20 HALAMAN
NOMOR 188 TAHUN KE 68
Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
balipost (106 rb Like) http://facebook.com/balipost
Pengemban Pengamal Pancasila
minggu kliwon, 6 maret 2016
Nyepi dan Gerhana Matahari
Mohon kepada Dewa Surya, Selamatkan Alam Bali Pedanda Made Gunung
IDA Pedanda Made Gunung mengimbau umat Hindu di Bali untuk melaksanakan persembahyangan kepada Dewa Surya, menyambut perayaan Nyepi yang dibarengi
dengan gerhana matahari pada 9 Maret 2016 mendatang. Persembahyangan ini perlu dilakukan, sebab momen gerhana matahari dikhawatirkan dapat memberi fi-
brasi terhadap kondisi alam. Gerhana matahari saat Nyepi ini sangat jarang terjadi. Hal. 19 Mohon Keselamatan
Simbol Ruang dan Waktu Oleh : Dr. A.A.Gde Raka, M.Si. PENGGUNAAN simbol-simbol dalam Agama Hindu bertolak dari keterbatasan kemampuan manusia untuk mengetahui hal-hal di luar kemampuannya. Ogoh-ogoh merupakan salah satu dari wujud simbol tersebut, yang dimanfaatkan sebagai simbol buta-kala (buta/ruang dan kala/ waktu). Mengekspresikan bumi dalam wujudnya sebagai buta kala, diberi peRsembahan berupa tawur, caru, dan yang sejenisnya, merupakan ungkapan rasa terima kasih manusia kepada Hyang Pencipta, atas kemurahan-Nya menyediakan segala sesuatu yang menjadi kebutuhan manusia. Bagi kalangan anak muda dan remaja, membuat ogoh-ogoh dengan berbagai upakara dan upacaranya termasuk kegiatan yadnya pula, yang intinya membangun keseimbangan alam makro (bhuana agung) dan alam mikro (bhuana alit). Untuk itu, membuat dan mengarak ogoh-ogoh dapat dimaknai sebagai upaya nyomya buta-kala/ alam semesta atau membangun keseimbangan alam yang disharmonis karena ulah manusia juga. Tetapi jangan sama sekali menjadikan momen membuat dan mengarak ogohogoh tersebut untuk melampiaskan emosi dendam dan yang sejenisnya, sehingga melahirkan makna yang sebaliknya. Pelaksanaan buta yadnya yang digelar setiap tahun sekali tepatnya pada Tilem Kesanga, bertujuan untuk menetralisasi kekuatan semesta alam agar perputarannya menjadi harmonis kembali. Kemudian pengekspresian ogoh-ogoh sebagai wujud Buta Kala dengan berbagai penampilan wajahnya yang menakutkan berupa, Kala, Kali, Dengen, Paisaca, Raksasa dan yang sejenisnya, semuanya itu sebagai simbol dari ruang (buta) dan waktu (kala). Hal. 19 Kehancuran
DI Denpasar saja tercatat 680 ogoh-ogoh siap diarak keliling masing-masing desa adat atau banjar adat. Jumlah ini belum terhitung jenis ogoh-ogoh ukuran sedang dan kecil yang biasa dibuat oleh sekaa satu gang atau tempekan. Kita bisa lihat setiap malam menjelang Nyepi, balai banjar di Denpasar dan kabupaten lainnya tak pernah sepi dari kreativitas remajanya membuat ogoh-ogoh. Hal. 19 Pertanda Baik
Ogoh-ogoh yang Masuk Nominasi di Kota Denpasar
Cegah Gesekan, Larang Lewati Desa Pakraman
SEMUA komponen memberi atensi menjelang malam pangerupukan serangkaian hari raya Nyepi Tahun Saka 1938, Selasa (8/3) nanti. Malam itu dipastikan diramaikan dengan iring-iringan pengusung ogoh-ogoh. Untuk mencegah terjadinya aksi keributan, pawai ogoh-ogoh dipusatkan di masing-masing desa pakraman. Dengan kata lain, pawai dilarang melewati batas wilayah desa pakraman. Pihak Majelis Madya Desa Pakraman (MMDP) Buleleng juga sudah mengingatkan seluruh klian desa agar menugaskan pecalang untuk melakukan pengamanan malam pangerupukan. Hal itu diungkapkan Ketua MMDP Dewa Putu Budarsa ditemui di Singaraja, Sabtu (5/3) kemarin. Lebih jauh, Budarsa mengatakan, iring-iringan ogoh-ogoh pada malam pangerupukan rawan akan terjadi aksi keributan. Mencegah agar kekhawatiran itu tidak terjadi, seluruh klian desa diingatkan untuk memberikan pengarahan kepada kelompok pemuda atau warga yang akan melakukan ritual pangerupukan agar mengikuti batas-batas wilayah di lingkungan desa pakraman masing-masing. Klian desa pakraman juga diminta untuk menugaskan pecalang yang tidak hanya mengamankan jalannya malam pangerupukan di desa pakraman masing-masing, namun juga memberikan petunjuk batas-batas desa, sehingga ritual pangerupukan bisa berjalan dengan lancar, aman, dan tidak dicederai oleh aksi kriminalitas. Selain itu, kelompok pengusung ogoh-ogoh diimbau agar tidak mengonsumsi minuman keras (miras -red). Hal ini penting karena pengusung yang sudah terpengaruh alkohol, bisa saja memicu terjadinya aksi kributan antarkelompok. Hal. 19 Tanpa Alkohol
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Faksimile: 227418
Ogoh-ogoh Tak Harus Mahal Sudah menjadi tradisi masyarakat Bali menunggu-nungu malam pangerupukan, sehari menjelang hari Nyepi. Ribuan ogoh-ogoh di Bali akan menyemarakkan malam pangerupukan, Selasa (8/3) mendatang.
@balipostcom (3,9rb Follower) http://twitter.com/balipostcom
1. KECAMATAN DENPASAR UTARA : Sekaa Teruna
Banjar
ST. Belaluan Sadmerta Belaluan Sadmerta ST. Kebon Sari Tangguntiti ST. Dharma Bakti Mandala Petangan Gede ST. Panca Kumara Tatasan Kaja ST. Bayu Kumara Umadesa ST. Cantika Sedana Merta ST. Gita Puspa Lumintang ST. Werdhi Yowana Tampak Gangsul
Desa/Kelurahan Ket. Nilai Dangin Puri Kauh Tonja Ubung Kaja Tonja Peguyangan Kaja Ubung Dauh Puri Kaja Dangin Puri Kauh
I II III IV V VI VII VIII
88 83 82 80 78 77 76 75
Ket. Nilai
2. KECAMATAN DENPASAR TIMUR :
TERBAIK- Ogoh-ogoh Boma Pralaya STT Dharma Putra Br. Pande terbaik I di Denpasar.
SekaaTeruna
Banjar
Desa/Kelurahan
ST. Dharma Putra ST. Yowana Werdhi ST. Yowana Dharma Kretih ST. Dharma Cita ST. Yowana Kusuma Sari ST. Eka Dharma Canti ST. Yowana Jaya ST. Mekar Sari
Pande Batan Buah Kedaton Kesiman Abiankapas Tengah Batan Poh Yangbatu Kauh Lebah Kesambi
Sumerta Kaja I Kesiman II Kesiman Petilan III Sumerta IV Penatih V Dangin Puri Kelod VI Sumerta Kaja VII Kesiman Kertalangu VIII
96 90 89 88 87 85 83 81
Sumber/Disbud Kota Denpasar
Masih Banyak Terbuat dari ”Styrofoam” BPM/sue
PEMBUATAN ogoh-ogoh menjelang hari raya Nyepi sangat marak dilakukan masyarakat Bali, khususnya generasi muda. Setiap balai banjar pasti terdapat boneka raksasa ini. Di balik itu, bahan yang digunakan dalam pembuatannya tak lagi seluruhnya ramah lingkungan. Pola anyaman dari bambu perlahan ditinggalkan dan beralih menggunakan styrofoam. Lalu apakah alasan peralihan itu? Di Bangli, ogoh-ogoh salah satunya marak ditemui di Desa Tamanbali. Sejumlah banjar sudah membuat boneka raksasa dengan
berbagai karakter itu sejak satu bulan lalu, bahkan ada yang lebih. Setelah diamati lebih jauh, bahan yang digunakan untuk ogoh-ogoh tersebut tak lagi seluruhnya alami. Beberapa di antaranya menggunakan styrofoam. Padahal, menurut informasi, itu sangat berbahaya untuk lingkungan hidup. Ketua Karang Taruna Satya Narmada Taman Bali, Pande Putu Santiana, Sabtu (5/3) kemarin, menjelaskan menjelang Nyepi, pemuda setempat rutin membuat ogoh-ogoh. Bahkan tahun lalu, dipentaskan dalam bentuk parade. Tak ditampik pula, bahan ogoh-ogoh
ini sudah ada yang beralih ke styrofoam. “Yang menggunakan bambu berupa ulatan masih ada. Tapi lebih banyak yang memakai styrofoam,” ujarnya. Penggunaan styrofoam ini, kata dia, mulai marak sejak empat tahun lalu. Alasannya, karena proses pembuatannya lebih mudah dan tidak memerlukan waktu yang lama. “Kalau styrofoam lebih mudah membentuknya. Kalau bambu lumayan sulit. Mungkin itu yang menyebabkan terjadinya peralihan,” terangnya. Hal. 19 Biaya Besar
Di Badung dan Denpasar
Makin Marak, Ogoh-ogoh Tolak Reklamasi Masih ingat pada malam pangerupukan Nyepi tahun lalu saat STT Sadharana Dharma, Banjar Pelasa, Kuta membuat kejutan dalam pawai ogoh-ogoh? Di tengah-tengah pawai, para anggota STT tiba-tiba mengibarkan layar bertuliskan “Tolak Reklamasi Berkedok Revitalisasi”. Mau tak mau, penonton pawai yang di antaranya terdiri dari mantan Bupati Badung Anak Agung Gde Agung, jajaran DPRD Badung, serta Jro Bendesa Adat Kuta ini pun membaca aspirasi penolakan reklamasi Teluk Benoa oleh masyarakat itu.
TAHUN ini, semangat penolakan reklamasi Teluk Benoa justru semakin banyak. Buktinya, ada lebih banyak lagi sekaa teruna, pemuda dan banjar membuat ogoh-ogoh yang terang-terangan membawa pesan tolak reklamasi Teluk Benoa. Tema ogoh-ogoh hampir sama, terkait kemarahan Dewa Baruna dengan adanya rencana reklamasi. Sebut saja Basegreen atau gabungan warga banjar dan pemuda di Abianbase, Kuta, Badung. Basegreen membuat ogoh-ogoh yang sangat unik karena berbentuk tangan terkepal memegang ekskavator. Ogoh-ogoh ini diberi nama “Sang Baruna”. Perwakilan Basegreen, Eka Bowtix mengatakan, ogohogoh “Sang Baruna” adalah perwujudan tangan Sang
Baruna yang tidak ingin ibu pertiwi digali dan diuruk di sana-sini. “Muncullah tangan Sang Baruna menghancurkan alatalat berat yang ingin mengeruk ibu pertiwi dan merusak alam di sekitarnya,” ujarnya. Di Banjar Kancil, Kerobokan, Kuta Utara, STT Eka Dharma Canthi membuat ogoh-ogoh berjudul “Sang Jogormanik Tolak Reklamasi”. Ketua STT, I Komang Sukrawijaya mengatakan tidak hanya ingin melestarikan budaya lewat pembuatan ogohogoh. Tapi juga membantu gerakan Bali Tolak Reklamasi sesuai dengan panggilan jiwa. Terlebih, Desa Adat Kerobokan sudah menyatakan sikap resmi menolak rencana menguruk Teluk Benoa seluas 700 hektar itu. Hal. 19 Bawa Spanduk
BPM/rin
TOLAK REKLAMASI- Ogoh-ogoh milik Br. Buana Kubu bertema Baruna Kroda menolak reklamasi.
DAERAH
2
Minggu Kliwon, 6 Maret 2016
Peduli Lingkungan
FIGUR
Pemuda Sidan Tolak Reklamasi Teluk Benoa PULUHAN pemuda Desa Sidan, Gianyar melakukan aksi pemasangan baliho menolak rencana reklamasi Teluk Benoa oleh PT TWBI. Pemasangan baliho dilakukan di area Stage Sidan di Jalan Legong Kraton, Gianyar pada Sabtu (5/3) kemarin saat menjelang malam.
BPM/kmb34
Ambil Langkah Tegas
Ketua Majelis Madya Desa Pakraman (MMDP) Buleleng, Dewa Putu Budarsa, menilai tingkat kreativitas generasi muda di Buleleng, tidak dibatasi dengan larangan meminimalisasi penggunaan material gabus atau styrofoam. Ia menilai sah-sah saja, selama tidak merugikan generasi muda dan utamanya tetap menjaga kebersihan maksimal di desa pakraman masing-masing. “Tidak ada imbauan khusus terhadap penggunaan styrofoam di Buleleng. Ogoh-ogoh dibuat dengan kreasi masing-masing. Kami sudah sering katakan kalau ogoh-ogoh ini tidak memiliki kaitan dengan rangkaian upacara baik tawur ataupun nyepi. Ogoh-ogoh sebatas kreativitas dari generasi muda,” ujar Budarsa Sabtu (5/3) kemarin. Sementara itu, Kapolres Buleleng AKBP Harry Haryadi Badjuri menambahkan, tindakan tegas akan diambil kepolisian apabila selama Nyepi terdapat gangguan keamanan di masyarakat. “Mudah-mudahan di wilayah Buleleng tidak ada lagi yang rawan, khususnya berkaitan dengan perayaan jelang panyepian ini. Masyarakat diimbau tetap waspada menghindari minuman keras dan umat lainnya supaya bisa bertoleransi menghormati kegiatan catur brata panyepian,” tandasnya. (dgk)
Meskipun terbentang jarak antara Sidan dan Teluk Benoa hal tersebut tidak menghalangi solidaritas dari Pemuda Sidan untuk turut serta menjaga Teluk Benoa dan melawan rencana pengurugan laut tersebut. “Kami peduli dengan Teluk Benoa, maka dari itu kami menolak Teluk Benoa untuk diurug oleh investor untuk kepentingan bisnis pribadinya,” ujar Wayan Eka Budiartana saat dikonfirmasi via telepon. Lebih lanjut, Ketua Karang Taruna Desa Sidan ini menjelaskan, dampak reklamasi di Serangan sudah nyata dirasakan oleh masyarakat pesisir di Bali yang tergerus abrasi. “Di Pantai Lebih saja pesisirnya hampir habis karena berubahnya arus laut, sehingga membuat abrasi besar-besaran, apalagi itu dulu tempat bermain saya, sekarang sudah hilang,” keluhnya. Dampak yang besar akibat reklamasi di Serangan dinilainya harus menjadi pelajaran masyar-
akat Bali agar dampak kerusakan lingkungan tidak terjadi lagi. “Kami peduli dengan lingkungan. Untuk itu, kami menolak rencana reklamasi di Teluk Benoa dan kami pun sudah paham akan bahayanya bagi lingkungan di Pulau Bali ini,” tuturnya. Baliho berukuran 3 x 4 meter ini pun dipasang sebagai bentuk sikap pemuda asal Desa Sidan ini. Melalui isi balihonya, mereka berharap agar Presiden Joko Widodo menolak reklamasi Teluk Benoa dengan membatalkan Perpres 51 tahun 2014. (r/kmb) TOLAK REKLAMASI Puluhan pemuda Desa Sidan, Gianyar melakukan aksi pemasangan baliho menolak rencana reklamasi Teluk Benoa oleh PT TWBI. Pemasangan baliho dilakukan di area Stage Sidan di Jalan Legong Kraton, Gianyar pada Sabtu (5/3) kemarin.
BPM/r/kmb
Wali Kota Rai Mantra Pungut Sampah di Parade Ogoh-ogoh Anak PAUD
Warung Sembako Hangus Dilalap Api
Tabanan (Bali Post) Peristiwa kebakaran terjadi Sabtu (5/3) kemarin di Banjar Cengolo Sudimara. Kejadian yang berlangsung sekitar pukul 03.00 wita ini menghanguskan warung sembako milik Nyoman Musia (62). Kerugian ditaksir ratusan juta rupiah. Berdasarkan informasi di lapangan, kebakaran pertama kali disadari oleh korban dan istrinya, Ni Made Wirasih (52). Saat itu ke dua pasutri yang sedang tidur terbangun karena suara ledakan. Ternyata ledakan tersebut berasal dari adaptor listrik yang terletak di sebelah timur warung. Percikan api dari ledakan tersebut menimbulkan kobaran api yang dengan cepat membakar barang-barang mudah terbakar di warung tersebut. Melihat api yang cepat sekali membesar, Musia segera berusaha memadamkan api dengan air PAM sedangkan istrinya meminta bantuan tetangga dan menelepon pemadam kebakaran. Api kemudian bisa dipadamkan beberapa saat kemudian setelah pemadam kebakaran tiba. Adapun kerugian mencapai sekitar Rp 200 juta dan pada kebakaran tersebut api membakar warung hingga atap dan dindingnya jebol. Isi warung pun ikut habis terbakar berupa sembako, gas, minyak solar, dan barang klontong. Kapolsek Tabanan, Kompol I.B. Putra seizin Kapolres Tabanan membenarkan peristiwa kebakaran tersebut. Dugaan sementara penyebab kebakaran karena korsleting listrik. (kmb24)
BPM/kmb24
KEBAKARAN - Warung sembako yang terbakar di Banjar Cengolo Sudimara, Sabtu (5/3) kemarin.
MEMUNGUT SAMPAH – Wali Kota I.B. Rai Dharmawijaya Mantra memungut sampah yang berserakan di taman Kota Lumintang.
PARADE ogoh-ogoh siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kota Denpasar yang dihadiri hampir 3.000 peserta di Taman Kota Lumintang pada Sabtu (5/3) kemarin dan dibuka secara resmi Wali Kota I.B. Rai Dharmawijaya Mantra menyisakan sampah yang dibuang sembarangan masyarakat dan para peserta parade. Tentu hal ini menunjukkan kurangnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan khususnya kebersihan taman Kota Lumintang yang telah disosilisasikan baik dalam spanduk maupun seruan oleh dinas terkait Pemkot Denpasar. Melihat sampah sisa makan dan sampah plastik berserakan sontak Wali Kota I.B. Rai Dharmawijaya Mantra usai membuka parade langsung mengambil kantong sampah yang telah disiapkan protokoler Kota Denpasar dan bergerak memungut sampah yang berserakan. Sontak dari aksi Wali Kota Rai Mantra ini membuat masyarakat yang meramaikan arena parade Ogoh-Ogoh PAUD kaget dan ikut serta membantu Wali Kota Rai Mantra memungut sampah. Satu per satu sampah dipungut Wali Kota Rai Mantra bersama para tamu undangan yang hadir sembari mengajak masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarang dan menjaga kebersihan lingkungan Taman Kota Lumintang. “Ayo pungut sampah kita biasakan membuang sampah pada tempatnya,”
ujar Wali Kota Rai Mantra kepada masyarakat. Berjalan menyisir Taman Kota Lumintang dari arah utara, Rai Mantra menuju ke arah selatan sembari terus memungut sampah di hadapan ribuan masyarakat. Tidak saja mengajak masyarakat, Wali Kota Rai Mantra juga langsung mengimbau para pedagang kaki lima yang tampak berjualan di aeral tersebut untuk ikut serta menjaga kebersihan. “Pedagang ikut dong jaga kebersihan, kalau buang sampah sembarangan bisa kena denda,” ujar Rai Mantra yang disambut gerak cepat pedagang memungut sampah. Dari aksi Wali Kota Rai mantra ini berhasil memungut sampah sebanyak satu kantong sampah besar yang langsung dikemas dibuang pada tempat sampah yang telah disiapkan di Taman Kota Lumintang. Dikatakan kunci kesuksesan dalam memerangi persampahan yakni dengan menghimpun partisipasi masyarakat sehingga nantinya dapat bersama-sama memerangi permasalahan sampah. “Denpasar seperti gula, dengan tingkat urbanisasi yang menyebabkan berbagai permasalahan lingkungan di Kota Denpasar,” ujar Rai Mantra sembari mengatakan masalah ini tidak dapat diselesaikan oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Denpasar saja dengan personel yang sangat terbatas, namun dapat melibatkan seluruh unsur dan element masyarakat di Kota Denpasar. (ad241)
Polres Buleleng Rehab Rumah Tuntas, Kapolres Serahkan Kunci kepada Dadong Depin Tingkatkan Patroli Keamanan Jelang Nyepi
Bangli (Bali Post) Rumah Dadong Depin (75), janda sebatang kara di Banjar Bangun Lemah Kangin Desa Apuan Susut, akhirnya tuntas direhab jajaran Polres Bangli. Kunci rumah yang telah selesai direhab itu diserahkan langsung Kapolres Bangli AKBP Danang Beny K. kepada Dadong Depin di Desa Apuan Sabtu (5/3) kemarin. Penyerahan kunci rumah untuk Dadong Depin disaksikan para Kapolsek, Kabag, Kasat, serta perwira Polres Bangli lainnya. Tak hanya itu Danramil Susut, Camat Susut, Perbekel Apuan, serta Kadus Bangun Lemah
juga turut hadir menyaksikan penyerahan kunci serta pemberian tali asih oleh Kapolres dan Ibu Ketua Bhayangkari Bangli Ny. Uly Danang Beny K. Dalam kesempatan kemarin, Perbekel Apuan I Made Cerita mewakili Dadong Depin dan masyarakat Apuan mengucapkan terima kasih kepada jajaran Polres Bangli ini. Atas bantuan rehab rumah yang diberikan ini, Dadong Depin kini bisa menempati rumah yang lebih layak daripada sebelumnya. Pihaknya berharap kegiatan sosial Polres Bangli tidak berhenti sampai di sini. Sebab masih banyak warga di Bangli yang juga membu-
tuhkan uluran tangan, tidak hanya dalam bentuk rehab rumah, tapi juga dalam bentuk bantuan lainnya. Sementara itu, Kapolres Bangli AKBP Danang Beny K. mengatakan, rehab rumah untuk Dadong Depin ini merupakan gerakan sosial yang dilakukan pihaknya secara spontanitas. Dikatakan bahwa untuk merehab rumah Dadong Depin, pihaknya tidak memakai anggaran khusus. Melainkan hanya mengandalkan dana dari hasil urunan para anggotannya. “Kami tidak punya anggaran khusus untuk bedah rumah. Modal kami hanya kemauan,” terangnya. (kmb40)
Terlibat Narkoba, Anggota TNI Terancam Dipecat
Singaraja (Bali Post) Dandim 1609/Buleleng Letkol Inf. Budi Prasetyo, mendadak melakukan tes urine menyasar puluhan anggota jajarannya. TNI tidak ingin kecolongan, jika ternyata di antara anggotanya terlibat mengonsumsi narkoba. Sedikitnya 25 anggota mengikuti tes urine, tujuannya menekan peredaraan narkoba di masyarakat, terutama TNI sebagai aparat di lapangan wajib bersih dan steril dari narkoba. Sidak narkoba dipimpin Pasi Intel, Kapten Inf. Made Suparsana, memeriksa 25 anggota TNI berkelanjutan. Kegiatan dilakukan dalam rangka program kerja staf intel Kodim 1609/Buleleng di bidang P4GN. TNI sekaligus menindaklanjuti perintah komando atas, dengan tujuan mengantisipasi anggotanya terlibat sebagai pengguna maupun pengedar narkoba. “Hari ini (Jumat -red), kami melakukan sidak tes urine kepada anggota Kodim/1609 Buleleng. Di mana
kami ambil sampel urine, kemudian dicek apakah ada anggota memakai atau terlibat narkoba. Ini kami antisipasi sebagai upaya pencegahan ke dalam, jangan sampai ada anggota TNI terlibat narkoba,” ujar Budi Prasetyo saat ditemui Jumat (4/3). Menurut Budi Prasetyo, narkoba menjadi musuh bangsa yang bisa perlahan-lahan menghancurkan generasi muda. Maka peran TNI sebagai benteng di masyarakat, diminta tidak terjerumus menggunakan narkoba. Pencegahan dini diterapkan lewat tes urine secara berkala dan mendadak. “Kami melibatkan petugas kesehatan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, membantu pelaksanaan tes urine ini. Harapan ke depan supaya anggota TNI tidak ada terlibat narkoba, dan bersama-sama masyarakat ikut memerangi narkoba. Kalau saja ada terlibat narkoba, sanksi akan ditegakkan bahkan berujung pemecatan,” tandasnya. (kmb34)
BPM/kmb34
TES URINE - Tes urine dilakukan terhadap puluhan anggota Kodim 1609/Buleleng, di halaman Makodim Buleleng, Jumat (4/3).
Singaraja (Bali Post)Peningkatan keamanan menjelang perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1938, tepatnya 9 Maret 2016 mendatang, dilakukan jajaran Satuan Sabhara Polres Buleleng. Patroli di lapangan dilakukan dalam bentuk patroli jalan kaki, bersepeda, dan bermotor, guna memeriksa peredaraan miras, arak, dan meriam bambu. “Patroli ini diharapkan mampu menjaga keamanan menjelang Nyepi, supaya tercipta situasi kondusif. Kami harapkan perayaan Nyepi, bisa berjalan lancar dan tertib,” ujar Kasat Sabhara Polres Buleleng, AKP I Wayan Parta, seizin Kapolres Buleleng, AKBP Harry Haryadi Badjuri, Jumat (4/3). Dia menerangkan, sasaran patroli mencegah terjadinya aksi-aksi keributan di malam pengerupukan bertepatan dengan Tilem Sasih Kesanga. Sedini mungkin polisi memeriksa keamanan di lapangan, termasuk penduduk pendatang, dan meningkatkan razia kendaraan bermotor plat luar Bali. “Kami di kepolisian ingin menciptakan keamanan, bukan hanya duktang dan kendaraan bermotor. Patroli sekaligus memberi pesan simpatik kepada orang tua, menghindari anak-anaknya bermain meriam bambu yang bisa menganggu ketenangan di masyarakat,” terangnya. Tingkatkan Kordinasi Kapolres Buleleng AKBP Harry Haryadi Badjuri, meningkatkan kordinasi dan penandatanganan kesepakatan bersama menjaga keamanan jelang hari raya suci Nyepi. Pertemuan selama dua jam itu berlangsung tertib, mengajak kalangan tokoh lintas agama meningkatkan kondusifitas rangkaian pengerupukan dan Nyepi Tahun Caka 1938 pekan depan. “Rangkaian Nyepi di Buleleng supaya berjalan lancar, diikuti Catur Brata penyepian di setiap rumah warga. Kami siagakan 684 personil dari seluruh Polsek di Buleleng, selama malam pengerupukan,” ujarnya belum lama ini, di rupatama Polres Buleleng, didampingi Wakapolres Buleleng, Kompol Michael R. Risakotta, Kabag Ops Polres Buleleng, Kompol Ketut Gelgel. Masyarakat diminta agar melaksanakan pawai arak-arakan ogoh-ogoh tidak keluar dari batas desa Pakraman. “Sebelum pawai diadakan, kalau ada peserta pengusung ogoh-ogoh dalam kondisi mabuk akan dipinggirkan. Kami menghindari keributan selama perayaan malam pengerupukan,” kata Mantan Kapolres Jembrana ini. (kmb34)
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra Anggota Redaksi Denpasar: Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Sumatika, Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Parwata, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada. Bangli: IA Swasrina, Sosiawan, Buleleng: Dewa Kusuma, Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya, . Karangasem: Budana, Bagiarta, Klungkung: Dewa Dedy Farendra, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Iklan: Suryanta, Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Mahadita, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Sumbangan untuk orang sakit Rek. BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00016-8 A/n Simpati Anda,BCA Cabang Denpasar No.040.3555000 A/n Simpati Anda, Dana Punia Pura Rek.BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00017-1 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3966000 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3277000 A/n Dompet Beasiswa, BCA Cabang Denpasar No. 040.3688000 A/n Dompet Lingkungan. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
daerah
Minggu Kliwon, 6 Maret 2016
3
Kasus Dana Hibah Fiktif di Dusun Anjingan, Klungkung
Bali Post/win
PAUD – Dalam rangka memeriahkan perayaan Nyepi, anak-anak PAUD mengikuti parade ogoh-ogoh di Lapangan Lumintang, Denpasar.
Perkenalkan Budaya Sejak Dini
Ribuan PAUD mengikuti Parade Ogoh-ogoh Denpasar (Bali Post) Menjelang perayaan Nyepi, 9 Maret mendatang, masyarakat Bali menyambutnya dengan antusias. Seperti yang dilakukan di Lapangan Lumintang, Denpasar, Sabtu (5/3) kemarin, ribuan siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) terlihat antusias mengikuti parade ogoh-ogoh yang dibuka langsung Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra dan dihadiri undangan lainnya. Parade ogoh-ogoh tersebut dihadiri 3.000 peserta dengan 60 ogoh-ogoh dari 39 gugus dipamerkan mulai dari Lapangan Lumintang menuju Jl. Mula Warman - Ahmad Yani - Gatot Subroto dan kembali ke Lapangan Lumintang. Parade ogohogoh ini digelar untuk memperkenalkan budaya kepada anakanak sejak usia dini. “Setiap tahun sekolah kami mengikuti parade ogoh-ogoh ini. Dan kami sudah melakukan persiapan selama satu bulan untuk bisa mengikuti parade ogoh-ogoh ini,” ujar Wayan Eka Sari, salah satu guru PAUD saat ditemui di lokasi, Sabtu (5/3) kemarin. Dikatakannya, tradisi parade ogoh-ogoh ini sangat menarik. Karena melalui parade ogoh-ogoh ini dapat memperkenalkan budaya sejak dini kepada anak-anak. Hal senada dikatakan wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra. Parade Ogoh-Ogoh yang diikuti siswa PAUD adalah untuk mengenalkan kreativitas seni budaya sejak dini kepada anak-anak. Sehingga diharapkan kebudayaan daerah nantinya akan dilestarikan dan berkembang. Seusai parade Ogoh-Ogoh, Wali Kota Rai Mantra mengajak seluruh warga yang hadir menyaksikan acara tersebut untuk bersama-sana memungut sampah bekas makanan dan minuman maupun sampah lainnya. Rai Mantra juga mengimbau para pedagang kaki lima yang berjualan di areal tersebut untuk ikut serta menjaga kebersihan. “Pedagang ikut dong jaga kebersihan, kalau buang sampah sembarangan bisa kena denda,” kata Rai Mantra yang disambut gerak cepat pedagang memungut sampah. Dikatakannya, kunci kesuksesan dalam memerangi sampah yaitu dengan menghimpun partisipasi masyarakat sehingga nantinya dapat bersama-sama memerangi permasalahan sampah. “Menyelesaikan masalah sampah tidak hanya dilakukan oleh DKP saja dengan personel yang sangat terbatas, tetapi harus dilakukan dari semua unsur dan elemen masyarakat. Mengingat tingkat urbanisasi di Kota Denpasar sangat tinggi” tegasnya. (win)
Ketua Panitia Habiskan Rp 200 Juta untuk Foya-foya
Semarapura (Bali Post) Kasus proposal hibah fiktif pembangunan Merajan Sri Arya Kresna Kepakisan di Dusun Anjingan Desa Getakan, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, terus dikembangkan Unit III Tipikor Sat Reskrim Polres Klungkung. Ketua Panitia I Ketut Krisnia Adiputra dan tiga saksi lainnya terus diperiksa. Dari pemeriksaan tersebut, Adiputra terus mengubahubah keterangan terkait penggunaan dana hibah Pemkab Klungkung Rp 200 juta. Meski begitu, Adiputra yang sebelumnya mengaku menggunakan uang tersebut untuk memesan pelinggih, akhirnya mengaku menggunakan dana pembangunan merajan ini untuk foya-foya. Kasat Reskrim Polres Klungkung AKP Yohanes H. Widya Dharma Nainggolan mengungkapkan, Unit III Tipikor telah melakukan pemeriksaan kepada Adiputra sejak, Jumat (4/3) lalu. Selain
Adiputra, pihaknya juga memeriksa saksi yakni Nengah Sudiarta, Made Ardika dan Wayan Artawan yang namanya dicatut sebagai anggota panitia pembangunan Merajan Sri Arya Kresna
Kepakisan di Dusun Anjingan, Desa Getakan, Banjarangkan Klungkung. Saat melakukan pemeriksaan, penyidik hampir kewalahan menerima keterangan Adiputra yang terus berubah-ubah. Terutama keterangan terkait penggunaan dana Rp 200 juta yang sebelumnya dimohonkan untuk pembangunan merajan. Menurut Kasat Yohanes, awalnya Adiputra mengaku uang Rp 70 juta digunakan untuk memesan pelinggih. Namun saat penyidik melakukan pendalaman, keterangan pelaku berubah kembali. Yang bersangkutan mengaku tidak sempat memesan pelinggih karena uang yang dicairkan
Bali Post/dwa
Penderita Lumpuh Layu Meninggal
BPM/kmb
BISMA “Speech and Story Telling Contest 2016”
SMA Negeri 2 Tabanan mengadakan kegiatan Speech and Story Telling Contest, tanggal 1 sampai 2 Maret 2016. Kegiatan bertujuan mengembangkan kemampuan atau skill dari masing-masing siswa, mengembangkan mental, melatih siswa untuk berbicara di depan publik serta membangun sikap keberanian pada diri setiap siswa. Speech Contest dibuka 1 Maret dengan pementasan Tari Bungan Sandat oleh siswa-siswi SMA Negeri 2 Tabanan. Acara dilanjutkan sambutan dari ketua panitia BISMA Speech and Story Telling Contest 2016 IGusti Putu Sudarta, S.Pd, sambutan dari Kepala SMA Negeri 2 Tabanan Drs. I Gede Wayan Samba, M.Pd. dan terakhir sambutan dari Disdikmudora Drs. I Putu Santika, M. Pd. Lomba Speech Contest dimulai dengan 22 peserta dari setiap SMP se-Kabupaten Tabanan. Juara 1 diraih Made Sekar Rarasati dari SMPN 1 Tabanan. Berikutnya tanggal 2 Maret dilaksanakan Story Telling dengan 25 peserta dari setiap SMP se-Kabupaten Tabanan. Juara 1 diraih Luh Made Gunapria Hindu R.P. dari SMPN 1 Tabanan. Sementara piala bergilir diraih SMP Negeri 1 Tabanan. Acara ditutup penampilan Band Benjo dari siswa-siswi SMA Negeri 2 Tabanan. (kmb)
menghembuskan nafas terakhir. Mayat Agus dikuburkan, Sabtu (5/3) sore, kemarin. “Mariyani kondisi cukup baik. Memang sejak usia enam bulan sampai kini dia hanya tergolek lemas. Badannya tinggal kulit pembalut tulang atau kurus kering,” katanya. Made Gunung memiliki lima anak. Tiga anak lumpuh layu dan kurang gizi, dua sudah meninggal. Kini tinggal seorang anaknya yang lumpuh layu (Mariyani) yang masih hidup. Dua anak yang tak lumpuh layu, seorang normal dan sekarang mengenyam pendidikan di sekolah dasar, semetara yang tertua menderita keterbelakangan mental. (bud)
Awasi Pelaksanaan JKN
Dinkes Bali Rancang Aplikasi Cek Kamar Denpasar (Bali Post) Kondisi kamar rumah sakit yang terkadang penuh membuat pasien bingung untuk dirawat di mana. Kondisi tersebut tak jarang membuat salah satu rumah sakit membeludak. Di sisi lain terdapat kamar rumah sakit yang masih kosong. Melihat kondisi ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bali membuat aplikasi yang dapat mengecek ketersediaan kamar di masingmasing rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS. Aplikasi tersebut dapat diakses oleh semua masyarakat. Namun aplikasi tersebut masih belum berjalan karena masih dalam tahap uji
coba. “Iya, masih uji coba,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya, MPPM, Sabtu (5/3) kemarin. Selain bertujuannya mengecek ketersediaan kamar, aplikasi tersebut juga bertujuan untuk mengajak dan mengawasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). “Untuk mengawasi pelaksanaan JKN karena bisa diakses oleh masyarakat,” imbuhnya. Tentunya masing-masing rumah sakit harus meng-update data ketersediaan kamar dengan cepat agar mudah diakses. Diakui rencana aplikasi tersebut akan dilanjutkan dan saat ini masih dalam proses pengerjaan. (kmb42)
Sarasehan P4GN BNN Bali di Kecamatan Buleleng
Desa Pakraman Siapkan Sanksi Adat Bagi Pelaku Penyalahgunaan Narkotika PENYALAHGUNAAN narkotika di daerah ini sudah berlangsung secara masif. Pihak penegak hukum bersama pemerintah belakangan ini gencar mengungkap aksi kejahatan yang merusak masa depan bangsa ini. Selain memburu para pelakunya, beberapa desa pakraman kini bahkan mulai terpanggil ikut memberantas kejahatan penyalahgunaan narkotika. Salah satunya memasukkan sanksi adat dalam perarem awig-awig bagi krama desa yang terbukti terlibat dalam kejahatan narkotika. Demikian terungkap dalam Sarasehan Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Bali di Puri Seni Sesana Budaya, Singaraja, Sabtu (5/3) siang kemarin. Sarasehan menghadirkan narasumber Kepala BNN Bali Brigjen Pol Drs. I Putu Gede Suastawa, S.H., Ketua Majelis Madya
Desa Pakraman (MMDP) Dewa Putu Budarsa, Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Ni Made Cantiari, dan perwakilan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Buleleng. Dewa Putu Budarsa dalam sarasehan kemarin menjelaskan kejahatan penyalahgunaan narkotika di daerahnya tergolong tinggi. Ini dibuktikan dengan informasi yang diperolehnya, Buleleng menduduki peringkat ke dua di Bali dalam kasus penyalahgunaan narkotika. Atas kondisi ini, pihaknya mengaku khawatir aksi kejahatan ini terus berkembang dan situasinya akan bertambah parah. Untuk itu MMDP sebagai lembaga yang menaungi 169 desa pakraman di Bali Utara mulai melakukan upaya nyata untuk ikut berpartisipasi dalam mencegah dan memberantas aksi kejahatan penyalahgunaan narkotika. Bebebrapa desa pakraman di Buleleng kini mulai memasukkan sanksi bagi krama
desa yang terbukti terlibat dalam kejahatan penyalahgunaan narkotika. Sanksi adat yang begitu sangat kuat mengikat prilaku setiap krama desa diyakini akan mampu untuk menekan angka kasus kejahatan penyalahgunaan narkotika. “Kami sangat khawatir kalau kasus kejahatan penyalahgunaan narkotika ini bertambah parah. Melalui Majelis Alit Desa Pakraman (MADP) dan para kelian desa pakraman, kami gencar menyarankan pentinggnya memasukkan sanksi adat bagi krama yang terbukti terlibat kasus penyalahgunaan narkotika. Kalau dari jumlah desa pakraman, baru beberapa yang membuat perarem dan ini terus kami genjot agar desa pakraman berpartisipasi dalam memberantas masalah narkotika,” tegasnya. Menanggapi upaya MMDP Buleleng itu, Kepala BNN Bali Brigjen Pol Drs. I Putu Gede Suastawa, mengatakan langkah
iputra sudah dijual. Kasat reksrim Yohanes menegaskan, untuk saat ini yang bersangkutan tidak dilakukan penahanan. “Untuk sementara ketua panitia (I Ketut Krisnia Adiputra-red) belum kami tahan,” imbuhnya. Adiputra selaku Ketua Panitia Pembangunan Merajan Sri Arya Kresna Kepakisan telah mendapatkan pencairan dana Rp 200 juta pada tanggal 7 April 2015. Dana ini rencananya untuk membangun merajan tahun 2015, namun hingga saat ini tidak direalisasikan. Bahkan pura yang namanya disebutkan dalam proposal tersebut hingga saat ini tidak ada di Dusun Anjingan, Desa Getakan. (kmb44)
Dewan hanya Memfasilitasi, Persetujuan Wewenang Eksekutif
TAHANAN - Ketua Panitia I Ketut Krisnia Adiputra digiring ke mobil Polres Klungkung untuk diperiksa terkait hibah fiktif pembangunan pura di Dusun Anjingan.
SEORANG anak lumpuh layu, Ketut Agus Arta (9) akhirnya meninggal, Jumat (4/3) sore di rumahnya di Banjar Tanah Lengis, Ababi, Karangasem. Sementara adiknya Ni Wayan Mariyani (5) yang juga mengidap penyakit serupa masih cukup sehat. Hal itu disampaikan ayahnya Made Gunung, Sabtu (5/3) kemarin, di Karangasem. Agus Arta dan Mariyani selama ini dibantu warga peduli melalui Dompet Peduli Agus Arta-Mariyani, Bali Post. Gunung yang buruh tani itu mengatakan, Agus semula menderita sakit panas. Jumat sore panasnya naik lagi dan kejang-kejang. Sempat dibawa ke dokter di Ababi, namun akhirnya
tersebut sudah habis digunakan untuk foya-foya. “Keterangannya masih berubah-ubah, menyulitkan penyidik. Perlu bukti-bukti lainnya untuk menelusuri,” tuturnya saat dimintai konfirmasi, Sabtu (5/3) kemarin. Selain melakukan pemeriksaan pelaku dan tiga saksi lainnya, Sat Reskrim Polres Klungkung juga memerlukan sejumlah dokumen yang menguatkan bukti-bukti yang ada. Terkait dengan stempel palsu Perbekel Desa Getakan yang dibuat Adiputra, yang bersangkutan mengaku telah membuangnya. Begitu juga dengan laptop yang digunakan untuk membuat proposal permohonan, pengakuan Ad-
SARASEHAN - Kepala BNN Bali Brijen Pol Drs. I Putu Gede Suastawa (tengah) saat menjadi narasumber dalam Sarasehan P4GN di Puri Seni Sesana Budaya, Singaraja, Sabtu (5/3) siang kemarin. nyata itu merupakan gagasan kejahatan ini optimis dapat yang brilian dan perlu ditiru diwujudkan. “Apa yang sudah oleh desa pakraman di daerah dilakukan MMDP Buleleng lain. Apalagi sanksi adat yang sebuah ide yang brilian. Sanksi notabene lebih ditakuti, dipas- adat yang kuat mengikat krama tikan mampu memberikan efek saya yakin akan ampuh untuk jera bagi pelaku kejahatan peny- menghukum pelaku penyalahalahgunaan narkotika. Dengan gunaan narkotika. Ide ini saya demikian kasus penyalahgu- harapkan bisa diikuti oleh desa naan narkotika bisa ditekan pakraman di daerah lain,” tegasdan target untuk memberantas nya. (ad1)
KASUS permohonan hibah fiktif pembangunan Merajan Sri Arya Kresna Kepakisan di Dusun Anjingan Desa Getakan Kabupaten Klungkung, kini menyeret pihak eksekutif dan legislatif. Untuk eksekutif, kasus permohonan hibah tersebut menyeret Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Klungkung sebagai pemberi rekomendasi dan verifikasi. Selain itu, Bupati Klungkung yang telah memberikan acc serta Bagian Kesra yang diberikan tanggung jawab mengurus proposal tersebut. Sedangkan dari legislatif hanya berwenang untuk menjembatani aspirasi masyarakat dengan memfasilitasi permohonan hibah tersebut. Ketua DPRD Klungkung I Wayan Baru mengaku secara lembaga sampai saat ini DPRD Klungkung belum dilibatkan dalam pengungkapan kasus permohonan hibah fiktif tersebut. Sedangkan terkait keterlibatan I Wayan Kicen Adnyana yang memfasilitasi proposal tersebut, menurut Wayan Baru hal tersebut memang menjadi tugas dari anggota Dewan itu sendiri. Pihaknya mengungkapkan, memfasilitasi aspirasi masyarakat menjadi tanggung jawab anggota Dewan. Terkait dengan penyimpangan penggunaan dana permohonan tersebut, menurut Wayan Baru hal itu menjadi tanggung jawab eksekutif. Pasalnya, eksekutif dalam hal ini Pemkab Klungkung memiliki wewenang untuk melakukan verifikasi, rekomendasi, hingga persetujuan. Begitu juga dengan kasus yang kini menyeret anak anggota Dewan di Desa Anjingan tersebut juga menjadi tanggung jawab eksekutif. Pihaknya menegaskan, semasih anggota Dewan hanya memfasilitasi dan tidak turut campur di dalam penggunaan uang, tentu tidak menyalahi aturan. “Saya sebagai Kepala DPRD Klungkung mendorong proses hukum hibah pembangunan tersebut terus dilanjutkan,” jelasnya, Sabtu (5/3) kemarin. Terkait dengan keterlibatan eksekutif dalam pencairan permohonan dana hibah Rp 200 juta, Kabag Kesra Kabupaten Klungkung I Wayan Winata menjelaskan, segala prosedur yang dibutuhkan sudah dijalankan sesuai mekanisme yang ada. Pihaknya mengakui verifikasi dan rekomendasi telah diberikan Disbudpar Kabupaten Klungkung. Menurutnya permohonan yang diajukan tersebut untuk membangun Merajan Sri Arya Kresna Kepakisan dari awal. Hal itu pula yang membuat saat dilakukan verifikasi memang tidak ada puranya. “Dana tersebut kan digunakan untuk membuat pura baru. Jadi saat diverifikasi memang belum ada bangunan pura,” ulasnya. Begitu juga terkait Kelompok Tani Ternak Babi Catur Buana Sari di Dusun Anjingan yang tidak ada babinya. Menurutnya saat dilakukan verifikasi kandang babi milik kelompok tani ini sedang dalam proses pembuatan. “Saat diverifikasi, kandang babinya masih dalam proses pembuatan,” jawabnya. Sesuai dengan aturan permohonan yang diajukan tahun 2014 dan dicairkan 2015 tersebut, seharusnya sudah terealisasi pada akhir tahun 2015. Namun hingga tim monitoring dan evaluasi (Monev) melakukan pemeriksaan pada 1 Maret lalu, proses pembangunan merajan dan ternak babi belum terealisasi. (dwa)
Layanan Dinilai Lebih Baik
Warga Buleleng Barat Pilih Berobat ke Jembrana Singaraja (Bali Post)Puskesmas II Gilimanuk, Jembrana, menjadi pilihan warga di wilayah Buleleng Barat. Mereka menilai jarak menuju Jembrana tidak jauh dan layanan diberikan cukup baik dibandingkan puskesmas di Buleleng. Hal ini diakui warga bernama Saiful, asal Desa Pejarakan Kecamatan Gerokgak, Buleleng, yang telah menemani anaknya sejak empat hari di Puskesmas II Gilimanuk akibat mengalami tipes dan gejala Demam Berdarah (DB). Di wilayah Gerokgak sendiri sebenarnya telah terdapat Puskesmas I dan Puskesmas II Gerokgak. Saiful mengaku sebelumnya memang ingin memeriksa kondisi kesehatan anaknya ke Puskesmas I Gerokgak yang sudah dilengkapi UGD dan rawat inap. Lokasi jarak dibandingkan dengan Puskesmas II Gilimanuk juga sama-sama dekat, apabila ditempuh dari Desa Pejarakan. Namun pelayanan lebih baik menjadi pertimbangannya memeriksakan anaknya ke Kabupaten tetangga. Katanya, layanan di Puskesmas II Gilimanuk tidak ribet seperti di Puskesmas I Gerokgak. Pasien meski tidak mempunyai kartu jaminan kesehatan dan hanya berbekal surat keterangan miskin dari perbekel, langsung bisa diberi pelayanan di Puskesmas II Gilimanuk. “Di Gilimanuk layanannya lebih baik, kamarnya banyak dan di Gerokgak sedikit. Kalau
soal adminitrasi, jika tidak memiliki jaminan kesehatan seperti JKBM, BPJS, KIS, bisa melampirkan keterangan miskin dari perbekel dan itu langsung dilayani, sedangkan di Gerokgak tidak bisa,” katanya, Jumat (4/3) lalu. Selain pasien dari warga Desa Pejarakan, desa lain di Buleleng Barat seperti Desa Sumberklampok, Sumberkima, Penyabangan dan Pemuteran, sering memilih berobat ke Gilimanuk. Apabila Puskesmas II Gilimanuk tidak mampu melayani pasien, surat rujukan ke RSUD Buleleng akan dengan mudah diberikan kepada pasien. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Buleleng IGN Mahapramana ketika dimintai konfirmasi mengatakan hal sebaliknya. Dia mengatakan kecenderungan warga Jembrana lebih banyak memilih berobat ke Puskesmas II Gerokgak, dengan fasilitas empat kamar rawat inap dimiliki. Sedangkan pasien miskin tetap bisa dilayani, walau hanya memakai surat keterangan miskin dari Perbekel sebelum 2017. Selanjutnya berbagai macam jenis jaminan kesehatan wajib terintegrasi dengan JKN. “Kalau orang Jembrana banyak yang di sana di Puskesmas II Gerokgak, Puskesmas Gilimanuk justru sepi. Di sana rawat inap kosong. Yang penting punya KTP Bali bisa dilayani, habis Desember baru gak bisa karena semua harus diintegrasikan dengan JKN,” tandasnya. (kmb34)
PERNIK
4
Minggu Kliwon, 6 Maret 2016
Gerakan Perempuan Menuju Kesetaraan
BPM/ist
Perempuan adalah kekuatan utama dalam sebuah perubahan. Begitulah yang diungkapkan oleh Sri Mulyani Indrawati, Chief Operating Officer and Managing Director Bank Dunia. Karena baginya, negara yang menjamin dan menginvestasikan pendidikan bagi anak-anak perempuan dan menghilangkan hambatan hukum bagi perempuan untuk memaksimalkan potensinya sekarang telah mengalami kemajuan yang cukup signifikan. Dalam bidang ekonomi di Amerika Latin misalnya antara tahun 2000-2010 membawa perubahan dalam reduksi kemiskinan sebagai dampak dari pemberdayaan lebih dari 70 juta perempuan yang bergabung dalam industri kerja dan tentunya telah mendapatkan pendidikan yang layak sehingga berimbas positif pula pada kedewasaan perempuan untuk menikah pada usia matang dan memiliki sedikit anak. Hal ini pun dapat menjadi indikasi bahwa negara yang mampu mengentaskan kemiskinan adalah negara yang mengkondisikan perempuan dan laki-laki dalam kesetaraan. Tentunya inilah yang menjadi visi besar dari gerakan perempuan di seluruh dunia yang selalu diperingati dalam Woman’s International Day (WID) setiap 8 Maret. WID merupakan suatu momentum bagi perempuan untuk memperjuangkan hak-haknya dalam bidang ekonomi, politik dan sosial. Di samping untuk memperingati peristiwa terbakarnya pabrik Triangle Shirtwaist di New York pada tahun 1911 yang mengakibatkan 140 orang perempuan kehilangan nyawanya, adapun peristiwa lainnya yang terjadi pada 8 Maret 1857 di New York adalah ketika kaum
perempuan dari pabrik pakaian tekstil mengadakan aksi protes memperjuangkan kondisi kerja yang sangat buruk dan gaji rendah. Hal tersebut dikarenakan oleh stereotipe pembagian peran lakilaki dan perempuan yang dikonstruksi oleh masyarakat dunia serta imbas industrialisasi yang memapankan peran perempuan dalam pekerjaan domestik/ nonproduktif serta kerja tanpa bayaran, sementara laki-laki bisa menjadi pemilik usaha, manajer atau buruh (tenaga kerja produktif). Perlakuan diskriminasi terse-
but yang menggerakkan para perempuan untuk merombak kembali kostruksi masyarakat akan peran perempuan yang terbatas dalam ruang rumah tangga yang juga mempersulit mereka untuk mengembangkan intelektualitas dan kemandirian mereka. Hanya karena stereotip tersebut kinerja perempuan untuk mendukung perkembangan industri dianggap lebih buruk dari laki-laki sehingga dari segi upah ternyata juga lebih rendah dari buruh laki-laki. Para pengunjuk rasa kemudian diserang dan dibubarkan oleh polisi. Kaum perempuan ini kemudian membentuk serikat buruh pada bulan yang sama dua tahun setelah peristiwa tersebut. Di tengah gelombang industrialisasi dan ekspansi ekonomi yang menyebabkan timbulnya protes-protes mengenai kondisi kerja inilah gagasan perayaan Women’s International Day ini tercetuskan. Domestik Dalam perkembangannya, situasi perang dunia pun turut memberikan peran baru untuk perempuan sehingga “tidak lagi domestik”. Perempuan mulai lazim bekerja di luar rumah khususnya dalam hal produksi perlengkapan perang seperti seragam untuk tentara, senjata dan ikut serta berperan sebagai tenaga medis di medan perang. Meski telah
ikut ambil andil dalam peran laki-laki, namun peran domestik mereka tidak berkurang sehingga memunculkan peran dan beban ganda bagi perempuan. Maka para perempuan, khususnya kalangan buruh perempuan mulai berorganisasi dan gencar menyuarakan tuntutan lingkungan kerja yang lebih baik dan jam kerja yang lebih kondusif. Tidak hanya di negara-negara yang telah sukses memperjuangkan hak-hak perempuan, titik kesetaraan ini pun diharapkan menjangkau seluruh perempuan di negara berkembang khususnya di Indonesia. Tanggal 8 Maret ini menjadi penting karena menjadi cikal bakal kesadaran perempuan mengubah nasib mereka. Sesungguhnya WID telah berperan pula bagi organisasi perempuan di Indonesia dan diperingati setiap tahun di antaranya yaitu PERWARI (Persatuan Wanita Republik Indonesia) yang sempat menjadi WIDF (Women International Democratic Federation) dan GERWANI (Gerakan Wanita Indonesia). Gerakangerakan perempuan pada masa pemerintahan Presiden Soekarno tersebut tumbuh begitu subur dan berperan signifikan dalam pembangunan negara. Pada momentum ini kita juga diingatkan kembali akan kongres perempuan di Yogyakarta pada tahun 1928 yang menekankan pada
aspek-aspek penting yang harus dimiliki oleh seorang perempuan. Perempuan bisa menjadi apapun, dari mengikuti kodratnya sebagai seorang ibu, mendidik anak dan mengurus rumah tangga sebaikbaiknya namun hal terpenting yang tidak bisa dilepaskan dalam perkembangan identitas seorang perempuan adalah intelektualitas, vitalitas dan kinerja perempuan. Namun, pada masa Orde Baru, peringatan WID dilarang karena dianggap membawa paham komunis yang ditandai pula dengan kehancuran organisasi perempuan seperti GERWANI dengan sebuah propaganda seksual yang terkenal dengan tarian harum bunga dimana para anggota GERWANI konon melakukan tarian vulgar dan memotong kemaluan dan mencungkil mata para jenderal. Sehingga disamping menciptakan catatan kelam mengenai pembantaian para anggota GERWANI yang diduga komunis, juga merupakan sebuah upaya pemerintah untuk menggertak dan menghentikan progresivitas organisasi-organisasi perempuan yang lainnya di Indonesia.
Bhuana Alit. Dalam perayaannya diiringi dengan pawai ogoh-ogoh berkeliling desa yang bertujuan untuk menetralisir kekuatan Bhutakala agar tidak mengganggu ketentraman saat merayakan Nyepi. Di samping itu sebelum ogoh-ogoh diarak keliling desa, biasanya di beberapa daerah mengadakan festival lomba ogoh-ogoh. Kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan, memotivasi dan memeriahkan perayaan Nyepi. Hal terpenting yang perlu dijaga adalah kebersamaan untuk mewujudkan kehidupan yang harmonis bukan persaingan dalam bentuk kompetisi yang berujung pada pertentangan, perkelahian dan tindakan-tindakan anarkis yang menodai kesucian perayaan Nyepi. Begitu juga kesadaran umat dalam menjaga ketertiban saat pawai ogoh-ogoh serta kesadaran untuk menjaga kebersihan dan kelestarian alam. Jangan sampai setelah pawai berakhir yang penuh dengan kemeriahan dan suka cita, malah muncul dampak negatif dengan banyaknya sampah yang berserakan di jalan dan tidak dibersihkan, sehingga keesokan harinya menjelang Nyepi tampak pemandangan yang kumuh dengan banyaknya sampah yang dibiarkan. Pelestarian alam juga harus dijaga dengan tidak mempergunakan bahan-bahan dari plastik maupun styrofoam untuk membuat ogoh-ogoh sebagai upaya mencegah kerusakan lingkungan. Lembaga kesehatan dunia (WHO) menyebutkan bahwa styrofoam sebagai bahan karsinogen (penyebab kanker) dan tidak dapat diuraikan oleh alam sama sekali sehingga sulit didaur ulang. Dampak selanjutnya adalah styrofoam mengandung gas Cloro Fluoro Carbon (CFC) yang mudah
terbakar serta sangat stabil, sehingga baru terurai 65-130 tahun. Gas ini melayang ke udara mencapai lapisan ozon di atmosfir dan menjebol lapisan pelindung bumi yang menimbulkan efek rumah kaca dan global warming. Bila hal ini yang terjadi, maka tujuan utama dari Nyepi untuk mewujudkan keharmonisan mengalami distorsi (penyimpangan/kekacauan) yang menimbulkan permasalahan baru bagi kehidupan. Jangan sampai Nyepi sebagai bentuk penghormatan kepada alam dalam wujud Bhuana Agung dan Bhuana Alit melalui unsur Panca Maha Bhuta menjadi perayaan yang justru merusak alam akibat dari kurangnya kesadaran dan kepedulian untuk menjaga dan melestarikan alam.
Ideologi Para perempuan telah kehilangan ideologi yang dulu dengan semangat berapi-api disampaikan oleh Presiden Soekarno dan menetapkan kongres tersebut
sebagai hari suci bagi perempuan, bahkan begitu pentingnya gerakan perempuan bagi Soekarno, ia telah menyusun buku berjudul “Sarinah” yang mengupas pergerakan perempuan di dunia serta perlawanan kaum perempuan terhadap bahaya laten hukum patriarkis dan ekses-eksesnya. Seperti yang kita sadari, hingga saat ini kita justru terjebak dalam domestifikasi. Domestifikasi bukan berarti hal-hal yang berkaitan dengan rumah tangga melainkan dibatasinya akses-akses perempuan baik dari segi intelektualitas, politik, dan partisipasinya dalam menentukan keberlangsungan kehidupan sosial dengan adanya justifikasi dan pakem-pakem mengenai keperempuanan yang telah dikondisikan oleh masyarakat yang kurang mendukung kemajuan seorang perempuan. Meski WID belum menjadi hari penting yang dicatat dalam kalender resmi Indonesia, namun pergerakan perempuan untuk mengaktualisasikan dirinya tetap berlangsung hingga sekarang untuk tetap memperjuangkan hak-haknya, menghilangkan diskriminasi, keterbatasan akses-akses politik, peran dan beban ganda terhadap perempuan menuju situasi yang setara dalam kehidupan sosial dan ekonomi. lCitra Sasmita, perupa
Nyepi dalam Bayang-bayang Distorsi Harmonisasi
CARU - Pada Tilem Sasih Kasanga umat Hindu melaksanakan perayaan Tawur Agung Kasanga dengan mempersembahkan caru yang bertujuan menyucikan dan mengharmoniskan Bhuana Agung dan Bhuana Alit. Dalam perayaannya diiringi dengan pawai ogoh-ogoh berkeliling desa yang bertujuan untuk menetralisir kekuatan Bhutakala agar tidak mengganggu ketentraman saat merayakan Nyepi. TAHUN Baru Çaka dalam kalender umat Hindu diperingati dengan pelaksanaan Nyepi. Pemaknaan dari Nyepi adalah suasana yang hening, damai, tentram, harmonis penuh dengan nuansa spiritual. Dalam keheningan sunyi diharapkan umat Hindu mampu mendengarkan suara alam melalui kebeningan bathin. Suara yang memanggil kesadaran umat manusia untuk menciptakan harmonisasi antara Bhuana Agung dan Bhuana Alit dalam balutan kesucian. Kesucian yang mampu mengantarkan roh pribadi (atma) menuju pada roh universal (Brahman) dalam pencapaian Moksa dan Jagadhita. Harapan dan tujuan luhur dari umat Hindu melalui persembahan dalam Tawur Kasanga untuk menyucikan Bhua-
na Agung dan Bhuana Alit serta wujud penghormatan pada Panca Maha Bhuta dengan pemberian istirahat selama satu hari. Nyepi dan ogoh-ogoh adalah sebuah ciri khas yang terbangun dari kesadaran umat Hindu dalam mewujudkan rasa sraddha dan bhakti. Perwujudan untuk menggambarkan kemahakuasaan Sang Pencipta melalui kreativitas seni yang bersumber dari cipta rasa dan karsa. Wujud kesadaran dan suka cita untuk menyambut pergantian Tahun Baru Çaka. Tahun yang diharapkan membawa perubahan dalam tatanan kehidupan manusia (umat Hindu) secara spiritual melalui konsep Tri Kona, yaitu Utpeti (penciptaan), Stiti (pemeliharaan), dan Pralina (peleburan). Gambarannya adalah umat Hindu
melalui simbolisasi ogoh-ogoh mampu memaknai Nyepi sebagai penerapan Tri Kona, yaitu membuat ogoh-ogoh sebagai proses Utpeti, mengupacarai (masupati) ogoh-ogoh sebelum diarak keliling desa sebagai proses Stiti dan setelah itu melebur atau membakar ogoh-ogoh sebagai proses Pralina. Simbolisasi inilah sebagai upaya memelihara tatanan hidup yang seimbang dan harmonis untuk mewujudkan kedamaian dalam hidup. Ogoh-ogoh dan Pelestarian Alam Pada Tilem Sasih Kasanga umat Hindu melaksanakan perayaan Tawur Agung Kasanga dengan mempersembahkan caru yang bertujuan menyucikan dan mengharmoniskan Bhuana Agung dan
"Catur Brata Panyepian" dan Pemuasan Kama Harmonisasi yang ingin diwujudkan dalam Nyepi dilandasi dengan pelaksanaan Catur Brata Panyepian. Wujud dari Catur Brata Panyepian adalah Amati Gni (Tidak menyalakan api, lampu dan mengendalikan amarah), Amati Karya (Tidak melakukan aktivitas kerja jasmani), Amati Lelanguan (Tidak melakukan aktivitas hiburan atau bersenang-senang) dan Amati Lelungan (Tidak bepergian). Hakikat utama dari Catur Brata Panyepian adalah adanya pengendalian diri untuk melakukan meditasi, tapa/brata dan perenungan diri serta menghentikan segala aktivitas untuk memberikan penghormatan kepada unsur Panca Maha Bhuta yang melingkupi Bhuana Agung (Alam Semesta/bumi) dan Bhuana Alit (Makhluk hidup). Unsur Panca Maha Bhuta antara lain: Pertiwi (unsur padat), Apah (unsur cair), Teja (unsur panas), Bayu (unsur
udara) dan Akasa (unsur ruang). Dengan adanya pengendalian diri dalam wujud Catur Brata Panyepian, maka harmonisasi kehidupan dapat terwujud dengan penyadaran spiritual. Kenyataan yang justru terjadi dalam pelaksanaan Nyepi, terkadang beberapa umat mempergunakan momen ini untuk melakukan kegiatan yang bertentang dengan hakikat dan ajaran agama. Kegiatan tersebut sebagai bentuk pemuasan kama dengan melakukan aktivitas yaitu judi, minum-minuman keras, dan pesta. Bahkan adanya paket wisata saat Nyepi dengan acara hiburan musik, tari-tarian dan aktivitas pemuasan kama sesungguhnya telah menodai tujuan dari pelaksanaan Nyepi. Ditambah lagi potret masa lalu dalam perayaan Nyepi yang selalu dinodai dengan adanya perkelahian, keributan dan beberapa masalah lainnya yang merusak nuansa keheningan dan kedamaian. Belum lagi toleransi antar umat beragama dalam perayaan Nyepi yang mesti selalu dijaga dan disepakati bersama di antara pemeluk agama lainnya. Di sinilah umat Hindu diuji tentang kesadaran, toleransi, spiritualitas dan sikap religius dalam melaksanakan swadharma untuk mencapai harmonisasi kehidupan. Jangan sampai Nyepi sebagai ritual suci untuk mewujudkan kedamaian dan keharmonisan dengan penuh keheningan justru mengalami distorsi dari makna dan tujuannya. Semoga dalam perayaan Nyepi Tahun Baru Çaka ini umat Hindu diberikan kesadaran untuk menjaga dan mewujudkan kehidupan yang damai, tentram dan harmonis. lNyoman Agus Sudipta
Konjungtivis, Penyakit Mata Merah LIMA dari panca indra yang kita miliki, salah satunya adalah mata yang merupakan bagian yang sangat penting. Karena dengan mata kita dapat melihat seluruh kehidupan. Sehingga kita sangat perlu memelihara kesehatan mata agar mata dapat terhindar dari berbagai serangan penyakit. Salah satu penyakit yang paling sering menyerang adalah penyakit mata merah atau biasa dikenal dengan istilah konjungtivitis. Penyakit mata merah (konjungtivitis) dapat menyerang siapa saja dan sangat mudah menular. Untuk itu kita perlu lebih banyak mengenal apa itu konjungtivitis, penyebabnya, gejala dan pengobatan serta pencegahannya. Penyakit mata merah (konjungtivitis ) adalah peradangan pada konjungtiva, selaput lendir yang menutupi bagian putih mata dan bagian kelopak dalam mata. Konjuntivitis biasanya akan mengenai kedua mata, meskipun dapat dimulai dari salah satu mata dan menyebar ke mata yang lainya. Juga bisa bersifat asimetris, yakni hanya pada salah satu mata. Penyakit mata merah bisa juga disebabkan karena alergi terhadap sesuatu atau bisa juga karena kemasukan suatu benda dalam mata sehingga mengakibatkan iritasi. Jika terjadi karena alergi atau iritasi, maka penyakit mata merah ini bukan termasuk penyakit menular. Selain itu bisa juga disebabkan oleh bakteri maupun virus. Konjungtivitis pada umumnya dimulai dengan gejala awal mata
memerah, sensasi benda asing yaitu seperti tergores, sensasi penuh di sekeliling. Meski tidak sakit, namun sangat menggaggu seperti terganjal oleh benda atau partikel kecil. Selain itu, mata juga mengeluarkan cairan dari mata berwarna putih ataupun kuning. Kelopak mata terkadang menempel sewaktu bangun tidur. Mata terasa gatal terutama pada konjungtvitis karena alergi. Penyakit mata merah ini umumnya tidak berdampak pada penurunan ketajaman pada pengelihtan seseorang. Mata Merah Meskipun konjungtivitis bukan termasuk berbahaya, namun kita tidak boleh menyepelekanya. Karena jika dibiarkan dan tidak ditangani dengan baik maka akan
menyebabkan peradangan pada kornea mata sehingga penyembuhannya akan memakan waktu lama. Untuk itu, bila gejala mata merah mulai timbul, segeralah ke dokter agar mendapat penanganan yang tepat. Apabila penyebab mata merah adalah bakteri, biasanya dokter akan memberikan obat antibiotik seperti tetes mata untuk penderita anak-anak maupun dewasa. Sedangkan jika penyebab mata merah itu adalah virus, maka penyakit ini tidak bisa disembuhkan dengan antibiotik. Biasanya dokter hanya memberikan tetes mata penyegar, penderita biasanya akan mengalami infeksi sekitar kurang lebih satu hingga dua minggu, kemudian berangsur-angsur membaik dengan sendirinya. Seseorang yang menderita mata
merah perlu memperhatikan serta menjaga kondisinya agar tidak memperparah penyakitnya sehingga mengakibatkan lamanya proses penyembuhan. Langkah-langkah yang harus diperhatikan agar mata merah yang diderita tidak meluas serta agar lebih efektif dalam masa penyembuhan. Konjungtivitis mudah menular, karena itu sebelum dan sesudah membersihkan atau mengoleskan obat, penderita harus mencuci tangan dengan bersih. Usahakan untuk tidak menyentuh mata yang sehat sesudah menangani mata yang sakit. Jangan menggunakan handuk atau lap bersama-sama dengan penghuni rumah lainnya. Jika memakai lensa kontak gunakan sesuai dengan petunjuk dokter. ldr.Ni Luh Ary Purnami
MATA - Seseorang yang menderita mata merah perlu memperhatikan serta menjaga kondisinya agar tidak memperparah penyakitnya sehingga proses penyembuhan lama. Karena mudah menular, sebelum dan sesudah membersihkan atau mengoleskan obat, penderita harus mencuci tangan dengan bersih dan usahakan untuk tidak menyentuh mata yang sehat sesudah menangani mata yang sakit.
JENDELA
Minggu Kliwon, 6 Maret 2016
Resensi
Keindahan Cinta yang Berbeda Judul Film Sutradara Pemain Produksi Tayang
: Carol : Todd Haynes : Cate Blanchett, Rooney Mara, Sarah Paulson, Kyle Chandler dan Cory Michael Smith. :The Weinstein Company : 20 Nopember 2015
KETIKA isu LGBT, muncul ke publik. Film Carol mungkin menjadi salah satu pilihan film yang wajib tonton. Digarap sangat apik oleh sutradara Todd Haynes yang hampir seluruh karyanya membahas dunia lain. Film Carol mengisahkan tentang cinta. Berlatar di Kota New York pada tahun 1950-an. Seorang wanita, yang bekerja sebagai kasir, dimainkan dengan apik oleh Roone Mara yang berperan sebagai Therese Belivet. Therese bermimpi untuk memiliki hidup yang lebih baik. Namun dia malah jatuh cinta kepada wanita yang lebih tua dan sudah menikah dan memiliki satu orang putri. Kate Blanchett, memainkan peran Carol Aird, wanita matang, mapan, berkelas. Perempuan yang memiliki keluarga sempurna dan sangat dicintai suaminya, Harge Aird. Harge sendiri mengetahui bahwa Carol memiliki hubungan rahasia dengan Abby Gerhard, seorang perempuan. Harge berusaha merebut Carol, ternyata Carol justru sangat mencintai Theresa Belivet, sang “penjaga toko”. Carol tampil menjadi film yang memikat, tidak cengeng, tidak murahan. Tidak banyak kata-kata muncul dalam film ini. Sunyi dialog, dan sangat menghanyutkan. Bahasa tubuh Carol dan Therese dalam film ini begitu anggun. Mereka berdua sadar, percintaan sesama perempuan itu hal “tabu”. Akting Cate Blanchett sangat maksimal, dia diganjar nominasi artis Oscar 2016. Sayangnya Cate Blanchett dikalahkan, Brie Larson dalam film “Room”. Nonton film ini kita tidak hanya disuguhkan konflik batin para tokoh dalam film ini. Mata kita pun dimanjakan dengan busana-busana yang digunakan para artis dan aktor. Film yang menarik untuk dijadikan pilihan menonton. (osi)
Mencari Cinta yang Lain Judul Film Sutradara Pemain Produksi Tayang
: The Danish Girl : Tom Hooper : Eddie Redmayne, Alicia Vikander, Gerda Wegener, Matthias Schoenaerts, Matthias Schoenaerts dan Ben Whishaw. : Focus Features : 27 Nopember 2015
FILM ini berlatar di Copenhagen, sekitar tahun 1920-an. Seorang pelukis dari Denmark Gerda Wegener (oleh Alicia Vikander – menyabet Oscar 2016 untuk aktris pendukung terbaik) melukis suaminya sendiri Einar Wegener, dalam lukisan itu dia berpenampilan sebagai wanita. AwalnyaGerda melukis sosok perempuan, karena model yang biasa dilukis sibuk. Jadilah Einer Weneger, yang diperankan Eddie Redmayne menjadi seolah-olah perempuan. Pasangan ini tadinya memiliki kehidupan sosial, seksual, dan kehidupan domestik yang sangat harmonis. Ketika lukisannya menjadi terkenal dan popular, Einar mulai mengganti penampilannya menjadi seorang wanita dan berganti nama menjadi Lili Elbe. Eddie Redmayne, bermain sangat gemilang, sebagai Lili Elbe, mengharukan, kadang juga menyebalkan. Karena Eddie Redmayne kadang terlihat sangat egois tanpa memperhatikan kebutuhan istrinya, Gerda. Gerda pun merasa kesepian dan kehilangan suaminya, Einar yang telah menjelma jadi perempuan seutuhnya, Lili Elbe. Dengan penampilannya yang feminim dan dukungan dari istrinya, Einar atau Elbe melakoni operasi untuk mengubah dirinya menjadi seorang wanita, sebuah keputusan besar yang mengubah kehidupan pernikahannya. Gerda menyadari suaminya bukan lagi seorang pria atau orang yang dia nikahi sebelumnya. Film ini sangat indah, aktor Eddie Redmayne, yang masuk nominasi aktor terbaik Oscar belum beruntung, dikalahkan Leanardo DiCaprio dalam film , The Renevan. Tapi Eddie Redmayne, sempat dihajar aktor terbaik Oscar 2015 dalam film, The Theory of Everything. Ini adalah film tentang transgender yang melakukan operasi ganti kelamin pertama, dari seorang lelaki menjadi perempuan. Diangkat dari novel David Ebershoff dengan judul yang sama, terbit tahun 2000. (osi)
CERPEN
5
Surat dari Seorang Penyair - bagi agus noor
Oleh Alex R. Nainggolan Surat itu datang di musim hujan. Diantar oleh tukang pos yang mengenakan jas hujan gelap, dengan amplop yang dibungkus plastik. Plastik yang agak sedikit basah dan dingin oleh angin. Tukang pos itu nampaknya telah gigil oleh hujan yang menderanya. Entah siapa yang mengirimkannya kepada saya. Amplop yang sebenarnya tak lagi putih berseri, kertasnya sudah agak pucat kekuningan. Terasa tumpukan kertas yang tebal. Tanpa nama, pula alamat dari pengirimnya. Hanya ada sebuah kata yang ditulis pula (agaknya dengan tergesa). Dari: penyair. Engkau tahu profesi penyair, mungkin pula bukan sebuah pekerjaan yang tertera dalam selembar kartu penduduk negeri ini. Profesi itu, mungkin hanya seorang W.S. Rendra yang bersikeras membubuhkannya dalam identitasnya. Pekerjaan: penyair. Sebuah kiriman yang aneh, pikir saya. Amplop itu saya biarkan teronggok di meja kayu. Lalu saya sibuk dengan kegiatan lainnya. Membersihkan beranda yang tergenang oleh hujan. Membersihkan kipas angin. Membaca beberapa BBM dari teman. Membuat secangkir kopi. Membakar sebatang rokok dan mengisapnya sampai tandas. Baru saat malam hinggap saya tergerak membukanya. Ada empat lembar kertas. Kertas yang juga tak lagi putih berseri. Terasa lebih kumal warnanya dibandingkan dengan amplop pembungkusnya. Tulisannya miring bersambung, begitu elok untuk dibaca. Mungkin semacam fragmen-fragmen yang lepas. Beberapa bagian tidak terasa nyambung. Mulanya, ia memulai surat itu—aku membaca sebuah cerita pendek yang ditulis di sebuah koran ternama. Melulu berkisah tentang seorang penyair. Ihwal penyair yang jatuh cinta dengan telepon genggam. Begitu miris. Setiap jalinan kalimat dalam cerita itu menusukku di dada. Saya membayangkan ia tengah menudingkan telunjuknya ke dadanya yang kurus. Padahal ia tak paham bagaimana kerja seorang penyair, bagaimana kesehariannya bergelut dengan kata-kata. Ia melanjutkan dengan kalimat: Pagi. Sepi. Pernah aku angankan kelahiran baru di mana kata-kata ngerubung mirip semut meniti jalannya sendirisendiri. Dengan segelas kopi kuseduh dirimu yang terasa makin lampuh. Meski lampion matamu mengingatkanku pada sebuah binar yang terus berdenyar, menakar-nakar kelakar, sesekali merupa bunga mawar—tetapi banyak yang juga tak serupa, bukan? Ehm, kau sejak lama telah memungut kesendirianku, menangguhkan derita yang tak henti-henti luka. Tapi bagaimana aku dapat melahirkannya? Ingatanku tak lagi lekat pada garba bunda. Sementara di rahim kota telah lahir anak-anak kecil yang tegar, dengan celana penuh debu. Berjalan di sepanjang lorong kota ini, mengisap matahari, mengunyah udara. Seperti mengisyaratkan sebuah keinginan yang hambar. Aha, pintu terus saja terbuka, menyeret masa lalu sampai lampus. Meninggalkan angin dingin di sepanjang tengkuk, bikin bulu kuduk berdiri. Sebentar, meski kau tak akan pernah setuju, biarlah aku kenang dulu para tetua moksa dan luka. Ah, betapa aku ingin melacak peta tubuhku yang sempat luruh. Di batang silsilah. Maka aku bayangkan, diriku akan hanyut bersamamu, tersangkut di reranting pohon tua. Di mana sungai terus saja mengalir, menuju ke muara entah. “Bukankah harus ada yang termaknai?” tanyamu sendu, bibirmu beku. Mengeja semua petuah, dogma, yang terselip di akar-akar cuaca. Ya, harus ada yang termaknai, ketika lembar hari berganti, sebagaimana kita yang terus saja berada di dalam antrian panjang. Meski, seperti kau bilang, selalu ada yang berdetak, mengumbar sebuah jarak. Dan mengusir geriak-geriak gelisah yang terasa makin basah, di ujung jarimu. Begitulah, aku ingin menangis lagi seperti bayi. Menjenguk nyala matahari pagi yang
Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.
lesap ke dalam pori. Dan kelak akan lepai, tak mampu dikunci. Cuma genang diriku. masuki loronglorong solitude terlelap dalam permainan kartu yang lungkrah di atas meja, terbuka. Meski bagiku, tanggal lahir nampak semilir tak mampu dijaga, tanda diri yang telah lahir katakanlah, sebagai pahat jejak yang lama berkerak dari biografi tubuh di ruas kalimat, bicara syair yang ngembara ke negeri saga. Cuma genang dirimu, terapung-apung, tak mau timbul, mirip pelampung. Aih, siapakah kamu yang terus bercerita tentang prosa seputar vagina dan payudara? Dan sebelum semuanya tiba, kembali seperti semula. Sebab kita berada dalam lingkaran yang sama. Aku tahu, kau akan kembali sebelum malam benar-benar malam, membawa kata-kata yang terjangkit birahi. Minta disetubuhi. Maka segera kulupakan rimbaud, dengan negeri syairnya yang menelikungku dalam belantara angin, selalu ngalir dalam beku kata-kata. Pun paz, yang tak selalu pas melacak suara lain begitu asing dan dingin. Cuma, diri, aku dan kamu, yang menggelar warna-warna luka. Melengkapkan detak jam, juga lembab lebam. Dan ada yang terus berputaran, tetapi bukan waktu. Ah ya, pengetahuan yang kau miliki selama ini dari buku, terasa sia-sia bukan? Sebab hidup bukan muncul dari sela-sela buku, melainkan dari anasir yang berkelir. Apakah aku selalu bertemu denganmu? Kapan dan di mana? Apakah di sebuah pasar yang sesumbar atawa di tengah derau puisi yang makin parau. Biarpun, nyeri masih tinggal gentar. Lelaki yang kerap mengasah belati kata sampai badannya berdarah. Tetapi kata-kata selalu basah, lemah, dan lelah. Sudah saatnya kita berangkat tidur. Rapikan ranjangmu, cari hangat yang sempat terlewat. Mungkin di tempat lain, kita masih bisa merapikan imaji. Dan, lagi-lagi rambutmu terbayang lagi, basah sehabis keramas, begitu lemas seperti kata. Seperti kata. Barangkali aku cuma tinggal sejarah. Sebab selalu ada orang gila yang muncul dari sajak-sajak, minta dituntun ke pintu cahaya. tetapi selalu ada matahari yang lain, nampak begitu pasi dan nyendiri. O, dusta yang laknat, mengapa tetap kukerat? Berapa banyak rindu yang tenggelam hilang di tengah pelabuhan sunyinya sendiri tertinggal perahu untuk melarung laut? Sayang, perempuanku juga lenyap, diminum hujan sampai demam dan aku terperosok ke dalam kangen yang ngilu membuka jajaran kenangan yang tumpang tindih dengan berita di halaman surat kabar hambar. Menakar kelakar yang tak lagi berdenyar. Apakah aku menyesalinya? Akan kepergian perempuan itu? Mungkin. Barangkali aku akan kehilangan bibir untuk kucium setiap hari, atau percakapan basah yang mengingatkan hujan bakal turun berwaktu-waktu. Namun selalu ada arca baru dari puisi jadi patung yang mutung. Meski nampak begitu murung. Betapa kelahiran ini telah mengambil separuh usiaku, mengingat wajah ibu. Meski aku terus saja menabung luka, menyimpan sobekan surat cinta yang tak jadi kukirim buatmu. Ah, cinta yang bimbang? Siapa yang pernah memberikannya alamat, sebuah buah tangan, atau sepotong ingatan buatmu? Aha, kelahiran ini pun sebenarnya tak lagi punya airmata sekadar menandakan perih atau gembira. Kini usia terasa makin purna, sayang, kita tak pernah bisa untuk mencoba dewasa. Segalanya terasa makin samar sekarang. Dan ingatan diriku dan dirimu tetap saja meruang, menyebarkan getah sengit, yang terasa terjepit. Sekalian saja, aku tulis dirimu. penuh dengan kalimat keluh di gelap kata-kata, mungkin di gang-gang sempit tempat tinggalku berkisah hal-hal biasa dan sederhana yang melulu terlupa. Tentang keganjilan kita, misalnya, yang melecut parut usia,
supaya cepat lari mengejar waktu. Merasa menjadi Tuhan, menjadi seorang pencipta atau, mungkin kita berani menantang malaikat sekadar turut mencipta puisi? “Hahaha….” Kau tertawa begitu lega. Apa? Jangan-jangan sejauh itu, kawan. Nanti kau dicabiknya sampai terlunta. Sayangku, puisi siapa yang benarbenar kau kenal? Chairil Anwar, W.S. Rendra, Sutardji, Taufiq, Sapardi, GM, Joko Pinurbo, atau penyair lain yang gigil mengudap peluh di jaket yang lusuh? Begitu hematkah dunia kita? Sempit dan terjepit. Seperti sebuah ruang kecil yang masih saja bertanya-tanya. Toh, dengan atau tidak adanya puisi dunia tetap berputar juga, kawan. Pernah kau bilang, dulu sekali, sajak ini tak pernah sampai, cuma kata-kata rapuh yang mengeluh, mengelupas huruf demi huruf, cuma jadi sampah aksara. Menelanjangi pakaiannya di depan cermin, berlompatan. Dan kau? Ah ya, kau memungutnya dengan hati-hati sekali, supaya jangan ada yang disakiti, begitu kau bilang. Namun, siapa yang hilang? Selain para filosof abad lalu yang sibuk dengan enigma. Menghitung dirinya sendiri-sendiri. Seakan begitu bangga dengan kelinglungannya sebagai manusia. Seakan membuka metafora dalam tubuhmu. Lalu dari kata-kata itu, kau menyaringnya sampai bening. Barangkali akan kau minum sebelum tidur. Supaya kau bisa bermimpi yang indah-indah saja. Tiba-tiba dengan ligat, kau memasukkan mereka dalam lembaran arsip di lemari buku juga ruas kepala. Mereka mencarimu, kawan. Mereka kepanasan, katanya. Minta dibukakan, supaya cepat keluar. Oh, kawan, sebenarnya apa yang telah kau lahirkan? Kok, tambah hari rasanya dirimu tambah bingung. Ling-lungmu makin menjadi. Mencacah sejarah di negeri yang makin pudar ini. Kau capek? berbulan-bulan dikerjain puisi. Ke mana pacarmu, kawan? Ia menjawab, lariiiiiiii….!!!!! pacarku, pulang kampung halaman, ketika aku kirimkan SMS yang setengah matang, sambil memandang sedap-sedap pohon ketapang, dengan kesiur angin telanjang yang nyunsep di halaman O, kau tak lagi merindukannya? Kau tak merindukan bibir, payudara, mungkin vaginanya? Ya, merci, aku tak lagi takjub pada kemilau cinta, katamu, cuma penjara Kasihan kau, kawan. How poor you are! Dan, malam itu, perempuan itu, bekas pacarmu pergi sendirian ke kampung halaman dengan bis malam menembus hujan dan kelokan. Tidak kau antarkan? Tidak! Pergi kau! Lalu kau pun bercerita: semenjak hubungan kami bubaran, ia tak pernah membalas SMS yang kukirim, tak pernah mau mengangkat telepon dariku. Well, kau merasa begitu larat? Mungkin. Hubungan kami memang telah berakhir, it’s over, kata film-film Hollywood. Dan ia tak lagi memukauku, bahkan jika aku tahu dirinya cantik, dengan body yang menarik.Harihari lunglai. Tak ada suara yang membuatmu merasa damai. Sesekali, kau ingat kawan-kawan lama yang ngendon dalam kepala. Begitu lama, bertahun-tahun. Aih, siapa kamu? Apa kamu diriku sendiri? Lalu siapa dong aku? Wah ini mah cuma sandiwara yang tak bicara. Capek. Monolog. Bisu yang mengisap lembab di ulang tahunmu. sama sekali tidak lucu! Samar-samar, aku, mungkin kamu, mendengar ada yang tertawa. Begitu keras. Deras seperti hujan kemarin sore. Ah, kapan kau main ke rumahku? Kutunggu berwaktu-waktu, namun kau tak datang-datang. Ada banyak buku yang belum terbaca. Malah dikerubungi oleh debu. Katanya, kau kepingin mencari foto-foto pengarang yang kelewat umur. Mungkin, engkau bisa lama-lama menafsir di sana, mengunjungi situs-situs masa lalu yang tak pernah terbuka., juga membaca sebagian riwayat yang terpenggal. Aneh, kok, pengarang jadi tukang jagal?
Apa dirinya tak mampu bikin autobiografi dirinya sendiri? Atau, semua itu dari dirimu sendiri? Mungkin, kau akan bertanya begini, “mengapa dunia selalu berhubungan dengan angka-angka?”—supaya tak lekas lupa—(gema suara yang tak jelas berpantulan di batu-batu). Tapi mengapa selalu ada matematika, di arloji, kalender, juga usia? O ya berapa usiamu sekarang? Tuh kan angka lagi. Maaf, aku sudah lupa. Dan kau membayangkan dirimu menjadi orang-orang di masa lalu, yang tak pernah peduli pada usia, yang kalau ditanya berapa umurnya sekarang akan bilang, “Ya, waktu saya lahir, pohon itu masih segini, nih. “ sambil menunjukkan batas dirimu di cakrawala. (Angka-angka itu, selalu kau benci sejak duduk di bangku sekolah berseragam putih-biru. Kau tak tahu, apakah dirimu benar-benar membencinya, atau tidak. Tetapi kau selalu merasa takut, jika guru menunjukmu untuk ke depan kelas, mengerjakan soal-soal. Dan seketika tubuhmu berkeringat. Betapa ruwetnya dunia, pikirmu) Kemungkinan lainnya, tebakmu, di kota lahir juga puisi-puisi segitiga. Punya siapa? Kau tak tahu. Namun puisi-puisi terus berlahiran, mengucurkan tangis dan gembira. Narasi manusia bingung yang mengukir transkrip mimpinya. Ehm, kota ini sebenarnya dipenuhi dengan kesepian juga, di tengah hingar-bingar yang menghampar, selalu nada seseorang di sudut, menekuk diri, menuliskan sesuatu. Mungkin rada tertahan, mungkin penuh kegeraman. Maka kau membayangkan lingkaran baru. yang selalu menjebakmu dengan ilusiilusi, bayang kupu-kupu, di mana kau tetap kembali ke tempat semula. Terkadang kau tak berani menatapnya. Ada kengerian yang muncul di sela-sela bola matamu, tetapi kau memaksakan diri untuk mengakrabinya. Dan nyatanya, tambah hari kau merasa candu kata-kata itu jadi banyak. Kau merasa jadi peternak, yang siap mengembang-biakkan kata. Meski akhirnya kau tahu, semuanya itu tak pernah ada. Segala hal yang tertulis, sesungguhnya tak pernah benar-benar muncul. Semuanya tinggal di sisi kepalamu. Hari ini Jumat terasa berat. Kau ingin menggapai-gapai liur Januari, di mana dingin hujan selalu tertahan di bola matamu. Dan senja ini kau memutuskan untuk tidak pulang ke rumah, berjalan-jalan di rerindang pohon ketapang. Kau merasa dirimu telanjang, berjalan di jalanan. Sampai masa kecil muncul lagi. Tiba-tiba tubuhmu meriang, kau ingat wajah ibu, muncul di sela-sela napasmu. Seakan menggapai-gapai, seperti ingin merapikan doa-doa yang lama hambur. Jumat ini segalanya semakin tersekat. Kau merasakan panas yang gegas. Dan malam itu kau kehujanan. Dingin, tetapi tak punya pacar yang bisa menghangatkan dengan pelukan. Kau ingin singgah, di sebuah tempat, mencari-cari semua yang pernah lenyap dari dirimu. Namun itupun tak pernah kesampaian. Hujan tambah hujan. Deras dan melibas dirimu. Basah dan kuyup. Sia-sia kau kerat dirimu. Nyatanya napasmu kian sesak tak mau bergerak. Yang lahir cuma ulat-ulat, terus bertambah. Memasuki tubuhmu seperti ngengat mencari hangat. Dan, kau merasa mimpimu jadi bencana petaka yang selalu membekas, kenanganmu lemas seperti jerat umur yang suatu saat akan terkubur semua kenangan emas yang makin keras. Kurasa surat ini sudah melebar ke mana-mana. Maaf kalau terkesan tak memiliki alur yang jelas. Tak perlu diperpanjang. Aku berharap orang yang menulis cerita tentang penyair itu dapat membacanya. Terima kasih telah turut mengirimkannya ke koran tersebut. Syukurnya bisa dimuat. Saya terkesiap. Saya merasa surat itu berkisah sepenuhnya tentang saya. Duh…
Adi Wiryadarma Windhu Segara
M. Iskandar
Afrizal
W.G. Sumarta
DIMENSI
6 ramalan
bintang
Capricorn Peruntungan: Jangan selalu sering melibatkan orang lain, berusahalah untuk lebih percaya diri, apalagi saat ini kemampuan memang benar-benar sedang diuji. Tunjukkan kalau Anda mampu menyelesaikan semua tugas yang telah menjadi tanggung jawab. Karier: Jaga performance dengan selalu menjaga tutur kata dan cara berpakaian yang benar. Kesehatan: Hadapilah setiap problem dengan penuh ketenangan dan keriangan sehingga tidak sampai mengganggu kondisi badan. Keuangan: Jangan membelanjakan dana demi barang yang tak terlalu penting, cobalah banyak berhemat. Asmara: Bila ada permasalahan sebaiknya bicarakan dengannya agar tak timbul kesalahpahaman. Aquarius Peruntungan: Walaupun tidak berkompeten dengan urusan yang ada di sekitar, ada baiknya tetap menaruh respect agar tidak sampai timbul fitnah ataupun kabar yang memojokkan diri Anda. Karier: Hati-hati dalam mengambil keputusan, jangan seenaknya bicara tanpa pikir panjang jika tidak akan mengalami kesulitan di minggu kemudian. Kesehatan: Jika ingin badan sehat maka harus mau bersikap sabar dan tidak terlalu tegang dalam berpikir. Keuangan: Tidak ada masalah, pemasukan cukup lancar, tinggal tergantung bagaimana memanfaatkan setiap peluang yang ada. Asmara: Jangan malu-malu untuk memeperkenalkan si dia kepada mantan pacar bila bertemu dengannya agar dia merasa dihargai keberadaannya. Pisces Peruntungan: Usahakan untuk bisa mendapatkan yang terbaik. Tidak perlu mendengarkan omongan orang lain. Yang penting apa yang Anda lakukan sekarang ini tidaklah menyalahi aturan. Karier: Biarkan mereka bingung dengan kesirikan mereka sendiri. Tetaplah tegar dan konsisten. Kesehatan: Kondisi badan tampak cukup sehat dan prima. Bila badan pegal-pegal tak perlu pusing, lakukan saja terapi pemijatan maka akan segera hilang. Keuangan: Semakin menjanjikan karena banyak pemasukan dan sedikit pengeluaran. Asmara: Usahakan untuk tidak mempersoalkan hal-hal yang sepele, itu hanya akan membikin suasana menjadi panas dan kacau saja. Aries Peruntungan: Cukup bikin hati merasa tegang karena apa yang diidam-idamkan selama ini mulai ada jalan. Untuk itu, jangan siasiakan momen yang bagus ini. Segera lakukan langkah-langkah yang praktis dan sistematis sehingga peluang tersebut tak akan lari begitu saja. Karier: Jangan melawan perintah atasan, sekalipun Anda merasa benar untuk saat ini. Kesehatan: Jangan sampai terlambat periksa ke dokter bila merasa ada gejala aneh. Keuangan: Bisnis yang telah berjalan kerjakan dengan penuh konsentrasi, tak perlu menanggapi omongan orang, itu hanya akan membikin rugi saja. Asmara: Ada teman sendiri yang ingin merebut hati si dia. Taurus Peruntungan: Jauhilah konfrontasi dengan siapa saja. Sekalipun berada di pihak yang benar, tetap saja akan dapat masalah yang lebih memusingkan. Harus lebih waspada dan teliti, jangan sembrono karena masa-masa sulit masih Anda lalui. Karier: Meskipun suasana hati lagi runyam, jika sudah berada di kantor usahakan muka tetap ceria dan menyenangkan. Kesehatan: Nafsu makan tampak tinggi sekali, maka bagi yang lagi ikut program diet akan sangat mengganggu sekali. Keuangan: Anda kerjakan saja yang sudah pasti. Walau hasilnya tak terlalu besar akan tetapi resiko yang Anda tanggung untuk saat ini cukup kecil sekali. Asmara: Jika sama-sama ingin menangnya sendiri maka akan sulit untuk menemukan ketenangan dalam hubungan asmara ini. Gemini Peruntungan: Zodiak Anda berada pada posisi yang bagus dan mujur. Itu pertanda bahwa semua yang dilakukan ada harapan untuk berhasil. Hanya saja factor keyakinan masih sangat dominan untuk mempengaruhi sukses tidaknya suatu rencana. Karier: Jangan setengah-setengah dalam melangkah agar hasil yang didapat benar-benar maksimal. Kesehatan: Konsentrasi kerja tampak terganggu dan yang lebih fatal lagi badan menjadi lemas dan ogah-ogahan untuk berkerja. Keuangan: Bila ingin berspekulasi tidak ada pantangan, asal Anda yakin. Asmara: Hiasilah kisah-kasih Anda dengan canda tawa dan suasana yang damai dan romantis. Cancer Peruntungan: Kejenuhan mulai hinggap sehingga mingguminggu yang akan dilalui terasa menyebalkan dan menjenuhkan. Sebenarnya peluang tetap terbuka lebar, sehingga sangatlah disayangkan jika Anda menuruti hawa malas ini. Karier: Tingkatkan motivasi kerja yang tampak terus menurun ini. Kesehatan: Pikiran dan kondisi badan sudah cukup lelah, sehingga kalaupun dipaksakan untuk saat ini akan percuma saja hasilnya. Keuangan: Pemasukan masih cukup tinggi sekalipun kebutuhan juga terus meningkat. Asmara: Agar suasana tetap damai dan tentram dan jauh dari perselisihan maka carilah topik pembicaraan yang disukainya. Leo Peruntungan: Tingkatkan kinerja sebaik mungkin. Hindari turut campur urusan orang lain yang tidak ada sangkut pautnya dengan diri Anda, karena itu hanya akan memimbulkan masalah baru bagi diri Anda. Karier: Tetaplah konsentrasi terhadap urusan yagn lagi dihadapi, jangan sampai terpecah. Kesehatan: Mengenai pola makan yang agak kacau balau sebaiknya mulai dibenahi, cobalah selalu tepat waktu dan berhenti makan sebelum kekenyangan. Keuangan: Usahakan selalu tenang dan tidak keburu memutuskan segala sesuatunya. Asmara: Kepercayaan akan lebih efektif mempertahankan asmaranya daripada terus mengekang dan mengawasinya. Virgo Peruntungan: Jangan keburu cemas apalagi panik bila ada problem datang. Jika tetap tenang dan selalu berpikiran jernih, maka sesulit apapun masalah itu pasti akan ditemukan jalan keluarnya. Bila ada bantuan datang, jangan keburu menolaknya, terima saja dengan tangan terbuka. Karier: Angan-angan Anda akan sulit dicapai jika bersikap pasrah dan kurang ada kemauan untuk bisa lebih maju lagi. Kesehatan: Badan dan pikiran terasa lebih fresh dan cukup men-support kinerja. Keuangan: Pemasukan cukup baik dan lancar sehingga keuangan semakin stabil saja. Asmara: Tak ada ruginya mengaku bersalah jika memang melakukan kesalahan, karena itu tidak akan merugikan harga diri Anda. Libra Peruntungan: Anda harus mau mendengarkan omongan orang dengan mengedepankan sikap mesra dan hangat. Jangan sampai hanya karena masalah kecil berujung pada pertengkaran yang akhirnya menuntun ke arah kehancuran. Karier: Bisa saja mencoba strategi baru, yang terpenting tidak sampai menyimpang dari ketentuan yang ada. Kesehatan: Konsumsi buah-buahan segar dan hindari makanan pedas karena bisa berdampak buruk bagi pencernaan. Keuangan: Pemasukan cukup lancer, akan tetapi masalah yang datang terkadang cukup membuat kacau keuangan. Asmara: Jangan terlalu agresif dulu, karena si dia masih malu-malu kucing. Scorpio Peruntungan: Tetaplah tenang dan sabar serta bijak terutama dalam menyikapi semua persoalan tersebut. Walaupun suasana kacau, cobalah untuk tetap postif thinking agar keputusan yang diambil tidak sampai merugikan diri sendiri. Karier: Walaupun langkah terasa berat, akan tetapi kesempatan untuk meraih sukses tetap terbuka lebar. Maka dari itu, hindari perasaan putus asa. Kesehatan: Jangan biarkan suasana kantor ikut terbawa ke dalam tidur agar keesokan minggunya badan dan pikiran sudah kembali fresh. Keuangan: Meskipun pemasukan masih lancar, tetapi jika tidak di-manage dengan baik maka bukan tidak mungkin pemborosan akan membikin pusing. Asmara: Apa sih sulitnya berbicara lebih halus lagi agar pertentangan tidak sampai terjadi terus menerus. Sagitarius Peruntungan: Kondisi perbintangan lagi cukup bagus sehingga sangatlah disayangkan jika tidak bisa memanfatkan seoptimal mungkin untuk menyelesaikan segala rencana dan urusan penting. Apa yang dikuatirkan tidak akan terbukti, segala sesuatunya masih berjalan seperti biasanya. Karier: Hindari turut campur urusan orang lain yang tidak ada sangkut pautnya dengan diri Anda karena itu hanya akan menambah masalah baru saja. Kesehatan: Pola makan sebaiknya dijaga dengan benar jangan sampai mengabaikannya, karena bisa fatal akibatnya. Keuangan: Bintang penolong masih memayungi sehingga dimana ada Diasuh Oleh kesulitan maka akan ada jalan untuk Putri Wong Kam Fu menyelesaikannya. Asmara: Akan terasa Berlaku harmonis dan jauh dari cekcok mulut jika 6 - 12 Maret 2016 tetap bisa menjaga selalu kesabaran.
Minggu Kliwon, 6 Maret 2016
Weda Wakya
Mengusir Sepi Melalui Nyepi
nāsadāsīn no sadāsīt tadānīṃ nāsīd rajo no vyomāparo yat | kimāvarīvaḥ kuha kasya śarmannambhaḥ kimāsīd ghahanaṃ ghabhīram || (Ṛg Veda 10.129.1) (Sebelum terjadi ciptaan alam semesta), tidak ada yang tidak ada dan tidak ada yang ada. Tidak ada ruang tidak ada langit. Apa yang menyelimuti? Di mana? Dan dalam perlindungan siapa? Apakah di sana ada air, dalam kedalaman terdalam tanpa batas? Pustaka suci Ṛg Veda dalam Nāsadῑya Sūkta menyebutkan tentang penciptaan alam semesta material ini, perihal asal usul alam semesta. Sebelum terjadi penciptaan alam semesta disebutkan tidak ada apa-apa, bahkan “śunya, sepi, kosong”-pun tidak ada (na asat āsῑt na u āsῑt tadanῑm). Teori ciptaan alam semesta (kosmologi) yang setuju dengan Ṛg Veda ini pun diikuti oleh para leluhur bangsa Indonesia dengan menuliskannya di dalam lontar-lontar, khususnya banyak bisa dijumpai dalam pustaka-pustaka suci Purāṇa dan Itihāsa. Di Bali sendiri lontar-lontar Babad ada memuat penciptaan, yang setuju dan sejalan dengan Ṛg Veda di atas. “uni kāla..., duk tan hana paran-paran, tan hana Surya, Candra, Wintang Bhumi, sakewala hana Sanghyang Embang, Maha Tunggal Agung Alit...” (pada zaman dahulu kala, ketika tidak ada apa-apa, tidak ada Matahari, Bulan, Bintang, Bumi, yang ada hanyalah Sanghyang Embang, Maha Tunggal Besar Kecil...). Keberadaan tanpa keberadaan juga disebutkan sebagai “nging puyung hana angebek, hana sparan-paran, tan pakawit tan patanggu, tan pawates, alungguh ring Cakrasunya...” (kosong tetapi penuh, berada dimana-mana, tanpa awal dan tanpa akhir, tanpa batas, berada di tempat yang kosong). Śunyavādῑ, teori kekosongan asal muasalnya adalah kitab suci Veda. Pada perkembangan sampai sekarang, teori “śunya” atau kekosongan dilanjut-kembangkan oleh Buddhisme. Para leluhur menuangkan ajaran Śunyavādῑ ini ke dalam simbol Windu, menunjukkan “puyung maisi” (kosong tetapi penuh isi). Umat Hindu di tanah air, khususnya yang berada di Bali, beberapa hari lagi akan merayakan Brata Penyepian, merayakan Tahun Baru Shaka 1938. Hari raya Nyepi merupakan “pesta sepi”, sebuah pesta spiritual yang tentu saja bertolak belakang dengan pesta duniawi. Jika pesta duniawi memerlukan kemeriahan aktivitas dunia, maka “pesta sepi” memerlukan penghentian aktivitas dunia. Hanya dengan penghentian aktivitas dunia orang bisa mendapatkan kedamaian sejati dalam hidupnya. Kedamaian dan kebahagiaan sejati ada dalam sepi, ada dalam kosong, ada dalam tanpa aktivitas. Bhagavad-gῑtā adhyāya 5 śloka 24 menjelaskan keindahan dan kebahagiaan di dalam sang diri bisa didapatkan dengan “penghentian” aktivitas duniawi: Yo’ntah-sukho’ntar ārāmas
Oleh Darmayasa Tathāntar-jyotir eva ca Sa yogῑ brahma-nirvāṇam Brahma-bhuto’dhigacchati Orang yang senantiasa berbahagia hanya di dalam sang diri, orang yang senantiasa menikmati hanya di dalam sang diri, dan juga dia yang tercerahkan di dalam sang diri, seorang yogῑ seperti itu yang mengalami spiritual di dalam dirinya, mencapai Brahma-nirvāṇam, tujuan akhir yang kekal abadi. Nirvāṇa, kekosongan nan kekal abadi bisa dicapai ketika orang mengarahkan seluruh aktivitasnya oleh sang diri di dalam sang diri. Menghentikan aktivitas dunia, berbuat di dalam tidak berbuat, dan tidak berbuat di dalam berbuat, beraktivitas di dalam tanpa aktivitas, tidak beraktivitas dalam aktivitas. Maka di sanalah terdapat pencapaian alam Śunya, alam kosong penuh isi, alam diam penuh aktivitas. Usaha penghentian aktivitas material demi pencapaian keriangan, kenikmatan, dan kebahagiaan sejati di dalam sang diri inilah yang melahirkan Catur Brata Panyepian, yaitu Amati (A)gni (mematikan api), Amati Karya (mematikan aktivitas kerja), Amati Lelungan (mematikan perjalanan keluar rumah), dan Amati Lelanguan (mematikan aktivitas bersenang-senang). Amati (A)gni berarti mematikan atau menghentikan Agni (api). Pada hari Nyepi orang dianjurkan untuk “memasak” Sang Diri. Untuk itu, ia memerlukan api spiritual yaitu tapa-brata-yoga-samādhi, sebab tapa-bratayoga-samādhi-upavāsa merupakan “api” untuk memasak sang diri. Api inilah yang harus dihidupkan pada hari Nyepi, dan api dunia harus dimatikan. Memang tidak cukup orang hanya mematikan api kompor di dapur dan mematikan lampu. Pesan “Amati-(A)gni” adalah agar orang tidak memasak dan berpuasa pada hari ini. Puasa membantu orang “memasak” Sang Diri. Demikian pula brata tidak bepergian keluar rumah, tidak melakukan kegiatan bersenangsenang dalam segala bentuk serta menghentikan aktivitas kerja, semua dimaksudkan untuk memberikan kesempatan seluas-luasnya untuk “memasak” sang Diri. Inilah pesan sesungguhnya dari perayaan Hari Raya Nyepi, yaitu melaksanakan Catur Brata Penyepian sebagai cara untuk “memasak” atau “mengeram” Sang Diri demi pematangan Yoga. Bagaikan ayam mengeram telor agar bisa menetas. Itulah tujuan Nyepi dan “iki ngaran panyepian”, itulah yang dinamakan Nyepi (brata panyepian lwir sawung anggeram anda, yan tan panes awaknya tan lumekas ikang anda. Yan tan sepi ing idep, sepi ing pamrih, sepi ing gawe, tan molih yoganta). Ada hal menarik, bahwa Nyepi tahun 2016 ini menjadi istimewa karena bertepatan dengan terjadinya gerhana matahari total yang melintasi sebagian besar wilayah Indonesia. Dari sisi ilmu pengetahuan, gerhana matahari terjadi
karena “piringan” matahari tertutup oleh “piringan” bulan. Gerhana matahari terjadi selalu pada saat bulan mati. Sedangkan gerhana bulan selalu terjadi pada saat bulan purnama akibat “piringan” matahari yang seharusnya menyinari bulan tertutup oleh bumi. Diperkirakan gerhana matahari total hanya melintas di suatu daerah yang sama dalam kurun waktu 300 tahun sekali. Gerhana matahari total di Indonesia pernah menjadi sangat fenomenal ketika terjadi pada 11 Juni 1983. Saat itu TVRI melakukan siaran langsung liputan gerhana di Candi Borobudur. Bila dilihat dalam Kalender Bali, hari Tilem terjadi pada tanggal 8 Maret 2016, sehari sebelum terjadinya gerhana matahari total. Perhitungan Kalender Bali dalam menentukan datangnya Purnama (bulan penuh) dan Tilem (bulan mati) tidak semata-mata menggunakan perhitungan astronomi berdasarkan peredaran Bulan dan Matahari (Surya-Candra), tetapi juga mengikuti perhitungan Pawukon yang disebut Pangalantaka. Masyarakat Bali menyebut gerhana sebagai “Kapangan” yang maknanya “dimakan”. Maksudnya adalah Matahari atau Bulan dimakan oleh raksasa bernama Kala Rahu. Kisah singkatnya, Kala Rahu menyamar sebagai dewa untuk bisa menikmati Tirtha Amerta yang muncul dari pengadukan Mandara Giri di Samudera Susu (Kṣira Arṇava) agar bisa berumur panjang. Penyamarannya kemudian diketahui oleh Dewa Surya dan Candra tepat ketika Kala Rahu mulai meneguk Tirtha Amerta. Agar raksasa Kala Rahu tidak menjadi abadi maka segera kepalanya dipenggal oleh cakra Sudarsana Wiṣṇu. Badannya mati, tetapi kepalanya tetap hidup karena sempat tersentuh oleh Tirtha Amerta. Kala Rahu pun marah dan berniat balas dendam dengan memakan Matahari dan Bulan. Sayangnya, ia hanya mampu menelan sebentar saja, karena Bulan atau Matahari akan keluar lagi dari lehernya yang sudah putus dari badan. Saat terjadi gerhana, masyarakat membuat suara gaduh dari kentongan atau alu (alat penumbuk beras) dengan maksud mengusir Kala Rahu. Walau ini adalah ceritera rakyat, namun ia berasal dari Itihāsa (Adi Parwa) dan Purāṇa. Pada saat gerhana terjadi, di India orang berusaha dapat berendam di kolam, danau atau sungai suci atau bahkan di laut sambil mengucapkan doa Sūryagrahaṇa Pīḍāparihāra seperti terdapat dalam Stotra Saṁhitā, demi kebaikan Matahari atau Bulan. Om indrō’nalō daṇ ḍ a dharaśca ṛ k ṣ a ḥ pracētasō-vāyu-kubēra-īśāḥ majjanma-ṛ k ṣ ē mama rāśi-saṃ s thē arkō’parāgaṃ śamayantu sarvē Barangkali ada umat di tanah air yang ingin menjaga tradisi suci ini, bisa melakukannya sambil mandi malukat di sungai sumber air suci, danau atau laut, sambil mengucapkan mantra di atas, sambil berdoa memohon keselamatan alam beserta isinya khususnya dari pengaruh buruk yang ditimbulkan oleh Gerhana Matahari.
MIMBAR AGAMA
Berperan Aktif untuk Bangsa
“Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada Tuhan, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu.”(Yeremia 29:7) TIDAK seorang pun dari kita ingin hidup dalam negara yang kondisinya carut-marut. Tetapi apakah kita sudah berbuat semaksimal mungkin untuk negara kita? Ini sebuah pertanyaan yang sangat penting untuk kita simak, karena ada banyak orang yang begitu mudahnya mengeluh tetapi keberatan untuk memberi kontribusi terhadap kemakmuran negaranya sendiri. Mereka hanya memikirkan apa yang bisa menguntungkan diri mereka sendiri, bahkan tega merugikan negaranya apabila hal itu bisa menguntungkan mereka secara pribadi. Yang disayangkan, dikalangan anak-anak Tuhan pun sikap seperti ini begitu mudah kita jumpai. Padahal, firman Tuhan banyak berbicara mengenai hal ini. Kita diminta untuk menjadi terang dan garam, dan itu artinya diminta untuk bisa menjadi berkat bagi orang lain. Negara tidak akan pernah bisa sejahtera jika kota tidak sejahtera, kota tidak bisa sejahtera jika lingkungan di kota itu tidak sejahtera. Semua itu berhubungan, dan kita sebagai bagian dari masyarakat tentu bisa mulai berpikir untuk berbuat sesuatu sebelum kita mengeluh terlalu cepat akan kondisi yang dialami bangsa kita. Bukanlah kebetulan jika kita sekarang berada pada sebuah tempat tertentu. Ada rencana Tuhan yang indah di balik itu, dan ada tugas yang harus kita lakukan di sana. Apakah kita sekarang berada di kota besar atau di pedalaman, dimanapun kita ditempatkan, ada sesuatu yang pasti bisa kita lakukan untuk membawa perubahan. Mungkin sangat kecil, tetapi siapa bilang sesuatu yang kecil itu pasti tidak berguna? Firman Tuhan ber-
kata: “Usahakanlah ninya karena Redaktur kesejahteraan kota kelima puluh Khusus ke mana kamu Aku orang benar buang, dan berdoalah yang ada di untuk kota itu kedalamnya KRISTEN pada Tuhan, sebab itu?” (ay 24). kesejahteraannya PROTESTAN Dan lihatlah adalah kesejahterapa jawaban aanmu.” (Yeremia Tuhan: “Jika PDT. I P WIDIARSANA, S.Th. 29:7). Perhatikanlah Kudapati lima bahwa ada hubungan puluh orang yang kuat antara kesejahteraan benar dalam kota Sodom, Aku kita dengan kesejahteraan kota di akan mengampuni seluruh temmana kita tinggal. Jika kita mau pat itu karena mereka.” (ay 26). sejahtera, kota yang kita tinggali Jika demikian, apabila Tuhan pun harus baik pula keadaannya. sudah menyatakan ingin mengBerpangku tangan dan bersikap habisi seluruh kota itu, maka apatis jelas bukan pilihan, karena itu artinya tidak ada 50 orang Tuhan dengan jelas meminta kita benar lagi di sana. Abraham terus untuk mengusahakan kesejahter- mencoba menawar agar Tuhan aan kota di mana kita ditempat- mengurungkan niatNya, hingga kan. Bukan saja secara pro-aktif jumlahnya tinggal sepuluh orang. berbuat sesuatu yang positif, tetapi “Katanya: “Janganlah kiranya Tukita juga diminta untuk terus men- han murka, kalau aku berkata lagi doakan kota dan tentu saja negara sekali ini saja. Sekiranya sepuluh kita. Tuhan tidak pernah meminta didapati di sana?” Firman-Nya: kita untuk menjadi pribadi-pribadi “Aku tidak akan memusnahkanegois yang hanya mementingkan nya karena yang sepuluh itu.” (ay diri sendiri, tetapi kita diminta 32). Alangkah memprihatinkan. untuk berperan serta secara nyata Sepuluh orang benar saja sudah dalam membangun kota dimana tidak ada lagi di sana. Padahal jika kita tinggal menuju arah yang ada sepuluh saja dibanding ribuan lebih baik. penduduk di Sodom, Tuhan siap Ketika Tuhan ingin menghu- memberi pengampunan kepada kum kota Sodom, kita bisa me- seisi kota. Sepuluh orang benar lihat kisah tawar menawar yang saja sudah mampu memberi perbedilakukan Abraham kepada Tu- daan luar biasa. Apabila kita terus han. Pada saat itu Sodom sudah berpangku tangan dan terus memengalami kerusakan moral yang mikirkan keuntungan diri sendiri sedemikian buruk. “Adapun orang saja, bagaimana jika apa yang terSodom sangat jahat dan ber- jadi di Sodom itu sampai mengenai dosa terhadap Tuhan.” (Kejadian kota dimana kita tinggal? 13:13). Bahkan Tuhan sendiri Panggilan kepada kita sesungberkata “Sesungguhnya banyak guhnya jelas. Kita harus berbuat keluh kesah orang tentang Sodom sesuatu setidaknya mulai berpikir dan Gomora dan sesungguhnya untuk itu demi kesejahteraan negsangat berat dosanya.” (18:20). eri kita. Talenta sudah disediakan Abraham tidak ingin Tuhan me- Tuhan, kita masing-masing punya lenyapkan tempat itu. Dia pun sesuatu yang bisa kita sumbangmengajukan penawaran kepada kan untuk negara ini. Tidak usah Tuhan, “Bagaimana sekiranya berpikir terlalu jauh dulu untuk ada lima puluh orang benar dalam negara, kita bisa memulainya dari kota itu, apakah Engkau akan lingkungan tempat tinggal kita melenyapkan tempat itu dan terlebih dahulu. Besar kecilnya tidakkah Engkau mengampu- kontribusi kita bukanlah masalah,
PERMATA HATI Untuk pembaca Bali Post Mingguan (BPM), kami membuka rubrik baru ‘’Permata Hati”. Rubrik ini mengangkat si buah hati yang baru lahir, yang berulang tahun atau akan berulang tahun. Juga pasangan yang menikah di minggu tersebut atau yang merayakan ulang tahun pernikahan. Kirim foto menarik dan tulis data lengkap identitas diri, orang tua serta komentar singkat. Semua data dikirim lewat email redaksibalipost@ yahoo.com dengan kode Permata Hati. Bisa juga naskah dan foto dikirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post. Jl. Kepundung 67 A Denpasar telp. (0361) 225764. (Redaksi)
yang penting kita sudah mempergunakan segala yang diberikan Tuhan untuk mulai melakukan sesuatu yang positif. Kalaupun tidak ada sesuatu yang bisa kita berikan untuk saat ini, kita bisa berdoa buat negeri dan para pemimpin bangsa di semua tingkatan. Simak baik-baik ayat berikut: “Pertamatama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang, untuk raja-raja dan untuk semua pembesar, agar kita dapat hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan.” (1 Timotius 2:1-2). Doa itu penting. Jangan hanya mendoakan diri sendiri atau orang-orang yang kita kasihi, tetapi adalah penting juga untuk menaikkan doa syafaat bagi bangsa dan negara kita, serta semua pemimpin di dalamnya. Ayat selanjutnya berkata “Itulah yang baik dan yang berkenan kepada Allah, Juruselamat kita, yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran.” (ay 3-4). Mari kita sama-sama memeriksa diri kita dan temukan apa yang bisa kita pakai atau sumbangkan untuk kesejahteraan negeri kita, dan mulailah mempergunakannya sekarang juga. Di samping itu, jangan lupa pula untuk terus memanjatkan doa buat negara dan para pemimpin kita. Kita bisa mulai dari yang terkecil dulu di lingkungan kita. Mungkin itu terlihat kecil saat ini, tetapi Tuhan bisa memakainya untuk sesuatu yang luar biasa. Jangan bermimpi dulu untuk memiliki negara yang sejahtera sebelum kota yang kita tinggali sejahtera, dan jangan berpikir kota bisa sejahtera jika anak-anak Tuhan di dalamnya apatis. Sudahkah kita berfungsi dengan benar dan peduli terhadap kelangsungan negeri ini? Let’s do something today! We can make a change if we want to.Betlehem U2, 2 Maret 2016 NANDA, begitu biasa dipanggil. Nama lengkapnya I Putu Nanda Pratama Putra Yoga. Putra pertama dari pasangan I Kadek Surya Ariyoga dengan Ni Nengah Suarni ini lahir pada 24 Desember 2015. Mereka sekeluarga menetap di Carangsari, Petang, Badung.
Redité Kliwon, 6 Maret 2016
Bali L e m b a r
B a s a
7
B a l i
Bencingah
TIING – Sangkaning leluu Styrofoam ngawi palemahan cemer, para yowana utamanipun sané ngranjing ring STT mawali malih nganggén sisitan tiing ri kala makarya ogoh-ogoh.
I Nyoman Astita
Boya Wantah Nyinahang Seni RI KALA ngamargiang kahuripan puniki, majanten kramané madué parikrama sané kawastanin tradisi, wangunnyané wénten marupa upacara, wénten marupa parikrama saraina tur wénten taler marupa parikrama kasenian. Nganinin indik parikrama kasenian, wénten sané matetujon mangda akéh krama sané ngaksiang, dadosné tatkala ngaryanin utawi ngarap sinah sakancan pakem utawi tata-titinyané kaadungang sareng kréativitas mangda kasenian inucap prasida becik kasinahang. Sakéwanten nénten majanten becik kasinahang setata dados tetujon makarya seni, duaning wénten taler indik siosan sané mabuat pisan tatkala makarya seni. Sakadi sané kabaosang Dr. I Nyoman Astita, M.A. Angga Tim Kurator miwah Konsultan PKB puniki maosang, pakaryan seni sané marupa ogohogoh boja ja pakaryan seni sané matetujon mangda prasida becik kasinahang ring ajeng kramané tatkala Pangrupukan kémanten. Duaning sané mabuat saking ogoh-ogoh punika wantah sakancan parikramannyané. Minakadi indik parikrama makarya sané nelasang galah kantos kalih bulan langkungan. Kahanan inucap prasida dados galah kanggén yowanané matemu tur mapupulan sinambi makarya pakaryan seni, sané sesampuné pragat jagi kapééd ngiterin désa utawi banjarnyané nyantos ka Catuspata. Parikrama mééd ngiterin désa inucap majanten jagi ngamedalang rasa bagia, nincapang rasa manyama braya miwah saling ngajiang ring sajeroning krama utamanipun angga STT. “Sakancan parindikan miwah pikayunan sané becik sakadi punika sujatiné karereh miwah kaaptiang saking parikrama makarya taler méédang ogoh-ogoh ngiterin desa tatkala Pangrupukan. Mawinan punika, makarya ogoh-ogoh nénten matetujon wantah nyinahang kawagedan seni angga STT majeng ring krama kémanten,” baos dané sané embas ring Denpasar 24 September 1952 puniki. Dosén ISI Denpasar ring Program Studi Musik puniki malih maosang, parindikan punika satmaka nugesang yéning ogoh-ogoh wantah genah anggén para yowana utamanipun STT ngwangun “komunitas” miwah ngraketang rasa manyama braya. Duaning sané mangkin para yowanané manggihin makudang-kudang pikobet sané ngawinang ipun sayan arang mabebaosan taler matemu wirasa. Dadosné antuk kawéntenan makarya ogoh-ogoh puniki, alit-alit miwah yowanané polih galah awarsa apisan jagi mapupul matemu wirasa. Dasar parikrama makarya ogoh-ogoh manut Ketua Listibiya Kota Denpasar miwah Provinsi Bali puniki, nénten wénten literature sané nartayang indik kapatutan makarya ogoh-ogoh anggén Pangrupukan utawi araina sadurung Nyepi. Sakéwanten yéning selehin saking tetujon Pangrupukan punika wantah nyomya utawi ngwaliang Bhuta Kala ka genahnyané soang-soang mangda nénten ngulgul kramané tatkala jagi ngamargiang Catur Brata Panyepian. Indiké punika kapanggih saking parikrama mabuu-buu sané kamargiang ring natah paumahan soang-soang taler mrajan antuk pitehan Prasawya utawi matungkalikan saking pitehan jam sané teges ipun wantah nyomya sakancan prawatek Kala. Wusan punika tatkala nyaluk sandikala, wau ogoh-ogoh kapééd ngiterin desa. “Prasida kabaosang yéning ogoh-ogoh punika wantah parikrama seni para yowana sané kamargiang ring raina Pangrupukan. Sané kasinahang tatkala punika wantah wangun, parikrama miwah bikas saking Butha Kala sané wus kapéédang pacang kapralina utawi kaborbor,” baosnyané. (wan)
(17)
Ogoh-ogoh Kaaptiang Mangda ”Ramah Lingkungan”
BPM/wan
RAINA Nyepi sampun rauh, majanten krama Hindu ring Bali miwah ring dura Bali jagi makarya miwah nabdabang sakancan parindikan sané jagi kawigunayang tatkala nyanggra taler ngamargiang rerainan sané pangrauhnyané wantah awarsa apisan puniki. Sakadi sané sampun kauningin, kahanan sané kamedalang saking raina wanti warsa Caka sané mangkin sampun ngranjing warsa 1938 puniki setata macihna pisan. Duaning tatkala punika kawéntenan ring margi taler wewidangan genah kramané meneng jagi sepi miwah sunya araina. Kawéntenan sakadi punika satmaka kanggén galah mararian saking kaibukannyané saraina. Ilén-ilén saking reraina Nyepi kakawitin saking parikrama melasti ring soang-soang désa pakraman ka pasisi utawi genah-genah patoyan. Wus punika kalanturang
antuk ngamargiang pacaruan utawi Tawur Kasanga sané kamargiang tatkala Pangrupukan utawi araina sadurung Nyepi, araina sesampuné Nyepi kawastanin raina Ngembak Geni. Saking ilén-ilén parikrama Nyepi puniki, wénten parikrama tradisi sané nyabran warsa jagi kamargiang olih para yowana utamanipun sané sampun ngranjing ring Sekaa Truna-Truni utawi STT. Inggih punika tradisi makarya ogoh-ogoh sané jagi kapéédang ngiterin banjar utawi désa nyantos ka Catuspata. Wangunnyané akéhan sané marupa Bhuta Kala, Pawayangan, beburonan ageng miwah sané siosan. Sios punika wénten taler ogoh-ogoh sané kakaryanin antuk wangun modérn utawi kontémporér sané sering kakaryanin antuk tetujon ngamedalang “kritikan” utawi wewalékan. Ogoh-ogoh puniki
akéh kapanggihin ring Bali taler dura Bali sané madué désa utawi banjaran krama HinduBali napkala nampek rerainan Nyepi. Sané kanggén lakarnyané minakadi kayu, tiing, miwah sané siosan. Santukan jaman sayan nglimbak, ogoh-ogoh taler kakaryanin antuk Styrofoam utawi gabus mawinan prasida ngasilang ogoh-ogoh sané ngangobin manah. Dr. I Nyoman Astita M.A., Ketua Listibiya (Majelis Pertimbangan dan Pembinaan Kebudayaan) Kota Denpasar miwah Provinsi Bali puniki maosang, ogoh-ogoh sané kakaryanin olih para yowanané utamanipun ring Denpasar dewasané mangkin setata nganggén lakar Styrofoam. Sakéwanten sangkaning pawarah-warah nganinin indik lakar punika wantah nénten becik ring kesehatan taler nénten “ramah lingkungan”, mawinan
ngawit tigang warsa lintangan Pemerintah Kota Denpasar kasarengin Badan Lingkungan Hidup miwah DKP Kota Denpasar ngamargiang simakrama majeng STT sajebag Kota Denpasar indik kahanan Styrofoam inucap. Nénten wantah amunika, mawit kalih warsa lintangan taler kakaryanin makudangkudang “kritéria” utawi tatatiti nyarengin lomba ogoh-ogoh antuk kapatutan utama inggih punika nénten dados nganggén Styrofoam. “Para yowana utawi angga STT kayun ngamargiang pawarah-warah sané kaicénin ring sosialisasi punika duaning para yowanané éling ring tetujonnyané wantah ngrereh kabecikan ring palemahan. Punika mawinan akéhan mangkin yowanané makarya ogohogoh nganggén sisitan tiing sané ramah lingkungan,” asapunika
Makarya Ogoh-ogoh antuk Sisitan Tiing
dané nugesang. Parindikan pateh taler kabaosang I Nyoman Widarta, Ketua STT Dharma Yudha Br. Tektek, Peguyangan Denpasar. Warsané mangkin, para yowanané makarya ogoh-ogoh akéhan ngawigunayang sisitan tiing rumasuk ring topéng, giginyané taler tlapakan lima miwah batis sané sukil kakaryanin. Indiké punika duaning STT sané kapucukin dané sampun nyarengin sosialisasi sané kamargiang Pemerintah Kota Dénpasar indik baya miwah biuta sané kamedalang saking Styrofoam inucap. Napi malih leluunnyané nénten prasida berek ring tanah, majanten ngawinang palemahané cemer. “Sios punika, indik prabéa doh mudahan yéning nganggén sisitan tiing saihang nganggén Styrofoam,” Widarta nartayang. (wan)
Nincapang Rasa Manyama Braya RING pikayunan krama Bali utamanipun para yowana, makarya ogoh-ogoh nyanggra rainan Nyepi wantah parikrama sané kajantosang pisan nyabran warsa. Duaning tatkala punika yowanané utamanipun sané ngranjing ring STT polih galah saha genah anggén ngamedalang rasa miwah pikayunan seni sinambi nyinahang eksisténsi-nyané ring ajeng krama tiosan. Punika mawinan sakancan kawagedan sané kadruénang kasinahang tur kapadonang sareng lakar-lakar sané jagi kanggén makarya ogoh-ogoh. Sangkaning panglimbak masa, parikrama makarya ogoh-ogoh taler nglimbak nganggén lakar sané modérn inggih punika Styrofoam sané ngawinang ogoh-ogoh sané kakaryanin sayan ngamecikang. Makarya ogoh-ogoh nganggén lakar punika tan bina sakadi makarya arca. Dadosné tatkala makarya nénten prasida kasarengin sareng akéh sajabaning olih sané ngamongin pakaryannyané kémanten. Dr. I Nyoman Astita M.A. maosang, makarya ogoh-ogoh
ngawigunayang Styrofoam jakti ngawinang para undagi miwah para yowanané danganan ngambil pakaryan. Punika ngawinang akéh kramané sané rumasa sangsi tatkala wénten pawarahwarah makarya ogoh-ogoh mawali nganggén sisitan tiing. Yadiastun pamuputné, kramané misadia duaning prasida makarya ogohogoh sané becikan malih. Ri kala makarya taler pinaka “tantangan” sané ngawinang yowanané sayan kreatif ngamedalang pamineh seninnyané. Tios nincapang kréativitas, nganggén sisitan tiing tatkala makarya ogoh-ogoh taler ngawinang parikrama makarya ogoh-ogoh dados sayan komunal utawi sayan “memasyarakat”. “Tegesnyané inggih punika rasa miwah parikrama “gotongroyong” para yowana utawi angga STT-né sayan becikan malih saihang tatkala makarya ogohogoh nganggén Styrofoam. Yéning nganggén Styrofoam, sané ngaryanin wantah undagi kémanten, para yowanané nénten prasida nyarengin. Sakéwanten
yéning nganggén sisitan tiing, alit-alit utawi angga yowanané mrasidayang sareng ngaryanin mawinan prasida ngwedar kreativitas-nyané,” baos dané. Malih kabaosang nyabran warsa kréativitas sané kasinahang ring parikrama ogoh-ogoh puniki setata nincap saha ngangobin manah, minakadi indik wangunnyané utawi téknologi sané kaanggén mangda ogoh-ogoh inucap sayan inovatif yadiastun sakadi mangkin sampun mawali malih nganggén lakar marupa sisitan tiing. Nénten wantah ngamedalang pakaryan utawi inovasi anyar kémanten, nyabran warsa sayan ngakéhang undagi-undagi anyar sané kasinahang duaning makarya ogoh-ogoh punika wantah parikrama sané ka-regenerasi sané majanten jagi kasarengin olih kawéntenan kréativitas sané sayan nincap. I Nyoman Widarta taler maosang kabecikan ogoh-ogoh saking sisitan tiing punika kapanggih ring parikrama makarya sané prasida kamargiang sareng
akéh, mawinan majanten nincapang rasa manyama braya ring sajeroning angga STT. “Yadiastun asapunika, ogoh-ogoh sané kakaryanin antuk sisitan tiing puniki wénten taler kakiranganipun, inggih punika kahanannyané nénten prasida
“ENTO awanan mai ngalih Wayan apang maan HP ané beneh tur arganné murahan.” Ngurah Jelada milah-milah milihin HP sané sedengan mangda nyidayang molihang HP kekalih kanggén raganné sareng rainné Ayu Jeladi, nanging arganné Rp.1.250.000 makekalih. Raganné amung madué jinah Rp.1000.000. Yén numbas asiki, padalema rainné Ayu Jeladi sinah iri. Taler precuma nénten nyidang ngubungin mantuk yén wénten kaperluan. “Béh, tiang bingung Dé. Kenehé meli HP Nokiané ené makadadua, nanging pipisé kajokan buin Rp.250.000.” Ngurah Jelada nundikin Madé Budiana. “Sing dadi kuang?” “Yan, sing dadi kuang arganné? Maksudné, timpalé Gusti Ngurah lakar meli makadadua, nanging jinahné sing cukup. Raganné makta jinah tuah Rp.1.000.000 dogén.” “Bééh, ento suba arga paling murah. Yén anak lénan sing maan Dé. Nanging kéné
pisan Gusti Ngurah mungpung sareng I Madé, taur mangkin Rp.1.000.000, hadiah pulsa Rp.50.000 sisanné malih Rp.200.000 cicil taur ping pat,” aturné Wayan Sudiana alon. “Nggih, matur suksma Beli Wayan,” Ngurah Jelada sumringah nyerahang jinahné. Saking irika Ngurah Jelada sareng timpalné ngraris ka Hardys, ngajakin timpalné ngraris ka dépot numbas és sareng nasi goréng. Suryané sampun singit daweg raganné sami mantuk. Timpal-timpalné samian nyalamin Ngurah Jelada sané sampun madué HP anyar. Sami nagih nomorné mangda nyidaang saling kontak. Tan lali raganné nakénang nomor Hp timpalné sané lianan. Madé Sudiari kendel pisan santukan mangkin ipun nyidayang bébas ngorta sareng Ngurah Jelada, sanorané ma-SMS-an. Griep-griep baleman sambuk sujatinné Madé Sudiari setata cemburu yéning Ngurah Jelada ngrumpi sareng Luh
Suwarni. Saking itehné ngorta ring montoré tan marasa tautau montoré sampun rauh ring Rendang. Saka siki truna bajangé tedun ring umahné makta carita kenangané soangsoang. Ngurah Jelada matur ring Aji lan Ibunné sampun madaftar ring SMA Negeri I sareng tetiga. Madé Sudiari, Madé Budiana, lan raganné, saha ring SMA Negeri II sisanné sareng pepitu. Salanturné raganné matur indik jinahé paican ajinné sampun tumbasanga HP kekalih. “Tuaji, jinahé sampun tumbasang titiang HP. Kanggéang titiang sané murahan mangda polih kekalih sareng Gég Jeladi. Kamanah antuk titiang raganné perlu madué HP mangda nyidayang kontak sareng titiang ring Amlapura. Sira uning titiang perlu matur ring Tuaji, utawi Aji perlu ngandika ring titiang. Sedeng becik sané madolan HP irika timpalné Madé Budiana, mawinan polih murahan. Wantah aji
Rp.1.250.000 makekalih. Sampun taur itiang Rp.1.000.000 mimbuh bonus pulsa Rp.50.000. Sisanné malih Rp.200.000 wéhina nyicil ping empat,” aturné Ngurah Jelada saha mukak HP-né icéna rainné asiki. “Oooh, dadinné tiang masih maan bagian? Matur suksma Beli Ngurah, suksma, suksma, matur suksma Tuaji,” aturné Gusti Ayu Jeladi saha ngelut rakanné saking asih. Toyan panon ibunné padlengdeng nyingakin karumaketan okanné masameton pada asih. “Nah, Aji ané angayu bagia Cening sing ngulahang raga. Nu inget tekén ngelah adi. Sejaba ento sing kakeneh saja baan Aji indik kaperluan Ceningé ditu ajak iraga ané jumah. Indik kaperluané lénan, pakéan, uang bangunan, kos-kosan, kénkén suba Cening maan kabar akuda merluang pipis? Yadiapin orahanga bébas SPP lan bantuan pemerintah lénan, nanging enu dogén masih kena iuran sukaréla, uang bangku méndahan,” pandikan ajinné.
becik sakadi sané kakaryanin saking Styrofoam. Minakadi indik angga utawi pangawakannyané sané kaku. Yéning pinehin malih, akéhan kabecikannyané katimbang kakiranganipun,” Ketua STT Dharma Yudha puniki maosang. (wan)
BPM/wan
TOPENG – Nénten wantah ring pawakané kémanten, ri kala makarya topéng ogoh-ogoh, para yowana taler ngawigunayang sisit tiing. Yadiastun sukil ngulat, parikrama punika tetep kamargiang.
“Indik biaya ring sekolah durung. Manawi yén sampun janten materima wau jaga siaranga malih punapi sané patut mataur.Yéning indik genah kos titiang polih marerasan sareng timpalné Madé Budiana. Genah kos-kosan wénten sané murahan aji Rp.100.000 a kamar, nanging kamar mandi sareng dapurné magabung. Yéning sané kamarné lengkap madaging kamar mandi lan dapur séwanné maelan, aji Rp. 200.000 dados genahin sareng kalih yén dagingin dipan malih asiki,” aturné Ngurah Jelada negesang. “Ooh, enu murahan tekén di Denpasar. Yéning dadi ajak dadua maan inganan. Apa buin yén bisa nyakan padidi dadi liunan maan ngirit. Nanging Aji sing ja maksaang Cening apang masak padidi. Sukserah Cening ané ngreringa, apang tusing meratin Cening malajah. Yéning itungitung mirib akuda ngabulan?” pandikan aji lan ibunné matuéling okanné. (Masambung)
8 Bebantenan Suksman Upacara Raré Roras Raina YÉNING sang raré sampun matuuh roras dina, raris wénten malih upacara sané katiba ring sang raré miwah Sang Catur Sanak. Angka roras waluya niyasa pamargin Sang Panca Pandawa mayasa ring alasé utawi “hutan kehidupan”. Yéning sampun prasida roras dina mayasa, punika sampun sayaga sekala niskala ngamargiang kahuripan ring jagaté. Tan bina sakadi Panca Pandawa risampun roras warsa mayasa ring alasé raris Panca Pandawa pascat sampun nitenin pula-pali kahuripan. Yéning sampun roras raina, sang raré taler polih tirtha panglukatan. Tirtha panglukatan ring paon matetujon nunas panglukatan ring Bhatara Brahma. Tirtha panglukatan ring sumur matetujon nunas panglukatan ring Bhatara Wisnu. Tirtha panglukatan ring Bhatara Hyang Guru katunas ring Merajan Kamulan. Pamargin upacara puniki waluya ngamargiang tutur Tri Kona sané kamanggehang ring Lontar Bhuwana Kosa IV.33. Suksman tutur Tri Kona punika mangda i manusa ring kahuripan puniki setata ngamargiang utsaha utpati, stithi, miwah pralina mangda wénten pakibeh sané patut tur becik ring pamargin utpati, stithi, miwah pralina punika. Mangkin wénten utpati, nanging sané kautpati sané boyaboya minakadi ngulurin indria, ngrusak sarwa bhuta, miwah nénten rungu ring anak lacur. Yadiastun jemet mabakti, nanging sabilang mabakti sané katunas sané boya-boya. Ring Bali parajana Hinduné sampun madrué tutur Asih, Punia, Bhakti. Asih ring Sarwa Praniné, Punia ring parajanané nika waluya pamargin bhakti ring Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Manut Rgveda,X.36.14, Ida Sang Hyang Widhi Wasa sampun setata mapaica sané mawastya Savita utawi sesuluh urip utawi pencerahan ring sami parajana sané wénten ring jagaté saking ngider bhuwana.Tan bina sakadi Sang Hyang Surya setata nyunarin jagaté, nanging tan setata guminé puniki keni sinar Sang Hyang Surya. Napi mawinan asapunika santukan i gulem nekepin sinar Sang Hyang Surya ring langité. Sapunika taler ring kahuripané puniki. Guna Rajah Tamah sering nutup sinar Sang Hyang Paraatma saking Bhuwana Agung nyunarin Sang Hyang Atma ring Bhuwana Alit. Nika mawinan saking wau embas sang raré sampun wanti-wanti kapakélingin mangda setata nabnabin utsaha utpati, stithi, miwah pralina setata mamargi antar nganutin pakibeh kahuripané ring jagaté puniki. Suksman tetiga tirtha panglukatané punika taler maderbé tateleb sané dahat dalem pisan. Déwan tirtha panglukatan Ida Bhatara Gana. Kruna Gana manut basa Sansekerta martos mapineh miwah paitungan. Dadosne tirtha panglukatan punika masuksma mangda ri kala ngardi utsaha utpati, stithi, miwah pralina nganggén dasar pikayun sané kapawilangin sadurungnyané. Yéning sampun pepineh madasar paitungan sané sumeken sinar tutur Tri Konané punika jaga mamargi patut nitenin kahuripané nuju sané mawasta becik. Yéning utpati, stithi, miwah pralina ring kahuripané puniki sampun mamargi becik pastika dharma unteng Sang Hyang Wéda setata ajeg. Santukan ngamargiang tutur Tri Kona miwah Tri Guna punika unteng sané paling utama ngamargiang urip mangda prasida ngruruh sané mawasta urip bagia tur jagathita ngajegang Pancatusti. (I Ketut Wiana)
Upacara
Redité Kliwon, 6 Maret 2016
Upacara Pabersihan Ogoh-ogoh Matetujon Nyuciang Rupa
BPM/ist
NYUCIANG -Nyabran warsa ogoh-ogoh setata ngiasin Pangrupukan Panyepian. Sadurung ogoh-ogoh kapéédang lumrahnyané kalaksanayang upacara nyuciang miwah pabersihan ogoh-ogoh miwah sané negen antuk pangapti Bhuta Kalané nénten ngrubéda.
PAMANGKU ring Pura Mrajapati Bedulu, Blahbatuh, Gianyar, I Gusti Ketut Ngurah Suardipa, S.S., nguningayang indik pauningan krama patut kawewehin indik upacara sané kalaksanayang sajeroning budaya ogoh-ogoh sané setata maruntutan sareng Panyepian. Dané negesang, upacara inucap nénten ja matetujon nguripang ogoh-ogoh saking niskala. Yéning upacara sané kabaos nguripang sinunggil barang pastika nganggén upacara miwah banten pamasupatian, nanging sajeroning ogoh-ogoh nénten matetujon nguripang utawi ngrasukang roh, nanging sawaliknyané wantah maguna nyuciang. Upacara sajeroning ogoh-ogoh tetujonnyané nyuciang rupa, ring Bali kauningin ngicalang ganda karingat para tukang sané ngaryanin ogoh-ogoh. “Teges upacara sané kalaksanayang majeng ogoh-ogoh matetujon negesang ogoh-ogoh punika nénten malih kaduénang olih para tukang, nanging sampun nyihnayang ogoh-ogoh dados tanggungjawab krama pangusung, nuju parindikan sané sayan becik,” dané negesang. Mungguing ri kala katakénin indik upacara pamralina ogoh-ogoh, dané sané taler sinunggil Dosen ring IKIP PGRI Bali puniki nyelehin, yéning sadurungnyané naen wénten kalaksanayang upacara panguripan pamasupatian barang, pamuputnyané patut taler kalaksanayang upacara pamralina. Nanging patut karesepang sajeroning ogoh-ogoh nénten wénten upacara nguripang, nanging sawatas nyuciang ogoh-ogoh. Manut kapercayan krama Bali, nyuciang matetujon nepas unsur-unsur kaon majalaran pula-pali pabersihan nganggén banten prayascita. Sajabaning ogoh-ogoh sané kaupacarain, manut dané krama sané ngarap miwah sané méédang ogohogoh taler patut kaupacarain mangda unsur-unsur nénten becik nénten prasida ngrasukin déwék sang sané méédang ogoh-ogoh. Dané ngumpamiang, sakadi ri kala ngangkat ogoh-ogoh amunapi ja baatné ogoh-ogoh nanging prasida kaangkat kapéédang ngiterin désa, samaliha iraga mrasa ingan, ri
Roras Désa Pragunung ring Wewidangan Besakih Nénten Ngarya Ogoh-ogoh KAWÉNTENAN ogoh-ogoh ri kala Pangrupukan Nyepi kajantenannyané nénten prasida kacingak ring samian désa ring Bali. Budaya makarya ogoh-ogoh kajantenannyané pinaka kréativitas sané taler kaanutang sareng kawéntenan désa, kala, miwah patra. Ring Bali wénten wewidangan sané nénten naen ngwéntenang budaya ogoh-ogoh ngawit riin. Désa Besakih miwah wewidangannyané umpaminipun, ring Désa Besakih, Karangasem magenah pura pinih ageng ring Bali sané tan pisan naen ngawi ogoh-ogoh. Indiké punika kabaosang Bendésa Désa Adat Besakih, I Wayan Gunatra, wau puniki. Manut dané, sané ngawinang ring wewidangan Désa Adat Besakih miwah wewidangannyané nénten kawéntenang ogoh-ogoh santukan ring Pura Besakih sampun nangken kamargiang Karya Ida Bhatara Turun Kabeh sané setata kadulurin antuk ngamargiang Tawur Labuh Gentuh. Tetujon upacara Labuh Gentuh punika wantah sampun matetujon nyomya kala. “Pééd ogoh-ogoh sané kalaksanayang ring wewidangan lianan ketah kalaksanayang raina nyoreang, tegesnyané
setata kalaksanayang sesampun puput Tawur Labuh Gentuh ring Pura Besakih,” baosnyané. Kabaosang, upacara Tawur Labuh Gentuh ring Pura Besakih matetujon nyomya kala. Yéning kala sampun kasomnya tegesnyané jagat sampun tegteg, nanging yéning malih katangiang antuk pééd ogohogoh rasané punika nénten nyambung. Siosan punika tawur sané kalaksanayang sampun ngawit ngranjing siklus rangkaian upacara Turun Kabeh, pinaka baga upacara negtegang makacihna nuasén karya kalaksanayang. Ring tanggal 8 Maret pacang kalaksanayang upacara tawur. “Sané kabaos negtegang paiketan sareng Karya Ida Bhatara Turun Kabeh ring Besakih siklusnyané sampun ngranjing sajeroning lingkaran ayu. Tegesnyané sakancan parindikan sampun kakawitin madasar ngeret manah, laksana nuju kebenaran nganutin tuntunan sastra agama,” baosnyané negesang. Dané nglanturang, ring wewidangan Pura Besakih nyomya kala kalaksanayang antuk Tawur Labuh Gentuh ageng gumanti karasayang nénten patut malih kalaksan-
ayang ogoh-ogoh. Matiosan sareng wewidangan lianan rumasa patut kalaksanayang ogoh-ogoh sajeroning utsaha nyomya kala. Dané taler maosang ring wewidangan Besakih wénten kabaos désa pragunung. Désa pragunung mapaiketan sareng ayah-ayahan ring Pura Besakih sané akéhnyané sareng roras désa sané rumasuk désa pragunung. Désa sané rumasuk désa pragunung taler nénten nglaksanayang utawi ngwéntenang ogoh-ogoh. Indiké punika manut dané taler prasida katerima antuk logika, samaliha sakatah désa ring Bali taler nunas tirtha tawur ring Pura Besakih. Tawur Labuh Gentuh ring Besakih rumasuk tawur semesta alam, duaning Pura Besakih sampun kangkenin olih umat Hindu Bali pinaka pusat. “Roras désa sané rumasuk pragunung ring wewidangan Besakih, sakadi Désa Telunbuana, Désa Pura, Désa Badég, Désa Lebih, Désa Kesimpar, Désa Temukus, Désa Batusésa, Désa Tegenan, Désa Suukan, Désa Pempatan, Désa Alas Ngandang, miwah Désa Geliang,” baosnyané ngwewehin. (yan)
kala punika sujatiné wénten unsurunsur nénten becik, duaning sampun kasuciang antuk tirta daweg mlaspas dadosné kekuatan nénten becik punika prasida katepasin. “Majalaran upacara pabersihan inucap tegesnyané iraga sampun mautsaha nepas unsur-unsur nénten becik sané wénten ring wewidangan soang-soang,” baosnyané. Nanging salami puniki krama wénten sané biasa nguripang ogoh-ogoh santukan pangweruhan soang-soang malianan. Manutnyané yéning naen kalaksanayang upacara nguripang patut taler nglaksanayang upacara pamralina majeng ogoh-ogoh. Mralina tegesnyané wantah ngwaliang unsur roh sané sadurungnyané polih katedunang ring rupa ogoh-ogoh gumanti patut kawaliang malih. Mapaiketan sareng mralina ogoh-ogoh, manut dané wénten sakatah tata carané. Mralina sané kapertama nunjel, raris nganggén tirta pamralina, miwah ngaturang banten pamralina utawi tebasan pamralina. “Duaning konsép mralina wénten kalih, kasiratin tirta pamralina miwah katunjel,” dané negesang. Salanturnyané metu ring pakraman pikobet salami puniki wénten ogohogoh sané kapajang yadiastun sesampun pula-pali Pangrupukan puput, indiké puniki manut dané malih mapaiketan sareng pula-pali mralina sané wénten kalih inucap, inggih punika wénten sané katunjel miwah wénten sané kapajang. Dados majang dumun sesampun pula-pali Pangrupukan nanging sampunang bas makelo kapajang, krama majang ogoh-ogoh minab sangkaning sakatah parindikan sakadi sinunggilnyané sangkaning kabanda antuk galah sesampuné Pangrupukan raris rauh Nyepi bénjangnyané. “Punika awinan kramané nénten prasida raris mralina. Sapatutnyané ogoh-ogoh sané kantun masisa sesampun Ngembak Geni patut digelis kapralina, kabongkar topéngnyané, miwah payasannyané, tetujonnyané mangda nénten ngawinang palemahan nénten asri kakatonang,” baosnyané. (yan)
Satua
I Bukal Makeber Peteng Olih : Madé Taro KACARITAYANG, dugas ipidan I Bukal majalan ngalih amahamahan tengai, patuh cara buron ané lénan. Ia demen pesan ngalih woh-wohan, apa buin ané sedeng nged mabuah. Ngelah kampid tebel lan siteng ngawinang I Bukal aluh makeber ngalih amah. Apabuin giginné ané rangap ngawinang aluh makpak sakancan woh-wohan. Ulain kalewihanné ento, I Bukal marasa sombong tur nyapa kadi aku. Ia tuah mapupul ngajak paturu bukal, tusing nyak matimpal ngajak buron lénan. Ia setata nyampahang buron ané lénan tur marasa yén bukal ané paling kuat. Yén basangné suba betek, ditu ia mapupul paturu bukal. Ada ané macanda, ngigel, makedékan sambilanga glayut-glayut di puyan kayuné. Sedek dina anu, I Bojog ané dadi rajan buroné nekain umahné I Bukal. “Icang ngidih pelih suba ngulgul Cai, Bukal,” kéto munyinné I Bojog. “Buin mani para buroné lakar makedas-kedas di tegalé ené. Lakar mresihin leluu ané ngempel tlabahé ené. Cai kadén suba nolih, yéh ané makembengan ento ngaé puyan-puyanané tusing nyak luuh entikané,” munyin I Bojog sambilanga nuding kembenagan yéh ané cara tlabah . “Apa orahang Cai?” masaut I Bukal maekin I Bojog sambilanga ngebatang kampidné. “Kadén Cai suba nawang, Icang buron makampid tusing patuh cara bangsan Cainé. Cai tusing pantes ngorahin Icang. Orahin dogén nyaman-nyaman Cainé!” Tusing buin lantang ngraos, I Bojog matilar uling tongosé ento. Sombong pesan dadi buron, kéto raosné tengahing ati. Uli joh, I Bojog nu ningehang I Bukal masesimbing. Biun kesepné, ada kedis jalak mencegan di puyan kayu tongosné I Bukal malgayutan. “Icang ngidih pelih suba ngulgul Cai, Bukal,” keto munyinné I Kedis Jalak maakin I Bukal ané kedék ngakak. “Buin mani, para kedisé lakar mabresih-bresih di tegalé. Ngamatiang uled ané ngusah woh-wohan iragané. Kadén woh-wohané ento usak ulian amah uled?” “Apa orahang Cai? Maresih-bresih? Cai suba engsap yén Icang tusing kedis. Ne tolih gigin Icangé!” kéto raosné ngédéngang giginné ané rangap. “Cai tusing pantes ngorahin Icang. Orahin dogén nyamannyaman Cainé!” raosné sambilanga kedék. I Kedis Jalak matilar uling tongosé ento mabekel rasa sebet. (Masambung)
Rédaksi nerima reriptan marupa artikel (paling akéh 3500 huruf), satua ringkes (paling akéh 6000 huruf), puisi, geguritan miwah sané siosan. Reriptan mangda kakirim ring alamat: Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email: bali_orti@balipost.co.id.
MINGGU KLIWON, 6 MARET 2016
9
Juve Ingin Menang Lagi HAL 10
Serie A No Tim
M M S K
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20
27 27 28 28 27 27 27 27 27 27 27 27 27 27 27 27 27 27 27 27
Juventus Napoli Roma Fiorentina Internazionale Milan Milan Sassuolo Lazio Bologna Chievo Empoli Torino Atalanta Udinese Genoa Sampdoria Palermo Frosinone Carpi Hellas Verona
19 17 16 16 14 13 10 10 10 9 9 8 7 8 7 7 7 6 4 2
4 7 8 5 6 8 11 7 5 7 7 8 9 6 7 7 6 5 9 12
4 3 4 7 7 6 6 10 12 11 11 11 11 13 13 13 14 16 14 13
SG Nilai 48-15 55-22 59-29 49-31 34-25 39-28 34-31 34-36 29-31 32-36 33-40 33-34 26-31 24-40 27-32 39-46 27-47 26-53 24-44 24-45
61 58 56 53 48 47 41 37 35 34 34 32 30 30 28 28 27 23 21 18
Premier League No Tim 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20
M M S K
Leicester City 28 Tottenham Hotspur 28 Arsenal 28 Manchester City 27 Manchester United 28 West Ham United 28 Stoke City 28 Liverpool 27 Southamptonn 28 Chelsea 28 Everton 27 Watford 28 West Bromwich Albion 28 Crystal Palace 28 AFC Bournemouth 28 Swansea City 28 Sunderland 28 Norwich City 28 Newcastle United 27 Aston Villa 28
16 15 15 14 13 12 12 11 11 10 9 10 9 9 8 7 6 6 6 3
9 9 6 5 8 10 6 8 7 9 11 7 9 6 8 9 6 6 6 7
3 4 7 8 7 6 10 8 10 9 7 11 10 13 12 12 16 16 15 18
SG Nilai 51-31 49-22 44-28 48-31 37-26 42-31 30-33 41-36 35-28 42-38 49-36 29-29 29-36 31-37 32-44 27-37 34-53 31-53 27-50 22-51
57 54 51 47 47 46 42 41 40 39 38 37 36 33 32 30 24 24 24 16
Greysia Polii dan Nitya Krishinda Maheswari.
BPM/ist
German Open 2016
Greysia/Nitya Terus Melaju ke Semifinal Mulheim – Pasangan Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari terus melaju ke semifinal German Open 2016. Hal ini dipastikan setelah keduanya berhasil mengalahkan Gabriela Stoeva/Stefani Stoeva asal Bulgaria. Greysia/Nitya menang dalam 38 menit dengan skor 21-17 dan 21-10, sabtu (5/3) kemarin. “Kami belum tau permainan mereka sebelumnya, karena belum pernah bertemu. Kami hanya lihat di video tapi belum merasakan gimana ketemu mereka di lapangan. Memang tipikal orang Eropa kan cukup kuat dan solid. Makanya dari awal kami menekan mereka terus dan tidak membiarkan mereka berkembang,” kata Greysia usai bertanding. Langkah Greysia/Nitya menuju puncak turnamen memang semakin dekat. Menjajaki babak semifinal, Greysia/Nitya sudah ditunggu pasangan Thailand Puttita Supajirakul/Sapsiree Taerattanachai. Mereka sudah dua kali berhadapan dan selalu memenangkan pertandingan dua game langsung. Di China Open 2014, Greysia/Nitya menang 21-8 dan 21-18. Sementara di BCA Indonesia Open 2015, Greysia/Nitya menang 22-20 dan 21-17. Meski begitu, ganda putri terbaik Indonesia tersebut mengaku tetap waspada dan fokus untuk memenangkan pertandingan. “Kami harus lebih siap lagi aja. Walaupun kami sudah dua kali menang dari mereka, tapi ini kan babak semifinal. Pressure dan gimana kondisi di lapangan juga berpengaruh. Sebelumnya kami lawan mereka kan di babak awal terus. Jadi mereka pun pasti lebih fight dari kemarin-kemarin,” tambah Nitya. Greysia/Nitya menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang tersisa. Lima wakil lainnya yaitu Tommy Sugiarto dan Adi Pratama dari tunggal putra, Linda Wenifanetri dan Maria Febe Kusumastuti di tunggal putri, serta Rizko Asuro yang berpasangan dengan Florent Riancho, Perancis, di ganda putra, sudah kalah lebih awal.(r)
James Tampil Menawan Cavs Tumbangkan Wizards Cleveland -
Washington Wizards tak mampu mengadang keganasan Lebron James saat triple double-nya membawa Cleveland Cavaliers menang 108-83. Pada pertandingan yang dihelat di Quicken Loans Arena, Sabtu (5/3) kemarin, kedua tim bermain ketat di kuarter pertama dengan Cavs hanya unggul dua bola, 27-23. Namun Cavs tancap gas di kuarter kedua dengan menorehkan 32 poin, sementara Wizards hanya 19. Alhasil Cavs pun menutup paruh pertama gim ini dengan keunggulan 17 poin 59-42. Masuk di kuarter ketiga Cavs menambah selisih poin menjadi 21 di kuarter ketiga. Lebron yang tampil menggila di tiga kuarter awal disimpan sepanjang kuarter keempat. Meski demikian, Cavs sempat unggul hingga selisih 30 poin sebelum Wizard perlahan memperkecil ketertinggalan sebelum laga ditutup dengan kemenangan tuan rumah 108-83. Lebron tampil apik dengan torehan triple-double 19 poin,
13 rebound, dan 7 assist untuk tampil sebagai top performer. Dia ditopang Kyrie Irving yang bikin 21 poin. Cavs sendiri tampil tanpa center andalannya Kevin Love. Sementara di kubu Wizards ada John Wall yang bikin 17 poin, delapan rebound, dan tujuh assist. Kemenangan ke43 musim ini membawa Cavs kokoh di puncak klasemen Wilayah Timur dengan rekor 43-17. Sementara Wizards dengan 30-31 ada di urutan sembilan. Namun Wizards harus menelan pil pahit lainya. Wall pemain andalan mereka mengalami cedera pada laga tersebut.
Dia terkapar di lantai setelah dilanggar Matthew Dellavedova. “Terasa sedikit sakit. Saya pernah merasakan hal serupa saat pertama tampil di NBA. Saya akan segera memeriksakannya.” ujar Wall. Masih dari Wilayah Timur, Boston Celtis terus menjaga posisinya di papan atas klasemen dengan rekor kemenangan 38-25 usai menaklukkan New York Knicks 105-104. Isaiah Thomas tampil sebagai bintang kemenangan Celtics dengan 32 poin, tiga rebound, dan delapan assist. Bagi Celtics ini adalah kemenangan ke13 mereka di markasnya TD Garden. (kmb33/rtr)
Lebron James
BPM/rtr
Tes F1 Barcelona 2016
Vettel Tercepat, Rio Ukir Waktu Terbaiknya Barcelona – Pebalap Ferrari Sebastian Vettel jadi yang tercepat pada tes pramusim kedua hari terakhir di Barcelona. Sementara Rio Haryanto mengukir catatan terbaiknya. Dalam tes yang berlangsung di sirkuit Catalunya, Jumat (4/3) kemarin, Vettel mengukirkan waktu terbaik di satu menit 22,852 detik. Dia melahap total 142 putaran dan menjadi pebalap yang paling banyak melakukan putaran di sesi ini. Vettel juga menjadi satusatunya pebalap yang berhasil menembus catatan satu menit 22 detik. Dua pebalap di belakangnya yakni Carlos Sainz (Toro Rosso) mencatatkan satu menit 23,134 detik dan Felipe Massa (Williams) satu menit 23,644 detik. Sergio Perez (Force India) dan juara bertahan Lewis Hamilton (Mercedes) meleng-
kapi lima besar. Dengan demikian, di hari terakhir tes pramusim ini lima teratas ditempati para pebalap bermesin Ferrari (Vettel-Sainz) dan Mercedes (Massa-PerezHamilton). Pebalap Indonesia Rio Haryanto kembali turun ke trek setelah dua hari terakhir Manor menurunkan rekan setimnya, Pascal Wehrlein. Rio kurang beruntung saat masalah mekanis pada MRT05 membuatnya harus menghabiskan hampir seluruh sesi pagi di garasi. Setelah menjalani installation lap sebelum jeda, Rio akhirnya bisa melaju dengan lancar di sesi sore. Pebalap asal Surakarta itu kemudian tampil produktif dan terus mempertajam catatan waktunya, hingga mengukirkan satu menit 25,889 detik menggunakan ban ultra soft. Ini adalah catatan terbaik Rio sepanjang tes di Catalunya. (ant)
BPM/ap
LAJU - Pembalap Ferrari Sebastian Vettel melaju di hari keempat tes F1 di Barcelona Spanyol.
Hasil Tes Pramusim Barcelona Hari Keempat 1. Sebastian Vettel Germany Ferrari-Ferrari 2. Carlos Sainz Spain Toro Rosso-Ferrari 3. Felipe Massa Brazil Williams-Mercedes 4. Sergio Perez Mexico Force India-Mercedes 5. Lewis Hamilton Britain Mercedes-Mercedes 6. Daniel Ricciardo Australia Red Bull-TAG-Heuer 7. Jenson Button Great Britain McLaren-Honda 8. Jolyon Palmer Britain Renault-Renault 9. Marcus Ericsson Sweden Sauber-Ferrari 10. Romain Grosjean France Haas-Ferrari 11. Esteban Gutierrez Mexico Haas-Ferrari 12. Rio Haryanto Indonesia MRT-Mercedes 13. Nico Rosberg Germany Mercedes-Mercedes
142 laps 1m 22.852s 131 laps 1m 23.134s 129 laps 1m 23.644s 60 laps 1m 23.721s 69 laps 1m 24.133s 123 laps 1m 24.427s 121 laps 1m 24.714s 90 laps 1m 24.859s 132 laps 1m 25.031s 66 laps 1m 25.255s* 25 laps 1m 25.422s 58 laps 1m 25.899s 69 laps 1m 26.140s
BOLA MANIA
10
Minggu Kliwon, 6 Maret 2016
Juve Ingin Menang Lagi Turin – Juventus akan mempertegas dominasi mereka atas Atalanta jika kembali meraih kemenangan di Stadion Atleti Azzurri d’Italia malam nanti. Selain mempertahankan dominasi, kemenangan akan membawa Juve menjauhi pesaingnya di papan klasemen. Anak asuh Massimiliano Allegri memenangkan 16 dari 17 laga
terak h i r serie A. Hebatnya lagi, gawang Buffon sudah tak kebobolan dalam 8 laga terakhir serie A. Namun tertahan 0-0 dari Bologna di laga terakhir serie A, setelah menang 16 laga berurutan membuat The Old Lady hanya terpaut tiga angka dari sang runner up Napoli dengan poin 61. Dalam 7 pertemuan tera-
khir melawan Atalanta, Juve selalu berhasil meraup poin penuh. Bahkan terakhir kali bertandang ke Bergamo. Bianconeri berhasil membawa pulang 3 poin berkat kemenangan 3-0. Pada pertemuan kali ini, Juventus masih berpeluang besar untuk menjaga dominasi mereka. Dengan banyak pemain inti diistirahatkan di laga Coppa Italia tengah pekan lalu, maka pemain langganan starter bisa turun dengan kondisi lebih bugar. Paulo Dybala bakal kembali menjadi andalan di lini depan setelah absen kala Juve
kalah 0-3 dari Inter di Coppa Italia. Hanya saja Max Allegri masih tanpa Giorgio Chiellini yang masih menemani Martin Caceres di ruang perawatan cedera. “Kami tidak bermain baik dalam 2 laga terakhir. Gagal mecetak gol lawan Bologna dan hampir tidak lolos ke final Coppa. Saya tidak mau hal itu terulang lagi. Kami harus menang,” ujar Allegri, Sabtu (5/3) kemarin. Beralih ke tuan rumah, Edy Reja kemungkinan akan memakai formasi 3-5-2 dengan Mauricio Pinilla di lini depan. Pinilla tetap menjadi pilihan utama dibandingkan Marco Boriello, sekalipun ia sedang mengalami masalah betis. Tekanan besar ada pada Reja, di mana timnya tak bisa menang dalam 12 par-
tai terakhir serie A. Dalam 5 laga terakhir, Atalanta bermain seri 3 kali termasuk pekan lalu menahan Carpi 1-1. Meski sudah lama tak pernah menang, Diamanti cs sedikit bisa tersenyum di mana timnya terpaut 7 angka dari zona degradasi
dengan perolehan 30 poin di posisi 13. Mencari kemenangan perdana tahun ini justru Atalanta pekan ini dihadapkan laga berat menghadapi raksasa Juventus. Tentunya tugas berat bagi mereka namun bukan hal yang mustahil. (kmb33/rtr)
Head to head 25/10/15 Juventus 21/02/15 Juventus 28/09/14 Atalanta 06/05/14 Juventus 22/12/13 Atalanta
2 - 0 Atalanta (Serie A) 2 - 1 Atalanta (Serie A) 0 - 3 Juventus (Serie A) 1 - 0 Atalanta (Serie A) 1 - 4 Juventus (Serie A)
Lima laga terakhir Atalanta 04/02/16 Hellas Verona 08/02/16 Atalanta 14/02/16 Sampdoria 21/02/16 Atalanta 28/02/16 Carpi
2 - 1 Atalanta (Serie A) 0 - 0 Empoli (Serie A) 0 - 0 Atalanta (Serie A) 2 - 3 Fiorentina (Serie A) 1 - 1 Atalanta (Serie A)
Lima laga terakhir Juventus 14/02/16 Juventus 1 - 0 Napoli (Serie A) 20/02/16 Bologna 0 - 0 Juventus (Serie A) 24/02/16 Juventus 2 - 2 Bayern Munchen (Liga Champions) 29/02/16 Juventus 2 - 0 Inter Milan (Serie A) 03/03/16 Inter Milan 3 - 0* Juventus (Coppa Italia)
Van Gaal Icar Juara Europa League Salah Menangkan Roma
BPM/rtr
TAJAM - Ketajaman Paolo Dybala akan kembali diandalkan Juventus saat melawan Atalanta malam nanti.
Manuel Neuer
City Tertarik Neuer
Manchester – Pep Guardiola dilarang oleh Bayern Munich untuk membawa satu pemain pun ke Manchester City. Akan tetapi, pelatih berkebangsaan Spanyol tersebut akan berusaha sekuat mungkin untuk bisa setidaknya mencuri satu permata Die Roten untuk The Citizens. City rela mengeluarkan banyak dana untuk memenuhi hasrat belanja pemain Guardiola saat musim panas. Target Manchester Biru di bawah asuhan Guardiola sudah jelas yakni juara Premier League dan Liga Champions. Karena itu, Guardiola akan melakukan revolusi besar-besaran terhadap skuad City. Beberapa pemain yang diklaim akan didepak adalah Yaya Toure, Aleksander Kolarov dan Pablo Zabaleta. Sebagaimana dikabarkan The Mirror, Sabtu (5/3) kemarin, City ingin memiliki penjaga gawang yang lebih berkualitas lagi ketimbang Joe Hart. City berharap Guardiola bisa menggoda Manuel Neuer agar mau merapat ke Etihad Stadium dengan iming-iming gaji selangit. Akan tetapi, tetap saja meyakinkan Bayern untuk mau melepas Neuer adalah tugas yang sangat sulit untuk City. Mantan bintang Schalke 04 tersebut merupakan bagian yang penting untuk FC Hollywood. (ant/afp)
BPM/ap
Manchester – Manchester United berhasil meraih empat kemenangan beruntun di semua ajang yang mereka jalani. Keadaan tersebut membuat Wayne Rooney dan kawan-kawan semakin optimis untuk menyelesaikan target mereka musim ini, yaitu menyelesaikan Premier League musim ini dengan menduduki posisi empat. Pelatih United Louis van Gaal mengaku timnya memang sedang di atas angin. Tetapi ia tidak berhenti untuk meminta para pemain tetap percaya diri dan memotivasi diri agar bisa mencapai target mereka musim ini. “Tentu saja ketika Anda melihat jarak kami cukup dekat. Saya selalu berbicara kepada para pemain saya mengenai rasa percaya untuk meraihnya,” ujar pelatih asal Belanda tersebut, Sabtu (5/3) kemarin. “Saya percaya pada kemampuan mereka, tetapi para pemain juga harus percaya bahwa mereka bisa melalui semua itu,” tambah mantan pelatih Bayern Munich dan Barcelona tersebut . Pada kesempatan yang sama Van Gaal juga mengungkapkan bahwa timnya masih mengincar dua gelar musim ini. Dua gelar yang dimaksud oleh Van Gaal adalah gelar Europa League dan gelar FA Cup. Van Gaal juga mengaku senang bila United bisa meraih gelar Europa League, karena itu akan menjadi gelar pertama dalam sejarah United. “Sebuah titel selalu bernilai lebih dari pada finis posisi keempat. Tapi Liga Champions adalah target kami, jadi itulah mengapa Liga Europa sangat penting atau posisi empat di klasemen,” tambahnya.
Roma – AS Roma mencatatkan 7 kemenangan beruntun di Serie A usai mengalahkan Fiorentina. Mohamed Salah dan Stephan El Shaarawy jadi dua nama yang punya andil besar. Roma memetik kemenangan telak 4-1 saat menjamu Fiorentina di Olimpico, Sabtu (5/3) kemarin. Dua gol Salah dan masing-masing satu gol lain dari El Shaarawy dan Diego Perotti cuma mampu dibalas Fiorentina lewat eksekusi penalti Josip Ilicic. Ini jadi kemenangan ketujuh secara beruntun di liga untuk Roma. Mereka tampil impresif dengan mencetak 22 gol dan hanya kemasukan lima kali dalam periode itu. Laju mengesankan ini tak terlepas dari performa apik Salah dan El Shaarawy di lini depan. Tampil sebagai penyerang sayap di formasi tiga penyerang Luciano Spalletti, keduanya tampil amat produk-
Louis van Gaal Van Gaal pun mengatakan bahwa pemain muda berbakatnya Marcus Rashford menjadi salah satu pemain penting pada performa bagus Setan Merah di beberapa laga terakhir. Van Gaal mengakui bahwa Rashford adalah pemuda berbakat yang membangkitkan semangatnya. “Rashford ingin menunjukan pada dunia, pada pelatih, pada siapa pun, bahwa dirinya adalah yang terbaik,” ungkap Van Gaal. “Dan niatnya itu membawa kepercayaan diri
tif sejauh ini. Salah dalam tujuh pertandingan terakhir telah mencetak enam gol dan empat assist. Sementara El Shaarawy yang tampil di enam dari tujuh laga tersebut mencatatkan lima gol dan dua assist. Kontribusi keduanya jelas penting dalam upaya Roma untuk finis tiga besar. Bahkan dengan musim masih menyisakan 10 pekan lagi, Giallorossi bisa berharap lebih untuk mengejar Juventus dan Napoli di dua teratas. Roma saat ini ada di peringkat tiga dengan nilai 56 dari 28 pekan. Kemenangan atas Fiorentina membuka jarak dengan rivalnya tersebut di posisi empat menjadi tiga poin. I Lupi saat ini tertinggal lima poin dari Juve di peringkat satu dan dua angka dari Napoli di urutan dua. Meski demikian Juve dan Napoli masih menyimpan satu laga ekstra untuk dimainkan. (kmb33/ap)
BPM/rtr
bagi tim. Inilah alasan mengapa saya tidak belanja pemain di jendela transfer Januari 2016. Saya sudah mengatakannya lebih dari dua bulan yang lalu, tapi kalian tidak mempercayai saya,” katanya lagi. Pelatih asal Belanda tersebut juga menambahkan, bahwa peraturan di Manchester United memang mengharuskan untuk memberi kesempatan pada pemain muda. Kiprah pemain muda besutan van Gaal akan dinatikan hingga akhir musim ini. (kmb33/rtr)
BPM/rtr
Mohamed Salah
KAVLING SIAP BANGUN Lokasi : Jl. Padang Griya. Pd Sambian Jl Piranha-Gurita, Sesetan Jl. Tukad Balian Uma Renon Jl. Pulau Demak, Malboro Rumah siap huni 3 kamar tidur, tipe 55/117m2 Jl Padang Griya. Pd Sambian
0361 245460 081 999 914201 HUBUNGI 081 139 8086 081 239 658925
C.0000781-bgn
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES) BALI KEPMENDIKNAS NO . : 58/D/O/2005
TERAKREDITASI B 1. Program S1 Keperawatan, Terakreditasi B 2. Program D III Keperawatan, Terakreditasi B 3. Program D III Kebidanan, Terakreditasi B
MENERIMA MAHASISWA BARU TAHUN AKADEMIK 2016/ 2017 JALUR PMDK
1. Jadwal Pendaftaran a. Tanggal : 11 Januari 2016 s/d 18 April 2016 Pkl. 08.30 12.30 WITA b. Tempat : Kampus II STIKES Bali (Jln. Tukad Balian No.180 Renon Denpasar) c. Telp. (0361) 895 6208 d. Website : www.stikes-bali.ac.id/sipenmaru 2. Persyaratan Pendaftaran a. Untuk Program Sarjana (S1) Keperawatan Lulusan SMA Jurusan IPA Lulusan SMK Jurusan Kesehatan b. Program D III Keperawatan & D III Kebidanan Lulusan SMA Jurusan IPA & IPS Lulusan SMK Jurusan Kesehatan c. Khusus untuk D III Kebidanan hanya menerima perempuan 3. Kelengkapan Administrasi Pendaftaran a. Fotocopy raport Semester I s.d V yang telah dilegalisir sebanyak 2 rangkap b. Surat rekomendasi dari Kepala Sekolah masing-masing c. Membawa raport asli d. Pas foto 3 x 4 = 4 lembar (berwarna/ hitam putih) e. Usia maksimal 26 tahun f. Tinggi badan sekurang-kurangnya 1) Pria = 155 cm 2) Wanita = 150 cm 4. Biaya Pendaftaran a. Program S1 Keperawatan : Rp. 300.000 b. Program Diploma : Rp. 250.000 c. Pilihan 2 Program Studi : Rp. 500.000
5. Fasilitas dan Keunggulan a. Merupakan STIKES pertama di Bali b. Gedung milik sendiri c. Laboratorium Keperawatan dan Kebidanan d. Laboratorium Khusus e. Laboratorium Biomedik f. Laboratorium Komputer dan Lab Bahasa g. Internet Hotspot 24 Jam h. Perpustakaan Digital I. Asrama (wajib bagi mahasiswa putri D III Keperawatan) j. Parkir luas, photocopy center & kantin k. Telah melakukan kerjasama internasional Student Exchange dengan Mahidol University, BCNNV Thailand dan Cheng Kung University Taiwan l. Memiliki dosen tetap Yayasan dan Kopertis dengan pendidikan S2 dan S3 lulusan dalam dan luar negeri (Australia dan Thailand) m. Telah melakukan kerjasama dengan Yayasan Jepang Bina Mandiri Asean untuk penyaluran lulusan Stikes Bali bekerja di Jepang n. Lulusan Stikes Bali dipersiapkan untuk bekerja di luar negeri Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Bali Ketua, Ttd Drs. I Ketut Widia, BN.Stud.,MM NIP. 195109041979031001
C.00002332-PEND
Minggu Kliwon, 6 Maret 2016
GELANGGANG
11
BPM/dok
LOLOS PON - Dua pejudo Bali yang lolos PON Jabar yakni Kedek Anny Pandini (kiri) bersama Putu Prapti Virgynia.
Bali Turunkan 16 Pejudo ke PON Denpasar (Bali Post)Pengprov PJSI Bali siap menerjunkan 16 judoka putra dan putri terbaiknya ke ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX di Jawa Barat (Jabar), September 2016 mendatang. “Mereka yang dikirim ini merupakan atlet terbaik setelah berhasil lolos dalam pra-PON sebelumnya,” ujar Pelatih Judo Bali Made Antika Kowara di Denpasar, Sabtu (5/3) kemarin. Ia memaparkan, dari 16 atlet terbagi atas tujuh atlet putra dan sembilan atlet putri yang diharapkan dapat mendulang banyak emas dalam ajang nanti. Antika Kowara menjelaskan, tujuh judoka Bali yang lolos dalam ajang itu yakni Putu Wiradamungga Adesta yang turun di kelas 81 kg, Ganding Kalbu Soetama (100 kg), Kadek Rakyanda Adyatama (90 kg), Pasek (81 kg), Komang Adiartha (73 kg), Putu Sukarya Yasa (60 kg) dan Adi Wirawan (73 kg). Sedangkan sembilan judoka putri Bali yang lolos yakni Sinta Mulyana turun dikelas 52 kg, Putu Prapti Virgynia (57 kg), Kadek Annyi Pandini (57 kg), Ayu Intan (63 kg), Yuditia (63 kg), Amano Komachi (70 kg), Ayu Handayani (70 kg), Utari Ivani Ardianti (78 kg), Ulan Permatasari (+78 kg). Dari semua atlet yang lolos itu, ada tujuh atlet putra dan putri ikut anggota pelatnas, yakni di kategori putra Komang Ardiarta, Rakiyanda, Adi Wirawan dan Ganding. Kemudian kategori putri yakni Ani Pandini, Virgynia, dan Utari Wulan Permatasari. Wakil Ketua Umum PJSI Bali I Nengah Sudiartha membenarkan dari 16 judoka Bali yang lolos dalam ajang PON Jawa Barat itu ada tujuh atlet yang ikut Pelatnas dan diharapkan mampu mendulang minimal dua emas. “Kami juga berencana judoka Bali yang masuk pelatnas akan berkesempatan mengikuti latihan ke Korea Selatan beberapa bulan ke depan setelah berlangsungnya Kejuaran Judo Bali Open pada 25-27 Maret 2016,” ujarnya. Selanjutnya atlet Pelatnas yang dikirim ke Korea Selatan merupakan program kerja PB PJSI. “Kami juga akan mengirim kurang lebih enam judoka Bali yang lolos PON untuk berlatih ke Jepang selama sebulan saja untuk mendalami teknik bantingan,” ungkap dia. (ant)
BPM/wan
JATUH BANGUN - Kiper Putra Pemenang Agus, harus jatuh bangun menyelamatkan gawangnya dari gempuran pemain Putra Kesiman. Gawang Agus kebobolan tiga gol dalam babak delapan besar, turnamen Sanur Open II/2016 di Lapangan Letda Made Pica, Sanur, Sabtu (5/3) kemarin.
Putra Kesiman Singkirkan Pemenang
Denpasar (Bali Post)-
Kesebelasan Putra Kesiman berhasil menekuk lawannya Putra Pemenang, Kelan, Badung, dengan skor 3-0 (1-0) dalam babak delapan besar turnamen Sanur Open II/2016 di Lapangan Letda Made Pica, Sanur, Sabtu (5/3) kemarin. Atas hasil ini Putra Kesiman melenggang ke babak semifinal, sedangkan Putra Pemenang harus tersingkir. Gol pembuka kemenangan Putra Kesiman hasil bidikan Laureksand di menit ke-42. Laureksand yang menerima umpan meneruskan menggiring bola kemudian mencocorkan bola ke gawang dan gagal diselamatkan kiper Putra Pemenang Agus. Laureksand sendiri baru masuk ke lapangan menggantikan Okik Widastra di menit ke-
35. Hingga turun minum Putra Kesiman unggul 1-0. Di paruh kedua Putra Pemenangan mampu menambah dua butir gol lagi yang dipersembahkan Kadek Sutrisna di menit ke-59. Kadek Sutrisna yang lepas dari jebakan off-side melesat sendirian, kemudian menyepakkan bola ke gawang hingga menggetarkan jala
Klub Senam Surya Teria Sabet 15 Emas Denpasar (Bali Post)Klub senam Surya Teria SDN 8 Dauh Puri keluar sebagai juara dalam Kejuaraan Senan Artistik Antarklub Piala Wali Kota VII/2016, di aula SMPN 4 Denpasar akhir Februari lalu. Pesenam Surya Teria yang mendulang emas seperti KU-III (10-12 tahun) Gusti Bagus Arjun Pratam Yoga di nomor alat lantai dan serba bisa, kemudian Gusti Bagus Aditya Wijaksana di nomor meja lompat. Untuk KU-IV, pesenam yang menyabet 3 emas yakni Ni Nyoman Reghita Krisanthi di alat lantai, meja lompat, dan serba bisa. Sementara pesenam SDN 24 yang merebut emas adalah Muhammad Yogi Ardiansyah (KU-I di bawah 8 tahun) pada alat lantai dan serba bisa. Komang Alit Triangga Sudana (KU-III 8-10 tahun) meraih 3 emas pada alat lanta, meja lompat, dan serba bisa. Pesenam SMAN 3 (Trisma) yang meraih emas yakni Kadek Winda Pardana Putri (KUV di ats 14 tahun) pada alat lantai, meja lompat, dan serba bisa. Tiga emas yang dipersembahkan pesenam SMPN 3 yakni Made Aditya Prayoga (KU-V di atas 14 tahun) pada alat lantai, meja lompat, dan serba bisa. Sedangkan pesenam SMPN 4 yang merebut dua emas yakni AA Gede Jagadhita Pemayun pada alat lantai dan serba bisa. (022) Perolehan Medali Akhir 1. Surya Teria SDN 8 Dauh Puri 2. SDN 24 Pemecutan 3. SMAN 3 4. SMPN 3 5. SMPN 4
Komang Mahendra Wistawan
BPM/dok
Pemain PON Bisa Turun di Liga Futsal Bali Denpasar (Bali Post)Para pemain futsal PON Bali yang akan berlaga pada PON ke-19 di Jabar September mendatang diizinkan turun membela klub pada Liga Futsal Bali 2016, Juli mendatang. Demikian putusan hasil rapat manajer Liga Futsal Bali 2016. Tercatat 12 tim yang menyemarakkan Liga Futsal Bali 2016, yakni Alas Kusuma FC, Barong FC, Ciung Wanara Tabanan, D Lounge FC, Densus 67, Didi Art Shop, Fantasy Futsal Indonesia, Fosiba FC, Freedom FC, Gianyar FC, Inter Meazza FC, dan Isomer Batur FC. Kehadiran 11 perwakilan klub dari 15 klub yang diundang, sehingga dinyatakan kuorum untuk pengambilan keputusan. Perwakilan Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) Bali yang hadir adalah Komang Mahendra Wistawan (ketua), I Putu Sugi Darmawan (exco), Ismoyo Soemarlan (exco), Nasser F Attamimy (sekretaris). Dengan tujuan pembinaan pemain, maka ditetapkan bahwa dari 20 pemain yang didaftarkan wajib dimainkan 1 pemain usia 21 tahun dan 1 pemain usia 23 tahun, yang mana penggantinya adalah pemain di usia yang sama. Proses perpindahan pemain dari klub lama ke klub baru (seri I-2015) akan diatur dengan formulir perpindahan pemain yang akan diberikan kemudian. (kmb)
15 5 3 3 2
12 3 0 0 1
8 5 0 0 0
ISSI Perlu Bantuan Sepeda untuk PON Denpasar (Bali Post)Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI) Bali meloloskan sebanyak 11 atlet ke PON XIX Bandung, Jawa Barat, September mendatang. Meski mampu meloloskan atlet, bukan membuat tenang dan berpuas diri. Justru mereka khawatir karena terkendala atlet yang di pakai pada hajatan multi event empat tahunan itu. “Kami memang tidak menargetkan berapa emas di PON. Kami hanya ingin meraih hasil maskimal. Karena kami menyadari keterbatasan peralatan yang akan dipergunakan di PON nanti,” ungkap Ketua Pengprov ISSI Bali Wayan Mariana Wandhira. Wandhira mengatakan, terkait keterbatasan alat tersebut pihaknya sudah mengajukan bantuan kepada pemerintah Provinsi Bali supaya bisa membantu sepeda di PON. Karena untuk mencapai prestasi tidak cukup dengan prestasi atlet saja, melainkan juga harus didukung peralatan yang disesuiakan dengan kebutuhan jika ingin bersaing dengan daerah lain. “Saat ini masih berebut satu sepeda bisa digunakan dua orang. Mengingat sekarang ini belum bisa satu sepeda untuk satu orang. Karena kalau satu alat dipakai satu atlet, maka atlet tersebut akan menyatu dengan sepeda yang dipakai. Jika satu alat dipakai banyak orang, pasti auranya akan beda,” paparnya. Pria yang juga sebagai wakil II DPRD Denpasar itu mengutarakan, jika satu sepeda harganya cukup mahal minimal Rp 80 juta. “Sepanjang pemerintah mau mengurus olahraga, pasti akan mau membantu. Apalagi ajang yang akan diikuti atas nama Bali. Semestinya pemerintah mau membantu cabor dari sarana maupun prasana,” harapnya. Disinggung try out yang bakal dilakukan, lanjutnya, pihaknya bakal mencari tempat yang menyesuaikan untuk para atlet. “Kemungkinan besar kami bakal try out ke Jabar,” tutur Wandhira (kmb41)
Agus. Pemain Putra Kesiman Fredy kembali memperbesar kemenangan timnya menjadi 3-0. Dia berdiri bebas di depan gawang melesakkan tembakan dengan kaki kiri dan bola membentur tiang kiri kiper Agus, kemudian bola bergulir ke dalam gawang. Usai unggul 3-0 Putra
Pemenang memperoleh seabrek peluang emas. Akan tetapi, hingga wasit Eka meniup peluit panjang skor akhir Putra Kesiman unggul 3-0. Pelatih Putra Kesiman Made Ngongoh mensyukuri kemenangan ini, hingga timnya melaju ke babak empat besar. “Semestinya kami bisa menang besar. Untuk itu kami akan menyiapkan tim lebih matang lagi dalam melakoni babak semifinal,” tutur Ngongoh. Di sisi lain, pelatih Putra Pemenang asal Brazil Nando tak mempermasalahkan
meskipun timnya terhenti di babak delapan besar. “Anak-anak sudah berjuang maksimal dan hasil akhir melaju sampai ke delapan besar,” ucapnya. Nando menilai ajang turnamen Sanur Open ini dipakai menambah jam terbang dan mencari pengalaman pemain muda. “Namun kami yakin ke depan pemain muda kami pasti lebih matang lagi,” terang dia. (022) Jadwal Jumta (11/3) Kundalini vs POPP Pegok
Cabor Diminta Perhatikan Batas Akhir Pendaftaran Atlet
Denpasar (Bali Post)Wakil Ketua II KONI Bali Maryoto Subekti meminta kepada seluruh cabang olahraga (cabor) yang meloloskan atlet ke PON XIX Bandung, Jawa Barat, September mendatang supaya memperhatikan batas terakhir pendaftaran atletnya yang mengantongi tiket ke PON. Pasalnya, jika ingin mendaftarkan atlet ke PON melalui entry by name, maka seluruh atlet harus melengkapi dan melampirkan semua persyaratan pendaftaran atletnya sesuai ketentuan dari PB PON. “Memang sudah ada beberapa cabor telah melakukan pendaftaran entry
by name atletnya ke PB PON melalui online. Cabor tersebut antara lain catur, panahan, dan taekwondo. Dan kami berharap seluruh pengprov cabor memperhatikan batas akhir pendaftaran atlet melalu entry by name tersebut dan wajib melampirkan persyaratan foto copy KTP, kartu keluarga, ijazah terakhir dan foto copy akte kelahiran,” ungkapnya di Denpasar, Sabtu (5/3) kemarin. Sementara di bagian lain, pelatih tinju PON Bali I Gusti Made Adi Swandana mengakui jika sampai saat ini pihaknya masih belum bisa mendaftarkan asuhannya secara entry by name lantaran
masih terkendala teknis. Sebab dari enam petinju yang lolos PON, sebagian besar belum mempunyai akte kelahiran. “Memang kami belum bisa mendaftarkan petinjupetinju secara entry by name mengingat mereka harus membuat akte kelahiran sebagai salah satu persyaratan penting untuk pendaftaran atlet secara entry by name lewat online. Mudah-mudahan setelah Kornelis Kwangu Langu selesai mengikuti Prakualifikasi Olimpiade di Tiongkok April nanti, semua persyaratan yang kurang seperti akte kelahiran itu sudah bisa dipenuhi,” ujar IGM Adi Swandana di Denpasar, Sabtu (5/3) kemarin. (kmb41)
12
Minggu Kliwon, 6 Maret 2016
Sastra
Redité Kliwon, 6 Maret 2016
I Kaki Dengkil
Masebeng Kuncu
SURYAK anaké mabalih balih-balihan ring Ardha Chandra, suarané ngebekin langit wenginé puniki. Balih-balihané kawawanin antuk igelan panyembrama. Kenyam-kenyem kasemaran I Kaki Dengkil mabalih bajang-bajangé ngigel makenyem manis, sledétné sakadi panah smara Sang Drupadi ngawinang lulut Sang Arjuna. Kelak-kelik raris malodlod paningalané binar nyureng bajang-bajangé ngigel. Ngaksinin pawakan bajang-bajangé langsing lanjar, kulitné nyandat gading, alisnyané nyurarit madon intaran, paningalané buleh ning, cunguhné lanying, ngangobin ati. Niki malih asiki sané mabuat inggih punika selagan nyonyoné nyangkih sakadi nyuh gading. Punika sujatiné sané curenga kantos malodlod paningalané. Wantah panggihina antuk I Nini Dengkil Ipun masolah sakadi punika, sinah jagi kabatbat lantang mlémad makudang-kudang raina. “Suba tua cakluk kakéné, nu masé buangé di malu, tusing nawang lek. Lakar nyidaang? Suba tékol kakéto nu masé makita? Nyandang tusing marasa tekén déwék. Jani apang tawang Kaki, uling mara magélanan bene suba nyakitin déwéké. Tusing Cai dogén makejang kakéto. Bapané, méméné, nyamané, pisagané, makejang demen pesan nepukin awak Icangé sebet, kanti jani. Ba tawang? Awaké suba mabungkulan nyerahang padéwékan, lauta jani Kaki kakéné! Ngelah keneh jelé! Suba tawang lakar tusing nyidaang ngudiang. Kuala kenehé ento! Pamuputné di malu melah, di duri Kaki ngalinyokin Icang! Yén tusing ké inget piteket reraman Icangé imaluan, méh suba pejah awaké! Lamun kéto depinang suba Icang apang pejah!” Lantang mlémad I Nini Dengkil ngupetupet wantah panggihina I Kaki Dengkil masolah asapunika sakadi mangkin duk mabalih ilén-ilén ring Kuthanagara. Tutur I Nini Dengkilé nénten kadi punika kamanten. Nanging kawewehin antuk ngwedarang tutur reramanné rihin sadurung makurenan sareng I Kaki Dengkil. Kocap tuturné sakadi puniki: “Cening, waluya déwék Ceningé maparagaan luh, eda ima ngalih kaluwihan. Apang jati mawak luh luih, tusing luh luah, luh luhu. Irgamayang apang cara Ida Bhatara Saraswati, liu madrué kapradnyan. Eda pesan ngekoh ngrasaang déwék nista baané mawak luh, ento suba titah Ida Sang Hyang Widi. Sujatiné anaké luh, madéwék alus tur memes, énggal ngalap kasor, tuara cara anak muani, jeg brekapakan, ngatu-atu baan déwékné marasa pradnyan, kereng tur siteng, ajum baan kawanian, gemes sahasa tekén anak luh ané tawanga tuara mampuh. Palajahang déwéké, eda nuutang pituduh kenehé sigug. Déning sing ada muruh aéngan tekén gedeg ané neket di awaké. Ragadi musuh nira, maparo ri awak tonganya, kéto munyin sastrané. Tuah gedegé musuh ané paling saktina, kereng pesan nyelepin keneh manusa, tur yén suba celepina, melah pesan asané gedeg, demen mamunyi sigug, lega yén maan nyakitin ané gedegang. Ento buatang pesan ngilangang, pepesang mligbagang, tunasang tekén anaké wikanwikan, wiréh ento lakar ngantinin awaké saenuné urip. Liunang ngalih kanti. Sawiréh kantiné ento nyidaang nulungin ri kalaning déwéké kalara-lara kabanda antuk gedegé. Sawiréh nu kaliput baan kakéwehan maka ukud, apa buin nu belog, kantiné prasida lakar nulungin. Sawiréh kéto, da pesan tuara makanti.” Asapunika bulak-balik tuturné I Nini wantah I Kaki Dengkil sengguhanga jagi ngalinyokin déwékné. Asapunika I Kaki Dengkil, ngraina miragi upetan I Nini Dengkilé wantah masolah sakadi mangkin, duk mabalih balih-balihan ring Kuthanegara. Sambilanga kadésam-kadésem kenyem wantah éling, sapisan-pisan Ipun mamanah nungi-nungi. Nénten ké wantah asapunika I Nini Dengkil kenjekan kabanda antuk gedeg? Tungkulan éling ring upetan tur tutur somahné, sagétan sampun usan balih-balihané. Kocap balihbalihané puniki kawéntenang angéna nuingetin paembasan Kuthanegarané. Sesampuné usan, Sang Angawarat Kuthanegarané grenyengina antuk makudang-kudang jatma. Wénten sané mapotrék, wénten sané nyugra-nyugra, tur wénten sané masebeng kuncu. Sané masebeng kuncu punika, mapi tuara mampuh buka gajahé nédéng, nguntul nyejehin. Ipun sané masebeng kuncu punika masoroh-sorohan. Wénten danéswara sané nunas mangda gelis munggah pangkat. Wénten kliang désa, kliang banjar, kliang subak, tur kliang-kliangé tiosan nunas wantuan punika-puniki. Wénten sekaa puniki, sekaa punika naler nunas mangda kapica wantuan. Panggihina, Sang Angawaraté anggut-anggut, makasami anggutina, makasami kakenyemin. Sané anggutina, sané kenyemina bungah manahné marasa jagi kadagingin pangaptiné. Nénten pocol masebeng kuncu. I Kaki Dengkil, naler sareng nganampekin Sang Angawarté. Naler ipun sareng-sareng masebeng kuncu. Santukan ring dija kapo naan panggihina antuk Ida Sang Angawarat, Ipun raris kaulapin. “Mai-mai Kaki, makelo tusing tepuk. Kénkén tumbén masebeng kuncu? Man apa lakar idih Kaki? Asané tusing ada? Makejang suba gelahang Kaki!” Asapunika baos Sang Angawaraté, raris kacawis antuk I Kaki Dengkil: “Ratu Duwagung Aji Murbéng Jagat, picayang baos, mangda usan titiang upeta antuk I Nini Dengkil santukan ngetél poos titiangé manggihin selagan nyonyo nyangkih preginané!” Ingkel-ingkel Sang Angawaraté: “Da ngidih-idih cara anaké lénan, sawiréh payu ulian ngidih-idih ento patuh tekén ngilangang tabah sumangkané aji madu, tan urung lakar mabalik dadi wisya, racun.” Asapunika baos Sang Angawaraté sumari magésonan ninggalin kalangan. “Tumben beneh Sang Angawarté, apa nyaruang baan demitné?” I Kaki Dengkil mamarna padéwékan. (Jelantik)
Mulat Sarira Djelantik Santha DAWEG tiang kari matugas ring dura Bali, yan katuju rainan Nyepi rasanné sakadi ngipi, ngamargiang Catur Brata Panyepian. Nyantep heningé metu saking ati suci nirmala. Yén raina ring jaban anaké lunga pasliwer ring marginé makta mobil, montor, sami uyut. Kapal terbang pageroéng, mesin pabrik makupuk. Iraga sakulawarga ngempi ring jeroan. Satmaka kadi suung ngamargiang Catur Brata Panyepian. Tan perlu wénten pecalang sané nglanglang, tan perlu suaran kulkul maka cihna ngawitin Nyepi, saking semeng galang kangin ngantos nuruput bénjangné. Masan anaké répot ngulati karya nyujuh arta brana ngulurin indria, iraga asuci laksana, ngeretin indria ngulati sunia madasar Tri Kaya Parisudha, yadiastun nénten mapuasa utawi mamona. Kanggéang semengan muspa nguncarang puja Tri Sandya tan pangung (suara) lan nglantur masamadhi, méditasi
sasidan-sidan nyunia sarira ngicalang momo angkarané. Amati geni utaminipun geni sané wénten ring angga sarirané marupa hawa nafsu, amati karya ngruruh arta brana, amati lelungan lan amati lelanguan sané ngawinang ngumbar indria ngobetin wang lén. Araina mabrata ngicén galah watek buron, gumatatgumitit lan sarwa tumuwuh lian namtamin kebébasanipuné. Alit-alité mamaca buku carita, komik, utawi ngebér album lawas ngantos mangkin satmaka sampun ngamargiang brata lan mulat sarira. Nénten perlu nonton TV napi malih main game utawi muter musik, main kartu rémi, domino, miwah cekian. Sami ngeretin manah. Ajeng-ajengan sakasidan sané sampun cumawis kasediayang saking ménjangang Nyepi. Sami marasa sadrasa ngeretin sadripu. Mangkin sampun pénsiun, mawali enteg ring Gumi Bali pinaka tanah palekadan lan pusat seni budaya sané ma-
13
dasar agama Hindu, kasumbung pinaka Pulo Seribu Pura dados kekidungan para toris manca negara. Nyepi ring Bali tan bina kadi anaké matapa ring alasé sané madurgama. Akéh bruang, macan, lelipi, serigala, lubak, kancil, paksi, lelipan, teledu, ngantos legu lan lintah pangisep rah ngrereh tetedan saha nyebar panyakit iriki. Yadiastun akéh taler para gandarwa lan dedari tedun makta amerta ngulati kawibuhan sarwa mula namtamin kaasrian alas Baliné pinaka pulo taman. Suaran dedaunan katempuh angin, suaran subak ngricik ngecokin sawah, miwah sréokan ombaké nyujuh pasisi sami ngulangunin. Pemerintah ngicén kebébasan Nyepi ring Bali pinaka adat lan budaya sané unik ring jagaté. Nanging éling ring keamanan Bali, krama Baliné tetep sayaga ngempu raga antuk pecalang. Sira uning para kramané saking dura Bali sané gumanti rauh ngrereh rezeki manggihin krama Baliné lénga antuk nyantep méditasi mulat sarira dados ampah ring padruéan, midep numbuhang manah lan winaya corahipuné nguugang katreptian Nyepiné ring Bali. Napi malih daweg Nyepi Isaka warsa 1934 puniki sesampuné wénten téroris sané katangkep lan kapademang ring Bali ngawinang Polisi wiadin TNI sayan waspada sayaga ngamanang Bali. Gumanti para pecalang madué tanggung jawab ngamanang pamargin Nyepiné ring désa pakraman. Kawéntenan ogoh-ogoh pinaka kréasi anyar ri kala Ngrupuk nyomyang Bhuta Kala mabuat pisan kasusupan kala ngawinang biyuta pantaraning kramané. Tingkah polah para yowanané, para géng motor kebut-kebutan mimbuh mamunyah wiakti patut polih uratian saking sang Catur Guru lan petugas keamanan. Akéh krama Baliné durung nyantep tatas ngamargiang Catur Brata Panyepian. Malah wénten masolah mituutin jadma corah dados rampok, copét, maling pretima, dados bandar narkoba, pejabat dados bandar togél, lan korupsi. Napi ké ring Nyepi punika yukti nyidaang mulat sarira lan kapok? Saking semeng duk raina Nyepiné wiakti sepi sipeng. Tan wénten suaran mobil, montor, lan kapal terbang. Napi malih suaran pabrik lan anak makarya. Suaran asu taler sepi. Jagat Baliné kanten sepi kadi mati. Amung wénten pecalang lan polisi siki kalih ring bucun margi sayaga ngamanang Bali. Titiang marasa kadi tawah. Nyepi ring umah padidi, ring désa lan gumi pa-
tekén tiang, sing cemburu Beli mulih?” “Somah Beliné anak lascarya nerima kahanan Beliné apa adané. Sing ada rahasia di awak Beliné kayang jani. Prinsipné ento masa lalu, jani patemuné pinaka terminal terakhir.” “Ooh pantesan ajak tiang ngobrol dibi di pura raganné getar sumringah, cara anak sampun kenal melah ajak tiang. Malah tiang ané jengah kabilbil ajakina singgah mulih.” “Mula saja raganné nawang ulian caritan Beliné nuturang mantan gélan Beliné ilu-ilu. Luh San sing perlu makebangan, somah Beliné tusing lakar cemburu. Kénkén, jani kaukin Beli ajak ngobrol. Mungpung Nyepi dadi masih anggén sarana mulat sarira. Ané jelék kutang, kenangan ané manis eda engsapanga apang idup iragané setata liang,” baos tiangé ngulgul. “Ooh tobat… tobat, papineh Beliné ané buka kéné sing sida baan tiang ngengsapang. Bolak-balik tiang méditasi sing nyidayang ening, mulat sarira setata marasa pelih tekén Beli.” “Nah Luh San, jani iraga suba pada tua, ané ilu depang masa lalu. Iraga mula tuara majodoh, nanging tresnané manyama eda engsapanga. Cirin anak pinter paplajahan muah pangalamané ané suba liwat sinah tusing bisa engsap. Gélan, timpal, lan sawitra ané taén ajak saling tresnain eda dadianga musuh. Yén dadi musuhé apang sida dadi sawitra,” kénten pitutur tiangé ring telepon. Kurenan tiangé rauh makta wédang lantas enjuhin tiang HP-né. “Nih, ada anak jegég nagih ngobrol ajak Ibu. Selamet ngrumpi Luh San…?” “Ooh…, ahh, Beli Gedé…. Ooh Mbak Rini nggih, ampura tiang nganggu,” baosné ring HP sané spikerné agengang tiang. Kurenan tiangé kenyem nerima saha masaur alon. “Ten kénkén Mbok Luh, niki raina Nyepi galah iraga saling curhat nunas mangda manahé sané ruwet dados ening galang malilang samplah. Tiang masih nunas pangampura saha matur rahajeng nyanggra raina Nyepi,” baos kurenan tiangé alus alon. “Nggih sami-sami Mbak Rini, tiang nunas pangampura pang banget. Tiang pastika singgah yéning payu ka Dénpasar nonton pésta seni,” pasaurné matadah ngejer kimud. Soréné punika marasa kadi tan Nyepi nanging mulat sarira di alas Baliné asri madurgama.
Saking Langit Bali
Udyoga Parwa
Sayémbara Déwi Amba
Olih : I K. Satria, S.Ag
NYAKSIANG kawéntenan sakadi asapunika, sami sané wénten irika nangis. Para ksatria sané wénten ring genahé punika nénten mrasidayang nyilinbang rasa sungsutnyané. Sajabaning Ida Sang Kesawa miwah Ida Sang Shikandi. Ida Sang Shikandi raris matilar saking genahé punika nuju genahidané marerepan saha pakiyayunan indik anggannyané mangda prasida sareng mayuda nandingin Ida Bhagawan Bhisma duaning sampun semaya miwah titahidané ngasorang Ida Bhagawan Bhisma. Kantos mangkin durung wénten pamarginidané nujuang panah majeng panglingsir Kuruné punika yadiastun sampun sarat pisan pikayunanidané ngasorang Ida Bhagawan Bhisma. Sesampuné Ida Sang Shikandi matilar saking genahé punika, Ida Sang Dhrstadyumna sareng matilar nuju genah rakanidané. “Uduh rakan titiang, napi mawinan Ida matilar saking genahé punika?” pikayunan titiangé, Ida kantun ngamanahin parindikan iwau. Yéning dados titiang uning, durus satwayang napi sané ngawinang Ida sakadi puniki?” Ida Sang Shikandi raris nyaksiang Ida Sang Dhrstadyumna antuk pangaksian sané ayu asih pisan, yadiastun angganidané sakadi anak lanang, sakémaon pratingkahidané tan bina sakadi anak istri sané luih pisan. Antuk bebaosan sané dahat ngulangunin manah Ida Sang Shikandi mabaos; “Adi..., titiang meled pisan yudané gelis mamargi. Napiké I Déwa uning indik semayan titiangé mademang Ida Bhagawan Bhisma? Duk riin titiang wantah panrestian Dewi Amba, titiang sampun kambil santukan Ida Bhagawan Bhisma jaya ring sayembara. Ida Sang Narasoma pinaka jatukarman titiang kasor tatkala punika, kasor sangkaning Ida Bhagawan Bhisma….” Ida Sang Shikandi raris nyaritayang indik kawéntenané dumun ngantos mangkin sakadi asapunika. Ida wantah pinaka panrestian Déwi Amba. Kala punika, Ida Sang Wicitrawirya nyarengin sayémbara, sakémaon Ida Bhagawan Bhisma sané ngamargiang sayémbara punika tur yéning jaya pacang katurang ring Ida Sang Wicitrawirya. Sangkaning Ida mayuda nyeledi kawéntenan Ida Sang Prabhu, nika sané ngawinang méweh pikayunan Dewi Amba. Sakémaon sesampuné punika, Ida Déwi Amba maosang sané sapatutnyané ngambil dané wantah Ida Bhagawan Bhisma, boya Ida Sang Wicitrawirya. Ida Bhagawan Bhisma sampun masemaya nénten pacang ngamargiang wiwaha samgraha, tur nénten pacang mawiwaha sakantuné urip. Parindikan punika sané ngawinang Ida Bhagawan Bhisma nulak pinunas Ida Déwi Amba. Ida Dewi Amba setata ngetut kawéntenan Ida Bhagawan Bhisma. Ida mikayunin mangda prasida mawiwaha sareng Ida Bhagawan Bhisma. Parindika punika taler ngawi Ida Déwi Amba nguruh genah gurun Ida Bhagawan Bhisma sané mapeséngan Maharesi Parasurama. Ida Sang Guru Parasurama nunas ring Ida
didi kantun kawasin antuk pecalang, kantun wénten krama tawuran, sané malali miwah maceki nginum alkohol. Malih pidan ké krama Baliné nyidayang Nyepi tan kaawasin pecalang? Utawi mulat sarira samian dados pecalang jroning angga soang-soang? Rainané punika yén ping kuda kadén HP titiangé masuara wénten SMS saking timpal-timpal titiangé ring Jawi, Lombok, miwah sané tiosan ngucapang selamat nyanggra rainan Nyepi. Wénten taler sané nélpon nakénang kawéntenan situasi Nyepiné ring kotané soang-soang. Napi ké iwang yéning kalaning Nyepi iraga mabebaosan nganggén telepon? Kadi rasa nénten wénten ngoda katreptian Catur Brata Panyepiané. Yén upami wénten sané mapuasa, mamona becik taler yén mademang HP wiadin telepon. Sedeng becik titiang ngetis ring mrajan, sagét rauh kurenan titiangé makta HP. “Beli Gedé niki Hp né mamunyi, mirib ada timpalé ané lakar ngomong,” baosné ngenjuhang HP raris makaon. Missed calls HP-né buka tiang, amung kanten nomor manten. “Om Swastyastu, sareng sira niki nggih?” pitakén titiangé nyumekenang. “Om Swastyastu, Beli Gedé San nggih? Kénkén kabaré, ibi ten sempat ngobrol.” “Ooh Luh San, kadén sira. Dija bakat nomor HP Beliné? Ibi Beli mulih ajebos gén.” “Di pangipian Beli. Soalné kudang tiban kadén suba Beli muikin tiang tan pakabar?” “Boya muikin, nanging Beli takut ngulgul Luh San ngrumpi matelu pindo ngajak…” “Ngajak nyén Beli cobak orahang. Mangkin tiang suba ten ada anak ngringsunang.” “Nguda kéto Luh San. Kadén kayang jani I Luh nu jegég. Di keneh Beliné Luh San tetep buka ané malu dugas kalahin Beli luas ngender ipiané suung, ulian limané puyung.” “Bééh, eda naké Beli kéto. Tiang ané pelih sing satia tekén janji. Bakat ngugu pisuna ané nyelék-nyelékang ragan Beliné. Tusing tawang lakar kéné panadianné,” pasaurné sedih. “Eda mariselsel tekén ané suba liwat. Beli lascarya asal Luh San bagia, ento tetujon Beliné yadiastun buung makurenan ajak Beli. Manyama iraga enu. Beli tetep sayang kok.” “Kayang jani Beli enu sayang? Kayang Beli suba ngelah kurenan, ngelah pianak saha dadi pejabat? Kénkén papineh kurenan Beliné arepé
Bhagawan Bhisma ngambil Dewi Amba, sakémaon Ida Bhagawan Bhisma setata teguh ring semayanidané tatkala punika. Irika raris makekalih matembung raos sané tan sipi antuk panguntab sastra saha kapatutannyané. Ida Sang Parasurama sampun nénten prasida malih nyawis bebaosan Ida Bhagawan Bhisma. “Yéning I Déwa nénten kayun nglaksanayang pawiwahan sareng Ida Dewi Amba, durusang I Déwa nandingin gurun I Dewané.” Ida Bhagawan Bhisma nyawis; “Ampurayang titiang Sang Guru, Dang Guru sané mautama sampun uning yéning semaya sang ksatria patut kamargiang pinaka cecirén kautaman wangsa ksatriané. Nawegang Sang Guru, Guru pinaka panutan titiangé tan bina sakadi dewata ring anggan titiangé. Napi sané ngawinang titiang mayuda sareng Guru sané ngicén titiang aji sastra danurdara…?” Ida Sang Parasurama malih nimbalin; “Nénten wénten lantaran titiang nénten pacang mayuda sareng sisya sané nénten satinut ring pituduh gurunnyané, sangkaning nénten prasida mawiwaha sareng Ida Dewi Amba. Punika mawinan Cening, durusang ambil senjatan I Dewané mangkin.” Ida Bhagawan Bhisma nyawis: “Yéning sampun sakadi asapunika pituduh Sang Guru, titiang misadya mayuda. Titiang sampun ngamargiang asingasing sané kasaratang olih sang maraga Guru.” Ida Bhagawan Bhisma raris ngambil senjatanidané saha sayaga pacang nandingin Ida Dang Guru Parasurama. Ida nglinggihin kréta sané dahat mawibawa. Ring genahé tiosan sampun wénten Ida Sang Parasurama sané sampun ngamel senjata sané mautama marupa kapak. Ida Bhagawan Bhisma raris matur: “Uduh Sang Maraga Guru mautama, napi mawinan Sang Guru nénten nglinggihin kréta? Napi ké pinaka lantaran Sang Guru nandingin sisya mawinan nénten nglinggihin kréta...?” Nyawis Ida Sang Guru Parasurama: “Cening Sang Bhisma, pertiwiné puniki pinaka kréta Bapané, inderan Bapané pinaka jarané, pikayunané pinaka tali, kapradnyanan pinaka saisnyané, taler sang sangkan pinaka anggan Bapané. Durusang lepasang panah I Déwané!” Sesampuné mirengang sakadi asapunika Ida Bhagawan Bhisma raris ngawigunayang senjata mautama Dévaastra. Panahé punika mlesat nuju cokor Ida Sang Bhargawa pinaka cihna sembah bhaktinidané ring Sang Guru. “Ayu Suman Bhava….”Asapunika panyawis Ida Sang Guru ring Ida Bhagawan Bhisma. Ida Bhagawan Bhisma raris karauhin penyatusan panah saking Ida Sang Guru Bhargawa. Panahé punika negulin kawéntenan angganidané, sakémaon Ida Bhagawan Bhisma digelis prasida lempas ring senjatané punika. Payudané punika ngawinang angob para dewata ring ambarané sangkaning nyapnyap indik pikolih payudané punika. (Puput)
Tungtung Urip Suba tawang déwéké dongkang nguda enu masih kangkang sesai mamaca tutur magadang tusing masih nepukin galang kadén rurungé enu lantang ambah mulih kagumin Hyang melahan pules mamantang besikang kenehé da bimbang tungtung uripé incepang kaden cening suba nawang rurung sepi buin lantang pucuking Ang Ung Mang Djelantik Santha
Nuutin Pajalan Galah Nuutin pajalan galah peteng lemah peteng lemah sing suud-suud sing telah-telah tuutin dogén baan karma melah ngejohin sekancan karma corah karma ané pastika ngasilang buah buah karmané sing dadi tawah-tawah makejang ento iraga padidi ané ngelah Nuutin pajalan galah sing dadi nyerah nanging pamuputné pasti lakar kalah mawali ka tanah nuju karang wayah Madé Suar-Timuhun
Kruna
14 Cerakén Lengkara Punggelan geguritan puniki kaanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha.
I Nyoman Durpa
Dwi Mekar Ngembasang Figur Anyar ”SMS” SANGGAR Dwi Mekar Buléléng duk warsa 1998 prasida becik nyinahang topéng bondrés Susi. Figur Susi yakti-yakti ngamolihang uratian taler aprésiasi saking krama. Krama ring sawewengkon Bali kadaut sareng tokoh Susi sané nyelenéh nanging setata prasida ngardi bebanyolan sané banget kasenengin. Parindikan punika ngawinang sesolahan Susi ring balih-balihan bondrés setata kajantosang. I Nyoman Durpa sang sané nangiang Sanggar Dwi Mekar Buléléng, kantun éling pisan ring karakter topéng bondrés Susi. Kabaosang, karakter Susi kala punika yakti-yakti becik. Taksu Susi kapercaya prasida ngawi ulangun krama sané nyaksiang. Punika ngawinang, aran Susi ring sesolahan topeng bondrés gelis kasub. Dumun, topéng bondrés Susi ring Sanggar Dwi Mekar kasolahang Drs. I Made
Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti
pupu;sienom/,
Pupuh Sinom 19.spunikmkbnÓ*, sapunika maka bantang,
niyp * exÒmt i d u h u n i /, Niang Pandé mituduhin,
zritw*hinÑikÓÌ[Æ, nyaritayang indik tresna,
pt)emon&ln*hisÓÉI, patemoning lanang istri,
lluhu(s*kosihsi;, leluhur sang kasih-asih,
smin)g)g*kwiku,
sami negegang kawiku, m\yhinuæ*hê*h)mã*, mangayahin Sang Hyang Embang, sukdu;klrpti, suka duhka lara pati, smilulut/, sami lulut,
koditz u l * ¡ é nÓl ) g. kadi tunjung lan telaga.
20.)ne & toyenkstn/, yéning toyané kasatan,
tuze¡ é \t2(nn u hin/, tunjungé taler nunain,
j\Ðmetedo;r&as(, jangka matédoh ring dasar, hnÓk ¡ æ u têt)eknéz,i é antuk satya tekén janji,
tÙrpc*mpmit/, tuara pacang mapamit,
ydienÓoynñen\)t;u , yadintoyannyané ngetuh, k)wlknÓ¡nßtn;, kéwala kantun matanah,
sin;huripå)mæusri, sinah urip ngempu sari, tuzé¡*tutu(,
tunjung tutur, wêkÓit)h$mth(. wiakti teher mataar.
Nyelehin Kawéntenan Warsa Saka SANÉ kanggén unteng nyelehin indik warsa Saka, inggih punika sadurung pangadegan Raja Kaniska I ring wewidangan India. Ring wewidangan India, makwéh pisan wénten suku-suku wangsa sané matiosan. Wéwidangan sané kabaos jimbar puniki rumasuk ring wewidangan Asia Selatan. Suku-suku wangsa irika kawéntenané mameseh-mesehan, nénten naenin usan. Suku-suku wangsa irika minakadi: suku wangsa Saka (Scythia), suku wangsa Pahlawa (Parthia), suku wangsa Yueh-chi, suku wangsa Yawana, miwah suku wangsa Malawa. Makasami suku wangsa punika mapikayunan mangda prasida ngasorang suku wangsa sané lianan, magilihan ngwengku wewengkon Asia Selatan punika, turmaning nglimbak lintang ka wewengkon Asia Tengah minakadi: Persia, Lembah Sungai Sindhu, Iran Selatan, Kasmir, India Utara, miwah India Barat. Suku wangsa Pahlawa daweg punika jaya sajeroning parindikan mayuda prasida ngasorang suku wangsa Yawana miwah suku wangsa Saka. Salanturnyané suku wangsa Saka prasida ngasorang suku wangsa Yueh-chi miwah suku wangsa Pahlawa. Suku wangsa Saka prasida jaya sajeroning payudan. Suku wangsa Saka kabaos suku wangsa sané ramah turmaning riang sajeroning ngamargiang kawéntenan kahuripannyané. Suku wangsa Saka punika makwéh pahannyané inggih punika: Saka Tigrakhauda, Saka Haumawangsa, miwah Saka Taradaraya. Sajeroning wangsa
Saka punika prasida nguwah pamargi perjuangannyané, saking perjuangan politik lan militer dados perjuangan kabudayaan, antuk perjuangan kabudayaan punika suku wangsa Saka prasida makrama utawi manyama braya. Dinasti Kusana saking suku wangsa Yueh-chi sané prasida ngamel kekuasaan, sajeroning punika Dinasti Kusana rumasa indik pamineh pauwahan pamargi perjuangan suku wangsa Saka. Kekuasaannyané sané kagamel nénten kanggén sajeroning ngasorang mesehnyané, sakéwala mupulang meseh-mesehnyané turmaning ngambil daging-daging kabudayaan saking suku-suku punika minakadi ngeninn indik busana adat, kasenian, miwah sané siosan turmaning kaingkup kadadosang kabudayaan negara (kerajaan). Warsa 78 masehi, saking Dinasti Kusana sané mawasta Raja Kaniska I Presida munggah nahta kerajaan. Raja punika banget wicaksana. Daweg raina Redité tanggal 22 Maret 1979, Purnama Waisaka, risedek punika kakaryanin Panchanga utawi kalender sistem Saka, kanggén pakéling kajayaan miwah raina panobatannyané. Ngawit punika kakawitin kapakélingin Warsa Anyar Saka. Warsa Saka olih Raja Kaniska I kanggén pakéling sejarah panyineb pamesehan sajeroning suku wangsa ring India, daweg punika bangkit toleransi antar suku rauh toleransi antar agama. Asapunika daging seseleh nganinin indik warsa Saka. (I Nengah Konten)
Isin Gumi
DPRD Bali Ngrincikang Perda Pajak ”Mogé”
DPRD Provinsi Bali ngrincikang Peraturan Daérah (Perda) indik pajak sané patut kataur olih krama sané madué motor gedé (mogé). Sakadi sané kauningin, salami puniki motor gedé nénten naanin keni pajak kendaraan bermotor. Anggota Komisi I DPRD Bali, Nyoman Adnyana ngangken naanin ngwilangin indik katahnyané kendaraan motor gedé ring Bali, kirang langkung kantos 1.000 unit. Manut dané, yéning nyabran unit keni pajak sawatara limang yuta, akéh asil pajak sané prasida kapolihang Rp. 4 miliar–Rp. 5 miliar. Kawewehin, Perda inucap pacang kakeniang majeng krama sané madué motor gedé ring Bali. Mawinan punika, majeng krama sané madué motor gedé mangda naur pajak.
Parindikan punika kabligbagang ring sajeroning acara Isin Gumi Radio Singaraja FM 92,0 Mhz raina Anggara, 1 Maret 2016 lintang. Aji Bima, Banjar Rerincikan punika yukti becik pisan, ngeniang pajak majeng motor gedé patut kamargiang. Salami puniki tiang nénten uning yéning mogé nénten keni pajak. Pamineh punika mangda kasokong olih samian angganing DPRD Bali taler pemerintah tiosan mangda yakti-yakti prasida kalaksananyang. Kaki Dukuh, Seririt Pamineh punika sayuakti becik pisan. Bénjangan ri kala mawali nyarengin pileg ti-
Kruna Basa Bali
AKSARA BALI
1.
atur
1. ÁtU(,
1. ucapan
2.
baneh
2.
bn);,
2. umpan
3.
lelonték
3.
2eloenÓk/,
3. umbul-umbul
4.
manuh
4.
mnu;,
4. jinak
5.
mardawa
5.
m(dw,
5. halus
6.
melecat
6.
m)2ct/,
6. lenyap
7.
mobot
7.
emoebot/,
7. hamil
8.
nunas
8.
nuns/,
8. meminta
ngandap
9.
\nÑp/,
9. merendah
9.
10. osah
Redité Kliwon, 6 Maret 2016
10. ehos;,
Bahasa Indonésia
10. gelisah
tiang pacang misadia milih taler nyokong anggané malih. Parindikan punika mangda kadadosang conto olih angganing DPRD tiosan, santukan sampun yakti-yakti memperjuangakan kesejahteraan umum, nénten majeng padéwékannyané utawi kelompoknyané kémanten. Tiang cumpu pisan yéning motor gedé punika kakeniang pajak. Manut tiang, sané madué mogé wantah krama sané nénten kirangan arta brana. Soma, Sangsit Motor gedé (mogé) punika taler ngawigunayang jalan raya. Katah kapanggihin mogé ring marginé ngamargiang konvoi, mawinan pengendara tiosan ngalah yadiastun dané naur pajak nyabran warsa. Mawinan yéning mangkin pacang kakeniang pajak majeng mogé, rencana puniki kabaosang adil. Tunas tiang pajang sané patut kataur lewih ageng ring pajak motor tiosan. Tanaya, Kampung Tinngi Motor gedé punika nénten ja sering ngawigunayang margi, napi mawinan pajaknyané agengan ring pajak roda empat? Tunas titiang pajaknyané sampunang bas ageng, yadiastun akéhan sané nuénang mogé krama sané sugih. Gede Merta, Celuk Buluh Dum o g i P e rd a p uni ka prasida kalaksanayang, mawinan kawéntenan mogé inucap pacang jelas. Sané nuénang motor gedé prasida tertib lan taat naur pajak. Tiosan punika, ipun marasa aman ngawigunayang kendaraanyané ring margi santukan ipun taler naur pajak. (ama)
Ngurah Sadika. Susi ring pangawitnyané kasandingang sareng toris saking Bélgia, Martin sané dados Jebeg. Risampun Ngurah Sadika wus nyarengin sanggar, Dwi Mekar nerus ngembasang seniman-seniman muda. Irika taler malih kasinahang topéng bondrés Susi antuk aran Susi Mekar Sari utawi kasub antuk aran “SMS”. “Topéng miwah karakter Susi yukti mataksu. Topéng punika aslinnyané iriki tur masimpen ring Sanggar Dwi Mekar. Peran pangentos Susi mangkin kaicénin aran anyar Susi Mekar Sari utawi SMS,” baos Durpa wau puniki. Eksisténsi Sanggar Dwi Mekar madué poténsi kasenian ring widang tari, tabuh, topéng, tembang, kantos pencak silat. Sanggar Dwi Mekar sané megenah ring wewidangan Jl. Pulau Komodo Gang Kedongdong No. 13 Banyuning Singaraja puniki makéh madué murid.
“Nyabran murid sané malajah iriki setata uduhang titiang mangda jemet malajah. Ilmu seni waluya segara tan patepi. Seni punika dinamis setata nglimbak,” baos Durpa sané pacang dados sulinggih ring Padukuhan Bumi Batu Candi, ring Désa Tegallinggah, Sukesada puniki ngwewehin. Durpa malih maosang, ri kala makasenian kabuatang nilai-nilai humanis, cerdas, taler wicaksana. Tios punika, Tri kerangka agama Hindu taler patut katelebin. “Nyolahang topéng bondrés patut uning ring tetiga kerangka dasar agama Hindu, luiré: tattwa, susila, miwah upacara. Kerangka dasar agama Hindu punika patut katelebin olih pemain bondrés, tiosan ring dasar tari, tembang, miwah tetabuhan,” baosnyané. Kaaptiang, krama wus mabalih bondrés prasida ngambil piteket becik sané kasinahang saking sesolahan bondrés. (ama)
Ni Kadék Sepiawati
Mawit Ngayah, Molihang Préstasi WAGED ngawigunayang gamelan tradisional sané katah kaambil olih anak lanang majanten ngawi anak sané nonton angob. Nyuarayang gamelan gendér kasinahang becik pisan olih anak istri antuk aran panjang Ni Kadek Sepiawati puniki. Yadiastun yusannyané kantun alit, kawagedannyané ngambelang gendér masaih sareng panabuh gendér sané sampun mayusa kelihan ring dané. Sangkaning kawagedannyané punika, dané ketah ngaturang ngayah magendér. Mawit wau mayusa pitung tiban, Sepiawati malajah gendér santukan ring wewidangan kulawargané akéhan seniman. Mawit saking seneng miragiang, kasuén-suén medal kayunnyané malajahin gendér wayang. “Kala punika tiang kaajahin olih embok tiangé, Ni Wayan Mulyawati,” baosnyané. Embas ring kulawarga seniman, akéh gamelan sané prasida kasuarayang. Mawit suling, rindik, gangsa, kendang, miwah gamelan tiaosan. Sangkanig kawagedan sané kaduénang, dané sering kaajak nagingin acara taler ngayah. Mawit sareng ring sesolahan wayang, nagingin acara ring upacara pawiwahan, mapandes, miwah ngayah ka pura taler ring sekolahnyané ring SMP Negeri 2 Amlapura ri kala rainan Saraswati utawi upacara tiosan. “Mawit sering kaajak nagingin acara sakadi punika, tiang polih jinah anggén prabéa masekolah,” boas anak alit sané embas ring Saren Anyar, 8 Mei 2002 puniki matadah kimud. Pinaka kaping kalih I Wayan Lunas miwah Ni Wayan Merta puniki meled pisan nglestariang budaya Bali sané sampun katamiang olih leluhurnyané. Jinah boya ja patokan ngamargiang kasenengannyané punika. Ring pikayunannyané wantah ngaturang ngayah tur manyama braya. Sangkaning seringnyané ngaturang ngayah, dané polih sokongan saking guru, rerama, taler sawitrannyané ngamiletin pacentokan. Mawit irika dané mapikayunan ngamiletin pacentokan sané mapuputnyané ngateh dané molihang prestasi. Indik pacentokan sané naen kamiletin luiré: Utsawa Dharma Gita duta Kabupatén Karangasem, macepat putri, porsenijar tingkat Kabupatén Karangasem, miwah lomba gender wayang ring PKB warsa 2013 sané prasida ngamolihang juara III. Wau puniki dané taler ngamiletin pacentokan magendér wayang mapasangan sané kamargiang ring Universitas Warmadéwa Dénpasar, Redité (28/2) lintang. Kala punika dané mapasangan sareng I Wayan Suryaditya tur prasida ngamolihang juara III. “Mangkin tiang kantun nyayagayang raga pacang ngamiletin pacentokan magendér wayang ring PKB sané jagi rauh,” dané makenyem. Kadek Sepiawati utawi sané ketah kasambat Mimin puniki maosang marasa seneng lan bangga sangkaning préstasi sané prasida kapolihang yadiastun nénten wénten target juara. “Samian sangkaning paswécan Hyang Widhi taler sokongan kulawarga, guru, miwah sawitran titiangé,” baosnyané makenyem. (uma)
Redaksi nerima reriptan profil mabasa Bali miwah Indonésia (pinih akéh 3000 huruf) jangkép sareng foto profil. Profil mangda kakirim ring alamat : Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email : bali.orti@yahoo.com
15
Minggu Kliwon, 6 Maret 2016
Bali, Bunyi, Sunyi (1)
DARI mana Bunyi itu datang? “Dari Sunyi Hening,” tutur Bali Tradisi. Apa itu Sunyi Hening? “Sunyi Hening itu Bali,” sahut Bali Tradisi. Apa itu Bali? “Bali itu daya, kekuatan,” jawab Bali Tradisi lagi. Tapi, apa itu daya, kekuatan? Sampai di sini Bali Tradisi tidak lagi berbunyi, apalagi menjawab dan bertutur. Percakapan itu pun terkunci. Kembali memasuki Hening Sunyi. Dengan diam, tidak menjawab, sejatinyalah Bali Tradisi sedang memberi kesempatan penuh kepada setiap penanya, supaya belajar menikmati langsung cita rasa kesujatian kehadiran Hening Sunyi itu. Dengan belajar menikmati, maka secara perlahan akan mampu pula merasakan kehadiran Hening Sunyi itu. Dengan mampu merasakan kehadiran Hening, lambat laun akan mampu pula memahami dan menghargai Hening Sunyi.
Mampu memahami dan menghargai berarti mampu memaknai sekaligus paham makna Hening Sunyi. Yang paham makna Hening Sunyi, dalam Bali Tradisi, justru tidak lagi berbunyi dan membunyikan sesuatu— karena berbunyi maupun membunyikan itu dengan serta-merta berarti tidak memberi kesempatan Hening Sunyi hadir sepenuhnya, dengan sendirinya, sekaligus apa adanya. Apakah—atau siapakah—itu yang mampu memberi kesempatan Hening Sunyi hadir sepenuhnya, dengan sendirinya, sekaligus apa adanya, kecuali Yang Lebih Kuat tinimbang Hening Sunyi itu sendiri? Tapi, apakah—atau siapakah—Yang Lebih Kuat tinimbang Hening Sunyi itu sendiri? “Sang Diam Yang Senantiasa Diam dalam Ke-Diam-annya itulah Daya Kekuatan Sujati,” bisik Bali Tradisi. ldeprabas
Pria Itu Aku
adiknya Nami. Ia hampir saja menginjak bunga dan coklatku. Untung saja Nami segera mengambil barang tersebut dan memberikannya pada Kiranaku. Kirana terlihat kaget melihat pemberianku. Ia kemudian mengintai sekelilingnya. Aku heran, kenapa Kirana masih mengacuhkanku bahkan seperti tak melihatku. Padahal saat itu aku berada tak jauh darinya. Aku kemudian memanggil-manggilnya, tapi ia tak kunjung menjawabku atau bahkan menoleh ke arahku. Ia kemudian berlalu meninggalkan aku di terras rumahnya bersama Nami. Apa ia sekarang sudah tuli begitu pikirku dengan kesal. Sesaat aku menyadari, kenapa Kirana mengenakan pakaian serba hitam pagipagi begini. Mau melayat kemana dia pikirku. Aku kemudian mengikutinya. Ia menuju rumahku. Ada apa ini,apa yang terjadi di rumahku, siapa yang meninggal ini? | Aku kemudian langsung menerobos kerumunan. Aku tak merasakan sentuhan mereka, aku menembus mereka. Apa aku jangan-jangan aku telah . . . Aku langsung berlari ke dalam rumahku. Di sana kulihat seorang pria muda tengah terbaring dalam tidurnya yang berselimut kain kafan. Senyum bibirnya yang telah pucat, menandakan ia telah tiada. Sesosok wanita paruh baya sedang menangis tersedu-sedu. Dan seorang lelaki tua tengah mengelus-elus punggung wanita tua itu guna menenangkannya. Kualihkan mataku pada wajah pria muda itu. Wajah yang telah tak asing bagiku. Pria itu aku. Pria yang berselimut kain kafan itu adalah aku. Aku tak percaya itu aku. Aku menangis saat itu. Ku panggil wanita paruh baya itu dengan sebutan Ibu dan terus berteriak. Kucoba terus menyentuh Ayahku berkalikali bahkan puluhan kali. Tapi tangan ini menembusnya. Aku putus asa dan berlutut di samping mayatku sendiri. Saat itu aku tersadar, aku pasti telah meninggal ketika mobilku menabrak pohon tumbang itu. Aku yakin. Tapi keyakinanku tak akan membuatku hidup kembali. Karena aku telah dikalahkan oleh maut.
Sore itu, Kirana meneleponku. Ia memintaku untuk menjemputnya di tempat kursus. Kebetulan saat itu mentari ditutupi oleh awan mendung dan hujan turun disertai angin kencang. Aku tak tega membuat kekasihku menunggu lama. Jadi, aku tancap gas mobil menuju tempat kursusnya. Di tengah perjalanan, aku tak melihat ada pohon tumbang di depanku. Dengan segera kuinjak pedal rem itu. Tapi aku malah terlempar dari mobilku hingga kaca mobilku pecah. Untungnya aku baik-baik saja. Tanpa menaiki mobil aku berlari menuju tempat kursus Kirana sambil membawa payung untuknya. Aku tak tahu dimana aku mendapat payung itu. Mungkin saja payung itu terlempar bersama denganku keluar mobil. Ketika sampai di sana, aku melihat Kirana yang sedang resah menantiku. Dengan senyuman aku berlari menuju ke arahnya. Belum sampai aku di depannya, ia memberhentikan sebuah taksi. Ia menaikinya dan meninggalkan aku. Aku bingung, kenapa ia mengacuhkanku. Apa karena aku terlambat menjemputnya hingga membuat ia lama menunggu. Biasanya ia tak pernah seperti ini. Tapi apapun alasanya, aku tahu ini pasti karena salahku. Aku pun berniat meminta maaf padanya. Malam pun tiba, aku berjalan sambil membawa bunga untuk Kiranaku. Tak lupa coklat spesial kesukaannya aku kantongi. Sesampai di rumahnya, kulihat dia sedang asyik membaca buku. Ingin rasanya aku mengagetkannya dengan menutup kedua matanya. Kuletakkan bunga itu di saku celanaku, dan bersiap menutup matanya. Baru ingin aku menutup matanya, Ibunya memanggil dan ia segera masuk ke dalam rumah. Saat itu, aku tak berani memasuki rumah kekasihku. Jadi aku tinggalkan saja bunga dan coklat itu di depan pintu. Tak lupa kuisikan sebuah kertas kecil yang bertuliskan kata MAAF. Malam itu, aku tak pulang dan terus menunggu di teras rumah Kirana sampai ia mau menemuiku. Aku terus terjaga sampai ayam jantan mulai berkokok. Mentari kini telah menunjukkan wujudnya, namun Kiranaku belum juga muncul. Tepat pukul 06.45 aku melihat Kirana keluar bersama
Ni Komang Ayu Gita Astiti SMP N 1 Bangli Br. Pembungan, Jehem, Tembuku, Bangli 80671
Lonceng Berbunyi
Aku tak bisa menghentikan langkah kakiku. Keringat di dahiku dan di punggungku ini terus mengalir membasahi wajah dan pakaianku. Aku tak bisa berpikir dengan tenang, pikiranku terus saja digentayangi dengan kejadian di belakang tempat pembuangan sampah tadi pagi. Kenapa aku harus melihat dia? Matanya menatap tajam ke arahku seusainya. Mataku yang terus saja melongo berpindah ke wajah seseorang berkulit sawo matang, tinggi, dengan bola mata hitam besar yang menggunakan celana jeans, jaket berwarna hitam, serta topi di kepalanya. Aku tak bisa melihat wajahnya, dia menggunakan masker disana. Kulihat tangannya semakin mengepal memegang benda itu. Aku berlari dengan sekuat tenagaku, secepat mungkin aku harus melangkah. Kepalaku terasa berat, pandanganku kabur. Apa yang harus aku lakukan, kaki ini tetap saja melangkah. Lonceng itu terdengar lagi. Aku tidak merasakan letih di seluruh tubuhku, perasaanku begitu tenang. Aku tersenyum melihat wanita cantik itu, lagi. Tak seperti pertama kali aku melihatnya, aku berontak dengan emosi yang menguap dalam diriku. Aku menangis saat itu melihatnya. Banyak sekali cerita yang ingin aku utarakan padamu Sangat cepat. Aku pikir dia sudah tidak mengejarku lagi. Berada di keramaian kota seperti ini, mana mungkin dia berani. Aku duduk di samping wanita cantik berambut pirang. Entah sejak kapan aku mulai memperhatikan orang yang tidak pernah aku kenal seperti ini. Dia wanita baik, dia memberikanku sebotol minuman dingin lalu pergi dan tersenyum kepadaku sebelumnya. Mungkin karena kejadian hari ini yang membuatku lebih waspada dengan orangorang disekitarku. Lelaki itu benar-benar sukses membuatku sangat waspada. Masih
terus saja terbayang di benakku. Mengapa dia melakukannya? Sial! “Aku pulang”. Tidak ada siapapun di rumah. Semuanya masih sibuk beraktifitas di luar rumah. Kenangan itu kembali datang dalam ingatanku. Air mata ini kembali saling berebut untuk jatuh. Aku sangat lelah, sampai kapan aku lemah begini. Bagaikan daun yang terus-menerus tertabrak angin, dan akhirnya lepas dari ranting yang ia jadikan tempat berdiri kokoh karena sudah tidak kuat lagi, tidak ada yang peduli dengan daun itu, dibiarkan begitu saja, tak ada satupun seseorang yang mempunyai keinginan untuk membantunya. Aku berjalan menuju toko buku yang tidak begitu dekat dari rumahku. Jalanan sepi setiap malam. Biasanya aku tak pernah sewaspada ini. Aku terus memberanikan langkah kakiku. Aku teringat akan suatu hal. Tidak mungkin! Sepulang dari toko buku, aku memilih untuk melewati jalan yang biasanya banyak dilewati orang. Aku melihatnya! Aku benar benar melihatnya! Dengan pakaian yang sama lelaki itu memperhatikanku dari kejauhan. Aku berbalik arah dan berlari secepat mungkin. Aku berhenti di tempat yang begitu sepi dan gelap. Aku sendiri tidak tahu sedang berada dimana. Aku rasa dia sudah tidak mengejarku. Dengan tatapan yang tajam sinar mata itu menyiutkan keberanianku. “Siapa kau?, dan apa maumu?”, dengan bodoh aku bertanya pada lelaki dihadapanku ini. Aku terus memperhatikan gerak-geriknya. Sebentar “Kau! Kau wanita tadi pagi yang tersenyum kepadaku kan?!”, dengan nada suaraku yang bergetar, sekujur tubuhku seketika melemas. Aku ingat celananya, aku ingat
Kawanmu
lRisma Yanti Tinggal Kenangan
Aku kawanmu Dari dimensi kedua delusimu Aku jiwamu Dari lembah di perbuktikan yang menaungi kemalasanmu Akhir adalah sesal Waktu akan menjurumuskanmu Dan nanti kalau kau tersesat Pasti kau minta ampun putar balik waktu Buru-buru carilah kertas Tuliskan aksara dan bacalah mantra Dan wahai teman... Usaha tidak akan mengkhianatimu Bella Pustika Smansa
Masa masa indah yang pernah kita lalui bersama Semuanya telah hilang Dalam suka dalam duka dan lara... Kita arungi bersama Namun kini itu semua telah hilang dan lenyap Hanya sesaat merasakan kebahagiaannya Dan saat ini dihapus oleh ruang dan waktu Dulu kita begitu dekat namun kini begitu jauh Entah hilang kemana kebahagiaan dan keceriaan Entah dimana jalan menuju itu semua Aku hanya ingin semua itu kembali lagi Walau hanya sesaat dalam mimpi.
Bali, Bunyi, Sunyi (3)
Bali, Bunyi, Sunyi (2) BILA Sang Diam Yang Senantiasa Diam dalam Ke-Diam-annya itulah Daya Kekuatan Sujati sekaligus Yang Lebih Kuat tinimbang Hening Sunyi, lantas apakah—atau siapakah—yang lebih diam tinimbang sang Diam, dan karenanya juga lebih kuat tinimbang Daya Kekuatan. “Sang Mahaswara!” Bali Tradisi menjawab. Mahaswara adalah Mahabunyi. Mahabunyi adalah Mahasabda. “Mahasabda-lah muasal kemenjadianmu sebagai manusia,” tutur Bali Tradisi. Karena kemenjadian sebagai manusia bermuasal dari Mahaswara Mahasabda, maka manusia oleh Bali Tradisi diingatkan supaya mengupayakan pada ujung perjalanan kemakhlukan sebagai manusia kembali Pulang ke Mahaswara Mahasabda. Pulang berarti kembali ke Asal Mula. Bagaimana cara Pulang ke Asal Mula, sang Mahaswara Mahasabda itu? “Dengan diam!” Bali Tradisi memberi petunjuk jalan berbalik arah. Diam berarti tanpa bunyi, tanpa suara, sehingga telinga sebagai organ indera pendengar tiada terpancing-pancing tergerak mendengarkan. Diam berarti tanpa gerak, sehingga lengan, tangan, jemari, paha, dan kaki sebagai organ indera-indera penggerak tiada terpancingpancing tergerak bergerak menggerakkan ataupun digerakkan. Diam berarti tanpa mengecap, sehingga lidah sebagai organ indera pengecap sekaligus pengucap tiada tergerak bergerak mengecap rasa dan mengucap kata, bahkan sekadar suara. Diam berarti tiada nyala, tiada sinar, sehingga mata sebagai organ indera pelihat tidak tergerak terpikat melihat objek di luar. Diam berarti mematikan indera-indera. Mematikan indera-indera berarti melepaskan keterikatan dan kemelekatan indera-indera pada objek keterpautan keterpukauannya masing-masing. Layaknya cecabang pohon yang dicengkeram akar-akar parasit mesti dilepaskan dengan mencabut akar-akar parasit itu atau justru sekalian dengan menebas cecabang pohon bersangkutan sehingga terbuka celah bagi tumbuhnya tunas cecabang yang baru, segar, dan murni. ldeprabas
APAKAH indera-indera dapat dimatikan, dibebaskan keterikatannya dari objek-objek, hanya dengan diam? “Tidak sesederhana itu, dan tidak pula semudah itu,” Bali Tradisi mengungkapkan tandas. Bila begitu halnya, lantas untuk apa diam? “Untuk latihan, latihan, latihan, dan latihan!” Diam hening sunyi tidak bisa dilakukan mendadak, serta-merta. Karena itu, mesti dilatih, dilatih, dan terus dilatih, sehingga menjadi terbiasa. Di titik ini, Bali Tradisi member tawaran cara melatih diam dengan langsung pada pusat kendalinya: itulah Pikiran! Objek inderaindera itu layaknya mata jaring ikan yang jamak, tiada terhitung jumlahnya. Menutup satu per satu lubang jaring tentulah mustahil. Maka, sang Nelayan yang cerdas dan berpengalaman lantas memberi pelajaran: tarik titik simpul pusat jaring, maka seluruh mata jaring itu pun dengan sendirinya niscaya ditarik, dikendalikan. Apakah pusat titik simpul segala organ inderawi itu. Bali Tradisi menjawab tegas bernas, “Pikiran!” Layaknya sang Nelayan menarik pusat titik simpul jaring yang tertebar, maka tariklah Pikiran sebagai pusat titik simpul
kendali inderawi, maka inderaindera itu pun tiada lagi menebar. Bagaimana caranya menarik Pikiran? “Diam, diam, diam. Meneng. Nengil. Nesil,” begitu formulanya. Dengan diam meneng itulah sang Mahaswara Mahasabda dibiarkan Hadir Utuh-PenuhSeluruh apa adanya sekaligus memenuhi segalanya hingga menjadi perayaan maharaya nan paripurna. Dengan diam nengil itulah sang Maha Penggerak Kehidupan dibiarkan menarinari Utuh-Penuh-Seluruh apa adanya hingga menjadi panggung koreografi maha beraneka ragam dalam rajutan nan harmonis. Dengan diam nesil itulah sang Maha Dirigen Kehidupan dibiarkan memainkan irama musik Semesta Raya hingga menjadi komposisi simponi mahabhinneka yang demokratis: “semua tercatat, semua dapat tempat”, sekaligus semua terhormat sesuai kedudukan, peran, fungsi, dan kontribusinya masing-masing. Diam hening sunyi Nyepi adalah cara Bali Tradisi merayakan keindahan Hidup yang Maharaya sekaligus Mahaindah. ldeprabas
run silent..., run deep.... in the long long run, sail along SMSoliloquy
Coming on Age in Balidwipamandala ...
16 Agustus 2015
16 Agustus 2018
Ali Audah Sang Penerjemah TimurTengah (1-habis)... lMasyarakat Majemuk seperti Indonesia, Masalah Terjemahan Tak Terhindarkan
SE B A G A I S A S TRAWAN, ia aktif sebagai anggota pengurus Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) pusat dan Jakarta. Anggota pleno Dewan Kesenian Jakarta (DKI 1971-1981), Anggota Dewan Pekerja Harian DKJ (1977) - 1980). Pendiri dan Ketua Himpunan Penerjemah Indonesia (HPI 1974-1984). Pendiri dan anggota Pembina Universitas Ibn Khaldun, Bogor dan pendiri dan anggota Pembina Rumah Sakit Islam Bogor. Ia juga aktif dalam berbagai seminar nasional dan internasional. BUKU-BUKU yang sudah terbit dalam karya terjemahan dan karya sendiri sekitar 35 judul, 10 judul di antaranya terbit dalam format besar dan tebal antara 400 s/d 1800 halaman. Termasuk novelnya yang terkenal adalah Malam Bimbang (Nusantara, 1963) dan Djalan Terbuka (Litera, 1971). Menurut Nyak Ina Raseuki, selaku ket-
ua pemilih penghargaan Akademi Jakarta 2015. Profesi penerjemahan tidak banyak mendapat perhatian, padahal bidang sangat penting karena di dalam masyarakat majemuk seperti Indonesia, terjemahan adalah hal yang tidak terhindarkan. Tidak sedikit orang yang bahkan mencemooh terjemahan sebagai kerja terampil yang bisa dilakukan oleh siapapun yang menguasai kedua bahasa yang ingin dialihkan. PADAHAL SESUNGGUHNYA penerjemahan tidak cukup dengan penguasaan bahasa. Diperlukan pemahaman yang cukup untuk menangkap makna dalam bahasa aslinya dan diperlukan kreativitas serta imajinasi yang hebat untuk mengalihkan makna itu ke dalam bahaa yang lain. Itulah yang menjadi alasan Akademi Jakarta tahun ini memberikan penghargaan kepada Ali Audah, seorang sastrawan dan ilmuwan sekaligus yang mengabdikan waktunya untuk menekuni penerjamahan. lRatu Selvi Agnesia
di samping palinggih ané aji batu tabas. Masandekan apang tis Yan Darta bes kebusé mara di jalan macet, Dé Darti milu masa kenyel ngumbah seprai dadua tumbén. Buin pasutriné ento matutur-tuturan indik andus ané suba lebihan tekén telung bulan, ondén nyidayang baana nepasin. “Kénkén ya penduduké ditu sinah nemu pakewuh, mangkihan doén tusing séhat karana ngiup angin macampur andus, awanan liu anak nganggo masker” ajaka dadua sibarengan ngarengkeng kéto. “Beli” buin Dé Darti nakonin kurenanné ané enu negak, ngenehang panadin andusé ané sayan ngarubéda kauripané ditu. “Kénkén?” saut Yan Darta sahasa ningalin langité pelung, galang tusing misi pangalang. “iang mireng siaran TV asing, pakéwehé ené orahanga madan smog apa sujatinné ené? “Oh, ento basa Inggris, apang enggal tur ringkes ngorahang, yén di Indonesia patuh tekén kabut asap” saut Yan Darta sada banban. “adi bisa ringkes kéto anaké uli duranagara nyambatang” dot Dé Darti nawang “Oh ento kruna cutet, asalné uli : smoke lan fog kacutetang dadi smog ” terang Yan Darta sada sumeken “Méh seken kéto Beli?, mara iang tatas nawang,… ampura malu nah, iang lakar nyemuh pantingan-seprai” selag Dé Darti. “Nah kemo lautang, Beli enu negak mategtegan dini” saut Yan Darta sinambi ngebitang Kamus lantas marenung-bengong. Ulian demen muruk basa Inggris, Yan Darta bedik-bedik yén ada kruna anyar lantas ningalin Kamus. Seneng polih galah asapunika, panggihina lengkara sané ngicén informasi ngeninin binan smoke kalawan fog, ané sedeng melekbek ring Sumatera lan Kalimantan. Smoke koné patuh artinné tekén andus. Parindikan ada andus ulian gegaén i manusa, cara morbor saang, ngenjit roko, nunjel mis. Andus bisa
makupuk di paon yén nyakan baan saang. Jani liunan nganggo kompor gas, sinah andusé medikang, tusing kanti ngawinang mekbek melekbek. Yén fog kocap kaceritaang patuh artinné tekén sayong, gobanné patuh cara andus, kowala sing ulian gegaén i manusa, ento ulian alam. Koné yéh pasihé kena panes-matanai, ngiing-iingang dadi uap-air menék ka langité, suba kéto ampehang angin tuun ka muncuk gunung wiadin bukit lantas mapupul, sayan makelo nyansan nebelang, yén suba liu dadi gulem tur baat, ngawetuang ujan. Di déwéké koné ada madan i gulem, ané kacihnayang olih i peteng. Yén suba i manusa kaliput olih kapetengan, sinah patuh cara anaké di Riau-Sumatera, tusing nepukin galang, sing nawang tegehéndép. Ada masih ngorahang yén suba kapetengan, tusing nawang encén kangin, encén kauh ané ngaranayang bingung. Ada ngirgamayang indik kangin-kauh aji warna : putih-kuning koné. Awinan penganggé muah wastra katon ring sajeroning nyanggra upacara wénten warna sakadi asapunika. Warna inucap madué tatujon sapasira ugi sané nangun karya, mangda nénten bingung. Kain putih-kuning pinaka pralambang manggala karya wikan ring tatuwek upacara. Nika mawinan napi ja kakaryanin prasida mamargi antar. Kéto masi, enu ada anak ulian kapetengan tusing nawang déwékné padidi, enyén sujantinné iraga, wiréh ada ngorahang i manusa koné Déwa Ya?, Bhuta Ya?. Béh, kénkénang jani ngilangang gulem di awaké, apang suud bingung. Matakon di keneh Yan Darta sambilanga bengong. … Ené kocap dados tepasin ulian masuwaka malajahang déwék tur rajinang malatih raga. Malajah teleb apang maan kaduegan, tur widagda madué pangewruhan, yén latihan sekensumeken pastika iraga pacang terampil. Pangewruhan muah keterampilan kocap luir sanjata sané dados prabotang sesai, anggé ngaruruh merta napi luiré. Yan Darta tengkejut-gelu lantas suud kenehné ngumbara, wiréh mireng Dé Darti kauk-kauk nagih tulungin ningting jemuhan. Ketas ketis suba guminé lakar ujan bales, langité nyansan tebel kaampel gulem.
Gulem Olih Ngahdipa
Téétt… téétt….tét… munyin bél-pintuné, mara delokina ada pegawé trépel majujuk malun angkul-angkulné, ngabaang tiket pesawat. Madé Darti nyanggra pegawéné ento lantas katerima. Mara bacana, éh inget wiréh Wayan Darta, kurenanné buin a minggu lakar ka PadangSumatera Barat ngamiletin seminar. “Beli, payu kar luas? Ené suba abaanga tiket” kéto patakon kurenanné, sambilanga ningting émbér misi pantingan. Yan Darta mara sajan teka uli Kantor, marérén di obag-obagan koriné. “Kénkén kadén Dé!, kabar andus di Sumatera sayan makudus ngaé gresiuh, nyansan tebel mabelbel koné” imbuh Yan Darta Yan Darta ajak Dé Darti lantas negak di téras umahné ané jimbar, maan maseeban ningalin telaga misi air mancur, ngecor genggaman tangannya, aku ingat bagaimana dia melakukannya, dan aku ingat sorot matanya. Dia tersenyum!, terdengar dari satu hembusan nafasnya yang cepat tapi tidak terburu-buru. “Kau juga yang telah”, belum selesai menyatakan sesuatu aku terperanjat oleh sinar dari kejauhan yang begitu cepat mendekat dan semakin menyakitkan mataku. Kupejamkan mataku, terdengar suara teriakan memecahkan keheningan. Lonceng itu terdengar lagi. Aku mulai bisa melangkahkan kakiku mendekatinya. Senyumnya yang indah itu semakin mengembang. Tidak Aku berhenti. Truk itu bisa menghindariku, tapi tidak dengan pembunuh tepat tidak jauh dari tempatku berdiri, Belina. Entah apa yang dia inginkan, sampai saat ini aku tetap tidak tahu. Mulai saat dia membunuh ibuku di depan mataku. “Maafkan aku ibu, mungkin belum saatnya aku bisa menemanimu disana.” Kejora Pratiwi Karso SMPN 2 Kuta Utara
SOSOK Jika aku jadi miliknya Akan aku bisikan udara untuk menjaganya Akan aku rayu tanah yang diinjaknya Dan aku titahkan pepohonan Agar dia berjalan ke arahku Jika dia tahu aku jadi miliknya Dia akan berpaling wajah Dia akan hilang arah Tidak menyadari betapa nyamannya bisikan udara Betapa kokohnya tanah yang dipijaknya Dan kelak Cerobong asap itu tidak akan berasap Rumah itu akan menyepi Jadi beranjaklah Untuk menyadari sosok di balik langkah yang telah jauh kau pijak Bella Pustika Smansa
Entahlah Entah berapa lama telah berlalu Dari hanya bisa meraba-raba Hingga mampu untuk berlari Entah berapa kisah telah terlewat Dari kenakalan anak kecil Hingga romansa sepasang remaja Entah berapa lama lagi Masa depan yang abstrak Akan menghadirkan artinya I Ketut Rai Asmara Dipta SMAN Bali Mandara
lNita Sinta (Smansa) Melodi Cinta Cinta mulai memainkan not-not rindu Pada dawai senyum manismu Adakah kau lantunkan untukku? Sebaris bait “aku mencintaimu”? Melodi yang tercipta Bergema di dinding-dinding asa Mengikisnya menjadi air mata Hingga runtuh bersama usia
NASIONAL
16
Minggu Kliwon, 6 Maret 2016
Yudhishthira dan Bhima Bantu Satyaki Hadapi Drona
Disusun: Kisari Mohan Ganguli Diterjemahkan: I Ketut Arinta (Edisi Dua Ratus Sepuluh)
Rishi Vyasa : (Bharata) setara
dengan Veda. Ini adalah suci dan agung. Bharata menganugerahkan kemasyhuran dan kesejahteraan. Karena itu, seseorang harus mempelajari dan mendengarkan dengan perhatian penuh.
SETELAH melihat prestasi manusia super Yuyudhana itu pada duel melawan Guru Drona berlangsung sangat dahsyat. Baginda berpikir dalam hatinya. Kekuatan dari senjata-senjata yang aku lihat dalam diri orang utama di antara keluarga Satwata itu sesungguhnya ada dalam diri Rama dan Dhananjaya. Hal itu terlihat pada diri Kartavirya dan macan di antara manusia, Bhishma. Karena itu, Drona, putra dari Bharadwaja itu, diam-diam memuji keberanian dan kehebatan pangeran Satyaki itu. Setelah melihat kelincahan tangannya setara Vasava sendiri, yang utama dari orang-orang yang lahir kembali itu dan sangat paham senjata-senjata itu memberi apresiasi Madhava, paman dari Satyaki sendiri. Dewadewa dengan Vasava di depan mereka, sangat senang dengan duel itu. Dewa-dewa demikian juga para Gandharva, oh baginda, belum pernah menyaksikan kelincahan tangan yang bergerak cepat seperti yang diperlihatkan Yuyudhana sebelumnya. Tetapi para Siddha, Charana, sudah maklum dan mengetahui dengan
prestasi-prestasi hebat dari Guru Drona itu. Kemudian Guru Drona yang utama dari orang-orang yang paham senjata-senjata surgawi itu, penggiling para ksatria itu, lalu mengambil busur hebat lainnya. Mereka membidikkan beberapa senjata lurus dan sangat tajam ke arah Satyaki. Namun, pangeran Satyaki itu selalu saja dapat menggagalkan dengan bayangan senjata-senjatanya sendiri. Bahkan, putra Sini itu melakukan serangan-serangan cepat dengan beberapa panah tajam. Semuanya kelihatan sangat menakjubkan. Setelah melihat prestasi manusia super pada pertempuran itu. Sesungguhkan tidak seorang pun mampu dan dapat menunjukkan ketrampilan hebat seperti Satyaki, kecuali Arjuna sendiri. Di antara ksatria-ksatria utama itu memang Satyaki sangat terampil. Pangeran Satyaki itu mampu menembakkan senjata-senjata yang sama dengan apa yang dilepaskan Guru Drona itu. Menyadari duel sengit itu, sang guru kemudian bertarung dengan sedikit mengurangi keberaniannya daripada biasanya.
Jagoan dalam ilmu kemiliteran itu, oh raja, dipenuhi kemarahan. Karena itu, putra Baradwaja itu memanggil senjata-senjata surgawi demi kehancuran Yuyudhana secepatnya. Setelah melihat senjata Agneya yang mengerikan itu dipergunakan untuk menghabisi nyawa Satyaki. Pangeran Satyaki, pemanah perkasa itu, juga tidak mau kalah, dia memanggil senjata surgawi lainnya pemberian dari Dewa Varuna. Melihat keduanya mengambil senjata-senjata surgawi andalannya, tangisan keras oh dan sayang, muncul di sana-sini. Makhlukmakhluk utama itu benar-benar memiliki langit sebagai unsurnya. Mereka berhenti berkelana di angkasa, lalu senjata-senjata Varuna dan Agneya dicangkokkan pada busurnya masing-masing. Mereka menyerang satu dengan lainnya, namun senjata-senjata surgawi itu tidak menghasilkan apa-apa alias berakibat terhadap ksatria-ksatria utama itu. Bersamaan waktu itu, matahari telah turun dalam perjalanannya. Kemudian Prabu Yudhishthira dan Bhimasena, putra kedua
KMP Rafelia II Tenggelam
Empat Jenazah Dievakuasi, Nakhoda Masih Misterius Banyuwangi (Bali Post) Kerja keras tim SAR gabungan mencari korban hilang tenggelamnya KMP Rafelia II membuahkan hasil. Dari lima orang yang dinyatakan hilang, empat jenazah dievakuasi, Sabtu (5/3) kemarin. Namun, nasib nakhoda kapal masih misterius. Pencarian korban hilang dimulai pukul 08.00 WIB. Tim Basarnas, Satpolair Banyuwangi, TNI AL, Brimob Polda Jatim, dan relawan penyelam lokal Banyuwangi diterjunkan serempak. Dua kapal milik Basarnas berukuran besar juga dikerahkan di sekitar tenggelamnya kapal, termasuk kapal patroli milik Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai (KPLP) dan belasan perahu karet dari Satpolair, TNI AL dan Marinir. Sekitar pukul 10.00 WIB, satu jenazah ditemukan oleh penyelam. Korban diketahui bernama Agus Tiya alias Mang Tiya (50), sopir tronton asal Karawang, Jawa Barat. Pria ini baru dipastikan hilang kemarin pagi. Saat ditemukan, tubuh korban tersangkut di dalam ruangan kapal. Kondisinya penuh luka di bagian kepala. Menurut seorang penyelam lokal, Eko Saputra, posisi korban terjepit di ruangan utama penumpang. Pihaknya terpaksa memecahkan kaca untuk mengevakuasi tubuh korban. Begitu dievakuasi, korban dibawa ke kamar mayat RSUD Blambangan, Banyuwangi. Hanya berselang 25 menit, tim penyelam kembali menemukan korban tewas. Kali ini, Nurohmah dan anaknya, Rohman yang baru berumur 18 bulan. Keduanya ditemukan di kamar mandi kapal. Yang miris, tubuh keduanya masih berpelukan. Sang ibu
memeluk erat anaknya yang terikat dalam gendongan. Diduga, keduanya terjebak saat kapal oleng dan tenggelam. “Korban menggunakan pelampung, tapi tak terpakai dengan rapi,” kata Kasatpolair Banyuwangi, AKP Basori di sela-sela memimpin proses evakuasi korban. Ditemukannya tiga korban, membuat tim penyelam makin bersemangat. Setengah jam kemudian, tepatnya pukul 11.00 WIB, satu jenazah ditemukan di dalam kamar kapal. Hasil pemeriksaan medis, jenazah ini ternyata Mualim I, Puji Purnomo. Pihak keluarga juga membenarkan identitas korban. Pencarian korban tenggelam akhirnya dihentikan sekitar pukul 15.00 WIB. Tim SAR gabungan menghentikan pencarian karena kondisi cuaca tak memungkinkan. “Pencarian kita lanjutkan besok (hari ini -red), mulai pukul 10.00 WIB. Karena, cuacanya bersahabat,” kata Direktor Operasional Basarnas, Brigjen Marinir Irvan Ahmad. Jenderal bintang satu ini memastikan tanggap darurat pencarian korban hilang akan dilakukan selama tujuh hari. Pada hari pertama kemarin, 200 tim SAR gabungan diterjunkan. Hari ini, pencarian akan menyisir wilayah utara dan selatan lokasi tenggelamnya kapal, termasuk menyisir area anjungan kapal. Menu-
rutnya, posisi kapal sudah terdeteksi di kedalaman sekitar 20-25 meter. KNKT Periksa Penumpang Tim Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) langsung turun melakukan penyelidikan tenggelamnya KMP Rafelia II. Sayangnya, tim belum bisa memastikan penyebab tenggelamnya kapal milik PT Dharma Bahari Utama ini. “Kita sudah bekerja mengumpulkan bukti pendukung, salah satunya meminta keterangan para penumpang selamat,” kata Ketua Sub Komite Investigasi Kecelakaan Pelayaran KNKT Cpt. Aldrin Dalimunte, kemarin. Pihaknya tak memiliki batas waktu sampai kapan melakukan investigasi dari tragedi tersebut. Menurutnya, kecelakaan di laut bisa dipicu banyak hal. Namun, hampir 80 persen adalah human error. “Tapi, kita belum pastikan apa penyebab utamanya. Seluruh dokumen kapal juga masih kita periksa,” jelasnya.
Sementara itu, Plt. Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan RI, Umar Aris, memastikan KMP Rafelia II sudah layak berlayar. Sebab, seluruh dokumennya lengkap dan mendapatkan izin berlayar dari otoritas pelabuhan. Meski begitu, pihaknya tetap menunggu hasil penyelidikan KNKT untuk memastikan pemicu tenggelamnya kapal. Pejabat ini berjanji akan mengevaluasi standardisasi kapal yang berlayar di jalur Ketapang-Gilimanuk. “ Dari rekomendasi KNKT, kita akan evaluasi lagi standardisasi pelayaran di Selat Bali, bisa jadi memiliki karakteristik beda. Termasuk, kemungkinan standardisasi umur kapal,” jelasnya di kantor ASDP Ketapang, kemarin. KMP Rafelia II tenggelam di Selat Bali, Jumat (4/3) siang. Dugaan sementara, kapal mengalami bocor, lalu miring dan tenggelam. Sebanyak 64 penumpang dan 12 ABK berhasil selamat. Sejumlah korban selamat, beberapa masih dirawat di rumah sakit. Sisanya diperbolehkan pulang. Sementara kendaraan yang diangkut terdiri dari 18 truk tronton, 1 truk besar, 4 pick up, dan 4 truk sedang. (kmb30)
Pandu, dan juga ksatria Nakula, dan Sahadeva, berkeinginan melindungi pangeran Satyaki dari serangan Guru Drona. Kemudian keluarga Matsya dan juga pasukan Salweya dengan cepat menuju ke arahnya Guru Drona. Kemudian seribu orang pangeran menempatkan Duhsasana di depan mereka, lalu tergesa-gesa meneruskan menuju Guru Drona. Itu dilakukan untuk melindungi panglima Kuru itu ketika dikepung musuh-musuh dari kelompok Pandava. Kemudian, oh raja, dimulailah
Sloka 6.1
Sri-bhagavan uvaca Anasritah karma-phalam karyam karma karoti yah sa sannyasi ca yogi ca na niragnir na cakriyah Seseorang yang mengerjakan kewajiban yang harus dilakukannya, tetapi tanpa menuntut keuntungan, tanpa pamrih, maka orang itu adalah seorang sanyasi dan seorang yogi, bukan ia yang tak mau menyalakan api pengorbanan dan tak mau melakukan upacara apa pun.
Tak Terdata, Warga Asal Tampaksiring Ikut Hilang Banyuwangi (Bali Post) Semrawutnya kepastian data penumpang KMP Rafelia II yang tenggelam membuat warga ikut panik. Seperti dialami Endang, asal Desa Sragi, Kecamatan Songgon, Banyuwangi. Wanita ini khawatir suaminya, Gusti Made Suana (55), asal Banjar Buruan, Tampaksiring, Gianyar ikut menjadi korban. Sebab, saat musibah ini terjadi, suaminya dalam perjalanan dari Bali ke Banyuwangi. Terakhir, suaminya menghubungi ketika sampai di Bajera, Tabanan, pukul 08.00 WIB. Lalu, sekitar pukul 11.30 WIB, suaminya dua kali menghubunginya. “Tapi, tidak
harap, suaminya bisa ditemukan selamat dan tak ikut dalam pelayaran maut tersebut. Sebelumya, suaminya pamitan ke Bali selama tiga hari untuk pulang kampung ke Gianyar. Ciri-ciri suaminya, menggunakan celana hitam dan baju putih. Badan gemuk dan berambut gondrong. Petugas sempat mengecek nama-nama korban yang berhasil didata. Namun, yang bersangkutan belum juga ditemukan. Dugaan sementara, karena korban sendirian, tak ada yang mengadu ke petugas terkait kehilangannya. Sebab, data korban yang tercatat hanya berdasarkan pengakuan para penumpang. “Mungkin, karena naik motor sendiri. Jadi, tak ada yang mengenali,” kata Endang. Karena tak terdata, petugas SAR juga tak bisa memastikan apakah korban ikut dalam pelayaran tersebut. (kmb30)
Korban Ditemukan tewas: 1. Agus Tia (sopir tronton), pukul 10.00 WIB 2 . Masruroh dan anaknya, Rahman, pukul 10.25 WIB 3. Mualim I, Puji Purnomo, pukul 11.00 WIB. Belum Ditemukan : Bambang Suryono Adi (nakhoda)
BPM/udi
TEWAS - Tim SAR gabungan mengevakuasi korban tewas tenggelamnya KMP Rafelia II, Sabtu (5/3) kemarin.
Minggu, 6 Maret 2016 10.30 Pelangi Kehidupan 11.30 Dunia Otomotif 12.05 Dharma Wacana 12.30 Traventure 12,45 BCTTV / Glimpse of the Island 13.00 Dunia Kita 13.30 Lejel Home Shopping 14.05 Klip Bali/BCTTV 14.30 Tembang Bali 15.30 Gita Shanti Sekehe Shanti Jagra Winangun (4) 16.05 Dialog Interaktif Harmoni Balig 17.05 Round Up The World 17.30 TW TV 18.00 Puja Trisandya
saya angkat. Kebetulan HP saya tinggal di rumah. Setelah itu, HP-nya tak aktif lagi sampai sekarang,” kata Endang saat mencari nasib suaminya di pesisir Bulusan, Ketapang, Sabtu (5/3) kemarin. Wanita paruh baya ini khawatir suaminya ikut menjadi korban tenggelamnya kapal Rafelina II. Saat perjalanan ke Banyuwangi, suaminya mengendarai sepeda motor Honda Vario. Endang sudah mengecek ke posko ASDP Ketapang. Namun, data suaminya tak tercantum. Dia juga sempat mengecek para korban di rumah sakit. Hasilnya masih nihil. “Saya tidak tahu lagi harus ke mana mencari informasi,” keluhnya sambil menangis. Dia sudah melaporkan identitas suaminya ke petugas. Dia ber-
Jumlah penumpang selamat 76 orang, terdiri 64 penumpang dan 12 ABK.
18.05 Seputar Bali 19.00 Banjar Bali Quiz 19.30 Kris (Kriminal Akhir Sepekan) 20.00 Samatra Artis Bali 21.00 Lintas Manca Negara 21.30 Sekilas Berita 21.35 Ajeg Bali 22.00 Sekilas Berita 22.05 Solusi Alternatif 23.00 Seputar Bali Terkini 23.05 Solusi Alternatif Herbal Putih 23.30 Bali Channel Tourist TV 00.00 Lila Cita Calonarang Sumerta Denpasar (2). Clossing
BPM/udi
HILANG - Endang (menelepon) mencari kabar suaminya di lokasi pencarian korban hilang tenggelamnya KMP Rafelia II di pesisir Ketapang, Sabtu (5/3) kemarin.
Jaga Etika Wisatawan Saat Melasti dan Nyepi
05.52 Mars Indonesia Raya 05.54 Mars Bali Jagadhita 05.56 Lagu Ngastitiang Bali 06.00 Puja Trisandya 06.05 Dharma Wecana 06.35 Sehat Bugar 07.05 Seputar Bali Akhir Pekan 07.05 Warna-warni pagi 08.05 Klip Anak 08.35 I Got It Popcorn (Thailand) 08.45 BCTTV 09.05 Taman Sari 09.30 Belajar Menggambar Belajar Mewarnai Domba 10.05 Boga Dewata
sebuah pertempuran yang dahsyat antara mereka dan pemanah-pemanah berseliweran banyak sekali di angkasa. Akibatnya, bumi ditutupi dengan debu dan hujan anakanak panah, yang ditembakkan oleh kedua belah pihak. Segala sesuatu tertutupi. Tidak ada yang dapat dilihat lebih lama lagi. Sungguh, pasukan-pasukan dari kedua belah pihak diselimuti debu sangat tebal. Pertempuran dilanjutkan. Jadi sama sekali tidak ada menghargai kepada orang-orang dan peraturan-peraturan. (bersambung)
Denpasar (Bali Post) Tinggal menghitung hari, umat Hindu di Bali akan melaksanakan Catur Brata Panyepian. Segala aktivitas akan terhenti selama satu hari penuh, termasuk aktivitas pariwisata. Segenap komponen pariwisata diminta menghormati pelaksanaan hari raya Nyepi, termasuk menjaga etika wisatawan mulai dari melasti hingga Nyepi. Jangan sampai ada wisatawan yang keluyuran atau bahkan berhura-hura di tempatnya menginap. “Kalau ada yang membuat paket Nyepi untuk wisatawan dalam rangka strategi menggaet wisatawan untuk datang ke Bali, maka harus jelas aktivitas wisatawan tersebut. Jangan sampai seperti tahun lalu wisatawan dibiarkan hura-hura di hotel sampai mabuk-mabukan, aktivitas maksiat. Termasuk ada karyawan hotel juga ikut mabuk,” ujar Ketua Ikatan Cendekiawan Pariwisata Indonesia (ICPI) Wilayah Bali, Drs.Ec. I Putu Anom, B.Sc., M.Par. di Denpasar, Sabtu (5/3) kemarin. Anom menambahkan, wisatawan sebaiknya diberikan penjelasan tentang makna Catur Brata Panyepian. Dengan demikian, mereka tidak saja mendapatkan something to see (sesuatu yang dilihat, red), something to do (aktivitas yang dilakoni), dan something to buy (sesuatu yang dibeli). Tapi yang terpenting mendapatkan something to learn atau sesuatu yang dipelajari dan dipahami wisatawan selama berkunjung di Bali. “Tiga hari sebelum Nyepi, umat Hindu melaksanakan upacara melasti. Biasanya di daerah pantai yang merupakan kawasan wisata. Ini kan menjadi tontonan unik bagi wisatawan. Oleh karena itu, aparat setempat baik dinas maupun adat agar mengatur pula supaya wisatawan yang menyaksikan upacara melasti berpakaian sopan,” imbuhnya. Anom melanjutkan, aparat juga perlu mengatur ruang yang diperbolehkan untuk wisatawan agar upacara melasti tetap berjalan khusyuk. Begitu juga bila ada wisatawan yang ingin melihat proses upacara di pura desa, agar diatur sehingga tidak menggangu jalannya upacara. “Harus dibuat dan dilaksanakan aturan khusus kalau ada wisatawan yang berkunjung agar inti dan tujuan upacara berjalan sesuai tatwa, susila, dengan tetap mengutamakan kekhusyukan umat dalam melaksanakan upacara,” jelas mantan dekan Fakultas Pariwisata, Unud ini. Secara khusus, Anom juga mengingatkan agar atribut ogohogoh saat pawai pada malam pangerupukan tetap bernuansa Bali. Ogoh-ogoh semestinya mencerminkan sifat-sifat buta kala dengan tetap memerhatikan aturan, norma, agama, etika moral, estetika, dan tradisi setempat. Pasalnya, acara pawai ogoh-ogoh merupakan puncak tontonan menarik bagi wisatawan. (kmb32)
TELEPON PENTING RUMAH SAKIT RSUP Sanglah : 227912-15 PMI/RSUP Sanglah : 227911 RSAD Udayana : 228061 RSU Wangaya : 222141 RSU Manuaba : 426393 RSUD Badung : 9006813 9006812 RSU Surya Husada : 235041 : 233786 : 233787 RSU Puri Raharja : 222013 RSU Saidharma : 227220 RSU Kasih Ibu Denpasar : 223 036 BaliMed Hospital : 484748 RSU Dharma Yadnya : 462629 : 462488 Fax. : 462488 RSU Dharma Usadha : 227560 : 234824 RSU Bina Atma : 425744 RSU Khusus Bedah Graha Usadha : 423467 : 426492 Klinik SOS Gatot Kaca : 223555 RS Bhakti Rahayu : 430270 : 403245 RS Bhayangkara : 234670 RSU Sari Darma Jl. Pulau Seram No.1 : 226866 RSU Prima Medika Jl.P.Serangan No.9X : 236225 (Hunting) Fax : 236203 Bali Royal Hospital Jl. Letda Tantular No. 6 Renon : 247499 RSU Wisma Prashanti, Tabanan : 819601 RSU Bintang Jl. Ngurah Rai 10, Klungkung :
(0366) 25241 Fax. : (0366) 22819 Rumah Sakit Bersalin Harapan Bunda : 265533 34 Layanan Psikiatri Jl. Belimbing 74 Dps. : 249488 Polda Bali : 236494 Posko Bantuan Tourist Police : 224111 Nusa Dua Clinik : 771324 Klinik Mas (Jl. Raya Mas-Ubud) : 974573 Batu Bulan Medical Clinic : (0361) 8884000 Markas PMI Cabang Badung Jl. Imam Bonjol Denpasar : 484305 Pelayanan Abulance Gawat Darurat PMI Cab. Badung : 484305 Pelayanan Usaha Transfusi Darah (PUTD) PMI Cabang Badung d.a. RSUP Sanglah Denpasar : 227224 : 227915 : 227911 s.d. 227915 UGD Jiwa 24 Jam RSJP Bangli
: RSU Graha Asih : RSIA Puri Bunda :
(0366) 91008, 91052 764860 0361- 437999
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Minggu Kliwon, 6 Maret 2016
17
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya Informasi pasang iklan Telepon : Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) : (021) 5357602 - Fax : (021) 5357605 - Iklan Still Store di Bali TV : Rp 200.000,- (10 x tayang) z Jakarta z Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) - Runing Teks Bali TV : Rp 50.000,- (5 x tayang) z Mataram : (0370) 639543 tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus - Denpost Paket : Rp 165.000,- (10 x muat) z Denpasar : (0361) 225764 (hunting) e-mail:iklan@balipost.co.id 66 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita - Bisnis Bali Paket : Rp 82.500,- (10 x muat) z Surabaya : (031) 5633456 z Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau VISA z Email: pembacabalipost@gmail.com z Layanan Pengaduan: HP: 081 139 62168, Pin BB: 55c8e021 z Discount Up to: 10% Pembayaran dgn Kartu Kredit BNI Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! z Tarif iklan Mini/Baris
Cr Tng Bersih2 Gj1,4 Krj 8Jam Jl.JayaGiriIII/26,089682828229
Butuh Segera Spa Therapist di Tegalalang 20 org,Wanita,tdk perlu pengalaman,akan diberi pelatihan,karir bagus & gaji menarik/Kirim lamaran ke:Jl Bypass Ngurah Rai Sanur No.101 Email:hrd@zenbali.com/T.289752
A.BP.001.03.16.0000474
!!!2org Sopir B1,Sdh Pngalaman Kerja,Gaji Tinggi,Ada Uang Mkn,Ada Kos,Hub.Murah Makmur Bangunan Jl.By Pass Ngurah Rai 888 Depan Oleh2 Karang Kurnia
B.BP.145.03.16.0000214
B.BP.141.03.16.0000209
Cimb Niaga Finance bth CMO, Pria max 35th,min D1 pglmn2th, mahir Smartphone,CV ke PT. Wahana Rukan Sunter Permai B-3 Jkt 14350 E.hrd@wahana.pt
!Dcr Admin Laba/Rugi Pngalaman Single Canggu,081999337447
Dibutuhkan Staff Kasir Wnta Hub.087862979641
B.BP.166.03.16.0000263
A.BP.001.03.16.0000475
*Politeknik Emerald Bali*Bth Sgr Dosen S2 Kompt(M.Kom) Krm CV:Kampus Emerald Jl.Dharmagiri 99 Gyr, info@emeraldbali.com
!!! Dicari Supir BerpengaB.BP.031.03.16.0000187 laman bisa Metic dan Manual Cr Srabutan,Eng,Security Intan Rajin,Jujur,Rapi Hub: Permai Gg.Mulia Busana 50/1B B.BP.120.03.16.0000047 A.BP.153.03.16.0000386 Jl.Danau Poso No.35 Sanur 5Staf MC utk Hotel Domsili Tbn Cr Waiter&Barman,bwCVkeBali Telp:085333470104/085239115438 Hub.085100460663/756886/261045 A.BP.005.03.16.0000467 BeachShackRestJlSahadewa7Legian A.BP.001.03.16.0000330 B.BP.154.03.16.0000261 Arsitek S1/STM Bangunan Biku Rest@Petitenget Need imDbt sgr Tng Garden u/di Hotel Hp.081805546207 Renon Dps medietly Rest Host Barback Good Jl.Diponegoro 51 (0361-247111) A.BP.001.03.16.0000459 English&Attitude CV+latest PhoA.BP.001.03.16.0000426 Dcr Karyawati utk Counter HP tograph to info@bikubali.com Kayumanis Nusa-Dua Looking for Pend.SMA max 30Th,081236158580 B.BP.166.03.16.0000264 B.BP.164.03.16.0000253 Sous Chef, English,Villa Dcr FO bs Bhs Jpn,Inggris,Driver Amazy Gatsu,Bth sgr Kasir,Cook Attendant, Please send CV to & Therapist max 35Th u/Spa Waiter/ess & CS Hub.283188 Lam hrnusadua@kayumanis.com/770777 B.BP.101.03.16.0000197 dibw ke Pertk.KFC Sanur No.23 di Jimbaran 704664/085100638867 A.BP.001.03.16.0000353 Dbth:Public Relation/Staff B.BP.101.03.16.0000211 Dcr:Salesman u/Ban Motor Corsa Dibuka Konsep Makanan Baru di Acct Wanita & Sopir Pribadi 2 Org, u/Oli Shell,2 Org Lk.Max. Krm:Jl.Laksmana 11A Basangkasa Jimbaran, Mencari Chef dan 35Th.Srt Bw Lsg ke PT.Banoli (Wah-Wah Rest) 085792447998 Staff.Send CV ke Jl.Buluh Indah No.75 Dps ariwibawaimade@gmail.com ayamthebest@gmail.com A.BP.001.03.16.0000071
A.BP.001.03.16.0000318
A.BP.001.03.16.0000445
Dcr Haridresser.T:(0361)735593 /esthetheticdayspa79@gmail.com
Dcr PRT KTP Bali tinggal dalam Hub.082339183866 bkn yayasan
Dbthkn Markting Llsan MinD3-S1 Lmrn Dpt Dikirim ke Jl.Subak Dalem 1A Griya LaksmiAtrha No 12 Gatsu Tengah Dps Email:hrd. tristanisascientific@yahoo.com
Dcr Prangkai Bunga yg Seni H.081999205161
A.BP.001.02.16.0001517
A.BP.001.02.16.0002039
Dcr 2 Pgw Wanita utk Wrg Pglmn min2Th Segera Hub:081337989977
A.BP.001.03.16.0000425
Dcr Acc S1 Mengerti pajak Laki Pengalaman Hub.081999660972
A.BP.001.03.16.0000133
Dcr Bidan BPM Jl.Wibisana Barat No.21 Hub.08123985216
A.BP.001.03.16.0000431
Dcr Butler/Security/Driver Hub. 081337460096/0361 9000996
A.BP.001.03.16.0000457
B.BP.001.03.16.0000242
A.BP.001.03.16.0000447
Dcr Receptionist wanita yg bs bhs Inggris& Computer,Max 35 Tahun,Therapist Laki laki & Cleaning Crew laki laki,Untuk Area Seminyak.Pglmn tdk Diutamakan utk Semua Posisi, Kirim CV ke Jl.Raya Basangkasa #47/jarimenari@jarimenari.com Tlp.0361-736 740
B.BP.004.03.16.0000190
Dcr Peg Spa Wnt,bs Inggris,utk Htl*4 Hub. Hotel Satriya Cottages/Popies II Kuta Tlp.758331
B.BP.001.03.16.0000238
A.BP.001.03.16.0000132
Dcr Teknisi Pest Control.Krm CV ke squad.control@yahoo.com Hub:081217000061
A.BP.001.03.16.0000460
Dcr kary laundry Pglmn Hub: Hotel Ari Putri Semawang Sanur
A.BP.001.03.16.0000351
Dcr:Reseptionist,Housekeeping Hotel Puri Asih, Jl.Pantai Kuta 40, Kuta
Dcr STM Mesin utk Teknisi Laundry Pengalaman Hb.081999660972
Dcr Sgera 1 Tng Warung Makan & 1PRT Gaji Bagus H.081328784512 Dcr Dokter u/ Klinik Hb.283188 Lmrn dibw ke Prasanti Beauty Clinik Pertk.KFC Sanur No.23
Dcr Krywan/i Pbrk Roti,Manager dan Waitress.Hub:081999057909 Email:breadbasket.id@gmail.com
A.BP.001.03.16.0000137
A.BP.001.03.16.0000329
A.BP.001.03.16.0000320
A.BP.001.03.16.0000356
Dcr sgr Terapist/Receptionist Hub.PT.QRG Jmbrn 8480382/79
A.BP.001.02.16.0002324
Dibutuhkan Security Utk Villa dan Toko Punya Pengalaman Min 2 Thn Hub.085649634572
A.BP.001.03.16.0000469
Dibutuhkan Segera Perusahaan Milik Asing Posisi OP,CS, Receptionist,Arsitek,OB,PA. Pria&wanita Max.27Th.Aktif Bhs.Inggris,team work,Krm Lmrn &CV:info@baliexpatservices.com Tlp.0361 733744 / Jl.Kunti 1 Plaza Kunti No.12,Seminyak
A.BP.001.03.16.0000317
Dicari Secepatnya Untuk Posisi engineering,Harus Bisa Kerja di dalam Team,Semangat & Ceria Kirim Foto+CV:golfrid@revolver espresso.com Atau telp.082339449915
B.BP.145.03.16.0000212
Dicr.Chef & Waitress u/ perusahaan kapal.Berpengalaman (di kapal lebih baik),Fleksibel, inovatif & proaktif, dpt bekerja sama sbg team & bs bhs.Inggris Lamaran email ke 2016.openpost @gmail.com maks 16 Maret 2016 A.BP.001.02.16.0002294
Dicari Sgr Senior Reservation & FO Supervisor E.hrd@thegrand sunti.com
Dive company is hiring 2 Indonesian Dive Travel Consultants One for the loc/market&one for agent bookings-perfect English serious-outgoing-organisedexcellent computer skills. Min.12 months.Send Resume & Cover letter in English + expected salary&availability. Mail:HRD@AquaMarineDiving.com
PT SehatiTrans dcr staf bagian Admin (keuangan/pajak),Marketing Pariwisata,Lam CV krm Jl. Bungtomo No33 Dps,081239955001
Dcr tng Satpam syrt: pddk. SLTA/ SMK, diutamakan yang punya sertifikat Satpam, belum berkeluarga, tidak merokok, umur A.BP.001.03.16.0000424 Maks. 25 th. Lamaran segera dikirim ke Jln. Kepundung 67 A Dps PT.Palem Spa Indonesia/Tunjung Sari Spa Looking for Spa Thera(isi Kode SATPAM) G.01 pist min 1yr Exp Umk,16+Bns+Sc Pls Send CV:mudianawyn82@gmail New Villa in Ubud Req.FO Staff .com Jl.Pratama 54Z Ns2/772554 Male Interview T.0361972934 B.BP.101.03.16.0000248
A.BP.001.03.16.0000448
G.04
G.05
PT.Putra Dewata dist.Aqua Dcr tng Serabutan pddk:SMA/SMK, Membutuhkan:Manager,Spv. Garment bth data Entry Staff/ belum berkeluarga, tidak merokok, Sales, Koordinator Sales, umur Maks. 25 th. Lamaran segera Admin:pengalaman,bisa computer dibawa ke Jln. Kepundung 67 A Dps Sales & Driver Area Denpasar. English.CV&lamaran ke Jl.Tegeh (isi Kode SERABUTAN) Kirim Lamaran+CV ke Jl.Gatsu Sari No.88 Kuta tlp.766496 G.02 Timur 250X Hub:089513730526 Email:info@luluyasmine.com A.BP.001.03.16.0000266 Dcr tng Marketing, syrt pddk D III A.BP.001.03.16.0000412 semua jurusan, menyukai tugas Taco Casa-Canggu is hiring now Kuta:Waitress-Bartendris-Kasir lapangan, umur Maks. 25 th, Waitress hard working, Tk.Masak-SPA/Salon 08123807241 blm berkeluarga . Lamaran dedicated person, at least A.BP.001.03.16.0000471 lengkap segera dibawa ke 1 year experience in the same Looking for personal assistant field, max 26 y/o, single Jln. Kepundung 67 A Dps energetic,skill are fluent wriCV:info@tacocasabali.com (isi Kode MARKETING) tten&Spoken english&bahasa, G.03 SMS:0821 4524 5144 1 year experience,please send CV A.BP.001.03.16.0000423 Dicari tenaga Sales Promotion Girl to:info@revolverespresso.com Dicari Sopir Syrt: pddk min SMA/ (SPG), syrt : pddk min SMA/SMK, B.BP.145.03.16.0000213 bisa Komputer, umur Maks. 25 th, SMK, Laki2, punya SIM A,umur Sri Abi Ratu Villa Looking for belum berkeluarga. Lamaran Maks. 25 th, belum berkeluarga. lengkap sgr sgr dibawa ke Sales Executive,M/F,Exp 1 year Lamaran lengkap sgr sgr dibawa ke jln. Kepundung 67 A Dps own Vehicle,English Sent CV to jln. Kepundung 67 A Dps (isi Kode SPG) mail:okky.paulina84@gmail.com (isi Kode SOPIR) B.BP.004.03.16.0000072
A.BP.014.03.16.0000440
A.BP.001.03.16.0000268
MOBIL - MOTOR PROPERTY RUPA-RUPA Bali Post Dijual Rmh Asri Cantik,perumTeRmh Br Lt2 di Tmn Griya JimbaDikontrakan Toko Jln Hanoman ras Ayung LT630m2,LB600m2,2Lt, ran,087860041028/082138258844 depan Br. Pd Tegalkaja B.BP.164.03.16.0000255 A.BP.001.03.16.0000403 S.Pool,Garden, Jl.Gatsu Dps Hub.085953711194 Avanza G 2015 April Hrg.160jt Hub.081353386868;087860066108 Rmh Br Minimalis Tp.65/100 3KT A.BP.001.03.16.0000048 A.BP.001.03.16.0000328 B.BP.164.03.16.0000254 Nego Hub.0811382625 Pak Putu Ovr Toko Boneka+Isi 45Jt Pdng B.BP.154.03.16.0000262 1KM,Siulan Dps Tmr 08123833999 Xenia M Deluxe 2013Putih AsBali APV’2008 Putih Ijin Par A.BP.001.03.16.0000428 A.BP.001.03.16.0000414 Luwih 10 Hub:081237921521 Djl Perum Bukit Hijau Jimbaran Dp 30Jt Ang.2,9, 085935361046 082145993183 Kj Grand Estra’93 Abu Sot Ori A.BP.001.03.16.0000065 A.BP.001.03.16.0000375 A.BP.001.03.16.0000443 L132m2,LB100m2 Tlp(0361)466840 DISEWAKAN RUMAH Luar Dlm Terawat 08123900272 081934310335,085100919617 Dijual Segera APV,Alphard,MBO FORD DISEWAKAN RUKO Dikon Rmh 3KT,4KM,2Dpr 75Jt/Th A.BP.001.03.16.0000449 A.BP.001.03.16.0000043 Hub.081239393301/081805560587 Ford Ranger 2011 Putih Ban Wlyh Sanur Beach 087793373902 Dikont Ruko Dpn Kampus Dyana A.BP.001.03.16.0000398 Djl Rmh&Ruko KediriGarden Type Besar Istimewa Hub.08164726403 B.BP.135.03.16.0000259 Pura Dalung Hub:081339563242 DIJUAL RUMAH Jual Mobil Karimun Th 2003 50,60,80, Jl.Ry.Nyitdah Tbn A.BP.001.03.16.0000451 A.BP.001.03.16.0000444 Dikontrakkan Rmh Jl.Trengguli Hp:085954153837 Djl Rmh Br di Jl.Raya Hub.(0361)466840,081934310335, 4D No.12 3KT,2KM,Dapur Garase Disewakan Ruko Lt2,AC,Tel,Kaca HONDA A.BP.001.03.16.0000450 Bongan Tabanan T.081999385727 085100919617 Jazz RS AT’2013 Putih AsliBali Hub:081353367196/081237801105 Tk.Petanu,Panjer,085792498544 Karimun’02 Biru Met,Mulus & A.BP.001.03.16.0000404 A.BP.001.03.16.0000041 A.BP.001.03.16.0000315 Low KM Hub.081338623521 Prbadi Mesin OK (63Jt) Hub.0817354900 Hrg 28jt/Thn BUC Rmh Lt2 T.112/110 Jl.CeDp10% T60/100&T55/104 One Gate A.BP.001.03.16.0000462 A.BP.001.03.16.0000442 A.BP.001.03.16.0000246 DISEWAKAN TANAH komaria 9009941 / 085954088585 8mtPaving S.Huni.082147026666 !!! Dijual Mobil Pick Up MERCEDEZ A.BP.001.03.16.0000477 A.BP.001.03.16.0000455 Kont.Rmh 2KT,1KM,1Dpr Jl.BanDiswkn Tnh 8Are di Ds .Sakah Suzuki Futura ST130 Tahun 1994 !!Dijual Mobil Mercedes C230 *Djl Cepat Rmh 2Lt di Kunti 2 Jual Rmh Mnmlis Lt2 3KT Smping teng Baru 24 Rnon,087861802818 Gianyar 15mnt dr Ubud,View A.BP.001.03.16.0000434 Tahun 2000 Warna Hitam Kilome- Warna Merah Minat Hub:08523911 Smnyak 750Jt Nego 081337100093 RS baliMed 1,3M H.081338558078 Sawah & Sungai Silahkan 5438/085333470104 A.BP.001.02.16.0002046 A.BP.001.03.16.0000438 Kont.Rmh Jl.Tk.Petanu Gg.Perkuter Rendah Mulus,Terawat Minat A.BP.005.03.16.0000466 Hub:081339603444 Kost Elit 2,6Are 12Kmr 2Lt di BUC Rmh Br LT135 LB175+Furnish Hub:085239115438/085333470104 A.BP.001.03.16.0000334 tut No.14 Panjer H.08134724070 TOYOTA A.BP.005.03.16.0000464 Jl.Tk.Badung Owner 0811389370 Glogor Carik 4M HP.0818347584 A.BP.001.03.16.0000427 DIJUAL RUKO Avanza G Silver Dp 27 Jt AsBali A.BP.001.03.16.0000472 B.BP.135.03.16.0000258 MITSUBISHI Over Kont.Rmh 4KT 2KM Msh 12Th Cash/Credit 085935361046 Jual Ruko Jl.Raya Pekutatan Rmh 100/105 KT3KM1 Grs,Dps.900 Baru@Jl.Skr.Tunjung VIII No.3 !Dijual Pick Up Mitsubishi Type 87Jt Jl.Keboiwa H.085921777797 A.BP.001.03.16.0000374 LT300 PLN220 PAM 081236062650 Bonus KitchenSet.082147026666 Jt P.Indah 6/7 H:082146771875 TS120 Tahun 1994 Warna Putih A.BP.001.03.16.0000458 Avanza Th’2006 asliBali Cat B.BP.135.03.16.0000260 A.BP.001.03.16.0000463 A.BP.001.03.16.0000454 Hub:085239115438/085333470104 Orisinil TV MP3,087860391057 DISEWAKAN TOKO Rmh br sdh jd 2Lt LB/LT:140/ A.BP.005.03.16.0000465 Rmh Dlm Kota LT180m LB150m 4KT DIJUAL TANAH B.BP.164.03.16.0000256 Dikont.Toko&GudangJl.Mahendra190m2 Kebo Iwa Slatan Lks Sgt Dijual DAM truk Mitsubishi 2KM RT Rkl KPbt, Dapur-Garase, !Tnh 1,3m2 Hrg Miring 350Jt/A Avanza G’2013Silver asliBali Canter’2012 Hub.081338190500 Tgn1 155Jt,08123964757 Pribadi Jl.T.Alasarum 15. 081338623521 Bgs Hub.Pemilik, 0811396569 data 11A,350Jt/Th,081338708444 Sempidi,9009941 / 085954088585 A.BP.001.03.16.0000470
A.BP.001.02.16.0000272
INTERIOR
RUPA-RUPA
RADITYA JAYA
IKATAN PRODUSEN RUMAH MURAH INDONESIA
Interior & Furniture Melayani : Kitchen Set Bed Set, Sofa Partisi Butik, S p a Wallpaper Interior Villa Meubelair Kantor & Sekolah
081999940833, 081999940819 C.0001773-INT
SPA
Avanza G’2004 asli Bali Tgn1 Coklat MudaMet,0851 05 05 2880
SUZUKI
Splash GL Th’2012 Tgn1 asli Bali Silver H.085 333 124 554
Pilihan Tepat, Strategi Cerdas!!! Memiliki Rumah Type 45/Villa 65 m2 di Denpasar / Canggu senilai Rp 850 jt hanya dgn modal Rp 80 jt (bisa dicicil 4x / 8x) Hanya dgn cicilan 5 jt/bln selama 7 x -> 35 jt. Anda sudah bisa memiliki Rumah Type 45 senilai 180 jt di Tabanan / Negara (dekat Pusat Kota) .www.produsenrumahmurah.com Jl. Ry Br. Gadon No. 5 Kerobokan Kaja
0812 8906 0957 C.0000301-rpa
GESEK TUNAI & PELUNASAN
A.BP.001.03.16.0000461
RAJA BUNTU ATASI :
DAIHATSU
Xenia Dp.7Jt,Ayla Dp7Jt,Terios Dp.25Jt,PU Dp.6Jt, 082340855805
WC Garansi 1 bulan
081338013066 C.0001922-BRJ
SERIANI PAK KETUT KURAS + MAMPET & SOLUSI
WC SIMPATI
SEGAR KULIT CERAH HATI GEMBIRA BADAN
BALINESE BODY SPA jam Rp.
2
HANYA
150.000
JL. JAYAGIRI III/22 08996277822 / 0361223016 JL. HANGTUAH 11X SANUR 0361289481 C.0000230-SPA
ALUMINIUM
XL
PELAYANAN YNG BAGUS + MURAH 24 JAM
081338561747 087860950022 C.0000267-BRJ
KETUT H. 08-1234567-113 PAK AHLI WC MAMPET C.0001910-RPA
RUPA-RUPA
TERSEDIA TANAH Gatsu barat 1 are 495jt (NEGO) Jl. Kebo Iwa 1 are 395jt (NEGO) Ubung Kaja 71 m2 325jt (NEGO)
089 801 88 108 C.0001673-RPA
AC
- SALURAN AIR - WASTAFEL DLL - MAMPET - TANPA BONGKAR - TERIMA KURAS
KURAS
WC GARANSI
MELANCARKAN - SALURAN AIR - WASTAFEL - KRAN AIR - DLL TANPA BONGKAR
PAK GEDE AHLI MAMPET KURAS
* CLOSET * WASTAPEL * SALURAN AIR * DLL
WC TANPA BONGKAR
GARANSI
XL : 081 747 62079 SIMP : 081 339 181 528
HUB: 0822 4796 4577 C.0000026-ac
BAHAN BANGUNAN
Dijual Kbn Cengkeh L.50A SHM H.17Jt/Are Lokasi Lemukih 9KM dari Bedugul Hub:087762982552
B.BP.009.03.16.0000195
Dijual Tanah 2Are, Lok Jl. Siulan, Dps.Pmlk Lgs Hub. 08124642065,08123929033
A.BP.001.03.16.0000366
Djl Kav Baru 1 Are Bitra Gianyar Jln 5 Mtr Hub:081999025757 A.BP.001.03.16.0000028
Djl Tnh 1Are Celuk Gianyar Gg. Merta Sari 250Jt, 0819993648111 A.BP.001.03.16.0000340
DIJUAL MOBIL PICK UP
Melayani :
DP
AC
POMPA AIR
AC
KULKAS MESIN CUCI KOMPOR GAS WATER HEATER FREZER, DLL.
FRESEER W.HITER CHILEER 082339911100
085102688674 082236618987 GATSU BARAT, PENAMPARAN
C.0000280-SRV
C.0002112-srv
Pemasangan Instalasi Listrik Service Konsleting Penerbitan SLO Pasang Baru KWH Pemipa’an
PROMO DAIHATSU
5Jt
6
TERIMA TUKAR TAMBAH
BALI LESTARI
SERVICE TV
MERTA JAYA TEKNIK
SUKSESINDO BALI SERVICE
WC
Mengatasi Mampet, Saluran air, Wastapel, Closet, Tanpa Bongkar C.0000001-BRJ
TV
SI
SEGALA MERK
082 144 495 421 081 5470 9697 C.0002140-SRV
Cleaning Bongkar Pasang Service Penjualan
AC
Perawatan Rutin membuat AC jadi Awet
08123613315 C.0001859-srv
PAK KOMANG
KURAS
WC
TANPA BONGKAR
A.BP.001.03.16.0000362
Tnh Kvl di Mengwi 70Jt/A bs Kredit & Kvl 150Jt/A 087862450004
A.BP.001.03.16.0000456
BIRO JASA Sedia PRT Hub.081 999 392 419 B.BP.164.03.16.0000252
A.BP.001.02.16.0002278
DIJUAL MOBIL
DIJUAL MOBIL
MENYAMBUT HARI RAYA NYEPI
READY STOCK DP BISA NEGO MIN. (11Jt-an ) BUNGA DIBAWAH 1% PERBULAN
081 9999 82322
DIJUAL MOBIL
SUMUR BOR POMPA AIR
- MESIN CUCI - KOMPOR GAS - WATER HEATER HUB: PAK KETUT
C.0000913-mbl
C.0001938-mbl
PANGGILAN MURAH BERGARANSI
DIJUAL MOBIL DAIHATSU PUSAT
GEBYAR NYEPI PU. G MAX DP. 3 Jt DP. 7 Jt XENIA TERIOS DP. 26 Jt DP. 25 Jt LUXIO SIRION DP. 24 Jt DP. 6 Jt AYLA
085739020804 087861088449
AYU HITA 085 100 848 837
C.0001813-SRV
C.0001018-MBL
081 999 497 797
PUSTAKA BALI POST
GARANSI
C.0001548-BRJ
A.BP.001.03.16.0000439
KERJASAMA Lahan 14A sdh Siap Krj Sm Cari Invstor/Pendana Hub:0817340222
BUKU BARU
CLOSET WASTAPEL BATHTUB SALURAN AIR DLL
081 933 098 639 081 238 503 877
A.BP.001.03.16.0000244
Doa Puji dan Syukur atas Terkabulnya Doa Novena 3Salam Maria dan doa Rosario
A.BP.005.03.16.0000418
Tnh Kav.Kwanji 50m dr jl.utama SHM,Murah,Cas/Krd,081903000203
C.0001305-MBL
C.0000179-srv
SERVICE
N RA GA
A.BP.001.03.16.0000436
Tnh 1Are Siap Bgn Lok Keboiwa Utara(Br.Batukandik) 450Jt nego 081338658888 BU
PICKUP | M.CARRY | PICKUP FUTURA ERTIGA | WAGON R | APV ARENA | SWIFT
GREAT XENIA DP Jt
SERVICE
JASA KURAS
RUPA-RUPA Ditemukan BPKB Kawasaki Versys Jual Tnh diBedugul Smpng Resto- putih an dr.Dwi Cynthia DK3482 ran 500m2 200Jt/A,081338870444 BX.Hub Agung 087761462687 A.BP.001.03.16.0000437
3Jt
SERVICE
HUB : 085101540362 XL 087860189607 AS 085253103978
A.BP.001.03.16.0000265
Jual Tanah 15A Hotmik Perean Kangin 60Jt/A H.081338708444
AYLA DP
081216529883 TLP. 081236718136 AGUS 08176638278
SERVICE DAN PENJUALAN AC BARU/BEKAS
A.BP.001.02.16.0002158
Jual Tanah Setrategis Banyak Vila Luas 23,5Are Lok Pinggir Jln Menuju Pantai Sebelah Brt A.BP.004.03.16.0000255 Hotel Gren Surya Seririt BU Jl.Kerta Dalem,G.Residence 262 m2 H:081254113209,082233745999 Hub:081 246 68242/082236611557 A.BP.001.03.16.0000348
Dapatkan Cashback Dan Hadiah Menarik
BIRO JASA
PANGGILAN
A.BP.001.03.16.0000335
SINGARAJA
Djl Tnh L 400m2 Lok Danau Buyan Bedugul hub.082145303234
Jl tnh kavling dan rumah type 60/100 lok.Kutuh PantaiPandawa PDAM,Listrik,IMB,082339390333
A.BP.001.03.16.0000274
ANUGRAH ELECTRIK
LANCAR JAYA
Djl Tnh di Balangan 50Are 3mnt dr Pantai Balangan Hub:081339603444
Djl Tnh 26Are Dkt Ayana Resort A.BP.001.03.16.0000219 Jimbaran,Ruko 2,24Are 4Lt Dipo- Tnh 1,80A,285Jt AbianbaseDalung nogoroDps Murah Hb.08123804558 Jl3m,081237666809
SERVICE PANGGILAN BERGARANSI
Service kerja ditempat
KAMUS BALI - INDONESIA - ENGLISH, INDONESIA - BALI - ENGLISH
SOLD
SOLD L=174m
L=174m
2
2
SOLD Jelinjingan
L=106m
2
L=101m
2
L=116m
2
Jelinjingan
08123865819, 08174751610
C.0001566-BRJ
HOTEL
C.0001871-rpa
Paket Nyepi
Mulai Rp 550.000,- Nett
CV. Tiga Sampoerna Bali Jl. Pertulaka No. 28X Br. Peninjoan, Desa Peguyangan Kangin, Denpasar Utara T : 081327413385 081999278882 C.0000121-BBN
B.BP.001.03.16.0000244
PUTRA JAYA MANDIRI M.CUCI KULKAS
Lokasi : Tukad Balian
Jalan
SMS ALAMAT LENGKAP
A.BP.001.03.16.0000338
BUC 1,5A 280jt/A mbl msk Jl.Pasekan Batubulan H.081236909637
SERVICE
TERSEDIA TANAH KAVLING Rp.700JT/ ARE
BU Djl Tnh 1Are dkt Pertigaan Psr Sempidi Hub.085858523866
SERVICE
RUPA-RUPA
Jalan 6m
AC
PERBAIKAN SIAP DITEMPAT SERVICE + FREON KULKAS BONGKAR PASANG GARANSI
B.BP.001.03.16.0000243
A.BP.001.03.16.0000476
081999391056|082342462318 AHLI WC MAMPET C.0001513-BRJ
A.BP.001.03.16.0000102
!!!BUC JT 80m2 200jt semua Gg. Walet Batuyang,085935245558 Ng
SERVICE
C.0001995-brj
EVER COOL - SPECIALIS
A.BP.001.03.16.0000435
A.BP.001.03.16.0000256
Murah Jl Cpt Timur Puspem Bdg 1-2A Jl5m Pav.081337332121Nego
For Reservation : Jl. By Pass Ngurah Rai No. 660 Pesanggaran, Denpasar Telp/ Fax. 726866/ 726878 Email: info@hotelyani.com C.0000129-HTL
Penyusun Tebal Harga
: Drs. I Made Wiguna, M.Ag : vi + 54 Hal : Rp 19.000,-
Kamus ini menerjemahkan kata-kata dalam tiga bahasa, yaitu bahasa Bali, bahasa Indonesia, dan bahasa inggris. Begitu pula menguraikan bahasa Bali alus serta bahasa Bali kasar, yang dilengkapi dengan cara membaca dalam bahasa inggris. Keberadaan kamus dapat membantu para siswa dalam menerjemahkan bahasa, serta dapat membantu para guide ketika membimbing para tamunya.
Hub : Pustaka Bali Post, Jl. Kepundung No. 67 A, Telp. (0361) 225764 atau Toko - Toko Buku Terdekat di Kota Anda Cdr.3kol.rpa.buku baru bp1809
18
REKREASI
Minggu Kliwon, 6 Maret 2016
TTS Bali Post
Pertanyaan Mendatar 2. Gamelan/Tabuh pengiring ogoh-ogoh 7. Adat istiadat setempat (Bali) 8. Bahtera (Inggris) 9. Dupa dari tumbuhan yang harum baunya 11. Dibalik : Dapur (Bali) 12. Keserakahan (Inggris) 13. Kursi panjang empuk ber tangan dan bersandaran 15. Perasaan senasib sepenanggungan terhadap seseorang 18. Yang diarak sehari sebelum Nyepi 22. Pelabuhan tertua di Indonesia 26. Aljabar tingkat tinggi 30. Tulang kelangkang 32. Orang 33. Benci (Bali) 34. Sangat atau sekali 36. Katak besar 37. Sebuah akhiran 38. Kemasan rokok yang berisi beberapa bungkus 39. Itu adalah dia ; dia adalah kamu (Bali) Menurun 1. Salah satu jenis simpanan bank 2. Kue kering dari terigu tengahnya isi kacang hijau 3. Games of new emerging forces 4. Malu 5. Masak (Bali) 6. Perjanjian atau kontrak 10. Keputusan rapat yang menyatakan pendapat atau keinginan para anggotanya 11. dan 33. Sehari setelah Nyepi 14. Nama depan penyanyi top wanita kita 16. Sampar, penyakit yang disebarkan melalui kutu tikus 17. Sebutan bagi bangsawan 19. Over head projector 20. Kabut 21. dan 30. Nyepi juga untuk memperingati pergantian? 23. Kata sapaan untuk kakak dari ayah atau ibu 24. Rasa (Bali) 25. Buluh atau bamboo 27. Dibalik : Kepala pekerja atau mandor 28. Angkat dengan ujung tombak/linggis 29. Topang 31. Perseroan atau persekutuan dagang 35. Senyawa atau campuran dari dua jenis atau lebih logam-logam
Ketentuan Menjawab Jawaban di tulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 236 dan cantumkan identitas lengkap serta no telepon/Hp. Kirim ke Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 12 Maret 2016. Pemenang diumumkan pada Bali Post Minggu 20 Maret 2016. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang @200.000, dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga ( 2 dewasa + 2 anak ). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos.
Jawaban TTS No. 234 Mendatar 1. Tendang 4. Tamping 7. SAR 9. Grafitasi 13. Ska 14. Nyi 15. Kapolda 19. ILO 20. Resepsi 21. Kawanua 22. KIE 23. Teguran 26. IDT 28. Ruam 30. Baal
32. Binar 35. Keramas 36. Kondang 37. Esa 38. Ngengat 39. Bolivia Menurun 1. Tapster 2. Dor 3. GSI 4. Tri 5. PES 6. Gerilya 8. Afdol 9. Gangster
SANGEH - Objek Taman Wisata Alam Sangeh kini lebih banyak dikunjungi oleh wisatawan Nusantara. Objek wisata yang mengandalkan kerumunan kera ini kini masih dikelola pihak Desa Adat Sangeh Kecamatan Abiansemal Kabupaten Badung. Bali Post/dok
Objek Wisata Alam Sangeh Menata Diri
DULU, orang boleh merasa takut dengan ulah kera yang berjumlah sekitar 700 ekor di Objek Taman Wisata Alam Sangeh. Sekarang hal ini hampir tidak pernah terjadi. Pasalnya, objek wisata yang terletak di Desa Sangeh Kecamatan Abiansemal Kabupaten Badung, sekitar 25 Km Utara Kota Denpasar ini betul-betul ditata secara apik. Baik keamanan, kebersihan dan penataan ruang. Meskipun hal ini masih tetap dikelola oleh pihak Desa Adat Sangeh, namun secara teknis pengelolaannya dilakukan oleh orangorang yang sudah berpengalaman di bidang pariwisata. Semua pengelola itu berjumlah 20 orang yang dipilih berdasarkan testing. Desa Adat Sangeh yang terdiri dari 5 banjar seperti Banjar Batursari, Banjar Brahmana, Banjar Sibang, Banjar Pemijian dan Banjar Muluk Babi itu, memilih masing-masing 4 orang wakilnya. Namun, sebagai pengawas teknis tetap dilakukan dari Dinas Kehutanan Provinsi Bali. “Kalau dulu yang dominan berperan adalah Hansip dengan klianklian banjar. Tetapi mulai 1 April 2003, objek ini dikelola oleh orang yang khusus dipilih. Sudah tentunya mengetahui tentang pariwisata,” kata Manajer Pengelola I Made Sumohan (35), belum lama ini. Tamatan BPLP ini menjelaskan, penjaga yang berjumlah 20
orang itu bertugas untuk menjaga kebersihan, keamanan wisatawan, penertiban pedagang dan Polaroid untuk kenang-kenangan. Para penjaga ini tersebar di lingkungan hutan Sangeh. Masing-masing 7 orang bertugas di areal parkir, 8 orang di dalam hutan, 2 orang bertugas mempromosikan dan setiap harinya selalu ada libur sebanyak 3 orang. Setiap bulannya, yang berkunjung kebanyakan wisatawan lokal Nusantara. Dalam setiap bulannya, kurang lebih ada 6.000 orang pengunjung. Sehingga, setiap bulan terjadi pemasukan rata-rata Rp 20 juta. Menurutnya, hasil ini seluruhnya menjadi milik Desa Adat Sangeh. Tetapi, itu setelah dipotong dari penjualan karcis, untuk gaji pengawai pengelola dan untuk Pemkab Badung. “Setelah tragedi Kuta, wisatawan mancanegara yang berkunjung terjadi penurunan sekitar 90 persen. Sekarang yang berkunjung kebanyakan dari wisatawan lokal atau Nusantara,” sebutnya sedikit kecewa. Sangeh merupakan objek wisata alam yang sudah terkenal sejak dulu. Tempat wisata ini mengandalkan satwa dan hutan sebagai daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke sana. Objek wisata Sangeh memiliki luas keseluruhan 13,969 hektar, di sebelah utara dibatasi sawah, sebelah barat dibatasi sungai Yeh
Penet, di sebelah selatan dan timur dibatasi dengan perkampungan Banjar Batusari. Hutan yang ditumbuhi sekitar 6.443 pohon pala (difterocarpus tri nervis), sekitar 27 jenis pohon lain seperti gamal, harbesia, pule, beringin, juga ada 22 jenis tumbuhan bawah seperti “ket-ket”, “lempeni” dan “gunggung” ini, memliki luas 10,8 hektar. Hutan ini dihuni oleh hewan di antaranya 2 jenis hewan mamalia seperti kera dan musang, 8 jenis apes seperti burung jelatik dan tekukur, 3 jenis hewan antropoda seperti ular dan 2 jenis ampibi. “Nah, kera berwarna abu-abu (Macaca fascicularis) yang berekor panjang inilah yang menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Sangeh,” jelasnya. Menurutnya, objek wisata ini juga memiliki 4 buah pura, seperti Pura Bukitsari yang terletak di paling barat hutan, Pura Melanting terletak di tengah hutan, Pura Tirta berada di depan lokasi hutan dan Pura Anyar terletak di depan pintu masuk menuju hutan. Semua pura ini di-sungsung oleh Krama Adat Sangeh, kecuali Pura Anyar khusus di-sungsung oleh warga Banjar Batusari. Untuk menjaga kelestarian satwa dan hutan, dibangun kandang untuk tempat isolasi kera jika ada yang nakal atupun sakit dan dibangun lab sebagai tempat untuk mengobati kera yang sakit. (par)
10. TPA 11. Kid 12. Infantil 15. Kapita 16. Piing 17. Loker 18. Arwana 22. Klakson 24. Emba 25. Abro (Orba) 27. Tengara 29. Ulasan 31. Audisi 33. Isnet (Tensi) 34. Akrab
Pemenang TTS No. 234 1. I D P G Semaradana Home stay duyung, Jl. Duyung No.27, Sanur 2. Ni Wayan Dharmayanti Dinas P3 Kabupaten Bangli, Jl. Merdeka No.79, Bangli (80613) 3. I Kadek Ariana IKIP PGRI Bali (Sastra Daerah Bali) 4. Putu Gede Purna Wijaya Kantor SAR Karangasem, Jl. Raya Jasri, Amlapura (80811) 5. I Kadek Agus Widiana Banjar Dinas Magetelu, Desa Tista, Kecamatan Abang, Karangasem (80852) 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar Nama : I Kadek Widiana Alamat : Banjar Kanginan, Gianyar (80515), Hp: 081 999 105 558
19
Minggu Kliwon, 6 Maret 2016
Ogoh-ogoh di Bangli Dibatasi Hingga Pukul 21.00 Wita
Bangli (Bali Post) Berbagai persiapan dilakukan masyarakat untuk menyambut datangnya hari raya Nyepi yang jatuh pada Rabu (9/3) mendatang. Salah satunya yakni membuat ogoh-ogoh. Di Kabupaten Bangli tercacat ada 393 ogoh-ogoh yang akan diarak masyarakat saat malam pangerupukan, Selasa (8/3). Kepala Badan Kesbangpolinmas Nyoman Terus Arsawan Sabtu (5/3) kemarin, menjelaskan, 393 ogoh-ogoh yang telah didatanya tersebut berada di empat kecamatan. Di Kecamatan Tembuku jumlah ogoh-ogoh yang ada tercatat 135 buah, kecamatan Susut 115 buah, Kecamatan Kintamani 87 buah, dan Kecamatan Bangli 56 buah. Jumlah ogoh-ogoh ini kemungkinan akan bertambah banyak hingga datangnya hari pangerupukan. “Ini baru data sementara, kemungkinan akan ada penambahan lagi,” ujarnya. Lanjut dijelaskannya, berdasarkan hasil rapat koordinasi bersama Forkompinda dan tokoh agama dan masyarakat belum lama ini, disepakati bahwa waktu pengarakan ogoh-ogoh akan dibatasi hingga pukul 21.00 wita. Dalam mengarak ogoh-ogoh, warga juga tidak diperkenankan melewati batas wilayah
masing-masing. “Diimbau juga bahwa saat malam pangerupukan nanti untuk tidak membunyikan petasan dan meminum minumminuman beralkohol yang dapat mengganggu kenyamanan,” jelasnya. Dia menambahkan karena malam pangerupukan merupakan kegiatan adat dan agama, maka untuk pengamanannya nanti diupayakan untuk lebih memaksimalkan fungsi pecalang. Namun, pengamanan tetap akan di-back-up polisi dan TNI. Sementara itu, Kabag Ops. Polres Bangli Kompol Komang Kardika mengatakan, pengamanan perayaan Nyepi akan dilakukan pihaknya selama lima hari. Pengamanan mulai dilakukan saat berlangsung parade ogoh-ogoh, proses pecaruan tawur kesanga, pangerupukan (sehari sebelum nyepi), hingga ngembak geni (sehari setelah nyepi). Pihaknya juga sudah melakukan pemetaan kawasan yang dianggap rawan. Adapun beberapa desa yang mendapat perhatian lebih yakni desa-desa yang sempat terjadi konflik sosial seperti Banyung Gede di Kecamatan Kintamani, dan Desa Bunutin di Kecamatan Bangli. “Kami turunkan sebanyak 407 personel,” terangnya. (kmb40)
Pertanda Baik Dari Hal. 1
Seniman I Nyoman Matram dan I Made Kena dari Banjar Kedaton Kesiman menilai ini pertanda baik untuk menumbuhkan kebersamaan, juga bagi sekaa gong remaja untuk melahirkan kreativitas dan garapan tabuh baru. Bahkan, kaum wanitanya sibuk latihan fragmen tari yang akan mengiringi pawai ogoh-ogoh. Matram dan Made Kena juga mengatakan membuat ogoh-ogoh tak harus mahal. Dia bersama STT Yowana Dharma Kretih membuat ogoh-ogoh Windhu Segara dengan bahan dari sampah laut. Hampir semua atribut diambil dari hasil laut yang memberi aksen ogoh-ogoh semakin kuat. Hanya di Denpasar ogohogoh dinilai. Koordinator Tim Seleksi Wayan Meganada mengatakan bobot penilaian meliputi unsur bahan, komposisi, kreativitas, dan ekspresi. Peserta harus menggunakan bahan ulat-ulatan ramah lingkungan seperti, bambu, kayu, kertas, guungan, gedeg, rotan atau penyalin dan tanpa sterofoam maupun gabus dan spon. Sedangkan untuk kawat hanya boleh digunakan pada akesesori pada kamen, saput, selendang dan rambut. Sementara karet sandal hanya dibolehkan pada aksesori gelang, kamen dan badong. Untuk komposisi, kreativitas, dan ekspresi, peserta dipersilakan membuat rancang bangun sesuai kemampuan berdasarkan estetika, teknik dengan teknologi modern, penataan warna dan ekspresi bertumpu pada penajaman karakter. Untuk objektivitas dan kemurnian
penilaian, tim juga telah melakukan pemantauan sebelumnya ke masing-masing peserta, ungkapnya. Untuk pemenang ditetapkan delapan nominator terbaik di masing-masing kecamatan.
Larang Berbau SARA Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Badung melarang warganya membuat ogoh-ogoh mengandung unsur SARA, pornografi dan politis, menjelang hari raya Nyepi. Imbauan ini telah disebarkan lewat surat edaran ke 122 desa adat awal Februari lalu. Kepala Disbud Kabupaten Badung, I.B. Anom Bhasma. menyarankan warganya membuat ogoh-ogoh sesuai tema dan sastra dalam ajaran Hindu yakni melambangkan Buta Kala. “Ini untuk menghindari terjadinya konflik antarwarga akibat ketersinggungan,” ucapnya. Selain itu, dalam pembuatan ogoh-ogoh, ia meminta tidak menggunakan styrofoam melainkan bahan dasar organik seperti bambu dan kertas. Dia juga berharap, dalam mengarak ogoh-ogoh tidak melewati batas-batas desa adat, sehingga tidak terjadi gesekan antarpemuda yang berpotensi terjadi saat malam pangrupukan tersebut. Di Tabanan, selain sebagai bagian dari ritual dan tradisi, proses pembuatan ogoh-ogoh juga menjadi wadah pencurahan kreativitas pemuda setempat. Pengamat budaya, Nyoman Subagia, mengatakan sejarah ogoh-ogoh awalnya merupakan luapan emosional kegembiraan oleh para generasi muda Hindu ketika hari raya Nyepi dijadi-
Kehancuran
Dari Hal. 1
Bila alam (ruang) tidak harmonis sama halnya dengan kehancuran yang melanda kehidupan ini. Tak ubahnya bagaikan berhadapan dengan wajah-wajah yang seram dan menakutkan, seperti tergambarkan dalam wujud ogoh-ogoh, yang selalu dibayangi oleh ketakutan. Ogoh-ogoh sebagai salah satu produk budaya Bali adalah bentuk implementasi dari kekuatan alam dalam wujudnya berupa Buta Kala. Dengan demikian, pembuatan ogoh-ogoh dapat dijadi-
kan media bagi manusia untuk menetralisasi kembali kekuatan alam, yang secara sadar maupun tidak disadari telah diganggu sehingga dapat membuat tidak ramah bahkan rusak akibat ulahnya, sehingga mengganggu keamanan dan kenyamanan hidupnya. Sadar akan semuanya itu, ada berbagai cara dapat dilakukan untuk menyampaikan permohonan maaf dan salah satu di antaranya adalah dengan mempersembahkan buta yadnya. Demikian pula pelaksanaan persembahannya, hendaknya dicarikan waktu (kala) yang
Tanpa Alkohol Dari Hal. 1
Untuk itu, pihak desa pakraman diminta mengingatkan kelompok pemuda yang mengonsumsi alkohol tak ikut mengusung ogoh-ogoh. Sementara informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, persiapan malam pangerupukan terus dilakukan oleh masing-masing desa pakraman di Bali Utara. Ogohogoh yang dibuat oleh Sekaa Teruna Teruni atau kelompok
lain sebagian besar rampung. Dari data yang dihimpun di lapangan tercatat 983 ogohogoh yang akan diarak pada malam pangerupukan Selasa (8/3). Jumlah paling banyak terdapat di wilayah Kecamatan Buleleng dengan 161 ogoh-ogoh. Sedangkan paling sedikit ada di wilayah Kecamatan Gerokgak, yakni 57 ogoh-ogoh. Untuk mengawal pelaksanaan Nyepi, polisi telah membuat skema
kan hari raya libur nasonal yang pertama kali di tahun 1983. Saat itulah untuk pertama kalinya generasi muda Hindu membuat ogoh-ogoh untuk perayaan Nyepi di Pura Rawamangun Jakarta. Dengan berjalannya waktu, tradisi pembuatan ogoh-ogoh akhirnya terus bergulir dari tahun ke tahun. “Lama-kelamaan, ogoh-ogoh itu menjadi suatu kreativitas seni yang menunjang budaya Hindu di Bali,” ujarnya. Lanjut dijelaskannya, ogoh-ogoh tidak diwajibkan di dalam pelaksaanan upacara pangerupukan, namun yang wajib adalah upacara tawur agung dan mabuu-buu. Kegiatan menyeimbangkan kekuatan buta kala dengan menggunakan gamelan, api dari daun kelapa dengan cara mengelilingi pekarangan rumah yang sebelumnya dilengkapi dengan tirta pecaruan dan tawur agung dari Besakih. Meski demikian, pihaknya tetap menambahkan pembuatan ogoh-ogoh menurut aturan ajaran agama diperbolehkan, hanya tidak diwajibkan. Terkait pengamanan Nyepi mulai dari upacara melasti di Tabanan, Polres Tabanan sendiri mengerahkan 2/3 personelnya atau sekitar 350 personel. Wakapolres Tabanan Kompol Leo Martin Pasaribu mengatakan, untuk pelaksanaan upacara ritual melasti jalur yang diberikan pengamanan lebih yakni Kediri (By-pass Ir. Sukarno), Tanah Lot dan menuju ke Pantai Yehgangga. Selain itu, saat pangerupukan atau pelaksanaan ogoh-ogoh pengamanan akan lebih difokuskan di Kota Tabanan dan Kediri. (ara/ sue/par/bit)
tepat yaitu pada akhir tahun Saka (Hindu) yang jatuhnya pada Tilem Kesanga. Perlu diketahui bahwa ogoh-ogoh sebagai simbol Buta Kala bukan diusir, namun dijinakkan (somya). Mengapa demikian? Sebab kehidupan manusia tidak boleh terlepas dari ruang (buta) dan waktu (kala). Demikian pula manusia selalu berada dalam pergulatan waktu di dalam ruang itu sendiri. Oleh karenanya, Buta Kala harus di-somya dengan memberi persembahan (buta yadnya) agar tidak mengganggu kehidupan di jagat raya ini.
pengamanan tertentu dengn kekuatan personel sebanyak 111 orang. Jumlah itu belum termasuk personel di masingmasing polsek yang jumlahnya mencapai 664 orang dan personel cadangan. Sementara upacara Tawur Kesanga akan dipusatkan di Catus Pata Jalan Veteran, Singaraja. Saat ini, panitia dari Desa Pakraman Buleleng tengah mempersiapkan seluruh sarana dan perlengkapan upakara. (dgk)
Mohon Keselamatan Dari Hal. 1
“Karena itu perlu dilakukan persembahyangan kepada Dewa Surya untuk memohon keselamatan dari berbagai ancaman terhadap alam, termasuk ancaman rencana reklamasi,“ ucap pedanda saat dihubungi via telepon Sabtu (5/3) kemarin. Dikatakannya, persembahyangan baik dilakukan sehari sebelum pelaksanaan Nyepi yakni dalam rangkaian pangerupukan. “Jadi, saat pangerupukan itu semua umat Hindu di Bali
bisa melaksanakan persembahyangan kepada Dewa Surya, memohon keselamatan untuk alam Bali, baik itu bhuana agung maupun bhuana alit,“ terangnya. Selain melalui persembahyangan, pedanda juga berpesan untuk menjaga alam Bali harus diimbangi dengan tindakan nyata. “Masyarakat harus tetap komit, menjaga alam Bali dengan menolak rencana reklamasi Teluk Benoa,“ tegasnya. Disingung belum adanya respons pemerintah terhadap aksi besar yang di-
lakukan desa adat di Bali yang menolak reklamasi, Ida Pedanda mengatakan bahwa sikap pemerintah memang perlu dipertanyakan, apalagi tindakan besar dari desa adat sudah jelas menyatakan menolak, karena sudah paham dengan bahaya dari pengurukan laut. “Yang jelas, meski belum mendapat respons dari pemerintah, bukan berarti semangat penolakan terhadap rencana yang merusak Bali itu padam, bila perlu harus ada aksi yang lebih besar lagi, dari desa adat di Bali,“ tandasnya. (nik)
CanTik Salon Bali
Jl. Raya Sesetan No. 60A (depan Banjar Tengah DPS)
081338300164 | PIN BB 52C48E5F
Sulam Alis Profesional Sulam Tekhnik Micro Blading Sulam Tekhnik Ombre Sulam Tekhnik Shading Berdimensi Sulam Tekhnik 6D Sulam Tekhnik Blocking Sulam Tekhnik Shading Sulam Tekhnik Blocking Berdimensi Sulam Tekhnik Shading Kombinasi Sulam Bibir Sulam Eyeliner
Rp.2.500.000,Rp.1.800.000,Rp.2.000.000,Rp.1.500.000,Rp.1.200.000,Rp.1.500.000,Rp.3.000.000,Rp.4.000.000,Rp.1.500.000,Rp.1.500.000,-
Terima servis sulam alis yang gagal di tempat lain
Terima Kursus Sulam Alis Profesional
CanTik Salon Bali
Jl. Raya Sesetan No. 60A (depan Banjar Tengah DPS)
081338300164 | PIN BB 52C48E5F : : : : : : : : : : : :
Laser Flek Hapus Tato 10CM Laser Bulu Ketiak Setrika Wajah Setrika Perut Ozon Vagina Messo Whitening Messo Jerawat Facial Detox Spa Whitening Kriting Digital Smooting + Colour
Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp.
900.000,900.000,700.000,250.000,300.000,250.000,250.000,250.000,200.000,200.000,600.000,500.000,-
Terima Kursus Sulam Alis Profesional
DENGAN IMAJINASI YANG TINGGI KAMI SIAP MEMPERCANTIK ANDA
www.cantiksalon.co.id
www.cantiksalon.com
C.0001663-SLN
C.0001662-SLN
Bawa Spanduk Dari Hal. 1
“Batara gen nolak reklamasi, apalagi manusia. Saat dipawaikan nanti, kami juga akan membawa spanduk bertuliskan STT Eka Dharma Canthi, Banjar Kancil, Kerobokan Tolak Reklamasi Teluk Benoa,” ungkap pria yang akrab disapa Toris ini. Di Denpasar, Pemuda Tanah Abu, Jl. Gunung Agung, Denpasar tak mau ketinggalan dengan membuat ogoh-ogoh berjudul “Tolak Reklamasi”. Pemuda Tanah Abu memang selalu dikenal mengkritisi fenomena sosial yang terjadi di masyarakat. Sebelumnya pernah membuat ogoh-ogoh Gayus Tambunan dan Angelina Sondakh yang tersandung kasus korupsi. Lalu sekarang tentang reklamasi yang menyangkut Bali. “Ogoh-ogoh yang kami buat sekarang bermakna bahwa dewa laut marah dengan investor yang hendak mereklamasi Teluk Benoa,” ujar Pipet, perwakilan Pemuda Tanah Abu. Pipet menambahkan, ogoh-ogoh “Tolak Reklamasi” nantinya diarak ke kawasan Catur Muka, Kota Denpasar. Selain membuat ogoh-ogoh, pihaknya juga memasang spanduk “Tanah Abu diam sama dengan membiarkan Bali tenggelam. Batalkan Perpres No.51 Tahun 2014”, serta sebuah baliho bertuliskan “Bali Not For Sale”. Pemuda Dam Buana Kubu, Denpasar Barat tidak mau kalah dengan membuat kreasi ogoh-ogoh “Baruna Krodha”.
Dewa Baruna diceritakan ikut turut campur mengenai rusaknya laut akibat reklamasi Teluk Benoa. Ada dua sosok dalam ogoh-ogoh, yakni Dewa Baruna yang marah lengkap dengan senjatanya. Lalu di bawahnya ada kala yang berusaha merusak Bali yaitu investor itu sendiri. Tangan kanannya berbentuk ekskavator untuk mengeruk dan sebelah kiri berbentuk bor fungsinya mengebor isi perut bumi yang intinya sama-sama merusak. “Tema ini diangkat karena tiga tahun belakangan isu yang berkembang di Bali mengenai reklamasi Teluk Benoa. Investor terlalu berlebihan mengeksploitasi Bali demi kepentingan pribadi, tanpa melihat dampak lingkungan sekitar,” ujar Alit, perwakilan pemuda setempat. Sementara itu, STT Tenaya Kusuma, Banjar Buagan, Denpasar secara umum menyoroti masalah lingkungan di Bali. Seperti pencemaran karena sampah plastik dan bergesernya pariwisata budaya Bali ke pariwisata buatan atau artificial. Tergambar dalam ogoh-ogoh Sandikalaning Bali, di mana buta kala membawa Pulau Bali dan eskavator. “Sandikala berarti transisi, menceritakan Bali yang mengalami transisi dari wisata alam dan budaya ke pariwisata buatan. Kami fokus pada alam, bukan semata-mata reklamasi tapi juga ancaman sampah plastik dan lainnya,” ujar Ketua STT, Sumarna. (rin)
Biaya Besar
Dari Hal. 1
Santiana pun menyadari ogoh-ogoh dengan styrofoam ini membutuhkan biaya lebih besar daripada ulatan bambu. Dampaknya pun cukup buruk untuk lingkungan, walaupun sudah dibakar. Diakui juga, selama ini belum ada sosialisasi dari instansi terkait hal tersebut. “Sosialisasi larangam penggunaan styrofoam ini belum ada. Sebenarnya, itu sangat penting,” ucapnya. Ditambahkan juga, ke depan penggunaan styrofoam ini bisa nihil, dalam lomba parade ogoh-ogoh akan dibuat-
kan suatu larangan. “Kami sudah rencanakan, pada parade selanjutnya tidak boleh ada ogoh-ogoh yang memakai bahan itu,” tegasnya. Sementara itu, Kepala Badan Lingkungan Hidup Bangli I Made Alit Parwata mengakui belum melakukan sosialisasi bahan ogoh-ogoh ini. Meskipun demikian, diharapkan masyarakat bisa mengetahui bahaya yang ditimbulkan styrofoam tersebut terhadap lingkungan. “Kami memang belum mengadakan sosialisasi. Harapan kami ogoh-ogoh itu bisa dibuat dengan bahan ramah lingkungan,” tandasnya. (sos)
Ogoh-ogoh yang Masuk Nominasi di Kota Denpasar 3. KECAMATAN DENPASAR SELATAN : SekaaTeruna
Banjar
Desa/Kelurahan
Ket. Nilai
ST. Dharma Laksana ST. Putra Dharma Laksana ST. Sukarela ST. Ria Remaja Jaya K. ST. Taman Suci ST. Tunas Muda ST. Dharma Subhiksa ST. Dharma Gargita
Kaja Pemogan Kaja Kepisah Geladag Kaja Tempekan Kubu Dukuh Merta Jati Sasih Panjer Suwung B. Kendal
Panjer Pemogan Pedungan Pedungan Sesetan Sidakarya Panjer Sesetan
I II III IV V VI VII VIII
93 92 91 87 83 81 77 76
4. KECAMATAN DENPASAR BARAT : Sekaa Teruna
Banjar
Desa/Kelurahan
Ket. Nilai
ST. Indah Gemeh ST. Eka Adnyana ST. Dharma Putra ST. Sekar Tirta Yowana ST. Eka Dharma Suwitra ST. Budi Utama ST. Yowana S. Winangun ST. Ruppti
Gemeh Alangkadjeng Gede Beraban Sapta Bumi Batan Nyuh Tegallinggah Tegal Gede Titih
Dauh Puri Kangin Pemecutan Dauh Puri Kauh Tegal Harum Pemecutan Kelod Padangsambian Pemecutan Kelod Dauh Puri Kangin
I II III IV V VI VII VIII
95 89 88 85 82 81 80 79
TELEPON PENTING Badan Narkotika Nasional Provinsi Bali (BNNP) :(0361) 232472, 7800179, 263860 Fax :(0361) 263860 RUMAH SAKIT RSUP Sanglah PMI/RSUP Sanglah RSAD Udayana RSU Wangaya RSU Manuaba RSUD Badung RSU Surya Husada
: 227912-15 : 227911 : 228061 : 222141 : 426393 : 9006813 9006812 : 235041 : 233786 : 233787
RSU Puri Raharja : RSU Saidharma : RSU Kasih Ibu Denpasar : BaliMed Hospital : RSU Dharma Yadnya : : Fax. : RSU Dharma Usadha : : RSU Bina Atma : RSU Khusus Bedah Graha Usadha : : Klinik SOS Gatot Kaca : RS Bhakti Rahayu : : RS Bhayangkara :
222013 227220 223 036 484748 462629 462488 462488 227560 234824 425744 423467 426492 223555 430270 403245 234670
balipost (106rb Like) http://facebook.com/balipost
Minggu KLIWON, 6 maret 2016
@balipostcom (3,8rb Follower) http://twitter.com/balipostcom
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
TOKOH
Denpasar (Bali Post) Perkembangan musik Indie Bali yang belakangan ini terlihat cukup melesat, membuat sejumlah musisi Indie Bali mulai berlomba-lomba untuk menunjukkan hasil karya terbaik mereka. Begitu pula dengan Gista, pria kelahiran Denpasar 9 November 1990 ini baru saja merilis single terbarunya yang berjudul “Lentari”. Menurut Gista, ada yang spesial dan menarik dalam penggarapan single ke empat yang berjudul Lentari ini dibandingkan album “Sebuah Nada Berjuta Harapan” yang baru saja dirilisnya sebulan yang lalu. “single Lentari ini saya buat berdasarkan inspirasi dari seseorang yang sangat spesial dalam hidup saya,” ujar Gista, Sabtu (5/3) kemarin. Begitu pula dalam penggarapan video klipnya. Pria bernama lengkap Putu Gista Andi Pranatha ini sengaja menggaet seseorang yang bernama Lentari untuk menjadi model dalam video klipnya. Besar harapan dari Gista, agar single terbarunya ini dapat diterima dengan baik di kalangan masyarakat luas serta seluruh GISTAFFETA dimanapun berada. “ D a n bagi yang i n g i n mengenal saya l e b i h dekat serta memesan original CD Gista bisa melalui akun facebook saya yaitu di Gista Andi Pranatha,” pintanya. (win)
Widi Widiana
Andalkan ”Nasi Goreng Spesial” Denpasar (Bali Post)-
Sempat vakum selama 7 tahun di dalam blantika Musik Bali, Widi widiana kini bangkit kembali. Pria asal Legian, Kuta ini tepat pada 1 Juni 2015 lalu, memperkenalkan ke publik album solo terbarunya. “Nasi Goreng Spesial” adalah judul album terbarunya sekaligus menjadi lagu andalan yang dikemas dalam bentuk audio CD. Album ini (Nasi Goreng Special-red) mampu “menghipnotis” para pencinta musik Bali belakangan ini dan menjadi hits yang booming di kalangan masyarakat. Widi menuturkan kalau lagu yang berjudul unik itu tidak jauh dari tema kisah cinta. Ibaratnya nasi goreng spesial pakai telor dan tambahan daging, begitu pula kisah cinta kepada seorang gadis yang dituturkannya dalam lagu tersebut. “Ini jadi lagu kedua saya yang mengambil judul makanan, setelah lagu Celeng Guling sekitar 13 tahun silam,” jelasnya
aransemen musik baru,” ujarnya. “Nasi Goreng Spesial” juga menjadi penanda kembalinya penembang “Sesapi Putih” ini di kancah rekaman setelah terakhir merilis rekaman tujuh tahun silam. Waktu yang lama bagi Widi untuk menghasilkan rekaman baru karena berbagai pertimbangan. “Untuk proses penggarapan memakan waktu sekitar satu tahun, karena dikerjakan secara bertahap. Selain itu sambil mengumpulkan lagu yang benar-benar pas atau cocok untuk saya bawakan,” katanya. (win)
Widi Widiana
BPM/ist
Raisa Jadi Ratu Soundtrack TAMPIL di BNI Hall, penyanyi cantik Raisa Andriana membawakan penampilan spesialnya di Java Jazz Festival 2016. Di atas panggung, Raisa menggunakan gaun berwarna gold dengan rambut panjang indahnya yang terikat. Penampilan spesial Raisa kali ini membawakan lagu-lagu hits soundtrack dengan tema ‘‘Raisa Sings Soundtracks’’. Mengawali penampilannya tepat pukul 18.00 WIB, suara khasnya menyanyikan lagu legendaris ‘‘Kiss From A Rose’’. “Ini panggung gede banget yah. Aku pertama manggung di sini dan ternyata ramai banget, seneng deh,” ucap Raisa di atas panggung BNI Hall, Java Jazz Festival, JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (4/3). Meski baru membawakan satu lagu, Raisa seakan menyihir penonton. Hall BNI mulai dipenuhi penonton saat Raisa membawakan lagu kedua berjudul ‘‘When You Say Nothing at All’’ yang di-
Golput dan Antipolitik BANYAK sebutan yang disematkan pada manusia sebagai maKhluk tersempurna ciptaan Tuhan. Selain homosapiens atau maKhluk yang tak henti-henti berpikir, sebagai bagian dari masyarakat dan bangsa, manusia juga disebut Zoon Politicon atau makhluk yang berpolitik. Setiap manusia, sadar atau tidak, setuju atau mengingkari, adalah insan yang berkehendak agar orang-orang di sekitarnya mengikuti perintah dan perilakunya. Termasuk kehendak orang tua terhadap anak-anak dan cucu-cucunya. Itulah hakikat sejati dari makhluk berpolitik, yang kemudian diterapkan pula dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. menetapkan kebijakan dan pengambilan keputusan. Politik dengan teori-teorinya yang ada, bertujuan membela kepentingan umum, mencapai usaha yang mulia terkait kesejahteraan rakyat buat mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur. Terkesan indah dan mulia definisi ini, namun mengapa sekarang muncul gejala antipolitik, bahkan ada yang meniupkan isu golongan putih atau tidak ikut berpartisipasi dalam segala hajatan politik di negeri ini? Bila virus antipolitik membesar dan meluas, legitimasi kekuasaan penyelenggara negara akan minimalis dan cenderung dilecehkan,” papar Rubag. ‘’Ini paradoks menggelikan dalam kehidupan berpolitik di Indonesia. Saat Pemilu 1955 dilaksanakan, partisipasi rakyat untuk pesta demokrasi sungguh menakjubkan. Indikasinya adalah 172 partai politik dan perorangan yang ikut terlibat dalam kontestasi politik itu. Padahal saat itu, jumlah sekolah dan perguruan tinggi sangat sedikit, namun kemampuan para elite politik sangat men-
belum lama ini. Tidak hanya judul lagunya yang bermakna spesial, album rekaman ini sendiri punya kesan yang memang khusus bagi penyanyi bernama asli Ketut Widiana ini. Dikatakannya, “Nasi Goreng Spesial” sekaligus menjadi album untuk mengenang almarhum ayahandanya, Ketut Diana, yang sudah meninggal dunia 10 tahun silam. “Jadi momen album ini beredar, bertepatan dengan 10 tahun ayah saya meninggal. Karena itu pula saya nyanyikan kembali lagu Luh Baju Barak ciptaan almarhum, dengan
Hari Pertama Java Jazz 2016
BPM/ist
‘’Ayah dalam sebuah keluarga yang menerapkan disiplin sejak dini, ditempatkan sebagai kepala keluarga yang kata-katanya dipatuhi seluruh anggota keluarga. Bahkan dalam menggunakan fasilitas keluarga seperti kamar mandi yang cuma satu misalnya, ayah diberi prioritas utama agar rutinitas rumah tangga berjalan semestinya. Nah, ini salah satu praktik politik, yang konon juga berasal dari kata policy atau kebijakan, meskipun di alam demokrasi sering terjadi pengecualian sesuai kepentingan. Mengatakan diri tidak berpolitik apalagi antipolitik, sebenarnya pengakuan yang keliru, apalagi hasrat untuk memengaruhi orang lain agar mengikuti atau meniru kehendaknya terus berlanjut. Di luar topik keluarga yakni di masyarakat terkait urusan berbangsa dan bernegara, Prof. Mirriam Budihardjo mendefinisikan politik sebagai upaya untuk mencapai masyarakat yang baik dan berkeadilan. Berpolitik, menurutnya, bersinggungan dengan urusan negara, melibatkan diri dalam ruang lingkup kekuasaan, ikut
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Facsimile: 227418
MUSIK
Rilis Single Baru ”Lentari”
Gista
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
gagumkan. Kaderisasi para pentolan parpol dilakukan secara intensif, di mana ilmu politik serta ideologi yang dipakai sebagai asasnya diajarkan dalam bentuk kursus yang berkesinambungan. Dalam debat politik, para kader bersilat lidah menggunakan segala ilmu yang didoktrin di kursus dan dengan pengetahuan itu pula mereka memengaruhi para konstituennya. Perselisihan antara kader parpol hanya berakhir di forum debat, tidak dilanjutkan dengan memprovokasi para pendukung sehingga tidak terjadi perseteruan di akar rumput. Awal Orde Baru, Pemilu 1971 masih diikuti 10 parpol, namun intimidasi yang menjurus ke kekerasan mulai diperkenalkan di ranah politik Tanah Air. Bahkan dalam Pemilu 1977, jumlah parpol yang jadi kontestan tinggal dua yakni Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Demokrasi Indonesia (PDI) ditambah satu golongan bernama Golongan Karya. Ketiga kontestan merupakan hasil fusi atau merger yang dipaksakan lewat depolitisasi, sehingga tidak tertutup kemungkinan
terjadi campuran antara elemen-elemen yang tidak sejenis, layaknya mencampur minyak dan air. Kalau kau paham maksudku, lanjutkan ceritaku Bakti!“ ujar Kadek Wahyudita. ‘’Kucoba, meski pengetahuanku cuma berdasar literatur, karena aku masih ingusan saat Orde Baru berkuasa selama 32 tahun. Hebatnya, karena doktrin depolitisasi pemilu dengan tiga kontestan berlangsung selama lima kali yakni tahun 1977, 1982, 1987, 1992 terakhir 1997 lantaran tahun 1998 Soeharto lengser. Kekuasan yang dikenal sangat otoritarian totaliter menyebabkan generasi yang lahir dan dewasa dalam periode itu, jadi buta dan tuli dalam urusan politik. Meski demikian, ada segelintir orang yang belajar politik secara autodidak merasakan bahwa praktik politik dan kekuasaan saat itu sangat berlawanan dengan apa yang mereka baca. Karena merindukan suasana berpolitik yang bebas dari intimidasi dan kekerasan, mereka menyebarkan pengetahuan mereka secara sembunyisembunyi. Bahkan kampus yang awalnya adem ayem, karena organisasi mahasiswa yang jadi underbow parpol dibekukan kembali bangkit, mulai meniupkan isu multipartai. Semboyan dan slogan demokrasi dan demokratisasi juga diteriakkan saat terjadi perlawanan terhadap kekuasaan, terutama ketika meledak kerusuhan berdarah di kantor DPP PDI, 27 Juli 1996 yang dikenal dengan nama Kudatuli. Gairah berpolitik masyarakat mencuat di Era Reformasi yakni pada Pemilu 1999, di mana 40 parpol ikut jadi kontestan. Celakanya, seperti terkena impotensi, Pemilu 2004 melahirkan 35
persen golput, sedangkan jumlah parpol yang berpartisipasi hanya 24. Seandainya golput berhak mendapat kursi di parlemen, merekalah yang jadi mayoritas, ha ha ha,“ bahak Bakti Wiyasa mengakhiri penjelasannya. “Sssttt .... Jangan mau dinikahi orang yang golput! Nanti pas malam pertama cuma dibuka, terus dilihatin doang, nggak dicoblos-coblos, mubazir kan? Begitu meme yang mendiskreditkan golput diilustrasi seorang cewek yang menaruh telunjuk di depan bibirnya. Aku cuma tersenyum melihat, namun dalam hati berkata, buruk muka jangan cermin yang dibelah atau kalau tidak bisa menari jangan lantai dikatakan bergelombang. Kita harus maklum, setiap kejadian atau fenomena, pasti ada penyebab atau nomenanya. Kita bisa saksikan langsung perilaku para politisi di layar kaca, dari cara mereka berdebat yang nyaris baku hantam. Lewat berita, kita bisa baca bagaimana seorang politisi memperoleh kekuasaan dan menggunakan kekuasaannya buat memperkaya diri dan keluarga. Juga politisi yang memelihara sakit hati karena kalah dalam kontestasi, lalu menyebar fitnah dan kekesalan dibantu para pengikutnya. Kita curiga, mungkin kekalahan mengakibatkan mereka jatuh miskin karena menebar banyak uang untuk memperoleh suara. Berbeda dengan cara politisi yang dituturkan Wahyudita pada Pemilu 1955, di mana kemampuan otak dan kejujuran yang dipakai mendulang konstituen, sehingga janji yang ditabur saat kampanye benar-benar dipenuhi ketika berkuasa. Jadi, golput atau sikap antipolitik yang berkembang di masyarakat sepatutnya menjadi pelajaran bagi para elite politik.
populerkan Ronan Keating di tahun 2000 silam. “Milih song list kemarin, aku mau lagu-lagu soundtrack dibawain. Jadi, kita main tebak-tebakan yah, lagu ini harus kita nyanyikan barengbareng yah,” ajak Raisa kepada penonton yang kemudian melanjutkan penampilannya dengan lagu ‘‘Lihatlah Lebih Dekat’’ yang dipopulerkan Sherina. Penonton di Java Jazz Festival khususnya di BNI Hall dibuat galau oleh Raisa. Di lagu ketiganya ia membawakan hits miliknya yang juga soundtrack film dengan judul yang sama yakni ‘‘Terjebak Nostalgia’’. Virus galau yang disebarkan Raisa tak berhenti di situ. Selanjutnya, ia membawakan hits soundtrack dari film ‘’Ada Apa Dengan Cinta’’, berjudul ‘‘Suara Hati Seorang Kekasih’’. “Menurut aku, lagu ini salah satu lagu terbaik soundtrack Indonesia. Ayo kita nyanyiin barengan yah,” kata Raisa. Kejutan di atas panggung adalah saat Raisa menyanyikan lagu ‘‘Only Hope’’, tiba-tiba suara khas Afgan muncul dari belakang panggung. Keduanya terlihat serasi dengan lagu ‘’Only Hope’’. “Alasan Afgan berduet dengan saya ini karena ingin menyanyikan lagu soundtrack hebat berjudul ‘Percayalah’,” jelas Raisa didampingi Afgan yang kemudian bernyanyi bersama. (pik)
Perilaku, budaya dan etika politik menyebabkan orang percaya atau sebaliknya mencemooh definisi politik sebagai seni untuk meraih kekuasaan,“ komentar Pacet Sudiarsa. “Kalau boleh kujawab, golput yang disindir lewat meme yang kau tuturkan, bisa jadi pengantin pria yang menelanjangi mukrimnya terkejut melihat kondisi fisik dan mual mengendus bau menyengat keluar dari bagian yang paling rahasia. Mungkin awalnya, dia terkesima melihat wajah jelita dan bodi yang aduhai, tanpa melakukan trial and error, karena sangat patuh atas kaidah agama yang dianutnya. Golput dan sikap antipolitik yang marak, kukira, karena mereka kecewa menyaksikan praktik politik yang dilakukan para pemburu kekuasaan saat
ini. Tidak sedikit orang yang mengaku kader parpol tidak paham arti politik yang sebenarnya. Sering kudengar ada yang mengatakan politik itu busuk dan kotor. Ini sangat memprihatinkan! Yang mencengangkan, banjir yang terjadi di beberapa kawasan di Jakarta, kubaca di media online, akibat gorong-gorong dijejali kulit kabel, sehingga muncul wacana, banjir akibat sabotase. Itu bukan sekadar alasan atau pencitraan, karena petugas Dinas Tata Air DKI dan Pemeliharaan Prasarana dan Sarana Umum, Jakarta, menemukan sebanyak 15 truk kulit kabel di sepanjang Jl. Medan Merdeka Selatan saja. Mudah-mudahan fenomena mencengangkan itu tidak terkait Pemilihan Gubernur DKI Jakarta tahun depan, yang suasananya mulai memanas saat ini,“ ulas Adi Saputra. (aridus)