16 HALAMAN
NOMOR 268 TAHUN KE 70
Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost
Pengemban Pengamal Pancasila
Jumat paing, 1 Juni 2018
@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418
Mantra-Kerta Beberkan Sumber Dana Bantuan Desa Pakraman Rp 500 Juta
Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra dan Ketut Sudikerta.
Bali Post/kmb
BPIP Minta Tak Masalahkan Lagi Gaji Megawati Jakarta (Bali Post) – Presiden Joko Widodo menandatangani Peraturan Presiden Nomor 42 Tahun 2018 tentang Hak Keuangan dan Fasilitas Lainnya bagi Pimpinan, Pejabat, dan Pegawai Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) pada 23 Mei 2018. Sebagaimana dikutip dari Perpres 42/2018 yang diunduh dari situs www.setneg.go.id, Senin (28/5), Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Dewan Pengarah BPIP mendapatkan hak keuangan atau gaji Rp 112.548.000 per bulan. Wakil Kepala BPIP Hariyono, Rabu (30/5), meminta agar masyarakat tidak mempermasalahkan lebih lanjut mengenai gaji pokok Ketua Dewan Pengarah BPIP Megawati Soekarnoputri. ‘’Mari kita melihatnya tidak sekadar gaji, tetapi Pancasila itu posisinya sekarang sangat mendesak, segera diarusutamakan dan
dijadikan dasar negara yang riil,’’ katanya. Sementara itu, Presiden Joko Widodo menyebutkan gaji dan tunjangan para pejabat BPIP sudah melalui kalkulasi Kementerian Keuangan sebagaimana prosedur dan mekanisme yang berlaku. ‘’Ya… itu kan ada mekanismenya ya. Mengenai analisis jabatan itu kan ada di Kemen-PAN RB. Kemudian mengenai jumlah dan nilai gaji itu yang mengalkulasi Kemenkeu,’’ kata Presiden, Rabu lalu. Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia Jenderal TNI Moeldoko menilai keberadaan BPIP diperlukan untuk menangkal ancaman radikalisme yang merongrong bangsa saat ini. ‘’Jadi BPIP itu kalau masyarakat lagi kering persoalan-persoalan ideologi, ancaman radikalisme semakin tinggi, saya rasa BPIP itu sangat diperlukan,’’ kata Moeldoko. (ant)
POLEMIK soal bantuan kepada desa pakraman di seluruh Bali masih saja terjadi. Polemik itu terjadi dan semakin menguat sejak adanya komentar dari Gubernur Bali Made Mangku Pastika beberapa waktu lalu yang mengatakan jika bantuan desa pakraman sebanyak Rp 500 juta per tahun itu tidak realistis dan tidak edukatif. Komentar Pastika ini dilandasi oleh postur APBD Bali yang peruntukannya
sudah sesuai dengan UU dan aturan yang berlaku dengan PAD Bali saat ini yang mencapai Rp 6,5 triliun lebih. Bahkan, Pastika seolah memberikan harapan yang pesimis jika PAD Bali sudah tidak bisa naik lagi, atau cenderung menurun di tahun-tahun yang akan datang karena kondisi ekonomi global. Setelah polemik itu berkepanjangan, maka Calon Gubernur (Cagub) Bali dari pasangan calon nomor urut
2, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, akhirnya secara gamblang menjelaskan soal program untuk meningkatkan bantuan kepada desa pakraman di seluruh Bali. Saat dikonfirmasi di Denpasar, Kamis (31/5) kemarin, Rai Mantra secara terbuka menjelaskan komitmennya untuk terus konsisten membantu desa pakraman di seluruh Bali. ‘’Ide membantu desa pakraman Rp 500 juta per desa per tahun adalah
Berpotensi Ciptakan Gejolak Ekonomi Domestik
Jakarta (Bali Post) –
Saat ini terjadi perubahan kondisi ekonomi global menuju titik keseimbangan baru (a new normal). Hal ini dapat menciptakan gejolak yang berpotensi mengganggu stabilitas domestik. Sri Mulyani dalam Rapat Paripurna DPR di Jakarta, Kamis (31/5) kemarin, menyatakan kondisi fundamental ekonomi domestik saat ini cukup kuat dalam menghadapi tekanan eksternal yang terlihat dari stabilnya indikator pertumbuhan ekonomi, defisit transaksi berjalan, cadangan devisa, stabilitas sistem keuangan serta pelaksanaan APBN. Meski demikian, pemerintah menyadari perlu adanya berbagai langkah responsif untuk menghadapi risiko berlanjutnya tekanan eksternal dan dampak dari proses terjadinya keseimbangan global yang baru. ‘’Dalam menghadapi risiko tersebut, arah kebijakan pemerintah saat ini akan lebih difokuskan pada strategi menjaga stabilitas dan penguatan fundamental
ekonomi domestik,’’ katanya. Ia mengatakan, pemerintah terus memperkuat koordinasi dengan Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) untuk tetap meningkatkan kewaspadaan serta siap mengambil kebijakan yang diperlukan dalam rangka menjaga stabilitas. Dalam jangka pendek, fokus koordinasi kebijakan diprioritaskan pada menjaga dan memperkuat stabilitas ekonomi dan keuangan dengan menjaga nilai tukar rupiah, inflasi yang rendah, defisit fiskal yang sehat dan defisit transaksi berjalan yang aman. Sri Mulyani memastikan pemerintah akan memperkuat posisi ketahanan fiskal guna menjaga APBN tetap
kredibel dan memperkuat kesehatan APBN untuk menciptakan ruang fiskal yang memadai bagi stabilisasi dan menjamin kesinambungan fiskal. ‘’Selain itu, juga mengupayakan perbaikan posisi keseimbangan primer menuju positif dalam jangka menengah,’’ tambahnya. Ia mengingatkan pilihan kebijakan ini membawa risiko pada tidak tercapainya pencapaian sasaran pertumbuhan ekonomi dalam jangka pendek. ‘’Namun langkah ini akan memperkuat fondasi ekonomi guna menjamin keberlangsungan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi beberapa tahun ke depan dan dalam jangka menengah,’’ kata mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini. (ant)
Sri Mulyani
Di Probolinggo
Indonesia Alami Kemunduran
juga menyatakan, KPK telah menggelar diskusi dengan sejumlah kampus terkait RRU tersebut. Terdapat beberapa poin yang menggabarkan ada ancaman kemunduran dalam pemberatasan koruspsi di Indonesia. Pertama, kodifikasi kehilangan tujuannya untuk mensistematisasi dan memudahkan masyarakat membaca aturan tersebut karena ternyata sebagian pasal korupsi, HAM, narkotika dan terorisme tetap masih ada di luar KUHP dengan pengaturan masing-masing. Kedua, sanksi pidana untuk koruptor justru lebih rendah di RUU KUHP tersebut dibandingkan dengan Undang-undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) saat ini. Ketiga, tidak ada satu pasal pun yang menegaskan KPK masih berwenang sebagai lembaga khusus yang menangani korupsi di RUU KUHP. Sebelumnya, Ketua DPRRI Bambang Soesatyo berjanji institusinya segera menyelesaikan Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP) menjadi UU dan akan menjadi kado Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus mendatang. (ant)
jantung pertahanan budaya tersebut ada di desa pakraman,’’ ujarnya. Oleh karenanya membantu desa pakraman adalah upaya strategis untuk melindungi budaya Bali itu sendiri. Rai Mantra juga mempertanyakan, kenapa ada tokoh Bali, ada pemimpin Bali yang mempersoalkan bahwa bantuan itu tidak realistis dan tidak edukatif. Hal. 15 Alasan Regulasi
Perubahan Kondisi Global
Pemberantasan Korupsi Dalam RUU KUHP
Jakarta (Bbali Post) – Langkah mundur akan dialami Indonesia, utamanya dalam pemberatasan korupsi. Ini akan terjadi apabila 17 Agustus mendatang RUU KUHP akan disahkan menjadi undang-undang. Dalam RUU itu menempatkan korupsi sebagai kejahatan biasa, ancaman pidana yang lebih rendah, dan keringanan hukuman untuk perbuatanperbuatan percobaan. Juru Bicara KPK Febri Diansyah menilai terdapat sejumlah persoalan yang dianggap berisiko bagi KPK ataupun pemberantasan korupsi ke depan jika tindak pidana korupsi masuk ke dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP). ‘’Presiden pernah beberapa kali mencegah pelemahan terhadap KPK, baik terkait rencana revisi UU KPK yang tidak jadi dilakukan ataupun hal lain,’’ katanya, Kamis (31/5) kemarin. Menurutnya, menempatkan korupsi sebagai kejahatan biasa dengan meletakkannya di KUHP, ancaman pidana yang lebih rendah, dan keringanan hukuman utk perbuatan-perbuatan percobaan dapat membawa Indonesia berjalan mundur dalam pemberantasan korupsi. Ia
wacana dilandasi semangat untuk mengimplementasikan program Nawacita di tingkat Nasional khususnya poin ke-3 yakni membangun dari desa.’’ Nawacita ini di Bali diterjemahkan menjadi Nawacandra, yaitu membangun secara berkeadilan di 9 kabupaten/ kota. Salah satunya membangun dari desa di desa pakraman. ‘’Kenapa desa pakraman? Karena membangun Bali segala aspek dilandasi budaya adiluhung Bali dan
Lima Terduga Teroris Ditangkap, Satu PNS
Bali Post/ant
BERJAGA - Anggota Polres Tasikmalaya Kota berjaga saat penggeledahan di rumah terduga teroris Kampung Sangkali, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.
Probolinggo (Bali Post) – Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri bersama Polres Kota Probolinggo dibantu Kodim 0820 kembali menangkap satu orang terduga teroris berinisial WDP (35) di Jalan Brantas, Kelurahan Pilang, Kota Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (31/5) dini hari. Dengan tertangkapnya WDP, berarti lima orang terduga teroris tertangkap di daerah itu. Bahkan satu di antaranya tercatat sebagai PNS. ‘’Sebanyak 40 personel Polresta Probolinggo membantu pengamanan untuk menangkap terduga teroris di rumahnya yang berada di Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan,’’ kata Kapolresta AKBP Alfian Nurrizal. Menurutnya, penangkapan WDP tersebut merupakan pengembangan hasil penyidikan dari empat terduga teroris yang sebelumnya sudah ditangkap di empat lokasi yang berbeda di Kota Probolinggo. ‘’WDP diduga terlibat aksi teror bom di sejumlah gereja di Surabaya, sehingga tim Densus langsung mengamankan yang bersangkutan dan tidak ada perlawanan sama sekali karena dilakukan pendekatan persuasif lebih dulu,’’
tuturnya. Dari rumah terduga teroris itu, katanya, ditemukan beberapa alat bukti yang juga disita di antaranya busur panah, beberapa compact disc, laptop, dan telepon genggam. ‘’Sehari-hari WDP merupakan perakit elektronik, sedangkan rukonya juga digunakan untuk jual-beli dan servis handphone,’’ katanya. Ia mengatakan, WDP langsung dibawa ke Markas Kepolisian Daerah Jawa Timur untuk diselidiki dan dikembangkan lebih lanjut kasus dugaan keterlibatannya dalam aksi teror bom yang terjadi di Surabaya dan Sidoarjo. Sebelumnya tim Densus 88 Antiteror juga mengamankan tiga terduga teroris berinisial MF, IS, HA di Perumahan Sumbertaman Indah, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo dan satu lagi terduga teroris diamankan berinisial AP di Kelurahan Sumbertaman, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, sehingga ada empat terduga teroris yang diamankan di Kota Probolinggo. Salah satu dari empat orang itu adalah PNS. Ia tercatat sebagai penyuluh pertanian lapangan. (ant)
LKPD 2017, Pemkab Klungkung Kembali Raih WTP
PENGHARGAAN WTP - Pjs. Bupati Klungkung I Wayan Sugiada (kanan) menerima penghargaan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun 2017. Didampingi Wakil Ketua DPRD Klungkung I Nengah Ariyanta (kiri), acara itu berlangsung di Aula Gedung BPK RI Perwakilan Bali, Senin (28/5) lalu.
K A B UPAT E N K l u n g kung kembali berhasil meraih penghargaan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun 2017. Penghargaan itu diserahkan Kepala Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)-RI Perwakilan Bali Drs. Yulindra Tri Kusumo Nugroho kepada Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Wayan Sugiada, S.H., M.H. didampingi Wakil Ketua DPRD Klungkung Nengah Ariyanta, di Aula Gedung BPK-RI Perwakilan Bali, Senin (28/5) lalu. Opini ini merupakan yang ketiga kalinya diraih berturut-turut sejak tiga tahun. Pjs. Bupati Wayan Sugiada menyatakan rasa syukur
sekaligus bangga dengan penghargaan ini. Menurutnya, hal tersebut tak terlepas dari kinerja seluruh Organisasi Perangkat Daerah. ‘’Tentu penghargaan yang didapatkan ini sebagai gambaran kinerja seluruh OPD,’’ ungkapnya. Meski demikian, Kepala Inspektorat Provinsi Bali ini menegaskan prestasi tersebut harus tetap dijadikan motivasi untuk membawa Klungkung ke arah lebih baik. Ini pun sangat diharapkan mendapat dukungan dari masyarakat. ‘’Semoga tahun depan bisa dipertahankan dan ditingkatkan lebih baik lagi dengan memperbaiki beberapa hal yang belum sempurna. Yang terpenting adalah komitmen bersama,’’ ujarnya.
Ditegaskan pula, mendapatkan penghargaan itu bukan perkara mudah. Perlu proses yang cukup panjang. Mulai dari pemeriksaan pendahuluan, melakukan perbaikan, sampai ada pemeriksaan secara menyeluruh. ‘’Laporan keuangan diperiksa secara utuh. Sampai ada pemeriksaan lapangan. Ini berjalan sekitar tiga bulan,’’ jelasnya. Penyerahan penghargaan itu juga disaksikan Sekda I Gede Putu Winastra, Kepala Inspektorat Klungkung Made Seger serta Kabag Humas dan Protokol Ketut Suadnyana. Sebelumnya, pada bulan yang sama, pemkab Klungkung juga mendapatkan penghargaan dari Presiden RI Joko
Widodo atas keberhasilannya menerapkan program Universal Health Coverage (UHC). Tercatat masyarakat yang telah mengantongi Jaminan Kesehatan Nasional dan Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) menembus 98 persen. Program ini bergulir per 1 November 2017. Masyarakat yang belum masuk sebagai peserta JKNKIS telah dianggarakan Rp 2,9 miliar dari APBD 2017 untuk pendaftaran menjadi peserta kelas III. Itu kembali berlanjut pada tahun ini, dipersiapkan anggaran Rp 17,9 miliar dan telah di-launching Maret lalu. Di Bali, selain Klungkung, program tersebut hanya diterapkan Kabupaten Badung. (ad1485)
DENPASAR
2
Jumat Paing, 1 Juni 2018
FIGUR
Pelayanan Prima DALAM upaya memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, Pemkot Denpasar telah menandatangani kesepakatan bersama (MoU) dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar. Tak hanya di Mal Pelayanan Publik, sebagai tindak lanjut atas MoU tersebut, kini sinergitas antara keduanya turut diaplikasikan kerja sama teknis pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Denpasar. Hal ini terungkap saat pembahasan tindak lanjut kesepakatan bersama antara Pemkot Denpasar dengan Kejari Denpasar di Ruang Praja Madya Kantor Wali Kota Denpasar, Senin (28/5) lalu. Asisten Administrasi Umum Setda Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya mengatakan, kesepakatan bersama yang telah dilaksanakan antara Pemkot Denpasar dan Kejari Denpasar terus dievaluasi, sehingga pelayanan publik di Kota Denpasar semakin baik dalam melayani masyarakat. Hal ini tentu akan berimplikasi kepada kepuasan masyarakat dan menurunnya jumlah pengaduan di Pro Denpasar. Menurut mantan Kepala Disdikpora Kota Denpasar ini, kesepakatan bersama yang telah dilakukan dengan Kejari Denpasar tidak cukup hanya untuk pelaksanaan di Mal Pelayanan Publik, melainkan bisa berlanjut ke masing-masing OPD dalam hal pendampingan teknis, sehingga semakin meningkatkan pelayanan publik di Kota Denpasar yang tepat aturan dan tepat guna. ‘’Kesepakatan bersama dengan Kejari tidak semata-mata menekankan pada aspek hukum melainkan bagaimana meningkatkan pelayanan publik di semua lini,’’ tegasnya. (ara)
Serangkaian ’’Pujawali’’ Pura Maospahit Denpasar
Ratusan Krama Bali Ikuti ’’Pawintenan Saraswati’’
Denpasar (Bali Post) Ratusan krama Bali, baik tua maupun muda, mengikuti Pawintenan Saraswati di Pura Maospahit, Denpasar, Kamis (31/5) kemarin. Pawintenan yang digelar secara massal ini bertujuan untuk memohon kepada Sang Hyang Aji Saraswati agar jasmani manusia siap menerima ilmu pengetahuan. Pawintenan Saraswati sendiri bermakna penyucian diri melalui pemujaan Dewi Saraswati, sakti Dewa Brahma yang menciptakan ilmu pengetahuan. Menurut Ketua Panitia Pawintenan Saraswati Jro Mangku Made Sujaya Dharma Wisesa, kegiatan ini digelar berawal dari ide dari Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Korcam Denpasar Utara yang bekerja sama dengan pangempon Pura Maospahit Denpasar. Kegiatan yang digelar serangkaian pujawali Pura Maospahit Denpasar ini diikuti sekitar 500 orang, terdiri dari siswa dan guru SDN 4 Pemecutan Denpasar 106 orang dan sisanya masyarakat umum dari sejumlah daerah di Bali. Ritual Pawintenan Sarsawati di-puput Ida Pedanda Gede Putra Mas dari Geria Balun, Denpasar. Ritual pawintenan dilakukan secara dua kelompok, yakni Upanayana untuk siswa Sekolah Dasar (SD) dan pawintenan Saraswati, di mana pada siswa SD nyurat rerajahan hanya di antara kedua kening. Hal tersebut dilakukan karena disesuaikan dengan perkembangan fisik siswa. sedangkan untuk umum prosesi nyurat rerajahan ada di antara kedua kening, dada, kedua bahu, tungir, kedua telapak tangan, lidah, dan gigi. Jro Mangku Sujaya menambahkan, kegiatan ini baru pertama kali dilaksanakan PSN Korcam Denpasar Utara. Diharapkan, saat pujawali berikutnya kegiatan seperti ini kembali digelar atau mungkin ditambahkan untuk ritual sapuh leger bersama maupun ritual lainnya. Sementara itu, Pinandita I Made Warjaya memaparkan, kegiatan ini intinya merupakan rentetan dari pujawali di Pura Maospahit Denpasar yang jatuh pada Purnama Sadha yakni tanggal 29 Mei lalu. Karena kegiatan tersebut nyejer selama tiga hari, maka digelar kegiatan Pawintenan Saraswati. Pujawali di Pura Maospahit Denpasar kasineb, Sabtu (2/6) besok. (kmb19)
Bali Post/eka
PAWINTENAN - Salah seorang siswa SD tengah dirajah saat ritual Pawintenan Saraswati di Pura Maospahit, Denpasar, Kamis (31/5) kemarin.
PASAR KUMBASARI - Berbagai produk tekstil dan cenderamata yang dijual pedagang di Pasar Kumbasari, Denpasar.
Bali Post/eka
Dirancang, Revitalisasi Pasar Kumbasari dan Suci Denpasar (Bali Post) Upaya meningkatkan jumlah omzet sebuah pasar, bisa dilakukan dengan penataan yang lebih baik. Hal ini sudah terlihat dari beberapa pasar yang telah direvitalisasi. Oleh karena itu, tahun ini, PD Pasar Denpasar kembali menyasar beberapa pasar untuk ditata kembali. Salah satunya Pasar Kumbasari. Direktur Utama (Dirut) PD Pasar Kota Denpasar I.B. Kompyang Wiranata, S.E. mengatakan hal itu , Kamis (31/5) kemarin. Menurut Kompyang Wira-
nata, PD Pasar Kota Denpasar kembali akan merevitalisasi sejumlah pasar tradisional. Tahun ini, yang disasar yakni Pasar Anyar Sari, Batukandik. Ini sudah digarap sejak beberapa waktu lalu. Selain itu, juga direncanakan penataan areal parkir Pasar Kumbasari. Kompyang Wiranata mengatakan, program revitalisasi yang telah dicanangkan Pemkot Denpasar beberapa tahun lalu, kini akan terus berlanjut. Bukan hanya revitalisasi secara fisik, tapi juga meningkatkan kualitas
pelayanan di pasar tradisional. Dari 15 unit pasar tradisional yang dikelola PD Pasar, sebagian besar sudah direvitalisasi. Tahun ini pasar yang direvitalisasi yakni Pasar Pidada, Pasar Kumbasari, Anyar Sari, serta Pasar Suci. Pasar Gunung Agung juga akan dilakukan penatapan di bagian depan. “Tahun 2017 sudah dilakukan perbaikan atap Pasar Pidada, sekarang dilanjutkan dengan penataan paving. Sementara, Pasar Kumbasari akan dilakukan pengecatan dinding, pemasangan paving,
pengaspalan sentral parkir dan perbaikan keramik lantai pasar. Penataan ini sepenuhnya bersumber dari anggaran perusahaan,” katanya seraya menambahkan, penataan Pasar Kumbasari dimaksudkan untuk menyeimbangkan dengan penataan di sekitar Tukad Badung. Rencana revitalisasi pasar tradisional termasuk Kumbasari, diapresiasi anggota Komisi III DPRD Kota Denpasar I Wayan Suadi Putra. Menurutnya, untuk menggairahkan kembali keberadaan Pasar Kumbasari,
perlu disiapkan sarana dan prasarana yang memadai. Salah satunya, ketersediaan areal parkir. Selain itu, rencana pembangunan jembatan yang menghubungkan Pasar Badung dengan Pasar Kumbarasi juga sangat positif karena Pasar Badung dan Pasar Kumbasari nantinya akan terkoneksi. “Jika melihat dari peta rencana penataan Pasar Badung dan Kumbasari, itu sudah dirancang jembatan penghubung. Ini sangat bagus, karena nantinya kedua pasar tersebut akan terkoneksi,” katanya. (kmb12)
Revisi Perda RTRWP Bali
Dewan Minta Ada Pelibatan Masyarakat Denpasar (Bali Post) Aspirasi masyarakat sangat dinantikan dalam revisi Perda nomor 16 tahun 2009 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRWP) Bali 2009-2029. Pasalnya, masyarakat yang akan terdampak paling nyata dengan adanya perubahan perda tersebut. Ketika masyarakat dilibatkan, mereka juga akan merasa memiliki dan turut bertanggung jawab menjaga tata ruang Bali. Anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Bali I Nengah Wijana mengatakan hal itu pasca-Rapat Paripurna DPRD Bali, belum lama ini. Menurut Wijana, keterlibatan masyarakat juga akan sangat berarti saat menentukan Ruang Terbuka Hijau Kota (RTHK) dan penentuanpenentuan kawasan peruntukan lainnya. Wijana mencontohkan, penetapan RTHK 30 persen mesti diiringi dengan pertimbangan adanya kompensasi, terutama akibat lahan masyarakat tidak diperbolehkan untuk dibangun. “Bila memungkinkan pengadaan RTHK difasilitasi oleh pemerintah agar jangan
sampai masyarakat merasa dirugikan,” jelasnya. Wijana menambahkan, penetapan zonasi peruntukan suatu kawasan juga perlu memerhatikan kebutuhan masyarakat setempat. Jangan sampai penetapan zonasi justru meminggirkan masyarakat lokal atau bahkan mendorong lebih banyak orang Bali untuk melakukan transmigrasi. Pada zona-zona tertentu, pihaknya mengusulkan agar ketinggian bangunan dipertimbangkan boleh
melebihi batas ketinggian pohon kelapa untuk mengurangi alih fungsi lahan. “Kita butuh investor, tapi investor yang peduli dengan masyarakat lokal dan lingkungannya,” imbuhnya. Anggota Fraksi Partai Golkar I Made Dauh Wijana mengatakan, perencanaan dan pengaturan ruang membutuhkan data valid tentang daya dukung Bali dan kapasitas ruang masing-masing sektor. Termasuk foto udara tentang kondisi eksisting
Bali terakhir. “Demikian juga tentang target kunjungan wisata, misalnya dalam 10 tahun ke depan,” ujarnya. Dauh Wijana mengingatkan eksekutif agar revisi Perda RTRWP ini jangan semata-mata sebagai sikap permisif akibat tidak berjalannya insentif dan disinsentif. Hal tersebut sebagaimana yang diisyaratkan oleh Undangundang nomor 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang. Sementara itu, anggota Fraksi PDI-P I Ketut Kariyasa Adnyana justru mempertanyakan lemahnya penindakan hukum (law enforcement) dan bahkan cenderung tidak ada terhadap pelanggaran tata ruang selama ini. Padahal, ada banyak pelanggaran yang terjadi menyangkut peruntukan, sempadan, kawasan
rut peraturan,’’ ujar akademisi Dr. Gede Wirata, S.Sos., S.H., M.AP., Kamis (31/5) kemarin. Hal ini, kata Gede Wirata, perlu dilakukan untuk membuat efek jera terhadap pelaku kriminal yang telah mengganggu ketertiban umum. Namun, ia tidak menampik ada juga pelaku yang bandel. Ada beberapa faktor penyebabnya yaitu kemungkinan mereka tidak memiliki keahlian atau skill lain kecuali melakukan kejahatan. Kedua, bisa juga diakibatkan kegagalan pihak lapas dalam melakukan pembinaan terhadap para narapidana. Ketiga, kemungkinan juga penjahat tersebut lebih gampang mencari uang dengan cara melakukan kejahatan dan mindset mereka lebih baik melakukan kejahatan, bila tertangkap dan tinggal dipenjara akan tetap bisa menikmati makanan. ‘’Pihak lapas memiliki peran sangat penting dalam memberikan pembinaan selama yang bersangkutan ada di penjara. Pihak keluarga juga harus ikut serta memberikan pembinaan dari sisi moral serta mental, sehingga skill yang didapatkan selama di penjara bisa diterapkan di lingkungannya. Masyarakat juga agar mem-
berikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat dengan cara mempraktikkan keahlian yang dimiliki dari pelatihan yang didapatkan selama dalam penjara,’’ katanya. Sementara itu, praktisi hukum Made Somya Putra, S.H., M.H. mengungkapkan, menembak penjahat diperlukan sebagai metode pembelaan diri bagi keselamatan petugas atau menghadapi penjahat yang sangat berbahaya. ‘’Dalam hukum pidana, teknik penjeraan yang tepat adalah vonis hakim. Namun, penembakan penjahat yang berbahaya akan memberikan efek getar berupa rasa takut bagi calon atau penjahat yang lain. Untuk itu, penggunaan senjata harus tepat dan sesuai SOP (Standar Oprasional Prosedur - red),’’ tegasnya. Somya mengakui dalam hukum pidana, hanya vonis hakim yang dapat memberikan penilaian hukuman yang bagaimana dapat menjerakan si pelaku. Hanya, sampai saat ini hukuman yang rendah, penegakan hukum yang tidak maksimal, serta sistem pembinaan yang belum berhasil menjadikan penjahat tidak jera bahkan dapat menjadi residivis. (kmb36)
Denpasar (Bali Post) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Denpasar terus memaksimalkan penegakan peraturan daerah (perda) di Kota Denpasar. Senin (28/5) lalu, misalnya, Tim Yustisi Satpol PP Kota Denpasar menyegel tujuh unit bangunan yang diduga akan dijadikan vila di kawasan Jalan Kesari, Sanur. Penyegelan ini dilakukan lantaran pemilik vila tak mampu menunjukkan izin sesuai dengan ketentuan. Kepala Satpol PP Kota Denpasar Dewa Gede Anom
Sayoga mengatakan, penertiban dalam bentuk penyegelan ini sudah sesuai dengan prosedur dan aturan yang berlaku. Sesuai dengan laporan Dinas Pekerjaam Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Denpasar, yang bersangkutan telah mendapat surat peringatan (SP) hingga tiga kali. Namun hingga penyegelan dilaksanakan, peringatan tersebut belum mendapat tanggapan dan yang bersangkutan belum mampu menunjukan izin yang dipersyaratkan. Anom Sayoga menambah-
suci, dan ruang terbuka hijau. “Apakah karena aturan yang sulit diterapkan atau karena ada kepentingan-kepentingan tertentu,” tanyanya. Selain itu, Kariyasa juga menyinggung soal ketinggian bangunan pada kawasan tertentu seperti RS Sanglah atau kantor pemerintah. Dikatakan, ada masukan atau pendapat masyarakat untuk peningkatan ketinggian bangunan atau penambahan lantai, melebihi yang selama ini sudah ditetapkan. “Hal ini tentu harus mendapat kajian dengan serius dan terukur,” tegasnya. (kmb32) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM FM 96,5 Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391.
Satpol PP Segel Tindak Tegas, Belasan Pencuri Ditembak Bangunan Tak Berizin Denpasar (Bai Post) Perintah tembak di tempat bagi pelaku kriminal terus dikumandangkan Kepala Satuan Kerja (Kasatker). Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Hadi Purnomo dan Kapolres Badung AKBP Yudith Satriya Hananta beberapa kali memerintahkan menindak tegas tetapi terukur alias menembak penjahat yang bikin resah masyarakat. Dari data yang dihimpun, dari Januari hingga Mei 2018, sebanyak 19 pelaku kriminal kakinya ditembak. Sanksi tegas ini paling banyak dilakukan selama Mei tahun ini. Penjahat yang ditembak selama Mei 2018 tersebut seluruhnya terlibat kasus pencurian di wilayah Denpasar dan
Badung. Pelaku yang ditembak tersebut yakni Tommy Candra (38) dan Alosius Lende Bili (37) terlibat kasus copet di Kuta, Iif Irfansyah (28) terlibat kasus curanmor di Kuta Selatan, Erwin Edi Susilo dan Herman Gani terkait kasus perampokan di wilayah Mengwi, Sapari (35) terkait kasus curanmor di Kuta Utara dan Samarudin alias Udin (24) terlibat kasus pencurian di Kuta dan Denpasar. Apakah hal ini menimbulkan efek jera? ‘’Sangat tergantung dari sudut mana kita melihat. Kalau penjahat itu telah meresahkan masyarakat dan melakukan perlawanan tentu bisa dilakukan itu (ditembak - red). Namun, tentu harus sesuai prosedur yang benar menu-
081 337 032 965, (0361) 819446 FM 96,5
Topik : Dewan Minta Ada Pelibatan Masyarakat Sampaikan opini Anda hari ini di acara Warung Global FM 96,5 web : www.radioglobalfmbali.com E-mail : info@radioglobalfmbali.com
Bali Post/kmb12
MENYEGEL - Aparat Satpol PP Kota Denpasar menyegel bangunan yang tidak dilengkapi perizinan yang dipersyaratkan.
kan, penyegalan ini dilaksanakan juga dalam upaya menegakkan Perda Kota Denpasar nomor 15 tahun 2015 tentang Ketertiban Umum. “Sampai saat ini, pemilik bangunan belum mengantongi izin sesuai dengan yang dipersyaratkan, sehingga dilakukan penyegelan guna memberikan pemahaman tentang pentingnya aspek administrasi dalam menunjang kelancaran pembangunan di Kota Denpasar,” ujarnya. Anom Sayoga menegaskan , k e b e r a d a a n S a t p o l PP sebagai penegak perda bukanlah untuk mencaricari kesalahan masyarakat. Namun, untuk memberikan edukasi dan pemahaman tentang aturan-aturan yang berlaku. “Kami di sini bukan untuk mencari-cari kesalahan, melainkan memberikan edukasi dan pemahaman tentang aturan yang berlaku. Kami mengimbau masyarakat yang hendak berinvestasi atau mendirikan bangunan agar melengkapi administrasi perizinan lebih dahulu guna memberikan rasa aman dan nyaman ke depanya,” tegasnya. (kmb12)
BADUNG
Jumat Paing, 1 Juni 2018
3
Syukuran HUT Kodam
Prajurit Berprestasi Diberikan ’’Reward’’ SYUKURAN HUT ke-61 Kodam IX/Udayana dilaksanakan di halaman Makodam, Denpasar, Senin (28/5) lalu. Puncak peringatan HUT Kodam sebenarnya jatuh setiap tanggal 27 Mei. Syukuran HUT ke-61 Kodam IX/Udayana 2018 dilaksanakan dengan suasana penuh kebersamaan dan kekeluargaan. Peringatan HUT ini dijadikan sebagai momentum mawas diri dan introspeksi diri. Dengan demikian, setiap estafet perjalanan kehidupan ini selalu bermakna karena mampu memberikan jawaban atas persoalan kekinian dengan tantangan ke depan. Saat itu juga dilaksanakan pemberiaan penghargaan kepada Sertu (K) Luh Kadek W. Santini atas prestasinya meraih medali perunggu Kejurnas Judo Kartika Cup di Palembang dan Serda (K) Ni Putu Prapti Virgynia Wedayanti, peraih medali emas kejuaraan Judo Kartika Cup
tahun 2018 di Palembang. Panglima Kodam IX/ Udayana Mayor Jenderal TNI Benny Susianto, S.IP. mengatakan, usia 61 tahun adalah rentang perjalanan waktu yang panjang karena penuh dengan romantika dan dinamika sejarah. Dikatakan, memperingati HUT secara filosofis berupaya untuk menengok masa lalu sebagai sebuah mata rantai sejarah dan sebuah masa lalu adalah fondasi yang sangat bernilai sebagai referensi menapaki masa kini dan masa depan. Pihaknya juga berupaya mendesain dan merancang sebuah formula masa depan berlandaskan realita serta dinamika kekinian tanpa melupakan sejarah masa lalu. Selama 61 tahun pengabdiannya, kata Pangdam Benny Susianto, Kodam Udayana telah berupaya memberikan dharma bakti terbaiknya kepada bangsa dan negara. Seperti tugas pengamanan VIP/VVIP, pengamanan per-
Bali Post/rah
SYUKURAN - Syukuran HUT ke-61 Kodam IX/Udayana ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Pangdam Mayor Jenderal TNI Benny Susianto.
batasan, pengamanan pulau terluar serta tugas operasi di dalam dan luar negeri. Di samping itu, dalam waktu dekat tepatnya tanggal 27 Juni 2018 bangsa Indonesia akan melaksanakan pesta demokrasi yaitu pilkada serentak dan tahapan Pemilu 2019. Tanggal 8 hingga 14 Oktober 2018 mendatang juga akan digelar Annual Meeting IMFWorld Bank 2018 di Nusa Dua Bali. ‘’Kita semua tentu berharap agar kegiatan tersebut berjalan dengan aman, lancar dan sukses tanpa mendapatkan gangguan dari pihak manapun. Keberhasilan ini tentu tidak terlepas dari peran, dukungan dan kerja sama yang baik dari pemerintah daerah dan seluruh lapisan masyarakat Bali dan Nusa Tenggara, serta rintisan pembinaan yang telah dilakukan oleh para sesepuh dan pendahulu Kodam IX/Udayana,’’ tegasnya. Menurut Pangdam Benny Susianto, dukungan dan kerja sama yang tulus dari masyarakyat selama ini menjadi penentu bagi keberhasilan pelaksanaan tugas pokok Kodam IX/Udayana. ‘’Seperti pepatah Bali mengatakan, paras paros sarpanaya, salunglung sabayantaka. Mari kita bersama-sama senantiasa menjalin silaturahmi, menjaga hubungan harmonis, bekerja sama saling bahumembahu dalam memecahkan setiap permasalahan, berbagi beban yang sama serta merapatkan barisan, berhimpun dan menyatukan pikiran untuk memperjuangkan kedaulatan bagi terciptanya wilayah Bali dan Nusa Tenggara yang kondusif,’’ ujarnya. (rah)
Perayaan Tri Suci Waisak Tekankan Harmoni Dalam Kebinekaan
Mangupura (Bali Post) – Hidup harmoni dalam kebinekaan ditekankan dalam perayaan Tri Suci Waisak 2562 Bhuddis Era (BE) 2018. Ini dimaksudkan agar umat mampu menjalani kehidupan bermasyarakat dengan harmonis dan menerima perbedaan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Bhante Badra Nathan menegaskan hal itu di Vihara Buddha Dharma, Kuta, Selasa (29/5) lalu. Bhante Badra Nathan mengatakan, para umat ditekankan untuk selalu memiliki rasa toleransi antarumat beragama dan mampu menghargai segala perbedaan yang ada di Indonesia, mengingat Indonesia merupakan negara yang majemuk dengan berbagai ras, budaya, suku bangsa, adat istiadat, dan bahasa. Dengan adanya tolerasi dan saling menghargai satu sama lain, maka akan menumbuhkan cinta kasih, kebahagiaan, keharmonisan dan kekeluargaan yang baik. Perayaan menyambut Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Dharma dilakukan dengan membaca parita suci, meditasi, pradaksina atau mengelilingi vihara, kemudian dilanjutkan dengan perenungan dan pesan Waisak. Kemudian Selasa (29/5) pagi digelar pindapatta yang dilanjutkan dengan perayaan Tri Suci Waisak, upacara ivo atau pemandian pratima bayi Sidharta. Upacara ini bertujuan untuk membersihkan kekotoran batin yang ada dalam diri manusia. Sehingga segala pikiran, ucapan dan perbuatan yang tidak baik yang pernah dilakukan mampu dibersihkan dan bertekad untuk berpikir, berucap dan berbuat yang lebih baik. Ke-
giatan dilajutkan dengan Sankung, pemberian persembahan pada para Buddha, Buddhis Satwam Maha Satwam. Dengan harapan semua makhluk dapat hidup berbahagia. Sedangkan detik-detik Waisak dirayakan sekitar pukul 22.15 Wita. ‘’Dalam rangka momentum Waisak di tahun 2018 di tahun 2562 Bhuddis Era ini, semoga dalam pesan harmoni dalam kebinekaan untuk bangsa, semoga bangsa Indonesia menjadi bangsa yang bertoleransi, bangsa yang mampu menghargai satu sama lain, menghargai perbedaan terwujud. Indonesia itu Bhinneka Tunggal Ika, berbeda-beda tetapi tetap satu jua,’’ pesan
Bhante Badra Nathan. Humas Vihara Buddha Dharma, Halim, menambahkan tema perayaan Tri Suci Waisak tahun ini adalah ‘’Harmoni dalam Kebhinekaan untuk Bangsa’’. Tema tersebut dimaksudkan bahwa Indonesia yang memiliki beragam suku, agama, ras dan adat istiadat agar dalam kehidupan warganya dapat meningkatkan kerukunan dan harmoni. Tema perayan ini serupa untuk seluruh Indonesia. Selain ritual keagamaan, dalam menyambut Tri Suci Waisak juga digelar donor darah, kesenian Nusantara, bazar sembako murah untuk masyarakat kecil. (kmb19)
Bulan Puasa, Okupansi Hotel Turun 5-7 Persen Mangupura (Bali Post) Okupansi atau tingkat hunian kamar hotel terutama untuk wisatawan domestik (wisdom) di Bali selama bulan puasa cenderung turun. Pada momen tersebut, penurunan terjadi sekitar 5-7 persen dibandingkan hari biasa. Ketua Bali Hotel Association (BHA) Ricky Putra mengatakan hal itu, belum lama ini. Menurut Ricky Putra, ratarata okupansi hotel yang dihimpun BHA secara keseluruhan, baik untuk domes-
tik maupun mancanegara berkisar 66-80 persen. Namun, hal ini tidak berpengaruh pada okupansi wisatawan mancanegara (wisman) karena untuk saat ini, tingkat hunian wisman masih stagnan. ‘’Kekurangan okupansi dari wisdom ini diisi oleh wisatawan internasional yang sudah memasuki liburan musim panas,’’ ujarnya. Ricky Putra menambahkan, kedatangan wisatawan mancanegara dalam waktu dekat ini diprediksi akan me-
Ribuan guru se-Kabupaten Badung bertemu Bupati Badung, belum lama ini. Dalam petemuan tersebut, sejumlah tanaga pengajar menanyakan kesejahteraan mereka, baik dari sisi upah, tunjangan maupun fasilitas.
Bali Post/eka
WAISAK - Umat Bhuddis melaksanakan ritual memandikan pratima bayi Sidharta saat perayaan Tri Suci Waisak 2562 BE di Vihara Bhudda Dharma, Kuta, Selasa (29/5) lalu.
gan ini juga cukup lama. Sebab, sesuai mekanisme Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) harus melalui beberapa proses verifikasi dan lainnya. ‘’Sudah diumumkan untuk pelelangannya. Alat yang dilelangkan perangkat alat Command Center dengan berbagai item dan Data Center seperti server dan piranti pendukung lainnya,’’ ujarnya. Menurut Weda Dharmaja, setelah pemenang lelang ditetapkan baru dilanjutkan ke pengerjaan. Proses pengerjaan diperkirakan menghabiskan waktu antara tiga hingga empat bulan ke depan. ‘’Pengerjaannya ini juga memakan waktu cukup lama, karena ada pengerjaan sistem, pemasangan alat elektronik dan pengerjaan sipil,’’ jelasnya. Kendati demikian, kata
Weda Dharmaja, pihaknya tetap optimis pemasangan alat pusat komando yang berbasis teknologi tersebut tuntas pada tahun 2018 ini, sehingga langsung bisa dioperasikan dengan maksimal. Terkait penambahan tenaga, mantan Kabag Humas Badung ini mengatakan, pengoperasian Command Center dan Data Center tersebut belum dilakukan penambahan tenaga, melainkan memaksimalkan tenaga yang ada. ‘’Penjagaannya harus 24 jam dengan minimal empat shift petugas yang jaga,’’ katanya. Weda Dharmaja menambahkan, masing-masing shift penjagaan Command Center terdiri dari lima petugas dan untuk CCTV lima petugas. ‘’Kami memaksimalkan tenaga yang ada dulu,’’ tegasnya. (kmb27)
ningkat. Kondisi ini diperkirakan terjadi karena adanya beberapa event internasional, seperti IMF-WB dan Asian Games. Hal itu akan memicu lonjakan okupansi di sejumlah hotel di Bali. ‘’Ada beberapa hotel yang sudah mengalami lonjakan okupansi. Dari tahun ke tahun, saat peak season itu Juni-Oktober. Tapi tahun ini dimulai dari awal. Penurunan wisatawan domestik sebenarnya sudah bisa diimbangi oleh peningkatan dari wisatawan mancanegara,’’ terangnya.
Ricky Putra mengatakan, tren kunjungan wisatawan ke Pulau Bali setelah bulan puasa tepatnya pada H+2 Lebaran biasanya meningkat. Hal itu karena pada H-2 dan H-1 Lebaran, sebagian besar masih berada di kampung halaman. Setelah itu, barulah mengisi liburan atau melakukan perjalanan wisata. ‘’Pada saat libur Lebaran, okupansi kamar hotel member BHA akan meningkat 3-4 persen, sehingga rata-rata okupansi menjadi 8085 persen,’’ jelasnya. (kmb23)
Guru Tanyakan Kesejahteraan Mangupura (Bali Post) -
Diskominfo Lengkapi Piranti Gedung ’’Command Center’’
Mangupura (Bali Post) Pemerintah Kabupaten Badung telah menyelesaikan pembangunan Gedung Command Center. Sayangnya, gedung yang dikelola Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Badung ini belum terisi piranti yang diperlukan. Pemerintah setempat baru melakukan proses pelelangan. Berdasarkan informasi, Kamis (30/5) lalu, lelang belanja modal peralatan Command Center dan Data Center baru dibuka 25 Mei 2018 lalu dan sudah ada 10 peserta lelang yang ikut. Nilai pagu paket Rp 30.000.000.000 yang diambil dari APBD 2018. Kepala Diskominfo Wayan Weda Dharmaja membenarkan perihal tersebut. Birokrat asal Sembung, Mengwi ini mengatakan, proses pelelan-
Bali Post/kmb23
WISATAWAN - Seorang wisatawan mancanegara menikmati penorama Pantai Kedonganan dari atas kuda. Tingkat hunian hotel selama bulan puasa mengalami penurunan sekitar 5-7 persen dibandingkan hari biasa.
Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Badung Ketut Widia Astika membenarkan perihal tersebut. Menurut birokrat asal Kerobakan, Kuta Utara ini, guru yang hadir pada kegiatan tersebut dari tingkat guru PAUD dan guru TK sebanyak 1.345 orang (359 orang sudah tersertifikasi dan 986 orang belum tersertifikasi) yang mendidik 14.541 orang siswa. Guru SD 3.692 orang, dari jumlah tersebut 1.936 orang berstatus PNS, 1.756 orang non-PNS, 1.873 orang sudah tersertifikasi dan 1.819 orang belum tersertifikasi. Guru SMP 1.746 orang (524 orang sudah tersertifikasi dan 1.222 orang belum tersertifikasi). ‘’Dalam pertertemuan itu, banyak guru yang mengusulkan berbagai hal dari bidang pendidikan seperti upah, fasilitas, tunjangan dan lain sebagainya,’’ ujar Widia Astika saat dikonfirmasi, Jumat (31/5) kemarin. Menyikapi sejumlah usulan tersebut, Widia Astika mengatakan, pihaknya masih melihat kinerja guru sebagai pendidik. Jika guru tidak meningkatkan kinerjanya, maka
tunjangan tidak akan diberikan secara maksimal. ‘’Semua itu akan kita cek melalui pengawas-pengawas sekolah yang ada di Kabupaten Badung. Apalagi, mereka (pengawas - red) sudah mempunyai tugas masing-masing di wilayahnya. Maka, kita akan lihat laporan mereka,’’ tegasnya. Dalam meningkatkan mutu pendidikan untuk menghasilkan peserta didik yang berkualitas, kata Widia Astika, Pemerintah Kabupatan Badung akan membentuk tim khusus. Tim tersebut akan melibatkan semua unsur dari kecamatan dalam peningkatan mutu pendidikan. Menurut Widia Astika, Bupati Giri Prasta dalam kesempatan itu mengatakan, guru sebagai agen pembelajaran harus memiliki kualitas akademik dan sehat jasmani dan rohani serta mempunyai kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Namun, banyak guru yang tidak memahami profesinya secara utuh. Bahkan, kurangnya motivasi guru dalam meningkatkan kualitas diri. ‘’Guru berkewajiban untuk meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan,’’ katanya. Ditanya mengenai SMP negeri yang tidak masuk 10 besar di Bali, Giri Prasta mengatakan akan melaksanakan evaluasi. Pihaknya tidak akan berdiam diri, melainkan akan membuat suatu program untuk memajukan pendidikan yang ada di Kabupaten Badung. Salah satunya, dengan membuat tim khusus tersebut. (kmb27)
Kado Hari Raya Galungan, Badung Raih WTP BUPATI Badung Nyoman Giri Prasta menerima Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas penilaian Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun 2017 di Kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Bali, Senin (28/5). Opini ini diserahkan langsung oleh Kepala Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Bali Drs. Yulindra Tri Kusumo Nugroho. ‘’Ini kado hari raya Galungan dan berarti Badung telah meraih empat kali WTP berturutturut atas LKPD tahun 2014, 2015, 2016 dan 2017,’’ ungkap Bupati Giri Prasta. Bupati Giri Prasta menambahkan, Opini WTP ini merupakan wujud hasil kerja keras dari perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung. ‘’Opini WTP ini juga tidak terlepas dari pembinaan yang dilakukan oleh BPK Perwakilan Bali di Badung. Mari kita ja-
dikan opini sebagai salah satu konsep pembelajaran bagi kepala daerah dan jajarannya untuk senantiasa melakukan transparansi, akuntabilitas dan keterbukaan dalam melaporkan penggunaan anggaran, sehingga benar-benar dapat menyejahterakan masyarakat Badung,’’ tegasnya. Sementara itu, Kepala BPK Perwakilan Bali Drs. Yulindra Tri Kusumo Nugroho menyampaikan, BPK sesuai dengan visi dan misinya senantiasa turut serta dalam peningkatan tata kelola keuangan yang baik melalui pemeriksaan BPK, sehingga dapat terwujud pengelolaan keuangan yang baik dan tepat sasaran. ‘’Saya berterima kasih atas kerja sama yang sudah terjalin dengan baik antara pemerintah daerah dan BPK sehingga dapat tercipta pemerintahan yang terbuka, akuntabel dan terbebas dari korupsi,’’ paparnya. Hadir dalam kesempatan
tersebut, bupati/wali kota dan pimpinan DPRD se-Bali. Sementara dari Kabupaten Badung turut hadir Wakil Bupati Badung Ketut Suiasa, Ketua DPRD Badung Putu
Parwata, Inspektur Kabupaten Badung Ni Luh Suryaniti, Kepala BPKAD Badung Ketut Gde Suyasa, dan Kabag Humas Putu Ngurah Thomas Yuniartha. (ad1482)
WTP - Bupati Badung Nyoman Giri Prasta menerima Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas penilaian Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun 2017 di Kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Bali, Senin (28/5) lalu.
INFO SEREMONIAL
4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
Pemprov Bali Gelar Seleksi Terbuka Dua Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama PEMERINTAH Provinsi Bali menggelar seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama. Dua jabatan yang akan dilelang yaitu Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencara Daerah (BPBD) dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Bali. Hal itu tertuang dalam pengumuman Panitia Seleksi Terbuka Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Pemerintah Provinsi Bali Nomor 821/5019/ MP/BKD tertanggal 28 Mei 2018 yang disampaikan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali I Dewa Gede Mahendra Putra dalam siaran persnya, Selasa (29/5) lalu. Lebih jauh Dewa Mahendra menyampaikan, seleksi ini terbuka bagi Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Pemprov Bali dan Kabupaten/Kota yang memenuhi persyaratan sebagaimana ditetapkan Panitia Seleksi (Pansel). Adapun persyaratan umum yang harus dipenuhi peserta seleksi antara lain berusia maksimal 56 tahun per tanggal 1 Juli 2018 dengan pendidikan minimal S-1 atau Diploma IV. Persyaratan lengkap dapat dilihat pada pengumuman resmi yang bisa diakses melalui website resmi Pemerintah Provinsi Bali (baliprov. go.id) dan website BKD (bkd. baliprov.go.id). Selain itu, pengumuman akan ditempel pada papan pengumuman Kantor BKD Provinsi Bali. Bagi PNS yang memenuhi persyaratan dan berminat mengikuti seleksi, lamaran ditujukan kepada Panitia Seleksi Terbuka Pengisian Jabatan
I Dewa Gede Mahendra Putra Pimpinan Tinggi Pratama Pemerintah Provinsi Bali, dengan alamat Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Bali, Jalan Kapten Cok. Agung Tresna, Denpasar. Seluruh berkas lamaran beserta persyaratannya harus disampaikan ke panitia seleksi mulai 28 Mei hingga 11 Juni 2018. Selanjutnya seleksi administrasi dilaksanakan 12 Juni 2018 dan hasilnya diumumkan pada hari yang sama. Peserta yang dinyatakan lulus seleksi administrasi akan mengikuti beberapa tahapan tes antara
lain uji kompetensi, penulisan makalah, presentasi dan wawancara. Mengacu pada tahapan seleksi yang telah disusun pihak pansel, pengumuman tiga calon terbaik akan dilaksanakan pada 20 Juni 2018 lanjut diajukan kepada Pejabat Pembina Kepegawaian. Pansel menjadwalkan dua pejabat hasil seleksi bisa ditetapkan dan dilantik pada 25 Juni 2018. Dewa Mahendra menegaskan, Pemprov Bali berkomitmen melaksanakan proses seleksi secara terbuka dan transparan. (ad1479)
Sekaa Ngelawang Bhuwana Shanti
Jumat Paing, 1 Juni 2018
Pemprov Bali Raih Predikat WTP Kelima Kalinya Berturut-turut
Anggota BPK-RI: Semua Indikator Kemakmuran Bali di Atas Nasional PEMERINTAH Provinsi Bali kembali meraih Opini WTP untuk kelima kalinya secara berturutturut. Hal ini terungkap dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Provinsi Bali di Gedung DPRD Provinsi Bali, Senin (28/5) lalu, dengan agenda Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI) Atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Provinsi Bali Tahun Anggaran 2017 kepada DPRD Provinsi Bali dan Gubernur Bali. Ketua DPRD Bali Nyoman Adi Wiryatama mengatakan, penyampaian ini merupakan amanat Peraturan Perundang-undangan yaitu UU Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara yang antara lain menyatakan bahwa BPK RI mempunyai kewajiban menyerahkan hasil pemeriksaan keuangan negara kepada lembaga DPRD dan Gubernur sesuai dengan kewenangannya. Dalam sambutannya, anggota VI Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Dr. H. Harry Azhar Azis, M.A. menyatakan dasar dalam pemberian opini adalah kesesuaian laporan keuangan dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP), kecukupan pengungkapan informasi keuangan sesuai dengan SAP, efektivitas Sistem Pengendalian Intern (SPI) dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan. ‘’Kami Pimpinan BPK-RI berkeyakinan memberikan opini untuk Provinsi Bali, Wajar Tanpa Pengecualian atas laporan keuangan Provinsi Bali tahun 2017. Pencapaian ini merupakan yang kelima kalinya secara berturut-turut yang menunjukkan komitmen Pemerintah Provinsi Bali dalam menghasilkan
TERIMA – Gubernur Bali Made Mangku Pastika (kanan) didampingi Ketua DPRD Bali Nyoman Adi Wiryatama menerima Opini WTP dari anggota VI BPK-RI H. Harry Azhar Azis. laporan keuangan yang berkualitas,’’ ujarnya. Harry secara khusus memberi apresiasi terhadap Pemerintah Provinsi Bali atas capaiannya terhadap empat indikator yang disebutnya sebagai indikator kemakmuran. Empat indikator tersebut adalah kemiskinan, pengangguran, gini ratio dan indeks pembangunan manusia yang di Bali semuanya berada di atas rata-rata nasional. Banyak provinsi berhasil meraih WTP namun dari empat indikator tersebut hanya satu atau dua yang melebihi rata-rata nasional. Gubernur Bali Made Mangku Pastika menyampaikan, kita semua patut bersyukur atas raihan opini WTP untuk kelima kalinya secara berturut-turut. Menurutnya, raihan WTP semestinya menjadi sebuah keharusan bagi semua instansi. Dengan berbagai kompleksitas administrasi keuangan, pencapaian ini merupakan sebuah keberhasilan. ‘’Capaian ini harus dimaknai
sebagai sebuah penghargaan terhadap komitmen, akuntabilitas dan transparansi administrasi keuangan kita,’’ ungkapnya. Pada hari yang sama juga dilakukan Rapat Paripurna ke-7 DPRD Provinsi Bali Masa Persidangan II Tahun Sidang 2018 dengan agenda Pandangan Umum Fraksi terhadap Ranperda tentang Perubahan atas Perda Nomor 16 Tahun 2009 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Bali Tahun 2009-2029 dan Rapat Paripurna ke-8 DPRD Bali dengan agenda ‘’Sikap/Keputusan Dewan terhadap Ranperda tentang Keolahragaan’’. Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengungkapkan, dengan ditetapkannya Ranperda tentang Keolahragaan, diharapkan dapat memberikan arah, landasan dan kepastian hukum bagi semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan keolahragaan di Provinsi Bali secara terpadu dan berkelanjutan. (ad1480)
Melatih Kemandirian Sejak Anak-anak Mendagri Apresiasi 4 Provinsi dan 120 Kabupaten/Kota UHC serta Ingatkan Kembali Inpres 8/2017
SEKAA ngelawang anakanak Bhuwana Shanti selalu ditunggu-tunggu oleh warga Banjar Kedaton, Kesiman, Denpasar Timur. Sekaa ngelawang ini menjadi tontonan menarik bagi anak-anak dan warga dewasa karena selain piawai membawakan Barong Bangkal juga dikenal lucu dan ramah dengan warga. Sekaa ini sejak Penampahan Galungan lanjut ke Galungan dan Umanis Galungan, Kamis (31/5) kemarin, ngelawang dari rumah ke rumah. Bahkan, kini wilayahnya diperluas tak hanya di Banjar Kedaton, Kesiman, melainkan ke Banjar Dangin Tangluk, Ceramcam, Bukit Buwung, Bindu dan Kusuma Jati. Seka a ini t erb ila ng unik karena lahir serba mandiri. Mulai membentuk sekaa hingga membeli seperangkat gambelan batel dan Barong Bangkal tanpa minta sumbangan ke rumah-rumah. Mereka awalnya membuat barong dari kraras (daun pisang kering) dan kertas koran bekas. Ngelawang mulai 2011 hingga 2013 baru terkumpul dana yang dipakai membeli Barong Bangkal seperti sekarang. Prosesi ngelawang dilakoninya sejak Penampahan Galungan saat umat Hindu berperang melawan adharma, saat Galungan ketika umat memenangkan dharma dan saat Umanis Galungan ketika umat masimakrama serta dilanjutkan saat Kuningan. Barong Bangkal menari tak hanya di jalan, namun juga ke rumah-rumah. Menghibur anak-anak beserta keluarganya saat Umanis Galungan. Sekaa ngelawang ini tak memasang target punia. Menurut Ketuanya, I Wayan Nana, berapa pun punia umat sangat berharga bagi sekaa ini. Ada yang menyumbang Rp 5.000 diterima, yang nyumbang Rp 20.000 pun ada. Ini pas dengan nama sekaa ini yakni Bhuwana Shanti (membuat dunia ini damai). Sekaa ini sejak anak-anak sudah teruji mandiri dalam segala hal. Sekaa yang beranggotakan 15 anak ini kebanyakan siswa TK dan SD. Ketuanya Nana, Arfian menjadi juru igel
Barong Bangkal, sedangkan Yoga, Ardian, Kembar, Anom dan Arya menjadi juru gambel batel. Sekali ngelawang terkumpul rata-rata punia Rp 500.000. Dana ini dipakai lomba ogoh-ogoh dan layang-layang. ‘’Jadi, kami tak mau lagi nodong sana-sini untuk kreativitas anak muda,’’ ujar Nana. Tokoh masyarakat Kesiman dari Puri Ageng Pemayun Kesiman I Gusti Ngurah Gede, S.H. memberi apresiasi positif atas kreativitas dan kemandirian anak-anak Bugbugan yang tergabung dalam Sekaa Buhwana Shanti. Mereka sudah melatih kemandirian dalam segala hal sejak usia dini. Hal ini harus menjadi inspirasi bagi anak-anak sekarang untuk tak berhenti berkreativitas. Apalagi berhubungan dengan upaya pelestarian budaya Bali. ‘’Di sinilah mestinya ada campur tangan pemerintah membantu sarana dan memberi ruang bagi
mereka,’’ tegasnya. Kegiatan ngelawang yang dilakoni sekaa ini tak hanya menghibur dan bernuansa kewirausahaan, tetapi juga bersifat edukatif. Saat mereka pentas di rumah-rumah, orangtua bisa memperkenalkan soal seni Barong Bangkal kepada anakanaknya. Budayawan Prof. I Wayan Dibia mengungkapkan, prosesi ngelawang dibedakan dua jenis yakni profan dan sakral. Ngelawang profan dilakoni kelompok tertentu menggunakan sarana barong yang bukan disakralkan alias untuk hiburan. Sementara ngelawang sakral berarti pembersihan bhuwana agung dan bhuwana alit serta harmonisasi alam dilakukan krama desa dengan nedunang barong sesuhunan yang diskralkan. Prosesi ini wajib ada upakara napak caru di wilayah desa. Kedunya bermakna alat pemersatu dan harmonisasi. (sue)
Bali Post/sue
NGELAWANG - Barong Bangkal Sekaa Bhuwana Shanti ngelawang ke rumah-rumah saat Umanis Galungan, Kamis (31/5) kemarin.
PENGHARGAAN – Presiden Joko Widodo (kanan) menyerahkan Penghargaan UHC JKN-KIS kepada Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta. Empat gubernur dan 120 bupati/wali kota menerima penghargaan ini. MENTERI Dalam Negeri Republik Indonesia Tjahjo Kumolo memberikan apresiasi kepada 4 provinsi dan 120 kabupaten/ kota yang telah mendukung Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) sebagai Program Strategis Nasional dalam mewujudkan Universal Health Coverage (UHC) di wilayahnya lebih awal sebelum tahun 2019. Penyerahan penghargaan oleh Mendagri ini kepada Gubernur dan Bupati/Wali Kota dilakukan setelah acara Penghargaan UHC JKN-KIS 2018 di Istana Negara yang dihadiri Presiden Joko Widodo, Rabu (23/5) lalu. Dalam sambutannya, Direktur Utama Fachmi Idris mengemukakan, kegiatan Penghargaan UHC JKN-KIS 2018 dapat menularkan semangat menuju cakupan kesehatan semesta untuk negeri tercinta ini kepada pemerintah daerah lainnya untuk bekerja sama dengan BPJS Kesehatan dan senantiasa menjaga keberlangsungan kepesertaan Program JKN-KIS serta mendukung terciptanya masyarakat Indonesia yang madani dan berkeadilan sosial. Di samping itu, upaya ini merupakan wujud sikap gotong royong yang harus kita
pupuk dan pertahankan karena merupakan falsafah kehidupan berbangsa Indonesia. ‘’Pemimpin terbaik yang saat ini dipilih oleh rakyat, Bapak Gubernur serta Bapak/ Ibu Bupati dan Wali Kota, pasti memberikan yang terbaik kepada rakyatnya, termasuk dalam memberikan jaminan dan pelayanan kesehatan di daerah masing-masing. Kami harapkan apa yang bapak/ibu lakukan dapat ditiru oleh seluruh pimpinan di negeri ini, sehingga apa yang dicita-citakan oleh bangsa ini yaitu kesejahteraan yang berkeadlian melalui salah satunya Program JKN-KIS dapat segera terwujud,’’ ujar Fachmi. Mendagri Tjahjo Kumolo juga mengingatkan kembali terkait implementasi Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2017 tentang Optimalisasi Program JKN-KIS, khususnya instruksi pada gubernur dan bupati/wali kota. Dalam Inpres tersebut, para bupati/wali kota diperintahkan untuk mengalokasikan anggaran dalam pelaksanaan Program JKN, memastikan seluruh penduduknya terdaftar dalam JKN-KIS, menyediakan sarana dan prasarana pelayanan kesehatan sesuai standar kesehatan dengan SDM
yang berkualitas, memastikan BUMD untuk mendaftarkan dan memberikan data lengkap dan benar serta kepastian pembayaran iuran bagi pengurus dan pekerjanya, serta memberikan sanksi administratif tidak mendapatkan pelayanan publik tertentu kepada pemberi kerja selain penyelenggara negara yang tidak patuh dalam pendaftaran dan pembayaran iuran JKN-KIS. Untuk memastikan bupati/ wali kota melaksanakan amanat Inpres 8/2017 tersebut, Presiden menginstruksikan para gubernur untuk meningkatkan pembinaan dan pengawasan kepada bupati/wali kota terhadap hal-hal sebagaimana disebutkan di atas serta menginstruksikan agar gubernur pun mengalokasikan anggaran dalam rangka pelaksanaan Program JKN-KIS. Kemendagri telah mengirimkan surat edaran kepada seluruh kepala daerah. Isi edaran ini antara lain meminta seluruh gubernur, bupati/wali kota untuk segera mengintegrasikan Jamkesda ke dalam program JKN-KIS. Kepala daerah juga diminta mendorong seluruh warganya yang belum memiliki jaminan kesehatan agar mendaftar sebagai peserta JKN-KIS. Dengan semuanya menjadi peserta JKN-KIS, diharapkan seluruh penduduk terdata berdasarkan by name by addres. Peran serta dan sinergi dengan pemda telah diinisiasi sejak awal pelaksanaan Program JKN-KIS tahun 2014 melalui integrasi Jaminan Kesehatan Daerah dengan Program JKN-KIS. Dari total 514 kabupaten/kota di Indonesia, 494 kabupaten/kota memiliki program Jamkesda, dan per 1 Mei 2018 sebanyak 493 kabupaten/kota telah mengintegrasikan Jamkesdanya ke dalam Program JKN-KIS dengan total peserta 25.135.748 jiwa. Tercatat empat provinsi (Aceh, DKI Jakarta, Gorontalo dan Papua Barat), 92 kabupaten dan 28 kota sudah lebih dulu UHC tahun 2018. (ad1486)
Duo Vip Luncurkan Single ’’Selantang Tuwuh Metimpal’’
Duo Vip
Bali Post/win
DI TENGAH lesunya industri musik di daerah, tidak menyurutkan musisi pendatang baru untuk berkiprah di belantika musik Bali. Mulai dari remaja, orang tua, bahkan anak-anak belasan tahun turut menghadirkan karyanya untuk ikut berpartisipasi melestarikan seni musik di Bali. Ini dibuktikan oleh dua gadis cilik yang menunjukkan eksistensinya dengan menghadirkan lagu pop Bali anak-anak. Bermodal kualitas suara yang khas, mereka menamakan diri Duo Vip. ‘’Duo Vip itu kepanjangan dari nama kami, yaitu Viveka dan Pradnya,’’ ujar Duo Vip, beberapa hari lalu. Duo Vip terbentuk dari pertemuan gadis-gadis centil dan
cantik yang suka dengan K-Pop, yakni Ni Kadek Ari Vivekananda kelahiran Gianyar 5 Juli 2004 dan A.A. Istri Mirah Pradnya kelahiran 23 Maret 2005. Awal perjumpaan mereka adalah dalam pembentukan Album Bali Kumara Generasi keempat. Setelah debut album grup dari Bali Kumara 4 yang dirilis tahun 2017, Viveka dan Mirah Pradnya memutuskan membuat single duo dengan genre pop. Berbekal pengalaman pada single sebelumnya, Viveka dengan ‘’Dharma Laksana’’ dan Mirah Pradnya lewat ‘’Peteng Tanpa Sundih’’, mereka berniat mengepakkan sayap di bidang olah vokal. Akhirnya rampunglah single duet anyar yang diberi judul ‘’Selantang
Tuwuh Metimpal’’ ciptaan Ida Bagus Surya Kastawa yang akrab dipanggil Gus Saka. Diarransemen oleh Dek Artha Hartapro, single ini diharapkan memberikan nilai luhur tentang arti persahabatan di kalangan anak-anak zaman sekarang. Di bawah tempaan dan binaan Gus Saka dalam bidang olah vokal, Duo Vip membuktikan kemampuannya dalam membawakan lagu kekinian yang sarat nilai-nilai persahabatan. Setelah melewati semua proses mulai dari take vocal hingga arransemen, video klip single Duo Vip berhasil digarap secara apik oleh Dodik Id dari Kori Agung Pro yang sekaligus menjadi sutradara dibantu oleh Adi Siput dalam penataan gerak. ‘’Secara
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
konsep kami mengedepankan ide kekinian, menyisipkan beberapa rasa K-Pop dalam beberapa adegan, dengan harapan video klip mereka lebih lengket di hati penggemar lagu pop Bali,’’ tandas Dodik Id. Ide dan tema lagu mengambil tema persahabatan di SMPN 1 Gianyar, tempat keduanya menempuh pendidikan. Dalam proses penggarapan klip, modelnya teman-teman sekelas mereka. Ini menambah kesan natural karena mereka menuangkan kegiatan sehari-hari dalam visual klip. Duo Vip juga memiliki keunikan tersendiri dalam hal manajemen produksi. Kedua orangtua Duo Vip sekaligus menjadi manajer dan promotor. (win)
Jumat Paing, 1 Juni 2018
daerah
5
Perampok Umbar Tembakan di Toko HP Denpasar (Bali Post) -
Berdalih ingin memberikan hadiah Iphone X seharga belasan juta rupiah kepada pacarnya yang dirawat di rumah sakit, Johan Renaldo Dennis alias Aldo (20) merampok Ipark Store di Jalan Teuku Umar No.99 XL, Denpasar, Kamis (17/5) lalu. Setelah mengancam karyawan toko dan melepaskan tembakan dua kali menggunakan pistol airsoft gun merek P. Beretta, pengangguran ini membawa kabur Iphone X 64 Giga seharga Rp 16.750.000 dan Iphone X 256 Giga seharga Rp 18.950.000.
Bali Post/kmb36
RILIS PERAMPOKAN - Polresta Denpasar merilis pengungkapan perampokan menggunakan senjata airsoft gun.
Masyarakat Lebih Banyak Tukarkan Uang Pecahan Rp 5.000 Denpasar (Bali Post) Bank Indonesia (BI) memberikan layanan penukaran uang kecil pada 28–31 Mei dan 4 Juni di area Sentral Parkir Kuta, Badung. Senin (28/5) lalu, jumlah uang yang ditukarkan sebesar Rp 1.000.900.000. Dari jumlah tersebut, 51 persen atau lebih banyak masyarakat yang menukarkan uang pecahan Rp 5.000. Kepala Divisi SP PUR, Layanan dan Administrasi BI Teguh Setiadi mengatakan, layanan penukaran uang ini dilakukan dalam rangka hari raya Galungan dan Idul Fitri tahun 2018. Kegiatan ini mengangkat tema ‘’Rupiah untuk Negeri, 1.000 Titik Sinergi Bank Indonesia dan Perbankan Melayani Negeri’’. Sebanyak 276 orang dilayani pada Senin lalu mulai pukul 11.30 sampai 12.00 Wita. Maksimal uang yang bisa ditukar
Rp 4 juta, terdiri atas pecahan Rp 2.000, Rp 5.000, Rp 10.000 dan Rp 20.000. Penukaran uang juga bisa dilakukan di 197 jaringan kantor bank di seluruh kabupaten/kota di Bali. Setelah layanan penukaran uang bersama Bank BUMN dan bank umum lainnya, layanan penukaran uang akan dilanjutkan di Lapangan Puputan Badung (depan Museum Bali), Denpasar, 5-8 Juni nanti. Sementara itu, kebutuhan uang tunai masyarakat di Provinsi Bali menjelang hari raya Idul Fitri 1439 H diperkirakan Rp 3,62 triliun yang terdiri atas uang pecahan besar Rp 3,48 triliun dan uang pecahan kecil Rp 148 miliar. Proyeksi ini meningkat 10,37 persen dari tahun sebelumnya sebesar Rp 3,28 triliun. Menurut Deputi Kepala Bank Indonesia Kantor Per-
wakilan (BI KPw) Provinsi Bali Azka Subhan, kenaikan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain rangkaian bulan Ramadan dan hari libur Lebaran yang bertepatan dengan hari raya Galungan dan Kuningan, pembayaran gaji dan THR bagi PNS/TNI/Polri dan jumlah hari libur yang lebih banyak (10 hari) dibandingkan tahun 2017 (9 hari). Untuk itu, BI KPw Bali menyiapkan uang kartal Rp 6,04 triliun. Jumlah ini diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Bali. Pemenuhan kebutuhan uang kartal pecahan kecil dilayani melalui kegiatan layanan kas keliling BI bersama perbankan yang memiliki kendaraan layanan, yakni BRI, BNI, Bank Mandiri, Bank Permata, Maybank, Bank CIMB Niaga, BJB, BPD Bali dan Bank Muamalat. (kmb42)
Teguhkan Ideologi Pancasila
Forum Peduli NKRI Gelar Nobar Film ’’Lima’’
Denpasar (Bali Post) Memperingati Hari Kesaktian Pancasila pada Jumat (1/6) ini, Forum Peduli Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Bali mengajak masyarakat luas untuk nonton bareng (nobar) film ‘’Lima’’. Mereka yang dilibatkan dalam meneguhkan nilai-nilai luhur dan ideologi Pancasila ini adalah TNI/ Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat dan kalangan mahasiswa. ‘’Dua kali kami adakan nobar film ‘Lima’ ini. Mereka yang kami libatkan ada TNI, Polri, elemen mahasiswa, budayawan dan tokoh agama. Dirangkulnya TNI/Polri karena mereka harus ber-
sinergi dengan rakyat biar Indonesia semakin kuat,’’ kata Ketua Forum Peduli NKRI sekaligus Ketua Panitia Nobar Mocka Jadmika, Kamis (31/5) kemarin. Pihaknya berharap pergelaran nobar film ini dapat memunculkan rasa nasionalisme untuk terus mengawal ideologi bangsa Indonesia. Di samping itu, mensinergikan TNI/Polri, budayawan, tokoh agama, tokoh masyarakat dan elemen mahasiswa guna tetap menjunjung tinggi ideologi Pancasila. ‘’Intinya, kita akan membangkitkan rasa nasionalisme dan menjaga Pancasila sebagai ideologi bangsa,’’ tandas Mocka Jadmika.
Film ‘’Lima’’ yang disutradarai Lola Amaria ini berbau nasionalisme. Ya, film ini mengangkat dasar kelima sila dalam Pancasila. Film ini berisi lima kisah berbeda yang sama-sama berangkat dari Pancasila. Dalam merancang film ini dilibatkan lima orang sutradara yaitu Lola Amaria, Shalahuddin Siregar, Tika Pramesti, Haryan Agustriansyah dan Adriyanto Dewo. Masingmasing sutradara memegang dasar satu sila dalam Pancasila untuk kemudian dikembangkan menjadi sebuah cerita. Diharapkan film ‘’Lima’’ menjadi inspirasi rasa nasionalisme pada generasi muda. (kmb37)
Setelah menyelidiki kasus tersebut, tim Resmob Polresta Denpasar meringkus pelaku di Jalan Kartini, Denpasar, Rabu (23/5) lalu. ‘’Saat beraksi pelaku menggunakan helm dan masker. Pelaku ditangkap pukul 14.10 Wita,’’ kata Wakapolresta Denpasar AKBP Nyoman Artana didampingi Wakasat Reskrim AKP I Gusti Made Sudarma Putra, Senin (28/5) lalu. Menurut AKBP Artana, pada waktu kejadian sekitar pukul 21.00, pelaku datang ke TKP mengendarai sepeda motor Honda BeAT. Selanjutnya pelaku masuk ke dalam toko menggunakan helm dan masker. Pelaku lalu menemui karyawati toko yang sedang bertugas seorang diri dan menanyakan Iphone X. Karyawati tersebut mengatakan menjual HP yang dimaksud pelaku. Selanjutnya pelaku
mengeluarkan airsoft gun jenis pistol warna hitam dari saku belakang sebelah kiri celananya. Senjata tersebut lalu ditodongkan dan ditembakkan ke samping kanan karyawati itu. ‘’Karena ketakutan, karyawan itu langsung menyerahkan Iphone X tersebut kepada pelaku,’’ ujarnya. Iphone X dan senjata diselipkan pelaku di kantong celana bagian depan dan langsung keluar toko. Saat keluar, pelaku berpapasan dengan karyawan toko yang baru datang. Pelaku ikut masuk ke toko dan mengeluarkan senjata airsoft gun, lalu ditodongkan ke karyawan supaya cepat menyerahkan Iphone X. Pelaku menembakkan senjata itu ke ruangan kosong di TKP. Karyawan yang ketakutan menyerahkan sebuah Iphoe X lengkap dengan dusnya. Selanjutnya
pelaku keluar dan meninggalkan TKP mengendarai motor. ‘’Dua Iphone dan senjata tersebut disimpan di bawah sadel sepeda motor. Pelaku membuka dan membuang masker yang dipakainya,’’ ungkap Artana. Pelaku menuju ke RSUD Wangaya menemui pacarnya yang sedang sakit dan memberi hadiah sebuah Iphone X hasil merampok. Setelah menerima laporan kasus itu, tim Resmob Satreskrim Polresta melakukan penyelidikan dan olah TKP. Dalam pengintaian, pelaku tepergok melintas di Jalan Kartini dan langsung ditangkap. ‘’Pelaku mengakui perbuatannya untuk memberi hadiah pacaranya. Senjata yang dipakai milik kakaknya dan masih didalami anggota kami,’ kata Wakapolresta asal Tabanan ini. (kmb36)
Sediakan Tempat Esek-esek, Hotel Digerebek
Bali Post/ist
GEREBEK - Tim Opsnal Polsek Kuta menggerebek Hotel Kuta Timur Resort di Jalan By-pass Ngurah Rai, Kuta, Badung, Kamis (31/5) kemarin.
Mangupura (Bali Post) Tim Unit Reskrim Polsek Kuta menggerebek Hotel Kuta Timur Resort di Jalan By-pass Ngurah Rai, Kuta, Badung, Kamis (31/5) kemarin. Hasilnya, diamankan dua pasangan selingkuh dan penyedia tempat short time tersebut. Para pelaku yang diamankan berinisial MA, AP, SAW, MS dan PY. Kapolsek Kuta Kompol Nyoman Wirajaya mengatakan, penggeledahan dilakukan mulai pukul 16.30 sampai pukul 17.30 Wita dipimpin Kanitreskrim Iptu Aan Saputra didampingi Panit Buser Iptu Putu Budiartama. Penggeledahan dilakukan berawal dari informasi bahwa Hotel Kuta Timur Resort sering menye-
diakan kamar untuk short time dengan tarif Rp 200 ribu per 3 jam. ‘’Tim Opsnal mengecek kebenaran informasi itu dan memang benar di sana menyediakan tempat untuk short time,’’ tegasnya didampingi Kanitreskrim Iptu Aan. Hasil penyisiran di hotel tersebut, tertangkap basah dua pasangan selingkung di kamar 06 dan 14. Selanjutnya pelaku dan kedua pasangan tersebut diamankan ke Polsek Kuta guna penanganan lebih lanjut. ‘’Barang bukti yang diamankan berupa empat lembar rekapan penjualan kamar short time, satu lembar voucher Kuta Timur Cottage, satu bendel bukti setoran penjualan (sewa) cottage dan uang Rp 405 ribu,’’ ujarnya. (kmb36)
Kembangkan Kesenian
Kutsel Perlu Balai Kesenian
Mangupura (Bali Post) Perkembangan teknologi saat ini membuat generasi muda terbiasa dengan dunia gadget. Bahkan, banyak yang mulai tidak peduli dengan dunia sekitar. Hal ini menjadi tanggung jawab bersama untuk membangkitkan kembali minat generasi muda terhadap budaya atau kesenian Bali. ‘’Itu menjadi PR kita semua. Di satu sisi remaja saat ini sibuk dengan gadget, di satu sisi mental spiritual mereka juga perlu disentuh. Orangtua harus ikut memberi dukungan. Itu tidak hanya tugas pemerintah, namun juga tugas orangtua masing-masing,’’ kata Camat Kuta Selatan I Made Widiana di sela acara pelepasan tim Utsawa Dharma Gita (UDG) Kuta Selatan, beberapa hari lalu. Melalui kegiatan UDG, pihaknya mengajak seluruh orangtua di Kuta Selatan untuk ikut membangun kesenian di Kutsel. Selama ini menularkan kesenian Bali kepada generasi muda di Kutsel sangat ringan. Itu karena semangat
mereka bersama tokoh setempat sangat bagus. ‘’Selain karena merupakan daerah parwisata, komitmen warga untuk membangun seni sangat tinggi. Bahkan, satu banjar dengan banjar lain saling berlomba,’’ ujarnya. Untuk pengembangan kesenian di Kutsel, pihaknya sangat mengharapkan dukungan untuk mewujudkan keberadaan balai kesenian yang sangat penting dalam mengadakan pentas seni. ‘’Sudah diusulkan pendirian balai kesenian, namun saat ini masih terbentur lahan,’’ tuturnya. Menghadapi UDG Kabupaten Badung yang akan dilaksanakan 4-6 Juni nanti, Kutsel telah siap. Kontingen Kutsel mengusung semboyan ‘’saling asah, asih, dan asuh, salunglung sebayang taka, pakedek pekenyem ngulati janyanti’’. ‘’Maknanya dalam sekali yakni satu tujuan untuk sukses dalam kejuaran ini. Mudah-mudahan tak ada halangan dan Kuta Selatan kembali juara,’’ pungkas Widiana. (kmb23)
Bali Post/kmb23
UDG - Pelaksanaan Utsawa Dharma Gita (UDG) Kuta Selatan, Minggu (27/5) lalu.
’’Ibu’’, Cara Navicula Hormati Bumi ‘’…Kini aku berikrar, ku kan selalu menjagamu…Ku basuh kakimu… Karena ku tahu di sana ada surga …Tak akan ada Ibu Bumi kedua, bila Ibu Bumi telah tiada… Ku jaga dia, ku jaga selamanya, karena ku tahu dia pun jaga kita’’. DEMIKIAN penggalan lagu ‘’Ibu’’, single terbaru yang akan dirilis band grunge rock asal Bali, Navicula, bertepatan Hari Lahir Pancasila, Jumat (1/6) ini. ‘’Ibu’’ rencananya masuk dalam album ke-9 Navicula bertajuk ‘’Earthship’’, yang akan diluncurkan tahun ini. ‘’Kata Ibu (Ibu Pertiwi) bermakna Bumi. Lagu ini adalah persembahan dan penghormatan kami kepada Bumi serta isinya,’’ jelas Gede Robi, frontman yang juga vokalis Navicula. Menurut Robi, lagu ‘’Ibu’’ bercerita tentang janji
seorang manusia kepada alam, bumi, tempat tinggalnya. Dia akan lebih peduli dan meluangkan waktu serta tenaga untuk menjaga, mencintai dan melestarikannya. Rilis single ini dibarengi pula dengan peluncuran video klipnya yang mulai digarap awal April lalu. Menariknya, video klip mengambil lokasi syuting di Bali dan beberapa di perairan Papua, saat Robi turut berlayar bersama kapal legendaris Greenpeace, Rainbow Warrior, di Kepulauan Raja Ampat. Sementara beberapa
gambar lain adalah footagefootage kerusakan alam yang merupakan koleksi Greenpeace yang diberikan kepada Navicula khusus untuk pembuatan video klip ini. Navicula juga menggaet biduan jelita asal California, Leanna Rachel, sebagai model di video klip ini. Lagu ‘’Ibu’’ ini masih kental rasa Navicula-nya, yang sejak berdiri 1996 silam tetap konsisten menyuarakan isu sosial dan lingkungan hingga saat ini. Musiknya bernuansa riff-riff berat khas Grunge atau Seattle-sound, aliran rock alternatif yang awalnya booming di era 90-an. Sementara bagian reff-nya tetap pop, catchy sekaligus anthemic, sehingga masih tetap asyik untuk ber-sing-a-long, sebuah format musik yang sudah menjadi ciri khas Navicula. (rin)
Navicula
Bali Post/rin
OPINI
6 Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Menjaga Alam Bali sebagai Ruang Ekonomi
PEMBANGUNAN ekonomi Bali harus didesain secara jelas. Diperlukan kajian dan perencanaan yang terukur. Rencana aksi dan strategi mengatasi hambatan juga harus terukur. Dalam konteks ini muncullah istilah masterplan dalam pengelolaan daya dukung ekonomi sebagai salah satu kekuatan mendasar. Tanpa kajian, perencanaan ekonomi cenderung salah jalur dan berpotensi gagal. Setidaknya gagal mencapai target dan gagal mencapai tujuan akhir. Untuk itu, sebuah pemetaan dan perencanaan pengelolaan ekonomi merupakan hal mendasar yang harus dimiliki oleh pengambil kebijakan di Bali. Bagi Bali, pengelolaan dan pemetaan dan dukung ekonomi tentu lebih mudah dirumuskan. Selain secara kewilayahan relatif kecil, potenasi ekonomi yang bisa dikelola lumayan banyak. Mulai dari alam, budaya, kreativitas, serta daya dukung penduduknya. Namun, Bali tak bisa asal tumbuh. Dalam hal ini pertumbuhan dan kebangkitan yang dirancang haruslah jelas penikmatannya bagi penduduk Bali. Ekonomi yang bertumbuh strategis namun minim dalam penikmatan publik juga tak adil. Kondisi ini bahkan cenderung menimbulkan kemiskinan tersembunyi. Jadi, sebuah masterplan pembangun ekonomi Bali memang mendesak untuk dirumuaskan. Ini semata-mata karena pertumbuhan ekonomi Bali dirasakan belum adil dalam penikmatan. Dalam banyak hal, pertumbuhan ekonomi justru dikelola pemilik modal sedangkan investasi pengelolaan ruang ekonomi dijaga masyarakat. Investasi publik atau krama Bali dalam menjaga alam Bali sebagai salah satu ruang ekonomi cenderung tak berbayarkan. Artinya, investasi ikhlas ini akhirnya dikelola banyak pihak hanya untuk mengejar keuntungan. Pengembalian keuntungan untuk menjaga alam Bali sebagai ruang ekonomi tak jelas. Selain merancang kebangkitan ekonomi Bali, kita tentu juga harus mewaspadai dampak dari eksploitasi ekonomi Bali selama ini. Ada kecenderungan Bali terlalu leluasa memberikan ruang kepada pemilik modal untuk berinvestasi di Bali. Ke depan, hendaknya dilakukan proteksi terhadap potensi Bali untuk bisa dikelola berkesinambungan. Target-target pertumbuhan ekonomi yang terlalu besar selama ini cenderung mengorbankan alam Bali sebagai ruang bisnis. Bahkan, batasan ruang sakral bagi umat Hindu sering diabaikan dengan target ekonomi. Jika nantinya tak ada upaya nyata menjaga Bali dari eksploitasi ekonomi, maka target pertumbuhan ekonomi cenderung menghasilkan angka pertumbuhan yang semu. Besar secara pertumbuhan namun minim dalam pemerataan penikmatan. Ke depan, perencanaan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi Bali tak boleh hanya memberi ruang kepada pemilik modal. Pembangunan ekonomi Bali juga tak bisa hanya bertumpu pada kehendak pengambil kebijakan dan koleganya. Dalam mendesain sebuah sasaran pembangunan ekonomi Bali, semua elemen harus dilibatkan. Ini untuk membuat sasaran yang terukur dan adanya kepastian penikmatan pertumbuhan ekonomi kepada masyarakat Bali. Untuk itu, pemikiran awal mengenai sistem ekonomi krama Bali ini harus dikonstruksikan ke dalam masterplan ekonomi Bali yang berlandaskan kearifan lokal. Dengan demikian, masterplan ekonomi Bali tersebut diharapkan memiliki kajian yang sesuai dengan sistem dan moral ekonomi Indonesia.
S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Gerakan Penghijauan Mewaspadai Krisis Air Kini cuaca terasa sangat panas. Meskipun hujan turun jarang-jarang, itu tak menghapus sengatan matahari. Yang jelas udara gerah lebih dominan dirasakan tubuh. Sebagai orang awam, saya merasa ada yang perlu kita waspadai bersama. Udara gerah tentu karena kurangnya kelembaban. Untuk itu, mari kita segera melakukan budaya tanaman atau gerakan penghijauan. Gerakan ini selain untuk menjaga kelembaban udara juga sangat efektif untuk mengatasi ancaman krisis air. Terlebih ada yang berasumsi bahwa tingkat kerawanannya nyaris sama dengan krisis energi. Jika ini benar, saya usulkan agar Pemerintah Provinsi Bali dan kabupaten/kota segera mendata dan menjaga sumber-sumber mata air. Langkah ini tentu perlu keseriusan dan komitmen nyata dari pimpinan daerah. Saya melihat selama ini walaupun berita ancaman krisis air gencar diberitakan namun langkah menjaga sumber mata air tak jelas. Saya berharap agar pemerintah segera melakukan edukasi dan mengajak masyarakat menjaga mata air. Caranya segera jaga kawasan hulu. Hindari atau larang penebangan pohon di kawasan tangkapan air hujan. I Gede Witarka Denpasar, Bali
Jumat Paing, 1 Juni 2018
Perlu ’’Masterplan’’ Kebangkitan Ekonomi Bali Ekonomi Bali secara makro saat ini mengalami kelesuan, akibat dampak dari pelemahan ekonomi dunia, ekonomi nasional, dan erupsi Gunung Agung, juga termasuk kegiatan tahun politik yang sedang berlangsung. Walaupun pertumbuhan ekonomi Bali masih lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional, namun secara riil ekonomi Bali masih belum mampu memberikan kontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan per kapita masyarakat Bali. Maka dari itu, masih dirasakan oleh masyarakat Bali adanya ketimpangan pendapatan antara yang kaya dan miskin begitu besar. Ini berarti, Pemerintah Daerah Bali belum mampu mewujudkan pemerataan ekonomi dan keadilan ekonomi yang berlandaskan moksaartham jagadhita.
Oleh Bambang Gede Kiswardi
S
ejalan dengan kondisi tersebut di atas, di mana faktor yang utama membedakan sistem ekonomi krama Bali dengan sistem ekonomi nasional bukanlah faktor ekonomi, tetapi justru faktor-faktor seperti pandangan hidup, nilai-nilai budaya yang hidup di masyarakat atau sering kita kenal dengan kearifan lokal. Melalui nilainilai budaya ini yang kemudian memberikan sumbangan besar terhadap lahirnya faktor-faktor ekonomi yang pada dasarnya menjadi ukuran dari sebuah sistem ekonomi krama Bali. Pemikiran awal mengenai sistem ekonomi krama Bali ini harus dikonstruksikan ke dalam masterplan ekonomi Bali yang berlandaskan kearifan lokal. Dengan demikian, masterplan ekonomi Bali tersebut diharapkan memiliki kajian yang sesuai dengan sistem dan moral ekonomi Indonesia bercirikan: 1). Roda perekonomian digerakkan oleh rangsangan ekonomi sosial dan moral (kearifan lokal). 2). Ada kehendak kuat dari seluruh anggota masyarakat untuk mewujudkan keadaan pemerataan dan keadilan sosial ekonomi (gerakan ekonomi satyagraha). 3). Prioritas kebijaksanaan ekonomi adalah pengembangan ekonomi nasional yang kuat dan tangguh. Ini berarti nasionalisme selalu menjiwai setiap kebijaksanaan ekonomi (sesuai amanat
dan cita-cita Pasal 33, UndangUndang Dasar 1945). 4). Badan Usaha Koperasi sebagai kekuatan ekonomi rakyat merupakan salah satu soko guru perekonomian nasional (anggotanya dari UMKM). 5). Adanya perimbangan yang jelas dan tegas antara sentralisme dan desentralisme kebijaksanaan ekonomi untuk menjamin keadilan ekonomi dan produktif dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi (program Nawacita yaitu membangun dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa). Terkait dengan sistem dan moral ekonomi nasional, maka dapat dikorelasikan dengan ciri-ciri ekonomi krama Bali (sistem ekonomi Hindu) seperti: ciri pertama, roda perekonomian krama Bali digerakkan oleh rangsangan ekonomi, social, dan moral. Sehingga sistem ekonomi krama Bali seyogianya dilandasi oleh konsepsi catur purusa artha yaitu ekonomi krama Bali yang berlandaskan dharma, artha, kama, dan moksa. Dengan konsepsi ini telah mencakup rangsangan ekonomi, sosial, dan moral. Ciri kedua, perwujudan pemerataan sosial ekonomi dengan tujuan hidup yang berupa moksaarthem jagadhita merupakan tujuan sekaligus landasan dari sistem ekonomi krama Bali (sistem ekonomi Hindu). Ciri ketiga, jiwa nasionalisme yang melandasi kebijaksanaan ekonomi, sebagai makna sistem ekonomi krama Bali (sistem
ekonomi Hindu) adalah sistem ekonomi krama Bali di mana kebijaksanaan ekonomi yang dilahirkannya untuk menjaga keselarasan hubungan dengan masyarakat dan lingkungan di mana sistem ekonomi itu berada. Dalam hal ini dapat dikorelasikan dengan bidang pawongan dan palemahan sesuai falsafah Tri Hita Karana, karena mempunyai peranan yang sangat penting dalam menjaga kualitas sumber daya manusia krama Bali dan sumber daya alam Bali. Ciri keempat, badan usaha koperasi sebagai wadah UMKM merupakan salah satu soko guru perekonomian nasional yang memiliki semangat kekeluargaan dan gotong royong dalam pengelolaan ekonomi. Adapun semangat kekeluargaan dan gotong royong bagi pelaku ekonomi krama Bali sudah menjadi landasan kekuatan dalam kehidupan manyamabraya. Ciri kelima, menyangkut perumusan kebijaksanaan ekonomi Bali harus berdasarkan masterplan ekonomi Bali yang sesuai garis-garis besar ekonomi Bali. Sejalan dengan itu, arah pembangunan ekonomi Bali yaitu dalam rangka pencapaian keadilan ekonomi dan keadilan sosial. Untuk mencapai keadilan ekonomi dan keadilan sosial diperlukan juga kepemimpinan model asta brata, sebagaimana termuat dalam buku Ramayana yang merupakan kelompok Smerti seperti: berperilaku dan bersifat indra brata, yama
brata, surya brata, cari brata, bayu brata, dhanaba brata, paca brata, dan agni brata. Agama Hindu telah mampu menjadi landasan filosofis kehidupan krama Bali dalam segala totalitasnya waktu masa lampau. Dengan filosofis kepemimpinan asta brata dalam pembangunan, sehingga Bali menjadi ajeg dan makin terkenal di mancanegara. Namun, dalam perkembangannya kini di samping karena kerakusan manusia, tentu orang cenderung mengambil manfaat potensi sumber daya alam Bali dan mengembalikan limbah racun ke dalam tanah Bali. Kini sudah saatnya kita eling (ingat) kembali dengan jati diri. Krama Bali harus menyiapkan strategi Bali yang tetap eling dengan jati diri dan alam Bali melalui masterplan untuk keajegan ekonomi Bali. Terkait dengan kondisi tersebut, banyak terjadi ketimpangan di lapangan setelah pariwisata dieksploitasi besar-besaran. Maka dari itu, krama Bali tidak bisa terus mengeluh melainkan krama Bali harus menyiapkan langkah-langkah untuk mensinergikan semua kekuatan sumber daya manusia maupun sumber daya alam yang ada, sehingga ada perbaikan menuju langkah yang besar yang dapat menunjang kebangkitan ekonomi Bali. Langkah besar yang diperlukan ke depan yaitu menyusun masterplan untuk kebangkitan ekonomi Bali seperti: 1). Kebijaksanaan ekonomi Bali, ada pun kebijaksanaan yang diperlukan dalam meningkatkan dan mengembangkan ekonomi krama Bali yaitu adanya kemudahan, keringanan, dan percepatan dalam berbagai akses perizinan, pembiayaan, fasilitas pasar dan sarana prasarana untuk mampu menciptakan kekuatan daya saing dan penguasaan pasar baik lokal, nasional dan internasional (pasar global). 2). Sistem ekonomi Bali. Kondisi saat ini sangat memerlukan sistem ekonomi yang bersinergi dengan kekuatan kearifan lokal, yang digerak-
kan dengan satyagraha yaitu kegiatan ekonomi yang menggerakkan partisipasi krama Bali dengan berlandaskan kesetiaan, kebenaran, kejujuran, dan tanggung jawab untuk mewujudkan kemandirian dan kesejahteraan yang berkeadilan. Ini berarti, ekonomi krama Bali berlandaskan gotong royong. 3). Kearifan lokal. Kearifan lokal yang berlandaskan Agama Hindu sangat memengaruhi pola pikir dan pola pandang para pelaku ekonomi krama Bali yang lebih inovatif, kreatif, produktif, dan profesional dalam mengemas sistem ekonomi krama Bali sehingga Agama Hindu secara jelas dinyatakan dalam ungkapan moksaarthem jagadhita yang secara bebas diterjemahkan ke dalam arti kesejahteraan dunia dan moksa. Oleh karena itu, cita-cita kesejahteraan krama Bali yang berlandaskan catur purusa artha dapat berwujud kesejahteraan sekala (kesejahteraan duniawi ) dan kesejahteraan niskala (kesejahteraan akhirat). Dengan mewujudkan masterplan untuk kebangkitan ekonomi Bali, diharapkan ekonomi krama Bali mampu tumbuh dan berkembang secara seimbang sesuai falsafah Tri Hita Karana. Oleh karena itu, para pelaku ekonomi krama Bali harus memperhatikan dan tetap memerjuangkan kearifan lokal sebagai kekuatan untuk menggerakkan ekonomi krama Bali. Dengan demikian, ekonomi Bali harus digerakkan dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa untuk menciptakan produk-produk unggulan daerah yang berorientasi pasar global. Ini berarti, ekonomi Bali tidak lagi ketergantungan dengan pariwisata melainkan sudah siap dan mampu menjadikan produk unggulan daerah menjadi pendukung kekuatan industri kreatif yang sanggup menjadi panglima ekonomi Bali pada era now. Penulis, pemerhati ekonomi kerakyatan
Menggugat Pelibatan Anak Dalam Kampanye BALI kini sedang menyelenggarakan hajatan besar, yaitu Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali periode 2018-2023. Proses pemilihan itu telah dimulai pada tahapan partai atau koalisi partai menentukan bakal calon gubernur dan bakal calon wakil gubernur yang akan diusungnya. Kini, pasangan calon berupaya dengan sekuat tenaga mengerahkan seluruh sumber daya yang dimiliki untuk menarik simpati dan meraih dukungan para calon pemilih. Upaya itu dilakukan dengan turun ke berbagai tempat seantero Bali. Kampanye merupakan proses yang wajib dilalui oleh pasangan calon sebagai tahapan dalam sebuah pesta demokrasi sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku guna menawarkan visi misi, program, dan informasi lainnya dari pasangan calon untuk meyakinkan pemilih. Penyelenggaraan kampanye dalam rangka pemilihan kepala daerah sangat rentan dengan berbagai permasalahan. Beberapa permasalahan yang terjadi sesungguhnya merupakan permasalahan klasik yang terus terjadi secara berulang-ulang dalam setiap event pilkada. Permasalahan klasik itu adalah dilibatkannya anak-anak dalam kegiatan kampanye, pemasangan bahan-bahan kampanye di sarana dan prasarana publik sampai dengan diragukannya netralitas beberapa oknum penyelenggara pilkada. Permasalahan tersebut merupakan permasalahan yang terus terjadi pada setiap penyelenggaraan pemilu. Padahal secara yuridis telah diatur sedemikian rupa ketentuan mengenai berbagai hal tersebut. Penyelenggaraan kampanye sebagai wujud dari aktivitas politik seharusnya dapat menjauhkan diri dengan tidak melibatkan anak-anak di setiap aktivitasnya. Dalam ketentuan Pasal 15 huruf a Undang-undang Nomor 35 Ta-
Oleh Made Oka Cahyadi Wiguna hun 2014 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak telah mengatur bahwa setiap anak berhak memperoleh perlindungan dari penyalahgunaan dalam kegiatan politik. Namun, faktanya di lapangan, apa yang diharapkan oleh ketentuan tersebut jauh panggang dari api. Masih sangat sering dijumpai anak-anak hadir dan terlibat aktif dalam kegiatan kampanye dari pasangan calon. Keterlibatan aktif dari anak-anak dapat dilihat dari penggunaan atribut yang mencirikan atribut dari pasangan calon yang berkampanye, menunjukkan simbol-simbol identitas dari pasangan calon, sampai dengan ikut bernyanyi dan meneriakkan yel-yel politik dari pasangan calon. Keterlibatan aktif tersebut tentunya dapat menimbulkan dampak negatif tehadap pertumbuhan dan perkembangan mental anak. Tidak hanya itu, dampak negatif lainnya adalah terhadap kehidupan sosial dari anak. Anak yang diketahui terlibat aktif mendukung salah satu pasangan calon, akan dapat terjadi diskriminasi pergaulan sosial dengan anak-anak lainnya. Dampaknya bisa terjadi bullying, kekerasan verbal maupun kekerasan fisik karena perbedaan pandangan dalam ideologi politik yang dipahaminya. Hal tersebut dapat terjadi karena anak belum mempunyai kemampuan untuk menyaring pandanganpandangan yang disampaikan dalam suatu orasi politik. Di samping itu, anak juga belum mempunyai kecerdasan emosional dalam menyikapi suatu perbedaan, sehingga perbedaan pandangan politik dapat menyebabkan terjadinya kekerasan baik verbal maupun fisik yang dilakukan oleh anak
yang mempunyai pandangan politik lainnya. Menjadi suatu kewajiban bagi seluruh pihak terkait untuk meniadakan lagi terlibatnya anak dalam berbagai aktivitas politik. Pihak terkait dalam hal ini adalah pihak penyelenggara pilkada, pihak pengawas pelaksanaan pilkada, pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah, panitia penyelenggara kegiatan kampanye, termasuk juga orang tua dan orang dewasa lainnya. Seluruh pihak tersebut mempunyai tanggung jawab untuk memberikan pendidikan politik yang baik bagi semua kalangan termasuk anak. Mengotori Fasilitas Publik Pelaksanaan kampanye sebagai suatu aktivitas politik di Indonesia, sejauh ini masih sangat tergantung atau tidak dapat dipisahkan dengan berbagai alat peraga dan bahan kampanye. Alat peraga dan bahan kampanye masih dianggap mampu sebagai alat bantu untuk menyosialisasikan pasangan calon kepada para calon pemilih. Oleh karenanya, pada hajatan pilkada serentak tahun 2018, berdasarkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 4 Tahun 2017 tentang Kampanye Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati dan/atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota, pemasangan alat peraga kampanye difasilitasi oleh pihak penyelenggara pilkada. Sehingga daerah yang akan menyelenggarakan pilkada, pemasangan alat peraga kampanye terlihat tertib dan rapi karena titik pemasangannya telah ditentukan dan difasilitasi oleh penyelenggara. Dengan telah difasilitasinya pemasangan alat peraga kampanye tersebut, bukan be-
rarti permasalahan telah selesai. Pada kenyataannya dalam praktik masih menyisakan permasalahan yaitu pemasangan bahan kampanye di sembarang tempat termasuk pada sarana dan prasarana publik. Tentu ini sangat mengganggu kebersihan, kenyamanan, dan estetika lingkungan di daerah itu. Stiker pasangan calon adalah salah satu bentuk dari bahan kampanye. Berdasarkan ketentuan pasal 26 ayat (2) Peraturan KPU di atas, stiker dilarang untuk ditempelkan di beberapa tempat termasuk sarana dan prasarana publik. Pelanggaran terhadap ketentuan tersebut belakangan semakin marak terjadi. Stiker banyak dipasang di tiang listrik, tiang kabel telepon, papan nama jalan dan sarana prasarana publik lainnya. Di samping sebagai bentuk pelanggaran kampanye, tentu saja tindakan tersebut mengakibatkan suatu daerah menjadi terganggu kebersihan dan estetika lingkungannya. Oleh karena itu, berdasarkan teori paternalisme dalam hal ini pihak penyelenggara dan pengawas penyelenggaraan pilkada sebagai representasi negara dalam urusan elektoral harus hadir untuk menegakkan peraturan sebagai wujud pembinaan kepada para pasangan calon beserta tim pemenangan dan relawannya. Agar pasangan calon kepala daerah beserta tim pemenangan dan relawan mematuhi peraturan dan memerhatikan kebersihan dan estetika lingkungan dalam berkampanye. Hiruk-pikuk penyelenggaraan pilkada di Bali, hendaknya tetap mengedepankan peraturan sebagai aturan main untuk mewujudkan demokrasi yang hakiki. Jangan sampai untuk mewujudkan target-target politik kemudian mengorbankan anak dan lingkungan. Tentu saja hal itu mencederai tujuan filosofi dan makna dari suatu demokrasi. Oleh karenanya, sangat di-
harapkan kepada pihak terkait untuk selalu mengedepankan peraturan. Utamanya kepada pihak yang mempunyai tugas pokok, fungsi dan kewenangan untuk melaksanakan pengawasan penyelenggaraan pilkada dapat menjalankan tugas pokok, fungsi dan kewenangannya dengan baik dan tegas. Sehingga nantinya dapat terwujud pilkada yang adil dan bermartabat serta melahirkan pemimpin yang bermartabat pula. Penulis, dosen Program Studi Ilmu Hukum Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) Denpasar
POJOK
BPIP minta masyarakat tak bahas lagi besaran gaji Megawati. - Bahas kinerjanya saja. *** Kata Menkeu, berpotensi terjadi gejolak ekonomi domestik. - Gejolak ekonomi keluarga sudah terjadi *** Pemberantasan korupsi dalam RUU KUHP alami kemunduran. - Bila perlu bebas korupsi.
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
TABANAN
Jumat Paing, 1 Juni 2018
7
Pasca-Galungan, Volume Sampah Meningkat DLH Tambah ’’Shift’’ Pengangkutan
Tabanan (Bali Post) Peningkatan volume sampah 25 persen hingga 30 persen selalu terjadi usai hari raya Galungan. Mengatasi peningkatan volume sampah ini, pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tabanan menambah shift pengangkutan sampah. Kepala DLH Tabanan A.A. Ngurah Raka Icwara, Kamis (31/5) kemarin, mengatakan meski libur Umanis Galungan, petugas angkut sampah tetap menjalankan tugas. ‘’Liburnya pas Hari Raya Galungan. Untuk Umanis Galungan dan tanggal merah Jumat nanti tetap kerja,’’ ujarnya. Untuk mengatasi sampah usai hari raya Galungan, kata Raka, pihaknya menambah shift pengangkutan sampah. Biasanya dalam sehari hanya dilakukan satu kali pengangkutan namun pada Kamis (31/5) kemarin, dilakukan dua kali pengangkutan. Tenaga dan armada yang dikerahkan tetap seperti hari biasa dan tidak ada penambahan. Kepala UPT TPA Mandung, Ni Luh Sukartini, menambahkan aktivitas TPA selama libur panjang ini tetap buka dan hanya tutup saat hari raya Galungan, Rabu (30/5). Ia mengatakan memang selalu terjadi peningkatan volume sampah sebesar 25 hingga 30 persen usai hari raya Galungan. ‘’Kalau hari normal rata-rata sampah yang dibawa ke TPA sekitar 250 meter kubik hingga 300 meter kubik. Usai Galungan biasanya naik 30 persen,’’ ujarnya. Untuk menata sampah agar tidak cepat menumpuk dan overload, selain menerapkan sistem controlled landfill, kata Sukartini, pihak TPA juga langsung mengolah sampah organik yang dibuang ke TPA menjadi pupuk dan bekerja sama dengan pemulung.,Hasilnya, rata-rata dalam sebulan, pihak TPA bisa mengolah 1,6 ton sampah organik menjadi pupuk. Untuk sampah anorganik yang dikerjasamakan dengan pemulung setiap bulannya dapat dipilah 4 ton sampah plastik, 3 ton sampah kertas, dan 2 ton sampah logam. ‘’Sampah anorganik ini dipilah sendiri oleh pemulung. Kita tidak memungut biaya dan hasil penjualan sampah yang dihasilkan oleh pemulung seluruhnya milik mereka,’’ ujar Sukartini. Kerja sama dengan pemulung ini lanjutnya sama-sama menguntungkan. Pihak pemulung bisa mendapatkan sampah anorganik untuk dijual, sementara TPA Mandung bisa mengurangi tumpukan sampah. (kmb24)
Bali Post/kmb24
SAMPAH - Aktivitas penanganan sampah di TPA Mandung.
Terbentur Kelembagaan
Pembentukan Pos Pembantu Damkar Sulit Terwujud Tabanan (Bali Post) -
Selain akibat keteledoran masyarakat, musim kemarau tahun ini dominan menyebabkan titik nyala cepat terjadi, sehingga menimbulkan kebakaran. Salah satunya kebakaran berturut-turut yang terjadi Rabu (30/5) di Kecamatan Kerambitan dan Kecamatan Pupuan. Beruntung dua kasus kebakaran tersebut tidak sampai menyebabkan korban jiwa. Namun, untuk memadamkan api yang cukup besar di Kecamatan Pupuan, petugas Damkar Kabupaten Tabanan menempuh jarak yang cukup jauh dengan armada yang relatif sudah berusia.
Bali Post/kmb28
DAMKAR - Lima armada Damkar yang sudah berusia tua tetap memberikan layanan maksimal dalam menanggulangi kasus kebakaran.
‘’Kurang lebih satu jam, petugas tiba di lokasi kebakaran sirkel di Pujungan Pupuan. Saat itu api memang cukup besar. Sebelumnya, petugas kami juga memadamkan api di wilayah Kerambitan,’’ ujar Kepala Bidang Penanggulangan Kebakaran Satpol PP Tabanan I Ketut Suardi, Kamis (31/5) kemarin. Kendala jarak yang sulit terjangkau dengan respontime 15 menit, pihaknya sejak
beberapa tahun terakhir juga telah mendesak agar dibentuk pos pembantu, sehingga standar pelayanan dengan respontime 15 menit begitu ada titik nyala bisa dilakukan. ‘’Rencananya jika didukung oleh anggaran pos pembantu akan dibentuk di Selemadeg Raya untuk mewilayahi kejadian yang mungkin terjadi di Seltim, Selbar, dan Pupuan, serta pos pembantu di Baturiti,’’ katanya. Sayangnya, keinginan
Gaet Pembaca Muda, Perpustakaan Buka Layanan ’’E-Book’’ Tabanan (Bali Post) Menurunnya minat generasi muda datang membaca ke perpustakaan menjadi isu tersendiri yang harus diatasi. Ketergantungan anak muda terhadap gadget saat ini dimanfaatkan Perpustakaan Daerah Tabanan untuk meningkatkan minat baca dengan membuka layanan e-book lewat aplikasi android e-perpustakaan Kabupaten Tabanan. Kepala Perpustakaan Tabanan I Wayan Kotio beberapa waktu lalu mengatakan layanan e-book ini bisa didapatkan melalui aplikasi android berupa e-perpustakaan Kabupaten Tabanan. Aplikasi ini diluncurkan sejak tahun 2017 lalu dan sudah memiliki 2.700 koleksi e-book. Menurut Kotio, dibukanya layanan e-book karena melihat anak muda semakin jarang datang ke perpustakaan untuk membaca. ‘’Mereka sibuk den-
gan gadget. Karenanya, kami buatkan aplikasi ini sehingga mereka bisa membaca buku melalui gadget jika malas ke perpustakaan,’’ ujarnya. Koleksi e-book yang dimiliki perpustakaan Tabanan meliputi buku agama, bahasa dan sastra, ekonomi, filsafat, hukum, kehutanan, kesehatan, komputer, matematika, dan sains. Termasuk novel serta koleksi jurnal dan majalah. Lanjut Kotio, guna menambah daya tarik generasi muda, setiap tahunnya disiapkan anggaran untuk membeli e-book baru. Peminjaman buku melalui e-perpustakaan, tidak ditarik biaya. Para pembaca cukup mengunduh aplikasi di android dan mendaftarkan diri serta menyertakan alamat email dan nomor KTP. ‘’Sengaja kita mintakan data diri untuk melihat kesungguhan pembaca serta sekaligus untuk men-
gutamakan pembaca yang berasal dari Tabanan,’’ jelas Kotio. Sistem pendaftaran online ini fungsinya juga sebagai kartu perpustakaan. Sesudah pendaftaran diterima oleh admin, pembaca sudah bisa menikmati membaca koleksi e-book. Jika satu ID membaca satu buku maka pengguna ID lain tidak bisa membaca buku tersebut dan menunggu giliran. ‘’Jika ternyata pembaca menganggurkan e-book-nya selama 30 menit dianggap sudah mengembalikan buku dan bisa dibaca oleh pembaca lainnya,’’ ujar Kotio. Tidak hanya menyediakan anggaran untuk menambah koleksi e-book, Perpustakaan Tabanan juga tetap menambah koleksi buku fisik. Jadi, bagi yang suka membaca langsung di perpustakaan pun bisa menikmati koleksi buku baru setiap tahunnya. (kmb24)
Diduga Lupa Matikan Dupa, Serkel Terbakar Tabanan (Bali Post) Diduga lupa mematikan dupa usai melakukan persembahyangan hari raya Galungan, kebakaran terjadi di serkel milik I Made Suaba di wilayah Kecamatan Pupuan, Tabanan, Rabu (30/5) pukul 19.30 wita. Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut. Dalam musibah tersebut, pemilik serkel beralamat di Banjar Marhasari, Desa Pujungan itu mengalami kerugian Rp 800 juta.
Bali Post/ist
API - Warga berusaha memadamkan api dengan alat seadanya.
Dari informasi yang dihimpun, api pertama kali dilihat saksi I Wayan Agus Yoga (24), warga setempat yang pulang usai memberi makan ternak kambing. Ia melihat api di dalam serkel korban. Kemudiam saksi mengeceknya. Saksi berusaha ke dalam, sayangnya pintu dalam keadaan terkunci. Saksi kemudian mendobrak pintu serkel, dilihat api sudah mulai membesar. Saksi kemudian meminta pertolongan. Warga yang melintas ikut memadamkan api dengan cara manual. Saksi kemudian mencari pemilik serkel ke rumahnya yang jaraknya kurang lebih 20 meter dari TKP. Selanjutnya, korban bersama warga memadamkan api tersebut. Karena sulitnya air, api makin membesar dan melalap kayu serta mesin serkel. Api baru bisa dipadamkan setelah kurang lebih 3 jam dibantu 3 unit mobil PMK dari Tabanan. Kapolsek Pupuan AKP I.B. Mahendra saat dikonfirmasi membenarkan adanya kasus kebakaran tersebut. Hasil penyelidikan sementara diduga kuat api berasal dari dupa yang lupa dimatikan oleh pemilik serkel. “Meski tidak ada korban jiwa, kerugian ditaksir sampai ratusan juta rupiah,” ucapnya. Meski demikian, pihaknya mengimbau masyarakat untuk terus berhati-hati dan waspada, agar jangan sampai terjadi kasus kebakaran serupa. Apalagi saat ini musim kemarau yang rentan akan bahaya kebakaran. (kmb28)
tersebut belum bisa terealisasi sampai saat ini, di samping karena masih minimnya sarana dan prasarana yang dimiliki, kelembagaan fungsi Damkar masih berada di bawah dinas yang kerap berubah. Awalnya di bawah Kesbangpolinmas, BPBD dan kini menjadi bidang di Satpol PP Tabanan. ‘’Kalau Damkar dipercaya menjadi dinas sendiri, kemungkinan bisa melengkapi sarana prasarana yang minim dan membentuk
tiga pos pembantu,’’ terangnya. Meski demikian, bagi Suardi, dengan keterbatasan yang dimiliki, paling tidak pihaknya sudah rutin melakukan kegiatan simulasi untuk tindakan preventif di tiap kecamatan, yang diharapkan bisa meminimalisasi angka korban jika terjadi kebakaran, dan penanggulangan sementara sembari menunggu petugas Damkar tiba di lokasi kejadian. Kendala yang sering terjadi di lapangan, menurut Suardi, topografi wilayah. Selain itu, kemacetan lalu lintas, serta sulitnya kendaraan yang akan masuk ke TKP karena sempitnya jalan ataupun mencari sumber air yang ada kerap menjadi kendala. Dirinya juga berusaha
untuk memenuhi respontime standar nasional jarak waktu antara kantor dengan lokasi kejadian yang hanya memakan waktu 15 menit terhitung dari informasi kebakaran dari masyarakat, namun itu harus dilakukan secara bertahap. Saat ini pihaknya baru mampu menggunakan respontime 15 menit tersebut di beberapa wilayah seperti Tabanan, Kediri, Kerambitan, Marga, dan Penebel. Begitu pun untuk armada, disampaikan Suardi, tersiar kabar akan ada penambahan dua armada pada tahun 2019. ‘’Semoga benar terealisasi, karena lima armada Damkar yang kami miliki saat ini kurang layak karena faktor usia,’’ ucapnya. (kmb28)
Keempat Kalinya Tabanan Raih Predikat WTP KABUPATEN Tabanan kembali berhasil meraih predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangan pemerintah daerah tahun 2017. Predikat WTP itu merupakan yang keempat kalinya pada pemerintahan Bupati Ni Putu Eka Wiryastuti dan Wakil Bupati I Komang Gede Sanjaya. Keberhasilan Pemerintah Kabupaten Tabanan memperoleh opini WTP itu terungkap dalam acara penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten/Kota Tahun Anggaran 2017 se-wilayah Provinsi Bali yang berlangsung di Kantor Perwakilan BPK RI Provinsi Bali, Senin (28/5). Usai penandatangan berita acara dan penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan, Bupati Eka dalam sambutan mengucapkan puji syukur atas pencapaian predikat opini WTP. “Astungkara, kita semua meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). WTP artinya kita mempertanggungjawaban keuangan negara dengan transparan dan akuntabel sesuai dengan amanah undang-undang,’’ ucapnya. ‘’Dengan ada bukti nyata opini WTP, telah menunjukkan kinerja pertanggungjawaban yang baik. Kembali lagi apa yang kita lakukan sekarang tidak hanya mencari opini, tapi bagaimana pertanggungjawaban itu diikuti oleh implementasi yang nyata dari rakyat untuk rakyat,’’ imbuhnya. Bupati Eka juga menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Badan Pemeriksa Keuangan RI Perwakilan Bali karena telah dituntun dan dibimbing dalam pemetaan penyelesaian masalah dalam laporan keuangan negara sehingga bisa meraih predikat opini WTP. ‘’Oleh karena itu,
LHP - Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Tabanan, Senin (28/5). kami mohon BPK bisa menjadi partner kerja kami dalam memberikan pelayanan yang terbaik termasuk pertanggungjawaban yang terbaik dalam pengelolaan keuangan negara. Kami ingin laporan ini bisa menunjukkan kemajuan dan kesuksesan pembangunan di masing-masing kabupaten/kota, karena kalau sudah semuanya WTP mudahmudahan Bali ini sejahtera,’’ tutupnya. Sebelumnya, Kepala BPK RI Perwakilan Bali Yulindra Tri Kusumo mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan, opini BPK atas laporan Keuangan TA 2017 pada Kota Denpasar, Kabupaten Tabanan, Kabupaten Badung, Kabupaten Bangli, Kabupaten Buleleng, Kabupaten Gianyar, Kabupaten Jembrana, Kabupaten Karangasem, Kabupaten Klungkung adalah Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). ‘’Atas prestasi yang dicapai, kami ucapkan selamat dan menyarankan agar pemerintah kabupaten/kota terus meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan daerah serta pelayanan,’’ ujarnya.
Dikatakannya, secara umum BPK masih menemukan adanya kelemahan Sistem Pengendalian Intern (SPI) dalam penyusunan laporan keuangan dan ketidakpatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku. ‘’Kelemahan SPI tersebut antara lain; masih terdapat kesalahan penganggaran belanja dan penatausahaan aset tetap belum tertib. Untuk temuan ketidakpatuhan antara lain terdapat pengelolaan pendapatan tidak sesuai ketentuan dan terdapat pengelolaan belanja daerah yang tidak sesuai ketentuan, di antaranya belanja barang/jasa, belanja hibah dan belanja transfer,’’ jelasnya. Ditambahkan, sesuai ketentuan dalam pasal 20 Undangundang No. 15 Tahun 2004 demi efektifnya hasil pemeriksaan BPK, maka pihaknya berharap agar pemerintah kabupaten/kota se-Bali segera menindaklanjuti rekomendasi BPK selambat-lambatnya 60 hari setelah laporan hasil pemeriksaan diterima. (ad1483)
Karangasem
8
Jumat Paing, 1 Juni 2018
Rawan Terseret Arus
SOSOK Incar Kursi DPRD Bali
WAJAH-WAJAH baru siap mewarnai Pemilu Legislatif 17 April 2019 nanti. Di tingkat Provinsi Bali, Wakil Bupati Karangasem periode 2010-2015, Made Sukerana, siap maju bersaing menjadi wakil rakyat dari daerah pemilihan Karangasem. Dia mengincar kursi ini untuk melanjutkan karier politiknya, setelah sebelumnya kurang beruntung pada persaingan menjadi Bupati Karangasem. ‘’Setelah pernah jadi wakil bupati periode sebelumnya, saya siap maju di pileg provinsi nanti,’’ kata politisi asal Juntal, Kecamatan Kubu ini ditemui usai acara konsolidasi kader Partai Golkar pimpinan kecamatan dan pimpinan desa se-Kabupaten Karangasem, di Kantor DPD II Partai Golkar Karangasem, Jumat (27/5). Sukerana mengakui peta persaingan politik menuju DPRD Bali, cukup berat. Sebab, nama-nama besar incumbent, seperti Ni Putu Yuliartini (Golkar), Oka Antara (PDI-P), Ni Kadek Darmini (PDI-P), Nyoman Suyasa (Gerindra), Wayan Karisubali (NasDem), Kadek Nuartana (PKPI) dan Gusti Putu Widjera (Demokrat), tentu bakal siap maju bersaing lagi mempertahankan kursi di DPRD Bali. ‘’Saya tetap optimis, meski tak bermodal bansos seperti mereka,’’ tegas Sukerana. Agar bisa lolos, dia memasang target tinggi, bisa meraih sedikitnya 30 ribu suara sah. Melihat peta persaingan tahun depan, dia yakin bisa mencapai target itu. Setidaknya, di daerah yang menjadi basisnya di kampung halamannya Kecamatan Kubu, bisa tembus 15 ribu suara sah. Untuk mencapai target itu, Sukerana yakin mampu memperolehnya dari tujuh kecamatan lainnya. Terlebih, dia sendiri mendapat dukungan penuh para kadernya. (gik)
Sat. Polair Tingkatkan Patroli Amlapura (Bali Post) Sehari setelah merayakan hari raya Galungan, mayoritas umat Hindu menyasar pantai dan objek wisata lainnya. Dikhawatirkan, terjadi korban terseret arus hingga merenggut korban jiwa. Mengantisipasi hal tersebut, polisi Kamis (31/5) kemarin meminta masyarakat agar waspada saat berlibur maupun ketika mandi di
pinggir laut. Selain itu, polisi juga meningkatkan patroli laut sejak pagi hingga sore. Kasat Polair Polres Karangasem AKP I Made Wartama, Kamis kemarin, mengatakan patroli laut sudah dilakukan sejak pagi. Pada patroli itu digerakkan enam personel dari Pangkalan Padangbai menuju ke utara menyusuri lautan hingga ke Pantai Seraya dan juga Amed. Sebab, saat pagi pun cukup banyak
umat Hindu yang memanfaatkan pantai untuk prosesi malukat. ‘’Sejak pagi, masyarakat umat Hindu cukup banyak menyasar pantai. Saat Umanis Galungan ini malah lebih banyak yang malukat,’’ kata Wartama. Ini sebagai langkah antisipasi agar pihak kepolisian bisa segera memberikan pertolongan, ketika terjadi sesuatu yang emergency, saat prosesi pelukatan dan aktivitas lain-
nya di pantai. Selama patroli, petugas menyasar Pantai Bugbug, Pantai Pasir Putih, Pantai Ujung, hingga Pantai Seraya. Patroli itu dilakukan sejak pagi hingga siang, kemudian dilanjutkan pada sore harinya. Selama patroli, gelombang laut dikatakan normal. Demikian juga kecepatan angin di tengah laut hingga pesisir pantai. Meski demikian, pihaknya tetap meminta umat Hindu agar waspada, tujuannya agar terhindar dari maut. Meski masih
suasana hari raya Galungan, sejumlah nelayan tetap melaut seperti biasanya mereka menangkap ikan. Wartama menegaskan, sejak sebelum Galungan, pihaknya sudah turun ke garis-garis pantai untuk memberikan penjelasan kepada para nelayan. Peran Sat. Polair dan apa yang harus dilakukan sangat perlu. Nah, sebagai langkah antisipasi, hingga sore hari, dilaksanakan patroli. Kegiatan umat di sejumlah pantai, berlangsung aman dan lancar. (kmb31)
PATROLI TENGAH LAUT – Sat. Polair Polres Karangasem saat melaksanakan patroli di tengah laut, Kamis kemarin.
Pemukuran Sajikan Panorama Selat Lombok
Amlapura (Bali Post) Satu demi satu objek wisata anyar muncul di Karangasem. Salah satunya yang ramai dikunjungi warga lokal saat Umanis Galungan, Kamis (31/5) kemarin, adalah objek wisata Pemukuran. Objek wisata ini berada di wilayah Banjar Dukuh, Desa Sibetan, Bebandem. Sebenarnya, keberadaan objek wisata tersebut sudah lama, namun baru kembali dilirik setelah pihak Banjar Adat Dukuh melakukan penataan. Objek Wisata Pemukuran berada di daerah ketinggian. Di bawahnya terdapat hamparan lembah yang mengarah ke tenggara, selatan, dan barat daya. Dari atas ketinggian itu tersaji panorama Selat Lombok. Pesisir pantai di wilayah Kecamatan Manggis juga tersaji indah dari sana. Tempat itu benar-benar mampu memanjakan mata setiap pengunjung. Nama Pemukuran bukan sekadar nama tempat. Menurut cerita warga setempat, puncak perbukitan dengan hamparan tanah lapang yang cukup luas itu dinamai seperti itu lantaran dulunya merupakan tempat upacara mamukur (ritual lanjutan setelah upacara ngaben) Jro Dukuh Sakti. Prosesi mamukur itu sudah sangat lampau. Ketika itu, Jero Dukuh Sakti merupakan tokoh dan salah satu satu tetua desa. Kepala Wilayah Banjar Dukuh Komang Edi Saputra mengatakan, objek wisata Pemukuran, sejatinya merupakan objek wisata yang sudah lama, namun dengan cita rasa baru. Objek wisata itu sudah menjadi destinasi warga lokal sejak lama, namun baru ditata lagi pada 19 Mei lalu. Di sana sudah ada beberapa gazebo yang sudah usang, tetapi masih eksis. ‘’Baru dilakukan penataan awal. Lokasinya kita bersihkan sehingga menjadi lebih rapi,’’ ungkapnya. Tempat wisata ini diharapkan bisa menjadi destinasi wisata alternatif di Bumi Tanah Aron yang berada di lahan milik pribadi itu. Banjar Adat Dukuh diberikan hak mengelola dengan sistem kontrak. Menurut Edi Saputra, Banjar Adat Dukuh itu mengontrak Rp 1 juta per tahun. Selain menerima uang kontrak, enam kepala keluarga sebagai pemilik lahan itu juga dibebaskan dari kewajiban-kewajiban banjar adat. ‘’Pemilik mendapat luputan ayahan,’’ jelasnya. Edi Saputra mengatakan sejak diaktifkan lagi, pengunjung mulai berdatangan. Kemarin, terbilang kunjungan paling ramai, karena bertepatan dengan libur Umanis Galungan. Pengunjung didominasi anak-anak muda, ataupun pasangan kekasih. Berkaca pada sejarah nama Pemukuran, Banjar Adat Dukuh menerapkan aturan sangat ketat kepada pengunjung. Selama berada di sana, pengunjung di larang melakukan halhal yang tak pantas. Selain itu, pengunjung dilarang membawa minuman keras. Setiap pelanggaran akan dikenakan sanksi yang disusun berdasarkan pararem banjar. Saat ini pengunjung masih digratiskan termasuk gratis tempat parkir. Inovasi yang dilakukan Banjar Dukuh itu mendapat apresiasi dan dukungan dari pihak Desa Sibetan. Perbekel I Nengah Kompyang Suarjana, mengatakan, mulai tahun depan, desa itu akan mengucurkan dana untuk penataan dan pengadaan fasilitas penunjang. Salah satunya fasilitas anjungan berswafoto. Pengelolaannya nanti rencananya dikerjasamakan dengan Bumdes Sibetan. ‘’Ide-ide kreatif seperti ini kita dukung sepenuhnya,’’ ungkapnya. (kmb)
Bali Post/kmb
OBJEK WISATA PEMUKURAN - Objek wisata Pemukuran di Desa Sibetan menyajikan panorama lembah dan pandangan ke arah Selat Lombok.
Bali Post/kmb31
’’Penampahan’’ Galungan
Gunung Agung Semburkan Kolom Abu
Amlapura (Bali Post) Berada dalam bayang-bayang aktivitas vulkanik Gunung Agung, saat hari raya Galungan di Karangasem berjalan lancar. Demikian juga kegiatan masyarakat ketika Umanis Galungan, Kamis (31/5) kemarin, sebagian dari mereka bersantai menikmati hari libur. Seperti lumrahyahnya berkunjung ke objek-objek wisata. Galungan dan Umanis Galungan memang lancar termasuk bagi penduduk Karangasem yang bermukim di lingkar Gunung Agung. Tetapi, kondisi berbeda dirasakan pada Penampahan Galungan, Selasa (29/5) lalu. Saat itu warga yang mulai sibuk aktivitas Penampahan Galungan dikejutkan erupsi
Gunung Agung. Berdasarkan rilis MagmaVar, erupsi terjadi sekitar pukul 05.39. Erupsi saat itu menyemburkan kolom abu setinggi 500 meter. Kolom abu itu teramati berwarna putih hingga kelabu. Intensitas sedang dan condong mengarah ke arah barat daya. Erupsi itu terekam seismogram dengan
amplitudo maksimum 6 mm. Sedangkan durasinya kurang lebih 4 menit 25 detik. Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Wawan Irawan, membenarkan pada Penampahan Galungan itu Gunung Agung mengalami erupsi. Selepas itu aktivitas vulkanik Gunung
Agung itu hanya berupa embusan. ‘’Ya, terjadi satu kali erupsi,’’ ujarnya. Sebagian besar masyarakat Karangasem termasuk yang di lingkar Gunung Agung tidak menyadari erupsi tersebut. Mereka umumnya baru tahu setelah keluarnya rilis dari Magma-Var. Masyarakat juga memperoleh informasi aktivitas vulkanik Gunung Agung dari radio Relawan Pasebaya Gunung ataupun jaringan komunikasi WatsApp Pasebaya Gunung Agung. I Gede Suar (30) asal Banjar Geriana Kangin Desa
Duda Utara Kecamatan Selat mengatakan, sejak aktivitas vulkanik Gunung Agung dinyatakan naik, warga di kampungnya memang selalu waspada. Namun terkait erupsi saat Penampahan Galungan itu, menurutnya, tidak memengaruhi aktivitas warga, meskipun Geriana Kangin termasuk banjar yang berada di lingkar Gunung Agung. ‘’Kegiatan terkait Galungan berjalan seperti biasa. Beda dengan Galungan sebelumnya, waktu itu kami berada di pengungsian,’’ ungkapnya. (kmb)
Motivasi Artha Dipa Meraih Gelar Doktor
Ingin Memperkuat Dasar Pengetahuan Adat dan Agama Capaian akademis I Wayan Artha Dipa bisa dibilang istimewa. Di usia yang sudah senja, Wakil Bupati Karangasem ini begitu bersemangat hingga meraih gelar doktor di bidang Ilmu Agama dan Kebudayaan. Gelar S-3 itu semakin melengkapi gelar akademisnya, dari Sarjana Hukum (SH) dan Magister Hukum (MH). Apa yang memotivasi pejabat kelahiran 31 Desember 1956 itu meraih gelar doktor ini? Adakah rencana terjun di dunia akademisi jika tak lagi menjabat di Bumi Lahar Karangasem? GELAR doktor ini resmi disandang Artha Dipa setelah Wisuda Doktor ke-13 di Universitas Hindu Indonesia sepekan lalu di Inna Grand Bali Beach Hotel, Sanur. Gelar itu didapat Artha Dipa dengan predikat cumlaude IPK 3,78. Desertasi berjudul ‘’Kontroversi Perkawinan Pada Gelahang’’, membuat pejabat asal Banjar Pakel, Desa Sangkan Gunung, Sidemen ini mencapai gelar doktor dengan mantap, setelah mampu mempertahankan desertasinya saat promosi doktor di Aula Unhi Denpasar, 11 April lalu. Capaian akademik level tertinggi dari Artha Dipa ini cukup menarik. Sebab, itu semua didapat di tengah kesibukkannya menjadi orang nomor dua di Karangasem, sebagai wakil bupati. Sebagaimana diketahui, selaku pejabat, mengatur waktu antara tugas pemerintahan dengan pendidikan akan cukup sulit. Apalagi di tengah dampak bencana y a n g m e m e r l u k a n k o nsentrasi lebih, guna mempercepat proses pemulihan daerah. Melihat perjalanan hidup Artha Dipa, yang
menghabiskan kariernya sebagai bikrorat selama 33 tahun, banyak pihak kemudian menanyakan, apa motivasi Artha Dipa melengkapi perjalanan pendidikannya hingga S-3. Ditemui di rumah jabatan Wakil Bupati di Jalan RA Kartini, Lingkungan Susuan, Amlapura, belum lama ini, Artha Dipa mengungkap apa yang ditanyakan publik itu. Rupanya, tak ada misi khusus mencapai gelar doktor ini. Sebagai seorang pribadi yang lama berkecimpung di adat, hingga didaulat sebagai Bendesa Madya Majelis Madya Desa Pakraman (MMDP) Karangasem, dia mengaku ingin menguji kemampuannya dengan tokoh-tokoh lainnya yang sudah menyandang nama besar di bidang adat dan agama. ‘’Saya juga ingin memperkuat dasar agama dan adat itu. Sebab, sebagai bendesa madya, saya juga sering dimintai pertimbangan oleh teman-teman di desa adat. Lagi pula, tak ada istilah terlambat untuk belajar,’’ terang Artha Dipa. Lantas kenapa mengang-
I Wayan Artha Dipa kat desertasi kontroversi perkawinan pada gelahang? Artha Dipa melihat topik ini menarik. Selama ini banyak tokoh adat dan agama di Bali menilai sistem perkawinan ini dapat diterima di tengah masyarakat. Bahkan, hingga diakui lembaga umat bahwa perkawinan ini sangat dapat diterima di tengah budaya purusa-pradana, yang sudah terbangun di Bali. Sementara, menurut Artha Dipa, sistem ini menjadi kontroversial karena 90 persen masyarakat Bali sesungguhnya tak mau menerapkan cara perkawinan ini. Sehingga, ia sendiri tak sependapat kalau sistem ini disebut tak menimbulkan persoalan. Ia mencontohkan beberapa kasus. Misalnya sistem perkawinan pada gelahang ini, antara keluarga berkasta dengan yang tidak, bagaimana dengan penamaan anaknya kelak. Siapa yang
mau mengalah. Ini malah mengundang masalah baru. ‘’Bisakah namanya Gusti Wayan, Gusti Nyoman, Gusti Ketut, atau lainnya, ini kan jelas persoalan. Belum lagi ketika menikah, pasangan suami-istri ini menjadi warga di dua banjar berbeda, di tempat suami maupun di tempat istri. Inilah kenapa saya bilang 90 persen masyarakat Bali tak bisa menerima sistem perkawinan seperti ini,’’ tegasnya. Disinggung soal rencana menjadi akademisi, berbekal gelar doktor ini, Artha Dipa memilih menyerahkannya pada waktu.
Ia mengaku saat ini tak ada rencana ke arah itu. Tetapi, ia mengemukakan fakta untuk mendirikan sebuah universitas negeri maupun swasta di suatu daerah, minimal harus ada lima doktor di daerah itu. Sementara saat ini di Karangasem baru ada dua doktor, termasuk dirinya. Dengan demikian, apakah ada rencana mendirikan universitas di Karangasem, Artha Dipa juga tak memberi kejelasan. ‘’Lihat saja apa yang terjadi nanti. Saya sendiri sudah siap peluru. Kalau itu terjadi, maka saya sendiri sudah sangat siap,’’ kata Artha Dipa. (gik)
GIANYAR
Jumat Paing, 1 Juni 2018
9
Ditimpa Beringin, Pura Desa Pausan Porak-poranda Kerugian Ditaksir Rp 1,5 Miliar
Gianyar (Bali Post) -
Pura Desa Pausan di Desa Buahan Kecamatan Payangan porak-poranda akibat bencana pohon beringin tumbang yang terjadi saat hari raya Galungan, Rabu (30/5) lalu. Ada tujuh bangunan suci di pura itu yang rusak setelah tertimpa pohon. Tidak ada korban jiwa dari kejadian ini, namun kerugian material ditimbulkan ditaksir mencapai Rp 1,5 miliar lebih. Insiden pohon tumbang ini terjadi sekitar pukul 22.00 Wita. Kala itu suara gemuruh menggegerkan warga setempat yang rumahnya berdekatan dengan pura tersebut. Saat dicek oleh warga, ternyata pohon beringin setinggi 30 meter tumbang menimpa bangunan Pura Desa Pausan. ‘’Tidak ada hujan lebat atau semacamnya. Saat kejadiaan memang cukup gelap. Perkiraan kami, pohon tumbang karena pohon ini sudah lapuk karena usia pohon yang sudah cukup tua,’’ kata Klian Dinas Banjar Pausan Ketut Suparjana, Kamis (31/5) kemarin. Diungkapkannya, akibat bencana ini, total tujuh bangunan di pura itu yang rusak. Bangunan yang rusak yakni palinggih Ratu Pura Desa, Gedong Kaen, palinggih Jero Bendesa, palinggih Penyarikan, palinggih Paruman, Padma dan candi pura. Suparjana mengatakan, saat Rabu pagi hingga sore yang bertepatan dengan perayaan Galungan, banyak krama yang bersembahyang di pura tersebut. Warga pun bersyukur, insiden tidak terjadi saat warga memadati pura tersebut. ‘’Syukurnya tidak ada upacara yang berlangsung hingga
malam sehingga saat kejadian pohon tumbang, di pura memang tidak ada orang,’’ katanya. Petugas BPBD Gianyar sudah turun ke lokasi untuk melakukan pembersihan material pohon. Karena banyaknya material, proses pembersihan belum bisa tuntas sore kemarin. ‘’Kalau material yang merusak sejumlah bangunan pura, itu sudah dibersihkan. Cuma ada lagi material lain yang akan kembali dibersihkan besok (hari ini - red),’’ ujarnya. Selama proses pembersihan, pratima di pura tersebut dipindahkan sementara ke mandala pura. Sementara akibat kejadian ini, kerugian ditaksir Rp 1,5 miliar. Perkiraan itu diambil dari nilai pendirian bangunan baru yang mencapai Rp 1 miliar serta biaya upacara yang diperkirakan menelan dana sampai Rp 500 juta. ‘’Itu baru perkiraan. Selanjutnya seperti apa, kami akan menunggu hasil paruman di desa,’’ ucapnya. Sementara itu, Kepala BPBD Gianyar A.A. Gde Oka Digjaya mengatakan, pihaknya telah berupaya maksimal melakukan penanganan. Untuk proses pembersihan akan dilanjutkan hari ini. (kmb35)
Bali Post/nik
POHON TUMBANG - Seorang warga mengecek kondisi pura pascatertimpa pohon beringin yang tumbang pada Rabu (30/5) malam.
Porjar Tingkat Provinsi Bali
Pj. Bupati Gianyar Lepas 647 Atlet dan 100 Ofisial
Mayjen TNI Benny Susianto
Bali Post/ist
Pangdam Ajak Masyarakat Jaga Kondusivitas Pilkada Gianyar (Bali Post) Memasuki bulan pilkada, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, S.I.P mengajak seluruh komponen masyarakat Kabupaten Gianyar menjaga kondusivitas wilayah. Terlebih, Kabupaten Gianyar akan menyelenggarakan Pilgub Bali dan Pilbup Gianyar sekaligus. ‘’Saya paham betul masyarakat sangat berkepentingan dengan kondisi kondusif. Karena itu, mari secara bersama kita jaga,’’ ucap Mayjen TNI Benny Susianto di kawasan Sukawati belum lama ini. Dikatakannya, suasana kondusif menjadi hal yang sangat penting mengingat Gianyar merupakan destinasi pariwisata internasional. Masyarakatnya juga dominan bergantung pada sektor pariwisata. ‘’Saya kira masyarakat Bali sendiri memahami hal ini. Karena itu, menjadi tanggung jawab bersama untuk menjaga proses perjalanan pilkada ini,’’ katanya. Jenderal bintang dua ini mengaku sudah memaksimalkan tugas TNI. Secara keseluruhan di Bali, pihaknya menyiagakan 5.000 personel untuk pilkada. ‘’Kita bertugas perbantuan untuk Polri. Semaksimal mungkin kita kerahkan seluruh kekuatan yang ada di Bali ini,’’ tegasnya. Disinggung apakah di Gianyar akan ada penambahan personel mengingat akan diselengarakan Pilbup dan Pilgub, Benny Susianto menegaskan, sampai saat ini dipandang belum dibutuhkan penambahan personel. ‘’Karena kami pandang kondisinya masih kondusif,’’ ujarnya. (kmb35)
PENJABAT (Pj.) Bupati Gianyar I Ketut Rochineng melepas 647 atlet dan 100 orang ofisial untuk mengikuti Pekan Olahraga Pelajar (Porjar) Tingkat Provinsi Bali tahun 2018 yang diselenggarakan di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung. Pelepasasan digelar di halaman kantor Bupati Gianyar, Senin (28/5) lalu. Ketua Panitia dalam laporannya yang dibacakan Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Gianyar I Gusti Agung Widiawati menyampaikan, Porjar tingkat provinsi dilaksanakan mulai dari 1 Juni sampai 6 Juni 2018 atau selama enam hari. Porjar mempertandingkan 21 cabang olahraga definitif dan 9 cabang olahraga untuk ekshibisi. Sumber dana pelibatan kontingen Kabupaten Gianyar dalam Porjar tingkat Provinsi Bali tahun 2018 adalah APBD Kabupaten Gianyar.
Terkait pelaksanaan Porjar, I Ketut Rochineng mengingatkan ke semua atlet dan ofisial untuk tidak terlalu terbebani target menjadi juara. Yang terpenting justru adalah menunjukkan kemampuan terbaik dengan tetap menjunjung sportivitas. ‘’Menjadi juara memang sangat penting. Akan tetapi yang jauh lebih penting dari juara adalah mampu memberikan yang terbaik dari apa yang kita miliki untuk nama Kabupaten Gianyar di kancah Porjar tingkat provinsi,’’ terang Rochineng dalam sambutannya. Menurutnya, ketika semua stakeholder sudah mampu berbuat maksimal, dia yakin dan percaya, kontingen Gianyar akan mampu menjadi yang terbaik. Prestasi dan kebanggaan sebagai juara bukan hanya milik pribadi atau kontingen Porjar Gianyar, namun kebanggaan seluruh masyarakat Kabupaten Gianyar. (ad1484)
LEPAS ATLET - Pj. Bupati Gianyar I Ketut Rochineng melepas 647 atlet dan 100 orang ofisial Porjar di halaman kantor Bupati Gianyar, Senin (28/5).
Rangkaian HUT Kodam IX/Udayana
BRI Salurkan Dana CSR Rehab Rumah
CSR - Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, S.IP. menerima dana CSR dari Pimpinan BRI Cabang Gianyar Triyoga Agung Wibowo untuk rehab rumah di Desa Batubulan Kangin Kecamatan Sukawati.
SENYUM haru menghiasi wajah I Wayan Sugiarya. Cucu dari almarhum veteran I Ketut Buntak ini menerima bantuan rehab rumah yang berlokasi di Banjar Tampad Desa Batubulan Kangin Kecamatan Sukawati, Senin (28/5) lalu. Rehab rumah ini diselenggarankan serangkaian HUT ke-61 Kodam IX/ Udayana serta bantuan CSR seperti dari Bank Rakyat Indonesia (BRI). Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, S.IP. menyampaikan, peresmian rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Veteran Pejuang Kemerdekaan Republik Indonesia ini diselenggarakan dalam rangka peringatan HUT ke61 Kodam IX/Udayana tahun 2018. ‘’Kita menyerahkan hasil karya bakti prajurit TNI yang bekerja sama dengan institusi perbankan yang telah ikhlas memberikan dana CSR kepada TNI untuk disalurkan kembali dalam karya
bakti di tengah momentum HUT Kodam IX/Udayana,’’ jelasnya. Dijelaskannya, dia terenyuh dengan kondisi rumah keluarga almarhum veteran I Ketut Buntak. Sehingga melalui momen inilah, rumah yang berlokasi di Banjar Tampad itu dipilih untuk mendapat bantuan rehab. ‘’Sekarang rumahnya sudah jadi lebih bagus. Mudah-mudahan apa yang kami lakukan memberi manfaat besar untuk para veteran agar bisa merasakan kemerdekaan. Jangan sampai mereka yang memperjuangkan kemerdekaan tapi tidak bisa merasakan kemerdekaan penuh,’’ katanya. Pangdam juga menyampaikan terima kasih kepada instansi terkait khususnya Bank BRI yang telah memberikan dana CSR. Ia pun mengajak instansi lain untuk turut serta membantu para pejuang kemerdekaan. ‘’Ciri bangsa yang besar itu mampu menghargai perjuan-
gan pendahulunya. Kegiatan ini mungkin kecil dari segi materi, tetapi yang ingin kami bangun adalah spirit yang mampu menghargai pejuang kemerdekaan,’’ tegasnya. Sementara itu, Pimpinan BRI Cabang Gianyar Triyoga Agung Wibowo mengatakan, Bank BRI dalam pengelolaan keuangan memang menyisihkan dananya untuk CSR. ‘’Salah satunya kita membantu instansi dalam menyalurkan CSR ini seperti TNI, Polri atau instansi lain yang intinya untuk bantuan kemanusiaan kita ada dananya,’’ jelasnya. Kali ini pihaknya mensupport TNI melalui dana CSR dalam melakukan rehab rumah milik almarhum veteran I Ketut Buntak. ‘’Sekarang kebetulan TNI-AD salah satu mitra kita. Jadi, apa pun yang berhubungan dengan TNI, untuk CSR kita support. Misalnya, bedah rumah tidak layak huni kita beri bantuan,’’ katanya. (ad1477)
Bangkitkan Desa Wisata
Pokdarwis Kenderan Gelar Festival ’’Holy Water’’ Gianyar (Bali Post) Desa Kenderan Kecamatan Tegalalang sudah cukup lama ditetapkan sebagai desa wisata. Namun, pengelolaan desa wisata ini belum berjalan optimal. Guna membangkitkan desa wisata, masyarakat setempat pun melakukan berbagai upaya. Menurut Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Kenderan, Made Arka, Kamis (31/5) kemarin, secara formal, Desa Wisata Kenderan sudah ditetapkan, akan tetapi, secara organisasi bisa dikatakan belum berjalan. Persoalan ini terjadi karena
belum siapnya SDM setempat untuk mengelola desa wisata. Beranjak dari keprihatinan akan kondisi tersebut, instansi terkait di Desa Kenderan pun mulai membentuk Kelompok Sadar Wisata Desa Kenderan pada Maret 2018. ‘’Jadi, melalui kelompok ini, kami berupaya menggeliatkan lagi Desa Kenderan sebagai desa wisata,’’ katanya. Mengawali gerakan tersebut, Pokdarwis Kenderan menyelenggarakan Festival Holy Water. Festival yang berlangsung selama sehari ini diselenggarakan pada 3 Juni mendatang. Festival ini
sebagai salah satu cara untuk mem-branding Desa Wisata Kenderan, karena dalam festival ini masyarakat akan memperkenalkan air dari sisi sains dan ritual. Dijelaskannya, Desa Kenderan yang terdiri dari 10 banjar dinas dan 3 banjar adat memiliki 11 beji sebagai sumber air. Setiap mata air memiliki keunikan dan cerita tersendiri. Seperti beji di Pura Telagawaja, secara arkeologi diketahui dulunya sebagai tempat pertapaan. ‘’Di sana ada ceruk yang secara arkeologi diketahui sebagai tempat pertapaan dan secara mitologi
diyakini juga untuk meminta momongan,’’ katanya. Festival akan diawali dengan presentasi tentang sebelas titik holy water di Desa Kenderan. Setelah itu, pengunjung diajak mengunjungi tiga titik sumber air suci, di antaranya Pesiraman Dedari Desa Adat Delod Belumbang, Pesiraman Darma Keling di Desa Adat Manuaba dan Pura Telaga Waja di Desa Adat Kendran. ‘’Jadi, dari siang hingga sore, acara kita pecah menjadi di 3 tempat agar pengunjung mengenal lebih dalam seluruh kawasan Desa Kenderan,’’ katanya. Usai
mengunjungi 3 sumber air itu, pengunjung juga akan diajak ke Air Terjun Manuaba yang ada di Desa Kenderan. Lima belas hari kemudian, pengunjung akan diajak mengikuti rangkaian upacara mapeed di Pura Griya Sakti Manuaba. Di lokasi itu diselenggarakan upacara mapaad ngaturan toya ning. ‘’Dalam upacara, ini kalau cewek membawa beruk ke pura, kalau yang laki membawa bambu berisi air. Itu dihaturkan di Pura Griya Sakti Manuaba diiringi baleganjur dari setiap banjar,’’ katanya. (kmb35)
Bali Post/ist
WISATAWAN - Wisatawan berkunjung ke Air Terjun Manuaba di Desa Kenderan.
JEMBRANA
10
Jumat Paing, 1 Juni 2018
Ratusan Prajurit Kodim Dites Urine
Negara (Bali Post) -
Maraknya kasus penyalahgunaan narkoba di Bali, termasuk juga di Kabupaten Jembrana, menjadi perhatian serius Dandim 1617/Jembrana. Guna mengantisipasi lebih meluaskan peredaran narkoba, ratusan prajurit Kodim melaksanakan tes urine secara mendadak, Senin (28/5) lalu. Dandim 1617/Jembrana Letkol Kav. Djefri Marsono Hanok mengatakan tidak akan mentoleransi anggotanya jika terbukti terlibat kasus narkoba. Tentunya, sanksi tegas akan diberikan. Bahkan, sanksi yang paling berat yakni pemecatan. ‘’Kenapa kita lakukan ini
(tes urine) terus-menerus. Ini merupakan peringatan bagi anggota agar tidak terlibat dalam kasus narkoba, baik sebagai pemakai, pengedar, maupun bandar serta menjadi back-up bandar narkoba,’’ tegasnya. Dari ratusan prajurit Kodim yang dites urine, semuanya dinyatakan negatif atau bebas dari barang haram tersebut. Sementara dokter penguji tes urine dari Dinas Kesehatan Jembrana, dr. Dedi Kusmawan mengatakan hasil pengecekan semua negatif. ‘’Saya harap ini agar terus dipertahankan supaya prajurit TNI benarbenar bersih dari narkoba,’’ harapnya. (kmb)
Krama Subak Tolak Proyek Pipanisasi di Bendungan Benel
Bali Post/olo
Negara (Bali Post) –
Sejumlah subak yang selama ini mengandalkan pasokan air pengairan dari Bendungan Benel melakukan protes atas adanya pembangunan sistem penyediaan air baku (air minum) di waduk tersebut. Keberadaan proyek pipanisasi air dari pemerintah pusat ini ditolak mentah-mentah. Bahkan, dalam rapat sosialisasi di Balai Desa Kaliakah yang melibatkan pihak terkait ini sempat ricuh. Puluhan krama Subak Benel juga meninggalkan sosialisasi sebelum kegiatan selesai.
Bali Post/kmb
TES URINE - Suasana tes urine yang dilaksanakan jajaran Kodim 1617/Jembrana.
Rusak, Baliho Paslon Belum Diperbaiki Negara (Bali Post) -
Sebuah baliho salah satu pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Bali di simpang empat Kaliakah-Baluk, rusak. Baliho yang ditopang dengan sandaran dan kerangka besi itu hingga kini masih tergeletak di pinggir jalan setempat. Dari informasi, Kamis (31/5) kemarin, baliho berukuran 4 x 6 meter ini roboh beberapa hari lalu. Tetapi hingga berhari-hari, baliho yang terpasang berdampingan dengan baliho bergambar paslon lainnya itu belum diperbaiki. Oleh warga, baliho yang sempat terjatuh di tengah jalan itu hanya dipinggirkan. Selain baliho banyak alat peraga kampanye (APK) lainnya yang rusak, namun bentuknya lebih kecil. Seperti umbul-umbul yang banyak dipasang di masing-masing desa juga banyak yang rusak. Namun untuk baliho yang ukurannya jumbo ini baru satu ini ambruk. Diperkirakan, pemasangan baliho itu kurang kuat, sehingga mudah ambruk kendati penyangga besi telah dicor dengan beton.
Sementara itu, Ketua KPU Jembrana I Gusti Ngurah Agus Darma Sanjaya mengatakan terkait baliho salah satu paslon yang ambruk itu pihaknya telah menghubungi rekanan yang membuat serta memasang baliho. Selain itu, pihaknya juga telah menghubungi tim pemenangan salah satu paslon tersebut. Menurutnya, rangka besi itu milik rekanan. Pihak tim pemenangan juga meminta untuk memasang kembali baliho yang roboh itu. Selanjutnya nanti akan dikoordinasikan dengan pihak rekanan untuk pemasangannya kembali. Hampir seluruh APK yang terpasang, baik pembuatannya serta pemasangan difasilitasi KPU Provinsi Bali. Akan tetapi, setelah dipasang dan diserahkanterimakan ke masing-masing tim pemenangan, tanggung jawab perawatan sudah di masingmasing tim tersebut. Ketika diterjang angin kencang, rangka baliho yang lepas dan nyaris roboh itu pemeliharaannya ada di masing-masing paslon. (kmb26)
Klian Subak Benel Ketut Artawan, Kamis (31/5) kemarin, mengatakan krama subak sangat keberatan dengan adanya proyek tersebut. Mereka mempertanyakan bagaimana air Bendungan Benel akan digunakan untuk air minum. Sementara selama bertahuntahun mereka kekurangan pasokan air. ‘’Apalagi nanti akan dibagi untuk pipa air minum. Kami menolak keras. Sekarang saja subak kami kekurangan air,’’ terangnya. Ia menjelaskan dampak lainnya juga terhadap subak lain yang lokasinya berada di
bawah Subak Benel. Tentunya, pasokan air akan makin berkurang. Ia mencontohkan saat musim hujan, debit air di bendungan banyak. Terkadang krama subak masih rebutan untuk mendapatkan pasokan air. Selain harus bergilir mendapat bagian, di internal krama subak sendiri harus begadang sampai pagi menunggu pasokan air. Dengan demikian, sangat mengherankan jika sampai muncul kajian air bendungan bisa dibagi lagi untuk pipanisasi. Ia meyakini sembilan subak lainnya juga akan
menolak karena kondisinya sama. Bahkan di subak lainnya itu, banyak yang menggantungkan air dari sumur bor. Diakui fungsi bendungan selain untuk saluran irigasi memang juga diperuntukkan air baku. Tetapi, semestinya harus dikaji lebih mendalam dan melihat riil di lapangan. Krama pun mempertanyakan hal ini kenapa justru saat proyek sudah mau berjalan, baru dilakukan sosialisasi. Puncak penolakan krama Subak Benel terjadi saat rapat di Balai Desa akhir pekan lalu. Sekitar 30 krama walk out
saat rapat berlangsung. Dalam rapat itu juga melibatkan Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Kawasan Permukiman (PUPRPKP), konsultan, dan kontraktor. Dari informasi yang dihimpun, proyek sudah akan berjalan dengan anggaran Rp 14,6 miliar. Proyek yang dikerjakan Rahmat Utama Mulia ini dengan pagu Rp 17,6 miliar dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Sementara Kepala Desa Kaliakah, Made Bagiarta, membenarkan terkait rapat di Balai Desa Kaliakah tersebut. Bagiarta juga tidak menampik terkait adanya penolakan dari krama Subak Benel tersebut. ‘’Memang sempat bubar sebelum acara selesai,’’ ujarnya. Di pihak lain, Kepala Dinas PUPRPKP Jembrana, I
Wayan Darwin, mengatakan sebenarnya bendungan itu diperuntukkan untuk kepentingan orang banyak. Dari pihak pemilik bendungan (PU) tentunya sudah dihitung bahwa air yang digunakan untuk air baku tidak mengganggu kepentingan irigasi. Kelebihan air yang berada di bendungan yang akan dipergunakan. Misalnya kalau musim kemarau, air tidak mungkin diganggu khusus untuk irigasi. ‘’Nanti kami akan turun dan memberikan penjelasan. Harus berpikir untuk kepentingan bersama. Contohnya, Bendungan Titab yang berada di Buleleng diperuntukkan untuk Gerokgak dan Melaya (Jembrana). Itu sebenarnya di sana juga menolak, tetapi sudah ada hitung-hitungan semua. Tidak mungkin (air waduk) akan berkurang,’’ terang Darwin. (kmb26)
Jembrana Sabet Predikat WTP Empat Kali Berturut-turut
WTP – Bupati Jembrana I Putu Artha saat menerima hasil laporan pengelolaan keuangan dari BPK RI perwakilan Bali. Untuk keempat kalinya berturut-turut, Kabupaten Jembrana mendapatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
UNTUK keempat kalinya secara berturut-turut, Pemkab Jembrana di bawah kepemimpinan Bupati I Putu Artha serta Wabup I Made Kembang Hartawan kembali meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Opini tertinggi dalam pengelolaan keuangan BPK RI itu diserahkan Kepala BPK Perwakilan Bali Yulindra Tri Kusumo Nugroho dan diterima Bupati Artha bertempat di Denpasar, Senin (28/5). Turut hadir dalam acara penyerahan laporan hasil pemeriksaan keuangan daerah tahun anggaran 2017 tersebut, seluruh pimpinan daerah kabupaten/ kota se-Bali. Kepala BPK Perwakilan Bali Yulindra Tri Kusumo Nugroho mengatakan, Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) sesuai dengan amanat UU No. 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuan-
gan Negara. Ia juga mengatakan laporan keuangan pemerintah daerah tahun 2017 itu disusun berdasarkan standar akuntansi pemerintah berbasis akrual. Sistem pelaporan ini juga sudah memasuki tahun ketiga. Ada tiga laporan yang diserahkan BPK. Pertama, LHP atas keuangan TA 2017. Kedua, LHP atas sistem pengendalian interen. Ketiga, LHP atas kepatuhan peraturan perundangan. ‘’Sesuai dengan visi dan misinya, BPK memiliki tanggung jawab dalam peningkatan tata kelola pemerintahan melalui pemeriksaan keuangan. Salah satunya melalui pemeriksaan keuangan pemerintahan daerah dan sejauh mana kepatuhan pemerintah daerah menjalankannya,’’ ujar Yulindra. Dalam laporan hasil pemeriksaan keuangan tersebut, tahun anggaran 2017, se-
luruh kabupaten/kota di Bali, mendapat predikat WTP. ‘’Predikat tersebut patut disyukuri, namun kualitas pengelolaan keuangan serta pelayanan kepada masyarakat mesti terus ditingkatkan,’’ kata Yulindra. Atas raihan WTP itu, Bupati Artha mengucapkan terima kasih atas kinerja seluruh jajarannya. Menurutnya, predikat tertinggi dari BPK itu juga wujud kerja keras semua pihak, mulai dari tingkat desa sampai masing-masing OPD yang telah membantu membuat pertanggungjawaban pengelolaan keuangan. ‘’Prestasi ini tentu sangat membanggakan kami atas capaian WTP yang keempat kalinya. Kita juga sampaikan terima kasih atas terjalinnya kerja sama serta pembinaan yang diberikan oleh BPK Perwakilan Bali, sehingga pengelolaan keuangan di Jembrana semakin baik,’’ ujar Artha. (ad1476)
Antisipasi Antrean di Gilimanuk
Parkir Kargo Dirancang untuk Transit Mobil Negara (Bali Post) –
Bali Post/olo
ROBOH – Baliho salah satu paslon yang roboh di simpamg empat Tugu Kaliakah, Negara.
Antisipasi membeludaknya antrean kendaraan, khususnya kendaraan kecil (KK) atau mobil saat arus mudik, sejumlah upaya rekayasa lalu lintas di Gilimanuk mulai dipersiapkan. Berdasarkan evaluasi penanganan tahun lalu, ada sejumlah upaya baru untuk mengatasi kemacetan. Salah satunya memanfaatkan fasilitas parkir/kargo yang berada di Lingkungan Penginuman, sebelum pengalihan arus ke gang-gang. Kasat Lantas Polres Jembrana AKP Yoga Widyatmoko saat dikonfirmasi seusai rapat koordinasi belum lama ini, mengatakan fokus untuk tahun ini adalah mengurai antrean, khususnya KK atau mobil pribadi. Water barrier untuk pemisah jalur tetap akan dipasang di sepanjang
jalan menuju Cekik yang saat ini masih belum terpasangi median pembatas permanen. ‘’Untuk KK tetap kita pecah di gang-gang (di Kelurahan Gilimanuk) yang langsung menuju Terminal Manuver tepat sebelum loket tiket. Selain itu juga kita manfaatkan Terminal Kargo di Gelung Kori,’’ terangnya. Dengan asumsi luas areal lahan terbuka itu hingga tiga hektar lebih diperkirakan bisa menampung lebih dari ratusan unit mobil pribadi, sehingga antrean bisa diurai tidak sampai berkilo-kilometer. Sebelum masuk ke ganggang, mobil diarahkan ke Kargo Gilimanuk yang belum dipergunakan tersebut. Sedangkan untuk jalur jalan ke pelabuhan diperuntukkan bagi para pemudik yang mengendarai sepeda motor. Begitu
juga truk-truk dan bus umum melintas di jalan tersebut. Selain itu, untuk mempercepat antrean diharapkan ada loket khusus untuk kendaraan roda empat atau KK ini sebelum loket tiket. Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan, Kelautan dan Perikanan Pemkab Jembrana I Made Maharimbawa mengatakan, terkait penggunaan lahan fasilitas parkir di Gilimanuk itu bisa dipergunakan menampung kendaraan-kendaraan pemudik, khususnya mobil pribadi. Untuk akses menuju ganggang yang masih terputus, nantinya salah satu pagar pembatas akan dijebol. Parkir kargo saat ini memang belum digunakan lantaran masih menunggu payung hukum berupa peraturan daerah (perda). (kmb26)
Bali Post/olo
PARKIR KARGO - Areal parkir kargo yang berada di dekat Gelung Kori, Gilimanuk yang saat ini kosong akan dimanfaatkan untuk transit kendaraan mobil pemudik sebelum masuk ke gang-gang.
Jumat Paing, 1 Juni 2018
BULELENG
11
SOSOK Wisata Tirta
PENGELOLAAN sektor pariwisata di Buleleng terus digenjot. Tidak saja lewat promosi dan menggelar event yang sudah masuk dalam jadwal rutin, namun penggalian potensi wisata baru semakin digalakkan. Salah satunya adalah mengembangkan wisata tirta. Ini dilakukan dengan memanfaatkan kawasan Bendungan Titab-Ularan yang mulai beroperasi. Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Buleleng Ir. Nyoman Sutrisna, M.M. mengatakan, sesuai perencanaan pemerintah pusat pemanfaatan Bendungan Titab-Ularan selain untuk menunjang irigasi pertanian di Buleleng Barat, infrastruktur ini juga difungsikan untuk Daerah Tujuan Wisata (DTW). Pihaknya bekerja sama dengan Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja mencoba untuk menggarap program pemanfaatan kawasan Bendungan Titab-Ularan menjadi kawasan wisata tirta. ‘’Mulai tahun 2017 saya menyusun program. Bersamaan dengan itu Undiksha tertarik membantu kita untuk mengembangkan wisata titra di sana. Ini masih berproses dan Undiksha sendiri menggulirkan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang dibiayai oleh Kementerian Riset Teknologi Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti),’’ katanya, Kamis (31/5) kemarin. Mantan Kepala Dinas Perikanan Kelautan (Diskanla) yang sekarang Dinas Perikanan ini menambahkan, dari program yang disusun kemasan wisata tirta Bendungan Tita-Ularan adalah atraksi wisata air di genangan bandungan dan juga di hilir dijadikan jalur rafting. Sementara segmentasi pengunjung, pria yang juga menjabat Klian Desa Pakraman Buleleng ini mengatakan tidak ada segmentasi pengunjung tertentu. Untuk itu, wisatawan domestik (wisdom) dan wisatawan mancanegara (wisman) menjadi sasaran pengembangan wisata tira Tiba-Ularan. ‘’Seperti di Gianyar, wisata tirta sangat potensial, sehingga dengan pengembangan ini kami yakin akan ada destinasi buatan baru yang bisa menarik minat kunungan, baik wisdom maupun wisman itu sendiri,’’ jelasnya. (mud)
BEE 2018
Seribu Siswa Tiup Seruling, Dipandu Musisi Gus Teja BULELENG Education Expo (BEE) tahun 2018 kembali dihelat Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga (Disdikpora) Buleleng. Event bagi siswa SD dan SMP ini selalu dikemas baru. Seperti tahun ini perbedaan yang ditunjukkan adalah gerakan meniup seruling massal. Panitia juga khusus mendatangkan musisi kondang Agus Teja Sentosa, S.Sn. atau akrab disapa Gus Teja. Satu tujuan gerakan meniup seruling massal ini untuk memberikan edukasi kepada anak-anak memanfaatkan seni dan budaya lokal untuk berkreasi di zaman milenial sekarang ini. BEE akan dihelat mulai 10 Juni 2018 dan berakhir 14 Juni 2018 di Gedung Kesenian Gde Manik, Jalan Udayana, Singaraja. Selain memanBali Post/mud faatkan areal gedung, Gede Suyasa panitia juga menyiapkan panggung dan 40 stan untuk masing-masing perwakilan SD dan SMP di Bali Utara. Selain diisi aktivitas kreasi, seni, dan unjuk prestasi siswa, pada ajang BEE juga digelar seminar tentang model pembelajaran di kelas. Kepala Disdikpora Buleleng Gede Suyasa belum lama ini mengatakan, di zaman generasi milenial seperti sekarang ini pemikiran siswa atau insan pendidik berpikir global. Namun dalam zaman ini, bertindak lokal atau kedaerahan juga penting. Sikap ini tentu saja dapat membentengi diri agar budaya lokal itu sendiri tidak terkubur oleh era globalisasi itu sendiri. Untuk itu, dengan meniup seruling massal ini sasaran yang ingin dicapai bagaimana mengajarkan anakanak mencintai budaya daerah agar tidak punah. Dengan menghadirkan musisi Bali Gus Teja diharapkan dapat menginspirasi siswa. Gus Teja dengan seruling bisa berkarya tidak saja di daerah sendiri, namun dikenal di luar daerah bahkan di dunia sekalipun. ‘’Intinya kami menghadirkan Gus Teja untuk mengajar anak-anak terbiasa meniup seruling. Selain itu, kita ingin tahu seperti apa kiat sukses Gus Teja yang bisa berkeliling dunia lewat seruling itu sendiri,’’ katanya. Selain seruling massal, gelaran BEE juga mengajarkan anak-anak dalam menyelamatkan lingkungan dari pencemaran sampah. Materi ini dituangkan dalam event Buleleng Recycle Carnaval. Lewat pawai ini anak-anak tidak saja menampilkan produk atau sebuah garapan pentas dengan yang menunjukkan upaya daur ulang sampah menjadi produk bermanfaat. Untuk Buleleng Recycle yang dihelat pada 11 Juni 2018 di lapangan Taman Kota Singaraja panitia akan melakukan penilaian kepada garapan peserta mulai dari proses daur ulang sampai pentas. (mud)
Kapal Pesiar Singgahi Lovina Singaraja (Bali Post) – Tidak hanya Pelabuhan Celukan Bawang Kecamatan Gerokgak sering disinggahi kapal pesiar. Kawasan Pantai Lovina Kecamatan Buleleng juga disinggahi para anak buah kapal (ABK) kapal pesiar asing. Seperti Kamis (31/5) kemarin, Kapal Pesiar MS. Star Clipper berlabuh di Pantai Lovina pukul 12.00 Wita. Sekitar 134 orang wisatawan asing menjadi menumpang kapal pesiar yang menggunakan layar tersebut. Kapal menurunkan jangkar sekitar 100 meter arah utara dari dermaga jeti pesisir Desa Kalibukbuk. Wisatawan terpaksa menggunakan sekoci untuk ke daratan. Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Buleleng Ir. Nyoman Sutrisna, M.M. mengatakan, dari 134 orang wisman yang ikut dalam rombongan kapal pesiar ini, ada 79 orang wisatawan memilih paket perjalanan wisata di Bali Utara. Objek yang dikunjungi itu seperti kawasan wisata Pura Ulun Danau, snorkeling di spot menyelam Pulau Menjangan, dan menikmati wisata Desa Munduk. Sementara penumpang lainnya menikmati suasana Pantai Lovina. Ada pula yang menggunakan jasa pemandu wisata setempat untuk berkunjung ke sejumlah tempat wisata Lovina. ‘’Sebagian besar penumpangnya itu dari Asia. Yang ikut tur memang sedikit, tapi sisanya itu berwisata di Lovina dan sekitarnya,’’ tegasnya. Setelah bersandar di Lovina, pukul 18.00 Wita kemarin Kapal Pesiar MS. Star Clipper melanjutkan pelayarannya menuju Pantai Senggigi, Nusa Tenggara Barat (NTB). (kmb38)
CENGKEH – Serangan JAP mengancam budi daya cengkeh di Buleleng.
Bali Post/kmb38
JAP Masih Mengancam Tanaman Cengkeh Singaraja (Bali Post) – Jamur akar putih (JAP) tampaknya masih menjadi musuh berat di kalangan petani cengkeh di Buleleng. Ini karena serangan JAP dapat menyebabkan kematian pada tanaman, hingga memicu terjadinya gagal panen. Apalagi, beberapa tahun belakangan ini, banyak petani menjual daun cengkeh untuk disuling, sehingga daun yang seharusnya membusuk untuk membunuh JAP justru semakin berkurang. Hal ini telah diatasi dengan larangan mengambil daun cengkeh dan menutup usaha penyulingan, sehingga pengambilan daun cengkeh bisa dikendalikan. Areal budi daya cengkeh di Buleleng saat ini tercatat seluas 7.875 hektar dengan jumlah petani 10.873 kepala keluarga (KK). Areal budi daya ini menyebar di Kecamatan Tejakula, Kubutambahan, Sawan, Sukasada, Buleleng, Banjar, Seririt, dan di Kecamatan Busungbiu. Dari usaha tani ini produktivitas tanaman berfluktuasi karena tergantung dengan cuaca dan pola pemeliharaan tanaman.
Rata-rata setiap satu hektar lahan produksinya 2.250 kilogram. Kepala Dinas Pertanian Nyoman Genep didampingi Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bidang Perkebunan Agung Adnyana, baru-baru ini mengatakan, cengkeh merupakan komoditas pertanian andalan di daerahnya. Namun, dalam pengembangan budi daya ini mengalami kendala serius. Dia mencontohkan,
kendala itu adalah perilaku petani yang belum berorientasi pada produktivitas tanaman. Petani terpaku memenuhi areal tanaman dan jarak tanam sering diabaikan. Pola ini memang baik untuk tanaman mampu tumbuh subur. Hanya, produktivitasnya justru tidak maksimal. ‘’Petani menganggap di lahan asal banyak pohon sudah bagus dan tanaman memang tumbuh subur, tapi faktanya
produktivitas ketika musim belum optimal,’’ katanya. Menurut Genep, penanaman yang kurang memerhatikan jarak tanam menyebabkan kelembaban di lahan itu sendiri tergolong tinggi. Kelembaban yang tinggi itu memudahkan JAP akan cepat berkembang biak. Berbeda jika jarak tanaman diatur, maka lahan areal tidak terlalu lembab. Penyinaran yang maksimal tidak saja membantu produktivitas tanaman berbunga, namun bibit penyakit JAP akan bisa dicegah sejak dini. ‘’Dahulu daun cengkeh banyak diambil untuk disuling, ditambah tanaman rapat dan kelembaban akan tinggi. Kondisi ini dengan cepat bibit JAP menyerang,’’ tegasnya. Di sisi lain, Genep menga-
takan, mengantisipasi serangan JAP, tahun ini Distan telah menyiapkan program pengendalian hama dan penyakit, utamanya JAP. Program ini digulirkan dengan menyasar 250 hektar lahan tersebar di beberapa kelompok subak di Bali Utara. Selain itu, untuk merehabilitasi tanaman yang beberapa tahun lalu terserang JAP, maka tahun ini Distan menyiapkan penggantian tanaman pada lahan seluas 200 hektar. ‘’Kita coba siapkan program pengendalian penyakit JAP dengan bertahap. Selain itu, lewat pendampingan PPL kami, sehingga pengembangan budi daya cengkeh di daerah kita berkembang dan produktivitasnya meningkat,’’ jelasnya. (kmb38)
Pemeriksaan LKPD 2017
Keempat Kalinya Buleleng Raih WTP BULELENG menunjukkan prestasinya dalam pengelolaan keuangan daerah. Kerja keras itu terbukti, penghargaan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)-RI diraih sampai empat kali berturut-turut dari 2015 sampai 2018. Terbaru, BPK RI memberi penghargaan dengan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Buleleng 2017. Penghargaan LHP atas LKPD 2017 itu diserahkan Kepala BPKRI Perwakilan Bali Yulindra Tri Kusumo Nugroho kepada Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana (PAS) pada Senin (18/5) lalu. Turut mendampingi Bupati dalam penyerahan penghargaan itu Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna. Bupati menjelaskan, raihan opini WTP keempat kalinya berkat kerja keras jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), DPRD, dan komponen masyarakat. Pihaknya mengapresiasi BPK RI Perwakilan Bali setelah selama ini rutin memberi pembinaan teknis
WTP – Bupati Bueleng Putu Agus Suradnyana menerima penghargaan WTP dari BPK-RI atas pemeriksaan LKPD 2017. keuangan. Bupati asal Desa Banyuatis Kecamatan Banjar ini mengatakan, semangat dari pemeriksaan dan pemberian opini oleh
BPK RI ini adalah akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah. Akuntabilitas sangat diperlukan dalam sebuah pengelolaan keuangan daerah. Oleh karena
itu, pihaknya bertekad terus meningkatkan akuntabilitas tersebut dalam semua bidang di Buleleng, termasuk pengelolaan aset di daerahnya. ‘’Semangat
dari pemeriksaan dan opini ini adalah akuntabilitas. Saya bertekad akan terus meningkatkan akuntabilitas tersebut di Buleleng,’’ katanya. Inspektur Daerah Buleleng Putu Yasa mengatakan, setelah Laporan Standar Pengawasan Internal (SPI) diserahkan, pihaknya melakukan pengawasan dalam pengelolaan keuangan di daerah. Selain keuangan, pengelolaan aset di daerah ini menjadi target pengawasan. ‘’Kami akan terus melakukan pengawasan internal. Termasuk bidang keuangan dan aset,’’ ungkapnya. Yasa menambahkan, berdasarkan rekomendasi dan temuan BPK RI, Buleleng tidak ditemukan adanya indikasi kerugian negara. Hanya, masih ada permasalahan pada administrasi. Menurutnya, masalah ini terus dikawal dan diberikan pendampingan. Rekomendasi dari BPK diberikan waktu 60 hari untuk menjalankannya. ‘’Tidak ada kerugian negara dan dalam 60 hari untuk menjalankan rekomendasi dari BPK,’’ tegasnya. (ad1478)
KLUNGKUNG
12
Jumat Paing, 1 Juni 2018
Di Nusa Lembongan
SOSOK Kembangkan Pertanian Organik POTENSI pertanian di Kabupaten Klungkung masih cukup besar. Kondisi lingkungan yang mendukung, sangat cocok untuk pengembangan sistem organik, terutana sayuran yang banyak diminati di pasaran. ‘’Komoditas organik, seperti sayuran semakin diminati. Ini prospek untuk dikembangkan,’’ ungkap penggiat pertanian sehat ramah lingkungan, I Wayan Sulendra, Kamis (31/5) kemarin. Menurut pria asal Kelurahan Semarapura Klod ini, menciptakan pertanian ramah lingkungan tak lepas dari pola pikir petani. Saat ini masih cukup sulit untuk diarahkan. Sebab, sudah sangat lama mengandalkan pupuk kimia. Itu seakan-akan dipandang lebih praktis. Namun tanpa disadari, secara perlahan tapi pasti telah merusak kesuburan lahan. ‘’Masih sangat sulit mengubah pola pikir petani untuk menerapkan pertanian organik. Padahal dengan ini, kesuburan tanah akan lebih bagus baik secara fisik maupun secara kimiawi,’’ ujarnya. Mengembangkan partanian ini tidak bisa langsung mendatangkan hasil maksimal, namun perlu waktu sekitar empat tahun sejak awal peralihan dari kimia. Tahap awal perlu diadakan demplot dan pendampingan secara berkelanjutan. ‘’Dari hasilnya, disosialisasikan secara nyata, dengan demikian petani ada kecenderungan untuk mengikuti,’’ ucapnya. Bagi pria paruh baya ini, pertanian organik bukanlah barang baru. Sudah ada sebelum ditemukan pupuk dan obat-obatan kimia sintetis. Namun mulai tergeser seiring dengan kehidupan petani yang ingin lebih praktis dan tuntutan peningkatan produksi dari pemerintah. ‘’Kalau diterapkan dengan baik, produksi pertanian organik bisa sama dengan kimia. Justru bisa lebih sehat dan baik untuk dikonsumsi,’’ tandasnya. (sos)
Banyak Hotel dan Restoran Tak Penuhi Standar Keamanan
Umanis Galungan
Desa Wisata Kamasan Sepi Pengunjung Semarapura (Bali Post) Kunjungan ke sejumlah objek wisata bertepatan dengan umanis Galungan, Kamis (31/5) kemarin, cenderung melonjak. Namun, berbeda halnya dengan Desa Wisata Kamasan, Kabupaten Klungkung, hanya sebagai penonton. Kunjungan ramai masih sebatas mimpi. Desa wisata yang tak jauh dengan pusat kota Semarapura ini menawarkan lukisan wayang Kamasan sebagai daya tarik. Bahkan, ciri khas itu membuat pemkab menetapkan sebagai desa wisata. Namun, beberapa tahun berjalan, nyaris tak ada perkembangan. Kunjungan wisatawan masih sangat minim. ‘’Umanis Galungan sekarang juga sepi. Tidak ada kunjungan,’’ ungkap Perbekel setempat, Ida Bagus Ketut Danendra. Disampaikan lebih lanjut, awal ditetapkan sebagai desa wisata, masyarakat sangat berharap besar akan adanya kunjungan secara berkelanjutan yang akhirnya berimbas pada perekonomian yang semakin baik. Akan tetapi, fakta di lapangan justru berbeda. Tak ada perubahan dengan sebelumnya. ‘’Status desa wisata belum memberikan dampak terhadap kunjungan,’’ jelasnya. Ditegaskan, promosi sudah terus digencarkan. Baik oleh masyarakat, pemkab maupun perbankan yang diajak bekerja
sama dan membentuk rumah kreatif. ‘’Promosi sudah terus jalan. Mungkin wisatawan memang kurang tertarik untuk melihat wisata lukisan. Kami juga telah merencanakan untuk revitalisasi pasar. Ini salah satunya untuk mendukung desa wisata,’’ ucapnya. Desa wisata yang bertetangga dengan Desa Gelgel ini juga masuk sebagai salah satu bagian city tour yang digagas pemkab akhir 2017. Lagi-lagi, itu belum mampu memberikan ‘’kehidupan’’. Ini pun diakui Danendra. Berbeda dengan kunjungan di objek wisata Tukad Unda, Desa Paksebali, Kecamatan Dawan, meningkat cukup signifikan dibanding hari biasanya. ‘’Kunjungan pagi saja ada sekitar empat ratus orang. Tentu meningkat dari hari biasa yang masih puluhan sampai seratusan,’’ ucap Perbekel Paksebali Putu Ariadi. Ditambahkan, kunjungan juga tak hanya masyarakat lokal. Tetapi juga asing maupun luar daerah. Ini telah berlangsung sejak Galungan. ‘’Masyarakat non-Hindu banyak yang ke sini. Mengisi waktu liburan,’’ jelasnya. Guna mendukung hal itu, desa berencana menata objek wisata yang tak jauh dari Desa Kamasan ini. ‘’Rencana setelah Kuningan akan membangun patung ikan. Ada juga kolam. Itu pakai dana desa,’’ imbuhnya. (kmb45)
Bali Post/sos
LUKISAN - Perempuan di Desa Kamasan tengah menyelesaikan lukisan wayang Kamasan. Ini sebagai daya tarik wisata. Namun saat Umanis Galungan, Kamis (31/5) kemarin, kunjungan sepi.
Bali Post/sos
Semarapura (Bali Post) -
Pembangunan hotel dan restoran di Nusa Lembongan Kecamatan Nusa Penida, Klungkung semakin pesat. Namun di balik itu, sebagian besar masih ‘’mengabaikan’’ peralatan pemadam kebakaran (damkar). Padahal, bencana tersebut sangat rawan terjadi. Melihat kondisi ini, standar keamanan pun tidak terpenuhi. Kasatpol PP dan Pemadam Kebakaran Klungkung I Putu Suarta mengakui itu, Kamis (31/5) kemarin. Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Klungkung ini menyatakan hal tersebut terungkap saat pemeriksaan baru-baru ini. Beberapa hotel dan restoran sejatinya dilengkapi avar, namun sudah dalam kondisi kedaluwarsa. Ada pula dalam
bentuk peralatan yang lebih canggih, tetapi tidak bisa dioperasikan. ‘’Beberapa yang kami cek, tidak ada yang memenuhi standar keamanan untuk kebakaran,’’ jelasnya. Amukan si jago merah sangat rawan terjadi pada bangunan-bangunan itu, terlebih yang beratap ilalang. Sebab tak saja bersentuhan dengan instalasi listrik, tetapi juga sangat melekat dengan
aktivitas di dapur. Mengantisipasi itu, pemilik sudah diberikan pembinaan dan terus diawasi. ‘’Ini menyangkut keamananan. Apalagi sebagai daerah pariwisata,’’ katanya. Sesuai standar, peralatan pemadam wajib ada di setiap ruangan untuk mempercepat penanganan. Pejabat asal Lingkungan Pegending, Kelurahan Semarapura Kauh ini juga menyatakan sampai
sekarang Nusa Lembongan belum bisa terjangkau mobil pemadam kebakaran dari Nusa Gede. Itu karena nihilnya akses. ‘’Mobil pemadam secara khusus juga belum ada di sana. Ini sudah selalu diusulkan setiap tahun. Tapi belum dapat. Karena seperti itu, kami sangat mengharapkan pemilik hotel maupun restoran bisa menyiapkan peralatan,’’ tegasnya. Di sisi lain, memasuki musim kemarau, kebakaran lahan di Kepulaun Nusa Penida juga sangat rawan terjadi. Oleh sebab itu, masyarakat diminta untuk waspada. ‘’Re-
rumputan, terutama di bukit sudah mulai kering. Cukup rawan terbakar. Ini patut diwaspadai. Masyarakat juga jangan sembarangan membakar,’’ tandas Suarta. Ketua Perhimpuran Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Klungkung I Wayan Kariana mengaku segera membahas soal peralatan kemananan pada akomodasi pariwisata dengan pemilik. Langkah tersebut juga akan bekerja sama dengan instansi terkait. ‘’Sekarang belum dibahas. Tetapi kami sudah mengarah ke sana. Memang aspek keamanan sangat penting,’’ katanya. (kmb45)
Soal Tunggakan Pajak
Nyali Pemkab Dipertanyakan, Diminta Harus Tegas Semarapura (Bali Post) Tunggakan Pajak Hotel dan Restoran (PHR) maupun Bumi dan Bangunan Perkotaan dan Perdesaan (PBB-P2) menjadi sorotan kalangan legislatif. Anggota Komisi III DPRD Klungkung Sang Nyoman Putrayasa mempertanyakan nyali pemkab dalam menuntaskan hal itu. Politikus PDI-P ini meminta pemkab untuk bisa bersikap tegas. ‘’Pemerintah daerah punya nyali gak untuk menindak tegas pada pelaku pajak yang nakal? Apalagi hotel dan restoran, sumber pajaknya kan dari pengunjung atau customer. Itu kan titipan. Kenapa tidak disetor ke pajak. Ini harus ditindak tegas,’’ ungkapnya, Kamis (31/5) kemarin. Wakil rakyat asal Desa Nyalian Kecamatan Banjarangkan ini mengungkapkan,
Klungkung yang pendapatan asli daerahnya tergolong kecil harus mampu mengelola pajak secara maksimal. Fungsinya sangat penting dalam menunjang pembangunan daerah, tunggakan harus bisa dihindarkan. ‘’Daerah sangat bergantung pada pajak untuk pembangunan. Ini harus diperhatikan serius. Jangan sampai tunggakan terus berlanjut,’’ katanya. Di tengah langkah pemkab menerapkan program smart city, pihaknya pun mendorong pembayaran pajak bisa semakin banyak menggunakan sistem elektronik. Ini tak sebatas bisa lebih praktis, namun juga menghindari kebocoran. ‘’Sekarang pemkab harus bisa menerapkan sistem e-Pajak. Harus bisa cepat, sehingga apa yang menjadi harapan kita bisa tercapai,’’ sebutnya.
Langkah pemkab yang berencana untuk melakukan audit terhadap para penunggak maupun yang terindikasi melaporkan pajak fiktif juga sangat didukung. Bahkan diharapkan tak sebatas wacana. ‘’Tapping box juga harus diperbanyak. Harus ‘ditongkrongin’ wajib pajaknya. Jangan sampai ada yang nunggak. Apalagi sampai numpuk,’’ tandasnya. Seperti berita sebelumnya, Kepala Bidang Penagihan, Keberatan, Penelitian dan Pelaporan Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Klungkung Cokorda Raka Sudarsana membeberkan sesuai data Desember 2017, tunggakan pajak hotel mencapai Rp 804.225.811,09. Sementara untuk restoran Rp 891.178.097,81. Pemungutannya telah diupayakan bisa
tuntas secepatnya. Namun, beberapa pengusaha ada yang berdalih belum bisa melunasi karena pendapatannya lesu. Tak hanya itu, dari ratusan hotel dan restoran yang dominan berada di Nusa Penida, beberapa ditengarai ada yang melaporkan pajak fiktif. Pihaknya menggulirkan rencana untuk melakukan audit. Namun sebelum itu, dilakukan pendataan. Sementara itu untuk tunggakan PBB-P2, sesuai data per Desember 2017, tergolong tinggi, sebesar Rp 26.760.418.485. Itu ada limpahan dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) pada 2014. Memastikan itu, sejak 2015 dilakukan validasi ke lapangan dan masih berlangsung sampai saat ini. ‘’Untuk itu sedang validasi dan sekarang masih berjalan,’’ sebutnya. (kmb45)
Bali Post/sos
Sang Nyoman Putrayasa
Ketika Aksara Bali Makin Asing
Seni Baligrafi Sekelumit Media Pengingat AKSARA Bali telah menjadi warisan yang adiluhung. Di tengah zaman yang semakin modern, keberadaannya dihadapkan sebuah tantangan. Generasi penerus cenderung ‘’menganaktirikan’’. Lesu darah untuk mempelajari, mengembalikan taksu-nya. Sekolah sebagai lembaga pendidikan pun mencari solusi untuk mengatasi itu. Seperti apa caranya? Ketika itu, suasana di Lapangan Puputan Klungkung berbeda dari hari biasanya. Dekat Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kanya berdiri tenda kuning, menjadi warna dominan. Siswa dari sejumlah sekolah pun lalu lalang. Bak laron tengah mengepung sinar di malam hari. Guru-guru pun tak mau ketinggalan. Ingin menyaksikan berbagai karya siswa yang dipamerkan dalam acara peringatakan bulan pendidikan itu. Karya itu sangat variatif. Ada produk daur ulang sampah plastik, hingga ber-
bagai anyaman daun kelapa. Memadati meja yang cukup panjang. Memunculkan daya tarik hingga ingin melirik. Nampak klasik dan unik. Diperhatikan lebih jauh, tepat di tengah-tengah nampak beberapa lukisan yang terpajang di dinding. Sangat berbeda dengan lainnya. Tak ada yang sama. Benar-benar beda. Yang digoreskan sang pelukis pada kertas berbingkai kaca bukanlah menggambarkan pepohonan. Bukan juga hamparan persawahan dengan padinya yang sudah menguning. Apalagi alur
sungai yang berkelok-kelok, bukan. Namun, dengan warna keemasan, lukisan itu menunjukkan sebuah gebogan. Menggambarkan susunan buah-buahan beralaskan dulang. Menarik, karena dikemas dalam bentuk Baligrafi. Lukisan yang menggunakan aksara Bali sebagai daya tariknya. Kesan rumit sangat kental terlihat. Aksara dirangkai menjadi satu kesatuan. Memancarkan kesan indah dan mataksu. Bersandingan di sebelahnya, juga ada lukisan serupa. Hanya, menggambarkan Ganesha. Goresan aksaranya sederhana, tetapi kesan seninya cukup kuat. Itu sekelumit karya siswa SMPN 2 Semarapura, sebagai pengingat aksara Bali
di masa kini. Cukup banyak yang melihatnya. Ditemui di sela-sela kesi-
bukannya, Kepala SMPN 2 Semarapura Ida Bagus Astawa tak memungkiri
Bali Post/sos
BALIGRAFI - Sejumlah lukisan Baligrafi dipajang dalam pameran peringatan bulan pendidikan beberapa hari lalu di Lapangan Puputan Klungkung.
aksara Bali menjadi sesuatu yang semakin asing di mata generasi muda. Sebagai lembaga pendidikan, pihaknya memiliki kewajiban untuk membangkitkan itu. Memadukannya dengan seni Baligrafi bisa sebagai salah satu strategi. ‘’Aksara Bali menjadi warisan yang adiluhung. Ini patut dilestarikan,’’ ungkapnya. Seni yang belum begitu berkembang ini sudah diaplikasikan beberapa tahun lalu di sekolahnya. Sebagai bagian dari mata pelajaran Bahasa Bali. Namum sejak 2017, dijadikan ujian praktik. Menurutnya, ini tak sebatas mengajarkan peserta didik untuk cinta warisan leluhur. Tetapi juga menggali potensi seni lain. ‘’Bentuk lukisan yang dibuat bermacam-macam.
Ada berupa dewa-dewa maupun palinggih. Tetapi tidak menghilangkan pakem aksara. Cara ini memiliki multikreativitas,’’ sebutnya. Sejak berjalan, animo siswa untuk menggeluti cukup tinggi. Bahkan, banyak karyanya langsung dipakai hiasan dinding. Mempermanis tampilan ruangan. Selain Baligrafi, pelestarian aksara Bali juga dilakukan melalui ekstrakurikuler nyurat lontar. Peminatnya cukup banyak. Beberapa sudah ada yang mengikuti perlombaan. Bahkan sudah berhasil mempersembahkan prestasi. ‘’Pada intinya, sekolah kami sangat concern dalam memberikan pendidikan budaya. Ini sudah diperkenalkan sejak awal,’’ tandasnya. (sos)
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Jumat Paing, 1 Juni 2018
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 70 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
LOWONGAN !Staf Bersih Rmh Kost,Pria,Max 24th,Tinggal Dlm/085238203818
B.BP.001.05.18.0001405
Cr SalesAcc HP&CCTV,Gj+Komisi Hub:PT.Vivan(HP:081237763718) B.BP.001.05.18.0001284
Dcr Gr Bhs Inggris,Matematika &Mipa Utk Bimbel 085237866176
B.BP.167.05.18.0001459
Dcr Wanita u/Staff Laundry, Jl. Mertasari No.76,H.081337346050
B.BP.001.05.18.0001443
Dcr fotografer berpengalaman keperluan villa property, gaji menarik.Tlp:0361-289742/CV kirim ke:asahrd2018@gmail.com
B.BP.001.05.18.0001447
Dicari PRT Tinggal/Tidur Dalam Hubungi:081338088487
B.BP.001.05.18.0001455
BIRO JASA
BIRO JASA
SERVICE
Tamat SMP, SMTA ayo bekerja jadi apa saja, mau bekerja dibidang kuliner. Lamaran ke Arowana Food Street Jl.Veteran 66 Denpasar
Dibuka Lowongan Kerja Segera untuk Reservasi Travel Lamaran dikirim Jl.Suwung Batan Kendal No.8C Sesetan
Marketing Public Relation S1, D3, mahasiswa bekerja sambil kuliah. Lamaran ke Bag. Marcom BP, Jl.Kepundung 67A Denpasar
Dibutuhkan staff accounting berpengalaman,berkepribadian baik dan menguasai Excel.Gaji menarik.Tlp:0361-289742/CV kirim ke:asahrd2018@gmail.com
G.02
G.03
Dibthkn Hair Dresser,Therapist yg Brpnglm Utk Salon & Spa di Kerobokan Hub:081293799814 B.BP.031.05.18.0001185
Dibthkn tukang utk memperbaiki Villa-Villa, berkepribadian baik.Gaji menarik. Tlp:0361-289742/CV kirim ke: asahrd2018@gmail.com B.BP.001.05.18.0001449
B.BP.001.05.18.0001460
B.BP.001.05.18.0001448
Dicari Segera 3org PRT,Tdr Dlm Gatsu Barat Hub:08123887433 B.BP.001.05.18.0001446
Dicari Sopir Hotel untuk Area Seminyak.Hubungi:08124622648 B.BP.001.05.18.0001454
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
PRT wnt Tgl Dlm ,Jjur,Rjn,KTP Gj. Brsh 2jt+Bns, 081287191221
B.BP.001.05.18.0001468
DIJUAL MOBIL MITSUBISHI
Dilelang Mitsubishi Outlander 2017 & Toyota Fortuner’2015 AsBali. Hubungi:089619874461 B.BP.001.05.18.0001321 TOYOTA
Avanza Veloz’2014 Asli Bali Tg1 Hub .Pak Bagus WA.08123968148 B.BP.001.05.18.0001473
DIJUAL MOTOR VESPA
Kryw laki u/TourCounter@Htl NusaDua085100469080,081918081900
Vespa Primavera’15 Hrg 27Jt Pulau Singkep 111A.087861376210
B.BP.001.05.18.0001444
B.BP.001.05.18.0001450
DIJUAL RUMAH
Rmh Tnh1A 225Jt,TnhKav1A 125Jt Mrga Tbn,Akss mbl 085100510495 B.BP.001.05.18.0001453
DIJUAL TANAH
Tanah 26 Are Sunset Road Utama Seminyak.Hubungi:085100867168 B.BP.004.05.18.0001471
DIJUAL RUKO
Dijl Ruko Kertawijaya Blok A1/ BuluhIndah26CDps 085100867168 B.BP.004.05.18.0001472
KEHILANGAN
Hlg Bk Kiur No.BPKB:L12165965O DK 9961 BP An.Zaini B.BP.001.05.18.0001467
Hlg Sertifikat Hak Milik AN: I Silur Nomor Hak:HM 00486 B.BP.001.05.18.0001391
BANGLI
14
Jumat Paing, 1 Juni 2018
Umanis Galungan
Desa Penglipuran Dipadati Pengunjung Bangli (Bali Post) Desa Wisata Penglipuran di Kelurahan Kubu, Bangli masih menjadi tempat favorit bagi masyarakat untuk menghabiskan liburannya. Seperti pada Umanis Galungan, Kamis (31/5) kemarin, ribuan warga dari berbagai wilayah memadati tempat wisata yang terkenal keunikan rumah warga dan kebersihan lingkungannya itu. Berdasarkan pantauan, pengunjung mulai ramai datang sejak pukul 08.00 wita. Kendaraan roda dua dan roda empat terus berdatangan ke objek wisata ini. Pengunjung didominasi remaja. Selain anak muda, rombongan keluarga juga ramai berkunjung. Mereka menikmati keindahan Desa Penglipuran sambil berswafoto. Setelah menjelajahi rumah tradisional dan hutan bambu, mereka beristirahat di bawah pohon yang ada di seputaran Desa Penglipuran. Pengelola Desa Wisata Penglipuran I Nengah Moneng mengatakan, jumlah pengunjung hampir sama dengan saat Umanis Galungan pada enam bulan lalu. ‘’Kita belum hitung jumlah pengunjung yang datang. Tapi kalau dilihat, tingkat kunjungan hampir sama dengan Umanis Galungan enam bulan lalu. Tidak ada peningkatan yang signifikan,’’ kata Moneng. Selain Penglipuran, objek wisata lainnya juga dipadati pengunjung. Sebut saja yang baru berdiri yakni objek wisata Mahapraja. Pengelola Mahapraja, I Ketut Nuadi Indra Sastrawan, mengungkapkan, tingkat kunjungan mengalami peningkatan dari hari-hari biasa. Sampai pukul 15.00 wita kemarin, pengunjung mencapai 1.500 orang dan didominasi remaja. ‘’Jumlah ini kemungkinan sedikit meningkat dibandingkan saat Ngembak Geni yang mencapai 1.700 orang,’’ ujarnya. (kmb41)
PENGLIPURAN - Pengunjung memadati Desa Wisata Penglipuran, Kamis (31/5) kemarin.
Lipat Surat Suara, KPU Libatkan Sejumlah Warga Bangli (Bali Post) – Ratusan ribu surat suara untuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Bali mulai disortir dan dilipat oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bangli pada Kamis (31/5) kemarin. Untuk penyortiran dan pelipatan surat suara, KPU Bangli melibatkan belasan tenaga dari masyarakat umum. Ditargetkan penyortiran dan pelipatan surat suara selesai pada Minggu (3/6) nanti. Berdasarkan pantauan siang kemarin, kegiatan penyortiran sekaligus pelipatan surat suara dilakukan di kantor KPU Bangli. Kegiatan itu sengaja dilakukan di kantor KPU untuk mempermudah pengawasan. Surat suara yang dikeluarkan dari dalam dus disortir terlebih dahulu. Tujuannya untuk memastikan tidak adanya kerusakan pada kertas suara. Komisioner KPU Bangli Putu Ariyanti Suningsih mengatakan, total jumlah surat suara yang akan disortir dan dilipat 188.862 lembar yang terbagi dalam 95 dus. Jumlah tersebut sudah termasuk surat suara cadangan 2,5 persen di masing-masing TPS. Dalam penyortiran dan
pelipatan ratusan ribu surat suara pada hari pertama kemarin, pihaknya melibatkan sekitar sebelas warga. ‘’Kita inginnya melibatkan 35-40 orang tenaga. Tapi karena masih suasana hari raya, sekarang yang membantu penyortiran dan pelipatan baru segini,’’ ujarnya. Warga yang dilibatkan dalam proses penyortiran dan pelipatan surat suara Pilgub, kata Ariyanti, dibayar dengan ongkos Rp 80 per satu lembar surat suara. Dalam melakukan proses penyortiran surat suara, tenaga yang dilibatkan harus mencermati kondisi kertas surat suara. Surat suara dianggap tidak layak digunakan jika ditemukan adanya kerusakan pada warna, kondisi kertas tidak simetris, terdapat bercak noda pada foto, nama dan nomor urut serta jika terdapat kerutan atau potongan pada salah satu sisi kertas. Jika selama proses penyortiran dan pelipatan ditemukan kondisi seperti itu, maka surat suara tersebut akan disisihkan untuk nantinya dikembalikan dan ditukarkan. ‘’Sejauh ini, belum ada surat suara yang ditemukan rusak,’’ tegasnya. (kmb40)
Bali Post/ina
SURAT SUARA - Proses pelipatan surat suara di KPU Bangli, Kamis (31/5) kemarin.
Bali Post/nan
Tiga Jalan Kabupaten Diusulkan Jadi Jalan Nasional
Bangli (Bali Post) –
Pemkab Bangli mengusulkan tiga ruas jalan di Bangli untuk ditingkatkan statusnya menjadi jalan strategis nasional. Dengan peningkatan status tersebut, diharapkan dapat memacu perekonomian dan pariwisata di kawasan sekitar. Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUTRPKP) Kabupaten Bangli Putu Widagunawan belum lama ini menyampaikan, sebagaimana usulan yang telah disampaikan Pemkab Bangli langsung ke Kemenpera RI pada 20 Mei lalu, tiga ruas jalan yang diusulkan ditingkatkan statusnya menjadi jalan strategis nasional
yakni ruas jalan PenulisanPinggan sepanjang 9,5 km, Pinggan-Belandingan sepanjang 2,7 km dan SonganBelandingan sepanjang 2,7 km. Total panjang ruas jalan yang diusulkan mencapai 14,9 km. Ketiga ruas jalan tersebut diusulkan dengan nama baru yakni ruas jalan Penulisan-Songan. Saat ini ketiga ruas jalan tersebut masih berstatus jalan kabupaten.
Disampaikan Widagunawan, selain sebagai jalur pariwisata, selama ini ketiga ruas jalan tersebut merupakan jalur lalu lintas yang ramai menuju tempat persembahyangan ke Pura Kahyangan Jagat yakni Pura Dalem Balingkang. Selain itu, kawasan tersebut juga merupakan jalur lalu lintas perekonomian antarkabupaten yakni Bangli, Buleleng dan Karangasem.
‘’Di satu sisi, lalu lintas yang ramai melewati jalan tersebut. Di sisi lain, lebar jalan yang kurang memenuhi persyaratan untuk dilewati kendaraan berbadan lebar,’’ ujarnya. Dengan diusulkannya ketiga ruas jalan itu untuk ditingkatkan statusnya menjadi jalan strategis nasional, diharapkan nantinya dapat memacu perekonomian dan pariwisata di daerah sekitar kawasan tersebut. Diharapkan juga proses otonomi daerah dapat berjalan dengan baik. Daerah-daerah di balik bukit kawasan Kin-
tamani diharapkan dapat lebih berkembang dengan meningkatnya perekonomian dan kesejahteraan masyarakatnya. Peningkatan status jalan diharapkan mampu memacu pengembangan objek wisata baru, di samping juga dapat menghubungkan Kabupaten Bangli dan Karangasem bagian timur dan Kabupaten Buleleng utara. ‘’Besar harapan kami agar usulan ketiga ruas jalan tersebut dapat dipertimbangkan untuk menjadi status jalan strategis nasional,’’ katanya. (kmb40)
Kabupaten Bangli Raih WTP Dua Kali Berturut-turut PEMERINTAH Kabupaten Bangli di bawah kepemimpinan Bupati I Made Gianyar dan Wakil Bupati Sang Nyoman Sedana Arta kembali menorehkan prestasi gemilang dalam tata kelola keuangan daerah. Hal itu dibuktikan dengan kembali diraihnya opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Bali atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun Anggaran 2017. Kepastian Kabupaten Bangli meraih WTP didapatkan setelah Kepala BPK Perwakilan Provinsi Bali Yulindra Tri Kusumo Nugroho menyerahkan langsung Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) kepada Bupati Bangli I Made Gianyar dan Ketua DPRD Bangli Ngakan Made Kutha Parwata di ruang Auditorium Kantor BPK Perwakilan Provinsi Bali, Senin (28/5). Selain Kabupaten Bangli, sejumlah kabupaten/kota lainnya di Bali juga meraih opini yang sama. Kepala BPK Perwakilan Provinsi Bali Yulindra Tri
Kusumo Nugroho mengatakan, LHP atas laporan keuangan yang diserahkan tersebut terdiri dari tiga bagian yakni LHP atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun Anggaran 2017, LHP atas Sistem Pengendalian Intern dan LHP atas Kepatuhan Terhadap Peraturan Perundang-undangan. Kata dia, meskipun berhasil meraih opini WTP, namun BPK masih menemukan adanya sejumlah kelemahan Sistem Pengendalian Intern (SPI) dalam penyusunan laporan keuangan dan ketidakpatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku. Atas kondisi itu, BPK telah memberikan sejumlah rekomendasi untuk ditindaklanjuti Pemerintah Kabupaten/ Kota, selambat-lambatnya 60 hari setelah LHP diterima. Namun, apabila ada temuan hasil pemeriksaan yang belum jelas, dapat mengusulkan pertemuan konsultasi dengan perwakilan BPK di Bali. ‘’Selamat kami sampaikan kepada kabupaten/kota yang sudah meraih opini WTP. Kita minta pemerintah kabupaten/
kota bisa terus meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan daerah,’’ kata Kusumo Nugroho. Sementara itu, Bupati Bangli I Made Gianyar menjelaskan, keberhasilan Kabupaten Bangli kembali meraih opini WTP untuk yang kedua kali secara berturut-turut, menjadi bukti nyata dari usaha dan kerja keras seluruh pegawai di lingkungan Pemkab Bangli yang telah melakukan perbaikan terhadap kelemahankelemahan yang terjadi dalam pengelolaan keuangan daerah selama ini. Meskipun Bangli dua kali secara berturut-turut meraih WTP, namun pihaknya tetap meminta pegawai di Bangli tidak cepat berpuas diri atau kendur dalam bekerja. Capaian ini bisa dijadikan motivasi untuk terus maju dan meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan di Kabupaten Bangli. ‘’Saya sampaikan kepada semua pegawai yang sudah berkerja dengan sangat keras. Tanpa kerja keras pegawai, tentu WTP tidak akan bisa kembali diraih,’’ ucapnya.
WTP - Suasana penyerahan LHP dari BPK. Kabupaten Bangli kembali meraih opini WTP dari BPK. Sementara itu, Ketua DPRD Bangli Ngakan Kutha Parwata mengucapkan selamat kepada Bupati Made Gianyar dan Wabup Sedana Arta serta jajarannya atas keberhasilan Kabupaten Bangli meraih opini WTP. Menurutnya, predikat WTP yang diraih Bangli merupakan buah dari kerja keras pegawai
selama ini. Namun, Kutha Parwata mengingatkan, agar opini WTP tahun ini bukanlah hasil akhir, melainkan langkah awal untuk mencapai yang lebih baik ke depan. ‘’Kita sudah dua kali berturut turut WTP. Mudah-mudahan tahun depan opini WTP tetap bisa dipertahankan,’’ harap Kutha Parwata. (ad1481)
Dewan Setujui Ranperda Perubahan RPJMD
Eksekutif Diminta Konsisten Laksanakan Program Pembangunan
Bangli (Bali Post) – DPRD Bangli akhirnya menerima dan menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perubahan atas Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2016 tentang RPJMD Semesta Berencana Kabupaten Bangli Tahun 2016-2021 untuk ditetapkan menjadi perda. Penetapan ranperda dilaksanakan dalam sidang paripurna yang dilangsungkan Senin (28/5) lalu. Meski menyetujui penetapan ranperda tersebut, DPRD Bangli tetap memberikan sejumlah masukan kepada eksekutif. Salah satunya, meminta eksekutif untuk komit dan konsisten melaksanakan program-program pemban-
gunan yang tertuang dalam RPJMD. Dipimpin Ketua DPRD Bangli Ngakan Kutha Parwata, sidang paripurna dihadiri Bupati Bangli I Made Gianyar beserta jajaran pimpinan OPD. Dalam laporan gabungan komisi-komisi yang dibacakan Ketua Komisi III Ketut Suastika, perubahan perda sangat penting guna lebih mengoptimalkan roda pemerintahan dan pelayaan kepada masyarakat. Meski demikian, komisi-komisi di DPRD Bangli tetap memberikan sejumlah masukan kepada eksekutif untuk ditindaklanjuti, di antaranya meminta eksekutif konsisten melaksanakan amanat perda
sehingga tidak terjadi kesenjangan yang signifikan antara apa yang termuat dalam perda dengan pelaksanaan program di masing-masing perangkat daerah. Selain itu, eksekutif juga diminta menyesuaikan ketersediaan anggaran hibah dan bansos dengan kebutuhan masyarakat secara umum. Program pembangunan yang dilaksanakan diharapkan dapat menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada di Kabupaten Bangli sesuai dengan skala prioritas. ‘’Kami mengharapkan pemerintah daerah berkomitmen untuk melaksanakan programprogram pembangunan yang tertuang pada RPJMD,’’ kata Suastika.
Sementara itu, Bupati Bangli I Made Gianyar dalam pendapat akhirnya menyampaikan rasa syukur atas penetapan ranperda tersebut. Made Gianyar mengapresiasi kerja keras yang telah dilakukan bersama dengan dewan. ‘’Ini adalah hasil kesamaan dan kebersamaan kita melaksanakan dan memahami tugas dan fungsi pemerintahan,’’ jelasnya. Made Gianyar menegaskan, pihaknya akan menindaklanjuti dengan menyampaikannya ke pemerintah provinsi sebagai wakil pemerintah pusat di daerah untuk dievaluasi sesuai Pasal 250 UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, ser-
ta untuk memohonkan nomor register agar ranperda bisa diundangkan. Kemudian untuk peraturan pelaksanaannya baik yang berupa peraturan bupati maupun keputusan bupati, akan segera disusun sehingga perda yang telah diundangkan dapat dilaksanakan dengan baik. ‘’Kami berharap semoga dengan telah ditetapkannya ranperda ini menjadi perda akan memberikan landasan yang kuat dan dapat dijadikan pedoman bagi kita semua dalam melaksanakan tugas, fungsi dan kewajiban agar tata kelola pemerintahan menjadi lebih baik di masa mendatang,’’ jelas Made Gianyar. (kmb40)
Bali Post/ina
Suasana rapat paripurna DPRD Bangli.
15
Jumat Paing, 1 Juni 2018
Peserta Aksi ’’Kamisan’’ Diterima Presiden Jakarta (Bali Post) –
Peserta aksi ‘’Kamisan’’ yakni para keluarga korban pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang biasa menggelar aksi setiap hari Kamis di depan Istana Kepresidenan, akhirnya diterima Presiden Joko Widodo di dalam Istana Merdeka, Jakarta. Sebanyak 20 peserta aksi Kamisan diterima Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (31/5) kemarin sekitar pukul 15.00 WIB. ‘’Bapakibu sekalian yang saya hormati. Hari ini saya senang bisa bertemu dengan bapakibu sekalian, yang saya lihat setiap minggu melakukan acara Kamisan di depan Istana,’’ kata Presiden Jokowi saat menerima mereka. Presiden didampingi sejumlah jajarannya yakni Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Koordinator Staf Khusus Teten Masduki, Staf Khusus Presiden Johan Budi, Staf Khusus Presiden Adita Irawati, dan Staf Khusus Presiden Siti Ruhaini Dzuhayatin. Sebelum diterima Presiden, Maria Katarina Sumarsih (64), seorang ibu yang anaknya tertembak di halaman kampusnya Atma Jaya Jakarta oleh aparat keamanan yang sedang mengamankan demonstrasi mahasiswa, mengatakan ia bersama keluarga korban
1998 yang senasib dengannya sudah berulang kali masuk ke Istana Presiden. ‘’Saya berharap Pak Jokowi memenuhi komitmennya untuk mewujudkan visi, misi, dan program aksi yaitu menyelesaikan kasus pelanggaran HAM berat masa lalu dan juga menugaskan Jksa Agung untuk menindaklanjuti berkas yang diberikan Komnas HAM,’’ katanya. Sejak 18 Januari 2007, Sumarsih dan keluarga korban pelanggaran HAM yang tergabung dalam Jaringan Solidaritas Korban untuk Keadilan (JSKK) memprakarsai sebuah aksi diam yang
disebut aksi Kamisan. Setiap Kamis sore, mereka berdiri diam sambil memegang payung berwarna hitam di seberang Istana Merdeka serta berharap Presiden melihat apa yang menjadi tuntutan mereka yakni penuntasan kasus-kasus pelanggaran berat HAM masa lalu. ‘’Kita sudah 540 kali aksi Kamisan masak kita cuma mau ngobrol sama Presiden. Yang dituntut Pak Jokowi menyelesaikan kasus pelanggaran berat HAM masa lalu dan menugaskn Jaksa Agung untuk menindaklanjuti berkas penyelidikan Komnas HAM,’’ kata Sumarsih. (ant)
Istri Setya Novanto Diperiksa Jakarta (Bali Post) – Deisti Astriani Tagor, istri Setya Novanto, memilih irit bicara seusai dimintai keterangannya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam pengembangan perkara korupsi KTP elektronik (eKTP). ‘’Tanya penyidik saja,’’ kata Deisti di Gedung KPK-RI, Jakarta, Kamis (31/5) kemarin. Ia pun membantah dikonfirmasi oleh penyidik soal tindak pidana pencucian uang (TPPU) dalam perkara korupsi e-KTP. ‘’Tidak,’’ katanya singkat. Juru Bicara KPK Febri
Diansyah menyatakan bahwa KPK membutuhkan keterangan Deisti untuk pengembangan perkara e-KTP. ‘’Seperti yang pernah kami sampaikan, KPK akan terus mencari pelaku lain yang harus bertanggung jawab dalam kasus ini,’’ ucap Febri. Lebih lanjut, Deisti pun mengungkapkan bahwa suaminya itu dalam kondisi baik. Sebelumnya, mantan Ketua DPR-RI itu telah dieksekusi ke Lapas Sukamiskin pada 4 Mei 2018 setelah perkara korupsi e-KTP berkekuatan hukum
tetap. ‘’Bapak baik. Alhamdulillah,’’ katanya. KPK telah memproses delapan orang terkait perkara e-KTP, yaitu mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Irman dan mantan Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Kementerian Dalam Negeri Sugiharto serta Andi Agustinus alias Andi Narogong dari pihak swasta yang telah divonis bersalah di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta. (ant)
Jakarta (Bali Post) – Majelis etik Partai Golkar mendukung aturan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang melarang bekas narapidana koruptor maju sebagai calon anggota legislatif pada Pemilu 2019. ‘’Ketentuan itu sejalan dengan apa yang menjadi fokus Golkar saat ini melalui tagline ‘Golkar Bersih’, yang dicetuskan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto,’’ ujar Ketua Majelis Etik Partai Golkar Mohammad Hatta, Kamis (31/5) kemarin. Hatta mengatakan, melalui tagline ‘’Golkar Bersih’’ yang dicetuskan Ketua Umum Gol-
kar Airlangga Hartarto, Golkar kembali mempertajam prinsipprinsip prestasi, dedikasi, loyalitas dan tidak tercela (PDLT) terhadap para kader. Artinya, seluruh calon legislatif Golkar harus memenuhi kriteria PDLT tersebut. Majelis etik Partai Golkar juga telah merumuskan kode etik partai yang di dalamnya mengatur antara lain batas masa jabatan anggota dewan dari Golkar maksimal empat periode dan ketentuan pemberian sanksi bagi kader yang terindikasi terlibat korupsi tanpa harus menunggu keputusan hukum tetap pengadilan.
Selain itu upaya-upaya mengantisipasi munculnya dinasti politik di lingkup kepala daerah serta menyusun langkah-langkah untuk mencegah kader terjerat korupsi. Kode etik itu akan segera disahkan melalui rapat pleno DPP Partai Golkar dalam waktu dekat. ‘’Kami berharap calon anggota legislatif dari Partai Golkar muncul sebagai sosok yang paripurna, baik dari segi karakter maupun mental. Sebab, orang yang pernah menjalani hukuman, apalagi dibui, pasti akan dipandang negatif oleh masyarakat,’’ katanya. (ant)
Bali Post/ant
AKSI - Presiden Joko Widodo menerima peserta aksi Kamisan di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (31/5) kemarin. Presiden menemui keluarga korban pelanggaran HAM berat dan membahas kasus-kasus pelanggaran HAM di masa lalu.
Penimbunan dan Oplos Beras di Papua Barat Manokwari (Bali Post) – Satuan Tugas Pangan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Papua Barat menemukan beras oplosan di wilayah Kabupaten Teluk Bintuni. Direktur Reskrimsus Polda Papua Barat Kombes Pol. Budi Santosa di Manokwari, Kamis (31/5) kemarin, mengungkapkan oplosan beras medium dan premium tersebut dijual dengan harga premium kepada konsumen. Atas ulah pelaku pasar
tersebut, katanya, polisi menempuh langkah penindakan. Saat ini kasus tersebut ditangani oleh Ditreskrimsus Polda Papua Barat. ‘’Berasnya kami sita sebagai barang bukti. Sekitar 70 karung beras yang kita amankan,’’ katanya. Budi mengimbau Satgas Pangan yang sudah dibentuk di seluruh wilayah di Papua Barat bekerja lebih ekstra dalam mengontrol pasar. Upaya prefentif bisa ditempuh untuk mencegah penyimpangan yang lebih lanjut. Ia
mengindikasikan masih ada aksi penimbunan barang oleh para spekulan di Papua Barat. Pelaku usaha masih sering memanfaatkan momentum kelangkaan barang untuk meraup keuntungan lebih besar. ‘’Satgas yang sudah ada ini harus bekerja maksimal, terus menyambangi pelaku usaha secara kontinu. Satgas Pangan di tingkat Polda rutin turun ke pasar hampir setiap hari,’’ ujarnya. Budi berharap pada momentum Ramadan ini pemer-
intah daerah menggandeng instansi terkait dalam menggelar pasar murah. Pasar murah merupakan salah satu cara efektif untuk menekan inflasi serta upaya penyimpangan yang dilakukan pelaku usaha. ‘’Oknum pelaku usaha yang nakal ini kan memanfaatkan tingginya permintaan pasar. Kalau ada pasar murah tentu permintaan jadi berkurang karena masyarakat sudah memperoleh apa yang dibutuhkan dari pasar murah,’’ ujarnya. (ant)
Yogyakarta (Bali Post) – Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi menyebut aktivitas vulkanik Gunung Merapi yang berada di perbatasan DIY dan Jawa Tengah masih tinggi dengan didominasi pelepasan gas. ‘’Meskipun tidak terjadi lagi letusan setelah 24 Mei pukul 10.48 WIB, namun berdasarkan data pengamatan yang kami terima, dapat disimpulkan bahwa aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih tinggi,’’ kata Kepala Seksi Gunung Merapi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPT-
KG) Agus Budi Santoso, di Yogyakarta, Kamis (31/5) kemarin. Menurutnya, dominasi aktivitas pelepasan gas dapat ditunjukkan dengan munculnya kegempaan multifase, guguran dan embusan yang cukup tinggi. Pascaletusan terakhir pada 24 Mei, terjadi gempa multifase dua kali per hari, guguran tujuh kali per hari, embusan tiga kali per hari, gempa vulcano tektonik dan tektonik masing-masing satu kali per hari. Agus menyebut tingginya aktivitas pelepasan gas di Gunung Merapi dapat disebabkan beberapa faktor, di
antaranya sumbat di puncak gunung sudah terbuka pascaletusan pada 11 Mei. ‘’Sebagai gunung api aktif, Merapi memproduksi gas secara terus-menerus. Karena sumbat di puncak sudah terbuka, maka gas pun mudah terlepas menjadi embusan,’’ tuturnya. Aktivitas tersebut, lanjut Agus, berbeda dengan aktivitas yang terjadi di Gunung Merapi sebelum letusan pada 2006 dan 2010. Pada saat itu, sumbat cukup kuat sehingga gas yang terbentuk menyebabkan akumulasi tekanan yang kuat dan langsung menyebabkan letusan magmatis.
Selain itu, lanjutnya, aktivitas pelepasan gas juga bisa disebabkan oleh pergerakan magma. ‘’Kami akan pantau terus untuk melihat tandatanda adanya pergerakan magma ini,’’ ujarnya. Meski demikian, magma yang bergerak tersebut diperkirakan bersifat encer dan sudah tidak banyak mengandung gas, sehingga apabila terjadi erupsi akan bersifat efusif. ‘’Bisa saja letusan efusif tersebut menumpuk membentuk kubah lava atau meleleh keluar karena morfologi puncak yang sudah terbuka sehingga tidak bisa menampung lava,’’ ucapnya. (ant)
Golkar Dukung Larangan Aktivitas Merapi Didominasi Pelepasan Gas Koruptor Jadi Caleg
Alasan Regulasi
Dari Hal. 1 ‘’Tokoh itu menjelaskan di berbagai media, kalau bantuan itu tidak realistis, tidak edukatif, hanya dengan alasan aturan dan sumber keuangan atau PAD. Rakyat harus tanya balik. Kenapa niat untuk membantu desa pakraman dipersoalkan dengan alasan regulasi dan sumber keuangan dari mana. Ini masalah komitmen, ini masalah pilihan politik. Kalau kita komitmen, maka ada solusi,’’ ujarnya. Secara terpisah, politisi senior Partai Golkar Nyoman Sugawa Korry menjelaskan hal senada. Menurut Sugawa, polemik yang terjadi karena pemimpin berpikir kerdil, merasa tidak bisa memperjuangkan uang sebesar itu. Padahal sumber dananya ada. ‘’Pertanyaannya, apakah itu mungkin? Darimana anggarannya? Apakah itu khayalan? Maka saya pastikan bahwa jawabannya sangat
mungkin. Dan uang itu ada, mencukupi. Kita tidak mau berdebat. Kalau pemimpin mau berkomitmen, maka sumber dana itu ada, tinggal bagaimana cara mengolahnya, dan saya pastikan tidak akan melanggar aturan yang ada,’’ ujarnya. Politisi asal Banyuatis, Buleleng ini menjelaskan, sebenarnnya anggaran Rp 500 juta per tahun per desa pakraman itu sudah mampu dianggarkan sebesar Rp 225 juta pada tahun ini. Berarti tahun mendatang kurang lagi Rp 275 juta per desa per tahun atau jika ditotal sekitar Rp 400 miliar. Kekurangan ditutupi dengan efisiensi anggaran, peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) yakni sebesar Rp 335 miliar, serta ada beberapa pembiayaan yang tidak dilaksanakan lagi tahun mendatang. Adapun pembiayaan yang tidak dilaksanakan lagi tahun mendatang adalah
anggaran untuk pilkada dan pengamanannya sebesar Rp 225 miliar, pembangunan RS Jiwa Bangli Rp 60 miliar, RS Mata Indra Rp 50 miliar dan RS Bali Mandara sekitar Rp 100 miliar. Jika dijumlahkan, semua sekitar Rp 760 miliar. Sedangkan kebutuhan untuk menutupi kekurangan hanya Rp 400 miliar. ‘’Jadi program ini sangat realistis. Di luar itu, untuk menjadi bangsa yang besar kita harus mau bekerja keras. Sebagai kepala daerah, adalah tugas Mantra-Kerta untuk mencari sumber-sumber pendapatan daerah dan menggerakkan ekonomi masyarakat. Hanya pemimpin yang lemah yang takut melakukan hal ini untuk menguatkan desa pakraman. Itulah cara kami ngayah, ngayah, dan ngayah kepada desa pakraman,’’ ujar Sugawa Korry. Sebagaimana telah diberitakan, pasangan Mantra-Kerta pada Sabtu (5/5/2018) lalu telah menan-
datangani dua kontrak politik sebagai janji yang pasti mereka wujudkan jika dipercaya memimpin Bali ke depan. Kontrak politik pertama menyatakan akan langsung bersurat kepada Presiden RI begitu dilantik menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Bali 2018-2023. Sebagai bentuk kesungguhan, pada hari itu juga MantraKerta dalam kapasitas sebagai pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur bersurat kepada Presiden RI agar mencabut Perpres 51/2014. Kontrak politik kedua, mencanangkan bantuan Rp 500 juta per tahun kepada setiap desa pakraman sebagai bentuk kesungguhan menjadikan desa pakraman sebagai poros utama pelestarian dan pengembangan budaya Bali. Kontrak politik kedua inilah yang memicu polemik yang melibatkan berbagai tokoh masyarakat, termasuk Gubernur Made Mangku Pastika. (kmb)
Jumat, 1 Juni 2018 05:00 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita
Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Karya Tawur Agung Melaspas, Mupuk Padagingan, Ngenteg Linggih, Mapadudusan Agung (4) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi 07:05 Wita Bali Channel 07:35 Wita Kartun Sabha Parwa (3) 08:00 Wita Bali Channel Tourist TV 09:00 Wita Agrobisnis Pengembangan Jamur Tiram 09:30 Wita Inovator 10:05 Wita Ista Dewata
10:30 Wita 11:05 Wita 11:30 Wita 12:00 Wita 12:05 Wita
12:30 Wita 13:00 Wita 13:30 Wita 14:00 Wita
Pura Dalem Jagat Dalem Sidakarya Ajeg Bali Sinar Suci Kemenangan Dharma Melawan Adharma Bali Channel Tourist TV Mahadewi Asana Yoga Untuk Kesehatan dan Kesembuhan Puja Trisandya Dharma Wacana Karya Tawur Agung Melaspas, Mupuk Padagingan, Ngenteg Linggih, Mapadudusan Agung (5) Berita Siang Klip Bali Bali Channel Tourist TV Klip Bali
14:30 Wita 15:30 Wita 16:05 Wita 17:05 Wita 17:05 Wita 18:00 Wita 18:05 Wita 19:00 Wita 19:30 Wita 20:00 Wita 21:00 Wita 22:00 Wita 22:05 Wita
Tembang Bali Bali Channel Tourist TV Lila Cita Sanggar Cakra Laksana (1)
Folk Song Kartun Bagus And Friend Puja Trisandya Seputar Bali Giliran Anda Orti Bali Bali Now Bondres Ngakak Berita dan Bincang Terkini Lila Cita Calonarang Anyar Sari Negara (3) 23:00 Wita Berita dan Bincang Terkini 23:30 Wita Folk Song
balipost (166rb Like) http://facebook.com/balipost
Jumat Paing, 1 JunI 2018
@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
Piala Dunia 2018
Menanti Kiprah Skuad Muda Inggris
Berikut Jadwal Piala Dunia 2018 di Rusia FASE GRUP Grup A 14 Juni 2018 Kamis 23.00 : Rusia vs Arab Saudi - Luzhniki Stadium 15 Juni 2018 Jumat 23.00 : Mesir vs Uruguay - Central Stadium 20 Juni 2018 Rabu 02.00 : Rusia vs Mesir - Krestovsky Stadium 20 Juni 2018 Rabu 23.00 : Uruguay vs Arab - Saudi Rostov Arena 25 Juni 2018 Senin 23.00 : Uruguay vs Rusia - Cosmos Arena 25 Juni 2018 Senin 22.00: Arab Saudi vs Mesir - Volgograd Arena Grup B 15 Juni 2018 Jumat 23.00 : Maroko vs Iran - Krestovsky Stadium 16 Juni 2018 Sabtu 02.00 : Portugal vs Spanyol - Fisht Olympic Stadium 20 Juni 2018 Rabu 20.00 : Portugal vs Maroko - Luzhniki Stadium 21 Juni 2018 Kamis 02.00 : Iran vs Spanyol - Kazan Arena 26 Juni 2018 Selasa 02.00 : Iran vs Portugal - Mordovia Arena 26 Juni 2018 Selasa 01.00 : Spanyol vs Maroko - Kaliningrad Stadium Grup C 16 Juni 2018 Sabtu 16.00 : Prancis vs Australia - Kazan Arena 16 Juni 2018 Sabtu 24.00 : Peru vs Denmark - Mordovia Arena 21 Juni 2018 Kamis 22.00 : Prancis vs Peru - Central Stadium 21 Juni 2018 Kamis 24.00 : Denmark vs Australia - Cosmos Arena 26 Juni 2018 Selasa 22.00 : Denmark vs Prancis - Luzhniki Stadium 26 Juni 2018 Selasa 22.00 : Australia vs Peru - Fisht Olympic Stadium Grup D 16 Juni 2018 Sabtu 22.00 : Argentina vs Islandia - Otkrytiye Arena 17 Juni 2018 Minggu 02.00 : Kroasia vs Nigeria - Kaliningrad Stadium 22 Juni 2018 Jumat 03.00 : Argentina vs Kroasia - Nizhny Novgorod Stadium 22 Juni 2018 Jumat 23.00 : Nigeria vs Islandia - Volgograd Arena 27 Juni 2018 Rabu 02.00 : Nigeria vs Argentina - Krestovsky Stadium 27 Juni 2018 Rabu 02.00 : Islandia vs Kroasia - Rostov Arena Grup E 17 Juni 2018 Minggu 21.00: Kosta Rika vs Serbia - Cosmos Arena 18 Juni 2018 Senin 02.00 : Brasil vs Swiss - Rostov Arena 22 Juni 2018 Jumat 20.00 : Brasil vs Kosta Rika - Krestovsky Stadium 23 Juni 2018 Sabtu 01.00 : Serbia vs Swiss - Kaliningrad Stadium 27 Juni 2018 Rabu 02.00 : Swiss vs Kosta Rika - Nizhny Novgorod Stadium 28 Juni 2018 Kamis 02.00 : Serbia vs Brasil - Otkrytiye Arena Grup F 17 Juni 2018 Minggu 23.00 : Jerman vs Meksiko - Luzhniki Stadium 18 Juni 2018 Senin 20.00 : Swedia vs Korea Selatan - Nizhny Novgorod Stadium 23 Juni 2018 Sabtu 23.00 : Jerman vs Swedia - Fisht Olympic Stadium 24 Juni 2018 Minggu 02.00 : Korea Selatan vs Meksiko - Rostov Arena 27 Juni 2018 Rabu 22.00 : Korea Selatan vs Jerman - Kazan Arena 27 Juni 2018 Rabu 24.00 : Meksiko vs Swedia - Central Stadium Grup G 18 Juni 2018 Senin 23.00 : Belgia vs Panama - Fisht Olympic Stadium 19 Juni 2018 Selasa 02.00 : Tunisia vs Inggris - Volgograd Arena 23 Juni 2018 Sabtu 20.00 : Belgia vs Tunisia - Otkrytiye Arena 24 Juni 2018 Minggu 20.00 : Inggris vs Panama - Nizhny Novgorod Stadium 29 Juni 2018 Jumat 01.00 : Inggris vs Belgia - Kaliningrad Stadium 29 Juni 2018 Jumat 02.00 : Panama vs Tunisia Grup H 19 Juni 2018 Selasa 10.00 : Polandia vs Senegal - Otkrytiye Arena 19 Juni 2018 Selasa 23.00 : Kolombia vs Jepang - Mordovia Arena 25 Juni 2018 Senin 01.00 : Jepang vs Senegal - Central Stadium 25 Juni 2018 Senin 02.00 : Polandia vs Kolombia - Kazan Arena 28 Juni 2018 Kamis 22.00 : Jepang vs Polandia - Volgograd Arena 28 Juni 2018 Kamis 23.00 : Senegal vs Kolombia - Cosmos Arena Babak 16 Besar 30 Juni 2018 Sabtu 22.00: Juara Grup C vs Runner Up Grup D Fisht Olympic Stadium (Laga 50) 01 Juli 2018 Minggu 02.00 : Juara Grup A vs Runner Up Grup B Kazan Arena (Laga 49) 01 Juli 2018 Minggu 22.00: Juara Grup B vs Runner Up Grup A Luzhniki Stadium (Laga 51) 02 Juli 2018 Senin 02.00 : Juara Grup D vs Runner Up Grup C Nizhny Novgorod Stadium (Laga 52) 03 Juli 2018 Selasa 02.00 : Juara Grup G vs Runner Up Grup H Cosmos Arena (Laga 53) 03 Juli 2018 Selasa 22.00 : Juara Grup E vs Runner Up Grup F Rostov Arena (Laga 54) 04 Juli 2018 Rabu 02.00 : Juara Grup F vs Runner Up Grup E Kretovsky Stadium (Laga 55) 04 Juli 2018 Rabu 02.00 : Juara Grup Grup H vs Runner Up Grup C - Otkrytiye Arena (Laga 56)
LeBron James
Final NBA 2018
Lagi, Warriors Berjumpa Cavaliers Golden State – Final NBA 2018 kembali mempertemukan Golden State Warriors dan Cleveland Cavaliers. Laga pertama dihelat di markas Golden State, Oracle Arena, hari ini. Ini merupakan kali keempat secara beruntun kedua tim berjumpa di partai puncak. Dari tiga final sebelumnya, Warriors unggul dua kali. Stephen Curry dkk. menjadi juara pada edisi 2015 dan 2017. Sementara Cavs memenangi final 2016. Perjalanan Warriors dan Cavs menapak final tidaklah mudah. Mereka harus samasama menyelesaikan game ketujuh di babak final wilayah. Warriors menyingkirkan Houston Rockets dengan skor 4-3. Sementara LeBron James cs. mengalahkan Boston Celtics juga dengan skor 4-3. Pada laga nanti, Warriors kembali mengandalkan bintang-bintangnya, seperti Curry, Kevin Durant, Klay Thompson, dan Draymond Green. Tidak hanya mengandalkan tembakan tiga angka melalui Curry, Thompson, dan Durant. Kolektivitas juga menjadi kunci soliditas permainan tim asuhan Steve Kerr ini. Sejak pindah dari Oklahoma City Thunder, Durant kini sudah menjelma sebagai mesin poin bagi Warriors. Selain tembakan tiga poin, Durant juga piawai melakukan dunk. Dilansir dari nba.com, secara statistik tim, Warriors juga jauh lebih baik dari lawannya. Warriors berada di tempat kedua poin per game (109,1), peringkat kedua rebound per game (46,2), posisi ketiga assist per game (25,6). Sementara Cavs sejauh ini sangat bergantung pada seorang LeBron James. Memang, kontribusi pemain-pemain lain seperti Kevin Love, dan JR Smith tak bisa dipandang sebelah mata. Sebagai sosok bintang, James menjawabnya dengan produktivitas. Buktinya, dia memuncaki top skor NBA dengan 34,0 poin per game. Laga ini bakal berlangsung seru. James akan menghadapi kolektivitas Warriors. Bagi sebagian orang, pertemuan jilid
keempat Cleveland Cavaliers dan Golden State Warriors pada final NBA mulai terasa membosankan. Namun, tidak bagi para pemain kedua tim tersebut. LeBron James dan Kevin Durant, misalnya. Kedua pebasket yang berperan sebagai forward itu mengaku sama-sama senang kembali bertemu pada laga final NBA. “Menurut saya, hal ini luar biasa,” kata Durant, Kamis (31/5) kemarin. “Anda bisa melihat banyak pemain hebat di atas lapangan. Mungkin tidak memenuhi keinginan banyak orang dan kurang drama, tetapi mereka bisa mendapatkan itu dari film dan musik,” kata Durant lagi. Senada dengan pernyataan rivalnya, James juga menilai bahwa pertemuan Cavaliers dan Warriors pada babak final NBA 2018 merupakan hal yang terjadi dengan adil. Seperti tim-tim lainnya, Cavaliers dan Warriors juga harus melakoni 82 pertandingan musim reguler untuk meraih tempat pada play-off. Setelahnya, mereka juga harus menjalani rangkaian pertandingan yang melelahkan, baik fisik maupun psikologi, mulai dari babak pertama, babak kedua, hingga final wilayah play-off NBA. “Tim-tim lain punya kesempatan untuk mengalahkan Cavaliers selama empat tahun terakhir dan mereka juga punya kesempatan yang sama terhadap Warriors,” tutur James. “Kalau Anda ingin melihat tim lain ada di play-off, Anda perlu mengalahkan kami. Demikian pula kasusnya dengan laga final ini,” ujar James. (kmb33/afp)
Kejiwaan Taekwondoin Badung Dibentengi Mangupura (Bali Post) Sekitar 40 atlet taekwondo Pelatcab Badung, berikut atlet Porjar, dibentengi kejiwaannya dengan mendatangkan Psikolog Dra. Ani S. Tanasale, Psi. di GOR Purna Krida, Sabtu (26/5) lalu. Tujuannya, untuk memotivasi para atlet Badung, supaya lebih berprestasi pada event yang lebih tinggi. Ketua Pengkab Taekwondo Indonesia (TI) Badung Tjhin Johannes, di Badung, Kamis (31/5) kemarin menjelaskan, pihaknya tidak melulu membekali atlet Badung dengan
berlatih fisik, stamina, dan teknik. Namun, di era sekarang ini, taekwondoin Badung juga perlu dibekali kejiwaannya, terutama mereka yang usia remaja, agar tak terjerumus pada hal-hal yang negatif seperti salah pergaulan atau narkoba. ‘’Kami ingin memproteksi kejiwaan atlet taekwondo supaya terhindar dari pengaruh negatif,’’ ucap Tjhin Johannes. Ditegaskannya, kejiwaan atlet sangat berpengaruh terhadap faktor psikis, utamanya dalam meraih prestasi. ‘’Sebenarnya, segi kejiwaan
Penalti Piala Dunia 2018 belum mulai. Babak adu penalti pun belum akan langsung hadir. Tetapi kisah buruk masa lalu bikin timnas Inggris sudah mulai latihan adu penalti. Dalam tujuh situasi menghadapi drama adu penalti sebelum ini, cuma sekali timnas senior Inggris bisa berjaya. Kesuksesan tunggal itu terjadi di Piala Eropa 1996 saat menyisihkan Spanyol. Seh u bung a n dengan itu, Jordan Pickford yang menjadi salah satu kiper di skuad The Three Lions untuk Piala Dunia 2018 mengungkap bahwa antisipasi sudah mulai dilakukan jika nantinya jumpa babak adu penalti lagi. ‘’Di balik layar, kami telah melakukan banyak persiapan bagaimana kami ingin menghadapinya,’’ kata kiper 24 tahun itu. ‘’Di sini ada banyak eksekutor penalti bagus dan kami sudah mulai berlatih dalam dua hari terakhir... sulit menggagalkan tendangan mereka,’’ ucap Pickford. Piala Dunia 2018 mulai bergulir pada 14 Juni mendatang. Rangkaian fase grup baru berakhir pada tanggal 28 Juni, untuk dilanjutkan ke fase gugur yang memungkinkan hadirnya drama adu penalti sampai dengan partai puncak pada tanggal 15 Juli. (kmb33/afp) Hary Kane
Timnas Batal Panggil Yabes Roni
Babak 8 Besar 06 Juli 2018 Jumat 22:00 : Pemenang Laga 49 vs Pemenang Laga 50 - Nizhny Novgorod Stadium (QF 1) 07 Juli 2018 Sabtu 02:00 : Pemenang Laga 53 vs Pemenang Laga 54 - Kazan Arena (QF 2) 07 Juli 2018 Sabtu 23.00 : Pemenang Laga 55 vs Pemenang Laga 56 - Cosmos Arena (QF 3) 08 Juli 2018 pukul 02.00 : Pemenang laga 51 Vs Pemenang laga 52 - Fisht Olympic Stadium (QF 4) Semifinal 10 Juli 2018 Selasa 02.00 : Pemenang QF1 Vs Pemenang Q F2 - Krestovsky Stadium (SF 1) 11 Juli 2018 Rabu 02.00 : Pemenang QF3 Vs Pemenang Q F4 - Luzhniki Stadium (SF 2) Perebutan Tempat Ketiga 14 Juli 2018 Sabtu 22.00 : Kalah SF 1 vs Kalah SF 2 - Krestovsky Stadium Final 15 Juli 2018 Minggu 22.00 : Pemenang SF 1 vs Pemenang SF 2 - Luzhniki Stadium
taekwondoin perlu dipantau, bukan sekadar prestasinya di cabor taekwondo, tetapi dalam arti luas menyangkut masa depannya,’’ jelasnya. Ia bersyukur pada orangtua atlet yang paling mengetahui perkembangan buah hatinya sejak kecil, bisa melakukan konsultasi dengan psikolog Ani, dan mereka mendapatkan solusinya. ‘’Para orangtua atlet menceritakan segala keluhan psikis yang dialami, yang kemungkinan bisa menghambat prestasinya, dan psikolog memberikan jalan keluarnya,’’ sebut Tjhin Johannes. (022)
London – Sebanyak 23 pemain resmi dipanggil oleh pelatih tim nasional Inggris, Gareth Southgate, bergabung dengan skuat untuk tampil di Piala Dunia 2018. Gareth Southgate memastikan daftar 23 nama pemain yang mengisi skuad timnas Inggris tersebut dua pekan lalu. Beberapa pemain berpengalaman seperti Harry Kane, Dele Alli, Gary Cahill, dan Raheem Sterling dipanggil oleh Gareth Southgate. Namun, banyak juga para pemain minim pengalaman bersama timnas Inggris yang dipanggil, seperti Trent Alexander-Arnold, Nick Pope, dan Ruben Loftus-Cheek. Selain itu, 6 dari 23 pemain timnas Inggris yang dipanggil juga belum miliki caps lebih dari 10 penampilan. Total caps skuad timnas Inggris untuk Piala Dunia 2018 hanya 449 laga atau paling kecil, setidaknya dalam 5 gelaran terakhir. Caps terbanyak di skuad timnas Inggris saat ini dipegang oleh bek Chelsea Gary Cahill yang telah tampil sebanyak 58 kali bersama Tim Tiga Singa. Sebagai pemain paling berpengalaman, Gary Cahill menyebut bahwa skuad yang dibentuk Gareth Southgate ini justru memiliki segudang pengalaman. Mantan bek Aston Villa dan Bolton Wanderers berusia 32 tahun itu juga menilai tim muda racikan Gareth Southgate ini lebih siap untuk meraih kesuksesan ketimbang Piala Eropa 2016 di Prancis. ‘’Saya berpikir bahwa tim ini memiliki lebih banyak pengalaman, meskipun lebih muda dalam hal usia dari skuad dua tahun lalu,’’ kata Gary Cahill, Kamis (31/5) kemarin. ‘’Mereka memiliki pengalaman tersendiri, seperti tampil di final Liga Champions dan bagaimana para pemain Manchester City memenangi gelar liga musim ini. Saya percaya tim ini memiliki lebih banyak pengalaman yang juga berguna untuk menangani tekanan di Piala Dunia,’’ tuturnya. Hal senada juga diungkapkan bek muda, Harry Maguire. Dia menilai bahwa dengan para pemain muda itu tim Tiga Singa malah akan mempunyai keuntungan. Inggris disebutnya tak mempunyai rasa takut. ‘’Anda menjumpai skuad yang sangat muda. Mungkin mempunyai pengalaman buruk merupakan suatu hal bagus,’’ kata Maguire. ‘’Tak ada rasa takut di skuad karena tak banyak yang punya pengalaman bermain di turnamen besar. Kami akan menuju Rusia dan menjalankan tugas itu,’’ dia menambahkan. Inggris berada di Grup G Piala Dunia 2018. Mereka akan berhadapan dengan Belgia, Panama, dan Tunisia untuk memperebutkan tiket ke babak 16 besar.
Yabes Roni Malaifani
Bali Post/wan
Denpasar (Bali Post) PSSI resmi merevisi surat pemanggilan pemain Bali United yang akan memperkuat Timnas MerahPutih. Sebelumnya, ter dapat dua nama yang dipanggil yaitu Ricky Fajrin dan Yabes Roni Malaifani, ternyata lantaran beberapa pertimbangan, hanya Ricky Fajrin yang dipanggil guna mengikuti pelatnas Timnas Indonesia U-23. Dari surat resmi yang dilayangkan ke manajemen Bali United, disebutkan jika berdasarkan komunikasi internal antara tim pelatih Timnas Indonesia U-23, pemain dan tim medis, maka dengan ini PSSI merevisi surat pemanggilan pemain Tim Nasional U-23 no. 2347/ AGB/297/V-2018 tanggal 24 Mei 2018. Dengan memanggil Ricky Fajrin Saputra, dan membatalkan pemanggi-
lan Yabes Roni Malaifani. Terkait hal tersebut, Yabes Roni sedikit bercerita tentang perasaannya saat ini. Ia mengakui kalau ada sedikit rasa kecewa, karena momentum bagus dalam kariernya. Namun di satu sisi, ia mengaku makin termotivasi untuk memulihkan kembali kondisinya yang saat ini masih mengalami cedera. ‘’Jujur ada perasaan sedih, karena dipanggil Timnas Indonesia pasti impian semua pemain, temasuk saya. Oleh karena memang saya belum sepenuhnya pulih dari cedera, maka saya harus digantikan pemain lain. Bagi saya hal tersebut tidak masalah, karena saya sekarang makin termotivasi untuk bisa kembali fit, dan membuktikan jika saya bisa untuk dipanggil lagi,’’ ujar Yabes. Yabes menilai pembata-
lan pemanggilan dirinya memperkuat Timnas merupakan ujian dari Tuhan. Namun sekali lagi, dia tegaskan kalau hal tersebut tidak mengurangi optimisme Yabes, guna menatap hari esok yang lebih baik. ‘’Ya, saya percaya ini ujian Tuhan untuk saya, dan saya yakin masih ada hari esok yang Tuhan siapkan dan tentunya jauh lebih indah untuk saya. Semoga Timnas Indonesia U-23 mendapatkan hasil terbaik pada laga uji coba,’’ kata Yabes. Yabes Roni sendiri mengalami cedera saat duel kontra Mitra Kukar, Jumat (11/5) lalu. Cedera tersebut membuat Yabes harus absen pada dua laga terakhir melawan Arema FC, Sabtu (18/5) dan meladeni Borneo FC, Rabu (23/5) dan serta laga menghadapi Persib, Minggu (27/) lalu. (022)