Bisnis Jakarta - Kamis, 22 April 2010

Page 1

No. 76 tahun IV

8 Halaman

Kamis, 22 April 2010

Free Daily Newspaper www.bisnis-jakarta.com

Redaksi/Sirkulasi/Iklan: GEDUNG PERS PANCASILA Jl. Gelora VII No. 32 Palmerah Selatan Jakarta Pusat. Tlp: 021 - 5357602 (Hunting) Fax: 021 - 53670771

Bisnis Jakarta/ant

PEMBATASAN BBM - Refleksi seorang petugas mengambil tuas pengisi bahan bakar di salah satu SPBU di kawasan Tanah Abang, Jakarta, kemarin. Pemerintah sedang mengembangkan pembatasan konsumsi BBM berdasarkan tahun pembuatan mobil, yaitu mobil buatan tahun 2000 ke atas tidak diperkenankan menggunakan BBM bersubsidi.

23 Penjual ORI JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menetapkan 23 calon agen penjual Obligasi Negara Ritel (ORI) yang akan diterbitkan pada tahun 2010. Dirjen Pengelolaan Utang Kemenkeu, Rahmat Waluyanto dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, menyebutkan, calon agen penjual ORI tahun 2010 itu ditetapkan melalui Surat Keputusan Dirjen Pengelolaan Utang Kemenkeu Nomor KEP-19/PU/2010 tanggal 20 April 2010. Sebanyak 23 calon agen penjual ORI itu terdiri dari 15 bank dan 8 perusahaan sekuritas. Daftar selengkapnya 23 agen penjual ORI tahun 2010 itu adalah Bank BCA, Bank Mandiri, Bank BNI, Bank Panin, Bank BII, Bank CIMB Niaga, Citibank NA, Bank Permata, Bank Danamon, Standard Chartered Bank, Bank HSBC, Bank BRI, Bank OCBC NISP, Bank Bukopin, dan Bank Mega. Sementara delapan perusahaan sekuritas adalah Danareksa Sekuritas, Trimegah Securities, Mega Capital Indonesia, OSK Nusadana Sekurities Indonesia, Ciptadana Securities, Reliance Securities, Lautandhana Securindo, dan Philip Securities Indonesia. (ant)

Rupiah Cenderung Stabil JAKARTA - Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot antarbank Jakarta, Rabu sore masih stabil di di atas angka Rp 9.000 per dolar, karena pelaku pasar masih menahan diri untuk masuk pasar, sehingga pergerakan rupiah berada dalam kisaran sempit. Nilai tukar rupiah terhadap dolar melemah menjadi Rp 9.010 - Rp 9.020 per dolar dibanding penutupan hari sebelumnya Rp 9.005-Rp 9.015 atau turun lima poin. Analis Valas PT Bank Mega Tbk, Rully Nova di Jakarta, Rabu mengatakan, rupiah memang diposisikan di atas angka Rp 9.000 per dolar agar pelaku bisnis orientasi ekspor tidak mengeluh. “Para eksportir agak mengeluh karena sulit menetapkan harga jual produknya, setelah rupiah terus bergejolak menguat,” katanya seperti dikutip Antara. Rupiah, menurut Rully, idealnya memang berada pada angka Rp 9.200 sampai Rp 9.500 per dolar, sehingga baik eksportir maupun importir dapat melakukan kegiatan usaha dengan baik. Namun, aliran dana asing yang masih terus masuk mendorong rupiah menguat hingga mencapai Rp 9.000 per dolar bahkan sempat menembusnya, meski Bank Indonesia (BI) berada di pasar. Ia mengatakan, aktifnya pelaku asing bermain di pasar domestik, karena Indonesia dinilai masih dapat memberikan nilai tambah yang lebih baik ketimbang di negara Asia lainnya. Selain pertumbuhan eknomi yang terus membaik, juga selisih bunga rupiah terhadap dolar masih tetap tinggi. (ahm)

Liberalisasi Perbankan Mundur JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mengatakan lima anggota ASEAN sepakat melakukan liberalisasi perbankan dalam penerapan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 mundur menjadi 2020. Kepala Biro Hubungan Masyarakat BI Difi A Johansyah, di Jakarta, Rabu, mengatakan mundurnya pelaksanaan liberalisasi dalam perbankan ini terkait masalah konsolidasi di tiap negara dan faktor dominasi terhadap perekonomian mereka masing-masing. “Masalah perbankan ini cukup sensitif sehingga setiap perbankan perlu mempersiapkan diri secara matang dan faktor dominannya terhadap perekonomiannya,” katanya. Menurut Difi, beberapa aspek pelaksanaan liberalisasi perbankan dalam pelaksanaan MEA 2015 ini diantaranya “market akses” (kepemilikan, tenaga profesional) dan perlakuan yang sama terhadap perbankan lokal dan asing. Sementara untuk Asuransi dan pasar modal, dapat diterapkan pada 2015. Difi menjelaskan bahwa pelaksanaan

MEA ini ada lima pilar liberalisasi pasar tunggal dan basis produksi internasional. Kelima pilar tersebut adalah aliran bebas barang (bebas tarif dan nontarif), aliran bebas jasa (membuka pasar dan national treatment), aliran bebas investasi (rejim bebas investasi dan ASEAN satu tujuan investasi), aliran bebas tenaga kerja terampil (mobilitas tenaga kerja terampil dan standar kompetensi) dan aliran modal yang lebih bebas. Dalam pelaksanaan MEA ini, kata Difi, secara konseptual, integritas ekonomi menjanjikan peningkatan kesejahteraan bagi negara anggota ASEAN, diantaranya pembukaan akses pasar yang lebih besar, dorongan efisiensi dan daya saing ekonomi lebih tinggi, serta terbukanya peluang penyerapan tenaga kerja yang lebih besar. “Jumlah penduduk yang besar menjadi potensi utama pendukung kegiatan ekonomi MEA. Dari total populasi ASEAN tersebut, lebih dari setengahnya merupakan penduduk usia kerja produktif,” katanya.

Dia juga menyebutkan potensi perdagangan antar negara ASEAN cukup besar karena didukung ukuran perekonomian yang terus meningkat. “Total PDB kawasan ASEAN per 2009 diperkirakan mencapai 2,8 triliun dolar AS,” katanya. Pelaksanaan MEA 2015 ini bagi Indonesia perlu dimanfaatkan, mengingat 40 persen jumlah penduduk ASEAN ada di Indonesia, nominal PDB (produk domestik bruto) terbesar dan sumbar daya alam yang melimpah. “Namun Indonesia masih memiliki PR (pekerjaan rumah), terutama peningkatan daya saing industri, mengingat indeks daya saing kita masih nomor lima kalah dari Singapura, Malaysia, Brunei dan Thailand,” katanya,. Untuk itu, lanjutnya, diperlukan persiapan nasional secara terpadu untuk meningkatkan daya saing nasional dan optimalisasi manfaat integritas ekonomi. “BI juga akan berperan dalam menjaga stabilitas makroekonomi dan keuangan guna mendukung daya saing nasional dan kepastian dunia usaha,” tegasnya. (ant)

9.500

9.005 9.037

9.010

Bisnis Jakarta/sep 21/4

22/4

Rp 670 per kWh. Menurut Murtaqi, pada tahun 2008, pelanggan 6.600 VA ke atas masih mendapat subsidi sebesar Rp 457 miliar. Namun, pada 2009, pelanggan 6.600 VA ke atas tidak lagi memperoleh subsidi. Murtaqi juga mengutarakan, merujuk hasil survei PLN ratarata pelanggan 450 VA berpenghasilan Rp 741.569 per bulan dengan pengeluaran Rp 699.517 per bulan, rata-rata mengkonsumsi listrik 90 kWh per bulan. Konsumen golongan ini memiliki kemampuan bayar Rp 562 per kWh per bulan. Yang dibayarkan saat ini Rp 414 per kWh per bulan. Sedangkan pelanggan 900 VA, berpenghasilan Rp 1.440. 828 per bulan, dengan pengeluaran Rp 1.357.859 per bulan, rata-rata mengkonsumsi listrik sekitar 148 kWh per bulan. Kosumen golongan ini memiliki kemampuan bayar Rp 600 per kWh per bulan dan yang dibayar saat ini sebesar Rp 603 per kWh per bulan. (ind)

Mata Uang Tunggal Asean

10.000 19/4

JAKARTA - Manajemen PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) membenarkan, telah menurunkan patokan subsidi listrik bagi pelanggan berdaya 6.600 VA ke atas yang notabene pelanggan listrik mewah. Klaim manajemen, hal itu dilakukan untuk menekan subsidi listrik. “Mulai tahun ini, kita terapkan program hemat bagi pelanggan 6.600 VA ke atas. Kita batasi pemakaian subsidi hanya hanya 50 persen rata-rata nasional,” ujar Direktur Manejemen Bisnis dan Resiko PLN Murtaqi Syamsudin dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR di Jakarta, kemarin. Murtaqi menjelaskan, bagi pelanggan 6.600 VA ke atas yang pemakaiannya di atas 50 persen nasional, akan dikenakan tarif non subsidi atau keekonomian yakni Rp 1.380 per kWh. Sementara, apabila pelanggan konsumen dikelompok tersebut dapat dihemat maka akan dikenakan tarif subsidi adalah rata-rata

Sulit Wujudkan

KURS RUPIAH 9.000

Pelanggan Mewah Ditekan

INACRAFT 2010 - Stand pengrajin keris binaan BRI yang memeriahkan pameran “The Jakarta Internasional Handicraft Trade Fair 2010” yang berlangsung di JCC, Jakarta, kemarin.

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mengatakan untuk mewujudkan mata uang tunggal dalam pelaksanaan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) masih jauh. “Satu mata uang tunggal ASEAN masih jauh, karena saat ini masih fokus pada pendalaman ekonomi. Berdasarkan pengalaman Eropa membutuhkan waktu 50 tahun baru bisa menerapkan mata uang Euro,” kata Kepala Biro Hubungan Masyarakat BI Difi A Johansyah, di Jakarta, kemarin. Menurut dia, setidaknya ASEAN butuh waktu 80 tahun dari pembentukan untuk menerapkan mata uang tunggal. Difi mengungkapkan, ASEAN berdiri pada 1967 dengan orientasi politik guna mencipta-

kan perdamaian dan menjaga keamanan di kawasan Asia Tenggara. Sekitar tahun 2000-an ASEAN menekankan pada upaya menjaga stabilisasi ekonomi dan sosial sering munculnya China dan India sebagai kekuatan ekonomi baru di dunia. Difi mengatakan bahwa tujuan MEA yang dicanangkan 2015 ini membuat suatu kawasan yang stabil, makmur dan berdaya saing tinggi sebagai pasar tunggal dan berbasis produksi internasional. Dengan pasar tunggal dan berbasis produksi internasional akan terdapat aliran bebas barang, jasa, investasi dan tenaga kerja, serta aliran bebas modal. (ant)

Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi : Satria Naradha, Wakil Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab : Nariana Redaktur Pelaksana : Nikson, Gde Rahadi, Redaksi : Ahmadi Supriyanto (Koordinator Liputan), Suharto Olii, Indu P Adi, Achmad Nasrudin, Hardianto, Darmawan S Sumardjo, Heru B Arifin, Asep Djamaluddin, Ade Irawan, Ipik Tanoyo, Bambang Hermawan, Fellicca, Aris Basuki (Bogor), Rina Ratna (Depok). Iklan : Ujang Suheli, Sirkulasi : D.Swantara. Alamat Redaksi : Jalan Gelora VII No 32 Palmerah, Jakarta Pusat. Telpon (021) 5356272, 5357602 Fax (021) 53670771. Website : www.bisnis-jakarta.com, email : info@bisnis-jakarta.com. Tarif Iklan : Iklan Mini minimal 3 baris Rp 6.000 per baris, Iklan Umum/Display BW : Rp 15.000 per mmk, Iklan Warna FC : Rp. 18.000 per mmk Iklan Keluarga/Duka Cita : Rp 7.000 per mmk, Advetorial Mini (maks 400 mmk) Rp 4.500 per mmk, Biasa (lebih dari 400 mmk) Rp 6.000 per mmk. Pembayaran melalui Bank BCA No Rekening 006-304-1944 a/n PT. Bisnis Media Nusantara, Bank BRI No Rekening 0018-01-000580-30-2 a/n PT. Nusantara Media Baliwangi. Bukti transfer di fax ke (021) 53670771, cantumkan nama dan nomor telpon sesuai registrasi.

Penerbit : PT. NUSANTARA MEDIA BALIWANGI Wartawan Bisnis Jakarta membawa tanda pengenal dan tidak dibenarkan meminta/menerima sesuatu dari sumber.


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.