pekanbaru. Penggeledahan tersebut berkaitan dengan dugaan adanya jaringan teroris. Tim Brimob Polda Riau dibantu personel Polresta

Pekanbaru menggeledah gedung Gelanggang Mahasiswa di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unri, Jl. Soebrantas, Kecamatan Panam, Pekanbaru. Tim Polri tampak keluar-masuk ke gedung Gelanggang mahasiswa tersebut. Kehadiran tim Polri ke Kampus tersebut menyedot perhatian mahasiswa. Kendaraan Barracuda berjejer di dalam kampus FISIP Unri. Garis polisi dipasang di sekitar Gelanggang Mahasiswa. Tim Gegana Brigade Mobil Polda Riau menyita sejumlah barang dari penggeledahan yang dilakukan di salah satu gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Riau. Hal. 11 Tiga Kantong Plastik

Bias Calonarang

Dari Magis Menjadi ’’Bebanyolan’’ Calonarang di Bali adalah cerita dari Jawa yang sudah mengalami sejumlah tambahan seni dan tatwa di Bali. Namun saying, dalam perkembangannya pementasan calonarang dan panyalonarangan mulai bergeser dari dominan unsur magis alias serem menjadi kocak karena menonjolkan bebanyolan.

BPM/wan

BANGKE - Bangke matah dan ngundang leak saat calonarang.

”Ngundang Leak” Benarkah Caranya?

PEMENTASAN calonarang identik dengan adanya barong dan rangda yang melambangkan rwa bhineda (baik dan buruk) dalam kehidupan. Ketika dua unsur itu masih ada, maka calonarang akan tetap eksis di Bali. Dikarenakan ada tradisi nyolahan (menarikan) Ida Batara berupa barong dan rangda tersebut. Di samping itu, juga ada beberapa tarian pendukung pementasan calonarang. Namun, yang membuat pementasan calonarang menjadi daya tarik bagi masyarakat, yaitu adanya juru undang yang bertugas mengundang dan menantang orang yang melaksanakan aji ugig (ilmu hitam). Juru undang ini biasanya berbarengan dengan keluarnya watangan matah. Ahli Teologi Dr. Komang Indra Wirawan, S.Sn., M.,Fill.H., yang sering berperan sebagai juru undang leak mengaku mempunyai tantangan tersendiri. Ia pernah merasakan adanya gangguan sekala dan niskala ketika mengundang tokoh leak untuk diajak beradu kawisesan, sekaligus agar mengacaukan prosesi calonarang. Gangguan seperti itu sangat wajar, karena dilaksanakan di pemakaman atau setra. Ketua Yayasan Gases Bali ini mengaku harus ada kesiapan secara jasmani dan rohani, serta mempunyai pengetauan dasar tentang budaya yang luas dan multitalenta dalam penokohannya. Komang Gases juga menjelaskan bahwa ketika tahun 1980, pementasan calonarang dilakukan dengan baik dan benar, sesuai pakem yang berlaku. Hal. 11 ”Mawinten”

HAL ini menjadi materi yang dibahas menarik pada pamentasan dan seminar Calonarang Jangkep yang digelar Minggu (14/5) malam lalu. Pementasan ini tergolong unik karena selain menyajikan pementasan calonarang lengkap dengan watangan-nya, pergelaran tersebut juga diisi dengan pemaparan soal calonarang. Tak hanya menonjolkan watangan yang dikubur atau dibakar, pementasan calonarang yang digelar di Panggung Terbuka Timur, Art Center ini justru menyuguhkan informasi pembinaan umat Hindu melalui pergelaran seni budaya. Tampil sebagai narasumber budayawan, Dr. Komang Indra Wirawan, S.Sn., M.,Fill.H. alias Komang Gases, sastrawan budayawan Prof. Dr. Drs. I Nyoman Suarka, M.Hum., Prof. Dr. I Wayan Dibia, S.ST., MA., selaku bu-

dayawan, dr. I Gusti Rai Putra Wiguna, Sp.KJ., sebagai psikiater, dan Nyoman Geguh sebagai praktisi. Komang Gases mengakui, masyarakat masih banyak yang salah kaprah dalam menggelar pementasan calonarang. Bahkan, calonarang yang dipentaskan melenceng dari pakem calonarang yang sesungguhnya. Sehingga banyak yang mengalami kerauhan dan sangat sulit dibedakan antara kerauhan, kerangsukan, dan kesurupan. Inti dari calonarang, kata dia, adalah menghadirkan, persatuan dan pelepasan. Meskipun pementasan calonarang bersifat magis yang menakutkan, namun saat ini sangat diminati oleh masyarakat Bali. Hal. 11 Kontestasi

SALAH satu tema menarik yang dipaparkan oleh ahli kejiwaan, dr. I Gusti Rai Putra Wiguna, Sp.KJ., pada seminar kolaborasi kerauhan pementasan calonarang jangkep yakni mengenai kerauhan dari sisi kedokteran. Menurutnya, kerasukan merupakan tradisi budaya Bali, namun seiring perkembangan zaman, kerauhan banyak yang melenceng dari tradisi budaya Bali yang sesungguh-

nya, sehingga sulit dibedakan antara kerauhan, kerasukan, dan kesurupan. Dalam dunia medis yang telah diteliti sejak 1939, kerauhan dikenal dengan istilah trance. “Kerauhan itu bukan gila. Memang secara medis fungsi otaknya berubah, berubahnya bagaimana? Ketika dia kerasukan otaknya hanya berfungsi beberapa persen saja,” ujar Wiguna. Hal. 11 Segi Spiritual

’’Kerauhan’’ dari Segi Medis dan Magis

BPM/wan

KERAUHAN - Pepatih kerauhan saat pementasan calonarang.

Tektekan Calonarang Desa Penarukan

Hanya Dipentaskan Saat ‘’Pujawali’’ Pura Dalem dan Puseh Bagi warga Kabupaten Tabanan tentunya sudah tidak asing lagi dengan kesenian tektekan. Salah satu kesenian tradisional yang berasal dari Kecamatan Kerambitan belakangan ini kerap ditampilkan dalam kegiatan pesta rakyat seperti Festival Kerambitan yang kerap digelar tiap tahun.

TEKTEKAN sendiri berasal dari alat musik sederhana yang terbuat dari batang bambu, dipadukan dengan sejumlah alat musik tradisional lainnya, namun mampu menyuguhkan pementasan seni yang indah, sebuah budaya luhur yang berkembang dengan baik dan masih terjaga lestari sampai sekarang ini. Sejarah awal tektekan pada khususnya berfungsi untuk mengusir bhuta kala saat masyarakat merasakan desa sedang dilanda wabah (grubug, red) dan juga pada hari Pangrupukan atau sehari sebelum Hari Raya Nyepi. Namun, seiring perkembangan zaman yang semakin menonjolkan kreativitas untuk berkesenian, perlahan gamelan

tektekan itu menjadi berbeda fungsi atau kegunaannya bertambah. Tektekan yang awalnya sebagai penetralisir grubug, kini menjadi gamelan iringan drama seni teatrikal yang terkenal dengan sebutan Tektekan Calonarang. Di salah satu desa di Kecamatan Kerambitan yakni Desa Penarukan, untuk tradisi Tektekan Calonarang ditampilkan saat piodalan di Pura Dalem dan di Pura Kahyangan Puseh. Tidak hanya itu, pementasan tektekan juga bisa dipakai untuk membayar kaul masyarakat. “Calonarang Tektekan bedanya tidak menggunakan watangan atau bangkai matah, tetapi lebih menceritakan tentang kemarahan Dirah atau ibu dari

Ratna Manggali yang melihat anaknya diperlakukan tidak baik, yang akhirnya mengeluarkan kesaktian dan menyebarkan wabah penyakit, hingga akhirnya bisa dinetralisir dengan suara tektekan,” ucap Perbekel Desa Penarukan I Putu Rai Suteja, belum lama ini. Untuk Tektekan Calonarang yang ditampilkan tiap pujawali Pura Dalem dan Pura Kahyangan Puseh berdurasi satu jam. Dikatakannya, tahun 1967, wilayah Kecamatan Kerambitan diserang wabah penyakit sehingga masyarakat memiliki inisiatif membunyikan alat seadanya baik itu kentongan maupun bambu (pengrebegan). Hal. 11 Dibuat Seni

BPM/bit

TRADISI - Kesenian tektekan yang masih menjadi tradisi di Kerambitan, Tabanan.


2

Daerah

Minggu Wage, 3 Juni 2018

SOSOK

Dorong Minat Baca MINAT baca di kalangan pelajar pada era milenium ini memang sedikit mengalami penurunan. Salah satu faktor penyebabnya akibat banyaknya sindrome bermain game, baik offline maupun online. Pesatnya perkembangan dunia teknologi dengan segala fitur-fiturnya tentu saja “memanjakan” anak-anak muda, mulai dari tingkat TK hingga SMA/SMK untuk membuka media sosial daripada membaca buku. Bagi Ketut Bagus Dhanu Argatama, pelajar SMAN 2 Tabanan ini berharap setidaknya ke depan ada terobosan ataupun ide-ide yang bisa menarik perhatian generasi muda untuk kembali membaca. Terobosan itu pun harus disesuaikan dengan perkembangan teknologi saat ini. Bagi pelajar yang kini memiliki posisi Ketua OSIS di salah satu sekolah ternama di Kabupaten Tabanan ini, kegiatan yang digelar Bali Post belum lama ini yakni “Bali Post Goes To School” menjadi salah satu contoh mengajak para pelajar untuk menambah wawasan dengan cara membaca. “Lewat ajang itu, minimal adik-adik TK sampai SMP bisa lebih memperluas wawasan mereka, juga mengembangkan potensi yang ada dalam diri mereka,” ucapnya. Menurutnya, dengan menggelar ajang serupa di tiap-tiap sekolah juga bermanfaat mengenalkan lingkungan tempat lokasi kegiatan. “Siapa tahu, ada adik pelajar yang selama ini belum tahu alamat atau pun seperti apa SMAN 2 Tabanan, bisa langsung melihat saat ikut kegiatan lomba kemarin,” ucapnya. Tidak hanya itu, kegiatan yang dirangkaikan dengan bazar budaya, khusunya bagi siswa SMAN 2 Tabanan juga bermanfaat mengembangkan kreativitas mereka dalam hal positif seperti membuat penjor untuk Galungan, sanggah untuk Galungan, dan perlengkapan lainnya. “Intinya, kegiatan yang sudah digelar kemarin, sangatlah bermanfaat bagi kita semua,” ujarnya. Apalagi, apa yang mereka buat untuk kegiatan bazar budaya yang rutin digelar tiap menjelang hari raya Galungan ini juga kerap dipraktikkan di dalam kehidupan sehari-hari mereka dalam membantu orang tua menyiapkan sarana prasarana upakara. “Ada kebanggaan sendiri jika hasil karya kita bisa diterima oleh masyarakat,” imbuhnya. (bit)

Pembangunan Unit Kanker di RSBM

Tinggal Tunggu IMB dan Izin Bapeten Denpasar (Bali Post) Realisasi pembangunan unit kanker di RS Bali Mandara (RSBM) hanya tinggal menunggu keluarnya izin. Mengingat, pemenang tender sudah ditentukan yakni PT Tunas Jaya Sanur. Dari segi anggaran juga tidak ada kendala, karena unit kanker masuk dalam skala prioritas pembangunan pada tahun 2018 ini. “Masih menunggu izin saja. IMB dan izin dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) sedang diproses. Tinggal itu saja, kalau sudah klop, terutama izin Bapeten, sudah bisa berjalan,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya, saat dikonfirmasi Sabtu (2/6) kemarin. Untuk IMB, lanjut Suarjaya, masih ada satu penyanding saja yang tidak mau menandatangani. Pihaknya masih menunggu yang bersangkutan untuk secara sukarela menyetujui pembangunan unit kanker di RSBM. Mengingat, tujuan pembangunannya tidak lain kemanusiaan untuk masyarakat. “Satu orang saja tidak setuju, yang lain sudah setuju. Masyarakat Sanur setuju kok,” jelasnya. Suarjaya menambahkan, pembangunan tetap akan berjalan meskipun satu orang penyanding itu

Serempet Pejalan Kaki, Mobil ’’Pick-up’’ Terguling Tiga Orang Luka-luka Bangli (Bali Post) Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di Bangli. Kali ini mobil pickup DK 8410 LM yang dikemudikan Komang Wijana menyerempet pejalan kaki di jalan raya jurusan SusutGianyar, tepatnya di Banjar Pengiyangan kawan, Desa Pengiyangan, Susut, Bangli, Sabtu (2/6) kemarin. Setelah menyerempet pejalan kaki, mobil juga menabrak sepeda motor

sebelum terguling. Atas kejadian itu, tiga orang mengalami luka-luka hingga dilarikan ke RSU Bangli. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, kecelakaan itu terjadi pukul 09.30 wita. Berawal mobil pick-up datang dari arah utara. Sampai di tempat kejadian, mobil menyerempet dua pejalan kaki yang berada di sebelah timur jalan. Pejalan kaki itu yakni I Gede Sura

Arsna dan I Ketut Agus Wahyu Diatmika. Setelah menyerempet pejalan kaki, selanjutnya mobil langsung menabrak sepeda motor Honda Supra DK 3957 PD yang dikendarai I Wayan Neraka. Kebetulan mereka menuju arah utara. Usai menabrak motor itu, mobil terguling. Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi mengungkapkan setelah menerima laporan, pihak kepoli-

sian langung melakukan olah TKP. Kata dia, atas kejadian itu tiga orang mengalami luka-luka dan sudah dilarikan ke RSU Bangli untuk mendapatkan penanganan dari tim medis. “Tidak ada yang sampai meninggal dunia. Ketiga korban hanya mengalami luka lecet seperti di bagian pipi, lengan, lutut, dan betis. Kerugian material diperkirakan mencapai Rp 4 juta,” ucapnya. (kmb41)

Pelipatan Surat Suara Libatkan Puluhan Warga Negara (Bali Post) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jembrana Sabtu (2/6) kemarin, mulai melakukan pelipatan surat suara untuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Bali. Pelipatan secara manual melibatkan sekitar 27 warga dengan pengawasan ketat dari pihak kepolisian (Polres Jembrana). Ditargetkan, pekan depan, seluruh surat suara sudah terlipat dan siap dimasukkan ke kotak suara.

dr. Ketut Suarjaya

BPM/kmb32

masih tetap pada pendiriannya. Yang terpenting sekarang ini, lanjutnya adalah izin dari Bapeten. Mengenai anggaran, dalam APBD 2018 telah dianggarkan untuk fisik unit kanker sebesar Rp 53 miliar. “Nanti alkesnya barangkali 2019. Anggaran yang sekarang khusus untuk fisiknya saja, tidak bisa dengan alkes (alat kesehatan) langsung. Fisiknya harus jadi dulu,” terangnya. (kmb32)

Lebaran, Pertamina Bentuk Tim Satgas Denpasar (Bali Post) Jelang Lebaran ini, Pertamina membentuk tim satgas (satuan tugas). Tim ini berperan dalam mengoordinasikan, mengawasi penyaluran dan memantau kondisi di lapangan. Mulai dari arus lalu lintas BBM dan elpiji hingga konsumsi per harinya. Tim satgas ini bekerja 24 jam dengan sistem shift dan melibatkan kantor Pertamina MOR V, seluruh TBBM, seluruh depot elpiji, dan DPPU. Section Head Communication Pertamina, Rico Raspati, mengatakan hal ini dilakukan merupakan

BPM/ina

wujud komitmen Pertamina untuk kelancaran penyaluran, khususnya dalam menghadapi Idul fitri. “Karena Idul Fitri tidak bisa ditebak. Ada yang berangkat malam, setelah Imsak dan ada yang pagi serta siang. Maka kami lakukan dengan mengoperasikan 24 jam,” katanya belum lama ini. Tim satgas itu di-launching 30 Mei dan beroperasi hingga 28 Juni. Selain memantau, tim satgas juga berkoordinasi dengan instansi terkait dan pemda setempat seperti kepolisian dan Hiswana Migas. (kmb42)

Komisioner KPU Divisi Logistik, I Putu Eka Sutamarwaba, mengatakan pelipatan dilakukan setiap hari selama beberapa hari ke depan. “Kita belum tahu kepastian kapan (tuntas). Nanti lihat sehari ini dapat berapa dulu. Tetapi kami targetkan 6 Juni nanti sudah rampung,” terangnya. Pada hari pertama, pelipatan melibatkan 27 orang, dibagi di dua ruang. Yakni ruang Rumah Pintar Pemilu (RPP) yang juga digunakan untuk penyimpanan logistik surat suara dan ruang komisioner. Para tenaga pelipat ini mulai melakukan pelipatan pukul 08.00 wita hingga pukul 15.00 wita. Setiap su-

rat suara yang sudah dilipat selanjutnya dijadikan satu dengan jumlah 25 surat suara per ikatan. Menurutnya, logistik lainnya masih ada yang belum dikirim, seperti formulir dan kelengkapan lain di TPS. Untuk surat suara, total ada 116 boks, terdiri dari 115 boks berisi 2.000 lembar dan satu boks berisi 1.532 lembar. Nantinya seluruh kertas suara yang sudah dilipat akan dimasukkan ke kotak suara yang sudah disediakan dan didistribuskan ke tiap TPS. Eka mengungkapkan selain surat suara, pihaknya juga sudah menerima tinta. Sedangkan bantalan spon

dan paku rencananya didistribusikan akhir pekan ini. Diharapkan seluruh logistik dapat terpenuhi seminggu sebelum waktu pemungutan suara nanti. Hingga siang kemarin, dari penyortiran sebelum dilipat hampir semua surat suara bisa digunakan. Namun, ada dua surat suara yang diketahui rusak (robek dan lubang). Ketika ada yang didapati rusak atau tidak sempurna, menurut Eka, akan dipisah dan dibuatkan surat keterangan. Kemungkinan surat suara yang rusak itu bisa bertambah. Surat suara yang diketahui rusak itu nantinya akan dimusnahkan. (kmb26)

BPM/olo

SURAT SUARA - Sejumlah warga dilibatkan untuk pelipatan surat suara di Kantor KPU Jembrana, Sabtu (2/6) kemarin.

DPD Kini Ikut Awasi Ranperda dan Perda Denpasar (Bali Post) Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI kini memiliki wewenang untuk melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap rancangan peraturan daerah (ranperda) dan perda. Ini sesuai ketentuan pasal 294 ayat (1) huruf j, UU No.2 tahun 2018 tentang Perubahan Kedua UU No. 17 tahun 2014 tentang MD3. “Itu akan meningkatkan kualitas dan menghasilkan hukum daerah yang lebih efektif,” ujar Guru Besar Fakultas Hukum Unud, Prof. Dr. Yohanes Usfunan, dalam FGD Aktualisasi Tugas Kelembagaan DPD “Pelaksanaan Pemantauan dan Evaluasi Ranperda-Perda” di Denpasar, Sabtu (2/6) kemarin. Menurut Usfunan, undangundang atau perda yang gagal umumnya tidak memenuhi kriteria substantif dan kriteria prosedural. Kurangnya pengawasan dan evaluasi

dari pihak terkait merupakan salah satu penyebabnya. Di samping penyebab lain seperti norma hukumnya yang kabur, ada tumpang tindih dengan peraturan perundang-undangan yang lain, ruang lingkup materinya terlalu luas, identifikasi masalah, role occupant dan implementing agency tidak tepat, bertentangan dengan kepentingan umum, diskriminatif, menghambat investasi, hingga naskah akademik yang kurang cermat dan tidak memadai. “Peraturan perundangundangan responsif yang memenuhi tuntutan dan harapan masyarakat akan ditaati karena menjamin kepastian hukum dan keadilan. Oleh sebab itu, pembentukannya harus memenuhi syarat filosofis, yuridis, sosiologis yang didukung penguasaan metode legislatif drafting oleh para perancang,” paparnya. Kepala Biro Hukum dan

HAM Setda Provinsi Bali, I Gusti Agung Ketut Kartika Jaya Seputra, mengatakan penambahan kewenangan DPD ini sudah tepat. Sebab, anggota DPD dipilih dari setiap provinsi melalui pemilu yang demokratis. “Secara filosofi (DPD) dianggap mengetahui persoalan masing-masing daerah terkait dengan kebijakan daerahnya dalam mewujudkan pembangunan daerah,” katanya. Wakil Ketua DPRD Bali, I Nyoman Sugawa Korry, melihat kewenangan tersebut bisa memberikan kekuatan bagi DPD untuk lebih membumi di daerah sebagai regional representatif. Agar berfungsi maksimal, sinergitas mesti dibangun sejak awal. Masingmasing senator sebaiknya membagi tugas sesuai dengan komisi-komisi yang ada di DPRD provinsi maupun kabupaten/kota. Kemudian proaktif sejak dilaksanakan

kajian akademis, diskusi/ seminar, memberi masukan saat proses pembahasan dan konsultasi, sampai dengan ditetapkannya ranperda menjadi perda. Begitu juga untuk perda yang dipandang perlu untuk dievaluasi atau direvisi, anggota DPD agar terlibat sesuai proses yang ada. “Dengan kewenangan ini, tugas DPD lebih berat karena bukan hanya memutuskan bahwa ini dievaluasi atau tidak, tapi proses ini harus ditangani oleh tenaga-tenaga profesional. Termasuk staf yang mendukungnya. Jangan ini dijadikan ajang mencari kesalahan, tapi ajang preventif, mencegah agar tidak terjadi kesalahan sehingga outputnya menjadi baik,” jelas politisi Golkar ini. Ketua Panitia Perancang UU DPD RI, Gede Pasek Suardika, menerangkan kewenangan baru ini sebetulnya untuk mensinergikan

kepentingan daerah di pusat dan menjaga agar legislasi daerah tidak bertentangan dengan nasional. Oleh karena itu, masukan dari provinsiprovinsi di Indonesia, termasuk Bali sangat penting untuk membuat konsep terkait pemantauan dan evaluasi ranperda-perda. Ditegaskan, konsep yang dibuat mesti menyatu dengan aspirasi daerah. “Nanti akan ada banyak pintu aspirasi. Bisa lewat DPRD Bali, bisa juga lewat kita, yang penting komunikasi politik yang sehat. Jangan asal adu kewenangan, malah tidak bagus. Kita sinergikan kewenangan,” ujarnya. Pasek menambahkan, salah satu wakil ketua DPD akan ada yang ditunjuk secara khusus menangani hal ini. Termasuk akan ada alat kelengkapan lembaga bernama panitia urusa n leg isla si d a era h yang kini sedang disiapkan. (kmb32)

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 0215357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/ SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Minggu Wage, 3 Juni 2018

Buka Porjar Bali Tahun 2018

Gubernur Pastika Tekankan Nilai Sportivitas kepada Seluruh Kontingen PEKAN Olahraga Pelajar (Porjar) Provinsi Bali yang telah diselenggarakan secara berkelanjutan, menunjukkan komitmen untuk senantiasa memantapkan pemasyarakatan dan peningkatan prestasi olahraga, khususnya di kalangan pelajar. Kegiatan ini memiliki makna strategis dalam pembinaan generasi muda bangsa untuk memiliki integritas sekaligus pengetahuan luas serta sportivitas yang tinggi sebagai nilai dasar untuk menjadi tulang punggung pembangunan. Diharapkan, Porjar Provinsi Bali ini dapat melahirkan prestasi olahraga pelajar di mana mereka merupakan barometer untuk mengukur keberhasilan pembinaan olahraga pelajar secara integral yang dapat dijadikan sebagai modal dan aset prestasi Provinsi Bali di tingkat nasional maupun internasional. Hal ini disampaikan Gubernur Bali Made Mangku Pastika pada acara pembukaan Porjar Provinsi Bali Tahun 2018 di lapangan Puputan Margarana, Niti Mandala Renon, Denpasar, Sabtu (2/6). “Saya memberikan apresiasi kepada segenap pembina olahraga, mulai dari

tingkat sekolah, kabupaten/kota sampai ke tingkat provinsi yang telah bekerja keras serta penuh dedikasi dalam pengabdian membina anak-anak kita guna terwujudnya masyarakat olahraga serta pencapaian prestasi setinggi-tingginya bagi insan olahraga Provinsi Bali, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Pastika sembari menambahkan, jika pembinaan olahraga yang bertahap berjenjang dan berlanjut akan mampu melahirkan atlet yang handal dan berprestasi. Dengan tema “Melalui Pekan Olahraga Pelajar Provinsi Bali Tahun 2018, Kita Wujudkan Soliditas dalam Membina Olahraga Kita Raih Prestasi Puncak Menuju Bali Mandara”, Gubernur Pastika mengajak seluruh insan olahraga untuk senantiasa meningkatkan soliditas para stakeholder keolahragaan dengan mengedepankan nilai-nilai sportivitas kejujuran, saling menghargai, rasa tanggung jawab, dalam penyelenggaraan pembinaan dan pengembangan olahraga di kalangan pelajar. Ia berharap agar Porjar ini tidak hanya semata-mata mengutamakan perolehan

medali atau merebut peringkat tertinggi saja. Tetapi hal yang lebih penting dapat membangun karakter pelajar dan pemuda Bali yang sesungguhnya, yaitu pekerja keras, pantang menyerah, jujur sportif dengan landasan semangat jengah. Dengan karakter sejati tersebut generasi muda Bali akan mampu bersaing dalam skala global yang ditandai dengan persaingan bebas dalam segala bidang. “Kalian harus memiliki fisik yang kuat dan jiwa yang sehat serta karakter mental pantang menyerah. Dengan demikian, kita akan berhasil menjadi bangsa yang maju dan sejahtera. Kita di Bali tidak memiliki sumber daya alam, tapi kita memiliki orang-orang yang hebat dan diisi oleh kalian semua ini. Bertandinglah dengan sprotif, karena dengan sprotivitas merupakan salah satu ciri karakter yang baik. Tidak ada gunanya kalian menang dengan curang. Berjuanglah dengan sportif, pantang menyerah. Ingat, kalian membawa diri kalian, martabat kalian dan martabat daerahmu. Saya berharap Porjar kali ini dapat menghasilkan atletatlet yang berprestasi, anakanak muda yang hebat dan

PEMBUKAAN - Gubernur Bali Made Mangku Pastika melepas balon saat acara pembukaan Porjar Provinsi Bali Tahun 2018 di lapangan Puputan Margarana, Niti Mandala Renon, Denpasar, Sabtu (2/6).

bersemangat, itulah harapan saya. Berjuang, berjuang dan berjuang,” pekik Pastika. Sementara Ketua Panitia Porjar Provinsi Bali Tahun 2018 Ketut Ngurah Boy Jayawibawa, yang juga Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali dalam laporannya menyampaikan jika tujuan penyelenggaraan Porjar Provinsi Bali untuk meningkatkan pola pembinaan dan memacu peningkatan prestasi olahraga yang dilandasi nilai sportivitas di masyarakat. Ditambahkan Boy, pada Porjar ini mempertandingkan sebanyak 21 dan 9 cabang olahraga eksebisi dari tingkat SD, SMP, dan SMA/SMK. Adapun olahraga tersebut adalah atletik, pencak silat, renang, bola voli, bola voli pasir, bola basket, sepak takraw, tenis meja, sepak bola, tenis lapangan, bulu tangkis, senam, panjat tebing, taek wondo, catur, judo, karate, tarung derajat, gate Ball, woodball, serta cabang eksebisi di antaranya dansa, balap sepeda, panahan, petanque, kabaddi, wushu, shorinji kempo, softball/baseball dan menembak. “Peserta Porjar tahun 2018 berjumlah 4.575 orang, terdiri dari atlet, pelatih dan official. Porjar tahun 2018 dilaksanakan mulai 1-6 Juni 2018 di Denpasar. Dalam Porjar kali ini, selain akan menentukan kontingen yang menjadi juara umum, kami juga bekerja sama dengan Siwa PWI Provinsi Bali untuk memilih atlet terbaik putra dan putri tingkat SD, SMP dan SMA/SMK,” ungkapnya. Untuk diketahui, pada Porjar Provinsi Bali Tahun 2017, Kota Denpasar keluar sebagai juara I dengan perolehan medali sebanyak 436, disusul Kabupaten Badung diperingkat II dengan 362 medali dan Kabupaten Buleleng di peringkat III dengan perolehan medali sebanyak 216. Pada acara pembukaan Porjar kali ini, hadir pula Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra, Wakapolda Bali Brigjen Pol. I Wayan Sunartha, serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Bali. (ad90)

Berkompetisi di Pasar Dunia

Indonesia Menuju Sertifikasi Tuna Mangupura (Bali Post) Perikanan merupakan salah satu komoditas yang menyumbangkan surplus t e r h a d a p e k o n o m i I n d onesia tahun ini. Bahkan, nilai tukar nelayan saat ini serta jumlah ikan juga naik. Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, saat ditemui di sela-sela penutupan 3rd Bali Tuna Conference sekaligus 6th Internatioal Coastal Tuna Business Forum di Kuta, Jumat (1/6) malam, mengatakan sektor perikanan di tanah air menunjukkan pertumbuhan positif. Hal itu terjadi pasca-dinisiasinya bingkai kebersinambungan pengelolaan dan eksploitasi hasil laut di Indonesia, pada pertemuan serupa dua tahun silam. “Yang paling penting tadi saya pesan, Indonesia dalam Bali Tuna Conference ini berbicara tentang m e nuju p a d a sert if ika si supaya produk kita ini lebih kompetitif,” ujarnya. Dikatakan, dengan sertifikasi ini, pihaknya berharap tuna Indonesia bisa mendapatkan harga premium, sehingga bisa berkompetisi di pasaran dunia. “Pengusahapengusaha Indonesia harus komitmen terhadap satu traceability dan satu mendapatkan sertifikasi. Karena tanpa sertifikasi kita tidak bisa jual dengan harga premium,” katanya.

Untuk menuju sertifikasi tuna, Indonesia telah sepakat dengan human right. Dari Illegal, Unreported dan Unregulated (IUU) fishing menuju ke legal reported regulated fishing. Berbagai kesepakatan yang dibuat menunjukkan kepedulian dunia terhadap keberlanjutan perikanan tuna. Menurutnya, tidak boleh lagi melakukan sebuah industri dengan manajemen semaunya. Aturan dunia, standar dunia dan semua itu sudah mengarah kepada yang lebih baik yaitu sustainablity. Selain itu, Indonesia sebagai negara laut, maritim harus sovereign, harus berdaulat. Dan ternyata tuna bisa dengan kebijakan yang benar ditangkap oleh semua nelayan. “Kebijakan yang dikeluarkan pemerintah membuat tuna tidak lagi dimonopoli oleh longliners besar ataupun kapal longliners asing. Saat ini, seluruh nelayan di Indonesia memiliki hak yang sama menikmati hasil dari perikanan tuna,” ujarnya. Dari data Food and Agriculture Organization (FAO) melalui SOFIA, untuk tahun 2016 terdapat 7,7 juta metrik ton tuna dan spesies seperti tuna ditangkap di seluruh dunia. Pada tahun yang sama, Indonesia memasok setidaknya lebih

BPM/edi

PENUTUPAN - Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, ketika penutupan 3rd Bali Tuna Conference sekaligus 6th Internatioal Coastal Tuna Business Forum, di Kuta, Jumat (1/6) malam.

dari 16% produksi dunia dengan rata-rata produksi tuna, cakalang, dan tongkol mencapai lebih dari 1,2 juta ton/tahun. Sedan-

gkan untuk volume ekspor tuna Indonesia mencapai 198.131 ton dengan nilai USD 659,99 juta pada tahun 2017. (kmb23)

Daerah

3

PROFIL

Bentuk Ikaprisia BUKAN hanya kampus yang getol membentuk ikatan alumni demi akreditasi, namun sekolah setingkat SMP juga melakukan hal serupa. Keberadaan ikatan alumni dinilai sangat penting dan strategis dalam mewujudkan pendidikan berkualitas. Hal itu yang melandasi Kepala SMP PGRI 9 Denpasar, Drs. A.A. Ketut Sumitra, M.M. M.Si., membentuk ikatan alumni yang diberi nama Ikaprisia. Pengurus Ikaprisia dikukuhkan Jumat lalu dan diketua dr. Komang Adi Restu Dana, S.Ked., Wakil I Putu Arya Dwipa Udayana, S.Par., Sekretaris Ni Wayan Restika Noviyanti, S.Parm.Apt., Bendahara I Putu Chandra Supartika, S.T., dilengkapi kepala bidang. Mereka ini adalah kumpulan lulusan SMP PGRI 9 Denpasar sebanyak 20 angkatan yang mencapai 3. 904 orang. Kasek A.A. Ketut Sumitra mengungkapkan Ikaprisia diharapkan bisa memberi sumbangan pemikiran demi kemajuan lembaga pendidikan. Ini semua dilakukan untuk memberi jaminan mutu dan pelayanan berkualitas bagi masyarakat. ‘’Alumni kami banyak menggeluti profesi dokter, apoteker, dan teknik sipil. Ini membuktikan bahwa sekolah mampu menghasilkan generasi yang hebat,‘’ tegas Sumitra yang juga penglingsir Puri Padangluwih, Dalung ini, Sabtu (2/6) kemarin. (sue)

Main Pukul, Anggota Ormas Dibekuk Mangupura (Bali Post) Tim Opsnal Polsek Kuta Selatan (Kutsel) menangkap anggota ormas, Made ACW alias Dugong (25) saat sedang minum miras di tempat mangkalnya di Jalan Pratama, Kutsel, Jumat (1/6). Pasalnya, residivis kasus narkoba dan baru bebas 11 April 2018 ini, memukul alis kiri I Made Wikarsan (22) menggunakan gagang pistol airsoft gun hingga terluka. “TKP penganiayaan ini di Warung Maya di Jalan Uluwatu II, Jimbaran,” kata Kanit Reskrim Polsek Kutsel Iptu Andi Yaqin seizin Kapolsek Kompol Nengah Patrem, Sabtu (2/6) kemarin. Andi Yaqin menerangkan kronologis kejadiannya. Berawal pada Kamis (31/5) pukul 01.00 wita, korban bersama temantemannya minum di TKP. Saat pelapor memesan minuman, pelaku sudah ada di TKP lebih dulu dan sedang minum dengan teman-temannya. Berselang beberapa saat kemudian, korban melihat pelaku ribut dengan orang lain yang juga sedang minum. Kemudian pelaku pergi mengendarai sepeda motor Kawasaki KLX. Korban melihat pelaku memukul pengendara sepeda motor di traffic light (TL) lalu memarkir motornya di tengah jalan. Selanjutnya, pelaku dilihat menodongkan pistol ke orang-orang yang lewat di jalan tersebut. “Pelaku balik lagi ke TKP

dan langsung memukul korban menggunakan gagang airsoft gun. Pukulan itu mengenai telinga, pelipis kiri hingga luka lecet. Begitu juga pelaku memukul alis kiri korban hingga luka robek,” jelasnya. Setelah kasus ini dilaporkan, Iptu Andi Yaqin bersama anggotanya memburu pelaku. Pada Jumat lalu, polisi menuju rumah pelaku di Jalan Taman Melia, tapi tidak ditemukan. Selanjutnya, petugas bergerak menuju tempat biasanya

pelaku mangkal yaitu di Jalan Pratama. Ternyata pelaku ada di sana dan sedang minum miras. Polisi langsung meringkus pelaku dan langsung dibawa ke Mapolsek Kutsel. “Kami mengamankan barang bukti satu buah pistol jenis airsoft gun merek Jericho warna hitam gagang loreng dan magazen kosong. Pelaku mengaku sudah membawanya sejak setahun lalu,” ucap Andi Yaqin. (kmb36)

Bali Post/ist

DIAMANKAN - Pelaku penganiayaan saat diamankan di Mapolsek Kutsel.


4

Minggu Wage, 3 Juni 2018

Bali Fashion Tren 2019

Gaya Para Lelaki Makin Modis TAHUN milenial saat ini dikenal dengan tahun yang membuat orientasi jender semakin tipis. Lelaki pun layak untuk berdandan tanpa harus dihajar dengan stigma “genit” atau “feminin” . Saat ini lelaki juga sudah mahir dan jeli memilih beragam perawatan diri termasuk busana. Desainer Bali Dewa Made Weda Githapradana mencoba memahami geliat para lelaki untuk tampil di beragam kegiatan sosial dengan gaya rileks dan tetap terlihat maskulin. Desainer muda Bali kelahiran Singaraja, 29 Juli 1983 ini mengambil tema untuk koleksi busananya dengan brand “Xander.G: dalam , Bali Fashion Tren 2019 (BFT’19) “urbanomad” yang menitikberatkan pada pengolahan sarung androgyny dipadupadankan dengan busana lainnya seperti outer, kemeja, dan lainnya. “Urbanomad” merupakan kata prokem yang berasal dari kata “urban” dan “nomad”. Kata tersebut mengacu pada gaya hidup golongan muda milenial yang identik dengan budaya kosmopolitan modern dan mobilitas tinggi. “Urbanomad” juga bisa diidentikan dengan kaum traveler yang berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya, mudah beradaptasi dan menyerap kebudayaan baru. Dengan demikian, sintesa konsep tersebut ke dalam desain adalah gaya eklektik, perpaduan gaya barat yang modern dan gaya timur yang eksotik, representasi

perpaduan antara ekspresi modernitas namun di sisi lain juga tetap berpegang teguh pada nilai budaya dan tradisi. Gambaran tersebut tepat dalam menggambarkan kondisi kaum muda di Indonesia. Pemilihan tema ini menyesuaikan dengan tema besar BFT’19 yaitu Look to The East. Menurut interpretasi Githa, begitu dia biasa dipanggil, sebagai seorang pencipta mode bahwa karya kita dapat bersaing pada tataran industri mode global ketika kita tidak hanya memosisikan diri sebagai follower saja, namun harus ada keunggulan yang kita bisa tawarkan. Salah satunya adalah mengangkat nilai lokal yang kita miliki dikemas

dalam gaya fashion global. Bali Perkembangan mode di Indonesia khususnya di Bali bergerak ke arah yang positif. Fashion merupakan salah satu industri kreatif yang menjadi andalan dalam meningkatkan perekonomian di Indonesia. Bangsa Indonesia memiliki sumber daya yang luar biasa baik yang tangible ataupun intangible yang dapat dieksplorasi lebih jauh dalam industri mode. Bali sendiri merupakan jendela bagi masyarakat dunia untuk melihat Indonesia. Bali sangat mudah untuk menerima dan beradaptasi dengan perkembangan budaya populer yang datang dari luar. Sehingga Bali sungguh tepat dijadikan tem-

pat display karya industri fashion Tanah Air dengan konsep lokal global tersebut. Ide Githa terinspirasi dari mengangkat salah satu artifak budaya Indonesia yaitu sarung. Konsep besarnya adalah menciptakan sarung yang fashionable dengan metode deformasi bentuk sehingga tetap trendi digunakan oleh kaum muda. Saya menciptakan model sarung androgymy, yaitu sarung unisex yang dapat digunakan baik oleh laki-laki maupun perempuan. Tren yang berkembang di indistri fashion di era postmodern adalah ‘no trend, no rules, be yourself, or you could be a trendsetter’. Jadi setiap individu tidak harus terkukung pada satu gaya tertentu. Namun, salah satu acuan trend global di tahun 2019 adalah gaya eksotisme dari negeri-negeri di Timur Jauh (Asia). Konsep modern tidak selalu digambarkan dengan sesuatu yang futuristik, tetapi bisa kembali ke akar, memadukan konteks tradisi dan mindset modern (eclecticism). Siapa bilang lelaki tidak bisa tampil modis dan gaya? (osi)

BPM/ist

Mengenal Infeksi Tulang (Osteomielitis) Osteomielitis merupakan kondisi infeksi yang menyebabkan peradangan pada tulang maupun struktur di sekitarnya. Infeksi ini disebabkan oleh mikroorganisme yang masuk dan berkembang secara cepat melalui aliran darah dan menyerang bagian sumsum tulang. Kasus osteomielitis adalah penyakit yang jarang terjadi, namun kondisi ini berpotensi berbahaya apabila kita tidak menyadarinya sejak dini. Kejadian osteomielitis ada yang bersifat akut atau kronis. Kejadian osteomielitis lebih sering diderita oleh anak-anak dan pada kasus yang lebih jarang terjadi pula pada orang dewasa. Gejala yang sering timbul pada kondisi akut umumnya ditandai dengan rasa nyeri terus-menerus pada ujung tulang yang terinfeksi sehingga anak tidak mau menggerakan kaki atau tangannya yang diikuti dengan keluhan demam, mual, bengkak pada daerah sekitar tulang yang terinfeksi,. Osteomielitis akut cenderung mengenai tulang panjang (metafisis) daerah kaki dan tangan. Pada daerah kaki, tulang yang sering terjadi osteomielitis adalah tulang paha, tulang kering, Pada daerah lengan terjadi pada tulang lengan atas dan lengan bawah. Osteomielitis kronis merupakan infeksi tulang yang berulang. Gejalanya sama dengan gejala akut tetapi nyeri tulang yang dirasakan disebabkan oleh jaringan yang bengkak di sekitar tulang serta kemungkinan ditandai ada satu atau lebih draining sinuses (saluran nanah keluar). Kondisi ini

terjadi dikarenakan terdapat nanah dari daerah tulang yang terinfeksi. Akan tetapi, sebagian anak tidak bisa menyampaikan apa yang mereka rasakan. Peran orang tua sangat perlu untuk mengenali gejala awal penyakit ini. Apabila melihat tanda & gejala awal osteomielitis pada anaknya, seperti anak terlihat lemas, demam, enggan menggerakkan bagian tubuh, dan memiliki riwayat trauma pada tulang, maka orang tua sebaiknya segera membawa anaknya ke dokter atau rumah sakit terdekat. Pemeriksaan lanjutan menggunakan X-ray dan pemeriksaan laboratorium diperlukan guna menyisihkan kemungkinan penyakit yang keluhannya menyerupai osteomilitis. Penyebab Penyebab osteomielitis 90% kasus oleh Staphylococcus aureus, jenis kuman yang biasa ditemukan pada kulit. Kuman bisa masuk ke tulang dengan berbagai cara kemudian menyebar melalui aliran darah. Pada anak- anak osteomielitis paling sering terjadi di daerah yang lebih rapuh yaitu pada daerah lempeng pertumbuhan tulang (growth plate) yang terletak pada ujung tulang panjangyaitu pada tulang lengan dan kaki. Kontaminasi dapat terjadi seperti luka tusukan, patah tulang yang parah, lecet, dan infeksi yang terjadi dekat dengan tulang. Penyebab lainnya yaitu infeksi dari saluran pernapasan (hidung dan tenggorokan). Di samping penyebab di atas, faktor yang meningkatkan risiko infeksi

Kisara “Halo Kak, aku mau tanya dong. Jadi gini, aku itu dari SMP sampe masuk SMA selalu di- bully sama temen aku Kak, aku juga gak tau apa salahku sampe aku terus dibully seperti diejek, nama baikku dicoret, digosipin ini-itu. Awalnya aku diam aja digituin, tapi lama kelamaan kok semakin menjadi-jadi dan yang bully aku itu cowok temen sekelas aku sendiri. Aku bingung harus gimana Kak, jujur aku capek banget di--bully terus-terusan dan gak ada yang mau membela atau bantuin. Aku cerita ke teman-teman dekat aku, tapi apa daya nasib mereka sama kayak aku, di-bully terus di kelas. Aku juga sempat cerita ke pacar, tapi gak ada respons padahal aku sekelas sama pacar. Dia justru bilang bahwa jangan ngelawan nanti malah nambah masalah. Padahal aku gak terima, berasa diri aku diinjekinjek terus, aku pengen ngelawan. Saya harus gimana ya Kak? Terima kasih Kak!

tulang yaitu melemahnya kekebalan tubuh seperti HIV/AIDS, diabetes dan lain-lain. Osteomielitis merupakan infeksi serius yang membutuhkan penanganan segera untuk mencegah terjadinya proses penghancuran tulang yang terinfeksi. Pengobatan yang dilakukan pada kasus osteomielitis tergantung dari keparahan kondisi, jika belum terlalu parah dokter akan memberikan antibiotik yang sesuai untuk meredakan infeksi. Namun, pada kasus yang lebih serius (osteomielitis kronis) selain pemberian antibiotik dokter kemungkinan akan menyarankan tindakan pembedahan (operasi) untuk mencegah penyebaran infeksi yang lebih luas. Jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat, osteomielitis berisiko menimbulkan komplikasi, seperti : - Arthritis septik atau menyebarnya infeksi dari tulang ke sendi. - Osteonekrosis atau kematian tulang akibat terhalangnya sirkulasi darah di dalam tulang. - Gangguan pertumbuhan pada tulang yang terinfeksi. Cara terbaik mencegah osteomielitis adalah dengan menghindari faktor-faktor yang dapat memicu terjadinya penyakit tersebut. Jika terjadi luka, bersihkan luka tersebut dan tutup dengan perban steril. Apabila luka cukup parah, temui dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. dr. P. Agus Eka Wahyudi, S.Ked.

”Bullying” Hai, terima kasih sudah mau berbagi cerita baik ke temen dekat kamu ataupun pacar kamu. Jadi, jangan pernah menyimpan masalah sendiri. Masalah yang disimpan sendiri itu justru akan menyebabkan penyakit bagi diri kita sendiri tanpa disadari, seperti stres ringan hingga berat. Nah, untuk masalah yang kamu hadapi saat ini, kamu masih punya banyak pilihan yang bisa kamu ambil. Apakah kamu mau diam terus setelah sekian lama di-bully atau kamu mau bangkit dari masalah ini? Tapi sebelumnya, kamu harus tahu dulu bentuk bullying itu seperti apa. Yuk disimak! Bullying itu sebenarnya adalah salah satu bentuk dari perilaku agresif yang dilakukan secara berulang kali dengan tujuan mengganggu anak lain atau korban yang lebih lemah dari si

pelaku. Bentuk-bentuk bullying itu ada 3 yaitu, bullying fisik seperti memukul menjegal mencuri, mengancam secara fisik, dll., lalu bullying psikologis itu seperti menyebar gosip yang tidaktidak, mengancam, menghancurkan reputasi seseorang, mengasingkan dll. Ada bullying verbal seperti menghina, menyindir, meneriaki dengan kasar, memanggil dengan julukan tertentu, dan mengejek karena memiliki ketidakmampuan seperti “Eh ada si pincang lewat, ketawain yuk!”. Nah jadi sering kali kalau orang yang mem-bully tersebut pasti akan merasa hebat jika si korban diam dan terus mengalah. Mereka akan merasa bahwa mereka berkuasa. Lihat lagi bahwa seseorang memiliki hak untuk bebas. Jika memang kamu sudah tidak bisa menerima semua bullying itu, kamu merasa diin-

jak-injak dan kamu merasa bahwa kamu harus melawan, itu merupakan keputusanmu sendiri. Karena manusia berhak untuk memperjuangkan hak asasinya masing-masing. Nah, untuk informasi nih ya, yang terpenting di hidup ini adalah kepercayaan diri dan jangan pernah merasa takut. Mulailah untuk mencari banyak teman karena dengan memiliki teman, secara otomatis kita memiliki banyak masukan untuk memperbaiki diri. Dengan bertanya kepada si pelaku secara halus alasannya mengapa dia mem-bully, kamu mungkin akan mendapatkan sesuatu yang membantu. Jadi, kamu sudah mulai kebayang kan sebenarnya kamu pantas atau tidak untuk melawan dan tidak terima? Dan sekarang semua pilihan ada di tangan kamu, mau melawan atau akan terdiam.


Minggu Wage, 3 Juni 2018

Capricorn Jaga ucapan sebaik mungkin, jangan asal bicara tanpa dipikir masakmasak dulu. Agar karier Anda bisa lancar dan tidak mengalami halangan ataupun rintangan, bila perlu bicaralah sekadarnya saja, karena di minggu ini tidak sedikit orang yang berusaha mencari-cari kesalahan Anda maka dari itu berhati-hatilah. Asmara: Suasana agak merenggang, bila Anda kesal jangan biasakan mengeluarkan kata-kata yang menyakitkan hati. Aquarius Di minggu ini Anda harus melakukan start lebih baik dan penuh semangat, tidak perlu terhalang oleh bayang-bayang orang lain yang belum tentu bisa Anda samai dalam sekejap waktu. Urusilah urusan Anda sendiri yang cukup banyak dan mendatangkan keuntungan yang tidak sedikit daripada ikut campur urusan orang lain yang belum pasti hasilnya. Asmara: Berusahalah untuk selalu jujur dan tidak mengingkari cintanya yang tulus. Pisces Minggu yang cerah dan lancar, suasananya juga sangat menyenangkan walaupun posisi sebenarnya sudah bergeser, tetapi cahaya masih menyinari, sehingga masih dekat dengan kejayaan. Tak perlu menuruti hawa malas yang tampak terus merongrong Anda, cobalah untuk lebih tekun dan rajin memanfaatkan setiap peluang yang datang. Asmara: Hilangkan segala keluh kesah bila berada di sampingnya, agar tidak semakin menambah pusing dirinya. Aries Tak perlu bertingkah macam-macam di minggu ini, yang penting cari selamatnya saja. Karena jika dipaksakan akan percuma saja hasilnya, bisa-bisa malah akan membikin rugi dan pusing. Terhadap urusan yang membosankan sebaiknya tetaplah dijalani dengan biasa-biasa saja, jangan sampai Anda biarkan begitu saja. Asmara: Jangan suka membesarbesarkan masalah, semua itu tidak ada untungnya lebih baik memandang suatu permasalah dari sisi baiknya saja. Taurus Tak perlu berputus asa dalam menghadapi berbagai rintangan yang tibatiba datang menghadang di minggu ini, hadapi dengan tenang dan semangat, sehingga bisa cepat teratasi. Usulan dari luar sebaiknya jangan cepat diterima mentah-mentah begitu saja, ulas dan pertimbangkan dulu sebelum memulai langkah yang baru. Asmara: Suasana di minggu ini tetaplah ceria dan hampir tidak ada gangguan yang harus dikkhawatirkan. Gemini Jangan ragu untuk merintis usaha baru, karena di minggu ini cukup baik untuk memulai hal-hal yang bersifat baru. Keadaan yang cukup berat dan banyak menguras pikiran serta tenaga, sebaiknya jangan membuat Anda stres, hadapi dengan tabah dan penuh percaya diri. Asmara: Jangan selalu menyakiti hatinya, karena itu akan menjadi bumerang buat Anda sendiri. Cancer Jangan lewatkan kesempatan baik yang sudah di pelupuk mata, pengalaman pahit di masa lalu hendaknya dijadikan cermin bukan sebagai trauma. Bekerjalah dengan semangat karena hari ini peruntungan Anda cukup bagus dan lebih menjanjikan. Asmara: Buat apa mempermasalahkan persoalan yang sulit untuk diselesaikan dalam waktu yang singkat, bukankah lebih baik bermesra-mesraan saja. Leo Masih ada jalan bagi Anda untuk meraih hal terpenting dalam hidup ini asalkan motivasi tetap tidak boleh menurun. Karena sebesar apapun peluang tersebut jika tidak diimbangi dengan motivasi tinggi dan cara kerja yang benar, maka hanya akan terbuang percuma. Asmara: Biar hati panas, tetapi kepala harus tetap dingin agar suasana tetap terjaga baik. Virgo Tampak cerah dan lancar, suasananya juga sangat menyenangkan walaupun sebenarnya sudah bergeser, tetapi cahaya masih menyinari, sehingga masih dekat dengan kejayaan. Tak perlu menuruti hawa malas cobalah untuk lebih tekun dan rajin memanfaatkan setiap peluang yang datang. Asmara: Hubungan agak goyah karena kurang adanya pengertian dan rasa saling percaya, maka dari itu segera instropeksi diri Anda. Libra Konsentrasi jangan terpecah hanya karena berita gosip yang belum tentu kebenarannya, karena itu hanya akan membuat pusing pikiran. Bila ada yang mau memberi bantuan terima saja, buat apa ditolak, apalagi kondisi Anda saat ini lagi membutuhkannya, sebab jika menuruti gengsi, maka akan jatuh sendiri. Asmara: Temukan solusi yang tepat agar suasana kembali harmonis dan bergairah lagi. Scorpio Tidak perlu memaksakan diri, jika keadaan mengharuskan Anda untuk mengalah dulu, ya lakukan saja. Apa sulitnya mengalah demi kemenangan, itu adalah langkah yang tepat dan harus dipikirkan di minggu ini. Asmara: Bagaimanapun juga yang namanya bunga kehidupan itu pasti ada, jadi bila hubungan lagi memanas jangan lantas cepat ambil keputusan penting. Sagitarius Tak perlu malas untuk segera mem-follow up janji-janji yang ada dan tak perlu malu untuk memulainya dari awal. Karena di minggu ini sangatlah berprospek sekali untuk melakukan terobosan-terobosan baru, walau untuk itu tidak semudah seperti yang dibayangkan, yang penting teruslah berjalan dengan konsep-konsep yang telah Anda buat. Asmara: Bersabarlah dan yakinlah bahwa semua ini pasti akan berlalu, untuk itu yang tenang saja.

Diasuh Oleh Putri Wong Kam Fu Berlaku

: 3 - 9 Juni 2018

Refleksi

5

Menyucikan Rumah Melalui Mantra-mantra Veda

Yasyaika’pi grhe nasti dhenurvatsanucarini mangalani kutas tasya kutas tasya tamah ksayah yan na veda-dhvanisrantam na ca gobhir alankrtam yan na balaih parivrttam smasanam iva tad-grham (Atri Smrti 220, 313) “Di rumah dimana tidak ada satu pun sapi yang selalu diikuti oleh anak-anaknya, bagaimana mungkin rumah itu bisa tenang damai, dan bagaimana mungkin di rumah tersebut kegelapan (kebodohan) bisa terkikis? Di rumah di mana tidak ada dengungan suara mantra-mantra suci Veda, di rumah di mana tidak terhias indah oleh ‘gobhar’ atau campuran lumpur sari tanah dan kotoran sapi, dan di rumah di mana tidak ada anak-anak lincah bermainmain, rumah seperti itu bukanlah rumah melainkan hanyalah tempat pembakaran mayat smasana (kuburan).” Dapat dikatakan, di atas adalah “konsep” Veda tentang rumah yang ber-“kosala-kosali” atau ber-”feng shui”. Tradisi turun temurun mewariskan tata susun rumah yang menjamin ketenangan dan kedamaian serta kesejahteraan kepada yang menempatinya melalui Vastu Sastra, Feng Shui, dan Asta Kosala Kosali. Vastu Sastra adalah ilmu arsitektur tradisional bersumber pada Catur Veda khususnya Atharva Veda dan Brhat Samhita, Feng Shui berasal dari China, dan Asta Kosala Kosali merupakan pengetahuan arsitektur tradisional Bali. Pada zaman dahulu, orang membuat bangunan rumah, tempat sembahyang, atau bangunan lainnya pasti memperhatikan peritungan Vastu, Feng Shui atau Asta Kosala Kosali dengan ketat. Hal tersebut merupakan keharusan tidak tertulis di kepala setiap orang. Mereka bahkan

Redaktur Khusus

KRISTEN PROTESTAN PDT. I P WIDIARSANA, S.Th. “Oleh karena rumah-Ku yang tetap menjadi reruntuhan, sedang kamu masing-masing sibuk dengan urusan rumahnya sendiri.” Hagai 1:9b Seorang teman bertutur mengenai dirinya yang sedang menata kembali prioritas hidupnya. Ia adalah seorang pekerja keras yang aktif baik dalam profesi maupun pelayanan. Keduanya ia lakukan dengan baik, tapi belakangan ia menyadari bahwa semua itu lama-lama hanya menjadi rutinitas saja dan kemudian merebut waktu-waktu untuk membangun hubungan dengan Tuhan baik secara pribadi juga dalam mesbah keluarga. Ia seringkali harus buru-buru berangkat di pagi hari agar semua pekerjaannya bisa ia selesaikan dan karenanya ia tidak punya waktu lagi untuk berkumpul di pagi hari bersama keluarga. Doa pribadi pun jadi sesuatu yang ‘wajib’ saja, tidak lagi dinikmati. Menurut pengalamannya, hal itu terjadi tanpa ia sadari. Ia merasa masih melakukan yang baik, tapi pada suatu saat ia merasa ‘kering’. Barulah ia tersadar bahwa hubungannya dengan Tuhan ternyata menjadi dingin, dan

Redaktur Khusus weda

WAKYA Darmayasa

tidak memikirkan pertimbangan ketenangan, kedamaian atau pun kesejahteraan terdepan melainkan bagaimana orang harus mematuhi tata letak dan tata susun bangunan sesuai Vastu, Feng Shui atau Asta Kosala Kosali. Tidak ada bangunan dibuat dengan mengabaikan kepentingan “aturan keharusan tidak tertulis” tersebut. Setelah memilih “dewasa ayu” atau hari baik untuk membangun maka orang pasti akan mengikuti persyaratan tata susun bangunan. Sangat jarang orang mempertimbangkan keuntungan yang bisa didapatkan dengan mematuhi aturan tata susun bangunan, walaupun keinginan tersebut merupakan tujuan terdepan dan utama dari membangun. Mengapa? Karena mereka lebih mementingkan pesyaratan vastu atau kosala kosali. Seperti keharusan bagi seorang dokter untuk melihat dan bercakap dengan pasien lalu memeriksa dengan alat kesehatan, barulah memberikan diagnosa, seperti itu pula orang membuat bangunan. Mereka tidak mempertimbangkan keuntungan ini dan itu melainkan hanya mengikuti “sistem”. Pada tradisi agama spiritual leluhur, dalam sistem terdapat manfaat. Ahli Vastu Sastra, Feng Shui atau Asta Kosala Kosali akan “melihat” keadaan rumah tangga seseorang hanya dengan melihat tata susun bangunan rumah tersebut. Mereka akan langsung mengetahui dengan baik bahwa orang yang menempati rumah itu mempunyai penyakit atau masalah ini dan itu. Teropong mereka

sempit itu pun pasti di-“utak-atik matuk” untuk disesuaikan dengan persyaratan Vastu Sastra dan Asta Kosala Kosali. Mereka yang bertempat tinggal di daerah luar kota, desa atau pegunungan mempunyai kesempatan lebih leluasa untuk mematuhi kepentingan tata letak bangunan rumah yang baik sesuai Vastu Sastra atau Asta Kosala Kosali. Jika tidak, sesuai karunia khusus yang diberikan kepada Sang Vastu Purusa oleh Dewa Brahma, maka mereka yang tidak memuja Vastu Purusa akan menjadi “santapan tumbal” bagi Vastu Purusa. (Dalam arti) Mereka akan mendapatkan berbagai masalah dan kesulitan dalam hidupnya selama menempati rumah yang tidak mengikuti tata susun Vastu Sastra tersebut. Sedangkan mereka yang memberikan perhatian tata letak bangunan dengan baik dan memuja Vastu Purusa akan dikaruniai kemuliaan hidup, tenang damai dan sejahtera. Vastu Purusa adalah makhluk sangat sakti yang diciptakan oleh Dewa Brahma bersamaan dengan ciptaan alam semesta material ini. Terdapat kekuatan 81 Dewa dalam tubuh Vastu Purusa yang berbaring menempel dengan tanah. Kepalanya berada di arah Timur Laut dan kaki di arah Barat Daya. Dewa Brahma memberikan karunia kepada Vastu Purusa bahwa ia akan dipuja oleh setiap orang yang membuat bangunan. Mereka yang tidak memujanya akan menjadi “makanan” bagi Vastu Purusa dalam bentuk mendapatkan berbagai kesulitan hidup. Orang akan mendirikan bangunan tertentu di dalam rumah sesuai dengan kedudukan Vastu Purusa. Misalnya, bangunan yang tepat untuk didirikan di dalam rumah di daerah kepala yaitu di arah Timur Laut dari tanah tempat tinggal adalah bangunan tempat sembahyang atau meditasi. Di daerah kaki Vastu Purusa (arah Barat Daya) bangunan yang tepat

adalah toilet, demikian seterusnya. Jika penempatan bangunan di rumah mengikuti aturan Vastu seperti itu maka dapat dijamin orang-orang yang menempati rumah tersebut akan merasakan ketenangan, kedamaian dan kesejahteraan hidup yang baik. Jika karena satu dan lain hal ketentuan Vastu Sastra atau Asta Kosala Kosali tidak terpenuhi maka keberadaan sapi di rumah dan dengungan mantra suci Veda akan menjadi pilihan untuk dilakukan demi menciptakan aura kuat spiritual di dalam lingkungan rumah. Meningkatnya aura spiritual dengan sendirinya akan mengurangi aura negatif di dalam rumah yang sering menyebabkan timbulnya berbagai keresahan, penyakit, kesulitan rezeki dan pertengkaran di rumah tangga. Kehadiran vibrasi mantramantra Veda dan keberadaan sapi di rumah memberikan jaminan kemuliaan hidup bagi mereka yang menempati rumah tersebut, sekali lagi walau posisi rumah agak “minggir” dari kriteria Vastu Sastra atau Asta Kosala Kosali. Menurut Veda, seluruh Dewa memberikan kekuatan khusus pada setiap anggota badan sapi sehingga sapi mempunyai kekuatan luar biasa dalam membersihkan dan menyucikan lingkungan rumah dari getaran-getaran tidak baik. Selain tentang sapi, sains juga membuktikan kekuatan luar biasa dari mantra-mantra Veda. Ilmuwan Amerika, Dr. Howard Steingeril, melalui pengujian laboratorium Fisiologinya membuktikan bahwa Maha Mantra Gayatri menghasilkan 110.000 gelombang suara per detik, menjadikan mantra Gayatri sebagai doa pujian paling kuat di dunia. Mendengungkan Gayatri dan mantra Veda lainnya setiap hari di rumah dapat menyucikan dan menyelamatkan lingkungan rumah dari hanya menjadi “kuburan” atau “pembakaran mayat” (smasanam iva tad-grham).

MIMBAR AGAMA

Menempatkan Prioritas yang Benar

setelah ia mengambil waktu untuk merenung, ia mendapati bahwa agenda kegiatannya sudah mengambil alih prioritas hidupnya. Ia bercerita bahwa apa yang menyadarkannya adalah saat ia menemukan kisah dalam salah satu kitab terpendek dalam Alkitab yaitu Hagai. Lewat kitab Hagai ia merasa tertegur dan segera mulai menata kembali urutan prioritasnya. Sekarang ia kembali merasakan kehangatan hubungan dengan Tuhan dan keluarganya. Apa yang dialami teman saya ini barangkali mewakili banyak dari kita yang tanpa sadar prioritasnya mulai bergeser. Kita tidak melakukan hal yang buruk. Kita bekerja dengan keras dengan jujur, sebagian dari kita melayani, semua itu baik. Tapi kalau tidak hati-hati, fokus atau prioritas kita bisa beralih menjadi menomorsatukan aktivitas, kegiatan atau agenda-agenda kita dimana membangun hubungan dengan Tuhan tidak lagi menempati prioritas utama. Lalu keluarga pun menjadi tersisih, tidak lagi menjadi sesuatu yang penting. Seorang teman sekerja yang lain juga bertutur, bahwa ia merupakan orang yang sibuk dan sangat bergantung pada agendanya. Saat ia belakangan tersadar bahwa hubungan dengan Tuhan secara pribadi dan bersama keluarga ternyata sudah terdegradasi ke urutan bawah, ia menyikapinya

”SUBALTERN” Hidup manusia sejatinya dikendalikan kehendak untuk berkuasa! Segala keonaran dan kegaduhan yang terjadi dalam sejarah manusia, tak lepas dari will to power yang bersembunyi di otak segelintir orang. Baik kekuasaan di kalangan sedikit orang atau keluarga maupun di masyarakat, bahkan di sebuah negara. Hasrat berkuasa yang melonjak terus menyebabkan terjadinya kolonialisme dan imperialisme. Sebenarnya ribuan tahun sebelum Nietzsche lahir sebagai manusia, konflik akibat rebutan kekuasaan sudah terjadi. “Di pulau yang dulu terkesan paling aman, nyaman dan tenteram sehingga oleh para wisatawan dijuluki Pulau Surga, bila ditelisik sejarah yang dibalut mitologinya, juga tidak steril dari virus will to power. Ambil contoh perayaan hari suci Galungan yang dianggap sebagai hari kemenangan dharma atau kebenaran melawan adharma atau kebatilan! Itu sering dikait-

jarang meleset. Mengapa? Karena ilmu mereka adalah ilmu “pasti”. Sebuah tradisi yang diciptakan oleh leluhur yang menguasai bukan hanya ilmu bangunan melainkan segala ilmu pengetahuan lain yang mendukung ilmu bangunan, secara material dan spiritual. Mengapa pengetahuan Vastu (Vastu Vidya atau Vastu Sastra) ini menjadi “ilmu pasti”? Artinya hanya dengan melihat tata letak bangunan para ahli dapat mengetahui permasalahan bagi yang menempatinya? Jawabannya adalah karena pengetahuan arsitektur kuna Vastu, Feng Shui, dan Asta Kosala Kosali adalah pengetahuan yang diturunkan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa melalui para suci. Vastu Vidya dan kembangannya Asta Kosala Kosali dimulai oleh Visvakarma (arsitek Surga) dilanjutkan oleh para arsitek (Undagi) di jalan suci dharma. Vastu Sastra dan Asta Kosala Kosali menyeimbangkan, membuat atau menata unsurunsur Panca Maha Bhuta dengan tata bangunan, baik ia terpisah maupun dalam gabungan. Kelima unsur Panca Maha Bhuta tersebut menempati peran sangat penting dalam arsitektur Vastu Sastra dan Asta Kosala Kosali. Demikian pula Feng Shui diciptakan atas pertimbangan yang sama atas kekuatan alam, khususnya terpusatkan pada elemen air dan api. Pada zaman dahulu orang tidak mengalami banyak kesulitan mendapatkan lahan tanah yang cukup sesuai pertimbangan Vastu Sastra atau Asta Kosala Kosali. Lalu, bagaimana dengan mereka yang tidak mempunyai lahan cukup memenuhi persyaratan Vastu atau Kosala Kosali? Pada zaman modern ini orang mendapatkan tempat sempit pun sudah merupakan rezeki tersendiri, walaupun dalam pertimbangan lebih jauh mereka tidak akan mampu memenuhi aturan tata susun bangunan, terlebih harus membuat bangunan bertingkat. Maka tanah

brolan BALE BANJAR ARIDUS kan dengan kisah Mayadenawa versus Chandrabaya Singha Warmadewa. Aku tidak detil mempelajari sejarah, namun pernah membaca kisahnya. Menganalisis namanya, Mayadenawa bagiku adalah tokoh fiktif. Dia dianggap atheis yang tidak percaya Tuhan, tidak suka ritual sehingga distigma sebagai tokoh jahat. Karena kesaktiannya mengubah wujud buat menghindarkan diri dari lawan yang lebih sakti yakni

dengan menempatkan waktu untuk Tuhan dan keluarga dalam agendanya. Ada hal yang saya dapatkan dari pengalaman dua orang ini. Selain masalah prioritas yang memang harus mendapatkan perhatian serius karena prioritas yang benar ternyata bisa bergeser tanpa kita sadari, melakukan hal yang ‘baik’ dan ‘terbaik’ itu ternyata berbeda. Teman tadi bertutur bahwa momen atau titik baliknya adalah saat ia diingatkan Tuhan lewat kitab Hagai. Apa isi dari kitab Hagai? Kitab ini memaparkan sejarah dari sekitar 500 tahun Sebelum Masehi saat teguran Tuhan datang kepada bangsa Israel lewat nabi Hagai mengenai pembiaran mereka terhadap rumah/ bait Tuhan yang sudah cukup lama hanya berupa puing-puing saja. Pada masa itu bangsa Israel dikatakan terlalu sibuk mengurusi urusannya masing-masing sehingga membiarkan rumah Tuhan terbengkalai tidak terurus. Mereka hanya sibuk untuk terus mempercantik rumah sendiri sampai-sampai rumah Tuhan yang sudah menjadi reruntuhan pun tidak lagi mereka pedulikan. Teguran Tuhan pun turun melalui Hagai. Tuhan berseru: “Apakah sudah tiba waktunya bagi kamu untuk mendiami rumahrumahmu yang dipapani dengan baik, sedang Rumah ini tetap

menjadi reruntuhan?” (Hagai 1:4). Tuhan menegur keras bangsa Israel dengan mencela sikap mereka ini secara tegas. Tidaklah heran apabila mereka terus menerus memperoleh hasil yang sedikit dan hidup dalam kekeringan, mengalami kegagalan atas segala yang mereka usahakan, dan itu terjadi “Oleh karena rumah-Ku yang tetap menjadi reruntuhan, sedang kamu masing-masing sibuk dengan urusan rumahnya sendiri.” (ay 9b). Tuhan tersinggung dan kecewa dengan sikap seperti ini. Kitab Hagai mencatat langsung suara Tuhan yang menegur keras sikap bangsa ini. “Kamu menabur banyak, tetapi membawa pulang hasil sedikit; kamu makan, tetapi tidak sampai kenyang; kamu minum, tetapi tidak sampai puas; kamu berpakaian, tetapi badanmu tidak sampai panas; dan orang yang bekerja untuk upah, ia bekerja untuk upah yang ditaruh dalam pundi-pundi yang berlobang! Kamu mengharapkan banyak, tetapi hasilnya sedikit, dan ketika kamu membawanya ke rumah, Aku menghembuskannya.” (ay 6,9a). Sekitar lebih dari 10 tahun sebelumnya raja Koresh memerintahkan orangorang Israel untuk kembali ke Yerusalem dari pembuangan di Babel. Mereka sebenarnya tahu pentingnya membangun kembali bait Allah begitu sampai kembali di negerinya. Ezra pasal 3 men-

catat bahwa dua tahun setelah pulang dari pembuangan, mereka sudah meletakkan pondasi untuk pembangunan kembali bait Allah. Tetangga mereka yang tidak akur dengan mereka atau bahkan dikatakan musuh menawarkan untuk turut membangun kembali bait Allah tersebut, tapi bangsa Israel menolak tawaran mereka. Karena ditolak, bangsa musuh ini pun mulai mengintimidasi dan mengganggu pembangunan kembali bait Allah itu dengan segala cara, mulai dari melemahkan semangat dan membuat mereka takut membangun sampai menyogok para pejabat pemerintah Persia agar menolak rencana tersebut (Ezra 4). Karena itu rencana tersebut pun terhenti. Sekitar 14-16 tahun setelahnya, bangsa Israel sudah terbiasa dalam rutinitas hidupnya seperti bertani, membangun perumahan, berkeluarga dan sebagainya. Tidak ada yang salah dengan kegiatan-kegiatan tersebut, hanya saja mereka sudah tidak lagi mementingkan hidup dengan bait Allah. Dan Hagai pun kemudian diangkat Tuhan sebagai penyampai pesan/teguran dari Tuhan agar bangsa itu menyadari kesalahan mereka dan kembali mengingat pekerjaan yang terbengkalai selama lebih 1 dekade tersebut. Apa yang terjadi dalam kitab Hagai ini sangat relevan bagi kita yang hidup di masa sekarang.

Chandrabaya, lahirlah nama desa seperti Tampaksiring, Blusung dan Manukaya. Kemudian sumber sungai beracun yang disebut Petanu konon dibuat Mayadenawa, sedangkan sungai Pakerisan dicipta Chandrabaya bersumber di Tirta Empul, yang dianggap air suci. Dari sumber lain, kubaca, Mayadenawa menganut Budha Hinayana, sehingga aku tidak latah mengujarkan istilah dharma dan adharma,“ ujar Rubag. “Buat perayaan hari suci, sebaiknya kita jangan mengumbar istilah bernuansa perang, tapi damai seturut parama shanti yang kita ujarkan dalam menutup pertemuan. Bila kita maksudkan memerangi musuh diri atau Sad Ripu, nggak masalah, namun perayaan untuk itu sudah ada Hari Pagerwesi dan Nyepi. Dalam film Wild Wild West saja, tidak ada sheriff yang menggali kubur penjahat untuk ditembak mayatnya berkali-kali, demi memelihara kebencian dan permusuhan. Dalam sejarah agama di Indonesia, khususnya di Bali, tidak ada perang agama. Malah Hindu Dharma, menurutku, berakulturasi dengan Budha yang tercermin dalam Panca Sarada, dimana Karma Phala

yang berasal dari ajaran Budha, dimasukkan ke dalamnya. Jadi, kita tidak perlu memasukkan unsur politik kekuasaan ke dalam agama, karena will to power, sehingga agama bersih dari kebencian, dengki, iri hati dan dendam sejarah,” komentar Anom Wijaya. “Karena ada tulisan bahwa kerajaan Mayadenawa berlokasi di sekitar Bedulu, kemudian ada yang menyimpulkan Asta Sura Ratna Bhumi Banten sama dengan Mayadenawa. Ironis, karena Raja Bali Kuno tersebut keturunan Dinasti Warmadewa terakhir yang sewangsa dengan Chandrabaya Singha Warmadewa. Dengan kelicikan dan tipu daya, raja yang terkenal bijaksana, adil dan perkasa itu berhasil ditundukkan Majapahit, setelah Patih Kebo Iwa diajak Gajahmada ke Jawa, dijanjikan untuk dinikahkan dengan puteri cantik. Setelah Wangsa Warmadewa yang mulai berkuasa di Bali sejak abad ke-10 dan tutup buku abad ke-14, lucunya Ratna Bhumi Banten distigma sebagai manusia berkepala celeng. Lebih lucu lagi bualan itu dipercaya sebagian masyarakat , sehingga wilayah tempatnya memerintah diberi nama Bedahulu disingkat

Bedulu berlokasi di Kecamatan Pejeng, Gianyar, “ tutur Nyoman Mardika. “Nah itulah akibat relasi kuasa! Ternyata praktik postkolonialisme juga berlangsung di Bali sebelum teorinya dilahirkan di Barat. Postkolonialisme adalah bentuk penjajahan berkesinambungan, yang oleh Bung Karno disebut Neokolonialisme dan imperialisme disingkat Nekolim. Kalau dulu penjajahan lewat senjata dan kekerasan, kini bisa lewat ekonomi, budaya, ilmu pengetahuan dan politik. Pihak terjajah disebut golongan subaltern atau tak berdaya, sedangkan yang menjajah disebut ministerium. Artinya golongan subaltern dianggap berlidah pendek, lalu disambung segelintir ministerium yang mengaku berlidah panjang. Merekalah yang memonopoli kebenaran. Aku jadi tertawa membaca berita bahwa di Yogya baru-baru ini ada gerakan untuk mengkaji ulang gelar ‘Bapak Reformasi‘. Rupanya kaum subaltern baru sadar dan segera memutus belenggu ministerium yang membodohi mereka selama puluhan tahun, hahaha,“ gelak Nyoman Gede Sudiantara menutup argumennya.


Bali

6

Redité Wagé, 3 Juni 2018

Banten Sajeroning Yadnya

Piranti ”Estétik” saking Tattwa Agama Hindu RAHINAN Galungan wawu pisan wusan kamargiang. Sané mangkin, krama Hindu jagi nyanggra pangrauh rahinan Kuningan. Sangkaning punika

majanten kramané jagi nabdabang saha nyangkepang malih sekancan sarana sané kabuatang ring rahinan Kuningan, rumasuk makudang-kudang soroh upakara wiadin banten. Antuk kahanané punika, Agama Hindu utamanipun sané kamargiang ring Bali ketah kaucap pinaka agama sané nénten lémpas saking bebantenan utawi upakara. Nénten akidik krama awam sané mapikayunan saha ngrasayang yéning makéh wangun ban-

ten utawi upakara punika ngawinang ipun marasa abot tur méweh tatkala nelebang miwah n g a m a r g i a n g parikrama magama Hindu ring Bali. Y é n ing selehin saking

BPM/was

UPAKARA – Pinaka sinalih tunggil parindikan utama sajeroning parikrama upacara yadnya, upakara wiadin banten wantah parindikan sané patut kakaryanin sadurung yadnyané kamargiang.

Bencingah I Dewa Gede Windu Sancaya

Karma Niyasa miwah Yoga Niyasa

PARIKRAMA magama Hindu Bali jakti macihna pisan, duaning tatkala kramané ngélingang sekancan daging tattwa agama, patut taler ipun nyarengin miwah ngelarang makudangkudang upacara yadnya sané kahanan ipun sosial. Minakadi conto ngamargiang makudang-kudang eédan upacara yadnya ring pura, makarya upakara miwah sané siosan sané sampun kadabdabang antuk awig-awig miwah pararem ring desa utawi banjar adat. Drs. I Dewa Gede Windu Sancaya, M.Hum., maosang, magama boya wantah parikrama ngamargiang daging agama antuk parikrama néwék utawi ngrereh sesuluh indik kawidhian kémanten, nanging taler kamargiang antuk makudang-kudang parikrama sané prasida kamargiang olih krama sareng akéh utawi maguyub gotong-royong. “Wénten makekalih parindikan sané kasinahang mabinayan nanging sujatiné wantah masikian, nénten dados mapalasan. Minakadi, yoga niyasa utawi magama antuk margi ka-Budha-an malarapan antuk tattwa indik Widhi sané karereh ring padéwékan miwah karma niyasa utawi magama antuk margi ka-Siwa-an utawi ngelarang yadnya sané majanten ngeninin indik palemahan miwah pakraman,” baos budayawan Bali punika. Windu Sancaya sané embas ring Bajera, 27 Oktober 1960 puniki malih maosang, makekalih margi punika raris masikian, kawastanin antuk margi Siwa-Budha sané kantun kamargiang olih krama Hindu Bali kantos mangkin. Makekalih kahanan punika wantah niyasa saking pepadon sané kekalih nanging nénten dados kapasahang, patut setata madampingan pidabdab ipun minakadi sekala-niskala miwah bhuwana agung-bhuwana alit. Duaning sujatiné kirang becik yéning napi sané kamargiang wantah asiki-asiki kémanten santukan makekalih indiké punika madué kakirangan miwah kalewihan soang-soang. “Mangda parikrama yadnya sané kagelar utawi kamargiang prasida sakadi sané kaaptiang, sinah patut pisan mangda makekalih kahanan inucap setata kamargiang sinarengan. Duaning pidabdab upacara yadnya antuk upakaranipun nénten prasida lémpas saking daging tetuek agama Hindu,” Sekretaris Dewan Kota Pusaka Denpasar puniki nguningayang. (was)

daya Bali kémanten, taler pinaka cihna kawikanan para panglingsir ngamedalang sekancan tetuek wiadin tattwa Agama Hindu. Punika sami majanten kapolihang utawi kaélingang saking makudang-kudang sastra agama sané kamedalang malarapan antuk piranti-piranti utawi sarana “estétik” sané raris kawigunayang ring pakraman,” baos dané. Sangkaning punika, makarya upakara utawi banten boya ja pakaryan sané dangan duaning ngaptiang kawagedan sané becik saha kadasarin antuk uger-uger. Minakadi nuas tatkala majejaitan, nyebit tiing tatkala ngaryanin katikan jatah utawi makarya pancak, ngulat klakat, makarya sanggar tawang miwah sané siosan. Punika prasida kabaosang dados “terjemahan kultural” saking tattwa Agama Hindu sané wikan tur pradnyan kamargiang olih para panglingsir Bali malarapan antuk pidabdab ring pakraman. Sané taler ketah kapanggihin, ring sajebag Jagat Bali, wangun bebantenan sané kawigunayang ketah mabina-binayan yadiastun upacara sané kamargiang pateh. Dané maosang, punika wantah makudangkudang “variasi” saking upakara sané kadasarin antuk

loka dresta utawi tata-titi sané kamargiang ring soangsoang wewidangan utawi pakraman. Tatkala katilik saking makudang-kudang pabinayanipun, majanten jagi kapanggihin parindikan sané nénten mabinayan kahanannyané saha nénten dados kagentosin, inggih punika pinaka unteng saking upakaranipun. Ngeninin indik loka dresta sané mabina-binayan, punika wantah sangkaning makudang-kudang kahanan, minakadi napi sané naen kapanggih olih kramané taler sapunapi kawéntenan wewidangan palemahan inucap. Wénten taler sangkaning kawagedan krama ring soang-soang wewidangan sané majanten nénten pateh, minakadi ring wewidangan sané kramanipun seni majanten wangun upakaranipun akéh madaging antuk piranti sané seni katimbang upakara sané kamargiang utawi kakaryanin ring wewidangan sané nénten waged ring seni. “Sané patut taler kauratiang wantah unteng upakaran inucap. Mangda daging utawi unteng upakara nénten silib utawi ical sangkaning pepayasan upakara sané madasar antuk loka dresta sané akéhan kasinahang tatkala makarya upakara,” Windu Sancaya nartayang. (was)

Gebogan Pinaka Wangun Upakara

Niyasa Lingga-Yoni BANTEN wantah sinalih tunggil wangun piranti “estétik” sané kawigunayang krama nyinahang makudangkudang daging tattwa agama Hindu. Sangkaning punika, banten utawi upakara sané kawigunayang sajeroning upacara yadnya boya wantah piranti kémanten, duaning sujatiné wantah ageng pisan daging tetueknyané. Sakéwanten nénten majanten makasamian krama Hindu Bali uning tur éling ring parindikan punika sané ngawinang nénten arang sané raris mapikayunan yéning upacara sané kamargiang miwah upakara sané kaaturang punika wantah sinalih tunggil “formalitas” kémanten. Sujatiné makasami upakara inucap madaging antuk tetueknyané, minakadi banten gebogan. Gebogan akéh pisan “variasi” utawi soroh wangun ipun, wénten sané kakaryanin tegeh, wénten taler sané kakaryanin marupa sarad. Banten punika sané raris kasuun tur katurang ka pura sané ngamargiang upacara yadnya. Drs. I Dewa Gede Windu Sancaya, M.Hum., maosang, gebogan wantah niyasa lingga-yoni utawi niyasa saking gunung pinaka lingga-acala. Kakaryanin antuk wangun sané becik taler kapayasin antuk makudang-kudang pepayasan pinaka niyasa saking gunung. Gebogan setata kakaryanin antuk wangun sané ngerucut. Ketah ring gebogan kadagingin piranti sané marupa segitiga ring tengah-tengahnyané. “Sané dumun, gebogan inucap madaging makudang-kudang woh-wohan, tipat nasi agengan utawi nasi sané makepelan, kadagingin antuk ulam ayam betutu utawi ulam ayam mapanggang. Punika wantah niyasa sak-

ing makudang-kudang “unsur” utawi daging sajeroning palemahan puniki,” baos dané. Nénten makasami tetuek filosofis saking banten utamanipun ring gebogan puniki prasida becik kataminin, duaning ring kahanannyané mangkin gebogan kakaryanin antuk wangun nyelejer utawi leser, nénten malih ngrucut. Punika wantah sangkaning kramané nénten uning ring tetuekipun. Napi malih nénten akidik taler krama sané ngawigunayang daging gebogan sané maéndahan minakadi minuman kaléng miwah sané tiosan tatkala makarya gebogan sané kadasarin antuk pikayunan soang-soang kramané kémanten. Dadosné sangkaning krama nénten uning ring indiké punika raris ngamedalang makudangkudang “persepsi” utawi pikayunan soang-soang tatkala makarya sarana upakara marupa gebogan. Ngeninin indik gebogan sané kakaryanin sakadi punika, raris manados pepayasan seni kémanten tan madaging antuk tetuek utawi daging tattwa agama Hindu sané patut sakadi sané katami saking panglingsir i ;nguni. Nénten akidik taler krama sané makarya aturan miwah gebogan antuk daging sané kasenengin kémanten antuk pikayunan mangda prasida katunas risampun dados surudan. Yadiastun pikayunan inucap nénten iwang, nanging nénten majanten makasami patut sakadi asapunika. Yéning becik katilik, punapa-punapi sané kanggén upakara nénten wantah kadasarin antuk pikayunan utawi napi sané meled kasurud kémanten. Punika sané sujatiné patut kapikayunin mangda krama

Dura désa

Bali sané sarahina ngamargiang upacara yadnya nénten maksayang raga sangkaning nénten éling ring tetuek upakara sané kakaryanin. Minakadi conto ring makudang-kudang wewidangan ring Bali, wénten sané kantos mangkin kantun ngelarang yadnya ngaturang ulam bawi guling. Majanten punika kamargiang antuk tetujon sané taler kadasarin antuk tetuek agama, boya sangkaning kramané meled mangda prasida ngajeng surudan ulam bawi guling punika kémanten. “Napi malih ring kahanan sané mangkin ngrereh ajengan ulam bawi guling wantah dangan pisan, tan panyantosang antuk ngamargiang upacara yadnya maulam bawi guling kémanten wawu prasida ngamolihang ajengan inucap,” baos Dewa Windu Sancaya. (was)

Air Terjun Selendang Arum Pecak Genah Patapan Tawangalun

Kruna Basa Bali

tetuekipun, magama rumasuk magama Hindu wantah parikrama sané néwék-néwék utawi “pribadi”. Drs. I Dewa Gede Windu Sancaya, M.Hum., budayawan taler dosén ring Fakultas Ilmu Budaya UNUD maosang, pidabdab magama Hindu taler pinaka parikrama sosial utawi sané kasarengin olih makéh krama malarapan antuk nglaksanayang makudang-kudang parikrama upacara yadnya miwah ngaryanin sekancan upakaranipun. Ngeninin indik banten inucap, dané maosang wantah parindikan sané nyihnayang budaya Bali. Boya madaging antuk parindikan seni budaya kémanten, nanging madaging taler antuk tetuek miwah makudang-kudang tattwa Agama Hindu. Minakadi conto, akéh piranti ring bebantenan sané wangunipun mrepat, bunter, bucu telu, miwah siosan, sujatiné wantah niyasa saking unteng-unteng tattwa “spiritual” mangda tetujon saking ngelarang upacara yadnya prasida kapolihang. Asapunika taler ring canang sari sané madaging antuk makudang-kudang sekar sané kagenahang antuk tata-titi sané sujatiné wantah niyasa saking pangider bhuwana. “Wangun upakara utawi bebantenan inucap boya pidabdab sané nyinahang bu-

AKSARA BALI

1.

gentos

1.

g)enÓos/,

2.

gerit

2.

g))rit/,

3.

gipih

3.

gipi;,

AIR TERJUN – Air Terjun Selendang Arum sané magenah ring Desa Sumberarum, Songgon.

4.

gimeh

4.

gim);,

5.

goroh

5.

egoero;,

6.

graha

6.

gÉh,

7.

jabag

7.

jbg/,

8.

kagiat

8.

kgêt/,

9.

kabilbil

9.

kbilãil/,

10.

kosek

10.

ekos)k/,

PALEMAHAN ring wewidangan Kecamatan Songgon yukti-yukti asri, sakadi swargan sané silib. Sané nedeng kasub, sinalih tunggilnyané wantah Air Terjun Selendang Arum sané magenah ring Dusun Sumberasih, Desa Sumberarum. Air terjun puniki kasengguh kantun “perawan”, santukan genahnyané doh saking désa. Genahnyané yukti asri tur ngulanguin manah. Becik pinaka genah ngruruh inspirasi, napi malih sané seneng ring fotografi, pamekas selfi. Ngruruh genahé puniki

Balipost/udi

nénten ja sukil, santukan krama prasida makta sepéda montor utawi mobil kantos ka genah parkir. Mawit saking irika, krama nglanturang pamargi kirang langkung malih 700 meter nuju air terjun. Santukan kasengguh kantun perawan, genah air terjun puniki yuktiyukti silib. Genahnyané ring balik tebing, tegehnyané kirang langkung 30 meter. Yukti muatang bayu seger tatkala rauh ka genah inucap. Rauh ring genah air terjun, rasa angob pastika karasayang. Yukti-yukti asri, katimpalin

suaran toya sané ngawinang pikayunané degdeg. Krama sané rauh irika pastika kalangen ngatonang kaasrian palemahan saha toya sané ening. “Air terjun puniki wawu kapanggihin kalih warsa sané lintang. Toyannyané nénten naen nyat sapanjang warsa, mawinan setata makanten becik,” baos Sugiono, silanih tunggil krama sané pinih kapertama manggihin Air Terjun Selendang Arum puniki. Kepala Urusan Kesejahteraan Rakyat (Kaur Kesra) Desa Sumberarum puniki nyaritayang, Air Terjun Selendang Arum resmi kapanggihin daweg 31 Agustus 2012. Precaya utawi nénten, kapanggihinnyané air terjun inucap kadasarin antuk parindikan tenget, mistis. “Yukti pinaka yasa pisan prasida manggihin kawéntenan air terjun inucap,” baos Sugiono. Kawewehin malih, manut carita saking pekak dané, ring wewidangan genah air terjun

inucap daweg dumun wantah genah patapan utawi payogan balawadwa Sayuwiwit miwah Sang Prabu Tawangalun. Kacaritayang, wus pamargin yudha Puputan Bayu, pasukan Jogopati sané kapucukin Sayuwiwit ngruruh genah ring wewidangan inucap. Kabaosang, genah inucap wantah genah Air Terjun Selendang Arum. “Kaprecaya, genah inucap taler pecak genah patapan Prabu Tawangalun,” tutur dané. Sangkaning carita inucap, Sugiono sané seneng malancaran manggihin genah air terjun inucap. Ri kala manggihin, dané naen moto, sakéwanten foto inucap nénten dados kabuka malih. Aran Selendang Arum puniki taler kadasarin antuk pengalaman spiritualnyané. Ring genah air terjun inucap kabaosang wénten tigang diri putri sané listuayu ngawigunayang selendang. Wénten sané maseléndang barak, gadang, miwah kuning.

“Saking parindikané punika, aran Selendang Arum kadadosang aran genah air terjin inucap,” baos dané. Mawit kapanggihin, Sugiono kasarengin krama irika sakakidik ngawi margi nuju genah inucap. Minakadi, ngresikin tetauran mangda krama sané rauh lewih dangan mamargi. Antuk utasaha punika, mangkin kawéntenan Air Terjun Selendang Arum sayan kasub, sayan kauningin krama. Wewidangan puniki kakelola olih Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) antuk angganing saking para muda-mudi irika. “Ketah, krama sané malilacita akéhan rauh ring rahina Sansicara utawi Redité,” baos Sugiono. Yadiastun kahanané asri ngulangunin, krama sané rauh irika nénten keni prabéa. Wantah kasayagayang kotak genah madana punia manut kayun soangsoang krama. (udi/uma)


Jayanti

Redité Wagé, 3 Juni 2018

Cerakén

Made Adenia Kertianing Permata Sari

Seneng Basa Jepang

Lengkara Punggelan geguritan puniki kanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha. Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti

pupu;s)mrnÑn. Pupuh Semarandana 8.tiitê*bsÐdu*mjzéi, Titiang bas kadung majanji, pc*muput*mlj;, pacang muputang malajah, r&a*gurup\pÓien, ring Dang Guru pangaptiné, kdib)n*mc)2bn/, kadi benang maceleban, titê*\m(giy*eyog, titiang ngamargiang Yoga, s)mdÒienduru*puput/, Semadhiné durung puput, bÉ;mcrienútm. Brahmacariné Utama.

MADE Adenia Kertianing Permata Sari, asapunika aran panjang siswa kelas VI SD Saraswati 3 Denpasar puniki. Ring yusa sané kantun wimuda pisan, ipun sampun waged mabasa Jepang. Basa Jepang sampun kasenengin ngawit saking ipun wawu ngranjing ring kelas II SD tatkala nilainnyané kaucap kirang becik. “Tatkala punika tiang ngamolihang nilai basa Jepang sane kirang becik. Punika mawinan tiang raris marasa kimud. Sakéwanten Ibu Sénsei Astin satmaka nénten leleh ngicénin piteket mawinan nilai tiangé raris nincap sayan ngamecikang. Ngawit punika raris tiang seneng ring basa Jepang,” baosnyané makenyem. Sumeken malajahin basa Jepang kamargiang ipun taler sangkaning préstasi sané naen kapolihang. Anak alit istri sane seneng memaca, ngambar miwah fotografi puniki naen kajudi pinaka Juara I Lomba Kana Cup pamekas ring basa Jepang sané kamargiang ring STIBA Mahasaraswati Denpasar 2017 sané sampun lintang. Kahanan punika wantah kasokong antuk kawagedannyané mabasa Jepang ring sekolah. “Tiang ketah mabebaosan nganggén basa Jepang ring sekolah. Satios punika, tiang taler madué timpal mawasta Ai Chan sané ibunnyané mawit saking Jepang. Tiang ketah mabebaosan nganggén basa Jepang taler basa Indonesia. Nénten lali taler mabasa Bali,” baosnyané. Anak alit sané embas ring D enpasar, 8 Oktober 2006 puniki malih maosang, sujatiné

paplajahan basa Jepang punika wantah ngawinang liang. Yadiastun tatkala ngawitinnyané karasayang méweh pisan, nanging risampuné ketah kaplajahin sinah sayan dangan. Sakakidik prasida mabebaosan mabasa Jepang miwah éling ring teges kruna sané kapiragi utawi kabaosang. “Punika mawinan sané mangkin tiang seneng nonton Animé mabasa Jepang utamanipun One Piece inggih punika animasi sané mawit saking komik,” baosnyané kalem. Nia asapunika ipun ketah kasambat taler seneng ring parikrama seni, minakadi ngambar tokoh-tokoh animasi One Piece taler ngamargiang seni sane siosan. Samian punika kakawitin saking parikrama sané kasenengin, minakadi nyaksiang animé taler mabebaosan sareng krama Jepang. Sangkaning punika yéning kaicén galah, ipun meled prasida nglanturang parikrama malajahin basa Jepang kantos ka universitas. Tios punika ipun meled taler mangda prasida kuliah ring Jepang manawita wénten sané ngicén béasiswa. Yadiastun asapunika kahanannyané, Nia sané meled dados pangawi satua (animé) puniki taler ketah ngamanggihin pikobet tatkala mabebaosan, ngartos miwah nyurat aksarannyané. Napi malih aksara Jepang sané nganggén aksara Kanji. Sios saking basa Jepang, ipun taler seneng ring basa Inggris sané pinaka basa internasional sané patut kaélingang tur uning kabaosang. Sios punika basa Indonésia mi-

wah basa Bali pinaka basa ibu patut taler kaplajahin miwah kawigunayang sarahina. Pianak Ketut Andayana Kusuma Yasa SE., MM. sareng Luh Ketut Ayu Riska Utami Dewi puniki kasinahang pinaka anak alit sané kréatif miwah wikan. Ipun naenin manados juara III Lomba IPA (2015) saha naenin dados juara III ring kelasnyané. Sios punika ipun taler naen nyarengin parikrama makidung tur masesolahan, nanging nénten kalanturang duaning tatkala punika ipun nedeng nyayagayang raga jagi nyarengin ujian nasional. Nia sané taler seneng malelungayan puniki taler madué rasa urati ring palemahan. Sangkaning punika ipun seneng pisan tatkala prasida nyarengin parikrama mereresik pasih ring sajeroning parikrama sane mamurda “Kristan Sosial” sané polih kamargiang olih English First ring galah sané lintang. “Tiang seneng pisan ring kahanan alami, sangkaning punika tiang setata seneng nandur tetanduran wiadin bunga ring natah umah,” asapunika ipun nartayang. (kmb)

I Ketut Daweg

BPM/dok

Nglestariang Kasenian Wayang Kulit KETUT Daweg, sinalih tunggil krama ring wewidangan Banjar Puaya, Désa Batuan Kelod, Kecamatan Sukawati, Gianyar puniki madué swagina pinaka dalang. Tios nalang, ipun taler dados perajin wayang kulit sané nerima pasuh saking dalang-dalang ring Bali, rumasuk krama transmigrasi. Yadiastun nénten dados guru, akéh seniman muda, seniman akademis, taler krama dura negara sané malajah seni wayang ring Ketut Daweg. “Titiang pinaka dalang taler perajin wayang. Tiang prasida ngambil makekalih pakaryan punika, mawinan samian ambil tiang. Yéning wénten krama sané ngupah tiang mangda ngwayang, titiang pacang nalang. Yéning wénten krama pamekasnyané sané dados dalang ngrereh wayang, pastika karyanang titiang,” baosnyané. Sarahina ipun setata makarya wayang yadiastun nénten wénten krama sané ngrereh wayang. Kahanan punika sangkaning saking pakaryan punika ipun prasida nguripin kulawargannyané. Yéning nalang wawu tatkala wénten sané ngupah kémanten. Wayang sané kakarayanin minakadi Wayang Mahabharata miwah Ramayana. Manut anak lanang sané embas duk warsa 1949 puniki, Wayang Mahabharata miwah Ramayana sané pinih akéh karereh krama utawi para dalang tiosan. Yadiastun asapunika, wénten taler sané ngrereh Wayang Cupak, Babad, Wayang Arja, miwah Wayang Gambuh. Sakéwanten, sané ngrereh soroh wayang punika prasida kawilangin akéhnyané. “Sangkaning kahanan punika titiang nénten naen mararian makarya wayang,” somah Madé Parsi puniki negesang. Ipun maosang, krama sané ngrereh wayang mawit saking wewidangan Gianyar, Tabanan, Klungkung, Badung, kantos Kuta lan Jimbaran. Wénten taler

krama Bali sané meneng ring wewidangan tetujon transmigrasi. “Yéning mrasidayang makarya lewih, adol titiang ring Sukawati. Nanging titiang marasa sépanan makarya wayang sané pacang kasolahang olih dalang tiosan.” Ketut Daweg sampun waged makarya wayang mawit warsa 1963, kala punika ipun wawu kelas II SD. Samian punika kakawitin antuk makarya busana tari antuk bahan kulit, minakadi gelungan, ampok-ampok, badong, taler sané tiosan. Nénten wénten sané ngajahin Ketut Daweg. Mawit saking ngaksi, kalanturang antuk malajah makarya. Samian anak alit kala punika prasida makarya kerajinan punika. Yéning dados dalang, kakawitin risampuné mayusa selaé tiban. Mawit saking rasa jejehnyané yéning keturunan dalang pacang ical. Sakadi bebaosan Daweg, mawit bapannyané padem, nénten wénten dalang, wayang, taler gender. Samian ical, kahanan sepi sipeng. “Titiang patut nglanturang warisan puniki. Titiang malajah ring Kak Sija saking Bona, Pak Narta saking Banjar Babakan Sukawati. Wus punika wawu ngwentuk sekaa gendér duk warsa 1976.” Tios meneng ring wewidangan désa seni, bapa, beli, pekak, miwah kumpiné taler pinaka dalang. Tios nalang, kulawargané taler kasub pinaka perajin wayang. Sangkaning kahanan punika taler ipun nelebin lan nglanturang warisan leluhurnyané. Ipun maosang, péntas kapertama kamargiang ring Pura Désa, Banjar Puaya. Kala punika, ipun nyolahang Wayang Parwa antuk murda “Kunti Yadna”. Ipun taler ngrereh carita sané mapaiketan ring upacara yadnya, minakadi nyaritayang indik carita “Sangyang Kala” tatkala nyolahang Wayang Sapuh Légér. (kmb)

I Nyoman Artana

BPM/uma

Br. Padangtegal Mekarsari, Ubud, Gianyar. I Nyoman Artana minab aran sané nénten arang kapiragi olih krama sané seneng ring tabuh angklung pamekas ring wewidangan Ubud, Gianyar. Lanang sané sarwa waged ring widang seni tabuh puniki taler kaloktah pinaka undagi. Sadurung kaloktah ring widang tabuh, ipun sané sering kasambat Pak Mang Rai puniki ngawitin profesi-nyané dados guru, daweg dados guru punika uratiannyané majeng angklung ngawit tumbuh. “Ngawit warsa 1968 tiang ngawit makarya angklung

kocok,” baosnyané. Lanang antuk sakatah penghargaan sané sinunggilnyané kaicén olih Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Gianyar ring widang tabuh puniki nglantur nyaritayang, pangawitnyané seneng angklung santukan daweg ngranjing SMP naen sareng sekaa angklung bambu. Ring SMPnyané wantah madué angklung kalih set, raris wénten sané rusak tur kabecikang malih. Saking mecikang punika ipun nyambi malajah ngarya angklung. “Titiang otodidak malajah ngarya angklung, malajahin ukuran. Yéning wénten angklung rusak tiang sané mecikang,” tuturnyané. Kapertama ngawitin produksi angklung, manut Artana daweg ipun kaangkat dados guru ring SD Sribatu, Bangli. Santukan irika akéh wénten bambu, ipun mituduhin muridnyané makta bambu kering ka sekolah. Sareng para murid malajah ngarya angklung bambu tur salanturnyané ketah kapén-

tasang ring sekolah. Salanturnyané ipun pindah ngajar ka SD 2 Ubud daweg warsa 1974. Irika malih makarya angklung bambu. Sajeroning nyetél nada sané pas, daweg punika ipun wantah ngandelang suara kémanten. Salanturnyané rauh wisatawan Jepang sané sering ngrereh angklung tur ipun kaicén keyboard, nganggén keyboard punika ipun ngrereh nada sané pas. Nyabran warsa ipun ngawit molihang pesanan. Lanang sané embas daweg 16 Oktober 1947 punika nyinahang kasumekenannyané ring widang tabuh pamekas angklung kantos mangkin majalaran ngajahin alit-alit nabuh angklung ring sakatah sekolah miwah sakatah yayasan. Sinunggil yayasan genahnyané ngajahin angklung minakadi Yayasan Bumi Sehat sané wénten ring Banjar Nyuh Kuning, Ubud. Indik pikobet salami ngajahin alit-alit nabuh angklung, nénten wénten sané karasayang méweh. Ngajahin alit-alit angklung,

Satua

Adi Sudi Anggara

Pan Angklung Gadang (6) Kaketus saking Satua-satua Bali (VI)

Seneng Nabuh Angklung

ANGKLUNG bambu kocok wantah soroh alat musik tradisional sané ngawit sering kapéntasang ring pagelaran seni. Angklung soroh puniki malakaran bambu sané madué nada ganda. Sané sering kacingakin krama, ngamedalang suara angklung kocok kalaksanayang malarapan ngocok angklung ka samping. Tangan kiwa kanggén ngamel rangka angklung, mungguing tangan tengen kanggén ngocok angklung gumanti prasida ngamedalang suara sané becik. Asapunika katlatarang olih sinunggil penekun angklung mimitan

7

ipun nganggén kalih teknik malajah angklung. Teknik kapertama ipun nganggén sistem tunjuk. Sistem tunjuk puniki manut Artana katerapang yéning alit-alit sané kaajahin durung uning lagu. Sira alit-alit sané katunjuk punika sané ngocok angklung. Sistem tunjuk biasannyané kanggén majeng alit-alit sané kantun kelas satu kantos kelas tiga SD sané durung uning notasi. Teknik kaping kalih kanggén majeng alit-alit sané sampun uning notasi, not-nyané katulis, raris not katunjuk, not sané katunjuk punika sané kagetarang. “Anak tios maosang sukil ngajahin saha malajahin gamelan angklung, nanging manut tiang nénten sukil,” baosnyané teges. Ngeninin indik panglimbak angklung, daweg ipun alit peméntasan angklung ring Bali kantun arang. Nanging antuk kawéntenan Kampus ISI miwah pagelaran PKB, angklung sering kapéntasang. “Titiang ngaptiang kawekas angklung prasida sayan ramia,” baosnyané. (uma)

KOCAPAN I Wayan Sebetan ngéncolang ia bangun tur malaib ka tlabahé, ukék-ukék delu-delu utah-utah malebleban ia di tlabahé sambilanga ngumbah panganggoné. Suba kéto nglaut ia mulih mapanganggo belus, disubané neked jumahné ngénggalang ia meséh. Ditu ia mara marasa jengah pesan, inget tekén undukné mablanja masih tondén mayah. Kandugi ia ngéncolang nyemak pipis tur katitipang katundénang mayah pamelin dedarané ané daara i busan. Uling sekat ento I Wayan Sebetan tusing pati juari pesu nganggur, sulurin liu anaké pada nyenggakang buka kakéné, “Sasukaté ngelah punyan pipis taen ngelekang tain cicing.” Nah jani buin caritayang Pan Angklung Gadang, suba koné kasuén-suén lantas ada saya teka ngarahin Pan Angklung Gadang, “Bapa Angklung Gadang, icang mapangarah buin mani sangkepané di banjar, apang bapa mungkah utang bapané lakar madep tekén banjaré. Salah bapané baan tusing mayah putra duk sangkepané di dua bulan, dadi nikel putra. Buin duk sangkepané ané abulan, masih bapa tusing mayah putra, sangkal nikelina. Bapa mutranin siu dadi jani duang tali, buin mani bapa sengkerné mungkah,” keto munyin anaké mapangarah, laut magedi. Jani Pan Angklung Gadang buin nuptupang daya laut ngaukin kurenanné, “Méméné, awaké buin mani lakar nekaang tamiu tegakan duang balé, lakar ingu aji nasi, jalan tragiang uli jani, ento kucit nyainé tampah anggon lawar.” Suba koné kéto, lantas Pan Angklung Gadang nyemak blakas, nektek kayu atugel kapindanang tungked mlengget tur mapontang-pontang, lantas pulasa aji mangsi, kapontang-pontangang ban kudrang barak muah gadang. Beh luung pesan paturutan warnanne tur tenget pagobaan tungkedé ento. Buin maniné palimunan Pan Angklung Gadang nampah lantas nglawar. Kurenané di paon nyakan laut nglablab jukut. Nah, suba koné tengai, kacarita suba koné suud malebengan tur pragat ngadonang lawar, jejeruk, gegecok, jukut, makejang suba pada pragat. Lantas Pan Angklung Gadang ngomong tekén kurenané, “Méméné, né lawaré wadahin cubek, kema pejang di langgatan paoné! Né nasiné telung sok, kema pejang di langgatan mambengé! Né Jukuté pejang di tengah glebegé!” (Masambung)


8

Minggu Wage, 3 Juni 2018

Tetap Teguh Dalam Kemalangan...

Caramu Membagi Sesuatu...

l Belajar Arthasastra dari Canaknya

l Ruang Misteri Keadilan

Itu bukan keajaiban, Dik. Itu ketidakadilan. Mungkin kau lakukan tanpa sengaja, tapi coba periksa lagi bisa jadi kau lakukan sebaliknya. Ya,kau menyurahkan ke dalam bak penampungan orang lain bergalon-galon air tanpa menjelaskan dari mana cairan segar itu berasal. Sementara gentong penampunganmu sendiri kekeringan. Meski tampak baik karena mendahulukan orang lain, itu adalah siksa bagi mereka yang berupaya menghayati keadilan. Mungkin kau bertanya tentang hal itu. Bagaimana bisa kebaikan dianggap sebagai ketidakadilan? Bagaimana bisa tangan yang menyurahkan ke ceruk orang lain dan menunda mengalirkan ke cawan sendiri sebagai langkah yang tak sepenuhnya baik? Begini, memang keadilan sering bekerja dalam ruang-ruang misteri. Keadilan akar pohon memang bukan memberi bunga dan buah yang sama pada setiap ranting. Keadilan akar pohon adalah mendorong hara dengan ke seluruh jaringan dengan tekanan yang sama. Keadilan pada pohon adalah penyebaran yang menyamankan semua. Karena itu, tak selamanya keadilan itu adalah membagi dengan takaran setara, melainkan untuk melahirkan kebahagian yang sepadan. Tapi untuk caramu membagi, dik. Kawanan serangga dan lebah bisa bercuriga. Para pemuja air pun demikian. Bagaimana bisa kau menyurahkan seluruh air ke gentong dan gelas orang lain sementara cawanmu kerontang?

Lalu bagaimana kau menghapus dahagamu sendiri? Dengan keajaibankah? Sekali lagi, bukan keajaiban yang tertangkap oleh logika sederhana ini atas langkahmu itu, tapi dugaan bahwa diam-diam kau telah minum lebih dahulu. Bukan minum atau tidaknya dirimu yang jadi soal. Tapi, seperti apa tetes-tetes cairan itu mengalir di batang tenggorokanmu. Maka buka sajalah kabar tentang teguk-teguk itu melalui jendela-jendelamu. Tak perlu seluruhnya. Buat nganga secukupnya saja. Dengan begitu kawanan apa pun yang sempat singgah di gubuk belukar ini dapat belajar dari caramu membagi sesuatu untuk meratakan kenyamanan dan kebahagian bagi siapa dan apa saja di sekitarmu. Kebaikanmu akan menjadi cermin sepanjang hayat. l Suksma Ning Laksmi

Rumah Impian Saat berkenalan dengan dua sosok dara jelita, Aya dan Laras BTMDG sekitar dua tahun yang lalu, saya bertanya-tanya, apakah gerangan makna di balik namanya. Oh, BTMDG ternyata merujuk pada singkatan Batumadeg, kampung halaman di Nusa Penida. Aya (17) dan Laras (16) yang lahir dari keluarga musisi dan tumbuh besar sebelas tahun di Kanada, berhasil mengasah kemampuannya dalam bermain musik, mengaransemen lagu, juga bernyanyi. Belakangan saya akhirnya tahu, bahwa bakat dan potensi mereka tak lepas

l Anggur

dari kiprah sang Kakek, Alm. I.G.B . Ngurah Ardjana, komposer kenamaan Bali, Mencipta Lagu Sekar Sandat. Baumadeg bahkan menjadi inspirasi bagi mereka untuk membuat lagu berjudul “Hometown” (kemampuan halaman, alihalih hanya menggambarkan keindahan dan kecintaan mereka terhadap tempat kelahiran, lagu ini lebih bermuatan serius, merefleksikan kegelisahan juga pertanyaan mereka hakikat diri, asal muasal kita. Begitu pula lagu-lagu lainnya yang mereka ciptakan, bukanlah lagu cinta ala

Pemanasan Ulang Tahun 25 Juni 2018

Jatijagat Kampung Puisi Bersama Sanggar PURBACARAKA Sanggar CAKRAWALA Jalan Nias 13 Denpasar Menjelang Enampuluh (60) Tahun FAKSAS-FIB UNUD Senin Umanis, 25 Juni 2018 pukul 19:30 wita di JKP-109 remaja pada umumnya. Liriknya yang khas menggunakan Bahasa Inggris dengan banyak metafora laiknya puisi, sarat akan perayaan kritis terhadap isu sosial juga permasalahan anak muda, seperti lagu berjudul “13 14”. “Happy Place”, “Thousand Candles for Peace”, dan “Hanya Sementara”. Kini di tahun 2018, setelah melalui berbagai tahapan proses kreatif, mereka kembali menciptakan lagu-lagu dengan lirik yang lebih mendalam namun tetap khas remaja, bahkan memberanikan diri mengubah nama duo menjadi Alien Child. “Wah namanya sungguh berani. Apa lagi ini ya?” pikir saya. Ternyata “Alien Child”, bukanlah

Merah Persibu Ngampoeng Seni untuk Fenomena 27 dalam 72…

BEGITU PENTING bagi pemimpin negara melatih kepekaan nuraninya guna dapat dengan tepat menangkap denyut hati nurani rakyat yang dipimpinnya---sehingga dapat membuat kebijakan yang akurat dengan kebutuhan rakyat---maka sebelum membabarkan perihal strategi dan taktik memimpin. Arthasastra pun mengawali ulasannya dengan merincikan sistematika ilmu-ilmu (vidya) bagi sang calon pemimpin. Sebelum era Kautilya, para resi memang telah beradu pemikiran perihal ilmu utama yang patut dipahami sang calon pemimpin. K e l ompo k Maharsi Manu, misalnya, memandang bahwa hanya ketiga Weda (Rg, Yayur, Sama Weda), ekonomi (warta), dan tata Negara atau ilmu politik (dandaniti) sajalah ilmu sejati yang perlu dikuasai. Adapun filsafat (anwikshaki) dimasukkan hanya sebagai cabang khusus dari Weda. Namun, bagi kelompok Maharsi Brhaspati, justru hanya ekonomi (warta), dan tata Negara atau ilmu politik (dandaniti) itu yang termasuk ilmu, sedangkan Weda dikatakan hanya sebagai “selubung” bagi seseorang yang berkeinginan memahami cara-cara hidup di dunia. Berbeda lagi dengan Maharsi Usana, yang memandang justru dandaniti itulah satu-satunya ilmu yang

patut dipelajari. Alasannya,karena pada dandaniti itulah terikat segala usaha yang berhubungan dengan semua ilmu. Setelah menyimak semua pemikiran, akhirnya Kautilya lewat Arthasastra menawarkan integrasi bahwa seorang pemimpin Negara sepatutnya menguasai dengan benar dan mendalam pengetahuan yang terkait dengan prinsip-prinsip kebenaran, spiritual, dan kesejahteraan. “Kebenaran dan kebatilan tindakan dipelajari dari Weda. Kesejahteraan dan kemiskinan dipelajari dari warta (ekonomi). Kebijaksan yang baik dan buruk dipelajari dari dandaniti (tata negara, tata pemerintahan, atau politik). Begitu pula kemampuan dan kelemahan ketiga ilmu tersebut,”begitu surat Kautilya dalam Arthasastra Bab II, Bagian 1. Adapun filsafat (anwikshaki) bagi Kautilya tetap perlu dipelajari dan dipahami karena memberikan manfaat kepada orang-orang supaya tetap teguh dalam kemalangan dan kemenangan. Dengan bekal pemahaman filsafat kehidupan, maka orang akan dapat meningkatkan kemahiran dalam pemikiran, ucapan, dan tindakan, “Filsafat (anwikshaki) merupakan sinar segala ilmu, sebagai alat semua sekaligus penunjang semua hokum dan swadharma (kewajiban profesional),” tegas Arthasastra. Apa sajakah yang membentuk filsafat? Dalam klasifikasi Kautilya, filsafat dibentuk oleh tiga ajaran, yakni : Samkhya (penyatuan atas dualitas sehingga menemukan esensi Kesatuan), Yoga (penyatuan dengan Yang Mahasatu dalam setiap aktivitas), dan Lokayata (Kesatuan Semesta Raya). Dengan Penyatuan dan Kesatuan pada Yang Mahasatu sebagai inti-hakikat-esensi segenap keber-Ada-an itulah maka orang akan dapat tetap teguh dalam kemalangan maupun kemenangan. l deprabas

merujuk sosok tertentu, dan bukan pula Aya dan Laras. Alien Child merupakan cerminan tentang “Rumah” bagi semua orang yang pernah terasing, ditinggalkan dan terlupakan. Aya dan Laras melalui lagu ciptaannya, ingin menghadirkan sebuah “Rumah teduh” menentramkan bagi siapa saja, terutama remaja yang tengah berupaya menemukan jati dirinya: bukan sosok “cantik” tiruan, tetapi diri mereka yang paling murni dan alami, tidak jadi soal

itu “buruk rupa” atau “mengganggu pandang”. Ya, “Alien Child” adalah rumah kebersamaan bagi siapa saja untuk diterima dan dicintai apa adanya. Menyimak hal tersebut, boleh jadi Aya dan Laras mewakili kegelisahan “kita” selama ini akan impian hadirnya “rumah hadirnya “rumah teduh” bagi semua orang, untuk diterima tanpa prasangka, terlebih dapat saling mengasihi tanpa syarat. l Vanesa Martida

l Spirit Ruh Bangsa, Tes Ke-Indonesiaan Raya Kita

CAKRA Yadnya EDUKASI (H) Cinta Nusantara 2018 l

JKPemerdekaan-109, Pijakan Start Ke-rasadiri-an l

Sangkan Paraning Dumadi, yang Terpanggil Sepenanggungan

Mei-Rememberance 27 in 72…, 72 in 27

Road to Homecoming 230 Years Old Denpasart!

HUBUNGI dan Aktif Mengikuti Wayan Jengki Sunarta via Facebook dua(2) Minggu sebelum KOMUNITAS ANDA di JKP-109

Fotografi

Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.

Morning Activity karya Anom Manik Agung

Bermain Bola karya Anom Manik Agung

I Wayan Nuriarta

Tangkapan Hari Ini karya Anom Manik Agung

Indahnya Perbedaan karya Anom Manik Agung

Berimajinasi dengan Siluet FOTOGRAFI siluet adalah foto dengan subjek utama gelap total dengan background yang terang. Dengan begitu, yang tampak menonjol adalah bentuk dari subjek utama tadi. Siluet merupakan salah satu cara untuk menciptakan foto yang mengandung suasana dramatis, misteri, dan emosi yang akan membuat penikmat foto Anda merasa terkesan. Banyak fotografer tertarik berkreasi dengan foto siluet, karena foto itu tidak menggambarkan foto yang jelas tapi hanya menggambarkan semacam imajinasi. Strategi dasar untuk mendapatkan foto siluet adalah dengan menempatkan subjek atau bentuk yang ingin di-blackout di depan sebuah sumber cahaya dan kemudian paksa kamera mengatur eksposure berdasarkan pada bagian terang/background bukan pada subjek utama foto. Teknik ini akan menyebabkan subjek foto underexposed (sangat gelap dan hitam-red). Jeli Memilih Subjek Foto Dalam fotografi siluet, kejelian memilih subjek foto merupakan sebuah keharusan. Pilihlah subjek yang berkarakter kuat serta bentuknya

mudah dikenali karena hal itu akan membuat lebih menarik dalam bentuk dua dimensi dan membuat orang yang melihat foto lebih lama mendalami foto siluet tersebut. Perlu diingat, foto siluet tidak bisa menggambarkan warna, tekstur, dan tone dari subjek foto. Jadi, bentuk memang harus menjadi ciri khas dari foto siluet tersebut. Saat membuat foto siluet, matikanlah flash kamera karena mode pengaturan kamera otomatis pasti akan mengacaukan foto siluet yang akan dibuat. Pasalnya, kamera dengan pengaturan otomatis akan menambahkan flash pada subjek yang gelap dan tidak terkena cahaya. Ubahlah setting kamera ke manual untuk mendapatkan foto siluet yang bagus. Selanjutnya, pastikan cahaya dengan benar. Dalam foto siluet, Anda harus memastikan ada cukup cahaya bersinar di belakang subjek foto, dan bukan di depannya. Intinya, cahaya tersebut digunakan untuk menerangi bagian belakang subjek atau point of interest, dan bukan dari depan. Sebagai contoh, menempatkan subjek foto di depan matahari terbit atau terbenam, tapi bisa juga menggunakan

sumber cahaya lain yang terang untuk mendapatkan foto siluet. Berkreasi dengan “Framing” Untuk memperkuat karakter foto, berkreasilah dengan framing pada jepretan Anda dengan menempatkannya di depan view yang menarik, tapi dengan background yang terang. Background yang menarik bisa berupa langit tanpa awan yang cerah dengan pengaturan matahari. Posisikan cahaya paling terang di belakang subjek sehingga terkesan Anda sedang menyembunyikan sumber cahaya tersebut. Jika terdapat lebih dari satu bentuk atau subjek di dalam gambar siluet yang ingin Anda abadikan, cobalah untuk memisahkan mereka. Sebagai contoh, jika Anda ingin menangkap siluet sekelompok anak kecil yang sedang bermain bola, maka jangan menempatkan anak-anak kecil tersebut dalam posisi saling berhimpitan/ bertumpukan. Karena posisi seperti itu akan menyatukan bayangan serta bentuk mereka sehingga penikmat foto akan sedikit kebingungan tentang bentuk apa itu sebenarnya. Akhirnya, selamat berkreasi dan berimajinasi dengan silut. (ian)

dr. Ketut Ngurah


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Minggu Wage, 3 Juni 2018

9

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 70 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

LOWONGAN Sardine Restaurant Looking for Female Bartender, Pastry Cook,Must Speak English Mail:sardine@sardinebali.com Telp.0361-733617

B.BP.141.05.18.0001474

!Dcr 2PRT TglDlm G1,5 Jt Lgs Krj 087861412911/081237903622

B.BP.001.06.18.0000084

Cr 2PRT+1B.siter Gj.1,8Jt tdr dlm081999776071/082237995324 B.BP.001.06.18.0000085

Cari Admin Untuk Gudang Buah Cewek Min 19Th Max 27Th.Lam Ke Jl Tukad Badung XXX/2 Renon CV AnugerahDewata/H:081236637735 B.BP.001.06.18.0000050

Cr Pembantu Gj 1.5 B.siter 3jt yg antar dpt 500rb 0361-488315 B.BP.001.06.18.0000025

Dbthkn Krywan/ti u/Rumah Makan Hub.081999008450/081237490397 B.BP.001.06.18.0000048

Dcari Sopir pengalaman manual& matic Sim A Hub.081246520136 B.BP.001.06.18.0000071

Dcr Tk.Jahit Harian&Borongan Hub.081999312347/08123675330

Dicari Kasir Utk Gudang Genteng Lok.Canggu Hub:087860137009

Dicari Staff Spa&Salon di Kuta Capster Therapist,081337950664

Dcr fotografer berpengalaman keperluan villa property,gaji menarik.Tlp:0361-289742/CV kirim ke:asahrd2018@gmail.com

Dicari PRT Wanita Tidur Dalam belum Nikah Hub:085333468877

Urgent dicari SPG,Admin,Driver Security,Costing,Opr Plating, Email CV:wahyutulola@gmail.com

B.BP.001.06.18.0000052

B.BP.001.05.18.0001447

Dcr SPG u/Butiq BajuBintang SupermarketUbudSMS081916181073

B.BP.154.06.18.0000078

Dibthkn tukang utk memperbaiki Villa-Villa, berkepribadian baik.Gaji menarik. Tlp:0361-289742/CV kirim ke: asahrd2018@gmail.com

B.BP.001.05.18.0001449

Dibutuhkan Sgra:Kasir&SPG Toko (Perempuan),Helper(Laki-Laki/ Perempuan).Lamaran ke:Orange Bakery Jl.Teuku Umar No.48 Dps

B.BP.141.05.18.0001475

Dibutuhkan staff accounting berpengalaman,berkepribadian baik dan menguasai Excel.Gaji menarik.Tlp:0361-289742/CV kirim ke:asahrd2018@gmail.com

B.BP.001.05.18.0001448

SERVICE

SERVICE

Bali Post

FESTIVAL MUSIKAL PUISI BALI 2018 Gratis

TERBUKA UMUM � MAHASISWA � ANAK SEKOLAH � SEKEHA TERUNA �

Pendaftaran SMS/WA

Semua Peserta tayang di Bali TV 10 Peserta terpavorit mendapat hadiah menarik dan setiap peserta mendapat piagam dan member card Discount Ajeg Bali

081802411818 08113976363

B.BP.167.06.18.0000062

B.BP.001.06.18.0000074

Dicari Segera Waitres Lamaran Lsg bw ke Sinar Bali Hotel Jl Padma Utara Legian 0361-751404 B.BP.001.06.18.0000016

Dicari Spa Therapist Hub.082144646880 (Natali)

B.BP.001.06.18.0000047

We are looking for Butler for Private Villa. Experienced and excelent in English. Seminyak and Ubud Area.Tlp.(0361)289742 CV:asahrd2018@gmail.com B.BP.001.06.18.0000002

B.BP.001.06.18.0000091

TOYOTA

Dicari Marketing,wanita/pria, maks 25th,penampilan menarik,mudah bergaul,semangat kerja tinggi,kerja Tim, kirim lamaran ke: Jl. Kepundung No.67 A Denpasar/ Email: konvergensiiklan@gmail.com iklanbp@yahoo.co.id G.01

B.BP.141.06.18.0000087

B.BP.001.06.18.0000060

Veloz Matic’14 Putih+Mazda CX7 Putih’10 Bs Tukar,085100856999

KEHILANGAN

B.BP.001.06.18.0000082

DICARI MOBIL Cari Mobil Bekas Suzuki,Honda, Daihatsu,KIA,Prbd,085100880349 B.BP.164.06.18.0000068

B.BP.001.06.18.0000070

Inova G’14 Siap Pakai,Putih.Jl Mertajaya4B/22.H:081353283178

DIJUAL TANAH Djl Tnh 2A Dama 2A 3A 5A Buduk Gunung BU, Hub.082147454248

KOST Kost2an Elit,Pool,TV Kabel,Hot Cold,T.Umar H.081999975168

KIA

DISEWAKAN TANAH Dikont Tnh27A Lok Banjarangkan Klungkung Lokasi sangat strgis pinggir Jln Raya,081219181828 B.BP.001.06.18.0000031

B.BP.001.06.18.0000058

PENGUMUMAN Dgn ini Saya Marsuk 44 Jl Taman Giri Menyatakan Permohonan Maaf kpd Hardys Retail Nusa Dua Atas Perbuatan Pencurian Yg Saya Lakukan 29/5/2018 Sehingga Merugikan PT.Arta Sedana Retailindo Demikian Permohonan ini Saya Sampaikan.

B.BP.001.06.18.0000004

Civic S Matik’01 1.7cc Abu2Met DK Knds Bgs 75Jt 08123969166

Avanza E’15&G’09085931122133 Vario 125&150 NMX 081337678194

KONTAK JODOH Dicari Gadis Single Siap Nikah dgn Org Jepang&Tinggl DiJepang Hubungi:085337254964 (Bu Dian)

Dikont.Ruko Lt.3 Jl.Raya Sakah Timur Patung Bayi harga nego, Halaman Luas Hub.0817554636

DIJUAL MOBIL

B.BP.001.06.18.0000089

DIJUAL RUMAH Rmh Minimlis 45/80.C/Krd,250Jt Lok.IBMantra/081703280603Pmlk

B.BP.001.06.18.0000049

B.BP.001.06.18.0000018

Picanto All New 2013 Tgn 1 Putih Manual Hub.087862270180

� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

DISEWAKAN RUKO

HONDA

B.BP.101.06.18.0000088

Informasi pasang iklan Telepon

B.BP.164.06.18.0000069

DISEWAKAN TOKO Dswkan toko Jl.Sedap Malam 21A 18jt/th nego Hub.081338567440

B.BP.001.06.18.0000017

DIJUAL RUKO Djl Ruko di Sanggulan Tab,dpn CocoMart,Cashback/081999975168 B.BP.001.06.18.0000083

B.BP.001.06.18.0000061

BPKB No.D3084231-G DK 1535 YO An.I Gede Putu Hendra Mahena

B.BP.001.06.18.0000051

SINGARAJA

Hlg BPKB Grand Max Th 2013 No R1300 DK 9849 UU An.Km Tanora

B.BP.009.05.18.0001452

Hlg BPKB Honda Vario Th 2014 DK 2581 VX An Kop Swastiastu

B.BP.009.05.18.0001451


10

Minggu Wage, 3 Juni 2018

Mendatar: 1. Siap siaga 4. Pengembara 8. Bahan yang menyebabkan pengikisan 11. Burung berparuh besar 13. Yang (Bali) 14. Satuan informasi terkecil dalam sistem informasi 15. Pemindangan 16. Penyakit mematikan yang disebabkan oleh virus 18. Perjamuan makan minum 20. Pengumpulan, pemilihan dan penyimpanan informasi dalam bidang pengetahuan 22. Penyalur 27. Gaduh ; Ribut (Inggris) 28. Merek barang-barang elektronik 29. Ribo nukleik acid 30. Berita acara pemeriksaan 31. Nomor pokok anggota 32. Sebuah negara adidaya 34. Salah satu jenis burung bersuara merdu 36. Orang yang datang dari negara lain dan tinggal menetap di suatu negara 37. Bedil

Komunitas Fotografi Focus Klungkung

Selain Tampilkan Seni, Turut Perkenalkan Potensi Daerah

BPM/ist

KEGIATAN - Kegiatan Semarapura Ekposure I di Banjar Gelogor, Desa Pikat, Kecamatan Dawan. FOTOGRAFI selain seni, tapi juga sebagai media untuk menyampaikan berbagai informasi, seperti potensi wilayah maupun nilai sosial ke masyarakat. Hal inilah yang menjadi sudut pandang dari Komunitas Fotografi Focus Klungkung. Komunitas yang terbentuk pada 2017. Menelusuri jejaknya, awalnya komunitas ini hanya diikuti belasan remaja. Tentunya memiliki hobi fotografi. Seiring berjalannya waktu, semakin banyak. Kini telah mencapai puluhan orang. “Focus Klungkung awalnya jadi tempat kumpul dan diskusi remaja yang suka fotografi. Mulai dari ngerumpi masalah gear seperti kamera dan lensa, tentang tekning foto, hingga jualan kamera dan lensa,” ujar Ketua, Eka Mita Suputra. Sama halnya dengan komunitas fotografi lainnya di Bali, komunitas ini juga ingin

berkembang dengan membuat event hunting foto bersama dengan perpektif sendiri. Fotografi dianggap tidak sebatas menampilkan gambar yang indah dan cantik. Namun lebih pada bagaimana memperkenalkan kehidupan sosial dan potensi suatu wilayah, khususnya di Klungkung. “Beranjak dari itu, kami buat event hunting foto bertema “Semarapura Ekposure”. Sebelum itu, tentu sempat berdiskusi banyak dengan penggiat fotografi lainnya,” jelasnya. Semarapura Ekposure pertama misalnya. Digelar pertengahan 2017 lalu di Banjar Gelogor, Desa Pikat, Kecamatan Dawan. Saat hunting mereka tidak sekadar menampilkan model cantik dan menawan. Namun mereka lebih menonjolkan konsep human interest dan menjadikan kehidupan sosial masyarakat lokal sebagai perajin gula

merah sebagai objek utama. Ini pun turut diikuti para fotografer dari berbagai daerah. “Foto yang dihasilkan dari hunting foto bersama ini dapat menjadi media edukasi bagi masyarakat, jika di Klungkung masih ada warga yang bertahan membuat gula merah dengan cara yang tradisional. Melalui foto ini, mereka juga tahu bagaimana produksinya secara tradisional dan dapat dikembangkan menjadi salah satu komoditi bagi masyarakat Klungkung,” kata pemuda jebolan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Udayana ini. Potensi lainnya seperti pembuat kerajinan anyaman tikar, dan pembuatan sangkar burung oleh kakek yang sudah lanjut usia, juga turut menjadi objek. “Foto ini akan banyak di-share di medsos. Secara tidak langsung juga memperkenalkan potensi Klungkung kepada khalayak umum,” ungkapnya. Setelah sukses dengan event itu, komunitas ini kembali merancang event serupa yang helatannya digelar di Danau Yeh Malet, Desa Antiga, Karangasem. Lokasi ini juga dipilih karena dipandang memiliki potensi yang luar biasa untuk dikembangkan sebagai objek wisata.(sos)

Menurun: 1. Bersifat duniawi atau kebendaan 2. Berbaris beriringan (Bali) 3. Sebutan untuk pekerja- pekerja kita yang bekerja di luar negeri 5. Nama Wuku ke-22 (Bali) 6. Keterikatan pada sesuatu secara berlebihan 7. Luruh daunnya sehingga tak berdaun lagi 9. Sistem irigasi khas Bali 10. Hal yang bersifat khayal dan tak mungkin dicapai 11. Peristiwa bersejarah di abad 14 antara Kerajaan Majapahit (Gajah Mada) dengan Kerajaan Sunda (Maharaja Linggabuana) 12. Organ yang terletak di bagian kiri atas rongga perut 17. Masuk akal 19. Hanya es ; Es saja 21. Ketidaknormalan ; Kelainan 22. Penyakit yang baru saja mewabah di Indonesia 23. Tanaman sejenis rumput- rumputan yang bisa dipakai bumbu masakan 24. Tampar, di bagian muka atau pipi 25. Kembar atau ganda 26. Sesuatu yang dapat menyenangkan atau menyejukkan hati 33. Kredit tanpa agunan 35. Ini

Jawaban TTS No. 347 Mendatar: 1. Kontet 5. Muskil 8. Edema 9. Bank 10. Baos 11. Upa 12. Abrasi 14. MIL 15. Oklusi 18. Astral 20. Alto 21. Ranah 23. ALU 24. ARA 26. Sekar

29. Inti 30. Akibat 32. Erupsi 33. OWL 34. Jabrik 35. Era 36. Unda 37. Wani 38. Niaga 39. Garing 40. Nektar Menurun: 1. Kumbakarna 2. Tuas 3. Tekukur

4. Kelamin 5. Masalah 6. Sekretaris 7. Lori 9. Bogota 13. Sua 16. Kolaborasi 17. Safe 19. Legislator 22. Amar 25. ANIANI 26. Stoking 27. Keledai 28. Rupawan 31. KTA 34. JUNG 36. Unik

Pemenang TTS No. 347 1. Ni Ketut Yastini Br.Dinas Duren Taluh, Desa Belimbing, Pupuan, Tabanan 82163 (HP: 082359 141380) 2. I Kadek Sutarwan Br.Bantas, Baturinggit, Kubu, Karangasem (HP: 081857 883082) 3. I Wayan Sukeh PT.Tulola, Celuk, Sukawati, Gianyar 80582 (HP: 085739 338292) 4. Putu Gede Purna Wijaya Jl.Raya Uluwatu No.201, Jimbaran, Kuta, Badung (HP: 081353 228872) 5. Netty Johana Elizabeth SMP Negeri 4 Melaya, Jl.Rajawali 4 Gilimanuk 82253 (HP: 081805 530730) 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket bisa langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Nama : Putu Gede Wahyu Prasetya Alamat: Jl.Cokroaminoto No.48, Denpasar (HP: 081237 870890)

Paus Orca Empat Kali Terlihat di Perairan Gorontalo

PAUS Orca (Orcinus Orca) atau paus pembunuh, empat kali terlihat berada di perairan Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, sepanjang 2018 hingga bulan Mei. “Saat itu saya sedang membawa dua orang turis mancanegara dan seorang pemandu, lalu tiga ekor paus Orca melintas pada tanggal 26 Maret di sekitar lokasi wisata Hiu Paus,” ujar Zalah, seorang nelayan di Botubarani, Arfan Ali, pekan ini. Ia mengaku melihat paus Orca melintas di perairan Desa Botubarani, dan 22 Mei 2018 muncul pula tiga paus Orca terdiri atas dua paus ukuran besar dan satu paus sekira tiga meter. Peneliti paus Orca, Verrianto Madjowa menjelaskan bahwa kemunculan mamalia laut di perairan Gorontalo terjadi pada bulan Februari, Maret dan Mei. “Di Botubarani paus pembunuh ini menyusur di pinggi-

Untuk pembaca Bali Post Mingguan (BPM), kami membuka rubrik baru “Permata Hati”. Rubrik ini mengangkat isi buah hati yang baru lahir, yang berulang tahun atau akan berulang tahun. Juga pasangan yang menikah di minggu tersebut atau yang merayakan ulang tahunpernikahan. Kirim foto menarik dan tulisan data lengkap identitas diri, orang tua serta komentar singkat.Semua data dikirim lewat email redaksibalipost@yahoo.com dengan kode Permata Hati. Bisa juga naskah dan foto dikirim ke Sekretariat Bali Post. Jl. Kepundung 67 A Denpasar, telp. (0361) 225764. (Redaksi)

PERNIKAHAN

BPM/wan

Ketentuan Menjawab

Jawaban ditulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 349 dan cantumkan identitas lengkap serta nomor telepon/HP. Kirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 9 Juni 2018. Pemenang diumumkan pada Koran Bali Post Minggu 17 Juni 2018. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang (@Rp.200.000,-) dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga (2 dewasa + 2 anak). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos.

Setelah sekian lama menikmati masa mudanya, I Ketut Manik Asta jaya, S.Ag., MPd., putra keempat dari pasangan Drs. I Wayan Pugeg dengan Ni Wayan Rembun akhirnya melepas masa lajang dengan menyunting Ni Made Ayu Erna Tanu Ria Sari, S.Pd.H., M.Pd., putri kedua dari pasangan Dr. Drs. I ketut tanu, M.Si. dengan Ni Wayan Mustiari asal banjar Tingga, Desa Plaga, Kecamatan Petang, Badung. Upacara pawiwahan (pernikahan) dilaksanakan Kamis (21/5) di Banjar Kebon, Desa Nyitdah, Kediri, Tabanan. Selamat menempuh hidup baru dan semoga cepat dikaruniai momongan.

ran pantai berjarak 350 meter dari pasang tertinggi. Tanggal 22 Mei tiga paus pembunuh melintas di Botubarani,” katanya. Paus pembunuh dengan nama lokal Paupausu itu juga terlihat pada 26 Maret, yakni tiga paus terlihat di Botubarani dan Kurenai. “Sementara pada bulan Februari paus pembunuh muncul tanggal 7 di Botubarani dan tanggal 23 di LopoKayubulan, Batudaa Pantai,” pungkas Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (Iskindo) itu. (ant) PAUS PEMBUNUH - Dokumen foto paus pembunuh (Orca). Paus jenis ini empat kali terlihat di perairan Gorontalo.


INspirasi

Minggu Wage, 3 Juni 2018

Tari Widya Jaya Jayanthi

Ilmu Pengetahuan Senjata Meraih Kemenangan Denpasar (Bali Post) Dewasa ini sekolah di Bali berlomba-lomba membuat tari kebesaran. Demikian juga SMP PGRI 9 Denpasar kini memiliki tari kebesaran Widya Jaya Jayanthi. Tari kebesaran tersebut dipentaskan Sabtu (2/6) kemarin, di acara pelepasan siswa kelas IX. Sekaligus dirangkaikan dengan perkenalan pengurus Ikaprisia. Tari Widya Jaya Jayanthi ide cerita dari Kepala SMP PGRI 9 Denpasar, Drs. A.A. Ketut Sumitra, M.M., M.Si., dengan penata tari Komang Wardana dan pencipta tabuh Ketut Antara. Tari ini bermakna dengan ilmu pengetahuan kita meraih kemenangan dan kesejahteraan sesuai dengan moto sekolah ‘’Widya, jaya jayanthi’’. Acara pelepasan menjadi ajang pentas seni guru dan siswa. Para guru tampil kompak membawakan fragmen kolaborasi. Siswa lainnya menampilkan bondres, tari Bali dan dance modern. A.A. Ketut Sumitra yang juga penglingsir Puri Padangluwih, Dalung (duwe Puri Mengwi) didampingi Wakasek I Gusti Ngurah Pada Parnawa, A.A. Istri Hendriyani, I Gusti Ngurah Made Sudarmana, I Komang Wardana, I Made Dana, S.Pd., dan Ni Wayan Rumini mengungkapkan lulusannya hampir 70 persen diterima di sekolah negeri. Sementara alumni banyak

BPM/025

TARI KEBESARAN - Tari kebesaran Widya Jaya Jayanthi milik SMP PGRI 9 Denpasar. menggeluti profesi dokter, apoteker, dan tenik sipil. Ini membuktikan bahwa sekolah yang dipimpinnya mampu mencetak SDM Bali yang berkualitas. Tahun ini, sekolah akan membangun dua ruang kelas baru dan satu lagi lab komputer sebagai tempat latihan soal online bagi siswanya menuju UNBK. Saat itu, Kabid Pembinaan Pendidikan SMP Drs. A.A. Wiratama, M.Ag dan K e t u a YPLP Kota PGRI Denpasar, Drs. I Nengah Madiadnyana, M.M. menyerahkan penghargaan bagi peraih 10 terbaik dan siswa berprestasi. Peraih nilai UN tertinggi I Ketut Ovitasarita (85,50). Sementara siswanya berprestasi meraih juara I outbond KSPAN Kota Denpasar, juara III tutor duet, juara I HAS, juara III pidarta bahasa

Bali, juara III kidung, dan juara harapan LKBB. A.A. Ketut Sumitra yang juga Wakil Ketua YPLP Provinsi Bali ini menekankan sekolah adalah tempat belajar menyenangkan. Makanya dia wajib membina hubungan baik dengan orang tua siswa dengan PBM berbasiskan penuh kasih sayang. Dengan demikian, semua guru di sekolah yang dipimpinnya benar-benar mengutamakan proses yang bermutu untuk menghasilkan output berdaya saing tinggi serta berkarakter. Sementara itu, Nengah Madiadnyana mengaku bangga dengan kreativitas siswa dan guru serta terbentuknya Ikaprisia. Ikatan alumni ini sangat strategis dan berkontribusi dalam pendidikan bermutu. (025)

SEBUAH pameran seni rupa yang terbilang cukup besar se-Indonesia digelar dalam bingkai ‘’Gerbang Nusantara’’. Pameran seni rupa Gerbang Nusantara diikuti seniman perupa dan pematung se-Indonesia berlangsung di Gate 88, Jalan Raya Kerobokan Kelod, Minggu ini (3/6). Pameran seni rupa menampilkan lukisan, patung, street art dengan menggunakan berbagai media diikuti 160 seniman dari Indonesia dan luar negeri. Mereka memamerkan karya seni rupa sebanyak 300 karya seni. Ketua Panitia Gerbang Nusantara Community, Benny, yang dikenal dengan panggilan Basuki Art mengatakan, Gerbang Nusantara terbentuk sejak dua bulan lalu yang digagas seorang pencinta seni, Joshua Nugraha. Kehadiran Gerbang Nusantara ini berupaya ingin memajukan karya bagi para seniman agar mendapatkan kesempatan untuk mengisi sebuah ruang untuk

apresiasi, ruang seni dan budaya dan ruang edukasi. Selain itu, juga tidak menutup kemungkinan akan hadirnya anggota-anggota baru yang ikut bergabung. Pelukis luar negeri yang ikut serta di antaranya dari J e p a n g , Eropa, Prancis, Italia, Rusia, serta Estioni. Dikatakannya, peserta yang ikut dalam pameran seni rupa Gerbang Nusantara tersebut melebihi target yang direncanakan. Lewat agenda ini, dia berharap bisa menjadi sentral bagi para pelaku seni, galeri kurator, kolektor itu sendiri. Sehingga seniman memiliki nilai tambah yang lebih tinggi. Pameran ini tidak akan berhenti sampai di sini saja. Kami punya visi dan misi semua seniman bisa eksis bukan hanya di Bali tapi juga di Jakarta, Surabaya, dan kota-kota besar lainnya di Indonesia. Namun, lanjut Beni, tidak menutup kemungkinan seniman dari Eropa mengundang dan mengajak seniman yang ikut di Gerbang Nusantara

diajak ikut berpameran di negara mereka masingmasing. “Sebagai studi pertukaran seni dan budaya,” imbuhnya. Sementara itu, Joshua Nugraha mengatakan, Gerbang Nusantara selalu terlihat sebagai portal sebuah kendaraan yang tepat untuk menunjukkan kepada dunia, karya seni yang ada di Indonesia. ‘’Ïndonesia ini apa, Indonesia itu siapa? Saya rasa tepat karena di Bali portalnya orang Indonesia ke dunia internasional, dengan kulturnya yang sangat unik,’’ ujarnya. Diakui Joshua Nugraha, kehidupan di dunia terus berkembang dalam hal modernisasi, namun pihaknya merasakan dunia art saat ini lesu. “Kita hidup di dunia yang terus berkembang dalam hal modern, namun kadang saya melihat dunia art yang mulai lesu. Sementara penikmat kolektor yang punya uang bermain lukisan maestro. Padahal banyak karya seniman desa yang potensial maju. (wan)

Opini Publik

kesayangannya akan menjuarai Piala Dunia 2018. Kendati dipandang sebelah mata, pelatih Rusia, Stanislav Cherchesov, merasa optimistis timnya bakal berbicara banyak di Piala Dunia 2018. Pelatih berumur 54 tahun tersebut menegaskan, dia dan seluruh pemain

Rusia hanya ada kemenangan dalam pikiran mereka, terutama dalam menghadapi laga pembuka Grup A melawan Arab Saudi, 14 Juni mendatang. “Kami tahu bahwa kami bukan favorit (juara). Namun, hal tersebut tidak berarti apa pun,” ujarnya. (kmb33/rtr)

Survei yang dilakukan Public Opinion Foundation (FOM) menyebutkan, hanya 4 persen pendukung Rusia merasa yakin bahwa tim

Tiga Kantong Plastik Sedikitnya, terdapat tiga kantong plastik serta sejumlah tas goodie bag yang disita petugas. Belum jelas jenis barangbarang yang disita tersebut. Personel Brimob Polda Riau

langsung bergegas membawa barang-barang itu ke mobil Gegana yang sedari tadi siaga di sekitar area penggeledahan. Informasi yang dihimpun, penggeledahan dilakukan sejak pukul 14.00 WIB siang tadi, dan hingga berita ini diturunkan, proses peng-

geledahan masih berlangsung dengan melibatkan penjagaan ketat personel Brimob bersenjata lengkap. Gedung yang digeledah tersebut merupakan sekretariat bersama seluruh kelembagaan mahasiswa FISIP. Gedung dua lantai itu bernama Gelanggang Mahasiswa FISIP. (ant/kmb)

Dibuat Seni

Cikal bakal terbentuknya Tektekan Calonarang di

Penarukan ada tiga desa yakni Kerambitan.(bit)

Dari Hal. 1

Dari Hal. 1 Setelah itu, wabah penyakit reda, dan dipercaya tradisi ngerebeg ampuh menghilangkan wabah. Tokoh dari Puri Anyar pun melihat bahwa ada potensi untuk diangkat menjadi seni, dan menopang pariwisata puri, sehingga dipanggil tokohtokoh seni dan dibuatlah suatu seni dan dikolaborasikan dengan pementasan calonarang lengkap dengan rangda dan barong.

Ketut Purnawan

Lengkapi Bisnis Perak dengan Paket Pernikahan

RESIGN dari pekerjaan di dunia pariwisata lalu memilih menjadi seorang wirausahawan muda nampaknya menjadi sebuah keputusan tepat yang pernah diambil Ketut Purnawan. Wirausahawan muda dari Banjar Pande, Kelurahan Cempaga, Bangli ini kini menekuni kerajinan asesori perak.

Pameran Seni Lukis dan Patung Gerbang Nusantara

Dari Hal. 1

11

Pria 37 tahun ini kini bisa disebut meraih sukses secara finansial. Tak hanya itu, dirinya juga bisa membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar rumahnya. Purnawan memulai usaha kerajinan aksesori perak sejak 2004 saat dia masih berusia 23 tahun. Sebelumnya, pria lulusan Diploma Pariwisata ini sempat bekerja di perusahaan pariwisata di daerah Badung dan Denpasar. Dia memberanikan diri membuka usaha kerajinan perak hanya dengan berbekal sedikit modal dan keterampilan yang dimilikinya sejak masih SMP. Saat awal membuka usaha, dia mengaku menghadapi banyak tantangan. Tak hanya soal minimnya modal usaha dan pemasaran, keputusan memulai usaha kerajinan perak juga sempat ditentang orang tuanya. “Orang tua semp a t t id a k set uju. Ora ng tua maunya saya kerja di pariwisata, karena kasihan ijazah yang saya miliki tidak terpakai,” ujarnya.

Berkat ketekunannya, usaha yang dirintisnya terus menunjukkan perkembangan. Dalam tiga tahun pertama, Purnawan sudah bisa membuktikan bahwa keputusannya menggeluti usaha kerajinan tepat. Kerajinan aksesori miliknya banyak diminati dan dipesan. Keberhasilannya dalam menjalani usaha membawanya meraih sukses secara finansial. Dalam sebulan, omzet yang didapat dari usahanya itu bisa mencapai Rp 25 juta. Berpijak dari usaha kerajinan itu, Purnawan kemudian mulai mengembangkan bisnis lainnya di bidang jasa paket pernikahan seperti penyewaan aksesori, pakaian pengantin, fotografer dan penyewaan mobil antik untuk perlengkapan pernikahan. Tak hanya meraih sukses secara finansial, dari usaha yang dijalaninya selama ini, ayah dua anak ini juga ikut membantu pemerintah dalam mengurangi pengangguran. Beberapa tahun lalu, dia mempekerjakan tenaga hingga 54 orang, yang berasal dari warga di sekitar

Segi Spiritual Dari Hal. 1 Dia menambahkan, kerauhan jika dilihat dari segi spiritual harus melalui upacara khusus dengan banten khusus. Lantas bagaimana dengan kerasukan massal yang terjadi tanpa ada upacara dan banten khusus? “Dari segi kedokteran, mereka yang merasa dirinya

Kontestasi Dari Hal. 1 Menurut Ketua Yayasan Gases ini, bahwa hal tersebut merupakan sebuah refleksi cerminan bagi umat Hindu untuk mengalahkan rasa takut dan ego dalam diri. Hal inilah yang menyebabkan dalam perjalananya pementasan calonarang beralih fungsi ke kontestasi. “Pada kesempatan inilah, kami ingin memberikan benang merah kepada si pelaku calonarang, si pelaku kerauhan, dan sebagainya bahwa calonarang yang sakral itu harus ada ruang dan waktu yang dipertegas dengan upacara, upakara dan bebantenan. Sehingga kita semua cerdas mana pertujukan sakral dan mana pertujukan seni profan

’’Mawinten’’ Dari Hal. 1

Baik yang dimaksudkan adalah belajar dengan sungguh-sungguh terlebih dahulu, belajar mendengar dari orang yang berpengalaman, dan mawinten ketika mau menggeluti seni tersebut. Saat ini, ngundang leak dilakukan sebagi daya tarik penonton. Terlebih dalam pementasan calonarang. Sebab, jika zaman sekarang

BPM/ina

PERAK - Ketut Purnawan menunjukkan produk kerajinan perak buatannya. rumahnya. “Tenaga kerja saya tidak sebatas bantubantu saja, tapi juga belajar. Sekarang sudah banyak yang buka usaha sendiri karena terinspirasi melihat usaha yang saya jalani,” ujarnya. Dia pun mengaku cukup bangga dengan usahanya yang dijalaninya selama ini.

Baginya sekecil-kecilnya usaha yang dimiliki tetap adalah sebuah kebanggaan, apalagi dari usaha itu bisa membantu mengurangi pengangguran. “Peluang bisnis itu banyak. Yang penting kita berani, jangan takut untuk mencoba dan harus tekun dalam menjalaninya,” kata Purnawan. (ina)

kerasukan tanpa ada sarana ritual, sering mendengar bisikan, itu digolongkan dalam gangguan kejiwaan yang disebut disosiatif. Lebih ke halusinasi,” tandasnya. Komang Gazes mengatakan perlu diberikan pemahaman kepada masyarakat tentang kerauhan, kerasukan dan kesurupan sehingga tidak menimbulkan persepsi yang beragam di tengah masyarakat. Sebab, masalah kerauhan identik

dengan upacara dan tidak dapat disetting. Sementara, kerasukan dan kesurupan bukan bagian dari upacara sehingga, bukan merupakan budaya Bali. Nyoman Geguh yang merupakan praktisi calonarang mengatakan, dalam pergelaran upacara ritual seperti calonarang maupun Tarian Sanghyang Jaran, kerauhan menjadi keharusan. Sebab, kerauhan, khususnya dalam Tarian Sangyang

Jaran merupakan sesuatu yang paling esensial. Dengan adanya kerauhan, maka terjadi hubungan antara umat manusia yang ada di dunia ini dengan kekuatan yang ada di alam luar. Prof. Suarka dan Dibia juga sependapat kerauhan adalah hilangnya kesadaran sekejap namun masih terkontrol. Namun jika kerauhan tanpa sebab dan merusak itu namanya kesurupan. (win/sue)

di dalam melestarikan seni dan budaya Bali, khususnya calonarang,” ujarnya. Sementara itu, Prof. Dr. I Wayan Dibia, S.ST., MA., mengatakan seiring perkembangan zaman pementasan calonarang yang merupakan ritual untuk mengingat kembali esensi ilmu hitam dan ilmu putih yang ada di dalam kehidupan ini (rwa bhineda) kian berubah dari pertujukan yang menggabungkan ritual dengan triatrikal menjadi sajian triatrikal yang kocak dan menghibur. Sehingga, nilai magis dari calonarang tersebut hilang karena lebih mengutamakan pertunjukan bebanyolan. Peran punakawan menjadi menonjol bahkan patih pun larut dalam bebanyolan itu. Dibongkarnya nilai magis berupa ilmu hitam dan ilmu putih dalam calonarang

oleh para pemain, menimbulkan imajinasi yang kuat terhadap masyarakat yang menontonnya. Sehingga, menyebabkan banyak yang kera uha n, kera ngsuka n, bahkan kesurupan yang sulit dibedakan. Itulah yang menyebabkan pementasan calonarang mengalami proses sirkularisasi. Sehingga, perlu diadakan revitalisasi dan penguatan kembali terhadap elemen yang menjadi ciri khas pertunjukan calonarang itu sendiri. Dengan demikian, esensi dari nilai magis calonarang bisa didapatkan oleh masyarakat yang menonton sebagai cerminan dalam menjalani kehidupannya, bahwa hitam -putih (rwa bhineda) itu ada,” tandas Prof. Dibia seraya mengatakan rwa bhineda ini jangan dipertentangkan, melainkan dihar-

moniskan. Prof. Dr. Drs. I Nyoman Suarka, M.Hum. menilai calonarang adalah sebagai sastra dapat dilihat dari dua tataran, yaitu calonarang sebagai cerita dan calonarang sebagai tattwa yang menjadi keyakinan umat Hindu di Bali. Makanya ceritanya selalu menghadirkan tiga kekuatan yakni Walu Nateng Dirah (simbol api) kontra Airlangga (simbol air) yang diselesaikan oleh Mpu Baradah (simbol Siwa). Dalam tatwa Hindu disimpulkan sebagai Purusa-Predana atau dalam pesan kekinian disebut pemberdayaan kompetensi diri. Ketika awal calonarang datang ke Bali disambut antusias oleh masyarakat Bali dalam bentuk karya sastra dan seni pertunjukan. (win/sue)

tidak adanya juru undang, apalagi watangan, pentas calonarang tidak ada daya tarik bagi masyarakat yang akan menontonnya. Pihak yang diundang dalam calonarang adalah yang ada di sekala dan niskala, yakni bhuta kala, bhuta bhuti, raksasaraksasi, dan leak desti ngelaran aji ugig (ilmu yang disalahgunakan). Ngun dang secara sekala, lanjutnya, yakni dengan adanya media upakara berupa be-

bantenan tawas sari, tawas daun, segehan, dan lain sebagainya. Dengan tujuan, agar mereka datang untuk diberi makan dan kembali ke Bhuwana Agung atau ke unsur alam semesta. ‘’Ini cara ngundang leak yang benar, bukan dengan cara koar-koar ngundang mereka nyentokin watangan matah. Alasannya leak hanya bisa diundang dengan bahasa dan caranya bukan dengan cara manusia,’’ ujarnya.

Geguh juga berpendapat demikian. Bahkan, ada yang keliru di bagian terpenting calonarang yakni nusuk rangda. Padahal esensi itu semua hanya untuk nedunang Ida Batara (rangda) menyatu dari akasa (terajangan) ke pertiwi (tanah) untuk masolah atau pelepasan. Makanya jangan heran pemain rangda bisa tertusuk karena patih Taskara Maguna terlalu serius memerankan diri yang bukan fungsinya. (win/sue)


balipost (170rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Minggu Wage, 3 Juni 2018

PROFIL Tolak Tawaran Madrid MAURICIO Pochettino kembali menegaskan kesetiaannya untuk Tottenham Hotspur. Andaikan tawaran Real Madrid datang, Pochettino bakal menolaknya. Nama Pochettino sedang kencang dikait-kaitkan dengan Madrid menyusul mundurnya Zinedine Zidane. Sosok Pochettino sebagai pelatih muda bertalenta membuat manajemen begitu tertarik. Apalagi Madrid juga sedang melakukan peremajaan tim selama era Zidane dan Pochettino dianggap paling pas untuk meneruskannya. Polesan Pochettino sudah terbukti saat menangani Southampton dan Tottenham Hotspur. Dengan dana melimpah dan skuat yang mumpuni, Pochettino tentu bisa berbuat banyak di Madrid yang nantinya bisa berujung trofi juara. Tapi, fasilitas ‘wah’ yang El Real punya nyatanya tak bikin Pochettino kepincut sama sekali. Pochettino dengan gamblang menyebut akan dengan mudah menolak tawaran Madrid, mengingat dia masih ingin mencari tantangan bersama Spurs yang mengontraknya hingga 2022. “Anda pikir mustahil untuk menolak tawaran Madrid, tapi itu bukan saya,” ujar Pochettino, Sabtu (2/6) kemarin. “Tidak, saya siap dan tak sabar untuk segera kembali ke London. Saya rasa proyek kami sangat menarik. Saya di sini saat ini. Yang terpenting adalah buku,” sambungnya. “Tentu saja saya paham soal semua rumor yang beredar tapi itulah kehidupan kami, inilah olahraga yang kami pilih, gairah yang ingin diperlihatkan kepada semuanya,” tutup Pochettino. (kmb33/afp)

Lawan Madura United

BU Bertekad Curi Poin

Bangkalan (Bali Post)Tim tamu Bali United (BU) bertekad mencuri poin saat meladeni tuan rumah Madura United, dalam lanjutan Kompetisi Liga 1 di Stadion Gelora Bangkalan, Madura, Minggu (3/6) malam ini. Akan tetapi, upaya merebut poin di kandang Madura united tidaklah mudah, dan pemain dituntut harus bekerja keras. Pelatih BU Widodo Cahyono Putro, Sabtu (2/6) menegaskan, pihakna tidak mau terpengaruh pergantian pelatih di internal Madura United maupun pemain inti yang tidak bisa diturunkan. ‘’Kami tak mau ambil pusing, yang jelas bermain sepak bola di lapangan, kedua tim diperkuat sebelas pemain,’’ ucap Widodo. Di mata Widodo Madura United tetap sosok tim tangguh dan sulit ditaklukkan. karena itu, asuhannya harus bekerja ekstra keras dalam upaya membawa pulang poin. ‘’Kami secara fisik, stamina dan taktikal sudah menyiapkan pemain, dan saya tak mau mengomentari kekuatan tim lawan,’’ ujarnya. Sementara bomber Bali United Nyoman Sukarja juga mengakui Madura United merupakan tim tangguh. Oleh sebab itu, dirinya bersama rekan setimnya siap berjibaku di lapangan hijau selama 2 x 45 menit. ‘’Kami menargetkan bisa meraih poin.’’ tuturnya. Ganti Pelatih Pelatih Madura United FC Milomer Sislija akhirnya diganti setelah manajemen klub mengistirahatkan pelatih asal Bosnia tersebut dalam beberapa hari ke depan. “Penggantinya adalah Djoko Susilo dan pergantian ini sambil menunggu keputusan selanjutnya,” kata Manajer Madura United FC Haruna Soemitro, di Pamekasan, kemarin. Menurutnya, Madura United telah menyiapkan tiga opsi untuk Milo. Pertama, tetap melanjutkan kontrak dengan beberapa penegasan job description dengan staf pelatih lainnya. “Kedua, bisa langsung remove atau terminate terhadap kontrak dari Milo, dan kemudian menggantinya dengan pelatih baru,” ujar Haruna. Opsi ketiga, yakni dengan menunjuk Milo sebagai penasihat teknis, kemudian ada pelatih baru. “Jadi, tiga kemungkinan itu bisa terjadi dan kami masih melihat kenapa tim ini jadi seperti ini,” ujarnya. Tiga opsi ini dilontarkan Haruna setelah melihat hasil kurang memuaskan yang dialami Fachrudin Aryanto dan kawan-kawan di tiga laga sebelumnya. (022/ant)

t r o Sp

Final NBA 2018

Cavs Ingin Balas Kekalahan Golden State –

Cleveland Cavaliers tertinggal 0-1 di Final NBA setelah kalah 114-124 kala bertandang ke markas Golden State Warriors pada Jumat(1/6) kemarin. Pelatih Cavaliers, Tyronn Lue mengakui kekalahan itu menyakitkan bagi tim, namun ia yakin kepercayaan diri anak asuhnya itu masih belum tergoyahkan. “Kepercayaan diri dari para pemain kami masih belum tergoyahkan. Kami sudah mengetahui apa yang harus kami lakukan untuk bisa memenangkan laga selanjutnya. Jadi, kami telah memiliki blueprint-nya, dan kini kami tinggal mengeksekusi rencana tersebut,” kata Lue, Sabtu (2/6) kemarin. Pernyataan itu pun diamini oleh penggawa Cavaliers, Grant Hill. Ia menyebut, hingga kini timnya masih memiliki kepercayaan diri dan ingin segera membalas kekalahan atas Stephen Curry cs di laga selanjutnya yang masih bakal digelar di kandang Warriors. “Di ruang ganti, kami semua merasa bahwa kami telah melewatkan kesempatan di laga pertama,”

ujar Hill. “Namun kini kami masih memiliki laga selanjutnya untuk bisa menembus kekalahan itu, dan kami akan melakukan yang terbaik agar kami bisa kembali ke jalur yang benar,” imbuhnya. Di laga mendatang, Cavaliers diprediksi bakal tetap mengandalkan pemain bintangnya, Lebron James sebagai motor serangan tim. Terbukti, pada laga kemarin saja pemain berusia 30 tahun itu berhasil tampil memukau dengan raihan 51 poin, disertai dengan delapan rebound dan delapan assist. “James telah melakukan segalanya yang ia bisa untuk bisa memenangkan tim kami. Dia telah menunjukkan kepada tim tentang bagaimana

cara untuk bisa mengalahkan Warriors, dan dia telah melakukan tugas tersebut dengan baik,” kata Lue. Saat Lue ditanya apakah James bisa bermain lebih baik dari laga kemarin, ia tertawa. “Saya harap begitu. Saya sadar bahwa tim kami telah meminta banyak hal kepada James, tapi kami masih membutuhkannya untuk bisa menjadi contoh bagi para pemain kami agar bisa tampil lebih agresif dan menyerang,” imbuhnya. Untuk selanjutnya, Cleveland Cavaliers bakal kembali bertandang ke markas Golden State Warriors di Oracle Arena, Oakland hari ini. Pertandingan itu akan menjadi laga kedua dari tujuh laga Final NBA 2018. (kmb33/afp)

Grup C

Tim Dinamit Siap Meledak Moskow – Denmark bukan tim unggulan, tapi tim ‘Dinamit’ Denmark bisa saja meledak di Piala Dunia 2018 Rusia. Perjalanan Denmark ke Rusia tidak mudah. Christian Eriksen dan kawan-kawan lewat pintu playoff. Denmark meledakan Republik Irlandia dengan agregat 5-1. Tiga gol di antaranya digelontorkan Christian Eriksen. Denmark menjadi tim Eropa terakhir yang kantongi tiket ke Rusia. “Eriksen bermain fantastis. Dia bekerja keras untuk tim, inspirasi untuk semua pemain di sekelilingnya. Itulah perbedaan di antara kedua tim,” ujar pelatih Age Hereide. Penampilan Piala Dunia terakhir mereka pada 2010. Denmark menempati posisi ketiga grup. Tapi diakui timnya saat ini tidak sekuat Piala Dunia 1998 yang bertabur bintang. Bukan berarti Denmark harus dipandang sebelah mata. Menilik Piala Eropa 1992, negara Skandinavia itu tidak lolos babak kualifikasi. Mereka berada di posisi kedua klasemen Grup 4 dengan 13 poin. Denmark kalah satu angka dari Yugoslavia. Namun Denmark mendapat durian runtuh dari Federasi Sepak Bola Eropa, UEFA yang tidak memperbolehkan Yugoslavia bermain di Piala Eropa

1992. Ketika itu di Yugoslavia ada perang saudara. Tim Dinamit pun bergabung di Grup A bersama tuan rumah Swedia, Prancis, dan Inggris. Henrik Larsen dan kawan-kawan tak menyia-nyiakan. Diluar dugaan mereka mulus ke final dan merangsek tim Panser Jerman 2-0. Kini di medium berbeda Denmark yang susah payah di fase kualifikasi, juga bukan favorit di Rusia. Terlebih Denmark absen pada Piala Dunia 2014 di Brasil. Tapi tim racikan Age Hereide bertekad menapak ke babak 16 besar. Hanya saja Denmark harus lolos dari terkaman Prancis, Peru dan Australia yang gabung di Grup C. “Ini grup yang menarik dengan Peru dari Amerika Selatan, Prancis tim yang sangat kuat, dan Australia yang jauh dari kami dan sedikit asing,” kata Hereide. “Ini tersebar di seluruh dunia, jadi sangat menarik,” lanjutnya. Denmark punya modal mumpuni lewat materi pemain. Mereka berharap pada Christian Eriksen (Tottenham), Nicklas Bendtner (Rosenborg), Andreas Christensen (Chelsea), Kasper Schmeichel (Leicester). Hereide mengaku akan mempelajari kekuatan ke-

tiga lawannya. Dia mengklaim tahu banyak tentang Prancis, tapi tidak tahu Australia dan Peru. “Kami harus mempelajarinya dan menyusun pemikiran kami tentang mereka,” katanya lagi. Sementara itu, gelandang Denmark Thomas Delaney sangat optimis tentang penyisihan grup. “Jika Anda tidak di pot 1, maka Anda pasti akan menghadapi tim kelas dunia. Tempat kedua di grup harus menjadi tujuan kami. Tapi jelas kami juga mendapat kesempatan melawan Prancis. Saya tak ingin bermain tiga pertandingan dan kemudian pulang angkat koper,” tutur Delaney yang bermain di Werder Bremen. Grup C Piala Dunia 2018 dapat dikatakan sebagai grup yang empat negara di dalamnya memiliki kekuatan merata. Di sana ada Prancis, Denmark, Australia, dan Peru. Keempat negara dari empat benua berbeda itu siap saling tikam demi mengamankan dua tempat menuju babak 16 besar.(kmb33/afp)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Minggu 03 Juni 2018 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu