Skip to main content

Edisi 27 Maret 2016 | Balipost.com

Page 1

20 HALAMAN

NOMOR 213 TAHUN KE 68

Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

balipost (112rb Like) http://facebook.com/balipost

Pengemban Pengamal Pancasila

minggu Umanis, 27 Maret 2016

@balipostcom (3,9rb Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Faksimile: 227418

Turun Drastis, Permukaan Air Tanah di Bali Denpasar (Bali Post)-

Pesatnya laju investasi sektor pariwisata, tingginya urban dan tak terkendalinya alih fungsi lahan membuat alam Bali menghadapi eksploitasi tak terkendali. Untuk menyangga kebutuhan manusia yang hidup di Bali, semua potensi yang ada nyaris dikelola tanpa pendekatan untuk menjaga keseimbangan ekosistem. Daya dukung Bali yang tidak terdata dan tidak dikelola dengan baik diyakini akan membuat Bali menghadapi berbagai krisis, termasuk di dalamnya krisis air bersih. Dalam konteks pemanfataan air bersih, Bali pun didesak segera membuat regulasi mengingat defisit air bersih di Bali sudah mencapai 26,7 miliar kubik. Mencermati kuatnya potensi Bali memasuki zona rawan krisis air, para ahli berharap permasalahan pengelolaan air di Bali jangan lagi dianggap

sepele. Kajian akademis menyebutkan tantangan dan permasalahan pengelolaan air di Bali dipicu banyak faktor di antaranya industri pariwisata, pertumbuhan penduduk, serta maraknya eksploitasi air tanah. Ancaman krisis air juga dipengaruhi intrusi air laut, kualitas air yang menurun serta rusaknya hutan vegetatif di kawasan hulu. Ketua Pusat Penelitian Lingkungan Hidup (PPLH) Unud Dr. I Made Sudarma, M.S. dan dosen peneliti dari Teknik Sipil Politeknik Negeri Bali Ir. Ida Bagus Bintana, M.T. mengisyaratkan agar Bali mewaspadai kondisi ini. Hal. 19 Pendekatan Regulasi

Di Karangasem

Sumur Bor PDAM pun Mengering

PDAM Berebut Air dengan Petani? TABANAN membangun embung untuk membagi pemanfaatan air permukaan. Namun sayang, program baik itu ternyata berimbas tak baik bagi petani. Pembangunan Embung Telaga Tunjung yang berlokasi di Desa Timpag Kerambitan misalnya. Awalnya, embung ini dibangun bertujuan untuk memenuhi kebutuhan irigasi pertanian di samping air bersih untuk masyarakat Tabanan. Embung ini memiliki tinggi maksimal 33 meter dengan daya tampung 1.260.000 meter kubik.

Air dari bendungan ini digunakan untuk mengairi tiga daerah irigasi (DI) yaitu DI Meliling seluas 570 ha, DI Gadungan seluas 485 hektar, dan DI Sungsang seluas 430 ha. Selain untuk irigasi pertanian, air di embung ini juga digunakan sebagai bahan baku PDAM unit Kerambitan. Akibat yang terakhir inilah petani yang dulunya mengaku bisa panen tiga kali setahun, sebelum ada embung, kini malah hanya bisa panen sekali. Hal. 19 Dampak El Nino

BPM/ist

DISEDOT - Air bawah tanah (ABT) terus disedot tanpa terkontrol baik untuk pariwisata maupun keperluan rumah tangga.

DAERAH di Kabupaten Karangasem sangat merasakan dampak dari kekeringan. Apalagi dengan cuana ekstrem seperti dewasa ini, warga daerah ini akan lebih awal ‘’berteriak’’ kehausan. Tidak hanya warga kesulitan air. PDAM Karangasem juga mencari air baku dari sumur bor, khususnya di wilayah yang tak ada mata airnya seperti di Kubu. Sumur bor sumber air baku di wilayah Rubaya, Kubu, Karangasem, kata Direktur PDAM Karangasem Gede T. Baktiyasa, S.H. belum lama ini, malah sudah mengering. Akibatnya, pasokan air PDAM pun tersendat di beberapa wilayah di Kubu. Dia mengatakan, ke depan, dia berencana membuat sumur bor lagi. Masalahnya, Karangasem sudah sangat krisis air baku untuk memasok pelanggan PDAM yang mencapai lebih dari 30.000 sambungan keluarga. Hal. 19 Air Baku

Bali di Ambang Krisis Air

300 Sungai Mengering, Air Danau Turun BALI diprediksi mengalami krisis air kategori parah pada sepuluh tahun ke depan. Tidak saja dari segi kualitas, tapi juga kuantitas. Saat ini saja dari 400-an sungai yang ada, 300 mengering, hanya 162 yang terisi air. Sungai lintas kabupaten yang jumlahnya 22, kondisinya juga sudah mengalami tekanan. Sementara sesuai data WHO, setiap orang membutuhkan 150 liter air per hari.

Bayangkan bila jumlah itu dikalikan 4,2 juta penduduk Bali saat ini. Cadangan sungai juga sudah mengalami penurunan debit air. Kemudian danau juga mengalami penurunan saat musim kemarau. Mata air mengalami penurunan karena ada pemotongan kayu dan hutan berkurang. Hal. 19 Pengambilan Berlebihan

Megawati Tunjuk Bali

Jagat bali

BPM/dok

TURUN - Permukaan air Danau Buyan saat menurun pada musim kemarau lalu.

Pilot Project PPNSB Denpasar (Bali Post) Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri menunjuk Bali sebagai pilot project Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana (PPNSB). ‘’Bila tidak berjalan, maka pola itu

BPM/kmb

Pura Basukian

Pada upacara Ida Batara Turun Kabeh yang sedang berlangsung saat ini di Pura Besakih, ada baiknya umat Hindu tangkil di Pura Basukian Besakih. Pura ini disebut-sebut sebagai cikal bakal (lebih cenderung disebut pura pertama) di kawasan Pura Agung Besakih. Pura ini berada di kaki Pura Penataran Agung Besakih yaitu di sebelah kanan kalau kita akan menaiki tangga Pura Penataran Agung. Palinggih induknya berupa meru tumpang pitu. Dari catatan sejarah menyebutkan bahwa titik lokasi Pura Basukian adalah awal mula Rsi Markandeya, dalam ekspedisinya yang kedua, mendem (menanam) panca datu (lima jenis logam mulia) di tanah Bali sebagai fondasi penataan kehidupan beragama (Hindu) di Bali. Keberhasilan Rsi Markandeya mohon izin kepada Ida Hyang Widhi dengan menanam panca datu membawa beliau menelusuri daerahdaerah lain di Bali yang diyakini sebagai tanah bertuah. Rsi Markandeya tidak meninggalkan titik panca datu di Tolangkir (Besakih) begitu saja. Sebagian kecil pengikut beliau diperintahkan ngemit, menjaga serta menjalankan ritual secara rutin di titik lokasi pendeman panca datu yang disebut basuki lazim kemudian diucap Basukian (yang artinya ”selamat”). Hal. 19 Wong Bali Mula

tidak bisa langsung ditingkatkan ke provinsi lain,’’tegas Megawati saat menutup Rakerda I DPD PDI-P Bali, Sabtu (26/3) kemarin. Mega mengatakan PDI-P Bali memiliki tanggung jawab menjadi sebuah bentuk percontohan menjalankan pola pembangunan nasional semesta berencana. Selain itu, Mega juga menyinggung soal bangsa Indonesia pascadipimpin ayahnya, Ir. Soekarno. “Saya melihat bangsa ini seharusnya bisa lebih cepat

maju tapi kenapa saya rasakan itu tidak seperti itu. Begitu banyak hal yang dapat kita maksimalkan tapi itu tidak terjadi padahal resources kekayaan kita itu sangat luar biasa. Kalau kita betul-betul bersatu padu menyatukan pikiran lalu melangkahkan kaki bersama untuk bekerja,” ujarnya. Sementara itu, Ketua DPD PDI-P Bali, I Wayan Koster memaparkan pernyataan tentang hasil Rakerda partai yang dipimpinnya. Secara umum,

ada empat poin besar hasil Rakerda I DPD PDI-P Bali. Di antaranya, Program Kerja DPD PDI-P Bali periode 20152020, roadmap pemenangan Pilkada serentak di Bali 2017 dan 2018 serta pemilu legislatif dan presiden 2019, blueprint implementasi prinsip dan nilai dalam Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana di Bali, serta rancangan pembentukan dewan perancang daerah DPD PDI-P Bali. Hal. 19 Bung Karno

Tolak Panggeledahan Narkoba

Napi Bakar Rutan Malabero, Lima Tewas

BPM/ant

DIEVAKUASI - Petugas gabungan TNI dan Polri mengevakuasi tahanan saat kebakaran di Rutan Malabero, Bengkulu.

Bengkulu (Bali Post) Rumah Tahanan (Rutan) Malabero, Bengkulu dibakar oleh sejumlah napi, Jumat malam (25/3). Akibatnya lima orang tahanan tewas. Kebakaran terjadi setelah tahanan melakukan perlawanan terhadap penggeledahan yang dilakukan BNN Provinsi Bengkulu. Tahanan menjebol pintu hunian D. Lalu membakar hunian A, B, dan C kecuali blok wanita. Petugas rutan dibantu aparat kepolisian dari Polda Bengkulu berhasil meredakan situasi dan memadamkan api. Warga binaan yang sedang menjalani masa hukuman pun dipindahkan ke Lapas (Lembaga Pemasyarakatan) Kelas

IIA Bentiring, Bengkulu. Lapas Kelas IIA Bentiring merupakan lapas yang baru resmi beroperasi 16 Februari 2016 lalu. Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bengkulu, Komisaris Besar Pol. Budi Harso, menjelaskan awal kebakaran melanda Rutan Malabero, Bengkulu. Diketahui insiden kebakaran di rutan tersebut muncul usai petugas gabungan Rutan dan BNNP Bengkulu menggeledah rutan tersebut. Dia mengatakan penggeledahan narkoba di rutan itu merupakan tindak lanjut dari penangkapan tersangka narkoba di wilayah MukoMuko, Bengkulu. Hal. 19 Barang Haram


DAERAH

2

Minggu Umanis, 27 Maret 2016 PANEN Seorang buruh tani memanen padi di persawahan Abianbase, Badung, Sabtu (26/3) kemarin. Padi tersebut selanjutnya akan dirontokkan menggunakan mesin perontok. Pada musim panen raya, harga gabah di petani berkisar Rp 4.000 per kilogramnya.

FIGUR

BPM/kmb40

Junjung Konsep ’’Ngayah’’

BERKESENIAN tanpa pamrih merupakan komitmen yang selama ini dijalani I Ketut Muaka, seniman tari asal Dusun Penida Kaja Desa Tembuku, Bangli. Sejauh mana pun diundang untuk pentas, Muaka tak pernah mematok tarif sepeser pun. Dirinya bahkan rela tak dibayar asalkan bisa tampil untuk ngayah dan menghibur penonton. Ditemui di rumahnya belum lama ini, Muaka menuturkan bahwa dirinya mulai menggeluti dunia seni sejak masih duduk di bangku SD. Muaka mengaku tak pernah mengenyam sekolah khusus untuk mempelajari seni tradisonal Bali. Beberapa jenis kesenian yang selama ini dikuasainya dipelajari Muaka secara autodidak. “Saya belajar seni secara autodidak dari banyak orang yang saya temui,” ujarnya. Bersama istri dan anggota sekaa pada demen yang didirikannya, Muaka selama ini kerap mementaskan sejumlah kesenian di antaranya topeng Sidakarya, prembon, calonarang, wayang gedog, dan lainnya. Selain pentas di wilayah Bangli, Muaka selama ini cukup sering diundang untuk pentas ke sejumlah kabupaten seperti Buleleng, Karangasem, Denpasar, bahkan hingga ke Jawa Timur. Meski kerap pentas hingga ke luar daerah, pria yang kesehariannya bekerja sebagai tukang gigi keliling ini mengaku tak pernah sekalipun mematok tarif. Dirinya ikhlas berkesenian meski tak dibayar sepeser pun. Bagi Muaka, berkesenian adalah salah satu jalan baginya untuk ngayah. (kmb40)

37 Persen Wisatawan ke Bali adalah ”Repeater”

Denpasar (Bali Post) Wisatawan terus bertumbuh. Wisatawan yang datang ke Bali pada tahun 1920-an berbeda dengan wisatawan yang datang tahun 1930-an. Selalu ada pergantian wisatawan dari masa ke masa. Namun, dari waktu ke waktu, ada juga wisatawan yang disebut dengan repeater. “Mereka datang lagi dan datang lagi,” kata Deputi Pengembangan dan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata, Sabtu (26/3) kemarin. Berdasarkan data yang dimiliki, sekitar 37 persen wisatawan yang datang ke Bali adalah wisatawan repeater (wisatawan yang berulang kali datang ke Bali) baik 2 kali, 3 kali bahkan telah 30 kali datang ke Bali. Tahun 2015, dari empat juta wisatawan yang datang ke Bali, pasti ada yang mengalami kejenuhan, namun tidak menutup kemungkinan masih ada wisatawan yang tetap bergairah datang ke Bali. “Kalau kita lihat, mungkin 10 persen mereka itu jenuh dan pergi ke tempat lain, tapi kalau kita perhatikan dari berbagai survei, dari berbagai apa yang saya alami di luar negeri, ternyata Bali tidak pernah menjenuhkan bagi mereka,” tandasnya. (kmb42)

BPM/eka

Pers Lebih Dekat dengan Masyarakat dan Pemerintah Daerah Singaraja (Bali Post) -

Hari Pers Nasional (HPN) tingkat Provinsi Bali dirangkai HUT ke-70 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) diawali talkshow melibatkan peserta dari unsur birokrasi, kalangan pelajar, dan mahasiswa. Pembicara di antaranya Ketua PWI Provinsi Bali IGMB Dwikora Putra, Kepala Bappeda Buleleng Ir. Gde Darmaja, M.Si., dan pengamat politik sekaligus Pembantu Rektor II Undiksha Singaraja, Prof. Dr. I Wayan Lasmawan, M.Pd. Rangkaian dilanjutkan sambutan-sambutan dan potong tumpeng sebagai simbolis puncak acara. Dipandu moderator Budiharjo dengan mengambil tempat acara di Gedung Gde Manik Kota Singaraja. Ketua PWI Bali Dwikora Putra dalam talkshow menekankan, wartawan yang telah lulus mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dinilai telah berkompeten. Di PWI Bali menekankan pendidikan kewartawanan dan meningkatkan kualitas SDM wartawan. “Kualitas wartawan harus terus ditingkatkan. Salah satunya mengikuti UKW. Jadi, kalau tidak berkompeten jelas tidak lulus. Ini menghindari adanya istilah wartawan bodong, wartawan tanpa status, wartawan bodrek, dan lainnya,” ujar Dwikora dalam talkshow Sabtu (26/3) kemarin. Ia menilai beragam persoalan dapat diangkat pers dengan landasan kode etik jurnalistik. Salah satunya di Bali Utara, dalam perjalanannya membutuhkan solusi dan gerakan bersama memajukan daerah melalui pembangunan infrastruktur. “Bersama-sama komitmen membangun Buleleng, termasuk solusi menyoal rencana

pembangunan shortcut yang ramai dibicarakan, mengingat itu jalan nasional dan menggunakan dana APBN. Intinya harus ada komitmen bersama dan pers harus ikut dorong mendukung itu, tidak malah mengganjal,” imbuhnya. Prof. Lasmawan menilai peningkatan kesetaraan Bali Utara dan Bali Selatan, perlu ada sinergitas pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/ kota. Kemudian media massa sebagai stimulator memiliki peran membangun kerangka pikiran positif, mempercepat akselerasi pembangunan di Bali Utara. Komitmen ini diikuti masyarakat Bali seluruhnya, tidak terbatas maupun terkotak-kotak warna partai tertentu. “Mempercepat pembangunan di Bali Utara dapat diwujudkan bersamasama apabila kita bisa berpikir, bersikap, dan berbuat layaknya negarawan demi masyarakat. Bukan memikirkan warna pengusung, tetapi memang oleh dan demi rakyat,” tuturnya. Bupati Buleleng Putu Agus

BPM/kmb34

SEMARAK - Kegiatan HPN Tingkat Provinsi Bali dirangkai HUT ke-70 PWI, berjalan semarak diikuti unsur birokrasi pemerintahan di seluruh Bali, kalangan pelajar dan mahasiswa di Gedung Kesenian Gde Manik di Kota Singaraja, Sabtu (26/3) kemarin. Suradnyana, S,T. dan Wakil Bupati Buleleng dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG., diwakili Kepala Bappeda Buleleng Ir. Gde Dharmaja, M.Si. Pihaknya mengatakan, peran pers memiliki komponen bagian dari pembangunan di Buleleng. Di berbagai hal menyangkut kritik dan masukan pers, Pemkab Buleleng diakui tidak alergi kritik menyelaraskan pembangunan. Mengenai pembangunan diperlukan persamaan persepsi pembangunan dari tingkat pusat hingga ke daerah. “Apa yang dikerjakan tentu sesuai kajian-kajian, mengenai persamaan persepsi dari pusat,

’’Equilibrium’’ Baru Denpasar (Bali Post) Lingkungan dan budaya Bali memang mengalami tekanan tapi ada suatu kelebihan pada Bali dibandingkan daerah lain. Bali itu mampu melakukan suatu equilibrium baru sehingga budayanya maupun alamnya tidak tertekan, tidak rusak seperti tempat-tempat lain. Contoh pada tahun 1920-an ketika wisatawan baru datang pertama kali ke Bali, orang takut 10 tahun lagi budaya Bali akan hancur, ternyata 10 tahun kemudian tidak hancur, begitu juga tahun 1930-an dan seterusnya. “Semua mengkhawatirkan kebudayaan-kebudayaan Bali. Kalau sekarang kita tanya apakah kebudayaan Sanur, Kuta, Ubud atau Bali keseluruhan, adakah yang berani mengatakan bahwa budaya Bali itu sudah hancur dan orang bali sudah meninggalkan kebudayaannya? Saya yakin tidak ada,” papar Deputi Bidang Pengembangan dan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata, Prof. Dr. Ir. I Gde Pitana, Sabtu (26/3) kemarin. Ia mengakui, memang ada perubahan, tapi bukan berarti inti dari budaya itu hilang, begitu juga dengan lingkungannya. “Lingkungan jelas berubah kok,” imbuhnya. Seperti, ketika Rsi Markandea datang ke Bali membabat hutan untuk membuat sawah. “Ya jelas berubah lingkungannya, tapi apakah artinya Bali itu hancur? jelas tidak,” selorohnya. Memang semua negara/daerah mengalami tekanan budaya dan lingkungan, tetapi jika dilihat realitanya Bali tidak hancur. (kmb42)

BPM/kmb34

BANTUAN - Danrem 163/Wirasatya Kolonel Inf. Nyoman Cantiasa (tengah) di sela pemberian bantuan sembako dan motivasi kepada warga yang terkena musibah banjir bandang di wilayah Desa Penyabangan dan Desa Musi Kecamatan Gerokgak Kabupaten Buleleng, Jumat (25/3).

Danrem Cantiasa

Bantu Korban Banjir Bandang Singaraja (Bali Post) Danrem 163/Wirasatya Kolonel Inf. Nyoman Cantiasa bersama rombongan Ikatan Motor Indonesia (IMI) mengunjungi Desa Penyabangan dan Desa Musi di Kecamatan Gerokgak Kabupaten Buleleng. Sejumlah perhatian diberikan Danrem, dirangkai pemberian tali asih berupa sembako kepda masyarakat pascamengalami musibah banjir bandang beberapa waktu silam. Penyerahan bantuan serangkaian HUT ke-55 Korem 163/ Wirasatya. Danrem Cantiasa didampingi Dandim 1609/Buleleng Letkol Inf. Budi Prasetyo,

Kasdim 1609/Buleleng Mayor Ketut Sudiarta, S.H., Danramil Gerokgak Kapten Inf. Rifai, dan Perbekel Penyabangan Nyoman Santika. Kerja sama kegiatan dilakukan TNI, IMI, dan berbagai klub Motor Gede (Moge) Harley, menjadi solidaritas sekaligus kepedulian antarsesama masyarakat Bali. “Kami ikut prihatin terhadap kejadian yang menimpa warga masyarakat di wilayah Desa Penyabangan. Saya harapkan warga masyarakat Penyabangan, tidak ada perselisihan atau perkelahian seperti terjadi di Denpasar beberapa waktu lalu. Perbedaan itu pasti ada, tetapi

perselisihan tidak boleh. Kita harus tetap mengedepankan kepedulian bersama,” ujar Danrem Jumat (25/3). Sejumlah bantuan sembako diberikan Danrem secara simbolis kepada masyarakat Desa Penyabangan dan Desa Musi. Bantuan diserahkan berupa beras 1.200 kg, mi instan 50 dus, minyak goreng 100 liter, air mineral 10 dus, paket sembako 5 dus, dan teh kemasan 2 dus. “Kami sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih banyak melalui bantuan yang diberikan kepada warga kami,” ujar Perbekel Penyabangan Nyoman Santika. (kmb34)

provinsi, dan daerah. Ini harus diikuti iktikad baik menjawab persoalan yang ada di masyarakat dengan mengesampingkan warna dan jangan menjadi hambatan,” tandasnya. Dwi Kora menambahkan, pelaksanaan HPN selanjutnya akan dilanjutkan bergiliran di kabupaten/kota lain di Bali. Buleleng tahun ini mendapatkan kesempatan menjadi tuan rumah. HPN kini bukan sebatas seremonial melainkan momentum kepada penggiat pers di Bali. Kalangan penggiat jurnalistik diminta lebih intens menjalin komunikasi bersama pemerintah

daerah dan masyarakat. Dwikora berharap penyelenggarakan HPN tingkat provinsi yang diselenggarakan di kabupaten/kota mampu merangsang wartawan di Denpasar bisa melirik potensi dan permasalahan di daerah. Tujuannya pemberitaan tidak satu arah dan komitmen bersama ikut membangun Bali. “Kami harap antara wartawan dan Pemda Buleleng menjalin komunikasi intensif terutama tentang pembangunan di Bali Utara. Saya sekaligus mengucapkan terima kasih kegiatan HPN tahun ini bisa berjalan lancar dan aman,” ujarnya. (kmb34)

Semarapura (Bali Post) Untuk dapat menumbuhkan tertib berlalu lintas sejak dini Polres Klungkung mengajak siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Giri Kusuma, Paksebali, Dawan, Klungkung mengenal langsung rambu-rambu dan tugas polisi lalu lintas (Polantas). Pada kegiatan yang digelar Sabtu (26/3) pagi tersebut, petugas kepolisian memperkenalkan rambu-rambu lalu lintas dan kegiatan tertib berlalu lintas. Kegiatan yang dilaksanakan di depan Kantor Satuan Lantas Polres Klungkung ini mengajak para siswa mempraktikkan langsung tugas Polantas dalam mengatur kelancaran lalu lintas di jalan raya. Dibimbing langsung Kanit Dikyasa Sat. Lantas Polres Klungkung, Ipda Ngakan Putu Putra, siswa PAUD Giri Kusuma, Paksebali mendapatkan pengetahuan

tentang rambu-rambu lalu lintas. Dibantu tiga personel Polwan, siswa PAUD diajarkan satu per satu instruksi yang sering diberikan polantas di lapangan. Ngakan Putra mengungkapkan, kegiatan yang dilaksanakan secara rutin ini bertujuan untuk menumbuhkan tertib berlalu lintas sejak dini. Dengan memberi pelatihan sejak dini diharapkan nantinya dapat tertanam sikap tertib berlalu lintas hingga besar nanti. Sehingga, kecelakaan yang sering terjadi akibat pelanggaran lalu lintas dapat ditekan. “Kegiatan ini bertujuan untuk mendidik anakanak tertib berlalu lintas sehingga dapat menaati rambu-rambu dan marka jalan yang ada. Kita juga tanamkan kepada siswa agar mengutamakan keselamatan sebagai kebutuhan nomor satu,” ujarnya di sela-sela mendidik siswa PAUD, Sabtu kemarin. (dwa)

Siswa PAUD Diajarkan Menjadi Polantas

BPM/dwa

BERLALU LINTAS - Polres Klungkung mengajak siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Giri Kusuma, Paksebali untuk tertib berlalu lintas.

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra Anggota Redaksi Denpasar: Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Sumatika, Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Parwata, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada. Bangli: IA Swasrina, Sosiawan, Buleleng: Dewa Kusuma, Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya, . Karangasem: Budana, Bagiarta, Klungkung: Dewa Dedy Farendra, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Iklan: Suryanta, Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Sumbangan untuk orang sakit Rek. BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00016-8 A/n Simpati Anda,BCA Cabang Denpasar No.040.3555000 A/n Simpati Anda, Dana Punia Pura Rek.BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00017-1 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3966000 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3277000 A/n Dompet Beasiswa, BCA Cabang Denpasar No. 040.3688000 A/n Dompet Lingkungan.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


daerah

Minggu Umanis, 27 Maret 2016

3

Mertasari Beach Festival

Yoga Gratis Hingga Parade Ritual Keagamaan

MERTASARI Beach Festival kembali digelar untuk kedua kalinya di kawasan Pantai Mertasari (belakang Mercure Resort), Sanur, Denpasar pada 26-27 Maret 2016. Festival Pesona Bahari Mertasari ini menghadirkan beragam aktivitas, baik perlombaan maupun pertunjukan untuk segala umur sepanjang hari. Diantaranya kelas yoga dan meditasi, pertunjukan budaya Bali seperti rindik performance, tari kecak dan parade ritual keagamaan melasti, pasar seni, hiburan anak, wisata kuliner, serta pengobatan tradisional. Berbagai perlombaan seperti lomba jukung hias, volley pantai, memancing, karnaval jukung, dan balap kano. Pengunjung juga dapat mengikuti kelas tari Bali, kelas memasak atau belajar surfing dan stand-up paddle. Jangan lewatkan pertunjukan musik oleh Fantuzzi dan Joni Agung, serta pertunjukan kembang api, Minggu (27/3) hari ini. “Kita ingin memberikan hiburan kepada masyarakat. Acara ini terbuka untuk umum dan tidak hanya terbatas untuk wisatawan,” ujar Ketua Panitia Mertasari Beach Festival I Nyoman Sumerdana. Sumerdana mengatakan masyarakat lokal sangat dilibatkan dalam acara ini. Tidak saja sebagai pengisi stan-stan pasar seni atau wisata kuliner, tapi juga menjadi pengisi acara hiburan. “Masyarakat lokal sangat antusias, bagus sekali

sambutannya,” jelas pria yang juga Kepala Dusun Belanjong, Sanur ini. Sumerdana menambahkan, lokasi festival juga mudah dijangkau dan ditemukan oleh pengunjung. Apalagi kegiatan ini terpusat pada satu venue. Berkaca dari gelaran yang sama tahun lalu, tahun ini pihaknya menambah waktu pelaksanaan menjadi dua hari. “Dulu kita adakan di bulan April selama satu hari, dan sambutan masyarakat cukup baik sehingga tahun ini kita buat dua hari. Kedepan mudah-mudahan bisa lebih diperpanjang,” harapnya. Executive Assistant Manager Mercure Resort Sanur, Adrian Utomo mengatakan pengunjung Mertasari Beach Festival dapat mencoba 5 menit pijat gratis di pantai, berbelanja sayur dan buah di pasar organik, melihat karnaval jukung di laut atau mengikuti pelatihan hidup sehat dan pelestarian lingkungan. Baik therapist maupun pedagang semuanya adalah penduduk lokal Sanur. “Kita beri kesempatan kepada pengunjung untuk bertemu dengan sumbernya langsung, bukan tangan kedua atau ketiga. Kita juga undang para petani yang mengembangkan produknya, misal dari sayur menjadi kripik. Cara pengolahannya ditunjukkan sebagai sarana edukasi pengunjung,” paparnya. Adrian menambahkan, total ada 70-an lebih vendor lokal yang dilibatkan, termasuk beberapa yayasan

Festival - Mertasari Beach Festival kembali digelar untuk kedua kalinya di kawasan Pantai Mertasari. sosial. Antara lain yang memajukan pariwisata di bergerak dalam mengelola ibu kota Provinsi Bali ini. sampah dan melestarikan “Semua pihak atau staketerumbu karang. Kehadiran holder pariwisata, pengusayayasan sosial ini sebagai ha, pemerintah, masyarakat, sarana pembelajaran, teru- industri pariwisata harus tama untuk anak-anak agar terlibat menciptakan hal mencintai lingkungan. inovatif yang dapat beru“ A n a k - a n a k m e m a n g pa event untuk disaksikan mendapat perhatian khusus wisatawan,” ujarnya. karena itu disediakan pula Kepala Bidang Promosi acara permainan anak di Wisata Bahari, Deputi Bipantai, yoga anak, pertun- dang Pengembangan Pejukan film dari Balinale masaran Pariwisata NusanFilm Festival di Kids Club tara Kementrian Pariwisata dan ajang pencarian bakat RI Hariyanto, mengapresiasi Your School’s got talent,” event Mertasari Beach Festijelasnya. val karena memprioritaskan Kepala Dinas Pariwisata pelibatan masyarakat lokal. Kota Denpasar I Wayan Hal inilah yang menjadi Gunawan berharap Mer- kunci dari kegiatan keparitasari Beach Festival dapat wisataan. menjadi salah satu event me“Bagaimana sejauh mungnarik bagi wisatawan yang kin masyarakat dilibatkan berkunjung ke Kota Den- d a n d i b e r d a y a k a n y a n g pasar. Event-event semacam pada akhirnya kesejahterini sangat didukung oleh aan masyarakat meningkat,” Pemkot Denpasar untuk jelasnya. (ad2171)

Unwar Selenggarakan Seminar

Sarasehan P4GN

BNNP Bali Dorong Partisipasi Lingkungan Kepariwisataan akan Dijadikan Pola Ilmiah Pokok Aktif Masyarakat Kubu

BADAN Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali kembali melanjutkan sarasehan P4GN (Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba) di Kecamatan Kubu, Karangasem, Sabtu (26/3) kemarin. Kubu dipilih menjadi lokasi sarasehan, mengingat wilayah ini dinilai paling rawan peredaran gelap narkoba di Karangasem. Oleh karena itu, BNNP Bali mendorong partisipasi aktif masyarakat setempat bersama-sama memerangi ancaman narkoba yang semakin mengkhawatirkan. Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Drs. I Putu Gede Suastawa, S.H., mengatakan perkembangan pesat destinasi pariwisata di Kecamatan Kubu mengakibatkan peredaran gelap narkoba di wilayah ini semakin marak. “Perubahan gaya hidup karena pesatnya pariwisata telah menggiring masyarakat menjadi pecandu narkoba,” katanya. Ia menegaskan, persoalan ini tak bisa diselesaikan semata-mata oleh BNNP Bali. Namun harus menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Bahkan guna mendorong partisipasi aktif masyarakat setempat, Suastawa mengatakan BNNP Bali menyiapkan uang tunai Rp 1,5 juta bagi informan yang bisa memberikan informasi akurat terhadap peredaran gelap di Kecamatan Kubu. Selain itu, pihaknya juga mendorong agar ada perarem di setiap desa adat untuk memerangi bahaya narkoba. Perarem yang dimaksud yakni mampu mengatur warganya bersama-sama bergerak melakukan gerakan penyuluhan dan bentuk kegiatan lainnya untuk menbentengi generasi muda dari bahaya narkoba. Wakil Bupati Karangasem Wayan Artha Dipa mengapresiasi berbagai upaya yang sudah dilakukan BNNP

SARASEHAN - Kepala BNNP Bali (kanan) saat memimpin sarasehan di Kecamatan Kubu, Sabtu (26/3) kemarin. Bali. Artha Dipa yang juga Ketua MMDP Karangasem ini, khawatir, jangan sampai generasi muda habis karena narkoba. Proteksi harus dilakukan dari keluarga, sekolah maupun masyarakat. “Bendesa jangan ikut jadi pengedar. Bila perlu tes urine semua bendesa dan pemimpin kita di Karangasem. Pimpinan SKPD, guru-guru, anggota dewan, bahkan bila perlu wakil bupatinya,” tegasnya. Upaya itu untuk mendorong Karangasem agar bebas dari narkoba. Khusus wilayah Kubu, Wabup meminta BNNP Bali lebih serius melakukan penanganan. Kubu menurutnya sudah sangat mengkhawatirkan atau siaga satu. Pihaknya mengaku siap menjalin kerja sama dengan BNNP Bali untuk

mendorong upaya tersebut. Sarasehan ini mendapat perhatian serius masyarakat setempat. Puluhan warga memadati Balai Banjar Dinas Kubu Kangin, Desa Kubu. Mulai dari Camat Kubu, kalangan bendesa, masyarakat hingga siswa-siswa. Bendesa Adat Dukuh I Ketut Giri mengaku siap membantu BNNP Bali mengatasi peredaran gelap narkoba di Kubu. Pihaknya menyadari bahwa persoalan narkoba ini harus dihadapi bersama-sama. Namun ia juga meminta pihak BNNP Bali memperketat setiap pintu masuk Bali. Sebab, menurutnya selama ini pintu masuk Bali belum optimal melakukan pemeriksaan. Kondisi demikian jelas membuat narkoba begitu mudah masuk dan beredar di Bali. (ad1129)

UNIVERSITAS Warmadewa (Unwar) menyelenggarakan seminar Lingkungan Kepariwisataan dengan tema “Pengembangan Pariwisata Menuju Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan yang Ramah Lingkungan” pada Sabtu (26/3) di Ruang Sidang Sri Kesari Warmadewa Mandapa Unwar. Dalam seminar tersebut diisi beberapa pembicara dari perwakilan Gubernur Bali yaitu Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Anak Agung Gede Yuniartha Putra, SH., MH., Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata Prof. Dr. Ir. I Gde Pitana, Prof. Dr.dr. I Ketut Sukardika, Sp.KK., Dr. Ir. Irianto. Rektor Unwar Prof. Dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp. ParK., mengatakan pada seminar ini dihadiri para pemimpin program studi (prodi) masing-masing karena pihaknya akan menggarap pola ilmiah lingkungan kepariwisataan ke dalam kurikulum masing-masing. “Kurikulum kita sekarang kan kurikulum berbasis kompetensi, jadi 20 persen kita boleh memuat muatan local. Muatan lokal adalah ciri dari Unwar yaitu lingkungan kepariwisataan,” paparnya. Ia berharap, dari seminar ini peserta mendapat pemahaman baru sehingga dapat membantu pada saat mengembangkan kurikulum di masing-masing prodi. “Temanteman di prodi sudah siap untuk mengembangkan kurikulumnya masing-masing,” imbuhnya. Unwar memiliki kurikulum inti dan non inti. Kurikulum inti sifatnya nasional dan ditentukan secara nasional. Sementara itu pihaknya melihat ada kesempatan untuk prodi mengembangkan muatan lokal yang merupakan ciri khas prodinya masing-masing. Sedangkan ciri khas Unwar adalah lingkungan kepariwisataan.

SEMINAR NASIONAL - Unwar mengadakan seminar nasional Lingkungan Kepariwisataan. Seminar ini merupakan seminar yang pertama kali dilakukan karena sebelumnya pola ilmiah pokok Unwar bukan lingkungan kepariwisataan, namun hanya lingkungan saja. Mengingat cakupan lingkungan begitu luas, sehingga Unwar tidak mampu secara spesifik memasukkan dalam kurikulum. Selain itu, sejak pertama Unwar berdiri dilandasi 2 filosofi, yaitu spirit Kesari Warmadewa dan Tri Hita Karana (THK). Dalam 2 filosofi Bali itu secara implisit terkandung makna lingkungan. Bali juga adalah pariwisata dunia, maka dari itu diputuskan melalui proses yang cukup panjang dipilihlah lingkungan kepariwisataan sebagai pola ilmiah pokok. Prof. Dr. Ir. I Gde Pitana pembicara dalam seminar tersebut membawakan materi “Strategi Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan Berbasis Lingkungan”. Ia mengatakan pariwisata itu mempunyai sebuah idiom bahwa semakin dilestarikan semakin mensejahterakan. “Kalau ada pariwisata yang merusak kebudayaan,

pasti pariwisata itu akan mati. Kalau ada pariwisata yang merusak lingkungan, pasti pariwisata itu akan mati, kalau ada pariwisata yang bisa memelihara atau melestarikan kebudayaan maupun lingkungan, maka pariwisata itu akan semakin berjaya, itu teorinya,” paparnya. Namun jika dilihat realitanya, jika budaya Ubud hancur maka orang tidak akan datang ke Ubud sehingga kesejahteraan pun tidak akan tercapai. Begitu juga lingkungan, jika karang yang ada di pantai Pamuteran hancur, maka tidak akan nada orang yang datang ke sana atau diving ke sana. “Dengan usaha dari beberapa kelompok masyarakat dengan menanam karang dengan bio rock di Pamuteran itu maka coral di pamuteran itu menjadi bagus. Bagusnya coral itu membuat orang datang, orang datang itu membawa kesejahteraan,” paparnya. Dengan demikian, pariwisata sesungguhnya adalah sektor ekonomi yang sangat sustainable, karena semakin dilestarikan semakin mensejahterakan. (ad2169)

Pasek Suardika Berbagi Tips Berpolitik Cerdas Ala Anak Muda BERBAGI cerita politik dalam bentuk tips Berpolitik cerdas ala Anak muda dilakukan Senator Gede Pasek Suardika, S.H., MH., di hadapan ratusan anggota Sekaa Teruna se-Desa Ungasan. Acara dikoordinasikan oleh Karang Taruna Eka Karsa, Desa Ungasan di wantilan Desa Adat Ungasan, Sabtu (26/3) kemarin. Acara ini dilaksanakan guna menggugah generasi muda Ungasan supaya dapat memahami substansi politik yang memiliki tujuan mulia untuk mengatur masyarakat dalam bentuk tips yang sederhana. Demikian disampaikan Kadek Okta Wahyu Utama selaku Ketua Panitia. Dalam laporannya ia juga ingin membuka wawasan politik bagi generasi muda Ungasan.

Seminar ini menghadirkan dua narasumber yakni Senator Bali Gede Pasek Suardika, S.H., M.H., dan Made Ariawan Payuse mantan komisioner KPU Denpasar. Sebagai moderator yakni Komang Sumaryana, S.S. Dalam materinya Pasek memulai dari makna substansi politik yang artinya mengatur masyarakat. Artinya politik memiliki tujuan mulia, stigma politik kotor, culas yang dipahami kaum muda akibat dari oknum politisi yang memanfaatkan jabatanya untuk kepentingannya pribadi. “Hukum keseimbangan berlaku, biaya tinggi saat pemilihan, upaya pengembalian saat menjabat,” kata Pasek Suardika sekaligus menjawab pertanyaan terkait dengan politik bansos yang dis-

ampaikan salah satu peserta. Dalam kesempatan tersebut, Pasek Suardika menegaskan bahwa sudah saatnya generasi muda cerdas dalam melaksanakan hak politiknya dengan memilih calon yang memiliki integritas kuat untuk mengemban tugas dan tanggung jawab kepada rakyat pemilihnya. Bukan memilih karena pemberian materi. Belajar dari alam sebagai cerita kearifan dari bintang luwak. Pasek Suardika menyampaikan bahwa luwak tetap memilih buah kopi terbaik untuk di makan. Dengan demikian, hasil olahan pencernaannya berupa biji kopi dalam kotoran luwak pun merupakan biji kopi terbaik. Hendaknya manusia belajar dari kearifan alam itu. Dengan

kelebihan akal sehat manusia, tentunya akan dapat menggunakan hak pilihnya seperti halnya luwak memilih kopi. Penegasan terhadap apa yang disampaikan Pasek Suardika sama juga dilontarkan I Made Ariawan Payuse. Ia mengingatkan generasi muda Desa Ungasan untuk berpikir dan berlaku bebas dengan dasar serta tanggung jawab yang jelas di era demokrasi ini. Tanpa rasa takut, sepanjang untuk kepentingan rakyat. Antusiasme kaum muda Desa Ungasan mengikuti acara seminar ini, terungkap diakhir acara. Mereka berharap agar Pasek Suardika kembali hadir dalam kesempatan lain untuk memberikan motivasi bagi kaum muda Desa Ungasan. (ad2170)

NARASUMBER - Senator Gede Pasek Suardika, S.H., MH., saat menjadi narasumber di hadapan ratusan anggota Sekaa Teruna se-Desa Ungasan.


PERNIK

4

Minggu Umanis, 27 Maret 2016

Perempuan Bali

Dalam Dimensi Tradisi dan Emansipasi SEORANG ahli filsafat barat John Stuard Mill dalam The Subjection of Women mengatakan bahwa wanita cenderung tidak suka memaparkan tentang dirinya, disebabkan status mereka umumnya ditempatkan lebih rendah bila dibandingkan dengan laki-laki. Gambaran dan problematika yang selalu dialami oleh wanita dalam kehidupannya yang tidak dapat ditampikkan. Begitu juga permasalahan berkaitan dengan tindakan kekerasan, pelecehan seksual dan diskriminasi. Bahkan permasalahan tersebut selalu gencar disuarakan perempuan saat peringatan hari perempuan internasional yang jatuh setiap tanggal 8 Maret. Juga menjelang hari Kartini bulan April.

BPM/ist

Perempuan dalam kehidupannya selalu berusaha mencari dan mewujudkan eksistensi sebagai bentuk pengakuan. Di samping itu tentang kodrat perempuan sebagai seorang ibu yang nantinya menjadi pendidik yang pertama dan utama bagi kehidupan anak-anaknya, maka perempuan berupaya mewujudkan kodratnya itu dengan sebaik-baiknya. Hal ini menjadikan sosok perempuan dalam kehidupan memiliki peran dan fungsi yang sangat penting. Maka dari itu perempuan sepatutnya mendapatkan perlakuan dan pengakuan yang sesuai dengan haknya. Jangan sampai perempuan selalu mendapatkan perlakuan dan pengakuan yang timpang dan menjadi makhluk kelas dua setelah laki-laki. Bentuk diskriminasi dan penindasan tentang hal inilah yang perlu diluruskan kembali dalam upaya menciptakan kehidupan yang bahagia dan sejahtera. Berbicara tentang perempuan dalam upaya eksistensinya, maka tidak akan terlepas dari dimensi perempuan Bali. Hal ini dapat dilihat dari peran dan fungsinya dalam melaksanakan tradisi dan juga perjuangannya dalam ranah emansipasi. Bila dicermati kembali perempuan Bali dalam melaksanakan tradisi, maka tidak akan terlepas dari sistem kekerabatan yang melekat dan mengikat dalam bentuk patrilineal (garis keturunan laki-laki). Penempatan perempuan Bali dalam sistem pewarisan pun mengalami dilema dan kecenderungan terjadi salah pemaknaan dalam kehidupan masyarakat Bali. Bila suatu keluarga tidak memiliki keturunan laki-laki sebagai sentana (pelanjut keturunan),

maka terkadang keluarga tersebut putus asa dan mengkambing hitamkan pihak perempuan. Ironisnya adalah perempuan akan menjadi korban karena situasi seperti itu dan solusi yang paling vital adalah adanya penerapan poligami yang menyudutkan dan mengorbankan perasaan kaum perempuan. Peran Perempuan Bali dalam Tradisi Perempuan Bali dalam penerapan tradisi tidak bisa terlepas dari perannya melaksanakan yadnya. Dalam melaksanakan yadnya perempuan Bali lebih dominan dibandingkan kaum laki-laki berkaitan dengan pembuatan banten sebagai sarana persembahan. Mulai dari majejahitan (merangkai janur), membuat jajan, menyusun dan merangkai banten sampai pada prosesi upacaranya. Bahkan sebutan untuk orang yang ahli dalam membuat banten disebut Tapini yang melekat pada sosok perempuan. Kata Tapini dalam Kamus Kawi Indonesia berasal dari kata Tapi yang berarti pertapa wanita dan kemudian mendapatkan tambahan kata sandang Ni yang menunjuk kapada nama wanita. Sehingga sebutan inilah yang menjadikan perempuan Bali memiliki peran dan fungsi urgen dalam penerapan tradisi terutama dalam konteks ritual. Perempuan Bali dalam konteks tradisi dari baru memulai aktifitas di pagi hari sudah disibukkan dengan rutinitas memasak, mempersiapkan makanan untuk anak dan suaminya, serta melakukan yadnya sesa (ngejot). Begitu juga aktivitas berkaitan dengan manyama braya seperti ngayah dan interaksi so-

sial lainnya yang mengikat serta mengharapkan peran dan fungsi perempuan di dalamnya. Hal inilah yang menjadikan perempuan Bali selalu dekat dan aktif dalam kegiatan ritual (yadnya) yang tidak dapat dipisahkan. Penanaman dan pembiasaan tradisi yang ada di masyarakat juga lebih banyak dilakukan oleh kaum perempuan Bali. Kegiatan ini dilakukan melalui pendidikan anak dalam kandungan (prenatal education) yang dilakukan ibu sebagai pendidik pertama dan utama. Pendidikan awal yang dilakukan sang ibu melalui kebiasaan, tabiat dan perilaku saat mengandung yang nantinya berpengaruh terhadap tumbuhkembang si jabang bayi, sehingga nantinya berdampak pada karakter anak. Hal inilah yang dipercaya dalam konteks kehidupan masyarakat Hindu sebagai wujud prenatal education yang dimulai dari ibu (perempuan Bali) dalam mendidik dan menanamkan pembiasaan dalam wujud tradisi. Perempuan Bali Dalam Perjuangan Emansipasi Emansipasi sebagai bentuk perjuangan perempuan untuk memperoleh haknya dalam setiap bidang. Berbicara tentang emansipasi tidak terlepas dengan adanya upaya kesetaraan gender antara kaum perempuan dan kaum laki-laki. Realita yang terjadi bahwa perempuan belum mendapatkan hak secara penuh, sehingga hal ini menjadi sebuah perjuangan panjang yang tidak pernah surut. Sistem kekerabatan dalam masyarakat Hindu secara patrilineal (garis keturunan lakilaki) menjadikan hak perempuan

dalam sistem pewarisan selalu mengalami permasalahan. Berbagai upaya dan solusi mulai ditawarkan dalam sistem perkawinan masyarakat Hindu di Bali untuk memberikan ranah kesetaraan gender dan emansipasi melalui perkawinan nyentana sampai dengan perkawinan pada gelahang/ mapanak bareng. Ditambah lagi mulai sadarnya para orang tua untuk memberikan kesempatan pendidikan yang setinggi-tingginya bagi anak perempuannya. Hal ini seolah-olah mulai menghapus diskriminasi pada kaum perempuan Bali. Banyak perempuan Bali di zaman sekarang yang menjadi wanita karier baik dalam bidang politik, pendidikan, sosial dan budaya. Hal yang terpenting adalah perempuan Bali mampu melakoni peran multifungsinya tersebut, baik sebagai wanita karier maupun perannya sebagai ibu, istri dan juga bagian dari masyarakat. Inilah yang memberikan gambaran tentang peran dan fungsi perempuan Bali, baik dalam upaya mempertahankan eksistensinya melalui emansipasi dan juga kesetaraan gender. Perlu diingat bahwa kehidupan yang bahagia, sejahtera dan harmonis sesungguhnya berawal dari perempuan yang mampu melakukan peran dan fungsinya dengan baik dan penuh tanggung jawab. Peran utama yang tidak tergantikan adalah kodratnya untuk mengandung dan melahirkan generasi penerus, maka perempuan sepatutnya mampu menjadi pendidik yang pertama dan utama untuk terciptanya generasi penerus yang berkualitas. lI Nyoman Agus Sudipta

Menumbuhkan Nilai-nilai Kebangsaan GURU memilik peran setrategis dalam menumbuhkan nilai-nilai kebangsaan pada peserta didik. Hal-hal yang sifatnya membangun semangat kebangsaan perlu terus ditumbuhkembangkan di hati peserta didik. Guru tidak akan berhenti mengupayakan anak-anak bangsa agar menjadi generasi penerus bangsa yang bermoral, berakhlak mulia,dan selalu memegang teguh nilai-nilai kebangasaan. Tugas mulia guru seperti ini tidak akan menjadikan pendidikan hanya berhenti pada proses transfer ilmu pengetahuan, tetapi lebih dari itu, semangat kebangsaan perlu terus dikobarkan. Guru tentulah selalu mengupayakan agar anak-anak didiknya menjadi anak-anak bangsa yang berkarakter mulia. Peserta didik akan merasa bersyukur karena dalam hatinya bisa tumbuh harkat dan martabatnya sebagai manusia yang berpegang teguh pada nilai-nilai moral dan karakter kebangsaan. Nilai-nilai itu misalnya menghargai simbol-simbol negara seperti lambang negara, dasar negara, bendera, lagu kebangsaan, dan presiden. Amat disayangkan usaha-usaha yang telah diemban oleh guru-guru dalam menanamkan nasionalisme dicederai oleh oknum tertentu. Contoh sederhananya kasus pelecehan terhadap lambang negara. Jika guru-guru berusaha agar anak-anak didiknya selalu menghormati lambang-lambang negara, kenyataan sosial justru sebaliknya. Seorang publik figur dengan mudahnya, seolah-seolah tanpa rasa malu dan rasa bersalah untuk mengatakan hal-hal yang tidak sepantasnya. Guru-guru khususnya yang menghadapi anak-anak yang masih memerlukan pembi-

Peregangan merupakan hal penting sebelum memulai kegiatan sehari-hari. Melenturkan otot tubuh agar terhindar dari cedera. Sebaiknya dilakukan sebelum melakukan latihan pemanasan namun dapat juga ketika tengah bekerja atau saat otot-otot tubuh terasa pegal dan kaku. Haruslah diingat, jangan melakukan gerakan menghentak. Baiklah ikuti contoh peragaan berikut ini bersama Instruktur Ayu Aryani yang telah 10 tahun mengajar di Lala Studio. Rubrik â&#x20AC;&#x153;Bugarâ&#x20AC;? ini terbuka untuk umum. Bagi Anda yang memiliki problem masalah tubuh. Kirimkan ke Redaksi Bali Post (Jl. Kepundung 67A Denpasar 80232) atau Adolfina Grace Tangkudung Sekolah Senam Lala Studio (Jl. Veteran 66 E,Puri Satria Denpasar, telp. (0361) 283226) Cantumkan kupon â&#x20AC;&#x153;Bugarâ&#x20AC;? di sudut kiri amplop.

naan, mendengar, melihat sebuah kenyataan sosial seperti itu. Di sinilah timpangnya. Di satu sisi berusaha maksimal para guru, di sisi lain dengan tanpa ada beban mengutarakan yang tidak mencerminkan semangat nasionalisme. Dampak pernyataan-pernyataan yang tidak membangun nilai-nilai kebangsaan itu bisa saja diikuti oleh anak-anak yang belum matang dalam perkembangan mentalnya. Usaha guru akan menjadi sia-sia. Seorang guru tidak perlu berkecil hati dengan kenyataan seperti itu. Semangat membangun moralitas, karakter, sikap-sikap mulia peserta didik tidak boleh kendur. Guru berada di garda depan dalam menjadikan bangsa ini lebih mulia, lebih dihargai, dan disegani oleh bangsabangsa lain. Beberapa hal yang bisa dijadikan alat menumbuhkan nilainilai kebangsaan, misalnya. Lagu-lagu Kebangsaan Sebagai langkah awal lagu-lagu kebangsaan bisa diputarkan sebelum kegiatan di sekolah dimulai. Semakin sering mendengarkan lagu-lagu kebangsaan akan bisa

mengingat kembali perjuangan para pahlawan yang menjadikan bangsa ini bisa merdeka. Melalui kegiatan mendengarkan, hati nurani peserta didik akan bisa disadarkan. Hal ini penting karena anak-anak bangsa terlalu sering mendengar lagu-lagu yang tidak bersentuhan langsung dengan semangat kebangsaan. Semakin sering lagu-lagu kebangsaan diputarkan akan (1) peserta didik lebih mengenal lagulagu kebangsaannya; (2) Peserta didik bisa menghayati lirik-lirik lagunya lebih mendalam; (3) Peserta didik merasa memiliki tanah airnya; (4) Peserta didik dekat dan merasa kagum terhadap bangsanya; dan (5) Peserta didik akan tumbuh semangat menjaga tanah airnya. Secara alami, manusia

mulai dari kegiatan mendengarkan. Dari mendengarkan akan bisa merasakan, dari merasakan akan bisa tumbuh semangatnya untuk menjadikan bangsa lebih baik dari sebelumnya. Riwayat Hidup Pahlawan Riwayat hidup seorang pahlawan bisa dijadikan bahan pembelajaran bagi guru dalam menumbuhkan semangat nasionalisme. Peserta didik bisa membaca dan mengenal lebih dekat terhadap pahlawan-pahlawan yang telah berjuang mempertaruhkan jiwa dan raganya. Mengenal perjuangan seorang pahlawan bagi peserta didik, bisa meningkatkan pemahamannya terhadap bangsa dan tanah airnya. Semangat para pahlawan dijadikan motivasinya dalam belajar

bahwa tanah airnya perlu dijaga lebih-lebih dalam menghadapi tantangan ke depan. Semangat kepahlawanan ini bisa dipetik dan dijadikan semangat baru dalam menjaga Indonesia ke depan. Anakanak yang dibekali nilai-nilai nasionalisme secara perlahan-lahan akan tumbuh dan bertanggung jawab terhadap bangsa dan tanah airnya. Beberapa hal yang bisa diperoleh dari memperkenalkan riwayat seorang pahlawan. (1) Peserta didik bisa belajar banyak dari perjuangan para pahlawan; (2) Peserta didik akan tahu bahwa perjuangan para pahlawan tidaklah mudah; (3) Peserta didik akan sadar bahwa tanah airnya pernah dikuasai oleh penjajah; (4) Peserta didik bisa memetik semangat membela bangsa dan tanah airnya.; dan

(5) Peserta didik bisa mewujudnyatakan nilai-nilai kepahlawannan itu dalam semangat belajarnya. Di tengah krisis teladan, guru bisa menjadikan riwayat pahlawan nasional sebagai alat dalam menumbuhkan semangat nasionalisme. Menumbuhkan nilai-nilai kebangsaan bisa dilakukan dengan beragam cara. Seorang guru perlu terus mengobarkan semangat kebangsaan di tengah-tengah krisis moral seperti sekarang ini. Lagulagu kebangsaan maupun riwayat hidup pahlawan bisa dijadikan alat dalam menumbuhkan nilai-nilai kebangsaan. Peserta didik perlu paham akan semangat nasionalisme sedari dini karena ia adalah pewaris bangsa dan negara tercinta ini. lIBW Widiasa Keniten

LAGU - Sebagai langkah awal lagu-lagu kebangsaan bisa diputarkan sebelum kegiatan di sekolah dimulai. Semakin sering mendengarkan lagu-lagu kebangsaan akan bisa mengingat kembali perjuangan para pahlawan yang menjadikan bangsa ini bisa merdeka. Melalui kegiatan mendengarkan, hati nurani peserta didik akan bisa disadarkan. Hal ini penting karena anak-anak bangsa terlalu sering mendengar lagu-lagu yang tidak bersentuhan langsung dengan semangat kebangsaan.

Pentingnya Peregangan (2) Gb. 1 Posisi berdiri tegak bertumpu pada kaki kanan, sedangkan kaki kiri ditekuk ke belakang. Tangan kanan lurus ke atas dan tangan kiri memegang pergelangan kaki kiri. Tahan 2 x 8 hitungan setelah itu lakukan juga pada arah berlawanan.

Gb. 2 Ambillah posisi seperti yang nampak pada gambar yaitu tekuk kaki kanan sedangkan kaki kiri lurus. Tahan 2 x 8 hitungan setelah itu lakukan juga pada kebalikannya.

Gb. 3 Posisi berdiri dengan berat badan pada kaki kanan dan kaki kiri lurus di belakang sedangkan kedua lengan lurus ke atas pada posisi di samping telinga. Tahan 2 x 8 hitungan lalu rileks sejenak dan ulangi beberapa kali.

Tetap fit sepanjang hari dengan melakukan peregangan secara rutin dan salam bugar dari LALA STUDIO.

Gb. 4 Untuk meregangkan otot paha, luruskan kaki kanan dan kaki kiri ditekuk. Condongkan badan ke depan dengan kedua telapak tangan pada paha kanan, tahan 2 x 8 hitungan setelah itu lakukan juga kebalikannya.


JENDELA

Minggu Umanis, 27 Maret 2016

Resensi

Ketika Perkawinan Dipertanyakan Judul Film Sutradara Pemain Produksi Tayang

: By The Sea : Angeline Jolie : Angeline Jolie, Brad Pitt, Melanie Laurent dan Niel Arestrup : Universal : Desember 2015

PERKAWINAN adalah pilihan yang rumit untuk dilakoni. Pernahkah Anda membayangkan, ketika di tahun keempat pernikahan, Anda tiba-tiba merasa jenuh dengan perkawinan Anda? Sementara Anda harus dan mencoba untuk mempertahankan. Apakah yang terjadi di antara hubungan dua manusia, ketika hubungan tidak lagi berjalan seperti yang kita inginkan? Sementara kita berada di dalamnya: kikuk, rikuh, jenuh dan merasa sangat tidak bahagia. Kesepian yang terus mengiris-iris dan menguliti pikiran. Film By The Sea yang ditulis Angeline Jolie mencoba menggambarkan rasa kikuk, rasa tidak nyaman, dan keanehan-keanehan ketika perkawinan menjadi sumber “penyakit” yang terus menggerogoti kehidupan. Akting Jolie dan Pitt terasa sangat menyentuh. Film ini mengambil latar tahun 70-an di Prancis. Penonton disuguhi pemandangan yang cantik, gedung-gedung tua. Film yang minim dialog. Jolie berperan sebagai Vanessa, seorang mantan penari. Pitt berperan sebagai Roland, seorang penulis Amerika yang tiba-tiba saja merasa tidak lagi bisa menulis dengan bagus. Hubungan perkawinan mereka mulai retak, mereka pun memutuskan untuk berlibur. Mencari jawaban apakah perkawinan mereka yang baru berumur 4 tahun layak dilanjutkan atau selesai! Film yang cantik, dan meninggalkan renungan untuk kita semua. (osi)

Luka dari Masa Lalu Judul Film Sutradara Pemain Produksi Tayang

: 45 Years : Andrew Haigh : Charlotte Rampling, Tom Courtenay, Geraldine James, Dolly Wells, dan Richard Cunningham : The Bureau : Desember 2015

APAKAH yang terjadi ketika perkawinan Anda berumur 45 tahun? Tentu banyak cerita yang telah Anda lalui. Suka-duka yang berlapis-lapis. Banyak cerita mungkin kalau dibukukan jadi berpuluhpuluh novel. Film ini akan dibintangi oleh Charlotte Rampling, Tom Courtenay, Geraldine James. Film 45 Years yang berdurasi 95 menit. 45 Years 2015 menceritakan tentang sebuah pasangan suami-istri hidup bahagia dan ingin merencanakan ulang tahun perayaan pernikahan mereka yang ke45. Pasangan tersebut yaitu Kate Mercer (Charlotte Rampling) dan Geoff Mercer (Tom Courtenay). Akan tetapi hubungan yang sudah mereka jalin selama 45 tahun sedikit goyah, ketika ada sebuah pertanyaan misterius yang menjurus ke mereka. Pertanyaannya tersebut yaitu kehidupan mereka yang sudah mereka jalin selama 45 tahun dan apa saja yang mereka lakukan selama 45 tahun? Kenapa mereka masih bersama selama 45 tahun terakhir ini? Peringatan ulang tahun ke-45 pernikahan mereka menjadi berantakan ketika Geoff Merce menerima sebuah surat berisikan cinta pertama Geoff ditemukan tewas dan telah membeku di lapisan es pegunungan Alpen Swiss, dan masih awet karena kekuatan alam. Wanita itu adalah mantan Geoff yang pernah singgah di hatinya. Sementara waktu menuju perayaan pesta ulang tahun tersebut terus berjalan, Kate mulai penasaran siapa wanita lain yang pernah mengisi hati suaminya tersebut, yang menggoyahkan hubungan mereka. Film ini sedikit lucu dan menarik untuk ditonton untuk memahami arti sebuah perkawinan. (osi)

CERPEN

5

Ksatria Oleh I Wayan Artika

P er c akapan malam ini mengukuhkan diriku, aku hanya seorang perempuan. Dalam adat, warga kedua, setelah lelaki dan ayam jagonya. ”Bapak sudah lama ingin mengatakan hal ini kepadamu, Nak.” ”Ibu juga demikian tetapi khawatir membebani perasaanmu.” ”Bapak tahu ini berat karena tidak ada laki-laki yang mau nyentana. Bapak dan Ibu telah berusaha memperoleh anak laki-laki, dengan berbagai cara, termasuk dengan bayi tabung di Surabaya, tetapi gagal.” ”Ibu pasrah hidup di hari tua berdua. Di pihak lain kenyataan di desa adat selalu menuntut kami agar kamu memperoleh sentana.” *** Aku pacaran dengan Ngurah, teman sekelasku. Hubungan kami mewarnai indah kuliah-kuliah di kampus. Aku bangga, memperoleh seorang lelaki yang sangat baik. Betapa bahagia bapak dan ibu karena akan memperoleh seorang calon menantu yang siap menikah nyentana. Tapi, apakah Ngurah mau? Mudahkah baginya? Tidakkah darah ksatrianya tercemar noda? Kami bagai penenenun hari-hari indah di kampus. Ngurah memberiku cinta sejati. Ia lakilaki kstaria elegan. Walaupun tampan, cerdas, namun tidak sombong. Ia mahasiswa yang disayangi oleh dosen-dosen. Lebih-lebih dosen perempuan. Mereka umumnya terkesima menatap wajah Ngurah. Padanya aku belajar tentang kedewasaan hidup. Aku belajar menjadi perempuan mandiri setelah setahun mengenalnya. Duniaku bertambah luas karena Ngurah selalu mengajakku memasuki kehidupan asing dengan kejutan. Romantisme, indah cinta, dan kedewasan yang aku curi dari Ngurah bikin aku lupa percakapan di awal cerita ini. Rasanya aku tidak sanggup mengemukakan keinginan orang tuaku. Tiba-tiba aku memuja cinta. Nilai cinta jauh lebih tinggi ketimbang perkawinan nyentana ketika kelicikan adat dimainkan: perempuan dibaptis menjadi lakilaki; laki-laki dijadikan perempuan; laki-laki dilihat tak lebih daripada penyelamat dinasti. Tapi aku mencoba berdami dengan percakapan itu. Siapa tahu aku bisa

memperoleh keduanya: cinta sejati dan kesediaan Ngurah menikah nyentan. Betapa bahagia rasanya. Aku terjepit cinta sejati dan tuntutan adat. Ini tidak mudah dan aku mengerti, pilihan pasti akan membawa ”korban”. Tanpa harapan muluk-muluk, akhirnya aku berbicara kepada Ngurah. Ngurah sumringah menatap siluet pegunungan di sebelah barat dan lembayung senja mengapung di riak laut. ”Cemara, senja ini.” Ia menunjukkan senja padaku, seperti hendak menyelipkan ke dalam genggamanku. Dalam hati aku berkata, ”Ada yang lebih penting ketimbang senja.” ”Kamu tak suka senja?” Sepertinya Ngurah membaca perasaan jengkelku. ”Cemara, senja seperti ini, kamu tidak lagi melihat matahari karena sejak satu setengah jam lalu telah masuk ke balik perkebunan kopi di bukit desamu di sebelah barat.” Aku mencoba bicara, ”Ngurah, ada

yang lebih penting ketimbang senja.” Hampir saja aku menangis. Ia membalik buku menu, menatapku santai walau aku amat tahu ia khawatir, ”Kamu akan bicara tentang gosip mengenai hubunganku dengan ibu dosen muda itu?” ”Tidak, Rah.” Aku menunduk. Aku malu. ”Hubungan kita mungkin tidak bisa dilanjutkan.” ”Cemara?” Ngurah sedikit bingung tapi raut mukanya tetap optimis. Sepintas aku lihat ia tak percaya dengan ucapanku. Ngurah tersenyum. Senyum yang tidak aku pernah lihat. Apakah aku boleh berharap pada senyum ini? Tidak! Sebaiknya aku tidak boleh berharap. Apa arti senyum ini? Sindiran? Hatiku berbisik, senyumnya tulus. Tulus dalam hal apa? Menolak atau menerima? ”Cemara,” katanya lembut. Ngurah membimbingku dan kami berdiri di dekat sudut rumah makan ini.

Aku membenamkan kepala di dadanya. Ia horison senja dan aku matahari tergelincir di dalam ceruk. Kudengar bisikan, ”bukan salahmu, bukan pula salah kedua orang tuamu. Ini adat atau hukum yang disahkan sebelum orang tua kamu lahir.” Aku bimbang, harap-harap cemas. ”Artinya?” Pikirku. Aku ingin segera tahu jawabannya. Aku menarik kepalaku dari dekapan indah senja Pantai Penimbangan di dadanya.”Siapa kuasa melawan adat?” Aku memebela diri, seolah ini semua bukan karena keluargaku. Tapi karena adat. ”Aji nyentana!” Ngurah menatapku. ”Aku sangat mengerti persoalan yang dihadapinya. Aji dan ibu yakin hukum karma, jika aku atau siapa saja dari empat saudaraku kelak akan mengikuti jejaknya, maka mereka tidak bisa melarang.” Walaupun demikian, aku bergeming menahan gemuruh di dada dan jangan berharap dulu kepada Ngurah. ”Cemara, menurut cerita aji, karena ia seorang ksatria maka aku harus tahu masa silamnya, aku adalah janin yang telah dibuahi sebelum pernikahan terjadi. Aji seorang ksatria dengan cinta sejati, tanggung jawab, dan rasa hormat kepada seorang perempuan. Aji tidak membiarkan ibu dinikahkan dengan selembar foto dan sebilah keris sebagai pengganti dirinya. Adat memilih cara yang tidak masuk akal ketika menyelesaikan perkara rumit. Apakah sel yang membuahi rahim ibuku dulu bisa digantikan dengan selembar foto dan sebilah keris? Dengan pilihan itu, aji sama sekali bukan laki-laki pengecut dan ia tetap dialiri darah seorang kstaria. Itulah yang aku banggakan dari aji. Seorang ksatira berjalan pada keputusan dan pilihan yang terang benderang.” Malam menutupi Pantai Penimbangan. Cemara dan Ngurah meninggalkan sisa makan malam di atas meja. Mereka diwisuda pada bulan September 2014 dan setahun kemudian, setelah kembali dari Kupang mengikuti Program SM3T, Ngurah memilih cinta Cemara karena ia adalah kstaria yang gagah, seperti ajinya.

Tapi aku mencoba berdami dengan percakapan itu. Siapa tahu aku bisa memperoleh keduanya: cinta sejati dan kesediaan Ngurah menikah nyentan. Betapa bahagia rasanya. Aku terjepit cinta sejati dan tuntutan adat. Ini tidak mudah dan aku mengerti, pilihan pasti akan membawa ”korban”. Tanpa harapan muluk-muluk, akhirnya aku berbicara kepada Ngurah.

Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.

Darsono

K. Ngurah

Bakti Setyanta

Swakarma

Achmad Cholid


DIMENSI

6 ramalan

bintang

Capricorn Peruntungan: Jika keadaan mengharuskan Anda untuk mengalah dulu, sebaiknya lakukan saja. Apa sulitnya mengalah demi kemenangan. Itu adalah langkah yang tepat dan harus dipikirkan di minggu ini dan untuk masa ke depan nanti. Karier: Biarkan saja mereka berbicara, sebaiknya Anda tetap berpegang teguh pada prinsip Anda sendiri. Kesehatan: Manfaatkan waktu istirahat dengan sebaik-baiknya, sehingga kondisi badan akan tetap selalu prima. Keuangan: Masih jauh dari apa yang diharapkan, walau begitu Anda bisa lebih tenang karena pemasukan masih terus mengalir meskipun kecil. Asmara: Yang namanya bunga kehidupan itu pasti ada. Jadi, bila hubungan lagi memanas sebaiknya jangan ambil keputusan fatal dulu. Aquarius Peruntungan: Jangan malas untuk mem-follow-up janji-janji yang ada karena di minggu ini sangatlah berprospek sekali untuk melakukan terobosan-terobosan baru. Karier: Teruslah berjalan dengan konsep-konsep yang telah Anda buat. Kesehatan: Tetaplah selalu menjaga dengan mematuhi anjuran dan saran dari dokter. Keuangan: Ada harapan akan mendapat hasil besar di minggu ini. Asmara: Yakinlah bahwa semua masalah ini pasti akan berlalu. Untuk itu yang tenang saja. Pisces Peruntungan: Bertindaklah lebih atraktif lagi, agar bisa terhindar dari segala permasalahan baru yang bisa muncul setiap saat hanya karena sikap Anda yang kurang bisa mengikuti kemauan pasar. Karier: Bila ada omongan-omongan yang tidak benar bisa dijadikan bahan masukan untuk mengontrol langkah Anda selama ini. Kesehatan: Sekalipun suasana cukup rumit bila menginjak waktu istirahat, usahakan untuk memanfaatkannya sebaik mungkin. Keuangan: Rezeki mengalir tiada henti, walaupun ini sebenarnya masih awal. Akan tetapi, prospek tampak cerah dan melegakan hati. Asmara: Cukup menyenangkan dan tidak ada masalah yang perlu diributkan. Aries Peruntungan: Agar bisa lebih bervariatif dan tidak menjenuhkan, ada baiknya Anda mulai mengakomodir segala tuntutan yang ada dalam pasar. Walaupun itu tidaklah semudah membalik tangan, tetapi dengan keseriusan maka kesuksesan akan tetap bisa teraih. Karier: Meskipun sekilas ada kesempatan, sebaiknya Anda tetap perlu memperhitungkan segala faktor risiko yang bisa saja terjadi. Kesehatan: Walau masih terasa berat untuk memulai disiplin melaksanakan schedule Anda, tetapi itu lebih baik daripada tidak sama sekali. Keuangan: Yang lebih cermat dalam mengalokasikan dana yang ada jangan sampai timbul pemborosan karena itu akan sangat mengganggu sekali. Asmara: Percuma Anda mempersoalkan tingkah lakunya. Sebab, itu sudah pembawaannya dari lahir, jadi percuma saja. Taurus Peruntungan: Jangan tambah kesulitan Anda dengan berbagai rencana baru yang belum waktunya untuk dikerjakan sekarang. Kerjakan yang ringan-ringan saja, tidak perlu terlalu memaksakan diri karena hasilnya akan percuma saja. Karier: Jangan mudah menerima ajakan jika atasan tampak kurang setuju dengan apa yang Anda akan kerjakan itu. Kesehatan: Jika terasa ada keanehan dengan kondisi badan Anda, maka jangan segan-segan untuk segera membawa kedokter. Keuangan: Pemasukan masih tetap lancar seperti biasanya. Asmara: Agar suasana bisa kembali harmonis dan mesra, maka Anda harus temukan solusi yang tepat. Gemini Peruntungan: Sekalipun segalanya masih berjalan dengan menyenangkan, sebaiknya segera Anda pikirkan bagaimana caranya untuk meningkatkan prestasi kerjanya karena mulai ada penurunan yang tidak Anda sadari. Karier: Jangan terhanyut oleh hawa malas yang bisa membikin segalanya hancur berantakan. Kesehatan: Tetap jaga kebersihan makanan, sebab akhir-akhir ini banyak berjangkit penyakit perut. Keuangan: Masih stabil bila ada masalah hanya ringan dan tak terlalu berat. Asmara: Tanamkanlah sikap saling percaya dan kesabaran dalam menghadapi semua cobaan yang menerpa. Cancer Peruntungan: Di minggu ini cari selamatnya saja. Karena jika dipaksakan akan percuma saja hasilnya. Bisa-bisa malah akan membikin rugi dan pusing. Karier: Sekalipun membosankan, sebaiknya perintah atasan tetaplah dikerjakan dan usahakan untuk tepat waktu. Kesehatan: Badan jangan diforsir terlalu berat. Cobalah Anda jalani dan selesaikan segala tugas dengan terorganisir. Keuangan: Hanya akan bikin kecewa saja jika terlalu berharap pada janji orang lain, karena akan banyak melesetnya. Asmara: Pandanglah suatu permasalah dari sisi baiknya saja. Agar bisa terhindar dari pikiranpikiran kotor. Leo Peruntungan: Walaupun akhir-akhir ini cukup berat bagi Anda, tetaplah bersyukur karena segalanya telah berhasil dilewati dengan selamat. Karier: Dalam menerima pengaduan dari rekan-rekan Anda, ada baiknya Anda tampung semua itu dan jangan melakukan tindakan apapun dulu. Kesehatan: Karena kondisi tampak lesu, maka tidak ada salahnya jika Anda meminum suplemen ataupun makan yang cukup bergisi, sehingga bekerja bisa lebih bergairah lagi. Keuangan: Di minggu ini masih banyak keuntungan yang dapat Anda raih, optimislah. Asmara: Kalau memang segala permasalahan ini bermuasal dari diri Anda, maka segera saja diubah sikapnya yang tidak benar itu. Jangan merasa sudah benar sehingga bisa berlaku seenaknya. Virgo Peruntungan: Cobalah untuk lebih tanggap dengan berbagai perubahan yang terjadi di sekitar Anda. Cobalah dipahami dengan kesadaran yang tinggi. Di minggu ini peruntungan lumayan bagus sehingga bisa dimanfaatkan untuk urusan penting. Karier: Jangan menutup mata dan telinga, apalagi pura-pura tidak tahu dengan kondisi di sekitar Anda. Sebab, itu akan berakses buruk terhadap Karier Anda. Kesehatan: Biasakan berolahraga walau sebentar akan tetapi kontinu. Itu akan lebih baik daripada tidak sama sekali. Keuangan: Rezeki boleh dibilang cukup lancar dan membikin hati tenang. Asmara: Bersabarlah, dan tak perlu bersikap yang aneh-aneh. Libra Peruntungan: Di minggu ini walaupun ada yang mencoba menipu Anda, sebaiknya tidak perlu emosi. Biarkan saja yang terpenting tetap selalu waspada dan hati-hati. Karier: Hubungan yang sudah baik dengan siapa pun sebaiknya dipertahankan. Agar Karier bisa tetap dapat langgeng dan tahan goncangan dari berbagai rongrongan yang datang. Kesehatan: Jangan suka marah karena akan bikin detak jantung berdetak lebih cepat dan tentunya akan berdampak negatif bagi kesehatan Anda. Keuangan: Pemasukan cukup banyak dan bisnis berjalan lancar. Asmara: Usahakan untuk selalu berterus terang kepadanya dan bila Anda yang salah maka tak perlu segan untuk minta maaf. Scorpio Peruntungan: Di minggu ini tetaplah tenang dan selalu berpikiran dingin. Tidak perlu bingung sendiri. Bila bertemu relasi lama, usahakan untuk tidak menceritakan rahasia pribadi kepadanya dulu. Karier: Jangan mudah yakin dan percaya dengan omongan orang sebelum melihat dengan kepala Anda sendiri. Lebih baik pahit di depan daripada pahit dibelakang. Kesehatan: Cermatilah perubahan-perubahan yang terjadi di dalam tubuh Anda bila perlu lakukan general check-up agar pikiran bisa tetap tenang. Keuangan: Usaha Anda menampakkan keselarasan dan kestabilan, sehingga makin besar keuntungan yang bisa Anda raih. Asmara: Jangan segan untuk mau mengerti kesulitannya, sehingga tak akan ragu untuk membantunya. Sagitarius Peruntungan: Usahakan untuk lebih proaktif lagi di minggu ini, terutama dalam menyikapi setiap ide Anda yang muncul. Jangan takut untuk mengutarakannya, karena tidak semuanya berseberangan dengan apa yang Anda pikirkan. Pasti ada yang pro dengan pemikiran-pemikiran Anda. Karier: Jagalah image Anda dengan selalu menjaga penampilan dan cara dalam bertutur kata. Kesehatan: Tak perlu terbawa oleh perasaan cobalah untuk dapat selalu sabar dan jeli dalam melihat setiap persoalan. Keuangan: Di minggu ini jangan Diasuh Oleh begitu mudah melakukan spekulasi tanpa Putri Wong Kam Fu persiapan yang matang. Asmara: Jangan Berlaku biarkan kekompakan tercaik-cabik hanya 27 Maret - 2 April 2016 karena omongan orang.

Minggu Umanis, 27 Maret 2016

Weda Wakya

Mengendalikan Kerlap-kerlip Pikiran

abhyāsa-vairāgyābhyām tannirodhah “Menghentikan kerlap-kerlip pikiran tersebut melalui abhyāsa dan vairāgya”

Menurut Yoga Sūtra Patañjali, sebagaimana dijelaskan pada bagian awal kitab Yoga ini, definisi Yoga merupakan cara untuk menghentikan kerlap-kerlip pikiran. Sūtra I.12 dari Yoga Sūtra Patañjali ini merupakan salah satu Sūtra yang dipandang sangat penting, menjadi kunci ajaran atau teknik untuk mengendalikan dan menghentikan kerlap-kerlip pikiran yang sangat ampuh. Ia mengajarkan dua teknik atau cara indah untuk mengontrol, menghalangi, bahkan menghentikan (nirodhah) kerlap-kerlip pikiran melalui abhyāsa dan vairāgya. Pada Sūtra di atas, kata tan (tat) pada kata tannirodhah menunjuk pada vrtti atau kerlap-kerlip pikiran. Cara pertama adalah abhyāsa. Secara arti kata, abhyāsa berarti membuat sesuatu menjadi terbiasakan atau menjadi bagian tidak terpisahkan dari kegiatan kita sehari-hari. Kata biasa dalam Bahasa Indonesia berasal dari kata abhyāsa ini. Dalam bahasa Sanskerta dan bahasa-bahasa rumpun Sanskerta seperti Bahasa Tamil, Hindi, Meratha, Kannada, termasuk bahasa Jawa Kuno, kata abhyāsa berarti pengulangan berulang kali. Dalam kamus Sanskrit-nya, Monnier William memberikan arti sebagai “Repeated or permanent exercise, discipline, used, habit, and custom (latihan, disiplin, kebiasaan, ataupun adat istiadat, baik yang bersifat tetap maupun berulang-ulang). Pengertian abhyāsa di dalam Yoga Sūtra Patañjali ini searah dengan pengertian abhyāsa di dalam kitab Bhagavad-gitā yaitu mengarah kepada pengertian pencapaian tujuan spiritual. Di dalam Bhagavad-gitā, Krsna menganjurkan agar Arjuna membiasakan atau mengulang-ulang mempraktikkan praktik-praktik pemurnian kesadaran spiritualnya. Memang, abhyāsa diarahkan untuk mencari dan menemukan jati diri kita ke

dalam Sang Diri. Memang, mengOleh Darmayasa Abhyāsa akan meingat perjalanan munculkan penbegitu rumit dan capaian tujuan spiritual secara penuh cobaan serta tipuan, serpasti. Dengan kata lain, orang akan ingkali orang terperangkap dalam mencapai tujuan akhir perjalanan ketidak terikatan palsu yang dispiritualnya dengan melakukan namakan phalgu vairāgya. Pada pengulang-ulangan praktik spiri- tingkat ketidak terikatan seperti tual yang terus menerus tanpa ini orang-orang akan secara memlelah, tanpa henti, tanpa tergoyah- buta menolak mentah-mentah kan, dan tidak mengalih ulangkan keterikatan-keterikatan duniawi. praktik-praktik spiritualnya ke- Ketika orang berada dalam tingpada tujuan-tujuan lebih rendah kat ketidak terikatan seperti ini seperti pencapaian kesaktian dan mereka sering menampakkan kenikmatan-kenikmatan duniawi tingkah laku-tingkah laku yang halus lainnya. Inilah yang dinama- lucu dan tidak masuk akal. Sekan adhyātma-yoga- abhyāsa atau orang pencari spiritual sejati yang praktik yoga spiritual. beruntung mendapat bimbingan Penjelasan vairāgya seperti seorang guru spiritual yang mumyang terdapat di dalam Bhagavad- puni dan mendapat berkah khusus gitā pun setuju dengan penjelasan dari Tuhan YME, akan berbahagia vairāgya seperti yang disampai- berada di dalam tingkat ketidak kan di dalam penjelasan Yoga terikatan sejati yang dinamakan Sūtra Patañjali. Vairāgya adalah yukta vairāgya. praktik batin berupa kesadaran Kerlap-kerlip pikiran secara untuk meninggalkan keterikatan- alami mengarah ke luar (bahir keterikatan duniawi. Demi lajunya mukha). Merangsang dan mesebuah kapal atau perahu memang maksa pikiran mengalir deras menjadi keharusan untuk mening- pada dorongan-dorongan serta galkan keterikatan jangkarnya gebuan-gebuannya, mengarahdengan daratan, walau jangkarnya kan sang Sadhaka (mereka yang terbuat dari emas. Seindah dan se- mempraktikkan spiritual) untuk megah apa pun, keterikatan adalah berpaling dari tujuan pencapaian keterikatan, dan ia menghalangi spiritualnya. Kerlap-kerlip kekaorang mencapai tujuan sejati, ke- cauan pikiran yang bahir mukha bebasan abadi, yaitu moksa. tersebut dapat dikendalikan melaDemi lajunya perjalanan spiritu- lui vairāgya. Sedangkan abhyāsa al kita dengan mulus, kita memang membantu mempermantap aliran perlu meninggalkan keterikatan pencarian Jati Diri ke dalam. kita pada ikatan-ikatan ‘daratan Maharesi Krsndvaipāyana material’. Tidak ada kemajuan Vyāsa (dalam pewayangan Jawa: apapun dapat dicapai di dalam Abyoso) menjelaskan perihal jalan spiritual semasih seseorang abhyāsa dan vairāgya ini dengan tetap membiarkan dirinya berada sangat indah sebagai berikut: dalam tangkapan-tangkapan ket“Pikiran adalah sebuah sungai erikatan duniawi. Tidak ada kapal dimana terdapat aliran-aliran dari atau perahu yang bisa berlayar vritti atau kerlap-kerlip pikiran. Ia tanpa meninggalkan ikatan jang- mempunyai dua aliran arus. Yang karnya pada daratan. Ini adalah satunya menuju kepada lautan sebuah kepastian yang sangat kesengsaraan dan yang satunya pasti. vairāgya membantu seorang lagi mengarah kepada lautan kebapencari spiritual mengalih arahkan hagiaan. Mereka yang pada kehiduatau melurus arahkan aliran-aliran pan-kehidupan masa lalunya lelap keras kerlap-kerlip pikirannya di dalam penikmatan-penikmatan untuk diarahkan kembali kepada duniawi, aliran arus air sungainya arah yang benar dan tepat spiri- akan mengarah kepada lautan tual. kesengsaraan. Sedangkan mereka Di sini kekuatan vairāgya me- yang pada kehidupan lampaunya megang peran yang sangat me- melelapkan dirinya di dalam kegnentukan di dalam keberhasilan iatan-kegiatan mensejahterakan pencapaian spiritual seseorang. maka aliran arus sungainya akan

mengantarkannya kepada lautan kesejahteraan yaitu lautan yang penuh dengan pengetahuan dan kebahagiaan sejati.” Lebih jauh disebutkan bahwa “aliran arus sungai yang pertama, yang mengarah kepada lautan kesengsaraan, ia muncul atau bermuara dari kelahiran. Sedangkan aliran arus sungai yang kedua ia terbuka, muncul, atau bermuara dari berbakti kepada Tuhan YME, dari Guru, orang-orang suci, atau dari kitab-kitab suci. Untuk menghentikan aliran arus pertama maka seseorang perlu membangun bendungan ketidak terikatan dan melalui abhyāsa aliran arus yang kedua akan menjadi terbuka dan mengantarkan yang bersangkutan pada lautan kebahagiaan. Seperti itulah abhyāsa dan vairāgya bersatu, bersama-sama mengendalikan dan menghentikan kerlap-kerlip pikiran. Sebagaimana burung terbang di angkasa sangat ditentukan oleh penggunaan kedua sayapnya dan bukan sebuah sayap, seperti itu pula untuk menghentikan seluruh kerlap-kerlip pikiran ia memerlukan penggabungan dari abhyāsa dan vairāgya. Ketika sifat-sifat kegelapan mendominasi pikiran orang maka sifat kemalasan, tidur, ketiadaan semangat, dan kebodohan akan muncul serta menguasai pikiran, sedangkan ketika sifat kenafsuan yang mendominasi pikiran maka kenafsuan, ketidak tetapan pikiran, dan lain-lain akan menguasai pikiran orang. abhyāsa akan menjauhkan sifat-sifat kegelapan sedangkan vairāgya akan menghilangkan sifat-sifat kenafsuan dari pikiran orang.” Sebagaimana disebutkan di atas bahwa abhyāsa dan vairāgya tidak bisa menghentikan kerlap-kerlip pikiran secara sendiri-sendiri atau terpisah, melainkan penggabungan dari abhyāsa dan vairāgya akan mampu menghilangkan segala kerlap-kerlip pikiran. Hal yang sama juga dijelaskan di dalam kitab Bhagavad-gitā bahwa untuk mengendalikan kerlap-kerlip pikiran orang memang memerlukan gabungan dari abhyāsa dan vairāgya (asamsayam mahābaho manodurnigraham calam, abhyāsena tu kaunteya vairāgyena ca grihyate)

MIMBAR AGAMA

Seperti Itu Kehidupannya, Seperti Itu Pula Kematiannya

“Apakah orang-orang yang membuat kejahatan itu menyangka bahwa Kami akan menjadikan mereka seperti orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, yaitu sama antara kehidupan dan kematian mereka? Amat buruklah apa yang mereka sangka itu” (Q.S. al-Jaatsiyah [45]: 21). ADALAH menarik apabila kita mencermati kematian seseorang yang lazimnya, tidaklah jauh dari apa-apa yang biasa dilakukannya dalam kehidupan sehari-hari. Ada seorang penjudi yang mati saat asyik sedang bermain judi. Ada yang wafat saat sedang berkutat dalam penggunaan narkoba. Ada pula yang mati saat sedang berduaan dengan wanita penghibur. Sebaliknya, ada orang yang meninggal saat sedang berceramah, mengajak orang untuk melakukan kebaikan dan mencegah audience agar jangan sampai melakukan keburukan. Ada yang wafat di saat sedang memberi bantuan kepada sesama. Ada pula yang diwafatkan pada saat sedang melaksanakan shalat. Yang terakhir ini tentu tergolong suatu kematian yang indah, mati dalam keadaan sedang berbakti mengagungkan kepada Tuhannya. Bagaimanapun melalui akal (pikiran dan hati) yang dianugerahkan oleh Allah SWT kepada diri kita, maka kita pun bisa memilih, ingin mati seperti apa nantinya, jika saatnya ajal kita itu datang. Tentu memprihatinkan, apabila dirisampai kita tidak tahu atau tidak mau tahu kondisi kematian yang bagaimana yang diinginkan. Allah SWT melalui Al Qur’an, menginstruksikan kepada kita, “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa

kepada-Nya; dan tidak mengikuti janganlah kamu Redaktur “alur” panduan sekali-kali mati Khusus Al Qur’an. Bagi melainkan dalam mereka yang lebih keadaan berserah diutamakan adaMIMBAR diri (kepada Allah hidup dan keISLAM lah).” (Q.S. Ali Imhidupan di dunia ran [3]: 102). ini. “Mereka hanya H. Kusnadi Musthofa Visi orangmengetahui yang orang beriman lahir (saja) dari tidak sekadar kehidupan dunia, “mentok” dalam kehidupan di sedang mereka tentang (kehidudunia yang sebentar ini, namun pan) akhirat adalah lalai.” (Q.S. melesat jauh ke depan, melintasi ar-Ruum [30]: 7). ruang dan waktu, bahkan sampai Antara orang-orang beriman pada pengadilan di hari kiamat dan orang-orang yang ingkar, (awal dari hari-hari di akhirat yang maka dengan visi dan tujuan abadi). “Dan mereka takut kepada hidup yang berbeda itulah, maka Tuhannya dan takut kepada hisab wajar saja apabila amal (perbuayang buruk (pada hari perhisaban/ tan) mereka pun berbeda pula. kiamat).” (Q.S. ar-Ra’d [13]: 21). “(Apakah) sama antara kehidupan Orang-orang yang beriman, juga dan kematian mereka?” memiliki tujuan yang jelas dalam Jawabannya? Tentu saja tidak meniti kehidupannya, yaitu agar sama! Begitupun dalam kemabisa berkumpul di akhirat bersama tian kedua golongan manusia para leluhur dan anak-anak ketu- itu, yakinlah akan berbeda konrunannya. disinya. “Kalau kamu melihat “Dan orang-orang yang sabar ketika para malaikat mencabut karena mencari keridhaan Tu- jiwa orang-orang yang kafir (inhannya, mendirikan shalat dan gkar) seraya memukul muka dan menafkahkan sebagian rezeki belakang mereka (dan berkata), yang Kami berikan kepada mer- Rasakanlah olehmu siksa yang eka, secara sembunyi atau terang- membakar’, (tentulah kamu akan terangan, serta menolak kejahatan merasa ngeri).” (Q.S. al-Anfaal dengan kebaikan; orang-orang [8]: 50). itulah yang mendapat tempat keSedangkan orang-orang beriman sudahan (yang baik), (yaitu) surga yang berbuat kebaikan diwafatkan ‘Adn, mereka masuk ke dalamnya oleh para malaikat dalam keadaan bersama orang-orang yang saleh (kondisi) yang baik pula, seraya dari bapak-bapaknya, pasangan- para malaikat menyampaikan nya dan anak-anak cucunya, se- salam keselamatan untuk mereka. dang malaikat-malaikat masuk ke “Orang-orang yang diwafatkan tampat-tempat mereka dari semua dalam keadaan baik oleh para pintu; (sambil mengucapkan) ‘Sa- malaikat dengan mengatakan (kelaamun ‘alaikum bima shabartum’. pada mereka) ‘Salaamun’alaikum’, Maka alangkah baiknya tempat masuklah kamu ke dalam surga itu kesudahan itu” (Q.S. ar-Ra’d [13]: disebabkan oleh apa yang kamu 22-24). kerjakan (amal saleh).” (Q.S. anSebaliknya, orang-orang yang Nahl [16]: 32). ingkar, visi dan tujuan hidupnya Ya, pilihan ada pada kita, berke-

PERMATA HATI Untuk pembaca Bali Post Mingguan (BPM), kami membuka rubrik baru ‘’Permata Hati”. Rubrik ini mengangkat si buah hati yang baru lahir, yang berulang tahun atau akan berulang tahun. Juga pasangan yang menikah di minggu tersebut atau yang merayakan ulang tahun pernikahan. Kirim foto menarik dan tulis data lengkap identitas diri, orang tua serta komentar singkat. Semua data dikirim lewat email redaksibalipost@yahoo.com dengan kode Permata Hati. Bisa juga naskah dan foto dikirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post. Jl. Kepundung 67 A Denpasar telp. (0361) 225764. (Redaksi)

inginan mati seperti apa sebenarnya diri kita ini? Keinginan itu jelas akan mempengaruhi “warna” kehidupan kita. Kalau diri kita ingin mati dalam keadaan berserah diri kepada Allah SWT (sesuai instruksi-Nya), maka kita pun, jika perlu dari detik ke detik kehidupan kita di dunia ini, mestilah selalu berusaha dengan serius untuk berserah diri kepada-Nya. Shalat, sungguh suatu “pelatihan” berserah diri kepada-Nya dengan ikhlas. Jika dari ibadah utama (shalat) itu kita dapat menerapkannya dalam semua aktivitas kita di luar shalat, tentulah keberkahan (kebaikan yang banyak) akan kita dapatkan. Tentu upaya berserah diri dengan ikhlas kepada-Nya (sesuai petunjuk Al Qur’an dan Sunnah Rasul-Nya), bukanlah tanpa tantangan dan kendala. Apabila diri kita bersungguh-sungguh, niscaya Allah SWT akan menganugerahkan petunjuk dan kemudahan kepada kita untuk mengatasi berbagai kendala yang ada. Lagi-lagi, semua itu kembali kepada diri kita, mau atau tidak untuk menaati-Nya dengan ikhlas? Manakala diri kita telah mencapai kondisi ikhlas dalam berserah diri dan menaati Allah SWT, itu berarti kita telah meraih suatu kondisi yang paling baik dalam kehidupan di dunia yang singkat ini dan akan baik pula keadaan kita di alam-alam berikutnya, yaitu alam barzah dan alam akhirat. “Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayanganNya.” (Q.S. an-Nisaaa’ [4]: 125).

Selamat menempuh hidup baru bagi pasangan ” I Wayan Agus Sudiartha dan Ni Putu Eka Agustini,S.Pd.” Upacara pawiwahan di langsungkan Senin, 21 Maret 2016 di kediaman mempelai pria Br. Mukti, Tempekan Seraya, Singapadu , Gianyar.

Selamat menempuh hidup baru adikku Ni Luh Putu Widnyani, putri pertama I Wayan Suartana dan Ni Wayan Sumiati dengan I Made Bagiarta, putra ke-5 Alm. I Ketut Wiryawan dan Ni Made Poni. Selamat telah resmi menjalani Grahasta Asrma pada tanggal 22 Maret 2016.


Redité Umanis, 27 Maret 2016

Bali L e m b a r

B a l i

Lomba Mapidarta, Sinunggil Jalaran Nglestariang Basa Bali

Bencingah

BPM/uma

I Nyoman Suwija

Becik Kadabdabang MAPAIKETAN ring utsaha nglestariang basa Bali majalaran lomba minakadi lomba mapidarta, masatua, madharma wacana, lomba ugrawakya, utawi lomba–lomba tiosan patut becik kadabdabang sadurungnyané. Inggian indik genah, materi sané pacang kanggén taler para panuréksa sané pacang nuréksa para pamilet sané malomba. Mapaiketan indik panuréksa utawi juri ring sajeroning lomba, yukti mabuat kawéntenanyané. Mawit saking panuréksan para juriné pacang kapolihang jayanti. Mawinan asapunika, sané pacang dados juri patut uning ring widang sané pacang kacentokang. Minakadi lomba mapidarta, sang juri patut uning ring uger-uger utawi abah anak mapidarta. Parindikan punika kabaosang olih Dr. I Nyoman Suwija, M.Hum. Manut dosén basa Bali ring IKIP PGRI Bali puniki, sang sané pacang dados juri patut uning utawi ngwikanin widang sané pacang kacentokang. Tios punika, sang sané dados juri nénten dados pilih kasih. Kaumpamiang, wénten juri sané muridnyané nyarengin pacentokan, patut setata adil tatkala ngicén panuréksan. “Sang sané dados juri patut nétral, nénten dados pilih kasih. Napi malih wau muridnyané sareng lomba, nika sané patut dados jayanti, nika iwang,” baosnyané. Parindikan sakadi punika kantos mangkin kantun wénten mamargi sajeroning lombalomba, pamekasnyané mapaiketan ring lomba pelestarian basa lan sastra Bali. Parindikan inucap taler maius ring para yowana sané sapatutnyané dados jayanti sangkaning juri sané malaksana sakadi punika, dané nénten molihang jayanti. “Sampunang kantos sané sapatutnyané molihang jayanti, malahan nénten polih. Sané polih malah sané kirang becik, mawinan prasida ngwetuanmg pikobet anyar,” aptin dané. Mapaiketan ring lomba-lomba sakadi punika, Tim Pembina taler Juri Nyastra Bali Kecamatan Mengwi miwah Kabupatén Badung puniki ngaptiang pamilet sané pacang nyarengin yukti-yukti sané waged tur wikan ring widang punika. Dané ngumpamiang sakadi Utsawa Dharmagita. Nyabran kabupatén pastika pacang ngirim pamilet sané pinih becik ring kabupaténnyané. Santukan punika ring kabupatén sadurungnyané patut kamargiang pacentokan sané pateh, sané kasarengin olih samian duta kecamatan. Saking irika pacang kapolihang pamilet sané pinih becik sané pacang dados duta kabupatén. “Sampunang wantah ngandelang sané sampun sering malomba kémanten. Sané lianan kantun akéh sané umandel,” baos dané. (uma)

(20)

B a s a

7

IUS panglimbak jaman sakadi mangkin ngawi krama pamekasnyané krama Bali sayan arang mabebaosan ngawigunayang basa Bali. Akéhan sané ngawigunayang basa Indonésia mangda kasengguh gaul. Kawéntenan basa Bali pinaka basa Ibu patut kalestariang, mangda macihna pinaka krama Bali, cihna jagat Baliné. Sayan nglimbaknyané pariwisata ring Bali sampunang kantos lali mabasa Bali, patut sawaliknyané, basa Bali sayan kalimbakang tur kasinahang majeng krama dura Bali. Sinalih tunggil utsaha sané prasida kamargiang pinaka jalaran nglestariang basa Bali sakadi ngamargiang lomba-lomba mabasa Bali. Lomba sané prasida kamargiang sakadi lomba mapidarta basa Bali. Manut sinalih tunggil dosén basa Bali ring IKIP PGRI Bali, Dr. I Nyoman Suwija, M.Hum., pidabdab lomba mapidarta basa Bali dados kanggén panuntun nglestariang basa Bali. “Indik Lomba-lomba sané prasida kanggén jalaran nglestariang basa Bali minakadi pidabdab lomba pidarta, sembarama wacana (kata sambutan), dharma wacana, miwah lomba ugrawakya (MC). Wénten taler lomba masatua Bali. Samian punika dados kanggén panuntun nglestariang basa Bali,” baosnyané duk kacunduk ring Kampus Pusat IKIP PGRI Bali raina Buda (23/3) lintang. Tios lomba lisan sakadi punika, Suwija ngwewehin wénten malih lomba tulis sakadi lomba ngarang satua, ngarang geguritan, ngarang cerpén, naskah pidarta, ngarang pupuh, miwah sané tiosan. “Saluir sané mabasa Bali dados kanggén panuntun nglestariang basa Bali. Duaning basa pinaka média sané mabuat pisan kanggén mabebaosan,” Kepala SMK Kesehatan Bali

Déwata puniki ngwewehin. Mapaiketan ring pamargin lomba Mapidarta basa Bali, Tim Pembina taler Juri Nyastra ring Kecamatan Mengwi miwah Kabupatén Badung puniki maosang, kantun akéh pamilet sané kirang, yadiastun sané sampun becik sayan ngakéhang. Kaiwangan-kaiwangan pamilet tatkala nyarengin lomba mapidarta punika sakadi tatkala ngwacén kantun akéh sané iwang utamanipun tatkala ngucapang pangater. Suwija ngumpamiang sakadi ngwacén kruna malarapan, tetep kémanten kawacén sakadi sesuratanipun. Sané patut, kruna malarapan kawacén melarapan. Tatkala makarya pidarta sang sané ngaryanin naskah durung tatas indik kawéntenan anggah-ungguhing basa Bali. Ring dija patutné mabasa sor utawi mabasa alus durung becik kajantenang. Tios punika, kantun akéh pamilet sané ngawigunayang basa Indonésia, wénten taler istilah-istilah basa Indonésia sané nénten patut katerjemahang, tetep katerjemahang mawinan karasayang soléh. Tios ring lomba-lomba sané kabaosang i wawu, basa Bali taler prasida kalestariang majalaran kasenian-kasenian Bali. Yéning tilikin saking paiketan profési krama Bali pinaka seniman, kawéntenan basa Bali mabuat pisan. Pinaka pelawak umpaminipun, pacang ngawigunayang basa Bali ngwedar bebanyolan. Pinaka dalang taler asapunika. Basa Bali pinaka basa Ibu patut dados basa kapertama sané kaajahin ring kulawarga pamekasnyané olih para rerama. Ring sekolahan taler para guru pamekasnyané guru basa Bali patut ngwedar utsaha-utsaha anyar mangda alit-alité sayan seneng mabasa Bali. (uma)

BPM/dok

MAPIDARTA- Lomba mapidarta basa Bali kadadosang sinalih tunggil jalaran nglestariang basa Bali. Sajeroning mapidarta, para pamilet patut nguratiang uger-uger taler mabasa Bali sané becik.

Basa miwah Sastra Bali Patut Sayan Kaajegang

NYURAT-- Tios mapidarta, parikrama lomba nyurat lontar taler pinaka sinalih tunggil jalaran nglestariang basa lan sastra Bali. mawit lomba-lomba sakadi punika pacang nglimbakang kayun alit-alité malajahin basa lan sastra Bali.

widangnyané. Sakadi sané kauningin, saking dumun guru kelas, guru agama, guru budi pekerti sané ngajahin basa Bali. Yowana utawi krama lulusan guru basa Bali arang sané dados guru. Artiné, alit-alité sané dados korban. Sapatutnyané, ring soang-soang sekolah SD rauh ring SMA/SMK wénten asiki kémanten guru basa Bali sané yukti-yukti wikan tur uning ring basa lan sastra Bali. Mapaiketan ring pikobet punika, pemerintah pamekasnyané Dinas Kebudayaan Provinsi Bali digelis pacang ngamargiang perékrutan Penyuluh basa Bali. Parindikan inucap maius becik majeng panglimbak basa miwah sastra Bali. Para penyuluh sané pacang kagenahang ring désadésa punika sané pacang ngicén pangajah-ajah indik kawéntenan basa Bali, yadiastun dané nénten dados guru utawi ngajahin ring sekolahan. Ajah-ajahan indik basa Bali pacang kawedar majalaran pasraman, parum sekaa truna utawi parikrama tiosan sané kamargiang ring désa inucap. “Tetujoné mangda sayan seneng lan sayan akéh yowana sané kayun malajahin basa lan sastra Bali,” baosnyané. Parindikan sané pateh taler kawedar Ni Luh Sri Ekayani, lulusan basa Bali ring IHDN Dénpasar. Manut Eka, parindikan pengangkatan tenaga penyuluh

basa Bali yukti becik pinaka utsaha nglimbakang basa lan sastra Bali. “Dumogi gelis kamargiang. Tios nyukertaang taler ngicén pakaryan majeng lulusan basa Bali, taler pinaka sarana nguripang malih basa Bali sané sayan kadohin para yowanané,” aptin dané. Tios punika, Eka taler mapangapti sekolah-sekolah utawi saking dinas kebudayaan mangda sering ngamargiang pacentokan sané mapaiketan ring basa lan sastra Bali sakadi lomba mapidarta basa Bali, madharmagita, masatua Bali, macepat, nyurat lontar miwah sané tiosan. Makasami sané kabaosang punika, pinaka sinunggil utsaha sajeroning ngrajengang Basa lan sastra Bali. Teleb tur becik mabebaosan antuk basa Indonésia miwah basa siosan sinah ngawinang rasa bangga ring manah, sakéwanten yéning nénten kasarengin antuk kawagedan mabebaosan antuk basa Bali pinaka basa ibu sinah rasa bangga punika kasuénsuén sayan ical. Sampunang kantos indiké punika ngawinang yowana utawi krama Bali kakaonang olih jadma dura negara sané kayun nelebin basa miwah budaya Bali. Pinaka krama Bali, iraga sané patut mabasa Bali, ngrajegang basa, sastra, miwah budaya Bali. (uma)

“ENTO awananné Ajiné ngaminggu mulih ka Selat. Ibu tusing bani mulih mai, apa buin kanti telung tiban Ibu tondén masih beling. Milehan Ibu ajaka maubad, ka dokter, ka balian, kanti mapinunas ka Candidasa sig purané ané misi arca Ni Berayut masih tusing nyidayang. Kanti das-dasaan ibu ngambul. Ibu maksaang mulih matur sisip ka mrajan tekén Pekak lan Ninin Ceningé, lantas mara nyidayang ada Cening abesik col cara batun buluané.” Ibunné malih nglanturang caritané. “Raris sapunapi Tuaji Taman, durus ngambil Bibi Ayu Adri?”pitakénné Ayu Citra. “Sujatinné Aji Taman ajak Bibi Ayu Adri enu pada tresna. Nanging anaké lingsir tusing ngicén. Sawiréh yén paksaang ngantén, ento madan makedeng-kedengan ngad. Sing melah, bisa memanes ngalah anéh. Buina ada pinunas Pekaké di Pringalot tekén Pekak Selat apang Aji Madé Taman kayun kajangkepang ajak okanné ané paling alit

pu Cening nganti telung oton lantas séda kena kanker rahim. Ibu setata ngalah, ingeté dadi madu cerikan,” baosné Gusti Biang Sisu sakadi sendu. Ayu Citra sayan liang, kenyem-kenyem matanding sambil macecangkriman. Ajinné sagét rauh saking kantor tan pirenga. Jeg macelengus ka pawaregan jaga ngayunang. “Bééh, anteng pesan Gég Citra sagét matanding. Biasanné suud ngajeng pasti sirep kanti jam telu mara bangun,” pandikan ajinné ngusuh-usuhin okanné saking asih. “Mangkin naenang Kajeng Kliwon nemu Purnama mangda selidan maturan canang.” “Nggih, mirib bulané kapangan. Wénten Sang Kala Rau tumbén rauh semengan,” pandikan Ibunné nyelag ngulgul okanné sané kabilbil matadah manying. “Araah Ibu. Dija wénten bulan kapangan semengan. Yén Purnama, soré wau endag.” “Ooh, apa Cening nepukin Bliné, Ngurah Jelada mai ituni?” patakén ajinné kenyem.

“Panggih, nanging ajebos. Raganné masépan-sépan mantuk sareng Aji Taman.” “Saking masépan-sépan kanti macaplagan di mukak pintuné?” sambung ibunné. “Husst.... Ibuu. Sira uning,... upah ten ngetuk pintu.” Ayu Citra makenyem kabilbil, wau ibunné nyaritayang kahanané ituni semengan macaplagan sareng Ngurah Jelada. “Naah, ento madan majodo. Yadiapin kéto yén sing sesai pelapanin masih bisa kado. Buka sesenggak Jawané “Witing tresno jalaran soko kulino” artinné kawit tresnané tumbuh ulian biasa matemu. Cara istilah jani cinlok......cinta lokasi. Aah sing kénkén, Aji setuju dogén,” baosné Gusti Gedé Karang nuldulin kayun okanné sané wau munggah truni. “Araah Tuaji, yén ngayunang nggih dong, sodaanga jangan jamur kuping lan jamur tiram sasenengan Tuajiné,” aturné Ayu Citra mélokang bebaosané mangda usan gulgula.

KAWÉNTENAN basa Bali sané mangkin yukti sayan rered, duaning kasuén-suén sayan ngidikang sané kayun mabasa Bali ri kala mareraosan. Krama Bali sané mangkin rumasa gengsi yéning mareraosan nganggén basa Bali miwah ngarsayang basa Bali punika basa sané kampungan. Punika duaning akéh kapanggihin ring pakraman, yowanané mangkin senengan mabasa In-

donesia yadiastun meneng ring désa. Sakéwanten basa Indonésia sané kamedalang nénten ja basa Indonesia sané becik. I Komang Wiratama, S.Pd.B., sinalih tunggil guru honorer basa Bali ring SMP Negeri ring wewidangan Kabupatén Jembrana maosang, ring wewidangannyané akéh yowana sané nénten kayun nganggén basa Bali ri kala mareraosan. Tios punika,

akéh rerama sané ngajahin okannyané mabasa Indonésia katimbang ngajahin mabasa Bali. Tios gengsi, basa Bali taler kaarsayang sukil katelebang sangkaning kawéntenan undagan-undagan utawi sor-singgih basa. Tios punika, yowana Bali sané sampun tamat ring jurusan basa Bali utawi Alumni jurusan basa Bali akéh sané durung makarya utawi makarya nénten ring

BPM/dok

mapeséngan Gusti Ayu Nyoman Siwi. Saha apang ngraris malinggih nyledi di Jero Pringalot, sawiréh raganné madué oka tetelu makejang istri. Ané kapertama kambil ka Menanga, ané nomer dua kambil ka Jero Nongan. Makadadua mantuné sing kayun kaduduk mantu. Tu Pekak Selat setuju, nanging ké tusing perlu kaduduk mantu sawiréh ngajak misan saling kodag. Dadi masih orahang ngantén pada gelahang. Pekak Pering masameton ajak Pekak Selat. Ento ngawinang Tuaji Tamané enu maan warisan carik asikut di jeronné dini di Selat. Sesubané Aji Taman ngantén lan ngadakang Bliné Ngurah Jelada mara ibu dadi ngadakang Cening Ayu Citra. Manut patitih anak lingsir yén ngantén nglangkahin nyama kelihan mula memanes. Bisa ané nglangkahin tusing ngelah katurunan, utawi ané kalangkahin kéweh maan jodoh alias sing laku. Ibu percaya, buktinné Tuajiné ngantén nglangkahin sametonné istri dadua makejang dadi daa tua.

Amung Tuaji Sidemen ané ngadakang oka apasang. Yén sing kéto miribang camput. Bibiné Ayu Adri sesubané Aji Taman ngantén lan malinggih di Pringalot raganné setata sedih ngamé-amé sang kekasih. Pitresnané kasurat di geguritan mamurda “Taman Adriani,” nyaritayang Sang Déwi séda ring Taman Gili saking nyungkan kayun ngantosang raina pawiwahané sareng Sang Pangéran. Nanging keni raja pisuna yén gélanné sampun séda ring payudan, mangda Sang Déwi kayun ring mingsikiné. Tan bina kadi sesonggan “pagehan neda tetanduran.” Yén dadi Cening ngalih jodoh eda kadropon, ngulah ngisinin legan manah, kanti mrebutin tetagon timpal padidi.” Sapunika pandikan Ibunné nyaritayang pakilitan kulawarganné sareng pasametonané Gusti Ngurah Jelada. “Béh, yén kénten Ibu Raka sapunapi? Kari becik sareng Ibu” aturné Ayu Citra. “Raganné maan masih ngem-

(Masambung)


Upacara

8

Redité Umanis, 27 Maret 2016

Bebantenan

LEMAH - Lelampahan Wayang

Banten Dados Piranti Magama Hindu KAWÉNTENAN banten dados sarana upacara agama Hindu mawit saking satua utawi mitologi sané kalimbakang saking wiracarita Mahabharata. Sadaweg Bhagawan Wiswakarma ngardi dedari listu ayu maserana bunga ratna miwah wijén. Sadurung kautus ngoda patapaan I Raksasa kembar Sang Sunda Upasunda ring marcepada, dedari punika masesanjan ka Brahma Loka. Kacaritayang Bhatara Brahma tengkejut manggihin wénten dedari dahat listu ayu kantos Ida Bhatara Brahma maprabhu lelima. Gelisang satua, prabhun Bhatara Brahma punika digelis kapanah kantos asiki prabhunidané putus tur mapasahan saking anggan Ida Bhatara Brahma. Prabhu sané putus punika metuang rah kantos nyrékcék ring natah Brahma Lokané. Rah punika dados Bhuta Kala akéhnya satus akutus. Santukan Brahma Loka punika genah suci, Bhuta Kala sané satus akutus punika kapanesan nénten mrasidayang jenek ring Brahma Loka. Nika mawinan Bhuta Kala punika rarud ka marcepada. Sesampuné rauh ring marcepada, I Bhuta Kala nénten madrebé genah tur nénten wénten upakara sané katiba ring Bhuta Kala inucap. Santukan asapunika kawéntenannyané, I Bhuta Kala raris ngranjing ka soang-soang angga i manusa. Sadurung wénten Bhuta Kala ngranjing ka anggan i manusa, kocap laksanan i manusa setata madasar dharma. Nénten wénten manusa durjana sané piwal saking Sang Hyang Dharma. Sadaweg wénten Bhuta Kala ngrangsuk ring anggan i manusa, akéh parilaksanan i manusa nénten madasar dharma. Minakadi solah mamaling, nguluk-uluk, marikosa, ngrampok, neluh anrangjana, miwah laksana durjana siosan. Nika mawinan jagaté dadosné reged leteh tur metu biuta. Kawéntenan jagaté rug asapunika raris mawisya kantos ka Swarga Loka. Para Déwané ngrasayang wisyan jagaté ring marcepada. Mangda parindikan punika nénten nglantur, Para Dewané ngwéntenang sabha matemuang idep antuk tetujon mangda kawéntenan i manusa miwah sarwa praniné mawali jagadhita. Pamuput sabha Para Dewané punika raris ngametuang pamutus mangda pustaka Upanisad sané satus akutus Smrtin Sang Hyang Weda katedunang ring jagaté. Sapasira ja i manusa tuwon tur langgeng malajahin tur ngamargiang daging pitutur pustaka Upanisad punika sinah mapikolih kawagedan miwah kawisésan ngasorang I Bhuta Kala sané satus akutus punika. Pamutus sabha Para Dewané punika sampun kararemin antuk Para Déwané. Bhagawan Wiswakarma mapakéling ring Para Dewané santukan Bhagawan Wiswakarma tatas uning ring kawéntenan i manusa ring marcepada. Nénten samian manusa ring jagaté seneng malajahin tutur napi malih sané wénten sajeroning pustaka Upanisad. Bhagawan Wiswankarma nguningayang dahat arang pisan manusa ring marcepada seneng malajahin tutur suci. Santukan asapunika Para Dewané raris nedunang banten ring jagate. Yadiastun nénten uning ring tutur sané wénten ring Sang Hyang Weda, yéning sampun suluk sraddha bhaktiné ring Ida Sang Hyang Widhi nganggén sarana banten taler mrasidayang polih kapatutan miwah kasucian kayun anggén dasar nabdab kahuripan ring jagaté. Sadaweg wénten pamutus asapunika, banten kadadosang pinaka sarana magama Hindu ring Bali. (I Ketut Wiana)

Lemah ring sajeroning upacara yadnya mabuat pisan pinaka jalaran ngicén Dharma Wacana majeng krama. Punika mawinan satua sané kalampahang mangda anut adung sareng upacara sané

Wayang Lemah

BPM/wan

kamargiang.

Dharma Wacana Malarapan Satua Itihasa NGAMARGIANG kahuripan dados krama Hindu-Bali janten macihna pisan, duaning saraina kramané jagi ngamargiang parikrama magama taler ngamargiang upacara yadnya sané pamarginipun masiossiosan nganutin kahanan desannyané soang-soang. Ri kala ngamargiang parikrama upacara inucap, majanten jagi kasolahang makudang-kudang kasenian Bali minakadi Rejang, igelan Olég Tamulilingan utawi parikrama wayang kulit. Makudang-kudang kasenian Bali punika sujatiné kasorohang dados tetiga, inggih punika kasenian wali utawi kasenian sané pinaka pamucuk utawi unteng pamargin upacara, kasenian wewali utawi kasenian sané kanggén sarana pajangkep upacara, miwah kasenian waliwalian utawi kasenian sané kawigunanipun wantah manados balih-balihan utawi anggén tontonan kémanten.

Manut genah miwah galahnyané kamargiang, kasenian wayang kulit sané nyantos mangkin kantun kasenengin krama ring Bali prasida kapah utawi kasorohang dados tetiga. Inggih punika kabaosang wali-walian tatkala wayang kulit inucap kamargiang ring galah wengi pinaka bebalihan sané akéhan madaging antuk bebanyolan. Wénten taler kasorohang dados kasenian wali yéning wayang kulit punika kagelar utawi katanggap pinaka pamucuk karya, minakadi Wayang Sapuh Légér sané kagelar tatkala ngamargiang bebayuhan Sapuh Légér. Sios punika wayang taler prasida kasorohang dados wewali utawi sarana pajangkep karya ring pamargin upacara yadnyané, inggih punika tatkala sané kagelar wantah Wayang Lemah. “Ring Bali wénten sané kabaosang Wéda Parikrama, inggih punika parikrama pamargin

Sastra Wéda tatkala upacara yadnya. Kakawitin antuk Catur Wéda sané jagi kauncarang olih Ida Sang Sulinggih taler kajangkepin antuk Itihasa sané kamargiang olih Wayang Lemah, miwah Purana sané kamargiang olih Topéng. Irika Wayang Lemah kanggén pajangkep Wéda Parikrama sané jagi manados Pancama Wéda,” baos I Gd. Anom Ranuara S.Pd., S.Sn., Jero Mangku Dalang taler Pembina Seni Budaya Bali saking Désa Kesiman Petilan. Malih dané maosang, ri kala Ida Sang Sulinggih mapuja nguncarang Sastra Wéda patut pisan kasarengin antuk parikrama Wayang Lemah taler topéng sané kasolahang sinarengan. Sakéwanten yéning genah nénten mrasidayang, sané patut kamargiang dumunan jagi ngiring Ida Padanda mapuja wantah Wayang Lemah. Duaning Catur Weda sané kauncarang olih Ida Pedanda ri kala muput pamar-

Daging Lelampahan Jero Dalang

Kaadungang sareng Upacara taler Satua ”Ngawidhi” RING sakancan gegelaran wayang kulit utamanipun Wayang Lemah, sané pinih utama kadabdabang nganinin indik lelampahan utawi satua sané jagi kamedalang Jero Dalang. Duaning lelampahan Wayang Lemah patut anut adung sareng soroh upacara sané kamargiang mangda nénten ngléwa. Punika mawinan sadurung jagi ngawitin ngwayang ring gegelaran Wayang Lemah, Jero Dalang sinah jagi nunasin ring Ida Sulinggih sané jagi kairing muput upacara indik lelampahan napi sané patut kamedalang tatkala punika. Tetujonnyané wantah lelampahan utawi lakon sané jagi kamedalang mangda nénten lempas saking Sastra Wéda sané jagi kauncarang olih Ida Sang Sulinggih ri kala mapuja. I Gd. Anom Ranuara S.Pd., S.Sn., maosang satua-satua utawi lelampahan sané kamedalang patut kaadungang sareng soroh upacara sané jagi kamargiang. Minakadi upacara Déwa Yadnya mlaspas sanggah, sinah kalampahang satua Bhuwana Makbah sané jagi nartayang indik tata-titi ngamargiang karya. Minakadi indik Tri Sang Pinanggeh Manggalaning Yadnya, dasar ngamargiang yadnya minakadi Tri Parama Artha, upakara-upakaranipun miwah sané siosan. Yéning wantah upacara Bhuta Yadnya, sinah satua sané jagi kalampahang indik “Bima Mangan Caru” sané nglampahang indik Sang Bima dados caru kanggén ngasorang Raksasa

Baka. Sios punika, wénten taler sané kabaosang satua “Ngawidhi”, inggih punika satua sané kalampahang sangkaning pinunas krama sané madué upacara yadnya. Indiké punika ketah kapanggih tatkala ngamargiang upacara Pitra Yadnya utawi nyekah. Sadurung jagi nyangkepang étéh-étéh miwah ilén-ilén karya, sinah atma anak lingsir sané jagi kasekahang punika katedunang utawi katunasin “baos ring baas”. Tatkala punika ipun meled mangda katunasang tirta panglukatan Bima Swarga sané ngawinang Jero Mangku Dalang katunasin mangda nglampahang satua inucap. Wénten taler tatkala ngamargiang upacara Manusa Yadnya aoton, sinah Jero Mangku Dalang kaaptiang mangda nglampahang satua Sri Tanjung utawi Sidapaksa. Wusan kalampahang sinah sang sané numadi dados raré punika katunasang tirta wayang. “Sangkaning pangaptin lakon ngawidhi punika, dalang patut becik nabdabang raga sadurung jagi ngamargiang parikrama ngwayang. Nénten wantah amunika, bantennyané taler agengan saking ngawayang biasa, inggih punika bebangkit sané madaging antuk ulam guling. Manut sastra, banten ageng sané katur ri kala nglampahang satua ngawidhi punika sujatinné wantah upah majeng ring Jero Mangku Dalang duaning sampun prasida nagingin pangaptin Sang Yajamana Karya utawi krama sané madué

upacara yadnya,” baos dané. Dané taler maosang, parikrama ngwayang ri kala ngamargiang Wayang Lemah puniki sujatiné nénten ja masiosan sareng wayang kulit biasa, sakéwanten wantah Merdah miwah Tualén sané nartayang sakancan parindikan sané kapanggih ring pamargin satuané. Punika kamargiang saking parikrama mabebaosan sané kamargiang olih Merdah pinaka krama sané mapitakén sareng Tualen sané dados krama sané nuturang utawi nyawis pitakénipun. Minakadi ring satua Bima Swarga sané nyatuayang indik Sang Bima mlecat ka Suargan, nénten ja Bima sané nyatuayang ring krama sané nonton indik punapa-punapi sané kapanggih irika. Merdah sané ngawitin bebaosan antuk pitakén sané jagi kacawis olih Tualén. “Sakéwanten yéning sané kamedalang wantah “sisi antagonis” sinah Délem sané mapitaken laut kacawis olih Sangut. Sakéwanten yéning katilik saking tata-titi ngamargiang Wayang Lemah, sané akéhan polih galah taler nartayang indik teges Sastra Wéda malarapan antuk tetuek miwah tutur ring Itihasa punika wantah “sisi protagonis” kémanten. Punika mawinan, sané pinih kautamayang ring parikrama Wayang Lemah puniki wantah Merdah miwah Tualén,” asapunika angga Tim Juri Lomba Ogohogoh Kota Dénpasar warsa 2016 puniki nartayang. (wan)

gin upacarané jagi kalampahang antuk satua-satua Itihasa sané kamedalang olih Jero Mangku Dalang ring Wayang Lemah inucap, mangda kramané sida tatas tur nguningayang parikrama yadnya sampun prasida kamargiang. Dadosné gegelaran Wayang Lemah punika satmaka Dharma Wacana majeng ring krama nganinin indik upacara sané sampun kaatur miwah kapuput olih Ida Sang Sulinggih. Indik galah sané katelasang ngamargiang gegelaran Wayang Lemah inucap, pembina arja miwah topéng puniki maosang nénten prasida kajantenang duaning nganutin parikrama Ida Padanda wus mapuja. Sakéwanten akéhan kirang langkung ajam kantos kalih jam kémanten. Jero Mangku Dalang tatkala punika patut ngadungang sareng Ida Sang Sulinggih duaning wusan Ida mapuja majanten parikrama Wayang Lemah punika taler mangda wu-

san kamargiang. Indiké punika sané ngawinang genah Wayang Lemah kagelar nénten naenin doh saking balé pawédan. Yéning wénten kahanan Ida Sang Sulinggih sampun wusan mapuja nanging wayang durung wusan kalampahang, irika kasinahang kawagedan Jero Mangku Dalang nguningayang indik sapunapi beciknyané munggel satuané mangda nénten kawastanin nungkak taler makasami daging Weda sampun prasida kawedar ring krama malarapan lelampahan Itihasa. “Sakéwanten yéning Ida Sang Sulinggih sané jagi kairing nénten naenin sué nelasang galah mapuja, sinah parikrama Wayang Lemah sampun dados kakawitin saking Ida Padanda wawu malinggih ring balé pawédan. Tetujonnyané mangda gegelaran Wayang Lemah prasida wusan kamargiang sinarengan Ida Sang Sulinggih mapuja,” baosnyané. (wan)

Satua

Bulan Kapangan Olih : Madé Taro PANGRENCANA Déwa Wisnu micayang tirta amerta kauningin olih I Kala Rau, santukan kasaktiannyané nyuti rupa dados Déwa Kuwera. Kala punika Déwa Kuwera sané dados utusan Déwa Wisnu kantun ring margi ngruruh para Déwa sané durung rauh. Kacaritayang mangkin I Kala Rau sané kaentungang ka marcepada ulung ring genah sané mapalasan. Pawakannyané sané abot ngawinang jagaté magejeran. Kasuénsuén awak I Kala Rau punika mauwah dados ketungan. Wentuknyané sakadi lesung sané panjang. Olih para istriné ring Balidwipa, ketungan punika salanturnyané kadadosang genah nebuk padi. Sakéwanten tenggek Kala Rau punika kantun ngulayang ring akasa. Parindikan punika sangkaning ri kala Déwa Wisnu munggel I Kala Rau, tirta amerta sané kainum wau ngantug ring kolongannyané. Punika ngawinang tenggek I Kala Rau urip kantos mangkin. Sedek dina anu, tenggek I Kala Rau macepuk sareng Déwi Ratih. Dewi Ratih sané listu ayu punika kacadag olih I Kala Rau. “Dewi Ratih! Ha, ha, ha…..!”

I Kala Rau kedék ngakak. Jani I Déwa tusing nyidayang nulak tresnan nira. I Déwa suba dadi gelah nira.” Déwi Ratih sané nénten mrasidayang makelid ngraris kauluh olih I Kala Rau. Raksasa loba punika marasa yéning Sang Déwi sané listu ayu punika ngranjing ka wetengné. Nénten sué, sakakidik anggan Déwi Ratih malih medal saking kanta I Kala Rau sané sampun bolong. Tatkala Déwi Ratih kauluh olih Kala Rau, samian krama Balidwipané marasa sebet. Para krama irika ngaptiang mangda Déwi Ratih prasida gelis lepas saking I Kala Rau. Parindikan punika ngawinang para krama sinarengan nyuarayang ketungan mangda Déwi Ratih nénten ical sangkaning kauluh raksasa. Kahanan Déwi Ratih sané kauluh olih raksasa Kala Rau kaélingin olih krama Balidwipa pinaka parindikan sané ngawinang bulan kapangan. Parindikan punika ngawinang nyabran wénten bulan kapangan, kramané ramé-ramé nyuarayang ketungan, lesung miwah sarana sané ngwetuang suara mangda I Kala Rau nénten sué nguluh Déwi Ratih. (Puput)

Rédaksi nerima reriptan marupa artikel (paling akéh 3500 huruf), satua ringkes (paling akéh 6000 huruf), puisi, geguritan miwah sané siosan. Reriptan mangda kakirim ring alamat: Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email: bali_orti@balipost.co.id.


MINGGU Umanis, 27 MARET 2016

9

Mou Makin Dekat ke MU

HAL 10

Warriors Menang Lagi Oakland – Golden State Warriors meraih keunggulan atas Dallas Mavericks untuk mencatatkan kemenangan kandang beruntun ke-52. Memaksimalkan tembakan-tembakan tiga angka, Warriors mendulang kemenangan 128-120. Golden State mengukir rekor NBA untuk tembakan tiga angka terbanyak sepanjang musim dengan mencatatkan 21 keberhasilan dari 45 percobaan. Keberhasilan lemparan tiga angka ke-17 terjadi saat waktu menyisakan 9:51 dan itu merupakan kesuksesan ke-394 Golden State sepanjang musim. Klay Thompson memasukkan sembilan tembakan tiga angka saat ia mencetak 40 angka dan Stephen Curry membukukan lima keberhasilan lemparan tiga angka sehingga total membukukan 33 angka. Kemenangan ini membuat Golden State (65-7) untuk tetap unggul empat game atas San Antonio Spurs (61-11) di Wilayah Barat. David Lee yang membantu Warriors memenangi NBA musim lalu memasukkan 12 angka, sembilan rebound, dan enam assist pada penampilan pertamanya sebagai lawan mantan timnya itu pada musim ini. Lee bermain selama 24 menit karena pelatih Mavericks Rick Carlisle memilih untuk mengistirahatkan bintang-bintang veteran seperti Dirk Nowitzki dan Deron Williams. Ini dilakukan karena Mavs akan menghadapi laga berat lawan Sacramento dan Denver. Kekalahan ini membuat Mavericks (35-37) terpuruk di bawah Houston Rocktes (36-37) dan bersaing dengan Utah Jazz (35-37) untuk spot kedelapan sekaligus terakhir di Wilayah Barat. Di partai lainya, San Antonio Spurs mencatatkan dua kemenangan beruntun setelah menundukkan Memphis Grizzlies 110-104. Pada pertandingan di AT&T Arena power forward LaMarcus Aldrige menginspirasi kemenangan Spurs. Tampil 33 menit di atas lapangan, Aldrige mengemas double-double dengan 32 poin dan 12 rebound. “Bolanya datang kepadaku lebih banyak dan aku hanya memasukkannya ke keranjang,” kata Aldrige seusai pertandingan. Tim Duncan menambahkan 12 poin, 8 rebound, 7 assist, sedangkan Tony parker mencetak 14 poin, 3 rebound, lima assist. Manu Ginobili yang bermain dari bangkucadangan mengemas 13 poin dan 5 assist. Ini adalah kemenangan ke-37 Spurs di kandang secara berturut-turut yang menyamai rekor Chicago Bulls pada musim 1995-96 yang sukses mencetak rekor 72 kemenangan. Sejak Maret 2015, Spurs sudah memenangi 46 laga kandang beruntun di musim reguler. Dari Grizzlies, power forward JaMychal Green mendulang 20 poin untuk menjadi topskorer di timnya. Small forward Matt Barnes 14 poin dan 6 rebound, sementara pemain cadangan Lance Stephenson menambahkan 17 poin. (ant/rtr)

BPM/ap

Tampil Lagi, Suarez Langsung Cetak Gol

Recife – Meski absen lama, ketajaman Luis Suarez di timnas Uruguay tidak berkurang. Suarez menandai comeback-nya dengan gol krusial untuk memaksakan hasil seri lawan Brasil. Uruguay menyambangi Brasil untuk melakoni laga Kualifikasi Piala Dunia 2018 di Arena Pernambuco, Sabtu (26/3) kemarin. Selecao unggul dua gol lebih dulu sebelum Uruguay melakukan perlawanan untuk mengakhiri laga dengan skor 2-2. Douglas Costa langsung membawa publik tuan rumah bersorak mencetak gol cepat di menit pertama. Hanya butuh 25 menit bagi Brasil untuk menggandakan keunggulannya usai Renato Augusto meman-

Luis Suarez

faatkan kesalahan lini belakang Uruguay. Perlawanan Uruguay dimulai di menit ke-31 dengan gol balasan Edinson Cavani. Dua menit setelah turun minum Suarez menjadikan kedudukan seimbang usai menyelesaikan umpan Alvaro Pereira deng a n tembakan dari dalam kotak penalti yang tidak mampu ditahan kiper Brasil Alisson. Suarez menjadi pemain Uruguay yang paling agresif dalam pertandingan ini usai melepaskan 5 percobaan. Ini adalah pertandingan kompetitif pertama bomber Barcelona itu setelah menjalani hukuman larangan bertanding akibat menggigit Giorgio Chielini di Piala Dunia 2014. “Gol pertama mengejutkan kami,

karena mereka mencetak gol di menit pertama dan itu mengubah pendekatan kami dari awal. Tapi seperti yang sudah-sudah tim memperlihatkan pemberontakan dan karakter,” kata Suarez usai pertandingan. “Ini begitu emosional untuk dukungan dari keluargaku, karena besar sekali penderitaanku,” imbuhnya.Sementara itu pelatih Brazil Carlos Dunga mengaku sangat sulit melawan Uruguay khususnya Cavani dan Suarez. “Kami bermain bagus di babak pertama. Di babak kedua permainan kami statis tanpa pergerakan,” tutur Dunga. “Melawan penyerang seperti Cavani dan Suarez tidaklah mudah. Tidak mudah melawan Uruguay,” katanya. embayangi Ekuador di puncak klasemen. Pasukan Oscar Tabarez ini menduduki urutan kedua dengan koleksi 10 poin hasil lima pertandingan. Sedangkan Brasil di bawahnya dengan delapan poin. (kmb33/rtr)

Pedrosa pun berada di grid ketiga, tepatnya posisi tujuh. Beruntung penampilan dia saat race membaik dan berhasil mengamankan posisi lima yang berarti 11 angka. Melihat hasil itu, Pedrosa mengaku balapan di Sirkuit Losail bisa berakhir dengan hasil yang lebih buruk. Dilihat dari segi waktu, dia tertinggal 14 detik dari sang juara, Jorge Lorenzo. “Jujur saya kira akan berakhir lebih buruk karena kecepatan dan waktu putaran saat musim dingin cukup buruk. Begitu juga saat lati-

han meskipun saya jauh lebih baik ketimbang saat tes,” kata Pedrosa, Sabtu (26/3) kemarin. “Saya lebih dari bahagia saat balapan, tapi saya tahu kecepatan ini tidak bisa memenangkan saya balapan. Kami harus mengubah sesuatu pada motor agar saya bisa lebih cepat di trek untuk seri selanjutnya,” imbuhnya. Di antara semua tim pabrikan, Honda adalah yang paling kesulitan menyesuaikan diri dengan perubahan perangkat electronics control unit (ECU) MotoGP yang mulai berlaku musim ini. (kmb33/ap)

Pedrosa Kecewa dengan Motornya Aalst – Dani Pedrosa hanya bisa mengakhiri balapan GP Qatar di posisi lima. Meski itu adalah prestasi yang tidak terlalu mengecewakan, pembalap Repsol Honda ini tetap belum puas dengan kinerja motor RC213V. Pedrosa bersama Honda menjalani tes-tes pramusim dengan hasil yang kurang memuaskan. Ban dan elektronik menjadi dua faktor utama pembalap berjuluk The Little Spaniard tersebut gagal tampil baik. Tren negatif itu pun menjalar saat mengikuti GP Qatar. Saat kualifikasi


BOLA MANIA

10

Minggu Umanis, 27 Maret 2016

Mou Makin Dekat ke MU Manchester –

Teka-Teki masa depan Jose Mourinho sepertinya mulai menemui titik terang. Mantan pelatih Chelsea itu dikabarkan sudah sepakat untuk menjadi pelatih Manchester United mulai musim depan. Mou sapaan akrab Mourinho dikabarkan akan menjadi arsitek Manchester Merah selama tiga musim. Laporan terkini yang dilansir The Sun, Sabtu (26/3) kemarin menyebutkan manajemen MU sudah meny-

iapkan tawaran soal upah yang tak mungkin ditolak pelatih asal Portugal itu. Konon MU akan membayar Mourinho hingga 60 juta pounds untuk kontrak berdurasi tiga musim.

Biodata Nama lengkap : Jose Mario dos Santos Mourinho Felix Kebangsaan : Portugal Kelahiran : Setubal, Portugal, 26 Januari 1963 Pasangan : Matilde Faria Anak : Jose Mario Jr, Matilde Mourinho Jordi Cruyff

BPM/rtr

Ungkapan Belasungkawa Terus Mengalir

Jordi Cruyff Ucapkan Terima Kasih

Barcelona – Meninggalnya salah satu legenda sepak bola dunia Johan Cruyff masih menimbulkan duka yang sangat mendalam. Banyak pencinta bola turut berduka dengan kepergian Cruyff. Ungkapan belasungkawa, rasa cinta, serta cerita-cerita kenangan Cruyff semasa hidup terus berdatangan dari berbagai pihak. Tak pelak hal itu membuat keluarga yang ditinggalkan merasa tersentuh. Secara khusus putra dari Johan Cruyff, Jordi Cruyff menyatakan rasa terima kasih yang amat sangat besar untuk semuanya. Pria yang kini menjabat sebagai Direktur Olahraga klub Maccabi Tel Aviv, berterima kasih atas semua cinta yang diberikan untuk ayahnya. “Atas nama ibu saya, saudari dan seluruh keluarga, saya ingin mengucapkan terima kasih atas semua cinta, doa, dan kenangan yang datang sejak kemarin, juga selama beberapa bulan terakhir,” kata Jordi, Sabtu (26/3) kemarin. “Ini sangat menyentuh kami, bahwa Johan adalah inspirasi untuk banyak orang. Kami ingin menyampaikan terima kasih khusus kepada semua dokter dan staf medis yang telah mendukung kami sampai akhir,” tambahnya. Pria 42 yang juga mantan pemain Barcelona dan Mancheter United ini mengaku sangat mengagumi ayahnya. Melalui twitternya, Jordi menuliskan ungkapan terima kasih pada Cruyff karena telah mengajarkan tentang nilai-nilai kehidupan. Memang banyak yang mengagumi sosok pemain ini. (kmb22/rtr)

Rapor Mourinho di Setiap Klub Benfica (20 September 2000-5 Desember 2000) : 6 menang, 3 seri, 2 kalah dari 11 laga Uniao de Leiria (Juli 2001-23 Januari 2002) : 9 menang, 7 seri, 4 kalah dari 20 laga FC Porto (23 Januari 2002-26 Mei 2004) : 91 menang, 21 seri, 15 kalah dari 127 laga Chelsea (2 Juni 2004-20 September 2007) : 124 menang, 40 seri, 21 kalah dari 185 laga Internazionale Milan (2 Juni 2008-28 Mei 2010) : 67 menang, 26 seri, 15 kalah dari 108 laga

Saat ini kesepakatan terbesar untuk upah pelatih adalah Pep Guardiola. Pelatih yang akan menukangi Manchester City di musim depan itu menerima bayaran 15 juta pounds per musim. Jika Mourinho benar-benar menerima bayaran 20 juta pounds dari MU, ia akan menjadi pelatih dengan bayaran tertinggi dalam sejarah sepak bola. Angka itu pun belum termasuk bonus jika memenangi gelar. Hingga kini rumor yang beredar menyebutkan Mourinho akan tiba pada Mei 2016. Berita Mou yang segera merapat ke Old Trafford memang bukan hal baru. Sejak bursa transfer musim dingin 2015, mantan pelatih Real Madrid digadang-gadang akan menjadi suksesor Louis van Gaal yang dinilai gagal mengangkat performa United.

Bersama Van Gaal United seolah kehilangan nyawa permainan. Wayne Rooney dan kawan-kawan lebih banyak memainkan bola di lapangan tengah tanpa membongkar barisan pertahanan lawan. Hasilnya produktivitas gol Setan Merah tidak terlalu signifikan. Bahkan United menempati urutan kedua perolehan gol paling sedikit dalam deretan 10 besar klasemen Premier League. Manchester Merah baru mengemas 38 gol dari 30 pertandingan dan hanya unggul empat dari Stoke City. Jika benar The Special One akan ke Old Trafford, maka dia telah berencana untuk mendepak beberapa pemain. Menurutnya pemain-pemain tersebut tidak sesuai dengan skem a

permainan yang akan dia kembangkan. Beberapa nama yang berpeluang untuk dijual adalah Marouane Fellaini dan Juan Mata. Namun para pemain United menolak mengomentari berita tersebut. Kiper Manchester United Joel Pereira adalah salah satunya. Pereira menolak untuk mengomentari kedatangan pelatih yang juga asal Portugal itu dan menegaskan dukungan penuhnya kepada Louis van Gaal. “Jujur, yang berbicara paling banyak tentang ini adalah surat kabar, para pemain tidak,” ujarnya. “Pelatih kami sekarang adalah Louis van Gaal yang akhir-akhir ini mendapatkan hasil yang lebih baik dan memiliki kontrak hingga 2017,” tambah kiper yang kini dipinjamkan ke Rochdale tersebut. “Itu tak akan terlihat, baik bagi saya untuk berbicara tentang calon lain untuk mengambil tempatnya,” katanya lagi. Masih ada waktu beberapa bulan untuk melihat kelanjutan rumor ini. (kmb33/rtr)

poin penuh dari PS Polri,” papar Indra Sjafri. Baginya, menghadapi PS Polri tidak ada strategi khusus yang bakal diterapkan. Hanya, Gede Sukadana dkk. supaya tetap berkonsentrasi sepanjang 90 menit dan disiplin menjaga pertahanan serta pergerakan lawan. Sehingga, lawan tidak terlalu leluasa mengobrak-abrik pertahanan. “Di laga terakhir, kami harap kesalahan seperti itu tidak terulang lagi. Mengingat pertandingan terakhir penjadi pertandingan krusial demi perebutan satu tiket lagi ke semifinal. Kami yakin lawan juga pasti akan tampil all out untuk itu,” ujar Indra Sjafri. (kmb41)

melawan Belanda. “Dia bermain sangat bagus dengan sentuhan-sentuhannya,” kata Deschamps. “Dia memiliki kualitas luar biasa sebagai pemain dan mencetak banyak peluang. Dia memberitahu kami apa yang telah dilakukannya bersama klubnya. Dia berada dalam performa puncak,” terangnya lagi. Laga persahabatan Les Bleus akan dilanjutkan dengan melawan Rusia pada hari Selasa (29/3) mendatang. (kmb33/ap)

Real Madrid (31 Mei 2010-1 Juni 2013) : 128 menang, 28 seri, 22 kalah dari 178 laga Chelsea (3 Juni 2013-17 Desember 2015): 80 menang, 29 seri, 27 kalah dari 136 laga Prestasi Mourinho FC Porto Primeira Liga: 2002/2003, 2003/2004 Taca de Portugal: 2002/2003 Piala Super Portugal: 2003 Champions League: 2003/2004 Europa League: 2002/2003 Chelsea Premier League: 2004/2005, 2005/2006, 2014/2015 FA Cup: 2006/2007 Piala Liga: 2004/2005, 2006/2007, 2014/2015 Community Shield: 2005 Internazionale Milan Serie A: 2008/2009, 2009/2010 Coppa Italia: 2009/2010 Piala Super Italia: 2008 Champions League 2009/2010

PASTI - Jose Mourinho hampir pasti menjadi pelatih

Real Madrid La Liga: 2011/2012 Copa del Rey: 2010/2011 Piala Super Spanyol: 2012

Manchester United.

Menang Lawan PS Polri

Denpasar (Bali Post) Tuan rumah Bali United selangkah lagi bakal lolos ke semifinal Turnamen Piala Bhayangkara 2016. Dengan catatan di laga terakhir babak penyisishan Grup B di Stadion Kapten Wayan Dipta, Gianyar, Minggu (27/3) sore ini, Bali United harus mampu meraih kemenangan

atas tamunya PS Polri. Tambahan tiga angka menjadi harga mati jika tim Serdadu Tridatu ingin mengamankan tiket ke empat besar. Pelatih Bali United, Indra Sjafri, mengakui, jika pertandingan terakhir meladeli PS Polri memang menjadi pertandingan hidup-mati dan akan berlangsung sangat ketat. Pasalnya, dari tiga kali laga yang dilakoni

asuhan Bambang Nurdiansyah itu, tim lawan tak pernah menelan kekalahan melainkan menuai satu kali kemenangan dan dan dua kali seri. “Kami akui pertandingan terakhir ini berat. Karena kedua tim sama-sama ingin meraih hasil terbaik agar bisa lolos ke semifinal. Namun beban kami yang lebih berat karena kemenangan menjadi

harga mati, sedangkan PS Polri hanya membutuhkan hasil seri mereka sudah lolos,” ungkapnya di Denpasar, Sabtu (26/3) kemarin. Meski berat, mantan pelatih Timnas U-19 itu tidak patah semangat. Bermodalkan kemenangan saat menjamu Persipura Jayapura dinilai cukup membuat asuhannya sedikit termotivasi demi raihan hasil sempurna di laga penentuan. “Kami bakal berjuang dengan sekuat tenaga di lapangan agar bisa lolos ke semifinal. Meki tipis bisa lolos, namun apa saja bisa terjadi di tengah lapangan. Intinya, pemain harus tetap fokus dan berusaha agar bisa meraih

Amsterdam – Prancis memang menang atas Belanda dalam laga persahabatan. Tapi Didier Deschamps menyesalkan kelengahan Prancis yang sempat membuang keunggulan dua gol. Dalam pertandingan di Amsterdam Aren A, Sabtu (26/3) dini hari kemarin Prancis memetik kemenangan 3-2 atas Belanda. Kemenangan Prancis ditentukan

oleh Blaise Matuidi tiga menit jelang laga usai. Prancis memulai laga dengan baik. Mereka langsung unggul 2-0 dalam 13 menit pertama pertandingan. Gol-gol Prancis dilesakkan oleh Antoinne Griezmann dan Olivier Giroud. Namun Belanda mampu mengejar di babak kedua. Gol Luuk de Jong di menit ke-47 dan Ibrahim Afellay di menit ke-86 membuat kedudukan menjadi sama kuat 2-2. Kemenangan Prancis baru dipastikan oleh Matuidi tiga menit jelang pertandingan usai.

Gelandang Paris Saint Germain itu mencetak gol usai memanfaatkan umpan terobosan Anthony Martial. Meski menang, Deschamps punya evaluasi untuk timnya. Dia secara khusus menyoroti konsentrasi Prancis yang menurun di babak kedua. “Gol pertama Belanda dibuat dengan tangan, tapi kami kurang konsentrasi di gol kedua dan kami harus menghindari itu,” ujar Deschamps. “Kami memainkan babak pertama dengan sangat bagus, tapi babak kedua lebih buruk. Kami

akhirnya menang dan skenarionya menguntungkan kami, tapi kami harus lebih fokus. Kami mengendalikan pertandingan dan itu bisa saja berakhir 2-2. Kami punya tujuh atau delapan peluang dan harus bisa mengelola pertandingan lebih baik dari pada itu,” katanya. Sang pelatih sendiri memberikan pujian atas performa Dimitri Payet. Playmaker West Ham tersebut kembali ke skuat Les Bleus setelah sembilan bulan absen. Payet pun langsung membayar kepercayaan Deschamps dengan tampil impresif saat

Harga Mati bagi Bali United

Meski Menang, Deschamps Kritik Timnya

Christian Benteke

BPM/rtr

Atletico Incar Benteke

Madrid – Atletico Madrid dikabarkan membidik Christian Benteke pada bursa transfer musim panas 2016. Seperti yang diberitakan oleh harian setempat, Sabtu(26/3) kemarin klub yang berbasis di ibu kota Spanyol itu disinyalir ingin menambah dua striker untuk memperkuat timnya musim depan. Selain Benteke, striker Chelsea, Diego Costa disebut-sebut juga telah menjadi incaran Atletico Madrid. Namun perburuan Atletico pada bursa musim panas ini sepertinya tidak akan mudah. Pasalnya, dua klub Eropa lainnya, Juventus dan West Ham juga berhasrat memboyong Benteke. Sementara klub asal Benteke, Liverpool sepertinya tidak akan memperpanjang kontrak pria 25 tahun itu. Sebelumnya Benteke telah membeberkan masalah yang kerap dihadapinya selama berseragam klub berjuluk The Reds itu. Pria asal Belgia itu mengaku tidak memiliki hubungan baik dengan arsitek Liverpool, Jurgen Klopp. Ia bahkan kerap merasa dianaktirikan oleh Klopp. Alih-alih berusaha mempertahankan Benteke, Liverpool justru menyatakan tengah tertarik dengan gelandang AS Roma, Leandro Paredes. Klub yang berbasis di Anfield ini bahkan siap memasukkan Benteke ke dalam penawaran untuk mendapatkan tanda tangan Paredes. (ant/afp)

Ter Stegen Isyaratkan Hengkang Berlin – Marc-Andre Ter Stegen mengisyaratkan kemungkinan hengkang dari Barcelona. Ini berkenaan dengan rotasi kiper yang kerap dilakukan pelatih Barca, Luis Enrique. Semenjak bergabung dengan Barca dari Borussia Moenchengladbach pada awal musim lalu, Ter Stegen berperan sebagai kiper untuk laga-laga Copa del Rey dan Liga Champions. Sementara untuk La Liga, posisi penjaga gawang dipercayakan kepada Claudio Bravo. Ter Stegen hanya mendapatkan kesempatan tampil di La Liga jika Bravo cedera. Musim lalu ia sama sekali tidak bermain di La Liga, sementara musim ini ia baru merumput 4 kali di kompetisi liga. “Saya ingin mengambil langkah selanjutnya dan bermain lebih sering. Jadi situasinya jelas: jika tidak ada perubahan kami akan bicara. Dalam dunia sepak bola segalanya bisa berlangsung amat cepat” ujarnya, Sabtu (26/3) kemarin.

Musim lalu, Ter Stegen bermain sebanyak 21 kali sepanjang musim. Sementara musim ini ia sudah bermain sebanyak 20 kali. Ia memperhitungkan, dalam semusim ia bisa bermain sebanyak 25 kali. Sementara jumlah 25 kali bukanlah jumlah yang sedikit, Ter Stegen berharap bisa mendapatkan kesempatan tampil lebih sering. “Jumlah itu memang tidak kecil. Tapi, ketika saya kembali dari tim nasional, mungkin saya akan kembali duduk di bangku cadangan di La Liga, saat El Clasico melawan Real Madrid,” ucap Ter Stegen. “Pada akhirnya 25 laga ini tidaklah cukup buat saya. Tapi keputusan ada di tangan pelatih. Saya hanya berharap

kerja keras yang sudah saya tunjukkan mendapatkan ganjarannya,” kata kiper berusia 23 tahun ini. (kmb33/rtr)


Minggu Umanis, 27 Maret 2016

GELANGGANG

11

Pejudo Adesta dan Dewa Rama Sumbang Emas Denpasar (Bali Post)Pejudo Bali kelompok senior yakni Putu Wiradamungga Adesta (kelas -81 kg) dan Dewa Kadek Rama WP (kelas -66 kg), sukses mendulang emas, pada hari kedua Bali Open International Jud Championship 2016, GOR Lila Bhuana, Sabtu (26/3) kemarin.

Galuh Prasasti (kiri)

BPM/dok

Pejudo Satria Jaya Denpasar yang turun pada kategori usia 13-16 tahun yang merebut emas yakni Gede Laksana Myasa (-50 kg) dan Ni Luh Ade Swandewi Putri +63 kg). Peraih emas untuk 13-16 tahun lainnya seperti Diki Hartato (Tiang Bendera

Jakarta) di kelas -60 kg, Alpiansyah (Cempata Putih Jakarta) di kelas -55 kg, Nur Salwa Agustina (PJSI Kota Bogor) di kelas -43 kg, Nadiyah Olivia Janet (PPLP Banten) d kelas -63 kg. Sementara pejudo tuan rumah PON ke-19 Jabar leb-

Galuh dan Agus Wira Juara PDKC Gianyar

Denpasar (Bali Post)Petenis meja Galuh Prasasti dan Komang Agus Wira keluar sebagai juara kategori SD dalam turnamen Piala Wali Kota VII/2016, di GOR Pekambingan, Sabtu (26/3) kemarin. Di final Galuh menundukkan Ani 3-0 (11-6, 11-8, 11-8). Sedangkan juara III bersama Mang Tri dan Rina. Agus Wira di laga pamungkas mengalahkan Rofik 3-1 dan juara III Haro Yoga serta M. Ibadullah. Untuk kategori SMP yang melaju Deva Prasetya, Komang Kenuk, Komang SW, dan

Komang Agus Wira. Di sektor putri, Mang Ayu, Dek Ayu, Galuh, dan Mang Nik. Kategori SMA, petenis meja yang melenggang Pasek, Deva, Bobby, dan Komang Kenuk. Di bagian putri, Puspawati, Putu Diza, Mang Nik, dan Dek Ayu. Ketua Panpel Putu Gede Mudana menjelaskan, Pengkot PTMSI Denpasar terus melakukan pembinaan, bertujuan menjaring bibit petenis meja yang bisa dibina hingga ke event yang lebih tinggi yakni Porjar dan Porprov. (022)

Empat Petinju Bali Ikuti Piala Gubernur Maluku

Denpasar (Bali Post)Empat petinju Bali mengikuti kejuaraan nasional tinju memperebutkan Piala Gubernur Maluku, awal April mendatang. Mereka adalah Valentinus Nahak kelas layang ringan (46 kg), Julio Bria terbang (52 kg), Gregorius Dende kelas ringan (60 kg) dan Jacky Riwu (welter ringan, 64 kg). Sementara yang tidak berangkat adalah Cornelis Wangau yang saat ini berlaga pada pra Olimpiade di Beijing, Tiongkok. Sedangkan Tiovillo Kharisma Bahari menengah (75 kg) juga tidak akan berlaga lantaran masih dalam penyembuhan cedera yang dialaminya. ‘’Anak-anak sudah siap untuk bertanding. Semua persoalan teknis dan non teknis, sudah terselesaikan dengan baik,’’ ujar Pelatih Yulianus Leo Bunga, Sabtu (26/3) kemarin. Ketua Umum Pengprov Pertina Bali N. Adi Wiryatama,S.Sos.,M.Si., menargetkan Julio Bria bisa meraih emas. Soal berapa emas yang ditargetkan, Ketua DPRD Bali ini menyatakan tidak melihat dari jumlahnya. ‘’Kami tidak mau persoalan jumlah jadi beban bagi anak-anak. Yang penting dapat emas. Dapat satu syukur dapat lebih bersyukur lagi,’’ papar Adi Wiryatama, yang pada kesempatan tersebut didampingi Ketua Harian Harry T. Putra.

Menyinggung soal bonus, baik Adi Wiryatama mau pun Harry T. Putra samasama kompak tidak mau berkomentar banyak. ‘’Setiap sebuah keberhasilan pasti akan ada penghargaan. Kami tidak mau obral bonus, karena hal itu bisa saja jadi racun atau penghambat prestasi anak-anak,’’ timpal Harry T. Putra Para petinju Bali nantinya akan bertarung dengan para petinju terbaik Indo-

nesia. Kemungkinan besar petinju yang sudah lolos berlaga di PON Jabar, akan berpartisipasi mencoba kemampuan terbaiknya. ‘’Saya dapat informasi dari panitia, hampir semua daerah ikut serta. Mereka menjadikan kejuaraan ini sebagai ajang mengukur kelebihan dan kekurangan selama berlatih serta sekaligus pula mengintip kekuatan lawan,’’ kata Pelatih Yulianus Leo Bunga. (kmb)

ih siap pada turnamen ini, utamanya para atlet senior. Pejudo Jabar mampu meraih enam emas. Mereka adalah Annisa Agustina (-63 kg), Diah Pitaloka (-57 kg), Herlina Gita (-52 kg), Fadillah Febrianti (-48 kg), Toni Irawan (-60 kg), M. Imam Maulana (-55 kg).

Pejudo lainnya yang mendulang emas adalah Nakagawa (Jakarta Japan Judo Club), di kelas -100 kg, Alexis Plantard (Prancis) pada kelas -90 kg, Hidehito Sugimoto (Ari Yake) di kelas +100 kg. Meikya Kubus (Bekantan), Melissa Soo Qin Qi (Singapura) di kelas -70 kg, Nur Abidanari (PJSI Lampung) di kelas -78 kg, Melinda Kay Swanson (Lubuk Linggau). Perebutan juara bakal ditentukan pada hari terakhir, Minggu (27/3) ini. (022)

Masih Memimpin

Tabanan (Bali Post)Tim karate PDKC Gianyar masih memimpin pada hari kedua Kejuaraan Lemkari Piala Margarana III/2016, di GOR Debes, Tabanan, Sabtu (26/3) kemarin. Tambahan emas PDKC Gianyar antara lain dipersembahkan Ni Kadek Ary Winadi (kumite -54 kg kadet), Putu Teguh Suanda (kumite -52 kg kadet), Made Indra Julyastra (kumite +35 kg pra pemula). Karateka Lemkari Badung yang menyabet emas seperti Putu Krisna Fajar Dananjaya (kumite -70 kg kadet), Kadek Agus Yoga Sedana (kumite +40 kg pemula), Sayu Putri Noviantari (kumite +54 kg kadet), Putu Krisna Fajar Dananjaya/Putu Gede Ananta Kusuma/Gede A Damar Wisesa Warman (kata beregu kadet). Sedangkan karateka Tulip Denpasar yang menyumbang emas antara lain, Made Wira Aryadinata/ Made Yoga Aditya Putra/Gede Yogi Andika Putra (kata beregu pemula), Made Rai Saputra Arjawa (kumite -57 kadet), Niken Ayu Mawardiani/Kadek Desinta Putri Cahyani Dewi/Ni Nyoman Ayu Sri Budiyani. (kmb)

BPM/kmb

BEREGU - Karateka yang turun di nomor kata beregu putra pra-pemula pada Kejuaraan Karate Lemkari Piala Margarana III/2016, di GOR Debes, Sabtu (26/3) kemarin.


12

Minggu Umanis, 27 Maret 2016


Sastra

Redité Umanis, 27 Maret 2016

I Kaki Dengkil

Cicing Kacang Cicing Borosan

TUKANG kaplingé padem ring otél sesampuné awengi nyangkutin céwék kafé. Asapunika iur ortiné ring marginé. Sapunapi punika kabaos padem salah pati, ulah pati, sakit gedé, padem sliwah, utawi kalapati? Nénten wénten sané ngwilangin. Mangkin wantah wénten jatma padem, séda, lepas, utawi sané siosan, puput ja abénang. Nénten wénten malih sané ngwilangin, punapi padem salah pati, ulah pati, sakit gedé, padem sliwah, utawi kalapati. Wantah pamarginé lanus, nénten wénten kapiambengan, abénang ring setra soangsoang. Wantah wénten kapiambengan, bakta ka Mumbul utawi ka Cekomaria. Kremasi irika. Nénten wénten malih ngwilangin keni sengker désa utawi subha déwasa. Wantah dados gelisang ngabénang, raris kaabénang. Puniki malih asiki. Mangkin nénten wénten malih ngwilangin jagi ngebag sawa. Wantah durung wénten galah jagi ngabénang, kinsanang ring kamar mayat. Dis sampun jagi ka sétra, wawu ambil. Tiwakin tirta pangentas, siramang, raris bakta ka sétra! Utawi krémasi ring krématorium! I Kaki Dengkil kobet manahné ngwilangin indiké punika. Guminé sampun obah? Saking riin sampun asapunika! Sambilanga ngaksinin bulané kapangan, Ipun nungadah nglaca-laca. “Ida Bhatara ring dija Ida magenah? Nyalantara ring ungkur lawat sasiné? Ring ambuné nyaputin acalané?” Asapunika I Kaki Dengkil ngrimik sambilanga nungadah mabalih bulan kapangan. Mangkin sampun semengan. I Kaki Dengkil durung polih masaré awengi bétél santukan murnama. Pakrimik piragina wargi Tepisiringé ngortiang indik I Sénglad tukang kaplingé madem kabajra antuk Ida Padanda. “Nyén ngelah raosé ento?” I Kaki Dengkil matakén ring manah. “Apa I Prodong ané ngelah raosé indik ento? Apa ulian ibi lemeng nangkilin Ida Padanda apeteng bétél? Apa ulian napetang Ida Padanda brangti kélangan sisya? Apa ulian napetang Ida Padanda brangti bangketé kaadol antuk Jero Lingsir? Laut Ida Padanda menggah lakar ngayudain soroh pepakané?” I Kaki dengkil sangsaya wantah orti pademné I Sénglad rauh saking bibih I Prodongé sané linggah biasa ngorti lantang malémad. I Kaki Dengkil érang ring ortiné punika? Nénten! Rasayanga pisan wargi Tepisiringé waluya asapunika saking riin. Gelis pisan mrecayain sané asapunika. Gelis precaya ring baos sané ta manut lokika. Gelis mandungang kawéntenané sareng sané boya-boya. Anak sengkaon pitananga wénten sané ngaryanin. Asapunika naler anak padem, biyuta, tur solah sliwah, katepasin wénten sané ngenén. Sampunang sampun baosanga indik polih wangsit. Makéh pura, makéh upakara kadasarin antuk polih baos, polih tatenger, polih taksu, tur sané siosan. Kantos uyun rasayanga sirah I Kaki Dengkilé ngamanahang indik pademné I Sénglad. Sakadi sané sampun lintang, manahné ngumbara milehan. Saking macakang punapi pamargin kapatiané, kantos nepasin kasujatian uripé puniki. Malih asiki sané abot manahanga indik kawéntenan wargi Tepisiringé sané irgamayanga sakadi cicing kabelet. Raris mangkin manahanga sakadi cicing kacang napiké cicing borosan. Sapunapi dados I Kaki Dengkil ngamanahang asapunika? Kocap punika santukan wargi Tepisiringé marasa sampun kabeletang. Makéh bangket tur tegal sané sampun kaadol. Sané numbas wang dura désa tur dura negara. Makéh sané marasa guminé sayan nyupekang. Makéh sané marasa sampun kobet alih-alihané. Waluya sampun masekolah tegeh, kobet pisan ngrereh pakaryan. Dados pagawé kontrak kémanten nénten prasida, wantah nombok wawu polih. Jagi dados tani makarya ring bangketé? Bengketné sira jagi karyanin? Bang sira jagi karyanin? Bangket I Pekak sampun kaadol anggén ngroras. Bangket pisagané naler sampun madol kaangé mecikang parahyangan tur numbas montor. Jagi kudiang mangkin? Nénten wénten purun masuara. Wantah nyicing kacang makasami. Wantah purun ngongkong saking betén umah kémanten. Wantah jagjagina kinceh ikuhné. Napi malih kaenjuhin tulang, waluya tan paisi, kutal-kutil ikuhné. Punika cingakin anaké sané nulak reklamasi akéhan sané bruak-bruak nénten karoan. Arang mangkin sané wira sakadi cicing borosan. Purun negor buntut buroné. Dados mrika lakuna? Inggih... sané mangkin I Kaki Dengkil ngamanahang mangda wargi Tepisiringé sumeken pisan nepasin. Napi jagi dados cicing kacang utawi cicing borosan? “Yén lakar dadi cicing kacang, tongosang ibané di betén umah. Kanggoang ngongkong uli ditu! Nyén nawang nyanan ada anak ngliwat ngenjuhin balung abungkul. Yén aget sinah balungé misi isi duang kesitan. Yén lacuran, kanggoang balung tan paisi anggon ngledledin basangé layah. Lamun sajan wira nindihin gumi, mai dadi cicing borosan! Yudain buroné ané ngusak-asik gumi Tepisiringé. Jalan tulak reklamasi!” Asapunika I Kaki Dengkil mapidarta ring pasaré. Ngawinang iur pasaré semengé puniki. Sané sampun tatas ring solahné, kenyar-kenyir sambilanga nglintang ngedoh. (Jelantik)

I Selisik Makaik I Nyoman Manda PETENG dedet tuah bintang duén kedip-kedip di langité lan nyunarin yéh tukadé ané selem denges klélam-klélam. Ada anak muani awakné ganggas sayaga pesan nrebak Tukad Undané bakal nuju ka désa Kusamba. Ia suba tatas pesan bakal nyisir jalan ka Kusamba krana mula ia parekan di Puri Kusamba ané kawangun olih Raja I Déwa Agung Putra duk abad ka siangolas. Ia tuah I Wayan Suralaga uli Désa Sukehet dibi bareng ajaka alaksa paiketan Askar Pemating Tiaga wani mati bakal mélanin Gumi Klungkungé undur uli Goa Lawah ngiring sesuhunan raja Klungkungé ané masiat mati-matian di Goa Lawah ngadang pasukan Belanda ané bakal nyerbu Puri Kusamba lan Klungkungé. Raja Klungkung I Déwa Agung Istri Kanya sareng Anak Agung Ketut Agung, Anak Agung Madé Sangging mabéla pati nindihan kapatutan lan dharma negarané nanging krana senjatan musuhé lebih luung, liu lan kuat, Klungkung kalah lan dané mundur ka Puri Semarapura. Belanda nguasaang Puri Kusamba lan pada égar baan mrasidaang ngebug prajurit Klungkungé. Mayor Jendral Av. Michiels ané

mara pesan ngalahang Gumi Jagaragané jani buin bakal ngrejek kerajaan Klungkungé. Tanggal 24 Mei 1849, Prajurit Klungkungé kalah di Goa Lawah lan undur ka Puri Semarapura. Lan jani serdadu Belanda makémah di Puri Kusamba, puri ané kawangun olih Raja Déwa Agung Putra krana lanying ambengané (kusamba) setata tajem siaga bakal mabéla pati nindihan Gumi Klungkungé. Yadiastun kalah ring Goa Lawah lan undur ka puri, Raja Klungkung Ida I Déwa Agung Istri Kanya lan sinamaian para sametonidané, jengah pacang ngwales kekalahanidané. Raris Ida marembug lan suba saget pasti pemutusé bakal nyerang Belanda bénjang tengah lemeng krana Belandané sedeng égar makémah di Puri Kusamba. Ia pasti sing ngadén krana kalah, raja Klungkung bakal remrem sing nyidaang makingkingan. Nanging Askar Pameting Klungkung bakal galak nrajak musuhé. Lan pastika Ida Déwa Agung Istri Kanya sareng sametoné sing kayun kasep prajani bakal ngwales nyerang Belanda di Puri Kusamba. Sing ada carita kalah jani tuah jengah galak. Taktik lan siasat pagebugan suba siaga pesan

13

kaatur krana Puri Kusamba bakal kaserang ngedaslemahang dinané buin mani. Sing ada galah maadéngan lan para Kesatria Klungkungé suba pada siaga nganutin tugas sané suba karancang pasti oleh Ida Déwa Agung Istri Kanya. Sameton Ida, sakadi Anak Agung Ketut Agung, lan Anak Agung Madé Sangging, saha para ksatria tiosan ngrejek saking belahan sisi, abelah ring pasisi, laksaan askar saking sisi kaja lan Déwa Agung Istri Kanya anelung ring tengah, nitis margi nuek ka Puri Kusamba. Lengking Askar Pemating setata galak makingking égar siaga matanding. Nindihin patut masambung kancut Lan suba ada parekan andel ané suba lisig nawang jalan nyunut ka Puri Kusamba ajaka solas Askar Pemating suba siaga, I Wayan Suralaga ané dadi penatas jalan apang nyidaang napek tengah lemeng suba ada di palemahan bancingah Kusambané. Ada ajak sia negen bedil laras lantang, negen perantos I Selisik, senjata sakti pusakan Puri Klungkungé, bedil pusaka ané bisa nitis musuh ané mula kapidi pesan. Perantos lan panyandangné suba andel pesan lan Ida Déwa Agung Istri Kanya ngadeg ngregep nguncarang mantra pangaci lan para satriané tuah ngantiang pamutus titah nyerbu. Sakadi macan pada bakal makrak nyagrep. Ené ané dadi tategenan I Wayan Suralaga, ia nrabas mentas jalan mirig teba, pundukan lan telabah ané bisa énggal nuju bancingah Puri Kusamba. Suba léwat tengah lemeng. dedauhané suba nyrangsang kudang nalik, sawatara miriban kudang apanimpug bakal maakin Puri Kusambané para sandi tlisik kampid kiwa tengen suba pada ngantosang titah Déwa Agung Istri Kanya ané sayaga pesan kadampingin satria wiréng ané negen bedil gedé I Selisik. Ida Déwa Agung kaiter oleh satria tumbak galak lan ri sampingidané ada parekan panah api ané bakal mletasang panah api ka langité sakadi cihna yén dedauhan ngawit ngrejek musuhé patut kalaksanayang. I Selisik sampun kapempenin mimis jangkep apematutné lan parekan panyandang suba siaga ngemel mimis sakti saget sané sampun kajampi mantra tatas titis lempeng tan meléncéng. Krana I Selisik yén suba kajampi macedur nitis sapanitah pakayun Ida Déwa Agung Istri Kanya. Suba makiré kudang nalik nyeros uli tengah lemengé lan makejang satria ané di pasisi lan daja tanggun purané suba pada siaga, sabilang papakan basé suba sambung-sinambung titah kajalanang kaantar olih pasukan sané madérét masambung kadi busur panah… siaga… siaga… siaga… makejang pada ngemel senjatané lan pasukan kiwa tengen bakal masuriak galak, utamané ané di pasisi apang ngulun cara ulunan macan poléng galak kairing suryak cicing alas ané

bok lan medil Askar Klungkungé. Liu pada maglebug bah nanging ané durian buin nyerbu kanti suba nyidaang perang tanding di tengah puriné krana Belandané kasep baan becat suryak Askar Pemating Klungkungé. Lantas tan panehen ada serdadu Belanda pesu uli pamedal nganggar pestol. “Verdome… verdome… bunuh semua….” ia nyerit lan mrintahang serdadu Belanda apang terus némbak musuh. Mara Jendral Michiels pesu lan kadi kilat tatit Ida Déwa Agung Istri Kanya ngregep nguncarang mantra lan ngedeng platuk I Selisik ané sahasa kadi kilat macuet nyander nuek Sang Jendral. Mula kawisésan I Selisik tuah nitis patitah Ida Déwa Agung. Jendral Belandané nelik matané nitahang serdaduné apang terus némbak nanging ia makesiab lan kesakitan paané pesu getih lan ada timpalné nyagjag nanging kudang jahan ia masih bah awakné maurab getih. “Aduh… aduh…,” Sang Jendral ngisi paané kéto masi timpalné ngisi awakné. Nepukin pemimpiné bah buka kéto lantas ada ané mrintahang apang énggal ningting keduané lan plaibanga nganginang. Askar Pematingné masuryak nanging ceduran bedil serdadu Belandané mlaib nganginang liu ngranayang bah askaré lan serdadu Belandané terus némbak nglindungin timpal-timpalné ané mundur nganginang kanti suba joh ngléwatin Goa Lawah. Krana musuhé suba joh lantas Ida Déwa Agung Istri Kanya nitahang pasukan Askar Pematingé makumpul di Puri Kusamba lan Ida ngandika. “Panjak gelah ajak makejang yadistun raga menang lan liu musuhé mati, jani ngancan raga waspada lan siaga krana Belanda pastika bakal nyerang buin, sing dadi lénga,” lantas Ida sareng sametoné nrajang ka mrajan bakal muspa antuk paswécan Sang Hyang Prama Kawi, Ida prasida ngasorang Belandané lan némbak pamucuk musuhé Jendral Av. Michiels. Askar Pematingé pada girang makumpul di Puri Kusamba mareresik lan mupulang para askar ané séda ring rana lan ngubading ané matatu. Kanti suba duang wai ditu masanekan di Puri Kusamba siaga lantas lingsirang ento tilik sandi uli Padangbay ané nuturang Jendral Michiels ajak Kapten H. Everst mati krana mimis bedil I Selisik. Ningeh pesen tilik sandiné buka kéto prajani Wayan Suralaga ngemelang limané. “Ené Askar Pemating ngiring sesuhunan Ida Déwa Agung Istri Kanya prasida matiang Jendral Belandané,” ia enu ngemelang limané lan malaib ka bencingah ka warung Ni Jasi, dagang gantal gélanné nguni sekat ia marekan di Puri Kusamba.

Saking Langit Bali

Udyoga Parwa

Satya ring Semaya Olih : I K. Satria, S.Ag. SESAMPUNÉ mirengang carita Ida Déwi Kunti sakadi punika, Ida Sang Karna rumasa sebet sangkaning nguningin parindikan sakadi asapunika. Kala punika Ida Déwi Kunti taler nangis sangkaning méweh pikayunaidané ngayunin indiké punika. Ida wantah ngayunin mangda Ida Sang Radheya miwah Panca Pandawa nénten pejah ring payudan. Déwi Kunti alih mabaos sinambi nangis tan pegatan. “Cening... mangkin I Déwa sampun nguningin indik kasujatian I Déwané. Asapunika taler I Déwa sampun tatas sapasira sané pacang dados meseh I Déwané ring payudané. Ibu nunas ring I Déwa, Ida Sang Arjuna wantah sameton I Déwané, napiké prasida I Déwa pacang mademang kulawargan I Déwané...?” Asapunika baos Ida Déwi Kunti. Ida Sang Karna nyawis antuk pikayunan sané taler sebet pisan: “Uduh Biang, sadurung titiang nyawis pitakéné punika, titiang pacang matakén ring Biang, ri kala titiang nantangin kawéntenan Ida Sang Arjuna ring alun-alun Jagat Astinapura, napiké Biang sampun uning ring kawéntenan titiangé pinaka putran Biangé?” Malarapan tangis Ida Déwi Kunti nyawis: “Inggih... inggih Cening. Sujatiné Biang sampun uning, sakémaon kala punika Biang nénten prasida mabaos sangkaning mirengang para ksatria irika ngasorang kawéntenan I Déwané.” “Raris napi mawinan Biang meneng tan pasuara, nénten mélanin anggan titiangé sané sujatiné pateh maraga ksatria? Napi mawinan Biang meneng sakadi punika?” “Uduh Cening, minab I Déwa nénten uning, sangkaning kayun Biang ngutamayang kawéntenan I Déwané, sangkaning ngarepang mangda parajanané miwah sadaging Jagat Astinapurané setata bhakti ring I Déwa.” Dahat krodha Ida Sang Karna nyawis: “Kaiwangan Biangé sangkaning Biang ngutang titiang tatkala titiang kantun alit.” Ida Déwi Kunti malih mabaos: “Ampurayang kawéntenan Biangé Cening, Biang nunas ampura.” “Sang maraga Biang nénten becik nunas pangampura ring sang maraga putra. Yadiastun asapunapi bebaosané, wantah pinaka kapatutan titiang pinaka putra tur Biang pinaka biang titiangé sané ngwéntenang anggan titiangé. Mawinan asapunika, mangkin aksi sembah titiang....” Sinambi manyembah Ida Sang Karna ring ajeng Ida Déwi Kunti sané nangis tan pegatam, toya panonidané nrébés melusin pipinidané. Sesampuné matur sakadi asapunika, raris

nrabas maakin Puri Kusambané tongos serdadu Belanda ané sedeng mangaso girang pada nginum arak kopi baan dibi suba menang lan ngancurang pasukan kerajaan Klungkung uli tapal wates Goa Lawah Mula prabawan sang nata ksatria jengah pejah pacang mélanin negara makejang pada siaga masambung kancut nindihin guminé ané karampas dibi oleh Belandané. I Wayan Suralaga suba maakin punyan biu ané ngrimbun disamping abian ambengan di arepan Puri Kusambané sawatara suba ada telung dasa telu depa. Di tengah puriné pasukan Belanda ajak réncang juru tegené suba girang maan ngebug ksatria Klungkungé. Sesubané paak di samping punyan biuné, Wayan Suralaga mabalik tangkil ring Ida Déwa Agung matur nyembah “Ratu Déwa Agung, niki sampun wénten tigang dasa depa sakéng pamedal agung Puri Kusambane,” ia matur krana ia nawang pesan paundukan palemahan Puri Kusambané krana ia suba ada limang tiban dadi pecalang Puri Kusambané. Ida Déwa Agung meneng ngregep natap ka pamedal puriné. Sué Ida asapunika lantas Ida munggahang tangan lan nundik pemanah apiné. Wayan Suralaga mabalik lan nganggar tumbakné. Ida Déwa Agung nyerit lan api melesat nrebak langité. Tan asué pasangkan jeg macedur suriaké di pasisi, lan uling kaja suba ada ngentungang api ka puri. Di tengah puriné serdadu Belandané makesiab, ada ané pesu di pamedalé mara negok tangkahné suba tembus tumbak ané kasabatang olih prajurit Klungkungé. Makejang serdadu Belandané mara nepukin timpalné kena tumbak menék ka temboké lan medil ksatria Klungkung ané maakin puriné. “Cai sing dadi maju jani!” Wayan Suralaga ngisi liman prajurit Klungkung ané nagih maju kaarep bakal nyabatang tumbakné. “Dadi kéto Beli Wayan?” Askar Pemating tengah ento nolih Wayan Suralaga ané tekek ngisi limané. “Krana pasukan di tengah sing dadi maju tuah nébéngin Ida Déwa Agung Istri Kania ané bakal nyulut I Selisik ngalih sasaran ané utama.” “Béh ramé oesan siaté, liman tiangé suba gining bakal ngwales kekalahan ané dibi.” “Ené titah Ida Déwa Agung, pasukan di tengah sing dadi makrisikan apang kadéna dini sing ada askar tekén Belandané.” “Ah…,” askar Pemating ento nguntul ngemel tumbakné. Mula pastika suba titah Ida Déwa Agung Istri Kania askar di tengah sing dadi makritipan apang musuhé pada pesu lan ané utama ané bakal antosang, Pamucuk Belandané Mayor Jendral Michiels. Suryak lan siat Askar Pemating pada galak pesan lan pasukan Belanda suba pada menek tem-

Ida Sang Radhéya manyembah bhakti ring cokor Ida Déwi Kunti. Toya panon Ida Déwi Kunti nyumingkin tan pegatan sangkaning manggihin kawéntenan putranidané sané dahat becik, mawinan patut yéning Ida Sang Karna kasengguh ksatria sané sujati, Sesampuné puput manyembah, Ida Sang Karna raris matur malih. Suaranidané dabdab pisan sangkaning sebet ring pikayunan. Kadi asapuniki aturidané: “Nawegang titiang Biang, Biang minab sampun uning ring kawéntenan titiangé sané dahat mapiutang majeng Ida Sang Duryodhana. Titiang nénten prasida lali ring parindikan Ida Sang Duryodhana sané sampun ngicén titiang gelungan dados Raja. Tios punika, Ida taler sané sampun ngicén titiang kahuripan sakadi mangkin. Titiang taler sampun masemaya ring Ida Sang Acarya Drona, parindikan sang sané kabaosang ksatria mautama ring payudané, titiang napi Sang Arjuna. Punika sané banget pikayunin titiang.” Kadi Asapunika atur Ida Sang Karna. Malih mabaos Ida Déwi Kunti: “Uduh Cening, napiké parindikan punika sané ngawinang I Déwa pacang nyarengin payudané puniki?” Malih Ida Sang Karna nyawis: “Sangkaning semayan titiang ring Sang Duryodhana, patut margiang titiang pinaka cihna ksatria sané mautama. Sakémaon, Biang sampunang sumangsaya, ring jagaté Biang wantah pacang kaloktah pinaka Biang saking Panca Pandawané taler titiang. Sakémaon sadurung utawi sesampun payudané puniki Biang wantah kasengguh pinaka Biang saking panca putra.” Ida Déwi Kunti malih mitetesin suksman bebaosan Ida Sang Karna kadi asapunika. “Uduh napi minab tetuek atur I Déwané punika Cening...?” Ida Sang Karna nyawis: “Nawegang Biang, ri kala titiang molihang pangweruhan saking Sang Bhargawa sané nlatarang indik kahuripané puniki wantah pinaka payudan. Titiang ping kalih Ida Sang Arjuna pacang matemu ring payudané. Irika raris pacang wénten sané jaya tur kasor ring payudané. Napiké titiang utawi Ida Sang Ajuna, minab wantah para déwatané sané nguningin. Titiang wantah mitetesin Sang Arjuna, boya Sang Bhima napi malih Ida Sang Dharmaraja. sangkaning punika, titiang nunas mangda Biang pageh ring pikayunan, sampunang sungsut. Titiang taler sampun nguningin indik kawéntenan panah Ida Sang Arjuna taler kawéntenan Ida Sang Wasudéwa irika. Sakémaon ninggal payuda utawi nénten sareng mayuda, minab nénten pamargin titiangé.” Puput

Réklamasi Ningehang raos kéné kéto di sisi, iseng tiang ngintip anak diwangan iteh kisikisi, nyatuayang pejabaté ané suba maan kursi, koné ané sanget nentuang pakibeh reklamasi. akéh piragi kramané nolak réklamasi, né jejehin koné lakar ngrusak pasisi, nanging lén tekén pajabaté ané maan kursi, tusing iyeng ningeh pakéwuh panjak, apabuin piteket Sang Rsi, Sri Sadana sampun mamurti, mangda sida tetap kagisi, pakibeh jagaté mangkin Kali Sangharané gumanti, Hyang Kuwera janten mamurti, sad ripu, sapta timira, karangsukin bhuta-bhuti, punapiang mangkin? jalan tol sampun dados margi, sinah reklamasi tan urung mamargi, mangda kantong pejabaté tetep misi, dumogi Hyang Embang nyunarin para damuhé sami, makinkin maparidabdab ngasriang gumi, gumi Baliné pamekas mangkin, mangda mawali suci, bersih, asri, tan kacemerin antuk leteh, letuh reklamasi. I Dewa Gdé Alit Satria Wibhawa


14 Cerakén Lengkara Punggelan geguritan puniki kaanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha.

Kruna

Nanda S. Pena lan Gus Delano Duét ”Lélé Kumis Jering (L.K.J.)” NELEBIN widang tarik suara ngawit ring bangku SMA, ngawinang Nanda S. Pena sayan éksis ring blantika musik Pop Bali. Sareng mapupul ring album Dedara kompilasi kapertama produksi Hartapro muktiang kasenengan anak lanang sané embas ring Désa Celukan Bawang puniki majeng musik Pop Bali. Mabekel rasa semangat taler sokongan musisi-musisi Bali sané sampun umandel sayan ngawi dané jengah. Yadiastun meneng ring Buléléng, dané tetep madué galah manggung taler magending ring acaraacara hiburan ring Kota Dénpasar. “Indik nagingin acara manggung tiang nerus saling komunikasi sareng sawitra ring Dénpasar. Asapunika taler sawaliknyané. Antuk komunikasi sané becik sakadi punika, tiang sareng sawitra-sawitran titiangé mapangapti kapungkurnyané sayan becik,” baosnyané ri kala interaktif ring Radio Singaraja Fm wau puniki. Yéning uratiang, panglimbak musik kahanan mangkin akéh penyanyi Pop Bali saking Panji Sakti nglantur nglimbakang kariérnyané ring Dénpasar. “Tiang seneng prasida sareng ngraménin blantika musik Pop Bali, yadiastun tiang marasa méweh masaing, tiang nénten nyerah. Aprindikan puniki anggén tiang galah malajah,” baosnyané. Antuk punika, Nanda sareng sawitran-

Kaolah olih: Pangremba Bali Orti

pupu;gind,

Pupuh Ginada

1.ewnÓ)næurhsÉipisn/, Wénten pura asri pisan,

mp)es\nÑ2méwi, mapeséngan Dalem Jawi

d2emmo(tij)ero, Dalemé maarti jero,

jwisisiwnÓ;hipun/,

Jawi sisi wantah ipun eynÀik)t*mkrÙ,

yén iketang maka rua, sudukuæÙri,

suduk swari, psukt ) Ù eu ntenÞmæs/. pasuk wetuné tan lémpas.

2.k)riesmzé&wr\Ð,

Kerisé manjing warangka, sujtienÂgl;gili;,

sujatinné galah gilih, wr\Ðmzé&curig, warangka manjing curiga,

rÙviendenpuniku, Rwa Bhinédané puniku, k)riesmrgpur,

kerisé maraga pura, eyn&puri,

yéning puri, sujtinÀipunÙr\Ð. sujatin ipun warangka.

Redité Umanis, 27 Maret 2016

nyané Gus Delano ngwentuk group duo. Group sané kawentuk ring warsa 2015 punika maaran “Duo Lele”. Aran punika kapilih nénten lémpas saking judul lagu perdana sané kawedar “Duo Lele” mamurda L.K.J (Lélé Kumis Jering). Gus Delano antuk aran sujati Gede Suhairta Mas puniki wantah sawitra sané sareng nguratiang Warung Kisskinda sané magenah ring wewidangan Busungbiu. “Tiang sering kacunduk sareng Nanda. Mawit punika titiang ngajak dané ngwentuk grup puniki. Duaning tiang seneng magending, tiang kayun sareng nglantur makarya lagu kapertama ring bulan Januari 2016 lintang antuk murda Lélé Kumis Jering utawi L.K.J,” baos Gus Delano. Lagu “Lele Kumis Jering” sayan kasenengin krama utamanipun pamiarsa sané satia mirengang Radio Singaraja Fm. Pangrauh lagu Lélé Kumis Jering sané katerima becik, Duo Lélé ngaptiang prasida sayan becik ngibur krama pamekasnyané sané seneng ring lagu Bali. Tios punika, sang kalih taler ngaptiang para krama nénten mapikayunan jaruh tatkala mirengang lagu punika. “Tiang ngaptiang lagu Lélé Kumis Jering puniki prasida ngribur krama Bali, pamekas sané seneng ring gending pop Bali,” aptin dané sareng kalih. (ama)

I Gusti Putu Gedé Sastrawan

Waged Ngwayang Mawit Durung Masekolah KALEM taler polos, asapunika kahanan I Gusti Putu Gedé Sastrawan saraina. Sakéwanten sampunang kesiab tatkala manggihin dané ngwayang ring kalangan, duaning dané jagi kapanggih galak tatkala nglampahang wayang. Napi malih Rah Gedé—asapunika dané ketah kasambat olih sawitrannyané, kabaosang waged pisan nyolahang wayang yadiastun kantun alit. Punika kasinahang antuk pakrimik krama sané maosang lelampahan wayangnyané wayah. Tatkala nyolahang wayang, lanang sané embas ring Dénpasar, 16 September 2006 puniki kapanggih jagi nyinahang pakem-pakem wayang klasik sané macihna pisan, minakadi gineman, pasiat, minayang suara ring soang-soang tokoh wayang nyantos depakan cepala sané pinaka “kode” gamelan jagi matanjekan utawi nglantur. Sangkaning kawagedan punika, lampahan satua sané sumeken taler sané baud prasida becik kasinahang ring kalangan. Nénten wantah waged nyolahang w a y a n g , siswa kela s I I I SD 4 Meka r Bhuana puniki taler waged nyatuayang satua indik épos Mahabharata utawi Ramayana. Rumasuk indik igelan utawi lampah-lumampah saking soang-soang tokoh, prasida macihna pisan taler masiossiosan. Napi malih tatkala wénten pasiat utawi payudhan, dané cacep pisan. “Titiang malajah ngwayang sampun saking nguni, saking kantun alit sadurung masekolah,” baosnyané. Rah Gedé sané meneng ring Br. Lambing, Désa Mekar Bhuana, Kecamatan Abi-

ansemal, Badung puniki jakti sering pisan ngigelang wayang. Dané taler madué sekaa wayang alit-alit sané sampun sering masolah ngwayang ring paumahan utawi jero ring wewidangan désanné kantos ka Dénpasar miwah Tabanan. “Lelampahan wayang sané sering solahang titiang indik carita Ramayana miwah Mahabharata, taler manut pangaptin krama irika,” baosnyané sada polos. Sangkaning sering ngayah ngwayang, oka I Gusti Madé Yudana miwah I Gusti Ayu Putu Suryani puniki naenin kajudi dados dalang cilik duta Kabupatén Badung ring kalangan Pesta Kesenian Bali (PKB) warsa 2015 lintang. Tatkala punika dané nglampahang satua Mahabharata sané mamurda “Kasambut Guru Drona” ngawigunayang basa Kawi, basa Bali miwah basa Indonésia. “Daging satua sané lampahang titiang indik Pandawa lan Korawa sané kantun alit. Tatkala punika dané kapaurukang sakancan kapradnyanan miwah kawagedan olih Ida Bhagawan Drona,” baos dané. Anak alit sané meled dados dalang punika maosang sampun seneng ring wayang saking kantun alit. Tatkala punika dané sering nyolahang wayang sané kakaryanin antuk don bunga jepun miwah don nangka. Ri kala punika dané ngrereh lakar kanggén wayang sinambi matembang. Sinah yéning kapanggih, dané satmaka krama sané akéh pisan uning ring soroh-sorohan seni. “Agetné tatkala punika nyantos mangkin Aji cumpu ring pisarat lan kasenengan

titiangé. Dadosné sané mangkin titiang sampun madué wayang sané kakaryanin saking kulit sampi utawi kulit kebo asli,” baos anak alit pragina Gopala puniki. Rah Gedé nglanturang, mangkin dané jagi mapaurukan nerus duaning jagi nyang-

kepang raga ngwayang ring kalangan PKB warsa 2016 puniki. Ring warsané mangkin dané meled jagi nglampahang satua Ramayana antuk gamelan batél. “Titiang tetep malajah ngwayang saraina yadiastun nénten wénten galah jagi ngwayang. Duaning jelék pisan rasayang titiang yéning araina nénten polih ngambil wayang,” baos dané makenyem. (bud/wan)

Isin Gumi

Akéh Kasus Yowana Ngamaling Motor KRAMA Bali malih marasa sebet sangkaning parilaksanan para yowana sané sayan kaon. Wawu puniki nem diri yowana saking Gianyar keni kasus pencurian motor ring makudangkudang genah ring Bangli. Kabaosang, yowana inucap sampun mamaling ring makudang-kudang genah. Nénten wantah ring Bangli, yowana inucap taler mamaling motor ring wewidangan Dénpasar, Gianyar, miwah Klungkung. Parilaksana nem diri yowana punika yukti nyinahang tindak kriminal sané kaon pisan. Parilaksana punika nénten malih

sawates ngranjing kasus kenakalan remaja kémahon sampun kabaos kriminal. Parindikan punika kabligbagang ring sajeroning acara Isin Gumi Radio Singaraja FM 92,0 Mhz raina Anggara, 22 Maret 2016 lintang. Nengah Sudik, Tangguwisia Parilaksana punika sangkaning pergaulan yowanané mangkin tawah-tawah. Akéh sané keni pergaulan bebas, kantos ngamaling. Yadiastun sampun sering ngamargiang parilaksana kaon sakadi puni-

ka, para rerama taler guru ring sekolahannyané nénten uning punapa-punapi. Puniki pinaka bukti yéning alit-alit punika nénten molihang uratian saking reramannyané. Angga kepolisian mangda tegas ring kasus sakadi puniki, mangda krama nénten sayan osah. Aji Bima, Banjar Janten parilaksananipun sampun rumasuk kriminal mawinan para rerama mangda yakti-yakti nguratiang pianaknyané. Sampunang kantos sakadi orti dumunan,

Kruna Basa Bali

AKSARA BALI

1.

abutus

1. hbutus/,

1. satu ikat

2.

ius

2.

hiyus/,

2. imbas

3.

jangkep

3.

j\Ð)p/,

3. genap

4.

kisut

4.

kisut/,

4. keriput

5.

lekita

5.

2kit,

5. dokumen

6.

lémpor

6.

elemæo(,

6. payah

7.

licitan

7.

licitn/,

7. basah kuyup

8.

mecikang

8.

m)cik*,

8. memperbaiki

9.

mreténin

9.

mÊetnin/,

9. rawat

10. putek

10. put)k/,

Bahasa Indonésia

10. keruh

yowana sané ketara mamaling kacakcak olih krama kantos ngemasin padem. Gung Surya, Lovina Kirangnyané uratian para rerama ngawinang pianakpianaknyané keni pergaulan bebas kantos ngamargiang tindak kriminal. Para rerama kalintang ibuk ngamargiang pakaryannyané tan paurati ring pianak. Sangkaning parindikan puniki, dumogi prasida dados paplajahan kapungkurnyané, yadiastun ibuk makarya para rerama mangda madué galah nguratiang pianak. Gung Dé, Jl. Nurah Rai Singaraja Yukti akéh para yowana sané salah pergaulan, sinalih tunggilnyané kaawinang antuk panglimbak téknologi minakadi hapé taler komputer. Para yowana pacang ngruruh informasi saking téknologi puniki. Napiké parikrama sané becik utawi kaon, nénten prasida kauningin. Pinaka rerama, patut lewih nguratiang pianak antuk nyelanang galah marerasan sareng pianak tur ngicénin piteket indik ngawigunayang téknologi pastika ngwetuang ius kaon beciknyané. Gedé Merta, Celuk Buluh Amunapi ja ibuk para rerama makarya patut nyelanang galah marerasan sareng pianak, napiké macanda utawi mapupul sareng kulawarga. Pinaka rerama patut setata nampek tur urati ring pianak. (ama)

Guungan Puyung KECAP sastra maosang Sang Hyang Parama Kawi nglingganin sakancan sané kakaryanin. Ida malingga ring rwa bhuana, ring Bhuana Agung miwah Bhuana Alit. Ring Bhuana Agung Ida Hyang Parama Kawi nglingganin segara, gunung, miwah sané siosan. Taler ring Bhuana Alit ring anggan i manusa Ida Hyang Parama Kawi nglingganin nguripin sané kaucap jiwatman. Yéning kantun maurip sinah sang jiwatman punika kantun nglingganin. Mawinan ring anggan i manusa wénten Ida Hyang Parama Kawi sané nglingganin. Dangan antuk maosang indiké punika nanging méweh antuk ngayunin, ngrasayang, miwah manggihin kasujatian punika. Kapatutané, yéning ring angga wénten Widi patutné i manusa punika malaksana luih sakadi déwa, manados manusa déwata boya raksasa mawak manusa. Napi malih wénten suaran Widi pinaka pangater miwah pangiring manusa malaksana ring kahuripan. Nanging sané kaaksiang kantun akéh manusa sané malaksana kaon sakadi tan wénten Widi malingga ring angga. Sakadi raksasa mawak manusa. Unduké punika sakadi guungan sané puyung nirgamayang

titiang. Anggannyané maurip sakéwanten sakadi nénten rumasa wénten Widi sané nglingganin. Yéning sampun sakadi punika kawéntenané, pateh sakadi matan ai sané kakaput gulem, sinah tan karasayang cahyanipun yadiastun ipun macahya. Sapunika taler ring tungtunging ati sampun malingga Widi, tan karasa tan kapiragi suarannyané santukan kaliput peteng kaliput awidya. Punika mawinan suaran Widi tan nyuti rupa dados laksana sané patut. Ngawinan Widi tan makenyem ring padma hrédaya. Napi ida dané kayun sakadi punika? Sakadi guungan puyung? Kapatutané, iraga tan sandang sakadi guungan sané puyung punika. Raris Sapunapi mangda manusa nénten sakadi guungan puyung? Mangda suaran Widi mamurti dados parilaksana, Mangda Widi setata makenyem ring ati, pamarginé wantah awidya

sané ngliput jiwatman kakosarang antuk tutur sastra agama. Taler napi sané ngliput téjan Widi punika kakasorang malarapan setata bakti ring Widi, ngamargiang tapa brata yoga semadi. Yén sampun petengé punika kakaonang sinah kayuné ening. Wantah sakadi punika pamarginé mangda kasujatian sang jiwatman sané nglingganin angga prasida kasungkemin. Sakadi lawat bulané sané prasida kaaksi ring toya sané ening. Dumogi anggan iraga pinaka manusa nénten sakadi guungan puyung. Dumogi suaran Widi ngumambang mamurti jati antuk laksana sané suci manados manusa dewata. Puniki wénten akidik sewala patra saking Ebit G.Ade sané patut kayunin sareng sami “Tuhan ada disini di dalam jiwa ini, berusahalah agar dia tersenyum!” (I Ketut Sandiyasa)

Redaksi nerima reriptan profil mabasa Bali miwah Indonésia (pinih akéh 3000 huruf) jangkép sareng foto profil. Profil mangda kakirim ring alamat : Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email : bali.orti@yahoo.com


15

Minggu Umanis, 27 Maret 2016

Guru Made Sarati MADE Sarati adalah guru yang menjadi tokoh utama dalam novel berjudul “Mlantjaran ka Sasak” (Berwisata ke Lombok), karya Gde Srawana (I Wajan Badra) tahun 1935. Novel Sastra Bali Modern (SBM) ini tercatat sebagai novel kedua SBM setelah terbitnya novel “Nemoe Karma” (Bertemu Jodoh) karya I Wajan Gobiah (1931). Novel “Mlantjaran ka Sasak” karya Gde Srawana berkisah tentang cinta tak sampai antara seorang guru bernama Made Sarati dan Dayu Priya karena perbedaan kasta. Sebagai guru, Made Sarati dikisahkan berasal dari keluarga tidak harmonis karena ayahnya berpoligami lagi pula suka berjudi sabungan ayam. Sebagai anak yang ditelantarkan oleh orangtuanya, nasib Made Sarati diselamatkan oleh Anak Agung Punggawa dengan menyekolahkannya ke sekolah guru, di Bandung. Di Bandung Made Sarati bertemu dengan Dayu Priya yang kecelakaan ditabrak sepeda motor. Pertolongan Made Sarati terhadap Dayu Priya menimbulkan benih-benih cinta di antara keduanya walaupun pada akhirnya gagal karena perbedaan kasta. Namun demikian, Made Sarati tidak patah arang. Ia berhasil menjadi guru yang digugu dan diru tidak saja oleh para siswa yang diajarnya, tetapi juga oleh masyarakat dan lingkungan, termasuk mampu mengayomi Dayu Priya ketika berwisata ke Lombok. Merasa berutang budi kepada Anak Agung Punggawa yang berasal dari golongan menak (triwangsa), Made Sarati yang berasal dari golongan jaba (sudra wangsa) tidak sampai hati menodai Dayu Priya. Made Sarati juga tidak mau terlibat dalam konflik kasta yang terjadi pada masa itu. Mengapa sebagai guru, Made Sarati tidak mengambil peran intelektual dalam konflik kasta yang sedang terjadi kala itu padahal konflik kasta menjadi alas dalam kisah “Mlantjaran ka Sasak?” Pertama, dengan memosisikan diri netral, Made Sarati lebih fokus dengan tugas pokok dan fungsinya sebagai guru yang mencerahkan

dan mencerdaskan siswa dan masyarakat lingkungannya. Sikap Made Sarati demikian juga dapat ditemui dalam kondisi kekinian. Guru kini juga tidak mau larut dalam kegaduhan politik. Bayangkan, apa jadinya anak-anak sekolah kalau guru ikut-ikutan memanaskan situasi kegaduhan politik yang terjadi akhir-akhir ini di gedung-gedung terhormat. Kedua, sebagai guru dengan latar belakang ekonomi lemah dan ditelantarkan orangtuanya, Made Sarati lebih memilih matilesang raga (tahu diri) dengan mengedepankan sikap rendah hati dan mulat sarira (introspeksi diri). Sikap tahu diri, rendah hati, dan introspeksi inilah yang kini makin mahal dan makin sulit ditemukan di tengah kegaduhan wacana yang dipertontonkan berbagai media yang minim tuntunan. Media sebagai mitra guru dalam menyambung lidah karakter dan budaya bangsa seharusnya juga mempertimbangkan dampak berita dan cerita yang dipublikasikan tidak asal kejar ratting dan iklan. Ketiga, tidak penting bagi Made Sarati sebagai guru berpolemik karena akan membuat kebingungan bagi siswa dan masyarakat di lingkungannya. Sikap ini sejalan dengan makna guru dalam bahasa Sansekerta yaitu sebagai pelita dalam kegelapan sebagaimana dilukiskan dalam Hymne Guru-nya Sartono. Intelektual Sebagai intelektual yang guru, Made Sarati justru mengolah polemik kasta

menjadi bahan humor. Humor bagi seorang guru adalah strategi berkomukasi yang menggairahkan bagi peserta didik. Dalam novel Mlantjaran ka Sasak, humor dimanfaatkan oleh Made Sarati untuk menghibur sekaligus memikat cinta Dayu Priya walaupun dalam hatinya, cinta mereka tak mungkin disatukan karena tembok kasta terlalu kokoh untuk diruntuhkan. Dengan menggunakan rima aliterasi, humor-humor dialogis antara Made Sarati dengan Dayu Priya terasa segar walaupun isi sebenaranya adalah protes terhadap sistem kasta yang dilembagakan oleh kolonial Belanda. “Napi, Tu, daya ? “Dayaaa?” “Mula, Dayu dayanin……!” Artinya, “Apa, Tu. daya? Dayaaaa!” “Benar, Dayu diperdaya….! Bentuk humor berbasis kasta dengan rima aliterasi juga dapat ditemukan dalam pilihan diksi “dagang dagingin degeng, Desak desek, jaba jabagin” artinya dagang dipenuhi keinginannya diam, Desak didekati, sudra direndahkan”. Humor antara Made Sarati dengan Dayu Priya itu bukanlah semata-mata hiburan, melainkan juga bentuk protes bagi Dayu Priya terhadap kesewenang-wenangan kaum triwangsa (Brahmana, Ksatria, Wesya) terhadap kaum jaba (sudra wangsa). Hal ini mengingatkan polemik antara surat kabar Bali Adnjana yang menjadi corong kaum triwangsa dan surat kabar Surja Kanta yang menjadi corong kaum jaba (sudra). Darma Putra (2011:40-41) menunjukkan Surja Kanta dikelola oleh kalangan guru dari kaum jaba yang banyak menyuarakan pentingnya orang Bali mengejar kemajuan, membuka wawasan melalui pendidikan seperti dilakoni oleh Made Sarati. Dengan mengambil seting polemik

kasta pada dekade 1930-an (ingat: polemik kebudayaan), kisah novel ini juga mencerminkan kehidupan masyarakat Bali kala itu terutama berkaitan dengan protes terhadap sistem feodal (kasta) yang diwariskan kolonial Belanda. Protes itu dilayangkan oleh Dayu Priya (Brahmana) melalui dialog dengan guru Made Sarati (sudra). Hal ini menarik karena gugatan datang dari kelompok Brahmana (kala itu sampai kini) diuntungkan yang mengingatkan kita pada seorang Belanda (Dauwes Dekker) yang tidak terima dengan bangsanya memperbudak rakyat Indonesia demi keuntungan Belanda sebesar-besarnya. Di sini baik Dayu Priya maupun Douwes Dekker tidak ingin dimanjakan dengan merampas hakhak orang lain. Mereka ingin berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah. Tegasnya, ingin merdeka dalam arti sesungguhnya. Bukan saja merdeka secara fisik dari cengkreaman Belanda kala itu, melainkan juga merdeka secara batin termasuk juga dalam menentukan jodoh tanpa terikat kasta. Pengarang Kisah protes Dayu Priya terhadap kaumnya (brahmana) dari perspektif pengarang sudra (jaba) adalah strategi literer untuk meluruskan kesalahan terkait sistem kasta yang diberlakukan. Hal ini dapat mengamankan posisi pengarang dan guru Made Sarati yang sudra wangsa. Paling tidak ada tiga teladan yang dapat dipetik dari guru Made Sarati dalam novel Mlantjaran ka Sasak. Pertama, Made Sarati sebagai tokoh fiktif telah memosisikan diri untuk melawan lupa sejarah terkait dengan polemik kasta di Bali menjelang dekade 1930-an. Berita tentang polemik kasta pada akhir dekade 1920-an di Bali, telah terdokumentasi secara bernas dalam cerita novel. Batas antara story dan history nyaris tak terperikan. Kleden (1998:5) menyebut kaburnya batas fiksi dan fakta. Oleh karena itu, story menjadi dokumen budaya sekaligus dokumen sejarah dalam perspektif new historicism. Jika Bung

Karno mengatakan, “Jangan sekali-kali melupakan sejarah”, maka juga tersirat maksud jangan sekali-kali melupakan sastra, sebab sastralah membuat kebudayaan abadi Kedua, netralitas Made Sarati sebagai guru menunjukkan sikap independen seorang intelektual yang teguh memegang prinsif pegagogik, metodik, dan didaktik. Jauh dari ego jaya suara yang membuat polusi udara perjuangan. Dengan demikian, jiwa kemerdekaan yang diperjuangkan dari kemurnian pikiran dan kebeningan serta keheningan hati. Ketiga, kemampuan komunikasi Made Sarati secara interaksi fungsional menunjukkan kepiawaian diplomasi seorang guru yang mampu menghibur sekali pun menohok ketimpangan sosial akibat kasta yang diwariskan secara salah kaprah. Bagi Made Sarati, kasta bukanlah diwariskan secara turun-temurun, kasta mesti diperjuangkan melalui dunia pendidikan dengan guru di garda terdepan. Dengan mengenyam pendidikan modern, Made Sarati telah berubah kasta, dari sudra ke brahmana dalam arti bahwa dengan menjadi guru, ia telah memberikan wejangan melalui ilmu pengetahuan dan spirit sebagaimana dilakoni kaum brahmana. Oleh karena itu, saatnya berguru pada Made Sarati. Keempat, Made Sarati adalah simbol masyarakat Bali modern yang sadar akan pentingnya pendidikan. Melalui pendidikan, ia menjadi terbuka menerima perubahan tanpa meninggalkan akar budaya. Melalui pendidikan, ia memperkuat budaya, spiritual, dan ilmu pengetahuan sebagai dasar untuk berperilaku sehingga terhindar dari gugon tuwon. Lebih dari itu, dengan menjadi guru, Made Sarati dapat menerjemahkan kemajuan dalam laku berpikir, berkata, dan bertindak yang ditranspormasikan kepada para siswanya di sekolah dan masyarakat di lingkungannya. l I Nyoman Tingkat Guru SMA Negeri 1 Kuta Selatan, Bali

run silent..., run deep.... in the long long run, sail along SMSoliloquy

Coming on Age in Balidwipamandala ...

16 Agustus 2015

Eksodus Rentangkan tanganmu, nak. Sejauh mana bukit yang dapat kau rangkul lewat tatapan. Hanya hamparan tanah berpasir yang maha luas ini, pernah memberi kita harapan hidup. Sebelum burung-burung besi terbang kemari dan melontarkan ribuan telurnya. Rentangkanlah, nak, rentangkanlah kedua lenganmu seluas mungkin. Hingga kita bisa menjangkau tanah kehidupan yang baru, mungkin untuk sementara, mungkin juga selamanya. Saat ini, hanya kemungkinan demi kemungkinan yang bisa kita imani. di balik perbukitan yang jauh itu, mungkin saja, ada sebuah desa yang dihujani berkat sepanjang tahun, mungkin saja, ada danau yang maha luas tempat seekor kura-kura menggigit bangkai ikan-ikan kecil, mungkin saja, tuhan juga ada di sana, bersembunyi dari asap dan bunyi ledakan yang begitu kerap. Disana, mungkin kita bisa membuat hari raya. Mungkin kita bisa sembahyang lagi, lalu menyantap daging kura-kura yang direbus setengah matang. kita juga akan menyulap cangkangnya menjadi baju anti peluru. Maka rentangkanlah tanganmu, nak, rentangkan saja.

Merkel Pertobatan itu, begitu sederhana bukan? Sepertihalnya membuka sebuah pintu yang lama terkunci, lalu membiarkan rombongan maaf itu masuk melalui ribuan pasang mata para pengungsi yang menggedor batin. Adakah sejengkal harapan bagi hidup, justru di lahan yang pernah begitu gemar menumpahkan nyawa. “Kita (mungkin) tak pernah tahu, kecuali memberanikan diri menginjakkan langkah disana,” tutur seorang pria berjanggut sembari mendekap putri mungilnya. Perlu keberanian yang amat besar untuk melintasi batas wilayah, sepertihalnya melampaui batas rasa sungkan. Kata-kata itu, seperti pagar kawat berduri. Terasa begitu perih, apalagi ditambah sengat dari guyuran deras keringat. Bocah-bocah itu, menjerit. Di badannya belum tumbuh keberanian sekokoh ayahnya, di dadanya belum mekar ketabahan setegar ibunya. Pertobatan itu, begitu sederhana bukan? Sekedar membuka pelukan, menyeka tangis, lalu membiarkan harapan-harapan itu terus tumbuh di benak mereka. Hidup adalah penebusan atas segala bentuk kematian. Kau dengarkah suara yang begitu hingar di sekeliling lapangan? Tawa anak-anak yang bermain bola, perempuan yang menggelar tikar, dan sejumlah pria membenahi ransel. Barangkali, suara itu tak mampu melampaui gema yang tersisa dari teriakan di dinding-dinding kamar penyekapan.

“Bukan, itu bukan dosamu,” tutur seorang perempuan yang baru mengusap tangis, “meski kerelaanmu yang menghapus luka di bekas reruntuhannya.”

Aylan Usiamu tak lebih dari sepenggal musim perkenalan sepasang kekasih. Kemudian lelap, begitu sigap, mendatangimu di suatu dini hari yang dingin. Air laut itu, terlampau asin memasuki tenggorokanmu. Bahkan keringat ayah masih terima kau minum, saat tak kau temui lagi sepasang susu di dada ibumu. Aylan, maut hanya serupa malam yang dingin. Laut begitu luas untuk kau seberangi dengan sepasang sepatu yang mungil nian. Saat dewasa kelak belajarlah membuat perahu, dalam mimpi bisakah kau ciptakan sepasang sirip kayu yang bisa mempercepat laju perahumu. Hingga kau tak perlu kelelahan mendayung, hanya demi mencapai pasir di pantai seberang. Laut biru, langit berubah kelabu. Nyanyian bocah itu, berubah jadi kedukaan yang magis. Laut biru, langit berubah kelam. Bahkan sepotong roti, tak bisa lagi kita dermakan padanya. laut biru, laut biru menjelang petang. Dalam lelap abadinya, mungkin sebongkah kayu ditatahnya jadi perahu lewat mimpi. Dirangkulnya sang ayah yang lelah berenang, dilontarkannya pelampung, diseretnya harapan itu. Bocah mungil itu nampak seperti telah tumbuh dewasa, sambil tersenyum ia berujar, “kita akan segera berlabuh, takkan selamanya nasib kita mengapung di lautan.”

Kancil

:salim

Saat kecil, aku pernah melihatmu meloncat keluar dari halaman buku-buku yang bergambar barisan buaya. Warna kulitnya yang kehijauan berbalut lumut mengingatkanku pada seragam tentara yang selalu menenteng senapan kalau berjalan kemanapun. Sedangkan kulitmu yang kecoklatan, adalah peluh bercampur tanah yang diperjuangkan demi hidup para petani. Hidup yang hanya serupa permainan, menang berarti lanjut, kalah bisa berarti maut. Butuh keberanian untuk memulainya, juga perlu kecerdikan untuk mengakhirinya. Dongeng tentangmu, selalu berkisah seputar keduanya, dan berakhir bahagia. Tapi sayang, ini bukan negeri dongeng. Dada yang semula datar itu, kini gemetar. Tinggal sedikit udara yang tersisa disana. Keberanianmu, keburu tumpas, kancil. Permainan tidak imbang, lawan yang kau hadapi bukanlah barisan buaya, melainkan sekelompok anjing kampung. Mereka terbiasa dilatih berburu majikannya. Jangankan dirimu yang mungil, celeng yang beringas sekalipun, bisa mereka koyak

Delapan Sajak

lDwi S Bowo dagingnya. Melompatlah lagi dengan kaki lincahmu ke balik halaman buku, hiduplah hanya di negeri dongeng, kancil. Sebab dunia nyata, takkan menerima kecerdikanmu, apalagi perlawananmu.

Penujum Setiap hari, selalu ada kalimat yang berubah pada telapak tanganmu yang menyala. kadang berupa pertanyaan yang tak musti dijawab, kadang berisi jawaban dari pertanyaan yang entah, bahkan terkadang berujud puisi yang lebih entah apa maksudnya. Kata-kata dalam kalimat itu berbaris, lalu bergerak menuruni garis menyilang pada telapak tanganmu, hingga ke nadi. Barisan kata-kata itu, seperti keajaiban yang terberkati oleh langit. yang dipercaya dapat menuntun langkah, persis letupan meteor yang kau ikuti kemanapun lesatannya. Meski, tak sekalipun kau ketahui dimana pecahan batu angkasa itu mendarat. Kemudian kau berdalih bahwa itulah misteri nasib. Sepandai-pandainya tupai membaca takdir, nasib juga yang menentukan, ke kubangan mana ia akan terjatuh. kalau begitu, bacalah dengan menyebut nama tuhan yang masih kau imani. Selagi sempat sebelum ia melangkahkan diri menuruni bukit melalui jalur yang dibuat seorang pengembara dengan raut muka kecewa. Seorang pengembara yang mencari namun gagal menemukan keajaiban di puncak bukit, lalu menjauh dan menceburkan diri ke laut. Aku jadi teringat pada perkataan seorang guru yang tak pernah bicara, “berhati-hatilah pada kata, sebab ia bisa saja menyumbat aliran darahmu,” tulisnya pada selembar daun yang senantiasa mengering, menyisakan jalinan tulang yang saling berkait.

Penjahit Kata-kata Setiap hari, selalu ia luangkan dua pertiga malam untuk menyusuri ingatan pada lajur benang yang membentang dari masa lalu hingga masa kini. Diurainya berkalikali bagian yang kusut sembari menuntaskan segala dendam yang mungkin belum purna setelah kurun waktu yang panjang. Hari ini, ia merasa tua, dan mungkin sudah saatnya menjadi bijak. Setelah berbulan-bulan mendengar detak jam bertepatan dengan hujaman jarum pada kain, ia kembali teringat pada rasa sakit yang merambah hingga ke kantung empedu. Pernah dirasakannya malam

seperti gurun yang berpusat di antara dada dan perut. Dimana punggung tak bisa merebah, dan pinggang selalu mengejang. Hingga kini, ingin ia tuntaskan memeras segala kepahitan yang pernah tumpah. Agar tak merembes ke hidup anak buyutnya. Sambil merangkul bantal untuk menopang rangka, ia berkata pada hawa dingin yang mengintainya tiap malam. Menjauhlah dari gelas kopi itu, selagi subuh masih jauh, selagi panjang benang yang harus kuurai dan kutuntaskan segala kusut masa lalu. Kemudian, hawa dingin itu benar menjauh, beralih ke balik pintu dan berkata, “akan kudatangi kau saat subuh nanti.” Lantas ia kembali menjaga pandangan pada apa yang ada di hadapannya. Jarijarinya gemetar, dan sidik jarinya berlipat ulang. lalu berkali-kali ia meyakinkan diri, “tidak ada yang benar-benar purna dalam kehidupan”. Bulan seperti potongan roti yang jatuh di jendela dalam pandangannya, ingin diraihnya lagi segelas kopi yang membujur di meja. Seteguk, hanya seteguk yang ingin ditenggaknya. Sebelum subuh benar datang, dan adzan diniatkan. Sebelum hawa dingin itu keburu berkhianat.

Endemik Setiap langit, konon, melahirkan rasul dan kitabnya masing-masing. Dengan seluruh gigil yang terakumulasi dari demam sepanjang tahun, kukumpulkan tenaga untuk mencarimu pada tiap lekuk aksara. Mungkin sesekali namamu disebut dalam kumandang mantram oleh orang tak dikenal, tapi selalu saja, aku yang lalai, terlambat menyadarinya. Seseorang juga pernah bercerita padaku, bahwa dirinya melihat penampakan wajahmu dalam tilas rajah yang digelar sesaat menjelang upacara. Segera kubongkar tumpukan peti, berharap kutemukan gulungan mana yang menyembunyikan pesonamu dari kedua penglihatanku. Tapi kemustahilan selalu menjadi ujung dari jalan pencarianku. Beragam cara pernah kutempuh, beragam jalan pernah kuuji, termasuk melalui lorong-lorong gaib yang dihuni banyak jin dan hantu-hantu. Kutanyai mereka satu-satu, satu persatu pula mereka menjawab dalam bahasa berlainan yang sama sekali tak dapat kupahami. Hanya isyarat gelengan kepala yang kemudian kusimpulkan sebagai ketidaktahuan. Mungkin, ketidakmengertian. “Barangkali, barangkali, kita tak pernah berada di bawah langit yang sama!” Bahasa-bahasa hewan yang kupelajari dengan fasih sama sekali tak berguna, tidak seekor semut pun mengaku pernah menjumpaimu. Kutanya enggang, kutanya merak, burung onta, termasuk kolibri yang bermigrasi menjelajah dunia, tidak sekalipun bersua denganmu. Kualihkan tanya pada laut, pada hiu,

16 Agustus 2018

pada gurita, pada ikan-ikan barakuda. Barangkali di palung-palung terdalam mereka pernah menemukan potongan tubuhmu pernah dihanyutkan gelombang. Sekali lagi, semua menjawab dengan kemustahilan. “Barangkali, barangkali, kita tak pernah menganut rasul yang sama.” Sehingga seluruh pertanda yang kau kirim padaku melalui isyarat alam dan juga simulacra, tak pernah tuntas kupahami sebagai pesan berantai yang harus kueja dan kususuri agar menemu jalan menuju keberadaanmu. Kini tinggal puing-puing kesadaran yang tersisa dalam diriku. Demam dan cuaca telah melumpuhkan gerak berikut simpul-simpul syaraf yang menjalar ke seluruh bagian tubuhku. Sekedar ingatan yang masih dapat kugunakan, sekalipun hanya nama dan kilasan wajahmu yang tertinggal di sana.

Buronan Kukenal dirimu dalam goa persembunyian, sepanjang tahun-tahun sunyi memampatkan usia kita ke dalam sebuah lorong panjang yang tak kita mengerti dimana ujungnya. Hanya kegelapan yang mungkin memberi harapan, atau justru pertanyaan demi pertanyaan baru. Kusebut namaku di balik jubah penyamaran setinggi langit Kau sebut namamu dari balik cadar muslihat seluas bumi Kita adalah sepasang nama yang mencuri kata waktu dari deret panjang kalimat takdir, dan menyelipkannya dalam rongga dada yang luang. Berharap tak seorangpun menjangkaunya, agar keabadian waktu menggulung semakin tebal pada tiap ruas rusuk yang kita miliki Berapa banyak kita pernah berhutang pada leluhur? Mereka pernah dengan sabar mengajarkan bagaimana membaca peta buta yang tersamar oleh gumpalan nasib, sehingga perlahan dapat kita temukan keberuntungan demi keberuntungan yang tersembunyi di antaranya. Di antara kita, mungkin, muncul kecurigaan Siapakah namaku yang sebenarnya? siapakah namamu yang sesungguhnya? Kita adalah sepasang buronan yang mustahil mengungkap silsilah, sekalipun hanya menyebut nama. Aku khawatir ada ratusan telinga yang coba mencuri dengar rencana kita, sebagaimana kita pernah mencuri dengar rencana tuhan dari sobekan buku takdir yang tersisa dari pembakaran di neraka. Seekor setan yang muncul dari kobaran api, memberi isyarat padaku, jangan sekalipun membacanya meski cuma sehuruf. Selamanya, kita akan dikutuk oleh perilaku sendiri. Saling asing dalam kerumunan, sekalipun telah bercakap panjang lebar.


NASIONAL

16

Minggu Umanis, 27 Maret 2016

Arjuna Ladeni Gabungan Ksatria Utama Kuru

Disusun: Kisari Mohan Ganguli Diterjemahkan: I Ketut Arinta

(Edisi Dua Ratus Dua Puluh Enam) Rishi Vyasa : (Bharata) setara

dengan Veda. Ini adalah suci dan agung. Bharata menganugerahkan kemasyhuran dan kesejahteraan. Karena itu, seseorang harus mempelajari dan mendengarkan dengan perhatian penuh.

VRISHASENA memiliki seekor burung merak terbuat dari emas. Burung merak itu dihiasi permata-permata dan batu-batu mulia. Burung merak itu berdiri di atas tiang benderanya. Seolah-olah burung itu sedang berkicau dan selalu memperindah kelesuan bala tentara. Dengan burung merak itu, kereta Vrishasena yang berbudi luhur itu bersinar seperti kereta Skanda panglima kaum surgawi Sinar burung merak itu tidak ada bandingannya. Tampak terisi juga mata bajak indah terbuat dari emas. Dan kelihatan seperti nyala api. Mata bajak itu, Oh tuan kelihatan gemerlapan di atas keretanya. Salya penguasa Madra itu berdiri di atas puncak tiang keretanya, memasang bendera yang memiliki gambar seperti pengawas Dewi-dewi biji-bijian, juga dilengkapi kecantikan dan menghasilkan setiap benih. Tiang bendera Salya ini, Oh baginda itu menahan gajah perak sangat besar. Pada bagian sisinya dihiasi burung-burung

merak yang terbuat dari emas. Seekor babi hutan perak menghiasi puncak tiang bendera penguasa Sindhu itu. Rantai-rantai keemasan dipasang sangat indah. Kemegahannya seperti sebuah crystal putih. Dengan tanda perak pada palang rintangannya. Penguasa Sindhu itu persis kemegahannya sama dengan surya pada zaman dahulu, pada pertempuran antara kaum surgawi dan para Asura. Tiang bendera putra Somadatta itu sangat gemerlapan. Karena dia rajin menyelenggarakan upacara kurban. Tiang bendera itu menahan tandan dari tiang pancang upacara kurban. Kelihatan bersinar seperti matahari atau bulan. Tiang pancang upacara itu terbuat dari emas, Oh raja putra Somadatta itu kelihatan gemerlapan, seperti tiang pancang tinggi yang didirikan pada upacara kurban utama bernama Rajasuya. Tiang bendera banteng keturunan Bharata itu menghiasi pasukan-pasukan paduka. Seperti gajah putih sangat besar,

menghiasi kelompok raja-raja surgawi. Prabu Duryodhana mengendarai seekor gajah, yang dihiasi batu-batu mulia. Suara menggerincing seperti suara seratus buah lonceng. Oh raja, tiang bendera itu berdiri di atas kereta sangat baik dari pahlawan itu. Oh raja putra paduka, banteng keturunan Kuru itu kelihatan gemerlapan, Oh baginda, di atas tiang-tiang bendera tinggi pada pertempuran itu. Sembilan tiang bendera itu sangat baik, berdiri tegak di antara divisi-divisi paduka. Tiang bendera kesepuluh itu terlihat milik Arjuna. Tiangnya dihiasi kera raksasa hanoman itu. Dan dengan tiang bendera itu Arjuna kelihatan sangat gemerlapan, seperti Himawat dengan api berkobar di atasnya. Kemudian banyak prajurit kereta perkasa, penghukum musuh-musuh itu dengan cepat mengambil busur-busur mereka yang indah. Busurnya sangat berkilauan dan besar. Busur itu untuk kepentingan menahan

serangan-serangan cepat Arjuna. Hal yang sama dilakukan Partha. Arjuna, yang pencapai prestasi-prestasi surgawi itu, juga mengambil busur Gandiva. Busur itu sangat dashyat, senjata itu merupakan penghancur musuh-musuh. Itu dilakukan Arjuna, Oh raja disebabkan kebijaksanaan jahat paduka. Banyak prajurit kerajaan, Oh raja saat itu terbantai, dalam pertempuran itu, menerima akibat dari kesalahan paduka. Para penguasa manusia datang dari berbagai kerajaan diundang oleh putra-putra paduka.

Tidak terhitung kuda-kuda dan banyak gajah yang binasa. Kemudian para prajurit kereta perkasa yang dikepalai Duryodhana dan banteng di antara para Pandava itu di pihak lain, mengeluarkan raungan keras. Mereka mulai bertempur. Prestasi dari putra Kunti yang memiliki Krishna sebagai sais kereta itu sangat menakjubkan. Walau sendirian Arjuna melawan semua ksatria utama Kuru itu tanpa takuttakut, meski semua prajurit Kuru itu bergabung bersama. (bersambung)

Sloka 6.17 Yuktahara viharasya Yukta cestasya karmasu Yukta svapnavabodhasya Yogo bhavati dukha ha. Yoga ini menghapuskan semia penderitaan, seseorang yang berimbang –temperamen—dalam cara ia makan dan berekreasi , yang terkendali tindakan tindakannya dan teratur dengan tidurnya.

Pembuatan Krat Jeruk

Mampu Berdayakan Perempuan Suter Bangli (Bali Post) Pertanian jeruk di Kabupaten Bangli, khususnya di wilayah Kintamani semakin berkembang pesat. Hasil panennya pun tak hanya menyasar pasar di Bali, namun sudah merambah ke pasar nasional, salah satunya Jawa. Guna mempermudah proses pengiriman, jeruk tersebut dikemas dalam krat kayu. Hal ini pun menjadi angin segar untuk masyarakat Desa Suter, Kintamani yang selama ini terkenal dengan industri kayunya. Lalu, bagaimanakah imbas pembuatan krat jeruk ini terhdap keluarga? Waktu tempuh dari Kota Bangli ke Desa Suter sekitar 30 menit. Dalam perjalanan, mata akan disuguhkan dengan industri kayu, salah satunya krat jeruk. Yang menarik, pembuatnya tak hanya kaum laki-laki. Akan tetapi, perempuan. Kepiawaian tangannya dalam merakit bilahan kayu tak perlu diragukan lagi. Sikap cekatan dan telaten sangat tampak dari wajahnya. Salah satu perajin Ni Putu Karianing, menuturkan industri pembuatan krat ini sudah berlangsung sejak lama, seiring dengan perkembangan pertanian jeruk. Kebutuhan yang semakin tinggi dan tenaga kerja yang tak banyak, pembuatannya tak bisa dilakukan sepenuhnya oleh kaum laki-laki. Atas

BPM/sos

KRAT JERUK - Industri pembuatan krat jeruk di Desa Suter.

TELEPON PENTING RUMAH SAKIT RSUP Sanglah : 227912-15 PMI/RSUP Sanglah : 227911 RSAD Udayana : 228061 RSU Wangaya : 222141 RSU Manuaba : 426393 RSUD Badung : 9006813 9006812 RSU Surya Husada : 235041 : 233786 : 233787 RSU Puri Raharja : 222013 RSU Saidharma : 227220 RSU Kasih Ibu Denpasar : 223 036 BaliMed Hospital : 484748 RSU Dharma Yadnya : 462629 : 462488 Fax. : 462488 RSU Dharma Usadha : 227560 : 234824 RSU Bina Atma : 425744 RSU Khusus Bedah Graha Usadha : 423467 : 426492 Klinik SOS Gatot Kaca : 223555 RS Bhakti Rahayu : 430270 : 403245 RS Bhayangkara : 234670 RSU Sari Darma Jl. Pulau Seram No.1 : 226866 RSU Prima Medika Jl.P.Serangan No.9X : 236225 (Hunting) Fax : 236203 Bali Royal Hospital Jl. Letda Tantular No. 6 Renon : 247499 RSU Wisma Prashanti, Tabanan : 819601 RSU Bintang Jl. Ngurah Rai 10, Klungkung : (0366) 25241 Fax. : (0366) 22819 Rumah Sakit Bersalin Harapan Bunda : 265533 34 Layanan Psikiatri Jl. Belimbing 74 Dps. : 249488 Polda Bali : 236494 Posko Bantuan Tourist Police : 224111 Nusa Dua Clinik : 771324 Klinik Mas (Jl. Raya Mas-Ubud) : 974573 Batu Bulan Medical Clinic : (0361)

8884000 Markas PMI Cabang Badung Jl. Imam Bonjol Denpasar : 484305 Pelayanan Abulance Gawat Darurat PMI Cab. Badung : 484305 Pelayanan Usaha Transfusi Darah (PUTD) PMI Cabang Badung d.a. RSUP Sanglah Denpasar : 227224 : 227915 : 227911 s.d. 227915 UGD Jiwa 24 Jam RSJP Bangli

: (0366) 91008, 91052 RSU Graha Asih : 764860 RSIA Puri Bunda : 0361- 437999 Fax. : (0361) 433988 Pelayanan Gawat Darurat 24 Jam (Posko PSC Dinas Kesehatan Propinsi Bali) : 7805498 Pesawat 118 Informasi AIDS : 239191 Yayasan Peduli Keluarga/ Narkoba : 259597/ 08123988429 Dinas Kebakaran Kota Denpasar : 113.1 Dinas Kebakaran Kab. Badung : 113.2 Gangguan PLN : 123 STB-N : 262872 Gangguan PDAM : Kodya Denpasar : 240749 PDAM Badung : 421845 Layanan Informasi & Pengaduan PT. Pertamina (Persero) : 232222 : 0800-13- 55555 (Bebas Pulsa) : 08155800 5555 (SMS) Call Center Safe Community Kota Denpasar : (0361) 223333 dan SMS (0361) 8022232

Parade Budaya HUT Kota Singaraja Ambil Tema ’’Kul-kul Desa’’

Singaraja (Bali Post) Parade budaya menyambut HUT ke-412 Kota Singaraja, dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Buleleng, Rabu (30/3) pukul 15.30 wita mendatang. Sembilan kecamatan diberi ruang menampilkan fragmentari berdasarkan kisah dan sejarah yang dimiliki, dengan mengambil start pawai jalan kaki dari tugu Singa Ambara Raja hingga finis. Panitia parade budaya membuka peluang dan eksplorasi parade budaya dari sembilan kecamatan di Kabupaten Buleleng. Parade Budaya mengambil tema ‘’Kul-kul Desa’’, memiliki arti beragam suara tetapi satu tujuan. “Ada banyak potensi dan sejarah dimiliki setiap desa di Buleleng. Ini menjaga potensi budaya sekaligus menggali kearifan seni budaya di Buleleng,” ujar Kadisbudpar Buleleng Drs. Gede Suyasa, M.Pd. dalam interaktif di Radio Singaraja 92.0 FM. Rencananya panggung kehormatan, penilaian juri dan parade budaya mengambil start di depan Tugu Singa Ambara Raja Kota Singaraja. Kemudian rute perjalanan dilanjutkan ke Jalan Veteran, Jalan Gajah Mada, Jalan Dr. Sutomo, Jalan Ahmad Yani dan finis di Jalan Dewi Sartika Selatan. Penampilan fragmentari diisi kolaborasi gamelan baleganjur, dan tarian fragmentari sesuai identitas di kecamatan. Lewat fragmentari ditampilkan idealnya bisa mengobati kerinduan masyarakat desa terhadap kesenian dimiliki wilayahnya. “Kami tengah mengemas kembali, mengingat penonton dipastikan akan sangat penuh. Menjaga keamanan fragmentari dipertunjukkan dari desa yang mewakili kecamatannya, khususnya ciri khas kesenian masing-masing dimiliki. Pentas dinilai juri dan yang juara mendapatkan hadiah uang pembinaan,” imbuh Suyasa, Mantan Kepala Bappeda Buleleng ini. Selain parade budaya, Disbudpar Buleleng dalam rangkaian HUT Kota Singaraja mengundang berbagai pihak membicarakan seniman-seniman berhak menerima penghargaan Wijaya Kusuma dari pemerintah. Dalam HUT Kota Singaraja, akan diberikan tiga orang dahulu. Kemudian sisanya menyusul sampai memenuhi target 25 orang seniman di Buleleng. “Pemerintah sudah menargetkan 25 seniman akan diberikan penghargaan dalam bentuk Wijaya Kusuma. Tahun ini, kami siapkan 7 penghargaan, dan sebelumnya sudah berjalan ada 8 penghargaan kepada seniman di Buleleng. Sekarang kami sempat kebingungan siapa seniman yang berhak diberikan penghargaan Wijaya Kusuma. Tentunya ia memiliki karya cipta seni.” ujarnya. (kmb34)

kondisi itu, kalangan IRT pun turut mencoba peruntungan. Ternyata, hasilnya cukup untuk mengurangi pengeluaran kebutuhan seharihari. “Adanya usaha ini, kaum perempuan bisa diberdayakan. Dapat upah sekitar Rp 40 ribu sampai Rp 50 ribu kan lumayan,” ujarnya Sabtu (26/3) kemarin. Meskipun panen jeruk sifatnya musiman, pembuatan krat jeruk ini tetap berlangsung setiap hari. Penghasilan masyarakat pun tak terputus. Karena tak membutuhkan keahlian khusus, sejumlah IRT pun bisa bekerja sambil mengasuh anak. “Pekerjaan ini tidak sulit,” imbuh Karianing. Sementara itu, Kepala Desa Suter I Wayan Nyepeg mengungkapkan industri kayu di desanya tidak hanya mampu memberdayakan kaum laki-laki. Kaum perempuan yang selama ini dianggap tak bisa berkontribusi untuk keluarga juga bisa ambil andil, salah satunya dalam pembuatan krat jeruk. “Pembuatan krat jeruk itu sudah bisa memberdayakan sebagian ibu rumah tangga,” ucapnya. Ditambahkan pula, permintaan krat jeruk ini biasanya mulai pada Juni mendatang, tepat saat waktu panen tiba. Hal ini pun bisa menjadi semangat untuk kalangan IRT dalam bekerja. “Permintaan cukup banyak. Tentunya ini akan bisa menjadi lahan pekerjaan untuk warga,” tandasnya. (sos)

Makin Masif, Transformasi Tenaga Kerja ke Nonpertanian

Denpasar (Bali Post) Pembangunan Bali tidak hanya berdampak positif tetapi juga berdampak negatif. Ada dua permasalahan besar dalam pembangunan Bali yaitu alih fungsi lahan pertanian ke nonpertanian dan transformasi tenaga kerja dari pertanian ke nonpertanian. “Yang pertama tranformasi lahan pertanian ke lahan nonpertanian, apakah untuk pertanian, sekolah, pasar, jalan raya atau yang lain, tapi yang jelas terjadi transformasi. Konversi alih fungsi dari pertanian ke nonpertanian,” kata Deputi Pengembangan dan Pemasaran Pariwisata Mancanegara, Prof. Dr. Ir. I Gde Pitana, Sabtu (26/3) kemarin. Permasalahan kedua, yang terjadi adalah transformasi tenaga kerja dari pertanian ke nonpertanian. Pergeseran tenaga kerja sangat masif ke nonpertanian. Ketika lahan pertanian berubah menjadi lahan nonpertanian, maka dasar-dasar kebudayaan Bali juga hilang. Kebudayaan Bali adalah budaya yang berbasis pertanian. Lebih spesifik lagi, kebudayaan Bali adalah kebudayaan yang berbasis pertanian lahan basah (sawah). “Saya menyebutnya rice base culture. Jika rice hilang, base hilang, culture-nya siapa yang memelihara? Kalau manusianya sudah tidak

lagi pertanian, lalu budaya pertaniannya bagaimana,” ujarnya. Untuk menjaga hal itu, perlu melakukan pengaturan tata ruang yang ketat. “Singapura yang kecil saja masih bisa mempertahankan sekitar 20 persen dari lahannya untuk kawasan hijau, kenapa kita tidak,” tandasnya. Selain itu, agar transformasi tenaga kerja tidak terlalu masif dari pertanian ke nonpertanian, maka harus ada insentif untuk mereka yang bekerja di pertanian. “Setiap orang ingin pendapatan yang lebih baik, kesejahteraan lebih bagus, dan kita tidak boleh larang, maka yang harus dilakukan adalah bagaimana memberikan insentif kepada teman-teman yang mau bekerja di pertanian sehingga kesenjangan

05.52 Mars Indonesia Raya 05.54 Mars Bali Jagadhita 05.56 Lagu Ngastitiang Bali 06.00 Puja Trisandya 06.05 Dharma Wecana 06.35 Sehat & Bugar 07.05 Seputar Bali Akhir Pekan 07.35 Warna-warni Padi 08.05 Klip anak 08.35 Got It 08.45 BCTTV 09.05 Taman Sari TK Tunas Kori Dharma 09.30 Belajar Menggambar 10.05 Boga Dewata

10.30 Lila Cita 11.30 Dunia Otomotif 12.05 Dharma Wacana 12.30 Traventure 12.45 BCTTV/Glimpse Of The Island 13.00 Dunia Kita 13.30 Lejel Home Shopping 14.30 Tembang Bali 15.30 Gita Shanti SS. Werdi Budaya Beringin (1) 16.05 Dialog Interaktif Harmoni Bali 17.05 Round Up The World

17.30 DW TV 18.00 Puja Trisandya 18.05 Seputar Bali 19.00 Banjar Bali Quiz (BBQ) 19.30 Kris (Kriminal Sepekan) 20.00 Samatra Artis Bali 21.00 Lintas Manca Negara 21.30 Sekilas Berita 21.35 Ajeg Bali 22.00 Sekilas Berita 22.05 Lila Cita Calonarang Sumerta (5) 23.05 Solusi Alternatif Herbal Putih 00.00 Lejel Home Shopping

BPM/ant

Prof. Dr. Ir. I Gde Pitana

BUSINESS & INVESTOR CLUB

Training langsung praktek jadi investor & pebisnis ONECOIN (Mata uang digital) sebagai alat transaksi online/ e-comerce internasional di era Globalisasi

BiC

Hanya dg 3 juta anda dilatih sampai mahir & punya invest awal 100 euro dg sekali SPLIT anda profit 100% (jadi 200 euro)

John Sadewa

info: www.onecoinina.blogspot.co.id leader setiap kota/kabupaten di bali

Hp/WA. 08113801502 Dibutuhkan

Minggu, 27 Maret 2016

kesejahteraan antara mereka di pertanian dengan nonpertanian tidak terlalu jauh,” paparnya. (kmb42)

BIC. Jl. Sentanu no.37 Peguyangan kaja, Denpasar utara.Telp. 0361 9008884 C.0000521-rpa


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Minggu Umanis, 27 Maret 2016

17

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya Informasi pasang iklan Telepon : Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) : (021) 5357602 - Fax : (021) 5357605 - Iklan Still Store di Bali TV : Rp 200.000,- (10 x tayang) z Jakarta z Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) - Runing Teks Bali TV : Rp 50.000,- (5 x tayang) z Mataram : (0370) 639543 tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus - Denpost Paket : Rp 165.000,- (10 x muat) z Denpasar : (0361) 225764 (hunting) e-mail:iklan@balipost.co.id 66 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita - Bisnis Bali Paket : Rp 82.500,- (10 x muat) z Surabaya : (031) 5633456 z Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau VISA z Email: pembacabalipost@gmail.com z Layanan Pengaduan: HP: 081 139 62168, Pin BB: 55c8e021 z Discount Up to: 10% Pembayaran dgn Kartu Kredit BNI Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! z Tarif iklan Mini/Baris

!!!Karyawati Min.SMA,Gaji Tinggi,Mekar Abadi Bangunan Jl ByPass Ngurah Rai 777 Jimbaran

Bali best adventure needs Marketing staff with qualification as blw:female,max 27Th, fluent in english (written & oral), able to work in team, willing to work by deadline and communicative & interactive send your CV to: info@balibestadventure.com or call 081999145940/8473864

Bth ClnServ/OB P/W Min.SMA Lam Jl.HangTuah 18Sanur (Argantara)

Dcr Sgr Admin Max30Th T.485849 Dibthkan dktr umum,prwt,bidan Dibutuhkan:Web Developer! P/W Dicari Segera Engineering,Cook E.cvasri@dps.centrin.net.id Gaji sgt memuaskan,08563998227 Syarat: Min.D3 Informatika, Security.CV ke The Amasya Vila A.BP.001.03.16.0001945 A.BP.001.03.16.0002155 A.BP.001.03.16.0002118 PHP, My SQLJ Html,CSS3,Ajax/ Jl.Kayu Aya88x,Seminyak.731601 Cr Admn,Cook,Waiter/s,Cleaning Dcr Sopir Pribadi Brpengalaman Dibthkn Accounting utk Green B.BP.141.03.16.0001118 B.BP.004.03.16.0000543 B.BP.004.03.16.0001108 Jquery, WordPress, Basic Adobe Service,08283605005 Email:raif tahu Wil.Bali Hub.085738560166 Car Golf Buggy Int Laki-laki/ Dbthkn Hairdresser,Female Dcr 3 kywti Laundry Gaji 1,5jt Dicari Segera Spa Therapist Photoshop, Good Design Skill, A.BP.001.03.16.0002102 itness.sunset.bali@gmail.com Perempuan Minim D3 Akuntansi Therapist&Receptionist ex u/di Sanur 087862853838 segera yang Pengalaman Jl.Batur Sari bs Bhs Inggris Verbal&Written Dcr Staf Adm Kntr Lulusan D3/ A.BP.001.03.16.0002156 A.BP.001.03.16.0002068 bisa Bhs Inggris.Kirim Lmr ke Spa yg Pglmn Bs Bhs Inggris, Sanur Hub.081337292541 Kirim Lamaran & Portfolio ke SMK Lmrn ke Jl.Katrangan Gg.IX Cr PRT u/Org Asing Gj Bsr,Tgl Dcr Cook Helper Wr.Chinese JS A.BP.001.03.16.0001901 info@greengolfbuggy.com,Jln. Gaji Menarik Hub.0817310188 hrd@zenjiwaraga.co.id/T.289752 No.1 H.0361 262086 dlm,bs Masak,dll.08123972084 Renon Hub:087861479625 Dicari Sgr 2 Org Waitress umr A.BP.153.03.16.0002163 Mahendradata Selatan 101 Dps info:www.zenjiwaraga.co.id A.BP.001.03.16.0002119 A.BP.001.03.16.0002152 A.BP.001.03.16.0002062 22-25Th Pnglman 1Th English Dcr Perawat Anjing Sebanyak2B.BP.004.03.16.0001061 B.BP.145.03.16.0001075 Cr Sgr Krywti Penglman Bhs. Dcr Design Grafis Pglmn DiutmDcr Supir,Jl.By Pass Ngurah Lmr ke Gosha Rest Seminyak nya Jl.Sehati No9A,0361-723777 Dibut sgr Waiters/Waitress Hub. Dicari Admin Wanita untuk Area B.BP.004.03.16.0001127 Inggris T.8475947/08123863333 kan.087761008006 Interview Lgs Rai 196 Sanur.Tlp:0361282771 A.BP.001.03.16.0002179 Ph.738701 (jam 4 Sore) K-BBG Restaurant Jl.Danau Poso Seminyak,Minimal SMU,Umur Max. Cr Therapist u/Halo Bali Spa, A.BP.001.03.16.0002104 A.BP.001.03.16.0002113 A.BP.001.03.16.0002151 Job Australia Prkbnan & Rest. A.BP.001.03.16.0001995 1A Sanur Ph.081238503154 Dcr FO Bs Bhs Jpn,Inggris,DriDcr Tk.Masak Resto Ats Bedugul 35Th.Pengalaman Tidak Diutama- Dicari Tukang Wax Brpengalaman By Pass Ngr Rai,Pengalaman/tdk Dbthkan Engineering Pengalaman Biaya 50% Ptng Gj,brngkt Cpt, email: rm@pbbali.com ver&Therapist Max35Th u/Spa di Tinggal Dalam Hub:081337266329 kan.Kirim CV Ke Jl.Raya Tlp.723593,723637,081337985252 Min 2Thn Hub.085649634572 Gji Bsr,Resmi,Trbts!H ub.Bu Utk Prshn Silver H:08123830507 A.BP.001.03.16.0002041 A.BP.153.03.16.0002086 Jimbaran,H.704664/085100638867 A.BP.001.03.16.0002146 Basangkasa #47 Seminyak/ 085738711297, 082147596115 A.BP.001.03.16.0002077 Dinapertiwi.Sh,Indopower Pt. Dibutuhkan Capster VZ Salon Dbthkan Sales Hrk & Ass Sales Dcr Trainer Pglmn u/Buat Cake B.BP.101.03.16.0001130 A.BP.001.03.16.0002056 Dicari: Steward u/Cafe di yeni@jarimenari.com Hp.081 217 127 822 Segera. Hub.085739464330 Umur Mak 35th min SMA SIM A Dcr Manager/Reception Utk Bth Sgr:Quantity Surveyor(QS) n’Pastry Part Time,08976778714 B.BP.004.03.16.0001100 Petitenget Hub:08123834986 A.BP.817.03.16.0001897 A.BP.001.03.16.0002015 A.BP.004.03.16.0001952 Hub.PT.Gunung Slamat 410188 Excellnt Spa,Gaji Memuaskan Min 5Th.Max.40Th,Min.S1(Teknik A.BP.001.03.16.0002137 Dicari Drafter Auto CAD untuk !!Dcr: Staff FR.Ofc,Admin,Acct, Dibutuhkan segera tenaga SPB/G B.BP.001.03.16.0001040 Hub:081558729999 Dcr Marketing Tamat SMA Bhs. Dcr Sgr Lls SMU-S1 U/Guru TK/ Sipil,SIM C(dom.Bali) T.4726864 shop drawing dan ABD,D3 teknik Mktg.Min SMA,new Grad Ok. & Marketing wil Dps Min SMU/D1 Dibthkan Staff Adm-Keu Wnt-Min A.BP.001.03.16.0002153 Inggris Gaji Pokok Bonus harian E:nia.ibp@gmail.com PAUD Ksmptn Terbatas Ada Po Box 0138, Kp Sunset Rd. fasilitas:gaji pokok+bonus+ sipil/bangunan,Pengalaman 3thn, SMK Akunt-MaKS 24th & Driver Dcr PRT Tidur Luar Daerah B.BP.001.03.16.0000807 BPJS.Datang Langsung Royal B.BP.004.03.16.0000975 Diklat 0811380028/082232386666 komisi.Interview:Senin-Selasa punya computer sendiri,utk /Sopir Minimal SIM A Kerobokan Hub.081236700700 Bth Cpt Lls SMU-S1 U/Staff AirResort Kuta Square Blok F8A Admwnt,SMK&SPG/Eng,PrumTaman B.BP.004.03.16.0001103 jam 09.00-selesai di B.BP.001.03.16.0001110 Project Villa di Ubud Bali. Hub:Dapur Prima-Pst Jln.Gn. lines/Bandara Ksmptan Terbatas dekat Pasar Seni Kuta Mulia Jimbaran 082146521925 Dibthkan Sgr:Staff Fin&Acct. Dcr Rcptn,Acct & Adm,Teknisi, Jl.Seruni 18 Telp.223118 Hub:08128796623 Batukaru 51 Dps,Ph:490411 082232386666/0811380028 A.BP.001.03.16.0002138 B.BP.154.03.16.0001137 A.BP.001.03.16.0002130 Min.S1 Acct P/W 1Th Pnglmn di Satpam min SMA Hb.081936008333 A.BP.001.03.16.0001798 B.BP.004.03.16.0001102 B.BP.031.03.16.0001046 Adm,Pria+Wanita Bs.Com,Akuntan Lokapala Ubud Req FO,Male, Kontraktor di Bali Butuh:Superperhotelan(diutmkan yg mngrti A.BP.001.03.16.0002036 Dcr Marketing Spa di Bali Ratu Dbthkn Sgr Project Adm D3/S1 Cosmic Diner is hiring Cook/ si,Jl.Wanbira Sakti 59X-416311 English Interview T.972934 visor, drafter,QS&office boy VHP,domisili di Ubud&skitarnya Dibthkan cook,waiter/S. A.BP.001.03.16.0002147 A.BP.001.03.16.0001925 Spa untuk Cab Ubud & Kuta Krm T.Sipil/SMK,mnguasai Adm pryek, Waitress/ Steward /Supervisor Lamaran&Test Hongkong Restoran T.03614726864,email:sanjaya.in Hub:081805585472/Jl.Mudutaki88 CV ke Jl.Kartika Plaza 18 Kuta fasih keuangan&data.Dom.Bali Sopir SIM A Usaha Supplier,ada as Full Time / DW Call 8947389 BUMNMembutuhkanMarketing,Lam Email:hakersenbali@yahoo.co.id dobalipropertindo@gmail.com Jl.Gajah Mada 99 Dps Email:hrd@baliratuspa.com T.4726864 E:nia.ibp@gmail.com Mess,Rajin,Jujur,081237117227 or e-mail to hr@cosmicbali.com Jln Raya Puputan 23B Renon Dps B.BP.001.03.16.0000808

B.BP.004.03.16.0001060

A.BP.001.03.16.0000510

Dbthkn Segera cook helper, waiter/ss,dan cashier min SMK CV to hrdkzu@gmail.com

B.BP.001.03.16.0000806

A.BP.001.03.16.0002142

A.BP.001.03.16.0002140

B.BP.154.03.16.0001136

B.BP.004.03.16.0001109

Dicr karyw/wati utk Cafe Mie Lam krm ke Cafe Santai Jl.Sese tan No.293 Telp.0361-8497893

A.BP.001.03.16.0002133

Spv Mkt P/W max35th,Mkt P/W min 22th Lam ke CV Team Tiga Jl. Tkd Jinah 10X Rnon,08113996466

A.BP.001.03.16.0002089

The Griya Villa di Bunutan Kr.asem butuh FB Manager dan Waitress.CV:info@thegriya.com

A.BP.012.03.16.0001904

Therapist Hub:Bening Spa Jl.Batubelig Seminyak-081916597537

A.BP.001.03.16.0001480

Urg!Acct,Admin L/P Min.SMU,Max 35Th.Krm:ayuniasa07@gmail.com

B.BP.001.03.16.0000879

We want you! Spots Open for F&B Attendants.English spoken, team player,loves people.Call: 0819-9906-6014 or drop your CV at The Merchant,Int’l Airport Ngurah Rai Level 3,Departure

A.BP.001.03.16.0002007

Dicari Sopir Ambulan u/Klinik di Legian Hub.0361-761443

B.BP.154.03.16.0001134

Adm u/Minimart;Pglm 2Th;Speedy Mart Kartika Plaza dpn Centro

B.BP.154.03.16.0001135

MOBIL - MOTOR PROPERTY RUPA-RUPA Bali Post SUZUKI

A.BP.001.03.16.0002128

B.BP.141.03.16.0001126

Grandmax’11 (65jt) Samsung Escudo 20.i matic’03 biru,91jt S45”4G(2,3jt) Android Advan Ng,H.08123904884-085238621967 T2(850rb) BB.Bold(1,9jt) 085102912500 A.BP.001.03.16.0002048 A.BP.001.03.16.0002183 Karimun GX’05 Hitam SamsatJauh Luxio Type X Th2009 M/T Silver 69,5JtNg,085100866076 BUC Prbd Asli DK.Mulus BU.081212615588 B.BP.141.03.16.0001125 B.BP.004.03.16.0001107

HONDA

Jazz RS MMC’11 AT Putih AsBali VR17 H.085101855556 Bs TT

A.BP.001.03.16.0002126

B.BP.141.03.16.0001117

TOYOTA

A.BP.001.03.16.0002165

A.BP.001.03.16.0001855

DIJUAL RUMAH Jual Rmh Mnlis Dalung Permai 1Are,3Kmr Tidur, 081999378500

KIA

Dijual Murah Rmh Ls2Are Gatsu I Gg.Intan Sari H:081339812059

KIA Ceren II’04 Ors Tgn 1 AsDK Kj Roper’92, 087860777727

A.BP.001.03.16.0002105

B.BP.166.03.16.0001132

Fortuner’05 Htm Riben Fullmar 12Jt,Audio Istw 085100144998

B.BP.141.03.16.0001123

A.BP.001.03.16.0002145

B.BP.141.03.16.0001115

A.BP.001.03.16.0002120

Tyt Harrier Luxery car 225Jt Mercy E320 Th’00 Ors AT Hitam KM27rb AsBali Tkr,085100856999 Excellent Cond Hub.08123972084

SPA

HAIR WASH FACIAL BIOKOS HAIR SPA LOREAL PERAWATAN MISS V BODY SPA 2 JAM BODY BLEACHING

DIJUAL MOBIL

AC

A.BP.001.03.16.0002180

RAJA SUMBAT

AHLI MAMPET

2JtJt 8 25Jt

WC

BISA TUKAR TAMBAH

GARANSI

087 861 3333 80 085 100 760 445

Atasi WC Mampet, Saluran Air, Wastavel Dll. Tanpa Bongkar Melayani Nguras

VELG MOBIL

085239983355

C.0001288-BRJ

C.0001666-BRJ

WC

: 6,5 : 7,7 : 11,7 : 13,5 : 16,9

HUB : 085101540362 XL 087860189607 AS 085253103978 C.0000001-BRJ

Toko Velg & Ban

DIJUAL MOBIL

www.dominionbali.com Melayani pengiriman dalam dan luar kota Alamat: Jl. Gatsu Timur No. 324B DenpasarUtara Bali Contact Person: 0857 1011 9543 / 0812 8919 4422 0361- 415487 PIN: 2B42372F

PROMO DAIHATSU

5Jt

DP

PANGGILAN

KUSEN PINTU JENDELA PANEL ACP LANTAI KAYU KASA NYAMUK

081933026864 085102868305 C.0000860-srv

DIJUAL MOBIL

AGUS

0361 – 474 66 04 082 3311 787 98 – 087 7128 515 99 C.0000967-alm

A.BP.001.03.16.0001123

A.BP.001.03.16.0001726

B.BP.004.03.16.0001057

A.BP.001.03.16.0001921

B.BP.166.03.16.0001133

B.BP.031.03.16.0001049

Terbakar BPKB an DR.Rossalyn Sandra Andrisa DK 369 YB,Nosin 7K0295937 Hub.081338411392

B.BP.141.03.16.0001116

B.BP.031.03.16.0001048

KOMANG

AHLI MAMPET KURAS MENGATASI

WC HUB

CLOSET SALURAN AIR WASTAFEL DLL TANPA BONGKAR

081 933 098639 081 238 503 877 C.0001937-BRJ

BUKU BARU

08176638278 081216529883

PUSTAKA BALI POST

TATA MOTORS BALI Jl. Teuku Umar Barat 150T, Padang Sambian Kelod, Denpasar

C.0002071-BRJ

BIRO JASA GRATISS!! HUB

SERVICE, OLI DAN FILTER OLI SAMPAI DENGAN 100.000KM

- 081999983669 - 081238704514 - 081330117079 C.0000557-MBL-2

DISK

BESAR

Kredit 6 Th Bisa Tukar Tambah

CASH BACK s/d

45jt

READY : JAZZ | BRIO | CRV | FREED | MOBILIO

081338394999 C.0001361-MBL

BALI - INDONESIA - ENGLISH, INDONESIA - BALI - ENGLISH

TERIMA KURAS - BERGARANSI

Penyusun Tebal Harga

READY STOCK

OPEN INDENT ALL

NEW FORTUNER

AVANZA : DP. 7Jtan INNOVA : DP. 65Jtan FORTUNER : DP. 95Jtan HILUX : DP. 50Jtan

082146808881 // 081236339051 Bunga 0,4%, Tenor s/d 7Th, bisa tukar tambah C.0001610-mbl

TOYOTA

KAMUS

RAJA MAMPET

TOYOTA

RAILING MINIMALIS

Jln. Tukad Jinah No 9 x Renon Denpasar

BUC Dj Tanah 270m2 Jalan Pantai Balangan H.081337171703

A.BP.001.03.16.0002053

C.0000985-mbl

PARTISI ALUMINIUM / GYBSUM

SWAJAYA PRIMA CHINNEL

Tnh Kvl DiMengwi 65Jt/A bs Kredit & Kvl 145Jt/A 087862450004

B.BP.166.03.16.0001131

DISEWAKAN TEMPAT Over Kont Warung Jl.ByPas Munggu Buwit&Salon di Pengilian Komplit isinya 081339625463

6

081 239 534 731 C.0001631-brj

BIRO JASA

: Drs. I Made Wiguna, M.Ag : vi + 54 Hal : Rp 19.000,-

Kamus ini menerjemahkan kata-kata dalam tiga bahasa, yaitu bahasa Bali, bahasa Indonesia, dan bahasa inggris. Begitu pula menguraikan bahasa Bali alus serta bahasa Bali kasar, yang dilengkapi dengan cara membaca dalam bahasa inggris. Keberadaan kamus dapat membantu para siswa dalam menerjemahkan bahasa, serta dapat membantu para guide ketika membimbing para tamunya.

READY STOCK

RANGKA BAJA RINGAN/GALVALUM

PLAFON GYBSUM ROLLING DOOR DLL...

A.BP.001.03.16.0002018

!Djl Tnh 1&1,5Are 300Jt/Are By Pas Ktwl Truk Msk 08123923726

A.BP.001.03.16.0002136

TERIMA TUKAR TAMBAH

Nusa Bali Service HONDA TANPA INDENT POMPA AIR MESIN CUCI BRV &OHRV N

SUMUR BOR

Tnh 1,25A Pt Purnama Gyr Murah Strtegis Pmlk lsg 081999300777

KEHILANGAN Telah hilang BPKB mobil Nissan Grand Livina XV 1,5 M/T hitam di sekitar Denpasar.Nopol:DK 907 Bl.Noka:MHBG3CG1FDJ-012575 Nosin:HR15702158T.A/N FrancisOlivier Georges Couderq Hub.0818635888

GREAT XENIA Jt

DP

C.0002140-SRV

SPECIALIS ALUMINIUM

A.BP.001.03.16.0002181

Murah Jl Cpt Timur Puspem Bdg 1-2A Jl5m Pav.081337332121Nego

A.BP.001.03.16.0001932

5Jt

DP

TV

KULKAS, W.HEATER

Tnh 1,09 are Jl.Srikarya Patimura 087862339157

KONTRAKTOR *Swimming Pool Specialist Contractor pny mslah 082144464070

AYLA

082 144 495 421 081 5470 9697

ALUMINIUM

A.BP.001.03.16.0002154

B.BP.141.03.16.0001119

A.BP.001.03.16.0002109

BIRO JASA

PICK UP

SEGALA MERK

C.0000342-rpa

PAK

GARANSI

DOMINION BALI

SI

Jl. Merpati No. 34

Promo 1Are Ketewel ByPas Jl4m Aspek Prmhn 299Jt.082341670605

Tnh SHM 4,62Are,Jl.S.Road Brt Hub.081353099090

RUPA-RUPA Puji dan Syukur Atas Terkabulnya Novena Hati Kudus Yesus dan Novena 35Alam Maria

BIRO JASA

JASA KURAS

Mengatasi Mampet, Saluran air, Wastapel, Closet, Tanpa Bongkar

PANGGILAN

dapatkan FREE 1 cup cafe

A.BP.001.03.16.0002051

A.BP.001.03.16.0002101

A.BP.001.03.16.0001907

- KURAS PENUH

081338633936 BALI LESTARI

P R O HARGA MULAI M Velg R.15 + Ban : 4,9 O Velg R.16 + Ban : 5,2

N RA GA

A.BP.001.03.16.0002143

GEBYAR SUZUKI

SERVICE TV

JJ CAFE

A.BP.001.03.16.0002149

BIRO JASA

C.0002275-MBL

Bawa Potongan ini

Kont Rmh Baru 3KT,Dpr,KM,Ayani Utara 22Jt/Th Ngo,081236009928

A.BP.001.03.16.0002144

C.0000715-MBL

SERVICE

A.BP.001.03.16.0002148

BIRO JASA

PARTA

V E L G + B A N

Kont Rmh 3KT,2KM,AC,Grs,Sibang Perum Pak Oles 081933060539

A.BP.001.03.16.0002176

Jl Tnh 2A,3Are lok Saba Gyr cc/u Gudang Hub.081916414574

DISEWAKAN TOKO Dikontr Tk Jl.Patimura 30 Dps 4x12(Daerah Pasar Burung) dpn Kimia Farma Hub.08123955035

A.BP.001.03.16.0001998 Kontrak Rmh Tunjung Sari Gatsu DISEWAKAN KANTOR BUC Jl Tnh 1,5A 300Jtan/A SINGARAJA Brt Perum 26Jt TP 087860047271 DISEWAKAN RUMAH Sewa Kantor Murah di Kuta 3,5 Cepake-Munggu 085104866333 S.Langit 50A,T.Bawang 14A,UmeA A.BP.001.03.16.0002027 A.BP.001.03.16.0002161 Dikntrak Rumah 3KT,1RT,1WC Jln A.BP.001.03.16.0002106 Jt/Bl Bisa Patungan.0818889198 A.BP.001.03.16.0000504 23A+48A CckBisnis 085737685717 Over Kont.Rmh Jl.Sulatri 2 KeHyam Wuruk Gang Nagasari Dps JASA A.BP.001.03.16.0002182 BUC Tnh Wilayah Dps:Jl.Siulan & A.BP.001.03.16.0000704 Dijual Rumah Jl.Antasura Gg. siman Sisa 17Thn 081337330888 Jl.Tkd.Bilok Hub:081236775677 Tlp.081337032746 Dibuka baru laundry khusus biTaman Dukuh Hub.081338976524 A.BP.001.03.16.0002028 DISEWAKAN TOKO A.BP.001.03.16.0002122 DIJUAL VILLA A.BP.001.03.16.0001926 sa hubungi kami di 08224796000 A.BP.001.03.16.0002107 Dikont Toko 3Blok Gn.Andakasa Rmh Jl.P.Serangan No.41 Perum Dijual Tanah Patih Nambi Utama Dikont rmh di Jl.Trengguli Dps Jual Villa Baru,TP,Good View istimewa mencuci tanpa mesin Djl Rmh T.42/74 600Jt Ng Perum Bernasi Buduk Hub:087860332446 Hub.081353367196/081237801105 Kori Nuansa Dps 081239297745 Belok Kanan 3 Are 08123684115 Murah, Bukit Hub.081331068778 Pnamparan BsTT Mbl085100856999 cuci.Harga hemat.antar jemput

ERTIGA

E T

A.BP.001.03.16.0001957

A.BP.001.03.16.0002111

DISEWAKAN TANAH Dikotrk Tanah 7Are ada Bangn 20x8 Mter Semi Permanen bisa Pake Rmh Kost Bangunya di Bongkar Jl.Tukad Sungi 7/Tukad Badung II Hub.082144534000

A.BP.001.03.16.0000993

CARRY PU SPLASH

Velg R.17 + Ban P Velg R.18 + Ban Velg R.19 + Ban A Velg R.20 + Ban K Velg R.22 + Ban

RUPA-RUPA

Rmh siap huni Lt2 2KT 1KM Grs Tnh 1A Jimb 650Jt. 08123805574

A.BP.001.03.16.0002178

DIJUAL MOBIL

RP. 15.000 RP. 50.000 RP. 60.000 RP. 70.000 RP. 90.000 RP. 200.000

JL. JAYAGIRI III/22 08996277822 / 0361223016 JL. HANGTUAH 11X SANUR 0361289481 C.0000231-spa

Rmh Lt2 LB200m2 1,5A 1,9M Ng G.Penamparan Strg 087862392060 A.BP.001.03.16.0002162

Dijual Rmh Lt2 LB110/LT105 Jl. Pertulaka H1,1M,085101859097

*Mercedes SLK 200 AMG Putih KM2ribu Istimewa,081999315168

A.BP.001.03.16.0002135

A.BP.001.03.16.0002157

Corona GL’84 Htm Istw Tgn I AC/Msn Bgs 085100923577/TT Mtr

MERCEDEZ

A.BP.001.03.16.0002173

!!Tanah Kav.Siap Bangun 2,5A Pengalon-Manggis,085103816888

Rmh Lt 2, Jl.Nuansa Balian Permai Renon, 087862339157

A.BP.001.03.16.0002108

Dijual Rmh Jl.Sentanu I/10X PeguyanganKaja Hb.082237819777

B.BP.004.03.16.0001058

Rmh Kembar Lt2 Jl.Hayam Wuruk G.Nagasari VI/2 T:081337066688

A.BP.153.03.16.0002164

Dijual SE Salon’86 08123684115,085100550285

A.BP.001.03.16.0002175

A.BP.001.03.16.0002172

Tnh SHM 1,5A 275Jt/A Mobil masuk di Batuyang 085935245558

HARLEY DAVIDSON

Harley Davidson Tp883+Th’08 F.Var STNK Only 087860000308

*Vellfire Th’2011 Hitam AsliDK (DK VIP) H.081238116467

B.BP.141.03.16.0001122

Rmh Br Tp65/100 3KT,1KM,Granit Siulan Dps Tmr 08123833999

A.BP.001.03.16.0002166

Rmh 2are Jl.Sekarsari (By Pass Mantra) Dentim 085739567687

BUC Rm Mnmls 3KT 1KM PdSambian PAM PLN Nego H.08179793997

Carens II’04 Slvr Manual Asli Bali LowKM OrsCat 085100584428

Djl Tnh3,5A Pgr Jl Utama ByPas Ngr Rai Sanur SHM.085101783994

A.BP.001.03.16.0002141

DIJUAL TANAH Swh 9,6A 25Jt/A H.08123983795 Sesandan Tabanan

B.BP.004.03.16.0001111

**Harrier Th’2008 AsDK Harga 348Jt Nego,08123907168

B.BP.141.03.16.0001124

Djl Tnh Ls.80 are cck utk Vila bs ambil 20are Lok.Jl.Ry.Tegallalang dkt Hotel Puri Bagus Jati Hub.081338711544

A.BP.001.03.16.0002117

Mobil Brio 2012 DD2 1.3 E A/T Harga Rp 130 Juta Nego 08164712020/081237088470

A.BP.001.03.16.0002124

KOST Kost Kunti Seminyak(AC)/Water H/Kolam R/Kulkas.085238108406

Muding hrg dibwh psr T150 B150 SHM,4KT,2KM,Renov 087861995000

DIJUAL MOTOR

MITSUBISHI

Djl Dum Truk Super HDX Th 2014 Hub.085100857206/08123977489

Djl Rumah Jl.Tkd.Batanghari 3C No.9 Hub.081338197238

DICARI MOTOR 081338294465 Beli Tinggi MotorBekas Sgl Merk

GARANSI

DAIHATSU

Jl Terios TX AT’2011 ori full X-Over’2009 AT Silver As Bali par,08123956395 Pan Pur Skw.Gr Istimewa H.122Jt,087861484142

OPEN INDENT ALL NEW FORTUNER CASH BACK AVANZA : DP. 7Jtan

s/d

45jt

INNOVA : DP. 70Jtan FORTUNER : DP. 140Jtan HILUX : DP. 50Jtan

Hub : Pustaka Bali Post, Jl. Kepundung No. 67 A, Telp. (0361) 225764 atau Toko - Toko Buku Terdekat di Kota Anda

08970855573 // 085100929445 Bunga 0,4%, Tenor s/d 7Th, bisa tukar tambah C.0001368-MBL

Cdr.3kol.rpa.buku baru bp1809


18

REKREASI

Minggu Umanis, 27 Maret 2016

TTS Bali Post

Pertanyaan Mendatar

2

3

4

5

6

7

8 9

10 12

11 13 14

15 18 20

17

19

21

22 24

27

16

23

25

26

28

29 30

31

32 33

34

35

36

SPT2016

1. Pengeluaran air susu dari kelenjarnya 4. Jagoan 9. Ilmu tentang definisi istilah-istilah 11. Yang sebagian besar menutupi permukaan bumi 12. Pekan raya Jakarta 13. Petuah 14. Kemanusiaan 15. Sesuatu yang menimbulkan rasa ngeri dan takut 18. Elang 20. Bagian dari cerita (Bali) 22. Rintih karena kesakitan 24. Dibalik : Mematikan 27. Salah jalan 29. Unsur 30. Nama sebuah kota modern di tepi Sungai Nil, Mesir 31. Neraca Pembayaran Indonesia 32. Adukan semen dan air yang encer 33. Perembukan atau pemusyawaratan 36. Anugrah 37. Banyak cabang, ranting dan duan

1

37

Menurun 1. Arena hiburan 2. Dasi (Inggris) 3. Salah satu babak dalam perlombaan 5. Orang suci atau wali 6. Sarjana kedokteran gigi 7. Imbal atau beri hadiah 8. Kesatuan 9. Cinta (Bali) 10. Adik atau kakak dari suami atau istri 16. Tidak (Jawa) 17. Oh my God 19. Sumber acuan 20. Jajan 21. National Security Agency 23. Baki 25. Setelan jas pria berwarna gelap (Inggris) 26. Tunggu (Bali) 27. Sopan, sabar dan tenang 28. Saring atau tapis (Bali) 30. Tertawa (Inggris) 34. Telinga (Inggris) 35. ABRI masuk desa

KUPON TTS No.239 Ketentuan Menjawab

Jawaban di tulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 239 dan cantumkan identitas lengkap serta no telepon/Hp. Kirim ke Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 2 April 2016. Pemenang diumumkan pada Bali Post Minggu 10 April 2016. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang @200.000, dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga ( 2 dewasa + 2 anak ). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos.

Jawaban TTS No. 237 Mendatar 1. Lokasi 4. Testikel 8. Dedikasi 9. Nobnob (Bonbon) 11. Pengembang 12. Elltab (Batlle) 15. Gnaureb (Beruang) 16. Sidemen

18. Traksi 22. Asam Nitrat 23. Kroket 25. Parlemen 26. Kelembak 27. Grande Menurun 1. 2. 3.

Lodips (Spidol) Kadangkala Sekretaris

4. Trikaya 5. Sponge 6. Klan 7. Lembab 10. Bol 13. Lady Killer 14. Temperamen 17. Prakpak 18. Takluk 19. Kok 20. Iatnab (Bantai) 21. Stance 24. Ogel

Pemenang TTS No. 237 1. Ni Nyoman Apriliani Br. Pasek, Desa Angantka, Kec. Abinsemal , Badung 2. Karyajaya Jl. Singosari 2 Lombok 83127 (0370-634800) 3. I Ketut Wiratama Jl. A. Yani No. 20, Amlapura, Karangasem 80813 4. I Wayan Mantra Br. Serokadan, Susut, Bangli (085 237 580 415) 5. I Ketut Sualita, S.Pd Br. Dinas Kanginan, Desa Kekeran, Kec. Busungbiu, Kab. Buleleng 81154 (087 762 901 206) 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar Nama : Ni Wayan Suwati Alamat :TK. Samuscaya Ketewel, Sukawati, Gianyar (80582)

Bunut Bolong â&#x20AC;&#x201C; Objek Wisata Bunut Bolong di Desa Manggisari, Kecamatan Pekutatan, Jembrana.

BPM/ist

Uniknya Objek Wisata Bunut Bolong BUNUT Bolong merupakan salah satu objek wisata andalan alam di kawasan timur Jembrana. Pesona alam pohon bunut dengan lubang di tengah yang digunakan sebagai jalan alternatif ini memang cukup unik. Di sekitar pohon berlubang tersebut terdapat Pura Pujanga Sakti. Hal ini juga yang membuat dan memiliki nilai kekuatan magis.

BPM/olo

Lokasinya masih asri dengan pemandangan perbukitan di sepanjang jalur menuju Buleleng. Kawasan ini memang menjadi lokasi wisata andalan di kawasan timur Jembrana. Jalan ini juga menjadi jalur alternatif untuk ke Denpasar, melalui Buleleng dan Tabanan. Lubang di tengah pohon ini menjadikan kawasan tersebut menarik dengan pemandangannya. Menurut sejumlah warga, keberadaan Pura Pujanga Sakti tersebut tidak terlepas dari para penglingsir setempat yang pertama kali membuka kawasan hutan di sana. Sebagian besar meru-

pakan warga dari timur Bali, seperti Klungkung dan Karangasem. Dengan demikian, muncullah Desa Manggisari. Selain itu, di sekitar pura tersebut memiliki fasilitas lengkap, baik tempat parkir maupun toilet hingga tempat beristirahat. Lokasi Pura yang dekat dengan objek wisata Bunut Bolong mempermudah akses ke lokasi. Pohon bunut bolong yang dilalui jalan aspal untuk satu arah itu, konon dulunya tidak berlubang. Baru pada masa penjajahan Belanda, pohon bunut yang tinggi menjulang dan lebar ini dilubangi. Setelah ban-

yak penduduk yang mulai tinggal di sekitar Manggisari, dibuatlah akses jalan untuk memperlancar transportasi perkebunan. Saat itu, para pekerja pribumi yang dikerjakan oleh VOC membuka akses jalan dari perkebunan hingga ke pelabuhan. Tetapi, sampai di sekitar lokasi pura, terhalang pohon bunut yang lebar dan berukuran besar. Mereka tidak bisa melintas karena di sisi kiri terdapat jurang, dan sisi utara terdapat pura. Akhirnya, diputuskan untuk melubangi pohon bunut itu. Sepintas, lubang di bu-

nut itu terlihat kecil. Akan tetapi, sejatinya bisa dilintasi truk besar. Dari pengamatan spiritual, lubang itu sejatinya bukanlah pohon, melainkan gapura dari bata merah. Bentuk lazimnya gapura dengan apit lawang. Di kanan-kiri pohon ini ada pohon kwanitan. Tetapi, sekarang hanya tersisa satu. Konon, bila ada orang yang melewati lubang bunut ini, harus permisi. Entah itu pejalan kaki maupun warga yang mengendarai kendaraan bermotor. Terlepas dari itu, pemandangan pohon yang menyerupai gapura ini cukup menarik. Khususnya saat pagi hari dan sore, kawasan ini ramai dipadati pengunjung sekadar untuk berfoto atau beristirahat di warung-warung sekitar lokasi. (olo)


19

Minggu Umanis, 27 Maret 2016

Embung - Embung Telaga Tunjung di daerah Kerambitan Tabanan.

Dampak El Nino

Dari Hal. 1

Berdasarkan perhitungan awal, debit air yang mengalir ke Embung Telaga Tunjung adalah 1.500 liter per detik dengan alokasi untuk irigasi adalah 1.200 per detik dan untuk PDAM sekitar 120 per detik. PDAM sendiri baru memakai jatah ini sebesar 20 liter per detik. ‘’Sisa dari debit air ini akan ditampung dibendungan,’’ papar Perbekel Desa Timpag, I Gusti W. Sukewehana. Meski ada El Nino, namun dampaknya tidak memengaruhi air di Telaga Tunjung. ‘’Daya tampung dan ketinggiannya masih normal. Adanya El Nino tidak berpengaruh pada air di Telaga Tunjung,’’ ujar Sukewehana. Selain itu, kata dia, masih terjadi hujan di wilayah Tabanan terutama daerah hulu sehingga air di bendungan yang sumber airnya berasal dari Tukad Yeh Mawa dan Yeh Ho ini masih normal. Mengenai adanya rebutan air antara PDAM dan petani, terutama dalam pemakaian air di Embung Telaga Tunjung dibantah oleh PDAM. Kepala Bagian Hubungan Pelanggan PDAM Tabanan, I.B. Marjaya Wirata

beberapa waktu lalu, mengatakan dalam penggunaan air di Telaga Tunjung pihak PDAM mendapatkan bagian sebesar 120 liter per detik. ‘’Bagian tersebut belum kami gunakan sepenuhnya. Saat ini, PDAM baru memakai sebesar 20 liter per detik,’’ ujarnya. Berdasarkan UU, lanjut Wirata, pemakaian air diutamakan untuk keperluan air minum setelah itu baru untuk irigasi dan pariwisata. Sehingga sumber air yang ada seharusnya dipakai untuk kebutuhan minum masyarakat untuk mewujudkan masyarakat sehat baru setelahnya untuk irigasi. Mengenai tudingan pengelolaan air lebih banyak dipakai oleh pengelola air minum mineral, Wirata memaparkan pengusaha air minum mineral juga termasuk pelanggan PDAM. Mereka menggunakan meteran dan membayar pemakaian air berdasarkan meteran tersebut. ‘’Perusahaan air minum mineral adalah pelanggan PDAM yang termasuk pelanggan premium. Pelanggan premium ini adalah pelanggan yang memberikan subsidi kepada pelanggan rumah tangga,’’ tuturnya.

BPM/san

Ia menambahkan sekitar 80 persen pelanggan PDAM Tabanan adalah pelanggan rumah tangga yang artinya pelanggan yang mendapatkan subsidi, hanya 20 persen termasuk pelanggan premium. Lanjut Wirata, ada tiga jenis pelanggan di PDAM yaitu pelanggan yang disubdisi, pelanggan yang tidak mendapatkan subsidi, dan pelanggan yang harus memberikan subsidi. ‘’Untuk pelanggan yang harus memberikan subsidi salah satunya perusahaan air minum ini,’’ tuturnya. Meski salah satu pelanggannya adalah perusahaan air minum mineral, namun menurut Wirata hal tersebut tidak berarti pihaknya berebut air dengan petani. Apalagi tidak semua sumber air bisa digunakan sebagai bahan baku air mineral. Menurutnya, PDAM Tabanan memiliki 31 sumber air dan tidak semuanya dipakai untuk usaha air mineral. ‘’Dari 31 sumber air, enam di antaranya adalah air permukaan dan sisanya adalah mata air. Untuk bahan baku air minum mineral, sumbernya harus mata air sementara air permukaan tidak bisa dipakai,’’ ujarnya. (san)

Pendekatan Regulasi Dari Hal. 1

Bali diingatkan agar segera melakukan pendekatan regulasi untuk menekan eksploitasi air bawah tanah. Hal lain yang perlu dilakukan segera melakukan evaluasi terhadap tata kelola bisnis air di Bali. ‘’Bali harus segera mencari solusi untuk mencegah Bali krisis air,’’ ujar Sudarma. Baik Sudarma dan I.B. Bintana kepada Bali Post saat diwawancarai beberapa hari lalu mengatakan laporan kekeringan di sejumlah wilayah di Bali patut dijadikan rujukan. Ini merupakan indikasi kuat bahwa Bali masuk zona rawan air bersih. Sejumlah penelitian menemukan fakta telah terjadi penurunan air permukaan di Bali. Kondisi ini membuat sumur-sumur warga mengering. Di sejumlah daerah air peramukaan tercemar. Di wilayah Gianyar, misalnya, tinggi permukaan air tanah turun mencapai 50-72 meter bmt (di bawah muka tanah), sedangkan di Kuta dan Sanur sudah mencapai 63-73 meter bmt. Bahkan di Danau Buyan yang merupakan sumber air tawar terbesar di Bali telah mengalami penurunan mencapai 5 meter sejak 20032005. Sementara Badan Lingkungan Hidup (BLH) Bali melaporkan di daerah Suwung, Sanur, dan Kuta sudah terjadi intrusi air laut. ‘’Ini fakta yang terjadi. Namun, yang ironis saat hujan Denpasar dan sejumlah wilayah di Bali malah banjir,’’ ujar Ida Bagus Bintana. Khusus di Denpasar, katanya, pada wilayah-wilayah yang kedalaman sumurnya lebih besar dari 100 meter seperti di Peguyangan dan sekitarnya serta di wilayah

Dari Hal. 1

Padahal, air baku yang ada saat ini hanya cukup untuk memenuhi pelanggan yang sekitar 24.000. Jadi, kelebihan pelanggan atau PDAM Karangasem kekurangan air baku untuk sekitar 6.000 KK. Akibat terbatasnya air baku PDAM Karangasem, banyak warga yang belum terlayani sambungan PDAM. Apalagi, di lokasi jauh di perbukitan, seperti perhotelan dan vila di wilayah tinggi dan tandus di Bunutan dan sekitarnya. Keperluan hotel setempat

Renon, Panjer dan sekitarnya telah terjadi kondisi rawan air. Saat ini elevansi muka air sumur di Denpasar Selatan yang tertinggi 1,53 meter bmt. Sedangkan di Denpasar timur 4,06 m bmt, Denpasar Utara 5,63 m bmt dan di Denpasar barat 7,41 bmt. Ia mengatakan dampak dari penurunan muka air tanah ini, PDAM mulai meninggalkan penggunaan sumur resapan sebagai cadangan air. PDAM kini malah mengelola air pemukaan seperti aliran sungai untuk menyuplai kebutuhan air bersih pelanggannya. ‘’Saat ini, cadangan air bawah tanah Bali tinggal 20 persen. Bahkan, memasuki 2020 Bali bisa berada pada zona krisis ekologi,’’ ujar Bintana. Kondisi ini akan terjadi lebih cepat di daerah-daerah padat penduduk dan padat investasi. Bahkan dalam sepuluh tahun terkahir, penggunaan air di Bali dilaporkan meningkat 100 kali lipat sebagai dampak dari tingginya penggunaan air di sektor pariwisata dan tak terkendalinya jumlah penduduk dan investasi. Mencermati fakta ini, ia berharap Bali segera melakukan langkah-langkah strategis menyelamatkan air bersih. Selain lewat pendekatan regulasi, Bali juga harus melakukan langkah aplikatif dengan membuat sumur-sumur resapan. ‘’Eksploitasi air tanah juga harus segera diatur. Regulasinya harus jelas,’’ sarannya. Ia juga menyarankan agar Bali membuat peta zonasi koservasi air tanah dan menyusun model pengelolaan air tanah berbasis zonasi. Ia juga menyarankan agar pengusaha yang melakukan pengeboran air bawah tanah

Air Baku

termasuk untuk mengisi kolam renangnya, menggunakan sumur bor. Sebagian sumur bor di tepi pantai itu airnya asin. Tak hanya hotel di tepi pantai, ada indikasi vila di atas bukit di Tenganan Dauh Tukad, Manggis, Karangasem yang sempat disidak Komisi III DPRD Karangasem dan tim Yustisi Pemkab Karangasem, airnya menggunakan sumur bor. Soal apakah para pengguna sumur bor itu sudah diawasi, dikendalikan dan pajak air bawah tanahnya sudah dipungut, sampai kini belum

segera melakukan langkah pembanding dengan membuat sumur resapan. Menyikapi fakta ini, bisnis air di Bali harus segera dikendalikan. Langkah ini diharapkan membantu kesinambungan ketersediaan air bersih bagi penduduk Bali. Selain pendekatan regulasi, dua lembaga bisnis yang menjadikan air sebagai produk jual -- PDAM dan pengelola Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) -- harus didesak melakukan investasi. Dr. I Made Sudarma, M.S. mengatakan dua lembaga ini wajib menyisihkan keuntungannya untuk menjaga ekosistem kawasan hulu dan memperluas wilayah tangkapan air hujan. Jika ini gagal dilakukan, penduduk Bali akan menghadapi kenyataan pahit; krisis air bersih. Menurutnya, kepedulian terhadap kesinambungan ketersediaan air di Bali harus mendapat perhatian serius semua komponen. ‘’Mencermati tata kelola air di Bali, kami kalangan akademisi miris. Solusi untuk keluar dari ancaman krisis air harus segera dirumuskan,’’ ujarnya. Fakta bahwa kini banyak subak krisis air serta mengeringnya sejumlah sumber mata air, menurut dosen Fakultas Pertanian Unud ini, harus dijadikan isyarat awal bahwa Bali memang rawan krisis air. Ia mengingatkan kondisi ini akan bertambah parah jika Bali gagal melindungi kawasan tadah hujan. ‘’Jika Bali gagal menangkap curah hujan, lambat laun sumber mata air akan mengering. Air permukaan yang selama ini menjadi ladang bisnis PDAM dan pengelola AMDK juga akan mengalami penurun debit,’’ ujarnya. (044)

jelas. Kasat Pol. PP Pemkab Karangasem, Iwan Suparta, mengatakan, pihaknya tak sampai menanyakan apakah vila Rokhutu itu menggunakan air dari sumur bor atau tidak. Apakah kalau menggunakan air dari sumur bor yang dibuatnya ada meterannya atau tidak? ‘’Kami tim yustisi pertama melihat ada atau tidak izin penggunaan ruangnya (IPR). Karena izin itu yang pertama, kalau itu sudah tak ada jelas tak akan ada atau tak akan ke luar jenis izin-izin berikutnya,’’ paparnya. (bud)

Pengambilan Berlebihan Dari Hal. 1

‘‘Air tanah mengalami penurunan karena akibat pengambilan yang berlebihan oleh beberapa kegiatan terutama hotel,” ungkap Kepala BLH Bali, Drs. Gede Suarjana, M.Si., di Denpasar, Sabtu (26/3) kemarin. Suarjana melanjutkan, kebutuhan air pada hotel berbintang mencapai sekitar 500 liter per orang per hari. Oleh karena itu, moratorium perlu dilakukan selain mencoba untuk mengolah air hujan atau air laut untuk keperluan hotel. Di sisi lain, upaya konservasi terutama di wilayah hulu juga harus dilakukan sebelum masalah air menjadi semakin pelik. “Kalau upaya konservasi tidak dilakukan, saya perkirakan sepuluh tahun ke depan, Bali ini akan mengalami kritis air terutama dari segi kualitas dan kuantitas. Penggunaan air bawah tanah (ABT) harus seefisien mungkin, kalau perlu pajaknya ditingkatkan untuk mengurangi pemanfaatan,” imbuhnya. Sekretaris Komisi III DPRD Bali, Ketut Kariyasa Adnyana, mengatakan, kenaikan pajak sejatinya tidak akan banyak

berpengaruh pada pemanfaatan ABT. Harus ada Perda yang jelas mengatur bahwa pada kapasitas tertentu tidak diperbolehkan memakai ABT lagi. Namun yang lebih penting, Bali mesti membuat blue print agar pembangunan jangan sampai overcapacity dengan sumber daya alam terbatas. “Kita harus mulai bagaimana menyelamatkan sumber air terutama di hulu seperti di danau dan sungai. Kemudian juga harus sekarang dibuat suatu teknologi bagaimana agar air permukaan seperti sungai tidak terbuang percuma,” ujarnya. Kariyasa menambahkan, air harus dimanfaatkan secara bijak. Oleh karena itu, pemerintah perlu memberi perhatian lebih pada penyelamatan daerah hulu. Terutama danau-danau sebagai penyuplai air bersih. Politisi PDI-P ini mencontohkan di Danau Buyan dan Tamblingan sudah begitu banyak ada kapu-kapu, terjadi pendangkalan, dan alih fungsi vegetasi. “Alih fungsi vegetasi yang sebelumnya tanaman keras seperti kopi sekarang banyak kol, sawi, itu menyebabkan sedimentasi. Ini harus ada perlindungan, (rin)

Bung Karno

Dari Hal. 1

Dia membenarkan Bali dijadikan pilot project untuk menjalankan ajaran Tri Sakti Bung Karno melalui pola pembangunan nasional semesta berencana. Artinya, pola pembangunan ini terlebih dahulu dilakukan di Bali sebelum dibawa ke provinsi

lain. Koster memaparkan, konsep pola pembangunan semesta berencana adalah satu pola pembangunan yang betul-betul ideologis. Begitu juga berpihak kepada rakyat untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat sehingga tidak ada alasan lain untuk tidak bisa melaksanakan. (kmb32)

Wong Bali Mula Dari Hal. 1

Mereka inilah disebut sebagai wong Bali Mula di Besakih. Kepada para wong Bali Mula ini oleh Rsi Markandeya diperkenankan membangun pemujaan khusus bagi leluhur mereka di jaba Pura Basukian. Bisa dipahami kalau Pura Bali Mula menjadi satu natar dengan Pura Basukian. Kini, Pura Bali Mula di jaba tengah Pura Basukian tidak saja di-sungsung oleh warga Bali Mula di Besakih tetapi juga oleh hampir seluruh warga Bali Mula pengikut setia Rsi Markandeya di mana pun mereka berada. Pura Basukian, Pura Penataran Agung, dan Pura Dalem Puri adalah induk dari Kahyangan Tiga di desa-desa yaitu Pura Puseh, Pura Desa, dan Pura Dalem. Dari kelengkapan palinggih-

Barang Haram Dari Hal. 1

Dari keterangan tersangka di Muko-Muko itu, rantai barang haram itu mengarah pada Lapas Bentiring dan Rutan Malabero di Bengkulu. “Maka tim dan BNN serta Polda Bengkulu menjemput di Bentiring. Di sana aman, tak ada kerusuhan,” kata Budi Sabtu (26/3) kemarin. Dia mengatakan dalam penggeledahan di dalam rutan, petugas gabungan mengamankan Aceng. Begitu Aceng akan dibawa keluar

Sejak Minum Madu ini, Alergi Kulitnya Tak Pernah Kambuh Lagi

Saat diwawancarai, 24 Februari 2015, umur I Ketut Swistaya sudah 32 tahun. Namun, menurut pegawai sebuah panti sosial yang bernaung di bawah Dinas Sosial Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali, ini, sudah dari umur 20 ia menderita alergi kulit. Hawa dingin dan debu sangat tak bersahabat dengannya. Kalau kena kedua penyebab itu, kulitnya langsung gatalgatal dan merah-merah. Padahal, dalam bekerja, ia sering mendapatkan tugas malam hingga pagi. Sebagai antisipasi, selama ini ia rutin mengonsumsi obat antialergi jenis CTM. Takut organ tubuhnya bakal rusak gara-gara sering sekali kemasukan obat kimia, sejak awal 2015 ini ia beralih ke bahan alami berupa madu. Dan yang rutin diminumnya adalah Madu Bima 99,

Madu Pahit Hitam Super. Lalu, apakah dengan produk yang sedang naik daun itu alerginya tersebut bisa teratasi? “Selama saya minum Madu Bima 99 itu alergi saya tidak pernah kambuh lagi,” jawab penduduk Desa Tejakula, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, ini. “Selain itu, tenaga sekarang bertambah sehingga kepala saya tidak sering pusingpusing seperti dulu lagi,” lanjutnya. Ada sebuah buku yang berjudul Air. Di dalam buku terbitan Gramedia tahun 2007 lalu itu, pengarangnya mengatakan bahwa pada dasarnya mengonsumsi obat itu adalah memberikan racun ke dalam tubuh kita. Pengarang berkebangsaan Amerika yang juga seorang dokter senior dan rajin melakukan penelitian itu mengatakan bahwa selama ini telah terjadi semacam “kesepakatan” terselubung antara pabrik-pabrik obat raksasa dan para dokter di seluruh dunia, sehingga seorang dokter kadang-kadang

palinggih yang terdapat di masing-masing pura itu, demikian pula sastra-sastra agama yang ada hubungannya dengan tata cara membangun suatu pura, tampak bahwa Pura Basukihan itu adalah Pura Puseh Jagat, Pura Penataran Agung berfungsi sebagai Pura Desa Jagat dan Pura Dalem Puri sebagai Pura Dalem Jagat. Dengan demikian, Pura Basukihan, Pura Penataran Agung, dan Pura Dalem Puri adalah pusat dan semua Pura Puseh, Pura Desa, dan Pura Dalem yang terletak di mana pun, sehingga Pura Besakih secara keseluruhan adalah Pura Penyungsung Jagat. Adapun yang distanakan di pura ini ialah Hyang Naga Basuki. Hari piodalan-nya jatuh pada hari Buda Wage Kelawu atau Budha Cemeng Kelawu. (kmb)

begitu “tega” memberikan obat yang ia tahu tak diperlukan, bahkan berbahaya, bagi pasiennya. Pendapat ini sejalan dengan apa yang dikemukakan Hiromi Shinya dalam bukunya The Miracle of Enzyme. Dalam buku terbitan 2008 itu dokter asal Jepang yang tinggal di Amerika Serikat tersebut mengatakan bahwa mengonsumsi obat berarti membunuh enzim-enzim yang sangat bermanfaat bagi perkembangan dan pemulihan kondisi tubuh. Karena itu, baik kedua pengarang buku itu maupun sejumlah pakar kesehatan modern saat ini bersepakat untuk menganjurkan kepada penderita penyakit untuk beralih ke terapi herbal plus mengatur pola hidup dengan baik dan mengonsmsi suplemen makanan yang manfaatnya telah terbukti. Contohnya madu. Saat ini berbagai madu pahit dengan berbagai merek telah beredar di pasaran. Tapi, yang banyak digemari, karena manfaatnya yang nyata,

rutan, muncul keributan sampai ada sel rutan yang dikabarkan jebol. Budi menegaskan belum tahu kenapa keributan tersebut bisa terjadi. Dia membantah anggapan keributan itu muncul sebagai aksi solodaritas saat Aceng diciduk petugas dari dalam rutan. Dari penggeledahan, petugas gabungan juga mengungkap ada narapidana lain yang terlibat jaringan Aceng. Tapi narapidana itu menjadi korban meninggal dalam kebakaran yang memakan lima korban tewas. (kmb/ant) memang Madu Bima 99. Apalagi, dari hasil uji laboratorium Fakultas Farmasi UI dan Sucofindo September 2014, Madu Bima 99 terbukti bebas dari bahan kimia obat, patogen, logam berbahaya, dan zat berbahaya lainnya. Bahkan, saat ini juga tersedia Madu Bima 99 khusus, yakni Madu Kesuburan Pria, Madu Kesuburan Wanita, dan Madu Kecerdasan Otak. Untuk mendapatkannya, Anda bisa datang ke apotek, toko obat, dan outlet-outlet lainnya di kota Anda. Untuk informasi lebih lengkap, Anda bisa mengunjungi @madubima99, www.madubima.com, dan www.facebook.com/Madu Bima 99. Distributor Bali 08123644754, Subdist : Jembrana 081936459563, Klungkung 085954158293, Tabanan 087761444100, Buleleng 08174708396 / 0817351071, Karangasem 081239707770, Gianyar&Bangli 081338916680, Denpasar 08123644754, Badung 081999945381 M.0000884-ADV-1


balipost (112rb Like) http://facebook.com/balipost

Minggu UMANIS, 27

@balipostcom (3,9rb Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764

Maret 2016 iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

Facsimile: 227418

TOKOH

20 Tahun Ada Band

Segera Evaluasi Kebijakan

Rilis Album ’’Chemistry’’ BPM/ist

UNITED Bali Driver (UBD) memilik 500 lebih anggota yang tersebar di seluruh kabupaten/ kota se-Bali. Disinggung tanggapannya terhadap beroperasinya uber dan taksi grab di Bali, Ketua Umum UBD, I Gusti Ngurah Dharma Putra, menyatakan pemerintah berkewajiban dan harus mampu memberikan ruang pada transportasi sistem konvensional yang ada saat ini. Adanya grab dan uber taksi yang merupakan transportasi berbasis aplikasi merupakan potensi yang berbahaya ke depannya. Mengingat, tak hanya menyangkut aplikasi, namun juga sebuah sistem yang bersifat lebih destrukruktif. Ngurah Dharma Putra juga mengatakan sebagian kalangan masyarakat yang telah mendapatkan informasi melalui layanan internet juga mendapat penolakan. Sebab, dikhawatirkan menjadi sebuah transisi profesi, utamanya driver dengan dampak terberatnya yakni kepunahan sebuah profesi. Untuk itu, pihaknya mewakili ratusan anggota berharap pada pemerintah untuk segera mengevaluasi kebijakan. Terlebih, Gubernur Bali telah mengeluarkan larangan terhadap keberadaan layanan transportasi dimaksud. “ Saya berharap ada aksi nyata di lapangan yang dilakukan aparat terkait sehingga larangan yang dikeluarkan Gubernur tak menjadi wacana di media,’’ tegasnya. Ngurah Dharma Putra juga menekankan bagaimana pemerintah mampu melindungi dan menangkal adanya kemungkinan sistem-sistem yang bersifat destruktif melalui bingkisan isu kemasan sangat bagus, harga murah, namun ke depan sangat berpotensi membahayakan bagi ekonomi para sopir. (jay)

WAKTU 20 tahun berkarier dalam blantika musik Indonesia bukanlah waktu yang sebentar. Ini sebuah prestasi besar. Kerasnya persaingan untuk menghasilkan lagu-lagu yang terus disukai banyak orang menjadi tantangan bagi musisi-musisi di Indonesia dalam perjalanan karier bermusiknya. Begitu pula yang harus dihadapi oleh salah satu grup band legendaris Indonesia, ADA Band. Melalui peluncuran album ke-13 berjudul ‘’Chemistry’’, ADA Band masih mampu membuktikan eksistensi dan kualitasnya sebagai grup band terbaik di Indonesia hingga saat ini. Selama 20 tahun, ADA Band sudah menjual lebih dari 15 juta kopi CD dan kaset sepanjang perjalanan karier bermusik mereka. Album yang dirilis oleh band yang sudah berkarya sejak 18 November 1996 ini merangkum sepuluh single terbaru. Kesepuluh single tersebut adalah ‘’Kaulah Kesukaanku’’, ‘’Kucuri Lagi Hatimu’’, ‘’Siap Melepasmu’’, ‘’Imajinasi’’, ‘’Percuma Bilang Cinta’’, ‘’Buah Hatiku’’, ‘’Ku Selalu Untukmu’’, ‘’Im Crazy About You’’, ‘’Serasa Beda’’ dan ‘’Berbeda Soal Biasa’’. Demikian terungkap dalam acara Peluncuran Album ADA Band di Texas Chicken, Cikini, Jakarta, Rabu (23/3). Album baru ADA Band di bawah label ABM Entertainment ini menjadi sebuah jawaban atas kerinduan para penikmat musik Tanah Air akan karya-karya grup band yang beranggotakan Dika Satjadibrata (bass), Marshal Surya Rachman (gitar), Donnie Sibarani (vocal), dan Adhy Pratama (drum). ‘’Album ini akan sangat terasa berbeda dengan album-album sebelumnya. Di Album ,ini kami mencoba untuk menawarkan aneka cita rasa musik selain warna musik pop, yang selama ini selalu ada di single hits kami,’’ ujar Donnie sang vokalis. (pik)

Film

The Journey Hadir dengan “Inspirasi Semesta” Denpasar (Bali Post) The Journey adalah band indie yang dibentuk pada akhir 2014 dengan format duo. Pasalnya, The Journey hanya memiliki dua personel, Surya (vokal) dan Deprad (bassist sekaligus pencipta lagu). Kendati demikian, pada saat pentas mereka mengajak additional player. Bahkan, baru-baru ini, The Journey merampungkan rekaman perdana berjudul “Inspirasi Semesta”. Sesuai judul album, lagulagu yang ditampilkan The Journey banyak diolah dari inspirasi alam dan kehidupan sekitar. Karenanya, ragam tema lagu bisa disimak mulai dari “Denpasar”, “Pecinta Mimpi”, “Perdamaian”, “Lagu Sederhana”, dan tentu saja kisah cinta dalam lagu “Cinta Segi Tiga”, “Bukan Cinta Itu”, dan “Ngelawan Sepi”. “Bahkan tiga lagu kami seperti, ‘Pecinta Mimpi’, ‘Lagu Sederhana’, dan ‘Ngelawan Sepi’ sudah dibuatkan video klip,” ujar Deprad

Sabtu (26/3) kemarin. The Journey bermula saat Deprad yang sudah mulai bermusik sejak masih di bangku SMA, bertemu dengan Surya dalam satu acara. Saat itu, Deprad yang mulai menggarap sejumlah lagu merasa karakter vokal Surya cocok untuk lagunya. Begitu pun dengan Surya yang tertarik dengan lagu-lagu yang dibuat Deprad. Jadilah, dua pria yang kesehariannya punya kesibukan kerja masing-masing ini mulai penggarapan musik dan rekaman. Hingga awal 2016, keseluruhan materi lagu kelar direkam di Antida Music, dengan penata rekaman Deny Surya. A da Sem bi l an lagu yang diperkenalkan The Journey di album mereka “Inspirasi Semesta”. Selain ciptaan Deprad, ada satu lagu karya Ian Joshua Stevenson (ex. Dialog Dini Hari, yang kini main di Musikimia). Delapan lagu liriknya menggunakan bahasa Indonesia dan satu lagu “Ngelawan Sepi” liriknya berbahasa Bali.

The Journey sengaja mengambil warna musik pop sebagai karakter utama, dengan

’’Wawancara’’ dan ’’Mitos’’

pertimbangan jenis musik yang satu ini relatif bisa diterima di semua kalangan. (win)

Personel The Journey

BPM/win

Pemenang The Best Short Movie di LA Indie Movie 2015

TAK terasa LA Indie Movie 2015 telah sampai pada puncaknya. Pada Rabu (23/3) malam di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta, tampak wajahwajah tegang dari finalis. Sutradara Anggie Umbara, Fajar Bustomi, aktor Yama Carlo, serta para komika seperti Bintang Timur, Arif Didu dan Danet juga ikut meramaikan acara tersebut. “Maret tahun lalu, kita mulai, pasti semuanya bangga banget bisa lihat namanya di sini,” ujar Ita Sembiring selaku executive produser dari LA Indie Movie membuka acara. Acara dibuka dengan pemutaran delapan film pendek hasil karya para finalis. Film-film itu adalah ‘‘Bye Bye FB Boy’’, ‘’Wawancara’’, ‘‘Eat, Love and Laugh’’ di genre komedi. Sedangkan pada genre horor ada ‘‘Deadline’’, ‘’Frekuensi’’, ‘‘Mitos’’, ‘‘Reportase’’, dan ‘‘Speelwijk’’. Gelak tawa pun pecah kala filmfilm dari kategori komedi diputar. Ada penampilan dari para komika yang

Ilfil, Mager, Baper Jangan Dipelihara! EQUINOX selain membuat suhu udara lebih panas dari cuaca normal, suhu otak manusia yang berdiam dekat katulistiwa pun cepat mendidih. Pendapat itu memang terkesan ngawur, namun bila diamati perilaku masyarakat Indonesia sepanjang Maret ini, tak urung membuat kita manggut-manggut. Perang wacana yang kian vulgar di media sosial maya juga media massa, terkait Pilgub DKI Jakarta tahun 2017. Disusul saling sindir dua negarawan yang membikin panas pengikut masing-masing akibat dikompori para pengamat lewat media. Kemudian demo besar-besaran diwarnai tindakan anarki para sopir konvensional terhadap angkutan umum berbasis aplikasi online di Jakarta. Syukur, di Bali ribuan masyarakat desa adat yang berunjuk rasa menolak megaproyek reklamasi Teluk Benoa berlangsung damai tanpa huru-hara, meski dua bendesa adat digiring ke sebuah polres. “Ya, kalau kita sudah sepakat dengan demokrasi, sebagai sistem pemerintahan, politik dan bermasyarakat, kita harus siap menerima risiko. Demokrasi sangat sakti, dia bisa bertukar wajah jadi mobokrasi, anarki, dan democrazy di gerombolan massa, paling bahaya bila bermetamorfosa jadi oligarki dalam pemerintahan. Demokrasi akan menyelinap dalam bentuk oligarki untuk urusan mekanismemekanisme politik, keuangan dan hukum yang ramah terhadap korporasi-korporasi

brolan BALE BANJAR ARIDUS global. Apalagi sekarang, uang sudah jadi alat utama dalam berdemokrasi, sehingga segala jenis jabatan bisa dibeli. Lalu, mengapa harus menangisi susu yang telah tumpah? Tidak perlu memaki kegelapan, cepat nyalakan lilin atau apa saja yang mampu memberi sinar! Sebab, dulu Bung Karno yang paham akan hakikat demokrasi serta perubahannya mencoba menawarkan demokrasi terpimpin atau deliberated democracy, namun ditolak mentah-mentah bahkan dia dicap tiran atau otoriter. Mengaku anti-tiran, ironisnya selama 32 tahun bangsa ini diperintah regim otoriter totalitarian. Mungkin itu sebabnya setelah Orde Baru gulung tikar, bangsa yang mengalami demam demokrasi mengimpor langsung demokrasi dari Amerika Serikat plus American Dream. Sayang, sedikit yang sempat baca tulisan William Blum bertajuk ‘Demokrasi, ekspor Amerika paling mematikan‘. Dalam tulisannya, Blum mengulas bahwa AS telah mencoba menggulingkan lebih dari 50 pemerintahan yang

kebanyakan dipilih secara demokratis dan ikut campur dalam pemilihan umum di 30 negara dunia ketiga,” papar Rubag. “Gaya hidup adalah inti dari American Dream yang juga bagian dari ideologi dan budaya yang menarik gerbong politik dan ekonomi untuk menuju dunia di bawah satu atap atau E pluribus Unum. Kota di sebuah bukit yang menebar cahaya ke seluruh negara yang disinarinya. Itulah narasi awal Mimpi Amerika yang perlu dipahami maknanya secara cerdas, agar kita tidak terus menangisi susu yang tumpah dan memaki kegelapan. Kendati AS menyebut diri sebagai mercusuar kebebasan dan kemakmuran, bila dikaitkan dengan paparanmu, berarti kebebasan dan kemakmuran yang dimaksud sangat terbatas. Bahkan di negeri Paman Sam tidak sedikit orang miskin. Baru-baru ini kubaca di medsos, seorang wanita Negro ditangkap di sebuah toserba, karena mencuri lima butir telur. Helen nama tersangka diserahkan pada Danish, opsir polisi Alabama, untuk ditahan. Saat diinterogasi, perempuan kulit hitam itu mengaku kelaparan, karena dua hari tidak makan bersama anaknya. Bukan menahan, Danish justru membebaskan si tersangka, bahkan membelikannya sekeranjang telur dan mengantarkannya pulang. Tidak cukup sampai di situ, keesokan harinya Danish bersama beberapa koleganya dengan dua mobil membawa sembako, sehingga

Helen saking harunya menangis memeluk polisi yang baik hati itu. Danish menggumam, kadang-kadang kita lebih mengutamakan kebutuhan kemanusiaan daripada kebutuhan hukum. Aku berusaha mengingat bunyi pasal 34, UUD 1945,“ komentar Kadek Wahyudita. “Diskresi yang tepat dilakukan seorang opsir polisi. Memang tidak semua orang harus dipercaya begitu saja apa yang diucapkannya. Sebab tidak sedikit orang mencuri dan melacur dengan alasan miskin, namun sebenarnya karena malas dan menganggap mencuri atau melacur lebih gampang. Layaknya membaca teks, kukira, Danish mendengar dan menyaksikan mimik Helen saat mengutarakan alasannya mencuri sebagai kumpulan konteks. Sebagai langkah awal dia melepaskan tawanannya dan membelikan sekeranjang telur. Saat mengantarkan ke rumahnya, dia merasakan konteks yakni suasana kemiskinan yang sebenarnya perempuan Negro itu. Tindakan membawakan sembako bersama kawankawan keesokan harinya, bagiku, adalah interteks. Jadi, setiap wacana atau diskursus harus dipahami unsur-unsurnya yakni teks, koteks, konteks, dan interteks, seperti dilakukan Danish. Interteks bisa bersifat sinkronis, bisa pula diakronis! Bukan dicaplok begitu saja, seperti ikan-ikan karper kelaparan di kolam menyambar sandal bekas yang dilempar orang-orang jahil. Aku ber-

BPM/ist

Personel Ada Band

pendapat, kegaduhan atau kondisi memanas yang terjadi di bulan Maret ini, bukan karena equinox, tapi karena gagalnya komunikasi. Masing-masing nyeroscos karena desakan emosi dan ambisinya, bukannya duduk berhadapan untuk membahas berbagai topik. Gara-gara ilfil, tambah mager, akhirnya baper,“ ujar Pacet Sudiarsa. “Hahaha, gara-gara sakit hati, tambah malas gerak, akhirnya bawa perasaan! Lucunya, ada yang menyarankan agar medsos, khususnya facebook dan twitter, menyetop ikut meramaikan fenomena saling sindir itu lewat diskusi di sebuah stasiun televisi swasta. Alasannya, para pengikut di masing-masing pihak tidak tahan membaca atau melihat komentar atau meme pedas dan menyakitkan, sehingga ditakutkan akan terjadi tindakan anarkis. Wah, ini ciri-ciri istilah demokrasi yang sering dilontarkan dalam setiap pidato atau debat, hanya difasihkan di mulut, tidak dipahami di otak dan hati. Demokrasi, berarti dari, oleh dan untuk rakyat, menandakan partisipasi dalam seluruh aktivitas kebangsaan dan pemerintahan. Kalau di parlemen mereka sudah menyerahkan mandatnya pada wakil rakyat, yang sering tidak menyerap aspirasi rakyat, jangan dong monopoli lagi hak itu di medsos. Kegaduhan yang timbul di jalanan berupa demo atau unjuk rasa, merupakan bukti bahwa asprasi rakyat tidak ada yang mendengar. Apalagi seperti

tampil lewat ‘‘Wawancara’’. Hingga suasana mencekam yang dimulai oleh ‘‘Deadline’’ garapan sineas muda Yogyakarta. Setelah semua film selesai diputar, ketegangan berlanjut, yakni pengumuman pemenang Best Short Movie. Pemilihan pemenang melalui proses voting yang dilakukan para tamu dan media yang hadir. Dan akhirnya pemenang kategori komedi diraih oleh film garapan Adjis Doaibu bersama anak-anak stand up comedy bertajuk ‘’Wawancara’’. Sedangkan pada genre horor dimenangkan oleh anak didik Fajar Nugros berjudul ‘‘Mitos’’. “Gue masih nggak percaya ini yang kita temuin satu tahun yang lalu bisa bikin film kayak gini, siap-siap untuk masuk ke big league. Bahkan salah satu penulis di sini (LA Indie Movie 2015) gue tarik untuk masuk di salah satu film gue,” tutur Anggie Umbara yang juga menjadi mentor di LA Indie Movie. (pik)

sinyalemen Rubag, bahwa demokrasi telah berubah bentuk jadi oligarki di ranah kekuasaan untuk mengendalikan mekanisme politik, keuangan dan hukum yang ramah terhadap korporasi besar dan global. Biarkan saja masyarakat menuangkan ide, kritik maupun pendapatnya di medsos yang juga ruang publik sebagai tempat belajar segala disiplin ilmu secara otodidak,“ usul Bakti Wiyasa. “Setuju! Saat Pilpres 2014, medsos dipenuhi perang wacana dari yang sopan sampai kasar penuh maki dan ejekan, toh Pilpres 2014 berlangsung mulus tanpa huruhara, kecuali perang para elite terus berlanjut hingga ke parlemen. Sekarang era informasi dan teknologi ko-

munikasi. Hujan informasi terus mengguyur tanpa bisa dibendung, sehingga setiap orang harus menyiapkan diri, baik secara intelektual, emosional, maupun personal. Jangan menyalahkan hujan bila sekujur badan basah kuyup, lantaran tidak siap payung atau jas hujan sebelum keluar rumah! Agar junjungannya tidak kena buli atau kritik pedas dari para netizen, diimbau untuk melakukan komunikasi langsung dengan lawan politiknya lewat kunjungan maupun telepon. Atau akhiri saja kebiasaan menyindir, seperti lirik lagu ‘Kegagalan Cinta‘, kau yang memulai, kau yang mengakhiri…. Ilfil, mager, baper jangan dipelihara dong!“ ujar Adi Saputra. (aridus)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi 27 Maret 2016 | Balipost.com by e-Paper KMB - Issuu