Skip to main content

Edisi 25 September 2016 | Balipost.com

Page 1

20 HALAMAN

NOMOR 36 TAHUN KE 69 Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

balipost (148 rb Like) http://facebook.com/balipost

minggu pon, 25 september 2016

Pengemban Pengamal Pancasila

@balipostcom (4.295 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Faksimile: 227418

Pesilat Bali

Sedang Hamil, Persembahkan Emas

Bandung (Bali Post) Pesilat seni ganda putri PON Bali yang sebelumnya menjadi tumpuan IPSI Bali untuk meraih medali emas yakni Ni Made Dwiyanti/Sang Ayu Ketut Sidan W. akhirnya mampu menyabet medali emas cabor silat dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 Jabar, Sabtu (24/9) kemarin. Raihan ini dipastikan menjadi momen yang bersejarah. Pasalnya, salah satu pesilatnnya yakni Dwiyanti sedang mengandung sang buah hati yang sudah berusia lima bulan. Meski sedang hamil muda, akan tetapi itu tidak menjadi hambatan baginya untuk memberikan yang terbaik bagi Bali. Dia tetap berjuang maksimal, hingga pada akhirnya mampu mempersembahkan medali emas bagi Pulau Dewata. Pasangan Ni Made Dwiyanti/ Sang Ayu Ketut Sidan sukses merebut medali emas usai mengumpulkan nilai 572, kemudian perak

direbut pesilat Jawa Timur Annika Alfiani Zaita usai mengumpulkan poin 569, dan perunggu direbut pesilat tuan rumah Jabar dengan nilai yang sama dengan Jatim 569. Hanya, Jatim unggul keseragaman gerak 291, semantara tuan rumah Jawa Barat hanya meraih 289. Dengan begitu, Jatim berhak atas medali perak dan Jabar harus puas dengan torehan medali prunggu. Selain menyebet emas di seni ganda putri, di laga tunggal putra, Bali juga sukses merebut medali emas lewat Komang Harik Adiputra kelas E 70 kg putra usai mengalahkan pesilat Slamet Riyadi

(Jawa Tengah) di partai pemungkas. Sedangkan medali perunggu diraih pesilat Apit Lampung. Selain meraih dua emas, silat ganda seni putra I Made Dwi Surya Adnyana/I Made Sukma Satriana meraih medali perunggu. Dia mengumpulkan nilai 570. Pelatih silat seni Bali I Wayan Selamet mengaku sempat stres saat di Bali ketika mengetahui anak asuhannya hamil. Pasalnya, sudah entry by name, namun akhirnya bisa diturunkan di PON Jabar. Hal. 19 Nomor Seni

Tiga Pejabat Polri Dimutasi ke Mabes Termasuk Dir. Resnarkoba Bali EMAS - Atlet silat seni ganda putri Bali Ni Made Dwiyanti (kanan) dan Sang Ayu Ketut Sidan meraih medali emas di PON, Jawa Barat, Sabtu (24/9) kemarin. BPM/eka

Jakarta (Bali Post) Markas Besar Kepolisian memutasi sejumlah pejabat berpangkat perwira menengah. Tiga pejabat di lingkungan Polri ditarik ke Mabes Polri. Ini berdasarkan salinan digital Surat Telegram Kepala Kepolisian RI nomor ST/2235/IX/2016 tertanggal 23 September 2016. Tiga nama masuk ke dalam daftar rotasi ini. Kapolda Riau Brigadir Jenderal Supriyanto dirotasi menjadi Irwil I Itwasum Polri. Lalu posisinya akan diisi oleh Brigadir Jenderal Zulkarnain, yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolda Maluku Utara. Hal. 19 Diperiksa Propam

Franky Haryanto

Senjata Makan Tuan

POLDA Bali sedang “dibombardir” berita kasus Dir. Resnarkoba Kombes Pol. Franky Haryanto Parapat yang diduga memotong anggaran dan pemerasan terhadap tersangka kasus narkoba. Hal. 19 Awali Tugas

Kasus Diungkap Kombes Franky

80 Persen Diselundupkan Lewat Laut

BALI darurat narkoba. Itu baru selogan yang gencar dilakukan sejenak, setelah itu tak jelas sasarannya. Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Putu Gede Suastawa didampingi Kasi Intelijen Kompol Made Pakris, Sabtu (24/9) kemarin, menjelaskan saat ini peredaran sabu-sabu (SS) nomor satu di Bali karena halusinasinya cepat dirasakan. Sedangkan pemakainya didominasi usia 21-40 tahun. Sementara penyelundupan narkoba ke Pulau Dewata 80 persen lewat laut. Barang terlarang itu dipasok dari Jakarta, Surabaya, dan Medan. “Tiga wilayah itu paling gencar mengirim narkoba ke Bali,” tegas Kompol Pakris. Sementara itu, narkoba dari luar negeri, pengirimnya dari Malaysia, Thailand, Afrika, Rusia, dan Pakistan. Pengiriman paling besar juga lewat laut. Setelah penyelundupan narkoba dari luar negeri masuk Indonesia, baru didistribusikan antarpulau. Hal. 19 Paling Tinggi

Supriyanto

Penjajah Baru Bernama Narkoba

Sugeng Priyanto

l Sindikat napi LP Kerobokan-bandar narkoba di Jakarta, berinisial NS (24), EY (34), dan waria, To alias Do. Barang bukti sabu-sabu (SS) berat total 117,38 gram, 92 butir ekstasi dan satu linting ganja. lBandar narkoba berinisial KS (45) bersama kurirnya, RYA (27), ditangkap dengan barang bukti SS 80 gram, ekstasi 237 butir, 2 linting ganja, dan uang hasil transaksi narkoba Rp 5 juta. l Pemasoknya asal Surabaya, Jawa Timur berinisial IS (34) dan FR (34) ditangkap di areal parkir G2 Mart Jalan Cokroaminoto, Ubung, Denpasar, dengan barang bukti 50 gram SS. l Penggerebekan terduga penyalahgunaan narkoba yang melibatkan sepasang kekasih di Jalan Tukad Citarum, Depasar dan barang bukti dibuang. l Penangkapan pengedar sabu bernama Yasi di Seminyak dengan barang bukti 217 paket sabu dan beratnya mencapai 114 gram. l Penangkapan DJS pengguna SS dengan barang bukti shabu seberat 0,06 gram. l Penangkapan BL, pengedar ekstasi dengan barang bukti 726 butir ekstasi. l Penangkapan HS pengedar SS dengan barang bukti 0,3 gram. l Penangkapan APT, pengguna SS dengan barang bukti bong dan pipet sisa SS l MF kurir asal Singapura dengan barang bukti 100,2 gram SS dan 30,3 gram

Krishna

Diperas ketika Ditangkap

SEMUA daerah di Bali sudah dijamah narkoba. Ini terbukti kasus narkoba yang ditangani di sejumlah Polres meningkat. Dari data di Polres Jembrana ditemukan pada tahun 2015 terdapat delapan kasus, di awal tahun 2016 lebih dari sepuluh kasus sudah ditangani. Jumlah ini terus meningkat dari tahun 2014 lalu yang hanya dua kasus. Berdasarkan umur dan pekerjaan, didominasi umur produktif

(25-40 tahun). Sebagian besar merupakan pemakai narkoba jenis sabu-sabu. Hotel melati dan short time serta kos-kosan, menjadi lokasi aman para pemadat ini. Dari belasan pelaku pengguna narkoba yang diamankan tahun ini, di antaranya berprofesi sebagai pelayan kafe. Profesi di tempat hiburan malam ini paling rentan kena narkoba. Peredaran narkoba yang masif ini, tidak serta merta menghapus

hingga ke akarnya. Bukan rahasia umum bahwa jaringan masuknya narkoba juga melibatkan aparat penegak hukum sendiri. Dari informasi yang dihimpun Bali Post menunjukkan musuh untuk memberantas narkoba sejatinya bukan hanya dari luar, tetapi juga dari dalam internal petugas. Sejumlah pemakai mengakui justru ini yang berat dan semestinya dipotong. Hal. 19 Karena Bocor

Prihatin. Tanggapan itu kerap terlontar berkaitan dengan penangkapan Direktur Narkoba Polda Bali, Kombes Franky, yang diduga bermain dalam kasus narkoba. Di satu sisi, memang ada rasa ketidakpercayaan terhadap aparat dalam upaya pemberantasan narkoba khususnya di Bali, di sisi lain, penangkapan itu justru menjadi langkah awal untuk mencegah terjadinya penjajahan baru bernama narkoba. BERBAGAI kalangan teriris hatinya melihat generasi muda Bali tercandu narkoba. “Sekarang, kita bukan dijajah secara fisik lagi, tapi melalui narkoba. 10 atau 20 tahun lagi, generasi kita sudah tumpul otaknya karena narkoba, sudah gampang penjajah itu menguasai kita. Termasuk menguasai ekonomi yang utamanya diincar oleh mereka,” ujar Anggota Komisi I DPRD Bali, I Wayan Tagel Arjana, S.T., Sabtu (24/9) kemarin. Tagel mengaku prihatin dengan oknum aparat yang justru bermain-main dalam upaya pemberantasan narkoba. Hal. 19 Terbilang Marak

Perkara Narkoba di PN Denpasar

Vonis Hakim Lebih Rendah dari Tuntutan Jaksa Berbicara narkoba tidak bakal pernah ada habisnya. Hampir setiap hari pihak terkait, baik kepolisian maupun BNN, menangkap pelaku narkoba. Mereka yang terciduk bukan hanya kalangan buruh proyek, orang berduit, pengusaha dan orang asing. Bahkan baru-baru ini, artis nasional sekelas A.A. Gatot Brajamusti bersama Reza Artamevia, pun ikut meramaikan kasus narkoba.

INFORMASI yang diperoleh di PN Denpasar menunjukkan kasus narkoba angkanya memang selalu mendominasi di pengadilan. Di Bali sendiri ada kasus Roby Satria, gitaris band Geisha. Masyarakat banyak mempertanyakan penanganan kasus narkoba. Masih ada celah bermain apakah kasusnya berduit atau tidak, semuanya menjadi pertimbangan ketika vonis dijatuhkan. Karenanya, penanganan kasus ini perlu dilakukan pengawasan, terlebihlebih untuk lembaga yang memberikan hukuman terhadap pengedar, kurir, atau pengguna sekalipun. Di Pengadilan Negeri Denpasar, hampir setiap hari kerja (persidangan) ada saja kasus narkoba yang terdakwanya diadili. Bahkan kasus narkoba di PN Denpasar, merupakan salah satu kasus yang rating-nya tinggi, di

samping kasus pidana lainnya. Sedangkan hukuman yang diberikan oleh majelis hakim, serta tuntutan yang dilakukan pihak Kejaksaan tidak serta merta harus sama. Bahkan cenderung (dominan), putusan hakim lebih rendah dari tuntutan jaksa. Dalam kasus narkoba, vonis majelis hakim beberapa kali berbeda dengan jaksa, seperti kasus narkoba yang melibatkan gitaris grup band Geisha. Walau jaksa menuntut supaya terdakwa dilakukan hukuman fisik (penahanan), namun majelis hakim melakukan putusan rehabilitasi. Putusan rehab bukan “perkara” baru di dunia peradilan, namun atas berbagai pertimbangan, khususnya mereka yang diduga pecandu, hakim kerap menjatuhkan hukuman rehab. Hal. 19 Sering Berbeda


DAERAH

2

Minggu Pon, 25 September 2016

FIGUR Intensifkan Tangkap Pelaku PENANGKAPAN pelaku peredaran narkoba di Buleleng berhasil dilakukan melalui penyelidikan dan pengembangan kasus. Jaringan narkoba ini memiliki sistem yang saling berkaitan. Paling banyak ditemukan di mana pengedar sabu-sabu menggunakan sistem tempel. Peredaran narkoba berasal dari Denpasar dan luar Bali, diselundupkan melalui jalur tikus hingga menyulitkan untuk dilacak. Kasat Res. Narkoba Polres Buleleng, AKP I Made Agus Dwi Wirawan, S.H., M.H., seizin Kapolres Buleleng AKBP I Made Sukawijaya, M.Si., mengatakan, pengguna maupun pengedar diakui semakin memprihatinkan. Tren pemakai narkoba di wilayah hukum Buleleng cenderung mengalami peningkatan. “Prevalensi merata di seluruh Kecamatan di Buleleng. Hal itu dapat disebabkan tren perkembangan teknologi informasi dan globalisasi hingga berdampak terhadap timbulnya modus baru dalam peredaran gelap narkoba,” ucapnya saat dikonfirmasi di selasela pendidikan Sekolah Sespimma di Pusdik Lemdiklat Polri Jakarta, Sabtu (24/9) kemarin. Dwi Wirawan menjelaskan, maraknya peredaran narkoba dipicu mobilisasi banyaknya pendatang masuk ke Buleleng. Mereka masuk tanpa dibekali keahlian sehingga mudah terjerumus pengaruh lingkaran narkoba. “Awalnya, mereka tergiur di mana narkoba menjanjikan keuntungan besar, termasuk gaya hidup atau coba-coba narkoba di kalangan anak muda,” jelasnya. (dgk)

BPM/kmb

KEBAKARAN - Kebakaran terjadi di Pengambengan Negara Sabtu sore kemarin.

Ditinggal Menyabit Rumput

Rumah Terbakar

Negara (Bali Post) Kebakaran menimpa rumah yang ditempati korban Herry Sumolang (63) di Dusun Munduk Desa Pengambengan Negara Kecamatan Negara, Sabtu (24/9) sore kemarin. Dari informasi, korban meninggalkan rumah untuk menyabit rumput pukul 15.00 wita. Sekitar pukul 17.00 wita, korban melihat asap dari rumah. Korban langsung pulang dan mendapati api sudah menjalar di ujung ruangan rumah tempat ditaruh rice cooker dan kompor gas. Kemudian salah satu warga menelepon pemadam kebakaran dan pukul 17.30 wita api dapat dipadamkan. Setelah diadakan pemeriksaan diperkirakan asal api dari korsleting pada blender yang masih menyala yang mana atap di atas tempat blender bocor saat terjadi hujan. Akibat kejadian itu, barang-barang yang terbakar di antaranya rice cooker, blender, kompor gas, rak VCD, satu meja yang berisi buku, 6 jendela kaca dekat kompor pecah karena panas dan tape recorder juga terbakar. Korban belum dapat menentukan kerugian karena rumah beserta barang yang terbakar milik kakaknya yang sekarang masih di Denpasar. Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Gusti Made Sudarma Putra seizin Kapolres Jembrana saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. (kmb)

DITERJANG - Bangunan di Pura Puseh Pakraman Selat, Susut diterjang puting beliung, Sabtu (24/9) kemarin.

Diterjang Puting Beliung

Bangunan Pura Puseh Porak-poranda Bangli (Bali Post) Angin puting beliung memorakporandakan sejumlah bangunan di Pura Puseh Desa Pakraman Selat, Susut, Sabtu (24/9) sore kemarin. Tak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Namun, kerugian materi ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Salah seorang warga I Nyoman Mudarana menuturkan kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 14.30 wita saat dirinya sedang makemit bersama sejumlah warga lainnya. Sebelum angin menerjang, terlebih dahulu terjadi gerimis, dengan mendung gelap. “Setelah hujan hilang, angin bergulung-gulung datang dari selatan,” tuturnya. Angin, kata dia, pertama menerjang tembok bale pasucian yang menjadi tempat warga makemit hingga roboh sekitar 15 meter dengan ketinggian sekitar dua meter. Setelah itu, angin mengarah ke

utara dan memorakporandakan bale panganteb berukuran sekitar 10 x 8 meter hingga rata dengan tanah. Kerusakan juga terjadi pada atap bale panggungan dan bangunan puwargan. “Saat angin menerjang bale pasucian, beberapa warga ada sedang tidur di sana. Saya langsung bangunkan untuk diminta keluar nyari tempat aman. Itu cukup membuat takut,” katanya. Kejadian itu menimbulkan kerugian ratusan juta rupiah. Sementara untuk korban jiwa tidak ada. “Kerugian yang ditimbulkan lumayan besar. Sampai ratusan

juta,” imbuh Mudarana. Selain bangunan, puting beliung juga menumbangkan sejumlah pohon berukuran besar. Meskipun tak menimpa bangunan, tetapi itu cukup mengancam keselamatan warga. Sebab, lokasinya berada di sekitar jalan raya. Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangli I Ketut Agus Sutapa mengungkapkan sesuai prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar, pada September ini, intensitas hujan berada di atas normal. “Potensi adanya angin kencang dan badai gusty juga besar. Masyarakat waspada saja,” ucapnya seraya menambahkan kerusakan itu akan dimohonkan bantuan ke pemerintah Provinsi Bali. (kmb45)

Jika Tak Mau Terus Bayar Iuran

Peserta BPJS yang Meninggal Wajib Dilaporkan Denpasar (Bali Post) Untuk peserta BPJS Kesehatan yang meninggal, maka pihak keluarga wajib melaporkannya ke kantor cabang BPJS Kesehatan terdekat. Hal itu karena, jika tidak dilaporkan, maka kepesertaan akan terus aktif sehingga akan terus dikenai iuran setiap bulannya. Maka dari itu, Ni Putu Nina Nuryati, Kepala Unit HKK BPJS Kesehatan cabang Denpasar mengimbau masyarakat agar segera melapor ke BPJS setempat dengan membawa surat keterangan kematian dari rumah sakit. “Setelah itu, baru kita bisa menonaktifkan by sistem,” ujarnya belum lama ini. Jika tidak, iuran berikutnya akan terus terhitung

dan terakumulasi dan harus tetap dibayarkan. “Jika sudah terakumulasi, terhitung, itu menjadi kewajiban peserta,” imbuhnya. Diakui, saat ini sistem rumah sakit belum bisa nge-link ke sistem BPJS Kesehatan sehingga ketika pasien terdata di rumah sakit telah meninggal, namun BPJS Kesehatan belum terdata maka dari itu perlu pelaporan dari peserta. “Karena kita baru bisa menerbitkan SEP saja, mudah-mudahan ke depan sistemnya bisa dibangun lebih kompleks lagi,” tandasnya. Tidak hanya perubahan data berupa kematian, perubahan data lain seperti kelahiran, perceraian, pindah alamat, pindah fasilitas pelayanan, juga wajib melapor ke BPJS Kesehatan setempat. Ia

menegaskan, peserta dapat mengubah data di BPJS Kesehatan setempat tidak harus kantor BPJS Kesehatan asal pasien mendaftar. Jangka waktu pelaporan sesegera mungkin sebelum satu bulan mengingat pembayaran iuran setiap satu bulan. Ia juga menambahkan, per 1 September lalu pembayaran iuran untuk peserta mandiri dibayarkan per KK. Artinya pembayaran untuk satu virtual account (VA), akan terakumulasi dengan jumlah anggota keluarga yang didaftarkan sehingga jangan kaget ketika membayarkan premi kelas I ayah, juga akan ditambah premi ibu atau keluarga yang lain sehingga totalnya menjadi Rp 160.000. (kmb42)

BPM/kmb45

Jelang Karya Panca Wali Krama

WHDI Bali ’’Ngayah’’ di Pura Hulun Danu Batur

Bangli (Bali Post) Jelang Karya Panca Wali Krama Tri Kahyangan Jagat Pura Hulun Danu Batur, persiapan tak hanya dilakukan oleh masyarakat setempat. Sabtu (24/9) kemarin, Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Provinsi Bali juga turut ngayah membuat sarana upacara. Hal ini sebagai satu wujud bakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang telah memberikan kemakmuran. Sarana upacara yang dibuat tak hanya terbatas canang. Namun juga perlengkapan lain berupa sanganan suci. Pelaksanannya didampingi oleh serati banten. Suasana kekeluargaan terlihat sangat kental. WHDI berbaur langsung dengan masyarakat sekitar. Hal ini pun mendapat apresiasi dari Manggala Karya Jero Lanang. Menurutnya, apa yang dilakukan itu merupakan salah satu bentuk sujud bakti kepada Ida Batara yang berstana di Pura Hulun Danu. “Adanya partisipasi krama Hindu ini, khususnya yang bergabung dalam WHDI sangat baik,” ujarnya. Disampaikan Jero Lanang, sebelum WHDI ngayah, persiapan menyambut karya yang

berlangsung setiap sepuluh tahun ini sudah dilakukan krama setempat, yang diawali dengan matur piuning, nanceb taruban, dan majaya-jaya pada Budha Kliwon Gumbreg, 3 Agustus lalu. Seluruh persiapan harus sudah tuntas dilakukan pada Sukra Pon Medangsia, 30 September mendatang. Pada 1 Oktober dilanjutkan dengan malik sumpah, melaspas meru, dan mendem pedagingan. Sementara untuk puncak karyanya akan berlangsung pada Saniscara Pon Pahang, 15 Oktober 2016. “Kami berharap seluruh krama Hindu bisa datang menyaksikan prosesi mendem pedagingan dan ngalinggihang Arca Dewi Danu,” harapnya. Pelaksanaan karya itu, menurutnya tak sebatas seremonial. Namun yang paling penting bisa dijadikan sebagai momentum untuk memohon kemakmuran. Hal itu tak hanya bisa dilakukan oleh masyarakat Hindu di Bali. “Upacara ini untuk Krama Hindu se-Nusantara. Jadinya semua bisa menghaturkan bakti,” tandas Jero Lanang yang juga menjabat sebagai Perbekel Songan B, Kintamani ini. (kmb45)

BPM/wan

NGAYAH – Ibu-ibu Wanita Hindu Dharma Indonesia melaksanakan kegiatan ngayah membuat sarana dan prasara perangkat upacara serangkaian persiapan menyambut upacara Panca Wali Krama di Pura Hulun Danu Batur, di Pura Kahyangan Hulun Danu Batur, Desa Songan, Kintamani - Bangli, Sabtu (24/9 kemarin.

Gepeng Dilatih Berwirausaha Dua Pelaku Lempar Kaca Diamankan

BPM/wan

BONGKAHAN TANAH - Pengayah yang sedang sibuk mempersiapkan alat upacara dikejutkan dengan bongkahan tanah kering berukuran besar berguling dari atas bukit bagian barat Pura Hulun Danu Batur di dekat bangunan pewaregan. Insiden berlangsung di selasela upacara pujawali karya Panca Wali Krama Pura Hulun Danu Batur, Desa Songan, Kintamani, Bangli, Sabtu (24/9) kemarin.

Amlapura (Bali Post) Pemkab Karangasem memulai langka h serius m enunt a ska n m a sa la h gepeng. Persoalan menahun di Desa Muntigunung dan Pedahan, Kecamatan Kubu ini, kini mulai menemui titik terang. Mereka bersedia meninggalkan rutinitas mengemis dan berlatih menjadi pengusaha. Ada seratus kepala keluarga gepeng bersedia mengikuti bimtek (bimbingan teknis) pelatihan keterampilan untuk para pengemis ini, membuat sarana upacara dupa dan anyaman daun lontar. Setelah sukses menguasai keahlian itu, mereka berkesempatan beraudiensi dengan Bupati Karangasem, yang dipusatkan langsung di Taman Soekasada Ujung, Sabtu (24/9) kemarin. “Selama ini, mereka tahu banyak tentang Kuta, karena sering mengemis di sana, tapi kita punya Taman Soekasada Ujung

mereka bilang tidak tahu. Makanya ibu bupati langsung meminta sekalian diajak ke sini,” kata Kepala Dinas Sosial Karangasem Made Sosiawan. Mereka menjalani bimtek beberapa pekan melalui sebuah Yayasan Bakti Laksana. Ketua Yayasan Ketut Nerima mengatakan cukup susah membujuk para gepeng ini agar berhenti dan mengikuti pelatihan berwirausaha ini. Namun, dari 138 kepala keluarga yang terdata masih menggepeng, seratus di antaranya bersedia ikut pelatihan. Dari pelatihan itu, para gepeng ini juga sudah menguasai keahlian membuat dupa wangi dan anyaman daun lontar, untuk berbagai kebutuhan sarana upacara umat Hindu. Namun, saat ini mereka masih memproduksi secara manual, ke depan lewat perhatian pemerintah daerah, pihaknya berharap dapat memodernisasi proses produksi. (kmb31)

Negara (Bali Post) – Jajaran Polsek Melaya mengamankan dua pelaku pelemparan kaca truk atau bus yang selama ini meresahkan para sopir. Kedua pelaku I Gede IK (15) asal Blimbingsari dan I Made RAS (14) asal Melaya tertangkap seusai melakukan aksi serupa pada truk DK 8564 WA, Jumat (23/9) pagi. Tersangka tersungkur di got ketika melarikan diri seusai memecahkan kaca truk yang dikemudikan I Putu Gunawan (37) asal Baluk, Negara. Modus kedua tersangka melakukan pelemparan batu ke kaca truk pada dini hari. Keduanya yang mengendarai sepeda motor Jupiter DK 3763 ZP menunggu di pinggir jalan Denpasar-Gilimanuk dekat GOR Melaya. Sekitar pukul 04.00 wita, truk yang dikemudikan korban melaju dari arah Denpasar ke Gilimanuk. Pelaku lantas melemparkan batu ke arah kaca. Batu

yang cukup besar itu mengenai kaca tepat di depan sopir hingga pecah. Lantaran gelap, pelaku dengan mudah melarikan diri naik sepeda motor ke arah berlawanan. Sopir truk lantas balik dan mengejar kedua pelaku berboncengan itu. Hingga akhirnya di sekitar simpang empat Berawantangi, Desa Tuwed, korban melihat sepeda motor terjatuh yang diduga milik kedua pelaku. Oleh polisi, sepeda motor itu selanjutnya diamankan di Polsek Melaya. Selanjutnya kedua tersangka berhasil dibekuk dipimpin Kanit II Reskrim Polsek. Kapolsek Melaya Kompol Ketut Darmita seizin Kapolres Jembrana, Sabtu (24/9) kemarin, membenarkan adanya penangkapan dua pelaku pelemparan truk yang masih pelajar itu. Dari pengembangan, kedua pelaku ini juga pernah melakukan aksi serupa pada bus di Gilimanuk dan truk di Cekik, Gilimanuk. (kmb26)

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra Anggota Redaksi Denpasar: Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Sumatika, Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Parwata, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada. Bangli: IA Swasrina, Sosiawan, Buleleng: Dewa Kusuma, Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya, . Karangasem: Budana, Bagiarta, Klungkung: Dewa Dedy Farendra, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Sumbangan untuk orang sakit Rek. BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00016-8 A/n Simpati Anda,BCA Cabang Denpasar No.040.3555000 A/n Simpati Anda, Dana Punia Pura Rek.BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00017-1 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3966000 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3277000 A/n Dompet Beasiswa, BCA Cabang Denpasar No. 040.3688000 A/n Dompet Lingkungan.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


seremonial

Minggu Pon, 25 September 2016

Stispol Wira Bhakti Denpasar Lepas 114 Calon Wisudawan

SEKOLAH Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Stispol) Wira Bhakti Denpasar menyelenggarakan yudisium XXVII, Jumat (23/9). Stispol Wira Bhakti Denpasar melepas 108 calon wisudawan dari Prodi Ilmu Administrasi Bisnis sebanyak 6 mahasiswa dan Prodi Ilmu Administrasi Negara sebanyak 108 mahasiswa. Ketua Stispol Wira Bhakti Denpasar, I Nengah Merta, S.Sos., M.Si., mengatakan sebagian besar hampir 95 persen calon wisudawan di Stispol Wira Bhakti Denpasar telah bekerja. Sisanya tidak membutuhkan waktu lama, lulusan akan segera terserap karena melihat kualitas lulusan. Stispol Wira Bhakti Denpasar merupakan pelopor yang membuka prodi Ilmu Administrasi Bisnis untuk di Bali. Namun saat ini secara bertahap telah ada beberapa institusi pendidikan tinggi di Bali yang membuka prodi Ilmu Administrasi Bisnis. Lulusan dari prodi Ilmu Administrasi Bisnis telah ada yang menjadi wirausaha. Maka, dengan gelar yang didapat tentu membuat para lulusan dan lebih yakin lagi termasuk lulusan yang telah bekerja tentu membuat perusahaan atau tempatnya bekerja semakin yakin dengan kemampuannya. Lanjutnya, mahasiswa berhak berdiri pada yudisium hari itu, meng-

WISUDAWAN - Yudisium Stispol Wira Bhakti diikuti 114 calon wisudawan. ingat perjuangan mahasiswa yang melewati proses demi proses selama menjalani pendidikan di Stispol Wira Bhakti Denpasar. “Perjuangan ini bukan suatu titik akhir, tapi merupakan awal dari perjuangan. Maka dari mahasiswa diharapkan mengingat dan

mempraktekkan kembali teori yang didapatkan untuk dapat menghadapi persaingan. Mahasiswa harus terus meningkatkan kualitas. Gelar bukanlah merupakan hadiah tapi merupakan perjuangan, maka dari itu harus syukuri,” ujarnya Maka dari itu, atas perjuangan yang telah dilakukan pihaknya mengucapkan selamat. “Membagi tugas dan manajemen waktu yang dilakukan calon wisudawan, maka hari ini (Jumat, lalu) yudisium merupakan keberhasilan,” ucapnya. Ke depan ia berharap hubungan antara mahasiswa dan Stispol Wira Bhakti Denpasar tetap terjaga dan bersama-sama membangun Stispol Wira Bhakti Denpasar. “Kami sangat membutuhkan motivasi dan bantuan dari mahasiswa dan alumni,” harapnya. Para calon wisudawan juga diharapkan tidak berhenti di jenjang strata 1, tapi juga dapat melanjutkan ke strata 2. Stispol Wira Bhakti Denpasar juga terus-menerus meningkatkan kualitas baik kualitas dosen, kurikulum maupun proses belajar yang mana saat ini Stispol Wira Bhakti Denpasar telah menerapkan pembelajaran berbasis IT. “Jadi kita sekarang berbasis IT, sehingga para mahasiswa bisa lebih cepat mengikuti kuliah-kuliah,” tutupnya. (ad 1345)

Peduli terhadap Lingkungan

3

Undiknas Denpasar Gelar Seminar Internasional

’’How To Achieve Success as a Graduate in Australia”

UNIVERSITAS Pendidikan Nasional (Undiknas) University Denpasar, Jumat (23/9) lalu melaksanakan seminar internasional yang bertema “How To Achieve Success as a Graduate in Australia”. Seminar diadakan di Auditorium Undiknas Denpasar. Seminar sehari menampilkan narasumber Mr. Daniel Chin yang merupakan The Regional Coordinator- South East Asia Of Soutern Cross University Australia. Seminar ini dibuka oleh Direktur Akademik dan Sistem Informasi (AKSI) Undiknas Denpasar, Luh Putu Mahyuni, PhD., CA., dan sebagai moderator Kepala International Office Undiknas University, Ida Nyoman Basmantra, Spd., M.Pd. Seminar ini dihadiri 400 peserta yang merupakan mahasiswa Undiknas University. Dalam seminar tersebut, Mr. Daniel Chin menyampaikan berbagai kiat-kiat untuk dapat menjadi lulusan yang sukses di Australia. Dalam pembahasannya, Mr. Daniel menjelaskan bahwa tantangan utama bagi mahasiswa internasional adalah adanya perbedaan budaya. Hal ini terutama dialami oleh mahasiswa internasional yang berasal dari negara-negara Asia, mengingat besarnya perbedaan budaya Asia dan Australia.

SEMINAR - Mr. Daniel Chin bergambar dengan peserta seminar internasional di Undiknas University.

Lebih lanjut, Mr.Daniel memaparkan tips-tips untuk mencapai sukses di Australia yang terdiri dari tiga tahapan, yaitu Formative Stage, Crafting Stage dan Kaizen Stage. Dalam Formative Stage, dia memaparkan bahwa mahasiswa internasional harus memanfaatkan peluang bekerja secara maksimal. Di samping itu, dia menekankan indeks prestasi yang tingggi bukanlah segala-galanya, sehingga sangat penting bagi mahasiswa untuk mengikuti kegiatan ekstrakulikuler untuk meningkatkan kemampuan diri mereka. Selanjutnya, dalam Crafting Stage dia mengungkapkan setelah lulus

dari universitas, mahasiswa harus berupaya untuk memunculkan keunikan yang mereka miliki. Dalam perjalanan karier seseorang, Daniel juga menyampaikan bahwa merupakan hal yang umum bagi seorang lulusan Universitas di Australia untuk berpindah-pindah pekerjaan hingga akhirnya menemukan pekerjaan yang tepat atau terbaik. Dalam Kaizen Stage, Mr. Daniel Chin menyampaikan bahwa untuk mencapai sukses kita harus berupaya untuk meningkatkan kemampuan diri guna mendapatkan promosi jabatan yang lebih baik. Pada tahap ini diperlukan pentingnya kinerja tim. (ad 1343)

Sambut Hari Pariwisata Dunia STIMI Handayani Denpasar STPBI dan IHGMA Bali Gelar Bakti Sosial

HARI kedua Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB), STIMI Handayani Denpasar menggelar bakti sosial berupa penanaman pohon bunga kembang kertas di sekitaran Pantai Mertasari, Sanur Kauh, Sabtu (24/9) kemarin. Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai peduli lingkungan kepada mahasiswa baru sekaligus untuk menyukseskan program pemerintah dalam upaya melestarikan lingkungan. Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Ketua Yayasan STIMI Handayani Denpasar, Dr. Ida Bagus Radendra Suastama, S.H., MH., dan dihadiri oleh Ketua STIMI Handayani Denpasar, Dr. Ida Bagus Gede Udiyana, S.E., M.Si., Ak., bendesa adat dan seluruh civitas akademika STIMI Handayani, serta 279 peserta PKKMB tahun ajaran 2016/2017. Ketua STIMI Handayani Denpasar, Dr. Ida Bagus Gede Udiyana, S.E., M.Si., Ak., mengatakan kegiatan menanam pohon yang dirangkai dalam bhakti sosial merupakan suatu kegiatan pengabdian mahasiswa dan seluruh civitas akademika STIMI Handayani kepada masyarakat. Program ini dilaksanakan untuk menjalankan salah satu konsep Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pengabdian kepada masyarakat. Dipilihnya Pantai Mertasari sebagai objek kegiatan, karena Pantai Mertasari merupakan pantai binaan STIMI Handayani Denpasar dalam mengembangkan destinasi pariwisata pantai dan pesisir laut. Sehingga Pantai Mertasari dapat dijadikan model untuk mengembangkan destinasi pariwisata pantai dan pesisir laut di Indonesia. Selain itu, kegiatan bakti sosial ini juga bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai kepada mahasiswa baru, bahwa permasalah lingkungan sangat sensitif di Bali, khususnya di Denpasar. Sehingga diharapkan melalui kegiatan tersebut mahasiswa baru mampu mempunyai nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan dimanapun berada. Sehingga per-

Chapter Gelar Seminar

BAKTI - Ketua Yayasan STIMI Handayani Denpasar, Dr. Ida Bagus Radendra Suastama, S.H., MH. (tiga dari kanan) bersama para dosen STIMI Handayani Denpasar pada kegiatan bakti sosial di Pantai Mertasari, Sanur Kauh, Sabtu (24/9) kemarin. masalahan lingkungan tidak lagi lulusan-lulusan yang bisa peduli menjadi hambatan untuk pengem- terhadap lingkungan. Tidak hanya bangan destinasi pariwisata di Bali. terhadap lingkungan humanis, tetapi “Selain itu, kegiatan bakti sosial ini juga pada lingkungan biotik maupun juga untuk mendukung program pe- abiotik. Sehingga nantinya akan merintah khususnya pengembangan menghasilkan output yang mampu destinasi pariwisata pantai dan pesisir menunjukkan kepada masyarakat laut. Sebab, pendapatan petani dan dan di tempat kerjanya nanti, bahwa nelayan adalah paling rendah di In- lulusan STIMI Handayani adalah donesia, sehingga diharapkan Pantai berkualitas, berkarakter, mempunyai Mertasari ini bisa dijadikan model nilai-nilai peduli sesame dan mampu untuk pengembangan destinasi pantai bersaing secara global. Selain itu, dan pesisir laut di Indonesia. Karena kegiatan ini juga suatu ajang untuk Indonesia memiliki potensi untuk itu,” memperbaiki institusi menuju tingkat tandas Dr. Ida Bagus Gede Udiyana. yang lebih optimal lagi ke depanKetua Yayasan STIMI Handayani nya,” imbuh Dr. Ida Bagus Radendra Denpasar, Dr. Ida Bagus Radendra Suastama, S.H., MH. Suastama, S.H., MH., menambahDengan upaya program yang kan, STIMI Handayani Denpasar berkelanjutan tersebut, Dr. IB. sangat berkomitmen dalam peles- Radendra berharap ke depan tarian lingkungan yang merupakan masyarakat merasakan kehadiran salah satu bagian dari penanaman STIMI Handayani Denpasar, bahwa karakter. Sebab dalam Tri Hita STIMI Handayani ada dan memberiKarana yang merupakan unsur yang kan efek yang terasa di masyarakat. menjiwai Agama Hindu di Bali, baik Sehingga, STIMI Handayani menParahyangan, Palemahan maupun jadi prioritas utama bagi masyarakat Pawongan harus seimbang. Karena untuk kuliah di STIMI Handayani hal itu (konsep Tri Hita Karana-red) Denpasar. “Dan bagi mahasiswa sejalan dengan konsep kecerdasan sendiri bisa merasakan lingkungan, intelektual dan emosional di era bahwa lingkungan harus diperhatisekarang ini. “Penanaman pohon kan dan dilestarikan sejak dari awal merupakan salah satu strategi kami mereka duduk di bangku perkuliauntuk menciptakan mahasiswa dan han,” pungkasnya. (ad 1342)

Gemakan Perdamaian Lewat Aksi Sosial Donor Darah

Denpasar (Bali Post ) – Dalam rangkaian Gema Perdamaian Dunia ke XIV 2016, yang dibuka pada 21 September lalu di Gong Perdamaian Dunia, Desa Budaya Kertalangu, Denpasar, Sabtu (24/9) kemarin penyelenggara Gema Perdamaian Dunia menggelar kegiatan aksi sosial berupa donor darah yang terbuka untuk umum. Aksi sosial tersebut bertujuan untuk menggemakan perdamaian melalui donor darah, sehingga mempunyai rasa kepedulian terhadap kehidupan kemanusiaan. Ketua Panitia Gema Perdamaian XIV 2016, Jro Jemiwi, mengatakan aksi sosial berupa donor darah merupakan sebuah kegiatan yang tanpa basa-basi untuk dilakukan. Sebab, aksi sosial donor darah bisa dilakukan oleh siapa saja dan tanpa syarat. Sehingga melalui aksi donor darah, siapapun bisa berbagi untuk kehidupan kemanusiaan. “Kegiatan pada hari ini (kemarin-red) tidak hanya aksi sosial berupa donor darah, tetapi juga ada lomba-lomba seperti menulis dan membaca puisi, lomba karya tulis, dan lomba fotografi yang terbagi dalam tiga kategori (profesional, selfi, dan instagram). Selain itu juga ada kegiatan bazzar yang menampilkan hasil pertanian Bali, seperti sayur dan buah organik, berbagai jenis karya olahan yang bersumber dari hasil pertanian, dan juga ada festival food truck yang nantinya bisa menjadi ikon baru penunjang pariwisata di Bali. Jadi kita manfaatkan IT dan anak-anak muda untuk mendapatkan, memproses dan menggemakan pesan

DONOR - Suasana aksi sosial donor darah di wantilan Gong Perdamaian Dunia, Desa Budaya, Kertalangu, Denpasar dalam rangkaian Gema Perdamaian XIV 2016. damai ini,” tandas Jro Jemiwi, Sabtu (24/9) kemarin. Lebih lanjut Jro Jemiwi menjelaskan, pesan damai yang digemakan tahun ini adalah “Damai Itu Indah, Damai Itu Upaya”, yang dirangkai dalam dialog karya. Dimana dialog tidak hanya berupa kata-kata, melainkan dialog berupa karya atau perbuatan melalui suatu kretivitas anak muda. Sehingga semua orang mengupayakan diri melalui kreatifitasnya masing-masing untuk menciptakan perdamaian, sebab semua orang membutuhkan perdamain di dunia ini. Acara puncak Gema Perdamain Dunia ke XIV 2016, akan berlangsung pada tanggal 8 Oktober mendatang di Lapangan Bajra Sandhi, Renon. “Dengan berkarya kita akan ciptakan

perdamaian,” ujarnya. Sementara itu, Koordinator Aksi Sosial Donor Darah, Agus Purwanto menambahkan, target yang ingin dicapai pada aksi sosial donor darah kali ini adalah untuk memenuhi pasokan darah yang sementara ini kurang di beberapa rumah sakit di Bali. Pria yang sudah melakukan 140 kali lebih donor darah ini pun berharap penyumbang donor darah pada kali ini sesuai dengan harapan, sehingga bisa membantu orang yang membutuhkan darah di rumah sakit. “Darah yang kami peroleh pada hari ini akan kami serahkan langsung ke rumah sakit untuk diolah dan diproses, sehingga bisa digunakan oleh rumah sakit yang membutuhkan darah untuk pasiennya,” imbuhnya. (win)

SEKOLAH Tinggi Pariwisata Bali Internasional (STPBI) berkolaborasi dengan Indonesia Hotel General Manager Association (IHGMA) Bali Chapter menggelar seminar menyambut Hari Pariwisata Dunia 27 September 2016. Seminar “Creating Sustainable Competitive Advantage for Hospitality Leader”, ini digelar di Auditorium STPBI, Sabtu (24/9). Acara yang diikuti para praktisi industri perhotelan dan pariwisata di Bali serta para akademisi ini juga dirangkai dengan peluncuran buku “Kebangkitan Industri Merek Lokal”. Ketua STPBI atau International Bali Institute of Tourism (IBIT), I Made Sudjana, S.E., MM., CHT., CHA., mengatakan, seminar seperti ini sangat penting untuk mempertemukan pimpinan hotel agar dapat saling berbagi pengalaman selama bekerja di industri. Apalagi Bali merupakan lokomotif pariwisata Indonesia. “Apapun yang berbau pariwisata, Bali masih the best. Kita harus menjadi contoh bagi republik ini. Apakah itu hotelnya, restoran, travel, hingga lembaga pendidikannya,” ujarnya. Oleh karena itu, lanjut Sudjana, pelaku pariwisata Bali tetap harus meningkatkan dan mengisi diri salah satunya melalui kegiatan seminar ini. Dengan demikian, ke depan mampu bersaing di era Masyarakat Ekonomi ASEAN yang menuntut adanya sertifikat kompetensi. Ketua IHGMA Chapter Bali, I Nyoman Astama, S.E., CHA., berharap para insan pariwisata dan perhotelan di Bali bisa mendapatkan informasi sekaligus memperbarui serta meningkatkan keahlian yang telah dimiliki. Hal ini untuk mewujudkan

SEMINAR - Suasana seminar “Creating Sustainable Competitive Advantage for Hospitality Leader”, dalam menyambut Hari Pariwisata Dunia di Auditorium STPBI, Sabtu (24/9). pariwisata berkelanjutan di Bali, di 44 cabang. IHGMA Bali Chapter salah tengah persaingan pariwisata yang satunya ingin aktif terlibat dalam begitu ketat. peningkatan kualitas Top Manage“Kita di Bali sebenarnya memiliki ment Hotelier dan Hotel Manpower di suatu kelebihan yakni lokal wisdom Indonesia dan Bali khususnya. yang tidak dimiliki destinasi lain. Ini Seminar diisi dengan pemaparan suatu hal yang menjadikan Bali memi- dari keynote speaker, Reza Sunardi liki nilai plus yakni budaya yang unik, yang merupakan Ketua IHGMA Indokeindahan alam, serta yang paling nesia. Pada kesempatan itu, Reza juga penting pelayanan dari orang-orang meluncurkan bukunya “Kebangkitan itu sendiri yang menjadikan Bali seba- Merk Lokal” yang ditulis bersama gai destinasi internasional yang tidak Dr. Nila Krisnawati, S.E., MM., Ph.D. bisa dibandingkan dengan destinasi Seminar dihadiri pula oleh Ketua lainnya,” ujarnya. PHRI Bali, Tjokorda Oka Artha ArAstama menambahkan, acara ini dana Sukawati atau Cok Ace. sekaligus upaya pemberdayaan genSebelumnya mahasiswa juga mengeral manager khususnya yang ada di gelar lomba fotografi yang bertemakan Bali. Mengingat IHGMA merupakan “Discover The Treasure of Indonesia”. satu-satunya asosiasi general manag- Selain itu, sebanyak 80 mahasiswa er hotel dan villa di Indonesia. IHGMA STPBI/IBIT juga menggelar flash mob yang berdiri 20 April 2016, di The (tarian tiba-tiba dan serentak, red) di Grand Bali Beach Bali ini memiliki sekitar lapangan Niti Mandala Renon lebih dari 600 anggota, terbagi dalam pada Jumat (23/9) lalu. (ad 1344)

Laksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi

FIB Unud Gelar Pengabdian Masyarakat di Ungasan

SEBAGAI bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, Sabtu (24/9) kemarin Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Udayana (Unud) menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Ungasan. Bertempat di wantilan kantor Desa Ungasan, kegiatan ini dibuka oleh Dekan Fakultas Ilmu Budaya Unud, Prof. Dr. Ni Luh Sutjiati Beratha, M.A., Kegiatan kali ini merupakan yang kedua, yang mana sebelumnya sudah dilalukan juga di Sanur. Menurut Ketua Panitia, Dr. Drs. I Made Rajeg, M.Hum., kegiatan ini juga serangkaian dengan peringatan HUT ke-58 FIB dan juga peringatan ke-35 badan kekeluargaan FIB. Dikatakannya, pada kegiatan ini juga diadakan beberapa pelatihan. Diantaranya adalah pelatihan bahasa Indonesia, pelatihan majejaitan, pelatihan bahasa Bali, pelatihan bahasa Inggris, pelatihan bahasa Jepang dan penyuluhan kesadaran budaya. “Untuk kegiatan pelatihan diikuti oleh masyarakat Desa Ungasan dari perangkat desa, perangkat adat, karang taruna, dan anak-anak SD dan SMP di Ungasan dengan total jumlah 176 orang,” jelasnya. Perbekel Ungasan I Made Kari, S.H., pada sambutannya menyampaikan terima kasih kepada pihak FIB Unud yang sudah bersedia menggelar pengabdian sebagai bentuk pengamalan Tri Dharma perguruan tinggi. Kegiatan seperti ini dikatakannya sangat diharapkan karena mampu memberikan kontribusi yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.

PENGABDIAN - Dekan Fakultas Ilmu Budaya Unud, Prof. Dr. Ni Luh Sutjiati Beratha, M.A. (kanan) memberikan kenang-kenangan kepada Perbekel Ungasan I Made Kari, S.H., disela pembukaan pengabdian kepada masyarakat di Desa Ungasan. “Semoga kegiatan seperti ini bisa siap untuk mendukung program terus dilakukan secara kontinyu,” pembentukan pasraman tersebut. harapnya. Untuk itu, pengabdian masyarakat Menurutnya, pihak Desa Ungasan ini tidak hanya untuk sosialisasi, akan membentuk pasraman desa. namun ke depan diharapkan bisa Tentu yang menjadi pokok dalam pas- adanya hilirisasi. “Kami sangat raman tersebut adalah bagaimana mendukung program pembentukan bisa meningkatkan, melestarikan pasraman tersebut. Apa yang ingin seni dan budaya Bali. Hal ini dilaku- dibina di pasraman, kami siap akan kan karena saat ini di era globalisasi, membantu,” tegasnya. generasi muda lebih condong kepada Pembentukan pasraman tersebut hal-hal yang mengadopsi budaya sangat relevan. Karena di dalam pasluar. raman juga diajarkan tentang pelesDekan Fakultas Ilmu Budaya tarian budaya Bali seperti majejaitan, Unud, Prof. Dr. Ni Luh Sutjiati ngulat kelakat dan lain sebagainya. Beratha, M.A., menyambut baik “Kegiatan yang diajarkan di pasrarencana dari pihak Desa Ungasan man tersebut bertujuan supaya anakuntuk membentuk pasraman desa. anak sejak dini bisa melestarikan Pihaknya mewakili Unud mengaku budaya Bali,” ungkapnya. (ad671)


4

Minggu Pon, 25 September 2016

BPM/ist

NYAMUK - Kegiatan pencegahan melalui berbagai kegiatan sampai saat ini masih belum memberikan hasil yang signifikan. Program pemberantasan jentik nyamuk, pengelolaan lingkungan yang baik, pengasapan dan abatisasi masih menjadi tumpuan dalam program pemberantasan demam berdarah ini. Masalah lain yang muncul adalah deteksi dini untuk mengetahui apakah saat ini seseorang sedang atau pernah terkena infeksi virus dengue. Hal ini dipersulit dengan gejala infeksi virus dengue yang seperti sakit panas atau batuk pilek biasa. Gejala spesifik dari infeksi ini juga hampir tidak ada.

Pentingnya Pemeriksaan NS1 Sebagai Deteksi Dini Infeksi Virus Dengue

PENYAKIT Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Penyakit ini disebabkan infeksi Virus Dengue yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus, yang tersebar luas di daerah tropis dan subtropis. Telah diketahui terdapat 4 serotipe yaitu virus dengue serotipe 1, 2, 3 dan 4. Kasus demam berdarah saat ini kembali meningkat kasusnya di berbagai daerah. Masalah yang berulang setiap tahun ini selalu menimbulkan angka kematian dan kesakitan yang tinggi di masyarakat. Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan menyampaikan bahwa hingga akhir tahun 2014, tercatat sebanyak 433 Kabupaten/Kota dari total 508 Kabupaten/ Kota (sekitar 85.2%) di seluruh 34 provinsi yang ada di Indonesia melaporkan telah terjangkit kasus DBD di daerahnya. Namun demikian, dengan perkembangan zaman dan kemajuan ilmu pengetahuan, angka kematian akibat DBD dapat jauh ditekan mencapai di bawah 1%. Pada tahun 2014, tercatat ada 907 kasus meninggal akibat DBD dari sekitar 100.347 kasus. Kementerian Kesehatan belum menyampaikan laporan komprehensif tentang data kasus DBD pada tahun 2015, namun hingga bulan Juni 2015 tercatat ada 48.480 kasus dengan 872 kematian. Kementerian Kesehatan juga menegaskan adanya kecenderungan peningkatan kasus DBD pada semester I tahun 2015 di beberapa daerah, termasuk di antaranya di Provinsi Bali.

Sepanjang Januari 2016, empat pasien di Bali, dinyatakan meninggal dunia akibat serangan demam berdarah dengue (DBD) setelah menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di kabupaten/kota di daerah itu. Per Januari 2015, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali bahwa terdapat 910 kasus penyakit yang tersebar di sembilan kabupaten/kota di Bali. Kasus DBD tertinggi terjadi di Kabupaten Buleleng sebanyak 262 kasus, Kabupaten Gianyar 245 kasus, Tabanan 104 kasus, Kabupaten Karangasem 95 kasus, Kabupaten Badung 92 kasus, Kabupaten Jembrana 56 kasus, Kabupaten Bangli 23 kasus, Kota Denpasar 19 kasus dan Kabupaten Klungkung 14 kasus. Pencegahan Kegiatan pencegahan melalui berbagai kegiatan sampai saat ini masih belum memberikan hasil yang signifikan. Program pemberantasan jentik nyamuk, pengelolaan lingkungan yang baik, pengasapan dan abatisasi masih menjadi tumpuan dalam program pemberantasan demam berdarah ini. Masalah lain yang muncul adalah deteksi dini untuk mengetahui apakah saat ini seseorang sedang atau pernah terkena infeksi virus dengue. Hal ini dipersulit dengan gejala infeksi virus dengue yang seperti sakit panas atau batuk pilek biasa. Gejala spesifik dari infeksi ini juga hampir tidak ada. Bervariasinya jenis dan serotipe dari virus dengue dengan manifestasi klinis yang juga bervariasi membuat semakin sulitnya melakukan deteksi dini penyakit dengue ini. Pemeriksaan laboratorium sebagai salah satu penunjang dalam penegakan diagnosis infeksi virus dengue juga

Ventrikular Ekstrasistol

Bahayakah? GANGGUAN irama jantung atau aritmia merupakan masalah pada jantung yang terjadi ketika organ tersebut berdenyut terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak teratur. Salah satu jenis aritmia yang sering ditemukan di dalam praktik klinis adalah Ventrikular Ekstrasistol (VES). VES merupakan suatu denyut ekstra atau kontraksi yang mengganggu irama normal jantung. Hal ini disebabkan oleh impuls elektrik yang berfungsi mengatur detak jantung tidak bekerja dengan baik. Dimana impuls listrik dihasilkan dari suatu tempat di jantung selain node sino-atrial, yaitu di ventrikel.

telah mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Mulai dengan pemeriksaan isolasi virus dengue, pemeriksaan PCR dengue, hingga pemeriksaan cepat seperti IgG/IgM Dengue dan yang terbaru NS1 Ag Dengue. Kegiatan pencegahan melalui berbagai kegiatan sampai saat ini masih belum memberikan hasil yang signifikan. Program pemberantasan jentik nyamuk, pengelolaan lingkungan yang baik, pengasapan dan abatisasi masih menjadi tumpuan dalam program pemberantasan demam berdarah ini. Masalah lain yang muncul adalah deteksi dini untuk mengetahui apakah saat ini seseorang sedang atau pernah terkena infeksi virus dengue. Hal ini dipersulit dengan gejala infeksi virus dengue yang seperti sakit panas atau batuk pilek biasa. Gejala spesifik dari infeksi ini juga hampir tidak ada. Bervariasinya jenis dan serotipe dari virus dengue dengan manifestasi klinis yang juga bervariasi membuat semakin sulitnya melakukan deteksi dini penyakit dengue ini. Pemeriksaan laboratorium sebagai salah satu penunjang dalam penegakan diagnosis infeksi virus dengue juga telah mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Mulai dengan pemeriksaan isolasi virus dengue, pemeriksaan PCR dengue, hingga pemeriksaan cepat seperti IgG/IgM Dengue dan yang terbaru NS1 Ag Dengue. Mengingat jumlah kasus kematian akibat infeksi virus dengue, maka pemeriksaan cepat atau rapid test ini sangat membantu tenaga medis dalam menegakkan diagnosis dengue. IgG/IgM Dengue adalah rapid test yang muncul lebih dulu

dibanding NS1 Ag Dengue, pemeriksaan ini mendeteksi adanya antibodi terhadap virus dengue.

VES dapat terjadi pada keadaan normal dan sering tidak menimbulkan masalah. Tanpa adanya penyakit jantung, VES biasanya ringan dan memiliki prognosis yang baik. Penelitian sebelumnya menunjukan bahwa pada jantung yang normal, tidak ada kejadian kardiovaskular atau mortalitas pada pasien dengan VES. Namun, penelitian yang lebih baru telah mengungkapkan adanya kemungkinan efek kurang baik VES pada mereka yang tanpa penyakit jantung. Beberapa keadaan yang berisiko meningkatkan terjadinya VES antara

lain: Top of Formhipertensi, penyakit katup jantung, gagal jantung, gangguan elektrolit, obat-obatan (seperti digoxin, aminofilin, antidepresan trisiklik, kokain, amfetamines), kelebihan alkohol, dan hipertiroidisme.

DIOBATI - VES tidak perlu diobati bila tanpa keluhan, frekuensinya jarang, dan tanpa/ tidak dicurigai kelaianan jantung pengobatan biasanya diberikan dokter jika melihat gejala VES pasien berpotensi menjadi lebih buruk atau menyebabkan komplikasi.

Pemeriksaan Pemeriksaan Non Struktural 1 (NS1) ditujukan untuk mendeteksi virus dengue lebih awal. Virus dengue memiliki 3 protein structural dan 7 protein non structural. NS1 adalah glikoprotein non structural yang diperlukan untuk kelangsungan hidup virus. Keuntungan mendeteksi antigen NS1 yaitu untuk mengetahui adanya infeksi dengue pada penderita tersebut pada fase awal demam, tanpa perlu menunggu terbentuknya antibodi. Dengan demikian kita dapat segera melakukan terapi suportif dan pemantauan pasien . Hal ini tentunya akan mengurangi risiko komplikasi seperti demam berdarah dengue dan dengue shock syndrome yang dapat berakibat kematian. Pemeriksaan Dengue NS1 Antigen sebaiknya dilakukan pada penderita yang mengalami demam disertai gejala klinis infeksi virus dengue (pada hari 1-3 mulai demam) untuk mendeteksi infeksi akut disebabkan virus dengue. Menurut Dr. Aryati, dr. MS, Sp.PK(K), positivitas dan kadar Ag NS1 Dengue tertinggi pada hari-hari awal demam dan akan menurun dengan bertambahnya hari demam, sehingga sebaiknya dilakukan sebelum hari keempat demam. Beberapa penelitian yang telah dilakukan menunjukkan hasil yang cukup baik dimiliki oleh pemeriksaan NS1 antigen dalam menegakkan diagnosis infeksi virus dengue. Sensitivitas NS1 antigen dilaporkan mencapai 98,9% (82,0%-98,9%). Spesi-

Gejala Gejala yang sering dirasakan pada penderita VES adalah berdebar. Ekstrasistol biasanya terjadi setelah detak jantung normal dan diikuti dengan jeda sampai normal kembali irama jantung. Oleh karena itu, pasien dapat dirasakan seperti ada denyut jantung yang hilang atau skipped beat. Pasien juga merasa seperti sensasi aneh di dada. Keluhan lain dapat berupa tiba–tiba pingsan (Sinkop), pusing, nyeri dada atau mudah lelah. Gejala biasanya memburuk saat istirahat dan mungkin hilang dengan olahraga. Sebenarnya pada beberapa kasus, dokter dapat dengan mudah mendiagnosis VES melalui pemeriksaan denyut jantung biasa. Namun, ada beberapa kondisi selain VES yang juga memiliki gejala yang sama. Karena itu untuk lebih memastikan pasien menderita VES serta penyebabnya, tes-tes yang lebih detil dilakukan. Beberapa jenis metode sederhana yang biasa

fisitasnya bahkan mencapai 100%, artinya jika hasil pemeriksaan NS1 antigen positif artinya pasien tersebut dapat dipastikan terinfeksi virus dengue. Sebuah penelitian melaporkan bahwa waktu terbaik pemeriksaan NS1 antigen adalah demam hari 1-2 dengan positivity rate 100%. Sedangkan positivity ratenya terus turun dari hari ke hari (92.3% hari ke 3, 76.9% hari ke 4, 56.4% hari ke 5, 43.1% hari ke 6 dan 29.8% hari ke 7). Penemuan NS1 antigen ini sangat penting karena kita dapat melakukan terapi supportif dan monitoring pasien lebih dini, sehingga dapat mengurangi risiko komplikasi maupun kematian. Pemeriksaan serologis berupa IgM dan IgG antidengue diperlukan untuk membedakan demam yang diakibatkan virus dengue ataukah demam oleh sebab lain (demam tifoid, influenza, malaria, hepatitis dan lain-lain). Pemeriksaan IgM dan IgG antidengue tetap diperlukan untuk membedakan infeksi primer atau infeksi sekunder. Hal ini penting untuk penatalaksanaan manajemen terapi di samping epidemiologi, karena pada infeksi sekunder keadaan dapat menjadi lebih berat (DBD/SSD= Sindrom Syok Dengue). Namun, kita harus bijaksana. Terapi lah pasien, bukan hasil lab-nya. Jangan sampai setiap pasien demam diperiksakan NS1 antigen dan setiap pasien NS1 antigen positif di-MRS-kan. Bisa penuh nanti rumah sakit kita. Pertimbangan klinis dan laboratoris yang lain perlu digunakan untuk menentukan kapan pasien harus MRS, kapan pasien boleh rawat jalan. lDr. Komang Juwita Endrawati dilakukan untuk mendeteksi adanya VES dan penyebab dasarnya, antara lain: elektrokardiogram (EKG), ekokardiogram, tes latihantekanan, monitor holter. Untuk pemeriksaan lanjutan dapat dilakukan berupa studi elektrofisiologi. Melalui metode ini, lokasi aritmia dan penyebabnya dapat diketahui dengan menggunakan teknik pemetaan penyebaran impuls listrik di dalam jantung. Dalam melakukan pemetaan, dokter akan memasukkan sebuah kateter yang dilengkapi elektroda ke beberapa pembuluh darah di dalam jantung. VES tidak perlu diobati bila tanpa keluhan, frekuensinya jarang, dan tanpa/ tidak dicurigai kelainan jantung Pengobatan biasanya diberikan dokter jika melihat gejala VES pasien berpotensi menjadi lebih buruk atau menyebabkan komplikasi. VES yang ringan tanpa kelainan jantung dapat dicegah melalui langkah-langkah berikut ini: menghindari atau mengurangi stress, mengonsumsi makanan sehat, menjaga berat badan sehat, tidak sembarangan mengonsumsi obat tanpa petunjuk obat dari dokter, membatasi konsumsi minuman keras dan berkafein, tidak merokok, berolah raga secara teratur. ldr. Ida Ayu Tri Wedari

Diagnosis dan Penanganan

Cedera Saraf Tulang Belakang SARAF tulang belakang merupakan bagian dari susunan saraf pusat yang terletak di dalam saluran tulang punggung. Panjang saraf tuang belakang orang dewasa sekitar 43 cm yang terbagi menjadi beberapa bagian berdasarkan lokasinya yaitu servikal, torakal, lumbal, dan sakral. Saraf tulang belakang merupakan bagian yang sangat vital dari sistem saraf pusat, karena jika sedikit saja terjadi cedera dapat menimbulkan kecacatan. Penyebab Cedera saraf tulang belakang (Spinal Cord Injury)) dapat terjadi oleh karena banyak sebab, tetapi paling sering terjadi akibat trauma seperti kecelakaan, jatuh dari ketinggian, luka tembak dan tusuk. Penyebab lain yaitu iskemia karena aterosklerosis, mielopati servikal kronis, stenosis lumbal, sklerosis multipel, dan penyakit lain. Diagnosis Diagnosis cedera saraf tulang belakang (CSTB) ditegakkan dari keluhan, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Gejala CSTB timbul berdasarkan tingkat keparahan dan lokasi dari cedera. Cedera komplit tulang belakang pada

setiap lokasi akan menimbulkan gejala kesulitan mengontrol buang air kecil dan buang air besar. CSTB pada lokasi lumbal atau torakal dapat menyebabkan paralisis dan kehilangan sensasi pada kaki. Cedera di lokasi servikal bawah akan menyebabkan kelemahan atau paralisis pada tangan tetapi lengan dan bahu masih memiliki kekuatan. Cedera di lokasi servikal tengah dapat menyebabkan paralisis dan mati rasa pada tangan, lengan, dan kaki sedangkan cedera di lokasi servikal atas dapat menyebabkan paralisis dan mati rasa pada seluruh tubuh dibawah leher dan dapat pula terjadi gangguan bernafas. Pasien biasanya juga mengeluhkan hilangnya sensasi nyeri dan suhu, sensasi sentuhan halus dan kemampuan untuk mengetahui posisi tubuh di bawah lokasi cedera. Pemeriksaan Penunjang Selain gejala di atas dapat dilakukan pemeriksaan penunjang untuk memastikan CSTB yang meliputi foto polos tulang belakang (x-ray), CT scan tulang belakang dan MRI. X-ray dapat menunjukkan adanya fraktur, dislokasi pada tulang belakang. CT scan dapat memberikan informasi derajat penekanan pada saraf tulang belakang. MRI dapat menunjukkan langsung jepitan

pada tulang belakang. Penanganan Penanganan awal pada pasien CSTB ditujukan untuk melindungi jaringan saraf yang cedera dan fungsi tubuh. Penanganan medis yang mengutamakan pencegahan dari komplikasi dan penanganan segera dari masalah yang ada menjadi yang utama pada pasien yang mengalami paralisis. Pada kondisi sebelum dibawa ke rumah sakit, sebaiknya dilakukan tindakan imobilisasi pada setiap pasien yang dicurigai mengalami CSTB. Imobilisasi meliputi bagian atas hingga kebawah sampai dapat menghilangkan kecurigaan pada fraktur yang dapat menyebabkan CSTB. Penanganan selanjutnya menggunakan medikamentosa atau obat-obatan. Obat yang dapat diberikan pada penderita CSTB adalah golongan kortikosteroid. Penanganan terakhir adalah dengan pembedahan. Perlu diperhatikan beberapa hal sebelum dilakukan pembedahan meliputi indikasi yang benar, teknik operasi, kondisi kekuatan dan kepadatan tulang, fasilitas rumah sakit, dan faktor psikis pasien. Secara garis besar indikasi utama dalam melakukan tindakan pembedahan yaitu adanya dekompresi elemen saraf, untuk

mengoreksi deformitas, dan untuk stabilisasi segmen. Prognosis Prognosis penderita didasarkan pada kondisi saat awal pemeriksaan. Pada cedera komplit kemungkinan untuk dapat berjalan kembali hanya 3 persen. Jika penderita masih dapat merasakan sensasi termasuk mendeteksi di area sekitar anus

kemungkinan naik hingga 50 persen. Jika di awal pasien masih bisa menggerakkan anggota tubuh di bawah lokasi cedera meskipun hanya sangat lemah kemungkinan berjalan hingga 75 persen. Sedangkan jika penderita cukup kuat untuk melakukan aktivitas, kemungkinan berjalan adalah 95 persen. ldr. Yustinus Robby Budiman Gondowardojo

BPM/ist


5

Minggu Pon, 25 September 2016

Film

Cinta Seorang Ayah

Film Sutradara Penulis Skrenario Pemain Release

: Blood Father : Jean- Francois Richet : Peter Craig : Mel Gibson, Erin Moriarty, William H. Macy, Elisabeth Rohm, Ricard Cabral, dan Diego Luna. : Agustus 2016

K A S I H sayang orangtua memang tidak ada habisnya. John Link (Mel Gibson) merasa tidak bisa menjadi suami, sekaligus ayah yang baik bagi keluarganya. Masa mudanya banyak dihabiskan untuk mabuk-mabukan. Akhirnya hidupnya terdampar di penjara. Pikiran dan cara Link memandang hidup berubah setelah bertemu dengan Lydia (Erin Moriarty), anak gadisnya yang telah lama ditinggalkannya. Bahyan Lydya pun hampir lupa wajah ayahnya. Petualangan-petualangan mulai terjadi ketika Lydya berurusan dengan mafia yang membuat hidupnya sebagai anak perempuan terancam. Kasih sayang seorang ayah terbukti, Link pun mati-matian mempertahankan keselamatan putrinya bahkan dengan imbalan nyawanya sendiri. Film yang lumayan segar dan menghibur. (osi)

Mencari Sosok Ayah Sejati

Film Sutradara Penulis Skrenario Pemain Release

: The Daugher : Simon Stone : Peter Craig : Ewen Leslie, Paul Schneider, Miranda Otto, Anna Torv, Odessa Young dan Sam Neil serta Geoffrey Rush. : 2016

T h e Daughter bercerita tentang seorang pria bernama Christian yang harus kembali ke keluarga besarnya untuk menghadiri pernikahan ayahnya, Henry (Rush), dengan seorang gadis yang jauh lebih muda bernama Anna (Torv). Setelah tiba di rumah, dia bertemu kembali dengan temannya di masa kecil bernama Oliver (Leslie), yang menetap di kota itu dan bekerja di perusahaan kayu milik Henry dan saat ini sedang pengangguran. Sementara Christian mulai berkenalan dengan Charlotte, istri Oliver, anak perempuan Oliver bernama Hedvig. Ternyata ada masa lalu tersembunyi, Hedvig sesungguhnya anak dari ayah Christian dari Charlotte. Rahasia yang tertutup rapat ini membuat keluarga kecil itu jadi berantakan. Hedvig lebih memilih menjadi anak Oliver. Oliver pun tidak siap menerima kenyataan ini. Tetapi begitu Hedvig menembak dirinya, Oliver baru menyadari cintanya pada Hedvig. Cinta seorang ayah sejati. (osi)

CERPEN JAUH di ujung dunia, di sudut paling gemerlap kota yang ditata megah, seorang gadis menjajakan kesedihan di lapaknya yang sederhana. Mereka yang melihatnya terheran-heran karena tak pernah lagi menjumpai kesedihan, tak pula pernah lagi diceritakan turun-temurun oleh moyang mereka. Pada hari itu, bertanya-tanyalah mereka, bagaimana caraku menyebut rasa yang muncul ketika melihat gadis itu? Apakah itu yang dinamakan … ? Kesedihan. Tak lagi ada dalam silabus sekolah bahwa kesedihan pernah mewujud dalam kata dan bahkan tercatat dalam sisa-sisa informasi genetis dari moyang mereka. Tak ada dalam kamus bahasa mana pun, karena semua pencatat referensi kosakata yang mendekati makna kesedihan telah dilenyapkan berjuta-juta tahun lampau. Maka, bagi kaum mereka, menjadi sedih adalah hal mustahil. Peradaban manusia tak lagi kekurangan suatu apa. Seluruh dunia saling menyemangati. Tak ada perang. Tak ada kemiskinan. Tak ada ketimpangan. Tak ada pelecehan seksual. Tak ada cacian dan hinaan. Semua orang bahagia dengan kehidupannya, saling bantu mereka untuk tak lagi menyediakan celah bagi kesedihan untuk mampir. Kota-kota dibuat jadi seragam. Semua gedung saling menyerupai. Mereka bertahan hidup dengan bahasa, agama, dan warna kulit berbeda, tetapi selalu diwanti-wanti untuk meyakini bahwa mereka sama. Hal itu mungkin saja dilakukan karena para linguis bersepakat untuk menghapus banyak kata-kata dalam kamus. Begitulah, jauh sebelum membangun peradaban nir-kesedihan itu, mereka telah menyadari bahwa kata kesedihan ternyata sangat berhubungan erat dengan kata perbedaan. Tiap seorang bayi terlahir, mereka diproses sekian lama, untuk dicatat keseluruhan penerawangan takdirnya, kesukaannya, bakat genetisnya, dan didaftarkan ke kantor sipil. Semua itu dilakukan supaya di masa depan mereka berprofesi sesuai dengan kesemua informasi yang dicatatkan. Dengan segala keteraturan itu, orang-orang bersukacita melakukan apa pun—utamanya yang tercatat dengan teliti di dalam buku takdir sebagai hal yang mereka sukai. Tak satu pun berusaha mengingkari takdirnya. Demi senyum sumringah, demi gejolak di dada, demi kebahagiaan abadi yang kolektif. Selama perjalanan awal kehidupan, mereka dapat pergi ke mana pun untuk memperoleh ilmu yang mereka kehendaki dan mereka dapat menetap di mana pun kaki mereka mengarahkan. Sampai pada usia tertentu—demi menjaga kebahagiaan setiap orang terbagi sama rata—mereka harus berhenti menjelajah dan mulai ditempatkan pada daerah sesuai minat-bakatnya. Sejak titik usia itulah, yang boleh menjelajah gunung, samudera, ataupun petakpetak pada cakrawala hanyalah mereka yang pada usia dewasanya ditakdirkan menjadi pendaki dataran tinggi, pelaut, ataupun penyelam langit. Demikian juga setiap takdir pertemuan telah diatur sedemikian rupa, sehingga pertemuan-pertemuan tak lagi

Kesedihan Oleh Dewi Charisma Michellia

menjadi suatu kebetulan belaka. Orang-orang tak lagi bertukar pengalaman, karena semua yang boleh mengisi rongga kepala mereka hanyalah hal-hal yang benar-benar mereka butuhkan. Mereka tak boleh memikirkan hal-hal yang tak berkaitan dengan fungsi profesi mereka, mereka tak boleh mempelajari hal-hal yang hanya akan sia-sia dalam catatan takdir mereka. Bila ingin menjadi dokter, maka mereka tak diperkenankan mengetahui satu hal pun tentang seni musik ataupun seni lukis, ataupun apa pun itu. Dan walau mereka berada dalam suatu ruang dengan entitas-entitas lainnya (pada zaman itu mereka hidup berbaur dengan robot dan para arwah), mereka tak pernah menggunakan mulut untuk berbicara. Sudah sejak lama diupayakan agar selalu ada fasilitas yang dapat mewadahi mereka untuk berkomunikasi. Seketika pula, kemampuan bicara mereka merosot sedemikian tajam. Bagaimanapun, hal itu tak pernah menjadi masalah besar karena kebutuhan komunikasi mereka telah tercukupi dengan penggunaan piranti-piranti logam yang tak lekang oleh zaman. Lain halnya pada sekelompok entitas dengan profesi tertentu yang masih diwajibkan untuk memiliki kepekaan yang tinggi dalam berbicara. Karena, dalam masyarakat yang sempurna seperti itu pula, tugas para ahli hukumlah untuk menengahi, misalnya, para dokter yang tak memiliki secuil

pengetahuan pun tentang seni lukis dengan para pelukis yang tak peduli hal apa pun yang mungkin dapat dikerjakan oleh seorang dokter. Ketika pun pada suatu sidang dua jenis manusia itu dipertemukan, segala halnya sudah disiapkan untuk mengawasi segalanya berjalan lancar dan damai. Lagipula, catatan-catatan takdir manusia yang demikian teratur telah membantu para ahli hukum untuk memetakan kasuskasus penyimpangan yang akan terjadi pada takdir pertemuan—dalam contoh kali ini—antara para dokter dengan para pelukis. Selain itu, pernah ada orang-orang tertentu yang melanggar perintah, untuk merekalah suntikan-suntikan ataupun butir-butir obat anti-perlawanan ditujukan. Dalam zaman itu, mereka tak menyebut tempat rehabilitasi para pengkhianat itu sebagai rumah sakit jiwa. Karena bagaimanapun, mereka telah menghapus segala kosakata yang berhubungan dengan kasus paradoksal kesedihan-dan-kebahagiaan yang sejak berjuta-juta tahun telah dimediasi sepenuhnya oleh kata ‘kegilaan’. Ah, aku sudah terlambat. Ada orangorang yang menungguku untuk menambal gigi geraham mereka yang rusak. Sial, aku tak seharusnya menonton gadis itu di sini. Lukisan-lukisanku sudah akan diambil oleh distributorku. Buku-buku ini. Apa yang kulakukan di sini. Aku harus segera menemui penyeliaku, karena dia juga akan menemui bosnya. Ampun, tiga puluh menit

lagi?! Bergegas, mereka yang sempat menonton seorang gadis dengan pancaran rasa yang tak mereka kenal apa namanya berlari dengan kilat memenuhi takdir-takdir mereka yang sudah diperingatkan sejak dini hari melalui gelombang mimpi. Para robot, tentu saja, tak perlu menjadi sepelupa orang-orang itu, karena mereka sudah menyimpan segala catatan takdir harian mereka dalam chip-nya. Pada suatu masa, robotrobot itu pernah menuntut haknya agar sama dengan para manusia. Semenjak seorang penemu asal Rusia menciptakan program yang mahakompleks untuk memberikan definisi perasaan, karakter, dan kepribadian bagi makhluk dengan kecerdasan buatan, para robot semakin marak dijumpai dalam keluargakeluarga misantropis ataupun mereka yang berselibat. Suatu gerakan yang besar pernah tercipta ketika musik metal akhirnya tumbang di tengah rezim otoriter penguasa dunia baru. Perserikatan Bangsa-Bangsa, ya, kau pasti tak asing dengan istilah ini, ketika itu digulingkan, menyusul organisasi-organisasi internasional lainnya yang tak menyetujui presiden dunia pertama naik menjabat. Tapi bagaimanapun, presiden dunia itu akhirnya terpilih (dan bahkan sekarang telah berpuluh kali presiden dunia berganti). Darah tumpah begitu banyak untuk revolusi semacam itu. Perjuangan untuk mempertahankan kekuasaan menjadi benar-benar tak masuk akal. Aku tak tahu kapan tepatnya—ketika itu mereka langsung mengganti penanggalan solar menjadi penanggalan berbalik dari aturan solar ataupun lunar, ataupun keduanya. Masuk akal mereka melakukan itu, karena segala sistem dunia memang perlu diubah saat itu juga untuk menghapus jejak sejarah. Dan untuk urusan waktu, itu akan jadi sangat penting, karena kau tak bisa tahu pasti kapan waktu berganti. Yang pasti, tepat saat itu pula, segala catatan sejarah dimusnahkan, kronologi dimulai dari titik nol, dan kau tak dapat melacaknya lagi setelah banyak literatur yang tak sesuai dengan zamannya dibumihanguskan. Yang jelas, paling tidak, sejauh apa yang kudengar dari narasumberku, banyak orang ketika itu masih cukup waras untuk menentang rezim baru yang luar biasa otoriter itu. Sayangnya, orangorang yang ketika itu masih melakukan penentangan tak segan-segan langsung dibasmi dengan beragam taktik eugenetis yang telah distrategikan jauh-jauh hari oleh para pendukung presiden pertama dunia kala itu. Itulah yang menyebabkan manusia-manusia yang kau lihat sekarang seperti itu. Mereka adalah kaum paling pengecut yang pernah ada dari sekumpulan bangsa manusia. Dan setelah semua orang pergi, dan si gadis usai mempertontonkan kesedihannya, di sana dia memutus urat nadinya dan merebahkan tubuh. Orang-orang, mengejar waktu, berlalu-lalang menginjak-injak jasad si gadis demi keseharian mereka yang penuh kebahagiaan.

Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.

W.G. Sumarta Bakti Setyanta

Satya Dewi

Windhu Segara

Wied. N


DIMENSI

6 ramalan

bintang

Capricorn Peruntungan: Pikiran tidak perlu terlalu ngoyo, bekerjalah dengan serileks mungkin, dengan tidak mengabaikan konsentrasi, sehingga kesuksesan tetap berada di tangan Anda. Karier: Jangan gegabah menerima saran yang datang dari kompetitor Anda, coba Anda pelajari seteliti mungkin. Kesehatan: Pekerjaan dan tugas memang tampak menumpuk dan itu cukup menguras banyak pikiran dan tenaga, untuk itu makanlah yang teratur dan jangan lupa untuk memanfaatkan waktu istirahat yang ada. Keuangan: Jika tidak waspada maka pemborosan akan bisa membikin Anda pusing di minggu ini. Asmara: Tidak ada gunanya berpikiran yang bukan-bukan mengenai pasangan Anda, itu akan terasa sangat menyakitkan. Aquarius Peruntungan: Meskipun minggu ini sepintas terlihat tenang tetapi masalah terbesar bisa saja muncul dan akan membikin Anda kalang kabut. Untuk itu coba selalu persiapkan diri dan mental Anda sebaik mungkin, jika ada masalah muncul segera saja dihadapi dengan seserius mungkin. Karier: Jangan heran jika kabar burung yang memojokkan Anda mulai berhembus, yang sabar saja. Kesehatan: Jika tidak dijaga dengan benar pola makan Anda maka di minggu ini bisa saja Anda akan jatuh sakit terutama dibagian pencernaan. Keuangan: Pemborosan tampaknya masih sulit untuk Anda hindari meskipun Anda terus melakukan pengetatan. Asmara: Jangan bicara kasar, agar suasananya bisa tetap terjaga dan tidak sampai timbul pertengkaran. Pisces Peruntungan: Suasananya cukup bersahabat, akan tetapi dibalik cerahnya suasana itu tersirat awan hitam yang tampak mulai mengganggu cerahnya di minggu ini, sehingga Anda harus lebih waspada. Karier: Omongan yang memerahkan telinga itu sebaiknya bisa disikapi dengan lebih hati-hati dan tidak terburu nafsu untuk menanggapinya. Kesehatan: Kondisi yang tampak lemah bukan berarti Anda harus berobat,mungkin saja anda kurang istirahat. Keuangan: Ada sisa dana lebih sebaiknya bisa dimanfaatkan untuk hal-hal yang lebih penting. Yang tak perlu latah dengan cara belanja orang lain. Asmara: tidak ada gunanya cemburu, kalau memang si dia punya kesetiaan yang tinggi, buat apa Anda risaukan lagi. Aries Peruntungan: Tetaplah berjalan di atas rel yang telah ada tak perlu punya pikiran untuk menyimpang apalagi berganti haluan disaat seperti ini, bisa-bisa bukan untung yang diraih malah buntung yang akan Anda rasakan. Karier: Jangan ragu untuk bicara tegas kepada siapa pun juga. Kesehatan: Kondisi yang tampak lesu segera diambil tindakan serius semisal dengan meminum suplemen ataupun makan yang cukup bergizi, sehingga bekerja bisa lebih bergairah lagi. Keuangan: Tak perlu khawatir karena bisnis dan usaha tampak lancar dan tidak mengalami hambatan. Asmara: Tak pelu mengungkit kisah asmaranya di masa lalu, karena itu hanya akan bikin cemburu saja. Taurus Peruntungan: Hilangkan segala sikap pesimis di minggu ini karena hampir semua elemen mensupport setiap langkah yang dikerjakan. Untuk itu jangan ragu untuk terus membuat terobosanterobosan penting mumpung situasinya masih memungkinkan untuk melakukannya. Karier: Klien ataupun partner kerja Anda masih tampak mensupport. Kesehatan: Agar aktifitas tetap berjalan dengan lancar dan tanpa gangguan, maka mau tidak mau Anda harus pandai-pandai memanage waktu, jangan sampai tumpang tindih yang hanya akan bikin pikiran menjadi kacau saja. Keuangan: Selama Anda tidak menuruti emosi maka tidak akan terjadi hal-hal yang merugikan. Asmara: Dengan kata-kata mesra dan sanjungansanjungan itulah yang bikin hatinya bergairah kembali. Gemini Peruntungan: Berkonsentrasilah pada sesuatu masalah besar yang Anda hadapi, jangan melirik sana sini yang tidak ada untungnya. Yakinlah bahwa apa yang sedang Anda kerjakan itu akan bisa menghasilkan sesuatu yang besar. Karier: Tak perlu menyerah dengan keadaan, masih ada harapan. Kesehatan: Tampak cukup terjaga meskipun aktifitas tampak tinggi di minggu ini. Keuangan: Dana Anda saat ini cukup berlebih dan sangatlah menunjang segala langkah rencana Anda. Asmara: Jaga batas-batas yang ada, agar tak sampai timbul pikiran negatif mengenai hubungan Anda berdua. Cancer Peruntungan: Jangan terus mengharapkan sesuatu yang besar tanpa diikuti tindakan yang nyata untuk mengejar segala impian Anda itu. Memang mudah membuat cita-cita setinggi langit, akan tetapi untuk meraihnya tunggu dulu. Karena harus mau berkerja keras. Karier: Inilah kesempatan bagi Anda untuk mem-follow up-nya. Kesehatan: Berusahalah untuk selalu banyak gerak, baik itu di kantor ataupun dimana saja agar aliran darah tetap lancar dan tidak ada masalah. Keuangan: Kebutuhan yang cukup tinggi masih merupakan masalah yang memusingkan bagi keuangan Anda. Asmara: Bila hati tetap tenang dan tidak emosi, maka tidak sulit untuk menciptakan suasana yang lebih bahagia lagi. Leo Peruntungan: Di minggu ini menunjukkan tanda-tanda yang baik sekali, akan tetapi itu juga merupakan batu ujian bagi Anda, apakah tidak terlena dan silau dengan segala gelimang keberhasilan ini. Karier: Tindaklanjuti setiap peluang yang ada, maka kesuksesan pasti didalam gengaman Anda. Kesehatan: Ada gangguan dibagian leher dan mulut, untuk itu perlu dijaga dengan menghindari minum-minuman yang terlalu dingin dan keras. Keuangan: Pemborosan masih merupakan masalah Anda yang cukup berat di minggu ini. Asmara: Percuma mendengarkan omongan orang lain yang hanya bikin hati jengkel dan suasana menjadi memanas kembali. Virgo Peruntungan: Memang sudah sepantasnya jika Anda bersikap lebihagresif jangan sampai berlenggang santai. Bukankah kesuksesan tidak bisa terlepas dari faktor kerja keras Anda. Karier: Cobalah lebih konsentrasi kepekerjaan agar langkah Anda ke depan nanti tidak begitu berat dan memusingkan. Kesehatan: Di kala hati kesal ada baiknya Anda segera menghilangkannya, jangan sampai dipendam terus dalam hati, itu akan bikin tidur dan makan tak enak. Keuangan: Pandai-pandailah mengatur uang pemasukan agar tak habis dengan percuma. Asmara: Jangan terlalu menyesali keadaan bukankah itu sudah keputusan Anda yang harus ditanggung dengan penuh kesabaran dan hati yang lapang. Libra Peruntungan: Sesulit apapun situasi yang Anda rasakan di minggu ini cobalah untuk tetap konsisten dengan keputusan yang telah Anda ambil, walaupun itu terasa berat untuk dijalankan. Waspadalah di minggu ini cukup banyak jebakan yang harus dihindari. Karier: Ucapan yang cukup menggiurkan ada baiknya bisa disikapi dengan lebih hati-hati lagi. Kesehatan: Bila ingin menurunkan berat badan diet sajalah, ini jalan yang terbaik untuk Anda saat ini. Keuangan: Di saat seperti ini ada baiknya jika Anda rajin berhemat dan menabung, karena masa depan masih terbentang luas dan memerlukan dana yang tidak sedikit. Asmara: Jangan berpikiran yang aneh-aneh, apalagi sampai menuduh, itu kan sangat menyakitkan dan akan panjang masalahnya nanti. Scorpio Peruntungan: Jangan terlena dulu dengan sesuatu yang tampak tenang, karena jika sampai lengah maka bukan tidak mungkin suasana yang tadinya tenang menjadi kacau balau. Karier: Waspadai setiap perubahan yang terjadi, usahakan untuk selalu menggunakan rasio daripada perasaan. Kesehatan: Kurangi makan yang terlalu pedas, jangan asal menuruti selera tetapi pikirkan dampak yang bisa ditimbulkannya. Keuangan: Pemborosan masih sulit untuk dikendalikan walaupun pemasukan masih lumayan lancar. Asmara: Bicara yang enak-enak saja, tidak perlu sampai menyinggung hatinya agar suasana bisa semakin mesra dan bergelora lagi. Sagitarius Peruntungan: Kalau Anda bisa berpikir lebih tenang maka sesulit apapun problem itu akan bisa diselesaikan. Tak perlu panik sendiri padahal masalah itu tidak seberat apa yang Anda duga. Lakukan observasi dulu sebelum mengambil tindakan, tak perlu terburu-buru karena hasilnya hanya akan mengecewakan dan merugikan saja. Karier: Posisi Karier Anda sudah lebih baik dan menjanjikan, maka dari itu usahakan segala sesuatunya tidak menempuh resiko yang berbahaya. Kesehatan: Selama pikiran Anda selalu diliputi ketegangan dan kecemasan, maka jangan diharap kesehatan Anda bisa terjamin 100 persen. Keuangan: Lihatlah dulu cash flow yang ada, sehingga dapat menyadari dan Diasuh Oleh bertindak lebih hati-hati dalam membelanPutri Wong Kam Fu jakan dana yang ada. Asmara: Semua itu Berlaku bisa diselesaikan dengan bicara baik-baik, 25 September – 1 Oktober 2016 tidak perlu dengan emosi.

Minggu Pon, 25 September 2016

Weda Wakya

Mantra Gayatri dalam ’’Purna Sampurna Paripurna’’ Gayatrah parama nasti divi ceha ca pavanam hasta-trana-prada devi patata narakarnave (Sankha Smrti 12.15) S e la i n M a h a M a n t r a Gayatri, di atas muka bumi ini tidak ada yang lebih hebat lagi dalam hal memberikan pembersihan dan penyucian. Gayatri memegang tangan mereka yang tenggelam di dalam lautan Neraka lalu mengangkat dan menyelamatkannya. Maha Mantra Gayatri merupakan mantra maha luar biasa yang sampai sekarang masih tidak begitu banyak orang memahaminya. Ia adalah ibunya segala jenis mantra. Gayatri adalah inti sari dari segala jenis mantra, bahkan di dalam Mantra Gayatri tersimpan segala jenis mantra. Gayatri merupakan satu-satunya mantra yang memang berada di dalam dirinya sendiri. Gayatri mengangkat segala yang tenggelam, menyempurnakan segala yang belum sempurna penuh dengan segala kelemahan, cacat dan kekurangan, dan Maha Mantra Gayatri juga membuat Sempurna yang sudah Purna serta membuat Paripurna segala seuatu yang sudah Sampurna. Orang-orang suci dan kitabkitab suci menyebutkan kekuat a n s ert a kem ul ia an Ma ha Mantra Gayatri sebagai satusatunya mantra sempurna berkah karunia material spiritual. Tidak ada orang miskin dijauhi oleh rezeki jika mereka bersungguh-sungguh dalam mempraktikkan Maha Mantra Gayatri. Tidak akan ada orang mengalami sakit berat-berat jika mereka mendalami dan menekuni praktik Maha Mantra Gayatri dalam ketulusan yang ning suci nirmala. Sedangkan secara spiritual Maha Mantra Gayatri adalah benih unggul, dasar maha kuat dalam membentuk, menumbuhkembangkan “kadhyatmikan” atau agama spiritual. Gayatri menjanjikan keberhasilan pasti dalam segala apa yang dituju oleh umat manusia, menembus dan menyeberangi batas-batas segala jenis sekat perbedaan “ciptaan” manusia. Kemuliaan Maha Mantra Gayatri tentu saja tidak semua orang dapat mengertikannya dengan baik, tidak semua orang dapat “mencintai-Nya”, tidak semua orang dapat mempraktikkannya, serta tidak setiap orang dapat karunia “berhasil” dalam mempraktikkannya. Sebagian

Redaktur Khusus weda

WAKYA Darmayasa akan keselo menerima puncak keberhasilan di dalam bukan puncak, sebagian keseleo menikmati keberhasilan dalam harta serta gemerlapan dunia lainnya, sangat amat jarang yang berhasil bersama Maha Mantra Gayatri dalam kesejatian Maha Mantra Gayatri itu sendiri. Mengapa bisa demikian? Karena Gayatri itu adalah Maha Mantra bagi orang-orang yang sudah memasuki Dvijati (dalam arti bukan seremonial atau formal upacara). Gayatri merupakan mantra pasti berhasil untuk segala jenis tujuan yang dituju oleh umat manusia, tentu saja dalam batas-batas bingkai Purusa Artha, dalam perjalanan penitian tujuan hidup sejati hidup manusia di dunia ini, untuk pencapaian jagat-hita (hidup damai sejahtera di dunia) dan moksa ( pencapaian pembebasan kekal abadi). Selebihnya tidak banyak pula mereka yang menyadari serta memahami bahwa “tangan” mereka sebenarnya sudah “mengepal erat” berlian, akan tetapi hidupnya masih tetap berada dalam miskin segala. Kesalahan tentu saja tidak pada karunia Tuhan melainkan pada manusia itu sendiri yang tidak mengenali karunia Tuhan sudah berada di dalam genggaman tangannya. Bahkan bagi yang sadar agama biasa, mereka lebih memilih pemanfaatan Maha Mantra Gayatri sebagai alat atau sarana untuk menjaga formalitas agama. Mereka berbahagia hanya dalam ber-Gayatri demi agama formal, hanya untuk memenuhi persyaratan menjadi orang “tidak atheis”. Masih sangat banyak yang mempraktikkan Gayatri sebagai mantra, masih jarang pula yang mempraktikkan Gayatri sebagai Maha Mantra. Gayatri dalam kedudukan sebagai Maha Mantra menjadi tiang kokoh pemersatu umat manusia dalam berbagai perbedaan dan pertentangan, inter dan antaragama, suku serta ras, dan/atau segala jenis perbedaan serta pertentangan dunia lainnya. Kesempurnaan Maha Mantra Gayatri menem-

bus segala beton serta besi baja perbedaan, mencairkan semua perbedaan serta pertentangan menjadi tirtha amerta senyum bahagia dalam kesadaran kekeluargaan di dalam Rumah Maha Besar nan Agung “Vasudhaiva Kutumbakam”, bahwa sesungguhnya kita semua ada di atas muka bumi ini adalah keluarga besar. Purna, Sampurna dan Paripurna Maha Mantra Gayatri di-”pasti”-kan oleh kitab suci Bhagavad-gita yang menyatakan bahwa Maha Mantra Gayatri adalah Tuhan sendiri (Gayatri chandasam aham) dalam bentuk Mantra (mantrarupi-bhagavan). Dalam kemahakuasaan-Nya, Tuhan bisa menjadi apa saja, kapan saja, di mana saja serta bagaimana saja. Kemahakuasaan Tuhan maha mutlak, keraguan dalam bentuk apa pun tidak harus ada jika ia berhubungan dengan kemuliaan Maha Mantra Gayatri. Sumbernya sangat amat jelas serta valid (Rg Veda 3.62.10, Yajur Veda 22.9, 30.2, 36.3, Sama Veda 1462). Kekuatan spiritual Maha Mantra Gayatri mampu menyucikan lingkungan sekitar (Gayatri loka-pavani) dan Maha Mantra Gayatri juga mempunyai kekuatan maha dahsyat sebagai penghancur dosa-dosa yang diperbuat oleh manusia. Tentu saja, praktik Maha Mantra Gayatri yang sesungguh dan setulus serta sesuci-murni yang bagaimana yang akan mampu memberikan kekuatan penghancur dosa. Tentu saja bukan praktik mantra Gayatri yang sekadar terlebih lagi jika ia dipraktikkan hanya sebagai praktik formalitas agama dan/atau sebagai sarana “bisnis” atau pencitraan diri. Gayatri bukanlah mantra semurah itu. Gayatri adalah mantra yang harus di“uncar”-kan secara spiritual dalam aturan-peraturan “sasana” mantram demi mendapatkan karunia penuh material dan spiritual, yang menurut kitab suci Sarasamuccaya dapat memberikan jaminan hidup damai sejahtera serta bahagia “atra-tatra” atau di dunia ini dan di dunia setelah meninggal. Raja Yudhisthira bertanya kepada Bhisma yang sedang berbaring di atas tumpukan anak panah di medan perang Kuruksetra, perihal mantra apakah yang jika orang menjapa-kan setiap hari akan memberikan pahala dharma tertinggi dan juga memberikan kedamaian sejati? Bhisma memberikan jawa-

ban bahwa tidak ada mantra yang lebih hebat lagi daripada Mantra Gayatri (gayatrya na param japyam), tidak ada pertapaan yang lebih tinggi selain Mantra Gayatri (gayatrya na param tapah), tidak ada meditasi lebih tinggi daripada Mantra Gayatri (gayatrya na param dhyanam), dan juga tidak ada anusthanam (praktik spiritual tingkat tinggi) lebih lagi selain Mantra Gayatri. Pada zaman dahulu, mereka yang menerapkan Ksatriya Dharma (raja, presiden, politisi) dan mereka yang menjalani laku kebenaran, mereka selalu men-japa-kan mantra Gayatri dengan baik dan sungguh-sungguh. Adi Sankaracarya dalam ulasannya terhadap Brhad Aranyaka Upanisad mengatakan dari semua Chanda (ilmu irama), Gayatri Chanda merupakan Chanda yang terdepan. Melafalkan Gayatri Chanda dapat menjaga dan melindungi nyawa, oleh karena itulah Chanda tersebut dinamakan Gayatri Chanda. Brhad Aranyaka Upanisad juga menyebutkan bahwa apa pun yang diniatkan orang melalui ber-japa Maha Mantra Gayatri, maka semua keinginan tersebut dapat terpenuhi oleh mantra Gayatri. Disebutkan pula bahwa mantra Gayatri mampu membakar segala jenis dosa. Kitab Devi Bhagavata menyebutkan kekuatan khusus yang dimiliki oleh Mantra Gayatri adalah mengantarkan orang pada Moksa, pembebasan kekal abadi (gayatrimatra nisnato dvijo moksamavapnuyat). Manu Smrti sendiri penuh memuat ajaran kemuliaan tentang Mantra Gayatri. Seorang pendeta yang tekun men-japakan seribu Maha Mantra Gayatri setiap hari selama satu bulan, maka ia akan terbebaskan dari dosa-dosa besar (sahasrakrtvastvabhyasya bahiretat trikam dvijah mahato’yenaso masat tvacevahirvimucyate). Brahmana, Ksatriya, dan Vaisya akan menjadi jatuh terpuruk jika mengabaikan praktik Mantra Gayatri dan lain-lain (etayarca visamyuktah kale ca kriyaya svaya brahma-ksatriya-vityonirgarhanam yati sadhusu). Umat Hindu dan penganut Sanatana Dharma sangat beruntung mempunyai warisan berlian mulia berupa Maha Mantra Gayatri. Pertanyaan sekarang adalah sejauh mana umat memberikan perhatiannya pada praktik Mantra Gayatri demi memperoleh Purna, Sampurna, dan Paripurna dalam hidup ini?

MIMBAR AGAMA

Hari Lahir Nabi Kongzi Ke-2567 Redaktur Khusus MIMBAR

Khonghucu WS. CH. Budhi S. Pribadi.SP Pada zaman Chung Qiu, tatkala Raja Zhou Ling Wang memerintah 20 tahun, tersebutlah di Negeri Lu (Jasirah Provinsi Guan Dong RRT). Seorang perwira tinggi besar, kuat serta gagah perkasa bersama Kong Su Liang He, seorang yang sederhana, jujur, satya kepada Tian, Tuhan Yang Maha Esa, berbakti kepada leluhur, serta tenggang rasa kepada sesamanya. Ketika itu beliau telah berputri 9 orang dan berputra 1 orang. Namun sayang putra yang hanya seorang itu semenjak kecil cacat kakinya, sehingga dipandang tak dapat melanjutkan kurun keluarganya. Hal ini amat mendukakan hatinya yang tak ingin melihat patah penghormatan kepada leluhurnya. Dan hal ini ikut merasakan suasana sedih hati istrinya bernama Yan Zheng Zai, mengikuti suaminya naik ke bukit Ni Qiu, untuk melakukan puja dan doa kepada Tian, Tuhan Yang Maha Esa, memohon agar dapat mempunyai seorang putra yang baik dan mulia. Pada suatu malam ibunda Yan Zheng Zai beroleh penglihatan/penampakan berupa datangnya malaikat bintang utara yang berkata kepadanya; ‘’Terimalah karunia Tuhan seorang putra yang agung dan suci’’ kiranya benarlah semenjak itu ibunda Yan Zheng Zai mulai mengandung dan beberapa waktu kemudian ibunda Yan Zheng Zai kembali beroleh penampakan berupa datangnya sang Qillin, dan dari mulutnya Qillin itu menyeburkan sebuah kitab dari Bhatu Kumala yang bertuliskan ‘’Putra Sari Air Suci akan menggantikan dinasti Zhou yang sudah lemah

dan akan menjadi raja tanpa mahkota (Shui-Jing- Zhi-Zi, JiZhou-Er-Wei -Su-Wang)’’ Dan setelah genap bulan ibunda Yan Zheng Zai mengandung, nampaklah tandatanda yang menakjubkan: - Dua ekor naga mengintari atap rumah (Er Lung-Rao Shi) - Lima malaikat tua turun ke serambi rumah (Wu Lao Jiang Tinmg) atau lima sari bintang menyoroti (Wu Xing Zhi Jing). - Di angkasa terdengar suara musik nan merdu (Diso Tian Zhi Yue) - Terdengar suara ‘’Tuhan telah berkenan menurunkan seorang putra yang Nabi (Tian Jiang Shen Zi) - Langit jernih, bumi damai dan tentram (Tian Qing Di Jing) - Angin sepoi-sepoi matahari bersinar hangat (Feng He Ri Nuan) Pada badan sang bayi yang lahir nampak tanda-tanda luka biasa dan oleh tuanya bayi itu diberi nama Qiu alias Zhong Ni (putra kedua dari Bukit Ni). Demikianlah telah lahir Nabi Kongzi/Khonghucu di Negrti Lu disebuah rumah di Desa Chang Ping, Kota Zhou Yi, pada tanggal 27 bulan VIII penanggalan Yinli/Imlek, tak kala Raja Zhou Ling Wang berkuasa di tahun dan raja muda Lu Ziang Gong berkuasa 22 tahun. Maka pada tanggal 28 September 2016, tepat hari kelahiran Nabi Kongzi/Khonghucu yang ke 2567 kami segenap umat Khonghucu akan memperingati dalam tiga rangkaian upacara persembahyangan: 1 . Pe rse m b a hy a ng a n p e naikan dupa pada petang hari menjelang tanggal 27 bulan VIII penanggalan Kongzili/Imlek, oleh para rohaniawan, pengurus majelis dan panitia pelaksana. 2. Prosesi penaikan sesaji persembahan pada jam 05.0007.00 dini hari tanggal 27 bulan VIII Kongzili/Imlek. 3. Puncak peringatan pada tanggal 27 bulan VIII Kongzili/ Imlek di litang (tempat kebaktian/Khonghucu Bio Jl. Bisma No. 5 Denpasar, secara ritual kea-

gamaan dalam 15 ritualitas). Hari kelahiran Nabi Kongzi/ Khonghucu merupakan peristiwa turunnya seorang Nabi yang membawa ‘’Wahyu Tuhan’’ dan sebagai ‘Genta Rohani Tuhan Yang Maha Esa (Tian Zi Muo Dho)’’ mengajak umat manusia kembali ke jalan suci yang diridhoi oleh Tuhan Yang Maha Esa dan khusus bagi umat Khonghucu merupakan hari

yang sangat penting dan penuh makna untuk direnungi mengingat beliau sebagai pembimbing kejalan kebajikan menjadiumat Khonghucu yang satya menegakkan Firman Tuhan, mengasihi sesama manusia dan melestarikan lingkungan hidup danberhenti pada puncak kebaikan. Maha besarlah Tian, puji syukur kepada-Nya Shan Zai....

PERMATA HATI Untuk pembaca Bali Post Mingguan (BPM), kami membuka rubrik baru ‘’Permata Hati”. Rubrik ini mengangkat si buah hati yang baru lahir, yang berulang tahun atau akan berulang tahun. Juga pasangan yang menikah di minggu tersebut atau yang merayakan ulang tahun pernikahan. Kirim foto menarik dan tulis data lengkap identitas diri, orang tua serta komentar singkat. Semua data dikirim lewat email redaksibalipost@yahoo.com dengan kode Permata Hati. Bisa juga naskah dan foto dikirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post. Jl. Kepundung 67 A Denpasar telp. (0361) 225764. (Redaksi)

Pada tanggal 20 September 2016 lalu, putra dari pasangan I Kadek Wika Antara dan Putu Eka Purnama Sari, Gde Bagus Anera Artha Utama, genap berusia 2 tahun. Degus, sapaan akrabnya, tidak hanya merayakannya sendiri tetapi ditemani bibi tercinta yang juga berulang tahun, yaitu Komang Ayu Diah Kumala Dewi berusia 8 th, putri ke-2 dari pasangan I Made Arimbawa dan Ni Wayan Sari Agustini. Pesta dirayakan cukup meriah di rumah Br. Dawas Tibubeneng, dihadiri teman-teman dan orang terkasih yang memberikan doa serta ucapan yang sangat bermakna. Semoga Degus dan Mang Ayu panjang umur serta sehat selalu, sukses dan pastinya berbakti kepada orangtua, selalu menjaga nama baik diri sendiri, keluarga, bangsa dan negara. Astungkara.


Redité Pon, 25 September 2016

Bali L e m b a r

B a s a

7

B a l i

Bencingah I Gusti Bagus Kesuma Jaya

Patut Teleb Malajah MAJANTEN para krama meled madué kawagedan sios ring sané kapolihang utawi kapaurukang ring sekolah, duaning punika pacang ngawinang ipun “kasub” ring pakraman minakadi madué kawagedan ring widang seni. Napi malih yéning kawagedan punika prasida kawigunayang matetulung ring krama siosan majanten ngawinang akéh kramané angob ngaksiang. Yadiastun madué kawagedan, punika wantah pinaka “paica” saking Ida Hyang Widhi, patut pisan setata teleb malajahang raga duaning tan padagingin parikrama inucap, kawagedan sané pinaka “bekel urip” punika pacang ical. Sakadi asapunika sané kabaosang I Gusti Bagus Kesuma Jaya, S.Pd. I Gusti Bagus Kesuma Jaya wantah sinalih tunggil Mangku Topéng utawi pragina sané nyolahang sesolahan topéng maosang, kahanan sané pinih utama ring sajeroning ngamargiang parikrama seni wantah setata teleb malajahang raga. Duaning sujatiné dasar-dasar utawi pakem nganinin indik sesolahan punika sampun wénten tur katamiang para panglingsir saking nguni. Dadosné patut pisan kaplajahin antuk pikayunan sané santep miwah sumeken. Dané taler maosang, nelebin widang seni wantah sangkaning pragina topéng sané dumunan, panglingsir dané ring Jero Gede Baler Nyelati sané sampun mantuk namiang makéh tapel sané sampun rusak duaning sué nénten kawigunayang. Napi malih wénten taler pisarat miwah pikayunan cumpu saking makudang-kudang krama Nyelati ngawinang dané laut mapikayunan ngayah tur namiang swadharma punika. “Tatkala maosang misadia ngamargiang swadharma dados Mangku Topéng, punika nugesang yéning iraga nénten dados ngawag tur patut sumeken maparikrama antuk pikayunan misadia sekala-niskala. Nénten dados ulah-ulah masolah utawi ngigel duaning punika nénten mapikolih becik ring kahuripan. Sinalih tunggil pikayunan sumeken punika wantah malarapan antuk setata malajahang raga,” baos dané sané embas ring Badung 19 Januari 1966. Indik galah ngawit nelebin seni, dané sané sampun ngamargiang swadharma Mangku Topéng kirang langkung limang warsa puniki maosang sampun nelebin widang seni puniki daweg Ida Nak Lingsir dané kantun nyeneng. Tatkala punika, dané kaajahiun antuk tatacara sané keras tur disiplin pisan kantos naen kagimbel tur katendang mangda jakti-jakti waged masesolahan. Sangkaning Ida Nak Lingsir sungkan, parikrama malajah nénten malih kalanturang. Risampun makudang-kudang warsa nglintang, dasar-dasar sané kapolihang dumun malih katajepang mangda dané prasida tatas uning ring parikrama miwah tata-titi masesolahan. Napi malih nénten arang Staf ring UPTD Disdikpora Kecamatan Mengwi puniki taler malajah ring sameton miwah sawitra sané sampun dumunan ngamargiang swadharma dados pragina. Sané patut kauningin tatkala ngranjing ring parikrama seni, dané maosang patut uning ring dasar-dasar masesolahan, wus punika patut éling ring sajeroning sastra babad utawi indik budaya Bali miwah tatas uning ring satua para raja ring Bali duaning punika wantah lakon sané jagi kamedalang ring sajeroning sesolahan. Dané sané seneng mabebanyolan puniki malih maosang, pragina topéng taler patut éling ring Panca Yadnya rumasuk indik bebantenan taler parikrama yadnya duaning sayan akéh kauningin sinah sayan becik prasida masolah ring kalangan. “Tiang rumasa patut malih nelebin tur ngwacén indik babad, satua miwah bebanyolanbebondrésan. Asapunika taler indik tata-titi kahuripan Bali miwah sapunapi parikrama manyama braya miwah swadharmaning panopengan ngiring Ida Dalem Sidakarya. Tiang taler ngaptiang pisan mangda alit-alité sayan seneng masesolahan Wewali sané mabuat pisan ring parikrama upacara yadnya,” asapunika dané sané meneng ring Br. Nyelati, Kuwum, Mengwi, Badung makenyem. (was)

(46)

BPM/was

SIDAKARYA – Ring sajeroning upacara Déwa Yadnya utawi Pitra Yadnya majanten kasolahang Topéng Pajegan duaning ring sesolahan Wewali inucap taler pacang kasolahang Topéng Ida Dalem Sidakarya sané manut saking Bhisama wantah pamuput ring sajeroning upacara yadnya.

Topéng Pajegan

Wewalian sané Kasolahang Preragan RI KALA krama Hindu-Bali ngamargiang upacara yadnya, sané majanten kapanggihin wantah pidabdab krama nyayagayang sekancan parindikan sané pacang kawigunayang ring upacara punika minakadi bebantenan taler piranti siosan sakadi Balé Pawédan, tetaring, miwah ulam banten sané pacang kaolah dados jatah. Satios punika, krama taler nabdabang parindikan siosan minakadi indik sesolahan sané patut kamargiang ring sajeroning parikrama upacara mangda upacara inucap prasida kawastanin puput. Sinalih tunggil sesolahan inucap wantah marupa Topéng Pajegan. Sesolahan Topéng Pajegan wantah sinalih tunggil sesolahan sané ngranjing ring soroh sesolahan Wewali utawi sesolahan panyangkep sané patut kamargiang ring sajeroning upacara yadnya. I Gusti Bagus Kesuma Jaya, S.Pd., pragina topéng Pajegan saking Br. Nyelati, Kuwum maosang, parikrama sesolahan

topéng akéhan kasolahang ring sajeroning upacara Déwa Yadnya minakadi Nyatur utawi Ngenteg Linggih miwah ring sajeroning Pitra Yadnya minakadi Nyekah utawi Mamukur. Malarapan antuk kasenian punika, pacang kamedalang utawi kamargiang sesolahan Topéng Dalem Sidakarya sané wantah manados pamuput karya. Ring parikrama upacara Manusa Yadnya, nénten naenin kapanggih sesolahan Topéng Wewali sajabaning wantah sesolahan wali-walian utawi Topéng Bebondrésan sané tetujonipun wantah dados unénunén kémanten. Nganinin indik kruna “Pajegan” sujatiné wantah nyinahang indik akéh pragina topéng, inggih punika wantah adiri kémanten. “Punika nganutin sapunapi pangaptin krama, manawita ipun ngaptiang Topéng Pajegan sinah pragina sané masolah wantah preragan kémanten saking ngawit kantos Dalem Sidakarya pinaka pamuput sesolahan. Sakéwanten yéning lebih saking asiki sinah

nénten kawastanin Topéng Pajegan. Wénten malih sané mawasta Topéng Panca yéning sané nyolahang topéng sareng limang diri,” asapunika dané maosang. Indik pulah-palih sesolahan kabaosang kakawitin antuk Topéng Keras sané nyinahang utawi maparagayang pepatih, kalanturang antuk Topéng Tua sané nyihnayang krama panglingsir sané sampun wikan tur tatas indik kahuripan miwah kaanggén tetuladan olih krama. Wusan punika kalanturang antuk Panasar inggih punika topéng sané nartayang sapunapi karya sané kamargiang, sapunapi pulahpalih parikrama karyané taler ngawitin nartayang lakon utawi satua sané pacang kalampahang mangda anut adung sareng karya inucap. Wusan Panasar, topéng sané kamedalang wantah nganutin saking sapunapi akéh praginané, manawita kalih nyantos tigang diri sinah jagi kamedalang Topéng Wijil taler Dalem utawi Ida Sang Prabu ma-

nut saking lelampahan satuané punika. Topéng Dalem inucap pacang masesolahan tan paraos satmaka ngicén piteket ring krama sané jagi kaartos olih Panasar utawi Wijil. Sakéwanten yéning praginané wantah adiri sinah sané kamedalang wantah Topéng Bebondrésan sané mabebaosan banyol minakadi Topéng Monyér miwah sané siosan sané nyinahang krama utawi panjak sané tangkil ngaturang ayah ring upacara sané kalampahang sinambi nartayang indik kasuksmaning karya inucap. Wénten taler sesolahan sané ngamedalang topéng anak lingsir utawi Pedanda sané pateh nartayang indik kasuksman taler tetuek karya sané kamargiang. Wusan punika wawu kasolahang Topéng Ida Dalem Sidakarya pinaka pamuput karya. Dané malih maosang, nganinin indik sué sesolahan saking ngawit kantos pamuput kirang langkung ajam tengah tur puput sinarengan sareng puja sané kamargiang

Ida Pedanda ring Balé Pawédan. Punika wantah parikrama pamuput karya sané kamargiang olih Pedanda Siwa-Budha sané wantah cihna pasikian. Parindikan sané pateh taler kabaosang Gede Agus Budi Adnyana, pragina topéng saking Désa Beng Gianyar. Dané maosang Topéng Dalem Sidakarya utawi sané pinaka cihna Brahmana Walasakya wantah paragayan saking Pandita Budha sakéwanten Ida Padanda sané mapuja ring balé pamiosan wantah maparagayang Pandita Siwa. Pasikian punika sané ngawetuang kalewihan sané paripurna. “Pamargi sané akéh kapanggih, Ida Pedanda Siwa pacang ngentuh utawi nyinturang sekar ka luhur pinaka cihna Akasa. Topéng Dalem Sidakarya pacang masila ring sor nunas kagemuhan ring Pertiwi. Makekalih punika saling jangkepin tur ngamedalang kahuripan sané becik,” asapunika Budi Adnyana nartayang. (was)

Sesolahan Topéng, Sarana Ngicén Tutur Yadnya miwah Kahuripan PINAKA sinalih tunggil sesolahan Wewali majanten sesolahan Topéng Pajegan patut kamargiang ring sajeroning pamargi upacara Déwa Yadnya minakadi piodalan utawi Pitra Yadnya minakadi Mamukur. Duaning malarapan antuk sesolahan topéng utawi Topéng Pajegan, pacang kalanturang antuk sesolahan Topéng Ida Dalem Sidakarya sané manut Bhisama pinaka sesolahan sané dados pamuput karya utawi upacara yadnya. Nénten wantah kawigunayang dados sesolahan pamuput yadnya kémanten, sesolahan inucap taler prasida kawigunayang dados sarana ngicén pitutur taler tetuek majeng ring krama sané ngantenang. I Gusti Bagus Kesuma Jaya, S.Pd. maosang, parikrama sesolahan topéng taler prasida kanggén sarana ngicén utawi nibakang tutur indik sapunapi tata krama sané patut ri kala ngamargiang kahuripan satios ngicénin tutur indik kasuksman

utawi unteng tetujon karya sané kamargiang. Tatkala kasolahang ring sajeroning upacara Déwa Yadnya, lelampahan sané kasinahang majanten nganinin indik upacara taler sapunapi parikrama miwah tetuek upacara inucap kamargiang. Asapunika taler ring pamargi upacara Pitra Yadnya, sané kasinahang pastika indik tetujon pamargin yadnya mangda krama prasida tatas uning ring parindikan inucap. “Sangkaning becik kaanggén sarana nibakang tutur indik kahuripan saraina, majanten pragina pacang maosang indiké punika nempil utawi ring selagselagan tutur indik upacara sané kamargiang. Yéning rerehang tiang indik persentase-nyané, tutur indik upacara yadnya kalawan antuk tutur indik kahuripan saraina inggih punika 70% kalawan 30%,” baos dané. Malih dané maosang, sios punika ketah kapanggih krama sané madué upacara Pitra Yadnya nunasang ring pragina utawi

Sang Mangku Topéng mangda kayun ngamedalang sesolahan utawi nglampahang satua indik soroh krama minakadi soroh Pasek, Pandé, wiadin Arya. Tetujonnyané mangda krama sané madué yadnya taler kulawarga rumasuk alit-alit druéné prasida uning tur éling ring sorohnyané. Punika mawinan Sang Mangku Topéng majanten patut tatas uning tur éling ring makudangkudang babad utawi satua kekunan indik soroh ring Bali. Topéng sané pinih mabuat ring sajeroning sesolahan kabaosang samian mabuat pisan, duaning makasami topéng sané kasolahang pacang ngamedalang satua utawi lakon sané kalampahang, mawinan nénten prasida nyolahang topéng asiki-asiki kémanten. Gede Agus Budi Adnyana taler nartayang indiké asapunika duaning ring sajeroning sesolahan topéng, majanten pacang nglampahang lakon-lakon sané anut adung sareng upacara,

LUH Suwarni makenyem ngraris mapayas. Mula jegég lan kanten déwasa nganggé rok biru nguda terusan mabungabunga. Jalér lan bajunné ituni ranjinganga ka tasné. Usan ma make up Arniek nanding sodaané wadahina piring opal, piring cépér, basi, rantang, lan sané lianan manut perabotan sané wénten. Ngurah Jelada taler usan masiram magentos nganggé celana jeans lan baju kaos biru nguda. Kanten anut atletis. Sang kalih tan waneh macanda saling uratiang ngantosang tamiuné ring térasé ring ajeng. Jam nem kirang Gung Ayu Arnita sareng pacarné Gung Suryawan rauh nganggén mobil. “OM Swastyastu, béh tuan dan nyonya sampun hias mapayas paut anut pakalihan.” “OM Swastyastu, ngiring durusang ngranjing. Kanggéang genahé cupit, kosekan,” sapanné Arniek nyalamin sang kalih kadi tamiu ngraris dandana ngranjing ka kamar tamu. “Ooh nggih Beli Ngurah. Kenalang niki sampun ... Beli Gung

Suryawan ....ehm ehm tiangé di SMA Negeri 2, kelas tiga driki,” baosné Gung Arnita. Sang kalih leket masalaman. “Inggih, titiang Ngurah Jelada kantun kelas satu ring SMA Negeri 1 iriki. Mungwing asal titiang saking Peringalot,” sapanné Ngurah Jelada saha ngaturin tamiunné malinggih. “Napi sodaang? Téh, napi wédang kopi, susu utawi sirup,” aturné Luh Suwarni alep. “Béh, ené mara pangid nyonya rumahé. Tiang susu Niek, yén Beli Gung biasa ngopi kali jani. Tawang sregep dini, sangkala déréng ngwédang di Puri.” Gung Ayu ngajumang. Luh Suwarni ka kamar sarengina ring Gung Ayu nyeduh wédang kekalih lan susu kekalih masedak kacang kapri, krupuk melinjo baktana ka jaba. Sambil ngobrol raris ngwédang. “Rah Jelada, akuda nyéwa umahé niki? Mungil miribang cara boya ja kos-kosan?” “Niki dumun genah paman titiangé prakték daweg kari dados perawat RSU iriki. Duk punika dokteré kari arang pisan. Mang-

kin raganné sampun pindah mantuk ka Selat.” Usan ngwédang Arniek ngampilang cangkiré, raris sareng kalih ngamedalang sodaané genahanga ring méja tamu. Piring, gelas, lan toya inumé genahang ring méja alit ring bucu. “Gung Sur, Gung Ayu ampurayang tan madué méja makan. Kanggéang iriki, yén sareng kalih manawi cukup méja alit puniki ring pungkur,” aturné Ngurah Jelada ngasor. “Ngiring mangkin durusang, kanggéang sawéntené. Rencana Gung Ayu nganikain masak capcay ring Puri, nanging wau panggih genahé cukupan mawinan iriki mapéstaan,” aturné Arniek nyantep kadi abah nyonya rumah nyilahang tamiunné. Sami raris ngayunang. “Beli Gung, ring Denpasar yén tiang dot ring capcay seringan kumahné Arniek niki, bébasan yadiastun akéh réstoran terkenal. Iseng nutur mara tawang ... anukné deriki hahaha…. Buktinné énak ten masakanné? Minab pantes umah mungil niki

BPM/was

BEBONDRÉSAN – Ring parikrama Topéng Pajegan, wusan Topéng Panasar sinah Topéng sané kamedalang salanturnyané wantah Topéng Bebondrésan. Punika satmaka cihna panjak sané ngaturang ayah ring upacara yadnya sané kalampahang sinambi maosang indik kasuksman yadnya sané kamargiang. nénten wantah ngamedalang tutur kémanten. “Yadiastun pinaka sarana ngicén tutur taler muput karya, majanten wénten lakon sané kalampahang. Yéning punika wantah karya Dewa Yadnya sinah sané kalampahang indik

lakon Dalem Waturenggong Nangun Kerti ring Tohlangkir. Sakéwanten yéning punika karya Pitra Yadnya minakadi Maligya utawi Nyekah, sinah lakon inucap minakadi Pitara Mukta,” asapunika dané negesang. (was)

dadosang umah pangantén dini yang serasi?” baosné Gung Ayu Arnita nguyonin timpalné sambil nyéndok capcay-né. “Saja jag pas pesan bumbunné. Bisa-bisa Rah Jelada makpak jeriji lantas yén kuang yaah makpak cingurné... ané masak,” Gung Suryawan nimbal nguyonin Ngurah Jelada. Tan marasa sami kawaregan. Capcay, sambel goréng ati, lan mie goréngé ludes sami. Sardén lan saté kambingé malah kantun masisa. “Yén kéné melah masih yén Arniek mepes ajak mriki nelokin pacarné. Anggap latihan berumah tangga,” Gung Suryawan makenyem girang. “Tapi tahun ajaran niki kan Gung Suryawan sampun kuliah di Unud Denpasar, sira ojog tiang meriki? Yén mabuaka nginep deriki, bisa-bisa kawin Hansip?” baosné Arniek. “Ooh sajan sing marasa sagét tamat. Tapi yén perlu tiang ajak dadua siap nganterin.” Gung Suryawan nolih pacarné lantas peluka.” Dadinné iraga lakar madon jaka makaronan.”

“Bééh sing marasa sagét jam dasa. Kanggoang ngobrol amuniki malu. Mani di pasisi buin lanturang. Iraga makan siang di Taman utawi di pasisi dija melahné,” pandikanné Gung Ayu Arnita lantas makta sisan masakané ka lemari makané lan piring kotoré umbaha di dapur. Sesampuné mecikang make up né Luh Suwarni lan tamiunné mapamit ka Puri “Daag sayang, mimpi yang indah ya,” aturné Arniek saha ngecup gélanné mesra. “Daag... sampé bénjang, rahajeng wengi, OM Swastyastu,” walesanné Ngurah jelada. Wenginé punika sesampuné nutup pintu lan jendéla Ngurah Jelada nylempang ring kasuré nanging tan nyidang merem. Sejaba wetengné kawaregan, taler kecupan pertama gélanné marasa-rasa kari némpél ring lambé lan pipinné. Liangné macanda magelut saling reremih, masak lan kadi mama-papa namiu timpalné kari marawat-rawat ring palupuk nétranné. (Masambung)


Upacara

8 Bebantenan Banten Prayascitta, Sarana Upacara Nyuciang Pikayunan AGAMA Hindu ring Bali nénten prasida lémpas saking kawéntenan bebantenan santukan napi sané pacang kakaryanin olih wang Bali pastika ngawigunayang banten. Satios punika banten taler rumasuk ring tri kerangka agama Hindu, luiré; tattwa, susila, miwah upakara. Makéh pisan soroh bebantenan sané kawigunayang krama Hindu pinaka sarana upacara. Sinalih tunggil banten sané ketah pisan kawigunayang luiré Banten Prayascitta. Yéning sampun maosang indik Prayascitta, pikayunan krama Baliné pastika nganinin indik pabersihan. Yukti, kawéntenan Banten Prayascitta ketah kawigunayang pinaka sarana pabersihan minakadi melukat, pabersihan sadurung ngawitin pamuspan, miwah pangawit upacara tiosan. Banten Prayascitta sané sampun kaloktah pinaka sarana upacara ring Bali ri kala ngamargiang upacara yadnya setata nyarengin Banten Byakala miwah Banten Durmengala. Kruna Prayascitta mawit saking basa Sansekerta saking kruna “Praya” sané martos tetuek, kruna “Citta” mateges kayun. Tetujon Banten Prayascittané punika waluya piranti suci nabdabin mangda metu kayuné suci hening tan paleteh. Citta punika waluya manggala ring angga sarira waluya kusir ring kahuripané puniki. Yéning Citta punika sampun prasida kawisésa antuk kaheningan bhudi suryan pamargin uripé ring marcapada punika ngamolihang karahayuan. Banten Prayascitta waluya nuntun Idep imanusa mangda nincapang kawisésan Catur Bhudiné mangda mrasidayang ngasorang Panca Klesané. Banten Prayascitta punika kanggén ring makudang-kudang upacara yadnya minakadi kanggén ri kala wusan keni kacuntakan sakadi wénten kulawarga séda, wénten ibu sané ngembasang raré sané sampun mayusa abulan pitung dina. Banten Prayascitta punika setata nyarengin dados étéh-étéh Banten Panglukatan ring ajeng Ida Pandita ri kala Ida muput upacara yadnya. Ida Pandita sadurung muput sané mawasta unteng, Ida Pandita nglukat sami banten sané kaénterang. Banten Prayascitta puniki matatakan kulit sesayut, kulit peras, pangresikan, akutus lembar don tabia bun sané kajahit marupa kojong bunder marupa sakadi tetopong, akutus muncuk don tabia buné punika nuju ka arah kutus penjuru angin. Kojong bunder punika kadagingin nasi bunder madaging goh sakadi taluh madadar limang iris kagenahang manut limang arah mata angin. Raris kadagingin Sampian Panyeneng, Sampian Naga Sari, Sampian Padma, Lis Bebuu, Lis Senjata, bungkak nyuh gading, toya anyar, Tirtha Panglukatan. Samian sampian miwah jejahitan punika patut ngawigunayang slépan utawi busung nyuh gading. Tatakan Banten Prayascitta niki ngangén témpeh utawi tamas. Indik nyuh gading puniki wénten kacaritayang ring Lontar Taru Premana, kocap nyuh gadingé punika waluya pretisentana Bhatara Surya. Kasurat ring Lontar Taru Premana sakadi puniki: “Titiang klungah nyuh gading sesarin Sang Pandita, titiang wenang nglukat sekancan leteh, titiang pinaka warih Bhatara Surya nguni.” Sapunika mungguh ring Lontar Taru Premana. Nika mawinan klungah miwah slépan utawi busung nyuh gading kadadosang piranti utama Banten Prayascitta.

(Ida Rsi Bhagawan Smerthi Kusuma Wijaya Sebali)

Redité Pon, 25 September 2016

Masegehan ring Kuningan

Niyasa Ngaturin Hyang Leluhur Sodaan

BPM/ist

MASEGEHAN- Daweg semengan ring raina Kuningan krama pamekasnyané ring Désa Pesaban, Rendang ramia-ramia medal ka lebuh utawi pamesuan masegehan makacihna nunas karahayuan miwah ngaturin leluhur labaan.

Kajeng Kliwon PATEMON Pancawara (Umanis, Paing, Pon, Wagé, Kliwon) sareng Triwara (Pasah, Beteng, Kajeng) wantah raina tedunnyané para Bhuta nyelehin parajanané sané nénten ngamargiang swadharma agama. Ring raina punika taler para Bhuta manureksa parajanané sané ngamargiang swadharma agama. Rerainan Kajeng Kliwon sané rauh sinunggil limolas raina apisan, ring raina punika parajanané ngaturang segehan mancawarna. Tetujonné ngaturang segehan punika pamargi bhakti miwah sradha majeng ring Ida Sang Hyang Widhi, sida ngwaliang (somya) Sang Tri Bhucari. Punika matetuek ngwaliang kaseimbangan alam niskala, saking alam Bhuta nyujur alam Déwa, sajeroning sekalannyané parajanané nénten rered-rered ngamargiang Tri Kaya Parisuda. Ring niskalannyané, nyomya Bhuta mangda dados Déwa. Dyah Maya Kresna rupannyané putih masawang kuning dados Sang Batur Kalika, Sang Bajradhaksa dados Bhuta Bilis, Sang Bajrangkara dados Bhuta Abang, punika sané kabaos Durga Bhucari, Bhuta Bhucari, miwah Kala Bhucari. Lianan ring punika wénten taler Bhutabhuti sané ngoda parajanané sajeroning ngamargiang swadharma agama. Para Bhuta punika makuéh rupannyané luiré: Marupa Manusa minakadi; kapertama marupa Baké: Makulit selem sakadi manusa, nyabran medal ri kala tengah wengi magenah ring abingabingané. Kaping kalih marupa Bakis Bokong: Marupa manusa katé, masirah gundul, makulit kembang lémlém, Ipun medal ring tengai tepet, magenah ring paumahan sané suung sané nénten kagenahin. Kaping tiga marupa Memedi: Rupannyané sakadi manusa sané marambut barak sakadi geni, kulit masinar barak medal ri kala tengai

tepet magenah ring tegalé sané suung. Kaping pat marupa Papengkah: Marupa manusa sané maweteng ageng (gendut) medal ri kala nujuning wengi magenah ring dija kémanten. Kaping lima Rarégék-tunggék: Marupa anak istri jegég nanging tundunnyané bolong nénten matulang jegjeg miwah tulang iga, daging wetengné kacingak saking duri, Ipun magenah ring bet-betané. Kaping nem Samar: Marupa manusa nanging nénten madaging lekukan ring duur bibihné, magenah ring betbetané, medal ring raina soré, nanging mapupul dados asiki sajeroning kulawarga, punika sering kabaos wong samar, urip sakadi manusa nanging nénten kakantenang, sakéwala mangda kacingakin olih manusané, Ipun ngantenang déwék mapupul sareng manusané. Kaping pitu Tonya: Marupa manusa sané tegeh utawi landung, magenah ring taruné sané ageng turmaning ebet. Sané pinih kasenengin taru bingin, bunut, kepuh, rangdu, miwah sané siosan. Tonya puniki medal ring tengah wengi. Marupa wagian-wagian angga manusa minakadi; kapertama Kumangmang: Wantah marupa sirah kémanten rambutnyané ngendih, magenah ring tegalé, taler ring betbetané, pamarginné mangelinding, medal ri kala tengai tepet utawi wengi. Kaping kalih Lawéan: Marupa angga manusa nénten matangan miwah masirah. Magenah ring bet-betané taler ring paumahan, medal ring raina wengi miwah ring raina tengai tepet. Kaping tiga Tangan-tangan: Rupannyané tangan kémanten. Pajalanné mangelayang, magenah ring paumahan sané suung utawi puyung miwah ring bet-betané, medal ring tengahing wengi miwah raina tengai tepet. Kaping pat Enjekpupu: Rupannyané saking

paha ngantos batis, yéning majalan enjekan batisné masuara miwah mairama ngantos ngawinang takut. Medal ring tengahing wengi, ngilehin pakarangan paumahan, magenah ring paumahan sané suung utawi puyung. Kaping lima Katugtug: Rupannyané saking entud ngantos batis, suaran enjekan batisné tug, tug, tug. Bhuta punika kabaos katugtug, medal ring tengahing wengi, magenah ring paumahan sané suung utawi puyung. Mawentuk keranggka manusa, Bhuta sané sakadi punika kabaos jerangkong wantah mawentuk rangka manusa sané magerak, medal ring raina tengah wengi, magenah ring paumahan sané suung utawi puyung. Marupa baburon, minakadi; kapertama Anja-anja sané marupa baburon mabatis patpat matenggek raksasa, matanné nelik, bungutné linggah macaling dawa miwah bokné magambahan. Kaping kalih Banaspati-raja: Marupa macan, saking déwékné medal api sakadi macan matunjel. Parajanané sané sampun nglaksanayang dharma miwah éling ngastiti bhakti majeng ring Déwa Siwa (Ida Sang Hyang Widhi Wasa) angga sariranné nénten prasida kaleketin olih para Bhutabhuti miwah Panca Maha Bhuta (Sri Durga Déwi/akasa/ kangin, Dadari Durga/teja/ kelod, Sukri Déwi/bayu/kauh, Raji Durga/apah/kaja, Déwi Durga/Pertiwi/sajeroning tanah). Yéning parajanané kuat miwah prasida ngendaliang Bhuta sané lelima punika, Ipun pacang dados sawitra. Yéning parajanané nyemerin, Panca Maha Bhuta punika dados meseh miwah Ipun jagi kroda, punika ngawinang parajanané sungkan. (I Nengah Konten)

SAJERONING runtutan rainan Galungan miwah Kuningan, umat Hindu Bali sesampun puput ngamargiang pamuspan ring pamerajan lumrah salanturnyané pacang nglaksanayang upacara masaagan utawi masegehan ring lebuh utawi pamesuan. Nanging ring Karangasem, pamekas ring Désa Pesaban, Rendang, ngaturang segehan utawi masegehan ring pamesuan utawi lebuh dados makanten becik pisan sané kalaksanayang nepet Tumpek Kuningan. Daweg Tumpek Kuningan semeng, soang-soang lebuh ring sadoh margi ring Désa Pesaban miwah sawewidangannyané makanten karaménin olih krama sareng makasami kulawargannyané. Krama ngawit alit kantos lingsir medal mabusana adat. Soang-soang kulawarga medal ka lebuh sinambi ngebatang tikeh kanggén genah ngelar banten. Salanturnyané wawu kamedalang banten sané akéhan mawadah dulang miwah sekancan sarana sané kanggén aturan miwah pamuspan. Sinunggil krama Désa Pesaban, Ni Ketut Suladi (60) kacunduk wawu puniki maosang, sawilang nem bulan nepet Tumpek Kuningan ring désa irika setata kalaksanayang upacara ngaturang segehan utawi masegehan, masaagan, utawi taler kabaos nglebar olih krama ring sawewidangan désa irika. Manut dané, masegehan ring désa irika makanten karasayang agengan saihang ring désa lianan santukan samian kulawarga medal sareng ka lebuh soang-soang nyarengin pamuspan.

“Masegehan sakadi niki kalaksanayang raina semeng Tumpek Kuningan kamiletin samian angga kulawarga,” baosnyané. Dané sané madué pianak tetiga punika nglantur nlatarang, masegehan wawu kalaksanayang olih krama sesampun puput nglaksanayang makasami pamuspan ring Ibu Kawitan, ring Merajan miwah samian palinggih ring pakarangan umah soangsoang. Salanturnyané wawu makasamian kulawarga medal ka pamesuan sayaga ngaturang segehan. Banten miwah sarana sané katurang ring pamesuan manut dané pamekasnyané banten segehan jangkep antuk sarana sané tiosan. Sarana sané katurang tiosan saking banten manut dané minakadi daging abian. Daging abian inucap minakadi jagung, pis satakan, séla, jijih. Siosan punika taler katurang ajengan sakadi nasi, urutan, tum, miwah sané tiosan sané prasida kaajeng sesampuné puput ngaturang upacara masegehan. Dané negesang, teges upacara masegehan sané kalaksanayang saking riin punika sajabaning matetujon nunas karahayuan taler mateges ngaturin kulawarga sané sampun nénten wénten utawi sané sampun malinggih Hyang utawi leluhur labaan sadurung mawali ka kahyangan. Punika awinan, ajengan sané katurang lumrahnyané sané prasida kaajeng sesampun puput ngaturang bhakti. “Sesampun puput bhakti Tumpek Kuningan, samian kulawarga ramia-ramia sareng ngajeng ajengan sané katurang ring pamesuan,” tuturnyané. (yan)

Satua

Balingkang

Olih : Madé Taro

PAMUPUTNÉ satua pianak jegeg sudagar Cina ento madingehan kanti ka purian. Raja Jayapangus lantas nguduhang I Subandar apang tangkil ka Puri ngajak pianakné. “Pucuk dicinta ulam tiba,” kéto pakrimikné I Subandar jroning ati. Selah luung anggon ngajum Sang Raja apang nrima sodagar Cina ento ngoyong di Kerajaan Panerajon. Patemoné kapertama i pianak sodagar Cina sareng Aji Jayapangus ngawinang Aji Jayapangus buduh kasmaran. Sabilang wai rupané Kang Cing We setata marawat di kenehné Aji Jayapangus, yadiastun anak jegég ento ada joh uli purian. “Bagawanta!” baos Sang Raja ring penasehatné, Mpu Siwagandu, ri kala patemon sareng pakalihan. “Tiang bakal nyuang Kang Cing We.” “Marabian sareng Putri Cina nika?” Mpu Siwagandu tengkejut. “Pineh-pinehin dumun sadurung kamargiang Ratu. Sampunang sangkaning kalulut ring semara!” “Rasané suba tusing ada ané mialangin, Bagawanta. Bapan I Kang Cing Wé sampun sadia cumpu!” “Nénten nika pikobetné Ratu, niki pacang dados pikobet kabenjangpungkur ring kerajaan. Ratu magama Hindu, Sang Putri Cina magama Budha.” “Malenan agama tusing dadi pialang, Bagawanta! Raja wicaksana pastika bisa ngajiang unduké ento!” Mpu Siwagandu nyeselang pisan kawéntenané buka kéto. Sang kalih tusing wantah malénan agama, nanging masih malénan wangsa lan adat-istiadat. Suba pastika gedé pikobeté ané bakal tepuk yén patemoné ento kanti ka alaki rabi. Penaséhat Sang Raja suba mautsaha mialangin, laut matur; “Puniki sampun pracihna kaon, Ratu! Kerajaan puniki pacang kaon, pacang benyah!” Mpu Siwagandu kekeh ring paminehné. Rasa tresna sané kalulut pantara Aji Jayapangus-Kang Cing We tusing ada ané ngidaang masahang. Bencana ané lakar nibénin Kerajaan Panerajon buka tenungné Mpu Siwagandu tusing ada ané precaya. Tusing ada apanginangan, sang kalih raris marabian. Pinaka cihna pitresna, I Subandar ngwéhin pianakné Kang Cing We duang képéng pis bolong. (Masambung)

Rédaksi nerima reriptan marupa artikel (paling akéh 3500 huruf), satua ringkes (paling akéh 6000 huruf), puisi, geguritan miwah sané siosan. Reriptan mangda kakirim ring alamat: Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email: bali_orti@balipost.co.id.


MINGGU PON, 25 SEPTEMBER 2016

Garnett Pensiun

9

Setelah 21 Musim di NBA

HAL 10

Marc Marquez

BPM/ap

Marquez Tercepat di Aragon

Aragon – Pebalap Repsol Honda, Marc Marquez berhak atas pole position GP Aragon setelah mencatat waktu tercepat pada sesi kualifikasi di Sirkuit MotorLand Aragon, Sabtu (24/9) kemarin. Marquez langsung meluncur ke lintasan begitu sesi kualifikasi kedua (Q2) dibuka. Pebalap 23 tahun tersebut langsung memasang standar tinggi pada awal sesi dengan melakukan putaran dalam 1 menit 47,117 detik. Cal Crutchlow (LCR Honda) menempel di posisi kedua. Mendekati akhir sesi, Andrea Dovizioso (Ducati) naik menggeser Crutchlow ke posisi ketiga. Maverick Vinales (Suzuki Ecstar) juga melakukan gebrakan dan naik ke posisi kedua, memaksa Dovizioso turun ke posisi ketiga. Dovzioso tergeser lagi ke urutan keempat setelah Jorge Lorenzo (Movistar Yamaha) naik ke urutan ketiga. Crutchlow dan Dani Pedrosa (Repsol Honda) terjatuh pada menit-menit terakhir sesi. Keduanya tidak mengalami cedera. Posisi Marquez tidak tersentuh hingga sesi berakhir. Pebalap Spanyol tersebut berhak atas pole position balapan yang akan digelar hari ini. Marquez yang saat ini memimpin klasemen sementara bertekad akan tampil habis-habisan sejak awal balapan demi mendapatkan kemenangan. Marquez sadar betul jika Valentino Rossi saat ini begitu mengancamnya. Dengan perbedaan hanya 43 poin di papan klasemen sementara, bukan tidak mungkin jika rider asal Italia tersebut bakal menyalip Marquez. “Kami tiba di Aragon dengan memimpin 43 poin, jadi kami akan coba melakukan yang terbaik, menekan sejak awal balapan karena ini merupakan salah satu sirkuit favorit saya,” ujarnya. “Kami tahu dua pembalap Yamaha berada di level yang terbaik saat ini, namun saya senang dengan situasi yang ada. Oleh karena itu saya akan coba tampil konsisten,” imbuhnya. Vinales dan Lorenzo akan mendampingi Marquez start dari baris terdepan. Baris kedua start akan diisi Dovizioso, Crutchlow, dan Valentino Rossi (Movistar Yamaha). (kmb33/rtr) Berikut Hasil Sesi Kualifikasi Kualifikasi 2 1. Marc Marquez ESP Repsol Honda Team (RC213V) 1m 47.117s [Lap 2/7] 329km/h (Top Speed) 2. Maverick Viñales ESP Team Suzuki Ecstar (GSX-RR) 1m 47.748s +0.631s [6/7] 330km/h 3. Jorge Lorenzo ESP Movistar Yamaha MotoGP (YZRM1) 1m 47.778s +0.661s [7/7] 329km/h 4. Andrea Dovizioso ITA Ducati Team (Desmosedici GP) 1m 47.819s +0.702s [6/7] 338km/h 5. Cal Crutchlow GBR LCR Honda (RC213V) 1m 47.843s +0.726s [3/7] 328km/h 6. Valentino Rossi ITA Movistar Yamaha MotoGP (YZRM1) 1m 47.951s +0.834s [7/7] 329km/h 7. Dani Pedrosa ESP Repsol Honda Team (RC213V) 1m 48.017s +0.900s [6/7] 331km/h 8. Aleix Espargaro ESP Team Suzuki Ecstar (GSX-RR) 1m 48.230s +1.113s [7/7] 326km/h 9. Danilo Petrucci ITA Octo Pramac Yakhnich (Desmosedici GP15) 1m 48.236s +1.119s [6/6] 331km/h 10. Scott Redding GBR Octo Pramac Yakhnich (Desmosedici GP15) 1m 48.242s +1.125s [7/7] 333km/h

BPM/rtr

MIRIP - Ibrahimovic dikejar penggemar yang memiliki wajah mirip dengannya.

Kembaran Ibrahimovic Ganggu Pertandingan di Old Trafford

Manchester – Ada kejadian yang sangat menarik perhatian ketika pertandingan antara Manchester United kontra Leicester City di pekan keenam Premier League, Sabtu (24/9) kemarin. Seorang penggemar berwajah mirip Zlatan Ibrahimovic mengganggu jalannya pertandingan dengan masuk ke dalam lapangan. Insiden itu terjadi ketika para pemain MU melakukan selebrasi gol kedua yang dicetak oleh Juan Mata. Tibatiba seorang penggemar berlari ke arah Ibrahimovic dan mencoba untuk memeluknya. Jika diperhatikan, wajah penggemar itu sangat mirip dengan Ibrahimovic. Pemain berkebangsaan Swedia itu sempat kaget dan mendorong wajah penggemar itu dengan tangan kanannya. Sang penggemar kemudian berhasil diamankan oleh petugas keamanan untuk keluar dari lapangan. MU sendiri unggul 4-1 atas Leicester City dalam pertandingan itu. (kmb33/rtr)

MU Menang

BPM/rtr

Pogba Cetak Gol Perdana

Manchester –

Manchester United menghancurkan juara bertahan Premiship Leicester City dengan skor telak 4-1. Tuan rumah sudah unggul 4-0 di babak pertama. Dalam laga yang digelar di Old Trafford, Sabtu (24/9) kemarin, Setan Merah menguasai jalannya pertandingan. MU yang tampil tanpa Kapten mereka, Wayne Rooney justru tampil sangat baik. Trio gelandang Juan Mata, Ander Hererra dan Paul Pogba tampil dominan. Namun di 20 menit pertama laga berjalan nyaris tidak ada peluang berarti diciptakan kedua tim. Namun kondisinya berubah setelah Chris Smalling membuka skor di

menit 22. Setan Merah tampil sangat impresif setelah gol tersebut, mereka sangat mendominasi permainan dan menciptakan banyak peluang. Situasi itu ditambah dengan buruknya koordinasi lini belakang Leicester, membuat MU bisa menambah tiga gol lagi sebelum turun minum. Tiga gol tersebut dibuat dalam kurun

lima menit. Juan Mata menggandakan kedudukan di menit 37, dilanjutkan dengan sontekan Markus Rashford yang mengubah skor jadi 3-0 pada menit 40. Dua menit berselang Paul Pogba mencetak gol pertamanya di Premier League. Pogba menerima umpan Daley Blind dengan sundulan yang mampu dikon-

versi menjadi gol. Gol ini sekaligus menjadi pembuktian bagi sang pemain termahal di dunia. Belakangan performanya dikritik karena gagal mengangkat permainan timnya. Di babak kedua Leicester berhasil memperkecil skor melalui pemain pengganti, Demarai Gray. Tendangan kerasnya gagal dihalau kiper David de Gea. kedua tim gagal menambah gol di sisa laga. Skor 4-1 bertahan hingga pertandingan tuntas. Dominasi Manchester United terlihat jelas dari statistik

versi Premier League. Mereka menguasai 66,8 persen permainan dan melepaskan tujuh tembakan tepat sasaran dari 16 usaha. Adapun Leicester hanya mampu melakukan tiga tendangan ke arah gawang dari sepuluh kali percobaan. Kemenangan ini membuat MU naik ke posisi tiga klasemen dengan poin 12, terpaut tiga dari Manchester City yang baru akan bertanding malam nanti menghadapi Swansea City. Sementara Leicester kini ada di posisi 12 dengan tujuh poin. (kmb33/rtr)


OLAHRAGA

10

Minggu Pon, 25 September 2016

Garnett Pensiun

ANDALAN - Kapten Inter Milan Mauro Icardi akan menjadi andalan Il Nerazurri untuk menjebol gawang Bologna.

Setelah 21 Musim di NBA

Washington –

Betapa girangnya Paul Pierce ketika Boston Celtics memutuskan memboyong Kevin Garnett ke di TD Garden pada 2007 silam. Belum lagi kehadiran Ray Allen menjadi tambahan amunisi yang melengkapi keperkasaan Boston Three Party. Kegirangan itu tidak mengherankan sama sekali mengingat Garnett adalah salah satu bigman terbaik di liga.

Inter Incar Kemenangan Beruntun

BPM/rtr

Milan – Peringkat 5 Inter Milan akan menjamu peringkat 7 Bologna pada giornata 6 Serie A 2016/2017, malam nanti. Inter pasti bertekad meneruskan momentum bagus mereka. Inter memenangi tiga laga terakhirnya di Serie A. Hattrick kemenangan liga itu didapatkan dari laga melawan Pescara (2-1), Juventus (2-1) dan Empoli (2-0). Bologna bisa jadi korban keempat. Bagi pasukan Frank de Boer, kemenangan atas Bologna bakal cukup krusial. Selain agar tetap bisa berada di papan atas, kemenangan juga penting untuk menjaga performa jelang dua laga tandang yang akan datang. Usai melawan Bologna, Inter akan melawat ke markas Sparta Praha di matchday 2 Grup K Liga Europa, setelah sebelumnya mereka dipermalukan Hapoel Be’er Sheva 0-2. Setelah itu, Inter akan bertandang ke markas AS Roma dalam lanjutan kompetisi Serie A. “Kami tengah dalam performa terbaik. Saya yakin kami akan kembali meraih 3 angka. Apalagi kami bermain di hadapan pendukung kami sendiri,” ujar Frank de Boer, Sabtu (24/9) kemarin. Inter sendiri punya cukup amunisi

untuk menjinakkan Bologna, terutama dengan kembalinya gelandang Ever Banega dari skorsing. Di lini depan, andalannya tentu saja striker dan kapten Mauro Icardi, yang telah mencetak enam dari tujuh gol Inter di Serie A musim ini. Pertandingan melawan Bologna diprediksi akan mengawali debut perdana Gabriel “Gabigol” “Barbosa untuk membela Inter milan. Pesepakbola berusia 20 tahun tersebut direkrut Inter Milan di hari terakhir musim transfer dengan mengalahkan penawaran dari Juventus dan Barcelona. Bologna sendiri bukan lawan mudah. Anak-anak asuh Roberto Donadoni baru saja menumbangkan Sampdoria 2-0. Bologna juga sudah mengumpulkan 9 poin dari tiga kemenangan (S0 K2) dan sekarang cuma terpaut satu poin di belakang Inter, Roma dan Chievo. Simone Verdi (3 gol) dan Mattia Destro (2 gol) adalah dua sumber bahaya utama buat Inter. Namun, lini pertahanan Inter yang digalang Joao Miranda dan Jeison Murillo plus ketangguhan Samir Handanovic di bawah mistar seharusnya bisa meminimalkan ancaman dari mereka. (kmb33/rtr)

PERKIRAAN SUSUNAN PEMAIN Inter (4-3-3) : Handanovic, Nagatomo, Miranda, Murillo, D’Ambrosio, Joao Mario, Banega, Medel; Candreva, Icardi, Perisic. Bologna (4-3-3) : Da Costa, Torosidis, Gastaldello, Maietta, Masina, Taider, Nagy, Dzemaili, Verdi, Destro, Krejci.

Seperti apa ia mengawali kariernya? Dan bagaimana ia bertahan selama 21 tahun di liga basket tersohor di dunia? Garnett memulai kariernya pada 1995, ketika berusia 19 tahun. Minnesota Timberwolves memilihnya di urutan ke-5 dalam bursa pilih NBA Draft. Saat itu ia sekaligus menjadi pemain lulusan SMA pertama yang langsung masuk ke liga sejak 1975. Sejak itu orang-orang menyebutnya Da Kid (Si Bocah). Si Bocah kemudian tumbuh dan berkembang di NBA. Ia berada di tangan yang tepat pada masa rookie-nya. Pelatih anyar saat itu mendiang Flip Saunders, memasukanya dari bangku cadangan menjadi pemain utama. Setidaknya ia meraih 10,4 poin, 6,3 rebound, dan 1,8 assist per pertandingan di tahun pertama. Ia juga termasuk dalam jajaran All-Rookie Second Team. Awal sederhana bagi Garnett jika membandingkan dengan tahun pertama LeBron

James, anak SMA lainnya yang langsung ke NBA pada 2003. Akan tetapi, kerja kerasnya membawa Garnett ke jenjang lebih tinggi. Pada musim 1999-2000, dirinya berhasil masuk dalam jajaran All-NBA First Team pertamanya. Ia juga berada di urutan kedua sebagai kandidat peraih MVP. Empat tahun berselang, Si Bocah baru mendapat gelar MVP. Performa eksplosifnya kemudian mendapat perhatian s e rius

dari Celtics. Mereka merelakan draft pick 2009 demi Garnett. Pada akhirnya mereka pun sukses memboyong Big Ticket atau KG —sebutan lain Kevin Garnett ke markas mereka di TD Garden pada 2007. Bersama Pierce dan kedatangan Allen, Boston Three Party menjadi momok bagi tim lawan di tahun tersebut. Garnet dkk. mulai menggantikan Big Three era Larry Bird. Celtics sukses mencetak kemenangan 6616 di musim reguler. Rekor itu rupanya membawa Celtics menembus Playoff. Performa apiknya membuat mereka sukses melaju ke babak final menghadapi Los Angeles Lakers untuk kesebelas kalinya dalam sejarah. Saat itu, bersama

Dortmund Tundukkan Freiburg 3-1 Dortmund – Borussia Dortmund sukses memetik poin penuh pada laga kandang melawan Freiburg. Die Borussen mengalahkan tamunya itu dengan skor 3-1.

Dalam lanjutan Bundesliga di Signal Iduna Park, Sabtu (24/9) kemarin Dortmund tampil sangat dominan. Dortmund nyaris unggul saat pertandingan memasuki menit ke-18. Aubameyang yang

menerima umpan terobosan dari Matthias Ginter mencoba men-chip bola melewati jangkauan kiper Alexander Schwolow. Namun, percobaan Aubameyang masih sedikit melenceng.

HEAD TO HEAD (6 PERTEMUAN TERAKHIR) 13-03-2016 28-10-2015 06-04-2014 25-11-2013 11-03-2013 16-01-2013

Inter Bologna Inter Bologna Inter Inter

2-1 0-1 2-2 1-1 0-1 3-2

Bologna Inter Bologna Inter Bologna Bologna

(Serie A) (Serie A) (Serie A) (Serie A) (Serie A) (Coppa Italia).

5 PERTANDINGAN TERAKHIR INTER 28-08-2016 12-09-2016 16-09-2016 18-09-2016 22-09-2016

Inter Pescara Inter Inter Empoli

1-1 1-2 0-2 2-1 0-2

Palermo Inter Hapoel Juventus Inter

(Serie A) (Serie A) (UEL) (Serie A) (Serie A).

5 PERTANDINGAN TERAKHIR BOLOGNA 22-08-2016 29-08-2016 11-09-2016 18-09-2016 21-09-2016

Bologna Torino Bologna Napoli Bologna

1-0 5-1 2-1 3-1 2-0

Crotone Bologna Cagliari Bologna Sampdoria

(Serie A) (Serie A) (Serie A) (Serie A) (Serie A).

Enrique Tidak Paksakan Messi

Gijon – Pelatih Barcelona, Luis Enrique tidak rela dituduh memaksakan Lionel Messi bermain hingga cedera. Sebelumnya pelatih Timnas Argentina, yakni Edgardo Bauza mempertanyakan perlakuan Barcelona terhadap sang megabintang. Messi mengalami cedera saat Barcelona bermain 1-1 melawan Atletico pada Kamis(22/9) lalu. Pemain berjuluk La Pulga tersebut lantas divonis harus menepi selama tiga pekan. Ternyata vonis tiga minggu dirasa Bauza terlalu sebentar untuk pemulihan cedera Messi. “Satu-satunya kebenaran dari cerita ini adalah kami semua ingin yang terbaik untuk Messi dan seluruh pemain di klub. Itulah tujuan yang kami cari. Selalu menjadi kabar buruk ketika seorang pemain cedera,” kata Luis Enrique, Sabtu (24/9) kemarin. “Pemain terbaik dunia cedera

adalah kabar buruk buat kami, dan semua orang yang menikmati sepak bola. Tapi saya memilih untuk tidak terlibat pada rumor karena itu hanya akan memperburuk suasana,” lanjutnya. Barcelona sendiri masih menghuni peringkat tiga klasemen sementara La Liga dengan koleksi 10 angka. Kerugian akibat cederanya Messi bukan hanya dialami oleh Barcelona. Negera tempat asalnya, yakni Argentina juga dipastikan tidak akan diperkuat pemain 29 tahun tersebut. Bagi sang pelatih, Edgardo Bauza, menegaskan cedera Messi juga menjadi pukulan berat bagi Timnas Argentina. Pasalnya, Argentina akan kembali berlaga di ajang kualifikasi Piala Dunia 2018 Zona Conmebol. Pertandingan pertama, Albiceleste akan bertemu Peru pada 7 Oktober 2016, dan menjamu Paraguay lima hari berselang. (kmb33/rtr)

Pierce, Garnett berhasil menjadi motor pembangkit kemenangan. Boston Celtics merobohkan tembok kokoh seteru abadinya. Garnett dkk., keluar sebagai juara sekaligus melengkapi gelar ke-17 untuk Celtics. Pada 2012, sinyal-sinyal runtuhnya Big Three mulai terngiang. Ray Allen memutuskan pindah ke Miami Heat sementara Garnett tetap di Boston. Akan tetapi, pada 2013 Garnett bersama Pierce memutuskan keluar dan bermain bersama Brooklyn Nets. Sayangnya performa Garnett di sana tidak sebagus di tim-tim sebelumnya. Sebentar di Nets, Garnett lantas pulang ke Timberwolves. Si Bocah rupanya kembali ketika usianya tidak muda lagi. Kini ia berubah menjadi seorang mentor untuk anak-anak muda Timberwolves. Mr. Garnett menjadi sebutan lain dirinya. Garnett lewat akun Instagram miliknya mengumumkan pensiun, Sabtu (24/9) kemarin. Pengumuman itu menyusul keputusan Kobe Bryant dan Tim Duncan yang lebih dulu berhenti. Perjalanan Si Bocah rupanya selesai di sini. Ia menutup kariernya dengan membukukan rata-rata 17,8 poin, 10 rebound, 3,7 assist, 1,4 blok, dan 1,3 steal. (kmb33/rtr)

GOL - Pierre Emerick Aubameyang mencetak gol pertama bagi Dortmund.

BPM/rtr

Peluang juga didapat Piszczek lima menit kemudian. Dia melepaskan tembakan dari depan kotak penalti, tapi masih sedikit melebar setelah mengenai pemain lawan. Dortmund akhirnya memecahkan kebuntuan pada menit ke-45 melalui gol Aubameyang. Gol ini berawal dari umpan Mario Goetze kepada Ousmane Dembele. Dembele lalu melakukan penetrasi di kotak penalti dan mengirimkan umpan silang mendatar. Aubameyang yang tak terkawal di tiang jauh sukses mencocor bola ke dalam gawang. Tak berselang lama setelah gol Aubameyang, babak pertama berakhir dengan skor 1-0 untuk keunggulan Dortmund. Dortmund menambah keunggulannya menjadi 2-0 pada menit ke-53 setelah Piszczek menjebol gawang Freiburg. Piszczek naik membantu serangan dan menyambar bola liar di kotak penalti Freiburg untuk mencatatkan namanya di papan skor. Freiburg menipiskan ketertinggalannya menjadi 1-2 berkat gol Philipp pada menit ke-60. Memanfaatkan umpan dari Janik Haberer,

Philipp lolos dari adangan bek Dortmund dan langsung berhadapan dengan kiper Roman Buerki. Dia dengan tenang mengirimkan bola ke tiang jauh untuk mengoyak gawang Dortmund. Aubameyang punya peluang untuk mencetak gol ketiga Dortmund pada menit ke-75. Dia lolos ke kotak penalti dan mencoba memperdaya Schwolow. Namun Schwolow berhasil menutup ruang tembaknya sehingga penyelesaian Aubameyang cuma melebar. Guerreiro yang masuk sebagai pemain pengganti memantapkan kemenangan Dortmund saat injury time memasuki menit pertama. Dia memaksimalkan kerja sama antara Aubameyang dan Gonzalo Castro untuk mencetak gol lewat tembakan kaki kirinya. Kemenangan ini mengangkat posisi Dortmund ke urutan kedua di klasemen sementara dengan 12 poin dari lima laga. Mereka cuma kalah selisih gol dari Bayern Munich yang memuncaki klasemen. Namun Bayern baru bermain empat kali. Freiburg duduk di posisi kesembilan dengan enam poin. (kmb33/ap)

Kado Ultah Ke-40 Totti

Roma – Menjelang perayaan ulang tahun ke-40, Francesco Totti membuktikan kalau dirinya masih amat penting untuk AS Roma. Kalau boleh berandai-andai, kado apa yang pantas untuk sang Pangeran Roma di usianya yang baru? Di usianya yang sudah tak lagi muda, Totti masih dapat tempat dalam tim Roma. Memang dia tidak lagi tampil penuh dalam laga-laga yang dilakoni I Lupi. Totti mulai rutin menjadi pemain cadangan. Namun Totti masih bisa membuktikan kalau dirinya mempunyai peran penting dalam situasi genting Roma. Statistik mencatat, Totti membuat satu gol dan dua assist dalam tiga laga yang dilakoninya musim ini. Umpan-umpannya masih cukup akurat dengan persentase sampai 77 persen. Statistik itu sudah jauh menurun ketimbang saat Totti masih berusia muda. Catatancatatan lebih bagus dibuatnya kala itu. Maka, tak mengherankan banyak yang berharap usia Totti tak bertambah. Termasuk pelatih Roma Luciano Spaletti, mantan pelatih yang saat mereka bersamasama di Roma berhasil meraih Scudetto pada musim 2000/2001 Fabio Capello, dan mantan pemain Roma yang kini menangani AC Milan Vincenzo Montella. “Saya akan memberi dia mesin waktu deLorean yang ada di film Back to the Future,” kata Spaletti, Sabtu (24/9) kemarin. “Saya ingin memberikan kemudaan kepada Totti agar kami bisa menyaksikan kemampuan terbaiknya di sepak bola,” kata Capello. “Saya ingin dia mendapatkan kontrak dua tahun lagi. Karena dia masih bisa bersenang-senang di atas lapangan dan menggerakkan fans,” tutur Montella. “Sebuah mesin waktu cukup layak buat dia agar kami bisa menikmati penampilan dia di atas lapangan 20 tahun lagi,” ucap Morgan de Sanctis, mantan pemain Roma yang kini ada di AS Monaco. Legenda Roma, Bruno Conti, juga mempunyai kado istimewa buat Totti. “Saya akan memberikan sebuah museum di camp Trigoria karena dia telah membawa tim kami dikenal di seluruh dunia,” ucap dia. (kmb33/ap)

Francesco Totti

BPM/ap


Minggu Pon, 25 September 2016 Perolehan Sementara Medali PON XIX/2016 Jawa Barat No Provinsi Emas P erak 1. Jawa Barat 136 77 2. Jawa Timur 82 84 3. DKI Jakarta 76 80 4. Jawa Tengah 15 28 5. Sumatra Utara 14 12 6. Papua 12 9 7. Riau 9 20 8. Bali 9 14 9. Kaltim 7 14 10. Sulsel 7 13

Perunggu Total 92 305 74 240 74 230 45 88 20 46 15 36 12 41 20 43 32 53 12 32

Petinju Bali Berpeluang ke Final Bandung (Bali Post)Pelatih tim tinju PON Bali Julianus Leo Bunga, mengakui peluang ketiga asuhannya untuk meraih kemenangan masih dikatakan fifty-fifty saat melakoni babak semifinal di PON XIX/2016, Jabar di GSG Tinju Pelabuhan Ratu, Bandung, Jawa Barat, Minggu (25/9) ini. “Peluang ketiga petinju Bali lolos ke final masih fifty-fifty. Karena ini sudah memasuki semifinal, dipastikan pertarungan bakal semakin tetat,” ungkap Julianus Leo Bunga. Julianus mengatakan, meski peluang sama akan tetapi dirinya tetap optimis asuhannya bisa menumbangkan lawanlawannya nanti, agar bisa mengamankan tiket ke final. “Kalau Kornelis saya rasa dengan pengalaman dan jam terbang yang dimiliki di level nasional dan internasional, peluangnya paling besar ke final,’’ ucapnya. Sementara untuk Valen dan Gregorius juga masih berpeluang merebut tiket ke partai puncak. Namun lawan Gregorius cukup tangguh, mengingat Papendang asal Papua kualitasnya sangat bagus. Karena dia jam terbangnya masih di atas Gregorius. Meski begitu, dirinya yakin ketiganya bakal bermain all out demi raihan tiket ke partai puncak. Dimana di partai semifinal, Minggu (25/9) ini Kornelis Kwangulangu di kelas layang 48 kg, akan berhadapan dengan Wawan Darmawan (Maluku Utara), Valentinus Nahak (layang ringan 46 kg) akan berhadapan dengan Rocep Souhoka (Maluku). (kmb41)

Ucil Start Terdepan di Kelas 150 cc

Bandung (Bali Post)Pembalap PON Bali I Gede Arya Kurniawan alias Ucil, bakal melakoni start pertama (pole position) di kelas 150 cc perorangan di PON XIX/2016, Jabar, di Sirkuit Bukit Peusar, Tasikmalaya, Bandung, Jawa Barat, Minggu (25/9) ini. Ucil meraih grid start terdepan di final race, usai mencatat waktu tercepat di sesi kualifikasi yakni 1.06.941s, diposisi kedua akan ditempati Rafid Topan Sucipto DKI Jakarta (1.07.123s), dan srart ketiga di tempati Anggi Permana Jawa Barat (1.07.129s). Sementara di kelas 150 cc beregu bakal mengawali start di posisi ke 15 dan 19. Sedangkan di kelas 125 cc perorangan Yaassin Gabriel Amirullah Somma bakal memulai perlombaan di posisi ke-20. Ucil mengatakan, di final dirinya bakal berupaya tampil all out agar bisa juara untuk merebut medali emas. “Semua pembalap berpotensi menjadi juara. Sangat sulit untuk diprediksi. Tunggangan yang dipakai juga sama semua. Jadi tinggal berusaha semaksimal mungkin. Semoga bisa finis terdepan,” jelas Arya Kurniawan. (kmb41)

Delapan Taekwondoin Turun di Hari Pertama

Bandung (Bali Post)Sebanyak delapan taekwondoin PON Bali bakal berlaga di hari pertama cabor taekwondo dalam PON XIX/2016, Jabar, Minggu (25/9) ini di Gymnasiuam FPOK UPI, Bandung, Jawa Barat. Dimana sebanyak delapan atlet yang diturunkan, dengan mengikuti sebanyak 5 kelas yakni empat kelas di nomor poomsae mulai dari kelas individu putra/putri, dan beregu putra/putri. Dan satu kelas di Kyurugi dan satu kelas Kyorugi. Dimana atlet yang bermain di poomsae yakni Moh. Abdulrahman Wahyu di nomor individual putra, Najma Wirisundari (individual putri), Aditya Parasamnya Nugraha, Fahjri Sidqi, Ghilman Rajih (beregu putra), dan Najmi Wirisundari, Indriani Permatasari, dan Lisa Latifah (beregu putri). Sementara di kyorugi Argya Virangga under 63 kg putra. Manajer Tim Taekwondo PON Bali Tjhin Johannes mengatakan, kedelapan asuhannya dalam kondisi siap bertanding. “Semua atlet tidak ada masalah. Semuanya tinggal bertarung. Semoga atlet bisa meraih medali emas di hari pertama,” kata Johannes. Johannes menambahkan, pihaknya belum bisa memprediksi daerah mana saja yang bakal menjadi rival berat. Pasalnya, dengan perkembangan pembinaan yang dilakukan setiap provinsi, maka sangat sulit untuk berspekulasi daerah yang berat. (kmb41)

Piala Soeratin

Hanya 10 Pemain, Pro Kundalini dan Persada Menang

Mangupura (Bali Post)Kesebelasan Pro Kundalini dan Persada Jembrana hanya bermain dengan 10 pemain mampu menaklukkan lawanlawannya pada laga pembuka Piala Soeratin Provinsi Bali, Sabtu (24/9) kemarin. Di Grup A, Persada Jembrana sukses menundukkan PS Gianyar dengan skor 5-1, di Lapangan Yoga Perkanthi, Jimbaran, kemarin. Sejak menit ke-67, wasit Bagiarta mengusir pemain Persada Putu Adi Sanjaya. Kendati bermain dengan 10 pemain, Persada unggul lewat Fajar Fardi Saputra yang memborong tiga gol (hattrick) di menit ke-30, 37, dan 90. Sedangkan dua gol lagi yang membobol gawang Apriyatna, hasil bidikan Fahmi Rizal di menit ke-43, dan Putu Gede Vina Ardika di menit ke-47. PS Gianyar mampu mempertipis kekalahan melalui sontekan Mariawan di menit ke-56, yang memperdaya kiper Made Nova Adi. Hasil lainnya, di Grup B pemain Pro Kundalini Viyan diusir wasit Wildan di menit ke-30. Kendati bermain 10 pemain, pemain Pro Kundalini Rama memborong dua gol di menit ke-76, lewat tendangan spekulasi jarak jauh yang tak mampu dihalau kiper Tunas Muda Ubud, Komang Adi Tresna Putra. Rama kembali menjebol gawang Adi Tresna di menit ke-90, melalui aksi solo run yang melewati beberapa pemain belakang Tunas Muda. (022) Klasemen Grup A 1. Persada 2. PS Gianyar 3. Bali United 4. Perseden 5. Persibu

1 1 0 0 0

1 0 0 0 0

0 0 0 0 0

0 1 0 0 0

5-1 1-5 0-0 0-0 0-0

3 0 0 0 0

1 1 0 0 0

1 0 0 0 0

0 0 0 0 0

0 1 0 0 0

2-0 0-2 0-0 0-0 0-0

3 0 0 0 0

Grup B 1. Pro Kundalini 2. Tunas Muda 3. P. Tresna 4. Perst 5. PS Badung

Jadwal Minggu (25/9) Perst Tabanan vs Putra Tresna (Lap. Samudra) Bali United vs Perseden Denpasar (Lap. Yoga Perkanthi)

GELANGGANG

11

Atletik Tambah 1 Perak dan 1 Perunggu Bandung (Bali Post)-

Tim atletik PON Bali menambah raihan pundi-pundi medali bagi kontingen Bali di PON XIX/2016, Jabar. Pada hari ketiga yang berlangsung di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (24/9) kemarin tim atletik Bali meraih 1 medali perak dan 1 medali perunggu. Dengan tambahan dua medali kemarin, atletik Bali sudah mengoleksi 1 emas, 2 perak, dan 2 perunggu. Dimana 1 medali perak kemarin diraih oleh I Gusti Ayu Mardili Ningsih nomor lari 400 meter putri, usai membukukan waktu 55,16 detik dan perunggu juga diraih Bali lewat Dewi Ayu Agung Kurniayanti (55,55 detik). Dan medali emas direbut Sumatera Selatan (54,46 detik). Pelatih tim atletik PON Bali I Nyoman Suteja menjelaskan,

tambahan 1 medali perak dan 1 perunggu ini tetap diapresiasi. Meski belum mampu meraih emas di hari ketiga, namun 1 emas sudah dipecahkan lewat Maria Londa di nomor lompat jauh hari sebelumnya. “Memang belum mampu menambah raihan emas. Namun kami berharap ada tambahan emas pada Minggu (25/9) ini, di lompat

jangkit putri. Karena Maria Londa kembali akan turun. Semoga Maria dapat emas lagi,” harap Suteja sembari menyebutkan dirinya masih optimis Maria Londa kembali bisa meraih emas keduanya,” di nomor lompat jangkit putri juga masih jadi milik Londa. Semoga tidak ada hambatan dalam perlombaan nanti,” kata Suteja. (kmb41)

I Gusti Agung Putra Handayana

Kado Buat Ibu

KARATEKA I Gusti Agung Putra Handayana yakin benar doa sang bunda cukup ampuh. Bahkan sebelum bertolak ke PON, dia sampai mencium kaki ibunya. ‘’Saya yakin benar doa ibu luar biasa,’’ ucap karateka yang akrab disapa Gung Tra ini. Karena itu, Gung Tra yang merasa tak diperhitungkan lantaran terlambat gabung pemusatan latihan bersyukur meraih medali perunggu di kumite -67 kg. Karyawan BRI ini bangga sebab bisa menaklukkan Herga Yoga (Jatim) di ajang PON. ‘’Padahal saat Piala Kasad di Batam (2013) Herga pernah juara di Turki dan Paris, dan mengalahkan saya,’’ ungkap putra pertama pasangan Drs. I Gusti Agung Kusuma Astawa dengan Dra. AA Putri Aryani. Tiap kali menjelang turun berlaga di atas matras, Gung Tra senantiasa meminta doa restu sang ibu. ‘’Medali ini kado buat ibu, yang lahir 23 September 1965,’’ terang alumnus FH Unud ini. Hanya saat meladeni karateka tuan rumah Jabar Maruli Sibutar-Butar yang menyandang best of the best Piala Kasad 2016, dirinya merasa dikalahkan faktor nonteknis dan skornya 4-8. ‘’Pukulan saya

berkali-kali murni masuk, tetapi tidak dihitung poin,’’ keluh karateka kelahiran Denpasar, 19 November 1992. Prestasi gemilang Gung Tra pernah menyelamatkan muka Indonesia dan hanya

Bandung (Bali Post)Tim bola basket putri PON Bali gagal menyapu bersih kemenagan di laga ketiga, babak penyisihan terakhir di Grup Z, usai ditundukkan lawannya dari tim bola basket DKI Jakarta, dengan skor 30-47 di PON XIX/2016 Jabar, di GOR C-Tra Arena Bandung, Jawa Barat, Sabtu (24/9) kemarin. Dengan kekalahan ini, tim basket putri Bali harus puas menjadi runner up Grup Z, dan DKI juara grup. Dimana di babak perempatfinal Bali akan berjumpa Jawa Tengah (Jateng), Minggu (25/9) hari ini yang dimulai Pukul 08.00 WIB. Menurunkan pemain terbaiknya, seperti Pratita Citta, Fitria, Regita Pramesti, Olivia, pada kuarter pertama harus gagal meraih kemenangan usai tertinggal 9-11. Di kuarter kedua Bali harus kembali menelan kekalahan 16-27. Anak asuh dari Risdianto Ruslan itu di kuarter ketiga mencoba meladeni permaian dari DKI Jakarta, akan tetapi kembali gagal. Bali lagi-lagi harus tertinggal cukup jauh yakni 22-42. Dan dikuarter akhir Bali semakin tidak berdaya, sehingga harus mengakui ketangguhan DKI Jakarta dengan skor akhir 30-47. Ini merupakan kelalahan pertama di babak penyisihan, karena dua laga sebelumnya Bali mampu mangalahkan Kalimantan Timur di laga pembuka, dan menang atas Papua Barat di partai kedua. Pelatih Tim Basket Putri PON Bali, Risdianto Roeslan mengatakan, jika kekalahan timnya karena strategi permainan yang diterapkan tidak berjalan dengan baik. Selain itu, faktor mental pemain juga dirasa kurang bagus. Padahal sebelum laga anak asuhnya sudah percaya diri untuk melawan DKI Jakarta. (kmb41)

Tinton/Marsel Raih Perunggu

man/Rian Setiawan dengan skor 3-6. Selain itu, pebiliar Desak Raka Kasih Ariati melenggang ke semifinal, usai mengalahkan Nur Sukmawati (Jateng), di nomor bola-10 perorangan termasuk Yudarman/Desak Raka masih melaju di ganda campuran (mix). Ketua Pengprov POBSI Bal Njoo Daniel Dino Dinata berharap atlet Bali bisa menambah medali lagi. (022)

satu-satunya peraih emas pada POM ASEAN di Laos (2012). Kini mahasiswa Magister Kenotariatan Unwar ini menatap Porprov Bali (2017) untuk Denpasar, serta melatih di Dojo Campuhan Asri. (nel)

BPM/kmb41

Tim Cricket Putra-putri ke Semifinal

Bandung (Bali Post)Tim Criket Putra-Putri Bali di nomor twenty-twenty melaju ke semifinal, setelah dalam penyisihan terakhir kembali berhasil menundukkan lawan-lawannya, di Stadion Siliwangi, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (24/9) kemarin. Tim Cricket Putra Bali berhasil menyudahi DKI Jakarta dengan skor 105-104. Di bagian putri tim Cricket Bali menang telak dengan skor 142-68 melawan Jawa Tengah. Dengan kemenangan beruntun, Tim Criket putraputri Bali berhasil menyabet status juara pul Pelatih Cricket Bali, yang juga Ketua Harian Cricket Pengprov Bali, Made Erawan, menjelaskan, di bagian putra tim cricket Bali hanya bermain sampai di over 18. Sebab, lawan lebih dulu menuntaskan sampai over 20 hanya mampu mengumpulkan skor 105. Sementara tim cricket

Bali masih menyisakan 2 over lagi. Dari sisi angka skor, sudah mampu mengejar lawan. Dari regulasi yang ada, tim cricket Bali tidak perlu melanjutkan pertandingan hingga over ke 20. Sebab, sampai over 18 saja sudah mencapai skor 104. “Satu over itu dapat 6 bola. Jika dua over tersisa berarti 12 bola. Dan, hitungan 104-105 itu sudah dinyatakan mampu mengejar lawan. Karena Bali sifatnya turun kedua sebagai pengejar. Hingga pertandingan dihentikan untuk kemenangan Bali,” kata Erawan. Dari jadwal yang ada, untuk semifinal putri akan bertanding Minggu (25/9) ini. Namun lawannya masih menunggu antara Kaltim dan Sulsel yang masih bertanding. Begitu juga di bagian putra di semifinal pada Senin (26/9) mendatang masih menunggu lawan antara Jabar dan NTT. (kmb41)

Bandung (Bali Post)Atlet panjat tebing putri PON Bali Nadia Putri Virgita di nomor bouldering putri melaju ke babak final, Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 Jabar, di Cikole Lembang, Bandung Jawa Barat, Sabtu (24/9) kemarin. Dimana partai final akan dilaksanakan, Minggu (25/9) ini di tempat yang sama. Pelatih panjat tebing tim

PON Bali Suhardi Eka Prasetya di Bandung, Sabtu (24/9) kemarin berharap di partai final nanti asuhannya mampu menunjukkan penampilan terbaiknya. Pasalnya, persaingan di partai puncak sangat ketat sekali. “Rival berat dari Jawa Timur dan Kalimantan Timur. Semoga Nadia bisa meraih emas,” harap Suhardi. (kmb41)

Nadia ke Final

Basket Bali Ditundukkan DKI

Bandung(BalI Post)Pebiliar Johanes Tinton yang berpasangan dengan Made Marsel Tirta berhasil meraih medali perunggu di nomor ganda bola-8, (double eight ball) di ajang PON XIX, di Gelora Manggala Siliwangi, Bandung, Jabar, Jumat (23/9) lalu. Di semifinal langkah Tinton/Marsel terhenti setelah dikalahkan ganda tuan tumah Jabar Jimmy Jus-

I Gusti Ayu Mardili Ningsih


LAGA

12

Minggu Pon, 25 September 2016

Serena Siap Tampil di Singapura New York – Mantan ratu tenis Serena Williams terpaksa melewatkan dua turnamen di depan, Wuhan dan China Terbuka. Tapi Serena berencana comeback di WTA Finals Singapura.Serena sesungguhnya dijadwalkan tampil di Wuhan Terbuka pada 25 September - 1 Oktober dan China Terbuka di Beijing pada 3 - 9 Oktober. Soalnya, petenis Amerika Serikat berusia 34 tahun itu masih menjalani pemulihan cedera bahu. Namun demikian, Serena yang sudah lolos ke turnamen akhir tahun di Singapura akan mencoba untuk tampil setelah sempat absen di 2015. Selama kariernya, adik kandung Venus Williams ini sudah menjuarai turnamen itu lima kali terbanyak kedua setelah petenis legendaris Martina Navratilova (8). “Aku kecewa tidak bisa bermain di Wuhan Terbuka atau China Terbuka,

karena masalah di bahu kananku,” ucap Serena dalam pernyataan resmi, Sabtu (24/9) kemarin. “Selama ini aku sudah berlatih dan bermain, tapi bahuku masih belum siap untuk bermain di turnamen. Aku mengharapkan turnamen-turnamen itu akan berjalan sukses dan aku yakin fans akan menikmati banyak pertandingan tenis yang hebat. Aku fokus untuk siap bermain

di WTA Finals di Singapura,” imbuh peraih 22 titel Grand Slam ini. Pada tahun ini, Serena hanya bermain di delapan turnamen yang paling sedikit dalam semusim sejak kembali dari cedera pada 2011. Dia memenangi dua titel di Roma dan Wimbledon, serta menjadi runner-up tiga kali di Australia Terbuka (kalah dari Kerber d i final], I nd ian Wells (kalah dari Victoria

Azarenka di final), dan Prancis Terbuka (kalah dari Garbine Muguruza di final). Serena sudah berhasil menyamai titel Grand Slam Steffi Graf. Tapi sang pelatih percaya Serena bisa membuat pencapaian yang jauh lebih besar. Petenis Amerika Serikat itu sejajar dengan Graf setelah mendapatkan trofi Grand Slam ke-22 di Wimbledon 2016. Ini artinya, Serena tinggal berjarak dua titel dari legenda Australia, Margaret Court yang memegang rekor gelar juara Grand Slam terbanyak dalam sejarah tenis putri. Usia Serena akan men-

jadi 35 tahun pada 26 September nanti. Meski begitu, Serena masih sangat kompetitif melawan para pesaingnya yang jauh lebih muda dari dia. Pelatih Serena, Patrick Mouratoglou optimistis anak didiknya itu berpotensi mampu melakukan sesuatu yang tidak bisa dicapai petenis manapun. “Saya mengerti orang-orang sangat fokus pada titel ke23 Grand Slam, tapi saya lebih fokus pada titel ke30,” ujar Mouratoglou. “Kenapa tidak menargetkan sebuah rekor yang tidak akan pernah bisa dikalahkan dalam sejarah? Saya pikir dia mampu,” imbuhnya. (kmb33/rtr)

Serena Williams

BPM/ap


Sastra

Redité Pon, 25 September 2016

I Kaki Dengkil

Katungkajana Rupa

PAKIBEH jagaté setata obah, sampun gamané asapunika. Solah manusané sayan sué sayan sutsut, sampun pamarginé asapunika. Guminé nyansan ngawayahang, keneh jlemané nyansan nyusutang, nyansan ngliunang, nyansan ngobetang. Usan nangkil ka Pura Sakenan, I Kaki Dengkil mobos ngaonin pianak cucunné. I Doglagan nikaina nyerepang antuk reramané. Nanging sampun ilehina jabaan pura tur dangin purané kantos kadérékan warungé, naler ka kapéné, nénten panggihina Kakinné. Sesampuné kenyel nyerepang, I Doglagan mawali ka wantilan genah rerama tur kulawargané saking Tepisiring ngantosang. Durung polih masandekan, I Dengkil reramané sampun matakén: “Encén Kakiné Dé...? Suba tepuk? Patuh daya né? Orahin maseserep, lautan ditu ngoyot bir?” I Dengkil mandrékin pianaké I Doglagan santukan nénten prasida makta kakinné jagi ajaka mantuk ka Tepisiring. Sampun kantos soré ngantosang, I Kaki Dengkil durung panggihina. I Doglagan kantos ngeris masaré, tis pisan masaré ring Wantilan Pura Sakénané. Sayongé kesir-kesir rauh saking pasisi Pulau Serangané sané sampun maurug, maréklamasi. Asapunika naler sané siosan. Wénten naler sané klincak-klincak macecingak sambilanga numbas ikuh pai jagi anggéna nulak désti. Gantunga ring obag-obag angkul-angkulé. Suaran jangkriké sampun pakrikkrik, ainé sampun engseb ring ba dauh. Mangkin sampun sandikala, I Dengkil sareng wargi Tepisiringé sané siosan sampun uyang. Ibuk santukan jagi kawengian rauh ring Tepisiring. Wénten sané ngibukang sampinné durung neda, wénten sané ngibukang bawinné pakruék durung neda. Naler wénten sané ngibukang jelananné durung makancing. Ibuk wantah nyanan kamalingan. I Doglagan lek pisan antuka ring kawéntenané puniki. I Kaki Dengkil ngawinang kawéntenané sakadi puniki. Kija minab Ipun mengkeb? Pastika Ipun nénten simpang ring kapéné sané wénten irika. Napi Ipun engkebang mamedi? Sinah nénten, sampunang kayunanga jagi asapunika. Méh-meh sorohan mamediné punika sané dakepa antuk I Kaki Dengkil anggéna plalian. Ngaksinin wargi Tepisiringé sampun pakrimik sakadi punika mangda gelis mamargi mantuk, I Doglagan matari ring reramané. Jejeh nyanan jagi démona antuk wargi Tepisiringé sakadi démo tolak reklamasiné. Puniki baos I Doglagané ring reramané: “Bapa, puniki sampun wengi. Kaonin manten I Kaki. Wantah asapuniki, sinah I Kaki wénten rereha. Sakadi Manis Kuningané sané lintang, I Kaki nénten sareng mantuk ka Tepisiring.” Asapunika I Doglagan matari nganggén basa alus mangda nénten uningina antuk warginé sané siosan. Inggih, sané mangkin katah wargi Tepisiringé nénten uning basa alus. Sapunapi minab sané ngawanang. I Dengkil mingmang, napi jagi kaonina I Kaki Dengkil utawi jagi antosanga. Ukuha jagi antosanga. Nanging I Doglagan nganikaang ring reramané wantah antosang iriki, méh-méh Ipun jagi ical. “Cara tusing nawang I Kaki dogén Bapa. Depinang suba ia malali, kija ja kenehné. Akepéhan clebingkah tiang tusing pesan sangsaya I Kaki ilang. Antosang dogén di Tepisiring. Buin mani utawi buin poan sinah ia suba jumah, paling embet buin petang dina suba teked di Tepisiring.” I Doglagan mabaos asapunika sambilanga maid reramané sané klingang-klingeng nénten nué kanda ka montoré. Wargi Tepisiringé sané siosan saling pliwat ka montoré santukan sampun meled pisan mangda gelis mantuk. Indik I Kaki Dengkil? Ipun sampun sué polih klincak-klincak ngiwasin kawéntenané ring Kuthanegara. Mangkin ipun mategtegan ring bongkol taru celaginé sakadi sampun makudangkudang warsa kardina. “Kondén masané anaké mamalih Sang Angawarat, suba paclebus anaké masang baliho. Ngenah pesan kenehné lakar nanjaang raga apang mapalih. Kondén buin ané mengkebmengkeb ngalih KTP, nagih dukungan,” I Kaki Dengkil ngrémon asapunika ngamanahang kawéntenané ring Kuthanagara. Nénten kamanten balihoné pasléngkat panggihina, naler baos warginé pakrimik maosang sapusira jagi kapalih pungkuran. Sapunapi minab sané ngawinang I Kaki Dengkil lali sareng-sareng nangkil ka Pura Sakénan sareng Wargi Tepisiringé. Naler sapunapi sané ngawinang mangkin Ipun matungked bancang ring ajeng Monumen Puputan Badungé. Raris ipun mabaos: “Makasami jatmané punika katungkajana rupa! Ngenehang kuasa kamanten, jatma corah punika. Sapunapi antuk mangkin Cokorda Déwata? Sapunapi antuk mencanén jatma sakadi punika?” Asapunika I Kaki Dengkil ngupet-upet sakadi wénten iringa masadok. Kocap semu anaké sané panggihina makenyem ring balihoné punika nyiriang jatma katungkajana buddi. Sampun kanten manahné corah, ngetung sugih kamanten. Asapunika I Kaki Dengkil lali wawu usan nangkil mabhakti ring Pura Sakenan. Sagét mangkin ngwilangin jatma katungkajana rupa. (Jelantik)

Titiang Nunas Sugra Ratu Dayu I Madé Suarsa

KADI geni sinambehin minyak, angabar-abar kroda kabrahmantian menggah pidukan Ida Peranda Istri Agung tatas lemah agengé punika, lipia rambut maprucut, lali sampun lingsir, sampun paragayan sulinggih, wastu lascarya medalang baos nénten patut medal saking cangkem sang sampun paragayan dwijati, majeng ring Ida Ayu Kemenuh Asih, malingkuh mamekul sapuh ring natar gria kasenggeg olih Anaké Lingsir. Anaké Alit kisah-kisah nénten nyidayang matangi antuk sat tan paprana, sungkan-sungkanan, banget kluén saraina nénten keni napi-napi. Panyingakané cekok, lesu enduk, léngkong, nengneng panyurian Anaké Lingsir nyemporong kadi surya kembar, sat Durga Déwi ayat nadah Ida Ayu Kemenuh Asih sané pecak embas Ida, mangkin nyukserahang angga yata kasédayang sapisanan, mapan rumasa ageng dosa kurang pati. “Iiiiiihhh… nyén ngorin Iba mai. Apa alih Iba mai buin aaah-

hh…??? Bani-bani Nyai ngenjek umahi Cangé. Magediiii..!!!” Anaké Lingsir nundung nudingnuding telenging lelata Anaké Alit layu dudus, tan sida nangis tan sida mabaos, tan bina sakadi asu berig gudig berung, mrika-mriki katundung. Pasliab kadi tubuané ugug sadaging gria, saking panyeroan, parekan, kantos Ida Peranda Lanang ngatabtab matangi miragiang Ida Peranda Istri kadi karauhan, kasurupan. Ni Koti, panyeroan tadtadan gelis nyaup nyangkol Anaké Alit sané pecak peting-peting emban Ipun saking alit. Katangiang sambilang Ipun ngeling sigsigan, ngusap-usap anggan Anaké Alit mauyakan tain angsa unén-unén griané. “Aduh Ratu Dayu … kangen titiang. Nguda kadi puniki nasib Ratuné. Kari alit sampun manggihin duhkita ageng pisan. Dohdohang ragané Ratu. Ibu cokor Ratuné sedeng duka ten dados papas. Iring Ratu iring....” Ni Pasung ngelut cokor Ida Peranda Istri ngenduhang pidu-

13

kané, malinggih negtegang pikayun. “Ratu Peranda Istri… palehpalehang kayuné Ratu. Yadiastun sapunapiang, Ida tetep Ratu Peranda madué okané, madrué warihé. Paleh-paleh Ratu, palehpalehang kayuné…!” “Nyai milu-milu masé. Tengilan baan Nyainé!” “Meneng Ratu meneng, nunas ica titiang…!” Ida Peranda Lanang meneng nyentaeng kadi togog, nénten sida mabaos, napi malih malaksana, sakémawon toyan panoné deres nrebes, nyihnayang pikayunané nyag-nyug osek duhkita, mawali ngranjing ka pamreman, nangis mamelas jroning arsa. “Yuuuuu… Yu….” Tatas lemah agengé punika, kahanan Gria Sukahatiné bina kayéng dangu. Nitiasa enduh, nembé gresiuh. Mawiwit okan Ida Peranda pinih duur Ida Ayu Kemenuh Asih ngapang-apang tan panantara sagét napak ring gria, nylibsib sadoh-doh jagat tatas lemah ageng korék-korék nyapuh natar, kacingak olih Ida Peranda Istri Agung. Kasujatiné Ida Ayu Kemenuh Asih sampun napak ring gria tengah latri tatkala sadaging gria sami leplep sirep. Asu I Sémpol kémaon nyogroh-nyogroh, nanging digelis klangas-klingus kutalkatil sesampun tlektek antuka, sané kakongkong gaal-gaal punika sang setata sawai-wai ngicén Ipun tetadan riin. Sawengian Ida Ayu sirep sareng asu ring ambén balé gedé. Sakadi malih kabitbit sungkan kayun Anaké Lingsir sakantun walaka ayat madwijati wawu semester satu Fakultas Sastra Unwar, Ida Ayu Kemenuh Asih késah tan papamit ninggal gria marabian. Maweweh sungkan kayuné, Anaké Alit nyerod mapati wangi. Tambis séda nyungkan kayun, aget sida maleh-maleh pikayunan, minabko sampun titah, pailehan pamargin Anaké Alit sakadi punika. Sakantun anom, Ida Ayu luihing listuhayu. Carma putih kedas, langsing lanjar, panyingakan celing, lambé barak, mangédanin, tak siki kalih anak lanang ngingkrek nguberin. Takut kariinin, Gedé Murjana ngriinin. Mameteng pinaka jayanti, mandung Anaké Alit polos pepojolan, sekar wawu mekar, durung jangkep ring sesana parikramaning wang adampati alaki rabi, durung cacep tetangkep dados Ratuning kaluwarga. Akidik tan timpang sesanti, sang dampati wantah raja dan ratu sehari. Saraina, sawuku, Gedé Murjana sida nyaruang kraman Ida Ayu polos pepojolan ten uning mapléngkasan, pragat natakin tangan. Nincap asasih tigang sasih, ngawit nyelsel Gedé Murjana sakulawarga madrebé mantu Dayu tan ngambel swagina. Dayu sayan layu, taksu nyerod, carma

“Iring naké bin ka gria!” “Pang wénten temah pisuh Tu malih? Ten madalem-dalem Anak Alit. Apa kadén.” “?” “Sampunang éling-élingan malih. Kan Ratu sampun nundung Ida?” “?” Yata sategeh Mahaméru dukané ring oka, yata telas kadirasa iwang singsalé kawawa olih oka, sayang biang ring sang sapawayang, sayang biang ring woh waduk goa garba nénten ical ilang. Ketah, pariselselé setata telat, sang dwijatiké sapisanan, kadi pariselsel Peranda Istri Agung, nemah misuh nundung oka padidi. Aget Bapa Malén gelis ngingsirang Anaké Alit, yén ten kénten méh ngemasin séda Ida nyungkan kayun kanistayang biang padidi. Sat kasungsung sunggi Ida Ayu Kemenuh Asih ring pondok Bapa Malén. Jemet matetanduran ring sawah tegal sareng Putu Parwata, pianak sabatun buluan Bapa Malén-Nini Sotér. Witing tresno jalaran soko kulino, kacunduk magubugan saraina-raina, wastu tumbuh tresna purusa-pradana, matemahan amrih dampati lelangon lelana. Yadiastun Anaké Lingsir nénten tedun, utusan Ida nyaksiang sat ngicénin pamargi becik pawidiwidanan Putu Parwata-Ida Ayu Kemenuh Asih. “Putu…” “Kénkén Pa…?” “Yadian Ida suba nyerod, suba somah Putu, Ida tetep Ida Ayu. Tusing dadi caah-cauh ngraos, ngéndah pélag malaksana. Sorsinggihé tetep majalan. Tetep alus matur ring Ida. Ngerti…?” “Nggih Pa, tiang ngerti.” Sami tusta lega lila. Anaké alit mawali sakadi jati mula. Taksu, listuhayu Ida Ayu pecak malayu, mekaré layu tan pabayu, mangkin mawantun mawantu-wantu angahayu-hayu. Sat menang makudang-kudang siyu. Putu Parwata makalihan jroning kamar sampun kuyu. Rasa siwa-sisia Putu Parwata kekeh kukuh kadi kayu, nénten purun angreremih rayu Ida Ayu, wastu anaké istri ngriinin nyinahang laut nyukserahang bahu, susu, lan madia rengkiang sagondo layu. “Beli Putu?” “Titiang?” “Nguda bengong? Nyesel Beli ngantén ajak tiang?” “Ten Ratu Dayu, ten.” “Tiang sing nu Dayu. Tiang somah Beli. Lautang Beli!!” “Ten purun titiang Ratu Dayu.” “Nguda sing? Néh tingalin tiang luglig. Ayo!” “Dados?” “Dadiiii….” “Yén kénten” “Kénkén….?” “Titiang nunas sugra Ratu Dayu….” ***

dekil, panyingakan cekok, kéris, sungkan-sungkanan, ngajeng ngedap sepra, kapuikin somah matua, kabatbat aya katekaning treh kabrahmanidané. “Ulat jegég, sakéwala tusing bisa ngelud. Jegégé to amah. Dayu apa kéné?”. Sawarsa, nénten sida malih anaké alit nanggehang sungkan kayun, kalunta-lunta jroning hawan mawali ka gria tengah latri. Mapikayun nunas pangenduh Bibi Aji, alih-alih polih, malah sat dobel nyungkan kayun, kanistayang jelékin ring panyeroan olih sang ngembas duké riin. Tan raina tan wengi Anaké Alit kadi kaborbor ring kawah gohmuka. Sadaging gria nénten purun nambakin Peranda Istri. Napi malih parekan panyeroan, Peranda Lanang ten purun, yata pikayunané makeping macaping-caping. Ping kalih ping tiga, mrasidayang Bapa Malén, panjak tadtadan kasayangan gria, mendep ngaton Peranda Istri nemah misuh Anaké Alit, nganistayang warih padidi. Risampun ping pat, Bapa Malén jengah, nyangkuak sapuh ring tangan Peranda Istri sané ayat katigtigang ring Anaké Alit. Mua lan paningalané baag biing, nyeleg, nungked bangkiang, nengkik Peranda Istri. “Meneng dumun…!!! Ratu Peranda puruné ring Anak Alit. Yén Ratu jakti wisésa, niki titiang tigtig, saking dija, durusang!” Bapa Malén glindang-glindeng, nungked bangkiang sakadi nangtang ngrumuk sinambi ngabih Anaké Alit. Peranda Lanang-Istri, Putra-putra, cutet sadaging gria katekaning asu, angsa, ayam, paksi, kékér bekisar maplengek kadi Délem pangsegang. Ten wénten purun maliat. “Wawu titiang nengil-nengil, sampunang Ratu macem-macem. Becikang nyuryanin! Sira Ida niki? Warih Ratu. Lali? Ratu ngembas kémanten, titiang meting-meting saking alit. Disampuné duur sahasa ngobat-abit nganistayang pisan, laguté Ida nyerod. Yan kari kadi puniki, cutet titiang mapamit saking gria. Nyak kénkén nyak tuara, pang benyah malih. Ratu Dayu, iring ring pondok titiang malinggih. Napi yasang Ratu di gria, Aji-Biang sampun ten suéca?” Bapa Malén pecak pangiring Ida Peranda Lebar. Andelandel gria, lekad Wrehaspati Kliwon tengah lemeng, kajerihin désti wong ugig. Tabeng wijang, ngadug-adug ring gria ten takut. Bapa Malén wantah amekul ring Ida Peranda sampun lebar riin. Ketah, sabilang gria, puri, wénten tumbuh wang jero, gria ugal-agul kadi punika. Pirang sasi kunang latri. *** “Kénkén Dayu Laén?” “Ten kénkén. Ida sampun mentil mangkin.”

Saking Langit Bali

Aswamédha Parwa

Genah Sang Maha Utama

Nyoman lan Ketut

Olih : I K. Satria, S.Ag MIRENGANG pitakén sané becik sakadi asapunika, raris Ida Brahmana Lanang nglanturang nyatuayang. “Nénten wénten sané mapasahan kawéntenané irika Adi. Ring genahidané wantah sami ngawinang suka tur nglédangin pisan, sami sarwa becik, murub sakadi genah kasukané. Sami mapaiketan saha mautama tur nénten malih sida kabaosang indik kabecikané. Nénten wénten sané pinih ageng, asapunika taler nénten wénten sané pinih alit irika. Yéning baosang malih, nénten wénten genah sané tiosan sané becikan sareng genahé punika, punika mawinan kabaosang genah sané paripurna sané kapolihang majeng ring sang tapa yoga sané sampun pageh ring kahuripan. Sang sujana luwih turin suci, pramangkin pacang molihang kabecikan tur kautaman ring jagaté yéning sampun molihang panunggalan ring uripnyané. Ida nénten malih madué rasa sané takut ring kauripané, sami beburon miwah sané wénten nénten malih rumasa ajerih nampekin sang tapa punika. Yadiastun ring genahé punika pacang wénten pamralinan, sampun wénten pepitu taru ageng, pepitu wohwohan, taler pepitu kawéntenan atitiné karuntutin wénten pepitu genah ngelarang tapa brata miwah pepitu pamargi-pamargi ngelarang tapa brata. Punika mawinan wénten pepitu pamargi pabersihan miwah panyucian, kadi asapunika kawéntenan genah Brahmané. Yéning selehin, Brahma punika kapikayunin prasida kapikayunin, sakémaon sujatinnyané nénten prasida. Pepitu taru agengé punika wantah kawéntenan Panca Indria kasarengin kawéntenan pikayunan tur pangresepnyané. Woh-wohané punika wantah pinaka daging suka miwah kadukané sané mawit saking indria miwah pikayunan saha pangresepnyané. Pepitu atitiné punika wantah pinaka sifat saking indriané. Punika mawinan sané kapertama molihang woh-wohan suka kalawan duka wantah indriané. Sané kaniasayang sakadi genah matapa ring sor taruné sané ageng-ageng punika. Makapepitu pamarginé punika ngwetuang pepitu pamargin yoga sané wénten ring jagaté. Pepitu genah panyuciane punika wantah pinaka niyasa sané kapolihang yéning sami sané pepitu indriané punika sida kekasorang ring angga sarirané.” “Ring tengahing wana wénten taru sané mawoh miwah mabunga. wénten kekalih bungannyané sané pinih becik utawi miik pisan. Salanturnyané wénten bunga sané warninnyané becikbecik pisan saha miik pisan. Kekalih wénten taru sané bungannyané miwah kamiikannyané sané nénten prasida malih kaselehin olih Panca Indriané. Irika taler wénten agni sané sampurna pisan kawéntenannyané. Agniné punika sané becik pisan paiketannyané majeng ring kawéntenan Brahmané. Panca Indria wantah pinaka minyak sané ngendihang agniné punika. Pepitu pamargi nuju nunggalé punika wantah pinaka pamargi nuju kautaman tur panyucian saha sané pacang ngawinang galang tur sakadi madwijati kahuripané. Kabecikan woh-wohané wantah sané

pacang sida katunas saha kaleganin olih indriané punika. Wénten taler genah sané tiosan pinaka genah para Rsiné molihang kautaman. Sesampuné para Rsi molihang kautaman saha galang ring pikayunan raris wénten malih kaksiang sané pinih becik kawéntenannyané, punika wantah pikayunan sané pradnyan saha tarunnyané wantah sakatahing kautaman. Kalanggengan pikayun pinaka sekar miwah pala taruné sané ageng punika, mawit sangkaning kapradnyanan. Kaweruhané pinaka sarana genah utawi pondok ring tengahing alasé. Manah sané lega wantah pinaka toya, tur kasujanan sané pinaka surya sané prasida pacang nerangin. Kawéntenannyané tanpa wates sané ngawinang nénten malih wénten kaja, kangin, kelod, kauh... sami wantah sampun asah. Pepitu kawéntenan dedarine sané dahat becik pisan rupannyané wantah ngantosang saha pacang ngamargiang sakaluiring titah sané katunas olih sang sujanané punika, sami pacang sayaga nglédangin sang tapa. Irika sami wénten tur pacang ngawinang galang genahé punika. Kawéntenané punika wantah pinaka niyasa pepitu para Rsine sané mautama. Nganggén gelungan sané murub tur Ida Rsi Wasistha sané pinaka pamucuk saha ngicén kajayan. Galang sunaré miwah sangkaning kapradnyanan ngawinang sami pacang langgeng ring jagaté. Wénten tukad, gunung, miwah bukit-bukit sané medal sangkaning brahman. Ring patemon tukadé punika patut pisan ngelarang yadnya sané mautama, mangda prasida mapikolih.” “Ring genah-genahé punika para panditané ngelarang tapa brata mangda sida ngamolihang kautaman yadnya tur waranugrahan Ida Hyang Maha Agung. Sang sané sampun nénten malih ngayunin miwah éling saha lempas ring makasami indriané pacang sida nemuang kautamané punika. Jadma sané sampun sida asah ring kawéntenan suka kalawan dukané wantah sampun tatas ring pamargi nuju Brahmané. Punika mawinan sang wicaksana sané sampun putus nénten malih ngulatiang sané tiosan sajabaning ngruruh pamargin Brahman. Langgeng ring pikayunan wantah sané kautamayang tur ulatiang pisan kawéntenannyané. Sesampune punika, sami pikayunan miwah kama sané wénten mangda katujuang ring kawéntenan Brahmané punika, antuk pamarginé sakadi asapunika pacang prasida ngwetuang karahayuan. Kadi asapunika Adi, sang sujana sané sampun katuntun olih kautamané sané pacang prasida nemuang sané sujati punika. Sang wicaksana sané pacang nagingin kahuripannyané antuk pamargi-pamargi sané mawit saking piteket sastra saha setata nyujur kautaman malarapan antuk nyelehin sastra miwah kaweruhaan wantah sané pacang nemuang kautaman ring jagaté.” Kadi asapunika Ida Brahmana lanang ngandikain Ida Brahmana istri. (Masambung)

Man…dija jani Nyoman? enu ké Nyoman maan duman? galah nyalanang panumadian sawiréh keneh nyamané suba malénan Tut… enu ké ada Ketut? sawiréh Ketut paling kitut nyamané pada ngalih pamatut makejang jani satinut Nyoman lan Ketut nyansan punah ulian program pemerintah ané tawah di Bali program KB paling melah ngaénang krama Baliné nyansan telah Nyoman lan Ketut dija biin ngalih? Hyang Pitara jani pada sedih krama Baliné makejang dot sugih kanggoang ngelah pianak tuah kekalih I Nyoman Agus Sudipta


Kruna

14

Ketut Suyastra

Cerakén

Disiplin Siswa Patut Katincapang

Lengkara Punggelan geguritan puniki kaanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha.

PINAKA sinalih tunggil Kepala SMAN senior ring Denpasar, Ketut Suyastra setata angen tur sebet manggihin kawéntenan pendidikan déwasané mangkin napi malih ring indik nreptiang utawi nabdabang parikrama disiplin siswa. Kepala SMAN 3 Denpasar punika taler rumasa sebet pisan tatkala sekolah negeri sané kapucukin dané punika naenin kaucap kuno. Punika duaning ring sekolah sané wénten ring wewidangan Jalan Nusa Indah, Denpasar punika nénten nadosang siswané makta HP ka sekolah. Sané sayan ngawinang sebet duaning bebaosan “sekolah kuno” punika wantah kabaosang olih sinalih tunggil rerama siswané. Sujatinné Suyatra ngamargiang parikrama utawi tata-titi kadi asapunika duaning ngamanggihin HP sané kabakta ka sekolah akéhan ngamedalang pikolih sanékaon katimbang pikolih sané becik. Sangkaning punika tatatiti inucap kamargiang taler kadagingin antuk sanksi ipun. “ T a n kapineh antuk tiang napi mawinan rerama siswa inucap mabaosan

Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti

msСmmã*,

Mas Kumambang 16.ps)m)\n/, Pasemengan, gumnÓihids*edwi,

gumanti Ida Sang Déwi, mi2hnßturn/, milehan maturan, r&k)mulmßinkdi,

ring Kemulan minakadi, \)rrisÐd2méw. ngeraris ka Dalem Jawa. 17.epêodln/, Piodalan, Ktu(r&v~kwi, katur ring Bhatara Kawi,

sekolah siosan. Yadiastun akéh pisan tata-titi utawi peraturan sané nénten dados kalémpasin olih siswa, nanging SMAN 3 Denpasar utawi sané ketah kasambat “Trisma” punika setata kasenengin olih pianak penggedé utawi pejabat, tokoh utawi pamucuk ring pakraman taler para krama pangutsaha sané nelebang disiplin becik ring kulawarga ipunné. “Nénten iwang para panglingsiré maosang, méweh pisan nyagra kawéntenan sané sampun becik punika. Duaning pariindikan punika nénten wantah jagi kagulgul saking sisi kémanten nanging taler jagi kagulgul saking tengah,” baos kurenan saking Ni Luh Komang Darwati. Sios punika bapak saking I Wayan Adi Mahardika miwah Ni Nengah Adnyani sané ngawitin parikrama dados guru inggih punika ring peplajahan Sejarah ngawit saking pinanggal 1 Maret 1985 punika rumasa bangga duaning siswa-siswi dané akéh ngamolihang prestasi ring indik akademis, seni wiadin olahraga. Punika wantah sangkaning disiplin sané katelebang majanten ngawinang prestasi sané kapolihang siswa-siswine sayan becik. Dané taler patut pisan kasengguh dados “Kakiang Guru” duaning nénten akidik siswa-siswi punika wantah pianak utawi oka saking siswa-siswi dané sané dumun. Tatkala katakénin indik iur gatra siswa nénten kadadosang makta HP ka sekolah puniki, Suyastra makenyem kidik tur ngumpamayang indik punika sakadi krama sané sampun keni Narkoba. Yéning sampun kaliput sinah méweh pisan ngeléb. Asapunika taler indik HP majeng ring siswa sané sampun ketah makta ka sekolah, sinah karasayang méweh pisan tatkala mangkin kanikain mangda ngenahang ring jero utawi umah soang-soang. Mabinayan sareng ring SMAN 3 Denpasar, sangkaning sampun kauningin yéning makta HP ka sekolah punika nénten dados, sinah siswané makasami nénten wénten sané mrasa sungsut ring pikayunan ngeninin indik asapunika. (ast/wan)

Pangripta Lagu Maskot Kabupaten Karangasem

tegep bebantenan, s)syutßiw;pjti, sesayut miwah pajati, mniwk*p\Êsikn/. maniwakang pangresikan. 18.pduphn/, Padupaan, p)rsÀjumnæuti;kun&,

peras ajuman putih kuning, bnÓ)enÂútÓm, banten ne utama, hybnÞnuæursÙti, ayaban lan Saraswati, p)nsÓhenÓoyhz(.

penastaan toya anyar.

NELEBIN widang seni tarik suara mawit kantun alit ngawinang Gus Mang—sapunika anak lanang antuk aran panjang I Gusti Nyoman Ardhika Putra, S.Sn. ketah kasambat satios waged magending taler waged ngripta lagu. Makéh reriptan lagu sané sampun kamedalang, sané pinih ngawinang anggané bangga wantah lagu Maskot Kabupatén Karangasem antuk murda “Sekar Tunjung”. Lagu tiosan minakadi “Bakti Ring Rerama”, “TerunaTeruni Karangasem”, Lagu Hymne miwah Mars STIKes Wira Medika PPNI Bali, lagu Hymne miwah Mars SMAN 1 Sidemen-Karangasem. Satios lagu Bali, Gus Mang taler ngripta lagu mabasa Indonésia miwah mabasa Sasak-Lombok. “Lagu sané pinih ngawinang tiang bangga wantah lagu “Sekar Tunjung” sané kadadosang pinaka lagu Maskot Kabupatén Karangasem,” baos dané makenyem. Kabaosang, anggané nelebin

widang seni tarik suara sangkanging kasenengan miwah kabisan dané ring widang inucap. Daweg kantun alit, sangkaning jeron dané nampek sareng sekolahan, nyabran wénten murid sané magending dané pastika malaib ka sekolahan pacang nonton murid magending. Daweg punika, sané dados guru wantah rakan dané. Mawit irika dané sayan teleb ring widang seni tarik suara. “Sangkaning wénten kayun taler pinaka kasenengan, widang seni tarik suara pastika karasayang lewih dangan. Sawaliknyané, yéning nénten seneng pastika karasayang sukil,” baos pelatih vokal miwah dosen ring STIkes Wira Medika PPNI Bali puniki. Kawewehin malih, anggané nyarengin lomba magending mawit kelas II SD ring tingkat kecamatan. Salanturnyané, daweg SMA nyarengin Pentas Seni kantos kajudi dados Bintang Radio ka RRI Provinsi miwah Nasional. Satios

Isin Gumi Danu Tamblingan Kadadosang Taman Bunga miwah Taman Kupu-Kupu cian wewidangan irika. Objék wisata puniki patut kalimbakang ring kawasan inucap malarapan tetep ngemit kasucian danu. Kaaptiang, satios pemerintah, krama ring wewidangan irika taler mangda sayaga ngemit kaasrian miwah kasucian palemahan pamekasnyan` kasucian pura. Parindikan punika kabligbagang ring sajeroning acara Isin Gumi Radio Singaraja FM 92,0

Mhz raina Buda 21 September 2016 lintang. Nengah Sudi, Seririt Tiang cumpu pisan ring rerincikan becik punika. satios ngemit kasucian pura, rerincikan nganinin indik makarya taman bunga miwah taman kupu-kupu ring wewidangan Danu Tamblingan prasida ngwewehin

Kruna Basa Bali

AKSARA BALI

1.

adéng

1. hed*¾,

1. telur

2.

asri

2.

hsÉi,

2. indah

3.

biang

3.

bê*,

3. ibu

4.

bias

4.

bøys/,

4. pasir

5.

buron

5.

bueRÿn/,

5. hewan

6.

gelis

6.

g)løs/,

6. cepat

7.

jangan

7.

j\n/,

7. sayur

8.

jinah

8.

jin;¾,

8. uang

9.

kanin

9.

knin/,

9. luka

10. mataki-taki

kadi asapunika. Tatkala punika lantas indayang tiang ipun ngrerehang pianaknyané genah masekolah sané ngicénin siswa makta HP ka sekolah. Sakéwanten pamuputné siswa inucap nénten matilar tur kantun masekolah ring SMAN 3 Denpasar puniki nyantos mangkin,” baosnyané makenyem. Siswa nénten kadadosang makta HP ka sekolah punika nénten ja tata-titi sané kakaryanin awag-awag sakéwanten kamargiang antuk pamariseleh sané kalaksanayang olih tim sané sampun kawangun. Pamutusnyané cutet siswa nénten dados makta HP ka sekolah tur jagi kakeniang danda utawi sanksi manawita punika nénten katuutin. Mangda prasida nagingin pangaptin utawi “kebutuhan” siswa, sekolah nyiagayag “wartél” miwah télpon sekolah sané prasida kawigunayang ritatkala wénten kahanan sané mabuat pisan. Duaning ring jam sekolah inggih punika saking galah 07.00 Wita – 14.00 Wita majanten siswané kantun ring sekolah. Dadosné manawita wénten sané mabuat pisan tur patut nélpon kulawarga utawi rerama, sinah para siswa inucap prasida ngawigunayang wartél utawi télpon sekolah i wawu. Suyatra malih maosang ngeninin indik disiplin jakti ring SMAN 3 Denpasar nénten dados katawahtawah malih, nénten wantah indik makta HP kémanten nanging tata-titi indik sikut baju, sikut celana miwah rok taler mabinayan sareng sekolah siosan. Kepala sekolah sané embas ring Klungkung, 5 Februari 1961 punika taler saraina ngicénin tutur ring siswa makasami mangda setata nincapang rasa disiplin duaning punika nénten dangan tur nénten prasida kamargiang ajebos. Dadosné siswa patut setata nguningayang tur nelebang pikayunan yéning disiplin punika wantah pariindikan sané jagi ngawinang siswané ngamargiang pikolih becik taler kasuksésan. Suyatra taler setata eling tur angob pisan ring pikayunan pamucuk sadurung dané sané sampun nyinahang SMAN 3 Denpasar mabinayan sareng

Gusti Nyoman Ardhika Putra

t)g)pã)bnÓ)nn/,

WEWIDANGAN Danu Tamblingan, Désa Munduk, Kecamatan Banjar, Kabupatén Buléléng kantos mangkin kantun kakukuhang kaasriannyané. Kantos mangkin Pemkab Buléléng ngrincikang ngamecikang kawasan puniki dados taman bunga miwah taman kupu-kupu. Satios ngemit kaasrian palemahan ring wewidangan Danu Tamblingan, taler pinaka utsaha ngemit kasu-

Redité Pon, 25 September 2016

10. mtkøtkø,

Bahasa Indonésia

10. bersiap-siap

genah wisata ring Buléléng. Sané banget naut uratian, satios ring taman bunga taler kakaryanin taman kupu-kupu. Antuk punika ngiring samian angganing ngicén sokongan mangda digelis kasinahang. kaaptiang, ri sampuné wénten taman inucap, kacusian pura tetep kautamayang. Putu Karsini, Banjar Majanten pacang dados sinalih tunggil genah wisata anyar yéning Danu Tamblingan prasida kalimbakang dados taman bunga wiadin taman kupukupu. Yukti kawasan punika wantah anut pisan santukan kasokong antuk alamnyané sané asri tur madampingan sareng danu sané taler ngulangunin. Tunas tiang bénjangan mangda ngawigunayang tenaga saking krama wewidangan irika mangda ipun madué rasa nuénang. Gus Arya, Lovina Yéning taman punika sampun puput janten pacang maius becik ring perékonomian krama sané wénten irika. Lianan punika parindikan akomodasi mangda taler kasayagayang minakadi genah parkir para pengunjung miwah sarana tiosan. satios punika, krama sané rauh mangda sareng-sareng ngemit karesikan, kaasrian, miwah kasucian wewidangan inucap. (ama)

punika, makéh préstasi sané sampun prasida kapolihang, minakadi; dados angganing Peksiminas NTB 2006, Gita Bahana Nusantara Paduan Suara Nasional 2006, Juara I BRTV Pop Bali Bali TV, Koreografer sajeroning acara LCKG sané kamargiang Unud, Juara Bintang Radio RRI Denpasar 2003-2004, Juara I Pop Singer Harian Nusa 2003, pangripta lagu maskot, dados juri, miwah préstasi tiosan sané nénten prasida kacarca. Satios magending, dané taler nelebin widang MC, Make Up artis miwah wedding, Koreografer, Designer, miwah nelebin widang kulinér khas Lombok. “Sangkaning rerama meneng ring Lombok, tiang meled nelebin widang kuliner Lombok,” baos lanang sané setata makanten bagia puniki. Putra saking I Gusti Ketut Badra-I Gusti Ayu Made Putri puniki mapiteket majeng ring para

yowana mangda madué rasa jengah sajeroning ngamargiang pakaryan. Yéning sampun teleb, napi sané kakaryanin pastika mapikolih. “Patut kaélingang, sapunapi ja kabisan sané kaduénang, nénten dados jumbuh, nénten dados nyombongang raga. Yéning wénten selah patut becik kamargiang, santukan selah miwah galah sané becik nénten pacang r a u h ping kalih,” untat dané mapiteket. (uma)

Nilai Pendidikan Karakter Sajeroning Satua SATUA wantah sinalih tunggil karya sastra lisan tradisional sané ngulangunin. Kabaos ngulangunin santukan satua wantah carita sané nénten yakti-yakti kawéntenané, sakéwanten kasenengin olih anaké alit. Satua sané kabaos iriki wantah karya sastra sané karauhang antuk oral, sané wénten sajeroning kekalih luiré; marupa sané nénten kaiket miwah marupa sané kaiket. Sané nénten kaiket wantah sané marupa prosa, inggih punika wantah satua. Satua punika madaging nilai pendidikan karakter indik kahuripan manusané ring jagaté. Wénten maosang satua wantah sawitra anak alit. Satua wantah budaya. Satua punika wantah nganinin indik pamargi magis ring panguntatné pacang manggihin bagia. Satua punika palas déning paiketan kawéntenan roang miwah galah. Ring jaman teknologi sakadi mangkin, manusané wantah éling ngruruh pangupa jiwa kémanten, raina wengi punika ngawinang nénten wénten galah angan akidik sané pacang kaanggén magendu wirasa ring anak alitné. Baos sakadi mangkiné “Time is Money” galah punika wantah jinah utawi pipis, yén sakadi punika pakantenané sayuakti becik. Nanging yéning pinehpinehin ngruruh pangupa jiwa patut pisan laksanain, sakéwala wénten sané daat mautama sané kaengsapang luiré; kasih sayang utawi cinta kasih ring anaké alit, I Bapa wiadin I Mémé utawi

I Aji miwah I Biang nénten wénten galah macanda sareng alit-alitné. Yéning pitakénang sapunapi garjitan anaké alit, sadurungé sirep polih macanda magendu wirasa tur kaselagin antuk masatua olih mémé miwah bapanné utawi aji kalih biangné. Tetujoné tuah mangda rainané sané bénjang pakantenané bagia. Manut bebaos, satua dahat mautama sajeroning numbuhang jiwan anaké alit miwah karakter anaké alit. Makuéh anaké modérn sangsaya antuk kawigunan satua, wénten mapanampén riantukan tokoh-tokoh satua minakadi: Drakula, Nang Pageh, Pan Balang Tamak, Pan Angklung Gadang, miwah sané siosan wantah ngawinang rasa jejeh miwah jéngkel sané nénten wajar ring anaké alit. Sadurungé anaké alit polih parilaksana sané maiket ring angga sarirané miwah parilaksana-parilaksana sajeroning nambakin pakéwehpakéweh, anaké alit punika mangda madué pamineh, watak utawi karakter mangda Ipun prasida nambakin pakéwehé. Utawi anaké alit mangda madué akéh piuning sajeroning satua. Satua mawiguna wantah media

pangajah: basa, nilai-nilai kultural anggé nginkinang moral utawi karakter anaké alit. Satua mawiguna anggén mapitulung ring anaké alit ngwentuk rohani miwah nuekang basa sané patut kaanggén sajeroning kahuripané. Wénten malih sané maosang satua utawi carita kuna sané banget karuruh olih anaké alit kaanggén nambakin pakéweh sané wénten ring Bhuwanané utawi ring jagaté. Satua madué kawigunan sané daat mautama. Satua sané ngempu utawi ngupapira anaké alit, pakéling batin anaké alit sané kapolihang ring sajeroning satua-satuané, satua pacang prasida ngwentuk: cacingak, prinsip, sikap urip, miwah karakter anaké alit. Nilai pendidikan miwah karakter sané wénten sajeroning satua minakadi: ajahan srada sané mautama sané nentuang nasib i manusa, ajahan kebajikan, ajahan parilaksana sané becik miwah parilaksana sané nénten becik, wénten taler ajahan sané marupa kewajiban, kewajiban anaké alit ring leluhurné miwah kawajiban sané patut laksanayang ring sesaménné. (Dewi H. Yanti)

Redaksi nerima reriptan profil mabasa Bali miwah Indonésia (pinih akéh 3000 huruf) jangkép sareng foto profil. Profil mangda kakirim ring alamat : Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email : bali.orti@yahoo.com


15

Minggu Pon, 25 September 2016

Membasuh Diri Tugas Mendasar: Berbagi, Bukan Memiliki dengan Arthasaucaa l Ketika Si Kaya Berulah Miskin (4) BAGI Bhagawan Wararucci, yang hidup di era Kerajaan Majapahit itu, maksud dan tujuan benar akan berbuah baik secara paripurna apabila diwujudkan lewat proses, cara, dan jalan benar pula. Tujuan ataupun maksud hati baik tak bisa serta merta dapat membenarkan segala cara yang tak anut irama dharma, tak sesuai hukum moral kosmik. Hanya harta kekayaan yang didapat dengan landasan dharma itulah, setelah diraih, patut dibagi menjadi tiga—dikenal dengan istilah tribhaga atau pinatelu. Bagi tiga harta kekayaan itu mencakup: 1/3 untuk menopang menjalankan dharma, termasuk didermakan (sadhana ri kasiddhaning dharma); 1/3 untuk dikonsumsi, menopang kebutuhan hidup sehari-hari (sadhana ri kasiddhaning kama), serta 1/3 lagi sisanya untuk direinvestasi (sadhana ri kasiddhaning artha), seperti ditabung, digunakan untuk menambah modal bisnis, dan sebagainya. Reinvestasi di sini ditekankan sangat perlu justru guna menjaga agar harta kekayaan ataupun hasil usaha itu terus berkembang (wrddhyakena muwah). Begitulah, “Pembagian harta menjadi tiga ini diperlukan bila Anda ingin beroleh kebahagiaan (mahyun manggihakenang hayu) lewat harta yang dimiliki,” tegas Bhagawan Wararucci. Alangkah jelas dan tegas: menjadi kaya dengan dasar dharma bukan hanya tidak dilarang, lebih daripada itu bahkan juga diharapkan, didorong,

dianjurkan—dan disediakan banyak doa. Bagi Wararucci, miskin, bodoh, dan sakit-sakitan itu merupakan satu mata rantai yang akan menjadikan orang hidup layaknya sudah mati. “Jangankan mau menolong orang lain, bahkan untuk menolong dirinya sendiri pun dia tak sanggup,” tegas sang Bhagawan, lalu memastikan, “Sang Hyang Weda pun takut didekati oleh orang-orang bodoh.” Harta kekayaan, karena itu, ada bukanlah untuk ditumpuk, dikuasai semata-mata buat memuaskan kepentingan diri sendiri, tanpa peduli sesama dan lingkungan. Harta kekayaan ada, dalam bahasa mereka yang sudah berkesadaran budi, justru adalah untuk didistribusikan, dibagikan. Berbagi itulah satu di antara tugas hidup paling dasar manusia yang selaras dengan irama hukum Alam. Hanya Alam yang berhak dan berwenang menyatakan diri memberi, karena dalam paham agama Alam, hanya Ibu Alam Semesta-lah yang memiliki, punya, segala yang ada di Alam ini. Bahkan manusia sendiri adalah milik Alam, hidup dalam gua garba Ibu Alam, dengan mengambil kebutuhan hidup dari Alam. Karena mengambil dari Alam— setidaknya bahan baku dasarnya—maka itu berarti sesungguhnyalah manusia tidak punya. Dia hanya meminjam atau dititipi harta kekayaan untuk dikelola sebaik-baiknya, antara lain dengan kerelaan untuk berbagi. Bukan yang mempunyai, bukan memiliki, apalagi menguasai. ldeprabas

Sajak Sajak

KE LAUT

lAsrina Novianta Lahat-Tangerang PP

SEKUNTUM MAWAR KUNING sekuntum mawar kuning nyala dan mekar di depan rumah aku tersandar mengingatmu pada rekah wajahmu bening

TAWANGMANGU dalam gerung dingin malam penuh angin pejalanan menelusup sampai ke batas linu tapi tak ada kamu atau sandaran bahu aku sendiri dipeluk dingin dan sepi

LURUH setiap tubuh akan luruh jalanan tak tertempuh bayangan masa kanak yang beternak selapis sakit terhimpit segala yang indah akan kerap merekah

SELAPIS KATA kau bawa juga dalam renungmu selapis kata yang tak legit agar sajak menyeruak

teduh biru bayangan angin mengibar angan di tiang-tiang sunyi tentang kita tapi air garam tak kunjung berkabar semua kisah terbuka lau tak ditutup dengan bahagia jangkar kapal bunyi peluit menanam wangsit dengan semacam angan mengembara ke teduh biru ke laut

l Ketika Si Kaya Berulah Miskin (3)

SUDAH sedemikian terang dan nyata, tak ada doa yang menolak kekayaan, lalu dengan sengaja mengundang kemiskinan datang membetot hidup. Yang berbeda barangkali adalah sikap hati terhadap kekayaan itu sendiri. Perbedaan sikap hati ini melahirkan perbedaan pula dalam hal penghargaan terhadap proses, cara, ataupun jalan meraih harta kekayaan itu. Bhagawan Wararucci dalam kitab Sarasamuccaya (sloka 261-271) mempuyai sikap jelas dan tegas perihal harta kekayaan yang dalam Hindu dikenal dengan istilah artha. Harta kekayaan, uang, surat Wararucci dalam kitab susunannya yang bersloka asli Sansekerta dengan ulasan makna berbahasa Jawa Kuno itu, mesti diperoleh dengan dasar dharma. Harta kekayaan yang diperoleh dengan dasar dharma itu patut dinamakan labha, keuntungan yang membahagiakan. Jika direngkuh tidak dengan landasan dharma, melainkan dengan adharma, maka kekayaan ataupun uang itu akan menjadi noda dosa (kasmala). Ini berarti Bhagawan Wararuci menekankan pentingnya proses mendapatkan kekayaan atau harta, termasuk uang, secara benar, berdasarkan moralitas. Bukan justru mematut-matutkan segala cara. Sekalipun nantinya harta yang didapatkan itu digunakan untuk tujuan-tujuan dharma, maksud dan niat yang mulia, namun jika proses, cara, dan jalan memperoleh harta kekayaan itu tidak dengan dasar dharma, melainkan dengan cara adharma, maka itu tetap tidak dipatutkan. Wararucci punya pengandaian sederhana namun memikat: ibarat dalam perjalanan, lebih elok Anda menghindari lumpur (latek) tinimbang menerobos menginjak lumpur, meskipun nantinya lumpur yang melekat di kaki Anda bisa dibasuh. Bagi Bhagawan Wararucci, membasuh noda atau daki diri dengan mendermakan harta (arthasauca) memang jauh lebih utama tinimbang membasuh noda daki diri dengan mengusapkan dedaunan, air, bahkan juga debu. Tapi, yang dimaksudkan dengan arthasauca alias memebersihkan noda daki diri dengan harta kekayaan itu bukanlah meraih harta lewat mematutkan segala cara, melainkan justru menjauhi harta ataupun uang yang tidak patut. Itu berarti beroleh kekayaan dengan jalan curang, apalagi jahat, seperti mencurangi kesepakatan, melanggar peraturan resmi negara, korupsi, melambung-lambungkan nilai proyek (mark up), perdagangan ilegal, penyelundupan, menipu, apalagi merampok hingga merenggut nyawa orang lain, dan tindak kekerasan semacamnya, jelas tidak dipatutkan. ldeprabas

lSurya AR Gemilang Pohon, Api, Rembulan, dan Lapisan Tanah Terbawah

TELEVISI gambar muram malam yang kelam bayangan kata-kata tangisan yang tertahan pinggul perempuan dan engkau terbahak dengan mulut yang berdarah

ABJAD SENJA kini kautulis huruf buat senja tapi kota ini kehilangan bayangan hanya ada pucat keringat napas seorang ibu dan peta tentnag hujan yang tak pernah rampung digambar tak ada aksara hanya senja di padat kota kehilangan rencana atau makna bahagia

LORONG LELAKI

mungkin sebiji bawang mengiris pedih ke pedih sedih ke sedih kubangan waktu

aku masuki lorongmu berharap betah di getah tahun membangun pondok juga sebuah ranjang hangat merawatmu seperti lingkar mawar

hanya angin pendar bayangan bercak darah dan usia pudar yang tak mekar

di sana aku berdiam diri mengobati kelammu dan belajar dari setiap gemetarmu

IBUKU adalah salah satu pohon yang menjulang di antara pohon-pohon lainnya, membentuk sebuah hutan yang tiap hari berisik selalu oleh daun-daun yang saling bergesekan sebab dijilati arus angin. Tiada lain ibukulah yang bersuara paling merdu, paling menenangkan jiwa, paling tahu bagaimana cara untuk membikin kedua sudut bibirku melengkung ke atas, hingga laksana bulan sabit. Ayahku adalah api. Api dari segala macam api. Terpanas di antara panaspanas lainnya. Ia begitu mengerikan. Ia keluar dari mulut seekor naga merah yang teramat besar, meluncur mengoyak gelap malam dan kesunyiannya kemudian melahap dedaunan pada dahan-dahan Ibu. Ibu pun menjerit nyaring. Daun-daunnya menghitam, mengerut, lantas hancur dan menghujani permukaan berumput yang juga dilapisi tirai Ayah. Adikku adalah langit malam. Bocah itu hanya dapat bersiul pilu kala Ayah menjilati Ibu. Suluruh kengerian meliput tatap matanya yang sedari lahir hingga kini teruslah sendu, sebagaimana lapisan tanah terbawah. Dan, lapisan tanah terbawah itu adalah aku. Begitu jauh dari Ibu, Ayah, juga Adik. Aku mendapati semua kenyataan yang kueceritakan padamu ketika, setelah beribu-ribu tahun lamanya, akhirnya da seseorang yang menggali tanah hingga mengli tanah hingga mencapai tempatku.

PULANG langkah yang sengat lelah tak rampung suara anak kecil semacam lonceng memanggil jalanan berliku padat tubuh sungai peluh matahari hampir padam tapi di kamar itu lelakiku menunggu setia pada ranjang juga pendar lampu

RUANG MALAM kesedihanku semacam ruang malam tak kunjung terbenam isak yang tertahan dan cemas tentang asmara namun ingatan pada pelukan adalah mahar yang panjang yang sukar ditukar pernikahan adlah lingkaran acap menjadi pusara dan aku cuma sekadar penumpang di sampan itu

TEDUH HUJAN yang kautebak cuma mendung nyatanya hujan yang mampir dan kauberteduh di bawahnya mengingat anak-anak juga lelakimu betapa jauh sudah kenangan melintas sebagaimana genang hujan mengalir di relung-relung jalan harimu juga hatimu yang kau bagi di bawah hujan tubuhmu menjelma jadi payung melupakan murung begitu ramainya hatimu seperti riak hujan membasah itu

NGAMPONG – SENI - 2016 STOP-Press JKP-109 September ANJANGSANA Komunitas Sastra Kalimalang Jakarta Minggu PON 25 September, Pukul 19.00 WITA FAKSAS Unud Kampuns KUNING 58 Tahun diikuti Peluncuran Buku Puisi, MONTASE Wayan Jengki. Sunarta Kamis PAING 29 Sept-2016 19.00 WITA di Jatijagat Kampung Puisi.

lWachid Eko Purwanto Memoar Perjalanan Sudah tertulis sajak tentang gelisah harap, dan kehidupan :riak air, sauh, dan langit juga beberapa hal penting serta yang sangat remeh sedang perjalanan panjang ini selalu menjadi lelah yang demikian tabah Endah pada ujung yang mana akan tersandarkan barang sebentar, kegelisahan yang membuat Kita ragu, seragu lindap getir pada cerita usang yang setia Kita dengar Kita mungkin sama, akan merindukan Kebijaksanaan yang sering terlewati, kadang harus dengan perih apalagi ketika banyak peristiwa mengharubiru Kota Ma’rifat Kita, sudahkah Engkau renungkan Sayang? Sementara pengharapan Kita menjadi Satu Lalu akankah badai yang sering engkau sebut kembali memporakporandakan sauh kecil Kita, sudah jugakah Engkau renungkan Sayang? Sedang yang tercatat di sini adalah memoar Perjalanan dalam mozaik kisah Bayang Budiman tetapi yang selalu berakhir dengan sebuah kesudahan, bahwa Kita harus segera menuntarkan Perjumpaan.

Lapang Melepas, Terbiasa Bares l Ketika Si Kaya Berulah Miskin (5)

KARENA tak punya, maka manusia tak patut menyatakan diri memberi, melainkan hanya berbagi. Yang Mahapunya tetap adalah Ibu Alam Semesta. Di Bumi ini, tugas manusia hidup itu seperti pemain sepak bola: susah payah menguber bola, setelah didapatkan bola itu pun dilepaskan lagi kepada pemain lain, demikian seterusnya, sehingga terjadilah gol indah. Manakala ada pemain ngotot tak mau melepaskan bola, karena alasan mendapatkan dengan susah payah, niscaya sang Wasit akan meniup peluit tanda pelanggaran. Jika sang Wasit tak meniup peluit pelanggaran, permainan pun akan kacau, bahkan bubar. Begitulah di jagat nyata: ketika ada menguasai sendiri, menimbun lebih tinimbang yang diperlukannya secara cukup, niscaya akan semakin banyak pula yang kekurangan. Kitab Isa Upanisad begitu meyakinkan dalam mantra pertama: isa awasyam idam sarwam/ yat kinca jagatyam jagat, bahwa Dia Yang Mahatunggal itulah yang memiliki sekaligus mengendalikan segala sesuatu yang ada di Alam Semesta, baik yang bergerak maupun tidak bergerak. Oleh karena itu, hendaknya setiap orang hanya menerima secara cukup yang diperlukannya (tena tyaktena bhunjitha). Manakala ada orang mengambil lebih daripada yang diperlukan, pada saat ber-

samaan niscaya dan otomatis ada orang kekurangan. Apalagi bila yang mengambil lebih itu lantas menyimpan rapat-rapat, tak mau melepas, berbagi, dengan orang lain. Ini jelas tak seirama dengan irama hukum Alam: bahwa kehidupan mesti terus mengalir dan mengalir. Tak boleh mandeg. Kemandegan akan berujung kehancuran. Paling tak mudah, memang, melepas harta kekayaan. Apalagi melepas kepunyaan paling disenangi, paling dicintai. Itu sebab setiap etnis, setiap agama, punya pola dan metode sendiri untuk membiasakan orang rela melepas dengan rasa hati bebas, entah lewat ajaran derma ataupun tradisi upacara. Ajaran Hindu, misalkan, mengenal konsep yajnya, dana, punya, kirti, yasa. Di Bali, banten digunakan sebagai medium keadaban atau kesantunan oleh para tetua buat membiasakan generasi penerusnya supaya lapang melepas, terbiasa bares. Tapi, bagaimanakah bares (watak kedermawanan) itu hendak diwujudnyatakan dalam kepungan ideologi kapitalisme kini yang berbuncah-buncah semangat menguasai, mengikat dalam hak milik lewat secarik kertas bernama sertifikat? Bagaimana latihan bares itu dapat diwujudnyatakan terhadap 147 ribuan rumah tangga miskin Bali di tengah pertumbuhan ekonomi yang dipicu gelegak pariwisata? ldeprabas

Akibat Proses Penyadapan Ilmu Pengetahuan lTentang Manipulator dan Diktator Kebebasan...

SEORANG komedian Amerika Serikat, George Carlin, pada tahun 1991, berpidato dari sebuah panggung yang pernyataannya antara lain ‘’… bentuk pengendalian yang paling hebat adalah ketika kalian merasa bebas, padahal kalian sedang dimanipuladi dan didikte...’’. Rekaman pidato itu ditayangkan dalam serial The Arrival produksi Noreagaa dan Archenar Production dan dapat disaksikan di situs youtube dengan mengetik kata ‘’’Daijal’’ pada kolom pencarinya. APALAGI yang disasar Carlin kalau bukan sistem yang berlaku di negaranya. Mengingat kata manipulasi merupakan hasil kegiatan manipulator dan kata dikte merupakan hasil kegiatan diktator, berarti Carlin mau mengatakan bahwa ‘’kebebasan’’ yang diberlakukan di negaranya adalah sistem diktator dan manipulator. Malah menurut Komedian itu, di dalam kebebasan tersebut ada rencana perbudakan dan perpecahan. Masyarakat dihipnotis, dipecah belah lewat politik dan diciptakan kesenjangan yang lebar antara si kaya dan si miskin. Senjata utama untuk mewujudkan itu, menurut Carlin adalah tivi dan media massa. BAGI KITA penonton Indonesia yang terbiasa menerima citra Amerika Serikat sebagai ‘patron kebebasan dunia’, layaklah pernyataan Carlin di atas membuat terkejut. Rupa-rupanya demokrasi Amerika tidak seadiluhung yang digambarkan dalam buku-buku ilmu hukum dan kemasyarakatan. Malahan menurut Carlin kebebasan di negaranya telah memerangkap rakyat banyak dalam sebuah dunia yang diatur oleh orang-orang gila. Adanya unsur manipulasi dan diktator uang dalam kebebasan itu, seharusnya tidak layak diserap oleh bangsa-bangsa di di manapun. MEMANG IHWAL NEGARA sebagai monster atau alat dari monster itu sudah menjadi wacana populer di Amerika Serikat sejak 1980-an. Sebelum kritik-kritik Carlin di panggung komedinya, sejumlah buku-buku yang membongkar adalah kejahatan terselubung di belakang ‘’kebebasan’’ Amerika telah muncul. Yang terkenal antaranya adalah karangkarangan Eustaces Mullin seperti Secrets of the Dederal Reserve (1983), The Rape of Ju Justice (1989), Murder By Injection (1988) yang semua terit antara tahun 1980--1990. DARI PAPARAN dalam buku-buku itu, kita bisa mengetahui bagaimana kebijakan yang bersifat nasional ternyata didalangi dan digunakan untuk kepentingan kalangan eksklusif. Mereka tidak hanya mempengaruhi, tapi juga menjadi perancang utama di balik berbagai kebijakan nasional Amerika Serikat di bidang perbankan, hukum, politik dan kesehatan. Bahkan dalam salah satu bukunya Mullin mengatakan kalangan eksklusif itu sesungghnya adalah sebuah sindikat kriminal yang aktivitas mereka berlangsung secara internasional. Tidak ada tujuannya kecuali menguasai. APA YANG BISA kita simpulkan dari gambaran singkat di atas adalah, kebebasan sudah lama digugat di ‘negeri asalnya’ karena mengandung parodoks yang luar biasa antara gagasan kebebasan itu dan kenyataan yang ditimbulkannya. Menjadi pertanyaan kemudian, apabila fenomena yang bertolak belakang justru terjadi di negeri-negeri yang lebih belakangan menganut kebebasan ala Amerika Seritat itu: kebebasan itu begitu dimulianan laksana kuburan para wali. Barangkali keadaan inilah yang tengah melanda Indonesia hari ini. DI LAPANGAN kebudayaan, adopsi kebebasan tersebut telah mewujud dalam bentuk

lWachid Eko Purwanto Sepenggal Perjalanan yang Sempat Hilang Hujan turun menjelma cerita tentang daun jatuh, taman yang jauh sepotong bangku dan lafadziafafz burung hakikat yang terbata Kita baca lalu seketika Kita teringat bahwa harus ada yang mengabarkan cerita ini pada Angin, Kereta, juga Senja untuk sekedar mencatat diamdiam apa yang sepantasnya dilihat, didengar, diucapkan, dan yang paling untuk dirasakan bukan lataran hujan adalah dingin dan basah yang sesekali membuat wajah kusut pucat tetapi lantaran memang sepantasnya dicatat dengan Diam yang Panjang

pengendalian kebudayaan melalui penyeragaman gaya hidup, selera tontonan, dan yang terburuk mungkin cara berpikir. Contohnya adalah cara berpikir yang memuja kehidupan dengan terlalu berlebihan, yang hampir-hampir mengarahkan orang untuk tidak percaya pada kehidupan akhir sesudah kehidupan dunia. BELUM LAGI kalau kita sebut pengarahan gaya hidup dan selera hiburan melalui program-program gaya hidup Amerika yang secara serentak menjadi tayangan andalan di penyeragaman. Bahkan seni-seni lokal populer pun dikemas dan disajikan dalam nuansa yang sama dengan penyajian program-program impor atau tiruan. DI BIDANG EKONOMI, protokol pasar bebas telah memberi kita sejumlah oleh-oleh yang pahit berupa terpinggirnya produk-produk lokal dan lenyapnya pola-pola ekonomi lokal seperti pasar tradisional. Ini kemudian diikuti oleh perubahan pola pemukiman. Wilayah pinggir kota yang tadinya masih bisa diharapkan menjadi penyangga kehidupan tradisional. Dalam waktu pendek tergusur untuk menjadi pemukiman-pemukiman baru yang dikembangkan oleh para pengembang perumahan berdasarkan sebuah gambar belaka. Hasilnya adalah sebuah hunian tanpa pranata kemasyarakatan dan karenanya kosong dari budaya. KENYATAAN yang sama juga terjadi di bidang prolitik, dengan semakin menguatnya kecenderungan untuk berkiblat kepada demokrasi politik gaya Amerika Serikat. Ini ditunjukkan dengan trend mekanisme koncensi dalam penjaringan calon dalam partai. Realitasnya mekanisme seperti itu membuka peluang terhadap menguatnya politik uang. Dalam skala yang lebih luas, mekanisme yang sama juga diterapkan dalam pemilu. Yang dampak buruknya telah sama-sama kita saksikan, yakini menggilanya politik uang, perpecahan masyarakat, dan fitnah. MENGINGAT, SEMUA FENOMENA di atas terjadi berbarengan dengan perayaan terhadap demokrasi, wajarlah jika kita mengulang pertanyaan yang sering diungkapkan oleh penganut Teori Konspirasi: apakah semua ini berlangsung secara kebetulan? DALAM KONTEKS INDONESIA bisa dipastikan, fenomena kebebasan demokrasidengan Amerika Serikat sebagai kiblat ini bukanlah kebetulan. Tapi memiliki rangkaian dengan peran Amerika Serikat dalam proses pembangunan intelegensia masyarakat Indonesia Demokrasi, bagaimanapun merupakan gagasan impor. Sebagai gagasan, terlebih dulu ia diproduksi melalui jaringan intelektual, pendidikan, perpustakaan dan dana, sebelum terjud menjadi sistem politik dan ekonomi. RANGKAIAN TRANSFER PENGETAHUAN inilah yang coba dijelaskan Mohamad Nasir Tamara dalam artikelnya berjudul ‘’Studi Indonesia dan Asia Tenggara di Amerika Serikat serta Pengaruh American way of thinking’’ (Archipel. Colume 33,1987). Salah satu hal menarik dalam artikel yang ditulis tahun 80-am itu adalah, pembacaan penulisnya akan dampak negatif yang mungkin muncul bagi Indonesia akibat proses penyadapan ilmu pengetahuan ke Amerika Serikat yang mulai digencarkan pemerintah RI semenjak 1976 itu. Yakni munculnya ‘’kapitalisme tanpa bataas dan ideologi untuk terus memperbesar kue tanpa imbangan kewajiban untuk membagi kue itu buat orangorang yang miskin.’’ Tampaknya, kekhawatiran itu sudah terbukti sekarang. lRiki Dhamparan Putra

lWachid Eko Purwanto Sajak Lelaki Pemilik Daun Jati Daundaun jatuh. Luruh di Lelaki yang bersandar di pokok Jati setelah menempuh Tegalan yang jauh. Angin Dingin, Burungburung yang terbang melebihi langit telah Pulang. merapat sayap di sarang yang Hening. Setelah semua lewat. Setelah semua senyap. Lelaki itu menggurat Daun Jati dengan jari menulis sasmita tentang Sang Hyang Manon : Hananing Wang Wahananing Hyang. sementara aku yang baru mulai menempuh Tegalan yang ia lewati sayupsayup memdengar tembang piwulang.

namun Kita tahu alamat Angin, Kereta, dan Senja terlalu jauh, sebelum catatan itu mencatatkan sendiri sketsa cerita dalam ingatan lelaki tua yang selalu duduk di sepotong bangku tamah, bercerita kepada burungburung tentang daun jatuh

gunung katon tegal katon yayi ewuh katone wahyu jatmika yen tan lawan paesane, paesan iku ngelmu umpamane wong ngilo yayi kudu ngupaya kaca kang wening sumunu lamun goroh kacanira ingkang geseh rupa jroning cermin, gesehe saking kaca

sementara Hujan terlalu lelah mengertap, dan Alamat itu masih tertinggal di sepenggal Perjalanan Kita yang sempat hilang

tembang yang mengajarkan untuk membaca tanda, membaca sasmita dalam menempuh Tegalan yang belum lagi tertempuh


NASIONAL

16

Minggu Pon, 25 September 2016

Arjuna Bunuh Vrishasena di Hadapan Karna

Disusun: Kisari Mohan Ganguli Diterjemahkan: I Ketut Arinta

(Edisi Tiga Ratus Empat Puluh Enam)

Rishi Vyasa : (Bharata) setara dengan Veda. Ini adalah suci dan agung. Bharata menganugerahkan kemasyhuran dan kesejahteraan. Karena itu, seseorang harus mempelajari dan mendengarkan dengan perhatian penuh.

SETELAH mendengar katakata Bhima ini, Arjuna yang keberaniannya tak terukur itu kemudian mendekati Karna, dalam pertempuran itu. Arjuna mengatakan kepada Karna, ‘’Oh Karna, engkau melakukan pertarungan palsu. Oh putra Suta, engkau memuji-muji dirimu sendiri. Hal itu karena pemahamanmu yang jahat. Dengarkan sekarang apa yang aku katakan kepadamu. Pahlawan-pahlawan itu bertemu salah satu dari dua hal ini, dalam pertempuran, yaitu kemenangan atau kekalahan. Kedua dari ini tidak pasti, Oh putra Radha! Kasusnya seperti Dewa Indra itu sendiri terlibat dalam pertempuran. Engkau sudah pernah dibuat tanpa kereta oleh Yuyudhana. Hal itu karena indria-indriamu tidak lagi dalam pengendalianmu. Saat itu sesungguhnya engkau hampir berada pada titik kematian. Setelah mengingat aku telah bersumpah membantaimu. Pahlawan Satyaki itu kemudian melepaskanmu tanpa mengambil nyawamu. Betul memang

engkau berhasil menghilangkan keretanya Bhimasena. Tetapi, perlakuanmu kasar seperti itu bagaimanapun, Oh putra Radha pahlawan itu penuh dosa. Banteng-banteng di antara manusia itu betul-betul saleh dan pemberani, setelah mengalahkan seorang musuh, dia tidak pernah membual seperti dirimu Karna. Atau juga berbicara tidak baik kepada seseorang. Pengetahuanmu sangat sempit. Untuk itulah Oh putra Suta, engkau larut dalam ucapan-ucapan rendah seperti itu. Kemudian, lagi, engkau menyalahgunakan kehormatan yang ditunjukkan saat pertarungan melawan Bhimasena, yang dilengkapi keberanian besar. Bhimasena merupakan pahlawanan dan taat kepada perbuatan-perbuatan baik. Dia selalu menjalankan kebenaran. Dalam pandangan semua pasukan Kesava, sebagaimana diriku sendiri, engkau beberapa kali dibuat tanpa kereta oleh Bhimasena, dalam pertempuran. Tetapi, putra kedua Pandu itu tidak memanggil engkau

Karna, dengan kata-kata kasar sepatah pun. Karena, engkau telah menyapa Vrikodara dengan banyak ucapan-ucapan kasar. Dan engkau dengan orang-orang lain telah membantai putra Subhadra di luar pandanganku. Engkau hari ini juga akan dapatkan buah dari kesalahan-kesalahanmu itu. Perbuatan mengeroyok Abhimanyu itulah membawa kehancuranmu sendiri. Oh makhluk jahat, engkau saat itu memotong busurnya Abhimanyu. Untuk apa, engkau berpengertian sempit seperti itu. Sekarang, engkau akan dibantai olehku, dengan semua pengikutmu dan binatang-binatangmu. Selesaikan sekarang semua perbuatan itu yang engkau harus selesaikan. Karena sebuah bencana besar akan datang kepadamu. Aku akan membantai Vrishasena, anakmu itu benarbenar dalam pandanganmu. Semua raja lain akan sepenuhnya maju melawan aku. Aku akan mengirim ke tempat tinggalnya Dewa Yama. Aku katakan ini dengan sesungguhnya, dengan

menaruh tanganku di atas senjataku. Seorang bodoh seperti engkau, tanpa kebijaksanaan dan penuh kesombongan, aku katakan menyaksikan engkau tergeletak, di medan pertempuran, Duryodhana yang jahat akan larut dalam ratapan pahit itu. Setelah Arjuna bersumpah membantai putra Karna itu. Kemudian sebuah hiruk pikuk keras dan sangat dahsyat muncul di antara prajurit-prajurit kereta. Waktu itu hal menakutkan akibat kekacauan terjadi di mana-mana. Matahari dengan 1.000 sinarnya tampak mengecilkan cahayanya. Seolah

dengan cepat memasuki bukit Asta. Kemudian, Oh raja, H ri shikesa, yang berada di depan pertempuran itu memeluk Arjuna. Hal itu termasuk telah menyempurnakan sumpahnya. Kesava mengucapkan katakata ini, ‘Berkat nasib baik, Oh Jishnu, sumpah besarmu telah disempurnakan. Berkat nasib baik, Vriddhakshatra itu telah terbantai bersama putranya. Generalissimo --panglima perang -- surgawi itu sendiri, oh Bharata melawan kekuatan keluarga Dhritarashtra itu Oh Jishnu tidak perlu ada yang diragukan lagi. (bersambung)

Sloka 9.33 Kim punar brahmanah punya Bhakta rajarsayas tatha Anityam asukham lokam Imam prapya bhajasva mam Apa lagi para pendeta suci dan para aristokrat yang suci. Setelah tiba di dunia fana dan tanpa kebahagian ini, seyogianyalah dikau memuja-Ku.

Rehabilitasi Pengguna Narkoba

Per Bulan, Telan Biaya Jutaan Rupiah

BPM/kmb40

SALURAN - Puluhan prajurit TNI berbaur dengan masyarakat Desa Bangbang, Tembuku untuk membersihkan saluran irigasi di Subak Let.

Kodim Bangli Bantu Petani Bersihkan Saluran Irigasi

Dipimpin Pjs. Danramil 1626-02 Tembuku, Kapten Chb. Nengah Sulendra, kegiatan karya bakti di Subak Let, diikuti sekitar 30 prajurit Kodim Bangli serta 50 krama subak setempat. Dalam kegiatan tersebut, prajurit Kodim bersama krama subak membersihkan saluran irigasi dari endapan lumpur dan sampah sepanjang 90 meter. Hal ini dilakukan

agar pasokan air ke lahan pertanian di subak setempat bisa lancar. Sementara itu, Komandan Kodim (Dandim) 1626/Bangli Letkol Inf. S. L. Manurung menjelaskan, kegiatan karya bakti ini merupakan salah satu wujud kepedulian TNI terhadap petani untuk membantu mempercepat pola tanam. Dengan bersihnya saluran irigasi maka paso-

kan air ke lahan pertanian akan menjadi lancar dan berimbas pada lancarnya masa tanam. Dikatakan juga kegiatan karya bakti ini merupakan upaya terpadu dari petani, pemkab melalui PPL dan Kodim untuk membantu mewujudkan swasembada pangan. “Kegiatan ini bertujuan untuk membangun kebersamaan, kesadaran, maupun mening-

katkan partisipasi dan peran serta masyarakat dalam rangka menjaga infrastruktur khususnya irigasi untuk meningkatkan produksi pertanian,” jelasnya. Perbekel Bangbang, I Komang Sudianta, mengatakan bahwa kondisi saluran irigasi selama ini banyak bocor. Hal ini menyebabkan air yang masuk ke lahan pertanian menjadi tidak maksimal, terlebih saat musim kemarau. “Saluran irigasi tersebut mengairi lahan seluas 40 hektar,” terangnya. Dia berterima kasih karya bakti yang dilakukan Kodim Bangli sangat memabntu para petani. (kmb40)

Denpasar (Bali Post) Sejak sebulan ini, umat Hindu di Bali disibukkan dengan karya padudusan agung di Pura Luhur Uluwatu. Bertepatan dengan rerahinan Anggara Kasih Medangsia, Selasa (27/9) lusa, merupakan puncak karya padudusan agung di Pura Luhur Uluwatu. Eed upacara padudusan

sudah dimulai sejak 1 September lalu dan Ida Batara akan nyejer hingga 4 Oktober mendatang. Puncak pujawali diawali dengan mundut Ida Batara Agung Sakti dari Pura Parerepan, Pecatu mulai pukul 09.00 wita dengan cara berjalan kaki menuju Pura Luhur Uluwatu. Panglingsir Puri Agung Jrokuta selaku Pengempon

Pura Uluwatu, A.A. Ngurah Jaka Pratidnya menjelaskan selama Ida Batara nyejer hingga 4 Oktober mendatang, jaba tengah dan jaba dalem pura tertutup untuk wisatawan asing. Puncak padudusan agung akan di-puput delapan sulinggih secara bersamaan di Pura Dalem Uluwatu, Pura Jurit, Pura Kilat, Pura Batu Matandal, dan Pura Karang Boma. Ida Pedanda Gede Telaga dari Griya Telaga Sanur dipercaya sebagai yadnyamana karya. Dijelaskan eed karya diawali dengn ngaturang pejati 1 September lalu, dilanjutkan nanceb tetaring, ngungkap lawan, mendak tirtha, negtegan beras, negtegan Batara Sri dan mapepada. Sementara bhakti panganyar dilakukan

secara bergiliran oleh kecamatan di Badung dan Kota Denpasar sejak tanggal 28 September hingga 3 Oktober. Ida Batara katuran masineb 4 Oktober mendatang. Sebagai Panglingsir Puri Agung Jrokuta, Jaka Pratidnya yang akrab dipanggil Turah Joko meminta umat menjadikan kawasan Pura Uluwatu bebas dari sampah termasuk sampah plastik. Untuk itu, pamedek diminta usai melakukan persembahyangan langsung membuang sampah sarana persembahyangan ke tempat yang disediakan. Demikian juga di jaba sisi dan sekitar Alas Kekeran, umat dilarang membuang sampah sembarangan. Termasuk para pedagang dan wisatawan. (025)

Bangli (Bali Post) Sejumlah aksi sosial terus dilaksanakan jajaran Kodim 1626/Bangli menjelang HUT ke-71 TNI. Setelah menggelar aksi donor darah, Sabtu (24/9) kemarin, puluhan prajurit TNI berbaur dengan masyarakat Desa Bangbang, Tembuku membersihkan saluran irigasi di Subak Let. Karya bakti ini dilakukan guna memperlancar pasokan air ke subak setempat sehingga bisa mempercepat masa tanam petani.

Selasa, Puncak Karya Padudusan Agung di Pura Uluwatu

A.A. Ngurah Jaka Pratidnya

BPM/ist

Bangli (Bali Post) Jeratan narkoba di negeri ini tak kunjung hilang. Bahkan, belakangan ini, jumlah kasusnya cenderung meningkat. Sasarannya tak lagi kaum elite yang bergelimang harta, juga kalangan masyarakat bawah. Keberadaannya pun tak lagi di wilayah perkotaan, tetapi sudah merambah ke perdesaan. Guna meminimalisasi angka pengguna, hukuman pidana bukan satu-satunya cara yang bisa diterapkan. Akan tetapi juga bisa melalui rehabilitasi. Di Bali, program ini telah diterapkan di Rumah Sakit Jiwa Provinsi (RSJP) Bali. Biaya yang diperlukan per bulan mencapai jutaan rupiah per orang. Direktur RSJP Bali, Bagus Darmayasa, Sabtu (24/9) kemarin, menjelaskan program rehabilitasi sudah diterapkan sejak Januari 2014. Hal tersebut sebagai salah satu upaya untuk mengurangi angka pengguna narkoba. Bulan ini saja, pasien yang mengikuti program tersebut mencapai 22 orang. Mereka berasal dari berbagai daerah di Bali dengan usia kisaran 25 sampai 30 tahun. “Mereka limpahan dari pengadilan yang sudah menjalani putusan. Itu jadi pengguna cukup lama, paling sedikit lima tahun,” jelasnya. Program rehabilitasi, kata dia, terdapat sejumlah tahapan. Pertama, pasien harus menjalani perawatan medis berupa detox atau menghilangkan racun dalam tubuh. Jika itu sudah selesai dilakukan, dilanjutkan dengan pemberian pendidikan. Pada tahap ini, yang terlibat

bukan hanya petugas rumah sakit, namun juga kaum rohaniwan. “Dalam rehab itu, pasien diarahkan untuk lupa pada narkoba. Harus katakan tidak (pada narkoba -red),” tegasnya. Lanjut Darmayasa, waktu yang dibutuhkan rehabilitasi rata-rata selama satu tahun. Sementara untuk pembiayaan ditanggung langsung oleh instansi yang memfasilitas untuk mengikuti rehabilitasi. Per bulan, besarnya kisaran Rp 3,5 juta per orang. “Biayanya lumayan besar,” ucapnya. Disampaikan, meskipun tempatnya di rumah sakit, pasien yang mengikuti rehabilitasi itu juga tetap mendapat pemantauan dari sejumlah instansi, seperti BNN, pengadilan, hingga kejaksaan. Jika sudah terjadi perubahan, pihak rumah sakit juga akan menyampaikan laporan ke pemerintah pusat. “Evaluasi terus dilakukan. Perkembangannya bagaimana, harus diketahui,” imbuh pejabat

asal Desa Pesinggahan, Klungkung ini. Selain di RSJP Bali, rehabilitasi juga dilaksanakan di Lapas Narkotika di Dusun Buungan, Desa Tiga, Susut. Warga binaan tetap diberikan pemahaman agama dan juga bimbingan lain oleh konselor dari BNN. Selain itu, pada beberapa kesempatan, materi juga diisi oleh warga yang pernah menjadi pecandu narkoba. “Untuk rehabnya berlangsung dari Senin sampai Jumat. Kegiatan membuat kerajinan juga ada. Itu termasuk salah satu bagian dari rehab,” ungkap Kepala Lapas Arif Rahman. Rehabilitasi, kata dia, sudah dilakukan selama dua kali. Periode pertama berlangsung Mei dan berakhir Agustus. Pesertanya sekitar 60 orang. Periode kedua berlangsung September hingga Desember dengan peserta 58 orang. “Kami hanya melaksanakan tugas. Kalau untuk anggaran, itu BNN yang mengetahui,” tandasnya. (sos)

BPM/sos

KERAJINAN - Warga binaan di Lapas Narkotika di Dusun Buungan Desa Tiga Susut membuat aneka kerajinan dari limbah, belum lama ini. Hal ini juga termasuk salah satu bagian rehabilitasi.

Minggu, 25 September 2016 05.52 Mars Indonesia Raya 05.54 Mars Bali Jagadhita 05.56 Lagu Ngastitiang Bali 06.00 Puja Trisandya 06.05 Dharma Wacana Hakikat Yadnya & Tujuannya (2) 06.35 Seputar Bali Akhir Pekan 07.35 Sehat Bugar 08.05 Klip Anak 08.35 I Got It 08.45 Bali Channel Tours TV 09.05 Taman Sari TK Catur Paramita 09.30 Belajar Menggambar 10.05 Education On Bali TV

10.30 Lila Cita 11.30 Dunia Otomatif 12.00 Dharma Wacana Hakikat Yadnya & Tujuannya (3) 12.30 Traventure 12.45 Bali Channel Tourist TV 13.00 Wirasa 13.30 Lejel Home Shopping 14.30 Tembang Bali 15.30 Education On Bali TV 16.05 Lipsus Kemenkes RI 17.05 Dunia Kita 17.30 Gita Shanti 18.00 Puja Trisandya

18.05 Seputar Bali 19.00 Banjar Bali Quiz (BBQ) 19.30 Kris (Kriminal Sepekan) 20.00 Samatra Artis Bali 21.00 Folksong 21.30 Berita dan Bincang Terkini 21.35 Ajeg Bali Tajen Daun Jarak Desa Bangah 22.00 Berita dan Bincang Terkini 22.05 Lila Cita Sendratari Baleganjur Siwa Keselemur (1) 23.00 Lila Cita Calonarang Yayasan Waturenggong Klungkung (1) 24.00 Lejel Home Shopping.


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Minggu Pon, 25 September 2016

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya Informasi pasang iklan Telepon : Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) : (021) 5357602 - Fax : (021) 5357605 - Iklan Still Store di Bali TV : Rp 200.000,- (10 x tayang) z Jakarta z Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) - Runing Teks Bali TV : Rp 50.000,- (5 x tayang) z Mataram : (0370) 639543 tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus - Denpost Paket : Rp 165.000,- (10 x muat) z Denpasar : (0361) 225764 (hunting) e-mail:iklan@balipost.co.id 69 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita - Bisnis Bali Paket : Rp 82.500,- (10 x muat) z Surabaya : (031) 5633456 z Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau VISA z Email: pembacabalipost@gmail.com z Layanan Pengaduan: HP: 081 139 62168, Pin BB: 55c8e021 z Discount Up to: 10% Pembayaran dgn Kartu Kredit BNI Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! z Tarif iklan Mini/Baris

Dcr PRT Tidur Luar,Gj 1,5Jt di Petitenget T.085738457870

A.BP.001.09.16.0001255

Dicari Sopir SIM A/B1 Hub.Jl. Andakasa 101 Tlp.085100896931

B.BP.164.09.16.0000658

Segera!Bali Botanica Spa di Ubud Butuh Receptionist 1 Org Therapist 3 Org.Syarat:Wanita, Min Pengalaman 1Th,bs Bhs Inggris,Lamaran ke: Jl.Raya Sanggingan,Ubud/T:976739/Email ke recruitment@zenjiwaraga.com

Bth Sgr Sales,Cook,Akunting Email CV nexky1975@gmail.com

A.BP.001.09.16.0001201

Dbtuhkan 1)PRT d kerobokan rmh 2kmr, 2x sminggu 1/2 hr, 2) Web master full time utk travel wbsite d sanur.exp 3)Wordpress developer sanur full time,gud wordpress skill 081258921925 hrdpbbali@gmail.com

Dicari:Front Office,Housekeeping, Bth Sgr!Tk.Jahit&Patrun SebaDriver,Engineering,Bell-Boy, nyak2nyau/GarmentdiCanggu-Berawa (Gj+Uang Harian)08123851139 Security & PRT Untuk Hotel A.BP.001.09.16.0001256 Hub.PO BOX 2005 Kuta Bali Bth Tng Office Nurse,Driver, B.BP.164.09.16.0000623 Cook,Laundry,Cleaner T.725076 !!!Job Hospitality* Chef,cook, B.BP.004.09.16.0000524 E:dodik@careforkidsbali.com waiter*&Farm work to Aussie& Dcari 3 org Peg Salon, 1 org A.BP.001.09.16.0001341 B.BP.145.09.16.0000610 Korea Magang H.081916282679 Ono Hairdreser,2 Kapster minat Hub. Bth:Reception,Terapis,Security A.BP.001.09.16.0001327 **Low:Sales,Mkt,Staff Event. u/Spa Hb:085100156688/8475903 08164742281 535b9e6b scptnya !!!PRT Wanita Usia max.30th Pengalaman Hospitality Email: A.BP.001.09.16.0001297 A.BP.001.09.16.0000891 Tidur Dalam Hub.081246976068 dic@vci.co.id 081236239988 Dcr Bartender,Waiter/Waitress Cafe Bali Rest in Seminyak LooA.BP.001.09.16.0001191 B.BP.001.09.16.0000647 Ari Putri Hotel, Jl.Cemara king for Waiter/s Cook,Cook Hel!!!Urgent!Butuh 10 Terapis Biggest Craft Export Company Sanur 08976778714 per,Steward Good English,AttiReflexi Pria/Wanita di Renon in Bali.Urgently Need: A.BP.004.09.16.0001221 tude,Able in Work in A Team Gj Menarik+Bonus+Lembur+THR 1)Merchandiser/Mrktg Dcr Karyawan pria max 35th Exp Send CV to:cafe.bali@yahoo Telp.9002588/081239621123 2)Sourcing Staff, Gaji 1,5-2,5jt,081802777997 A.BP.001.09.16.0001105 .co.id 735147,081936066759 B.BP.154.09.16.0000667 3)Factory Spv. B.BP.145.09.16.0000602 !Urgent! Looking for Butler Dcr Krywti u/Toko di Jl.PetiteAll Candidate Should have Staf (M)for villa/GH in Berawa Fresh Cr 8 Peg Skincare bs/blm Gj2Jt-3Jt nget T.081337230944 No SMS at least 3 years expr.Send UM % 0815552234 s/d 7 Hr GraduatedCV: reservation.kampung A.BP.001.09.16.0001254 A.BP.001.09.16.0001322 your CV to:dharmas@indo.net.id canggu@gmail.com Dcr Lulusan STM Bangunan u/Opr Cr Pembantu RT Gj1,5Jt Tdr dlm cc to triarianim@yahoo.com A.BP.166.09.16.0000670 Interior,lam Krm Tangkuban PeB.BP.004.09.16.0000622 u/Pribadi Hub.0361 488315 sgra *Low@Baturiti-Tbn:FO,PR,IT, rahu Gg.SD 11-13 No17 Br.Teges *Cr 5 Peg Salon bs/blm Gj 1Jt A.BP.001.09.16.0001321 UM % s/d 7 Hr 081916418313 Sgr Admin,SPV-Resto,Barista,Waitress Cr SPG&Sopir Usia Max 25Th SMA Padangsambian Hub:087861816907 A.BP.153.09.16.0001340 E:dic@vci.co.id 081236239988 A.BP.001.09.16.0001323 Gj1,8-2,5Jt Hub.08123881899 B.BP.001.09.16.0000648 Dcr Peg Salon Wanita utk Anata Dbthkn Waiter/ss Brpenampilan Gatsu Barat No.494 Karya Subur Salon Legian Hub.081933027751 menarik Bs Bhs Inggris&Berpenga- Bth Cpt PRT Tgl Dlm,Max 35Thn, A.BP.001.09.16.0000892 A.BP.001.09.16.0001296 Bs Masak & Naik Motor.Bersih2, laman Lam:Sea Safari Cruise Cr SPV Laundry&SPV RmhMknPglmn Msak,Jg Ank.Gj 2Jt/Bln. Dcr Staff Counter Hotel Max 28 th Jl.Raya Pelabuhan Benoa,Email: Tkg Masak,Lok Dps,082339722824 P/W Hub.085738510688 Yuli Panjer 0812 2210 8858 hrd@seasafariscruises.com B.BP.004.09.16.0000593

A.BP.001.09.16.0001274

A.BP.001.09.16.0001316

A.BP.001.09.16.0000729

Dcr Penjahit Sbyk2nya utk PMA Garment System Borongan Gaji Mingguan Dtg Lgs ke Jl.Batubolong No.28 Canggu 8445628/081915681176

Dcr Tng Krj Suami&Istri u/PliDibutuhkan Therapist & ResepDicari Sopir Pglm,bisa Matic, hara Babi/Ayam Hub:08123654081 tionist Speak Good English Pengala- SIM B1,ada Mess,dpt BPJS,Bawa A.BP.001.09.16.0001172 man Min.1 Th Gaji+Bonus+Uang Lamaran ke PT.Dianatina Ayu,Jl. Dcr:Ass HRD,Purchasing,Bar, Makan & Uang Transport Send CV Griya Anyar No.3XX Kuta.756646 Waiter/ess,Runner,Cashier, A.BP.001.09.16.0001244 Kunara Spa Tlp.0361 474 1526 Dicari Sopir punya SIM B1&A A.BP.001.09.16.0001224 HouseKeeping,Gardeneer,Steward A.BP.001.09.16.0001024 Driver u/Restoran di Seminyak Hub.Rudy 081808830830 Dcr SPG u/Boutik Hotel Mercure Dibutuhkan Waiter Hub.Balcony A.BP.001.09.16.0001313 Hub.(0361)730603.Email: Nusa Dua,Gj+Bns H.08123860469 Rest Kuta, 087862243162 Dicari Tukang Masak u/RM Babi A.BP.001.09.16.0001285 A.BP.001.09.16.0001230 analafavela@gmail.com Dcr Sgr Asist Dr/Tng Facial Dicari 2 PRT tidur dalam untuk Guling Area Dps Hub08174798001 B.BP.004.09.16.0000594 A.BP.001.09.16.0000989 Wnt Min SMA Hub.0818554664 Rumah diSanur Hub.081239285583 Dcr:PRT Jujur utk Pribadi Dicari:Staf Wnt,Fresh Grad.D3/ A.BP.001.09.16.0001293 Tdr Dlm Max.30th,081999492582 A.BP.001.09.16.0001324 S1 Acc,MYOB,Pjk Kirim CV ke Dcr Sgr Sopir SIMB1 Hub:427858 Dicari Admin Wanita Jur Akunt/ A.BP.001.09.16.0001329 PT Bali Toncity Jl.Imam Bonjol PT.Jumbo,Jl.Intan LC2/11 Dps Keu.utk Distributor Pakan Jl. Dcr:Pembantu Masak,Waiter/ss A.BP.001.09.16.0001005 486 Dps 80119 T.755210 Sidakarya 16 Dps-085238303334 Lancar Inggris,u/Legian, ada Dcr Sgr Tkg Kayu Meubel/FiniA.BP.001.09.16.0001088 E:indah@toncity.co.id Gaji,Tip,Bonus H.081236109808 shing Lok Jimbaran H087860943789 Dicari Cook Waiter/ress EngineeA.BP.001.09.16.0001305 A.BP.001.09.16.0001115 B.BP.101.09.16.0000659 ring Trapis Driver Krm CV ke Dibthkan Segera Tenaga Wanita Dicr:Head Prod u/Interior&Pbr Dcr Sgr:Sales,Adm,Pngws Gdg, Grand Sinar Indah Hotel S1 Komputer English Lam: Kayu Ex:3Th Max35Th,Sekretaris Srbtn Min.SMU Lam Lnsung Jl.Padma Utara Legian Kuta PT.Ayu Orchid Telp.484526 &Admin Min:D3 Bisa Comp Ex:3Th CV.Agung Mandiri Nakula 99 A.BP.001.09.16.0001196 A.BP.001.09.16.0001239 max:35Th Email:hrd.kontraktorb Legian 087861619794 Dibutuhkan Juru Masak Pria utk Dicari Karyawan Admin Export A.BP.001.09.16.0001223 ali@gmail.com/082339930603 R.Makan Tdk Pglmn,H:0818555006 Hub.0361-724095/724096 Dcr Spa Therapist Hub JaensSpa B.BP.001.09.16.0000650 A.BP.001.09.16.0001155 A.BP.001.09.16.0001154 Jl.PengosekanUbud/081936440212 Dicri Sopir Dibutuhkan Segera: Teknisi Dicari Kasir,SPG,Komisi (Sanur) B.BP.004.09.16.0000591 Hub:0811388348 Pria Max.30Thn,Lulusan SMU, Hub:081238311096 Dcr Staf Grilled,Kitchen,Bar, A.BP.001.09.16.0001289 Motor Sendiri SIM C,Lmrn ke A.BP.001.09.16.0001134 Waitter/ss Krm Sgr CV Anda ke Group Prsh Multi Nas Membthkan PT.ECT Jl.Soka No.6 Dps Dicari Sopir Pariwisata Wr.Subak Peguyangan Dps Utara 1)Staff PGA,Co,S1 diutmkan A.BP.001.09.16.0001197 Hub.081999700234 (0361)410940/085100422555 Psikologi,IP3 2)Driver,Punya B.BP.154.09.16.0000668 Dibutuhkan Site Manager Sipil A.BP.001.09.16.0001298 SIM A,Um.Max.30th,SMA.Krm Lam Dicr: P/W min SMU jujur ramah Usia Max 30Th Penglm 3Th STM / Dcr Tkg Jarit Pengalaman Garke PT.CPI Jl.Gatsu Tmr 330X sehat. Krm ke Maifan Jl.Nangka D3 bisa Buat BQ Email: ment & Tng Serabutan utk Tugas Dps Telp.0361-245588 Selatan No.81X T.081903193506 griyatuguselaras@gmail.com Luar Sgr Hub.087862214660 A.BP.001.09.16.0001131

A.BP.001.09.16.0001232

A.BP.001.09.16.0001217

A.BP.001.09.16.0000787

Housekeeping ke SiDoi Hotel Jl Benesari Legian T.0361756522

A.BP.001.09.16.0001052

Lwngn u/Therapst Wnt 20-40Th Harmony Jl.Tk.Yeh Aya 121Renon Gj 2-4Jt Hub:089659368996

A.BP.001.09.16.0001213

PT.Astra Intl Tbk-Honda Cabang Batubulan.bth:Bag.Mrktng Min.SMA Sdrjt , Usia Max.26Th Gj Diats Rp.5Jt/Bln,Asuransi Kesehatan,Jenjang Karir,Hub: 081936052441/081236332614 B.BP.001.09.16.0000654

Pmbantulk2KTPBalikrj9am/1pm, Sen/Jum 1Jt/Bl,087860059612 A.BP.153.09.16.0001335

RHR Hospitality Villa Management. looking for butler & houseKeeping;1year experience,young &energic E:rai@rhrgroup.com.my /wiwi@rhrgroup.com.my B.BP.154.09.16.0000665

Villa di Ubud membutuhkan Staf Butler,FO,Reservasi dan Staff Tidur diVila Tlp.082277333367 A.BP.001.09.16.0000952

Villa di Umalas Mencari PRT Pekerja Keras yang bs sdkt Bhs Inggris.Menawarkan Gaji yang Baik Hub.081238345224 B.BP.004.09.16.0000652

MOBIL - MOTOR PROPERTY RUPA-RUPA Bali Post DAIHATSU

TOYOTA

Taft GT 4x4’91 Abu AsDK Original 85Jt Nego Hub:085737200218

Avanza G’10 AsBal 20Jt Saja J.P.Kawe 44A dpn AlfaMart Inova G’05Silver Ori+Ijin112Ng P.Saelus2Kamboja7/085101850689

HONDA

Grand CRV’2012 AT KM15Rb 325Jt bs Tukar,087860856999 Pribadi

B.BP.141.09.16.0000661 JEEP

Vario 125 Th’2012 Bli dri Baru 11,5Jt Brang Prbd,085100856999

A.BP.001.09.16.0001331

B.BP.141.09.16.0000662

BUC Djl Mobil Aerio’2004 Wrn Hitam Hrg Bs Nego 087861073044 A.BP.001.09.16.0001299

Mercy C180Htm’04&95+InovaG’07 Slvr+Terano’97htm,081807779807 A.BP.153.09.16.0001337

G.Vitara JLX’09 MT 2.4cc Hitam Asli Bali 085100772007 A.BP.001.09.16.0001291

Grd Vitara JLX’08 A/T htm met cat asli DK istw 08174765188 A.BP.001.09.16.0001308

SUZUKI

Jual Suzuki APV’05 mls silver Dijual Suzuki Karimun Th’2000 Biru Metalik Hub.081338371450 asDK, 86jt nego H.085337492595 A.BP.001.09.16.0001314

B.BP.164.09.16.0000657

BIRO JASA

Djl Rmh 2Lt LT1,5Are Jl.Cekomaria Hg.900Jt Nego 081338566518

SUZUKI

Shogun 125 Mrh 2007 Tlp. 9004155/08179761540

DIJUAL RUMAH Djl Rmh Mrh di Jimbaran,Bhuana Turi,Graha Adi H.085289387966 LT195,LB185,Jl.Ling 8m B.Tomo VIII Hrg 1.950Ng,081805676667 B.BP.141.09.16.0000663

ALUMINIUM

BAHAN BANGUNAN

WC

KURAS MAMPET SALURAN AIR WASTAVEL, DLL

A.BP.001.09.16.0001198

DIJUAL TANAH ***Djl Tnh 3,3 are di Barat Trafic light Pantai purnama View pantai Hub: 08123654999

A.BP.001.09.16.0001330

Rm LT 088 H 570jt Gg Culeg I Br.Seseh Singapadu 087761115907 Rmh Br dkt Fourseason,1 menit ke Fourseason 2 menit ke Pantai Jimbaran 2Lt,3KT,RT,RM,Dpr,Grs, Ruang Pembantu T:082341135078

A.BP.001.09.16.0001106

Tnh Kvl di Mengwi 60Jt/A & 95 Jt/A Bs Kredit 087862450004 A.BP.001.09.16.0000928

Sdp Malam Investasi 1,5 & 2A 350Jt/Are Ng SHM 082146577807

Rmh Mnmlis Tbn Kota 3KT 2KM Ls 2Are 975Nego Hub.081805540656

A.BP.001.09.16.0001306

Rmh Saba Baru 1A,50m2 2KT,Dpr, RM,RT,Grs 550Jt,082341135078

A.BP.001.09.16.0001325

DIJUAL MOBIL

SERVICE

242389 / 081236774491 BIRO JASA

Dikontrakan Rumah Jl.Neptunus No.12 Teuku Umar H.0818333919

A.BP.001.09.16.0001328

A.BP.153.09.16.0001277

DIJUAL MOTOR

B.BP.154.09.16.0000666

A.BP.001.09.16.0001110

A.BP.001.09.16.0001307

SALON

Dikont Rmh 3KT,Dpr,R.Tamu Wifi,087860186668

Jual Rumah LT 2,5Are diJln Tkd Yeh Aye No. 98 H.085100724312

SERVICE MAMPET

GARANSI

A.BP.001.09.16.0001074

A.BP.164.09.16.0001001

HONDA

Range Rover Evoque’12 pthlux dinamic,smst baru,085100724312

A.BP.001.09.16.0001315

DISEWAKAN RUMAH Dikon Rmh Jl.Trengguli Dps Tmr 3KT,081339560339/087861894336

A.BP.001.09.16.0000415

A.BP.153.09.16.0001338

OverKrd Jazz MMC’2012 AT Putih UM100 bs Tkr,085100856999 Prbd

MERCEDEZ

A.BP.001.09.16.0001059

Banting Harga Rmh Baru Lantai2 Gelogor Carik Dps 085102180922

Rush’2012 Pth Sgt Mulus KM10Rb A.BP.001.09.16.0001284 Cantik,Jrg Pakai.081239852002 Jual Rumah 60/100 dan Tanah 1A A.BP.001.09.16.0001318 di Gianyar By Pass Darmagiri Hub:081337388558-081338282678 DIJUAL MOTOR

B.BP.141.09.16.0000660

KIA

T.36/70H.460Jt+Kav1A,2A Kboiwa Utr,Canggu,G.Salak081239851138

A.BP.001.09.16.0001334

A.BP.001.09.16.0001320

A.BP.001.09.16.0001209

Picanto’10 Abu/75Jt nego Jl.P nambi IV H/4 HP:08123804526

Rmh Kost LT2A,5kmr Jl.DewiSri Gg Anggur H850jtNg,08123910010

BIRO JASA

RUPA-RUPA

A.BP.001.09.16.0001311

Rumah Jln.Pitu Sika Asri 200jt cash BUC,088219208658

A.BP.153.09.16.0001336

Jual Rugi 1-2A Sempidi Tegeha Jl5m Pav 350JtNgo,081337332121 A.BP.001.09.16.0000874

Tnh Nempil 250Jt/A,Jl.Besakih PondokCitra Pmogan 08123871809

ARSITEKTUR Design/Gbr Arstk/IMB & Pelaks Proyek,Dps Badung Dsk. H.082145725757

A.BP.001.09.16.0001048

!!!Karma Kandara Sinaran Surga 1Ha,50A dktPantai,081338977777

A.BP.001.09.16.0001085

A.BP.001.09.16.0001190

**Tnh 1A,270Jt/A BudukAbianbase Jl6m,081237666809/081238920022 A.BP.001.09.16.0000991

1A SHM Abianbase,Sempidi,Munggu&Sading,087860432230 Cas/Krd B.BP.164.09.16.0000656

Dijual 20 Are Jl Utama ke Pura Lingsar Lombok 081936781565 A.BP.030.09.16.0001237

Dijual Tnh 1,5A Jl.Astasura I Dps Blk WR Mina 085792228540 A.BP.001.09.16.0001304

Djl Tanah L.1,36A Jl.P.Roti Akses Jalan 6m 081353002869 A.BP.001.09.16.0001082

Djl Tnh Saba 2Are View Pantai Lingkungan Vila T.082341135078 A.BP.001.09.16.0001326

JlTnh Murah2Are diPinggirJalan P.Batanta Masuk5m 087862273039 A.BP.001.09.16.0001295

Kavling 2,37Are&4Are IB Mantra Pring,082146758737/08161832150 A.BP.001.09.16.0001229

Tnh 1A PinggirJalanUtama Sanggulan 199Jt nego H.081999946688 A.BP.001.09.16.0001290

DISEWAKAN TANAH Dikont Tnh Luas 15Are Jln.Prop IB Mantra Ketewel,085237374690 A.BP.001.09.16.0001309

RUPA-RUPA Ahli Atasi Rumah Bocor Grnsi + Renov&Bgn Rmh.Ady:085101884685 A.BP.001.09.16.0001332

Atasi Rumah Bocor Dak Dinding Dll Grnsi(Daris)085102796346 A.BP.001.09.16.0001333

KEHILANGAN BPKB KIA Microbus’08 AN.Eddy Limbono Prm Suwung Permai 19

A.BP.001.09.16.0001204 DIJUAL RUKO Hlg 1Buah BPKB No.E1741911-0 Djl Ruko 8x10 Lt2+Gudang 8x14 Jl.Buluh Indah 68.085739700008 AN:Nunis Budiarti SE DK1999FA A.BP.153.09.16.0001339

Dijual Ruko Hanya 700Jt 2Lt Hub:085792368259 A.BP.001.09.16.0001319

KONTRAKTOR Borong Rumah Jadi,Bahan Plus Upah Hp/WA:0811301502 B.BP.817.08.16.0001232

A.BP.001.09.16.0001292

KURSUS *Fun Private English*Percakapn Conversation Hub:081999231246 A.BP.001.09.16.0001219

Les Privt,Gru Dtg K Rmh utk SD, SMP,SMA S.Pel H:085737517444 A.BP.001.09.16.0001013


18

REKREASI

Minggu Pon, 25 September 2016

TTS Bali Post

Pertanyaan Mendatar

2

Indahnya Pesona Alam Bukit Nampo

SEJUKNYA alam pegunungan dengan perbukitan yang indah dan masih alami. Di bawahnya tampak area persawahan yang luas dan perkebunan menghijau. Lautan luas membentang di sisi tenggara Pulau Bali dengan awan putih beriringan di atasnya. Tak kalah menariknya, Pulau Lombok dengan Gunung Rinjani yang tampak di pagi hari, Pulau Nusa Penida juga tampak jelas di selatan Pulau Bali. Di pagi hari terlihat matahari terbit, sedangkan di malam hari, kelap-kelip lampu di wilayah Karangasem termasuk di Kota Amlapura menambah indahnya

suasana. Itulah sekilas gambaran tempat wisata Bukit Nampo yang lebih dikenal dengan julukan Bukit Surga, berlokasi di Banjar Tanahampo, Desa Jungutan, Kecamatan Bebandem. Tempat ini relatif baru karena di-launching oleh Bupati Karangasem pada 19 April 2016. Kini pengunjungnya sudah mulai ramai. Berada pada ketinggian 795 meter dari permukaan laut membuat tempat ini menjadi sangat menarik dan ideal untuk melihat pemandangan alam yang indah di bawah sana. Kawasan ini mempunyai pesona

alam yang indah dan masih alami sehingga sangat cocok bagi wisatawan yang ingin suasana alam yang berbeda. Didukung juga dengan sejuknya udara pegunungan, membuat tempat ini sangat diminati baik wisataawan lokal, maupun asing dan menjadi tempat favorit bagi kalangan anak muda. Suasana alam yang indah dan alami tidak hanya lokasi wisata ini, di perjalanan menuju lokasi ini, pengunjung juga dapat menikmati suasana alam dengan bukit-bukit yang indah. Untuk menuju tempat ini, pengunjung dari Denpasar bisa melawati jalur Sidemen atau

BPM/kmb

BUKIT - Suasana keindahan Bukit Nampo yang kini mulai diminati untuk dikunjungi.

jalur Candidasa/Kota Amlapura tetapi jalur Candidasa jaraknya lebih jauh. Jika melewati jalur Sidemen, jaraknya lebih dekat, dari Denpasar sekitar 55 km dengan waktu tempuh kurang dari 2 jam dan jika kondisi normal/tidak ada kemacetan, bisa ditempuh dengan waktu 1,5 jam saja. Dari Denpasar melewatai Jalan By-pass Ida Bagus Mantra, kemudian menuju Kota Klungkung. Selanjutnya melewati jalur Sidemen menuju Pasar Kalanganyar, di sebelah timur Putung atau Duda Selat. Dari Pasar Kalanganyar, jaraknya sekitar 3,5 km dengan waktu tempuh sekitar 15 menit. Setelah melewati Pasar Kalanganyar, pengunjung akan melewati beberapa perbukitan yang masih alami. Di sebelah timur, tampak Gunung Lempuyang dan di bawah sana terlihat Telaga Tista/kolam besar yang di tengahya ada pura dan merupakan sumber air yang terbesar di Karangasem. Sepanjang perjalanan menuju lokasi, pengunjung dapat melihat area kebun salak yang dikombinasi dengan tanaman lainnya. Untuk mempermudah mencari lokasi wisata ini, pengunjung juga bisa menggunakan GPS atau goegle map dan kendaraan baik roda dua maupun roda empat juga bisa sampai ke lokasi. Untuk roda empat hanya kendaraan kecil yang bisa ke sana, sedangkan bus belum bisa. “Tempat ini sudah dikenal

4

5

6

7

8 9 10

11 12

13

14 16 18

15

17

19

20

21

22 23

24

25 26

27

28

29

30 31 32

33

KUPON TTS No.265

Menurun 1. Sengit ; hebat 2. Pangku (Bali) 3. Kemampuan virus memperbanyak diri 4. Ruang kapal 5. Alas lantai untuk berolahraga 6. Mudah marah ; mudah tersinggung 7. Pinjaman (Inggris) 9. Hubungan seks yang disertai menyakiti pasangan 12. Pendidikan anak usia dini 13. Adu kecepatan 14. Bambu 15 . Goyah atau tidak kokoh 17. Ningrat 19. Usaha kesehatan sekolah 21. Luka (Bali) 24. Jaminan 26. Makan malam resmi 27. Panggilan untuk guru besar 28. Regu (Inggris) 29. Umur

3

SPT2016

1. Seperlunya ; seadanya 5. Logam 8. Hidrokarbon ringan yang terkandung di dalam gas bumi 9. Tangkas ; cepat ; kuat 10. Rambut putih 11. Pacuan sapi atau kerbau 12. Pemberian atau anugerah (Bali) 13. Alat musik gesek 14. Berhubungan dengan bintang-bintang 16. Pucuk Enau (Bali) 18. Asap (Bali) 20. Dibalik : Partner 22. Semakin 23. Produksi nasional 25. Sandiwara 26. Tiruan suara pepohonan yang tertimpa hujan atau tertiup angin 27. Inlander 28. Makanan terbuat dari kedelai 30. Surat pos untuk mengirim uang 31. Berbagai macam 32. Gas/cairan yang dipakai pada alat pendingin 33. Bersih ; tidak ternoda

1

Ketentuan Menjawab

Jawaban di tulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 265 dan cantumkan identitas lengkap serta no telepon/Hp. Kirim ke Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 1 Oktober 2016. Pemenang diumumkan pada Bali Post Minggu 9 Oktober 2016. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang @200.000, dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga ( 2 dewasa + 2 anak ). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos.

Jawaban TTS No. 263 Mendatar 1. Polemik 4. Dursila 8. Ayem 9. Sombong 10. Manifes 11. Skema 14. Istora 16. Nenami (Imanen) 18. Mag 19. Prana 20. Rumba 22. Ode 24. Amanat

26. Anemia 28. Angin 31. Edukasi 33. Upakara 34. Ruas 35. Gnapmir (Rimpang) 36. Intuisi Menurun 1. Pasasir 2. Embrio 3. Kagok 4. Demam 5. Uma

sebelum di-launching Bupati Karangasem dan pengunjungnya lebih banyak dari kalangan anak muda,” kata I Ketut Latra, penggagas sekaligus pengelola tempat wisata ini. Awalnya informasi tempat ini dari mulut ke mulut, kemudian ada pengunjung yang memuat fotonya di instagram dengan menyebutnya sebagai Bukit Surga, sejak itu pengunjung mulai ramai dan tempat ini dikenal dengan Bukit Surga. Peningkatan jumlah pengunjung terjadi pada Sabtu, Minggu dan pada hari-hari libur. “Tempat ini juga diminati sebagai tempat kemah bagi pengunjung yang ingin menikmati keindahan di malam hari. Bererapa pengunjung juga tertarik untuk melakukan kegiatan rapat-rapat, perpisahan sekolah, yoga dan meditasi tetapi fasilitas untuk itu belum ada, kami dalam proses menyiapkan,” kata Latra mengakhiri pembicaraan. (kmb)

6. Sailan 7. Abstain 11. Samapta 12. Engkong 13. Antrean 15. Tirta 17. Album 21. Bandeng 23. Pancali 25. Nyokap 27. Engkau 29. Nyiur 30. Ilusi 32. Sri

Pemenang TTS No. 263 1. Dewa Gede Ary Parmadi Desa Buwit, Kediri, Kab. Tabanan (Telp. 08813681982) 2. A. A. Yuni Andayani Br. Kedua, Desa Baha, Mengwi, Kab. Badung (80351) 3. Ni Wayan Sumetri Br. Taman Sari, Sulanyah, Seririt, Kab. Buleleng 81153 (087861628924) 4. Ni Putu Sunarti Br. Dinas Kerta Buana, Tianyar Barat, Kubu, Kab. Karangasem 8 0853 (081999704892) 5. Kadek Agus Sueca Br. Tuakilang Baleran, Desa Denbatas, Tabanan (82115) 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar Nama Alamat

:I Nyoman Karyawan :Jl. Hayam Wuruk XVII/20 Denpasar (08123660114)


19

Minggu Pon, 25 September 2016

Karena Bocor Dari Hal. 1

Tak jarang, penangkapan gagal justru karena bocor dari intern aparat. Belum lagi penanganan pascapenangkapan. Pasal yang memungkinkan para pengguna menerjemahkan sebagai rehabilitasi atau ditindak menjadi celah empuk oknum aparat. Sumber pemakai yang enggan dikorankan menyebutkan, menjadi pengguna dan tertangkap benar-benar menjadi pesakitan. Ibarat jatuh tertimpa tangga. Sudah terjerat sebagai pecandu, diperas ketika ditangkap. Sementara pengedar atau bandar tetap tenang. “Sekali menjadi pengguna, konsekuensinya harus banyak uang. Uang untuk beli (konsumsi narkoba), uang ketika ditangkap, uang untuk rehabilitasi,” terangnya. Sebab, ketika ditetapkan putusan rehabilitasi pun, mereka juga harus membayar. Mantan pengguna ini pun meyakini, penegakan pemberantasan narkoba tidak pernah akan berhasil, kalau penyakit dari intern sendiri tidak diberangus. Terus Diawasi Sementara itu, pemberantasan kasus narkoba yang dilaksanakan Polres Klungkung tidak hanya menyasar kepada pengguna dan pengedar yang berkeliaran di Kabupaten Klungkung namun juga dilakukan di internal kesatuan. Pasalnya, tidak menutup kemungkinan adanya personel Polres Klungkung yang menyalahgunakan barang haram tersebut. Untuk mencegah terjadinya kasus narkoba di ling kungan Polres Klungkung, Kapolres Klungkung AKBP FX Arendra Wahyudi akan menindak tegas personelnya yang kedapatan menyalahgunakan narkoba. Selain itu, dalam penanganan kasus narkoba Polres Klungkung terus melakukan pemantauan mulai dari penangkapan hingga dilimpahkan ke kejaksaan.

Kapolres Arendra mengungkapkan, tidak menutup kemungkinan terjadi penyalahgunaan narkoba di internal Polres Klungkung. Untuk itu, Polres Klungkung gencar melakukan tes urine kepada personelnya sebagai upaya pencegahan adanya personel yang menggunakan barang haram tersebut. Masih belum hilang dari ingatan kita, tes urine ini telah mengungkap tiga personel Polres Klungkung yang diketahui mengonsumsi barang haram tersebut. Ketiga personel itu pun telah menjalani sidang disiplin di Gedung Theater Kamtibmas pada tanggal 15 Februari lalu. Dalam sidang tersebut, ketiga personel ini mengaku telah menggunakan narkoba. Kapolres Arendra menegaskan personel yang kedapatan menggunakan narkoba akan diberikan sanksi tegas untuk menimbulkan efek jera. “Kita tetap mengagendakan tes urine kepada anggota yang perlu diwaspadai. Tes urine itu merupakan langkah pencegahan,” ujar Kapolres Arendra. Polres Klungkung juga memberikan perhatian serius terhadap kasus narkoba yang ditangani Sat. Narkoba dengan cara melakukan gelar perkara setiap minggu. Untuk barang bukti, saat pelaku tertangkap tangan harus ada saksi independen dengan dokumen lengkap. Personel juga harus melakukan penimbangan barang bukti secara transparan hingga akhirnya dilakukan penyimpanan yang jelas. “Proses pelaksanaan pemeriksaan dan penyerahan berkas dilakukan dengan cepat. Sehingga tidak sampai memberikan peluang anggota bermain-main dengan barang bukti,” bebernya. Ditanya terkait dengan penyimbangan dalam proses hukum kasus narkoba, Kapolres Arendra mengatakan sejauh ini pihaknya belum menerima laporan atau pun komplain dari pihak pengawas terkait proses pemberkasan kasus narkoba. (olo/dwa)

Nomor Seni

Dari Hal. 1

“Hasil ini sangat menggembirakan mengingat emas ini merupakan emas satu-satunya emas nomor seni. Penilaian juri sudah cukup bagus. Karena kalau saya lihat, Bali memang masih unggul. Tapi di ganda putra hanya mampu meraih perunggu. Padahal, target kami di ganda putra adalah medali perak. Ya diterima saja apa keputusan juri,” ungkap Selamat sembari menyebutkan, raihan prestasi ini masih jauh dari target karena di PON 2012 Riau, Bali memperoleh enam medali emas. Sementara Dwiyanti mengakui senang akhirnya bisa meraih medali emas. “Saya memang sejak awal ingin mempersembahakan medali

emas. Ya memang saya sedang hamil lima bulan. Tapi berkat tekad keras dan semangat saya, akhirnya bisa memberikan emas dengan pasangan saya Ayu Sidan. Sekarang, saya plong karena sudah mampu menyelesaikan tugas dengan baik dengan raihan medali emas ini,” kata Dwiyanti sambil meneteskan air mata bahagianya. Pelatih silat laga tunggal putra Putu Sugiatra mengaku meski gagal memenuhi target 3 medali emas, akan tetapi pihaknya tetap bersyukur silat bisa meraih dua emas di nomor seni dan laga. “Memang di awal kami target 3 emas. Tapi ternyata meleset, dan hanya mampu meraih dua emas. Semoga PON berikutnya prestasi bisa lebih baik lagi,” jelas Sugiarta. (kmb41)

Awali Tugas Dari Hal. 1

Padahal waktu mengawali tugasnya sebagai Dir. Resnarkoba, Kombes Franky dengan tegas dan lantang mengatakan ‘’sikat pemasok narkoba ke Bali’’. Misi itu dibuktikan dengan menangkap pemasok dari Jawa Timur ke Bali dengan barang bukti 50 gram sabusabu. Selain itu, pihaknya menyeleksi anggota dan hanya merekrut yang benar-benar Merah Putih. Merah Putih itu maksudnya bersih dan benarbenar bertekad membasmi narkoba. Ia juga melarang anggota Polri untuk menjadi anggota Resnarkoba kalau hanya untuk mencari uang atau kaya. Bahkan, ia menargetkan sepuluh bulan menjabat Dir. Resnarkoba supaya pemasokpemasok narkoba ke Bali ditangkap. Jika gagal, Franky siap dipindah. Namun baru lima bulan menjabat, mantan Dir. Resnarkoba Polda Papua ini sudah kena kasus. Kapolda Bali Irjen Pol. Sugeng Priyanto, saat mengakhiri sambutan HUT Polantas, Kamis (22/9) lalu, sempat menyingung kasus tersebut. “Saya berpesan, penegakan hukum harus tegas. Mau bersih-bersih (narkoba -red) tapi diri sendiri belum bersih, jadinya senjata makan tuan. Jangan suruh orang pakai helm, tapi polisi tidak pakai helm,” tegasnya. Mengantisipasi kasus serupa, Kapolda menegaskan bahwa perintahnya sudah jelas kepada anggotanya yaitu melaksanakan tugas sesuai aturan . Oleh karena itu, Sugeng Priyanto berharap para kapolres, kasat, dan kabag harus transparan ke bawah. Ia kembali menegasan

tidak ada lagi pemotongan anggaran. “Setiap pekerjaan pasti ada suka-dukanya. Bagi kami semua itu merupakan dinamika tugas di lapangan. Bagi kami yang tidak kuat iman, mungkin akan lebih banyak duka yang dihadapi,” ucap Kasat Resnarkoba Polresta Denpasar Kompol Gede Ganefo. Kerja tidak kenal waktu kerap muncul perselisihan anggota Resnarkoba dengan keluarganya. Pasalnya aktivitas siang dan malam terpaksa meninggalkan keluarganya. “Setiap hari, saya berlakukan jam apel malam. Tujuannya untuk konsolidasi, di samping mengecek kesiapan, juga mengingatkan anggota jangan sampai melupakan keluarga, meskipun tugas tetap menjadi yang utama,” kata mantan Kapolsek Kuta ini. Ia tak bosan-bosannya berpesan jangan memanfaatkan peluang untuk tidak pulang, terus keluyuran yang tidak jelas atau mungkin punya wanita idaman lain (WIL). Selain risiko kecanduan, tugas polisi undercover narkoba juga harus masuk ke tempat berbahaya karena harus bergaul dengan para pecandu narkoba. Jika tidak demikian, sulit mengungkap jaringan barang terlarang tersebut. Dari Januari hingga pertengahan September 2016, Sat. Resnarkoba Polresta menangkap 305 tersangka dari 281 kasus. Sedangkan tahun 2015 sebanyak 380 tersangka dari 360 kasus. “Sejak saya dipercaya jadi Kasat Resnarkoba Juli 2014 sampai sekarang, mengamankan 844 tersangka dari 792 kasus. Jumlah barang buktinya sekitar Rp 12.866.147.470,” ungkapnya. (rah)

BPM/ant

ROBOH - Warga berkerumun menyaksikan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang roboh di Pasar Minggu, Jakarta, Sabtu (24/9) kemarin, tiga orang meninggal dunia.

Terbilang Marak

Dari Hal. 1

Padahal di Bali, peredaran narkoba terbilang marak dari kota hingga ke desa. Dari orang kaya sampai orang miskin, bahkan dari pejabat sampai dengan pengangguran. Aparat mestinya mengawasi dan mengontrol, bukan malah membiarkan narkoba semakin merajalela. “Mudah-mudahan dengan semangat dari Kapolri untuk betul-betul memberantas narkoba di seluruh Indonesia termasuk juga Bali. Dia mengintrospeksi kesalahan di internal Polri, ini langkah yang cukup bagus, kita apresiasi,” imbuh Politisi Partai Gerindra ini. Tagel meminta aparat terkait lainnya seperti BNN agar lebih gencar mensosialisasikan bahaya narkoba. Sosialisasi penting untuk memutus rantai peredaran narkoba. Tidak hanya pada seluruh in-

stansi, tapi juga menyasar desa pakraman. Desa pakraman mesti diberikan pemahaman untuk minimal membuat awigawig. Isinya tentu memberikan sanksi hukum dan sanksi adat bagi masyarakat yang “bermain” dengan narkoba. Dia memngatakan desa pakraman itu ujung tombak. Prajuru dan pecalang bisa bertindak lebih awal. Jangan sampai generasi kita, baik generasi muda, generasi tua, apalagi anak-anak kita ini terjerat narkoba. Ini namanya sudah penjajahan luar biasa,” tegasnya. Tagel menambahkan, siapa saja yang memiliki anak, kerabat, atau teman seorang pemakai narkoba tidak perlu takut melaporkan agar direhabilitasi. Sebab kini pemakai tidak akan dikenai hukuman, kecuali berstatus pula sebagai pengedar. Sementara itu, anggota Komisi I DPRD Bali, Ngakan

Made Samudra, S.H., mengatakan, pemberantasan narkoba juga sangat tergantung dari pribadi masing-masing. Semua pihak harus saling mengawasi bagaimana agar diri sendiri dan orang terdekat tidak sampai terjerumus pada narkoba. “Sebab, kalau sudah kena narkoba, bisa habis-habisan, baik dari segi ekonomi, kesehatan, martabat pun bisa dikorbankan demi narkoba. Inilah kita tidak bisa hanya berharap kepada aparat, kita masing-masing diri pribadi, keluarga, masyarakat harus komitmen bahwa narkoba adalah bahaya besar,” ujar politisi Demokrat ini. Samudra menambahkan, banyaknya penangkapan bandar atau pengedar narkoba hingga berujung pada hukuman penjara bahkan hukuman mati hendaknya menjadi pelajaran. Dalam hal ini, pelajaran untuk jangan sekali-kali berurusan dan mencoba narkoba. (rin)

Sering Berbeda Dari Hal. 1

Sedangkan soal besaran vonis yang harus dijalani para terdakwa, vonis yang dijatuhkan majelis hakim dalam kasus narkoba juga berbeda. Majelis hakim selalu menyampaikan beberapa pertimbangan, sebelum pada kesimpulan. Yakni pertimbangan yang memberatkan hukuman dan pertimbangan yang meringankan hukum. Dari catatan Bali Post, dalam penanganan kasus narkoba, tidak jarang juga hakim memberikan putusan tinggi, walau barang buktinya sedikit. Sebaliknya, hakim memberikan putusan ringan, walau jaringannya mengantongi barang bukti banyak. Itu juga terjadi di kejaksaan. Jaksa sering menuntut tinggi, jika barang buktinya rendah dan sebaliknya. Itu tergantung dari fakta persidangan. Yang menjadi pertanyaan, banyak perkara yang tidak sesuai dengan tuntutan jaksa, namun putusan majelis hakim diterima oleh kejaksaan. Kasus rehab Roby Satria sebagai contoh. Dalam kasus narkoba, jaksa berhak melakukan upaya hukum banding, jika putusan hakim dinilai terlalu rendah atau di bawah tuntutan. Dan, itu biasanya selalu disampaikan majelis hakim sebelum menutup persidangan. Selama ini, lamanya putusan dalam perkara narkoba

bervariasi. Selain rehab, ada juga hukuman sepuluh bulan, setahun. Sedangkan maksimalnya ada 15 tahun. Bahkan pekan ini, jaksa menuntut pengedar narkoba dengan pidana penjara selama 12 tahun. Dua pria asal Madura yang diduga bandar sabu-sabu itu adalah Fahrur Rozi dan Ismail. Jaksa menyatakan kedua terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana narkotika, yakni melakukan percobaan atau pemufakatan jahat secara tanpa hak melawan hukum, menawarkan untuk dijual, menerima, atau menjadi perantara jual beli narkotika golongan I yang beratnya melebihi lima gram. Atas perbuatan itu, terdakwa dijerat pasal 114 ayat 2 jo pasal 132 ayat 1 UU RI. No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Selain dihukum 12 tahun, jaksa juga menuntut supaya terdakwa membayar denda masing-masing Rp 1.500.000.000. Barang bukti dalam perkara ini adalah 50,44 gram bruto atau 49,82 gram neto. Selain itu, saat ini juga sedang berlangsung sidang kasus bandar narkoba yang digerebek Mabes Polri. Terdakwanya adalah Putu Leong dkk. Sementara pihak Sat. Narkoba Polresta Denpasar, merupakan aparat yang paling banyak melimpahkan kasus narkoba di Kejaksaan

Paling Tinggi Dari Hal. 1

“Jumlah penyalahgunaan narkoba di Bali masuk urutan delapan se-Indonesia,” ungkapnya. Terkait peredaran narkoba masing-masing kabupaten/ kota, lanjut Brigjen Suastawa, Denpasar paling tinggi, disusul Badung, Gianyar, Buleleng, dan Tabanan. Denpasar paling tinggi karena menjadi pusat perekomian,

pariwisatanya terus berkembang, banyak tempat hiburan malam dan kos-kosan. Sebab, pengedar narkoba menyasar masyarakat mapan. Oleh karena itu, mantan Dir. Binmas Polda Bali ini berharap kepolisian harus gencar atau aktif melakukan penangkapan. Pasalnya, kejahatan narkoba itu di bawah permukaan sehingga aparat penegak hukum harus berupaya maksimal. (rah)

Negeri Denpasar, selain Polda, Mabes Polri dan BNNP. Praktisi hukum I Gusti Putu Putra Yudhi Sanjaya, S.H., Sabtu (24/9) kemarin memandang bahwa penanganan kasus narkoba sebaiknya dilakukan secara profesional. Artinya, aparat terkait, mulai penangkapan, proses penuntutan, hingga vonis, kata Yudhi, tidak boleh dilakukan setengah hati. “Bangsa Indonesia sudah mencanangkan bebas narkoba, namun faktanya masih banyak yang tertangkap dalam kasus ini. Kami selaku praktisi, berharap aparat tidak setengah hati dalam penanganan kasus narkoba. Berikan efek jera. Rehab jika memang perlu direhab yang kecanduan narkoba, dan hukum seberat-beratnya jika terbukti mengedar, karena itu bisa merusak generasi bangsa,” ujarnya. Sebagai pengamat hukum, pria asal Buleleng itu berpendapat bahwa jaksa boleh melakukan upaya hukum banding jika putusan hakim di bawah tuntutan jaksa. “Itu aturannya. Namun itu kewenangan pada internal kejaksaan. Tentu dalam hal ini penuntut punya pedoman tersendiri,” sambung dia. Bahkan, lebih lanjut dikatakan, antara kepentingan jaksa dan pengacara (lawyer) kadang berbanding terbalik, karena mempunyai argumen dan pandangan masing-masing. (asa)

Pengungkapan Kasus Narkotika dan Miras di Bali 2015 Polresta Denpasar = 351 kasus Polres Gianyar = 106 kasus Polres Badung = 48 Kasus Polres Buleleng = 55 kasus Polres Klungkung = 78 kasus Polres Bangli = 76 kasus Polres Tabanan = 39 kasus Polres Jembrana = 59 kasus Polres Karangasem = 17 kasus Sumber data BNNP Bali

Diperiksa Propam Dari Hal. 1

Berikutnya adalah Direktur Reserse Narkoba Polda Bali Kombes Franky Haryanto Parapat, yang sedang menjalani pemeriksaan di Propam Polri terkait dugaan kasus pemerasan terhadap tersangka pemilik narkoba. Komisaris Besar Muhammad Arief Ramdhani akan menggantikan posisi Franky. Arief sebelumnya menduduki posisi Analisis Kebijakan Madya Bidang Pidum Bareskrim Polri. Kemudian juga ada pemberitahuan mutasi untuk Komisaris Besar Krishna Murti yang sekarang menjabat Kepala Bagian Pembangunan Kapasitas Biro Misi Internasional Divisi Hubungan Internasional (Kabagkembangtas Romisinter Divhubinter) Mabes Polri. Padahal, Krishna baru sekitar dua bulan ditugaskan sebagai Wakil Kepala Kepolisian Daerah Lampung. “Ya dimutasi untuk memperkuat Hubinter,” kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri, Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar. Boy mengatakan sosok Krishna dinilai dapat memperkuat divisi itu karena Polri melakukan rotasi sejumlah perwira tinggi dan menengah. Direktur Reserse Narkoba Polda Bali Franky Haryanto Parapat yang sedang menjalani pemeriksaan Propam Polri terkait dugaan pemerasan ditarik ke Bareskrim Polri. Keputusan itu tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor: ST/2425/

IX/2016 tertanggal Jumat (23/9/2016). Franky dimutasi ke Analisis Kebijakan Madya Bidang Iknas Bareskrim Polri. Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli mengatakan, pencopotan Kombes Franky ini untuk memperlancar pemeriksaan oleh Propam Polri atas kasus itu. Mutasi Krishna tertuang dalam surat telegram rahasia Kapolri nomor ST/2335/ IIX/2016 tertanggal 23 September 2016. Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar membenarkan mutasi tersebut. Namun, ia membantah perpindahan Krishna karena kasus yang kini tengah ditangani Pengamanan Internal Divisi Profesi dan Pengamanan Polri. “Yang bersangkutan dimutasi ke Hubinter untuk mendukung acara sidang umum Interpol di Bali,” ujar Boy. Mutasi Krishna bersamaan dengan mencuatnya dugaan tindak kekerasan yang dilakukan Krishna terhadap seorang perempuan. Kasus ini tengah ditangani oleh Divisi Propam Mabes Polri. Kabar itu bermula dari sejumlah pemberitaan yang menyebut mantan pejabat Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya menganiaya teman perempuannya. Beredar pula foto-foto perempuan yang diduga korban dari Krishna. Sementara itu, Krishna membantah isu tersebut. Ia mengaku tidak tahu mengenai munculnya informasi yang menyebutnya menganiaya perempuan. ‘’Saya tidak tahu mengapa dikaitkan dengan isu yang beredar,’’ ujarnya. (kmb)


balipost (148rb Like) http://facebook.com/balipost

Minggu Pon, 25 September 2016

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

Kejujuran Belum Binasa! KEJUJURAN itu mahal, jadi jangan mengharapkan kejujuran dari seseorang yang murahan! Selanjutnya apakah definisi dari seorang yang murahan itu? (Vina). ‘’Kalimat yang berakhir dengan tanda tanya itu merupakan epilog atas sebuah berita bertajuk ‘Tukang Bersih Toilet Kembalikan uang 100 juta, Sopir Taksi 126 juta, Ketua DPD malah Terima Suap 100 juta‘ di sebuah media online. Memang wartawan bernama ‘Vina’ tidak memberikan ihwal manusia murahan, namun dari ulasannya atas tiga sosok berbeda profesi dan kedudukan itu, dia menyerahkan hak tafsir pada para pembaca tulisannya. Aku juga harus ikut menafsir! Keberlimpahan harta benda dan tingginya jabatan, menurutku, tidak menjamin seseorang bertabiat mahal atau jujur dan berintegri-

tas. Sebab sering kubaca di media dan tonton di TV, pengguna rompi oranye KPK rata-rata orang berstatus terhormat dengan kekayaan cukup buat menghidupi tujuh turunan. Sungguh terpuji akhlak Mulyadi yang pembersih toilet di sebual mal, juga kakek Sama’i seorang sopir taksi, yang keduanya mengadu nasib di Jakarta. Mereka enggan menggelapkan uang yang ditemukan di tempat kerjanya, karena sadar itu bukan miliknya, justru mengembalikan pada yang berhak kendati mereka hidup pas-pasan di rumah kontrakan,” ulas Rubag. “Meski miskin harta, bagiku, Mulyadi dan Sama’i punya kepribadian bernilai mahal dan termasuk manusia langka di tengah-tengah keserakahan individualisme dan materialisme. Beda dengan elite berkedudukan ter-

@balipostcom (4.295 Follower) http://twitter.com/balipostcom

brolan BALE BANJAR ARIDUS hormat di Senayan, seperti diulas Vina, yang di samping bergaji selangit juga punya kekayaan puluhan miliar rupiah ditambah berbidangbidang tanah, logam mulia dan mobil mewah. Kendati gagal memiliki bergepokgepok uang yang bukan haknya, atas kejujurannya Mulyadi mendapat pin merah bertuliskan ‘Berani Jujur Hebat‘ dari Komisi Pem-

berantasan Korupsi (KPK). Engkong Sama’i yang kembalikan uang Rp 126 juta dan setengah kilogram emas batangan, yang mengaku seumur-umur tidak pernah punya kekayaan sebanyak itu, cukup puas menerima Rp 4 juta dari pemiliknya. Saat gemetar menelepon istri buat mewartakan penemuannya, dia mendapat jawaban, ‘Pulangin saja ke pool!‘ Ungkapan berbunyi ‘di belakang suami yang jujur ada istri yang berhati mulia‘ rupanya benar juga!“ ujar Sudiantara. ‘’Di luar masalah Mulyadi dan Sama’i, aku justru terpingkal-pingkal menyaksikan acara debat hukum di sebuah tayangan TV swasta, Selasa malam lalu. Dua politisi dari dua kamar berbeda di Senayan bertengkar dan nyaris adu fisik seperti anak kecil dalam adu kelereng. Debat yang membahas Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK terhadap politisi yang kalian gunjingkan, menyebabkan situasi memanas

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Facsimile: 227418 dan nyaris sebuah mikrofon melayang ke wajah, kalau tidak keburu ditengahi si pembawa acara. Itu disebabkan politisi yang terkena OTT KPK, menurutnya, tidak bersalah dan orang baik, karenanya dia berkeberatan bila dipecat. Politisi tua yang berumur 77 tahun naik pitam. Aku jadi sulit menahan gelak melihat penampilan si politisi muda yang tumben hilang garangnya seperti anak kecil kena jewer,” tutur Karyadi. “Anggap saja itu tontonan untuk mengganti Ketoprak Humor dan Srimulat yang kini tidak muncul lagi di layar kaca. Memang benar, kini kejujuran sangat mahal di negeri ini. Malah bila ada tokoh jujur ikut dalam kontestasi politik, berbagai hambatan direkayasa untuk menggagalkannya. Saat politisi dari kamar yang tidak punya urusan untuk menangani proyek, terkabarkan terkena OTT atas dugaan suap Rp 100 juta, ketua parlemen berkomentar ‘Innalillahi wa inna illahi

rojiun‘. Ini menandakan apa? Aku memang bukan seorang Muslim, namun aku sering dengar ucapan ini diucapkan bila ada yang meninggal atau terkena musibah. Apakah ini pertanda kejujuran sudah wafat di negeri ini? Ataukah musibah itu cuma di tataran elite saja? Benar, di kalangan rakyat, kejujuran belum binasa! Pembersih toilet yang rajin dan jujur, juga terus bergelimang dengan benda-benda kotor, termasuk membersihkan kotoran manusia yang tersisa di jamban, membuat KPK tertarik pada figur Mulyadi,“ papar Bakti Wiyasa. “Ya, KPK rupanya kesal menyaksikan perilaku para koruptor yang sepertinya tidak jera atas sepak terjang KPK. Mereka seakan menerapkan pepatah, mati satu tumbuh seribu, seperti yang pernah diteriakkan para pejuang di era revolusi kemerdekaan dulu. Karena itulah KPK, kini merintis pembinaan karakter anakanak usia dini dalam Gera-

kan Pembelajaran Aku Anak Jujur. Tujuannya untuk mengintegritaskan karakter antikorupsi sejak dini dan itu dilakukan KPK dengan cara mudah, murah dan menyenangkan. Ternyata upaya KPK dalam membina karakter anak-anak mendapat respons dari kalangan pendidik, terutama dari PAUD dan TK. Nur Sariati, guru PAUD Lentera Hati, Kranggan, Bekasi mengajak para anak didiknya ke kantor KPK. Alasannya, banyak anak didiknya yang bercita-cita menjadi penegak hukum dan pejabat, namun melihat realita saat ini korupsi menggejala di seluruh sektor. Rumah Budaya, Penggak Menmersi yang memprakarsai Rare Bali Festival juga dilibatkan KPK dalam pembinaan karakter anak, termasuk memasukkan unsur seni dan budaya warisan leluhur di dalamnya. Sebab, jangan sampai tradisi kita dilumat habis digempur globalisasi,“ tambah Wahyudita. (aridus)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi 25 September 2016 | Balipost.com by e-Paper KMB - Issuu