Skip to main content

Edisi 01 April 2018 | Balipost.com

Page 1

20 HALAMAN

terbit sejak 16 agustus 1948

u g g n Mi

perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

Minggu Umanis, 1 April 2018

Pengemban Pengamal Pancasila

NOMOR 212 TAHUN KE 70

Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 233801, 225764 Faksimile: 227418

BPM/eka/ina

PUNCAK - Pamedek saat ngaturang bhakti pada Puncak Karya IBTK di Pura Penataran Agung Besakih. Sementara itu baris gede tampil serangkaian puncak karya Ngusaba Kedasa di Pura Ulun Danu Batur,, Sabtu (31/3) kemarin

Karya IBTK Di-’’puput’’ 32 Sulinggih

Mohon Kerahayuan Jagat dari Gunung Agung Amlapura (Bali Post) -

Ribuan pamedek mengikuti dan ngaturang bhakti di Pura Penataran Agung Besakih, Rendang, Karangasem pada puncak karya Ida Batara Turun Kabeh (IBTK) yang jatuh pada Purnama Kedasa, Sabtu (31/3) kemarin. Puncak karya di-puput 32 sulinggih. Bendesa adat Besakih yang juga selaku Panitia Karya IBTK, Jro Mangku Widiartha, mengatakan, pelaksanaan

karya IBTK tahun ini sama seperti karya sebelumnya. Kata Widiarta, sebelum puncak karya, Desa Pakraman

Besakih telah melakukan upacara khusus serangkaian karya IBTK ini. Untuk puncak karya di Pura Penataran

Agung di-puput 11 sulinggih. Sementara sulinggih yang lainnya muput bhakti pekideh di 25 kompleks pura yang ada di Pura Agung Besakih. Ida Batara akan nyejer selama 21 hari. Hal. 19 Kuncupnya Dala

Prabowo Kritik Naker Asing BPM/ist

Prabowo Subianto

Jakarta (Bali Post) Sekalipun belum mendeklarasikan diri menjadi capres, Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Prabowo Subianto, mulai menebar pesona. Dia banyak

Korban Didominasi Pelajar KASUS kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di Buleleng masih menjadi perhatian serius jajaran Polres Buleleng. Ini karena lakalantas selain karena jumlah kasusnya tergolong tinggi, tetapi korban yang ditimbulkan mengkhawatirkan. Apalagi, kasus lakalantas sebagian besar kalangan pelajar. Satuan Lantas (Satlantas) Polres Buleleng mencatat lakalantas di Buleleng hingga Maret tahun ini terjadi 75 kasus. Kasus ini menyebar di sembilan Polsek di wilayah hukum Bali Utara. Dari kasus ini, korban meninggal dunia (MD) 16 orang. Korban dengan luka berat (LB) satu orang, dan 129 orang korban luka ringan (LR). Catatan kasus lakalantas ini masih tergolong tinggi. Polisi belakangan tidak pernah henti-hentinya mensosialisasikan keselamatan berkendara dan mengedukasi pelajar di Bali Utara untuk menaati rambu lalu lintas saat berkendara di jalanan. Hal. 19 Partisipasi Orangtua

BPM/nik

BUS - Dishub Buleleng mengoperasikan dua bus sekolah untuk melayani antar-jemput pelajar di Gianyar.

Gianyar Didukung Angdes, Tabanan Miliki 146 Armada Keberadaan tujuh bus sekolah yang selama ini beroperasi di Gianyar segera didukung dengan angkutan desa (angdes) yang dioperasikan secara gratis untuk siswa se-Kabupaten Gianyar. Rencana pengoptimalan angdes dengan anggaran mencapai Rp 3,9 miliar itu, sedang masuk dalam tahap kajian dari Universitas Udayana. “Sekarang sedang dikaji di Unud, mengenai jalur dan rute yang akan dilalui angdes ini,” ucap Kadishub Gianyar I Wayan Artana yang dihubungi Sabtu (31/3) kemarin. Diperkirakan, hasil kajian oleh tim Unud itu akan keluar April 2018 ini. Selanjutnya, baru akan dimulai pengoperasian angdes dengan sistem sewa layanan. Selama persiapan ini, pelayanan gratis untuk angkutan pelajar di Kabupaten Gianyar diperkirakan baru bisa beroperasi pada Juni mendatang. “Paling cepat Juni mendatang baru bisa berjalan,“ katanya. Hal. 19 150 Kendaraan

mengkritisi kebijakan pemerintahan Jokowi-JK soal infrastruktur dan bocornya uang keluar negeri. Sabtu (31/3) kemarin, Prabowo mengkritisi soal pekerja asing. Dia menyebut hanya Indo-

nesia yang mengizinkan pekerja asing masuk karena negara lain tidak ada yang seperti negara Indonesia yang mengizinkan pekerja asing masuk. Hal. 19 Masuk Semua

’’Ngusaba Kedasa’’ di Pura Ulun Danu Batur Bertepatan dengan Purnama Kedasa, Sabtu (31/3) kemarin, dilaksanakan puncak karya Ngusaba Kedasa diPura Ulun Danu Batur, Desa Pakraman Batur, Kintamani. Ribuan pamedek dari berbagai daerah hadir mengikuti prosesi mapepada agung yang digelar di jaba Pura Ulun Danu Batur.

Mapepada agung berlangsung mulai pukul 14.00 wita. Prosesi mapepada agung diawali dengan ngamedalang pralinggan Ida Batara Ulun Danu Batur dari utama mandala pura. Di jaba pura, pralingga Ida Batara diiringi kober, sekaa gong, sekaa baris, dan iringan gebogan diusung berjalan menyusuri jalan utama ke arah selatan pura, kemudian berputar ke arah utara dan terakhir kembali masuk ke areal pura. Prosesi mapepada

agung kemarin, juga tampak diiringi barongsai yang dibawakan umat dari warga etnis Tionghoa. Pangemong Pura Ulun Danu Batur, Jero Gede Batur Alitan, saat ditemui di sela-sela prosesi kemarin, menjelaskan bahwa prosesi mapepada agung yang dilaksanakan pada puncak karya ngusaba kemarin bertujuan untuk menyucikan semua sarana/ piranti upakara. Hal. 19 ”Pujawali Ngusaba”

Lakalantas oleh Pelajar

Saat Tumpek Landep yang dirayakan Sabtu (31/3) kemarin, umat Hindu juga menghaturkan sesajen kepada benda dan barang dari bahan besi yang membantu kehidupan manusia. Termasuk ngotonin sepeda motor dan mobil. Tujuannya, selain mengucapkan rasa terima kasih kepada Tuhan juga untuk terhindar dari marabahaya. DARI ritual ini, umat Hindu di Bali sejatinya juga ikut mengerem angka kecelakaan lalu lintas. Namun, semua itu kembali pada perilaku manusianya. Tingkat kesadaran para pengguna jalan raya akan pentingnya keselamatan sangat minim. Hal tersebut dikuatkan dengan angka kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di Bali terus meningkat. Dari data yang dihimpun di Ditlantas Polda Bali, jumlah lakalantas tahun 2016 sebanyak 1.630 kasus dan tahun 2017 sebanyak 1.827 kasus atau naik 12 persen. Sedangkan jumlah korban meninggal akibat lakalantas tahun 2016 sebanyak 488 orang dan tahun 2017 sebanyak 496 atau naik dua persen. Sementara jika lakalantas dilihat dari profesinya tahun 2017, korban berstatus karyawan menduduki ranking pertama sebanyak 699 orang dan pelajar menduduki urutan nomor dua sebanyak 290 orang. Masih tingginya kecelakaan melibatkan pelajar karena faktor psikologis mereka kurang baik dalam mengendarai kendaraan dan menaati peraturan

lalu lintas. Sebagian besar mereka belum mengerti etika berlalu lintas, cenderung suka mengendarai dengan kecepatan tinggi dan tidak sedikit yang ugal–ugalan. “Kalau penyebab secara umum (lakalantas -red) karena kelalaian, kurang hati-hati dan belum tertib berlalu lintas. Banyak (pelajar -red) melanggar mulai tidak menggunakan helm, belum punya SIM, melawan arus lalin dan melebihi kecepatan maksimal,” ucap AKP Ni Luh Putu Anne Parwisti, S.H., M.Si., Sabtu (31/3) kemarin. Disinggung soal kendala, Polwan asal Bongkasa, Abiansemal ini mengatakan, masih banyak orangtua memberi izin anak-anaknya masih di bawah umur mengendarai sepeda motor ke sekolah. Bahkan memfasilitasi dengan cara membelikan sepeda motor. Mereka berdalih tidak bisa mengantar dan jarak sekolah jauh. “Sebenarnya itu kan bisa dicarikan solusi, bukan malah mengizinkan naik sepeda motor,” ungkapnya. Hal. 19 Terbanyak di Abiansemal

BPM/ist

SESAJEN - Saat Tumpek Landep umat Hindu menghaturkan sesajen untuk kendaraan agar selamat di jalan.

Uraian PNS TNI Polri Karyawan Pelajar Mahasiswa Pengemudi Pedagang Petani Lain-lain

2018

Rank

2017

Rank

31 4 6 526 134 50 34 12 35 51

VII X IX I II IV VI VIII V III

42 3 9 699 290 0 41 0 0 121

VII X IX I II IV VI VIII V III

Untungkan Sopir Angdes ANGKUTAN desa (angdes) masih banyak terdapat di Kabupaten Klungkung. Beberapa tahun belakangan, nasibnya terkatung-katung. Tak banyak masyarakat yang melirik untuk memanfaatkan. Hal. 19 Angkutan Siswa

Bus Sekolah di Denpasar

Mampukah Kurangi Kemacetan?

Sejumlah Dinas Perhubungan di Bali kini membuat program pengadaan bus sekolah bagi pelajar. Namun sangat disayangkan, program ini belum berkeadilan serta mampu menekan angka lakalantas oleh pelajar. Buktinya data di Polda Bali menunjukkan korban lakalantas dari pelajar menduduki peringkat kedua.

DIKATAKAN tidak berkeadilan karena banyak program bus sekolah hanya diperuntukkan pada siswa tertentu, bukan bersifat mobiling. Di Denpasar misalnya, bus sekolah ini justru banyak menyita ruas jalan karena harus parkir dan dijaga ketat petugas. Setelah menjemput, bus ini lagi ngatre menunggu penumpangnya pulang sekolah. Justru bus sekolah yang menyita setengah jalan di Jl. Kamboja ini ikut memberi andil kemacetan. Namun, Pemkot Denpasar membantahnya. Selama masa uji coba, oleh Pemkot Denpasar, operasional bus berjalan lancar dan tidak ditemukan kendala yang berarti. Masa uji coba sudah berakhir Sabtu 16 Desember 2017. Setelah sukses

pada masa uji coba, kemudian per 28 Desember 2017, Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan dan RB) Diah Natalisa bersama Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra me-launcing pengopersian bus sekolah. Evaluasi terhadap operasional bus sekolah, mendapat apresiasi dari jajaran dewan. Mereka menilai operasional bus sekolah dinilai memberikan dampak yang positif terhadap upaya meminimalisasi kemacetan. Karena itu, dewan juga mendorong sekolah swasta pun untuk ikut menyediakan angkutan sekolah bagi siswanya. Hal. 19 Membawa Sepeda Motor

BPM/wan

BUS SEKOLAH - Bus sekolah di Denpasar sedang menjemput penumpang.


2

Daerah

Minggu Umanis, 1 April 2018

Mobil Boks Pengangkut Es Krim Terguling di Gitgit

Singaraja (Bali Post) – Mobil boks pengangkut es krim terguling ketika melintas di jalan Singaraja-Bedugul, Km 18-19 wilayah Dusun Wira Bhuana, Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Sabtu (31/3) kemarin, pukul 05.45 wita. Diduga, mobil dengan nomor polisi DK 8246 DG tersebut mengalami kecelakaan lalulintas (lakalantas) akibat out of control (OC) karena kurang hatihatinya pengemudi saat melintas di lokasi kejadian. Beruntung, akibat kejadian ini pengemudi mobil boks, Jonisius Tamo Ama (28), asal Denpasar Utara hanya mengalami luka ringan. Kepala Sub-Bagian (Kasubag) Humas AKP Nyoman Suartika, seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK. membenarkan telah menerima laporan lakalantas akibat OC tersebut. AKP Suartika mengatakan, lakalantas ini berawal ketika kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi dari selatan ke utara. Memasuki lokasi kejadian, jalan menurun, pengemudi tiba-tiba tidak bisa mengendalikan kendaraannya. Pengemudi pun sempat mengendalikan kendaraan, namun karena kendaraan oleng, sehingga terjadi lakalantas. Truk terguling hingga menghalangi jalan. Beruntung, saat kejadian, arus kendaraan masih sepi, sehingga saat mobil terguling tidak sampai menimbulkan kendaraan lain celaka. Atas kejadian ini, pengemudi berusaha keluar dari dalam mobil dibantu warga yang melihat kejadian itu. Saat berhasil dievakuasi, pengemudi dalam keadaan sehat dan hanya mengalami luka lecet. “Benar, kami terima kejadian itu dan dari pemeriksaan di lapangan dan keterangan saksi itu, pengemudi kurang hatihati saat berkendara di jalanan menurun. Kendaraan sempat oleng dan akhirnya terguling ke tengah jalan,” jelasnya. Pascakejadian itu, arus kendaraan dari kedua arah sempat terganggu. Pasalnya, setengah badan jalan dihalangi oleh mobil boks setelah terguling ke tengah jalan. Situasi ini dengan cepat ditangani setelah Unit Lantas Polsek Sukasada turun ke TKP untuk mengatur arus lalu lintas dan mengamankan proses evakuasi mobil dari lokasi kejadian. (kmb38)

BPM/kmb41

PDAM - Petugas PDAM Bangli saat mendistribusikan air bersih memakai mobil tangki ke pelanggan.

Dikerjakan Usai Tumpek Landep

Perbaikan Jaringan Pipa PDAM Tertimbun Longsor Bangli (Bali Post) -

Jaringan pipa milik PDAM Bangli di Dusun Cingan, Desa Kayubihi, Bangli yang tertimbun bencana tanah longsor beberapa waktu lalu sampai saat ini belum diperbaiki. Agar pendistribusian air bersih untuk ribuan pelanggan yang pelayanannya sempat terganggu, PDAM rencanakan kembali melakukan perbaikan usai hari Tumpek Landep. Direktur PDAM Bangli, I Wayan Gde Yuliawan Askara, Sabtu (31/3) kemarin, mengungkapkan, pascaterjadinya bencana longsor yang memimbun be-

berapa pekerja beberapa waktu lalu, memang sampai saat ini jaringan pipa transmisi yang rusak belum diperbai. Kata Yuliawan, agar pelayanan kepada ratusan

pelanggan yang sebelumnya terganggu secepatnya normal, pihaknya bakal segera kembali melakukan perbaikan tersebut. “Sebelumnya, petugas sudah mencari tempat yang lebih aman untuk menempatkan pipa transmisi. Dan lokasinya di sebelah barat. Untuk perbaikannya rencananya akan kembali kami lakukan setelah hari Tumpek Landep. Semoga saja tidak ada halangan dan cuaca mendukung, sehingga

pengerjaan bisa lebih cepat dilakukan. Dan pelayanan bisa kembali normal,” ungkapnya. Kata Yuliawan, selama gangguan, pihaknya telah melakukan pendistribusian air bersih kepada pelanggan ke wilayah Pekuwon, Brahmana Bukit, Puri Bukit, Sidembunut dan pelanggan di Jalan Nusantaran Kota Bangli memakai lima mobil tangki bantaun dari Provinsi Bali, BPBD Bangli, PDAM Klungkung, dan Dinas

Sosial Bangli. “Selama ini, pelayanan air bersih tetap kita lakukan ke pelanggan lewat mobil tangki. Air bersih yang kita suplai ke pelanggan disesuaikan dengan kebutuhan warga. Kalau ada warga yang membutuhkan air kita siap suplai. Bahkan sebelumnya, sempat sampai pukul 01.00 wita, kita mendistribukasikan air kepada pelanggan,” jelas Yuliawan Askara. (kmb41)

Tahun 2020, Garuda Targetkan Kapitalisasi Pasar 3,5 Miliar Dolar AS

BPM/ist

TERGULING – Mobil pengangkut es krim terguling setelah mengalami kecelakaan lalu lintas di Dusun Wira Bhuana, Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Sabtu (31/3) kemarin.

SDN 5 Batur Kemalingan, Laptop dan Kamera Raib Bangli (Bali Post) SDN 5 Batur di Desa Batur Selatan, Kintamani kemalingan. Satu laptop, kamera, dan harddisk yang sebelumnya tersimpan di dalam ruang kepala sekolah raib digondol maling. Kasus pencurian di SD tersebut kini tengah ditangani Polsek Kintamani. Informasi yang dihimpun Sabtu (31/3) kemarin, menyebutkan, kasus pencurian di SDN 5 Batur pertama kali diketahui saksi I Wayan Arsa pagi kemarin. Saat itu, saksi yang tiba di sekolah sekitar pukul 07.00 wita, mendapati pintu ruang kepala sekolah sudah dalam kondisi rusak karena dijebol. Kejadian itu kemudian disampaikan ke saksi lainnya Ni Wayan Sintia. Keduanya lantas mengecek ruang kepala sekolah. Di dalam ruangan kepala sekolah, keduanya mendapati satu laptop, kamera, dan hardisk yang disimpan di dalam lemari telah hilang. Oleh kedua saksi, kejadian itu langsung dilaporkan ke Polsek Kintamani. Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi saat dikonfirmasi mengatakan, laporan terkait kasus pencurian di SDN 5 Batur telah ditindaklanjuti aparat Polsek Kintamani dengan turun langsung ke lokasi untuk melakukan olah TKP. Polisi juga telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi. Disampaikan Sulhadi bahwa barang yang dilaporkan hilang dari dalam ruang kepala sekolah berupa satu laptop merek Acer, kamera merek Sony, dan hardisk dengan memory 1 tera byte. Total kerugian akibat kejadian itu ditaksir mencapai Rp 8 juta. “Kasus tersebut kini masih ditangani Polsek Kintamani,” kata Sulhadi. (kmb40)

Denpasar (Bali Post) Garuda memiliki visi baru, sampai dengan tahun 2020, ingin menjadi perusahaan dengan nilai kapitalisasi pasar sampai dengan 3,5 miliar dolar AS. Sementara, salah satu yang ingin dicapai tahun 2018 adalah mencanangkan diri bisa meraih laba, meningkatkan utilisasi pesawat sampai dengan 10 jam. Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala N. Mansury mengatakan, selain itu, Garuda juga memiliki beberapa rute baru yang memang sudah dicanangkan tahun ini. Salah satunya rute

Denpasar-Mumbai, yang cukup besar pengaruhnya terhadap pariwisata di Bali. “Satu-satunya penerbangan yang menghubungkan India dengan Denpasar, Bali,” imbuhnya. India merupakan salah satu negara dengan tingkat pertumbuhan turis yang datang ke Bali paling tinggi. Ia berharap dengan rute baru ini, bisa menjadi pembuka jalan untuk pengembangan rute-rute baru Garuda ke daerah lain di India. Banyaknya rute baru yang dibuka oleh Garuda, menimbulkan tantangan

baru yaitu tingkat SLF outbound yang kurang. Namun, hal itu disiasati dengan beberapa cara, yaitu menyambungkan Bali dengan daerah lain dan membangun konektivitas. “Kalau ada inbound pasti ada outbound. Jadi, memang kalau rute seperti Denpasar atau Bali ini untuk tingkat penumpang yang khusus beli di Bali lalu ingin terbang ke tempat lain memang tidak sebesar tempat lain,” ungkapnya. Yang dilakukan adalah dari Bali disambungkan ke daerah-daerah tujuan lain. Sehingga konektivitas antara Den-

pasar dengan beberapa daerah tujuan lainnya menjadi sangat penting. Agar wisatawan yang sudah ada di Bali, bisa terbang ke tempat-tempat lain. Upaya lain yang dilakukan adalah menyambungkan rute-rute yang telah dibuka Garuda sebelumnya. Misalnya rute yang telah ada Denpasar- Jakarta, Jakarta- London, Sidney- Denpasar, Guangzzhou-Denpasar, DenpasarSidney, Denpasar-Melbourne. Misalnya ada penumpang dari Melbourne atau Sidney ingin ke Guangzhou, bisa melalui Denpasar. (kmb42)

Senin, Siswa SMK Jalani UNBK

Sekolah Tanggung Beban Rp 175.000 per Siswa Sekali Pakai MULAI Senin (2/4) besok, siswa kelas XII SMK di Bali akan menjalani Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Adanya kebijakan dari pusat mewajibkan UNBK di semua sekolah untuk menjaga integritas ternyata menyisakan beban bagi siswa dan sekolah swasta. Apalagi sekolah yang memiliki siswa banyak sangat kaget dengan kebijakan ini. Kepala SMK PGRI 3 Denpasar, Drs. I Nengah Madiadnyana, M.M., Sabtu (31/3) kemarin, mengungkapkan sekalipun menyedot anggaran sekolah yang banyak, pihaknya tetap menjalankan UNBK demi sekolah berintegritas. Namun, dia kasihan dengan sekolah swasta yang tak memiliki anggaran yang cukup karena

BPM/sue

Nengah Madiadnyana

harus menanggung beban besar yang tak direncanakan. Dia mengaku saat ini SMK PGRI 3 Denpasar masih yang terbanyak di Bali memiliki peserta UNBK, yakni 742 siswa, masing-masing 504 siswa progran keahlian Akomodasi Perhotelan dan 238 siswa program keahlian Tata Boga. Untuk itu, sekolah ini memerlukan 38 ruang kelas. Sekolah harus menyewa komputer dan membeli server guna menyelamatan UNBK. Bahkan, dia mencatat setiap siswa memerlukan biaya Rp 175.000 per siswa per sekali pakai. Belum termasuk biaya menyewa alat Rp 175 juta. Belum termasuk tryout. ‘’Syukurnya kami di SMK PGRI 3 tak membebani siswa karena memakai dana sekolah, bagaimana dengan siswa sekolah yang tak mampu. Ini harus dipikirkan pemerintah karena kebijakan ini baru muncul di tengah jalan ketika sekolah sudah menetapkan RABS,’’ tegasnya. Madiadnyana yang juga Ketua YPLP PGRI Kota Denpasar ini mengkritisi untuk menjaga UN berintegritas tak harus dengan UNBK, bisa dengan memperketat pengawasan di Ujian Nasional Berbasis Pensil dan Kertas. Makanya dia mengusulkan sebaiknya pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Bali menyiapkan APBD dan APBN untuk melengkapi infrastruktur UNBK. Semasih belum merata tak perlu ‘’dipaksakan’’, karena

Ni Ketut Nuka

BPM/sue

itu kewajiban dari pemerintah. Kedua, kata dia, saat UNBK harus dijamin keamanan server dan listrik agar tak menimbulkan gangguan yang justru membuat siswa galau. Soal yang satu ini diakui Ni Made Sudiani, siswa SMK di Denpasar. UNBK selain ribet juga membuat dia dan teman-temannya galau ketika listrik tak terjamin. Dia juga harus minta uang banyak ke orangtua untuk menanggung biaya sewa alat karena sekolah tak mampu menanggung beban ini. ‘’Saya setuju teknologi tapi jangan dipaksakan sekolah yang tak mampu. Atau pemerintah menanggung semua biaya ini,’’ tegasnya.

Masuk Biaya USBN

Di SMK PGRI 4 Denpasar tercatat 413 siswa akan mengikuti UNBK. Namun syukurnya, kata Kepala SMK PGRI 4 Denpasar,

semua alat disiapkan mandiri oleh sekolah. Bahkan, ada sekolah lain yang menggunakan lab komputernya untuk UNBK. Dia membenarkan biaya UNBK per siswa per sekali pakai mencapai Rp 175.000. Biaya ini jelas mahal bagi siswa dan sekolah yang kurang mampu dan bertentangan dengan prinsip pendidikan semurah-murahnya. Namun syukurnya di SMK PGRI 4 Denpasar, semua biaya ini suda include di anggaran USBN termasuk biaya UKK. Ketut Suarya yang juga Bendahara PGRI Kota Denpasar ini setuju selama pemerintah belum menyiapkan alat dan infrastruktur di semua sekolah untuk UNBK, tak perlu mewajibkan semua sekolah. Apalagi pada sekolah swasta yang siswanya banyak dan bukan dari program keahlian TI. ‘’Kasihan siswa dan sekolah yang bersangkutan karena akhirnya bermuara biaya tinggi pada siswa dan masyarakat,’’ tegasnya. Dia pun setuju DPRD Bali memperjuangkan biaya UNBK dulu sebelum mengangkat isu pendidikan gratis. Pendidikan yang murah dan berkeadilan adalah tantangan utama di Bali dan harus dinikmati sekolah negeri dan swasta. Apalagi penentu kelulusan siswa SMK didominasi pada penguasaan keahlian. Sementara itu, di SMK PGRI 5 Denpasar tercatat 586 siswa kelas XII akan menjalani UNBK. Kepala SMK PGRI 5 Denpasar, Dra. Ni

Ketut Nuka, berharap tak ada gangguan apa pun dalam UNBK nanti agar siswa nyaman mengerjakan soal dengan baik. Yang dia khawatirkan adalah listrik dan server karena jika terjadi gangguan siswa harus mengulang dari awal. Namun, dia bertekad untuk menyukseskan UNBK di seolahnya. Wanita kasek yang kalem ini setuju sekolah swasta digelontorkan dana untuk UNBK sehingga tak membebani rakyat. Dia juga mengatakan nilai praktik lebih dominan menentukan kelulusan. Makanya sekolah ini dikenal padat dengan kegiatan praktik ketimbang teori di kelas. Iniah yang dia katakan ciri khas sekolah kejuruan. (sue)

I Ketut Suarya

BPM/sue

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/ Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Minggu Umanis, 1 April 2018

Mengenal dan Memilih Investasi Pendidikan Stikes Wira Medika Bali PENGENALAN kampus dan proses pembelajaran bagi calon mahasiswa diperlukan untuk menentukan pilihan yang pasti. Hal tersebut dilaksanakan oleh tim Seleksi Mahasiswa Baru Stikes Wira Medika Bali dengan inovasi dan kreativitas melalui kunjungan siswa/i SMK Kesehatan Bali Medika. Kunjungan ini dihadiri 75 orang siswa bersama enam orang guru pendamping, diikuti secara antusias. Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Putu Gede Subhaktiyasa, ST., MM., memaparkan pihaknya berupaya mengenalkan realitas keberadaan kampus ini, karena regulasi pemerintah era kini sangat ketat, pihaknya bersama segenap jajaran berupaya mengkawal proses pendidikan sesuai dengan aturan dan perundang-undangan yang berlaku, dengan menambahkan kompetensi unggulan sehingga kualitas lulusan nanti diharapkan mampu bersaing. Pada kesempatan yang sama Ketua Program Studi S1 Ilmu Keperawatan Ns. Ni Luh Putu Dewi Puspawati, S.Kep.,

SISWA - Kunjungan siswa SMK Kesehatan Bali Medika ke Stikes Wira Medika Bali. M.Kep., menegaskan bahwa siswa yang berkesempatan proses pembelajaran berori- untuk studi pertukaran mahaentasi pada kaidah normative siswa ke Jepang. Siswa/i yang sesuai dengan panduan kuri- berkunjung sangat tertarik kulum AIPNI sehingga proses dengan peluang dan kesemdan output nanti tidak me- patan kerja di Jepang, mereka nimbulkan perbedaan yang semakin yakin untuk menensignifikan dengan lulusan tukan pilihannya sebagai kampus lain. mahasiswa/i di Stikes Wira Kunjungan ini juga dirang- Medika Bali. Beberapa siswa/i kaikan dengan pengenalan yang berkunjung ternyata kreativitas Badan Eksekutif sudah ada yang mendaftar Mahasiswa (BEM) dengan sebagai calon mahasiswi baru segudang prestasi, baik re- di Stikes Wira Medika, seperti gional maupun nasional yang Trisna dan Dewi, mereka mentelah diraih, termasuk testi- gatakan bahwa mereka sudah monial pengalaman maha- mengetahui informasi tentang

Stikes Wira Medika Bali jauh sebelum kunjungan ini. Informasi tersebut didapatkan dari media sosial dan cetak. Kunjungan diakhiri dengan presentasi secara spontanitas dan pemberian formulir untuk segera mendaftar sebagai calon mahasiswa. Pada kesempatan lain, guru pendamping mengapresiasi kegiatan ini karena siswa/i mendapatkan informasi secara nyata untuk studi lanjut yang layak. Stikes Wira Medika Bali telah terakreditasi B dari BAN PT menerima calon mahasiswa dari jalur reguler dan nonreguler dengan program studi yang telah terakreditasi B dari LAM PTKes yaitu DIII Perekam Dan Informasi kesehatan, DIII Analis Kesehatan, S-1 Ilmu Keperawatan, Profesi Ners. Informasi lebih lengkap melalui sekretariat pendaftaran di Jl. Kecak No. 9A Gatot Subroto Timur denpasar atau melalui www.stikeswiramedika.ac.id. Follow us at instagram: stikes_wiramedika, BBM : D77404A1, WA : 081238860554, Facebook: humas Stikes Wika Bali, Line: stikes_wiramedika. (ad1390)

Daerah

3

BPM/may

NYEPI - Suasana dharma santi Nyepi yang dilakukan jajaran Garuda Indonesia.

Garuda Indonesia Gelar Dharma Santi Nyepi Denpasar (Bali Post)Garuda Indonesia melaksanakan Dharma Santi Nyepi tahun Çaka 1940 pada Jumat (30/10). Acara tersebut dihadiri Ketua PHDI Pusat Mayjen (Purn) Wisnu Bawa Tenaya yang juga memberikan pencerahan. Sebanyak 330 karyawan Garuda Indonesia hadir dalam Dharma Santi Nyepi di Aerowisata Prama Sanur Beach Hotel. Tema Dharma Santi yang diangkat tahun ini yakni “Dengan Catur Brata Penyepian Kita Tingkatkan Sinergi Garuda Indonesia Griup Menuju Sky Beyond 3.5.” Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala N. Mansury mengatakan, Dharma Santi Nyepi merupakan kegiatan tahunan Garuda setelah perayaan Nyepi. “Di sini kita bersama-sama mendengarkan ceramah keagamaan sambil bersilaturahmi di antara karyawan Garuda Indonesia, khususnya yang beragama Hindu. Karena yang beragama Hindu sebagian besar adanya di Bali sehingga dilaksanakan di Bali,” ujarnya. Dharma Santi Nyepi juga merupakan merefleksi diri dan meningkatkan pelaksanaan

agama. Karena menurutnya dalam melaksanakan pekerjaan sehari-hari di Garuda Indonesia, jika memiliki religiusitas yang baik, diharapkan dalam menjalankan tugas juga bisa lebih baik. Dengan jumlah karyawan 320-330 orang di Bali, menurutnya cukup besar. “Kalau di tempat lain tidak ada pelaksanaannya sebesar ini. Sampai sentralisasi difasilitasi oleh perusahaan, jadi ya kita cukup banggalah Garuda Indonesia bisa memberikan kesempatan kepada karyawan kita untuk bisa menjalankan ritual keagamaannya sambil meningkatkan silaturahmi antara seluruh karyawan, khususnya yang beragama Hindu,” imbuhnya. Dengan demikian, target Garuda tahun 2018 diharapkan dapat tercapat. Ketua PHDI Pusat Wisnu Bawa Tenaya mengatakan, untuk mencapai target-target yang ingin dicapai Garuda maka perlu menciptakan hubungan harmonis antara pimpinan dan bawahan. Untuk itu diperlukan kesehatan jiwa dan mental dengan pendalaman ajaran agama. Sehingga dapat meningkatkan daya tempur. (kmb42)

Fasilitasi Penumpang IMF-WB

Garuda Siapkan ”Extra Flight” BPM/ist

PUJAWALI - Suasana persembahyangan bersama di Pura Agung Lokanatha Lumintang, Denpasar saat pujawali, Sabtu (31/3).

”Pujawali” Pura Agung Lokanatha Lumintang Bertepatan dengan ”Tumpek Landep” Denpasar (Bali Post) Pujawali di Pura Lokanatha Denpasar bertepatan dengan Purnama Kadasa Wuku Landep, Sabtu (31/3). Umat Hindu datang silih berganti untuk melakukan persembahyangan. Tidak terkecuali Plt. Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara juga turut hadir pada pujawali kemarin. Rangkaian upacara telah digelar sejak pagi hari dengan berbagai persiapan yang di-puput Ida Pedande Gede Putra Ngenjung dari Griya Ngenjung, Sanur Kaja. Pujawali ini berlangsung khidmat, diisi dengan tetabuhan, kidung, Tari Topeng, Tari Rejang Renteng dan bebondresan sebagai persembahan pada piodalan

di Pura Agung Lokanatha. Plt. Walikota Denpasar IGN Jaya Negara mengungkapkan rasa bangga karena prosesi pujawali yang telah berjalan lancar. “Saya bangga sekaligus bersyukur, upacara ini dapat berjalan lancar terlebih ketika turut hadir para siswa dan siswi Kota Denpasar untuk sembahyang bersama,’’ ungkapnya. TPLA Kota Denpasar, Made Suarta Wijaya mengatakan bahwa upacara kali ini bertepatan dengan Tumpek Landep, sebagai momentum yang sangat tepat untuk memohon ketajaman pikiran dan kesejahteraan. “Tahun ini tumben bertepatan dengan Tumpek Landep,

tantangannya persiapan upacara harus lebih awal, karena dibarengi dengan upacara umat Hindu di rumahnya masingmasing,’’ ungkapnya. Lebih lanjut disampaikan, setiap setahun sekali dengan makna untuk menghaturkan terima kasih ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, karena berkat rahmat beliaulah semuanya dapat berjalan dengan lancar dan baik. Terkait dengan biaya pujawali, sepenuhnya ditanggung Pemerintah Kota Denpasar, tentunya dengan komunikasi dan semangat gotong royong seluruh aparatur desa serta masyarakat. (kmb12)

BPM/wan

TUMPEK LANDEP - Seorang perempuan sedang menempatkan canang di atas sepeda motor serangkaian rahina Tumpek Landep, Sabtu (31/3) kemarin.

Denpasar (Bali Post)Menjelang IMF-WB, Garuda Indonesia sebagai maskapai penerbangan milik RI telah membicarakan beberapa upaya untuk mengatasi tingginya penerbangan dari dan ke Bali. Direktur Utama Garuda Indonesia Pahala N. Mansury mengatakan, akan ada ekstra flight untuk penerbangan, khususnya dari Asia Utara ke Denpasar. “Nantinya akan ada beberapa extra flight yang dilakukan oleh kita untuk memfasilitasi kemungkinan penumpang-penumpang tersebut untuk bisa datang ke Denpasar,” ujarnya, Jumat (30/3). Diakui, kapasaitas yang dimiliki Garuda cukup memadai untuk memfasilitasi peserta IMF-WB. Karena Garuda memiliki armada 202 pesawat baik Garuda maupun Citilink.

Selain itu, Garuda juga akan melakukan re-routing (mengubah rute) untuk beberapa rute-rute. Rute seperti Shanghai-Jakarta, Beijing-Jakarta apabila masih diperlukan, Garuda akan melakukan re-routing melalui Denpasar baru kemudian ke Jakarta. “Itu juga merupakan salah satu opsi yang kita lakukan,” imbuhnya. Opsi lain yang akan dilakukan Garuda adalah penumpang (peserta IMD-WB) yang telah ada di Denpasar, Bali agar juga mengunjungi tempat lainnya usai pelaksanaan IMF. “Sehingga mereka bukan hanya berhenti di Denpasar, Bali, tapi mungkin setelah pelaksanaan IMF-WB mereka melakukan perjalanan ke daerah atau destinasi lain di Indonesia,” jelasnya. (kmb42)


4

Minggu Umanis, 1 April 2018

Kesehatan Iklim Literasi

BERBICARA tentang literasi dalam bentuk wacana sungguh “melelahkan” , sungguh “jenuh” karena terlalu sering dijadikan isu-isu untuk beragam hal. Dari literasi di Indonesia yang lemah, anak-anak generasi milenial yang sibuk dengan gadget sehingga tidak lagi melirik membaca sebagai “ritual” yang sehat untuk membangun pendidikan karakter. Lalu pertanyaannya apakah hanya membaca saja yang bisa dijadikan alat ukur untuk membangun sebuah pendidikan karakter yang sehat? Harus disadari masyarakat sekarang kian bergeser dari masyarakat “offline” ke masyarakat “online”. Sehingga harus dipikirkan teknik dan cara untuk menemukan formula menggugah minat baca dan ketertarikan pada literasi terhadap masyarakat . Masalahnya sampai saat ini belum ada “role model” — rujukan yang bisa membuat masyarakat tergerak mencintai buku dengan serius. Membaca dan mencintai literasi memang masih merupakan jalan terjal, tetapi bukan berarti harus berhenti berusaha, beragam kegiatan harus terus diupayakan. Terus menerus dan harus dikemas dengan menarik, untuk membuat siswa tertarik. Apa yang sesungguhnya dibutuhkan oleh generasi milenial (generasi yang dilahirkan tahun 1980), dan generasi Z (generasi yang dilahirkan tahun 2000). Mereka adalah generasi Indonesia yang cerdas, giat, dan agak sulit menerima beragam informasi yang sesungguhnya tidak masuk akal, karena dua generasi ini adalah generasi yang m.udah mengakses info dengan cepat, dan cergas. Mereka bergerak sangat cepat dibanding generasi pendahulunya. Lalu pertanyaan di mana dan kemana para siswa yang lahir tahun 2000 berkiblat dengan “role model” yang dibutuhkan untuk mencintai literasi dengan aksi bukan teori-teori yang dijejalkan di ruang kelas yang melelahkan dan membosankan. Literasi tidak akan pernah kehilangan “umatnya” jiwa dibangun dengan aksi nyata dan dikemas dengan menarik. Lalu muncul pertanyaan siapa yang harus memulai? Guru! Guru adalah “mata pertama” seorang siswa untuk memulai mengenal sebuah bacaan yang menarik, karena di sekolahlah seorang siswa mulai diajarkan mengenal huruf, menata huruf, mengenal kata, menata kata.

Mengenal kalimat, menata kalimat. Untuk merangsang dan memikat geliat mencintai literasi itulah, maka Balai Bahasa Bali telah menyelenggarakan Sayembara Penulisan Bahan Bacaan Literasi Tingkat Dasar dan Menengah Tahun 2018. Sayembara kali ini. Bahan bacan literasi ini, berupa buku yang berisi teks narasi, deskripsi, eksposisi, dan/atau prosedural. Enam subtema yang ditawarkan dalam sayembara ini, yaitu lanskap dan perubahan sosial masyarakat perkotaan dan perdesaan, kekayaan bahasa daerah, pelajaran penting dari tokoh-tokoh Indonesia, kuliner Indonesia, arsitektur tradisional Indonesia, dan cerita tentang anak

Membaca Kembali Geliat Literasi di Bali

di tengah “sibuknya” para guru mengurus sertifikasi dan melupakan tugas mulianya membangun peradaban. Karena banyak juga guru baru menulis karena niatnya untuk mengurus “sertifikasi” setelah beres ,urusan menulis pun dilupakan. Program sertifikasi sesungguhnya “bagus” minimal bisa meningkatkan ekonomi guru yang selama ini dikeluhkan. Lalu apakah penambahan gaji melalui sertifikasi guru membuat guru menggunakan “gaji” tambahan itu untuk membeli buku-buku? Untuk menambah kompetensi dan kemampuannya secara akademik? Penulisan Bahan Bacaan Literasi Tingkat Dasar dan Menengah

Sementara itu, tim juri Sayembara Penulisan Bahan Bacaan Literasi Tingkat Menengah adalah Dr. I Wayan Artika, S.Pd., M.Hum., Ida Bagus W. Widiasa Keniten, S.Pd., M.Hum., dan Wayan Jengki Sunarta. Kedua tim juri telah memutukan dan menetapkan pemenangnya melalui proses seleksi yang sangat ketat. Untuk ketiga pemenang Sayembara Penulisan Bahan Bacaan Literasi Tingkat Dasar adalah guru-guru yang berprestasi dan ketiganya berasal dari Kabupaten Karangasem. Guru Bahasa Indonesia SMA PGRI 1, I Gede Aries Pidrawan (“Gerubug”), I Nyoman Agus Sudipta (“Bocah Penjaga

LITERASI - Harus disadari masyarakat sekarang kian bergeser dari masyarakat “offline” ke masyarakat “online”. Sehingga harus dipikirkan teknik dan cara untuk menemukan formula menggugah minat baca dan ketertarikan pada literasi terhadap masyarakat . Masalahnya sampai saat ini belum ada “role model” — rujukan yang bisa membuat masyarakat tergerak mencintai buku dengan serius. Membaca dan mencintai literasi memang masih merupakan jalan terjal, tetapi bukan berarti harus berhenti berusaha, beragam kegiatan harus terus diupayakan. Terus menerus dan harus dikemas dengan menarik, untuk membuat siswa tertarik. Indonesia. Solusi Ini adalah solusi untuk meningkatkan minat baca dan membuat dunia literasi kita menemukan imunisasi yang tepat untuk membangun kecintaan anak pada buku. Guru adalah ujung tombak, untuk menularkan kecintaan seorang anak pada buku. Lomba bagi kalangan guru ini juga bisa menjadi ukuran bahwa masih ada guru-guru yang memiliki daya juang untuk memperbaiki sistem

membawa angin segar untuk guruguru yang produktif, dan masih memiliki kecintaan untuk membangun literasi dengan beragam cara, di samping itu efeknya juga bagus untuk para guru. Melatih mereka terus membaca, dan cergas juga memotret beragam masalah sosial kekinian melalui teknik bercerita. Tim juri Sayembara Penulisan Bahan Bacaan Literasi Tingkat Dasar terdiri atas pakar sastra dan praktisi yang ada di Bali, yaitu Oka Rusmini, Drs. Nyoman Tusthi Eddy, dan I Made Sujaya, S.S., M. Hum.

Sawah”), dan I Ketut Sandiyasa (“Mutiara Tanah Anom”), ke luar sebagai pemenang. Kedua pemenang Sayembara Penulisan Bahan Bacaan Literasi Tingkat Menengah adalah Ni Nyoman Ayu Suciartini (“Bersinar di Timur Pulau Bali”) dan I Nyoman Payuyasa (“Dari Mata Turun ke Kata”). Catatan Beragam kelemahan tentu masih mengisi beragam manuskrip yang diterima. Banyaknya karya para

Penanganan Luka Bakar pada Anak-anak

HIPERTENSI - Kebanyakan, hipertensi tidak memiliki gejala yang menunjukkan bahwa seseorang sudah hipertensi. Sehingga banyak orang dengan hipertensi, bahkan tidak mengetahuinya. Hipertensi berkembang secara perlahan sepanjang waktu sampai akhirnya menunjukkan gejala bila sudah mengganggu organ tubuh. Cara paling baik untuk mengetahui lebih awal sebelum mengganggu organ adalah aware terhadap faktor risiko, dan bila memiliki faktor risiko maka perlu untuk melakukan check-up.

Bagaimana hipertensi disebut sebagai “the silent killer”? Kebanyakan, hipertensi tidak memiliki gejala yang menunjukkan bahwa seseorang sudah hipertensi. Sehingga banyak orang dengan hipertensi, bahkan tidak mengetahuinya. Hipertensi berkembang secara perlahan sepanjang waktu sampai akhirnya menunjukkan gejala bila sudah mengganggu organ tubuh. Cara paling baik untuk mengetahui lebih awal sebelum mengganggu organ adalah aware terhadap faktor risiko, dan bila memiliki faktor risiko maka perlu untuk melakukan check-up. Banyak faktor yang bisa menjadi risiko seseorang mengalami hipertensi. Diantaranya adalah usia dewasa tua, perokok aktif, konsumsi alkohol yang berlebihan, memiliki riwayat keluarga dengan tekanan darah tinggi, berat badan yang berlebihan (obesitas), atau adanya riwayat kencing manis (diabetes), memiliki riwayat penyakit jantung dan penyakit ginjal sebelumnya. Penyebabnya sendiri adalah multifaktorial, ada yang bersifat primer yaitu disebabkan oleh faktor ketu-

Hal yang membedakan secara bermakna:

suhu dan durasi yang sama dengan orang dewasa akan menyebabkan kerusakan yang lebih dalam. Selain itu, kulit anak yang tipis menyebabkan kesulitan dalam penilaian derajat luka bakar. Perubahan warna kulit yang terbakar pada anak tidak selalu sama dengan yang terlihat pada orang dewasa.

Luka bakar pada anak sering disebabkan oleh air panas (53%), api (37%), minyak goreng panas (5%), listrik tegangan tinggi (4%), dan bahan kimia (1%). Beberapa hal yang perlu mendapat perhatian khusus dalam menangani luka bakar pada anak di antaranya:

Jalan napas Anak lebih rentan mengalami gangguan jalan napas terutama pada trauma saluran napas. Diameter saluran napas bagian bawah pada anak lebih kecil sehingga apabila terjadi pembengkakan pada lapisan mukosa bronkus dan penumpukan secret akibat trauma saluran napas akan mempermudah terjadinya gangguan. Selain itu beberapa anak memiliki pembesaran kelenjar gondok, amandel yang mempermudah terjadiya gangguan jalan napas.

LUKA bakar pada anak-anak perlu mendapat perhatian khusus. Perbedaan sistem tubuh dan komposisi anatomis yang terjadi merupakan dasar dari perbedaan penanganan luka bakar pada anak-anak.

üUkuran dan proporsi tubuh pada anak üTingkat metabolism üDinamika cairan üKetebalan kulit üPerbedaan sosial dan perkembangan

Hipertensi, ”the Silent Killer” HIPERTENSI atau penyakit tekanan darah tinggi merupakan penyakit yang umum ditemukan. Seseorang dikatakan hipertensi bila adanya peningkatan tekanan darah kronis sistolik lebih dari 140 mmHg dan diastolik lebih dari 90 mmHg.

guru tidak mampu merapikan alur cerita. Konflik yang ditawarkan juga kurang tergarap dengan baik. Tema yang digarap juga belum bervariasi, padahal melihat kondisi sosial, budaya dan politik saat ini justru memberi para peserta lomba wawasan dan banjirnya tema-tema yang menarik dan lebih menggigit sebagai bahan bacaan siswa. Titik balik dalam cerita belum tergarap, sehingga kadang-kadang cerita terlalu padat dengan informasi dan melelahkan untuk dibaca. Dan yang paling lemah adalah teknik mengembangkan tokoh masih raguragu, dan tidak memberi kesan kematangan. Dengan beragam “kelemahan” itu tentunya ada harapan dan napas baru, bahwa masih ada guru-guru yang mampu meluangkan diri untuk menulis. kegiatan sayembara ini memiliki peluang besar untuk membudayakan generasi muda mengasah bakat menulis dan menumbuhkan gerakan literasi nasional. Selain itu, “muatan lokal daerah Bali makin diketahui masyarakat Indonesia,” lanjut Nyoman Tusthi Eddy. Selanjutnya, I Made Sujaya menambahkan argumen bahwa ajang ini adalah media penulis untuk berlomba mengembangkan diri. Ketiga juri lainnya, I Wayan Artika, Ida Bagus W. Widiasa Keniten, dan Wayan Jengki Sunarta pun mengungkapkan hal serupa. Juri sepakat untuk sayembara ke depan, diharapkan penulis fokus pada penulisan teks cerita. Penulis tidak dibebani soal grafika lagi. Ini menunjukan bahwa literasi di tingkat lokal masih bisa berkembang dan mengembangkan dirinya dengan tetap berpijak pada muatan lokal yang selama ini didengungkan pemerintah pusat. Tetapi sekedar menulis saja sesungguhnya tidak cukup untuk mengembangkan literasi di Indonesia. Kita sesungguhnya harus memiliki kemampuan berbahasa. Kemampuan reseptif, kemampuan mendengarkan dan membaca. Kemampuan ekpresif, kemampuan berbicara dan menulis. Belajar bahasa dan sastra tidak hanya dengan menghafal pengarang-pengarang dan karya-karyanya saja. Belajar sastra itu harus mampu menggali rasa serta sistematika berpikir guru dan siswa. Jadi, masih ada harapan untuk literasi di Indonesia. Seperti kutipan sajak “Karawang Bekasi” — Chairil Anwar…”Kami sudah coba apa yang kami bisa ,Tapi kerja belum selesai… (osi)

runan (genetik) dan lingkungan, dan ada juga yang bersifat sekunder yaitu disebabkan oleh penyakit lain seperti, penyakit ginjal, pembuluh darah, dan penyebab endokrin. Sebanyak 90-95% kasus yang terjadi pada dewasa merupakan penyakit primer. Seseorang dengan hipertensi, semakin tinggi dan tidak terkontrolnya tekanan darah, maka risiko terjadinya komplikasi juga akan semakin tinggi, seperti penyakit stroke, penyakit jantung koroner, dan penyakit ginjal kronis. Sembuh Lalu, apakah penyakit ini dapat disembuhkan? Pada sebagian besar kasus penyakit ini tidak dapat sembuh dan berlangsung seumur hidup, tetapi penyakit ini dapat dikontrol agar tidak menyebabkan komplikasi. Untuk kontrol yang optimal diperlukan perubahan gaya hidup. Perubahan gaya hidup dalam hal ini adalah: 1. Membatasi asupan garam Hal ini dikarenakan kandungan dari garam berhubungan dengan peningkatan tekanan darah. Batas konsumsi yang disarankan adalah <2.300 ng atau ± 1 sendok teh per hari. 2. Pertimbangkan asupan makanan Banyak jenis makanan yang membantu mengurangi tekanan darah, beberapa diantaranya adalah makanan berserat, omega 3 (seperti pada minyak ikan), maupun

kalsium yang berguna pada kerja otot-otot halus pembuluh darah. 3. Menjaga berat badan ideal Hal ini mengingat obesitas juga menjadi salah satu faktor risiko hipertensi. Selain itu kadar lemak berlebih juga bisa menumpuk dan merusak pembuluh darah. 4. Olahraga Olahraga aerobik dapat menjaga pembuluh darah tetap elastis. Direkomendasikan minimal 30 menit/ hari atau 150 menit/minggu. 5. Penanggulangan stres Stres juga dapat memicu peningkatan tekanan darah. Bila penyebab stres tidak dapat dihindari, dapat dibantu dengan relaksasi seperti meditasi ataupun yoga. Kebisaan tidur juga harus baik, karena kadar hormon stres meningkat seiring dengan sulitnya tidur. 6. Hal-hal yang perlu dihindari Selain mengurangi asupan garam, perlu juga untuk mengurangi makanan berlemak, hindari konsumsi alkohol, dan hentikan kebiasaan merokok. Bila dengan perubahan gaya hidup tekanan darah masih tetap belum terkontrol, maka perlu tambahan obat-obatan yang diberikan oleh dokter. Obat-obatan pun harus disiplin diminum rutin setiap hari. l dr. Ayu Putu Harina Ferdiyanthi, S.Ked.

Riwayat Trauma Penting untuk mengetahui bagaimana riwayat anak mengalami luka bakar untuk mempertimbangkan apakah ada tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan atau tidak, misalnya anak tidak segera dibawa ke rumah sakit, informasi tidak sesuai dengan pemeriksaan fisik, dan pola cedera tertentu misalnya tanda rokok Ukuran dan proporsi tubuh Proporsi tubuh anak berbeda dengan orang dewasa terutama proporsi kepala dan badan anak. Selain itu, rasio luas permukaan tubuh terhadap berat badan anak realtif lebih besar dibandingkan dewasa. Hal tersebut menyebabkan rasio metabolisme yang lebih besar, proses penguapan yang tinggi, dan proses kehilangan panas yang lebih besar. Ketebalan Kulit dan Kedalaman Luka Bakar Kulit anak-anak lebih tipis daripada orang dewasa. Hal ini menyebabkan cedera panas dengan

Anak Penanganan luka bakar pada anak meliputi: 1. Pengelolaan jalan napas Untuk menjaga patensi saluran napas, digunakan teknik intubasi yang berbeda dengan orang dewasa. 2. Manajemen cairan untuk anak Manajemen cairan untuk anak dilakukan pada anak dengan luas luka bakar 10% karena kehilangan cairan pada anak lebih besar dan lebih cepat terjadi akibat dinamika cairan pada tubuh anak yang berbeda 3. Penilaian Progresivitas Luka Bakar 4. Manajemen saluran cerna Pemasangan pipa nasogastrik dini bertujuan untuk mempertahankan fungsi usus dan menjaga asupan gizi 5. Aspek emosional Anak dengan luka bakar mayor membutuhkan asuhan emosional yang baik selama perawatan dan paska perawatan luka bakar l dr. Adelia Suryani

ANAK - Proporsi tubuh anak berbeda dengan orang dewasa terutama proporsi kepala dan badan anak. Selain itu, rasio luas permukaan tubuh terhadap berat badan anak realtif lebih besar dibandingkan dewasa. Hal tersebut menyebabkan rasio metabolisme yang lebih besar, proses penguapan yang tinggi, dan proses kehilangan panas yang lebih besar.

BPM/ist


5

Minggu Umanis, 1 April 2018

CERPEN

Berebut Ibu Oleh Eka Retno

ANAK manja itu lagi-lagi merebut Ibu. Baru saja lima jam Ibu mendudukkan dirinya di dalam rumah kami, telepon genggamnya sudah berdering kembali. Bukan hanya sekali, melainkan berkali-kali. Siapa lagi yang menghubungi, kalau bukan anak kesayangannya. “Kali ini siapa yang sakit, Bu? Jacky atau Bram? Atau, janganjangan dia yang sakit? Masuk angin, terus minta Ibu datang buat ngerokkin dia. Gitu?” ucapku, tak bisa sembunyikan kesal. Suamiku memberi kode dengan sudut matanya agar aku bisa kendalikan diri. “Enggak kok...” jawab Ibu. Aku tahu Ibu sedang mencoba mencari alasan untuk menutupi alasan yang sebenarnya. Alasan yang sebenarnya sudah kutahu dan sudah terbiasa kuketahui. “Autumn cuma tanya, apa Ibu udah sampai atau belum,” ucapnya kemudian. Ah, Ibu, kenapa Ibu harus berbohong. Lagi-lagi berbohong demi dia. Rasanya menyakitkan sekali. “Kok sampai berkali-kali begitu nelponnya?” “Sekalian dia ngasih tahu kalau Bu Mirna datang ke rumah. Sepertinya ada keperluan penting, mungkin mau pesan kue untuk arisan...” jawab Ibu sambil menunduk, tak berani menatapku. “Sudahlah, aku tahu Ibu bohong. Besok pagi, kalau Ibu mau pulang ya pulang saja! Kasihan anak kesayangan Ibu merengek di rumah!” ucapku, ketus, sambil mengelus perutku yang sudah semakin besar saja. Suamiku yang sejak tadi mengawasi dari balik layar komputernya semakin memberikan kode kepadaku untuk bisa menahan diri. “Maafkan Ibu, ya...” Ibu mengangkat kepalanya dan memberi tatapan yang membuatku semakin merasa terpuruk. *** Betapa indahnya menjadi anak bungsu, kata orang. Mendapatkan kasih sayang orang tua dengan penuh, terlebih lagi kalau kau memiliki kakak melebihi satu. Tapi itu hanyalah dongeng di negeri antah berantah. Aku terlahir sebagai seorang bungsu yang menderita, bungsu yang teraniaya oleh kakakku sendiri. Orang tuaku memiliki tiga orang puteri yang diberi nama sesuai dengan musim saat dilahirkan, kecuali aku. Kakak pertamaku, Summer, dilahirkan pada musim panas, di Indiana ketika almarhum ayah sedang menempuh pendidikan S-1. Kakak keduaku yang adalah rivalku, Autumn, dilahirkan pada musim gugur, masih di Indiana ketika almarhum ayah sedang menyelesaikan pendidikan S-2. Sementara aku, dilahirkan di tanah air, ketika almarhum ayah sedang berjuang melawan angin perekonomian yang tidak tentu. Konon, karena itulah mereka memberiku nama Windy. Ayah sudah berpulang sejak usiaku empat tahun. Sejak itulah, Ibu membawa kami untuk tinggalkan Jakarta dan hidup lebih hemat di kota kelahirannya, Bandung. Di sana Ibu mulai mengambil setir sebagai pencari nafkah dengan membuka jasa catering, berbekal uang dari simpanan ayah selama bekerja. Ibu membuat aneka jenis masakan dan kue-kue berdasarkan pesanan. Hampir setiap minggu, ada saja yang pesan masakan atau kue-kue pada Ibu. Ibu memang sangat pandai dan cekatan. Setiap hari, Ibu sudah mengawali hari

sejak kami masih berada di alam mimpi. Jarak usiaku dengan Summer cukup jauh. Tujuh tahun. Ia adalah orang yang tidak terlalu peduli dengan hal lain kecuali hobinya, yaitu berkumpul bersama teman-temannya sesama aktivis lingkungan. Jadi, dia bukanlah ancaman yang besar bagiku dalam mendapatkan perhatian Ibu. Sementara Autumn, mengambil semua bagian dari Ibu dan tidak mau menyisakan sedikit pun untukku. Jarak usiaku dengan Autumn hanya dua tahun saja. Sejak kecil, aku dan Autumn sudah bersaing untuk mendapatkan perhatian Ibu. Kurasa hal itu dimulai sejak aku terlahir ke dunia. Aku telah menggagalkan impiannya untuk terlahir sebagai anak bungsu sehingga setiap kali Ibu sedang menunjukkan perhatiannya kepadaku, ada saja upaya yang dia lakukan untuk merebut Ibu dariku. Dan aku seakan-akan sudah ditakdirkan untuk menjadi manusia yang selalu mengalah demi dia. Tetangga-tetanggaku selalu bilang, betapa menyenangkannya punya saudara yang usianya tidak jauh beda dan sama-sama perempuan. Bisa barter pakaian yang dikoleksi, berbagi cerita tentang lawan jenis yang sedang ditaksir, mendiskusikan model rambut terbaru, hingga jalan bersama ke tempat nongkrong yang asyik bagi kaum hawa. Salon, misalnya. Tapi hal itu belum pernah terjadi dalam hidupku. Membayangkannya saja sudah membuat perutku mulas setengah mati. Melewati masa dimana aku harus tidur satu kamar dengannya saja bagaikan hidup di neraka. Rasanya hidup benar-benar menyesakkan. Setiap hari, ada saja yang harus kami perdebatkan. Tentang siapa yang lebih dulu masuk ke kamar mandi, siapa yang memiliki otoritas untuk membuka jendela atau menutupnya, siapa yang boleh mendengarkan musik (dan bebas menentukan jenis musik beserta volume yang menyertainya). Belum lagi tentang pakaian. Dia bisa sesuka hati membuka lemari pakaianku lalu memakai salah satu pakaian yang ia suka, tanpa izin terlebih dahulu. Kalau aku protes hingga terjadi adu mulut yang sengit, Ibu akan datang untuk (lagi-lagi) memenangkannya. “Sudah, Windy, mengalahlah pada kakakmu...” kata Ibu yang membuat Autumn semakin merasa di atas angin saja. Itu baru perkara pakaian. Belum perkara sandal, makanan istimewa yang dihidangkan Ibu di meja makan, sampai siapakah yang lebih berhak didatangi oleh Ibu saat pengambilan rapor kenaikan kelas di sekolah. Tak ada satu pertempuran pun yang dimenangkan olehku. Selalu Autumn, Autumn, dan Autumn. Dalam ajang pertemuan keluarga pun, seperti arisan keluarga misalnya, orang-orang lebih mengenal Autumn daripada aku. Autumn yang ceria, Autumn yang supel, Autumn yang terlihat lebih bungsu daripada aku! Autumn yang selalu bisa merebut perhatian semua orang dibandingkan aku, si bungsu yang sebenarnya. Bahkan hingga usia kami sudah berada di angka kepala tiga pun, aku dengannya masih bersaing dalam hal apa pun. Terutama berebut perhatian Ibu. Ketika ia pindah kota, ikut suaminya ke Sukabumi, Ibu tu-

rut serta mengantarnya, membawakannya perabotan dan memasakkan makanan yang spesial, bahkan menemaninya beberapa minggu hingga ia betah. Sementara aku sebaliknya. Kepindahanku ke Jakarta karena alasan yang sama tak membawa kehadiran Ibu. Bahkan sedikit masakannya pun tidak. Karena saat itu, si manja Autumn tengah ketakutan setelah menemukan seekor ular di kamar tidurnya. Ia perlu Ibu untuk menenangkannya. Dan Ibu lagi-lagi mengabulkan permintaannya. “Kau kan ada suamimu yang membantu, kakakmu kasihan sendirian.” “Dia kan juga punya suami, Bu!” Namun lagi-lagi segala asalan tidak berterima. Aku harus mengulang hal yang sama seperti masa kecilku, yaitu mengalah untuk memenangkan anak kesayangannya. Sementara Summer, tidak bisa berbuat banyak karena dia terlalu sIbuk dengan segala kegiatan sosialnya. Tiap kali ia kuminta pendapatnya tentang hal ini, dia akan mengibaskan tangannya sambil berkata, “Kamu coba ngertiin dia aja.”

pung beberapa minggu sebelumnya, aku melihat Ibu lebih seperti pembantunya saja yang selalu berkata iya untuk setiap permintaan Autumn. Minta dikerokin lah, dilulurin, dipijat, dIbuatkan bubur untuk kedua anaknya, dan menjadikan Ibu sebagai tempat penitipan anak kala weekend. “Nitip Jacky sama Bram dulu, ya, Bu. Popoknya habis, banyak pula yang harus dibeli...” begitu alasannya yang tentu saja selalu diiyakan oleh Ibu. Lalu pulangnya, Autumn akan menambah ceria di wajahnya karena puas membawa berkantong-kantong pakaian hasil sale dari sebuah atau lebih pusat perbelanjaan. Aku berani bertaruh, tak ada sebungkus popok pun dalam kantong belanjaannya itu. *** “Tapi ini adalah lahiranku yang kedua, Bu. Yang pertama saja, Ibu tidak menemani. Masak yang sekarang juga Ibu tidak? Aku nggak pernah minta banyak dari Ibu. Hanya sekali ini saja, Bu...” ucapku, memelas di lubang telepon. Aku tak peduli seandainya telepon itu sedang disadap oleh Autumn dan dia sedang menert-

hajatan, banyak pesanan...” ucapan Ibu yang menggantung terasa seperti godam yang dipukul berulangulang ke wajahku. “Kalau Autumn yang meminta, tak pernah sekali pun Ibu menolak!” tutupku, ketus. Aku matikan telepon genggamku. Bang Rasyid, suamiku menegurku dengan kalimatnya, “Jangan begitu, bagaimanapun juga Ibu pasti ingin melakukan yang terbaik untuk semuanya.” Aku tidak menjawab, lagi-lagi aku harus mengalah. Lagi-lagi. “Nanti aku coba ajukan izin, siapa tahu boleh tidak berangkat...” ucap suamiku kemudian. Aku tidak menyahut apa-apa. Kesalku sudah sampai pada puncaknya. *** “Harusnya kamu yang introspeksi, kenapa sampai Ibu selalu memenangkan aku hah?!” “Itu karena aku selalu mengalah padamu!” “Salah! Itu karena sejak kecil, Ibu lebih memilih aku! Ibu lebih peduli padaku! Kamu cuma iri saja!” “Itu bukan iri! Itu adalah permohonan agar kamu sadar diri!”

Menyebalkan! Dan hari ini, dia melakukannya lagi. Baru saja Ibuku datang untuk menengok cucunya yang tepat berusia tiga tahun, dia sudah merengek minta Ibu untuk pulang. Ya, sudah dua bulan ini, dia tinggal menumpang di rumah Ibuku, kembali membawa perut besarnya. Kami sedang sama-sama hamil besar. Namun dia beralasan, menunggu masa kelahiran di dekat Ibu jauh lebih tenang. Oh ya, tentu saja, karena ada Ibu yang senantiasa siap 24 jam menjadi baby sitter-nya sekaligus menjadi pengasuh anak-anaknya juga. Itu bukan hanya cerita yang kukarang saja, melainkan kenyataan. Pernah ketika aku pulang kam-

awakan kemalangkanku karena harus memohon kepada Ibu untuk menemaniku melahirkan anak kedua. Dokter sudah menjadwalkan bahwa operasi caesar-ku akan berlangsung minggu depan. Kalau saja suamiku tidak mendadak ditugaskan untuk pergi ke Bali, tentu aku tidak akan merengek seperti ini. Dua minggu sebelumnya, Autumn sudah melahirkan anaknya yang ketiga, dengan ditemani Ibu. Dari awal kelahiran, ketika melahirkan, sampai hari-hari setelah melahirkan, Ibu masih selalu mendampinginya. Mengasuh anakanaknya dan juga mengasuhnya. “Maaf sekali, Windy, minggu ini Ibu sedang banyak urusan. Banyak

seruku, tak mau kalah. Bang Rasyid muncul kemudian untuk menenangkanku. Dia membawaku masuk kamar. Di sana sudah ada Ashraf anak pertamaku dan juga Amel, anakku yang baru berusia dua bulan. “Kamu lihat kedua anak kita! Apakah kamu juga mengharapkan mereka bertengkar suatu hari nanti, berebut kasih sayang Ibunya?!” tanya suamiku, terdengar nada tegas dalam suaranya. Aku menggeleng. “Sekarang aku tanya, siapa yang lebih kamu sayangi, Ashraf ataukah Amel?” tanyanya lagi, masih dengan nada yang sama. Aku terpekur lama sampai akhirnya menyahut pelan, “Aku sayang keduanya,

Resensi Buku

Perempuan dalam Selubung Agama Judul Buku : Bukan Perawan Maria Penulis : Feby Indirani Penerbit: Pabrik Kultur Tahun Terbit : 2017 Jumlah hal. : 205 hal.

BUKU ini ditulis dengan cara-cara yang sangat “cemerlang”, tentu karena penulis buku ini memiliki wawasan dan bekerja di kawasan jurnalistik. Sebagai perempuan, Feby Indirani mencoba memotret beragam ketegangan-ketegangan sosial yang terjadi di wilayah yang sangat “privat” – agama. Perhatian perempuan yang menulis beragam buku esai dan bekerja di sebuah majalah politik terkemuka di Indonesia, membuatnya ringan memotret persoalan agama, yang jadi wilayah yang sangat sensitif dan tidak bisa diutak-atik. Buku ini jika dibaca dengan baik memiliki 18 cerpen yang menyentil liku-laku kehidupan beragama dengan cara karikatural. Begitu “telanjang” dan apa adanya dengan cara berpikir yang sangat “perempuan”. (osi)

Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.

Bang. Dengan kadar yang sama...” “Nah, itulah pasti yang dirasakan juga oleh Ibu. Maklumi saja kalau ternyata masih banyak kurangnya, karena Ibu juga manusia. Kalian saja yang harus samasama mengerti. Kita datang ke sini untuk berlIbur sambil menengok Ibu. Jangan kacaukan dengan permasalahan kalian yang tak pernah selesai. Ibu sudah tua, harusnya kalian berdua bisa bekerja sama membuat Ibu bahagia di usia senja, bukannya malah bertengkar seperti anak kecil!” Tapi, pertengkaran itu terjadi kembali dua hari kemudian, malah lebih hebat. Saat itu, Ibu tengah pergi ke pasar untuk membeli beberapa bahan makanan membuat kue pesanan. Yang paling membuatku kesal adalah Ibu tidak pergi sendirian. Ada Rosna, bayi kecil Autumn yang sengaja dititipkan padanya karena Autumn harus membawa Jacky dan Bram jalanjalan ke mall. Dan yang paling membuatku muak adalah ketika pulang dari mall untuk hampiri meja makan, dia langsung teriak kepadaku dan menuduhku telah menghabiskan kue yang dIbuatkan khusus oleh Ibu untuknya. “Ibu sudah bikin kue itu khusus untukku! Kenapa kamu habiskan?!” teriaknya kepadaku. “Kue itu ada di meja makan! Jadi, semua orang boleh memakannya!” balasku. “Kue itu aku yang minta Ibu untuk buatkan. Aku yang berinya uang untuk beli bahan makanan. Aku juga yang minta Ibu untuk mengurangi gulanya, menambah menteganya, jadi aku yang lebih berhak untuk memakannya!” “Oh maaf sekali, anak kesayangan! Sepertinya, lain kali kamu harus memberi tulisan DILARANG MAKAN di dekat kue tercintamu itu agar tidak ada orang tak berdosa yang memakannya!” seruku, puas. “Dasar anak manja!” teriaknya. “Kamu yang anak manja!” kali itu dadaku benar-benar menggelegak karena amarah. Bang Rasyid muncul dari dalam kamar dengan Amel dalam gendongannya. Dia sudah bersiap untuk menengahi. Kang Aam, suami Autumn pun siap melakukan hal yang sama. Namun belum sempat salah satu di antara mereka bersuara, seseorang muncul dari balik pintu. Seseorang itu adalah Ibu, dengan Rosna dalam gendongannya. Ibu rupanya tidak menyadari pertengkaran yang sedang terjadi antara aku dan Autumn. Ibu mengatur napasnya karena lelah. Namun, ada senyum yang terpancar di wajah lelah Ibu. Ibu meletakkan bungkusan plastik yang dibawanya lalu sambil tetap menggendong Rosna, Ibu mengeluarkan sesuatu dari dalam bungkusan plastik itu. “Lihat nih, tadi Ibu nemu baju ini di toko baju samping pasar. Baju ini sama persis dengan baju yang Ibu beli waktu kalian kecil. Kebetulan ada dua, jadi Amel sama Rosna bisa kembaran...” ucap Ibu sambil memamerkan dua buah gaun berenda warna pink. Ada peluh yang berleleran di wajah Ibu yang sudah mendekati angka usia enam puluh. Baru kali itu kusadari betapa wajah Ibu sudah dipenuhi keriput, dan juga ketulusan. Tiba-tiba ada sesuatu yang terasa sesak mendesak dalam dadaku. Aku melirik ke arah si manja Autumn yang juga sedang memberiku tatapan serupa.


Refleksi

6

Rahasia Melihat dan Mendengar dalam Veda

Om bhadram karnebhih srnuyama devah bhadram pasyemsksabhir yajatrah sthirair anggais tustuvamsas tanubhih vyasema devahitam yad ayuh (Rg Veda 1.89.8), Yajur Veda 25.21) “OM, semoga kami mendengar hal-hal yang mulia menyejahterakan melalui telinga kami. Ya Tuhan Yang Patut Dipuja, semoga kami melihat hal-hal yang mulia menyejahterakan melalui mata kami. Semoga kami (diizinkan) menjalani hidup ini dalam kepuasan dan kesehatan badan yang baik beserta organ-organnya yang kuat. Semoga kami senantiasa mengagungkan Tuhan sepanjang usia yang dikaruniai (kepada kami) oleh Tuhan.” Orang melakukan sembahyang dan praktik keagamaan spiritual dengan baik dan bersungguh-sungguh. Ada yang bersungguh-sungguh dalam mengikuti aturan peraturan suci dalam tuntunan otentik, ada pula yang bersemangat serta sungguhsungguh mengikuti praktik agama spiritual dengan mengabaikan aturan peraturan, disengaja atau pun tidak sengaja. Sangat sedikit yang memberikan perhatiannya pada kepentingan persyaratan “hubungan” spiritual yang pasti dengan Tuhan, walau pun semangat ada, bhakti ada, ketekunan ada, kesungguhan ada, sumber pustaka suci atau lontar pun ada. “Pengingatan” diberikan oleh Rg Veda dan selanjutnya juga oleh Yajur Veda. Jika orang menginginkan terjadi hubungan mantap dan pasti dengan pusat listrik maka orang juga perlu memperhatikan saklar, “wadah” yang akan menerima serta mengalirkan listrik melalui kabel. Karena, kepentingan kelayakan “saklar” dalam segala hal merupakan keharusan. Saklar adalah alat yang dipakai untuk mengendalikan aliran arus setrum dari sumber ke pengguna setrum. Jika sumber sudah tersedia, kabel juga dalam kualitas baik, begitu pula penerima setrum sudah siap maka diperlukan kuaalitas saklar yang baik serta dibutuhkan waktu yang tepat kapan saatnya on/of. Pusat listrik sudah tidak perlu dipermasalahkan. Ia sudah pasti memberikan aliran sebagaimana dan seberapa pun kita mau. Alat penghubung tegangan berupa kawat kabel yang kuat dan bagus sudah juga orang punya, tinggal memastikan alat peneri-

Redaktur Khusus MIMBAR

BUDDHA Dhana Putra Hari ini bertepatan dengan awal bulan April, yang dikenal juga sebagai April Mop (April Fools’ Day). Hari ini, orang dianggap boleh berbohong atau memberikan lelucon kepada orang lain. Hari ini ditandai dengan tipu menipu dan lelucon lainnya terhadap keluarga, teman, tetangga, bahkan kepada musuh dengan tujuan mempermalukan mereka. Dalam kaca mata Dhamma, berbohong merupakan salah satu perbuatan yang sebaiknya dihindari. Umat Buddha diharapkan menjalankan lima latihan kemoralan (pancasila), yang salah satunya adalah melatih diri untuk menghindari perbuatan buruk melalui ucapan; berbohong, berkata kasar, memfitnah, bergosip, dan sejenisnya. Dari kelima latihan, latihan yang keempat merupakan yang paling sulit untuk dihindari. Banyak orang yang secara sadar maupun tidak sadar, senang melakukan dalam keseharian. Kita senang mendengarkan berita gossip tengang orang terkenal. Ada yang senang berkata kasar. Atau berusaha menipu dengan memberikan informasi palsu. Terlebih di jaman sekarang, banyak berita yang termasuk hoax. Ketika berada di Ambalattika, Buddha memberikan nasihat kepada Rahula; antara lain berkata; “Rahula, jika seseorang malu mengucapkan kebohongan yang disengaja, maka tidak ada kejahatan, Aku katakan, yang tidak akan ia lakukan. Oleh karena itu, Rahula, engkau harus berlatih sebagai berikut: ‘Aku tidak akan mengucapkan kebohongan bahkan sebagai suatu gurauan.’(Ambal atthikarahulovada Sutta, Majjhima Nikaya 61). Nasihat tersebut seakan mengingatkan bahwa kebohongan bisa menjadi pintu masuk untuk melakukan perbuatan buruk yang lainnya. Sekali berbohong, mau tidak mau, seseorang akan terus berusaha untuk berbohong. Dia harus menutupi kebohongan yang telah dibuat sebelumnya agar tidak diketahui. Semakin lama semakin mudah berbohong dan akhirnya melakukan perbuatan buruk lainnya. Masih dalam sutta yang sama,

Redaktur Khusus weda

WAKYA Darmayasa ma tegangan yang akan disampaikan oleh kabel penghubung tegangan. Ia perlu dipastikan kelayakannya untuk di”sentuh” dan “dialiri” oleh tegangan listrik. Tuhan sebagai Sang “Super Power”, pusat segala kekuatan dan karunia, sudah pasti memberikan segala yang diperlukan oleh makhlukNya, apa saja, seberapa saja, kapan saja... sang “Pusat Listrik” sudah sangat pasti siap menghujankan karuniaNya. Kabel listrik pun yang merupakan penghubung serta pengantar tegangan listrik sudah pula siap. Akan tetapi, bagaimana dengan sang penerima tegangan listrik? Ketika orang menghubungkan diri dengan Tuhan dalam dan melalui cara apa pun, persyaratan sang diri ternyata perlu diberikan perhatian. Suatu kepentingan atau persyaratan kelayakan yang hampir semua orang melupakannya. Mengapa? karena semua merasa sudah mempunyai kabel yang bagus dan baru. Mereka juga sudah memastikan sumber tenaga listrik yang sudah siap memberikan aliran listrik. Mereka lupa mempertimbangkan persyaratan kelayakan untuk menerima tegangan listrik yang diperlukan. Orang sering melupakan persyaratan kelayakan diri untuk “disentuh” dan “dialiri” oleh tenaga shakti dan bhakti Tuhan YME. Dahulu kala, orang-orang suci mempersiapkan “wadah”-nya jauhjauh sebelum memastikan diri untuk memasuki jalan agama spiritual lebih jauh. Bahkan, dipersiapkan semenjak bayi berada di dalam kandungan, atau paling tidak sejak masa kanak-kanak. Pustaka Bhagavata Purana menganjurkan dengan tegas bahwa mereka yang dipersiapkan untuk memasuki jalan agama spiritual agar dipersiapkan mulai usia kumara, yaitu antara usia 5 tahunan. “Kaumaram acaret prajna” - orang hendaknya dipersiapkan untuk memasuki jalan agama spiritual sejak usia kanak-kanak. Menurut pustaka Sarasamuccaya, usia kanak-kanak itu merupakan usia yang sangat layak, kuat serta tajam untuk memulai hidup keagamaan spiritual. Masa kanak-kanak tersebut diumpamakan sebagai tumbuhan

MIMBAR AGAMA

April Mop Buddha mengingatkan untuk selalu “bercermin” pada perbuatan yang telah kita lakukan. Suatu perbuatan melalui jasmani harus dilakukan setelah direfleksikan berulang-ulang. Demikian juga dengan perbuatan melalui ucapan dan perbuatan melalui pikiran. Apakah perbuatan yang ingin aku lakukan mengarah pada penderitaanku atau penderitaan makhluk lain, atau pada keduanya? Apakah akan menghasilkan akibat yang menyakitkan? Apakah bermanfaat atau tidak bermanfaat? Jika perbuatan tersebut, setelah direnungkan, tidak pengarah pada penderitaan diri sendiri, penderitaan makhluk lain, dan penderitaan keduanya, memberikan manfaat, menyenangkan; maka perbuatan tersebut boleh dilakukan. Bagaimana dengan perbuatan berbohong? Kita sendiri bisa memeriksa apakah perbuatan tersebut merugikan diri sendiri, merugikan orang lain, merugikan kedua belah pihak, bermanfaat, dan menyenangkan? Tentu saja tidak semuanya. Karena berbohong, termasuk menyebarkan berita hoax di jaman sekarang, akan menimbulkan banyak kerugian dan termasuk dalam pelanggaran sila. Berbohong akan menimbulkan dampak negatif bagi diri kita sendiri; misalnya kehilangan kepercayaan. Orang lain tidak akan percaya dengan apa yang kita sampaikan. Walaupun menyampaikan kebenaran, tetap dianggap menyapaikan kebohongan. Pada akhirnya merugikan diri sendiri. Belum ditambah dengan akibat yang ditimbulkan dalam kehidupan mendatang. Secara budaya di belahan dunia yang lain, berbohong para hari ini bisa dianggap sebagai hal yang wajar. Demikianlah secara duniawi, dalam lingkungan tertentu, yang kemudian menyebar ke belahan dunia lain. Namun secara praktik Dhamma, sebaiknya tetap dihindari agar tidak menimbulkan kondisi buruk yang merugikan diri sendiri dan orang lain, tidak bermanfaat bagi kehidupan ini. Marilah kita berlatih berlatih dengan tekad;“Aku tidak akan mengucapkan kebohongan bahkan sebagai suatu gurauan” demi kebahagiaan dalam kehidupan ini dan untuk selamanya.

ilalang; ketika masih kecil dan muda, daun ilalang berdiri tegak kokoh, berwarna kehijauan cemerlang, serta sangat tajam. Sedangkan ketika ilalang memasuki usia tua, ia akan menjadi merunduk, layu, kering, tidak kuat dan tidak lagi memiliki ketajaman yang baik, dan ketika ada angin berhembus, ia dengan mudah akan diterbangkan oleh angin. Demikian, masa kanak-kanak dan masa muda merupakan masa yang sangat tepat mempersiapkan diri untuk memasuki hidup keagamaan spiritual. Tentu saja, dalam naungan seorang guru agama spiritual atau acharya yang baik, sehingga mereka tidak disalah-arahkan mengingat banyak orang dapat dengan mudah membelokkan arah keagamaan dan spiritualnya. Oleh karena itulah diciptakan sistem ashrama atau padukuhan, pareresian, gurukula, resikula dan lain-lain macam padepokan tempat membentuk anakanak untuk menjadi “alat ampuh” dalam menciptakan masyarakat yang tenang damai dengan berbagai keahlian masing-masing. Sangat berbeda dengan perkembangan belakangan, ketika semua orang sudah mulai mendapat pendidikan bagus di sekolah. Mereka tidak akan membedakan mata pelajaran dunia dengan mata pelajaran agama spiritual. Tanpa sadar orang memastikan diri sudah memiliki persyaratan layak untuk membaca dan mempelajari pustaka-pustaka agama spiritual, hanya jika mereka sudah bisa membaca, bahasa dan lain-lain persyaratan awal belajar agama spiritual. Mereka lupa membedakan bahwa ada persyaratan kelayakan berbeda untuk memasuki pelajaran dunia dan pelajaran “luar dunia” (agama spiritual). Ketika orang tidak memperhatikan persyaratan tapa, brata, yoga, bahasa, dan lain-lain yang diperlukan untuk dapat memahami dengan baik dan benar sloka-sloka dan/atau mantrammantram suci, maka mereka ada kemungkinan akan “keselo” memberikan arti dan makna pada kata, kalimat yang mereka baca atau pelajari. Kata dan kalimat dalam ajaran Veda banyak yang disampaikan berbagai “bungkusan” demi “bungkusan” dan berbagai “bungkusan” besar kecil yang sangat banyak. Kata dan kalimat dibungkus serta dikemas dengan baik dalam “sembunyian” bahasa, perumpamaan, penekanan kata dan kalimat, Chanda Sastra, dan lain-lain bagian dari Vedanga. Orang-orang suci terpelajar levelnya berada sangat jauh di luar batas “langit”, jauh di dalam kedalaman “goa rahasia jnana” melalui berbagai jenis “kemasan” dan

“bungkusan” Bahasa orang-orang zaman dahulu penuh dengan bungkusan rahasia di balik rahasia orang memerlukan keahlian sastra, bahasa, tradisi suci dan pengetahuan lengkap tentang berbagai hal untuk mengungkap makna. Selain itu, perkembangan zaman juga akan sangat mempengaruhi arti serta makna setiap data dan kalimat untuk membawakannya pada masyarakat pada zamannya masing-masing. Pada zaman dahulu di Bali, untuk menjadi seorang Pandita yang baik, banyak yang menganggap sangat memerlukan persiapan menjadi untuk menjadi “all-rounder” dalam arti yang bersangkutan menguasai banyak medan ilmu pengetahuan, teori dan praktis. Itulah sebabnya kita melihat pada zaman dahulu seorang Pandita juga adalah seorang Undagi (arsitek), seorang “Rakavi (pujangga pengarang) dan lain-lain. Hanya setelah itulah beliau akan merasa dirinya “siap” memasuki kepanditaannya. Demi persiapan “wadah” agama spiritual seperti itulah berbagai teknik pembersihan, penyucian, penguatan diri dalam berbagai bentuk acamana, upavasa, tapa, vrata, sandhya, dhyana dan lain-lain diajarkan oleh Veda. Paling tidak, hal yang tidak bisa diabaikan adalah pelaksanaan acamana. Baik dalam praktik yang hanya mempergunakan babon sastra Catur Veda, maupun Purana, Itihasa, Tantra, Yoga dan lain-lain, semua memberikan perhatiannya pada praktik acamana. Para praktisi Catur Veda akan mempraktikkan acamana dengan pembersihan, penyucian serta penguatan indria-indria secara spiritual, “Om bhuh punatu sirasi” - Om, ya Tuhan, semoga kepala hamba disucikan, “Om bhuvah punatu netrayoh” - Om, ya Tuhan, semoga kedua indria mata hamba disucikan, dan seterusnya. Para bhakta yang mempraktikkan bhakti yoga, mereka akan melakukan acamana dengan menempatkan nama-nama Tuhan pada setiap anggota badan atau indria-indrianya, dan lain-lain teknik, yang setiap pergurunan mempunyai teknik dan cara masing-masing yang dipraktikkan turun temurun. Semua praktik dimaksudkan agar orang mempunyai persyaratan kelayakan agama spiritual sempurna dalam usahanya untuk menghubungkan diri dengan Tuhan YME. Hanya setelah itu orang akan mampu melihat dan mendengar segala sesuatu dengan terang benderang secara “param satyam” (kebenaran sejati). Kalau tidak, orang akan lebih banyak “tertipu” oleh apa yang dilihat dan apa yang didengar.

Untuk pembaca Bali Post Mingguan (BPM), kami membuka rubrik baru ‘’Permata Hati”. Rubrik ini mengangkat si buah hati yang baru lahir, yang berulang tahun atau akan berulang tahun. Juga pasangan yang menikah di minggu tersebut atau yang merayakan ulang tahun pernikahan. Kirim foto menarik dan tulis data lengkap identitas diri, orang tua serta komentar singkat. Semua data dikirim lewat email redaksibalipost@yahoo.com dengan kode Permata Hati. Bisa juga naskah dan foto dikirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post. Jl. Kepundung 67 A Denpasar telp. (0361) 225764. (Redaksi)

PERNIKAHAN - Selamat menempuh hidup baru dan selamat berbahagia atas pernikahan Alit Wicaksana Suwirya, S.T., MBA. dengan mempersunting Ni Putu Ratna Arsariani Putri dari Desa Tunjuk, Tabanan. Resepsi pernikahan berlangsung lancar labda karya di Jalan Raya Seroja, Tonja, Denpasar Timur, Sabtu (31/3) kemarin. PERNIKAHANUpacara pernikahan I Gusti Agung Gede Harry Wangsa dengan Ayu Prami Dewi penuh kebahagiaan. Upacara dilangsungkan di Jero Delod Jalan Pratisentana Pemayun Kedaton Kesiman, Senin (26/3) lalu. I Gusti Agung Gede Harry Wangsa adalah putra dari A.A. Arsana dan A.A. Srii Ariyani. Saat itu juga digelar upacara natab pulu dan mapandes bersama sang kakak A.A. Dewi Parwatti Wangsa.

Minggu Umanis, 1 April 2018

Capricorn Proyek-proyek akan mengalami perubahan positif dan membuka cakrawalacakrawala baru. Kelimpahan tak lagi tergantung pada pilihan-pilihan Anda, manfaatkan intuisi Anda. Asmara: Sedikit lebih sabar akan mendatangkan saat-saat penuh kebahagiaan bersama. Pasangan Anda akan memberi kebahagiaan berlimpah. Aquarius Situasi menegangkan bisa Anda lewati dengan selamat selanjutnya diri Anda akan berjalan di situasi yang lebih tenang lagi. Gunakan semua kegigihan dan pengalaman Anda untuk menyelesaikan masalah yang tampak tidak terpecahkan sampai saat ini. Asmara: Saat berkomunikasi dalam hubungan yang dekat, dan yang terpenting adalah tindakan bukan hanya ringan di bibir saja. Pisces Meskipun tantangan yang menghadang, rencana Anda tampak cukup banyak sebaiknya jangan pernah berhenti, teruslah melangkah maju dengan penuh kewaspadaan. Cobalah bersikukuh dengan apa yang telah menjadi komitmen bersama selama ini dan tak perlu Anda mengingkarinya. Asmara: Tak semua perkataannya itu benar maka dari itu jangan mudah percaya begitu saja dengan rayuan gombalnya sebelum melihat bukti-bukti yang jelas. Aries Masalah dan rintangan masih cukup banyak terhampar di depan Anda, meski begitu motivasi harus tetap tinggi maka tidak sulit untuk menyelesaikan semua rintangan itu. Biasakan dalam mengerjakan suatu urusan dengan sepenuh hati, agar hasilnya bisa benar-benar maksimal. Asmara: Memang boleh-boleh saja mencari perhatian dirinya, tapi kalau kelewatan hanya akan bikin sebel yang melihatnya. Taurus Observasi Anda selama ini menentukan kesuksesan langkah Anda selanjutnya, untuk itu tak perlu ragu ataupun bimbang jika ingin melaksanakan segala rencana Anda karena hanya dengan keberanianlah maka akan mendekatkan posisi Anda ke arah kesuksesan. Nasihat dari atasan sebaiknya diperhatikan jangan sampai masuk telinga kiri keluar telinga kanan. Asmara: Kondisi kejiwaannya akhir-akhir ini tampak terhanyut oleh suasana kerjanya sehingga wajar saja jika pembawaannya selalu emosi. Gemini Bagaikan makan buah simalakama, jika ingin mundur maka sudah sangat terlambat sekali. Untuk itu lebih baik Anda maju saja sambil terus melancarkan berbagai terobosan-terobosan penting, tak perlu goyah jika ada yang ingin merintangi Anda, terjang saja. Berusahalah untuk tetap tenang terutama jika digunjingkan orang. Asmara: Bersikaplah yang wajar dan apa adanya, tidak perlu dibuat-buat. Agar hubungan percintaan Anda benar-benar berjalan murni, bukan hanya sandiwara saja. Cancer Di minggu ini kemujuran tampak berpihak pada bintang Cancer, sehingga apa yang dikerjakan akan menemui keberhasilan dan jauh dari hambatan yang berat. Begitu juga dalam urusan karier tampak terus meningkat, hanya saja jangan menolak perintah atasan. Asmara: Adalah wajar jika dalam hubungan percintaan senang susah harus ditanggung bersama, jangan hanya mau enaknya saja, itu namanya egois. Leo Keyakinan dan kepercayaan diri merupakan modal utama dalam meraih keberhasilan di minggu ini. Untuk itu bila ada perasaan ragu sebaiknya segera saja dihilangkan, apalagi keraguan itu tak mendasar sama sekali. Mengenai karier Anda tampak ada harapan baik, karena posisi Anda mulai dilirik oleh atasan Anda. Asmara: Sering-seringlah pasangan Anda diajak bertukar pikiran, sehingga pikiran menjadi ringan dan bisa ditemukan solusi yang tepat. Virgo Ingatlah bahwa di atas gunung pasti masih ada gunung lagi. Untuk itu jangan Anda cepat berpuas diri dulu, jaga terus kedisiplinan karena yang Anda laksanakan selama ini telah menunjukkan hasilnya. Terhadap keputusan bersama sebaiknya Anda tetap pada komitmen selama ini dan jangan mengingkarinya. Asmara: Mengubah watak itu memang sulit, tidak semudah membalik telapak tangan, untuk itu perlu kesabaran. Libra Akan sulit untuk bisa merealisasikan mimpi-mimpi Anda jika pola kerjanya hanya begitu-begitu saja, kurang ada greget dan terasa ogah-ogahan. Peluang tampak terbuka lebar tinggal tergantung bagaimana diri Anda menyikapi setiap peluang yang muncul. Asmara: Meski sulit untuk bisa menyatukan dua pribadi yang berbeda, namun jika ada keinginan untuk saling mengisi maka semua itu bukanlah hal yang mustahil. Scorpio Bila ada rencana untuk berekspansi sebaiknya telah dipersiapkan dengan sematang mungkin. Usahakan segala sesuatunya dikerjakan dengan sepenuh hati, jangan sampai sikap setengah hati Anda tersebut menghancurkan kesuksesan yang telah tampak di hadapan Anda. Saat inilah kesempatan bagi diri Anda untuk membuktikan bahwa diri Anda tak selemah seperti yang mereka kira selama ini. Asmara: Bila hati lagi jengkel sebaiknya Anda mengingat memori indah di masa lalu bersamanya agar suasana hati bisa kembali tenang dan damai. Sagitarius Tak perlu terburu-buru dalam bertindak, cobalah segala sesuatunya dikerjakan tahap demi tahap meski terbilang lambat tetapi hasilnya tetap bisa memuaskan. Lakukan semua urusan Anda dengan penuh perhitungan, jika memang tidak menguntungkan sebaiknya Anda tak perlu meneruskannya. Asmara: Jaga terus sikap baik Anda jangan sampai terpengaruh oleh hal-hal yang hanya bisa menjatuhkan harga diri saja.

Diasuh Oleh Putri Wong Kam Fu Berlaku

: 1 - 7 April 2018


Redité Umanis, 1 April 2018

Bali L e m b a r

Bencingah I Nyoman Putra

Nincapang Pisarat NAGINGIN papan ring lebuh paumahan antuk tulisan aksara Bali majanten pinaka parikrama sané arang kapanggihin. Napi malih kahanan aksara Bali ring pakraman sakadi mangkin durung becik raket sareng krama, arang sané tatas uning sesuratannyané. Sujatiné, pinaka krama Bali utamanipun sané magama Hindu, parikrama kahuripan pastika kadasarin antuk basa miwah aksara Bali. Sangkaning punika, manut I Nyoman Putra, antuk parikrama nagingin papan maaksara Bali kaaptiang, krama utamanipun alit-alit miwah yowana ring wewidangan Désa Pakraman Pergung mangda sayan raket mabasa miwah maaksara Bali pinaka utsaha nincapang jati raga krama Bali utamanipun ring kahanan aab jagat sakadi mangkin. “Antuk nagingin papan puniki, kaaptiang budaya tetamian leluur marupa basa miwah aksara Bali prasida kalestariang. Duaning papan punika prasida nincapang pisarat krama ngwacén saha malajahin aksara Bali mawit saking sesuratan sané kapanggihin ring papan punika,” baos dané. Lanang sané embas ring Pohsanten, 5 Maret 1957 puniki taler ngaptiang, kahanan basa Baliné prasida sayan becik ring kahuripan krama désané saraina. Punika mawinan, ri kala ngamargiang rapat désa wiadin pasangkepan majanten kadabdabang antuk mabasa Bali. Satios punika, antuk kawéntenan Penyuluh Basa Bali ring wewidangannyané, ipun setata kasarengang matetimbang indik ngamargiang parikrama-parikrama ngrajegang basa Bali. Sangkaning punika kawéntenanipun ring désa-désa wantah mautama pisan ngicénin paungu miwah sosialisasi indik mabasa Bali saha sekancan parindikannyané, utamannyané ring alit-alit miwah para yowana. “Mangda nénten kapanggihin kahanan iraga pinaka krama Bali sané nénten éling mabasa taler nénten uning aksara Bali sané sujatiné sampun katami saking panglingsiré nguni,” Nyoman Putra nartayang. (was)

I Made Dwi Septian Cahyadi

Tatas Uning

PATUT kajantenang yéning parikrama nglestariang tetamian saking para penglingsir wantah parikrama sané nénten dados kaucap dangan, napi malih marupa basa miwah aksara Bali. Antuk panglimbak aab jagat sakadi mangkin majanten jagi ngentosin pikayunan krama sané sujatiné wantah krama sané patut setata nami saha nglestariang kahananipun. Yéning utsaha sané kamargiang sampun kadasarin antuk pikayunan sumeken, sinah kasuén-suén jagi kapanggihin pikolihnyané. I Made Dwi Septiang Cahyadi, S.Pd.B., maosang, parikrama nagingin papan aran ring soangsoang lebuh paumahan ngawigunayang sesuratan aksara Bali taler matetujon mangda kramané tatas uning tur éling sapunapi nyurat aksara Bali. “Dadosné krama sakakidik jagi malajah antuk nyingak, ngwacén miwah nelebang sapunapi parikrama nyurat aksara Bali. Napi malih tatkala kawilangin, kahanan panglimbak kawagedan krama indik nyurat aksara nincap kantos 40%,” baosnyané. Dwi Cahyadi sané embas ring Pekutatan, 20 September 1990 puniki malih maosang, sané ngawinang lega, parikrama inucap kamargiang tan padagingin pikobet tur kaaptiang pisan mangda gelis prasida kalanturang ring désa tiosan. Yéning sampun mamargi becik sakadi punika sinah krama Bali pamekas para yowanané prasida becik ngamargiang kahuripan saha kasarengin antuk parikrama nglimbakang tur nglestariang budaya tetamian para panglingsirnyané. “Duaning nénten akidik krama saking dura désa taler dura negara sané rauh ka Bali nelebin budaya, basa miwah aksara Bali sané sampun katami olih krama Bali saking nguni. Malarapan antuk nglestariang budaya punika, tiang nyantenang pisan yéning wénten kahanan ekonomi sané taler prasida kapolihang olih krama Bali riwekasan,” baos Dwi Cahyadi. (was)

B a l i

Papan Aran Paumahan Maksara Bali

Nincapang Pangéling Krama ring Budaya Tetamian KAWÉNTENAN budaya tradisional sampun nénten kasangsiang pinaka cihna sané mabuat ring sajeroning wewidangan. Duaning makudang-kudang wangun budaya inucap prasida dados pabinayan saking soangsoang wewidangan saha nyinahang sapunapi kawéntenan tetamian kramané irika. Antuk panglimbak teknologi sané sayan nincap, budaya-budaya sané kantun prasida kamargiang ring kahanané mangkin kaaptiang setata kajagra kahananipun. Ritepengan sakadi mangkin, kahanan budaya ring Bali utamannyané sané marupa basa, aksara miwah sastra Bali nedeng katincapang. Revisi Perda No. 03 Tahun 1992 indik Basa, Aksara miwah Sastra Bali sampun kaparipurnayang wawu puniki. Kahanan inucap satmaka nugesang, kawéntenan basa Bali mabuat pisan ring pulo sané ketah kasengguh “Pulo Seribu Pura” puniki. Sané taler mabuat wantah parikrama krama Bali mangda sarengsareng mautsaha nyagra tur ngwaliang kahanan basa, aksara, miwah sastra Bali mangda nénten sayan katilarin. Utsaha ngwaliang kahanan basa Bali ring pakraman prasida kamargiang antuk makudangkudang parikrama. Sané kautamayang wantah nyantenang miwah ngraketang malih krama sareng basa Bali saha sekan-

can budaya sané taler nénten prasida kapasahang ring kawéntenan basa Bali. Minakadi conto, aksara Bali sané naenin katakutin olih makéh krama. Utsaha sané prasida kamargiang, minakdi antuk ngaryanin tur nagingin papan aran umah ring soang-soang lebuh antuk sesuratan aksara Bali miwah latin, sakadi sané kamargiang ring soang-soang lebuh paumahan ring Désa Pakraman Pergung, Jembrana. I Nyoman Putra, Jero Bendésa Adat Désa Pakraman Pergung maosang, papan sané madaging sesuratan aksara Bali wantah nyinahang sapasira krama sané nuénang paumahan punika. Sané kasurat wantah aran pamucuk saking kulawarga inucap. Yéning sajeroning pakarangan wénten tigang KK, sinah lebuh inucap kadagingin papan aran tigang diri manut pamucuk saking kulawarga ring soang-soang KK. “Satios pinaka sarana nguningayang sapasira kulawarga sané nuénang pakarangan inucap, sarana sané majanten jagi kawacén saraina punika taler matetujon nincapang kawagedan SDM ring Désa Pergung indik pangélingelingnyané ring aksara Bali,” baos Nyoman Putra. Dané malih maosang, pikayunan indik parikrama punika sujatiné sampun katurang mawit tengahing warsa 2016

PAPAN – Nagingin papan aran antuk sesuratan aksara Bali ring soang-soang lebuh paumahan wantah arang pisan kapanggihin. Satios pinaka papan informasi, prasida taler kawigunayang pinaka sarana nincapang pisarat krama malajahin aksara Bali. sané lintang, nanging wawu prasida kamargiang ring tengahing warsa 2017 olih Désa Pergung antuk prabéa saking APBDés. Ngeninin indik dasar pikayunan saking parikrama inucap medal saking prajuru miwah pamucuk Désa Pergung, boya kaicén saking Pemkab utawi Pemerintah. Sangkaning punika, parikrama inucap wawu kamargiang ring Désa Pergung kémanten. Makasamian punika sampun kamargiang nganutin tata-titi sané sapatutnyané saha sampun matetimbang sareng stakéholder irika minakadi; Perbekel, BPD, LPM Désa Pergung miwah pamucuk krama taler

Penyuluh Basa Bali ring Désa Pakraman Pergung. Parindikané punika taler kabaosang I Made Dwi Septian Cahyadi, S.Pd.B., Penyuluh Bahasa Bali ring wewidangan Désa Pakraman Pergung, Jembrana. Dané maosang, parikrama inucap kakawitin saking parikrama “pendataan” papan aran maksara Bali sané wénten ring wewidangan Désa Pergung, minakadi ring kantor-kantor, instansi, sekolah, tapal wates désa miwah sané siosan. Indiké punika raris katincapang sangkaning rerembugan sané kamargiang olih désa, sangkaning becik saha

nénten wénten sané nungkasin, parikrama nagingin papan aran sané kasurat antuk aksara Wianjana miwah Swalalita taler aksara latin inucap prasida kamargiang sakadi mangkin. Sakéwanten amangkinan wawu prasida kamargiang ring Banjar Dauh Pasar pinaka conto saha majanten pacang kalanturang ring banjar siosan. “Parikrama sakadi puniki sané kaptiang, satmaka ngicén paplajahan sané becik ring krama indik wangun-wangun aksara Bali saha ngawigunayangnyané sajeroning genahgenah pakraman,” Dwi Cahyadi nartayang. (was)

Tegak Linggih Aksara Bali ring Pakraman

Nénten Mabinayan sareng Aksara Jepang SAKADI sané kawedar i wawu, kawéntenan aksara Bali mabuat pisan. Duaning punika wantah cihna taler pralambang basa sané kamedalang antuk sesuratan mangda napi sané kabaosang utawi kasuarayang prasida kacingak saha kawacén malih. Sangkaning punika, majanten kawéntenan aksara sayuwaktinnyané masikian sareng basa, mawinan yéning nincapang

saha nelebin kawagedan mabasa Bali sinah patut taler nelebin aksara Bali saha uger-uger sesuratanipun. Maosang indik aksara Bali ring kahanané mangkin wantah parindikan sané sampun arang kapanggihin, duaning durung makasamian krama uning indik wangun saha uger-uger sesuratanipun. Yéning becik kaselehin, manut Ida Bagus Oka Manob-

hawa, S.Pd.B., Koordinator Penyuluh Bahasa Bali Kabupaten Gianyar, aksara Bali prasida kawigunayang ring makasamian widang. Minakadi ring pengumuman ring bandara, sesuratan peséngan jalan, miwah sané siosan. Yéning kaimbayang, kawéntenan aksara Bali pateh sakadi aksaraaksara dura negara minakadi aksara Jepang, Thailand, miwah Korea sané kawigunayang ring

AKSARA – Yéning becik katilik, kahanan miwah kawéntenan aksara Bali ring pakraman sujatiné nénten mabinayan sareng aksara Jepang miwah aksara siosan ring dura negara, duaning prasida kawigunayang ring genah-genah umum sané kasarengin antuk aksara latinipun.

SALANTURNÉ bebaosané sayan rumaket magonjakan ngulgul calon panganténé sayan runtag. “Nah lamun kéto jani ibu ajak tuajiné pamit lakar mulih, saha buin mani majati ka Selat. Rah Adnyana ingetang matur tekén tuajiné indiké ené makejang, apang ajiné tusing bingung. Tekén nak Éndang, ibu sing bisa ngomong, amung matur suksma,” baosné Gusti Biang Siwi meluk Éndang Satyorini saha medal jaga ka terminal Batubulan sareng okanné. Sampun soré pisan raganné sang kalih wau rauh ring jeroné sané suung ring Pringalot.

(121)

B a s a

7

*** Wenginé, Gusti Ngurah Adnyana ngebél rakanné Gusti Ngurah Anom ring Jero Selat ngaturang indik raganné jaga ngantén bénjang. Napi sané ngawinang raganné mutusang nganténin Gusti Ayu Citra Andini kadi magésonan sami katlatarang secara ringkes manten. “Bénjang Tuaji Taman sané gumanti iring titiang marembug mangda matur malih ring Tuaji. Angganné taler sané jagi majati

kadi kasepakatané sareng Aji Dé Karang.” “Nah lamun sampun ngiring Tuaji Taman lan adiné pada, beli ngantiang dogén,” sapunika pasaur rakanné raris ngaturang indiké ring ajiné Gusti Gede Kebon kalih Jero Sekar. Anaké lingsir naneng matadah kaplegan, nanging minehin sapunapi alasanné raris ngandika aris, “Nah yéning suba Aji Tamané bareng matutang jalan laksanayang.” “Sejaba punika padalem taler Tungurah Adnyana sué ngambul kélangan gegélan. Madak mangkin kayun neh marabi. Jatu karmané nguduhang kapanggih kadi puniki,” Jro Sekar ngimbuhin sada liang. “Samaliha sampun wénten Tu Taman sané ngicén pamatut.” Bénjangné sawatara jam solas Gusti Made Taman sareng rabiné lunga ka Jero Selat kairing antuk Gusti Lanang Rai kaponakanné, okan Gusti Ayu Rai sané madué bingkil ring Nongan. Rauh ring Jero Kawan sang tiga ngojog rakanné sané malinggih ring gunung rata. “Oh Dé Taman ja teka. Mai ja

panegarannyané soang-soang. Ritepengan sakadi mangkin, ring Bali wénten sané kabaos antuk ranah tradisional miwah ranah modérn ri kala nyurat aran genah, instansi, miwah sané siosan. Yéning ranah tradisional, sesuratan aksara Bali magenah pinih duuran, ring sornyané wawu kadagingin aksara latin. Yéning ranah modern sané ketah kawigunayang ring aran instansi, ring duurnyané kasurat antuk aksara latin, ring sornyané wawu kasurat antuk aksara Bali. “Asapunika uger-uger ngawigunayang aksara Bali ring genah-genah umum, minakadi ring sekolah-sekolah, kantor, jalan, miwah sané siosan. Asapunika taler krunané prasida ngawigunayang basa Bali, minakadi ring papan aran margi dados ngawigunayang kruna ‘jalan’ utawi kruna ‘margi’ nanging pateh kasurat antuk aksara Bali,” baos dané. Dané malih maosang, yéning selehin ring kahanannyané saduké riin, aksara Bali kawigunayang olih para lingsir ring jagat Bali saraina. Minakadi kanggén nyurat daging-daging pikayun utawi sané kabaos “bahasa tulis” sadurung basa utawi aksara latin inucap rauh tur kawigunayang sakadi mangkin. Indiké punika kacihnayang antuk kawéntenan makudangkudang sesuratan lontar sané

menékan. Tumbén Nang Rai nyak milu ngatehang.” “Inggih, padalem aji Taman sareng Ibu mangda nyidang maawali. Samaliha kocap jaga majatiang adi Ngurah Adnyana, pang sapisanan titiang uning,” aturné Lanang Rai. “Nah beneh saja kénten apang inget manyama,” baosné Ngurah Anom nesekin rainné. “Nah kénkén caritanné dadi uli nelokin Gék Citra labuh bisa nglantur rembugané mutusang Ngurah Adnyana ngantén ajak Gék Citra Andini,” patakén rakanné nyujutang. “Nggih Beli Gedé, mbok Sekar lan Ngurah Anom pada, caritané panjang. Tiang ka Denpasar gumanti nelokin Gék Citra labuh santukan nabrak jembatan, dasdasan ngemasin. Dapetang tiang Gék Citra sampun segeran ring jumahné Gus Cakra, sareng aji lan ibunné, miwah aji lan ibunné Gus Cakra Jero Ujung sedeng mabligbagan matadah sengit lan rumit. Okan-okan beliné, Ngurah Adnyana, Ngurah Jelada lan Ayu Jeladi taler sami wénten irika. Daging pabligbagané ngawit

dagingipun wantah daging-daging kautaman pikayunan para panglingsiré nguni sané samian kasurat antuk ksara Bali. Makasami kahanan-kahanan sakadi punika mawali malih ring krama Baliné. Yéning kramané kantun mapikayun mangda dasar-dasar budaya Bali sané marupa basa miwah aksara puniki ajeg, sinah kramané patut éling ring kawéntenan saha kahanannyané. Sakéwanten, yéning kramané nénten nguratiang indik punika, sinah kasuénsuén kawéntenan aksara Bali pacang capuh. Sakadi kahanan aksara merapi-merbabu ring krama Sunda sané sampun kidik kauningin. Wangunipun masaih sakadi aksara Jawi sané ketah kanggén ring Yogyakarta. Asapunika kawéntenannyané yéning krama Bali jagi makinkin ngawigunayang aksara Bali sané sorohnyané wantah tetiga , luiré: aksara Wreastra, Swalalita, miwah Modré antuk kawigunan sané mabinayan ring sajeroning pakraman. “Yéning aksara wreastra kawigunayang nyurat basa Bali kepara utawi lumrah, aksara swalalita kanggén nyurat sesuratan kekawin, palawakya. Yéning aksara modré wantah kanggén nyurat sahananing kadiatmikan miwah sarana upakara,” Oka Manobhawa nugesang. (was)

saking rencanan Dé Karang jaga nyangkepang Ayu Citra sareng Dé Penida, ngawinang Gék Citra milih ngarya belingan sareng Gus Catra Andana. Saking katangehan raris kaurus sareng ajinné, Gus Saputra miwah Beli Dé Karang. Iriki wau ketara yéning Gék Citra Andini sareng Gus Catra Andana sujatinné masameton kembar buncing. Duk Adi Nyoman Sisu nglahirang ring RSU okanné lanang seda. Rabinné Bagus Saputra taler nglahirang raré kembar buncing. Sang kalih sepakat nukarang okanné sané seda antuk Ayu Citra Andini dados okanné Beli Dé Karang, saha sané seda satmaka okanné Gus Saputra kembaranné Gus Catra Andana. Samian saking sesiliban tanpa pula-pali.” “Béh yén kéto saja-sajaan rumit. Belingné Gék Citra dadinné ulian gamia gamana. Gedé pesan dosanné. Yén anténang ajak Gus Catra pelih, yén ulungang masih dosané gedé kadanin brunaha. Yén jangkepang ajak belinné masih kéweh,” baos rakanné ngituk sedih. (Masambung)


8 Parahyangan

Pura Wira Candra Dharma

Kawangun ring Wewidangan Secapaad RING dura Bali, akéh pura-pura ageng sané kawangun olih pupulan krama Hindu irika. Sinalih tunggil saking panyatusan wangunan pura sané wénten ring dura Bali magenah ring Bandung, Jawa Barat. Pura inucap mawasta Pura Wira Candra Dharma sané magenah ring Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat (Secapaad), Kota Bandung, Jawa Barat. Aran Secapaad kawigunayang sajeroning aran Pura Wira Candra Dharma Secapaad, santukan pura inucap kawangun ring tengah-tengah markas Secapaad Bandung. Satios punika, pangawit pawangunan pura inucap taler saking pikayunan para pecak Komandan Secapaad Bandung sané magama Hindu. Ring pura puniki, nyabran raina pastika wénten kémanten pamedek Hindu pamekas saking Bandung wiadin krama Hindu saking dura désa, pamekas para mahasiswa perantau rauh ngaturang sembah bakti ka pura sané magenah ring wewidangan Bandung Utara puniki. Panyiuan krama Hindu jenek ring Kota Bandung sané kasub kasengguh pinaka “Kota Kembang”. Krama Hindu ring Bandung wénten ring petang wewidangan, luiré ring Banjar Timur, Banjar Selatan, Banjar Utara, miwah Banjar Barat. Mangku Djanardhana kasarengin Jero Mangku Ida Bagus Mandra, pengurus pura puniki nyaritayang, Pura Wira Candra Dharma mawit kawangun daweg warsa 1997. Kala punika, krama Hindu ring wewidangan Bandung Utara kantun arang, nénten sakadi mangkin. Satios punika, Secapaad pinaka lembaga pendidikan sané mendidik bintara terpilih dados perwira andalan. Secapaad pinaka lembaga pendidikan nerima calon-calon Pasis (Perwira Siswa) saking samian agama, rumasuk sané magama Hindu antuk wilangan sané setata nincap nyabran warsa. Kahanan punika sané kadadosang dasar pawangunan pura inucap. Sajeroning utsaha mangda prasida molihang asil didikan sané kaaptiang (perwira sané umandel), ipun patut nglintangin tetiga kategori saha nagingin samian syarat kelulusan, luiré sajeroning widang akademik, jasmani, miwah mental. Kahanan inucap sané kadadosang dasar pikayunan ngwangun pura olih Komandan Secapaad, Brigjen TNI IGN Sugiri kala punika, sané kamargiang olih Dan Denma, Letkol Inf. I Wayan Sutama kawantu PA Bintal Hindu, Kapten Caj Drs I Nyoman Suarnaba. Saking makudang-kudang pabligbagan indik genah pura sané kaicén olih Komandan Secapaad kala punika, kaputusang genah pura inucap ring samping dapur Secapaad. (kmb)

Dura Désa

Redité Umanis, 1 April 2018

Candi Cetho

Macorak Hindu, Niyasa Kalanduhan MAKUDANG - kudang candi Hindu wénten ring wewidangan dura Bali, sinalih tunggilnyané sakadi Candi Cetho sané magenah ring Dusun Cetho, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar. Candi sané magenah ring bongkol Gunung Lawu puniki ketah kawigunayang pinaka genah pamuspaan olih umat Hindu miwah Kejawen. Candi sané katarka kawangun duk abad kaping 15 Masehi puniki madué katawahan saking candi-candi Hindu tiosan. Satios corak, genah candi puniki wénten ring ketinggian 1.496 di atas permukaan laut. Candi Cetho taler ketah kadadosang margi pendakian ka Gunung Lawu.

Mangkin, wénten 9 wangunan berundak sané kahanané sampun becik. Ngranjing ring soang-soang undag, wénten wangunan candi bentar pinaka wates undagan. Ring sisi kiwa-tengen soangsoang candi madaging kalih pasang arca. Aras utawi undagan kapertama wus candi bentar sané magenah ring aras kaping tiga rumasuk ring komplek palemahan candi. Ring aras kaping kalih kantun pinaka palemahan, ring aras kaping tiga pacang kapanggihin petilasan Ki Ageng Krincingwesi sané pinaka panglingsir krama Dusun Cetho. Ring aras kaping pat, ring dinding wénten sesuratan indik kawigunan candi pina-

ka genah pasucian/nyuciang angga. Ring aras kaping pitu, wénten arca pinaka niyasa kahuripan manusa. Arca marupa empas raksasa pinaka pralambang penciptaan alam semesta, nyinahang Surya Majapahit pinaka lambang Kerajaan Majapahit, miwah sané tiosan. Satios coraknyané sané raket pisan ring agama Hindu, candi puniki taler madaging katawahan ring aras kaping kutus. Wénten simbol marupa phallus utawi prana sané nyinahang kalanduhan. Yukti, candi puniki wantah niyasa kalanduhan miwah phallus wantah niyasa penciptaan manusa.

Sané tawah ring simbol inucap, wénten iasan tindik antuk tipe ampallang, ukurannyané panjang kantos kalih meter. Sadurung ngranjing ring aras puniki, pacang kapanggihin makudang-kudang arca tokohtokoh sané kapercaya pinaka

penasehat spiritual Sang Prabu Brawijaya V, inggih punika Sabdapalon ring sisi Kaja miwah Nayagenggong ring sisi kelod. Yadiastun wénten kalih karakter, krama irika ngangken wantah pinaka dwi tunggal. (kmb)

Satua

”Miniatur” Gunung Rinjani ring Taman Narmada TAMAN Narmada wantah sinalih tunggil taman sané pinih ageng ring Nusa Tenggara Barat. Aran taman sané kawangun olih Raja Anak Agung Ngurah Karangasem daweg warsa 1727 Masehi puniki kambil saking aran sinalih tunggil sungai ring India, inggih punika Sungai Narmanadi. Taman Narmada kawangun sangkaning Sang Prabu sampun kalintang lingsir, nénten prasida malih ngaturang pakelem ka puncak Gunung Rinjani sané tegehnyané kantos

3.726 meter. Antuk punika, Ida Sang Prabhu nguduhang para undagi kerajaan ngwangun taman antuk nuansa Gunung Rinjani saha madaging Telaga Segara Anakan ring taman inucap. Antuk punika, Taman Narmada kasub kasengguh miniatur Gunung Rinjani. Konsep taman puniki macihna pisan sakadi kahanan ring Gunung Rinjani, wentuknyané sakadi gunung, kahanannyané asri ngulangunin. Ring genah pinih sor wénten tetiga kolam

BPM/ist

TAMAN – Taman Narmada sané magenah Desa Lembuak, Narmada, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat wantah pinaka miniatur Gunung Rinjani.

utawi telaga, pateh sakadi tetiga telaga Segara Anakan sané wénten ring puncak Gunung Rinjani. Ring genah pinig tegeh, wénten wangunan pura sané mawasta Pura Kalasa. Yéning pacang ka pura inucap, krama sané rauh patut nglintangin makudang-kudang undag. Kakaryanin sakadi punika mangda kahanannyané pateh sakadi munggah ka puncak Gunung Rinjani. Sané pinih tawah saking taman sané magenah ring Desa Lembuak, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat puniki wantah kawéntenan telaga sané toyannyané mawit saking Gunung Rinjani. Telaga inucap kawastanin Telaga Padmawangi. Nampek saking genah telaga wénten wangunan alit sané kawastanin bale patirtan. Ring bale patirtan puniki wénten klebutan toya sané kaprecaya prasida ngawi krama sayan awet muda. Carannyané wantah nginum utawi maraup antuk toya inucap. Toya sané wénten ring balé patirtan wantah campuhan saking tetiga genah klebutan toya, luiré klebutan Lingsar, Suranadi, miwah Narmada. Toya puniki sané kasuciang olih umat Hindu. Satios telaga, wénten taler wangunan Balé Terang. Bale Terang wantah wangunan sané wentuknyané sakadi rumah panggung, madaging ruang bawah tanah pinaka gudang. (kmb)

Nang Bangsing Teken I Belog (4) Kaketus saking Satua-satua Bali (X) “AMAH-amahané kéto masih, yén cai ngamah nasi misi bé, jarané masih apang ngamah nasi misi bé. Cendekné, apa ja amahamahan cainé, jarané ané kéto masi bang!” Kéto pangandikan Anaké Agung. Matur lantas I Belog, “Inggih Ratu Anak Agung, yadiastun asapunika, sakéwala Cokor I Déwa suéca ring titiang, sasidan-sidan antuk titiang ngubuhin.” Ngandika buin Ida Anaké Agung, “Nah yén kéto Belog, juang jaran nirané to, nira sing ja lakar mucingin.” Déning kéto lantas kandikain i parekan, “Ih parekan, kemu jemakang I Belog jarané berag! Dening ento ané demenina.” Majalan lantas i parekan nyemak jaran kabaang I Belog. Suba koné kéto lantas mapamit I Belog tekén Ida Anaké Agung, jarané ento lantas kategakin. Dening jaran berag dadi tusing ja bisa mlaib, mara anteka talin padangalé makipekan ka uri tan maren bejag-bejug dasdasan I Belog labuhanga. Déning kéto undukné I Belog, dadi liu anaké nganengneng undukné negakin jaran tur ngomong buka kéné, “Béh… I Belog juari ja negakin jaran kakéné beragné, adaan tanem dogén suba. Tuwah ngaénang kimud dogén.” Mara kéto pamunyin anaké lantas masaut I Belog, “Béh demenan ngomong jeroné, nyen katumbragin jaran tendasné apang jekjeka poloné.” Kéto pasautné I Belog sambilanga nigtig jaranné. Kéto masih sabilang ada anak nepukin undukné I Belog, makejang ngedékin miwah nyailin. Kéto masih I Belog, mara kedekina muah jailina ia gedeg pesan. Tan carita I Belog di jalan lantas ia neked jumahné. Subané nganteg jumah, iju lantas I Belog nundén méménné ngalih pipis. Masaut I Belog, “Ah mémé mendep dogén té, mémé tusing nawang unduk apan-apan. Nah jani mémé kemo bayah utangé di peken, ené pipis aba, tur meli bé celeng, lakar basa, baas liunang, sambilang ngundang-undang apang ada ajak malebengan!” Kéto munyiné I Belog. Dening kéto lantas majalan méménné ka peken, mablanja magenep-genepan sambilanga mayah utang. Di subané pragat mablanja lantas ia mulih, ngaba beblanjan. Suba kéto ngundang-undang. Kacarita suba teka tamiuné, lantas magarapan nglawar. Gelising tuturan satua, suba pragat malebengan, lantas kasediang jaranné tur subané pragat nyediaang jaranné lantas penékanga tamiuné. Suba pada suud madaaran, lantas tamiuné mulih. Di mulih tamiuné, tepukina tekén Nang Bangsing, lantas ia matakon, “ Ih Bapa, beli ajak makejang uli dija né? Mirib buka anaké uli kundangan?” Masaut lantas ané takonina, “O, bapa uli kundangan sig I Belogé.” Kéto makejang patuh pasautné. Déning kéto, tengkejut lantas Nang Bangsing, déning I Belog jlema lacur, nguda ngidaang ngundang-undang. Kéto kenehné Nang Bangsing, tur jani ia lakar kemu kaumah I Belogé. (Masambung)

Rédaksi nerima reriptan marupa artikel (paling akéh 3500 huruf), satua ringkes (paling akéh 6000 huruf), puisi, geguritan miwah sané siosan. Reriptan mangda kakirim ring alamat: Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email: bali_orti@balipost.co.id.


Minggu umanis, 1 april 2018

9

SPORT

Miami Open

Zverev Tembus Final HAL 12

Chelsea Vs Tottenham Hotspur

”The Blues” Harus Menang London –

Bek asal Spanyol Marcos Alonso menyerukan pada rekan-rekannya di skuat Chelsea bahwa pertandingan melawan Tottenham adalah pertandingan yang wajib mereka menangkan. Chelsea saat ini tengah berjuang untuk bisa kembali masuk ke zona empat besar Premier League. Sekarang mereka ada di posisi lima klasemen dengan raihan 56 poin dari 30 pertandingan. Satu-satunya hal yang menghalangi Chelsea untuk bisa masuk ke posisi empat adalah Tottenham. Harry Kane dan kawan-kawan saat ini ada di posisi tersebut dengan raihan 61 poin dari 30 laga. Akhir pekan ini Chelsea dan Spurs akan saling baku pukul. Pertandingan itu akan digelar di markas The Blues, Stamford Bridge. Menurut Alonso, pertandingan itu wajib dimenangkan

oleh Chelsea. Sebab jika kalah maka mereka akan kesulitan finis di empat besar. Dan jika sampai mereka tak bisa lolos ke Liga Champions musim depan, maka hal itu akan jadi sebuah petaka. “Ini pertandingan yang wajib hukumnya untuk dimenangkan. Di Chelsea, kami harus berjuang sampai akhir untuk setiap target yang bisa kami raih dan tahun depan kami harus berada di Liga Champions,” ujarnnya, Sabtu (31/3) kemarin. “Pada hari Minggu kami harus menang. Ini pertandingan besar,” tegas Alonso. “Kami memiliki target yang sangat penting, yakni tiba di empat besar pada akhir musim. Dimu-

lai pada hari Minggu adalah tiga poin penting pertama bagi kami. Ini belum berakhir sampai secara matematis tidak mungkin, tetapi pastinya akan sangat sulit untuk lolos jika kita kalah,” terangnya. Musim ini Chelsea menang 10 kali imbang dua kali dan kalah tiga kali dari 15 pertandingan di Premier League di Stamford Bridge. Hal senada diungkapkan Manajer Chelsea Antonio Conte. Dia menegaskan bahwa timnya tak boleh menelan kekalahan kala menjamu rival mereka di papan atas sekaligus sesama tim London, Tottenham Hotspur di Stamford Bridge pada akhir pekan ini.

Chelsea kini masih menempati peringkat lima klasemen dengan koleksi 56 poin, tertinggal lima angka dari Spurs yang duduk di posisi empat dan tujuh angka dari Liverpool di peringkat ketiga. Conte pun menekankan pentingnya laga melawan Spurs ini. Manajer asal Italia itu mewajibkan anak asuhnya untuk meraih kemenangan. “Tentu saja laga ini penting bagi kami. Target kami adalah mencoba mendapat tempat di Liga Champions dan mencapai final Piala FA dan memenanginya jika bisa,” ujar Conte. “Tak ada yang mustahil. Dalam persaingan ini saya juga memasukkan Liverpool. Bagi kami, kami harus mencoba memenangi tiap laga dan tak membuat kesalahan,” tegasnya.

Son Tidak Sama dengan Kane London –

Harry Kane dan Son Heung-Min adalah dua pemain yang turut membantu performa Tottenham Hotspur pada beberapa musim terakhir. Keduanya memiliki peranan penting dalam sepertiga lapangan akhir

Spurs. Sejak awal Maret Son menjalankan tugas yang sebelumnya diemban Kane. Sebagai ujung tombak pengganti, pemain 25 tahun itu mampu menggantikan peran rekannya yang cedera. Kendati cukup sukses menjadi pembobol gawang lawan, Son enggan disamakan dengan Kane yang menurutnya merupakan pemain terbaik di dunia. “Harry Kane adalah pemai yang paling penting untuk Inggris, karena dia adalah pemain terbaik di dunia. Inilah sepak bola, terkadang Anda mengalami cedera, Tottenham ha-

rus siap bermain tanpa Harry. Menyedihkan tapi pemain lain harus siap,” kata Son, Sabtu (31/3) kemarin. “Saya tidak seperti Harry. Saya hanya berlatih setiap hari. Jika saya berhasil mewujudkan sesuatu maka itu adalah kabar bagus,” sambung mantan pemain Hamburg SV dan Bayer Leverkusen. Secara posisi, Son dan Kane memiliki perbedaan. Jika Kane merupakan striker, Son merupakan pemain depan yang bisa bermain di sisi sayap, gelandang serang, maupun ujung tombak. Ketika Kane bermain maka Son akan bergeser ke posisi sayap. Pemain asal Korea Selatan itu menyadari kemampuannya bertahan di Spurs selama dua setengah tahun tidak terlepas dari kerja keras. Son telah membukukan 131 penampilan dan 47 gol bersama The Lilywhites di berbagai ajang. Penampilannya yang cukup impresif membuat Son dikabarkan akan mendapat perpanjangan kontrak di klub asal London Utara tersebut. Namun Son tidak ingin masalah pribadinya beredar. “Saya hampir bermain selama tiga tahun di Tottenham. Saya telah berkembang dan saya menikmatinya hari demi hari,” ujar Son. (kmb33/rtr)

Selain delapan laga di Premier League, Chelsea juga masih harus melakoni partai semifinal Piala FA melawan Southampton pada 22 April mendatang. Sebaliknya, Tottenham tengah dirundung masalah. Absennya Harry Kane diprediksi membuat Tottenham Hotspur harus temukan formula baru untuk mengalahkan Chelsea. Spurs dan Chelsea hanya terpaut lima poin dan saling membuntuti Liverpool di posisi keempat dan kelima klasemen sementara. Selain itu, Tottenham bisa finis di peringkat yang lebih tinggi, mengingat klub berjuluk The Lilywhites ini unggul satu laga tunda dan hanya terpaut dua poin dari Liverpool. Namun, jika memang Tottenham Hotspur diragu-

kan untuk menang mudah kontra Chelsea tanpa Harry Kane, memangnya se-vital apakah peran sang striker? Harry Kane mengalami cedera pergelangan kaki saat melawan AFC Bournemouth pada pekan ke-29 Liga Inggris. Sebelumnya Kane juga sempat tak masuk dalam skuat kala menghadapi Manchester United di Old Trafford pada akhir Oktober 2013. Hasilnya? Ya, Tottenham Hotspur harus telan kekalahan tipis lewat gol semata wayang Anthony Martial. Hanya di musim sebelumnya, 2016-2017 Tottenham Hotspur lebih mujur meski tampil tanpa Harry Kane. Menempatkan Son HeungMin sebagai penyerang, Spurs berhasil menangi laga kontra Manchester City den-

”Fans” Pilih Giroud London – Jelang bentrok kontra Tottenham Hotspur, ternyata fans Chelsea lebih memilih Olivier Giroud untuk tampil ketimbang Alvaro Morata. Liga Inggris kembali berjalan setelah rampungnya periode jeda internasional. Salah satu partai yang disajikan di pekan 32 ialah derbi Kota London. Tim London Biru, Chelsea, akan menjamu Tottenham Hotspur di Stamford Bridge malam nanti. Pertandingan itu amatlah penting bagi kedua tim untuk menjaga peluang mereka demi bisa tampil di Liga Champions musim depan. Kubu Antonio Conte yang saat ini duduk di peringkat kelima klasemen akan berjuang mati-matian untuk menyalip Tottenham yang berada tepat di atas mereka dengan selisih lima poin. Media yang berbasis di Inggris itu mengadakan polling bagi fans Chelsea untuk memilih Olivier Giroud ataukah Alvaro Morata yang diharapkan tampil pada laga melawan Tottenham. Meskipun Alvaro Morata berjasa membawa The Blues menaklukan Leicester City di Piala FA berkat sebuah golnya, ternyata fans Chelsea cenderung memilih Olivier Giroud daripada pemain internasional Spanyol. (kmb33/rtr)

gan dua gol tanpa balas pada Oktober 2016. Pada bulan yang sama The Lilywhites juga tahan imbang Leicester City dengan skor 1-1. Skema serupa, dengan Son Heung Min atau Fernando Lorente di posisi Kane, kemungkinan akan dijajal oleh pelatih Tottenham, Mauricio Pochettino. Meski begitu, kekosongan skuat tanpa Harry kane secara statistik tidak akan membuat daya gedor Spurs berkurang. Dilansir dari laman Sky Sports, Tottenham rata-rata mencetak lebih banyak gol (rerata 2,3), lebih banyak total tembakan (rerata 17,5) dan lebih banyak peluang yang diciptakan (rerata 6,7) selama dua musim terakhir. Jika Kane tidak tampil maka Spurs harus bekerja keras untuk menang. (kmb33/rtr)


10

Profil

Pantas ke Timnas

MARIO Balotelli merasa dirinya pantas kembali dipanggil ke timnas Italia. Balotelli mengaku sempat berharap dipanggil lagi ke Gli Azzurri. Balotelli sebenarnya tampil produktif bersama klub Prancis, Nice pada musim ini. Striker berusia 27 tahun itu telah mengemas 22 gol dalam 31 pertandingan di semua kompetisi. Namun modal tersebut tak cukup untuk mengantarkan Balotelli kembali ke timnas. Pelatih interim Italia, Luigi Di Biagio lebih memilih pemain-pemain muda seperti Federico Chiesa dan Patrick Cutrone untuk laga persahabatan melawan Argentina dan Inggris baru-baru ini. Karena merasa pantas, Balotelli yang mengoleksi 13 gol dalam 33 penampilannya di timnas itu sempat berharap Di Biagio akan memasukkannya ke dalam skuat. “Saya mengharapkannya. Saya merasa pantas untuk itu,” ujar Balotelli. Terkenal sebagai pemain yang ‘nakal’, Balotelli mengaku dirinya sudah lebih dewasa saat ini. Kehadiran anak-anaknya, Pia dan Lion juga membuatnya tak lagi suka berulah. “Saya sekarang lebih dewasa berkat anak-anak saya. Saya sudah 27 tahun dan waktu dengan para gadis telah berakhir,” katanya. (kmb33/rtr)

Bola

Minggu Umanis, 1 April 2018

Jelaskan Beda Chelsea dan Arsenal

PETR Cech blakblakan membuka perbedaan Arsenal dan Chelsea. Apa yang dikatakannya? Cech meninggalkan Chelsea pada 2015. Dia pindah ke Arsenal dan rutin sebagai kiper utama sampai saat ini. Kiper Republik Ceko itu melanjutkan penampilan sipnya bersama Arsenal. Dia baru saja mencatatkan 200 clean sheet di Premier League. Memperkuat dua tim besar di liga Inggris, Cech menemukan perbedaaan. Perbedaannya pada pada kultur juara. “Chelsea mengkultuskan diri sebagai mesin juara,” kata cech. “Kalian bisa menyaksikan itu dari atas ke bawah. Semuanya berjalan seperti itu,” Cech menambahkan. Dia menyebut tekanan di Chelsea selalu sama, hanya bekerja dengan cara yang berbeda. Dengan kepercayaan itu, Chelsea pun tak segan mengganti manajer. Bagaimana dengan Arsenal di mata Cech? “Arsenal memikili kontinyuitas dengan manajer yang sama. Filosofinya sangat berbeda, begitu pula cara untuk menjalankannya berbeda,” ujar kiper 36 tahun itu. “Tak ada yang salah dan benar kok,” dia menegaskan. (kmb33/rtr)

Dukung Timnas

KEKALAHAN menyakitkan yang dialami timnas Argentina saat bertemu Spanyol pada laga uji coba Rabu (28/3) lalu, membuat Diego Maradona ikut angkat bicara. Lewat media sosial Instagram, Maradona mencoba membangkitkan kembali mental Alcibeleste. Bertarung di Estadio Wanda Metropolitano, Argentina yang tidak diperkuat sejumlah pilar andalannya dibuat tak berkutik oleh timnas Spanyol. Tim Matador menyeruduk Alcibeleste tanpa memberi ampun sebelum akhirnya menutup laga dengan kemenangan telak 6-1. Lionel Messi hanya bisa menyaksikan pembantaian ini dari bangku penonton. Isco yang di klub jadi pesakitan tampil sebagai pahlawan lewat hattrick-nya ke gawang Argentina. Tiga gol lainnya lahir dari Thiago Alcantara, Diego Costa dan Iago Aspas. Sementara satu-satunya gol hiburan tim tamu dicetak oleh Nicolas Otamendi. Meski hanya berlabel laga uji coba, kekalahan ini tentu jadi tamparan bagi timnas Argentina. Sebelumnya memori kekalahan dengan skor sama pernah diderita Albiceleste saat bertemu Yugoslowakia (1958) dan Bolivia pada babak kualifikasi Piala Dunia 2010 lalu. “Untuk saat ini, yang perlu dilakukan adalah memperbaiki, ayo Argentina, seperti biasa,” tulis Maradona pada Instagram-nya sembari mengunggah foto starter timnas Argentina. (kmb33/rtr)

Timnas Spanyol

UNTUNG - Pemain Barcelona Philippe Coutinho menjadi salah satu yang akan diuntungkan oleh aturan baru UEFA.

Aturan Baru Liga Champions

Gairahkan Kembali Bursa Transfer Januari

Nyon – UEFA baru saja mengumumkan beberapa aturan baru Liga Champions yang memberi angin segar bagi klub-klub yang ingin membenahi skuat di pertengahan musim. Salah satu alasan sejumlah klub tidak terlalu agresif di jendela transfer Januari karena persoalan registrasi. Pemain yang dibeli tidak bisa didaftarkan untuk kompetisi Eropa, jika sudah tampil di kompetisi tersebut bersama klub sebelumnya. Namun kini aturan baru Liga Champions menggugurkan regulasi lama itu. Dalam pengumuman aturan baru itu, salah satunya terkait registrasi tiga pemain baru pada awal Februari atau setelah jendela transfer Januari ditutup. Mulai musim depan Liga Champions memperbolehkan suatu klub untuk mendaftarkan tiga pemain baru tanpa larangan apa pun. Artinya, seorang pemain bisa membela dua klub ber-

beda di Liga Champions jika pindah ke sesama peserta pada bursa transfer Januari. Dengan aturan baru ini, klubklub dengan bekal dana besar dan ingin menambal kekurangan tim bisa lebih agresif memburu pemain pada jendela transfer Januari itu. Philippe Coutinho direkrut Barcelona pada jendela transfer Januari 2018 lalu. Sebelumnya sejumlah pemain bintang yang hengkang ke klub besar tidak bisa lagi

tampil di Liga Champions di sisa musim. Seperti yang dialami Philippe Coutinho musim ini. Keputusannya pindah dari Liverpool ke Barcelona membuat playmaker asal Brasil itu tidak bisa memperkuat Barca di Liga Champions hingga akhir musim. Barca tidak bisa mendaftarkan Coutinho di UCL karena sebelumnya sudah membela Liverpool di fase penyisihan grup. UEFA send-

Munich – Robert Lewandowski sedang gencar dihubungkan dengan Real Madrid. Pelatih Bayern Jupp Heynckes yakin Lewandowski akan bertahan dan memecahkan rekor golnya. Bomber Polandia itu dikabarkan meminta izin Bayern untuk berbicara dengan Madrid di akhir musim. Gosip ini kemudian dibantah bos klub Karl-Heinz Rumeningge menegaskan bahwa Lewandowski tidak dijual. Sejak menyeberang ke Bavaria dari Borussia Dortmund di 2014, Lewandowski terus unjuk produktivitas dengan mencetak 174 gol di Bundesliga. Dengan catatan,

Lewandowski ‘hanya’ terpaut 46 gol dari Heynckes yang menjadi pencetak gol terbanyak kompetisi (220 gol) yang memungkinkan dicapai dalam beberapa musim ke depan. Kontrak Lewandowski di Bayern sendiri masih tersisa sampai 2021. Heynckes yakin Lewandowski tidak akan kemana-mana. “Saya tahu betul mediamedia Spanyol ada banyak spekulasi,” ucap Heynckes, Sabtu (31/3) kemarin. “Saya rasa Lewandowski akan mematahkan rekor gol saya di Bundesliga dalam dua atau tiga musim ke depan,” imbuhnya. Meski begitu, tidak ada yang mustahil di sepak bola. Apalagi arus

transfer diketahui sangat sulit untuk ditebak. Ambil contoh pada bursa transfer musim panas 2017, tak ada yang menyangka seorang Neymar meninggalkan klub sebesar Barcelona untuk hengkang ke Paris Saint-Germain (PSG). Padahal pada November 2016 Neymar baru saja memperpanjang kontrak bersama Blaugrana. Selain itu Bayern juga memiliki rekam jejak menjual sang pemain bintang ke Madrid. Pada bursa transfer musim panas 2014, Die Roten melepas Toni Kroos ke Madrid dengan biaya transfer “hanya” 25 juta euro atau sekira Rp 423 miliar. (kmb33/rtr)

Heynckes Ingin Pertahankan Lewandowski

BPM/rtr

Bonus Besar jika Juara

Madrid – Pemain timnas Spanyol ditunggu bonus besar. Asalkan mereka mampu menjadi juara Piala Dunia 2018 Rusia. Federasi sepak bola Spanyol (RFEF) menjanjikan bonus senilai 800 ribu euro atau setara Rp 13 miliar. Besaran itu diberikan kepada masing-masing pemain. Bonus tersebut ditetapkan berdasarkan kesepakatan antara RFEF dengan timnas Spanyol. Tapi nominal bonus belum disahkan dalam perjanjian tertulis. Biasanya besaran bonus diumumkan tepat setelah timnas Spanyol menyelesaikan laga terakhir pertandingan uji coba menuju Piala Dunia. Kali ini bonus ditentukan setelah pemilihan presiden RFEF pada 9 April 2018. Menilik bonus di tahun-tahun sebelumnya, RFEF selalu meningkatkan nominal bonus. Sebagai gambaran, sebelum Piala Dunia 2014 di Brasil, masing-masing pemain timnas Spanyol dijanjikan bonus sebesar 720 euro atau setara dengan Rp 11,5 miliar jika menjadi juara. (kmb33/rtr)

BPM/rtr

Robert Lewandowski

BPM/rtr

iri akan mulai memberlakukan peraturan baru di Liga Champions, Liga Europa, serta Piala Super Eropa mulai musim 2018/2019 mendatang. Dengan demikian, perubahan peraturan baru yang ditetapkan oleh UEFA itu akan berlaku efektif pada Agustus mendatang. Sebelumnya manajer Manchester City, Pep Guardiola juga pada 2016 yang lalu sempat mengusulkan kepada FIFA terkait jumlah pemain cadangan dalam setiap pertandingan. Bukan hanya itu, Guardiola juga mengusulkan jumlah pergantian pemain agar ditambah. “Hanya ada tiga pergantian pemain sekarang. Mengapa Anda tidak dapat membuat

empat, lima, atau enam kali?” ujar Guardiola. “Kalau itu terjadi, semua pemain akan terlibat lebih banyak daripada sebelumnya. Para pelatih juga dapat menggunakan taktik berbeda,” imbuhnya. Manchester City telah memenuhi syarat untuk mengikuti pertandingan Liga Champions musim depan karena koleksi 81 poin mereka tak akan lagi terkejar oleh tim peringkat kelima, Chelsea (56) dalam delapan laga tersisa. Empat perwakilan teratas di klasemen akhir Liga Inggris akan langsung mengawali kiprah mereka di Liga Champions musim depan lewat babak penyisihan grup. (kmb33/rtr)

Eusebio Di Francesco

BPM/rtr

Bologna Tahan Roma

Bologna – AS Roma harus puas memperoleh satu poin dalam lawatannya ke kandang Bologna. Roma tertinggal lebih dahulu sebelum mencetak gol balasan untuk menyudahi laga 1-1. Bologna mengejutkan Roma dengan mencetak gol pembuka di menit ke-18. Berawal dari sepakan Andrea Poli yang diblok, bola rebound diteruskan Erick Pulgar dengan sepakan dari luar kotak yang menaklukkan Alisson. Bologna memimpin 1-0. Setelah tertinggal, Roma meningkatkan serangannya. Sebuah peluang emas terbuang di menit ke-29 setelah sepakan jarak dekat Kevin Strootman yang berdiri bebas tanpa kawalan hanya membentur tiang gawang. Di lima menit terakhir waktu normal, Rodrigo Palacio terjatuh saat dibayangi Kostas Manolas di kotak penalti. Namun wasit tidak menganggapnya sebagai pelanggaran, sehingga pertandingan dilanjutkan. Tekel Daniele de Rossi terhadap Simone Verdi menghasilkan tendangan bebas untuk Bologna dari posisi berbahaya. Sepakan Pulgar mengenai pagar hidup Roma. Bologna protes karena menganggap pemain Roma melakukan handball. Namun wasit tidak tertarik. Pertand-

ingan babak pertama berakhir, keunggulan Bologna tidak berubah. Setelah turun minum, Roma terus mencari gol penyama. Bologna lebih banyak mengandalkan serangan-serangan balik. Masuknya Dzeko dan Gregoire Defrel langsung memberi dampak kepada Roma. Di menit ke-77 Roma akhirnya bisa menciptakan gol balasan untuk menyamakan skor 1-1. Defrel menusuk sisi kanan kotak penalti Bologna sebelum melepaskan umpan lambung. Dzeko meneruskan dengan sundulan yang melewati kiper Antonio Santurro. Defrel membuat pergerakan berbahaya saat memanfatkan celah kosong untuk mengirim umpan silang di depan gawang. Sayangnya tidak ada pemain Roma yang mengikuti sehingga bola bergulir sia-sia. Mendekati akhir pertandingan Bologna lebih fokus bertahan sehingga menyulitkan Roma. Setelah Santurro gagal menangkap bola, sapuan Pulgar jatuh ke arah Florenzi yang diteruskan dengan sepakan keras dari tengah kotak penalti. Namun bisa diblok. Kesempatan terakhir Roma, Santurro berhasil mengamankan sepakan Schick. Skor 1-1 tetap bertahan hingga akhir pertandingan. (kmb33/rtr)


Juara

11

Minggu Umanis, 1 April 2018

Ni Putu Archisya Anandari W

Silat dan Dansa SAAT duduk di bangku SD, Ni Putu Archisya Anandari W melanjutkan sekolah ke SMPN 9 Denpasar melalui jalur prestasi cabor silat. Maklum Chisya merebut medali emas pada Porjar Kota Denpasar dan Porjar Bali di kelas F. Pascatamat dari SMPN 9 Chisya meneruskan studi ke SMAN 1 Denpasar (Smansa) lewat jalur prestasi dansa. ‘’Untuk silat saya istirahat dulu,’’ kata pedansa kelahiran Denpasar, 29 Mei 2002 ini. BPM/ist Ia mulai belajar dansa sejak duduk di bangku SD. ‘’Awalnya mama ikut arisan mengajak putra-putri temannya, akhirnya saya ikut juga,’’ kenang siswi kelas 1 IPA 7 Smansa ini. Di sekolahnya Chisya juga aktif di Teater Angin, elektronik, serta dance grup Capuera. Berkat dansa Chisya mendulang dua emas di nomor raisin star dance, dan quick step dance, serta satu perak tango dance pada Porprov Bali XIII/2017 di Gianyar. Sedangkan pada Kejurnas Dansa di Makassar Chisya mendulang empat emas di nomor novice A, novice B, pre amateur, serta free for all (FFA) tango. ‘’Saya berlatih dansa tiga kali dalam sepekan, dilatih Bayu Sarifudin. Saya biasanya berpasangan (couple) bersama Wayan Satria Wibawa,’’ ucapnya. Chisya berharap cabor dansa dipertandingkan secara resmi, baik di Porjar Denpasar maupun Porjar Bali. ‘’Masak dansa ini, ekshibisi selama empat kali Porjar,’’ tuturnya. Chisya tetap getol berlatih dansa, sebab dirinya persiapan terjun pada Kejuaraan Internasional di Lombok dan Singapura Juni mendatang. Ia bercita-cita ingin menjadi dokter spesialis jantung. (nel)

”Orleans Masters”

Tiga Wakil Indonesia ke Semifinal Jakarta (Bali Post)Sebanyak tiga wakil Indonesia lolos ke putaran semifinal turnamen bulu tangkis Orleans Masters 2018 yang berlangsung di Palais des Sports, Orleans, Prancis pada 27 Maret hingga 1 April 2018. Berdasarkan laman Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) yang dipantau di Jakarta Sabtu (31/3) kemarin, mereka yang mewakili Indonesia di Orleans adalah pasangan ganda campuran Alfian Eko Prasetyo/Marsheilla Gischa Islami, tunggal putri Ruselli Hartawan serta pasangan ganda putra Akbar Bintang Cahyono/Moh Reza Pahlevi Isfahani yang berhasil mengatasi lawan-lawan mereka di perempat final. Eko/Gischa mendapatkan tiket empat besar usai menundukkan unggulan keempat, Jacco Arends/Selena Piek (Belanda) dengan skor 10-21, 21-16, 21-15. Sementara Ruselli menang atas Selvaduray Kisona (Malaysia) lewat laga rubber game, 21-10, 17-21, 21-17, pasangan ganda putra Akbar/Reza melangkah ke semifinal dengan mengalahkan Frederik Colberg/Joachim Fischer Nielsen (Denmark) dengan skor 21-18, 10-21, 22-20. Bagi pasangan Eko/Gischa, kekalahan di gim pertama disebabkan karena mereka masih mencari tahu pola permainan yang paling sesuai untuk menghentikan perlawanan Arends/Piek. “Kami terlalu banyak bermain bertahan, masih sering terburu-buru akhirnya kalah jauh. Pada saat gim kedua kami coba bermain lebih tenang lagi, banyak nolob dan akhirnya bisa menang. Di gim ketiga kami terapkan permainan seperti gim kedua dan lebih banyak menyerang,” tutur Eko. Sementara itu, Gischa mengaku bermain lebih lepas dan tidak mau terbebani. “Di gim pertama kami memang masih meraba-raba mau main seperti apa. Di gim kedua dan ketiga sudah tahu mau menerapkan apa,” tutur Gischa. Eko/Gischa sendiri diketahui baru saja dipasangkan dan baru menjalani latihan selama satu bulan. Sebelumnya Eko berpasangan dengan Annisa Saufika, sementara Gischa dengan Yantoni Edy Saputra. “Kalau sama Toni mungkin karena seumuran dan sudah lama partneran, jadi nggak sungkan. Kalau sama kak Eko yang lebih senior, ada rasa sungkan sedikit,” ucap Gischa soal parter barunya. Di semifinal, Eko/Gischa akan berhadapan dengan wakil Jerman Peter Kaesbauer/Olga Konon. Kedua pasangan tercatat belum pernah bertemu. “Pokoknya coba nikmati permainan dulu, tidak banyak melakukan kesalahan sendiri dan lebih aktif menyerang,” ujar Eko. Sementara itu, Ruselli Hartawan akan menghadapi wakil Denmark, Mia Blichfeldt di empat besar, sedangkan Akbar Cahyono/Reza Pahlevi akan ditantang duet Malaysia Chun Kang Shia/Wee Gieen Tan di semifinal. Sayangnya kesuksesan tiga wakil Indonesia tersebut tidak diikuti tiga wakil lainnya yang terhenti di perempat final. Gregoria Mariska Tunjung tak dapat mengatasi perlawanan Shiori Saito (Jepang) dan kalah dengan skor 14-21, 17-21. Pasangan ganda campuran Andika Ramadiansyah/Mychelle Crhystine Bandaso takluk dari unggulan keenam, Evgenij Dremin/Evgenia Dimova (Rusia), dengan skor 16-21, 17-21. Dari sektor ganda putra, Sabar Karyaman Gautama/Frengky Wijaya Putra dikalahkan unggulan kedelapan dari Denmark, Kasper Antonsen/Niclas Nohr, lewat laga sengit, 23-21, 18-21, 21-23. (ant)

Biak Bangun Wisma Atlet PON Biak (Bali Post)Dinas Pemuda Olahraga Kabupaten Biak Numfor akan membangun wisma atlet untuk menampung peserta Pekan Olahraga Nasional 2020 Provinsi Papua. “Lokasi lahan wisma atlet sudah disiapkan, ya kami sudah mengajukan usulan program ke PB PON dan Kementerian Olahraga hingga Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat,” ungkap Kepala Dinas Pemuda Olahraga Biak, Yunus Saflembolo di Biak, Sabtu (31/3) kemarin. Ia mengakui pembangunan wisma atlet PON 2020 dalam program rusunawa merupakan solusi tepat untuk menyediakan tempat tinggal yang nyaman dan aman bagi atlet dari berbagai provinsi di Indonesia. Persiapan membangun wisma atlet PON 2020, menurut Yunus tahap awal sudah dikonsultasikan dengan Panitia Besar PON Papua, Pemkab Biak, DPRD Biak dan DPR Papua. “Dukungan untuk membangun wisma atlet PON Papua di Biak sudah ada dari masyarakat adat sebagai pemilik hak ulayat, ya sudah kami terima dalam bentuk surat pernyataan pelepasan adat,” ungkap dia. Saflembolo mengatakan, Biak sebagai klaster tempat penyelenggaraan PON 2020 tengah menyiapkan berbagai sarana fasilitas penunjang arena olahraga. “Dispora Biak Numfor sudah punya master plan rencana pembangunan fasilitas venue pertandingan PON 2020 klaster Biak,” ungkap dia. Berdasarkan data klaster Biak, akan dipakai venue terjun payung, aeremodeling, paralayang, pertandingan hoki dan penyisihan sepak bola. (ant)

Komang Adi Parwa dan Putu Pager ke Bogor FC

Gianyar (Bali Post)-

Dua pesepak bola Bali yang masuk skuad Bali United (BU) yakni Komang Adi Parwa dan kiper Putu Pager Wirajaya resmi dilepas manajemen BU guna dipinjamkan kepada Tim Liga 3 Bogor FC. Seorang pemain lagi yang dipinjamkan adalah Arapenta Poerba. Mereka bertolak ke Bogor, Jabar pada Jumat (30/3) lalu CEO Bali United Yabes Tanuri, Sabtu (31/3) kemarin mengharapkan ketiganya bisa mendapatkan kesempatan diturunkan pelatih lebih banyak lagi. Yabes Tanuri ingin ketiganya bisa mengembangkan skill-ball terbaiknya bersama klub barunya Bogor FC. Sementara pelatih BU Widodo Cahyono Putro pihak manajemen rela melepas trio asuhannya dengan status pemain pinja-

man, mengingat kubu Bogor FC juga menyiapkan diri secara serius dalam melakoni Kompetisi Liga 3 Tahun 2018 ini. ‘’Kami berharap mereka bisa menimba pengalaman dan lebih sering diturunkan,’’ kata dia. Widodo optimis trio asuhannya mampu mengembangkan permainan terbaiknya bersama klub baru. Hanya, kemungkinan Arapenta Poerba bisa kembali ke BU lebih cepat, mengin-

gat tim Liga 1 juga harus menyiapkan tim U-19 yang memakai tenaga Arapenta Poerba. Tim Bogor FC bakal berkiprah di Kompetisi Liga 3 yang dipoles pelatih Jan Saragih serta asisten pelatih Abdul Faiz yang notabene sebelumnya mengarsiteki Bali United U-19. Komang Adi Parwa mengemukakan, dirinya tak masalah dipinjamkan ke Bogor FC, sebab sebagai pesepak bola wajar dalam

mengembangkan kariernya. ‘’Mungkin permasalahan saya hanya jauh dari keluarga,’’ tuturnya. Kendati status pemain pinjaman di Bogor FC, Adi Parwa punya obsesi kelak bisa manjadi skuad inti Serdadu Tridatu. Sedangkan di tim barunya Bogor FC, Komang Adi Parwa bertekad membawa promosi Liga 2. ‘’Sebagai pesepak bola profesional saya harus tetap tampil maksimal di klub manapun yang saya bela,’’ jelasnya. Selama ini Adi Parwa menempati posisi gelandang bertahan dan bek. Dia dikenal memiliki spesialis tendangan jarak jauh. (022/r)

BPM/wan

Komang Adi Parwa

Persija Taklukkan Arema Jakarta (Bali Post)Dua gol penyerang Marko Simic biasa dijuluki “Super Simic”, berhasil membawa Persija Jakarta menaklukkan Arema FC dengan skor 3-1 dalam lanjutan laga Liga

1 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Sabtu (31/3) kemarin. Gol-gol penyerang asal Kroasia itu ditorehkan pada menit ke-27 dan 52, semen-

tara satu gol tambahan dilesakkan bek asal Brazil Jaimerson da Silva di menit ke-82. Gol Arema FC sendiri dicetak gelandang Ahmet Atayev di menit ke-34. Bagi Simic dua gol ini

BPM/ant

DUEL - Pemain Persija Jakarta Maman Abdurahman (kanan) melakukan duel bola atas dengan lawannya dari Arema FC Thiago Furtuoso Dos Santos, dalam Kompetisi Liga 1 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (31/3) kemarin.

sekaligus memecah kebuntuannya setelah di tiga pertandingan Persija sebelumnya, yaitu dua di Piala AFC 2018 dan satu lagi kala berlaga kontra Bhayangkara FC di partai pembuka Liga 1 2018, gagal mencatatkan nama di papan skor. Ada pun di laga itu seperti di partai-partai sebelumnya Persija mengandalkan Marko Simic sebagai ‘target man’ ditopang oleh Addison Alves dan pemain sayap Riko Simanjuntak. Di sisi lain Arema FC menurunkan motor serangan Balsa Bozovic dan Thiago Furtuoso bersama Dendi Santoso di lini depan. Hasilnya, kedua tim bermain dengan tempo cepat sejak menit awal pertandingan. Persija terlebih dahulu memperoleh peluang tepatnya di menit ketujuh, tetapi sundulan Marko Simic masih belum menemui sasaran. Sekitar 11 menit setelahnya giliran tendangan dari luar kotak penalti Addison Alves yang melebar dari gawang Arema yang dikawal kiper Kurniawan Kartika Ajie. Arema tidak tinggal diam. Mengandalkan serangan balik mereka sempat mendapatkan kesempatan dari Thiago Furtuoso, tetapi bola sepakannya melambung di atas gawang Persija. Gol yang dinanti-nanti Persija akhirnya datang di menit ke-27. Bergerak dari sisi serang kiri, bek sayap Rezaldi Hehanusa melepaskan umpan silang mendatar ke kotak penalti lawan. Marko Simic berhasil melepaskan diri dari pengawa-

lan pemain bertahan Arema, berhasil menyambut bola dan menendangnya masuk ke gawang tim berjuluk Singo Edan tersebut. Namun keunggulan itu tak bertahan lama. Di menit ke-34 Ahmet Atayev sukses menendang bola pantul hasil tendangan bebas Bozovic ke dalam gawang tim Macan Kemayoran. Skor menjadi imbang 1-1 dan meski beberapa peluang sempat tercipta, tidak ada gol tambahan sampai babak pertama berakhir. Di paruh kedua Persija tidak menurunkan tekanan. Strategi itu pun langsung berbuah gol pada menit ke-52 via sundulan Marko Simic. Marko memanfaatkan dengan sangat baik umpan sepakan sudut bek kanan senior Ismed Sofyan dan membuat Persija memimpin 2-1. Pada menit ke-66 Persija sempat membuat gol melalui Addison Alves, tetapi dianulir oleh wasit Aprisman Aranda, karena menganggap Alves dalam posisi offside. Persija baru benar-benar membuat gol ketiga pada menit ke-82, kali ini dari sumbangan bek Jaimerson da Silva. Jaimerson menanduk masuk bola sepakan pojok yang lagilagi datang dari Ismed Sofyan. Sampai laga berakhir skor 3-1 tak berubah. Persija berhasil meraup tiga poin pertama di Liga 1 2018 dan berikutnya, Jumat (6/4) mereka bertandang ke Stadion Teladan untuk menghadapi PSMS Medan. Sementara juga dalam lanjutan Liga 1 2018, Arema FC akan bertanding pada Senin (9/4) kontra Borneo FC. (ant)

’’Playoff’’ Piala Davis, Christo Perkuat Indonesia Jakarta (Bali Post)Wakil Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PP Persatuan Lawn Tenis Indonesia Deddy Prasetyo menyatakan petenis Cristopher Rungkat bakal memperkuat tim Piala Davis yang akan menjalani laga playoff degradasi menghadapi Sri Lanka, 7 hingga 8 April mendatang. “Dia telah berlatih di lapangan tenis Senayan Jakarta dan sudah dipastikan masuk membantu tim Davis melawan Sri Lanka,” kata Deddy Prasetyo saat dihubungi dari Jakarta, Sabtu (31/3) kemarin. Christo (sapaan akrab Christopher Rungkat) yang menambah kekuatan tim yang terdiri atas Anthonny Susanto (20), M. Rifqi Fitriadi (18), M. Althaf Dhaifullah (17), Justin Barki (17) dan David Agung Susanto (26), diharapkan bisa menyelamatkan Indonesia agar bertahan di Grup II Zona Asia Oseania. Christo yang sebelumnya diketahui tengah menjalani tur dunia untuk ambisi berlaga di turnamen Grand Slam, disebutkan Deddy sudah dua pekan berlatih bersama tim Davis. “Sudah dua pekan berlatih, tetapi ini tidak mengganggu jadwalnya, karena

semua sudah direncanakan oleh Christo sendiri,” kata Deddy. Tim Davis Indonesia harus menjalani laga playoff, karena dalam pertandingan babak penyisihan Grup II Zona Asia/Oseania mulai 3 hingga 4 Februari, Indonesia menyerah 1-3 dari Filipina. Untuk menentukan apakah Indonesia akan bertahan atau terdegradasi ke Grup III, tim Merah Putih harus menghadapi Sri Lanka dalam laga playoff di Colombo. Indonesia sendiri memiliki peluang cukup besar jika melihat rekor pertemuan. Tim Merah Putih menang 5-0 atas Sri Lanka, dalam pertemuan terakhir di Solo, Jawa Tengah,pada bulan Juli 2016. “Peluang menang tetap ada, karena pada tahun 2016 kami berhasil mengalahkan mereka 5-0. Namun hal itu harus dilihat nanti, karena yang utama yang menentukan itu adalah mental bertanding,” tutur Deddy. Terkait dengan persiapan sendiri, Dedy menjelaskan bahwa kemajuan anakanak latihnya sudah cukup maksimal, baik fisik maupun teknik. Namun dia menegaskan kembali hal tersebut

tidak bisa jadi acuan utama untuk dapat memenangi laga kontra Sri Lanka tersebut. “Fisik maupun teknik anak-anak mengalami kemajuan. Akan tetapi, kalau masalah mental tanding kan belum tahu, karena saat pertandingan yang menguji,” katanya. Olahraga ini, menurut dia tidak bisa diprediksi. Pasalnya, bisa saja Sri Lanka jauh lebih matang mentalnya. Kendati demikian, dia berharap anggota timnya bisa tampil bagus dan habishabisan, sehingga mendapatkan kemenangan. Sementara itu, anggota tim Davis David Susanto yang dihubungi secara terpisah mengaku tetap mewaspadai segala kemungkinan yang akan terjadi menghadapi tim Sri Lanka. “Oleh karena itu, kami akan tetap berusaha maksimal. Tidak boleh meremehkan dan terus berlatih mematangkan apa yang menjadi kekurangan kami,” kata David. Tim Davis Indonesia sendiri akan bertanding menghadapi Sri Lanka dalam laga playoff degradasi di Colombo pada tanggal 7 hingga 8 April mendatang. Tim sendiri akan berangkat ke Colombo pada hari Senin (2/4) besok. (ant)

BPM/ist

Ni Putu Giska Ayu Lestari Koriantara

Masuk Pelatcab TAEKWONDOIN Ni Putu Giska Ayu Lestari Koriantara menyabet emas di nomor kyorugi kelas –55 kg pada Kejuaraan Internasional Terbuka Badan Narkotika Nasional (BNN) Cup di GOR Purna Krida, Kerobokan, Februari lalu. Sebelumnya siswi kelas 3 SMPN 10 Denpasar ini, juga meraih emas pada Porjar Kota Denpasar. ‘’Saya senang menekuni taekwondo ini, utamanya di nomor tarung (kyorugi). Saya juga tak takut terkena tendangan maupun pukulan, sebab harus dipelajari terlebih dahulu teknik menendang maupun upaya menangkisnya,’’ sebut atlet taekwondo kelahiran Denpasar, 28 Juli 2003 ini. Giska mulai belajar bela diri taekwondo sejak duduk di bangku SD dan kini berlatih di Dojang Waringin Denpasar. ‘’Sejak dua pekan

ini saya masuk pelatcab Kota Denpasar,’’ terang putri pertama pasangan Made Jayantara dengan Ni Nyoman Arya Weda Kori ini. Dirinya masuk pelatcab Kota Denpasar sebagai persiapan berlaga pada Porjar Kota Denpasar Mei mendatang. ‘’Saya turun di kyorugi kelas -59 kg,’’ jelas Giska. Atlet bertinggi 172 cm ini memang cocok dan ideal menjadi taekwondoin, utamanya dalam menendang lawan dan sasarannya kepala bagian atas, otomatis poinnya makin tinggi. Bermodal bodi yang tinggi, Giska pun bercitacita melanjutkan ke sekolah SMK Penerbangan atau alternatifnya SMAN 7 Denpasar (Sisma). ‘’Saya ingin menjadi penerbang atau pramugari,’’ ujarnya. Ia mengaku senang melakukan perjalanan (travelling). (nel)


12 Profil Kehilangan Esensinya

SEBAGAI salah satu kejuaraan tenis yang paling bergengsi di dunia, Piala Davis nyatanya disebut oleh legenda tenis asal Prancis Yannick Noah, kini semakin kehilangan esensinya. Menurut Noah, hal tersebut terjadi lantaran kejuaraan tersebut sudah tidak diikuti lagi oleh para petenis top dunia. Noah pun menyebut dua orang petenis yang saat ini menempati peringkat teratas tangga tenis dunia, namun tak memberikan kontribusinya lagi pada gelaran Piala Davis, yakni Roger Federer dan Rafael Nadal. Pasalnya, Federer terakhir kali bermain di Piala Davis adalah pada 2015, sedangkan Nadal terakhir kali berlaga di turnamen itu pada 2016. Menurut Noah, ketidakhadiran para petenis kelas dunia tersebut semakin membuat citra Piala Davis semakin menurun. Pasalnya, akan semakin banyak yang menilai kalau Piala Davis adalah kejuaraan yang tidak penting. Noah pun memaklumi hal tersebut karena kebanyakan para petenis saat ini lebih memfokuskan diri pada turnamen perseorangan dalam ATP Tour ketimbang mengikuti kejuaraan beregu seperti Piala Davis. “Format kejuaraan saat ini sangatlah bagus, namun ketika Federer atau Nadal lebih memilih event lainnya, ini akan menjadi lebih rumit. Menurut saya ukuran ini terlalu radikal dan akan membunuh jiwa dan esensi dari Piala Davis,” ucap Noah. “Bagi saya ini akan menjadi sirkus kecil. Para pimpinan dipaksa membuat keputusan radikal, karena beberapa pemain telah melupakan sejarah dari Piala Davis. Beberapa pemain lebih memilih memainkan laga ekshibisi atau kejuaraan yang lebih banyak remunerasi, itu adalah pilihan mereka,” lanjut juara Prancis Open 1983 itu. Saat ini gelaran Piala Davis telah memasuki babak semifinal. Tim Davis Prancis yang dipimpin Noah akan berhadapan dengan Italia pada laga tersebut. Meski beberapa negara lain tak memandang Piala Davis sebagai sesuatu yang serius lagi, namun Noah menyampaikan kalau timnya akan selalu bertanding dengan sungguh-sungguh di kejuaraan tersebut. “Ketika petenis nomor satu kami mengatakan kalau prioritasnya adalah Piala Davis, itu merupakan semangat yang akan menyelamatkan kejuaraan tersebut,” tutup Noah. (kmb33/rtr)

Arena Miami Open

Zverev Tembus Final

Florida – Petenis asal Jerman, Alexander Zverev berhasil menembus babak final Miami Open 2018 yang berlangsung di Tennis Center at Crandon Park pada Sabtu (31/3) kemarin. Petenis unggulan empat itu melaju ke partai puncak usai menaklukkan petenis asal Spanyol, Pablo Carreno Busta dengan skor 7-6(4) dan 6-2.

Tidak Pikirkan Kontrak Baru

KONTRAK Jorge Lorenzo bersama Ducati akan habis pada akhir musim MotoGP 2018. Namun dia tak mau membuang waktu untuk memikirkan hal tersebut. Lorenzo belum memberikan hasil memuaskan di musim ini. Sempat menjadi yang tercepat dalam tes pra musim di Sepang pada Januari lalu, ia kemudian tak sekalipun keluar sebagai yang tercepat dalam tes di Thailand dan Qatar setelah berjuang keras untuk lebih nyaman dengan Ducati Desmosedici GP18. Hasil tak memuaskan Lorenzo berlanjut di seri pertama MotoGP 2018 yang berlangsung di Sirkuit Losail, Qatar. Pembalap asal Spanyol itu gagal finis setelah mengalami masalah rem. Sejak berpindah tim dari Movistar Yamaha ke Ducati pada musim 2017, Lorenzo belum menemukan kosistensi. Di musim pertama ia cuma bisa naik podium dua kali setelah finis di posisi ketiga. Di klasemen akhir pun Lorenzo duduk di posisi ketujuh. Di akhir musim ini kontrak Lorenzo akan berakhir. Pihak Ducati sudah mengisyaratkan Lorenzo untuk terus berada di tim dengan catatan mau dipotong gaji. Tapi Lorenzo belum mau memikirkan soal kontrak barunya. Saat ini fokusnya adalah untuk meningkatkan penampilannya, bukan untuk mengamankan masa depannya. “Jika saya mendapatkan hasil, nilai saya akan lebih tinggi. Dan jika tidak, itu akan sedikit merugikan saya. Untungnya saya punya rekam jejak yang sangat baik dan itu selalu membantu,” kata juara dunia tiga kali MotoGP tersebut. “Satu-satunya hal yang mengkhawatirkan saya adalah bisa kencang dengan motor ini dan meraih kemenangan pertama secepat mungkin. Sisanya akan saya serahkan kepada manajer saya. Saya tidak menghabiskan satu menitpun memikirkan hal itu,” sambungnya. “Prioritas saya adalah menyelesaikan apa yang saya mulai, dan menjadi pembalap kedua yang mempersembahkan gelar juara dunia bagi Ducati. Karena itu, Anda harus memenangi balapan, lalu yang kedua, yang ketiga, dan keempat,” Lorenzo mengakhiri. (kmb33/rtr)

Pilih Diri Sendiri

LEBRON James mengungkapkan rasa percaya dirinya kepada media untuk urusan pemain yang pantas menjadi MVP di NBA 20172018. LeBron James tidak diperbolehkan untuk memilih pemain yang akan menjadi MVP di NBA 2017-2018, karena ia masuk sebagai kandidat untuk pemilihan tersebut. LeBron James mengatakan bahwa jika ia bisa memilih, ia akan memilih dirinya sendiri. “Saya pasti akan memilih diri saya sendiri untuk pemain yang pantas mendapat gelar sebagai MVP,” ujar pemain Cleveland Cavaliers tersebut. “Bagaimana tubuh saya bekerja, bagaimana saya melakukan itu semua, dan apa yang terjadi pada tim sepanjang tahun, tim masih bisa bersaing dengan lainnya, saya akan pilih diri saya sendiri,” ucap LeBron. Perkataan LeBron James memang ada benarnya dan angka yang dicetaknya tidak bisa berbohong kalau saat ini LeBron James adalah kandidat kuat untuk menjadi MVP. Dari data yang diperoleh BolaSport.com dari Bleacher Report, menginjak musim ke-15 nya di NBA ratarata LeBron James mencatatkan 27,4 poin, 9,1 assist, dan 8,6 rebound perlaga. Untuk presentase poin yang dihasilkan, LeBron James berhasil membuat 54,8 persen tembakan dua poin, 36,2 persen tembakan tiga poin, dan sisanya adalah tembakan dari free throw. (kmb33/rtr)

Aggasi Tinggalkan Djokovic London Legenda tenis Amerika Serikat, Andre Agassi telah resmi berhenti melatih eks petenis nomor satu dunia asal Serbia, Novak Djokovic. Agassi (47) mulai menangani peraih 12 gelar grand slam tersebut menjelang turnamen France Open pada tahun lalu. Berdasarkan penuturan resmi Agassi, keputusannya berpisah dengan Djokovic BPM/rtr karena perbedaan pendapat Andre Agassi di antara keduanya. “Hanya dengan niat yang baik saya mencoba untuk membantu Novak,” kata Agassi, Sabtu (31/3) kemarin. “Kami terlalu sering tak setuju dalam suatu hal. Namun saya mengharapkan yang terbaik untuk dia dan semoga bisa terus maju,” ucap Agassi menambahkan. Selama di bawah asuhan Agassi, Djokovic sempat mencapai babak perempat final Prancis Terbuka 2017 dan Wimbledon 2017. Namun setelah itu, Djokovic mengalami cedera siku sehingga terpaksa absen dalam berbagai turnamen pada sisa 2017. Hasil negatif diraih Djokovic pada Australian Open 2018 yang berlangsung Januari lalu. Saat itu Djokovic mengalami kekalahan mengejutkan dari petenis Korea Selatan, Hyeong Chung pada pertandingan babak keempat. Kendati berpisah dengan Agassi, Djokovic masih memiliki pelatih lainnya yang juga eks petenis, Radek Stepanek. (kmb33/rtr)

Minggu Umanis, 1 April 2018

Alexander Zverev

BPM/rtr

Kemenangan ini sejatinya pun tidak diduga oleh Zverev yang merasa memiliki penampilan kurang apik pada set pertama. Terbukti laga harus berakhir dengan babak tiebreak, setelah keduanya bermain imbang di set pembuka. “Saya tidak merasa saya bermain terbaik di awal set pertama. Saya melakukan banyak kesalahan. Saya sudah down di tiebreak dan saya merasa seperti sudah kalah, jadi saya harus bermain agresif,” ujar Zverev. Zverev mengaku jika kemenangannya di babak tiebreak set pertama menjadi kunci kemenangannya pada laga kali ini. Sebab setelah kemenangannya di set pertama itu, semakin membuatnya percaya diri dan berhasil memainkan tipe permainannya. Kemenangan petenis berusia 20 tahun itu juga tidak terlepas dari kesalahan forehand yang dilakukan Carreno Busta. Kedudukan tiebreak 6-4 pun berubah menjadi 7-4, sekaligus memastikan kemenangan set pertama untuk Zverev. “Jadi itulah yang saya lakukan. Sangat beruntung bisa memenangkan set per-

tama dan kemudian menemukan permainan saya yang sesungguhnya di set kedua,” tambahnya. Pada babak final Zverev akan bertemu John Isner asal Amerika Serikat yang secara mengejutkan berhasil menyingkirkan Juan Martin del Potro di babak semifinal. Isner sukses menundukkan wakil Argentina itu dengan skor 6-1 dan 7-6(2). Kemenangan tersebut juga membuat Isner semakin percaya diri untuk bisa menghadapi Zverev di partai puncak. Meski dalam head to head Isner kalah, tetapi ia sangat optimis. Pertemuan keduanya pun telah terjadi tiga kali dan Zverev berhasil memenangi semua laga. “Saya hanya terus bermain lebih baik. Saya pikir hari ini adalah pertandingan terbaik saya. Tentu ini sangat, sangat menggembirakan. Secara fisik saya sangat segar dan siap untuk maju ke putaran final,” tutup Isner. Sekadar catatan, di turnamen ini peringkat atau ranking Zverev lebih baik ketimbang lawannya. Zverev ada di urutan empat, sementara Isner menyandang ranking 14. (kmb33/rtr)

Ferrari Ingin Gulingkan Mercedes Melbourne – Pembalap Ferrari, Sebastian Vettel percaya timnya dalam proses pengembangan besar untuk menciptakan mobil Ferrari yang sangat kompetitif pada Formula One (F1) 2018. Hal tersebut sengaja dilakukan tim yang berbasis di Maranello tersebut dalam upayanya menggulingkan dominasi Mercedes. Empat kali juara dunia F1 tersebut sukses mengambil keuntungan pada periode virtual safety car dalam upayanya mengklaim gelar juara di Grand Prix (GP) Australia pada Minggu 25 Maret 2018. Kala itu ia berhasil menyalip pembalap Mercedes Lewis Hamilton dan mengamankan posisinya menuju garis finis. Meski demikian, kecepatan yang ditunjukkan Hamilton dan Mercedes selama kualifikasi dan balapan masih melabeli tim yang berbasis di Brackley tersebut sebagai tim tercepat dalam gelaran F1 2018. “Safety car tentu saja sangat membantu. Namun selain itu, saya pikir kami melakukan semua yang bisa kami lakukan sebagai sebuah tim. Jadi, ketika sesuatu terjadi kami siap untuk bereaksi. Kami melakukan tugas kami sebelum balapan dengan mengevaluasi skenario yang berbeda dan kemudian pada

balapan kami memiliki kecepatan pula. Lewis berada di bawah tekanan, dia cepat tetapi tidak sebanyak yang ia butuhkan,” terang Vettel, Sabtu (31/3) kemarin. Pembalap berjuluk The Baby Schumi tersebut juga menambahkan bahwa dia belum sepenuhnya percaya diri dengan mobil balap SF71H. Pasalnya, mobil tersebut memiliki potensi yang belum dimanfaatkan untuk bersaing dengan Mercedes. Mobil Sama Tim F1, Force India telah menyarankan Federasi Internasional Automotive (FIA) untuk melakukan penyelidikan kepada Haas. Tim yang berbasis di California, Amerika Serikat tersebut diduga membuat mobil yang sama persis dengan milik Ferrari musim lalu. Direktur Teknis Force India,Andy Green, mengaku setuju dengan adanya penyelidikan lebih lanjut mengenai kasus ini. Namun ia menegaskan, hal yang lebih mengerikan adalah dengan adanya pertukaran informasi antara Haas dan Ferrari yang berdampak pada tidak sehatnya peta persaingan dalam olahraga. “Tidak ada yang bisa mengatakan kepada saya bahwa mereka tidak berkomunikasi satu sama lain

untuk mengembangkan dan memecahkan masalah lebih cepat,” tutur Green. Force India bukan satusatunya tim yang mengatakan bodywork mobil Haas 100 persen mirip dengan Ferrari. Manajer balap McLaren, Eric Boullier juga mengatakan hal yang serupa dengan apa yang disampaikan Force India. “Mereka tidak membangun mobil balap, mereka membelinya. Dan ketika Anda membeli mobil dari Maranello, itu adalah hal yang buruk,” kata Boullier. Sebelas dua belas dengan pendapat Boullier, direktur eksekutif McLaren, Zak Brown juga sependapat dengan pernyataan tersebut. Menurutnya, mereka kemungkinan besar memanfaatkan aliansi mereka untuk mendapatkan keuntungan kelompok. “Kami semua mengetahui bahwa Haas memiliki aliansi yang sangat kuat dengan Ferrari. Oleh sebab itu kami perlu memastikan hubungan mereka tidak terlalu erat,” ujar Zak Brown. “Semua permukaan aerodinamis harus menjadi milik Anda sendiri. Jika tidak, saya tidak tahu bagaimana Anda bisa memilikinya kecuali Anda mulai menyelidiki,” ungkap Direktur Olahraga Force India, Otmar Szafnauer. Sebagaimana diketahui,

Sebastian Vettel isu mobil balap Haas yang mirip dengan milik Ferrari memang telah menjadi perbincangan hangat dalam beberapa hari terakhir. Bahkan pembalap McLaren dan Fernando Alonso sempat menyebut VF18 sebagai replika

BPM/rtr

Ferrari usai balapan di Melbourne. Banyak tim papan tengah yang merupakan saingan Haas mempertanyakan kolaborasi tim asal Amerika Serikat tersebut terhadap Ferrari selaku pemasok mesinnya. (kmb33/rtr)

Life Sport

Pentingnya Olahraga bagi Anak-anak

Olahraga merupakan aktivitas fisik yang terencana dan terstruktur yang memiliki tujuan tertentu yaitu kesehatan fisik, psikis maupun sosial. Banyak orang telah mengetahui berbagai manfaat olahraga bagi tubuh kita, namun apakah olahraga juga bermanfaat bagi anak-anak? Berdasarkan wawancara dengan dr. Nila Wahyuni, M.Fis., olahraga sangatlah berguna bagi anak-anak. Menurut dosen di PS Fisioterapi FK Unud ini, olahraga pada anak-anak memberikan banyak manfaat, salah satunya adalah olahraga pada anak bermanfaat untuk mencegah terjadinya penyakit kronis seperti penyakit jantung, diabetes mellitus dan tekanan darah tinggi, terutama pada anakanak yang mengalami obesitas atau kelebihan berat badan. Data menunjukkan bahwa angka kejadian obesitas pada anak di Indonesia meningkat tiga kali lipat. Anak-anak dengan obesitas akan berpotensi mengidap berbagai jenis penyakit setelah dewasa, antara lain diabetes, penyakit jantung dan hipertensi.

Kebanyakan orangtua akan merasa bangga memiliki anak yang bertubuh gemuk karena dianggap sangat sehat dan menggemaskan. Padahal kondisi kelebihan berat badan baik overweight maupun obesitas memiliki risiko terkena penyakit jantung, diabetes mellitus dan hipertensi. Kelebihan berat badan terjadi akibat energi yang masuk (lewat makanan yang dimakan) lebih tinggi dari pada energi yang dikeluarkan (lewat aktivitas fisik) asupan energi yang tinggi terjadi karena konsumsi makanan dengan sumber energi dan lemak tinggi sedangkan pengeluaran energi yang rendah

disebabkan oleh kurangnya aktivitas fisik termasuk olahraga. Apabila ketidakseimbangan tersebut terjadi dalam jangka waktu lama, terjadilah penumpukan lemak tubuh yang berlebihan dan berat badan berlebih. Dengan berolahraga maka kita dapat mencegah terjadinya obesitas pada anak. dr. Nila memberikan tips mengenai olahraga untuk anak dengan obesitas yaitu; 1. Pilihlah jenis olahraga yang disukai anakanak, lakukan olahraga sambil bermain sehingga anak dapat menikmati olahraga yang dilakukan. jenis olahraga yang dilakukan yaitu anak usia kurang dari

12 bulan: lakukan permainan bersama orangtua, seperti meraih benda, menarik benda dan memindahkan benda, lakukan di alas yang aman bagi anak dengan durasi 5-15 menit per sesi nya; untuk anak usia 1-5 tahun: lakukan permainan dengan teman dan libatkan orangtua. Permainan yang dilakukan melibatkan gerakan menangkap, meraih benda, menendang dan melempar. Lakukan selama dengan 10-20 menit tiap sesi nya; untuk usia 5-12 tahun: lakukan jenis olahraga seperti menari dengan intensitas sedang; 2. Hindari jenis olahraga yang memberikan beban yang terlalu berat pada sendi kaki seperti melompat dan berlari; 3. Mulailah olahraga dengan intensitas rendah kemudian tingkatkan perlahanlahan sesuaikan dengan kondisi fisik anak. dr. Nila menjelaskan, selain dapat mencegah penyakit kronis pada anak dengan obesitas, olahraga pada anak juga dapat meningkatkan kesehatan otak dan fungsi kognitif anak sehingga dapat meningkatkan pencapa-

ian prestasi anak. Manfaat lain dari berolahraga pada anak adalah olahraga dapat meningkatkan kepadatan tulang, meningkatkan imunitas anak, meningkatkan kekuatan otot dan daya tahan kardiovaskular. Selain memberikan manfaat terhadap fisiologis tubuh, olahraga juga bermanfaat untuk memperbaiki kondisi psikologis anak. Berdasarkan penelitian menunjukkan bahwa olahraga pada anak dapat mengurangi kecemasan, gangguan tidur dan depresi yang terjadi pada anak-anak. Olahraga pada anak juga memberikan manfaat sosial bagi anak, di mana olahraga dapat membuat anak untuk bersikap sportif, mampu bekerja sama dengan teman, menjadi lebih percaya diri dan olahraga dapat menjadi sarana bagi anak untuk bersosialisasi dengan teman sebayanya. Dengan mendengarkan penuturan dr. Nila mengenai berbagai manfaat olahraga bagi anak-anak, maka marilah kita latih anak untuk berolahraga sejak sedini mungkin. Semoga bermanfaat. (kmb33)


Redité Umanis, 1 April 2018

I Kaki Dengkil

Kala Sandékala

I KAKI Dengkil negak ring pundukan tlabah Sampwané sandikaoné puniki. Mangda uning, tlabah Sampuané sampun maprigi batu mangkin, pinggirnyané mabaong capung leh. Nénten sakadi rihiné. Mangkin nénten wénten song katak, song lindung, song lélé, napi malih song bé julit ring pinggir tlabah Sampwané. Nénten wénten malih gegonjakan song katak, song lindung, song lélé, song bé julit kapiragi. Napi mawanan asapunika? Alit-alité sané mangkin sampun nénten wénten malih sané maplayan ring tlabahé. Akéhan sané maplalian gim onlain ring jumahné utawi genah nyéwaang. Sané madruéan, kedihina reramané jinah, raris numbas komputer mael. Sané tuaraan, puput ja nyéwa kémanten kanggéanga. Asapunika kawéntenan alit-alité sané mangkin. Pragat ring kamarné maplayan. Pangangkené malajah utawi ngarya tugas. Araina tigang raina midep nénten kacunduk sareng reramané. Napi malih sareng pisagané? Puput... puput pisan kawéntenané sakadi mangkin. Sayan ngakéhang alit-alité sakadi mangkin. Wantah nénten maplalian, mabalih pélem ngraina. I Rangkus kliang banjaré sané mangkin, naan masadu sareng I Kaki Dengkil santukan méweh pisan ngrumrum yowanané mangda malajah magambel. Makéh pisan baos mapuangkidné. Wénten ngoraang nénten midep pisan nepak gendér, ngapyukang céngcéng, nglempurin kempur, ngupek kendang, napi malih nepak réong. Jagi kudiang sané mangkin? Nénten mrasidayang nyalahang anaké mabaos “Generasi Bali tinggal satu generasi!” Caciréné, banjaré mangkin sayan suung mangmung. Purané napi malih, kantos sayan ngakéhang pratimané kabanda. Wawu mangkin I Kaki Dengkil lempuyengan ngamanahang indiké punika. Daweg I Rangkus masadok dumunan, sipok pisan pasaut I Kaki Dengkilé: “Lamun plalian baang panaké, maplalian ia! Lamun gendér beliang panaké, muruk ngendér ia! Lamun tuak baang pianaké, matuakan ia!” Asapunika I Kaki Dengkil masaut moyanin I Rangkus rihinan, santukan nénten mrasidayang jangkep ngarya sekaa angklung. I Rangkus masaut bangras antuka: “Nah... lamun tusing ngelah sekaa angklung, di ngabénang Kaki buin pidan da nyen sebet tusing mairingan angklung ka sétra. Da nyen menggah tekén I Dengkil panaké utawi cucuné I Doglagan. Nyanan tuyuh ia ngaé guru piduka baana!” I Rangkus sipok mabaos asapunika sambilanga gelis ngalain I Kaki Dengkil sané iteh nyeeng ambara. Wawu mangkin I Kaki Dengkil sareng marna baos pikobet kliang banjaré I Rangkus sakadi asapunika. Ngrawat-rawat paningalané ninggalin ambarané kedas tan pa ambu. Suryané saka kidik engseb ring cokor langité si kauh. Kenjekan kalangen asapunika, iseng I Kaki Dengkil matulihan marek ka Giri Tohlangkiré sané sampun sayan ngakéhang ngemu lahar. Nadak sara mangkin medal guét barak saking muncuk Giri Tohlangkiré nylebat ngelodang. Pitananga Ida Bhatara Giri Tohlangkir jagi malancaran ka Uluwatu. Nuréksa, sapunapi Ida Bhatara Lelangit Dang Hyang Dwijéndra kantun pageh mayoga? Ri kala punika, kendel pisan manah I Kaki Dengkilé jagi manggihin Ida Bhatara Giri Tohlangkir. Kendel pisan manahné jagi manggihin kantos ring dija pekikné Ida Bhatara. Ten purun makijepan antuka I Kaki Dengkil. Jerih nénten mrasidayang manggihin Ida Bhatara lunga. Kenjekan nyeeng kantos malodlod paningalané, pamekas I Kaki Dengkil wantah manggihin I Kala Sandékala magaang gelis-gelisan saking kawah Giri Tohlangkiré. “Méméh pamuputné I Kala Sandékala ento ané pablesbes pesu uling kawahé? Sinah nangkil malu ring sesuhunané Ida Bhatara Rudra ané malingga di kelod kauh. Yén tusing nunas lugra, indih té murkané Ida Bhatara Rudra. Biasané satondéné nangkil, nunas ica malu teké Ida Bhatara Lelangit Dang Hyang Dwijéndra. To pamekas ané nuénang jagat pantaraning uripé! Lakar ngudiang I Kala Sandékala pesu uling kawah Giri Tohlangkiré?” I Kaki Dengkil sayan lempuyengan sirahné, ngamanahang jagi ngudiang I Kala Sandékala medal? “Apa lakar pralaya jani Gumi Baliné? Cari imaluan dugasé makeplug Giri Tohlangkiré ané ngasahang Jagat Baliné atenga? Dugasé ento, paek-paken Giri Tohlangkiré mletus, maluan I Kala Sandékalané pesu satondéné” I Kaki Dengkil mamarna asapunika. Napi malih wantah éling duk Majapahité sirna, I Kala Sandékala rihinan medal. Teg... asapunika makletegan manah I Kaki Dengkilé. “Sajan to cacirén Giri Tohlangkiré lakar mletus paek-paek ené! Kuala ané mabuat jani, sujatiné medalné I Kala Sandékala cacirén apang wargi Baliné seken-seken mamalih Nataratu Jagat Baliné limang warsa kawekas! Lamun salah mamalih, jeg lakar byuta Jagat Baliné!” Saharsa mekecrus munggah ka siwadwara rasaanga rah I Kaki Dengkilé usan ngrémon asapunika. Medalné I Kala Sandékala, punika cihna mangda warginé sayuwakti dabdab mamalih Gubernur ri kala pamalihané jagi rauh. Puniki nénten dados baosang nggih? Kocap, sujatiné wantah wénten ius wargi Baliné salah mamalih, jeg jagi sengkala punika jatmané sané mabaju barak ngraina. Napi awanan asapunika, riantukan awakné mabaju barak, nanging manahné mabaju kuning. (Jelantik)

Nyastra SAWETARA tigang warsa sané sampun langkung, tiang kapawintenang dados juru sapuh, dados jan banggul ring Pura Taman. Sesukat punika tiang kaloktah kasambat olih krama désané, Jero Mangku Taman. Kurenan tiangé, Nengah Sarwini, Jero Mangku Istri. Duaning pianak tiangé kantun alit-alit, tiang kantun sakadi sané sampun-sampun, ngayahang suka-duka, taler ngayah ri kala wénten kramané kalayusekaran. Napi malih tiang kamulan seneng makekawin ri katuju magadang, utawi makidung ri kala nyiramang layon, nglantur ngatehang ka setrané. Samaliha tiang biasa nunas wédang utawi ajengan sané kapasuguhang ri kala ngayah. Wawu-wawu puniki ring pabanjaran tiangé, wénten krama sané katibén kalayusekaran. Wusan madaar wenginé, tiang makinkin jaga majenukan. Indiké punika katangehang olih kurenan tiangé, laut matakén: “Beli lakar kija ené? Lakar majenukan?” “Aa, beli lakar majenukan akejep gén.” “Pidan beli tuara kéto! Ngorahang akejep-akejep, pamuputné ngantos liwat tengah lemeng. Jani eda ja beli kema, jelék kleteg kénéh tiangé!” “Dadi tumben Ngah ngorahang kleteg kénéh? Beli akejep gén, kéwala bantas ngenah dogén.” “Tiang ba nawang, beli pang maan makekawin. Kadén beli tembahanga magadang kén dokteré, tensin beliné rendah. Yén beli gelem, tiang anak milu masih matahenan!” “Nah, nah Nengah sayang i déwa. Né jani sajan beli akejep dogén. Nengah pang masih nawang, satuan krama suka-dukané, nyén ja mayus majenukan, lakar sing karunguang olih krama sukadukané. Liu suba contoné ané tan karunguang. Ané buka kéto ba jejehin beli.” “Nah, nah amun kéto, kema ba! Kewala ingetang, da kanti liwat jam dasa!” “Inggih, beres, bos!” “Bos… bos… kéto!” Jag jimpita cunguh tiangé. Tiang ngwales ngecup pipinné Ni Nengah. Tiang majalan ka umah kramané sané kalayusekaran tur ngojog genah para panglingsiré makekawin. Panggihin tiang para senior tiangé, para tokoh makekawiné ring désan tiangé, makadi Bapa Dalang Tunjuk, Kak Sri, Kak Suk miwah para pangonéngé sané lianan. Saking klangené makekawin, mabebasan, napi malih kaselagin antuk satuasatua wayang olih Bapa Dalang, ngantos lali tiang ring dauh ngantos wénten pasuguh ajengan saking sang nuénang karya, punika makacihna galahé sampun lintang ring tengah wengi. Wusan nunas pasuguh tiang mapamit. Kramané sané majenukan sampun ngedikang yén saihang ring sané ituni. Sané kantun wantah para krama sané oneng maplalian. Rauh ring jumah, dapetang tiang pianak-pianak tiangé maka tetiga kasirep mapunduh sareng méménné. Tiang matakén, “Ké-

Cuntaka I Nyoman Jegog nkén tenenan, Ngah! Dadi kakéné mapilpil pindang pianaké?” “Apa kénkén! Ajak makejang takut, beli! Pintuné buka ada ngeca, nogdog alus. Gréndélé miwah kuncin pintuné buka anggona plalian. Kéné-kénéanga gréndélé!” kéto kurenan tiangé nyontoin, sambilanga ngoyag-ngoyagang gréndél miwah pagisian kunciné. “Kréték, kréték, tek, tek, ketekketek, kéto makelo. Cicingé I Bleki medem di undagan baléné, dingeh tiang kraung-kraung alus. Kraung… kaung!” sapunika kurenan tiangé nyatua. “Apa ya mirib? Mirib bikul apa toké, apa apa-apa, ané sing nyidayang ka sisi.” “Nyén nawang? Yén bikul, yén toké, nguda I Bleki misi kraungkraung?” “Nah, tegtegang bayuné. Bin mani lakar alihin beli, apa ya sujatiné!” Pamuputné tiang ajak pianak-pianaké kasirep dados akamar. Bénjangné saking semeng tiang mabersih ring kamaré sambilang tiang saksak-siksik, ngrerehin napi ké bikul utawi toké sané ngesil ring batan longan kasirepané. Dus, koper wadah prabot, sami kisidang tiang, sakéwanten tan wénten beburon panggihin sané nyengsayain. Wengi nyanané, pianak tiangé maka tetiga makisid rarud kasirep ring umah matuan tiangé. Tiang jumah wantah sareng kurenan tiangé pakalihan, sakadi pangantén anyar. Selidan sampun matekep masaput, kadi ayam mapruput, saling sigit saling sikut, melah luung puput, benang akatih tan ngatut, akasa pretiwi mabulet magelut, ah, angkihan

noos ngangsur, puput. Sawetara tengah lemeng, sedeng leplep tiang kasirep, masaput matakep, tiang tengkejut laut enten duaning piragi tiang I Bleki kraung-kraung alus, sakadi mauaban. Malih ajebosné, gréndél lan pagisian kunciné masuara kréték-kréték sakadi anggona plalian. “Kréték, kréték, tok, tok, ketek-ketek, tok, tok… sapunika piragin tiang mawanti-wanti. Muan tiangé kagrépé olih kurenan tiangé, ngwangsitin tiang, maka cihna ipun taler miragi. Patelanan adeng-adeng tiang bangun, ngletékang saklar listriké. Makebiar lampuné galang. Suara krétékkrétéke siep ajahan. Sakéwanten, malih ajahané malih masuara kréték-kréték yadyastun listriké kantun ngendih. Waspadayang tiang, gréndél lan pagisian pintuné sané wénten di tengah kamaré maoyagoyagan, sakadi anggona plalian. Bulun kalong tiangé jering-jering, pastika sampun boya sangkaning bikul utawi toké. Irika tiang negak ngamikmik, “Sampunang tiang gulgula! Tiang belog, tiang tan ngerti wangsit sakadi puniki. Punapi iwang tiangé, becik-becik nikain!” Suara kréték-krétéké siep ajahan. Wawu tiang mabahan, listriké kantun idup galang, malih kréték-krétéké masuara sakadi ngerasang tur madaging noktok don pintu, “Keték-keték-keték, tok tok tok.” Mawanti-wanti suarané. Tiang malih negak, mabaos sakadi pedih manah tiangé. “Ahhh, tiang sampun ngorahang déwék tiangé belog, tiang sing ngerti wangsit kakéné. Edéngang ibané, pang tawang tiang!” Wawu sapunika, pintuné sané

makunci jag mampakan, makesiur angin baret ka tengah kamar mabo miik kadi andus dupa cendana. Bo miiké ngebekin kamar tiangé. Tiang magébras bangun, pesu wanén tiangé. Tiang pesuan ka natahé, lantur ka margané gedé. Cicing tiangé masih bangun, tugtugina tiang. Tiang ngomel: “Edéngang ibané, amah né Mangku Taman, yén iba bani! Amah, né amah!” Tiang matolihan kaja, sepi, matolihan kelod masih suung. Glindang-glindeng tiang di margané gedé. Sué tan wénten punapa-punapi, tiang malipetan mulihan. Dapetang tiang kurenan tiangé negak di undagané, di muané peluh pakrining, peluh dingin. Silap-silapina batisné olih I Bleki. Sadsadin tiang peluhné aji bajun tiangé. Ngomong kurenan tiangé: “Dija pejang beli otak beliné? Suba karwan gréndélé di tengah oyaga, kan berarti ané ngoyag to suba di tengah! Nguda beli malaib ka rurungé?” “Yah, kéto ya!” inget tiang tekén kabelogan tiangé. “Aa! Buina tiang sesai ngipi, koné di pangipian, tiang orahina tekén anak istri jegég, tundéna tiang mabersih di Pura Taman. Neren-neren ipian tiangé buka kéto.” “Ah, ipian gugu, tain pedeman. Yén ipian beliné, lén. Ada anak istri masih ngorahin arcané di pura apang paanyarin. Ngaé arca anyar, men? Ipian kéto men bakat gugu!” Sapunika tiang nyatuang ipian paduanan, minehin artin ipiané ngantos ka semengan. Malih bénjangné, duaning nemonin raina Kajeng Kliwon, tiang masegeh, kurenan tiangé magarapan ring pawaregan. Saking natar sanggah Kamulan tiang masegeh lantur ring natar pakarangan ngantos ka lebuhé. Ring lebuh, wawu tiang nuunang segehan, durung maatur-atur, tan panaen wénten asu selem, ngapang-apang laut cogroha lima kenawan tiangé. Tiang tengkejut, ampegang tiang liman tiangé, beh, macuah-cuah pesu getihné. Tiang katulung-tulung. Ramé anaké maekin tiang tur tiang kadandan ajaka mulihan. Kurenan tiangé paling makecigcagan, nyemakang kain anggona medbed tatuné. Di marginé ramé anaké nguberin cicingé. Tiang kagandeng olih pisagan tiangé, kaajak ka RSUD Tabanan. Ring IRD RSU tatun liman tiangé kabersihin, kaubadin, kajait, ngantos kutus jaitané. Tiang kasuntik antuk VAR. Bénjangné krama pangemong Pura Taman sangkepang tiang, nyatuang indik pikobet tiangé. Ring pasangkepan tiang nartayang pikobet tiangé, ngawit saking pintu umahé katogtog ngantos tiang cegut cicing. Tiang ngajakin kramané ngaé arca, manut kadi ipian tiangé. Wénten sinunggil krama mabaos, “Yén sapunika kadi baos Bapa Mangku, malih makarya arca, ten kekalih dadosné madué arca? Yén kadi sapunika, manahang tiang namianin alit-alité pikobet pungkuran. Panggihin tiang ring kahyangan tigané ring désa, asiki ja madué

arca?” Ané lianan malih nimbal, “Yah, yén sekancan ipian kalaksanayang, berat tiang ngrasayang. Napi malih anak ngipi, tan sida anak lian nepukin, ngrereh bukti, tan pacang sida. Yén manut manah tiangé, duaning puniki indik kaembangé, becikan ja tunasang ka embangé, ka Jero Balian, kéto ko manah tiangé!” Tiang nyawis, “Sing gugu bapa ngipi? Né cirinné liman bapané matatu, sing gugu? Munyin mangku sing gugu, kéto? Munyin nyéné lakar gugu?” “Sampunang té kadi punika mabaos. Mangda paturu galang, ngiring ja bénjang lunga sareng sami nunasang ring embangé! Kija laku mluasang, napi ké ka Demung utawi ka Serangan?” “Nah, to ba cumponin! Da buin ngantosang aminggu, bin mani ba luas ka Kesiut laku.” Punika raris kacumponin olih krama pangemong pura. Wyakti nénten malih maletan akajeng, aminggu, jag bénjangné sagerehan krama pangemong Pura Taman negakin mobil ka Kesiut Penebel. Sesampuné jangkep maatur-atur Jero Balian, tedun lelangit tiangé tur nleteh pangandikané, amun kawéntenan tiang jumah di pakubon sané kandikayang . “Kéné alit-alit pangemong Pura Taman ajak makejang. Tetujon alit-alité teka mai suba tawang buyut. Nto pratisentanan buyuté ja ané pelih gedé. Ping kuda-kuda wangsitin, tusing masih ngerti. Buyut ané ka pakubon, ngulgulin sentanan buyuté. Pintuné katoktok, sing ngerti. Cegut cicing nganti matatu, sing masih ngerti. Sentanan buyuté ané luh ngipi, buyut nundén mabersih, maksudné apang ia maprayascita di pura, sawireh sentanan buyuté ané muani sesai ka tongos anaké kacuntakan. Awak suba dadi jan banggul di kahyangan, tuara patut ka buwug-buwugé. Ngerti, ning?” “Kudiang tiang men! Tiang padidi. Yén ten tiang ngayah di pabanjaran, tiang lakar kutanga tekén banjaré,” sapunika tiang maplawanan. “Buyut ba nawang to. Jani kakéné carané. Yén makiré ka tongos anaké kacuntakan, pakélingang déwéké di Hyang Taksu, nunas tirta. Di tekané buin ketisang tirtané totonan. Eda ngidih apa-apa sig anaké kacuntakan. Nasi da, kopi masih da. Yén negak, da di balé tongos sawané, di tongosé lénan negak. Kéto, ning. To buin, sentanan buyuté ngajakin kramané buin ngaé arca. Da, da, da sentanan buyut bas sanget nyakitin krama. Ané suba ada dogén to apikin. Buina, eda sentanan buyut ngajengang bé sampi! Suba kresep? Buyut lakar mawali….” Masriak galang manah krama pangemong purané ngamulihang. Tiang ngugu kadi baos embangé, duaning amun kawéntenan tiangé katuturang. Tiang congah kapasajen. ***

Saking Langit Bali

Aswamédha Parwa

Kasungsutan Sangkaning Payudan Olih : I K. Satria, S.Ag IDA Sang Prameswari sané dahat mautama sangkaning kayuanidané saha kasub sangkaning kawibawanidané, Ida Déwi Ulupi sampun wénten ring genahé mayuda, angob kawéntenanidané tatkala nyaksiang kawéntenan senjatané sangkaning payudané punika. Kawéntenanidané sané dahat ayu punika mauwah dados anak istri sané dahat engsek ring pikayunan sangkaning rumasa sungsut ring pikayunan. Toya panonidané tatkala punika dahat deres medal saking angga sariranidané sané dahat ayu. Sesampuné sué, kaksiang raris Ida Déwi Ulupi sedek nangis, Ida putri Chitranggada sakadi ngangsehang pisan mabaos sakadi asapuniki: “Uduh Déwi Ulupi, saksiang sané mangkin! Ida Sang Arjuna sané dahat mautama saha kasub ring jagaté sampun pejah ring payudané puniki. Puniki sangkaning nénten waged ngamargiang pikayunan, anak alit sané durung tatas minayang kapatutan raris kaicén bebaosan sakadi asapunika, dahat ngawinang méweh. Uduh Déwi Ulupi, dahat nénten madué pikayunan sané becik ring kapiwelasan majeng ring ksatria sané mautama ring jagaté! Sané mangkin, titiang nénten ngayunin saha nénten pisan cumpu ring padéwékan I Déwané sané sutresna majeng ring anak lanang sané nénten sios wantah parabian, sané mangkin sampun pejah sangkaning bebaosan sané nénten pisan kapuji! Yéning pradé i wawu nénten pisan seneng ri kala mirengang pangandikan Ida Sang Arjuna, sujatiné nénten sakadi asapunika antuk mapikayuna saha mabaos. Wénten pamargi tiosan sané prasida kanggén lantaran. Sané mangkin titiang nunas, cutet mangda prasida Ida Sang Arjuna malih kauripang! Kawéntenan sang maraga ayu, kasub tur madué kapradnyanan, sujatiné sané sakadi asapunika sané kabaosang madué kapiwelasan saha sida sutresna asih ring kulawarga. Sané mangkin napi mawinan putri sané kasub punika nénten madué rasa, sutresna miwah kapitresnan majeng ring Ida Sang Arjuna? Uduh jegég I Déwa, titiang nénten prasida ngayunin indiké puniki, indik kawéntenan putra sané sida kekasorang olih yayah renannyané! Sakémaon kawéntenan Ida Sang Arjuna miwah Ida Sang putra mautama wantah pinaka ksatria sané mautama! Cutet titiang nunas mangdané Ida Sang Arjuna sida kauripang malih.” Sesampuné sakadi asapunika pangandikanidané majeng ring Déwi Ulupi, irika raris Ida putran Ida saking Jagat Chitranggada raris runtuh nampekin kawéntenan Ida Sang Arjuna miwah putranidané sinambi ngandika sakadi asapuniki: “Uduh sang sané dahat utamayang titiang, Ida Sang Arjuna, sané mangkin titiang nunas mangda matangi! Wantah kawéntenanidané sané dahat kautamayang saha

13

dahat kaperihang olih Jagat Astinapurané. Samian kuda sané sampun kemit I Ratu sampun lepasang titiang pinaka cihna titiang ngiringang pikayunan I Ratuné. Matangi Ratu, matangi saha durusang ngamargiang sekancan sané kapisaratang, titiang sampun igum jagi anut majeng ring Ida Sang Prabhu Yudhistira! Durusang kemit makasami kudané puniki sané sampun lepasang titiang, pacang ngumbara nuju jagat padané sané tiosan! Napi mawinan palungguh I Ratu meneng sakadi asapuniki? Kauripan titiangé wantah masukserah majeng ring kawéntenan I Ratu! Minab nénten patut yéning wénten ksatria sané mautama sané ngicén kahuripan majeng ring anak tiosan, sané mangkin padem ninggal jagat pada? Uduh Déwi Ulupi I Déwa, sané mangkin saksiang puniki ksatria utama sané kasumbung ring jagaté sampun padem! Sakemaon I Déwa nénten pisan mapikayunan engsek! Sesampuné ngawinang payudané sané ageng puniki, raris sané mangkin wénten sané padem, saha marupa kulawarga, dahat nénten wénten kapiwelasan! Sujatiné I Déwa sané pinaka lantaran sapaninggal Ida Sang Arjuna! Wantah kapatutan yéning putrané sané mawisésa puniki padem sangkaning kawisésan Ida Sang Arjuna! Nawegang I Déwa sané kasub, sané polih waranugrahan Ida sesuwunan! Napi minab kaiwangan ksatria sané mautama puniki sané ngawinang patut padem? Wantah nista kabaosang yéning wénten anak istri sané ngawinang anak lanang padem! Punika mawinan sané mangkin I Déwa sampunang pisan rumasa pacang ngwales indiké puniki! Yéning selehin, panunggalan I Déwané sareng Ida Sang Arjuna sampun kacumawis saking sang sané ngamel jagaté, nénten pisan sida kalempasin! Paiketané puniki nénten pisan prasida kapegatang! Punika sané mawinan nénten patut kawéntenan I Déwané megatang paiketan antuk pamargi sané sakadi asapuniki! Sujatiné patut nyuksemayang panunggalané puniki! Elingang saha utamayang malih paiketan I Déwané majeng ring Ida Sang Arjuna! Yéning pikayunin, anggan I Déwané sané mademang anak lanang sané pinaka parabian, sané ngawigunayang kawisésan anak tiosan! Yéning sané mangkin sariran I Déwané nénten wirang pacang nguripang Ida Sang Arjuna, titiang nunas mangda kapademang taler ring galahé puniki! Kawéntenan I séwané wantah sané banget kautamayang ring jagaté, titiang sampun igum ring parindakané punika! Kasungsutan titiangé sané mangkin sampun katinglasang antuk sapaninggal Ida Sang Arjuna miwah ksatria sané mautama saha kantun anom puniki!” sakadi asapunika pangandikan putrin Ida Saking wangsa Chitranggada. (Masambung)

Mémé Ngembas ngemban ngupapira Bagia lara ada tuara Tresna asihé abias pasih Tan maperih tan pilih kasih Sadia natakin saluiring tatu Gumanti sida gumanti payu Payuk jakané makudus tan malingeb ulung Kulawargané trepti tan kélangan kenyung Ayah bakti tulus salantang masa Enduh dayuhé tis mapunya I Ketut Aryawan Kenceng

Mati Eda jejeh mati Krana iraga mawali Boya ja magedi Mawali majeng Parama Kawi Mawali manumadi Melahang ngalih jalan mati Eda ulah pati Eda salah pati Eda ngati-ngati Matiné apang jakti-jakti Pituduh Widhi Nengah Kologan


Jayanti

14

Ni Kadek Cintya L. D.

Cerakén Lengkara Punggelan geguritan puniki kanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha.

pupu;p\С(.

Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti

Masatua Bali Jalaran Nglestariang Basa Bali TEMBANG sané mamurda Suksma Mémé Bapa becik pisan katembangang Ni Kadek Cintya L. D. ring album kompilasi Bali Kumara Generasi 2 Bhuana Santhi. Tembang sané karipta Komang Raka punika sampun ketah katembangang utawi kaputer ring makudang-kudang radio ring Bali, utamanipun ring Radio Genta, pinaka radio genah Cintya – asapunika dané ketah kasambat masatua Bali nyabran raina Redité. Dados juara ring makudang-kudang pacentokan masatua Bali ngawinang dané kaicén galah masatua Bali ring radio nyabran Redité semeng. Yowana sané embas ring Dénpasar, 7 Juni 2006 puniki maosang sampun seneng masatua Bali saking kantun alit, duaning éling pisan ring pabesen makekalih reramannyané mangda nglestariang basa Bali sané nénten prasida kapasahang saking sastra miwah budaya Baliné. Yadiastun dané meneng ring wewidangan tetujon wisata Internasional inggih punika Ubud, Cintya kantun kukuh ngawigunayang basa Bali ri kala mabebaosan saraina. “Yéning mabebaosan sareng ibu, bapak utawi mbok majanten tiang nganggén basa Bali. Sakéwanten yéning mabebaosan sareng krama dura negara sané panggihin tiang, majanten tiang nganggén basa Inggris sinambi tiang malajah mangda prasida sayan becik mabebaosan basa dura negara punika,” baos Cintya. Tatkala kacunduk ring genahnyané Saren Indah Ubud, Gianyar, pianak I Wayan Ada, A.Par. – Ni Made Aryathi puniki maosang seleg malajahin basa Bali nénten sangkaning meled prasida ngamolihang juara. Dané manggihin wénten pikobetan utawi “tantangan” tatkala malajahin basa Bali. Napi malih nénten akéh sawitrannyané sané kayun mabasa Bali tatkala mabebaosan sareng rerama utawi sareng guru ring sekolahan. Sujatiné nénten akéh sané uning yéning mabasa Bali punika becik pisan. Katakénin indik parikrama matembang, Cintya maosang wantah kasenengan kémanten. Sangkaning makekalih reramannyané ngicénin dané ngamargiang kasenengnannyané punika, ngawinang dané nyarengin Sanggar Cressendo sané kapucukin olih Komang Darmayuda ring Sukawati, Gianyar. Yadiastun genahnyané joh nanging Cintya rajin rauh mrika, duaning dané mapikayunan jagi setata santep tur sumeken malajah. Indik préstasi matembang sané kadruénang taler becik pisan, minakadi naénin polih juara 3 ring pacentokan lomba matembang lagu-lagu BK ring Provinsi Bali. Préstasi punika ngawinang Cintya bangga taler bagia pisan sinambi dané nyuksmayang paican Hyang Widhiné punika, duaning pamilet lomba inucap akéh pisan, rauh saking sajebag kabupatén ring Bali. “Alit utawi ageng prestasi sané kapolihang patut pisan kasuksmayang. Nénten wénten manah tiangé marasa kuciwa yadiastun wantah polih juara tiga,” baosnyané makenyem. Asapunika taler indik jemetnyané malajahin basa Bali. Yadiastun polih juara kapertama lomba masatua Bali sajebag kabupaten Gianyar, Cintya nénten ajum duaning tetujonnyané malajahin basa Bali boya mangda polih juara sajabaning wantah nglestariang basa Bali pinaka tetamian leluur. Yéning akéhan timpalnyané meled prasida dados dokter, sios saking Cintya. Yowana puniki meled pisan prasida dados seniman utawi “artis serba bisa” inggian waged matembang, masatua Bali, miwah dados presenter.

Pupuh Pangkur 75.s)suketmlzÇrn/, Sasukaté malancaran, synÞ)k)t/, sayan leket, pnÓrn&hyurhi, pantaraning Ayu Rai, erredÉerodÐ\inÐwu;, rérad-rérod kangin-kauh, sÏ*gu[Õiezomnãzé(, sareng Gusti Nyoman Banjar, ydêpin/, yadiapin, somæuenÙnÓ)nÓegonÀipun/, sampun wénten tagonipun, kripsm)etonn/, kari pasametonan, sk&pk(ynÀnkÞi\uæ^. saking pakaryan anak lingsir. 76.gu[Õihyurhiekocp/, Gusti Ayu Rai kocap, s)r&rwu;, sering rauh, mlj;r&hyuecokÞi, malajah ring Ayu Cokli, m]sÓËmiw;mnunÓ¡n/, masastra miwah manuntun, pgubuegsmibj*, pagubugé sami bajang, eyn&w)\i, yéning wengi, ezomnãzé(s)r&nutug/, Nyoman banjar sering nutug, \t)h*mnÓ¡kÑwnn/, ngatehang mantuk dawanan,

Isin Gumi

ydênÓmæ)kßm(gi. yadian tampek mamargi.

Gilimanuk Dados ”Jalur Favorit Penyelundupan Narkoba”

PELABUHAN Gilimanuk pinaka pintu ngranjing Bali saking Pulo Jawa dados jalur favorit penyelundupan narkoba ka Pulo Déwata puniki. Satios dados ladang peredaran barang terlarang, Bali taler mapoténsi kadadosang genah produsén narkoba. Indiké punika kabuktiang antuk ketahnyané kaungkap pabrik narkoba, minakadi sané pinih anyar indik pabrik temako gorilla. Riantukan punika, Badan Narkotika Nasional (BNN) RI mapakéling, pengamanan

Pelabuhan Gilimanuk miwah wewidangannyané mangda sayan ketat. Parindikan inucap kasinahang Kepala BNN RI, Irjén Pol Heru Winarko wau-wau puniki. Parindikan punika kabligbagang ring sajeroning acara Isin Gumi Radio Singaraja FM 92,0 Mhz raina Soma, 26 Maret 2018 lintang. Surya, Lovina Uratian krama mangda sareng-sareng merantas narkoba, minakadi ngicén informasi majeng aparat yén-

ing wénten parindikan sané kasangsayain mapaiketan sareng narkoba ring wewidangan genahnyané meneng. Iriki kabuatang prakanti utawi kerja sama samian kahanan ri kala merangin narkoba puniki, kakawitin saking angga soang-soang. Putra, Pengastulan Gilimanuk pinaka pintu ngranjing Bali patut ngamolihang uratian khusus. Riantukan nyabran raina kalintangin panyiuan kendaraan. Punika mawinan

Kruna Basa Bali

Redité Umanis, 1 April 2018

AKSARA BALI

Bahasa Indonésia

1.

nampek

1.

nmæ)k/,

1.

dekat

2.

nabé

2.

neb,

2.

guru

3.

nagata

3.

ngt,

3.

masa depan

4.

nau

4.

nhu,

4.

betah

5.

nakeh

5.

nk);,

5.

menimbang

6.

nakti

6.

nkÓi,

6.

semadi

7.

nambung

7.

nmã¡*,

7.

terbang

8.

naya

8.

ny,

8.

akal, upaya

9.

nikain

9.

nikhin/,

9.

beritahu

10.

nista

10.

nisÕ,

10.

rendah

rawan pisan kadadosang jalur perédaran narkoba. Gung De, Jl.Ngurah Rai Singaraja Sapatutnyané kori ngranjing Bali kajaga lan kaawasin ketat, inggian olih petugas sané yakti-yakti profésional taler mangda kasokong antuk alat canggih. Riantukan duratmaka sampun taler lewih dueg celih pisan. Lianan puniki, saking segi hukuman majeng para pelaku katibakin mangda sayan berat. Mologan, Mayong Riantukan para pelaku pengedar narkoba sampun sayan canggih, indik pengawasan miwah alat sané kawigunayang mangda taler katincapang utawi lewih canggihan. Asapunika naler mangda kagenahang aparat utawi petugas sané jujur, nénten kayun kasogok. Patut taler kawewehin para petugas mangda lewih akéhan saihang sareng dumunan. Wiguna, Sambangan Indik pengaman, sampunang wantah ring siki genah kémanten. Ring pelabuhan-pelabuhan tradisional taler mangda kagenahang petugas sané andel. Yéning Gilimanuk sampun kauningin kadadosang jalur favorit penyelundupan narkoba, patut kapasangin alat pendetéksi taler CCTV ring makudang-kudang genah mangda nénten kecolongan. (ama)

Gede Ngurah Ambara Putra

Nglestariang Sastra Bali Majalaran Radio N G A W I G U NAYANG radio komunitas ring pakraman utamanipun ring Bali boya kahanan anyar. Manut Gede Ngurah Ambara Putra, S.H., manggalaning radio komunitas Dirgahayu Ambara Swari (DAS), sarana inucap becik pisan kawigunanipun, minakadi anggén nelebin taler

malajahin sastra m i wah budaya

Bali. Duaning akéh pisan kramané sané meled mapaurukan taler nelebin daging-daging sastra inucap saking para panglingsir sastra, sakéwanten ketah kapangkedang duaning ipun kabanda antuk galah miwah genah sané nénten nampek sareng panglingsir sané jagi katuju. “Malarapan antuk ngwangun radio komunitas, krama sané nyarengin prasida mabebasoan taler malajahin tembang miwah sastra Bali saking panglingsir sané taler sareng ring komunitas punika tan padaging antuk nangkil ring genah panglingsir inucap,” baos dané. Dané malih maosang, nglestariang sastra budaya Bali wantah mabuat pisan kamargiang duaning makudang-kudang soroh sastra tradisional Bali madaging antuk tetuek taler tattwa agama sané prasida kanggén sesuluh ring kahuripan. Minakadi sané kapanggihin ring kekawin Bharatayudha, Bomantaka, Arjuna Wiwaha miwah sané siosan. Napi malih yéning becik katilik, akéhan wangun budaya Bali minakadi sesolahan, tutur wayang miwah sané siosan kaketus tur kamedalang saking sastra-sastra inucap minakadi sané marupa Itihasa, Purana, Geguritan miwah sané siosan. Irika akéh madaging antuk tetuek taler panuntun mangda prasida dados jadma sané becik. Yéning punika kaicénin tur katelebang olih para alit-alit miwah para yowana Baliné sinah becik pikolihipun. Minakadi prasida dados sepat siku-siku ngwangun parisolah taler pikayunan sané becik. Yéning sampun prasida ngwacén sastrasastra kuna Bali, sinah satmaka ngwacén daging tattwa agama Hindu sané becik kanggén

dasar nincapang rasa miwah pikayunan mangda sayan ngamecikang. Parindikan punika mabuat kamargiang, sakéwanten ring aab globalisasi sakadi sané kapanggih, akéh yowanané senengan ring téknologi taler parindikan sané modérn. Napi malih ri kala kadaut olih parikrama ngawigunayang “media sosial” sané bes kaliwat sakadi mangkin, sinah ipun sayan “apatis” miwah jagi méweh pisan kaolah mangda kayun malajah mapupuh utawi matembang. Nglestariang sastra miwah tembang Bali patut kamargiang ring para yowana pinaka pangwaris sekancan tetamian inucap. Malarapan antuk ngwangun makudang-kudang komunitas indik sastra Bali, kaaptiang alitalit miwah yowanané madué “genah” kanggén ngamedalang pisarat ring widang sastra Bali. “Ngutsahayang mangda para yowanané biasa miwah kadung tuman masastra Bali ring masané mangkin wantah parikrama sané jakti nénten dangan, mawinan punika ngaptiang pitulungan taler motivasi saking samian angganing. Yadiastun nénten dangan, patut becik-becik kamargiang tur kalaksanayang,” penggagas radio komunitas Youth Ambara Community puniki ngaptiang. (was)

Kasujatian Turisé Malancaran ka Bali PUTU Setia, pangawi Bali saking Tabanan, ring kakawiannyané warsa 1986 sané mamurda “Pertemuan Kuta” nyihnayang indik para turisé sampun akéh malancaran ka Bali. Kuta pinaka silih sinunggil genah becik dados tatujon turisé malancaran ka Bali. Ring warsa 1970 sané sampun lintang, ring wewidangan Kuta wénten kapanggihin indik seka seni sané makarya sesolahan. Tatujon sasolahan punika mangda turisé polih hiburan utawi balih-balihan di Bali. Tatujon sané kaaptiang olih seka seniné punika nentén mapikolih santukan turis asingé nentén kayun tur seneng sareng kesenian. Para turis saking dura negara punika, seleg néwékang gaginan ipun sakadi nginem minuman keras, disko ring diskotik, megesah sareng sawitran ipun, tur majemuh di pasisi pasih sambilanga maurut. Sané seneng sareng kesenian boya wisatawan asing nanging wisatawan doméstik. Sampun akéh mabukti ri kala para kramané makarya upacara yadnya. Rikala kawéntenan upakara Pitra Yadnya sakadi nganyud sekah ka tengahing segara, turis dura negara sané kakaukin bulé punika kapanggihin jemet pisan tekén gaginan ipun. Turisé nentén ja rungu tekén para kramané sané magimeh nyuwun keben utawi piranti bebanténan ring pasisi Kuta. Ipun seleg majemuh nganggén busana tipis tur ngenahang awaknyané. Putu Setia ring kakawiannyané, nyeritayang indik tatujon turisé saking dura Negara melancaran ka Bali. Boya ja ulian meled nyingakin budaya, kesenian, lan adat tradisi ring

Bali. Turisé ka Bali santukan ring Kuta wénten genah sané akéh nyiagayang makudangkudang penginapan, restoran, lan diskotik. Para turisé tan wénten pikobat ri kala nyalanang kenehnyané manut sakadi budayané ring dura negara. Turisé ka Bali sareng budayané padidi boya ja ulian budaya Bali. Kasujatian puniki nénten akéh sané uning. Krama Bali kasujatin ipun boya ja ngadol seni nanging ngadol penginapan, restoran, lan diskotik. Napi malih mangkin wénten vila lan bungalo sané kawangun di sisin pangkungé. Saking pangkungé ring selat tukad, turisé pacang nyingakin carik sané matingkat-tingkat. Ipun sakadi raja di tanah Bali tur iraga dados pengayah ulian ulap pipis. Tamiuné akéh malancaran ka Bali ulian akéh wawangunan serana pariwisata sakadi genah ipun ring dura negara. Mangkin krama lokal utawi krama Bali akéh ngadol tanah tetamian leluurnyané kaanggén serana pariwisata. Tanah ring pasisi pasih neked di pasisi pangkungé sampun akéh kagelahang sareng bulé. Nika mawinan krama Baliné sampun kasub dados anak sugih ulian ngadol tanah. Krama Baliné akéhan mameteng yéning nyingakin pipis. Nentén malih mapineh lantang ngenehang

tongos pianak lan cucu-cucuné buin mani. Sakadi wewidangan Kuta sané akéh kawangun art shop, bar, diskotik, hotél, lan penginapan. Nénten ja di Kuta mantén, sami wewidangan Bali sampun dados tatujon pariwisata. Kuta wantah silih sinunggul genah becik turisé malancaran. Bulé sakadi raja. Kuta dados pusat pariwisata ring Bali. Para wisatawan doméstik lan dura negara pasliweran lemah peteng sakadi dedalu sané maumah di tanah Bali. Krama Baliné mangkin akéh mamadamada utawi milu-milu tuwung. Nyaihang idup padidi sareng turis asingé sané madué budaya barat. Nika awinan Putu Setia ring panguntat kakawiannyané, sumandangsaya sareng krama lokal utawi krama Bali. Boya ja seantukan agama, kesenian, lan adat sané pacang urem. Nanging, parilaksana sané sayan doh saking budaya Bali. Iraga sareng sami mangkin sampun nyingakin HIV lan AIDS sayan ngelimbak di Bali. Genah prostitusi mentik sakadi gunung és. Yéning nénten magehin raga, krama Bali pacang keni sengkala. Bali sané kaloktah pulo Déwata pacang meséh dados Bali pulo turis asing. (I Gedé Putra Ariawan)

Redaksi nerima reriptan profil mabasa Bali miwah Indonésia (pinih akéh 3000 huruf) jangkép sareng foto profil. Profil mangda kakirim ring alamat : Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email : bali.orti@yahoo.com


Minggu Umanis, 1 April 2018

Kambing Zaman Now “Kambing bertebaran di hamparan firman-firman. Tentu ada kode, maksud tersurat atau tersirat di balik itu”, Pakde Brakodin meneruskan bab kambing, “Seakan-akan Tuhan memaparkan tentang fenomena-fenomena psikologi, watak, budaya, mungkin strategi politik manusia, melalui kisah Bani Israel dengan kambing betina” Di rumah-rumah ibadat tertentu para pemimpinnya menyebut diri Penggembala, sementara jemaatnya adalah dombadomba. Ketika Allah menggambarkan orang-orang yang mempunyai hati tapi tak dipergunakan untuk memahami, mempunyai mata dan telinga tapi menjalani karier hidup dengan buta dan tuli atas sesamanya, dengan “mereka seperti binatang ternak, bahkan lebih hina” mestinya yang paling populer dan ranking 1 binatang ternak adalah kambing. Meskipun orang juga berternak lembu, kerbau, bebek, ayam, lele. Bahkan ada yang berternak rakyat – yakni memperlakukan rakyat dengan tata kelola peternakan. Pun Nabi Daud yang perkasa, Bapaknya Nabi Sulaiman yang agung, ada urusan dengan kambing. Tuhan berkata kepadanya: “Sesungguhnya dia telah berbuat zalim kepadamu dengan meminta kambingmu itu untuk ditambahkan kepada kambingnya. Dan sesungguhnya kebanyakan dari orang-orang yang berserikat itu sebahagian mereka berbuat zalim kepada sebahagian yang lain, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh; dan amat sedikitlah mereka ini”. Dan Daud mengetahui bahwa Kami mengujinya; maka ia meminta ampun kepada Tuhannya lalu menyungkur sujud dan bertaubat”. “Coba Jitul”, kata Pakde Brakodin, “apa yang kamu ingat tentang kambing”. “Dalam sejarah alam di mana manusia hadir, kambing selalu diternakkan”, jawab Jitul, “bermacam-macam cara menternakkannya, tapi diternakkan,

tidak dibiarkan liar. Ada yang dihimpun dalam kandang, pada siang hari digiring mencari rerumputan. Ada yang diikat lehernya dengan tali, dan tali itu diikatkan pada sebuah patokan” “Junit?”, Brakodin berpindah tanya kepada Junit. “Panjangnya tali ke leher kambing diukur berdasarkan jaminan keamanan bahwa kambing tidak memakan rumput yang bukan milik penggembalanya. Jangan sampai kambing menerobos masuk ke kebun yang bukan haknya” “Seger?” “Patokan kambing bisa sebuah batu, atau kayu yang ditancapkan. Atau kalau penggembalanya punya waktu luang, pangkal tali itu ia sendiri yang memegangnya. Seorang penggembala, karena ia manusia, bisa berdisiplin dengan tidak membawa kambingnya makan rumput yang haram baginya. Tapi bisa juga nakal, demi kepentingan kesuburan kambingnya, ia justru membawa kambingnya ke kebun-kebun yang bukan miliknya” “Toling?” “Kambing Zaman Now tidak mau ditali lehernya dan tidak ada patokan yang disiapkan untuk mengendalikannya”, jawab Toling, “kambing Zaman Now semakin banyak yang berpendidikan dan beradab. Mereka sangat sadar Hak Asasi Kambing. Mereka tidak mau ditali dan diikat oleh patokan. Mereka mandiri, memiliki pemikiran sendiri yang orisinal. Kambing-kambing Zaman Now hidup di kebun-kebun Demokrasi. Mereka merdeka. Mereka melakukan apa saja yang mereka ingin lakukan. Kambing Zaman Now memenuhi kota-kota, pantai-pantai, bentangan tanah-tanah seluas-luasnya, memakan semua rerumputan dan dedaunan serta apa saja dan di mana saja yang mereka mau…”. l Emha Ainun Nadjib Jakarta, 2 Desember 2017

Komunitas Sastra di Indonesia

Tumbuh kembangnya sastra dan sastrawan di Indonesia kadang hanya dianggap berkat jasa perguruan tinggi, lembaga kebahasaan, penerbitan buku, media massa (koran, majalah). Padahal banyak sastrawan yang “tanah kelahirannya” justru dari komunitas sastra. Awalnya tak mengenyam kuliah bahasa dan sastra, tak mengerti teori sastra. Namun, gara-gara suntuk berproses pada komunitas sastra ternyata berhasil juga menjadikan dirinya manusia kreator dan menyumbangkan karya-karya sastra yang berprestasi pada zamannya. Ironinya, keberadaan komunitas sastra nyaris kurang dicatat dan diakui oleh kalangan sastra formal di negeri ini. Sementara di daerah-daerah yang tidak terdapat perguruan tinggi sastra dan kebahasaan, aktivitas lembaga kebahasaannya rendah, media massa sastra juga tidak ada, peran penggiat, penggerak, dan penyediaan ruang kreatif justru ditangani oleh komunitas sastra yang sudah bertebaran di seluruh Indonesia. Di Bali banyak sastrawan telah berproses lewat Sanggar Minum Kopi, Komunitas Kembang Lalang, Komunitas Sahaja, Sanggar Sastra Bali Barat, Komunitas InTenSBeh, Komunitas Sastra Tetas, Komunitas Jati Jagat, dll. Di

kota Pangkalan-Bun (Kalimantan Selatan) yang dulu hanya dikenal karena memiliki pangkalan udara kecil milik AURI, kini terdapat Kantong Sastra Pangkalan-Bun. Di Palangkaraya (Kalimantan Tengah) terdapat Komunitas Sastra Terapung. Di Sulawesi Tenggara berdiri Komunitas Teras Puitika. Di Sumbawa besar ada Komunitas Aksara dan Kosakata. Sementara di Kabupaten Kendal (Jawa Tengah), komunitas sastra sudah berdiri di tingkat kecamatan. Di Kecamatan Pegandon ada Komunitas Rumah Diksi. Di Kecamatan Kaliwungu, ada Komunitas Plataran Sastra Kaliwungu dan Komunitas Sastra Tebing. Di Kecamatan Boja ada Komunitas Sastra Lereng Medini. Bahkan Wayan Jengki Sunarta sempat blusukan ke sana ketika KLM mengadakan kemah sastra di Kebun Teh Medini (2015). Maka, alangkah indahnya jika para sastrawan yang nama dan karyanya telah berkibar bersedia mencatat dan peduli pada komunitas kecil-kecil ini. Karena di sana ada ratusan sastrawan penyangga sastra kita terus berkarya, entah disapa atau tidak oleh para petinggi sastra di Indonesia. l Iman Budhi Santosa

Bukan Hari Biasa IA DATANG membawa kesunyian. Ia tinggalkan keramaian dan kebisingan, agar tak mengganggu keheningan. Sebab ini hari permulaan. Hari diawalinya hidup baru yang indah. Bagaimana aku tak bahagia kedatangan tamu mulia pembawa kabar gembira, telah lahir anak waktu memberi harapan kehidupan baru. Maka kujamu ia dengan perasaan gembira dan kelegaan hati-pikiran di ruang hening sunyi. SUNGGUH beruntung orang-orang yang menemukan hari yang sunyi. Tak ada keriuhan. Tak ada kebisingan dan kegaduhan. Tak ada kemeriahan. Tak ada hilir-mudik orang-orang kebingungan memuaskan hajat hidupnya yang tak pernah usai seperti hari-hari lainnya. ”Ini bukan hari biasa. Kesibukan di jagad raya diistirahkan. Jarum kehidupan diputar ulang, dikembalikan ke awal mula, ke titik nol.”

HARI yang luar biasa. Orang-orang yang menepi sepi, menemukan kepulangan diri, bermandi suci pada telaga sangkan paraning dumadi. Setelah mengembara, pulang ke rumah jiwa, nyemplung ke palung hening. Mensucikan diri di ruang kelahiran kembali. Sumeleh pada diri sejati. Mengosongkan hati pikiran, agar esok bisa diisi lagi dengan energi dan laku kebaikan yang lebih indah. MENYEPIKAN jiwa dan lelakon kehidupan. Menemukan harmoni cinta bersama laku-ilmu jiwa segala jiwa. Melepas segala ambisi, menanggalkan pakaian usang keduniawian, mengosongkan wadag dari segala kenikmatan-kelezatan kehidupan. Sepi ing pamrih. Agar esok bisa memulai langkah baru, mengisi dengan kerja pengabdian sepenuh cinta (dharma). Ramai ing gawe. Untuk meraih kehidupan sejati yang abadi. l Wayan Subali Japarani

Ramai-Ramai Kembali Ke Sunyi KARENA terlahir dari rahim sunyi, aku sebut diriku sunyi. Sunyi yang tak abai pada diri dan tak meniadakan yang lain. Sunyi yang membutuhkan kerbersamaan dan tak meniadakan karamaian sebagai penyeimbang, agar hidup ntidak jomplang. Semula kukira hanya diriku yang lahir dari kesunyian. Kupikir cuma diriku yang mendambakan kesunyian. Ternyata kalian juga banyak yang merinduk-dambakan kesunyian. Maka ketika dipertemukan, kita berbincang dan bertukar pengalaman kesunyian. Terkuaklah bahwa kita punya kecenderungan sama. Sama-sama mencari kesunyian di tengah hiduk pikuk kehidupan yang menjemukan. KITA ingin mengambil jarak dengan

l Anggur

keramaian dan kebisingan hidup, untuk menciptakan keseimbangan diri dan luar diri. Kita ingin mengontrol hati-pikiran, mengendalikan ambisi dan nafsu. Sepi ing pamrih, ramai ing gawe. Hingga terwujud harmoni diri. Namun magnet keramaian begitu besar melebihi energy dalam diri kita, keramaian jadi semacam candu yang membuat orang terlena dan lupa diri. Maka sebelum terjerat bujukrayu tipu daya keramaian, sebelum terlalu jauh tersesat, kita bersegera menyisih dan putar arah: kembali pada kesunyian.

Mister NO...

Pemanasan Ulang Tahun 25 April 2018

Jatijagat Kampung Puisi Bersama Sanggar PURBACARAKA Sanggar CAKRAWALA Jalan Nias 13 Denpasar Menjelang Enampuluh (60) Tahun FAKSAS-FIB UNUD Rabu Kliwon 25 April 2018 pukul 19:30 wita di JKP-109

Telaga Maiyah Kalau dibilang mimpi, kok bareng sekian orang dan isi mimpinya sama persis. Kalau dibilang khayal atau halusinasi, kok juga sama yang dialami oleh sekian orang. Jadi apa sebenarnya yang terjadi pada para Pakde dan anak-anak itu? Rumah Pakde Sundusin kosong, meskipun pintu-pintunya tetap terbuka. Hanya ada anak-anak kecil dolanan kalau sore, dan bakda Maghrib ada yang mengajari anak-anak mengaji dan nderes di ruang depan rumah. Bagian tengah sampai dapur terbuka, hanya bilik pribadi Pakde Sundusin yang terkunci rapat. Mereka sepakat melacak Markesot. Tiga orang tua dan empat anak-anak muda itu melakukan perjalanan aneh. Mungkin semacam eskapisme, membuntuti Markesot yang juga melarikan diri. Karena tidak sanggup menjawab berbagai pertanyaan tentang keadaan lingkungan dan zamannya. Mereka memasuki hutan, menembus rimba, menyibak gerumbul-gerumbul, menguak dinding-dinding alam, melompat ke seberang. Di suatu “tempat”, mereka duduk bersila. Melingkar. Mata mereka terpejam, kecuali Toling yang matanya kadang terbuka, mengintip ke kiri kanan. Wajah mereka menghadap lurus ke depan. Anak-anak muda itu mengikuti saja. Tetapi bengong tatkala tiga orang tua itu umik-umik entah mengucapkan apa. Kemudian tiga orang tua itu menggosok-gosokkan kedua telapak tangan, lantas merebak bebauan yang aneh. Empat anak muda itu mencium aroma yang ada unsur wanginya tapi campur bau busuk. Mereka hanya merasa asing, tapi belum bisa menyimpulkan apa-apa. Anak-anak muda itu, meskipun tak pernah memperbincangkan itu di antara mereka: tahu apa yang dilakukan oleh para Pakde. Tidak sukar diduga. Mereka mencari Markesot. Mereka memperkirakan, memperhitungkan, kemudian berspekulasi melacaknya. Dan juga tidak sukar ditemukan kenapa mereka mencari Markesot. Angin menyapu wajah mereka. Lamalama hembusan angin mengeras. Kemudian mendera dengan sangat deras. Angin berputar-putar. Membungkus mereka semua. Dan beberapa saat kemudian mereka diterbangkan pergi dari tempat mereka semula. Mereka berpindah ke bagian lain dari ruang dan waktu. Ketiga orang tua itu napasnya tersengal-sengal. Junit, Jitul dan Seger seperti mabuk. Dan Toling pingsan. Pakde Tarmihim segera memijiti tengkuknya, Pakde Sundusin menekan-nekan telapak kakinya. “Allahu Akbar”, hampir bersamaan mereka berteriak, tapi lirih. Allahu Akbar. Ada semacam telaga besar yang isi dan permukaannya bukan air, melainkan semacam kaca mengkilat. Tiga orang tua dan empat anak muda itu belum bisa tahu apa yang ada di bawah kaca bening itu. Apa itu semacam lantai marmer kelas tinggi di halaman Istana Kerajaan Baginda Sulaiman, yang Ratu Balqis tertipu dan terpesona. Toling yang kesadarannya mulai pulih, melayang di angkasa khayalannya. Ia merasa sedang menjadi pengawal Baginda Putri Balqis, Sang Ratu Saba, meskipun tidak terkait bahwa sebagian leluhurnya berasal dari daerah antara Banyumas dan Wanasaba. Seger diam-diam mencatat. “Dikatakan kepadanya: ‘Masuklah ke dalam istana’. Maka tatkala dia melihat lantai istana itu, dikiranya kolam air yang besar, dan disingkapkannya kedua betisnya. Berkatalah Sulaiman: ‘Sesungguhnya ia adalah istana licin terbuat dari kaca’. Berkatalah Balqis: ‘Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah berbuat zalim terhadap diriku dan aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah, Tuhan semesta alam”. Karena kebingungan kasih judul, spontan saja Seger menulis: Telaga Maiyah. l Joko Umbaran Yogya, 18 Februari 2018 BERAMAI-ramai dan bersokongsokong kembali pada kesunyian, sehingga kecenderungan pada kesunyian menjadi trend.Banyak orang ikut-ikutan bersunyisunyi. Semua gandrung sunyi, demam sunyi. Sehingga ruang kesunyian berubah jadi ramai. Berisik. Sunyi yang ramai. Sunyi tak tak lagi sunyi, sebab dijejali orang-orang yang ikut-kutan bersunyisunyi yang tak mengerti laku arti kesunyian sejati. l Wayan Subali Japarani

Merah Persibu Ngampoeng Seni untuk Fenomena 27 dalam 72…

Kepada Pakde Tarmihim, Seger coba membuka pintu yang lain. “Apakah Mbah Markesot itu sok misterius seperti Baginda Khidlir? Ataukah Bambang Ekalaya Palgunadi yang nasibnya sial di dunia dan bahkan nyawanya dilindas oleh ketentuan qadla dan qadar, oleh skenario nasib, atau yang diklaim sebagai SOP langit, yang tampak kejam di mata kepolosan manusia dan di pandangan kebodohan materialisme? Ataukah Mbah Sot itu semacam Wisanggeni yang diwajibkan memborgol tangan kesaktiannya sendiri? Ataukah beliau itu seperti Abu Thalib paman Nabi yang membiarkan dirinya diperdebatkan apakah beliau Muslim atau bukan?” “Wah, muluk-muluk banget pertanyaanmu, Seger”, sahut Pakde Tarmihim. “Soalnya saya dan kami semua melihat beberapa hal yang pasti pada Mbah Sot. Maka kami mengejar yang belum jelas pada beliau” “Apa itu yang pasti pada Mbah Sot?” “Beliau bukan pewaris Nabi, karena bukan Ulama, Kiai atau Ustadz. Apalagi Mursyid, Syeikh atau Maula” Tarmihim tersenyum. “Itu terang benderang seperti terbitnya matahari” “Mbah Sot juga bukan tokoh di dunia. Tidak duduk di kursi besar yang bisa tampak di pandangan orang seantero Negeri. Beliau bukan ilmuwan, karena Kaum Ilmuwan adalah suku bangsa tersendiri yang jelas pagar batasnya. Beliau juga bukan siapa-siapa pun lainnya: budayawan, seniman, filosof, Sufi, Zahid, negarawan, apalagi politisi, sarjana, pengusaha dan penguasa. Sebab saya sudah buka semua lembar informasi resmi dan nama beliau tidak tercantum di lembar kategori manapun. Markesot adalah Mr. No” “Kenapa kamu mengasosiasikan ke Nabi Khidlir?”

15

“Karena tidak jelas. Karena serba No. Satu-satunya informasi adalah kisahnya dengan Nabi Musa. Nah kalau terkait dengan Nabi resmi, tidak mungkin tidak dicatat. Tapi legalitas informatifnya berasal dari kesepakatan para Ulama, perkiraan terhadap maksud Allah, sebab firman-Nya tidak eksplisit menyebut Khidlir. Sedangkan Mbah Sot tidak terkait dengan siapapun selain dengan para Pakde yang juga tak kalah tak jelasnya…” “Kalau Ekalaya Palgunadi?” “Pertama, tidak sekolah resmi seperi Janaka Arjuna. Hanya belajar kepada patung Kumbayana Durna. Tapi menjadi lebih sakti, menang duel lawan Arjuna Sarjana Utama. Tapi Arjuna dihidupkan kembali, malah Ekalaya yang dibunuh. Betapa sengsaranya. Apalagi perlawanannya terhadap Sarjana Utama itu karena Arjuna menyelingkuhi istrinya. Ekalaya dihancurkan eksistensinya, keluarganya, kesaktiannya, harga dirinya, martabat kelelakian dan kemanusiaannya. Betapa ghaibnya ketentuan Allah” “Wisanggeni?” “Diperintahkan untuk ‘tidak’, padahal ia yang paling dibekali untuk ‘ya’ melebihi siapapun lainnya…” “Dan mereka berkata: “Mengapa tidak diturunkan kepada Muhammad suatu mukjizat dari Tuhannya?” Maka katakanlah: “Sesungguhnya yang ghaib itu kepunyaan Allah, sebab itu tunggu sajalah olehmu, sesungguhnya aku bersama kamu termasuk orang-orang yang menunggu”. Tarmihim tertawa terbahak-bahak. Dan berkepanjangan: “Kamu datang menggali informasi kepada saya. Yang terjadi adalah saya yang mewawancaraimu…”, katanya kepada Seger. Kemudian tertawa lagi. l Emha Ainun Nadjib Yogya, 15 Februari 2018

Ayat Sulthan... Adapun Toling, karena kesadarannya semakin pulih, malah menjadi takut dan mencurigai khayalannya. Ia berpikir mana mungkin cecunguk seperti dia akan pernah bisa mengalami peristiwa sedahsyat itu. Toling hanyalah anak bawang, apalagi di antara teman-temannya sesama Muslim. Mencicipi jadi Santri pun ia belum pernah. Hanya sedikit terlibat dalam komunitas Markesot pada lingkar entah ke berapa. Berputar-putar pikiran Toling. Ia jadi ingat ayat “sulthan”. Memang ayat ini terbuka kemungkinannya bagi setiap Jin dan Manusia, tanpa disebut pagar atau batas kriterianya: “Hai masyarakat jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan sulthan”. Tetapi rasanya mustahillah kalau dia punya peluang untuk menembus-nembus, melintaslintas di antara bumi dan langit, di antara dimensi-dimensi, fisika-metafisika, awang-uwung, wilayah tak kasat mata, atau apapun yang Toling tak paham. Memang sangat jelas dan tegas pernyataan Allah bahwa “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dengan formula yang sebaik-baiknya. Kemudian Kami kembalikan dia ke kepribadian yang serendah-rendahnya”. Belum mengerti persis juga kenapa “Ahsanu Taqwim” di banyak terjemahan Al-Qur`an diterjemahkan menjadi “bentuk yang sebaik-baiknya”. Tapi memang ummat manusia sudah terbiasa dihadiri makhluk Jin ke dalam hidup mereka. Entah dalam urusan orang kerasukan Jin dan Ustadz mengusir Jin, Dukun kerjasama dengan Jin, dan macam-macam lagi. Kenapa manusianya sendiri yang justru heran dan sinis kalau ada kasus Manusia masuk dunia Jin? Kalau budaya manusia mengenal “Manusia kerasukan Jin”, kenapa heran pada fenomena yang sama, misalnya “Jin kerasukan Markesot”? Kenapa juga Kaum Muslimin senang dengan kecend-

erungan untuk membenci, mengutuk dan merendahkan Jin? Menurut Toling, Jin dan Manusia kan bersaudara. Bahkan Jin adalah saudara tua manusia. Kenapa orang-orang pintar di kalangan Kaum Muslimin merasa nikmat mengusir Jin? Apakah alam semesta, bumi, ruang dan waktu adalah hak monopoli manusia? Pada saat yang sama kenapa pula manusia hobi banget meremehkan dirinya sendiri. Kenapa manusia cenderung sangat malas melihat dinamika dirinya sendiri. Kenapa “Asfala Safilin” dikontekstualisasikan kepada ketika manusia menghuni Neraka. Kenapa tidak dilihat ada peluang dan kemungkinan dinamis bahwa ketika masih di dunia pun manusia sudah naik turun dan timbul tenggelam kualitas kemanusiaannya. Kenapa “Asfala Safilin” tidak mungkin ditarik garis konteksnya ke misalnya kegagalan dunia pendidikan, Sekolah dan Universitas. Atau perikehewanan dalam peradaban manusia. Atau dehumanisasi dalam politik. Bahkan kegagalan paham atas nilai-nilai Islam bukan tidak mungkin melahirkan manusia-manusia Asfala Safilin. Kenapa “baku” berpikirnya: bahwa Ahsanu Taqwim adalah manusia di dunia, dan Asfala Safilin adalah manusia di Neraka. Meskipun demikian Toling tidak berani lagi merasa bahwa ia berada dalam atmosfer firman yang analoginya ini: “Para jin itu membuat untuk Sulaiman apa yang dikehendakinya dari gedunggedung yang tinggi, patung-patung dan piring-piring yang besarnya seperti kolam dan periuk yang tetap berada di atas tungku”. Omong kosonglah. Memang Toling keturunan Nabi Sulaiman? Ia malah curiga ada Setan yang “ngerjain” dia: “Dan Kami telah tundukkan untuk Sulaiman segolongan setan-setan yang menyelam ke dalam laut untuknya dan mengerjakan pekerjaan selain daripada itu, dan adalah Kami memelihara mereka itu”. l Joko Umbaran Yogya, 19 Februari 2018

Mawas Diri Dalam perjalanan hidup manusia, apalagi sampai usia tua, tentu sudah mengalami berbagai macam peristiwa yang tak terhitung banyaknya. Walau kadang ada yang diingat atau tidak, dicatat atau tidak, dibaca atau tidak, dipahami atau tidak, dimaknai atau tidak. Karena manusia memiliki sikap abai seperti itu, tidaklah mengherankan ketika seseorang yang berusia 60 tahun diberitahu mengenai sesuatu yang tak diperhatikan selama ini, dia akan terpana dan bertanya-tanya. Bahkan bisa jadi tak percaya. Padahal demikianlah kenyataannya. Misalnya, mengenai tidur. Jika tidurnya setiap hari tidak kurang dari 8 jam (? hari), maka kalau ditotal lama tidurnya sudah mencapai ± 2O tahun sendiri. Siapa pun yang terkejut manakala ditunjukkan atau diingatkan mengenai segala sesuatu yang sudah dialami (dilakukan), bukannya aneh. Karena kebanyakan manusia merasa sejak dulu hingga kini diri pribadinya seakan ajek; tidak berubah. Tangan untuk mengambil, kaki untuk berjalan, mata untuk melihat, telinga untuk mendengar. Beda dengan ulat, kepompong, kupu-kupu yang mengalami metamorfosa sempurna. Artinya, terjadi perubahan fisik

yang demikian ekstrem dalam hidupnya di dunia. Karena ulat dan kupu-kupu adalah binatang, tentu dia tidak bisa memaknai apa yang dialami. Tetapi, bagi manusia yang dikaruniai akal budhi, seluruh peristiwa yang dialami di dunia perlu dijadikan buku untuk dibaca sebagai upaya “mawas diri.” Perjalanan hidup manusia memang tak ubahnya buku tebal yang ditulis masing-masing orang. Maka, betapa indahnya jika “buku” itu senantiasa dibaca, dijadikan semacam cermin atau kaca benggala bagi pribadi yang bersangkutan dan juga oleh siapa pun yang berkenan mengapresiasinya. Konon, berkaca pada diri sendiri itu perlu, walau kadang bias bayangan seseorang juga tampak pada sosok orang lain dan kehidupan di sekitarnya. Persis sebatang pohon yang tumbuh sendirian di tanah lapang. Pagi, bayangannya akan berada di sebelah barat. Tengah hari bayangannya berimpit dengan fisik pohon tadi. Sedangkan sore hari, bayangannya justru pindah ke timur. Artinya, bayangannya selalu berpindah sesuai dengan letak matahari. Mungkin saja penampakan sejarah kehidupan manusia demikian pula halnya. l Iman Budhi Santosa

l Spirit Ruh Bangsa, Tes Ke-Indonesiaan Raya Kita

CAKRA Yadnya EDUKASI (H) Cinta Nusantara 2018 l

JKPemerdekaan-109, Pijakan Start Ke-rasadiri-an l

Sangkan Paraning Dumadi, yang Terpanggil Sepenanggungan

April-Rememberance 27 in 72…, 72 in 27

Road to Homecoming 230 Years Old Denpasart!

HUBUNGI dan Aktif Mengikuti Wayan Jengki Sunarta via Facebook dua(2) Minggu sebelum KOMUNITAS ANDA di JKP-109


D aerah

16

Minggu Umanis, 1 April 2018

Hiperealitas

DI sebuah grup WhatsApp ada postingan berupa seruan. Ditujukan pada semua orang tua di seantero Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang seruannya konon digagas PSPA (Program Sekolah Pengasuhan Anak). Isi seruan mengajak ikut Gerakan 1821 dan Puasa Gadget selama tiga jam sehari. Maksudnya, para ortu diminta menaruh semua alat-alat komunikasi elektronik dari pukul 18.00 – 21.00, selanjutnya menemani putra-putri mereka dalam 3 B, yakni belajar, bermain, dan berbicara. Tujuannya, guna mengantisipasi dampak hand phone yang detengarai begitu dahsyat, membuat anak-anak (TK, SD, SMP, SMA) jadi semakin egois, susah dikendalikan dan terpengaruh perilaku yang cenderung negatif. “Awalnya, aku tersentak membaca gerakan berkode angka, namun setelah membaca tuntas, aku setuju. Terlepas seruan ini, hoax atau bukan, bagiku, Gerakan 1821 lebih bermanfaat daripada Gerakan Alumni Wiro Sableng, yang selain memacetkan lalu lintas juga potensial memecah belah kesatuan dan persatuan bangsa. Bukannya aku benci atau alergi pada hand phone yang berbasis android, namun penggunaan seperti yang ditengarai seruan itu, membuatku ikut setuju Gerakan 1821 itu. Setelah pengamatan bertahun-tahun, kurasa, terjadi perubahan perilaku komunitas android dalam relasi dengan keluarga, sahabat, dan kenalannya. Sering kuamati, saat bertemu dengan sobat lama, memang didahului tegur sapa sebagai basa-basi, selanjutnya dari saku masing-masing dikeBPM/ant

ASAP-Asap hitam membubung di perairan Pelabuhan Semayang, Balikpapan, Kalimantan Timur. Kebakaran ini berasal dari ceceran minyak yang ditemukan kapal patroli PT Pertamina.

Minyak Tumpah Terbakar

Semayang (Bali Post) Asap hitam membubung di perairan Pelabuhan Semayang, Balikpapan, Kalimantan Timur. Kebakaran ini berasal dari ceceran minyak yang ditemukan kapal patroli PT Pertamina.“Kapal patroli PT Pertamina menemukan ceceran minyak yang cukup banyak. Kapal patroli Pertamina langsung melakukan isolasi dengan oilboom, namun tiba-tiba terbakar,” kata VP Corporate Communication Pertamina Adiatma Sardjito lewat keterangan tertulisnya Sabtu (31/3) kemarin. Sementara sumber lain menyebutkan minyak tumpah di perairan tersebut berasal dari sebuah kapal tanker. Dua orang dinyatakan meninggal karena ABK

terjebak di lingkaran api. Peristiwa ini terjadi pukul 10.00 WIB. Api yang menyala tersebut diduga berasal dari puntung rokok yang sengaja dibuang ke

ceceran minyak. Meski demikian, kata Adiatma, kebakaran bisa dipadamkan. Petugas sedang menyelidiki sumber tumpahan minyak. “Kebakaran sudah bisa

dipadamkan, pencemaran sedang diatasi dan sumber tumpahan minyak sedang diselidiki,” ujar dia. Adiatma memastikan kebakaran bukan berasal dari kebocoran pipa Pertamina. Saat ini petugas investigasi dari Ditjen Migas sedang menuju ke lokasi. “Pipa Pertamina dinyatakan tidak ada kebocoran, kemungkinan dari sumber lain,” tuturnya. (ant)

Mangku Ketut Wijaya Kusuma Di-’’diksa’’

Kini Jadi Ida Hyang Bhagawan Eka Dang Acarya Narendra

BPM/sue

DIKSA - I Ketut Wijaya Kusuma dan A.A. Mas Agung Suryaningsih di-diksa menjadi bhagawan.

JERO Mangku Drs. I Ketut Wijaya Kusuma, M.M., bersama istri A.A. Mas Agung Suryaningsih, Sabtu (31/3) kemarin, di-diksa menjadi sang madwijati atau sulinggih. Upacara padiksan dihadiri unsur PHDI Kota Denpasar, PHDI Bali, MPLA, tokoh masyarakat, prajuru Pura Paibon Pemeregan seBali dan prajuru Pura Pusat Dalem Kawitan Pemeregan di Klungkung. Upacara padiksan juga dihadiri guru nabe Ida Rsi Agung Oka Dwija dari Giriya Wangbang Manuaba, Belayu dan guru waktra Ida Hyang Bhagawan Agung Nanda Narendra Kusuma dari Giriya Agung Sadaksa Penarukan, Kerambitan, Tabanan dan guru saksi, Ida Rsi Bujangga Waisnawa Putra Sara Shri Satya Jyoti dari Griya Bhuana Dharma Santi,Sesetan. Upacara dipusatkan di Griya Nararya Dharma Pemcut, Jl. Tukad Buaji, Sesetan, Denpasar. Setelah madwijati, sang diksita I Ketut Wijaya Kusuma diberi gelar Ida Hyang Bhagawan Eka Dang Acarya Narendra dan istrinya bergelar Ida Hyang Bhagawan Sri Yogi Maha Swari. Hyang Bhagawan dinyatakan lulus pada upacara diksa pariksa yang digelar Selasa (20/3) lalu. Selama hidupnya sebagai walaka Drs. I Ketut Wijaya Kusuma, M.M. adalah dosen di FEB Unud. Dia rela mengundurkan diri menjadi

PNS untuk segera menjadi bhagawan. Sebelumnya, dia juga menyandang pemangku sekaligus dalang wayang kulit yang belajar secara autodidak. Di akademik, Wijaya Kusuma menyelesaikan S-2 di Unair serta sempat mengenyam pendidikan di Fakultas Ilmu Agama dan Filsafat Unhi. Selain itu menjadi pengurus PHDI Kota Denpasar dan penasihat lomba desa adat di Bali serta sejumlah jabatan lainnya. Dia juga penulis buku soal Arya Pemcut dan pura-pura yang dibangun di Bali. ‘’Kami ingin penuh dan kasih sayang melayani umat baik untuk pencerahan, soal bebanten serta fungsi sulinggih sebagai pelayan umat,’’ tegasnya. Tanda-tanda dia meninggalkan duniawi sudah rasakan sejak tiga tahun lalu. Hampir semua penekun spiritual mengatakan bahwa dia akan segera malinggih alias madwijati. Ketut Wijaya Kusuma termasuk keturunan Arya Pemcut di Bali yang pertama menjadi bhagawan atau sulinggih. Arya Pamcut ini menurunkan warga Mregan atau Pameregan di Bali. Dia ingin memerankan fungsi seorang acarya yakni lebih banyak memberi pencerahan kepada umat soal filsafat hidup dan beragama di Bali. Dengan demikian terjadi keseimbangan tatwa, etika, dan upakara. Ini pas dengan latar belakangnya sebagai dosen dan dalang. (sue)

luarkan gadget, lalu mereka sibuk berkomunikasi dengan orang jauh di sana, sedangkan sahabatnya juga melakukan hal sama dengan pihak lain. Yang jauh didekatkan dan yang dekat dijauhkan, itulah perubahan yang aneh namun dianggap wajar saat ini,“ ulas Rubag. “Hahaha, pernah kulihat foto di facebook, di mana tampak jejeran wanita berbusana adat serbaputih duduk di lantai wantilan sebuah pura. Di tangan kiri masing-masing tergenggam HP, sedangkan jeriji tangan kanan sibuk mengetuk, menggeser, dan mencubit layar karena mereka sedang lakukan relasi jarak jauh alias chatting. Itulah komunitas Android, sebagai basis teknologi HP saat kini dengan ciri layar sentuh, yang berawal dari program Linux kemudian dibeli Google. Kalau dulu sebelum HP menjadi kelengkapan hidup, bila melihat orang berbicara dan tertawa sendiri, kita pasti mengira dia gila dan meneriakinya buduh… buduh! Tapi sekarang tidak boleh berbuat seperti itu, kalau tidak ingin dituntut di pengadilan, karena hukum kini sedang dalam fase pubertas. Sebab, dia tidak ngomong dan tertawa sendiri, tapi bicara jarak jauh atau mendengar lawakan yang terputar di gadget-nya. Telepon saat ini bukan hanya untuk bicara jarak jauh, juga untuk main games, nyimpan informasi, video dan lagu, juga untuk internet dalam berbagai varian yakni kirim dan terima e-mail, facebook, twitter, instagram, whatsapp dan kegiatan sibernetika lainnya,“ komentar Sudiantara. “Wah, jadi nggak keliru bila seruan PSPA menunjuk hand phone sebagai sumber masalah, bukan laptop atau komputer duduk yang didakwa. Meski HP seakan sudah menjadi gantungan hidup, agaknya seruan yang meski agak terlambat, namun harus diapresiasi, karena kesadaran yang terlambat lebih baik daripada tidak sadar permanen! Ramalan Marshall McLuhan menjadi kenyataan dalam tempo setengah abad.

Akan hadir sebuah masa yang dibentuk oleh kumpulan komunitas akibat perkembangan teknologi, di mana semua anggotanya memiliki akses informasi yang sama lewat teknologi tersebut. Itu prediksi McLuhan ikhwal internet dalam karyanya, ‘ The Gutenberg Galaxy‘ tahun 1962 dan kumpulan komunitas itu disebutnya The Global Village atau Desa Global. Lima tahun kemudian yakni tahun 1967, dia nulis lagi ‘The Medium is The Massage’ yang maksudnya media adalah pesan. Meski salah cetak di mana pesan seharusnya ditulis ‘message‘, namun McLuhan merasa diuntungkan oleh kesalahan itu, sebab Era Komunikasi baginya adalah Era Massa alias Era Kerumunan. Sebab, perkembangan teknologi komunikasi dan informasi diwarnai konsumerisme berlebihan, di mana kerumunan melahap apa saja tanpa banyak pikir,“ ujar Mardika. “Persis! Kolega McLuhan, yakni Jean Baudrillard menyebut Era Massa sebagai era kelahiran hiperealitas dan simulakra. Artinya nyata tanpa kenyataan, kenihilan yang dipaksakan ada lewat manipulasi atau rekayasa. Hubungan manusia pun didasari relasi semu, bukan real tapi di atas real alias bohong! Seorang yang dalam kehidupan sehari-hari pendiam dan sopan, namun di facebook bisa berlaku judes, sombong, dan mudah marah. Orang yang memiliki jutaan follower di twitter, belum tentu bisa meraih suara dalam Pemilu dan ini adalah hiperealitas! Ini terjadi akibat serbuan teknologi membuat kesadaran hipotetis sulit membedakan fantasi dan kenyataan. Nah, agar kenyataan menjadi benar-benar nyata, mari kita dukung Gerakan 1821 itu! Memang tidak gampang membersihkan karat pada lempengan tembaga, namun bila dilakukan secara terusmenerus dan sabar, kuharap kenyataan menjadi benarbenar nyata dan karat hiperealitas sirna!“ imbuh Sugita. (aridus)

Pura Agung Waseso

Lestarikan Budaya Jawa dengan Candi Banyuwangi (Bali Post) Menjadi kaum minoritas tak menyurutkan semangat beragama umat Hindu di Dusun Sumberagung, Desa Ka rangd oro, Keca ma t an Tegalsari, Banyuwangi, Jatim. Meski hanya 18 kepala keluarga (KK), umat Hindu Jawa ini mampu membangun pura megah, Pura Agung Waseso di desa setempat. Setelah menunggu hampir 30 tahun, pura di Banyuwangi selatan ini dipelaspas dan ngenteg linggih Sabtu (31/3) kemarin. Yang beda, meski menggunakan arsitektur Bali, umat Hindu setempat tetap melestarikan budaya Jawa. Di dalam bangunan utama pura, berdiri sebuah candi megah. Berarsitektur khas Majapahit. “Kami memang ingin mempertahankan kearifan lokal, tradisi leluhur. Jadi, tetap membuat candi, selain padmasana di mandala utama pura,” kata Ponidi, tokoh umat setempat kepada Bali Post. Dijelaskan Ponidi, Pura Agung Waseso ini mulai dirintis sejak tahun 1993. Kala itu, umat bersepakat membangun pura sendiri. Sebelumnya, harus ke Pura Satya Dharma, jaraknya sekitar 2 kilometer dari desa setempat. Akhirnya, setiap umat menabung Rp 25 ribu ketika persembahyangan keliling setiap Rabu. Dari dana iuran itu, terkumpul Rp 400.000. “Uang itu akhirnya kita belikan lahan seharga Rp 350.000, yang sekarang menjadi pura. Luasnya, 12,5 x 25 meter. Ini dahulunya juga lahan umat,” jelasnya. Sejatinya, lahan itu akan dihibahkan. Namun, umat tetap membelinya. Sebab, khawatir kelak akan diambil alih keturunan pemilik lahan. Setelah lahan terbeli, umat kembali mengumpulkan iuran pembangunan. Setiap KK diwajibkan membuat batu bata 500 biji di atas lahan yang dibeli tersebut. Perjuangan ini membuahkan hasil. Pembangunan pertama, kata Ponidi, berhasil mendirikan tembok panyengker dan padmasana kecil. “Itulah cikal bakal Pura Agung Waseso ini,” jelasnya didampingi pemangku pura, Paimin. Setelah pura berdiri, umat tak lagi bersembahyang ke pura yang jauh. Akhirnya, tahun 1995,

BPM/udi

NGENTEG LINGGIH - Upacara ngenteg linggih dan pemelaspas Pura Agung Waseso di Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi, Sabtu (31/3) kemarin. mendapat bantuan dari Pemkab Banyuwangi. Dipakai membangun kori agung. Lalu, tahun 1996, mendapat bantuan lagi dari Pemkab, dipakai membuat tembok panyengker keseluruhan. Umat pun kian bersemangat. Karena minimnya dana, mayoritas umat setempat hanya petani, mereka tak mampu membangun pura yang lebih megah dan lengkap. Bahkan, belum pernah menggelar upacara ngenteg linggih dan pemelaspas. “Kami berterima kasih, tahun 2018, mulai Januari kemarin, ada donatur dari Bali. Pura kami dibangun lebih lengkap. Mulai padmasana yang megah, candi, panglurah, taksu dan apit lawang,” jelas Ponidi. Biaya yang dihabiskan mencapa sekitar Rp 150 juta. Hasil swadaya umat setempat dan sebagian besar sumbangan dari umat Hindu Bali. Memiliki pura yang megah, kata Ponidi, membuat umat setempat makin bersemangat. Pura ini menjadi pusat kegiataan beragama. Mulai tilem purnama, kliwonan dan

kegiatan kepemudaan. Apalagi, pura yang piodalan-nya jatuh setiap tumpek landep ini lokasinya berdekatan dengan perkampungan Hindu. “Di kampung sini, mayoritas memang umat Hindu,” jelasnya. Nama Pura Agung Waseso memiliki makna, keagungan dari Ida Sang Hyang Widi. Sementara itu, prosesi ngenteg linggih dan pemelaspas berlangsung meriah. Ratusan umat Hindu dari Kecamatan Tegalsari ikut tangkil. Upacara di-puput Ida Pandita Empu Dharmika Sandi Kertayasa dari Griya Pesanggaran, Banyuwangi. Upacara diawali dengan pecaruan. Lalu, mendem pedagingan dan pemelaspas sekaligus piodalan. Puncak prosesi ditandai dengan ngarak tirta berkeliling kampung. Alunan bleganjur bertalu, mengiringi arakarakan. Upacara diakhiri dengan persembahyangan bersama. Sebelumnya, umat mendengarkan dharma wacana dari dosen IHDN Denpasar, Romo Poniman. (udi)


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Minggu Umanis, 1 April 2018

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 70 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

LOWONGAN Bth Krywti Artshop Sunset Road Legian.Hub/SMSCV:081239995037

B.BP.001.03.18.0001335

Dbthkn Sgr SPG/SPB,Max 25Th,BB Proposional,Komunikatif,Max SMA/Sdrjt&Kasir Max 25Th,Bisa Komp Excel&Word,Min SMK/Sdrjt, Bersedia ditmptkan di Gianyar. Krm Lamaran ke Cellular World, Jl.Teuku Umar No.60 Dps. B.BP.001.03.18.0001340

Dcr tk kebun/srabutan pria bs bawa mtr u/Rmh pribadi,Gj 2jt tdr+mkndalam,Hub.087861633886 B.BP.001.03.18.0001343

Dcr Guru Privat Levl SMA Matematika,Fisika,Perempuan, Prof Mantra,08123633448 B.BP.001.03.18.0001378

BIRO JASA

BIRO JASA

DIJUAL MOBIL

RUPA-RUPA

SERVICE

Dcr Guru TK,Min S1,Lmrn dibawa ke Jl.Tukad Batanghari V/18 Hub.085101561816/03618959826

B.BP.001.03.18.0001110

Dcr PRT tdr dlm gaji+bonus Gatsu barat Hub.0811380786 B.BP.001.03.18.0001318

Dcr:Pembantu masak u/RM di Legian,ada Gaji+Tip,081236109808 B.BP.004.03.18.0001182

Dibthkn Staf Wnt Max 34Th Bisa Bhs Ing&Jepang Bkpribdian baik Hub:082147471268,CV Kirim ke Email:asahrd2018@gmail.com B.BP.001.03.18.0001342

Dcr Akunting,Kasir,Sopir,Gdng Toko Dapurku Tlp.085792825977 B.BP.001.03.18.0001355

Dibtuhkan Sgr Sales Supervisor Pria Pend Min SMA/Sdrjt Umur 25-35 Thn Pengalaman Cukup, Menguasai Wilayah Bali punya Semangat Tinggi punya SIM A, SIM C.Kirim Data Lamaran Via WA ke 085 211 9999 74 B.BP.817.03.18.0001385

Dibutuhkan Segera Tenaga IT Networking/Hardware berpengalaman,Sarjana Informatika,rajin jujur,Hub.081246180181 Email:vitaluxebali@gmail.com

Dicari Pramuniaga Pria/Wnt Max 30Th,Gj3-5Jt,Diutmkn Jujur,Rjn Pnmpln Menarik,Penempatan di Discovery Shopping Mall,Kuta Hub.Didik 081220595444

B.BP.001.03.18.0001287

Dicari Sales TO Minyak Goreng, Gj 2,5Jt+Um+BBM.Hub:CV Vania Dewata Jln Raya Tuka 3A BudukDalung.HP:081236715400

B.BP.001.03.18.0001205

Dicari Sales,Wanita Max 40 Thn Min Tmtn SMA,Diutamakan Bisa Mandarin,Penmpln Menarik,Rajin Gaji 2,5Jt,Btggjwb,Hub:Lusi 0361-769780,Penempatan di Discovery Shopping Mall Kuta

Dibthkn staff Transport Pariwisata Laki2,Max 25Thn Min SMU, SIM A,Bs Bhs Ing,Jjur,Disiplin Bertgg-jawab.Hub:081933073089 (CV.Bali Access)

Dicari Pembantu Rmh Tangga Langsung Kerja Hb.082144277772

Dicr Apoteker&Ass Apoteker utk Wil.Kerobokan Sgr/085239989777

B.BP.001.03.18.0001294

B.BP.001.03.18.0001388

B.BP.820.03.18.0001371

B.BP.001.03.18.0001354

B.BP.001.03.18.0000766

Dicr Sgr Staff Sushi&Bar.Lam ke Kokoya Jl.Danau Tamblingan No.178 Sanur.Telp:0361-289252

B.BP.001.03.18.0001291

Kuta:Spv Bar,Bartender,Waiters SPA,CS,Kasir,Cook,08123807241 B.BP.001.03.18.0001377

SPG Th Bj KidWorld Kuta.Aktif IngrisKmnks Turis.081254681370 B.BP.004.03.18.0001345

Yamaha Bisma Dicari 1.Sopir SIM B1 2.Mekanik 3.SMA /SMK/D1 Hub.Teuku Umar 142,DPS B.BP.001.03.18.0001275

DIJUAL MOBIL VW

Mini Cooper 5 Pintu Th 2015. Low Km,Merah Plat B Hub:081999858111/082145854167

B.BP.001.03.18.0001125

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

DIJUAL RUMAH Dijual Rmh di Ciung Wanara Tbn DP 10% Bunga Krd 0,9% perbln Hub.082236881191/081805374433 B.BP.004.03.18.0001135

Rmh Baru Mnmlis Tp.60/100m2 Kodya Dps,SHM,AC dan Bad 520Jt Net 087761855545 B.BP.001.03.18.0001382

RmhLT230m2,2KT,2KM,2Gdg,Grs, Buluh Indah 081246056916 SHM B.BP.001.03.18.0001103

DIJUAL TANAH Dijual Tanah Seluas 64 Are/ 6400M2.Lokasi Desa Antosari Selemadeg Barat Tabanan.Harga per Are/per 100M2 Rp.35Jt Nego Info082339949348/081238740520 B.BP.004.03.18.0001289

Kavling 1Are Jl.Raya Pemogan Hub:082146606918-081936246405

B.BP.153.03.18.0001353

Tnh 24,5A pinggir jalan hotmix Sembung-MengwiHub.08123659893

B.BP.001.03.18.0001067

DISEWAKAN RUMAH Rmh LT2&S.Pool,Seaview,Furnish Kori Nuansa Jmbrn,085935208386 B.BP.001.03.18.0001213

DISEWAKAN RUKO Over Kontrak Ruko Siap Pakai Sisa 15Bln Jl.Tukad Batanghari Hub:081999858111/082145854167 B.BP.001.03.18.0001124

RUPA-RUPA Atasi Rmh Bocor Dak Dinding Atap,P.Sefri 085100774702 Grns

B.BP.001.03.18.0001384


18

Asah

Minggu Umanis, 1 April 2018

Pertanyaan TTS No. 340 Mendatar: 1. Tewas dalam perang 4. Jaring besar yang tempo hari pernah dilarang 8. Ahli pembuat keris 9. Nama satelit komunikasi kita dulu 11. Pertikaian ; Perselisihan 13. Sabit 15. Yang 16. Ayam berkotek, anjing menggonggong, kucing……… 19. Gelisah 22. Terhindar dari bahaya/maut 26. Bentur 29. Pemimpin kesatuan tentara 31. Seratus meter persegi 32. Percantik ; Perindah 34. Nama seorang empu tersohor 37. Nama sejenis gendang pipih 38. Konon (Bali) 39. Lambang agama hindu 40. Bunyi yang nyaring dan panjang

1

2

4

3

5

6

8 9 11

10

12

13

BPM/ist

TANPA SAMPAH - Piknik tanpa sampah sedang digaungkan oleh organisasi nirlaba United in Diversity dalam “Zero Waste Picnic”. KONSEP piknik tanpa sampah atau dikenal dengan “Zero waste picnic” yang digagas organisasi nirlaba United in Diversity mendapat dukungan Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Kampanye piknik tanpa sampah merupakan upaya pariwisata berkelanjutan. “Kami menyambut baik dan kami sangat mendukung inisiatif yang sangat menerapkan nilai-nilai sadar wisata ini,” kata Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kemenpar Rizki

Handayani Mustafa setelah acara pembukaan Happiness Festival di Taman Menteng, Jakarta, Sabtu (31/3). Ia mengatakan, sejatinya ada begitu banyak hal yang dapat dikerjasamakan untuk mendukung terwujudnya lingkungan dan pariwisata yang berkelanjutan. “Zero Waste Picnic” sendiri merupakan salah satu inisiatif yang dicanangkan oleh organisasi nirlaba United in Diversity dalam Happiness Festival di Taman Menteng selama dua hari yakni 31 Maret hingga 1

April 2018. “Konsep-konsep seperti ini ke depan sangat baik untuk dikembangkan termasuk melibatkan anak-anak muda dengan konten yang kreatif dan peduli lingkungan,” katanya. Selain “zero waste picnic”, aktivitas tanpa sampah lain yang dapat dikembangkan dan dikerjasamakan di antaranya mencakup pengurangan penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari termasuk dalam aktivitas pariwisata. “Anak-anak muda juga dilibatkan dalam pembuatan kompos dari sampahsampah organik yang dihasilkan sehari-hari,” katanya. Konsep “zero waste activity” ini sekaligus menginspirasi Rizki untuk ke depan menerapkan kemitraan dengan industri pariwisata agar semakin berkelanjutan. “Ada banyak rencana aksi yang bisa diterapkan pada industri pariwisata dari mulai skala kecil hingga besar,” katanya. Ia mencontohkan industri pariwisata skala besar misalnya dapat dimanfaatkan CSRnya untuk membantu restoran atau rumah makan skala kecil dalam mengelola sampahsampah mereka. Sementara aktivitas peduli lingkungan lain juga dapat dilaksanakan untuk mewujudkan sektor pariwisata yang berkelanjutan di Tanah Air. (ant)

16

17

18

22

26

27

19

23

28

24

20

BPM/ant

21

25

30

29 31

32

33

34

35

36

37 38 39

40

KUPON TTS No.340 Ketentuan Menjawab Jawaban ditulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 340 dan cantumkan identitas lengkap serta nomor telepon/ HP. Kirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 7 April 2018. Pemenang diumumkan pada Koran Bali Post Minggu 15 April 2018. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang (@Rp.200.000,-) dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga (2 dewasa + 2 anak). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos.

Mendatar: 1. Kinerja 4. Kelakar 7. STO 8. Ngas 9. Korosif 11. Antara 13. Soak 15. INN 16. Lor 17. Koin 19. Belati

ELANG HITAM - Satu dari dua jenis elang langka yang berhasil didata Profauna Indonesia yaitu Elang Hitam (Ictinaetus Mmalayensis)

14

15

Jawaban TTS No. 338

”Zero Waste Picnic”, Ayo...Piknik Tanpa Sampah!

7

SPT2018

Menurun: 1. Baru sekali 2. Pakaian perempuan 3. Sembrono ; Ugal-ugalan (Inggris) 4. Tanda merah bekas gigitan/ cubitan pada tubuh 5. Sedih 6. Makanan tambahan penyedap hidangan 7. Bandot tua (Inggris) 10. Dapur (Bali) 12. Ini (Bali) 14. Tulang rusuk 16. Keinginan ; Gairah 17. Sesuatu yang telah ditentukan oleh Tuhan 18. Bilangan dengan simbol bulatan 20. Aman ; Tidak ada perang/ kerusuhan 21. Dubuk 23. Kenaikan ; Pertambahan 24. Hilang dalam tugas (Singkatan, Inggris) 25. Bersama-sama (Inggris) 27. Berharga sekali dan dianggap bertuah 28. Musang bulan 29. Bencana 30. Wajah (Bali) 32. Perasaan butuh air 33. Daerah 35. Sudah terjual 36. Bilah kayu/bambu untuk sangkutan genteng

TTS Bali Post

22. Kapulaga 23. Rangrang 25. Sangsi 28. Aula 29. NIS 30. NUS 31. Awak 33. Urolog 35. Samsung 36. Adil 37. Nye (Nyenye) 38. Kurcaci 39. Gelagat

Menurun: 1. Kenes 2. Eksakta 3. Asma 4. Kokaina 5. Larantuka 6. Reformasi 10. Saluang 12. Teki 14. Oke 18. IKOGU 19. Berengsek

20. Langsam 21. Tarantula 24. Nasugni (Ingusan) 25. Sail 26. Niagara 27. Sua 32. Kolot 34. Oleg

Pemenang TTS No. 338 I Nyoman Sukarta Jl. Ngurah Rai, Gg. Bonsai No.1, Br. Lebah Pangkung, Mengwi, Badung 80351 (HP: 0877 6008 1061) Putu Suastika Br. Dinas Baingin, Desa Dencarik, Kec. Banjar, Kab. Buleleng 81152 (HP: 085935 321011) Wayan Sugata Br. Dinas Sangkanaji, Desa Kerta Buana, Kec. Sidemen, Karangasem (HP: 085792 102933) Putu Gede Purna Wijaya Jl. Raya Uluwatu, Jimbaran, Kuta, Badung, Kantor Basarnas Denpasar (HP: 081353 228872) I Komang Adi Br. Sembung, Desa Tembok, Kec. Tejakula, Kab. Buleleng (HP: 085737 403939) 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket bisa langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Nama : Ni Wayan Ratmini Alamat : Br. Penatahan Kelod, Desa Penatahan, Kec. Penebel, Kab. Tabanan (HP: 081338 956942)

Hutan Damarwulan Kediri Simpan 38 Jenis Burung Langka KABAR menggembirakan disampaikan ProFauna Indonesia yang menemukan sekaligus mengidentifikasi 38 jenis burung langka yang berada di area hutan afdeling Damarwulan, Kabupaten Kediri, Jatim pada pertengahan Maret 2018. Burungburung tersebut masih hidup di alam liar di tengah masih gencarnya perburuan untuk diperjualbelikan. Menurut Ketua ProFauna Indonesia Rosek Nursahid di Malang sekitar seminggu lalu mengemukakan burungburung yang berhasil diamati tim ProFauna ini antara lain Bubut alang-alang (Centropos bengalensis), Cekakak batu (Lacedo pulchella), Paok pancawarna (Pitta Guajana), Jingjing batu (Hemipus hirundinaceus), dan Kadalan kembang (Phaenicophaeus javanicus), dan Serindit jawa (Loriculus pusillus). “Dari kelompok jenis elang yang ditemukan, ada dua jenis yaitu Elang bido (Spilornos cheela) dan Elang hitam (Ictinaetus Mmalayensis) dan ada sebelas jenis burung yang ditemukan itu merupakan satwa dilindungi,” kata Rosek. Ke-11 jenis burung yang

dilindungi itu adalah Paok pancawarna (Pitta guajana), Cekakak sungai (Todhiramphus chloris), Cekakak jawa (Halcyon cyanoventris), Cekakak batu (Lacedo pulchella), Madu sriganti (Nectarinia jugularis), Takur tenggeret (Psilopogon australis), Takur tohtor (Psilopogon armillaris), Takur tulung tumpuk (Psilopogon javensis), Takur ungkut ungkut (Psilopogon haemacepahala), Elang bido (Spilornos cheela) dan Elang hitam (Ictinaetus malayensis). Ia mengaku terdatanya puluhan jenis burung di hutan Damarwulan Kediri itu sangat mengembirakan, karena beberapa jenis burung tersebut sudah jarang ditemukan di alam di Jawa Timur, misalnya serindit jawa dan paok pancawarna. Kedua jenis burung ini termasuk jenis yang masih sering diperdagangkan di pasar burung. Burung paok pancawarna, misalnya, sebetulnya sudah termasuk daftar jenis satwa liar yang dilindungi, tapi sayangnya masih banyak diperdagangkan di pasar-pasar burung karena keindahan warna bulunya.

Rosek yang sudah melakukan pengamatan satwa liar sejak 1994 itu menambahkan burung serindit termasuk keluarga burung nuri kecil yang saat ini keberadaannya di alam semakin jarang. “Ini adalah perjumpaan saya pertama kali di alam setelah terakhir kali menjumpainya 10 tahun yang lalu di daerah Malang Selatan,” katanya. Penangkapan burung di alam untuk diperdagangkan menjadi pemicu semakin langkanya berbagai jenis burung di habitat alaminya. Burung-burung yang dulu umum dijumpai, kini semakin jarang, misalnya burung kacamata, pentet dan prenjak. “Kegiatan pendataan satwa liar di alam yang kami beri nama Wild Animals Watching (WAW) ini rutin diadakan setiap bulan oleh suporter ProFauna di berbagai daerah, dengan harapan akan memupuk rasa cinta satwa liar yang hidup di alam bebas dan bisa memberikan sumbangsih informasi bagi upaya pelestarian satwa liar itu,” kata Erik Yanuar, juru kampanye ProFauna Indonesia. (ant)


19

Minggu Umanis, 1 April 2018

Partisipasi Orangtua Dari Hal. 1

Tidak ketinggalan, polisi mengingatkan para orang tua agar berpartisipasi dan tidak mudah memberikan anak di bawah umur untuk mengendarai sepeda motor di jalan raya, apalagi untuk angkutan anak ke sekolah. Kasatlantas AKP Putu Diah Kurniawandari seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK., Sabtu (31/3) kemarin, mengatakan, berdasarkan data kejadian dan pengamatan anggotanya di lapangan menyebut bahwa lakalantas di Buleleng kondisinya berfluktuasi. Arti-

nya, kejadian yang tergolong tinggi itu terkadang bisa ditekan dan dalam situasi tertentu justru kembali meningkat dari catatan sebelumnya. Sementara itu, menekan pelajar atau mahasiswa menjadi korban lakalantas, Dinas Perhubungan (Dishub) Buleleng beberapa tahun terakhir ini mengoperasikan bus sekolah. Layanan bus sekolah ini gratis bagi siswa yang akan ke sekolah atau pulang sekolah. Sejak diluncurkan, Dishub baru mengoperasikan dua armada bus sekolah yang setiap bus memiliki 36 tempat duduk. Setiap hari, dua bus ini beroperasi den-

gan rute dari Terminal Penarukan menuju Kota Singaraja dan Terminal Sangket, Kelurahan Sukasada juga ke arah kota. Kepala Dishub Buleleng Gede Gunawan mengatakan, sejak beroperasinya bus sekolah telah menunjukkan hasil positif. Hasil itu terbukti, pelajar dan orangtuanya sekarang mulai mulai memanfaatkan layanan bus sekolah untuk kenyamanan dan keselamatan di jalan raya. Pada awal dioperasikan, tidak banyak pelajar yang tertarik naik bus sekolah karena pertimbangan akan membayar sama seperti naik angkutan umum. (mud)

Terbanyak di Abiansemal Dari Hal. 1

Di wilayah Polres Badung, pelajar melakukan pelanggaran lalu lintas paling banyak terjadi di wilayah Abiansemal, Badung. “Mungkin karena di desa, mereka bisa tidak pakai helm, ngebut dan ugal-ugalan di jalan raya. Oleh karena itu, pelanggaran cukup tinggi di sana. Apalagi di sana kan banyak sekolah,” tegas Anne Parwisti. Menurutnya, Ditlantas Polda Bali beserta jajarannya menggencarkan tujuh road safety dan sasarannya pengendara di bawah umur. Tujuh road safety yang dimaksud adalah tidak melawan arus, menggunakan helm SNI, menggunakan safety belt, tidak di bawah pengaruh alkohol saat mengemudi, batas kecepatan berkendara, anak di bawah dilarang mengendarai kendaraan bermotor dan tidak menggunakan HP saat berkendara. Bicara soal upaya untuk menekan angka tersebut, kata dia, Satlantas Polres Badung sudah melakukan penyuluhan ke sekolah-sekolah. Selain itu, bekerja sama dengan pihak sekolah tidak mengizinkan anak didiknya naik sepeda motor ke sekolah. Juga memberikan pengetahuan cara aman ke sekolah, tata tertib berlalu lintas, pengetahuan seputar safety riding, memasang spanduk dan baliho

di kawasan sekolah. “Untuk yang melanggar, kami tindak tegas dengan memberikan tilang. Dominan pelanggarnya siswa SMP dan SMA. Dari upaya yang kami lakukan dievaluasi, mulai ada penurunan dan tertib berlalu lintas,” tandasnya. Sementara itu, AKBP Andi Arwita, S.H., M.Pd., saat memberikan ceramah lakalantas di SMP PGRI 2 Denpasar menambahkan bahwa kebanyakan korban lakalantas oleh pelajar akibat melanggar rambu-rambu lalu lintas. Makanya dia setuju usia 17 tahun baru boleh memiliki SIM karena secara psikologis anak usia tersebut sudah dianggap matang lebih dewasa. Polwan yang juga sering terjun ke banjar, masjid, dan gereja ini juga menyalahkan sikap orangtua yang membelikan anaknya sepeda saat duduk di SMP. Ini dia orangtua siswa ikut memberi andil siswa atau pelajar melakukan pelanggaran hukum. ‘’Sebaiknya anak SMP diantar ayah dan ibunya ke sekolah, bukan menyediakan sepeda motor,’’ tegasnya. Pajak Terbesar di Bali Sebenarnya terjadi kontradiksi antara keinginan menekan angka lakalantas dengan jumlah kendaraan di Bali. Buktinya pajak dari kendaraan bermotor

merupakan penyumbang terbesar Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Bali, yakni 70 persen. Tahun 2017, realisasinya mencapai Rp 1,287 triliun dari target Rp 1,185 triliun. Tahun ini, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Bali lebih fokus pada penerapan e-samsat untuk menggenjot pendapatan dari pajak kendaraan bermotor. “Kita dari pihak pemerintah tidak semena-mena ngasih tahu rakyat untuk bayar pajak. Kita juga menyiapkan fasilitas seperti e-samsat. Ada sekitar 600 WP (wajib pajak) yang bayar melalui e-samsat per minggu. Padahal, saya tadinya memproyeksi satu minggu itu ada 100 orang saja sudah senang,” ujar Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Bali, I Made Santha, di Denpasar. Santha melihat respons positif masyarakat dalam membayar pajak melalui data tersebut. Kalau dihitung per hari, WP yang membayar pajak bisa berjumlah 180 sampai 200 orang. Hal ini berarti, kemudahan pembayaran melalui esamsat sudah mulai dinikmati masyarakat. Terutama masyarakat yang memiliki waktu terbatas, tidak perlu repot datang ke Kantor Samsat. Tapi cukup membayar pajak kendaraan bermotor lewat ATM atau e-banking. (rah/sue/rin)

Kuncupnya Dala Dari Hal. 1

Jro Widiartha menambahkan, makna dari karya IBTK adalah merupakan kuncupnya dala yang artinya berkumpulnya Ida Barata di luar Catur Lawa di Pasamuhan Agung Besakih. “Maknanya kuncup ini adalah sebagai ungkapan puji syukur kepada Tuhan atas keberlimpahan yang diberikan selama ini. Selain itu juga meminta supaya jagat Bali beserta isinya diberikan kerahayuan,” kata Jro Widiartha. Berkaitan dengan status Gunung Agung yang saat ini masih level III (Siaga) Jro Widiarta menjelaskan, pihaknya berharap semua umat Hindu bisa meluangkan waktu untuk ngaturang bhakti ke Pura Agung Besakih memohon kepada Ida Batara yang beristana di Gunung Agung memberikan anugerahnya untuk seluruh umat maupun alam semesta agar tetap ajeg dan lestari. “Kami mempunyai keyakinan semakin banyak umat Hindu yang ngrastiti bhakti, maka beliau yang beristana di Giri Tohlangkir akan memberikan

yang terbaik buat umatnya,” paparnya. Dia menambahkan, sarana upakara pada puncak karya untuk di Padma Tiga menggunakan catur niri munggah bebangkit, pule kerti, suci dan uperengga upakara pejangkep lainnya. Untuk di sor sanggar tawang juga dilengkapi sarana upakara dangsil sebanyak 6 buah bertumpang 1, 3, 5, 7, 9, dan 11, serta kelengkapan sarad ulam dan sarad sanganan, bagya pule kerti dan pulegembal. Prosesi upakara juga diiringi pementasan wayang gedogan, topeng , Baris Gede, Rejang Dewa dari Besakih kangin serta tetabuhan gong gede dan gambang. Sementara itu, pemangku Penataran Agung Gusti Mangku Jana menambahkan saat itu juga dilaksanakan upacara pekeling di seluruh kompleks Pura Agung Besakih. Setelah upacara pekeling dilanjutkan dengan upacara pemujaan di Catur Lawa dan di Pura Penataran Agung. Setelah upacara persembahyangan di padma tiga, dilanjutkan dengan upacara Ida

Masuk Semua Dari Hal. 1

‘’Sekali diizinkan, orang asing masuk semua. Rakyat kita makan apa, rakyat kita kerja apa,” ujar Probowo di hadapan ribuan kader dan simpatisan Partai Gerindra Karawang dan Purwakarta dalam acara “Prabowo Menyapa Jawa Barat” di Istana Kana, Cikampek, Karawang, Sabtu (31/3) kemarin. Prabowo menegaskan kedatangan pekerja asing tersebut tidak perlu direspons secara negatif. Ia mengaku tidak membenci apalagi anti-orang asing. Dia mengajak masyarakat belajar dari orang asing. “Jangan membenci, kita ingin menjadi mitra, kita ingin belajar dengan orang asing. Saya tidak anti-asing. Saya tidak bisa jadi pion Anda (orang asing). Jadi budak-budak bangsa asing, saya tidak mau,” katanya. Meskipun Prabowo sudah pensiun sebagai pejuang, dia tak

mau melupakan sumpah. Sebut Nama Kapolri Sementara itu, Mahfud MD kembali muncul dalam survei cawapres dengan elektabilitas cukup tinggi. Namun, mantan Ketua MK itu kembali menyatakan tak tertarik untuk menjadi cawapres. “Kalau cawapres saya tidak tertarik dan itu biarkan saja mengalir,” ujar Mahfud MD di Yogyakarta, Sabtu kemarin. Guru Besar UII itu justru mengatakan, sosok yang sangat cocok menjadi cawapres adalah Pak Tito (Kapolri) karena masih muda, lurus, dan tegas. “Kalau saya justru Pak Tito yang layak menjadi cawapres. Kalau nama saya disebut ya saya mengalir saja,” ujarnya. Mahfud mengatakan, survei tidaklah penting untuk menentukan siapa cawapres karena yang akan memilih cawapres adalah capresnya sendiri dan partai koalisinya. “Kalau za-

Batara Tedun dari Pesamuan Agung ke Peselang. Prosesi ini mengelilingi Pura Daksina tiga kali, kemudian bhakti Peselang dilanjutkan dengan upakara di Peselang. Setelah melakukan persembahyangan sebanyak sembilan kali di Paselang, Ida Batara mewali kalinggihang di Pesamuan Agung. Lebih lanjut dikatakannya, sebagai wujud anugerah dan perlindungan dari Ida Batara juga dilaksanakan upacara pasupati benang sanga datu. Dimana benang sanga satu ini khusus pada saat pelaksanaan karya IBTK. Ida Batara yang turun dari semua Pura di Besakih disimbolkan dengan benang sanga datu yang merupakan sembilan warna dari sembilan penjuru arah mata angin. Mangku Jana membenarkan karya IBTK juga dirangkaikan dengan persembahkan kepada Ida Batara yang beristana di Gunung Agung. “Semoga Tuhan memberikan keselamatan kepada seluruh umat dan kerahayuan jagat,” katanya. (kmb41)

man Pak Harto pemimpin itu sudah disiapkan tidak dipilih. Namun kalau saat ini, sangat bagus untuk demokrasi karena pemimpin dipilih. Tapi yang menentukan cawapres itu capres dan parpol koalisi,” ujarnya. Ia berharap, pemimpin yang nantinya terpilih adalah pemimpin yang bisa menjaga Indonesia dari radikalisme, kekerasan, NKRI harus aman dan rukun. “Siapa pun harus mencari pemimpin yang seperti itu.” (kmb)

Membawa Sepeda Motor Dari Hal. 1

Hal itu diungkapkan Ketua Komisi IV DPRD Denpasar I Gede Semara didampingi anggotanya Gede Arya Jembawan, belum lama ini. Gede Semara mengatakan, selama ini, ia melihat banyak anak-anak SMP yang membawa sepeda motor. Selain tidak aman, juga bisa membahayakan pengguna jalan lainnya. Kondisi ini perlu diantisipasi dengan menyiapkan angkutan bagi siswanya. “Terutama jalur yang tidak ada angkotnya,” ujar Semara. Menurutnya, bila ada jalur yang sudah terdapat angkotnya, pihaknya meminta siswa untuk menggunakan jenis angkutan umum. Hanya, bila jalur itu tidak tersedia angkutan umum, sekolah diharapkan bisa menyediakan armada khusus. Jembawan menambahkan, penggunan angkutan sekolah akan mampu mengurangi penggunaan sepeda motor di kalangan pelajar. Saat ini, siswa yang menggunakan sepeda motor cukup banyak. Bahkan, banyak anak-anak yang belum cukup umurnya sudah menggunakan sepeda motor. Sementara itu, pengoperasian enam unit bus sekolah gratis oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Denpasar, mendapat sambutan positif masyarakat. Terbukti jumlah pendaftar terus meningkat, dan kini tercatat 426 siswa yang sudah mendaftar. Namun, mereka harus masih menunggu, karena keterbatasan armada. Saat ini, bus sekolah baru bisa mengangkut 446 siswa per harinya. Kepala UPT Transportasi Darat, Dishub Kota Denpasar, I Dewa Ketut Adi Pradnyana, Sabtu (31/3) kemarin, mengatakan uji coba operasional bus sekolah gratis sudah dilaksanakan sejak 13 November 2017 lalu. Selama masa uji coba operasional bus berjalan lancar, dan tidak ditemukan kendala yang berarti.

Di sisi lain, Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara dalam kegiatan sosialisasi bus sekolah di hadapan para pengelola sekolah swasta dan yayasan di Disdikpora, Denpasar, beberapa waktu lalu mengatakan, Pemkot Denpasar sudah melakukan inovasi dalam mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dengan meluncurkan bus sekolah. Sedikitnya, enam unit bus sekolah sudah dioperasikan Dinas Perhubungan untuk mengantarkan anak-anak sekolah. “Kami mengucapkan terima kasih kepada sekolah swasta yang turut mendukung inovasi dan program Pemkot Denpasar dalam mengurangi kepadatan arus lalu lintas dengan penggunaan bus sekolah yang perlu terus dimaksimalkan,” ujar Rai Iswara. Bus sekolah ini juga sebagai salah satu program pendidikan smart city khususnya di Kota Denpasar, dikarenakan bus sekolah sudah dilengkapi dengan aplikasi Si_Bused (Sistem Informasi Bus Sekolah) dengan sebuah smart card, yang memudahkan orang tua untuk mendeteksi keberadaan anaknya. Pihaknya meminta kepada sekolah swasta juga bisa ikut membatu program pemerintah untuk menyiapkan dan menggunakan angkutan bus sekolah, guna menekan kemacetan pada saat jam-jam keluar masuk sekolah. “Anggap saja jika masing-masing sekolah swasta memiliki satu angkutan bus yang bisa menampung 25 siswa, berarti sudah 25 kendaraan di sebuah sekolah yang berkurang pada jam-jam padat sekolah seperti jam masuk sekolah maupun jam pulang sekolah. Itu berarti sudah meminimalisasi angka kemacetan lalu lintas di wilayah sekolah tersebut, dan jika bus sekolah swasta ini sulit menjemput siswanya ke rumahrumah, bus sekolah ini bisa menggunakan drop zona yang telah dimiliki Pemkot Denpasar yang sudah ada,” katanya. (ara)

Angkutan Siswa Dari Hal. 1

Menyikapi hal tersebut, pemkab mengeluarkan inisiatif untuk menjadikannya sebagai angkutan siswa gratis. Program yang sudah berjalan lima bulan ini mampu “menghidupkan” pendapatan para sopir yang sebelumnya tak menjanjikan. Birokrat asal Desa Tusan, Banjarangkan ini tak menampik memiliki keinginan untuk menerapkan program serupa di kecamatan lain. Hanya, ini memerlukan kajian dan menyesuaikan dengan jumlah angkutan. “Untuk program yang berjalan sekarang, cukup lama kajiannya. Banyak hal yang perlu diperhitungkan,” sebutnya. Salah satu sopir, Made Sutama (52), asal Desa Selat, Kecamatan Klungkung menyampaikan angkutan ini sangat membantu perekonomian keluarganya. Penghasilan setiap bulan mencapai Rp 2,5 juta sampai Rp Rp 2,7 juta. Berbeda dari sebelumnya di bawah Rp 2 juta. “Usai mengantar siswa ke sekolah, bisa mencari penumpang lain untuk menam-

bah penghasilan. Pekerjaan tambahan ini sampai tiba jam sepulang sekolah,” ungkapnya. Selain dirinya, hal serupa juga dirasakan puluhan sopir lainnya. Diharapkan, program ini dapat berjalan secara berkelanjutan. Respons positif juga datang dari Kepala SMPN 1 Semarapura, I Nyoman Karyawan. Sejak di-launching, siswanya lebih disiplin datang ke sekolah karena tempat kumpul angkutan siswa gratis sudah diatur dengan jam masuk kelas. “Siswa yang datang terlambat sudah semakin berkurang. Dari segi keselamatan juga sangat berimbas pada siswa karena semakin sedikit yang menggunakan sepeda motor,” jelasnya. Kasat Lantas Polres Klungkung, AKP Taufan Rizaldi, sempat menyebutkan angka kecelakaan pada 2017 turun 30 persen dari 2016. Adanya angkutan siswa gratis ini dinilai menjadi salah satu solusi untuk semakin menekan munculnya kejadian tersebut. “Angkutan ini salah satu cara mengantisipasi lakalantas,” tandasnya. (sos)

150 Kendaraan Dari Hal. 1

Pihaknya sudah menyiapkan 150 kendaraan untuk rencana ini, berupa angdes dan AKDP (Angkutan Kota Dalam Provinsi). Sementara untuk pola pengoperasian ini masih menunggu kajian Unud. “Pastinya pelayanan transportasi gratis ini akan mendukung pemanfaatan tujuh bus sekolah, sebab angdes bisa masuk ke gang atau jalan kecil yang tidak dilalui bus,” katanya. Melalui upaya ini, Pemkab Gianyar juga bermaksud menghidupkan kembali angdes dan AKDP yang sempat mati suri. Berdasarkan data organda, jumlah angdes dan AKDP di Gianyar sekitar 150 unit kendaraan. Disinggung terkait kondisi angdes di Gianyar yang dominan sudah kurang layak pakai, Artana menyatakan jajarannya juga akan terlebih dahulu mengecek kondisi seluruh angdes yang saat ini ada di Gianyar. “Pastinya semua akan dicek kembali, dan diuji kelayakannya, pasti akan dinilai dulu berapa yang memang layak untuk angkutan pelajar ini,“ tandasnya. Sementara Kasat Lantas Polres Gianyar, AKP I Gusti Ayu Udayani, berharap rencana ini bisa cepat direalisasi. Sebab, upaya ini diharapkan dapat meminimalisasi pelanggaran lalu lintas di kalangan pelajar. Dia tidak memungkiri masih ada pelajar yang belum memiliki SIM, berangkat ke sekolah menggunakan kendaraan pribadi. “Dengan mengoperasikan kendaraan umum yang gratis untuk siswa, kita berharap pelanggaran lalu lintas oleh remaja bisa diminimalisir,” ucapnya. Trans Serasi Sementara itu, guna mengatasi tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan para pelajar serta mengurangi tingkat kemacetan, sejak 2014, Pemkab Tabanan melalui Dinas Perhubungan Kabupaten Tabanan meluncurkan moda angkutan siswa yang diberi nama Trans Serasi. Hingga tahun ini, jumlah armada sudah mencapai 146 kendaraan terdiri dari 3 bus sedang, 63 bus kecil, dan 80 angkot, dengan layanan mencakup tujuh kecamatan. “Cakupan layanan di tujuh kecamatan, dengan jumlah penumpang 7.000 orang per hari,”

ujar Kepala Dinas Perhubungan Tabanan, I Made Agus Hartawiguna, Sabtu (31/3) kemarin. Layanan angkutan siswa ini terus diperluas jangkauannya. Tahun ini untuk program Trans Serasi mendapat anggaran Rp 10 miliar untuk layanan tujuh kecamatan, dengan 48 trayek dan 146 armada yang sudah ada. Tidak hanya itu, program Trans Serasi juga tengah berancang-ancang membuka trayek menyasar Kecamatan Selemadeg Timur yang saat ini sudah dalam tahap uji coba. “Tahun ini, kami dapat anggaran naik Rp 3 miliar dari tahun sebelumnya,” beber Agus. Setidaknya ada tiga kecamatan yang belum disasar, yakni Kecamatan Selemadeg, Selemadeg Barat, dan Selemadeg Timur. “Kami terus coba perluas layanan dengan harapan nantinya seluruh siswa bisa ter-cover,” ucapnya. Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti sebelumnya pernah mengatakan berbagai program yang digulirkan Pemkab Tabanan merupakan program pro-rakyat yang diharapkan mampu menyentuh langsung kepentingan rakyat. Menurutnya, dengan adanya Trans Serasi untuk siswa di Tabanan, selain dapat mengurangi polusi juga diharapkan mengurangi angka kecelakaan lalu lintas di kalangan pelajar. “Selama ini, para siswa kita mengendarai kendaraan ke sekolah, padahal mereka masih rata-rata di bawah umur. Namun, dengan keberadaan Trans Serasi angka kecelakaan mulai menurun,” ucapnya. Dia menambahkan, ke depan, program ini tidak hanya menyasar kalangan pelajar, namun para PNS dan masyarakat umum juga akan dikondisikan. Karena itu, perbaikan fasilitas angkot juga akan diperhatikan agar para penumpang merasa aman dan nyaman. “Ke depan bukan hanya siswa yang akan kita sasar, namun para PNS dan masyarakat umum juga kita harapkan bisa memanfaatkan angkot yang kita luncurkan untuk sarana transportasi,” imbuhnya. Pihaknya tidak menampik, selama ini angkot khususnya di Tabanan mengalami mati suri. Dia berharap masyarakat bisa menggunakan fasilitas ini dengan sebaik-baiknya untuk menjaga keamanan serta ketertiban di jalan raya. (nik/bit)

”Pujawali Ngusaba” Dari Hal. 1

Disampaikan bahwa rangkaian karya pujawali Ngusaba Kedasa di Pura Ulun Danu Batur sudah mulai dilaksanakan sejak beberapa hari lalu dengan menggelar sejumlah prosesi di antaranya negtegang, mapepada wewalungan dan beberapa prosesi lainnya. Minggu ini dilaksanakan mapepada penek dan lagi dua hari (Senin) dilaksanakan bakti penebeng,” jelasnya. Dikatakan Jero Gede Batur Alitan bahwa Pura Ulun Danu Batur merupakan uluning jagat Bali. Umat Hindu meyakini segala hal yang selama ini didapatkan dan dimiliki meru-

pakan anugerah Ida Batara Ulun Danu Batur. Oleh karenanya, Dane Jero Gede Batur Alitan mengajak seluruh umat Hindu di mana pun berada untuk dapat ngaturang bakti selama karya pujawali ngusaba Kedasa di Pura Ulun Danu Batur berlangsung. “Selaku umat Hindu ada kewajiban ngaturang sembah subakti kepada Ida Batara sesuai kemampuannya, sebagai ucapan terima kasih karena selama ini telah diberikan banyak anugerah. Dan semoga pada tahun mendatang Ida Batara tetap memberikan anugerah dan kesejahteraan lahir batin untuk kita semua,” harapnya. (kmb40)


TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Facsimile: 227418

Minggu Umanis, 1 April 2018

Kisara

Pelecehan Seksual oleh Teman Sendiri HALO Kisara. Sebut saja aku Esa dan umur 17 tahun. Aku sedang mengalami tekanan yang cukup besar karena pelecehan seksual yang dilakukan oleh salah satu teman cowokku di kelas. Awalnya, dia menghampiriku dan mengatakan bahwa tubuh yang aku miliki sangat bagus dan tiba-tiba dia menyolek bagian bawah tubuhku sebanyak tiga kali. Aku meresponsnya dengan senyum kecut bahkan aku tidak tahu reaksi seperti apa yang seharusnya aku lontarkan. Pertama, aku pikir kalau dia cuman bercanda buat basa-basi aja, namun beberapa hari setelah itu, aku merasakan ketakutan yang luar biasa sampai aku menangis sendiri tiap malam. Aku tidak berani menceritakan siapa pun dan aku terus menyalahkan diriku sendiri karena kejadian itu. Apa yang seharusnya aku lakukan? Aku takut banget sekarang ini kak. Aku tunggu balasannya ya kak. Terima kasih. Halo Esa. Kakak sungguh prihatin dengan ceritamu ini dan berharap bisa memelukmu langsung untuk menguatkanmu. Tidak hanya kamu yang mengalami kejadian pelecehan seksual ini, bahkan kakak sendiri pun pernah mengalaminya. Dan aku katakan kalau kamu adalah orang yang sangat kuat dan telah bertahan dengan kondisi seperti itu sampai saat ini. Terlebih lagi, kamu berani untuk menceritakan kisahmu ini kepada kakak dan kakak berharap dengan masukan ini bisa membantu kamu ke depannya. Siapa pun bisa mengalami pelecehan seksual dan pelecehan seksual banyak macamnya, mulai dari melihat bentuk tubuh calon korban, menceritakan lelucon jorok sampai pemaksaan terhadap calon korban untuk melakukan hubungan seksual. Sehingga apa yang dilakukan oleh temanmu tersebut sudah termasuk bentuk pelecehan seksual karena kamu merasa dibuat tidak nyaman dengan hal tersebut. Unsur penting dari pelecehan seksual sebenarnya ialah adanya ketidakinginan atau penolakan dari calon korban pada apa pun bentuk-bentuk perhatian yang bersifat seksual. Di Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) sendiri tidak dikenal dengan istilah pelecehan seksual, namun hanya mengenal perbuatan cabul, yang diatur dalam pasal 289 sampai dengan pasal 296. Seharusnya, Esa laporkan ke pihak berwajib untuk diberikan tindak lanjut kepada pelakunya. Atau Esa bisa memulai untuk memberanikan diri menceritakan kejadian ini kepada orang tua Esa dan kerabat terdekat Esa. Mulailah belajar terbuka. Esa tidak perlu takut karena nantinya orang tua Esa pasti akan melindungi Esa dan bisa memberikan keputusan yang tepat agar tindakannya tidak berlanjut lagi. Esa juga harus mengerti mengenai pembelaan diri sendiri karena ini juga berkaitan dengan masa depan Esa sendiri. Sekarang ini, Esa pasti sedang mengalami ketakutan yang dikhawatirkan merupakan gejala depresi berat. Segera konsultasikan hal ini ke orang tua, sehingga mereka bisa mengantarkanmu ke psikologi terdekat atau untuk bisa mendapatkan layanan konseling gratis dengan mendatangi Kisara langsung untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut dari kami. Jangan merasa segan dan malu, karena sekali lagi ini berkaitan dengan masa depanmu dan Esa tentu tidak ingin berlarut dalam depresi yang bisa berujung kematian. Kisara di sini adalah untuk membantu remaja-remaja Bali yang terkena masalah dengan salah satunya layanan konseling. Dan perlu Esa ingat, bahwa kejadian ini sama sekali bukan salahmu. Tidak ada yang salah dari pakaian Esa, tindakan Esa, maupun pengaduan Esa ke pihak berlanjut. Di sini sepenuhnya merupakan kesalahan teman Esa dan harus diberikan ganjaran agar dia tidak mengulangi tindakannya lagi. Dengan berpikir seperti itu, maka Esa tidak akan merasa beban lagi. Sekian dulu masukan dari kakak. Esa harus tetap semangat dan ingat untuk selalu belajar terbuka kepada siapa saja. Kalau ada yang mau ditanyain lagi sama KISARA, boleh banget follow ig kisara yaa di @ kisarabali :) Semoga berhasil dengan keputusan kamu! Semangat!Viva Youth, Viva Kisara !

u g g n Mi

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com balipost (166rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

Fotografi

Kreatif dengan Kamera ”Smartphone” PADA era milenial ini, fotografi tidak lagi menjadi kegiatan yang asing bagi sebagian besar masyarakat. Dengan berbekal smartphone, kini setiap orang bisa memotret dengan mudah. Apalagi, kamera yang seolah merupakan fasilitas “wajib” dalam smartphone kini sudah dilengkapi dengan berbagai fitur andalan dengan kualitas kamera yang terus ditingkatkan. Termasuk, makin menjamurnya photo editing apps yang membuat kegiatan berfoto-ria dengan smartphone terasa makin mengasyikkan. Namun, harus diingat. Meskipun setiap pemilik smartphone bisa memotret, bukan berarti dengan serta merta mereka bisa menciptakan fotofoto yang unik dan menarik yang mampu mencuri perhatian ketika foto-foto tersebut diunggah di media sosial seperti instagram, facebook dan sebagainya. Bagaimanapun juga, kreativitas dan penguasaan teknik-teknik dasar fotografi tetap bersifat wajib sehingga mampu menghasilkan karyakarya fotografi yang layak untuk diapresiasi. Dengan kata lain, anda tidak cukup hanya memahami ukuran megapiksel yang tertanam di kamera smartphone anda. Tapi, juga wajib memahami karakter dan setting-nya. Berikut tips praktis untuk memaksimalkan hasil foto dengan kamera smartphone. Pastikan Lensa Selalu Bersih Sebaik apa pun kita memotret dan sebagus apa pun objek yang difoto, tapi jika lensa kita kotor maka hasilnya pastilah jelek. Mengingat smartphone kita lama berada di kantong maka kotoran lamakelamaan akan menempel di lensa kamera. Oleh karena itu, sempatkanlah membersihkan lensa dari kotoran sebelum memotret. Gunakan kain lembut untuk membersihkannya. Jika terkena minyak, gunakan cairan pembersih LCD atau kacamata. Kenali Waktu Jeda Shutter Kamera smartphone memiliki waktu jeda antara saat kita memencet dan saat kamera mulai mengambil foto. Dalam ranah fotografi, kondisi ini disebut shutter lag. Tidak seperti kamera DSLR yang mampu secepat kilat mengambil foto setelah kita memencet shutter, smartphone umumnya lumayan lelet. Kenali waktu jeda ini dengan baik supaya tangan kita tetap tenang sesaat setelah menekan shutter. Jangan Gunakan Zoom Biasanya, lensa di kamera smartphone memilik panjang fokal atau focal lenght 25-28 mm yang dalam ranah fotografi dikenal sebagai lensa sudut lebar. Itulah yang menyebabkan objek menjadi terlihat lebih kecil dibandingkan sebenarnya. Melihat kenyataan ini, Anda

Tarian Ganggang karya I Wayan Sumatika

Kodok Pesek karya I Wayan Sumatika

Barong Osing karya I Wayan Sumatika sering tergoda untuk melakukan pinch to zoom agar objek terlihat lebih besar. Hindarilah menggunakan zoom, karena zooming secara digital seperti ini layaknya Anda melakukan cropping foto di komputer. Hasilnya, resolusi foto menjadi turun dan terpotong. Semakin dahsyat kita melakukan zoom, maka makin besar pula degradasi resolusi foto. Makanya, sangat disarankan Anda selalu berusaha untuk memotret dengan jarak sedekat mungkin dengan objek sehingga tidak perlu melakukan zooming. Manfaatkan Cahaya Sekitar Perlu disadari, kamera akan secara optimal menangkap objek yang terpapar cahaya. Sebisa mungkin, manfaatkanlah cahaya alami yang ada di sekitar untuk memastikan cahaya yang menerangi objek foto mencukupi, sehingga Anda tetap berpeluang mendapat foto yang tajam dan jelas. Pastikan juga Anda memahami dari mana cahaya berasal untuk menghindar dari masalahmasalah seperti backlight. Namun, di posisi minim cahaya pun sebenarnya kamu tetap bisa menangkap momen. Jika tersedia, gunakan flash saat memotret indoor. Namun harus diingat bahwa jarak efektif flash adalah sekitar 2-3 meter. Dengan kata lain, kita tidak bisa berharap menerangi seisi ruangan dengan flash. Gunakan Resolusi Paling Tinggi Semakin tinggi resolusi, maka semakin tinggi kualitasnya. Formula umum ini mungkin banyak yang memahami, namun tidak sedikit yang melupakan dalam praktiknya. Prinsipnya, gunakanlah res-

olusi paling tinggi yang bisa dilakukan oleh smartphone yang Anda miliki ketimbang menggunakan zoom in. Saat ini, rata-rata kamera smartphone memiliki resolusi hingga 4023 x 3024. Jadi, pastikan Anda menggunakan resolusi paling tinggi untuk memaksimalkan hasil foto. Pegang Smartphone dengan Stabil Untuk mendapatkan foto yang tajam, saat menekan shutter kamera tangan tidak boleh bergetar atau terguncang. Hal ini juga berlaku mutlak saat Anda memotret dengan smartphone. Semakin stabil kamera semakin bagus dan tajam foto kita. Jadi, usahakan agar tangan tidak bergetar saat mengambil foto. Jika perlu, manfaatkanlah benda yang lebih stabil di sekitar anda sebagai sandaran. Misalnya, meja dan tembok untuk membantu kestabilan tangan. Bahkan bila perlu, pergunakan tripod khusus untuk handphone. Komposisi yang Menarik Pengetahuan tentang komposisi yang bagus akan membantu kita memotret dengan lebih baik. Mulailah belajar dasar-dasar dalam komposisi foto, seperti golden ratio dan golden triangles. Kamu juga perlu mencoba mengambil gambar dari berbagai macam angle, sebab melatih penggunaan komposisi akan mempermudahmu dalam memanfaatkan fitur kamera di smartphone. Pengetahuan tentang kaidahkaidah komposisi ini akan sangat membantu membuat foto yang lebih “rapi” dan terlihat lebih kuat. Pilih “Photo Editing Apps” yang Bagus

Bersama Barong karya I Wayan Sumatika Smartphone umumnya memiliki beberapa fitur pengolahan foto bawaan yang cukup menarik. Cobalah pilih photo editing apps edit foto yang berkualitas bagus sehingga memudahkan kita melakukan editing penting. Jangan Berlebihan Gunakan Efek Filter Terlalu banyak difilter, hasil foto seringkali malah menjadi

tidak bagus dan terkesan berlebihan. Jadi, proses editing tetap harus dengan tujuan utama untuk memperkuat kesan foto, bukan untuk menghiasnya. Jika anda menggunakan photo editing apps yang bagus seperti poin di atas, cukup sesuaikan kontras, vignette, crop dan tambahkan mood yang membantu foto tampak lebih keren tanpa berkesan diberi filter berlebihan. (ian)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi 01 April 2018 | Balipost.com by e-Paper KMB - Issuu