20 HALAMAN
NOMOR 300 TAHUN KE 69
Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
balipost (158 rb Like) http://facebook.com/balipost
Pengemban Pengamal Pancasila
minggu Pon, 2 juli 2017
@balipostcom (4.812 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 233801, 225764 Faksimile: 227418
Baru 45 Persen Duktang Balik ke Bali
Banyuwangi (Bali Post) Prediksi puncak arus balik dari Jawa ke Bali, Sabtu (1/7) kemarin, sepertinya meleset. Buktinya, sejak pagi, arus kendaraan roda dua dan empat di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi terpantau ramai lancar. Tak beda jauh dengan hari sebelumnya. Data dari posko mudik ASDP Ketapang, hingga H+6, pemudik penduduk pendatang (duktang) yang sudah kembali ke Bali baru 45 persen. Sejak pagi, roda dua mendominasi penumpang yang akan menyeberang ke Bali, namun antrean tetap tertampung di areal parkir pelabuhan, baik ASDP maupun LCM Ketapang. Tak lagi melubernya antrean ini dipengaruhi beberapa faktor. Salah satunya, dikerahkannya dua kapal super jumbo, KMP Portlink VII, dan KMP Madani. Total jumlah kapal yang diterjunkan 34 unit. “Jumlah arus pemudik memang terus meningkat, terutama roda dua. Namun, tak sampai meluber,” kata General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Ketapang - Gilimanuk Elvi Yosa. Hal. 19 Terus Mengalir MASUK - Pemudik dengan roda dua antre masuk kapal di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Sabtu (1/7) kemarin.
BPM/olo
PEMERIKSAAN – Petugas melakukan pemeriksaan surat kendaraan untuk sepeda motor di dekat Pos KTP Terminal Gilimanuk.
Puluhan Pelanggar Dipulangkan Negara (Bali Post) – Pengamanan di Gilimanuk untuk arus balik berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Pos pemeriksaan yang sebelumnya terpisah antara Pos KTP dengan Pos pemeriksaan surat kendaraan kini dilakukan terpadu dekat Terminal Gilimanuk. Pemeriksaan kendaraan
Obama Puji Bhineka Tunggal Ika BPM/udi
Jakarta (Bali Post) Setelah puas berlibur di Bali, Presiden ke-44 Amerika Serikat Barack Hussein Obama berwisata dan mengunjungi Ibu Kota Jakarta. Di Indonesia, Obama jauh lebih populer dibanding Trump. Kehadiran Obama ke Indonesia dianggap sebagai sarana untuk mempererat persahabatan.
Sabtu (1/7) kemarin, Obama menjadi pembicara dalam Kongres Diaspora Indonesia IV di Kota Kasablanka, Jakarta Selatan. Selain itu, Obama juga telah bertemu dengan Presiden Jokowi di Istana Bogor. Saat berpidato dalam Kongres Diaspora, Obama memuji toleransi warga di tengah multikulturalisme. Dia memuji Bineka Tunggal Ika, multikulturalisme toleransi membuat Indonesia terpandang di
dunia, jangan sampai kehilangan itu, tegasnya. Penampilan Obama kemarin disambut amat meriah, apalagi ketika dia bicara tentang toleransi. ‘’Ayah tiri saya, dia Muslim, tapi dia hargai orang Hindu, Buddha, Kristen,” kata Obama yang disambut tepuk tangan riuh dan sorak sorai sekitar 4.000 orang yang hadir. “Dan ketika melihat Candi Borobudur yang merupakan candi
Buddha, di tengah negara Muslim, Candi Prambanan yang Hindu dan dilindungi negara Muslim, wayang kulit dan Ramayana di negara Muslim, semangat Indonesia haruslah toleransi. Dan itu juga terlihat dari gereja dan masjid yang bersebelahan,” tutur Obama yang disambut kembali dengan sorakan penonton. Hal. 19 Karakter Indonesia
dipecah menjadi tiga jalur. Jalur untuk kendaraan roda dua, jalur roda empat (KK), travel dan bus serta jalur truk. Pemeriksaan dilakukan terpadu dari Kepolisian, Satpol PP, TNI, Dinas Perhubungan, dan Dinas Kependudukan. Khusus untuk kependudukan, dari data
BPM/ant
OBAMA - Barack Obama memberi sambutan dalam Kongres Diaspora Indonesia, Sabtu (1/7) kemarin.
PKB Lahirkan Kreator Muda
Bondres di PKB
Menghibur namun Santun
Oleh: Dr. A.A. Gede Raka, M.Si.
Sudah tiga pekan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-39 berlangsung. Kini, Bondres tengah menjadi primadona di ajang ini. Penonton selalu tampak berjubel menyaksikan suguhan bondres yang umumnya digelar di Kalangan Ayodya, Taman Budaya Denpasar. TAHUN ini, topeng bondres inovasi menjadi salah satu materi parade yang wajib diikuti 9 kabupaten/ kota. Nyatanya, bondres tidak hanya terpaku pada pementasan topeng bondres inovasi. Ada pula jenis pementasan lain seperti dramatari yang juga menyisipkan materi bondres. Ketua Sanggar Seni Canging Mas, Tabanan, I Putu Ajus Purnawan, S.Pd., mengatakan, penonton pada masa sekarang memang cenderung lebih menyukai bondres ketimbang kesenian lain seperti arja. Itulah mengapa sanggar pimpinannya lantas menggabungkan kes-
enian arja dan bondres pada saat tampil di PKB beberapa waktu lalu. “Kami kebetulan mengikuti alur situasi zaman karena zamannya sekarang itu kayaknya sudah mulai zaman bondres, zaman lawak. Artinya, kita harus jeli terkait nilai jual kita. Misalnya arja sudah tidak laku, terus memaksakan di sana kan tidak bisa, sulit. Jadi, kita tetap bermain arja, tapi kita imbangi dengan lawak (bondres, red),” jelasnya. Maestro Seni Bali, I Wayan Dibia, juga melihat kesenian topeng bondres saat ini berkembang begitu pesatnya. Hal. 19 Tak Punya Pakem
Baru ’’Ngeh’’, Ada Sekaa Tampil Lebih dari Sekali B A LI s e b e t u l n y a t a k kekurangan seniman yang tergabung dalam sekaa/sanggar seni. Data terakhir Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, ada 10.000-an lebih sekaa/sanggar yang tercatat. Namun di ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-39, hanya bisa mengakomodasi ratusan. Data itu sudah termasuk sekaa yang sudah pernah tampil pada PKB tahun lalu, ada yang akan tampil lagi di Bali Mandara Mahalango, dan bahkan ada yang tampil lebih dari sekali pada PKB kali ini.
“Kalau data terakhir memang ada 10.000 lebih sekaa/ sanggar di Bali. Tahun ini yang bisa ditampilkan cuma 230 selama sebulan PKB, dan Mahalango sekitar 60-an,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan Bali, Dewa Putu Beratha, yang ditemui di Gedung Ksirarnawa, Art Center, Denpasar, Sabtu (1/7) kemarin. Beratha mengaku baru ngeh kalau ada seniman yang sama tampil lebih dari sekali di ajang PKB. Hal. 19 Sudah Wanti-wanti
yang dihimpun di Pos KTP hingga Sabtu pagi kemarin, tercatat ada 50 pelanggaran kependudukan selama arus balik atau sejak Senin (26/6) lalu. Pelanggaran penduduk itu di antaranya tanpa KTP sebanyak 34 orang dan KTP mati 16 orang. Hal. 19 Berbagai Pertimbangan
BPM/eka
BONDRES - Sanggar Bondres Rare Kual, duta Buleleng saat pentas di PKB 2017.
BERBICARA tentang Pesta Kesenian Bali (PKB), bayangan yang selalu tampak ke permukaan adalah sosok budayawan Bali, Prof. Dr. Ida Bagus Mantra (alm.), sebagai sumber ide, penggagas, dan perancang PKB sewaktu beliau masih menjabat sebagai Direktur Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Kemudian direalisasikan pada saat menjabat Gubernur Bali masa bakti lima tahun pertama (1978-1983), tepatnya pada tahun 1979. Dibangunnya Taman Budaya (Art Center) dan diisi dengan kegiatan PKB setiap tahun, sebagai jawaban atas pandangan yang jauh ke depan, yaitu tersedianya ruang dan waktu untuk pembinaan, pengembangan, dan pelestarian kebudayaan Bali secara berkelanjutan. Agar selalu dapat meningkatkan khazanah seni budaya, PKB juga sebagai salah satu media untuk menggali berbagai bentuk dan jenis seni budaya yang dahulunya pernah ada dan tenggelam digilas zaman. PKB merupakan salah satu media untuk melaksanakan pembangunan di bidang seni budaya. Dalam mengemban misinya di bidang seni budaya, tentu penyelenggaraan PKB diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat baik secara langsung maupun
tidak langsung. Dipilihnya PKB sebagai salah satu ajang meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mengingat bahwa Bali tidak memiliki kekayaan pertambangan untuk kegiatan industri seperti yang dimiliki negara-negara maju, dan yang ada adalah kekayaan berupa keindahan alam, adat istiadat, dan seni budaya. Bertolak dari keberadaan seperti itu, mendorong Prof. I.B. Mantra membangun PKB dengan mengangkat berbagai karya seni lokal asal kabupaten/kota, dan ditampilkan dalam bentuk: (1) pawai, parade, pameran, dan pergelaran kesenian; (2) sarasehan; (3) perlombaan; (4) promosi industri kerajinan; dan (5) dokumentasi. Hal. 19 Empat Misi
Sekaa Bondres Inovatif
Anak Muda Jangan Takut Dikritik
TOPENG bondres yang perkembangannya di mulai sejak tahun sembilan puluhan yang merupakan salah satu tokoh dalam dramatari topeng panca. Kini, bondres mendapat tempat tersendiri bagi masyarakat Bali. Selain menampilkan lakon tari yang unik dan tidak terikat dengan pakem tari atau alur cerita, topeng bondres juga menampilkan tokoh-tokoh yang lucu dengan humor-humor yang segar dan sindiran yang di dalamnya terkandung makna yang memberi pesan etika moral dan sarat akan informasi. Sehingga, saat ini banyak berkembang sekaa atau grup topeng inovatif di Bali yang dimotori oleh para seniman generasi muda Bali. Hal ini disebabkan masyarakat Bali adalah masyarakat yang
menjunjung seni dan budayanya sendiri. Rektor Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha, S.S.Kar., M.Hum., mengatakan salah satu yang menyebabkan bondres terus mengalami perkembangan dan terus diminati oleh masyarakat Bali, karena bondres miliki ciri khas yaitu lelucon. Sehingga, pergelaran topeng sering diselipkan bebondresan untuk menghilangkan kejenuhan para penonton, bahkan dapat menghibur lebih para audiennya. “Berawal dari sanalah para seniman topeng generasi muda kita mengeksplorasikan diri dan memanfaatkan cuplikan dari pergelaran topeng tersebut. Hal. 19 Banyak Kegiatan
BPM/eka
PREMBON - Prembon inovatif pada PKB di Taman Budaya Bali.
DAERAH
2
Minggu Pon, 2 Juli 2017
Lebaran Berlalu
PPI Sangsit Masih Tutup
Singaraja (Bali Post) – Aktivitas bongkar muat barang di Pusat Pendaratan Ikan (PPI) Dusun Pabean, Desa Sangsit, Kecamatan Sawan, Sabtu (1/7) kemarin, masih tampak sepi. Tak satu pun kapal pengangkut ikan dari Supekan, Madura, Jawa Timur (Jatim) sandar di dermaga PPI. Diperkirakan pada Senin (3/7) besok, kapal ikan baru kembali masuk ke PPI. Sementara itu, jajaran kepolisian di Bali Utara akan menjaga ketat masuknya kapal ikan yang juga mengangkut penumpang yang balik ke perantauan di beberapa daerah di Bali Selatan. Pantauan di lapangan kemarin, kantor PPI masih tampak tutup. Di sekitar dermaga juga tampak tumpukan boks ikan yang digunakan bongkar muat ikan pada saat kapal sandar. Sementara itu, di atas dermaga terlihat warga melempar kail untuk memancing ikan. Salah seorang warga menuturkan, sejak libur Idul Fitri, PPI ditutup karena libur cuti bersama. Sejak libur itu, tak satu pun kapal ikan sandar di PPI. Dari pengalaman saat Lebaran tahun sebelumnya, kapal akan kembali sandar di PPI setelah libur hari raya usai. Diperkirakan, kapal akan kembali berlayar mulai Senin (3/7) besok. Kapal ikan tersebut selain mengangkut ikan, dipastikan akan mengangkut penumpang yang akan kembali ke tempat bekerja di beberapa daerah di Bali Selatan dan sekitarnya. “Belum ada kapal sejak libur Lebaran. Mungkin Senin (3/7) nanti, baru ada karena perusahaan di sana (Madura -red), akan kembali mengirim ikan ke Bali lewat PPI,” jelas warga tadi. Di hubungi terpisah, Kepala Satuan (Kasat) Polisi Perairan (Polair) AKP Putu Ariyana seizin Kapolres Buleleng AKBP Made Suka Wijaya mengatakan, memasuki arus balik pasca-Lebaran pelayaran dari Madura ke PPI Sangsit akan diawasi ketat sesuai perintah pimpinan. Setiap kapal ikan yang masuk ke PPI akan diperiksa mulai dari izin pelayaran dan dokumen barang yang diangkut. Selain itu, penumpang yang ikut dalam pelayaran kapal barang juga menjadi fokus pengamanan oleh jajaran kepolisian di Bali Utara. (kmb38)
BPM/kmb38
PPI – Setelah Lebaran aktivitas bongkar muat kapal di PPI Dusun Pabean, Desa Sangsit, Kecamatan Sawan Sabtu (1/7) kemarin, masih tutup.
Diler Sepeda Motor Dibobol Maling
Negara (Bali Post) Pencurian kembali terjadi di Jembrana. Kejadiannya pada Sabtu (1/7) pagi kemarin, di Diler Sepeda Motor Nusantara Sakti, Jalan Ngurah Rai Kelurahan Dauhwaru Jembrana. Hingga saat ini tidak diketahui siapa pelaku pembobolan brankas diler motor tersebut. Pencuri membobol brankas Dealer Nusantara Sakti milik Candra, di pertokoan Slora, Jalan Ngurah Rai Kelurahan Pendem, Jembrana. Dari informasi, pada Sabtu pagi salah satu karyawan diler bidang Kepala Teknisi I Putu Artana, asal Medewi, Pekutatan tiba di Dealer Nusantara Sakti dan melihat rolling door diler terbuka. Kemudian I Putu Artana langsung menghubungi teman dan manajer diler. Merasa curiga telah terjadi pencurian, pemilik diler melapor ke Polres Jembrana dan oleh pihak Polres langsung melakukan olah TKP. Dari olah TKP pencurian diperkirakan dilakukan sekitar pukul 02.00 wita. Pelaku disinyalir melakukan aksinya melalui pintu samping dengan mencongkel pintu dan masuk melalui pintu belakang, selanjutnya langsung menuju gudang tempat penyimpanan brankas untuk langsung mengambil brankas yang terletak di gudang belakang. Pelaku diperkirakan keluar melalui pintu depan dengan merusak rolling door menggunakan bambu, batu, bangku, serta tali. Kerugian materiil akibat pencurian tersebut sebuah brankas yang di dalamnya berisi uang Rp 87 juta. BPKB sepeda motor yang diperkirakan berjumlah 262 buah. Kapolres Jembrana AKBP Priyanto Priyo Hutomo saat dikonfirmasi membenarkan terjadinya pencurian tersebut. Kini, pihaknya masih melakukan penyelidikan. (kmb)
BPM/kmb
PENCURIAN - Pencurian terjadi di Dealer Motor Nusantara Sakti dan pelaku membobol brankas berisi uang puluhan juta rupiah dan ratusan BPKB.
BPM/wan
LAYANG-LAYANG - Sejumlah anak antusias membuat layang-layang Bali didampingi undagi layang-layang Bali, Ida Bagus Ugra Sena, dalam pelatihan pembuatan layang-layang tradisional Bali yang telah mendunia di Balai Banjar Bali Global Shankara, Jalan Danau Toba No.7 Sanur, Sabtu (1/7) kemarin. Acara serangkaian peringatan Hari Anak Nasional sekaligus ulang tahun Bali Post, pada 16 Agustus ini, dibuka Pimpinan Kelompok Media Bali Post, Satria Naradha, dan dihadiri tokoh masyarakat Bali asal Sanur, Made Arjaya, beserta istri Nyonya Wawa Arjaya. Pelatihan layanglayang ini dipimpin langsung oleh Ketua Komunitas Layang Bali Dharmawangsa, Anak Bagus Gede Putra Agung, yang diawali dengan acara pelepasan burung pipit. Acara juga dirangkai dengan workshop pelatihan fotografi tingkat pelajar SD dan SMP, dan workshop hipnosis, yang dibawakan pakar hipnoterapi Guru Mangku Hipno.
Ribuan Calon Siswa Gagal Masuk SMP Negeri Persaingan Ketat di SMPN 3 Denpasar
Denpasar (Bali Post) -
Suasana gembira dan sedih mewarnai pengumuman hasil Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online SMP negeri tahun pelajaran 2017/2018 seKota Denpasar, Sabtu (1/7) kemarin. Sejak pukul 02.00 wita, pengumuman hasil PPDB sudah dapat dilihat lewat situs http://denpasar.siap-ppdb.com. Sekalipun pengumuman sudah dilakukan secara online, sebagian besar masyarakat masih datang ke sekolah. Tampak persaingan ketat terjadi di SMPN 3 Denpasar. Nilai tertinggi diterima di sekolah ini 298,00 sedangkan yang terendah 280,00. Nilai paling rendah diterima di SMPN 11 Denpasar yakni 249,00. Nilai terendah dan tertinggi di SMP negeri yang lain, SMPN 1 (276,50 – 293,50), SMPN 2 (260,00 – 293,50), SMPN 3 (280,00 – 298,00), SMPN 4 (264,00 – 293,50), SMPN 5 (257,50 – 276,00), SMPN 6 (259,50 – 293,50), SMPN 7 (260,50 – 293,50), SMPN 8 (271,00 – 293,50), SMPN 9 (266,00 – 293,50), SMPN 10 (272,50 – 293,50), SMPN 11 (249,00 – 268,50), dan SMPN 12 (265,00 – 293,50). Sementara itu, calon siswa yang mengetahui nilainya tak masuk dalam ranking penerimaan PPDB di SMP negeri, lang-
sung memilih sekolah swasta. Kondisi ini menyebabkan sejumlah SMP swasta di Denpasar mulai diserbu calon siswa baru. Ketua Panitia PPDB Kota Denpasar, Wayan Supartha, membenarkan persaingan PPDB SMP negeri tahun ini sangat ketat. Nilai-nilai ujian SD yang masuk ke SMP negeri tahun ini rata-rata relatif tinggi. Daya tampung SMP negeri pada jalur reguler hanya 1.824 untuk 12 SMP negeri, sedangkan pendaftar jalur reguler mencapai 5.000-an siswa.
Tingkat SMA
Ada yang menarik dari pengumuman PPDB pada jenjang SMA negeri, khususnya SMA negeri di Denpasar. Justru NUN terendah sekolah favorit terjun bebas alias lebih rendah dari sekolah lainnya. Ini terjadi di SMAN 1 dan SMAN 4 Denpasar. Di SMAN 1 Denpasar, NUN terendah
diterima yakni 279,50, sedangkan yang tertinggi 386,50. Di SMAN 4 Denpasar, NUN terendah diterima yakni 286,50, tertinggi 388,00. Sebaliknya, persaingan ketat terjadi di SMAN 2 dan SMAN 7 Denpasar. Di SMAN 2 Denpasar, NUN teredah diterima 305,00, dan tertinggi 366,00. Di SMAN 7 Denpasar lebih fantastis lagi, NUN terendah diterima 330,50 dan tertinggi 374,00.
Kepala SMAN 1 Denpasar, Nyoman Purnajaya, mengakui, tahun ini NUN terendah yang diterima di SMAN 1 Denpasar paling rendah dibandingkan dengan SMA negeri lainnya di Denpasar. Dari kajian Disdik Bali, kata Purnajaya, calon siswa yang memiliki NUN pertengahan, pesimis menjadikan SMAN 1 Denpasar menjadi pilihan pertama saat proses pendaftaran. ‘’Mungkin ada kesan ketakutan duluan,’’ ujarnya. (025/kmb)
Statistik PPDB SMP Jalur Reguler Periode 2017/2018 (Denpasar) Nama Sekolah
Terendah
Tertinggi
Rata-rata
SMPN 1 DENPASAR
276,.50 260,00 280,00 264,00 257,50 259,50 260.50 271,00 266,00 272,50 249,00 265,00
293.50 293,50 298,00 293,50 276,00 293,50 293,50 293.50 293,50 293,50 268,50 293,50
283.87 267,16 286,53 272,79 262,63 267,57 270,23 275,71 271,81 278,71 255,21 270,97
SMPN 2 DENPASAR SMPN 3 DENPASAR SMPN 4 DENPASAR SMPN 5 DENPASAR SMPN 6 DENPASAR SMPN 7 DENPASAR SMPN 8 DENPASAR SMPN 9 DENPASAR SMPN 10 DENPASAR SMPN 11 DENPASAR SMPN 12 DENPASAR
Hari Ini, Puncak Arus Balik di Padangbai
Amlapura (Bali Post) Setelah libur Lebaran, pemudik yang pulang kampung, kini mulai lagi menyerbu Bali. Dari pintu masuk Bali Timur di Pelabuhan Padangbai, Kecamatan Manggis, Karangasem, puncak arus balik diperkirakan terjadi Minggu (2/7) ini. Sebagai langkah antisipasi, pihak kepolisian telah melakukan peningkatan keamanan dengan penambahan personel di pintu keluar pelabuhan untuk menjaring penduduk datang (duktang) yang tidak dilengkapi identitas diri alias liar. Kapolres Karangasem, AKBP I Wayan Gede Ardana, Sabtu (1/7) kemarin, mengatakan puncak arus balik berlangsung dalam dua hari, yakni Sabtu kemarin dan Minggu ini. Sebab, hari Senin (3/7) besok, warga dari luar Bali ini akan mulai bekerja. Antisipasi pihak kepolisian sudah dilakukan sejak beberapa hari terakhir. Selama Operasi Ramadnya berlangsung, 21 duktang liar terpaksa dicegat di pintu keluar pelabuhan dan dipaksa pulang kembali ke daerah asalnya. Sebab, mereka datang tanpa dilengkapi identitas diri. “Kekuatan personel sudah kami tambah. Untuk penduduk yang tidak bawa identitas, kita langsung pulangkan ke daerah asalnya,” tegas Kapolres. Sebagian dari pemudik ini tujuannya adalah Bali, sebagian lagi tujuannya adalah melanjutkan perjalanan ke Pulau Jawa. Pemudik tujuan Jawa umumnya naik bus. Namun, dalam arus balik kali ini sebagian besar penumpang sepeda motor. Agar tidak ada yang lolos, proses pengamanan dilakukan dua shift pagi-siang, soremalam, melibatkan puluhan personel kepolisian, dibantu TNI, BPBD Karangasem dan Dinas Perhubungan. Tidak hanya identitas diri yang menjadi fokus kepolisian, kelengkapan administrasi kendaraannya juga menjadi sorotan. Sejak Operasi Ramadnya di Padangbai, sudah ada belasan kendaraan bermotor kena tilang. Salah satunya, pemudik Ida Purwasih (24) asal Lombok yang bekerja di salah satu restoran di Tuban, karena lupa membawa STNK. Selain itu, dalam pengamanan arus balik ini, polisi juga mengamankan penumpang yang kedapatan mengonsumsi narkoba. Penumpang KMP Andika Nusantara
yang baru sandar di Pelabuhan Padangbai, Amir Sarifudin, langsung diamankan Sat. Narkoba Polres Karangasem. “Petugas kami langsung menaruh curiga terhadap penumpang ini, karena sejak awal gerak-geriknya mencurigakan. Selalu ingin menghindari petugas,” kata Kapolres Ardana. Tidak hanya di pintu keluar pelabuhan, fokus pengamanan pihak kepolisian juga dilakukan di wilayah perairan. Sebab, nyaris semua kapal feri yang melayani rute Lembar-Padangbai, merapat di Pelabuhan Padangbai dalam kondisi penuh penumpang. Sehingga, pihak
kepolisian melalui Sat. Polair Polres Karangasem terus melakukan patroli laut. Kasat Polair AKP I Made Wartama, mengatakan selain pengawasan rute LembarPadangbai, Sat. Polair juga melakukan pengawasan di Pelabuhan Rakyat Padangbai dengan sebuah kapal type C-2. Pelabuhan rakyat merupakan jalur pariwisata tujuan Gili Trawangan, Lombok, yang belakangan juga cukup ramai dalam suasana musim liburan ini. “Patroli laut ini sebagai upaya deteksi dini terhadap aktivitas yang mengarah pada tindak pidana ataupun aksi terorisme,” tegas AKP Wartama. (kmb31)
BPM/kmb31
PEMERIKSAAN - Petugas kepolisian saat melakukan pemeriksaan kendaraan yang hendak keluar dari Pelabuhan Padangbai.
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta, Sosiawan. Gianyar: Manik Astajaya, . Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Dewa Dedy Farendra, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Sumbangan untuk orang sakit Rek. BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00016-8 A/n Simpati Anda,BCA Cabang Denpasar No.040.3555000 A/n Simpati Anda, Dana Punia Pura Rek.BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00017-1 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3966000 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3277000 A/n Dompet Beasiswa, BCA Cabang Denpasar No. 040.3688000 A/n Dompet Lingkungan. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Daerah
Minggu Pon, 2 Juli 2017
Klinik Jnana Marga ’’Seks Menyeramkan”
I Nengah Edy Warsita SEKS adalah bagian dari kehidupan manusia. Seks sebagai tonggak kebahagiaan hidup sudah menjadi keyakinan lazim yang sulit dipungkiri. Perasaan cinta dan keintiman secara seksual merupakan faktor yang sangat penting dalam menjaga keharmonisan hidup berumah tangga. Banyak penelitian membuktikan bahwa kebahagiaan dalam kehidupan seksual jauh lebih penting daripada kebahagiaan harta. Karena berapa pun banyak harta, dan betapa pun tingginya pangkat dan jabatan, ketika seks hanya menjadi aktivitas yang membosankan bahkan menyeramkan, keceriaan dan kebahagiaan hidup pun akan memudar. Grand Master Metafisika Indonesia Bali dan ahli seksual Klinik Jnana Marga I Nengah Edy Warsita
menjelaskan antara kesehatan manusia secara keseluruhan dan kesehatan seksual memiliki keterkaitan. Dia mencontohkan, seseorang yang dinyatakan sehat secara jasmani dan rohani akan memiliki kehidupan seksual yang baik. Demikian sebaliknya. Logikanya seseorang dalam kondisi gangguan kesehatan baik jasmani maupun rohani tidak akan mampu melakukan hubungan seksual yang baik dan memuaskan. Sebaliknya seseorang yang tidak mampu atau tidak memiliki kehidupan dan kesehatan seksual yang baik, mengindikasikan jika orang tersebut memiliki gangguan kesehatan. Misalnya, pria yang mengalami disfungsi ereksi dapat dijadikan salah satu indikasi bahwa pria juga mengidap penyakit kardiovaskuler, diabetes atau yang lainnya. Namun, Owner Klinik Jnana Marga dan Training Centre Metafisika Indonesia Bali ini sangat menyayangkan, di tengah teknologi informasi yang terbuka lebar, di satu sisi ternyata masih banyak yang beranggapan jika kualitas hubungan intim tidak ada hubungan dengan kesehatan secara keseluruhan. Sementara di sisi lain telah memahami begitu pentingnya kehidupan seksual bagi setiap pasangan sehingga banyak yang rela melakukan apa saja untuk mendapatkan kebahagiaan tersebut. Bagi pria yang merasa bermasalah dengan kehidupan atau kesehatan seksual, sebaiknya jangan mengulur–ulur waktu. Segera berkonsultasi dengan ahlinya, sebelum penderitaan semakin parah dan fatal. Klinik Jnana Marga beralamat di Jalan Gatot Subroto I gang Jnana (1 KM arah utara Apotek Anugrah) Denpasar, telp. 085102111600, (izin no. 448.3/3.PT.29.VI.12/DIKES dan sudah tergabung dalam Ikatan Pengobatan Tradisonal Indonesia (IPATRI). Sejak berpraktik 2008, telah banyak membantu menyembuhkan berbagai masalah yang berhubungan dengan seksual. Seperti disfungsi ereksi, ejakulasi dini, libido rendah, hiperseksual, infertilitas hingga menambah ukuran Mr.P dan lain– lain. Buka tiap hari Senin–Sabtu, pukul 10.00 – 17.00 Wita. (ad69)
Bupati Suwirta Pantau Penerimaan Siswa Baru
GUNA memastikan semua siswa yang akan melanjutkan sekolah dapat diterima di sekolah tempat mereka mendaftar di Kabupaten Klungkung, Bupati I Nyoman Suwirta melakukan kunjungan ke sejumlah sekolah yang ada di gumi serombotan tersebut. Langkah itu dilakukan, karena dirinya tidak mau dalam menjalankan sebuah aturan akan menjadi beban bagi anak didik tersebut. “Saya yakinkan hari ini (kemarin, red) semua anak-anak kita akan mendapat sekolah. Saya tidak mau dalam menjalankan sebuah aturan kita membebankan anak-anak kita,” ujar Bupati Suwirta saat memantau pendaftaran ulang siswa didik baru di sejumlah sekolah, Sabtu (1/7) kemarin. Bupati Suwirta menambahkan, sesuai dengan Permendikbud nomor 17 tahun 2017 tentang penerimaan peserta didik baru tidak harus diterapkan secara kaku. Namun, apabila peraturan ini diterapkan secara kaku dengan sistem zonasi yang ada di dalamnya dikhawatirkan akan banyak anak didik yang sulit mendapatkan sekolah. Menurutnya, dengan peraturan tersebut
SEKOLAH - Bupati Klungkung melakukan kunjungan ke sejumlah sekolah untuk memastikan semua siswa yang akan melanjutkan sekolah dapat diterima di sekolah mereka mendaftar. juga akan terjadi pemerataan siswa. Dengan ini tidak akan lagi ada istilah sekolah favorit dan tidak favorit. “Disdik agar melaksanakan peraturan ini dengan baik. Harmonisasi Permendikbud tersebut,” sebutnya. Lebih lanjut dijelaskan, pihaknya menyakinkan nantinya apabila terjadi kelebihan siswa,
dirinya menugaskan dinas terkait untuk melakukan penambahan, baik itu ruang belajar, SDM maupun sarana prasarana lainnya. “Pemantauan yang dilakukan, yakni dimulai dari SMP Negeri 2 Dawan, SMP Negeri 1 Dawan kemudian dilanjutkan ke SMP Negeri 2 Semarapura dan terakhir ke SMA Negeri 2 Semarapura. (ad68)
BEI Berambisi Menjadi Bursa Terbesar di ASEAN Tahun 2020
Tito Sulistio Mangupura (Bali Post) Bursa Efek Indonesia (BEI) berambisi menjadi yang terbesar di ASEAN tahun 2020. Hal itu dilandasi, dari 250 juta penduduk Indonesia, di atas 40 persennya merupakan anak muda produktif. GDP (gross domestic product) Indonesia secara total, terbesar di ASEAN. Jadi tidak ada alasan BEI tidak bisa menjadi yang terbesar di Asean. “Ambisi itu 2 tahun lalu tidak terlihat, tapi saat ini likuiditas aktivitas transaksi kita sudah 4 kali dari Singapura, 2 kali Malaysia, hampir sama dengan Thailand,” kata Tito Sulistio, Direktur Utama BEI, Jumat (30/6). Sementara itu, besaran pasar BEI hanya kalah oleh Singapura. Sehingga ia optimis ambisi tersebut tercapai. Apalagi semua target-targetnya telah terca-
pai menuju ke sana. Indeks BEI terbesar sepanjang sejarah, yaitu 5.800. Ia percaya, jika tahun ini BEI tumbuh 15 persen, indeks BEI akan menjadi lebih dari 6.000. BEI mulai terbentuk pada tahun 1912 namun diaktifkan kembali pada 10 Agustus 1977. Pembentukan BEI bertujuan untuk mobilisasi dana jangka panjang. Tidak hanya untuk perusahaan besar tapi juga perusahaan kecil yang belum besar dan bukan hanya untuk perusahaan di Jakarta tapi perusahaan di seluruh Indonesia. “Saya mulai roadshow keliling mengajak dan memfasilitasi karena pemerintah punya komitmen besar bahwa perusahaan-perusahaan daerah juga harus mampu mobilisasi dana jangka panjang dan konsepnya adalah bagaimana kita membangun konglomerasi lokal, mempunyai pengusaha lokal yang tangguh. Dan jalannya adalah melalui pasar modal dan bursa efek,” ujarnya. Roadshow tersebut dilakukan karena investor luar negeri terus bertambah. Tahun ini saja dana yang masuk ke pasar modal positif Rp 20 triliun. Portofolio dari dana pensiun dan asuransi juga banyak direalokasi ke saham. Ia menuturkan bahwa BEI roadshow keliling Indonesia termasuk Bali, mengajak perusahaan daerah seperti perusahaan Media, Coco Mart, dan pengusaha properti agar go public (IPO). BEI memiliki 27 cabang di seluruh Indonesia bahkan telah memiliki 280 galeri investasi di 270 universitas. Hal itu yang membuat jumlah investor meningkat 30 persen per tahunnya. Selain itu, BEI mempunyai program yuk nabung saham dengan membeli saham Rp 100.000 per bulannya. Konsep program ini adalah mengajak masyarakat dari saving society menjadi investment society. Kampanye ini telah dimulai sejak tahun lalu. Dengan gerakan-gerakan tersebut, ia percaya BEI akan dapat mencapai target-targetnya. Untuk program tersebut, animo masyarakat sangat besar. Di Manokwari misalnya, anak-anak sekolah banyak bertanya cara mengikuti program yuk nabung saham. Sedangkan di Bali, pertumbuhan investor lebih besar dari nasional. Namun ia melihat pertumbuhan investor di seluruh Indonesia menunjukkan arah yang positif. Karena keberhasilan tax amnesty, tata kelola manajemen fiskal membuat cadangan devisa menguat. Saat ini cadangan devisa Indonesia mencapai Rp 1.700 triliun dolar. “Itu salah satu terbesar selama sejarah Republik ini berdiri,” ungkapnya. Hal itu membuat suku bunga turun, sehingga masyarakat memilih investasi di pasar modal. (kmb42)
3
Wabup Made Kasta Lepas Kontingen Kemah Saka Bakti Husada WAKIL Bupati Klungkung Made Kasta melepas kontingen peserta kemah Saka Bakti Husada (SBH) tingkat provinsi yang bakal dilaksanakan di Bumi Perkemahan Margarana, Tabanan mulai tanggal 2 sampai 5 Juli 2017 mendatang. Acara pelepasan dilaksanakan di aula Dinas Kesehatan Kabupaten Klungkung, Sabtu (1/7) kemarin. Kepala Dinas Kesehatan Klungkung dr. Ni Made Adi Swapati selaku Ketua Saka Bakti Husada Kabupaten Klungkung mengatakan kontingen kemah Saka Bakti Husada Kabupaten Klungkung berjumlah 20 orang. Para peserta akan mengikuti perkemahan tingkat Provinsi Bali tahun 2017 selama empat hari mulai 2 sampai 5 Juli 2017 di bumi perkemahan Margarana, Kabupaten Tabanan. “Untuk Klungkung akan mengirim dua kontingen berjumlah 20 orang,” ungkapnya. Menurut Adi Swapatni, sebelum berangkat para peserta ini telah diberikan pembekalan. Pembekalan diberikan di masing-masing krida, meliputi krida bina gizi, krida bina lingkungan sehat, krida bina keluarga sehat, krida bina pengendalian penyakit, krida bina obat dan krida bina prilaku hidup bersih dan sehat. Sementara itu, Wakil Bupati
LEPAS - Wakil Bupati Klungkung Made Kasta saat melepas kontingen peserta kemah Saka Bakti Husada (SBH), Sabtu (1/7) kemarin. Klungkung Made Kasta selaku Ketua Kwartir Cabang Kabupaten Klungkung dalam sambutannya mengajak para peserta untuk tetap bersemangat dalam mengikuti kegiatan. Para peserta diminta untuk selalu menjaga kebersamaan sejalan dengan program aksi Pemkab Klungkung yakni Gema Santi atau gerakan masyarakat santun dan inovatif dalam segala kegiatan.
“Jaga selalu kesantunan dalam segala kegiatan,” pesannya. Kata dia, sebagai pramuka, para peserta Kemah Saka Bakti Husada ini diminta untuk menjalankan tri darma kepramukaan yakni jujur, berani dan tidak putus asa. “Kalau sudah dilandasi dengan tri dharma kepramukaan saya yakin apapun kegiatan akan bisa kita laksanakan,” sebutnya. (ad67)
Penggemar Layang-layang Beradu di Banjar Pitik, Pedungan
Denpasar (Bali Post) – Penggemar layang-layang kembali mengikuti Pitik Kite Festival. Kegiatan ini dilakukan di Carik Abasan Sari, Banjar Pitik, Pedungan, Sabtu (1/7) kemarin. Kegiatan yang memasuki tahun ke-7 ini diikuti sebanyak 1.025 peserta yang dibuka oleh Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawiaya Mantra ditandai dengan membentang guwangan. Antusias para peserta Pitik Kite Festival yang diprakarsai Sekaa Teruna Setia Remaja Banjar Pitik Pendungan tampak memadati persawahan di daerah tersebut. Walaupun cuaca sedikit panas, namun tidak mempengaruhi peserta dalam memainkan layangan serta gemuruh sorak-sorak rare angon (pencinta layangan) dan dimeriahkan suara gamelan sebagai penambah semangat peserta. Kegiatan ini juga dihadiri Dandim 1611/Badung, Letkol Arh Ahmad Sumarna, Camat Denpasar Selatan A.A. Gde Risnawan, Lurah Pedungan, bendesa serta tokoh masyarakat Desa Pedungan. “Saya sangat mengapresiasi dan mendukung kreativitas anak muda di Kota Denpasar khususnya Sekaa Teruna Setia Remaja Banjar Pitik Pedungan yang secara rutin setiap tahunya mengadakan kite festival, yang tentu mendukung pelestarian kebudayaan memainkan layanglayang di samping dampak ekonomis yang juga bisa didapat dalam kegiatan ini,” ungkap Rai Mantra saat ditemui di sela-sela kegiatan.
BPM/kmb
LOMBA - Wali Kota Denpasar saat membuka lomba layang-layang di Banjar Pitik, Pedungan. Rai Mantra mengatakan, lomba layang-layang merupakan bentuk kreativitas yang membutuhkan rasa kebersamaan dan kekompakan. Kegiatan seperti ini harus terus dikembangkan dan dipertahankan sebagai suatu wadah dalam bentuk penguatan kebudayaan itu sendiri. Layang-layang merupakan atraksi budaya yang sudah ada sejak dahulu. Diharapkan, kegiatan ini terus terjaga di tangan anak-anak muda yang kreatif. Sementara Ketua Panitia Pitik Kite Festival Ke-7, Kadek Agustina Anggara Jaya, mengatakan, per-
lombaan layang-layang memasuki tahun ke-7 dengan peningkatan peserta setiap tahunnya yang cukup drastis. Dimana pada tahun ini diikuti oleh 1.025 layang-layang yang akan mengudara berlomba menunjukan keelokannya di udara, dibagi menjadi 2 kategori, yakni kategori anak-anak dan dewasa. Jenis layangan yang dilombakan meliputi layangan Bebean kategori anak-anak, dewasa dan big size, layang-layang Janggan dan Janggan Buntut, Pecukan dan kreasi yang dilaksanakan selama dua hari ini. (kmb12)
NEGO - Wayan Artika ketika bernegosiasi harga dengan pembeli di stan PKB.
BPM/kmb42
Panca Pandawa Dipajang di Stan PKB Denpasar (Bali Post) Tokoh-tokoh pewayangan seperti Panca Pandawa, Sangut, Delem, Krisna, tokoh Ramayana, Cayon dipajang di stan PKB, di Ksirarnawa. Wayang dari tokoh-tokoh itu menjadi barang kerajinan produksi Bali. Berbahan dasar kulit sapi, wayang kini digemari anak-anak. Padahal, wayang sebelumnya hanya dibeli oleh dalang untuk pementasan. Namun belakangan, anak-anak mulai menggemari wayang kulit tersebut. Nyoman Artika, perajin wayang menjadi pusat kerumunan orang tua beserta anak-anaknya. Mereka antusias bernegosiasi
harga. Wayang kulit buatannya dihargai Rp 450.000 - Rp 900.000, tergantung jenis bahan. Usaha kakaknya itu mendapatkan bahan baku kulit sapi dari Rumah Potong Hewan (RPH) di daerah Darmasaba. Bahan tersebut cukup mahal yaitu per lembarnya Rp 800.000. Faktor itulah yang membuatnya kewalahan. Sehingga saat ini, usaha yang diberi nama Puppet Production hanya melayani pesanan dalang. “Kalau ada pesan, baru buat,” ujarnya. Pesanan dari dalang saja sudah membuatnya kewalahan. Bagaimana tidak, wayang dibuat secara handmade.
Proses terlama dari pembuatan wayang adalah mengukir. Butuh waktu hingga 5 hari untuk mengukir sebuah wayang, terutama kayon dengan ukiran detail kecilkecil. Pesanan yang datang biasanya tidak lebih dari 10 lembar. Wayangwayang itu diproduksi di Banjar Puaya, Batuan, Sukawati, Gianyar. Di sana, kakak dari Artika juga membuka toko kecil untuk memajang produknya. Event PKB merupakan ajang untuk memperkenalkan wayang buatannya. Beberapa kali mengikuti PKB, omzet yang bisa diperoleh antara Rp 35 juta sampai Rp 40 juta. (kmb42)
4
Minggu Pon, 2 Juli 2017
KONFLIK - Permainan membangun konflik dan penempatannya dalam karya adalah hal yang tidak bisa dipandang remeh. Konflik mampu membangun tegangan pada kesuntukan pembaca, yang akhirnya menjadi kekuatan tersendiri untuk menempatkan pembaca pada sudut keterpakuan, sudut gregetan, bahkan titik grimutan pembaca pada tokoh yang membangun konflik. Konflik tak melulu perkara perkelahian fisik antar tokoh, konflik yang melibatkan psikologis antar tokoh bahkan internal tokoh pun sejatinya adalah sumber konflik yang mumpuni.
Catatan untuk Penulis Muda Sastra Bali Modern
Mengasah Belati Bermata Dua
Lokomotif sastra Bali modern kini tengah melaju kencang, energi lajunya tengah memuncak. Nilai takar pada pandangan ini adalah jumlah karya yang muncul ke ruang baca publik semakin banyak. Masinis lokomotif sastra Bali modern kini adalah generasi penulis muda yang kesadaran bersastranya cukup baik, khususnya pada sastra berbahasa daerah (Bali). Tentu saja segala yang dikerjakan (digeluti) oleh generasi muda memiliki energi yang besar, identik dengan kemudaan, menggebu, kencang, bahkan cenderung membabi buta.
Penulis muda sastra Bali modern adalah mereka yang jatuh cinta pada dunia berkarya sastra berbahasa Bali dengan genre puisi, cerpen, prosa liris, juga novel. Untuk jenis drama, nampaknya belum tersentuh oleh kaum penulis muda sastra Bali modern. Generasi penulis muda ini adalah generasi milenia, generasi Bali yang lahir, tumbuh, dan berkembang di era serba instan serba digital, serba mudah. Mereka seperti melawan arus lingkungan sosial sebaya mereka, ketika sebaya mereka gandrung pada segala kehidupan beraroma Barat, mereka justru asik menyelami kedaerahan mereka melalui jalan sastra. Maka, mereka tergolong spesies unik di antara kalangan sosial mereka, perlu dilestarikan, perlu dikembangbiakkan semangat dan ketidakbiasaannya ini. Karya-karya penulis muda sastra Bali modern kini tengah merajai berbagai ruang media masa yang menyediakan halaman berbahasa Bali. Bahkan mereka membangun kalangan sendiri, agar tak melulu antre karya di media masa, sebab karya mereka melimpah, karya mereka nyaris tak terbentung jumlahnya. Dua media berbahasa Bali dengan basis online, Isin Gumi (Made Sugianto) dan Suara Saking Bali (Putu Supartika) adalah arena yang mer-
eka bangun sendiri untuk memenuhi kebutuhan publikasi karya mereka. Ada pula yang menebar karya pada laman blog pribadi, ruang komunitas online atau media sosial pribadi mereka. Sebagai generasi milenia, sangat wajar mereka fasih menjelajahi dunia digital, mengeksplorasi dan membangun ruang di dunia mereka sendiri. Keadaan ini menjadikan sastra Bali modern mudah jangkau, beredar sama luasnya dengan karya-karya se-genre yang berbahasa Indonesia maupun berbahasa asing. Sampai titik ini, sastra Bali modern jadi punya nilai tawar dan nilai tarik. Pascamenjadi semarak dalam skala jumlah, lantas apakah serentak pula semarak dari segi kualitas? Perihal ini, barangkali mesti di tinjau lebih cermat lagi. Penulis muda sastra Bali modern yang memiliki semangat tinggi dalam berkarya, semestinya membangun kembali semangat mereka untuk membaca, mengeksplorasi, dan bermain lebih berani. Memperluas ruang jangkau baca adalah syarat mutlak bagi penulis yang hendak kualitas karyanya meningkat. Selepas memperluas jangkauan baca, penulis yang ingin kualitas karyanya meningkat wajib mengeksplorasi bahan bacaan dan lingkungan sosialnya. Melakukan eksplorasi pada dunia literer dan dunia sosial adalah modal kuat bagi penulis yang berniat kualitas karyanya menjadi lebih baik. Kemudian, sebagai penulis dengan semangat muda, penulis sastra Bali modern seharusnya lebih berani bermain, lebih berani bereksperimen. Jadi tidak sekadar mengikuti pola-pola yang sudah ada, tetapi berani bermain pola baru, berani mengkreasikan teknik baru, berani melepaskan ide-ide baru yang liar namun tetap bertanggung jawab. Belati Bermata Dua Penulis muda sastra Bali modern mesti berbekal “belati bermata dua”
”Trigger Finger” Trigger finger merupakan suatu keadaan yang dapat menghambat gerakan jari tangan dimana jari terasa nyeri dan menjadi sulit untuk ditekuk maupun diluruskan. Trigger finger mempengaruhi tendon fleksor pada jari-jari tangan. Tendon adalah jaringan yang menghubungkan antara otot dengan tulang. Ketika otot kontraksi, tendon akan menarik tulang sehingga terjadi gerakan pada tubuh. Tendon fleksor merupakan perpanjangan dari otot yang melalui pergelangan tangan, melewati selubung dan menempel pada tulang-tulang jari. Tendon fleksor ini yang mengontrol gerakan menekuk pada jari. Kondisi tersebut paling sering dialami pada penderita berusia 5060 tahun dan enam kali lebih sering terjadi pada wanita daripada pria. Risiko mengalami trigger finger adalah antara 2% hingga 3%, namun risiko dapat meningkat apabila penderita memiliki riwayat penyakit lain, seperti carpal tunnel syndrome, penyakit de Quervain, hipotiroidisme, rheumatoid arthritis, penyakit ginjal, amyloidosis dan diabetes. Pada penderita diabetes, risiko dapat meningkat hingga 10%. Jari manis paling sering mengalami trigger finger, diikuti oleh ibu jari dan telunjuk. Penyebab Penyebab terjadinya trigger finger masih belum jelas. Namun, cedera lokal karena gerakan jari dan gerakan menggenggam yang kuat secara berulang-ulang seperti menggunting rumput dan mencuci pakaian dengan tangan merupakan salah satu pemicu terjadinya trigger finger. Trigger finger terjadi karena adanya ketidaksesuaian antara fleksor tendon dengan selubung yang dilaluinya. Tendon dan selubung tersebut mengalami peradangan akibat dari gerakan jari dan gerakan menggenggam yang kuat secara berulang-ulang. Sehingga tendon fleksor menjadi bengkak dan selubung yang dilaluinya menjadi sempit. Gejala Gejala dan tanda dari trigger finger ini adalah terasa kaku, nyeri, adanya bunyi klik dan sensasi seperti tersangkut terutama pada saat jari diluruskan. Terkadang dibutuhkan bantuan untuk meluruskannya. Selain itu, terdapat benjolan yang terasa nyeri pada pangkal jari. Apabila peradangan terus berlanjut, jari yang sakit tidak dapat diluruskan seolah-olah jari tersebut terkunci. Kondisi itu dapat menggangu aktivitas sehari-hari.
Penanganan awal pada trigger finger berupa penanganan konservatif yang terdiri dari modifikasi aktivitas, pembalutan, menggunakan obat antiperadangan dan pemberian suntikan kortikosteroid pada daerah yang sakit. Segera hentikan aktivitas yang dapat memicu terjadinya trigger finger. Penderita dapat menggunakan obat antiperadangan apabila tidak memiliki riwayat penyakit ginjal atau pendarahan pada saluran pencernaan. Pemberian suntikan kortikosteroid menunjukkan hasil yang cukup baik pada fase akut. Keberhasilannya akan berkurang apabila diberikan pada penderita yang gejalanya lebih dari 6 bulan, dialami lebih dari satu jari dan memiliki riwayat diabetes. Penyuntikan dilakukan pada selubungnya yang mengalami peradangan. Apabila penderita tidak ingin disuntik dengan kortikosteroid, maka pembalutan dapat dilakukan sebagai penanganan. Tujuan dari pembalutan ini adalah untuk mencegah terjadinya gesekan antara tendon fleksor dengan selubungnya yang bengkak sampai peradangannya berkurang. Pembalutan ini digunakan selama 6 minggu. Jika penanganan konservatif tidak berhasil, maka tindakan operasi menjadi pilihan untuk menanganinya. Pada saat operasi, selubungnya diperlebar sehingga tendon dengan mudah melaluinya. Jika kondisinya sudah membaik setelah dilakukan penanganan konservatif maupun tindakan operasi, segera lakukan latihan pada tangan yang sakit agar fungsinya kembali normal. l dr. I Nyoman Yuda Raditya, S.Ked.
CEDERA - Penyebab terjadinya trigger finger masih belum jelas. Namun, cedera lokal karena gerakan jari dan gerakan menggenggam yang kuat secara berulang-ulang seperti menggunting rumput dan mencuci pakaian dengan tangan merupakan salah satu pemicu terjadinya trigger finger.
ketika telah memutuskan diri berkarya dalam dunia sastra Bali modern. Belati bermata dua digunakan penulis untuk bekal menghasilkan karya ber-genre modern dengan identitas lokal Bali. Pada bagian ini, tidak dalam hal mempertentangkan kelahiran modern dan eksistensi tradisi, namun mengawinkan keduanya dalam sebuah karya yang berkualitas. Sebagai penulis dengan genre modern (cerpen, puisi, novel, prosa liris, drama), penulis sastra Bali modern tentu saja wajib mengeksplorasi kekuatan-kekuatan yang dimungkinkan oleh kendaraan mereka. Sebab sastra ber-genre modern adalah adaptasi sastra Barat, dan perkembangannya di dunia asalnya begitu pesat, ada baiknya penulis muda sastra Bali modern melebarkan khasanah bacaannya pada karya-karya Barat yang memiliki kualitas baik. Jika kesulitan memahami bahasa asing, dapat dibaca karya terjemahannya, tentu rasanya akan berbeda namun tidak akan mengurangi kualitas kekuatan instrinsik karya tersebut. Sebut saja salah satu karya Leo Tolstoy, penulis humanisme Rusia ini melejit pesat dengan kemampuannya membangun narasi pada kisah roman dan cerpen. Ia membangun romantisme percintaan yang sama sekali tak cengeng dalam novelnya Anna Karenina. Sementara penulis muda sastra Bali modern (meski tak semua) yang mencoba membangun kisah percintaan, selalu nampak cengeng, dengan alur yang mudah terbaca, dan eksekusi akhir yang lemah. Konflik yang terbangun pun sering kali tidak memiliki kekuatan menggugah pembaca, sehingga tampak datar tanpa riak. Permainan membangun konflik dan penempatannya dalam karya adalah hal yang tidak bisa dipandang remeh. Konflik mampu membangun tegangan pada kesuntukan pembaca, yang akhirnya menjadi kekuatan tersendiri untuk menempatkan pembaca pada sudut
keterpakuan, sudut gregetan, bahkan titik grimutan pembaca pada tokoh yang membangun konflik. Konflik tak melulu perkara perkelahian fisik antar tokoh, konflik yang melibatkan psikologis antar tokoh bahkan internal tokoh pun sejatinya adalah sumber konflik yang mumpuni. Bahkan konflik secara batiniah, jika sukses dibangun oleh pengarang, akan dengan mudah membawa pembaca berada dalam situasi konflik tersebut. Turut merasakan konflik batin tokoh, hingga hanyut pula pembaca di dalamnya. Selain bacaan sastra Asing, penulis muda sastra Bali modern pun wajib baca karya-karya sastra Indonesia. Sastra Indonesia memiliki banyak penulis yang dari segi kekuatan intrinsiknya membangun karya sangat baik. Sebut saja salah satunya adalah Gde Aryantha Soetama, kelebihan penulis satu ini adalah kekuatan cerita yang sederhana dan permainan konflik batin. Pemilihan ide-ide dengan tema kritik sosial khususnya pada kultur manusia Bali juga menjadi ciri khas dari Aryantha Soetama. Bahkan dalam beberapa buku esaynya, kritik atas manusia Bali ditulis dengan bahasa yang sangat mudah di cerna namun cukup membuat batin bergejolak. Hari ini, penulis muda sastra Bali modern juga sedang gandrungnya mengangkat tema kritik sosial pada masyarakat Bali. Sebaiknya bergurulah pada Aryantha Soetama perkara melesapkan kritik atas “diri sendiri”. Selepas melakukan perburuan ke luar khasanah sastra Bali, selanjutnya sahabat penulis muda sastra Bali modern wajib menyelami khasanah sastra tradisional Bali. Sejauh ini, penulis muda sastra Bali modern tidak banyak yang membaca sastra Bali tradisional. Padahal, dunia sastra Bali tradisional adalah pustaka yang menyiapkan banyak sekali pilihan-pilihan bahasa dan istilah kesastraan yang seharusnya diketahui penulis sastra Bali modern.
Keberjarakan antara penulis muda sastra Bali modern dengan sastra tradisional inilah yang menjadikan sebagian besar penulis sastra Bali modern lemah dalam perbendaharaan kata dan istilah-istilah kesastraan. Kerapian tata bahasa Bali para penulis muda ini perlu diasah lagi, perbendaharaan kosa kata bahasa Bali perlu ditingkatkan lagi. Menyelami sastra tradisi guna menyerap komponen kebahasaan paling mendasar dalam bersastra, kata. Sastra tradisional menawarkan banyak metafora khas Bali, menyajikan limpahan idiom khas Bali, yang jika dieksplorasi dengan baik akan melahirkan diksi memukau dalam karya sastra Bali modern. Sebut saja salah satu karya tradisional, Geguritan Kasmaran, geguritan ini berisi limpahan metafor yang digunakan untuk menunjukkan keindahan pujaan hati (perempuan). Penggambaran pujaan hati begitu indah dibuatnya dengan pilihan bahasa yang sangat rapi, terbungkus, namun tersirat jelas. Barangkali geguritan ini dapat jadi refrensi bagi penulis muda sastra Bali modern yang gemar menulis kisah romansa. Romantis tanpa terlihat gombal. Sastra Bali tradisional menyuguhkan banyak kata arkais yang kini sudah tak lagi fasih dipakai manusia Bali. Jika ini mampu dihadirkan dalam ruang baca yang ber-genre modern, maka sastra Bali modern telah melaksanakan tugas utama sastra, mengedukasi pembaca. Sastra Bali modern akan pula menjadi media penyelamatan bahasa-bahasa arkais, media dokumentasi bahasa yang perannya sama penting dengan kamus. Selain limpahan kata-kata dan unsur ketatabahasaan, sastra Bali modern juga menyiapkan ribuan gagasan atau ide yang siap untuk dieksplorasi lebih dalam. Menyelami lebih dalam sastra tradisional kemudian melakukan reinterpretasi, atau mereproduksi,
bahkan mendekonstruksi kandungankandungan sastra tradisional adalah kekuatan tersembunyi yang belum banyak dilirik penulis muda sastra Bali modern. Jika kini bertebaran karya sastra aliran surealis, sufisme, absurd, dan kontemporer, sejatinya sastra Bali tradisi sudah jauh lebih dulu melakoninya. Hanya saja sudut pandang kita membaca harus digeser untuk dapat menemukan titik-titik ini, dan proses kreatif penulis diuji disini. Perkara mereinterpretasi teks tradisional, penulis muda sastra Bali modern bisa berguru pada Oka Rusmini. Ia sukses besar melakukan reinterpretasi teks Kakawin Sumanasantaka hingga membuahkan Kumpulan Puisi Saiban. Hebatnya, Oka Rusmini penuh percaya diri dan total tampil dengan nilai tradisi, bahkan judul buku pun digunakan kata yang dekat dan hanya ada di Bali, Saiban. Kumpulan puisi yang meraih penghargaan Kusala Sastra Khatulistiwa 2014 ini menghadirkan rasa tradisi yang dalam pada sastra modern. Ini membuktikan bahwa sastra tradisional menyiapkan mutiara indah pada kedalamannya. Belati bermata dua sebagai bekal utama penulis muda sastra Bali modern harus tetap terasah. Satu sisi mata diasah dan dipergunakan membedah karya-karya modern, pada sisi lain mata belati diasah serta dimanfaatkan menguliti sastra tradisional Bali. Ketika keduanya telah terasah baik, maka bukan tidak mungkin sastra Bali modern ke depannya menghasilkan karya-karya fenomenal. Waktu untuk belajar masih terlalu panjang untuk disia-siakan, mumpung masih muda, selagi kencang-kencangnya nafas untuk berlari, manfaatkan dengan bijak. Menulis dengan langgam modern, namun bercita rasa tradisi, itu baru asik! l
I Gede Gita Purnama Pecinta dan pengamat sastra Bali modern
Waspadai Varises
Penyebab Luka Borok pada Kaki
PERNAHKAH Anda melihat ada pembuluh darah berkelok dan membesar yang menonjol atau timbul di bawah permukaan kulit betis? Itu adalah salah satu tanda penyakit varises yang biasanya muncul pada ibu-ibu yang sedang hamil atau telah melahirkan.
Namun, tidak jarang pula penyakit ini menyerang kaum pria. Apabila mengidap penyakit ini menjadi salah satu penyebab ditolak untuk mengikuti pendidikan atau bekerja pada instansi militer. Ketika mendengar istilah “varises” Anda membayangkan suatu bentuk kelainan pembuluh darah yang ada pada kaki atau tungkai bawah, di mana pembuluh darah tampak berkelok-kelok atau mungkin berbonjol-bonjol dan memanjang. Varises merupakan pemanjangan, pelebaran, dan berkelok-keloknya pembuluh darah balik yang disertai gangguan sirkulasi darah di dalamnya. Pembuluh darah vena bertugas untuk membawa darah kembali ke jantung. Supaya alirannya berjalan baik terdapat banyak katup vena yang menahan darah mengalir terbalik ke ujung kaki. Varises tungkai terjadi dipengaruhi gaya gravitasi bumi yang membawa darah ke jantung sehingga darah mengisi vena melebihi ke jantung, akibatnya vena melebar dan katupnya menjadi rusak. Gaya gravitasi bumi pada saat berdiri mengakibatkan aliran darah cenderung mengalir lebih kuat ke arah bawah. Sedangkan pembuluh darah vena mengalirkan darah melawan gaya gravitasi dari kaki ke jantung. Oleh karena pembuluh darah vena tidak memiliki tekanan untuk mendorong darah ke atas maka dalam pembuluh darah vena dilengkapi katup yang berfungsi mencegah aliran darah balik ke bawah. Katup yang tidak berfungsi dengan baik akan mengalami gangguan dalam menahan aliran darah. Akibatnya, darah yang seharusnya mengalir menuju jantung malah balik kembali lagi ke tepi vena tungkai. Jumlah darah yang ada di vena sangat banyak akan menyebabkan pembuluh darah vena menjadi lebar dan berkelok-kelok. Keturunan Selain karena gravitasi bumi, varises dipicu oleh antara lain faktor keturunan yang berakibat pada gangguan pada katub vena, hormonal, berat badan berlebih, sering berdiri lama dan berdiam pada satu posisi, trauma berupa cedera tumpul pada kaki, angkat beban berat, mengedan dan kehamilan yang dipengaruhi oleh jumlah anak dengan umur.
Bagi Anda yang menderita varises saat kehamilan jangan khawatir karena varises biasanya akan menghilang dalam kurun waktu 3 hingga 12 bulan setelah proses persalinan. Perbandingan penderita perempuan dengan laki-laki yang menderita varises tungkai adalah 3:1. Gejala yang muncul dapat bervariasi mulai dari awal terasa berat, panas, nyeri, bengkak, kram, pelebaran vena yang gatal-gatal, ulkus dan peradangan di sekitar (borok) yang muncul terutama pada keadaan tertentu seperti duduk atau berdiri lama. Jika mengalami keluhan seperti di atas segera melakukan pemeriksaan dengan dokter umum atau ke dokter spesialis bedah toraks kardiak dan vaskuler untuk pemeriksaan dan terapi lebih lanjut. Pada dasarnya varises dapat diketahui dengan pemeriksaan kasat mata saja. Akan tetapi, pada keadaan tertentu dapat disertai pemeriksaan penunjang dengan melakukan pemeriksaan USG duplex bahkan phlebografi.
Klinis Secara klinis varises dibagi menjadi 4 stadium, yaitu stadium 1; keluhan samar tidak khas (panas, berat, bengkak, dan kram), stadium 2; gejala ditambah pelebaran vena, stadium 3; varises tampak jelas vena melebar, berkelok, dan memanjang, stadium 4; adanya kelainan pada kulit dan atau borok karena sindrom insufisiensi vena menahun. Varises dapat menimbulkan hal yang lebih buruk dan serius apabila tanpa disertai penanganan yang tepat, yaitu terbentuk bekuan darah pada pembuluh vena yang varises dan kelainan di bawah kulit. Bekuan darah tersebut dapat terlepas kemudian mengalir sehingga mengakibatkan penyumbatan pada pembuluh darah paru yang berakibat gejala gagal napas. Beberapa langkah pencegahan yang masih bisa dilakukan antara lain menghindari berdiri atau duduk terlalu lama, menjaga berat badan pada level normal, mengenakan stoking kompresi, olahraga secara teratur, saat tidur meletakkan kaki sedikit lebih tinggi dari jantung, menghindari mengenakan sepatu dengan hak tinggi saat berjalan. Apabila dengan perawatan di atas gejala tetap tidak membaik, maka beberapa cara menghilangkan varises melalui prosedur medis dapat menjadi pilihan antara lain dengan: l Tindakan Operasi dengan Laser Varises dalam ukuran yang kecil maka cara operasi laser dapat menjadi pilihan Anda. Operasi jenis ini
VARISES - Varises dapat menimbulkan hal yang lebih buruk dan serius apabila tanpa disertai penanganan yang tepat, yaitu terbentuk bekuan darah pada pembuluh vena yang varises dan kelainan di bawah kulit. Bekuan darah tersebut dapat terlepas kemudian mengalir sehingga mengakibatkan penyumbatan pada pembuluh darah paru yang berakibat gejala gagal napas. tidak melakukan pemotongan pada pembuluh darah vena. Selain luka operasi yang nihil, operasi laser juga tidak menggunakan suntikan bahan kimia ke dalam tubuh. Pada operasi dengan laser hanya menggunakan cahaya dengan kekuatan tertentu yang diarahkan ke bagian yang mengalami kelainan sehingga membuat varises memudar. Teknik ini digunakan untuk kasus telengiektasis yang banyak di permukaan kulit. l Skleroterapi Varises dengan ukuran yang kecil sampai sedang dengan diameter kurang dari 3mm, maka teknik pengobatan skleroterapi menjadi pilihan. Dengan menggunakan jarum yang sangat kecil akan disuntikkan dengan cairan kimia dalam dosis kecil ke pembuluh darah vena. Cairan kimia tersebut akan mengakibatkan vena kolaps, mengkerut, dan jaringan parut dalam pembuluh darah sehingga varises tertutup. l Terapi Ablasi Endovenous Cara ini hampir mirip dengan teknik operasi ini menggunakan laser atau radiofrekuensi dalam menghilangkan varises. Terapi ini menggunakan sinar laser atau gelombang radio guna menghasilkan panas. Panas ini bertujuan untuk menghilangkan varises. Anda akan mendapatkan bius lokal sepanjang di sekitar pembuluh darah vena sebelum prosedur ini dilakukan. Dokter ahli bedah membuat tusukan di lokasi varises untuk memasukkan sebuah kateter dengan ukuran kecil ke dalam pembuluh darah vena yang dialiri sinar laser atau radiofrekuensi tersebut sehingga memanaskan bagian dalam pembuluh darah sehingga varises menutup, kolaps, penderita tidak dirawat di rumah sakit, dan digunakan untuk varises tungkai. l Flebektomi Dokter ahli bedah akan membuat sayatan kecil di kulit kemudian pembuluh darah yang mengalami varises akan dibuang. Sebelum tindakan dok-
ter akan memberikan bius lokal dan setelah menjalani prosedur ini bisa langsung pulang. Prosedur ini biasanya digunakan untuk menghilangkan varises yang dekat dengan permukaan kulit dan ukuran yang kecil. l Stripping Vena Terapi ini dikerjakan pada kasus varises vena safegna magna (trunkus yang paling besar), metode yang digunakan adalah menghilangkan varises yang panjang ditarik dengan stripping. Tindakan ini dilakukan membuat luka kecil yang dibuat pada kulit di pergelangan kaki dan pelipatan paha. Pasien akan mendapatkan bius total atau regional selama prosedur ini. Biasanya perlu rawat inap di rumah sakit dan waktu pemulihan 1-3 hari setelah prosedur. Memar yang terjadi hilang dalam waktu 3 minggu. l Bedah Endoskopi Vena Tindakan ini dengan menggunakan alat seperti tabung di sekitar pembuluh darah yang sakit. Alat ini akan menutup vena-vena yang menghubungkan vena di permukaan dengan vena di dalam.Tindakan ini bertujuan menghilangan varises yang sudah parah, dimana terdapat luka pada varises. Diawali dengan membuat sayatan kecil di dekat pembuluh darah vena yang mengalami varises. Sebuah tabung berukuran kecil yang di ujungnya dilengkapi kamera dimasukkan kedalam vena. Terdapat perangkat bedah pada bagian ujung lain kamera yang berguna menutup luka dan varises. Setelah prosedur ini Anda dapat beraktivitas seperti biasa setelah beberapa minggu. Selain tindakan bedah di atas, varises dapat dirawat secara non bedah dengan kombinasi menggunakan stocking, obat-obatan tertentu, dan mengurangi posisi berdiri lama. Olahraga dan berjalan kaki dapat memberi efek terapi baik bedah dan non bedah. l dr. Komang Adhitya Arya Adiputra, S.Ked.
5
Minggu Pon, 2 Juli 2017
Resensi Buku
Sehat dengan Yoga Judul Buku : Belajar Yoga Asanas Penulis : I Gede Sukra Darmayasa Penerbit : Pustaka Bali Post Tahun Terbit : 2013 Jumlah hal. : 128 hal.
YOGA saat ini sudah semakin diminati bahkan cenderung menjadi olahraga yang menjadi trensetter bagi komunitas muda. Yoga jadi pilihan dan rasanya jika tidak mengenal yoga, terasa tidak update. Yoga saat ini telah menjadi bagian dari hidup dan kehidupan masyarakat modern. Masyarakat saat ini agaknya juga mulai menyadari bahwa olahraga, saat ini begitu penting dan harus dijalani dengan tertib jika ingin memiliki hidup yang lebih berkualitas jasmani dan rohani. Masyarakat juga mulai tahu bahwa kurang olahraga akan menimbulkan beragam masalah kesehatan yang akan menimbulkan banyak masalah pada kesehatan di usia lanjut. Buku ini tidak hanya menyuguhkan praktik yoga asanas, tetapi juga memutar tuntunan meditasi. Buku yang layak untuk dijadikan pedoman dalam praktik yoga dan meditasi. (osi)
Resensi Film
Melacak Sel Teroris Judul Film : Stratton Sutradara : Simon West Pemain : Gemma Chan, Connie Nielsen, Tyler Hoechlin, Dominic Cooper, Tom Felton, Derek Jacobi danThomas Kretschmann Tayang : 2017
STRATTON atau berjudul lain “Stratton: First Into Action”, adalah sebuah film aksi, thriller terbaru 2017, film ini berasal dari Inggris. Dari awal kita sudah dijebak dengan beragam teror-teror yang cukup menegangkan. Film ini sendiri bercerita tentang usaha sebuah komando khusus dari Layanan Perahu British, yang melacak sel teroris internasional. Seperti layaknya film-film Inggris, kita akan menyaksikan beragam akting yang dingin dan membuat kita tidak bisa lepas memandang layar. Menarik menyaksikan seorang agen khusus Angkatan Laut Kerajaan Inggris bernama John Stratton yang bekerja sama dengan badan intelijen Irlandia Utara untuk menangkap jaringan teroris internasional di wilayah perbatasan Kazakhstan, Cina dan London. Namun upaya tersebut justru mengundang bahaya bagi orang-orang di sekitar Stratton. Kini mereka menjadi target teroris untuk disandera. Film yang layak untuk ditonton, dan cukup menghibur. (osi)
CERPEN
Perempuan dalam Senja yang Terbalik Oleh Dwi S. Wibowo
Kamu lihat di balik perbukitan itu? Senja nampak tak seperti biasanya, semakin matahari tenggelam bukannya menjadi jingga, langit justru berubah menjadi semakin kebiruan. Jika fenomena itu terjadi, orang-orang di seputar kota ini akan berkumpul di popil square, mengelilingi air mancur dengan tiga belas patung cupid di tengahnya. Orang-orang di kota ini percaya bahwa jika senja berubah menjadi kebiruan, itu pertanda bahwa seorang malaikat baru saja jatuh ke bumi. Orang-orang kemudian secara sukarela berbondong menuju air mancur untuk berdoa bersama, mereka berharap agar malaikat yang jatuh adalah malaikat penebar cinta, bukan sebaliknya. Sebagai seorang pendatang yang cuma singgah sementara di kota ini, aku tentu masih sangat awam mengenai fenomena ini. Kudatangi sebuah kedai kopi, seorang di antara pelayannya tidak ikut berdoa di sekitar air mancur. Baru saja kutahu kalau ternyata ia bukan termasuk warga asli kota ini, melainkan seorang imigran dari negara sebelah, sekalipun ia sudah berpuluh tahun menetap di kota ini. Darinya, aku memperoleh beberapa versi cerita tentang kisah malaikat yang jatuh di penghujung senja itu. Ia sama sepertiku, saat baru pertama menginjakkan kaki di kota ini, ia juga bertanya-tanya mengenai fenomena yang hampir terjadi tiap tahun, menjelang peringatan hari Valentine. Si pelayan lalu bercerita mengenai versi yang didengarnya dari sang majikan si pemilik kedai kopi itu yang bernama tuan Husmir. Menurut versinya, saat kota ini baru didirikan sekitar lima ratus tahun silam, saat orangorang dari kepulauan Sakalomia mulai menjajal kemampuan mereka untuk menjelajah, maka sampailah mereka di daratan ini. Mereka tidak terlalu peduli apakah tanah di sini subur atau tidak, bagi mereka yang terpenting adalah adanya sumber air. Dan kebetulan saat itu ada mata air yang mengucurkan air sangat banyak, mata air itu kini bisa kau lihat di tengah kerumunan orang itu. Para leluhur di kota ini menyulapnya menjadi air mancur dan mulai mendirikan rumah-rumah di sekelilingnya. Tunggu dulu, hentikan sebentar, aku ingin mendengar ceritamu ditemani secangkir kopi. Pelayan itu dengan sigap segera melangkah ke balik bar, dan meracik secangkir kopi. Kuseruput sedikit, ini kopi terpahit di dunia batinku, tapi di tengah fenomena alam yang ganjil tapi indah ini, kadar pahitnya bisa sedikit kuretas. Lalu, ia segera melanjutkan ceritanya. Selain sebagai sumber air untuk dikonsumsi, air mancur itu juga menjadi semacam tempat pemujaan bagi para dewa yang menurut mereka telah melimpahkan air sebagai sumber kehidupan. Pada mulanya, kehidupan di kota kecil ini berlangsung aman dan damai. Semua orang hidup dan menjalin hubungan sama baiknya seperti saat mereka masih tinggal di kepulauan Sakalomia hingga sebuah musibah tiba-tiba terjadi. Seorang gadis tiba-tiba bunuh diri tepat di bibir air mancur itu dengan mengiris urat nadi di lengan kirinya kemudian menceburkan diri ke kolam, peristiwa itu terjadi tengah malam saat semua orang terlelap. Paginya, seluruh warga kota geger. Kolam itu berubah warna menjadi merah. Air di dalamnya tak bisa lagi diminum, dan dewa-dewa seperti tercemar, tak bisa lagi disembah lewat sana. Gadis itu bernama Hafiyah, ia adalah seorang gadis buruk rupa yang lahir dari sebuah keluarga miskin. Ayahnya mati karena sakit saat Hafiyah masih kecil, sedangkan ibunya hanya butuh waktu kurang dari setahun untuk menyusul suaminya. Seluruh warga kota tak ada yang mau merawat Hafiyah kecil, bahkan menyentuhnyapun mungkin enggan. Kulitnya hitam dan kasar, seperti nampak mengelupas, gigi-giginya juga berantakan sama sekali, cara jalannya juga terpincangpincang. Hanya para ulama di kota itu yang bersedia mendermakan diri untuk merawat gadis kecil itu hingga tumbuh menjadi remaja. Sejak kecil, anak-anak seusianya selalu mengejeknya dan menyamakannya dengan kotoran binatang. Pernah suatu kali, segerombolan anak nakal sengaja melemparinya
dengan kotoran babi. Setelah peristiwa itu, Hafiyah tak pernah terlihat lagi berjalan keluar rumah, hanya mengurung diri di kamar. Sampai suatu hari, seluruh warga melihatnya mengambang di kolam air mancur yang telah berubah merah oleh darahnya. Selama berminggu-minggu setelah jasad Hafiyah diangkat dan dikuburkan secara layak di luar batas kota, air di kolam itu terus saja berwarna merah sekalipun air mancurnya masih tetap deras. Air di kolam itu tak dapat diminum, juga tak bisa digunakan untuk berdoa. Para ulama kelimpungan, tak tahu harus memimpin doa dimana. Sebagian dari mereka merasa menyesal telah merawat Hafiyah hingga besar, hingga menimbulkan malapetaka seperti ini. Sebagian lainnya menyesal karena gagal mendidik Hafiyah menjadi gadis baik yang alim. Tapi penyesalan-penyesalan yang terus bermunculan itu sama sekali tak mengubah apapun. Hingga suatu hari datang seorang ulama pengembara yang singgah di kota itu, ia meminta minum pada setiap warga yang ditemuinya. Tapi seluruh warga memang tak memiliki air minum, karena kolam air mancur yang menjadi sumber kehidupan mereka telah tercemar oleh darah. Ulama pengembara itu lalu melihat sendiri betapa pekatnya warna merah yang larut di air kolam tersebut. Kemudian ia berinisiatif untuk melakukan sebuah ritual di luar kebiasaan para ulama lain di kota itu, ia menggunakan topinya yang cekung untuk menyerok air kolam lalu menyiramkannya ke langit, sejak siang hingga sore hari. Hingga air di kolam air mancur tersebut hampir tandas olehnya. Sore itu, konon senja jadi nampak lebih merah dibanding biasanya, dan keesokan paginya air kolam telah berubah seperti semula, jernih sekali. Namun ulama pengembara itu sudah tak nampak lagi, hanya meninggalkan secarik surat yang berisi pesan bahwa jika langit senja berubah warna selain merah, berdoalah agar malapetaka tak kembali di kota ini. Sejak itulah, setiap kali senja berubah warna menjadi kebiruan, warga kota ini meyakini bahwa ada malaikat yang terjatuh. Lalu mereka berdoa agar malaikat cintalah yang jatuh, sebab jika yang jatuh adalah sebaliknya, mereka khawatir air kolam akan memerah kembali. Si pelayan menyudahi ceritanya bertepatan dengan selesainya orang-orang berdoa. Mereka nampak kembali berpencar, kembali ke aktifitasnya masing-masing. Beberapa di antaranya menghambur ke kursikursi yang tersebar di seputar kedai kopi ini. Kedai yang semula sepi, mendadak jadi ramai orang berbincang. Si pelayan juga nampak sibuk melayani para pelanggan yang lainnya, padahal ia baru menamatkan satu versi cerita tentang senja yang kebiruan itu. Ah, tapi itu bukan masalah bagiku. Nanti jika ia selesai meracik kopi untuk para pelanggan ini, aku bisa memanggilnya lagi. Sambil menunggu, kulemparkan pandangan ke sekeliling. Masih banyak orang-orang yang berkerumun di sekitar air mancur. Kebanyakan nampak hanya saling berbincang satu sama lain, mungkin tengah mendiskusikan sesuatu. Beberapa di antara orang yang berkerumun itu adalah para perempuan muda, pikiran nakalku mengira bahwa mereka mungkin sedang bergosip tentang pria pujaan mereka masing-masing. Melihat perempuan-perempuan muda tersebut, aku jadi teringat pada sosok Hafiyah yang diceritakan oleh si pelayan tadi. Jangan-jangan ada salah seorang perempuan muda tersebut yang memiliki kemiripan dengannya. Tapi hampir semuanya tak ada yang berkulit legam sebagaimana dalam cerita, apalagi yang berciri gigi berantakan dan kulit kasar mengelupas. Sama sekali tak ada seorangpun di antara mereka yang mirip dengannya. Bagaimana mungkin ada seorang gadis yang naas terlahir buruk rupa semacam itu di tengah kota yang seluruh perempuannya cantik begini. Bagiku ini sangat aneh. Tanpa sengaja, mataku berpapasan dengan seorang gadis berkerudung. Ia terus melihat ke arahku, begitupun sebaliknya. Ia kemudian melangkah ke arah mejaku, sial! Aku membatin. Mungkin dia mengira aku sedang berpikiran tak senonoh terhadapnya, bisa saja ia menamparku atau menyiramkan kopi ini ke mukaku. Segera kualihkan pandangan, meski
dengan salah tingkah. Kupanggil si pelayan, tapi dia nampak terlalu sibuk dan mengabaikanku hanya dengan sebuah lambaian tangan. Mungkin maksudnya; nanti dulu. Perempuan itu sudah pas berada di depanku, kedua tangannya memegang bibir meja, “boleh ikut duduk di sini?” katanya. Salah satu ujung kerudungnya menjuntai ke atas meja. Aku tak langsung menjawabnya, masih dengan salah tingkah kuamati dirinya dari atas kepala hingga ke bawah. Membatin, mungkin usianya baru menginjak dua puluhan, masih sangat muda. Cantik, tatapan tajam, tapi tunggu! Di balik kemeja hitamnya nampak menggelembung, mungkinkah dia sedang hamil?? Dia kemudian menyahut lagi, “baiklah, jika kau keberatan. Aku bisa cari meja lain.” Aku segera terkesiap, lalu spontan menjawab, “oh tidak, aku tidak keberatan. Silahkan, silahkan, meja ini milik siapa saja.” Meski kedua kakinya sudah berbalik arah, ternyata jawabanku bisa juga menahannya untuk bertahan di meja ini. Seperti yang kuharapkan sebelumnya, lalu ia duduk tepat menghadapku, tangannya melambai ke arah si pelayan, dengan isyarat yang tak kumengerti; ibu jari dan jari manisnya saling bertemu. Ah, mungkin dia hanya memesan kopi, sebagaimana lazimnya pelanggan kedai kopi ini. Tak berapa lama, si pelayan menghampiri meja kami dengan membawa secangkir susu. Setelah meletakkannya di hadapan perempuan tadi, ia tersenyum dengan alis menikung ke bawah. Semakin lama berada di kota ini, jadi semakin banyak teka-teki dari isyarat yang tak kupahami. Jadi semacam kode-kode aneh saja, lalu kubilang padanya, “kau masih berhutang cerita padaku.” Si pelayan mengiyakan, tapi nanti selesai ia bekerja. Aku mengerti, juga tak ingin mengganggu pekerjaannya. Repot juga kalau sampai majikannya marah padanya lantaran menemaniku bercerita. Lalu si perempuan dengan lekas menyambar, “cerita apa yang sedang kalian jual belikan?” “Tak ada transaksi apapun, ini hanya soal kebiasaan lelaki saling bertukar bekal perjalanan. Kebetulan, kami sama-sama pendatang di kota ini,” tukasku mengelak darinya. “Aku juga pendatang di kota ini, jadi apa kita juga bisa saling bertukar bekal?” matanya melirik ke arah kopiku, kemudian menuang sedikit susu ke dalamnya, “kita sama-sama butuh cerita yang manis.” “Bukankah kau tadi ikut berdoa di sekitar air mancur? Itu berarti kau bagian dari mereka?” tanyaku, tak percaya dengan ungkapannya barusan. Ia lantas tertawa, “bukan aku yang berdoa, melainkan anakku,” telapak tangannya mengusap perut. Oh ternyata memang benar, dia sedang hamil. Ini jadi semacam masalah kedua bagiku, bagaimana kalau suaminya melihat kami duduk satu meja begini. Mampus! Batinku.
Si pelayan kembali menghampiri meja kami, membawakan telur dan roti pesanan si perempuan. Kedai kopi ini sudah semakin ramai, orang-orang seperti sengaja bertahan di sekitar popil square ini. Usai berdoa, mereka seolah masih ingin menyaksikan keindahan senja yang tak biasa ini. “Jadi, cerita apa yang bisa saling kita tukarkan?” sergahnya tiba-tiba, “aku tahu, kau pasti penasaran dengan senja yang aneh di kota ini, tentang warnanya yang kebiruan bukan?” “Aku sudah mendengar ceritanya dari si pelayan,” jawabku singkat. “Itu hanya versi tuan Husmir, sebagian besar warga kota ini tak mempercayai versi itu lagi. Dulu, saat pertama tiba di kota ini, versi itu juga yang paling awal kudengar.” Ia kemudian menceritakan asal-usulnya berada di kota ini, ayahnya seorang saudagar kopi yang selalu berkeliling dunia, salah satu kota yang paling kerap dikunjunginya adalah kota ini. Kamu tahu kenapa? Tuan Husmir merupakan pelanggan setianya, dialah satusatunya yang berani membayar lebih mahal dari harga yang ditawarkan, karenanya kopi terbaik selalu ada di kedai ini. Sampai suatu hari, perempuan itu yang masih sangat remaja ingin mengikuti perjalanan ayahnya ke kota ini. Begitu tiba di sini, langit sedang berubah warna, senja nampak kebiruan. Baginya, itu adalah senja terindah yang pernah terlihat di muka bumi. “Sejak kecil, kegemaranku melukis senja yang berwarna biru, ungu, ataupun hijau. Kukira itu hanya khayalanku saja, ternyata aku menemukannya di kota ini.” Kekagumannya juga bertambah saat seluruh warga kota berkumpul dan berdoa di popil square, seolah-olah mereka sedang memanjatkan munajat dan pujian bagi semesta. Sejak itulah, ia memantapkan hati untuk menetap di kota ini. “Jadi, kau menikah dengan seorang pria dari kota ini?” tanyaku memastikan. “Dulu, sekarang dia sudah menikah dengan perempuan lain,” ternyata ia menyadari pandanganku beralih ke perutnya yang membuncit, “anak ini bukan urusannya sama sekali,” responnya dingin. Kuseruput kopiku lagi, rasanya berubah drastis, manis sekali. Mungkin pengaruh susu yang dituangkan olehnya. “Lalu, apa kau punya versi lain tentang kisah senja yang memudar itu?” Ia, lagi-lagi tertawa sebelum mengawali ceritanya, “kau lihat patung cupid di tengah air mancur itu?” aku mengangguk, “kau tahu kenapa jumlahnya tiga belas? Jangan berpikiran kalau itu angka keramat. Jumlah itu selalu berubah seiring berjalannya waktu. Setiap kali seorang bayi dilahirkan bertepatan dengan terjadinya senja yang berwarna kebiruan itu, warga kota meyakini bahwa seorang malaikat cinta terjatuh dari langit, menitis menjadi bayi yang dilahirkan itu. Untuk menghormatinya, warga kota akan membangun sebuah patung cupid di tengah kolam air mancur.” “Dimana bayi-bayi itu sekarang? Mereka pasti sudah dewasa, apa aku bisa menemuinya?” tanyaku penasaran. “Mereka semua sudah mati,” tandasnya singkat. “Memangnya kapan patung itu terakhir dibangun?” “Lebih dari seratus tahun yang lalu, tapi doa-doa itu terus dipanjatkan oleh seluruh warga kota demi kebaikan seluruh manusia. Sekalipun, malaikat yang jatuh itu tak menitis jadi seorang bayi.” “Apa kau tak berharap bayimu lahir hari ini?” “Setiap perempuan tentu berharap melahirkan seorang bayi dengan sepasang sayap di punggungnya, tapi kau tahu bukan? Kehidupan tak bisa direncanakan kapan mulainya. Usia kandunganku baru menginjak delapan bulan, belum saatnya sepasang sayap itu tumbuh.” “Lalu, kapan pertama kali patung cupid itu didirikan?” “Apa saja yang pelayan itu ceritakan padamu? Apa dia menyebut nama Hafiyah?” “Ya, dia menceritakan soal gadis buruk rupa itu. Tapi apakah dia termasuk bayi yang lahir pertama saat senja berwarna kebiruan seperti ini?” Aku merasa semakin penasaran.
Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.
Bakti Setyanta
Bagong Soebardjo
Achmad Cholid
Dewa Made Muliana
K. Ngurah Khamidi
6 Capricorn Peruntungan: Di minggu ini kesempatan bagi Anda untuk meraih hasil semaksimal mungkin, maka dari itu jangan ragu untuk menghubungi rekan/partner kerja yang lama putus hubungan dengan Anda. Karier: Anda harus galang motivasi Anda agar bisa lebih meningkat dibanding minggu-minggu sebelumnya. Kesehatan: Kegelisahan hati yang tiba-tiba muncul hakikatnya merupakan refleksi dari kejenuhan bathin Anda sendiri. Keuangan: Terus menunjukkan peningkatan dan usaha baru yang Anda rintis kini mulai menampakkan hasilnya. Cinta: Keresahan hati kini terjawab sudah, dan kenyataannya tidak seburuk seperti apa yang Anda bayangkan. Aquarius Peruntungan: Optimislah, karena langkah ke depan Anda semakin terbuka dan jelas, maka dari itu tak perlu takut untuk lebih bisa berkreasi dan berinovasi agar hasil yang diraih dapat lebih bervariasi dan dapat meningkat. Karier: Hindari sikap indisipliner, sebab itu akan mempengaruhi kredibilitas Anda yang selama ini terkesan baik dan tampak loyal sekali pada perusahaan. Kesehatan: Masih baik dan berjalan seperti apa adanya, walau begitu tenaga sebaiknya tetap dijaga dan jangan terlalu diforsir. Keuangan: Tiada artinya income yang tinggi jika tidak bisa memanage-nya dengan baik. Cinta: Jangan sampai terjerumus kedalam cinta matre, itu sama saja dengan bom waktu yang setiap saat bisa meledak dan merugikan. Pisces Peruntungan: Jangan ceroboh menyikapi berbagai perubahanperubahan pasar yang tidak selamanya menguntungkan. Di saat ini belum saatnya untuk terlalu bermain spekulasi, jika tidak maka kehancuran akan bisa menghantam bisnis Anda. Karier: Cobalah cari selamatnya saja, biarkan karier Anda kuat berdiri dulu. Kesehatan: Tidak ada salahnya mencoba untuk berjalan-jalan di pagi minggu ataupun berolahraga ringan karena bagaimanapun kesehatan Anda memerlukan hal tersebut. Keuangan: Income masih cukup deras mengalir walaupun kebutuhan juga tampak semakin membengkak saja. Cinta: Tampak indah dikenang dan banyak meninggalkan kesan yang baik bagi orang luar yang melihatnya, pertahankan suasana yang indah ini. Aries Peruntungan: Tak perlu terlalu menyesali kejadian yang telah lampau karena itu tidak ada gunanya, yang penting bagaimana caranya untuk bisa bangkit kembali, sehingga kegagalan itu bisa terbayar lunas. Karier: Kesempatan untuk bangkit cukup terbuka lebar, sehingga sangat disayangkan jika keragu-raguan menghalangi langkah karier Anda untuk menuju kesuksesan. Kesehatan: Walaupun hanya batuk dan pilek sebaiknya tetap diberi perhatian serius, dan hindari makanan dan minuman yang dapat memperparah penyakit Anda. Keuangan: Lagi kurang mujur, untuk itu jangan coba-coba main spekulasi, ada baiknya Anda bertahan saja. Cinta: Perlu sikap bijak dalam menerima segala keinginannya, jangan berpikiran negatif dulu. Taurus Peruntungan: Cobalah lebih bersikap mandiri, sehingga ketergantungan dengan orang lain bisa dibuang jauh-jauh. Usahakan untuk tidak membiasakan melempar tanggung jawab ataupun segala urusan kepada orang lain, karena itu akan bisa mendatangkan masalah bagi Anda saja. Karier: Minggu ini banyak musuh dalam selimut, maka dari itu berhati-hatilah. Kesehatan: Bersikaplah rileks dan jangan terlalu dibuat tegang pikiran Anda. Keuangan: Rajinlah berhemat dan menabung, karena masa depan masih terbentang luas dan memerlukan dana yang tidak sedikit. Cinta: Pahami segala kekurangan yang ada pada dirinya, sehingga tidak menimbulkan penyesalan dikemudian minggu. Gemini Peruntungan: Ada rencana besar bisa segera direalisasikan minggu ini, karena situasi memang cukup mendukung. Tak perlu takut dengan berbagai persoalan yang bisa timbul dari semua ini, yang terpenting Anda tetap melakukan preventif disegala bidang. Karier: Bersikaplah tegas dan lugas serta kuat dalam prinsip. Kesehatan: Kekesalan hati yang muncul cobalah belajar untuk dapat menghilangkannya dengan cepat. Keuangan: Masih stabil dan cukup lancar walaupun masih ada kebutuhan mendadak yang terkadang memusingkan juga. Cinta: Tetaplah diam, tidak perlu ikut-ikutan bicara, karena permasalahan yang sudah mereda ini bisa mencuat kembali. Cancer Peruntungan: Kabar burung yang akhir-akhir ini santer terdengar, sebaiknya segera mulai dipikirkan tindakan preventifnya dengan tetap menghindari segala bentuk konfrontasi dengan siapapun juga. Karier: Hati-hatilah dalam mencari tempat curahan hati, jangan sampai timbul masalah dari keteledoran itu. Kesehatan: Situasinya di minggu ini memang cukup baik untuk beristirahat. Keuangan: Lihatlah dulu cash flow yang ada, sehingga dapat menyadari dan bertindak lebih hati-hati dalam membelanjakan dana yang ada. Cinta:Jangan mudah tersinggung dengan perkataannya. Leo Peruntungan: Cerah dan segalanya lancar serta suasananya juga sangat menyenangkan sebab memang posisi tampak cukup baik. Adanya sedikit problem tidak bisa menggeser Capricorn dari kedudukannya karena pada akhirnya tetap bisa lolos. Karier: Bersabarlah, yakinlah bahwa semua ini akan berlalu seiring dengan berjalannya waktu. Kesehatan: Masalah hanya di seputar pencernaan yang sebenarnya bisa dicegah jika Anda mampu meredam selera makan Anda yang senang pedas dan terlalu asam. Keuangan: Inilah saatnya bagi Anda untuk dapat meraih keuntungan lebih di minggu ini. Cinta: Tak perlu jengkel-jengkel lagi jika masih ada cinta di hati, lebih baik saling memaafkan akan mendapat hormat. Virgo Peruntungan: Gejala iri hati dan gara-gara selalu muncul memancing emosi saja, namun jika bisa tenang dan sabar serta tidak terpengaruh maka dinyatakan berhasil di minggu ini. Karier: Biarkan mereka berbicara semaunya yang penting Anda tetak konsentrasi pada pekerjaan. Kesehatan: Harus bisa lebih tenang dan sabar dalam menghadapi semua permasalahan itu, jangan biarkan pikiran kalut dan emosi mangacaukan segalanya. Keuangan: Perlu berhemat dan jangan sembarangan mengeluarkan uang untuk membeli barang yang kurang begitu penting. Cinta: Jangan biarkan keributan atau suasana dingin terus berlangsung. Libra Peruntungan: Kalau sudah tidak menguntungkan buat apa dipertahankan, apalagi tugas yang Anda emban di minggu-minggu lalu tidaklah sedikit, dan semua itu butuh penyelesaian cepat. Karier: Semakin mantap saja karena rekan-rekan Anda sudah kehabisan akal untuk menghabisi Karier Anda. Kesehatan: Jangan biarkan pikiran kalut dan emosi mangacaukan segalanya. Anda harus bisa lebih tenang dan sabar dalam menghadapi semua permasalahan itu. Keuangan: Perlu berhemat dan jangan sembarangan mengeluarkan uang untuk membeli barang yang kurang begitu penting. Cinta: Tingkah laku Anda jangan sampai menimbulkan rasa cemburu bagi pasangan Anda, sebisa mungkin dihindari. Scorpio Peruntungan: Prospek rencana Anda bisa berkembang sendiri, untuk itu tak perlu terburu-buru untuk meraih hasil bagus. Biar sedikit lambat tapi hasilnya bisa lebih pasti. Karier: Hindari sikap terburu-buru tanpa pemikiran panjang jauh ke depan. Kesehatan: Jangan sembarangan membeli obat di warung sebab bila sampai salah obat yang rugi Anda sendiri juga. Bila ada penyakit lebih baik dibawa saja ke dokter. Keuangan: Kebutuhan masih bisa tercukupi karena income mengalir dengan derasnya. Cinta: Bersabarlah karena si dia saat ini pikirannya lagi kalut. Sagitarius Peruntungan: Jangan segan untuk mem-follow up kembali janjijanji yang ada dan tak perlu malu untuk memulainya dari awal. Sekalipun di minggu ini cukup santai, akan tetapi kesempatan bagi Anda untuk mendapatkan hasil besar masih terbuka lebar selama Anda masih ada motivasi untuk mau meraihnya. Karier: Teruslah berjalan dengan konsep-konsep yang telah Anda buat. Kesehatan: Lakukan pemijatan urat itu akan cukup berkhasiat untuk memulihkan kondisi badan Anda. Tak perlu minum obat jika memang tak terlalu berat dan fatal. Keuangan: Berhati-hatilah di minggu ini semua tak semudah seperti yang Anda bayangkan. Cinta: Diasuh Oleh Berhati-hatilah karena mulai Putri Wong Kam Fu ada yang ingin mengobok-obok hubungan Anda dengannya Berlaku : 2 - 8 Juli 2017 yang mulai mesra dan rukun.
DIMENSI
Minggu Pon, 2 Juli 2017
Tradisi Menghormati Sapi Aghnye..., te rupaya namah rupayaghnye te namah (Atharva Veda, Saun.10.10.1; Paippa.16.107.1)
Redaktur Khusus
“Duhai sapi yang tidak boleh dibunuh..., hormatku pada rupamu yang sangat mengagumkan.”
WAKYA
“Gavah visvasyah matarah” – sapi adalah Ibu alam semesta. Sapi selalu diagung-agungkan oleh kitab suci Veda, dipuja oleh orang-orang suci, sangat lembut, yang tatapan matanya begitu damai memancarkan kasih kepada semua, bahkan padangan damai penuh persahabatan itu pun ditujukan kepada orang yang sedang berdiri di hadapannya membawa benda tajam siap membunuhnya. Tidak lama dalam waktuwaktu kemarin berlalu, hanya beberapa puluh tahun yang lalu, pemahaman dan penerimaan masyarakat Bali terhadap sapi, barangkali tidak segera dapat dipahami oleh orang-orang Bali pada masa sekarang ini. Masamasa tersebut, merupakan suatu masa yang sangat amat “tidak masuk akal” jika ada orang Bali membunuh dan/atau memakan daging sapi. Di tahun 1980-an, tahun-tahun saya sering mengunjungi orang-orang tua untuk belajar kekawin dan lain-lain pengetahuan leluhur Bali, pada akhirnya kami selalu diakhiri atau bahkan diawali dengan berdiskusi perihal sapi. Entah darimana dan bagaimana awalnya, yang jelas pembicaraan apa puun yang kami lakukan, selalu pada akhirnya mengarah kepada masalah tradisi penghormatan sapi oleh leluhur Bali. Orang-orang Bali mempunyai tradisi indah, yaitu tidak melangkahi tali pengikat sapi yang melintang di tengah jalan yang mereka sedang lewati. Jika harus berjalan melewatinya maka orang akan mengangkat tali pengikat sapi tersebut dan berjalan merunduk “masulub” di bawah tali sapi tersebut. Almarhum Pedanda Oka Punia Atmaja semasih walaka dan menjadi anggota DPR-RI, ketika kami bertemu beliau di ruangannya di kantor DPR RI, Jakarta, dengan begitu semangat menyampaikan bahwa beliau pernah “kecelakaan” memakan daging sapi. Begitu orang tuanya mengetahui, beliau dimarahi dan langsung diajak bersembahyang memohon pengampunan di Merajan, lalu disuruh membuka mulut, dan sambil mengucapkan mantram penyucian orang tuanya memercikkan air suci (tirtha) ke mulutnya. Tradisi indah lain sehubungan
weda
Darmayasa dengan sapi yang dimiliki leluhur Bali adalah mereka yang karena satu dan lain hal mengalami “kecelakaan” memakan daging sapi di luar desanya, mereka tidak boleh langsung memasuki area desanya. Terdapat “awig-awig” tertulis atau tidak tertulis yang melarang orang memasuki area desa, alias tidak boleh pulang ke rumahnya. “Awig-awig” mengharuskan yang bersangkutan untuk mandi dan keramas di sungai/pancuran di luar desa, hanya setelah itu yang orang yang memakan daging sapi tersebut boleh memasuki area desa. Kalau tidak, desa akan menjadi “leteh” (tercemar, kotor). Di Nusa Penida, kami bertemu dengan orang tua yang begitu semangat menceritakan bahwa beliau melihat langsung kehancuran satu keluarga akibat dari makan daging sapi. Ada pula tradisi orang-orang yang makan daging sapi harus mandi dan keramas baru boleh sembahyang atau memasuki Pura. Jika ada orang Bali/Nusa memakan daging sapi, maka orang itu dikatakan lebih jelek daripada “(sensor)”. Barangkali sangat banyak orang Bali di zaman sekarang ini akan sangat tercengang serta tidak percaya bahwa para leluhurnya mempunyai tradisi sangat fanatik terhadap sapi. Mereka memberikan penghormatan sangat tinggi terhadap sapi, baik dalam tradisi sehari-hari terlebih lagi dalam sastra-sastra lontar. Masyarakat Bali “kaya tradisi”, khususnya tradisi indah menghormati sapi. “Sesana” atau aturan ke-brahmana-an tidak membenarkan seorang brahmana mempunyai musuh. Akan tetapi, para Brahmana Bali justru harus mempunyai “musuh”, dalam hal ini, “musuhnya” para Brahmana di Bali adalah daging sapi. Artinya, tidak ada Brahmana di Bali yang berani memakan daging sapi. Jika ada Brahmana memakan daging sapi, mereka akan merasa sangat malu berada di tengah-tengah masyarakatnya dan “pengadilan umum” menyatakan mereka menjadi Brahmana Patita, artinya yang bersangkutan jatuh sangat berarti dari level ke-brahmanaannya. Demikian ketat dan jujurnya orang Bali dahulu menghormati
sapi. Ternyata tradisi indah tersebut bersumberkan pada ajaran suci Veda dan juga lontar-lontar leluhur. Pada setiap kesempatan menyampaikan Dharma Wacana, penulis sering menekankan alasan mengapa orang sebaiknya menjauhkan diri dari memakan daging sapi. Dalam hal ini, tanpa perlu menyentuhkan alasan agama dan lain-lain, penulis menyampaikan pertanyaan, “Apakah yang dimakan oleh sapi?” Semua menyampaikan jawaban, “Rumput”. Lalu penulis katakan, sapi tidak makan rumput. Orangorang semua menyampaikan protes atas pernyataan tersebut, karena semua mengetahui serta melihat langsung sapi-sapi memakan rumput. Akhirnya penulis menyampaikan jawaban bahwa yang dimakan oleh sapi adalah apa yang tidak dimakan oleh manusia, yaitu rumput. Tentu saja makanan sapi bukan hanya rumput. Sapi juga memakan jerami, batang jagung, kulit jagung, dan lain-lain yang kesemuanya tidak menjadi pilihan konsumsi manusia. Jawaban sama, yang berbeda adalah latar belakang kesadaran di balik jawaban. Manusia tidak memakan rumput, sapi memakan rumput yang tidak dimakan oleh manusia, sehingga sapi tidak menjadi kompetitor (pesaing) bagi manusia. Sapi tidak bersaing dengan manusia perihal makanan. Sapi memakan rumput (yang tidak dimakan oleh manusia), akan tetapi ia memberikan segala yang diperlukan oleh manusia, terutama susu sapi. Di dalam susu sapi, ada segala yang dibutuhkan oleh tubuh dan otak untuk berkembang sehat. Hampir keseluruhan literatur Veda menjelaskan perihal kemuliaan sapi. Di dalam Veda ada ribuan nama yang diberikan untuk sapi. Lembu, kerbau, banteng, pada hakikatnya juga adalah sapi. Semua diberikan sebagai rasa hormat kepada sapi yang berjasa besar dalam hidup manusia. Dari begitu banyaknya nama sapi terdapat tiga jenis nama sapi yang sangat bermakna; Ahi, Aditi, dan Aghnya. Ketiga sinonim nama tersebut oleh Kamus Veda bernama Nighantu diberikan arti “dia yang tidak boleh dibunuh”. Hanya dari nama, Veda sudah memberikan peringatan indah kepada manusia bahwa sapi merupakan binatang yang tidak boleh dibunuh. Orang tidak membunuh dan tidak memakan daging sapi tidak karena sapi merupakan binatang menjijikkan melainkan karena ia merupakan ciptaan Tuhan yang sangat mulia. Sapi merupakan binatang yang hanya memberi (segala kemuliaan dan kesejanteraan hidup manusia
lahir dan batin). Veda menyebutkan peradaban suci menghormati sapi sebagai pusat daripada amerta (amrtasya nabhih). Mahabharata, Santi Parva 262.47, juga mendukung pernyataan di atas. Dari nama sapi kitab suci Veda sudah memberikan aba-aba, bahwa sapi merupakan binatang yang tidak boleh dibunuh (Aghnya iti gavam nama, ka etam hantum arhati, mahacccakara kusalam, vrsam gam valabhetti yah). Satu hal yang menyebabkan penulis kaget luar biasa adalah terdapatnya ajaran penghormatan kepada sapi di dalam Kakawin Ramayana yang cukup panjang. Penulis menjadi sangat penasaran. Di dunia ada ratusan Kitab Ramayana. Dari belasan kitab Ramayana yang sempat penulis “teliti” di perpustakaanperpustakaan di India, ternyata tidak ada satu pun yang menjelaskan perihal kemuliaan sapi seperti apa yang disampaikan di dalam Kakawin Ramayana berbahasa Jawa Kuna. Memasukkan tradisi indah penghormatan pada sapi ke dalam karya indah Ramayana merupakan kejelian sastra agama yang sangat bermakna. Menariknya adalah penjelasan tentang pemberian nama sapi. Menurut Kakawin Ramayana, Sapi diberikan nama Sapi oleh orang-orang bijaksana karena ia merupakan binatang yang harus di-usapi, alias disayang, tidak boleh disakiti, dan tidak boleh dibunuh. Sedangkan orang-orang jahat mengatakan sapi diberikan nama sapi karena ia merupakan binatang yang harus di-sapinalu (dipukul-pukul dengan kayu) dan di-sapinandem (dilempari batu). Di Bali terdapat tradisi menyertakan Pañca-gavya dalam upacara “karya agung”, yang tanpa kelengkapannya “karya agung” dianggap tidak berhasil sempurna. Terdapat pula praktik-praktik spiritual yang dihubung-hubungkan dengan kemuliaan sapi. Kitab Mahabharata bahkan menyebutkan pengkikisan reaksi-reaksi dosa dengan pelaksanaan sumpah suci Brata selama setahun dengan cara memberikan makanan pertama kepada sapi milik orang lain, setelah itu barulah orang boleh makan. Kitab suci Dharma Sastra juga menyebutkan pemakaian Pañca-gavya mampu membakar dosa-dosa yang dilakukan orang sebagaimana kayu bakar menjadi hangus terbakar oleh nyala api (yat tvagasthigatam papam dehe tisthati mamake, prasanat pañcagavyasya dhatvagnirivendhanam). Sapi adalah sapi karena ia meng-usapi insan-insan di dunia, dan sapi adalah sapi karena patut di-usapi alias diberikan kasih sayang yang setimpal dengan kemuliaannya.
MIMBAR AGAMA
Kita Bersyukur dan Menyembah Dia Redaktur Khusus MIMBAR
KATOLIK
Ignatius Suharto Jadi, jika kita telah mati dengan Kristus, kita percaya bahwa kita akan hidup juga dengan Dia. Karena kita tahu bahwa Kristus, sesudah bangkit dari antara orang mati, tidak mati lagi, maut tidak berkuasa lagi atas Dia. Sebab kematian-Nya adalah kematian terhadap dosa, satu kali untuk selama-lamanya; dan kehidupan-Nya adalah kehidupan bagi Allah. (Roma 6:8-10) Dalam bulan Juni yang baru lalu, kita boleh berbangga dan bersyukur menyaksikan religiositas umat Katolik. Hal itu ditandai dengan penuhnya gedung gereja setiap hari Minggu. Fenomena ini jelas bukan hal yang luar biasa karena pada 4 Juni kita merayakan Hari Raya Pentakosta; 11 Juni kita merayakan Hari Raya Tritunggal Mahakudus; 18 Juni kita merayakan Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus; 23 Juni kita merayakan Hari Raya Hati Yesus Yang Mahakudus, yang diawali dengan Novena Hati Kudus mulai 14 Juni; dan 29 Juni kita merayakan Hari Raya Petrus dan Paulus. Selama bulan Juli tidak ada hari raya yang kita rayakan secara istimewa. Semoga religiositas umt Katolik tetap tinggi walaupun tidak ada hari raya. Memang, bagi para Karmelit agak lain. Sebab, 16 Juli nanti para Karmelit akan merayakan Hari Raya Santa Perawan dari Gunung Karmel, Pelindung Ordo Karmel. Buat Karmelit Awam, Santa Perawan Maria adalah Ibu dan sekaligus saudara. Oleh karenanya, Karmelit Awam disebut sebagai Tertii Ordinis Saecularis Beatissimai Verginis de Monte Carmelo (Ordo Ketiga
Sekuler Saudara-saudara Santa Perawan Maria dari Gunung Karmel). Berita gembira pada perayaan hari itu, berdasarkan Gal 4:4-7 Alkitab BIS adalah sebagai berikut. Pada saatnya yang tepat Allah mengutus Putera-Nya ke dunia. PuteraNya itu dilahirkan oleh seorang wanita yang hidup di bawah kekuasaan hukum agama. Dengan demikian, Ia membebaskan orang-orang yang hidup di bawah kekuasaan hukum agama, agar kita pun dapat menjadi anak-anak Allah. Karena kita adalah anak-anak Allah, Allah menyuruh Roh Putera-Nya masuk ke dalam hati kita, yaitu Roh yang berseru, “Bapa, ya Bapaku.” Jadi, kita bukan lagi hamba, melainkan anak. Dan karena kita anak Allah, maka Allah akan memberikan kepada kita segala sesuatu yang disediakan-Nya untuk anak-anak-Nya. Itulah sebabnya mengapa kita bersyukur dan menyembah Dia. Berita baik yang kedua adalah dari Sabda Kristus dalam Injil Mat 12:48-50 Alkitab BIS. “Siapakah ibu-Ku? Siapakah saudara-saudara-Ku?” Lalu Ia menunjuk kepada pengikutpengikut-Nya dan berkata,”Inilah ibu dan saudara-saudara-Ku. Orang yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di surga, dialah saudara laki-laki, saudara perempuan dan ibu-Ku. Itulah sebabnya, mengapa kita bersyukur dan menyembah Dia. Selain itu, marilah kita mengingat-ingat apa yang dikerjakan oleh Allah bagi kita, dan apa yang dilakukan Tuhan Yesus di kayu salib bagi kita. Alasan kita bersyukur dan menyembah-Nya adalah bahwa Putera Allah wafat bagi kita. Menjelang disalibkan, Putera Allah ditampar oleh para perajurit; di depan pengadilan Ponsius Pilatus terbukti Ia tidak bersalah, tetapi Ia dijatuhi hukuman mati; kemudian didera, dicambuki dan dihina, dimahkotai duri, diludahi, dan dipaksa harus memanggul salib berat dari benteng Antonia ke Golgota, ditelanjangi, lalu disalibkan. Selama di
kayu salib, Ia masih dihina lagi. Mengapa Allah membiarkan Putera-Nya menanggung derita sedemikian berat? Supaya kita diselamatkan dari kekekalan di dalam api neraka, dan supaya kita boleh mengambil bagian dalam kemuliaan-Nya di surga untuk selama-lamanya. Putera Allah rela mati agar kita hidup. Itulah sebabnya kita bersyukur dan menyembah Dia. Hal itu sesuai dengan sabda Kristus kepada Nikodemus, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini sehingga Ia telah mengaruniakan Putera-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hdup yang kekal. Sebab Allah mengutus Putera-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.” (Yoh 3:16-17). Itulah sebabnya kita bersyukur dan menyembah Dia. Di samping rahmat dan tekad, untuk bersukur dan menyembah Dia, memang diperlukan
talenta, kemampuan, inteligensi dan pengertian. Marilah kita menembus kegelapan akal budi kita dengan doa yang diajarkan oleh Santo Thomas Aquinas berikut ini. “Allah Pencipta segala sesuatu, Sumber terang dan kebijaksanaan yang sejati, asal mula segala makhluk, curahkanlah seberkas cahaya-Mu untuk menembus kegelapan akal budiku. Ambillah dariku kegelapan ganda yang menyelimutiku sejak lahir, suatu ketidakmengertian karena dosa dan ketidaktahuan. Berilah kepadaku, pengertian yang tajam dan ingatan yang kuat dan kemampuan untuk memahami segala sesuatu dengan benar dan mendasar. Karuniakanlah kepadaku talenta untuk menjelaskan dengan tepat dan kemampuan untuk mengutarakannya dengan saksama, luwes dan menarik. Tunjukkanlah bagaimana aku memulainya, arahkanlah perkembangannya dan bantulah sampai kepada penyelesaiannya. Kumohon ini demi Yesus Kristus Tuhan kami. Amin.”
Untuk pembaca Bali Post Mingguan (BPM), kami membuka rubrik baru ‘’Permata Hati”. Rubrik ini mengangkat si buah hati yang baru lahir, yang berulang tahun atau akan berulang tahun. Juga pasangan yang menikah di minggu tersebut atau yang merayakan ulang tahun pernikahan. Kirim foto menarik dan tulis data lengkap identitas diri, orang tua serta komentar singkat. Semua data dikirim lewat email redaksibalipost@ yahoo.com dengan kode Permata Hati. Bisa juga naskah dan foto dikirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post. Jl. Kepundung 67 A Denpasar telp. (0361) 225764. (Redaksi) Putu Ade Gusmawan dengan Arya Krina Dewi melangsungkan upacara pernikahan pada Senin (26/6) lalu di Desa Wongaya Gede, yang di-puput oleh Jro Mangku Made Donder. Semoga dengan mengucap janji suci dalam sebuah perkawinan, kedua mempelai ini akan dikarunia suputra yang akan menjadi penerusnya.
Redité Pon, 2 Juli 2017
Bali L e m b a r
B a s a
7
B a l i
Bencingah I Wayan Widana Nglestariang Tetamian Panglingsir NGLESTARIANG tetamian panglingsir patut kadasarin antuk manah sumeken yadiastun pakaryan inucap nénten dangan kamargiang. Indiké punika kabaosang I Wayan Widana S.Sos., Manggalaning Sekaa Penting Merdu Komala Karangasem. Dané nartayang, daweg nguni ring warsa BPM/was 1999-2000 kasarengin antuk sawitra dané sané éling ring kawéntenan kasenian Penting tetamian para panglingsir, raris kamargiang parikrama antuk tetujon nglestariang kasenian Penting inucap. Minakadi mupulang kulawarga taler para panglingsir sané kauningayang kantun waged ring kasenian Penting mangda kayun nyarengin malih “mapenting” saha mupulang piranti druén sekaa. Nénten katarka sadurungnyané, kantun akéh krama sané seneng tur éling ring parikrama “menting”. “Tatkala punika durung marupa sekaa resmi sajabaning wantah sekaa demen kémanten. Ring warsa 2007 wawu kawangun dados sekaa sané mawasta Sekaa Penting Merdu Komala Karangasem,” baos dané sané embas ring Amlapura, 15 Desember 1996 puniki. Kabid Kebersihan dan Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau ring Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Karangasem puniki malih maosang, ngawit punika pisarat krama ring kasenian Penting sayan becik. Indik angganing sekaannyané, kabaosang akéhnyané kirang langkung plekutus diri miwah kalih diri dados téknisi piranti listrik, malih kalih wantah pianaknyané sané kantun masekolah ring SMP kelas 2. “Tiang ngaptiang kasuén-suén piranti seni puniki prasida sayan ngamecikang tur sayan nincap kawéntenanipun kantos prasida dados sinalih tunggil cihna seni saking Kabupaten Karangasem,” dané nyantenang. (was)
A.A. Gede Krisna Dwipayana Sangkaning Manah Ngayah ANTUK pangapti krama sané sayan nglimbak ring masané mangkin, majanten sekancan pakaryan kamargiang antuk dasar utawi tetujon “ekonomis”. Sakéwanten durung majanten makasami asapunika duaning sakadi sané kapanggih ring Bali wénten pikayunan ngayah utawi ngamargiang pakaryan antuk maBPM/was nah lascarya. A.A. Gede Krisna Dwipayana, S.Sn., pangarya Penting taler angga Sekaa Penting Merdu Komala Karangasem maosang, utsaha nglimbakang kasenian Penting nénten dangan. Napi malih tatkala mupulang bebarungannyané, wénten kapanggihin petuk sané kadadosang wadah tatedan siap duaning tatkala punika nénten wénten krama sané ngamargiang kasenian Penting inucap. “Sangkaning parikrama “buduh-buduhan” taler manah ngayah ring kawéntenan seni inucap majanten angga sekaa setata ngutsahayang mangda kasenian Penting prasida kalestariang kawéntenannyané,” baos dané sané embas ring Karangasem, 24 Desember 1967. Risampuné polih ngamargiang sosialisasi taler polih masolah ring PKB warsa 2010 sané lintang, dané sané meneng ring Puri Kaleran Karangasem, Jln. Letda Bajra no. 5 Amlapura puniki malih maosang, pisarat krama ring Penting kapanggihin sampun sayan ngamecikang. Dané taler ngaptiang mangda prasida nyinahang tur ngamargiang sosialisasi mangda alitalit ring sekolah sayan uning tur sayan seneng ring kasenian Penting puniki. Yéning sampun asapunika majanten sayan ngakéhang krama sané waged “mapenting”. “Yéning ring manah tiangé wantah ngutamayang mangda krama seneng tur kayun sareng nglestariang seni budaya Karangasem tur prasida marasa bangga tatkala nyarengin kasenian inucap,” dané nugesang. (was)
(83)
BPM/ist
PENTING – Pinaka kasenian kuna tetamian panglingsir, Penting wantah kasenian saking Karangasem. Tatkala katabuhang utamanipun sajeroning Panca Yadnya, piranti Penting patut kajangkepin antuk bebarungan.
Penting, Piranti Kasenian Kuna ring Karangasem
BALI jakti wewidangan sané mabinayan bandingang ring genah sané siosan duaning kawéntenan budaya tradisional tetamian panglingsirnyané kantun akéh sané kapiara sajeroning kahuripan krama. Sujatinné kantun akéh pisan budaya tradisional Bali sané patut kasinahang malih taler kalimbakang mangda prasida kauningayang utamanipun olih para yowanané mangda nénten ical. Sinalih tunggilnyané marupa piranti kasenian tradisional Penting. Piranti kasenian Penting wantah piranti gegambelan utawi tetabuhan sané wénten ring wewidangan Karangasem. Indik arannyané punika kabaosang olih A.A. Gede Krisna Dwipayana, S.Sn., pangarya Penting taler angga Sekaa Penting Merdu Komala Karangasem wantah sangkaning senar utawi sané kawastanin antuk
“pentang” punika kapasang mementang ring piranti inucap tur risampunné kapetik utawi kakoték ngamedalang suara “maklenting” sané ngawinang kawastanin antuk Penting. Piranti sané masaih sakadi puniki malih kabaosang dané taler wénten ring Lombok sané kawastanin antuk Penteng, ring Banjarmasin kawastanin antuk Anting tur ring Jepang kawastanin antuk Taishogoto. Penting puniki kajantenang dané wantah saking Karangasem duaning aran saking dagingdaging ring piranti ipun wantah mabasa Bali, minakadi “kotak résonansi” sané madaging antuk bolongan kawastanin antuk Pelawah, taler tuts anggén ngamedalang titi nada kawastanin antuk Pakécét, wénten malih kawastanin Canten, Pangiret kanggén ngeret-ngombohang Pentang. “Risampunné tiang
polih nunasang ring Gria sané raket kahananipun antuk Puri Karangasem wawu tiang uning yéning Penting puniki sampun wénten saking masan kekunan ring Puri Karangasem kasarengin antuk seni Cekepung, Rebana miwah Rudat. Napi malih ring masan Kolonial Belanda kasenian puniki kasinahang ring acara seni sané mawasta “Ngeraja Kuning” utawi PKB sakadi mangkin sané kanggén antuk nyinggihang Raja Belanda tatkala punika,” baos dané. Malih dané maosang yéning kacingak antuk wangun pirantinnyané sané dumunan wantah kaonan kahananipun saihang ring sané mangkin. Punika ngawinang arang pisan dumun wénten yowana sané kayun “mapenting” yadiastun sujatinné seni punika prasida dados cihna saking Kabupaten Karangasem sakadi Jegog
ring Jembrana. Kahanan seni inucap taler nénten teteg tur ketah ngenah-ilang sakadi baos I Wayan Widana,S.Sos., Manggalaning Sekaa Penting Merdu Komala Karangasem sangkaning polih saking para panglingsirnyané. Inggih punika sadurung warsa 1963 polih ramia krama “mapenting” nanging daweg gejer Gunung Agung malih ical. Wusan punika polih malih medal, sakéwanten ring warsa 1965 wusan biuta Gestok ring Bali malih ical. Polih malih ramia, nanging ngranjing ring warsa 1990-an malih katilarin sangkaning pangauh TV miwah radio. Pamuputné ring warsa 2000-an malih sakakidik kasinahang antuk kakaryanin sekaa kantos prasida sakadi mangkin. Malih Widana maosang, yéning sané dumun suara sané
kasinahang saking Penting wantah Sléndro, sakéwanten sangkaning sampun kalimbakang sinah prasida kamargiang antuk suara Pélog taler Sapta Nada tur ngawinang piranti inucap akéh pisan madaging sorohan titi nada taler prasida kawigunayang ring makudangkudang tembang wiadin tabuh. Minakadi kanggén ngiringang tabuh pagongan, angklungan, pajogédan, selonding miwah sadur napi malih taler ketah kanggén ngiringang tembang pop modérn miwah lagu nasional. “Suara Penting taler ngranjing ring sorohan Panca Gita, punika mawinan ketah piranti puniki kabakta ngayah sajeroning Panca Yadnya antuk tetabuhan sané kaadungang antuk soroh upacara sané kamargiang,” Widana nartayang. (was)
Nabuhang Piranti Penting
Ngoték miwah Ngécét Kamargiang Sinarengan NELEBIN seni tetabuhan tradisional patut uning tur éling ring makudang-kudang soroh tembang sané prasida kamargian. Sané patut taler kauningayang wantah sapunapi parikrama piranti inucap kawigunayang mangda prasida ngamedalang suara sané becik. Asapunika taler ri kala nelebin seni tradisional Penting, duaning sios wangun taler suara sané kamedalang wantah macihna pisan, parikrama nabuh mabinayan, nénten pateh sakadi nabuhang piranti siosan. Manut A.A. Gede Krisna Dwipayana, S.Sn., kramané ring Bali sujatinné aub antuk ngawigunayang piranti seni “Perkusi” utawi piranti sané patut magebug minakadi kendang, gender, miwah sané siosan. Sakéwanten Penting puniki wantah piranti seni “petik” utawi koték sané patut kamargiang sakadi maplalianan gitar. Mawinan tatkala jagi “mapent-
ing”, sané patut kabecikang taler katincapang wantah indik ngoték sadurung ngranjing ring parikrama nabuh. Ngamecikang pangoték inucap sané arang pisan kauningayang, ngawinang parikrama ngiringang tabuh-tabuh pagongan nénten prasida becik kamargiang. Sios punika tetekepan utawi soroh-soroh kekotékan Pentang patut taler kauningayang duaning punika jagi kaadungang antuk soroh-soroh tetabuhan sané kairingang mangda suara sané kamedalang prasida becik tur nyangsih. “Minakadi wénten kotékan satu-satu, wénten sané berbalas, wénten berbalas ping tiga, wénten malih dihidupkandimatikan, wénten taler kotékan sané dihidupkan-dimatikan-dihidupkan,” baos dané. Sios saking kotékan miwah tetekepan, Gung Krisna malih maosang Penting taler madué cihna ngamargiang ngoték ring
tangan kenawan patut sinarengan antuk ngécét utawi sakadi maplalianan piano ring tangan kiwa. Punika wantah méweh pisan duaning ngécét patut ngatih utawi jriji ring pangécet sané nyinahang nada A patut nénten kantun maantugan tatkala sampun ngranjing nada B sané kamedalang saking pangécet siosan. Tetujonnyané mangda nénten kapiragi titi nada sané maadukan minadaki suara Dong sané masawang-sawang antuk suara Deng. Parindikan sané pateh taler kabaosang Wayan Widana, sané pinih méweh ring kasenian Penting wantah ngrereh titi nada antuk ngécét. Sios punika ngenahang Penting ri kala katabuhang puniki wantah patut kaabin tur muncuknyané utawi genah pangiretipun patut kasangka antuk tlapakan batis kenawan mangda nénten maantugan santukan prasida ngawinang suaranyané
“SANTUKAN kanker rahim kurenanipuné sampun rahat, wiyakti tiang ngénkén Ipun nyediaang jinah mangda cukup anggén biaya operasiné. Ipun polih nagih nyelang jinah ring tiang. Tiang ngorin jinah tiangé sampun selaanga ring I Duduk anggéna ngadé carik. Tiang ten uning ipah tiangé mantuk ngambil jinah, napi malih ngangsokang Ipun mangda ngrampok ipah tiangé padidi. Tiang menolak tuduhan punika,” baosné Gusti Gedé Karang. “Titiang taler purun masumpah raganné ngandikain, titiang kenal Ida sampun sué. Titiang percaya, santukan daweg panggih ring I Duduk Ipun taler maosang saking Jeroan. Manah tiangé jagi mulehan siosan. Nanging miragi pandikanné nolékang titiang lepasan mabui kantos ping tiga malih nuldulin manah titiangé ngrereh jinah sané aluh, ngrampok,” aturné Pan Gempol. Nanging Gusti Gedé Karang purun masumpah tetep nénten ngangken. Sios malih ring I Duduk sané panggihina ring Pan Gempol rauh
saking Jero Kawan, nénten ngangken mabaos ngaturang jinah ring Gusti Madé Taman antuk ngadé bangketné. “Titiang yukti kapanggih ring Pan Gempol, amung maosang wau rauh saking jero. Titiang pinaka panyakap bangket druéné sampun biasa ka jero. Napi malih jaga mocorang ring Pan Gempol, sané nénten wénten ubunganné. Ring sang madué bangketé titiang nénten matur yén jinah punika saking Gusti Gedé Karang, ipénné,” aturné I Duduk papolosan. Kalih sasih sesampuné pangangken saking tertuduh (baaké), kacocokang sareng keterangan saksi korban, miwah saksi-saksi siosan saha bukti-bukti jangkep makasami, berkas wicarané raris kalimpahang ka Kejaksaaan Negeri Amlapura pinaka Jaksa Penuntut Umum sané ngajuang ka Pengadilan Negeri Amlapura sané wenang mutusang hukumané. Saking sidang Pengadilan kaping tiga raris kaputusang terdakwa Pan Gempol, Kadék Dogolan miwah sopiré Ketut Nyapnyap mabukti galang apadang iwang
yukti-yukti maak saksi korban dané Gusti Madé Taman. Pinaka terpidana kakeninin hukuman mabui: Pan Gempol 6 tahun, Kadék Dogolan 4 tahun miwah Ketut Nyapnyap 2 tahun mapotong salami sajeroning tahanan. Saksi sané mauwah dados tertuduh sekaa kalawan dusta Gusti Gedé Karang miwah I Duduk nénten mabukti iwang, kabébasang saking tuduhan sami demi Hukum, nanging maka-syarat sang kalih masumpah cor manut Agama Hindu ring Pura Dalem Selat. Sami terpidana ngangken nerima vonis keputusan pengadilan punika. Yadiastun wicarané sampun putus, manut panglokikan para janané marasa kirang puas santukan boya nugi Pan Gempol sané saking Yang Api uning yén Gusti Madé Taman makta jinah antuk ngadéang bangket ring I Duduk yéning nénten wénteh anak mocorang. Indik rencanané Gusti Madé Taman ngwangdéang ngadéang bangketné tan kasidan santukan I Duduk tan ngiring. Ipun marasa méweh maurusan ngiring saingné
BPM/ist
SINARENGAN – Sané dados cihna saking kasenian Penting wantah parikrama nabuhang, patut sinarengan ngamargiang ngoték miwah ngécét mangda prasida ngamedalang suara utawi tembang sakadi sané kaaptiang. kaon. Wayan Widana ngwewehin, tatkala nabuh Penting utamanipun sajeroning upacara patut kasarengin antuk bebarunganipun inggih punika; petuk, kendang kekalih, suling, lincik, gong tulu, kempur miwah sané siosan. Majanten nénten dangan ngadungang suara utawi parikrama Penting antuk piranti-piranti bebarungannyané.
“Indik pentang utawi senar sané kawigunayang inggih punika pitu nyantos sia. Mangkin sampun ngawigunayang senar gitar. Yéning dumun kantun ngawigunayang tali seling véspa sané kabisbis makatihan. Sakéwanten sané dumun pisan kocap ngawigunayang atum, wénten taler sané ngawigunayang tali saking unteng punyan biu sané tipis,” baos dané. (was)
sané sareng ngadé. Jinahé dasa juta durus tunasa ring Gedé Dauh anggén ngentugin panumbas kijangé kawewehin panumbas motor raganné sané taler madol. Ipun sané jaga ngantukang sesampuné petang sasih (usan ngampung). Bunganné 2% ngasasih utawi Rp 200.000,- anggéna nyicil motorné Gusti Ngurah Jelada. Mangkin Luh Méga ngranjing magandéng sareng Gusti Ngurah Jelada nganggé motor anyar. Yukti anut sang kalih kadi masameton. Reramanné, Gedé Dauh miwah Nyoman Padmini lintang rena manggihin pianakné adung pakekalihan ngranjing, malajah, ngurus umah lan tetanduran nénten naen matungkas. Ring manahné marasa walang ati, nénten ké kaungkur numbuhang tresna sané sujati? Napi ké raganné lalis jaga malasang tresnanné sang kalih yén sampun kadung kadaut? Pinaka i rerama, ipun wantah madué pianak asiki Luh Putu Mégantari. Saking dumun ipun mapinehpineh yén sampun pianakné antes masomah jaga kajang-
kepang, ngantén negen dadua utawi pada gelahang sareng mindoné saling kodag Gdé Arya Wicaksana. Yéning wénten sané nyak nyentana, becik taler nuduk mantu. Sinah boya nugi Gusti Ngurah Jelada. Ipun sayang ring pianakné, nanging taler subakti ring Gustinné makasami ring jero. Punika ngawinang Gedé Dauh sareng kurenanné manahné bingung, bungeng, benyut, sami éwuh pakéwuh. Yéning serahang ring pitresnanné Luh Méga sinah manahné culuk maring Gusti Ngurah Jelada. Iwang ké ipun ngolasin, ngiring raganné malinggih jumahné satmaka ngajeng buah simalakama? Pangaptinné dumogi raganné sampun madué gegélan dumunan. Utawi minab sampun kajangkepang sareng mingsikinné Gusti Ayu Citra Andini? Nanging nénten ké jaga ngawinang pianakné nandang kalaran kadi i celepuk ngapé-apé bulan? -0 (Masambung)
Upacara
8 Bebantenan Agnihotra
Upacara Suci Majeng Bhatara Agni SAJERONING kahuripan magama Hindu ring Bali, akéh upacara-upacara sané kamargiang. Upacara yadnya sané kamargiang mawit saking Déwa Yadnya, Rsi Yadnya, Manusa Yadnya, Pitra Yadnya, kantos upacara Bhuta Yadnya. Ring Bali, yadnya sané kamargiang krama kasinahang antuk upakara utawi banten. Yéning ring India, parindikan inucap kawastanin Agnihotra. Upacara Agnihotra taler ketah kamargiang ring Bali. Agnihotra kategesin pinaka upacara sané katujuang majeng Ida Sang Hyang Widhi sajeroning prabhawanida pinaka Ida Bhatara Agni. Agnihotra wantah upacara panyucian Ida Bhatara Agni utawi Déwa Api. Upacara Agnihotra taler kawastanin Homa Yadnya yéning upacara inucap mapaiketan utawi kalaksanayang ring upacara Panca Yadnya. Sastra-sastra sané maosang indik upacara Agnihotra prasida kapanggihin ring kitab-kitab Itihasa, Purana (Kekawin Ramayana) miwah Upanisad minakadi: Swétha Swatara Upanisad, Maitri Upanisad, Prasna Upanisad, miwah Sri Isopanisad. Kabaosang, Bhatara Agni ring wéntuk material api sajeroning kahuripan manusa madué pepitu kawigunan sané mabuat, minakadi: pinaka penerang jiwa taler pikayunan, ngeseng sané kabaos kaon, ngadohang manusa ring roh sané nénten becik, sarana penghubung pantara umat majeng Ida Hyang Widhi, pinaka saksi upacara yadnya, pinaka pandita sané mucukin upacara, miwah pinaka sumber energi. Ri kala ngamargiang upacara Agnihotra, pastika kauncarang kruna “Swaha” wus Hotri (pemimpin upacara Agnihotra) nguncarang mantra. Kruna “Swaha” mateges persembahan suci wantah katuju ring Bhatara Agni. Parindikan tetuek ngamargiang upacara Agnihotra sané kamargiang ring Bali kaumpamiang sakadi umaté nguripang dupa. Daging pamargin upacara Agnihotra wantah pemujaan majeng Bhatara Agni. Sajeroning Atharwa Weda XXVIII.6, kaunggahang “Yatra suharda, sukrtam Agnihotra hutam yatra lokah tam lokam yamniyabhisambhuva sano himsit purusram pasumsca”. Tegesnnyané: Ring dija krama sané pikayunannyané becik meneng, krama sané pikayunannyané degdeg taler dané sané ngamargiang upacara Agnihotra, irika pamucuk désa punika prasida becik ngamargiang tugasnyané, inggian urati ring krama, taler urati ring sarwa beburon. Antuk punika, pamargin upacara Agnihotra madué dasar sastra sané janten mawinan krama sané ngamariang upacara inucap nénten malih marasa bimbang. Krama sané kantun bimbang kaptiang mangda prasida ngresepang tetuek upacara Agnihotra majalaran tetuek umat nguripang dupa. Santukan tatkala dupané kauripang, Bhatara Agni nyinahang kawisésannyané sané agung pinaka “penerang”, yéning ring pamargin upacara taler kasengguh saksi upacara yadnya. (Ida Rsi Bhagawan Smerti Kusuma Wijaya Sebali)
Redité Pon, 2 Juli 2017
Krama Patut Uning Daging Lontar sané Kasungsung RI KALANING maosang lontar, sané kapikayunin olih parajanané wantah parindikan tenget wiadin pingit. Lontar kawiaktianipun wantah sarana nyurat daweg riin sadurung wénten buku sakadi mangkiné, mawinan lontar nénten tenget kawéntenannyané. Tenget utawi nénten lontar punika, prasida kaselehin saking daging lontar mawinan nénten makasamian daging lontaré kasengguh tenget. Wiwilan sakadi punika sané ngawinang krama nénten purun ngobat-abit tetamian lontar sané kaduénang. Napimalih yéning lontar inucap kasungsung utawi kalinggihang ring kamar suci wiadin ring pura. Parindikan inucap sané ngawinang salami puniki akéh lontar druén krama sané usak santukan nénten kaupapira becik. Ajawera pingitakena, manawi kruna sané ketah kauningin majeng sané seneng ngwacén lontar. Kasujatiannyané, boya lontar sané ngawinang tenget, sakéwanten daging lontar inucap sané pacang nyinahang lontar inucap katengetang utawi nénten. Kadasarin antuk punika, mabuat kawéntenanipun nguwah pamikayun krama ngeninin indik lontar ring Bali, mawinan krama purun mreténin saha uning ring daging tetamian lontar sané kaduénang. Santukan akéh pisan lontar pinaka rekam kehidupan nenek moyang sané macécéran kawéntenanipun, nénten kaupapira kantos akéhan sané usak wiréh krama nénten uning carané ngupapira. Napimalih sampun dumunan marasa jejeh, takut tulah, buduh, utawi sané tiosan. Santukan punika, utsaha Dinas Kebudayaan majalaran Penyuluh Bahasa Bali sajeroning pamargin konservasi lontar
madué pabuat sané mautama sajeroning ngemit warisan “pengetahuan” sané kasurat sajeroning naskah lontar. Minakadi konservasi lontar sané kamargiang Penyuluh Bahasa Bali Kabupaten Karangasem ring Dusun Meranggi, Désa Muncan, Kecamatan Selat, Karangasem daweg raina Redité (25/6) lintang. Makudangkudang cakep lontar mawali kakonservasi Penyuluh Bahasa Bali. Ring Dusun Meranggi, Selat Karangasem, kapanggihin Lontar Usana Bali sané kasimpen tur kasungsung krama Dadia Sira Arya Kenceng. Lontar Usana puniki sifat-nyané profan mawinan arang kaduénang utawi kasungsung krama. Lontar Usana Bali sané kasungsung warga Dadia Sira Arya Kenceng puniki madaging indik lelintihan warga Bendésa miwah Tangkas, taler katarka pinaka agem-ageman Ida Dalem Anom Pemahyun majeng ring Sira Bendesa. Sajeroning konservasi inucap taler kapanggihin Slokantara sané yusannyané sampun 81 warsa, kasurat sadurung kemerdekaan RI. Panglingsir Dadia Arya Kenceng Meranggi Wayan Gunartha, nyanggra becik kawéntenan Penyuluh Bahasa Bali sané sampun ngamargiang utsaha konservasi lontar antuk tetujon nylametang kawéntenan lontar-lontar ring Bali. Manggalaning Penyuluh Bahasa Bali Provinsi Bali, I Nyoman Suka Ardiyasa negesang indik mabuatnyané konservasi lontar pinaka sinalih tunggil utsaha pelestarian saha perlindungan majeng naskahnaskah lontar sané wénten ring pakraman santukan dagingnyané mabuat pinaka rekaman kahuripan krama Bali daweg nguni. (uma)
BPM/ist
KONSERVASI - Penyuluh Bahasa Bali Kabupaten Karangasem ngamargiang konservasi lontar ring Dusun Meranggi, Désa Muncan, Kecamatan Selat, Karangasem daweg raina Redité (25/6) lintang.
”Kreasi” Daun Lontar Dados ”Souvenir” Kipas SATIOS kawigunayang “media” nyurat akasara Bali, daun lontar taler ketah kawigunanipin. Minakadi kaolah dados makudang-kudang sou-
venir sané macihna pisan kawéntenanipun. Sinalih tunggil souvenir saking daun lontar minakadi kipas. Kipas saking daun lontar puniki
PBM/ist
KIPAS – Asil kreasi daun lontar marupa kipas antuk lambang Pemprov Bali miwah madaging iasan patra kapamerang ring Pesta Kesenian Bali (PKB) ring stand Penyuluh Bahasa Bali sané magenah ring Gedung Ksirarnawa.
wantah asil kreasi saking Penyuluh Bahasa Bali Kabupaten Karangasem sané macihna khas Bali tur madué nilai seni tinggi. Asil kreasi daun lontar marupa kipas antuk lambang Pemprov Bali miwah madaging iasan patra puniki kapamerang ring Pesta Kesenian Bali (PKB) ring stand Penyuluh Bahasa Bali sané magenah ring Gedung Ksirarnawa. I Gusti Agung Rai Mayuni, S.Pd, Penyuluh Bahasa Bali sané polih amongan ring Desa Lokasari, Kecamatan Sidemen, Karangasem sapisanan sané makarya kipas inucap nguningayang, kréasi sané kakaryanin wantah pinaka “terobosan” anyar sajeroning ngolah daun lontar dados souvenir Bali. “Antuk kreasi puniki, titiang mapangapti prasida ngicén wesana becik majeng kinerja Penyuluh Bahasa Bali saha nampik wecana yéning pakaryan Penyuluh Bahasa Bali salami puniki wantah ngebeg lontar,” baos dané. Asil karya marupa kipas daun lontar puniki kasanggra becik olih Ibu Nyonya Pastika tatkala dané ngrauhin stand Penyuluh Bahasa Bali daweg tanggal 21 Juni 2017 lintang. Dané mapangapti mangda kipas antuk daun lontar puniki prasida manados souvenir khas Bali ri kala wénten acara-acara ageng ring Bali. (uma)
Satua
Ida Bhatara Gana
Olih : Madé Taro
KAHANAN inucap kapanggihin olih Bhatara Wraspati sané tatkala punika wénten nampek saking genah Ida Bhatara Kama. Ida nguntul ring ajeng Bhatara Siwa saha ngaturang indik pikobet sané nibénin Suargaloka. “Wantah Putran Ratu sané prasida ngicalang kasungsutan puniki. Punika mawinan Ratu patut gelis matemu sareng Ida Bhatari Uma saha rarianang dumun payogan Ratuné,” atur Bhatara Wraspati. Ida Bhatara Siwa wantah meneng nénten mabaos. Antuk suara ngreremih Bhatara Wraspati nglantur mabaos, “Sakéwanten nasi sampun dados bubuh. Rencana punika sampun nénten maguna santukan Ratu sampun mademang Bhatari Kama. Sapunapiang antuk kahuripan puniki yéning nénten wénten rasa tresna?” Mirengang bebaosan sakadi punika, Bhatara Siwa marasa sebet. Nanging, sapunaping ja, sukil pacang ngrarianang payogan Ida Bhatara Siwa. “Nah!” cawis Bhatara Siwa, “Yadiastun Gelah tusing bareng mayudha, Gelah bakal ngwantu. Nilarudraka patut kakaonang saha wibawan Swargaloka patut katincapang!” Ida Bhatara Siwa ngamecikang linggih. Wus musatang pikayunan, Bhatara Siwa raris nguripang malih Bhatari Kama. Sakéwanten nénten malih dados widyadari, nanging marupa api asmara sané ngrangsuk ring anggang sang lanang-istri. Api asmara sané mapasahan punika setata meled masikian. Ri kala punika taler Bhatara Siwa seneng ring Bhatari Uma. Punika mawinan Ida Bhatara Siwa nyenalang galah matemu ring Bhatari Uma. Nénten sué, Ida Bhatari Uma mobot. Ida Bhatara Siwa taler mawali nglanturang payoganidané ring Gunung Mahameru. Mirengang gatra Ida Bhatari Uma mobot, para déwata marasa lintang bagia. Samian para Déwatané ngrauhin genah Ida Bhatari Uma antuk nglinggihin Gajah Airawata, druén Bhatara Indra. Ida Bhatari Uma lintang bagia ring kahanané punika. Sakéwanten ri sampuné manggihin gajah sané kalintang ageng, Ida tengkejut. (Masambung)
Rédaksi nerima reriptan marupa artikel (paling akéh 3500 huruf), satua ringkes (paling akéh 6000 huruf), puisi, geguritan miwah sané siosan. Reriptan mangda kakirim ring alamat: Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email: bali_orti@balipost.co.id.
MINGGU PON, 2 JULI 2017
9
SPORT Melawan Kutukan Juara
Krestovskyi – Partai puncak Piala Konfederasi 2017 akan mempertemukan Chile dan Jerman. Laga tersebut akan dihelat di Stadion Krestovskyi, Rusia, Senin (3/7) dini hari nanti. Menanti juara baru menjadi tajuk dalam laga tersebut. Dalam catatan sejarah kedua tim belum pernah sekalipun mencicipi trofi Piala Konfederasi. Tahu Chile akan menjadi lawannya di final, pelatih Jerman, Joachim Loew mengaku antusias. Sebelumnya kedua tim bertemu di fase grup dan mengakhiri laga dengan skor imbang 1-1. “Secara pribadi saya sangat senang bisa berhadapan dengan Chile lagi. Mengapa? Karena di awal laga melawan Chile, kami mempunyai sedikit perasaan bahwa hasil imbang tak cukup buat kami,” kata Loew Sabtu(1/7) kemarin. “Dan sekarang kami bisa membuktikan diri lagi bisa menghadapi tim level atas. Itulah mengapa kami di sini, di turnamen untuk bertanding melawan tim top,” lanjutnya. Namun, jangan lupakan kutukan di Piala Konfederasi. Ada sebuah kutukan yang menaungi juara Piala Konfederasi, yaitu gagal di Piala Dunia setahun kemudian. Hal ini dialami oleh Brasil, Prancis dan Meksiko. Sebelumnya, Brasil menjadi kampiun di Piala Konfederasi setelah menaklukkan Spanyol 3-0 di final 2013 lalu. Namun di Piala Dunia 2014, mereka gagal setelah takluk 1-7 oleh Jerman di babak semifinal. Turun dengan skuat muda di Piala Konfederasi 2017, Jerman awalnya sempat diremehkan. Namun, saat ini mereka menjadi calon kuat menjadi juara. Kekuatan baru dijajal oleh Joachim Loew di Piala Konfederasi 2017. Pemain-pemain bintang seperti Manuel Neuer, Mesut Oezil, Marcus Reus dan Mats Hummels diistirahatkan demi bisa tampil prima di Piala Dunia 2018 mendatang. Tujuan awal Jerman di ajang ini sebenarnya bukan menjadi juara, melainkan untuk mematangkan pemain muda. Hal ini diutarakan oleh manajer Timnas Jerman, Olivier Bierhoff, di awal turnamen. Tampil tanpa beban, mereka sukses menunjukkan kualitasnya. Terbukti di perjalanan Jerman menuju puncak yang terbilang mulus. Mereka menjadi pemuncak klasemen Grup B dan melumat Meksiko dengan skor telak 4-1 di partai semifinal. Tercatat, skuat muda Jerman sukses mencetak total 11 gol di empat laga terakhirnya. Modal ini dinilai cukup untuk menghadapi Chile di partai puncak. Kapten Der Panzer, Julian Draxler, optimistis Jerman bisa mencatat sejarah baru dengan menjuarai Piala Konfederasi 2017. “Kami menjadi lebih baik saat turnamen berlangsung. Mengalahkan Meksiko 4-1 di semifinal adalah segalanya. Kami harus memberikan segalanya di pertandingan terakhir di final,” kata Draxler. Chile Menanti Hattrick Gelar Kemenangan di laga ini berarti lebih bagi La Roja, sebab trofi Piala Konfederasi bisa menjadi trofi ketiga mereka secara beruntun. Sebelumnya Chile sukses menjadi kampiun di dua ajang terakhir, yaitu Copa America 2015 dan Copa America Centenario 2016 lalu. Dua trofi didapatkan Chile setelah mengandaskan perlawanan Argentina di partai puncak. Uniknya, Chile menang di babak adu penalti. Di final Copa America 2015, Chile mengandaskan Argentina melalui babak adu penalti dengan skor 4-1 dan menang 4-2 pada 2016 lalu. Dan untuk mewujudkan mimpi meraih gelar ketiga, Chile harus lebih dulu menaklukkan Jerman di partai puncak. Laga ini diprediksi berlangsung ketat. Skor imbang 1-1 di pertemuan sebelumnya di fase grup Piala Konfederasi 2017 lalu menjadi bukti. Adu penalti untuk menentukan pemenang kemungkinan besar akan terjadi. Kondisi ini sudah diantisipasi Chile, sebab kiper Claudio Bravo dalam performa terbaik. Sebelumnya dia mengantisipasi semua algojo Portugal dan La Roja menang dengan skor 3-0 di babak adu penalti. Pelatih Chile, Antonio Pizzi, memuji kualitas penjaga gawang Manchester City ini. “Dalam babak adu penalti, Claudio Bravo tampil mengagumkan dan pemain kami bisa mencetak gol. Saya rasa kami pantas berada di final,” kata Pizzi, seperti dilansir mid-day. “Claudio benar-benar sudah menganalisis dengan baik lawan-lawannya. Dia sudah siap untuk mengantisipasi hal ini. Atas alasan tersebut kami bisa menang di babak adu penalti,” tutur dia. (kmb33/rtr)
BPM/rtr
HAL 12
Final Piala Konfederasi
Pembuktian Dua Negara Beda Benua Krestovskyi -
Setelah kurang lebih dua minggu diselenggarakan, Pagelaran Piala Konfederasi 2017 akhirnya mencapai puncaknya. Dua tim terbaik di turnamen ini, Chile dan Jerman akan kembali bertarung di Stadion Krestovskyi pada hari Senin (3/7) dini hari nanti. Pertandingan ini bisa dikatakan sebagai partai ulangan pertandingan fase grup yang lalu. Pada awal kompetisi, kedua tim ini tergabung di Grup B, di mana pertandingan kedua tim ini berakhir dengan hasil imbang. Untuk itu laga ini benar-benar menjadi laga pembuktian siapa yang terbaik di antara kedua tim ini. Kedua negara memiliki performa berbeda di sepanjang turnamen ini. Jerman berhasil keluar sebagai juara grup dengan dua kemenangan dan satu hasil seri, sementara Chile menjadi runner up grup B dengan mengoleksi 1 kemenangan dan 2 hasil seri. Di fase knockout, Timnas Chile berhasil menyingkirkan Timnas Portugal melalui babak adu penalti. Sementara lawan mereka, Jerman sukses mempermalukan Timnas Meksiko dengan skor 4-1 di babak semi final. Partai final ini bisa dikatakan akan menjadi pertempuran tim dengan serangan terbaik melawan tim dengan pertahanan terbaik. Timnas Chile tercatat sebagai tim dengan pertahanan terbaik di mana mereka hanya kebobolan dua gol sepanjang turnamen ini. Di sisi lain, kubu Der Panzer tercatat memiliki lini se-
rang yang mematikan di mana mereka sudah mencetak 11 gol pada turnamen ini. Untuk itu menarik untuk disaksikan bagaimana jalannya pertandingan di Kota Saints Petersburg nanti. Jelang laga ini pelatih Joachim Loew juga dikabarkan tidak memiliki masalah cedera berarti pada laga ini. Para young guns Jerman dipastikan bisa tampil semua untuk menghadapi perlawanan juara Amerika Selatan tersebut. Loew meminta timnya tampil lebih baik lagi pada partai final. “Tidak diragukan Cile adalah lawan terkuat di turnamen ini. Kami tahu permainan mereka dengan cukup baik. Saya yakin mereka akan tampil dengan kekuatan penuh di final,” kata Loew, Sabtu (1/7) kemarin. Loew menilai Cile merupakan tim dengan organisasi permainan yang fleksibel. Selain itu, Arturo Vidal dkk juga mengalami perkembangan positif dan sangat bagus. “Laga ini juga akan membutuhkan banyak pekerjaan di lini pertahanan. Kami harus lebih menekan dan membuat mereka kesulitan,” ujar dia. Loew sendiri diprediksi akan memainkan
skema 3-4-2-1, di mana Timo Werner akan diplot sebagai ujung tombak pada laga ini, di bantu oleh kehadiran dua playmaker Julian Draxler dan Lars Stindl. Di lini tengah Leon Goretzka dan Sebastian Rudy akan bertugas mengatur aliran bola, sementara Marc Andre Ter Stegen akan kembali mengawal gawang Jerman pada laga ini. Menurut Loew, timnya harus terus memperbaiki sistem pertahanan. Dari empat laga sejak fase grup, gawang Jerman selalu kebobolan. “Banyak pekerjaan harus kami lakukan untuk memperbaiki sektor pertahanan,” katanya. Sebaliknya di kubu lawan sang pelatih Juan Antonio Pizzi masih harap-harap cemas sebab pahlawan mereka di Semi final, Claudio Bravo masih mengalami cedera ringan. Namun sang pelatih masih berharap sang kiper dapat tampil. Andai kata Bravo tetap belum bisa bermain, maka Pizzi kembali menggunakan kiper Club Universidad de Chile, Johnny Herrera. Pada laga pertama, melawan Kamerun, Herrera nyaris tak bekerja keras. Pasalnya, dari
delapan tembakan ke gawang yang dilepas Kamerun, hanya satu yang tepat mengarah ke gawang, dan menuntutnya bertindak. Hanya saja, lawan berikutnya adalah Jerman, yang di laga pertamanya saja melepaskan 18 tembakan ke gawang, dan enam di antaranya mengarah tepat ke gawang Australia. Meski begitu, Herrera mendapat dukungan dari Arturo Salah, Presiden ANFP, atau Asosiasi Pesepak Bola Profesional di Cile. Dia selalu berperan besar dalam setiap laga penting Universidad de Cile,” ujar Salah. Namun, kabar baik tetap ada untuk Chile. Mereka akan diperkuat oleh Alexis Sanchez sejak awal pertandingan. Sanchez sudah sembuh dari cedera di pergelangan kakinya. Bahkan dia sudah terlihat latihan bersama rekan-rekannya. Maka, besar kemungkinan Sanchez akan diturunkan sejak awal pertandingan. Pizzi diperkirakan akan kembali menurunkan skema 4-3-3, di mana trisula maut Sanchez, Eduardo Vargas dan Jose Fuanzelida akan menjadi juru gedor mereka pada laga ini. Di lini tengah, trio Pablo hernandez, Charles Aranguiz dan Arturo Vidal akan bertugas mengatur aliran bola, sementara Claudio Bravo akan kembali ditempatkan di bawah mistar gawang Chile. Laga ini diprediksi akan berlangsung sangat menarik. (kmb33/rtr/ap)
Perkiraan Susunan Pemain Chile (4-3-3): Bravo; Beausejour, Medel, Jara, Isla; Hernandez, Vidal, Aranguiz; Sanchez, Vargas, Fuenzalida Jerman (3-4-2-1): Ter Stegen; Ginter, Rudiger, Kimmich; Hector, Goretzka, Rudy, Henrichs; Stindl, Draxler; Werner Statistik Kedua Tim Head to Head 23/06/17 Jerman 06/03/14 Jerman
1 - 1 1 - 0
Chile (Piala Konfedrasi) Chile (Uji Coba)
Lima Pertandingan Terakhir Chile (K-M-S-S-M) 14/06/17 19/06/17 23/06/17 25/06/17 29/06/17
Rumania Kamerun Jerman Chile Portugal
3 - 2 0 - 2 1 - 1 1 - 1 0 - 0
Chile (Uji Coba) Chile (Piala Konfederasi) Chile (Piala Konfedrasi) Australia (Piala Konfederasi) P Chile (Piala Konfederasi)
Lima Pertandingan Terakhir Jerman (M-M-S-M-M) BPM/rtr
MENANG - Pemain belakang Chile Gary Medel dan kiper Claudio Bravo merayakan kemenangan timnya atas Portugal di semifinal Piala Konfederasi. Chile menang 3-0 melalui drama adu penalti.
Vidal Bantah Lecehkan Ronaldo
Pelatih Chile Juan Antonio Pizzi
Pacquiao Tak Boleh Jumawa
Krestovskyi – Arturo Vidal membuat heboh media Eropa karena dinilai telah mengejek Cristiano Ronaldo. Setelah pertandingan antara Chile melawan Australia, Vidal melontarkan ejekan keras kepada CR7. Vidal mengatakan bahwa Ronaldo adalah pemain sok pintar. Bagi Vidal sosok Ronaldo itu sudah dianggap seperti tidak ada. Ucapan Vidal itu disampaikan kepada para jurnalis asal Rusia jelang partai antara keduanya. Kemudian media-media besar di Eropa mengutip pemberitaan itu dan ucapan Vidal pun menjadi headline di seantero Eropa. Masalahnya, Vidal tidak pernah mengatakan hal itu. Asosiasi Sepakbola Chile FFCh sampai merasa perlu membuat klarifikasi perihal kesalahpahaman itu. Vidal
tidak pernah menghina atau mengejek Ronaldo di depan para wartawan. Ucapan Vidal salah diterjemahkan oleh para jurnalis Rusia sehingga membuat heboh. Ucapan Vidal yang sebenarnya cukup wajar dan tidak kelewat batas, malah cenderung memuji Ronaldo. “Cristiano adalah pemain yang saat ini tengah berada dalam performa yang sangat baik. Tapi kami akan bermain melawan Portugal, bukan cuma dia saja,” demikian ucapan Vidal seperti klarifikasi pihak Chile, Sabtu (1/7) kemarin. Chile dan Portugal telah bertemu di semifinal Piala Konfederasi dimana Chile unggul melalui drama adu penalti. (kmb33/rtr)
11/06/17 19/06/17 23/06/17 25/06/17 30/06/17
Jerman Australia Jerman Jerman Jerman
7-0 2-3 1-1 3-1 4-1
San Marino (Uji Coba) Jerman (Piala Konfederasi) Chile (Piala Konfederasi) Kamerun (Piala Konfederasi) Meksiko (Piala Konfederasi)
OLAHRAGA
10
Minggu Pon, 2 Juli 2017
Messi Gelar Pernikahan Mewah
Rosario – Status Lionel Messi sebagai megabintang dunia sepak bola membuat pesta pernikahannya berjalan ramai dan meriah. Messi kini sudah berikrar sehidup-semati dengan Antonella Roccuzzo, perempuan yang ia kenal sedari masih bocah dan telah dipacarinya sejak tahun 2008 lalu. Pernikahan dilangsungkan di Rosario, Argentina, Jumat (30/6) lalu di kota tempat Messi lahir 30 tahun lalu dan juga tempatnya kali pertama mengenal sang istri yang sudah memberinya dua orang putra tersebut. Messi mengundang sekitar 1.200 undangan dan 150 wartawan peliput dari seluruh dunia. Dari 1.200 undangan, terdapat kerabat Messi di Barcelona dan juga Timnas Argentina. Beberapa pemain bola dari klub lain seperti Dani Alves pun ikut hadiri pernikahan sobatnya ini. Uniknya, Messi hanya mengundang tiga pemain yang pernah bermain untuk Real Madrid. Itu pun karena ketiganya merupakan sobat Messi di Timnas Argentina. Mereka adalah Fernando Gago, Angel Di Maria dan Gonzalo Higuain. Sedangkan pemain Real Ma-
drid lainnya tak ada yang diundang satupun ke pernikahan Messi. Bahkan, Cristiano Ronaldo juga tak masuk dalam daftar tamu. Meski tak ada permusuhan antara kedua pemain ini. Tampak hanya Angel Di Maria yang datang ke pernikahan Messi. Messi juga tidak mengundang para pelatih yang pernah membesutnya. Tak hanya Luis Enrique yang baru saja meninggalkan Barcelona, tapi juga Josep Guardiola dan Frank Rijkaard yang tidak diundang. Bahkan, Diego Maradona juga tak masuk dalam undangan Messi. Sedangkan Andres Iniesta tak bisa hadir. Soalnya pernikahan Messi bertepatan dengan kelahiran anak ketiganya. Penyerang Barcelona Neymar Jr ikut menikmati pesta pernikahan rekannya itu. Dalam akun Instagram-nya, Neymar menulis ucapan selamat kepada Messi dan Antonella. Dia mengunggah sebuah foto bersama sang mempelai pria yang terlihat tampan dengan tuksedo berdasi silver. “Saya selalu mendoakan yang terbaik untukmu, saudaraku. Selamat!” tulis Neymar dalam bahasa Spanyol.
Pernikahan Messi dan Antonella diadakan di tengah libur kompetisi dan dijuluki Wedding of the Century atau terbaik abad ini. Pemain Barcelona lainnya juga hadir, seperti Luis Suarez, Gerard Pique, Sergio Busquets, Javier Mascherano dan Jordi Alba. Penyanyi dan penulis lagu Argentina Abel Pintos menjadi pengisi acara dalam resepsi ini. Yang mengejutkan, kekasih Gerard Pique, Shakira, juga menyumbangkan suara emasnya. Seorang sumber sempat mengklaim Shakira kesulitan mengatur jadwal, tapi akhirnya ibu dari dua anak tersebut bisa terbang ke Argentina. Kedatangan penyanyi asal Kolombia ini menepis rumor hubungan tidak baik dirinya dengan Antonella Roccuzzo. Sebelum pernikahan Messi dan Antonella digelar, sejumlah pesepak bola juga mengikat janji setia dengan pasangannya. Seperti bek Manchester United (MU) Chris Smalling dengan Sam Cooke, penyerang Real Madrid Alvaro Morata dengan Alice Campello, sampai pernikahan tertutup bomber Atletico Madrid Antoine Griezmann dengan Erika Choperena. (kmb33/rtr)
JUARA - Tim Nasional Jerman merayakan keberhasilan mereka meraih gelar Juara Piala Eropa U-21.
Jerman Juara Piala Eropa U-21 Krakow – Jerman tampil sebagai juara Euro U-21 2017 setelah di partai final di Krakow, Polandia, Sabtu (01/07) kemarin sukses mengalahkan Spanyol dengan skor 1-0. Spanyol sebenarnya lebih diunggulkan di partai tersebut. Akan tetapi, Jerman mampu tampil kokoh utamanya dalam bertahan dan bisa unggul melalui sundulan apik Mitchell Weiser di babak pertama.
BPM/ap
PERNIKAHAN - Lionel Messi dan istrinya, Antonella Roccuzzo, di pesta pernikahan mereka.
Watford Ingin Bajak Talenta Muda Chelsea
London Watford dikabarkan tengah menaruh minat terhadap gelandang muda Chelsea, Nathaniel Chalobah. The Hornets kabarnya ingin mencoba mendatangkan sang pemain pada bursa transfer musim panas ini. Gelandang berusia 22 tahun ini merupakan salah satu talenta muda asli Inggris. Ia menjadi salah satu talenta muda The Blues yang diorbitkan oleh Antonio Conte musim lalu. Chalobah sendiri kontraknya akan habis pada tahun 2018 mendatang. Namun, hingga saat ini tidak terlihat niat dari manajemen Chelsea untuk memperpanjang kontraknya, sehingga ia
BPM/rtr
Nathaniel Chalobah
disebut ingin hengkang dari Stamford Bridge. Menurut laporan harian setempat, Sabtu (1/7) ke-
marin, kubu Watford menyadari situasi kontrak Chalobah di Chelsea. Untuk itu mereka akan mencoba untuk mendatangkan pemain Timnas Inggris U-21 itu pada bursa transfer kali ini. Chalobah sendiri kabarnya menjadi salah satu pemain yang disukai oleh pelatih The Hornets, Marco Silva. Silva disebut menyukai gaya bermain Chalobah dan ingin mendapat kesempatan untuk melatih sang pemain. Chalobah sendiri sejatinya bukan sosok yang asing di Watford. Pada musim 2012/2013 silam ia sempat dipinjamkan ke Vicarage Road, di mana ia mencetak 5 gol dari 38 penampilan bagi The Hornets. (kmb33/ap)
Kunci Stadion Tak Ada
Pertandingan Batal Digelar Praia – Sebuah insiden besar, di negara asalnya sana, terjadi ketika sebuah laga sepak bola skala nasional batal dimainkan karena kunci masuk stadion tidak ditemukan. Kejadian itu terjadi di Tanjung Verde. Pentasnya partai semifinal kejuaraan nasional di negara yang terletak di wilayah pesisir barat Afrika tersebut. Ultramarina dan Mindelense dijadwalkan untuk
memainkan partai leg pertama semifinal Kejuaraan Sepak bola Tanjung Verde di Stadion Orlando Rodrigues pada tengah pekan ini. Akan tetapi, pertandingan itu batal dimainkan setelah petugas dari Federasi Sepak bola Tanjung Verde (FCF), yang memegang kunci masuk stadion, tidak kunjung datang. “Kunci cadangan juga tidak bisa ditemukan, membuat para pemain, ofisial, dan suporter terkunci di luar
stadion selama 2 jam,” sebut pernyataan FCF, Sabtu(1/7) kemarin. Akibat insiden buruk dalam kancah sepak bola di Tanjung Verde itu FCF kini menjajaki kemungkinan untuk memberi sanksi kepada Ultramarina, yang di laga tersebut bertindak sebagai tuan rumah. FCF juga telah menginstruksikan agar partai leg kedua tetap dimainkan pada hari ini, kendatipun pertandingan leg pertama belum dilangsungkan. (kmb33/rtr)
BPM/rtr
STADION - Stadion Orlando Rodrigues saat digunakan untuk pertandingan beberapa waktu yang lalu.
BPM/ap
Spanyol membuka laga dengan tempo cukup cepat. Mereka berusaha untuk bisa mencetak gol secepat mungkin dengan mengandalkan umpan-umpan pendek antarpemain. Jerman awalnya sempat kewalahan, namun secara perlahan bisa mengimbangi permainan Spanyol. Bahkan, seranganserangan mereka bisa lebih efektif. Bahkan di menit ke-8 serangan dari sundulan Max Meyer mengenai tiang gawang kanan lawan. Lalu di menit ke-21 ada peluang apik dari Gnabry setelah mendapat umpan tendangan bebas. Sayang sepakannya dari jarak dekat masih bisa diamankan Arrizabalaga. Usaha Jerman akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-40. Serangan mereka dari sisi kiri tidak bisa dibendung pemain Spanyol. Jeremy Toljan pun bisa mengirim umpan silang ke tengah kotak penalti, yang disambut tandukan Weiser ke tiang jauh. Gol tersebut jadi penutup laga babak pertama. Di babak kedua, Spanyol tampil lebih bagus. Marco Asensio dan kawan-kawan pun bisa menekan pertahanan Jerman. Salah satunya dari Saul yang melepas sepakan dari ujung kotak penalti. Namun bola masih bisa dihalau keluar Pollersbeck. Di menit 72, Spanyol juga mendapat peluang cukup bagus. Ceballos berhasil mengungguli dua defender Jerman dalam duel udara. Sayang bola tandukannya melebar ke kiri gawang. Pada akhirnya sampai laga babak kedua berakhir, plus tambahan waktu empat
menit, Jerman tetap bisa mempertahankan keunggulan satu gol mereka. Pelatih tim nasional Jerman, Stefan Kuntz, mengucapkan selamat kepada Spanyol yang dianggapnya lawan yang sangat kuat. “Tidak mudah melawan Spanyol saat mereka berusaha membangun serangan,” kata Kuntz. Kuntz kemudian menyebutkan beberapa faktor di balik keberhasilan tim meraih kemenangan. “Pemain saya sangat baik saat berduel satu lawan satu. Kami berbicara empat poin yang dibukukan sebelum laga,” kata Kuntz. “Kami berbicara soal tubuh tubuh, untuk bisa menampilkan performa terbaik mereka. Kami berbicara soal kepala, yang harus tenang. Mereka melakukan itu, terlepas selama 15 sampai 20 menit Spanyol melancarkan tekanan,” ucapnya lagi. Dengan keberhasilan ini, Kuntz menilai bahwa ada sekitar delapan atau sembilan orang timnya akan menjadi pemain besar. “Namun, saya telah mengatakan kepada mereka bahwa jika menang, semua orang akan mengingat Anda,” ujar Kuntz. “Saya pikir, saat adu penalti di semifinal, sekitar 10 juta orang di Jerman menyaksikannya. Jadi, reputasi pemain saya sangat tinggi saat ini,” kata mantan pemain timnas Jerman itu. Gelar ini adalah yang kedua bagi Jerman. Kali pertama mereka naik podium juara adalah pada 2009 di Swedia yang diperkuat Mesut Oezil dan Manuel Neuer. Meski harus finis sebagai runner-up, tapi
setidaknya Spanyol punya dua pemain yang merebut gelar individu. Di kategori pencetak gol terbanyak dan pemain terbaik turnamen, Tim Matador menjadi yang terbaik. Saul Niguez menjadi top skorer dengan torehan lima gol dari empat pertandingan. Meski gagal menambah gol di laga final, jumlah gol Saul tak terkejar oleh Marco Asensio dan Bruma yang jadi pesaing terdekat dengan tiga gol. Saul mencetak masingmasing satu gol saat melawan Makedonia dan Portugal di fase grup, lalu memborong tiga gol saat menghadapi Italia di semifinal. Sementara itu, Dani Ceballos menjadi pemain terbaik turnamen. Ceballos memang cuma bikin satu assist dan tak mencetak gol di empat penampilan, tapi para pengamat menyebut pemain Real Betis itu menunjukkan kualitas dan kontrol permainan cemerlang. Stok Pemain Muda Melihat perfomance Panser muda selama perhelatan ini, tak salah jika Jerman di beberapa tahun mendatang masih bisa percaya diri untuk tetap menyandang sebagai raksasa Eropa, bahkan dunia. Deretan pemain yang berlaga di Polandia tahun ini bisa dibilang sebagai generasi moncer Jerman. Stefan Kuntz begitu piawai meramu sejumlah pemain muda potensial yang berasal dari klub Bundesliga atau Bundesliga 2. Dari kiper misalnya, sosok Julian Pollersbeck dianggap sebagai salah satu kiper masa depan untuk Timnas Jerman.
Bertinggi badan 1,95 m, Pollersbeck memulai karier profesionalnya dengan bergabung ke 1.FC K’lautern pada 2013 lalu. Kabarnya seperti dikutip dari transfermarket.com (28/6) lalu, musim depan kiper berambut pirang ini akan jajal Bundesliga dengan bergabung ke Hamburg. Dari kiper, kita menuju ke barisan pertahanan. Kuntz untuk perhelatan Euro U-21 memanggil sejumlah nama bek potensial seperti full back Hoffenheim II, Jeremy Toljan, lalu ada nama Marc Oliver Kempf yan bermain apik di Bundesliga musim 2016/17 bersama Eintracht Frankfurt. Di lini tengah, Timnas muda Jerman memiliki stok gelandang muda berbakat. Seperti sang kapten mereka, Maximilian Arnold. Pemuda berusia 23 tahun ini tidak hanya jadi motor bagi Timnas Jerman di Euro U-21 namun juga untuk klubnya, VFL Wolfsburg. Selama musim 2016/17, Arnold mampu catatkan 2 gol dan 3 assits dari 32 caps. Selain Arnold, tentu saja ada nama Max Meyer, gelandang serang yang disebutsebut sebagai The Next Mesut Ozil di lini tengah Jerman. Meyer juga jadi pemain andalan di klubnya FC Schalke 04 sejak 2013 silam, sebelumnya Meyer tercatat bermian untuk FC Schalke 04 U-19. Lalu ada nama Mitchell Weiser, gelandang Hertha Berlin ini juga bisa dibilang sebagai gelandang yang bakal jadi peman sentral di lini tengah Timnas senior Jerman di beberapa tahun mendatang. Minus sejumlah pemain muda lain yang tengah membela Timnas senior di Piala Konfederasi, bukan tidak mungkin Panser Jerman akan terus mendaulat dirinya sebagai ‘Raja Turnamen’. (kmb33/ap/rtr)
Suso Tunggu Kontrak Baru dari Milan Meski Diminati Klub-klub Liga Champions
Milan – Suso menegaskan kesetiaannya untuk AC Milan. Penyerang 23 tahun itu ingin bertahan meski diminati klub-klub pemilik tiket Liga Champions. Suso bergabung dengan Milan era Filippo Inzaghi pada Januari 2015 silam dari Liverpool. Pemain asal Spanyol itu lantas sempat menjalani periode sulit di bawah kepelatihan Sinisa Mihajlovic yang menggantikan Inzaghi. Dia sempat dipinjamkan ke Genoa selama setengah musim sejak Januari 2016 lalu. Tapi era baru Milan di bawah Vincenzo Montella menghidupkan kembali kariernya. Di musim 2016-2017 kemarin, Suso menjadi andalan di lini depan dengan tampil 34 kali di Serie A. Mantan pemain Liverpool itu mencetak tujuh gol dan sembilan assist sepanjang kampanye. Tapi masa depannya kini menjadi dispekulasikan. Dia mengklaim diminati sejumlah klub yang tampil di Liga Champions musim depan, sementara Milan belum juga menunjukkan iktikad untuk tetap menjadikannya andalan. Suso menantikan kontrak
baru dari manajemen, dengan kontraknya saat ini akan habis di 2019. Dia sudah dijanjikan sejak Desember lalu, tapi hingga kini tak kunjung melihat proposal muncul di hadapannya. “Kami punya kesepakatan di Desember untuk mendapatkan pembaruan kontrak, tapi tampaknya seolah-olah mereka sekarang punya prioritas lainnya. Saya punya tiga tawaran dari tiga klub yang tampil di Liga Champions, tapi saya mau bertahan di sini. Karena saya sangat senang dengan penggemarnya dan pelatih,” kata Suso, Sabtu(1/7) kemarin. “Tidak seorang pun mengatakan sesuatu ke saya, saya sudah menunggu sejak Desember dan kita akan lihat apa yang terjadi. Kami sudah punya kesepakatan sebelumnya, saya bicara dengan Fassone dan dia bilang tak ada masalah untuk pembaruan kontrak. Saya masih menunggu. Mereka punya nomor telepon agen saya. Tapi saya tak yakin seseorang sudah menghubungi,” imbuhnya. Pemain bernama lengkap Jesus Joaquin Fernandez Saenz de la Torre alias Suso mengaku
Suso telah menerima tiga tawaran dari klub yang berlaga di Liga Champions musim depan. Musim 2016-2017 Serie A, Suso merupakan salah satu
BPM/ap
pemain penting dalam skuat Vincenzo Montella. Dalam semusim ia mampu mengemas catatan tujuh gol dari 33 penampilan. (kmb33/ap)
11
GELANGGANG
Minggu Pon, 2 Juli 2017
Perseden dan BAS U-15 ke Semifinal
Denpasar (Bali Post)-
Kesebelasan Perseden Denpasar, dan Bali All Stars (BAS) memastikan tiket ke semifinal, dari Grup B, setelah kedua tim memetik kemenangan. Tim Laskar Catur Muka sukses menekuk lawannya, Perst Tabanan, dengan skor 4-0 (3-0), dalam lanjutan Turnamen U-15 Rayon Bali, Grup B, di Lapangan Kompyang Sujana, Sabtu (1/7) kemarin. Keempat gol yang bersarang ke gawang Perst Tabanan, hasil bidikan Yoga (dua gol), Mang Adi, dan Komang.
Njoo Daniel Dino Dinatha
BPM/ist
Dino Ingin Cepat Digelar Musprov POBSI Denpasar (Bali Post) Ketua Umum Pengprov POBSI Bali Njoo Daniel Dino Dinatha, yang akan berakhir masa kepengurusannya Juli nanti, berharap secepatnya bisa digelar Musprov POBSI. Alasannya, dirinya ingin segera menanggalkan jabatan Ketua POBSI Bali dan fokur bisnis properti. Ditemui Bali Post di Denpasar, baru-baru ini, Dino mengakui, lantaran ada agenda Porprov, kemudian kejurnas biliar, dirinya diminta bertahan hingga selesainya Porprov dan Kejurnas. ‘Ya… tetapi sampai kapan, saya ingin segera diganti,’’ tuturnya. Dino sedang konsentrasi bisnis properti, walaupun saat di Bali sedang terpuruk. ‘’Saya memberikan kesempatan kepada insan bola sodok lainnya, agar bersedia menakhodai POBSI Bali,’’ sarannya berpesan, agar ketua terpilih nantinya mampu melakukan pembinaan dan peremajaan atlet. ‘’Saya kira POBSI Bali segera melakukan regenerasi atlet, sebagaimana daerah lain getol memunculkan bibit-bibit pebiliar bertalenta,’’ kata Dino. Ia khawatir jika POBSI Bali tak berhasil melakukan regenerasi atlet, otomatis prestasinya bakal ditinggalkan pebiliar daerah lain. ‘’Saya mengamati provinsi lain gencar melakukan pembibitan atlet,’’ jelas dia. Dino juga menyarankan dalam menggelindingkan roda organisasi ini, demi tertibnya masalah keuangan, diperlukan transparansi dalam segala hal. (022)
Pelatih Perseden U-15 Komang Mariawan, menyatakan, timnya tinggal sekali lagi bertanding melawan PS Gianyar, pada Selasa (4/7) nanti. ‘’Yang penting, anak-anak tampil konsisten dan tidak meremehkan lawan, saya kira bisa mengatasi PS Gianyar,’’ kata Mariawan. Tim BAS juga memetik kemenangan atas lawannya, Tunas Muda Ubud, dengan skor 6-0 (3-0). Keenam gol BAS dicetak Trinaga Ali Imron, Rozak Bagus, Pande dan Made Sedana.
Sementara hasil Grup A, PS Badung mencukur Bali FC Mumbul, dengan skor 4-0, di Lapangan Yoga Perkanthi Jimbaran, kemarin. Keempat gol Tim Keris dilesakkan Bayu (dua gol), kemudian Narendra, dan gol bunuh diri pemain Bali FC Lukman Yusuf. Hasil lainnya, di Grup A, Putra Pegok unggul atas Putra Pemenangan dengan skor 5-0. Kelima gol Putra Pegok diciptakan Bagas (dua gol), serta satu gol masing-masing dari Jhon, Teguh, dan penalti Ardra. (022)
BPM/022
KE SEMIFINAL — Tim Perseden Denpasar U-15 lolos ke babak semifinal, pascamenundukkan lawannya Perst Tabanan 4-0, dalam lanjutan Turnamen U-15 Rayon Bali, Grup B, di Lapangan Kompyang Sujana, Sabtu (1/7) kemarin.
Mantan Manajer McLaren 175 Kenshi Berlaga di Piala Rektor Undiksha Merapat ke Williams Singaaja (Bali Post)Kejuaraan shorinji kempo memperebutkan Piala Rektor Undiksha, di GOR Undiksha Singaraja, mulai Sabtu (1/7) kemarin, sampai dengan Minggu (2/7) ini, diikuti 175 kenshi dari 11 dojo se-Bali. Kejuaraan Rektor Cup dibuka Wakil Rektor III Undiksha Gusti Ngurah Pujawan.
Ngurah Pujawan menerangkan, kempo merupakan olahraga bela diri yang sangat disiplin dan menghormati hirarki tingkatan yang ada. ’’Saya juga anggota kempo angkatan 1977 dan berlatih di Dojo Kejaksaan Negeri Denpasar,’’ kenangnya. Ia berharap melalui ajang ini, muncul bibit-bibit kenshi andal yang bisa mewakili Bali
ke kancah nasional. Sementara Ketua Harian Pengprov Perkemi Bali Fredrik Billy menuturkan, pihaknya bangga UKM kempo Undiksha mampu menggelar event sebagai ajang try-out bagi atlet dari kabupaten dan kota di Bali, yang akan berlaga pada Porprov di Gianyar, September mendatang. (022)
Pemanah Arnindio dan Puspadyanti Juara SD Denpasar (Bali Post) Atlet panahan Arnindio Pogi Nugroho (Sipas Solo) dan IGA Puspadyanti Rahayu (Jepun Bali), keluar sebagai juara dalam Kejurnas Panahan Tradisional, kategori SD putra dan putri, di Denpasar, Sabtu (1/7) kemarin. Juara II SD putra direbut Rifky Abdillah Setiawan dan juara II AA Bagus Gangga Paramarta Pramanda (Jepun Bali). Untuk juara II SD putri IGA Cintya Rahayu (Jepun Bali) dan juara III Tata Pradipta (Sipas Solo). Untuk kategori SMP putra juaranya Made Nova Dwijaya Suputra, disusul Albert Yohan Firlandi, serta Ida Bagus Gede Santa Prasada, ketiganya dari Jepun Bali. Untuk SMP putri juga diborong Jepun Bali melalui atletnya, yakni IGA Indayanti Rahayu, kemudian Tri Kumuda Wardani, dan AA Intan Swandari Premasanti. Kategori umum putri juaranya Yemy Oka Cassandra (Klaten), disusul Ni Komang Ayu Sri Julianti (Jepun Bali), serta Susan (Yogya). Juara kategori umum putra, Edy Roostopo (Sipas Solo), Wahyu Kristiono Wibowo, serta Andhie Arso (Sipas Solo). Ketua Panpel Kejurnas Panahan Tradisional AA Anom Giri menjelaskan, kejuaraan ini diikuti 110 pemanah berdatangan dari Yogyakarta, Solo, Surabaya, Klaten, Badung, Tabanan, Denpasar, dan Gianyar. Dijelaskannya, untuk nomor face-target dilombakan tingkat SD berjarak 20 meter, sedangkan SMP jaraknya 30 meter. ‘’Satu lagi nomor yang dilombakan bandulan 30 meter,’’ kata Agung Anom Giri. Dikemukakan, panahan tradisional ini baru dua tahun merambah ke Pulau Dewata. Namun, perkembangannya cukup pesat, terbukti sudah berdiri klub panahan tradisional seperti Jepun Bali, Buluh Kanana, dan Pancar Langit. ‘’Kami sempat mendatangkan pelatih asal Solo ke Bali, untuk memberikan pelatihan,’’ ucapnya. Dia menegaskan, panahan tradisional juga berkembang di Indonesia, karena pernah dipeloposi keraton, puri, dan kerajaan-kerajaan di Indonesia. AA Anom Giri menggarisbawahi, perbedaan cabor panahan dan panahan tradisional, jika panahan atletnya mengenakan kostum olahraga, sedangkan pemanah tradisional memakai pakaian adat kebesaran. Selain itu, pemanah tradisional saat memanahkan anak panah posisinya duduk, sedangkan panahan atletnya harus berdiri. ‘’Yang membedakan lagi, peralatan panahan tradisional mengguanakan bahan kayu, sedangkan alat panahan modern berbahan besi,’’ terangnya. (022)
BPM/022
PANAHAN TRADISIONAL — Para peserta sambil duduk bersiap-siap melepaskan anak panah, pada Kejurnas Panahan Tradisional, di Denpasar, Sabtu (1/7) kemarin.
BPM/ist
REKTOR CUP— Suasana hari pertama kejuaraan kempo memperebutkan Rektor Cup Undiksha, di GOR Undiksha Singaraja, Sabtu (1/7) kemarin.
Tim Pergatsi Denpasar A Jumpa NTT di Final
Denpasar (Bali Post)Tim Pergatsi Denpasar A bertemu NTT, untuk nomor tunggal (single), dalam turnamen gateball Seafarers Cup II/2017, di Istana Taman Jepun, Minggu (2/7) ini. Pada babak semifinal, Sabtu (1/7) kemarin, Tim Pergatsi Denpasar A mengalahkan Denpasar B, sedangkan NTT menundukkan Pergatsi Karangasem. Sementara untuk nomor ganda (double) tim yang melaju ke babak delapan besar, adalah Joker Jembrana melawan Pergatsi Denpasar D, Buldozer melawan Wahana A, Pergatsi Denpasar A bertemu Adi Gateball, Buldozer B meladeni Pergatsi Karangasem. Untuk nomor beregu (grup) tim-tim yang lolos seperti Buldoser melawan NTB, Karangasem A meladeni NTT, Joker jumpa Pergatsi Denpasar A, serta Karangasem B. Ketua Panpel Turnamen Gateball Seafarer Cup II/2017 Dewa Putu Susila, menerangkan, tim-tim tamu yang ikut berpartisipasi cukup tangguh, seperti NTB. ‘’Sayangnya, mereka tidak bisa tampil full-team, sebab masih dalam suasana Lebaran,’’ kata Dewa Susila.
Selain itu, juara ganda (double) tahun lalu, dan juga juara di ajang Kejurnas Piala Menteri PU dan Perumahan Rakyat di Jakarta, dari Palu (Sulteng), juga absen. Bahkan, Tim Gateball Badung yang juara beregu tahun lalu, juga tak ambil bagian karena fokus menyiapkan tim untuk Porprov. Bahkan, tahun lalu, tim luar negeri seperti Singapura, Taiwan, dan Thailand juga ikut menyemarakkan event ini.
Oleh sebab itu, untuk pelaksanaan event serupa tahun depan, pihaknya akan mengatur jadwal agar tidak berbenturan dengan perayaan hari raya Idul Fitri. ‘’Kami akan menyusun agenda event jauh-jauh sebelum Lebaran. Tujuannya, supaya animo peserta makin meningkat lagi,’’ tuturnya. Apalagi, event Seafarer Cup ini, sudah resmi masuk kelender event resmi PP Pergatsi dan World Gateball Union (WGU). (022)
BPM/022
BIDIK — Seorang pemain gateball putri membidik sasarannya, dalam Turnamen Gateball Seafarers Cup II/2017, di Istana Taman Jepun, Sabtu (1/7) kemarin.
London,Mantan manajer tim Formula One (F1) McLaren, Dave Redding, bergabung ke tim Wiliams untuk mengisi peran yang sama setelah Grand Prix Britania atau bulan depan. Redding menggantikan Steve Nielsen, yang akan meninggalkan mantan tim juara dunia itu, pada akhir Juli mendatang. “Saya yakin Dave akan
sangat cocok,” kata ketua petugas teknis Paddy Love, yang pernah bekerja bersama Redding di McLaren, dan bergabung dengan Williams dari tim juara Mercedes, pada Maret lalu. Williams menghuni peringkat kelima di klasemen kejuaraan, di mana pembalap asal Kanada Lance Stroll berhasil naik podium di Azerbaijan, akhir pekan silam. (ant)
London Petenis favorit turnamen Roger Federer, akan melalui jalan berat dan berliku, jika ia ingin memenangi gelar Wimbledon untuk kedelapan kalinya, setelah ia mendapatkan undian terberat di antara sederet nama besar di All England Club, pada Sabtu (1/7) kemarin. Namun juara bertahan Andy Murray, yang berjuang keras untuk mencapai level kebugaran 100 persen, karena masalah pada pinggangnya, mendapat suntikan semangat di mana akan terhindar dari lawan-lawan paling berbahaya pada pekan pertama. Federer (35), yang juga berusaha untuk menjadi juara tertua di era terbuka, merupakan favorit para petaruh, setelah ia memenangi ajang pemanasan di Halle, akhir pekan silam. Kendati demikian, untuk memenangi gelar kedelapannya, ia mungkin harus menaklukkan Alexander Zverev, Grigor Dimitrov, finalis tahun lalu Milos Raonic dan juara tiga kali Novak Djokovic untuk dapat mencapai final. Berbicara sebelum undian dilakukan, mantan petenis peringkat satu dunia Mats
Wilander, mengatakan, Federer, yang memenangi gelar Grand Slam kedelapannya di Australia Terbuka pada Januari, harus mewaspadai para petenis muda. “Menurut saya Federer merupakan favorit, namun ada banyak petenis muda yang sangat tidak kenal takut terhadap para petenis yang lebih tua saat ini,” ucapnya. “Mereka tidak benar-benar memiliki faktor intimidasi terhadap Kyrgios, dan Raonic, dan Zverev, mereka tidak peduli dengan para petenis terbaik. Mereka hanya memainkan permainan mereka, dan jika itu berjalan dengan baik, itu berhasil,” sambungnya. Murray terlihat berjalan dengan lemas, setelah berlatih di Wimbledon, kemarin, setelah absen persiapan selama dua hari karena masalah pada pinggangnya. Dikalahkan pada putaran pertama di Queens Club tahun lalu, juara dua kali itu akan bersyukur terhindar dari Raonic, Dimitrov, Zverev, Juan Marton Del Potro, Dominic Thiem, dan Feliciano Lopez, petenis Spanyol yang memenangi Aegon Championship di Queens Club London, akhir pekan silam. (ant)
Federer Hadapi Lawan Berat di Wimbledon
Venus Williams
BPM/rtr
Venus Williams Digugat Keluarga Korban Tabrakan
Florida Venus Williams pada Sabtu (1/7) kemarin, digugat oleh pihak keluarga pria, yang tewas dalam insiden kecelakaan lalu lintas, yang melibatkan mantan petenis nomor satu dunia itu. Pengaduan ke polisi dilayangkan sehari sebelum dimulainya turnamen tenis Wimbledon. Disebutkan, Venus melakukan kelalaian pada insiden 9 Juni. Di kawasan dekat rumahnya di Palm Beach Gardens, Florida. Mobil besar SUV yang dikemudikan Venus bertabrakan
dengan mobil sedan kecil. Penumpang sedan itu, Jerome Barson (78) meninggal dunia pada 22 Juni. Menurut laporan itu, Barson meninggal dunia, karena luka-luka akibat kecelakaan itu. Disebutkan juga, Venus mengemudi secara ceroboh, sehingga mengakibatkan kecelakaan itu. Pengacara Venus, Malcolm Cunningham, menjelaskan, bahwa tabrakan mobil itu merupakan kecelakaan, dan ia mewakili kliennya menyatakan turut berduka cita kepada keluarga korban. (ant)
12
LAGA
Minggu Pon, 2 Juli 2017
Pacquiao Tak Boleh Jumawa Brisbane – Manny Pacquiao diramalkan banyak kalangan akan mudah mempertahankan sabuk kelas welter versi WBO dalam pertarungannya melawan Jeff Horn. Meski begitu, pelatih Horn, Glenn Rushton mengingatkan jika Pacquiao jangan terlalu percaya diri dulu. Pertarungan itu sendiri akan berlangsung di Suncorp Stadium, Brisbane, Australia, hari ini. Buat Horn jelas ini merupakan kesempatan emas untuk menerbangkan namanya di blantika tinju dunia.
TIMBANG - Manny Pacquiao (kiri) dan Jeff Horn saat timbang badan di Brisbane, Australia, Sabtu(1/7) kemarin.
“Saya pikir, mungkin banyak yang meremehkan kami dan semua itu wajar. Tapi jika mereka melakukan itu (meremehkan) semuanya akan membahayakan mereka,” kata Rushton, Sabtu (1/7) kemarin. “Mereka tidak tahu bagaimana bagusnya Horn. Saya pikir mereka akan mencari tahu besok betapa tangguh, kompetitif dan kemampuan teknisnya sangat luar biasa,” imbuhnya. Jauh sebelumnya, kubu Pacquiao memang begitu yakin bisa mengatasi perlawanan Horn. Bahkan, duel ini disebut-sebut sebagai pijakan buat Pacquiao untuk menantang Floyd Mayweather Jr kembali. Namun tidak semua pihak mengunggulkan Pacman. Timothy Bradley berani sesumbar jika Horn mampu menjinakkan Pacquiao pada pertarungan nanti. Bradley berbicara tentang keberanian Horn, mengingat ia pernah mempecundangi Pacquiao saat merebut sabuk juara WBO pada 2012 lalu. Dia berkata seharusnya Horn bangga karena berhasil memenangkan negosiasi pertarungan ini atau diibaratkan seperti lotre. Kesempatan emas inilah yang seharusnya dijadikan
itu tak membuatnya nyaman seperti musim lalu. “Dalam trek basah saya lebih optimis karena tahun lalu saya tampil kuat. Namun dengan aspal baru kami memiliki banyak masalah dan kami tidak bagus dengan keseimbangan motor dan saya selalu sangat lamban,” ujar Rossi, Sabtu (1/7) kemarin. “Kami mencoba melakukan sesuatu selama latihan bebas, tapi tidak ada perbaikan dan celah itu sangat jauh dan juga posisinya sangat buruk dengan pembalap lainnya, jadi kami perlu memperbaiki kedua kondisi tersebut,” imbuh pembalap berusia 38 tahun tersebut.
coba melancarkan serangan, tapi saya kehilangan ban depan, saya mengalami banyak masalah dan lebih lambat daripada menggunakan ban lebih keras. Itu cukup membuat frustrasi, karena sangat penting untuk bertahan di posisi 10 besar untuk bisa langsung ke Q2, tapi sulit,” ucap Rossi. Rossi sendiri pesimistis dirinya bisa naik podium di MotoGP Jerman. Hasil yang buruk di sesi latihan bebas itu menjadi penyebabnya. “Saya tetap akan berusaha keras tapi apapun hasilnya nanti saya akan mensyukurinya,” tutupnya The Doctor. (kmb33/rtr)
BPM/rtr
Aspal Baru, Rossi Kesulitan
Sachsenring – Pembalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi, mengaku pesimis dengan aspal baru di Sirkuit Sachsenring, Jerman. Pasalnya, ia merasa komposisi kuda besinya belum cukup maksimal di trek sepanjang 3,7 kilometer itu. Sirkuit kebanggaan warga Jerman itu berubah yaitu pada bagian aspalnya. Memang beberapa pembalap seperti Andrea Dovizioso merasa nyaman dengan kondisi tersebut. Namun, hal berbeda dialami oleh Rossi. Ia menilai aspal di Sachsenring membuatnya tak nyaman. Terlebih dengan perubahan sasis dan mesin pada YZR-M1 miliknya dan
Rossi hanya berada di posisi ke-16 pada sesi latihan bebas pertama. Berniat memperbaiki catatan waktunya, hujan malah mengguyur Sirkuit Sachsenring, Jermana ini saat sesi latihan bebas kedua. Hasilnya, dia hanya mencatatkan waktu terbaik di urutan ke-15. Dua hasil di sesi latihan bebas itu membuat Rossi tidak akan mengawali balapan dari posisi 10 besar. Catatan waktunya bila dikalkulasi sudah kalah dengan 10 pembalap teratas di sesi latihan bebas pertama dan kedua. “Kecepatan motor saya cukup bagus sampai 10 menit terakhir, saat kami men-
BPM/ap
KELUAR - Pembalap Yamaha Valentino Rossi saat keluar dari paddock Sirkuit Sachsenring, Jerman, Sabtu (1/7) kemarin.
sebagai acuan buat Horn tampil maksimal di atas ring. Bradley berbagi pengalaman dan dia meminta kepada petinju berusia 29 tahun tersebut untuk menemukan cara bagaimana mengatasi tekanan. “Horn masih muda dan tidak begitu banyak pengalaman. Ini adalah pertarungannya di bawah tekanan karena disaksikan 55 ribu orang. Pasti dia akan mendapatkan tekanan dan saya tahu bagaimana perasaannya saat ini. Mungkin dia takut keluar dari pikirannya dan tidak ada keraguan tentang hal itu,” terang Bradley seperti dikutip dari Sydney Morning Herald, Sabtu (1/6/2017). “Tapi jika dia bisa menyingkirkannya dan melakukan rencana permainannya, maka itu akan berjalan baik. Intinya, dia harus pintar, jangan sembrono, dan jangan bodoh. Dia punya peluang untuk memenangkan pertarungan. Dia harus menyakiti Pacquiao dengan tangan kanan besarnya,” papar Bradley. Meski usianya sudah 38 tahun, namun petinju asal Filipina itu tampaknya masih menyimpan kekuatan pukulan yang bagus. Pelatih
fisik Manny Pacquiao, Justine Fortune, membeberkan kondisi anak asuhnya jelang pertarungan itun. Menurut Fortune, petinju juara delapan divisi tersebut belum 100% sembuh. Meski belum 100%, Fortune mengungkapkan perkembangan kondisi Pacquiao terbilang positif. Jika dibandingkan dengan dua hingga tiga bulan lalu, Fortune menilai Pacman telah mengalami kemajuan pesat. “Dia dalam kondisi hebat, sekitar 90 sampai 95%,” kata Fortune. Sang pelatih juga mengungkapkan Pacquiao semakin sering berlatih dan fokus pada dunia tinju. Fortune menjelaskan bahwa pemusatan latihan Pacquiao dilakukan di Brisbane, Australia 24 Juni 2017 mendatang. Setidaknya empat kali dalam seminggu Pacquiao selalu menjalankan latihan untuk mempersiapkan pertarungan. “Kami akan menghabiskan minggu depan kemudian sesi satu pertarungan di Australia. Senin, Selasa, Rabu dan Kamis program kami hanya latihan,” kata Fortune. Keduanya telah melakukan prosesi timbang badan, Sabtu(1/7) kemarin. Pacquiao
diketahui memiliki berat badan 146 pound. Pacman itu lebih kurus ketimbang Horn yang berada pada 147 pound. Prosesi timbang badan yang dilakukan Pacquiao agak sedikit berbeda dari sebelumnya. Pasalnya, dia tidak membuat komentar kepada wartawan yang telah menunggunya sejak pagi. Bahkan pascaritual tersebut Pacman tidak melontarkan kata-kata sedikit pun. Sebaliknya, Horn lebih bersahabat kepada awak media. Horn menyatakan jika dirinya siap untuk melawan Pacquiao yang diketahui merupakan kesempatan terbesar sepanjang kariernya. “Saya baru saja menggunakan mode peningkatan berat, saya baik dan santai. Saya mungkin masih bisa mempertahankan keadaan santai sampai hari pertarungan. Tapi saya benar-benar menanti untuk segera berada di atas ring dan menyelesaikan pekerjaan,” ujar Horn. Mengenai bobotnya yang lebih berat Horn tidak mempersoalkan. Sebab, menurutnya, tidak mudah untuk menurunkan berat badan dengan waktu cepat. “Tidak mudah menurunkan berat badan sebanyak itu. Saya merasa lebih baik. Bahkan saya harus pergi makan begitu selesai dengan media dan minum cairan sepanjang hari,” tutupnya. Laga nanti akan membuktikan kualitas keduanya. (kmb33/rtr)
Eastbourne Petenis unggulan pertama, Novak Djokovic menunjukkan penampilan apiknya di Aegon International hari Jumat (30/06) waktu setempat dan lolos ke final berkat kemenangan 6-4, 6-4 atas petenis muda Rusia, Daniil Medvedev. Setelah memastikan satu tempat di final Eastbourne, Djokovic mengungkapkan, “Tanpa diragukan lagi, saya menikmati pekan ini dan fakta bahwa saya lolos ke final membuatnya semuanya bahkan lebih baik. Tetapi, saya merasa sangat disambut dari hari pertama oleh orang-orang di Eastbourne. Saya benar-benar lega bahwa saya bisa berjuang untuk merebut trofi. Saya belum memiliki banyak peluang untuk bertarung demi trofi dalam 10, 12 bulan terakhir. Saya harap saya masih bisa mempertahankan penampilan saya,” katanya. Petenis berkebangsaan Serbia itu akan berduel melawan Gael Monfils di babak perebutan gelar. Monfils yang diunggulkan di tempat kedua bekerja keras untuk memetik kemenangan 6-2, 6-7, 7-6 atas petenis unggulan ketujuh sekaligus rekan senegaranya, Richard Gasquet. Dengan kemenangan tersebut, Monfils unggul atas Gasquet dengan 9-7 dan imbang 2-2 di musim ini. “Pertandingan itu pertarungan besar secara mental, jadi saya senang bisa melewatinya. Saya benar-benar berharap saya berada dalam kondisi prima untuk lakoni final dan siap 100 persen. Saya harus menjadi agresif dan memainkan permainan terbaik saya,” ujar Monfils. Djokovic sendiri memenangkan ke-13 pertemuan melawan Monfils, tetapi mereka belum pernah bertemu di turnamen lapangan rumput. Djokovic mengakui kemampuan Monfils di atas lapangan rumput dan ia tidak bisa memandang re-
meh petenis berkebangsaan Perancis tersebut. “Gael adalah petenis yang dinamik dan tidak terduga. Ia memiliki semuanya. Jika semuanya berjalan baik baginya dan
ia tampil dengan baik, maka ia akan sangat sulit dilawan. Terutama dengan servisnya, ia bisa mengalahkan siapapun,” komentar Djokovic. (kmb33/ap)
Djokovic Tantang Monfils di Final Eastbourne
Novak Djokovic
BPM/rtr
Sastra
Redité Pon, 2 Juli 2017
I Kaki Dengkil
Sang Wijayasastra 12
USAN miragi pikamkam indik Jagat Baliné jagi kakirangan toya ring warsané jagi rauh, I Kaki Dengkil mamanah nuréksa indik Tri Danu. Mailehan Ipun maseserep, dija kocap wénten sesuratan indiké punika. Turéksana lemari ental tetamiané nénten wénten maosang indiké punika. Turéksana druén Gedong Kirtyané naler nénten wénten, asapunika naler druén Pusdoké. “Kija jani lakar lakun matakon? Padangé ampehang angin tongos matakon? Di lontar tan patulisé paca? Kanti leleh koyanga nakonin padangé ampehang angin tusing ada pasaut! Kanti pelud koyanga matané nuréksa lontar tan patulis tusing lakar ada paos indik yéh!” I Kaki Dengkil ngrémon asapunika sakadi kuciwa jagi nénten prasida nepasin indik Gumi Baliné jagi kakirangan toya. Anaké siosan nénten wénten ngamanahang indik toya jagi sayan sué sayan arang, napi malih kenjekan akéh sabehé sakadi puniki. Ngudiang raris I Kaki Dengkil lenged ngamahang kawéntenané jagi rauh? Sang Angawaraté sané patut ngayunang indiké punika kamanten tani renga! Genah biasané nyabran sasih kocap jagi miragiang pikobet warginé sinamian mangkin sampun nénten wénten kapiragi. Minab sampun sirna kaampehang angin. Minab sampun kenyel ngawak indria. Makéh sané ngrasaang, manahné jagi mituturin tur miragiang pikobet warginé, panadosné dados kalangan nguncarang renget basang. I Kaki Dengkil bungker ingkel-ingkel kedék, éling dawegé wau-wau miragiang Sang Angawaraté jagi tedun miragiang warginé maosang indik pakibeh jagat. Kocap punika tan manut pajar gagelaran Sang Wijayasastra. Sang Angawarat, patut miragiang sekancan sané manahanga antuk warginé, nanging mangda tatas pauningané sané kén patut piragi, sané kén patut nénten piragi. Malahan kocap wénten baos sapisan-pisan mayasa bongol. Mayasa bongol? Inggih, mayasa bongolé punika maartos mangda nénten cemer paminehé antuk baos makutang-kutang. Nénten mingmang antuk baos puyung. Mangkin sampun nyansan nyoréang. I Kaki Dengkil iteh ngamanahang pikenoh para sujanané indik pikobet toyané nyansan arang ri kawekasan. Wénten maosang punika santukan pituduh jagat sané sampun sayan ngwayahang. Wénten sané ngamaosang punika santukan pikaryan jatmané ngusak-asik alas. Naler wénten sané maosang punika santukan makéhé piranti manusané kawéntenang majalaran antuk gni. Wantah ring Bali, pikobeté punika riantukan sayan ngakéhang jatmané. Mimih… lenged naler I Kaki Dengkil mamanah sakadi punika? Aéngan ring awatara Wisnu jagi nyelametang jagat. Napi manahanga Ipun jagi dados Kurma Awatara, jagi prasida ngunggahang Jagat Baliné mangda nénten klebu majalaran antuk sutsut mamanah? Sampunang sampun baosanga lenged I Kaki Dengkilé. Mangkin Ipun uyung-uyung mamargi nglintangin Desa Lumintang sané baosanga wénten watu ngendih macaya. Paslabsab paningalan Ipuné, nanging nénten wénten panggihina watuné ngendih punika. Sané panggihina wantah kantor PDAM Kota Denpasaré sané ngawinang makebris manahné renget. Ring Lumintang, I Kaki Dengkil sayan ngrasaang Sang Angawaraté sujatiné doh pisan ring aji Sang Wijayasastra. Napi malih nénten panggihina madrué budhi luwur. Punika silih sinunggil sané manahanga antuk I Kaki Dengkil sané mangkin. Napi sumeken, Sang Angawaraté mikayunin indik pikobet kakirangan toyané jagi rauh niben Jagat Baliné? Kenjekan mamanah asapunika, I Kaki Dengkil saget tan éling ring déwék. Kambang-kambang rasaanga batisné mamargi. Mangkin sampun tengahing dalu. Sagét sampun dapetanga awakné ngerger langgér. Pamuputné Ipun mangkin sampun ring Bedugul, ring Tri Danu kaloktah manut susastrané. “Dija Sang Angawaraté ané patut ngelarang Aji Sang Wijayasastra? Ané patut ngraksa budhi luwur? Wéh… cai Sang Angawarat, apan pituduh jagat suba ngrugrag cara kakéné, tusingké iba patut mapakelem di Tri Danu? Tusing ké iba marasa kebus baang ulian tusing amuja Tri Danu! Apan amuja Tri Danu pada amuja Triaksara, Siwa, Sadhasiwa, Paramasiwa? Uh… Ah… Uh… Rasaang jani… rasaang iba… rasaang kebus mahabara… tuah tirtha Tri Danu pangentasnya… Uh... Uh… Uh… Uh….” Asapunika I Kaki Dengkil brakbak-brékbék mabaos. Pitananga Ipun karauhan antuk pamedek Pura Ulun Danuné sané nakti mapinunasan wenginé puniki. Makesiab pamedeké makasami. Wénten sané natakin baosné. Wénten sané paling ngrereh segehan putih-kuning. Wénten sané nyaputin I Kaki Dengkil mangda usan ngetor langgér. Wawu takénina asapusira sané tedun nglinggain Ipun, kemik-kemik nénten prasida kapiragi. Sapunapi wénten sané precaya I Kaki Dengkil karauhan wenginé puniki? Wantah Sang Wijayasastra sané uning! Dumadak mangda Jagat Baliné nénten kakirangan toya ri kawekasan. (Jelantik)
Pragina Ketut Sugiartha I BAPA ipidan ngelah geginan madagang. Sajawaning ngadep kain, ia masé ngelah dagangan marupa panganggo ané suba pragat buka kemeja, piyama, celana melayu muah ané lén-lénan. Ia ngelah tukang jait abesik ané ngayahin nuju ada anak makeneh nyait baju utawi jalér. Tiang enu cenik dugas ento, mara kelas lima SD. Tiang demen matimpal ajak Beli Darta, kéto adan tukang jaité ané ajaka téken I Bapa. Ia banyol pesan lan demen ngambar. Unduk ngambar ia ngaku malajah tekén I Bapa. Pisagané paturu dagang masé ngangkenin yéning I Bapa dueg ngambar. Nu inget tiang kénkén pisagané pada teka nuju soré, soang-soang ngaba kertas karton alembar. Makejang pada ngidih tulung apang I Bapa ngaénang gambar. Dugas ento anaké pada saat maparté. Parténé liu, kéwala tiang tusing inget apa dogén adané. Ané enu ingetang tiang, I Bapa marengin parté masimbul tendas sampi makurung baan segitiga. Gambar simbul parténé ento ané aptianga téken pisagané, apang ada pasanga di malun tokoné soang-soang.
Demen tiang ningalin I Bapa ngayahin pisagané. Ajak timpal-timpalé tiang bareng magrunyung maekin I Bapa ané sedek ngambar matatakan papan mesin jait. Tuah nganggon pulpén akatih, liu I Bapa nyidang mragatang gambar. Petengné, di selagan galah malajah, tiang nulad I Bapa. Tiang ngambar simbul parté di kulit buku tulis tiangé. Buin maniné, tiang ajuma tekén I Bapa nuju tiang ngédéngang gambaré. “Luung né! Putu mula pantes dadi pianak Bapa.” Kenyemné nyiriang ia marasa bangga. “Kéwala da buin ngambar kakéné, né urusan nak kelih-kelih.” Ané tawang tiang, sajawaning bisa ngambar I Bapa masé dueg ngawi geguritan. Sakéwala ané paling ngaé anaké angob tusing lénan tekén kaduegané ngigel topéng. Né suba ané ngranang adan I Bapa kasub kanti ka désa-désa ané joh. Pak Topéng, kéto pamuputné I Bapa maan adan anyar. I Mémé nuturang, suba uli makelo I Bapa demen maigel-igelan. Uli enu truna. Koné, igeligelan ané ngabesikang I Bapa lan I Mémé. Tusing ja orahanga kénkén, ipidan lan dija matemu.
13
Nanging I Mémé ngingetin, igeligelan tusing ja nyandang tohin anggon geginan awanan tusing lakar nekaang pipis liu. Ento awanan I Bapa laut makisid kema-mai ngalih pangupajiwa, kéwala ia tusing taén kelés ajak topéng-topéngné. Topéng Pajegan, ento ané telebanga tekén I Bapa, balihbalihan ané liu nganggon tapel nanging praginané tuah abesik yadian lelampahané nyaritaang anak liu. Lénan tekén I Bapa ada masé pisagané ané dadi pragina topéng pajegan. Gusti Regig wastané, sakéwala dané tusing kasub cara I Bapa. Mirib taksuné embuhan bandingang tekén I Bapa. Yadian kapah-kapah mabalih, tiang nawang yén I Bapa mula dueg mikat panonton. Bebanyolané setata ngaé panontoné kedék ngelkel, kéto masé yén I Bapa sedek ngedumang pitutur ané patut karesepang sinah anaké ané mabalih pada nelebang, mendep buka jangkriké ketebin. “Liu ané patut palajahin yén meled dadi pragina topeng pajegan,” kéto pesaut I Bapa dugas tiang nakonin kénkén carané apang sida dadi pragina kasub. “Sajawaning bisa ngigel, perlu masé bisa mabanyolan tur tusing dadi buta sastra agama.” Koné I Bapa suba uli makelo malajahin ento makejang. Ento awanan I Bapa marasa aluh mligbagang unduk Ramayana, Mahabharata, Sutasoma muah ané lén-lénan. Tusing liu I Bapa maan upah uli ngigel. Yén ada anak ngupah, ia suba lega yéning sida matadtadan nyuh lan taluh makudang bungkul abana mulih. Mirib tresnané tekén igel-igelan ané ngranang I Bapa satya buka kéto. Ada dogén ané ngupah I Bapa, bisa ping pat ping lima abulan. Nanging sasukat guminé genting, I Bapa marérén maigel-igelan. Kéto masé tiang prai uli sekolahan. Tiang tusing nawang apa ané ngranang guminé genting. Tokotokoné liunan mauneb. Sayan makelo sayan liu tokoné tusing maampak. Dikénkéné nadaksara ada munyin bedil ané ngranang atiné jejeh. Nuju tengai tepet tingalin tiang liu anak malaib uli jalané ngungsi tokoné soang-soang di tengah pekené tur ngunebang jelanan. “RPKAD teka! RPKAD teka!” kéto pada mageluran. Buin jahané ada munyin siréne jerit-jerit ngebekin langit ngranang tiang runtag lantas malaib mulihan. Yén pineh-pinehin kagentingan ané ada miribné enu makait ajak byutané dugas perayaan Hari Kemerdekaan di alun-alun. Dugas ento pamilet upacara ané ngosong gambar palu-arit gedé marebat ajaka kramané ané ngigelang togog sampi ané malakar aji kertas. Sayan makelo sayan nyelékang kahanané. Pekenan ané ngatelung
Bapa nak sing ja ngelah pelih.” “Men nguda dadi kayang jani tondén teka?” “Mirib enu ada ané saratanga. Yén suba pragat pasti ia mulih.” Disubané liwat aminggu mara tiang bani pesu. Tengainé ento tiang katemu ajak Man Darmadi, timpal tiangé ané ajak masekolah bareng. “Suba ningeh, Tu?” kéto sagét Man Darmadi matakon. “Ningeh apa?” tiang mabalik matakon sambilang nlektekang paningalanné. “Pan Durya matangkep.” “Ngudiang matangkep?” “Pasti kena karmapala. Kadén ia koné ané ngrampas carikné Pan Kalér, dum-duma ajak timpal-timpalné.” Tiang mendep, tusing resep tekén ané raosanga. Bisa dogén saja kéto, bisa masé tusing. Nyén nawang ento tuah pisuna. Tiang tusing ja ngugu, kéwala inget tekén I Bapa tondén mulih, buin déwéké marasa osah. Mirib saja buka raosné I Mémé yéning I Bapa tusing ngelah pelih, sakéwala nyén nawang yén I Bapa kena pisuna. Bisa dogén ia mati precuma cara timpal-timpalné ané ajaka berjuang dugas ngusir Belandané. Béh, inget tekén ané suba-suba, sayan sukeh rasané ngilangang sangsayané. Nuju soré tatkala bengong inget tekén I Bapa, I Mémé sagét ngedeng liman tiangé ngajak pesu uli kamaré. “Tingalin, nyén to teka?” I Memé makenyem sambilanga nudingang tujuhné ka anak muani ané majalan maekin umahé. “Bapa!” kéto tiang makaukan girang sambil malaib magpagin. Tas ané tadtada jemak tiang. “Kadén Putu Bapa matangkep,” keto raos tiangé disubané I Bapa negak jumahan. “Ngudiang matangkep?” “Baana ngorahang sing makelo.” “Ah, Putu sing nawang,” masaut I Bapa sambilanga ngusap-usap duur tiangé. “Sujatiné Bapa luas ngelidin baya.” “Baya apa?” “Nu inget sing, dugas ada anak nogdog jelanan petengné?” “Dugas Gusti Aji nikang okané sungkan?” “Sujatiné dané meled mencanén Bapa.” “Dadi Bapa nawang?” “Dugas Bapa ngintip, tepukin Bapa dané ajak timpal-timpalné majujuk di malun umahé masenjata kléwang.” “Mih! Lakar mencanén Bapa nganggon kléwang?” “Kéto takeh Bapa, nanging Ida Bathara enu suwéca tékén iraga jak makejang. Dingeh Bapa, koné dané ajaka timpaltimpalné suba matangkep lan kaangkut baan trek.”
***
Saking Langit Bali
Aswamédha Parwa
Sang Prabhu Krishna Olih : I K. Satria, S.Ag IDA Sang Prabhu Krishna malih ngandika; “Uduh Sang tapa saking wangsa Bhrgu sané dahat wangiang titiang, makasami daging Catur Wédané wantah mawit saking aksara suci Om. Punika raris aksara suci Om utawi Omkarané mawit saking angga sariran titiang. Angga sariran titiang punika wantah genah pamucuk makasami yadnyané sané ageng. Titiang taler pinaka genah mautama pinaka tetujon makasami yadnyané. Titiang pinaka sarana sané kanggén ngamargiang makasami yadnyané, titiang taler pinaka beburon miwah sarwaning tumuwuh sané kanggén ri kala yadnyané mamargi. Titiang taler pinaka sarana sané kanggén caru. Titiang taler sané pinaka wiwitan sami sané wénten tur kanggén upacara yadnyané. Titiang pinaka sarana pamuspan, sarana yadnya, sarana ngelarang upacara Manusa Yadnya, miwah yadnya tiosan. Titiang taler pinaka sarana minyak sané kanggén yadnya sané ageng. Titiang wantah pinaka Adhyaryu, Kalpika, sané dahat kasuciang. Taler maraga Udgatri sané kanggén saha kagendingang ring makasami pamargin yadnyané. Titiang wantah pinaka kekidungan suci miwah mantra sané kanggén muputang sajeroning yadnya. Sami mantrané punika wyadin sané panjang miwah sané acarik, wantah sami katuju ring sariran titiangé. Patut kauningin indik Dharmané punika wantah pinaka putran titiang sané kapertama, pikayunan miwah sami sané wénten ring jagaté wantah medal saking sariran titiange puniki. Wantah sampun kapatutan titiang medal ring sekancaning kauripané puniki pinaka utsaha anggén mitulungin kalanggengan dharmané pinaka putran titiangé sané kapertama.” Sakadi asapunika pangandikan Ida Sang Prabhu Krishna. Ngalantur Ida Sang Prabhu Krishna ngandika; “Antuk pamargi sané sakadi asapunika, wantah setata margiang titiang mangda titiang prasida ngamargiang kahuripan jagaté, mangda dharmané setata jaya nglawan adharma. Ring jagat tigané titiang puniki sané kasengguh utama maparab Brahma, Wisnu, miwah Iswara. Titiang gumanti sané ngadakang, ngupapira miwah ngalinayang kawéntenan jagaté puniki. Titiang wantah sané pinaka ngawitin, miwah muputang sahananing kahuripané. Titiang ring padéwékan puniki nénten pisan naenin obah. Titiang taler nibakang pamidanda majeng ring makasami mauripé ring jagaté puniki. Ring sajeroning yugané, wantah titiang sané sida ngawiwenangang makasami daging jagaté. Nyusup, ngliput sahananing sané wénten ring jagaté puniki, gumanti nyaratang mangda sami sané wénten puniki sida jegjeg tur santi. Yéning pradé sariran titiangé puniki wénten ring wewidangan para déwatané, tit-
dina ngancan sepi. Petengé ento dingin hawané buka ngutgut kulit. Ujané mara sajan nget. Busanbusan anginé makesiur, macelep uli bolong-bolong dinding umahé ané malakar baan papan. I Bapa laut ngajak tiang sirep. “Satua apa ané dotang Putu jani?” matakon I Bapa nuju suba mabahan di pasaréané. I Mémé suba maluan sirep di dipané ané besikan. Tiang mendep, tusing kapineh satua apa ané kadotang. “Nah, jani Bapa lakar nyatuang pajalan Wiratu Gangga ngalih ajiné, Sang Anoman.” Tiang masang kuping melahmelah. Mara sajan I Bapa lakar nyatua jeg dingeh tiang ada munyin ketokan di jelanan tokoné. “Pak, tulungin tiang, panaké gelem,” kéto anaké ané nogdog jelanan makaukan. I Bapa tusing ja lantas bangun. Petengé ané suba sepi enu masé nyisaang munyin ketélan capcapan. Buin jahané ketokané buin madingehan. “Miribné Gusti Aji to,” kéto tiang makisi-kisi ajak I Bapa. I Bapa maang kelép aji tujuhné ané deketanga di bibihné apang tiang mendep. Adéng-adéng ia tuun uli pasaréané lantas maekin jelanan tan pasandal tur ngintip uli selagan papané ané enggang. Ngon tiang nepukin I Bapa buka kéto. Biasané, yén ada anak ngidih tulung, I Bapa sahasa nyagjagin. Yadian tusing taén ngaku dadi balian, liu masé anaké precaya yén I Bapa bisa maubad-ubadan. I Bapa mabalik masemu enteng. Buin ia maang kelép apang tiang mendep. Tiang nuutin pangidih I Bapa yadian tusing nawang maksudné. Bangun semengan dapetang tiang I Bapa sedek nyelepang panganggo ka tasné. “Bapa kar kija?” matakon tiang ngon. “Nelokin I Pekak di désa,” kéto I Bapa masaut. “Bareng….” “Da bareng, tongosin Mémé jumah.” Tiang tusing bani kija-kija sasukat I Bapa luas. Cara I Mémé tiang masé marasa waswas ngenehang I Bapa. Yén enu ada Beli Darta sinah gigisan runtag bayuné. Nanging ia suba mulih ka desané sasukat guminé genting. Suba kudang dina kadén liwat, I Bapa tondén masé teka. Osah masé baana minehin, apabuin ada orta uli Yan Budi, pisagan tiangé, liu koné anaké matangkep lan angkuta baan trek. “Uli dija Ci nawang, Yan?” matakon tiang nyedsedang mapan ia masé kapah pesu. “Bapak ané ngorang kéto. Koné ajaka makejang sing ja lakar mulih bin.” “Adi kéto?” “Sing tawang.” Kabaré ento tekedang tiang tekén I Mémé tur matakon, “Sing nyén I Bapa matangkep, Mé?” “Ngudiang matangkep? I
iang wantah maparagayan déwata. Yéning ring wewengkon jagané, titiang wantah pinaka naga sané mautama. Yéning wénten ring tengahing raksasa miwah yaksané, titiang wantah maparagayan yaksa miwah raksasa. Sané mangkin puniki, titiang wénten ring wewidangan para manusané, yukti sampun titiang nglaksanayang kahuripan dados manusa sané setata nyegjegang dharma. Yéning sampun kaliput sahananing daging jagat, titiang wantah pateh sakadi manusa sané tiosan sané taler keni kasengsaran jagat. Salanturnyané, titiang sayuwakti sampun mautsaha pisan mangda prasida ngélingin para ksatria Korawané indiké puniki. Sakémaon sami wantah nénten ngiringang saha nénten anut ring makasami pinunas titiangé. Sami piteket dharmané sampun nénten malih sida kamargiang olih ksatria Korawa. Wantah malarapan antuk pikayunan sané banget nénten lascarya titiang ngélingin kapatutané puniki ri kala sami para Korawané nungkalik nganggén bebaosan titiangé. Titiang sampun ngélingin antuk nyihnayang kawisésan titiangé ring para ksatria Pandawané. Sakémaon wantah sampun ageng para ksatria Korawané kaliput olih adharma. Napi malih sami punika wantah sampun kacumawisang sakadi asapunika pamarginé manut sakadi titah jagaté. Sakémaon sami punika sampun ngamargiang swadharma mélanin sané kabaosang swadharma, sinah sami sampun pacang sida ngamolihang kapatutané punika (genah swargané). Malarapan antuk payudané punika taler para Pandawané sampun molihang kautaman Hastinapurané pinaka jagat sané santi tur jagadhita. Sakadi asapuniki atur titiang dumogi sang brahmana luwih sida nampi antuk manah sané ening.” Sakadi asapunika Ida Sang Prabhu Krishna nlatarang. Wawu sakadi asapunika pangandikan Ida Sang Prabhu Krishna, Ida Maha Rsi Utanka raris nyawis. “Sujatiné titiang sampun banget nguningin kawéntenan Sang Prabhu Krishna sané prasida ngajegang jagat tigané. Taler napi sané uningin titiang puniki wantah sangkaning paican palungguh ratu sang luwih. Sané setata kajunjung olih para brahmanané. Sané mangkin titiang nénten tulus jagi ngamedalang bisama, sangkaning sampun hening manah titiang mirengang sakadi pangandikan palungguh I Ratu. Duaning kautaman palungguh I Ratu ngawinang titiang mapinunas mangda prasida titiang nguningin miwah ngamanggihin kautaman palungguh I Ratu sané sakadi dahat mautama punika.” Sakadi asapunika bebaosan Sang Maha Rsi Utanka antuk pinunas sané banget kaptiang. (Masambung)
Anggit Gita Gita Sepi Katur ring: IGG Djelantik Santha Budha Kliwon Matal siu sangang atus tigang dasa sia sakaning nyujur sunya sunya sastra tan patulis mungkahang lawang uripé akedép tatit sesuratanné kaanggit anggit gita gita sepi aksara sujati tresnané lebur ajur satondén kembang benang-benang samben tetamian temon-temon nemonin bagia hredaya mamargi mamargi muncuk geripé kaurip riptayang unteng kayun ulat aksara kaler kangin ersanya sunya. IBW Widiasa Keniten
Kruna
14
Wayan Kasihanto
Cerakén
Ngayah ring Tanah Palekadan
Lengkara Punggelan geguritan puniki kaanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha.
puupu;du(m,
Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti
DADOS kepala sekolah napimalih ring sekolah swasta miwah ring tanah palekadan, nénten pisan naen kapikayunin Wayan Kasihanto. Nanging kasujatiannyané, risampun ngranjing ring masa pensiun daweg warsa 2016 lintang, dané kauduhang mangda dados Kepala SMP Widya Suara, Sukawati, Gianyar. Pakaryan sané kaicén nénten prasida katulak, napimalih nénten wénten alasan jagi nulak. Napimalih anggané wantah krama désa adat, nénten wénten pilihan satios nrima tur ngamargiang pakaryan sabecik-beciknyané. “Titiang majanten nénten purun nulak pakaryan inucap. Napimalih nénten wénten alasan jagi nulak,” baos dané cutet. Kacunduk ring Wantilan Pura Dalem Gedé Sukawati, Kasihanto nyatuayang yéning anggané rumasa kaarad mangda ngayah ring désa adatnyané. Manut Kasihanto, makéh utsaha sané prasida kamargiang mangda prasida ngayah majeng désa adat. Yéning sané tiosan ngayah dados prajuru adat, dados pecalang, pamangku, utawi sané tiosan, awanan dané wantah pinaka guru, dané prasida ngayah
Pupuh Durma 43.somæunÞ)p;,
Sampun lepah, pmusæensinÏ\n/,
pamuspané sinarengan, gusÓi\ur;\nÑikhin/, Gusti Ngurah ngandikain, smênßrrên/, samian mararian, hsuenn)g;r&jb, asuné negah ring jaba, kdiewnÓ)nÐp\áihin/,
ring widang pendidikan. Napimalih ring Désa Adat Sukawati madué SMP swasta sané kawangun olih tokoh-tokoh désa adat miwah krama sané urati ring pendidikan ring Désa Adat Sukawati. Kasihanto sané sampun sué dados guru Bimbingan Konseling (BK) ring SMPN 1 Sukawati rumasa jangkep madué bekel ngayah dados kepala sekolah. Yadiastun dané éling, pikobet sané kaarepin pacang abot. Sangkaning mabekel rasa lascarya ngayah, samian swadarma sané kamargiang pastika prasida becik kapuputang. Napimalih sokongan saking désa adat becik pisan. Minakadi nunas majeng guru-guru SD, SMP, SMA wiadin SMK sané sampun dados pegawai negeri sipil (PNS), mangda sareng-sareng ngayah ring SMP swasta duén desa adat. Majanten antuk upah sané akidik. Kasihanto metuéling majeng para siswannyané sané lulus warsané puniki mangda mautsaha ngruruh sekolahan sané lewih becik saha mangda tetep éling ring SMP Widya Suara sané sampun ngicén paplajahan salami tigang warsa. Uratian tokoh-tokoh Désa Adat
Sukawati, manut Kasihanto becik pisan. Kasinahang antuk kukuhnyané SMP Widya Suara salami 13 warsa puniki. “Titiang molihang sokongan saking désa, rumasuk sokongan saking guru-guru iriki sarengsareng nincapang kahanan SMP Widya Suara,” baos Kasihanto. Satios punika, sokongan saking kulawarga miwah para sawitrannyané taler becik pisan. Utamanipun sokongan saking istrin dané, Ni Ketut Watiasih. Malajah saking swadarman dané pinaka kepala sekolah, lanang sané mayusa 64 tiban puniki maosang yéning manusa wantah prasida mautsaha. Salanturnyané, yéning sampun titah saking Ida majanten nénten wénten sané prasida nulak. Dané ngumpamiang anggannyané. Minab parindikan puniki sané ngawinang anggané ngamargiang kahuripan antuk manah lascarya, rumasuk ngayah ring tanah palekadannyané madasar manah lascarya. (uma/ast)
Isin Gumi
kadi wénten kapanggihin, mnwihul,
Pesta Kesenian Bali Kausulang Kalih Warsa Apisan
manawi ula, pupu;p\С(sen\ÞnÓ¡rin/, Pupuh Pangkur sané nglanturin.
WECANA indik pamargin Pésta Kesenian Bali (PKB) kalih warsa apisan mawali ramia kawicarayang ring tengahing pamargin PKB sané kantun mamargi warsané mangkin. Usulan punika kacetu-
Kruna Basa Bali
AKSARA BALI
1.
pangkah
1.
p\Ð;,
1. berani, angkuh
2.
pangkung
2.
p\С*,
2. jurang
3.
pangkusan
3.
p\Сsn/,
3. gelar
4.
mapanta
4.
mpxÕ,
4. bertingkat
5.
pantun
5.
pnÓ¡n/,
5. padi
6.
paos
6.
pewos/,
6. bagian
7.
parajana
7.
prjn,
7. masyarakat
8.
pariangken
8.
prih\Ð)n/,
8. pengakuan
9.
peparikan
9.
pprikn/
9. saduran
10.
psÓ¡,
10. kutuk
10. pastu
Redité Pon, 2 Juli 2017
Bahasa Indonésia
sang seniman muda, I Dewa Gede Dana Sugama, S.H., M.H. Dané mikayunin pagelaran tahunan puniki patut kaselehin malih. Nénten wantah mangda ngwetuang inovasi anyar, sakémahon mangda lewih ring punika. Napiké PKB patut kalaksanayang nyabran warsa utawi kamargiang nyabran kalih warsa apisan antuk téma sané matiosan-tiosan. Santukan, sakadi sané kapanggihin, pamargin Pésta Kesenian Bali (PKB) nénten wénten pauwahan sané banget karasayang, mawinan sakadi monoton. Parindikan punika kabligbagang sajeroning acara Isin Gumi Radio Singaraja FM 92,0 Mhz raina Buda, 28 Juni 2017 lintang. Arta, Banjar Punika wantah usulan sané becik, tetujonnyané mangda para senimané polih makarya sesolahan sané becik saha anyar mawinan nénten kabaosang monoton. Sapunika taler sesolahannyané nénten ngawinang para pamiarsa marasa med. Lianan punika mangda ngirit anggaran daérahé kanggén nglaksananyang PKB. Gung Dé, Singaraja Manut tiang, PKB kalaksanayang kalih warsa apisan kirang becik. Tiang ngaptiang PKB prasida kalaksanayang tetep sakadi mangkin, nyabran awarsa apisan. Mangda para seniman prasida gelis nyolahang utawi ngwedar karyannyané nganutin jaman sané pinih becik saha nincapang kréativitas-nyané ring widang seni. Kaki Dukuh, Seririt Tiang nénten cumpu yéning PKB kalaksanayang kalih warsa apisan. Santukan tetujon PKB nénten wantah nglimbakang miwah nguningayang kasenian-kasenian saha budaya Baliné sané sampun kasub ring jagaté. PKB taler kanggén mengévaluasi ring dija kakirangan miwah
kalewihan kasenian Bali. Yéning ngicalang kesan monoton, genahnyané becikan magilihan, sampunang wantah ring Denpasar kémanten. Surya Adi Putra, Lovina Becik pisan yéning Pesta Kesenian Bali kamargiang kalih warsa apisan, punika pacang ngirit anggaran pemerintah. Santukan kantun akéh pawangunan ring Bali sané patut ngamerluang uratian. Sakémahon majeng ring para seniman mangda tetep nincapang karya-karya seninnyané. Putra, Pengastulan Tiang cumpu pisan antuk usulan punika, santukan sayan akéh kraasi kasenian sané prasida kakaryanin olih para seniman. Sakémahon tunas titiang, pamargin Pesta Kesenian Bali mangda magilihan genahnyané ring soang-soang kabupatén ring Bali. Sampunang wantah ring Dénpasar kémanten. Pekak Mologan, Mayong Yéning Pesta Kesenian Bali kabaos monoton, napi mawinan panontoné ramia? Krama setata ramia rauh mrika? Sané mangkin wikan-wikanan para seniman ngwewehin kreasi sané prasida ngicalang kesan monoton inucap. Yéning PKB kalaksanayang kalih warsa apisan, pacang ngirangin pendapatan daérah Bali. Aji Bima, Banjar Yéning kalaksanayang kalih warsa apisan sinah para seniman akéhan madué galah makarya sesolahan utawi kasenian anyar. Lianan punika taler pacang prasida nincapang kualitas PKB. (ama)
15
Minggu Pon, 2 Juli 2017
Suara Suara Keledai…
Ngeri Ngelihat Kilatan Pedang…
TULISAN yang sudah siap, saya tunda, insert tulisan ini, karena semalam saya berjumpa dengan ‘’Al-Maidah 54’’ pukul 20.30 sd 02.30 di lapangan Polinema Malang. Katanya berjumlah di atas 8-ribu, tapi menurut saya di bawah 6-ribu kaum muda. Terhadap pertanyaan mereka ‘’bagaimana menyikapi fakta bahwa Islam dijahati dan Ummat Islam direndahkan, diejek, dilecehkan, bahkan dihina dengan ungkapan sangat kotor…’’ saya menjawab: ‘’SAMPAI MINIMAL LEPAS dari atmosfir Idul Fitri tahun ini, rajinrajinlah menyebarkan lembutnya Islam, lapang hatinya Islam, indahnya ‘’Silmi’’ Islam, rasa saying kemanusiaannya Islam. Adapun komponen, factor atau dimensi-dimensi lainnya, cukup simpanlah di privat-room, ‘’di-imbu njero genthong’’ di kamar khilafah kearifan sosial Islam.’’ ITU BAGIAN dari policy Sila Keempat: ‘’Kerakyatan yang dipimpin oleh himat kebijaksanaan dalam Permusyawaratan dan Perwakilan.’’ Para pergali Pancasila mendatangi Tambang Islam dan untuk Sila-4, mengambil empat mutiara atau batu mulia. 1. Rakyat dan kerakyatan. 2. Hikmat. 3 Musyawarah. 4. Wakil. S E B A G A I S EOR A N G M U S L I M saya mengalami ‘’kegembiraan rahmatan lil’alamin’’ menyaksikan ummat manusia siapa saja mendatangi Tambang Islam dan mengambil emas permatanya. Kata rakyat diambil dari konsep kepemimpinan dalam Islam: ‘’Kullukum ro’in wa kullu ro ‘in mas ‘ulun ‘an ro ‘iyyatihi’’. Setiap orang adalah pemimpin, dan setiap pemimpin bertanggungjawab atas kepemimpinannya. Itu bukan sebatas Bahasa Arab, itu bimingan Allah dalam narasi Islam. ‘’Ro’iyah’’ menjadi ‘’Ro’iyat’’ menjadi ‘’Rakyat’’. Rakyat adlaah subjek utama kepemimpinan dan pemerintahan ata pengelolaan kehidupan bersama. Rakyat adalah pemangul mandate kedaulatan dari yang maha Menciptakan bumi dan langit, daratan dan lautan beserta isinya. Rakyat adalah pemegang otoritas dalam skala kebersamaan yang dormulanya bolan dikonsep Kerajaan Kesultanan, Kekhalifahan, Republik, Negara Demokratik atau apapun, sepanjang menjamin Rakyat adalah pemegang kekuasaan. ‘’HIKMAT’’ digali dari ‘’bil-hikmati’’: tetesan paling esensial dan substansial dari kebenaran bersama, kebaikan, keindahan dan keseimbangan kolektif. Subjeknya Hakim: manusia yang terdidik dan terlatih untuk memiliki penglihatan nilai dengan presisi prima terhadap inti kebenaran, kebaikan dan keindahan. Disebut juga kebijaksanaan atau ke-ari-an Kearifan adalah pengetahuan yang melubuk-mengufuk.
Ilmu yang menemukan resultan antara kedalaman dengan keluasan serta ketinggian. Ketika diaplikasikan menjadi hokum positif, ia diterapkan dengan ‘amar na’ruf’’. Menegakan garis hokum, yang berasal dari simulasi, perhitungan atau muhasabah sampai terumuskan ‘’aturan yang sudah di arif-I besama’’,. Disepakati sebagai pasal hukum positif. ‘’MUSYAWARAH’’ adalah tahap fungsional sesudah ‘’rakyat’’ menyadari diri sebagai ‘’Musyarokah’’ atau Masyarakat. Rakyat adalah penduduk yang berserikat, kemudian bermusyawarah menyepakati sejumlah ataran bersama. Tetapi karena mozaik nilai hidup sangat luas, sebagian hal perlu di-tawakkalkal, atau diwakilkan ke orang atau lembaga atau Dzat di luar dirinya. Kita sudah siapkan warung nasi semaksimal mungkin, makanannya, budaya pelayanannya, kenyamanan warungnya. Tapi apakah akan laku atau tidak, berapa jumlah konsumen yang akan membeli, itu di luar kuasa ilmu manusia. Maka di-tawakkal-kan. Sebagaimana petani hanya mampu menanam dan merawat pagi, t etapi panen tidaknya berada di wilayah Tawakkal. RAKYAT BISA KITA DALAMI menjadi buku sendiri. Hikmat, Permusyawatan dan Perwakilan adalah buku dan buku sendiri. Cuma hari ini NKRI sedang terapung-apung dan terombangambing di ombak artifisialisme dan takhayul tentang nilai-nilai: Pancasila, Islam, Bhinneka Tunggal Ika dst. Keterombang-ambingan itu membuat bangsa Indonesia bertubrukan, baku benci, saling memaki, merendahkan dan menghina sampai tingkat yang kumuh dan busuk dari kemanusiaan. KALAU HATIMU SELUAS TUJUH LAUTAN, tak cukup menjadi wadah kesabaran untuk menampung betapa kita sedang saling menyakiti dan melukai. Kalau jiwamu seluas jagat raya, jangan optimis bahwa itu cukup untuk mengakomodasi betapa brutalnya dialektika NKRI hari ini, betapa kejamnya, betapa tega dan tidak berat hati satu sama lain. Betapa ringan orang melontarkan hinaan dan pelecehan kepada sesamanya. B E B ER A P A L A N G K A H L A G I , mereka akan berbunuh-bunuhan sampai ke tingakt jasad, darah dan nyawa, sebagaimana dulu Ibslis mengkritisi idepenciptaan Adam. Abu Dzar Al-Ghifary pernah berdialog dengan Muhammad saw tentang momentum di mana orang-orang sedang dikutuk dan dibunuh. ‘’Apa yang harus kulakukan?’’ Abu Dzar bertanya. Rasullulah SAW menjawab: ‘’Bergabunglah ke rumah-rumah yang penghuninya dibunuhi’’. Kelak Sang Pintu Ilmu, Ali bin Abi Thalib memberi nasihat: ‘’Jadilah orang yang didholimi, jangan menjadi pihak yang mendholimi.’’ TAPI ABU DZAR, pribadi yang lembut dan ‘’jembar manah’’, mengejar: ‘’Bolehkah aku mengangkat pedang?’’ Rasulullah menjawab: ‘’Kalau kau angkat pedang, apa bedanya engkau dengan para pembunuh? Masuklah ke rumahmu, sembunyilah di kamarmu. Kalau engkau merasa ngeri melihat kilatan pedang yang datang mengancammu, ambillah kain untuk menutupi wajahmu, sehingga tak terlihat olehmu kitalan pedang itu.’’ Maka kepada anak cucuku di lapangan Polinema itu saya bertahan mengatakan: ‘’rajin-rajinlah menyebarkan lembutnya Islam, lapang hatinya Islam, indahnya ‘’Silmi’’ Islam, rasa sayang kemanusiaannya Islam…” l Emha Ainun Nadjib Yogya, 3 Juni 2017
Pulang, Pulang, Pulang…
l Hadir dan Meng-Hadir Tanpa Alasan PULANG, boleh jadi satu di antara momentum perjalanan manusia Nusantara yang paling menggetarkan. Sebagaimana perjalanan pendakian, Pulang adalah pelepasan tiada batas setelah mencapai puncak tuju yang diidam-idamkan. Tiada kata-kata sanggup mewakili segenap cita rasa perasaan batiniah ketika telah sampai di puncak tuju itu: lepas, begitu lepas bebas seluruh. PULANG, adalah panggilan final peradaban manusia Nusantara setelah mengelana menyusuri jalur lajur kehidupan yang sedemikian banyak pilihan nan beragam. Tiada yang lebih mutlak tinimbang keniscayaan bagi setiap pejalan kecuali Pulang, Pulang, dan Pulang. Setiap pejalan boleh pergi sejauh dan semana suka hati menuju, tapi pada ujung perjalanan setiap pejalan
hanya punya satu pilihan, satu panggilan: Pulang, Pulang, Pulang…. PULANG adalah drama kehidupan manusia Nusantara terdramatis: dia menggedor-gedor setiap sukma insan yang telah tersadarkan, tercerahkan. Pulang dan kepulangan begitu mengharu-biru kalbu insan-insan yang telah tersentuh panggilan terpribadi: dia menagih kesiapan dan ke-lascarya-an tiada tepi. PULANG juga adalah kegirangan tiada tara: dia hadir tanpa memerlukan alasan—kecuali kegirangan, kegirangan, dan kegirangan yang tiada terkatakan. Pulang, karenanya, memang bukanlah kata-kata, tapi tindakan yang Hadir dan meng-Hadir di sini saat ini. l deprabas
Nyanyian PERINGATAN
lMevlana Jalaluddin Rumi
Hidup tanpa cinta seni seperti hampa, penyia-nyian hidup Tak ada yang penting Lain kata adalah omong kosong dijalan itu
Kija Ambahin Mulih? l Menjadi Tuan Maha-Rumah
SABAN kali terngiang-ngiang dengan syair kaya musikalitas penyair Sitor Situmorang yang berseru merdu, “Pulanglah, Pulang si Anak Hilang….” ingatan saya pun berkelebat-kelebat pada nyanyian semasa kanak-kanak silam, di desa. “Semut-semut api, kija ambahin mulih?” Ah, engkau para kawanan semut merah, ke manakah jalan hendak ditempuh buat pulang? Tetua Bali berkepahaman Hidup, memang lebih suka membilang kematian itu dengan sebutan mulih ka gumine wayah, pulang ke jagat asal. Bahasa Indonesia mengatakan dengan istilah senada: berpulang. Mulih? Kenapa mesti mulih, kenapa harus pulang? Pulang tidak perlu alasan apa pun, terkecuali, ya, semata-mata pulang. Bisa saja banyak alasan ditebarkan untuk langkah pulang, semisal ingin bertemu anak, ingin bertemu suami/istri, ingin tidur, mau makan, dan seterusnya. Tapi, apakah semua itu tidak bisa dilakukan di luar rumah, sehingga untuk seluruh alasan itu mesti pulang, mulih? Ternyata bisa. Itu berarti, seseorang pulang sebenarnya bukanlah karena semua alasan itu. Dengan kata lain, semua alasan itu bukanlah alasan sesungguhnya untuk pulang. Pulang tidak perlu alasan. Bilapun hendak dicari-carikan alasan, maka satu-satunya alasan mendasar nan murni kita pulang adalah karena kita telah ke luar rumah. Bila kita tidak ke luar rumah, maka kita tidak perlu lagi pulang, karena kita sudah berada di rumah. Entah siapa yang membuat “hukum kemestian” ini: Setiap yang ke luar rumah, mesti pulang kembali; setiap yang meninggalkan rumah, mesti kembali ke rumah lagi. Setiap kali ada yang masuk, maka mesti ada ke luar; setiap ada ke luar, niscaya ada masuk, kembali. Sebagaimana bernapas: setiap kali ada yang dihirup masuk, mesti disusul dengan ada dihembuskan ke luar. Ada lubang hidung kiri, ada lubang hidung kanan. Ada makanan masuk lewat mulut, ada sisa makanan dikeluarkan lewat dubur. Ada yang cair masuk lewat mulut, ada yang cair ke luar lewat lubang kelamin. Ekonom membahasakan dengan debet-kredit, kimiawan membilang aksi-reaksi, fusi-defusi, bahasawan membilang diterangkan-menerangkan. Prinsipnya sama: Bila semata-mata masuk atau semata-mata ke luar, maka Hidup pun berhenti Hidup. Hidup mengalir terus, justru karena senantiasa ada ke luar dan ada yang menyusul masuk. Karena kita ke luar dari rumah, maka kita pun pulang kembali. Bila tidak pulang kembali
ALIH-ALIH BERPUASA Ramadhan menuju harapan sorga: rasanya saya justru sedang dihukum oleh Allah. Selama hidup hanya 5 buku yang saya baca. Lantas saya melakukan hal yang mustahil: mengetik ribuan tulisan, menerbitkan hamper 100 buku, menulis ‘’Daur’’ hingga 309+ 124 tulisan hari ini caknun.com, ditambah rutin ‘’Wedang Uwuh’’, ‘’Lubuk’’, ‘’Bongkah’’, maupun tentatif ‘’Asepi’’, ‘’Khasanah’’, ‘’Wong2an’’. Belum yang lepas-lepas darurat.’ MUSTAHIL dalam arti orang menulis berharap dibaca. ‘’Siapa berbuat sezarrah kebaikan akan mendapat imbalannya, siapa melakukan sedebu kejahatan akan memperoleh balasannya,’’ kata Allah. Dan dengan hanya pernah membaca 5 buku: saya berharap orang membaca jutaan huruf-huruf yang pernah saya ketik? Hidayah Tuhan saja tidak diprimerkan, kok saya berharap manusia meng-Iqra’- i tulian saya. ALLAH KASIH ‘’juklak-juknis’’, ‘’Dan sederhanakanlah kamu dalam berjalan, dan lunakanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara adalah suara keledai.’’ Belum pernah saya menemukan contoh ‘’seburuk-buruk suara’’ yang dimaksud Tuhan itu selain tulisan-tulisan saya sendiri. ‘’Binasalah kedua tangan Abu Lahab,’’ dan akulah Abu Lahab itu. Dan, Allahu Akbar, besok pagi orangmenyapa: ‘’Hab, mau ke mane elu Hab.’’ ASLINYA KALI INI saya berniat menuliskan hasil halaqah imajiner dengan Nabi Hud, Nabi Soleh, Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, serta sejumlah Nabi lain yang di zamannya Allah menurunkan bencana-bencana dahsyat : banjir bah, gempa dahsyat, badai es, atau ‘’pageblug’’ besar. Kaitannya dengan peta kausalitas sejarah dan nasib NKRI hari ini dan esok. Termasuk dua tahun kosong ‘’bencana’’ misterius penguburan peradaban besarbesaran, penyembunyian sejarah hampir total menjelang Abad 14 di pulau yang kini kita huni dengan ‘’plola-plolo.’’ HATI saya member judul halaqah itu ‘’Kalau Kekasih Disakiti.’’ Dibantah oleh pikiran saya, ‘’orang akan makin tidak paham’’, katanya, ‘’nanti disangka judul sinteron India.’’ Tapi hati saya bersikukuh. Dan tak ada kompromi di antara mereka. Maka akhirnya tulisan ini yang saya ketik. MEMANG PIKIRAN saya bisa dipahami. Lha bagaimana, sekarang ini kalau orang mau mempelajari Lembu, kepustakaannya Surat Al-Baqarah. Meneliti lebah baca An-Nahl. Surat An-Naml disangkat teks tentang semut. Mempelajari keikhlasan buka Surat AlIkhlas dan bingung tidak ada kata ikhlas di ayat-ayatnya. KETIKA PIKIRAN saya bermaksud menjelaskan beda antara pula dan system narasi Kitab Suci dengan Disertai Akademik Doktor, Mozaik titik, garis, lekukan, lipatan, tikungan, spiral, oval, siklikal, lingkaran, bulatan., cekungan, cembungan, luar di dalam, dalam di luar, mikro dalam makro, makro dalam mikro dan macam-macam lagi hati saya
ngambeg. ‘’Ndak usah nambah perkara. Bangsa ini sudah tergeletak kelelahan oleh terlalu banyak masalah.’’ SAYA BILANG ‘’Ketika Dokter mengobati, jangan ad aide uang an bayaran,’’ diartikan ‘’berobat boleh gratif’’. Kalau mengajar, Guru harus berniat pendidikan, bukan berkemauan mencari uangdimaknai ‘’wajar gaji Guru sangat rendah.’’ ‘’Wala tamnun tastaktsir.’’ ‘’jangan member dengan mengharapkan imbalan berlipat ganda.’’ Ditafsirkan menjadi Muslim harus ikhlas miskin. ‘’Utamanya rindu jumpa Allah, bukan dari keuntungan Sorga’’, dituduh melecehkan Sorga. Tidak ada obat Diphroson di Apotek situ, terus saya bilan ‘’tadi ban motor saya menggembos di depan Apotek, ketika saya beli diphrosib’’ – para pendengar hanya focus ke ban nggembos, sehingga tidak memperoleh informasi baru tentang Diphroson. BIKIN TULISAN ‘’Nyajwa Menanti Shoikhah’’ disangka reportase infortainment. ‘’Puasa Ibunda’’ dipahami sebagai kisah di masa kanak-kanak. ‘’Rindu Menyatu’’ dianggap cerpen remaja. ‘’Shummum Bukmun’’ ditepis: ‘’Sok Arah.’’ ‘’NKRI Patigeni’’ dipikir pelajaran nyantet. Saya bilang ‘’Saya ndak bisa naik sepeda’’ disimpulkan ‘’apalagi nyetir mobil.’’ ‘’Berat Hari dan Tidak Tegaan’’ diasumsikan sebagai artikel spsikologi. ‘’Kita Indonesia, Kita Pancasila’’ dikutip oleh media menjadi ‘’kami Indonesia, Kami Pancasila’’. WARTAWANNYA alumus We University, sehingga tidak bisa memilah beda antara Kami dengan Kita. ‘’Kalau buka puasa, saya tidak suka makanan yang susah memakannya, misalnya daging, harus nyakot, banyak slilit pula, saya tempe tahu saja’’ dikutip; : ‘’Emha: Saya anti daging.’’ DULU SAYA PIKIR saya adalah seorang Bapak, yang bersama anak saya berjalan menuntun keledai. Orang berkomentar: ‘’Bapak Anak sama-sama pekok. Punya keledai kok nggak dinaiki’’. Akhirnya anak saya menaiki keledai, saya berjalan menuntunnya. Orang mencela ‘’Anak tidak tahu diri. Bapaknya disuruh jalan, dia enak-enak naik keledai’’, Kami gentian, dan dikecam: ‘’Bapak fasis dictator. Anaknya disuruh jalan dia leha-leha nunggang keledai’’, Dibully juga: ‘’kejam kepada binatang. Satu keledai dinaiki dua orang’’. Kemudian kami bedua berjalan memanggul keledai, dan ditertawakan oleh setiap orang yang berpapsasan. TAPI KAMI BERTAHAN memanggul keledai. Tidak pakai alas an, argumentasi, filosofi, ideologi, tidak pakai pernyataan ‘’saya manusia, saya penyayang binatang’’. Kalau ada yang berkomentar lagi, kami langsung ‘’mbeker’’ persis keledai. Semoga semua penduduk bumi yakin bahwa kami berdua adalah keledai. Sedangkan yang kami tuntun adalah manusia.
ke rumah, maka itu akan dikatakan menginap. Menginap terus-menerus di luar rumah sendiri tentu tidak menjadi tujuan. Orang yang tidak pernah pulang (ke rumah, ke kampung halaman, ke dalam Diri) kerap dikatakan tidak tahu rumah (tusing nawang umah), ada kalanya malah dinamakan sesat, paling. Orang bisa saja tidur di manamana, bisa saja merebahkan dirinya bukan di rumahnya—tapi itu dinamakan menginap. Orang yang menginap berarti tidur bukan di rumahnya. Maka itu, kerap kali ada pertanyaan, “Kapan pulang?” atau, “Berapa lama
menginap?” Hanya mereka yang telah mampu menjadikan semua titik tempat di Jagatraya ini sebagai Rumah Asalnya-lah yang tidak mengenal kata Pulang, Mulih. Itu karena semua titik adalah Rumahnya, semua alamat adalah tempat tinggalnya. Tradisi memahami, dia yang telah mampu ”berumah” di semua titik tempat itu sama dengan telah senantiasa berdiam di dalam Maha-Rumah Dirinya. Di sana dia telah menjadi Tuan Rumah. l deprabas
l Emha Ainun Nadjib Yogya, 5 Juni 2017
Pulang Keber-Pulang-an Sesungguhnya l Kesementaraan Perantau Penginap
PULANG dalam kesadaran Nusantara Raya adalah keniscayaan bagi setiap yang meninggalkan tempat asal: entah rumah asal, entah tanah asal kelahiran. Tiada satu pun makhluk kehidupan yang luput dari hukum Kesemestarayaan ini. Kemutlakan ini, dalam kesadaran Nusantara raya, terekspresikan terang benderang dalam ungkapan “sejauh-jauh bangau terbang” akhirnya pulang ke asal mula jua, akhirnya. Pucuk pohon bertumbuh dari tanah, akhirnya kembali pulang ke pangkuan sang ibu-asal tanah jua, akhirnya. Air menguap dari laut menjadi mendung lalu turun mewujud hujan, dan setelah melewati lika-liku kelak-kelok perjalanan sedemikian panjang, bersua kembali di pangkuan sang ibu asal samudera raya, akhirnya. Mengelak dari panggilan pulang ke asal boleh-boleh saja, tapi tradisi ke-Nusantararaya-an mengkategorikan ini dengan judul “merantau”. Dia yang tidak pulang ke rumah asal diberi judul “menginap”. Perantau dan penginap baru
dapat dikatakan pulang bila sudah kembali ke asal. Selaras dengan penalaran inilah maka putra-putri kehidupan yang belum sampai kembali pulang ke sang “Sangkan Paraning Dumadi”, sang Asal Muasal Penyebab Kehidupan, ini dalam konsepsi keNusantararaya-an tetap saja dikategorikan “merantau” atau “menginap”. S e lu r u h k umpulan w a k t u “merantau” dan/atau “menginap” di ruang-ruang kehidupan semewah dan semenyenangkan apa pun ini, dikategorikan sebagai kesementaraan. Dan, kesementaraan itupun, entah seberapa lama pun, tentu saja bukanlah kesejatian. Kesejatian itu bukanlah kesementaraan, melainkan kelanggengan. Kehadiran kelahiran di ruangruang kehidupan dengan kepergian meninggalkan Rumah Asal atau Tanah Asal, karena itu, dalam perspektif kesadaran Nusantara Raya, adalah kesementaraan. Sekadar ‘numpang ngombe”, numpang minum sejenak, kata tetua Nusantara Jawa. Sekadar sekelebatan kilap, kata kawi-wiku Bhagawan Wararucci. Kehadiran Sejati yang Langgeng itu justru adalah ke-PULANG-an ke Rumah Asal Keabadian. Itulah Pulang yang bermakna keber-PULANG-an sesungguhnya. l deprabas
CAKRA Yadnya EDUKASI (H) Cinta NUSANTARA – 2017 Ngampoeng Seni JKP-109, Pijakan Start Kerasadirian l Bagi yang Terpanggil Sepenanggungan Sangkan Paraning Dumadi l
KAMIS Pon, 27 Juli 2017 Riki Dhamparan Putra, Dayu Oka Rusmini, Putu Fajar Arcana, Dwitra Ariana, Marewo Jatendra, Putu Wirata Dwikora, Wulan Saraswati, Made Gunawan, GM Sukawidana, Heri Anggara, Helmi Haska, Angga Wijaya, DS Putra, Rukmi Wisnu Wardani, Balawan, Achmad Marzuki, Sindu Putra, Goenawan Mohamad, Setya Nugraha, Remy Sylado, Tirtayasa, Raka Santeri, Hamka, Yudha Bantono, Nugroho Notosusanto, Dwitanaya, Zaim Rofiki, Suryadi, Sukoco, Sukarelawanto, Pramono, Hanafi, Meidi Loekito, Ersa Sasmita, Nermi Silaban cs (masih bersambung 9 Juli 2017….) SERATUS (100) Monolog Putu Wijaya Keliling BALI… Jaga dikota masing masing sampai Desember 2017 KEJUTAN Apresiasi 2017 Buleleng – Karangasem Kardanis Mudawi Jaya Sliding Bali Timur JAGA di Jatijagat Kampung Puisi – 109 SETIAP tanggal 27 TIAP bulan, Menjelang 230 Tahun DENPASAR nonstop 24 jam TANPA jeda… MENGUKUR 2017, PELUANG 2018…. Road to Homecoming 230 Years Old Denpasart ZINDA Ruud Purnama, IA Wayan Sugiantari, Ayu Ratna Budhiarti, IGA Komang Wiliani, Made Edy Arudi, Santiasa Putu Putra, Moch Satrio Welang, Surya AR Gemilang, Rai Sri Aritni DIATAS kertas sementara ini sangat berpeluang memasuki ARENA Partai Solo – Run 2017 – 2018. Siapkan Pasfoto bebas + Adat plus biografi singkat tapi jelas. MAKIN banyak karya prosa dan sajak TERSELEKSI yang anda kirim YANG PALING MAKSIMAL jelas jelas tak perlu antre LANGSUNG menggebrak.
Road to Homecoming 230 years old Denpasart!!!
NASIONAL
16
Minggu Pon, 2 Juli 2017
Layang-layang Hari Anak Nasional di Mertasari
NAIK - Anak-anak Komunitas Dharmawangsa sedang menaikkan layang-layang di Pantai Mertasari.
Terpeleset saat Main Layang-layang, Bocah Tewas di Sungai Denpasar (Bali Post) Bocah lima tahun, Raden Muhamad Ilham Pradana, ditemukan mengambang di Tukad Mati di Jalan Gunung Gede Gang Srikaya, Denpasar Barat (Denbar), Sabtu (1/7) kemarin. Korban berstatus pelajar ini diduga nyemplung ke sungai itu saat main layang-layang. Kapolsek Denbar Kompol Gede Sumena, didampingi Kanit Reskrim Iptu Aan Saputra mengatakan kejadian ini baru diketahui sekitar pukul 16.00 wita. Saat ditemukan, korban mengenakan baju kaus Italia warna biru dan celana pendek warna abu-abu.
Dari keterangan ibu korban, Dewi Marianti (34), sekitar pukul 16.00 wita, saat sedang berada di rumahnya datang teman korban memberitahukan bahwa anaknya terpeleset ke sungai di TKP. Selanjutnya, Dewi bergegas menuju TKP dan melihat ke sungai, namun anaknya tidak kelihatan. Ia langsung menghubungi BPBD Kota Denpasar untuk membantu mencari korban di sekitar sungai yang dibantu warga di sekitar TKP. Akhirnya, korban berhasil ditemukan oleh tim BPBD Kota Denpasar dalam keadaan meninggal dunia. Sementara Trimo Prasetyo
(49) menyebutkan sekitar pukul 13.00 wita, ia sedang memandikan burung di halaman rumahnya. Saat itu melihat korban sedang bermain layang-layang di depan rumah bersama temannya. Sekitar pukul 16.00 wita, Trimo diberi tahu teman korban bahwa Ilham jatuh di sungai. “Jenazah korban dibawa ke RSUP Sanglah untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Korban meninggal dunia karena tenggelam di sungai akibat terpeleset pada saat bermain bersama temannya. Saat ini, korban dibawa ke rumah duka oleh keluarga korban,” ujarnya. (kmb36)
Korban Penusukan Masih Lemah
Jakarta (Bali Post) Dua anggota Brimob yang menjadi korban penusukan di dekat Masjid Falatehan masih lemah dan menjalani perawatan intensif. Keduanya kini menjalani perawatan di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur. “Kondisinya masih memerlukan perawatan. Keadaan umumnya masih lemah mungkin karena shock,” ujar Kabag Humas RS Polri AKBP Kris, Sabtu (1/7) kemarin. Akibat penusukan itu, AKP Dede Suhatmi dan Briptu Syaiful B mengalami luka di bagian leher dan wajah. Kondisi korban yang masih shock juga dikatakan Kris memerlukan istirahat yang banyak. “Jadi, intinya harus banyak istirahat,”
imbuh Kris. Saat ini, kedua korban menjalani perawatan intensif di Gedung dr. Hardja Samsurja RS Polri. Pengamanan di dekat ruang perawatan pun cukup ketat. Sejumlah anggota Brimob berseragam dan bersenjata berjaga di koridor dekat ruang perawatan korban. Sebelumnya, kedua anggota Brimob tersebut menjalani perawatan di RS Pusat Pertamina, Kebayoran, Jakarta Selatan. Keduanya dipindahkan ke RS Polri pada Jumat (30/6) malam. Penyerangan terhadap dua anggota Brimob yakni AKP Dede Suhatmi dan Briptu Syaiful B terjadi usai menunaikan salat Isya di Masjid Falatehan, Jakarta
Selatan sekitar pukul 19.40 WIB pada Jumat (30/6). Pelaku menggunakan pisau sangkur saat melakukan penyerangan. Setelah menusuk anggota Brimob, pelaku melarikan diri ke arah Terminal Blok M sambil mengancam anggota Brimob yang bertugas jaga. Karena mengabaikan tembakan peringatan, polisi menembak mati pelaku. Kris mengatakan pihaknya juga sedang memeriksa tas ransel yang mencurigakan yang didapatkan di dalam masjid. Tas ransel itu setidaknya berisikan kabel. Dia menyayangkan kejadian penyerangan terhadap anggota kepolisian itu, apalagi terjadi di dalam masjid usai menunaikan salat. (kmb)
BPM/wan
Denpasar (Bali Post) Serangkaian memeriahkan Hari Anak Nasional, sejumlah anak komunitas pencinta layang-layang tradisional Bali, Dharmawangsa mengisi dengan menaikkan layang-layang Janggan di Pantai Mertasari, Sanur, Sabtu (1/7) kemarin. Komunitas Dharmawangsa kompak menaikkan layang-layang di tengah panas matahari menyengat. Acara tersebut merupakan rangkaian pelaksanaan acara workshop layang-layang dan workshop fotograpi Hari Anak Nasional dan HUT ke69 Bali Post. Sebelum bermain layanglayang, anak-anak SD dan SMP tersebut mengikuti workshop layangan bersama undagi laying-layang Bali Ida Bagus Ugrasena Narendra didampingi Nyonya Ely Ugrasena yang berlangsung di Bale Banjar Bali Global, Shankara di Jalan Danau
Toba, No.7 Sanur. Acara juga dihadiri tokoh masyarakat Sanur Made Arjaya beserta istri. Peserta workshop diajarkan membuat layangan yang terbuat dari bahan kertas koran dan lidi. Momen tersebut antusias diikuti anak-anak sambil belajar untuk melestarikan kesenian budaya Bali. Selain itu, anak anak juga bisa menghasilkan uang jajan dari hasil karya membuat layangan. Bahkan, layangan pun bisa membawa anak-anak terbang ke luar negeri dengan modal skill membuat dan bisnis layanglayang tradisional Bali. Kesempatan tersebut dimanfaatkan dengan baik anak-anak Komunitas Sanggar Layang-layang Dharmawangsa untuk belajar membuat layangan bersama undagi layang Bali, Ida bagus Ugrasena yang telah melanglang buana ke luar negeri. Selain mengikuti work-
shop layangan, anak-anak pelajar peserta workshop juga mengikuti pelatihan fotograpi dari fotografer muda Bali, Ida Bagus Dharma Wisesa serta fotografer dari Bali Post I Komang Suryawan. Peserta pelajar yang mengikuti kegiatan workshop mendapatkan pengetahuan tentang pengenalan kamera digital tentang melukis dengan cahaya yang dikenal dengan sebutan fotograpi. Selain itu, mereka mendapatkan informasi tentang cara penggunaan kamera digital, teknik pengambilan gambar, trik memotret objek atau model. Selain itu, pelajar juga mendapatkan kesempatan menjaga kesehatan melalui terapi hipnosis yang dibawakan pakar hipnoterapi Guru Mangku Hipno membantu mendorong anak menjadi anak yang baik dan patuh kepada orang tua serta berprestasi. (wan)
Mulyadi, Pelaku Penusukan Polisi Teroris Alihkan Sasaran ke TNI
Jakarta (Bali Post) Polisi meyakini pelaku penusukan dua anggota Brimob (Polri) adalah Mulyadi, sesuai dengan KTP yang ditemukan. Hal itu diungkapkan Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto.Kepastian ini diperoleh setelah polisi mendapat kepastian dari kakak ipar Mulyadi. “Pelaku bernama Mulyadi pekerjaannya sebagai pedagang kosmetik di Pasar Roxy Bekasi,” kata Irjen Setyo kepada wartawan di Mabes Polri, Jl. Trunojoyo, Jaksel, Sabtu (1/7) kemarin. Polisi mendatangi alamat yang ada di KTP, yaitu di Kelurahan Sukaresmi, Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Jumat (30/6) malam. Di alamat itu, polisi tidak menemukan Mulyadi. Polisi juga tak menemukan warga yang mengenal Mulyadi, si pelaku penusukan. Namun, memang ada kakak ipar Mulyadi. Polisi lalu memeriksa kakak ipar Mulyadi. Kakak ipar dan kakak kandung Mulyadi pun mengenali pelaku sebagai adiknya. “Kakak ipar dan kakaknya mengakui ini Mulyadi. Baru mereka yang dimintai keterangan,” ujar Irjen Setyo.
Mulyadi ditembak mati polisi setelah menusuk dua anggota Brimob di Masjid Falatehan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (30/6) malam. Sedangkan dua anggota Brimob yang ditusuk mengalami luka di leher dan wajah. Keduanya kini dirawat di RS Polri dan telah menjalani operasi. Selembar KTP milik seseorang berinisial M ditemukan di lokasi penusukan dua anggota Brimob. Mendagri Tjahjo Kumolo menyebut pelaku penusukan belum pernah membuat e-KTP. Pengamat teroris Al Chaidar mengatakan, ISIS menarget-
kan anggota Polri dan kini bisa diarahkan ke TNI. “Jabodetabek paling banyak jumlah anggota ISIS. Lalu, disusul Riau, Jawa Barat dan Jawa Tengah,” katanya. Menurutnya, tak hanya personel Polri, TNI dan pusat perbelanjaan juga menjadi target utama kelompok yang dipimpin Bahrun Naim tersebut. “Tiga target ini di mata mereka sebagai lambang kapitalisme. Sedangkan, TNI/Polri mereka anggap thogut atau setan. Dalam aksinya, pelaku nekat hanya menggunakan pisau,” paparnya. Ia juga berpendapat, saat ini
ISIS semakin terdesak sehingga kekurangan persenjataan dan uang untuk melancarkan aksinya. Terlebih, jika nantinya sudah ada fatwa untuk melakukan penyerangan dengan cara apa pun. “Karena terdesak, maka targetnya tidak hanya TNI/Polri dan pusat perbelanjaan, tapi juga rakyat sipil. Pola yang bakal dilakukan dengan cara menabrakkan kendaraan di kerumunan. Sama seperti di Prancis dan Inggris,” terang Al Chaidar. Mantan anggota Negara Islam Indonesia (NII) itu menambahkan, terkait sederet kasus yang terjadi saat ini, Polri harus bertindak cepat dan tidak ada cara lain untuk mengantisipasinya selain memberangus. “Mereka (aparat keamanan) harus memberangus sel terorisme sampai ke sel tidur,” tutur Al Chaidar. (kmb).
HUT Ke-71 Bhayangkara
Polres dan Polsek Lakukan Sembahyang Bersama Semarapura (Bali Post) Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-71 Bhayangkara, jajaran Polres bersama Polsek Klungkung melakukan persembahyangan bersama di Pura Mandara Kusuma dan Pura Jagat Natha, Klungkung, Sabtu (1/7) kemarin. Persebahyangan bersama ini di-puput Jero Mangku Ida Bagus Darmasuta, yang diikuti Kapolres Klungkung AKBP Bambang Tertianto, SIK.CFE., Waka Polres Kompol Nengah Sadiarta, S.H., SIK., Ketua Bhayangkari Cabang Klungkung Nyonya Dewi B. Tertianto, Wakil Ketua Bhayangkari Nyonya Sadiarta, dan para Kabag, Kasat, Kapolsek serta Personel Polres Klungkung dan Polsek jajaran.
AKBP Bambang Tertianto, SiK.CFE dalam kesempatan itu mengungkapkan, kegiatan seperti ini baru pertama kali terjadi di Polres Klungkung di hari Bhayangkara yang ke–71 diperingati dengan cara melaksanakan persembahyangan bersama. Kata dia, kegiatan persembahyangan bersama ini dilakukan guna mengucapkan puji syukur dan meningkatkan spiritual anggota Polres Klungkung dan jajaran serta meningkatkan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Mahaesa. “Bertujuan untuk memohon keselamatan dan kesehatan seluruh personel Polres Klungkung dan jajaran Polsek,” ungkapnya. Lebih lanjut dikatakan AKBP Bambang Tertianto, pihaknya berharap kepada
seluruh masyarakat Klungkung agar senantiasa memberi dukungan kepada Polri khususnya Polres Klungkung di dalam melaksanakan tugas sebagai pelayan, pelindung, dan pengayom masyarakat serta penegakan hukum, sehingga situasi kamtibmas di wilayah Klungkung sampai saat ini tetap kondusif. Selain melaksanakan persembahyangan bersama sebagai rasa syukur di hari jadi Bhayangkara yang ke71, Kapolres Klungkung bersama Waka Polres didampingi pejabat utama Polres Klungkung melaksanakan pemotongan tumpeng dan diserahkan kepada Brigadir Putu M. Punarharimbawa, S.H. bertempat di jaba Pura Mandara Kusuma Polres Klungkung. (nan)
Minggu, 2 Juli 2017 05.00 Gayatri Mantra 05.30 Bali Channel Tourist TV 05.52 Mars Indonesia Raya 05.54 Mars Bali Jagadhita 05.56 Lagu Ngastitiang Bali 06.00 Puja Trisandya 06.05 Dharma Wacana Pemahaman Sastra Agama untuk Meningkatkan Sradha dan Bakti (2) 06.35 Seputar Bali Pagi Akhir Pekan 07.35 Sehat & Bugar 08.00 Klip Anak 08.35 Bali Channel Tourist TV 09.05 Taman Sari TK Eka Utama (1) 09.30 Belajar Menggambar
Membuat Diorama Beruang 10.05 Education On Bali TV 11.00 Round Up The World 11.30 Dunia Otomotif 12.00 Puja Trisandya 12.05 Dharma Wacana Pemahaman Sastra Agama untuk Meningkatkan Sradha dan bakti (3) 12.30 Traventure 13.00 Wirasa 14.05 Lejel Homeshopping 14.30 Tembang Bali 15.30 Education On Bali TV 16.05 Harmoni Bali 17.05 Inovator
17.30 Gita Shanti Sekaa Santhi PWRI Kec. Mengwi (2) 18.00 Puja Trisandya 18.05 Seputar Bali 19.00 Kuis Cerebrovit 19.30 Kris 20.00 Samatra Artis Bali 21.00 Lila Cita Calonarang Sidakarya (4) 22.00 Berita dan Bintang Terkini 22.05 Lila Cita Calonarang Sidakarya (4) 23.00 Lila Cita Arja Nusa Dawa Pura Kancing Gumi Petang (3)
BPM/ant
TAS - Anggota Gegana bersiap meledakkan tas yang diduga milik pelaku penusukan anggota Brimob di depan Masjid Falatehan.
Kisruh, Seleksi Taruna Akpol di Jabar Diambil Alih Mabes Polri Bandung (Bali Post) Seleksi penerimaan Taruna Akademi Polisi (Akpol) di Jawa Barat diambil alih Mabes Polri. Sebelumnya, hal itu menjadi tanggung jawab Polda Jawa Barat. Asisten Kepala Polri Divisi Sumber Daya Manusia (SDM), Irjen Pol. Arief Sulistyanto, menjelaskan, penyelenggaraan diambil alih setelah keputusan Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Anton Charliyan, yang memberlakukan kuota penerimaan Taruna Akpol dibagi menjadi kuota khusus. “Keputusan Kapolda Jawa Barat dibatalkan. Saya ke sini dalam rangka melakukan supervisi terhadap proses penerimaan anggota Polri 2017 di Polda Jawa Barat. Kekisruhan yang terjadi tidak dikehendaki panitia pusat,” ungkap Arief di Mapolda Jawa Barat, Sabtu (1/7) kemarin. Pengambilalihan itu diputuskan pasca-Polda Jawa Barat menerapkan kebijakan kategorisasi putra daerah dan nonputra daerah dalam proses seleksi. Hal itu menimbulkan polemik pada sebagian orang tua peserta. “Seleksi daerah dari 35 orang menjadi 23 untuk mengikuti seleksi tingkat pusat, akan diambil alih oleh panitia pusat,”
ujarnya. Arief menambahkan, ia sudah berkoordinasi dengan Divisi Propam Mabes Polri untuk mengusut adanya dugaan penyimpangan dalam penerimaan calon Taruna Akpol. “Untuk sanksi, akan dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu oleh Divisi Propam,’’ tegansya. Ditentang Warga Kebijakan Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Anton Charliyan, yang memberlakukan pemeriksaan kesehatan ulang dan memprioritaskan putra daerah dalam seleksi Taruna Akademi Polisi (Akpol) ditentang orangtua peserta dari kalangan umum. Bahkan, orangtua calon seleksi semakin geram dengan kebijakan tersebut saat panitia daerah Polda Jawa Barat mengumumkan kuota calon Taruna yang dikirim ke Semarang masuk dalam kategori putra daerah dan nonputra daerah. Untuk kuota putra daerah, dari 13 peserta, terjaring hanya 12 orang. Sedangkan dari nonputra daerah, dari 22 peserta, hanya 11 orang yang berhak mengikuti seleksi Akpol di Semarang. Polda Jawa Barat meloloskan empat calon Taruni Akpol (Polwan).
Dinilai memberlakukan mekanisme tidak adil, orangtua calon peserta yang tidak lolos memprotes saat pengumuman di aula Muryono Mapolda Jawa Barat. Salah satu orangtua peserta yang tidak lulus, ibu Nani, menyayangkan kebijakan tersebut. Alasannya, sebelum ada kategorisasi putra daerah dan nonputra daerah, anaknya berada dalam ranking kecil dan berpeluang besar lolos. “Saya akan berjuang sampai titik darah penghabisan, untuk memperjuangkan anak saya. Kalau saja nilai anakanak putra daerah lebih tinggi, saya tidak apa-apa. Tapi yang terjadi sekarang, mereka yang lolos dikirim ke Semarang nilainya di bawah nilai anakanak kami,” ujarnya. Nani mengaku sudah 12 tahun tinggal di Bandung, mendampingi suami yang berdinas di TNI. Mengakui anaknya yang bukan orang Sunda asli, dia merasa tersinggung. Sementara itu, orangtua peserta lainnya yaitu Warman mengaku keputusan Kapolda Jabar yang memberlakukan pemeriksaan ulang terhadap seluruh calon sangat disayangkan. Bahkan, untuk menciptakan situasi kondusif, Warman akan mengambil jalur hukum dengan melaporkan tindakan
Kapolda Jabar ke Propam Mabes Polri dan ancang-ancang untuk mem-PTUN-kan kebijakan tersebut. “Kenapa Rikkes ulang dilakukan di pengujung seleksi bukannya di awal-awal. Kemudian keputusan Kapolda soal putra daerah pertanggal 23 Juni 2017, beberapa hari sebelum sidang pengumuman calon Taruna Akpol. Kenapa tidak di awal penerimaan diumumkan,” kata Warman. Tidak Salahi Aturan Irwasda Polda Jawa Barat, Kombes Pol Rusli Hedyaman, menjelaskan, kebijakan kategorisasi putra daerah dan nonputra daerah dalam perekrutan Taruna Akademi Polisi (Akpol), ditetapkan berdasarkan pertimbangan Dewan Kebijakan Jabatan dan Kepangkatan (Wanjak). Rusli yang juga sebagai koordinator pengawasan dan pemimpin dalam sidang pengumuman calon taruna Akpol menambahkan, keputusan tersebut telah dikonsultasikan dengan Mabes Polri. “Kapolda Jabar sudah mengonsumsi hal ini, dan beliau sudah menyatakan siap bertanggung jawab atas kebijakan yang diambilnya,” kata Rusli. (ant)
Minggu Pon, 2 Juli 2017
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya : Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) - Iklan Still Store di Bali TV � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) - Runing Teks Bali TV tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus - Denpost Paket 69 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita - Bisnis Bali Paket � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau � Layanan Pengaduan: HP: 081 139 62168, Pin BB: 55c8e021 Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS!
Informasi pasang iklan Telepon
� Tarif iklan Mini/Baris
Dicari 2 Tukang Finishing Kebaya Hub.08123619551
DbthknAdmin(SMA/SMK)&Jur.Matematika u/Bimbel 08179791223
Dcr: FO,Belboy,HK,Driver,Engeneering,Laundry,Security,u/Htl E:newarenahotelkutabali@gmail. com/Hub.PO BOX 2005 Kuta Bali
Dbthkn Sgr Cook&Waiters.LamLgs bw ke Warung Boo Boo’s Jl.Pengubengan Kauh No.80 Kerobokan
B.BP.001.06.17.0002021
B.BP.164.07.17.0000059
Perush.Distribusi di Dps,Bth: Senior Sales.Lmrn+CV+Foto ke: sales@gap-indo.com Telp (0361)8495805,0812-3661-0053
B.BP.001.06.17.0001929
B.BP.001.07.17.0000060
Dcr Karyawan Perempuan u/Laundry Rajin,Jujur Ph082145238649 B.BP.166.07.17.0000061
Dcr Security,Admin, Marketing Kirim CV Hub:081236144569
B.BP.004.07.17.0000038
B.BP.001.06.17.0001922
Dcr Kolektor+Head Kolektor +Accounting Min S1+untuk Wil Gianyar Gj.3-4Jt,081236333101
B.BP.004.06.17.0001932
Dcr Krywn jaga&Sopir u/Toko Mebel,single,tdrdlm,081703337777
B.BP.164.07.17.0000057
Dcr Krywn/ti Artshop Celuk,SMP /A Single,Tdr Dalam,0811386978
B.BP.001.06.17.0001973
Dcr Personal Asis Wanita&Supir Hub:081282696361 B.BP.001.06.17.0001919
Dcr Sekretaris,Ulet,Menarik, max.23Th Hub.BPLE T.C 085237021110-(0361)422703 B.BP.001.07.17.0000030
Dcr sopir Pariwisata Area Nusa Dua Hp.08123811600 (Pak Jimy) B.BP.101.07.17.0000062
Dcr untuk Hotel Sales, House keeping,Engineering,FO: CV ke Kepundung Hotel Dps Jl.Kepundung No.62 Tlp.222976 B.BP.004.07.17.0000052
: : : :
Rp 200.000,- (10 x tayang) � Rp 50.000,- (5 x tayang) � Rp 165.000,- (10 x muat) � Rp 82.500,- (10 x muat) �
Jakarta Mataram Denpasar Surabaya
: : : :
(021) 5357602 - Fax : (021) 5357605 (0370) 639543 (0361) 225764 (hunting) e-mail:iklanbp@yahoo.co.id (031) 5633456
Dcr utk Bakery,FreshFood,Sopir CS(ank kuliahan),Ksir, Prmniaga Tlp.087852459519/085738559532
Dib.Driver SIM B1,Spv Gudang, Dicari Tukang Bersih/Pembantu Dicari S1Akuntansi Peng5ThPrwst Dicari Karyawati yg berpnglman Worker,Sales utk Food Distribu- utk Salon/Spa Hub.081999765714 untuk villa dan toko di SemiBs menganalisa Lap.Keuangan bs tion National.Lam bawa ke:Jln. nyak & cook helper for prepe/081558054157 Software Ms.office & Akuntansi, B.BP.001.06.17.0001985 Tukad batanghari 117(0361) ration at smoothie bar& Bakery B.BP.001.06.17.0001972 Usia max35th bs Bhs.Inggris LiDcri PGSD/Pjok Fasih english 257203.email:adib.bali99@yahoo Hubungi Ocie 733238 atau Email Dicari Sopir Pribadi bisa sandanTulisan,Pekerjaan RekonHub.Tukad Badung X-B Dps/ .com CVkethedeckseminyak@gmail.com Matik Padang Tegal Tengah 63 (0361) 8956249/081396360963 siliasikas/BankTransaksi/RekonB.BP.001.06.17.0001982 B.BP.001.07.17.0000003 Ubud 08123912918 B.BP.001.06.17.0001975 Dicari karyawati PRT dan Sopir Segera Bth Spa Terapis Pglm u/ transaksi,Jurnal Daftar Asset, B.BP.014.06.17.0001979 Need HK&Waiters/ess send CV & Pnempatn di Htl H:087777438887 SMS 081338409322 Sanur lap Managemen bisa Perpajakan Dicari Waitress dan 2org Staff B.BP.001.06.17.0001801 Come Interview to Echo beach B.BP.145.07.17.0000053 proses Audit Lam CV Peng.kerja Junior Cook u/Resto/Cafe di Club Rest Jln Pura Batu Mejan Dicr Gr Bhs Jpn utk PAUD IP Dcr krywti bs bhs Mandarin/ Kirim:hr@lotus-enterprises.com Sanur Hub:Bu Wini 087761524497 Canggu Hub:085100474604 Hub.089621759346 Taiwan. Hub 08123812758 B.BP.169.06.17.0002004
B.BP.004.07.17.0000066
B.BP.001.07.17.0000037
MOBIL - MOTOR PROPERTY RUPA-RUPA Bali Post MERCEDEZ
Mercy SLK’12 Face Lift,Low KM Htm,668Jt H.0817738999/464948
B.BP.141.07.17.0000044
NISSAN
Nisan Serena’2011 Putih AsBali BsTukar H.085100856999 Pribadi
B.BP.141.07.17.0000042
DIJUAL RUMAH Rumah 2,5Are Penamparan Bs TT Tanah H.085100856999 Pribadi
B.BP.141.07.17.0000041
Rmh Kost 15 Kmr (full) Utara Poltek Jimbaran 08123825010
B.BP.001.05.17.0001316
DISEWAKAN RUMAH Rumah lengkap lok.Jl.Tk Petanu Gg Rahmat 9 Hub: 082145461766 B.BP.001.07.17.0000004
Sewa Rmh Murah Sesetan 3KT,1KM 22Jt/Th Nego Hub.081805312706 B.BP.001.07.17.0000039
SERVICE
KOST Homestay/Kost Elite dijual B.U sdh berjalan Tk Hunian Tinggi Lod Tunduh Ubud 081337380297
B.BP.135.07.17.0000063
DIJUAL TANAH T.Umar 1,6Are 1,2M Strategis Alfian:081284120025 NoPrantara
B.BP.001.06.17.0001974
BIRO JASA Siap Bantu Pajak SPT Tahunan & Bulanan NPWP SIUP 081338344155
B.BP.001.06.17.0001934
DIJUAL RUKO Ruko 4Lt(4x10)LT:69,LB:160 By Pas Tbn H.1,5M Ng,081915707322
B.BP.001.07.17.0000046
RUPA-RUPA Mau Beli Izin Karaoke di Dps Hub.087786696229
B.BP.001.06.17.0002030
DIJUAL RUMAH
C.0001944-djr
SERVICE
DEWATA JAYA TEKNIK Menerima Service Panggilan dan Bergaransi Service, Repair, Bongkar pasang pengadaan AC baru/bekas
AC
FREEZER SHOW CASE KULKAS MESIN CUCI WATER HEATER COOL ROOM
Jl. Raya Pemogan No. 172 � 0812 8791 3487 / 0821 4794 7321 C.0001956-SRV
BIRO JASA
SERVICE MAMPET
WC GARANSI
KURAS MAMPET SALURAN AIR WASTAVEL, DLL
242389 / 081236774491
VISA
� Email: pembacabalipost@gmail.com
B.BP.001.06.17.0001981
B.BP.001.06.17.0001992
REKREASI
18
Minggu Pon, 2 Juli 2017
Pertanyaan Mendatar: 1. Salah satu dari peralatan masak 5. Termasuk buah lokal 8. Nama huruf ke-24 abjad Yunani 9. Lucu/jenaka 11. Jengger 12. Anggauta badan dari siku sampai ke ujung jari 14. Lagi (Bali) 15. Bahan buatan yang ditempatkan/ditempelkan pada suatu makhluk 18. Baru sama sekali 19. Toksin yang telah dihilangkan sifat-sifat toksiknya 20. Senda gurau 24. Rotan yang berduri; “Plectocomia Griffithii” 26. Keinginan yang kuat/hasrat 30. Yang dicari sebagian besar orang 31. Penyunting naskah 32. Zat yang dengan asam membentuk garam 33. Kata-kata keji dan kotor yang diucapkan karena marah 34. Alfred Benhard …….., Penemu dinamit dari Swedia 35. Salah satu alat pernafasan 36. Guru agama/petunjuk jalan
2
3
9
10
12 15
16
BPM/sos
KOLAM- Air terjun dan kolam Jembong, Desa Ambengan, Sukasada yang menjadi daya tarik wisata.
7
13
14 18
19
20
21
22
23 24
25
30
26
27
28
29
31
32
33 34
35
36
KUPON TTS No.302 Ketentuan Menjawab Jawaban di tulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 302 dan cantumkan identitas lengkap serta no telepon/Hp. Kirim ke Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 8 Juli 2017. Pemenang diumumkan pada Bali Post Minggu 16 Juli 2017. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang @200.000, dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga (2 dewasa + 2 anak). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos.
Jawaban TTS No. 300 Mendatar: 1. Kepakisan 6. RIP 8. Yaitu 9. Rectitude 10. Irama 11. Alley 13. Ang 14. Kepala 16. Nan 18. Ninja 20. RingTinju (Ring Tinju) 21. Lapuk 23. BBM
25. Anulus 27. RUU 28. Piano 30. Badut 31. Sasrabahu 32. Wiru 33. GEA 34. Sontoloyo Menurun: 1. Karimun 2. Pecinan 3. Istal 4. Nyenye
Tawarkan Alam Eksotis keinginan ber-selfie. Dari kolam yang airnya segar ini, langsung bisa menyaksikan indahnya air terjun setinggi 20 meter itu. Saat didekati, mata akan dibuat terpana dan terkagum-kagum dengan aliran air yang deras seperti berbusa, berpadu apik dengan bebatuan hitam. Sangat eksotik untuk dijadikan backround berfoto. Lokasi air terjun yang dikelola Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Banten Sari ini juga sangat unik. Untuk menjangkaunya, justeru harus berjalan naik. Berbeda dengan air terjun pada umumnya, berada di lembah dan terapit bukit. Itu harus dijangkau dengan berjalan menurun. Ketua Pokdarwis Made Suneka
6
11
17
Air Terjun Jembong
sangat sejuk. Tak ada hirup-pikuk. Suasana terasa sangat tenang. Sampai di parkir, Anda tak usah bingung berapa harus bayar tiket. Cukup memberikan sumbangan sukarela. Mencapai air terjun, perlu berjalan kaki sekitar 25 meter. Saat itu, mata juga disuguhkan dengan pemandangan asri. Hijaunya pepohonan, berpadu indah dengan warna-warni tanaman hias. Selain itu juga ada tiga kolam cukup besar dengan air yang sangat jernih. Masing-masing kedalamannya 110 cm untuk dewasa, sedangkan dua kolam anak-anak memiliki kedalaman bervariasi, yakni 80 cm dan 60 cm. Air itu bersumber dari air terjun. Sungguh pemandangan yang memesona hingga memunculkan
5
8
BPM/sos
DAYA tarik wisata berupa air terjun di Kabupaten Buleleng tak hanya Sekumpul, Kecamatan Sawan, maupun Aling-aling di Desa Sambangan, Sukasada. Namun, juga air terjun Jembong yang berlokasi di Desa Ambengan, Sukasada. Wisata alam ini layak dimasukkan dalam agenda perjalanan Anda. Melaju dari arah Bedugul maupun Kota Singaraja, mencari objek wisata ini tidaklah sulit. Di setiap persimpangan sudah dilengkapi papan petunjuk. Saat perjalanan, rasa lelah juga akan sedikit terasa. Sebab, lokasinya bisa dijangkau dengan sepeda motor, melintasi jalan beton selebar 2,5 meter. Tidak terlalu jauh. Kondisi alam yang masih asri, memberikan sensasi udara yang
4
SPT2017
Menurun: 1. Seni teater rakyat Jepang 2. Tetap hati/kukuh 3. Gulungan film 4. Batas Waktu 5. Kepulauan diseberang utara Pulau Sumatera 6. Salah satu Zadiak 7. Prajurit berkuda 10. Binatang berpunuk 13. Tidak setuju/tidak senang/ tidak suka 14. Tarian sakral untuk menyertai upacara sakral di pura 16. Salah satu varian sepeda motor Yamaha 17. Cerutu 19. Penyusunan menurut lajur yang telah tersedia 21. Bahasa Inggris (Jepang) 22. Penduduk Bali yang pertama/Bali asli 23. Salah satu tokoh cerita 1001 malam 24. Biaya 25. Paku berkepala dua untuk menyambung besi 27. Tontonan sejenis opera tradisional (Bali) 28. Berdasarkan prasangka terhadap ras tertentu 29. Dibalik: Belum waktunya dipetik 33. Multi level marketing
1
TTS Bali Post
(40) menuturkan objek wisata ini dibuka secara resmi pada 2013 lalu. Kunjungan per harinya kisaran 300 hingga 500 orang. Itu tak hanya domestik, tetapi juga asing. “Untuk karcis ke air terjun itu sukarela. Sedangkan karcis yang ingin mandi ke kolam renang untuk dewasa dikenakan Rp 5 ribu dan anak-anak hanya Rp 3 ribu,” katanya belum lama ini. Guna menggenjot kunjungan, penataan akan terus dilakukan. Hal ini dilakukan secara swadaya oleh masyarakat. “Adanya objek ini, sejumlah warga juga bisa berdagang,” imbuhnya. Melihat segudang keunikan itu, objek ini bisa dijadikan agenda perjalanan Anda jika menginjakkan kaki di Bali Utara. (sos)
5. Kilimanjaro 6. Rupawan 7. Piranha 11. Agrikultura 12. Ekstasi 15. Liu 17. Ana 19. Jab 20. Run 21. Limbung 22. Pandawa 23. Buffalo 24. Makkuro 26. Upas 29. Norit
Pemenang TTS No. 300 Dewa Ayu Putri DiahSaraswati SMAN 1 Abiansemal Dewa Gede Subawa d/a CV. Mitra Pemenang Jl. Andekasa No. 2 Putu Arik Ariastini Br. Dinas Duren Taluh, Desa Belimbing, Tabanan Nyoman Ayu Sunatun Lingkungan Br. Puseh, Desa Angantaka, Kec. Abiansemal, Kab. Badung I Nengah Narya Banjar Bantas, Desa Baturinggit, Kec. Kubu, Kab. Karangsem 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket bisa langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Nama : Ni Wayan Suani Alamat : Jalan Tunjung Tutur, Nuansa Saih, Peguyangan, Denpasar Utara, Kota Denpasar
19
Minggu Pon, 2 Juli 2017
Empat Misi
Tak Punya Pakem Dari Hal. 1
Selain tidak mempunyai pakem-pakem tertentu, dari segi anggah-ungguhin bahasa Bali juga menggunakan bahasa rakyat. Lantaran berbahasa rakyat, para seniman bondres diharapkan mengurangi bahasa mamisuh (mengumpat, red) yang acap kali dipakai untuk mengundang gelak tawa. Namun, dia tekankan bondrtes harus tetap memegang etika. “Kalau bisa dikurangi, dikurangilah mamisuh itu. Kepercayaan kita di Bali, kalangan (arena pementasan di Art Center, red) yang sudah di-prayascita itu mestinya dijaga kesuciannya dengan mengurangi ungkapan-ungkapan yang memisuh seperti itu,” ujarnya. Menurut Dibia, boleh saja sesekali mengumpat. Namun, jangan lantas dilakukan setiap saat. Mengingat saat ini, ada begitu banyak grup dan pemain bondres yang memiliki karakter dan populer di masyarakat. Bondres memang harus tetap menghibur, tetapi sekaligus juga memberikan satu tuntunan dan santun. Itu sebabnya, bahasa yang digunakan sekalipun bahasa rakyat agar lebih diperhalus dan beretika. “Karena bondres sekarang sedang menguasai pasar. Jadi, di dalam kondisi tertentu, bondres itu juga harus bisa memberikan edukasi kepada masyarakat luas,” ujar Guru Besar Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar ini. Sementara itu, pemain bondres dari Sanggar Jaba Jero, Gianyar, Dewa Made Suparta mengatakan, seorang pemain bondres dituntut untuk selalu kreatif. Bagaimana mengemas pertunjukan menjadi lucu dan menarik, namun tetap menyesuaikan dengan kebutuhan penonton. Apalagi, karakter penonton di daerah Bali Selatan, Utara, Barat, dan Timur tidak bisa disamakan. Ada yang serius, ada yang lucu, dan ada yang sopan. Pemilik nama panggung Dewa Bontok ini memaparkan, penonton di Bali Selatan seperti Gianyar umumnya lebih menekankan pada cerita yang dibawakan pemain. Materi bondres tidak harus lucu, terpenting ada sesuatu yang bisa dibawa pulang oleh penonton. Entah itu falsafah dan filosofi keagamaan ataupun budaya. “Kalau di Bali
Selatan bicara mamisuh biar lucu, bisa dilempari sandal,” celetuknya. Sementara penonton di Bali Utara dan Bali Barat, lanjut Suparta, justru lebih menyukai lawakan. Pada intinya, sepanjang pementasan penonton harus bisa dibuat tertawa. Penonton di Bali Timur berbeda lagi, karena mereka lebih menekankan pada bahasa yang digunakan pemain bondres. “Di Bali Timur bahasa mereka itu sangat-sangat halus sekali. Tiang pernah pentas (ditegur penonton) bahasanya kirang halus pak, pernah itu. Diapresiasi kita, itu buat saya suatu pelajaran di Bali Timur,” kenangnya. Suparta menambahkan, pemain bondres mesti mempersiapkan banyak ide saat tampil di atas panggung. Dalam hal ini, tidak boleh hanya terpaku pada satu rencana materi. Sebab, itu artinya mereka sedang “bunuh diri” di hadapan penonton. Ketika metode A dirasa sudah tidak nyambung dengan penonton, pemain bondres harus segera banting setir ke metode B. Tantangan menjadi semakin besar ketika pemain bondres dihadapkan pada penonton dengan kriteria beragam seperti dalam PKB. “Naik panggung kalau sampai kosong, blank di depan itu bisa pesu peluh. Tapi kalau metode A sudah masuk, B tidak mungkin dipakai. Itulah tantangan pemain bondres, tapi kadang mereka takabur (tidak mau mempersiapkan lebih dari satu materi lawakan, red),” imbuh pria yang juga pembuat topeng bondres ini. Menurut Suparta, bondres berasal dari kata bondan dan drestanta. Bondan berarti laki-laki, sedangkan drestanta adalah perempuan. Semua pemain yang tampil di setiap pementasan adalah wakil-wakil dari penokohan seperti raja, perdana menteri, dan parekan. Namun, bondres lebih ditekankan pada punakawan atau parekan, bukan punggawa kerajaan. “Dia ini rakyat. Jadi, di rakyat itu kan banyak macam, mungkin ada yang lucu, bongol, ada yang cungih. Untuk menambah manisnya satu pementasan, diambil lah tokoh-tokoh ini. Bukan bermaksud melecehkan yang bongol, cungih, tidak,” tandasnya. (rin)
Karakter Indonesia Dari Hal. 1
Menurut Obama, toleransi inilah semangat dan karakter paling penting dari Indonesia yang harus ditiru negara Muslim di seluruh dunia. Bhineka Tunggal Ika. Unity in Diversity. Meskipun begitu, Obama menyadari gelombang anti-toleransi dan diskriminasi sedang berkembang pesat di dunia. Perkembangan teknologi dan internet disebutnya sebagai penyebab utama. Obama juga menyinggung agar pemuda Indonesia bisa adaptasi mengambil keuntungan dari globalisasi, menjunjung demokrasi, dan berperan untuk perdamaian
dunia. Selain itu, juga berbicara soal perkembangan dunia dan isu politik sektarian (politik identitas). Menurut Obama, politik sektarian membuat kaum minoritas semakin dibenci. “Kita mencari keamanan di tempat yang salah. Politik sektarian meningkatkan kebencian kepada kaum minoritas dan perlakuan buruk kepada mereka yang tak serupa dengan kita. Rasisme,” kata Obama. Presiden Jokowi menilai kehadiran Obama ke Indonesia membawa banyak dampak positif. ‘’Banyak orang suka Obama, dan kehadiran Obama diharapkan,” tuturnya. (kmb)
Terus Mengalir Dari Hal. 1
Dijelaskan, arus pemudik yang kembali ke Bali biasanya akan terus mengalir cukup lama. Berbeda dengan saat arus mudik yang datangnya nyaris bersamaan. “Kita perkirakan arus balik ini akan terus berlanjut setelah Minggu (2/7),” kata Elvi Yosa. Dijelaskan, jumlah pemudik pejalan kaki yang sudah menyeberang ke Bali baru mencapai 45 persen, sekitar
227.686 orang. Sedangkan roda dua baru 27 persen atau 27.359 unit dan roda empat mencapai 48 persen atau sekitar 28.996 unit. “Yang terbanyak memang roda empat yang sudah kembali ke Bali. Justru roda dua yang masih belum maksimal,” ujarnya. Pihaknya memprediksi, pengendara roda dua ini akan kembali ke Bali secara bergelombang. Biasanya hingga menunggu Lebaran Ketupat. (kmb30)
Dari Hal. 1
Sebagai payung hukum dalam pelaksanaannya, maka dikeluarkan Perda No. 4, tahun 2006. Terkait dengan semua bentuk kegiatan dimaksud, bahwa ada empat misi pokok yang diemban dalam setiap kegiatan PKB, yaitu: menggali, mengembangkan, membina, dan melestarikan. PKB 2016-2020 menggunakan Tema Payung “Pancamahabhuta”, dan menjadikan bagian-bagiannya, yaitu: pertiwi, apah, teja, bayu, dan akasa, sebagai subtema pada setiap tahunnya. Kehadiran tema dalam sebuah event besar seperti PKB adalah sangat penting, sebagai payung dan pemberi arah dalam berkreativitas dan beraktivitas bagi para seniman dan budayawan. Untuk menghasilkan karya seni yang terarah, terukur, dan berkualitas, maka pemahaman tentang tema sebagai landasan konsep berkarya, adalah kunci keberhasilan para seniman. Dengan demikian, tema yang telah tersedia sampai dengan lima tahun ke depan hendaknya dikuasai betul oleh tim yang bertugas menyosialisasikan tema. Sosialisasi juga tidak cukup hanya dilakukan sekali, dan hanya terbatas melalui tatap muka langsung dengan dinas terkait di kabupaten/kota, didampingi para penggarap, para seniman, budayawan, dan elemen terkait lainnya; tetapi akan lebih baik juga disosialisasikan melalui bantuan media, baik media elektronik maupun media cetak. Dengan dibantu media, upaya untuk memasyarakatkan tema lebih efektif dan efisien. Tampaknya tema PKB 2017, kurang memasyarakat. Masih banyak masyarakat khususnya pelaku dan pencinta seni, belum paham betul dengan maksud dan makna tema, dan mengartikan “Ulun
Danu” sebagai representasi unsur air (apah) hanya terbatas kepada danau, seperti Danau Batur, Danau Buyan, Danau Tamblingan dan bukan kepada sumber air, yaitu: hutan, gunung, sungai, dan mata air, yang dimaksudkan tim tema. Dengan harapan diskusi “Tematik PKB” Sabtu (1/7) kita menemukan jalan yang lebih efektif dan efisien untuk menyosialisasikan tema, sehingga dapat diketahui dan dipahami oleh masyarakat Bali pada umumnya, dan khususnya para seniman, budayawan, dan pencinta/ pemerhati seni. Terlebih tema PKB tahun 2018 nanti yakni “Teja” (cahaya), direfleksikan ke dalam sebuah tema “Api Dharmaning Koripan”: Memberdayakan Energi Semesta, rupanya lebih sulit untuk ditransformasi kedalam bentuk karya seni. Dengan demikian, membutuhkan kecermatan Tim Tema dan Tim Kurator dalam upaya menerjemahkan tema ke dalam bentuk karya cipta seni. Artinya, peserta yang mengikuti sosialisasi tema di kabupaten/ kota terutama para penggarap betul-betul paham, apa yang harus dibuat dan/atau diangkat sebagai garapan, tanpa menyimpang dari tema. Ke Daerah Sampai dengan dewasa ini, tempat yang representatif untuk pelaksanaan PKB adalah di Taman Budaya (Art Center) Denpasar. Walaupun ada beberapa kalangan yang menginginkan membawa PKB ke Kab/kota, dengan harapan agar masyarakat sampai dengan ke pelosok desa dapat menikmatinya. Ide tersebut adalah sangat baik, dan mungkin akan terwujud bilamana kabupaten/kota mampu menyiapkan infrastruktur dengan berbagai kelengkapannya, dan setidaknya mendekati di Taman Budaya Denpasar. Berkenaan dengan waktu
pelaksanaannya, bahwa PKB sebulan penuh bertepatan dengan liburan sekolah dan cukup untuk mengisi liburan anak-anak. Waktu sebulan juga cukup untuk pengenalan dan penanaman rasa cinta anak-anak sekolah kepada seni budaya miliknya. Sehingga untuk pelaksanaan PKB setahun sekali tidak perlu dikaji kembali. Bila ada yang mengatakan monoton adalah wajar dan tidak berlebihan. PKB yang telah digelar selama 39 tahun, tidak dimungkiri adanya pengulangan bentuk dan jenis kesenian yang ditampilkan, selain memang 60% dari ruang dan waktu yang tersedia di PKB adalah untuk pelestarian. Selain itu, PKB juga mendorong lahirnya sanggarsanggar seni di Bali dan ratusan jumlahnya. Sehingga kegiatan pelatihan dan pembinaan seni budaya tidak hanya diselenggarakan di banjar-banjar, tetapi juga di sanggar-sanggar seni, di samping di sekolah-sekolah. Fenomena seperti itu menguatkan Bali sebagai museum hidup bidang seni budaya. Bahkan yang lebih penting adalah bahwa PKB juga mendorong lahirnya para kreator muda yang mampu melahirkan karya-karya seni inovatif, sehingga dapat memperkaya kasanah budaya Bali. Singkat kata, bahwa PKB merupakan media yang tepat untuk mengingat dan membangkitkan kesadaran masyarakat Bali, tentang pentingnya pelestarian nilai kearifan budaya lokal di tengah-tengah derasnya arus budaya global. Bila keberadaan budaya lokal dapat dipertahankan, diyakini bahwa pariwisata yang selama ini sebagai penyumbang PAD tertinggi untuk pembangunan Bali, tetap ajeg dan berkelanjutan. Penulis, budayawan dan Kaprodi MAP Unwar.
Sudah Wanti-wanti
Dari Hal. 1
Kendati, sekaa/sanggar yang menaungi mereka berada di lokasi yang berbeda. Begitu juga dengan sekaa/sanggar yang ternyata pernah tampil di PKB secara berturut-turut dari tahun ke tahun. Mengingat, pihaknya dari awal sudah mewanti-wanti Tim Kurator agar mengutamakan sekaa/sanggar yang belum pernah tampil di PKB. Kalau memang tidak bisa tampil di PKB, agar diberi wadah pada Bali Mandara Mahalango. “Kita dari awal sudah berkomitmen agar ada pemerataan. Jadi di PKB itu, kita menginginkan semua sekaa/ sanggar yang memenuhi syarat, yang belum pernah tampil, itu yang kita utamakan. Begitu juga di Mahalango, sehingga nanti tidak ada lagi yang sudah di PKB, lagi di Mahalango,” jelasnya. Beratha menambahkan, ada dua macam sekaa/sanggar yang ada di PKB. Ada sekaa/ sanggar yang tampil ditun-
juk oleh kabupaten/kota menampilkan materi wajib (lomba, parade, pergelaran). Ada sekaa/sanggar yang memang mengajukan permohonan ke panitia, lalu diseleksi oleh tim kurator, dibuatkan berita acara dan diputuskan oleh tim kurator. Salah satu syaratnya, sekaa/sanggar mempunyai izin daftar dari Dinas Kebudayaan. “Kalau mereka melakukan proses pendaftaran mungkin ke kabupaten atau ke provinsi dengan sanggar yang berbeda, dengan pimpinan yang berbeda tapi dengan pemain yang sama, ini yang akal-akalan. Tentu ini sebagai evaluasi, dan kami baru ngeh,” imbuhnya. Persoalannya, lanjut Beratha, tim kurator tidak mengkurasi orang atau seniman, melainkan nama sanggar atau sekaa dan apa yang akan mereka pentaskan. Masalah ini memerlukan kesadaran bersama, termasuk kesadaran dari seniman agar mau memberikan ruang kepada seniman-seniman yang lain. Bila perlu, pendaftaran sekaa/ sanggar tahun depan wajib
mencantumkan nama pemain/ seniman yang akan dilibatkan. Ini untuk mengantisipasi adanya seniman yang tampil berulang dengan nama sekaa/ sanggar berbeda atau domisili yang tidak sama. “Persiapan 2018, kita akan tekankan kepada tim kurator agar tidak ada lagi sekaa/sanggar yang berturut-turut dapat tampil dan ada sekaa/sanggar yang sama sekali tidak dapat tampil,” tegasnya. Selain masalah sekaa/sanggar, Beratha mengakui sudah ada evaluasi dari Stage Manager. Utamanya menyangkut waktu tampil, jenis kesenian yang ditampilkan, serta stage yang sesuai untuk menampilkan sekaa/sanggar. Seperti saat ini, pernah ada satu jenis kesenian seperti legong yang ditampilkan oleh dua sekaa/ sanggar berbeda dalam satu hari. “Mereka (Stage Manager) sendiri yang mengemas itu, dan mereka merasa sepertinya apa yang sudah diprogram perlu disempurnakan lagi tahun depan,” jelasnya.(rin)
Berbagai Pertimbangan Dari Hal. 1
Sebagian besar diberikan kebijakan untuk melanjutkan perjalanan dengan berbagai pertimbangan. Seperti penumpang dengan tujuan ke NTB dan NTT, adanya penjamin dari warga yang menetap di Bali dan rombongan wisata. Seperti yang terlihat Sabtu kemarin, sejumlah penumpang bus tampak tak membawa KTP, namun di antaranya memiliki paspor dan SIM. Mereka mengaku dari NTB dan baru datang dari luar negeri. Begitu halnya seorang warga Genteng, Banyuwangi yang bertujuan bekerja namun
tidak membawa KTP. Warga ini selanjutnya dijamin oleh pemilik usaha tempat dirinya bekerja. “Ada juga yang kami pulangkan, karena tanpa KTP dan identitas lain sama sekali. Seperti pada Senin lalu, dua orang kami pulangkan,” ujar Wayan Pujo, salah seorang petugas di Pos KTP. Pemeriksaan dibagi menjadi tiga shift, siang dan malam. Pemeriksaan dilakukan secara gabungan di setiap jalur yang dilalui kendaraan masuk Bali. Untuk jalur kendaraan roda dua terpisah dengan roda empat (KK). Untuk KK dan kendaraan umum, diarahkan
ke Terminal Gilimanuk (Pos KTP). Selain pemecahan jalur kendaraan, di beberapa titik kedatangan penumpang seperti Terminal Umum Negara juga disiagakan petugas dari Brimob bersenjata laras panjang. Jumlah pelanggaran kependudukan (tanpa KTP) yang terbanyak terjadi pada Jumat malam atau saat Satpol PP Provinsi dan Buleleng ikut membantu yakni sebanyak 11 orang tanpa KTP. Namun, hanya dua orang yang dipulangkan, sisanya 11 orang dibolehkan melanjutkan perjalanan. Pada harihari selain itu, pelanggaran di bawah 10 orang. (olo)
Banyak Kegiatan Dari Hal. 1
Apalagi banyak kegiatan seperti ulang tahun pemuda yang tidak begitu membutuhkan tarian topeng yang formal dan sakral. Sehingga, muncullah bebondresan yang menjadi bagian yang berdiri sendiri yang pada awal-awalnya masih tetap menggunakan pakem-pakem topeng sebelumnya,” tandas Prof. Sugiartha. Kendati demikian, seiring dengan perkembangan zaman, muncullah sekaa topeng bondres inovatif yang tidak lagi terikat dengan pakem topeng yang sesungguhnya. Sekaa bondres inovatif tidak lagi menggunakan topeng sebagai karakter wajahnya, tetapi menggunakan riasan yang modern yang menggambarkan karakter dari wajah bondres tersebut. Selain itu, bondres inovatif yang bermunculan saat ini juga sudah mulai menggunakan pakaian modifikasi sesuai dengan kebutuhannya. “Sedikit demi sedikit unsur tari dihilangkan dan lebih menonjolkan bebanyolan. Sehingga akhirnya bebondresan menjadi sebuah kesenian yang berdiri sendiri yang keluar dari pakem topeng yang sesungguhnya. Sebab hal ini untuk memenuhi kebutuhan akan hiburan masyarakat Bali,” ujarnya. Hal senada juga diakui oleh palaku sekaligus penggagas Sekaa Topeng Inovatif (STI) Bali Gus Meneer. Menurutnya, perkembangan bondres saat ini
sangat bagus, apalagi dengan munculnya sekaa bondres baru dengan ciri khas masing-masing yang mampu menghibur masyarakat Bali dengan lawakan segar dan mampu mengikuti perkembangan zaman. Hal tersebut membuktikan bahwa penikmat dan pelakunya masih cinta dan peduli dengan seni dan budaya Bali khususnya seni bondres. Apalagi, generasi muda sekarang ini antusias mengikuti jejak seniornya untuk ngelawak. “Yang terpenting lawakan itu tidak berbau SARA atau menjadi kontroversi melainkan dapat memberikan pesan positif terhadap masyarakat lewat bebanyolan,” imbuh pemilik nama lengkap I.B. Indra Darmawan tersebut. Sebagai seniman, pihaknya juga berpesan kepada para pelaku seni, khususnya seni bondres agar tetap memerhatikan tata rias dan kostum yang digunakan, agar keinginan untuk membuat lucu, berbalik malah cenderung terlihat menyeramkan karena goresan wajah yang berlebihan dan kostum yang digunakan terlihat seram. “Tetapi apresiasi saya banyaknya bondres baru ini menjadikan Bali lebih kaya dengan seni dan budaya khususnya seni bondres. Ayo mari kita berkarya lewat seni bondres jangan takut dikritik, karena kritikan adalah bekal dan motivasi bagi kita untuk memperbaiki yang lebih baik. Karena saya menghargai sebuah proses tanpa mengabaikan sensasi,” ujarnya. (win)
balipost (158rb Like) http://facebook.com/balipost
Minggu pon, 2 JUlI 2017
@balipostcom (4.812 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Facsimile: 227418
PESTA KESENIAN BALI (PKB) Minggu, 2 Juli 2017 Pukul : 10.00 Wita Tempat : Ksirarnawa Acara : WorkShop Busana
INOVATIF
Pukul : 11.00 Wita Tempat : Kalangan Ratna Kanda Acara : Gong Kebyar Mabarung, Sekaa gong Lansia Kencana Winangun
Bross duta
- Sanggar Seni Mario Kabupaten Badung menampil-
Pukul : 14.00 wita Tempat : Kalangan Ayodya Acara : Tabug Jegog, Sekaa Jegog Badeng Jembrana
kan seni karawitan inovatif
Pukul : 17.00 Wita Tempat : Areal Taman Budaya Acara : Ngelawang, Sekaa Wayang Wong Guna Murti Buleleng
pada Pesta Kesenian Bali (PKB)
Pukul : 20.00 wita Tempat : Kalangan Ayodya Acara : Arja Sanggar Arja Manik Sari Buleleng
2017 di Taman Budaya Bali, Sabtu (1/7)
Pukul : 20.00 Wita Tempat : Ardha Candra Acara : Gong Kebyar Dewasa, Sekaa gong Gita Bhuana Sari Karangasem Dengan Sekaa Gong Surya Kencana Bangli
kemarin.
BPM/eka
Sanggar Eka Mahardika
’’Launching’’ Album Pop Bali Anak-anak ”Gita Swara Alit Mahardika”
BPM/win
SANGGAR - Drs. I Gede Eka Putra bersama anak-anak Sanggar Eka Mahardika Putra yang terlibat dalam album “Gita Swara Alit Mahardika”.
Denpasar (Bali Post) Tidak hanya berupaya memberikan pembinaan terhadap bakat anak-anak di bidang olah vokal, Sanggar Eka Mahardika Putra di bawah naungan Drs. I Gede Eka Putra juga secara konsisten memberikan kesempatan kepada anak-anak didiknya untuk menyalurkan bakat mereka tersebut dengan membuatkan album dalam bentuk rekaman. Sebagai bukti kekonsistenan itu, Minggu (2/7) ini, Sanggar Eka Mahardika Putra akan kembali me-launching album pop Bali anak-anak yang berjudul “Gita Swara Alit Mahardika” di salah satu restoran di Sanur. Album ini merupakan album kesembilan sejak eksisnya Sanggar Eka Mahardika Putra pada tahun 2000.
Paralogisme dan Anamorfisme brolan BALE BANJAR ARIDUS WAHAI Ki Patih Gajah Mada kupersembahkan Pulau Bali kepadamu dengan utuh, demi cita-citamu yang luhur mempersatukan Nusantara. Namun, apabila Pulau Bali diperlakukan secara tidak adil, Majapahit harus bertanggung jawab. Aku akan berontak dan akan menenggelamkan Majapahit dengan lumpur kapur yang merupakan bubuk yang akan kau siramkan ke tubuhku, karena di situlah letak kelemahanku. Sekarang, aku mengalah demi cita-citamu yang luhur! (“Tipu daya Gajah Mada terhadap Patih Bali“, Kendy Ferdian SPdl) “Kalimat yang boleh dianggap wasiat tersebut, konon tertulis dalam prasasti yang tersimpan di sebuah tempat suci atau pura, yang terletak di Pulau Menjangan, Bali. Kebo Iwa adalah patih andal Kerajaan Bedahulu melontarkan ucapan itu, setelah menuturkan rahasia kesaktiannya pada Gajah Mada di medan laga ketika patih Majapahit tersebut dalam posisi tercekik dan keteter. Sebab dalam duel berharihari terlihat Kebo Iwa dalam posisi di atas angin dan sambil menangkis serangan patih Bedahulu itu, Gajah Mada sering terdengar berteriak ‘demi bersatunya Nusantara‘. Meskipun terkenal sakti mandraguna dan kebal terhadap segala jenis senjata serta pemberani, putra Demang Lurah Bekung dari Bedahulu itu juga seorang ksatria yang bijak. Awalnya, dia menganggap Gajah Mada seorang pengkhianat dan pembohong yang pengecut. Sebab, patih Majapahit itu datang ke Bali bersama pasukannya, buat menyerahkan surat Ratu Majapahit, Tri Bhuwana Tunggadewi, teruntuk Raja Bedahulu, Sri Astasura Ratna Bumi Banten. Isi surat, ingin
menjalin persahabatan dua kerajaan dan sebagai bukti atas niat tulus itu, Kebo Iwa yang masih lajang diminta datang ke Majapahit untuk dinikahkan dengan Putri Lemah Tulis yang cantik. Membaca surat itu, tanpa curiga malah merasa dihormati, Gajah Waktra, nama lain Raja Bedahulu bersuka cita dan mengizinkan patihnya paling andal berangkat ke Majapahit. Sebelum menyeberang, Kebo Iwa sempat bersembahyang minta anugerah Batara Rudra di Pura Luhur Uluwatu,“ tutur Rubag. “Aku juga membaca kisah tersebut, bagiku, patih yang sangat disegani seluruh rakyat Bedahulu itu terlalu polos dan lugu. Dua kali dia dikadali dan saat berduel dengan Gajah Mada bahkan hampir menang, lalu membuka rahasia kelemahan pada musuh, bahwa dia bisa mati bila tubuhnya disiram bubuk kapur. Apa benar patih yang konon bertubuh sangat besar dan mampu mengukir batu cadas dengan kuku jari tangannya, paham nasionalisme sehingga amarahnya luruh? Sumpah Palapa, yang pernah dilontarakan Gajah Mada adalah sumpah buat menyatukan kawasan Nusantara di bawah kekuasan Majapahit. Halangan terbesar bagi terwujudnya sumpah itu adalah Patih Kebo Iwa dan rajanya Ratna Bumi Banten, sehingga digunakan tipu daya, yang sebenarnya kurang bermartabat. Saat menyeberang Selat Bali yang dulu disebut Segara Rupek, perahu yang ditumpangi Kebo Iwa sengaja dibikin oleng, sehingga patih bongsor itu terlempar ke laut. Dikira akan tenggelam karena kebanyakan orang Bali tidak bisa berenang, ternyata kehebatannya dalam berjalan di atas air melebihi speed boat, mengejar perahu yang meninggalkannya. Orang-orang yang ada di atas perahu terkejut dan minta maaf atas kejadian yang dikatakan tidak disengaja. Upaya pembunuhan kedua, Kebo Iwa dimohon Gajah Mada untuk membuat sumur sebagai hadiah buat Putri Lemah Tulis yang akan dinikahinya. Tanpa alat dia menggali dengan tangannya dan saat sumur sudah sangat dalam, prajurit Majapahit yang ada di mulut sumur
menimbun sumur dengan batu dan tanah galian. Dikira tewas, ternyata patih perkasa itu nyembuul dari tanah dan menerjang semua prajurit Majapahit sehingga jatuh banyak korban, sehingga Gajah Mada harus menghadapinya sendiri,“ ulas Gobleg. “Itu konon berkat anugerah Batara Rudra yang berstana di Pura Luhur Uluwatu. Aku baru tahu kalau di seluruh Jawa Barat, tidak ada jalan yang dinamakan Jalan Gajah Mada dan Hayam Wuruk. Konon, penyebabnya Tragedi Bubat atau perang yang terjadi antara pasukan Kerajaan Sunda melawan Majapahit di Pesanggrahan Bubat. Karena Raja Sunda Prabu Linggabuana dan putrinya Dyah Pitaloka Citraresmi yang hendak dinikahi raja Hayam Wuruk beserta seluruh pasukannya tewas akibat pertempuran yang tidak seimbang. Drama yang diawali kisah romantis berakhir dengan tragedi berdarah gara-gara Gajah Mada terlalu egois dan ambisius untuk mewujudkan Sumpah Palapanya. Raja Sunda yang datang mengiringi putrinya yang dilamar Hayam Wuruk, disuruh Gajah Mada seperti mempersembahkan upeti seakan Kerajaan Sunda di bawah kekuasaan Majapahit. Karena harga diri,
Pada album teranyarnya ini, terdapat 16 single yang melibatkan 15 artis anak-anak dari sanggar. Mereka di antaranya, Caca (Kenyot-kenyot), Meisya Vania (Kapal Pesiar), Desta Grasia (Permata Khatulistiwa), Naya Noey (Setegeh Ambu Putih), Indira Meisya (Cita-cita), Diki Hyuga (Pewaris Bali Mahardika), Icha Prahastari (Meme), Gek Mirah Virgi (Pasih Sanur), Gek Yonie (Kembang Rampe), Kiera Winata (Meme Bapa Sayang), Amanda Rhadaswari (Kangen), Khanaya Shwari (Pura Taman Ayun), Triska (Tat Twam Asi), Andika (Ngaturang Bakti), Devi (Pitutur Meme), dan Gita Swari Alit Mahardika yang dinyanyikan bersama-sama. Produser, Eka Putra saat
diawali debat berlanjut ke pertempuran tak seimbang karena Raja Sunda sedikit membawa pasukan. Dyah Pitaloka bersama seluruh emban atau dayang-dayang melakukan bunuh diri massal, juga karena harga diri dan khawatir dilecehkan bila tetap hidup. Peristiwa memalukan itu bisa dibaca di Serat Pararaton, Carita Parahiyangan dan Kidung Sunda, yang meski terjadi tahun 1357, namun seperti menoreh luka lama bila dituturkan. Tapi dari sejarah, sebenarnya kita bisa belajar banyak untuk mengoreksi perilaku,“ ujar Batu. ‘’Ternyata orang Bali mampu menekan harga dirinya dengan keyakinan bahwa segala perbuatan akan menuai hasil yang setimpal, meski tidak terjadi serta merta seperti makan cabai dan itu merupakan hukum alam. Jangankan peristiwa yang telah terjadi berabad-abad, ketika bom bunuh diri diledakkan dua kali di pulau ini pun masyarakat Bali berusaha menekan emosi. Kita tidak dendam pada siapasiapa, meski prihatin pada perilaku manusia yang tidak berperikemanusiaan, padahal mulutnya selalu meneriakkan kebesaran Tuhan. Jadi, setelah menyimak penuturan kalian, emosiku jadi reda atas berita online di medsos. Beberapa hari terakhir secara viral terberitakan bahwa Gajah Mada, katanya bernama asli Gaj Ahmada dan tidak beragama Hindu, mungkin
presscon, Jumat (30/6) lalu, mengatakan, selain untuk melestarikan lagu pop Bali anak-anak, hal ini juga dilakukan sebagai upaya dokumentasi, agar masamasa indah pada waktu masih anak-anak terekam untuk dilihat suatu saat nanti, bahwa betapa sayangnya orang tua mereka pada saat masih kecil. Sebab, tidak hanya melibatkan anakanak didiknya, pembuatan album yang membutuhkan waktu lebih dari setahun ini juga melibatkan orang tua murid. Selama penggarapan album, baik lirik, take vokal hingga pembuatan video klip, Eka Putra mengaku tidak ada kesulitan. Sebab, ia sudah terbiasa dalam pembuatan lagu-lagu pop Bali anak-anak. Namun, kendala waktu untuk lati-
berkeyakinan sama dengan penulis kisah itu. Kini aku justru berkomentar, silakan klaim atau akui Gaj Ahmada sebagai milik Anda, aku tidak keberatan, hahaha,” gelak Lonjong menutup argumennya. “Watdefak! Aku juga berpendapat mirip kamu. Tidak peduli Gaj Amada beragama apa dan Majapahit kesultanan atau kerajaan, sebab aku sekarang hidup di sebuah republik bernama Indonesia berlandaskan ideologi Pancasila serta konstitusi UUD 1945. Cuma sayang, di Pembukaan Konstitusi ada tujuan berdirinya NKRI, salah satunya adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Pemelintiran sejarah seperti informasi ih-
han anak-anak yang menjadi hambatan. “Ya karena mereka masih sekolah, ada yang masih TK, SD, dan SMP. Sehingga waktu untuk latihan agar tersendat. Namun, itu tidak menjadi kendala yang serius dalam pembuatan album ini. Orang tua mereka juga sangat antusias mendukungnya,”ujar Eka Putra. Rencananya, setelah launching album “Gita Swara Alit Mahardika” akan dilakukan roadshow keliling Bali untuk memperkenalkan lagu pop Bali anak-anak tersebut. Selain itu, anak-anak yang terlibat dalam album tersebut juga akan diajak ngayah ke Pura Blambangan sebagai rasa syukur atas karunianya sehingga tercipta album tersebut. (win)
wal Majapahit dan Gajah Mada tersebut, justru membodohi dan menipu bahkan mendistorsi tujuan mulia tersebut. Penulis buku dan penyebar info di medsos, bagiku, adalah penderita paralogisme akut yang berkembang menjadi anamorfisme. Artinya, karena diracuni aliran postmodernisme di ranah ilmu pengetahuan, menyebabkan dia atau mereka mengalami sesat pikir, yang penderitanya tidak sadar kalau dia gagal paham atau sesat pikir. Ketika itu menjadi kebiasaan berperilaku, dalam ini menulis atau mengarang, maka hasil karyanya cenderung anamorfistik. Proyeksi dan perspektif wacana atau tulisannya terdistorsi akibat imaji atau khayalan yang melenceng
dan cuma bisa dipahami atau dianggap normal bila dipandang dari sudut tertentu. Sebab pakar sejarah, arkeolog dan filologi yang menyusun sejarah Kerajaan Majapahit mengatakan, hasil karya mereka berdasar bukti-bukti berupa peninggalan arca, bangunan dan prasasti yang ribuan jumlahnya, di samping lontar Serat Pararaton dan Negarakertagama. Sedangkan si penulis hoax hanya berdasar bukti minor berupa uang emas bertulis huruf Arab dan metodologi penulisan pun dikatakannya bertolak belakang dengan yang lazim. Nah, ini jelas beraliran postmodern, yang anti-kemapanan dan asal beda. Paralogisme dan anamorfisme!“ tegas Lanying. (aridus)