Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
balipost (99rb Like) http://facebook.com/balipost
Pengemban Pengamal Pancasila
Minggu Paing, 3 januari 2016
Olahraga
Atlet Bodong dan Perjuangan Bali di PON 2016
20 HALAMAN
NOMOR 135 TAHUN KE 68
TAHUN 2015 Bali diramaikan oleh event besar yaitu Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII di Buleleng, yang berlangsung 9-19 September lalu. Ajang ini menjadi arena perebutan prestasi terbaik bagi atlet dari delapan kabupaten dan kota. Secara keseluruhan Porprov berjalan sukses, meski menjadi arena yang paling memilukan sepanjang pergelaran event dua tahunan ini. Porprov Bali 2015 bakal terus dikenang sepanjang sejarah oleh para insan
olahraga di Pulau Dewata. Pasalnya, untuk kali pertama sejak digulirkan pada 1991 dengan nama Porda, peserta mesti meneteskan air mata duka. Bagaimana tidak, atlet dari cabang olahraga (cabor) judo, I Wayan Agus Widiantara asal Bangli, yang segar bugar menjelang laga, tewas saat bertanding melawan judoka Buleleng di GOR Undiksha, Singaraja, pada 8 September. Kejadiaan nahas itu menjadi evaluasi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bali agar tidak terulang kembali pada Porprov 2017 di Gianyar. ‘’Kami akan
@balipostcom (3,8rb Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Faksimile: 227418 memberlakukan kriteria atlet yang boleh ikut Porprov 2017. Atlet yang bertanding harus benar-benar siap dari segi kesehatan. Jangan sampai ada atlet yang tampak sehat dari luar ternyata sakit,’’ tegas Ketua Umum KONI Bali I Ketut Suwandi. Di luar korban jiwa, penggunaan atlet dari luar Bali alias bodong masih terjadi di Porprov XII. Yang paling menyita perhatian adalah atlet taekwondo Job Silver Gultom asal Jawa Barat yang direkrut pengurus Taekwondo Indonesia (TI) Kota Denpasar. Hal. 19 Kantongi KTA
BPM/nan
Maria Natalia Londa
BPM/ap
KAISAR - Begitu setianya warga Jepang dengan pemimpinnya. Tampak warga Jepang berteriak “banzai” untuk Kaisar Akihito yang melambaikan tangan ketika perayaan Tahun Baru di Istana Kekaisaran di Tokyo, Sabtu (2/1) kemarin.
Polri Buru Pelaku Bom Malam Tahun Baru
Bandung (Bali Post) Polri masih memburu pelaku peledakan bom di dekat rumah dinas Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, pada malam tahun baru lalu. Kepala Bidang Penerangan Umum Mabes Polri, Kombes Pol. Suharsono, meminta semua pihak tidak gegabah menyimpulkan siapa target dan pelaku peledakan bom yang disimpan di bawah mobil tim peliputan salah satu televisi nasional di Alun-alun Bandung, Jawa Barat.
Suharsono mengatakan, semua spekulasi terkait kelompok teroris seperti ISIS dan sasaran kelompok media memungkinkan. “Semua bisa saja, tapi jangan dulu disimpulkan. Beri waktu polisi bekerja sebelum disimpulkan,” kata Suharsono Sabtu (2/1) kemarin. Menurut dia, polisi serius ingin mengung-
kap motif dan siapa pelaku peledakan bom. Ini dibuktikan dengan melakukan oleh tempat kejadian perkara (TKP). “Kami sudah dua kali lakukan olah TKP. Tim Inafis di TKP menemukan boks aluminium, baut, kabel, baterai, paku berbagai ukuran, jelaga, dan residu, potasium, karbon,
serta sulfur. Mirip bahan pembuat petasan,” ungkap Suharsono. Selain itu, menurut Suharsono, saat ini, polisi telah memeriksa 17 saksi untuk mengungkap siapa pelaku peledakan bom Bandung. Hal. 19 Prihatin
Terminal Mengwi
Ogah Masuk, AKAP ’’Kencing’’ di Jalan
BANGLI - Terminal di Kota Bangli ditinggal sopir angkutan karena sepi. Mereka justru ngetem di luar terminal.
BPM/ina
Terminal Berubah Jadi Pasar
BPM/bud
SEIRING dengan semakin menurunnya pengguna kendaraan umum, keberadaan terminal juga semakin memprihatinkan. Bahkan, tidak sedikit keberadaan terminal yang beralih fungsi menjadi pasar. Hal tersebut dialami beberapa terminal di Denpasar dan sejumlah terminal di Bali. Di Denpasar, dari empat terminal penumpang dan satu terminal barang, kondisinya juga kembang kempis. Dua di antaranya bahkan sudah beralih fungsi menjadi pasar. Kepala Dinas Perhubungan Kota Denpasar, I Gede Astika, yang dihubungi Sabtu (2/1) kemarin, mengatakan, jumlah ter-
minal di Denpasar mencapai lima, termasuk terminal barang. Terminal penumpang terdapat di Ubung, Kereneng, Wangaya, Tegal. Satu terminal yakni di Jalan Gunung Agung telah berubah menjadi pasar. Demikian pula fungsi terminal Wangaya sudah menjadi pasar, namun statusnya masih terminal. S e m e n t a r a d i Te r m i n a l Kereneng, sebagian dipakai untuk pasar loak. Terminal yang tetap eksis terjadi di Ubung dan Tegal. Banyaknya terminal yang mati suri ini, kata Astika, karena sepinya pengguna angkutan umum. Kondisi ini tidak terlepas dari
SEPI - Terminal Karangasokong Subagan, tetap sepi.
Di Karangasem Mati, di Negara Jadi Pasar Malam
TERMINAL antarkota di Karangasem yakni Terminal Karangsokong, Subagan, Karangasem, sudah lama mati. Dari pantauan, penyebabnya selain karena kian sedikitnya angkutan umum, juga karena munculnya terminal bayangan. Angkutan umum yang kian sedikit itu kerap berpangkalan di dekat persimpangan, seperti di Jalan Untung Surapati utara Mapolsektif Karangasem untuk Jurusan Singaraja, atau di Jl. Ahmad Yani di Subagan untuk jurusan arah Denpasar. Hal. 19 Dana Pinjaman
banyaknya kepemilikan sepeda motor. ‘’Ini tidak terlepas dari banyaknya masyarakat yang beralih dengan angkutan pribadi, terutama sepeda motor,’’ kata Astika. Sementara itu, Terminal Ubung yang sebelumnya tipe A, kini statusnya turun menjadi tipe B, pascaperubahan status Terminal Ubung. Namun, terminal ini masih tetap bisa melayani angkutan kota antar-provinsi (AKAP). Artinya, bila ada penumpang yang ingin ke luar Bali menggunakan angkutan umum, masih tetap bisa dari Terminal Ubung. Hal. 19 Di Bangli
KONDISI pelayanan di Terminal Mengwi, Badung belum berfungsi dengan baik. Kendati ditetapkan sebagai terminal tipe A untuk memecah kemacetan di Kota Denpasar, justru masih banyak Angkutan Kota AntarProvinsi (AKAP) yang tidak mematuhi aturan. Mereka kerap menurunkan penumpang di jalanan alias ’’ kencing’’ di jalan dan Terminal Ubung. Hal tersebut diakui Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Badung, K. Ngurah Sukarma. Adanya dualism fungsi terminal yakni di Terminal Ubung dengan Mengwi, memberikan pelu-
ang bagi AKAP untuk berbuat curang. “Perilaku itu harus ditindak tegas, sehingga tidak merugikan angkutan umum yang beroperasi di Terminal Mengwi,” ungkapnya. Kondisi tersebut, kata dia, memerlukan tindakan tegas pemerintah. “Artinya sekarang ada dua kaki yang berpijak ada di Ubung, dan Mengwi. Kalau pemerintah tegas tidak akan ada masalah, tapi kalau masih seperti sekarang modelnya, AKAP masih diloloskan ke Ubung, menurunkan penumpang di jalan jelas akan mematikan kami,” keluhnya. Hal. 19 Perbaiki Pelayanan
MENGWI - Terminal Mengwi tak kunjung ramai.
BPM/dok
Nasib Angkot-Angdes
Di Denpasar, Gratis pun Minim Penumpang Antusiasme warga Kota Denpasar dan sejumlah kota di Bali untuk menggunakan kendaraan umum semakin memprihatinkan. Hal ini bisa dilihat dari kondisi angkutan perkotaan (angkot) yang ada di kota berwawasan budaya ini.
AKTIVITAS angkot beberapa terminal sepertinya sudah tidak berdenyut lagi. Ironisnya, jumlah pengguna kendaraan pribadi semakin meningkat. Kondisi ini bila tidak diantisipasi dengan cepat dan tepat, ancaman kemacetan di ruas-ruas jalan tidak akan terhindari. Bahkan, kebijakan Pemkot Denpasar meluncurkan armada pengumpan Trans-Sarbagita bagi masyarakat juga tidak mendapat respons yang positif. Padahal, angkot ini tidak berbayar alias gratis. Rendahnya kesadaran warga
untuk menggunakan angkutan umum akan berdampak pada ancaman kemacetan di kota berpenduduk 877.544 jiwa ini, akan semakin besar. Di sisi lain, angkot yang beroperasi di Denpasar sudah mati suri. Buktinya, dari 1.047 unit angkot yang ada, hanya sekitar 300 unit atau sekitar 30 persen yang masih beroperasi. Hal. 19 Sudah Tua GALIRAN - Suasana di Terminal Galiran, Klungkung sepi penumpang dan angkot.
BPM/dwa
DAERAH
2
Minggu Paing, 3 Januari 2016
Menurun, Minat Baca di Masyarakat Bangli (Bali Post) -
Kantor perpusatakaan, Arsip dan Dokumentasi (KPAD) Bangli tengah berupaya untuk terus menumbuhkan minat membaca masyarakat yang belakangan ini mulai menurun. Berbagai cara pun dilakukan, salah satunya dengan memberikan reward kepada yang paling banyak meringkas buku dalam setahun. “Kami memang kesulitan menumbuhkan minat baca buku masyarakat. Untuk merangsang, kami berikan reward pembaca terbanyak,” ujar Kepala KPAD Bangli Dewa Ayu Widiasih belum lama ini.
Putu Wilasa
BPM/dgk
Tingkatkan Musyawarah KEBERSAMAAN menjaga kerukunan dan soliditas bermasyarakat perlu ditingkatkan setiap individu di Buleleng, dalam menekan masuknya radikalisme. Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Buleleng, Bali, Putu Wilasa, mengatakan, pentingnya diadakan musyawarah sebagai jalan terbaik menuntaskan suatu permasalahan, khususnya menyangkut kehidupan antarberagama. “Kalau ada gesekan kecil tertentu, itu biasa dan penyelesaiannya yang lebih penting. Besar kecilnya masalah, tentu bisa dimusyawarahkan bersama para tokoh masyarakat atau tokoh agama,” ujar Wilasa Sabtu (2/1) kemarin. Berbagai elemen masyarakat, aparat kepolisian, TNI, dan Pemkab Buleleng, dapat saling bekerja sama. Semuanya saling berkomunikasi dalam kehidupan bermasyarakat. “Kalau koordinasi selalu kami lakukan, karena menyangkut keamanan dan kebersamaan berkehidupan di masyarakat,” ucapnya. Sebagai daerah berada di paling utara Bali, Kabupaten Buleleng dikenal sejak lama lewat kerukunan dan keragaman kalangan masyarakatnya. Mereka hidup berdampingan dan saling mengasihi tanpa memandang perbedaan satu sama lain. “Paham apa pun yang berbau radikal memang susah masuk ke Buleleng, tetapi apa pun namanya proteksi perlu dilakukan sehingga kerukunan itu tetap terjaga,” kata dia. Ditambahkan Wilasa, ia tetap waspada lewat berbagai jenis paham menyangkut radikalisme, seperti Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Berbagai kalangan lintas agama tentu ikut menyoroti hal tersebut, dan bersama-sama meningkatkan mawas diri. “Koordinasi tetap dilakukan terkait pengawasan di intern umat masing-masing karena pada intinya kami di FKUB terdiri dari berbagai tokoh lintas agama,” demikian Wilasa. (dgk)
Bocah Empat Tahun Terkena Petasan
Denpasar (Bali Post) Kadek Opa (4) kelopak mata kanannya mengalami luka bakar dan bengkak. Ia terkena cipratan petasan. Ibunya menuturkan, Opa sedang melihat teman-temannya bermain petasan. Namun ironis, malah dirinya yang terkena cipratan petasan tersebut. “Temannya main, anak saya cuma ngeliatin, tapi kena,” tuturnya sedih Sabtu (2/1) kemarin saat ditemui di IGD RS Sanglah. Keluarga asal Karangasem tersebut, kemarin, sedang menunggu kedatangan dokter spesialis mata untuk memastikan kondisi bola mata anaknya. “Semoga saja tidak apaapa,” harapnya. Bocah malang tersebut meronta ketika tim medis memberikan penanganan padanya bahkan ia tidak mau dibaringkan di valbed. Ia merasa lebih nyaman berada di pelukan ibunya. “Tadi sempat diperiksa sama dokternya tapi dia (korban-red) berontak,” imbuh kerabat korban. (kmb42)
Perpustakaan Daerah tak lagi sepenuhnya menjadi andalan kaum pelajar untuk mencari pengetahuan. Perkembangan teknologi yang semakin pesat menyebabkan pencarian informasi dapat dilakukan lebih praktis. Akan tetapi, informasi yang didapatkan itu dinilai lebih terbatas. “Kalau buku isinya lebih lengkap. Baca kapan saja bisa, lebih hemat biaya,” ungkapnya. Selain pemberian reward, upaya menumbuhkan minat baca juga dilakukan dengan menggenjot fungsi dua mobil perpustakaan keliling. Perpustakaan ini merupakan media untuk melayani masyarakat yang tidak terjangkau oleh pelayanan perpustakaan umum. Terkait dengan lokasi yang disasar perpustakaan keliling ini, disebutkan lebih banyak menyasar sekolah dan tempat-tempat yang biasanya dipadati warga. Selain itu, kegiatan lomba membaca dan pembinaan perpustakaan sekolah juga terus digalakkan. “Perpustakaan keliling ini sebagai salah
satu upaya untuk meningkatkan minat baca. Meskipun di kantor sedikit pengunjung, namun kegiatan membaca tetap bisa berjalan,” imbuhnya. Sebelumya, Kepala Perpustakaan Republik Indonesia (Pusnas RI), Dra. Hj. Sri Sularsih, M.Si., menjelaskan merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2012, menyebutkan 91,68 % penduduk Indonesia yang berusia 10 tahun ke atas, hanya 17,66 persen yang menyukai kegiatan membaca dan sisanya lebih suka menonton televisi. Disebutkan dia juga, menurut salah satu hasil survei, masyarakat Indonesia hanya membaca 0,01 sampai 1 judul buku per tahun. Tentunya ini masih kalah jauh dengan negara maju, seperti Jepang yang mencapai 15 sampai 20 judul buku dalam setahunnya. Demikian juga Amerika yang per tahunnya membaca 25 sampai 30 judul buku. “Dengan melihat data ini, tentunya Indonesia masih kalah jauh dari negara lain. Ini perlu menjadi perhatian serius,”
ungkapnya. Menyikapi fenomena ini, dijelaskan masyarakat, orang tua dan juga lembaga pendidikan harus mampu menjadikan membaca ini sebagai budaya. Dalam pembelajaran pun, perlu kembali mengadopsi kebiasaan orang tua yang mengajar anak melalui media dongeng. Sementara itu, untuk pemerintah ke depannya perlu mendekatkan perpustakaan itu ke masyarakat. “Lembaga pendidikan, masyarakat, dan lingkungan harus punya kewajiban dalam menciptakan budaya membaca ini,” tegas Sularsih. (sos)
BPM/sos
Revolusi Mental Mulai Digelorakan di Bali
BPM/
SESUHUNAN - Semua sesuhunan di Pura Campuhan Windhu Segara akan napak caru saat pentas.
Calonarang di Pura Campuhan Windhu Segara
Tiga Rangda akan Diperankan oleh Wanita BERTEPATAN dengan hari suci Siwaratri, Jumat (8/1) nanti, merupakan puncak piodalan di Pura Campuhan Windhu Segara Padanggalak, Kesiman. Eed piodalan diawali dengan ngiasin dilanjutkan dengan melasti Kamis (7/1) dan puncak piodalan sekitar pukul 10.00 wita, Jumat (8/1) dan nyejer hingga 10 Januari. Sementara Jumat malam dipentaskan dramatari calonarang. Klian Prajuru Pura Campuhan, I Wayan Mudhita didampingi Penyarikan I Made Sueca menjelaskan pura yang menjadi campuhan terbesar di Bali ini setiap hari dipadati umat. Menjelang piodalan sejumlah krama sukarelawan ngayah mempersiapkan upakara piodalan. Bahkan sejumlah umat banyak maturan untuk keperluan upacara. Saat ini, pura yang dikenal
untuk palukatan sudamala tersebut dilengkapi dengan pura beji, palinggih Dewa Baruna, gedong Siwa-Buddha, Pusering Jagat, Hyang Brahma, Kanjeng Ratu, dua tajuk, palinggih Ratu Gede Mas Mecaling, padmasana dan pura prajapati. Kini tuntas dibangun tiga bale pawedan dan bale gong. Juga tersedia bale Saraswati untuk pendidikan agama, pasraman bagi umat dari luar Denpasar. Yang menarik, kata Wayan Mudhita, semua palinggih tersebut merupakan punia dari berbagai umat di Bali dan luar Bali. Dramatari calonarang akan mengambil judul ’’Sumambang’’. Dramatari ini didukung para pengayah dan Sanggar Tri Pusaka Sakti, Batuan, Sukawati, Gianyar. Yang menarik saat itu semua sesuhunan di Pura berupa dua rangda (ratu ayu), barong bangkal, barong
macan tedun dan masolah. Ida Ratu Ayu Manik Segara, Ratu Ayu Linggsir, Ratu Ayu Durga, Barong Macan dan Barong Bangkal yang di-sungsung di Pura Campuhan pada akhir cerita ikut napak caru. Untuk tiga ratu ayu (rangda) semuanya diperankan oleh seniman wanita yakni Jero Alit, Jero Widya dan Luh Putu Campuhan. ‘’Inilah yang lain dari calonarang lainnya, kami libatkan wanita karena Watunateng Dirah adalah peran wanita,’’ jelas Mahaguru Aiteri Naranaya dan Mangku Istri, Shri Saci Sanjiwani. Jero Mangku Campuhan inilah yang memiliki ide judul dan peran di dramatari calonarang ini. Dijelaskan calonarang nanti melibatkan 100 seniman. Juga disiapkan watangan matah serta diiringi Sekeha Gong Tri Pusaka Sakti. (sue)
Denpasar (Bali Post) Kecelakaan yang terjadi di Jalan By-pass Ngurah Rai, Sanur, Sabtu (2/1) kemarin, mengakibatkan dua orang wanita mengalami luka parah. Kecelakaan yang terjadi pukul 06.30 tersebut juga membuat mobil CRV DK 416 KC yang ditumpangi korban hangus terbakar. Juli, adik korban, yang mengalami luka ringan menjelaskan, ada 4 orang di dalam mobil tersebut, 2 perempuan dan 2 laki-laki. Sebelum terbakar, mobil sempat menabrak bak sampah. Entah apa yang terjadi, mobil mengeluarkan api dan terbakar. “Gak tahu pasti,
mungkin konslet,” ujarnya ketika ditemui di IGD RSUP Sanglah. Saat mobil terbakar, pengendara dan penumpang laki-laki dapat keluar dari mobil dan segera menolong penumpang perempuan. “Tidak ada yang mengalami luka bakar,” imbuhnya. Pengendara mobil atas nama Ngakan Kompiyang Darmawan (20) hanya mengalami luka bengkak di tangan kanan. Korban lainnya, Kevin (22) mengalami luka ringan yaitu luka lecet pada tangan kiri. “Kalau dua orang cowok, lukanya sedikit,” imbuhnya. Sementara itu, dua korban wanita mengalami luka parah
atas nama, Sunarni Ekaputri (22) mengalami luka terbuka pada kepala dan patah tulang paha kanan, dan Jesika (22) mengalami patah pada tangan kiri serta wajah lecet. Rencananya, kedua korban akan dioperasi, namun satu korban telah dipindahkan ke Rumah Sakit Bali Med. Semua kartu identitas korban hangus terbakar bersama mobil. Darmawan dan Sunarni berasal dari Denpasar sedangkan Kevin dan Jesika berasal dari Semarang. Kata Juli, Kedua korban asal Semarang menghabiskan liburan di Bali dan hendak kembali ke Semarang. (kmb42)
Denpasar (Bali Post) Bali menjadi provinsi pertama yang secara resmi mendeklarasikan Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) di Wiswa Sabha, Kantor Gubernur, Sabtu (2/1) kemarin. Deklarasi juga disertai penghancuran dan pembakaran papan yang bertuliskan sejumlah karakter yang menjadi penghambat gerakan revolusi mental. Sedikitnya ada 18 karakter yang harus dilawan dan dihancurkan dalam mendukung gerakan revolusi mental. Karakter tersebut antara lain selalu berpikir negatif, suka menunda pekerjaan, tidak fokus, kurang percaya diri, selalu pesimis, malas, masa bodoh, mudah menyerah, serakah, egois/mementingkan diri sendiri, boros, tidak jujur, antiperubahan, menghindari tanggung jawab, tak memiliki komitmen, meremehkan mutu, feudal, dan munafik. Gubernur Bali, Made Mangku Pastika, mengatakan, karakter itulah yang sekarang ini mendominasi kehidupan sebagian besar masyarakat. Akibatnya, perkembangan bangsa menjadi sangat lambat dan jauh ketinggalan dibandingkan bangsa lainnya. Sebagai contoh Singapura. Padahal negara itu luasnya jauh lebih kecil dari Pulau Bali namun mengalami kemajuan yang sangat pesat. “Kita punya luas wilayah tujuh kali lipat dari negara tersebut dan punya potensi alam yang jauh lebih besar. Tapi kenapa negara itu bisa jauh lebih maju? Kemajuan Singapura antara lain dipengaruhi oleh kualitas sumber daya manusianya dalam mengelola potensi yang ada. Sementara kita yang kaya akan potensi, malah jadi manja dan lembek,” ujarnya. Pastika meminta, deklarasi GNRM dimaknai dengan sungguhsungguh serta tak terhenti pada kegiatan seremonial. Deklarasi ini, kata dia, bukan untuk gagah-gagahan namun dapat memberi vibrasi positif ke seluruh penjuru tanah air. Tiap individu bisa memulainya dari hal-hal kecil seperti tidak membuang sampah sembarangan, tepat waktu, dan berlomba-lomba untuk berbuat baik. Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI yang diwakili Deputi Bidang Kebudayaan Dr. Haswan Yunaz mengapresiasi langkah Bali yang menjadi pelopor dalam deklarasi GNRM. Menurutnya, GNRM bukanlah program instan yang dapat diwujudkan dalam hitungan hari. (kmb32)
Mobil Terbakar, Dua Wanita Luka Parah
BPM/may
DIGENDONG - Kadek Opa digendong ibunya ketika ditangani di IGD RSUP Sanglah.
BPM/kmb
REVOLUSI - Penghancuran dan pembakaran papan yang bertuliskan sejumlah karakter yang menjadi penghambat gerakan revolusi mental menandai deklarasi Gerakan Nasional Revolusi Mental di Bali.
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaksi: Daniel Fajry,Dira Arsana,Mawa, Sueca, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra Anggota Redaksi Denpasar: Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Sumatika, Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Parwata, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada. Bangli: IA Swasrina, Sosiawan, Buleleng: Dewa Kusuma, Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya, . Karangasem: Budana, Bagiarta, Klungkung: Dewa Dedy Farendra, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/ Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Iklan: Suryanta, Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Mahadita, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Sumbangan untuk orang sakit Rek. BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00016-8 A/n Simpati Anda,BCA Cabang Denpasar No.040.3555000 A/n Simpati Anda, Dana Punia Pura Rek.BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00017-1 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3966000 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3277000 A/n Dompet Beasiswa, BCA Cabang Denpasar No. 040.3688000 A/n Dompet Lingkungan. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
daerah
Minggu Paing, 3 Januari 2016
3
BPM/mud
Ratusan Pedagang Segera Direlokasi ke Pasar Rakyat pasar rakyat - Suasana di Pasar Rakyat Banjar, Desa Banjar, Buleleng.
Singaraja (Bali Post) – Ratusan pedagang di Pasar Desa Banjar, Kecamatan Banjar, dipastikan akan segera direlokasi ke Pasar Rakyat. Menyusul gedung Pasar Rakyat di desa setempat telah rampung dibangun. Pasar Rakyat ini sebagai pengganti dari pasar tradisional yang keberadaanya tidak representatif. Pasar ini mulai dibangun Oktober 2015 lalu, dan menelan anggaran hingga Rp 5,9 miliar. Dana pembangunan ini bersumber dari APBN melalui dana Tugas pembantuan (TP). Berdasarkan kontrak pembangunan, pasar itu sudah rampung pada 14 Desember 2015. Kepala Dinas Koperasi, Perdagangan dan Perindustrian (Diskopdagprin) Buleleng Ni Made Arnika, Sabtu (2/1) kemarin, mengatakan Pasar Rakyat ini mampu menampung seluruh pedagang yang sebelumnya berjualan di pasar yang lama. Bahkan dari jumlah los yang dibangun, masih
ada sisa untuk memberikan warga lain yang tertarik menggeluti usaha dagang. Selain terdapat 200 unit los, Pasar Rakyat yang baru itu juga dilengkapi kantor pengelola pasar, ruang serba guna, toilet, dan areal parkir. Sirkulasi di dalam pasar juga dibuat khusus, sehingga
lingkungan pasar menjadi cukup sehat. “Karena los yang kita buat melebihi, jadi kami menjamin semua pedagang di pasar lama itu akan tertampung di pasar yang baru,” katanya. Terkait pengelolaan aset Pasar Rakyat di Desa Banjar, Arnika mengaku sudah berkoordinasi dengan direksi Perusahaan Daerah (PD) Pasar Buleleng. Hal ini dilakukan, untuk membicarakan terkait serah terima aset Pasar Rakyat kepada PD Pasar. Sebelum serah terima, pihaknya akan mengadakan pembahasan dengan PD Pasar, termasuk pihak Desa Pakraman Banjar. “Target bulan ini sudah beroperasi. Kita akan bahas dulu serah terima aset bersama PD
Pasar dan desa pekaraman,” imbuh Arnika. Sementara Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, yang sempat mengunjungi Pasar Rakyat tersebut meminta agar lahan bekas pasar sebelumnya dimaksimalkan dengan baik. Bupati Suradnyana meminta lahan itu bisa dimanfaatkan untuk taman, supaya memperindah tata ruang dan wajah pusat Desa Banjar. Sebelumnya ada keinginan bekas lahan pasar dijadikan gedung kantor desa yang baru. Atas usul ini Bupati masih melihat seperti apa desainnya. “Saya berharap lahan itu dimaksimalkan, sehingga bisa memberikan manfaat untuk masyarakat secara umum,” katanya. (kmb38)
mengatakan, untuk beberapa baliho ormas di beberapa jalan utama dan protokol di Gianyar nyaris semuanya sudah diturunkan pemiliknya. Seperti yang ada di daerah Wanayu, Bedulu, termasuk juga yang di Blahbatuh. “Di beberapa lokasi sebenarnya saya lihat sendiri sudah ada yang diturunkan langsung oleh pemiliknya,” ucapnya. Disinggung mengenai atribut ormas yang masih terpasang, khususnya di pedesaan Kriya mengakui, bahwa jajaranya belum sampai melakukan penurunan paksa. Sebab, terkait penertiban atribut ormas sep-
erti surat Bupati Gianyar komandonya ada di bagian Kesbangpolinmas. Ditegaskan, pihaknya bersama TNI/ Polri sangat siap melakukan penertiban. Namun, sesuai hasil pertemuan beberapa hari lalu, tongkat kendali ada di Kesbangpolinmas. “Kan sesuai pertemuan beberapa waktu lalu, bahwa tongkat komando ada di Kesbangpolinmas. Kami bersama polisi dan TNI sangat siap jika sudah diperintahkan,” terangnya. Sementara Kepala Kesbangpolinmas Gianyar Ketut Artawa yang diihubungi via telepon, belum ada jawaban. (kmb35)
Kadek Ari Digigit Pitbull Miliknya
Atribut Ormas Masih Banyak Terpasang di Pedesaan Gianyar (Bali Post) Surat Edaran (SE) Gubernur terkait penurunan atribut ormas, rupanya belum sepenuhnya digubris. Seperti di Kabupaten Gianyar misalnya. Masih banyak atribut ormas masih berdiri dan terpasang di beberapa titik. Bahkan atribut ormas yang masih berdiri dan terlihat, kebanyakan berada di daerah pedesaan. Padahal Pemkab Gianyar sudah mengimbau supaya penurunan atribut itu dilakukan sebelum pergantian tahun. Berdasarkan pantauan Bali Post, Sabtu (2/1) kemarin, di beberapa lokasi
masih terlihat berbagai jenis atribut ormas, seperti baliho yang berbau ucapan Selamat Tahun Baru 2016. Sebagian lainnya ada yang berupa spanduk yang dipasang membentang di pinggir jalan. Selain baliho dan spanduk, beberapa bendera Ormas yang sesuai kesepakatan beberapa waktu lalu harus diturunkan juga masih banyak ditemui. Namun untuk ruas jalan utama di Gianyar, baliho berukuran besar yang sebelumnya masih terpasang kini sudah tidak terlihat. Kepala Satpol PP Pemkab Gianyar Made Kriya Gunanta yang dikonfirmasi
BPM/may
IGD - Kadek Ari usai mendapat perawatan di IGD RSUP Sanglah.
ANTRE - Antrean terjadi di Gilimanuk pasca Natal dan Tahun Baru.
BPM/kmb
Padat, Arus Penyeberangan di Selat Bali Negara (Bali Post) Pascalibur panjang dan Tahun Baru, arus penyeberangan di Selat Bali cukup padat. Penguna jasa penyeberangan, terutama mobil pribadi, bus dan travel, membludak. Kondisi tersebut menyebabkan terjadinya penumpukan di parkir pelabuhan dan di terminal manuver. Karena antrean yang panjang, bus dan kendaraan barang akhirnya dialihkan ke parkir dermaga Landing Craft Macine (LCM) melalui pos KTP. Sementara
untuk arus kendaraan pribadi dialihkan ke jalan-jalan kampung ,langsung masuk ke terminal manuver. Berdasarkan pantauan, Sabtu (2/1) kemarin, kapal bongkar muatan di pelabuhan Gilimanuk dipenuhi mobil pribadi dan sepeda motor. Mereka merupakan warga pendatang yang kembali untuk bekerja ke wilayah masing-masing. Pada Sabtu siang, arus kendaraan yang akan menyeberang ke Jawa juga membludak. Kendaraan
semakin banyak, sehingga terjadi penumpukan di pelabuhan. Manajer Usaha PT Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry, Unit Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk Sugeng Purwono, mengatakan sudah menjadi kebiasaan terjadi antrean, apalagi saat musim liburan. Menurut Purwono, untuk mempercepat penyeberangan semua loket di pintu masuk pelabuhan digunakan untuk kendaraan
pribadi. Sedangkan untuk bus dan kendaraan barang dialihkan ke parkir LCM, dan di sana sudah ada loket yang dibuka. Kapal yang dioprasikan sebanyak 23 KMP dan 5 LCT. Pihaknya sudah berusaha mengatur dengan maksimal, termasuk mempercepat bongkar muat kapal, agar atrean tidak panjang dan lama. Pihaknya memprediksi kepadatan arus masih akan berlangsung sampai, Minggu (3/1) hari ini. (kmb)
Denpasar (Bali Post) Kadek Ari Juliani segera dilarikan ke IGD RSUP Sanglah, Sabtu (2/1) kemarin, lantaran digigit anjing Pitbull miliknya di rumahnya, Pesanggaran. Ia berteriak histeris saat ditangani tim medis IGD RSUP Sanglah. Ayah korban, Nyoman, mengatakan, Kadek diterkam dari belakang saat hendak sembahyang. “Kakinya digigit, ada robek di betis dan kaki,” ujarnya sambil menunjukkan luka anaknya. Dikatakan, anjing tersebut tiba-tiba menerkam Kadek dari belakang hingga ia terjatuh. Beruntung saudaranya segera memisahkan Kadek dari anjing tersebut. Anjing tersebut berbalik mengejar saudaranya itu, namun tidak sampai digigit. “Mungkin anjingnya lapar, dari semalam tidak dikasih makan,” ujarnya. Lanjutnya, anjing tersebut memang miliknya dan telah divaksin. “Saya pelihara anjing itu dari kecil sampai sekarang usianya 5 bulan. Kalau anjing Pitbull kan bodinya memang besar,” tuturnya. Kadek pun telah mendapatkan penanganan pembersihan luka, penjahitan, dan pemberian vaksin di IGD RSUP Sanglah. “Nanti ke sini kontrol-kontrol saja,” imbuhnya. (kmb42)
PERNIK
4
Minggu Paing, 3 Januari 2016
BPM/ist
SEKOLAH - Memang harus diakui menumbuhkan spiritual dalam masa sekarang khususnya dalam dunia pendidikan amat banyak tantangannya. Dunia globalisasi membawa dampak yang tidak sedikit terhadap perubahan pola pikir, pola sikap, dan pola keyakinannya terhadap kebesaran Tuhan. Akan tetapi, sekolah tentu tidak akan berhenti mengupayakan agar anak didiknya selalu berjalan dalam koridor kebenaran yang bermoral sehingga anak-anak tercinta bisa menjadi lebih baik dari sebelumnya.
Penjabaran Siwaratri dalam Pendidikan Siwaratri (malam Siwa) sebagai salah satu hari raya agama Hindu. Siwaratri jatuh pada panglong ping 14 sasih kapitu (hari keempat belas menuju bulan mati pada bulan ketujuh, perhitungan bulan Bali). Untuk tahun ini, jatuh pada Jumat, 8 Januari 2016. Umat Hindu biasanya merayakannya dengan melakukan sambang semadi (perenungan) memuja kebesaran Tuhan dalam manifestasinya sebagai Siwa. Diharapkan umat Hindu bisa merayakannya dengan memuja kebesaran Dewa Siwa pada saat Siwaratri. Kisah Siwaratri dilatarbelakangi dengan kisah Lubdaka yang bersyukur mendapatkan karunia Siwa pada saat Dewa Siwa melakukan Yoga Semadi. Lubdaka dikisahkan ikut serta dalam Malam Siwa. Secara tersirat berarti Lubdaka saat itu juga memuja Siwa. Beberapa tetua mengatakan bahwa Lubdaka adalah kita. Manusia yang selalu mencari hakikat Sang Diri. Sang diri dalam hal ini adalah kesejatian atma yang murni. Atma yang bisa bertemu dengan paramatma dalam wujud Dewa Siwa. Pertemuan atau penunggalan dengan Dewa Siwa diwujudkan dalam bentuk Malam
Siwa (Siwaratri). Patutlah bersyukur karena Hindu memiliki hari yang khusus untuk memuja Dewa Siwa. Pelaksnaan Siwaratri perlu dijabarkan terus karena di dalamnya memuat nilai-nilai spiritual yang amat tinggi. Lembaga pendidikan sebagai salah satu tempat penjabaran nilai-nilai spiritual
sudah sepantasnya menjalankannya sehingga peserta didik bisa merasakan bahwa nilai-nilai kesucian itu terpancar dari Malam Siwa. Sekolah bisa melaksanakan Malam Siwa secara terprogram lebih-lebih sekolah yang mampu menghadirkan padharmawacana yang mampu memberikan pencerahan rohani kepada peserta didik. Peserta didik pada masa sekarang amat memerlukan sentuhan nilainilai spiritual sehingga bisa menjalani kehidupan yang bermoral sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku di masyarakat. Sekolah yang bisa seperti ini niscaya akan melahirkan anak-anak bangsa tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan juga mengimplementasikan ilmu pengetahuan itu berdasarkan nilai-nilai humanis spiritual. Kegiatan Siwaratri dalam dunia pendidikan bisa diwujudkan dengan be-
ragam kegiatan. Selain kegiatan di atas, kegiatan itu misalnya melakukan persembahyangan pada purapura yang dekat dengan sekolah. Hal ini akan mendekatkan peserta didik dengan masyarakat sekitarnya. Peserta didik merasa memiliki tempat suci dan ikut bertanggung jawab terhadap keberadaannya. Syukur-syukur jika pada saat melakukan persembahyangan Jro Mangku yang mengantarkan pemujaan bisa memberikan sekadar pencerahan. Kedekatan peserta didik dengan lingkungan lebih-lebih dengan lingkungan spiritual paling tidak bisa mengurangi hal-hal kurang konstruktif dalam dirinya. Pengenalan spiritual dengan terjun langsung akan lebih dirasakan oleh peserta didik jika dibandingkan dengan berteori tentang spiritual. Ibaratnya belajar berenang, peserta didik langsung berenang dalam kolam renang berair spiritual. Memang harus diakui menum-
buhkan spiritual dalam masa sekarang khsusnya dalam dunia pendidikan amat banyak tantangannya. Dunia globalisasi membawa dampak yang tidak sedikit terhadap perubahan pola pikir, pola sikap, dan pola keyakinannya terhadap kebesaran Tuhan. Akan tetapi, sekolah tentu tidak akan berhenti mengupayakan agar anak didiknya selalu berjalan dalam koridor kebenaran yang bermoral sehingga anak-anak tercinta bisa menjadi lebih baik dari sebelumnya. Sekolah yang mencanangkan program Siwaratri patut bersyukur karena bisa jadi peserta didik akan memiliki ide, gagasan untuk menyempurnakan program Siwaratri selanjutnya. Jika ini terwujud, berarti program sekolah dengan peserta didik ada kesesuaian dan ditekankan bahwa peserta didik tetap menjaga nilai-nilai kesucian dari Siwaratri.
Pemujaan Pemujaan terhadap Tuhan yang diimplementasikan akan dirasakan lebih lama oleh peserta didik. Siwaratri sebagai salah satu wujud memuja kebesaran Tuhan. Pelaksanakan Siwaratri perlu menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Perayaan yang bernuansa pendidikan menjadikan hati nurani peserta didik akan tersentuh. Kegiatan Siwaratri di sekolah-sekolah bisa meningkakan nilai-nilai spiritual dalam diri peserta didik. Sembahyang di Pura-pura dekat sekolah secara tidak langsung mendekatkan diri dengan Tuhan dan mendekatkan diri dengan masyarakat sekitarnya. Siwaratri sebagai wahana mendekat diri dengan sesama, dengan alam, dan dengan Tuhan. lIBW Widiasa Keniten
Perayaan Tahun Baru
Hegemoni Pemuasan ”Kama” atau Introspeksi ”Karma” Bila manusia masih terikat dengan pemuasan nafsu dan segala kenikmatan duniawi, maka memunculkan ketakutan-ketakutan yang melahirkan penderitaan. Dalam kehidupan manusia selalu terjadi pergulatan yang luar biasa antara pemenuhan keinginan (kama) ataupun pengendalian dari keinginan (kama) itu sendiri. Pergulatan ini sebagai bentuk penyadaran dan pemurnian roh/jiwa menuju kesempurnaan. Pergulatan ini membentuk keseimbangan yang harmonis bila terjadi kesadaran untuk mampu mengendalikannya. Masyarakat Bali memiliki konsep rwa bhineda sebagai bentuk keseimbangan dalam hidup untuk
Seorang filosofi Hindu yaitu Swami Vivekananda menyatakan bahwa suatu roh yang sudah terpengaruh oleh sifat keduniawian, maka mereka terikat oleh urusan-urusan keduniawian, karena itu mereka takut menghadapi ajal. Inilah pandangan tentang hakikat hidup manusia yang semestinya mampu melepaskan roh/jiwa dari pengaruh duniawi. mewujudkan harmonisasi. Konsep ini terus berkembang dalam setiap sendi-sendi kehidupan masyarakatnya. Dalam momen perayaan tahun baru pergulatan konsep ini dapat terlihat dari bagaimana cara masyarakat Bali dalam merayakan pergantian tahun. Apakah dalam perayaan tahun baru masyarakat Bali hanya mengedepankan hegemoni pemuasan kama (keinginan), ataukah menjadikan momen perayaan tahun baru sebagai hegemoni intropeksi karma (perbuatan). Disinilah terlihat bagaimana
BPM/ist
KEHIDUPAN - Momen tahun baru yang dilakukan dengan hegemoni introspeksi karma akan semakin menyadarkan kita tentang hakikat kehidupan dan selalu belajar untuk bersyukur dan berserah dengan penuh sradha dan bhakti. Introspeksi karma dalam perayaan tahun baru semakin mendekatkan diri kita dengan Tuhan dan mampu meningkatkan kualitas hidup dalam setiap pergantian tahun menjadi semakin lebih baik.
bentuk kesadaran dan harapan yang ingin dicapai dalam setiap pergantian tahun. Masyarakat Hindu di Bali mengalami dua momen perayaan pergantian tahun, yaitu tahun baru secara masehi dan tahun baru Çaka (nyepi). Kedua perayaan tahun baru tersebut memiliki makna yang penting dalam kehidupan masyarakat Hindu di Bali. Disatu sisi masyarakat Hindu Bali juga mulai terbiasa melaksanakan kedua pergantian tahun baru tersebut secara meriah. Disisi lain banyak aktifitas/kegiatan dan perayaan yang dilakukan dalam bentuk eforia dan pesta yang meriah. Tahun Baru Di Bali begitu menjelang perayaan tahun baru sudah dihiasi dengan suara ledakan kembang api dari setiap sudut tempat saling bersahutan silih berganti. Penjualan kembang api mulai merasuk dan merambah ekonomi masyarakat. Dari penjualan kembang api dipinggir jalan ala kaki lima, hingga penjualannya masuk supermarket bintang lima. Dulu aktifitas atau kegiatan seperti ini masih jarang dilakukan, anak-anak Bali baik itu muda-mudinya biasanya dalam perayaan tahun baru Çaka (Nyepi) membuat lom-loman atau alat yang mampu mengeluarkan ledakan secara tradisional yang terbuat dari batang bambu yang dilobangi. Tetapi sekarang aktivitas tersebut mulai ditinggalkan semenjak beredar secara leluasa penjualan kembang api dengan daya ledak yang mampu membuat jantung berdetak kencang dan memekakkan telinga. Dari pelosok desa
hingga daerah perkotaan kembang api sudah gampang dijumpai. Inilah fenomena yang sekarang sering ditemukan dalam setiap momen perayaan tahun baru, baik itu perayaan tahun baru masehi maupun perayaan tahun baru Çaka (Nyepi). Bila dicermati kembali berapa uang yang habis terbakar dan meledak untuk setiap batang kembang api yang diledakkan. Ataukah uang tersebut tidak bisa didermakan atau ditabung untuk kebutuhan di tahun yang akan datang. Pemuasan Kama Bagi masyarakat yang terbiasa dengan gaya hidup untuk menikmati kepuasan duniawi, maka momen tahun baru dijadikan sebagai momen pemuasan kama. Perayaan tahun baru dijadikan sebagai ajang hura-hura dan pesta sebagai bentuk suka cita untuk menyongsong pergantian tahun. Kegiatan yang dilakukan pastinya mengedepankan pemuasan kama dengan pesta yang meriah ditambah pesta miras, narkoba bahkan pesta seks yang mampu memberikan kepuasan nafsu duniawi. Dampak yang bisa ditimbulkan bila sudah tidak terkontrol adalah kehancuran dan penderitaan. Bila hegemoni pemuasan kama yang selalu dikedepankan dalam perayaan tahun baru, maka manusia hanya mengisi kenikmatan duniawi yang bersifat sementara. Belum lagi dampak negatif yang ditimbulkan bila pemuasan kama telah diambang batas, maka dapat menimbulkan perilaku-perilaku negatif dalam bentuk kekerasan. Sering dijumpai beberapa kasus
yang terjadi di malam pergantian tahun baru yang diisi dengan hegemoni pemuasaan kama menimbulkan konflik dan permasalahan. Sebagai contoh dilakukannya pesta minuman keras oleh sekelompok pemuda di pinggir jalan dan membunyikan musik dengan kerasnya, maka masyarakat yang ada di sekitarnya merasa tidak nyaman dan bisa menimbulkan konflik horizontal. Belum lagi pengaruh minuman keras atau narkoba dari pesta yang dilakukan sehingga menyebabkan pikiran manusia tidak terkontrol, dan menimbulkan permasalahan. Inilah sesungguhnya dampak yang ditimbulkan bila masyarakat hanya mengedepankan pemuasan kama. Disamping itu kenikmatan duniawi telah menggelapkan pikiran, sehingga kesadaran yang ingin dicari semakin jauh. Manusia yang larut dalam hegemoni pemuasan kama akan mabuk dalam kesenangan semu dan muncul ketakutan untuk kehilangannya serta ingin selalu menikmati keduniawian yang menuntun pada penderitaan. Intropeksi Karma Bagi masyarakat yang menyadari hakikat tentang tujuannya hidup ke dunia, akan selalu menjadikan momen-momen penting sebagai wahana untuk mengevaluasi dan menyusun strategi baru dalam menyongsong pergantian waktu. Bahkan banyak dari mereka melaksanakan perenungan dalam bentuk introspeksi untuk menyadarkan kembali hakikat jiwa/roh dalam diri. Intropeksi tersebut sebagai evaluasi diri dari segala keterbatasan, kekurangan dan kekeliruan yang telah dilaku-
kan, sehingga ke depan semua itu tidak terulangi lagi. Begitu juga dilakukan ungkapan syukur kepada Tuhan atas segala berkah dan anugrah-Nya di tahun yang lalu dan di tahun yang baru ini diharapkan Beliau selalu menebarkan kasih sayang-Nya. Di samping itu keberserahan atas segala karma (perbuatan) yang telah dilakukan di tahun lalu semoga mendapatkan phala yang baik. Dengan harapan bahwa di tahun yang baru ini Beliau menuntun kita dalam berpikir, berkata dan berbuat sesuai dengan kebenaran. Momen tahun baru yang dilakukan dengan hegemoni introspeksi karma akan semakin menyadarkan kita tentang hakikat kehidupan dan selalu belajar untuk bersyukur dan berserah dengan penuh sradha dan bhakti. Introspeksi karma dalam perayaan tahun baru semakin mendekatkan diri kita dengan Tuhan dan mampu meningkatkan kualitas hidup dalam setiap pergantian tahun menjadi semakin lebih baik. Bila masyarakat mampu menyadari dan memaknai momen perayaan tahun baru dengan aktivitas dan perbuatan (karma) yang baik pastinya mampu mengantar manusia semakin tahun semakin baik dan berkualitas. Inilah sesungguhnya yang perlu dilakukan dalam perayaan tahun baru, bukan semata-mata melalui hegemoni pemuasan kama yang sesungguhnya menghadirkan penderitaan dan kesengsaraan. Semoga dalam pergantian tahun baru ini menjadikan kehidupan manusia semakin lebih baik dan terwujudnya harmonisasi kehidupan yang aman, damai dan sejahtera. Selamat tahun baru 2016 semoga semua harapan dan do’a terkabulkan. l
I Nyoman Agus Sudipta
Hati-hati Infeksi Tenggorokan
Bisa Sebabkan Penyakit Jantung Infeksi tenggorokan sering disepelekan oleh masyarakat, seringkali masyarakat tidak mengobati dengan tepat. Pengobatan infeksi tenggorokan yang tidak tepat di kemudian hari bisa berkembang menjadi penyakit jantung. Bagaimanakah infeksi tenggorokan ini bisa sampai menyebabkan penyakit jantung tersebut? Infeksi tenggorokan yang disebabkan oleh bakteri streptococcus beta hemolytic grup A (SBHGA) dapat menyebabkan respons peradangan akut yang berlangsung 3-5 hari. Infeksi ini ditandai dengan keluhan nyeri pada tenggorokan disertai dengan demam, lemas dan pusing. Penderita masih tetap terinfeksi bakteri ini selama berminggu-minggu setelah gejala nyeri tenggorokan menghilang. Infeksi ini dapat menular melalui kontak langsung atau menghirup percikan air liur seseorang yang terinfeksi. Kepadatan penduduk dan tinggal bersama dalam lingkungan rumah yang sempit atau asrama, tentu akan meningkatkan risiko penularan. Bakteri ini memiliki struktuk sel yang dapat menyerupai organ penderita. Antibodi yang dibentuk oleh tubuh penderita untuk menyerang bakteri ini juga dapat menyerang organ tubuhnya sendiri yang memiliki kemiripan struktur sel dengan bakteri tersebut. Organ tubuh penderita yang memiliki kemiripan
struktur dengan sel bakteri adalah sendi-sendi besar, kulit, jaringan sub-kutan, otak dan jantung. Sehingga organ tubuh yang diserang oleh antibodi penderita dapat mengalami kerusakan. Gangguan yang terjadi pada organ tersebut dapat menimbulkan penyakit demam rematik akut (DRA). Penanganan Pada 0.3-3% pasien yang menderita infeksi tenggorokan yang disebabkan oleh SBHGA dapat menjadi DRA. Pada 30-70% pasien DRA yang tidak mendapat penanganan baik dapat terjadi komplikasi jantung pada serangan pertama, komplikasi ini meningkat menjadi 73-90% pada serangan berikutnya. Kerusakan pada jantung bersifat menetap sedangkan kerusakan pada organ lain hanya bersifat sementara. Kerusakan jantung terutama pada bagian katup jantung, dikenal sebagai penyakit jantung rematik (PJR). Pada tahun 2005 diperkirakan terdapat 15 juta pasien PJR di seluruh dunia, setiap
TENGGOROKAN - Pencegahan merupakan kunci utama untuk mengurangi beban penyakit. Apabila terdapat keluhan nyeri tenggorokan maka harus segera memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat agar dikemudian hari tidak berkembang menjadi penyakit jantung rematik. Apabila penyakit ini sudah berkembang menjadi penyakit jantung rematik maka sudah terlambat untuk bisa sembuh sempurna karena kerusakan pada katup jantung yang ditimbulkannya bersifat permanen.
tahunnya diperkirkan terdapat 282.000 kasus baru, dan sebanyak 233.000 kasus PJR meninggal setiap tahun. DRA banyak mengenai anak-anak di negara berkembang termasuk Indonesia, kejadiannya dihubungkan dengan kemiskinan atau kondisi sosial ekonomi rendah, hiegene buruk, dan akses pelayanan kesehatan yang sulit dijangkau. Penderita DRA memiliki keluhan yang beragam seperti demam, tidak enak badan, sakit kepala, penurunan berat badan, kelelahan, keringat dingin, dan pucat. Gejala yang lebih spesifik timbul kemudian adalah nyeri pada sendi besar seperti siku, pergelangan tangan, pergelangan kaki, lutut yang berpindah-pindah dikenal dengan Poliartritis migrans, benjolan (nodul) di bawah kulit yang tidak nyeri pada siku, lutut, pergelangan kaki, buku-buku jari, kulit kepala dan tulang belakang dikenal dengan Subcutan nodules, ruam kemerahan yang di tengahnya memudar pucat dan tepinya berwarna
merah berkelok-kelok seperti ular dikenal dengan Erythema marginatum, gerakan tidak terkontrol dari tubuh atau anggota gerak dikenal dengan Chorea Sydenham. Apabila organ jantung sudah terkena akan menimbulkan Carditis dengan gejala mucul nyeri dada, sesak saat berbaring, serta bengkak pada tangan dan kaki. Penyakit Pencegahan merupakan kunci utama untuk mengurangi beban penyakit. Apabila terdapat keluhan nyeri tenggorokan maka harus segera memeriksakn diri ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat agar di kemudian hari tidak berkembang menjadi penyakit jantung rematik. Apabila penyakit ini sudah berkembang menjadi penyakit jantung rematik maka sudah terlambat untuk bisa sembuh sempura karena kerusakan pada katup jantung yang ditimbulkannya bersifat permanen. ldr. I Made Adi Satria Darma
JENDELA
Minggu Paing, 3 Januari 2016
Resensi Buku
Bali dan Air
Judul Buku Penulis Penerbit Tahun Tebal
: Batur, Jantung Peradaban Air Bali : I Ketut Sumarta : Wisnu Press : 2015 : 146 halaman
AIR di Bali sudah menjadi kebutuhan yang sedikit langka. Seringkali di komplek-komplek perumahan yang berlangganan PAM, air sering matihidup. Atau, jika kemarau berkepanjangan bisa mati 2-3 hari. Ini menunjukkan Bali mulai disentuh “wabah” kekurangan air. Sebagai manusia Bali yang terkenal dengan budaya “subak” seharusnya masyarakat dan pemerintah daerah mulai memikirkannya dengan baik, wacana “biopori” atau masing-masing orang menanam satu pohon, harusnya tidak sekadar wacana tetapi harus dilakukan. Di tengah krisis air inilah buku I Ketut Sumarta, menarik untuk disebarluaskan atau dijadikan bacaan wajib untuk “menghalau” wabah kekurangan air justru di bumi Subak. Penulis sesungguhnya sangat menyadari betapa strategis arti, peran, maupun fungsi Batur sebagai kawasan hulu Bali. Sejumlah prasasti tinggalan masa Bali Kuno hingga teks-teks tradisi yang muncul sesudahnya pun menegaskan itu. Kawasan Batur, dengan danaunya itu, merupakan jantung peradaban air Bali. Buku yang patut jadi koleksi dan didiskusikan kembali. Layak dimiliki bagi pengamat atau orang-orang yang peduli pada Bali. (osi)
Permainan Anak-anak dalam Puisi Judul Buku Penulis Penerbit Tahun Tebal
: Playon : F Aziz Manna : Panitia Sayembara Sastra Dewan Kesenian Jawa Timur : 2015 : 84 halaman
MEMASUKKAN budaya lokal dalam sebuah karya sastra bukan perkara mudah. F Aziz Manna dalam atologi Playon memenangi Sayembara Sastra Dewan Kesenian Jawa Timur 2015. Buku puisi ini berisi 54 judul puisi, sebagian besar berkisah tentang permainan kanak-kanak zaman dulu. Suatu masa saat Surabaya (juga daerah lain) masih memiliki banyak lahan kosong dan kanak-kanak yang masih suka bermain di luar ruangan. Berteriak dan berkeringat. Permainan yang menjadi judul puisi-puisi dalam antologi ini antara lain Jumpritan, Petak Umpet, Kekean, Cubling-cublingan, Pasaran, Remian, Lompat Tali, Engkle . Di tangan lelaki dewasa, antologi ini pasti akan mengembalikan ingatan pada saat masa kecil. Sungguh ide yang cemerlang, pembaca dipaksa untuk kembali diseret ke dalam cucaca yang “riang” cuaca yang jujur dan seru menjadi kanakkanak yang dekat dengan alam dan lingkungan sekitar. Permainan anak-anak selalu identik dengan kebersamaan, saling membutuhkan, dan tidak individualistis. Melihat pencapaiannya dalam puisi ini, kalau penulis mau terus berbenah, sungguh menjadi tema yang menarik. Di tengah hiruk-pikuknya dunia sastra di Indonesia. Karyakarya seperti ini diharapkan mampu “memberi muka” bagi kemajuan sastra Indonesia di negeri sendiri dulu. Sebelum bermimpi memasuki sastra Internasional. (osi)
5
Menjelang Kepergian
CERPEN
Oleh Kim Al Ghozali AM K e g e l i sa h an i t u , Lesi, seperti angin di penghabisan musim kemarau yang menyusup ke kamar kita lewat lobang-lobang kecil. Kau telah lelap dan kakimu yang sungguh aduhai itu kau letakkan di atas bantal. Sedangkan aku, aku masih terus terjaga, bertikai dengan pikiran-pikiran kacau yang telah lama berakar dalam tempurung kepalaku. Dan kali ini tak mungkin aku membangunkanmu hanya agar kau mendengarkan resah dan gelisah serta rasa khawatirku pada keadaankeadaan mendatang. Matamu tidak tertutup rapat meski kau begitu lelap. Dan rambutmu yang lebat berwarna hitam kemerah-merahan bak akar-akar beringin, terurai bebas di bantal, sebuah seni instalasi yang begitu menarik bagiku. Sudah jam dua dini hari, sayang. Bisikku sambil mengecup keningmu. Semoga malam-malammu kelak akan lebih menyenangkan, meski aku tidak lagi tidur di sampingmu. Namun apakah aku yakin kelak kau bisa senang? Sedangkan kau terbangun sendiri dari sebuah mimpi buruk pada jam tiga pagi. Dua perempuan di kegelapan hutan mengintaimu, terus mengejarmu dengan sebilah parang panjang yang terhunus darah. Dan kau lari tergopoh-gopoh melintasi sebuah jembatan gantung yang reyot. Sepi dan mencekam. Kau kehabisan suara, dan tentu tidak bisa berteriak meminta tolong. Tibalah saatnya kematian bagiku, begitu katamu. Dua perempuan itu mendekapmu begitu erat, siap menerkam tubuhmu. Lalu, tiba-tiba kau tersadar, dan tak kau dapati diriku di sampingmu. Kesedihan datang dengan tiba-tiba. Kau mengingatku, mengingat segala kenangan manis kita. Dan kau merasa sebagai perempuan paling sedih dan sepi. Malam ini aku menghitung kembali umur perkawinan kita. Dan sungguh belia! Delapan bulan tujuh hari. Malam-malam yang begitu membahagiakan. Lebih membahagiakan lagi ketika kau tahu bahwa di rahimmu telah ada benih yang tertanam. Kelak, seiring perjalanan waktu benih itu tumbuh menjadi tubuh, menjadi manusia, menjadi bocah yang mungkin akan mirip aku atau kau. Bocah itulah nantinya yang akan membuat hari-harimu menjadi lebih bermakna. Bocah itulah yang akan membuatmu bersemangat bangun lebih awal di pagi hari. Kau memasak di dapur, dan bocah itu terus menguntitmu dengan manja, bergelantungan di pinggang atau betismu yang kau tutupi dengan rok berkain tipis dan menyentuh lantai itu. Ayah ke mana? Mungkin sesekali akan terlontar ucapan seperti itu dari bibir mungil bocah kita, sayang. Dengan lembut kau mengusap rambutnya sambil berkata dengan nada gurih, “ayahmu sedang pergi jauh, Nak. Kelak ia akan kembali dan kita bersamasama lagi.” Sekali dua kali mungkin ia puas dengan jawaban seperti itu. Tapi niscaya ia akan menjadi dewasa, cara berpikirnya akan terus berkembang, dan tentu saja ia bisa menuntut
haknya pada kehidupan. Mencariku di dalam sepinya, memanggilku di harihari gelisah dalam masa remajanya. Atau mungkin juga akan menuntutmu karena membiarkan aku pergi. Di luar, kini lampu pekarangan berpijar sendirian mencoba menghalau gelap. Kereta api lewat lagi untuk kesekian kalinya di malam ini. Seperti tidak terusik sama sekali, kau masih dalam duniamu, dan aku dalam keterjagaan. Sekarang kita masih bersama, namun seolah-olah telah berpisah, berada dalam dua dunia yang begitu jauh. Tidur atau mati mungkin memang hal sarupa meski tak sama, sayang. Kunyalakan rokok, mencoba mengingat-ingat kembali pertemuan pertama kita. Di halte itu, pada suatu sore ketika jalanan kota begitu macet, aku melihatmu. Kau tampak lusuh dan tak bergairah saat kuhampiri— layaknya perempan kota kebanyakan, pada jam-jam pulang kerja—dengan pakaian yang begitu sederhana, aku berprasangka kau perempuan lokal, sebelum akhirnya aku tahu kamu adalah perempuan ibu kota yang ketinggalan rombongan. Kau menceritakan kepadaku tak punya ongkos lagi untuk kembali ke ibu kota, hingga akhirnya kau mau ikut ke tempatku meski begitu terpaksa. Dan tentu saja itu menjadi kesan yang tak terlupakan, sayang. Dan kini, delapan bulan tujuh hari
kita begitu serhana menjalani hidup, bahkan untuk merenung pun sangat sederhana. Tak pernah sekali pun kau berbisik kepadaku tentang kematian. Atau mungkin memang kau sengaja tidak menyebut nama itu, karena ia bisa mengusik kebahagian kita? Tapi, tentu akan tiba juga waktunya, kematian itu hadir di sini, meski tak sekali pun kita memanggilnya. Kematian itu akan membawaku ke ruang yang begitu asing, melintasi lorong-lorong tak berujung. Dan sesekali mungkin aku akan menyebut namamu dari kejauhan sana. Memintamu untuk menemaniku. Namun sia-sia, suara yang kukeluarkan tidak bergerak dan aku menjadi begitu takut. Atau mungkin juga, di sepanjang dinding terowongan kematian itu adalah wajahmu yang tergambar, sehingga membuatku begitu bersedih dan ingin kembali ke dunia, kembali ke alam di mana aku dilahirkan. Aku merasa kematian itulah yang kini sedang mengitariku, mendekat dan begitu dekat. Kini sudah tidak ada gerakku yang begitu bebas itu. Kematian seperti bayangan yang sangat lihai membuntutiku, melompat dari jendela ke dinding kamar atau dari meja ke atas lemari. Kematian yang semakin mendekat itulah membuat tidurku tidak pernah nyenyak, sayang. Kadangkala aku pasrah, kadang pula membuat aku gelisah. Aku khawatir
ia akan membawaku ketika aku sedang terlelap dan tak sempat mengecup keningmu sebagai tanda perpisahan. Kematian itulah yang membuatku semakin mencintaimu. Bahwa sewaktu-waktu ia akan merenggut apa yang aku punya, tanpa sisa. Tapi bukan ia yang kutakutkan, melainkan kehilangan itu sendiri yang begitu mengerikan ketika kubayangkan. Jauh dari orang-orang terkasih dan aku sendiri terkapar di sebuah dunia akuarium yang begitu sunyi. Aku tak dapat melihatmu lagi. Tapi dunia kematian memiliki sebuah sistem yang sangat ajaib, yakni menyerap segala suara orang-orang di sekitar kita kala di dunia. Aku mendengar suaramu, mendengar tangisan bayi kita. Dan mendengar obrolan para tetangga, siang dan malam, seterusnya sepanjang waktu. Tentu itu akan menjadi siksaan tersendiri bagi kematianku. Menjadikan rinduku begitu menggebu terhadap segala yang kutinggalkan. “Inilah sesungguhnya kematian yang seringkali kubayangkan dan kurenungkan ketika aku di dunia.” Tapi tak ada siapa-siapa. Sesuatu yang kuharapkan pada kematian adalah bertemu dengan orang-orang terdahulu, dengan ayahku, dengan kakek nenekku, atau dengan kawan-kawanku, ternyata tidak benar-benar terjadi. “Ada di ruang mana mereka? Atau telah bereinkarnasi kembali ke dunia menjadi berbagai mahluk atau benda?” Maka, jika memang kematian mengijinkan aku untuk bereinkarnasi, tentu aku akan memilih menjadi sesuatu yang selalu dekat dengan kamu. Misalnya, menjadi burung merpati yang tinggal di pohon mangga dekat jendela kamar kita. Maksudku agar aku selalu bisa mengintipmu, melihat tidurmu yang begitu anggun itu. Atau aku menjadi seekor cicak yang merayap di dinding kamar, meski tentu saja itu menjadi hal yang menyakitkan bagiku, ketika aku tahu kau telah menghianatiku. Kematianku menjadi perayaan bagi hatimu untuk memberi kesempatan lelaki lain memeluk tubuhmu. Dan di suatu malam ketika bocah kita sedang terlelap, kau memasukkan seorang lelaki ke kamarmu, ke kamar kita, di mana dulu kau dan aku menghabiskan malam-malam bersama. Lelaki itu membelaimu, lalu bergumul denganmu di bawah selimut kita dulu. Apa yang mampu aku lakukan? Tidak ada. Aku hanya menjadi saksi bisu yang tak kau sadari. Tapi, sayang, malam ini kau tidur tampak begitu sempurna. Keheningan menyelimuti tubuhmu. Tak ada desah, tak ada gerak ataupun rengekan-igau seperti seorang yang sedang bermimpi buruk. Air wajahmu menunjukkan suatu kedamaian di malam yang sisa seperempat ini. Dan di wajahmu tergambar jelas kebahagiaan, seperti perawan kecil menjelang tidur dalam pangkuan dan dongeng ibundanya. Kini tidurmu telah abadi, tidur dalam perjalanan ke sebuah dunia yang lain, dunia ketidakterjaukauan. Selamat jalan, sayang.
Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.
Nuriarta
K. Ngurah Partono
Windhu Segara Satya Dewi
DIMENSI
6 ramalan
Minggu Paing, 3 Januari 2016
bintang
Capricorn Peruntungan: Masih tenang walaupun hawa jelek sudah mulai terasa, untuk itu kewaspadaan perlu dijaga, terutama dalam mengantisipasi beritaberita minor yang sangat jauh dari realita yang ada. Kesempatan untuk maraih hasil terbaik masih terbuka lebar di minggu ini asalkan diri Anda bisa mengendalikan emosi dengan benar. Karier: Cobalah untuk memperhatikan emosi Anda, yang tampak labil, dikontrol dan dijaga sebaik mungkin, jangan sampai mengacaukan apa yang sudah ada. Kesehatan: Karena kondisi badan Anda masih kurang memungkinkan untuk beraktivitas yang terlalu berat, untuk itu bila ada rencana sebaiknya dikondisikan dulu dengan kesehatan Anda tak perlu memaksanya jika sekiranya tak mampu melakukannya. Keuangan: Bila ada uang lebih sebaiknya ditabung saja, tak perlu punya pikiran beli ini dan itu karena di masa depan nanti masih membutuhkan banyak biaya. Asmara: Jika tujuan semula untuk cari topik pembicaraan, sebaiknya carilah topik yang ringanringan saja tetapi bisa membikin suasana menjadi lebih hidup dan gembira. Aquarius Peruntungan: Meskipun jalan yang Anda lalui cukup terjal tetapi masih ada setitik harapan yang bisa membalikkan suasana dari pesimis menjadi suasana yang berpotensi bagus. Teruslah berkreasi dan jangan pernah berhenti untuk berinovasi mumpung masih ada dorongan positif yang membantu langkah Anda. Karier: Ada saja ulah rekan-rekan yang bisa menjatuhkan karier Anda jika dihadapi dengan emosi dan hati yang panas. Kesehatan: Badan masih terasa lemas dan seakan-akan ingin terus beristirahat saja. Jika sudah begini maka perlu sekali untuk berkonsultasi dengan dokter pribadi Anda. Keuangan: Pemasukan cukup tinggi dan Anda harus bersyukur karena ini semua tidak Anda sangka sebelumnya. Asmara: Tak perlu mempunyai pikiran yang aneh-aneh, jalani segalanya yang ada ini dengan perasaan gembira, dan anggaplah ini sebagai jalan cerita yagn harus dijalani. Pisces Peruntungan: Di awal bulan kerja ini rongrongan demi rongrongan datang silih berganti, untuk itu janganlah sembrono terutama dalam mengeluarkan pernyataan sebaiknya telah dipikir seribu kali. Di minggu ini ada baiknya jika Anda bekerja berdasarkan planing yang telah Anda susun sendiri sehingga bisa lebih tepat, cepat dan lancar. Karier: Jika ada tawaran yang sekiranya menguntungkan sebaiknya bisa dipertimbangkan untuk diterima, dan tidak perlu takut dengan kemungkinan buruk yagn bisa saja terjadi. Kesehatan: Jangan dipelihara sifat malas Anda terutama untuk berolahraga, meskipun pekerjaan lagi banyak-banyaknya tetapi tentunya masih ada waktu luang yang bisa digunakan untuk berolahraga meski hanya sebentar saja. Keuangan: Jangan ragu untuk menutup segala kebutuhan yang ada jika memang ada dana, jangan menunda-nunda karena hanya akan bikin pusing di kemudian minggu saja. Asmara: Cobalah dikontrol emosi yang tampak labil itu, jangan sampai menambah buruk suasana yang sudah cukup panas ini. Aries Peruntungan: Minggu ini benar-benar berat dan cukup menguras stamina serta pikiran Anda. Meski begitu tetaplah cari safe-nya saja, agar beban pikiran tidak semakin berat. Karier: Jangan terpancing dengan provokasi yang sengaja dihembuskan oleh orang yang sirik dengan keberhasilan karier Anda saat ini. Kesehatan: Kondisi badan masih perlu diwaspadai karena aktivitas sangat berat sehingga waktu makan dan waktu istirahat sulit untuk bisa on time. Keuangan: Jika ingin tenang maka jalan satu-satunya harus mau hidup hemat. Asmara: Walaupun masalah datang bertubi-tubi, tetapi keutuhan dan kemesraan tetap terjaga, untuk itu Anda perlu bersyukur dan mempertahankan kekompakan ini. Taurus Peruntungan: Segala rencana yang sudah dipersiapkan jangan sampai dibatalkan. Cobalah Anda tetap berjalan dengan melakukan efisiensi di segala bidang sehingga yang kurang perlu sebaiknya dihilangkan saja. Peluang untuk meraih keuntungan cukup terbuka lebar, begitu juga pergaulan semakin menyenangkan saja. Karier: Perhatikan perintah dari atasan, ada baiknya Anda bisa menguasai materinya sehingga bisa terhindarkan dari kebingungan. Kesehatan: Biar hati gelisah sebaiknya tak sampai mengganggu selera makan dan kenyenyakan tidur Anda. Untuk itu jangan ragu untuk bersikap tegas asalkan telah dipikir benar-benar. Keuangan: Jangan main vonis karena itu akan memusingkan Anda nantinya. Asmara: Sudah lebih tenang walau cekcok mulut kerapkali masih terjadi. Gemini Peruntungan: Biar masalah setinggi gunung sebaiknya hati juga harus lebih besar dan kuat dari gunung tersebut, jangan sampai ciut nyalinya karena itu akan memperburuk suasana saja. Karier: Rongrongan yagn muncul dari kompetitor Anda, cobalah untuk bisa disikapi dengan tegas, tak perlu takut karena kemujuran berpihak pada diri Anda. Kesehatan: Ambillah hikmah dari setiap permasalahan yang muncul, sehingga bisa terhindar dari perasaan stres yang cukup sulit untuk bisa diobati jika sudah terjangkit. Keuangan: Untuk sementara spekulasi jangan dulu, kerjakan saja hal-hal yang sudah pasti karena itu akan lebih mendatangkan hasil. Asmara: Tak perlu ambil pusing dengan apa yang diucapkannya karena begitulah orang kalau lagi emosi. Cancer Peruntungan: Awal bulan yang cerah dan menggairahkan, suasana semakin baik saja meski begitu kewaspadaan sebaiknya tetap jangan sampai mengendor. Usahakan untuk tidak terlena dan lupa diri hanya karena pujian, sebab apa yang Anda lihat dan bayangkan itu ternyata hanya semu dan sangat menjebak sekali. Karier: Jangan lari dari realita yang ada untuk itu cobalah Anda lebih percaya diri lagi. Kesehatan: Meski kondisi badan masih belum seratus persen sehat ada baiknya jika tetap menjaganya dengan baik. Olahraga di pagi minggu yang mulai Anda tinggalkan sebaiknya mulai dilakukan kembali. Keuangan: Bisnis dan rencana dapat berjalan dengan lancar dan pemasukan juga cukup stabil. Asmara: Buat apa disesali, karena susah senang bagaikan dilema yang mengasyikan jika mau disyukuri. Leo Peruntungan: Posisinya perbintangan Anda di awal bulan ini lagi kurang oke. Meski begitu masih ada kabar gembira yang bisa mengangkat kepercayaan dan keyakinan Anda yang sempat menurun. Sikapilah kabar gembira itu sewajar mungkin sehingga kewaspadaan tetap bisa diciptakan. Karier: Ada saja rekan yang memojokkan diri Anda, hadapi semua itu dengan senyum dan hindari emosi yang hanya akan merugikan saja. Kesehatan: Anda perlu memperhatikan kebersihan makanan yang Anda konsumsi jangan sampai diri Anda terjangkit penyakit perut, meski tak terlalu mengkhawatirkan, tetapi cukup mengganggu konsentrasi kerja. Keuangan: Untuk sementara jangan spekulasi jika tak ingin mengalami kekecewaan. Asmara: Cobalah untuk selalu mendiskusikan masalah yang muncul secara tiba-tiba dengannya, dan hargailah setiap pendapat yang muncul walaupun hanya sepele. Virgo Peruntungan: Tunggu sampai waktunya tepat untuk melangkah maju, minggu ini ada baiknya jika Anda mencari selamatnya saja daripada dipaksakan tetapi hasilnya minim dan tidak sesuai dengan tenaga dan pikiran yang dikeluarkan. Kesehatan: Jika nafsu makan tampak berkurang maka itu pertanda bahwa ada gangguan ringan di dalam pencernaan Anda, segera periksakan ke dokter agar segera jelas permasalahannya. Keuangan: Income terus mengalir tinggal bagaimana Anda memanage-nya dengan benar agar pemasukan yang lumayan tinggi ini tidak malah membikin pusing kepala. Asmara: Suasana tetap tenang, walau begitu Anda harus tetap pandai-pandai menjaga hatinya, agar selalu tenang dan tidak tersinggung. Libra Peruntungan: Minggu yang penuh dengan kejutan, karena berbagai rencana yang tak terduga ternyata membuahkan hasil yang sangat memuaskan. Teruslah berinovasi dan berkreasi jangan biarkan langkah Anda terkesan monoton dan membosankan saja. Karier: Meskipun suasana hati lagi runyam jika sudah berada di kantor usahakan muka tetap ceria dan menyenangkan. Kesehatan: Jangan takabur dulu walaupun kesehatan dirasa cukup baik untuk saat ini, karena jika tidak ada upaya untuk menjaganya maka tidak lama akan jatuh sakit juga. Keuangan: Masalah terletak pada bagaimana Anda me-manage waktu dengan benar sehingga peluang itu tidak sampai terbuang percuma. Asmara: Hilangkan segala keluh kesah di hati yang selalu Anda ucapkan terus menerus, karena itu akan bikin hatinya menjadi jengkel saja. Scorpio Peruntungan: Di minggu ini tak ada gunanya negative thinking bila ada peluang segera saja ditindaklanjuti jangan dibiarkan mengambang tanpa kepastian. Suasana tampak tenang karena terbawa oleh nasib bintang Anda yang lagi hoki dan penuh dengan kemujuran. Kesehatan: Jangan menuruti jengkelnya hati apalagi sampai berbuat sesuatu yang malah merugikan kondisi badan Anda. Jaga dengan baik kesehatan Anda selagi dianugerahi badan sehat. Keuangan: Tak perlu mengobral dana jika tidak ingin pusing di kemudian minggu, berhemat adalah langkah yang tepat untuk saat ini. Asmara: Tergantung diri Anda pribadi, jika mampu menyerap segala keinginannya maka tentu saja ketulusan asmaranya dapat dijaga terus. Sagitarius Peruntungan: Karena di minggu ini Anda banyak menemui orang yang bertampang bunglon, maka dari itu tak perlu terhanyut oleh omongan yagn sekadar bualan. Cobalah tetap concern dengan berbagai urusan yang lagi Anda hadapi, tak perlu tengok kanan kiri, karena secara tidak langsung akan mempengaruhi kelancaran berbagai urusan Anda. Karier: Bila tidak mengerti jangan segan untuk bertanya, daripada dipaksakan untuk jalan nanti hasilnya malah akan membikin kecewa saja. Kesehatan: Pikiran tiba-tiba melayang dan mata berkunang-kunang jika itu terjadi sebaiknya Anda berhenti beraktivitas dulu. Keuangan: Pemasukan cukup baik dan penDiasuh Oleh geluaran masih terkontrol, sehingga keuangan tak Putri Wong Kam Fu sampai memusingkan. Asmara: Jagalah hatinya Berlaku supaya bisa berbunga-bunga terus, jangan malah 3-9 Januari 2016 Anda sakiti dengan kata-kata pedas.
Dikagumi Banyak Orang, Koleksi Surat Soekarno di Museum Pasifika Mangupura (Bali Post) Museum Pasifika, Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali menyimpan koleksi surat bersejarah dari Presiden Republik Indonesia (RI), Soekarno. Koleksi surat tersebut ditujukan kepada pelukis asal Belgia Adrien-Jean Le Mayeur, yang terkirim pada 30 Oktober 1950. “Surat ini memang menjadi koleksi berharga kami. Sengaja diletakkan tidak jauh dari lukisan Le Mayeur. Memang
itu surat Presiden Soekarno yang ditujukan kepada Le Mayeur,” kata Manager Museum Pasifika, Sanya Annisa Basyah, Sabtu (2/1) kemarin. Pengunjung museum, ujarnya, banyak yang melihat-lihat dan mengagumi surat itu, sebagai kenangan dari Sang Proklamator RI. Surat itu sengaja disimpan dan dibingkai untuk melindungi aset bersejarah itu. Museum Pasifika didirikan
pada tahun 2005 dan dibuka tahun 2006, yang dibangun pria asal Prancis Philippe Augier bersama Popo Danes (seniman Bali) dan Moektaryanto (pengusaha dari Yogyakarta). Setidaknya ada 600 karya seni dari negara Asia dan Pasifika yang telah menjadi koleksi museum, hasil karya sejumlah seniman dari 35 negara. Karya itu mencakup 400 lukisan dan 200 patung seni peradaban pertama.
Sudah lima orang presiden yang pernah berkunjung dan melihat-lihat koleksi Museum Pasifika. Meliputi Presiden Indonesia Soesilo Bambang Yudhoyono, Presiden Swis, Presiden Mexico, Wakil Presiden India dan Direktur General of UNESCO. Karya-karya museum menjadi daya tarik para pemimpin negara untuk menyaksikan langsung produk seni bersejarah itu. (ant)
MIMBAR AGAMA
Ihwal Awal dan Akhir Itu
MENARIK, apa-apa yang disampaikan oleh Allah SWT dan Rasulullah SAW soal awal dan akhir ini. Kita semua memiliki awal, sekaligus juga memiliki akhir dalam kehidupan kita. Soal awal-akhir, juga merupakan keseharian dalam berbagai kegiatan kita. Bukankah kita pernah mengawali kehidupan kita sebagai balita, sebagai remaja dan kemudian mengakhirinya? Hal itu dari segi tahapan masa atau waktu. Namun, kita pun dalam berbagai urusan, juga memiliki awal dan akhir dari urusan yang kita hadapi pada kehidupan sehari-hari. Dari urusan menghadapi masalahmasalah keuangan, rumah tangga sampai urusan kemasyarakatan. Semuanya ada awal dan ada akhir dari suatu urusan yang kita tangani itu. Dalam mengawali tahapan kehidupan kita pada 2016 ini, sungguh kita perlu memperhatikan apa yang disampaikan oleh Rasulullah SAW. “Sesungguhnya amal itu bergantung niatnya”, sabda beliau mengingatkan diri kita agar memperhatikan urusan niat dalam melakukan berbagai kegiatan yang akan kita lakukan. Agar kegiatan (amal) kita tidak sia-sia dan tidak pula digolongkan sebagai suatu kedurhakaan, maka memperhatikan dan menata niat adalah sesuatu yang sangat penting. Tidak ada niat yang lebih baik dibanding niat karena Allah Ta’ala semata. Karenanya, mari kita luruskan dan kita jernihkan niat kita dalam melakukan suatu kegiatan hanya karena Allah semata, sehingga bernilai ibadah. Sebaliknya, apabila salah niat, misalnya diri kita melakukan sesuatu tindakan karena ini atau itu, lantaran si A atau si B, atau pun karena ingin dipuji orang, maka apa yang kita lakukan itu tidak akan memiliki nilai ibadah sama sekali. Bahkan bisa menjurumuskan kita pada suatu kondisi yang di murkai oleh Allah SWT. Na’udzubillahi mindzalik. Setelah meluruskan niat karena Allah SWT semata, maka yang perlu kita perhatikan adalah mengawali suatu tindakan dengan Basmallah, yakni dengan ucapan (bisa di dalam hati): Bismillahirrahmaanirrahiim (Dengan Nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang). “Sesuatu yang tidak diawali dengan basmallah, maka dia terputus”, begitu sabda Rasulullah SAW. Para ulama menjelaskan,
yang dimaksud kehidupan kita terputus dalam Redaktur adalah negeri Hadis itu adaKhusus akhirat di mana lah terputus orang-orang berdari rahmat dan iman meyakini MIMBAR berkah Allah benar adanya keISLAM SWT. Ada juga hidupan akhirat yang berpendapitu. Manakala H. Kusnadi Musthofa at, terputus dari kita abai mencatatan amal genai akhir dari baik saat pentahapan kehidugadilan di hari kiamat kelak. pan kita itu, maka Allah SWT Artinya amal yang tidak diawali tidak menyukainya. Sedangkan dengan Basmallah tadi tidak kepada orang-orang beriman ada manfaatnya bagi yang yang bersungguh-sungguh memelakukannya saat penghi- nyiapkan (berbekal) diri untuk tungan amal-amal pada hari kehidupan akhirat, maka Alperhisaban nanti. lah SWT menyiapkan berbagai Hal-hal yang disampaikan karunia-Nya bagi mereka. tadi adalah masalah urusan awal “Dan barang siapa yang dari suatu tindakan (amal) yang menghendaki kehidupan akhikita lakukan. Lalu masalah akhir rat dan berusaha ke arah itu dari apa-apa yang kita lakukan dengan sungguh-sungguh, semesti bagaimana? Layaki kita dangkan dia beriman, maka sadari bahwa tidak ada akhir mereka itulah orang-orang yang yang lebih baik dari suatu tinda- usahanya dibalas dengan baik.” kan yang kita lakukan, kecuali (Q.S. al-Israa’ [17] : 18). disertai harapan mendapatkan Bagi orang-orang beriman, keridhaan Allah SWT. urusan awal dan akhir dari Betapa pun akhir dari tahapan suatu tindakan yang mereka
lakukan adalah suatu urusan yang mendasar apabila dilakukan atas dasar petunjuk Allah SWT dan Rasulullah SAW. Orang-orang yang melakukan suatu amal dengan hati yang ikhlas dan ridha seraya mengharapkan keridhaan Allah SWT, adalah orang-orang yang dimuliakan oleh-Nya. “Wahai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha dan diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam golongan hambahamba-Ku, dan masuklah ke dalam surge-Ku.” (Q.S. al-Fajr [87]: 27-30). Banyak ayat-ayat di dalam Al-Qur’an yang menegaskan betapa Allah SWT menyukai, memuliakan dan memberi balasan dengan karunia-Nya yang besar bagi orang-orang yang melakukan pengabdiannya dengan mengharapkan ridha-Nya. Semoga diri kita pun termasuk mereka yang senantiasa mengharap keridhaan-Nya, sekaligus dan mendapatkan ridha-Nya.
PERMATA HATI Untuk pembaca Bali Post Mingguan (BPM), kami membuka rubrik baru ‘’Permata Hati”. Rubrik ini mengangkat si buah hati yang baru lahir, yang berulang tahun atau akan berulang tahun. Juga pasangan yang menikah di minggu tersebut atau yang merayakan ulang tahun pernikahan. Kirim foto menarik dan tulis data lengkap identitas diri, orang tua serta komentar singkat. Semua data dikirim lewat email redaksibalipost@yahoo.com dengan kode Permata Hati. Bisa juga naskah dan foto dikirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post. Jl. Kepundung 67 A Denpasar telp. (0361) 225764. (Redaksi)
A.A. Ngurah Agung Dharma Negara Pemayun, pada 29 Desember 2015 lalu melakukan upacara nelu bulanan. Upacara putra pertama A.A. Ngr. Sugianta Yuda dan A.A . Sagung Wulan Widyastini dilakukan sesuai dresta kuno ala Puri Ageng Pemayun Kesiman disaksikan Panglingsir Pura Ida Nararya Oka Pemayun, kerabat putri serta krama Banjar Kedaton Kesiman. Cucu pertama I Gusti Ngurah Gede dan Jero Ayu Purnawati yang lahir 15 September 2015 menjalani upacara dengan penuh senyum. Semoga jadi anak yang Suputra.
Bali
Redité Paing, 3 Januari 2016
L e m b a r
Sayan Nguredang, sané Kaplajahin Makéhan Teori BPM/wan
Sampun Magentos JAGAT Bali sampun saking nguni kasub antuk ajér plapan kramané, seleg makarya, miwah lascarya. Samian punika kamargiang saraina. Punika mawinan tamiu dura désa utawi dura negara sané sampun polih rauh ka Bali setata maosang angob ring kahanan punika tur ngawinang Bali kabaosang dados genah utawi provinsi sané pinih trepti miwah Swarganing Sekala antuk kapolosan krama inucap. Nanging mangkin akéhan indiké punika sampun magentos, sakadi sané kabaosang I Gd. Anom Ranuara S.Pd., S.Sn. Anom Ranuara pinaka akademisi miwah budayawan Bali maosang, ring Bali wénten sané kawastanin Catuspata utawi pat pangider buana pinaka tetuladan miwah tanjek kauripan krama. Luiré, kaja utawi pralambang palemahan miwah “agraris”, kangin utawi pralambang saking galang, pangalang manah utawi sastra. Wénten taler kelod pinaka pralambang teknologi miwah kauh utawi pralambang saking kasukertan miwah kerta raharja. Dané sané embas ring Dénpasar 7 September 1968 nglantur maosang, saking nguni krama Bali setata matulad utawi matanjek ring kaja utawi palemahan utawi karang sané kasarengin antuk kangin utawi sastra. Dadosné krama Bali setata ngupapira miwah ngolah palemahan kadasarin antuk tetuek sastra sané ngawinang ipun nénten madué pikayunan jagi marikosa tur ngawag ngolah palemahan utawi karangé punika. “Sakéwanten ring jaman globalisasi sakadi mangkin, kramané sampun matanjek ring kauh inggih punika ngutamayang kasukertan utawi jinah tan parungu ring parikrama sané ngusakasik kahanan palemahan duaning makarya nénten kadasarin antuk sastra,” baosnyané. Nénten wantah amunika, angga Tim Pembina Désa Pakraman puniki taler maosang, parikrama makarya kasenian sané mangkin taler sampun magentos. Dané laut nartayang panika Ida Pedanda Madé Sidemen, “sastrané suba ngaba gending” sané laut kalanturang antuk panika Ida Bhatara Ida Pedanda Gdé Bhaskara, “gendingé suba ngaba igelan”. Makekalih panika i wawu laut kapikayunin pinaka tetuek utawi panyeledii saking Tri Kaya Parisudha. Sastra nglimbak ring pikayunan utawi Manacika sané laut kalanturang dados gending utawi bebaosan (Wacika). Wusan punika laut kakaryanin dados igelan utawi parilaksana sané pinaka cihna saking Kayika. Asapunika kabaosang dané pinaka paletan parikrama sané patut kamargiang ri kala jagi makarya kasenian. Katakénin parindikan sané ngawinang kadi asapunika, dané sané kantos mangkin nyarengin “riset” indik sakancan upacara ring Kesiman sané kamargiang olih krama Jepang mawasta Toshimi puniki maosang, punika wantah sangkaning pikayunan krama seniman sané sampun magentos ri kala makarya seni. Yéning leluhur dumun makarya seni wantah kadasarin antuk pikayunan jagi ngaturang bhakti miwah nyuksmayang manah majeng Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Nanging mangkin sampun kadasarin antuk sapunapi akéh budget utawi jinah sané jagi kapolihang. Dadosné makarya seni punika sampun kadasarin antuk kawéntenan “ekonomi” katimbang rasa bhakti. Majanten parikrama Tri Kaya Parisudha nénten kamargiang. “Punika mawinan ngawitin warsa 2016 puniki ngiring sareng sami mawali malih ring parikrama makarya seni sané kadasarin antuk Tri Kaya Parisudha. Kakawitin saking sastra, lantur karembugang utawi matetimbang sareng seniman siosan, wusan kapolihang pamutus wawu kakaryanin dados pakaryan seni. Sios punika ngiring taler maparikrama kadasarin antuk pangalang manah, nénten ngutamayang kasukertan kémanten,” asapunika baos dané sané meneng ring Kesiman Petilan puniki midartayang. (wan)
NÉNTEN karasa warsa 2015 sampun matilar. Sané mangkin sampun ngranjing ring warsa 2016. Akéh parindikan sané kapanggih tur kamargiang olih krama Bali awarsané lintang, minakadi ring widang ekonomi, parikrama sosial, pertanian, adat miwah budaya, taler parindikan tiosan. Sakancan parindikan sané sampun kapanggih utawi kamargiang majanten wénten sané becik tur wénten taler sané kaon, nanging samian punika patut becik kauratiang mangda parikrama kauripan krama Bali prasida becikan malih ring warsa anyar puniki. Nanging, majanten akéh kahanan sané nénten kaptiang ring pamargin kauripan kramané awarsa lintang puniki, sinalih tunggil nganinin indik budaya. Budaya mabasa Bali pinaka budaya tulén krama Bali warsa 2015, kahananipun kapangih sayan nguredang. Duaning basa kapertama utawi basa Ibu punika sayan arang kawigunayang rumasuk ring wewidangan genah-genah sané sujatiné patut micayang tetulad ring pakraman minakadi ring Gria, Puri, miwah sané siosan. Sané mangkin akéhan wargi utawi oka-oka irika mabebaosan nganggén basa Indonesia katimbang mabasa Bali. Sapatutné ring wewidangan kulawarga
utawi jero soang-soang kramané mabebaosan nganggén basa Bali, duaning sesampuné ring sekolah sinah alit-alité jagi kaicénin paplajahan nganggén basa Indonesia. Yéning punika sampun becik kamargiang sinah alit-alit utawi para yowanané jagi sinarengan waged mabasa Indonesia miwah mabasa Bali. I Gd. Anom Ranuara S.Pd., S.Sn., akademisi miwah budayawan Bali maosang, basa Bali sané sayan nguredang wantah sinalih tunggil parindikan sané ngawinang “cihna Bali” saking krama sayan-sayan ical. Dané malih maosang, sujatiné kahanan parikrama saking soang-soang “suku bangsa” prasida kauningayang saking basa sané kanggén mabebaosan, duaning basa utawi bahasa punika wantah pakardin budaya sané prasida dados sarana “transformasi” utawi sarana kanggén nyinahang daging-daging budaya inucap. “Yéning wénten kruna sané ical saking basané utamanipun saking basa Bali, sinah jagi ngwetuang makudang-kudang parindikan ring budaya inucap taler ical. Minakadi tatkala krama Baliné wantah uning ring kruna “Anjing” kémanten, sinah kruna punika taler kanggen ring basa Bali sané ngawinang kruna kuluk, konyong utawi cicing pinaka parindikan
budaya Bali saking nguni ical ring pakraman,” Anom Ranuara nugesang. Sakadi sané kabaosang Anom Ranuara indik basa Bali i wawu, I Putu Suartika S.Pd.B., guru basa Bali saking sinalih tunggil SMP ring Denpasar taler maosang yéning para yowana Bali patut nglestariang budaya tetamian leluur miwah bangga nyinahang “cihna Bali” antuk mabebaosan nganggén basa Bali. Ring warsa 2015, dané manggihin parikrama micayang ajah-ajahan basa Bali ring siswané akéhan ring kelas kémanten. Kabaosang malih, sujatiné alit-alité patut kaajahin mabebaosan ring jabaning kelas. Boya wantah kaicén téori kémanten, mangda kawagedannyané indik téori prasida kaimbangin antuk kawagedan ring prakték mabebaosan nganggén basa Bali. “Sios punika, galah sané kapolihang anggén micayang ajah-ajahan basa Bali taler rasayang tiang kirang. Duaning nyabran galah ngajahin wantah 2x40 menit, guru basa Bali patut ngicénin paplajahan taler ngicénin petang soroh nilai majeng soang-soang siswa. Indiké punika sané ngawinang parikrama ngicénin paplajahan dados kirang becik,” Suartika sumeken maosang. (wan)
BPM/wan
GALAH – Kawéntenan galah sané akidik ngawinang paplajahan Basa Baliné kirang becik kapaicayang ring siswa, duaning ring galah 2x40 menit guruné ngicénin paplajahan sapisanan ngicénin petang soroh nilai majeng ring soangsoang siswa.
Ngawitin Warsa 2016
Pikukuhin Basa, Adat, miwah Budaya Bali SESAMPUNÉ warsa 2015 matilar, majanten patut ngawit maparikrama kauripan sané anyar, nanging kantun kadasarin antuk paridikan sané sampun kapanggih tur kamarging ring warsa sané lintang. Nénten wantah makarya utawi ngamedalang parindikan anyar kémanten, nanging patut taler ngamecikang kahanan sané karasayang kirang becik ring warsané lintang. Uta-
manipun ring widang budaya mabasa Bali taler kahanan para yowana Bali mangda nénten manggihin pikobet sané pateh ring warsa 2016 puniki. Indik budaya mabasa Bali, I Gd. Anom Ranuara S.Pd., S.Sn. maosang, sujatiné pikayunan lascarya, seleg, miwah sumeken saking jadma Bali kasinahang saking basa Bali miwah kekawian Bali minakadi lontar, geguritan,
wirama, miwah siosan sané jaktijakti kakaryanin antuk dresta miwah gama Bali. Indiké punika sané ngangobin manah tamiu saking dura negara mawinan ngawinang ipun sumeken malajah mabasa Bali taler sakancan pakaryan-pakaryan budayannyané. Dané malih maosang mangda budaya mabasa Bali ring pakraman prasida kawaliang malih sakadi dumun, patut kakawitin olih te-
BPM/wan
NGAYAH – Ngranjing warsa anyar sakadi mangkin, patut pisan para yowanané mawali malih nganutin sakancan adat miwah budaya Bali. Ngayah miwah nguopin wantah pakaryan adat miwah budaya Bali sané katamiang olih leluhur krama Baliné.
II Tulung-Tulung Mentung
(8)
B a l i
Kahanan Mabasa Bali Warsa 2015
Bencingah
I Gd. Anom Ranuara
B a s a
7
KADI biasané Gusti Ngurah Jelada Pringadi peséngan genepné Ngurah Jelada, sané wau usan ngicénin banténg kréditan ajinné neda ring kandangné, ngraris nulak sepédanné ka Tukad Telagawaja ayat masiram. Irika dapetanga sampun wénten sepéda motor anyar maparkir ring balér jembatané. Wau raganné macingakan tedun panggihina Luh Adé Suwarni lan Madé Sudiari sedeng iteh ngumbah ring batu léngséré dulun jembatané. “Bééh motor anyar, ené pasti motorné Arniek, lakar adéngang maakin.” Baosné Ngurah Jelada ring kayun saha tedun mlihpih ring undagé ngojog pancorané sané ngecor ening. Ring dulunné wénten telaga alit madaging tunjung kalih warna barak sareng putih. Mangda anaké masiram nénten tinggar kanten saking marginé, sisinné katandurin antuk punyan kembang goyang sané nedeng nged masekar. Ngurah Jelada alon miyakang wit kem-
bang goyangé saha matengkém “Hehhm….” ngawinang bajangbajangé matolihan. “Bééh kadén sira, ada Sang Rajapala ngintip dedari masiram,” raosné Madé Sudiari. “Tumbén dedariné kayun tedun meriki masiram. Biasané anak di kayehané duur kauh. Mawanan pancoran ané ada di bangkiang tangkidé ento kadanin kayehan dedari,” pasaurné Ngurah Jelada saha malinggih di duur batuné lénan di samping timpalné ngumbah. “Oh kayehan ané daja dauh kantor pangawasan Gunung Agungé nika madan kayehan dedari? Kocap yéhné resan telabah uli Dam Arcané ané ngecokin carik Nongané ngalodang teked ka Bukit Jambul. Béh dueg Subaké imaluan ngaé aungan salantang nika?” “Sajan Niek, kadén di désa duuran ada bindunné? Pidan kadén iyang sémér tongos anaké tuun ngalih yéh. Tautau ada telabah batan tanahé,” raosné Madé Sudiari nyek-
enang. “Saja kéto. Dija-dija subaké di Bali dueg ngaé aungan yéh. Timbang jani koné suba liu ada insinyur, nanging tondén mabukti ngaé kamakmuran petani,” baosné Ngurah Jelada. “Sira nawang yén Tungurah dadi insinyur ahli bangunan dam lan terowongan air, lantas dadi Kepala PU ngurusang pangairan subaké di Bali,” Luh Suwarni kenyem nyelag. “Naah, dumadak Widhiné asung, apang sing subaké tinggal kenangan masa lalu dogén. Nanging dadi apa sing tiang negak dini sambilang ngantiang timpalé ngaku teka lakar mandus mai? Kadén buin mani pangumuman ujiané? Tapi, Arniek sagét suba maan hadiah sepéda motor anyar?” Ngurah Jelada makenyem ngenjuhang tanganné nyalamin Luh Adé Suwarni. Saking pada geregetan ia masalaman makelo gati, jerijinné saling kulik. “Héé, dadi nak masalaman maruket makelo gati? Apa misi lém?” Sudiari sada iri. “Ha ha ha…, nguda séwot, nak Tungurah nulisang kode,
tiga pangamong kramané, inggih punika Sulinggih pinaka tetuladan saking krama Hindu-Bali, Pemerintah pinaka pangamong parikrama jagat, miwah krama. Sané pinih utama inggih punika rerama pinaka pangamong krama ring paumahan utawi kulawarga. “Tetiga pangamong punika sané patut ngawitin tur sumeken mabebaosan ngamedalang parikrama anggén nglestariang basa Bali. Yéning sampun becik kamargiang sinah krama Bali jagi nyarengin malih mabasa Bali sakadi kahanan sané dumun,” baosnyané ngawiaktinin. Ring widang pendidikan utawi parikrama ngicén ajah-ajahan, I Putu Suartika pinaka guru Basa Bali ngaptiang pisan mangda parikrama utawi kurikulum Basa Bali ngutamayang indik mabebaosan utawi matutur basa nganggé basa Bali ring para siswané. Duaning majanten kéwuh pisan nincapang kawagedan siswané mabebaosan yéning parikrama ngicén paplajahan akéhan ring kelas. Para siswané wantah mirengang pituduh miwah teori sané kaicén olih guru, nyurat catetan taler makarya PR kémanten. Becik miwah sumeken mabebaosan wantah mabuat pisan mangda alit-alité uning ring tata-titi mabasa Bali sané patut, sakadi sané kamargiang ring paplajahan basa Inggris. Siosan ring widang budaya mabasa Bali miwah parikrama ngicénin paplajahan basa Bali, kahanan yowana Bali sané mangkin taler patut kabecikang malih duaning akéh pisan kapanggih parikrama sané nénten patut kamargiang olih para yowana, pamekasnyané yowana Bali. I Ketut Pasek Suriyawan, lanang sané taler pinaka ketua ST. Eka Dharma Br. Jungut, Désa Batuan Sukawati Gianyar puniki maosang, yowana sané nénten teleb tur eling ring tata-titi maparilaksana dados jadma Bali sering marasa bangga ri kala kabaosang wanén nglawan utawi nentang kahanan adat miwah budaya sané sering kabaosang sampun kuna. Napi malih antuk kawéntenan “media online” sané ngawinang ipun sayan dangan mituutang utawi nempa parikrama sané kirang becik taler nénten nyihnayang adat miwah budaya Bali, minakadi mapanganggé “urakan” utawi ngawag makta montor ring margi ageng. “Indiké punika sané akéh kapanggih ring yowana Baliné mangkin. Punika mawinan para yowanané mangkin patut pisan nincapang rasa manyama braya, setata éling nyiksik bulu taler nénten setata nempa parikrama saking dura désa utawi dura negara sané kirang becik miwah nénten manut sakadi adat miwah budaya Baliné. Sios punika sampunang kimud nyarengin ngaturang ayah ring pura utawi banjar miwah nyarengin parikrama-parikrama adat minakadi nguopin ring upacara pawiwahan miwah ngabén,” Pasek Suriyawan nguduhang. (wan)
balesanné masih ban kode?” “Kode apa misi kulik-kulik? Ngomong ja terang-terangan, kan ngajak timpal gén?” “Pang saruan, artinné..., dadi silih cepok?” pasautné Luh Suwarni sada ngémpélin. “Silih cepok apané? Nyanan... anu lénlén nagih siliha, haha…,” Sudiari kedék ngakak. “Nyilih motor, kadén apa. Yén nyilih anu ané lénan mula sing dadi silih. Meli sing masih dadi. Yén sing baanga nunas, jag plaibang mara dadi,” saurné Ngurah Jelada dahem. “Motor niki mula janjianga tekén Mamak kayang tamat SMP. Nanging kabenengan daeler motoré ngorahang motoré sampun teka, lantas langsung jemaka pang ten énggalan telas. Biasanné tahun ajaran baru sepéda motoré lais pesan,” raosné Luh Adé Suwarni alon. “Itunian dugasé lakar meriki tiang maan singgah sig Gusti Ngurahé nanging suung. Rainé ngorahang kari ka tegalé. Nika awanan tiang ajak Luh Adé meriki. Biasanné trunané demen mandus di tukadé, mabalih anak arung jeram lan anak
mandus di pancorané deriki.” “Nguda kanti ngintip, kadén biasa anak arung jeram mapakéan renang lan anak luh ané mandus di pancorané cara jani tusing ada ané malalung. Lén yén mandus paturu muani liu masih ané nu malalung. Yén di Yéh Unda malah luh muani mandus bareng sing kénkén, asal pada bisa ngaba duénné,” baosné Ngurah Jelada makenyem nyledétin potongan awakné Luh Adé kadi gitar Spanyol wiréh bajunné sané tipis belus neket di raganné séksi. “Horéé… horéé…, dayanin Cang suba pasti mai ngrumpi. Ngurah Jelada bakat alih jumah sing ada. Adiné ngorang ka tegalé, lén masih ngorang Suwarni ajak Sudiari maan singgah, pasti majanji lakar matemu dini, sing jag sajan kéto Rah?” timpalné sané rauh pada ngopak. Putu Galang ngandéng Ketut Sulasih lan Gusti Lanang Geria ngandéng Ayu Swandéwi gelis pada tedun ka tukadé. Luh Suwarni sumringah nanging Sudiari matadah rengu, sendu. (Masambung)
Upacara
8
Redité Paing, 3 Januari 2016
Bebantenan Tattwa Banten Pagedong-gedongan BANTEN ring sajeroning magama Hindu ring Bali waluya niyasa sastra agama sané wénten ring pustaka suci. Wénten banten waluya niyasa “i manusa”, wénten banten waluya niyasa “warna rupaning Ida Bhatara”, wénten banten waluya niyasa “anda bhuwana”. Sapunika taler banten Pagedong-gedongan waluya tattwa sastra agama Hindu sané mungguh ring sastra agama hinduné. Banten Pagedong-gedongan sapunika taler wénten banten Pasaksi, wénten banten Tataban, miwah wénten banten Caru. Banten sané munggah ring Sanggah Pasaksi inggih punika banten Peras, Daksina miwah Ajuman. Banten sané katiba ring ibu sané mobot marupa banten Biyakala, Prayascita, miwah banten Tataban minakadi banten Peras, Panyeneng, Tulung, miwah Sesayut. Mungguing suksman banten sané munggah ka Sanggah Pasaksi minakadi banten Peras waluya niyasa mapinunas ring Ida Sang Hyang Widhi mangda kawéntenan sang ibu sané mobot punika prasida ngupapira sang bayi sané wenten ring garbhan sang ibu. Kruna peras artosnyané prasida. Nika mawinan pujastawa banten Peras sané kauncarang antuk jero Mangku akadi puniki, Om Prasidha ya namah swaha. Artosipun, Ratu Sang Hyang Widhi mangda prasida ring kauripané punika. Banten Daksina niyasa bhuwana stana utama Sang Hyang Widhi. Banten Ajuman waluya simbol pujian sané katiba ring Sang Hyang Widhi mangda nyaksiang kauripan sang sané mobot. Banaten sané katiba ring sang mobot marupa banten Byakala miwah Prayascita. Suksman banten punika waluya niyasa mangda sang mobot setata bersih sekala niskala. Byakala masuksma seger Sekala. Prasyascita niyasa suci Niskala. Banten Tataban Alit minakadi Peras Psnyeneng, Tulung Sesayut. Banten Tataban punika waluya niyasa kawéntenan i manusa sané urip ngruruh sané mawasta presida (sukses), Psnyeneng waluya niyasa kauripan sané becik. Kruna “nyeneng” martos urip. Pujasta Banten Panyeneng inggih punika, Om kaki panyeneng nini panyeneng, kajenenganing Brahma, Wisnu, Iswara. Suksman pujastawa puniki waluya pangapti mangda mentik kauripan sané imbang, minakadi urip niskala kaniyasayang antuk “Kaki”, urip sekala kaniyasyang antuk “Nini”. Yéning sampun prasida nangun urip imbang, mangda kanggén ngamargiang ajahan Tri Kona minakadi Utpati, Sthiti, miwah Pralina. Utpati ngardi sané patut kakardi, nunas panuntun ring Ida Bhatara Brahma. Sthiti inggih punika ngupapira sané patut kaupapira, nunas panuntun ring Ida Bhatara Wisnu. Pralina sané patut kapralina, nunas tuntunan ring Ida Bhatara Iswara. Dadosnyané cihna urip sané patut inggih punika ngardi sané patut kakardi (Utpati), pliara sané patut kapliara (Sthiti), miwah ngicalang sané patut kaicalang (Pralina). Nika suksman tattwa banten Panyeneng. Banten Tulung nyihnayang mangda ngamargiang uripé puniki, luiré Utapati, Sthiti, miwah pralina ring kauripané setata saling tulung. Nika mawinan banten Tulung punika taler makojong tetiga. Kruna Sesayut mawit saking kruna “ayu” madwipura dadosné Sesayut. Artosnyané ngruruh “karahayuan” mangda kadasaring antuk laksana sané makasinambungan tan dados kardopon. Mawit pahan kapratama nuju pahan salanturipun. Nika mawinan kulit Sesayute maiseh. (I Ketut Wiana)
BPM/dok
JAGRA- Kanten kramané majéjér pacang ayat muspa tur majagra ngamargiang Siwaratri. Majagra wantah parikrama sané sering kamargiang krama ri kala Siwaratri. Beciknyané kadagingin antuk dharmawacana indik agama, pamekasnyané ngresepang indik teges masiwaratri.
Siwaratri
Ngicalang Papa Klésa, Boya Nebus Dosa SIRA sané nénten uning carita I Lubdaka, juru boros? Krama, pamekasnyané sané magama Hindu pastika uning carita Lubdaka sané prasida ngamolihang suarga ri kala ipun padem. Carita puniki mapaiketan pisan ring kawéntenan rahinan Siwaratri sané pacang kapakélingin ring raina Sukra Paing Gumbreg, 8 Januari 2016. Ring Panglong pang 14 Sasih Kapitu utawi sané ketah kabaos Prewani Tilem Sasih Kapitu, kangken pinaka wengi payogan Ida Bhatara Siwa pinaka déwa pamralina. Ring wenginé puniki kacaritayang I Lubdaka ngamargiang jagra sinambi mikpik daun bila ring tengah alasé, sami puniki kamargiang sangkaning ipun ajerih. Irika ipun mapikayun yéning parilaksana maboros nénten becik. Parilaksana I Lubdaka prasida ngateh ipun
ngamolihang suarga, santukan parilaksanannyané katon olih Ida Bhatara Siwa sané tatkala punika sedeng mayoga. Mawit carita inucap, makéh krama mapikayunan yéning ngamargiang Siwaratri pacang ngicalang dosa, sakadi sané kamargiang I Lubdaka. Pangresep dakén punika ngawinang krama mapikayunan iwang. Krama durung jakti-jakti ngresep indik teges raina Siwaratri, mawinan metu mapineh iwang sakadi punika. Yéning resepang teges Siwaratri punika ngawinang iraga metuéling, mineh-minehin parilaksana kaon sané naen kalaksanayang tur mautsaha mangda nénten mawali maparilaksana kaon. Raina Siwaratri pinaka wengi payogan Ida Bhatara Siwa sané sapatutnyané kategesin pinaka raina mulatsarira, metuéling, nyiksik bulu, tan
mrema, tan aturu, boya wantah majarga kantos semeng, muspa mileh-ilehan, tur mapangapti sakancan parilaksana kaon, sakancan dosa sané sampun kakardi pacang ical, napi malih ri sampuné padem pacang ngamolihang suargan. Manut Ida Rsi Bhagawan Smerthi Kusuma Wijaya Sebali, ngamargiang Siwaratri patut kadasarin antuk rasa éling ngacep Sang Hyang Siwa sané sedeng mayoga kala punika. Éling ring sakancan parilaksana kaon sané naen kamargiang, mulatsarira mangda kapungkur prasida malaksana becik. Ida nugesang, raina Siwaratri boya galah ngicalang dosa, nanging galah mulatsarira. “Manut titiang, dosa tetep kémanten dosa, nanging prasida kaimbangin antuk parilaksana becik manut ajahan dharma,” baosnyané.
Ida taler ngumpamiang, sakadi nebus BPKB pacang molihang BPKB, nebus dosa pacang molihang dosa. “Yéning sapunika, nguda i manusa nebus dosa, napiké naen ngadéang dosa? Yéning umpamiang sakadi agelas toya bersih keni tinta, pastika pacang putek. Anggén ngicalang puteké punika patut timpuhin antuk toya bersih. Yadiastun asapunika, zat tinta kantun wénten. Sapunika taler dosa sané kakardi i manusa nénten prasida ical, nanging prasida kaimbangin antuk parilaksana becik,” sapunika Ida nlatarang. Kabaosang malih, sané prasida kaicalang wantah papa miwah klésa majalaran ngamariang parilaksana dharma, lascarya, taler sumeken mautsaha. Parindikan sané pateh taler kabaosang I Kadek Satria, S.Ag., sinalih tunggil dosén ring
Unhi Denpasar. Manut dané, dosa sané sampun kakardi nénten pacang prasida kaicalang. Ngamargiang Siwaratri wantah jalaran anggén mralina sakancan kaletehan angga mangda prasida lewih becik. “Patut kaélingin, Siwaratri boya galah anggén ngicalang dosa, nanging galah anggén mulatsarira, ngicalang kapetengan. Jarga mateges éling. Iraga patut éling indik napi sané pacang kamargiang. Ngiring sareng-sareng mulat sarira, mangda molihang pencerahan ri kala kapetengan,” baosnyané. Tetujon utama Siwaratri wantah nglebur utawi mralina kapetengan antuk ngrereh pencerahan, miwah mulat sarira (introspeksi diri) mangda manusa sané kabaos Manawa (manusa) prasida madué bebikas Madawa (dewa), boya Danawa (raksasa). (uma)
Parikrama Ngamargiang Siwaratri, Karya Agung Panca Wali Krama Ngulengang Pikayunan Majeng Siwa ring Pura Penataran Sasih
NGAMARGIANG Siwaratri wénten parikramannyané sakadi sané munggah ring Padma Purana tur kasalin antuk basa Kawi dados Siwaratri Kalpa, sané pamuputnyané dados tata-titi ngamargiang Siwaratri pamekasnyané ring Bali. Tetuek pamarginnyané wantah ngélingang raga miwah ngicalang papa klésa sakadi sané kabaosang Ida Rsi Bhagawan Smerthi Kusuma Wijaya Sebali. Manut Ida, sané prasida kaicalang sajeroning kauripan wantah papa klésa majalaran antuk parilaksana dharma, lascarya, taler sumeken. “Yéning papa klésa (kotoran miwah kegelapan) ical, parilaksana sané pacang ngwetuang dosa pacang doh,” baos Ida Rsi Bhagawan Smerthi Kusuma Wijaya Sebali. Ring lontar Siwaratri Kalpa kabaosang, ngamargiang Siwaratri mawit raina semeng ring panglong ping patbelas Sasih Kapitu antuk parikrama mapaheningan. Manut Ida Rsi Bhagawan Smerthi
Kusuma Wijaya Sebali, wus mapahening kalanturang antuk upacara maprayascita pinaka jalaran nyuciang pikayunan. Wus punika kalanturang antuk ngaturang banten pejati ring Sanggar Surya, nunas pasaksi. Ngaturang banten pejati majeng Sang Hyang Siwa. Pejati prasida kunggahang ring Palinggih Padma utawi ring Piasan ring pamerajan. Pangacepé katuju ring Sang Hyang Siwa miwah Sang Hyang Samodaya. Wus ngamargiang pamuspan kalanturang antuk nunas tirta pakuluh. Pinih untat masegeh ring ajeng Sanggar Surya. “Parikrama Siwaratri kapuputin antuk ngamargiang dana punia,” baos Ida. Kalanturang, parikrama tiosan sané patut kamargiang luiré monobrata, upawasa miwah jagra. Yéning mrasidayang, monobrata miwah upawasa kamargiang salami 24 jam (mawit jam nem semeng kantos jam nem semeng benjangnyané), jagra kamargiang salami 36 jam (mawit jam 6 semeng kan-
tos jam nem soré bénjangnyané). Pamuspan sakadi sané kabaosang ring ajeng kamargiang pang tiga, luiré sandikaon, tengah ratri, miwah bénjang semengnyané. Pamuspan sané kapertama inggih punika kamargiang ring jam nem nyoréang antuk panca sembah sané katur ring Gangga miwah Ganapati. Wus punika sané kaping kalih ring tengahing Ratri, kamargiang panca sembah katur ring Dewi Gauri utawi Giri Putri. Pamuspan sané kaping tiga kamargiang ri tatkala Brahmamuhurta Puja inggih punika jam tiga kantos jam lima ngedaslemah antuk panca sembah sané katur ring Sanghyang Kumara. Ida Rsi Bhagawan Smerthi Kusuma Wijaya Sebali mapiteket majeng krama Bali pamekasnyané para yowana mangda ngamargiang Siwaratri antuk tatacara sané becik, sampunang wantah milu-milu tuung. Margiang antuk rasa éling kadasarin manah lascarya manut kasidan soangsoang. (uma)
MAPAIKETAN ring Karya Agung Panca Wali Krama Pura Penataran Sasih, Désa Pakraman Jero Kuta Péjéng Purnamaning Kasanga (Soma Paing Langkir) 22 Fébruari 2016 ring Désa Péjéng, Kecamatan Tampaksiring, Kabupatén Gianyar, prawartaka karya nguningayang atur majeng ida dané umat Hindu sajebag Bali indik éédan pamargin karya sané sampun kamargiang miwah sané pacang kamargiang kantos puput. Sakatah pula-pali Karya Agung Panca Wali Krama Pura Penataran Sasih sampun kakawitin daweg raina Wrespati, 26 Novémber 2015 lintang. Éédan salanturnyané pacang kalaksanayang malih ngawit raina Anggara, 9 Fébruari 2016 antuk pula-pali maménjor ring pangarep lawang, pangele ring margi ageng. Salanturnyané ring raina Wrespati, 11 Fébruari 2016 kamargiang nunas Pakuluh-pakuluh ring Pura Sad Kahyangan, Pura Dalem Péd, Giri Kusuma, miwah ring Pura Semeru Agung. Ring raina Sukra, pula-paliné kalanturang antuk Mapepada Taur Padagingan. Raina Saniscara, kamargiang upacara mlaspas padagingan. Ring raina Redité, kalanturang antuk macaru Rsi Gana miwah mlaspasin. Salanturnyané ring raina Anggara, 16 Fébruari 2016 kalaksanayang pula-pali ngias Ida Bhatara, mlaspas Bagia, mendak Ida Bhatara Jero Kuta Péjéng, nyéjérang Bhatara Hyang Guru, nyumput tanah pakarangan, miwah nunas Toya Deha, Sekar Deha. Ring raina Buda, 17 Fébruari 2016 kamargiang pulapali melasti, mapekelem ring Gunung Agung. Bénjangnyané ring raina Wrespati, kamargiang mapekelem ring Ulun Danu Batur, mapepada taur pinaka Wali Krama, nyapuang Sanggar Tawang, miwah mendak Bagia. Ring raina Sukra, kamargiang upacara nyoroh/manjahin taur, memben taur, nunas Toya Deha miwah Sekar Deha, matetangi. Ring raina Saniscara, 20 Fébruari 2016 Sang Hyang Raré Angon tedun ring genah taur, taur Panca Wali Krama, pedanan, miwah mapepada karya. Ring raina Redité, parikrama kalanturang antuk ngunggahang banten, Ida Bhatara Ratu manca-manca sami tedun, ngaturang piodalan Wali Sepen sapisan memben, nunas Toya Deha miwah Sekar Deha. Ring raina Soma, nepet pucak karya ring Pura Taman Sari, Pura Taman, Pura Penataran Sasih kamargiang wali piodalan. Raina Anggara, 23 Fébruari 2016 kalanturang antuk nganyarin (umanis karya), ngiderang Dangsil, nglamuk Baa (Sang Hyang Jaran). Salanturnyané ring raina Buda, kamargiang pula-pali nganyarin (paing karya), antén-anténan. Ring Raina Wrespati, kalanturang antuk pula-pali nampyog, ngusaba. Ring Raina Sukra, kamargiang nglemek utawi ngebek. Bénjangné Saniscara, kamargiang upacara nyenuk. Ring raina Redité, kamargiang Resi Bojana, mudalang Bhatara Pangrajeg Karya. Ring raina Soma, kamargiang pula-pali nganyarin, ngider bhuwana. Ring raina Anggara, kamargiang upacara nganyarin, Ida Bhatara manca-manca budal. Raina Buda, kamargiang pula-pali nyepiang karya. Raina Wrespati, kamargiang pula-pali nyegara gunung, nyineb utawi nuwek Bagia, mendem Bagia. Ring raina Sukra, pula-pali sané kamargiang marupa muput atur. Salanturnyané raina Soma, 04 April 2016 kamargiang tutug asasih pitung raina. Wantah sakadi asapunika sané prasida kaunggahang, dumogi mamargi antar tur labda karya, saha sareng sami kapaica karahayuan lan kadirgayusan.
Rédaksi nerima reriptan marupa artikel (paling akéh 3500 huruf), satua ringkes (paling akéh 6000 huruf), puisi, geguritan miwah sané siosan. Reriptan mangda kakirim ring alamat: Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email: bali_orti@balipost.co.id.
9
MINGGU PAING, 3 JANUARI 2016
HAL 12
vs
Sixers Kalah Lagi Head to Head
Crystal Palace Chelsea
29-08-2015 Chelsea 03-05-2015 Chelsea 18-10-2014 Crystal Palace 29-03-2014 Crystal Palace 14-12-2013 Chelsea
Ujian bagi Hiddink
Crystal Palace: 07-12-2015 Everton 12-12-2015 Crystal Palace 19-12-2015 Stoke 26-12-2015 Bournemouth 28-12-2015 Crystal Palace
1:1 1:0 1:2 0:0 0:0
Chelsea: 09-12-2015 Chelsea 2:0 14-12-2015 Leicester 2:1 19-12-2015 Chelsea 3:1 26-12-2015 Chelsea 2:2 28-12-2015 Manchester United 0 : 0
Gus Hiddink akan coba membawa Chelsea meraih kemenangan perdana, kala mereka bertandang ke Selhurst Park untuk menghadapi Crystal Palace malam nanti. bahwa tabel persaingan. Sang juara bertahan baru bisa mengumpulkan 20 poin dari 19 pertandingan yang sudah dimainkan, dan kini duduk di peringkat 14. Dari lima laga terakhir di semua ajang, Chelsea menelan satu kekalahan dan dua imbang. Begitu pula dengan di Premier League, di mana dua pertandingan disudahi dengan kekalahan dan dua sisanya imbang. “Saya sudah mengatakan bahwa ini bukanlah pekerjaan instan. Membutuhkan waktu yang cukup lama untuk membuat tim ini bangkit lagi,” kata Hiddink, Sabtu (2/1) kemarin. Chelsea sudah hampir pasti tak bisa memainkan Falcao yang tengah cedera, dan masih menunggu perkembangan terakhir kondisi Loic Remy dan Gary Cahill. Sementara Palace justru berhasil menang dua kali dari lima duel terakhir di liga domestik. Sebelum tahun baru mereka sukses meraup satu angka ketika menjamu Swansea City, dan belum pernah kalah di Selhurst Park sejak 28 Oktober. Jelang laga akhir pekan
Crystal Palace Crystal Palace Chelsea Chelsea Crystal Palace
Lima Pertandingan Terakhir Kedua Tim
London –
Usai memecat Jose Mourinho di bulan Desember, The Blues baru meraih satu kemenangan atas Sunderland. Sukses membekuk tim asuhan Sam Allardyce 3-1 diraih kala tim masih dibesut oleh asisten Steve Holland. Ketika itu Hiddink hanya duduk di tribun Stamford Bridge. Manajer Belanda mulai menangani tim di laga melawan Watford yang berakhir imbang 2-2. Dan terakhir kali bermain away menghadapi Manchester United, ia lagi-lagi gagal membuat tim meraih tiga angka penuh karena hanya bisa bermain 0-0 di Old Trafford. Ambisi meraih tiga angka penuh bisa mulai diwujudkan Hiddink, saat timnya menghadapi Palace di laga perdana di 2016. Dari sisi materi skuat, The Blues jelas akan diunggulkan dibanding tim lawan, meski kini kubu Selhurst Park justru tengah di atas angin dengan duduk di peringkat lima klasemen, hanya terpaut empat angka dari zona Liga Champions. Kemenangan jelas jadi target utama bagi Chelsea yang kini masih terpuruk di papan
1:2 1 : 0 1:2 1:0 2:1
ini, tuan rumah dipastikan akan kehilangan beberapa pemain karena cedera, seperti Kwesi Appiah, Bakary Sako, Dwight Gayle, Yannick Bolasie, dan Connor Wickham. Sementara itu, Yohan Cabaye akan absen karena kartu merah. Wilfried Zaha punya kesempatan menjadi tokoh utama Palace dengan cederanya Bolasie dan masih mandulnya lini depan The Eagles. Sayatannya dari sisi sayap akan sangat diharapkan Alan Pardew. Di masa lalu skor-skor besar seperti 5-1, 4-1 dan 6-2, pernah terjadi untuk kemenangan Chelsea. Tapi sejak Alan Pardew mengambil alih posisi di Selhurst Park, mereka malah menang 2-1 di Stamford Bridge pada laga kebalikannya bulan Agustus 2015 lalu. (kmb33/rtr)
Crystal Palace Southampton Crystal Palace Crystal Palace Swansea FC Porto Chelsea Sunderland Watford Chelsea
BARU - Pedro Rodriguez menjadi salah satu pemain yang diharapkan oleh Gus Hiddink mampu mengangkat performa Chelsea yang terpuruk meski Pedro belum memperlihatkan kemempuan terbaiknya selama ini.
BPM/rtr
Neville : Finish Posisi 4 Cukup Berat
BPM/rtr
GAGAL - Oscar gagal mencetak gol lewat titik penalti pekan lalu.
Gagal Penalti, Oscar Tetap Gelandang Hebat
NEMANJA Matic meminta Oscar untuk tetap bersikap optimistis setelah ia gagal mengeksekusi penalti krusial, sehingga mencegah kemenangan Chelsea kontra Watford, pekan lalu. Dua gol Diego Costa membuat kedudukan di Stamford Bridge sama kuat 2-2, setelah Watford sempat unggul melalui Troy Deeney dan Odion Ighalo. Oscar berkesempatan menjadi penentu kemenangan ketika ia menjadi eksekutor penalti di menit 80, setelah Eden Hazard dijatuhkan di kotak terlarang. Sayang gelandang Brasil itu terpeleset dan tembakannya melambung tinggi. Padahal Oscar mampu menjadi algojo titik putih dengan sempurna, saat Chelsea menang 3-1 atas Sunderland pada akhir pekan lalu. Oscar terlihat sangat kecewa usai kegagalannya itu, namun Matic langsung memintanya untuk tidak merasa minder. “Kami mendapatkan penalti, namun gagal menjadi gol. Kami tidak beruntung. Dia harus tetap menegakkan kepalanya karena hal-hal semacam ini biasa terjadi. Saya yakin dia akan mencetak gol di kesempatan penalti berikutnya,” kata Matic, Sabtu (2/1) kemarin. Matic sendiri sebetulnya patut disalahkan atas gol penyama Watford, setelah gelandang Serbia itu melakukan hand ball di kotak penalti. Ia pun mengaku kecewa timnya akhirnya hanya bisa meraih hasil imbang. “Kami ingin menang, ini hasil yang kurang baik. Tetapi inilah sepak bola,” tutupnya. (kmb33/ap)
Valencia – Kekalahan 1-0 dari Villarreal tadi malam, dalam lanjutan La Liga Spanyol membuat Valencia berjarak semakin jauh dari empat besar klasemen sementara. Dengan dua hasil imbang dan sekali kalah, sejak Gary Neville menangani tim membuat Valencia terjerembab ke posisi sepuluh, tertinggal 11 angka dari Villarreal di peringkat empat. Dengan laga berikutnya melawan Real Madrid, Neville mengakui peluang Valencia untuk bisa bermain di Liga Champions musim depan terbilang berat. “Ada jarak angka yang cukup lebar untuk bisa dipangkas dan saya fokus pada pertandingan berikutnya,” kata Neville, Sabtu (2/1) kemarin. “Kekalahan semalam membuat segalanya jadi semakin rumit. Meski masih ada poin yang bisa diraih,” ujarnya lagi Ditambahkan mantan bek Manchester United itu, fokus dirinya dan juga Valencia saat
ini adalah meraih angka di depan mata mereka, dan berusaha tampil bagus. Neville mengambil alih tampuk kepemimpinan di Mestalla pada 2 Desember kemarin. Ini menjadi pekerjaan pertamanya di dunia manajerial, menyusul pengunduran diri Nuno Espirito Santo dari klub La Liga tersebut. Neville meneken kontrak di Valencia sampai akhir musim ini. Meski pengalamannya dalam menangani tim bisa dibilang minim, di mana ia hanya menjadi staf kepelatihan untuk Roy Hodgson di tim nasional Inggris. Namun Neville disebut memiliki atribut untuk memetik kesuksesan di Spanyol. Demikian seperti diungkapkan mantan manajer Manchester United Sir Alex Ferguson. Dalam hal ini, Ferguson meyakini bahwa mantan anak asuhnya itu akan sukses di pekerjaan barunya. Dia sempat memberi Neville wejangan setelah yang
bersangkutan ditunjuk sebagai pelatih anyar Los Che. “Saya berbicara dengan dia. Dia datang ke rumah saya. Saya berkata, “Jadilah diri sendiri, percayalah pada pendirianmu, seperti yang sudah kamu lakukan selama bermain, dan hal itu takkan pernah membuat kamu down. Dan saya pikir hal itu akan membantunya”. ujar Ferguson. “Tipikal Gary yang berani untuk melakukan hal semacam ini. Ini merupakan sebuah langkah besar untuk dia, dari awalnya memiliki Salford City sampai menukangi Valencia,” tambah Ferguson. “Namun dia memiliki pengalaman di dunia sepak bola dan dia mengemban tugas dengan Inggris ,yang mana juga akan membantunya. Namun yang terpenting adalah dia memiliki deteriminasi luar biasa dan dia adalah seorang pengambil keputusan yang bagus,” tutupnya. (kmb33/rtr)
Jorge Lorenzo
BPM/rtr
Lorenzo Ganti Helm
Gary Neville
BPM/rtr
Madrid – Pembalap Movistar Yamaha Jorge Lorenzo, akhirnya menentukan pilihan mengenai helm yang akan digunakan pada balapan MootGP 2016. Sebelumnya Lorenzo menggunakan helm asal Korea Selatan, HJC. Hubungan antara HJC dan Yamaha memang tidak berjalan mulus. Helm HJC dinilai memiliki banyak masalah dan tidak mampu bersaing di papan atas kompetisi MotoGP. Bahkan HJC disinyalir sebagai penyebab kegagalan Lorenzo dalam beberapa balapan pertama musim 2015. Tidak hanya memiliki masalah di dalam lintasan, HJC dinilai curang dengan pihak Yamaha dalam masalah bagi hasil keuntungan. HJC dituduh tidak mau
membeberkan keuntungan bersih yang mereka dapat selama terikat kontrak dengan Lorenzo dan Yamaha. Baru-baru ini Lorenzo dikabarkan baru saja menandatangani kontrak bersama produsen helm dari Prancis, Shark. Seperti yang diberitakan sebuah harian Spanyol, Sabtu (2/1) kemarin, perjanjian kontrak antara keduanya akan berlangsung selama satu tahun, dengan opsi perpanjangan kontrak. Keduanya memiliki target mendapat keuntungan lebih dari 1 miliar euro. Jika X-Fuera berhasil menjadi juara kembali di musim balapan 2016 dan target keuntungan tercapai, maka bukan tidak mungkin kontrak keduanya akan kembali diperpanjang. (kmb33/rtr)
BOLA MANIA
10
Minggu Paing, 3 Januari 2016
Menanti Aksi Turan dan Vidal
Barcelona – Momen penampilan perdana Arda Turan dan Aleix Vidal untuk Barcelona, secara resmi sudah kian dekat. Entrenador Barca Luis Enrique menyebut keduanya akan memberi sesuatu yang ektra buat Blaugrana. Keduanya sebenarnya sudah direkrut Barca pada bursa transfer musim panas lalu. Turan dari Atletico Madrid dan Vidal dari Sevilla. Akan tetapi, keduanya belum bisa menjalani partai pertamanya bersama Barca, akibat sanksi transfer FIFA pada klub Catalan tersebut. Embargo itu sudah berakhir pada Januari 2016 ini, membuat Turan dan Vidal sekarang bisa resmi bermain untuk Barca. “Penampilanpenampilan dari Arda dan Aleix Vidal akan memperlihatkan seberapa jauh mereka sudah beradaptasi dengan tim,” kata Enrique, Sabtu
Steven Gerrard
(2/1) kemarin “Saya gembira mereka sudah nyaris siap untuk menjalani debutnya. Mereka telah menantikan momen ini untuk waktu yang lama. Mereka akan menambahkan sesuatu yang ekstra pada tim,” imbuhnya. Turan dan Vidal dinyatakan belum akan tampil lawan Espanyol di La Liga akhir pekan ini, karena ken-
dala pendaftaran. Namun, keduanya diyakini akan tampil lawan tim yang sama di Copa del Rey pada 7 Januari. Turan bakal mengenakan nomor kostum 7, yang sebelumnya dipakai Pedro Rodriguez. Adapun Vidal pakai nomor kostum 22. Turan bisa menjadi pelapis bagi Andres Iniesta dan Ivan Rakitic di lini tengah. Untuk posisi ini, sebelumnya pelatih Barcelona Luis Enrique kerap menggunakan Sergi Roberto atau Rafinha. Dengan kehadiran Turan, maka Enrique bisa merotasi pemain di lini tengah lebih
lengkap menghadapi paruh kedua yang akan berlangsung sangat ketat dan tegang untuk memburu gelar juara. Tak hanya itu, Turan pun bisa ditempatkan sebagai pengganti Neymar di lini serangan kiri. Sementara itu, Vidal biasa beroperasi di sayap pertahanan kanan bisa menjadi atau saling berganti peran bersama Dani Alves dab Douglas. Vidal juga bisa ditempatkan lebih ke depan, ketika Messi dan pelapisnya seperti Munir el Haddadi tak bisa tampil di lini serangan kanan. Sandro Segera dimainkannya Arda Turan membuat Luis Enrique memiliki banyak opsi di lini depan. Karena itu, ketika salah satu pemain depannya diincar klub lain dan dijanjikan uang yang layak, Barcelona bersedia melepas
penyerangnya tersebut. Penyerang yang dimaksud ialah Sandro. Pemain berusia 20 tahun itu tengah menjadi buruan utama Tottenham Hotspur. The Lilywhites berani menebus klausul pelepasan Sandro yang berkisar 8,8 juta pounds, atau sekitar Rp 179 miliar. “Kami tidak ingin menjual Sandro sekarang. Memang ada ketertarikan dari beberapa klub Premier League dan Spurs diantaranya,” kata Enrique, Sabtu (2/1) kemarin. Bersama Barca musim ini, Sandro memang lebih banyak duduk di bangku cadangan. Namun, jika diberi kesempatan, jebolan akademi La Masia itu tampil cukup baik. Terlihat dari raihan tiga gol dalam 13 pertandingan yang dijalani bersama Barca musim ini. (kmb33/ap/rtr)
Metode Unik Cech
BPM/ap
Atur Lini Belakang
Akhir Tahun
London – Komunikasi antarlini jadi salah satu kunci solidnya sebuah tim. Karena itu, Petr Cech tak masalah harus bicara dalam tiga bahasa berbeda kepada pemainpemain belakang Arsenal saat pertandingan. Cech yang tampil tenang di bawah mistar gawang, sudah menjadi salah satu faktor di balik performa oke lini belakang Arsenal. Dari 19 kali pertandingan di Premier League, Cech mencatat delapan clean sheet dan Arsenal cuma kebobolan 18 gol. Komunikasi dengan barisan bek disebut Cech menjadi kunci solidnya lini belakang. Kendati barisan pertahanan Arsenal diisi pemain d a ri neg a ra -neg a ra yang berbeda, Cech tak menemui kendala saat berkomunikasi.
Gerrard Mungkin Pensiun
London – Mantan Kapten Liverpool Steven Gerrard, membeberkan rencana karirnya pada tahun 2016 ini. Meski belum yakin 100%, Gerrard menyebut bahwa tahun 2016 ini bisa menjadi tahun terakhirnya berkarir sebagai seorang pesepak bola. Di usianya yang sudah memasuki angka 35 ini, Gerrard menyebut sudah mulai mempertimbangkan untuk mengambil pensiun di akhir tahun 2016 nanti. “Saya belum yakin 100%, tapi saya pikir tahun ini mungkin menjadi tahun terakhir saya sebagai seorang pesepak bola” ungkap Gerrard, Sabtu (2/1) kemarin. Gerrard yang saat ini sedang menikmati libur kompetisi MLS, mengaku bahwa ia tertarik untuk melanjutkan karir di Liverpool, meski kali ini ia berharap bisa masuk ke dalam jajaran staff pelatih Jurgen Klopp. “Saya sudah berbicara dengan Klopp. Sampai saat ini belum ada tawaran untuk melatih dari klub. Namun mereka berharap saya segera kembali ke sini. Dalam perbincangan tersebut, saya belum diberitahu di mana posisi saya nantinya dalam klub,” ungkap Mantan Kapten Liverpool tersebut. Gerrard sendiri hampir menghabiskan seluruh karir profesionalnya bersama Liverpool. Pada musim panas lalu, ia memutuskan untuk hijrah ke Amerika untuk membela klub MLS LA Galaxy. (kmb33/ap)
Cech yang menguasai lima bahasa yakni Ceko, Inggris, Prancis, Spanyol, dan Jerman, mengungkapkan bahwa dia berkomunikasi dengan pemain-pemain belakang Arsenal dalam tiga bahasa berbeda. Kiper berusia 33 tahun itu tak masalah melakukannya, agar instruksinya dimengerti. “Saya bicara kepada fullback (Nacho Monreal dan Hector Bellerin) dalam bahasa Spanyol, kepada Laurent Koscielny dalam bahasa Prancis, dan kepada Per Mertesacker dalam bahasa Inggris, karena buatnya sama saja seperti saya,” ujar Cech, Sabtu (2/1) kemarin. “Dia mengatur orangorang dalam bahasa Inggris. Kadang pemain asing tidak akan tahu apa yang anda katakan. Itulah ketika anda sadar lebih mudah untuk mengatakannya dalam bahasa mereka, dari
pada berharap mereka akan mengerti. Itu bisa terjadi,” katanya. Kiper asal Republik Ceko itu mengungkapkan target pribadinya di musim pertamanya bersama The Gunners adalah bisa memenangi dua gelar sekaligus. Arsenal memang masih berpeluang meraih gelar di tiga ajang berbeda. Bahkan di pentas Premier League, tim asuhan Arsene Wenger untuk sementara masih memuncaki klasemen. “Target pribadi saya sama dengan target tim. Saya adalah pemain tim, dan ada trofi untuk tim di depan kami,” ujar Cech. “Memenangi liga ditambah kompetisi lain, bisa Piala FA atau Liga Champions, terserah, akan menjadikan tahun ini brilian bagi kami. Semoga kami bisa mencapainya pada 2016 ini,” lanjutnya. (kmb33/ap)
Ngebut, James Rodriguez Terancam Kehilangan SIM
Madrid Gelandang Real Madrid James Rodriguez, kedapatan memacu mobilnya melewati batas kecepatan maksimal hingga membuatnya dikejar polisi. Seperti dilansir oleh media Spanyol, Sabtu (2/1) kemarin, aksi kejar-kejaran tersebut terjadi ketika James hendak berangkat latihan. James memacu mobilnya hingga 200 kilometer per jam. Yang mana melewati batas kecepatan maksimal yang diizinkan di jalan tol M-40, yakni 120 kilometer per jam. Aksi pacu mobil itu ketahuan oleh polisi. Mereka lantas mengejar gelandang asal Kolombia itu dan memintanya untuk segera menepi. Namun, James tidak mengindahkan peringatan polisi. Ia tetap memacu mobilnya hingga ke pusat latihan Madrid, Ciudad Real Madrid, yang terletak di Valdebebas. Polisi yang mengejar James terus membuntuti hingga ke Valdebebas. Awalnya tidak diizinkan masuk ke pusat latihan. Namun, setelah memberikan penjelasan mereka diizinkan masuk oleh petugas yang berjaga pintu masuk. Jika terbukti bersalah, James terancam denda besar dan kehilangan Surat Izin Mengemudi (SIM) miliknya. (ant/afp)
BPM/rtr
POSE - James Rodriguez berpose di depan sebuah mobil mewah.
BPM/rtr
Aksi - Penampilan Arda Turan ketika masih membela Atletico Madrid.
BPM/rtr
Petr Cech
Madrid Incar Ben Arfa Nice – Isu keretakan antara James Rodriguez dengan Rafael Benitez mencuat dalam satu bulan terakhir. Bahkan Benitez siap melego pemain berpaspor Kolombia itu, dan mencari playmaker anyar pada bursa transfer Januari 2016. Playmaker Prancis yang bermain untuk Nice (Hatem Ben Arfa), digadang-gadang menjadi pengganti James. Mendengar pemainnya diincar Madrid, pelatih Nice Claude Puel tak terlalu kaget. Mantan pelatih Olympique Lyon itu menilai memang selayaknya Ben Arfa bermain di klub besar. Bersama Les Aiglons musim ini, mantan pemain Newcastle United itu
bermain apik dengan raihan tujuh gol dan dua assist dari 20 penampilan. “Saya tidak terkejut mendengar klub seperti Real Madrid menginginkan Ben Arfa. Bahkan saya berharap ia tak membela Nice lagi musim depan. Sebab ia menunjukkan performa konsisten dan telah bekerja keras, sehingga layak membela klub besar,” jelas Puel, Sabtu (2/1) kemarin. Puel juga mengatakan bahwa performa apik Ben Arfa bukan hanya ada di satu atau dua pertandingan, melainkan di setiap laga. “Performa tingkat tinggi yang telah ia mainkan bukan hanya di beberapa pertandingan. Ia bermain sangat konsisten dan telah bekerja dengan sangat keras di sini,”
ujarnya. Ben Arfa memulai karir profesionalnya saat memperkuat Olympique Lyon. Setelah itu ia pindah ke Olympique Marseille dan kemudian Newcastle United. Bersama The Magpies ia menghabiskan empat musim, dan sempat dipinjamkan ke Hull City sebelum akhirnya dilepas oleh manajemen Newcastle. Ben Arfa seperti terlahir kembali awal musim ini. Pemegang 13 caps bersama Timnas Prancis itu sempat menganggur. Baru pada musim panas 2015 pemain berusia 28 tahun itu gabung Nice, dan membawa klub asuhan Puel ke posisi lima klasemen sementara Ligue 1 2015-2016. (kmb33/ap)
Hatem Ben Arfa
BPM/ap
GELANGGANG
Minggu Paing, 3 Januari 2016
11
Pejudo PON TC Sentralisasi di Bangli
TARIK KOSTUM - Pemain Uluwatu Putra (belakang) sampai harus menarik kostum lawannya dari Putra Mumbul, dalam perebutan bola. Uluwatu Putra menang tipis 1-0 dalam babak semifinal, turnamen Pesanku Cup U-18, di Lapangan Samudra Kuta, Badung, Sabtu (2/1) kemarin.
Denpasar (Bali Post)Pengprov PJSI Bali meloloskan 14 pejudonya ke PON ke-19, di Jabar, September mendatang. Bahkan PJSI Bali menggelar TC sentralisasi di Bangli, mulai pertengahan Januari nanti. Wakil Ketua Umum Pengprov PJSI Bali Nengah Sudiartha, di Denpasar, Sabtu (2/1) kemarin, menerangkan selama TC sentraliasi ditangani duet pelatih Wayan Mudra dan Nyoman Sumerta. “Para pejudo bakal kami terjunkan pada Kejuaraan Internasional Bali Open, di GOR Lila Bhuana, 25-27 Maret mendatang,” ucapnya. Rencananya, event bergengsi Bali Open bakal melibatkan 27 negara, termasuk para pejudo PON dari berbagai provinsi bakal ambil bagian. “Melalui ajang Bali Open ini, kami ingin mengetahui peta kekuatan judo secara nasional,” tutur Sudiartha. Pasca berlaga di kejuaraan internasional Bali Open, Sudiartha berniat melakukan latihan intensif selama 1,5 bulan ke Jepang. “Biasanya timnas judo Indonesia cenderung memilih berlatih ke Korea, tetapi kami memilih ke Jepang sebagai negara asal olahraga bela diri judo,” kilahnya. Ia berharap pejudo Bali umumnya memiliki fisik dan stamina mumpuni, namun perlu polesan teknik, taktik, dan strategi. Karena itu, mereka perlu berguru judo ke Negeri Matahari Terbit. “Anggaran yang diperlukan untuk berlatih ke Jepang berkisar Rp 250 juta, sampai dengan Rp 400 juta. Kami TC ke Jepang tergantung kucuran dana KONI,” ujar Sudiartha. Selain itu, pihaknya ingin mewujudkan target judo Bali di ajang PON bisa mendulang medali emas. “Kalau kami berhitung, tercatat tujuh pejudo Bali berpeluang menyabet emas, namun untuk target kami cukup realistis dan mematok tiga keping emas,” paparnya. (022)
Uluwatu Putra ke Final Mangupura (Bali Post)-
Kesebelasan Uluwatu Putra memastikan tiket ke final dalam turnamen Pesanku Cup U-18. Kepastian itu didapat Uluwatu Putra usai menang tipis dengan skor 1-0 (1-0) atas lawannya Putra Mumbul pada babak semifinal, di Lapangan Samudra, Kuta, Badung, Sabtu (2/1) kemarin. Uluwatu Putra bakal melakoni laga pamungkas melawan pemenang antara Purnama Seminyak meladeni tuan rumah Pesanku, Minggu (3/1) ini. Gol semata wayang kemenangan Uluwatu Putra hasil sontekan Hamda Hamzani, ketika pertandingan yang dipimpin wasit Wayan Wasista baru bergulir tiga menit. Gol itu berawal dari sepak pojok yang dilakukan Dimas Priambodo, kemudian dituntaskan dengan sontekan ke gawang olah Hamdan Hamzani, hingga memperdaya kiper Putra Mumbul Hendra. Tertinggal 0-1, Putra Mumbul berupaya bangkit. Berkali-kali barisan penyerang Putra Mumbul, seperti Guruh dan Bima mengancam gawang Uluwatu Putra yang dikawal Yoga. Akan tetapi, berkat ketatnya benteng pertahatan Uluwatu Putra yang dikordinasi Arif Kurniawan dan Wayan Artha Mahardika, mampu mengahalau tiap serangan yang dibangun Putra Mumbul. Memasuki babak kedua, kembali Putra Mumbul tampil ngotot untuk mengejar ketinggalan.
BPM/dok
PEJUDO PON - Dua pejudo putri PON Bali, yakni Kadek Anny Pandini (kiri) bersama Putu Prapti Virginia.
Budi Kertiyasa Gantikan Swandewi
Denpasar (Bali Post)Pengurus dan pelatih Federasi Olahraga Karate Indonesia (FORKI) Pengprov Bali, tengah sibuk mencari pengganti seorang atlet Program Indonesia Emas Daerah (Primada) yang tidak bisa tampil di PON Bandung XIX Bandung, Jawa Barat, September mendatang lantaran faktor non teknis. Sementara satu atlet lainnya yakni Kadek Swandewi sudah dapat penggantinya, di mana dia bakal diisi Budi Kertiyasa. “Atlet atas nama Swandewi yang usianya lewat batas PON sudah mendapat pengganti. Dia akan digantikan oleh Budi Kertiyasa. Sedangkan untuk pengganti seorang atlet primada Putu Arimbawa bakal segera dicarikan penggantinya,” ungkap Pelatih FORKI Bali I Nyoman Sumayasa di Denpasar, Sabtu (2/1) kemarin. Sumayasa mengatakan pihaknya tidak menurunkan Arimbawa saat Pra PON lalu, karena asuhannya masih mengalami trauma berat akibat benturan keras pada kepalanya. Itulah alasannya pihaknya tidak berani memaksakan dia untuk tampil di Pra PON. “Kami tidak berani memainkan dia di Pra PON. Jadi dia digantikan oleh Buntara Putra. Meski begitu, untuk jatah atlet Primada belum tentu Buntara bisa menggantikan posisi Arimbawa. Pasalnya, kami harus rapatkan dulu dengan pengurus, sebab di karate ada beberapa atlet yang prestasinya gemilang,” terangnya. Lebih lanjut dikatakannya, untuk mencari pengganti Arimbawa pihaknya harus benar-benar mencari atlet yang sesuai dengan keputusan bersama, yakni mencari karateka yang terbaik dan berkualitas yang nantinya mampu meraih prestasi. “Jadi kami harus benar-benar mencari yang terbaik supaya tidak salah,” jelas Sumayasa. (kmb41)
Nyoman Sumayasa
BPM/kmb41
Namun, gelombang serangan yang dilancarkan Putra Mumbul mampu dipatahkan barisan lini pertahanan Uluwatu Putra. Hingga wasit Wasista meniup peluit panjang, skor akhir Uluwatu Putra tetap unggul 1-0. Usai pertandingan, Ketua Umum Uluwatu Putra Nyona Watra mengemukakan timnya wajar menang dan melaju ke babak final. “Bahkan kami menargetkan Uluwatu Putra bisa merebut gelar juara,” tutur Watra. Pada bagian lain, pelatih Putra Mumbul Nyoman Jono Wirawan, mengakui asuhannya merupakan pemain murni pembinaan dari SSB Putra Mumbul. “Dana kami terbatas dan tak mampu mendatangkan pemain dari luar,” kilah Jono. Diakuinya, Putra Mumbul mempunyai sederet peluang emas, namun tak dikonversi menjadi gol karena kokohnya lini belakang Uluwatu Putra. (022) Jadwal Minggu (3/1) Purnama
vs Pesanku
BPM/wan
Bali United Tundukkan POR Sanur BN Denpasar Siapkan Pesilat Antarperguruan
Gianyar (Bali Post)Bali United (BU) kembali menuai hasil positif melawan tim lokal Bali. Dimana, tim berjuluk serdadu tridatu itu lagi-lagi sukses meraih kemenangan 4-2 atas tamunya POR Sanur Denpasar, dalam pertandingan persahabatan, di Stadion Kapten Wayan Dipta, Gianyar, Sabtu (2/1) kemarin. Pertandingan yang mempertemukan tim profisional yang berlaga di liga tertinggi Tanah Air, Indonesia Super League (ISL) dengan tim amatir di Bali ini, berjalan cukup sengit. Bagaimana tidak, tuan rumah Bali United yang baru memperpanjang kontrak dengan pemain lama dan anyar sebanyak 19 pemain di musim ini, mencoba menurunkan skuad terbaiknya. Terbukti, skuad serdadu
tridadu mampu menceploskan empat gol ke gawang POR Sanur. Kempat gol kemenangan tuan rumah Bali United masing-masing diceploskan oleh Martinus dua gol, Hamdi, dan pemaian anyar yang sebelumnya memperkuat Persiba Balikpapan Made Adi Binter Wirahadi. Sedangkan POR Sanur juga tidak mau kalah begitu saja. Tim peraih gelar juara Denpasar Cup 2015 itu, mencoba memberikan perlawanan kepada tim besutan mantan pelatih Timnas U-19 itu. Alhasil, POR Sanur akhirnya mampu mencuri dua gol yakni lewat gol Kadek Sentana dan Agus Desi. Hingga pertandingan usai, skor 4-2 tetap bertahan untuk kemenangan Bali United. Media Officer Bali United Mo-
hammad Qomaruddin, mengatakan, ini merupakan uji coba keempat melawan tim lokal Bali. Mengingat sebelumnya tim sudah menyelesaikan tiga kali pertandingan dengan tim lokal Bali yakni dengan Pespa Padangsambian, Pro Kundalini, Putra Tresna dan sekarang dengan PORS Sanur. Dalam uji coba keempat ini, coach Indra Sjafri kembali mengincar pemain POR Sanur Agus Setiawan, disuruh ikut latihan di Bali United mulai Minggu (3/1) ini, di Lapangan, Tri Cakti, Kuta, Badung. Di bagian lain Kadek Sentana menyatakan senang lantaran mampu menyumbangkan satu gol, meski gagal mengantarkan timnya meraih kemenangan dari Bali United. (kmb41)
SUMBANG GOL - Bomber POR Sanur Kadek Sentana Adi Putra (depan) menyumbang sebiji gol buat timnya, dalam latih-tanding melawan Bali United, yang berakhir 2-4, di Lapangan Kapten Wayan Dipta, Gianyar, Sabtu (2/1) kemarin.
BPM/wan
Denpasar (Bali Post)Baru saja menghelat kejuaraan memperebutkan Piala Wali Kota Denpasar XVI/2015, DPC PSPS Bakti Negara (BN) Kota Denpasar, menyiapkan pesilat untuk diterjunkan pada kejuaraan antar perguruan memperebutkan Piala IPSI Denpasar, Februari mendatang. Sekum DPC PSPS Bakti Negara Wayan Suartika, Sabtu (2/1) kemarin, di depasar menerangkan, para pesilat juara Piala Wali Kota bakal digembleng untuk berlatih di Lapangan Renon tiap hari Minggu, sesuai dengan arahan Pembina BN Kota Denpasar Bagus Ketut Dani Suparta. Selain itu, kata Suartika, para juara bakal diseleksi dengan pesilat BN yang juara pada event sebelumnya seperti Wali Kota tahun lalu, Porjar Kota Denpasar, serta Porjar Bali. “Kami ingin mencari pesilat berprestasi berikut pelapisnya,” katanya. Dijelaskannya, agenda BN Denpasar juga mengadakan ujian kenaikan sabuk (danurdara). “Kami harus rutin menggelar danurdara,” ucap Suartika yang juga Ketua Harian Pengkot IPSI Kota Denpasar. Dia punya program pelatihan, serta pembinaan berkelanjutan cabor silat Denpasar. Tujuannya untuk mewujudkan silat Denpasar juara umum di Porprov. Dia mengakui, sebagai bahan evaluasi, kegagalan silat
Denpasar juara umum pada Porprov Bali XII di Buleleng September 2015 lalu, lantaran pesilat Denpasar banyak yang hengkang membela kabupaten lain. “Kalau upaya pesilat cabut ke daerah lain, kami cegah dengan memberikan uang pembinaan kepada atlet. Mudah-mudahan silat Denpasar bisa juara umum Porprov XIII/2017 mendatang,” tutur Suartika. (022)
Wayan Suartika
BPM/022
LAGA
12
Minggu Paing, 3 Januari 2016
Sixers Kalah Lagi
Kyrgios Siap Runtuhkan Dominasi
Canberra – Rising star dalam dunia tenis selalu bermunculan tiap tahunnya, dan coba menggoyang posisi big four petenis dunia yang ditempati Rafael Nadal, Roger Federer, Andy Murray dan Novak Djokovic. Belakangan nama-nama yang masuk rising star di kategori tunggal pria adalah Stanislas Wawrinka, Kei Nishikori, Marin Cilic, dan yang terbaru muncul nama Nick Kyrgios. Petenis berusia 20 tahun asal Australia itu, saat ini masih menempati ranking 30 dunia. Tapi kompatriotnya yang telah pensiun Lieyton Hewitt yakin Kyrgios dapat menembus 10 besar petenis top dunia tahun ini. Dasar keyakinan Hewitt datang dari permainan enerjik petenis bertinggi badan 1,93 meter itu. “Kyrgios jelas dapat mencapai 10 besar petenis dunia, dan dia tak banyak bermain di banyak turnamen sampat tahun lalu. Dia dapat mengimbangi petenis-petenis terbaik dunia dan di hari terbaiknya, ia bisa mengalahkan siapapun,” ujar Hewitt, Sabtu (2/1) kemarin. “Itu lah kekuatan dan talenta yang diperlihatkannya. Masalahnya adalah untuk tetap konsisten bermain. Hal besar lainnya mengenai Nick adalah dia suka bermain di event besar dan turnamen terbesar, seperti Davis Cup dan Grand Slam,” imbuhnya. Namun tahun lalu Kyrgios lebih dikenal akibat pertikaianya dengan Wawrinka. Kejadian itu terjadi di tengah-tengah pertandingan babak ketiga Rodgers Cup antara kedua pemain. Ketika itu, Kyrgios menghina Wawrinka dengan mengklaim, bahwa kompatriotnya Thanasi Kokkinanis tidur dengan pacarnya. “Sangat mengecewakan melihat seorang rekan atlet dan kolega begitu kurang ajar dalam sebuah cara yang tidak pernah bisa kubayangkan,” kicau Wawrinka usai pertandingan lewat media sosial. Sebagai konsekuensi, Kyrgios dibanjiri kritik tajam tidak hanya dari fans, tapi juga dari sesama petenis. Bukan hanya itu saja, petenis Australia tersebut juga dijatuhi denda sebesar USD 10.000 oleh ITF (Federasi Tenis Internasional). Akan tetapi, empat bulan sejak insiden tersebut keduanya membela grup yang sama (Singapore Slammers) dalam menjalani turnamen pramusim International Premier League Tennis. Atmosfir Kyrgios dan Wawrinka pun cair. “Kami sangat baik,” ungkap Kyrgios. “Selama ini kami banyak ngobrol. Aku merasa kami sekarang jauh lebih nyaman satu sama lain. Seperti tidak pernah ada apa-apa,” tutupnya. (kmb33/ap)
Los Angeles – Performa Philadelphia 76ers usai pergantian tahun, tampaknya belum membaik. Sixers memulai tahun 2016 dengan kekalahan 84-93 di markas Los Angeles Lakers. Pertandingan di Staples Center, Sabtu (2/1) kemarin, awalnya berjalan ketat dengan kedua tim sama-sama mengemas 21 poin di kuarter pertama. Dimotori Jahlil Okafor, pada kuarter dua Sixers bahkan mampu mengungguli perolehan angka Lakers di kuarter tersebut dengan 2019. Sixers menyudahi paruh pertama dengan keunggulan tipis 41-40. Di kuarter tiga Lakers mulai bangkit. Jump shot Louis Williams di awal kuarter itu pun membuat Lakers mulai berbalik unggul 48-47. Kuarter ini berakhir dengan 62-60 buat keunggulan tuan rumah. Keunggulan Lakers tersebut tetap bertahan di kuarter empat. Lakers pun memulai 2016 dengan kemenangan kandang dan Sixers sebaliknya membuka tahun dengan kekalahan. Hasil tersebut membuat Sixers, yang sempat menyamai rekor start terburuk NBA dengan 0-18, kini punya cata-
Hasil pertandingan BPM/ap
KALAH - Pemain Philadelphia 76ers Ish Smith mencoba memasukkan bola ke keranjang La Lakers dalam lanjutan kompetisi NBA, Sabtu (2/1) kemarin. Sixers kalah. 84/93.
Pacquiao vs Bradley Jilid III
Nick Kyrgios
BPM/rtr
Rio Ingin Harumkan Nama Indonesia
Jakarta – Pebalap muda Indonesia Rio Haryanto, sudah memasang ancang-ancang menghadapi tahun 2016. Salah satu targetnya di tahun baru ini adalah mengharumkan nama Indonesia di Formula 1. Rio mengaku puas dengan pencapaiannya selama tahun 2015. Setelah berkecimpung selama empat tahun di GP2, pada tahun kemarinlah ia menorehkan catatan terbaiknya. Bersama Campos Racing, Rio menempati posisi keempat pada klasemen akhir pebalap. Capaian itu melewati target awalnya, yakni finis di lima besar pada klasemen akhir. Kendati puas, Rio tetap merasa bahwa masih ada beberapa kekurangan yang perlu ia perbaiki. Ia juga menyebut hasil di atas lintasan seringkali juga ditentukan oleh faktor eksternal. “Saya selalu mengevaluasi hasil dari setiap sesi, dan jika melihat ke belakang tentu ada beberapa hal yang saya rasa bisa diperbaiki,” ujarnya, Sabtu (2/1) kemarin. “Setelah memastikan mobil berjalan lancar dan dapat melaju kencang, masih ada faktor eksternal lain yang dapat mempengaruhi hasil lomba. Misalnya tertabrak kompetitor lain atau mendapat penalti yang saya rasa kurang adil. “Meski demikian, apapun yang terjadi saya harus percaya diri melihat ke depan,” lanjut pebalap berusia 22 tahun tersebut. Setelah empat tahun membalap di ajang GP2, Rio merasa cukup. Tahun ini ia merasa sudah saatnya untuk membalap di Formula 1. Pada akhir tahun 2015, Rio mendapatkan kesempatan tes bersama Manor. Lewat tes tersebut, Manor pun menyuarakan kepuasannya dan menawarkan satu kursi pebalap untuk tahun 2016 kepada Rio. Pembicaraan kontrak Rio dengan Manor berjalan lancar. Untuk urusan sponsor, Rio mendapatkan dukungan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga dan Kementerian BUMN. Kini ia tinggal menunggu keputusan dari pihak Manor. “Target saya di 2016 Mengharumkan nama Indonesia di Kejuaraan Dunia Formula 1,” kata Rio singkat. (ant)
tan menang-kalah 3-32. Jumlah kekalahan itu sejauh ini adalah yang paling banyak di antara tim-tim lain. Sementara Lakers sedikit memperbaiki catatannya, kini jadi 7-27 dengan rekor kandang 3-9. Sementara itu, di Miami Dallas Mavericks gagal meneruskan tren kemenangan saat bertandang ke kandang Miami Heats. Dirk Nowitzki dan kawan-kawan kalah dengan skor telak 82-106. Kekalahan ini membuat mereka tertahan di posisi lima klasemen wilayah barat. Di pertandingan lain, Chicago Bulls berhasil menjaga asa lolos ke babak Playoff dengan mengalahkan New York Knicks di kandang mereka. Pada pertandingan tersebut, Jimmy Butler berhasil mencatatkan 23 poin. (kmb33/rtr)
Arum Tidak Yakin akan Sukses
New York – Promotor Top Rank Bob Arum, memastikan bakal terlaksananya pertandingan antara Manny Pacquiao melawan Timothy Bradley. Pertarungan itu akan berlangsung pada 9 April 2016. Arum mengungkapkan kedua petinju akan bertemu di MGM Grand Arena Las Vegas. Namun, diakui pria berusia 84 tahun itu masih ada kontrak yang harus ditandatangani. “Semua setuju dengan pertarungan ini, namun tak aneh bagi saya. Kami semua sepakat dengan persyaratannya,” ungkap Arum, Sabtu (2/1) kemarin. “Ada poin penting dalam kontrak yang sudah disepakati. Bradley memiliki sejarah besar dengan kami, dan kami sudah setuju dengan semua bagian penting bersamanya,” tambahnya. Sebelumnya nama Amir Khan, Adrien Broner dan Terence Crawford masuk dalam calon lawan Pacquiao. Namun, nama tersebut tidak memiliki nilai jual. “Kami telah mencoret tiga pilihan yang ada, dan Pacquiao berpikir adalah lawan yang paling memungkinkan,” kata promotor kenamaan Amerika Serikat tersebut. Arum mengakui akan sulit mempromosikan pertarungan antara Manny
Pacquiao melawan Timothy Bradley. Ini menjadi ketiga kalinya mereka bentrok. Pertarungan pertama pada 2012 dimenangkan oleh Bradley melalui keputusan yang diklaim kontroversial. Rematch dua tahun kemudian lantas menghasilkan Pacquiao sebagai pemenang melalui unanimous decision. Sejatinya sempat ada tiga petinju untuk menjadi lawan Pacquiao. Tapi Arum merasa Bradley lebih pantas, karena bisa menyedot pendapatan lebih banyak ketimbang calon lawan lainnya. Meski begitu, tak serta merta Pacquiao-Bradley III akan mulus-mulus saja soal penjualan pay-per-view. Menurut Arum, faktor kecewanya pencinta tinju akan kurang geregetnya pertarungan Pacquiao melawan Floyd Mayweather Jr pada Mei 2015, akan berimbas pada penjualan laga nanti. “Tentu saya memahami reaksi akan MayweatherPacquiao, akan berimbas negatif pada kami. Apakah kami akan mengajukan jumlah yang sama seperti dua pertandingan sebelumnya? Mungkin tidak” kata Arum. “Kami akan berusaha untuk bisa sedekat mungkin a t a u m ung kin m eleb ihi. Tapi, saya memahami kami melawan arus,” tutupnya. (kmb33/ap/rtr)
KETIGA - Manny Pacquiao (kanan) akan kembali melawan Timothy Bradley.
BPM/rtr
Philadhelphia 76ers New York Knicks Charlotte Hornets Dallas Mavericks Orlando Magic
84 81 94 82 91
- 93 Los Angeles Lakers - 108 Chicago Bulls - 104 Toronto Raptors - 106 Miami Heat - 103 Washington Wizards
Ferrari Ancaman Terbesar Mercedes
Brackley– Ferrari menjadi tim paling menakutkan bagi Mercedes sepanjang balapan Formula One (F1) musim 2015. Walau pada akhirnya berhasil menang, Mercedes selalu khawatir dengan perlawanan yang dilakukan tim asal Italia tersebut. Hal itulah yang dikatakan pembalap Mercedes Nico Rosberg. Menurut Rosberg, timnya selalu memperhatikan perkembangan tim Ferrari. Ia juga paham pada jeda balapan ini, Ferrari sedang berkembang secata signifikan. Meski begitu, Rosberg mengaku tidak terlalu panik dengan pengembangan yang di-
lakukan Ferrari. Menurutnya, ketika tim yang bermarkas di Maranello itu melakukan pengembangan, Mercedes juga tidak mau kalah dengan melakukan beberapa inovasi untuk menyambut balapan 2016. “Kami selalu menganggap Ferrari sebagai pesaing yang menakutkan,” ujar Rosberg, Sabtu (2/1) kemarin. “Mereka sedang melakukan pengembangan besar-besaran, dan kami yakin mereka akan berkembang pesat pada musim mendatang. Musim lalu mereka berhasil mengalahkan kami di Sepang dan selalu menempel ketat kami,” tambah pembalap asal Jerman
Nico Rosberg
tersebut. “Kami juga melakukan perkembangan untuk menyaingi mereka. Saya sangat bangga dengan tim saya, karena berhasil meningkatkan keberhasilan pengembangan untuk bersaing dengan Ferrari,” tutupnya. Ferrari sendiri menjadi runner up konstruktor musim lalu. Mereka memenangi tiga balapan dari 19 seri, yakni GP Malaysia, GP Hongaria, dan GP Singapura. Ketiga kemenangan Ferrari itu dipersembahkan Sebastian Vettel. Pembalap 28 tahun itu mampu meraih 13 kali podium dari 19 seri yang dipertandingkan. (ant/afp)
BPM/rtr
Sastra
Redité Paing, 3 Januari 2016
I Kaki Dengkil
Swasti Nawawarsa Masehi CEDAR-cedur katikusané, krapat-krépet kembang apiné, nénten ngawinang I Kaki Dengkil mlesat malaib ngadiding sakadi rihiné. Nanging ipun masila lémpéh ring ajeng Catur Mukané, ring tengahing catus patané. Ngudiang masloah asapunika? Nénten wénten sané uning. I Kaki Dengkil kamula soléh, wawu sané ibi miragiang tutur maha sujana kekantiané saking alit, laut solahé sakadi puniki sané mangkin. Mabudi nawang kasujatiané kamula kéweh. Yén tolih uling paek, tusing tepuk apa, iwasin uling joh, sing ngenah apa. “Wayah pesan tuturé ento! Aéngan tekén nolih cunguh, suba kicikang matané amun kén ja lantang cunguhé tusing lakar tepuk, yadiastun paek pesan uling ikuh matané. Apa buin nolih kuping, sayan tolih, sayan ngajohang.” Asapunika I Kaki Dengkil ngamigming padéwékan sambilanga mamegeng masila lémpéh. Solahé sané sliwah sakadi punika ngawinang anaké pagrunyung mabalih I Kaki Dengkil. Mabalih I Kaki Dengkil sané pitananga yogi saking panegara Népal. Pabaliha sakadi punika, medal belog ajumné. Usan pakemikmik sakadi punika, raris limanné agem-agemanga, cakupanga ka duur nyujuh langit, cakoplokcakoplok. Riantukan sayan akéh sané mabalih, nénten lali naler akéh pakebyar-byar cekrakcekrék mamotrék, ngawinang solahné ngaéngang. Mangkin, ipun nyengku, raris makakeb, ngakebin ibu pertiwi. Punapi ja manahanga antuk I Kaki Dengkil? Nénten wénten sané uning. Solahipuné sané kalintang soléh punika ngawinang reraméné sané kabaos Dénpasar Péstipal punika sayan nyuungang. Sayan ngakéhang sané mabalih ipun, sané masolah sliwah. Sesampuné sayan ngendukang keplugan katikusané tur sayan ical krépétan kembang apiné, sayan ngedikang anaké nonton I Kaki Dengkil. Mangkin ipun malih éling indik wacana “yén bes paek sing tepuk apa, yén bes joh sing ngenah apa” punika. Wacana sané wedaranga antuk maha sujanané pecak kekantiané rihin. Pecak kekantian? Kénten té baosang dumun. Sira uning, wantah ngangken kekantian raris satmaka nénten angkenina? Napi dadosnyané? Nénten ké jagi congah I Kaki Dengkil? I Kaki Dengkil sayan lempuyengan ngamanahang wacana sané angobina antuk para sujanané siosan. Yén paekin tusing tepuk, yén johin tusing ngenah, sinonggan napi ké punika? Nénten kamanah antuka nyinongganang. “Kéné suba awak katak pérot, suba sai-sai ngemitin tunjung di telagané, tusing nawang sarin tunjungé misi madu! Kéné suba awak cangak maketu, pangenahné wibhawa wicaksana, pamuputné dayané kalintang corah cukil daki!” Asapunika I Kaki Dengkil lempuyengan mamanah tur nyelselin déwék antuk dakén paminehé. Napi malih kaupet-upet aéng tangkepé sai-sai ngojah sastra, nanging nénten uning mamargi mulih. Nyangetang I Kaki Dengkil sayan lempuyengan mamanah. “Sajan masé, yén kéto kanti suba lugeté mésbés sastra, apa buin kanti bakat baan ngojah sastra ané madan tattwa? Sinah galang apadang jagaté, suba makejang ngenah. Petengé tepuk galang, lemahé tepuk rem-rem dayuh. Makejang margané lakar tepukin. Bétél tingal, kéto kabaos” I Kaki Dengkil sayan luget mamanah, sayan makilit bebligbagané. Mangkin sampun sayan metengang, sayan nampek petengé didet sadurung sayan nglemahang. Ring sayan nglemahangé puniki, I Kaki Dengkil sayan buut manahné ngamanahang indik nampekin nénten kanten, dohin nénten tatas. “Yén sastra apa patuh kakéto? Sastrané johin, sinah tusing lakar tepuk apa-apa! Kuala yén sastrané paekin sujatiné tusing janten lakar tepukin untengné! Yén sastrané maosang amuter tutur pinahayu, apa lakar tepukin? Ané tepukin kocap Ida Bhatara nyalantara medal ri kala ada ané amuter tutur pihahayu.” I Kaki Dengkil sujatiné kantun lempuyengan ngamanahang indik tampekin tan kenten, dohin tan tatas. “Apa madan paek, apa madan joh, to malu tatasang Gus….” Asapunika I Kaki Dengkil mabaos sambilanga ingkel-ingkel kedék ngrékék. “Cara wanti warsané ené, yén wilangin joh awarsa, yén paekin awarsané sujatiné paek. Swasti nawawarsa malu nah! Yén wilangin ané madan paek-joh ento tuah pangrasa. Kapin paek kenehé joh, tusing lakar nepukin apa, apa buin di johé marasa pesan joh sinah lakar tusing tepuk apa-apa. Patutné yadiastun joh-paek, laksanaang amuter tutur pinahayu, sinah Ida Bhatara lakar nyalantara.” Asapunika I Kaki Dengkil nylémpoh ring bongkol taru celaginé sambilanga bengong padéwékan ngrasaang suung. Swasti Nawawarsa 2016. (Jelantik)
Babang Ketut Rida KRÉK, krék, krék… suaran balangé ramé ring wit jeruké risaksat nandingin kering jangkriké ring kamarnyané I Wayan Sukardana. I Kunangkunang ngiderin nyundihin balangé sané maweweh-weweh girangipuné masuara. Anginé aris ngasirsir ngampehang ambun sekar jempiringé. Sléag-sléog muncuk slépané tan bina kadi gelung jangér sané
wawu mijil saking rangkiné. Sunaran bulané sayan remrem makiré surup. Ambubu marérod-rérod sayaga jaga mendak Dewi Ratih sané pacang ka pamereman. I Wayan Sukardana saking tuni sampun geris-geris pules sareng adinipuné saling timpahin. Ipun wawu mayusa dasa masa, wawu kelas tiga, adinnyané I Madé Darmana
13
pitung warsa, murid kelas tiga ésdé. Sakéwanten mémé bapannyané kantun magadang. Méménipun épot majaitan ring ambéné kasarengin antuk bapannyané ngerot katik jatah, santukan Galungané sampun tampek pisan, wantah malih tigang raina. Kabetbeté ngrebet ngiderin damar ngawinang damaré liyer-liyer satmaka anaké kalintang arip. Pan Sukardana madekesan tur mecikang damar sarwi mapajar ring kurenanné, “Jalan ja suud malu magadang, mirib suba liwat peteng guminé. Buin mani buin tutugang.” “Endén malu, Beli, enu buin bedik. Nyalah. Mani apang tusing buin ngitungang jejaitan,” saut kurenanné. Sané muani raris bangun tur kiad-kiud nguadang bangkiangé kenyel negak tumuli nampekin radio jaga kapademang. “Eda matianga Beli, apang ada anggon nyaruang magadang.” Radioné tan durus kapademang, ipun raris ngampilang katik jatahé sané wawu kakaryanin. Lelawahé ngabehbeh ring wit nyambuné suaranipuné cruat-cruit, ngawinang balangé makekiab siep, ayamé kriek-kriek ring pedeman. Saking doh lamat-lamat suaran asuné nyalung, dongkangé kerok-kerok ring batan batuné angresresin sang miragi. Duk punika saking kamar, “Akhh ... aikhhh aduh ... aduuuh tulung tiang Mémé, Bapa, mati tiang jani. Tulung tuluuung ... énggalang ... akh ... akhhh ... aduuh ... mati.” Méménné tengkejut, magébras bangun tur ngranjing ka kamar pianakné katutug antuk sané muani. Kapangguh I Wayan Sukardana sampun negak ngejer saha limanné makekalih nakep mua, angkihané noos angseg-angseg. Méménné agé ngabin sambilang ngogar-ogar nundunin pianakné, “Cening nguda kéné, ada apa? Ngudiang dadi takep muané? Aduh Déwa Ratu, dadi Cening kakéné!” Pianakné ngejer majarang jejeh pisan, peluh gidatné pakritis, lima batisipuné nyem. Bapanipun kamemegan paling mecik-mecik pianakné kadulurin antuk kurenanné nyaahnyauh asesambat, ngamé-amé
Payudan ring Pasametonan (5) Olih : I K. Satria, S.Ag SESAMPUNÉ mabaos sakadi punika, Ida Sang Prabhu ngraris ngandikain Ida Sang Sanjaya mangda rauh nuju genah Panca Pandawa saha ngaturang kawéntenan sané nénten tulus jaga mayuda. Ida Sang Sanjaya dahat bagia mirengang kawéntenané punika. Ida sayaga pacang mamargi nuju genah Panca Pandawa ring Upaplawya sané matetujon ngrauhin Panca Pandawa tur maosang parindikan sané bagia punika. Gelis pisan Ida mamargi nuju genah Panca Pandawané. Ida mapikayunan indik kawéntenané puniki pacang ngwetuang karahayuan ring jagaté pamekas ring Astinapura. Tios punika, Ida dahat tresna ring sami kulawargan Panca Pandawa. Ida mapikayunan, yéning yudané tulus mamargi, Ida ngaptiang pisan Panca Pandawa nénten wénten sané kasor. Sayan gelis Ida ngamargiang dokaridané nuju genah Panca Pandawa. Pamarginidané sakadi anginé nglinus. Kala punika Ida mabusana sané ngwetuang sunar tan bina sakadi klebitan tatit ring Sasih Kawulu. Ring genahé tiosan, Ida Bhagawan Bhisma sayan sungsut ring kayun mikayunin kahanan Ida Sang Prabhu. Kapertama, Ida Sang Prabhu nénten kayun mayuda, nanging Ida nénten kayun nyerahang kawéntenan jagat sané sampun kaduénang Ida Sang Yudhistira. Ida Sang Prabhu dahat jerih ring pikayunan ri kala manggihin kawéntenan Ida Sang Duryodhana nénten madué genah ring Astinapura. Sangkaning sungsut pisan pikayunan Ida ngamanahin parindikané puniki, Ida Bhagawan Bhisma raris nuju genah suci ngrastiti Ida Hyang Parama kawi mangda kaicén karahayuan ri kala ngamargiang swadarma. Tios punika, Ida dahat ngaptiang kawéntenan Ida Sang Prabhu degdeg ring pikayunan saha ngamargiang napi sané patut mangda kawéntenan Astinapurané nénten pralaya sangkaning pikayunan Ida Sang Prabhu nénten becik. Antuk manah sané dahat sungsut, Ida taler nuju Tukad Gangga sané pinaka genah biangidané. Tetujonnyané wantah ngrastiti mangda kaicén pikayunan sané galang apadang. Ida manganjali ring genahé punika, ngraris wénten toya magulungan saha ngadeg tur mauwah dados déwi sané dahat listuayu. Anak isti punika nénten tios wantah Ida Déwi Gangga, biang Ida Bhagawan Bhisma. Tanganidané dahat suci, banget kaptiang olih para yogi ring jagaté mangda ngicén waranugraha ring angganidané. Irika Ida Déwi Gangga mabaos, “Uduh Cening pianak mémé I Déwa, warnan pikayunan saha pangaksian I Déwané dahat nénten becik. Nénten pisan nyihnayang yéning I Déwa wantah sisyan Ida Bhagawan Bhargawa. Nénten pisan dados I Déwa sakadi puniki, sangkaning sampun akéh pisan kawicaksanan ring anggan Ceningé. Sujatiné Cening prasida ngardi galang pikayunan Ceningé. Mangkin, napi sané ngawinang I Déwa sakadi puniki?” Mirengang wacanan Ida Déwi Gangga sakadi asapunika, Ida Bhagawan Bhisma raris matur dahat bhakti, “Nawegang Ibu, yéning pradé mangkin Ida Bhatara Indra prasida rauh ring genahé puniki tur nakénin titiang indik napi mawinan titiang nyaratang Astinapura utawi Amarawati, ri kala punika titiang pacang nyawis napi sané ngawinang titiang nyaratang Astinapura. Satyan titiangé ring Astinapura miwah kawéntenan daging Jagat Astinapura puniki wantah sané utamayang titiang. Kahanan ring Astinapura sakadi mangkin ngawinang titiang mapikayunan yéning keturunan Kuruné pacang pralaya. Uduh Ibu, durus pirengang atur titiangé. Titiang wa ntah ngamanhin indik kawéntenan senjata
sané pacang ngasorang saha ngwetuang biyuta ring Astinapura. Indiké punika sané ngawinang anggan titiang sakadi puniki. Ajerih manah titiang yéning mikayunin parindikané punika. Mangkin, banget titiang nunas mangda Ibu ngicén waranugraha mangda galang pikayunan titiangé.” Mirengang indiké punika, mawali Ida Déwi Gangga mabaos, “Cening…, sujatiné nénten wénten sané nyandang bangetang ring pikayunan. Duaning sangkaning pamargin urip I Déwané sakadi punika, embas ring kulawarga Kuru ngawinang I Déwa setata sungsut. Sakéwanten élingang pisan Cening, sangkaning I Déwa mamargi alon-alon taler patut pamargin I Déwané ngawinang I Déwa pacang nemu karahayuan sané kabos ‘Mahatma’….” Ida Bhagawan Bhisma malih nimpalin, “Napi kawigunan peséngané punika Ibu? Sujatiné nénten mawiguna yéning kawéntenané punika ngrauhin jagat sané biyuta sangkaning rah keturunan Kuruné….” “Nénten mabinayan ring sajeroning pangajah Ida Bhagawan Bhargawa. Urip ring jagaté, I Déwa mangda mrasidayang ngamargiang kauripan antuk manah sané dabdab tur degdeg ring pikayunan,” sakadi punika panyawis Ida Déwi Gangga. Sesampuné mabebaosan sakadi asapunika, Ida Bhatari Gangga raris ical nglinus ngambara. Ida Bhagawan Bhisma ngraris ngaturang sembah tur mawali budal. Ring genahé tiosan kabaosang mangkin Ida Sang Sanjaya sampun wénten ring Upaplawya. Ida sampun matemu sareng Ida Sang Yudhistira. Antuk manah angayubagia, dabdab Ida Sang Sanjaya matur majeng Sang Yudhistira, “Nawegang Sang Prabhu, nénten pisan wénten ring pikayunan titiangé indik kahanan Idané sakadi mangkin. Tan bina sakadi kawéntenan Ida Sang Vajrapati sané kaiterin para déwata sané paripurna,” sakadi punika Ida Sang Sanjaya ngawitin bebaosannyané. “Uduh Sang Sanjaya, asapunapi kawéntenan Ida Sang Prabhu? Taler Ida Kakiang miwah sang mahaguru ring Astinapura? Napiké sami becik…?” Banban Ida Sang Sanjaya nyawis pitakén Sang Prabhu Yudhistira, “Nawegang Sang Prabhu, amangkinan becik sakadi baos sang Prabhu. Makasami becik. Ida Sang Prabhu ngaptiang mangda payudané nénten mamargi. Titiang nunas mangda Ida Sang Prabhu Yudhistira sareng sameton meneng iriki ring Upaplawya antuk manah sané santi.” Mawali Sang Prabhu Yudhistira mitetesin bebaosan Ida Sang Sanjaya, “Napiké Ida Sang Prabhu Dhrastarastra nénten pacang ngicén napi sané dados kapatutan titiangé? Yadiastun nénten, punika nénten ja sapunapi. Sakéwanten napiké Ida Sang Prabhu Dhrastarastra lascarya pacang ngambil napi sané sampun dados duén titiangé? Napiké Ida Sang Prabhu lali ring kawéntenanidané sané sampun ngicén titiang Jagat Indraprastha taler napiké pikayunanidané pacang degdeg manggihin titiang sareng sameton titiangé sakadi wang sané tuna wisma?” asapunika bebaosan Ida Sang Prabhu Yudhistira. Ida Sang Sanjaya nyawis bebaosan Ida Sang Prabhu Yudhistira, “Nawegang Ida Sang Prabhu Yudhistira, sujatiné nénten wénten bebaosan Ida Sang Prabhu Dhrastarastra sakadi asapunika. Pikayunanidané nyihnayang pisan yéning Ida Sang Prabhu Dhrastarastra nénten mikayunin payudané mamargi.” (Masambung)
bhatara sami. Tan asué lima buntut anaké alit lemet, tan purun ngedat. Bapanné raris digelis ngambil beras sareng cekuh, raréné kaengkabin pabaanipuné sabilang buku kasembar tur kaurut-urut antuk beras cekuh. Alon-alon I Wayan Sukardana raris ngedatang paningalan tumuli ipun ngeling sigsigan. Méménipun tan naen sareng toyan paningalané nrebes sambilang ngusap-usap sirah pianakné. Sarwi angucap, “Uduh Cening, ingetang ragané, nguda dadi Cening buka kéné tan pasangkan. Tingalin anaké Mémé, Bapan Ceningé suba pada dini di samping Ceningé. Apa ané tepukin Cening ngalih mai?” Bapanipuné taler nyarengin, “Né Bapa suba bareng dini, suud jejeh.” Adinipun ngléjat makeliud nanging malih ipun pules geris-geris. “Bapa tongosin tiang dini, eda tiang kalahina.” “Nah né Bapa dini nongosin Cening. Suud jejeh” Sesampuné anaké alit éling ring padéwékan raris ipun maserot saking pabinan méménné tur negak sambilang ngucek-ucek paningalan. “Kénkén, suba nyak melah bayuné. Ning?” pitakén méménipun tan mari ngurut-urut pianaké. “Apa ané ada takutin Cening busan?” bapanné nimbal malih. I Wayan Sukardana negtegang manah, madekesan raris ipun macarita, “Ituni tiang mongbong jangkrik di banjar ngajak timpal-timpal tiangé. Jangkrik tiangé jerih, sabilang kilinin tiang setata nabeng. Timpal-timpal tiangé masuryak ramé gati, nyuryakin tiang ngadu jangkrik jerih. Lek atin tiangé ngelah jangkrik jerih laut pantigang tiang. Nyangetang suryaké ngedékin tiang. Kimud keneh tiangé, laut tiang makaad uli ditu. Ibusan tiang alih jangkrik gedé tan perah, matanné ngendih nyemporot gedé-gedé rasa ulap tiang ngantenang. Jambotné gedé tur dawa kelém-kelém nagih nglimbed baong tiangé. Bungutné satsat gua sané dalem ton tiang, giginné gedé-gedé
tur nyanyap gati buka guntingé. Tiang jejeh malaib pati purug-purugin. Sakéwala jangkriké nakep tiang, bangkiang tiangé kalimbed baan jambot, batisné nakep lima batis tiangé tur sahasa lakar ngutgut. Tiang ngidem sambilang tulung-tulung.” Sapunika satuannyané I Wayan Sukardana tan mari nyréré bungbung jangkriké madérék duur rak bukunipuné. Mémé bapanipuné saling tolih tur kenyem anggutanggut, tangeh ring napi sané ngawinang pianakné asapunika. Raris Pan Sukardana mapajar, “Yén kéto, Cening ngipi adané. Men, jani nu lakar demen maluang jangkrik?” “Ten Bapa, uling mangkin tiang suud ngadu jangkrik,” pianakné kituk-kituk. “Patut kéto Cening,” méménné nimbalin, “Jatinné iraga tusing dadi nyakitin buron. Yadiapin ia cenik masih Ida Sang Hyang Widi ané ngadakang.” “Patutné iraga asih tekéning sarwa ané maurip, tusing dadi wirosa sakita karep apa buin anggon ngulurin indria,” sapunika bapanipuné sareng mituturin. “Ento i tunian Cening suba maan panglemek.” Kataké ngongkék saking cariké ring tanggun désa nupdupang raréné ulangun sajeroning paipian. Daun taruné ngrésék ampehang angin makesiur ngranjing ka sajeroning kamar, nampehin damaré sané ngliyer kangélan. I Wayan Sukardana ngliud nyledét reramanné macebur saking pasaréan tumuli ngambil bungbung jangkriké sambilang ipun mapajar alun, “Jangkriké makejang lakar lébang tiang. Bapa, tiang kapok.” Raris ipun mamargi ka sisian nglébang jangkrik punika sami. Bapanné kenyem majedeng sareng kurenanné sané ngembeng toyan paningalané malarapan antuk liang manahé, I Wayan Sukardana mawali malingkuh ngupkup adin-ipun malih. Suaran radioné ring ambené koos-koos santukan siarané sampun telas. Kruyuk ayamé saling sautin, maka cihna jagaté sampun tengah wengi.
Saking Langit Bali Nyén Bani Tekén Gelah sarwa panjak pabaané gogos olog-olog jering kirig-kirig kolak engkak-engkak jebug anggon ngebug nyén nyegir di tengah i panjak sing dadi ampah nyén ngendih ngobar abih kenci abih besar? pilih-pilih nganuunang nyumu bala gumarang nglantur sampé pamanis ané ngabih anggon sasilib yéning iba mati ulian pelih padidi ané nyelem-putihang ento i barak ngobar pesu mataksu mengkeb mateeb tuun siduri cacirin gumi dadi kalah sing dadi mati di kalahé menang durinan di menangé masesirik siiik…! nyén bani tekén gelah (Madé Taro)
Kruna
14 Cerakén Lengkara Punggelan geguritan puniki kaanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha. Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti
pupu;sienom/,
Pupuh Sinom 3.t\iesÓoyenr&jur*, tangis toyané ring jurang,
j)r&eromenmih([,
jering romané miarsi,
rsl\ur&2lt,
rasa langu ring lelata,
lisÓ¡hyumÉwtÉwit/,
listu ayu mrawat rawit,
ruw)tÐyuenmin)hin/,
ruet kayuné minehin,
pin;suewbluhnѡ*,
pinah sué balu andung,
hnÑ*epo\;tnæegln/, andang pongah tan pagélan,
\ig)linæenonuæ)shi, ngigelin panon sesai,
shiduep, saidupé,
dupcinhieyoksßrn/.
dupa Cina hio kasmaran.
4.s)smæuenmt)gÓ)gn/,
sesampuné mategtegan,
tg))nßnehmin)hin/,
tagen manahé minehin,
nh)nÐiecnÙr;wr;, naen kicén warah-warah, w)ru;hinÑiek*pm(gi, weruh indikéng pamargi
Larasari
Masolah Sinambi Masatua SRI Ayu Pradnya Larasari sané kaloktah sampun sering medal pinaka juara ring lomba seni tari miwah seni masatua sajebag Bali, pungkuran péntas nguningayang seni pentas anyar sané kawastanin Taridong. Taridong wantah akronim saking tari miwah dongéng. Laras, sapunika dané sering kasambat embas daweg tanggal 16 Désember 1997, péntas ngaturang seni pertunjukan masolah sinambi masatua utawi masatua sané kaadungang sareng seni sesolahan. Wawu puniki, Larasari polih péntas ring Wantilan Gedung Pers Bali K. Nadha, Denpasar, nepet puncak HUT kaping-17 mingguan berita wanita Tokoh. Ring ajeng panonton sané taler tokoh-tokoh wanita Bali, Laras ngangkat judul “Ratna Mangali”, putri tunggal Ni Calonarang, janda sané nganut ilmu hitam saking Désa Dirah. Dané masolah nganggén busana modifikasi kain cepuk antuk ornamén prada. Salami péntas 15 menit, Laras prasida ngawi angob panonton, ngadungang seni sesolahan sareng seni masatua. Sajeroning ngaturang Taridong, kalih modal keterampilan sampun kaduénang olih Laras. Alumnus SMA Negeri 3 Dénpasar sané mangkin sedek nglanturang kuliah ring ISI Dénpasar puniki, ngawit SD kantos SMA sampun nyenengin seni tari miwah seni masatua. Samaliha, daweg warsa 2014 lintang, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, ngicén Laras Piagam Kebudayaan sebagai Remaja yang Berdedikasi dalam Bidang Seni Tari dan Seni Bercerita. Daweg pangawit Oktober warsa punika taler, Laras kajudi pinaka duta Indonesia ka Korea Selatan, péntas sajeroning Festival Dongeng Internasional ring forum Storytelling Asia, Asian Myths: A Treasure Trouve for the 21 st Century Imagination. Pikayun kariptannyané seni péntas Taridong, manut yowana mimitan Banjar Babakan, Sukawati, Gianyar puniki kakawitin daweg dané péntas masatua ring Negeri Ginseng punika. Daweg punika, Laras kapatutang méntasang dongeng Nusantara saking Maluku Utara “Hua Lo Puu”. Mangda sesolahannyané prasida naut uratian panonton, satua puniki kapéntasang sinambi kaadungang sareng unsur sesolahan Bali. “Daweg péntas ring ajeng panonton Korea sané banget seneng, titiang nganggén busana tari burung,” baos Laras. Sapangrauh saking Korea punika, dané meled nglimbakang seni péntas tari-dongeng tur pacang ngukuhang antuk aran Taridong.
Seni péntas puniki mangkin sampun ngwewehin seni pertunjukan Bali. Manut Laras, sajeroning méntasang Taridong kabuatang kawagedan. Sané kapertama, kaperigelan masolah, rumasuk pengkarakteran tokoh-tokoh sané kacaritayang. Kaping kalih, wantah kawagedan masatua rumasuk olah vokal dramatik imajinatif. Yéning kalih kawagedan inucap sampun kaduénang, Taridong pacang prasida kapéntasang. Siosan punika, milih satua taler patut kauratiang, beciknyané satua sané kapilihin patut kaadungang sareng sira panontonnyané. “Astungkara prasida nglimbak saha katerima olih krama”, baosnyané. (SP. Nala)
m(gs*linn&\uni,
Isin Gumi
\em(or&l\Ðhnãtu,
Januari 2016, Pangargan BBM Katedunang
Langkahan Batu,
SEMAYAN kementrain ESDM nedunang argan BBM warsa 2016 pacang gelis kasinahang. Diréktur Jénderal Minyak miwah Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM, I Gusti Nyoman Wiratmaja Puja maosang, prémium pacang tedun kirang langkung malih Rp. 300,- bulan Januari 2016. Pangargan solar taler tedun lewih ring Rp. 500,- bulan Januari 2016. Dané negesang, wéntennyané kebijakan panedunan pangargan bahan bakar minyak (BBM). Parindikan punika kabligbagang ring sajeroning acara Isin Gumi Radio Singaraja FM 92,0 Mhz raina Anggara, 29 Désémber 2015 lintang.
marga sang linaning nguni, ngamor ring
v`rk)lbenzÙg ( , Bhatara Kelab né Nywarga, w(gihisÓËilinÓ*suci,
wargi istri lintang suci,
cihÂnÀipun/,
cihnan ipun,
hpnñ¡kÞbÉhßc(y.
apan Nyukla Brahmacaria.
Pasek Sujana, Bantang Banua Manut titiang, katedunang wantah Rp. 300,- punika percuma. Nénten wénten gunané majeng krama, santukan pangargan kaperluan pokok ring pasar minab nénten pacang sareng tedun. Pangargan kaperluan pokok ring pasar sampun dumunan nincap duk pemerintah nincapang pangargan BBM. Komang Semir, Panji Anom Cumpu pisan ring kebijakan pemerintah nedunang pangargan BBM warsa 2016 puniki. Kawéntenan ékonomi krama sakadi mangkin sampun sayan
Kruna Basa Bali
AKSARA BALI
1.
braya
1. bÉy,
2.
brebeh
2.
bÊb);,
2. kesusahan
3.
brunaha
3.
bɱnh,
3. menggugurkan
4.
buati
4.
bÙti,
4. cacing tanah
5.
bubuh
5.
bubu;,
5. bubur
6.
dabdab
6.
dbÑb/,
6. telaten
7.
dadakan
7.
ddkn/,
7. tiba-tiba
8.
dalih
8.
dli;,
8. mendakwa
9.
danta
9.
dnÕ,
9. gigi
10. dedalu
10. d)dlu,
Bahasa Indonésia
1. kerabat
10. laron
méweh pisan. Dumugi antuk wéntennyané kebijakan punika ring warsa anyar puniki sida nincapang perékonomian krama miwah sayan becikan saihang ring warsa sadurungnyané. Tanaya, Kampung Tinggi, Singaraja Minab manut titiang nénten akéh ngawinang krama seneng antuk panedunan arga BBM punika. Santukan pangargan barang sakadi mangkin sampun tegeh pisan, kawinang olih kebijakan-kebijakan pemerintah sané sampun-sampun. Kadi mangkin arga barang kadung sampun tegeh, minab para pedagang nénten kayun sareng nedunang arga kaperluan pokok. Diréksen, Jalan Teratai, Singaraja Yéning pemerintah prasida ngawé arga sia kaperluan pokok mudah taler imbang, ri kala punika wau pacang karasayang olih krama cenik. Antuk nedunang arga BBM puniki tan akéh sida ngawinang krama marasa kawantu. Mawinan tunas titiang pihak-pihak terkait mangda tedun nuréksain argaarga barang ring pasaran. Gung Surya, Lovina Arga BBM katedunang wantah kebijakan becik pisan, santukan pangargan minyak dunia sampun mudah. Duk dumun sapatutnyané pemerintah nénten perlu nincapang arga BBM. Iusnyané samian arga barang-barang ring pasar nincap. Antuk punika kebijakan inucap mangda kaimbangin antuk operasi pasar mangda kayun para pedagang nedunang arga barang. (ama)
Redité Paing, 3 Januari 2016
A.A. Istri Indah Paramita
Runner Up Jegeg Bangli 2015 PANGAWITNÉ Indah—sakadi punika dané ketah kasambat kasub pinaka yowana sané kalem, taler kirang percaya diri. Mawit saking dados runner up pamilihan Jegeg Bagus Bangli 2015 lintang, makéh sawitrannyané sané angob. Indah sané kauningin kalem prasida nyinahang anggannyané ring acara inucap. Yowana sané nuénang aran panjang Anak Agung Istri Indah Paramita nyaritayang, makéh parindikan sané ngawinang dané prasida nyinahang angga ring acara inucap. Indah rumasuk aget, tamat SMP ring SMPN 1 Bangli, dané nglanturang masekolah ka Dénpasar. “Pangawitné kantun bimbang pacang nglanturang sekolah ring Dénpasar. Nanging sangkaning niang titiangé meneng ngraga ring Dénpasar, mawinan titiang ngwanénang raga ngranjing ring Dénpasar,” baosnyané. Yowana sané embas ring Gianyar, 9 Juli 1998 puniki nglanturang sekolah ring SMAN 3 Denpasar. Sané mangkin sampun ngranjing ring kelas XII MIPA. Ring sekolah inucap, wénten cihna saking para siswannyané. Nénten dados makta hapé ka sekolah, disiplin, taler peraturan sekolah sané tiosan kantun prasida kakukuhang. Yadiastun kimudkimudan, Indah mapikayunan mangda madué préstasi sané becik. Ri kala wénten pamilihin Jegég Bagus Bangli 2015 lintang, Indah mapikayunan nyarengin. Dané akéh malajah saking pamilihan sakadi punika, sané sering katonton sareng sawitrann y a n é r i n g SMAN 3 Dénpasar. Minakadi pamilihan Jegeg Bagus Trisma, Duta Endek, TerunaTeruni Dénpasar, miwah sané tiosan. Mawit saking acara punika, Indah malajah, nyayagayang angga nyarengin pamilihan Jegég Bangli. “Nénten pisan wénten target dados juara. Sané utama wantah sareng tur nyayagayang angga. Parindikan tiosan tiang sukserah ring Hyang Widhi,” baos dané sumeken. Sokongan makekalih rerama taler sawitrannyané ring SMAN 3 Dénpasar ngawinang Indah sayan sumeken nyarengin lomba. Nénten kapikayunin, wus nyarengin seleksi, dané kanggehang dados runner up Jegég Bangli. Dané marasa bangga pisan prasida molihang préstasi inucap. Dané meled nyoba tur nyinahang yéning Bangli madué parindikan sané banget penting ring uripnyané. Putri kaping kalih pasangan I Dewa Agus Bagus Riana Putra –I Dewa Ayu Putu Pusparini puniki meled nglanturang ka Fakultas Kedokteran Unud. Dané marasa angen ring kahanan kesehatan ring Kabupatén Bangli. Manut dané, kahanan kesehatan irika merluang uratiang saking dokter sané yukti mimitan Bangli. (ast/yan)
Suka Kalaning Duka YÉNING sampun manados manusa, sinah catur bekelé sampun pasti. Catur bekel punika wantah suka, d uka , l a ra , m i wa h p a t i . Punika mawinan pamargin uripé nénten mrasidayang nglempasin silih tunggil catur bekelé punika. Sakadi kadukan ring pamargin urip. Samian manusa sinah naen nemu kadukan ageng alitan, yadian truna miwah bajang. Wénten makudangkudang parindikan sané mapuara kadukan. Wénten indik paiketan tresna, ring kulawarga, pakaryan, miwah sané tiosan. Taler wénten makudang-kudang panampén ri kala nemu kadukan. Wénten sané makamben di sunduk, mariselsel déwék, wénten sané ka Belong meli talenan, bengong mapangenan manahé inguh anrawang-anruwung mangmung, taler wénten sané ngantos salah pati mamati-mati. Panampén kadukan punika nénten patut. Mamanah sapunika wantah kabaos duka kalaning duka. Kahanané punika nénten mapuara ngicalang kadukan, nanging mapuara ngawinang duhkita. Sapatutné kadukan punika kaicalang mangda ngwetuang manah suka kalaning duka. Yéning sampun suka ri kala duka sinah mapuara becik, nyungkemin ngicalang kadukan punika. Mangkin sapunapi patutné mamanah mangda mrasidayang suka kalaning duka. Napi mrasidayang manahé suka kalaning duka? Santukan yéning pakantenané duka sinah mapura
sebet. Yéning sampun mamanah degdeg nganggén wiwéka adnyana sinah wénten pamargi mangda mamanah suka kalaning duka. Pamargin mautama punika wantah manah sané lascarya. Manah sané lascarya metu rikala nyahsaang déwék miwah pamineh. Pinaka conto indayang iwasin gulem sané ngemu ujan, sinah pacang dedet ngametuang sabeh, kasuén-suén sabeh punika pacang ical, raris gulem sané peteng dedet manados amubu galang maglanaran. Sapunika taler punyan jaka ri kala kairisin sabilang raina kagetok. Minab yéning punyan jaka punika mrasidayang mawicara sinah pacang nangis gelurgelur, nanging ipun mendep sinah kasuén-suén punyan jaka punika ngamedalang tuak sané dados gendis tur maguna ring uripé puniki. Santukan galahé peteng lemah, sinah duka punika kasuén-suén pacang sirna manados suka. Nika mawinan manahé patut suka kalaning duka. Siosan punika, manut karma phala sakancan laksana pacang mabuah. Yéning becik laksanané ayu kinardi ayu pinanggih, kénten taler yéning tan becik laksanané sinah pala
karmané punika tan becik. Yéning sampun manggihin kadukan, sinah pala karma sampun kamangggehang. Patutné iraga suka santukan nénten madué rna sané pacang katugtugin malih. Duka pinaka pamargin suka. Kadukan punika pinaka pangéling-éling bhakti ring Hyang Parama Kawi. Yéning sampun nemu duka sinah éling ring Hyang Parama Kawi, masadu arep nunas agalang padang pamargi. Punika mawinan yéning nemu duka, patut suka santukan sampun kapaéling ring Hyang Parama Kawi mangda setata bhakti. Kadukan pacang ngametuang astiti bhakti miwah kapagehan manah. Yéning sampun prasida mamanah miwah ngamargiang sapunika sinah rikala nemu kadukan nénten wénten panampen sakadi ring ajeng. Nénten wénten sané mariselsel, nénten wénten manah sané anrawang-anruwung, taler nénten wénten sané ngamargiang ulah pati. Nénten wénten jejeh napi malih duhkita ring kadukan. Ngiring madasar manah lascarya suka kalaning duka. (I Ketut Sandiyasa)
Redaksi nerima reriptan profil mabasa Bali miwah Indonésia (pinih akéh 3000 huruf) jangkép sareng foto profil. Profil mangda kakirim ring alamat : Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email : bali.orti@yahoo.com
15
Minggu Paing, 3 Januari 2016 Kembali ke Bali...2016
BPM/mer
Memanjat Pohon Bilwa Tulang Punggung l Membaca Ajaran Kesadaran Siwaratri (2)
Kembali ke Bali...
BPM/mer
2015 sudah berlalu itu tahun terpanas sejagatraya 2016 kembali kejantung kreativitas balidwipamandala kembali kedoa sembahyang sembah sujud bakti kembali kegelora etoskerjakeras ciptarasakarsa dumugi
Pemburu Suswara Menjadi Raja Chitrabhanu l Membaca Ajaran Kesadaran Siwaratri (1)
SUSWARA namanya. Waranasi tempat menetapnya. Berburu binatang di hutan, begitulah mata pencaharian utamanya. Hasil perburuan ini lantas dijual. Dari hasil penjualan hasil perburuannya itulah lelaki yang menjadi kepala keluarga ini menghidupi istri dan putra-putrinya. Satu momentum kejadian lantas mengubah perjalanan hidup Suswara selanjutnya. Dia terjebak kemalaman di tengah hutan. Jerih terhadap kemungkinan serangan binatang-binatang buas, si Pemburu ini pun memanjat pohon bilwa. Hasil perburuannya hari itu lantas diikat di cecabang pohon bilwa. Menjaga supaya tak terbekap rasa kantuk—dengan risiko bisa jatuh dari pohon, si Pemburu pun memetik daun-daun pohon bilwa. Tanpa disengaja, daun-daun bilwa yang dipetik itu malah menimpa Siwa Lingga yang pas tepat ada di tengah telaga, di bawah pohon bilwa itu. Tengah malam, Suswara pun teringat pada istri dan anak-anaknya. Ia terenyuh membayangkan istri dan anak-anaknya terbetot rasa lapar. Tanpa ada hasil buruan dibawa pulang, dengan sendirinya memang keluarga ini pun tidak bisa makan. Kemiskinan memang telah membelit sedemikian ketat keluarga si Pemburu. Kemiskinan telah menjadikan keluarga Suswara ini memang kerap latihan berpuasa. Tak cuma beberapa jam dalam sehari, kerap kali Suswara sekeluarga malahan tidak makan beberapa hari. Dan, itu pulalah yang dilakonkan Suswara sejak berangkat berburu ke hutan saat itu, hingga dia berempati pada rasa lapar istri dan anak-anaknya di rumah. Ia berpuasa penuh seharian. Dalam benaman mendalam rasa empati pada derita keluarganya, air mata Suswara pun berjatuhan. Tetes demi tetes air matanya, malam itu, tanpa disengaja juga menimpa Siwa Lingga yang pas tepat ada di tengah telaga, di bawah pohon bilwa yang dipanjatnya. Tapi, tangis empati mendalam nan murni itu pulalah yang justru menyelamatkan Suswara tak tertidur semalaman. Andai dia tak menangis haru nan murni, bukan mustahil matanya justru
bakal terkatup akibat kantuk. Saat fajar tiba, Suswara pun pulang. Dia menjual hasil buruan, lalu membeli makanan buat keluarganya. Saat keluarga si Pemburu hendak membuka puasa, seorang tamu asing datang. “Perut saya lapar sekali. Sudah berhari-hari tidak makan, bahkan tidak minum air seteguk pun,“ sang Tamu asing itu meminta makanan yang hampir saja disuap oleh Suswara. Tergerak kembali oleh rasa empati murni mendalam, si Pemburu yang juga kelaparan itu malah merelakan bagiannya buat sang Tamu asing. Untaian momentum-momentum tersebut, tanpa disadari, telah menjadikan jiwa Suswara justru mencapai posisi alam spiritual terpuncak setelah meninggalkan raganya. Kitab Santiparwa sebagai bagian epos besar Mahabharata, menyuratkan kembali perjalanan kehidupan Suswara yang kelak menitis menjadi Raja Chitrabhanu, dari Dinasti Ikshvaku, dan memerintah atas seluruh negeri Jambudvipa. Dalam penitisannya kali ini, Chitrabhanu mendapat anugerah kemampuan mengingat kembali kehidupan masa lampaunya. Bhisma, yang sedang mengerang kesakitan di atas ranjang anak-anak panah yang menghujam tajam seluruh tubuhnya, mendengar kembali kisah pendahulunya itu. Seraya menanti detik-detik dijemput sang Maut, kesatria Hastinapura ini pun mendapat penegasan dari kisah Chitrabhanu: mencapai posisi terpuncak Siwaloka, sebagai pahala atas menjalankan tuntunan ritual Mahasiwaratri pun belum menjamin Suswara terbebas dari hukum menitis kembali. Sepanjang utang-utang akibat tindakan-tindakannya di masa silam belum dilunasi total, si Pemburu pun mesti lahir kembali—meskipun kali ini kebagian peran menjadi sang raja terhormat. Pembebasan jiwa murni-total dari belitan akibat tindakan-tindakan sendiri, sungguh, tidaklah semudah dan semurah dikesankan maupun dilakoni instan nan trendi kebanyakan orang belakangan ini: cukup hanya dengan begadang semalam suntuk pas tepat di hari Siwaratri! ldeprabas
run silent..., run deep.... in the long long run, sail along SMSoliloquy
Coming on Age in Balidwipamandala ...
16 Agustus 2015
lIrna Novia Damayanti Dalam Bait Puisi – 1 Sayu menyihir mawar Saat untaian rindu Tak terantarkan di balik dadanya Pilu tertanam pada almanak mengundang badai yang tak berkesudahan Padahal benih doa masih tidur dalam bait puisi Lambaian embun selalu menari elok mengusir airmataku
Dalam Bait Puisi – 2
16 Agustus 2018
lAyu Diah Cempakadewi Seandainya Lawa dan Kusya Pulang Nanti Andai Lawa dan Kusya pulang nanti katakana Ibunya telah mati Sita memilih terjun ke api tak ada sungai atau muara yang sedia melarung abunya Orang-orang Ayodhya percaya ia kawin lari dengan Rahwana lalu hidup bahagia di Alenka atau lahir kembali jadi sepasang rusa belantara yang pandai lihai meliuk menghindari garis takdir
Kau menjelma daun, Hanyut did eras sungai kerinduan Berhari-hari membusuk dan tak ada batu ataupun ranting Sebagai tempat singgar pengaduan airmata
Katanya, ia tak ingin jadi induk keledai yang diolok dan ditelanjangi maka ia berkhayal mencuri atma Srikandi lebih dini meminjam anak-anak panah yang tersisa di tubuh dewabrata
Kau terus saja mengikuti arusnya dan malang menyelimutimu Padahal senandung doa akan membantumu Jika kau mau mau bersuara
Tapi Rama tak pernah kembali ia mengusur hutan dini hari menghitung karmaphalanya sendiri maka katakana pada Lawa dan Kusya Bharata sudah terlalu tua Kakayi tengah menunggu reinkarnasi’ barangkali mereka tak punya waktu lagi
Dalam Bait Puisi-3 Kau berawal dari kudusku yang berairmata Di bawah atap malam berisi tentang perbincangan rindu Sungimu memanggil puisi Setiap baitnya menceritakan aku dengan egoku Berperang di atas namamu ALFIN TOFFER mengatakan bahwa hal yang paling berbahaya di zaman modern di negara super industrialisasi ialah kecepatan perubahan dan pergantian dalam hal kesementaraan (transience), kebaruan (novelty), keanekaragaman (diversity). Dengan demikian individu menerima rangsangan berlebihan sehingga kemungkinan terjadi kekacauan yang lebih besar, yaitu futyre shock. DI DALAM kamar tidur -- wilayah yang (seharusnya) paling pribadi dan melakukan kontemplasi setiap hari, menjadi sebuah tempat dimana kita bisa berjumpa dan ‘bicara’ dengan siapapun yang kita inginkan. Ruang-ruang pribadi itu menjadi lenyap sama sekali. DAN DALAM kamar tidur itu pula kita seakan disesaki aneka informasi karena begitu mudahnya akses internet era kini. Tanpa disadari kita tak lagi tahan terhadap kesendirian. Sayangnya, interaksi sosial yang kita lakukan tersebut hanya terjadi di dunia maya. Kita lebih
Maka jika Lawa dan Kusya pulang nanti Jangan lupa juga sampaikan: ‘Mereka akan punya adik lagi’’
Tentang Masa Depan...
asyik ‘hidup’ di sana daripada di lingkungan sosial yang ada di sekitar. Buktinya, di tempat makan, di cafe-cafe, ataupun tempat umum lainnya, dimana seharusnya kita berinteraksi denan mengobrol bersama sahabat, sebagian justru asyik dengan telepon genggamnya. Memang benar hal itu barangkali bukanlah sesuatu yang sangat buruk. Akan tetapi, disadari atau tidak kita mulai tergiring ke dunia rekaan, dunia seakan-akan. SEMUA ORANG boleh tidak sepakat jika saya menyatakan bahwa saat ini kita hidup di dunia yang mengukur segalanya berdasarkan materi belaka. Kebahagiaan distandarisasi dengan foto-foto penuh senyum di restoran bersama keluarga, liburan akhir pekan di lokasi yang indah. Tidakkah hal itu kebahagiaan fisik semata? Lalu bagaimana seharusnya memanjakan batin kita? Rangsangan berlebihan, yang dimaksud Alfin Toffler itu, bisa merujuk pada kenyataan rekaan yang dihadirkan oleh fenomena di atas. Hal paling mendasar yang berubah tentu saja gaya hidup dan kecendrungan pola
SIAPA Suswara? Mengapa pula dia mencari penyelamatan diri dengan mendaki pohon bilwa? Kenapa dia terlahir kembali menjadi manusia, padahal sudah mencapai lapisan alam spiritual terpuncak bernama Siwaloka? Percakapan sosok Sastri dengan Atmanathana dalam teks susastra Santiparwa mencatatkan jelas makna yoga yang tersirat mendalam di balik kisah Raja Chitrabanu sebagai reinkarnasi Suswara. “Ini hanyalah kiasan alegoris,” tegas Sastri. Dalam konteks disiplin yoga, si Pemburu merupakan simbolik sang yogin atau sang penekun yoga. Hutan merujuk pada belantara pikiran yang mencakup empat lapis gelombang ketebalan: mulai dari lapisan pikiran saat melek, ego, intelek, sampai pada lapisan gelombang pikiran bawah sadar. Binatang liar yang diburu si Pemburu adalah sifat-sifat pikiran liar, seperti nafsu, amarah, serakah, mabuk, cemburu, dan benci. Binatang-binatang liar inilah yang terlebih dahulu mesti diburu, dimatikan oleh sang yogin, supaya dia bisa memanjat pohon bilwa Kesadaran—lalu beristirahat dengan selamat di ketinggian pohon ini. Setelah sang yogin dapat mematikan kecenderungan-kecenderungan liar hutan pikirannya itu, maka dia akan menunjukkan pertanda secara lahiriah berupa suara yang indah, merdu—selain juga raga yang segar bugar, enteng, mantap, wajah cerah. Itu sebab si Pemburu dinamakan Su-swara, sang bersuara indah, merdu, menyenangkan. “Lalu, apa kaitan Su-swara dengan Waranasi sebagai tempat menetapnya?” tanya Atmanathana. “Waranasi tiada lain adalah titik simpul energi ajna cakra, di tengah-tengah alis,” tutur sang yogin, Sastri. Penekun yoga memahami ajna cakra di titik tengah alis merupakan simpul pertemuan tiga nadi utama, yakni Ida, Pinggala, dan Sumsumna, dalam tubuh mahluk bernama manusia. Tiga nadi besar inilah yang menjadi alasan susastra menyuratkan si Pemburu, Suswara, saat kemalaman di tengah hutan lantas memanjat pohon bilwa, lalu memetik-metik daun bilwa guna mengatasi pikirannya supaya tetap terjaga. Pohon bilwa menandakan tulang punggung sebagai jalur energi utama dalam tubuh manusia. Teks yoga lazim menyebutnya Sumsumna. Secara fisik, setangkai daun bilwa memang terdiri dari tiga helai daun: satu helai di sisi kiri, satu helai di si kanan, dan satu helai lagi pas tepat di tengah-tengah, berposisi lebih tinggi, layaknya puncak. Helai kiri menandakan jalur nadi Ida dengan karakter energi Rembulan/Candra yang dingin. Helai kanan sebagai simbolik jalur nadi Pinggala berkarakter energi Matahari/Surya yang panas. Adapun yang di tengah adalah jalur Sumsumna dengan energi murni Agni. Ketiganya bertemu di titik simpul yang dinamakan Waranasi atau Ajna Cakra. Inilah titik kesadaran mata ketiga, trinetra Siwa. Di titik simpul ketiga nadi, di Waranasi atau Ajna Cakra, itulah teks-teks susastra yoga lazim menganjurkan para penekun yoga menempatkan fokus konsentrasi, sehingga dapat memburu lalu mematikan binatangbintang liar di hutan raya pikiran masingmasing. Mendaki pohon bilwa menyiratkan tugas wajib atau pekerjaan pokok para yogin untuk menaikkan energi kesadaran Kundalini
BPM/mer
Cahaya Batin saja Tak Cukup l Membaca Ajaran Kesadaran Siwaratri (3)
SATU lagi pertanyaan tersisa. “Mengapa bahkan setelah mencapai pencerahan spiritual pun Su-swara justru masih harus lahir kembali, menjadi Raja Candrabhanu?” tanya Atmanathana kepada sang yogin, Sastri. Sang penekun yoga memang telah mulai berada pada keadaan sadar saat ia mulai bermeditasi dengan tekun dan tepat. Namun, dia tetap saja masih terbungkus binatang-binatang pikiran liar yang telah dimatikannya. Itu sebab penekun yoga mengikat binatang-binatang hasil perburuannya itu di cecabang pohon bilwa, supaya ia dapat beristirahat di sana. Itu berarti ia telah sepenuhnya menaklukkan pikiran, dan membuat pikiran tidak gundah, tidak liar lagi. Dalam tradisi yoga, ini berarti sang yogin telah melangkah melewati tahapan pengendalian diri, lalu mengarahkan (pratyahara) dan menuntun (dharana) pikiran ke lapisan perenungan mendalam (dhyana). Di ketinggian pohon bilwa ia disiplin berlatih konsentrasi dan meditasi. Ia menghindarkan rasa kantuk, karena bila sampai mengantuk itu berarti ia kehilangan kesadaran—lantas masuk ke dalam bekapan tidur nyenyak. Supaya tidak tertidur itulah maka dia memutuskan tetap terjaga, terjaga, dan terjaga. Tidur artinya lupa. Lupa berarti tidak sadar pada hakikat kesejatian keber-Ada-an sang Diri. Terjaga, terjaga, dan terjaga merupakan syarat utama supaya tidak tidur atau lupa dari hakikat kesejatian keber-Ada-an sang Diri. Tapi, “Kenapa setelah terus terjaga, Su-swara malah akhirnya menangis untuk istri dan anak-anaknya?” Atmanathana bertanya lebih lanjut. Dalam penjelasan Sastri, istri dan anakanak tak lain adalah refresentasi dunia ini. “Orang yang mencari karunia sang Maha Pencipta harus menjadi perwujudan cinta. Dia harus memiliki simpati merangkul semua. Tumpahan air mata merupakan simbolik cinta yang universal itu,” tandas Sastri. Tradisi yoga mempersyaratkan, orang tak dapat meraih pencerahan rohani tanpa restu dan anugerah sang Maha Pencipta. Tanpa berlatih cinta universal, seseorang tidak bakalan bisa meraih anugerah
itu. Untuk itu, dia mesti melatih melihat, mengakui, menyadari, dan menerima Yang Mahasatu itu yang Ada di dalam dirinya sendiri juga Ada di mana-mana, di setiap makhluk hidup lainnya, di mana pun dan kapan pun. Pada tahap awal sangat penting baginya mengidentifikasi pikiran sendiri dengan pikiran semua makhluk—sehingga muncul simpati dan empati. Karena itulah setiap orang diwajibkan naik melampaui keterbatasan pikiran dan nyemplung menyatu-padu-utuh ke dalam Diri. Tradisi yoga mengingatkan, hal itu terjadi hanya dalam tahap Samadhi. Bukan pada tahaptahap yang lebih awal daripada samadhi. Hanya manakala telah sampai pada tahapan itulah terang fajar mulai terbit. Dalam bahasa yoga, ini berarti seseorang telah mulai memasuki pintu keadaan keempat yang dinamakan Turiya-pada atau supra-Sadar. Di Turiya-pada ia melihat Siwa Lingga atau tanda Siwa dalam bentuk cahaya batin. Dengan kata lain, ia memiliki visi Kesadaran Tuhan. Itu merupakan indikasi kepada sang penekun yoga bahwa kelak, dalam perjalanan sang Waktu, ia akan mencapai kesadaran tertinggi, tempat tinggal kekal Dewa Siwa. Jadi, melihat Siwa Lingga atau tanda Siwa dalam bentuk cahaya batin bukanlah tujuan terakhir. Meskipun tidak mudah dicapai atau diraih, namun ini mesti disadari hanyalah satu langkah awal untuk sampai di tujuan final pembebasan murni-total. Susastra menyuratkan, setelah sampai di rumahnya di Waranasi, Su-swara kedatangan sang Tamu asing. “Tamu asing itu tiada lain daripada diri sang pemburu sendiri yang telah berubah menjadi sosok manusia baru,” jelas Sastri. Itu alasan Su-swara mempersembahkan jatah makanan (sisa-sisa karma)-nya kepada sang Tamu asing terlebih dahulu. Namun dia masih mesti menikmati sisasisa karmanya, di masa lalu, sehingga dia pun dilahirkan kembali sebagai Raja Chitrabhanu. “Mencapai alam kesadaran pencerahan batin saja tidak cukup untuk mencegah hukum reinkarnasi ini. Ada tahapan lain selanjutnya, yakni Samipya, Sarupya, hingga akhirnya Sayujya,” surat tradisi susastra yoga. ldeprabas
Shakti dari posisi awalnya di pangkal tulang ekor, tahap demi tahap, hingga ke puncak Kesadaran di ubun-ubun. Menjadikan pikiran jenak, istirahat dengan tenang-damai itulah tujuan terbesar para yogin, para pelaku disiplin spiritual. Manakala pikiran telah berhasil dijadikan tenang-damai lewat latihan, latihan, dan latihan konsentrasi serta meditasi penuh disiplin, pada fase berikutnya muncullah rasa simpati dan empati murni mendalam terhadap segenap mahluk hidup. Sang yogin merasa senasib-sepenanggungan, lalu merasa menyatu satu-padu dengan segenap
mahluk hidup. Susastra menyuratkan: Suswara teringat keluarganya yang kelaparan, dibelit kemiskinan, lalu dia meneteskan air mata hingga membersihkan Siwa Lingga di tengah telaga bening, di bawah pohon bilwa. Tangis murni bahagia itulah luapan rasa cinta universal, yang memeluk semua mahluk hidup. Tradisi yoga mempersyaratkan jelas: tiada Pencerahan Puncak Paripurna Kesadaran Ketuhanan tercapai tanpa pemekaran dan pengembangan Cinta Kasih Murni Universal. ldeprabas
lIMF Ririse Aswarini Melukis Warna Gunung Melukislah bila warna Gunung melukislah bila warna gunung melepas resah hantu-hantu tidurmu awan dan kumbang jadi ingin yang sepoi-sepoi di pematang angan Mencuri lonceng biara dan lukiskan dentingnya hingga para rahib tak merasa kehilangan waktu dan kenangan pada pada masa lalu Telaga merah benamkan diri buncang sedih, Genangan hampa basuh saja luka dengan warna senja Yang gemericik di pesisir Jejakkan pada sentuh ragu kuas katamu bagai kandil kemilau melupakan temaram silang masa silam Pencil kuning, hijau, biru warnai getir jadi ikan-ikan di lautan polos seperti pohon atau sejuk kebukitan Melukislah, berlatihlah Tumpahkan seluruh warna pikir masyarakat. Di tengah kecendrungan itu, manusia menjadi ringkih. Mekanisme koping orang per orang begitu rapuh karena selama ini yang kita manjakan hanya badaniah. Batin kita meronta, Jiwa kita sakit. DI SATU SISI kita tidak tahan pada kesendirian. Di sisi lain kehidupan sosial kita berada di dunia reka-reka, dunia yang diangankan nyata. Mau tidak mau kita harus mengikuti arus. Berjalan terseok agar menyamai derap langkah dnia di sekitar kita. Sementara media sosial tanpa disadari telah menciptakan standar baru baru mengenai kebutuhan hidup, banyak orang belum mampu -- terutama secara materi - untuk mengikutinya. Yang terjadi kemudian adalah meningkat pesatnya karus depresi yang mengakibatkan bunuh diri, penderita gangguan jiwa yang melakukan tindakan brutal membahayakan. APAKAH ALFIN TOFFER seorang cenayang yang mampu meramalkan masa
lNurul Elmi Elbanna Sajak Seorang Anak apakah angin tega membawa awan yang siap turun jadi hujan padahal tetumbuhan tengah berteriak kekeringan ayah adalah hujan yang datang saat siang membenamkan matahari pada ketiaknya debu dan polusi hanyur ke negeri entah dan tumbuhan berhenti berteriak memaki musim musim yang tak mampu bergerak musim yang diam kehilangan kekuatan bagaimana aku harus tumbuh ayah kalau kau memutuskan berseteru dengan bumi setetes darimu adalah surga tempatku ingin berpulang yang membuatku menjadi bidadari pemetik bintang tentang waktu ia tak mungkin mampu menguliti nasib kita aku anakmu, engkau ayahku tetaplah menjadi tanda selama dunia bernapas dan bergerak sebelum binasa angin apapun namanya tak cukup mampu menerbangkan awan hujan tetap kembali untuk tanah tetumbuhan berganti baju pada masanya ayah, jadilah engkau hujan apa adanya jangan meluapkan sungai dan menenggelamkan rumah-rumah depan? Atau ia hanya seorang yang begitu sensitive mencermati fenomena keseharian masyarakat hingga mampu menerka inilah yang sungguh-sungguh terjadi bertahun-tahun kemudian? Lalu bisakah kita keluar dari kemelut future shock ini? Entahlah. lNPS Rainia Rastiti
lIGA, Komang Wiliani Guna Puisi Mereka membuatkan kami puisi Katanya agar kami mengerti bagaimana cara menjaga Karena slama ini kami kerap memaki Menebarkan pamphlet benci Meludahkan kata-kata urakan Mencabik-cabik bahasa Mereka membuatkan kami puisi Katanya agar kami tidur nyenyak Seperti kanak-kanak dan bayi Kidung kasmaran bekal dewasa nanti Tentunya yang belum dimengerti Mereka mambutkan kami puisi Katanya agar kami tak bermigrasi Bersama gerbong kereta api Pergi meninggalkan ibu kami Yang teduh menanam pagi Mereka membuatkan kami puisi Katanya agar kami betah di perantauan Mengingat dengan seksama lagu kampung Juga kambing gunung yang bingung rumputnya digusur Tentu gusar kau karena puisi Tentu gelisah kau karena puisi Tapi dengan kegelisahan itu kau merasa hidup.
NASIONAL
16
Minggu Paing, 3 Januari 2015
Jayadratha, Bagaimana Tahan Arjuna dengan Senjata Maheswara
Disusun: Kisari Mohan Ganguli Diterjemahkan: I Ketut Arinta (Edisi Seratus Lima Tujuh)
Rishi Vyasa : (Bharata) setara dengan Veda. Ini adalah suci dan agung. Bharata menganugerahkan kemasyhuran dan kesejahteraan. Karena itu, seseorang harus mempelajari dan mendengarkan dengan perhatian penuh.
OH engkau yang berlengan perkasa, sebuah suara hiruk pikuk muncul saat itu di antara para ksatria di kubu Kaurava. Bukan saja gajah-gajah dikerahkan, juga kereta-kereta dengan kuda-kuda serta pasukan darat. Sebuah deritan kereta mengerikan terdengar dari kereta-kereta para Kaurava. Setelah mendengar kematiannya Abhimanyu, ksatria panah utama Dhananjaya, memang sangat menderita. Palguna dalam kemarahannya keluar pada malam itu. Dia tidak sabar lagi menunggu hari esok. Baik pasukan Pandava maupun Kuru, tinggal menunggu perintah. Siap untuk bertempur. Ketika para ksatria lain mempersiapkan diri, oh Krishna yang bermata seperti kelopak bunga lotus itu kemudian mempelajari dengan sungguh-sungguh sumpah tentang pembantaian penguasa Sindhu, sebagaimana rencana Arjuna. Kata Krishna, ‘’Sumpah itu dibuat olehmu terkait kebenaran.’’ Hal itu
membuat semua para penasihat Suyodhana menjadi tanpa semangat, karena ada Krishna di sana. Mereka semua ketakutan seperti binatang-binatang kecil. Salah satu penasihat Raja Jayadratha, penguasa Sindhu, Sauvira, juga diselimuti kesedihan. Dia menjadi betul-betul bersedih. Dia pun memasuki tendanya sendiri dengan semua penasihatnya. Setelah berkonsultasi tentang setiap obat yang bermanfaat, bagi mereka yang memerlukan nasihat, dia melanjutkan menuju kumpulan raja-raja -- sekutunya di sana. Kemudian Jayadratha mengucapkan kata-kata ini kepada Suyodhana. ‘’Dhananjaya berpikir aku yang menjadi pembantai dari putranya. Besok, dia akan melawanku dalam pertempuran! Sebab, dia di hadapan bala tentaranya telah bersumpah membantaiku! Sumpah Savyasachin itu benar-benar sangat dashyat, Dewa-dewa pun, para Gandharva, Asura, Uraga, dan Rakshasa tidak dapat berspeku-
lasi menggagalkan! Karena itu, kata Jayadratha, lindungilah aku. Oh kalian semua dalam pertempuran! Usahakanlah, agar Dhananjaya tidak menginjakkan kakinya di atas kepala kalian dan sukses dalam mencapai tujuannya! Biarlah pengaturan pasukan sebagaimana mestinya dibuat untuk mengatasi masalah ini! Atau, jika, oh penghibur keturunan Kuru, kalian berpikir, kalian tidak berhasil melindungiku pada pertempuran, lalu tolong diizinkan aku pamit pada saat ini, oh raja, dengan demikian aku bisa pulang ke rumah! Demikian Duryodhana disapa oleh Jayadratha. Namun, Suyodhana menjadi bersedih dan duduk. Ia pun m enundukkan kepalanya. Menyadari Jayadratha sangat ketakutan, Suyodhana mulai berpikir dan berusaha menenangkan dirinya. Setelah melihat raja keturunan Kuru, Raja Jayadratha, penguasa Sindhu itu, dengan perlahan mengucapkan kata-kata ini dengan harapan ada jalan keluar bagi dirinya sendiri ‘’Aku
tidak melihat di sini ada pemanah yang memiliki energi super yang dapat menahan lenganlengannya, senjata-senjata Arjuna dalam pertempuran yang hebat itu! Siapa, bahkan jika Satakratu sendiri, akan berdiri di hadapan Arjuna yang memiliki Vasudeva sebagai sekutunya, ketika sedang memegang busur Gandiva? Siapa yang bisa menahan Arjuna itu? Senjata Dewa Maheswara sendiri itu terdengar. Siapa bisa menandingi senjata itu yang memiliki energi tertinggi itu? Sebab,
sebelumnya, Partha ke Gunung Himavat, melakukan pertapaan keras di sana dan memperoleh anugerah Gandiva itu! Didesak oleh kepala kaum surgawi itu, dia membantai di atas sebuah kereta tunggal, 1.000 orang Danava yang bertempat tinggal di Hiranyapura! Apalagi, putra Kunti itu sekarang bersekutu dengan Vasudeva, yang sangat cerdas. Aku pikir dia mampu menghancurkan tiga dunia termasuk Dewa-dewanya pun. (bersambung)
Sloka 4.19 Yasya sarve samaarambhaah Kaama sankalpa varjitah Jnanaagni dagdha karmaanam Tam aahuh panditam budhaah. Mereka yang sudah terbebaskan dari keinginan dan tekad pemuasan indria-indria duniawi sejak mengawali usaha pelaksanaan perbuatan-perbuatannya. Mereka yang seluruh reaksi perbuatannya telah terbakar habis oleh api ilmu pengetahuan suci, orang-orang suci menyebut mereka sebagai orang bijaksana terpelajar.
TNI-Polri Sisir Distrik Sinak
Temukan 471 Butir Amunisi
Jakarta (Bali Post) Aparat gabungan Polri dan TNI menyisir tiga kampung di Distrik Sinak, Papua terkait kasus penyerangan yang menewaskan tiga anggota Polri. Hasilnya, 471 butir amunisi ditemukan. Kapolri Jenderal Badrodin Haiti menjelaskan, penyisiran dilakukan di tiga kampung masing-masing kampung Nigilome, Kampung Pamebut, dan Kampung Weni, Jumat (1/1). Penyisiran dipimpin oleh Kapolres Puja AKBP Marselis S. Karrong. “Di kampung Weni ditemukan barang bukti berupa amunisi sebanyak 471 butir,” kata Badrodin dalam keterangannya kepada wartawan Sabtu (2/1) kemarin. Ratusan butir amumisi itu ditemukan di tiga tempat di Kampung Weni. Pertama, di Posko atau Pos Tinjau. 57 butir amunisi Mouser kaliber 7,62 x 51 mm, 59 butir amunisi AK 47 kaliber 7,62
x 39 mm, 108 butir amunisi SS1 Kaliber 5,56 x 45 mm dan dua buah ponsel genggam diamankan dari lokasi ini. T e m pat k edua yai t u di rumah tersangka penyerangan Polsek Sinak bernama Kalenak Munir. 19 Butir amunisi Mouser kaliber 7,62 x 51 mm, 44 butir amunisi AK 47 kaliber 7,62 x 39 mm, dan 59 butir amunisi SS1 Kaliber 5,56 x 45 mm ditemukan. Sedangkan tempat yang ketiga adalah rumah Iris Murib. 6 butir amunisi Mouser kaliber 7,62 x 51 mm, 47 butir amunisi AK 47 kaliber 7,62 x 39 mm, dan 72 butir amunisi SS1 Kaliber 5,56 x 45 mm diamankan dari lokasi ini. Sebelumnya, Badrodin mengungkapkan bahwa pelaku penyerangan Polsek Sinak adalah dari kelompok OPM. Bahkan, satu anggota OPM tertembak dalam kontak senjata dengan aparat pada Kamis (31/12) lalu. (ant)
TELEPON PENTING RUMAH SAKIT RSUP Sanglah : 227912-15 PMI/RSUP Sanglah : 227911 RSAD Udayana : 228061 RSU Wangaya : 222141 RSU Manuaba : 426393 RSUD Badung : 9006813 9006812 RSU Surya Husada : 235041 : 233786 : 233787 RSU Puri Raharja : 222013 RSU Saidharma : 227220 RSU Kasih Ibu Denpasar : 223 036 BaliMed Hospital : 484748 RSU Dharma Yadnya : 462629 : 462488 Fax. : 462488 RSU Dharma Usadha : 227560 : 234824 RSU Bina Atma : 425744 RSU Khusus Bedah Graha Usadha : 423467 : 426492 Klinik SOS Gatot Kaca : 223555 RS Bhakti Rahayu : 430270 : 403245 RS Bhayangkara : 234670 RSU Sari Darma Jl. Pulau Seram No.1 : 226866 RSU Prima Medika Jl.P.Serangan No.9X : 236225 (Hunting) Fax : 236203 Bali Royal Hospital Jl. Letda Tantular No. 6 Renon : 247499 RSU Wisma Prashanti, Tabanan : 819601 RSU Bintang Jl. Ngurah Rai 10, Klungkung : (0366) 25241 Fax. : (0366) 22819 Rumah Sakit Bersalin Harapan Bunda : 265533 34 Layanan Psikiatri Jl. Belimbing 74 Dps. : 249488 Polda Bali : 236494 Posko Bantuan Tourist Police : 224111 Nusa Dua Clinik : 771324 Klinik Mas (Jl. Raya Mas-Ubud) : 974573 Batu Bulan
Medical Clinic : (0361) 8884000 Markas PMI Cabang Badung Jl. Imam Bonjol Denpasar : 484305 Pelayanan Abulance Gawat Darurat PMI Cab. Badung : 484305 Pelayanan Usaha Transfusi Darah (PUTD) PMI Cabang Badung d.a. RSUP Sanglah Denpasar : 227224 : 227915 : 227911 s.d. 227915 UGD Jiwa 24 Jam RSJP Bangli
: (0366) 91008, 91052 RSU Graha Asih : 764860 RSIA Puri Bunda : 0361- 437999 Fax. : (0361) 433988 Pelayanan Gawat Darurat 24 Jam (Posko PSC Dinas Kesehatan Propinsi Bali) : 7805498 Pesawat 118 Informasi AIDS : 239191 Yayasan Peduli Keluarga/ Narkoba : 259597/ 08123988429 Dinas Kebakaran Kota Denpasar : 113.1 Dinas Kebakaran Kab. Badung : 113.2 Gangguan PLN : 123 STB-N : 262872 Gangguan PDAM : Kodya Denpasar : 240749 PDAM Badung : 421845 Layanan Informasi & Pengaduan PT. Pertamina (Persero) : 232222 : 0800-13- 55555 (Bebas Pulsa) : 08155800 5555 (SMS) Call Center Safe Community Kota Denpasar : (0361) 223333 dan SMS (0361) 8022232
PAKELEM - Umat Hindu ketika mengadakan pakelem di Gunung Semeru.
Gunung Semeru Ditutup 5 Januari
Lumajang (Bali Post) Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menutup jalur pendakian Gunung Semeru mulai 5 Januari 2016.Kepala TNBTS Ayu Dewi Utari mengatakan penutupan pendakian ke gunung berketinggian 3.676 meter dari permukaan laut itu dilakukan setiap tahun untuk pemulihan ekosistem di gunung tertinggi di Pulau Jawa ini. “Rencananya, pendakian Semeru ditutup pada 5 Januari 2016 karena saat ini masih banyak pendaki yang berada di jalur pendakian usai merayakan libur Tahun Baru 2016,” kata Ayu Dewi
Utari Sabtu (2/1) kemarin. Ia mengatakan TNBTS terakhir menerbitkan izin pendakian kepada wisatawan domestik dan mancanegara pada 4 Januari 2016, sehingga seluruh pendaki bisa
segera turun pada 5 Januari 2016 dan jalur pendakian Semeru steril dari pendaki. “Senin pekan depan merupakan hari terakhir para pendaki yang naik ke gunung yang memiliki ketinggian
3.676 mdpl itu dan mereka harus segera turun karena jalur pendakian akan ditutup,” sambung dia. Penutupan jalur pendakian gunung api juga mengacu Undang-Undang nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya yang menyebutkan penutupan jalur pendakian dapat dilakukan jika kondisi membahayakan dan alasan kepentingan pemulihan ekosistem.
BPM/dok
“Selain pemulihan ekosistem, pada bulan Januari diprediksi curah hujan cukup tinggi, sehingga dikhawatirkan terjadi cuaca buruk di jalur pendakian, sehingga gunung tertinggi di Pulau Jawa ditutup sementara,” kata Ayu. Setelah ditutup, petugas TNBTS bersama sukarelawan dan pencinta alam akan membersihkan sampah di sepanjang jalur pendakian Semeru. (ant)
’’Karang Awak’’, Menjaga Ketahanan Kebudayaan Bali SENIMAN serbabisa yang juga dosen Unwar, Dr. Anak Agung Gede Raka, M.Si., kembali dipercaya menggarap pawai Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-38 tahun 2016 ini. Sejumlah jurus baru dikerahkan agar pawai PKB berjalan semarak tanpa hilang dari filsafatnya. Sebab diakui atau tidak kesan pertama PKB sukses jika pawainya berjalan semarak dan penuh makna. Kali ini, pawai PKB bertemakan ‘’Karang Awak’’ atau mencintai tanah kelahiran. Ide garapan ini diambil dari ajaran Weda di mana Panca Maha Bhuta (pertiwi, apah, teja, bayu, dan akasa) adalah lima unsur pembentuk alam semesta. Karang Awak adalah bagian kecil dari unsur pertiwi (tanah). Mencintai tanah kelahiran merupakan salah satu identitas melekat pada setiap orang Bali. Sifat seperti itu bermakna positif untuk menjaga ketahanan kebudayaan Bali. Bilamana terjadi yang sebaliknya tidak dimungkiri bahwa Bali akan
mengalami degradasi budaya. Dikatakan demikian, sebab bila kecintaan terhadap tanah kelahiran sudah tidak ada lagi, segala harta warisan termasuk tanah yang berstatus hak pakai yang semestinya harus diwariskan rela untuk dijual. Tentu saja bila yang membeli adalah orang berbudaya lain, hal tersebut dapat mengancam kesinambungan kelestarian budaya Bali, tegas Gung Raka Sabtu (2/1) kemarin. Diangkatnya tema Karang Awak “Mencintai Tanah Kelahiran” pada PKB tahun ini, dia berharap melalui media berkesenian dapat menumbuhkan kesadaran setiap orang Bali bahwa betapa pentingnya tanah kelahiran tersebut. Semakin dalam kecintaan orang Bali terhadap tanah kelahiranya, semakin kuat pula daya dukung budayanya. Dengan demikian, kita optimis bahwa kebudyaan Bali akan tetap berkelanjutan. Dia juga meluruskan kata seni dalam PKB harus di-
artikan secara universal. Bukan semata seni tradisi, namun juga budaya dalam artian luas. Wajarlah PKB ini harus dikelola dan melibatkan seniman dan budayawan. Soal pawai PKB, dia menambahkan tetap diikuti 12 peserta, terdiri atas 9 peserta dari kabupaten/kota, 2 peserta dari luar daerah, dan 1 peserta dari luar negeri. Untuk kabupaten/kota diharapkan mengusung cerita yang terinspirasi oleh tema. Maksudnya bahwa cerita yang diusung diambil dari khazanah budaya desa asal kabupaten/kota masingmasing yang terunik (khas), diolah dan diramu sesuai kebutuhan cerita sehingga menjadi sebuah performance yang indah dan menarik. Kemudian untuk peserta dari luar daerah dan luar negeri yang diperkenankan tampil adalah yang telah lulus seleksi panitia pawai dan diharapkan menampilkan kesenian khas daerah/ negaranya masing-masing. (sue)
Dr. Anak Agung Gede Raka, M.Si.
BPM/sue
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Minggu Paing, 3 Januari 2016
17
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya Informasi pasang iklan Telepon : Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) z Jakarta : (021) 5357602 - Fax : (021) 5357605 - Iklan Still Store di Bali TV : Rp 200.000,- (10 x tayang) z Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) - Runing Teks Bali TV : Rp 50.000,- (5 x tayang) z Mataram : (0370) 639543 tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus - Denpost Paket : Rp 165.000,- (10 x muat) z Denpasar : (0361) 225764 (hunting) e-mail:iklan@balipost.co.id 66 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita - Bisnis Bali Paket : Rp 82.500,- (10 x muat) z Surabaya : (031) 5633456 z Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau VISA z Email: pembacabalipost@gmail.com z Layanan Pengaduan: HP: 081 139 62168, Pin BB: 55c8e021 z Discount Up to: 10% Pembayaran dgn Kartu Kredit BNI Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! z Tarif iklan Mini/Baris
Dicari Penjahit untuk Garment max 35th Dapat BPJS & Jamsostek Kirim CV ke Jl.Merthanadi No.95 Tlp.739403
A.BP.153.01.16.0000090
!Biku Rest @Seminyak Need ImmediatelyWaiter/ss,Steward, Runner,Fluent English 2yrs Exp CV+Phtograph:info@bikubali.com
B.BP.166.12.15.0001392
Urgent Need Senior Cook & Waitress Telp.467100 Email CV : info@wulandariresto.com
A.BP.001.01.16.0000069
Dcr Tng Kirim Ikan Lele (Pke Spd Motor)H.082237094056 A.BP.001.01.16.0000037
*HappyCinema bth Cook,Waiter/s Ramah&Sopan.Min.SMU. Jl.Tukad Batanghari 36 Dps.081999670006 A.BP.001.01.16.0000087
*Dcr Reservasi & Operasional Dcr Sopir Pribadi Srabutan Bs Tour dgn Kualifikasi Sbg Brkt: Matic SIM A+C Hub.085238127777 B.BP.164.01.16.0000044 Pria/Wnt(23-27Th),Diutmkn Jrsn Dcr Spr Pribadi Berpengalaman Prwsta Tour&Travel,Mampu&mau 085738560166 Menghendle Dmstik Market,Snggp tahu Wilayah Bali, A.BP.001.01.16.0000041 Bkrja dlm Durasi Kontrak Pnjng Wr.Mina Legian Waiter/ss Cook min.2Th.Email:balitopholidaydo Bar. hrdminagroup94@gmail.com tcom@gmail.com / (0361)464861 A.BP.001.01.16.0000066 A.BP.001.01.16.0000078 Billabong FO Need SPG/B/VM/IT Dcr Segera Sopir Prbd SIM A, Send CV By Pass Ngr Rai 11G Pglmn Hub:0361759375 (Hr Senin B.BP.154.01.16.0000029 Bth SPG Batu Bolong Canggu bs -Sabtu) 085333445466 (SMS) A.BP.001.01.16.0000079 B.Inggris Hub.082237466110 Akunting Wanita S1 Peng.Mgrti A.BP.001.12.15.0002671 Pajak Hub.08113855375 Segera Dcr 1 PRT Tinggal dalam Sdh PeB.BP.164.01.16.0000043 ngalaman Kerja Hub.08123911470 Dbthkn Sgra u/Posisi Waiter/s A.BP.001.01.16.0000026 & Reservasi(Wanita)Bw CV ke: Dcr Acct L/P,Kpl Gdg(L)Max35Th Sea Safari Cruise Jl.Raya Pelabuhan Sopir Max.35Th Kirim Email ke Benoa/hrd@seasafaricruises.com ayuniasa07@gmail.com A.BP.001.01.16.0000103
A.BP.001.12.15.0002647
Bth:acct Piutang,Mrktng Baja Dcr Cleaning Service Usia 18-35Th Dcr Sopir Pribadi SIM A+C, Lmr Dicari Penjaga Warung Makan Job Australia Prkbnan & Rest, Penerbit Yudhistira Cab.Bali Rgn&Bhn Bgnan.Lam:hrd.trisuryai Min.SMU Hub:085100421164 ke Jl.Bung Tomo T.082145325482 Gaji 1Jt Hub.082146580098 Biaya 50% Ptng Gj,Brgkt Cpt, Butuh Segera:Kepala Cabang B.BP.154.01.16.0000051 A.BP.001.01.16.0000077 A.BP.001.01.16.0000080 nternusa@gmail.com/Jl.Himalaya Gji Bsr,Resmi,Trbts! Hub Bu dan Marketing Diutamakan Dcr Sopir,Tng Serabutan&Admin Dicari SPG Wanita utk Butik No.9 Dps./087861454652/9005831 Dcr Krywan/i u/ Resto di Dnpsr Dinapertiwi.Sh,Indopowerpt. Berpengalaman, Pendidikan di Jln Kediri Tuban Kuta. A.BP.001.01.16.0000057 Pria/Wnt max25th SMU/SMK Jujur Gudang Tggl Dlam,087862163222 Hp.081 217 127 822 Segera A.BP.001.01.16.0000054 Min.D3 , Kirim Lamaran: Max 30Th Hub.081234250033 Coco bistro Restaurant Looking for: Loyal Hub:081916638777 Segera A.BP.817.12.15.0002479 Dcr Staf Notaris S1 Hukum Pngl A.BP.001.01.16.0000068 B.BP.004.01.16.0000017 Jl.Soka Gang VI Blok B No.1 Dps Restaurant Mgr,Captain,Sous Chef, Padi Handycraft Store&ReflexoMin.1Th.CV:rismasata@gmail.com Dcr Mekanik & Frondesk Spart Dicari Segera!!! Email:yudhistiradps@yahoo.com Waiter/ss(DW),Cook,CleaningService. logy Nusa 2 needs:Pramuniaga, A.BP.001.12.15.0002673 Ahhas TamanAgung Krobokan Koki untuk Kapal Pinisi A.BP.001.12.15.0002650 Send CV: riamarista@gmail.com Spa Therapist Send to:riamaris Dcr Staff Operation Luar Wnt Hub.081236700700 bisa Memasak Variatif&Kreatif Tropical Group Bali looking /0361-775211 Ext101 ta@gmail.com/0361775211 Ext101 18-35Th Blm Nikah SIM C Gaji + B.BP.001.01.16.0000021 Contact:081337451582 B.BP.101.01.16.0000038 B.BP.101.01.16.0000045 for:Accounting Spv,Accounting Bonus Hub:085100421164 Dcr Pembantu RT unt Pribadi A.BP.001.12.15.0002584 Cr Pembantu Gj 1,5Jt yg antar Ubud Padi Villas looking for: B.BP.154.01.16.0000050 Staff,Purchasing Staff Send CV Hub:085337035678 Dicari Supir+Maintenance staff FO/Receptionist,M&E Spv/Staff Dpt 500Rb T.487612/487706 Lgs Dcr Tkg Masak utk Rest D’MEL A.BP.001.01.16.0000055 riamarista@gmail.com, A.BP.001.01.16.0000088 Send CV:riamarista@gmail.com Villa hub.083119620274 Sanur,Umur Max.25Th Hub.286895 Dcr Sopir L300,Srabutan,Office Ph:0361-775211 Ext101 Ph:0361-775211 Ext 101 A.BP.001.01.16.0000062 Cr Tng Srbutan Tggl Dlm, u.Cafe Batubulan,466935,085103012935 A.BP.001.01.16.0000063 B.BP.101.01.16.0000040 B.BP.101.01.16.0000042 Dicr Therapist;Mango Spa Kuta Dcr Tng Srbtn Lki2 untk Widuri P.Moyo I/3.081999018270 A.BP.001.01.16.0000081 Waiter/s Cook FR Newcafe@Renon Tropical Spa Needs:Spa Therapist A.BP.001.01.16.0000035 Hub.081805495808 Dicari:Accounting min DIII,Adm Bersih2 Kos Dps Hub.0361499260 Hub082236332263 Interview 4Jan Min.SMK/SMA Min.1Yr Exp. A.BP.001.01.16.0000025 B.BP.154.01.16.0000028 Dcr:Admin,Cook,Waiter/s.Email Gudang SMU,Admin SMU,Hub.0361A.BP.001.01.16.0000046 Send to:riamarista@gmail.com Dcr Waitress 2org SMK u/Warung Housekeeping Pria pengalaman raifitness.sunset.bali@gmail. 426276,081999561887 Email: Sales Administrasi utk Kantor Ph:0361-775211 Ext 101 com /T:03618947333/08283605005 marketing01cmm@yahoo.com Angkang Sanur Hub:08124695153 Canggu Tanpa SMS 081916541105 Internet Hub:081999888006 A.BP.001.01.16.0000040
A.BP.001.01.16.0000070
A.BP.001.01.16.0000027
A.BP.153.01.16.0000093
B.BP.004.12.15.0001245
B.BP.101.01.16.0000046
MOBIL - MOTOR PROPERTY RUPA-RUPA Bali Post Rush S’08 Silver,AT,Original Terima A/N Pembeli,08123890466
DAIHATSU
Xenia R Sporty’2013 Putih asBali H.085100856999 Pribadi
B.BP.164.01.16.0000036
B.BP.141.01.16.0000024
Agya TRD S Putih th’14 Manual DK Samsat Panjang 081805307706
A.BP.001.01.16.0000102
Avanza G Th’2014 Silver,Trima Atas Nama Pembeli.08123890466
Gran Max Blinvan’2012Putih Pjk KIR Hidup 49JtNg,081337776455 SUZUKI
Karimun’04 H.63Jt+Avanza G’12 H.134Jt Jl.Soka T.081353156600
A.BP.001.01.16.0000104
Grand Vitara 2008 Matic,Silver Metalik 087809968564;140Jt/Ng
B.BP.154.01.16.0000048
Jl Splash th 2013 Spt baru Low KM Hub:081353212982 TOYOTA
Avanza 2006 Hitam Type G Hp.085935299500 & 081246082646
A.BP.001.01.16.0000053
A.BP.001.01.16.0000100
PAKAIAN
B.BP.164.01.16.0000034
Avanza Slvr’11 Ninja Z Htm’13 KLX Hitam 2014 Hub:08123627239
A.BP.153.01.16.0000089
All New CRV 2.0cc’2010 Putih Mnual AsBali Istw 081246522033
A.BP.001.01.16.0000101
MITSUBISHI
Over Kredit 25Jt L300 PU’2015 sdh bayar 8x Angs,08123890466
B.BP.164.01.16.0000035
A.BP.001.01.16.0000076 BUC Hr Ini Pajero Dakkar’12Pmk Vellfire ZG Audio Japan’13 Akhr DK Hitam,081805330222 Pribadi B.BP.164.01.16.0000041 Hitam KM10Rb Trawat,0817356809 B.BP.164.01.16.0000037
A.BP.001.01.16.0000061
All New Avanza G’2012Silver Asli Bali 085101522889 Pribadi
A.BP.153.01.16.0000091
FORD
Ford Escape’06 Hitam AT asBali Orisinil,087860856999 Pribadi
B.BP.141.01.16.0000025
VW
VW Caravelle;Simpanan 6700KM 08123804329-Segera
B.BP.154.01.16.0000027
RUPA-RUPA
Rumah Kedonganan;LT 2A;6KT & LT 3A 4KT 081236287848
HONDA
Ready Stock HRV E CVT Putih 087862130930 / 081238508184
DIJUAL RUMAH Rmh Lt2,AC,WH,3KT,2KM(975Jt) Renon Dps OneGate,H.0811394987
B.BP.154.01.16.0000030
Djl Cpt Kuta Ardenia Residence A.BP.001.12.15.0002672 T.Deluxe LT150 LB223 Kubuanyar Dknt.Rmh 2KT,RT,KM,Dpr,Grs,Hub Hrg Bwh Pasar,Cp 081216996900 B.BP.004.12.15.0001355 081337700866 Jl.Antasura Perum Puri Kosala Blok E/18 18Jt/Thn Djl Rmh Jl Cerme Candi Baru Gyr A.BP.001.01.16.0000052 L.110m2 H.750 Ng082144907553 B.BP.120.12.15.0001427 Dkont Rmh DiPenamparan Indah I Rmh Br Mnls T120/145 Gatsu Tmr /10 Jl.G.Agung Dps,08123636725 A.BP.001.01.16.0000036 Jl 6m H1,5M Murah 081999274555 Kont Rmh Astasura I Gg.Mertasari A.BP.001.01.16.0000060 No.11 Dps Hp:081338674861 Rmh Jl Nangka Utr SariIndah LT A.BP.001.01.16.0000005 203m2 Fas lkp H.08553747007 TP DISEWAKAN RUKO A.BP.001.01.16.0000074 Rmh Lok.PrmCempakaPenamparan Over Kontrak Ruko Jl.Seroja TT Mbl BsByr2x,085100856999Pmk 13Jt/thn Nego Hub.085739102225 B.BP.141.01.16.0000026
B.BP.164.01.16.0000039
TABANAN Djl Rmh Lt2"allanna Prestige” Muding-Krobkan-Kuta-0361467292 Mau Rumah Gratis di Tbn Cukup -0895347679235 Laku Disewakan Deposito 700 Jt H.081337380202
A.BP.001.01.16.0000096
A.BP.001.12.15.0000996
DIJUAL MOTOR
DISEWAKAN RUMAH Dikontrakan Rumah di Jl.P.Moyo No.90X Hp:081337019569
A.BP.153.01.16.0000092
DIJUAL TANAH !Tanah Kav.Jimbaran,Link Vila FulView,OneGate:085237645678
SERVICE
TV
SEGALA MERK
082 144 495 421 081 5470 9697 C.0001740-SRV
SALON
BENGKEL LAS
SERVICE
A.BP.001.01.16.0000039
Tnh Kavling Jl.Besakih Suwung Djl Tnh 1,5Are(490Jt) Lok Bagus Kauh H08123871809/081337569788 Jl.4m Daerah Saba 081238707512 A.BP.001.12.15.0001632
1-2A SHM Jl.Batuyang Gg.Elang B.Bln 0811399266 Mbl Msk Aspal
A.BP.001.12.15.0002213
A.BP.001.01.16.0000024
Jual Tnh 1Are Jimbaran Rmh Lt2 1Are Hub.081338734870
A.BP.001.01.16.0000085
BUC Dijual Tanah di Taman Kvl di Mengwi 70Jt/A Bs Kridit Mumbul Nusa Dua 156m2 Nego & Kvl 120Jt/A Hub.087862450004 081337171703/087761477545 A.BP.001.12.15.0002487 A.BP.001.12.15.0002597 Tnh 2Are 1KM Dr Gedung Rektorat BUC Sebidang Tanah luas 148m2 Unud,550Jt/A 08123907997 Dps Harga 600JtNego lokasi Ungasan B.BP.154.01.16.0000049 Kuta Selatan Hub.085100094909 DIJUAL RUKO A.BP.001.01.16.0000058 Djl Kav Baru 1 Are Bitra Gianyar !BUC:Ruko 3Lt T.Umar&Mhndrdata Jln 5 Mtr Hub:081999025757 Hub:Era Victory 085237645678 A.BP.001.12.15.0001634
Djl Tanah Kebon Kopi L:123Are Hb:087862768308
A.BP.001.12.15.0002596
Komunitas bisnis dan hobby investasi
John Sadewa ( I Wayan Sukarja) Hp. 081 138 01502
B.BP.141.12.15.0001406
Ruko Lt2 Jl.Utama Kebo Iwa Utara 082146591675/087860460319
Mulai bisnis investasi properti modal kecil potensi untung besar untuk pensiun dini & Sejahtera.
PANGGILAN SI
B.BP.101.01.16.0000047
Djl Tnh 1,20A Jl Ayani Gg.Leci & 4Are Jln.Singosari Hub.085100875799/085935133288
PROPERTY INVESTOR CLUB (PIC)
SERVICE TV
N RA GA
B.BP.141.12.15.0001407
Djl Tnh 6,7Are Depan Jl. Toyoning 2 Ungasan Hr.325Jt 081238597136
Keanggotaan terbuka utk umum, S&K berlaku* Info: 0361 900 8884, 0811 399 2099 (jam kerja, no SMS) Fb: john.sadewa Twitter: johnsadewa PIN: 59529854 C.0001502-PRO
A.BP.001.12.15.0002565
Ahli Atasi Rumah Bocor Grnsi + DISEWAKAN TOKO Renov&Bgn Rmh.Ady:085101884685 Disewakan Toko Luas 55m2 A.BP.001.01.16.0000083 di Jalan Duyung,Pantai Over Kontrak Boutique Jln.Nusa Semawang Sanur.085338201020 B.BP.004.01.16.0000032 Indah Denpasar H.08124651138 A.BP.801.01.16.0000031 Disewakan Toko Ukuran 10x30m di depan Hotel Grand Mirage KEHILANGAN Tanjung Benoa.085338201020 Mhn yg Memungut Anjing Pth Kcl B.BP.004.01.16.0000031 Jns Maltis,Dpn ATM BRI Bndr Renon DIJUAL VILLA Hub.0811395892 dBeri Imbln Djl Cepat 2 Unit Villa Jl.Dewi A.BP.001.01.16.0000064 Saraswati 3 Seminyak,Harga HEWAN Dibawah Pasar,Cp 081216996900 B.BP.004.12.15.0001354 Sale Anakan Golden Ret 2Bln Stbm Male Hub.081999900168/BB 27 RUPA-RUPA 72958B Jl.Kartini 49 Dps Bali A.BP.001.01.16.0000056 Atasi Rmh Bocor Grnsi&Renovasi Rmh.Pak Sefri 085100774702 PELUANG BISNIS A.BP.001.01.16.0000059
Over Kontrak Toko+Isi Ex Bule Atasi Rumah Bocor Dak Dinding 160Jt.Tk Badung XX/085792202362 Talang,Dll(Daris) 085102796346 A.BP.001.01.16.0000067
A.BP.001.01.16.0000034
BARU Telah Terbit BUKU PUSTAKA BALI POST KAMUS BALI - INDONESIA - ENGLISH, INDONESIA - BALI - ENGLISH Penyusun Tebal Harga
: Drs. I Made Wiguna, M.Ag : vi + 54 Hal : Rp 19.000,-
Kamus ini menerjemahkan kata-kata dalam tiga bahasa, yaitu bahasa Bali, bahasa Indonesia, dan bahasa inggris. Begitu pula menguraikan bahasa Bali alus serta bahasa Bali kasar, yang dilengkapi dengan cara membaca dalam bahasa inggris. Keberadaan kamus dapat membantu para siswa dalam menerjemahkan bahasa, serta dapat membantu para guide ketika membimbing para tamunya.
Hub : Pustaka Bali Post, Jl. Kepundung No. 67 A, Telp. (0361) 225764 atau Toko - Toko Buku Terdekat di Kota Anda
BIRO JASA
Telp. 8448032 HP. 0851 0144 0677 081 6471 0459 C.0001025-SRV
SALON KECANTIKAN
SERVICE
SERVICE
BARITO TEHNIK SERVICE PANGGILAN
AC Dikerjakan ditempat dan Bergaransi Terima jual beli & tukar tambah
KULKAS FREEZER CHILLER SHOWCASE MESIN CUCI POMPA AIR WATER HEATER INSTALASI LISTRIK LAS PANGGILAN DLL
Jl. Imam Bonjol 22 Dps - Bali 082144505058 - 087761317050 C.0001806-SRV
PELUANG BISNIS
BIRO JASA
BIRO JASA
BIRO JASA
SERVICE
SERVICE
Cdr.3kol.rpa.buku baru bp1809
18
REKREASI
Minggu Paing, 3 Januari 2016
BPM/sos
WISATAWAN - Sejumlah wisatawan saat mengunjungi objek wisata Penelokan.
Carut Marut Wisata Penelokan
OBJEK wisata Penelokan, Kintamani, masih menyisakan sejumlah persoalan. Bahkan setahun berjalan, persoalan tersebut belum bisa dituntaskan sampai sekarang. Pagar pembatas yang dipasang di lokasi sebagian besar sudah copot, sehingga cukup membahayakan para pengunjung. Tak hanya itu, lingkungan di objek wisata tersebut juga masih terlihat kumuh. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bangli I Wayan Adnyana, Sabtu (2/1) kemarin, tidak memberikan jawaban yang tegas terkait upaya pembenahannya. Harapannya hanya semua fasilitas yang rusak di kawasan wisata tersebut
bisa diperbaiki pada 2016. Sementara terkait anggaran yang bakal dipergunakan untuk memperbaiki kawasan andalan Kabupaten Bangli tersebut, juga tidak bisa disampaikan. Di sisi lain, kunjungan wisatawan asing dan domes-
tik ditarget di bawah 1 juta pada 2016. Di samping wisata Penelokan target itu juga berasal dari Penglipuran, Kehen, termasuk sejumlah desa wisata lainnya. Untuk meningkatkan jumlah kunjungan, kata pejabat asal Batur, Kintamani ini, terus melakukan promosi. Fokus yang dijual yakni Penelokan, Penglipuran, Kehen, Penulisan, Pendakian Gunung Batur dan Trunyan. ”Target kunjungan wisata tahun ini dirancang 700 ribuan. Promosi terus kami gencarkan,” ujarnya.
Sebelumnya carut-marut Penelokan ini menjadi atensi Gubernur Bali I Made Mangku Pastika, saat melaksanakan kunjungan kerja ke Bangli beberapa waktu lalu. Untuk memberikan kesan indah dan nyaman, Pemkab Bangli diminta mendata restoran bangkrut. Jika tidak berizin bisa dilakukan pembongkaran. “Restoran bangkrut yang tak berizin lebih baik dibongkar. Kalau tidak bisa, suruh pemiliknya menata lagi biar terliat bagus,” ucapnya kala itu. (sos)
Pertanyaan Mendatar: 1. Surat kabar ukuran kecil terbit mingguan 4. Ilmuwan 7. Umum (inggris) 8. Alkana dengan kandungan 8 atom karbon 10. Bara (Bali) 11. Kuping (Inggris) 12. Dibalik : Los atau barak 14. Bahan reaksi (Inggris) 15. Gambar untuk memperjelas isi buku 20. Perulangan 24. Angin puting beliung 25. Cabang Tenggorok 27. Sawah (Bali) 28. Jangan (bali) 29. Sebuah perguruan tinggi di Jawa Timur 31. Teguk langsung dari botolnya 32. Benda temuan penggalian arkeologi 33. Kejang otot
Melepas Penat di Air Panas Banjar
LIBURAN tahun baru 2016 digunakan warga untuk mengunjungi objek wisata di Buleleng. Seperti permandian air panas Banjar, Buleleng. Air panas Banjar setiap tahunnya menjadi lokasi wisata favorit keluarga, sembari melepas penat pikiran, dan lelah beraktivitas kerja. Pengelola air panas Banjar Ida Bagus Kade Satwika, mengatakan, pengunjung ramai datang saat musim liburan sekolah. Bukan hanya wisatawan lokal, ada pula wisatawan mancanegara datang sekadar ingin merasakan sensasi berendam air panas, dan dipercaya mampu menyembuhkan keluhan kesehatan tubuh tersebut. “Air panas Banjar menjadi salah satu objek wisata terbaik di
Buleleng. Para pengunjung memadati kolam dan berendam di air panas belerang, yang banyak memiliki khasiat. Pengunjung sangat gembira datang bersama keluarga,” ujarnya Sabtu (2/1) kemarin. Destinasi pariwisata alam di Bali Utara menjadi keunggulan dibandingkan daerah tujuan wisata (DTW) lainnya yang dikembangan Pemkab Buleleng, maupun swadaya masyarakat. Variasi kunjungan domestik dan mancanegara, banyak datang selesai berkeliling melintasi alam Bali. Di setiap musim liburan, air panas Banjar selalu menjadi idaman wisatawan berlibur bersama keluarga dan kerabat terdekat. “Berkunjung ke air panas tidak terlalu jauh dan mudah dijangkau. Pengun-
jung bisa datang mengendarai motor atau mobil berjarak 12 kilometer dari pusat Kota Singaraja,” kata dia. Tingkat keramaian pengunjung, kata Satwika, sering terjadi menginjak bulan Juli hingga Agustus, bertepatan dengan musim liburan tamu di negara-negara Eropa. “Kunjungan tinggi ke air panas Banjar, terjadi pada Agustus mencapai 20 ribu orang terutama wisatawan Eropa di setiap hari Sabtu dan Minggu,” ucapnya. Ke depan, permandian air panas Banjar akan terus ditata. Termasuk menata lokasi taman, perbaikan t em pat duduk , dan per luasan kolam air belerang. Di luar areal permandian, pengaturan pedagang dan parkir tetap menjadi perhatian khusus. (dgk)
Jawaban TTS No. 225 Mendatar 1.Amandel 4. Plumbum 9. RIIL 10. Nian 11. Infus 13. Santap 15. Populer 17. Taut 18. Atensi 20. Kualat 22. Karma
2
TTS Bali Post 3
4
5
7
8
10
6
9
11 12
13 14
15
16
17
19
18
20
21
22
23
24 25
26
27 29
30
28 31
32
SPT2015
BPM/dgk
AIR - Kolam air panas di Desa Banjar Kecamatan Banjar Kabupaten Buleleng.
Menurun 1. Ari-ari 2. Hasil persilangan antara keledai dengan kuda jantan 3. Dibalik Mundur 4. Pesohor 5. Nama pupuk tanaman (singkatan) 6. ……..karma pala, hasil perbuatan di kehidupan lampau kita nikmati saat ini (Bali) 8. Puncak kenikmatan seksual 9. Bakat 13. Rontok (Bali) 16. Saluran (Tuba) tempat pertemuan antara sel telur dengan spermatozoa 17. Perenungan atau memikirkan 18. Berakrobat di udara 19. Anggaran dasar suatu organisasi 21. Segera mengetahui dan memperhatikan sungguh-sungguh 22. Rancangan undang-undang 23. Orang yang bercita-cita tinggi 26. Kulit padi 30. Prakarsai
1
33
KUPON TTS No.227 Ketentuan Menjawab
Jawaban di tulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No 227 dan cantumkan identitas lengkap serta no telepon/Hp. Kirim ke Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 9 Januari 2016. Pemenang diumumkan pada Bali Post Minggu 17 Januari 2016. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang @200.000, dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga ( 2 dewasa + 2 anak ). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos.
24. Amar 25. Lai 26. Tren 28. Ibuk 29. Weda 32. Ngon 24. Utas 35. Aud 36. Ongol 38. Ene 39. Adab 40. Abon
41. Anggota 42. Pianika Menurun 1.Aplasia 2. Apron 3. Ekliptika 5. Lenso 6. Banal 7. Melarat 8. IMF 12. UPT
14. Tandang 16. Upajiwa 19. Tsar 20. Kalkulasi 21. Aled 23. Ari 26. trauma 27. Endang 30. Esensi 31. Agenda 33. Nobat 37. Gol
Pemenang TTS No. 225 1. I Putu Sujana Giri Jl. Imam Bonjol No. 1 Kediri Tabanan 2. Ni Made Rahayu Megayanti Br. Gunung Desa/ Kec Abiansemal Badung 3. Ni Kadek Sariati Br. Apuan Kelod Susut Bangli. HP. 085399077822 4. Km. Sri Ajeng Wahyuni Perum Puri Bagus Blok B No.3 Kel. Padangkarta Karangasem 5. Ni Luh Gede Puspawati Jl. Gandapura III/C No. 2 Denpasar
19
Minggu Paing, 3 Januari 2016
Kantongi KTA
Dari Hal. 1
Sesuai kesepakatan, atlet yang berlaga di Porprov harus mengantongi Kartu Tanda Anggota (KTA) dan wajib membela Bali di Pra-PON. Job Silver menyabet medali emas, sehingga seharusnya memperkuat Bali dalam kualifikasi PON. Akan tetapi usai mendapat bonus dari TI Bali dan Denpasar, yang bersangkutan malah kembali memperkuat Jabar di Pra-PON. Kasus ini jelas memukul dan merugikan TI Bali dan Denpasar. Pengurus TI Bali sampai membawa masalah ini ke Polresta Denpasar dengan tuduhan penipuan. Sementara Ketua Umum KONI Denpasar Nyoman Putrawan akan berusaha menarik kembali bonus yang telah diterima Job Silver. Pihaknya masih menunggu keputusan Panpel Porprov Bali XII di Buleleng yang berhak mengubah berita acara dan mencabut medali atlet. Dari kejadian itu, Suwandi melihat kabupaten dan kota belum sepenuhnya membina atlet, apalagi mulai usia dini untuk regenerasi. Kabupaten dan kota sah-sah mengejar
prestasi puncak, namun harus tetap memanfaatkan atlet sendiri di ajang Porprov. Caracara instan seperti merekrut atlet luar Bali sangat merugikan dan bisa menjadi bumerang bagi atlet lokal. Menurut Wakil Ketua II KONI Bali, Maryoto Subekti, atlet luar boleh tampil dalam Porprov asalkan memenuhi mekanisme yang berlaku. Salah satunya, atlet bersangkutan harus siap membela Bali di ajang nasional bahkan internasional. Menurutnya, KONI Bali meloloskan Job Silver karena disahkan oleh tim keabsahan atlet dan pengurus cabang olahraga (cabor) KONI kabupaten/ kota serta memiliki KTA. PON 2016 Setelah berjuang membela daerah masing-masing di Porprov, atlet Bali harus bersatu kembali karena Pekan Olahraga Nasional (PON) telah menunggu di depan mata. Event empat tahunan ini akan digelar di Jawa Barat pada September 2016 mendatang. Di PON 2016, atlet Bali diuji merebut medali. Sebagai gambaran, pada PON 2012 di Riau, kontingen
Sudah Tua
Dari Hal. 1
Bukan hanya itu, dari angkot yang beroperasi itu, sebagian besar kondisinya sudah tua, sehingga mengurangi minat masyarakat menggunakan angkot. Hal ini berbeda jauh dengan angkot di kota-kota besar lainnya di Indonesia. Seperti kondisi angkot di Bandung, Manado, Surabaya, dan Malang yang selalu padat penumpang. Sementara di Denpasar, pengguna angkot hanya sebagian kecil masyarakat. Mereka yang bertahan menggunakan angkot hanya para pedagang di pasar. Data yang dirilis Dinas Perhubungan Kota Denpasar menyebutkan, jumlah warga Kota Denpasar yang menggunakan angkot diperkirakan hanya tiga persen dari keseluruhan penduduk kota ini. Bahkan, jumlah ini kian menurun, menyusul semakin mudahnya untuk
memiliki kendaraan pribadi, khususnya sepeda motor. Minimnya jumlah pengguna angkot di Denpasar, membuat perkembangan angkot di Denpasar kian terjepit. Sopir Angdes Angkutan desa (angdes) yang beroperasi di Terminal Galiran, Klungkung kini hidup dengan terseok-seok. Minimnya jumlah penumpang yang menggunakan jasa transportasi umum membuat para sopir harus memutar pikiran hanya untuk bisa tetap beroperasi. Ngetem di dekat Pasar Galiran menjadi salah satu cara yang diambil para sopir, meski kondisi ini sering mengganggu jalur keluar masuk pasar terutama saat hari raya. Untuk langganan, angkutan umum di Kabupaten Klungkung hanya bisa mengandalkan pengguna jasa dari pedagang pasar. Koordinator Lapangan
Dana Pinjaman Dari Hal. 1
Padahal, terminal yang dibangun tahun 2002 itu cukup luas dengan dana pinjaman Bank Dunia sekitar Rp 12 miliar. Sepinya penumpang karena warga cenderung membeli atau mencicil sepeda motor. Di lain pihak, tak ada inovasi dalam perberdayaan angkutan umum di Karangasem oleh Dishub dan pihak organda. Hal itu diakui Kadishub Karangasem, Wayan Sutapa, saat ditemui pekan lalu. Dia mengatakan tahun 2015, Pemkab Karangasem absen mendapatkan trofi Wahana Tata Nugraha (WTN) akibat tak ada inovasi dalam pemberdayaan angkutan umum. Padahal, dua kabupaten lain di Bali tahun 2015 tetap menyabet trofi WTN. Di lain pihak di tengah terdesaknya angkutan umum, terminal timur yakni Terminal Kota Amlapura juga terdesak pedagang. Pedagang kecil itu meluber di terminal dan tak mau berjualan di los pasar. Sore Jadi Pasar Kondisi Terminal Umum Negara saat ini menggambarkan kondisi riil perhubungan di Kota Negara. Dengan bangunan yang cukup tua dan suasana yang lengang di siang hari mencerminkan minimnya mobilitas kendaraan umum yang menggunakan terminal ini. Sebagai daerah perlintasan Terminal Umum Negara seperti hanya persinggahan untuk angkutan Antar-Kota
Antar-Provinsi (AKAP). Tipe terminal ini pun hanya memungkinkan untuk menampung bus maupun angkutan lainnya yang kecil. Yang menarik, Terminal Negara berfungsi ganda. Pada siang hari, terminal ini berfungsi seperti halnya terminal, tapi menjelang sore hingga pagi hari, areal terminal ini menjadi Pasar Senggol dengan dipenuhi pedagang makanan dan pakaian. Malam hari lebih terasa ramai layaknya pasar malam. Sedangkan bus-bus dan angkutan lain, sudah tergusur bahkan nyaris tak dapat lahan parkir. “Kalau malam sudah jarang ada transportasi ke terminal,” terang Ketut Antara, salah seorang warga. Kondisi ini sudah berlangsung bertahun-tahun. Bahkan sering terjadi gesekan karena para pengguna terminal merasa tergusur sebelum waktu yang disepakati. Belum lagi masalah kebersihan. Lokasi terminal yang diapit antara Pasar Umum Negara dan Pasar Senggol menjadikan kawasan tersebut sering kotor. Aspal digenangi air limbah sisa dagangan, sehingga sering menimbulkan bau. Di Tabanan Tabanan saat ini memiliki tiga terminal yaitu Terminal Pesiapan, Terminal Kediri, dan Terminal Tuakilang. Dari tiga terminal tersebut yang belum berjalan maksimal adalah Terminal Tuakilang yang berlokasi di Desa Denbantas. Kepala Dinas Perhubun-
Bali bercokol di urutan kesembilan dengan memperoleh 15 emas, 18 perak, dan 30 perunggu. Pulau Dewata berada di bawah DKI Jakarta, Jabar, Jatim, Jateng, Kaltim, Riau, Sulsel, dan Sulut. Medali emas Bali dihasilkan dari cabor silat (6), atletik (2) lewat Maria Natalia Londa, judo (2), tembak (1), layar (1), panjat tebing (1), angkat besi (1), dan tarung derajat (1). KONI Bali tidak menargetkan peringkat di PON 2016. Namun, dari sisi perolehan medali, Binpres KONI Bali Nyoman Yamadhiputra mematok 20-25 emas. Untuk itu, ia minta pengurus cabor memaksimalkan persiapan atlet melalui pelatda. Latih tanding dengan atlet daerah lain juga sangat penting untuk mengukur sejauh mana hasil latihan fisik, teknik, dan mental. Faktor nonteknis pun perlu mendapat perhatian pelatih. Pengalaman membuktikan petinju andalan Bali Julio Bria didiskualifikasi sehingga ditundukkan Dominggus (Riau) di babak penyisihan PON 2012. Anehnya, Julio justru dipanggil masuk pelatnas SEA Games. (nan/nel)
Angkutan Pedesaan Wilayah Timur, I Nengah Mudana (67), mengatakan, seharusnya sesuai dengan aturan, angkutan hanya boleh mengantarkan penumpang ke tengah pasar tidak lebih dari pukul 06.00 wita. Mengingat pada jam-jam tersebut aktivitas di pasar sangat padat. Pihaknya mengaku, sempat beberapa kali membantu pemerintah untuk melakukan pendekatan kepada sopir yang membandel. Pihaknya tidak memungkiri kondisi para sopir angkutan desa saat ini terus mengalami penurunan. Bila sebelumnya jumlah sopir angdes mencapai hingga 400 orang, sekarang terdata sekitar 120 orang. Itu pun tidak semua dapat beroperasi setiap hari. Kondisi penumpang yang sepi ditambah biaya operasional yang kian meningkat membuat para sopir harus pintarpintar mengencangkan ikat pinggang.(ara/dwa) C.0001936-sln
gan Tabanan, Made Agus Hartawiguna, Sabtu (2/1) kemarin, mengakui belum maksimalnya fungsi terminal Tuakilang sebagai simpul jaringan pengangkutan jalan karena angkutan desa (angdes) di Tabanan tidak terlalu aktif. Saat ini, fasilitas di Terminal Tuakilang telah disediakan dan mendapatkan perbaikan. Meski belum berjalan maksimal namun dipastikan Agus secara bertahap sesuai visi dan misi pemerintah untuk menggalakkan kembali transportasi umum, fungsi Terminal Tuakilang akan berjalan seiring dengan bangkitnya transportasi umum. Tabanan sedang menggalakkan pemakaian transportasi umum kepada masyarakatnya dalam program Trans Serasi. Namun, dalam program ini angkutan yang baru dirangkul adalah angkutan kota (angkot) dan belum menyasar angdes. Dari tiga terminal yang dimiliki Tabanan yang paling aktif adalah Terminal Pesiapan. Hal ini menurut Agus karena Terminal Pesiapan merupakan simpul menaikkan dan menurunkan penumpang tidak hanya AKDP tetapi juga AKAP sehingga angkot pun banyak yang mangkal diterminal tersebut. Jika dilihat dari teknis operasionalnya, dari tiga terminal tersebut, Terminal Pesiapan masuk tipe B sementara Terminal Tuakilang dan Terminal Kediri masuk tipe C. (bud/olo/san)
Prihatin Dari Hal. 1
Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, prihatin atas insiden ledakan tersebut serta meminta kepada aparat kepolisian untuk segera mengusut dalang di balik aksi teror pada malam Tahun Baru di Kota Bandung. Sekalipun insiden ledakan itu terjadi tepat di depan rumah dinas Wali Kota Bandung, Kang Emil enggan berspekulasi kejadian tersebut dikaitkan dengan isu politik lokal Kota Bandung. Menurut dia, isu
politik di Kota Bandung relatif aman, sehingga insiden teror itu tidak relevan bila dikaitkan dengan isu politik lokal. Emil menilai, aksi teror di Kota Bandung saat perayaan malam Tahun Baru 2016 serbakebetulan. “Kebetulan ramai pas tahun baru, kebetulan (sasarannya) TV nasional. Kalau dihubungkan isu politik Bandung belum ditemukan relevansinya bahwa dalam politik ada dinamika orang suka dan tidak suka, tapi Insya Allah saya tidak ada musuh,” paparnya. (kmb)
Perbaiki Pelayanan
Dari Hal. 1
Dengan pengambilalihan Terminal Mengwi oleh pemerintah pusat, diharapkan permasalahan yang dihadapi saat ini dapat teratasi. “Mudah-mudahan saat diambil alih oleh pusat, Terminal Mengwi lebih baik lagi. Apalagi, masuknya Sarbagita ke terminal perlu diperhatikan juga agar sama-sama jalan,” harapnya seraya menyebutkan ada 70 unit kendaraan umum yang bergatung pada Terminal Mengwi. , Dishubkominfo harus menyiapkan anggaran pengelolaan untuk operasional terminal satu-satu bertipe A di Bali, untuk satu tahun ke depan. “Iya setelah ada aturan baru dari Menteri Perhubungan nomor: 132 tahun 2015 tentang Penyelenggaranan Terminal
Penumpang Angkutan Jalan, Terminal Mengwi akan diambil alih Desember 2016,” kata Kepala Dishubkominfo Badung I Wayan Weda Dharmaja. Kini dengan penundaan tersebut, mau tidak mau pemerintah harus mengelola operasional Terminal Mengwi paling tidak setahun ke depan. (par)
Di Bangli Dari Hal. 1
Fungsi Terminal Loka Carana, Bangli sejak 2012 lalu, berubah dari tempat kedatangan dan pemberangkatan kendaraan umum menjadi pasar. Kondisi ini terjadi pasca-adanya musibah kebakaran hebat di Pasar Kidul yang menghanguskan seisi pasar. Sejak dialifungsikannya Terminal Loka Carana sebagai pasar sementara, para sopir angkutan umum di Bangli tak lagi memiliki tempat mangkal. Selama ini, mereka terpaksa mangkal di terminal bayangan yang disediakan pemerintah daerah di sebelah timur terminal. Bahkan tak sedikit dari sopir angkutan umum tersebut yang menunggu dan menaikkan penumpangnya di sepanjang ruas jalan yang dilaluinya. Salah seorang sopir angkot jurusan Bangli-Gianyar, Made Sutama, mengungkapkan, sejak dialihfungsikannya ter-
minal menjadi pasar, para sopir tak lagi memiliki tempat mangkal. Kendati telah disediakan terminal sementara yang lokasinya di sebelah timur Terminal Loka Carana, namun sejumlah rekannya sesama sopir angkutan umum selama ini enggan menunggu penumpang di terminal sementara tersebut. Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kabupaten Bangli, Gede Artha, saat dikonfirmasi mengakui bahwa hingga saat ini terminal sementara yang disediakan pemerintah memang jarang dilirik oleh sopir angkutan umum. Padahal, penyediaan terminal sementara ini dimaksudkan Dishub sebagai upaya untuk mengurangi kesemrawutan lalu lintas di sekitar pasar. Meski demikian, pihaknya mengaku belum berani melakukan penindakan terhadap sopir yang mangkal di pinggir jalan. (ara/ina)
balipost (99rb Like) http://facebook.com/balipost
Minggu paing, 3 Januari 2016
@balipostcom (3,8rb Follower) http://twitter.com/balipostcom
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Facsimile: 227418
Penglipuran Village Festival Ditutup
TOKOH
Bangli (Bali Post) -
Penjabat Bupati Bangli dalam sambutannya mengaku sangat bangga dan apresiatif kepada pengelola dan masyarakat Desa Wisata Penglipuran atas penyelenggaraan kegiatan ini. Dia berharap segala bentuk kegiatan dan lomba-lomba yang telah dilaksanakan nantinya dapat bermanfaat untuk pembangunan dan pengembangan kepariwisataan di Kabupaten Bangli mengingat Desa Wisata Penglipuran dengan berbagai
macam penghargaan yang diperoleh baik penghargaan lokal maupun penghargaan Nasional bahkan home stay tingkat ASEAN. Dengan kegiatan festival ini diharapkan mampu menjaga dan meningkatkan citra baik kepariwisataan Bangli di samping itu juga merupakan ajang mempromosikan destinasi wisata yang ada di Kabupaten Bangli. Sementara itu, I Wayan Supat selaku Bendesa Adat
Penglipuran mengatakan dasar dari pelaksanaan Penglipuran Village Festival III tahun 2015 dan Penglipuran Berbunga adalah berawal dari awig-awig Desa Adat Penglipuran yang berkaitan dengan visi dan misi Desa wisata Penglipuran “Desa Wisata berbasis Masyarakat, Berbudaya dan berwawasan Lingkungan”. Tujuannya adalah untuk melestarikan seni budaya, meningkatkan kompetensi kepariwisataan, meningkatkan jumlah kunjungan
wisatawan, meningkatkan kreativitas pelaku pariwisata, pengembangan pemasaran produk pendukung pariwisata, peningkatan kolaborasi/ kerja sama, pelaku pariwisata, masyarakat dan pemerintah serta dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dari seluruh kegiatan yang juga dirangkai dengan berbagai macam lomba mulai dari tingkat TK, SD, SMP, SMA, dan STT, serta pameran produk industri kecil dan kerajinan, panitia menghabiskan anggaran biaya Rp 66.450.000 yang bersumber dari desa adat dan pengelola Desa Wisata Pengelipuran. Dari penyelenggaraan festival ini, omzet penjualan baik dari stan pameran maupun
DITETAPKANNYA sembilan tari tradisi Bali oleh UNESCO menambah gelar Bali di mata dunia. Sebelumnya, Juni 2012, Bali telah mendapatkan gelar landscape budaya Bali yang ditetapkan lembaga budaya PBB, sebagai warisan budaya dunia dengan label The Cultural Landscape of Bali Province: the Subak System as a Manifestation of the Tri Hita Karana Philosophy, sehingga dengan demikian, Bali berhasil meraih dua gelar dari UNESCO. Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra, dosen pariwisata Unud, Sabtu (2/1) kemarin, mengatakan, tari Bali sejak lama sudah menjadi ikon pariwisata budaya. UNESCO menetapkan tarian Bali sebagai warisan budaya dunia dalam rapatnya di Windhoek, Namibia, Afrika, 2 Desember 2015. Dalam rapat tersebut, ditetapkan sejumlah warisan
budaya dunia tak benda, termasuk tari Bali. Ada sembilan tari tradisi Bali yang ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO. Kesembilan tari itu adalah Tari Sanghyang Dedari, Tari Rejang Dewa, Tari Baris Upacara, Tari Topeng Sidakarya, Gambuh, Wayang Wong, Tari Legong Keraton, Barong Keet, dan Joged Bumbung. Sembilan tari yang masuk warisan budaya dunia adalah masing-masing tiga jenis dari tiga kategori tari, mengingat tari atau seni pertunjukan Bali dibagi menjadi tiga yaitu tari wali (sakral/untuk upacara), bebali (semisakral), dan balihbalihan (hiburan). Kategori ini ditetapkan dalam sebuah seminar tahun 1971, dilaksanakan dalam mengantisipasi pengaruh pariwisata massal dan komersialisasi seni. Untuk jenis tari wali ada tiga yaitu tari Sanghyang
Dedari, Tari Rejang Dewa, Tari Baris Upacara. Tiga jenis tari bebali adalah Tari Topeng Sidakarya, Gambuh, dan Wayang Wong, sedangkan tiga kategori balih-balihan (hiburan) adalah Tari Legong Keraton, Barong Keet, dan Joged Bumbung. Kesembilan tari itu mewakili asal dari masing-masing daerah kabupaten kota di Bali. Jika dibedakan berdasarkan sejarahnya, tari Wali berasal dari abad ke-8 sampai abad ke-14, tari Bebali berasal dari abad ke-14 sampai ke-19 dan tari Balih-balihan berasal dari abad ke-19 sampai dengan sekarang. Tiap-tiap tari dianggap memiliki tokohnya sendiri yaitu I Made Sija (tokoh Tari Sanghyang), Ida Made Djelantik Ardana (Tari Rejang), I Made Ringan (Tari Baris), I Made Djimat (Tari Gambuh), I Nyoman Sumandi (Topeng Sidakarya),
I Nyoman Arcana (Wayang Wong), Ni Ketut Arini (Legong Keraton), I Wayan Muliana (Barong Keet), dan I Ketut Suentra (Joged Bumbung). Lanjutnya, ketika sidang penetapan itu, rencananya tim seniman dari Bali pimpinan Prof. Dr. I Wayan Dibia, M.A. akan hadir untuk mempertunjukkan keindahan tari Bali di depan para pengambil keputusan. “Namun, rencana kehadiran itu tidak terwujud karena rombongan dari Bali tidak memperoleh visa transit,” terang dosen yang juga mengajar di Sastra, Unud tersebut. Kabar penetapan tari Bali sebagai warisan budaya dunia tak benda (intangible) memberikan sukacita di Bali. “Betapa tidak, proses pengusulan berlangsung berat dan alot, yakni sejak 2010,” ujar Ketua Prodi Pariwisata Unud itu. Usulan Bali diajukan lewat Menteri
Penglipuran Village Festival III tahun 2015 dan Penglipuran Berbunga yang dilaksanakan sejak 25 Desember 2015 resmi ditutup Penjabat Bupati Bangli, I Dewa Gede Mahendra Putra, Jumat (1/1) malam. Dalam acara penutupan festival yang juga dihadiri Wakil Ketua DPRD Bangli, I Komang Carles, diisi dengan penyerahan piala, piagam penghargaan, dan dana pembinaan dari Desa Adat Penglipuran kepada pemenang lomba Penglipuran Village Festival.
BPM/gik
Ni Made Kinten
Menjaga Regenerasi, Menggairahkan Seni KARANGASEM memiliki segudang potensi seni dan budaya. Namun, upaya memberdayakan dan melestarikannya dirasakan masih minim. Begitu juga seni tari dan tabuh. Kondisi ini menggugah pengelola Sanggar Seni dan Tabuh Miniarthi’s Karangasem, Ni Made Kinten, untuk mengemban tanggung jawab terus menggairahkan seni, untuk menjaga regenerasi seni di Karangasem. Selama ini, Kinten merasa bergerak sendiri menggairahkan seni di Karangasem. Meski banyak seniman lain, tetapi itu juga tak cukup tanpa campur tangan pemerintah. Menurutnya, selama ini penghargaan dan perhatian terhadap seni maupun pelaku seni sangat minim. Kinten ingin pemerintah daerah serius menjaga kelestarian seni apa pun bentuknya. Karena itulah yang selama ini menjadi identitas Bali, khususnya Karangasem. Kinten memberikan contoh, misalnya upaya yang bisa dilakukan pemerintah daerah menggairahkan seni hingga ke tingkat desa. Upaya-upaya seperti itu seharusnya dapat diupayakan pemerintah daerah, dengan program nyata dan didukung politik anggaran yang memadai. Sehingga, ketika ada event seni apa pun, Karangasem tidak kesulitan mencari wakil-wakil untuk mewakili Karangasem. Sebab, ia mengakui sebuah sanggar saja tidak cukup, untuk serius membangun dan menjaga kelestarian seni di Karangasem. “Kita di Bali terkenal karena seni budaya. Tetapi kenapa tidak ada upaya itu. Ini yang mendorong saya sejak dulu sampai sekarang tetap konsisten membangun seni lewat sanggar ini,” kata Kinten. Meski diakui cukup berat bergerak menggairahkan seni sendirian, namun menurutnya akan lebih buruk lagi, kalau tidak ada yang bergerak sama sekali. Ia mengaku banyak seniman lain juga mengeluh tentang masalah ini. Soalnya, seni apa pun bentuknya butuh perhatian khusus, sehingga identitas Bali sebagai gudang seni dan budaya tidak hilang. Melihat persoalan ini, Kinten memastikan dirinya akan tetap mencurahkan hidupnya lewat seni. Ia juga tidak mau bergantung pada pemerintah daerah. Semasih bisa dikerjakan sendiri, ia mengaku lebih memilih melakukan itu ketimbang mengemis perhatian kepada pemerintah daerah. (gik)
Bali Peroleh Dua Gelar dari UNESCO
brolan BALE BANJAR ARIDUS beruntung. Artinya, hidupku datar-datar saja, meski saat kecil aku lahir di keluarga sangat miskin, bahkan sudah yatim piatu sejak usia 13 tahun. Mungkin karena ada bonus kebaikan tersisa dari karmaku saat kelahiran dulu, aku bisa hidup layak setelah berkeluarga. Terus terang, sebagai manusia biasa perbuatanku tidak selalu baik selama hidup, sehingga wajar kadang-kadang menuai nasib tidak beruntung. Namun, apa pun yang kualami hingga kini, aku tetap bersyukur pada Sang Hyang Widi Wasa dan para leluhur serta roh alam, yakni dua dari lima dasar keyakinanku sebagai penganut Hindu Bali. Sebagai kakek dari sepuluh cucu, kewajibanku sekarang berdoa agar jejak-jejak biologisku di bumi diberikan tuntunan yang baik, benar, dan damai oleh Sang Hyang Prama Kawi. Itu saja,“ papar Rubag. “Menyimak paparanmu, seandainya itu jujur, kuanggap kau manusia yang tidak percaya pada ramalan. Kau biarkan hidupmu seperti air, yang awalnya bersumber dari
Darma Putra
BPM/may
Kebudayaan dan Pariwisata yang saat itu dijabat oleh Jero Wacik. Proposal ditulis komprehensif, berisi sejarah tari, filosofi, fungsi, dan kehidupan tari lintas waktu. Di balik pengusulan ke UNESCO tersebut, berdiri tokoh-tokoh Bali turut memperjuangkan tradisi Bali ke kancah dunia yaitu, Prof. Dr. I Made Bandem, M.A., Prof. Dr. I Wayan Dibia, M.A., dan Prof. I Gde Pitana. (kmb42)
Abdee Slank Tahun Baru, Ginjal Baru GITARIS band Slank, Abdee Negara, bakal memiliki ginjal baru. Januari 2016, Abdee akan menjalani transplantasi ginjal di salah satu RS di Jakarta. “Insya Allah, Januari ini mau transplantasi ginjal,” kata Bimbim kepada penulis, baru-baru ini. Sudah setahun ini, Abdee menjalani cuci darah seminggu tiga kali (Senin, Kamis, dan Sabtu) yang dulu seminggu dua kali (Senin, Kamis), jadi tambah parah. “Kondisinya belakangan memang menunjukkan perubahan yang negatif,” kata Bimbim. Keputusan untuk transplantasi ginjal bukan karena tak ada yang mendonorkan. Hanya, pihak RS menanti kesehatan Abdee. “Karena kondisi pasien harus stabil,” katanya. Menunggu sampai bulan ini bukan karena faktor uang. Pendonor sudah ada, hanya untuk
Three Wise Monkeys TAHUN Monyet Api merupakan julukan waktu yang mengisi ruang jagat 2016, menurut astrologi Cina. Dia akan mengganti Tahun Kambing Kayu 2015 yang penuh gejolak dan bencana kemanusiaan. Meski Indonesia punya kebudayaan yang menapasi segala kegiatan termasuk ramalan nasib manusia dan bangsa, namun entah kenapa popularitasnya dikalahkan astrologi Cina. Astrologi adalah ilmu yang menghubungkan gerakan benda-benda tata surya seperti matahari, bulan, bumi dan planet-planet dengan nasib manusia. Karena itu, horoskop disusun berdasar zodiak atau shio yang penamaannya diambil dari binatang yang sifat-sifatnya dipengaruhi kayu, tanah, logam, air, dan api. “Meskipun mataku sering usil membaca tulisan yang mengusik hati, termasuk ikhwal ramalan terkait zodiak dan astrologi, namun semua yang kubaca tidak kubiarkan menguasai keyakinanku yang kuwariskan dari leluhur. Harapan dan kekecewaanku tidak pernah kukaitkan dengan ramalan yang pernah kubaca di media dan buku, tapi dari Panca Sarada, terutama karma. Memang, karena dituntut berpikir realistik, aku tidak bisa menuturkan perbuatan nyataku saat inkarnasi dulu atau sebelum reinkarnasi sekarang, namun semuanya dapat kurasakan lewat kehidupan saat ini. Yang jelas, aku tidak pernah merasa sangat sial atau apes, juga tidak pernah merasa sangat
penjualan dari rumah-rumah penduduk mampu menembus Rp 500 juta. Diharapkan, melalui kegiatan ini nantinya dapat meningkatkan manajemen kepariwisataan Desa Wisata Penglipuran, meningkatkan peran serta dan kreativitas masyarakat di bidang usaha penunjang kepariwisataan seperti kerajinan, kuliner, penginapan, seni budaya, kepedulian terhadap lingkungan dan penguatan adat istiadat dalam rangka meningkatkan partisipasi dan kesejahteraan masyarakat. Serta secara tidak langsung akan memberikan manfaat dalam meningkatkan pendapatan masyarakat dan PAD Bangli. (kmb40)
mata air bening, mengalir ke mana pun kau tidak protes atau mengeluh, sebab kau tahu seperti Gesang sebutkan di Bengawan Solo, akhirnya ke laut. Ya, air yang mengisi kolam, telaga, danau, sungai, got bahkan comberan, meski terkontaminasi tetap air, sehingga angsa dapat meminumnya. Kata ‘syukur’ memang jarang diucapkan orang dewasa ini, meskipun berbagai keberuntungan mereka nikmati. Sebaliknya terus merasa kurang, lapar dan dizolimi, sehingga protes dan konflik merusak kedamaian. Hedonisme dan konsumerisme terus dipupuk, sehingga korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan meruyak kehidupan berbangsa dan bernegara. Ironisnya, pejabat yang dilihat dari masanya memegang kekuasaan seharusnya sudah kenyang, terus kemaruk pada kekayaan melupakan usianya yang uzur. Karena terbius nikmat duniawi, mereka lupa memanjatkan doa untuk anak dan cucu seperti yang kau lakukan, mungkin merasa akan hidup seribu tahun lagi, seperti puisi Khairil Anwar. Padahal, kerakusan dan ketamakan sering membuat orang lupa usia, juga tidak peduli nasihat bahwa harta dan kekayaan tidak bisa dibawa ke alam baka, kecuali karma selama hidup di dunia,” ujar Wayan Wijaya. “Aku terkesan khotbah Paus Fransiskus di beberapa tempat menjelang pergantian tahun ini. Meskipun agak kasar dan vulgar, namun itu merupakan pelampiasan atas kekesalan terhadap ulah
sementara ini tidak mau disebut namanya. Bukan anaknya yang memberikan ginjalnya, juga bukan dari slankers, tapi sahabatnya. Ginjal tersebut diberikan dan disumbangkan secara suka rela, tanpa ada imbalan apa-apa. “Enggak bayar, setelah diperiksa, cocok,” imbuh Bimbim. Lebih jauh, Bimbim menjelaskan, pendonor ginjal sudah dapat enam bulan lalu. “Uang pun sudah terkumpul, hanya kondisi si penerima ginjal cangkokan harus seratus persen fit. Kalau ada sakit sedikit, akan berbalik melawan,” lanjutnya. Bimbim dan tiga personel Slank yang lain berharap kondisi Abdee akan pulih seperti sedia kala. “Dan setelah dinyatakan sembuh benar, Abdee akan main kembali bersama kami,” paparnya. Selama Abdee menjalani cuci darah, Slank otomatis tak bisa tampil berlima.
kaum kapitalis, pejabat tinggi dan makelar ekonomi di berbagai negara. Khususnya terhadap para koruptor, dia menyeru agar para penyeleweng uang negara dan rakyat, lehernya pantas digelayuti pemberat dan ditenggelamkan ke laut. Ternyata usul itu, dibacanya dari sebuah ayat di buku suci. Paus yang kelahiran Argentina itu juga menganalogikan koruptor seperti makam bercat putih bersih berkilau, namun di dalamnya ada tulang belulang yang membusuk dan bau. Dia juga mengkritisi para pemimpin dunia maju sebagai para pengecut yang tunduk pada kaum kapitalis dan bersekongkol untuk menguras isi bumi demi keserakahan. Dituduhnya, kemiskinan yang mencengkeram sebagian besar penghuni dunia penyebabnya adalah kerakusan segelintir manusia yang bersekongkol itu. Karena perhatiannya pada perilaku manusia, dia mengirim Surat Cinta pada bumi setebal 192 halaman, yang isinya dipuji Sekjen PBB, Ban Ki-moon. ‘Kekerasan yang ada di hati kita, yang dilukai oleh dosa, tercermin dalam gejala dan bukti-bukti kesakitan dalam tanah, air, udara dan dalam semua bentuk kehidupan‘ tulis Paus dalam surat itu, yang ironisnya dikritisi balik para politisi konservatif Amerika Serikat, yang meragukan kredibilitasnya dalam ilmu iklim. Mereka juga mengatakan bahwa kebijakan ekonomi AS, tidak tergantung pada pemikiran uskup, kardinal dan paus. Busyet!“ tutur Gus Bawa. “Wah, ternyata semua elite dan pemegang kekuasaan serta kaum kapitalis di dunia
“Kita sepakat enggak mau pakai additional player. Karena energi dan spirit dia ada di kita. Jadi, sewaktu kita berempat manggung, gitar yang dimainkan Abdee tetap dipasang. Dan honor dari kita main tetap dibagi berlima. Jadi, kita transfer terus tiap bulan,” imbuh Bimbim. “Sedih jelas, tapi kita must go on, kita fight aja, dan sudah terkumpul uang buat transplantasi ginjal Abdee,” ujar Bimbim yang tetap tegar menghadapi cobaan yang menimpa sahabatnya. (pik)
memiliki tabiat yang sama, di samping serakah juga selalu mengelak dan balik menuduh bila disalahkan. Gejala kesakitan bumi beserta isinya juga terjadi di Indonesia sehingga gejala reaksi alam terasa keras di negeri ini. Aku tidak tahu, apakah para penggagas dan pemodal rencana reklamasi Teluk Benoa sudah membaca Surat Cinta Paus itu? Aku sangsi mereka berbeda karakter dan sikap dengan korporatokrasi AS yang dikritisi Paus. Apalagi reklamasi berkedok revitalisasi itu dikokohkan Peraturan Presiden nomor 51 tahun 2014, yang tetap tidak dicabut oleh presiden baru yang punya Program Nawa Cita dan Tri Sakti saat berkampanye Pilpres 2014. Kendati sama seperti Rubag yang tidak percaya pada ramalan, namun kondisi Bali membuatku tertarik pada nama Tahun Monyet Api yang akan mengganti Tahun Kambing Kayu. Sebab di halaman depan Bali Post edisi 31 Desember 2015, kubaca judul yang rata-rata bernada pesimis dan khawatir terhadap kondisi Poleksosbud Bali tahun 2016. Coba simak, ‘Bali menanti Nawa Cita dan Tri Sakti Jokowi‘, kemudian ‘Ekonomi Bali terancam Kolaps‘, terus ‘Lindungi Pengusaha Lokal‘, selanjutnya ‘Pusat Tak Berpihak pada Bali‘, terakhir ‘Orang Bali harus Nindihin Bali‘ adalah judul-judul yang kumaksud. Meskipun aku tidak membaca ramalan Tahun Monyet Api 2016, namun melihat tabiat kebanyakan monyet, aku kira hewan itu lebih kasar dan lebih usil daripada kambing. Di Tahun Kambing Kayu saja, dunia ini diporak-porandakan berbagai bencana kemanu-
Abdee Negara
siaan, termasuk Teror Paris 13 November 2015 serta hal serupa terjadi di Amerika, membuktikan Tahun Kambing bukanlah tahun yang jinak dan damai,” komentar Nyoman Karya. “Kerusuhan berdarah di Lapas Kerobokan Badung dan di Jl. Teuku Umar Denpasar 17 Desember 2015 yang merenggut lima nyawa dan belasan luka adalah bukti Tahun Kambing Kayu tidak jinak tapi buas. Aku khawatir Tahun Monyet Api ini lebih ganas lagi, mengingat sifat api yang panas membara selain monyet yang usil dan kasar. Apalagi kalau monyet api yang dimaksud terdiri dari tiga ekor yang masing-masing
menutup mata, telinga dan mulut, karena pura-pura buta, tuli dan bisu, yang membiarkan saja apa yang dilihat, didengar dan dibicarakan orang. Kehidupan bernegara dan berbangsa akan semakin kacau, karena yang kuat dan besar saja berhak hidup. Sebagai warga negara yang baik, kuharap yang hadir adalah Three Wise Monkeys seperti di Kuil Nikko. Kyoto, Jepang. Itu monyet bijak yang tidak mau mendengar provokasi, tidak mau melihat kekacauan dan kegaduhan serta tidak mau melontarkan ucapan kasar, yang dalam bahasa Jepang disebut Kikazaru, Mizsaru, dan Iwazaru. Semoga!“ ujar Ngurah Kesuma Wardana. (aridus)