Bisnis Jakarta.11. Juni.2010

Page 1

No. 110 tahun IV

8 Halaman

Jumat, 11 Juni 2010

Free Daily Newspaper www.bisnis-jakarta.com

Redaksi/Sirkulasi/Iklan: GEDUNG PERS PANCASILA Jl. Gelora VII No. 32 Palmerah Selatan Jakarta Pusat. Tlp: 021 - 5357602 (Hunting) Fax: 021 - 53670771

Bisnis Jakarta/ant

SIDANG KABINET – Menkeu Agus Martowardojo (tengah) berbincang dengan Senior Deputi Gubernur BI Darmin Nasution (kanan) dan Menperin M.S Hidayat sebelum sidang kabinet paripurna di kantor Kepresidenan, Jakarta, kemarin. Sidang yang dipimpin oleh Presiden SBY itu membahas berbagai masalah ekonomi termasuk APBN-P 2010 dan RAPBN 2011.

Reformasi Perpajakan

2014, Beroperasi Penuh JAKARTA - Program reformasi administrasi perpajakan atau Project for Indonesian Tax Administration Reform (PINTAR) yang dicanangkan mulai 2009 oleh Ditjen Pajak Kementerian Keuangan akan mulai beroperasi penuh pada 2014. “Jadwal mundur dari target semula 2013, karena tender pengadaan barang dan jasa yang seharusnya selesai 2009, baru mulai dilakukan tahun ini,” ujar Kasubdit Pengembangan Penegakan Hukum Direktorat Transformasi dan Proses Bisnis Ditjen Pajak Eka Darmayanti pada acara sosialisasi UU PPN, di kantor Ditjen Pajak, Jakarta, kemarin. Ditjen Pajak meluncurkan PINTAR sebagai bagian dari Reformasi Jilid Dua yang menitik beratkan pada pengembangan manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) dan pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Menurut Eka, apabila program ini dapat disiapkan dalam tiga tahun dan beroperasi penuh akan dapat menyelesaikan permasalahan administrasi pajak dan pengembangan sistem manajemen kepegawaian. “Nanti akan lebih ada transparansi dan sistem ini akan dapat melakukan interface dengan institusi lain, seperti Ditjen Bea dan Cukai serta pihak ketiga, misalnya yang menangani ekspor dan impor,” ujarnya. (ant)

Kemiskinan Bakal ‘Meledak’ JAKARTA - Bank Dunia menyatakan adanya potensi peningkatan masyarakat sangat miskin di negara berkembang sebesar 26 juta pada 2020 karena terhambatnya bantuan yang diberikan. Menurut laporan Bank Dunia sebagaimana dikutip Antara dari lamannya, kemarin, disebutkan upaya memerangi kemiskinan bisa terhambat jika negara-negara berkembang dipaksa untuk memotong investasi produktif dan sumber daya manusia. Sehingga menyebabkan bantuan pembangunan yang rendah dan pajak penghasilan

yang berkurang. Selain itu jika bantuan bilateral untuk pembangunan menurun, seperti yang pernah terjadi sebelumnya, ini dapat mempengaruhi rata-rata pertumbuhan ekonomi jangka panjang negara berkembang dan berpotensi meningkatkan masyarakat sangat miskin sampai 26 juta jiwa pada 2020. Menurut Bank Dunia, di negara berkembang saat ini terjadi kesenjangan pembiayaan pembangunan. Kesenjangan pembiayaan di negara berkembang secara keseluruhan diperkirakan mencapai 210 miliar dolar AS pada 2010 dan

menurun menjadi 180 miliar dolar AS pada 2011. Sementara itu, Bank Dunia memperkirakan laju modal dari sektor swasta untuk negara berkembang pada 2009 mencapai 454 miliar dolar AS, dan 2012 diperkirakan meningkat tipis 771 miliar dolar AS atau 3,2 peren dari produk domestik bruto (PDB). Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan di negara berkembang sekitar enam persen setiap tahun pada 2010, 2011 dan 2012 naik dari 2009 sebesar 1,7 persen. Pertumbuhan yang tampak tersebut didasarkan pada antisipasi perlambatan pertum-

buhan di China sebagai negara yang memiliki pertumbuhan ekonomi terbesar. pada dua tahun mendatang dari 9,5 pada 2010 menjadi 8,5 persen pada 2011. Sementara, bila pertumbuhan ekonomi negara berkembang secara keseluruhan tanpa China dan India diperkirakan meningkat menjadi 4,4 persen pada 2020 dan 2011 serta 4,6 persen di 2012. Untuk Indonesia, Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini sekitar 5,6 persen, lebih rendah dari target pemerintah 5,8 persen.

Jelang Piala Dunia

Dijual, Sukuk Rp 1 Triliun JAKARTA - Pemerintah kembali akan menjual surat berharga syariah negara atau sukuk negara dengan target indikatif sebesar Rp 1 triliun melalui lelang pada 15 Juni 2010. Dirjen Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan Rahmat Waluyanto dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis, menyebutkan, penjualan sukuk negara itu ditujukan untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan

dalam APBN 2010. Lima seri sukuk negara yang akan dilelang itu merupakan seri yang sudah pernah ditawarkan sebelumnya yaitu IFR0003, IFR0005, IFR0006, IFR0007, dan IFR0008. IFR0003 memiliki imbalan/ kupon sebesar 9,25 persen dan akan jatuh tempo pada 15 September 2015. IFR0005 memiliki imbalan 9,0 persen dan akan jatuh tempo 15 Januari 2017. IFR0006 memiliki imbalam

10,25 persen dan jatuh tempo 15 Maret 2030. Sementara itu IFR0007 memiliki imbalan 10,25 persen dan jatuh tempo 15 Januari 2025, sedangkan IFR0008 memiliki imbalan 8,80 persen dan jatuh tempo 15 Maret 2020. Penjualan sukuk negara itu akan dilaksanakan menggunakan sistem pelelangan yang diselenggarakan Bank Indonesia sebagai agen lelang surat berharga syariah negara. (ant)

Dalam Laporan Prospek Ekonomi Global Bank Dunia terebut juga dikatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan meningkat pada 2011 menjadi 6,2 persen dan kemudian melambat menjadi 6,0 persen pada 2012. Peningkatan pertumbuhan perekonomian Indonesia seiring dengan pertumbuhan pada negara-negara berkembang. Hal itu membuat pertumbuhan negara-negara berkembang diperkirakan menguat tumbuh 6,1 persen pada 2010, 5,9 persen pada 2011 dan 6,1 persen pada 2012. (ahm)

Bursa Lebih Sepi JAKARTA - Pergerakkan positif saham-saham di bursa kawasan Regional tidak membuat pergerakkan Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), kemarin bergerak positif. Ditambah menjelang pelaksanaan Piala Dunia biasanya bursa saham cenderung menjadi lebih sepi. IHSG BEI ditutup melemah 15,006 poin atau 0,54 persen ke posisi 2.770,787. Mengikuti IHSG, indeks 45 saham unggulan (LQ45) juga ditutup melemah 4,449 poin atau 0,83 persen ke posisi 534.169. “Menjelang ajang Piala Dunia kebanyakan pelaku pasar fokus ke ajang tersebut dan membuat perdagangan sepi,” ujar Analis Ahmad Riyadi di Jakarta, kemarin. Ia menambahkan, aksi ambil untung (profit taking) jangka pendek juga menjadi salah satu faktor indeks BEI melemah. “Perdagangan sebelumnya

IHSG menguat sedangkan regional melemah, sekarang indeks bergerak sebaliknya, pelaku pasar mengambil keuntungan jangka pendek,” katanya. Pada penutupan sore, saham yang melemah mencapai 109 dibanding yang menguat sebanyak 88 dan 72 tidak berubah harganya. Volume perdagangan mencapai 3,749 miliar saham dari 80.715 transaksi dengan nilai Rp 2,099 triliun. Sepatu Bata (BATA) turun Rp 8.650 ke Rp 43.300, Multi Bintang Indonesia (MLBI) turun Rp 1.000 ke Rp 169.000, Astra International (ASII) melemah Rp400 ke Rp 42.750. Bursa di kawasan Asia seperti indeks Hang Seng naik 11,46 poin (0,06 persen) ke posisi 19.632,70, Nikkei 225 menguat 103,52 atau 1,10 persen menjadi 9.542,65, dan Indeks Singapore Strait Time naik 31,63 poin (1,15 persen) ke level 2.777,48. (ant)

KURS RUPIAH 9.000 9.500

9.235

9.240 9.250

Bisnis Jakarta/ant

PENGATURAN - Pialang mengamati pergerakan harga saham BEI, kemarin. Dalam DNI baru salah satunya batasan kepemilikan saham investor asing pada delapan sektor usaha.

10.000 8/6

9/6

10/6

Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi : Satria Naradha, Wakil Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab : Wirata, Redaktur Pelaksana : Nikson, Gde Rahadi, Redaksi : Ahmadi Supriyanto (Koordinator Liputan), Suharto Olii, Indu P Adi, Achmad Nasrudin, Hardianto, Darmawan S Sumardjo, Heru B Arifin, Asep Djamaluddin, Ade Irawan, Ipik Tanoyo, Bambang Hermawan, Fellicca, Aris Basuki (Bogor), Rina Ratna (Depok). Iklan : Ujang Suheli, Sirkulasi : D.Swantara. Alamat Redaksi : Jalan Gelora VII No 32 Palmerah, Jakarta Pusat. Telpon (021) 5356272, 5357602 Fax (021) 53670771. Website : www.bisnis-jakarta.com, email : info@bisnis-jakarta.com. Tarif Iklan : Iklan Mini minimal 3 baris Rp 6.000 per baris, Iklan Umum/Display BW : Rp 15.000 per mmk, Iklan Warna FC : Rp. 18.000 per mmk Iklan Keluarga/Duka Cita : Rp 7.000 per mmk, Advetorial Mini (maks 400 mmk) Rp 4.500 per mmk, Biasa (lebih dari 400 mmk) Rp 6.000 per mmk. Pembayaran melalui Bank BCA No Rekening 006-304-1944 a/n PT. Bisnis Media Nusantara, Bank BRI No Rekening 0018-01-000580-30-2 a/n PT. Nusantara Media Baliwangi. Bukti transfer di fax ke (021) 53670771, cantumkan nama dan nomor telpon sesuai registrasi.

Penerbit : PT. NUSANTARA MEDIA BALIWANGI Wartawan Bisnis Jakarta membawa tanda pengenal dan tidak dibenarkan meminta/menerima sesuatu dari sumber.


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.