20 HALAMAN NOMOR 93 TAHUN KE 69 Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
TERBIT SEJAK 16 AGUSTUS 1948 PERINTIS: K. NADHA HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
balipost (152 rb Like) http://facebook.com/balipost
MINGGU WAGE, 20 NOVEMBER 2016
Pengemban Pengamal Pancasila
@balipostcom (4.485 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 233801, 225764 Faksimile: 227418
Thailand Taklukkan Indonesia
AKBP Brotoseno Terancam Dipecat
4 - 2
Sidoarjo (Bali Post) AKBP Raden Brotoseno dan Kompol D. terancam dipecat dari Polri. Proses hukum tersangka penerima suap penanganan perkara dugaan korupsi cetak sawah masih berlangsung. “Kalau nanti divonis hukuman di atas dua tahun, pasti dikeluarkan. Sekarang proses hukum tengah berjalan,” kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian didampingi Kapolda Jatim Irjen (Pol.) Anton Setiadji di sela-sela menghadiri kegiatan bakti sosial yang dilaksanakan Polda Jatim di Gedangan, Sidoarjo, Sabtu (19/11) kemarin. Tito meminta kepada publik untuk bersabar karena proses hukum kepada tersangka tengah berlangsung. Termasuk, sidang kode etik nantinya juga digelar. “Kita juga akan melaksanakan kegiatan kode etik. Kalau seandainya dianggap menjatuhkan nama baik Polri, bisa saja (dikeluarkan),” tambahnya. Hal. 19 Penerima Suap
Manila Kalah stamina dan skill. Itulah terkesan ketika Timnas Indonesia dikalahkan Thailand 4-2 pada laga pembukaan Piala AFF 2016, Sabtu (19/11) kemarin. Padahal skuat Garuda sempat mengejar defisit dua gol. Tertinggal 0-2 di babak pertama, Indonesia mencoba mengambil inisiatif serangan sejak awal paruh kedua dan akhirnya berbuah dua gol dalam rentang waktu tiga menit saja. Gol pertama Indonesia tercipta di menit ke-53. Umpan Rizki Rizaldi Pora dari sisi kiri disambut Boaz Solossa, meski dipepet dua pemain Thailand. Skor jadi 1-2. Tiga menit berselang, giliran Lerby Aliandry yang mencetak gol memanfaatkan skema yang hampir mirip. Umpan Benny Wahyudi dari sisi kanan, sundulan melambung Lerby bersarang ke gawang Thailand. Skor jadi imbang 2-2. Tetapi, Thailand akhirnya berhasil kembali unggul atas Indonesia setelah Theerasil Dangda mencetak gol keduanya membuat skor jadi 3-2 saat laga tersisa 11 menit saja. Hal. 19 Umpan Pendek
BPM/ade
PARADE - Parade Bhinneka Tunggal Ika diisi dengan mengarak Bendera Merah Putih di Bundaran Patung Arjuna Wijaya, Jakarta Pusat, Sabtu (19/11) kemarin.
Rencana Aksi 2 Desember Bernuansa Politis Kapolri Siap Tindak Tegas BPM/ant
REBUT - Pesepak bola Indonesia Stefano Lilipaly (kanan) berebut bola dengan pesepak bola Thailand C. Prathum.
Surabaya (Bali Post) Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menyebut, rencana aksi 2 Desember nanti menyimpan agenda tersembunyi. Bukan lagi soal tuntutan proses hukum Ahok, melainkan sudah bernuansa politik. “Kalau proses hukum Ahok sudah jelas, polisi sedang memproses dan secepatnya akan dilimpahkan ke kejaksaan,” katanya seusai menghadiri dialog kebangsaan di Surabaya, Sabtu (19/11) kemarin. Aksi 2 Desember nanti, kata Tito, sangat kental bermuatan politis. Polisi tidak akan segan-segan mengambil tindakan tegas jika sampai berpotensi mengganggu ket-
ertiban umum. “Apalagi jika sampai mengarah kepada tindakan makar, kami akan tindak tegas,” ucap Tito. Seperti diberitakan, Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) akan menggelar aksi damai jilid III pada 2 Desember 2016. Pada bagian lain, Kapolri berencana membentuk tim khusus untuk meredam potensi konflik di berbagai
kelompok masyarakat. Tim ini nantinya terdiri dari unsur kepolisian di tingkat Polres, Polsek, dan TNI di tingkat Kodim, Bakesbang di daerah, serta tokoh masyarakat yang tergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama. Dia menyatakan, beragam latar belakang suku bangsa di Indonesia, lanjut dia, sangat memungkinkan memunculkan potensi konflik dalam kelompok besar. “Itulah pentingnya memahami nilai-nilai kebinekaan karena pada dasarnya bangsa ini terbentuk dari latar belakang kelompok yang berbeda-beda. Akan sangat berbahaya bagi keutuhan
Nasib Keluarga Pahlawan Puputan Margarana Hari ini, Minggu (20/11), tepat 70 tahun perang Puputan Margarana terjadi di Uma Karang, Margarana, Tabanan. Tiap tanggal 20 November, rakyat Bali memperingati sebagai Hari Puputan Margarana, untuk mengenang kembali perjuangan para pahlawan dalam pertempuran habis-habisan mengusir pasukan Belanda yang dipimpin I Gusti Ngurah Rai. DI BALIK perjuangan para pahlawan pada masa itu, keluarga pahlawan yang gugur di Puputan Margarana belum banyak mendapat perhatian. Semua ahli waris Laskar Ciung Wanara yang gugur di Puputan Margarana, 20 November 1946 lalu pernah mendapat peng-
hargaan dan tali kasih pada Anugerah Pers K. Nadha Nugraha. Bahkan, banyak yang mengaku baru kali ini ahli waris mendapat perhatian sebagai keluarga veteran dan pejuang. Gede Wayan Yasa, ahli waris pahlawan Wayan Kasub, asal Penebel, Tabanan mengakui
perhaian pemerintah terhadap keluarga pejuang masih minim. Pria ini menceritakan, pamannya Wayan Kasub gugur di Margarana ketika berumur 26 tahun. Hal. 19 Dinyatakan Gugur
Tak Semua Dapat Tunjangan Veteran DI BANJAR Bajera Kelod, Selemadeg, salah seorang pejuang kemerdekaan I Ketut Sepud kini tiap harinya berprofesi sebagai pemangku Prajapati desa setempat. Ditemui di kediamannya, kakek yang kini telah berusia 87 tahun ini mengenang masa-masa perjuangannya. Meski tidak ikut serta secara langsung dalam perang Puputan Margarana, namun ia memiliki tugas yang cukup strategis yakni menjadi salah satu pejuang penjaga perbatasan agar pasukan NICA tidak sampai menduduki markas besar perjuangan di Munduk Malang. Bahkan, ia pun sempat melarikan diri saat diberondong tembakan oleh pasukan NICA. BPM/bit Hal. 19 KONDISI - Kondisi pejuang I Ketut Bawa Klewang CANDI - Candi utama di Taman Pujaan Bangsa Margarana. Sepud.
NKRI jika salah satu kelompok memaksakan kehendak, sehingga memunculkan konflik,” katanya. Menurut dia, kebebasan yang terlalu bebas seperti sekarang ini dapat menimbulkan kerawanan karena bisa memunculkan primordialisme, yaitu salah satu kelompok memaksakan kehendaknya sehingga terjadi radikalisme maupun terorisme. “Karena itu, perlu ada mekanisme kontrol agar potensi konflik mulai dari kelompok masyarakat terkecil sebisa mungkin dapat diredam. Karena itu, perlu tim khusus untuk itu,” katanya. (ant/kmb)
Keteguhan Hati Pahlawan I Gusti Ngurah Rai Oleh Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya ‘’ANDAIKAN semua rakyat di Bali memihak NICA, biarlah saya sendiri melanjutkan perjuangan ini.’’ Itu sepenggal kalimat yang pernah diucapkan Pahlawan Nasional I Gusti Ngurah Rai ketika menghadapi gempuran musuh tentara NICA dari Belanda. Sebuah kalimat yang penuh makna dan pantas direnungkan, betapa keteguhan hati seorang anak bangsa yang harus berani, tulus, ikhlas mempertahankan setiap jengkal Tanah Air dari amuk keserakahan Belanda yang ketika itu menjajah dan ingin menguasai Indonesia, termasuk Bali. Saya berpikir, saya merenung dan bertanya-tanya, di masa kini adakah anakanak bangsa ini memiliki sikap, sifat dan tekad sebesar ini? Harapan saya, semoga masih ada dan masih banyak. Semoga harapan saya itu menemui kebenaran, karena dengan kebenaran itu kita masih memiliki harapan besar akan tetap tegak dan kokohnya negeri ini, Indonesia Raya tercinta.
Salah satu tokoh dari Bali I Gusti Ngurah Rai telah menjadi contoh dan teladan bagaimana setiap anak bangsa harus bersikap kesatria ketika menghadapi musuh, menghadapi suatu negara asing yang merasa digjaya untuk menguasai negeri lain. Militansi yang berkobar-kobar, menjadi bara semangat untuk membangun kekuatan diri, demi mempertahankan Tanah Air, dia tak risau dengan sikap yang tak sejalan dengannya, karena tujuannya satu: demi mempertahankan Tanah Air. Hal. 19 Dari Bali
Kiprah Pejuang Bapak Tjilik
Buat Taman Pahlawan Margarana dan Panti Asuhan Korban Revolusi Generasi sekarang hanya mengetahui adanya Monumen Nasional Taman Pujaan Bangsa Margarana atau lebih dikenal dengan Taman Pahlawan Margarana. Ternyata ide pembangunan Taman Pahlawan Margarana datang dari seorang pejuang almarhum I Nengah Wirta Tamu yang lebih akrab dikenal Bapak Tjilik.
DALAM buku autobiografinya kemudian dipertegas lagi oleh putra sulungnya, Ir. I Wayan Abdi Negara, M.Si., dijelaskan bahwa dalam upaya mengenang, menghormati, dan mengabdikan jasa–jasa para pahlawan pejuang yang telah gugur sebagai pahlawan kusuma bangsa tahun 1953, Bapak Tjilik mempunyai gagasan cemelang untuk membuat candi sebagi tanda bakti kepada pahlawan yaitu Candi Margarana kemudian berkembang menjadi Taman Pahlawan Margarana. Candi adalah hasil budaya nenek moyang bangsa Indonesia pada zaman dahulu yang menggambarkan kemegahan dan kebesaran jiwa
bangsa Indonesia. Bapak Tjilik semasih hidup sempat menuturkan kepada I Wayan Abdi Negara kronologis berdirinya Candi Margarana. Pada tanggal 8 Juli 1953 pukul 08.00 wita, tiba–tiba ingatan Bapak Tjilik terpusat kepada para pahlawan yang telah gugur. Dia bersama Ida Bagus Kalem, seorang seniman lukis dan arsitektur, menuju Desa Pejeng, Gianyar. Di salah satu kuburan rekan seperjuangan yaitu Tjokorda Anom Sandat Bapak Tjilik merenungkan bentuk candi. Hasil olah pikiran Bapak Tjilik itu disuruh I.B. Kalem menuangkan dalam bentuk gambar candi sekarang.
Gambar perencanaan Candi Margarana dibuat oleh Bapak Tjilik dan Ida Bagus Kalem menjadi pemenang tender dari 13 peserta sayembara. Didirikanlah Candi Pahlawan Margarana di atas persawahan Uma Kaang, Desa Marga, Kabupaten Tabanan. Candi ini diresmikan 20 November 1953, karena di tempat ini telah terjadi perang Puputan Margarana 20 November 1946 melawan Belanda yang merupakan suatu peristiwa heroik para pejuang kemerdekaan putra-putri terbaik di Bali yang tercakup dalam pasukan Ciung Wanara. Hal. 19 Induk MBO
Bapak Tjilik (alm)
BPM/dok
DAERAH
2
Minggu Wage, 20 November 2016
FIGUR
Awasi Pungli di Dunia Pendidikan PERAN dan fungsi pengawasan internal di dunia pendidikan di Buleleng dalam pemberantasan pungutan liar (pungli) dinilai Wakil Rektor II Undiksha, Prof. Dr. I Wayan Lasmawan, selama ini sudah dilakukan namun perlu ditingkatkan, khususnya menyangkut komitmen dan sinergi potensi dari berbagai pihak yang ada. Upaya penetapan penerimaan siswa baru secara kolektif dalam satu pintu, dengan sistem online merupakan bukti upaya menekan kegiatan pungli dalam praktik pendidikan di Buleleng dan sudah dilakukan oleh Dinas Pendidikan Buleleng. Hanya, kegiatan dan mekanisme ini masih perlu ditingkatkan koordinasi dan keajegan dalam pengambilan keputusannya. Dia berpendirian mekanisme pengawasan internal yang telah dilakukan perlu terus ditingkatkan, baik dari sisi daya jelajah maupun ketegasan sanksi manakala ditemukan pelanggaran. “Jangan sampai regulasi formal tersebut tajam ke bawah namun tumpul ke atas. Artinya, mereka yang ditugasi menjalankan sistem tersebut harus berani dan ajeg dalam melakukan segala tindakannya, serta terbebas dari kepentingan dan tekanan kekuasaan, dalam bentuk apa pun,” ucap Lasmawan Sabtu (19/11) kemarin. Menurutnya, kegiatan pungli merupakan salah satu penyakit menahun dalam kehidupan bernegara selama ini. Oleh karenanya, hal itu harus secara bersama dan berkelanjutan bisa dibersihkan dari berbagai dimensi kehidupan, khususnya dunia pendidikan. “Sangat disayangkan bila dunia pendidikan yang secara harfiah mengemban misi untuk mendidik dan melatih anak-anak bangsa, harus tercederai oleh praktik pungli. Jika ditemukan praktik pungli di dunia pendidikan, siapa pun pelakunya harus diberikan sanksi tegas,” katanya. (dgk)
Diduga Salah Minum
Supriawan Tewas Tenggak Pembersih Lantai Tabanan (Bali Post) Hati-hati jika menempatkan cairan pembersih lantai dalam botol air mineral. Jika salah mengambil akan fatal akibatnya. Seperti yang dialami I Gede Supriawan (34), pemandu wisata asal Desa Sembung Kecamatan Kerambitan. Korban tewas Sabtu (19/11) kemarin, setelah diduga meminum cairan pembersih lantai yang diduga air minum. Pasalnya, botol mineral berisi cairan pembersih lantai tersebut diletakkan dengan botol yang berisi air minum. Dari informasi yang dihimpun, sebelum kejadian, ayah korban I Nyoman Sugiada (54) sekitar pukul 06.00 wita mencoba membangunkan putranya karena ada kegiatan ngayah ngaben massal di desanya. Korban justru menjawab tidak bisa ngayah karena ada tamu. Kemudian saksi pergi ke dapur. Tiba-tiba sekitar 30 menit kemudian ayah korban mendengar anaknya mengaduh kesakitan, dan ketika dilihat ke kamar sudah dalam keadaan mengerang kesakitan sambil memegang perutnya. Korban pun kemudian dilarikan ke rumah sakit terdekat. Sempat mendapat perawatan dan dibersihkan lambungnya, namun Tuhan berkehendak lain, pukul 07.40 wita pihak rumah sakit menyatakan korban sudah meninggal. Dijelaskan oleh ayah korban bahwa sehari sebelumnya korban membersihkan kamar mandi dan sisa obat pembersih ditempatkan dalam botol mineral dan ditaruh di kamar, di samping obat pel tersebut korban juga menaruh botol serupa yang berisi minuman ringan. Diduga saat korban dibangunkan dan ditinggal oleh ayahnya, korban salah mengambil botol dan ternyata yang diminum adalah obat pel. Dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan dalam tubuh korban. Orangtua dan keluarga korban menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan autopsi. Kapolsek Kerambitan Kompol I Gede made Punia seizin Kapolres Tabanan saat dimintai konfirmasi membenarkan adanya kejadian salah minum tersebut. Usai mendapat laporan, anggotanya kemudian mendatangi TKP dan melakukan pengecekan terhadap kondisi tubuh korban. “Diduga saat hendak minum, korban salah ambil botol mineral yang isinya justru pembersih lantai,” ujarnya. Dikatakannya, keluarga korban menolak untuk dilakukan autopsi dan menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah. (kmb28)
Bali Post/eka
TAJOG - Sejumlah warga Denpasar berlomba tajog (egrang) saat festival olahraga rekreasi masyarakat di Lapangan Kompyang Sujana, Denpasar, Sabtu (19/11) kemarin. Selain tajog, dalam festival olahraga rekreasi masyarakat tersebut juga dilombakan sejumlah olahraga/permainan tradisional, seperti tarik tambang, hadang, terompah, dagongan, deduplak, dan silat seni.
Tahun 2017
Bali akan Menjadi ’’Pilot Project’’ Pemberian Vaksin JE Denpasar (Bali Post) Rencananya pada 2017, Bali akan menjadi pilot project pemberian vaksin JE (japanese encephalitis). Mengingat vaksin JE sudah lama ditemukan bahkan di negara lain vaksin JE sudah diberikan. Namun di Indonesia, vaksin JE baru akan pertama kali diberikan. Vaksin JE memang telah beredar di Indonesia namun harganya cukup mahal. “Rencananya, kalau tidak ada halangan, September 2017, vaksin JE akan diberikan, dan Bali sebagai pilot project-nya. Bali sudah ditetapkan sebagai pilot project untuk introduksi vaksin JE,” kata Dr. dr. I Gusti Ngurah Made Suwarba, Sp.A (K)., dokter spesialis anak konsultan saraf
anak RSUP Sanglah, Sabtu (19/11) kemarin. Bali dipilih menjadi pilot project karena surveilans JE terbaik di Indonesia. Artinya, di seluruh Indonesia, Bali terbaik melaporkan hasil surveilansnya. Nantinya, sekitar 71.000 anak di Bali akan diimunisasi JE secara gratis. Pada tahap pertama akan diberikan pada anak di bawah usia
Jaga Kebersihan
Program Pembuatan Jamban oleh TNI Makin Digencarkan Negara (Bali Post) Kodim 1617/Jembrana secara bertahap terus menggencarkan realisasi pembuatan jamban di wilayah Kabupaten Jembrana melalui jajaran Koramil. Jika sebelumnya Koramil 1617-03/Melaya memberikan bantuan 15 jamban kepada warga kurang mampu di Kecamatan Melaya, kini Koramil 161702/Mendoyo terjun langsung membangun lebih dari 20 jamban sehat kepada warga miskin di wilayah Kecamatan Mendoyo Kabupaten Jembrana. Danramil 1617-02/Mendoyo Lettu Inf M. Zainul Eksan, Sabtu (19/11) kemarin, mengatakan, jambanisasi ini bertujuan untuk menjaga kesehatan lingkungan dan warga diharapkan tidak membuang kotoran di sembarang tempat. Jika membuang kotoran di sembarang tempat jelas akan mencemari air sungai juga lingkungan setempat sehingga lingkungan akan menjadi tidak sehat. Menurutnya, memang sudah tidak sepantasnya lagi di zaman seperti ini masih ada orang yang buang kotoran di sembarang tempat. Ibu Ni Wayan Murti adalah satu dari keluarga miskin yang ada di wilayah Kecamatan Mendoyo yang layak menjadi sasaran jambanisasi. Pembuatan jamban untuk ibu Murti telah dikerjakan sejak awal November lalu. Saat ini, pembuatannya sudah hampir rampung dan akan segera diserahkan pemanfaatannya,” jelas Danramil Mendoyo. Ni Wayan Murti (57) seorang janda miskin yang memiliki tiga orang anak berasal dari Lingkungan Bilukpoh Kangin, Kelurahan Tegal Cangkring Kecamatan Mendoyo. Ia mengaku terharu dan senang sekali bisa mendapatkan jambanisasi dari TNI ini. “Kami bekerja hanya sebagai buruh tani serabutan hingga penghasilan kami hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan makan dan sekolah anak-anak. Maka kami ucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada TNI yang telah membuatkan jamban kepada keluarga kami. Kini, kami tak lagi merepotkan tetangga saat melakukan MCK, apalagi harus bersusah payah ke sungai,” ungkapnya. (kmb)
14 tahun karena surveilans di Bali yaitu mengambil sampel pada usia tersebut. Tapi memang ada kajian akademik pembentukan kekebalan tubuh setelah diberikan vaksin pada usia tersebut dan karena pada usia tersebut paling rentan terkena JE. “Sekarang, vaksin itu sudah beredar tapi harganya cukup mahal. Mudah-mudahan goal kita ini menjadi imunisasi rutin di puskesmas. Itu tujuan akhir Kemenkes,” jelasnya. Jika hasil pilot project nanti bagus, maka akan diperluas ke provinsi lain. JE adalah suatu penyakit infeksi pada otak yang disebabkan virus
JE. Virus itu dibawa oleh nyamuk culex dari babi dan beberapa unggas yang hidup di air seperti angsa lalu menggigit manusia terutama anak-anak. “Makanya JE jadi kasus yang banyak di Bali oleh karena populasi babi banyak di Bali. Selain itu, penelitian-penelitian sebelumnya memang banyak di Bali,” ungkapnya. JE lebih banyak menginfeksi anak berusia 5 tahun mengingat sistem kekebalan tubuhnya belum sempurna sehingga penyakit itu mudah bermanifestasi. Pada orang dewasa juga diprediksi banyak yang terinfeksi, hanya saja belum bermanifestasi. (may)
BPM/may
Dr. dr. I Gusti Ngurah Made Suwarba, Sp.A (K)
Pataka I Gusti Ngurah Rai Tiba di Tabanan Tabanan (Bali Post) Perjalanan pataka panji-panji perjuangan dan surat sakti I Gusti Ngurah Rai tiba di Kabupaten Tabanan, Sabtu (19/11) pagi kemarin. Serah terima dilakukan di Lapangan Umum Kediri Kabupaten Tabanan. Apel serah terima diawali dengan pembacaan Surat Kapten JBT Konig kepada Pemimpin Dewan Perjuangan Bali, I Gusti Ngurah Rai, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan surat balasan dari I Gusti Ngurah Rai kepada JBT Konig. Setelah itu, serah terima pataka panji-panji dari Surat Sakti I Ngurah Rai dari rombongan PPM Kabupaten Badung kepada PPM
Kabupaten Tabanan. Staf ahli Bupati Tabanan Gusti Ngurah Suryana mengatakan, perjuangan dan pengorbanan I Gusti Ngurah Rai dalam melawan penjajah patut dijadikan inspirasi untuk mempertahankan Tanah Air tercinta. Menurutnya, perjuangan beliau harus diteruskan oleh generasi penerus bangsa dengan melakukan hal yang positif dalam mengisi pembangunan. “Pengorbanan dan perjuangan I Gusti Ngurah Rai merupakan motivasi bagi kita semua sebagai generasi penerus untuk tetap melakukan yang terbaik bagi bangsa dan negara,” ungkapnya. Pihaknya juga menyatakan rasa
bangganya, karena salah satu putra Bali yakni I Gusti Ngurah Rai telah mampu mencatat sejarah baru bagi kemerdekaan bangsa Indonesia khususnya rakyat Bali. “Sebagai orang Bali, kita harus bangga karena Gusti Ngurah Rai telah mampu mencatat sejarah baru bagi rakyat Bali. Mudah-mudahan nantinya akan lahir pahlawan-pahlawan lainnya dalam mengisi kemerdekaan,” imbuhnya. Usai prosesi penyerahan, selanjutnya rombongan pembawa pataka melakukan napak tilas ke daerah Lumbung, Selemadeg Barat lanjut ke MBO Munduk Malang, Seltim dan terakhir ke Margarana. (kmb28)
BPM/kmb28
PENYERAHAN - Penyerahan panji-panji perjuangan dan surat sakti I Gusti Ngurah Rai dalam gelaran apel di Lapangan Kediri.
z Perintis : K.Nadha, z Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha zPemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata zRedaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana zSekretaris Redaksi: Sugiartha zRedaktur Eksekutif: Parwata zRedaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra zAnggota Redaksi Denpasar: Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Sumatika, Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Parwata, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada. Bangli: IA Swasrina, Sosiawan, Buleleng: Dewa Kusuma, Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya, . Karangasem: Budana, Bagiarta, Klungkung: Dewa Dedy Farendra, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto zKantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta, zAlamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Sumbangan untuk orang sakit Rek. BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00016-8 A/n Simpati Anda,BCA Cabang Denpasar No.040.3555000 A/n Simpati Anda, Dana Punia Pura Rek.BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00017-1 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3966000 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3277000 A/n Dompet Beasiswa, BCA Cabang Denpasar No. 040.3688000 A/n Dompet Lingkungan. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Minggu Wage, 20 November 2016
SEREMONIAL
Perayaan HUT Ke-13 RSIA Puri Bunda
Wujudkan Generasi Emas PERAYAAN puncak HUT ke-13 Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Puri Bunda dilaksanakan di parkir utara RSIA, Sabtu (19/11) kemarin. Berbagai acara digelar untuk memeriahkan puncak HUT, mulai dari lomba untuk anak-anak hingga hiburan berupa tari-tarian, bondres dan show oleh internal karyawan Puri Bunda. Sebelumnya juga telah digelar kegiatan tirtayatra, pemeriksaan IVA gratis, donor darah, cek gula darah dan tensi gratis, serta seminar ilmiah tentang prematuritas dan deteksi dini penyakit jantung pada bayi. “Kita merancang tema ‘Bertumbuh Bersama Puri Bunda, Wujudkan Generasi Emas’, sehingga ini merupakan suatu implementasi kita kepada masyarakat, kepada negara bahwa Puri Bunda berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan ibu dan anak,” ujar Ketua Panitia HUT dr. I Wayan Dharma Artana, Sp.A(K). Dharma Artana menambahkan, perayaan puncak HUT tidak hanya melibatkan seluruh pimpinan, pemegang saham, serta karyawan Puri Bunda. Tetapi juga keluarga mereka untuk menciptakan rasa kebersamaan. Rasa kebersamaan yang terbentuk diharapkan dapat membawa Puri Bunda ke arah yang lebih baik lagi. Sementara itu, Direktur RSIA Puri Bunda dr. IGA Putu Yudihartini mengatakan, Puri Bunda selama ini tidak lepas untuk mewujudkan generasi emas. Diwujudkan dengan selalu meningkatkan kualitas pelayanan agar ibu dan bayi sehat. Fasilitas layanan juga ditambah, seperti saat ini Puri Bunda sudah memiliki ruang intensif yang cukup lengkap. “Kemudian kita sudah tambahkan sekarang untuk fasilitas
HUT - Pemotongan kue menandai perayaan puncak HUT ke-13 RSIA Puri Bunda, Sabtu (19/11) kemarin. eko kardiografi. Mudah-mudahan rencananya kita akan membuka klinik bayi tabung. Kedepannya dengan direncanakan sejak awal kita lakukan pemberian atau pemeriksaan yang lebih dini, jadi ibu maupun bayi itu dapat lebih terjamin ataupun lebih sehat,” jelasnya. Menurut Yudihartini, untuk dapat menciptakan generasi emas harus dimulai dari perencanaan kehamilan dari suami dan istri. Pihaknya akan mengecek bahwa seorang ibu sehat dan sudah siap untuk hamil. Kemudian dalam masa kehamilan, ibu agar teratur melakukan kontrol untuk menjamin bayi yang dikandung maupun ibunya juga sehat. “Setelah lahir, tentunya si bayi akan kita kontrol, kemudian ada imunisasi kita pastikan berjalan dengan baik. Dengan seperti itu pastinya tumbuh kembang bayi menjadi bagus dan kualitas hidupnya menjadi lebih
baik,” imbuhnya. Yudihartini menambahkan, Puri Bunda merupakan rumah sakit khusus yang fokus pada pelayanan ibu dan anak. Itu sebabnya seluruh fasilitas baik medis maupun penunjang utamanya ditujukan kepada ibu dan anak. Salah satunya, Puri Bunda sudah mulai mengembangkan baby spa yang dikerjakan oleh tenaga dengan pendidikan massage bayi. “Dalam memberikan pelayanan, tentunya service yang nomor satu. Jadi melalui acara HUT ini kita announcement, ayo ajak bersama-sama semua komponen tidak hanya karyawan, dokter, keluarga, kita undang juga masyarakat. Ada kepala lingkungan, pasien-pasien yang sebelumnya sudah pernah kita rawat dengan harapan semua akan memberikan masukan apa-apa yang menjadi kekurangan kami untuk meningkatkan mutu layanan itu,” paparnya. (ad1243)
Jro Sutiawati
3
SMP PGRI 5 dan SMA PGRI 2 Juara Umum I Posenijar Sekolah PGRI Denpasar Ditutup PEKAN Olahraga dan Seni Pelajar (Porsenijar) ke-4 Sekolah PGRI Kota Denpasar berakhir, Sabtu (19/11) kemarin. Upacara penutupan dilakukan di Lapangan SMP PGRI 2 Denpasar dalam sebuah upacara bendera. Saat itu diumumkan peraih juara umum untuk tingkat SMP diraih SMP PGRI 5 Denpasar dan untuk tingkat SMA-SMK diraih SMA PGRI 2 Denpasar. Piala dan hadiah diserahkan Ketua PGRI Bali Dr. Gede Wenten Aryasuda, M.Pd. dan Ketua YPLP Provinsi PGRI Bali Dr. I Made Suada, MM., M.Si. didampingi Ketua YPLP PGRI Kota Denpasar Drs. Nengah Madiadnyana, M.M. bersama Ketua PD PGRI Kota Denpasar Drs. I Nyoman Winata, M.Hum. Piala langsung diterima Kepala SMP PGRI 5 Dr. I Wayan Wirasa, M.M., M.Pd. dan Kepala SMA PGRI 2 Drs. I Komang Artha Saputra, M.Pd. SMP PGRI 5 meraih juara umum I setelah mendulang enam emas, dua perunggu. Juara umum II diraih SMP PGR 2 dengan satu emas, 4 perak dan 1 perunggu dan juara umum III SMP PGRI 3 dengan dua perunggu. Ranking selanjutnya ditempati SMP PGRI 9, SMP PGRI 6, SMP PGRI 8, SMP PGRI 1, SMP PGRI 4 dan SMP PGRI 7. SMA PGRI 2 tampil sebagai juara umum I dengan tiga emas, satu perak dan dua perunggu. Juara umum II SMK PGRI 3 dengan tiga emas, satu perak dan satu perunggu dan juara umum III diraih SMA PGRI 4 dengan satu emas, satu perak dan satu perunggu. Ranking selanjutnya ditempati SMK PGRI 4, SMK PGRI 1, SMK PGRI 2, SMK Kesehatan, SMK PGRI 5. Di acara itu juga diserahkan hadiah dan piala bagi siswa TK dan SD
JUARA - Ketua YPLP Kota PGRI Denpasar Nengah Madiadnyana bersama Made Suada, Aryasuda, Winata dan Sukama bergambar dengan peraih juara umum Porsenijar SMP PGRI 5 dan SMA PGRI 2 Denpasar. yang meraih juara berhitung, mewar- an. Makanya Porsenijar ini tujuan nai, tari pendet dan baris oleh Ketua utamanya bukan mengejar juara Panitia Dr. Nengah Sukama. Untuk melainkan memupuk persahabatan. juara tingkat SMP diserahkan Ketua ‘’Siapa pun juara mereka adalah sauYPLP Kota PGRI Denpasar Drs. Nen- dara kita,’’tegasnya. gah Madiadnyana, M.M. dan juara Ketua PGRI kota Denpasar Nyolomba untuk SMA-SMK diserahkan man Winata saat menutup Porsenijar oleh Ketua PGRI Kota Denpasar Nyo- memberi apresiasi sekolah PGRI di man Winata. Denpasar mampu tampil kreatif lewat Ketua YPLP PGRI Kota Denpasar Porsenijar sekolah PGRI Denpasar Drs. Nengah Madiadnyana, M.M. yang satu-satunya di Bali. Makanya bersyukur Porsenijar berjalan baik dia setuju ajang ini sebagai ajang evalberkat kerja keras, kerja sama dan uasi terhadap pembinaan siswa PGRI kekompakan jajaran YPLP Kota PGRI yang berprestasi. Dengan demikian Denpasar yang bertanggung jawab. sekolah PGRI bukan saja sumber dan Dia salut siswa bersaing dengan pusat mengembangkan iptek namun sportif, makanya agenda ini dipakai juga seni dan olahraga. momentum untuk mencoba kemamNyoman Winata usai acara pepuan. Dia mengingatkan para juara nutupan langsung memberi ucapan jangan berpuas diri, melainkan per- selamat kepada para juara umum. siapkan diri lebih matang untuk Nyoman Winata berharap lewat Porsmeraih prestasi yang lebih tinggi. enijar ini anak-anak sekolah PGRI Bagi yang belum juara termotivasi makin unggul di PSR dan Porjar Kota mampu mengalahkan juara bertah- Denpasar. (ad1244)
Pengobatan Alternatif Khas Bali Pascasarjana Unhi Gelar Pelatihan Semakin Ramai Dikunjungi Pasien Penulisan pada Jurnal Internasional
Jro Sutiawati PENGOBATAN alternatif kian diminati. Pertumbuhan pengobatan alternatif kini semakin banyak dengan beragam metode dan cara yang sangat menarik. Salah
satunya pengobatan alternatif khas dari Pulau Bali. Pengobatan alternatif yang kian diminati masyarakat Bali adalah pengobatan alternatif Jro Sutiawati. Jro Sutiawati, paranormal muda yang lebih menggeluti pengobatan alternatif, mengatakan pengobatan alternatif yang diterapkan menggunakan indra keenam untuk melihat aura pasien. Pengobatan dengan menggunakan indra keenam untuk melihat aura pasien sudah merupakan ilmu yang turun-temurun. Ayahnya yang juga seorang paranormal menurunkannya pada Jro Sutiawati. “Bahkan saya sejak kecil sudah mengobati beberapa pasien yang sakit di Bali,” kata Sutiawati, Kamis (27/10) lalu. Segala jenis penyakit medis dan non medis dilayaninya. Yang termasuk dalam pengobatan medis seperti kanker, tumor, lambung, liver, kista, stroke, lumpuh, alergi, mandul, prostat dan lainnya. Sedangkan pengobatan non medis seperti untuk tolak balak dari berbagai macam gangguan teluh, santet, gangguan bisnis atau usaha, jodoh, serta pembuka aura kecantikan. Untuk memberikan pelayanan secara all out, Jro Sutiawati siap membantu pasien dengan keadaan darurat dengan mendatangi pasien ke rumah sakit tempat pasien berobat atau ke rumah pasien. Hal itu semata-mata untuk memberikan pelayanan lebih kepada masyarakat yang membutuhkan. “Sebelumnya bu Jro tidak boleh keluar dari arena bu Jro, tapi seiring dengan bertambahnya umur dan memang mendapat pawisik-pawisik, bu Jro siap datang, selama dalam keadaan darurat,” tandasnya. Saat pengobatan, pasien hanya membawa dupa, canang, pejati, tergantung penyakit yang diderita pasien. Minyak pawisik yang menjadi ikon pengobatan Jro Sutiawati merupakan media untuk pengobatannya. Minyak dioleskan setiap harinya dan tergantung berat tidaknya penyakit pasien. Selain membantu pengobatan, Jro Sutiawati juga siap membantu masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi, kegagalan usaha, usaha mandeg, toko sepi, usaha bangkrut, bisnis mundur, dll. Masyarakat yang ingin mencoba pengobatan dari pawisik yang beliau dapatkan, dapat menghubungi 081337306812. (ad1246)
Daihatsu Gelar ’’Gathering” dan Tes ’’Drive” Sigra SEBAGAI tindak lanjut launching Daihatsu Sigra, serta untuk meyakinkan para pembeli, Daihatsu, Sabtu (19/11) menggelar gathering dan juga tes drive bertempat di Krisna Resto & Galeri. Ini dilakukan untuk memberikan kesempatan kepada para calon pembeli untuk merasakan sensasi dari Daihatsu Sigra, karena saat peluncuran pada bulan Agustus lalu belum tersedia tes drive. Pada event ini juga digelar kegiatan donor darah dan juga lomba irit BBM. “Hari ini ada dua yang disasar, pertama untuk yang sudah memiliki Daihatsu Sigra dan kedua yang berencana untuk membeli. Di sini untuk konsumen yang belum merasakan, yang masih prospek atau rencana beli, diberikan kesempatan untuk mencoba,” kata Koordinator Wilayah dan Kepala cabang Daihatsu Denpasar Tulus Pambudi di sela acara gathering dan juga tes drive, Sabtu (19/11) kemarin. Menurutnya, untuk gathering ini lebih banyak diisi dengan berbagai permainan. Ini dilakukan untuk tetap mempertahankan loyalitas kepada konsumen. Gathering ini dihadiri oleh konsumen yang sudah pernah membeli produk Daihatsu di wilayah Bali. Yang mana mereka diundang untuk merasakan produk baru dari Daihatsu yaitu Daihatsu sigra. “Pada awalnya untuk kegiatan ini kami menargetkan sebanyak 100 konsumen yang datang. Sedangkan untuk target pemesanan kendaraan atau SPK pada event ini diharapkan bisa mencapai sebanyak 25 unit,” harapnya Dikatakannya, dari sejak diluncurkan pada bulan Agustus sampai hari ini, jumlah SPK Daihatsu Sigra sudah mencapai 671 unit. Sedangkan yang sudah terjadi transaksi sebanyak 496 untuk total Bali. Adanya perbedaan jumlah transaksi ini karena menurut Tulus tidak semua produk bisa tersuplay. Hal ini disebabkan karena ada
beberapa konsumen yang belum cocok dengan tipe yang diminta. “Ini karena ada beberapa konsumen yang belum match dengan tipe yang dimintanya. Misalkan yang automatic warna putih, karena permintaan yang tinggi sehingga belum bisa ter-suplay semua,” ungkapnya. Dari sejak diluncurkan sampai dengan akhir tahun 2016, pihaknya menargetkan bisa terjual total sebanyak 850 unit Daihatsu Sigra. Ditambahkannya, untuk varian di Daihatsu komposisi dari Daihatsu Sigra mendominasi penjualan saat ini. Secara ranking Daihatsu total adalah Xenia, Sigra, Granmax, Ayla. Tapi saat ini dengan adanya Daihatsu Sigra, sudah memposisikan mendekati ke penjualan Xenia. “Waktu akan diluncurkannya Daihatsu Sigra, sempat diprediksi Xenia dan Ayla akan turun penjualannya. Namun faktanya di lapangan, ketiga produk itu malah menjadi primadona. Penjualan Xenia naik, Sigra naik, Ayla yang diprediksi turun malah naiknya lebih tinggi,” paparnya. Menurutnya, secara segmen Daihatsu Sigra ini membuat segmen
baru. Kalau dilihat dari data market share, Daihatsu sudah mencapai 40,5 persen bulan Oktober untuk wilayah Bali. “Ini membuktikan peminat Sigra tidak mempengaruhi orang yang ingin membeli Xenia ataupun Ayla. Justru Sigra mengambil segmen market kompetitor atau membuat segmen baru,” tambahnya. Salah seorang konsumen yang juga pemilik PT Bali Cosme Indo Perkasa, Anton Johan menyampaikan tanggapannya terkait produk Daihatsu Sigra. Menurutnya, kehadiran Sigra ini merupakan suatu terobosan yang paling genius dari Daihatsu, dibandingkan dengan mobil yang setara. Karena untuk di dalam kota, sebagai mobil kantor cukup pas selain itu modelnya juga oke. Untuk mesinnya, kata Anton, sangat irit sekali dibandingkan dengan merek lain. “Selain keunggulan yang dimiliki Daihatsu Sigra, service-nya juga baik dan juga purna jualnya sangat bagus. Saya memang sangat panatik dengan produk Daihatsu. Saat ini semua mobil yang saya miliki merek Daihatsu,” katanya. (bns1)
TES - Koordinator Wilayah dan Kepala Cabang Daihatsu Denpasar Tulus Pambudi berfoto di depan Daihatsu Sigra, di sela acara gathering dan tes drive, Sabtu (19/11) kemarin.
Dirangkai Pelantikan MPC ADI Se-Bali SERANGKAIAN HUT-nya ke-14, Program Pascasarjana Unhi menggelar pelatihan penulisan pada jurnal internasional, Sabtu (19/11) kemarin di aula Gedung Rektorat Unhi. Pelatihan ini menghadirkan pembicara Dr. Mohammed Ali Berawi, M.Eng.Sc., Ph.D. (UI) dan Prof. Nyoman Semadi Antara (Unud). Kegiatan tersebut dirangkai dengan pelantikan Majelis Pengurus Cabang Asosiasi Dosen Indonesia (MPC-ADI) se-Bali Unhi, Unud, IKIP Saraswati Tabanan, STIMI Handayani, dan Stispol Wirabhakti Denpasar. MPC-ADI Unhi diketua Dr. I.B. Dharmika yang Rektor Unhi. Ketua Majelis Pengurus ADI Bali Prof. Dr. Sucipta mengatakan, ADI didirikan sebagai wujud tanggung jawab sosial dan kepedulian terhadap bangsa yang ditujukan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan kesejahteraan umum melalui jalur pendidikan formal pada tingkatan pendidikan tinggi. Rektor Unhi Dr. I.B. Dharmika menyambut baik kegiatan tersebut. Dikatakannya, dosen dituntut mampu menulis artikel di jurnal internasional. Karena itu, pelatihan penulisan pada jurnal internasional sangat penting. Direktur Program Pascasarjana Unhi Prof. Dr. Putu Gelgel didampingi Wakil Direktur II Dr. I Gusti Ayu Wimba dan Wakil Ketua HUT Dr. Wayan Winaja menyampaikan, kegiatan ini sangat penting bagi dosen agar tulisannya bisa diterima di jurnal internasional. Para dosen, terutama yang mau naik ke jenjang jabatan akademik lektor kepala dan guru besar wajib menulis di jurnal internasional. Sekarang banyak dosen yang terhambat ke jenjang guru besar karena tidak memiliki tulisan pada jurnal internasional. Oleh karena itu para dosen perlu diberikan pelatihan dan infor-
PELATIHAN -Pascasarjana Unhi menggelar pelatihan penulisan artikel pada jurnal internasional, dirangkai dengan pelantikan Majelis Pengurus Cabang ADI, Sabtu kemarin. masi tentang tata cara menulis pada jurnal internasional agar tulisannya bisa dimuat. “Intinya, melalui pelatihan ini bisa membantu rekan-rekan dosen agar tulisannya bisa dimuat pada jurnal internasional,” ujarnya. Narasumber Dr. Mohammed Ali Berawi menyampaikan betapa pentingnya mempublikasikan artikel pada jurnal internasional untuk menunjukkan kreativitas dan keterlibatan keilmuan di tingkat internasional. Di samping itu penting untuk mengembangkan networking. Banyak membaca, salah satu kiat untuk bisa menulis. Narasumber Prof. Nyoman Semadi Antara, Ph.D. menyampaikanpublikasi pada jurnal internasional bertujuan untuk menambah khasanah ilmu pengetahuan dan teknologi, menyebarluaskan temuan baru, memperoleh rekognisi, menarik minat orang lain, mendapat umpan balik dari ahli lain, legitimasi penelitian, propaganda kepakaran dan mendapatkan angka kredit. Artikel ilmiah bertujuan untuk berbagi informasi hasil penelitian
dengan peneliti lainnya. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka artikel harus dapat menginformasikan, bukan mempengaruhi. Artikel harus mudah dibaca dan dimengerti yaitu jelas, akurat, dan ringkas. Di sisi lain Prof. Gelgel menambahkan, perayaan hari jadi Pascasarjana Unhi diisi dengan kegiatan dalam rangka penguatan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Selain pengabdian kepada masyarakat, Pascasarjana Unhi mengawali kegiatan dengan menggelar saresehan Sastra Hindu. Kemudian menggelar seminar hasil penelitian dosen Pascasarjana Unhi. Kegiatan lain berupa bedah buku Perempuan dan Kesuburan dan Hukum Pidana Hindu tanggal 25 November. Tanggal 26 November digelar senam jantung sehat dan pelayanan kesehatan. Tanggal 28 November studium generale “Wisdom untuk Mencapai Kebahagiaan Perspektif Wedanta Sutra”. Puncak HUT pada tanggal 30 November dengan agenda pameran buku, hasil penelitian, pameran jurnal, kesenian dll. (ad1245)
Semangat Puputan
Masyarakat Ole Gelar Malam Pentas Seni ADA berbagai cara dalam memaknai perjuangan I Gusti Ngurah Rai. Nah, kalau yang ini adalah bentuk semangat para pemuda Banjar Ole, Desa Marga Dauh Puri, Kecamatan Marga, Tabanan dalam memaknai pejuang terkenal dengan pekik Puputan itu. Mereka menggelar “Malam Pentas Seni” yang dirangkaikan dengan menyambut peserta napak tilas bertempat di Bale Serbaguna Desa Pakraman Ole, Sabtu (19/11) kemarin. Tunas-tunas muda ini menyajikan seni tradisi, musikalisasi puisi, batel gender wayang kreasi dan olah musik dengan tema “Ngurah Rai dan Margarana”. Ekspresi seni untuk mengenang akhir gerilya I Gusti Ngurah Rai dan Pasukan Ciung Wanara sebelum pecah perang Puputan di Subak Umakaang (Margarana kini). Mereka seakan mengingatkan semua orang, kalau Ole adalah desa bersejarah yang belakangan mulai dilupakan. Pentas seni diawali dari penampilan Sekaa Gong Anak-anak Pucil Makembang dengan membawakan tabuh-tabuh klasik dan kreasi. Sekaa gong yang sempat dipercaya sebagai Duta Kabupaten Tabanan pada PKB 2015 itu juga mengiring tari-tarian. Teruna Teruni Citta Dharma lebih
BPM/KMB
PENTAS - Salah satu peserta pentas seni yang tampil serangkaian peringatan Puputan Margarana. banyak berkreativitas lewat seni modern dengan menampilkan musikalisasi dan olah musik bernuansa kekinian karya Gde Gita dan Nova. Sementara kolaborasi Sanggar Buratwangi dan SDN 2 Marga menampilkan tabuh batel gender wayang kreasi dengan dipadu lagu Margarana yang agak mirip dengan Sandya Gita. Wawan Beracuk selaku penggarap mengolah nada-nada selendro sesuai dengan lagu perjuangan yang penuh semangat dengan mengedepankan permainan nada dan tempo tanpa
meninggalkan pakem bebatelan. Malam pentas itu juga diisi dengan pemuteran Film Perjuangan I Gusti Ngurah Rai dan Sarasehan. Malam pentas seni diawali dengan persembahyangan bersama dengan peserta napak tilas, makan bersama selanjutnya pagelaran seni. “Malam pentas seni ini untuk mengenang perjuangan I Gusti Ngurah Rai dan pasukan Ciung Wanara pada saat bergerilia di Banjar Ole,” kata Bendesa Desa Adat Ole I Wayan Sunitia Mertha. (kmb)
4
Minggu Wage, 20 November 2016
GURU -- Guru juga patut memandang PLPG sebagai panggilan jiwa dan membebaskan forum ini dari guru yang tidak siap atau terpakasa mengikuti PLPG. Selama PLPG guru belajar dan memanfaatkan instruktur dengan maksimal. Di PLPG guru berkonsultasi dengan para instruktur tentang masalah-masalah yang selama ini dialami. Di PLPG guru harusnya menemukan solusi dan inspirasi bagi kemajuan dirinya. Karena itulah tantangan berat PLPG mengubah mental atau etos kerja guru, dari guru ‘’mengajar’’ ke guru ‘’belajar’’. Sebenarnya, perubahan mental itulah menjadi pesan mulia PLPG. Pesan ini diharapkan menjadi inspirasi dan ditindaklanjuti oleh peserta PLPG dengan melakukan perubahan mental secara nyata. Dalam hal ini PLPG sebagai ujian integritas diri. PLPG harus mampu menjadi titik balik kesadaran guru untuk melakukan perombakan paradigma dari guru yang hanya ‘’mengajar’’ ke guru yang ‘’belajar dulu baru mengajar’’.
Mendobrak Paradigma
’’Guru Mengajar’’ Jadi ’’Guru Belajar’’ SAAT ini di Indonesia tersedia 540 ribu guru yang belum tersertifikasi. Seharusnya program nasional sertifikasi guru melalui PLPG berakhir tahun 2015. Mengingat jumlah yang sedemikian besar, pemerintah hingga 2019 masih tetap menyelenggarakan PLPG. Tentu saja ini kesempatan terbaik bagi guru yang belum sertifikasi. Pada periode postofolio pelaksanaan sertifikasi guru, bertujuan meningkatkan kesejahteraan. Namun pemerintah tidak puas karena idealnya, kesejahteraan guru berkontribusi positif terhadap peningkatan kualitas pendidikan bangsa. Apa lacur, jauh panggang dari api. Untuk itu, sistem sertifikasi guru disempurnakan. Sistem ini telah mengubah citra guru miskin atau guru Umar Bakri menjadi guru sejahtera. Pada awalnya itu semua karena rasa belas kasihan negara kepada nasib para guru yang bertahun-tahun terpuruk dalam sejarah kemiskinan. Tetapi urusan peningkatan kualitas pendidikan tidak cukup diselesaikan dengan rasa belas kasihan negara. Guru yang sejahtera juga dituntut negara, guru yang berkualitas tinggi, garansi bagi peningkatan kualitas pendidikan bangsa. Maka lewat PLPG pemerintah meningkatkan kualitas guru, bukan lagi meningkatkan kesejahteraan, hanya sebagai konsekuensi tingginya etos kerja guru. Kualitas Namun peningkatan kualitas guru lewat PLPG ternyata tidak cukup karenanya kualitas guru yang tersertifikasi tetap
dipantau melalui sistem yang dikembangkan, misalnya bagaimana agar guru selalu belajar. Belajar bagi guru, satu-satunya cara meningkatkan kualitas. Belajar sebagai komplemen tugas mengajar dan bukan kontrasnya. Persoalan pendidikan yang ibarat fosil, guru tidak mau belajar, merasa diri sudah cukup tahu karena dalam pandangan mereka kegiatan belajar bukan tugasnya tetapi tugas siswa. Fosil ini ‘’dihancurkan’’ melalui mengembangan program guru pembelajar, dalam berbagai moda, seperti kombinasi tatap muka dan daring atau daring murni. Tetapi di lapangan, program guru pembelajar dipandang melenceng, dinilai cara meningkatkan skor UKG atau UTN. Sejatinya program ini digagas untuk membelajarkan guru. Lolos Tahun ini, seorang guru yang mengikuti PLPG bukan lagi untuk lolos dan dengan sendirinya mengantongi sertifikat pendidik, tetapi baru sebatas memperoleh ‘’tiket’’ untuk mengikuti UKG atau UTN, kesempatan untuk memperoleh sertifikat pendidik. Inilah yang secara mendasar berubah dalam PLPG 2016. Karena itu, seorang guru yang telah mencapai skor
UKG atau UTN minimal atau lebih dari 80, setelah lolos PLPG secara otomatis memperoleh sertifikat pendidik. PLPG 2016 murni sebagai ikhtiar meningkatkan kualitas guru secara nasional. Dengan satu asumsi, guru mengikuti dengan baik, kualitas mereka pun meningkat, dengan indikator pada peningkatan wawasan dan kompetensi, maka guru tersebut setelah PLPG siap membuktikan ‘’kehebatannya’’ dalam UKG atau UTN. Jadi, ini merupakan tujuan jangka pendek PLPG. Implementasi PLPG berupa tatap muka, pelatihan penelitian tindakan kelas, dan praktik mengajar, tetap ditekankan pada aspek belajar. Para instruktur harus mampu membelajarkan guru peserta. Hal ini merupakan dilema PLPG karena waktu pelaksanaannya sangat terbatas. Namun demikian etos belajar yang dianut oleh para dosen perguruan tinggi, tampaknya menjadi garansi dalam membelajarkan guru. Dalam waktu kurang lebih selama sepuluh hari, guru belajar dan bekerja keras, diharapkan dapat membentuk pandangan bahwa guru harus bekerja keras dalam meningkatkan kualitas pendidikan bangsa. Panggilan Guru juga patut memandang PLPG sebagai panggilan jiwa dan membebaskan forum ini dari guru yang tidak siap atau terpakasa mengikuti PLPG. Selama PLPG
guru belajar dan memanfaatkan instruktur dengan maksimal. Di PLPG guru berkonsultasi dengan para instruktur tentang masalah-masalah yang selama ini dialami. Di PLPG guru harusnya menemukan solusi dan inspirasi bagi kemajuan dirinya. Karena itulah tantangan berat PLPG mengubah mental atau etos kerja guru, dari guru ‘’mengajar’’ ke guru ‘’belajar’’. Sebenarnya, perubahan mental itulah menjadi pesan mulia PLPG. Pesan ini diharapkan menjadi inspirasi dan ditindaklanjuti oleh peserta PLPG dengan melakukan perubahan mental secara nyata. Dalam hal ini PLPG sebagai ujian integritas diri. PLPG harus mampu menjadi titik balik kesadaran guru untuk melakukan perombakan paradigma dari guru yang hanya ‘’mengajar’’ ke guru yang ‘’belajar dulu baru mengajar’’. Hanya dengan prinsip melakukan perubahan mental, PLPG bermakna bagi peningkatan kualitas pendidikan melalui peningkatan kualitas guru. Jadi, PLPG bukan ujian guru tetapi sarana peningkatan kualitas guru. Artinya, pemerintah memandang guru belum berkualitas dan harus dilakukan tindakan untuk meningkatkan kualitas guru, salah satunya lewat PLPG. Siswa Setelah mengikuti PLPG dan guru kembali mengajar, siswa akan merasakan suasana belajar yang lain dari biasanya.
Guru semakin rajin membaca buku untuk mengimbangi kebutuhan siswa akan informasi. Guru menulis makalah atau esai sederhana berdasarkan pengalaman mengajar. Guru terlibat secara aktif dalam berbagai forum seminar atau diskusi, baik secara tatap muka maupun daring. Pengajaran guru semakin kreatif, misalnya menggunakan peraga yang selama ini alpa dilakukan. Guru menyusun bahan ajar sendiri, sejalan kebutuhan siswa. Guru selalu menyempatkan diri bercerita sastra kepada siswanya. Guru bersama temannya mendesain penelitian tindakan kelas. Guru membentuk tim mengajar dan kolaborasi untuk saling terbuka dalam menyampaikan dan menerima kritik. Guru mengembangkan proyek pembelajaran pribadi yang siap dipamerkan di sekolah. Tidak ada pejabat pendidikan yang mampu menciptakan perubahan dari guru yang ‘’melulu mengajar’’ menjadi guru ‘’belajar dulu baru mengajar’’. Tidak juga kepala sekolah. Tidak pula komite sekolah. Bahkan tidak pula seorang guru teladan. Yang mampu melakukan perubahan tersebut adalah semua guru di sekolah itu. Dampak mental dan dampak moral PLPG atau sertifikasi guru adalah menggerakkan guru sertifikasi agar bersama mendobrak keadaan guru yang ‘’melulu mengajar’’ menjadi guru ‘’belajar dulu baru mengajar’’. zI Wayan Artika
Serba-Serbi Osteoporosis ZAMAN sekarang gaya hidup masyarakat melalui era teknologi canggih kebiasaan untuk berolahraga sangat kurang itu berdampak kepada meningkatnya kualitas kesehatan dan penyakit-penyakit yang rentan terkena pada usia lanjut. Dalam hal ini saya akan mengupas dampak osteoporosis atau pengapuran yang rentan terhadap usia lanjut khususnya pada wanita. Yang dimaksud dari osteoporosis adalah suatu kondisi yang memengaruhi tulang, menyebabkan mereka menjadi lemah dan rapuh dan lebih mungkin untuk fraktur atau patah. Patah tulang ini paling sering terjadi pada pergelangan tangan, tulang belakang, dan pinggul tetapi dapat memengaruhi tulang lain seperti lengan atau panggul. Apa yang menyebabkan Osteoporosis? Pada masa kanak kanak, tulang tumbuh dan memperbaiki sangat cepat, namun proses inimelambat seiring pertambahan usia dana pola hidup yang baik dari segi makanan dan olahraga yang kurang. Tulang berhenti tumbuh panjang antara usia 16 dan 18, namun terus meningkat dalam kepadatan sampai anda berakhir di akhir umur 20-an. Dari sekitar usia 35 tahun, anda secara bertahap kehilangan kepadatan tulang. Ini adalah bagian normal dari penuaan, namun bagi sebagian orang dapat menyebabkan osteoporosis dan peningkatan risiko patah tulang.
Risiko Hal hal lain yang meningkatkan risiko terkena osteoporosis antara lain: 1. Penyakit pada kelenjar yang memproduksi hormon seperti kelenjar tiroid yang terlalu aktif (Hipertiroidisme). 2. Riwayat keluarga osteoporosis. 3. Penggunaan jangka panjang dari obat obatan tertentu yang memengaruhi kekuatan tulang, atau kadar hormon, misalnya Prednisolon oral. 4. Masalah absorpsi atau penyerapan kalsium dalam tubuh. 5. Minum alkohol dan merokok. Gejala Osteoporosis antara lain, Sering ada tanda tanda peringatan untuk osteoporosis sampai seseorang mengalami patah tulang, seringkali setelah jatuh. Cedera yang paling umum pada orang dengan osteoporosis adalah patah tulang pergelangan tangan, patah tulang pinggul, atau patah tulang dari tulang tulang belakang (Vertebrae) Risiko Tinggi Jika dokter anda mencurigai anda memiliki osteoporosis atau bersiko tinggi mengembangkan kondisi, anda mungkin akan dirujuk untuk scan kepadatan tulang atau DEXA Scan. Ini adalah prosedur singkat dan tanpa rasa sakit yang membantu untuk menilai risiko patah tulang. Mengobati Osteoporosis didasarkan pada mengobati dan mencegah patah tulang dan menggunakan obat untuk memperkuat tulang anda. Namun keputusan tentang perawatan apa, jika ada anda telah tergantung pada risiko fraktur. Dengan
didasarkan penilaian hasil DEXA Scan anda dan usia anda Mencegah Osteoporosis hal ini penting pada orang yang berisiko Osteoporosis mengambil langkah langkah untuk membantu menjaga kesehatan tulang dan mengurangi risiko mengembangkan kondisi. Ini mungkin termasuk rutin berolahraga, makan makanan sehat, berhenti merokok, dan mengurangi konsumsi minuman alkohol. Hidup dengan osteoporosis. Jika anda didiagnosis dengan osteoporosis, ada beberapa langkah yang dapat anda ambil untuk mngurangi kesematan anda jatuh, seperti menghapus bahaya dari rumah anda dana memiliki pemandangan yang biasa dan tes pendengaran. Ada cara untuk membantu pemulihan anda dari patah tulang ini mungkin termasuk: 1. Perawatan panas atau dingin, dengan mandi air hangat atau kompres air dingin. 2. TENS (Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation) atau perangkat listrik yang diduga bisa mengurangi rasa nyeri dengan merangsang saraf. 3. Teknik relaksasi. Jika anda khawatir tentang hidup dengan kondisi jangka panjang, berbicara dengan dokter atau perawat yang mungkin dapat menjawab setiap pertanyaan yang anda miliki. Beberapa orang dengan osteoporosis merasa terbantu untuk berbicara dengan konselor terlatih atau psikolog, atau kepada orang lain dengan kondisi tersebut. zdr. Christian Harnat Marbun
OSTEOPOROSIS - Pada masa kanak kanak, tulang tumbuh dan memperbaiki sangat cepat, namun proses inimelambat seiring pertambahan usia dana pola hidup yang baik dari segi makanan dan olahraga yang kurang. Tulang berhenti tumbuh panjang antara usia 16 dan 18, namun terus meningkat dalam kepadatan sampai anda berakhir di akhir umur 20-an. Dari sekitar usia 35 tahun, anda secara bertahap kehilangan kepadatan tulang. Ini adalah bagian normal dari penuaan, namun bagi sebagian orang dapat menyebabkan osteoporosis dan peningkatan risiko patah tulang.
Sehat, Langsing dan Awet Muda Di tengah saratnya aktivitas sepanjang hari. Sering menimbulkan kejenuhan berkepanjangan. Oleh sebab itu lakukan peregangan ringan pada otot leher, paha, lengan, punggung serta pinggul. Ikuti peragaan di bawah ini bersama instruktur senior Leni dari Lala Studio.
RUBRIK “Bugar” ini terbuka untuk umum. Bagi Anda yang memiliki problem masalah tubuh. Kirimkan ke Redaksi Bali Post ( Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232) Atau Adolfina Grace Tangkudung Sekolah Senam Lala Studio ( Jl. Veteran 66E, Puri Satria Denpasar, telp. 0361. 283226. Cantumkan kupon” “Bugar” di sudut kiri amplop.
Gb. I : Duduk bersila dengan posisi badan tegak. Kedua tangan memegang telapak kaki. Condongkan badan jauh ke depan dengan posisi punggung tetap lurus, tahan 8 hitungan. Tegakkan kembali lalu ulangi gerakan tadi.
Gb. II : Tetaplah duduk bersila, kedua tangan di belakang badan untuk menegakkan punggung, kedua kaki ditekuk, tutup rapat. Rebahkan kedua kaki ke arah kanan dan kiri sebanyak 2x8 hitungan.
Gb. III : Tetaplah duduk dengan posisi tegak, tangan kanan memegang kepala, tangan kiri rileks. Tekuk leher ke arah kanan dan tahan 8 hitungan. Setelah itu lakukan gerakan kebalikan.
Lakukan peregangan secara rutin agar sehat, langsing, dan awet muda menjadi milik Anda. Salam bugar dari Lala Studio.
Gb. IV : Kedua kaki dibuka dan tekuk, sedangkan kedua tangan lurus depan dada, berpegangan. Condongkan badan sedikit ke depan lalu tegakkan kembali. Ulangi gerakan hingga 3x8 hitungan.
Kupon
5
Minggu Wage, 20 November 2016
Resensi Buku
Memahami Kembali Ngaben Judul Buku Penulis Penerbit Tahun Tebal
: Upacara Ngaben Pranawa Seri 2 : Ida Rsi Bhujangga Putra Sara Shri Satya Jyoti : Pustaka Bali Post : 2016 : 43 halaman
UPACARA ngaben sangat dikenal oleh orang di luar Bali, sebagai ritus yang sakral dan mengundang decak kagum. Buku ini sengaja disusun untuk memberikan tuntunan atau pedoman ketika melaksanakan ngaben sesuai dengan sumbernya. Sehingga pelaksanaannya dapat dilaksanakan dengan sederhana dan mudah tanpa menghilangkan makna dan tujuannya. Makanya berisi identias ‘’seri 2’’, Mentradisikan Agama bukan Mengagamaan Tradisi. Artinya, bagian kedua dari buku ‘’Remorfasi Ritual’’ yang secara khusus menguraikan pelaksanaan upacara ngaben sesuai dengan sumbernya bukan berdasarkan tradisi nak mula keto. Buku ini sengaja disusun untuk menambah wawasan maupun mampu dikaji ulang sehingga pengetahuan umat pun mampu tercerahkan. (osi)
Tamasya Bersama Puisi Judul Buku Penulis Penerbit Tahun Tebal
: Kota Ini Kembang Api : Gratiagusti Chananya Rompas : Gramedia Pustaka Utama : 2016 : 89 halaman
BUKU ini terbilang unik. Desain bukunya yang misterius dan memikat. Juga isi di dalamnya yang menawarkan beragam puisi yang tidak biasa. Melompat-lompat. Tidak seperti bentuk dan teknik menulis puisi pada umumnya. Puisi berjudul ‘’sayang aku ingin pulang. tidur. dan mimpi.’’ menjadi favorit dari yang terfavorit. Kata-kata terangkai menjadi dua bagian yang berkisah tentang kerinduan akan sang kekasih namun kungkungan aktivitas yang menghabiskan waktu dan tenaga. Bagian pertama menceritakan keinginan untuk segera pulang, keinginan untuk segera tidur, dan keinginan untuk segera mimpi. Lalu, pada bagian kedualah klimaks itu tiba. Rintihan kerinduan yang semakin menjadi. Pembaca akan merasakannya bahkan ketika sadar bahwa ia tak memiliki kekasih yang semestinya dirindukan. Favorit kedua berjudul ‘’gedung gedung malam malam’’ yang lagi-lagi berakhir klimak. Banyak keunikan dalam buku ini. Selain ilustrasi yang memiliki tugas merasuki pendalaman makna pembaca, beberapa puisinya juga ditulis acak; ada satu puisi yang bait pertama tertulis rata kanan, namun bait di bawahnya rata kiri, seperti pada puisi ‘’ketika malam datang merayap’’. Magisnya, peletakan bait itu memengaruhi kinerja puisi. Bagai pro dan kontra, bait-bait tersebut bagai memberikan dua sudut pandang berbeda. Menikmati puisi ini seperti tamasya dengan pikiran-pikiran pengarangnya. (osi)
Sang Raja
CERPEN
Oleh Luhur Satyan Pambudi INILAH kisah tentang seorang raja yang hidup ratusan tahun silam dan tidak terlalu lumrah. Mengapa demikian, lantaran sejatinya ia setia dan tidak ingin menghamburhamburkan cintanya kepada setiap perempuan di mana saja. Tentu tidak sebagaimana layaknya para raja di masa itu atau bahkan sebagian besar hasrat kaum adam hingga saat ini. Ia bukanlah lelaki yang mudah jatuh hati. Namun sebuah peristiwa penting membuat sang raja akhirnya menikah untuk kedua kalinya. Raja tersebut bernama Macello. Ia memimpin kerajaan bernama Bifet. Macello dinobatkan sebagai raja pada usia lima belas tahun demi menggantikan ayahnya yang gugur dalam satu pertempuran. Enam tahun kemudian, Raja Macello mengakhiri masa lajangnya dengan menikahi Violin, putri pertama Raja Guitarra dari kerajaan Lifet, yang merupakan teman bermainnya sedari bocah. Semula Violin sempat tak yakin dengan kesungguhan hati Macello untuk tidak menduakan cintanya sekiranya mereka menikah nanti, mengingat kecenderungan kebanyakan raja yang biasanya memiliki istri lebih dari satu. ”Aku janji bahwa aku bisa berbeda dengan raja lainnya. Aku hanya akan menikahi seorang perempuan dan kaulah semata bidadari pilihanku,” tegas Macello. ”Rasanya masih tetap tak mudah bagiku percaya padamu, Kanda. Mohon maklumi keraguanku ini,” ujar Violin. ”Aku tak bisa memaksamu agar lekas percaya padaku, Dinda. Aku maklum karena ayahku pun memiliki tiga istri. Oh ya, aku teringat sesuatu. Bukankah ayahmu, Raja Guitarra, memiliki seorang istri belaka?” ”Iya, ayahku memang hanya pernah menikahi ibuku.” ”Jadi, aku bisa mengikuti jejak ayahmu, bukan?” ”Baiklah, Kanda. Aku percaya, kau bisa seperti ayahku.” Putri Violin mengatakannya dengan senyuman lebar dan mata berbinar-binar. *** Bersandingnya Raja Macello dan Putri Violin di pelaminan menjadi hari istimewa bagi dua wilayah kerajaan. Masyarakat kedua negeri pun bersukacita menyambut pernikahan agung mereka. Andaikata dalam kebanyakan dongeng, sebuah pernikahan pasti akan sarat sukacita hingga akhir masa, namun tidak mutlak demikian kisah Raja Macello dan Putri Violin. Sesungguhnya ada sebuah masalah terpendam, selayaknya bom waktu yang setiap saat dapat meledak, dan bisa jadi menimbulkan dampak yang kurang apik di masa depan. Violin pernah mengingatkan sesuatu yang cukup mengusik perasaan Macello, tapi sang raja muda tidak bersedia berpikir lebih jauh ketika itu. ”Kanda Raja tentu ingat bahwa aku adalah calon ratu kerajaan Lifet, bukan?” tanya Violin kepada kekasihnya. ”Iya, aku tahu kau merupakan ahli waris pertama ayahmu. Lantas apa yang kau khawatirkan?” Macello balas bertanya. ”Mungkin aku mesti pergi dari sini ketika tugas negara memanggilku,” ujar Violin dengan air mata yang mulai menetes. Pastilah ia tak ingin berpisah begitu saja dengan suami tercinta. ”Dinda, tak usahlah menangis. Kita pasti sanggup menghadapinya, jika hal itu benar terjadi. Lagi pula, bukankah ayahanda Raja Guitarra masih segar bugar saat ini? Kita doakan saja agar beliau panjang usia dan sehat senantiasa,” kata Macello mencoba mengenyahkan kegundahan hati istrinya.
Pembicaran tersebut terjadi manakala pernikahan pemimpin Bifet dan putri mahkota Lifet baru berlangsung beberapa hari. Menjelang satu tahun usia pernikahan mereka, lahirlah Pangeran Kadore dari rahim Putri Violin. Aroma sukacita pun kian melingkupi kehidupan dua sejoli yang kini memiliki permata hati. *** Dua tahun berselang, terjadilah sesuatu yang tak terduga oleh sesiapa. Berita lelayu datang dari istana kerajaan Lifet. Raja Guitarra mangkat secara tiba-tiba, diduga terkena serangan jantung. ”Kanda Raja, aku harus segera pulang,” cetus Putri Violin yang langsung gelisah begitu mendengar kabar yang sangat melukai hatinya. ”Dinda, tenangkan dirimu. Akan kusertai langkahmu ke mana saja,” sahut Raja Macello. ”Tapi aku mungkin akan segera diangkat sebagai ratu di kerajaanku. Bagaimana dengan hubungan kita?” ”Entahlah. Coba kita jalani saja dulu.” Raja Macello, Putri Violin, dan Pangeran Kadore, dengan diiringi pasukan khusus bergegas meninggalkan istana kerajaan Bifet menuju Lifet yang tengah diliputi suasana kesedihan yang begitu dalam. Mendiang Raja Guitarra merupakan pemimpin yang dicintai rakyatnya. Kepergiannya yang sangat mendadak ditangisi seluruh penjuru negeri. ”Putri Violin, kau harus segera mempersiapkan diri untuk dua acara sekaligus,” ujar Pangeran Pianolo yang merupakan perdana menteri kerajaan Lifet.
”Apakah kita mesti bergegas melakukannya, Paman?” ”Tentu saja. Kau akan segera dilantik menjadi ratu kerajaan Lifet, sesaat setelah pemakaman ayahmu esok hari.” Putri Violin pun naik takhta sebagai pemimpin baru di negerinya, tak berapa lama sesudah jasad Raja Guitarra dikebumikan. Mahkota yang semula dikenakan oleh sang ayah kini terpajang anggun di atas kepala istri Raja Macello. Sebuah tanggung jawab besar mesti disandang oleh sang ratu yang baru berusia dua puluh tiga tahun. *** ”Sekarang aku mesti memanggilmu Dinda Ratu,” kata Raja Macello pada pagi hari berikutnya. ”Bukankah selama ini aku sudah menjadi ratu di hatimu, Kanda Raja?” ”Tentu saja, sayang. Tapi kau tahu, aku tak bisa terlalu lama di sini. Aku mesti lekas pulang ke Bifet, rakyatku sudah menunggu kehadiranku.” ”Ah, kenapa waktu tak bisa berhenti sejenak, agar kau tetap di sini menemaniku?” ”Maafkan aku, Dinda. Kau pasti paham, begitu banyak tugas menantiku di sana.” Mereka berdua bergeming belaka sejenak masa. Ada banyak hal yang tampaknya berkecamuk di kepala dan dada mereka masing-masing yang belum bisa diungkapkan. ”Kanda, aku punya sebuah gagasan. Aku tahu ini bukan sesuatu yang mudah, tapi aku sudah memikirkannya semalaman, dan kuputuskan merelakannya dengan kesungguhan hati,” ucap Ratu Violin memecah kesunyian. ”Apa yang sesungguhnya sedang kau bicarakan, Dinda?” tanya sang suami.
”Sejak aku menjadi ratu di kerajaan ini, aku tak mungkin mendampingimu lagi setiap waktu, bukan?” ”Bukankah kita bisa kerap saling mengunjungi?” ”Aku setuju hal itu, tapi menurutku kita tak perlu terlalu sering meninggalkan istana maupun tugas kita masing-masing.” ”Lantas apa gagasanmu?” ”Kanda, aku ingin kau menikah lagi.” ”Hah, apa aku tak salah dengar? Tidakkah kau ingat, aku telah berjanji setia padamu semata? Dan kau tak mau jika aku menikahi sesiapa lagi, bukan?” ”Iya, memang dahulu begitulah sikapku. Namun kucoba membuka hati dan benakku melihat kenyataan. Sikapku berubah kini. Aku justru ingin Kanda bisa tetap merasakan kebahagiaan memiliki istri yang setia mendampingi sang raja. Aku jelas tak mampu melakukannya lagi, sejak aku mesti tinggal di sini memimpin rakyatku.” ”Lalu bagaimana denganmu sendiri?” ”Jika Kanda berkenan, aku tetap menjadi istri Raja Macello, meski kita bakal tinggal berjauhan.” ”Aku tak mengerti mesti berkata apa lagi, Dinda.” ”Tapi aku punya sebuah syarat, Kanda. Aku tak tahu, apakah Kanda Raja setuju atau tidak dengan hal itu.” ”Apa lagi yang kau mau? Aku siap mewujudkannya.” ”Aku meminta Kadore menjadi putra mahkotaku. Dialah yang akan menjadi raja Lifet, jika kelak aku mangkat. Bersediakah Kanda menerimanya?” Macello bergeming sejenak, namun ia lantas bersabda, ”Kau sudah sangat berbesar hati memperkenanku menikah lagi. Maka tiada alasan apa pun menolak permintaanmu. Aku percaya, Yang Mahakuasa akan memberiku keturunan lagi dan dialah nanti yang menjadi putra mahkota kerajaan Bifet.” ”Terima kasih, Kanda. Aku berharap, begitu kau kembali ke istana, segera kau pilih perempuan cantik paling baik yang kau kenal menjadi permaisurimu yang baru.” ”Aku janji akan memenuhi harapan perempuan yang paling aku cintai.” Macello dan Violin berpelukan dalam suasana sanubari yang sangat beragam. Bom waktu akhirnya batal meledak lantaran dapat dijinakkan dengan elegan. Kedua pemimpin yang saling mengasihi tersebut sementara berpisah, kendati dengan berat hati. Begitu tiba kembali di tempat tinggalnya, Raja Macello segera mengadakan seleksi pribadi guna menentukan calon pendamping hidupnya yang baru. Sang raja akhirnya memilih Katharina, pelayan berparas rupawan yang cerdas dan paling simpatik di istana yang sudah lama dikaguminya, sebagai istri keduanya. Pesta pernikahan diadakan cukup sederhana untuk ukuran seorang raja. Jadilah kini Ratu Katharina menjadi permaisuri Raja Macello. Dua tahun setelah pernikahan tersebut, lahirlah Pangeran Dimifa yang langsung ditahbiskan sebagai putra mahkota kerajaan Bifet. Raja Macello tak perlu khawatir lagi karena sudah ada seseorang yang bakal meneruskan takhtanya. Sementara itu, Ratu Violin telah memiliki wujud kebahagiaan berbeda sebagai pemimpin yang mencintai dan dicintai oleh rakyatnya. Rasanya tak cukup alasan untuk berduka, biarpun ia hanya bisa sesekali berjumpa dengan suaminya. Toh, masih ada Pangeran Kadore, sang putra mahkota yang senantiasa setia menyertai langkah ibunya.
Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.
K. Ngurah
Eddie Oetomo
Satya Dewi
Darsono
GAB Sanjaya
Adi Wiryadarma
DIMENSI
6 RAMALAN
BINTANG
Capricorn Peruntungan: Ada harapan untuk bisa meraih hasil lebih baik daripada minggu-minggu kemarin, apalagi usaha yang telah dirintis sekian lama itu mulai menampakkan hasil, tinggal bagaimana Anda mempertahankan kelancaran usaha ini. Karier: Perbaiki kinerja Anda yang terkesan kurang bergairah dan bersemangat. Kesehatan: Usahakan jika akan melakukan aktivitas baru sebaiknya selalu dikondisikan dengan badan Anda, sehingga kondisi badan tetap terjaga dan tidak sampai timbul permasalahan di kemudian minggu. Keuangan: Pemasukan masih lumayan lancar hanya saja terhadap orang yang minta pinjaman sebaiknya jangan diberi dulu. Asmara: Waspadalah terhadap rayuan-rayuan gombal yang belum tentu kebenarannya. Aquarius Peruntungan: Sikapi setiap peluang yang muncul dengan penuh keyakinan dan tak perlu banyak pertimbangan cobalah Anda lebih yakin dengan pandangan pertama dan suara hati yang muncul pertama kali. Karier: Usahakan untuk lebih proaktif, jangan sampai kepasifan Anda memunculkan image yang merugikan bagi karier Anda. Kesehatan: Jangan sekali-sekali mengabaikan waktu makan Anda jika tak ningin kesehatan Anda terganggu karenanya. Keuangan: Bintang penolong masih memayungi perbintangan Anda sehingga Di mana ada kesulitan maka akan ada jalan untuk menyelesaikannya. Asmara: Jangan bicara aneh-aneh yang bisa memicu pertengkaran, ada baiknya Anda bersikap lebih sabar dan mau mengalah. Pisces Peruntungan: Perkembangan yang Anda rasakan akhir-akhir ini terasa cukup pesat, meski begitu kewaspadaan tetap dijaga terutama sikap sembrono yang seharusnya tak perlu dilakukan di tengah-tengah situasi yang cukup baik ini. Karier: Jangan terpancing provokasi rekan-rekan Anda yang sangat berbahaya bagi perjalanan karier Anda. Kesehatan: Tak perlu memaksakan diri untuk terus beraktivitas jika kondisi sudah lelah, beristirahatlah walau sejenak karena itu sudah cukup untuk mengembalikan kondisi badan Anda. Keuangan: Pemasukan masih lancar tetapi jika tidak di-manage dengan baik maka bukan tidak mungkin pemborosan akan membikin kacau. Asmara: Jangan masukkan dalam hati percuma saja, itu hanya akan bikin jengkel saja. Aries Peruntungan: Di minggu ini janganlah putus asa dan berkecil hati, apalagi sampai berbelok haluan, itu akan sangat merugikan sekali. Karier: Mantapkan visi dan misi Anda ke depan sehingga tak perlu goyah dengan segala pendapat yang ada. Kesehatan: Kondisi badan masih cukup baik, apalagi jika Anda selalu rajin mengonsumsi buah-buahan segar dan mau berolahraga walau hanya sebentar. Keuangan: Pemasukan cukup lancar akan tetapi masalah yang datang terkadang cukup membuat kacau keuangan Anda. Asmara: Kata-kata Anda selalu dipegang teguh olehnya, untuk itu berhati-hatilah dalam bicara, jangan asal ngomong saja. Taurus Peruntungan: Siapkan mental Anda karena benar-benar akan mengalami ujian di akhir pekan ini, jangan grogi meski tantangan menghadang dan hauslah akan kemenangan, walaupun untuk menuju ketangga impian itu tidaklah semudah yang dibayangkan. Karier: Ini adalah awal yang baik untuk memulai segala rencana Anda, tak perlu mundur sekalipun ada yang menentangnya. Kesehatan: Hindari jajan makanan di luaran jika tak ingin ada masalah kesehatan nantinya, apalagi memasuki perubahan cuaca sebaiknya Anda bisa mengendalikan diri dalam memilih makanan yang benar-benar higienis. Keuangan: Pemasukan cukup bagus tinggal bagaimana Anda me-manage-nya dengan baik. Asmara: Sudah begitu wataknya yang memang keras dan sukar untuk dibelokkan, masak Anda harus mengimbanginya dengan sikap keras pula. Gemini Peruntungan: Bantuan yang datang dari teman lama sebaiknya jangan ditolak, perlu sikap yang lapang dada, dengan tetap memperhatikan batas-batas kewajaran. Karier: Jalani segala liku-liku karier Anda dengan penuh kesabaran dan pertimbangan yang jauh ke depan. Kesehatan: Pegal-pegal di badan masih mengganggu kinerja Anda di minggu ini, untuk itu segera lakukan terapi pemijatan agar badan bisa fresh kembali. Keuangan: Dana yang cukup berlebih ini sebaiknya jangan diobral begitu saja karena masih banyak kebutuhan yang harus dipenuhi. Asmara: Berlakulah sabar menghadapi semua cobaan ini, percayalah bahwa untuk meraih ke jenjang yang lebih tinggi haruslah melewati ujian yang lumayan beratnya. Cancer Peruntungan: Di minggu ini sebaiknya Anda jangan bersikap pasif, semangat kerja harus tetap segar dan termotivasi, sehingga kesuksesan tetaplah di tangan. Karier: Usahakan dalam berpikir selalu memandang jauh ke depan dengan berbagai pertimbangan yang benar-benar berdasarkan rasio tidak hanya perasaan saja. Kesehatan: Berolahragalah secara teratur dan kontinu meski tak terlalu berat akan tetapi itu sudah cukup untuk membuat tubuh Anda selalu segar dan prima. Keuangan: Income di minggu ini masih cukup tinggi dan segala kebutuhan penting dapat teratasi, sehingga Anda bisa lebih tenang dan tak perlu cemas. Asmara: Takkan lari gunung dikejar, begitu juga kalau sudah jodoh walau berada jauh sekalipun akan bisa bertemu. Leo Peruntungan: Meski kenyataan yang muncul ternyata jauh dari sasaran sebaiknya jangan berputus asa dulu, karena itu semua ujian bahwa Anda harus mau lebih bersabar dan tidak takabur. Karier: Sikap yang terlalu cepat akrab sebaiknya mulai Anda ubah agar kewibawaan Anda tetap terjaga. Kesehatan: Aktivitas yang cukup berat dan padat sebaiknya bisa diimbangi dengan makan dan istirahat yang benar maka bukan tidak mungkin kesehatan Anda akan tetap selalu terjaga dengan baik. Keuangan: Kebutuhan di minggu ini lumayan tinggi walau begitu Anda masih tenang karena income cukup besar. Asmara: Bicaralah apa adanya, itu akan lebih dihargai daripada Anda bicara terlalu tinggi. Virgo Peruntungan: Tantangan semakin terbuka lebar, sehingga cukup berbahaya kalau Anda berlaku santai tanpa ada pemikiran untuk bekerja lebihkeras lagi. Karier: Dedikasi dan loyalitas Anda sudah cukup teruji dan diakui oleh atasan dan rekan-rekan Anda, pertahankan image yang sudah baik ini dengan selalu menjaga prestasi kerjanya. Kesehatan: Berpikirlah yang santai agar hidup ini akan terasa lebih ringan dan tidak sampai memusingkan dan kondisi badan tetap dapat terjaga dengan baik. Keuangan: Jangan berlaku boros sekalipun pemasukan masih lancar-lancar saja. Asmara: Inilah kesempatan untuk mengubah image di depan dirinya. Libra Peruntungan: Image Anda yang sudah baik ini sebaiknya bisa dijaga dan dipertahankan, jangan sampai hanya karena persoalan sepele akhirnya dapat merusak segalanya dalam sekejap waktu. Karier: Jangan mudah percaya dengan omongan orang sebelum Anda tahu sendiri bukti kebenarannya. Kesehatan: Meski kondisi badan relatif baik jika suasana hati masih saja runyam dan terus dibiarkan maka bukan tidak mungkin dampaknya akan besar terhadap kondisi badan Anda. Keuangan: Walau itu orang kepercayaan Anda sekalipun sebaiknya kalau sudah urusan uang anda harus lebih hati-hati dan usahakan segalanya berada di atas surat perjanjian. Asmara: Lagi menggelora, walaupun begitu sebaiknya tetaplah menjaga batas-batas ketimuran jangan sampai kebablasan. Scorpio Peruntungan: Jangan suka melupakan jasa orang lain walaupun sedikit. Itu akan membuat diri Anda menjadi orang yang setingkat lebih baik daripada orang yang tidak mengerti balas budi. Karier: Rencana yang sudah Anda susun sebaiknya segera konsultasikan dengan atasan agar tak timbul kesalahan di kemudian minggu. Kesehatan: Sulitnya menghindari makanan yang menjadi selera Anda merupakan masalah terberat yang harus anda hadapi saat ini apalagi jika makanan tersebut merupakan pantangan yang dianjurkan oleh dokter untuk sebisa mungkin dihindari. Keuangan: Meski masih cukup stabil sebaiknya Anda hindari dulu segala bentuk spekulasi karena banyak hal-hal yang tak terduga yang bisa merugikan keuangan Anda. Asmara: Segalanya harus dipikir panjang, jangan hanya memikirkan kesenangan sesaat, akan tetapi menderita dalam waktu yang cukup lama. Sagitarius Peruntungan: Jangan terlalu berambisi kalau harus begini jalan yang dilalui, mengapa tidak Anda jalani saja. Apa sih enaknya menentang arus, kalau kondisi tidak siap dan tidak mengizinkan, untuk itu segalanya harus penuh dengan perhitungan. Karier: Hilangkan segala kebimbangan yang muncul di dalam hati jika tanpa ada landasan yang kuat. Kesehatan: Bagian percernaan Anda masih rentan dengan sakit perut. Untuk itu hindari makanan yang terlalu pedas juga terlalu masam. Keuangan: Pemasukan di minDiasuh Oleh ggu ini cukup baik tinggal bagaimana Anda Putri Wong Kam Fu me-manage-nya. Asmara: Berlakulah jujur Berlaku dan terbuka, itu akan mencegah masuknya 20-26 November 2016 isu-isu yang tidak benar.
Minggu Wage, 20 November 2016
WEDA WAKYA
Kesempurnaan Maharesi Krsna-Dvaipayana Vyasa Yajñe bahujñanam paramabhyudaram yam dvipa-madhye sutamatmabhavat parasarat satyavati maharsih tasmai namo’jñanatamonudaya (Sarasamuccaya, Bhumika 1) ‘’Hana sira maharsi, tan hana kapinggingnira, kinatwangan ing triloka, rumantasaken petengning ajñananing sarwabhawa, anak sang Satyavati, patemwan lawan Bhagavan Parasara, prasuta ri tengahnikang Krsna-dvipa, Bhagavan Byasa ngaranira, sira ta sembahen, kamnan inghulun mujarakena saraning gawenira aji.’’ TERSEBUTLAH seorang Maharesi; tidak ada sesuatu pun yang beliau tidak ketahui, dipuja-puja oleh Triloka, mempunyai kemampuan untuk melenyapkan kegelapan pikiran seluruh makhluk. Beliau adalah putra Dewi Satyavati, dari pertemuannya dengan Bhagavan Parasara, yang terlahirkan di tengah-tengah (pulau kecil) Krsna-dvipa. Nama beliau adalah Bhagavan Byasa, yang sangat patut disembah, sebelum hamba memulai menyampaikan sari-sari ajaran suci karya beliau. Kebanggaan tidak terbantahkan bahwa kita mempunyai seorang Maharesi yang mahaterpelajar, menguasai seluruh ajaran Veda, beliau adalah Maharesi Krsnadvaipayana Veda Vyasa. Terdapat beberapa pendapat yang mengatakan perihal adanya banyak nama Vyasa (29 Vyasa termasuk Vyasa Parasaraputra). Akan tetapi, Vyasa yang disebutkan di sini sebagai yang ‘’mengurai’’ Veda adalah Vyasa, putra dari Matsyakanya Dewi Satyavati dengan Maharesi Parasara, yang dilahirkan di sebuah pulau kecil ‘’krsnaa’’ di tengah Sungai Suci Yamuna. Maharesi Parasara dengan menggunakan kesaktiannya membuat pulau kecil itu tertutupi oleh awan gelap. Oleh karena itulah pulau tersebut dinamakan Krsna-dvipa. Krsna berarti hitam atau gelap, dan dvipa berarti pulau. Dengan demikian, tidak akan ada kekacauan tafsir mengenai Vyasa yang mana yang dimaksud-
Redaktur Khusus WEDA
WAKYA Darmayasa kan di dalam penulisan Mahabharata ini, sebab sudah sangat jelas disampaikan melalui ‘’anak sang Satyavati, patemwan lawan Bhagavan Parasara, prasuta ri tengahnikang Krsna-dvipa, Bhagavan Byasa ngaranira,’’ bahwa Vyasa yang dimaksudkan di sini adalah putra Maharesi Parasara dengan Dewi Satyavati yang mempunyai putra dengan kemampuan agama spiritual mahatinggi bernama Sukadeva, dari istrinya bernama Pinjala, putri Maharesi Jabali. Menariknya, kitab suci Sarasamuccaya menyebutkan perihal keagungan, keutamaan atau kemampuan Maharesi Vyasa dengan sangat menarik, sebagai berikut: Tan hana kapingging nira: bahwa tidak ada sesuatu pun yang tidak diketahui oleh beliau. Kalimat ini mempertegas level kemaharesian yang sudah dicapai oleh beliau. Tan hana kapingging nira -- tidak ada sesuatu apa pun di dunia ini yang lepas dari tangkapan pengetahuan beliau. Kalimat ini sangat sesuai dengan definisi kata Resi (rsi) itu sendiri, yaitu beliau yang melihat mantram (mantra drstarah), beliau yang melihat segala hal-hal yang spiritual, beliau yang melihat kebenaran secara menyeluruh, itulah yang dinamakan rsi (Resi) atau Maharsi. (perihal rsi, maharsi dan lain-lain bisa dilihat pada buku Studi Ringkas Catur Veda). Seorang Maharesi di dalam ajaran Dharma Sanatana adalah beliau yang sudah mencapai kesempurnaan maha sempurna, yang sudah melihat kebenaran dengan gamblang. Orang suci seperti itu dinamakan Trikala-jñani, yaitu beliau yang mengetahui masa lalu, masa sekarang, dan masa yang akan datang. Orang-orang suci seperti itulah yang menulis kitab-kitab suci Veda, dan orangorang suci seperti itu sudah sangat jauh dari sentuhan kebohongan. Oleh karena itulah, orang-orang suci seperti beliau-beliau itulah
yang berhak dan layak menulis kitab-kitab suci, akan memberikan penerangan sangat jelas dan pasti kepada seluruh dunia, bagaikan sinar terang benderang matahari yang menghalau kegelapan malam, menyebabkan segala sesuatu menjadi sangat jelas terang benderang, kecuali jika orang yang membaca kitab suci itu yang masih belum siap meninggalkan rasa iri hati, dengki, amarah, dan lain-lain, yang menyebabkan kitab suci itu akan ‘’diterjemahkan’’ ke dalam kalimatkalimat kecil dan dimanfaatkan untuk pencapaian kepentingankepentingan duniawi. Kinatwanganing ing tri loka: beliau dipuja-puja oleh bukan hanya para penduduk bumi ini tetapi juga oleh seluruh penduduk Triloka, termasuk para dewa/malaikat. Jika para pengagum Maharesi Krsnadvaipayana Vyasa juga termasuk para resi, muni, yogi dan bahkan para dewa, maka dapat dibayangkan siapa dan bagaimana Maharesi Vyasa tersebut. Dan... itulah orang suci ‘’Nabi’’ dari agama Sanatana, agama kekal abadi. Kebanggaan ‘’mengenal’’ dan mendapat karunia ‘’tetesan amerta’’ dari kitab-kitab suci Veda yang ditulis oleh beliau, sepantasnya dimiliki oleh insan manusia di atas muka bumi ini, baik yang sudah lahir dahulu, oleh kita-kita yang lahir pada zaman sekarang ini, dan termasuk oleh mereka yang akan hadir lahir di dunia ini pada masa yang akan datang. Sebagaimana Omkara adalah avatara Tuhan dalam bentuk aksara suci, dalam bentuk kitab suci adalah Bhagavad-Gita, dalam bentuk mantram adalah Gayatri, demikian pula Maharesi Vyasa adalah avatara Tuhan YME dalam rupa seorang Maharesi. Barangkali itulah yang menyebabkan Ganesa berkenan menjadi ‘’sekretaris’’-nya, sampai mengorbankan satu taringnya yang dipergunakan untuk menuliskan amerta Veda yang disampaikan oleh Maharesi Vyasa. Bagi mereka yang ingin menyampaikan sembah sujudnya kepada Maharesi Vyasa, dapat melakukan pemujian setiap pagi mengawali sembahyangnya, atau sebelum memulai membaca kitab suci dengan doa pujian berikut: Namos’tu te vyasa visala-budhir, phullaravindayata patra-netram, yena tvaya bharata-taila purnah, prajvalito-jñana-mayah pradipah.
Rumentasaken petengning ajñananing sarva-bhawa: Maharesi Vyasa juga memiliki kemampuan untuk menghalau kegelapan atau kebodohan seluruh makhluk hidup. Kata sarwa-bhawa menunjukkan seluruh makhluk hidup, dan bukan hanya manusia (lihat cerita ‘’Sang Ulat dan Maharesi Vyasa’’). Kadang, pada teks lain penulisan petengning ajñananing tertulis petengning jñananing. Dalam petengning ajñananing dimaksudkan penegasan kata kegelapan/kebodohan, dan ini hal ini merupakan hal yang sangat biasa dalam penulisan sastra. Namun, penulisan petengning jñananing juga tidak bisa disalahkan begitu saja, sebab ia berarti kegelapan pengetahuan, yaitu kebodohan. Rumentasaken, bahwa beliau mampu menghilangkan, petengning jñananing, kegelapan pengetahuan alias kebodohan. Namun, jika kita kembali kepada teks, maka kemungkinan besar teks sumber adalah petengning ajñananing. Sering kita melihat orang disembah-sembah di dunia ini. Memang, kecenderungan orang-orang yang sifat rajas-nya masih cukup dominan adalah suka memuji atau menyembah manusia terkenal atau sakti. Ada yang memuja bintang film Hollywood atau Bollywood, ada yang memuja pemain sepak bola, pembalap, atau kalau di India publik sangat mudah mengagungagungkan dan memuja bintang olahraga kriket, bahkan memasang foto pemain kriket di altar pemujaan, lalu memujanya. Demikian pula di belahan lain dunia, pemujaan manusia dilakukan dalam bentuk lain. Tidak ada salahnya senang pada keterkenalan atau kesaktian, namun, orang hendaknya belajar menempatkannya dengan baik dan tepat sasaran. Dalam bait di atas diberikan persyaratan yang indah perihal siapa yang patut ‘’disembah’’. Tasmai nmah, sembah sujud kepada beliau, atau dalam Jawa Kuna-nya sira ta sembahen, artinya beliaulah yang hendaknya disembah, beliau yang patut disembah. Beliau siapakah yang dimaksud? Apakah beliaubeliau yang mampu memberikan segala kehebatan duniawi seperti uang, rumah, pekerjaan, jabatan? Ataukah mereka yang mampu memberikan keris sakti, batu-batu berharga, cincin atau jimat-jimat yang berbau kesaktian?
MIMBAR AGAMA
Hakikatnya Bekerja Redaktur Khusus
KRISTEN PROTESTAN PDT. I P WIDIARSANA, S.Th. ‘’Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.’’ Kolose 3:23 UNTUK apa kita bekerja? Jika ini yang ditanyakan pada Anda, apa yang menjadi jawaban Anda? Saya yakin jawaban akan beragam. Yang terbanyak mungkin jawaban bahwa bekerja itu agar bisa mencukupi kebutuhan. Kita butuh makan, pakaian, rumah, kendaraan, bayar rekening, beli ini dan itu, jadi ya harus bekerja supaya semua terpenuhi. Ada yang karena tuntutan orangtua. Agar tidak digunjingkan orang. Ada juga yang hanya ikut-ikutan. Karena semua orang bekerja, jadi saya pun harus bekerja. Ada juga yang aneh-aneh, yaitu harus punya profesi tertentu seperti misalnya pegawai negeri supaya diizinkan orangtua sang calon untuk menikahi anaknya. Atau yang tidak kalah anehnya, bekerja supaya tidak bosan saja di rumah. Ada banyak lagi jawaban yang bisa diperoleh. Ada yang pekerjaannya baik dan halal, ada yang berani melakukan pekerjaan-pekerjaan yang tidak baik karena hanya berpikir untuk memenuhi kebutuhan di dunia yang fana saja. Tetapi pertanyaannya, seberapa banyak orang yang melihat pekerjaannya dari sisi kerohanian? Bekerja sebagai bentuk menjalankan panggilan, sebagai sarana untuk menjadi terang dan garam, berkat bagi orang lain, sebagai tempat melatih karakter yang berintegritas, mengaplikasikan prinsipprinsip kebenaran Kerajaan Allah, dan menjalankan pekerjaan untuk kemuliaan Tuhan? Apakah kita sadar bahwa pekerjaan yang kita lakukan hari ini adalah tempat di mana kita menerapkan nilainilai kebenaran Firman Tuhan di dalamnya? Hari ini mari kita lihat apa yang sebenarnya menjadi hakikat bekerja itu menurut prinsip Tuhan. Ada sebuah kutipan dari perkataan Martin Luther King Jr. yang sangat menginspirasi akan hal ini. ‘If a man is called to be a street sweeper, he should sweep streets even as Michelangelo painted, or Beethoven composed music, or
Shakespeare wrote poetry. He should sweep streets so well that all the hosts of heaven and earth will pause to say, here lived a great street sweeper who did his job well.’’ Martin Luther King Jr. mengatakan bahwa jika seseorang memang dipanggil untuk menyapu jalan, mereka seharusnya bersyukur untuk itu dan mengerjakan sebaik-baiknya, sebaik dan seindah Michaelangelo melukis atau Beethoven mengomposisi karyanya. Apa yang dikatakan Martin Luther King Jr. ini mengingatkan kita agar tidak menilai besar-kecilnya pekerjaan terlalu sempit seperti bagaimana manusia memandang, lalu bisa menghargai pekerjaan itu dengan penuh rasa syukur. ‘’Masterpiece apa yang bisa diharapkan dari pekerjaan saya yang tidak ada apa-apanya ini?’’ Itu menjadi pikiran banyak orang, padahal jangan salah, saat anda melakukan pekerjaan dengan melibatkan sepenuh hati, maka sesuatu dengan nilai seni tinggi yang indah pun bisa tumbuh dan terasa di sana. Sebuah pekerjaan sekecil apa pun bisa menjadi sangat baik dan sangat indah kalau dilakukan dengan sepenuh hati, dengan serius. Melakukannya bukan seperti untuk manusia tetapi seperti untuk Tuhan. Dan itulah yang sesungguhnya sudah diingatkan sejak lama kepada kita semua. Ayatnya berbunyi: ‘’Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.’’ (Kolose 3:23). Ini adalah sebuah ayat yang sebenarnya tidak asing lagi bagi kita tapi sepertinya sangat jarang untuk diterapkan.
Pekerjaan apa pun, selama pekerjaan itu baik dan benar, lakukanlah sungguh-sungguh seperti melakukannya untuk Tuhan. Tuhan sanggup memberkati pekerjaan Anda dan memberi kelimpahan jika Dia berkenan atas usaha Anda. Itu adalah sesuatu yang sifatnya pasti. Pekerjaan yang dianggap rendah sekalipun oleh manusia, akan berharga sangat tinggi untuk Tuhan, jika kita melakukannya untuk Tuhan, atas kasih dan rasa syukur kita pada penyertaan-Nya dalam hidup kita, dalam nama-Nya. Kita lihat ayat sebelum ayat bacaan hari ini: ‘’Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia ini dalam segala hal, jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan mereka, melainkan dengan tulus hati karena takut akan Tuhan.’’ (Kolose 3:22). Memang apa yang dinyatakan Paulus ditujukan untuk hamba-hamba mengenai ketaatan akan tuan mereka, namun apa yang dinyatakan sudah sepantasnya berlaku bagi setiap profesi atau pekerjaan. Semua itu akan sangat berarti di hadapan-Nya, dan merupakan persembahan yang harum jika kita mempersembahkannya untuk Tuhan. Segala sesuatu yang kita kerjakan adalah baik jika kita lakukan untuk memuliakan Tuhan. ‘’Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.’’ (1 Korintus 10:31). Lalu kita juga harus melakukan pekerjaan dengan kasih. ‘’Lakukanlah segala pekerjaanmu dalam kasih!’’(1 korintus
16:14). Dan tentu saja, lakukanlah perkerjaan kita dalam nama Yesus disertai ucapan syukur. ‘’Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita.’’ (Kolose 3:17). Ingatlah bahwa pekerjaan sekecil apa pun yang kita peroleh merupakan pemberian yang baik dan sempurna dari Allah. ‘’Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; padaNya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran.’’ (Yakobus 1:17). Dan karenanya itu pantas kita syukuri. Tidak ada cara yang lebih indah untuk berterima kasih atas pemberian-Nya dengan bekerja sungguh-sungguh sebaik mungkin dan memuliakan-Nya di atas segalanya, dengan senantiasa dipenuhi ucapan syukur dalam nama Kristus. Selain itu, lewat cara dan etos kerja kita pulalah kita bisa mengenalkan Yesus kepada temanteman yang belum mengenal-Nya, seperti yang digambarkan pada ayat berikut: ‘’Dan anggaplah sebagai suatu kehormatan untuk hidup tenang, untuk mengurus persoalanpersoalan sendiri dan bekerja dengan tangan, seperti yang telah kami pesankan kepadamu, sehingga kamu hidup sebagai orang-orang yang sopan di mata orang luar dan tidak bergantung pada mereka.’’ (1 Tesalonika 4:11-12). Semua pekerjaan yang baik dan benar merupakan berkat luar biasa dari Tuhan, tidak peduli kecil atau besar.
PERMATA HATI
Untuk pembaca Bali Post Mingguan (BPM), kami membuka rubrik baru ‘’Permata Hati”. Rubrik ini mengangkat si buah hati yang baru lahir, yang berulang tahun atau akan berulang tahun. Juga pasangan yang menikah di minggu tersebut atau yang merayakan ulang tahun pernikahan. Kirim foto menarik dan tulis data lengkap identitas diri, orang tua serta komentar singkat. Semua data dikirim lewat email redaksibalipost@yahoo.com dengan kode Permata Hati. Bisa juga naskah dan foto dikirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post. Jl. Kepundung 67 A Denpasar telp. (0361) 225764. (Redaksi) 18 November 2016 I Wayan Yuda Pratama anak dari pasangan I Made Ariana dengan Ni Made Dwi Kamayanti merayakan hari ulang tahunnya yang ke-11. Semoga sehat selalu dan panjang umur.
Kadek Anindya Sasmita Sari G. Kelas I SDN 3 Cempaga Bangli, tanggal lahir Senin 19 Juli 2010, wuku Somo Pon Matal. Ayah Suwedana, S.Pd., M.Pd. ibu Kadek Aridini, S.Pd. alamt Br. Pekuwon, Bangli melaksanakan upacara bayuh oton.
Redité Wagé, 20 November 2016
Bali L E M B A R
Bencingah I Wayan Ardika
Lascarya tur Satya PITUNG dasa warsa sampun Puputan Margarana. Yadiastun sampun kalintang sué, kahanan inucap nénten dados kaengsapang. Napi sané kamargiang para pejuang macihna ring kahuripan kramané mangkin utamanipun sané kantun nyeneng ring gumi aman sakadi mangkiun. Prof. Dr. I Wayan Ardika, M.A., Dosen Fakultas Ilmu Budaya UNUD puniki maosang, napi sané kamargiang para pejuang antuk mabela pati ring NKRI wantah nyinahang manah satya sané ageng pisan. Yadiastun kasor ring kawagedan taler sanjata, ipun mautsaha kantos padem mangda Jagat Indonesiané setata mahardika. “Malarapan Puputan Margarana puniki, para panglingsir taler pejuang nartayang ring krama Indonesia pamekas krama Bali yéning iraga patut nyagra persatuan miwah kesatuan mangda nénten kakasorang malih olih wangsa tiosan,” baos lanang sané embas ring Tabanan, 18 Februari 1952 puniki. Nganinin parikrama sané kamargiang pinaka pakéling Hari Puputan Margarana, 20 Novémber rainané mangkin, manut dané kanggén pakéling sapunapi pikayunan para pejuang sané lascarya taler kukuh nyagra kaajegan tur kamahardikan jagaté. Punika mawinan para yowana patut uning indik parikrama perjuangan para panglingsir, sapunapi satyanipun taler lascarya mabela pati nindihin jagat. “Yadiastun nénten dangan, tiang cumpu prasida kamargiang alon-alon. Yéning kantun wénten pikayunan tur rasa sumeken mautsaha sinah parindikan inucap prasida kapanggih. Untengnyané wantah pikayunan lascarya taler satya,” dané nguntatin. (was)
I Ketut Nyeneng
Tetamian Sejarah PINAKA parindikan sejarah, Pura Candi Puputan Margarana kawangun pinaka patinget payudhan ageng sané ngasorang Brigjen TNI (Anumerta) I Gst. Ngurah Rai taler para wadwa Ciung Wanarané. Yadiastun kawéntenané sampun kalintang sué, kahanan inucap kantos mangkin kantun kaélingin. Jero Mangku ring Pura Candi Puputan Margarana, I Ketut Nyeneng maosang, naen wénten wang Belanda sané rauh macecingak ka Puputan Margarana. Malarapan guidenyané dané matakén, napiké krama Indonesia pamekas krama Bali kantun bendu ring Belanda sangkaning kahanan nguni? Dané Jero Mangku nyaurin, santukan mangkin jagaté sampun mahardika, nénten wénten malih rasa bendu. Wusan dané mabaos asapunika, tamiu inucap ngangken pinaka sinalih tunggil wadwa Belanda sané naen mayudha ring genah inucap. “Dané maosang, tetamian sejarah marupa keris druén I Gusti Ngurah Rai sampun baktana ka Belanda. Ri kala tiang nunas mangda kawaliang malih, dané maosang nénten mrasidayang duaning keris inucap sampun kagenahang ring museum pinaka tetamian sejarah,” baos pamangku sané sampun ngayah ring Margarana mawit warsa 1991 kantos mangkin. Yadiastun sakadi punika, kantun wénten pusaka tetamian sejarah ring Pura Candi Puputan Margarana. Satios punika, dané naen manggihin pusaka keris marupa muncuk tumbak sané ketah kadagingin ring bedil kuna. Sané mawanan soleh, keris sané sampun kapasang ring patin tumbaké nadak sara ical, sakéwanten mawali malih. Mawanan punika dané ngamargiang upacara ngenahang keris ring Pelangkiran sané wénten ring Museum Puputan Margarana. (was)
(54)
7
B A S A
B A L I
Puputan Margarana
Payudhan Ciung Wanara ring Désa Klaci Marga “JASMERAH”, baos Presiden Indonesia kapertama Ir. Soekarno puniki setata kaélingin olih kramané pamekas ring Indonesia. Kruna sané mateges “jangan sekali-kali melupakan sejarah” puniki matetuek mangda pinaka panerus Jagat Indonesia, kramané patut setata ngambil peplajahan saking kahanan sané kapanggih nguni pinaka titi ngamargiang kahuripan riwekasan. Punika patut kamargiang duaning akéh pisan kapanggih parikrama bersejarah sané mabuat pisan ring sajeroning parikrama ngrereh kamahardikan Republik Indonesia puniki. Punika ketah kamargiang ngawit saking masan kerajaan kantos risampun jagaté mahardika antuk Proklamasi Kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945. Sinalih tunggil parikrama inucap wantah Puputan Margarana. Puputan Margarana kamargiang wantah sangkaning pikayunan para yowana, krama taler para pejuang Bali nyagra kaajegan NKRI sané sampun kawangun tur ka-Proklamasi ring tanggal 17 Agustus 1945. Prof. Dr. I Wayan Ardika, M.A., dosen ring Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana maosang, tatkala punika krama ring Bali sampun uning indik kawéntenan Jagat Indonesia sampun mahardika. Sakéwanten pangrauh Belanda kasarengin pasukan Sekutu ngawinang krama Bali taler para wadwa Ciung Wanara sané kapucukin Brigjen TNI (Anumerta) I Gusti Ngurah Rai marma tur sangsi. Dané manggihin yéning parisolah Belanda satmaka mapikayunan ngasorang malih Indonesia. Risampuné polih ngamargiang payudhan alit taler ngambil bedil miwah sanjata ka Tangsi Belanda ring Tabanan, Pak Ngurah Rai sareng wadwan dané meneng ring Desa Olé, Marga. Sakéwanten ri kala jagi nglanturang pamargi kantos ka wewidangan Gunung Agung, wadwa Ciung Wanara
kakurung olih Belanda ring carik wewidangan Desa Klaci, Marga. “Ngawitin payudhan sujatiné wadwa Ciung Wanara jayanti sakéwanten Belanda ngrauhang kapal capung kanggén mulang bom miwah mortir sané ngawinang wadwané akéhan padem. Punika ngawinang medal baos Puputan saking Ida Pak Ngurah Rai,” baos Wayan Ardika. Nganinin indik unteng kruna “Puputan”, dané maosang wantah margiang nyantos jakti-jakti puput utawi margiang payudhan kantos jakti-jakti padem. Pabinayanipun sareng Puputan Badung, yéning Puputan Badung wantah parikrama sané kamargiang ri kala Bali kantun mahardika ring jaman kerajaan taler kamargiang olih Raja taler krama Badung. Yéning Puputan Margarana wantah parikrama sané kamargiang risampuné panegara marupa NKRI tur kamargiang olih wadwa Ciung Wanara kasarengin laskar pejuang. Yadiastun mabinayan, tetujonipun pateh nandakin kolonialisme sané kamargiang olih Belanda. Malih dané maosang, parikrama Puputan Margarana wantah payudhan sané ngawinang wadwa Pak Ngurah Rai padem. Indik tutur utawi satuannyané katamiang saking krama sané manggihin parikrama inucap. Kahanan inucap taler kauningin sangkaning akéh kawéntenan piranti-piranti tetamian sejarah. “Parikrama inucap ngawi sebet pisan, duaning sami angga taler pamucuk Ciung Wanara sané nyarengin mayudha padem. Yéning wénten sané kantun nyeneng tur maosang anggané pinaka wadwa Ciung Wanara, sinah ngametuang pikayunan marma duaning napi mawinan Ipun kantun nyeneng wusan payudhan ri kala sametonnyané padem ring kalangan,” asapunika Prof. Wayan Ardika nartayang. (was)
BPM/dok
MARGARANA – Daweg warsa 1946 ring Désa Klaci Marga kapanggih parikrama payudhan para pejuang Bali nglawan Belanda. Pinaka patinget, irika kawangun candi utawi tugu sané kawastanin Candi Puputan Margarana.
Pura Candi Puputan Margarana
Pamedek Akéhan Kulawarga Pejuang
BPM/net
I GUSTI NGURAH RAI – Sadurung padem ring payudhan Puputan Margarana, Brigjen TNI (Anumerta) I Gusti Ngurah Rai wantah pamucuk wadwa Ciung Wanara sané ketah nyerbu genah-genah Tangsi Militer taler mayudha sareng Belanda antuk parikrama gerilya.
SAGEREHAN Gusti Madé Taman sareng Gedé Dauh Wijana mapamit medal saking pura raris munggah ka mobilé, cingakina ring Gusti Ayu Citra kadi cenidra. “Sira ké anak jegég sané madandan sareng raka lan rainné punika. Dados madué sameton ring Taman Bali?” Sampun surup Sang Hyang Baskara, Gusti Madé Taman sareng kulawargané wau rauh ring jeronné. Bapa Gedé Dauh Wijana sareng kulawargané nénten malih simpang. Amung mabesen, “Tungurah sampun kicén I Luh nomor HP-né mangda élah antuk maturatur sareng Ajiné yén wénten perkembangan rencanané pindah.” “Sampun Pak, kayang nomor HP-né Gék Jeladi ané jumah masih sampun,” baosné. “Yakti sampun Pak, Bu. Jani gantina tiang maan ngrumpi masalah pelajaran lakar ngarepin ulangan
PINAKA sinalih tunggil parikrama sejarah, akéh pisan tetuek sané kapolihang saking kawéntenan Puputan Margarana punika. Wénten rasa miwah manah lascarya mabela pati ring kaajegan panegara Indonesia sané sampun ka-Proklamasi daweg tanggal 17 Agustus 1945. Sangkaning punika parikrama sané kapanggih ring tanggal 20 November 1946 punika kapakélingin dados Hari Puputan Margarana. Sios punika, ring genah para pahlawané kapademang kawangun tugu utawi wangunan candi ageng pinaka patinget saking parikrama inucap. Wewangunan sané kawangun jakti macihna pisan kawéntenanipun. I Ketut Nyeneng, Jero Mangku ring Pura Candi Puputan Margarana maosang, wangun candi utawi tugu ageng inucap wantah nyinahang proklamasi. Tegehipun 17 méter, tumpangipun 8, undagnyané wénten 4 tur wangunan candiné mabucu 5. Boya wantah dados tugu kémanten, candi inucap taler manados Pura Kahyangan Jagat. Duaning sané padem ring payudhan punika saking makasami agama, dadosné makasamian krama sareng nuénang Candi Puputan Margarana, boya wantah
umum. Kanggéang matemu di udara manten nggih Tung ur a h? ” a t u r né L uh Mé g a nglédlédang lidahné saking montoré. “Daag daag tiang pamit dumun Ratu…?” Gusti Ngurah sareng ma-daag daag ulap-ulap ngraris ngranjing ka jeroan nguripang lampu santukan sampun sandikala. Suaran jangkrik lan balangé umung nyambut Sang Hyang Ratih sané wau makeplos nyunarin jagaté tan ngétang jurang pangkung gunung lan sagara saha sadagingnyané. Sami polih bagian sané adil yadiastun kapuja-puji olih sang pangawi kalih yowana sané kasmaran, nanging kapisuh déning maling miwah léaké sané lemahan. Ngantos tengah wengi Ngurah Jelada durung mrasidayang merem. Yéning t e r u s r i n g Aml a p u r a a n g ganné madalem aji lan ibunné pontang-panting ngrereh jinah jaga nglunasin utangné. Yén
umat Hindu kémanten. Indik tanjek piodalan, dané maosang sané dumun piodalan kamargiang ping kalih, ring tanggal 20 November taler ring raina Buda Umanis Prangbakat pinaka tanjek pamlaspas candi. Sangkaning pabinayan Masehi taler kalender Bali, sinah ngawinang makekalih punika rauh saling nampekin utawi sinarengan. Sangkaning punika, piodalanipun kamargiang awarsa apisan ring tanggal 20 November kémanten antuk upakara marupa Taman Pulagembal Bebangkit sakadi piodalan ring pura siosan. “Iriki taler naenin kamargiang upacara mangda kawéntenan para pahlawan sané padem prasida ngamecikang malih tur prasida malinggih ring tugu ageng punika. Wusan upacara, para pejuang mapeséngan Ida Sang Hyang Pasupati duaning makasami punika padem sangkaning piranti saking besi,” baos dané. Nganinin indik krama panyungsungnyané, Jero Mangku maosang sané nyungsung Pura Candi wantah krama Désa Marga taler prati sentana para pejuang sakéwanten wantah pedek tangkil kémanten. Punika sangkaning sané dumun akéh prati sentana sané keni kabrebehan,
kabelet tan urungan druén anaké lingsir jaga ngemasin madol. Napi ké malih pidan raganné mrasidayang ngwaliang druén anaké lingsir? Yén upami paman sareng bibinné nénten ngarsaang jinah, nanging ngaptiang mangda raganné kayun kajangkepang sareng rainné Gusti Ayu Citra Andini pinaka ngantén pada gelahang utawi negen dadua? Napi ké aji lan ibunné kayun nyerahang okanné sakadi matunggu pinaka panauran utang santukan nénten nyidayang ngantukang jinahé sané sampun mawasta utang? Mangda nénten sakadi papineh gélanné Luh Suwarni minakadi Bapa Gedé Dauh yén pitulung paman lan bibinné tan bina kadi matulung-tulung mentung? Satmaka meli carik aji nyicil? Marawat-rawat Arniek sigsigan ring dadanné saking prihatin ring raganné. Napi malih ajinné saking dumun mula wénten bebung-
sakéwanten risampuné katunasang kocap Ipun kasisipan utawi kadukain duaning nénten naenin nangkil ka Margarana. Krama inucap taler sadurungnyané nénten uning yéning Ipun madué kulawarg dados pejuang sané padem irika. Wusan punika sayan akéh pamedek sané rauh nangkil ka Pura Candi Puputan Margarana sané dumun iwang kabaosang dados setra. Parindikan raketnyané candi utawi tugu ageng sareng candi pahlawan sané adiri-adiri punika, dané maosang jagi kasinahang saking parikrama maturanipun. Punika kakawitin saking mapakeling ring candi sané pinih ageng sané kalanturang ka candi alit Pak Ngurah Rai. Wusan punika wawu kalanturang ka candi kulawarga sané dados pejuang, wusan punika kalanturang ka padma sapah linggih saking pahlawan tidak dikenal. “Genah candiné sampun becik, sané ring ungkur candi Pak Ngurah Rai wantah wadwan Ida sané akéhipun 92 diri. Candi sané siosan wantah wadwa siosan saking sajebag Bali sané nyarengin mayudha tur padem irika,” baos dané Jero Mangku nugesang. (was)
selan nénten becik sareng pamanné, Gusti Gedé Karang kalih bibiné Gusti Biang Sisu sané nénten nyumbah aji miwah ibunné? Mangkin wénten satmaka Déwa Penolong, Bapa Gedé Dauh ngajakin mangda pindah ka Bangli saha malinggih ring Taman Bali saking lascarya nénten matatakan utang. Aji miwah ibunné taler saking lascarya nyukserahang ring raganné santukan kocap Bapa Gedé Dauh sakulawarga mula nénten sios kantun braya, warga dué saking dumun. Yadiastun raganné taler madué pianak luh asiki (anak tunggal) bajang jegég kadi dedari, nanging boya nugi jaga mamanah nyangkepang raganné, napi malih jaga nuduk mantu sinah nénten manut krama. Ngurah Jelada nyiksik bulu, kari wénten anak sané kapiwelasan ring kalacuran raganné. “Oooh Luh Arniek, oooh Luh Mega dumadak kapiwelasan
ragan Luhé mula saking sujati nulungin i lacur, eda I Luh saling cenidrain, raga pada luh luwih. Kénten masih Adi Ayu Citra Andini sampunang salah tampi tekén Beli. Ten ada keneh Beliné nampokang pitresnan Adiné manyama kayang kawekas… oooh dadi kéné rasan keneh tresnané mapuara bingung nandang lara boya ja sengsara?” Sapunika Gusti Ngurah Jelada glibag-glibeg ngelut galeng guling. Toyan panonné patemuas melusang galengné sayan sué sayan lesu raris sirep nyumpéna tongosina ring gélanné Luh Adé Suwarni ngelus-elus raganné. “Tungurah élingang ragané sampunang ngambul, sayang. Usan nangis!” Marasa-rasa toyan panonné paseléét kecupa ring gélanné. ~@*&*@~ (Masambung)
Upacara
8
Redité Wagé, 20 November 2016
Bebantenan Tattwa, Susila, Upacara
Nénten Prasida Kapasahang UPACARA wantah sinalih tunggil Tri Kerangka Agama Hindu. Malih kekalih wantah Tattwa miwah Susila. Makatiga punika wantah masikian nénten prasida kapasahang. Nirgamayang sakadi abungkul adéng, Tattwa pinaka kuningnyané utawi sarinnyané, Susila irgamayang putihnyané, miwah Upacara irgamayang pinaka kulitnyané. Tattwa pinaka pengetahuan ngeninin indik daging ajahan Agama Hindu (Wéda), susila pinaka pamargin tattwa ring kahuripan krama saraina. Yéning upacara, upacara mawit saking kalih kruna, “upa” sané mateges mapaiketan, miwah “cara” mateges gerakan. Mawinan upacara kategesin pinaka pamargin yadnya. Yadnya kategesin pinaka pengorbanan suci sané kadasarin antuk manah lascarya sané sorohnyané wénten kalih wentuk. Wentuk kapertama, yadnya sané kamargiang sangkaning wéntennyané Tri Rna. Wentuk sané kaping kalih wantah yadnya sané kamargiang sangkaning kewajiban sosial inter-aktif. Tri Rna wantah tetiga soroh rna/utang i manusa sangkaning kawéntenannyané embas tur urip ring jagaté puniki. Tetiga rna inucap luiré; rna majeng Dewa (Hyang Widhi), majeng rsi, miwah rna majeng pitara. Soang-soang rna sané kaduénang kataur antuk pamargin yadnya sakadi; Déwa Yadnya miwah Bhuta Yadnya pinaka jalaran naur utang majeng Déwa Rna, Rsi Yadnya jalaran naur utang ring Rsi Rna, salanturnyané Pitra Yadnya miwah Manusa Yadnya pinaka jalaran naur utang majeng Pitra Rna. Wentuk yadnya sané kaping kalih wantah Drwya Yadnya (ma-dana punia), Jnana Yadnya (ngajar, madharma wacana/dharma tula) miwah Tapa Yadnya (ngeret indria sané patut kamargiang olih samian manusa). Upacara akéh mapaiketan sareng yadnya wentuk kapertama sané ketah kawastanin Panca Yadnya. Sajeroning Manawa Dharmasastra buku kaping-tiga (Tritiyo ‘dhyayah) pasal 80 kasurat: “Rsayah pitaro dewa bhutani, atithayastatha, acasate kutumbibhi, astebhyah karyam wijanata”. Artosnyané: Para Rsi, para Pitra (leluhur), para Dewa, para Bhuta miwah para Tamu (manusia) nunas aturan tur ngwéhin majeng para kepala kulawarga, santukan sakadi punika dané sané uning ukumnyané patut ngwéhin kaanutang sareng kahanannyané. Parindikan inucap negesang yéning Panca Yadnya wantah swadharma sané patut kamargiang. Sajeroning ngamargiang kahuripan, rumasa janten pisan ngamargiang swadharma inucap, kakawitin saking ngamargiang upacara pawiwahan, ri sampun istri mobot ngamargiang upacara magedong-gedongan, ri sampuné sang raré embas kamargiang upacara maruntutan mawit upacara mapag raré, kepus puser, tutug kambuhan, tiga bulanan, kantos otonan. Ri sampun anaké alit kelih kamargiang upacara ngraja sewala miwah matatah. Satios punika, pinaka kepala kulawarga taler patut nguduhang sang istri taler pianak ngamargiang upacara yadnya tiosan minakadi Dewa Yadnya, Rsi yadnya, miwah Bhuta Yadnya. Salanturnyané, pinaka pratisentana patut ngamargiang pangabénan majeng rerama sané sampun padem. Samian polih tugas ngamargiang upacara Panca Yadnya. Mawinan punika, kawéntenan Tri Kerangka Agama Hindu minakadi Tattwa, Susila, miwah Upacara nénten prasida kapasang.
BPM/ist
GEBYOG-Gamelan Bumbung Gebyog wantah kaduénang olih Désa Pakraman Pinge, Désa Baru, Kecamatan Marga, Tabanan. Kawekas gamelan puniki pacang kanggén ikon Désa Wisata Pinge.
Bumbung Gebyog
Gamelan Bambu Duén Désa Pakraman Pinge YÉNING ketahnyané sinunggil barung gamelan sané wénten ring Bali malakaran dasar perunggu, kuningan, besi, nanging nénten asapunika kawéntenan barung gamelan pamekas sané kaduénang olih Désa Pakraman Pinge, Désa Baru, Kecamatan Marga, Tabanan. Ring banjar sané wawu molihang pemekaran désa punika saking nguni sampun nami barungan gamelan sané kawastanin Gamelan Bumbung Gebyog. Manut Jero Bendésa Adat Pinge, Drs. I Made Denayasa, sejarah kawéntenan Gamelan Bumbung Gebyog ring Banjar Pinge kakawitin daweg abad nembelas. Daweg abad punika para petani sesampun panén padi meled mangda wénten
hiburan, kabenengan ring désa punika wénten bambu raris bambu punika kaolah dados gamelan. “Ketahnyané warga ring désa meled wénten hiburan. Santukan akéh wénten bambu raris para penglingsir mikayunin ngolah bumbung pinaka gamelan sané prasida ngamedalang nada-nada suara,” sapunika tutur dané sané sampun dados bendésa adat ngawit warsa 2010 lintang. Nglantur Jero Bendésa nlatarang, sesampun wénten Gamelan Bumbung Gebyog punika raris daweg wénten piodalan ring sinunggil pura ring désa irika sané mawasta Pura Natar Jemeng, metu pikayunan para penglingsir dumun
ngadungang Gamelan Bumbung Gebyog sareng sesolahan péndét gumanti kantos mangkin ring désa irika Gamelan Bumbung Gebyog kanggén ngiringang sesolah péndét. Dané ngwewehin, salanturnyané Gamelan Bumbung Gebyog sayan kaloktah gumanti naen kaundang péntas ring sakatah genah. Dané sané naen ngamel jabatan pinaka Kepala Badan Kesbang ring kantor gubernur puniki nyaritayang, Gamelan Bumbung Gebyog punika naen lami nénten katabuhang, salanturnyané ngawit dané kanggehang dados Bendésa Adat Pinge daweg warsa 2010 dané madué inisiatif nangiang mawali Gamelan Bumbung Gebyog miwah sesolahannyané.
Tari Bumbung Gebyog miwah Tari Legong Leko
”Daya Tarik Wisata” Désa Pinge PINAKA desa wisata, Desa Pinge, Kecamatan Marga, Tabanan nyinahang kearifan lokal marupa atraksi seni taler wisata alam sané asri. Sinalih tunggil budaya miwah tradisi sané dados daya tarik wisatawan ring Desa Pinge wantah Tari Bumbung Gebyog miwah Tari Legong Leko sané wantah wénten ring wewidangan inucap. Tarian utawi sesolahan inucap wantah sesolahan tumurun sané katami krama Desa Pinge. Nanging polih ical tur ngawit warsa 2010 lintang malih kasinahang olih krama pamekas saking pikayunan Bendesa Adat Pinge, Drs. I Made Denayasa. Santukan sué polih nénten kasolahang, ngawit dané kanggehang dados Bendésa Adat Pinge, dané madué inisiatif nangiang mawali sesolahan inucap. Daweg punika dané ngundang
(Ida Rsi Bhagawan Smerthi Kusuma Wijaya Sebali)
BPM/ist
Tari Legong Leko
penglingsir désa, pelaku tabuh miwah pelaku tari sané kantun nyeneng ring Désa Pinge. Sesampun miragiang pengalaman, piteket miwah tuntunan para penglingsir raris wawu katangiang malih gamelan miwah Tari Bumbung Gebyog antuk pakem sané tetep kakukuhang. “Santukan sesolahan inucap nénten kasolahang kantos dasaan warsa lintang, mawinan sané uning ring pakem taler gerakan tarian inucap wantah krama sané sampun lingsir,” baosnyané. Made Denayasa maosang, Tari Bumbung Gebyog inucap wantah sesolahan sané nyihnayang kaluihan sekar cempaka putih saking Desa Pinge sané ketah kasolahang pinaka hiburan. Sesolahan inucap baos dané kairingin antuk gambelan sané mawasta Bumbung Gebyog sané taler wantah wénten ring Desa Pinge. “Tari Bumbung Gebyog miwah Tari Legong Leko ketah kasolahang pinaka tari panyambutan pradé wénten kunjungan wiadin tamu. Sakadi wawu puniki, Tari Bumbung Gebyog kasolahang pinaka panyambut Menteri BUMN Republik Indonesia, Rini M. Soemarno sané rauh ka Desa Wisata Pinge antuk tetujon ngresmiang Desa Wisata Pinge pinaka Desa Binaan Sinergi BUMN miwah Program Homestay Untuk Negeri,” baos dané nlatarang. Satios punika, Kelihan Adat Pinge, I Nyoman Suarsana taler maosang parindikan sané pateh. Kawéntenan Tari Bumbung Gebyog miwah Tari Legog Leko wantah daya tarik saking Désa Wisata Pingé. Kabaosang, tarian puniki sampun ketah kapéntasang ring sakatah daerah rumasuk ring Rumah Désa ngibur wisatawan. “Satios madué keunikan miwah palemahan sané asri, ring desa puniki taler makéh wénten peninggalan sejarah pamekas sané wénten ring Pura Natar Jemeng,” baos dané nguntatin. (uma)
Daweg punika dané ngundang penglingsir désa, pelaku tabuh miwah pelaku tari sané kantun nyeneng ring Désa Pinge. Sesampun miragiang pengalaman, piteket miwah tuntunan para penglingsir raris wawu katangiang malih gamelan miwah Tari Bumbung Gebyog antuk pakem sané tetep kakukuhang. “Daweg warsa 2010 tiang rekonstruksi gamelan miwah sesolahan bumbung gebyog. Kantos mangkin yéning wénten piodalan ring Pura Natar Jemeng patut gamelan miwah Tari Bumbung Gebyog ngaturang ayah,” baosnyané. Ngeninin indik instrument gamelan manut Jero Bendésa samian malakaran bambu, wénten bumbung ageng, wénten
modélnyané sakadi kendang, miwah wénten kulkul. Indik durasi gamelan manut dané sawatara kutus menit. “Niki anggén tiang ikon Désa Pinge kawekas indik atraksi désa wisata, santukan Gamelan Bumbung Gebyog puniki wantah wénten ring Désa Pinge manten,” baosnyané. Mungguing Kelihan Adat Pinge, I Nyoman Suarsana, gamelan miwah Tari Bumbung Gebyog puniki sampun ketah kapéntasang ring sakatah daerah rumasuk ring Rumah Désa ngibur wisatawan. Nglantur dané ngwewehin, sekaa barungan Gamelan Bumbung Gebyog akéhnyané kalih dasa diri, nanging ri kala péntas gamelan katabuh olih nembelas diri. (yan)
Satua
Olih : Madé Taro
Balian Sandi MANGGIHIN sirah manusa miwah awak asu sané mapasahan punika, Sang Kala meled ngambil tur ngutang ka tlabahé. Wénten bé julit sané nglintang sahasa nyagrep sirah manusa inucap. Sangkaning pakayunan Bhatara, sirah manusa inucap nénten kantos tedana tekén bé julité. Mawinan punika metu mina matendas manusa sané kawastanin Be Jagul. Ring arepné Balian Sandi wantah wénten awakné I Tantra miwah tendasné I Jagra. Balian Sandi nénten mrasidayang ngwaliang anggan pianakné sakadi jati mula santukan sirahnyané sampun ical. Balian Sandi kalintang sedih manggihin pianak sané kasayangang miwah asu sané satia punika mapangawak nénten jangkep. Nénten wénten pamargi tios sajabaning nyikiang pangawak sané matiosan punika. Mawinan metu bebaung anyar sané mapangawak manusa masirah asu. Antuk suara sané ngresresin bebaung anyar punika matimpuh ring arep Balian Sandi. “Pedalem pisan nasib I Tantra teda mina,” suarané. “Mangkin tiang pacang nyarengin ngruruh ka tlabahé.” Bebaung anyar punika nyeburang awakné ka tlabahé. Ring tengah tlabahé, I Bebaung sareng Bé Jagul magelut nangis sigsigan. Mangkin kantun I Balian Sandi padéwékan. Antuk toya panon padlengdeng dané mawali budal, ngambil lontar sané kapaling tur ngutang ka betbeté. Sangkaning pakayunan Bhatara, lontar inucap mauwah dados kayu urip, soroh tetaruan sané prasida kadadosang tamba. I Balian Sandi éling ring kaiwangannyané tur mamargi nuju Gunung Agung. Irika dané matapa. (Puput)
Rédaksi nerima reriptan marupa artikel (paling akéh 3500 huruf), satua ringkes (paling akéh 6000 huruf), puisi, geguritan miwah sané siosan. Reriptan mangda kakirim ring alamat: Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email: bali_orti@balipost.co.id.
9
MINGGU WAGE, 20 NOVEMBER 2016
FAIRING BARU TANPA “WINGLET”
HAL 10
DERBY DELLA MADONNINA UJIAN BERAT PIOLI Milan –
Pelatih baru Inter Milan, Stefano Pioli memuji semangat timnya jelang menghadapi AC Milan. Dia pun berharap Inter bisa mentransfer semangat itu ke lapangan. Pioli tengah bersiap menghadapi laga perdananya bersama Inter setelah menggantikan Frank de Boer. Ujian yang akan langsung dihadapi Pioli adalah laga Derby Della Madonnina melawan Milan, Senin (21/11) dini hari nanti.
Mauro Icardi
BPM/rtr
Icardi Ingin Bobol Gawang Milan Milan Reputasi penyerang Inter Milan, Mauro Icardi sebagai salah satu pencetak gol terbaik di Serie A tidak perlu diragukan lagi. Namun ia punya catatan buruk menyangkut gol ke gawang AC Milan. Selama berkiprah di Serie A, Icardi sekalipun belum pernah membobol gawang Milan. Ia masih mandul di gawang klub rival se-kota Inter ini. Dari tujuh kali pertandingan, Icardi tak mampu membobol gawang Milan. Icardi pun penasaran dan kini sangat berambisi untuk mencetak gol ke gawang Milan. “Saya tidak pernah mencetak gol ke gawang Milan. Mencetak gol melawan mereka adalah target saya,” kata Icardi, Sabtu (19/11) kemarin. “Menang benar saya belum pernah mencetak gol saat melawan Milan, baik itu bersama Inter maupun saat masih di Sampdoria. Tapi yang pasti itu adalah target saya,” tekadnya. Pemain berusia peluang bagus untuk memutus kemandulan ke gawang Milan pada laga, Senin (21/11) mendatang. Icardi saat ini sudah mencetak 11 gol di Serie A, akan memimpin Inter melawan Milan pada giornata ke-13 tersebut. (kmb33/rtr)
Inter yang saat ini masih menempati peringkat sembilan klasemen dengan 17 poin, butuh kemenangan untuk mendongkrak posisi. Nerazzurri tertinggal delapan angka dari Milan yang ada di peringkat tiga atau batas akhir zona Liga Champions. Meski menghadapi masa-masa sulit yang berujung pemecatan De Boer, Inter disebut Pioli tetap menyambut derby dengan semangat tinggi. Hal itu membuat Pioli terkesan. “Ada atmosfer yang bagus. Saya bangga dengan cara para pemain saya mempersiapkan untuk derby ini. Saya sudah melihat banyak keyakinan dalam diri pemain. Ini adalah kesempatan besar bagi kami dan kami ingin memaksimalkannya,” ujar Pioli, Sabtu (19/11) kemarin. “Kami akan melakukan segalanya dengan tenaga kami untuk merebut kemenangan. Para pemain kami dalam pola pikir yang tepat untuk laga sebesar ini. Kami harus sedikit berpikir soal masa lalu dan lebih banyak soal masa depan. Tergantung kami untuk membukti-
kan kelayakan kami,” lanjut Pioli. “Bermain dengan semangat adalah kunci sukses. Dalam pertandingan seperti ini Anda hanya harus melakukan segalanya,” katanya. Laga panas bertajuk Derby Della Madonnina akan menjadi laga Derby Milan ke-165. Dalam 164 pertemuan sebelumnya Inter Milan unggul atas tetangga sekotanya, dengan memenangkan 61 laga diantaranya. Kubu Rossonerri sendiri hanya memenangkan 51 laga diantaranya, sedangkan 52 laga lainnya berakhir tanpa pemenang alias imbang. Meski menjadi dua raksasa Italia selama beberapa tahun terakhir, pencapaian kedua tim asal Milan di Serie A musim ini cukup bertolak belakang. Kubu AC Milan yang tidak begitu diunggulkan di awal musim perlahan tapi pasti mulai menemukan kestabilan di bawah pelatih Vicenzo Montella, di mana mereka saat ini menduduki peringkat ketiga klasemen sementara Serie A. Di lain pihak Inter yang digadang-gadang akan menjadi pesaing serius Juven-
Perkiraan Susunan Pemain AC Milan M an ((4-3-3): (4-3-3 4 ): Donnarumma; m De Sciglio, S Sciglio, Paletta, Gomez, Aba Abat Abate Bonav a avent ura, Locatelli, Kuck uck cka; a; Niang, Bacca, Suso Abate;; Bon Bonaventura, Kucka; Inter Milan Milan n (4-3-3): (4(4-3-3): 3-3 Handanovic; Hand ndanov anovi ovic; Santon, Sa anton, Murillo, Murillo, Miranda, Miranda, a, Ansa sal ald di; Mario, o Mede M l, Brozov Br B ozovic; Perisic, Icardi, Icardi, i Candr Candreva eva Ansaldi; Medel, Brozovic; Statistik Kedua Tim Head to Head Head Head 0 1/02 1/02/16 /1 AC Milan /16 Milan M 01/02/16 21/10/15 2 /10/15 AC Milan 21/10 M Milan 14/09/15 14/09/15 Inter te Milan Mila l n 25/07/15 25/07/15 AC Milan Milan 20/04/15 20/ /15 Inter Milan 20/04 Ml n Mila
3-0 0-1 1-0 1-0 0-0
Milan n (Serie (Serie A Inter Mila A)) Inter Milan Coba) nter Mila an (Uj ((Ujii C Cob a) AC Milan Mila Milan n (Serie (Ser Serie erie A)) Inter Inte Milan Mila M an (ICC) an (ICC) AC Milan Mi a an ((Serie ((Se eri rie e A)
Lima Pertandingan Terakhir AC Milan (M-M-K-M-M)
Jural Kucka
BPM/ap
Kucka Yakin Kejutan Milan Berlanjut Milan Gelandang AC Milan, Juraj Kucka mengakui bahwa kesuksesan Rossonerri di awal musim ini dengan berada di papan atas sama sekali tak ada yang menduganya. Seperti diketahui, Rossoneri saat ini berada di posisi ketiga klasemen sementara Serie A dengan 25 poin dari 12 pertandingan. Tim asuhan Vincenzo Montella tersebut tertinggal lima poin dari puncak klasemen yang ditempati Juventus. Dan jelang pertandingan derby melawan Inter Milan akhir pekan ini, Kucka mengungkapkan bahwa timnya masih bisa lebih baik lagi sekali pun sejauh ini telah tampil apik. “Derby adalah spesial, semua orang tahu itu, tapi setiap pertandingan penting juga,” ujarnya Sabtu (19/11) kemarin. “Saya tak berpikir siapa pun berharap Milan untuk berada di posisi ini, tetapi kami perlu meningkatkan sesuatunya dan ini semua bisa berubah. Kami harus waspada dan mempersiapkan diri dengan baik untuk pertandingan ini,” tutupnya. (kmb33/ap)
17/10/16 17/10 0/16 23/ 23 2 3/10 3/1 0/16 6 23/10/16 26/10/16 26//10 26 /10 1 /1 /16 6 30/10/16 30 30/1 3 0/1 10/16 10 /1 16 6 06/11/16 06/11 06/ 06 11 1/16 16
Chievo C Chiev o C Milan M Miilan lan la n AC Genoa no o oa AC C Milan M Milan a Palermo Paler P alerm mo o
1-3 1-0 3-0 1-0 1-2
AC C Milan Miilan an (Serie (Serie A) A Juv uve u uv uven ventus uss ((Serie Serie err A)) erie Juventus AC C Milan Milan an (Serie a (Serie A) Pescara Pes Pes sca ccara a (Serie (Serie e A)) AC C Milan Mi M lan (Serie (Serie rie e A) A)
Lima Pertandingan Terakhir Inter Milan (K-M-K-K-M) 23/10/16 2 3/10/16 16 27/10 27/ 27/10 0/16 /16 6 27/10/16 31/10/16 31/10 31 3 1/10 1/10 10/16 /1 04/11 04 4/11 1/1 /16 6 04/11/16 07/11/16 07/11 07 07/1 0 7/11 7/1 7/ 7 //11 11 1/1 /16 16 6
Atalanta Atala Atala alanta t ta 2-1 Inter nte e Milan Milan 2 - 1 Inter Sampdoria S Sa Sampd oria or oria ia 1 - 0 S South amp ampt am mpto mpt pton on 2 - 1 Southampton Inter Int nte t Milan Mila Mila la an 3 - 0
Inter Inte ter Mila Milan i n (Se ila (Serie erie A A)) To Tori Torin or no (Serie (S (Se Serie e A) A) Torino Inter In Inte nte er Milan Milan an (Serie (Serie (Se erie e A) A) IIn Inte nter nt t Milan M n ((UE Mil Mila Mi L) L) Inter (UEL) Crotone Croto Crot Cro Cr otone ne (Serie ((Serie e A))
tus musim ini malah kesulitan menemukan konsistensi. Alhasil hingga Giornata ke-12 kemarin mereka menduduki peringkat ke-9 yang berakhir dengan pemecatan Frank De Boer beberapa waktu yang lalu. Pelatih anyar mereka, Stefano Pioli punya tugas berat di awal masa kepelatihannya di Inter, di mana mereka harus meladeni sebuah laga panas yang sarat dengan rivalitas. Pioli dikabarkan tidak bisa memainkan Cristian Ansaldi dan Rodrigo Palacio yang menderita cedera. Selain itu, Andrea Rannochia juga belum bisa dimainkan karena masih menjalani hukuman suspensi. Pioli sendiri nampaknya akan menurunkan skema 4-3-3 pada laga ini, di mana Mauro Icardi akan memimpin lini serang mereka bersama dengan Ivan Perisic dan Antonio Candreva. Di lini tengah ada trio Marcelo Brozovic, Gary Medel dan Joao Mario untuk mengatur aliran serangan mereka, se-
dangkan sosok kiper gaek Samir Handanovic akan menjaga gawang mereka dari gempuran serangan Milan. Jelang laga ini rekor kedua pelatih saat menghadapi tim lawan bisa dibilang sama-sama buruk. Montella tercatat pernah 11 kali menghadapi Inter Milan, di mana ia hanya memenangkan 4 laga diantaranya. Pioli sendiri juga punya rekor yang tak kalah buruk saat jumpa AC Milan, di mana dari total 14 pertandingan menghadapi Rossonerri ia tercatat hanya dua kali berhasil membawa tim besutannya menang. Oleh karenanya, laga ini bisa menjadi ajang pembuktian bagi kedua pelatih. Pada laga ini Milan dipastikan tidak akan diperkuat oleh Andrea Bertolacci, Riccardo Montolivo dan Davide Calabria yang mengalami cedera. Alessio Romagnoli juga diragukan untuk bisa turun pada laga ini. Montella sendiri kemungkinan masih akan menurunkan skema 4-3-3, di mana trisula M’Baye Niang, Carlos Bacca, dan Suso akan diturunkan sejak awal untuk membombardir gawang Inter. Duet Gabriel Paletta dan Gustavo Gomez kemungkinan besar kembali menjadi starter di jantung pertahanan Milan di depan Gianluigi Donnarumma yang mengawal gawang Rossonerri. (kmb33/ap/rtr)
OLAHRAGA
10 Perkiraan Pemain Middlesbrough (4-5-1) : Valdes; Friend, Gibson, Chambers, Barragan; Ramirez, Roon, Clayton, Forshaw, Traore; Negredo Chelsea (3-4-3)
Liga Inggris
: Courtois; Cahill, Luiz, Azpilicueta; Alonso, Katne, Matic, Moses; Hazard, Costa, Pedro
Statistik Kedua Tim Head to Head 28/02/13 Middlesbrough 29/01/09 Chelsea 18/10/08 Middlesbrough 30/03/08 Chelsea 20/10/07 Middlesbrough
0-2 2-0 0-5 1-0 0-2
Chelsea Middlesbrough Chelsea Middlesbrough Chelsea
(FA Cup) (EPL) (EPL) (EPL) (EPL)
Lima Pertandingan Terakhir Middlesbrough (S-K-S-M-S) 01/10/16 West Ham United 1 - 1 Middlesbrough (EPL) 16/10/16 Middlesbrough 0 - 1 Watford (EPL) 22/10/16 Arsenal 0 - 0 Middlesbrough (EPL) 29/10/16 Middlesbrough 2 - 0 Bournemouth (EPL) 05/11/16 Manchester City 1 - 1 Middlesbrough (EPL) Lima Pertandingan Terakhir Chelsea (M-M-K-M-M) 15/10/16 Chelsea 3 - 0 Leicester City (EPL) 23/10/16 Chelsea 4 - 0 Manchester United (EPL) 27/10/16 West Ham United 2 - 1 Chelsea (EFL) 30/10/16 Southampton 0 - 2 Chelsea (EPL) 06/11/16 Chelsea 5 - 0 Everton (EPL)
Dani Pedrosa,
”keberadaan winglet, ada turbulensi besar saat Anda berada di belakang pebalap yang memakainya pada jarak dekat”
Carl Crutchlow,
“winglet bisa saja mengiris pebalap lain jika mengenainya”.
Andrea Iannone,
“winglet tidak berbahaya. Semua orang membicarakannya, sebab kami bekerja keras dengan winglet dan itu tidak mudah membuat perbedaan dalam level itu. Kami sudah lebih baik ketimbang yang lain, jadi mereka cuma ingin kami berhenti.”
Fairing Baru Tanpa ”Winglet” Valencia –
Tim Principal Yamaha Tech3, Herve Poncharal terkejut melihat perkembangan yang dilakukan Yamaha saat uji coba pascamusim di Sirkuit Ricardo Torno, Valencia. Pada kesempatan itu tim yang berbasis di Jepang dan Italia tersebut menggunakan fairing anyar untuk menghadapi MotoGP musim 2017.
BPM/rtr
Diego Costa
Middlesbrough Vs Chelsea
The Blues Siap Tempur London – Manajer Chelsea, Antonio Conte mengaku optimis menang melawan Middlesbrough di Stadion Riverside, malam nanti. Pelatih berpaspor Italia itu mengatakan kalau semua pemain siap tampil di laga tersebut. Sebelumnya Chelsea dikabarkan tidak akan memainkan dua pemain andalannya, yakni Diego Costa dan Eden Hazard. Di mana Costa mengalami cedera saat The Blues berhadapan dengan Everton sebelum jeda internasional. Selain itu, Hazard juga diragukan tampil setelah terlihat tertatih-tatih saat tampil bersama Timnas Belgia di laga kontra Estonia pada pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2018. Namun Conte yakin kedua nama tersebut akan tersedia saat melawan Middlesbrough. “Semua pemain akan siap pada akhir pekan ini. Costa memiliki sedikit cedera saat melawan Everton, tapi sekarang kondisi fisiknya sudah bagus,” ujar Conte, Sabtu (19/11) kemarin. “Saya senang dengan Eden Hazard karena ia memainkan sepak bola yang luar biasa dan bekerja dengan baik saat latihan. Ia adalah pemain yang sangat bagus. Sangat mengecewakan untuk menghentikan langkah kami untuk jeda internasional, tapi ini normal dan sekarang kami harus menemukan cara untuk dapat memulainya kembali,” imbuhnya. Penampilan The Blues sendiri selama beberapa minggu terakhir mengundang decak kagum dari berbagai pihak. Semenjak pelatih Antonio Conte memutuskan mengubah taktiknya menjadi skema tiga bek, mereka tampil moncer di ajang EPL di mana saat ini mereka menempati peringkat kedua klasemen EPL, hanya tertinggal satu poin dari pemuncak klasemen Liverpool. Oleh karenanya demi terus menjaga asa juara mereka, maka tiga poin di markas Middlesbrough menjadi harga mati bagi pasukan The Blues di akhir pekan nanti. Chelsea sendiri terakhir kali bertemu dengan Middlesbrough pada tahun 2013 silam. Pada saat itu The Blues sukses menyingkirkan
ari ajang FA Cup The Boro dari ngalahkan mersetelah mengalahkan eka dengan skor 2-0. Kemenangan itu h menambah panjang daftar kemenangan Chelsea terhadap Middlesbrough, di mana enam n pertemuan terakhir emereka seadi lalu menjadi milik tim asal sebut. London tersebut. emiliki seMeski memiliki jarah yang bagus, Chelsea wajib waspada dengan n Aitor Karanka. tim besutan Pasalnya, The Boro dalam tiga miggu terakhir sanggup ngi dua raksasa mengimbangi EPL, yaitu Arsenal dan Many. Oleh karenanya chester City. mereka tidak boleh meremehkan Middlesbrough pada pertandingan akhir pekan nanti. Conte sendiri kemungkinan besar masih mengandalkan skema 3-4-3 andalannya, di mana tiga pos bek akan diisi oleh Gary Cahill, David Luiz dan Cesar Azpilicueta. Marcos Alonso dan Victor Moses akan kembali ditugaskan menjadi wingback pada laga ini. Kondisi Hazard dan Costa sendiri dikabarkan tidak begitu parah, sehingga mereka bisa turun di lini serang The Blues bersama dengan Pedro. Menjamu salah satu tim kuat EPL, Aitor Karanka dikabarkan tidak bisa memainkan James Husband dan Daniel Ayala. Selain kedua pemain tersebut, Karanka disebut bisa memainkan seluruh skuat andalannya pada laga ini. Menghadapi salah satu tim terkuat EPL, Karanka kemungkinan akan kembali menurunkan skema 4-5-1 dengan Alvaro Negredo sebagai ujung tombak. Gaston Ramirez yang baru pulih dari cedera juga akan kembali menjadi starter di sektor sayap bersama dengan Adama Traore. The Boro juga akan diperkuat oleh kiper tangguh Victor Valdes yang performanya tengah menaik selama beberapa minggu terakhir. (kmb33/rtr/ap)
Minggu Wage, 20 November 2016
Seperti diketahui, musim depan penggunaan Winglet tak akan diizinkan berada di kuda besi para rider. Sebab Direktur Teknik telah menyetujui untuk menghentikan penggunaan perangkat yang menonjol dari fairing motor. Kendati demikian, Yamaha membuat terobosan dengan membuat fairing anyar pada kuda besinya. Hal tersebut dilakukan untuk menambah akselerasi motor saat menukik dan menikung di lintasan balap. “Saya telah berbicara dengan para insinyur Yamaha. Mereka terkejut dengan perbedaan motor. Mereka melihat ada beberapa manfaat yang bisa dilihat apabila tak menggunakan sayap,” ujar Poncharal, Sabtu (19/11) kemarin. “Saya tahu setelah larangan itu ada beberapa spekulasi dan ketakutan dari Direktur Teknis bahwa tim balap tak menggunakan sayap merupakan hal yang gila. Na-
mun dengan aturan itu, Yamaha membuat fairing khusus dan itu terbukti baik,” imbuhnya. Sebenarnya, apakah fungi winglet ini? memang ada beberapa keuntungan yang didapat jika menggunakan variasi berbentuk sayap ini. Menurut Poncharal, winglet akan memberikan efek gaya tekan ke bawah atau istilah kerennya downforce. Kenapa harus ada diberi gaya tekan ke bawah? Itu dikarenakan pada MotoGp mesin yang digunakan memiliki tenaga yang luar biasa, sehingga saat akselerasi bisa menyebabkan ban depan terangkat (wheelie), walaupun hanya sedikit hal tersebut menyebabkan akselerasi kurang maksimal. Masalah tersebut biasanya terjadi saat para pembalap keluar dari tikungan, pada saat tersebut membutuhkan power mesin yang besar agar dapat lebih cepat melaju. Dengan adanya winglet tersebut mengurangi efek ban depan yang terangkat atau istilah teknisnya anti-wheelie dan motor lebih cepat be-
rakselerasi tanpa mengurangi tenaga motor. “Sebenarnya pada motor MotoGp sudah ada sistem elektronik yang fungsinya untuk mengurangi wheelie atau ban depan yang terangkat saat akselerasi tinggi, namun sistem tersebut kurang efisien,” jelas Poncharal. Yang kedua adalah Membantu mendinginkan mesin. Sebenarnya fungsi yang ini tidak begitu berarti dikarenakan sistem pendingin pada motor MotoGp sudah bisa dibilang cukup baik, namun walaupun bisa sedikit membantu mendinginkan mesin dalam ajang balap MotoGp yang bisa dibilang cukup ketat, hal sekecil apapun sangat berarti. Meski demikian, banyak pembalap menentang penggunaan winglet. Beberapa menganggap alat ini berbahaya karena dapat mencederai pembalap apabila terjadi benturan. Hal itulah yang membuat pihak MotoGP melarang winglet musim depan. Namun ada juga yang menginginkan winglet tetap dipakai. (kmb33/rtr)
BPM/ap
WINGLET Valentino Rossi, Andrea Iannone dan Marc Marquez ketika masih memakai winglet di ajang MotoGP musim lalu.
Ricciardo: Semua Pembalap Ingin Menang London Daniel Ricciardo akan menghormati usaha Nico Rosberg dan Lewis Hamilton berebut gelar juara dunia. Tapi bukan berarti dia akan melepaskan peluang untuk menang. Musim Formula 1 2016 akan ditentukan dalam balapan terakhir di Abu Dhabi akhir pekan depan. Gelar juara akan jadi salah satu dari pasangan Mercedes, Rosberg atau Hamilton. Rosberg sementara memimpin klasemen dengan 367 poin, dengan Hamilton berada 12 poin di belakangnya. Jika tak ada halangan berarti, Rosberg jelas dalam posisi unggul untuk gelar juara dunia pertamanya. Namun diyakini kubu Mercedes punya
Daniel Ricciardo
BPM/ap
satu kekhawatiran, utamanya menyangkut para pebalap dari tim lain. Red Bull jadi salah satu tim yang dikhawatirkan bisa merusak persaingan Rosberg-Hamilton, dengan Max Verstappen secara khusus disoroti. Verstappen dikenal agresif dan tak segansegan melakukan manuver berisiko tinggi. Soal ini, rekan setim Verstappen, Daniel Ricciardo mengungkapkan pandangannya. Ricciardo menilai sementara respek untuk kedua pebalap calon juara dunia tetap dijunjung, namun hal itu tidak sepantasnya membuat para pebalap menahan diri. Dia menilai sama saja dengan mengatur balapan jika menahan diri untuk tak mengambil akan bersaing dengan Rosberg-Hamilton. “Saya memahaminya dari sudut pandang respek, tapi Anda harus membalap karena apa bedanya sekarang dengan di Melbourne? Di awal musim kami semua bertarung dan mencoba memaksimalkan posisi kami,” ujar Ricciardo, Sabtu (19/11) kemarin. “Di satu sisi kalau kami semacam tidak menyerang mereka atau tidak mengambil sebuah kesempatan, maka di sisi lain kami seperti mengatur kejuaraan dengan tak melakukan hal-hal tersebut. Jadi kejuaraan seharusnya menjadi akumulasi atas semua balapan, dan apapun yang terjadi ya terjadilah,” imbuhnya “Saya sepenuhnya melihat sisi respek dari persaingan itu, tapi tidak berarti kami tidak boleh mencoba melakukan sesuatu kalau bisa. Kalau kita bicara soal kemenangan, saya akan mengejarnya. Sekali lagi, saya tak akan melakukan kamikaze dan membuat saya dan pebalap lain keluar. Tapi kalau saya merasa bahwa manuvernya bisa saya lakukan, maka saya akan melakukannya,” tutupnya. (kmb33/ap)
# 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20
TEAM Liverpool Chelsea Man City Arsenal Tottenham Man Utd Everton Watford Burnley Southampton West Bromwich Stoke Bournemouth Leicester Middlesbrough Crystal Palace West Ham Hull Swansea Sunderland
PTS 26 25 24 24 21 18 18 15 14 13 13 13 12 12 11 11 11 10 5 5
P W D 11 8 2 11 8 1 11 7 3 11 7 3 11 5 6 11 5 3 11 5 3 11 4 3 11 4 2 11 3 4 11 3 4 11 3 4 11 3 3 11 3 3 11 2 5 11 3 2 11 3 2 11 3 1 11 1 2 11 1 2
L 1 2 1 1 0 3 3 4 5 4 4 4 5 5 4 6 6 7 8 8
30 26 25 24 15 16 15 15 11 12 12 13 13 13 10 16 11 10 10 9
GF
TEAM PTS P W D Real Madrid 27 11 8 3 Barcelona 25 11 8 1 Villarreal 22 11 6 4 Atletico M. 21 11 6 3 Sevilla 21 11 6 3 Real Sociedad 19 11 6 1 A.Bilbao 17 11 5 2 Celta Vigo 17 11 5 2 Las Palmas 16 12 4 4 Malaga 15 11 4 3 Eibar 15 11 4 3 Betis 14 12 4 2 Alaves 13 11 3 4 Espanyol 12 11 2 6 Valencia 10 11 3 1 Depor. 10 11 2 4 Leganes 10 11 3 1 Gijon 9 11 2 3 Osasuna 7 11 1 4 Granada 4 11 0 4
L 0 2 1 2 2 4 4 4 4 4 4 6 4 3 7 5 7 6 6 7
31 32 19 25 19 18 15 18 21 17 16 13 11 13 15 8 9 10 12 9
L 0 0 0 2 2 2 2 5 5 4 4 5 5 5 6 7 8 8
23 24 18 17 25 16 14 18 13 17 10 13 10 9 10 12 7 4
14 9 10 11 6 13 13 19 15 12 15 18 16 18 12 19 20 24 21 21
GA 16 17 15 13 9 3 2 -4 -4 0 -3 -5 -3 -5 -2 -3 -9 -14 -11 -12
10 13 7 8 15 12 13 21 20 16 15 22 15 17 21 16 22 22 21 25
GA 21 19 12 17 4 6 2 -3 1 1 1 -9 -4 -4 -6 -8 -13 -12 -9 -16
9 6 11 10 12 7 8 18 16 18 15 12 14 13 20 27 21 23
GA 14 18 7 7 13 9 6 0 -3 -1 -5 1 -4 -4 -10 -15 -14 -19
La Liga # 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20
GF
Bundesliga # 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18
TEAM PTS RasenBallspor. 27 Bayern Munich 24 Hoffenheim 20 Hertha Berlin 20 Dortmund 18 Cologne 18 Frankfurt 18 Leverkusen 16 Freiburg 15 Mainz 14 M’Gladbach 12 Schalke 11 Augsburg 11 Wolfsburg 9 Darmstadt 8 Werder Bremen 7 Ingolstadt 2 Hamburg 2
P W D 11 8 3 10 7 3 10 5 5 10 6 2 10 5 3 10 5 3 10 5 3 11 5 1 10 5 0 10 4 2 10 3 3 10 3 2 10 3 2 10 2 3 10 2 2 10 2 1 10 0 2 10 0 2
GF
Messi Bayarkan Gaji Petugas Keamanan Buenos Aires – Bue Dari kantongnya sendiri D Lionel Messi membayari gaji Lion para petugas keamanan Timp nas Argentina yang sudah tert tertunggak sampai enam bula bulan. M Messi mengetahui tertunggakn gaknya gaji petugas keamanan timnasnya t saat berada di Bras Brasil untuk menjalani laga Kua Kualifikasi Piala Dunia 2018. Keti Ketika itu, beberapa petugas keam keamanan mendatangi sang meg mega bintang dan mengadukan nasibnya. M Messi tergerak mendengar kelu keluhan petugas keamanan itu. Dia lantas menghubungi a ayahnya dan kemudian m memutuskan membantu menuntaskan masalah tersebut. Messi membayar gaji mereka menggunakan uangnya sendiri. Kisah ini dituturkan oleh seorang wartawan olahraga Argentina bernama Juan Pablo Varsky dalam sebuah acara di Stasiun Radio Metro 95.1, Sabtu (19/11) kemarin. Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) dalam beberapa
waktu terakhir memang tengah dalam masalah serius setelah terungkapnya beberapa skandal. Presiden AFA, Luis Segura sudah didakwa pada Juni lalu akibat tudingan terlibat penggelapan hak siar televisi. Segura juga tengah diinvestigasi oleh pengadilan Argentina akibat masalah hukum lain. Kondisi-kondisi tersebut sampai membuat FIFA dan CONMEBOL turun tangan menangani. Tapi itu tak mampu mengatasi masalah berupa minimnya dana yang dimiliki federasi, yang membuat gaji karyawan tertunggak sampai beberapa bulan. Kekacauan di federasi sepak bola Argentina dinilai ikut berperan dalam keputusan mundur yang dipilih Messi beberapa bulan lalu, terlepas dari kegagalan di Piala Dunia dan Copa America. Messi sempat melontarkan kritik pada AFA saat berada di Amerika Serikat untuk tampil di Copa America 2015. Federasi disebutnya kurang terorganisir dan memberikan akomodasi yang kurang layak untuk pemain. (kmb33/rtr)
BPM/ist
HALAU - Petugas keamanan stadion mencoba mengahalau seorang penyusup yang ingin menyentuh Trofi Piala Dunia beberapa waktu lalu.
Minggu Wage, 20 November 2016
11
GELANGGANG
Perseden Sikat Blitar United Denpasar (bali Post) -
Kesebelasan Perseden Denpasar mengawali langkah gemilang dengan mencukur lawannya Blitar United (Jatim), dengan skor 3-0 (1-0) dalam laga perdana Liga Nusantara Putaran Nasional Grup A, di Stadion Hoegeng, Pekalongan, Jateng, Sabtu (19/11) kemarin. David Agung Susanto
BPM/022
David dan Novela Juara Mangupura (Bali Post)Petenis David Agung Susanto (Riau) dan Novela Rezha Millenia Putria Sari (DIY), keluar sebagai juara tungal putra dan putri pasca mengalahkan lawan-lawannya pada babak final turnamen Sirkuit Nasional (Sirnas) PGN Nusa Dua Bali Open 2016, di Lapangan Tenis Hotel Grand Hyatt Nusa Dua, Sabtu (19/11) kemarin. David menundukkan Aditya Harry Sasongko (DIY) 3-6, 6-3, 6-1. Sedangkan Novela menaklukkan Sagung Putri Dwinta Augustarani (Bali) 6-3, 6-3. Atas sukses itu David menerima hadiah Rp 10.080.000, Aditya Rp 5.936.000, sementara Novela Rp 7.200.000, dan Sagung Putri Rp 4.240.000. Juara ganda putra Aditya/Achmad Imam Ma’ruf (Jabar) Rp 4.340.000, serta David/Anthony Susanto (Jatim) Rp 2.548.000. Juara ganda putri Septiana Nur Zahiroh (Papua)/Paulina Kaleem (Papua) Rp 3.100.000, disusul Setia Indri Harti (Kalsel)/Tria Rizki Amalia (Jabar) Rp 1.820.000. Usai pertandingan Novela menyatakan tipikal permainan dirinya sama Sagung Putri hampir mirip, karena sama-sama ulet. ‘’Saya tetap meladeni dengan permainan ngotot akhirnya dia mati sendiri dan permainannya berkali-kali error,’’ terang Novela. Sementara Sagung Putri mengatakan, dirinya mencoba bermain lepas tetapi penempatan bola-bolanya sulit. ‘’Saya akui stamina saya terkuras dan Novela fisiknya masih mumpuni,’’ sebut Sagung Putri. Di sisi lain, turnamen berhadiah total Rp 120 juta dengan rinciannya putra Rp 70 juta, dan putri Rp 50 juta ini menurut Ketua Panpel Agung Ngurah Susrama patut disyukuri, sebab petenis tuan rumah Sagung Putri bisa tembus sampai ke babak final. ‘’Ya lumayanlah petenis Bali ada yang melaju sampai ke laga pamungkas,’’ tutur gung Ngurah Susrama. (022)
Tim Pesanku +40
Mangupura (Bali Post)Tim Pesanku Kuta mengagendakan menggelar kejuaraan sepak bola di atas umur 40 tahun atau duur petang dasa di Lapangan Samudra Kuta, Badung pada Januari 2017 mendatang. Kejuaraan bakal diikuti 16 tim yang dibagi dalam empat pul, dan tiap grup dihuni empat tim Ketua Umum Pesanku Kuta Nyoman Merta di Kuta, Sabtu (19/11) kemarin menerangkan pihaknya memang hampir rutin menggelar turnamen sepak bola, mulai kelompok umur (KU) mulai U-15, U-17, senior, usia bebas, sampai kelompok veteran. ‘’Kami menggelar turnamen duur petang dasa itu masuk kategori veteran, dan rutin kami selenggarakan tiap tahun,’’ tutur Nyoman Merta. Tujuannya untuk menjalin tali persahabatan sesama mantan pemain sekaligus ajang reuni. ‘’Kami para pemain gak ingin bernostalgia mengingat kejayaannya masa silam,’’ katanya. Selain itu, sebagai mantan pesepak bola tetap dituntut menjaga kesehatan, termasuk kebugaran tubuhnya. Bagi Nyoman Merta, kejuaraan +40 lebih menitikberatkan pada jalinan komunikasi sesama mantan pesepak bola. ‘’Oleh sebab itu, kami ingin mewadahi bagi pesepak bola veteran pada turnamen Pesanku Cup ini,’’ jelas Merta. Ia menjadwalkan turnamen diputar mulai awal Januari 2017, dan berakhir hingga akhir Januari 2017 nanti. ‘’Meskipun usia tidak muda lagi, tetapi selaku mantan pemain bola tetap harus enerjik,’’ ungkap dia. Dikemukakan, ke-16 kontestan yang dibagi dalam empat grup selanjutnya juara dan runner-up grup melaju ke babak delapan besar. Diakuinya kejuaraan bukan mencari menang atau kalah, tetapi lebih dari itu rasa solidaritas antarsesama pemain perlu dipupuk dan ditumbuhkembangkan sekaligus mencari peluh agar tetap sehat. (022)
Putra Tresna Jumpa Purnama 3XWUD GL 6HPL¿QDO Mangupura (Bali Post)Kesebelasan Putra Tresna Sobangan sukses melaju ke babak empat besar, usai menekuk lawannya Putra Mengwi dengan skor 4-0 pada babak delapan besar turnamen Piala Bupati Badung I/2016 di Lapangan Samudra Kuta, Sabtu (19/11) kemarin. Selanjutnya Putra Tresna jumpa Purnama Putra Seminyak di Lapangan Yoga Perkanthi, Selasa (22/11) nanti. Keempat gol kemenangan Putra Tresna yang mengoyak gawang Putra Mengwi yang dikawal Febry hasil bidikan Putu Toni menit ke-21 dan 39, Made Mudana menit ke-13, serta Dewa Adnyana menit ke-47. Putra Mengwi bermain 10 pemain pada menit ke-64, setelah Sang Kapten Paramartika diusir wasit Wayan Artana karena akumulasi kartu kuning. Pasalnya, sebelumnya Paramartika mendapat kartu kuning di menit ke-36. Usai laga pelatih Putra Tresna Dewa Banirawa mengakui kunci kemenangan timnya karena tanpa target, tanpa beban, bermain bola yang bagus dan sportif, serta enjoy. ‘’Padahal kami sejak awal tanpa target,’’ katanya. Di sisi lain, pelatih Putra Mengwi Oka Puspa menyatakan kekalahan asuhannya karena faktor stamina dan fisik yang drop. (022) Putra Perkanthi vs Perssib Blahkiuh (Lapangan Samudra Kuta)
(Sumut) 4-0 di Stadion Rengat Batang, kemarin. Asisten Pelatih AAK Baramastra yang dikontak, kemarin menyatakan, dirinya mengakui asuhannya mampu menaklukkan wakil Jatim, sebab Blitar United diperkuat rata-rata pemain gaek. Oleh sebab itu, Gung Bram mengintruksikan ke-
pada asuhannya agar tampil agresif dan cepat. ‘’Kami mengandalkan permainan cepat dan mengandalkan speed,’’ ucapnya. Padahal Gung Bram mengakui semestinya asuhannya bisa menang lebih besar lagi, mengingat sederet peluang emas tidak mampu dikonversi menjadi gol. Ia mencatat
han pada Selasa (22/11) lusa, Gung Bram menyatakan pihaknya tidak sempat memantau pola permainan. Skuad Perseden bakal melakukan pemulihan dan mulai berlatih kembali, Minggu (20/11) pagi ini, dilanjutkan senam ringan sore harinya. (022)
Klasemen Grup A 1. Kodam II/Sriwijaya 2. Perseden 3. Blitar United 4. POP Asahan
1 1 1 1
1 1 0 0
0 0 0 0
0 0 1 1
4-0 3-0 0-3 0-4
3 3 0 0
Putra Tresna Bidik Kemenangan Kontra Persida Denpasar (Bali Post)Kesebelasan Putra Tresna U-17 Denpasar bakal melakoni laga pembuka Piala Soeratin Putaran Nasional 2016, meladeni Persida Sidoarjo, Jawa Timur yang bakal berlangsung di Stadion Hoegeng Pekalongan, Jawa Tengah, Minggu (20/11) hari ini. Dilaga pembuka ini tim besutan Dede Mahatma Dharma itu mengincar kemenangan. Pelatih Kepala Dede Mahatma Dharma saat dikonfirmasi, Sabtu (19/11) kemarin mengatakan asuhannya sudah siap untuk melakoni laga pembuka kontra Persida Sidoarjo. “Semua pemain sudah siap tempur. Kini kondisi mereka dalam keadaan À[ perIorPaFe,” ungkap Dede. Dede mengatakan, dilaga ini tim wajib menang untuk memudahkan langkah selanjutnya. Karena kemenangan atau poin penuh menjadi modal yang sangat penting bagi tim untuk melakoni laga selanjutnya meladeni PSDS Deliserdam. “Kami harap pemain mampu bermain all out sesui dengan intruksi yang telah diberikan. Pengingat kami manargetkan awal tim bisa juara grup dulu. Untuk itu, kuncinya tim harus bisa meraih poin penuh di laga awal,” ungkapnya. Dikatakannya, pihaknya masih buta kekuatan Persida Sidoarja. Untuk itu pemain perlu membaca gaya permainan
lawan di 10 menit awal. “Jujur kami masih buta kekuatan Persida. Mereka pun masih buta kekuatan kita. Meski begitu, tim akan bermain dengan gaya yang dimiliki. Mudah-mudahan bisa menang besok (hari ini - red),” harap Dede Mahatma Dharma. Sementara Owner Putra Tresna IGN mengatakan, sekarang ini semua pemain sehat dan semuanya siap bermain. Meskipun menghadapi lawan berat ketemu Persida Sidoarjo, akan tetapi dirinya berharap tim bisa meraih poin penuh di laga pembuka ini. “Target awal ya… tim bisa menang lah. Intinya semua pemain harus berjuang untuk meraih kemenangan,” jelas Anom Jaksa. Lebih lanjut dikatakannya, dirinya berharap semua bisa tetap fokus dan konsentrasi serta menghindari kesalahan-kesalahan kecil yang bisa berakibat fatal. “Tidak ada strategi khusus untuk laga besok (hari ini - red). Jadi apa yang dimiliki tim itu yang dikeluakan nanti. Kini tinggal jam terbang dan mental bertanding saja. Karena mental bertanding dan jam terbang bagus, maka pemain akan enjoy bermain serta kerja sama tim yang solid. Karena itu kunci kesuksesan sebuah tim,” pungkas Anom Jaksa. (kmb41)
BPM/ist
Pesanku Gelar Kejuaraan ’’Duur Petang Dasa’’
Jadwal Senin (21/11)
Ketiga gol kemenangan Tim Laskar Catur Muka yang menjebol gawang Blitar United, diceploskan AAN Surya Negara menit ke-35, kemudian Ketut Tirtanadi menit ke-50, serta Mucin Antha Wjaya menit ke-65. Sementara hasil lainnya, Kodam II/Sriwijaya (Sumsel) menggunduli POP Asahan
asuhannya yang semestinya bisa mencetak gol yakni Andik, Soni, Ketut Sudi Katos Artawan. ‘’Untuk itu kami akan pertajam lini depan, utamanya dalam penyelesaian akhir (finishing),’’ jelas dia. Disinggung peta kekuatan calon lawannya, POP Asa-
Diperkuat Dua Pemain U-21, Bali United Kerja Keras Denpasar (Bali Post)Skuad Bali United (BU) bakal tetap bekerja ekstra keras guna meraih hasil terbaik saat bertandang ke Markas PS TNI, dalam lanjutan Kompetisi Torabika Soccer Championship 2016 yang bakal berlangsung di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Minggu (20/11) hari ini. Tim besutan Indra Sjafri tersebut harus menyiapkan pemain pengganti Agus Nova Wiantara yang tidak bisa bermain lantaran mengalamai cedera engkel. Termasuk Gede Sukadana yang masih mempersiapkan upa-
cara pernikahannya. Meski begitu, tim tetap berambisi ingin meraih hasil terbaik di laga nanti. “Kami memang kehilangan banyak pemain inti. Syakir Sulaiaman juga tidak bisa dimainkan lantaran terkena Akumulasi kartu kuning. Jelas dengan materi pemain ada harus bisa dimaksimalkan,” jelas Indra Sjafri, Sabtu (19/11) kemarin. Mantan arsitek Timnas u-19 itu menambahkan, meski kehilangan banyak pemain akan tetapi dirinya membawa dua pemain Bali United U-21, yakni
Samsul Pelu dan Andika Wijaya alias Otong. “Kami memboyong mereka, selain keterbatasan pemain kami juga ingin memberikan kepercayaan terhadap mereka. Diharapkan dengan berkolaborasi dengan pemain junior dan senior kami bisa membangun tim yang solid,” jelasnya. Sementara sang kapten, Fadil Sausu mengakui dirinya dan pemain lainnya bakal memberikan yang terbaik untuk tim saat melawan PS TNI. “Saya harap dengan persiapan yang cukup dan matang diharapkan bisa mencuri poin di kandang PS TNI,” kata Fadil. (kmb41)
BPM/kmb41
BUKA - Kapolda Bali Irjen Pol Sugeng Priyanto saat membuka kejuaraan menembak reaksi tingkat II nasional bertajuk “Bali Mobile Brigade Open Championship 2016” (BMBOC) yang bakal dilaksanakan di Lapangan Tembak Bhayangkara, Tohpati, Denpasar, Sabtu (19/11) kemarin.
Kejuaraan BMBOC 2016 Diikuti 115 Petembak Denpasar (Bali Post)Sebanyak 115 peserta ikut berpartisipasi mengikuti kejuaraan menembak reaksi tingkat II nasional bertajuk “Bali Mobile Brigade Open Championship 2016” (BMBOC) yang dilaksanakan di Lapangan Tembak Bhayangkara, Tohpati, Denpasar, Sabtu (19/11) November kemarin. Kapolda Bali Irjen Pol Sugeng Priyanto saat acara pembukaan menjelaskan tujuan dilaksanakannya kejuaraan ini, guna meningkatkan kualitas petembak khusus nomor reaksi. “Diharapkan lewat ajang ini nantinya mereka bisa berprestasi di tingkat nasional. Di mana kejuaraan ini mempertandingkan nomor divisi standar, open, prodaktion, reYolYeran Fenter Iair jarak 25 meter eksekutif,” ungkap Sugeng Priyanto. Dikatakannya, selain melibatkan masyarakat umum, kegiatan ini juga
melibatkan TNI, Polri, pemerintah daerah. “Semoga ajang ini bisa membangun dan menjalin kerja sama, solidaritas Polri, TNI dan masyarakat, sehingga terjalin keharmonisan agar lebih baik,” ucapnya. Lebih lanjut dikatakannya, tak hanya ini, ajang ini juga diharapkan mampu memupuk para petembak di dalam menjalankan tugas masing-masing. “Ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas personil. Ajang ini juga untuk meningkatkan prestasi petembak di level nasional dan internasional,” pungkasnya sembari menyatakan, semoga petembak bisa menjaga sportivitas dan bisa mengikuti ajang ini dengan baik. Tetap fokus dan konsentrasi sebelum maupun sesudah melakukan tembakan dan hindari hal-gal yang bisa terjadi hubungan disharmonis dari para peserta,” harapnya (kmb41)
Putra Perkanthi ’’Runner-Up’’ Kejurnas Antarklub
KEBERADAAN PS Putra Perkanthi sebenarnya sejak tahun 1960-an dan belum diketahui persis berdirinya, sebab diawali perkumpulan olahraganya Jimbaran Atletik (Jimat). Cabor olahraga yang dinaungi bukan hanya sepak bola, tetapi bola voli juga digandrungi generasi muda Jimbaran. Akan tetapi, dalam perkembangannya Jimat resmi berganti nama menjadi Putra Perkanthi pada 29 September 1980 silam. Logonya bergambar obor berharap semangat juangnya tetap membara, berikut sayap burung terbang yang mendambakan agar prestasinya setinggi langit, serta beberapa lingkaran menginginkan adanya rasa persatuan. Sejak itu, kegiatan persepakbolaan di Lapangan Yoga Perkanthi makin menggeliat. Puncaknya, Putra Perkanthi menduduki posisi runner-up pada Kejurnas Antarklub di Lapangan Lebak Bulus, Jakarta, 1990 silam. Pada laga pamungkas Putra Perkanthi harus mengakui ketangguhan la-
wannya PS Krida Rembang, Jateng 0-4. Materi pemain seperti kipper Nyoman Sujata, Nyoman Warta, Suteja, Ketut Sudi, Nelson, serta Desna. ‘’Kala itu kami masih mengikuti kompetisi di Perseden Denpasar,’’ kenang Ketua Harian PS Putra Perkanthi Nyoman Warta. Prestasi selanjutnya, Putra Perkanthi mengikuti kompetisi internal di Persekaba Badung sejak 1994 dan mengukir sejarah dengan delapan kali juara. Jebol Putra Perkanthi juga tak kalah moncreng prestasinya di kancah nasional. Misalnya Wayan Gangga Mudana pernah membela Persija Jakarta, Persela Lamongan, serta Persiba Balikpapan. Selain itu, Komang Adi Parwa kini mengenakan kostum Bali United dan sebelumnya bergabung pada Akademi Persib Bandung. Mulai 1998, Putra Perkanthi memiliki SSB dimulai usia 8 tahun. Kegiatan latihan sepak bola di Lapangan Yoga Perkanthi rutinitasnya tiap hari, mulai pagi, siang, sore, hingga malam hari. Karena itu, pemeliharaan rumput harus rajin dirawat, guna mengantisipasi tingginya frekuensi pemakaian lapangan. Warta mengisahkan, pada 1998 silam yang menyewa lapangan klub sepak bola warga Jepang yang menetap di Pulau Dewata, per bulan hanya
membayar Rp 300.000. Berbekal nilai sewa per hari yang hanya Rp 10.000, Warta rela membeli bensin dengan mengerjakan penyiraman sendiri. Meskipun melakukan penyemprotan sendiri, Warta berobsesi kelak Lapangan Yoga Perkanthi menjadi representatif. Karena itu dirinya tiap kali sembahyang memohon kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Tanpa disangka donatur dari anggota DPRD Badung yakni AA Januraga dan Made Darma yang seka-
rang Ketua Umum Putra Perkanthi rela merogoh koceknya demi perbaikan serta melengkapi fasilitas lapangan. Dua tim besar asal Malang yakni Arema dan Persema kerap kali memakai latihan Lapangan Yoga Perkanthi. Mereka mengacungi jempol, lapangan desa tetapi levelnya nasional. Bahkan PSSI Pusat sampai menganggap Yoga Perkanthi bukan sekadar lapangan, tetapi stadion. Dana pemeliharaan lapangan, Warta merinci tiap bulan-
nya Rp 9.300.000, sedangkan uang pemasukan sewa hanya Rp 5.400.000. ‘’Kekuragannya pengurus yang menutupi,’’ ucapnya. Kini Putra Perkanthi bakal melakoni babak semifinal turnamen Piala Bupati Badung I/2016. Target yang diusung pun tak tanggungtanggung. ‘’Astungkara, doakan saja bisa terwujud, sebab kami mematok target juara,’’ katanya. Dana melakoni Piala Bupati Badung juga tak ada, namun pihaknya berkreasi dengan menggalang dana melalui bazar. (nel)
12
Minggu Wage, 20 November 2016
Sastra
Redité Wagé, 20 November 2016
I Kaki Dengkil
Laku Bayu “WANTAH titiang nikaina dados jatma ganal sakadi I Sawunggaling, matur sisip titiang nénten midep. Napi malih kantos mamadem-madem.” Asapunika I Locongan dawegé tanjénina makarya dados satpam antuk Mén Sukri ring arsopné. I Locongan sané pukel siteng maguer matato maukud awakné, pamuputné jejeh jagi nikaina dados satpam. Pitananga dados satpamé punika pateh sakadi dados pulisi utawi tentra sané jagi masadu arep sareng maling, begal, opm ring dura désa, mayuda wantah wénten meseh ngusakasik. Napi malih jagi ngayudain téroris. Wantah asapunika, I Locongan jatma menyit wastané. Awak gedé gangsuh, bayu ageng, nanging nénten madrué manah ksatria wirang. I Locongan mabinaan pisan sareng Gus Gundul sané jelegné alit tur berag angkig, nanging makaukud naler matato awakné. Sampun awakné mabinaan, solahné naler nungkalik. Gus Gundul nyadia pisan wantah jagi nikaina mrajaya sapusira ugi, wantah wénten daldalané. Napi malih wéhina jinah acekel, magrudugan Ipun jagi nyeluk mesehé. Gus Gundul, berani membéla yang bayar sakadi baosé katah sané mangkin. Dawegé nikaina nyeluk I Suastra sané mautang ring I Duradnyana, Gus Gundul nyadia pisan. Napi malih jinah sané icéna antuk I Duradnyana anggén prabéa nagih utang makéh, jeg magredegan Gus Gundul nyanggupin. Sesampuné nrima jinah saking I Duradnyana, Ipun ngelisang ngambil kléwang tur ngebut negakin montorné nuju umahné I Suastra. Kalintang wanén manahné santukan sadurung maklesét negakin montor polih nginem arak api kalih lumur. Rauh ring umahné I Suastra, goar-goar Gus Gundul nganikain mangda I Suastra medal. I Suastra sané wawu rauh saking makarya kesiab manggihin Ipun nembé masolah asapunika. Mata barak ngencorot tur nganggarang kléwang, angkihané kebris-kebris irgamayang sakadi banténgé rengas. I Suastra sané inguh bayuné wawu usan wélanga antuk sépné, ngambil papah nyambut Gus Gundul. Manahné kadung sampun salah tampi katantangin masiat. Gus Gundul saharsa nyemprak: “Bayah utang Cainé, lamun tusing nyak mayah jani, rasaang kléwang Icangé munggel sirah Cainé!” Asapunika Gus Gundul nyemprak. I Suastra masahur, “Apa urusan Cainé, Icang tusing taén mautang tekén Cai!” Sambilanga nyerétang kléwang, Gus Gundul malih mabaos ganal, “Cai mautang tekén I Duradnyana majanji jani mayah! Bayah jani! Lamun tusing nyak mayah mai masiat ajak Icang!” Marasa ka témbérang asapunika I Suastra salah tampi tur nengkik: “Dong Cai dadi déb koléktor jani? Icang tusing lakar mayah utang tekén Cai, lamun I Duradnyana mai mara Icang nyak mayah utang!” Pasaut I Suastrané ngawinang Gus Gundul nyangetang salah tampi tur mapas antuk kléwang. I Suastra tangén tur nempis nganggé papah nyuh, kléwang Gus Gundulé nyéntél ring papahé. Raris rebuta antuk I Suastra tur tebekanga ring basang Gus Gundulé. Gus Gundul ngrarak nyengkaonang basangné sané macruratan ngamedalang rah. Gus Gundul sané mapi wirya, padem ring rumah sakit santukan katebek antuk kléwangé padéwékan antuk I Suastra. Waluya méla déwék, I Suastra maukum santukan ngamademang Gus Gundul. I Duradnyana naler maukum santukan nganikain Gud Gundul ngamademang I Suastra. Sios malih satuané I Putu Ariawan sané polih nglamar dados pulisi nénten polih, dados tentra naler nénten katrima ambekné wirya pisan. Dija ja wénten anak majaljal, ipun rauh malasang, wantah uningina. Kantos anak masomah wantah ajaljal palasanga. Makasami tuturina mangda nénten majaljal kantos nganggé bayu tur sanjata. Kocap wantah asapunika ajakina masiat. Sira purun ring I Putu Ariawan sané awakné ganggas gedé gangsuh. Kawanten, I Putu Ariawan padem santukan melasang anak majaguran. Kocap kenjekan ngamel silih sinunggil sané majaguran punika, sané siosan nebek ipun saking ungkur. I Kaki Dengkil, éling ring satuané sané piragina ring Tepisiring sakadi punika wenginé puniki. Sambilanga cengkéhé nedeng mabunga ring abian pisagané, Ipun ngalaca-laca makasami madué bayu. Bayuné punika irgamayang sayong sané prasida ngampehang sekancan sané ngentukin. Punyan kayu ngentukin pamarginé, punyan kayuné kaampehang kantos pungkat. Umah ngentukin, nglinus sayongé nguugang umah. Sapunapi wantah I Locongan sané bayuné ageng? Sinah bayuné ageng tan paguna santukan cutet pikenohnyané. Siosan ring punika, Gus Gundul sané bayuné alitan, anggéna ngampehang bayu sané agengan. Dadosné bayuné macaplagan, ngawinang bayuné sané alitan kaampehang. Malih asiki, I Putu Ariawan, ngawag-awag nganggén bayuné kantos ngemasin padem. Sambilanga uyuk-uyuk kasirsir antuk sayongé nyirsir, I Kaki Dengkil éling ring baos sastrané. Kocap sané mawasta laku bayu punika gagelaran Sang Angawarat mangsa tiling nyirnayang sekancan kapiambengan dawegé nyukertaang jagat. Turmané, mangda tiling nyelehin parilaksana warginé anggé tatenger kawéntenan tur pinunas warginé. Kawanten mangda nénten wénten uning tur curiga kaselehin. “Saja kéto? Miribné saja! Lamun kéto suba ké Sang Angawarat nyalanang laku bayu? Sinah tusing, sawiréh Sang Angawarat tusing ningehang warginé nulak reklamasi!” Asapunika I Kaki Dengkil mabaos padéwékan sambilanga uyuk-uyuk tur mastikaang nénten sayuwakti Sang Angawaraté mangkin ngamargiang laku bayu. (Jelantik)
Kélangan Pipis Made Suar- Timuhun NGANCAN tegeh punyanpunyanané, ngancan baret angin ané ngampehang. Patuh cara iraga dadi manusa, umuré ngancan ngelihang, ngancan ngwayahang, sinah ngancan ngliunang kaperluan lan gegodan idup ané karasayang. Suka lan dukané sing dadi palasang, setata satya nimpalin. Wayan Adiguna suba muktiang unduké ento. Sasukat nyalukin idup grahasta asrama, ngwangun kulawarga ngajak Nyoman Sari, ia buin nyumunin malajahang déwék. Malajah dadi kurenan ané melah, malajah ngolah pipis apang sing kanti kuangan sabilang bulan, malajah natakin tis panes idupé apang setata mabesikan ngajak kurenan krana ampehan anginé ané marupa swadarman idup ngancan ngliunang. Apa buin jani suba ngelah buah tresna ané kaadanin Putu Adiguna. Sing kodag-kodag bagia ané karasaang Wayan Adiguna ngajak somahné. Panakné ané bagus cara Sang Nakula satmaka arta brana ané nyidayang dadi tamba kala ada rasa sebet ané nibénin. Panakné bisa ngalahang anaké ané sugih baan pipis krana panak rasaanga dadi kasugihan utama disubané idup makulawarga. Saja, Wayan Adiguna marasa sugih, sugih baan panak ané kapicayang olih Ida Sang Hyang Parama Kawi. Putu Adiguna kasayangang pesan, apa buin ané numadi méménné padidi ané suba dadi Déwa Hyang. Anaké ané sugih baan pipis
tondén karuan masih bagia. Liu anaké sugih arta tusing ngelah panak. Dikénkéné kanti ideh-ideh ngojog pura masesangi apang nyidayang ngelah sentana. Gegodan idup di guminé sing kena baan ngenehang. Iraga precaya masih tekén karma pala. Apa ané bakatang lan rasaang jani bisa ulian asil karma iraga padidi. Wayan Adiguna suba mautsaha idup ngirit, kénkén ja carané apang gajihné ngabulan cukup anggona mayah séwan kos, meli baas lan daarang nasi sadina-dina, meliang pianakné susu lan pampers, muah kaperluan ané lénan. Aget masih utangné dugas masakapan jani suba lunas. Prabéa idup merantau di kota sujatinné mael pesan. Pangasilané saja nyak lebihan buin bedik tekén di désa, nanging panelahné masih liu. Yén nyak seleg magaé atawa ngaé utsaha di désa, bisa-bisa asilné lebihan tekén pangasilan magaé dadi karyawan di kota. Nanging yén keneh-kenehang buin, patuh rasané, ané penting iraga dueg ngolah. Pisaga ané ngelah rasa iri suba biasa di guminé, sing ja di désa dogén, di kota masih patuh. Ané iri sing demen nepukin nyama wiadin pisagané sukséslan bagia ngajak kulawargané. Cara biasané jam 6 semeng Wayan Adiguna mara bangun, kurenan lan panakné suba bangun malunan. Demen pesan atinné nepukin panakné degeng sing pati manying. Wayan Adiguna nginem
13
yéh lantas nyangkol panakné ajaka pesu. Kurenané lantas nyemak kétél nganget yéh anggona nyeduhang kopi. “Mai tiang ngajak I Putu, Beli, né kopiné siup malu!” “Nah Luh, depang malu di mejané, Beli lakar mandus malu.” lantas ngojog WC. Uli pidan ia mula sing pati demen nginem kopi kebus, ia demenan nginem kopi ané suba embon. Suud maganti panganggo, Wayan Adiguna negak di damparé, kopiné lantas siupa. Makikén majalan magaé, Wayan Adiguna ngagah isin dompétné lakar ngenjuhin kurenanné pipis. “Luh nyemak pipis satus talian Beliné di dompété aa?” Makesiab Wayan Adiguna ningalin isin dompétné tuah misi duang dasa talian a bidang teken siuan telung bidang. Dibi petengné suba seken isin dumpotné satus tali nanggu telu likur tali rupiah. “Tiang sing maan nyemak Beli.” “Seken sing maan nyemak?” “Seken Beli, ngudiang tiang bogbog?” Sujatinné Wayan Adiguna suba gedeg pesan, sirahné prajani pengeng, muanné barak, nanging ia nu mautsaha negdegang kenehné apang sing kanti miegan, lek masih kenehné ngajak pisagané. Ia lantas ngenjuhin kurenanné pipis duang dasa tali rupiah apang ada anggona meli daarang nasi, sisané ané telung tali depanga di dompétné. Di subané niman pipin panakné, Wayan Adiguna ané masebeng masem lantas luas magaé. Neked di tongosné magaé, Wayan Adiguna ngortaang unduk kélangan pipis ngajak timpalné ané paling leketa. “Semengan suba sial nasib raga Tut, pipis di dompété ilang nyén kadén nyemak.” “Sabar Tut. Adeng-adeng malu! Jumunin inget-ingetang, mirib pelih ngejang. Apa suba bakat belanjaang sing? Cai suba makulawarga, suba ngelah panak tusing nu truna cara raga, sinah suba liu ané kenehang Cai. Mirib Cai engsap, umur suba ngancan tua panyakit pikuné sinah teka.” “Sing Tut. Raga suba seken inget. Ibi mulih uli magaé dompété misi karobelah tali, beliang bénsin limolas tali, beliang goréngan lan bubur kacang ijo aji roras tali. Nu masisa buin satus tali nanggu telu likur tali rupiah. Neked di kos dompété celepang raga di tasé cara biasanné. Nyanané sing maan buin pesu kija-kija, sing maan buin mabelanja. Tuni semengan balihin raga dompété sagétan nu buin telu likur tali dogén. Satus taliané ilang.” “Somahé mirib nyemak sing?” “Sing Tut, pangakuané sing ada nyemak. Uli nyumunin makurenan, ia sing taén bani nyemak pipis raga di dompété sajaba raga ané ngenjuhin. Sabilang semeng pasti enjuhin raga pipis anggo meli darang nasi pasaian. To ba tumbén tuni raga makesiab, tumbén ilang pipisé. Pusing raga Tut.” “Nah sabar gén Yan, pipis dadi alih, rejeki suba ada né ngatur! Selegang baan magaé lan ngrastiti bakti gen!” “Apa raga jeg emosi Tut, kadi rasa tai di basangé menék ka poloné. Kéné kéweh alih-alihané, sing cara Cai aluh tondén ngelah
biuta. Wayan Adiguna mendep cara togog, somahné sing ajaka ngomong. Somahne nunden madaar nanging sing sautina. Galahé terus majalan, buin mani puanné ngincem pipisné Wayan Adiguna ilang. Ngancan pepes ia mauyutan ngajak somahné. “Beli adi terus-terusan kélangan pipis buka kéné. Ulian ené masih iraga sesai magerengan. Jujur tiang sing ada nyemak pipis Beliné. Sabilang semeng Beli suba ngenjuhin dasa tali, duang dasa tali, tiang suba marasa demen, suba sedeng anggo meli darang nasi. Apang Beli tusing sangsaya tekén tiang, cobak takonang, peluasang sig anaké dueg, ka balian apa laku. Yén saja tiang ané nyemak pasti lakar ngenah!” “Aa luh, sujatiné timpal-timpal Beliné masih liu ané nundén kéto. Sing mungkin ada anak lén nyemak. Yén pelih ngejang ulian pikun masih sing mungkin. Beli tondén tua, tondén pikun. Bas neren terus-terusan buka kéné, kadéna aluh ngalih pipis.” Nyoman Sari siep, nguntul. Ia marasa kurenané nu sangsaya tekén déwékné. Prajani Wayan Adiguna mandus laut makamen lakar nunas baos sig Jero Balian ané i malunan taén tunasina tamba. Ia meli sarana upakara ané lakar aturanga ka Jero Baliané marupa canang sari, dupa, lekesan, lanjaran, muah rarapan. Neked sig Jeron Baliané, Wayan Adiguna lantas maturatur unduk pikobet ané nibénin déwékné. Sing makelo, lantas Jero Baliané ngaturang canang, mamantra, lan masaa nunas baos sareng sasuhunannyané. “Kéné Ning. Manut pawisik Ida Sasuhunan sané malinggih ring ajeng, ada kulawargan Ceningé di jumah ané meled ngusak asik kulawargan Ceningé dini. Bapa sing perlu ngorahang nyén adanné, cutet Cening sing dadi gedeg! Sabar! Ené gegodan idup adanné. Ia iri pesan, sing demen nepukin idup Ceningé bagia.” “Napi nika paiketanné sareng jinah titiangé sané ical Jero?” “Ané ngusak-asik kulawargan Ceningé ento meled pesan apang Cening biut, sing seleg magaé, basang gedeg, apang sesai magerengan ngajak somah Ceningé. Sujatiné ia ngidih tulung ngajak tuyul. Ia ngelébang tuyul ka tongos Ceningé. Tuyulé ento suba ané nyemak-nyemak pipis Ceningé, apang Cening ngadén somah Ceningé ané nyemak. Ento suba ané ngaé Cening magerengan. Nah uli jani selegang mabanten lan mabakti apang rukun kulawargan Ceningé!” “Inggih matur suksma Jero.” Wayan Adiguna bengong mapangenan, nyelsel ibi puané ngopak somahné. Sing madaya jaman suba maju kéné nu masih ada jadma ngubuh tuyul, ngubuh brérong, sing buungan pipis nyama padidi porotina. Wayan Adiguna ngadén tuyulé ento tuah ada di sinétron. “Né pica marupa jaum lan meka bekelang. Pejang di dompété apang tuyulé tusing bani buin nyemak-nyemak pipis Ceningé!” ~* @ 0 @ * ~
Saking Langit Bali
Aswamédha Parwa
Tri Guna ring Angga Sarira Olih : I K. Satria, S.Ag NGLANTUR mangkin kasatuayang parindikan kasujatian sarirané. Sané sujati wantah sané méweh kabaosang, sangkaning pangresep sané ngawinang nénten mrasidayang sakadi asapunika. Duaning sakadi asapunika kawéntenané, kabaosang raris angga sarirané tan bina sakadi kawéntenan genah sané mapanepi a sia, sané ngawinang méweh antuk maosang. Sarirané taler madué tetiga sané patut wénten ring angga sarira pinaka cihna kahuripan sané paripurna. Tetiga parindikan punika ngawinang prasida iraga madué kawisésan anggén minayang sekancan kawéntenané punika. Sané tetiga inucap nénten tios mawit saking pangregepan sekancan sané wénten ring sarirané. Sané tetiga sampun ketah kabaosang pinaka lantaran inggih punika tetiga nadi. Sami ngraksa kawisésan saha maprewerti ring sarirané ngawinang degdeg, kapetengan (tamas), saluiring pikayunan indria (kama/rajas), miwah kawicaksanan (satwam). Sané tetiga puniki wantah prasida mamargi nunggal saha panunggalannyané ngwetuang karahayuan. Sané asiki mabela saha mapitulung sareng sané tiosan miwah asapunika kawaliannyané sané ngwetuang panunggalané becik. Dadosnyané, sami sané wénten ring jagaté puniki, pamekas ring angga sarirané wantah sané tetiga punika sané ngraksa utawi ngicén prabhawa. Kapatutané punika kaiket olih kapetengané, tur kapatutané punika sané taler kaiket olih sekancan kama sané wénten. Kadi asapunika kawéntenannyané. Ring sajeroning kahuripan, makatiga punika nénten prasida kapalasang. Makatetiga punika nénten pisan prasida kaicalang ring sarira, sakémaon malarapan antuk pangraksa pikayunan miwah budi ring angga sarira, makatiga prasida kawatesin. Punika mawinan kawéntenannyané pacang prasida mamargi saha madué pabaat sané pateh. Kasujatiannyané kapetengané punika wénten sangkaning kaiket olih kama, punika mawinan kapetengané wénten sané maosang nénten becik, nénten waged, miwah dahat nylingkadin kawéntenan uripé. Punika sané kabaosang kapetengan utawi awidya sané ngawinang sarirané nénten ngamargiang kapatutan. Akéh utawi akedik, sami pacang nemu pamargi sané méweh yéning awidyané sané mamurti ring sarirané. Kamané punika wantah pinaka sarana kanggén ngutsahayang asing-asing karya mamargi utawi palaksanan karyané wantah mawit saking
tanggungan.” “Patuh Yan, raga nak ngelah utang masih, apa buin bapan raga di désa jani suba sakit-sakitan. Men nu ngelah saldo di ATM-é Yan? Yén sing, né pipis raga malu anggo bekel!” “Nu ja buin bedik Tut. Nah suksma gén, manian yén kuangan pasti raga nyambat.” “Nah yén kéto mai magaé, suba jam né!” Di kos, Nyoman Sari masih bingung ngenehang pipis kurenanné ané ilang. Yén anak lénan mirib pipis satus tali sing ada ajinné, nanging yén di kulawargan Nyoman Sari, pipis monto liu sajan gunanné. Jelék kenehné Nyoman Sari, ada rasa lek tekén kurenanné. Kurenanné pasti suba ngelah keneh sangsaya tekén déwékné. Nyén men buin nyemak? Sing mungkin panakné ané mara matuuh duang oton suba bisa nyemak pipis di dompété, apa buin dompété pejanga di tengah tasé ané magantung di temboké. Telung dina galahé majalan, Wayan Adiguna suba ngengsapang unduké kélangan pipis. Teka uli magaé iseng ia narik pipis di ATM telung atus tali rupiah. Suba paek kosné, ia singgah di supermarket lakar meliang panakné susu lan sabun. Neked di kos cara biasanné dompétné pejanga di tasné, tasné gantunga di temboké. Tepukina panakné masaré ngengkis, ia milu mabahan di kasuré. Somahné itep majejaitan krana buin maniné raina Tilem. Peteng sawetara jam kutus, Wayan Adiguna bangun kapupungan ulian ningeh panakné ngeling. Ia sépan-sépan bangun laut nyangkol panakné lantas enjuhina somahné ané mara teka uli nuduk pantingan, apang énggal panakné baanga susu. Iseng Wayan Adiguna malihin dompétné krana nadak kenehné uyang makita pesu meli saté kambing. Buin makesiab Wayan Adiguna ningalin isin dompétné tuah masisa buin limang tali rupiah. I tuni sanjané ia tuah mabelanja aji telung benang tali rupiah. Saingetné, i tuni dompétné misi pipis satak selaé tali rupiah. Muan Wayan Adiguna prajani barak, paningalanné nelik. “Luh terus kéné gén gaén Luhé. Yén mula perlu pipis ngorahang naé beneh-beneh. Eda ulah selakseluk padidi. Luh nyemak pipis di dompét Beliné aa? Ngaku sing? Satak lebih ilang pipis Beliné.” “Uli tuni tiang di sisi nyait Beli, sing maan ngusudin dompét Beliné, apa buin kanti nyemak pipis.” Nyoman Sari prajani muanné seming. “Men nyén nyemak pipis Beliné?” Wayan Adiguna nengkik. “Sing tawang Beli. Nak seken, tiang sing ada nyemak. Beli sing pelih nyén ngejang? Cobak melahang alih-alihin malu!” Wayan Adiguna paling ngalihin ngebit-ngebitang dompétné, isin tasné masih gebura, nanging sing ada asil. Pipisné sing tepukina. Wayan Adiguna basangné gedeg pesan, suba ping dua kélangan pipis. Yadiastun sirahné marasa pengeng, gedegné suba sing kodag-kodag, nanging ia mamilih mendep, apa buin guminé suba peteng. Kamulan uli pidan ia sing demen magerengan. Kélangan pipisé ené suba ané ngaé
kama utawi pikayunan indriané. Pangutsahan kamané punika sané ngawinang wénten mamargi sané kabaosang karma. Yéning nénten sangkaning pangriptan kama minab manusané wantah mamegeng nénten ngamargiang swadharma. Sané ngawinang kahuripané ngulangunin wantah sangkaning gesit ngamargiang swadharma, setata ngutamayang ngamargiang swadharma pinaka kapatutan. Maka kasujatiannyané pikayunan sané sakadi asapunika sané kabaosang utsaha sané degdeg ring swadharma sané becik. Salanturnyané pacang katlatarang parindikan soang-soang Tri Guna punika mangda prasida kabaosang becik tur prasida karesepang olih kahuripané. Sifat kapetengan, awidya utawi tamasé punika minakadi: belog, setata ngandel anak siosan, nénten prasida ngayunin napi sané patut margiang, turu (sirep), takut, ngayunin sami wantah duéné padéwékan, sebet, setata lali utawi pikun, tetimbangnyané nénten becik, setata lémpas ring awig-awig, setata ngayunin sané luih, setata nyapa kadi aku, sumbung, belog sakémaon sakadi anak wikan, setata mamisuh, setata mapikayunan corah, nénten prasida mapikayunan ening, setata malaksana dosa, nénten madué pikayunan ulati, setata ngutamayang pamatut padéwékan, males utawi mamiut, nénten prasida ngeret indria tur setata obah ring dharma. Asapunapi ja kawéntenan jiwa utawi suksma sarirané, wantah pacang setata molihang pamargi sané nénten becik, setata mabaosan sané ngawinang bingung anak tiosan napi malih ngandapang para dewata, setata ngandapang brahmana luih, setata mamisuh tur nénten prasida ngampurayang anak siosan, setata mapuara nénten becik majeng ring kahuripan miwah sané tiosan wantah pinaka ceciren jadma sané kaliput sekancan tamasé. Asing- asing pamargi kahuripan pacang nénten mamargi becik, sangkaning kapetengan ring Sang Hyang Dharma, sekancan dana punika nénten pacang mapikolih, sekancaning yadnya nénten mamargi becik miwah sané tiosan sangkaning nénten madué budi sané ening. Setata maparilaksana ngandapang anak tiosan napi malih anak istri, sang sapa sira ugi sané ngamargiang kahuripan sakadi asapunika pacang setata ngamolihang sena kabaosang nénten becik ring kahuripané, dados sampun kabaosang sané sakadi asapunika kaliputin olih kapetengan utawi tamas. (Masambung)
Bhinneka Tunggal Ika Bhinneka Tunggal Ika Punika semboyan Indonesia Mapupul masikian ring panegara Yadiastun akéh sané mabina-bina Mabina warni lan rupa Mabina suku lan agama Mabina adat lan budaya Mabina désa, kota, lan dwipa Yadiastun pabinané kadi punika Ngiring sikiang kayun sikiang rasa Rasa wantah madué asiki bendera Asiki tanah air lan basa Indonesia Setata raketang manyama braya Tresna sutindih ring Indonesia Raya Dasarin antuk UUD 1945 lan Pancasila Mangda pageh kukuh kadi paksi garuda Made Suar – Timuhun
Kruna
14 Laksmi Duarsa
Cerakén Lengkara Punggelan geguritan puniki kaanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha. Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti
msСmmã*, Mas Kumambang 40.ennÓ)næiwl/, Nénten piwal, s*putÉirrisß\ir&, Sang Putri raris mangiring, \)etog*lyubn/, ngetogang layuban, r&pÙÏgn±nsÂsi, ring pwaregan nunas nasi, pkyunnuæmibu\;. pakayunan sami bungah. 41.hi\ái;hibu, Inggih Ibu, titê*mpmitenm\Ðin/, in, titiang mapamit né mangkin, somæunÙÏg±ns/, sampun wareg nunas, shmilihienÂb)cik/,
Kulawarga sané Kapertama miwah Utama KATAHNYANÉ metu makudangkudang kasus sané kalaksanayang yowana, sinunggilnyané kasus geng motor sané ngawi para rerama urati sapunika taler sané karasayang dr. Laksmi Duarsa-sapunika dané ketah kasambat. Pinaka sinunggil ibu, dané nénten meled yéning putranyané kantos manggihin plekara. Napi malih maurusan sareng masalah ukum. Manut ibu tigang pianak puniki, sujatinné kasuskasus sané mapaiketan sareng yowana nénten mesti wénten, yéning pola asuh sajeroning kulawarga kauratiang becik. Malajah saking pengalaman anak siosan sané putra-putrinyané keni masalah ukum sayan ngawinang angen dané sané madué aran jangkep dr. Putu Laksmi Anggari Putri Duarsa, Sp. KK. Anak istri sané aktif ring makudangkudang organisasi sosial puniki nyelehin, yowana sujatiné wantah korban. Yadiastun kasujatiannyané yowana punika pinaka pelaku. Anak istri sané taler aktif ring Perkumpulan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski) Provinsi Bali puniki percaya, yéning pola asuh becik kalaksanayang, kasus sané naen dados headlinee Koran ring Bali puniki nénten pacang wénten. Dokter spesialis kulit dan kelamin puniki éling pola asuh h mabuat pisan sasajeroning tumbuhkembang g anak. Minab punika sané ngawinang dané ngicén uratian majeng putra-putrinyané. Indiké punika kalaksanayang ri kala pianak-pianaknyané kantun alit-alit kantos mangkin. “Kulawarga manut tiang pinih mau-
saha milihin né becik, he\ánã)k)lßlzÇrn/. anggén bekel malancaran. 42.b)lihgu*, Beli Agung, titê*dumunnßpmit/, titiang dumunan mapamit, shmzenÓos*,
tama. Nénten wénten genah sané trepti tur becik sajabaning kulawarga. Minab katampénin klise, nanging manut tiang alit-alit punika masa depan tiang,” baosnyané. Istri dr. Made Dwi Yoga Berata, Sp.B, KBD Finacs maosang wénten sané ngajakin nyarengin organisasi nanging dané mutusang hati-hati nyarengang suami miwah putra-putrinyané. dr. Laksmi Duarsa mautsaha milihin genah pinih becik majeng pianak-pianaknyané. Sajeroning kahanan napi manten kulawarga dados prioritas. Karir pinaka dokter spesialis penyakit kulit dan kelamin wénten ring peringkat salanturnyané, rumasuk aktivitasnyané ring organisasi. Mawinan punika, praktik dané akéhan ring umahnyané antuk pangapti nénten nglaliang tanggungjawab pinaka ibu, rumasuk manyamabraya. Sawitrannyané sesamen alumnus SMAN 3 Dénpasar rauh konsultasi ka umahnyané. Sapunika taler sareng sawitran pianaknyané ring SMAN 4 Dénpasar. Wénten rasa bangga majeng dr. Laksmi Duarsa, prasida ngepah galah saha nénten ngutamayang jinah. Yadiastun sa sajeroning molihang keahlian pinaka dokter spesialis penyakit kul kulit dan kelamin punika n nénten dangan, muatang galah lami miwah jjinah. sulung Putri sulungnyané Evindya Viva Vivas Cita Nand Devi Nandanaya B, sedek m mupukuliah tang kuliahnyané ring Fakult Fakultas Kedokteran U UniverDipon sitas Diponogoro, Semarang. Sapunika taler pianakn pianaknyané Made Bagus ssastra Pramaya Barata, sed kusedek liah ring Fa Fakultas Kedokt e r a n U n u d . Mun Munggup ing pianak kaping tigannyané kan-
saha manyantosang, dhuu;kudpc*mm(gi, gi, dauh kuda pacang mamargi, titê*wnÓ;m\iri\*. ng. titiang wantah mangiringang.
Isin Gumi ”Toko Modérn Bodong” Akéh ring Buléléng BISNIS toko modérn berjejaring ring Buléléng sayan ngakéhang. Sakéwanten akéhan toko modérn inucap nénten madué ijian utawi ketah kasengguh bodong. Ring sisi lianan, pemerintah daérah kantos mangkin durung madué peraturan daérah (perda) indik toko modérn. Tambis ring samian kecamatan ring Buléléng sampun ngadeg tokotoko modérn berjejaring inucap. Sané pinih akéh janten ring wewidangan Kecamatan
Buléléng sané mabukak kantos 24 jam. Genahnyané taler nampek sareng pasar tradisional utawi toko cenik, sané kakelola olih warga antuk modal sawéntené. Parindikan punika kabligbagang ring sajeroning acara Isin Gumi Radio Singaraja FM 92,0 Mhz raina Wraspati, 17 Nopémber 2016 lintang. Kadek Jok, Banyuasri Wantah yakti pisan toko
modérn sampun sayan ngakéhang ring Buléléng. Kémahon kawéntenanyané akéh sané bodong utawi nénten madué ijin. Parindikan punika mangda ngamolihang uratian saking dinas sané mapaiketan. Tunas titiang kawéntenan toko modérn punika kawatesin kawéntenannyané, santukan pacang prasida ngamademang pedagang alit sané kaduénang krama Bali.
Kruna BASA BALI
AKSARA BALI
1.
adéng
1. hed*,
1. telur
2.
jatah
2.
jt;,
2. sate
3.
sajeng
3.
sj%,
3. tuak
4.
anaman
4.
hnmn/,
4. ketupat
5.
sepahan
5.
s)phn/,
5. tebu
6.
jeruk
6.
j)ruk/,
6. jeruk
7.
wédang
7.
ewd*,
7. kopi
8.
sarkara
8.
s(kr,
8. madu
9.
getas
9.
g)ts/,
9. mangga
10. katés
Redité Wagé, 20 November 2016
10. kets/,
BAHASA INDONÉSIA
10. pepaya
Putu Karsini, Banjar K a w é n t e n a n t o k o mo dérn banget karasayang olih pedagang tradisional, napi malih sakadi mangkin sampun sayan ngakéhang kantos ka désa-désa. Nika mawinan kaptiang majeng pihak sané wenang mangda prasida nguratiang taler nyelehin kawéntenanyané mangda nénten nampek sareng pasar tradisional. Yéning nénten becik kadabdabin kasuén-suén prasida ngwetuang biyuta. Nyoman Yasa, Lovina Dinas perijinan mangda tedun nyelehin toko-toko modérn inucap saha ngicénin pembinaan parindikan ijin sané patut kaduénang. Perijinin puniki manahin titiang penting pisan santukan yéning nénten madué ijin sinah pacang ngwetuang pikobet anyar. Tios punika janten pacang madugdug toko modérn ring sinalih tunggil wewidangan. Tanaya, Kp. Tinggi Singaraja Sampun sapatutnyané digelis kakaryanang peraturan daérah (perda), mangda wénten dasar ukum nertibang toko modérn inucap. Mangda nénten sakadi mangkin kawéntenannyané sakadi nénten teratur. Napi malih toko inucap wénten sané kawangun nampek sareng pasar tradisional. (ama)
tun ring kelas X SMAN 4 Dénpasar. “Titiang aget pisan madué kurenan sané dados ajak mabligbagan. Utamannyané sané mapaiketan sareng alit-alit. Aget alit-alit mangkin sampun gedé-gedé tur tiang prasida madué galah ngambil profesi pinaka dokter miwah gradag-grudug ring organisasi,’’ baosnyané sumeken. Dané nénten marasa bangga dados dokter
spesialis kulit miwah kelamin sané waged. Nanging dané marasa bangga tur seneng yéning makatiga putranyané ngicén stempel pinaka rerama sané becik. Dané taler metuéling para ibu, mangda dados ibu sané becik majeng putraputrinyané. Sujatiné indiké punika nénten méweh yéning kayun lascarya. Utamannyané lascarya nénten dados wanita karier sané kaajumang anak akéh. (ast/yan)
70 Warsa Puputan Margarana 100 Warsa I Gusti Ngurah Rai NÉNTEN rumasa warsa 2016, malih asasih tengah jagi telas, kagentosin antuk warsa anyar 2017. Panguntat warsa 2016 miwah pangawit warsa 2017 ngawawa kasuksman sané patut kainggilang, bilih-bilih olih Jagat Bali. Tanggal 20 November 2016, Redité Wagé Uyé, pawilangan 70 warsa Puputan Margarana, pecak 20 November l946 nuju Budha Umanis Dukut. Kala irika nyoréang I Gusti Ngurah Rai sareng malih 95 diri Pasukan Ciung Wanara amor ring acintya. Tanggal 30 Januari 2017 (Soma Wagé Medangsia), I Gusti Ngurah Rai pacang 100 warsa (satu abad) yata sampun rumaga Déwa Hyang, doning dané embas 30 Januari 1917. Dadosné ri kala mantuk ring rana rames Suba Uma Kaang Marga Tabanan, dané mayusa 29 warsa. Galah-galah ring ajeng patut pisan kapakélingin, doning jangkep 70 miwah 100 warsa, madué kasuksman becik, yata tan nganistayang pawilangan-pawilangan wanti/ wali warsa tiosan. Soang-soang galah inucap wénten sané patut kabligbagang. Boya Puputan Satiosan ring Puputan Margarana, ketah sampun kauningin Puputan Badung miwah Puputan Klungkung. Makekalih puputan punika sakadi wenten arsa jagi matelasan ngamuk ring payudhan, yén ten telas, prajurit katekaning para sénapati miwah pamucuk (ratu), nénten jagi wusan mayudha, yata ngilis pacang kaon. Puputan Margarana nénten ja sakadi pacang matelasan sat nyukserahang angga, nanging I Gusti Ngurah Rai taler sajangkep pasukan druéné yukti mapikayun mayudha,
mayudha, miwah mayudha, matetujon jayéngrana molih ring payudhan. Yadiastun pamuput sami puput makasami 96 diri Pasukan Ciung Wanara séda, nanging nénten nyukserah puputan. Punika mawinan wénten angga sané lewih seneng ngawastanin Perang Marga, boya Puputan Margarana. Boya Budha Cemeng Klawu Sakadi sampun kabahbahang ring ajeng, makudang-kudang cakepan nyobyahang yéning I Gusti Ngurah Rai embas 30 Januari 1917 duk raina Budha Wagé/Cemeng Klawu. Makadi Sejarah Singkat Pahlawan Nasional Kolonel Anumerta I Gusti Ngurah Rai, Pahlawan Nasional Brigadir Jenderal TNI Anumerta I Gusti Ngurah Rai, Selayang Pandang Biografi I Gusti Ngurah Rai, miwah Puputan Margarana, sami maosang I Gusti Ngurah Rai, sami maosang I Gusti Ngurah Rai embas 30 Januari 1917 nuju Budha Cemeng Klawu. Sesampuné katuréksain ring cakepan Kalender 301 Tahun (Tahun 1800 s/d 2100) (Cok. Rai Sudharta, dkk.,2001:140) miwah cakepan Kalender 200 Tahun (Tahun 1901 s/d 2100 Masehi), 30 Januari 1917 punika raina Anggara Kliwon/Kasih Kulantir, boya Budha Cemeng Klawu. Panglingsir Puri Carangsari kantun maseseleh nyumekenang pisan kasujatian 30 Januari 1917 punika, Anggara Kasih Kulantir napi Budha Cemeng Klawu. Rumasa baatang yéning tetep mamikukuhang Budha Cemeng Klawu wantah embas I Gusti Ngurah Rai. Saking makudang-kudang warsa indik pawedalan dané tetep kapakélingin ring Budha Cemeng Klawu. (I Madé Suarsa)
15
Minggu Wage, 20 November 2016
Peringatan Kawi-Wiku Tantular-Prapanca zMemekarkan Kembali Akar Dasar Pancasila (1)
SETELAH 16 tahun euforia reformasi, baru kinilah Pancasila sebagai akar dasar Bhumi Kauripan Nusantara Raya didengung-dengungkan lagi buat membendung arus deras isu sensitif SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan) yang cenderung diembus-embuskan kian liar dan kasar dalam ranah politicking pemilu maupun pemilu kepala daerah langsung. Miris, memang, mencermati Tanah-Air yang semestinya bisa menjadi model kebhinnekatunggalikaan nan indah di seantero jagat, belakangan ini malah hendak dibajak oleh gerakan radikal primordial yang cenderung mengartikan demokrasi itu serba boleh hingga melabrak rambu-rambu kesopanan dan kepatutan bersama di ruang publik. Padahal, Pancasila sebagai istilah utuhbulat di Bhumi Kauripan Nusantara Raya bukan baru kemarin sore. Secara tersurat kata Pancasila itu utuh-bulat dimaktubkan dalam Kakawin Purusadasanta (lebih dikenal Kakawin Sutasoma) gubahan Mpu Tantular dan Kakawin Nagarakrtagama gubahan Mpu Prapanca, tujuh abad lampau. Mpu Tantular menggunakan kata Pancasila itu dua kali dalam Kakawin Sutasoma. Keduanya dalam metrum sardulawikridita yang berirama berwibawamenggetarkan layaknya geraman suara macan bermain. Pada wirama ke-4 bait ke-5 Tantular menyuratkan: /astam sang catursrameka tarinen ring pancasilakrama/; sedangkan dalam wirama ke-145 bait ke-2 ditegaskan lagi: /bwat bajrayana pancasila ya gegen denteki haywa lupa/.
Adapun Mpu Prapanca dalam Kakawin Nagarakrtagama menyuratkan kata Pancasila pada wirama ke-43 bait ke-2 pada konteks kalimat: /bhakti ri pada sri sakhyasingha sthiti/ yatna gegan pancasila//. Dari konteks teksnya jelas bahwa Pancasila yang dimaksudkan oleh kedua kawiwiku mpu pujangga-cendekiawan yang juga pendeta-rohaniwan suci, dari zaman Majapahit itu adalah Pancasila sebagai lima kaidah laku moralitas hidup utama, sehingga Mpu Tantular menegaskannya sebagai ‘’jalan pancasila’’, pancasilakrama. Pancasila itulah yang diingatkan dari abad ke-14 oleh Mpu Tantular maupun Mpu Prapanca agar senantiasa dipegang dalam melakoni menjalani hidup, dan jangan sampai dilupakan (pancasila ya gegen denteki haywa lupa; yatna gegan pancasila), sehingga manusia senantiasa berpencerahan-berkesadaran budi. Lima moralitas Pancasila hidup itu adalah emoh kekerasan, tidak mencuri, tidak berbuat asusila, tidak berbohong, berdusta, memfitnah, maupun omong kosong, serta menghindari segala minuman dan makanan yang dapat menyebabkan lemahnya kewaspadaan. Menaati Pancasila itu memang merupakan dharma kehidupan keinsanan manusia. Dalam bahasa sang Buddha, dalam Dhammapada, XVI: 217, ‘’Barang siapa sempurna dalam sila dan mempunyai pandangan terang, teguh dalam dhamma, selalu berbicara benar dan memenuhi segala kewajibannya, maka semua orang akan mencintainya.’’ zdeprabas
Maritim Kecil Dalam Lagu Pop Minang… zImajinasi Sedang Menjadi Jargon Pembangunan
RANAH MINANG punya sejarah maritim yang cukup panjang. Akibar faktor geografis yang dekat dengan Lautan Hindia, masyarakat Minang sejak zaman kuno sudah terhubung dengan perniagaan laut internasional. Intensitas kegiatan bahari itu menjelma suatu latar sosial budaya yang dialektis. Yang mungkin penuh ‘sengketa’ (meminjam istilah Jefferey Hadler), tapi pada momen tertentu ikut mendorong tumbuhnya wawasan rantau yang dinamis pada masyarakat Minang. AGAKNYA pendapat di atas tidak berlebihan. Walaupun secara politis keberadaan bandar-bandar dagang pada dasarnya merupakan perwujudan koloni asing atas pesisir barat Minangkabau, namun orang Minang sendiri terbukti mampu mengambil peran aktif dalam proses itu. Situasinya persis seperti kata pepatah biar kepala terbenam, tapi tanduk makan. Kekalahan politis Pagaruyung mempertahankan bandar-bandar dagang di pantai Barat Minangkabau itu, tidak lantas menjelma kekalahan budaya Minang secara total. Malahan kondisi itu mendorong orang Minang melakukan pengembangan diri melalui kegiatan merantau - baik dalam arti fisik maupun dalam makna yang esensial. Dengan cara demikian identitas Keminangkabauan justru berkembang secara unik dan makin dialektik. ARSIP-ARSIP sejarah kerajaan di rantau barat (Malaysia, Brunei, dan lainnya) hingga dalam sejarah timur di rantau timur (Sulawesi, Manggarai, Bima) memperlihatkan kepada kita betapa menonjol peran pembijak Minang itu dalam pertumbuhan tatanan budaya dan politik di kawasan-kawasan itu. Beberapa nama malah masih hidup sebagai legenda yang dipercaya hingga hari ini. Misalnya Datuk Ri Bandang, Khatib Ismail dan Khatib Tunggal di Sulawesi Selatan, Raja Melewar di Negeri Sembilan Malaysia dan Datuk Ince Ismail dan Empo Maro dalam legenda orang Manggarai. DI MINANGKABAU sendiri, aktivitas maritim itu telah memunculkan beberapa bandar dagang yang sangat ramah dan punya reputasi internasional. Antara lain wilayah Painan, Indopuro, Muaro Padang dan Tiku yang merupakan pusat-pusat niaga maritim yang penting di pantai barat Sumatera pada kisaran abad 17 Masehi. Peran itu makin meningkat manakala pemerintah Belanda membangun Teluk Bayur menjadi pelabuhan modern pertama di Sumatera.
zIDK Raka Kusuma SELOKA PENABUH GAMELAN gamelan ini selalu kutabuh kubuat dari jiwaku. Kusepuh dengan lapisan api suci pada hari suci diri kujadikan sesaji kukitar dupa wangi kunyalakan dengan panas diri mengarah sembilan penjuru bumi kuperciki darah sendiri kepada pencipta suara kuminta gamelan ini jadikan gamelan abadi tiap bilah ketika berbunyi mengumandang sembilan kali sembilan nada selain aku siapapun menabuh samelan batu dari tubuhnya mengalir riuh
zIDK Raka Kusuma SELOKA DALANG tak mudah mengeluarkan kelir dari dasar jiwaku tak mudah membuatnya hadir bila belum waktu tak mudah mengeluarkan wayang dari dasar kalbuku tampak berupa bayang-bayang bila dihadirkan sebelum waktu wayang demikian bagaimana memainkan lagi pula tanpa kelir seketika tak kelihatan disentuh apapun mengeluarkan desir tunggu waktunya hadir nyalakan blencong dengan tatapan pagelaran tanpa akhir sendiri kau menyaksikan
LALU BAGAIMANA pengaruhnya terhadap kesenian? Apakah kesenian turut kelimpahan berkah dari intensitas budaya rantau yang secara historis dipicu oleh dialektika bahari itu? Tampaknya sedikit sekali referensi mengenai hal ini, kecuali pada periode Islam dan periode kolonial Eropa abad 19. Masing-masing periode ini punya karakter seninya sendiri. Jika pengaruh Islam dalam kesenian banyak membawa kemajuan falsafah dan kritik budaya ke Minangkabau, maka periode kolonial abad 19 justru berbeda. Falsafah dan kritik budaya bukan segi yang menarik dalam seni periode ini. Warisan kolonial yang tergunapakai hingga hari ini dalam dinamika seni di Minangkabau adalah industri kesenian. SEJALAN dengan pemodernan kota Padang oleh Belanda yang ditandai dengan pembangunan Pelabuhan Teluk Bayur (Emmahaven), industri lagu pop pun muncul sebagai salah satu dampak dari proses pemodernan di dunia hiburan. Seni-seni kampung yang tadinya punya fungsi kritik budaya selain peramai alek, pada proses industri mengalami komoditisasi. Liriklirik tampaknya tidak banyak mengalami penggubahan dari bentuk tradisionalnya. Tetapi instrumen pendukungnya dan pola penyebarluasannya mengalami pembaruan akibat munculnya budaya urban dan masuknya teknologi musik baru. CUKUP MENARIK, karena industri lagu pop Minang modern yang dimulai sejak akhir abad 19 itu bisa eksis sebagai salah satu identitas budaya Provinsi Sumatera Barat hingga masa kini. Sayangnya, eksistensi semacam itu tidak berdampak signifikan pada segi-segi maritim yang telah melahirkan industri lagu pop Minang itu. Khazanah maritim yang bertebaran dalam lirik-lirik lagu pop Minang umumnya justru menampilkan sisi ketidakpercayaan diri menghadapi lautan. Sehingga terkesan lagu pop Minang adalah contoh seni yang tuna sejarah alias seni yang tidak terlibat dengan realitas sejarah dan visi kemasyarakatan. Itu kalau ditinjau dari segi liriknya yang sangat menekankan ratok badan atau ratap yang mengekspresikan musibah pribadi dalam menginterpretasi dunia kelautan. Meratapi Laut RATOK (ratapan) selama ini dipandang sebagai salah satu unsur dominan yang menjiwai kesenian tradisi di ranah Minang. Baik dalam seni musik, maupun sastra lokalnya. Cirinya adalah padat dengan gubahan sesal dan ekspresi kepedihan hidup yang bersifat individu dan bertendensi duniawi. Akibatnya subjek dan benda yang muncul dalam lirik-lirik ratok pop ini pun mengalami pemiskinan imajinasi. Contoh adalah kata biduk, tiang layar dan gelombang. Walaupun dalam seni non popular (missal, syair tasawuf) kata-kata ini bisa hadir dalam imajinasi Ketuhanan yang kaya makna, namun dalam ratok badan ia menyusut menjadi sekadar projek individu untuk mensugesti pendengar ke dalam situasi pribadi si peratap. DIMENSI RATAPAN INI, bergenerasi
Simbolik Serba Der Mersch Harus Perjuangkan Pancasila z Memekarkan Kembali Akar Dasar Pancasila (3) Lima Putra Fajar z Memekarkan Kembali Akar Dasar Pancasila (2)
PADA jarak kurun lima setengah abad berselang, di pertengahan abad ke-20, Ir. Soekarno kembali menggemakan kata Pancasila itu. Dalam Sidang BPUPKI di Jakarta, 1 Juni 1945 sang Putra Fajar berdarah ibu Buleleng, Bali Utara itu menawarkan kembali istilah Pancasila untuk dasar negara Indonesia Merdeka. Dengan gaya orasi memukau, saat itu Bung Karno mengemukakan visinya perihal dasar negara yang dirumuskannya ke dalam lima butir. Yakni: (1) Kebangsaan Indonesia; (2) Internasionalisme, atau Perikemanusiaan; (3) Mufakat, atau demokrasi; (4) Kesejahteraan Sosial; dan (5) Ketuhanan Yang Mahaesa, Ketuhanan yang berkebudayaan. Setelah memberikan pengertian masingmasing dengan penjelasan memikat, Bung Karno akhirnya sampai pada penamaan dasar negara Indonesia Merdeka tersebut. Bung Karno berucap, ‘’Saudara-saudara! ‘Dasar-dasar Negara’ telah saya usulkan. Lima bilangannya. Inikah Pancadharma? Bukan! Nama Pancadharma tidak tepat di sini. Dharma berarti kewajiban, sedangkan kita membicarakan dasar. Saya senang kepada simbolik. Simbolik angka pula. Rukun Islam lima jumlahnya. Jari kita lima setangan. Kita mempunyai pancaindera. Apa lagi yang lima bilangannya? (Seorang yang hadir menyahut: Pandawa lima!). Pandawa pun lima orangnya. Sekarang banyaknya prinsip: kebangsaan, internasionalisme, mufakat, kesejahteraan, dan ketuhanan, lima pula bilangannya. Namanya bukan Pancadharma, tetapi — saya namakan ini dengan petunjuk seorang teman kita ahli bahasa — namanya ialah Pancasila. Sila artinya asas, atau dasar, dan di atas kelima dasar itulah kita mendirikan negara Indonesia, kekal dan abadi.’’ (Tepuk tangan riuh menyambut ucapan Bung Karno). Yang dimaksud Bung Karno ‘’seorang teman kita ahli bahasa’’ dalam tafsiran ahli ilmu politik Deliar Noer, sebagaimana dimuat dalam Perception of the past in Southeas Asia suntingan Anthony Reid dan David Marr, adalah Mr. Muhammad Yamin. Dalam
TANAH-AIR Indonesia sebagai nationale staat utuh-menyeluruh ada saat diproklamasikan 17 Agustus 1945, pukul 10.00, di Pegangsaan Timur, Jakarta. Sedangkan Pancasila telah divisikan Mpu Tantular maupun Mpu Prapanca lima setengah abad sebelumnya, yang kemudian menginspirasi Mr. Muhammad Yamin membisikkannya kepada Bung Karno. Dan, Bung Karno-lah kemudian mengikrarkan Pancasila sebagai dasar negara pada 1 Juni 1945, 78 hari sebelum negara Indonesia diproklamasikan. Hari Jumat Wage, Kuningan, 1 Juni 1945 itu, Bung Karno melanjutkan pidatonya, ‘’…dasar, isi Indonesia Merdeka yang kekal abadi menurut pendapat saya, haruslah Pancasila. …itulah harus Weltanschauung kita. Entah Saudara-saudara mufakati atau tidak, tetapi saya berjuang sejak 1918 sampai 1945 sekarang ini untuk Weltanschauung itu…. Pancasila, itulah yang berkobar-kobar di dalam dada saya sejak berpuluh tahun.’’ Setelah diterima dimufakati sebagai Dasar Negara, dalam berbagai pidato-pidatonya kelak, Bung Karno memformulasikan Pancasila itu dalam kata-kata singkat: Ketuhanan (Belief in God), Kebangsaan (Nationalism), Perikemanusiaan (Humanism), Kedaulatan Rakyat atau Demokrasi (Sovereignty of the People, or Democracy), dan Keadilan Sosial (Social Justice). Di hulu, Mpu Tantular dan Prapanca mengingatkan Pancasila sebagai pedoman dalam kerangka nilai moralitas religius-
spiritual yang holistik-menyemesta. Di sungai zaman baru kemudian, Bung Karno mengaplikasikannya dalam detail riil bumi kehidupan politik, ekonomi, sosial, termasuk tata pergaulan bangsa dalam tatanan dunia baru yang menginternasional. Di tengah pusaran zaman yang tarik-menarik antara ideologi kapitalis-liberalisme dan komunisme, Bung Karno sepanjang paruh kedua abad ke-20 memang gemar dan kerap membabarkan Pancasila sebagai prinsip ‘’jalan tengah’’ universal dalam berbagai pidatonya di forum dan lembaga internasional, termasuk dalam membabarkan visinya perihal tata dunia baru di masa depan. Bila toh Indonesia yang berdasar negara Pancasila hingga kini secara faktual justru masih jauh dari Weltanschauung Pancasila, tentulah itu bukan salah Pancasila. Sangat mungkin manusia Indonesia sendiri justru salah membaca Pancasila. Tujuh abad lampau Mpu Tantular telah mengingatkan, Pancasila itu semestinya berdenyut hidup di perilaku, karena Pancasila memang lima laku moralitas hidup, bukan sekadar semboyan. ‘’…tidak ada satu Weltanschauung dapat menjelma dengan sendirinya, menjadi realiteit dengan sendirinya. Tidak ada satu Weltanschauung dapat menjadi kenyataan, menjadi realiteit, jika tidak dengan perjuangan! …Der Mersch, manusia, harus perjuangkan itu! Zonder perjuangan itu tidaklah ia akan menjadi realiteit!” tegas Bung Karno. zdeprabas
persidangan BPUPKI tersebut, Soekarno memang duduk berdampingan dengan Muhammad Yamin. Adalah Yamin pula mencetuskan sesanti negara ‘’Bhinneka Tunggal Ika’’ yang dipetik dari Kakawin Sutasoma gubahan Mpu Tantular, wirama ke-139, bait ke-5: jinatwa kalawan siwatattwa tunggal/ bhinneka tunggal ika tan hana dharmma mangrwa//. Urutan rumusan lengkap Pancasila sebagai Dasar Negara Indonesia Merdeka yang diterima resmi, dimaktubkan dalam Pembukaan UUD 1945, kelak memang bukan sama persis seperti disusunkan Bung Karno.
Substansinya tetap sama, dan namanya sama sekali tidak diubah: tetap Pancasila. Dengan begitu, Pancasila sebagai dasar negara ada sebelum negara, apalagi pemerintahan, Indonesia itu sendiri ada. Pancasila jauh lebih tua tinimbang negara Indonesia, Pancasila telah ada jauh sebelum generasi kakek-nenek Soekarno ada. Pancasila itu adalah akar dasar ke-Nusantara Raya-an yang dimekarkan kembali sebagai ideologi oleh sang Putra Fajar di hamparan Tanah-Air Indonesia modern. zdeprabas
ke dalam seni pop pasca tradisi yang sudah mengalami industrialisasi. Baik melalui lirik maupun aspek musikalnya. Bahkan boleh dikata, interpretasi terhadap lautan dalam lirik pop Minang modern pada dasarnya merupakan hasil eksploitasi dunia industri yang tidak interpretatif terhadap sejarah lautan itu. Hasilnya, laut di dalam seni pop Minang muncul sebagai sekadar simbol perasaian. Lebih cenderung dipandang sebagai musibah nasib ketimbang sumberdaya potensial. SUASANA kejiwaan seperti itulah yang tampak pada lirik lagu berjudul Biduak Pincalang (Biduk Pincalang) di bawah ini. Biduak pincalang ditimpo badai Apo katenggang si juru mudi Sadang basayang dipaso carai Apo ka tenggang si badan diri. (Biduk Pincalang ditimpa badai/apalah daya si juru mudi/ sedang erat bersayangsayang/dipaksa cerai/ apalah daya di badan diri.) PETIKAN LIRIK INI berasal dari pantun tradisi dan direproduksi menjadi lagu yang mulai populer lewat suara Fetty pada sekitar tahun 1980-an akhir. Memang seprti pernah dinyatakan penyanyi terkenal Elly Kasim, lagu-lagu Minang yang diproduksi akhir 1970-1990-an, kebanyakan diangkat dari pantun tradisi. Pada satu segi, hal ini tentu sangat menguntungkan industri rekaman. Namun pada sisi lain sebenarnya hal itu idealnya memerlukan pertanggungjawaban secara budaya. Sebab siapa yang memberi hak kepada industri rekaman untuk mengkomoditi kekayaan tradisi? Tapi soal yang kita bicarakan pada tulisan ini bukanlah pada proses komoditi itu semata. Melainkan sejauhmana proses
komoditi itu memberi dampak pada pengayaan imajinasi orang Minang terhadap khazanah maritim tradisional itu – yang dapat mencerminkan visi kabaharian yang terkandung dalam alam pikiran dan jiwa orang Minang. Sayang sekali, karena lirik barusan tidak memberikan jawaban yang membahagiakan kepada kita. Sebab, isinya sebangun dengan imajinasi tradisional saat pantun ini muncul. Artinya, tidak ada kreativitas yang bekerja atas lririk itu kecuali segi musiknya. MASIH DALAM KONOTASI yang sama, kata biduak juga muncul dalam lagu berjudul Tarapuang-apuang (Terapungapung) ciptaan Rustam Raschani yang dipulerkan oleh Elly Kasim: Tarapuangapuang biduak den tumpang/ sampan nan indak ado pandayuang/ mabuak dek untuang/ badan nan surang/ cinto den ciek babagi duo (Terapung-apung biduk kutumpang/sampan nan tidak ada pendayung/ mabuk untung/ badan nan seorang cinta yang satu dibelah dua). Atau perhatikan pula lagu yang dinyanyikan Tiar Ramon berjudul Elo Pukek (Menghela Pukat): balaia kolek nan jo pincalang/ kami mananti angin turun/ adiak ka sansai nan di galombang/ uda ka sansai di dalam alun (berlayar kolek dengan pincalang/ kami menanti angin turun/ engkau hai adik akan sansai karena gelombang/uda sansai di dalam alun). TAMPAK JELAS dari bait lirik-lirik itu, kata biduk, pincalang, dan gelombang hanya sampiran untuk menuju suasana sansai (nestapa) sebagai lokus utamanya. Pada banyak lagu Minang lain, kata sansai juga bergema luar biasa. Padanan katanya biasa digunakan pada lagu-lagu lain adalah paik (pahit) dan malang. CUKUP PARADOKS, karena biduak sansai dalam lagu itu, ternyata mengingkari kenyataan karakter orang Minang yang tangguh dalam banyak bidang. Ketangguhan yang digambarkan dalam pantun Minang kuno: biduak upiah pangayuah bilah/ sampai juo ka Batawi (meskipun berbiduk upih dan bilah, sampai juga ke negeri Betawi). Orang Minang juga terkenal dinamis karena mudah menyesuaikan
diri dengan berbagai perubahan. Itu menjadi faktor kunci keberhasilan urang awak dalam banyak sektor. Tak terkecuali sektor maritim. Di bidang kuliner saja misalnya, kuliner maritim orang Minang sangat kaya. Mungkin di tempat lain ikan teri hanya dimasak dengan cara digoreng pake tepung, tetapi di Padang ada beragam jenis masakan untuk jenis teri yang sama; palai bada, rendang bada, gulai manih bada dan banyal lagi. KREATIVITAS semacam itu hanya mungkin terlahir berkat adanya pengetahuan maritim yang detail yang dilatarbelakangi oleh adanya sejarah manitim yang panjang. Tak heran kalau bahasa Minang memiliki berbagai macam kosa kata, hanya untuk menyebut jenis perahu lokal penangkap ikan. Ada yang disebut biduk, payang, bagan, biduk pincalang, kolek, pukat. Ini menandakan urang awak memang tidak asing dengan dunia lautan itu. Lantas, mengapa dunia kesenian yang merupakan dunia kretivitas, justru mempermiskin khazanah maritim itu dengan perasaan sansai yang menoton? Yang diulang-ulang dari waktu ke waktu? Pertanyaan ini mungkin ada perlunya dikemukakan demi meningkatkan kualitas lagu pop Minang yang lebih baik di masa depan. Khususnya, dalam memperkaya seni kita dengan imajinasi kemaritiman yang sekarang sedang menjadi jargon pembangunan pemerintah. zRiki Dhamparan Putra
Ngampung Seni Dua (2) Perupa Plus Minggu Umanis, 27 November 2016 di JKP 109 Putu Sutawijaya (Tabanan - Jogya) Wayan Redika ( Karangasem - Denpasar) Lihat Edisi-edisi yang lalu.
zIBG Parwita PERCAKAPAN SUNYI
bagi: sang penjaga segara-giri
Di keheningan malam terlukis bayangan langit kelengangan kampung kampung menyusupi titik batas perburuan purnama makin sunyi menatap sisa malam di keremangan kampung kampung atau rintihan kuda di padang terbuka Embun pagi pohon pohon berdebu menunggunya hingga larut waktu nyanyian ombak pesisir dan angin perlahan mengalir meneriakkan masa kecil di lading pasir Derai ombak membasuh kerikil pantai adalah kerinduan yang memanggil kesunyian telah pulang ke muasal bersama kepak camar camar pulang ke sarang dan kelelahan yang tersisa makin terasa memanggil percakapan kita laut yang membiru ataukah kidung purnama yang menghias puncak meru di sarang pemujaan
AGENDA ACARA JKP 109 TANGGAL 20 November 2016 (Hari Minggu)
’’PUPUTAN SENI DARI JKP KE MARGARANA’’ Peluncuran Buku Antologi Puisi Bilingual ‘’PENULIS MANTRA’’ karya Dewa Sahadewa, Kupang Jam: 18.00 - 21.00 Wita di : Jatijagat Kampung Puisi JKP 109 Pembicara : Prof. Darma Putra Moderator : Wayan Jengki Sunarta Workshop Musik Puisi oleh Fileski (Seniman dari Surabaya) Jam : 15.00 - 18.00 Wita di : Jatijagat Kampung Puisi JKP 109
Seni Menemani di Dapur Tradisi…
zMata Rantai Komunikasi Budaya SULIT MEMBAYANGKAN urang awak terpisah dari dapur. Itu laksana menceraikan nyawa dengan badan. Karena dapur dalam kehidupan kampuang tradisional di ranah Minang merupakan arena budaya yang kompleks dan multiperan. Selain fungsi kuliner, dapur mengemban fungsi pengembangan dan pewarisan seni budaya di Minangkabau. Contohnya adalah seni berebab di Pesisir Selatan Sumatera Barat . Sebagai pertunjukan longtime (makan waktu), seni rebab memerlukan apresiant yang juga harus siap longtime. DAHULU, sebelum rebab diproduksi dalam bentuk kaset, satu-satunya tempat untuk mendengar orang berebab adalah dapur . Itu biasa dilangsungkan dalam sebuah alek (perhelatan). Orang memanggil tukang rebab, memang tujuannya untuk menghibur kaum ibu (disebut orang didapur) yang sedang ‘’bertanggang’’ semalaman memasak di dapur. Manakala kaum ibu ini mulai kelihatan lelah dan mengantuk, maka si tukang rebab memainkan episode ‘’raun sabaliknya’’ yang bernada humor dan gembira. Respons timbal balik antara penutur (si tukang rebab) dan orang dapur selaku pendengar, turut memengaruhi jalannya cerita yang dibawakan si tukang rebab. Barangkali itulah sebabnya, kaum ibu di Minangkabau sangat peka dengan kata. Mereka terlatih di dapur, menyimak bait demi bait isi cerita yang dibawakan si tukang rebab. KIRA-KIRA sampai tahun 1980-an, tidak ada orang mengundang tukang rebab untuk kepentingan menghibur undangan pernikahan. Karena alek di Minangkabau memang tidak menggunakan model resepsi seperti sekarang. Seluruh kegiatan kesenian yang bertujuan untuk menghibur orang banyak, pada dasarnya bukan model seni ‘’tontonan’’, tapi ‘’seni menemani’’. Orang berpencak malam , untuk menemani kaum laki-laki bertanggang, berebab untuk menemani orang di dapur , dan begitulah seterusnya. Dapur dalam proses ini, menjadi mata rantai yang penting dalam keseluruhan komunikasi budaya orang Minangkabau. Pendek kata, dapur adalah medan apresiasi yang utama, di mana urang awak memastikan perlunya menjaga keterkaitan antara seni yang bersifat batiniah denghan kuliner yang butuniah (perut). zRiki dhamparan putra
NASIONAL
16
Minggu Wage, 20 November 2016
Satyaki Tewaskan Ksatria Tangguh Kuru Somadatta
Disusun: Kisari Mohan Ganguli Diterjemahkan: I Ketut Arinta (Edisi Tiga Ratus Sembilan Puluh)
Rishi Vyasa : (Bharata) setara dengan Veda. Ini adalah suci dan agung. Bharata menganugerahkan kemasyhuran dan kesejahteraan. Karena itu, seseorang harus mempelajari dan mendengarkan dengan perhatian penuh.
PRAJURIT kereta perkasa, Somadatta yang dilengkapi kekuatan besar kemudian mengambil busur lainnya. Dengan cepat ia mulai menutupi Satyaki, dengan bombardir anak-anak panah lurus dan tajam. Pangeran Satyaki tidak mau kalah, ia meradang dengan kemarahannya. Tanpa banyak cakap, lalu menyerang Somadatta dengan banyak panah. Tetapi sebagai balasannya Somadatta mampu membuat Satyaki menderita dengan hujan anak panahnya. Kemudian putra kedua Pandu, Bhima mendatangi pertarungan itu. Vrikodara pun bertarung atas nama Satyaki. Bhima yang memiliki tenaga sangat besar itu pun menyerang putra Valhika itu dengan 10 batang panah tajam. Kemudian Satyaki yang meradang dengan kemarahannya, membidik dada Somadatta. Cucu Sini itu menembakkan sebuah Parigha baru dan sangat mengerikan. Perigha itu dilengkapi sebuah batang panah keemasan. Materialnya sangat keras seperti halilintar. Namun, prajurit terbaik Kuru
Somadatta, itu sambil tersenyum beberapa saat memotong Parigha mengerikan yang dilontarkan Satyaki itu. Dengan kecepatan sedang, Somadatta maju menuju ke arahnya kemudian memotong menjadi dua bagian, parigha besi yang hebat itu. Spontan Parigha itu terjatuh seperti puncak-puncak sebuah gunung disambar halilintar. Kemudian Satyaki, oh raja, menarik sebuah anak panah berkepala lebar. Dia lalu memotong dalam pertarungan, itu busur milik Somadatta menggunakan lima batang anak panah. Pelindung tangan yang membungkus jari-jarinya itu oh Bharata dibidik dengan empat batang panah lainnya. Dia dengan cepat mengirim keempat kuda sangat baik, dari prajurit Kuru itu ke hadapan Dewa Yama. Dan kemudian macan di antara para prajurit kereta itu sambil tersenyum beberapa saat, memotong kepala batang tubuh sais keretanya Somadatta. Kemudian dia menembakkan kepada Somadatta sebuah panah yang memiliki kemegahan berapi-api. Panah itu diasah di
atas batu yang direndam minyak. Panah itu juga dilengkapi sayapsayap dari emas. Panah yang sangat baik dan dahsyat itu ditembakkan oleh cucu perkasa Sini. Dengan cepat Somadatta rubuh seperti seekor elang, Oh Tuan, setelah panah itu menembus dada Somadatta, yang ditembakkan ksatria Satwata perkasa itu lalu ksatria kereta hebat Somadatta itu, Oh baginda, tumbang dari keretanya. Dia pun wafat seketika. Setelah menyaksikan prajurit kereta hebat Somadatta itu terbantai di sana. Ksatria-ksatria paduka dengan sebuah rombongan kereta besar itu menyerbu dan mengurung Yuyudhana. Sementara, para Pandava itu oh raja dengan semua orang Prabhadraka, dan ditemani sebuah kekuatan pasukan besar, menyerang melawan bala tentara Drona. Kemudian Yudhishthira yang digairahkan kemarahannya, dengan panah-panahnya mulai menyerang dan memukul mundur pasukan-pasukan putra Bharadwaja itu. Serangan putra sulung
lokal kuno masing-masing negara yang menjelma menjadi tradisi, kebudayaan, dan pandangan hidup bangsa. Yamato Damashii seperti yang kamu tuturkan, agaknya masih tetap terpelihara di Jepang, terutama penghormatan terhadap kaisar dan keluarganya. Nyaris tidak pernah kudengar atau baca, anggota masyarakat menghina atau mem-bully kaisar atau keluarganya, kendati Jepang lebih dulu bersentuhan dengan kebudayaan Barat. Demikian pula hubungan senioritas dengan junioritas tetap terpelihara dengan ketakziman disertai ojigi atau membungkuk berkali-kali bila yang muda berhadapan dengan kaum tua atau kobun (anak buah) dengan oyabun (bos). Perihal hara-kiri, kendati sedikit dilakukan saat ini karena modernitas, namun di kalangan kaum kriminal terorganisasi atau Yakuza, upacara potong jeriji tangan atau yubikiri masih tetap berlanjut, terutama bagi anak buah yang gagal melakukan tugas. Namun di kalangan birokrat atau elite politik dan pejabat negara, bila mereka kentara melakukan kesalahan fatal, hara-kiri diganti dengan turun secara ikhlas dari jabatan. Budaya modern lebih gencar masuk ke Jepang setelah negeri itu melepas politik isolasi dan memulai zaman baru yakni Restorasi Meiji tahun 1868. Justru dengan semangat Yamato, mereka membangun industri sehingga di awal abad ke-20, produk teknologi mereka berhasil menyaingi negara-negara Barat. Buat membuktikan kehebatannya, pasukan Jepang sempat mengalahkan pasukan Rusia di Mancuria tahun 1905,’’ komentar Puji. ‘’Tokoro kawareba shina kawaru, lain lubuk lain ikannya, lain ladang beda belalangnya! Wajar saja Jepang mampu memelihara tradisi dan budayanya, karena kebudayaan, disiplin dan sikap mental bangsa tersebut terkristalisasi dan dimantapkan di Era Tokugawa selama 268 tahun. Sebagai bangsa mereka homogen, juga nyaris tidak pernah terjajah, kendati Sekutu sempat menduduki sebagian wilayah Jepang beberapa tahun pasca-Perang Pasifik. Aku setuju pendapat almarhum Pak Nyoman Buleleng, budaya kita di Bali nyaris mirip budaya Jepang,
terutama terkait ihwal puputan. Untuk bersabar dengan musyawarah tidak bisa diterima, terpaksa harus melawan kendati tahu kekuatan lawan sangat besar dan didukung persenjataan modern yang lengkap. Puputan artinya perang habis-habisan, tanpa memikir kalah atau menang! Bila dilihat kenyataan hampir semua perang melawan Belanda di Bali adalah puputan. Puputan Jagaraga (1846-1849), Puputan Kusamba (1849), Puputan Badung (1906), Puputan Klungkung (1908), dan Puputan Margarana (20 November 1946). Malah dalam Puputan Kusamba 24 Mei 1849, pasukan Kusanegara di bawah pimpinan I Dewa Agung Istri Kanya, seorang wanita berhasil membunuh pimpinan Belanda, Jenderal Michel, yang pernah mengobrak-abrik Buleleng dalam Puputan Jagaraga. Ternyata Bali telah mengenal postfeminisme sebelum modernisasi menggerayangi perilaku masyarakatnya,’’ papar Nuarta. ‘’Bila hegemoni dan dominasi sulit dihentikan dengan diplomasi atau perundingan, resistensi dari pihak subordinan pasti dilaksanakan. Mungkin mereka bosan sabar dan mengalah. Demikian agaknya I Gusti Ngurah Rai, yang awalnya membuat pasukan kecil bernama Ciung Wanara yang anggotanya semua militan dan patriotik, kemudian diangkat oleh semua pejuang menjadi Pemimpin Dewan Perjuangan Bali. Tujuannya jelas untuk mempertahankan kemerdekaan yang telah diproklamasikan pada 17 Agustus 1945, namun dirampas lagi oleh Belanda atau NICA mendompleng pasukan Sekutu yang datang ke Indonesia buat melucuti senjata serdadu Jepang. Niat untuk melakukan puputan di Bali, kurasa, termotivasi oleh pertempuran hebat di Surabaya pada 10 November 1945. Itu pun pertempuran tak seimbang karena peralatan tempur Sekutu dan Belanda sangat canggih sedangkan arek-arek Surabaya, banyak yang masih mempersenjatai diri dengan bambu runcing. Banjir darah di Surabaya, tidak membuatnya kecut, justru membikin darahnya mendidih. Setelah menjawab surat pimpinan NICA yang mengajaknya berunding, Ngurah Rai melakukan long march memimpin pasukannya ke kawasan Karangasem dari Mun-
duk Malang, Buleleng. Dalam perjalanan sering terjadi kontak senjata dengan serdadu Gajah Merah, bagian dari NICA. Kemenangan besar dicapai pasukan Ciung Wanara dalam pertempuran Tanah Aron, 9 Juli 1946, dengan menewaskan 82 orang anggota pasukan musuh. Selanjutnya, Ngurah Rai kembali melakukan perjalanan panjang lewat hutan belantara ke kawasan Marga, Tabanan. Nah, di situlah titik akhir sepak terjang putra terbaik Bali ini,’’ cerita Santika. ‘’Ya, setelah bercokol kembali di Indonesia, NICA dengan arsiteknya bernama Van Mook melakukan politik devide et impera, memecah belah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Negara Indonesia Timur adalah salah satu negara boneka, di mana Bali dimasukkan sebagai bagiannya. Rupanya pimpinan NICA di Bali yakni Overste Termeulen ingin Ngurah Rai jadi salah seorang elite NIT dan mengajaknya berunding. Jawabannya juga melalui surat cukup mencengangkan. Bila kusimak, Ngurah Rai bukan hanya militer dan pemimpin pejuang, juga intelektual cerdas dan negarawan. Karena terkesan pada potongan surat itu, aku tanpa ragu mengatakan, NKRI adalah harga mati! Keamanan terganggu karena Tuan ‘merudapaksa‘ kehendak rakyat yang telah menyatakan kemerdekaannya. Soal perundingan, kami serahkan kepada kebijaksanaan pemimpin-pemimpin kita di Jawa. Bali bukan tempatnya perundingan diplomatik. Dan saya bukan kompromis! Saya atas nama rakyat hanya menghendaki lenyapnya Belanda dari Pulau Bali atau kami sanggup dan berjanji bertempur terus sampai citacita kita tercapai. Semua kalimat ini membuatku kagum pada Brigjen (Anumerta) I Gusti Ngurah Rai,’’ ujar Sudiantara. (aridus)
Enam Kabupaten Laksanakan TK/PAUD Hindu dan Berbahasa Bali RI di aula Kantor DPD PDI Perjuangan Bali, Sabtu (19/11) kemarin. Menurut Koster, program PAUD/TK Hindu dan PAUD/ TK berbahasa Bali pada 2017 baru merupakan percontohan. Sejauh ini, terbanyak ada di Bangli (23 PAUD/TK), disusul Gianyar (14), Badung (12), Tabanan (10), Buleleng (9), dan Jembrana (8). Ada yang baru dibangun, ada pula PAUD/TK yang sudah ada namun diubah sistemnya. Melalui sosialisasi, lanjut Koster, penyelenggara dan pemerintah daerah diharapkan mengetahui prosedur untuk pengajuan perizinan, tata cara penyelenggaraan, kurikulum, hingga sistem pendidikan. Kendati merupakan gagasan dari partai, namun program ini tetap memiliki landasan hukum. Yakni, Undang-undang No.20
tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Khusus untuk penyelenggaraan pendidikan keagamaan Hindu mengacu pada PP No.55 ta-
Sloka 11.1 Arjuna uvaca Mad anugrahaya paramam Guhyam adhyatma samjnitam Yat tvayoktam vacas tena Moho ‘yam vigato mama. Dengan kasih saying-Mu, Dikau telah menyibakkan rahasia nan agung mengenai jati diri – Sang Atman – dan sabda-sabda-Mu telah menghapus kebodohanku.
Jakarta (Bali Post) Sutan Bhatoegana berpulang Sabtu (19/11) kemarin. Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Didi Irawadi Syamsuddin, mengaku memiliki kesan mendalam tentang sosok Sutan Bhatoegana. Makanya
Mulai 2017
Denpasar (Bali Post) Mulai 2017, enam kabupaten di Bali akan melaksanakan TK/ PAUD Hindu dan TK/PAUD Berbahasa Bali. Kabupaten tersebut meliputi Badung, Jembrana, Bangli, Tabanan, Gianyar, dan Buleleng. Sementara Kota Denpasar masih belum bisa melaksanakan karena keterbatasan lahan. “Penyelenggaraan PAUD Hindu, TK Hindu dan PAUD berbahasa Bali, TK berbahasa Bali akan diprogramkan mulai 2017 sebagai pelaksanaan Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana prioritas bidang pendidikan, adat, agama, tradisi dan budaya,” ujar Ketua DPD PDI Perjuangan Bali, Dr. I Wayan Koster, di sela-sela acara sosialisasi pelaksanaan program itu melibatkan Dirjen PAUDNI Kemendikbud RI dan Dirjen Bimas Hindu Kemenag
hun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Peraturan Menteri Agama No.56 tahun 2014 tentang Pendidikan Keagamaan Hindu. (kmb32)
Didi menjuluki Bhatoegana sebagai macan Partai Demokrat, karena sosok politikus yang gigih dan pekerja keras. Bhatoegana, katanya, juga gigih saat memperjuangkan sesuatu dalam sidangsidang di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). “Beliau gigih dalam berjuang untuk suatu prinsip dan membela kepentingan partai dalam sidang-sidang di DPR. Beliau salah satu macan sidangnya Partai Demokrat, yang vokal dan berjuang tidak setengah-setengah,” kata Didi. Salah satu sifat Bhatoegana yang tak pernah dilupakan, kata Didi, sikap kritisnya kepada lawan politik, namun tetap menjaga persaudaraan. Almarhum tak segan, serta tanpa tedeng dan aling-aling kalau mengkritik lawan politik. Namun, kritik sekeras apa pun tetap selesai dengan persaudaraan. “Tidak ada yang marah sekali pun, dalam hal-hal tertentu tidak tercapai titik temu,” katanya. Menurut Didi, Bhatoegana juga sosok yang penuh canda. Bahkan, ia menyebut sering candaan itu dalam bentuk celaan. Namun, lawan candanya tak pernah marah. “Karena, gayanya tidak pernah bertujuan menyakiti teman maupun lawan bicara. Untuk
Janger SD 6 Senganan Penebel - Tabanan 11.30 Dunia Otomotif 12.00 Puja Trisandya 12.05 Dharma Wacana Makna Upacara Tiga Bulanan (3) 12.30 Traventure 13.00 Wirasa 13.30 Lejel Home Shopping 14.30 Tembang Bali 15.30 Education On Bali TV 16.05 Harmoni Bali 17.05 Dunia Kita 17.30 Lipsus Festival Budaya Kabupaten Badung
hal macam ini, tidak banyak politisi yang punya jiwa dan karakter demikian,” kata Didi, yang juga anggota Fraksi Partai Demokrat DPR RI. SBY pun turut berbelasungkawa untuk keluarga Sutan Bhatoegana. Dia meminta, siapa pun memaafkan almarhum, jika ada kesalahan yang disengaja maupun sebaliknya. Bhatoegana wafat di Rumah Sakit Bogor Medical Center BMC pada pukul pukul 08.00 WIB. Sebelum dirawat di Rumah Sakit BMC, Bhatoegana sempat dirawat di Rumah Sakit Hermina Band-
ung, kemudian dipindahkan ke Rumah Sakit Medistra, Jakarta Selatan, selama tiga pekan. Dia kemudian dirujuk ke Rumah Sakit BMC karena kesehatannya terus menurun. Bhatoegana sedang menjalani masa hukuman sebagai narapidana kasus suap pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan tahun 2013, untuk Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral di Lapas Sukamiskin, Bandung. Dia dihukum penjara selama 12 tahun dalam kasus itu. (kmb)
Sutan Bhatoegana (alm.)
BPM/ant
Pohon Gempinis Tumbang
Dapur Rusak Berat Tertimpa Batang Pohon Singaraja (Bali Post) Pohon gempinis tumbang Jumat (18/11) lalu sekitar pukul 13.00 wita. Pohon berdiameter sekitar 40 centimeter itu menimpa atap dapur permanen milik pasangan suami istri (pasutri) Wayan Tamas (75) dan Wayan Genek (57), warga Dusun Asah Badung Desa Sepang Kelod Kecamatan Busungbiu. Beruntung, saat kejadian dapur dalam kondisi kosong, sehingga pemilik rumah yang sudah lanjut usia (lansia) ini selamat dari maut. Informasi yang dikumpulkan di lapangan Sabtu (19/11) kemarin, menyebutkan, sebelum kejadian hujan deras disertai hujan angin melanda wilayah Desa Sepang Kelod dan sekitarnya. Saat hujan itu, pemilik rumah sedang beristirahat di rumah utamanya yang berada satu kawasan dengan dapur tersebut. Sekitar pukul 13.00 wita, tiba-tiba batang pohon gempinis yang berjarak sekitar tujuh meter dari bangunan dapur tumbang. Batang dan dahan pohon ini menimpa atap dapur yang terbuat dari genting. Kerasnya benturan
Minggu, 20 November 2016 05.52 Mars Indonesia Raya 05.54 Mars Bali Jagadhita 05.56 Lagu Ngastitiang Bali 06.00 Puja Trisandya 06.05 Dharma Wacana Makna Upacara Tiga Bulanan (3) 06.35 Seputar Bali Pagi Akhir Pekan 07.35 Sehat & Bugar 08.00 Klip Anak 08.35 I got It 09.05 Taman Sari TK & PAUD Tunjung Mekar Padangsambian 09.30 Belajar Menggambar 10.05 Education On Bali TV 10.30 Lila Cita
pojok-pojok mulutnya beberapa saat, memotong keduanya, baik tiang bendera maupun busur milik Yudhishthira dengan menggunakan panah ber kecepatan tinggi. Akibatnya, busur yang terbaik dari raja-raja itu telah dipotong. Dengan cepat, Yudhisthira mengambil busur lainnya yang kekuatannya cukup kuat dan keras. Putra sulung Pandu itu kemudian menyerang guru Drona. Serangannya juga diarahkan ke kuda-kuda, sais kereta, tiang bendera, dan keretanya, dengan menggunakan 1.000 batang anak-anak panah. Semuanya ini kelihatannya sangat menakjubkan. (bersambung)
’’Macan’’ Partai Demokrat Itu Berpulang
Ngurah Rai adalah Negarawan HARI ini 70 tahun silam terjadi heroisme tak terlupakan di hamparan ladang jagung di kawasan Marga, Tabanan, Bali. Peristiwa berdarah dan merenggut 96 nyawa putra bangsa tersebut dikenal dengan Puputan Margarana. Di antara yang gugur menghadapi gempuran serdadu NICA bersenjata lengkap disertai serangan udara itu, ada dua nama yakni Sukra dan Sukri. Ternyata keduanya mantan serdadu Dai Nippon, warga negara Jepang yang menganggap kemerdekaan Indonesia adalah harga mati, sehingga harus dibela meski dengan taruhan nyawa. ‘’Menurut seniorku yang sudah almarhum, Nyoman Buleleng, tidak hanya dua namun cukup banyak mantan tentara Jepang yang bergabung dengan para pejuang dalam Perang Kemerdekaan. Dia sendiri adalah mantan angkatan laut pasukan diraja Dai Nippon, bernama asli Taira, kelahiran Okinawa, Jepang. Karena kredo Bushido, yang awalnya siap mati untuk kemuliaan Kaisar Hirohito, beralih siap mengorbankan nyawa demi mempertahankan kemerdekaan negara baru yang dicintainya. Itu lantaran Jepang menyatakan menyerah tanpa syarat pada Sekutu akibat bom atom yang dijatuhkan di Nagasaki dan Hiroshima, 6 dan 9 Agustus 1945. Mereka yang melakukan disersi karena sikap ksatria atau Bushido yang terlahir dari Semangat Yamato atau Yamato Damashii, tidak hanya di Bali juga banyak di kawasan Indonesia. Mereka bergabung dengan para pejuang lalu ikut bergerilya dan di Bali mereka bergabung dengan pasukan Ciung Wanara di bawah pimpinan Letkol I Gusti Ngurah Rai. Semangat Puputan di Bali, menurut Buleleng, sangat cocok dengan jiwa Bushido, yakni bertempur sampai titik darah terakhir. Malah kalau masih hidup seusai pertempuran di mana pasukannya mengalami kekalahan, kata Buleleng, perwira serdadu Jepang yang berjiwa Bushido akan melakukan ritual Seppuku, yakni merobek perut dengan pisau pendek atau tanken, yang dikenal dengan Harakiri. Ini konon untuk membayar rasa malu,’’ tutur Rubag. ‘’Luar biasa dan cukup mengerikan! Itulah budaya yang terlahir dari kearifan
Pandu itu benar-benar dalam pandangan yang belakangan. Setelah melihat itu Prabu Yudhishthira, lalu mengguncang pasukan-pasukannya, guru Drona. Dengan mata merah karena kemarahan, dengan geramnya menyerbu menghadapi Yudhishthira. Sang Guru kemudian menyerang putra Pritha itu dengan menggunakan tujuh batang anak panah. Sebagai balasannya Yudhishthira, yang digairahkan kemarahannya lalu menyerang sang Guru dengan lima batang anak panah. Diserang dengan hebatnya oleh putra sulung Pandu itu pemanah perkasa guru Drona itu sambil menjilati
18.00 Puja Trisandita 18.05 Seputar Bali 19.00 Banjar Bali Quiz 19.30 KRIS 20.00 Samatra Artis Bali 21.00 Folksong 21.30 Ajeg Bali. Mendak Bungan Desa Padangbulia 22.00 Berita Bincang terkini 22.05 Lila Cita Prembon Kolaborasi Balingkang (4) 23.00 Solusi Alternatif Herbal Putih 23.30 Folksong 24.00 Closing
itu, atap hancur hingga rangkanya patah. Selain itu, pagar pembatas pekarangan rumahnya hancur. Korban terkejut mengetahui dapurnya itu tertimpa pohon. Informasi kejadian itu dengan cepat menyebar hingga tetangganya berdatangan ke lokasi. Lantaran kedua korban dalam kondisi sakit stroke, upaya membersihkan batang pohon tersebut tidak bisa dilakukan. Aparat desa kemudian melapor kepada Badan Penganggulangan Bencana Alam (BPBD) Kabupaten Buleleng. Hanya, karena hari sudah malam, kemarin personel Posko Bencana Alam bersama-sama warga bergotong royong membersihkan batang pohon tersebut.
Penjabat (Pj) Perbekel Kelod Gede Witara didampingi Ketua BPBD Sepang Kelod Komang Dauh di lokasi kejadian mengatakan, pemilik rumah memiliki rumah permanen dan sebuah dapur. Sebelum tumbang, pohon ini masih tumbuh subur dan batangnya masih tumbuh normal. Meski demikian, akibat hujan dan angin kencang, batang pohon tidak kuat menyangga hingga akhirnya tumbang. Pascakejadian ini, pihaknya sudah melapor kepada Camat Busungbiu dan BPBD Buleleng. Dari pendataan di lapangan, akibat kejadian ini, warganya diperkirakan menelan kerugian materiil Rp 8 juta. (kmb38)
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya Informasi pasang iklan Telepon : Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) : (021) 5357602 - Fax : (021) 5357605 - Iklan Still Store di Bali TV : Rp 200.000,- (10 x tayang) Jakarta : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) - Runing Teks Bali TV : Rp 50.000,- (5 x tayang) Mataram : (0370) 639543 tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus - Denpost Paket : Rp 165.000,- (10 x muat) Denpasar : (0361) 225764 (hunting) e-mail:iklan@balipost.co.id 69 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita - Bisnis Bali Paket : Rp 82.500,- (10 x muat) Surabaya : (031) 5633456 Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau VISA B6>A E:B768676A>EDHI <B6>A 8DB '6N6C6C +:C<69J6C #+ +>C 8 : >H8DJCI 0E ID +:B76N6G6C 9<C &6GIJ &G:9>I )$ Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! Tarif iklan Mini/Baris
Iklan Peluang Emas
3.,;3 /J@6C< +6IGJC !G::A6C8: JCIJ@ 7J6I .6BEA: #J7 #
,;3 9B>C .6A:H !JGC>IJG: B>C .( #J7
#& >43 #DB: %6E6C =2 .<G /@< %6=>I .:76CN6@ CN6 .; A:6C>C< .:GK>8: 0H>6 (6M .; @6GN +G>6 'AH E ? &G? 3.,;3 9B .DE>G 1
0,60; -:HB> #DC96 (:C86G>
3.; HHI C<>C::G>C< A:@IG>@ 9;0,8 <:CI DBE6CN ADD@>C< %A /@9 6I6C<=6G> )D +6C?:G J "6GB:CI 9> 6C<<J :G6L6 /=C #J7 $C@D 6A> .G7IC 9K:GI>H>C< /G>HI6G %A 6G<D )D .6A:H .EK :GE:C<6A6B6C *;;>8: . &:E (6>CI:C6C8: .6A:H ;DG HHI >G *E:G6I>DC6A
#
#
#
G .7CN@ CN6 &GNLC I> JI@ (6G "6?> 06C< #6G>6C DN '6BG &>G>B @: %A -N +696C< DDG 2>C9DL !G6B: (>8GD +>A: C<A>H= .E:6@:G +G:K>DJH .; #DJH:@::E>C< 26C>I6 /@< .; @GN 7:GE:C< JI@ .+$ (6G@: 3.,;3 #DJH:@::E>C< (6M /= #
@:I>C< +:C< +GDN:@ GH>I:@ H 'JL>= )D 69JC< !DJC96I>DC .>E>A GH>I:@ ME:G>:C8: >C #DHE>I6A>IN (6H6@ . >6E & :G?6 "< /=G:: I>C< &G9 6C6 'BGC 97L A<H @: #J7 =2 .<G 26>IG:HH 0 -:HI6JG6CI #
I>B6IDG 9>JIB@C N< 7GE<ABC 7<> 88I #J7
+G:;:GG:9 .:C9 1 ID GB E776A> #
GDI=:G ':<>6C G86 JC<6ADL +/ +- (>IG6 6A> (6C9>G> %AC
6L6 '6B +/ 6A>C:H>6 %A &6NJ 3->=>25,8 .:<:G6 JI@ +DH>H> N< 7AB 7GE<ABC 6@6C 9>7>C6 9> =G9 A>CI6H96N6 <B6>A 8DB
8DB #E 2 3->=>25,8 .:<:G6 #- .:8JG>IN -N &6E6A G (JC86C (:C<L> 9< N6 3 .:B>CN6@ 6G>HI6 DD@ 26>I:G HH #
#
H>EAC ??G I:6BLDG@ CH HGCH> #
#
#
*;;>8:G JI@ +/ .:8JG: ;DG H>6 +G>6 26C>I6 .(& 3.; GH>I:@ ,. . /:@C>@ M >798 &JI6 8G 69B>C <JGJ +". >C;D ;J?>=DB:?6E6C 8DB ; &GNLC 26>I:G 26>IG:HH /@< .; (6>CI:C6C8: :GE:C<6A6B6C .; JHIDB:G .:GK>8: '@ EJCN6 .$ &>G>B '6B6G6C @ : %A
E:C<6A6B6C (>C I=C /= .JGK:NDG J &DCIG6@IDG +:C< <JGJ $C<<G>H # #
(6H6@ %A -N &JI6 AD@ #J7 HE9 (DIDG .GI 7L @: +/ 6CDA> #
+6CI6> :G6L6 )D 6C<<J &GB '6B6G6C @: 1DAIK:I 6C<JC6C '6CI6> #J7 .; !GDCI *;;>8: #DJH: &:: #J7 H:8:E6ICN6 B6>A 6GI:B>HK>AA6 N6=DD 8DB %A JAJ= $C96= EH #& 06=, AI6G6 "GDJE I= &GN 1 ':C<@6E .& &
%A 1:I:G6C )D EH B6>A E>C< G>K:G C<>C::G>C< :AA #
#
#
/CE +C<A +HH .+" ( 9B H>G !DID DEN $?6O6= .JG6I =G9 @DCIG6@IDG76A> <B6>A 8DB DN .:8JG>IN 6< #J@JB +-/ 0I@ ; +:B76CIJ N< :C6G )>6I &G? .; +GD<G6BB:G !G:H= "G69J6I: .; D@I:G 0BJB EDI:@:G (C<G 88I "9< * .EK "? A #
#
&:I:G6C<6C .:=6I D@I:G +6H #DI:A #J7 +* *3 &JI6 6A> /:AE .:<:G6 0I@ +:GJH6=66C $/ B6>A @: (6G@:I>C< -.0 "G6=6 H>= %AC
EABG ICE I:H 3.,;3 .:<:G6 /J@6C< &6NJ (:J7:A =6 >C &JI6 0G<:CIAN )::9H H #
#
!DID >JI6B6@6C .:GI>;>@6I >C;D 76A>H=DEE>C< 8D >9 $ "HI )<G= -6> )D &JI6 6A> #
!>C>H=>C< 9>%>B76G6C #6G>6C ! .JE:GK>HDG DD@ 6G 26>I:G .; .6A:H &DE> '6@> .>C<A: ->=>25,8 .I6; 26C>I6 J &6CIDG #
#
.:8JG>IN "6G96 0I6B6 ';108= .+" "J:HH .JE>G .$( DGDC<6C #J7 -DDB7DN 1 =G95G:HDGI B:A6H &C9G66C +G79> !HAIH "6ED@ 06C< )DI6G>H #J7 .; .:<:G6 .6A:H 6< "9< /C< .; +:< 0I@ -( &D@> +>G>C< #
#
I>76A> 8DB /AE #J7 +/ +G>HB6H %A EDC:<DGD )D #
(@C :CH>C &DB>H> #J7 .G7IC .DE>G '6B '<HC< 1 <JC< #J7 2G +69> +69> 3->=>25,8 . :<:G6 0 I@ + DH>H> "9C< () 'I 3.,;3 .DE>G .$( #
#
.; 9B>C "9C< 26C>I6 (:C<J6 #
(6C9>G> %A )6@JA6 ':<>6C #
.I6;; 6@:GN %AC /G:C<<6C6 3 :CE6H6G 37,8=;, .E6 ':76CDC I= .E6 .; JIIA:G #J7 H6> (>8GDHD;I GEC<A6B6C .+" .; -:8:EI>DC>HI #& +JG> H>= EC +HG 0B6H6G> &JI6 0I6G6 ';108= 26>I:G HH DD@ B>C 4GH #
.I6;; +6HIGN /=:G6E>HI "6?> B :C6G>@ LDG@ 1 >H6 6A>'>;: %A JB> NJ 1 .6CJG BC<J6H6> &DBE EJCN6 &:C9 .9G #DI:A %A +6CI6> &JI6 )D #
.+" /D@D 26>I:G :HH &6H>G 3.,;3 .DE>G /D@D 6C<JC6C #
#
)DC <:CI #J7 .(. MEG 1 ID <JC<L6= DGB <B6>A
'6B6G6C @: /D@D "6N6I=G> JE6 .; .JE:GK>HDG . ! "DD9 DD@ 2:HI:GC !DD9 #:AE:G #J7 .; /:C6<6 (6G@:I>C< *A> .=:AA #
8DB /:AE )JH6 J6 .; A:6C>C< .:GK>8: 7H (6H6@ 26C<> %A "6IHJ />BJG 33 &6K C<A>H= (6C96G>C (6M /= DD@ #
#
&J6A>;>@6H> #0;><2 >HI )6H (:B7JIJ=@6C 7:GE:C<6A6B6C '@ HGI 7L @: +/
=H $C<<G>H #J7 $1 :CE6H6G #:AE:G 26>I:G HH .(& ! (,.,8.A "J:HI -:A6I>DC *;;>8:G 9- 1686C8N /=: "G>N6 1>AA6H +G>6 26C>I6 0H>6 (6M /= #
9B>C . 6A:H .+" AA (>C
#
6CDA> %A JAJ= $C96= EH (6M /= #J7 "-* N:6G :ME ;AJ:CI C<A>H= .E6 JCJI6C B:9 ADD@ ;DG +:C9>9>@6C (>C .(0 .:9:G6?6I =2 /=:G6E>HI 7:GE<ABC '6B .( & &GB .<G '6B6G6C @: %A
.; .<G GH>I:@ $CI :H><C JCIJ@ #
#
. C<A>H= =6G9 LDG@ I:6B LDG@ :ME:G>:C8:9 FJ6A>;>:9 =:;
&GB 'B6G6C @: /=: *G6C<: !G:H= @: /=: *G<6C>8 .E6 %A G?JC6 "6IDI .J7GDID 6G6I )D 3 +:GJH6=66C 9> %>B76G6C &GB .; /@< .67ADC .G67JI6C '6@> 3.,;3 @6GN6L6I> J GI .=DE 1 ID =G976A> <B6>A 8DB 1 >C;D I=:<G>N6 8DB 6@:9 %A /:J@J 0B6G )D EH DJ7A: .>M #+ EH =G9EA76A> H:@6G 8D >9 1 @: H9> =G99:E <B6>A 8DB %A +6I>= )6B7> ':<>6C #J7
#
#
#
#
#
#
#
#
#
MOBIL - MOTOR PROPERTY RUPA-RUPA Bali Post &%'
%'+'
<:,< $HIBL (:L6= .EI .:96C %A (6A7DGD 3$$$ 0IG(6H?>9 +G :B6@
#( .>AK:G /= +6G>L>H6I6 #J7
#
>,6 3:C>6 3> #IB /< H & .<I /:G6L6I %A + (DGDI6>
%:6,<2 (/ +I= H 6A> !DG9 !>:HI6 / +I=
#
"!
98/, !G::9 +. (( +JI>= H 6A> 'DL&( // #
&"*"&
;,8/ $CCDK6 " >:H:A +B@ #IB H 6A> %I)< #
1A, /- . /= #>I6B HA> 6A> /<C #J7
#
' $' $72 0 'I &/ %A +6A6E6 +GB
)6I6 HI6I: EH
#
46 -B= '/ B ' B %AC
(J9JI6@> 1$ &6K /:<6A %6N6 "6IHJ 6G6I #J7 #
#
$72 7G (CBAH . #JC> "6N6 1>AA6 ' !DGIJC:G >H:A #>I6B %I ):<D (6CJ6A #+ 6AJC< # H &G9>I
SERVICE
#
46 /6C6= .#( ' G: /6B6C "G>6 # %I G:
#
3598= -B= &/ &( %A %:EJC +>E>A )D "GN6I6B6 -:H>9:CI #J7
#
46 /C= G: %AC "C .6C<=>6C< +696C< .6B7>6C #
#
#
' & ! &82 &KA 9> (:C<L> %I %I H &G:9>I
46 /C= 9> J@>I G: ' M 'D@ />C<<> #J7 #
#
&82 ):BE>A %I %A :H6@>= 46 /C= &6K HE:@ +:GJB6=6C />>C< /JIJA J9J@ +DC9D@ >IG6 +BD<6C #
>;,2 %J6A -J<> .:BE>9> /:<:=6 %A B+6K )<
#
#
SERVICE
% ) ! $' 3598= -JB6= + B7DC &696A &/ &( #J7
#
$72 &DHI &6B6G ;JAA 0I6G6 +DAI:@ %>B76G6C
34>,6 /6C6= J@>I #6 ( 96G> %A -6N6 :9J<JA EH %AC +G>769> @: 'D@6H> '7G B D8D@ JI@ +:G@:7JC6C /6C6B6C C<<G:@ :GI:GC6@ (69J =6G<6 %I G: ):<D #J7
#
#
#
+0-;, HIG:6 H 6A> 1:A< .L>I &6A:C< # #
>,6 -JB6= (>C>B6A>H =6CN6 %I6C .:B7JC< (:C<L> )<JG6=
#
#
@6BEJC< "AD76A %A N +6H /6C6= 'DI %I #
SERVICE
6 /C= #G< %I %A /@9 J6?> "< -6IC6
:6381 1>AA6 )<G %I .IG<H #J7 #
>;,2 "A<G 86G>@ G: M %I G: 88@ &DH #
& ,? #G< +GDBD /CE6 E 'D@ %A .>NJI /D?6C :C< #
&82 G: 9> %AC -6N6 /JB76@ 6 NJ= H :A> G: #
&82 &6K &DI6 %:B7G6C6 # %I / #
% ! $
46 />BJG .( .J@6H696 .>C<6G6?6 #+ #
34>,6 -J@D 6GJ %AC /J@69 6I6C<=6G> '/ B ' B #J7 CC:
BIRO JASA
#
BIRO JASA
ARSITEKTUR
% ) ! &" " "?0; &DCIG6@ /D@D 9> 7>6C76H: #G< %I #J7 #
"!&$ &"$ %@377381 +DDA .E:8>6A>HI DC IG68IDG +CN (HA= #
SPA
$'# $'# =,<3 -JB6= D8DG 6@ >C9>C< /6A6C< AA 6G>H
#
#
' $' " ,? %A -N %JL:I .6G> +:BD<6C = -J@D /6B6C "G>6 %>B76G6C #06>8,<,8 0<=>8 @6GIJ @G:9>I .J96= 96 +:CN:L6 EGDBD #J7 #
DIJUAL MOBIL
#
DIJUAL MOBIL
#
DIJUAL MOBIL SALON
BIRO JASA
DIJUAL MOBIL
DIJUAL MOBIL
DIJUAL MOBIL
18
REKREASI
Minggu Wage, 20 November 2016
TTS Bali Post
Pertanyaan
Bukit ’’Selfie Tween Hill’’
WISATA BARU UNTUK YANG SUKA ’’SELFIE’’
MENURUN 1. Kondom 2. Muda (Bali) 3. Papua Nugini 4. Serambi 5. Batu pualam yang berwarna putih jernih (Inggris) 6. Perondaan 7. Usaha 10. Alat dengan sebuah kikis diujungnya untuk membersihkan rahim 11. Ya (Bali) 12. Permainan dengan menandai angka-angka 17. Buru 21. Jaring 22. Bersifat mempunyai hubungan timbal balik 24. Merek sampo 26. Orang yang memperkenalkan gagasan/metode baru 27. Silahkan ; sudilah 28. Penari wanita di istana 29. Seri cerita 31. Tidak dengan 32. Untai ; rangkai 36. Perekat 37. Sentral telepon otomat 41. Nama depan pedangdut nasional 43. Logam penyangga tulang patah
1
2
3
4
5
9
10
11
7
12
13 15
14 16
17
18 19
20
21
22
23
25 28
26
24
27
29
30
31
32
33 34
35
36
37
39
40
38 41
43
42 44 45
46
KUPON TTS No.273 Ketentuan Menjawab Jawaban di tulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 273 dan cantumkan identitas lengkap serta no telepon/Hp. Kirim ke Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 26 Nopember 2016. Pemenang diumumkan pada Bali Post Minggu 4 Desember 2016. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang @200.000, dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga ( 2 dewasa + 2 anak ). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos.
Jawaban TTS No. 271 MENDATAR 1. Rabun 6. Godam 9. Oke 10. Opa 11. Payuk 12. Lin 13. Model 14. Ide 15. GIA 16. Wanda 18. Lahan 20. Tabok 22. Nyenyak 24. Labirin 26. Berisik 29. Hikayat 32. Kirab
33. Necis 36. Pecil 38. Ene 39. Ina 40. Kucel 41. THT 42. Legen 43. OKI 44. Ace 45. Serep 46. Turbo MENURUN 1. Rupawan 2. Buyan 3. Nokia 4. Gelegak 5. Bonggol
6. Gamal 7. Dedah 8. Melanin 17. Don 19. Aji 20. Tabik 21. Karib 23. Ear 25. Ray 26. Bangkis 27. Iri 28. Kinetik 29. Habitat 30. Age 31. Talindo 34. Cecar 35. Selop 36. Palet 37. Cager
BAGI yang suka berwisata sambil berfoto selfie, kini ada tempat wisata baru yang bisa dikunjungi. Namanya Bukit Selfie Tween Hill. Berlokasi di Dusun Guliang Kawan, Desa Bunutin, Bangli, Bukit Selfie Tween Hill menyuguhkan pemandangan alam yang menawan dari atas bukit. Untuk menuju Bukit Selfie Tween Hill tidaklah begitu sulit. Karena lokasinya berada di dekat jalan raya, tepatnya di perbatasan Kabupaten Bangli dan Gianyar. Untuk menuju ke atas bukit, pengunjung harus melalui sejumlah anak tangga sepanjang ratusan meter. Sesampainya di atas bukit, pengunjung akan disambut beberapa tempat duduk kayu, dan sebuah anjungan untuk menyaksikan pemandangan yang ada di bawah bukit. Pj. Perbekel Desa Bunutin I Nengah Muja saat ditemui belum lama ini mengungkapkan bahwa Bukit Selfie Tween Hill dulunya merupakan sebuah bukit yang tidak terurus. Bukit yang lokasinya berada bersebelahan dengan Bukit Jati tersebut mulai dilirik oleh sekelompok warganya untuk dijadikan tempat wisata sejak beberapa bulan terakhir. Secara swadaya, sekelompok warganya yang tergabung Pokdarwis tersebut kemudian memoles bukit itu secara perlahan. Bagian bukit yang dulunya digali untuk diambil batu parasnya, kini dibuatkan undagan-undagan menuju ke atas bukit. Sementara di atas bukit dibuatkan lokasi semacam anjungan dan beberapa tempat duduk dari kayu untuk melihat view di sekeliling bukit. ‘’Pembangunannya dilakukan secara swadaya oleh anggota Pokdarwis dengan menggunakan dana dari donatur,’’ terangnya. Dikatakan Muja, adapun yang disuguhkan dari Bukit Selfie Tween Hill yakni panorama alamnya yang indah. Dari atas puncak bukit selfie, pengunjung bisa melihat view Gunung Agung, dan wilayah kabupaten tetangga lainnya. Muja mengatakan sejak bukit tersebut digarap sudah ada beberapa wisatawan lokal dan asing yang berkunjung ke tempat tersebut. Dia mengungkapkan untuk menata Bukit Selfie Tween Hill menjadi tempat wisata yang berkualitas, pihaknya bersama Pokdarwis sejauh ini sudah mengajukan proposal kepada Pemerintah Kabupaten Bangli.
6
8
SPT2016
MENDATAR 1. Tidak tidur 3. Bagian atau jatah 8. Meninggalkan (Inggris) 9. Orang yang turut serta melakukan kejahatan 13. Sawah (Bali) 14. Besar 15. Buluh 16. Basah ; lembab (Inggris) 18. Ogan komering ulu 19. Kuda-kuda (Inggris) 20. Penerimaan atau pemasukan (Inggris) 23. Itu (Bali) 25. Lubang atau mulut (Inggris) 28. Sarung tinju emas 30. Ahli pidato 33. Paripurna 34. Garis batas antara jalan dengan tanah yang dapat dibanguni 35. Valuta asing 38. Tidak atau bukan 39. Logam campuran emas dan tembaga 40. Uang persenan 42. Penyumbatan/penekanan bagian tubuh yang luka 44. Pendeta Katolik 45. Sabda Tuhan 46. Kurang (Bali)
‘’Sudah diajukan proposal bantuan termasuk SK pengesahan pokdarwisnya,’’ ujarnya. Muja juga mengakui bahwa belum lama ini Pemkab Bangli melalui Disbudpar sudah sempat memberikan pembinaan kepada Pokdarwis. Adapun pembinaan yang diberikan berkaitan dengan SDM, penguatan kelompok dan sapta pesona. ‘’Dalam pembinaan tersebut disampaikan juga oleh pihak Museum Geopark bahwa bebatuan yang terdapat di Bukit Selfie sudah terbentuk sejak 29 ribu tahun lalu,’’ imbuhnya. (ina) PEMANDANGAN Pengunjung sedang menikmati pemandangan dari Bukit Selfie Tween Hill.
Pemenang TTS No. 271 1. I Nyoman Suardika, SP Jl. Veteran No.10, Jalur II, Amlapura, Karangasem 80812 2. Ni Nyoman Lestari Mida Puteri Jl. Danau Batur, Lingk.L.C., Loloan Timur, Negara 82216 3. I Putu Antoni Awan Jl. Darmawangsa No.28, Semarapura, Klungkung 4. Wisca Nawandha Jl. Cokroaminoto No.28, Ubung/RSU Manuaba 80116 5. I Wayan Sudarta Jl. Tukad Balian No.17 Renon, Denpasar 80000 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar Nama : I Nyoman Suastha Alamat :Jl. Raya Padangluwih No.123, Dalung, Kuta, Badung
19
Minggu Wage, 20 November 2016
Dari Bali Dari Hal. 1 Dari Bali, I Gusti Ngurah Rai menjadi salah satu pancaran dunia betapa kekuatan diri harus dibangun, diyakinkan, dan dipastikan ada bila kita menginginkan negeri ini tetap tercatat dalam sejarah dunia yang tak boleh dihapuskan oleh siapa pun. Peringatan Hari Puputan Margarana seperti terjadi pada hari ini, sudah layak dan sepantasnya bila kita membuka kembali memori kita sepadan para tokoh putraputri kusuma bangsa. Kita juga harus mampu meneladani apa yang telah mereka berikan, mereka tinggalkan dan wariskan kepada kita. I Gusti Ngurah Rai, salah satu Pahlawan Nasional dari Desa Carangsari, Badung, Bali, layak untuk diingatkan kembali. Bahwa juga menjadi keharusan dan keniscayaan bila pesan-pesan atau amanah beliau wajib kita jalankan saat ini dan ke depan. Kita tentu pernah membaca siapa I Gusti Ngurah Rai. Pria kelahiran Desa Carangsari, sebuah desa yang waktu itu berada di sudut Kabupaten Badung, yang barangkali ketika itu agak sulit ditemukan dalam peta Indonesia. Dalam catatan sejarah, I Gusti Ngurah Rai adalah anak kedua dari tiga bersaudara, putra dari I Gusti Ngurah Patjung. Konon kelahirannya, tanggal 30 Januari 1917, bertepatan dengan terjadinya gempa bumi yang hebat di Bali. Dalam istilah Bali, gempa adalah gejor atau gejer, sehingga I Gusti Ngurah Rai sebelumnya bernama I Gusti Ngurah Gejor. Terlahir dari pasangan I Gusti Ngurah Patjung dengan I Gusti Ayu Kompyang. Pasangan ini memiliki tiga orang putra yaitu: I Gusti Ngurah Raka sebagai anak sulung, I Gusti Ngurah Rai anak tengah, dan I Gusti Ngurah Anom sebagai anak bungsu. Waktu kecil, beliau belajar di HIS Denpasar, lalu melanjutkan ke MULO di Malang. Setelah lulus, Ngurah Rai yang memang tertarik dengan dunia militer bergabung di sekolah kader militer, Prayodha Bali, Gianyar. Pada tahun 1940, Ngurah Rai dilantik sebagai letnan dua, kemudian melanjutkan Pendidikan di Corp Opleiding Voor Reserve Officieren (CORO) Magelang, dan Pendidikan Artileri, Malang. Setelah kabar Indonesia merdeka sampai di Bali pada akhir Agustus 1945, menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Pengalamannya di dunia militer membuat Ngurah Rai diangkat sebagai Komandan TKR Pusat yang saat itu bermarkas di Yogyakarta, dan Ngurah Rai kemudian dilantik menjadi Komandan Resimen Sunda Kecil. Sekembalinya di Bali, Ngurah Rai mendapatkan bahwa Belanda telah menduduki Bali. Ngurah Rai kemudian membentuk pasukan yang dijuluki Ciung Wanara guna menghadapi Belanda. Hasil Perjanjian Linggarjati yang menyebutkan bahwa Belanda hanya mengakui kekuasaan Indonesia atas Pulau Jawa, Madura, dan Sumatera, sangat mengecewakan Ngurah Rai. Meskipun Bali diakui menjadi bagian dari Negara
Indonesia Timur bikinan Belanda, namun beliau tetap melakukan perlawanan terhadap Belanda. Pada tanggal 18 November 1946, Ngurah Rai menyerang Tabanan, sehingga menyebabkan satu detasemen Belanda menyerah. Hal ini memicu Belanda untuk mengerahkan kekuatannya yang ada di seluruh Bali dan Lombok hingga menyulut api pertempuran. Dalam pertempuran itu, pertahanan demi pertahanan yang dibentuk Ngurah Rai dihancurkan Belanda hingga sampai pada pertahanan terakhir Ciung Wanara di Desa Margarana. Ngurah Rai dan pasukannya yang terdesak tidak mau menyerah. Beliau kemudian mengumandangkan seruan puputan yang berarti “perang habis-habisan”. Beliau gugur dengan gagah berani bersama pasukannya. Peristiwa ini terjadi tanggal 20 November 1946, dan kini dikenang sebagai ‘’Puputan Margarana’’. Atas jasa-jasanya, I Gusti Ngurah Rai diangkat sebagai Brigadir Jenderal TNI Anumerta. Kini namanya juga diabadikan menjadi nama Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Bali. Apa yang bisa kita petik adalah hikmah perjuangan yang tak kenal kompromi dan tak kenal menyerah untuk mengusir penjajah. Sikap keteguhan hati seorang perwira kesatria yang tidak bisa dibeli atau dikompromikan oleh apa pun. Karakter yang siap, rela, tulus ikhlas mengorbankan nyawanya demi bangsa yang dicintainya. Ketika itu, beliau bahkan sudah memberikan contoh bagaimana konsep sistem pertahanan ataupun perlawanan rakyat semesta ditunjukkan secara nyata. Dalam bahasa Bali disebut puputan, perang habis-habisan, mengerahkan seluruh sumber daya yang dimiliki, melibatkan segenap kekuatan rakyat semesta, bahkan melibatkan sejumlah pejuang lainnya bukan hanya dari Bali tetapi elemen pejuang dari Nusantara. Inilah kiranya menjadi catatan penting bagi kita segenap anak bangsa. Sifat kesemestaan menjadi kekuatan dahsyat. Bila terus dipadukan di seluruh Nusantara akan menjadi kekuatan dahsyat yang hebat, yang mampu menggertak sekaligus menggetarkan kekuatan lain yang mencoba merusak dan menguasai Indonesia. Dari Bali, bersama I Gusti Ngurah Rai, kita sudah diberi contoh jelas nan lugas, bahwa demi bangsa, kita harus rela berkorban apa saja, termasuk keluarga dan nyawanya sendiri. Kini sudah saatnya kita menghormati dan menghargai jasa para pahlawan secara nyata, bukan dengan pidato-pidato semata. Keluarga besar, para kerabat para pahlawan harus kita urus dan kita layani, karena mereka sesungguhnya juga pejuang, sebab mereka juga pasti kehilangan orang-orang yang dicintainya. Mari kita wujudkan, mari kita mulai cari di mana para keluarga para pahlawan ini berada, untuk sepantasnya kita hormati dan kita muliakan dengan nyata. Penulis, mantan Pangdam IX/Udayana
Umpan Pendek Dari Hal. 1 Memanfaatkan umpanumpan pendek, Theerasil Dangda mendapatkan ruang tembak dari luar kotak penalti dan bola keras tak mampu digagalkan Kurnia Meiga. Indonesia sempat dapat peluang di menit ke-90 lewat Boaz yang melepaskan tendangan keras dari jarak dekat. Tetapi, bola masih bisa
diblok kiper Thailand, Kawin Thamsatchanan. Thailand malah berhasil memperlebar keunggulan jadi 4-2 di masa injury time. Setelah Theerasil mencetak hat-trick-nya memanfaatkan umpan Sarach Yooyen. Skor 4-2 untuk Thailand bertahan hingga bubaran. Indonesia selanjutnya akan menghadapi Filipina dan Singapura. (ant/kmb)
Induk MBO Dari Hal. 1 Ciung Wanara ini adalah induk MBO (Markas Besar Oemoem) Sunda Kecil yang dipimpin oleh Letkol I Gst. Ngurah Rai bersama pasukan berjumlah 96 orang telah gugur sebagai kusuma bangsa mempertahankan kemerdekaan RI. Candi Pahlawan Margarana ini dibangun setinggi 17 meter, delapan tingkatan, empat undag dan dasarnya berbentuk segilima sehingga melambangkan kemerdekaan RI 17-8-45. Selain itu, ada tambahan sehingga keseluruhanya membentuk Monumen Nasional Taman Pujaan Bangsa Margarana. Di antaranya patung Panca Bakti, melambangkan persatuan dan kesatuan rakyat dalam memperjuangkan membela negara RI. Ada juga Taman Bahagia adalah tugu roh suci para pahlawan kemerdekaan dari tahun 1945-1949 berjumlah 1.372 buah. Tugu ini melambangkan semua agama yakni gelung candi melambangkan Hindu-Buddha, di bagian belakang tugu ada salib melambangkan Kristen dan kubah atas tugu melambangkan Islam. Di kawasan ini juga ada gedung sejarah adalah tepat untuk menyimpan bendabenda sejarah pejuang. Taman suci sebagai tempat membersihan diri bagi para pejuang untuk melakukan ziarah dan taman karya adalah untuk tempat rekreasi dan pembinaan sosial ekonomi masyarakat.
Panti Asuhan I Nengah Wirta Tamu atau lebih dikenal dengan sebutan Pak Tjilik adalah salah seorang pelaku sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia di Bali. Beliau dilahirkan di Desa Liligundi Buleleng, 14 Oktober 1918. Sementara Bapak Tjilik meninggal 13 Januari 1992 di Denpasar. Benih sifat kepemimpinan Pak Tjilik telah terlihat tatkala masih anak-anak. Meskipun secara fisik beliau kelihatan kecil, namun beliau memiliki soft skill dan jiwa kepemimpinan yang mumpuni. Dia terpanggil untuk masuk pendidikan Tentara Pembela Tanah Air (PETA) di Negara, Jembrana. Pak Tjilik menjadi Syodanco di Betalyon I, Kompi III, Peleton I, tahun 1943-1945. Pak Tjilik teruji tatkala memegang pucuk pimpinan perang gerilya di Wilayah Buleleng Timur, sejak awal Proklamasi Kemerdekaan hingga 15 Januari 1950. Pengalamannya dalam pendidikan PETA, menyebabkan Pak Tjilik mampu memimpin perang gerilya dengan efektif. Beliau tak bersedia turun dan berhenti bergerilya, hingga akhirnya harus diturunkan oleh Kapten M. Yusuf. Setahun setelah turun dari perjuangan perang gerilya, Pak Tjilik terjun untuk berkarya bagi temanteman seperjuangannya. Dia memimpin Yayasan Kebaktian Proklamasi (YKP), 14 Januari 1951, dengan tujuan memupuk serta memelihara jiwa pengabdian kepada Tanah Air, mengabdikan jiwa pahlawan dan memerhatikan
serta memelihara korban revolusi. Pak Tjilik menerima pesan dari teman seperjuangannya, Wayan Teka, agar anak-anaknya diperhatikan, tatkala menjelang Wayan Teka menjalani hukuman mati. “Pak Tjilik lanjutkan perjuangan. Saya tidak gentar menghadapi kematian. Tolong perhatikan anak-anak saya,” demikian pesan alm. Wayan Teka. Dalam kepimpinannya di YKP Provinsi Bali sejak tahun 1951, selama 17 tahun, Pak Tjilik berjuang agar 5.751 pejuang mendapatkan pekerjaan/bantuan, mengasuh anak-anak yatim piatu korban revolusi sebanyak 289 orang, 280 janda pahlawan mendapat pensiun, 80 orang pejuang yang cacat mendapat pensiun, 892 orang pejuang yang terlibat ekses revolusi mendapatkan pengampunan dan berhasil memperjuangkan I Gusti Ngurah Rai (Puri Carangsari) sebagai Pahlawan Nasional. Di belakang Pak Tilik ada seorang istri yang tangguh. Selama hidupnya, Pak Tjilik didampingi dengan setia oleh istrinya Asimah. Semasa hidupnya Pak Tjilik telah membangun Yayasan Pendidikan Dwijendra, Yayasan Pendidikan Taman 45 (TP 45), Universitas Udayana dan Sekolah Teknik Nasional (STM Nasional). Juga memperoleh Satya Lencana Anumerta Veteran RI, menjadi anggota Majelis Perwakilan Rakyat Sementara (MPRS) dan penghargaan veteran pejuang kemerdekaan dari Bali Post. (sue)
Bawa Klewang Dari Hal. 1 “Waktu itu, kami hanya bawa senjata klewang, tibatiba datang pasukan NICA dengan senjata yang lebih canggih, saya dan sejumlah teman lainnya pun berusaha mengecoh dan menyelamatkan diri,” ucapnya. Dengan raut wajah berkaca-kaca, ia pun kembali mengingat kenangan perjuangannya bersama sejumlah rekannya yang kini sudah banyak meninggal dunia. “Saya harap para generasi muda sekarang bisa mengisi kemerdekaan ini dengan lebih baik,” katanya. Di sisi lain di Banjar Tatag Desa Kukuh, Marga, terdapat tiga bersaudara yang dulu merupakan pejuang kemerdekaan, namun dua di antaranya sudah berpulang, yakni I Ketut Sadia yang gugur dalam medan perang karena tertembak musuh di tahun 1946, dan kakaknya, I Made Rata meninggal tahun 1992. Tinggal I Ketut Sadra (85) yang kondisinya sedang sakit karena mengalami stroke hingga gangguan pendengaran. Ni Made Suparti (57) istri Ketut Sadra pun sampai saat ini selalu menjaga suaminya dengan baik. Sayangnya, akibat terbentur proses administratif, perjuangan Sadra belum terdata sebagai veteran, sehingga sejauh ini belum mendapat bantuan layaknya yang didapatkan rekan sesama veteran. Terkait hal tersebut, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tabanan, I Nyoman Gede Gunawan, mengatakan tiap tahun para veteran mendapatkan bantuan berupa sembako khususnya yang ada di Munduk Malang dan Lumbung. Bahkan, Pemkab Tabanan juga memberikan sumbangan pada para veteran saat peringatan HUT Kemerdekaan RI pada 17 Agustus. “Sejauh ini hanya itu kepedulian yang kita berikan, dan tidak ada perbedaan perlakuan untuk para pejuang yang dulu telah bertaruh nyawa mem-
perjuangkan kemerdekaan Indonesia,” paparnya seraya mengatakan bantuan uang tunai setiap bulannya memang belum bisa dilakukan. Wakil Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Tabanan, I Wayan Suandi, sebelumnya menerangkan bahwa pemerintah pusat telah memberikan perhatiannya pada para veteran dalam bentuk pemberian tunjangan per bulan. Jumlahnya pun sekitar Rp 1,4 juta ditambah dengan dana kehormatan Rp 750.000. Bahkan, tunjangan untuk veteran ini dikatakannya sudah ada sejak zaman pemerintahan Soeharto. Namun, untuk dana kehormatan memang program masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono. “Jadi, ada veteran yang golongannya A, B, C, D, dan E tergantung dari lamanya berjuangan, dan mendapat tunjangan setiap bulannya,” terangnya. Dijelaskannya, tunjangan per bulan ini akan diterima oleh keluarga veteran apabila veteran tersebut meninggal, dan akan diberikan kepada janda veteran tersebut. Sedangkan untuk dana kehormatan hanya didapat semasa veteran tersebut hidup. “Dana kehormatan tersebut hanya didapat semasa hidup saja, kalau tunjangan masih dilanjutkan kepada janda veteran, kalau tidak ada jandanya maka tunjangan akan diputus,” sambung veteran asal Banjar Beng, Desa Tunjuk, Tabanan tersebut. Di samping itu ketika ada veteran yang meninggal, dari pemerintah provinsi akan ada santunan kematian Rp 10 juta, sedangkan dari pemerintah kabupaten diberikan dana duka Rp 1 juta. Terkait veteran yang tidak terdata, dirinya menjelaskan, LVRI tidak mungkin bisa terjun langsung mendata ke lapangan siapa saja orang yang dulu menjadi pejuang, karena selama ini yang bersangkutanlah yang datang ke LVRI untuk membawa data diri sehingga tercatat sebagai veteran.
“Biasanya yang bersangkutan akan datang membawa data-data yang dibutuhkan, apalagi jumlah veteran sangat banyak di Tabanan,” ujarnya. Dari 1.850 lebih veteran yang terdata di Tabanan, belum seluruhnya mendapatkan tunjangan setiap bulannya karena belum sempat mengurus administrasinya. Di Denpasar Soal besarnya sumbangan bagi veteran dibenarkan Ketua LVRI Kota Denpasar, Djero Wiladja. Selain mendapat dana kehormatan, dana tunjangan juga diberikan oleh pemerintah sesuai dengan golongan masing-masing veteran. Untuk anak-anak keluarga veteran yang menempuh pendidikan, pemerintah juga memberikan keringan SPP hingga tingkat SMA/ SMK. “Jaminan kesehatan dan keringanan pembayaran pajak juga diberikan oleh pemerintah. Tunjangan tersebut diteruskan kepada istri atau suami veteran,” lanjutnya. Pemerintah Kota Denpasar memberikan santunan Rp 5.000.000 kepada veteran yang meninggal dunia. Selain bantuan berupa materi, pemerintah juga telah memberikan penghormatan secara militer kepada seluruh veteran yang meninggal dunia. Kalau dulu penghormatan secara militer hanya diberikan kepada veteran yang mempunyai bintang gerilya saja,’’ ujarnya. (bit/win)
Dinyatakan Gugur Dari Hal. 1 Sejak dinyatakan gugur, lalu Indonesia merdeka, keluarganya jarang mendapatkan perhatian, sehingga istri pejuang itu memutuskan nikah lagi. Padahal, setiap 20 November dan 17 Agustus, dirinya bersama keluarga selalu menggelar upacara di pusara pejuang itu dengan biaya sendiri. Wayan Lanus, ahli waris pejuang Ketut Bau, asal Banjar Lebah, Marga, mengaku keluarganya rutin mengunjungi pusara pejuangnya di Taman Makam Pancaka Tirta dan Taman Pujaan Bangsa Margarana. Namun, belum ada bantuan yang berarti bagi keluarga pejuang. Ekonomi keluarga juga tergolong belum mampu. Keluarga pejuang Mas Wagimin, Titik Budiati, menuturkan dahulu sempat ada bantuan rutin ke keluarga pejuang. Namun, beberapa tahun terakhir mendadak vakum dan tak jelas. Kondisi memprihatinkan dialami keluarga pejuang Gede Nyoman Tata, Gede Nengah Liger, asal Buahan, Tabanan. Pria ini mengaku keluarganya hanya petani yang mengandalkan hidup dari sawah. Hasilnya tak seberapa. Sedangkan perhatian bagi keluarga pejuang masih sangat minim. ‘’Keluarga kami gugur ketika masih lajang. Namun, belum ada bantuan yang rutin bagi keluarga yang ditinggal,’’ katanya. Salah seorang putra pejuang yang juga Panglingsir Puri Agung Kesiman, A.A. Ngurah Gede Kusuma Wardana, Sabtu (19/11) kemarin, mengungkapkan peringatan Puputan Margarana baru sebatas seremonial. Sedangkan soal perilaku untuk memerha-
tikan nasib keluarga pejuang belum menonjol. Anggota DPRD Bali setuju nasib keluarga pahlawan yang gugur di Margarana diperhatikan. “Kayaknya kurang maksimal, hanya dapat bingkisan atau ucapan, tidak ada perhatian lebih. Padahal jasa pahlawan itu tiada banding karena berjuang sampai darah terakhirnya,” ujar anggota Komisi I DPRD Bali, I Nyoman Adnyana, di Denpasar, Sabtu (19/11) kemarin. Adnyana menilai perlakuan pemerintah kepada pahlawan khususnya yang masih tersisa, tidak ada yang istimewa. Seharusnya, pemerintah bisa memberikan perhatian lebih karena pejuang yang tersisa semakin tahun semakin sedikit akibat proses alam. “Otomatis yang sedikit ini harusnya lebih banyak perhatian kita, tidak saja dalam bentuk yang biasa seperti selama ini berjalan tapi yang lebih dari itu. Misalnya memikirkan tentang kelangsungan hidupnya itu. Baik di rumah tangganya, kehidupan sehari-harinya. Kalau pekerjaan kan tidak mungkin karena mereka sudah uzur semua,” jelas politisi PDI-P asal Bangli ini. Sementara hari Puputan Margarana agar dimaknai dengan mengambil hikmah semangat pahlawan. “Kita harus berjuang dengan sengit. Dengan semangat dan spirit yang ditularkan oleh pahlawan-pahlawan kita dan jangan pernah putus asa, bisa survive terus, berjuang terus,” tandasnya. Sekretaris Komisi I, Dewa Nyoman Rai juga sepakat pemerintah harus memerhatikan para pejuang kemerdekaan yang masih tersisa. Kalau perlu sampai ke keluarga mereka. (kmb/sue/rin)
Penerima Suap Dari Hal. 1 AKBP Brotoseno kini telah berstatus tersangka penerima suap. Dia bersama Kompol D. diduga menerima uang sebesar Rp 1,9 miliar dari pengacara Hr melalui perantara berinisial L untuk penanganan perkara dugaan korupsi cetak sawah. Selain dua oknum polisi, pengacara berinisial Hr dan perantara yang menyerah-
kan duit berinisial L juga menjadi tersangka. Polisi menyita uang Rp 1,9 miliar diduga uang suap yang menjadi barang bukti. Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan mengatakan, proses hukum harus tetap berjalan terhadap Brotoseno. “Kita sudah sepakat, siapa pun itu, kalau memang ditemukan, apalagi tertangkap tangan, ya harus diproses. Biar pun dia ang-
gota Polri, harus diproses,” kata Basaria. Ia menambahkan, sebagai anggota Polri dan mantan penyidik KPK, semestinya Brotoseno menjadi contoh bagi masyarakat. “Ya, kita punya pemikiran, apalagi pernah jadi penyidik KPK. Kita punya pemikiran, mereka menjadi contoh. Tapi, kalau sudah terjadi sekarang, ya harus kita proses,” ujar Basaria. (ant/kmb)
20
Minggu Wage, 20 November 2016