20 HALAMAN NOMOR 274 TAHUN KE 68 Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
TERBIT SEJAK 16 AGUSTUS 1948 PERINTIS: K. NADHA HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
MINGGU WAGE, 29 MEI 2016
balipost (136 rb Like) http://facebook.com/balipost
@balipostcom (4.126 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Faksimile: 227418
Pengemban Pengamal Pancasila
Buleleng Kepalkan Tangan Kiri Tolak Reklamasi Teluk Benoa
TOLAK REKLAMASI - Aksi Buleleng tolak reklamasi Teluk Benoa diikuti pemuda-pemudi dari berbagai wilayah Kecamatan di Buleleng dan dipusatkan di kawasan pesisir Pantai Lovina Desa Kalibukbuk, Singaraja, Sabtu (28/5) kemarin.
Singaraja (Bali Post) Dukungan gerakan Bali tolak reklamasi muncul dari kalangan pemuda di berbagai wilayah kecamatan di Kabupaten Buleleng. Mereka berkumpul terpusat di depan Pura Desa Pakraman Kalibukbuk, Lovina, Singaraja menyuarakan penyelamatan terhadap kawasan konservasi Teluk Benoa dan meminta pemerintah segera mencabut Perpres 51 tahun 2014. Peserta mengenakan pakaian adat madya membawa bendera ForBali, gamelan dan spanduk ‘’Buleleng tolak reklamasi berkedok revitalisasi Teluk Benoa’’. Pemuda-pemudi di Buleleng mengepalkan tangan kiri menolak reklamasi sebagai bentuk partisipasi dan solidaritas bahwa kawasan suci Teluk Benoa yang juga merupakan campuhan harus dijaga bukan untuk diuruk investor sebagai kawasan komersial. Hal. 19 Sebagian Besar Menolak
BPM/kmb34
Warga Pasang Ribuan Bendera Tolak Reklamasi Denpasar (Bali Post) Desa Pakraman Renon menyatakan sikap tegas menolak reklamasi Teluk Benoa berkedok revitalisasi. Penolakan reklamasi itu dituangkan dengan memasang bendera besar di tiga titik, dan ribuan bendera kecil di wilayah Desa Pakraman Renon, Sabtu (28/5) sore kemarin. Bersamaan dengan itu warga di seluruh desa pekraman di Bali bersama ForBali memasang ribuan bendera ‘‘Tolak Reklamasi. BENDERA - Ribuan bendera ‘‘Tolak Reklamasi’’ dipasang warga hampir di seluruh Bali.
Pemasangan tiga bendera besar tolak reklamasi ini, dengan ukuran 6 x 4 meter terpasang di simpang tiga Tukad Bilok, simpang empat Pasar Renon, dan simpang tiga Jalan Pemuda. Sedangkan 70 bendera ukuran kecil dipasang di sepanjang Jalan Pemuda, Jalan Tukad Yeh Aya, dan Jalan Tukad Balian, kata Koordinator Lapangan, I Gede Eka Suputra. Ditambahkan Eka Suputra, untuk pemasangan bendera di wilayah Desa Pakraman Renon, dilakukan serentak. Sedangkan, Minggu (29/5) siang ini, pukul 14.00 wita, akan dilakukan deklarasi yang dipusatkan di Jalan Raya Puputan, Renon. Hal. 19 Didukung Sekaa Teruna
PASANG BENDERA - Sekaa Teruna bersama warga Desa Pakraman Renon, saat memasang bendera tolak reklamasi di simpang empat Pasar Desa Pakraman Renon, Sabtu (28/5) kemarin.
Potret Korupsi di Bali
Polda Awasi Nol, Pejabat Aktif Dipenjara Bantuan Desa Belakangan ini penanganan kasus korupsi tercoreng oleh oknum hakim karier dan hakim ad hoc serta kepaniteraan di Pengadilan Tipikor Bengkulu ditangkap KPK. Mafia pengadilan pun merebak di MA. Tak pelak, pencitraan dalam penanganan kasus korupsi, khususnya dalam memberikan hukuman para koruptor menjadi tantangan buat hakim yang belum tersentuh masalah hukum di republik ini.
JAGAT BALI
Pura Tirta Sudamala PURA Tirta Sudamala adalah nama sebuah pura yang terletak di Banjar Sedit Kelurahan Bebalang, Kabupaten Bangli. Pura Tirta Sudamala selama ini sudah cukup dikenal lantaran di sekitar areal pura tersebut terdapat belasan pancuran yang dijadikan oleh banyak masyarakat sebagai tempat melukat. Biasanya Pura ini akan ramai dikunjungi pamedek dari berbagai daerah saat rahinan Purnama/Tilem, serta hari raya besar seperti Banyupinaruh. Untuk menuju Pura Tirta Sudamala, tidaklah sulit. Letaknya juga tidak terlalu jauh dari pusat Kota Bangli. Karena lokasi pura Tirta Sudamala berada di tepi Sungai Sangsang maka pamedek yang tangkil sekaligus melukat ke pemandian Tirta Sudamala ini akan melewati puluhan anak tangga. Klian Adat Sedit, Gusti Putu Kariyadnya, saat ditemui beberapa waktu lalu, menuturkan secara singkat asal muasal Pura Tirta Sudamala. Sebagaimana prasasti yang memuat sejarah tentang Pura Tirta Sudamala disebutkan bahwa pura tersebut berdiri bermula dari adanya perjalanan Ida Pedanda Hender. Konon, perjalanan yang dilakukan Ida Pedanda Hender adalah untuk mencari tirta dari sumber mata air suci yang akan digunakan sebagai pelengkap upacara besar. Hal. 19 Arah Selatan
TAK kerkecuali di Bali. Pengadilan Tipikor Denpasar adalah satu-satunya pengadilan di Pulau Dewata yang beralamat di Jalan Tantular, Renon. Berdasarkan catatan Bali Post, pengadilan ini sudah menjebloskan sejumlah mantan bupati yang sempat berkuasa di Bali. Sedangkan di luar pengadilan, khususnya bidikan kejaksaan dan kepolisian, ada bupati aktif yang sempat dijadikan tersangka, walau akhirnya setelah selesai menjabat status tersangka itu di SP3-kan. Sosok mantan pejabat yang aktif di salah satu partai politik itu adalah Wayan Geredeg. Sedangkan mantan bupati lainnya yang akhirnya dijebloskan ke penjara adalah mantan Bupati Jembrana, Profesor Dr. Drg. I Gede Winasa (dalam kasus pabrik kompos). Hal. 19 Kembali Disidangkan
BEGITU banyak bantuan melalui APBN dan APBD mengalir ke desa membuat pejabat di desa sangat hati-hati mencairkan dana desa. Apalagi Polda Bali mengaku kini fokus mengawasi aliran dana desa, juga kini ditambah bantuan dari pemerintah daerah tingkat II. Dengan kondisi SDM di desa, dikhawatirkan terjadi penyimpangan karena kurang paham terhadap pengelolaan dana tersebut. Hal itu diungkapkan Kabid Humas Polda Bali Kombes Hery Wiyanto, Sabtu (28/5) kemarin. Dia mengatakan Polda Bali sangat berkomitmen untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap kasus tindak pidana korupsi yang terjadi. Polda dalam hal ini Dit. Reskrimsus fokus terhadap pengawasan dan penyelidikan penyimpangan penggunaan APBD dan APBN. “Di samping itu, juga penyimpangan-penyimpangan lain yang termasuk dalam Undang-undang Korupsi,” ujarnya. Anggaran penanganan kasus korupsi, lanjut Hery, berbeda dengan kasus lainnya. Oleh karena itu harus diikuti dengan peningkatan kinerja para penyidik Tipikor. Hal. 19 Kerugian Negara DATA KUANTITATIF SELRA KASUS TINDAK PIDANA KORUPSI POLDA BALI DAN JAJARAN TAHUN 2015
Geredeg Bernapas Lega, Winasa Kian Terdesak DUA mantan bupati di Bali yakni I Wayan Geredeg (mantan Bupati Karangasem) dan Prof. I Gede Winasa (Jembrana) bernasib berdeda. Wayan Geredeg sementara bisa bernapas lega lantaran sudah mengantongi surat perintah penghentian penyidikan (SP3). Sementara Winasa kini posisinya semakin terdesak tersandung kasus korupsi beasiswa. Gerdeg awalnya diduga terlibat kasus korupsi pipanisasi. Stafnya di Dinas PU Karangasem yang terjerat kasus serupa yakni proyek pipanisasi air bersih empat kecamatan dua orang masuk bui. Mereka adalah mantan Kadis PU Ir. Wayan Arnawa, serta Ir. Ida Bagus Made Oka. Saat proyek dengan anggaran Rp 27 miliar itu berjalan, Arnawa Kadis PU. Sementara, Oka saat itu PPTK menjabat Kabid Pengairan di Dinas PU Karangasem. Keduanya dihukum majelis hakim pengadilan Tipikor Denpasar masing-masing satu tahun lebih. Sebelumnya, setelah menjabat Kadis PU, Oka asal Sibetan
Karangasem itu, sempat menjabat Asisten II Sekda Karangasem. Dalam kasus pipanisasi air bersih untuk empat kecamatan itu, sebenarnya cukup banyak yang sempat dijadikan tersangka oleh Penyidik Polda Bali, selain Arnawa dan Oka, juga saat itu Bupati Karangasem I Wayan Geredeg. Juga sejumlah stafnya di Dinas PU yang berkantor di Kecicang itu. SP3 untuk Geredeg terbit saat pejabat Kapolda sebelumnya. Pihak Kapolda Bali mengatakan, soal kenapa SP3 untuk Bupati Geredeg, karena dugaan korupsi terjadi saat pelaksanaan proyek, bukan saat perencanaan. Bupati bukan sebagai pelaksana dan bukan sebagai PPTK, sehingga dia tak kena sangkut pautnya. Di Karangasem, situasinya agak aneh. Meski sudah banyak proyek pipanisasi air bersih, tetapi warga Karangasem di daerah tandus, tetap saja mengalami krisis air bersih. Hal. 19 Rp120 Miliar
Geredeg
Winasa
DAERAH
2
Minggu Wage, 29 Mei 2016
Pohon Tumbang Timpa Garasi Perumahan Searcorm
FIGUR
Sejumlah Mobil Rusak
Manajemen Transportasi Berkelanjutan BANYAK masalah transportasi di Bali yang perlu diperbaiki. Di antaranya jumlah kendaraan yang disesuaikan dengan kapasitas Bali, jalan yang sering rusak karena dilalui kendaraan berat, tersedianya angkutan umum yang memadai serta perlunya manajemen lalu lintas. Ketua Ikatan Alumni (Ika) Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (ITS), Ir. I Wayan Mahardika, menyoroti pelayanan jembatan timbang di Bali yang belum efektif menekan muatan barang berlebihan ke Bali. ‘’Seharusnya diberlakukan pelayanan berbasis IT, sehingga sopir tak lagi main sogok dengan petugas,’’tegasnya dalam focus group discussion (FGD) tentang ‘’Pembangunan transportasi berkelanjutan menuju Bali yang ajeg dan shanti’’, Sabtu (28/5) kemarin.Wayan Mahardika yang juga Wakil Ketua Kadin Bali ini memandang perlunya manajemen transportasi berkelanjutan di Bali. Yang mutlak dilakukan sesuai dengan kearifan lokal menuju Bali yang ajeg dan shanti yakni mendatangkan kesejahteraan. ‘’Saya miris jalan di Bali yang berkualitas hanya untuk kendaraan 8 ton dilalui truk bermuatan 10 ton,’’ ujar pengusaha asal Klungkung ini. (sue)
BPM/dir
BPM/kmb
TUMBANG - Mobil dan motor rusak tertimpa pohon yang tumbang di Perumahan Searcorm.
Tak Kantongi Izin
Warga Desa Pakraman Kubutambahan Tolak Pembangunan Tempat Meditasi Singaraja (Bali Post) – Sejumlah warga Desa Pakraman Kubutambahan, Kecamatan Kubutambahan menolak pembangunan tempat meditasi yang diketahui milik Yayasan Suksema Meditation Center (YSMC) di desa setempat. Aksi penolakan ini karena yayasan tidak mengantongi izin dari pemerintah. Tak hanya itu, tempat meditasi di atas lahan seluas sekitar dua hektar ini diduga mencemari kesucian areal Pura Puseh Penegil Darma (Penyusunan) Desa Pakraman Kubutambahan karena lokasinya berhimpitan di sebelah selatan pura. Pantauan di lapangan Sabtu (28/5) pagi kemarin, aksi warga dimulai sekitar pukul 10.00 wita. Sebelum menutup paksa pembangunan tempat meditasi itu, warga yang berpakaian adat madya ini bersembahyang di pura setempat. Warga bersama prajuru Desa Pakraman Kubutambahan, pemangku, tokoh masyarakat kemudian menuju lokasi pembangunan dengan berjalan kaki. Turut menyaksikan aksi warga, Camat Kubutambahan Nyoman Sumertaja dan Perbekel Kubutambahan Gede Topan. Aksi warga ini dikawal aparat kepolisian, TNI, dan pecalang. Tiba di loksi pembangunan, rombongan warga menemukan beberapa bangunan untuk meditasi ini sudah selesai dibangun. Pada pintu masuk sebelah utara dan selatan terdapat bangunan dengan kapasitas 24 kamar. Sementara, sebuah bangunan kayu dengan model knock down sedang dibangun dan tinggal menunggu pemasangan atap dan beberapa bagian lainnya. Bangunan ini jaraknya hanya beberapa meter
di sebelah selatan Pura Puncaking Giri yang berada dalam kawasan Pura Puseh Penegil Darma. Tak hanya itu, warga juga menemukan aliran sungai yang selama ini dijadikan tempat petirtaan (pengambilan air suci -red) telah diuruk saat pembangunan berlangsung. Melihat situasi ini, warga tercengang dan dengan kompak menyuarakan untuk menolak pembangunan tempat meditasi itu. Warga meminta pemilik yayasan menghentikan secara total pembangunan semua fasilitas tempat meditasi itu. Klian Desa Pakraman Kubutambahan Jro Pasek Warkadea di sela-sela aksi menjelaskan, pembangunan tempat meditasi itu baru diketahui sejak dua hari yang lalu. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan menggelar pertemuan bersama aparat desa dinas, prajuru, pemangku, pengempon, dan tokoh masyarakat lainnya untuk mengambil sikap tegas. Dari pertemuan itu, warga sepakat untuk menolak pembangunan tempat meditasi tersebut. Alasan penolakan itu karena pemilik yayasan belum mendapatkan izin yang diterbitkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali sesuai dengan Keputusan Gubernur Bali No. 583 tahun 1991 tentang Pedoman dan Ketentuan Pembangunan Tempat Ibadah di Provinsi Bali. Selain mendapat izin regulasi itu mengatur bahwa, pembangunan tempat meditasi itu belum mendapatkan persetujuan warga Desa Pakraman Kubutambahan. Bukan hanya itu, alasan lainnya tempat meditasi itu dianggap mencemari kesucian areal pura sesuai Bhisama Parisada Hindu Dharma Indoensia (PHDI). Berdasarkan aturan ini, jarak pembangunan tempat meditasi seharusnya apaneling agung (sekitar dua kilometer -red). (kmb38)
MELAYAT - Massa perwakilan ForBali dan bendesa melayat ke gria Ida Pedanda Made Gunung (alm).
Siswa SMA Jadi Korban Penusukan di Jalan Mahendradatta Denpasar (Bali Post) Hati-hati ketika melintas di jalanan pada malam hari, apalagi pada dini hari. Abdulah Fakih (16) menjadi korban penusukan orang yang tak dikenal di Jalan Mahendradatta pada Rabu (25/5) lalu sekitar pukul 02.00 dini hari. Sudah tiga hari, ia dirawat di IGD RSUP Sanglah, tubuhnya lemas. Untuk bernapas saja, siswa kelas IX di SMA di Denpasar ini masih menggunakan alat bantu. Ia mengatakan, ada banyak orang yang mengepungnya saat itu. Ia tidak terlalu ingat pelakunya. Namun yang ia ingat ialah gerombolan tersebut masing-masing membawa senjata pisau, kayu, dan bambu. “Banyak orang, kurang lebih sepuluh orang dengan menggunakan motor,” tutur Fakih yang tergolek lemas di IGD RSUP Sanglah, Denpasar, Sabtu (28/5) kemarin. Lebih lanjut, ia menuturkan, penusukan terjadi saat Fakih bersama temannya menuju rumah usai bermain play station di sebuah rental di kawasan Monang-Maning. Saat melintasi Jalan Mahendradatta menuju rumahnya, Fakih merasa seperti diikuti oleh gerombolan pengendara motor. Benar saja, satu di antaranya kemudian mendekati mereka dan menusuk perut bagian kanannya. Pelaku penusukan pun kabur usai melakukan aksinya bersama pengendara yang tidak diketahui asal usulnya. “Saya tidak memiliki masalah dengan orang lain dan saya benar-benar tidak tahu kenapa saya ditusuk,” ungkapnya. Akibat kejadian tersebut, remaja yang tinggal di Jalan Ahmad Yani Utara ini mengalami perdarahan sehingga temannya segera membawanya ke RS BaliMed untuk mendapatkan perawatan. Saat itu, Fakih tidak sadarkan diri setelah menerima tusukan dari orang yang tak dikenalnya. Bukan hanya melukai perut bagian kanan, pisau ternyata juga menancap dan melukai bagian paru Fakih. “Kata dokter, parunya juga terluka setelah kejadian itu,” ujar seorang temannya yang enggan namanya dipublikasikan. Saat ini, Fakih harus menunggu jadwal operasi dalam menyembuhkan luka pada paru. “Masih menunggu kamar inap, setelah itu baru dilakukan operasi oleh dokter,” kata teman Fakih. Kejadian penusukan oleh gerombolan pengendara motor yang diduga sebagai geng motor itu pun sedang diproses oleh pihak kepolisian. (kmb42)
BPM/kmb38
PENOLAKAN - Warga menyampaikan tuntutan penolakan atas pembangunan tempat meditasi tanpa izin Sabtu (28/5) pagi kemarin.
RSUP Sanglah Melakukan Uji Coba Lima Hari Jam Kerja Denpasar (Bali Post) Per 1 Juni mendatang, RSUP Sanglah mulai memberlakukan 5 hari jam kerja (Senin-Jumat) dari pukul 07.30 sampai pukul 16.00. Sebelumnya, RSUP Sanglah memberlakukan 6 hari jam kerja (Senin-Sabtu) dari pukul 07.30 sampai pukul 14.00. Sementara itu, loket pendaftaran tutup pukul 14.00 sedangkan sebelumnya loket pendaftaran tutup 12.00. Pemberlakuan 5 hari jam kerja tersebut akan diujicobakan selama 3 bulan ke depan. “Khusus bagian fungsional seperti keperawatan dengan 3 shift, pagi, sore, dan malam tetap berjalan sesuai dengan aturannya semula, yang 5 hari kerja berlaku untuk yang di poliklinik, staff structural (manajemen), sehingga sabtu dan minggu yang di bagian fungsional spesialis ada dokter jaga yang standby 24 jam di IGD,” jelas Plh. Direktur Utama RSUP Sanglah, dr. I Nengah Kuning Atmadjaya, Sp.B. (K) Trauma, KKL, FINACS., Sabtu (28/5) kemarin. Untuk itu, IGD telah menyiagakan dokter spesialis untuk penyakit dalam, anak, anestesi standby 24 jam. Jika dalam waktu 3 bulan, uji coba pemberlakuan 5 hari jam kerja dianggap tidak efektif, maka akan dikembalikan ke 6 hari kerja. Usulan 5 hari jam kerja dalam rangka untuk menangani antrean yang panjang, kecepatan mendapatkan penanganan, pelayanan kesehatan yang optimal, dan diharapkan juga mengatasi masalah parkir di RSUP Sanglah. “Kalau 6 hari kerja, ada pasien yang datang ke poliklinik, untuk melakukan pemeriksaan darah lengkap. Misalnya dia datang jam 8, dapat pemeriksaan di poliklinik jam 11, kemudian jam 12 dapat surat untuk pemeriksaan lab, tapi jam segitu lab tidak menerima
lagi, terpaksa besoknya harus datang dan hasilnya 2 hari berikutnya. Tapi dengan 5 hari jam kerja, satu pemeriksaan yang datang jam 8, selesai diperiksa di poli jam 10, lalu datang ke lab. Karena lab ada SPO-nya yaitu batas waktu pemeriksaan 2 jam, sehingga selesai pemeriksaan lab jam 14.00-15.00 selesai, hasilnya bisa diambil lebih cepat,” bebernya. Selain itu, 5 hari jam kerja juga dinilai positif karena dapat melakukan operasi besar pada 2 pasien dalam sehari. Jika 6 hari jam kerja, dokter dapat melakukan 1 operasi besar sehingga dalam seminggu dapat melakukan operasi besar sebanyak 6 kali, selain operasi yang kecil-kecil. “Target kita adalah minimal 40-50 pasien per minggu, sehingga kalau 6 hari kerja target itu tidak tercapai,” imbuhnya. Sedangkan, dengan 5 hari jam kerja, dapat melakukan 2 operasi besar dalam sehari karena rentang waktu lebih panjang, sehingga dalam seminggu dapat melakukan operasi besar sebanyak 10 kali. Menurutnya dengan pemberlakuan 5 hari jam kerja, masyarakat diuntungkan karena antrean tidak terlalu lama. “Antrean poliklinik tidak akan lama, nah ini kita uji coba apakah teori itu benar apa tidak, apakah bisa mengurangi antrean di poliklinik, kalau tetap, tidak ada perubahan, kita kembalikan ke 6 hari kerja,” tandasnya. Selain itu, RSUP Sanglah juga dapat melayani pasien lebih banyak yang semula 700-800 per hari, menjadi 1.000 pasien per hari, karena jam kerja agak panjang di poliklinik. Masalah parkir juga dinilai dapat diantisipasi dengan 5 hari jam kerja karena pasien tidak perlu datang dalam waktu yang sama untuk mendapatkan pelayanan. Dengan rentang waktu yang lebih panjang hingga pukul 16.00, pasien bisa datang tidak pada waktu yang sama dengan pasien yang lain sehingga antrean parkir dapat bergulir. (kmb42)
Negara (Bali Post) Akibat angin kencang dan hujan lebat di Jembrana belakangan ini, banyak pohon tumbang di pinggir jalan juga tanah longsor. Bahkan, pohon tumbang juga terjadi di perumahan Searcorm di Dusun Dangin Brawah Desa Perancak Kecamatan Jembrana, Jumat (27/5) pukul 23.45 wita. Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Gusti Made Sudarma Putra seizin Kapolres Jembrana, Sabtu (28/5) kemarin, mengatakan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut namun akibat pohon tumbang yang menimpa garasi perumahan tersebut membuat sejumlah mobil rusak. Mobil yang rusak milik korban Bayu Prayono (35) dan Nuryani Widarki (35) yang semuanya tinggal di Perumahan Searcorm. Dari informasi saksi Komang Darmawan (31) satpam Perumahan Searcorm, pada Jumat malam ditelepon oleh korban Bayu Prayono dan memberitahukan kalau ada pohon roboh menimpa garasi yang di dalamnya ada mobil. Kemudian saksi menghubungi pihak PLN untuk mencabut kilometer listrik. Karena situasi malam saat itu tidak bisa dilakukan evakuasi sehingga dilakukan Sabtu pagi. Dalam kejadian tersebut, ada tiga mobil yang rusak dan dua sepeda motor. Demikian juga bangunan garasi hancur. Akibat kejadian tersebut, kerugian mencapai Rp 60 juta. Salah seorang pegawai Searcorm mengatakan perumahan itu memang ditempati oleh para pegawai Searcorm yang letaknya di sebelah selatan kantor Searcorm dan melewati jembatan. Di perumahan itu dekat dengan garasi memang ada beberapa pohon cukup besar. Karena belakangan kerap terjadi angin kencang dan hujan lebat sehingga akar pohon menjadi rapuh dan Jumat malam tiba-tiba roboh dan menimpa garasi. (kmb)
TINJAU - Bupati Putu Agus Suradnyana (PAS) meninjau stan pameran sebelum membuka PKB XXXVIII Kabupaten Buleleng di Eks Pelabuhan Buleleng Jumat (27/5) malam lalu.
Buleleng Gulirkan PKB XXXVIII
Jadikan Ajang Elaborasi Kesenian dan Hiburan Masyarakat PESTA Kesenian Bali (PKB) XXXVIII Kabupaten Buleleng merupakan event rutin setiap tahun menuju event yang sama tingkat Provinsi Bali. PKB kabupaten untuk menggali dan elaborasi kesenian sebagai wujud elaborasi kreativitas kesenian di Buleleng. Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana (PAS) meninjau pameran dan stan UMKM sebelum membuka PKB XXXVIII di kawasan Eks Pelabuhan Buleleng Jumat (27/5) malam lalu. Hadir mendampingi Bupati dalam pembukaan PKB Ketua DPRD Gede Supriatna, Sekkab Ir. Dewa Ketut Puspaka, M.P., dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Buleleng. Lebih jauh Bupati mengatakan, dalam PKB ini juga ada inovasi untuk memberikan hiburan kepada masyarakat. Sehingga masyarakat bisa menikmati penampilan kesenian di Buleleng. Hal ini menumbuhkembangkan kebanggaan untuk bisa tampil di provinsi dan juga kebanggaan masyarakat Buleleng untuk bisa ikut melihat dan menikmati kesenian. Sementara terkait materi, Bupati melihat Disbudpar sudah melakukan langkah kreatif dan inovatif. Dari setiap pelaksanaan PKB, ada progres yang ditunjukkan. Demikian juga ada hal yang baru ditampilkan saat pelaksanaan PKB di Buleleng ini. “Secara visual tampilan PKB tahun ini sudah beda. Ada pameran lukisan dan juga stan untuk kuliner serta stan UMKM. Untuk itu, apa pun materi ini akan menjadi hiburan dan ajang pencapaian prestasi di tingkat provinsi,” katanya. Kepala Disbudpar Ir. Nyoman Sutrisna, M.M. mengatakan pada PKB kali ini juga akan menggali kebudayaan bekerja sama dengan desa pakraman di Buleleng. Untuk hal tersebut, pada PKB kali ini diadakan lomba penjor adat. Selain itu, ada pameran kuliner yang bekerja sama dengan PKK, perguruan tinggi dan juga swasta. “Pameran kuliner diselenggarakan
karena konsep kami ingin mengintegrasikan lima pilar. Instansi ataupun pemerintah yang memayungi dalam hal regulasi sedangkan peranan swasta untuk menampilkan kreativitasnya di ajang PKB ini. Kita juga menampilkan perguruan tinggi yaitu Mapindo dan Undiksha,” jelasnya. Di sisi lain, mantan Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanla) Buleleng ini menambahkan, agenda PKB Buleleng berlangsung 4 hari dari tanggal 27 hingga 30 Mei 2016. Hari pertama dipentaskan gong kebyar wanita dari sanggar seni Santhi Budaya Singaraja dan gong kebyar anak-anak Langen Kerthi Budaya Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt. Selain itu, sebuah tari rekonstruksi yakni Tari Tombol yang ditarikan oleh sanggar Ling Kawi Desa Patemon Kecamatan Seririt juga dipentaskan. Sesuai rencana tari rekonstruksi ini sebenarnya akan dipentaskan pada penutupan PKB, namun karena banyaknya minat masyarakat yang ingin mengetahui tari rekonstruksi maka pihak panitia memutuskan untuk mementaskan tarian ini saat pembukaan digelar. Tidak itu saja, sebuah tarian daerah Tari Warak Dukder dari Kabupaten Malang, Jawa Timur yang merupakan hasil kerja sama dari Pemkab Buleleng dan Pemkab Malang. Sementara itu, Kepala Disbudpar Kabupaten Malang, Made Arya Wedantara, mengungkapkan kerja sama ini dilakukan karena kedekatan sejarah antara Kerajaan Singosari di masa lalu dengan Kota Singaraja. Di Candi Jagung ada satu cerita tentang Narasinga Murthi. Dari catatan itu, diduga ada kaitan sejarah antara Singosari dan Singaraja. “Ini dari hasil penelitian kami yang mengaitkan bahwa Singosari dan Singaraja erat kaitanya. Karena itulah, kita juga ingin membentuk sebuah sister culture heritage dengan Buleleng yang diawali dengan keterlibatan kami di PKB ini,” jelasnya. (ad1331)
z Perintis : K.Nadha, z Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha zPemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata zRedaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana zSekretaris Redaksi: Sugiartha zRedaktur Eksekutif: Parwata zRedaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra zAnggota Redaksi Denpasar: Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Sumatika, Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Parwata, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada. Bangli: IA Swasrina, Sosiawan, Buleleng: Dewa Kusuma, Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya, . Karangasem: Budana, Bagiarta, Klungkung: Dewa Dedy Farendra, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto zKantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Iklan: Suryanta, Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta, zAlamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Sumbangan untuk orang sakit Rek. BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00016-8 A/n Simpati Anda,BCA Cabang Denpasar No.040.3555000 A/n Simpati Anda, Dana Punia Pura Rek.BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00017-1 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3966000 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3277000 A/n Dompet Beasiswa, BCA Cabang Denpasar No. 040.3688000 A/n Dompet Lingkungan. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Minggu Wage, 29 Mei 2016
SEREMONIAL
3
R15 & R25 Kembali Dominasi Kejuaraan Indospeed Sentul
HUT - Akademi Pariwisata (Akpar) Denpasar akan merayakan hari jadinya yang ke-29 di kampus setempat. Sebagai rangkaian hut kali ini, Akpar Denpasar telah menggelar beberapa kegiatan, baik perlombaan juga kegiatan sosial.
HUT Ke-29, Akpar Denpasar Gelar Berbagai Kegiatan SEBAGAI rangkaian hari jadinya yang ke-29, Akademi Pariwisata (Akpar) Denpasar menggelar beberapa kegiatan. Seperti jalan sehat berhadiah yang diikuti ratusan peserta yang berasal dari mahasiswa Akpar, dosen, serta siswa sekolah di lingkungan Akademi Pariwisata Denpasar. Jalan sehat mengambil rute start dari kampus Akpar Denpasar menuju Jalan Raya Puputan Renon, mengelilingi lapangan Niti Mandala Renon, melewati Jalan Mohamad Yamin dan kembali ke kampus Akpar Denpasar. Selain jalan sehat berhadiah, juga dilaksanakan donor darah yang diikuti segenap civitas akademika Akpar Denpasar. Donor darah kali ini di respon sangat baik, terbukti animo mahasiswa dan dosen sangat tinggi mendonorkan darahnya. Kegiatan lainnya adalah lomba fruit carving, yakni lomba mengukir buah yang diikuti SMA dan SMK se-Bali. Lomba fruit carving berlangsung meriah dengan desakan para penonton. Direktur Akpar Denpasar Wayan Sukita mengatakan, selain kegiatan tersebut sebelumnya juga sudah dilaksanakan beberapa kegiatan lainnya, yakni lomba footsal yang diikuti siswa SMA dan SMK se-Bali, serta bakti sosial yang dilaksanakan tanggal 27 Mei lalu di Pantai Matahari Terbit. Ditambahkannya, terkait tema yang diusung, yakni “From Best To Be The Best”, diharapkan Akpar Denpasar akan menjadi sekolah pariwisata terbaik, tidak hanya di Bali, namun juga ditingkat Nasional. Ditambahkannya Akpar Denpasar telah mengasuh diploma dua dan diploma tiga, yakni diploma dua jurusan perhotelan dengan kosentrasi fb division, room division, bartending dan front office, serta diploma 3 perhotelan dan perjalanan wisata. Sebagai puncak acara, malam harinya Akpar Denpasar mengundang bintang tamu musisi Bali, yakni Lolot Band. Untuk itu masyarakat diharapkan turut serta meramaikan puncak HUT tersebut. Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan pengundian doorprise yang memperebutkan hadiah utama, yakni satu unit sepeda motor.(ad2444)
KEJUARAAN Indospeed Race Series (IRS) 2016, Seri 2 di kelas Sport 150 cc berlangsung sangat seru & ketat. Wahyu Aji yang mewakili HDS Racing keluar sebagai juara disusul oleh kuda hitam dari SYS Bandrex HDS, Fabrianus Balank ditempat kedua. Keseruan jalannya race di kelas Sport 150 cc sebenarnya sudah bisa diprediksi dari hasil QTT kemarin. Rider dengan tunggangan Yamaha agaknya mulai menemukan lawan seimbang dari pabrikan lain. Wahyu Aji yang sejak QTT bersaing di posisi depan mampu meraih podium pertama di IRS Sport 150 cc Seri 2 ini. “Ini podium pertama saya di motor sport. Saya baru pertama kali balap sport mulai IRS tahun ini. Di Seri 1 kemarin saya posisi ke-4. Belajar dari Seri 1 IRS kemarin, saya mulai menemukan strategi yang tepat untuk saya di IRS Seri 2 ini. Walaupun ada penyesuaian sedikit karena penggantian ban
di Seri 2 ini,” tutur Wahyu Aji. Sajian menarik diperlihatkan oleh Fabrianus Balank. Secara mengejutkan Balank yang start dari posisi 24 mampu menggeser satu per satu rider lain dan berhasil finish di urutan kedua. Dirinya mengaku posisi start dibelakang merupakan keuntungan tersendiri baginya. Dengan begitu, ia bisa mengukur lawannya dan melewati satu per satu. “Start di posisi belakang bukan masalah bagi saya, justru itu keuntungan bagi saya. Saya seperti punya kartu joker untuk bisa meraih podium. Karena itu salah satu spesialisasi saya, start di posisi belakang dan finish di depan. Yang menentukan hasil akhirnya tinggal motor saya saja. Saat ini motor saya belum maksimal, di Seri 3 nanti akan saya maksimalkan lagi bersama tim karena persaingan semakin ketat,” ungkap rider bernomor 128. Di posisi tiga ditempati oleh Sudarmono, rider asal Astra
Berikut hasil 5 teratas Sport 150 cc & Sport 250
JUARA - Para juara Indospeed Race Series (IRS) 2016 Seri 2 di kelas Sport 150 cc saat berada di atas podium. Motor Racing Team. Sudarmono yang start di posisi 1 harus puas berada di posisi 3. Performa motor dari kompetitor di Seri 2 ini mampu memberikan sinyal was pada bagi Yamaha. Namun, hal ini justru menambah semangat Wahyu & Balank serta rider Yamaha lain untuk semakin meningkatkan skill & performa motor R15. Sementara itu, di kelas Sport 250 cc, rider Yamaha asal Jatim
Syahrul Amin keluar sebagai juara disusul oleh Irwan Ardiansyah dan MH Zaki Adil di posisi 2 & 3. Perjuangan Syahrul sangat gigih untuk bisa keluar menjadi juara. Pasalnya ia yang start dari posisi ke-7 ini hanya terpaut 0,021 detik dari posisi Irwan dan 0,071 detik dari Zaki. Di Seri 2 IRS kelas Sport 250 cc, Yamaha kembali mendominasi race menggunakan motor R25. (bns1)
Sport 150 cc : Wahyu Aji, HDS Racing, Febrianus Balank, SYS Bandrex HDS, Sudamono, Astra Motor Racing Team, Wawan Hermawan, Astra Motor RT Yogyakarta, Hendriansyah, Yamaha Yamalube Nissin HRP,
15:37.432 15:37.492 15:38.194 15:38.194 15:38.928
Sport 250 cc: Syahrul Amin, Yamaha Yamalube NHK IRC Nissin, 21:24.181 Irwan Ardiansyah, Yamaha Yamalube Nissin KYT FDR, 21:24.202 MH Zaki Adil, Yamaha Yamalube Nissin KYT Tunggal Jaya, 21:24.252 Wilman Hammar, Yamaha Yamalube NHK IRC Nissin, 21:24.295 Sigit Purno Harjono, TDR Yamaha FDR NHK Yonk Jaya, 21:24.494
’’Easy Shopping” Kembali Bagikan Rezeki Nomplok Ratusan Juta Rupiah! SIANG itu ketika langit berwarna cerah, bertempat di Seribu Rasa Restoran, Menteng Jakarta Pusat dipenuhi oleh banyak tamu yang berseriseri. Ya, tentu saja wajah para tamu tersebut berseri karena menyaksikan dibagikannya rezeki nomplok ratusan juta rupiah dari Easy Shopping. Acara ini merupakan jawaban atas doa para pelanggan Easy Shopping yang telah loyal berbelanja selama periode promosi 21 Januari – 20 April 2016. Telah banyak hadiah dibagikan oleh Easy Shopping sejak mulai mengoperasikan bisnisnya tahun 2013. Pada periode kali ini, pemenang hadiah yang beruntung adalah: 1. FX. R. Endan Ramelan Hartonodari Kulon Progo sebagai pemenang hadiah utama senilai Rp 399.000.000. 2. Maria Siagiandari Bintaro Jakarta Selatan sebagai pemenang hadiah pertama senilai Rp 100.000.000. 3. Ali
Muhndor dari Bogor sebagai pemenang hadiah kedua senilai Rp 30.000.000. Sehingga total hadiah yang dibagikan Easy Shopping pada periode kali ini mencapai Rp 529.000.000. Ketika para pemenang ditanya untuk apakah hadiah tersebut akan digunakan! Endan Ramelan (71 tahun) sebagai pemenang hadiah Rp 399 juta pun menjawab. “Rencananya hadiah ini akan saya gunakan untuk membantu biaya pengobatan mata saya dan membantu keluarga. Sisanya bisa saya donasikan untuk orangorang yang membutuhkan,” katanya. Lain halnya dengan Maria Siagian (67 tahun), pemenang hadiah Rp 100 juta yang harus merawat suaminya selama 4 tahun terakhir karena sakit dan tidak bisa bangun dari tempat tidur. Beliau mengatakan bahwa hadiah ini sangat membantu meringankan beban pengobatan suaminya. Sementara itu,
Ali Muhndor (53 tahun) yang merupakan pemenang hadiah Rp 30 juta masih bingung akan digunakan untuk apa hadiah yang ia terima. Para pemenang mengakui bahwa Easy Shopping telah mempermudah hidup mereka dalam berbelanja dan membuat mimpi mereka menjadi kenyataan. Mereka berharap, ke depannya Easy Shopping bisa berkembang lebih pesat sebagai solusi belanja mudah bagi orang-orang yang tinggal di daerah dan jauh dari pusat perbelanjaan. Sebagai perusahaan ritel berbasis katalog surat pertama di Indonesia yang menjual produk-produknya melalui katalog surat jarak jauh. Easy Shopping masih harus terus mengembangkan bisnisnya di wilayah-wilayah yang belum banyak terjangkau, karena visi utamanya adalah menjangkau pelanggan dari seluruh Nusantara. Acara penganugerahan pemenang ini pun turut dimeriahkan oleh kedatangan para
REZEKI - Para pemenang undian rezeki nomplok Easy Shopping saat foto bersama. brand ambassador, yaitu Yati Surachman dan Nia Daniaty, serta Ketua Komite Penghargaan Pelanggan, Junaedi. Acara ditutup dengan jamuan makan siang dan sesi foto bersama. Nantikan terus rezeki nomplok Easy Shopping pada periode selanjutnya bagi Anda yang masih belum beruntung.
Bagi Anda yang belum menjadi pelanggan, tak perlukhawatir! Cukup daftarkan diri Anda melalui call center 0804-1401028 atau kirimkan kupon yang tertera pada iklan Easy Shopping di media cetak ke PO BOX 6688 Slipi Jakarta Barat 11410. Sekali lagi, selamat kepada para pemenang! (bns2)
4
Minggu Wage, 29 Mei 2016
KEHIDUPAN - Kesadaran tentang kewajiban untuk ngaturang ayah perlu dibangun kembali sebagai bentuk rasa bhakti dengan dasar tulus ikhlas. Bila manusia dalam hidupnya hanya mengejar hal-hal yang bersifat sekala (material), sesungguhnya kehidupan yang dibangun adalah kehidupan yang kering tanpa makna.
Rekonstruksi Konsep ”Ngayah” di Zaman Global PERKEMBANGAN zaman yang terjadi membawa perubahan yang sangat signifikan. Bahkan di zaman globalisasi pengaruh budaya dari luar telah merubah tatanan kehidupan masyarakat. Hal ini pun dirasakan oleh masyarakat Bali yang bertumpu pada sektor pariwisata. Dengan berkembangnya sektor pariwisata, maka budaya Bali secara tidak langsung bersentuhan dengan kebudayaan luar yang dibawa oleh wisatawan. Paham kehidupan masyarakat yang modern telah merambah masuk dalam kehidupan masyarakat Bali tanpa terkendali.
yang tersita untuk melakukan aktivitas kerja di sektor industri (industrial-modern). Begitu juga konsep kehidupan yang dulu diterapkan antara yang sekala dan niskala masih dilakukan secara seimbang. Dalam kehidupan sekarang justru yang lebih dominan adalah hal-hal yang bersifat sekala (materi). Kecenderungan yang muncul dalam kehidupan masyarakat Bali yang dulu religius dengan mengedepankan konsep ngayah berangsur-angsur mengalami perubahan dengan lebih mengedepankan pemenuhan kebutuhan hidup secara material. Artinya masyarakat Bali yang dulu lebih memfokuskan diri untuk ngaturang ayah dalam aktivitas keagamaan, kini lebih sibuk dengan aktivitas pemenuhan kebutuhan hidup secara materi.
Kehidupan masyarakat dan juga mata pencaharian yang dulu bergerak pada sektor agraris dengan mayoritas masyarakat Bali menjadi petani mengalami pergeseran dan perubahan. Dalam tatanan kehidupan sosial dan kehidupan beragama, maka perubahan-perubahan yang terjadi tampak jelas dirasakan. Perubahan dan pergeseran kehidupan masyarakat Bali jelas terlihat dalam perkembangan zaman yang semakin modern. Pergeseran yang terjadi dari pola kerja yang tradisional-agraris menjadi industrial-modern. Wujudnya adalah dulu kehidupan masyarakat yang bertumpu pada sektor pertanian (tradisional-agraris) dan banyaknya waktu luang untuk berinteraksi sosial dan juga aktivitas spiritual, mulai bergeser dengan banyaknya waktu
“Ngayah” Bila dicermati kembali konsep ngayah sesungguhnya adalah suatu aktivitas yang dilakukan untuk keperluan tertentu dalam bentuk kegiatan kemasyarakatan ataupun kegiatan ritual keagamaan dengan dasar ikhlas (tanpa dibayar). Penerapan konsep ngayah berlandaskan pada Tri Hita Karana. Wujud aktivitasnya yaitu dilakukan melalui persembahan atau sujud bhakti dengan dasar tulus ikhlas untuk menciptakan hubungan harmonis kepada Tuhan (Parhyangan). Dalam aktivitas kemasyarakatan untuk menjaga hubungan harmonis dengan sesama manusia (Pawongan) melalui kegiatan gotong-royong dan saling membantu dengan dasar tulus ikhlas. Aktivitas untuk me-
nata dan menjaga keharmonisan dengan alam lingkungan (Palemahan) dilakukan dengan menjaga dan melestarikan alam lingkungan dengan dasar tanggung jawab dan ungkapan syukur serta terima kasih yang penuh keikhlasan. Intinya bahwa konsep ngayah yang dilakukan adalah untuk menjaga, menata dan melestarikan kehidupan yang harmonis secara sekala dan niskala, sehingga tercipta kesejahteraan dan kebahagiaan. Dalam perkembangan zaman yang semakin modern dengan pola kehidupan masyarakat yang semakin kompleks, maka aktivitas ngayah sudah mulai berkurang dilakukan. Hanya beberapa masyarakat saja yang masih peduli dan memiliki waktu luang yang mampu melakukannya. Ditambah lagi perubahan paham kehidupan masyarakat Bali dengan pola pikir materialis dan kapitalis, maka konsep ngayah telah luntur seiring berjalannya waktu. Kehidupan masyarakat yang mengedepankan pemenuhan kebutuhan hidup secara material telah menggeser konsep ngayah sebagai bentuk kearifan lokal Bali. Masyarakat yang dengan tingkat kesibukan tinggi dengan sedikitnya waktu luang telah meninggalkan aktivitas ngayah dalam kehidupannya. Apalagi muncul kecenderungan hidup yang hanya mengejar hal-hal yang bersifat sekala (materi) yang secara tidak langsung telah mengabaikan hal-hal yang bersifat niskala (yadnya). Walaupun konsep ngayah ini tidak boleh dipaksakan dalam kehidupan masyarakat, tetapi semestinya masyarakat
sadar bahwa harus adanya keseimbangan dalam hidup untuk mampu menciptakan keharmonisan. Jangan sampai masyarakat Bali hanya mengedepankan hal-hal yang bersifat sekala (materi) dalam kehidupannya dan mengabaikan hal-hal yang bersifat niskala (yadnya/persembahan). Ironis Hal yang paling ironis adalah banyak pemimpin yang dalam wacananya menyampaikan bahwa tugas dan kewajiban yang dilaksanakan adalah ngayah. Dalam kenyataannya justru melenceng dari hakikat ngayah dengan mementingkan diri sendiri ataupun kelompoknya serta melakukan tindakan KKN. Bila memang betul-betul didasari dengan konsep ngayah, maka segala bentuk kebijakan yang dilakukan, sesungguhnya untuk kepentingan rakyat dan tidak memperkaya diri sendiri. Bahkan konsep ngayah dalam kekinian mengalami dilema dalam penerapannya di masyarakat. Kewajiban krama yang dibebankan untuk ngayah, karena terbentur dengan rutinitas/aktivitas kerja, banyak yang sudah digantikan dengan uang (ngayah dana). Bentuk ini memang tidak disalahkan, tetapi yang terpenting adalah tumbuhnya kesadaran dalam diri masyarakat Bali, agar mampu meluangkan waktunya untuk dapat melakukan kegiatan ngayah. Terlebih kegiatan ngayah tersebut berkaitan dengan ritual keagamaan. Sesibuk apapun, sebagai umat beragama, diwajibkan untuk melakukan kegiatan ngayah sebagai wujud rasa bhakti
kepada Sang Pencipta. Perubahan dalam kehidupan itu pasti, begitu juga perkembangan yang terjadi di zaman global yang tanpa batas ini. Kehidupan yang semakin modern dengan berbagai jenis pekerjaan dan mata pencaharian yang ada, semestinya tidak merubah konsep ngayah dalam kehidupan masyarakat di Bali. Seperti apapun kesibukan dan rutinitas yang dijalani, konsep ngayah semestinya tetap lestari sebagai bentuk perwujudan dari keyakinan yang dimiliki. Pentingnya adalah kesadaran dalam menata kehidupan secara sekala dan niskala, agar seimbang dan terwujud kehidupan yang harmonis. Kesadaran tentang kewajiban untuk ngaturang ayah perlu dibangun kembali (rekonstruksi) sebagai bentuk rasa bhakti dengan dasar tulus ikhlas. Bila manusia dalam hidupnya hanya mengejar hal-hal yang bersifat sekala (material), sesungguhnya kehidupan yang dibangun adalah kehidupan yang kering tanpa makna. Keseimbangan hidup yang perlu ditata dan dibangun kembali (rekonstruksi) melalui konsep ngayah merupakan jalan yang dipilih dalam wujud Bhakti Marga Yoga. Hakikatnya adalah terwujudnya keseimbangan hidup secara vertikal dan horizontal untuk mencapai kesejahteraan dan kebahagiaan. Mari bangun kembali kesadaran untuk ngayah dalam menata kehidupan yang seimbang menuju keharmonisan hidup untuk mewujudkan Moksartam Jagadhita ya ca iti dharma. zI Nyoman Agus Sudipta
Guru-Siswa Cinta Sastra SEBUAH karya sastra memuat beragam nilai-nilai moral yang bisa dijadikan pegangan dalam menjalani kehidupan sosial kemasyarakatan. Nilai-nilai seperti persahabatan, kasih sayang, saling menghargai, menjauhi sikap-sikap yang merendahkan sesama bisa ditemukan di dalam sebuah karya sastra. Dengan demikian, sudah sepantasnya jika seorang guru berupaya mengajak anak didiknya menyelami dunia kehidupan. Jika ini bisa terwujud, tentulah akan terpupuk dalam hati peserta didik makna dari kehidupan. Sikap-sikap positif dalam karya sastra secara tidak langsung menyentuh nurani peserta didik. Pembelajaran yang menguatkan, pembelajaran yang menumbuhkan kasih sayang inilah yang bisa mengantarkannya menghargai nilai-nilai kemanusiaan. Peserta didik akan bisa merasakan betapa mulianya sebuah kehidupan. Sebuah tantangan bagi guru agar peserta didik mencintai sastra. Guru adalah teladan bagi peserta didik. Jika guru gemar sastra, akan bisa memengaruhi peserta didik agar mencintai sastra. Mencintai sastra bukanlah untuk menjadi sastrawan. Syukur-syukur jika dikarunia bakat untuk menjadi sastrawan, yang utama peserta didik bisa merasakan hidup dan kehidupan minimal yang ada dalam karya sastra. Guru tidaklah bisa berharap banyak agar peserta didik mencintai karya sastra kalau guru jarang membaca karya sastra. Jalinan antara guru dengan siswa berjalan sinergis jika ada komunikasi secara berkesinambungan. Guru dan siswa agar mencintai sastra perlu kerja sama dengan guru-guru lain karena tidak menutup kemungkinan guru-guru dalam bidang lain mencintai sastra. Jika di dalam sebuah sekolah terjadi sinergitas antarguru, maka sastra akan bisa diapresiasi secara lebih optimal. Mengundang Kunjungan Sastrawan Perlu sebuah keberanian dan sikap terbuka bagi sekolah untuk menghadirkan atau mengundang sastrawan ke sekolah. Kegiatan ini akan memiliki banyak nilai positifnya. Pertama, peserta didik akan lebih mengenal sang sastrawan. Kedua, proses kreatif dari seorang sastrawan akan bisa dipetik dari diskusi yang dibangun. Ketiga, karya-karya sastra yang diciptakannya bisa diapresiasi langsung. Keempat, akan bisa terbangun sebuah kreativitas baru setelah melakukan apresiasi. Ke-
lima, guru akan bisa belajar mengenai pentingnya sebuah kreativitas.Jika bisa diprogramkan oleh pihak sekolah secara berkala, tentu akan lebih baik. Artinya, terbangun sebuah rencana pasti untuk menghadirkan sastrawan ke sekolah. Kehadiran sastrawan ke sekolah akan memberikan nuansa yang sedikit berbeda dengan suasana belajar sebelumnya. Jika memungkinkan guru bisa mengajak peserta didik mengunjungi sastrawan. Hal ini akan berdampak positif bagi peserta didik. Suasana belajar yang biasanya disekat dalam batas-batas tembok bisa pecah dengan mengunjungi sastrawan. Kelebihankelebihan dari mengunjungi sastrawan. Pertama, peserta didik bisa melakukan wawancara terhadap sastrawan. Kedua, peserta didik akan terlatih berhadapan dengan sosok seorang sastrawan. Ketiga, peserta didik bisa melihat langsung kebiasaan seorang sastrawan. Keempat, peserta didik akan melihat lingkungan yang ada dalam hidup sastrawan. Pilihan ini tentu akan mengeluarkan biaya. Akan tetapi, jika disertai dengan penjelasan, orangtua peserta didik akan bisa menerimanya. Apresiasi Buku Sastra Jika kegiatan di atas memerlukan biaya, guru bisa menyikapinya dengan mengadakan apresiasi buku sastra. Apresiasi buku sastra ini bisa dilakukan secara bersama-sama. Guru bersama siswa menentukan buku sastra yang akan diapresiasi. Apresiasi itu disiapkan oleh guru bersama siswa. Misalnya, beberapa peserta didik di-
tugaskan untuk membuat resensinya. Siswa lainnya bisa ditugaskan mengonversinya menjadi teks drama. Atau bisa langsung mementaskannya sehingga suasana apreasiasi akan semakin kreatif dan beragam. Peserta didik yang lain disuruh menilai pementasan atau membuat semacam kritik kecil terhadap sebuah karya sastra baik yang sebelum dipentaskan maupun setelah dipentaskan. Kejenuhan peserta didik paling tidak bisa dikurangi dengan memvariasikan pembelajaran sastra. Jika ini terwujud niscaya anak-anak bangsa akan semakin dekat dan cinta terhadap sastra. Karya sastra tidak lagi menjadi pajangan saja dalam rak-rak buku di perpustakaan. Buku-buku sastra akan semakin diminati karena ada ruang atau wahana yang bisa dijadikan tempat pengembangannya. Beragam yang bisa dilakukan guru bersama peserta didik agar cinta terhadap sastra. Menumbuhkan semangat bersastra pada peserta didik bisa dimulai dari guru, guru cinta sastra, siswa juga cinta sastra. Komunikasi sinergis bisa terwujud dengan melakukan kegiatan apresiasi bersama atau bertemu dengan sastrawan secara berkala. Nilai-nilai dalam sastra bisa dijadikan penerang dalam menjalani sebuah kehidupan. Mempersiapkan peserta didik agar memiliki sikapsikap positif bisa dimulai dengan menumbuhkan kecintaannya pada sastra. Hidup perlu sastra dan sastra perlu hidup. Dengan sastra, kehidupan ini akan bisa semakin dimaknai. zIBW Keniten
SEMANGAT BERSASTRA - Menumbuhkan semangat bersastra pada peserta didik bisa dimulai dari guru, guru cinta sastra, siswa juga cinta sastra. Komunikasi sinergis bisa terwujud dengan melakukan kegiatan apresiasi bersama atau bertemu dengan sastrawan secara berkala.
Menguatkan Otot Perut dengan Duduk PERUT rata dan tidak buncit menjadi idaman setiap wanita yang peduli akan penampilan. Namun, tidaklah semudah membalikkan tangan untuk mendapatkannya, lakukan sit-up setiap hari sebelum berangkat beraktivitas. Pada edisi kali ini pengasuh akan memberikan cara termudah dan dapat dilakukan menyesuaikan kemampuan individu. Seperti berikut ini bersama Instruktur Komang Alit dari Lala Studio.
RUBRIK “Bugar” ini terbuka untuk umum. Bagi Anda yang memiliki problem masalah tubuh. Kirimkan ke Redaksi Bali Post ( Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232) Atau Adolfina Grace Tangkudung Sekolah Senam Lala Studio ( Jl. Veteran 66E, Puri Satria Denpasar, telp. 0361. 283226. Cantumkan kupon” “Bugar” di sudut kiri amplop.
Gb. I Posisi duduk di lantai dengan kedua kaki ditekuk dan tutup rapat, sedangkan kedua lengan lurus ke belakang. Angkat kedua kaki dan tahan pada hitungan 2x8 lalu letakkan dan ulangi beberapa kali sesuai kemampuan.
Gb. II Dengan posisi yang sama, namun kaki kanan ditekuk sedangkan kaki kiri lurus ke atas. Tekukkan dan luruskan kaki kanan dan kiri secara bergantian pada hitungan 2x8.
Gb. III Tetaplah pada posisi duduk dengan kedua kaki ditekuk dan tutup rapat. Angkat pantat dan tahan 1x8 hitungan lalu letakkan dan ulangi beberapa kali.
Selamat berlatih dan salam bugar di Lala Studio.
Gb. IV Posisi duduk dengan kedua kaki ditekuk dan dibuka, sedangkan kedua lengan lurus depan dada saling berkaitan. Condongkan badan sedikit ke depan lalu tegakkan kembali dan tahan ke arah belakang hingga terasa kontaksi otot perut. Ulangi beberapa kali.
5
Minggu Wage, 29 Mei 2016
Resensi Buku Baik Buruknya Kelahiran Manusia Judul Buku
: Wacakan Pawatekan Oton “Pamahayu/Ala Ayuning Pawetuaning Kang Rare” Penulis : I Gede Sugata Yadnya Manuaba, S.S Pengantar & Editor : I Gede Pariadnya Penerbit : Pustaka Bali Post Tahun Terbit : 2016 Tebal : xvi + 64 hal RWA bhineda merupakan konsep dasar yang selalu mengikuti setiap kelahiran manusia ketika melangkahkan seribu gerakan kaki menjalani sandiwara di Panggung kehidupan yang amat luas ini. Makanya tidak salah atau bukannya tanpa dasar, jika di Bali manusia mempunyai sebutan “Jeleme” yaitu sebagai makhluk hidup dengan tri pramana-nya didasari atas jele-melah yang akan dihadapi dan dijalaninya. Walaupun ada sebutan “Manusa” yaitu sebagai makhluk hidup dengan tri pramana-nya seharusnya manusia itu “Manut Sesana” dengan manuting sesananing agama. Namun, lebih menonjol jele-melah bahkan lebih banyak jele ketimbang melah-nya, sehingga memunculkan sebutan “Jatma” yaitu Roh yang lahir kembali (Ja=kembali, Atma=Roh). Bagaimanapun watak maupun tabiat kelahiran seseorang tidak perlu disesali karena semuanya itu merupakan “bekel-nya” manumadi menjadi jeleme yang sudah membawa jele dan melah sesuai dengan kelahirannya. Namun sebagai manusia yang dilebihi dengan tri pramana, wajib berpikir untuk berusaha menetralkan jele-nya dengan jalan dharma agama berupa melaksanakan upacara pamahayu atau ruwatan sesuai dengan sila krama-nya masing-masing sebagai bentuk penetralan atau pembebasan. Itulah yang diungkapkan dalam buku ini yakni “membaca” watak/tabiat (baik-burukny) sebagai usaha untuk memanusiakan manusia sehingga dapat mencapai kesentosaan melalui sebuah ruwatan atau pamahayu sehingga dapat menjadikan manusia seutuhnya yaitu “manusa” manuting sesananing agama. z Divisi Buku BP (Pustaka Bali Post)
Mencari Identitas Diri Judul Buku Penulis Pengantar & Editor Penerbit Tahun Terbit Tebal
: Bali Diaspora dan Kearifan Lokal : Jurnal Kajian Bali : I Nyoman Darma Putra :Universitas Udayana : Oktober 2015 : 510 hal.
MENARIK membaca dan membicarakan kembali tentang diaspora. Jurnal kali ini menyajikan tema kombinasi yaitu “Bali diaspora dan Kearifan Lokal”. Konsep diaspora mengacu pada komunitas yang berada di luar daerah kelahirannya atau asal leluhurnya, baik karena migrasi terpaksa atau sukarela, maupun karena alasan sosial , politik, dan ekonomi lainnya. Orang Indonesia yang berada di luar negeri karena pernikahan, pekerjaan, migrasi, baik yang masih berstatus warga negara atau pun yang sudah melepas, bisa disebut sebagai Indonesia diaspora. Jurnal ini berisi beragam info yang menarik tentang diaspora, juga ada tulisan lain yang membahas aspek kearifan lokal dalam konteks buku ajar pendidikan sekolah menengah. Kearifan lokal dalam konteks globalisasi, kearifan lokal dalam konteks doa agama untuk kedamaian dunia. Jurnal yang menarik untuk memahami identitas kita sebagai orang Indonesia. (osi)
Merah
CERPEN
Oleh Lina PW KADEK tersentak dari tidur. Peluh membanjiri tubuh, telapak tangan dan kakinya dingin. Penuh gelisah ia melirik sekeliling bale dauh, tempatnya pulas tadi. Ia teringat lagi rencana yang tersusun di kepala sebelum akhirnya jatuh tertidur. Rencana untuk membunuh Kadek bersila, menatap natah rumahnya dengan pandang nanar, pekarangan yang ia jaga berdua dengan kakaknya, yang bergantian ia siram saat musim kemarau. Matanya beralih ke pohon mangga di dekat bale dangin yang sudah tinggi dan kokoh. Kadek ingat ia menanam pohon itu bersama kakaknya, Tumangun, saat ayah mereka meninggal dunia sebelas tahun lalu. “Ingat saling menjaga Dek, Tu, lakukan bakti sesuai dengan adat kita,” ujar Bapa di masa-masa terakhirnya. Saat itu pikiran Kadek yang baru lima belas tahun, hanyalah bagaimana melakukan ngaben untuk ayahnya. Ia dibesarkan oleh sang ayah. Ibunya meninggal tujuh tahun setelah melahirkan Kadek. Seingatnya, ibunya memang kerap terlihat sakit dan jarang bicara. Ayah menjadi satu-satunya orangtua bagi Kadek dan kakaknya. Nenek dan kakek dari pihak ibu dan ayah pun sudah tiada. Setelah Ayah berpulang, Tumangun semakin dekat dengan Kadek. Kakak-beradik itu mengabenkan ayah mereka dengan sederhana. Terpenting adalah pengabenan dilakukan dengan tulus dan mengikuti adat yang mereka percayai. Tumangun yang lima tahun lebih tua, menjaga Kadek sejak itu. Ia beralih menjaga tegalan mereka dan memelihara babi yang hanya tersisa tiga ekor peninggalan Ayah. Dulu mereka punya cukup banyak babi. Namun beberapa ekor harus mereka jual untuk ongkos mengabenkan Ayah. “Mengapa ngaben itu penting sekali, Bli?” tanya Kadek pada kakaknya suatu hari. Ia teringat bagaimana Ayah susah payah menjual hasil tegal, sapi dan babi untuk mengabenkan ibunya. Mengabenkan Ayah kisah itu terulang, Tumangun menjual babi dan mengumpulkan hasil tegalan yang sedikit, ditabung, untuk beaya ngaben. “Karena ngaben itu bakti kita buat mereka yang meninggal,” jelas Tumangun. Tumangun mengerti adiknya masih kecil, dan menganggap orangorang melakukan ngaben hanya karena semua orang di sekitar melakukannya. “Berarti nanti tiang akan berbakti pada Bli dengan mengabenkan Bli, ya?” desak Kadek sambil memainkan aritnya membersihkan perdu yang mengganggu ketela dan ubi yang mereka tanam. “Ya, kalau Bli mati duluan, kamu yang mengabenkan Bli.” Kadek berpikir, jika kakaknya meninggal duluan, ia akan mengabenkan kakaknya sebagai wujud bakti, tak peduli semua babi harus dijual. Di antara serakan tebasan perdu liar dan gulma itu, Kadek menghela napas, sambil mengukuhkan janji pada diri untuk Tumangun, kakak satu-satunya yang rela bersepeda dua jam ke pasar menjual hasil tegalan, untuk membayar uang sekolah Kadek. Tumangun sudah lama tidak melanjutkan sekolah, sibuk membantu Ayah. Sejak ayahnya meninggal, ia lebih giat lagi mengerjakan tegalan, untuk membeayai sekolah adiknya, dan untuk makan mereka sehari-hari. Ia dikenal sebagai petani tekun dan penabuh kendang paling tersohor di desa. Tiap malam, selepas mengerjakan tegalan dan
makan bersama Kadek, Tumangun langsung bergegas ke bale banjar untuk latihan persiapan pementasan, atau sekedar makan kacang dan bersenda gurau dengan pemuda banjar lain. Kadek suka sekali ikut serta kakaknya berlatih kendang. Ia terlena dan terpesona dengan kesuntukan sang kakak membelai, mengelus, dan memukul kendang. Kadek memperhatikan, hampir semua muda-mudi banjar menikmati penuh takjub pukulan kendang Tumangun. Kadek ingat kakaknya sering diajak pentas ke desa-desa sebelah. Saat kakaknya sibuk pentas bersama kendang, Kadek yang merawat babi dan tegal mereka. Kadang kakaknya tidak pulang beberapa hari, karena selain pentas, Tumangun juga mengajari pemuda-pemuda desa lain untuk berlatih kendang. Kadek juga ingin seperti kakaknya. Pernah ia meminta Tumangun mengajari memukul kendang, namun tangan Kadek malah terkilir. Atau irama pukulannya ngawur. Kadek pun menyerah, mengaku tak punya bakat menabuh kendang. Kakaknya hanya tertawa dan berkata, “Sudah, kamu tidak cocok dengan kendang, tapi otakmu pintar, lebih baik belajar dan menjadi guru.” Itulah yang dilakukan Kadek, giat belajar dan mencoba melamar menjadi guru. Ia diterima menjadi guru SMP di ibu kota kecamatan, dan mulai sibuk mengajar. Sedang sang kakak semakin gemar membagi ilmu kendang, berkumpul bersama rekan-rekannya. *** Kadek menyulut kretek. Ia perlu menentramkan pikiran. Menghela napas dengan bau kretek pekat, Kadek melepaskan beban, dan menghirup kembali kesadarannya. Ia teringat ayahnya, ibunya yang samar-samar selalu terbaring sakit, dan kilasan permainan kendang kakaknya. Ia memantapkan kembali niatnya membunuh Tumangun.
Baru seminggu yang lalu seorang guru datang padanya dengan tatapan serius, memaksa bicara di luar ruang guru. Ia ingat sekali karena setelah hari itu ia selalu gundah. Bimbang dengan keadaannya. “Dek, kakakmu masuk daftar sebagai orang merah. Aku baru saja mendengar bapakku bicara dengan anak buahnya tentang penculikan orang-orang yang masuk daftar. Mereka akan dihabisi, Dek,” ucap Rai, rekan gurunya itu dengan cepat dan pelan. Desanya baru saja geger oleh berita dibunuhnya para perwira di Jawa sana. Kadek menatap Rai lama, tak percaya. Ia memang mendengar pelaku-pelaku yang menghabisi perwira adalah sekelompok orang yang membuat gerakan liar. Dan pembersihan anggota kelompok sedang dilakukan besar-besaran, utamanya oleh militer. Kenapa kakaknya juga masuk daftar? “Tapi kenapa, Rai? Kakakku kan tidak di Jawa?” tanya Kadek terbata. Ia masih tak percaya meski ia tahu kakaknya sering mengajar seni kendang dan seni daerah bersama sekaa lain, dan sekaa itu dikatakan ranting dari kelompok yang melakukan pembunuhan. Ia tetap tak percaya. Kakaknya baik, apa yang ia lakukan hanya berkesenian, menabuh dan berkumpul dengan rekannya sesama penggiat seni. Rai hanya menggeleng. “Tak tahu kenapa Dek, tapi suasana genting sekali, semua orang bingung, tapi siap angkat parang,” ucap Rai bergegas meninggalkan Kadek. Tergesa Kadek pulang, satu kelas yang masih seharusnya diajar ia tinggalkan. Sepanjang perjalanan pulang, pikiran Kadek mengembara ke mana-mana. Apa yang harus ia lakukan? Kadek tahu kalau kakaknya diambil militer, kemungkinan selamat sangat kecil. Di Bali Barat terdengar kabar orang-orang yang diambil paksa oleh militer langsung digiring ke liang maut. Banyak mayat berserakan, lebih banyak lagi yang tak ketahuan di
mana jazadnya. Ini membuat banyak keluarga resah. Kadek teringat lagi janjinya di semak perdu, untuk mengabenkan kakaknya bila ia lebih dulu meninggal. Bakti apa yang bisa kulakukan pada kakakku bila aku tak bisa menemukan jazadnya, pikir Kadek sesampai di rumah. Keresahannya bertahan lama, mungkin selamanya, kalau saja sang kakak tidak datang dua hari setelah Kadek diberitahu kabar itu oleh kawannya. “Bli, tiang dengar tentang daftar mereka yang dituduh orang-orang merah. Benarkah Bli ada di dalamnya,” tanya Kadek pelan. Tumangun tidak menunjukkan wajah kaget, parasnya teduh seperti saat ia menenangkan Kadek selepas bapak mereka meninggal dulu. “Kalau memang sudah begitu jalannya, Dek, ya harus aku jalani,” jawab Tumangun tenang. Kadek tidak mengerti. Mungkin ia memang tak mau mengerti. Ia diam saja saat kakaknya mulai bercerita tentang kegiatannya melatih seni, dan bagaimana kelompok yang disebut membunuh para perwira ini membantu mereka baik dari semangat atau dukungan materi. Tak ada yang salah dengan itu, lalu kenapa? Namun pertanyaan demi pertanyaan yang timbul di benak Kadek akhirnya tenggelam dengan rencana Kadek. Rencana yang ia dapatkan dengan keyakinan akan baktinya pada sang kakak. Rencana untuk mengabenkan kakaknya dengan jazad yang utuh. *** Hari itu panjang sekali bagi Kadek. Setelah terbangun dengan jantung berdebar dan keringat meleleh deras, ia mengatakan kepada dirinya bahwa ia bisa membunuh kakaknya sebagai bakti terakhir pada Tumangun. Kakaknya pantas menerima pengabenan yang layak dengan jazad utuh. Ia tak boleh kehilangan jazad Tumangun. Semakin dipikirkan, kian yakin Kadek dengan niatnya membunuh sang kakak. Malam inilah malamnya. Kadek berusaha bersikap biasa saat kakaknya pulang. Mereka makan seperti biasa, berdua saja. Kakaknya tak pernah menikah sejak kekasihnya dulu dibawa kabur merantau, lalu dinikahi oleh sepupunya sendiri. Mereka berkisah seperti biasa. Namun Kadek tak bisa menahan gelisah di matanya. Saat Tumangun pamit tidur duluan, Kadek hanya mengangguk, sembari menyalakan kreteknya, menanti malam turun lebih dalam. Penerangan seadanya di kamar Tumangun sudah lama padam. Kadek berjingkat masuk ke kamar sang kakak. Menatap dada kakaknya naik turun dengan teratur. “Maafkan tiang Bli, ini yang terbaik, dengan begini tiang tetap bisa berbakti pada Bli,” bisik hati Kadek. Ia mengambil bantal dan membekap wajah sang kakak sekuat tenaga. Tumangun meronta dahsyat. Sekuat tenaga Kadek manahan perlawanan Tumangun, sampai ia berhenti meronta, lalu terkulai tak bergerak lagi. Kadek duduk kelelahan dengan napas memburu. Air matanya mengalir deras, asin menyengat bibir. Antara perasaan lega akan mengabenkan kakaknya sebagai wujud bakti, ia tersedu menahan jiwa yang berkecamuk. Ia usap-usap kepala Tumangun. Ia peluk jazad kakaknya yang masih hangat itu penuh takzim.
Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.
Achmad Cholid
Adi Wiryadarma
Y. Anang Jatmiko Khamidi
Wied. N
DIMENSI
6 RAMALAN
BINTANG
Capricorn Peruntungan: Buang sejauh mungkin bayang–bayang buruk yang menghantui suasana hati Anda akhir-akhir ini. Bersikaplah lebih tenang dan positif terutama terhadap berbagai tawaran yang datang ada baiknya dipelajari secermat mungkin. Karier: Kesempatan cukup terbuka lebar tinggal bagaimana upaya Anda untuk meraihnya. Kesehatan: Jangan biarkan badan bertambah melar saja hanya karena Anda lepas kontrol dalam mengkonsumsi makanan karena badan semakin gemuk maka kinerja Anda akan lebih lambat daripada biasanya. Keuangan: Harus dimanage dengan benar dana yang ada agar Anda tidak malah pusing dengan adanya pemasukan tersebut. Asmara: Jika memang harus bersikap keras tak ada masalah selama masih dalam batas-batas kewajaran. Aquarius Peruntungan: Minggu ini cukup mujur sehingga tak ada alasan bagi Anda untuk menunda rencana ataupun bersikap menunggu peluang datang. Cobalah lebih proaktif dan kreatif lagi sehingga tak ada peluang yang terbuang percuma. Karier: Harus lebih percaya pada diri sendiri, tak perlu goyah karena kabar angin yang tersebar di sekitar Anda. Kesehatan: Usahakan secara rutin berolah raga di pagi minggu yang sejuk dan segar hawanya, sehingga pikiran dan kondisi badan bisa selalu segar dan jernih. Keuangan: Kebutuhan baru segera saja Anda penuhi jangan sampai Anda mengabaikannya. Asmara: Hargailah segala pendapatnya, walau itu tak sesuai dengan pAndangan Anda sekalipun. Pisces Peruntungan: Jangan suka berkeluh kesah, terima saja keadaan ini dengan penuh suka cita, tidak perlu mempermasalahkan kekurangan yang mungkin ada dan hanya sepele saja. Terhadap berbagai bantuan yang datang cobalah bisa disikapi dengan pikiran yang jernih, tidak perlu menuruti perasaan gengsi yang hanya akan menghancurkan bisnis dan Karier Anda secara perlahan-lahan. Karier: Jangan sembrono membocorkan rahasia pribadi kepada rekan-rekan Anda, jika tidak ingin ada masalah baru dikemudian minggu. Kesehatan: Kepala masih terasa pening meski tak terlalu berbahaya tetapi cukup mengganggu aktifitas kerja Anda di minggu ini. Keuangan: Jangan memberi pinjaman kepada seseorang kalau memang tidak ada dana. Asmara: Tak ada gunanya menghalang-halangi kehendaknya, itu hanya akan bikin sakit hatinya saja. Aries Peruntungan: Selalulah berpikiran panjang, apalah artinya untung sesaat akan tetapi akan rugi untuk jangka waktu yang lama. Lebih baik di minggu ini Anda laksanakan saja apa yang sudah ada, tidak perlu bertingkah yang macam-macam. Karier: Usahakan untuk tidak menyimpang dari ketentuan-ketentuan yang sudah disepakati bersama. Kesehatan: Jangan kalut menghadapi setiap kemelut karena dengan berlaku tenang maka urusan tersebut akan bisa diselesaikan dengan baik dan tak menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan Anda. Keuangan: Meskipun masih stabil dan tetap terjaga, bila akan melakukan usaha baru, sebaiknya telah dipikir matang dan jauh kedepan. Asmara: Tidak ada alasan untuk meragukan kesetiaannya, lebih baik Anda memikirkan yang lebih urgen dan bermanfaat. Taurus Peruntungan: Kekhawaatiran memang sedang menyelimuti suasana hati Anda saat ini namun Anda harap maklum karena memang sudah putarannya perbintangan Anda yang harus dihadapi dengan sikap tenang dan kepala dingin, agar tidak semakin terpuruk karena situasi yang ada. Karier: Gunjingan dari orang lain jangan terlalu dipikirkan, yang penting Anda tidak pernah menyakiti siapapun. Kesehatan: Perhatikan posisi tidur Anda jangan sampai terkilir ataupun timbul pusing di kala bangun tidur karena akan sangat mengganggu kinerja Anda. Keuangan: Pengeluaran masih sulit untuk dibendung, walau begitu tetaplah melakukan pengetatan. Asmara: Cobalah untuk lebih bersabar, dan memAndang masalah dari beberapa sisi jangan hanya satu sudut pandang saja. Gemini Peruntungan: Banyak bersabar dan berdoa agar kesuksesan bisa cepat teraih. Terhadap sesuatu yang membingungkan sebaiknya Anda tetap berpedoman pada feeling yang ada daripada mendengarkan orang lain. Karier: Tak perlu cemas karena atasan masih respect dengan diri Anda untuk bila ada ide tak perlu ragu untuk mengungkapkannya. Kesehatan: Konsumsi buah-buahan segar dan hindari makanan pedas karena bisa berdampak buruk bagi pencernaan Anda. Keuangan: Pemasukan cukup lancar hanya saja pengeluaran cukup tinggi sehingga banyak harapan yang belum bisa kesampaian. Asmara: Masih terasa harmonis walaupun ada sedikit kecekcokan di sana sini, dan segalanya masih dalam batas kewajaran. Cancer Peruntungan: Suasananya masih cukup menguntungkan dan menyenangkan, sehingga bila ada keinginan sebaiknya tak perlu ragu untuk segera menyiapkan konsep untuk segera melaksanakannya. Karier: Usahakan untuk lebih bervariatif dalam bertindak, sehingga tak terkesan monoton dan mudah ditebak. Kesehatan: Berpikirlah ringan dan santai agar dalam hidup ini akan terasa lebih ringan dan tidak sampai memusingkan dan kondisi badan tetap dapat terjaga dengan baik. Keuangan: Apa gunanya menuruti gengsi kalau akhirnya keuangan Anda menjadi kacau balau karenanya. Asmara: Makin bertambah mesra dan harmonis, pertahankan suasana ini dengan selalu sabar dalam menyikapi setiap permasalahan yang ada.
WEDA WAKYA
Rahasia Indah di Balik Tradisi ”Mula Keto” Bhaktya mam abhijanati Yavan yas casmi tattvatah Tato mam tattvato jñatva Visate tad anantaram (Bhagavad-gita 18.55)
MIMBAR AGAMA
Virgo Peruntungan: Perjuangan Anda bukan hanya sampai di sini walaupun untuk saat ini kepuasan memang bisa dirasakan dan dibanggakan. Tetaplah berjuang karena tantangan dan kesempatan masih cukup terbentang lebar maka dari itu jangan berlaku santai dulu. Karier: Ada baiknya Anda diam jika memang kondisi di sekitar Anda tampak kurang begitu baik. Kesehatan: Jangan biarkan suasana kantor ikut terbawa ke dalam tidur Anda agar dikeesokan minggunya badan dan pikiran Anda sudah kembali fresh. Keuangan: Pemasukan lancar tetapi jika tidak dimanage dengan baik maka bukan tidak mungkin pemborosan akan membikin Anda pusing juga. Asmara: Teruslah dekati dirinya walaupun sidia mengatur jarak.
MUNGKINKAH seorang dikatakan sebagai sahabat jika kita jarang berkomunikasi dengannya? Rasanya tidak ada orang yang menjadikan sahabat mereka sebagai orang terakhir yang mereka hubungi jika mereka mengalami sesuatu. Sebuah hubungan persahabatan akan berisi serangkaian hubungan erat penuh komunikasi tanpa perlu menutup-nutupi sesuatu. Tidak perlu takut bicara, kita bisa selalu jujur dan terbuka akan segala sesuatu, tidak menutup-nutupi, menyimpan atau memendam, apalagi membohongi. Sebaliknya pun demikian. Itu bedanya salah satu perbedaan nyata antara sahabat dengan teman biasa. Abraham bukan saja ia digelari Bapa Orang Beriman tapi juga dianggap sebagai Sahabat Allah. Kita akan merenungkan bagaimana bentuk hubungan Abraham dengan Allah sebagai seorang sahabat. Pertanyaannya sekarang, apakah Abraham juga seperti itu? Ya, Abraham jelas seperti itu. Abraham rajin berkomunikasi dengan Tuhan! Ayat bacaan hari ini menggambarkan sesuatu yang luar biasa. Ketika Tuhan menganggap seseorang sudah berstatus sebagai sahabatNya, ternyata Tuhan gelisah untuk berbicara, menyampaikan apa yang hendak Dia lakukan. Lihatlah saat Tuhan hendak menjalankan rencanaNya pada Sodom, Tuhan sampai-sampai harus berpikir bagaimana Dia harus menyampaikan hal itu kepada Abraham. “Berpikirlah TUHAN: “Apakah Aku akan menyembunyikan kepada Abraham apa yang hendak Kulakukan ini? Bukankah sesungguhnya Abraham akan menjadi bangsa yang besar serta berkuasa, dan oleh dia segala bangsa di atas bumi akan mendapat berkat? Sebab Aku telah memilih dia, supaya diperintahkannya ke-
Scorpio Peruntungan: Segalanya akan kembali normal jika Anda mampu meredam gejolak dalam hati yang tampak kurang bisa menerima hasil yang ada ini walaupun upaya sudah tidak ada kurang-kurangnya. Tapi begitulah realita yagn ada yang tidak selamanya sesuai dengan apa yang dibayang-bayangkan dan sekarang tinggal bagaimana Anda menyikapi semua itu. Karier: Jangan mengecewakan hati atasan walau hanya perkara sepele sekalipun. Kesehatan: Jangan takabur dulu walaupun kesehatan dirasa cukup baik untuk sat ini, karena jika tidak ada upaya untuk menjaganya maka tidak lama akan jatuh sakit juga. Keuangan: Masalah terletak pada bagaimana Anda memanage waktu dengan benar sehingga peluang itu tidak sampai terbuang percuma. Asmara: Apapun yang terjadi lebih baik tetap asmara padanya dan jangan mudah dihasut. Sagitarius Peruntungan: Karena bintang kemujuran masih menjadi milik Anda maka dapat diramalkan apa saja yang menjadi persoalan rumit akan segera beres dan apabila melakukan kesalahanpun tetap tidak akan fatal akibatnya. Karier: Hindari sikap congkak atau lupa diri sebab tidak semuanya kawan Anda sesuai dengan senyumnya. Kesehatan: Jagalah kondisi badan Anda sebaik mungkin, sebelum bertindak dipikir dulu faedahnya dari pada mementingkan kesenangan yang sifatnya hanya temporer saja. Keuangan: Sekalipun tawaran yang datang itu cukup menguntungkan sebaiknya segalanya harus Diasuh Oleh jelas kekuatan hukumnya. Asmara: Jika sudah Putri Wong Kam Fu menjadi miliknya harus dijaga ekstra ketat dan Berlaku jangan biarkan kupu-kupu atau kumbang hing29 Mei - 4 Juni 2016 gap menganggunya.
Redaktur Khusus WEDA
WAKYA Darmayasa
MELALUI pencapaian cinta kasih bhakti yang sangat tinggi itu, sejauhmana kebenaran-Ku, bagaimana kebenaran-Ku, ia dapat memahami Aku dalam kebenaranKu yang sesungguhnya. Setelah itu, setelah memamahi kebenaran-Ku itu secara sempurna, maka segera dia masuk ke dalam diri-Ku (dan tinggal lelap di dalam kebahagiaan spiritual bersama-Ku). “Tradisi ‘mulo keto’ adalah sebuah tradisi indah yang berdasar ada nisthata-bhakti yang sangat powerful, namun akan powerless bahkan useless bila terjebak anisthata-bhakti. Sering terjadi bahwa tradisi “mulo keto” ditunggangi tradisi baru yang tidak berdasar susastra Veda.” Terdapat tiada terbatas cara pendekatan diri kepada Ida Hyang Parama Kawi, Tuhan YME. Tak terhitung cara, teknik, atau metode pendekatan diri kepada Tuhan YME, dari cara paling sederhana seperti ngaturang (mempersembahkan) canang, pendekatan melalui pertapaan berat-berat (tapa, brata, yoga, samadhi), sampai dengan cara yang bahkan kepala orang bisa “pecah” jika mencoba memahaminya melalui “kepala” (logika). Jangkauan “brain” tidaklah mampu menyentuh batasan awal teknik atau metode pendekatan spiritual tersebut. Demikian “kaya raya”-nya ajaran dan cara-cara pendekatan diri kepada Tuhan YME seperti yang diajarkan di dalam ajaran-ajaran susastra dan tradisi-tradisi Veda, diwariskan oleh para leluhur melalui berbagai cara penyampaian. Dari semua cara, terdapat cara tradisional yang sangat sederhana, yaitu “mula keto” (memang begitu, memang seperti itu). Hampir menyeluruh, diakui atau tidak, umat penganut ajaran dan tradisi Veda mengikuti dan/ atau menyukai cara ini. Kadang ada pula yang berbicara menentang tradisi “mula keto” tetapi di dalam praktik agama spiritual sehariharinya mereka ternyata mempraktikkan tradisi “mula keto”. Biasanya orang melihat tradisi “mula keto” dari segi pandang negatif dan harus diberanguskan sampai menjadi abu tanpa sisa sama sekali. Mendengar atau membaca pandangan negatif seperti itu terhadap tradisi “mula keto”, tidak jarang pula orang mulai menjadi tergoyahkan, atau bahkan langsung berpaling dari “mula keto” (memang begitu, memang seperti itu) menjadi “adi keto” (koq begitu?), dan bahkan “ngudiang keto” (kenapa seperti itu) yang pada akhirnya menjadi “de keto” (jangan begitu), atau “suud keto” (berhentilah seperti itu), maka terjadilah “pengikisan” dan “penyerangan” ajaran-ajaran dan tradisi-tradisi leluhur, bahkan tanpa pertimbangan lagi
Leo Peruntungan: Di minggu ini suasana hati masih berdebar-debar, sehingga terkadang cukup mengganggu bila ada kesempatan. Untuk itu Anda harus lebih berhati-hati karena hal terburuk masih bisa menimpa Anda, maka dari itu pAndai-pAndailah mengatur waktu agar tidak terjadi kekacauan dan kerancuan. Karier: Tak ada gunanya terus menuntut hak sedangkan kewajiban justru Anda abaikan. Kesehatan: Berolahragalah secara kontinyu dan benar sehingga kesehatan tetap selalu terjamin. Jangan biarkan hawa malas menghancurkan kondisi tubuh Anda secara perlahan-lahan. Keuangan: Ada bantuan yang tulus dan tidak perlu Anda curigai akan mampu menutup segala kebutuhan Anda selama ini. Asmara: hanya dengan kelembutan saja sidia akan bisa terketuk hatinya.
Libra Peruntungan: Jangan terburu nafsu untuk memperoleh hasil cepat karena bagaimanapun juga nasib Anda masih kurang mendukung. Sehingga perlu kesabaran dan ketelatenan untuk meraih semua itu. Karier: Hilangkan segala dendam yang masih ada di hati karena itu akan menjadi penghambat saja. Kesehatan: Apalah artinya kesuksesan dalam berKarier jika tidak diikuti dengan kesehatan badan Anda. Keuangan: Tidak ada yang perlu dicemaskan, karena pemasukan masih sesuai dengan yang diharapkan. Asmara: Rajutlah benang-benang asmara Anda dengan penuh kehati-hatian sehingga akan bisa kokoh dan tak mudah terguncang oleh apapun juga.
Minggu Wage, 29 Mei 2016
baik-buruk, benar-salah, patuttidak patut, agama-bukan agama, spiritual-bukan spiritual, tidak dicerna dan dipertimbangkan, serta tanpa pilah-pilah lagi, pokoknya apa saja yang berbau “mula keto”, semua adalah objek cercaan untuk diberanguskan, karena semua itu “bukan agama” dan/atau “bertentangan dengan agama”. Barangkali ada kebenaran kecilbesar pada beberapa masalah. Akan tetapi, sebagai putra-putri Bali, adalah bukan “tradisi bijak” bila kita selalu melihat tradisi leluhur sebagai sesuatu yang salah dan menyesatkan. Tanpa melalui pertimbangan akal serta “rasa” yang matang, adalah berbahaya “menuduh” tradisi “mula keto” sebagai sesuatu yang berbahaya. Sebagai putra-putri Bali khususnya, Indonesia pada umumnya, atau bahkan dunia, kita sebagai “pratisentana” (keturunan) para leluhur mencoba mempergunakan “tradisi bijak” untuk “manah putam samacaret”, artinya, saring dulu matangmatang di dalam pikiran, barulah bertindak. “Mula keto” berarti memang begitu, memang seperti itu terdiri dari dua kata singkat dan sederhana. Akan tetapi, pengertian serta pemahamannya tidaklah sesingkat dan sesederhana itu. “Mula keto”, memang seperti itu, praktikkan saja, lakukan saja, laksanakan saja dengan baik. “Mula keto” berarti: sangat berarti, sangat penuh arti, penuh dengan kedalaman filsafat serta tutur di balik dua kata singkat dan sederhana tersebut. “Mula keto” memastikan bahwa tradisi suci tersebut ada dasar acuan pasti dan kuat secara susastra Veda. “Mula keto” bukan tradisi yang “dilahirkan” melainkan “terlahir” dalam kematangan sempurna Veda. Ia tidak melawan akal, tidak bertentangan dengan sains, tetapi juga “berlayar” dalam “perahu rasa”. Bukan rasa “dunia” melainkan “rasa adhyatmika”, rasa matang spiritual. Itulah yang mendasari serta mengarahkan tradisi “mula keto”. Dengan demikian, berhati-hati “mencerca” tradisi “mula keto” adalah suatu kebijakan yang baik. Memang ada cikal bakal “mula keto” yang “dilahirkan”, yang ke depan, di masa yang akan datang, masa ketika kita-kita sudah tidak ada di muka bumi ini lagi, cikal bakal “mula keto” tersebut bisa menjadi “mula keto” bagi umat kebanyakan. Artinya, ia adalah “lampu merah” ke depan bagi masa depan Sanatana Dharma. Contohnya barangkali tidak sedikit yang kita bisa lihat di masyarakat, misalnya tidak boleh menyisakan makanan, nanti “mati siap seleme” (mati ayam hitamnya), jangan bangun terlalu siang nanti
ditinggal oleh rezeki, dan banyak contoh lain lagi yang semua ada jawaban saintifik dan penuh makna di baliknya. Salah satu contoh kita bisa ambil, misalnya sekarang ini mulai ada tradisi ke tempat orang meninggal kita berpakaian serba hitam untuk memperlihatkan ikut berduka-cita. Tentu saja kita tidak boleh mencela atau mencemooh, atau bahkan melarang orang berpakaian hitam ke tempat orang meninggal, karena dharma kita tidak menentukan “perintah” pasti masalah berpakaian. Yang penting berpakaian rapi dan bersih sesuai dengan adat istiadat setempat. Cara pandang Sanatana Dharma terhadap kematian bukanlah duka nestapa dan kehancuran melainkan sebuah perputaran perjalanan hidup di dunia sebagai insan yang hadir ke dunia ini “dua-tiga hari” untuk suatu tujuan teramat mulia. Bhagavad-gita 2.27 menyebutkan, jatasya hi dhruvo martyur dhruvam janma mrtasya ca, (sebab) semua yang dilahirkan pasti diikuti oleh kematian, dan secara pasti kematian juga diikuti oleh kelahiran. Kematian merupakan suatu proses wajar dan alami dalam kehadiran ke dunia melalui proses kaumaram yauvanam jara, masa bayi, muda, dan tua. Jadi, kematian bukanlah sesuatu kedukaan atau aib. Bhagavad-gita 2.22 lebih menegaskan dengan sangat ringan perihal ini, yaitu “yatha vihaya”, bagaikan meninggalkan “vasamsi jirani”, pakaian yang sudah usang dan robek, “tatha sariran vihaya”, maka seperti itulah sang atma meninggalkan badan kasar ini, “anyani samyati navani dehi”, lalu memasuki badan yang baru lagi, lahir kembali (punarbhava). Oleh karena ia merupakan sebuah proses jivana-yatra, perjalanan hidup, maka tradisi Veda menerima kematian sebagai yajña (persembahan) terakhir dari yang meninggal berupa menyerahkan keseluruhan dirinya kepada Tuhan YME melalui Dewa Agni. Oleh karena itulah, orang tidak berpakaian hitam ketika datang ke tempat pembakaran mayat (smashana, sema, setra) melainkan berpakaian yang putih suci untuk mendoakan sang atma yang meninggalkan badannya agar mendapatkan tempat yang indah, damai, langgeng di alam setelah kematian. Terdapat tradisi-tradisi baru yang “disentuhkan” pada praktik-praktik agama spiritual yang sesungguhnya bukan “mula keto” melainkan “sing keto” (tidak seperti itu). Dahulu, kita melihat tajen (sabungan ayam) dilaksanakan dalam rangkaian upacara piodalan hanya di 4-5 Pura saja, seperti Pura Hyang Api, Pura Masceti, Pura Pangrebongan, dan lainlain. Akan tetapi, sekarang, hampir tidak ada piodalan yang tidak diawali/diakhiri dengan tajen. Tidak dapat dipungkiri, memang ada “dilahirkan” tradisi-tradisi baru yang “disentuhkan” dengan praktik-praktik agama spiritual. Namun, semua tradisi baru tersebut tentu saja tidak termasuk di dalam “mula keto” yang mempunyai dasar susastra Veda yang authentik. Tradisi “mula keto” didasari
oleh filsafat sangat indah dan sekaligus saintifik, tentu saja jika yang mengadakan penelitiannya adalah beliau-beliau yang mumpuni dalam bidang Dharma. Secara umum dapat dipastikan bahwa tradisi “mula keto” lebih banyak didasari oleh bhakti. Leluhur kita memilih jalan pintas spiritual yang namanya Bhakti Marga, bhakti yang tulus. Marga artinya jalan, jalan pintas bhakti, dan ia adalah sebuah praktik yoga (bhakti yoga) yang sangat indah dan sederhana tetapi “powerful”. Sangat tidak bijak jika pratisentana (keturunan) Bali khususnya dan Indonesia umumnya mengabaikan serta mencerca tradisi leluhurnya tanpa pemahanan matang spiritual. Jalan bhakti merupakan jalan pintas praktik yoga samadhi dalam usaha menghubungkan diri dengan Sang Pencipta. Ia adalah marga (jalan) lebar dan lurus serta aman untuk melakukan yatra (perjalanan) memantapkan pencarian sang diri sejati. Bhaktya mam abhijanati, sesungguhnya orang dapat mengetahui perihal Tuhan hanya melalui jalan sederhana bhakti. Dengan bhakti orang dapat mengetahui kesejatian Tuhan YME “sepingitnya”, secara tattvatah, secara rahasia kebenaran sejati, dan mereka yang berhasil “diizinkan” mengetahui rahasia kebenaran sejati Tuhan YME maka mereka dapat memasuki alam kebebasan abadi, moksa (visate tad-anantaram). Demikian jaminan bhakti-marga (jalan bhakti) yang dikemas oleh leluhur kita dalam bentuk tradisi sederhana “mula keto”. Sejak menanam tumbuhan bunga misalnya, mereka sudah mengawali dengan proses bhakti, bahwa mereka menanam tumbuhan bunga untuk “haturan bhakti” kepada Tuhan YME dan bukan untuk menikmati kesejukan lingkungan rumah dan pekarangannya sebab dengan penempatan bhakti terdepan maka kesejukan dan keindahan lingkungan otomatis mereka akan dapatkan pula. Ketika mereka memetik bunga pun mereka memasukkan rasa bhaktinya. Kemudian, selama membuat jejahitan canang banten, mereka melelapkan aktivitas serta tujuannya pada proses bhaktimarga. Selama majejahitan dan membuat banten, mereka lakukan dengan penuh sraddha bhakti sambil magagendingan dan kakidungan yang memberi pesan indah moral, agama, spiritual sehingga membuat roses bhakti-marga menjadi bhakti-yoga yang matang. Bhakti yang matang ini ditujukan pada carana paduka atau kaki padma Tuhan YME. Ini dinamakan nisthata-bhakti, yaitu proses bhakti-marga yang dijalankan dalam praktik nyatabhakti-yoga yang dilakukan dengan penuh sraddha bhakti. Sedangkan mereka yang melakukannya hanya sebagai sebuah tradisi kosong, tradisi formalitas agama spiritual, atau sebagai beban hidup, tanpa rasa percaya bhakti yang baik, maka bhakti seperti itu dinamakan anisthata bhakti. Inilah yang kemudian melahirkan tuduhan “mula keto” dalam pandangan negatif.
Kualitas Hubungan antara Tuhan dan Manusia sebagai Sahabat Berpikirlah TUHAN: “Apakah Aku akan menyembunyikan kepada Abraham apa yang hendak Kulakukan ini?” (Kejadian 18:16)
Redaktur Khusus
KRISTEN PROTESTAN PDT. I P WIDIARSANA, S.Th. pada anak-anaknya dan kepada keturunannya supaya tetap hidup menurut jalan yang ditunjukkan TUHAN, dengan melakukan kebenaran dan keadilan, dan supaya TUHAN memenuhi kepada Abraham apa yang dijanjikan-Nya kepadanya.” (Kejadian 18:19). Tuhan Sang Pencipta dan Pemilik seluruh isi alam semesta yang berarti punya kekuasaan mutlak untuk menentukan apapun yang ingin Dia lakukan, ternyata merasa berat untuk merahasiakan rencananya kepada sahabat-Nya, yaitu Abraham. Dengan kata lain, kualitas hubungan persahabatan antara keduanya membuat Tuhan merasa punya kewajiban untuk menyampaikan apa yang akan Dia lakukan kepada Abraham. Ini luar biasa! Bagaimana ini mungkin terjadi? Selain ketaatan, kesetiaan dan iman penuh Abraham, ayat-ayat selanjutnya menunjukkan sebuah jalinan komunikasi antar dua sahabat dalam kekerabatan yang erat. Mari kita lihat bagaimana hubungan erat tersebut dalam Kejadian 18:20-33. Abraham datang mendekat dan berkata: “Apakah Engkau akan melenyapkan orang benar bersama-sama dengan orang fasik? Bagaimana sekiranya ada lima puluh orang benar dalam kota itu? Apakah Engkau akan melenyapkan tempat itu dan tidakkah Engkau mengampuninya karena kelima puluh orang benar yang ada di dalamnya itu? Jauhlah kiranya dari pada-Mu untuk berbuat demikian, membunuh orang benar bersama-sama dengan orang fasik, sehingga orang benar itu seolah-olah sama dengan orang fasik!
Jauhlah kiranya yang demikian dari pada-Mu! Masakan Hakim segenap bumi tidak menghukum dengan adil?” (ay 23-25). Dan Tuhan menjawab: “Jika Kudapati lima puluh orang benar dalam kota Sodom, Aku akan mengampuni seluruh tempat itu karena mereka.”(ay 26). Lalu Abraham menyahut: “Sesungguhnya aku telah memberanikan diri berkata kepada Tuhan, walaupun aku debu dan abu. Sekiranya kurang lima orang dari kelima puluh orang benar itu, apakah Engkau akan memusnahkan seluruh kota itu karena yang lima itu?” (ay 27-28a). Tuhan kembali menjawab: “Aku tidak memusnahkannya, jika Kudapati empat puluh lima di sana.”(ay 28b), dan seterusnya hingga ayat 33. Lihatlah jalinan percakapan yang terjalin antara Abraham dan Tuhan secara jelas menunjukkan bentuk komunikasi yang dekat dan akrab antara dua sahabat. Abraham bisa berdialog seperti halnya kepada sesamanya manusia dan yang jelas, bentuk kedekatannya sangat terasa lewat bentuk tawar-menawar diantara mereka. Amsal 17:17 berkata: “Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran.” Sahabat sejati adalah mereka yang saling setia, saling mengasihi, saling mempercayai satu dengan lainnya baik dalam suka maupun duka. Jika seorang manusia saja bisa menjadi sahabat dalam pengertian sesuai dengan Amsal 17:17 tersebut, bayangkan jika Allah sendiri yang menjadi sahabat kita. Hubungan yang terjalin antara Abraham dan Allah merupakan sebuah hubungan yang luar biasa. Saya percaya Tuhan selalu rindu untuk menjadikan kita sahabat-sahabatNya. Jika tidak, tentu Tuhan tidak harus repot-repot membuat manusia segambar denganNya. Tuhan selalu mengulurkan salam persahabatan kepada kita, anakanakNya. Bagaimana komunikasi kita dengan Tuhan saat ini? Jangan bermimpi bisa menjadi sahabat
Tuhan kalau kita masih jarang berdoa, kalau masih sering lupa untuk berdoa saat hendak melakukan sesuatu, atau kalau kita masih menjadikan doa hanya sebagai sarana untuk meminta sesuatu saja. Ada banyak orang yang mengira doa hanyalah berlangsung satu arah saja, hanya dilakukan saat ada perlu, apakah meminta pertolongan, meminta agar sembuh, agar bisa mendapatkan sesuatu yang diinginkan dan berbagai daftar permintaan lainnya. Atau tidak sedikit pula yang menjalankan doa hanya sebatas kewajiban saja tanpa menyadari manfaat maupun tujuannya. Doa seharusnya juga dipakai untuk menyimak apa kata Tuhan. Dengan kata lain, kita juga mendengar bukan cuma bicara. Mendengar nasihatNya, mendengar teguranNya, mendengar pendapatNya, mendapat masukan dariNya. Doa juga seharusnya bisa menjadi sarana untuk berbincangbincang dan menyatakan kasih dan rasa syukur kita. Saat Yesus menyatakan diriNya sebagai sahabat kita, orang berdosa, Yesus justru terlebih dahulu melakukan sesuatu buat kita, sahabat-sahabatNya. Apa yang Dia berikan adalah sebuah bentuk karunia yang tidak ada duanya dan tidak bisa dilakukan oleh siapapun selain Tuhan, yaitu keselamatan. Dan itu diberikan lewat mengorbankan diriNya sendiri. Tuhan Yesus berkata: “Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.” Dan itulah yang dilakukan Kristus. Dia memberikan nyawaNya untuk menebus kita semua. That’s the real friendship we have in Jesus. Tuhan selalu siap bahkan rindu untuk membangun hubungan persahabatan yang dekat, akrab dan berkualitas dengan kita. Apakah kita sudah siap dan mau menjadi sahabat Allah? Dalam persahabatan sejati terdapat komunikasi dua arah satu sama lain, antara kita dan Tuhan pun sama
Bali
Redité Wagé, 29 Méi 2016
L E M B A R
7
B A S A
B A L I
Bencingah
BPM/wan
BPM/wan
I Nyoman Arya
SANGGAH - Pinaka krama sané magama Hindu, kawéntenan sanggah ring sajeroning paumahan jakti mabuat pisan. Punika mawinan sayan akéh krama sané makarya taler ngadol sanggah antuk cecihnannyané soang-soang.
Mabani-banian NGAMARGIANG utsaha boya ja parindikan dangan, duaning sios saking madué modal miwah kawagedan ring widang utsaha inucap, i krama taler patut madué rasa bani utawi wanén tatkala ngamargiang utsaha inucap. Yéning nénten kadasarin antuk pikayunan sakadi punika sinah méweh jagi ngawitin mautsaha. Sios punika i krama taler patut bani nepasin sekancan parindikan sané jagi kapanggihang sajeroning madolan napi malih tatkala tan polih bati sakadi sané kaaptiang miwah jagi masaing sareng pangutsaha tiosan. Parindikan inucap kabaosang I Nyoman Arya. Pinaka krama sané makarya taler ngadol kemulan sanggah kayu, majanten dané sampun ketah manggihin sapunapi kahanan madolan punika taler kahanan pangaptin krama sané matumbasan. Napi malih sakadi mangkin kahanan madolan sayan méweh duaning kahanan ekonomi krama kabaosang nedunang. Sios punika taler sangkaning kahanan masaing sané sayan ketet ring sajeroning krama sané nyarengin madolan sanggah ngawinang krama sané rauh numbas sanggah ring dané sayan ngidikang tur pangarganipun méweh katincapang. “Sampun akéh buruh sané ngwedar utsaha anyar makarya sanggah. Ipun taler mabani-banian ngadol asil karyannyané antuk pangarga sané mudahan. Krama sané matumbasan majanten pacang nyelehin pangarga sané pinih mudah. Napi malih yéning sangging prasida nagingin pangaptin krama yadiastun polih bati akidik, sinah sané kantun meled polih bati akéhan méweh polih makarya. Satmaka magarang-garangan polih makarya,” baos dané sané embas ring Mambal, 18 Agustus 1975 puniki. Dané sané sampun ngaryanin kemulan sanggah mawit warsa 1989 puniki maosang, ring umah miwah banjaran dané punika sampun saking nguni ngamargiang utsaha makarya sanggah. Dadosné tatkala kantun masekolah saraina dané nyarengin bapannyané misbis duk, tatkala wénten libur dané sareng ngrereh duk kantos mongkod punyan jaka yadiastun tegeh pisan. Kasuén-suén kurenan Ni Kadek Armini puniki sayan ngamargiang pakaryan puniki. Mawit irika dané meled nglanturang pakaryan reramannyané punika tur kantun becik kamargiang kantos mangkin. Katakénin kahanan méweh saking pakaryan puniki, anak lanang sané madué pianak kekalih, I Gede Dedi Juniantara miwah I Kadek Erik Artajaya puniki maosang, dumun dané ketah uber-uberan ngaryanin pesenan. Duaning sios patut gelis muputang pakaryan mangda adung sareng galah pamlaspasnyané, taler sangkaning madué swadharma sané patut kamargiang pinaka jadma Bali, minakadi ngayah mabanjar adat, ngayah tatkala wénten piodalan, ngamargiang upacara ring kulawarga miwah sané siosan. Sakéwanten yéning sampun ngawit ngambil pakaryan wénten tetimbang sareng sang sané madué pakaryan, sinah pakaryan inucap gelis prasida kapuputang. “Sané taler patut kautamayang inggih punika kahanan kualitas mangda tetep becik sakadi pakaryan sané dumunan yadiastun bati sané kapolihang wantah akidik. Astungkara kantos mangkin tiang setata polih pakaryan yadiastun wantah akidik. Punika mawinan tiang setata nyuksamayang yadiastun kahanan puniki doh matiosan,” dané sané meneng ring Br. Umaanyar, Mambal, Abiansemal, Badung puniki makenyem. (wan)
(29)
Sanggah Kemulan
Pangarga Tan Sida Nincap, Mabinayan ring Kuubnyané Krama Bali nénten prasida lémpas ring kahanan ngamargiang parikrama magama Hindu sané sampun dados tetamian saking para panglingsir. Nénten wantah kasinahang saking pamargin makudang-kudang upacara sané kamargiang saraina miwah ring rerainan kémanten, nanging taler kasinahang saking kawéntenan genah suci ring soang-soang paumahan miwah wewidangan désa. Kawéntenan genah suci minakadi sanggah, panunggun karang miwah sané siosan mabuat pisan kawéntenanipun ring krama Bali sakadi kahanan pura sané wénten ring soang-soang désa utawi banjar. Dadosné punika wantah sesana sané patut sinarengan kamargiang olih krama duaning katami saking panglingsir. Tetamian sané marupa swadharma punika kantun becik kamargiang
olih krama Bali kantos mangkin. Sangkaning punika majanten kramané meled pisan madué sanggah pinaka genah suci druén kulawarga ring soang-soang paumahan sané becik miwah sué tuuhnyané. Yadiastun sujatiné nénten wénten kapatutan mangda sanggah punika patut becik pisan, napi malih wénten sané kawastanin turus lumbung inggih punika kemulan sanggah sané kakaryanin antuk carang utawi taru dapdap. Sakéwanten krama Bali jagi marasa lega tur bagia risampuné mrasidayang ngaryanin utawi madué sanggah sané pinih becik kahananipun. Indiké punika kasinahang antuk makéh krama sané ngadulurin makarya sanggah pinaka “prioritas” sané patut kamargiang dumunan sadurung nabdabang utawi mragatang umah miwah balé.
Pangargan kemulan sanggah miwah kemulan siosan taler nénten mudah duaning patut ngawigunayang lakar sané becik tur karyanin antuk rerincikan sané patut duaning kemulan jagi kawigunayang sué. I Nyoman Arya, sangging kemulan sanggah ring wewidangan Desa Mambal, Abiansemal maosang, yadiastun pangarganipun mael, pangargan punika nénten prasida nincap nganutin pangargan lakaran minakadi kayu taler duk. Nénten wantah arga sanggah, upah tukang ukir miwah serut kayu taler sampun sayan nincap. “Pangargannyané mangkin prasida kabaosang mudah, sakéwanten kramané setata ngaptiang kahanan sanggah sané pinih becik, pinaka parindikan sané sukil kamar-
giang. Napkala nénten wénten pesenan, tiang wantah prasida nabdabang lakarannyané kémanten, nénten makarya stok kemulan duaning krama sané mesen jagi makta sikut sané masiosan,” baos Arya. Indik pangargannyané masios-siosan nganutin soroh sané kakaryanin, minakadi kemulan panjah utawi rong tiga sané sampun puput mapangarga plekutus yuta, wénten taler Menjangan Sekeluang mapangarga dasa yuta. Wénten malih kemulan taksu sané kaadol antuk arga sanga yuta, Gedong pitung yuta tengah, miwah gedong sari antuk arga limolas yuta rupiah. Indik piyasan sané sikutipun kalih meter, meraab duk kaadol antuk pangarga tigang benag yuta, sané maraab genténg pangarganipun wantah petang dasa yuta.
Indik cecihnan saking soangsoang sanggah sané kakaryanin olih sanggingné, kabaosang lasinahang ring kuub miwah adung tegeh raab sareng pangawak kemulan. Punika majanten nénten pateh duaning jagi nganutin kawagedan soang-soang sangging. Pateh sakadi sané kabaosang I Nyoman Rauh sané makarya dados sangging sanggah ring wewidangan Desa Jehem, Tembuku, Bangli. Dané maosang parindikan sané minayang soangsoang sangging inggih punika prasida nguubang kemulan sanggah sané kakaryanin. “Minakadi tegeh raab sareng pangawak kemulan mangda adung. Sios punika taler sapunapi dané makarya mangda kuub sanggah prasida kasinahang maurip,” Rauh maosang. (wan)
Kemulan Sanggah
Soroh Kayu miwah Raab sané Kawigunayang Matiosan SIKUT - Tatkala ngaryanin kemulan, para sangging patut pisan urati ring sikutnyané, mangda kemulan sané kakaryanin prasida anut adung taler becik kuubnyané risampuné puput tur kapasang ring merajan utawi sanggah krama.
KEMULAN sanggah jakti pinaka sinalih tunggil piranti sané mabuat pisan majeng ring krama Hindu-Bali, dadosné kawéntenanipun majanten kapanggih ring soang-soang genah utawi paumahan krama sané magama Hindu. Yadiastun sikut utawi ageng kemulan masiosan ring soang-soang genah utawi sanggah, indik pangaci-acinipun akéhan sané pateh. Soang-soang genah utawi wewidangan sané makarya kemulan utawi sanggah kayu taler madué cecihnan. Punika lantas ngawinang krama sané sampun tatas uning makarya kemulan sanggah majanten gelis uning indik genahnyané kakaryanin, kacingak saking kahanan lakar taler soroh raab sanggah sané kakaryanin. I Nyoman Arya maosang soroh raab sané kanggén ring kemulan prasida dados cecihnan indik genah kemulan sanggah punika kakaryanin. Minakadi kemulan sanggah sané kakaryanin ring wewidangan Desa Mambal, pamekasnyané ring Banjar Umaanyar
majanten nganggén raab duk sané mapacek, sakéwanten yéning ring Désa Getasan ngawigunayang raab duk sané mategul ring igaiga. Duk sané kanggén inggih punika karauhang saking Jawi miwah Lombok, duaning sios sampun méweh ngrereh duk Bali taler doh rimitan ngarap duk Bali yadiastun kahanannyané jakti sitengan katimbang soroh sané siosan. Indik pangargan duk Bali taler maelan, kirang langkung nem tali rupiah sané akilo, yéning duk Jawi miwah Lombok wantah petang tali tengah sané akilo. “Yéning selehin saking nguni, ring banjar puniki wantah pamucuk genah makarya sanggah maraab duk. Dadosné, akéh krama sané gelis uning tatkala manggihin sanggah sané ngawigunayang raab duk mapacek wantah kakaryanin iriki,” baosnyané makenyem. Parindikan kayu sané kanggén, manut saking ketékan palinggih sané kapituduhin olih para panglingsirnyané miwah pangaptin krama pamesen. Sorohnyané
inggih punika kayu cempaka sané pangarganipun kantos pitung yuta améter kibiknyané, wénten taler Majagau sané mapangarga kutus yuta améter kibik, taler kayu waru sané pangarganipun kantos sanga yuta améter kibiknyané. Soroh kayu siosan sané prasida kawigunayang minakadi kayu Buni Sari miwah cenana sané mangkin sampun méweh pisan kapolihang. mawinan kayu punika akéhan kanggén jatu utawi jejatonan kémanten. Yéning indik kayu Nangka, dumun jakti kanggén olih dané, nanging mangkin sampun ketil sané ngaptiang punika tur akéhan kanggén makarya wewangunan balé paumahan kémanten. Sakéwanten masiosan sareng I Nyoman Rauh, pagawé saking Mambal puniki maosang, ri kala dané polih pesenan kemulan sanggah apragatan sinah dané jagi nganggén raab saking genténg, boya duk. Nénten wantah amunika, indik kayu sané kanggén makarya piranti minakadi kemulan rong siki, rong kalih,
miwah rong tiga taler piyasan miwah balé kulkul kantun ngawigunayang kayu nangka utawi katiwawalan miwah cempaka sané kabaktayang olih dagang sané matanja ka genah dané. Indik tuuh kemulan sanggah sané kakaryanin, dané maosang jagi nganutin kahanan utawi becikkaon soroh kayu inucap. “Manawita kayu sané kanggén
punika borok tur kubalang utawi putih-putihan, sinah ngawinang sanggah punika nénten sué tuuhnyané. Dadosné mangda sanggah sané kakaryanin prasida becik, kubalang punika patut kakutang tur kanggén les kayunnyané kémanten sadurung kayu punika jagi katebih-tebih tur kanggén makarya kemulan sanggah,” Nyoman Rauh nguningayang. (wan)
“KEPUTUSAN pekaké pinaka anak lingsir ngicén mragatang nanging tondén kicén mantuk, bas nyengahin. Aji buung ngantén sawiréh yéning juang dadi makedeng-kedengan ngad, bisa ngalah anéh. Gegélan Ajiné, Ayu Adriani sedih bekut. Aji ngambul ka Buléléng ngempahang keneh inguh. Lantas Pekak Madé Pering dini marembug ngiring pekaké di Selat lakar nyangkepang Aji ajak Ibuné. Suba atiban Aji ngilang, lantas mara mulih Aji lan Ibuné ngantén saha apang nglaut nongos nyeledi dini di Jero Peringalot ngadakang Cening ajak dadua.” Pandikanné Gusti Madé Taman sendu. “Ooh, yén sapunika Tuaji nyentana iriki pinaka predana. Ibu dados sentana rajeg?” “Sing kéto Ning. Ibu ajak Ajiné ngantén biasa, sawiréh yén di Jero dini camput mula Ajiné uli Jero Selat ané patut ngwaris. Iraga mamisan saling kodag, makawitan tunggal. Ené madan
ngantén pada gelahang. Dadi masih orahang negen dadua sawiréh tetegenan Ajiné di Selat tusing ilang. Status kawarisané enu manggeh. Ento sangkal Ajiné enu maan duman carik di Selat. Yén anak nyentana nah cara raos Ceningé busan, status jumah asalé ilang,” Gusti Biang Siwi nyelag saking welas asih. “Jero Selat lan Peringalot mula tetep tunggal.” “Raris caritané pacar Ajiné, Bibi Adriani sapunapi? Kénten taler Bibi Sisu dumunan ngantén ring Aji, nguda dados Mbok Citra alitan ring Beli Ngurah?” pitakénné Ayu Jeladi. Aji lan Ibunné naneng saling tolih. Toyan panonné ngembengngembeng padlengdeng. “Oooh Aji tusing bisa ngomong apa buin, benehé marasa pelih. Sasubané Aji ngilang lan mulih ngantén ajak Ibuné, Ayu Adriani sayan kéris nyungkan kayun lantas séda truni. Raganné nu sempat ngawi geguritan mamurda Taman Adriani. Cening
patut maca bukuné. Isinné ngetus ati. Nyaritayang Sang Déwi séda ring Taman Gili saking nyungkan kayun ngantos sang Pangéran ring raina pawiwahané lunga maperang, kapisunayang séda ring payudan olih mingsikiné sané taler tresna ring Sang Déwi. Sujatinné Aji enu tetep tresna tekén raganné kayang mati. Buina ada puisi tinggalanga tekén raganné buat Aji ané isiné marupa pabesen “Yéning raganné mati malunan apang Aji nyimpen abunné di lemariné.” Aji sedih tusing nyidaang ngisinin pabesenné. Ida Pedanda ngandikayang tusing dadi nyimpen abun manusa di balé pakraman. Patut larung ka segara utawi ka tukadé. Yén indik adiné Ayu Citra lekad durian tekén Ngurah Jelada nah ada ané ngorahang sawiréh Bibi Sisuné ngantén nglangkahin nyama kelihan tusing nunas lugra, yén patuté nebus baan kain saperadeg pinaka ruwatan. Patuh cara Aji Karangé nglang-
kahin rakanné nganti dadua rakanné daa tua. Sujatinné Aji Karang suba simalu ngantén ngajak Gusti Ayu Raka uli Muncan. Nanging kanti pitung tiban tusing madué oka. Ento sangkala ngambil Bibi Sisuné, masih kanti telung tiban tusing masih ngelah oka. Aji ningeh gatra uli dokter ané mréksa rabinné Bibi Sisuné normal lan séhat. Nanging kocap raganné padidi ané bekung, mula sing dadi ngelah oka. Nanging yén kanti bisa ngelah oka Gég Citra aji sing ngerti? Liu pakrimik anaké yén Gusti Gedé Karang sasubané dasa tiban marabi dadua tumbén ngelah oka tur tuah abesik col. Ada ngorahang anak angkat, utawi anak sesimpalan. Aji sing bisa mirengang, nanging dumadak tusing saja kéto,” pandikan ajinné alon sedih. “Ané sanget ngawé Aji-ajin Ceningé brangti lan sebet sawiréh Aji Dé Karang tusing ngicén Bibi Sisuné nyumbah
Aji lan Ibunné, matuan raganné padidi. Ento madan anak durhaka, tulah idupan langgana tekén yayah réna, tekén kawitan ané nglekadang iraga. Sing ada gedénan dosan iragané yén sing mayah utang teken i rerama. Angkihan iragané anggon mayah sing lunas. Conto ané sing patut tiru,” pandikan ibunné matadah gregetan. Ngurah Jelada bengong mirengang caritan aji lan ibunné sané wiyakti ngetus kayun ngetélang toyan panon. Napi malih mangkin raganné jaga setata nunas bekel ngasasih ring bibinné Gusti Ayu Nyoman Sisu sareng Ajinné Gusti Gedé Karang kadi ngicén kabébasan raganné sareng Ayu Citra matemu ngraina. Kadi anaké nunun saking benang ladung, yén kirang pariyatna lan terampil sinah pacang nemu pakobet.
BPM/wan
(Masambung)
Upacara
8
Redité Wagé, 29 Méi 2016
Bebantenan Agni Hotra Sarana Malajahin Wéda SAJERONING Atharwa Wéda XXVIII.6, kaunggahang “Yatra suharda, sukrtam Agnihotra hutam yatra lokah tam lokam yamniyabhisambhuva sano himsit purusram pasumsca”. Tegesnnyané: Ring dija krama sané pikayunannyané becik meneng, krama sané pikayunannyané degdeg taler dané sané ngamargiang upacara Agnihotra, irika pamucuk désa punika prasida becik ngamargiang tugasnyané, inggian urati ring krama, taler urati ring sarwa beburon. Antuk punika, pamargin upacara Agnihotra madué dasar sastra sané janten mawinan krama sané ngamariang upacara inucap nénten malih marasa bimbang. Manut pustaka Chanakya Nitisastra taler kasurat, yéning malajahin Sang Hyang Wéda nénten malarapan upacara Agni Hotra kasengguh percuma tur nirdon. Ngamargiang upacara yadnya yéning nénten wénten madana punia taler pocol. Samisami pocol yéning tan pabhakti. Upacara yadnya Agni Hotra kaloktah pinaka Spatika Yandya. Suksmannyané waluya unteng yadnya. Dasar ngamargiang upacara yadnya Agni Hotra taler wénten kasurat ring pustaka suci Rg.Wéda X.66.8. Ring pustaka wéda punika kasengguh yadnya Agni Hotra wantah yadnya dahat utama. Ring pustaka wéda punika kasinahang: yadnya Agni Hotra kamargiang aolih anaké madrué idep utama. Agni Hotra taler mrasidayang ngametuang kayun utawi idep santi parajanané sané dados nayaka utawi pemimpin. Yadnya Agni Hotra punika nundun kayun dané para pemimpin mrasidayang makarya sané patut tur becik. Ngraksa kawerdian jagaté sami, mangda gemuh landuh. Taler nudut kayun sang pemimpin nénten purun malaksana sané tan rahayu marep ring jagat. Malarapan yadnya Agni Hotra punika taler mrasidayang nundun kayun Sang Ngawarat sayaga nyaga kasukertan sarwa praniné. Sastra-sastra sané maosang indik upacara Agnihotra prasida kapanggihin ring kitab-kitab Itihasa, Purana (Kekawin Ramayana) miwah Upanisad minakadi: Swétha Swatara Upanisad, Maitri Upanisad, Prasna Upanisad, miwah Sri Isopanisad. Manut pustaka Wrehaspati Tattwa Sloka 25 wénten kasurat pitung paos ketékan ngamargiang dharma inggih punika , Sila, Yadnya, Tapa, Dana Prawrajya, Bhiksu, dan Yoga. Manut pidarta ring basa Jawa Kunané, yadnya punika kasobyahang Yadnya ngaraning manghadakaken Homa. Tegesnyané, yadnya inggih punika ngwéntenang Homa (Agni Hotra). Dadosnyané ngamargian yadnya Agni Hotra sampun wénten dasar sastrannyané. Baos Agni Hotra artinnyané api suci. Ring tepengan puniki, api waluya simbol suci idep i manusa. Cihna pikayun suci sakadi api sané endihnyané setata anyar tur nyujuh ka duur. Endih apiné punika taler maswabawa nyunarin ngardi galang. Suksmannyané malajahin Sang Hyang Wéda lakar percuma yéning nénten prasida nyunarin uripé ring jagaté puniki. Suksman kecap pustaka Niti Sastrané puniki waluya nyasa mangda ngruruh kabisan anggén ngrahayuang laksanané utawi silané miwah acarané utawi adat istiadat urip. Sila miwah acara sané galang apadang madasar antuk parilaksana sané patut miwah sané nénten patut, uning sané becik tur sane nénten becik, uning sané pantes miwah sané nénten pantes tur salanturnyané. Idep galang apadang punika idep sané kawangun saking jnyana. Yéning sampun malarapan jnyana punika i manusa molihing idep galang apadang , jnyana sané sapunika mawasta jnyana agni sané kasurat ring Bhagawad Gita. Sané katuek ring yadnya Agni Hotra mangda i manusa ring kahuripannyané setata ngruruh jnyana minakadi atma jnyana miwah brahma jnyana. (Ida rsi Bhagawan Smerti Wijaya Kusuma Sebali)
BPM/DOK
Mlaspas, Cihna Ngukuhang ”Status”
Jalaran Niskala Nyuciang Wangunan Anyar RING Bali, ngwangun sinunggil wangunan yakti sukil, nénten sawates ngwangun, sadurungnyané samian sané kanggén bahan sinunggil wangunan patut kawilangin sabecik-beciknyané. Ngawit ngrereh bahan, ngawitin makarya wangunan, taler parikrama tiosan, samian karerehang raina becik. Kantos pinih untat kalaksanayang upacara mlaspasin wangunan. Manut Ida Rsi Bhagawan Smerthi Kusuma Wijaya Sebali, mlaspas mawit saking kalih kruna, ‘mlas’ sané mateges pisah, miwah ‘pas’ sané mateges adung. Mawinan mlaspas kategesin sinunggil wangunan kakaryanin saking kayu, batu, pasir, miwah piranti tiosan, salanturnyané kasikiang mawinan mawentuk wangunan sané becik. Ida maosang, tetujon utama mlaspas wantah ngresikin taler nyuciang wangunan anyar majalaran niskala sadurung wangunan inucap kagenahin. Tetujon tiosan, mangda molihang rasa
trepti majeng kulawarga sané pacang meneng ring wangunan inucap. “Tetujon mlaspas taler pinaka pamargi nguwah status, ngukuhang status. Sekancan bahan sané mawit saking alam minakadi kayu, batu, pasir utawi sané tiosan salanturnyané kakukuhang dados siki gumanti ngwentuk sinunggil wangunan,” Ida ngandikayang. Ida malih ngwewehin, nguwah utawi ngukuhang status taler prasida kategesin pinaka jalaran nguwah aran, umpaminipun sané sadurungnyané
kayu, raris kawentuk dados jendéla, gumanti arannyané taler mauwah dados jendéla, raris kakukuhang dados jendéla. Piranti tiosan taler sakadi punika. Salanturnyané kayu sané sampun kaplaspas miwah mauwah status-nyané punika madué guna. Upacara mlaspas patut kamargiang olih i krama sané madué wangunan anyar. Napiké marupa paumahan, palinggih, pura, hotel, toko miwah kandang. Samian wangunan anyar patut kaplaspas. Mlaspas wangunan suci mar-
Banten Orti
Nyihnayang Kahuripan, Kawerdian, miwah Kalanggengan SAJERONING ngamargiang upacara pamlaspasan inggiang wangunan suci utawi paumahan, akéh piranti sané patut kasayagayang. Utamannyané marupa upakara miwah banten orti. Ngeninin indik orti, wénten tigang soroh orti sané kawigunayang sajeroning upacara pamlaspasan, luiré: Orti Temu, Orti Ancak, miwah orti Bingin Manut Ida Rsi Bhagawan Smerthi Kusuma Wijaya Sebali, makatetiga orti inucap nyinahang tetuek wangunan inucap. Orti Temu pinaka niyasa sané nyihnayang wangunan paumahan sesampuné kaplaspas nénten malih pinaka bahan wangunan sané nénten maurip, nanging sampun kasuciang antuk upacara mlaspas mawinan wangunan inucap kasengguh maurip yéning kapikayunin antuk pamineh niskala. Orti Ancak pinaka niyasa yéning wangunan paumahan pinaka genah nglimbakang kahuripan sané lewih becik utawi pinaka lambang kawerdian. Werdi mateges nglimbak nuju sané becik. Tegesnyané, wangunan marupa paumahan patut kadadosang genah ngamargiang kahuripan sabecikbeciknyané, ngruruh tetujon Pusura Artha. Indik Orti Bingin, pinaka niyasa kalanggengan. Sané becik patut setata langgeng, sané nénten becik patut katilarin.
“Nanging, parilaksané sané becik taler patut mangda kadadosang dasar nglimbakang kahuripan sané werdhi kantos sané becik punika langgeng dados dasar ngamargiang kahuripan. Orti taler pinaka sarana aturan majeng Ida Sang Hyang Widhi sajeroning upacara memakuh,” baos Ida Rsi. Parindikan sané pateh taler kabaosang Sekretaris Lembaga Konsultan Upacara Unhi, I Kadek Satria, S.Ag., M.Pd.H. duk kacunduk wau puniki ring Kampus Unhi Dénpasar. Dané maosang, banten orti sané kawigunayang sajeroning upacara mlaspas nyinahang tetuek wangunan inucap. “Nyinahang Kahuripan, Kawerdian, miwah kalanggengan,” baosnyané. Satria ngwewehin, banten orti wantah kawigunayang sajeroning upacara mlaspas wangunan anyar sané kagenahang ring mudra wangunan. Orti kapasang wus upacara mlaspas usan kamargiang. Tios masang orti, piranti tiosan sané patut kapasang marupa ulapulap nganutin soroh wangunan sané kaplaspas. (uma)
upa palinggih utawi pura sareng paumahan nénten ja pateh, wénten binannyané. Manut Ida Rsi, yéning mlaspas wangunan suci marupa palinggih utawi pura madaging mendem padagingan, yéning mlaspas wangunan paumahan wantah kalaksanayang mlaspas miwah nemakuh kémanten. “Mlaspas tetujonnyané wantah nyikiang, ngadungang samian piranti sané kanggén ngwangun wangunan. Mangda madué soang-soang kawigunan, nanging adung,” Ida negesang. Punika awinan, sinunggil wangunan sané kabongkar, sadurung kawangunin malih antuk wangunan anyar, tanah dasar laad wangunan sané lami katandurin pepunyanan minakadi pisang, tetujonnyané pinaka cihna gunan tanah puni-
ka kawaliang ka alam, ka Sang Hyang Temu (Sangkara), salanturnyané yéning pacang kawangunin malih prasida mawali kaupacarain. “Mangda prasida kawekas karuwak malih tanah inucap, kawaliang malih statusnyané dados wangunan, dadosnyané iriki mapaiketan sareng status,” baos Ida. Ida malih nguningayang, yéning dumun sadurung wénten budaya pragmatis, sesampuné sinunggil wangunan kabongkar, tanahnyané pacang kabanggayang dumun salami sawatara awarsa. Yéning mangkin wantah kabanggayang sawatara dasa raina neng, raris salanturnyané kawangunin. “Minab indiké punika matetujon ngicén selah jagaté dayuh,” Ida negesang. (uma)
Satua
Olih : Madé Taro
Silih-silih Kambing DI Désa Trunyan ané ada di sisin Danu Baturé, ditu ngoyong buron padaduanan, ia masawitra leket pesan. Makadadua buroné ento pawakané patuh, tegehné pada, lantang awakné patuh, turing pada-pada alep bagus. Ané malénan tuah jénggot lan tandukné dogén. Buron ané majénggot madan I Kambing. Timpalné, buron ané matanduk madan I Asu. Cara I Kambingé, majénggot ngaénang awakné pangus. Nanging, lakar ngenah sayan pangus yén majénggot lan matanduk. Ulian ento, kala I Kambing maan undangan mapéstaan, ia nekain I Asu. “Eh, Asu… baang ja Icang nyilih tanduk Cainé apetengé ené dogén. Icang undanga tekén I Menjangan ané sedeng mapéstaan. Yén cara Icangé, yén Icang nganggon Tanduk Cainé, Icang lakar sayan pangus ngenahné,” kéto pangrumrum I Kambing tekén I Asu. “Ulian iraga masawitra suba leket pesan, ulian kapolosan Icangé, Icang tusing lakar nombahang. Tanduk Icangé lakar pasilihang Icang. Sakéwala, Cai patut satya tekén omongan Cainé. Buin mani semengan, Tanduké ento suba patut ulihang Cai mai,” kéto pasautné I Asu. I Kambing lantas masang makadadua tanduké ento di tendasné. Saja mula sayan pangus pangenahné. Tusing medmed I Kambing masuluh di kacané. Disubané tandukné mapasang luung, ditu mara ia majalan ka umahné I Menjangan. Buron ané ada di umahné I Menjangan ngon nolih I Kambing matanduk. “Gagah pesan Cai matanduk. Lebih pantes yén tanduké ento ada di tendas Cainé Kambing, bandingang di tendasné I Asu,” kéto sapané para buroné ané teka lakar mapéstaan. Buin maniné, I Kambing makeneh lakar ngulihang tandukné I Asu tur satya tekén raosné. Ia bakal ngulihang tanduké ento tekén I Asu, ané ngamaang nyilih. Buin ia medasang awakné di kacané. Tusing med-med masuluh. “Saja mula pangus awaké matanduk,” kéto krimikané. (Masambung)
Rédaksi nerima reriptan marupa artikel (paling akéh 3500 huruf), satua ringkes (paling akéh 6000 huruf), puisi, geguritan miwah sané siosan. Reriptan mangda kakirim ring alamat: Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email: bali_orti@balipost.co.id.
9
MINGGU WAGE, 29 MEI 2016
Messi Cedera, Terancam Absen HAL 10
MENANTI TANGAN DINGIN MOU Manchester –
Klub raksasa Manchester United akhirnya secara resmi mengumumkan Jose Mourinho sebagai pelatih baru mereka. Mourinho digadang bakal mampu mengembalikan kejayaan MU sepeninggal manajer legendaris, Sir Alex Ferguson di tahun 2013 lalu. Dengan sederet prestasi yang pernah dicatat bersama FC Porto, Chelsea, Inter Milan, dan Real Madrid, Mourinho disebut sosok yang pas menahkodai klub sekaliber MU.
BPM/rtr Jose Mourinho
Namun yang perlu diingat, kesuksesan dan resiko kegagalan senantiasa berjalan beriringan. Meskipun dikenal handal dalam menangani sebuah tim, Mourinho juga pernah gagal membawa Madrid meraih trofi di musim terakhirnya, dan didepak Chelsea bulan Desember 2015 lalu. Kedua momen negatif tersebut lantaran kegagalan yang menaunginya. Seperti yang dikatakan tadi, banyak pihak yang optimis jika sosok Mourinho akan mampu mengembalikan kejayaan MU di Eropa. Salah satu yang memberikan prediksi tersebut adalah Carlo Ancelotti. Ancelotti yang pernah menjadi suksesor Mourinho di Real Madrid me-
Debut Sensasional Rashford Sunderland – Laga debut Marcus Rashford dalam seragam timnas Inggris berakhir manis. Rashford menyumbang satu gol yang memenangkan Inggris atas Australia dengan skor 2-1. Pemain Manchester United berusia 18 tahun itu diturunkan pelatih Roy Hodgson sebagai starter dalam laga persahabatan yang digelar di Stadium of Light, Sabtu (28/5) kemarin. Belum genap tiga menit pertandingan berjalan, Rashford membuat stadion bergemuruh. Rashford menyelesaikan bola pantul hasil umpan Raheem Sterling dengan tembakan voli kaki kanan untuk membawa Inggris memimpin 1-0. Statistik Squawka mencatat, Rashford menjadi pemain termuda dalam sejarah yang mencetak gol di laga debut bersama tim senior Inggris, dalam usia 18 tahun 208 hari. Di menit ke-62 Rashford meninggalkan lapangan dan mendapat standing ovation dari para penonton saat digantikan Ross Barkley. Inggris memenangi laga setelah
Wayne Rooney menggandakan skor dan Australia menipiskan jarak lewat gol bunuh diri Eric Dier. “Saya gembira untuk dRashford. Dia jelas sedikit kelelahan di babak kedua, tapi itu wajar ketika Anda memainkan pertandingan pertama Anda,” ungkap Hodgson seusai pertandingan “Sebuah debut yang luar biasa. Saya masih punya waktu 3 hari untuk menentukan skuat untuk Piala Eropa. Saya sempat bilang bahwa dia jelas tidak akan kehilangan kesempatan, tapi saya mempunyai keputusan-keputusan dan pilihan-pilihan sulit untuk dibuat,” imbuh sang pelatih Musim 2015-2016, menjadi musim yang luar biasa bagi Rashford setelah promosi ke tim utama MU. Rashford mencetak dua gol di laga debutnya dengan Setan Merah dalam kemenangan 5-1 atas Midtjylland di Liga Europa (25/2), juga membukukan sepasang gol di laga debutnya di Premier League saat mengalahkan Arsenal 3-2 (28/2). Tentunya performa ini harus dapat dipertahankan agar mampu menembus tim utama The Three Lions. (kmb33/ap)
BPM/ap
Marcus Rashford
mandang sosok Morinho adalah sosok yang pas untuk menangani MU musim depan. Menurut Don Carletto, Mourinho bisa meningkatkan permainan MU setelah era Louis van Gaal. “Saya pikir ini adalah “pernikahan” yang sempurna antara MU dengan Mourinho, karena dia sudah mengenal Premier League dengan baik,” ujar mantan pelatih AC Milan, Sabtu (28/5) kemarin. “Mou adalah salah satu pelatih terbaik di dunia, dan MU sedang memerlukan seseorang untuk bisa meningkatkan apa yang telah Van Gaal lakukan dalam dua tahun terakhir,” imbuhnya. Bukan hanya pujian, Mourinho bahkan sudah mendapatkan tantangan dari legenda hidup MU, Teddy Sheringham. Mantan bomber Setan Merah ini menantang Mourinho untuk bisa mendaratkan trofi Liga Europa, sebagai bukti kapasitasnya.
“Ini akan sulit bagi Mourinho meraih trofi di musim pertamanya, dan gelar Liga Europa mungkin adalah harapan terbaik. Tahapan liga kompetisi yang tidak terlalu keras, sehingga MU harus sesegera mungkin bisa menilai skuatnya sendiri,” kata Sheringham. Beban Berat Menanti Tidak mudah memang menangani klub sekaliber MU. Segudang pekerjaan rumah diharuskan mampu diselesaikan Mourinho. Beberapa catatan yang harus segera diselesaikan Mourinho adalah mendaratkan trofi secepat mungkin ke Old Trafford. Hal ini tentu bisa menjawab dahaga MU akan gelar yang sudah tiga musim tak merasakannya. Meskipun, Van Gaal mampu memberi gelar Piala FA musim ini. Selanjutnya, Mourinho juga
dituntut untuk bisa memaksimalkan peran pemain dengan pembelanjaan yang efisien. Dengan kata lain, Mourinho diharuskan untuk membuang para pemain yang sudah tidak terpakai dan melakukan pembelian bintang baru dengan tepat. Pelatih berusia 53 tahun itu dikenal sebagai pelatih yang lebih memilih pemain berpengalaman dibanding pemain muda. Namun warisan pemain muda berbakat oleh Van Gaal, seperti Marcus R ashford dan Timothy Fosu-Mensah harus tetap dimaksimalkan. Dan yang terpenting, Mourinho dituntut harus mampu merubah gaya permainan MU. Mourinho yang lebih mementingkan efektivitas memang berbanding terbalik dengan Van Gaal yang lebih fokus pada penguasaan bola. Di tangan Van Gaal MU memang senantiasa unggul dalam penguasaan bola, namun minim dalam penyelesaian akhir. Sedang dari beberapa tim yang ditangani Mourinho, ratarata mampu bermain efektif dan mampu menang meskipun tak menguasai bola secara dominan. Patut ditunggu kipra The Special One musim depan. (kmb33/rtr)
BOLA MANIA
10
Giovane Elber
BPM/ant
Elber Yakin Bayern Tetap Sukses
Messi Cedera, Terancam Absen
Jakarta – Klub asal Jerman, Bayern Munich tak lagi diarsiteki oleh pelatih berbakat, yakni Pep Guardiola. Kendati demikian, menurut legenda klub asal Bavaria tersebut, Giovane Elber yakin sosok pengganti Carlo Ancelotti merupakan jaminan sukses ke depan. Selama ditangani Guardiola, Bayern mengukir tiga musim yang gemilang. Namun Guardiola selalu gagal mempersembahkan trofi Liga Champions bagi The Bavarian. “Pep sudah sangat bagus menurut saya, ia sudah membangun klub dengan baik. Namun ekspektasi gelar juara akan tetap ada,” kata Elber di acara jumpa fans di Just Sport Cafe, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (28/5) kemarin. Elber menambahkan pemilihan pada sosok Ancelotti dinilai langkah yang tepat untuk menghilangkan dahaga meraih “Si Kuping Besar” di Allianz Arena. Sebab, pelatih asal Italia tersebut terbukti membawa gelar juara bersama AC Milan dan Real Madrid. “Saya rasa Ancelotti memiliki segudang pengalaman dalam meracik tim hingga sukses, seperti AC Milan dan Real Madrid dalam meraih gelar Liga Champions. Kita lihat saja nanti kiprahnya,” imbuh mantan striker Bayern tersebut. Elber menggelontorkan 133 gol dari 260 laga Bundesliga selama membela Bayern. Dalam kesempatan itu, sang pemain juga membagikan kunci suksesnya selama berkarier. Kesuksesan seorang pemain sepak bola profesional tak pernah lepas dari semangat yang diberikan oleh keluarga. Pencetak gol subur tersebut menghabiskan sebagian besar perjalanan kariernya di Jerman. Berkat prestasinya tersebut, Elber menyebutkan peran keluarga sangat penting. Sebab, ikatan yang kuat membuatnya terhindar dari hal-hal yang merusak kariernya. Memang ada beberapa pemain besar yang bangkrut usai berkarier di sepak bola. Itu terjadi karena tak mendapat dukungan dari orang terdekat. “Keluarga adalah segalanya buat saya, karena dari mereka saya bisa terhindar dari hal-hal yang merusak karier. Sebab pemain profesional bisa saja rusak karena narkoba dan wanita,” kata Elber. “Saya kenal beberapa pemain terkenal yang bangkrut usai berkarier dari dunia sepak bola. Hal itu terjadi karena tak mendapatkan dukungan dari keluarga,” tutup sosok berusia 43 tahun tersebut. (kmb33)
San Juan –
Kemenangan Argentina atas Honduras 1-0 pada partai persahabatan harus dibayar mahal. Pemain bintang Albiceleste Lionel Messi mengalami cedera serius pada bagian punggung, serta tulang rusuknya. Kekhawatiran pun muncul sebab Messi ditakutkan tidak bisa membela Argentina di ajang Copa America Centenario. Cedera yang dialami oleh Messi membuatnya tidak bisa tampil selama 90 menit penuh pada pertandingan tersebut. Striker Barcelona tersebut ditarik keluar pada menit 64, digantikan oleh Ever Banega. Pada pertandingan yang diadakan di Estadio San Juan del Bicentenario tersebut, Tim Tango mendominasi jalannya pertandingan. Namun hanya satu gol tercipta pada pertandingan tersebut melalui kaki Gonzalo Higuain. “Messi mengalami cedera pada punggung sebelah bawahnya dan kami sedang mempelajari cedera yang didapatnya,” ujar pelatih Argentina (Gerardo Martino), Sabtu (28/5) kemarin. “Saya harus menunggu hasil diagnosa untuk memberikan detilnya, tetapi kami sangat khawatir kepada Leo,” tambahnya singkat.
Spurs Pakai Wembley London – Tottenham Hotspur te-
Minggu Wage, 29 Mei 2016
lah mencapai kesepakatan yang membuat klub itu da-
Stadion Wembley
Argentina akan melawan Cile selaku juara bertahan, 6 Juni mendatang di Copa America. Selain itu, mereka tergabung satu grup dengan Panama dan Bolivia. Agar lebih fokus untuk Copa America, Messi sendiri dipastikan tidak ikut di Olimpiade Rio yang jaraknya berdekatan. Messi menjadi tumpuan Argentina untuk mengakhiri pacekil gelar turnamen bergengsi selama 23 tahun terakhir. Dua tahun lalu Messi juga ikut memperkuat Argentina di event yang sama. Messi juga tampil saat di Piala Dunia 2014. Namun Tim Tango gagal membawa pulang satu gelar pun. Musim lalu Messi juga sempat mengalami cedera yang cukup parah di bagian lutut. Akibatnya pemain berusia 28 tahun itu terpaksa absen memperkuat Barcelona selama dua bulan.
Kasus Selain masalah cedera, Messi juga tengah terbelit sengketa hukum. Messi akan memberikan kesaksian di pengadilan pada 2 Juni untuk membuktikan bahwa ia tidak bersalah dalam kasus penggelapan pajak yang menimpanya. Bintang Barcelona dan ayahnya mendapatkan tiga tuntutan penggelapan pajak dengan nilai 4,1 juta euro, antara 2007 hingga 2008, dan disebut bakal menjalani proses peradilan antara 31 Mei hingga 3 Juni. Laporan pihak pengadilan menyatakan bahwa pemain Argentina bakal hadir langsung di pengadilan pada 2 Juni. Martino berharap hal ini tidak akan mempengaruhi sang pemain. “Saya kira kita tidak akan punya masalah mengenai Messi di Copa America Centenario,” tutur Martino. (kmb33/rtr) BPM/ap
CEDERA Kapten Argentina Lionel Messi berjalan keluar lapangan setelah mengalami cedera dalam laga kontra Honduras, Sabtu (28/5) kemarin.
pat memainkan laga-laga Liga Champions di Stadion Wembley musim 2016-2017 depan. Kesepakatan tersebut juga membuat Spurs memiliki opsi untuk me-
BPM/ist
mainkan seluruh pertandingan Premier League dan partai-partai pada berbagai ajang Piala di Wembley pada musim 2017-2018. “Melalui kerja sama dengan WNSL dan FA, dengan gembira kami sudah mencapai kesepakatan ini. Bermain di Stadion Wembley berarti membuat kami bisa terus menampung seluruh pemegang tiket musiman
kami,” kata Chairman Spurs Daniel Levy, Sabtu (28/5) kemarin. “Daftar tunggu tiket musiman kami lebih dari 50 ribu, jadi ini juga memberi kami kesempatan untuk memberi lebih kepada para suporter kami dengan kesempatan melihat tim bermain di Liga Champions. Yang lebih penting lagi, karena kami tahu ini merupakan keinginan
khusus suporter kami, bahwa kami bisa memainkan laga kandang di London,” tuturnya. Spurs saat ini sudah memulai proses penambahan kapasitas White Hart Lane menjadi stadion dengan jumlah 61 ribu kursi dan akibatnya bakal bermain di stadion dengan kapasitas yang dikurangi pada musim depan. Proses pengerjaan di
bagian North Stand stadion White Hart Lane saat ini sendiri akan membuat kapasitas berkurang sampai 4 ribu kursi. The Lily Whites akan mengosongkan White Hart Lane sepanjang musim 20172018 demi bisa menuntaskan proses tersebut dan berencana membuka stadion barunya pada musim setelah itu. (kmb33/rtr)
Minggu Wage, 29 Mei 2016
GELANGGANG
11
PON Bali Jumpa Kalteng di Grandfinal Denpasar (Bali Post)-
7LP YROL 321 %DOL EHUWHPX .DOWHQJ SDGD *UDQGĂ€QDO 321 0LQL GL *25 1JXUDK 5DL 0LQJJX SHWDQJ LQL 1\RPDQ -XOLDQWD GDQ NDZDQ NDZDQ PHOHQJJDQJ NH ODJD SDPXQJNDV SDVFD PHQDNOXNNDQ 6XOXW GHQJDQ VNRU GDQ 6DEWX NHPDULQ
Komang Sumarcana
BPM/022
Sumarcana Pimpin Taekwondo Denpasar Perubahan Denpasar (Bali Post)Komang Sumarcana dipercaya menakhodai Taekwondo Denpasar Perubahan (TDP), sedangkan Komarudin Bukhori memimpin Serikat Sabuk Hitam (SSH) Bali. Sumarcana menerangkan, ihwal pembentukan TDP ini, sebab pihaknya menemukan ketidakadilan dalam pembinaan taekwondo di Denpasar. Dicontohkan, Porjar Kota Denpasar biasanya mempertandingkan 10 nomor, mendadak dipangkas menjadi 5 nomor. “Kami mendobrak dan bersyukur bisa kembali menjadi 10 nomor lagi,� terang dia di Lumintang, Sabtu (28/5) kemarin. Sementara keberadaan SSH, menurut Komarudin bertujuan menuntaskan perkara yang terjadi di internal anggota sabuk hitam. “Seandainya muncul permasalahan yang memutuskan cukup kami dari SSH, tak perlu lagi Pengprov Taekwondo Indonesia (TI) turun tangan,� sebut Komarudin. Di sisi lain, Ketua Umum Pengprov TI Bali Lan Ananda, menyebutkan pembentukan TDP dan SSH tak bisa dibendung lagi. Misalnya menyeruaknya para orang tua atlet yang melakukan demo ke Disdikpora Denpasar, sampai desakan transparansi keuangan untuk cabor taekwondo. “Kami ingin eksistensi TDP ini membawa perubahan yang signifikan,� harap Lan Ananda. Ia menilai prestasi taekwondo Bali di kancah Nasional bertengger untuk senior dan junior di urutan keempat. “Kami menargetkan kejurnas kadet di NTB sekitar OktoberNovember mendatang Bali merebut gelar juara umum,� jelas dia. Wakil Ketua Umum KONI Denpasar Nyoman Mardika mengharapkan, keberadaan TDP bisa memajukan prestasi taekwondo Denpasar, serta Bali ke level Nasional. (022)
Tomang Sakti Merpati Kalah Lagi Jakarta (Bali Post)Tim basket putri Surabaya Fever kembali menjadi raja pada Liga Basket Indonesia Putri (WIBL) 2016, setelah menundukkan Tomang Sakti Merpati Bali di final game kedua dengan skor 63-51. Gabriel Sophia dan para pemain Fever lainnya, akhirnya mendapatkan kepastian gelar juara setelah 10 menit kuarter (empat), akhir usai di Britama Arena Jakarta, Sabtu (28/5) kemarin. Hasil ini juga mengulangi rekor sensasional tidak terkalahkan Surabaya Fever pada musim lalu. Selain itu, Center Surabaya Fever Gabriel Sophia juga terpilih sebagai Most Valuable Player (MVP). Sementara pengatur serangan Tomang Sakti Merpati Bali, Agustin Retong menjadi pendulang angka terbanyak untuk timnya dengan raihan 15 poin dan juga sembilan rebounds. “Saya bersyukur akhirnya Fever bisa menjadi juara WIBL musim ini. Pelatih menginstruksikan jangan lengah dan kami harus bermain habis-habisan. Gelar MVP bukan merupakan tujuan utama saya, namun menjadi juara merupakan impian kami bersama,� kata Gabi, sapaan Gabriel. Pada game final kedua, Fever menurunkan komposisi pemain seperti Raisa Hamidah, Marlina Herawan, Gabriel Sophia, Mega Nanda Putri dan Henny Sutjiono yang bertindak sebagai kapten tim. Menanggapi kekalahan di final, pelatih Tomang Sakti Merpati Bali Raoul Miguel Hadinoto tidak berkecil hati dan tidak lupa memberikan apresiasi kepada para pemainnya yang telah berjuang keras menghadapi juara bertahan Surabaya Fever. “Kami agak lemah mengantisipasi para pemain tinggi lawan,� ujar Ebos panggilan akrabnya. (ant)
Pelatih tim PON Bali Wayan Acong Windu Segara optimis asuhannya kembali mampu menaklukkan Kalteng. Alasannya, dari grafik permainan terus menanjak, bahkan pengembalian bola pertama (recive) mulai mantap ditopang kinerja tukang umpan (toser) makin akurat, serta kinerja juru smes (open spiker) kian tajam dan menukik ke jantung pertahanan lawan. “Jadi kami yakin bisa memenangkan gelar juara PON Mini ini,� jelas Acong.
Pada bagian lain, pelatih PON Sulut Tengku Langi mengakui asuhannya kalah meladeni Bali, sebab materi pebola voli Pulau Dewata merupakan tipikal pekerja keras. “Saya akui anakanak Bali pantang menyerah dan tak kenal lelah,� ungkapnya. Pasalnya, dari segi geografis Bali lebih dekat dengan Jawa, sehingga pemainnya sering mengikuti turnamen di Pulau Jawa. “Termasuk beberapa provinsi tim PON voli mengambil pemain
dari Jawa,� terang dia. Selain itu, ketahanan fisik, kebugaran dan stamina anak-anak Bali mumpuni, sebab mereka biasa digenjot di pantai. Hasil lainnya, tim Kalteng mengalahkan Bali All Star dengan skor 3-1 (25-21, 25-20, 22-25, dan 25-16). (022)
Bali All Star vs Sulut (19.00) PON Bali vs Kalteng (20.30)
BPM/wan
MU Kalahkan Bali United lewat sontekan Patrick. Bola pantulan setelah membentur tiang, dicocor Patrick hingga MU menang 2-0. Atas hasil ini, posisi MU masih kokoh di puncak klasemen dengan mengemas poin 25. MU selangkah lagi memastikan gelar juara. Hasil lainnya, di Lapangan Kompyang Sujana, Bali United menang tipis 1-0 atas Putra Tresna. Bina Putra menang 2-0 atas Nusantara. Sementara di Lapangan
Arga Coka Pegok, Bali Soccer Boys (BSB) menang atas Garuda Sakti Bali (GSB) 11-0, serta Putra Pegok menang tipis atas Damar Cakti B dengan skor 1-0. Putaran Liga Asosiasi SSB Kota Denpasar, bakal berakhir pada Sabtu (4/6) mendatang. Selanjutnya, agenda Minggu (5/6) mempertemukan tim juara meladeni gabungan pemain dari beberapa SSB yang masuk daftar pantauan tim pemandu bakat. (022)
Ladeni Jatim, Fisik Petarung Bali Lemah Denpasar (Bali Post)Sembilan petarung PON Bali yang dipersiapkan ke PON Jabar terus diasah kemampuannya sebelum turun pada hajatan multievent empat tahunan antar provinsi itu. Petarung PON Bali melakoni try in atau sparring partner melawan petarung PON Jawa Timur (Jatim) di GOR Lila Bhuna, Sabtu (28/5) kemarin. Dalam pertarungan itu, Sekum Kodrat Bali A.A. Bagus Tri Chandra Arka, mengatakan try in seperti ini memang sangat dibutuhkan sebelum turun di ajang sesungguhnya. Pasalnya, kegiatan seperti ini memang menjadi harapan Kodrat Bali untuk terus
mengasah mental bertanding, fisik, dan strategi bertarung. “Dengan try in ini kami bisa mengevaluasi setiap petarung maupun per individu,� ungkapnya. Pria yang akrab disapa Gung Cok itu menilai jika fisik para petarungnya masih lemah. Itu terlihat saat mengikuti kejuaraan di Malaysia lalu, fisik asuhannya sudah kelihatan menurun. Di try in ini fisik asuhannya kembali terlihat lemah. Itu dilihat dari beberapa petarungnya masih belum siap saat berlaga. “Pada Juni nanti, kami akan lebih menekankan pada fisik atlet dengan melakukan fitnes full. Sedangkan menjelang Juli
Singaraja (Bali Post)Ketua KONI Buleleng Nyoman Artha Widnyana membuka Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) woodball Buleleng, 28-29 Mei di lapangan Sekolah Polisi Negara (SPN) Kota Singaraja. Seluruh jajaran Pengkab woodball Buleleng hadir bersama 81 peserta di hari pertama, dari tercatat 121 total peserta keseluruhan. Kejurkab woodball berpotensi menghasilkan atlet muda potensial dan berbakat meraih prestasi. “Berkaca dari hasil raihan prestasi woodball di Porprov Buleleng sebagai juara umum dengan 6 medali emas, 1 perak dan 5 perunggu. Kami harap melalui Kejurkab 2016 ini kembali mampu melahirkan atlet woodball prestasi di tingkat lokal dan Nasional,� ujar Widnyana, Sabtu (28/5) kemarin. Kejurkab woodball bukan sebatas melahirkan atlet potensial, melainkan meningkatkan kesehatan, kebugaran dan kualitas individu atlet muda yang memiliki moral dan akhlak mulia, dilandasi sportivitas dan disiplin tinggi. “Kebanyakan peserta dari kalangan pelajar merupakan potensi dimiliki Buleleng, dan sekarang tinggal memantapkan pola pembinaan terpadu supaya mampu membangun sikap sportivitas dan disiplin dari tingkat remaja,� paparnya. Sementara itu, Ketua Panitia Kejurkab sekaligus Ketua Harian Indonesia Woodball Acociation (IWBA) Pengkab Buleleng Wayan Diana, mengatakan penyelenggaraan kejurkab menggunakan dana hibah dari KONI Buleleng bertujuan meningkatkan prestasi atlet pemula dalam persiapan Porprov 2017. (kmb34)
Jadwal Minggu (29/5)
TAJAM - Pebola voli PON Bali (kanan) melakukan smes tajam menukik ke jantung pertahanan tim PON Sulut, pada ajang PON Mini, di GOR Ngurah Rai, Sabtu (28/5) kemarin.
Denpasar (Bali Post)Kesebelasan Mandala United mengalahkan Bali United dengan skor 2-0 (1-0), dalam Liga Asosiasi SSB Kota Denpasar U-14, di Lapangan Kompyang Sujana, Sabtu (28/5) kemarin. Gol pembuka kemenangan MU hasil bidikan kaki kiri Mahendra yang melambung, dan gagal diselamatkan kiper Bali United Agus. Di babak kedua, MU memperbesar kemenangan
Buleleng Gelar Kejurkab Woodball
baru akan kami kombinasikan antara fisik dan teknik,� katanya. Lebih lanjut dikatakannya, pihaknya memilih melakoni try in mengingat untuk melakukan try out keluar daerah sudah tidak memungkinkan lagi. Pasalnya, anggaran untuk melakoni itu masih sangat minim. “Nanti akan ada Jawa Barat yang akan ke Bali untuk diajak beruji coba lagi,� ucap Gung Cok. (kmb41)
Undiksha Jamu Tim Futsal PON Bali Singaraja (Bali Post)Pertandingan uji coba tim futsal Undiksha Singaraja meladeni tim futsal PON Bali di GOR FOK Undiksha Singaraja akan digelar, Minggu (29/5) ini. Kedua tim bersiap mengadu kekuatan sebelum masing-masing bertanding mengikuti pertandingan ke tingkat Nasional. “Memang awalnya tim PON Bali akan beruji coba ke NTB, namun karena sesuatu hal agenda dialihkan melawan tim Undiksha,� jelas manajer tim Futsal Undiksha Wayan Artana Yasa, ditemui di GOR FOK Undiksha, di Desa Jinengdalem, Buleleng, Sabtu (28/5) kemarin. Uji coba bertujuan dalam mengukur kekuatan tim futsal PON Bali sebelum bertanding melawan sesungguhnya. Hal senada dilaku-
kan tim Undiksha, sekaligus mempersiapkan tim untuk tampil pada level Nasional, awal Juni mendatang. “Tim PON memilih Undiksha, karena tim kami tengah mempersiapkan mengikuti grandfinal ekshibisi an tarmahasiswa perguruan tinggi di Bekasi, 2 Juni kami berangkat,� paparnya. Ia mengatakan, kegiatan padat dilakukan dari pagi hingga sore, termasuk pelatihan penjaga gawang futsal. Coaching clinic diadakan karena goal keeper futsal berbeda dengan sepak bola umumnya. “Pemain futsal PON Bali juga mengikuti kegiatan test fisik di laboratorium FOK Undiksha, dan diikuti coaching clinic menyangkut aturan dalam permainan futsal melibatkan peserta dari mahasiswa Undiksha,� jelasnya. (kmb34)
LAGA
12
Cavs Lolos ke Final Toronto – Cleveland Cavaliers maju ke final NBA untuk musim kedua berturut-turut, setelah menang 113-87 atas Toronto Raptors di game enam final Wilayah Timur. Dalam pertandingan di Air Canada Centre, Sabtu (28/5) kemarin Cavs sukses permalukan kubu tuan rumah dengan skor 113-87. Kemenangan ini sekaligus membuat Cavs berhak lolos ke final NBA dua kali secara beruntun (Final NBA 2015 dan 2016). Mereka unggul dengan skor 4-2 dalam format best of seven
games. LeBron James cs berhasil tampil superior di markas Raptors. Mereka mendominasi jalannya laga dengan sukses memenangi kuarter pertama dengan selisih 3 bola atau 6 poin, 31-5. Cavs kembali sukes pecundangi kubu tuan rumah usai kembali memenangi kuarter kedua, 24-16 sekaligus menutup paruh pertama dengan unggul 55-41 saat turun minum. Raptors mencoba bangkit, dan merebut kuarter ketiga dengan selisih tipis satu bola atau dua poin,
33-31. Namun upaya kubu tuan rumah hanya sampai disitu. Sebab Cavs kembali merebut game terakhir dengan skor 27-13, sekaligus menyudahi laga dengan skor akhir 113-87. Meski Cavs yang berhasil memenangi laga, namun bintang Reptors Kyle Lowry mencetak poin tertinggi di laga itu. Lowry mengemas 35 poin, disusul DeMar DeRozan dengan sumbangsih 20 poin. Duet LeBron James dan Kyrie Irving sukses membukukan separuh lebih perolehan poin kemenangan Cavs
di laga itu. James sukses mencetak 33 poin, diikuti irving dengan 30 poin. Ada pun Kevin Love dan J.R. Smith yang berhasil menyumbang masing-masing 20 dan 15 poin untuk kemenangan Cavs. Cavs berikutnya akan menunggu lawan di final NBA. Tahun lalu Cavs juga berhasil maju ke babak itu, dan kemudian kalah dari Golden State Warriors yang saat ini sedang ketinggalan 2-3 dari Oklahoma City Thunder di final Wilayah Barat. (kmb33/rtr)
Minggu Wage, 29 Mei 2016
MENANG - Bintang Cleveland Cavaliers LeBron James merayakan keberhasilan timnya lolos ke final NBA, setelah menang atas tuan rumah Toronto Raptors, Sabtu (28/5) kemarin.
Sastra
Redité Wagé, 29 Méi 2016
I Kaki Dengkil
Atma Tattwa I KAKI Dengkil saharsa nglebugang déwék ring balé magalar tiing bubukan makebat tikeh klasa wenginé puniki. Kocap kenyel pisan Ipun pungkuran puniki busan-busan miragiang prakanti utawi sané naan tampek iringa marerasan kagiat sampun lebar, seda, utawi ngaonin. Boya ja jerih pacang ajak-ajakina mangda sareng mur, nanging sujatiné Ipun iteh ngwilang-wilangin sapunapi ké pamarginé ring kadituan. Sampun ké prasida nglintangin margi sanga? Sampun ké rauh ring Tegal Panangsaran pamarginé? Sampun ké prasida nalintangin Titi Ugal-Agil? Durung usan nglaca-laca pamargin kekantiané Bagus Gedé, dong mangkin sampun saget miragi Ida Padanda sané rihin ngraina tunasina baos sambun lebar. Asapunika naler I Wayan Juwita sané ngangken aguli pacang nénten makirig wantah maosang tattwa sareng sira ugi, waluya sareng Ida Padanda abra pamekas. Makekalihé punika, dawegé kantun nyeneng tur kantun urip kasub pisan pascaté kalintang ngenénin makudangkudang tattwa. Sampun ja kocap uripé ganjih, irgamayang sakadi angin ring kembungané majemuh, wantah makeplug raris ngical tan kaserep malih ngawinang kembungané kempés. Sapunika uripé wantah aklamaran bawang. Wilang-wilangina, kantos mangkin sampun wénten plekutus kekantian I Kaki Dengkilé sané séda utawi ngaonin asasihé puniki. Sebet bayuné? Sinah asapunika, sampunang ja kekantiané sané ngaonin, ubuhané kamanten sané padem, engsek pisan manahné. Wantah mesehné sané padem sapunapi? Naler asapunika, midep-midep aéng selselané santukan durung polih kasih dawegé kantun urip. Boya ja jagi jerih wantah nyanan kapanggih ring Margi Sanga, ring Tegal Panangsaran, utawi ring Titi Ugal-Agilé, wantah meled kasih malih sadurung mapasahan ring kadituan. Mangkin sampun jagi tengah lemeng, sambilanga uyuk-uyuk sakadi kantenanga Bagus Gedé mabaos antuk I Kaki Dengkil. “Mimih... sajan koyanga... ané tuturanga téken I Kaki Dengkil, to I Bhuta Togtogsil matané gedé nelahang muané. Kuala mabinaan abedik cara orahanga, kadéna berag awakné, pamuputné gedé tegeh, lengené asah ajak paané. Kuala tusing misi matato cara prémané ané nyansan ngliunang di guminé. Tangkepé suba ja nyak masé cara prémané di sakala.” Asapunika piragina antuk I Kaki Dengkil baos Bagus Gedéné. I Kaki Dengkil makesiab, miragi Bagus Gedé mangkin patutné sampun nglintangin Titi UgalAgil. Sapunapi ja prasida antuka nglintangin Titi Ugal Agil? Nénten kamanah antuka réntétan satuané sakadi nénten patut pamargin Bagus Gedéné puniki! “Suba lakar orahin dugas Purnamané tiang lakar ngliwatin Titi Ugal-Agil, Kaki tusing ada di umah metén. Tuah dini di koboné ené tiang nyidaang nyatua ajak Kaki, lénan tekén ento tiang tusing nyidaang. Di merajan? Di ajeng Ida Bhatara Hyang Guru? Tusing nyidaang, sawiréh tiang suba mapamit tekén Ida. Dugasé ento, Kaki mapi-mapi suci nirmala. Tuah ja, suciné ento ngranayang wibuh baana di jagaté. Kuala sabates marasa suci, tusing lakar nyidaang sumeken dadi sadu. Dot pesan kéto kasengguh sadu? Aéng lelancingan Kakiné luas ka Pura Désa dugas Punamané. Suba kéto misi ngregep di malun pasepané aéngan tekén Mangku Gerobag mampi-mapi ngrangsukang sasapan, pamuputné ngalih seh nomer kuda lakar pasang buin akejep.” Piragina Bagus Gedé jeg sakadi sampun uning pitakén I Kaki Dengkilé. Makesyor manah I Kaki Dengkilé antuka miragi asapunika. Ukuha Ipun jagi nyawis upetan Bagus Gedéné, nanging urunganga santukan jerih jagi batbata malih antuk Bagus Gedé. Sambilanga kijap-kijep, kitak-kituk I Kaki Dengkil ngicalang manahné jagi matakén majeng Bagus Gedé sané nglanturang pamarginé. “Ento ké Atma Tattwa? Ané prajayana tekén Sang Bhuta Togtogsil cara ngenah di satuan Bhima Swargané? Kerak-kerak, ngolas-olas Sang Atma Tattwa siksana tekén Sang Bhuta Togtogsil. Kéto ké Sang Atma Tattwa ané sai-sai cuah-cauh nuturang tattwa anggona pamatut kuala nyaplir? Gedé masé dosané ento? I Bhuta Togtogsil matané awas pesan, nuréksa keneh Sang Atma Tattwané. Kolongané seluha, matané masé seluha, poloné cokcoka. Seneb basangé baana ngiwasin!” Sakadi nuturang kawéntenané sané panggihina antuk Bagus Gedé mangda I Kaki Dengkil tatas. Kocap Sang Atma Tattwa dawegé kantun urip asapunika kawéntenannyané. Setata nganggén pauningannyané jagi matutang sané nénten patut. Majalaran antuk ngawi-awi matutang pikenoh. Ngangken ngetus katattwan sané mungguh ring sastra utama, sapatutnyané nénten wénten asapunika. Wantah asapunika jagi makéh wénten Atma Tattwa? Wantah asapunika sayan ngakéhang anaké ngangken pascat ring tattwa, sujatiné ngipil-ipil ring marginé. Sané iwang pitananga patut. Ring sapunapiné, mengkeb ring kasujatian kuna drestané. Nénten baosanga antuk Bagus Gedé sapusirasapusira sané kauningin dados Atma Tattwa. Kocap nénten pedas. Ukuha I Kaki Dengkil matakén, sapunapi wénten Ida Padanda sané dados Atma Tattwa? Sapunapi wénten jatma sakadi I Wayan Juwita dados Atma Tattwa? Kantené, minab té wénten. (Jelantik)
Bos IGP. Antara DI sisin jalané Diponegoro D énpasar, paak tekén Losmén Rasmiasané, tiang negak namping és kopyor nyuh nguda ajembung. Dagangé makenyem manis sambilanga nyledét. Kulit awakné putih gading, adané Ni Luh Udiani, uli Désa Sulanyah. Uli tongos tiangé negak, pasliwer tepukin tiang montor-montoré mentas kaja kelod. Warnan montoré magenepan tur makilap. Joh pesan yén saihang tekén montor beduda ané aban tiang mangkin. Nggih montor ST 20, tahun 1974. Suba sai-sai mogok muah nyorog. Sorog akejep mara nyak idup mesinné. Mara akilo magerung
majalan buin lantas mogok. Sajabaning ento, warnané ngenah beru ucem. Cétné mawarna pelung masawang selem burem tur ngenah suba liu ané maklupasan maimbuh karatan. Gerang-gerung munyin montoré ento. Sabilang di betén panesé nyentak maseréok buka kaampehang angin. Ditu lantas cerik-ceriké sambrag uling dija kadén tekané. Ada ané teka uling kangin, uling kauh, ada uling kaja, lan ada uling kelod, lantas cerik-ceriké ento mapunduh di samping lampu merahé ento. Anak cerik-ceriké ento ada mabok masemir kuning, ada sawetara
13
umurné tusing lebihan tekén dasa tiban. Béh, béh… jail tur ngrebédain pesan. Anak cerik-ceriké ento bengong, tiang masih milu bengong, anak cerik ento bokné makejang kuning. Makejang mabaju sét-sét pasranting. Awakné daki, muané dekil pesan, kulitné makejang selem, ento mirib ulian sabilang wai di betén panesé nyentak sambilanga natakang lima. Ngidihidih! Luh Udiani nolih tiang lantas milu nlektekang anak ceriké ento, ragané nundik awak tiangé. “Eéhh....” Tiang tengkejut, nyerit bedik. “Ngéngkén Gus, dadi bengong?” “Tusing kenapa, Mbok.” “Beli Agus kangen tekén gegéndongé totonan?” Tiang manggutan. Lantas Luh Udiani ajaka adinné Asiani buin nutugang munyin patakoné. “Mbok masih kéto. Sakéwala iraga pada-pada tusing ngelah apa. Yén pis barang siu rupiah mirib ngidaang ngemaang, nanging lebihan tekén ento karasarasa tusing nyidaang.” “Saja, Mbok….” “Buina ento, sabenehné bapakbapaké ané malinggih ba duur di kursiné empuk sapatutné ngitungang pakéwehé buka kéné. Tusing ja iteh gejar-gejir negak di kursiné sambilang ngroko, ngantiang pipis rapat, ngantiang tunjangan kontrakan umah. Sabilang ada perubahan APBD nagih apang panékanga buin gajih anggota dépé-éré wiréh marasa lembagané ento kocap bes abot kabrebehan baan gegaén.” “Nyén kasatuayang ento, Mbok?” “Pamerintahé! Koné Gumi Baliné sugih, aman, damai, sejahtera. Yén kabawakang nyambatang kaucap Mandara! Sakéwala sujatiné anak Baliné enu liu idup pas-pasan. Enu liu ané sing ngelah pipis. Sing ngelah umah. Kanti idih-idih cara kéto.” “Koné Danu Buyané ajak Danu Tamblingané lakar dadianga ékowisata? Yén kéto sing nyaan yéh danune bisa usak, uwug, alasé gundul, sumber yéh lakar nyat, mawinan iraga tuara ngelah yéh ajeng buin.” “Tur maimbuh blabar agung, sing kéto?” “Aruuuuh! Cara jani pemimpiné suba liunan momo angkara.
Aswamédha Parwa
dot ngengkebang déwékné tusing rungu kalacuran anak lénan.” Di subané mayah és tekén Luh Udiani, adéng-adéng tiang ngidupang motor bedudané Suzuki ST 20-an ané tuturang tiang i tunian. Aget masih énggal idup mesin montoré, yén sing kéto bisa-bisa buin tiang nyorog montoré nganti telah peluh matah-matah tiangé pesu. Panesé enu nyentak, tiang nyetir montoré ngelodang. Ditu buin inget tiang tekén munyiné Luh Udiani. Kedék tiang. “Bééééh! Yén makejang ngelah papineh cara I Luh Udiani, cara adiné Asiani, cara Luh Purni mirib landuh Gumi Baliné. Kéwala idupé mula saja selem putih, dualisme!. Kabenengan tiang ada majujuk di garis selemé ento!” Di pengkolané ba delod, tiang buin mabading nuju ngajanang. Lantas bengong di tanggun gang alun-alun di Pegok, Sésétan ané sepi kanti matan ainé léb, kanti gegéndongé ento makejang menék di motor tiangé. Kanti ipun makejang majejel-jejel negak di duur montor pick up tiangé sané tan maraab. Suba neked di Pegok, makejang gegéndongé ento tuun tur ngaukin tiang bos lantas ngenjuhang pipis ané maan ngidihidiha itunian. Ada ané nyetorang satak rupiah pis klenting, ada ané tuah nyetorang patsasur, telung benang, séket, muah ada tuah satimaan rupiah dogén. Ratarata makejang pada nyetorang pipis tekén tiang, bos gegéndongé. Mara kumpulang liunné sawatara ada domas rupiah. “Ah, tiang sabenehné ané ngubuhin makasamian gegéndongé ento. Tiang ané ngelébang tur nuduk gegéndongé salantang jalan selid sanja uli sisin Jalan Diponegoro, Gajahmada, Sudirman, muah di arepan swalayan Matahariné di Badung”, kéto omong tiangé di kenehé. Gegaén silib ené awinan ngrereh pakaryan sané patut madasar baan ijazah sarjana ring pemerintahan masih kalintang sukeh. Kocap sami polih karya ring pemerintahan madasar antuk gambar Sudirman. Tiang tuah magelar sarjana social, nanging nyanggra idupé mani puan ketil pesan terpaksa pesan milu dadi wiraswasta cara janiné di rurungé dadi bos, dadi ménéjer! Nggih, wantah bos gegéndong!
Saking Langit Bali Ngiring Simpang
Jayanti Sujati Olih : I K. Satria, S.Ag SESAMPUNÉ Ida Bhagawan Wyasa puput nlatarang parindikan kautaman yadnya sané wau mamargi, digelis Ida Sang Krishna, putran Ida Sang Wasudéwa taler sayaga jagi ngicén pawarahwarah ring Ida Sang Yudhistira. Ida Sang Krishna nyalimurang pikayunan Ida Sang Wicaksana antuk makudang-kudang pitutur sané mautama, pangaptiné mangda prasida égar malih pikayunan Ida Sang Yudhistira. “Sekancan sané nénten patut pacang mamargi antuk pamargi sané nénten patut taler pacang ngwetuang sané nénten patut. Jayanti sané mautama wantah sangkaning teleb ring Sang Hyang Dharma. Wantah kapatutan miwah kautaman dharma sané pacang mangguhang Brahman. Kawéntenan Brahmané wantah pangaptin sang sujana sané ngamolihang kautaman ring jagaté saha prasida nyujur sunya loka. Sang sujana sané nguningin indiké puniki pacang setata pageh ngamargiang swadharma. Swadharman Adiné durung puput sangkaning Adi kantun ngaptiang kautaman sané sujati. Meseh Adiné sujatiné nénten samian kasor. Sané ngawinang Beli mabaos sakadi puniki sangkaning Adi durung prasida ngasorang meseh ring angga sariran Adiné. Sané mangkin, Beli pacang midartayang pariindikan yuda sané kamargiang Ida Déwa Indra kalawan Asura Writra. Duk riin, sami jagaté kaletehin I Raksasa Writra. Antuk punika metu kahanan sané nénten becik, toya, tanah, angin, miwah makasami Panca Maha Bhutané kaletehin. Indiké punika sané ngawinang Ida Déwa Indra kroda saha ngayunin mayuda mangda jagaté mawali kerta raharja. Raksasa punika raris kalawan mayuda antuk senjata bajra utawi kilat sané dahat mautama. Raksasa Writra runtuh, anggané rumasa panés bara. I Raksasa raris nuju segara ngruruh toya. Sesampuné raksasané punika nemu segara, toyan segarané nénten malih sakadi toya sané becik, nénten wénten sané prasida ngawigunayang toya punika dwaning nénten kotor pisan. Nyaksiang kahanan sakadi asapunika, Ida Bhatara Indra dahat kroda. Mawali Ida ngawigunayang senjata sané mautama kanggén ngasorang I Raksasané Writra. Raksasa Writra sané nyeti rupa raris katibakin senjata sané mautama ngawinang I Raksasa ngungsi ring sadaging jagat sané ngamedalang sunar utawi Jyoti. Digelis sami sané kaungsi remrem, sunarnyané nénten malih nyunarin kawéntenan jagaté. Ida Bhatara Indra malih nibakang senjatanidané mangda I Raksasa prasida kasor. Raksasa Writra raris mlesat ngungsi kawéntenan wayuné sané ngawinang samian sané ngamedalang wayu kasor. Nénten wénten wayu ring jagaté duk punika sangkaning kaencegin I Raksasa Writra. Ida Bhatara Indra digelis ngruruh I Raksasa Writra saha katibakin senjata mautama. I Raksasa nambung ka ambarané, taler ngawinang ambarané ical. Malih Ida Bhatara Indra nibakang senjata, nanging I Raksasa mangkin nyilib ring anggan Ida Bhatara Indra sané ngawinang ical kawisésanidané. Ida Bhatara Indra bingung duaning anggané sampun kawisésa olih I Raksasa Writra. Ida nénten malih prasida ngayunin kautaman saha minehin kapatutan. Ida raris kaicén wacana olih Ida Bhagawan Wasistha. Antuk pawécanan Ida Sang Rsi, Ida Bhatara Indra nglepasang senjata sané medal saking pikayunanidané sané ngwetuang kawisésan mawinan prasida ngasorang kawéntenan I Raksasa ring angganidané. Uduh Adi, sapunika katattwan sané katurang Ida Bhatara Indra majeng ring para rsiné makasami. Para rsi punika sané nyatuayang ring anggan beliné.” Asapunika Ida Sang Prabhu Krishna masatua. Yéning selehin, panyungkané punika wénten kekalih, panyungkan sané metu saking adnyana (rohani) miwah sané metu saking angga sarira (jasmani). Makekalih kawéntenan panyungkané punika
Tusing nyak cara pénjoré nolih tuun.” Suud saling sahutin nutur, sagét tiang nepukin muané Mbok Kurnia seken-seken sebet pesan. Beneh sajan sesambatan anaké. Bali ento kasub kanti ka joh-joh gumi, ka duranegara. Koné Gumi Baliné suba kasub kanti ka Inggris, ka Amerika, ka… Eropah kanti ka Australia. Makejang ngorahang Bali gumi melah, asing katandur sarwa mupu, yén mula kéto to ngudiang jani anak cerikceriké di Bali totonan natakin lima di setopan lampu merahé, dadi gegéndong?” Anak cerik-ceriké ento enu majujuk ditu di lampu merahé di Jalan Sudirman. Sabilang lampu merahé ngendih, ngénggalang ipun maakin anaké ané marérén ditu tur natakang limanné. Diageté, olas sopiré ngenjuhin pis logam limang atus rupiah mirib lebihan. Kedék kenyir bibihné nerima pipisé ento. Di lacuré, kenyel kanti natakin lima, manyinahang tuara ada apa bakat abana mulih. Méh-méhan plungguhan bakatanga. Sing sebet atiné ningehang! Mapan liu anaké ngelah papineh yén jani ‘baang ngidih pipis sinah buin mani enu ia buin ngidih-idih. Patuh tekén ngurukang ia sing nyak magaé’. Ada ané makeneh “Buin abesik gegéndongé ento tusing ja seken-seken lacur, gegéndongé ento tuah cara salesman tur ngelah bos ané ngubuhin. Ditu gegéndongé tuunanga salantang jalan tundéna ngidih-idih”. Orahina apanga mamunyi ngreres, ngreremih, masebeng cara anak sungsut nandang kalara-laran. Ada buin awakné polesina aji kulit biu ané bényék apanga moong tur nyenebin pangenahné. Saja ké kéto, Mbok Udiani?” “Aaaaah, Mbok sing ja ngugu omongé tur pepineh anaké buka kekéto. Nto takonin Jero Mangku Tongsen ia mara ya nawang.” “Men, Agus pendidi kénkén ?” “Tiang masih tusing ngugu, Mbok Luh.” “Tegarang ja kenehang, Agus. Yén mula saja ia sugih to ngudiang nyak ngidih-idih salantang jalané? Dija ada anak dot ngidihidih di ramé-raméné kakéné. Apa buin sing maan pipis nanging maan pisuhina tekén anaké demit makilit alah dungkiné kerep.” “Ento mula papineh anaké ané
majanten sampun madué dasar. Sakémaon sané pinaka dasar kapertama sajeroning panyungkané wantah sarirané sané kantun kaliput déning mala. Lianan punika, parindikan panes miwah dingin sané wénten ring sarira asapunika taler sajeroning wayu sané wénten ring angga sarirané taler ngwetuang panyungkan yéning kawéntenannyané nénten degdeg. Yéning kawéntenan (prana) sané wénten ring angga sarira sampun degdeg tur imbang, sinah pacang ngwetuang kénak ring angga sarira turin degdeg paripurna. Sekancan sané panés wantah kahuripin olih sané dingin taler sané dingin punika mangda kasaihin olih sané panés mangda prasida degdeg. Satwam, rajas, miwah tamas wantah tetiga sané pinaka unteng ring kauripan. Yéning makatiga puniki mamargi asah ring angga sarira, sinah prasida ngwetuang becik. Sakemaon, yéning nénten becik saha nénten wénten ring angga sarira sinah prasida ngwetuang angga sarira nénten paripurna. Sukané pacang kasor ring kadukané, sebeté taler kasor sangkaning sukané. Akéh jadma sané rumasa sebet ring pikayunan nyelehin sekancan kahanan suka sané ngawinang prasida wirang malih ngamargiang antuk manah sané suka. “Uduh Adi, putran Ida Dewi Kunti, nénten ké Adi ngayunin sakadi punika? Yéning sekancan duka prasida kasor sangkaning suka, mangkin napi minab sané prasida nylimurang manah Adiné sané sebet sakadi mangkin? Napiké Adi sampun kaliputin olih kasukan jagaté sané ngawinang baya saha bingung sangkaning pamurtian Sad Ripuné? Nénten ké Adi éling tatkala Beli sané manados Ida Dewi Drupadi ring paseban sareng ksatria Korawa miwah Pandawa. Ri kala punika Ida Dewi Drupadi sedeng cuntaka sakémaon kaembat olih Sang Dussasana. Minab Adi nénten seneng ri kala pacang matilar saking Astinapura nuju ka tengahing alas sangkaning katibakin pamidanda olih Ida Sang Duryodhana. Nganggen kulit Menjangan kala punika Adi nyilibang angga santukan pinaka ksatria mautama keni pamidanda. Minab Adi taler nénten bagia ri kala kasaratang mayuda sareng Sang Chitrasena. Asapunika taler indik pikobet Adiné tatkala nandingin wangsa Saindawané. Yéning mangkin selehin Beli, minab Adi lali ring kawéntenané punika, ri kala Adi kasengguh iwang sakemaon nénten naenin ngamargiang kaiwangan utawi dursila. Adi taler sakadi lali tatkala kasaratang mangda mayuda nandingin Ida Bhagawan Bhisma miwah Ida Bhagawan Drona. Punika mawinan sampunang pisan I Déwa lali ring makasami kadursilan sané polihang Adi. Yéning malih selehin Beli, mangkin anggan Adiné pacang mawali mayuda sareng meseh sané sujati, inggih punika anggan I Déwané. Sayagayang anggan Adiné pacang mayuda. Antuk kawisésan Adiné, kawicaksanan Adiné pacang mapitulung ring anggan Adiné. Ring payudané puniki nénten malih ngawigunayang senjata sajabaning kaheningan pikayunan. Payudané puniki kamargiang sangkaning Adi sané prasida nandingin mesehé punika. Yéning adi rered turin makirig ring payudané puniki, Adi pacang dados manusa sané sampun kasub nanging malih remrem sangkaning nénten katresnain olih jadmané ring jagaté. Unduh Adi Sang Dharmawangsa, sampunang pisan Adi makirig, durusang wirangin pikayunan Adiné tur aturang kasujatian jayantin Adiné. Élingang, kautamané ring jagaté sangkaning madué kaweruhan sané ngawinang anggan I Déwané kaloktah ring jagaté. Kaweruhané sané mautama taler pinaka sarana nyaratang kautaman Adiné. Sesampuné punika, Adi pacang molihang kautaman tur yadnyané puniki pacang dados pracihna kaluwihan Adiné. Durusang Adi, dumogi jaya!” Sakadi punika wecanan Ida Sang Prahu Krishna ring Ida Sang Yudhistira. (Puput)
yéning polih nglintang ngiring simpang… ring pondok titiang numpang kéwanten kangéang…. pét katon lelampanan wayang mangkin magirang, abosbos magarang kocap tan wénten sané iwang duaning sami sangkaning Ki Dalang wantah titiang... tan prasida ngambekang liang belog matah turin matalang mawinan tan matemu galang ngiring simpang kagenahé embang masanggar tawang nangiang sangiang Nilarwati
Keneh Kalawan Pamineh anaké jani liunan nganggoang keneh tuara madasar papineh kéweh ngrereh ané beneh méweh ngajakin apang pageh tusing ada pati ningeh liunan takeh kéwala jejeh ileh-ileh ngédéngang lengeh kekeh, jangkeh jumangkeh ngawinang idupé sukeh kabebeh pakéweh kateteh brebeh paweweh ajah-ajahan pada sambeh Anak Agung Oka Purnamawati
Kruna
14 Cerakén Lengkara Punggelan geguritan puniki kaanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha. Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti
pupu;gind, Pupuh Ginada 19.hud;u hdisk u ×ßps i n/, Uduh Adi suksma pisan, b)linunsuæpm(gi, Beli nunas sapamargi, bnÓ)enmt^`ytÉ, bantené matirtha yatra, eklnnÑk×inktu,( kélanan daksina katur, bnÓ)nuærsÙtimÙ;, banten Saraswati muah, cn*sri, Canang Sari, b)ke) lb)ls i yg. bekelé Beli sayaga. 20.somæunßk(êktipt/, Sampun makarya katipat, hukurnÞiemolsÑiri, ukuran limolas diri, mhulmuæw ( bckn/, maulam sarwa bacakan, smãl ) æ u hum ( w i ;tlu;, sambel saur miwah taluh, u né\né\n/, ebtutl bétutu lan jangan-jangan, s(wsuci, sarwa suci, mnutuæimenhirik. manut simané irika.
Redité Wagé, 29 Méi 2016
I Nyoman Gedé Risnawan
I Putu Mulyadi
Ngutamayang Ngayahin Krama MAKARYA kadasarin hati, lascarya tur tan papamrih, prinsip sané setata kagamel olih I Nyoman Gede Risnawan, S.E. Kades Dauh Puri Kaja sané sering kasambat Pak Nyoman – nuturang yéning dané nénten naen mikayunin prasida dados kepala désa. Tanggungjawab sané nénten dangan. Mawit saking kepercayaan sané kaicén majeng dané pinaka kepala dusun Wangaya Kelod, pasarainan Risnawan akéhan mapangayah majeng krama. Minab sampun dados fenomena sosial krama ri kota, sangkaning krama sané akéhan sibuk ngawinang kepala dusun jemput bola sajeroning nanganin sakatah paindikan. Malajah saking pengalaman kepala dusun sané dumunan, anak lanang sané embas ring Dénpasar, 28 Juni 1965 puniki, mautsaha nincapang potensi sané wénten ring dusun sané dané pimpin. Makudang-kudang parikrama sosial kemasyarakatan katangiang. Ngawit saking alit-alit, daha kantos yusa lingsir. Sokongan saking tokoh-tokoh pemuda miwah banjar mautsaha kaadungang sajeroning nyalantarayang program sané sampun karencanayang. Asilnyané ngawi bagia, aktivitas miwah parikrama ring dusun sayan becik. ”Titiang éling pinaka kepala dusun, tugas tiang ngayahin krama ring dusun titiang. Titiang mautsaha nglaksanayang sané pinih becik,’’ baosnyané. Kacunduk ring Kantor Kepala Désa Dauh Puri Kaja ring wewidangan Jalan Gatot Subroto, Dénpasar, Risnawan nénten narka yéning napi sané sampun kalaksanayang ring genah dané embas molihang uratian krama. Utamannyané tokoh-tokoh masyarakat sané ngaksi kasujatian m i w a h pengabdiannyané p i n a ka kepala dusun. Risnawan nénten marasa bangga majeng napi sané sampun kalaksanayang. Samaliha dané kantun madué akéh pekerjaan rumah sané patut kapuputang. Yadiastun hatinnyané nulak, Risnawan taler berat hati nerima pencalonannyané dados kepala désa. Salami tigang warsa dados kepala dusun, suami saking Made Ayu
Dian Indiani, S.H., puniki marasa kantun akéh malajah. Utamannyané malajah saking krama sané nénten prasida kapolihang saking buku-buku miwah leteratur indik pemerintahan désa. ”Titiang percaya tur sayan sumeken, yéning Ida Sang Hyang Widhi Wasa sampun mituduh nénten pacang prasida katulak. Minab sakadi asapunika pamargin idup titiang,’’ baosnyané sinambi makenyung. Bapak kalih putri sané sampun remaja puniki, pamuputnyané kapilih dados kadés. Status sosial sané nénten naen dané pikayunin. Napimalih ngamel aran Pak Kades. Aran sané banget kaajiang, tur sering ngawinang Risnawan méweh. Percaya yéning sampun pituduh Ida Sang Hyang Widhi Wasa, dané taler mautsaha ngamargiang tugas sabecik-beciknyané. Nénten meled malaksana sané boya-boya, napimalih sané nénten anut sareng norma, etika miwah hukum. Ngrajing warsa kaping tiga pinaka kepala désa, Risnawan mautsaha tetep sumeken sareng prinsipnyané ngutamayang ayah-ayahan. Yéning dados kadus dané wantah ngayahin warga ring dusunnyané, mangkin dané musti ngayahin warga saking samian dusun sané wénten ring Désa Dauh Puri Kaja. Pamargi ngawitin tugasnyané wantah ngiringang pegawai nyikiang visi miwah misi. Pemberdayaan SDM pinaka prioritas, gumanti pacang ngwetuang ayahayahan sané becik. Rumasuk tata kelola administrasi. Keterbatasan sarana miwah prasarana taler sané tiosan, nénten ngawinang Risnawan lesu. Prinsipnyané n é n t e n wénten rotan akar pun berguna. Angayubagia, dané kasokong olih pegawai sané wénten ring Désa Dauh Puri Kaja, rumasuk sokongan para kadus, motto ngutamayang ayah-ayahan prasida nyalantara. Yadiastun kantun wénten kakirangan. (ast/yan)
Isin Gumi
Ngawi Imbang Hobi miwah Bisnis EMBAS tur kelih ring wewidangan seni wisata Ubud, ngawinang I Putu Mulyadi tumbuh nresnain seni. Yadiastun nénten raris malaksana pinaka praktisi, nanging rasa tresnannyané majeng seni patut kasokong. Kasenengannyané majeng seni utamannyané seni lukis, nénten sawatas seneng kémanten. Sasukat kantun alit Pak Putu –sapunika dané sering kasambat, sampun meled nglaksanayang paindikan sané mapikenoh majeng anak akéh. Inggian ngawit dados pelukisnyané kantos kakebat seni lukis inucap. Semangat miwah rasa tresnannyané punika kakawitin daweg warsa 1998 lintang. Lukisan sané manut dané madué nilai istimewa katumbas tur dados koleksi ring umahnyané ring wewidangan Ubud. Yadiastun daweg punika dané kantun muda, nanging kerja kerasnyané sajeroning molihang lukisan sané madué kualitas patut kaajiang. ”Ri kala kantun muda titiang sampun makarya. Penghasilan sané polihang tiang, titiang epah anggén numbas lukisan. Sakadi nabung, saka kidik makelo-makelo dados bukit. Sapunika taler lukisan sané titiang duénang kantos mangkin,’’ baos lanang sané mebas ring Gianyar, 3 Januari. Putu Mulyadi negesang yéning dané males kasambat kolektor. Yadiastun dané madué lukisan akéh, punika wantah cihna tresnannyané majeng lukisan. Santukan kasenengannyané majeng seni lukis, kurenan Ni Komang Sriyantini punika akéh malajah majalaran otodidak. I Putu Mulyadi akéh uning sejarah miwah panglimbak seni lukis. Dané sering nelasang galahnyané sareng para pelukis. Utamannyané pelukis muda sané nyenengin aliran abstrak miwah kontemporer. Malarapan malajah kadi punika prasida ngawinang dané waged maosang indik lukisan aliran inucap. Yéning sampun maosang indik aliran lukisan pacang nyambung babaosannyané. Bapak kalih panak puniki taler nguningayang sasukat ngawitin dané nénten nadosang hobinyané puniki ngrereh jinah. Napi sané dané kalaksanayang kantos malancaran ka dura Bali mangda molihang lukisan sané manut dané becik, sangkaning hobi. Punika taler sané ngawinang bapak saking I Putu Aditya Mulia Tjandinata miwah Cintya Mulia Dewi puniki uning sareng sakatah pelukis kontemporer tambis-tambis ring sajebag Indonesia. Yéning galahé mangkin dané sering makta lukisannyané ka dura negara pacang kalélang, boya sangkaning nilai nominal sané katanjang. Nanging sangkaning dané madué koleksi akéh. ”Minab sampun kirang seneng, tiang pacang adol. Nanging sampunang ngaptiang lukisan sané tiang senengin pacang kapolihang olih anak tios, yadiastun katumbas antuk pangarga sané maelan. Titiang nénten ja sombong, nanging kasenengan tiang majeng lukisan punika ageng pisan,’’ baos Putu Mulyadi makenyung. Naen dané mikayunin sesampun makulawarga pacang nglaliang hobinyané
Pujawali ring Kahyangan Jagat Pura Luhur Sri Rambut Sedana Désa Pakraman Jatiluwih, Penebel, Tabanan MALARAPAN antuk rerepi puniki, katurang majeng ring para subakti, persayang, para permas mangda ngwikanin Pujawali Ida Bhatara Luhur Sri Rambut Sedana sané maraga sarining artha lan amertha ring Kahyangan Jagat Pura Luhur Sri Rambut Sedana Désa Pakraman Jatiluwih, Penebel, Tabanan. Ngeninin indik éédan pujawali sané pacang kamargiang sakadi ring sor. Ring raina Buda Wagé Klawu tanggal 8 Juni 2016 pinaka pamucuk pamargi Pujawali taler raina tanjek panangkilan. Kalanturang malih antuk nyejer panangki-
Panyatusan CCTV Kapasang ring Bali RING Bali, kasus kriminal nénten naanin sepi. Makudang-kudang kasus kriminal nibénin krama Bali taler para wisatawan sané rauh malancaran ka Pulau Dewata puniki. Nabdabin parindikan punika, angganing kepolisian maprekanti sareng pemerintah pusat miwah daérah nincapang pengawasannyané antuk masang closed circuit television (CCTV). Ring Bali kantos mangkin sampun kapasang CCTV akéhnyané kantos 272 CCTV. Sané pin-
ih akéh ring wewidangan Dénpasar miwah Badung. Parindikan inucap kasinahang Kabid Humas Polda Bali, Kombes Hery Wiyanto wau puniki. Parindikan punika kabligbagang ring sajeroning acara Isin Gumi Radio Singaraja FM 92,0 Mhz raina Anggara, 24 Méi 2016 lintang.
pun kasub pinaka daérah tetujon wisata. Pastika kaaptiang wewidangan puniki setata trepti saking para duratmaka. Sakémaon, nénten samian genah prasida kapasangin CCTV. Mawinan punika, tunas titiang mangda Siskamling mawali kamargiang sakadi dumun.
Nengah Sudik, Seririt Tiang cumpu ring pamasangan CCTV ring Bali santukan Jagat Bali sam-
Gung Dé, Jl. Ngurah Rai Singaraja Janten pisan CCTV paling éféktif anggén nyelehin ka-
Kruna BASA BALI
AKSARA BALI
1.
biu
1. biyu,
1. pisang
2.
busung
2.
busu*,
2. janur
3.
gedebong
3.
g)d)eb*o,
3. pohon pisang
4.
kraras
4.
kÉrs/,
4. daun pisang kering
5.
kuud
5.
kuwud/,
5. kelapa muda
6.
nyuh
6.
zu;,
6. kelapa tua
7.
pijer
7.
pij$,
7. bibit pohon kelapa
8.
plosor
8.
epÞoes(o,
8. daun pisang muda
9.
séséh
9.
eses;,
9. kayu pohon kelapa
10. slépan
10. esÞpn/,
BAHASA INDONÉSIA
10. daun kelapa tua
hanan sané nénten prasida setata kauratiang santukan alat punika prasida ngrekam makesinambungan. Pradé wénten duratmaka, pacang gelis kauningin saking rekaman CCTV. Jaman sampun sayan nglimbak, sapatutnyané CCTV sayan akéh kapasang, napimalih Bali akéh karauhin tamiu dura negara sané malancaran ka Bali. Tanaya, Kampung Tinngi Ring jaman kadi mangkin, CCTV penting pisan. Tios prasida nguningin sang madué laksana corah, taler sida kauningin indik kawéntenan utawi situasi lalu lintas ring marginé. Gedé Merta, Celuk Buluh Tiang mapinunas mangda samian sudut-sudut perkantoran taler perusahaan miwah perkotaan kapasangin CCTV. Santukan, antuk alat punika prasida kauningin napi-napi sané kalaksanayang olih kramané. Gung Surya, Lovina Tiang nyanggra becik pisan napi sané kalaksanayang kepolisian taler pamerintah antuk pamasangan panyatusan CCTV punika. Antuk alat punika pacang sida gelis kadabdabin pradé wénten laksana kaon sane ngawi osah para krama pamekasnyané Bali. (ama)
punika. Kajejehannyané punika nénten mabukti. Sawaliknyané Putu Mulyadi kasokong pisan olih kurenannyané mapaiketan sareng hobinyané ngoleksi lukisan. Indiké punika taler kasokong olih kurenannyané sané ngangken akéh molihang wasana becik majalaran nguratiang lukisan sané kapajang kurenannyané. Putu Mulyadi kantun éling pisan ri kala kurenannyané males sareng bisnisnyané. Istrinnyané marasa trepti ri kala kairingang nguratiang sinunggil lukisan sané banget dané senengin. Asilnyané, istrinyané mawali trepti. Sasukat punika nguratiang lukisan dados tamba sané becik, pinaka hiburan majeng kurenannyané. Nénten matetujon ngedum pengalaman. Putu Mulyadi marasa malarapan nguratiang seni, dané marasa seneng tur marasa angayubagia. Nénten wantah waged maosang indik lukisan, ri kala kairingang mabaos indik musik, Putu Mulyadi taler waged. Katakénin target saking hobinyané punika, Putu Mulyadi meled malih nglimbakang. Indik wentuknyané, dané durung ngawedar. Pinih utama hobinyané majeng seni miwah bisnis prasida imbang tur mamargi saha mapikenoh majeng anak tios. (ast/yan)
lan saking raina Wrespati Kliwon Klawu, 9 Juni 2016 kantos k raina Saniscara Paing Klawu, 11 Juni 2016 sané kalanturang antuk pamelayagan utawi Ida Bhatara munggah tur masineb. Wantah asapunika éédan pujawali ring Kahyangan Jagat Pura Luhur Sri Rambut Sedana Desa Pakraman Jatiluwih, Penebel, Tabanan sané prasida katurang majeng ring para subakti sinareng sami. Dumogi tan kapiambeng mangda ida dané prasida rauh ngaturang sembah bhakti nunas karahayuan.
Ulian Dolar SWARGA nyekala, Pulau Déwata, The Last Paradise punika makudang-kudang sesambatan indik kaluwihan Pulau Bali. Wantah patut sakadi punika pakantenané. Segara giri ngulangunin manah, tradisi madasar bakti sami naut para tamiuné rauh ka Bali. Samian dot majemuh ring Pasisi Kuta nangtang matan ai. Samian dot ngatonang cariké maundag ring Ubud muah genah luwih sané lianan. Sané pinih ngarad para tamiuné wantah tradisi lan budaya sané katattwannyané mawit saking agama Hindu. Punika awinan para torisé rauh makta dolar. Dolaré punika ngaé gangsar ngaé égar parajanané. Ageng alitan truna-truni nyujur manis para tamiuné mangda polih krébésan dolar. Sayuakti pis torisé punika manis pisan sakéwanten manisné ngamanesin. Ring dija manisné santukan dolaré nincapang pakaryan ngruruh merta. Akéh wénten pakaryan sangkaning dolar. Dangan lan liang ulian dolar. Raris ring dija ngamanesin dolaré punika. Indayang cingakin ring segara, hotél-hotél madérét mapunduh ring tepi segara malomba-lomba saling pategehin téken punyan nyuhé ané kari masisa. Bisabisa tegehan hotélé tekén pura segarané. Para bandégané paling ngalih lakar tongos jukungé. Kénten masi anaké melasti pabalih toris nganggon cd ajak bra motrék klecakklecék. Pasisiné babar uyak dolar. Tambis-tambis wénten
sané nagih ngurug pasisi sané jimbarné hektar-hektaran. Indayang cingak mangkin ring segara giri. Segara giri wantah pamurtian Widhi sané nyekala genah parahyangan déwa-déwi. Genah ngaturang wali ngrereh santi. Ulian dolar segara giri dadi genah ngulurin momo hati lan ngalih bati. Hotel lan vila majujuk dadi pepayasan segara giri. Makéh giriné bukrik makéh abingé tiding ulian kawangunin hotél lan vila para tamiuné. Punika ngawi mantuk tanpa pamit dewa-dewiné. Yéning indik krébésan dolaré, durung janten akéh anak Bali sané molihang. Makéhan krébésan dolaré makeber ka Jakarta. Makéhan krama tamiu sané dados manajer, anak Bali wantah dados tukang sampat. Pongahan krama tamiuné nyujur torisé pacang ngalap dolar. Sakadi séndok komoh, meneng ring gumin dolaré nanging tuara sida nyicipin dolaré punika. Diastun akéh sampun ngrébés dolaré, nanging kantuh akéh jadma Bali sané kalara-lara. Indik kasujatian sesana manusa, punika sané pinih masalin sangkaning dolar.
Anak Bali ngangsan demen ngajeng sané instan. Anak Bali makéh sané tan demen mabasa lan malajahin basa Bali. Makéhan sané demen malajahin basa Inggris krana nekaang pis dolar. Para trunané makéhan tan seneng malih dados wong tani. Ulian dolar masih makéh anak Bali sugih nadak ulian ngadol tanah tetamian. Makéh sampun palemahan Bali sampun druwénang krama tamiu. Yéning unduké sakadi punika nglantur kasuén-kasuén bisa sakadi anak Betawi ring Jakarta. Mangda nénten kaluwihan Bali katamiang antuk gegambaran muat tutur, mangda nénten dados pamuput ring karang suunga, mangda nénten segara giri samian kaadol, mangda tradisi lan budayané rajeg, mangda kasujatian manusa Bali nénten lempas saking sesana, sampunang pisan ulap ring dolar. Napi malih kantos nénten nguratiang taler ngajiang ajahan agama marupa Tri Hita Karana. Sapatutné pariwasatané ring Bali pariwisata budaya lan ngajiang Tri Hita Karana. (I Ketut Sandiyasa)
Redaksi nerima reriptan profil mabasa Bali miwah Indonésia (pinih akéh 3000 huruf) jangkép sareng foto profil. Profil mangda kakirim ring alamat : Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email : bali.orti@yahoo.com
15
Minggu Wage, 29 Mei 2016
Tanah-Tubuh: Sari-sarining Rasa z Pandangan Dunia Bali tentang Tanah (6)
BAGI PENGHAYAT kehidupan Bali Tradisi, tanah karang itu adalah tubuh diri ini. Perlakuan terhadap tanah karang tiada ubahnya dengan penghormatan perawatan terhadap tubuh diri ini. Begitu pula sebaliknya, ketidaksantunan perilaku terhadap tanah karang di luar diri menjadi bacaan reflektif yang terang benderang, bagaimana sejatinya manusia melecehkan tubuh dirinya sendiri. DARI ARAS BERPIKIR Bali Tradisi inilah lantas muncul perilaku berkesatuan sekaligus berkesantunan terhadap tanah karang tanah sawah di luar tubuh diri ini, sebagai praktik pelatihan dan pembelajaran nyata supaya menjadi terbiasa berkesantunan terhadap diri sendiri. Mengolah dan menanami tanah karang tanah sawah tiada ubahnya dengan praktik pengisian diri untuk terus menerus bertumbuh, memenuh dan menyempurna. Mempelajari dan mendalami tattwa tanah adalah pintu gerbang membaca aksara-aksara susastra hidup yang memenuhi tubuh diri ini. Tanah karang tanah sawah itu memberi hidup dan penghidupan dalam kehidupan, sedangkan tanah sawah tubuh ini menjadi Rumah sang Hidup untuk bertumbuh dalam Kesadaran yang mengutuh, memenuh, dan menyempurna. TRADISI KESADARAN HIDUP cara Bali memahami, adalah mustahil memaha-
mi sang Hidup dalam Tubuh tanpa paham dan fasih pascat terlebih dahulu perihal hakikat tubuh, ketubuhan, dan menubuh. Tiada ubahnya dengan sang pejalan kaki yang hendak naik gunung: mustahil mencapai puncak tanpa melangkahkan kaki melewati lereng, bahkan kaki gunung. Bagi Tradisi Kesadaran Hidup cara Bali, manakala tanah dipahami sebagai papupulaning sarwa tattwa, kumpulan segenap hakikat, maka tubuh diri ini sejati sesejati-sejatinya adalah sari-sari segenap rasa kehidupan yang berasal dari rahim guagarba sang Ibu Bumi Pertiwi berwujud tanah karang tanah sawah itu. Itu sebab dalam bahasa Bali tubuh ragawi ini dinamakan sarira, dalam arti hakiki sebagai sari-sarining rasa. ITU BERARTI TUBUH yang berbentuk material ini dipahami oleh tradisi sebagai kumpulan sari-pati enam rasa (sadrasa): tawar, manis, pedas (lalah), pahit (pait), kecut/asam (sepet), asin (pakeh). Dalam bentuk apa rasa ini masuk membentuk tubuh? Dalam wujud makanan dan minuman. Dari mana makanan datang? Dari rahim guagarba Ibu Bumi Pertiwi yag berwujud nyata sebagai tanah. Tubuh, karena itu, terbentuk dari tanah. Memahami tubuh sarira sebagai sari-sarining rasa, karena itu, tidak terelakkan mesti memahami hakikat tattwa tanah. zdeprabas
Sanggalangit dan Air dari Barat zSebuah Ironi dan Janji Kesejukan BICARA soal air di Buleleng adalah membicarakan sebuah ironi. Tidak ada yang bisa menjelaskan dengan sungguhsungguh tentang kenapa banyak desa di Buleleng memiliki nama depan “banyu” yang bermakna air. Sebutlah di antaranya Banyuning, Banyumala, Banyuasri, Banyuatis, dan Banyusri Terdapat juga banyak desa yang bernama depan “kali” yang tentu saja bisa dihubungkan dengan unsur air, semisal Kalibukbuk, Kaliasem dan Kalianget. Dengan sangat gampang seorang teman akan berkata: Dulu, Buleleng memang punya air yang melimpah. Air jernih, air berkhasiat, dan air sejuk. Air sungai, air sawah, dan air kolam. Air yang menerima kehidupan, sekaligus memberi kehidupan. Air yang memberi tanda bagi kehidupan sebuah desa, sebuah kumpulan manusia. Air ning adalah hidup yang jernih untuk bercermin bagi sekumpulan manusia di sekitarnya. Air tis adalah hidup yang sejuk bagi pemetik cengkeh di sebuah bukit yang hijau. Jika kini air hanya melekat pada sebuah nama desa, tentu saja ia tidak beda dengan sebuah monumen. Ia melekat pada sebuah simbol. Menjadi sebuah peringatan. Jadi kenangan. Karena air jernih kini tidaklah benar-benar jernih. Karena air sejuk kini tidak benar-benar menyejukkan. Ia hilang secara nyata atau lenyap bahkan dalam imajinasi. Syahdan, di wilayah Buleleng bagian barat terdapat sebuah desa dengan nama yang memukau: Sanggalangit. Jika hanya kenal nama, orang akan mengingat dengan takjub satu material penting yang muncul di desa itu. Air Sanggalangit. Tapi jika memandang desa itu dari sebuah jalan yang lurus di tepi pantai, orang akan melihat desa itu sebagai desa yang kerontang. Di sekitarnya menjulang hamparan bukit yang memancarkan sinar batu gersang saat kemarau panjang, tapi akan menampilkan warna hijau dari semak yang mekar saat musim hujan. Sanggalangit memang tak bisa dinilai dengan benar jika hanya dilihat secara nyata. Ia harus dipandang dengan sebuah imaji dari arah yang cukup
zMade Adnyana Ole Geguritan Empat Buah 1. Belimbing Wuluh Belimbing wuluh buah kesehatan Petik dan ketuk di pangkal pohon Bisik-bisik mantra Enyah asam, datanglah madu! Ketuk dengan rima agar tak muncrat Air dari pori. Lalu gigit Huya! Kudapat manis Seperti jatuh cinta kepada istri Untuk kesekian kali 2. Jambu Biji Sebulan lalu: kumakan daging jambu Biji kubuang sembarang Tak kuingat apakah ia manis atau pahit Sehari lalu: biji tumbuh jadi pohon Pada sembarang lubang di halaman Tak kutahu ia akan pahit atau manis Tentu kutunggu ia berbuah Mungkin seminggu atau sewindu lagi Mungkin pada sembarang waktu 3. Seiris Mangga Seiris mangga di ujung pisau Kusodorkan kepada istri di awal perjamuan keluarga “Suguhkan lebih banyak! Jika hanya seiris, Kau dikutuk jadi lintah pohon” Itu nasehat ibu Tapi istri minta seiris Dan aku meminta kutuk 4. Sebutir Durian Sebutir durian Kubagi bersama istri Pada senja yang tak redup Isinya 13 biji Besar kecil tak sama 6 untukku, 7 untuk istri Kami menelan wangi yang sama Tak lebih banyak Tak lebih sedikit
berjarak. Dari Kota Singaraja misalnya, seseorang sesekali akan menemukan bagaimana orang lain membawa sebuah galon air mineral dan pergi ke arah barat untuk sebuah perjuangan mendapatkan air dari Sanggalangit. Di wilayah bukit bagian atas, seseorang bisa juga sesekali menemukan satu atau dua orang lain yang dengan gigih menuruni bukit hanya untuk mendapatkan air dari Sanggalangit. Bicara soal air di Buleleng memang seperti membicarakan sebuah ironi. Ia bisa mengalir dari wilayah yang lebih rendah ke tempat yang lebih menjulang. Ia bisa
Suara Napas Samudra Raya z Membaca Denyut Mahaibu Laut (10)
SUARA TARIKAN dan hempasan ombak samudra memberi pelajaran bermakna bagi para penyelam kehidupan. Dalam disiplin praktik yoga, manakala telah memasuki bagian teknik pernapasan yang mendalam, para sadaka, pemraktik yoga, kerap kali diingatkan supaya bernapas menyerupai suara ombak. “Sadarilah suara ombak itu adalah suara napas murni alami kehidupan,” tutur guru-guru penekun yoga. Bagi Sahabat yang pernah menonton film Star Wars, napas murni alami yang seperti suara ombak samudra raya itu dengan mudah barangkali bisa dibayangkan seperti suara yang dikeluarkan oleh tokoh Darth Vader. Tapi, bagi yang tidak sempat menyaksikan Darth Vader dalam Star Wars, bisa dengan mudah memperhatikan napas orang-orang terdekat di sekeliling yang sedang terlelap tidur pulas. Dengarkan dengan saksama, rasakan, lalu camkanlah dalam-dalam, maka suara napas samudra itu pun dapat dipahami dengan gamblang. LEBIH MURNI ALAMI lagi adalah suara napas bayi maupun kanak-kanak yang sedang terlelap tidur pulas. Seakan mendengkur, namun ringan, halus, dan lembut. Tiada beban, sehingga napas mengalir masuk dan keluar begitu lepas, bebas, sekaligus mendalam. Suara yang dikeluarkan dari napas mendalam ini tiada ubahnya dengan suara ombak samudra. Kedalaman napas itulah yang pada akhirnya memberi daya energi hidup luar biasa segar-bugar sekaligus berlimpah keriang-gembiraan. Tiada pandang usia, dalam keterlelapan tidur pulasnya itu, setiap insan manusia seakan pulang kembali ke pangkuan hidupnya yang murni alami. DALAM TRADISI datang dari barat, meski di timur terdapat banyak mata air dan sungai-sungai yang setiap hari menebarkan janji kesejukan. Di Sanggalangit air adalah perjuangan, bukan monumen untuk dikenang. zMade Adnyana Ole
Merebut Status Ibu Kandung Penciptaan zGong Pacek Pertahanan Jatidiri Buleleng
SEJAK sekitar sepuluh tahun lalu, tokohtokoh karawitan di Kabupaten Buleleng sepertinya memiliki rasa jengah yang tak kunjung bisa dilampiaskan dengan benar. Yakni, rasa jengah untuk mengembalikan status kabupaten ini sebagai ibu kandung gong kebyar, sebuah genre karawitan yang pamornya seakan tak pernah redup. Banyak hal sudah dilakukan, baik oleh seniman karawitan itu sendiri, oleh sanggar seni, maupun oleh pemerintah daerah melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Namun, perkembangan gong kebyar di Bumi Panji Sakti ini tampaknya masih tetap mengalami masa yang sesekali pasang dan lebih banyak surutnya. Sejarah menulis gong kebyar memang berawal mula di Buleleng. Tetapi masa depan dari sebuah sejarah tak bisa diatur. Gong kebyar telanjur berkembang biak di Bali Selatan. Dan Buleleng sepertinya mulai tak rela hanya dijuluki sebagai daerah pemegang akta kelahiran gong kebyar. Sehingga Buleleng punya niat besar dan rasa jengah merebut kembali masa jaya seni karawitan itu, tentu dengan memompa kembali semangat penciptaan yang pernah dimiliki pengrawit-pengrawit Buleleng pada sekitar setengah abad lalu. Rasa jengah itu sesungguhnya muncul sejak festival gong kebyar benar-benar menjadi primadona dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) akhir tahun 1980-an. Dalam setiap euforia festival, publik kerap hanya menyebut nama Gianyar, Badung dan Denpasar, yang memang selalu menjadi langganan juara. Sementara Buleleng tersingkir dari gegap euforia, padahal daerah ini dikenal sebagai penyusun awal cikal-bakal perkembangan gong kebyar di Bali. Bahkan gong kebyar Buleleng bisa disebut kalah berlipat dalam setiap festival di PKB. Kekalahan bukan saja terjadi dari sudut penilaian juri yang terkadang bisa subjektif. Tapi kekalahan juga terjadi pada upaya mempertahankan jati diri gong kebyar yang benar-benar berciri Buleleng. Misalnya,
dalam PKB, Buleleng lebih kerap mendatangkan pembina karawitan dari kabupaten lain. Namun, meski mendatangkan pembina dari daerah lain, Buleleng tetap saja tak menggondol juara. Artinya, kekalahan sudah terjadi pada saat pembinaan. Gong kebyar Buleleng seharusnya menunjukkan kepercayaan diri sebagai daerah pencipta. Dan bukan daerah penerus. Sebagai daerah pencipta, Buleleng harus menunjukkan jati diri gong kebyar sebagaimana awal mula ketika diciptakan. Antara lain, Buleleng sebaiknya menggunakan tokoh-tokoh karawitan dari desa-desa yang sempat memiliki tradisi penciptaan tabuh-tabuh gong kebyar di Buleleng, seperti Desa Kedis, Desa Jagaraga, Desa Sawan dan Desa Bungkulan. Para pengrawit asli ini diberi ruang untuk menyusun kembali pola-pola kekebyaran yang pernah jaya di Bali Utara. Selain itu, Buleleng sebaiknya lebih berani memperkenalkan perangkat gong pacek yang memang menjadi ciri khas perangkat kekebyaran di Buleleng. Gong pacek adalah perangkat gong kebyar, di mana bilah-bilah gangsa di-pacek di atas tungguh gamelan. Jadi bukan digantung sebagaimana bilah gangsa zaman sekarang. Dengan menggunakan gong pacek, Buleleng sudah menang dalam mempertahankan jati diri, meski misalnya tetap kalah dalam penjurian. Jati diri sesuatu yang objektif, sementara penjurian dalam dunia seni tak lebih dari sebuah proses putusan yang disusun dari dalil-dalil subjektif. Belakangan, dalam PKB, gong kebyar hanya dijadikan parade dan tidak dilombakan. Jika begitu, sudah saatnya Buleleng merebut kembali posisi sebagai ibu kandung dalam bidang penciptaan. Karena hal yang direbut dalam PKB bukan lagi perhatian juri, melainkan perhatian publik. Maka yang ditunjukkan adalah jati diri. Bahwa spirit yang melatari penciptaan gong kebyar adalah sebuah kegilaan penciptaan, bukan kerapian dalam meneruskan sebuah tradisi. zMade Adnyana Ole
zSigit Susanto
dan pohon mahoni, kini menjadi ajang lalulalang pejalan dengan konsumtif tinggi. Dulu minum es di bungkus plastk, kini meningkat dengan botol plastik. Plastikplastik dalah padi-padi yang tumbuh di jalan raya.
Mengukur Jalan... SEORANG IBU membanting pintu. Ia lemas, pegadaian tak lagi menerima jarik dan radio. Kemajuan menumbuk kehidupan desa. Reparasi-reparasi radio tutup seketika, sejak handy berbunyi lagu dan berita. Jasa mengantar ke pegadaian, pupus, Ibu itu biasa memperpanjang tangan dari para tetangga dekat. Perlahan Ia menekuni menjadi pekerjaan tetap. Ah, hanya emas dan benda elektronik yang masih segelan dari toko kini bisa diterima. TAK ADA PILIHAN hidup di krajan. Ia melihat ada botol minuman berceceran di jalan. Ia pungut satu persatu. Dengan sekali membungkuk bisa meraih tiga botol aqua, coca-cola, kosmetik. Sekarung ia panggul ke tempat gudang rongsokan. Ia timbang botol ringan itu. Enam ribu sampai delapan ribu sehati ia panen. DUA ANAK yang ia lahirkan telah bisa berceker-ceker. Sayang, ia abaikan nasib ibunya. Suaminya lumpuh dan buta di kamar gelap nan pengap. Seorang anak gadisnya melesat ke ibukota Jakarta dan ke ibukota berlin. Ia beruntung bekerja di pabrik dan dikirim ke luar. Anak lelakinya masih serumah, tidur di kamar terang dan bersih. SANG IBU setiap hari mengukur jalan. Jalan yang itu-itu saja. Juga botol yang itu-itu saja. Jalanan yang dulu dihuni padi
zSigit Susanto
Rindu Injak Puntung Rokok... DI KALA aku masih di desa sana aku hanya melihat anak sekolah yang bersepatu itu saja tak semua anak sekolah bersepatu zamanku di SD dulu ada yang bersandal jepit atau kalau yang bersepatu dipakai khusus upacara bendera setiap hari senii sesudahnya cakar ayam telapak kaki setiap hari massage alami seringnya menginjak kerikil aspal panas kadang menginjak tahi kuda tak jarang puntung rook hingga jalannya melompat sambil mengumpat. DI BELAHAN negeri Swiss sini setiap anak desa bersepatu memang semua bersekolah namun tak itu alasan membumi namun lebih karena suhu udara yang menusuk pori-pori ketika musim gugur merembet dan musim dingin tiba tak ada kaki telanjang berani menginjak tanah jenis sepatu pun tebal bahkan kadang interiornya dilapisi bulu domba hangat seperti bayi tidur di pangkuan ibunda. TEKA-TEKI ITU pecah setelah aku menetap di sini dulu saat masih SMA kulayangkan sepucuk surat kepada kedutaan
Pikiran Pengendali Tubuh z Pandangan Dunia Bali tentang Tanah (7)
VISI BALI Tradisi perihal tubuh sebagai sarira, sari-sarining rasa makanan yang berasal dari rahim guagarba Ibu Bumi Pertiwi tanah, membawa konsekuensi tanah sebagai papupulaning sarwa tattwa mencakup lapisan yang panjang. Ada lima lapisan utama, mulai dari lapisan lima unsur material, lalu lapisan lima indera, lapisan lima motorik, lapisan lima sensorik, dan lima benih bentuk. Semua ada 25 lapisan. Dari satu lapisan ke lapisan lainnya terus menghalus, dari kasar ke halus, sampai akhirnya pada lapisan pikiran. PIKIRAN INILAH yang langsung berhubungan dengan tubuh. Bahkan dipahami, pikiranlah yang mengendalikan tubuh. Pikiran sebagai lapisan hakikat kematerialan (pradana tattwa) yang ke26 menjadi pusat-simpul pengendali 25 lapisan tubuh. Perjalanan pengenalan sang Diri Sejati lewat pintu gerbang pemahaman hakikat tubuh sarira sebagai sari-sarining rasa, karena itu, mesti melewati penembusan 26 lapisan kematerialan, dari kasar ke halus, hingga akhirnya sampai pada spiritualitas, Hakikat sang Diri Sejati. Titik pusat-simpul pengendali utamanya ada pada pikiran, sehingga tradisi cenderung menawarkan langkah langsung untuk mengatasinya pada sang Pikiran.
ALUR PIKIR BALI Tradisi ini memberi petunjuk jalan mudah menyelesaikan masalah tubuh dan ketubuhan: bahwa setiap problematika tubuh dan ketubuhan ini sebenarnya bisa dirunut dari hulunya yang berwujud sari rasa makanan di luar tubuh yang masuk ke dalam tubuh dan pikiran yang ada di dalam tubuh. Sari rasa makanan di luar tubuh bisa masuk ke dalam tubuh dan lalu mempengaruhi pembentukan tubuh itu pun tak terlepas dari pengaruh gerakan pikiran. Karena itu satu-satunya fokus titik pusat-simpul pengendalian dan pengelolaan tubuh tiada lain adalah pikiran. Dari sini sebenarnya dapat dipetakan dan dipahami problematika paling mendasar sekaligus terbesar Tanah-Air Bali Pulina Nusantara Raya—bahkan di seluruh dunia—belakangan ini dan ke depan nanti beserta segenap manusia yang hidup dan dihidupi oleh Tanah-Air Bali Pulina ini. Masalah mendasar dan terbesar itu adalah ketersesatan pemahaman perihal tanah dan tubuh yang dikira terpisah— dan ini bermula dari keterjungkilbalikan pikiran yang berhenti semata-mata hanya pada benda material kasar, gagal bergerak bertumbuh ke lapisan lebih halus. Apalagi masuk ke Kesadaran Spiritual yang menyemesta raya sebagai Dasar Pusat Segenap Keber-ADA-an. zdeprabas
YOGA, teknik pernapasan serupa suara ombak samudra raya itu dinamakan ujyati. Ada yang mengartikannya sebagai napas kesuksesan. Ada pula yang memaknainya sebagai napas psikis. Didapat dengan teknik melipat lidah ke arah lubang tenggorakan, suara napas samudra ujyati ini memang memberikan efek sejuk pada bagian belakang tenggorokan. Pada ujung prosesnya kemudian, rasa
sejuk ini memberi efek keseimbangan detak jantung, sehingga gelombang otak pun menjadi tenang, pikiran menjadi damai dan terfokus. Tubuh pun terasa rileks. Begitulah tradisi membangun relasi kesatuan sekaligus kesantunan antara yang di luar dengan yang di dalam diri sebagai satu-kesatuan kehidupan yang saling menghidupi dan menghidupkan. znirta ks
Hormat pada Laut, Tabik pada Gunung… zMenjual Alam Memang Mudah mudah Susah
DI Bali hanya dua kabupaten yang memiliki danau sekaligus laut: Buleleng dan Tabanan. Bangli punya danau besar tapi tak punya laut. Semua kabupaten lain punya laut, tapi lacur tak memiliki danau. Ibarat buka toko, Buleleng dan Tabanan punya dua barang yang bisa dijual, sementara kabupaten lain hanya punya satu. Artinya, jika dagangannya laris, kedua kabupaten itu sesungguhnya bisa sangat kaya ketimbang kabupaten lain. Bahkan jika terpaksa harus membandingkan, Buleleng bisa lebih kaya dari Tabanan meski sama-sama punya dua barang dagangan: danau dan laut. Hitung-hitungannya, Buleleng punya dua danau. Danau Tamblingan dan Danau Buyan. Tabanan cuma punya Danau Beratan. Soal laut, panjang pantai di Tabanan tentu saja tak mampu menandingi panjang pinggir laut Buleleng yang mencapai 144 kilometer atau hampir meliputi seluruh sisi utara Pulau Bali. Jika harus ditambah kekayaan yang lain, Buleleng punya bentangan pegunungan yang membentang dari bagian atas Kecamatan Gerokgak hingga pucuk-pucuk pedusunan di Kecamatan Tejakula. Pegunungan itu seakan menjadi pembatas antara Bali bagian selatan (yang terdiri dari banyak kabupaten) dan Bali bagian utara (yang sebagian besar diisi wilayah Buleleng. Maka Buleleng-lah satu-satunya kabupaten yang disebut Denbukit -- sebelah utara dari bukit. Tapi benarkah Buleleng bisa kaya dengan memiliki modal danau, laut dan pegunungan? Jawabannya ada dua: “tentu saja” atau “mana bisa”. Tentu saja Buleleng bisa kaya jika danau, laut dan pegunungan itu dikelola dengan cermat agar modal paten itu tak akan pernah habis (baca: rusak). Atau, mana bisa kaya jika danau, laut dan pegunungan itu, bukan dikelola namun malah dirusak. Memang, menjual alam memang mudahmudah susah. Mudah, karena danau, laut dan gunung, selalu ada dengan sendirinya tanpa perlu bahan baku untuk membuatnya sebagimana membuat barang-barang kerajinan. Susah, karena sesuatu yang ada dengan sendirinya juga bisa hilang dengan mudah kalau tak ada upaya untuk membuatnya
tetap menjadi ada. Danau tentu tak akan bisa disebut danau jika tak ada airnya. Gunung tak dikenal sebagai gunung jika di puncaknya dipenuhi rumah, vila, hotel, restoran, tanpa ada pohonnya. Misteri keindahan laut pun dengan mudah bisa lenyap jika batas antara laut dan hotel tak pernah tampak secara jelas. Alih-alih jadi kaya, malah bisa jatuh miskin jika segala yang tak pernah diciptakan manusia dibiarkan hilang begitu saja. Karena segala yang tak pernah diciptakan manusia tentu saja tak akan bisa diciptakan kembali oleh manusia. Hukum penciptaan ini tentu saja sudah dipikirkan oleh Kabupaten Buleleng yang sejak sekitar lima tahun lalu mulai serius mengembangkan konsep pariwisata “nyegara-gunung”, atau dalam bahasa ruwetnya: “ecotourism dan agrotourism”. Danau, laut dan pegunungan sudah amat tepat dijadikan trade mark untuk menyedot wisatawan ke Bali Utara. Sebab, mumpung belum dieksploitasi secara sewenang-wenang, di Bali Utara wisatawan bisa menemukan danau, laut dan pegunungan dalam arti sesungguhnya. Artinya, danau tetap terlihat sebagai danau tanpa perahu motor, tanpa limbah hotel dan restoran. Danau yang tetap memiliki air yang jernih, ikan yang riang, dan jukung kayu yang meluncur tenang. Di laut, wisatawan masih bisa melihat terumbu, ikan warna-warni, dan masih terdapat tanjung untuk mengulurkan mata pancing tanpa diganggu satpam hotel. Konsep “nyegara-gunung” memang sakral dan berbau kuno. Sehingga tak jarang ada investor yang nyeletuk: “Mana mungkin membiarkan danau seperti zaman batu sedangkan kini banyak wisatawan yang ingin dekat dengan alam sekaligus bisa duduk di lobi hotel?” Celakanya, celetukan itu terkadang bisa menggoda sekaligus merusak konsep nyegara-gunung yang sakral itu. Lebih celaka lagi, banyak yang memang tergoda sehingga konsep nyegara-gunung diterjemahkan dengan membangun vila di puncak bukit dan di tepi laut. Jika ini terus terjadi, maka konsep nyegara-gunung hanya tinggal konsep, suatu saat nanti.
besar Jerman di Jakarta entah itu Jerman mana aku tak urus dan paham ternyata Jerman Timur banyak majalan bergambar wajah Eric Honecker sang presiden komunis ah yang kucari adalah nuansa foto di malah itu tulisan berbahasa Jerman pun kubaca walau tak pernah khatam di situ lah aku menyimpan tanda tanya kenapa bocah-nocah desa di Jerman itu selalu bersepatu walau hanya main di kebun tetangga dengan sadar kubanding-bandingkan dengan bocah sebayaku dulu di desa di Jawa yang pakai sepatu kalau ke sekolah atau bepergian kondangan diajak ibu. YAH DI SINI aku mengalami sendiri telapak kakiku putih seperti salju di puncak
Alpen bagaimana tidak jika setiap hari kedua kaki dibungkus seperti buah nangka menjelang matang siang dan malam kaus kaki menyelimuti keluar rumah kaus kaki melapisi sepatu di dalam rumah masih berkaus kaki dan masih berkarpet tidur pun ada kasur dan seprai tebal terutama di musim-musim dingin kadang aku sulit membayangkan kakiku tertusuk duri hingga mengeram berhari-hari kalau sudah begitu ambil batu kecil dipukul-pukul sampai sebiji duri keluar dari sarang berdarah segar atau kadang aku rindu bagaimana rasanya telapak kaki menginjak puntung rokok seperti dulu itu.
zMade Adnyana Ole
zAyu Diah Cempakadewi Sunyi dalam Diri Sesekali bisa kudengar suni yang tinggal dalam diri aku menjelma napas menelusur rongga tubuhku menyelam ke ruang paru-paru, sunyinya berdiam di situ seperti hutan pagi hari, cahaya tak datang penuh lalu kita menebak-nebak mungkin langit hanya ilusi yang diciptakan agar kita rendah hati Gadis yang tersesat tak lagi mau jadi kanak berlari mengejar kancil entah jelmaan siapa ia mencari jalan keluar dari setiap pertanda seolah Tuhan tengah mengamatinya lalu menurunkan malaikatnya satu persatu Aku akan pergi ke tempat paling jauh lebih tak terpetakan dibandingkan hutan rimbun tempat kita mengumpulkan hantu dalam imaji atau hulu sungai di antara bebatuan kecil lebih jauh dari seisi sunyi yang berdiam di pikiranku Mungkin saja tempat itu tujuan akhir asap dupa yang dibakar rasa berdosa dan sesal sepenuh diri di antaranya sempat kudoakan kau, kudoakan kita maka sunyi dalam diri yang kian berlarut kulepaskan ia di situ, seperti doa-doa tak tersampaikan
NASIONAL
16
Minggu Wage, 29 Mei 2016
Drona Ngamuk, Buat Meradang Bhima dan Dhrishtadyumna
Disusun: Kisari Mohan Ganguli Diterjemahkan: I Ketut Arinta (Edisi Dua Ratus Delapan Puluh Satu) Rishi Vyasa : (Bharata) setara dengan Veda. Ini adalah suci dan agung. Bharata menganugerahkan kemasyhuran dan kesejahteraan. Karena itu, seseorang harus mempelajari dan mendengarkan dengan perhatian penuh.
KELINCAHAN tangan guru Drona luar biasa. Kemudian, penggiling para kshatria dari Kubu Pandava itu, dengan cepat menembakkan ratusan dan ribuan panahnya. Dengan cepat menutupi dengan anak-anak panah ksatria-ksatria yang coba menyerang. Yang utama dari prajurit-prajurit kereta itu dengan tenang tetap berada di atas keretanya, Drona lalu dengan cepat membantai putra Jarasandha. Pembantaian itu benar-benar dalam pandangan semua pemanah dari kubu Pandava. Sungguh, Drona yang menyerupai sang ‘’Penghancur’’ sendirian menelan setiap orang yang mendekatinya. Dia seperti sang Penghancur sendiri, menelan makhluk-makhluk ketika waktu mereka tiba. Drona, oh baginda setelah mengumumkan namanya sendiri, menutupi para Pandava, menggunakan ribuan panah. Panah-panah yang ditembakkan Drona itu, diasah di atas batu. Selain itu juga diukir dengan namanya sendiri. Ayah Aswatha-
man bukan saja membantai pada pertempuran ksatria-ksatria, juga gajah-gajah, kuda-kuda yang jumlahnya ratusan. Pembantaian itu dilakukan Drona itu seperti para Asura yang dihabisi Sakra sendiri. Atas hal itu, keluarga Panchala mulai gemetar seperti sekelompok sapi yang menderita kedinginan. Sungguh, oh banteng keturunan Bharata, ketika bala tentara Pandava itu dibantai Drona. Di sana muncul sebuah ratapan kesedihan sangat menakutkan. Dihanguskan oleh sinar matahari dan dibantai dengan memakai anak-anak panah sangat tajam. Keluarga Panchala kemudian menjadi dipenuhi kegelisahan. Semua dibuat terpana oleh amukan putra Bharawaja itu dengan hujan-hujan anak panah yang dashyat. Para prajurit kereta perkasa di antara keluarga Panchala itu merasa seperti orang-orang yang pahanya telah ditangkap dan juga digigit para buaya darat. Kemudian, oh raja keluargakeluarga Chedi, Srinjaya, Kasi, dan Kosala, itu menyerbu den-
gan gembiranya mengeroyok p u t r a Bh a r a d wa j a . Ke l u a r ga-keluarga Chedi, Panchala, Srinjaya saling menyapa satu dengan lainnya, ‘Drona terbantai! Drona terbantai!’ Setelah mengucapkan kata-kata ini, mereka menyerbu pahlawan itu. Sungguh, semua macan di antara manusia ini tumbang dengan kekuatan penuh mereka di depan Drona yang terkenal itu yang menginginkan mengirim semua pergi ke tempat tinggalnya Dewa Yama. Kemudian putra Bharadwaja itu memakai panah-panah surgawinya, mengirim parajuritpraurit pemberani itu yang berjuang penuh semangat, orangorang di antara keluarga Chedi itu dengan cepat pergi ke tempat kehadiran Raja Kematian itu sendiri. Setelah orang-orang utama di antara keluarga Chedi itu dimusnahkan. Keluarga Panchala menderita panah-panahnya Drona. Mereka mulai gemetar ketakutan. Setelah oh tuan, melihat
prestasi-prestasi guru Drona yang luar biasa itu. Mereka dengan cepat menemui Bhimasena dan Dhrishtadyumna. Oh Bharata ‘Brahmana ini tanpa diragukan lagi telah melaksanakan tapa penebusan dosa sangat keras. Dia mendapatkan pahala tapa sangat tinggi. Dia meradang dengan kemarahannya, Drona tanpa ampun menghabiskan yang utama dari para kshatria-ksatria Pandava itu. Kewajiban seorang ksatria adalah bertempur tanpa pernah mundur. Swadarma, seorang Brahmana, adalah menjalankan asketisme tertinggi. Seorang Brahmana itu dilengkapi pahala
tapa dan pengetahuan tinggi. Penebusan dosa dari Brahmana itu mampu membakar segala sesuatu dengan hanya pandangannya. Banyak ksatria utama setelah mendekati Drona, tidak dapat menyeberangi api senjata-senjata sangat dahsyat itu. Dalam sekejap, oh Bharata semuanya diledakkan dan dihabiskan. Guru Drona yang terkenal itu benar-benar menunjukkan kekuatannya. Keberanian dan kekerasan hatinya membingungkan semua makhluk karena tanpa rasa kasihan sedikit pun, membantai pasukan-pasukan kita!’ (bersambung)
Sloka 7.25 Naham prakasah sarvasya Yoga maya samavrtah Mudho ‘yam nabhijanati Loko mama jam avyayam Terselimut oleh yoga-yoga maya, Aku tak terlihat oleh semuanya. Dunia yang kacau ini tak mengenal-Ku, yang tak pernah dilahirkan, yang tak terbinasakan.’’
Kasus GOR Pemerintah Belum Berpihak Nusa Penida Melambat pada Kesehatan Masyarakat Mahasiswa Peringati Hari Tanpa Rokok
Semarapura (Bali Post) Kelanjutan penyidikan kasus GOR Nusa Penida hingga saat ini belum jelas alias terkatung-katung. Berbeda dengan kasus korupsi pengadaan tanah Dermaga Gunaksa yang akhirnya menyeret mantan orang nomor satu di Kabupaten Klungkung, I Wayan Candra, proses kasus GOR Nusa Penida terus melambat. Selama proses berjalan kekuatan Cabang Kejari Klungkung (Cabjari) di Nusa Penida terus mengalami pengurangan. Dalam kasus GOR Nusa Penida, Kejari Klungkung juga tidak transparan dalam mengungkap tersangka yang telah dikantongi namanya. Kasus GOR Nusa Penida ini tidak kali ini saja tersendat, sebelumnya saat kasus tersebut masih berada di tangan Polres Klungkung bersama Kejari Klungkung, korps baju cokelat tersebut tidak dapat memprosesnya dengan cepat hingga akhirnya dilimpahkan ke Kejari Klungkung pada awal tahun 2015. Bila diambil dari awal Kejari Klungkung memproses kasus tersebut, lama waktu yang telah habis lebih dari satu tahun. Menurut informasi dari internal Kejari Klungkung, terjadi pengurangan tenaga di Cabang Nusa Penida yang menjadi ujung tombak penyelesaian kasus GOR tersebut. Saat ini, kasus GOR Nusa Penida hanya dikerjakan satu orang yakni Ketua Cabjari Nusa Penida, Dewa Made Mertayasa. Sebenarnya kinerja dari Cabjari Nusa Penida sudah baik, selain memeriksa puluhan saksi, mereka juga telah dapat membidik dua calon tersangka dengan bukti-bukti yang telah dimiliki. Namun, setelah mengantongi nilai kerugian dari tim ahli akademisi Unud, Kejari Klungkung harus melakukan penghitungan kembali jumlah kerugian yang disebabkan dari perbuatan melanggar hukum tersebut. Hasil Kajian Tim Ahli dari akademisi tersebut untuk membantu Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Bali menghitung nilai kerugian proyek GOR yang saat ini sudah mangkrak tak terawat. Pemeriksaan terakhir Kejari Klungkung telah memanggil lebih dari 24 saksi. Bahkan, saksi yang diperiksa Kejari ada yang berasal dari Kementerian Pemuda dan Olahraga. Selain keterangan saksi dilakukan juga pengamanan sejumlah dokumen yang juga menjadi barang bukti kasus tersebut. Dari pemeriksaan saksi dan dokumen yang ada, memang ada perbuatan yang terindikasi melanggar hukum. Dari penuturan Kejari sebelumnya yakni Totok Bambang Sapto Dwijo, sebenarnya ada dua calon ter-
sangka yang dibidik Kejari Klungkung. Keduanya terlibat langsung dalam proses pembangunan GOR Nusa Penida. Bahkan, pihaknya menegaskan kedua orang tersebut berstatus PNS aktif di Pemkab Klungkung sehingga Kejari Klungkung tidak mau mempublikasi nama dari calon tersangka ini untuk memberikan kesempatan bersangkutan bekerja dengan baik. Diduga, calon tersangka yang telah dikantongi namanya ini masuk di dalam Kepanitiaan Pembangunan GOR yang dibentuk dengan surat keputusan Camat Nusa Penida nomor 001.01/01 SD 5/2009 oleh Camat Nusa Penida saat itu yakni I Made Sudiarkajaya. Dalam kepanitian tersebut Sudiarkajaya menjabat sebagai penanggung jawab, Ketua KUPT Disdikpora kala itu I Ketut Wiadnya, Sekretaris Dewa Gede Suamba (unsur pendidik), Bendahara Wayan Karnata (unsur PGRI), I Ketut Sukla (unsur kecamatan).
Lambatnya kinerja Kejari Klungkung ini pun menuai kritikan dari kalangan dewan. Ketua DPRD Klungkung I Wayan Baru yang juga masyarakat Nusa Penida merasa kecewa karena GOR Nusa Penida tidak bisa dimanfaatkan untuk melaksanakan kegiatan olahraga. Pihaknya menerangkan, pada beberapa waktu lalu, masyarakat tidak dapat memanfaatkan GOR Nusa Penida untuk pertandingan bola voli karena terbentur kasus hukum. Terkait hal ini, pihaknya pun mendorong Kejari Klungkung untuk mempercepat penyelesaian kasus tersebut. Apalagi, kasus GOR Nusa Penida ini sudah memakan waktu setahun tanpa ada kejelasan siapa yang menjadi tersangka. Kejari Klungkung mulai melakukan penyelidikan kasus Gor Nusa Penida awal tahun 2015. Penyelidikan inipun dilakukan sampai ke tingkat penyidikan Juni 2015. Hal ini menurutnya, telah membuat
BPM/dwa
GOR - Kondisi GOR Nusa Penida yang tak terawat setelah tercium bau korupsi.
GOR Nusa Penida menjadi mangkrak tak terawat. Menurut Wayan Baru GOR tersebut harus memiliki kepastian hukum agar bisa dianggarkan pembangunan selanjutnya. Apalagi GOR satu-satunya di Nusa Penida ini sangat dibutuhkan masyarakat Nusa Penida. “Saya mendorong Kejari Klungkung agar dapat menyelesaikan kasus ini secepat mungkin,” tuturnya. Hal serupa juga disampaikan Ketua Komisi I DPRD Klungkung Komang Suantara yang telah melakukan pengecekan kondisi GOR Nusa Penida, Selasa (24/5) lalu. Pihaknya meminta agar Pemkab Klungkung dapat berkoordinasi dengan Kejari Klungkung untuk melanjutkan pembangunan GOR tersebut. Pasalnya, akibat kelanjutan pembangunan dihentikan, kondisi GOR Nusa Penida menjadi terbengkalai. “Kami harapkan Bupati Klungkung bisa melanjutkan GOR yang mangkrak ini,” sebutnya. Perlu diketahui, pekerjaan GOR Nusa Penida yang dilaksanakan secara swakelola melalui dana hibah/bansos ini sebelumnya terindikasi menyebabkan kerugian negara Rp 1,5 miliar. Namun untuk mendapatkan angka pasti, diperlukan hasil pemeriksaan dari BPKP Klungkung. GOR Nusa Penida dibangun sejak tahun 2009. Pembangunan GOR Nusa Penida tidak hanya menggunakan dana pusat, namun juga dibantu dari pemprov dan APBD Klungkung dengan total dana sekitar Rp 2,2 miliar. Pemkab Klungkung sendiri diketahui mengglontor dana sekitar Rp 500 juta untuk melanjutkan pembangunan GOR Nusa Penida. Namun sayangnya pelaksanaan pembangunan Gor Nusa Penida tidak berjalan tuntas sehingga kondisinya menjadi mangkrak sampai saat ini. (dwa)
Denpasar (Bali Post) Dalam rangka memperingati hari tanpa tembakau/rokok sedunia (world no tobacco day) yang jatuh setiap tanggal 31 Mei, sejumlah mahasiswa Kesehatan Masyarakat (KM) Unud melakukan aksi damai turun ke jalan dan teatrikal pada Sabtu (28/5) kemarin di Catur Muka, Denpasar. ‘’Sampai saat ini secara global, Indonesia masih dalam situasi terbelakang dalam pengendalian bahaya rokok,” kata Made Kerta Duana, MPH., Ketua Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Bali. Hal itu lantaran, Indonesia belum meratifikasi kebijakan framework convention on tobacco control (FCTC) sehingga upaya-upaya yang semestinya dilakukan belum diterapkan secara maksimal. Contohnya, cukai masih rendah dibandingkan negara tetangga, yaitu 40 persen sehingga harga rokok di Indonesia paling mahal Rp 20.000, sedangkan di negara lain mungkin sudah mencapai Rp 100.000 - Rp 200.000, sehingga masih perlu didorong. Contoh lain, tentang PHW (pictorial health warning/ gambar bungkus rokok). Bungkus rokok seharusnya menunjukkan kebenaran rokok, bukan
sebagai media promosi rokok melainkan media promosi bahaya rokok. Namun, ruang PHW masih minim, baru 40 persen sedangkan target 90 persen bungkus rokok berisi promosi bahaya rokok. “Itu baru sesuai standar internasional,” tandas koordinator Bali Tobacco Control Initiative (BTCI) Prodi KM Unud itu. Bahkan, ada gambar bungkus rokok yang kontradiktif, mendorong orang untuk merokok seperti gambar tengkorak dan orang merokok. Kata dia, memang banyak faktor memengaruhi orang merokok, tapi faktor iklan yang paling mungkin dikendalikan ketika pemerintah memiliki keberpihakan terhadap kesehatan
masyarakat atau generasi yang lebih sehat. Selain itu, masalah lain yang belum diperhatikan adalah belum serempaknya pelarangan terhadap iklan rokok baik pada media luar ruangan, media elektronik, maupun lainnya. “Khusus untuk media luar ruang, merupakan kewenangan daerah sehingga itu yang kita dorong, beberapa daerah sudah tapi seharusnya semua daerah serempak bersama-sama,” ujarnya. Namun, diakui Kawasan Tanpa Rokok (KTR) Bali sudah paling bagus, baik secara regulasi maupun implementasi. “Kita sudah baik namun perlu sustainable dalam penegakannya,” imbuhnya.(kmb42)
BPM/kmb42
AKSI - Aksi damai mahasiswa KM Unud dalam rangka hari tanpa tembakau sedunia di Catur Muka, Denpasar, Sabtu (28/5) kemarin.
Minggu, 29 Mei 2016 05.52 Mars Indonesia Raya 05.54 Mars Bali Jagadhita 05.56 Lagu Ngastitiang Bali 06.00 Puja Trisandya 06.05 Dharma Wacana 06.35 Seputar Bali Akhir Pekan 07.35 Sehat & Bugar 08.05 Klip Anak 08.35 I Got It Gong To School 08.45 BCTTV 09.05 Taman Sari TK Widya Dharma Sastra (1) 09.30 Belajar Menggambar
10.05 Education On Bali TV 10.30 Pelangi Kehidupan 11.30 Dunia Otomotif 12.00 Dharma Wacana 12.30 Traventure 12.45 BCTTV/Gli, pse Of The Island 13.00 Wirasa 13.30 Lejel Home Shopping 14.30 Tembang Bali 15.30 Education On Bali TV 16.05 Dialog Interaktif Harmoni Bali 17.05 Dunia Kita 17.30 Gita Shanti
SS. Dharma Niyama Gita (2) 18.00 Puja Trisandya 18.05 Seputar Bali 19.00 Banjar Bali Quiz (BBQ) 19.30 Kris (Kriminal Sepekan 20.00 Lintas Mancanegara 21.30 Sekilas Berita 21.35 Ajeg Bali 22.00 Sekilas Berita 22.05 Lila Cita Calonarang Eranging Twas I Gede Basur ‘’Poh Gading’’ (3) 23.05 Solusi Alternatif Herbal Putih 00.00 Closing
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
0LQJJX :DJH 0HL
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya +PHQTOCUK RCUCPI KMNCP 6GNGRQP : Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) : (021) 5357602 - Fax : (021) 5357605 - Iklan Still Store di Bali TV : Rp 200.000,- (10 x tayang) z Jakarta : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) - Runing Teks Bali TV : Rp 50.000,- (5 x tayang) z Mataram : (0370) 639543 tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus - Denpost Paket : Rp 165.000,- (10 x muat) z Denpasar : (0361) 225764 (hunting) e-mail:iklan@balipost.co.id 66 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita - Bisnis Bali Paket : Rp 82.500,- (10 x muat) z Surabaya : (031) 5633456 z Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau VISA z Email: pembacabalipost@gmail.com z Layanan Pengaduan: HP: 081 139 62168, Pin BB: 55c8e021 z Discount Up to: 10% Pembayaran dgn Kartu Kredit BNI Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! z Tarif iklan Mini/Baris z Iklan Peluang Emas
Dbthkn marketing BerpengalaDcr Pembantu untuk di Cr 2PRT+1B.Siter Gj1,8Jt Tdr Bth Sgr Staf Design Grafis, man Waiter/Waitress&Cook Helper Batubulan Hb.Gusti 08123806901 Dalam081999776071/082237496717 Admin & Akunting,Manager Resto A.BP.153.05.16.0002438 B.BP.135.05.16.0001334 lamrn:Sea Safari Cruise, Jl.Pel. Email CV:nexky1975@gmail.com ***Looking for Waitress Dcr Tkg Sablon+Srbtn garment A.BP.001.05.16.0001964 Benoa/hrd@seasafaricruises.com Experience and Good English Jl.Patih Nambi 7A 085103008088 Bth Therapist Bs Pedi&Medi, A.BP.001.05.16.0002129 A.BP.001.05.16.0002377 Send CV to Nirvana Restaurant Gel,Woxing Hub:087761506999 A High-End Furniture Company A.BP.001.05.16.0002300 Laksmana ST 50B Seminyak in Bali Requires:Senior Office CV.Dwipa Bali Solution,Grosir A.BP.001.05.16.0002331 Mng:Customer Service Skill & & Retail Elektronic cari: staff PMA Kerobokan Cari Tukang Office Management.Self MotivaAdmin,Sopir,Bag.Umum.Jl.Gn.BaKayu,Resin,Pengalaman Min.2Th, Usia Max.30Th Hub.081999124361 ted and Hardworking.Excellent tukaru No.80 Dps. 081238235633 B.BP.141.05.16.0001319 Communication Skills in Eng & Email:onedwipa@gmail.com Agen Tunggal Lem G Speed Bond+ A.BP.001.05.16.0001876 Bahasa:Written and Spoken. Amplas Mencari Marketing Cari GA/Umum,min D3/S1 Sim A/C Min.5 years Exp.in the field P/W,085205114331/081999077155 Pglmn Krj Prshaan Konsltn Arsior High-End Industry. recruitm A.BP.001.05.16.0002281 tek/Kontraktor.Kuasai Komputer entbaliagency@gmail.com Bs Beradaptasi&Komuniks DgBaik B.BP.004.05.16.0001228 Apoteker (pny STRA) utk Aptk Mampu Krj Dlm Teknan &Teamwork KrisnaFarma(Segera)08155770309 Email:indobali.propertindo.pt@ A.BP.001.05.16.0002318 gmail.com Bth Cpt Waiter/ss/Barista Pglm B.BP.154.05.16.0001321 utk Legian 27 Cafe Jl.Legian Cari Pengawas Lap.min STM BaGaji Besar Hub:081311108874 ngunan/D3/S1 Teknik Sipil,SIM C, A.BP.001.05.16.0002380 Maks 40Th,Pglmn Krj Prshaan Bth Krywn/ti Utk Barber Shop Konsltn Arsitek/Kontraktor,Kuasai & Salon yg Brpglmn Pangkas Komputer bs Baca Gbr Email:indo Rambut,Penata Rambut/Stylish/ bali.propertindo.pt@gmail.com B.BP.154.05.16.0001315 Pijat&Mani/Pedi,Bs Bhs Inggris Cr Staf L/P Sgr Jjr&Rjn Hb:Sandra 081338767616 Hub.081236960282/087862020929 &Lgs Interview Jl.Kerobokan B.BP.154.05.16.0001265
A.BP.001.05.16.0002245
Cari Site Manager,MinS1 Teknik Sipil.SIM C,Maks40Th,Pglmn Krj Prshaan Konsltn Arsitek/Kontraktor.Mengerti Detil Konstrksi/ Instalasi ME,Civil&Krj Lapangan Email:indobali.propertindo. pt@gmiail.com B.BP.154.05.16.0001320
Cari Team Leader utk Kino Gj Menarik Memiliki Jiwa Pemimpin Hub.081236840294,CV Bw ke Jl.By Pass Ngurah Rai No.88 PT.Rama Indonesia Bali A.BP.001.05.16.0002430
Cari Terapist/W Ahli Balinese Massage&Kasir/W H.081238136879 A.BP.001.05.16.0002267
Dbthkn:Dokter Umum,Apoteker, Staff Akunting,Administrasi, Satpam,Sopir,Serabutan.RSU Graha Asih Jl.Bypass Ngurah Rai 33x Kuta Bali A.BP.001.05.16.0002421
Dcr Admin SMK Informatika(PR), SMK Teknik Gambar Bang(Laki)bs Excel&Word Lam ke CV Karya Gedong Jl.Tk.Musi 7X Renon A.BP.001.05.16.0002412
Dcr Admn MinD3,Office Boy/Girl 427575/hrd.dadijaya@gmail.com B.BP.001.05.16.0001195
Dcr Beautician utk Praktek Dokter Kulit Hub:08976778714
EmailCV:villasanur@mail.com A.BP.001.05.16.0002271
B.BP.154.05.16.0001266
Cr Helper Tkg Ptong Garmen,Tkg Bersih2 Villa Hub:081805503545 A.BP.153.05.16.0002437
Dbt sgr Tng Garden u/di Hotel Jl.Diponegoro 51 (0361-247111) A.BP.001.05.16.0002097
Dbthkn Segera Cook Helper, Waitrer/ss, Cashier min SMK Purchasing officer(Diploma) CV to hrdkzu@gmail.com B.BP.004.05.16.0000154
Dbthkn Sgr Marketing P/Max40th SMU,Pglmn Mkt Oli,Ban/Velg, spr part Mbl,Kmnksi&Negosiasi baik Ulet,Pkrja Krs.CV Krm:Tkd Badung 20X/kev_pjs23@yahoo.co.id Hub.4747476 Panca Jaya Setia A.BP.001.05.16.0002397
Dbthkn Staff L/P+Sopir Laundry Gj awl 1,6Jt Br Taman Krobokan Kelod Badung,Kuta T.0361732006 A.BP.001.05.16.0002385
Dcr Tng Cetak Offset:Oliver 52 &Toko 82&Sopir,081338576310Sgr A.BP.001.05.16.0002221
Dicari PRT untuk Daerah Kuta Berpengalaman Tinggal Dalam Gaji 1,5Jt SMS 0811399739
A.BP.001.05.16.0002411
Dcr:FO,HK,Waker(Klhrn Thn’90 Keatas) Puri Asih Hotel Jl.Pantai Kuta 40 Kuta A.BP.001.05.16.0002420
Dcr:Mnager Rest,Senior Chinese Cook,Design Grafis,CV Krm ke Gubuk Makan Segara Bambu Email:Ayu_sarita900@yahoo.com A.BP.001.05.16.0002403
Dibthkan Senior Purchasing min D1,pnglm 1th Kitchen Equipment /Dikontraktor,T.710948 e-mail: acct.spv.dintara@gmail.com
B.BP.154.05.16.0001314
Dicari:Tukang Potong & Koki ChineseFood Restaurant Hub:081236920688/Mutiara Super A.BP.001.05.16.0002393
Dicari Staf Toko Wnt bhs Cina Our company develops & manages gaji Menarik Hub.083119954411 boutique resorts looking for A.BP.001.05.16.0001993 sales and marketing coordinator PT.Astrindo Membthk:Kpl.Admin Real estate experience and Staf Gudang;OB Peglmn 1th capable in preparing sales and Kr CV:salesbali@astrindo.co.id presentation material. Jl.TukadBaritoTimur IV No6 Dps Please send your Cv to B.BP.001.05.16.0001215 sales@kuraresort.com Dicr Waitress,Cook,Security B.BP.004.05.16.0001173 Bw CV Ke Arena Pub&Rest.Jl.By Perush Berkmbng Mmbthkn Pass Ngr Rai 115 Sanur 287255 Sales Project Electrical A.BP.001.05.16.0002157
Pengalaman lebih Diutamakan Dicr: Cost Control,QS,Skretaris, Fas:Gj Pokok+Insntif Adm HRD,Acc Spv Min:S1 (ST/ Lam Lgs Jl.Buana Kubu 88C Arsitek/Sipil),PelaksanaMin:STM (0361-490025) Bang/Msn Ex.Min:3Th u/Persh Kon- Bnjr Buana KubuA.BP.001.05.16.0002394 traktor Hb:082339930603 Email Prefab Wooden House Company B.BP.004.05.16.0001229 medjien.mataharibali@gmail.com in Jimbaran Required:Quantity A.BP.001.05.16.0002277 Dibutuhkan Segera Admin Wanita A.BP.001.05.16.0002164 Dcr Karyawati Spa Brpengalaman Surveyor,Must have University Mahir Komputer Hub: Famous Coffe Shop in Seminyak Umur 25-30Th Hb.081238162024 08113867250/081999407947 degree in Engineering,Speaks Area is Looking For Head Chef A.BP.001.05.16.0002414 fluent English and have good A.BP.001.05.16.0002418 Barista&Engineering,Energetic, Dcr Krywn u/Admin basic Accou- Dibutuhkan Tukang Sablon dan Communication Skills & be well Responsible & Team Work, ting (SMK/S1)Pnglm 1Th Design Graphis Freelance Kaos Presentable.Call:0361-8472101/ Send your CV & Resume to: bawa lamaran ke Jl.Gatsu I/VII Hub:08113867250 Email;gjwleonard@yahoo.com golfrid@revolverespresso.com No.3B Gatsu Tengah Denpasar A.BP.001.05.16.0002419 B.BP.004.05.16.0001301 or CP:082247237222 Hub.03618449784 Dibutuhkan sgr FO Bhs Inggris Property in Sanur Looking for B.BP.145.05.16.0001240 A.BP.001.05.16.0002301 dan Gardener kirim CV&Lam anda Listing Agent Staff,Speak EngHotel Sales&Operation Manager Dcr Krywti Laundry Pnglmn bs ke info@liyerhouse.com,974092 lish(Writting&Oral)Salary Start Gj 6-8 jt/Bln,SMS 08113888038 Bw Mtr SMS.08113957558(Panjer) B.BP.001.05.16.0001169 from 3 Million 0361-9381372 A.BP.001.05.16.0001953 A.BP.001.05.16.0002396 A.BP.001.05.16.0000997 Dibutuhkan! Spa Therapist utk Looking SPG For Boutiques in Dcr PRT Gj Awal 1Jt Sgr Room Maid/Cleaning Service Abing Resort Tegalalang: 4 org Maldives Country 18-28 yrs old 081933047628 Laundry Hub.754791/763102 (Wanita)Tdk perlu pengalaman, Fluent in English,SalaryUS$500 B.BP.004.05.16.0001311 B.BP.154.05.16.0001313 dapat pelatihan,karir bagus & Dcr PRT Wnt Jujur/Rajin u/Prbd After Completion of Probation Sopir SIM A Usaha Supplier,ada Gaji menarik!Kirim Lamaran ke Usia Max 25Th Hub.081999492582 Contact Ms.Ketut 08123890647 Mess,Rajin,Jujur, 081237117227 A.BP.001.05.16.0002431 Jl.Bypas Ngurah Rai Sanur 101 CV to:reyyy_2003@yahoo.com B.BP.004.05.16.0001306 Dcr Receptionist,Therapist A.BP.001.05.16.0002305 /Kumara Sakti Jl.Suweta, Ubud Travel Perlu Sopir/Admin/ Telp: 081916376414 email:hrd@zenbali.com/T:289752 Luxury Spa Manager & Ast Mngr Reservasi Exp.Min.1Th Krm CV: A.BP.001.05.16.0002415 B.BP.145.05.16.0001234 Sanur.Fulltime position,female indohavens@gmail.com/T.287555 Dcr Sgr Acc E-Com&Villa Dicari Editor Video Wedding/ required to run 7day operation A.BP.001.05.16.0002241 Hub.087761881062 Prewedding Menguasai Adobe with 30staff.Must be able to We Are looking for Receptionist A.BP.001.05.16.0002388 Premier Hub.081337801239 handle pressure &have similiar with Qualification:1.Fluent Dcr Staf u/PAUD/TPA Wanita min A.BP.001.05.16.0002410 experience Starting Salary 8 in English 2.Friendly,3.Located SMA,usia max 30Th Krm CV:Jl. Dicari Kary FO:Penampilan mill Manager,4mill Ast Manager at Saba Beach Ketewel. Badak 2 No.1A T.081337749232 Menarik.Lam Lgsg Bw ke Poppies A.BP.001.05.16.0002306 PM plus commission dependent Please send your CV to: Cottage, Jl.Legian, Poppies I/6 on performance Send resume to accounting_bhr@atruebalineseex Dcr Staff Accounting T.485849 Telp.751059 delma@aromasparetreat.com perience.com/081338336898 E:cvasri@dps.centrin.net.id A.BP.004.05.16.0002092
Dcr FO Pria,Engineering u/ Cari Tk.Patrun u Garment,Gaji Memuaskan,THR,Ct,5Hr Kerja Hub. Hotel di Kuta Hub.087860355476 B.BP.154.05.16.0001312 PT.MGBR 8475824/081339628338 Dibthkan admin/teknisi CCTV A.BP.001.05.16.0002341 Jl.Nangka Slt 08113973030 Cari Villa Manager Cr Cook Pnglman/Lamaran Lngsng ke Pad Bar&Grill Jl.Legian 162
Dcr waiter/waitress sacred Ground Jl.DobelSix Legian,0361730 961,info@sacredgroundbali.com
A.BP.001.05.16.0002363
A.BP.001.05.16.0002275
Dibthkan Terapis Spa Wanita Pengalaman.Canggu & Seminyak Hub:081237462003
B.BP.004.05.16.0001299
B.BP.154.05.16.0001267
A.BP.001.05.16.0002284
MOBIL - MOTOR PROPERTY RUPA-RUPA Bali Post DAIHATSU
Ayla X’13Slvr,Karimun GX’05 Htm udio,Smua AsBali 085101783994 A.BP.001.05.16.0002423 HONDA
Jazz VTec’05 Silver Manual Oris Istmw 107,5Jt,08123964757
Jual Swif’2011 Khs Pmk Telp.081339302606
Yaris TRD Sportivo’2012 Akhir BUC Djl Rmh 2Lt LT 1,6A Jl. Jual Rmh Dpn Citraland T75/100 Ptih VR18 DK Istw,081999931091 Bedahulu XII/20.082147249467TP 3KT 2KM H.750Nego H08563730223
A.BP.001.05.16.0002368
Karimun’99 IjoMet V.Radial 54Jt P.Saelus2Kamboja7/085101850689 A.BP.001.05.16.0002442
B.BP.164.05.16.0001324
Alphard ASG Thn’06 Facelift Hitam Hub.081805424884
A.BP.001.05.16.0002409
BUC Jl Rmh Bgs Siap Huni LT.2A KT4,KM2 680J Tbn,081337654929
A.BP.001.05.16.0002203
A.BP.169.05.16.0002075
A.BP.001.05.16.0002435
Kost Lt2/12 kmr LT.2,75A Jl.Imbo G.Ulundanu 6 H:081238441212 A.BP.001.05.16.0002295
Alphard V300’07 Htm asDK OrCat BUC Rmh 1,10A Prm GrhaliaBuduk Rmh Baru Mnmls 110/100 2Lt,3KT Mbl Simpnan&Istw H.08124680888 575Jt,087860086488/08123912049 Jln.Lebar Penatih,081804020406 A.BP.001.05.16.0002441 Range Rover Evoque’12 Pth VR20 B.BP.001.05.16.0001197 A.BP.001.05.16.0002390 A.BP.001.05.16.0002426 Stream’03 Htm Mnual Oris 87Jt KM17Rb Istmw,085737180911 Krdt Avanza Veloz’12 Dp 20Jt Sisa BUC Rmh Baru 3KT 2KM Sasih Rmh H.Wuruk 50m Sltn B.Bakery B.BP.164.05.16.0001323 P.Saelus2Kamboja7/085101850689 teken Jl PKawe 44A dpn AlfaMart Batubulan Pemilik 081999072040 Bunga Rama Residence T.145/130 KIA A.BP.001.05.16.0002443 A.BP.001.05.16.0002425 B.BP.135.05.16.0001333 081337329788 Pak Made BUC Jazz IDSi Th2004 Silver Jl. Picanto’06 Slvr, AsBali, Visto’01 Fortuner GLux’12 Bensin AT Htm BUC Rmh Lt2 1,75A Jl.SedapMalam A.BP.001.05.16.0002362 Katrangan Gg.12/4 081936005066 Cream Audio 085100584428 VR22 Bs Tukar,087860856999 Prbd Gg.Pakis No.18 1,250M, Rmh LT2 LT117m2 LB90M2 3KT,2KM A.BP.001.05.16.0002256 A.BP.001.05.16.0002424 B.BP.141.05.16.0001317 087860086488/08123912049 Minibar Padang Udayana 1,7M Dijual Mobilio RS Matic tahun MERCEDEZ A.BP.001.05.16.0002391 Nego H. 085238063577 DIJUAL MOTOR 2015 silver Hub:081337799919 Mercy S350’2008 Htm asDK OrCat Dijual Rumah Baru T.36/100 A.BP.001.05.16.0001889 B.BP.801.05.16.0001304 KAWASAKI H.08124680888 Beranda Bukit Jmb 081933057010 Rmh Ls Tnh 1A Ls Bgn 70m2 Prm Jazz RS MMC’13 Putih Manual As Mbl Simpnan&IstwB.BP.001.05.16.0001196 A.BP.001.05.16.0002335 Dijual Mtr Kwsaki Ninja’13 Mudutaki Jl.Mudutaki VI Kav 7 Bali Mulus,085737180911 TT/Krd Dijual Rumah Perum Puri Gading Tegal Jaya Dalung,081236530883 w.orange As Dps H:081338607822 TOYOTA B.BP.164.05.16.0001325 A.BP.001.05.16.0002382 Jimbaran Bali LT:162/LB:106. A.BP.001.05.16.0002253 Agya G’14 AsDK Putih+ ISUZU YAMAHA Hub:0819 1643 4746 Rmh Type 54/200m2 Perum Nuansa H.082144723168 2 Panter Sporty 94 yg Nwr 39Jt Karimun’04HitamA.BP.153.05.16.0002329 B.BP.031.05.16.0001239 Tjampuhan Saba H:087861341056 Vixion’10 Merah Nego Pemilik Kbl Tbn Subamia 087860090871BU A.BP.001.05.16.0002186 Avanza G’09 Hitam AsliBali Langsung TP Hub:081999606002 Dijual Rumah baru T.45/96Perum A.BP.167.05.16.0002375 A.BP.001.05.16.0002270 Graha Candra Asri 081933057010 Cat Orisnil Mulus,081238451971 DISEWAKAN RUMAH A.BP.001.05.16.0002337 SUZUKI A.BP.001.05.16.0002439 Dikont Rmh dijl Pemelisan SuDjl Rmh Hrg Miring Renon&Gatsu Splash GL Th’2011 Terawat Kjg LGX’97 Biru VR17 Mulus DIJUAL RUMAH wung Batan Kendal 081337969904 Strategis Hub.081338197238 DK Tgn I,Hub.0851 05 05 2880 Full Variasi 73Jt, 081239600292 !Rmh 1Are 2KT 1KM Jl.6m Lingk A.BP.001.05.16.0002371 A.BP.001.05.16.0002273 B.BP.164.05.16.0001322 A.BP.001.05.16.0002440 Bule Canggu Brawa 087862034169 Djl Rmh T160/121 Drupadi XVII Dikont Rmh Lt2,2KT+1RT+KM+Dpr APV GX’10 AsDK Slv Tgn1 OrsCat Over Krd Avanza New E’2013 B.BP.166.05.16.0001328 Jl.Buru III/22 Dps Hubungi No.14X Renon Hub.08123621083 MulusGres 106JtNg,085100812191 AirBag UM35Jt,085100856999 Prbd Dijual Rmh SHM LT133/LB 150m2 A.BP.001.05.16.0002266 Hp.081934388375/03618478893 A.BP.001.05.16.0002422 B.BP.141.05.16.0001316 3KT 3KM Jl.Cargo Indah III A.BP.001.05.16.0002303 Rmh br Jl.IB Mantra Ketwel Lt2 Rush Putih Matic Th’12 Plat BU APV Lux’2014,Putih Pribadi Perum Tulip Garden No.4 Dps Kont Rmh2Lt 3KT 2KM JlAkasiaXVI 3KM,3KT,Grs 3Mobil 2Are View AsDK Bali-Dps BU,081246073194 Hp:08123838346 Hub.082111828159 maaf TP Pantai Dpn Hardys 081999679099 /10 TjgBungkak Hp08123860052 B.BP.004.05.16.0001305
KONTRAKTOR
JEEP
B.BP.141.05.16.0001318
DIJUAL MOBIL
A.BP.001.05.16.0001572
DIJUAL MOBIL
A.BP.001.05.16.0002296
DIJUAL MOBIL
A.BP.001.05.16.0001805
Dikontrakan Rumah luas Tanah 200m2 Bangunan 20x7m,Jl. Rembulan G.II/5 Listrik 1300 Hub.082 147 270 938 A.BP.001.05.16.0002373
Rmh 3KT,2KM,Garase,Dapur Jln Gandapura Dps H.081239440300 A.BP.001.05.16.0002285
!Djl Tanah 90m2 Klp Gading Residen GTT Dalung 087860112490 B.BP.166.05.16.0001330
BUC 1A 170Jt/A Jl.Psekan Gg.Bt. Ngonjol Bt Bulan 085935245558 A.BP.001.05.16.0002429
BUC 1Are Siulan Penatih 2Are Goa Gong SHM 081999072040 B.BP.135.05.16.0001332
Djl Tnh Pecatu Uluwatu 4-12A view laut 300jt/A 082147247139 A.BP.001.05.16.0002166
Djl Tnh TP.269A Sumberkima Singaraja Hub:082145987078 A.BP.001.05.16.0001556
Jl Tnh 2,5Are Jln LC 8 mtr Jln Kusuma Bangsa VI 081339584863
A.BP.001.05.16.0002433
A.BP.014.05.16.0002386
B.BP.004.05.16.0001282
A.BP.014.05.16.0002387
BIRO JASA
SERVICE
A.BP.001.05.16.0001736
Tnh 3,75A Jl.Bukit Indah IV Timur RS Pramasidi 0811398154 A.BP.001.05.16.0002197
A.BP.167.05.16.0002376
DIJUAL TANAH Dijual Tnh 1,5 Are lok 50mtr Jl Tnh 3A Pusat Kota,Cck u/Gdg Tanah Msk IBM Ketewel H.081237447307 Usaha,Ruko,Ofc,081999158596 A.BP.001.05.16.0002369 B.BP.004.05.16.0001310 Kavling Murah 185Jt@Are Pering Dijual Tanah 30A TP Jual Tnh 8Are Renon Dwi Madri 1 Tojan Gianyar Hub.081246613444 LD 28m LB 30m 081239964448 Plaga Hub:082145987078 B.BP.141.05.16.0001262 A.BP.001.05.16.0002404 A.BP.001.05.16.0001557 Tnh Kav 1,25A SHM Lok.Kwanji T .Kav L.1,5 s/d 3,5 Ar sdh ponDijual Tanah 87,5Are.Telaga H.525JtNg(Global)H.08123890466 Pupuan Pemandangan Gunung, dasi lok.Mengwi H:081246387368 B.BP.164.05.16.0001327 A.BP.001.05.16.0001894 Djl Tanah 14,30Are Lok.Petang Pinggir jln Aspal Hrg.15Jt/A Tanah 1 Are Jl.Klaci Gg.Mawar2 Badung Pinggir jln,08123890466 Pemilik Sendiri,081337466778 B.BP.164.05.16.0001326 A.BP.001.05.16.0002379 Celuk 350Jt Nego 085737249339 A.BP.001.05.16.0002366 Djl Tanah Dalung Cempaka 2,5A Djl 22A Jl.5m Hotmix hook aspk Tanah Ketewel Luas 1Are H260Jt Pinggir Jl 850Jt/A,08123890466 Perumahan Lingk Villa PembayaLuas65 H200Jt Tlp:085738452864 B.BP.164.05.16.0001329 ran bs dibicarakan lok.blakang A.BP.001.05.16.0002283 Murah Jl Cpt Timur Puspem Bdg Koramil BPG Hub:081805389458 Tnh 5A Jln Utma Abianbase-Cica 1-2A Jl5m Pav.081337332121Nego A.BP.001.05.16.0001970 475Jt,087860086488/08123912049 A.BP.001.05.16.0002436 Djl Tnh Pd Galak hrg Miring A.BP.001.05.16.0002392 !!!Petitenget Dkt Pantai 2A, 5A Stratgs hub:081338197238 Tnh 1A,265Jt/Are BudukAbianbase Hotel Area SgtBgs 081338977777 A.BP.001.05.16.0002272 Jl6m,081237666809/081238920022 A.BP.001.05.16.0002432 A.BP.001.05.16.0001991 Jual Tanah Kavling Tegal Besar !!!Tnh 1Ha dkt Pantai Karma Kan- Negari Klungkung 085954186411/ Umalas TglCupek 5A,10A Pinggir dara View Laut***081246976068 Jln cck Bisnis***087770077777 082237972363 Seminyak 19Are View Sawah,Sdh Jual Tanah L.10,5A Tegal Besar diuruk Pondasi,Komplek Villa Negari Klungkung 081916244077/ 900Jt Per Are 081337479762 081236719585
SINGARAJA
Jl Tnh 11Are Grokgak Singaraja Hub:087860258777
A.BP.001.05.16.0002434
Ungasan Pggir Jln,Hook.SdhUrug Pondasi9,9Are,CckMiniMart,Link Vila,SklhIntrnsonl081237717999 B.BP.004.05.16.0001281
DISEWAKAN TANAH 15-20Th 7,5A Jl.Utm Bali Cliff 5min drPandawaBeach08123801701 B.BP.004.05.16.0001309
KONTRAKTOR AndaMembangun,Hub. KamiStudio Ngae Umah Murah H.085348750076 A.BP.001.05.16.0002268
RUPA-RUPA Atasi Rmh Bocor Grnsi&Renovasi Rmh.Pak Sefri 085100774702 A.BP.001.05.16.0002428
Ex Villa Bed 180& 120,Meja Mkn, dll Seminyak 087861995000 B.BP.004.05.16.0001300
PELUANG BISNIS Bisnis Onecoin,Modal3jt Income 50jt Plus HP/WA 08113801502 A.BP.001.05.16.0001006
Franchise IceCream Roll Hub:087860258777 A.BP.001.05.16.0001735
BIRO JASA
BIRO JASA
BIRO JASA
BIRO JASA
BIRO JASA
BIRO JASA
BAHAN BANGUNAN
INTERIOR
SPA
BIRO JASA
RUPA-RUPA
ALUMINIUM
BAHAN BANGUNAN
SPA
18
REKREASI
Minggu Wage, 29 Mei 2016
Pertanyaan MENDATAR 1. Berkenaan / bertalian dengan gempa bumi 5. Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Singkatan) 8. Udang kering 9. Tiru (Bali) 10. Peluang 12. Kaca gelap tembus cahaya 14. Kode rahasia 17. Semat (Jawa) 20. Dibalik : Tidak sama 22. Masukan 23. Pos (Inggris) 25. Nama lain untuk Kalimantan 27. Kuburan (Bali) 31. Terbit (Bali) 33. Makhluk yang berkelamin jantan dan betina sekaligus 35. Sudah tidak terpakai lagi 36. Campur (Bali) 37. Sejenis rusa, disebut juga Gazella Thomsoni 38. Keadaan dimana penyakit secara tetap ada di tempat-tempat tertentu
2
1
TTS Bali Post 3
4
5
6
7
8 9 11
10 12
13 14
20
25
15
21
16
17
18
22
23
26
27
28
30 33
19
24
29 31
32
34 35 36
SI CANTIK TAK BERSOLEK
37
SPT2016
Pantai Bama
MENURUN 1. Juru mudi kapal laut 2. Dibalik : Gedung atau kantor 3. Perwujudan santa maria dalam seni rupa sebagai ibu dengan kanak-kanak yesus 4. Daging tumbuh pada bekas luka 5. Tumor gelembung berisi cairan 6. Diulang : Rayap 7. Sumbat (Bali) 11. Tentara kita 13. Jenjang jabatan 15. Dibalik : Gugusan bintang yang bercahaya sangat terang 16. Dibalik : Silir semilir 17. Rombeng 18. Elok dan gagah 19. Panggilan untuk wanita dewasa 21. Hijau (Bali) 24. Gaun panjang 25. Kumandang atau gema 26. Tiga huruf sama 28. Memikul atau menahan (Inggris) 29. Memperlambat (inggris) 30. Dibalik : Solder 32. Ringkuk 34. Ragam, cara atau bentuk yang disukai pada suatu waktu tertentu
38
KUPON TTS No.248 Ketentuan Menjawab
Pemenang TTS No. 246
Jawaban di tulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 248 dan cantumkan identitas lengkap serta no telepon/Hp. Kirim ke Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 4 Juni 2016. Pemenang diumumkan pada Bali Post Minggu 12 Juni 2016. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang @200.000, dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga ( 2 dewasa + 2 anak ). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos.
Jawaban TTS No. 246 MENDATAR 1. Bra 4. Ercis 7. TST 9. Steak 10. Usia 11. Ibu 13. OTR 14. CKB 15 Pool 16. Owl 17. Bonar 18. Antre 20. GPO 21. Baiduri 24. Hidrant 28. Deflasi 32. Wangsit 34. Doi 35. Usaha 37. Absah
39. Van 40. Aula 41. Era 43. Toy 44. Aib 46. Enau 47. Abras 48. USA 49. Rikuh 50. SKS MENURUN 1. Bui 2. Asu 3. Pelor 4. Ekologi 5. Ceroboh 6. Sukla 7. Tic 8. Sakarin 12. Beo
15. PAUD 17. Babad 19. Nur 22. IMF 23. Res 25. Ida 26. Aas 27. Titah 29. Ekspres 30. Luh 31. Identik 32. Wilayah 33. Goba 36. Avtur 37. Alarm 38. Aki 42. Ana 44. Ass 45. Bos
1. I Putu Dedy Pratama Jl. Danau Buyan IV Gang III No. 2 Denpasar. 081916782299 2. I Wayan Kelaci Jl. Brigjen Ngurah Rai No. 59 Bangli . 089613503310 3. I Putu Indrawan Jl. Darma Wangsa 28. Semarapura Klungkung 4. Padmi Haryatni Jl. Larat No. 3 Gomong Mataram 5. Ratih Ida Ayu Br. Pasar, Desa Gumbrih, Pekutatan, Negara Jembrana 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar Nama : I Putu Arief C Alamat : TK Samuscaya Ketewel, Sukawati Gianyar
Pantai Bama
PANTAI Bama, ibarat kembang desa. Cantik alami tak bersolek. Suasana pantai yang alami menyiratkan kawasan wisata ini belum tersentuh investor. Wisatawan yang berkunjung, jangan berharap menjumpai fasilitas yang dapat mengakomodir keinginan wisatawan. Semua serba terbatas, karena kawasan pantai ini merupakan destinasi alternatif setelah wisatawan menyaksikan penghuni Taman Nasional Baluran. Ya, itulah kondisi Pantai Bama, sebuah pantai nan indah dengan pasir putih dan air jernih yang berada di balik eksotika Taman Nasional Baluran. Pantai yang berada di pesisir utara Pulau Jawa itu, kini mulai ramai dikunjungi wisatawan. Secara administrasi, Pantai Bama masuk dalam wilayah Kabupaten Situbondo, tetapi secara geografis, Pantai Bama lebih gampang dijangkau jika melalui Banyuwangi. Untuk sampai ke lokasi pantai, wisatawan harus melewati gerbang masuk Taman Nasional Baluran yang berada di Jalan Banyuwangi-Situbondo, Desa Wonorejo, Kecamatan Banyuputih, Situbondo. Dari gerbang Taman Nasional Baluran menuju lokasi Pantai Bama berjarak sekitar 8 km. Sepanjang perjalanan, wisatawan akan disajikan keindahan Taman Nasional Baluran, yang hijau di musim hujan dan terlihat gersang di musim kemarau. Sebelum mencapai bibir pantai, wisatawan dapat menikmati pemandangan sekumpulan banteng Jawa yang sedang merumput dari ketinggian menara pantau. Jika beruntung, beberapa hewan endemik Taman Nasional Baluran lainnya juga
kerap muncul, seperti kijang atau berbagai jenis unggas. Tiba di lokasi pantai, wisatawan akan disambut dengan kawanan kera abuabu ekor panjang. Pantai Bama, selain dikenal sebagai pantai dengan air jernih dan tenang serta hamparan pasirnya yang putih, ternyata juga menjadi habitat bagi sekawanan hewan liar, seperti kera dan berbagai burung langka endemik Jawa Timur. Keunikan Pantai Bama yang lain adalah lokasinya yang dikelilingi oleh tumbuhan mangrove. Berjalan ke barat menyusuri jalan setapak, wisatawan bisa menyaksikan eksotika tumbuhan mangrove dari dekat dengan menyusuri jembatan pandang. Ujung jembatan pandang yang teduh kerap menjadi lokasi bagi para pengunjung pantai yang ingin melakukan aktivitas memancing. Selain dikenal dengan berbagai keunikannya, Pantai Bama juga dilengkapi dengan beberapa fasilitas penunjang wisata, seperti kamar bilas, tempat makan dan istirahat, hingga penginapan dengan pemandangan pantai di depannya. Menurut pengelola Taman Nasional Baluran, Pantai Bama kerap menjadi destinasi wisata unggulan di
Situbondo dengan pemandangan matahari terbit dan pemandangan bawah laut yang menawan. Di mata beberapa wisatawan, Pantai Bama belum begitu dikenal. Santoso, wisatawan asal Kediri ini, misalnya tidak sengaja untuk menikmati keindahan Pantai Bama. Ia dan keluarga awalnya hanya untuk menikmati alam Taman Nasional Baluran, tetapi saat berada di Menara Pantau, petugas Taman Nasional menjelaskan adanya pantai yang tersembunyi di balik ribunnya pepohonan. Melihat potensi pantai maupun alam bawah lautnya yang eksotis, Pantai Bama mempunyai prospek untuk dikembangkan. Selain lokasinya yang strategis karena dengan mudah dijangkau dari Bali dan Banyuwangi yang selama ini menjadi pintu masuk utama wisatawan asing, infrastruktur untuk berkembangnya sektor pariwisata menjadi penting untuk diperhatikan. Yang tidak kalah penting lagi, meski alam dan pantai serta dunia bawah lautnya mendukung serta prospektif untuk dikembangkan, tetapi ‘gangguan’ dengan munculnya monyet yang usil akan sangat mengganggu wisatawan. (son)
Patung Siwa di Pintu Masuk Bali
SIWA – Patung Siwa Mahadewa di Gilimanuk kini menjadi ikon pintu masuk Gilimanuk.
TEPAT di ujung perbatasan barat Gilimanuk terdapat destinasi wisata baru yang bisa dinikmati. Adalah Taman Patung Siwa Mahadewa yang diharapkan menjadi ikon Jembrana ke depan. Sebagai pintu masuk jalur darat dari Jawa. Letaknya yang strategis berdampingan dengan pelabuhan seolah menyambut kedatangan masyarakat yang berkunjung ke Bali. Ditambah dengan pemandangan alam Teluk Gilimanuk yang terhambar di belakang patung. Sehingga mencitrakan bahwa para pengunjung sudah merasa di Bali. Secara spiritual, keberadaan patung Siwa Mahadewa yang dalam kepercayaan Hindu dikenal sebagai pamrelina (pemusnah hal negatif) diharapkan mampu menghilangkan aura negatif yang tak diharapkan masuk ke Bali. Patung Siwa Mahadewa sekaligus sebagai trademark atau ciri khusus yang mudah dilihat ketika orang luar memasuki Bali. Patung ini juga
dilengkapi dengan areal taman dengan beberapa bangunan bale istirahat di tepi Teluk Gilimanuk. Lahan yang dulunya nganggur, dibersihkan dan dibuka sehingga nampak jelas view Teluk Gilimanuk yang eksotis. Hamparan biru laut dipadu dengan deretan perbukitan hutan musim Taman Nasional Bali Barat (TNBB). Patung Siwa setinggi 22 meter itu nantinya menjadi ikon wisata baru di Gilimanuk. Terintegrasi dengan objek wisata yang lain. Seperti Karangsewu dan Museum Purbakala. Sejumlah spot menawan juga digarap di sekitar kawasan Pelabuhan ini. Tidak ada salahnya, ketika melintas mengabadikan momen dengan background patung ini. Selain itu di Gilimanuk juga terkenal dengan kuliner yang mendunia, Ayam Betutu Gilimanuk. Tidak terlalu jauh dari objek patung Siwa Mahadewa ini para pengunjung bisa menikmati ayam betutu Gilimanuk yang tersohor hingga di luar Bali ini. (olo)
19
Minggu Wage, 29 Mei 2016
Kembali Disidangkan Dari Hal. 1 Bahkan, dia sekarang kembali menjalani persidangan, walau pada 25 Mei lalu, masa penahanan habis atas perkara kompos. Winasa akhirnya dijebloskan ke tahanan lagi berdasarkan surat penahanan yang dikeluarkan ketua majelis hakim kasus bantuan beasiswa untuk Stitna/Stikes, Wayan Sukanila. Tak pelak, bupati yang banyak melahirkan ide brilian itu harus kembali meringkuk di sel. Atas kasus tersebut, Winasa yang ditemui awal pekan ini mengaku dirinya adalah korban politik. Winasa saat dimintai komentarnya mengatakan, kata Bung Karno, orang politik itu sudah biasa dengan penjara dan kuburan. Pun soal dilakukannya penahanan kembali oleh hakim, Prof. Winasa menyatakan pihaknya berlapang dada menerima. Namun di sisi lain, dirinya tidak merasa bersalah dalam kasus ini. “Saya harus menerima dan sudah biasa orang politik itu. Kata Bung Karno, orang politik itu sudah biasa dengan penjara dan kuburan. Saya merasa tidak bersalah,” ujarnya. Mantan pejabat lain yang dipenjara adalah Nengah Arnawa. Dia terpaksa harus meringkuk di penjara gara-gara kasus bansos pembangunan pura bernilai Rp 1 miliar lebih di sejumlah tempat di Bangli. Ada juga kasus bagi-bagi upah pungut PBB di Buleleng. Terpidananya adalah mantan bupati dua periode di bumi Panji Sakti. Dia adalah Putu Bagiada. Bahkan hukuman yang harus diterima terus merangkak naik karena di upaya hukum yang lebih tinggi, justru memberatkan hukuman Bagiada, dalam kasus bagi-bagi upah pungut. Yang menarik dalam kasus UP PBB, Kejari Bangli saat ini juga sedang menyidik upah pungut. Kasipidsus Kejari Bangli Bagoes Poetra mengatakan pihaknya sudah menetapkan dua orang tersangka yakni mantan Kadispenda Bangli (satu sudah pensiun satu masih aktif namun menduduki jabatan baru). Sejumlah pejabat dan mantan pejabat juga sudah diperiksa terkait kasus ini. Misalnya, Ngakan Kuta Parwata diperiksa selaku DPRD
Bangli. Dari Kota Serombotan, ada mantan Bupati Klungkung Wayan Candra yang dibui dalam kasus mark up pengadaan tanah Dermaga Gunaksa. Dari beberapa mantan bupati, sepertinya Wayan Candra yang dipenjara paling tinggi, yakni belasan tahun dan hartanya termasuk rumah mewahnya Puri Cempaka disita negara. Sedangkan pejabat di bawah bupati, sudah banyak juga yang dipenjara dalam kasus korupsi. Yakni, mantan Sekda, Kadis, bahkan PNS biasa yang ikut terlibat dalam kasus korupsi juga sudah ada yang diadili di Pengadilan Tipikor Denpasar. Sedangkan pejabat utama yang menjadi saksi di pengadilan tipikor juga sudah banyak, walau banyak mangkirnya pula. Bupati Gianyar, A.A. Bharata, dua kali dipanggil dalam kasus korupsi aset pemprov dan tanda tangan dirinya, tidak hadir di Pengadilan Tipikor. Wayan Geredeg juga beberapa kali tidak hadir dalam kasus pipanisasi, dan sejumlah pejabat lainnya. Tidak hanya di kalangan eksekutif, dari legislatif juga beberapa sudah dijebloskan ke dalam penjara. Catatan di Pengadilan Tipikor Denpasar, legislator yang dibui karena kasus korupsi ada Wayan Sukaja (mantan anggota DPRD Bali dan Ketua DPRD Tabanan), Suweca Antara DPRD Jembrana, Ngakan Putu Pramono DPRD Gianyar juga dari PDI-P. Secara umum, sudah ratusan perkara korupsi masuk Pengadilan Tipikor Denpasar, namun pejabat aktif setingkat bupati belum ada alias nol yang duduk sebagai terdakwa, apalagi dipenjara. Lantas, bagaimana dengan penegak hukum? Walau KPK saat ini heboh atas penangkapan hakim tipikor dan hakim ad hoc, serta panitera muda, namun khusus di Bali, belum ada bukti riil kalangan yudikatif “bermain” di ranah korupsi. Kecuali, staf pidsus Kejati Bali yang didakwa korupsi barang bukti penyitaan penyidik dari hasil korupsi. Dia adalah I Nyoman Budi Permadi. Dalam perkara ini, Aspidsus Kejati Bali (kini mantan) Putu Sudharma, sempat bersaksi di
Pengadilan Tipikor Denpasar. Dalam sejarah penanganan kasus korupsi, penegak hukum atau stafnya yang justru melakukan perbuatan pidana, hukumannya akan jauh lebih berat. Dan ini terbukti. Ya, Budi Permadi dipenjara selama 15 tahun. Bahkan karena dipastikan tidak akan mengembalikkan kerugian keuangan negara, maka pria yang mengorupsi dana barang bukti hasil korupsi itu akan dibui selama 19 tahun penjara. Potret ini tak jauh berbeda dengan Akil Mochtar yang melakukan korupsi hingga dibui seumur hidup. Yang menarik saat ini, selain pihak Kejati Bali membidik sejumlah kasus, seperti kasus Dermaga Tanah Ampo, pengadaan kapal ikan untuk nelayan, PDAM, pembagian PHR ke kabupaten seluruh Bali, Perdin Denpasar, Raskin Gianyar, sejumlah pejabat aktif sedang dibidik kejaksaan. Namun, jaksa tadi enggan bekomentar, siapa gerangan yang sedang diintip. “Pokoknya nanti pasti ada pejabat aktif menjadi tersangka,” bisik salah seorang sumber kejaksaan, yang enggan disebutkan namanya beberapa waktu lalu saat sidang di Pengadilan Tipikor. Soal tunggakan kasus, selain kasus yang sedang dibidik, ada kasus pipanisasi Karangasem. Walau tiga terdakwa sudah divonis yakni Arnawa, I.B. Oka, dan Imam Wijaya Santosa, namun mereka tidak ada yang dibebankan mengganti kerugian keuangan negara Rp 3,7 miliar. Memang, dalam perkara ini masih menyisakan sejumlah tersangka. Sementara Kasitut Pidsus Kejati Bali, Wayan Suardi, mengatakan bahwa kasus ini (terdakwa Imam Wijaya Sentosa) belum mempunyai kekuatan hukum tetap karena jaksa mengajukan upaya hukum banding. Yang terbaru, isu korupsi di republik ini, kemarin, Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK) menyebutkan ada 12 gubernur dan 26 bupati di Indonesia yang memiliki kekayaan tidak wajar. Sehingga PPATK mengusulkan agar dalam pilkada serentak nanti, PPATK diminta turut merekomendasikan terkait kekayaan calon kepala daerah. (asa)
Arah Selatan Dari Hal. 1 Tirta tersebut dicari Ida Pedanda Hender atas permintaan Raja Bangli kala itu. Perjalanan Ida Pedanda Hender dimulai dari arah selatan. Di sebuah tempat yang banyak terdapat tanaman sembung. Beliau melakukan tapa yoga semadi untuk bisa menemukan lokasi mata air yang dimaksud. Di tengah pertapaannya, tiba-tiba datang seekor babi berukuran besar. Dengan maksud menggoda pertapaan Ida Pedanda Hender, babi tersebut menggemburkan tanah yang ada di sekitarnya hingga membentuk sebuah gundukan menyerupai bukit. Namun aksi yang dilakukan babi besar itu keburu dilihat oleh pengiring Ida Pedanda Hender hingga akhirnya babi besar itu memilih untuk kabur. Karena gundukan tanah yang ditinggalkan babi besar itu bentuknya menyerupai bukit, maka oleh Ida Pedanda Hender lokasi tersebut kemudian dinamai dengan nama Bukit Buung. Selanjutnya, dalam pertapaannya kembali Ida Pedanda Hender berhasil menemukan lokasi mata air yang dicarinya. Beliau kemudian melanjutkan perjalanan ke arah utara hingga akhirnya sampai di lokasi mata air Sudamala.
Sejak adanya perjalanan Ida Pedanda Hender tersebut, masyarakat yang hidup di sekitar sumber mata air Sudamala kemudian membangun sebuah pelinggih kecil. Pelinggih tersebut dibangun di dekat pancuran Tirta Sudamala saat ini. “Para penglingsir kami kemudian sempat masesangi, jika tirta sudamala ini bisa mengusir hama yang menyerang tanaman mereka, maka mereka akan mendirikan pura di dekat lokasi tirta sudamala,” tuturnya. Benar saja, berkat tirta sudamala, masyarakat setempat akhirnya berhasil mengusir hama kera dari sawah mereka. Sesuai janjinya, masyarakat kemudian mendirikan sebuah pura yang dinamakan Pura Tirta Sudamala. Hingga saat ini, Pura Tirta Sudamala di-empon oleh masyarakat Banjar Sedit. Upacara wali di Pura Tirta Sudamala biasanya digelar setiap enam bulan sekali, tepatnya pada Anggarkasih Prangbakat. Sembilan Pancuran Tirta Sudamala memiliki 9 buah pancuran. Kesembilan pancuran tersebut mencirikan Dewata Nawa Sanga. Selain itu, ada dua pancoran lainnya yang tingginya sekitar dua meter yang diyakini sebagai pan-
glukatan widyadara- widyadari. Biasanya pancuran ini diperuntukkan kepada orang yang baru selesai menjalani upacara mepandes atau potong gigi. Kariyadnya mengatakan, selain memiliki belasan pancuran yang mencirikan dewata nawa sanga, tirta sudamala juga memiliki beberapa sumber mata air yang menyembul dari dalam tanah atau yang disebut toya kelebutan. Di Tirta Sudamala ini, ada dua toya kelebutan di utara dan timur yang bertemu dalam satu titik, air tersebut disebut toya campuhan atau toya penyeseh. Sebagaimana yang dipercaya masyarakat selama ini, toya campuhan ini berkhasiat untuk membantu pasangan suami istri untuk mendapat keturunan. Melukat di toya campuhan ini juga dianjurkan untuk wanita yang sedang hamil agar mudah dalam menjalani proses persalinan. “Konon kalau ibu-ibu hamil melukat di sini, akan mudah melahirkannya,” ujarnya. Namun, Kariyadnya mengatakan bahwa tidak semua wanita hamil dibolehkan melukat di sini. Hanya yang usia kehamilannya cukup tua yang boleh melukat di sini. “Kalau yang sedang hamil muda pantang untuk melukat di toya campuhan ini,” ujarnya. (ina)
Sebagian Besar Menolak Dari Hal. 1 “Masyarakat Bali sudah sebagian besar menolak reklamasi Teluk Benoa di berbagai wilayah pegunungan, pesisir hingga perkotaan. Sampai sekarang tidak pernah satu pun desa adat atau komunitas masif menyatakan mendukung rencana reklamasi Teluk Benoa kecuali kelompok-kelompok yang memiliki hubungan langsung dengan investor,” ujar Kordinator ForBali, Wayan Gendo Suardana, Sabtu (28/5) kemarin di Pantai Lovina, Desa Kalibukbuk, Singaraja. Gendo memaparkan kehatihatian pemerintah pusat dalam memberikan izin Amdal kepada investor menunjukkan adanya respons atas aspirasi masyarakat Bali. Izin Amdal investor memuluskan proyek reklamasi diakui Gendo tidak dikeluarkan pemerintah, sekaligus berimbas kepada tidak keluarnya izin pelaksanaan. “Kami tidak mengetahui apa pertimbangan Bapak Presiden belum mencabut Perpres 51 tahun 2014. Tentu ada pertimbangan hukum tetapi yang penting adalah rencana reklamasi Teluk Benoa tidak seperti dikoar-koarkan investor. Pemerintah cukup berhati-hati dalam meneliti permohonan izin Amdal dari investor. Artinya, proses reklamasi Teluk Benoa stagnan di tempat,” paparnya. Masyarakat Bali bersama ForBali akan tetap menghambat upaya investor termasuk langkah PT TWBI untuk memuluskan rencana pengurukan reklamasi dengan kedok revitalisasi di Teluk Benoa. “Kami akan berusaha menghambat semaksimal mungkin
dan sampai akan membatalkan rencana reklamasi Teluk Benoa. Kawasan Teluk benoa adalah kawasan konservasi dan investor berkehendak mereklamasi untuk mendirikan unit-unit bisnis pariwisata di atas tanah reklamasi sekaligus mengakumulasi modal usahanya. Kalau investor sampai sekarang berusaha mewujudkan impiannya maka rakyat Bali akan makin bersikeras mempertahankan dan memperjuangkan secara puputan Teluk Benoa,” paparnya. Sementara itu, Perbekel Kalibukbuk Ketut Suka mendukung gerakan Bali tolak reklamasi di wilayahnya. Ia sependapat aspirasi damai disuarakan generasi muda kini untuk keselamatan lingkungan di masa mendatang. Dampak keselamatan alam Bali bukan dipikirkan hari ini semata tetapi puluhan hingga ratusan tahun mendatang. “Kami ingin ada bentuk kepedulian atas kepekaan generasi muda sebagai generasi penerus. Kami sependapat bersama generasi muda yang sudah peduli kepada alam Bali,” kata Suka. Hal senada diungkapkan Perbekel Kaliasem Ketut Widana bahwa aspirasi anak muda Buleleng supaya didengar pemerintah. Ia mendampingi generasi muda di wilayahnya tidak mau terlena demi menjaga keselamatan alam Bali khususnya di Teluk Benoa. “Kami merapatkan dan mengumpulkan anakanak muda di Desa Kaliasem, menyuarakan aspirasi dengan tidak anarkis dan berhura-hura. Kami setuju dilakukan aksi ini demi keselamatan alam Teluk Benoa supaya bisa didengar pemerintah serta masyarakat luas,” tandasnya. (kmb34)
Rp120 Miliar Dari Hal. 1 Saat kemarau mereka langganan membeli air, bagi warga yang mampu membeli air dengan harga mahal. Proyek pipanisasi air bersih di Karangasem di antaranya pipanisasi air Telaga Waja dengan anggaran lebih dari Rp 120 miliar. Beberapa kali diuji coba, pipa kerap meledak di berbagai lokasi. Diduga, spesifikasi pipanya tak tahan dengan tekanan air, sehingga pecah, sampai menghancurkan aspal jalan raya seperti di Pidpid Kaler Dauh Margi. JTerbelit Kasus Beasiswa Pascalengser dari jabatan Bupati Jembrana tahun 2010 lalu, I Gede Winasa beruntun terjerat kasus korupsi. Sangat ironis memang, salah satu kepala daerah yang dikenal dengan ide-ide inovatifnya ini kini berada di balik jeruji besi. Kasus korupsi pabrik kompos ini menjerat Winasa dengan
hukuman penjara 2 tahun enam bulan. Semestinya pada akhir Mei ini, dia bisa merasakan udara bebas. Namun, rentetan kasus korupsi mengharuskan Winasa tetap menetap di hotel prodeo. Sejatinya masih terkait skandal kompos ini, ada kasus lain yang menjerat Winasa, yakni TPPU (Tindak Pidana Pencucian Uang). Beberapa kali penyidik dari Polda Bali melakukan pemeriksaan terhadap Winasa saat menjalani hukuman di Rutan Negara. Namun, ternyata kasus kedua yang menjeratnya adalah terkait beasiswa Stitna/Stikes. Mantan Bupati Jembrana itu bersama dua mantan Kadis Dikporaparbud di masa pemerintahannya, terjerat kasus yang ditangani Kejati Bali. Saat ini, persidangan kasus tersebut sedang bergulir. Termasuk Winasa yang tidak bisa keluar penjara lantaran kembali terjerat kasus lain ini. (bud/olo)
Kerugian Negara Dari Hal. 1 Mantan Kabid Humas Polda Bengkulu ini mengatakan kesalahan administratif memang tidak bisa dipidanakan, paling disarankan untuk diubah sesuai fakta. Namun, lanjutnya, jika kesalahan administratif tersebut menimbulkan atau mengakibatkan kerugian negara, itu korupsi dan harus diproses hukum. Sementara Kapolda Bali Irjen Pol. Sugeng Priyanto,
saat rilis akhir tahun 2015 mengungkapkan, penanganan kasus korupsi tahun 2015 melebihi target, bahkan naik 162 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penyidik Polda beserta jajaran menargetkan tahun 2015 sebanyak 16 kasus korupsi diselesaikan. Sementara melebih target yaitu 26 kasus. Sedangkan tahun 2014 target penanganan kasus korupsi 13 dan telah mencapai target. (rah)
Didukung Sekaa Teruna Dari Hal. 1 “Deklarasi Desa Pakraman Renon dengan tegas menolak reklamasi berkedok revitalisasi Teluk Benoa, dan cabut Perpres No. 51 tahun 2014,” tegasnya, yang disambut warga dengan menyuarakan tolak reklamasi seraya mengepalkan tangan kiri. Sementara Bendesa Pakraman Renon, Made Sutama, menyatakan, pergerakan penolakan reklamasi ini dilakukan Sekaa Teruna se-Desa Pakraman Renon, dan di-back up masyarakat Desa Pakra-
man Renon. “Untuk deklarasi tolak reklamasi besok (hari ini -red) tidak hanya sekaa teruna tetapi melibatkan masyarakat Desa Pakraman Renon,” ucap Sutama. Diungkapkannya, sesuai bhisama bahwa laut, sungai, dan gunung merupakan kawasan suci yang harus dilestarikan. Untuk itu, warga Renon Sabtu kemarin, serentak memasang bendera. Sementara Minggu ini, bersama paiketan Pasubayan dilakukan deklarasi diawali dengan persembahyangan di Pura Dalem Desa Pakraman Renon. (kmb)
balipost (136rb Like) http://facebook.com/balipost
MINGGU WAGE, 29 MEI 2016
@balipostcom (4.126 Follower) http://twitter.com/balipostcom
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Facsimile: 227418
TOKOH Memotivasi Generasi Muda Menggunakan ”BB Alus” DI peMENJADI asa nyuluh Bahasa nBali bukanlah sekadar ikutikutan. Ni Luh Yesi Candrika, S.S. bertekad emenjadi pehanyuluh Bahasa Bali (BB) langunaan taran penggunaan BB alus mulai mengalami degradasi terutama di kalangan generasi muda. Pengalaman mengajarnya membuatnya tertegun akan fenomena penggunaan BB alus yang semakin ditinggalkan generasi muda. Dalam keseharian, generasi muda memang masih menggunakan BB namun BB kapara/andap. Padahal, BB memiliki banyak tingkatan bahasa yang juga patut dipergunakan sebagai bukti budaya ketimuran. Seperti, penggunaan BB alus kepada orang yang tidak dikenal, kepada orang yang dituakan seperti orang tua, guru, dan kepada orang yang dihormati. Penggunaan BB alus juga diperlukan dalam rapat-rapat atau acara formal di Bali. Menurutnya, BB kapara/ andap akan tetap eksis 2050 tahun ke depan, karena yang menjadi permasalahan adalah BB alus yang mulai ditinggalkan penutur generasi muda. “Penyuluh itu kan untuk mengubah perilaku masyarakat dalam berbahasa yang telah mengalami degradasi dan pemakaian BB alus yang kurang,” ujarnya Sabtu (28/5) kemarin. Ia melihat memang BB alus masih dipergunakan para orang tua, namun generasi penerus penutur BB alus mulai berkurang sehingga menjadi kekhawatiran baginya jika BB
punah. alus p ““Anak-anak ketakuttan ketika menggunakan BB alus, permasalahannya di generasi m muda, maka da dari itu, penyul nyuluh BB itu bertug bertugas untuk memberikan motivasi kepada masyarakat untuk terus menggunakan BB, tidak hanya BB andap/ kasar, tapi yang terpenting BB alus,” tandas jebolan Sastra Bali, Unud itu. Candrika yang saat ini sedang menyusun tesis di prodi Linguistik Wacana Sastra itu juga memiliki visi dalam tugasnya sebagai penyuluh BB yaitu memperkenalkan dan memberikan pemahaman tentang penggunaan BB yang baik, cara pengucapan dan pelafalan BB yang baik, struktur kata dan kalimat yang baik dan benar mengingat dalam ilmu linguistik yang dipelajarinya terdapat ilmu yang mempelajari hal itu sehingga kuliah yang diterimanya dapat diimplementasikan di masyarakat. Hal itu menurutnya sangat berguna dalam penyusunan sambutan atau pidato. Ia berharap, ilmu yang diberikan nantinya ke masyarakat dapat dimanfaatkan dengan baik, karena pemerintah telah mengeluarkan anggaran yang besar untuk membayar tenaga penyuluh. Sehingga ia berharap ilmunya dapat diterima dan dimanfaatkan oleh masyarakat. “Saya berharap apa yang saya berikan tepat guna, sesuai dengan apa yang dibutuhkan di desa itu,” imbuhnya. (kmb42)
BPM/kmb34
TOLAK REKLAMASI - Penolakan reklamasi Teluk Benoa ditunjukkan topeng bondres Rare Kual bersama masyarakat di Buleleng melalui parade berjalan kaki, hiburan musik, dan penyerahan bantuan tong sampah kepada Perbekel Desa Kaliasem dan Kalibukbuk, Sabtu (28/5) kemarin.
Kekuatan Rakyat Bali Batalkan Reklamasi Teluk Benoa Singaraja (Bali Post) -
Solidaritas tanpa batas masyarakat Bali terhadap penolakan rencana reklamasi Teluk Benoa ditunjukkan di Bali Utara di pesisir Pantai Lovina, Kalibukbuk, Kota Singaraja. Puluhan remaja dari kalangan sekaa teruna-teruni, komunitas vespa, wargas, dan masyarakat umum memprotes rencana reklamasi berkedok revitalisasi Teluk Benoa yang mengancam kelestarian lingkungan. Koordinator ForBali Wayan Gendo Suardana menilai kemunculan terakhir Perpres 51/2014 dengan runtunan dari awal terbitnya SK 2138/02-C/ HK/2012 tentang pemberian izin dan hak pemanfaatan, pengembangan dan pengelolaan wilayah perairan Teluk Benoa. Disusul SK 1727/01-B/ HK/2013 tentang izin studi kelayakan rencana pemanfaatan, pengembangan dan pengelolaan wilayah perairan Teluk Benoa, Gubernur Pas-
Flavors of Indonesia
Sampaikan Kultur Indonesia pada Dunia PAKAR kuliner terkenal Indonesia, William Wirjaatmadja Wongso atau lebih dikenal dengan nama William Wongso, meluncurkan Buku berjudul “Flavors of Indonesia” Sabtu (28/5) kemarin di Gerai Periplus, terminal International Bandara Ngurah Rai. Buku dengan tebal 180 halaman ini berisi tentang
pengalaman kuliner William Wongso selama 30 tahun. Dalam keterangannya, buku ini lebih menceritakan tentang makanan sebagai bagian dari budaya suatu bangsa, yaitu bangsa Indonesia. Selain itu, dengan buku ini, William ingin menyampaikan kepada dunia tentang kultur Indonesia. Menurutnya, buku ini bu-
kan buku masak seperti yang sudah banyak tersedia selama ini. Tapi buku ini adalah kumpulan pengamatannya selama melakukan diplomasi kuliner. “Saya bukan penulis. Buku ini bukan buku masak, namun lebih ke pengalaman dan pengamatan selama 30 tahun” katanya. Ditambahkannya, kuliner
Imoralitas dan Kastrasi DICIPTAKAN alam pria dan wanita Dua makhluk dalam asuhan dewata Ditakdirkan bahwa pria berkuasa Adapun wanita lemah lembut manja Wanita dijajah pria sejak dulu Dijadikan perhiasan sangkar madu Namun ada kala pria tak berdaya Tekuk lutut di sudut kerling wanita. ‘’Komponis besar Indonesia, Ismail Marzuki (19141958), yang meninggal dalam usia 44 tahun, mungkin tidak begitu bangga meski namanya diabadikan sebagai nama pusat kesenian dan gelar budaya di Jakarta. Sebab, nasib dan posisi wanita yang dilukisnya dalam lirik ‘Sabda Alam‘, bukannya tambah baik saat kemerdekaan negeri ini menapak usia 71 tahun, justru sebaliknya. Padahal, dia paham makna bunyi kalimat awal Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, yang menyatakan bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa. Dia mahfum, yang disebut bangsa adalah semua manusia yang berada di suatu wilayah, yang merasa senasib dan sepenanggungan, besar-kecil, tua-muda, lelakiperempuan, kaya-miskin, penguasa-rakyat, yang harus bebas dari segala bentuk penjajahan. Malah dalam teori neokolonialisme dan imperialisme, penjajahan bukan hanya dikaitkan dengan pendudukan oleh negara atas negara lain, juga penindasan oleh yang kuat terhadap yang lemah kendati sebangsa dan setanah-air. Tidak terkecuali penjajahan pria terhadap
wanita, seperti tertuang di lagu Ismail, wanita dijajah pria sejak dulu, karena pria ditakdirkan berkuasa. Jadi, pas dengan kelanjutan kalimat preambul konstitusi, bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri-kemanusiaan dan perikeadilan,” ujar Rubag. “Meski bukan seorang play boy, Ismail Marzuki termasuk pengagum dan pemuja wanita. Afgan pernah mengalunkan lagunya yang berjudul ‘Wanita‘, meskipun liriknya penuh kiasan, namun puitis dan tidak ketinggalan zaman. Selain itu ada juga lagu berjudul ‘Aryati’, ‘O Sarinah’, ‘Juwita Malam’, ‘Roselani’, dan ‘Rindu Lukisan’ yang ratarata memuji keanggunan dan kelembutan wanita. Kudengar pula ada lagu berjudul ‘Melancong di Bali‘ namun kurang begitu popular, tidak seperti ‘Kembang rampai dari Bali‘, yang dulu sering didendangkan para penyanyi keroncong di pulau ini. Bila Ismail masih hidup sampai sekarang, kukira, dia sangat kecewa karena makhluk yang dilukiskan seindah warna semungil melati dalam lagu ‘Wanita‘, kini banyak yang
brrolan brolan BALE BANJAR AR A R ARIDUS dileceh, ditindas, diperkosa, bahkan dibunuh oleh lawan jenisnya. Padahal dalam ‘Sabda Alam‘, Ismail mendedahkan pria dan wanita sebagai dua makhluk asuhan Dewata. Keduanya diciptakan Tuhan demi keharmonisan dunia, bukan untuk saling meniadakan, meski ada kitab suci mengatakan, wanita dibuat dari sebatang tulang rusuk pria. Ismail mungkin sangat paham cerita itu karena sejak bayi dia menjadi piatu dan banyak diasuh kakak perempuannya Hamidah dan untuk pelajaran agama dia dididik di madrasah. Kendati tidak dikaruniai anak, dia sangat menyayangi istrinya Eulis dan meninggal di pangkuan istri saat minta kepalanya dibelai seusai merampungkan lagu terakhir berjudul ‘Kasih putus di tengah jalan‘. Maestro musik dan pahlawan nasional yang malang!“ komentar Kadek Wahyudita. “Benar, meski Ismail meninggal di bawah paruh baya, kukira, arwahnya mungkin sangat gusar mendengar kisah
tika, tetap setia dan bergeming membatalkan rencana reklamasi. “Semenjak kasus reklamasi Teluk Benoa bergulir dan banyak protes rakyat, Gubernur posisinya jelas dengan mendukung reklamasi Teluk Benoa,’’ujar Gendo. Penjajahan terselubung kepada rakyat Bali melalui rencana investor menguruk Teluk Benoa mesti dilawan dengan membangkitkan kekuatan desa pakraman di seluruh Bali. Kepentingan
komersial di balik proyek berkedok revitalisasi Teluk Benoa, harus dihentikan rakyat Bali. Pemangku kebijakan pemerintah daerah dan pusat seharusnya melirik suara gerakan massa di berbagai wilayah di Bali sebagai penolakan masif dan kepedulian rakyat terhadap Teluk Benoa. Melalui dukungan ditunjukkan masyarakat Buleleng merupakan rasa kepedulian mencegah meluasnya dampak
Indonesia sangat berpotensi untuk mendunia. Hal tersebut didasari dengan adanya kecenderungan di masyarakat internasional untuk menyukai masakan dengan cita rasa baru yang kompleks. Sedangkan, masakan Barat diketahui mempunyai cita rasa monoton. Salah satu kekhasan dari kuliner Indonesia yang disajikan pada buku ini adalah pasar tradisional. Menurutnya, pasar tradisional memiliki hal-hal yang tidak dimiliki supermarket. Seperti misalnya, interaksi antara penjual dan
pembeli yang tidak sekadar transaksional, melainkan penuh dengan sisi kemanusiaan. “Di pasar tradisional, penjual mengetahui betul bahan-bahan yang mereka jual dan bagaimana cara terbaik mengolahnya” ungkapnya. Pihaknya juga berkeinginan untuk mengenalkan kuliner Indonesia kepada dunia dan menjadikan kuliner Indonesia masuk ke dalam peta kuliner dunia. “Impian saya adalah kuliner Indonesia masuk ke dalam peta kuliner dunia,” harapnya. (kmb23)
balita usia 2,5 tahun diperkosa hingga tewas oleh pria dewasa bernama Budiansyah (26) di Bogor, Jawa Barat. Bisa jadi tambah murka mendengar Yuyun, siswa kelas VII SMP di Rejanglebong, Bengkulu, diperkosa 14 pria yang 6 di antaranya masih di bawah umur. Masing-masing pemerkosa melakukan kebiadabannya dua kali, kendati korban sudah mengembuskan napas. Yang membuat merinding, berdasar hasil autopsi konon terjadi penyatuan anus dan kemaluan korban akibat pemerkosaan massal itu. Mungkin arwah Ismail Marzuki akan ngamuk di alam peristirahatan, menyaksikan kondisi mengerikan jenazah Enno Fahira (18) dalam kondisi membusuk, bugil dengan gagang cangkul sepanjang 60 Cm tertancap di kemaluannya. Karyawati PT Polyta Global Mandiri, Tangerang tersebut dibunuh pacarnya, Rahmat Alim (16), seorang pelajar SMP, dengan menancapkan gagang pacul ke vagina, setelah memperkosa korban bersama dua pria dewasa yang juga rekan kerja Enno. Sulit membayangkan kekejaman ketiga manusia itu, karena konon korban masih hidup dan nangis minta ampun saat gagang cangkul ditancapkan dan melesak jauh ke dalam menembus organ vital menyebabkan kematian. Binatang!“ teriak Adi Saputra tanpa sadar melontarkan umpatan. ‘’Perilaku manusia berwatak iblis seperti semua pemerkosa yang kau paparkan, membuat citra makhluk tersempurna ciptaan Tuhan jadi sangat tercoreng. Dulu, ada yang tersinggung ketika
manusia disebut The speaking animal atau binatang yang bisa berbicara, namun kini kenyataannya terjadi kecenderungan manusia meniru tabiat hewan. Malah lebih kejam dari hewan saat menghabisi jiwa sesamanya. Dalam film silat kita sering menyaksikan pendekar menciptakan jurus yang mengambil gerak-gerik binatang. Itu melahirkan jurus macan, naga, ular, garuda, bangau, lingsang dan sebagainya, namun kini manusia beralih meniru ulah setan dan iblis untuk membunuh dan memperkosa. Tidak tersisa lagi rasa kasihan, iba dan kasih sayang, korban diperkosa ramai-ramai, dibunuh dan mayatnya dibuang atau disembunyikan. Aku heran, tidakkah para iblis tersebut punya ingatan kalau mereka lahir dari barang serupa seperti yang mereka rusak, baik karena dikeroyok ramai-ramai maupun ditancapi gagang cangkul? Tidakkah mereka punya anggota keluarga yang bernama ibu, saudara perempuan, dan nenek? Ironisnya, ada yang rebut dan sibuk merazia buku dan menghebohkan simbol dari ideologi kedaluwarsa yang ditinggalkan pendukungnya, namun tidak bersuara sedikit pun terhadap kebiadaban yang menghilangkan kemanusiaan ini. Juga ada yang setiap saat meneriakkan kebesaran Tuhan dan mengumpat orang lain sebagai dajjal, musriek, dan haram, namun mulutnya terkatup menyaksikan kebiadaban terhadap perempuan,“ komentar Pacet Sudiarsa. ‘’Moral dewasa ini sudah lebih ringan dari debu dan
abrasi dan tenggelamnya Bali Selatan akibat pengurukan 700 hektar di Teluk Benoa. “Kami melakukan parade berjalan dari Pantai Lovina menuju Pantai Tasik Madu Kaliasem sekaligus diperkuat Sekaa Teruna-teruni, seniman-seniman dan berbagai komunitas lingkungan di Bali yang selalu berkomitmen untuk bisa membatalkan rencana reklamasi Teluk Benoa. Aksi ini tidak mengenal sekat dan semata-mata sebagai solidaritas rakyat Bali yang memiliki keinginan bersama menjaga alam Bali,” ucap koordinator simpul ForBali Bali Utara, Luh Juli Wirahmini. Berbagai cara tidak benar
dari investor dan kekuasaan pemerintah harus dilawan. Rakyat tidak menutup terhadap investasi tetapi tentu diperlukan investasi yang baik bukan sebaliknya kepentingan investasi menjajah pembangunan Bali. “Jangan pernah takut dituding ikut-ikutan dan lebih baik kita ikut daripada kita diam tetapi bumi pertiwi kita diinjak-injak. Pilihan terbaik adalah turun ke jalan untuk menyelesaikan masalah. Saya berharap Perpres 51/2014 segera dicabut dan dibatalkan supaya masyarakat Bali bisa tenang dan hidup sejahtera kembali,” imbuh Wah Rarekual. (kmb34)
William Wirjaatmadja Wongso gampang tertiup dari kepala dan berubah jadi amoralitas. Perkosaan adalah salah satu wujud amoralitas, namun karena kebiadaban para pemerkosa sudah melampaui batas, kini dimasukkan ke dalam kejahatan luar biasa. Seiring dengan korupsi, narkoba dan terorisme, perkosaan menjadi trending topic dan dianggap dalam kondisi gawat darurat sehingga dibuatkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang disingkat Perppu nomor 1 tahun 2016. Perppu ini buat melengkapi UU Perlindungan Anak nomor 23 tahun 2002, di mana ada masalah kebiri atau kastrasi terhadap para pelaku pemerkosaan guna menghilangkan libido mereka, juga
BPM/kmb23
mengumumkan identitas mereka ke khalayak, konon sebagai efek jera. Namun kalau kastrasi dilakukan secara kimia yakni lewat suntik, konon bila tidak dilakukan secara berkesinambungan, libido akan melonjak lagi. Bila begitu, kalau boleh kuusul, sebaiknya kastrasi dilakukan secara radikal, selain melenyapkan libido secara permanent, penis juga dipotong seperti yang dialami para kasim di zaman Tiongkok Kuno. Untuk para koruptor, bandar narkoba, dan teroris, mudah-mudahan bisa diciptakan alat kastrasi otak agar kejahatan luar biasa mereka tidak kambuh lagi!“ tambah Bakti Wiyasa menutup obrolan. (aridus)