No. 87 tahun IV
8 Halaman
Jumat, 7 Mei 2010
Free Daily Newspaper www.bisnis-jakarta.com
Redaksi/Sirkulasi/Iklan: GEDUNG PERS PANCASILA Jl. Gelora VII No. 32 Palmerah Selatan Jakarta Pusat. Tlp: 021 - 5357602 (Hunting) Fax: 021 - 53670771
Bisnis Jakarta/ant
MASIH BUNGKAM - Menteri Keuangan Sri Mulyani melantik pegawai Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) di Kementerian Keuangan, Jakarta, kemarin. Sri Mulyani masih belum memberi pernyataan mengenai kepindahannya ke Bank Dunia.
Kebijakan Ekonomi Tetap Politik Domestik Jadi Perhatian JAKARTA - Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Kemenkeu, Rahmat Waluyanto mengatakan bahwa lembaga pemeringkat internasional menjadikan politik domestik sebagai resiko baru yang muncul di Indonesia. “Rating agency menjadikan politik domestik menjadi resiko yang baru yang kalau tidak dimanage dengan baik maka akan di-price dalam resiko kredit,” kata Rahmat Waluyanto di Jakarta, kemarin. Ia menyebutkan, dalam kunjungannya ke Washington AS beberapa waktu lalu, dirinya bertemu dengan lembaga pemeringkat Moodys. “Mereka konsen akan dampak yang terjadi akibat politik dalam negeri, yang memunculkan kekhawatiran investor. Namun ini semua tergantung pada bagaimana politisi menanganinya agar dampak itu tidak mengkhawatirkan,” katanya. Rahmat mengakui, pengunduran diri Menkeu Sri Mulyani Indrawati memberikan dampak terhadap perdagangan surat berharga negara/obligasi negara. (ant)
JAKARTA - Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa menegaskan bahwa pergantian menteri keuangan tidak akan mengubah kebijakan ekonomi pemerintah. “Siapa pun nanti yang akan jadi menteri keuangan, kebijakan atau policy-nya tidak akan berubah,” kata Hatta Rajasa di Kantor Menko Perekonomian, Jakarta, kemarin. Menurut dia, tim ekonomi kabinet di bawah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan terus menata perekonomian Indonesia secara prudent (hati-hati). “Presiden mengatakan policy kita corect, tidak akan berubah,
mengalir dari Bapak Presiden kepada menteri, yang jelas kita menata ekonomi kita dengan prudent,” tegasnya. Menanggapi adanya penurunan indeks harga saham gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah, Hatta mengatakan, secara global pasar memang sedang mengalami penurunan. “Kalau kita melihat pasar global memang mengalami koreksi di semua tempat, dolar juga ada tren menguat, jadi tidak usah terlalu banyak dispekulasi,” katanya. Menurut dia, pelemahan itu sifatnya sementara dan akan membaik karena Indonesia juga
melakukan hal-hal yang sifatnya sangat prudent. “Fundamental ekonomi kita cukup baik, jadi tidak usaha berspekulasi terlalu jauh,” katanya. Hatta yakin investor tidak akan terpengaruh dengan pergantian menteri keuangan yang akan segera dilakukan. “Saya kira investor kita bisa melihat kondisi kita yang membaik, fundamental baik, pasar modal kita kuat, jadi saya kira pasar akan melihat itu,” katanya. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Rabu lalu, menyetujui posisi baru Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati sebagai Direktur Pe-
BEI Targetkan
Kapitalisasi Pasar Rp 3.000 T JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan kapitalisasi pasar saham pada 2012 sebesar Rp 3.000 triliun, saat ini kapitalisasi pasar saham sebesar Rp 2.400 triliun. “Kapitalisasi pasar saham masih Rp 2.400 masih jauh yang harus dicapai,” kata Direktur Utama Ito Warsito di Jakarta, kemarin. Ia mengharapkan, target kapitalisasi pasar saham sebesar Rp 3.000 triliun dapat diperoleh dari emiten baru yang me-
miliki fundamental bagus dan mempercepat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk mencatatkan sahamnya (listing) di BEI. “Kapitalisasi pasar besar dan peningkatan likuiditas dapat mendorong investor global dan domestik masuk ke bursa saham Indonesia,” ujarnya. Ia mengatakan, emiten juga dapat membesarkan diri dengan ekspansi secara organik dan anorganik. Dengan ekspansi tersebut akan mening-
katkan kapitalisasi pasar. Sementara Kepala Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (BapepamLK) Fuad Rahmany mengatakan, peningkatan indeks saham juga disebabkan fundamental emiten yang tercatat di bursa. Dengan laba usaha emiten naik 40 persen pada 2009. Ia mengharapkan, emiten dapat memberikan jaminan kepada investor. Emiten juga dapat mengulangi prestasi besar pada 2010. (ant)
laksana Bank Dunia. Dalam keterangan pers yang berlangsung di Kantor Presiden Jakarta, Kepala Negara mengatakan, ia sudah menerima surat pengunduran diri Menkeu Sri Mulyani dan menyetujui bila perempuan itu menerima jabatan di Bank Dunia. Mengenai pengganti Sri Mulyani, Hatta menyatakan, tidak akan ada perangkapan jabatan Menteri Keuangan (Menkeu) atau Menkeu ad interim setelah jabatan itu ditinggalkan Sri Mulyani Indrawati mulai 1 Juni nanti. “Ya (tidak ada perangkapan jabatan), kita tunggu saja nanti
nama-namanya dari Presiden, yang jelas surat pengunduran Menkeu Sri Mulyani sudah sampai ke Presiden,” kata Hatta Rajasa di Kantor Menko Perekonomian Jalan Lapangan Banteng Timur Jakarta, kemarin. Hatta menyatakan tidak tahu siapa nama-nama calon Menkeu yang akan menggantikan Menkeu Sri Mulyani. “Hanya Presiden yang tahu,” katanya. Mengenai alasan Sri Mulyani menerima tawaran Bank Dunia, Hatta mempersilahkan wartawan menanyakan kepada yang bersangkutan. “Itu lebih tepat ditanyakan ke Ibu Sri Mulyani,” katanya. (ant)
Rupiah Terperosok JAKARTA - Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot antarbank Jakarta, Kamis sore makin terpuruk hingga menjauhi angka Rp 9.250 per dolar, akibat faktor negatif dari eksternal maupun internal. Nilai tukar rupiah terhadap dolar merosot menjadi Rp 9.265Rp 9.275 per dolar dibanding penutupan hari sebelumnya Rp 9.080-Rp 9.090 atau melemah 185 poin. Direktur Retail Banking PT Bank Mega Tbk, Kostaman Thayib di Jakarta, kemarin, mengatakan, tekanan pasar yang makin kuat sudah diduga sebelumnya, sehingga rupiah terus terpuruk mendekati angka Rp 9.300 per dolar. “Apabila tekanan pasar berlanjut, maka rupiah pada hari berikut kemungkinan sudah ada di level Rp 9.300 per dolar,” katanya. Menurut dia, rupiah merosot karena kekhawatiran pelaku pasar terhadap krisis keuangan di kawasan Eropa dan Amerika
Serikat yang diperkirakan akan mulai menyebar. Krisis keuangan di Eropa yang dimulai di Yunani kini mulai menyebar ke Portugal hingga Italia yang terus merembet ke Amerika Serikat. Kondisi seperti ini, lanjut dia dikhawatirkan akan merembet sehingga tekanan pasar terus negatif, sehingga rupiah yang sebelumnya sempat menyentuh angka di bawah Rp 9.000 per dolar merosot hingga di atas Rp 9.300 per dolar. “Kami harapkan kondisi akan dapat diantisipasi oleh Bank Indonesia (BI) sehingga pelemahan rupiah tidak berlanjut,” ucapnya. Indonesia, menurut dia masih tetap merupakan pasar potensial, namun dengan adanya pengunduran diri Sri Mulyani Indrawati sebagai menteri keuangan, maka para pengamat pemeringkat asing mulai memperhatikan kondisi politik di dalam negeri. “Para pengamat itu khawatir apakah kebijakan bisa berubah,” katanya. (ant)
KURS RUPIAH 8.500 9.000
Bisnis Jakarta/ant
KOMISARIS BARU - Menteri BUMN Mustafa Abubakar (kiri) menandatangani dokumen pelantikan Komisaris Utama PT. Pertamina yang baru Sugiharto (kanan) di Jakarta, kemarin.
9.020
9.080
9.500 4/5
5/5
9.265 6/5
Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi : Satria Naradha, Wakil Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab : Wirata, Redaktur Pelaksana : Nikson, Gde Rahadi, Redaksi : Ahmadi Supriyanto (Koordinator Liputan), Suharto Olii, Indu P Adi, Achmad Nasrudin, Hardianto, Darmawan S Sumardjo, Heru B Arifin, Asep Djamaluddin, Ade Irawan, Ipik Tanoyo, Bambang Hermawan, Fellicca, Aris Basuki (Bogor), Rina Ratna (Depok). Iklan : Ujang Suheli, Sirkulasi : D.Swantara. Alamat Redaksi : Jalan Gelora VII No 32 Palmerah, Jakarta Pusat. Telpon (021) 5356272, 5357602 Fax (021) 53670771. Website : www.bisnis-jakarta.com, email : info@bisnis-jakarta.com. Tarif Iklan : Iklan Mini minimal 3 baris Rp 6.000 per baris, Iklan Umum/Display BW : Rp 15.000 per mmk, Iklan Warna FC : Rp. 18.000 per mmk Iklan Keluarga/Duka Cita : Rp 7.000 per mmk, Advetorial Mini (maks 400 mmk) Rp 4.500 per mmk, Biasa (lebih dari 400 mmk) Rp 6.000 per mmk. Pembayaran melalui Bank BCA No Rekening 006-304-1944 a/n PT. Bisnis Media Nusantara, Bank BRI No Rekening 0018-01-000580-30-2 a/n PT. Nusantara Media Baliwangi. Bukti transfer di fax ke (021) 53670771, cantumkan nama dan nomor telpon sesuai registrasi.
Penerbit : PT. NUSANTARA MEDIA BALIWANGI Wartawan Bisnis Jakarta membawa tanda pengenal dan tidak dibenarkan meminta/menerima sesuatu dari sumber.