Skip to main content

Edisi 11 Desember 2016 | Balipost.com

Page 1

20 HALAMAN NOMOR 114 TAHUN KE 69 Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

TERBIT SEJAK 16 AGUSTUS 1948 PERINTIS: K. NADHA HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

balipost (152 rb Like) http://facebook.com/balipost

MINGGU KLIWON, 11 DESEMBER 2016

Desa Buduk Terendam Banjir Mangupura (Bali Post) – Jangan menganggap Bali bebas banjir. Buktinya, hujan lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Badung, Sabtu (10/12) kemarin, menimbulkan bencana banjir di sejumlah titik. Salah satunya di wilayah Desa Buduk. Desa yang terletak di Kecamatan Mengwi. Semantara informasi masyarakat yang bermukim di sekitar lokasi bencana menyebutkan banjir merendam dua tempat suci yakni di Pura Taman Beji di Banjar Sengguan dan Pura Penganyudan di Banjar Pasekan. Selain itu, banjir juga menggenangi Jalan Raya Buduk, kos-kosan di Banjar Sengguan, jalan depan Indomart Banjar Tengah. Belum ada laporan soal korban jiwa dari bencana tersebut. Sementara itu, tokoh masyarakat Desa Buduk, Ida Bagus Arga Patra, mengatakan banjir disebabkan naiknya debit air di Sungai Yeh Pangi. Selain air sungai yang meluap, saluran irigasi subak juga meluap yakni Subak Ayung dan Subak Bernasi juga memicu terjadinya banjir. Hal. 19 Dekat Sungai

Pengemban Pengamal Pancasila

@balipostcom (4.485 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 233801, 225764 Faksimile: 227418

Bom Bekasi untuk Ledakkan Istana Negara

LOKASI BOM - Aparat kepolisian berjaga hingga Sabtu malam ( 10/12) di lokasi ditemukan bom di kontrakan Jalan Bintarajaya, Bekasi Selatan. BPM/ade

Calon Pengantinnya Seorang Wanita Jakarta (Bali Post) Menjelang Natal dan Tahun Baru 2017, aksi terorisme kembali mengancam Jakarta. Kini, sasarannya adalah Istana Negara. Hal itu terungkap saat Polri sukses menangkap pemilik bom di sebuah rumah kos di Jalan Bintara Jaya VIII, Bekasi, Jawa Barat pukul 15.40 WIB, Sabtu (10/12) kemarin.

BPM/toet they

BANJIR - Kondisi dua pura di Desa Buduk ketika diterjang banjir, Sabtu (10/12) kemarin.

Sebuah bom aktif yang berdaya ledak besar ditemukan di rumah tersebut. Bom pun akhirnya diledakkan sore kemarin sehingga lokasi sudah steril. Aparat kepolisian menangkap empat orang yakni NS, AS (laki-laki) dan DYN (perempuan). Sementara SY perakit bom ditangkap di Solo semalam. Kronologis penangkapan dimulai dengan pembuntutan oleh anggota Densus 88 terhadap NS dari Solo ke Jakarta. Setibanya

di Jakarta, kendaraan yang ditumpangi NS kemudian menjemput DYN di daerah Pondok Kopi. Mereka saat itu diketahui membawa sebuah kardus. DYN kemudian diantar ke kantor pos di sekitar kawasan Bintara untuk mengirimkan kardus yang dibawanya. Namun, saat kardus diambil dan diperiksa anggota Densus 88, ditemukan pakaian dan surat wasiat DYN yang ditujukan untuk orang tuanya. Isi surat

wasiat tersebut menyatakan kesiapan DYN untuk melakukan amaliyah alias pengantin pelaku peledakan bom. Dari kantor pos, NS, AS, dan DYN menuju rumah kos di Jalan Bintara Jaya VIII Bekasi, tempat DYN turun dengan membawa ransel hitam dan masuk ke kamar 104. Sementara NS dan AS meninggalkan rumah kos tersebut sambil tetap dibuntuti. Hal. 19 Dalam Ransel

Anggota JAKDN Pimpinan Abu Jandal Empat terduga pelaku bom yang ditemukan di Bekasi itu diketahui anggota Jamaah Anshar Khalifah Daulah Nusantara (JAKDN) yang berafiliasi dengan ISIS. JAKDN ini memiliki pentolan Abu Jandal yang kini masih menjadi buronan polisi. “Ini jaringan JAKDN (Jamaah Anshar Khilafah Daulah Nusantara),” kata Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar saat dikonfirmasi kemarin. Boy juga menambahkan bahwa NS merupakan pimpinan jaringan di Solo, Jawa Tengah. Sementara surat wasiat milik DYN kini diamankan. Surat ini diperoleh dari paket yang dikirim via kantor pos, sebelumnya dihantarkan oleh tiga orang itu. Hal. 19 Sterilkan Lokasi

Terminal Kian Termenung

BPM/dok

SEPI - Suasana sepi setiap hari menyelimuti Terminal Tipe A Mengwi, Badung.

’’Konflik’’ Terminal Mengwi Vs Ubung KEBERADAAN Terminal Mengwi tidak berfungsi maksimal. Sejak diresmikan tahun 2011 lalu hingga saat ini, keberadaan terminal Tipe A itu mati suri. Hal ini menyusul banyaknya bus angkutan kota antarprovinsi (AKAP) yang menurunkan penumpang di jalan depan Terminal Mengwi, bukan di dalam terminal tersebut. Kondisi pelayan di Terminal Mengwi, juga diakui Ngurah Sukarma, salah seorang sopir angkutan umum di terminal tersebut, Sabtu (10/12) kemarin, belum tertata dengan baik. Kendati difungsikan sebagai terminal tipeAuntuk memecah kemacetan di kota, namun justru masih banyak angkutan kota antar-provinsi (AKAP) yang tidak mematuhi aturan dengan menurunkan penumpang di jalanan dan Terminal Ubung. Konflik dua terminal ini harus diselesaikan. “Program pemerintah itu harus sejalan, kalau bus tetap diloloskan (ke Terminal Ubung –red) akan berdampak bagi kami, bahkan besar dampaknya bagi pengemudi,” keluhnya. Dia mengakui, adanya dualisme fungsi terminal, yakni di Terminal Ubung dengan Mengwi, memberikan peluang bagi AKAP untuk berbuat curang. Perilaku tersebut harus ditindak tegas, sehingga tidak merugikan angkutan umum yang beroperasi di Terminal Mengwi. “Ini memerlukan tindakan tegas pemerintah, artinya sekarang ada dua kaki yang berpijak ada di Ubung dan Mengwi. Kalau pemerintah tegas, tidak akan ada masalah,” jelasnya. Hal. 19 Matikan Angkutan Umum

Tidak Terbit Terkait hari raya Maulid Nabi Muhammad SAW yang merupakan libur nasional, maka Bali Post pada Senin (12/12) tidak terbit. Bali Post terbit kembali seperti biasa mulai Selasa (13/12) . Oleh karena itu, pelanggan dan relasi iklan harap maklum. Redaksi

Empat Tahun Tak Sumbangkan Pendapatan Terminal Loka Srana, Bangli sejak empat tahun lalu tak menyumbangkan pendapatan ke daerah. Hal tersebut menyusul terminal yang berada di pusat kota itu dijadikan tempat penampungan pedagang Pasar Kidul yang menjadi korban kebakaran. Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Bangli, I Gede Arta, Sabtu (10/12) kemarin, menjelaskan sebelum kebakaran Pasar Kidul, terminal yang berlokasi di timur kantor PLN itu mampu menyumbangkan pendapatan yang lumayan besar untuk daerah. Akan tetapi, sejak 2013, hal tersebut nihil. Sebab, kendaraan umum tak bisa masuk. Hal. 19 Pedagang Pasar

Sejak tahun 2002 terjadi perubahan dalam menggunakan jasa angkutan. Bila sebelumnya masyarakat yang ingin ke luar daerah, dipastikan akan memilih bus untuk jenis armada angkutannya. Namun, kini mereka telah beralih menggunakan moda angkutan lainnya, seperti kendaraan pribadi, jasa travel, serta angkutan udara. KONDISI tersebut juga memengaruhi hiruk pikuk suasana terminal di Bali. Jangankan di daerah kabupaten, sejumlkah terminal di Kota Denpasar saja terpuruk. Ibaratnya, nasib terminal termenung. Termenung menunggu perubahan nasib atau termenung menjelang ditutup. Dari laporan wartawan Bali Post di sejumlah daerah menunjukkan sejumlah terminal kian sepi. Krama Bali semakin sedikit yang mau menjadi sopir angkutan. Terminal kini magarang dengan pasar. Lihat saja Terminal Batubulan yang menjadi pusat per-

jalanan dari Bali Barat ke Bali Timur sepi penumpang dan armada. Warga tak lagi mau menunggu armada di terminal, melainkan menyetop armada di tengah jalan. Armada angkutan pun demikian, enggan masuk terminal. Di Bangli, Klungkung, Amlapura, Jembrana, Buleleng, dan Tabanan juga bernasib sama. Untuk melihat kondisi riil di lapangan, kita lihat saja kondisi Terminal Ubung, Denpasar yang dulu dikenal terminal terpadat dan terkrodit. Hal. 19 Tipe B

BPM/sos

DITUTUP- Terminal Loka Srana, Bangli ditutup untuk menampung pedagang.

Nasib Terminal Negara dan Kediri

Malam Disulap Jadi Pasar Senggol SELAMA beberapa tahun terakhir, Terminal Umum Negara (TUN) memiliki fungsi ganda. Terminal ini disulap sebagai Pasar Senggol di malam hari. Kondisi tersebut menjadikan terminal tidak berfungsi maksimal, terutama saat malam hari. Pasalnya, hampir seluruh lahan terminal digunakan untuk lapak dagang. Para pedagang dan sopir angkutan berebut lahan. Tak jarang, kondisi tersebut sering memicu konflik karena kepentingan masing-masing. Seperti beberapa waktu lalu, sopir angkot dan kendaraan umum lainnya berkeinginan bisa beroperasi hingga malam hari. Namun di sisi lain, lapak pedagang sudah datang sejak sore. Alhasil, para sopir angkot terpaksa harus menyingkir dari tempat mereka resmi untuk ngetem (menunggu penumpang). Hal tersebut sempat menuai protes dari sejumlah sopir angkot. Kendati sejatinya sudah ditentukan jam pembagian penggunaan terminal, namun para pedagang sering datang

mendahului. Dari sisi pengelolaan, keduanya juga berbeda. Terminal dikelola Dinas Perhubungan, sedangkan Pasar Senggol oleh Perusda Jembrana. Sopir angdes merasa keberatan terminal yang digunakan untuk ngetem diserobot para pedagang Pasar Senggol sebelum waktunya. Di samping pembagian waktu, juga dari sisi kebersihan areal terminal sering menjadi permasalahan. Lokasi yang saling berdekatan dan saluran pembuangan yang terbatas, menjadikan kawasan itu agak kumuh. Oleh pengelola, para pedagang juga diminta untuk menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan, terutama soal limbah cair. Mereka diminta untuk menyiapkan plastik untuk menampung sampah dan selanjutnya dibuang di tong sampah yang disediakan. Sejumlah tong telah disiapkan termasuk gerobak pembuang sampah dari Dinas LHKP Pemkab Jembrana. Hal. 19 Terminal Baru

BPM/olo

BERFUNGSI GANDA – Kondisi Terminal Umum Negara yang berfungsi ganda. Di malam hari berubah menjadi pasar senggol.


DAERAH

2

Minggu Kliwon, 11 Desember 2016

Ruangan Khusus Merokok di DPRD Bali

FIGUR

Anggota Dewan Minta Bongkar

Lebih Inovatif DITENGAH zaman yang semakin modern, minat siswa terutama tingkat Sekolah Dasar untuk mempelajari materi berkaitan dengan bahasa, aksara dan sastra Bali cenderung menurun. Kondisi yang demikian menjadi ancaman terhadap eksistensi budaya Bali tersebut. Namun itu bukanlah akhir, merangsang minat belajar masih bisa dilakukan. Hanya saja perlu sentuhan lebih inovatif. “Mengajak siswa untuk belajar itu memang cukup sulit. Ini diperlukan langkah yang lebih inovatif,” ungkap Koordinator Penyuluh Bahasa Bali Bangli, Ni Ketut Sudrastini, Sabtu (10/12) kemarin. Inovatif itu, menurut perempuan kelahiran 24 Desember 1990 ini, materi yang diberikan ke siswa tak monoton. Tetapi harus diberikan sentuhan lain, salah satunya memadukan dengan permainan maupun materi lain yang trend saat ini. “Saat mengajarkan aksara misalnya, materi bisa diisi gambar tokoh kartun yang disenangi,” katanya.Cara yang dilakukan itu dinilai sangat efektif. Keinginan siswa untuk belajar tumbuh dengan sendirinya. Tidak ada sebuah paksaan. Selain itu, materi yang diberikan juga semakin cepat dipahami dan tak membosankan . “Sekarang siswa yang menunggu untuk diajar. Kalau dulu sulit sekali mengumpulkan,” imbuh penyuluh asal Lingkungan Sidembunut, Kelurahan Cempaga, Bangli ini. (sos)

Ditemukan, Mayat di Pesisir Gilimanuk Negara (Bali Post) Sesosok mayat tanpa identitas ditemukan di pesisir pantai belakang monumen operasi lintas laut Jawa Bali Lingkungan Penginuman Gilimanuk Kecamatan Melaya, Sabtu (10/12) sore kemarin. Mayat pertama kali ditemukan oleh Muslimin (60), seorang nelayan dari Lingkungan Asih, Gang V, Kelurahan Gilimanuk, Melaya saat melintas di pesisir pantai dengan sepeda motor. “Saat menemukan seperti orang tidur. Saya sedang melintas dan saya terkejut terus saya cek ternyata benar mayat tapi sudah hancur dan susah dikenali,” jelasnya. Secara keseluruhan tubuh mayat tersebut sudah hancur dan tanpa kepala, tanpa kaki, tanpa tangan, namun di beberapa bagian tubuhnya masih berbentuk. Namun daging sudah membusuk dan masih mengenakan baju kaus lengan panjang warna hitam bertuliskan “forever live”, dengan warna tulisan putih dan terdapat tali BH warna merah serta dari ciri-ciri mayat tersebut berjenis kelamin wanita. Setelah penemuan mayat tersebut dilaporkan ke Polsek Gilimanuk. Kemudian tim identifikasi Polres Jembrana mendatangi TKP bersama tim medis dari Puskesmas Gilimanuk. Selanjutnya dengan dibungkus plastik khusus, mayat dievakuasi guna pemeriksaan lebih lanjut ke Puskesmas Gilimanuk dan berlanjut dibawa ke RSUD Negara. Kasat Reskrim Polres Jembrana, AKP Yusak A. Sooai seizin Kapolres Jembrana membenarkan penemuan mayat tersebut. Dari hasil pemeriksaan dokter di RSU, tulang rusuk bagian kanan hilang, tengkorak hilang, ruas kedua tangan dan kaki hilang. Masih misteri kapan dan apa penyebab kematian hingga akhirnya terdampar di Gilimanuk. Kasat Reksrim Polres Jembrana AKP Yusak A. Sooai dan Kapolsek Kawasan Laut Gilimanuk Kompol A.A. Gde Arka menduga mayat tersebut sudah sejak sebulan berada di laut dan diduga terbawa arus dan terdampar di pesisir pantai. Pihaknya akan menyebarkan informasi sesuai ciri-ciri mayat tersebut ke seluruh jajaran Polres. “Bagi yang kehilangan keluarganya bisa mengecek dan mencocokkan sesuai dengan ciri-ciri mayat tersebut,” katanya. (kmb26/kmb)

Bali Post/kmb23

NATAL - Sejumlah perajin terlihat sedang menyelesaikan pembuatan patung sinterklas, di Jalan Arjuna, Denpasar. Menjelang hari Natal, perajin mulai banyak menerima pesanan pernak-pernik Natal untuk pajangan di Hotel maupun tempat-tempat umum. Untuk satu buah patung ini dijual mulai harga Rp 2,5 juta sampai Rp 3,5 juta.

Komnas HAM Desak Kapolda

Hentikan Dugaan Kriminalisasi Aktivis ForBALI

Denpasar (Bali Post) Komnas HAM RI menindaklanjuti aduan Forum Rakyat Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa (ForBALI). Dalam rilis yang diterima Bali Post Sabtu (10/12) kemarin, ForBali menjelaskan bahwa Komnas HAM sudah bersurat ke Kapolda Bali untuk menghentikan dugaan kriminalisasi aktivis ForBali. Dalam pengaduannya kepada Komnas HAM RI, ForBALI menyampaikan telah terjadi larangan disertai dengan penganiayaan dan pemukulan yang dilakukan oleh aparat negara terhadap aktivis ForBALI pada saat pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) pada tanggal 11 Juni 2016. ForBALI juga menyampaikan telah terjadi pembungkaman, pengekangan, dan pemberangusan berekspresi terhadap aktivis Human Right Defender, seniman dan masyarakat adat Bali yang menolak reklamasi Teluk Benoa. Dalam penolakan reklamasi Teluk Benoa yang telah berlangsung tiga tahun ini telah terjadi perusakan dan penurunan baliho tolak reklamasi Teluk Benoa oleh oknum aparat negara. Komnas HAM RI juga menerima pengaduan dugaan kriminalisasi terhadap Aktivis ForBALI, I Gusti Putu Dharmawijaya, pada tanggal 19 September 2016 yang diadukan oleh Indonesia Police Watch (IPW) Bali. Di dalam pengaduannya, Komnas HAM RI menerima aduan bahwa I Gusti Putu Dharmawijaya dilaporkan oleh polisi kepada Kepolisian (laporan model A) dengan tuduhan menurunkan Bendera Merah Putih pada saat aksi tolak reklamasi Teluk Benoa pada tanggal 25 agustus 2016 di depan gedung DPRD Bali. Selanjutnya atas laporan polisi tersebut, telah terjadi penangkapan dan penetapan tersangka terhadap I Gusti Putu Dharmawijaya tanpa dilengkapi surat penangkapan oleh anggota kepolisian pada tanggal 7 september 2016.

Atas aduan tersebut, Komnas HAM RI melalui Koordinator Subkomisi Pemantauan dan Penyelidikan, Siane Indriani melalui surat bernomor 2.024/K/ PMT/XI/2016 tertanggal 28 November 2016 yang ditujukan langsung kepada Kapolda Bali meminta penghentiaan dugaan kriminalisasi terhadap aktivis ForBALI, Indonesia Police Watch (IPW) Bali dan Masyarakat Adat Bali terkait demo dan penggunaan atribut penolakan reklamasi Teluk Benoa. Di dalam surat yang bersifat segera tersebut, ada tiga poin desakan yang disampaikan kepada Kapolda Bali. Secara tegas Komnas HAM RI mendesak Kapolda Bali untuk menghentikan praktik kriminalisasi, pembungkaman, pengekangan, dan pemberangusan kebebasan berekspresi terhadap rakyat Bali yang menolak reklamasi Teluk Benoa karena hal tersebut merupakan hak konstitusi warga. Surat itu juga berisi menjaga situasi yang kondusif dengan menghentikan praktik kriminalisasi, kekerasan, pembungkaman, pengekangan, dan pemberangusan kebebasan berekspresi terhadap aktivis Human Right Defender, seniman dan masyarakat adat Bali yang menolak reklamasi Teluk Benoa. Kebebasan berbicara atau berpendapat merupakan hak konstitusi setiap warga negara Indonesia yang diatur di dalam pasal 28 E ayat (3) UndangUndang Dasar 1945. Terhadap kriminalisasi yang menimpa aktivis ForBALI, I Gusti Putu Dharmawijaya, Komnas

HAM RI juga mendesak Kapolda Bali menghentikan proses pidana terhadap I Gusti Putu Dharmawijaya. Melakukan evaluasi dan menghentikan proses pidana saudara I Gusti Putu Dharmawijaya karena diduga tidak sesuai dengan syarat penangkapan yang diatur di dalam pasal 18 dan 19 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), demikian tertulis di dalam poin ketiga desakan Komnas HAM RI kepada Kapolda Bali. Komnas HAM RI mendesak Kapolda Bali melakukan pemerikasaan terhadap oknum anggota polisi yang diduga melakukan pemukulan dan penganiayaan terhadap aktivis ForBALI pada saat pelaksanaan Pesta Kesenian Bali (PKB) pada 11 Juni 2016. Untuk menunjukkan adanya pemenuhan dan penghormatan HAM khususnya hak untuk hidup, hak atas rasa aman, hak atas kebebasan pribadi dan hak memperoleh keadilan yang dijamin di dalam pasal 9 ayat (3), pasal 18 pasal 23, pasal 25, pasal 30 dan pasal 34 Undang-undang nomor 39 tahun 1999 Jo Undang-undang No. 12 tahun 2005 tentang ratifikasi kovenan Hak Sipil dan Politik, Komnas HAM RI meminta tindakan segera dari kepolisian atas rekomendasi yang telah diterbitkan. Atas pengaduan yang diterima Komnas HAM, pihak Komnas HAM meminta kepada Kapolda Bali untuk sesegera mungkin memberikan penjelasan. Surat yang ditujukan kepada Kapolda Bali tersebut selain ditembuskan kepada para pihak yang melakukan pengaduan, ForBALI dan Indonesia Police Watch (IPW) Bali juga ditembuskan kepada Presiden Republik Indonesia, Ketua Komisi III DPR RI, dan juga Ketua Komnas HAM. (r)

KPU Buleleng Tindak Lanjuti Putusan PT TUN

Paket Surya Resmi Jadi Pasangan Calon

BPM/wan

STAN KULINER - Sejumlah pekerja mulai membuat penggak dengan bahan bambu untuk stan para pedagang makanan khas Bali yang digunakan dalam acara menyambut pergantian tahun di Jalan Gajah Mada, Denpasar, Sabtu (10/12) kemarin.

Singaraja (Bali Post) Ketua KPU Buleleng Gede Suardana, S.Pd., M.Si. menjelaskan, mengacu terhadap keputuan PT TUN Surabaya, menetapkan pasangan calon (paslon) Dewa Nyoman Sukrawan-Gede Dharma Wijaya (Paket Surya) sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati Buleleng dalam Pilkada 2017. “Berdasarkan putusan PT TUN maka kita akan menetapkan pasangan Dewa Nyoman SukrawanGede Dharma Wijaya sebagai paslon yang memenuhi syarat. Tetapi, dalam proses pleno kita akan mengundang kedua pasangan calon,” jelas Suardana Sabtu (10/12) kemarin. Suardana memaparkan, sepekan mendatang beberapa agenda sudah disusun KPU.

Pascapleno menyikapi putusan PT TUN, salah satunya melakukan penetapan paslon memenuhi syarat, pengundian nomor urut dan kampanye bersama. “KPU akan melakukan perubahan tahapan. Kemudian 12 Desember 2016 melakukan penetapan paslon memenuhi syarat, 13 Desember 2016 pengundian nomor urut terhadap kedua paslon, dan 16 Desember 2016 dimulai kampanye bersama untuk kedua paslon berdasarkan putusan PT TUN,” paparnya. Pascaputusan PT TUN tentu KPU kembali menyusun programprogram, misalnya akan menyusun spesifikasi pengadaan surat suara. Hal lain ke depan mengenai penandatanganan deklarasi kampanye pemilihan kepala dae-

rah berintegritas. “Substansinya adalah kita akan melakukan penandantanganan deklarasi kampanye atau pemilihan kepala daerah berintegritas, mengenai teknis kegiatan kami akan kaji lebih lanjut,” ucapnya. Sebelumnya, Paket Surya sempat dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS), lanjut Suardana, setelah putusan PT TUN keluar seluruh aturan yang menyatakan Paket Surya TMS akan dicabut KPU. “Jadi, semua produk hukum dikeluarkan KPU dan yang menyatakan bahwa paslon Dewa Nyoman Sukrawan dan Gede Dharma Wijaya tidak memenuhi syarat, akan dicabut dan tidak berlaku lagi berdasarkan putusan PT TUN,” ujarnya. (kmb34)

Denpasar (Bali Post) Kantor pemerintahan dalam Perda Provinsi Bali No.10 tahun 2011 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) sebetulnya adalah ruangan atau area yang dinyatakan dilarang untuk merokok. Namun, di lobi bagian utara DPRD Bali justru sedang dibangun ruangan khusus merokok berdinding kaca. Ruangan ini pun menuai kritik anggota dewan, yang sebelumnya melahirkan produk hukum Perda KTR itu. “Saya protes keras, Perda KTR kan melarang. Kantor pemerintahan harus steril. Bagaimana mau mengawasi pelaksanaan perda, kalau DPRD Bali melanggar,” ujar Ketua Komisi IV DPRD Bali, Nyoman Parta, di Denpasar, Sabtu (10/12) kemarin. Parta menegaskan, ruangan khusus merokok yang masih dalam proses pembangunan itu harus dibongkar. Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris DPRD Bali I Wayan Suarjana mengaku baru membaca isi Perda KTR dan membenarkan bila tempat kerja termasuk perkantoran pemerintah baik sipil maupun TNI dan Polri merupakan kawasan tanpa rokok. “Tetapi pemikiran saya kemarin, karena sulitnya melarang merokok, kita membuat tempat supaya dia bisa disiplin,” ujarnya. Selama ini, lanjut Suarjana, Tim Kebersihan dari Badan Lingkungan Hidup

selalu mengingatkan tentang banyaknya sampah puntung rokok yang berserakan di area gedung dewan. Puntung rokok tersebut dikatakan selalu menjatuhkan nilai DPRD Bali terkait kebersihan. “Maka dari itu, saya pada saat itu berpikir bagaimana cara mengatasi ini supaya nanti ke depannya tidak ada lagi. Saya meminta maaf memang belum membaca sepenuhnya waktu itu Perda KTR. Kalau dikaitkan dengan Perda memang tidak boleh, tetapi dikaitkan dengan sehari-harinya kesulitan itu,” paparnya. Suarjana mengaku akan melapor kepada pimpinan DPRD Bali Selasa (13/12) mendatang. Kalau memang tidak boleh membangun ruangan khusus merokok, pihaknya akan membongkar bangunan yang hampir jadi itu. Namun, ada pula opsi lain yang disiapkan yakni memindahkan ruangan khusus merokok di halaman belakang DPRD Bali. “Kalau memang bisa dibikinkan di kawasan belakang, di bale bengong itu. Saya koordinasi dulu, kalau berkenan untuk mengantisipasi orang merokok sembarangan, ya... saya pindahkan tempat. Kalau toh memang tidak memungkinkan, kita batalkan. Anggarannya nanti dikembalikan ke kas daerah,” ujarnya. (kmb32)

BPM/kmb

BANTUAN - Kapolres Jembrana diwakili Kabag Sumda dan Kapolsek Kawasan Laut Gilimanuk ketika menyerahkan bantuan kursi roda kepada nenek Parmi yang mengalami lumpuh di Gilimanuk.

Bantuan Kursi Roda dari Polres Jembrana Negara (Bali Post) Kapolres Jembrana AKBP Djoni Widodo diwakili Kabag Sumda Polres Jembrana Kompol Made Prihenjagat dan Kapolsek Kawasan Laut Gilimanuk Kompol A.A. Gde Arka serta relawan Sabtu (10/12) kemarin, menyerahkan bantuan kursi roda kepada Nenek Parmi (80) di Lingkungan Arum Kelurahan Gilimanuk. Kapolres Djoni Widodo mengatakan kalau pihaknya tidak hanya bertugas melakukan pengamanan namun juga sebagai pelayan masyarakat yang juga peduli dengan warga yang tidak mampu dan sakit. “Sepanjang kita bisa bantu kita ingin hadir untuk misi kemanusiaan peduli pada sesama karena kita juga sebagai pelayan masyarakat,” jelasnya. Kapolres mengatakan begitu pihaknya mendapat informasi kalau ada nenek lumpuh kurang mampu memerlukan kursi roda, pihaknya langsung memberikan bantuan. “Pihaknya

berharap agar kegiatan sosial Polres Jembrana juga bisa berkesinambungan,” harapnya. Nenek Parmi yang lumpuh karena stroke menyampaikan terima kasih karena doanya bisa mendapatkan kursi roda bisa terwujud. Nenek mengalami lumpuh karena stroke dan berharap mendapatkan bantuan kursi roda yang layak karena nenek ingin bisa dudukduduk di depan rumah anaknya. Sementara menantunya, Yantini, yang merawat nenek tidak kuat menggotong nenek sendirian. Nenek tinggal bersama anak menantunya yang hanya bekerja sebagai nelayan kecil di Gilimanuk sejak empat tahun lalu. Nenek ikut bersama anak semata wayangnya, Sudiarto. Awalnya, nenek tinggal di Jember namun karena suaminya meninggal dan nenek sakitsakitan sehingga diboyong ke Gilimanuk. Sejak tiga minggu ini, nenek lumpuh karena stroke. (kmb)

BPM/kmb34

RILIS PUTUSAN - Ketua KPU Buleleng Gede Suardana, S.Pd., M.Si. (tengah) bersama jajaran komisioner melakukan rilis putusan PT TUN dan menyatakan pasangan jalur perseorangan Dewa Nyoman SukrawanGede Dharma Wijaya sebagai pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Buleleng 2017-2022.

z Perintis : K.Nadha, z Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha zPemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata zRedaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana zSekretaris Redaksi: Sugiartha zRedaktur Eksekutif: Parwata zRedaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra zAnggota Redaksi Denpasar: Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Sumatika, Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Parwata, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada. Bangli: IA Swasrina, Sosiawan, Buleleng: Dewa Kusuma, Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya, . Karangasem: Budana, Bagiarta, Klungkung: Dewa Dedy Farendra, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto zKantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta, zAlamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Sumbangan untuk orang sakit Rek. BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00016-8 A/n Simpati Anda,BCA Cabang Denpasar No.040.3555000 A/n Simpati Anda, Dana Punia Pura Rek.BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00017-1 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3966000 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3277000 A/n Dompet Beasiswa, BCA Cabang Denpasar No. 040.3688000 A/n Dompet Lingkungan. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


DAERAH

Minggu Kliwon, 11 Desember 2016

3

Coca-Cola Amatil Indonesia

Donasikan Tempat Sampah untuk Kota Denpasar TERUS upayakan kebersihan dan kelestarian lingkungan, Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI) donasikan 100 tempat sampah dan 200 tanaman parigata untuk didistribusikan di berbagai titik di Kota Denpasar, Senin (5/12) lalu. Tempat sampah dan tanaman parigata ini secara simbolis diserahkan oleh Indah Triyanti, Public Affairs & Communications untuk Indonesia Timur selaku perwakilan CCAI, dan diterima langsung oleh Wali Kota Denpasar, I.B. Rai Dharmawijaya Mantra di Kantor Wali Kota Denpasar. “Sebagai perusahaan yang memproduksi minuman dan kemasannya, partisipasi dalam pengelolaan sampah post-consumer menjadi

salah satu perhatian kami. Setiap tahun CCAI mengalokasikan ratusan tempat sampah di seluruh Indonesia, terutama di sekitar area sekitar kantor kami, guna meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan dan mengurangi sampah. Kami bermitra dengan pemerintah daerah untuk memastikan bahwa tempat sampah tersebut ditempatkan di titik-titik yang strategis,” ujar Indah Triyanti, Public Affairs & Communications, Coca-Cola Amatil Indonesia. Di tahun 2013, CCAI menyerahkan 500 unit tempat sampah di seluruh wilayah operasinya, di mana tahun 2015 jumlah tersebut meningkat secara signifikan yaitu

SERAHKAN -Penyerahan tempat sampah secara simbolis dilakukan oleh Indah Triyanti, Public Affairs & Communications untuk Indonesia Timur selaku perwakilan CCAI, dan diterima oleh Wali Kota Denpasar, I.B. Rai Dharmawijaya Mantra di Kantor Wali Kota Denpasar.

sebesar 1.000 unit selama satu tahun. Selain melalui donasi tempat sampah, di Bali dan Nusra CCAI juga telah melakukan inisiatif ramah lingkungan lainnya, seperti kegiatan Bali Beach Clean Up, penanaman pohon, aksi bersih-bersih sungai, bantuan pendidikan hingga penyerahan bantuan kebersihan dan kesehatan lainnya untuk masyarakat sekitar pabrik CCAI Bali. CCAI Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI) merupakan perusahaan minuman ringan terkemuka di Indonesia yang memproduksi, mendistribusi dan memasarkan produk-produk yang berada di bawah lisensi The Coca-Cola Company (TCCC). Perusahaan induk CCAI adalah Coca-Cola Amatil (CCA) yang berpusat di Sydney, Australia dan merupakan salah satu produsen terbesar minuman non-alkohol di wilayah Asia Pasifik dan merupakan salah satu produsen Coca-Cola terbesar di dunia. Saat ini CCAI memasarkan 13 merek dalam 6 kategori minuman, yaitu Coca-Cola, Fanta, Sprite, Diet Coke, Coca-Cola Zero, Minute Maid Pulpy, Minute Maid Fruit Bite, Frestea, A&W, Schweppes, Minute Maid Nutriboost, Aquarius, dan Ades. CCAI memiliki 8 pabrik yang berada di Cibitung, Cikedokan, Medan, Lampung, Bandung, Semarang, Surabaya dan Denpasar. Lebih dari 200 pusat distribusi dan kantor penjualan; dan mempekerjakan 12.000 karyawan yang tersebar di seluruh Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut tentang CCAI kunjungi www.coca-colaamatil. co.id. (ad301)

Wisuda Sarjana IV STAI Denpasar

Laksanakan Ujian Skripsi dengan Standar Nasional Pendidikan Tinggi SEKOLAH Tinggi Agama Islam (STAI) Denpasar, Bali menggelar Wisuda Sarjana IV di Hotel Harris Cokroaminoto, Denpasar, Sabtu (10/12). Wisuda diikuti 57 orang, yakni 34 orang dari Prodi Kependidikan Islam dan 23 orang dari Prodi Ekonomi Syariah. Sedangkan satu Prodi lagi, yakni Prodi Pendidikan Agama Islam belum meluluskan mahasiswa pada wisuda yang bertepatan dengan 10 Rabiul Awal 1438 H ini. Ketua STAI Denpasar-Bali, Jumari, S.P., M.Pd., mengatakan lulusan terbaik memang meraih Indeks Prestasi Kumulatif tidak lebih dari 3,5. Namun, ujian skripsi atau munaqosah di STAI menerapkan standar sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SNPT). Artinya, semua hal berkaitan dengan skripsi kali ini diperhatikan dengan sungguh-sungguh. “Ini juga kekhususan, karena ada yang tidak lulus ujian skripsi 4 orang. Kalau tahun-tahun lalu tidak pernah terjadi. Entah itu bisa dikatakan prestasi atau tidak, yang jelas untuk proses penilaian skripsi tahun ini kita melaksanakan dengan sungguh-sungguh proses penilaian sarjana dengan berpedoman pada SNPT,” ujarnya. Jumari menambahkan, tahun ini juga mulai menerapkan Peraturan Menteri Agama No.33 Tahun 2016. Gelar akademik untuk lulusan perguruan tinggi keagamaan, untuk pertama kalinya tidak memakai “I” atau “Sy”. Jika dulu Sarjana Kependidikan Islam bergelar S.Pd.I kini hanya menjadi S.Pd. Sementara Sarjana Ekonomi Syariah yang dulu bergelar S.E.Sy, sekarang hanya S.E. saja. “Ini juga wisuda pertama dalam masa jabatan saya sebagai Ketua STAI Denpasar periode 2016-2020. Kemudian sekarang ada penerapan baru tentang Permendikbud No.139 Tahun 2014 bahwa Ketua Senat Akademik dan Ketua STAI Denpasar Bali tidak boleh dijabat oleh satu orang yang sama,” imbuhnya.

BMP/mud

SAMPAH - Banjir akibat meluapnya air sungai berakibat kotornya lingkungan pantai. Mengatasi persoalan ini, Disbupdar, PHRI dan elemen masyarakat rutin menggalakkan aksi bersih pantai.

Musim Hujan

Pesisir Buleleng Dikotori Sampah Kiriman Singaraja (Bali Post) Sejak beberapa hari terakhir ini Buleleng mulai dilanda hujan deras, hingga memicu banjir akibat air sungai meluap. Tidak hanya menimbulkan bencana alam, aliran banjir di daerah ini mulai mengotori lingkungan pantai. Hal ini diperparah lagi setiap hujan alur sungai akan mengalirkan volume air besar dan menghanyutkan sampah. Tak pelak beberapa hari terakhir ini sampah plastik, ranting, dan balok kayu glondongan menumpuk di tepi pantai. Kondisi lingkungan pantai yang rawan terganggu dengan sampah kiriman di musim hujan dikhawatirkan menganggu kenyamanan wisatawan yang datang berkunjung ke Buleleng. Apalagi memasuki pertengahan Desember hingga Januari 2017 mendatang, kunjungan wisatawan ke Bali Utara diprediksi meningkat. Ini seiring datangnya musim libur hari raya Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2017. Mengantisipasi jangan sampai kenyamanan wisatawan terganggu

akibat kondisi lingkungan pantai kotor, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) bersama pelaku pariwisata dan warga mulai menggalakkan gerakan pembersihan di pesisir. Sejak beberapa hari terakhir, pembersihan pantai dilakukan mulai dari kawasan Pantai Lovina (Kecamatan Buleleng), Pantai Pemuteran (Kecamatan Gerokgak), dan beberapa daerah pesisir lainnya. Kepala Disbudpar Ir. Nyoman Sutrisna, M.M., Sabtu (10/12) kemarin mengatakan daerah tujuan wisata (DTW) di daerahnya sebagian besar berada di pinggir pantai. Memasuki musim hujan seperti sekarang ini, lingkungan DTW di pesisir pantai rawan akan dikotori oleh sampah kiriman. Jika persoalan ini tidak diantisipasi sejak dini, Sutrisna khawatir wisatawan akan terganggu pada saat menghabiskan liburnya di Bali Utara. Untuk itu pihaknya bersama pelaku pariwisata, aparat desa, dan elemen masyarakat lainnya menggalakkan aksi bersih

pantai secara terjadwal. Kawasan pantai yang sudah disasar dengan program ini seperti di Pantai Lovina. Selain itu, pesisir pantai di Pemuteran dan daerah lain yang sempat terjadi banjir beberapa waktu lalu juga sudah disasar dalam aksi bersih pantai tersebut. “Setelah kita koordinasikan dengan pelaku pariwisata, sampah kiriman di pantai itu masih banyak dan ini kami coba melakukan aksi pembersihan secara terjadwal,” jelasnya. Selain program menjaga kebersihan lingkungan pantai, Disbudpar belakangan juga gencar mengkampanyekan konsep Sapta Pesona agar tetap dipraktekkan. Dengan penyadaran itu, dirinya yakini wisatawan nyaman menghabiskan liburannya. “Dalam berbagai kesempatan, kami kampanyekan Sapta Pesona tidak saja kelangan pelaku wisata, tetapi warga di sekitar DTW kita rangsang mengimplementasikan konsep ini,” jelas Kelian Desa Pakraman Buleleng ini. (kmb38)

Serangkaian HKSN, PT Taspen Bagikan Sembako Gratis di Kayubihi

WISUDA - Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Denpasar, Bali menggelar Wisuda Sarjana IV di Hotel Harris Cokroaminoto, Denpasar, Sabtu (10/12) yang diikuti 57 wisudawan dan wisudawati. Kepada para lulusan, Jumari berpesan agar tetap menjaga martabat kewibawaan serta kualitas STAI Denpasar. Dengan cara menunjukkan sikap, ilmu, dan ketrampilan yang sudah diperoleh selama berkuliah di STAI. Pasalnya, mereka akan tetap memiliki ikatan psikologis dengan STAI meskipun sudah tamat dan terjun di masyarakat. “Harapan saya supaya tidak lepas, karena di masyarakat masih tetap melekat sebagai perpanjangan tangan STAI,” jelasnya. Sementara di internal institusi, lanjut Jumari, upaya peningkatan kualitas akan terus dilakukan. Diawali dengan proses seleksi mahasiswa baru di tahun 2017 yang menerapkan pola seleksi ketat. Harapannya, agar dalam proses perkuliahan tidak ada mahasiswa yang ternyata tidak sesuai dengan standar. “Kemudian kita juga akan melaksanakan rencana alih status dari sekolah tinggi menjadi institut. Kita

akan membuka prodi baru sebanyak 4 prodi dimulai tahun 2017, sehingga nanti pada saat alih status, kita sudah memiliki persyaratan sesuai SNPT yakni 3 fakultas yang terdiri dari 7 prodi,” paparnya. Menurut Jumari, 4 prodi baru yang akan dibuka adalah Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Prodi Perbankan Syariah, Prodi Manajemen Dakwah, serta Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam. Sejak berdiri tahun 2008, pihaknya telah meluluskan total 219 mahasiswa. Masing-masing. 60 orang pada wisuda pertama tahun 2013, 55 orang pada wisuda kedua tahun 2014, 47 orang pada wisuda ketiga tahun 2015, dan 57 orang pada wisuda keempat tahun ini. Lulusan terbaik pada Wisuda Sarjana IV diraih Lenny Hidayati dari Prodi Kependidikan Islam dengan IPK 3,41 dan Mochamad Yamin dari Prodi Ekonomi Syariah dengan IPK 3,40. (ad611)

SERANGKAIAN Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN), PT Taspen Cabang Denpasar memberikan bantuan sembako gratis kepada ratusan warga di Desa Kayubihi, Bangli, Sabtu (10/12) kemarin. Hal tersebut untuk meringankan beban masyarakat kurang mampu di tengah kebutuhan yang semakin kompleks. Kepala PT Taspen Persero Cabang Denpasar I Gede Agus Adi Sucipto mengungkapkan kegiatan yang dilaksanakan itu sudah menjadi hal rutin setiap tahun. Tujuannya tak lain untuk meringankan beban masyarakat yang masuk daftar kurang mampu. “Ini sudah menjadi hal rutin yang kami laksanakan setiap tahun. Sasarannya warga yang kurang mampu,” ujarnya didampingi Kabid Personalia dan Umum (Persum) Pala Durman dan Humas dan Pengelola Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) PT Taspen I Wayan Sutasma. Sembako yang dibagikan mencapai 250 paket, yang masing-masing berisi beras, minyak, gula dan beberapa produk lainnya. Selain berkaitan dengan HKSN, program ini juga sering dirangkaikan dengan kegiatan lain yang diselenggarakan pemerintah, baik provinsi maupun kabupaten. “Program lain, seperti bedah rumah, perbaikan pura dan aksi peduli lingkungan juga kami lakukan. Kegiatan mengacu pada kebutuhan masyarakat,” kata pria asal Buleleng ini.

SEMBAKO - Kepala PT Taspen Persero Cabang Denpasar I Gede Agus Adi Sucipto (kanan) menyerahkan sembako kepada salah satu warga Desa Kayubihi, Bangli, Sabtu (10/12) kemarin, didampingi Kabid Kelembagaan Sosial Dinas Sosial Provinsi Bali, I Wayan Parmiyasa (paling kiri). Kabid Kelembagaan Sosial Dinas Sosial Provinsi Bali, I Wayan Parmiyasa mengatakan belakangan ini kebutuhan masyarakat semakin kompleks. Kondisi yang demikian mengakibatkan beban masyarakat kurang mampu semakin besar. Meminimalisir persoalan itu, pemberian bantuan oleh PT Taspen menjadi salah satu alternatif. Program ini juga mendapat apresiasi Gubernur Bali, I Made Mangku Pastika yang hadir pada acara tersebut. “Partisipasi lembaga swasta untuk

meningkatkan kesejahteraan warga sangat positif dan perlu ditingkatkan,” tegas Pastika. Sementara itu, Perbekel Kayubihi, Bangli I Ketut Widiana mengharapkan program ini bisa berlangsung secara berkelanjutan. Sasarannya pun tak hanya masyarakat Kayubihi saja, tetapi juga daerah lain di Bali yang masih mengantongi warga kurang mampu. “Ini sangat baik. Masyarakat sangat mengapresiasi,” imbuhnya. (ad302)

Volume Penjaminan Kredit Jamkrindo Capai Rp 2,378 Triliun

BPM/kmb

MTLS - Kongres Majelis Luhur Tamansiswa (MLTS) dan Persatuan Keluarga Besar Tamansiswa (PKBTS) yang berlangsung 5–8 Desember 2016 berhasil mengukuhkan pengurus baru. Ki Prof. Dr. Sri Edi Swasono kembali terpilih sebagai Ketua Umum MLTS. Penutupan kongres di Pendopo Tamansiswa dimeriahkan pertunjukan tarian dolanan anak-anak khas Tamansiswa serta tarian Bali oleh anak–anak tuna rungu. Tarian Bali yang dibawakan oleh anak–anak dari Sanggar Sandi Muni Kumara yang merupakan sanggar tari khusus penyandang disabilitas tuna rungu berhasil memukau penonton yang hadir. Nilai–nilai kebudayaan sebagai dasar pendidikan dan pembangunan sangat kental mewarnai kongres Tamansiswa kali ini. Kongres ini memformulasikan arah kebangkitan Tamansiswa baru pada saat ulang tahun emas 100 tahun Tamansiswa tahun 2022 mendatang. Selanjutnya, Renaisans Taman Siswa emas diharapkan mampu memberi kontribusi nyata bagi generasi emas pada saat perayaan ulang tahun emas 100 tahun kemerdekaan Indonesia. Revitalisasi Tamansiswa sudah bersifat mutlak. Artinya, ajaran Ki Hadjar Dewantara yang dipercaya terapi terbaik untuk pendidikan karakter bangsa Indonesia bisa diwujudkan sehingga mampu menjadi kebanggaan.

Denpasar (Bali Post)Hingga November 2016, volume penjaminan kredit Jamkrindo Cabang Denpasar mencapai Rp 2,378 triliun. Dari Rp 2,378 triliun tersebut, Rp 1,878 triliun merupakan volume penjaminan KUR. Sedangkan sisanya yaitu Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) Rp 20,2 miliar, kredit umum baik untuk modal kerja maupun investasi sebesar Rp 60,8 miliar, kredit surety bond sebesar Rp 56,8 miliar, kredit multiguna Rp 179,3 miliar, kredit mikro (umum, bukan KUR) Rp 48,8 miliar, kontra bank garansi Rp 5,16 miliar, kredit konstruksi yang sumber dananya dari APBN/APBD Rp 48,47 miliar, kredit umum Mandiri Rp 1,5 miliar, BRIGuna Rp 78,28 miliar. Dari volume penjaminan kredit tersebut, kata Sugiyono Kepala Jamkrindo Cabang Denpasar, BRI lebih banyak menjaminkan kreditnya karena dengan menjaminkan kredit nasabah ke Jamkrindo, mitigasi risikonya lebih bagus. “Artinya, di samping ada agunan yang dipersyaratkan, dia masih menggunakan kita (Jamkrindo),

maka dia akan lebih likuid karena ketika terjadi klaim, segera kita bisa bayar, karena kalau adakan lelang terhadap agunannya itu akan lama,” ujarnya belum lama ini. Lanjutnya, meskipun ada sedikit biaya tambahan karena nasabah harus membayar premi (imbal jasa penjaminan), namun manfaatnya baik untuk bank dan nasabah, mengingat dengan menggunakan penjaminan Jamkrindo, agunan dari nasabah bisa lebih sedikit. Kalaupun agunan yang dipersyaratkan bank sudah cukup, nasabah bisa menaikkan plafon dengan jaminan dari Jamkrindo. Jamkrindo hanya membebankan imbal jasa penjaminan atau premi rata-rata 1,5 persen selama satu tahun dari plafon kredit dan dibayarkan di muka. Jamkrindo pun dapat menjaminkan kredit modal kerja dan investasi hingga maksimal 75 persen. Apabila terjadi klaim, pihaknya akan membayar terlebih dahulu sejumlah yang dibayarkan, maka bunganya akan berhenti sehingga nasabah tidak akan dikenai bunga lagi, dan kemudian nasabah tinggal mengangsur ke bank sebesar

yang dibayarkan Jamkrindo sebelumnya. “Klaim akan kita bayar apabila kreditnya bermasalah. Jadi nanti apabila bank sudah menyatakan kolektibilitasnya sudah turun, macet, maka bank berhak untuk klaim ke Jamkrindo, kemudian Jamkrindo membayar klaim itu sejumlah berapa persen kita menjamin,” imbuhnya. Achmad Muhlison, Kepala Jamkrindo Kanwil VII Denpasar yang mewilayahi tiga Provinsi yaitu Bali, Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat mengatakan, target pembayaran klaimnya Rp 35 miliar dan sudah tercapai 80 persen. Sedangkan Jamkrindo Cabang Denpasar sudah mencapai 96 persen. “Anggaran klaim untuk cabang Denpasar Rp 15,09 miliar, dan kita sudah membayarkan Rp 14,21 miliar, ini merupakan salah satu komitmen kita membayar klaim,” tandasnya. Sektor terbanyak volume penjaminan kreditnya yaitu jasa perdagangan dengan presentase 98 persen, agrobisnis 1 persen, dan industri, pertambangan 1 persen. (kmb42)


4

Minggu Kliwon, 11 Desember 2016 SENI RUPA - Bali sepertinya mulai menggeliat. ada beberapa hal menarik yang patut disoroti sepanjang tahun 2016 ini. Misalnya saja pertumbuhan ruang dan komunitas seni rupa di Bali yang cukup signifikan. Selain itu dinamika geraknya yang menunjukkan beberapa gejala seperti seniman lokal yang cenderung makin bersifat komunal, dan juga seniman asing di Bali yang mulai aktif kembali.

Catatan Akhir Tahun Seni Rupa di Bali

Pertumbuhan Ruang dan Dinamika Gerak Seni Rupa di Bali SAMPAI hari ini, seni rupa Bali masih berada di ranah kesimpangsiuran, apakah diakui sebagai bagian dari jaringan seni rupa kontemporer Indonesia atau tidak lantaran sejumlah alasan. Dari segi kesejarahan, seni rupa Bali memang kerap dipandang berbeda karena terpisah dari sejarah pergerakan nasionalisme Indonesia yang di Jawa dimotori oleh kelompok Persagi, Pelukis Rakyat, dan Seniman Indonesia Muda (SIM). Sementara di Bali pada masa itu justru bergandeng erat dengan kolonialis, dan menerima begitu saja pengaruh-pengaruh barat yang disusupkan melalui gerakan Pitamaha. Berangkat dari aspek inilah seringkali membuat seni rupa Bali lantas dipandang sebagai anak angkat di medan seni rupa Indonesia. Termasuk ketika melihat perkembangan seni rupa Bali pasca-Pitamaha dan kemerdekaan Indonesia, ia menjadi gerbong kereta yang berjalan sendiri di rel pariwisata dengan segala bahan bakar yang tersisa dari era Pitamaha. Seni lukis tradisi Bali memang menjadi primadona kala itu bagi para wisatawan asing yang ramai-ramai mengunjungi pulau ini. Dengan segera popularitasnya segera menanjak dan karya-karya tradisi itu tersebar ke berbagai penjuru dunia melalui koper-koper wisatawan tersebut. Dan sekali lagi, seni rupa Bali masih belum dianggap sebagai saudara kandung bagi seni rupa Indonesia. Barulah ketika Sanggar Dewata Indonesia didirikan oleh para seniman berdarah Bali yang menuntut ilmu di Yogyakarta, benang persaudaraan itu mulai terjalin. Seni rupa Bali, melalui Sanggar Dewata mulai diakui sebagai bagian keluarga besar medan seni rupa Indonesia, dan kiprah para seniman itu mulai diakui. Tidak sedikit yang memandang bahwa seniman Sanggar Dewata adalah para seniman yang berhasil melepaskan diri dari pakem tradisi, dan memasuki ranah seni rupa modern Indonesia, meskipun masih membawa konten, ikonografi, maupun stilistika yang berakar dari kultur mereka sebagai orang Bali. Namun semua itu dianggap sah saja untuk memperkaya khasanah seni rupa Indonesia, sejauh menggunakan bahasa yang sama; modernitas! Namun, pengakuan terhadap seni rupa Bali tersebut tidaklah bersifat menyeluruh, para seniman Sanggar Dewata mungkin

menerima kehormatan itu, tapi tetap tidak bagi para seniman yang menetap di Bali. Hal itu sekaligus menjadi dilematis ketika banyak juga seniman Sanggar Dewata yang lantas memutuskan untuk menetap di Bali, sebagian lenyap di telan waktu, dan sebagian lainnya tetap berhasil mempertahankan reputasinya, itupun di ranah nasional. Artinya kiprah mereka di luar Balilah yang tetap menjadi poin perhitungannya. Situasi itu masih berlangsung sampai hari ini. Bali, dengan segudang talenta lokalnya tetap dipandang belum mampu menyentuh kawah pewacanaan dari seni rupa Indonesia. Bahkan ketika namanama asing sekalipun sudah memilih pulau ini sebagai ‘persinggahan hidup’, seni rupa Bali masih belum mampu mengetengahkan dirinya sebagai pusat pembicaraan wacana seni rupa kontemporer Indonesia. Wajah Seni Rupa Bali Memiliki kuota seniman yang tidak terbatas, ruang-ruang yang potensial, dan keragaman pemirsa seni (para penumpang gerbong wisata) ternyata tidak cukup bagi Bali untuk mengembangkan pewacanaan seninya lebih lanjut dewasa ini. Berbagai upaya mungkin pernah dicoba, tapi sebagian besar runtuh sebelum berhasil ditegakkan. Mungkin tulisan ini menjadi sangat skeptis memandang seni rupa Bali saat ini, tapi menurut saya itulah realitas yang harus kita terima ketika kita harus terus menyandingkan Bali dengan kompatriotnya seperti Jogja, Bandung, dan Jakarta. Kita tidak bisa menjadi katak yang bangga di dalam tempurung, dan lupa bahwa di luar sana ada sawah dan sungai yang indah. Tahun lalu, ketika empat kota sekaligus menggelar Biennale dalam waktu yang nyaris berbarengan, Bali juga sempat menggelar sebuah event yang cukup besar, dalam artian merangkum sejumlah besar nama-nama para seniman paling depan saat ini melalui event Bali Art Intervention #1 yang mengangkat tema “Violent Bali”. Event ini digagas oleh Tony Raka Gallery dan dikuratori oleh Arif B. Prasetyo. Setidaknya ini menjadi langkah menarik untuk sedikit menarik perhatian publik yang tentu tersedot keempat event tersebut, apalagi dengan spesifikasi tema yang cukup sensitif. Namun keberlanjutan event tersebut belum juga terlihat, hingga masuk bulan Desember tahun ini, Bali Art Intervention #2 belum juga terdengar rencananya. Ketika pelaksanaannya tahun lalu, kurator Arif B. Prasetyo sempat mengutarakan harapan

Mengembalikan Daya Menulis (Surat) “Nah, botol ini kutinggalkan saja untuk menghiburmu.” BUKAN tanpa alasan Allan Thompson meninggalkan sebotol whisky kepada Kapten Haddock dalam komik kisah Petualangan Tintin: Hiu-Hiu Laut Merah. Pada komik Eropa karangan Herge keluaran 1956 itu, Allan sambil berseloroh mengingatkan bahwa baik Haddock maupun Tintin masih mempunyai waktu sejenak untuk memecahkan masalah sebelum mereka diturunkan di daerah konflik. Herge atau George Remi, dikenal sebagai satu sobekan iklan yang diarsipkannya dengan sosok yang tertib dalam mendokumentasikan baik oleh Herge, kata Michael Farr dalam segala sesuatu. Ia juga kreatif dalam meman- bukunya yang berjudul Tintin the Complete faatkan dokumentasi tersebut untuk memper- Companion. kaya pernik-pernik komik buatannya. Memang di tangan Herge, sesobek kertas, Salah satunya adalah botol whisky itu. Botol selembar kartu pos, atau berbagai model petersebut digambar ulang dengan persis hingga sawat terbang, mobil sport, kapal laut hingga pada detil terkecil. Mudah kemudian dikenali foto-foto majalah National Geographic bisa bahwa botol tersebut adalah whisky Haig, salah menjadi sumber inspirasi dan menjelma ikon-

Mengenal Gejala Osteoarthritis Dini OSTEOARTHRITIS adalah salah satu jenis arthritis yang paling umum terjadi. Kondisi ini menyebabkan sendi-sendi terasa sakit dan kaku. Pembengkakan juga dapat terjadi pada sendi-sendi tersebut. Sendi yang paling sering mengalami kerusakan pada kondisi ini meliputi tangan, lutut, pinggul, dan tulang punggung. Tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa sendi-sendi yang lain juga bisa terserang. Gejala osteoarthritis umumnya berkembang secara perlahan-lahan dan semakin parah seiring waktu. Tingkat keparahan gejala penyakit ini bisa berbeda-beda pada tiap penderita serta lokasi sendi yang diserang. Rasa sakit dan kaku pada sendi merupakan gejala utama osteoarthritis. Gejala ini bahkan bisa membuat penderita kesulitan untuk menjalani aktivitas sehari-hari. Rasa sakit atau nyeri pada sendi biasanya akan muncul ketika sendi digerakkan dan sensasi kaku akan terasa setelah sendi tidak digerakkan untuk beberapa waktu, misalnya saat bangun pagi. Beberapa gejala lain yang mungkin menyertai adalah; Kelenturan sendi yang menurun, sendi yang mudah nyeri, dan lemas otot dan massa otot yang berkurang. Gejala-gejala tersebut bisa datang dan pergi atau terjadi secara terus-menerus.

Kekambuhan ini mungkin bisa dipengaruhi oleh jenis aktivitas yang Anda jalani serta cuaca. Periksakanlah diri Anda ke dokter jika gejala-gejala osteoarthritis yang Anda alami tidak kunjung reda selama beberapa minggu. Pemeriksaan ini memungkinkan dokter untuk mengetahui penyebabnya jika belum terdiagnosis atau tingkat keparahannya jika sudah terdiagnosis. Penyebab dan Faktor Risiko Osteoarthritis menyebabkan tulang rawan mengalami kerusakan secara perlahan-lahan. Tulang rawan adalah jaringan ikat padat yang kenyal dan elastis. Jaringan ini menyelubungi ujung tulang pada persendian untuk melindunginya dari gesekan. Penyebab kerusakan tulang rawan tersebut belum diketahui secara pasti. Tetapi ada beberapa faktor yang

bahwa event ini seharusnya bisa berkelanjutan, tentu dengan tidak hanya bertumpu pada inisiatif dari galeri komersial seperti Tony Raka. Tapi saat itu, ia sendiri belum tahu apakah event ini akan dilaksanakan tahunan atau dua tahunan. Maka kita tunggu saja tahun depan. Berkaca pada pengalaman itu, pada tahun ini Bali sepertinya mulai menggeliat kembali. ada beberapa hal menarik yang patut disoroti sepanjang tahun 2016 ini. Misalnya saja pertumbuhan ruang dan komunitas seni rupa di Bali yang cukup signifikan. Selain itu juga soal dinamika geraknya yang menunjukkan beberapa gejala seperti seniman lokal yang cenderung makin bersifat komunal, dan juga seniman asing di Bali yang mulai aktif kemBali. Melihat pertumbuhan ruang dan komunitas seni rupa di Bali memang cukup menarik lantaran serupa melihat cendawan di musim hujan. Di awal tahun, mengambil momen ulang tahun Pitamaha, sebuah yayasan seni rupa yang bernama Titian memproklamirkan hari lahirnya sekaligus membuka sebuah artspace di Ubud. Yayasan yang didirikan oleh Sumantri Widagdo ini berfokus pada seniman muda lokal dan terutama yang masih memiliki kelekatan dengan unsur tradisi. Arahnya mungkin terbaca untuk mendekati pasar yang selama ini sudah akrab dengan lanskap seni rupa Bali. Namun setidaknya hadirnya yayasan Titian memberi angin segar kepada para pelukis muda yang tersebar di berbagai kantong tradisi, lantaran mereka kini memiliki wadah untuk membangun pewacanaan atas aktifitas kreatif mereka selama ini tanpa harus merasa diminorkan oleh perupa muda yang mendaku diri kontemporer. Selain itu, meski sudah berdiri selama beberapa tahun, tapi untuk kali pertama Ketemu Project and Space yang dimotori oleh pasangan seniman Budi Agung Kuswara dan Samantha Tio menggelar sebuah pameran yang cukup memberi sinyal positif bagi dinamika seni rupa Bali saat ini. Sebagai tribute kepada pelukis Murniasih (alm), mereka menggelar pameran dengan tajuk “Merayakan Murni” di Sudakara Artspace pada Juli silam. Pameran ini cukup menyedot perhatian lantaran beberapa alasan, pertama karena membangkitkan memori publik pada pelukis kontroversial Murniasih yang setelah meninggal pada tahun 2006 nyaris tidak ada pembicaraan penting tentangnya. Padahal sosok dan karya Murni yang dalam kurun waktu relatif singkat mampu menyedot perikon yang masuk dalam komiknya. Tanpa sadar pula ia telah melakukan pendokumentasian sejarah terhadap perjalanan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, sosial dan budaya. Petualangannya ke berbagai penjuru dunia pun, lewat sosok Tintin sang jurnalis, menjadikan komik karyanya legendaries. Sederhana Sosok Allan dihadirkan AAA Daninda dalam sebuah instalasi sederhana pada Baliphex 2016, Reinventing Fine Art Philately of Bali di Kantor Pos Renon, Denpasar 22 November lalu. Event ini pula disertai peluncuran perangko dan sampul peringatan yang dirancang perupa Alit Ambara. Menempati bidang berupa meja kecil dengan taplak warna krem, Allan berupa ‘figurine’ yakni patung dekoratif dalam ukuran kecil, muncul dengan topi khas pelaut, sigaret di ujung mulut serta memegang gelas siap untuk menuang whisky. Melengkapi figurine itu adalah botol anggur Cockburn’s, kotak kayu Mienayoe berisi bundelan perangko, laptop dengan cover perangko dari berbagai penjuru dunia. Tak ada sendok, garpu atau pisau di meja, sebaliknya peneman piring itu sebuah pinset (penjepit logam) dan suryakanta, piranti utama para filatelis dalam menelusur jejak-jejak waktu dan peristiwa pada perangko. Menu utama di atas piring adalah aneka kuliner dari Asia Afrika dan Amerika Selatan dalam bentuk enam lembar perangko keluaran Portugal. Ke mana amplop dan kertas suratnya? Apakah berkirim surat sudah tidak lagi mode di zaman ini? Apakah zaman telah mengikis habis kemampuan menulis surat dan aktivitas itu telah menjadi sejarah? Pertunjukan itu disertai sebuah lampu baca yang temaram. Deretan kastil Jerman serta diduga bisa memicu kondisi itu, yaitu: 1) Usia. Risiko osteoarthritis akan meningkat seiring bertambahnya usia seseorang, khususnya bagi mereka yang berusia di atas 45 tahun. 2) Jenis kelamin. Wanita lebih sering mengalami osteoarthritis dibandingkan pria. 3) Cedera pada sendi. Sendi yang mengalami cedera atau pernah menjalani operasi memiliki kemungkinan osteoarthritis yang lebih tinggi. 4) Obesitas. Berat badan yang berlebihan menambah beban pada sendi sehingga risiko osteoarthritis menjadi lebih tinggi. 5) Faktor keturunan. Risiko osteoarthritis diduga bisa diturunkan secara genetika. 6) Mengidap kondisi arthritis lain, misalnya penyakit asam urat atau rheumatoid arthritis. Diagnosis Tahap awal diagnosis osteoarthritis umumnya meliputi pemeriksaan fisik pada sendi yang terserang. Dokter akan memeriksa apakah ada pembengkakan serta batas gerakan sendi tersebut. Gejala-gejala dan riwayat kondisi kesehatan Anda juga akan ditanyakan oleh dokter. X-ray, MRI scan, serta tes darah kemudian mungkin dianjurkan sebagai pemeriksaan yang lebih mendetail. Selain itu, langkah-langkah pemeriksaan ini berguna untuk memeriksa kemungkinan adanya penyakit lain. Selain

hatian para pengkaji, tidak hanya dari ilmu seni, tapi juga disiplin ilmu lainnya untuk mengkaji karyanya yang banyak mengumbar tema Erotika dan Seksualitas. Yang kedua adalah karena tema itu sendiri, mau tidak mau, Merayakan Murni akan terbawa ke tema erotika dan seksualitas secara dominan. Meskipun ada berbagai perspektif lain yang coba ditawarkan para perupa dan kurator pameran ini. Tema ini tentu jadi menarik di tengah isu yang berkembang saat ini, dominasi maskulin yang terjadi di mana-mana dan dengan berbagai motifnya. Dan yang ketiga adalah corak dan karya dalam pameran ini cukup variatif dan memberi visual baru di tengah lanskap seni rupa Bali yang didominasi lukisan. Keempat, jaringan lintas negara yang dibangun melalui pameran ini yang melibatkan seniman dari sejumlah negara asean dan eropa. Peran Pemerintah Dinamika ruang seni di Bali semestinya menjadi perhatian dari pemerintah, agar kesenian tidak melulu menjadi sektor swasta yang menjadi karib dengan urusan komersil. Hal ini mungkin juga menjadi perhatian bagi pemerintah kota Denpasar yang kemudian menghibahkan pengelolaan Gedung Merdeka kepada para seniman menjadi Denpasar Artspace. Lahirnya ruang ini menjadi penting untuk disoroti karena adanya visi baru dari pemerintahan sebuah kota yang secara terbuka mulai memperhatikan kepentingankepentingan publik. Termasuk aspek kesenian dan kebudayaannya. Hal ini juga yang mestinya menjadi perhatian bagi pemerintah di tingkat provinsi Bali, yang sampai hari ini masih menihilkan perannya di sektor seni rupa. memiliki museum dengan koleksi yang bernilai tinggi, ternyata tidak cukup membuat mereka menyadari dinamika seni rupa itu sendiri. Museum Mahudara Mandara yang ada di Art Centre, dengan koleksi sepasang lukisan Hendra Gunawan berukuran jumbo dan sekian banyak karya Lempad, Bonnet dan lain-lain itu, sangat buruk sekali pengelolaannya. Sebagian lukisan itu rusak, terabaikan, dan penataannya sangat kacau. Meskipun mereka memiliki sejumlah event yang menyertakan seni rupa sebagai salah satu sub kesenian bontot, ternyata bentuk dukungannya sendiri tidaklah tuntas. Pada event Bali Mandara Nawanatya misalnya, event yang baik untuk menjadi ruang bagi para perupa muda potensial dengan karyakarya yang luar biasa, ternyata harus terbenperempuan-perempuan hebat asal negeri itu seperti Marlene Dietrich (aktris), Fanny Hensel (komposer), Clara Schumann (pianis), Louis Henriette von Oranien (bangsawan Bradenburg), Dorothea Erxleben (dokter), Hildegard Knef (aktris, penyanyi) serta Hannah Arendt (filsuf, penulis) menghiasi kap lampu yang membuat cahaya yang keluar tak terlalu terang dan tidak pula gelap. Lampu dan Perangko Daninda mengungkapkan pembuatan kap lampu yang dihiasi set perangko kastil dan perempuan Jerman, botol anggur dengan perangko Prancis, gelas anggur berisi perangko Denmark, serta sajian di piring dengan menggunakan perangko Portugal itu didasarkan pada stok yang dimiliki. Ia pun mengingatkan kembali pada kompetensi dasar manusia yang kini terabaikan dan rasanya perlu dihidupkan kembali yakni menulis, dalam hal ini surat. Potensi tersebut secara tidak langsung berhubungan dengan Pos dan alasan itu pula instalasi ini dipajang di arena Baliphex ini. Zaman sekarang lebih banyak yang mengumbar kompetensi berbicara dibandingkan menulis meski keduanya sama aktifnya. Lewat budaya korespondensi, kompetensi dasar menulis ini bisa ditumbuhkan lebih luas lagi. Bahkan pada titik tertentu, dengan dikombinasikan dengan potensi lainnya yakni membaca, kemampuan ini tidak hanya memberdayakan pikiran dengan memunculkan ide-ide kreatif namun juga menghasilkan banyak keuntungan finansial bila dilakukan secara komersial. Setidaknya karya-karya itu akan menjadi monumen kecil hasil semaian imajinasi. Memang tantangan besar yang dihadapi institusi seperti Pos ini adalah kemajuan zaman dimana gawai menjadi piranti ajaib ditangan

tur pada kapasitas ruang Krya di Art Centre sebagai satu-satunya ruang pamer seni rupa. Gedung dengan tata ruang yang sebenarnya sangat jauh dari cukup untuk sebuah perhelatan seni rupa. Sangat disayangkan. Praktik Alternatif Lemahnya jangkauan pemerintah terhadap sektor kesenian dan kepekaan kalangan seniman terhadap masalah-masalah sosial kemudian difasilitasi oleh lembaga swadaya masyarakat untuk mempertemukan kesenian dengan masalah sosial. Hal itu misalnya dilakukan oleh komunitas fotografi Lingkara dengan yayasan Conservation International yang berfokus pada pelestarian kawasan pesisir di Tulamben. Selain itu, Mabesikan Project yang mendapat dukungan dari lembaga Search for Commond Ground, memfasilitasi sejumlah seniman (seni rupa, film, dan fotografi) untuk berkolaborasi dengan LSM lokal untuk menciptakan gerakan kesenian di beberapa daerah berpotensi konflik (agraria, lahan, gender, dan kelompok marjinal). Meski tidak baru di ranah kesenian, setidaknya praktik alternatif semacam ini menjadi celah bagi praktik pengelolaan kesenian dan sosial yang buntu oleh pemerintah. Format birokrasi yang formal dan kaku seringkali menghambat proses penyelesaian konflik di masyarakat, menjadi berbeda dengan seniman yang cenderung lebih luwes dalam berhadapan dengan ketegangan konflik sosial. Meski belum terlihat sebuah ekosistem yang berjalan stabil di ranah seni rupa Bali saat ini, setidaknya sejumlah paparan di atas adalah sebuah pemandangan yang terdiri dari kolase beragam warna dan motif. Butuh integrasi antara berbagai pihak seperti seniman, kurator, kritikus, pemerintah, dan lembaga lainnya untuk duduk bersama dan melihat visi seni rupa Bali akan menuju kemana. Kita tidak bisa berharap ada terlalu banyak kepala dengan berbagai kepentingan di dalamnya, cukup beberapa pihak yang merasa sepemikiran bisa membuat sebuah ruang atau format kesenian yang bisa menjadi pijakan awal langkah seni rupa kita. Kalaupun kemudian muncul oposisinya, itu justru akan memperkaya dinamika geraknya. Asalkan, sekali lagi tidak berlandaskan kepentingan kelompok atau golongan yang justru tidak berhubungan sama sekali dengan kesenian. Kita tentu berharap, tahun 2017 bisa menjadi rentang ekspresi bagi para perupa di Bali. z Dwi S. Wibowo generasi muda. Benda ini yang tidak hanya membuat pemiliknya menjadi kreatif namun sekaligus juga bisa membunuh kreativitasnya. Bagaimana tidak, layanan pesan singkat (SMS) dan juga surel (E-mail) telah mampu membuktikan kehandalannya dalam memangkas jarak, biaya dan yang paling utama meningkatkan kecepatan penyampaian pesan dengan berbasis paperless, dibandingkan surat yang konvensional. Budaya Korespondensi Pembiasaan penggunaan SMS itu secara tidak langsung menghentikan budaya korespondensi konvensional yang bergantung pada kertas, pulpen, amplop, perangko dan putaran kerja Kantor Pos yang berujung pada petugas pengantar surat. Tidak hanya itu, modernisasi di dunia komunikasi itu juga membuat daya menulis menjadi kendor, ekspresi terpangkas habis dan suasana batin seketika bisa musnah lantaran pabrikasi dan pemasalan pesan dalam gawai itu. Contoh nyata pada kebiasaan copypaste pada ucapan perayaan hari raya, ulang tahun atau lainnya yang menjadi hambar karena kesamaan dengan lainnya. Lewat karya instalasi ini, Daninda yang memimpin Komunitas Filateli Kreatif Indonesia, mencoba menjembatani fenomena sosial sekarang ini dengan elemen-elemen terkait. Gagasan untuk menumbuhkan kembali budaya menulis surat akan mengembalikan lagi keelokan aktifitas korespondensi dan itu tak akan mengurangi status modern. Berkirim surat itu mengasyikan, sama mengasyikannya dengan mengoleksi atau bertukar perangko. Jadi masih ada waktu untuk berubah sebelum daya menulis itu padam sama sekali. Karena itu ayo berkirim surat! Segeralah menulis surat entah kepada siapa saja. zYudi Winanto

itu ju7ga utnuk memeriksa tingkat keparahan osteoarthritis yang dialami pasien. Langkah Penanganan Osteoarthritis termasuk kondisi yang tidak bisa disembuhkan. Penanganan yang dilakukan bertujuan untuk mengurangi gejala agar pasien bisa tetap beraktivitas dan menjalani kehidupan secara normal. Gejala dari kondisi ini terkadang bisa berkurang secara perlahan-lahan seiring waktu. Gejala bisa ditangani dengan langkah sederhana, seperti: Menurunkan berat badan bagi pasien yang mengalami obesitas. Rutin dalam berolahraga. Menjalani terapi fisik dan/ atau terapi okupasi. Menggunakan alat khusus untuk membantu mengurangi rasa sakit saat pasien berdiri atau berjalan. Mengonsumsi obat-obatan tertentu, misalnya obat pereda rasa sakit atau obat anti inflamasi non-steroid. Jika langkah-langkah tersebut terbukti kurang efektif dan sendi cukup rusak, dokter mungkin akan menyarankan operasi. Prosedur ini dilakukan untuk memperbaiki, memperkuat, atau mengganti sendi agar pasien bisa lebih mudah bergerak. z dr. Christian Harnat Marbun, S.Ked.

NYERI - Gejala osteoarthritis umumnya berkembang secara perlahan-lahan dan semakin parah seiring waktu. Tingkat keparahan gejala penyakit ini bisa berbeda-beda pada tiap penderita serta lokasi sendi yang diserang. Rasa sakit dan kaku pada sendi merupakan gejala utama osteoarthritis. Gejala ini bahkan bisa membuat penderita kesulitan untuk menjalani aktivitas sehari-hari.


5

Minggu Kliwon, 11 Desember 2016

Resensi Buku

Merawat Masa Lalu Judul Buku PenulisI Penerbit Tahun Tebal

: Memuja Tuhan : S. Dananjaya : Pustaka Bali Post : 2012 : 58 halaman

KEMAJ U A N teknologi, ternyata tidak selalu membunuh budaya tradisional. Paling tidak hal itu dapat dilihat dalam tradisi makidung (sekar madia), macapat/pupuh (sekar alit), dan mawirama (sekar agung). Kegairan umat Hindu di Bali pada hal-hal yang berbau tradisi itulah yang membuat buku saku ini diperlukan. Buku ini memuat kidung atau lagu-lagu pujian. Berbagai macam mantra, puja, doa, nyanyian suci. Banyak cara memuja Tuhan. Ada yang melakukan meditasi, ada yang dengan cara menyembah, mencakupkan dua tangan, dan banyak pula yang lain. Buku ini dibuat ringkas. Sehingga mudah dibawa ke mana-mana. Sangat bermanfaat untuk dipelajari dengan baik di sela-sela waktu menunggu. Karena merawat masa lalu adalah bagian dari merawat masa depan. (osi)

Film

Kegelisahan Seorang ”Hacker” Judul Film Sutradara Penulis Skenario Bintang

Tayang

: Snowdem : Oliver Stone : Kieran Fitzgerald , Luke Harding : Shailene Woodley , Joseph Gordon Levitt , Tom Wilkinson Scott Eastwood , Melissa Leo, dan Timothy Olyphant : Mei 2016

“Snowden” merupakan sebuah film yang bertemakan drama yang disutradarai oleh Oliver Stone. Film “Snowden” bercerita tentang Edward Snowden, berusia 29 tahun yang ingin mengungkapkan ke beberapa media ribuan dokumen rahasia yang dia dapatkan saat bekerja sebagai kontraktor di NSA untuk Dell dan juga Booz Allen Hamilton. Dokumen yang bocor tersebut akan mengungkap keberadaan berbagai program pengawasan global, dan banyak dari mereka dijalankan oleh NSA dan juga Five Eyes dengan kerja sama antara perusahaan telekomunikasi dan dengan pemerintah Eropa. Ketika media internet sudah semakin masif merambah seluruh sistem kehidupan masyarakat modern, film ini layak untuk jadi renungan. Karena kegelisahan Snowden bisa jadi kegelisahan anak-anak kita, anak-anak yang jenuh dengan beragam bentuk kebohongan di dalam hidup. (osi)

Rembulan di Bukit Asah

CERPEN

Oleh Gede Aries Pidrawan JIKA aku pulang ke desa dan memiliki waktu luang, pasti kusempatkan jalan-jalan di Bukit Asah. Desa yang terletak di Kabupaten tertimur Bali ini pemandangannya indah sekali. Dari bukit ini aku dapat dengan lapang melihat Candidasa bersama pantainya yang panjang. Pantai di sana berkelok-kelok. Terdapat pasir putih di beberapa bagian. Sangat eksotis. Putih bersih. Pasir hitamnya juga tak kalah mengagumkan. Setelah berpuas-puas memandang pantai Candidasa, dari kejauhan, dari atas bukit ini, biasanya aku juga akan memandang lekat-lekat gundukan pulau mungil di ujung laut. Itulah Lombok dengan Rinjaninya yang memesona. Begitulah kegemaranku ketika pulang. Namun, keinginanku mengunjungi Bukit Asah kali ini harus diurungkan. Aku datang pada momen kepulangan dengan acara yang sangat padat. Purnama kalima adalah purnama yang padat dengan persembahyangan. Sudah tiga hari yang lalu aku pulang. Ketiga hari itu diisi dengan sembahyang. Apalagi, besok pagi keluarga besar sedang merencanakan kegiatan mapinton di pura dadia. Jadi, aku harus membantunya. Pekerjaan laki-laki adalah nguling. Di sini, sudah disembelih 5 ekor babi untuk diguling dan jumlah lakilaki yang ada di keluarga besarku hanya lima. Aku, bapakku, dua pamanku, dan satu iparku, suami dari anak perempuan paman pertamaku. Karena jumlah laki-laki yang terbatas, maka aku kebagian tanggung jawab mematangkan satu babi guling. Menunggui babi guling agar matang sempurna itu tak gampang, butuh proses yang lama. Jadi, keinginan untuk datang ke Bukit Asah harus aku sirnakan sementara. Bagi kami, upacara seperti ini adalah momen untuk bercengkrama, bertanya kabar, dan segala hal. Ketika sedang berkumpul, keluargaku punya kebiasaan, yaitu berbicara tentang anak-anaknya. Karena aku merupakan anak laki satusatunya di keluarga besarku, pembicaraan mereka pasti berkisar tentangku, terutama tentang statusku yang masih menyendiri. “Kapan De?” begitu tanya paman pertamaku. Diikuti beberapa pertanyaan lain yang serupa. Aku senyum saja. Masih memutar-mutar babi guling di atas sekam yang membara. “Sudah berumur, menikahlah segera, jangan sampai keduluan baki nanti,” lanjut paman lagi sambil terkekeh. “Ini bukan guyu De. Pak Mang bener. Kamu harus segera nikah. Cuma kamu anak laki satu-satunya di keluarga kita. Kalau tak menikah bisa camput nanti keturunan Pekak Dengkil.” Paman keduaku menimpali sambil menyebut nama kakekku. Atas semua pertanyaan itu, aku diam saja. Jika dipikir-pikir, memang pantas mereka harus risau dengan pernikahanku. Aku lelaki berumur 29 tahun, anak laki satu-satunya pula. Namun, sepanjang pengetahuan mereka, tak ada tanda-tanda aku akan menikah. Makanya, mereka sering menjodoh-jodohkanku dengan Luh Putu, sepupuku, anak dari paman ketigaku. “Menikah saja dengan Luh Putu, kan gampang. Dekat, masih keluarga juga, jadi ndak perlu ke mana-mana lagi.” Aku sudah menduga arah pembicaraannya pasti ke arah sana. Kepulanganku setahun lalu pun begitu. Setahun lalunya juga begitu. Jadi, aku tak menanggapinya serius. Hanya saja, sekarang bapakku juga ikutikutan nimbrung, ibuku juga, bibi-bibiku juga. Tampaknya mereka sudah sepakat untuk menjodohkanku.

“Apa kekurangan Luh Putu De. Pintar, cantik, dokter. Di Jakarta dak ada perempuan kayak Luh Putu,” kata ibuku dari halaman rumah sambil menyapu. “Ah, meme ikut saja,” reaksiku menyeringai ke arah ibu, kemudian tersenyum malu. “Luh Putu sudah punya pacar Me, jangan diganggu,” lanjutku mencoba berkelit agar arah pembicarannya tak lagi tentang aku dan Luh Putu. Ibu meletakkan sapunya. Dengan cepat ia mendekatiku. Mimiknya serius. “Lha, siapa bilang? Baru kemarin Meme sempat ngomong sama Luh Putu. Luh Putu jawab, “Kalau Bli Gede mau Luh juga mau”. Apa lagi yang ditunggu. Jek sriet. Meme sudah rindu momong cucu.” Aku tak menduga percakapan yang semula aku kira hanya obrolan iseng, menjadi seserius itu. Ibu bahkan sampai menepuknepuk punggungku meyakinkan. “Bapak sudah menetapkan dewasa ayu sebenarnya De. Jika Gede tidak keberatan dengan permintaan Bapak dan Meme, mungkin sebulan lagi acaranya digelar.” Tubuhku bergetar. Keringatku bercucuran. Mulutku komat-kamit, namun tak satu kalimat pun keluar. Jariku mengorekngorek tanah menjadi gambar yang tak jelas. Sama tak jelasnya dengan arah pikiranku. Terus terang, dalam pikiranku, sedikit pun tak terbersit menikah secepatnya, apalagi dengan Luh Putu, sepupuku. Walaupun ada banyak teman mengingatkanku untuk segera menikah mengingat umur yang sudah matang, aku tak menghiraukannya. Namun, desakan mereka, apalagi sudah sampai menetapkan hari baik, ini lain. Selepas bapak berkata tentang dewasa

ayu itu, semua diam. Bahkan, waktu pun seolah-olah diam. Sore berjalan agak lambat. Aku masih menimang-nimang tentang pernikahan itu, antara menerima atau tetap menganggap permintaan itu sebagai guyonan. Namun, keputusan harus diambil. Mana mungkin pembicaraan seserius itu terus kuanggap sebagai guyonan. Jika umurku masih belasan, mungkin ya. Namun, kini aku sudah hampir berkepala tiga, berpendidikan tinggi juga, magister lulusan Jakarta. Malu rasanya jika terusterusan berkata nanti, atau tunggu, atau hanya tertawa. Bisa-bisa runtuh wibawa akademikku. Bukan masalah kecantikannya yang menjadi penghalang. Sebagai lelaki, sangat bodoh rasanya jika menolak menikah dengan Luh Putu. Luh Putulah sosok perempuan dengan kecantikan yang sempurna. Tubuhnya tinggi dengan kaki yang jenjang. Rambutnya hitam lurus. Wajahnya opal mulus dengan hidung yang mancung. Karakternya, jangan ditanya. Kedewasaannya adalah kedewasaan tingkat tinggi. Tutur katanya sopan. Mendengar suaranya seperti mendapat titik-titik air di musim kemarau. Siapapun itu yang pernah dekat dengannya, pasti merasakan keteduhan itu. Dan yang tak boleh diabaikan lagi, dia dokter! Dokter adalah pekerjaan prestisius di kampungku. Memperistri dokter bak memperistri bidadari dari surga. Aku membayangkan Luh Putu, sepupuku, yang sudah berkata ya untuk menikah denganku. Membayangkan Luh Putu, aku membayangkan kembali masa kecilku dengannya. Dari kecil sudah tampak sosoknya yang cerdas dan santun,

hanya terkadang sedikit egois. Permainan kesukaannya kala itu adalah masak-masakan, sama seperti perempuan lain, namun jenis masakan yang sering dijadikan permainan adalah masakan luar: humberger, pizza, spageti, dan lain-lain. Tampaknya itu adalah buah dari kegemarannya membaca buku. Kadang-kadang, bersama denganku, kami juga bermain dokter-dokteran, aku adalah pasiennya dan ia adalah dokternya. Beranjak dewasa, Luh Putu tumbuh menjadi remaja yang cerdas dan cantik. Aku berangkat dan pulang sekolah bersama dengannya. Karena kecantikannya, saat itu sering kuperhatikan setiap laki-laki meliriknya. Sering pula Luh Putu curhat denganku ketika mendapat surat cinta dari teman-temannya. Lanjut kuliah, Luh Putu melanjutkan di Fakultas Kedokteran Unud, sedangkan aku di UI, program hubungan internasional. Karena sama-sama sibuk, kami jarang komunikasi. Kami bertemu sekali dalam setahun, tepat ketika di pura dadia ada odalan. Walaupun demikian, hubunganku tetap erat. Ketika sama-sama di rumah sering aku memboncengnya pergi, entah sembahyang atau ke pasar. Karenanya, banyak yang menduga bahwa aku adalah pacar Luh Putu. Mungkin karena kisah masa kecil kami. Mungkin pula karena kami sudah samasama mapan, jadi dirasa sepadan. Atau, mungkin pula karena ia adalah perempuan yang cantik dan aku adalah lelaki ganteng. Tak tahulah. Namun, kemudian dugaan-dugaan orang-orang itu dipercaya orang tuaku, selanjutnya tumbuh menjadi harapan di hati keluarga besarku. Hanya saja, masalah pernikahan, bagiku, bukan perkara kecantikan, bukan pula perkara kemapanan materi. Melainkan, masalah hati—masalah rasa yang menggebu. Terhadap Luh Putu, sedikit pun aku tak merasakan ada rasa yang menggebu. Apa mungkin pernikahan kulangsungkan tanpa dasar rasa yang menggebu? *** Malam hari. Perasaanku masih kalut, masih karena desakan keluargaku tentang pernikahan itu. Waktu tinggalku hanya sehari. Jadi aku mesti membuat keputusan. Namun, keputusan mana yang mesti kuambil? Pikiranku masih berputar-putar tak tentu. Malam-malam aku beranikan memanjati Bukit Asah. Di atasnya aku ingin menikmati keindahan dengan lapang. Semoga nanti dilapangkan pula jalan pikiranku. Malam ini purnama, jadi perjalanan tak begitu sulit. “Bukit Asah,” kataku setelah sampai di bukit. Purnama menerpa wajahku. Pada pandangan sekitar, aku melihat laut yang keemasan. Di pinggir pantainya, hotel dan restoran tampak berkelip serupa kunang-kunang di kejauhan. “Bukit asah,” kembali aku bergumam, sambil merabai dadaku. Kali ini kuikuti dengan desahan. Dalam setiap desahan itulah aku membayangkan Roy. Bagaimana aku bisa menerima Luh Putu, yang ‘berbukit’ menonjol itu, sedangkan aku sendiri telah memiliki Roy, kekasihku yang ber‘bukit asah’? Seberapa pun cantiknya Luh Putu, bukit asah (datar) punya Roy jauh lebih menggairahkan. Pada Roylah aku bisa merasakan rasa yang menggebu. Di bawah purnama, aku terus merabai ‘bukit asah’-ku sambil membayangkan Roy yang berbaring menindihku. Di bawah purnama pula telah kumantapkan hati untuk kembali ke Jakarta, hidup bersama Roy, dan mengabaikan Luh Putu, mengabaikan harapan orang tuaku.

Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.

Wied. N Windhu Segara

Dewa Komang Mahadewa

Bakti Setyanta

W.G. Sumarta

Achmad Cholid


DIMENSI

6 RAMALAN

BINTANG

Capricorn Peruntungan: Pikiran dan tenaga cukup terkuras, maka dari itu jangan tambah stres Anda dengan berbagai rencana baru yang belum waktunya untuk dikerjakan sekarang. Tunggu sampai situasi dan kondisi benar-benar menunjang. Karier: Tak ada gunanya melawan perintah atasan, memangnya Anda sudah siap untuk dipecat. Kesehatan: Akhir-akhir ini Anda kurang tidur, sehingga wajar saja jika rasa kantuk tampak sulit dilepaskan jika lagi berkerja. Keuangan: Pemasukan masih jauh dari harapan dan pengeluaran tampak sulit untuk dikendalikan. Asmara: Binalah hubungan perasmaraan Anda dengan halhal yang indah dan menyenangkan. Aquarius Peruntungan: Concen saja dengan urusan yang lagi dihadapi daripada ikut turut campur urusan orang lain yang tidak ada sangkut pautnya dengan diri Anda. Begitu juga terhadap orang yang mencari kesalahan Anda, sebaiknya tak perlu ditanggapi, anggap saja mereka iri dengan keberhasilan yang telah diraih selama ini. Karier: Bersabar sajalah, karena yang benar pasti akan ketahuan. Kesehatan: Batuk tampak mulai datang mengganggu. Jika sudah begini maka goreng-gorengan dihindari saja. Asmara: Jangan terlalu menentangnya karena hanya akan membikinnya menjadi bertambah jengkel saja. Pisces Peruntungan: Amarah yang ada di dalam hati sebaiknya bisa dikendalikan jangan sampai bergerak membabi buta sehingga lepas kontrol yang tentu saja akan berdampak yang sangat buruk bagi perkembangan bisnis Anda. Karier: Tak ada gunanya Anda terus ngomel di belakang, apakah tidak takut kalau nantinya ada yang mengkhianati Anda. Kesehatan: Badan terasa penat dan cukup mengganggu, lakukan saja terapi pemijatan agar kondisi badan bisa fresh kembali. Keuangan: Ada order yang bisa mendatangkan keuntungan yang lumayan besar, tak perlu cemas. Asmara: Kata-katanya diresapi saja dulu, tak perlu keburu negative thinking. Aries Peruntungan: Buang sejauh mungkin bayang–bayang buruk yang menghantui suasana hati Anda akhir-akhir ini. Bersikaplah lebih tenang dan positif terutama terhadap berbagai tawaran yang datang ada baiknya dipelajari secermat mungkin. Karier: Kesempatan cukup terbuka lebar tinggal bagaimana upaya Anda untuk meraihnya. Kesehatan: Jangan biarkan badan bertambah melar saja hanya karena Anda lepas kontrol dalam mengkonsumsi makanan karena badan semakin gemuk maka kinerja Anda akan lebih lambat daripada biasanya. Keuangan: Harus di-manage dengan benar dana yang ada agar Anda tidak malah pusing dengan adanya pemasukan tersebut. Asmara: Jika memang harus bersikap keras tak ada masalah selama masih dalam batas-batas kewajaran. Taurus Peruntungan: Minggu ini cukup mujur sehingga tak ada alasan bagi Anda untuk menunda rencana ataupun bersikap menunggu peluang datang. Cobalah lebih proaktif dan kreatif lagi sehingga tak ada peluang yang terbuang percuma. Karier: Harus lebih percaya pada diri sendiri, tak perlu goyah karena kabar angin yang tersebar di sekitar Anda. Kesehatan: Usahakan secara rutin berolahraga di pagi minggu yang sejuk dan segar hawanya, sehingga pikiran dan kondisi badan bisa selalu segar dan jernih. Keuangan: Kebutuhan baru segera saja Anda penuhi jangan sampai Anda mengabaikannya. Asmara: Hargailah segala pendapatnya, walau itu tak sesuai dengan pandangan Anda sekalipun. Gemini Peruntungan: Jangan suka berkeluh kesah, terima saja keadaan ini dengan penuh suka cita, tidak perlu mempermasalahkan kekurangan yang mungkin ada dan hanya sepele saja. Karier: Jangan sembrono membocorkan rahasia pribadi kepada rekan-rekan Anda, jika tidak ingin ada masalah baru di kemudian minggu. Kesehatan: Kepala masih terasa pening meski tak terlalu berbahaya tetapi cukup mengganggu aktivitas kerja Anda di minggu ini. Keuangan: Jangan memberi pinjaman kepada seseorang kalau memang tidak ada dana. Asmara: Tak ada gunanya menghalang-halangi kehendaknya, itu hanya akan bikin sakit hatinya saja. Cancer Peruntungan: Karena peruntungan kurang begitu bagus maka ada lebih baiknya di minggu ini Anda laksanakan saja apa yang sudah ada, tidak perlu bertingkah yang macam-macam. Karier: Usahakan untuk tidak menyimpang dari ketentuan-ketentuan yang sudah disepakati bersama. Kesehatan: Jangan kalut menghadapi setiap kemelut karena dengan berlaku tenang maka urusan tersebut akan bisa diselesaikan dengan baik dan tak menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan Anda. Keuangan: Meskipun masih stabil dan tetap terjaga, bila akan melakukan usaha baru, sebaiknya telah dipikir matang dan jauh ke depan. Asmara: Tidak ada alasan untuk meragukan kesetiaannya, lebih baik Anda memikirkan yang lebih urgen dan bermanfaat. Leo Peruntungan: Kesuksesan Anda sangat tergantung dengan kreativitas Anda di minggu ini. Pandai-pandailah mengolah aspirasi yang muncul secara tiba-tiba menjadi sesuatu yang besar. Karier: Cobalah lebih percaya diri dan tak perlu minder dengan keberhasilan yagn telah diraih rekan Anda. Kesehatan: Masih saja terasa pegal-pegal di sekujur badan, segera saja dipijat agar bisa kembali segar. Keuangan: Perlu pengawasan ketat terhadap pengeluaran agar pemborosan tidak sampai terjadi di minggu ini. Asmara: Selalu ciptakan suasana perasmaraan Anda semesra dan seromantis mungkin, dan hindari cekcok mulut yang tiada henti. Virgo Peruntungan: Kalau sudah tidak menguntungkan buat apa dipertahankan, apalagi tugas yang Anda emban di minggu-minggu kemarin tidaklah sedikit, dan semua itu butuh penyelesaian cepat. Karier: Semakin mantap saja karena rekan-rekan Anda sudah kehabisan akal untuk menghabisi karier Anda. Kesehatan: Jangan biarkan pikiran kalut dan emosi mengacaukan segalanya. Anda harus bisa lebih tenang dan sabar dalam menghadapi semua permasalahan itu. Keuangan: Perlu berhemat dan jangan sembarangan mengeluarkan uang untuk membeli barang yang kurang begitu penting. Asmara: Tingkah laku Anda jangan sampai menimbulkan rasa cemburu bagi pasangan Anda, sebisa mungkin dihindari. Libra Peruntungan: Prospek rencana Anda bisa berkembang sendiri, untuk itu tak perlu terburu-buru untuk meraih hasil bagus. Biar sedikit lambat tapi hasilnya bisa lebih pasti. Karier: Hindari sikap terburu-buru tanpa pemikiran panjang jauh ke depan. Kesehatan: Jangan sembarangan membeli obat di warung sebab bila sampai salah obat yang rugi Anda sendiri juga. Bila ada penyakit lebih baik dibawa saja ke dokter. Keuangan: Kebutuhan masih bisa tercukupi karena income mengalir dengan derasnya. Asmara: Bersabarlah karena sidia saat ini pikirannya lagi kalut. Scorpio Peruntungan: Jangan segan untuk mem-follow up kembali janji-janji yang ada dan tak perlu malu untuk memulainya dari awal. Sekalipun di minggu ini cukup santai akan tetapi kesempatan bagi Anda untuk mendapatkan hasil besar masih terbuka lebar selama Anda masih ada motivasi untuk mau meraihnya. Karier: Teruslah berjalan dengan konsep-konsep yang telah Anda buat. Kesehatan: Lakukan pemijatan urat itu akan cukup berkhasiat untuk memulihkan kondisi badan Anda. Tak perlu minum obat jika memang tak terlalu berat dan fatal. Keuangan: Berhati-hatilah di minggu ini semua tak semudah seperti yang Anda bayangkan. Asmara: Berhati-hatilah karena mulai ada yang ingin mengobok-obok hubungan Anda dengannya yang mulai mesra dan rukun. Sagitarius Peruntungan: Jika ingin tetap selamat ada baiknya Anda berlaku lebih hati-hati dengan tidak grusa-grusu dalam mengambil keputusan. Karena faktor kecerobohan merupakan masalah yagn cukup besar bagi bagi kesuksesan Anda di minggu ini. Karier: Tawaran yang datang secara mendadak, sebaiknya jangan diberi keputusan dulu. Kesehatan: Tak perlu cemas karena kesehatan Anda mampu men-support langkah Anda, namun demikian jangan ulangi kebiasaan buruk yang telah berhasil ditinggalkan. Keuangan: Dukungan sumber dana lumayan baik, malah kalau Anda cermat bisa menyisihkan sebagian untuk Diasuh Oleh antisipasi perkembangan berikutnya. AsPutri Wong Kam Fu mara: Bersabarlah dan yakinlah bahwa Berlaku semua ini pasti akan berlalu, untuk itu 11-17 Desember 2016 yang tenang saja.

Minggu Kliwon, 11 Desember 2016

WEDA WAKYA

Kekuatan Dharma dalam Menyangga Alam Semesta dhrtih ksama damo’steyam saucam indriya-nigrahah dhir-vidya satyam akrodho dasakam dharmalaksanam (Manava Dharma Sastra 6.92) “Terdapat 10 jenis ciri dharma atau kewajiban suci, antara lain: (1). Keteguhan, (2). Mengampuni, (3). Mengontrol diri, (4). Tidak mencuri, (5). Kesucian, (6). Mengendalikan indria-indria, (7). Bijaksana, (8). Pengetahuan, (9). Kebenaran, (10). Bebas dari kemarahan.” Nama agama kita adalah Hindu Dharma. Veda merupakan kitab suci Hindu Dharma. Kata dharma berasal dari akar kata Sanskerta “dhr” yang berarti menyangga, menjaga, menopang. Kitab Mahabharata menyebutkan bahwa karena menyangga alam semesta inilah makanya dinamakan sebagai dharma (dharanad dharmam ity ahur). Segala sesuatu yang menopang, menyangga, menjaga serta memperkuat alam semesta – semua itulah dinamakan dharma. Maharesi Manu di dalam kitab Manava Dharma Sastra 6, 92 memberikan definisi dharma melalui laksana atau ciri perlambang dharma yang dinamakan Dharma Dasa Laksanam (10 jenis pertanda dharma), antara lain: Dhrtih, teguh serta tekun dalam melaksanakan tugas-tugas kewajiban; Ksama, sifat mudah memaafkan, suka memberi ampun; Dama, kemampuan untuk mengendalikan diri; Asteya, tidak mencuri, tidak menipu, atau tidak berbuat curang; Sauca, selalu menjaga kebersihan dan kesucian diri lahir-batin; Indriyanigraha; mampu mengendalikan indriaindrianya dengan baik; Dhira; kuat menghadapi segala macam godaan dan cobaan; Vidya, menguasai berbagai jenis pengetahuan; Satya, menjunjung tinggi kejujuran dan kebenaran; dan Akrodha, bebas dari kemarahan. Jika orang-orang lebih banyak mengembangkan sifat-sifat mulia dharma ini, jagatraya ini akan menjadi tenang damai, subur makmur, dan orang-orang akan hidup dengan nyaman, aman, damai dan berbahagia. Ketika orang-orang menjaga dharma dengan baik dengan cara seperti itu, maka dharma itu sendirilah yang akan melindungi mereka (dharma raksati raksitah). Dharma juga berarti sesuatu yang lengket dan tidak terpisahkan dengan diri sejati kita. Bagaikan rasa garam dengan garam, atau bagaikan rasa manis dengan gula.

Redaktur Khusus WEDA

WAKYA Darmayasa Keduanya tidak bisa dipisahkan satu sama lainnya. Lebih lanjut juga adalah atma dan sebagai kewajiban sang atma (roh) datang ke dunia ini, tidak dapat dipisahkan. Itulah Dharma, karena atma tidak akan ada ajeg tanpa dharma-nya. Guru besar filsafat Aulukya atau Vaisesika Darsana, Maharesi Kanada, memberikan definisi sangat sederhana tetapi jelas perihal dharma, yaitu segala sesuatu yang memberikan kesejahteraan material dan pada akhirnya mengantarkan kepada pembebasan atau moksa. Itulah Dharma. Segala sesuatu yang memberikan kemuliaan material dan spiritual, baik pada diri sendiri maupun kepada yang lain, itulah Dharma (yato’bhyudaya nihsreyasa siddhih iti dharmah). Kata abhyudaya berarti mengangkat, menyejahterakan, dan memakmurkan. Sedangkan kata nihsreyasa berarti menuntuk hidup orang kepada pembebasan dari keterikatan-keterikatan dan kesengsaraan dunia untuk mencapai moksa, yang merupakan tujuan akhir dan tujuan sejati dari kelahiran menjadi manusia di atas muka bumi ini (sangkan paraning dumadhi). Dengan demikian, dharma tidak dipatok pada suatu bentuk organisasi dan/atau perlambangperlambang, upacara-upacara, tradisi dan lain-lain patokan dunia. Dharma mempunyai “medan” jangkauan yang maha luas, menyentuh segala bentuk hidup dan aktivitas makhluk hidup di jagatraya ini. Itulah yang menyangga alam semesta ini, yang menurut Maharesi Narada, dharma bersumber pada Trayi Veda (Rg, Yajur, dan Sama Veda) dan/atau Dharma adalah segala yang mengejewantahkan sari pati ajaran Trayi Veda. Dharma bukan bentukan baru, bentukan yang entah sekian ribu atau sekian ratus ribu tahun lalu, melainkan begitu alam semesta diciptakan maka pada saat yang sama Dharma juga sudah tercipta. Oleh karena itulah ia dinamakan Sanatana Dharma, atau agama/ Dharma yang kekal abadi. Dharma tidak hanya berlaku di dalam lingkungan kehidupan manusia melainkan ia bersifat

menyeluruh, memenuhi segala bentuk hidup dan kehidupan di alam semesta material ini. Di luar alam semesta material, dharma sudah tidak eksis lagi karena ia sudah luluh dalam kesejatian. Di alam-alam pembebasan sudah tidak diperlukan lagi kewajibankewajiban sebab sudah mencapai pembebasan. Kitab-kitab Upanisad pun tidak ketinggalan memberikan penekanan pentingnya Dharma dalam hidup manusia. Mahanarayana Upanisad menyebutkan bahwa seluruh alam semesta ini berada tegak di atas topangan Dharma (dharmo visvasya jagatah pratistha). Dharma mempunyai kekuatan maha penyangga seperti itu, yang mampu menopang tegaknya alam semesta karena Dharma itu bersumber pada seluruh ajaran Veda (vedo’khilo dharma-mulam). Dharma bukanlah ajaran kelompok (matha) melainkan ia adalah ajaran yang terlahir dari kebijaksanaan Veda yang diturunkan oleh Tuhan Yang Maha Esa ke alam material ini, demi kemuliaan material spiritual seluruh makhluk hidup. Dharma merasuk sampai ke seluruh kehidupan makhlukmakhluk terkecil sekali pun di alam semesta ini. Bahkan lebih jauh, Dharma merasuk ke dalam hati setiap makhluk hidup khususnya insan manusia. Maharesi Manu lebih jauh menekankan bahwa ciri-ciri Dharma itu yang bisa dijadikan acuan untuk menentukan mana Dharma dan mana Adharma, antara lain adalah kitab suci Catur Veda, kitab-kitab Smrti Sastra, tingkah laku orang-orang suci bijaksana, dan akhirnya kata hati terdalam yang keluar dari sang atma (vedah smrtih sadacarah svasya ca priyamatmanah etat catur-vidham prahuh saksaddharmasya laksanam). Lebih jauh di dalam kitab Mahabharata, Bhisma Pitamaha menjelaskan ajaran Dharma kepada Maharaja Yudhisthira dengan mana akhirnya Yudhisthira mampu memahami sifat alami dirinya. Dharma pada akhirnya tidak berbeda sama sekali dengan sifat alami setiap makhluk hidup. Selanjutnya, terdapat pemilahan Dharma sesuai dengan keberadaan berbeda, misalnya Ksatriya Dharma yaitu kewajiban bagi seorang ksatria. Ia merupakan kewajiban sesuai dengan kedudukannya di masyarakat berdasarkan pengetahuan dan pekerjaannya di masyarakat. Ada pula Brahmana Dharma, Vaisya Dharma dan Sudra Dharma. Terdapat pula Dharma ber-

beda sesuai dengan peran masingmasing di keluarga, seperti Pati Dharma adalah kewajiban seorang suami terhadap istrinya, Stri Dharma adalah kewajiban seorang istri terhadap suaminya, Putra Dharma merupakan kewajiban anak terhadap orang tuanya. Ada pula yang dinamakan Apad Dharma, yaitu dharma atau kewajiban suci yang dilakukan dalam keadaan sangat terpaksa, dalam keadaan emergensi, kewajiban suci kadang harus dilakukan bertentangan dengan norma-norma dharma dalam keadaan biasa. Dalam keadaan terdesak seperti itu, pengambilan keputusan dharma-adharma (baik-buruk, benar-salah, agamabukan agama) akan sangat pelik. Keputusan yang akan membantu membimbing orang pada pengambilan keputusan dharma pada kesempatan-kesempatan terdesak seperi itu adalah kebijaksanaan orang yang diterangi oleh ilmu pengetahuan suci Veda, digabungkan dengan kejelian akan pemahaman desa (tempat, daerah), kala (waktu, kesempatan), dan patra (orang, individu). Dharma merupakan masalah yang sangat pelik dan tidak mudah disentuh bahkan oleh orangorang terpelajar. Ada pula yang mempersamakan Dharma dengan ketidakbohongan yang tak bisa ditawar. Dalam hal ini contohnya adalah Raja Yudhisthira. Cerita ini semua sudah mengetahuinya, Yudhisthira, yang juga disebutkan sebagai avatara dari Dewa Dharma sendiri, pada akhirnya “gagal” dalam pencapaian puncak Ksatriya Dharma-nya ketika dalam peperangan di Kuruksetra antara pihaknya (Pandava) dengan Kaurava, ia disuruh berbohong oleh Krsna, bahwa Asvathama, putra dari Guru Drona sudah mati. Akan tetapi, Yudhisthira tidak mematuhi perintah Sri Krsna sepenuh hati. Setelah mengiyakan Drona, secara berbisik ia mengatakan “tetapi gajah Asvathama yang mati...” (naro va kuñjaro va). Pada akhirnya, yang dianggap paling sempurna memahami Dharma adalah Dewa Yama. Oleh karena itulah beliau mendapat wewenang penuh dalam menentukan dharma, dan menjabat sebagai Dewa Kematian, yang mengadili roh-roh makhluk yang sudah meninggalkan badan kasarnya alias mati. Dewa Kematian adalah Dewa yang sepenuhnya mengetahui Dharma, dan beliaulah Dewa yang merupakan otoritas penentu aturan-peraturan Dharma, makanya Dewa Kematian dinamakan Dewa Yama, dan juga Dewa Dharma.

MIMBAR AGAMA

Anda Mau Merayakan Natal? Redaktur Khusus MIMBAR

KATOLIK Ignatius Suharto Kuatkanlah hatimu! Janganlah takut. Lihatlah, Allahmu akan datang dengan membawa pembalasan dan ganjaran. Ia sendiri datang menyelamatkan kamu. (Yesaya 35:4) HARI ini, Minggu, 11 Desember 2016, umat Katolik merayakan Hari Minggu Adven III. Yang menarik adalah antifon pembukaannya. “Bersuka citalah selalu dalam Tuhan. Sekali lagi kukatakan bersukacitalah sebab Tuhan sudah dekat.” Jadi, selalulah bersuka cita, baik sedang mempersiapkan Natal atau melakukan hal-hal yang lain. Dalam Masa Adven ini berarti Anda sedang mempersiapkan Natal. Mempersiapkan Natal sama dengan mempersiapkan jalan seperti yang dilakukan oleh Yohanes Pembaptis. Menurut Santo Agustinus, cara mempersiapkan jalan itu dengan berdoa seperti seharusnya Anda berdoa dengan rendah hati. Isi bacaan pertama antara lain seperti yang kami kutipkan untuk mengawali tulisan ini. Sedangkan bacaan Injil hari ini menampilkan sosok Yohanes Pembaptis. Karena bimbingan Roh Kudus, Yohanes Pembaptis terpanggil sebagai sosok yang harus menyiapkan jalan bagi Yesus. Dalam melaksanakan panggilan-tugasnya itu, selain menegaskan pentingnya sikap tobat, Yohanes Pembaptis juga menunjukkan berbagai macam kejahatan yang terjadi di dalam masyarakat, termasuk perbuatan pelanggaran susila yang dilakukan oleh rajanya, yaitu Raja Herodes. Sebagai seorang pribadi yang mengetahui dan menyadari akan makna hidup dan tugasnya, Yohanes Pembaptis dapat dinilai dan dijadikan sebagai teladan. Dengan jujur ia melaksanakan panggilan-tugasnyanya dengan penuh tanggungawab. Ia pun tahu apa yang menjadi hak dan kewajibannya. Ia pun juga tahu akan batas-batasnya dalam menghadapi orang lain, yaitu tegas, jujur, rendah hati, sederhana

dan berani mengatakan kebenaran kepada siapa pun. Sedemikian berani dan jujurnya mengatakan apa yang benar kepada siapapun, bahkan kepada rajanya, Raja Herodes, Yohanes harus memikul konsekwensinya. Memang, menurut Yohanes, kebenaran tidak boleh disembunyikan dan dikebiri. Oleh karena itu, demi kebenaran ia rela mengorbankan hidupnya. Ternyata benar, Yohanes ditangkap dan dipenjarakan. Dalam penjara itulah Yohanes menyuruh beberapa orang muridnya untuk menanyakan kepada Yesus sendiri tentang siapakah jati-diri-Nya itu, apakah Ia adalah Almasih yang dinanti-nantikan, ataukah harus ada orang lain yang perlu dinantikan. Yohanes ingin kepastian tentang jati-diri sosok Yesus melalui ucapan yang diucapkan-Nya sendiri. Yesus memberi kesaksian tentang Diri-Nya sendiri dengan menjawab, “Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat: Orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik Berbahagialah orang yang tidak sangsi dan tidak menolak Aku” (Mat 11:4-8). Bandingkan dengan apa yang dinubuatkan oleh Nabi Yesaya, “Pada waktu itu mata orang buta akan dicelikkan, dan telinga orang-orang tuli akan dibuka; orang lumpuh akan melompat seperti rusa, dan mulut orang bisu akan bersorak-sorai.” (Yes 35:5-6) Sesungguhnya, kedatangan Yesus di tengah-tengah masyarakat itu adalah kedatangan Kerajaan Allah. Kedatangan Yesus akan menjelaskan dan memperlihatkan apa sebenarnya, yang dimaksudkan dengan Kerajaan Allah itu. Datangnya Kerajaan Allah itu bukan nanti atau kelak di akhir zaman, melainkan sekarang ini. Kerajaan Allah telah datang dan dimulai sekarang ini juga. Yesus telah melakukan dan membuktikan sendiri: orang sakit disembuhkan, orang mati dihidupkan lagi, orang kusta ditahirkan, orang buta disembuhkan, orang kerasukan setan dipulihkan. Namun apa yang kemudian terjadi? Ternyata, Yohanes Pembaptis yang menyampaikan kebenaran malah dipenjarakan dan dihukum mati. Inilah bentuk perlawanan penguasa dari kerajaan dunia ter-

hadap Kerajaan Allah. Bahkan lebih dari itu. Nanti, tidak lama lagi Yesus Sang Juru Selamat yang menghadirkan Kerajaan Allah juga ditangkap dan dihukum mati. Selain diajak oleh Gereja untuk selalu bersukacita, para pembaca juga diajak oleh Rasul Yakobus untuk selalu bersabar dan jangan bersungut-sungut. “Karena itu, saudara-saudara, bersabarlah sampai kepada kedatangan Tuhan . Sesungguhnya petani menantikan hasil yang berharga dari tanahnya dan ia sabar sampai telah turun hujan pada musimnya. Kamu juga harus bersabar dan harus meneguhkan hatimu, karena kedatangan Tuhan sudah dekat. Saudara-saudara, janganlah kamu bersungut-sungut dan saling mempersalahkan, supaya kamu jangan dihukum. Sesungguhnya Hakim telah berdiri di ambang pintu. Saudara-saudara, turutilah teladan penderitaan dan kesabaran para nabi yang telah berbicara demi nama Tu-

han. Jika para pembaca ingin merayakan Natal, Anda diajak untuk semakin memahami makna pertobatan, yang merupakan syarat mutlak untuk menyambut Yesus yang datang untuk menyelamatkan umat manusia. Pada hari-hari yang telah ditentukan Gereja, datanglah ke gereja untuk menerima Sakramen Tobat atau Sakramen Pengakuan dosa. Anda juga diajak untuk sungguhsungguh beriman. Jika Anda ingin diselamatkan dengan merayakan Natal secara benar, Anda harus hidup baik, sekaligus sederhana, khususnya dengan sikap hati dan sikap pribadi yang rendah hati, saling menghormati sesama sebagai orang semartabat, berani minta maaf jika bersalah dan mau memaafkan dan saling mengasihi. Berdoa dan beribadatlah dengan benar dan rendah hati sebagaimana yang diwajibkan, saling menolong dan saling mengampuni. Selamat Natal 2016.

PERMATA HATI

Untuk pembaca Bali Post Mingguan (BPM), kami membuka rubrik baru ‘’Permata Hati”. Rubrik ini mengangkat si buah hati yang baru lahir, yang berulang tahun atau akan berulang tahun. Juga pasangan yang menikah di minggu tersebut atau yang merayakan ulang tahun pernikahan. Kirim foto menarik dan tulis data lengkap identitas diri, orang tua serta komentar singkat. Semua data dikirim lewat email redaksibalipost@ yahoo.com dengan kode Permata Hati. Bisa juga naskah dan foto dikirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post. Jl. Kepundung 67 A Denpasar telp. (0361) 225764. (Redaksi) Ida Bagus Wistara Pradnya Brahmanda, buah hati pertama dari pasangan Ida Bagus Wiwaha Kusuma Brahmanda (ayah) dengan Ida Ayu Ririn Pradnyandari (ibu) ini baru saja melangsungkan upacara telubulanan. Semoga si mungil yang lucu dan imut ini selalu memberikan kebahagiaan bagi ayah dan ibu serta keluarga semuanya.


Redité Kliwon, 11 Desember 2016

Bali

L E M B A R

Bencingah Ida Pedanda Istri Ngurah

Sampunang Nglintangin Pura Désa PINAKA upacara agama Hindu sané suci, pawiwahan wantah upacara sané mabuat sané majanten madaging tetangar sané ala yéning kalémpasin. Ida Pedanda Istri Ngurah saking Gria Gede Kutri ngandikayang, ri kala parikrama nyuang tur makta sang alaki-rabi budal ka genah sané lanang, patutné Ipun nénten nglintangin Pura Désa-Puseh, duaning sang kalih durung ngamargiang upacara makalan-kalan mawinan kantun cuntaka. Asapunika taler ri kala parikrama nyuang kamargiang sinarengan makta tipat bantal miwah mapamit. “Punika kajantenang kirang becik tur prasida ngametuang ala, sangkaning punika akéhan krama sané ngamargiang pawiwahan jagi ngrereh margi siosan mangda nénten nglintangin Pura Désa. Sané sampun makalan-kalan talér wénten sané ngamargiang parindikan inucap, tetujonnyané mangda nénten manggihin kahanan sané nénten kaaptiang,” pangandikan Ida Pedanda. Tios punika, wénten taler padéwasan sané kirang becik ri kala pacang ngamargiang upacara manusa yadnya. Tios ring déwasa Ingkel Wong, wénten sané kawastanin Rangda Tiga inggih punika ring wuku Wariga, Warigadean, Pujut, Pahang, Menail miwah Perangbakat. Tios punika wénten taler déwasa sané mawasta Tanpa Guru sané nénten becik ngamargiang upacara manusa yadnya, inggih punika ring wuku Gumbreg, Kuningan, Medangkungan miwah Klawu. “Masakapan taler kamargiang nganutin sasih, minakadi ring sasih Kasa, Karo rauh ring Kapitu, ring sasih Kaulu, Kasanga, Jiyestha miwah Sadha nénten wénten dewasa. Sakéwanten ring sasih Kadasa wantah déwasa becik ngamargiang piodalan utawi nyekah,” Ida negesang. (was)

Wayan P. Windia

Parikrama Alaki-Rabi PINAKA upacara adat sané sampun kamargiang antuk tata-titi agama Hindu, durung majanten pawiwahan prasida kamargiang sakadi sané kaaptiang. Prof. Dr. Wayan P. Windia S.H., M.Si., Guru Besar Bidang Hukum Adat Bali maosang, kahanan punika minab sangkaning pawiwahan adat Bali sané kamargiang wantah ngranjing ring pawiwahan adat Bali sané “dilarang” miwah sané “tidak dikehendaki”. Pawiwahan sané “dilarang” inggih punika pawiwahan sané nénten anut ring UU Perkawinan miwah awig-awig adat Bali, minakadi nénten kadasarin antuk rasa tresna miwah kantun alit. Yéning pawiwahan sané “tidak dikehendaki” wantah pawiwahan sané sampun kadasarin antuk rasa tresna miwah tuuh sampun antes, nanging nénten kaicén olih rerama utawi kulawarga. “Pawiwahan wantah parikrama soang-soang saking sang alaki-rabi, dadosné sadurung jaga ngamargiang pawiwahan patut kajantenang dumun napi sang kalih saling tresnain? Napi makekalih kulawarga sampun cumpu? Yéning sampun wawu prasida kalanturang antuk jejangkepan administrasi minakadi surat-suratnyané mangda nénten malih wénten pikobet,” asapunika baos Profesor Ilmu Hukum UNUD puniki. Dané sané embas ring Nyuhkuning Ubud, 27 November 1955 puniki malih maosang, mangkin akéh krama sané nénten tatas uning ring parindikan upacara pawiwahan adat Bali inucap. Duaning sujatiné pawiwahan wantah upacara adat Bali sané madaging antuk parindikan sekala niskala. Ngeninin indik sekala, inggih punika nyantenang yéning pawiwahan i wawu sampun anut ring tata-titi utawi hukum sané kamargiang ring Indonesia. Yéning indik niskala wantah ngeninin indik pikayunan soang-soang krama manut saking keyakinan utawi sradha sané kamargiang. (was)

(57)

B A S A

7 B A L I

Pawiwahan Manut Adat Bali

Wénten sané Nénten Dados Kamargiang MAKASAMI krama pastika pacang ngwangun kulawarga utawi ring agama Hindu kabaos antuk ngranjing ring Grehasta Asrama. Ngeninin indiké punika, ring adat miwah budaya Bali sané nganutin parikrama patrilineal utawi nganutin garis saking bapa, wénten makudang-kudang parikrama pawiwahan sané ketah kamargiang olih krama Bali. Minakadi pawiwahan “memadik” utawi krama lanang ngambil krama istri kanggén rabi tur kabakta ka umah sang sané lanang. Wénten taler marupa pawiwahan “nyentana” inggih punika pawiwahan sané parikramanipun wantah krama lanang sané kaambil olih krama istri. Wénten taler pawiwahan sané arang tur nénten kayun kamargiang olih kramané, sinalih tunggilnyané pawiwahan makedeng ngaad sané sampun kauningin saking nguni ring Bali. Makedeng ngaad wantah soroh pawiwahan adat Bali sané nénten pisan kayun kamargiang ring pakraman sané ketah kabaosang jagi ngawinang “panes” kulawarga inucap. Sané kabaosang pawiwahan makedeng ngaad olih Prof. Dr. Wayan P. Windia S.H., M.Si., Guru Besar Bidang Hukum Adat Bali wantah pawiwahan “silang langsung” utawi “timbal balik”. Minakadi kulawarga A madué pianak lanang miwah istri, ring kulawarga B taler madué oka lanang miwah istri. Oka lanang ring kulawarga A ngambil utawi nyuang oka istri saking kulawarga B kanggén rabi, oka istri ring kulawarga A kambil tur kanggén rabi olih oka lanang saking kulawarga B. Silang utawi matimbalan utawi masiluran kadi punika sané kawastanin makedeng ngaad. Yéning nénten sakadi punika, minakadi sangkaning karang paumahan kémanten napi malih mabinayan garis keturunan sinah nénten kawastanin makedeng ngaad. “Sané kawastanin makedeng ngaad tur nénten kayun ka-

PAWIWAHAN – Ngamargiang pawiwahan wantah sinalih tunggil swadharma sané jagi kamargiang olih samian krama utamanipun krama sané magama Hindu Bali. Mawit punika sang kalih sampun kabaos ngranjing ring sajeroning Grehasta Asrama. BPM/was

margiang wantah parikrama pawiwahan matimbalan sakadi punika tur kamargiang olih 1 generasi sané pateh. Dadosné sametonipun sané durinan nganten satmaka makurenan sareng ipah. Yéning nénten sakadi punika sinah nénten kawastanin makedeng ngaad,” asapunika baos Prof. P. Windia. Ri kala parikramanipun “satu arah”, nénten masiluran sakadi i wawu sinah nénten iwang tur dados kamargiang. Minakadi tatkala kulawarga A madué kekalih oka lanang, kulawarga B madué oka istri kalih miwah oka lanang asiki,

sinah makekalih oka istri saking kulawarga B punika dados kambil olih oka lanang saking kulawarga A. Duaning ring awig utawi hukum adat Bali pawiwahan inucap nénten kawastanin makedeng ngaad. Satios punika, wénten taler pawiwahan sané kamargiang olih lanang miwah istri sané meneng ring asiki natah pakarangan. Punika dados kamargiang yéning sang kalih nénten mayama tunggalan rerama tur nénten maipah. Tios saking makedeng ngaad, dané maosang wénten pawiwahan sané arang pisan kapanggih yadiastun

sujatiné prasida tur dados kamargiang. Pawiwahan inucap kawastanin pawiwahan utawi nganten nerusang. Parikramanipun, tatkala wénten krama lanang sané sampun marabian tur madué oka, sané lanang lantas padem, sinah sané istri balu. Ipun dados kajuang utawi kaanténang sareng adin krama lanang sané sampun padem inucap manut saking pamutus ring kulawarga krama lanang inucap. Punika kamargiang nénten wantah sangkaning jagi nyagra tetamian waris sané kadruénang olih belinnyané, taler jagi ngupapira

tur nyagra pianak miwah krama istri inucap. “Sujatiné punika kamargiang antuk tetimbang yéning baluan belinnyané mamitra utawi sampun madué gegelan sasukat sué katinggalin padem olih kurenanipun, sinah okannyané sané kantun alit dados kalunta-lunta duaning nénten wénten sané ngupapira. Dadosné Ipun utawi baluan belinnyané prasida kajuang olih adin Ipun sané kantun truna. Parikrama puniki taler sampun ketah kamargiang olih krama Bali saking nguni,” asapunika dané nartayang. (was)

Parikrama Pawiwahan Adat Bali

Lanang-Istri Kacuntakan Ngawit Nyuang Kantos Makalan-kalan SAKADI sané ketah kauningin, upacara pawiwahan wantah upacara nyikiang sang maraga lanang istri mangda prasida kawastanin marabian. Sakéwanten, manut saking pamargi krama Hindu Bali, pawiwahan wantah upacara sané tenget miwah suci sané kamargiang manut parikrama sané madaging antuk upasaksi sekala-niskala. Yadiastun sané ketah kauratiang wantah parikrama masakapan, sujatiné ring adat Bali upacara inucap sampun ngawit kamargiang antuk parikrama siosan doh raina sadurung masakapan. Manut pangandika Ida Pedanda Istri Ngurah saking Gria Gede Kutri Baleran, parikrama upacara pawiwahan kakawitin saking parikrama “Masuaka” inggih punika rerama sang maraga lanang ngrauhin genah sané istri tur masadu ajeng sareng reramanipun nyantenang raga taler maosang jaga nyuang pianak istrinyané dados mantu. Wusan punika kalanturang antuk “Paneges” inggih punika rerama sané lanang kasarengin kulawarganipun rauh tur matemu sareng rerama miwah kulawarga sané istri nyumekenang indik pamargin pawiwahan utawi parikrama alaki-rabi. Wusan punika wawu kalanturang antuk “Panangsek” inggih punika sang maraga

USAN ngwédang mangkin sami nyarengin ngambil ajengan sareng darang nasiné saking méja makan kabakta ka ruang tamu. Mangda linggahan Ngurah Jelada raris ngebatang karpét ring lantai kamaré. Méja tamuné kapindahang kabucu. Madé Sudiari nyacarang piring gelasé sané pas-pasan sareng lelima. Tan pakomando sami raris ngawitin. “Nggih kanggéang seadané, maklum keluarga anyar mara malajah. Kari pati gabag,” raosné Madé Sudiari mamongah ngaku ngamaluin apang nénten guyonina ring timpalné. “Anak nyakan tara ya pati gabag. Ngabag patin golok, patin sinduk, patin tiuk, kayang ngisi penyantokan di cobéké. Yén melah baan nguyegang pasti jaen rasan sambelé.” Madé Budiana kenyem nyledétin Ngurah Jelada ajak Madé Sudiari sané sayan kabilbil. “Naah pidan Madé suba milu nyakan, apang trampil

lanang rauh tur makta aban-aban utawi kawastanin “basan buah” sané jaga kaanggén nabdabang acara irika rumasuk nyiagayang banten pangraos miwah makta “basan pupur” minakadi panganggé sané jaga kawigunayang olih sané istri tatkala kajuang. “Ri kala panangsek puniki wantah pareraosan pamuput indik tata-titi parikrama upacara miwah raina becik utawi dewasa becik ngamargiang upacara inucap,” asapunika Ida mapangandika. Risampuné wusan nglintangin makatiga parikrama inucap wawu kalanturang antuk “Nyuang” sané akéhan kamargiang ring tigang raina wusan panangsek, sakéwanten tetep nganutin pamutus sané sampun kacumponin makekalih kulawarga. Ring sajeroning upacara pawiwahan, sang alaki-rabi taler kacuntakan ngawit saking kamargiang parikrama nyuang kantos Ipun wusan ngamargiang upacara makalankalan. Sangkaning punika, sang kalih nénten dados luas doh duaning galah punika wantah ala pisan, suénipun kantos tigang raina, limang raina utawi araina miwah sakadi sané sampun kajantenang sadurungnyané. Sakéwanten raina nyuang kantos masakapan nénten dados kaselat antuk kalih raina duaning

nampedang cobék kayang sok misé. Yén enu koangan di margané nu liu ada bak sampah,” pasaurné Ngurah Jelada kalem. “Yééh né anak ngarepin nasi sing dadi uyut pati jlamut, nyanan Bhatara Sri mabur.” Madé Sudiari numunin ngambil ajengan miwah ayam goréng sareng taluh masambelin. Sané siosan mangkin mabriuk ngambil mie goréng miwah sambel lan lalaban. “Bééh mula saja sambelné jaen san, makecap lalah manis, rasan seranné nyangluh. Yén tepuk téh dugasé nguyegang jag makita noél bokongné. Pasti jeg kéné égolanné,” raosné Ketut Pajar ngélog sakadi igel jogéd jaruh. Sami timpalné ngedékin. Tan marasa ajengan sareng mie goréngé tambis katandes. Sambel sareng lalabané kadi tidik méng buta. “Papa Ngurah, héh héh sst… tiang déréng mimbuh mie goréngé sagét telas,” baosné Gedé Pandé mapi ngeling

punika kawastanin Candung tur nénten becik pikolihnyané. Yéning parikrama nyuang kamargiang araina sareng upacara makalankalan, sinah sang alaki-rabi nénten kawastanin keni cuntaka. Risampun wusan ngamargiang upacara makalan-kalan wawu kalanturang antuk “ngaba jaja” utawi makta tipat bantal. Ida Pedanda malih mapangandika, yéning mrasidayang parikrama inucap dados kamargiang araina risampuné wusan makalan-kalan. Sakéwanten yéning nénten mrasidayang, sinah dados kamargiang bénjangnyané, malih tigang raina utawi limang raina. Sakéwanten patut setata nganutin antuk sima sané mamargi irika, duaning wénten sima sané ngicén makta tipat bantal kamargiang sadurung makalan-kalan, wénten taler sané nénten ngicén kadi asapunika. Wénten taler sané ngamargiang parikrama matipat bantal inarengan sareng parikrama nyuang. “Ngeninin indik makta tipat bantal sané sinarengan kamargiang ring parikrama nyuang punika patut setata nganutin pamutus saking kulawarga sané istri. Yéning kaicén sinah prasida kamargiang, yéning nénten sinah nénten dados mamuuk utawi nglawan pamutus,” asapunika Ida Pedanda mapangandika. (was)

kuangan nasi. “Bas sajan Dé Budiana madaar cara Cupak?” “Eda takut Dé, di paon enu ada buin. Jemakang ja kayang ayam goréng lan inumané aba mai,” Ngurah Jelada ngénkén Sudiari ngambilang. Gedé Pandé kenyem masemu girang. Samian raris malagaran masedak ayam goréng. Sujatiné mula Gedé Pandé sané makta biré. Jam sia wengi para yowanané wau usan malagaran. Madé Sudiari sareng Ketut Pajar ngumbah peraboté sané momos. Madé Budiana sareng Gedé Pandé mresihang kamar tamuné. Ngurah Jelada ngampilang masakan sareng botol minumané sané masisa ka lemari makan. “Kénkén Dé pada makenjang, apa terusang malajah buin abedik aji tanya jawab sambilang ngisis, bas kéné panesé,” pandikanné Ngurah Jelada sambil ngebatang buku. “Waduuh, yén kéné wareg

BPM/was

MAKALAN-KALAN – Sakadi sané ketah kauningin, ngawit saking parikrama nyuang sang alaki-rabi sampun keni kacuntakan, tur pacang puput risampuné sareng kalih ngamargiang parikrama makalan-kalan utawi sané ketah kasengguh matanjung sambuk.

basangé kénkénang malajah. Paling-paling teked jumah nylémpang mamantang kadi bantang ngandang, yén ebahang sépanan ngrambang jeg ilang. Becikan tiang pamit Mama-Papa, apang ten ngiyeg pangantin remaja,” raosné Gedé Pandé. “Nggih wiyakti Gusti Ngurah, basang wareg ten nyidang malajah. Depin pang Mama Ary nglanturang gegaéné driki yén kari wénten sané déréng pragat,” raosné Madé Budiana. “Yééah... tiang masih lakar mulih. Pinaka dadi MamaPapa kan dugasé dadi tuan rumah masak dogén, ganti peran ganti pemainné,” Madé Sudiari sareng timpalné mapamit sami nguripang motorné ma...daag... daag. Nanging wau jaga mamargi Madé Sudiari wau éling, “Ooh anduk tiangé kari kecag Tungurah, mriki ambilang dumun.” Raris ngranjing. “Sejaba anduk tiang nunas bekel ulangan umum Tun-

gurah…?” raris meluk saha niman ngecup Ngurah Jelada mawanti-wanti, ngantos raganné tan nyidang mambekan. “Oh Madé... Madé Sudiari, da ja masépan-sépan. Néh... anggon bekel suba, nanging anggap pinaka semangat malomba malajah apang lulus,” baosné Ngurah Jelada ngecup Madé Sudiari alus mesra lembut, saking welas asih ring timpal sané kadi buduh kasmaran. “Cuaphst... oh ssst, Tungurah matur suksma. Niki sampun sané ngawinang manah tiangé uyang paling... uuungsht, dadi kéné lacur tiangé sayaaang?” aturné Sudiari saha pamit ngusap-usap paningalanné raris medal nguripang motorné macuet nambreng nganginang. Wenginé sayan sepi. Gebyuran suaran ombaké ring Pasisin Jasiné marawat-rawat sawat makilitan sareng suaran koosan Tukad Jangané kasuryakin olih ikatak ngongkék kaék-kaék. (Masambung)


Upacara

8

Redité Kliwon, 11 Desember 2016

Bebantenan Bayuh Oton

Niyasa Panauran Rna OTONAN jakti sampun lumrah kalaksanayang olih krama Bali, pamekasnyané otonan majeng manusa sané sampun dados tradisi. Otonan wiadin ngotonin kaloktah pinaka pakéling raina embas sané wantah patemuan dina saptawara, pancawara miwah wuku sané ngwetuang urip. Soangsoang krama Bali nglaksanayang otonan ngenem bulan apisan utawi (210) raina apisan. Nglaksanayang otonan Bali puniki kanggehang penting pisan kalaksanayang olih kramané duaning yéning nénten polih kapakelingin, kapercayain prasida sungkan. Otonan nénten penting mesti kalaksanayang antuk banten sané ageng utawi jor-joran, duaning wantah pinaka pakéling dina embas, otonan rumasuk éédan upacara manusa yadnya sané sampun kapolihang saking sasukat manusa wawu embas, samaliha sakantun ring garba raréné sampun kaupakarain, nanging yéning mrasidayang nglaksanayang banten sané ageng taler nénten kenapi asal manut kasidan. Samian punika kalaksanayang nénten tios pinaka cihna manusa ngaturang ayat bakti majeng ring Bhatara Hyang Guru miwah Pangempun jatmané sané embas dilemah pada. Satios maotonan, pinaka krama Bali iraga pastika pacang ngamargiang bayuh oton. Bayuh oton wantah sinalih tunggil upacara sané kamargiang olih umat Hindu naur rna. Rna sané kasengguh nganutin pamargin bayuh oton inucap. Ri kala manusa embas malih ka jagaté kajantenang madué semaya sané kaucapang pinaka utang, mawinan utang inucap patut kataur majalaran bayuh oton. Bayuh oton pinaka panauran rna ring Bali ketah kasengguh upacara mapanauran sané mawit saking kruna “taur” sané mateges mayah. Utawi ketah kawastanin nebusin. Mawinan sampun majanten bayuh oton wantah upacara pinaka sarana mapanauran rna antuk sarana upakara. Satios punika, bayuh oton madué tetujon nyuciang angga sarira inggian panyucian antuk jasmani miwah rohani santukan ring angga sarira puniki madaging unsurunsur sané kaon. Pamargin bayuh oton puniki taler kaaptiang prasida ngirangin utawi ngicalang ius-ius kaon sané wénten minakadi parilaksana sané kaon, panyungkan, utawi ius kaon tiosan. Mabuatnyané pamargin bayuh oton prasida kaselehin saking sarana upakara sané kawigunayang. Sarana inucap minakadi; tirtha, wantah sarana nunas panyucian. Sarana kaping kalih wénten byakaonan utawi byakala sané matetuek ngicalang parindikan sané prasida ngwetuang baya, inggian ri kala ngamargiang upacara, baya sané metu saking angga sarira, miwah sané tiosan. Sarana kaping tiga wénten prayascita pinaka niyasa panyucian rohaniah. Sajeroning Puja Mantra saking Prayascita pinaka panyucian, wénten lelima mala sané katunas mangda ical, luiré; sarwa roga, sarwa wighna, sarwa klesa, sarwa satru, miwah sarwa dusta. Nyabran upacara sané kamargiang wantah pinaka jalaran nganampekang angga majeng Hyang Widhi sané setata kairingang antuk upacara. Umat Hindu Bali sajeroning ngamargiang bayuh oton majanten ngawigunayang banten pinaka sarana. Mawinan antuk pamargin bayuh oton inucap, umat ngangken Ida Sang Hyang Widhi Wasa pacang ngicén waranugraha marupa kaselametan, karahayuan, miwah kadirgayusan. (Ida Rsi Bhagawan Smerti Kusuma Wijaya Sebali)

NYASTRA- Sinunggil parikrama nyastra malarapan nyurat aksara Bali sané kamiletin olih alit-alit. Parikrama nyastra pinaka sinunggil utsaha nguningayang aksara Bali majeng alit-alit ngawit yusa kari alit. BPM/dok

”Festival” Nyastra Kamargiang Sinarengan

Kasarengin 10.000 Pamilet ring Sajebag Bali PINAKA bahan evaluasi Penyuluh Bahasa Bali Provinsi Bali sané sampun mamargi salami nem bulan pungkuran sajeroning kelompok belajar (pokjar). Evaluasi pokjar punika kalaksanayang sajeroning Festival Nyastra sinarengan sané kalaksanayang ring sia kabupaten/kota ring Bali raina puniki Redité (11/12). Sapunika kabaosang Ida Bagus Gede Paramitha, S.S., M.Si., pinaka ketua panitia Festival Nyastra Provinsi Bali 2016. Manut dané, sajeroning Festival Nyastra puniki sifat-nyané nénten luas sakadi festival-festival sané tiosan, nanging fokus dumun ring kaderisasi alit-alit mangda nyenengin saha nresnain aksara Bali. Indik pamilet festival, lulusan Fakultas Sastra Unud puniki nlatarang, sané sampun kadata sajeroning Festival Nyastra kirang langkung wénten 10.000 pamilet. Pamilet punika kaepah ring kabupaten/kota ring sajebag Bali. Tetujon utama sajeroning parikrama puniki kaptiang prasida sayan naut uratian pemerintah miwah para pemangku kebijakan sané salami puniki kaselehin kirang nguratiang mabuatnyané aksara,

basa, miwah sastra Bali. “Patut kaélingin malih, yéning tan paaksara, basa miwah sastra Bali majanten akah budaya Bali puniki pacang kropos,” baosnyané. Wénten sané naut uratian kabaosang ketua panitia, sajeroning pembukaan Festival Nyastra puniki didesain nénten nganggén simbolisasi mukul gong minakadi sané sampun lumrah, nanging pejabat sané mahbah festival kaptiang mangda mahbah festival antuk nyurat aksara Bali sané salanturnyané kamiletin olih alit-alit ngawitin festival inucap. Dané taler nyanggra becik parikrama sané sampun kalaksanayang olih sakatah kabupaten/ kota ring Bali sajeroning nglestariang basa, aksara miwah sastra Bali malarapan ngwéntenang raina mabasa Bali minakadi Badung miwah Kota Dénpasar. Indik galah festival, santukan sub kegiatannyané wantah asiki manten gumanti festival wantah kalaksanayang araina ngawit jam kutus semeng kantos puput. Pamilet festival mabusana adat madia. “Festival fokus ring nyurat aksara Bali manten majeng tingkat Seko-

lah Dasar negeri miwah swasta sajebag Bali,” baosnyané. Sané kalaksanayang sajeroning Festival Nyastra boya lomba, manut I Nyoman Suka Ardiyasa, M.Pd., Ketua Penyuluh Bahasa Bali Provinsi Bali, tetujonnyané ngicén selah ekspresi alit-alit sané madué pangweruhan kirang sajeroning nyurat aksara Bali. Yéning kalaksanayang lomba nyurat aksara Bali, alit-alit sané kirang pangweruhannyané nénten madué selah ngamiletin lomba. “Antuk kawéntenan festival nyastra puniki alit-alit prasida sayan nresnain basa Bali pinaka basa ibu. Satios punika, sapunapi ngiringang alit-alité senang dumun. Yéning sampun senang tur prasida muputang nyurat salanturnyané pacang metu rasa seneng tur bangga ring anggannyané soang-soang. Pinaka penghargaan alit-alit kaicén piagam setingkat provinsi sané salanturnyané prasida kanggén panyangkep melamar sekolah ,” baosnyané. Siosan punika, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Dewa Putu Beratha ngicén apresiasi saha nyokong pamargin Festival

Nyastra Penyuluh Bahasa Bali. Manut dané, Festival Nyastra sané kalaksanayang patut kaicén apresiasi. Festival Nyastra manut dané pinaka laporan riil saking Penyuluh Bahasa Bali indik napi sané sampun kalaksanayang salami ring lapangan. “Puniki sinunggil utsaha sané strategis sakadi program pemerintah ngwangun karakter bangsa. Santukan karakter pinaka jati diri wantah prasida kawangun majalaran budaya miwah nyastra. Sajeroning sastra punika wénten unsur saking budaya,” baosnyané. Nglantur dané negesang, kawekas pacang ngarepin era kesejagatan globalisasi gumanti wénten pengaburan identitas. Indiké punika patut katepasin antuk parikrama kabudayaan. Antuk napi sané kalaksanayang olih Penyuluh Bahasa Bali puniki

patut kasokong. “Iraga patut angayubagia antuk parikrama puniki, para Penyuluh Bahasa Bali sampun prasida nangiang saha metuéling mawali utamannyané para rerama miwah guru mangda ngicén ruang majeng alit-alitnyané mawali malajahin basa, aksara miwah sastra Bali punika,” tegesnyané. Samaliha manut dané parikrama puniki anut kabaos festival kolosal santukan pamiletnyané kantos 10.000 alit-alit. Bilih-bilih patut kaicén apresiasi majeng bupati miwah walikota, kepala dinas kebudayaan, para sponsor sané madasar laporan para kordinator penyuluh kabupaten/kota sajebag Bali santukan sampun ngicén sokongan gumanti parikrama prasida kalaksanayang manut pangrencana. (yan)

Satua

Mangda Alit-alit Nénten Jejeh Nyurat

Nyastra Kamargiang Madasar Liang UTSAHA-utsaha pelestarian miwah panglimbak basa, aksara miwah sastra Bali sampun kalaksanayang olih Penyuluh Basa Bali salami nem bulan pungkuran. Mangkin sajeroning nyihnayang kasidan swaginannyané kalaksanayang Festival Nyastra sané kamargiang sinarengan. Sios saking festival, kasujatian nyastra taler patut kauningin. Manut I Nyoman Suka Ardiyasa, M,Pd., Ketua Penyuluh Basa Bali Provinsi Bali, wawu puniki nguningayang madasar pangweruhannyané, nyastra wantah baga saking proses ngarya naskah utawi sané mapaiketan sareng aksara Bali. Nanging yéning katelebin malih, kruna nyastra punika wantah proses pengilhaman indik proses sané katampénin mapikenoh majeng krama. Nglantur tuturnyané, kruna nyastra punika sampun ngawit mauwah. Yéning dumun kruna nyastra punika baga saking meditasi,

indiké punika santukan dumun krama ngarya karya sastra nénten kanggén ngraga, nanging katurang majeng Ida Sang Hyang Widhi Wasa gumanti asilnyané nénten wénten sané madaging aran pangawi. Karya sané kasilang samian katurang majeng sang pencipta. S ak é w an t e n d an é n e g e sang, ninutin pakibeh masa, kruna nyastra sampun mauwah. Mangkin yéning krama maosang kruna nyastra kategesin nyurat aksara Bali. “Indiké punika sané adopsi tiang, minimal antuk kruna nyastra puniki alit-alité sampun ngawit mapineh yéning patut nyurat aksara Bali. Filosofi puniki sané anggén tiang ring sajeroning Festival Nyastra. Festival puniki wantah festival ageng pamekas nyurat aksara Bali tur pamiletnyané alit-alit,” baosnyané kaabih Ida Bagus Gede Paramitha, S.S., M.Si., pinaka ketua panitia Festival Nyastra 2016.

Suka Ardiyasa nyelehin, nyastra ring masané mangkin becikan kairingang ka parikrama sané fun, nénten bas disakralisasi gumanti alit-alit nénten jejeh nyurat. Nyastra sajeroning teges sané dalem, nénten wantah nyurat aksara Bali manten, nyastra sané kekinian minakadi nyurat aksara Bali. Intinnyané yéning sampun nyurat aksara Bali sampun majanten pacang taler éling majeng sastra sané wénten. Ri kala alit-alité nyurat nganggén aksara Bali tegesnyané pateh sareng sampun nyurat sastra inggian sané kasurat punika satua, miwah sané tiosan. Tios yéning dumun ri kala nyastra sané kasurat wantah kadiatmikan, wéda, kakawin miwah sané tiosan. “Mangkin nyastra punika sampun mauwah ka ranah sané fun, inggian punika nyurat satua, aksara-aksara sané kanggén minakadi aksara wreastra,” baosnyané. (yan)

Olih : Madé Taro

I Kambing Lua Gedénan Gerak “PERCAYA ja, Macan! Mesaba ento buron ané tusing mabayu, apa buin ia mara seger. Yén Cai jejeh, lan alih ajak dua kema. Icang ané lakar nglawan.” “Da, Bojog! Cai pasti nguluk-nguluk Icang. Yén I Kambing ento nyeruduk, Icang ané dadi korban, yén Cai suba ja aluh menék ka punyan kayuné.” “Oho, Cai sangsaya yén Icang lakar malaib kéto? Yén kéto, tegul suba ikuh Cainé ngajak ikuh Icangé. Lan lawan I Kambing luh ento bareng-bareng.” Antuk ikuh ané saling mategul I Macan lan I Bojog nuju tongosné I kambing ané ngalih tatedan. Uling joh I Macan lan I Bojog suba tingalina tekén I Wiwingsali. Panak kambing ento nyansan takut laut ngajak méménné makelid. Sakéwala méménné sayaga nampekin buroné ento. Ningalin I Bojog lan I Macan saling negul ikuhné, Mesaba kedék lantas mamunyi tekén I Bojog. “Rahajeng matemu buin, Bojog! Jani gelah percaya yén Cai tusing engsap tekén janji. Mara Cai matoh lantas kalah tur majanji mayah tohan aji macan petang ukud? Né jani Cai mara mayah tuah aukud. Lantas cén buin tetelu?” “Mabukti tebakan Icangé, I Bojog pasti nguluk-nguluk,” keneh I Macan. Tusing makeneh I Macan lantas mabading. Ia malaib pontang-panting. I Bojog bareng kedenga wiréh ikuhné mategul ngajak ikuhné I Macan. Kala ngecosin pangkung, I Macan ané takut ento maserod. Ukudané enyag lantas mati. Kéto masih I Bojog. Wiwingsali ané mengkeb di bet-beté, malaib pesu tur meluk méménné. Ia bangga lan ngajiang méménné ané wanén. “Yén kapépét, gertak sambal ento perlu pesan Cening,” raosné I Kambing tekén panakné. (Puput)

Rédaksi nerima reriptan marupa artikel (paling akéh 3500 huruf), satua ringkes (paling akéh 6000 huruf), puisi, geguritan miwah sané siosan. Reriptan mangda kakirim ring alamat: Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email: bali_orti@balipost.co.id.


9

MINGGU KLIWON, 11 DESEMBER 2016

Westbrook Gemilang, Thunder Tumbang HAL 10

MU Vs Spurs

SETAN MERAH HARUS PASTIKAN KEMENANGAN

UTAMA - Gelandang Henrikh Mkhitaryan akan kembali dipasang menjadi pemain utama Manchester United setelah tampil hebat dalam beberapa laga terakhir Setan Merah.

Manchester –

Striker Zlatan Ibrahimovic merasa Manchester United tak punya masalah menciptakan peluang-peluang. Yang jadi masalah adalah lemahnya kemampuan mengunci laga. MU saat ini sedang tersendat di Premier League. Dalam sebelas pekan terakhir cuma dua kemenangan yang dipetik dengan enam hasil imbang dan tiga kekalahan. MU seharusnya bisa memetik hasil lebih baik di sejumlah pertandingan dalam periode tersebut. Di laga melawan Stoke City, Arsenal, dan Everton yang berakhir imbang 1-1 misalnya. MU sejatinya unggul lebih dulu sebelum kemudian jebol di menit-menit akhir. Ibra mengakui hal ini jadi pekerjaan rumah untuk timnya. MU perlu lebih baik menjaga keunggulan, sementara juga lebih efisien memanfaatkan kesempatan. Itu akan membuat mereka bisa mengunci laga demi laga. “Kami menciptakan banyak peluang dan terkadang Anda bisa menang hanya dengan 1-0. Tapi saya rasa kami sudah memahami sekarang bahwa kami harus mencetak gol lebih dari satu untuk memastikan kami mendapatkan tiga poin,” kata Ibra, Sabtu (10/12) kemarin. “Anda perlu mengunci laga di skor 1-0, yang mana bisa dilakukan. Anda tak perlu menang 4-0 setiap pekannya, tapi itu masih belum terjadi. Semoga kami bisa mulai ‘membunuh’ tim-tim lawan dengan gol kedua. Kami mau mengunci setiap laga yang kami mainkan,” imbuh pemain asal Swedia ini. Perkara mengunci laga ini boleh jadi akan sangat krusial bagi MU saat menjamu Tottenham Hotspur di Old Trafford pada lanjutan Premier League, malam nanti. Namun meraih kemenangan di akhir pekan nanti bukanlah tugas yang mudah. The Lillywhites sendiri punya catatan yang cukup apik saat berhadapan dengan Setan Merah, di mana dalam enam pertemuan terakhir mereka mampu memenangkan dua laga, kalah di dua laga, dan seri di dua laga sisanya. Tim besutan Mauricio Pochettino itu juga tengah berada dalam kepercayaan diri usai menang besar atas Swansea City

dan CSKA Moskow baru-baru ini, sehingga pasukan Setan Merah wajib waspada dengan kunjungan tim asal London ini. Meski punya catatan yang nyaris imbang, namun Setan Merah bisa mengandalkan magis Old Trafford untuk meraih poin penuh atas Tottenham. Dalam enam laga kandang terakhir mereka melawan Tottenham, empat laga berhasil diamankan MU dengan kemenangan dan dua laga sisanya menjadi milik Tottenham. Musim ini mereka juga hanya kalah satu kali di Old Trafford, oleh karenanya dukungan fans bisa menjadi pembeda pada laga ini. Dalam laga penting ini, Jose Mourinho masih tidak bisa memainkan Chris Smalling, James Wilson yang masih cedera, sedangkan kondisi Luke Shaw masih berada dalam tanda tanya usai ia dikabarkan belum cukup fit pada laga ini. Mourinho sendiri diprediksi akan melakukan sejumlah rotasi dengan timnya jelang laga melawan Spurs. Di sektor penjaga gawang, David De Gea akan kembali masuk menggantikan Sergio Romero. Eric Bailly yang baru saja menjalani comeback nampaknya akan dicadangkan pada laga ini, di mana Phil Jones kemungkinan akan kembali menjadi partner Marcos Rojo di lini pertahanan mereka. Penampilan apik Henrikh Mkhitaryan pada laga Europa League membuat sang pemain kemungkinan kembali menjadi starter pada laga penting ini. Di Kubu tim tamu, pelatih Mauricio Pochettino datang ke Kota Manchester dengan kekuatan penuh. Hanya Vincent Janssen dan Erik Lamela yang tidak bisa dibawa pada lawatan mereka ke Old Trafford kali ini karena keduanya masih mengalami cedera.

PSG Incar Alli Paris – Raksasa Prancis ParisSaint Germain (PSG) dilaporkan telah menyiapkan dana sebesar 50 juta poundsterling demi memikat gelandang muda Tottenham Hotspur, Dele Alli pada 2017 nanti. Penampilan pesepakbola 20 tahun tersebut memikat pelatih Spurs, Mauricio Pochettino yang langsung membuat penawaran kepada sang pemain untuk bergabung di White Hart Line Stadium pada 2015 lalu. Pada musim perdananya Alli langsung tampil bagus bersama Harry Kane dkk. Ia juga masuk menjadi pemain andalan the Lily Whites di lini tengah. Alhasil musim pertamanya, pemain kelahiran Milton Keynes tersebut mampu menyumbangkan sepuluh gol dengan sembilan assist. Pada akhir musim 2014/2015, ia mendapatkan penghargaan sebagai pemain muda terbaik. Tak cuma itu, berkat penampilan impresifnya kubu Spurs tak ragu untuk memberikannya kontrak baru. Ia diberi kontrak baru berdurasi enam tahun pada September lalu. Namun menurut laporan dari the Guradian, Sabtu (10/12) kemarin hal itu tak menghalangi PSG untuk berusaha merekrutnya pada Januari mendatang. Media tersebut menjelaskan bahwa pihak Les Parisien sudah cukup lama memantau sepak

terjang gelandang asli Inggris. Mereka pun terkesan dengan apa yang dimiliki dari gelandang bernomor punggung 20 itu. Kini mereka akan memulai proses menggoda Spurs agar mau melepasnya dengan iming-iming uang sekitar 50 juta pounds. Sementara itu, juara bertahan Ligue satu tersebut juga akan menggoda sang pemain dengan menawarkan gaji yang jauh lebih tinggi

Dengan skema 4-2-3-1, Harry Kane masih menjadi pilihan utama Mauricio Pochettino sebagai ujung tombak Spurs pada laga ini. Ia akan dibantu pergerakan tiga gelandang serang yaitu Son Heung-Min, Dele Alli dan Christian Eriksen. Toby Alderweireld yang baru pulih cedera nampaknya tidak akan langsung bermain sebagai starter pada laga ini, di mana Eric Dier kemungkinan masih menjadi bek dadakan bersama Jan Vertonghen di lini pertahanan The Lillywhites. Keduanya sama-sama baru saja melakoni partai tengah pekan. Tapi Spurs sedikit lebih diuntungkan karena laga melawan CSKA Moskow di Liga Champions pada Kamis lalu, sehari lebih cepat ketimbang laga MU lawan Zorya Luhansk di Liga Europa. The Lilywhites punya waktu istirahat sehari lebih banyak. MPochettino paham benar bermain di Liga Europa amat menyulitkan, dalam kaitannya pemulihan untuk laga akhir pekan. Tapi melihat MU dia percaya tak akan ada kesulitan. Pria Argentina itu menilai MU punya skuat yang bagus untuk melakukan rotasi tanpa mengalami penurunan kekuatan secara signifikan. “Itu benar, bahwa bagi kami musim lalu dan musim sebelumnya berat untuk bermain hari Kamis dan kemudian Minggu. Ya, benar bahwa kami pun seharus lebih banyak untuk istirahat. Saya tak ingat dalam dua setengah tahun kami punya keuntungan satu hari,” kata Pochettino di situs resmi klub. “Tapi ketika Anda melawan tim seperti Manchester United, mereka punya skuat yang sangat bagus, sebuah skuat yang tangguh, dan mereka bisa merotasi pemain,” imbuhnya. Pertemuan kedua kesebelasan ini menjanjikan laga yang sangat menarik. (kmb33/ap/rtr)

ketimbang yang didapatnya saat ini. Alli sendiri saat ini menerima bayaran sekitar 60 ribu pounds per pekan. Seorang pengamat olahraga Inggris Peter Beagrie tampaknya sependapat dengan PSG. Beagrie berpendapat bahwa Alli lebih hebat dari pemain termahal dunia saat ini (Paul Pogba). Dia mengatakan, meski Pogba memiliki potensi untuk menjadi pemain hebat di hari terbaiknya, performa Alli musim ini membuatnya memainkan peran yang lebih vital di Spurs. “Di performanya yang

sekarang, saya akan terus memilih Alli. Saya melihat aksinya di MK Dons dan melihat di terus berkembang. Dia amat bagus ketika bermain di belakang striker. Dia punya pergerakan yang lincah dan juga kecerdasan untuk bermain di belakang striker dan juga bisa bermain di posisi melebar,” tutur Beagrie “Dia tidak pernah melewatkan kesempatan untuk menembak dan dia amat percaya diri. Tidak diragukan bahwa Pogba di hari terbaiknya amat luar biasa. Namun terkait performanya sekarang dan juga

PERKIRAAN SUSUNAN PEMAIN Manchester United (4-3-3): De Gea; Blind, Jones, Rojo, Valencia; Pogba, Carrick, Herrera; Martial, Ibrahimovic, Mkhitaryan Tottenham Hotspur (4-2-3-1): Lloris; Rose, Vertonghen, Dier, Walker; Winks, Wanyama; Heung-Min, Alli, Eriksen; Kane Statistik Kedua Tim Head to Head 10/04/16 Tottenham Hotspur 08/08/15 Manchester United 15/03/15 Manchester United 28/12/14 Tottenham Hotspur 02/01/14 Manchester United

3-0 1-0 3-0 0-0 1-2

Manchester United (EPL) Tottenham Hotspur (EPL) Tottenham Hotspur (EPL) Manchester United (EPL) Tottenham Hotspur (EPL)

Lima Pertandingan Terakhir Manchester United (M-S-M-S-M) 25/11/16 27/11/16 01/12/16 04/12/16 09/12/16

Manchester United Manchester United Manchester United Everton Zorya

4-0 1-1 4-1 1-1 0-2

Feyenoord (UEL) West Ham United (EPL) West Ham United (EFL) Manchester United (EPL) Manchester United (UEL)

Lima Pertandingan Terakhir Tottenham Hotspur (M-K-K-M-M) 20/11/16 23/11/16 27/11/16 03/12/16 08/12/16

Tottenham Hotspur AS Monaco Chelsea Tottenham Hotspur Tottenham Hotspur

3-2 2-1 2-1 5-0 3-1

West Ham United (EPL) Tottenham Hotspur (UCL) Tottenham Hotspur (EPL) Swansea City (EPL) CSKA Moskow (UCL)

BPM/ap

nilai yang ia berikan pada tim, maka Dele Alli lebih baik,”imbuhnya. Alli sudah membantu Tottenham naik ke peringkat lima klasemen sementara Premier League. Ia juga mencetak gol dan membuat assist untuk membantu Spurs mengamankan tempat di Liga Europa kala menang atas CSKA Moscow di Liga Champions kemarin. Sementara itu, Pogba dan United duduk di peringkat enam klasemen sementara Premier League, tertinggal enam angka di belakang Spurs. (kmb33/rtr)

Dele Alli


OLAHRAGA

10

Minggu Kliwon, 11 Desember 2016

Westbrook Gemilang, Thunder Tumbang Oklahoma City – Russell Westbrook masih melanjutkan rangkaian torehan triple-double-nya. Tapi itu tak mampu menghindarkan Oklahoma City Thunder dari kekalahan kala menjamu Houston Rockets.

Fernando Alonso

BPM/rtr

Briatore Tutup Kemungkinan Alonso ke Mercedes Roma – Fernando Alonso ditegaskan tidak bakal meninggalkan McLaren dan hijrah ke Mercedes, terkait dengan santernya spekulasi belakangan ini. Hal itu dikatakan oleh Flavio Briatore, mantan bos Alonso di Renault yang saat ini juga masih menjadi bagian dari manajemen pebalap Spanyol yang membalap untuk McLaren tersebut. Masa depan Alonso sendiri dispekulasikan setelah satu kursi di Mercedes menjadi lowong akibat Nico Rosberg yang pensiun membalap, beberapa hari setelah memastikan titel juara dunianya yang pertama di F1. “Kenapa setiap ada kursi lowong Fernando selalu disebut-sebut? Ada kontrak dan kami akan menghormatinya,” kata Briatore, Sabtu (10/12) kemarin. Alonso disebut-sebut sebagai salah satu pebalap yang sudah berbicara langsung kepada bos Mercedes Toto Wolff, tak lama setelah Rosberg mengumumkan pensiunnya.

Alonso sendiri masih terikat kontrak dengan McLaren, kendati sebelum ini ia juga pernah meninggalkan timnya lebih dini yaitu saat meninggalkan Ferrari 2014 lalu. Tapi Briatore menyebut situasi tidak sama, apalagi saat itu Presiden Ferrari Luca di Montezemolo juga merestui. “Situasinya berbeda dan saat itu kami juga punya kesepakatan dengan Montezemolo. Jika kami tidak meraih titel pada 2014, maka kami bebas pergi. Luca menepati janji itu. Memang benar bahwa Marco Mattiacci menawarkan perpanjangan kontrak 3 tahun, tapi kami ketika itu menolak,” ujar Briatore. Jika juara dunia F1 dua kali itu ditarik ke Merceds, akan menjadi ulangan pertemuan di Tim McLaren 2007. Saat itu Alonso berpartner dengan Lewis Hamilton juara dunia F1 tiga kali. Keduanya bersaing ketat, dan tak saling menyukai, yang membuat akhirnya Alonso memilih meninggalkan McLaren. (kmb33/ap)

BPM/rtr

DUKA - Sejumlah suporter klub Chapecoense berjalan mengelilingi stadion untuk mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya para pemain klub tersebut dalam kecelakaan pesawat beberapa waktu lalu.

Coba ”Move On”, Chapecoense Tunjuk Pelatih Baru Chapeco – Chapecoense sepertinya tak mau terlalu berlamalama larut dalam kesedihan. Mereka mencoba memulai proses rebuilding. Langkah pertama telah dilakukan, yakni mengangkat pelatih baru, Vagner Mancini. Seperti diketahui, sejumlah pemain dan staf pelatih Chapecoense turut menjadi korban kecelakaan pesawat yang sejatinya membawa klub asal Brasil itu untuk melakoni partai final Copa Sudamericana kontra Atletico Nacional di Kolombia. Pelatih kepala Chapecoense pada waktu itu, Caio Junior pun menjadi salah satu korban dari total keseluruhan 71 penumpang yang meninggal dalam tragedi yang begitu menyita perhatian dunia sepak bola tersebut. Mancini sendiri merupakan pelatih yang sebelumnya pernah menangani sejumlah klub besar Brasil macam Gremio, Santos, Vasco da Gama, Cruzeiro dan Botafogo. Ia akan memulai pekerjaannya membesut Chapecoense efektif pada 19 Desember 2016. “Saya ingin mengungkapkan rasa bangga setelah ditunjuk menjadi pelatih baru Chapecoense,” kata Mancini, Sabtu (10/12) kemarin. “Saya rasa kita semua telah mengikuti perkembangan Chapecoense sejak tahun kemarin. Klub ini berkembang begitu hebat. Saya sendiri merasa terhormat untuk bisa melanjutkan pekerjaan teman saya, Caio Junior.” ujar pelatih berusia 50 tahun tersebut.

Dalam pertandingan di Chesapeake Energy Arena, Sabtu (10/12) kemarin Westbrook menjadi peraih angka terbanyak bagi Thunder dengan torehan 27 poin, 10 rebound, dan 10 assist. tu merupakan triple-double ke12 Westbrook pada musim reguler NBA 2016-2017 dan ke-49 sepanjang kariernya. Dia merupakan pemain dengan triple-double terbanyak di antara pemain yang masih aktif dan berada di posisi keenam secara keseluruhan sepanjang sejarah NBA. Rentetan Jordan diraih saat dia mencetak 10 triple-double dalam 11 gim. Rentetan tripledouble beruntun terpanjang di NBA adalah sembilan yang dibuat oleh pemain Philadelphia 76ers, Wilt Chamberlain pada Maret 1968. Westbrook masih memiliki rataan triple-double pada musim ini dengan 31 poin, 10,9 rebound, dan 11,3 assist. Oklahoma City Thunder selalu memenangi enam laga sebelumnya saat Russell Westbrrok

mencetak triple-double. Meski demikian, berlanjutnya tren Westbrook tak diikuti oleh Thunder. Mereka takluk 99-102, yang membuat rangkaian enam kemenangan berturut-turut terhenti. Thunder sudah mengawali dengan kurang oke, di mana tertinggal satu bola di kuarter pertama pada angka 23-25. Dari kubu Rockets, start tersebut bisa dijaga momentumnya untuk memenangi dua kuarter berikutnya dengan 30-26 dan 31-28. Meski kehilangan kuarter terakhir dengan 16-22, mereka mampu menjaga keunggulan dan menang satu setengah bola. James Harden jadi penampil terbaik Rockets dengan 21 poin, 9 rebound, dan 12 assist. Pada pertandingan lainnya, Cleveland Cavaliers tanpa kesulitan menundukkan Miami Heat dengan 114-84. Sementara New York Knicks mengatasi perlawanan ketat tuan rumah Sacramento Kings 103-100. (kmb33/rtr)

Hasil Lengkap NBA Indiana Pacers Detroit Pistons Houston Rockets Atlanta Hawks Toronto Raptors Miami Heat Orlando Magic New York Knicks Phoenix Suns

103 117 102 114 101 84 88 103 119

-

111 Dallas Mavericks 90 Minnesota Timberwolves 99 Oklahoma City Thunder 110 Milwaukee Bucks 94 Boston Celtics 114 Cleveland Cavaliers 109 Charlotte Hornets 100 Sacramento Kings 115 LA Lakers

Final Piala AFF 2016

Shakhtar Benarkan Barca Incar Srna Donetsk – Pelatih Shakhtar Donetsk, Paulo Fonseca mengakui jika raksasa Spanyol Barcelona tertarik untuk memboyong bek kanan sekaligus kapten, Darijo Srna. Ia pun menegaskan, jika dirinya tak bisa menahan sang pemain jika memang memutuskan hengkang. Barcelona memang sudah dikaitkan akan mengincar posisi bek kanan usai ditinggal Dani Alves yang hijrah ke Juventus musim panas lalu. Hal itu dilakukan untuk melapis Sergi Roberto yang kini sering ditempatkan di posisi tersebut. Meski masih memiliki Aleix Vidal, namun sepertinya Entrenador Blaugrana, Luis Enrique tak menyukai gaya bermain Vidal dan ingin merekrut bek kanan

baru di bursa transfer Januari 2016. Nama Darijo Srna pun muncul sebagai pilihan Barcelona di posisi tersebut. Dengan kontrak yang tersisa hingga musim panas 2017 mendatang, tentunya harga Srna tak akan terlalu mahal untuk direkrut. Meski kini sudah berusia 34 tahun, pemain asal Kroasia itu mampu bermain di level tertinggi, hal itu yang sepertinya menarik minat Barcelona. “Saya tahu mereka tertarik dengan Srna. Saya tidak bisa mengambil keputusan, ia adalah pemain penting di tim dan telah menghabiskan waktu bertahun-tahun di sini. Jika saya bisa memilih, saya akan berharap ia bertahan di sini,” kata Fonseca Sabtu

Pakansari Jadi Pilihan PSSI

(10/12) kemarin. Sementara itu, Pemilik Shakhtar Rinat Akhmetov mengaku pasrah jika harus ditinggalkan Srna. Ia justru mendukung apapun keputusan yang diambil sang pemain jika memang memilih pergi. “Jika Darijo memilih pergi saya akan mendukungnya. Ia adalah pemain hebat dan seorang kapten yang baik dan telah memberikan semuanya untuk Shakhtar,” ujar Akhmetov Srna memang menghabiskan hampir seluruh kariernya bersama klub asal Ukraina tersebut. Bergabung sejak 2003 lalu, hingga kini ia tercatat telah bermain dalam 465 laga dan membuat 45 gol serta mempersembahkan 21 trofi. (kmb33/rtr)

Sebagai tambahan, Nivaldo kiper yang mengumumkan pensiun setelah kecelakaan pesawat yang merenggut nyawa sebagian besar rekan-rekannya akan menjadi staf pelatih Mancini. Pemain Muda Sementara itu Presiden klub Chapecoense, Ivan Tozzo,mengatakan pihaknya tak mungkin bisa membayar gaji pemain seperti Ronaldinho. Sebab klub berjuluk Hijau Besar itu memiliki keterbatasan dana. Mereka lebih memilih mengembangkan pemain mudanya. Chapecoense harus membangun timnya kembali dari nol. Berbagai pihak datang menawarkan Ronaldinho, Juan Roman Riquelme dan Eidur Gudjohnsen untuk memberikan tenaganya. Namun Tozzo menginginkan timnya diisi oleh pemain muda yang berada di divisi dua maupun divisi utama. “Kami tak bisa mendatangkan pemain bintang karena kami tak pernah memiliki pemain seperti itu dalam klub ini. Semua orang tahu kami adalah klub sederhana yang tak punya dana untuk membayar pemain terkenal seperti klub besar,” ujar Tozzo “Kami mungkin akan membangun tim ini dengan pemain muda profesional di divisi dua atau bersama pemain yang tak digunakan oleh klub di divisi utama,” tutupnya. Usaha keras tentunya diperlukan untuk kembali membangun tim ini. (kmb33/rtr/ap)

Darijo Srna

BPM/ap

Russell Westbrook

BPM/rtr

Jakarta Tim nasional Indonesia akan menghadapi Thailand di laga final Piala AFF 2016. Stadion Pakansari di Cibinong, Bogor, Jawa Barat akan kembali jadi markas timnas. Seperti diketahui, pertandingan final juga bakal digelar dengan sistem home and away. Indonesia menjadi tuan rumah lebih dulu pada 14 Desember nanti sebelum dijamu Thailand tiga hari kemudian. Stadion Pakansari dipastikan akan menjadi markas timnas untuk menghadapi Thailand, Sabtu (10/12) kemarin. Sebelumnya stadion tersebut menggelar laga semifinal Indonesia kontra Vietnam. Pihak PSSI membagi harga tiket ke dalam tiga kategori, yaitu kategori 1, kategori 2, dan kategori 3. Tiket kategori 1 dibanderol Rp 500 ribu, kategori 2 (Rp 300 ribu), dan kategori 3 (Rp 100 ribu). Harga tiket sedikit lebih mahal dibandingkan babak semifinal yang berkisar di harga Rp 100 ribu sampai Rp 300 ribu. Namun PSSI belum memastikan jumlah tiket yang akan mereka lepas ke publik. Di babak semifinal lalu, PSSI melepas 27 ribu tiket untuk suporter Tim Merah Putih dari kapasitas stadion yang mampu menampung 30 ribu penonton. Yang jelas mereka kabarnya sudah menyediakan 15 ribu tiket kategori 3 dengan harga Rp 100 ribu akan dijual secara offline mulai Selasa (13/12) besok di loket-loket yang telah ditunjuk PSSI. Untuk informasi loket, PSSI baru akan mengumumkan dalam sesi jumpa pers. Sementara sisa tiket akan dijual online mulai hari ini. Jumlah kuota yang dijual online juga belum diiformasikan lebih lanjut, termasuk kuota untuk suporter Thailand dan untuk para sponsor. Meskipun sudah

ditetapkan Stadion Pakansari sebagai arena final Piala AFF 2016, fans Indonesia masih menyayangkan keputusan tersebut. Alasan utamanya, kapasitas 30 ribu dianggap tidak cukup menampung animo masyarakat Indonesia yang begitu tinggi ingin mendukung skuat Garuda. Sebaliknya, laga leg kedua timnas Indonesia lawan Thailand akan diadakan di Stadion Rajamanggala, Bangkok, memiliki kapasitas 60 ribu penonton. Jumlah itu dua kali lipat Stadion Pakansari. Sejumlah fasilitas Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, terus dibenahi menjelang laga final. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bogor Yusuf Sadeli, mengatakan ada sejumlah fasilitas di Stadion Pakansari yang harus dibenahi. “Supaya Stadion Pakansari ini terlihat lebih cantik dan melebihi standar stadion bertaraf Internasional,” ujar Yusuf. Pembenahan tersebut sudah mulai dilakukan sejak beberapa hari yang lalu, meliputi pemasangan lampu agar ruang VIP lebih terang dan elegan. “Kemudian juga rumput stadion sudah mulai dilakukan pemberian pupuk dan penambalan rumput di sekitar gawang yang gundul,” jelas dia. Tak lupa garis lapangan yang berwarna putih akan dicat ulang. Lantaran garis lapangan tersebut saat ini sudah mulai memudar. Begitu juga jaring gawang akan diganti. “Di tribun penonton sudah mulai kami bersihkan dan ditata kembali. Stadion Pakansari itu kan cukup luas, jadi harus mulai dari sekarang dibersihkannya,” katanya. Yusuf menambahkan, sehari menjelang pertandingan Stadion Pakansari akan kembali diperiksa kesiapannya oleh pihak AFF. (kmb33)


Minggu Kliwon, 11 Desember 2016

11

GELANGGANG

Gebyar Dobel Hadiah

KUASAI â&#x20AC;&#x201D; Pemain Perseden Denpasar Mucin Anta Wijaya (kiri) menguasai bola. Perseden optimis mampu menaklukkan PS Ngada NTT pada ODJD Ă&#x20AC;QDO /LJD 1XVDQWDra Putaran Nasional di Stadion Manahan Solo, Jateng, Minggu (11/12) malam ini. Tim Perseden juga mengerahkan sekitar 50 suporternya Laskar Catur Muka (LCM), yang naik bus dan mobil pribadi ke Solo, guna mendampingi perjuangan Nengah Repot Sulendra dan kawan -kawan di lapangan hijau.

Warnai Jalan Sehat LPD Tanjung Bungkak SEKITAR 3.000 peserta bakal meramaikan Jalan Sehat dalam rangka merayakan HUT ke-25 LPD Desa Adat Tanjung Bungkak yang mengambil garis start dan finis di kantor LPD Tanjung Bungkak, Minggu (11/12) pagi ini. Ketua LPD Desa Adat Tanjung Bungkak I Made Pasti, S.E., di kantor LPD setempat, Sabtu (10/12) kemarin menerangkan pihaknya mengapresiasi HUT ke-25 LPD yang dipimpinnya, dengan memberikan gebyar dobel hadiah, yakni hadiah utama berupa dua unit motor Vario bagi nasabah tabungan, serta deposito. Selain itu, bagi peserta jalan sehat juga disiapkan hadiah door prize aneka barang elektronik seperti lemari es, televisi 24 inci, magic com, setrika, dispenser, serta barang lainnya. Dijelaskannya, rute jalan sehat dari Jalan Pandu, menuju Hayam Wuruk, Narakusuma, kemudian finis kembali ke Jalan Pandu. â&#x20AC;&#x2DC;â&#x20AC;&#x2122;Peserta jalan sehat LPD Tanjung Bungkak ini menempuh rute berjarak sekitar 3 km,â&#x20AC;&#x2122;â&#x20AC;&#x2122; jelas Pasti. Setibanya di garis finis, peserta disuguhi hiburan Bondres Dadong Rerod, serta musik. Menurut Pasti, tujuan jalan sehat ini mengajak warga agar senantiasa hidup sehat dengan rajin berolahraga, serta merayakan ulang tahun LPD Tanjung Bungkak. â&#x20AC;&#x2DC;â&#x20AC;&#x2122;Aset LPD Tanjung Bungkak Rp 48 miliar, dan disalurkan dalam bentuk dana kredit kepada 971 nasabah, mencapai 37 miliar,â&#x20AC;&#x2122;â&#x20AC;&#x2122; tuturnya. Di sisi lain, Bendesa Adat Tanjung Bungkak Ketut Suweden, S.E., menegaskan pihaknya mengajak semua warga agar berpartisipasi dan ikut berperan serta menumbuhkembangkan LPD Tanjung Bungkak. Pasalnya, keberadaan LPD diyakini mampu mengangkat roda perekonomian warga. â&#x20AC;&#x2DC;â&#x20AC;&#x2122;Kami mengimbau kepada seluruh warga agar berupaya ikut membesarkan LPD ini, sebab LPD ini milik kita untuk kita, dan semua warga merasa ikut memiliki,â&#x20AC;&#x2122;â&#x20AC;&#x2122; ungkap Suweden. (022/k100)

Final Linus Malam Ini

Perseden dan PS Ngada Main Cepat Denpasar (Bali Post)-

/DJD Ă&#x20AC;QDO /LJD 1XVDQWDUD 3XWDUDQ 1DVLRQDO PHPSHUWHPXNDQ 3HUVHGHQ 'HQSDVDU PHODZDQ 36 1JDGD 177 GL 6WDGLRQ 0DQDKDQ 6ROR 0LQJJX PDODP LQL SXNXO :LWD %DLN 3HUVHGHQ PDXSXQ 36 1JDGD VDPD VDPD PHQ\DMLNDQ SHUPDLQDQ FHSDW VHKLQJJD WLP \DQJ OHQJDK GDQ VWDPLQD SHPDLQQ\D NHGRGRUDQ GLSDVWLNDQ PHQHODQ NHNDODKDQ BPM/ist

Ketua LPD Tanjung Bungkak Made Pasti, S.E (kiri) bersama Bendesa Adat Tanjung Bungkak Ketut Suweden, S.E.

BU Waspadai Kebangkitan Sriwijaya Mangupura (Bali Post)Kesebelasan Bali United (BU) bakal melakoni laga tandang terakhir pada pekan ke-33 Kompetisi Torabika Soccer Championship 2016, bermain di kandang Sriwijaya FC yang bakal berlangsung di Stadion Jakabaring Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (11/12) sore ini. Pelatih kepala sekaligus manajer tim Bali United Indra Sjafri mengatakan pihaknya hanya memboyong 20 pemain ke Palembang dan semua asuhannya dalam kondisi fit dan siap dimainkan. â&#x20AC;&#x153;Pemain tidak ada masalah. Ke-20 pemain yang kami bawa ini 80 persen pemain kemungkinan akan kami pertahankan untuk kompetisi musim depan. Dan semua pemain ini semuanya siap dimainkan untuk pertandingan hari ini,â&#x20AC;? ungkap Indra Sjafri, Sabtu (10/12) kemarin. Dikatakannya, pertandingan ini sedikit menguntungkan timnya. Pasalnya, jadwal pertandingan tuan rumah cukup mepet mengingat tim yang berjuluk Laskar Wong Kito itu baru saja usai melakoni laga tandang ke kandang Arema Cronus. â&#x20AC;&#x153;Situasi ini sedikit menguntungan kami. Namun kami juga harus waspada. Karena bisa saja dalam situasi seperti ini mereka bangkit. Apalagi mereka kalah saat bermain di Malang, jelas mereka pasti main ngotot di kandang untuk mengamankan tiga poin,â&#x20AC;? jelas Indra Sjafri. Mantan arsitek Timnas U-19 itu menyatakan di dua laga sisa, yakni sekali bermain di laga tandang dan laga kandang 17 Desember nanti pihaknya ingin meraih hasil maksimal. Apalagi pihaknya bakal memainkan beberapa pemain muda untuk memperkuat tim di laga tandang terakhir ini. â&#x20AC;&#x153;Kami tetap berikan kesempatan kepada pemain muda untuk menunjukkan kualitas mereka. Semoga kepercayaan yang kami berikan bisa dimaksimalkan dan mengantarkan tim meraih hasil maksimalâ&#x20AC;? katanya. Sementara pemain Bali United Hasim Kipuw mengaku jika dirinya dan rekan-rekannya siap memberikan penampilan terbaik di laga tandang terakhir kontra Sriwijaya FC. â&#x20AC;&#x153;Saya mewakili rekan rekan siap untuk bermain. Saya tahu main di Palembang cukup sulit, karena setelah kalah di Malang mereka pasti ingin bangkit. Itu yang patut kami waspadai. Meski begitu kami tetap bertekad memberikan yang terbaik untuk suporter Bali yang melakukan nonton bareng di Bali,â&#x20AC;? jelas Hasim Kipuw. (kmb41)

Seperti dikemukakan Asisten Pelatih AAK Bramastra saat dikontak di Hotel Kusuma Sahid, Solo, Sabtu (10.12) kemarin mengakui ciri khas kedua tim hampir sama, yakni menampilkan permainan cepat dan dipastikan mengandalkan power. â&#x20AC;&#x2DC;â&#x20AC;&#x2122;Rata-rata stamina dan fisik skuad PS Ngada lebih unggul, termasuk teknik dan skillball pemain PS Ngada mumpuni,â&#x20AC;&#x2122;â&#x20AC;&#x2122; ungkap Gung Bram. Kendati demikian, Nengah

Repot Sulendra dan kawankawan sama sekali tak gentar meladeni PS Ngada yang dilatih Kletus Nabe (mantan pemain Persibu Buleleng dan Perst Tabanan). Bahkan segenap pengurus, pelatih, pemain, ofisial sudah kepalang basah, dan ingin menjuarai Linus 2016 ini. Gung Bram menginstruksikan kepada asuhannya agar tetap berjibaku saat meladeni PS Ngada pada final Linus. Sebagaimana biasa, selama 5-10

menit pertama pemain Tim Laskar Catur Muka melakukan penjajakan dan observasi terhadap permainan lawan. Jika sudah menemukan gaya permainan, pihaknya menginstruksikan agar asuhannya menyerang dari segala lini. â&#x20AC;&#x2DC;â&#x20AC;&#x2122;Kami punya catatan, PS Ngada tiap kali bertanding pasti gawangnya kebobolan . Hal ini menandakan lini belakangnya rapuh dan mudah dilewati,â&#x20AC;&#x2122;â&#x20AC;&#x2122; ucapnya. Karena itu asuhannya

dituntut supaya jeli dalam memotong permainan PS Ngada, utamanya dalam memanfaatkan masa transisi antara penyerangan dan pertahanan. â&#x20AC;&#x2DC;â&#x20AC;&#x2122;Kami juga akan mengatur ritme permainan untuk menggempur benteng pertahanan PS Ngada. Astungkara doakan saja kami bisa keluar sebagai juara Linus,â&#x20AC;&#x2122;â&#x20AC;&#x2122; ujarnya, usai berlatih di Stadion Sriwedari Solo, kemarin. Pemain Perseden berjuang di lapangan hijau tidak sendirian. Kabarnya sekitar 50 suporter Laskar Catur Muka (LCM) yang dikoordinasi Mang De dan kawan-kawan, termasuk Brigazt juga bertolak ke Solo menumpang satu

unit bus berikut mobil pribadi. Mereka ikut mendampingi perjuangan tim ashan duet pelatih Nyoman Ambara dan Gung Bram. Sementara Ketua Askot PSSI Denpasar Eko Supriadi, optimis Perseden meraih tha champion. Alasannya, berdasarkan analisis permainan PS Ngada masih di bawah Blitar United. Hanya PS Ngada mampu menaklukkan Blitar United lantaran kondisi lapangan becek dan tergenang air. â&#x20AC;&#x2DC;â&#x20AC;&#x2122;Meskipun PS Ngada ke final karena faktor keberuntungan, namun Perseden tetap tak boleh meremehkan dan harus tetap Ă&#x20AC;JKW dan puputan,â&#x20AC;&#x2122;â&#x20AC;&#x2122; kata Eko Supriadi. (022)

Agus Aditya/Ayu Mega Sabet Emas di Kejurnas Denpasar (Bali Post)Ganda campuran Bali Putu Agus Aditya Pratama Putra/I Gusti Ayu Putu Mega Septia meraih medali emas pasca menundukkan lawannya unggulan kedua Divisi II, yakni Haikal Afrizal/Dwita Wijayasari (Kaltim) dengan skor 2110, 21-13, pada partai final Kejurnas Bulu Tangkis 2016 di GOR Sritex, Solo, Sabtu (11/12) kemarin.

Sayangnya sukses ganda campuran Bali tidak diikuti tunggal putra Agus Aldi Santosa. Pada laga pamungkas, Agus Aldi harus mengakui ketangguhan unggulan pertama Divisi II Anthonio Valyant (Banten) dengan skor 15-21, 18-21. Atas kekalahan ini, Agus Aldi merebut perak. Dengan demikian tim bulu tangkis Bali pulang membawa satu emas, satu perak, dan satu

perunggu. Manajer Tim Bali I Dewa Agung Gede Lidartawan menyatakan, dari perolehan medali, Bali menunjukkan grafik naik dibandingkan tahun lalu yang hanya merebut dua perunggu. Namun diakuinya ke depan pembinaan bulu tangkis di Bali harus lebih menekankan kualitas SDM atlet. Apalagi perkembangan bulu tangkis di Tanah Air hampir merata di seluru provinsi. (022)

Arema Anggap Final Laga Lawan PBFC Samarinda (Bali Post)Pelatih Arema Cronus Milomir Seslija, menganggap pertandingan lanjutan Torabika Soccer Championship melawan tuan rumah Pusamania Borneo Football Club di Stadion Segiri Samarinda, Minggu (11/12) seperti laga final, karena sangat menentukan posisi di klasemen. Pada sesi jumpa pers di Samarinda, Sabtu (10/12) kemarin pelatih yang akrab disapa Milo itu menegaskan timnya harus meraih kemenangan jika ingin tetap bersaing memperebutkan gelar juara. Saat ini Arema dan Persipura bersaing ketat mengejar trofi TSC 2016, karena sama-sama mengoleksi nilai 62. Kedua tim juga masih menyisakan dua pertandingan lagi. â&#x20AC;&#x153;Ini laga berat bagi kami, tapi kami akan berusaha maksimal untuk meraih kemenangan. Kami tahu PBFC tim yang kuat dan sulit dikalahkan di kandang,â&#x20AC;? jelasnya. Menurut Milo, tim berjuluk â&#x20AC;&#x153;Pesut Etamâ&#x20AC;? itu selalu tampil garang ketika berhadapan dengan tim-tim kuat di kandangnya Stadion Segiri. â&#x20AC;&#x153;Justru PBFC sering kecolongan menghadapi tim lemah, sayang mereka tidak bisa konsisten dalam setiap laga,â&#x20AC;? tambah pelatih asal Bosnia itu. Untuk itu Milo berupaya memompa semangat pemainnya agar pada laga penting melawan PBFC bisa tampil dengan motivasi berlipat untuk meraih hasil positif. â&#x20AC;&#x153;Tidak ada pilihan lagi. Kami harus mengejar poin sempurna di Samarinda jika ingin tetap merebut gelar juara,â&#x20AC;? katanya. Ia menambahkan, seluruh pemain utamanya siap dimainkan menghadapi Pesut Etam, namun kewaspadaan tinggi terhadap tekanan tuan rumah tetap menjadi perhatian. Apalagi PBFC sedang dalam kondisi sangat bagus, mengingat pada dua laga kandang terakhir mampu meraih kemenangan besar dengan skor sama 6-1 atas Persela Lamongan dan PS TNI. Gelandang serang Arema Cronus Ferry Aman Saragih, mengatakan para pemain dalam kondisi rileks dan siap memberikan penampilan terbaik pada laga krusial lawan PBFC. â&#x20AC;&#x153;Tidak ada ketegangan, kami akan tetap fokus pada pertandingan untuk mengejar kemenangan,â&#x20AC;? katanya. (ant)

BPM/wan

Nyoman Seniweca

BPM/ist

EMAS â&#x20AC;&#x201D; Ganda campuran Bali pebulutangkis Putu Agus Aditya Pratama Putra (kiri) bersama pasangannya I Gusti Ayu Putu Mega Septia menyabet emas pada Kejurnas Bulu Tangkis 2016, Divisi II di GOR Sritex Solo, Jateng, Sabtu (11/12) kemarin. Agus Aditya/Ayu Mega mengalahkan Haikal Afrizal/ Dwita Wijayasari (Kaltim).

15.000 Tiket Final AFF Dijual â&#x20AC;&#x153;Offlineâ&#x20AC;&#x2122;â&#x20AC;&#x2122; Jakarta (Bali Post)Sebanyak 15.000 lembar tiket babak final leg pertama Piala AFF 2016, Indonesia melawan Thailand dijual dalam bentuk fisik (RIĂ LQH) Demikian kata Sekretaris Jenderal Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Ade Wellington. â&#x20AC;&#x153;Yang dijual RIĂ LQH adalah tiket kategori tiga yang berharga Rp 100.000. Tiket didistribusikan di Jakarta dan Kabupaten Bogor,â&#x20AC;? ujar Ade di Kantor PSSI, Kuningan, Jakarta, Sabtu (10/12) kemarin. Dia melanjutkan sebanyak 10.000 lembar tiket dijual di Markas Garnisun Tetap satu Jakarta yang berada di samping Markas Komando Cadangan Strategis Angka-

tan Darat (Kostrad), Gambir Jakarta Pusat. Sementara 5.000 tiket sisanya dijual di Markas Komando Distrik Militer (Kodim) 0621, Cibinong, Kabupate Bogor. â&#x20AC;&#x153;Semoga dengan penjualan tiket di markas TNI AD, para calo berpikir dua kali untuk beraksi,â&#x20AC;? kata Ade. Ada pun tiket RIĂ LQH itu dijual serentak mulai Selasa (13/12) lusa, pukul 08.00 WIB. Sementara untuk tiket dengan penjualan daring, Federasi Sepak Bola ASEAN (AFF) melalui Thai Ticket Major (TTM). Ada 13.000 tiket daring khusus kategori satu dan dua yang tersedia bagi para penggemar tim nasional Indonesia. Penjualan tiket pada Minggu (11/12) ini, mulai pukul 12.00 WIB. Sedangkan tempat

penukaran tiket berada di Mal F(X) Sudirman mulai Selasa (13/12) sampai Rabu (14/12). Terkait harga, PSSI menetapkan harga tiket untuk kategori satu adalah Rp 500.000, kategori dua Rp 300.000 dan kategori tiga Rp 100.000. PSSI akan menyumbangkan hasil penjualan tiket kepada korban bencana gempa di Pidie, Provinsi Aceh. â&#x20AC;&#x153;Kami berencana menyumbangkan Rp 50.000 dari setiap kategori tiket untuk saudarasaudara kita yang terkena musibah di Aceh,â&#x20AC;? tutur kata Ade. Babak final leg pertama Piala AFF 2016 diselenggarakan pada Rabu (14/12) di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor. Sepakan pertama dimulai pada pukul 19.00 WIB. (ant)

BPM/dok

Baru Seniweca Nyatakan Maju Lagi Denpasar (Bali Post)Ketua Umum Pengprov IMI Bali Nyoman Seniweca sudah mengambil formulir pendaftaran pemilihan Ketua Umum IMI Bali pada Musprov IMI Bali yang rencananya digelar pada 22 Desember mendatang. Ketua Harian IMI Bali Tony Susiartono di Denpasar, Sabtu (11/12) kemarin menegaskan baru LQFXPEHQW yang meyatakan maju lagi pada musprov IMI. Pasalnya, kandidat lain belum ada yang mengambil formulir pendaftaran calon ketua umum. â&#x20AC;&#x2DC;â&#x20AC;&#x2122;Padahal kami batasi pendaftaran terakhir 15 Desember mendatang,â&#x20AC;&#x2122;â&#x20AC;&#x2122; ucapnya. Tony menyebutkan, pihaknya telah mengirimkan berkas 61 klub otomotif yang bernaung di bawah IMI Bali kepada PP IMI. Tujuannya untuk melakukan verifikasi atau sah tidaknya klub bersangkutan dalam musprov, apakah punya hak suara atau tidak. â&#x20AC;&#x2DC;â&#x20AC;&#x2122;Jadi ke-61 klub otomotif di Bali yang kami ajukan ke PP IMI tak mungkin semuanya bisa lolos verifikasi,â&#x20AC;&#x2122;â&#x20AC;&#x2122; kata Tony. Alasannya, ada klub yang sudah lama kedaluwarsa apa saja kegiatannya selama ini, bahkan ada yang baru mendaftar. â&#x20AC;&#x2DC;â&#x20AC;&#x2122;Ada juga yang punya Kartu Tanda Anggota (KTA), tetapi klubnya tak eksis sehingga tak memiliki Tanda Klub Terdaftar (TKT),â&#x20AC;&#x2122;â&#x20AC;&#x2122; tandas Tony. Yang jelas, kata dia persyaratan seorang kandidat maju dan bersaing di ajang musprov minimal didukung sepertiga dari klub yang lolos verifikasi dan diakui PP IMI. â&#x20AC;&#x2DC;â&#x20AC;&#x2122;Ya..kalau klub yang terdaftar dan diakui PP IMI 60 klub, seorang calon ketua umum minimal mendapat dukungan 20 klub,â&#x20AC;&#x2122;â&#x20AC;&#x2122; katanya. Tony masih menunggu pendafara kandidat lain sampai pekan depan, sebab kasak-kusuknya ada calon lain yang ingin maju. â&#x20AC;&#x2DC;â&#x20AC;&#x2122;Kepastian jumlah calon ketua umum IMI Bali berikut jumlah suara klub diputuskan pekan depan,â&#x20AC;&#x2122;â&#x20AC;&#x2122; jelasnya. (022)


12

Minggu Kliwon, 11 Desember 2016


Sastra

Redité Kliwon, 11 Desember 2016

I Kaki Dengkil

Laku Indra PITANANGA dangan maparagaan Sang Angawarat? Pitananga élah nyéngcéngang jagat? Wantah nénten prasida nyukertaang jagat, nyirnayang sekancan papa klésa, laraning jagat, turmané letuhing bhuwana, sampunang sampun nyuksukang raga mangda dados Sang Angawarat. Sesampuné prasida dados Sang Angawarat, wantah nénten prasida asapunika jagi gung danda dosanya kantos pitung pangked. Napi malih mangda prasida nyéngcéngang jagat? Nika méweh pisan santukan jagaté kawangun antuk sekancan pradésa, samaliha méh-méh mangda prasida nyikiang sekancan kayun. Kamula asapunika niti swara jagaté. Sapusira sané kabaos Sang Angawarat, punika sané kabaos Wisnu Sakala. Ida sang maha wenang ngupapira jagat, Ida sang maha wenang nyelametang jagaté wantah kabencanén. Sampun ping kuda minab Sang Hyang Wisnu tumurun malekas dados awatara nyelametang jagat. Ida sané kabaos Sang Angawarat punika abot pisan swadharmannyané. Nénten kamawon mangda pascat ring tetuek dandaniti dharma, nanging mangda titén mretéka pailehan jagat. Dandaniti dharmané, uger-uger ngamargiang pailehan pameréntahan patut gamel tekekang, pinaka tateken mangda nénten rebah. Ring sajeroning pailehan uger-ugeré punika mangda nénten lémpas saking pailehan jagaté setata obah. Asapunika kocap I Kaki Dengkil mapidarta ring calon gubernuré sané ngrauhin Ipun ngedih pamatut. Pitananga Ipun kagega ring Tepisiring. Mawinan makasami calon gubernuré nyugranyugra nunas pamatut. Nénten uningina solahné sanunggil pamalihan umum nénten naan nyoblos. Naler sanunggil pamalihan umum nyadelin warginé mangda nénten mamalih. Kocap mamalih utawi nénten mamalih pateh kamanten. Jagi nénten maguna santukan sapusira ja dados gubernur jagi pateh kamawon kawéntenan jagaté sakadi sampun-sampun. Rames pitutur I Kaki Dengkilé wawu tunasina pamargi antuk calon gubernuré. Maudeng kenjir masaput nglélam Ipun dawegé namiu anaké sané pongah juari punika. “Da ja ngéndah awak tuna guna, tuna manah makita dadi Sang Angawarat! Selegang malu miara pianak somah, suba kéto mara wilangin lakar dadi ngawarat!” Asapunika I Kaki Dengkil ngrenggeng sambilanga nurusang tamiuné ngunggahang wédang sané sampun kasuguh antuk Mén Doglagan mantuné. Sané rauh punika masalin-salin rupa. Wénten sané éndép pondal kenyar-kenyir ngroko nganggén cangklong. Sané kaping kalih wénten pénsiunan tentra gedé tegeh masuara serak. Naler wénten naler mabok jering makumis cutet sané mangkin kantun dados danéswara. Sané pinih untat, rauh jatma sané ngangken mangkin dados raja Majapahit. Majeng sané kapertama ngrauhin, Kaki Dengkil mapitutur wantah kedeh pisan dados gubernur becikang dumun miara somah mangda nénten mrika-mriki malelungan. Sapunika baos makilit baosanga. “Élingang nggih Pak, becikang rabiné! Naler sumekenang dumun mangda nénten ukuma antuk KPK-né!” Tong madaya I Kaki Dengkil purun mabaos asapunika, ngawinang makesyab I Andal Pondal miragi. Majeng Sang Wirajati, I Kaki Dengkil matakén nyedsed. “Ngudiang Bapaké nyidaang mapangkat gedé, napi anggén Bapak dados prasida dados pangageng tentra? Boya nika santukan matuané? Dija Bapak polih kasugian? Napi nika nénten santukan mamaling ngalang?” Baos I Kaki Dengkilé punika ngawinang I Tentra ngambrés. Wantah ten ké ngrauhin Ipun santukan ngedih mangda kapalih, midab sampun bedila. I Jering sané mangkin kantun dados danéswara, I Kaki Maujar asapuniki: “Piragin tiang koné Bapaké makelar tanah nggih? Kanti repotanga tekén warginé ulian malsu surat tanah! Punika dumun becikang, wawu lascarya warginé jagi mamalih malih pidan.” Masebeng wicaksana I Jering nampi pitutur I Kaki Dengkilé. Sampun uningayanga antuk I Kaki Dengkil renget basangné I Jering miragi pitutur asapunika. Nah, puniki sané nénten prasida antuka ngencanin. Kamemegan antuka I Kaki Dengkil, sawiréh wawu kacunduk sampun ajaka mapotrek rihinan. Sesampuné usan mapotrék, I Raja Majapahit punika raris mapamit, ngangken magelis-gelisan santukan jagi luas ka dura negara. Bénjangné, potrékan I Kaki Dengkilé magelut sareng I Raja Majapahit punika sagét sampun wénten ring korané. Sampun kasobyah, I Kaki Dengkil sampun nyumanggemin Ipun dados gubernur. Béh... pocol I Kaki Dengkil ukuha ngwarahin Raja Majapahité punika mangda usan mamadu smara sareng anak alit. Keni antuka nayain I Kaki Dengkil sané kasub nénten wénten sané prasida nayain. Dong nggih té, I Kaki Dengkil sujatiné jagi nuturin mangda calon gubernuré ngresepang Laku Indra. Nuutang Bhatara Indra sané mapica sabeh mangda jagaté gemuh. Nuutang Ida Bhatara Indra micaang kasukertan jagat. “Depang suba ia—ipuné ento tusing nawang Laku Indra!” Asapunika I Kaki Dengkil ngrémon sambilanga ngamanahang kocap kamula sampun karmané calon gubernuré punika irgamayang sakadi beduda mamanah dados tambulilingan. Napi malih jagi nelebang ajah-ajah Laku Indra.

(Jelantik)

Arak Léak Tudékamatra SANDIKALA suba guminé. Matan ai majalan mulih ka umahné. Suba gantiné ia ngengkebang endihné ané galang ento. Ngemaang peteng ngisinin galahé. Dingin angin petengé nyangsan karasayang nusuk kulit kanti neked ka tengah tulang. Mang Karta, Tut Sudira, lan Dé Suka enu masi seleg ngorta kangin kauh sambilanga makedékan. Buka anaké ané tusing ngelah sebet yén tolih-tolihin. Munyin kurenané ané ngorahin apanga déwékné mandus sawiréh guminé suba kaliwat sanja tusing pesan runguanga baan Tut Sudira. Kéto nyen ulian itep ia ngorta ajaka timpalné ajak dadua ento. Dingin angin petengé ané kesir-kesir karasayang masi baan ia ajaka telu. Dingin anginé ngranayang ortané pegat-pegat. Ditu lantas Tut Sudira morahan, “Nyangsan peteng, nyangsan dingin

guminé. Ajak dadua negak malu dini, titiang lakar mandus malu. Sing biasa tiang yén mandus bas peteng.” Mang Karta lan Dé Suka ngenahang dogén. Laut ia ajaka dadua nglanturang ortané sambilanga ngenyit roko padun akatih. Suba biasa yén anaké ané bisa ngroko, rokoné ento anggona ngangetin tangkahné ri kala dinginé nyaputin awak. “Dé, dingin-dingin buka kené luungné ngudiang men nah?” Mang Karta morahan. “Yen dingin buka kené luungan iraga minum, Mang. Hah.. ha.. ha…!” sautné Dé Suka sambil makedékan. Ningeh munyiné Dé Suka buka kakéto, Mang Karta seken pesan nampi. Langsung ia nyeluk kantong baju. Pesuanga pipis dasa talian duang lembar. “Né ada pipis duang dasa tali. Né beliang arak duang botol. Kuan-

13

gané awaké nyen ngentugin….” Nepuk pipisé ané enjuhina ento, nglantas jemaka tekéning Mang Karta. Nyanggupin ia lakar ngentugin sisané. Laut ia pesu uling umahné Tut Sudira. Ngojog warung ané ada dajan Pura Pusehé. Johné sawetara duang dasa méter uling umahné Tut Sudira. Krana sing sanget joh, dadiné ia tuah majalan batis ka warungé ento. Tut Sudira ané suba suud mandus pesu uling kamarné. Suba masi suud meséh panganggo. Ditu ia matakon “Mang Karta anak kija ia Dé?” Nguda tusing ada?” Sambil ngematiang rokoné di asbaké, Dé Suka nyautin. “Ia anak pesu orahin tiang meli arak malu di warungé danginné.” “Meli arak, kéto? Pah, jeg adaada gén. Kantongé tebel Dé?” “Ah sing ja kéto. Anggon ngangetin tangkah nang abedik. Bas amoné dingin guminé.” Tusing makelo sagét Mang Karta teka uli diwangan. Lima tengawané tekek ngaba abanaban duang krésék tanggung mawarna selem. Sambil makenyem ia ngénggalang pajalané ngojog tegakné Dé Suka lan Tut Sudira di balé dauh. “Sing pocol majalan. Mara neked tiang di warungé, dagangé sedek nuruhang arak. Jeg énggal dadiné maan,” Mang Karta morahan sambil ngenjuhang abanabané ané duang krésék ento. Mirib demen pesan atiné. “Kudang botol maan arak Mang? Sing kuangan pipisé?” Dé Suka nyelag. “Né suba beliang tiang telung botol, lan agéncét kacang tanah. Kuangané suba tiang ngentugin.” “Nah yén kéto, mai jani minum bareng-bareng! Tut masi bareng anaké!” Dé Suka mamaksa. “Kanggoang tiang sing milu mesuang pipis. Men sing tawang mara ada itung-itungan lakar meli arak…,” sutné Tut Sudira. “To sing masalah Tut. Ané penting jani Tut bareng minum. Anggon ngangetin tangkah. Sing keto Mang?” munyiné Dé Suka sambilanga ngagah arak. “Men kén lumbur ceniké sik Tut?” Mang Karta ngimbuhin. Énggal-énggal Tut Sudira ka paon nyemak lumbur. Laut ia ajaka tatelu magiliran nginum arak mimbuh masi pakpakan kacang tanah. Suba biasa kacang tanah dadi patimpal ri kala anaké nginum arak. Koné, apanga pait araké tusing sanget marasa di bibihé. Keto peminumé pepes ngorahang. Ada duang jam Tut Sudira, Mang Karta, lan Dé Suka ngi-

num arak, sagét telung botol araké suba telah inema. Keto masi kacangé suba telah makejang daara. Suba ada padun ping telu ajaka telu macelep ka WC dauh paonné. Jani, krana suba pada telah, sirahné masi suba pada baat, laut Mang Karta lan Dé Suka morahan lakar mulih. “Tut, jam tengah dasa peteng suba guminé. Tiang ajak dadua lakar mulih!” “Nah, suba ya kéto. Suba peteng.. Tiang masi suba kiap sajan. Sing nyidaang naanang buin, rasané suba nagih ulung batun matané,” sautné Tut Sudira sambilanga nampedang leluun plastik lan kulit kacang. Mang Karta lan Dé Suka laut majalan pesu uling umahné Tut Sudira. Pajalané srandang-sréndéng. Mirib sirahné baat pesan. Mirib batisné enduk saja. Sambilanga majalan nuju umahné ané majoh sawetara 400 meter uli umahné Tut Sudira, ajaka dadua ngorta kangin kauh. Nolihin suung mamung margané petengé ento, sagét ulung munyiné Mang Karta. “Kénkén yén jani ada léak nekain Dé? Bani sing nglawan?” Dé Suka langsung nyelag. “Ah, yén ada léak teka ajaka cakcak poloné. Masak iraga ajak dadua kalahanga baan léak aukud? Sing ada unduk!” munyiné ngancan ngacuh. Kadung nglantur ortané ajaka dadua, sedek ngliwatin umahné Mangku Soma, buin Mang Karta mamunyi ngawag. “Né suba umahné Mangku Soma ané bisa ngléak ento. Misan ragané ngalahin ulian pagaén jlemané totonan. Mula jelema ugig ento!” “Pah! Yén kéto, Belin tiangé ngalahin dugas nem bulan pasti krana pagaén Mangku Somané. Men yén sing ulian pagaén jlema, ngudiang seger-seger bisa saget pegat angkihané…” tuturné Dé Suka sambil ngrérénang pajalané. “Nah yén keto, ajaka jani alih jlemané ento ka umahné! Ajak pragatang poloné,” Mang Karta seken ngajakin. Krana pada-pada suba nginum arak liu, suba pada-pada punyah, tusing buin ia ajaka dadua mineh-minehin apa ané orahanga ento. Tusing pesan wiwekané majalan. Sang Kala ané ada di tengah araké suba nyusup ka awakné. Jani papineh kamanusané suba kasor baan papineh Bhuta Kala. Mang Karta nyemak batu bulitan ané ada di sisin margané. Dé Suka ngabut carang don kélor ané kabenengan ada mentik di telajakan anaké. Ba-

tuné lakar anggona ngaplokin sirahné Mangku Soma. Carang don kéloré lakar anggona panudaan ngalahang aji pangiwa ané gelahanga tekén Mangku Soma. Buka ané taen dingeha di margané, koné don kélor ento nyidaang anggon ngalahang aji pangiwa. Laut malaib ia ajaka dadua nyujuh umahné Mangku Soma ané tusing mapanyengker ento. Neked di natah umahé ento, lantas Mang Karta lan Dé Suka langsung ngojog balé daja tongos Mangku Somané masaré. Pintuné kadobrag. Makadadua macelep ka tengah kamaré. Tusing misi ngomong apaapa buin, Mang Karta langsung nedel sirahné Mangku Soma aji batu bulitan ané suba gembela uling tunian. Dé Suka marengin nyagur tangkah anak tua ento. Sasubané ping pindo sirahné kadeldel baan batu bulitan, Mangku Soma tusing nyidaang nglawan nang asiku. Yadisatun kéto, Mang Karta lan Dé Suka tetep ngantem aji gembelan limané. Ané kadeldel aji gembelan luiré tangkah, mua, lan basang anak lingsir ento. Pianakné Mangku Soma ané luh-luh ajak dadua enten ningehin munyi uyut di kamar reramané. Ngrejit ajak dadua bangun uli pasarenané di balé dauh. Pesu uling kamaré, neked di natahé saget tepukina dadua anak muani pesu uling balé daja pada ngembel batu bulitan. Anak luh bajang makadadua ento macuet malaib ka margané. Ulun atiné nrugtug. Ketag-ketug. Nyehné kaliwat. Nyapnyap tekéning reramané di tengah balé daja tusing ada pesu, nanging makadadua tuara bani maekin kemu. Nepukin pianakné Mangku Soma pesu uling kamarné tur makaik buka kaketo, Mang Karta lan Dé Suka sanget makesiab. Sing ngaden lakar ada anak nepukin laksanané petengé ento. Krana marasa ketara, lantas muani ajak dadua ento malaib ngalahin umahé ento. Ajaka dadua malaib ka bet-beté dangin umahné Mangku Soma. Tusing bani ia malaib ka margané, takut yéning ada krama nepukin. Mangku Soma ané suba tusing maangkihan nylepeteg di tengah kamarné di balé daja. Getih barak tusing marérénan ngecor uling sirahné. Mang Karta lan Dé Suka marasa menang nglawan léak ané orahanga ento. Nyén ané menang, ia ajaka dadua apa araké? Nyén ané kalah, léaké apa ia ajaka dadua? -0-

Saking Langit Bali

Aswamédha Parwa

Panunggalan Tri Guna ring Angga Sarira

Nyaga gumi

Olih : I K. Satria, S.Ag SANG maraga suksma mangkin ngandikayang indik kawéntenan panunggalan Tri Guna ring angga sarirané. Kadi asapuniki pangandikanidané: “Kawéntenan Tri Gunané nénten prasida baosang sakasiki. Makatiga punika wantah nunggal kawéntenannyané. Pikayunan, kapatutan, miwah kapetengan ring angga sarira wantah nunggal kasujatiannyané. Tetiga punika wantah masikian kawéntenané ring angga sarirané. Sané asiki wantah wénten saking pangripta, sané siosan tur sinalih tunggil prasida mapitulung ring sané tiosan. Sané asiki mamargi wantah sangkaning kawéntenan sané tiosan, lianan ring punika mamarga wantah sangkaning pangapti sané tiosan. Salamin kapatutané wénten, asapunika taler kawéntenan pikayunané utawi kamané wénten ring angga sarirané. Sakantuné punika taler kapetengan ring angga sarirané wénten. Kadi asapunika makatiga mamargi saling wantuin miwah saling aptiang. Kadi asapunika pakridané ring angga sarirané. Sakémaon, yadiastun sakadi asapunika kawéntenannyané, sami madué kautaman sané matiosan. Sané mangkin ngiring piarsayang duaning pacang kacaritayang parindikan Tri Gunané mamargi saha mamurti sajeroning padéwékan.” “Wénten pangraksa kapetengan sané wénten ring angga sarira sané nyansan ngagengang. Kawéntenané puniki wantah wénten ring kawéntenan beburoné sané pinih alit (nista) ring jagaté. Ring sajeroning kawéntenan beburoné punika, indik pikayunan nénten pisan wénten, napi malih kapatutan. Yéning ring kahuripané sané madya kawéntenannyané, kawéntenan pikayunan naler madya, kapetengané alit pisan tur kapatutané akidik pisan. Yéning ring kahuripané sané pinih ageng, kawéntenan kapetengané nyangsan akidik. Pikayunané sané becik ngagengang saha prasida ngawinang kahuripané mamargi miwah nénten. Kapatutané punika wantah ngicén kawicaksanan ring angga sarirané. Punika mawinan nénten wénten sané pinih utama ring kahuripané sajabaning bhakti majeng ring kapatutan punika. Jadmané sané sampun tatas ring kahuripan sané paripurna wantah ngawinang kahuripané nyansan ngunggahang saha nuju galang. Jadmané sané setata ngutamayang saha nguripang kapetengan ring angga sarirané wantah pacang nemu kasengsaran ring kahuripané. Tur jadmané sané setata nguripang katambetan miwah kapetengan pacang setata nuju kahuripan sané nénten becik. Kapetengané punika pinaka sarana nyaputin kahuripan jadmané sané nista kawéntenannyané. Kapetengan napi malih setata mamiut nénten ngutamayang karya, ngawinang jadmané sané sakadi asapunika kabaosang nista utawi sudra kawéntenannyané. Pikayunan sané ngaptiang kautaman saha nuju kautaman ring kahuripané sané jagi rauh wantah pateh sakadi kawéntenan para ksatriané sané setata ngutamayang kautaman ring angga sarira. Sang sané setata ngutamayang kahuripan sané becik, suci tur setata nyuhjuh kawicaksanan wantah sané kabaosang sang maraga brahman sané kahuripannyané setata ngutamayang kautaman sastra miwah daging wéda. Pikayunan, pamargi miwah kahuripan sané nyiriang kautaman sinalih tunggil Tri Gunané punika wantah prasida ngicén ceciren taler kawéntenan tri wangsa ring angga sarira inggih puika pinaka brahmana, ksatria, waisya, miwah sudra. Punika wantah sangkaning pangriptan angga sarira kémanten. Nénten wénten

mawit saking lelintihan kulawarga. Sakémaon yéning pikayunin wantah prasida ngicén cecirén ring kahuripan indik panunggalan Tri Gunané punika, sakémaon malianan pangraksannyané. Jadmané sané kapetengan tur setata lémpas ngamargiang kahuripan wantah cecirén kahuripan sané medal saking katambetan utawi ngamangguhang kahuripan sané nénten becik. Sang sané setata ngumbara ring kahuripané pinaka pracihna pikayunané sané setata mapikayunan sakadi samudra tanpa tepi. Kapetengané punika kacihnayang nénten becik, sakémaon patut kauningin indik kapetengané punika wantah mawit saking galang. Soang-soang Tri Guna punika mamurti ring angga sarira sakémaon medalnyané nénten sinarengan tur nénten keni antuk indik dauhnyané. Yéning ring kawéntenan sané wénten ring jagaté tur nénten maurip inggih punika daging jagat sajabaning manusa, beburon, miwah sarwaning tumuwuh, kawéntenan kapetengané punika wantah ageng pisan. Pikayunané punika wantah wénten ring kahuripan jadma, beburon miwah sarwaning tumuwuh sané ngawinang karma tur sida pacang molihang kerti sané becik tur nemu galang. Kawéntenan resik, miwah suciné punika wantah pinaka nyasa sané wénten ring jagaté, sakadi kawéntenan minyak sané mambu miik malikub wénten ring jagaté sané ngawinang seneng jadmané nguningin ambunnyané. Sad rasa wantah pinaka lantaran pikayunané nunggal ring indriané. Daging akasané wantah pinaka nyasa sané setata mauwah nuju kahuripan sané sujati. Kadi asapunika Tri Guna ring angga sarira prasida ngicén cecirén kahuripan sané becik. Lianan ring punika, Tri Guna taler wénten ring kawéntenan yadnyané. Tri Gunané taler nyelehin tur mamurti ring sekancaning yadnya. Jagaté punika taler kapah dados tetiga inggih punika Bhur, Bwah miwah Swah Loka. Kawéntenan déwatané taler kapah dados tetiga. Kaweruhan, pituduh, pamargi miwah sané tiosan taler kapah dados tetiga manut sakadi sané ngrasksa inggih punika sinalih tunggil kawéntenan Tri Gunané punika. Dauhé mangkin, sané sampun lintang, miwah sané jagi rauh, agama, arta brana, miwah kasenengan, prana, apana miwah udana, soang-soang punika wantah kaliput antuk kawisésan Tri Gunané punika. Makatiga punika setata mauwah saha mamurti manut sakadi pangriptannyané. Makatiga punika ngwéntenang kahuripan utawi karma ring jagaté nénten prasida antuk mikayunin. Tetiga punika wantah langgeng, nénten prasida katuju olih indria saha nénten prasida kapikayunin kawéntenannyané, sakémaon nyusup ring kawéntenan manusané. Suci, langgeng taler nénten madué dauh embas miwah kahuripannyané, jagaté wantah pinaka garbha Tri Gunané punika. Sami sané ical, sané wénten, sané ical malih wantah kasusupin. Nénten ngagengang, maha sampurna, nénten obah, nénten pacang prasida kawilangin saha nénten prasida kapikayunin, langgeng saha mautama pisan. Punika mawinan sang sané wikan tur mautsaha nunggalang kahuripan wantah ngutamayang pangraksa sarira sané langgeng. Sang sané setata mautsaha nuju galang wantah setata pacang ngayunin kalanggengan pinaka pangapti, pamargi, miwah sané ngawinang mamargi. Sang sané sampun waged wantah pacang prasida nunggalang kahuripan ring sané sujati punika.” (Masambung)

Gadangé suba ilang Tis gumi tuah carita Kedis ngucica ngedékin iba Jelékan kén makiba Beton-beton majujuk tegeh Lantang nyujuh langit Kuasa nantang buana Nanceb nyakitin pertiwi Malbal druén Hyang Sangkara Pepunyanané telah Bah Amah makejang! Suba nganti tusing ada Taru tan madon Bungané tusing nadi buah Tuh gaing engkag tanah Tukad nyat Kahanané panes bara Ditu mara lakar makeneh Pipis tusing lakar dadi daar I Komang Alit Juliartha


Kruna

14 Gedé Ari Kharisma

Cerakén Lengkara Punggelan geguritan puniki kaanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha.

Finalis Putra Putri Maritim 2016 DADOS Finalis Putra Putri Put Maritim 2016 yukti ngawi bangga Gedé Ari Kharisma. Dede—sapunika anak lan lanang sané embas ring Busungbiu, 11 Juni 1998 19 puniki ketah kasambat maosang makéh molihang pengalaman salami nyarengin ajang pemilihan Putra Putri Maritim 2016 puniki. Kabaosang, pesan taler ta kesan sesampuné nyarengin pari parikrama inucap, anggané meled dados krama kram Bali pamekasnyané miwah Indonésia uumumnyané sané tresna ring Laut Bahari Indon Indonésia taler prasida dados motor penggerak kem kemajuan kelautan utawi Negara Maritim ssané dados poros dunia. Santuka Santukan ring masané mangkin, In Indonésia sampun antes kad kadadosang pinaka Negara Maritim poros dunia. Satios lautnyané kasok kasokong olih pariwisata miwah budaya Indon Indonesia, anggané ngang ngangken prasida nyinahan nahang majeng krama tios pamekas ketiosan laut lautan maritim sané wé wénten ring Bali m miwah Indonésia. “Motivasi t tiang nyarengin P Pemilihan Putra Putri Maritim wantah meled dados duta kelautan Provinsi B Bali ka ajang s sané lewih bec inggih punika cik ri ring tingkat nasi sional sajeroning Pe Pemilihan Putra Put Putri Maritim Indon donesia utawi sané lewi lewih kasub P3MI,” baos dané. Sajero Sajeroning nyarengin pemilihan P Putra Putri Maritim 2016, aanggané sampun nyarengin ka karantina salami solas raina ng ngawit tanggal 19 rauh ring tangg tanggal 30 Novémber 2016 lintang ring rin Bumi Marinir Cilandak Infantri Infa VI Jakarta Selatan. Ring galahé puniki, Jegeg Bagus Buleleng B 2015 puniki ngaturang ngaturan rasa suksmaning manah maje majeng sameton ring Bali Galuh Bilen Bilen, kulawarga ring Karangasem, Ba Bapak Sukasana, kulawarga ring Batam, Bapak Soma, miwah reram rerama taler sameton sané tiosan sané sampun s nyokong anggané. “Tanpa sameton sinamian, tiang boya ja sira-sira. D Dados sané becik saking sané pinih becik wantah pengalaman tiangé ssané pinih becik. Sangkaning waranug waranugrahan Ida Sang Hyang Widhi wasa, titiang prasida dados Finalis ring aajang Pemilihan Putra Putri Maritim In Indonesia 2016,” Dede makenyem. Prestasi tiosan sa sané kaduénang pianak pasangan Way Wayan Tepat - Nyoman Arlini luiré; Miste Mister Teen Indonesia Bali 2016, Mister Teen Best Dance of Nusantara 2016, miwah miw seneng ring widang modeling g maw mawit kelas 2 SMA ring SMA N 1 Busungb Busungbiu. “Satios punika, tian tiang taler nelebin widang hiburan minak minakadi magending, taler naen nyarengin ajang kompetisi Bintang Radio RRI Denpasar miwah 10 besar Regina Idol Singing Com Competition,” dané makenyem. (uma)

Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti

msСmmã*, Mas Kumambang 50.mr&hls/, Maring alas, sw)w)e\Ðonæuckuæri, sawewengkon Pucak Sari, linÓ*mdu(gm, lintang madurgama, dedosp)prumenÑsti, dados peparuman désti, hek;hulenmwisê. akéh ulané mawisia. 51.belsm(, Balé Samar, m)m)dietozlnéin/, memedi tonya lan jin, s)r&mmi\u\*, sering mamingungang, kdis)mæut$\)ninin/, kadi semputer ngeninin, wiykÓik)nibunß&m*. wiyakti keni bun mingmang. 52.eyn&eknÓ)n/, Yéning kénten, b)cikßm(gimkirig/, becik mamargi makirig, kdihnekÀdn/, kadi anak édan, m\Ñetozen\)edkin/, mangda tonyané ngedékin, husilÀ¡wiel\uwl*. usil uwilé nguwalang. 53.spunik, Sapunika, pwr;hnekli\uæ^, pawarah anaké lingsir, smim)mtut*, sami mematutang,

Isin Gumi

shmpmitßm(gi, saha mapamit mamargi, du(m\álrrisß)dl/.

Dishub Buléléng Nyayagayang Bus Sekolah

Durmanggala raris medal. BULÉLÉNG sané ketah kasengguh pinaka kota pendidikan janten nénten lémpas saking koseknyané arus lalu lintas nyabaran warsa, inggian kendaraan pribadi, bus wisata, miwah angkutan umum sané ketah ngawinang kemacetan. Kahanan inucap sampun majanten maius ring alonnyané panglimbak perékonomian masyarakat utamanipun pinaka pedagang miwah pelaku usaha. Nabdabin parindikan punika, Dinas Perhubungan Kabupatén

Buléléng ngajuang permohonan majeng Kementerian Perhubungan RI mangda kaicén wantuan kalih bus sekolah. Tetujonnyané, satios ngirangin kemacetan sané kawinang kendaraan pribadi sané nyemput siswa taler ngirangin beban krama ring prabéa transportasi. Manut Sekretaris Dishub Buléléng Ir. Made Aryana, wantuan kalih bus sekolah punika pacang rauh ring panguntat bulan Désémber 2016 puniki. Parindikan punika kabligbagang ring

sajeroning acara Isin Gumi Radio Singaraja FM 92,0 Mhz raina Sukra, Désémber 2016 lintang. Gung Surya, Lovina Patut kasanggra becik wantuan kalih bus inucap. Yéning sampun maoperasi sinah pacang ngirangin kemacetan lalu lintas ring Kota Singaraja. Santukan Kota Singaraja sampun kasub pinaka kota pelajar, nika mawinan nyabran warsa terus maweweh pelajar sak-

Kruna BASA BALI

AKSARA BALI

1.

pabaan

1.

pbhn/,

1. ubun-ubun

2.

pabaang

2.

pbh*,

2. pemberian

3.

pabesen

3.

pb)s)n/,

3. pesan

4.

pabinan

4.

pbinn/,

4. pangkuan

5.

pacekan

5.

pc)kn/,

5. pasangan

6.

pacingkrem

6.

pc&kÊm/,

6. iuran

7.

pakeh

7.

pk);,

7. asin

BAHASA INDONÉSIA

8.

pangater

8.

p\t$,

8. awalan

9.

panggih

9.

p\ái;,

9. jumpa

10.

p\ir&,

10. akhiran

10. pangiring

Redité Kliwon, 11 Desember 2016

ing sawewengkon Bali taler wénten saking dura Bali sané ngranjing ka Singaraja. Pinaka krama, tiang ngaptiang kalih bus sekolah inucap sida gelis kaoperasiang. Bagus Widia, Tigewasa Yukti sampun sayan kosek pisan arus lalu lintas ring Kota Singaraja. Napi malih ring galah utawi jam keluar sekolah, akéh para rerama antuk kendaraan pribadi ngebekin margi nyemput pianaknyané. Yéning mangkin wénten wantuan kalih bus sekolah sinah para rerama marasa ingan, nénten malih wénten motor majeljel ring arep sekolah antuk tetujon nyemput murid. Aji Bima, Banjar Tiang marasa bagia antuk napi sané kalaksanayang Dinas Perhubungan Kab. Buléléng ngajuang permohonan bus sekolah turmaning sampun kadagingin. Sadurung kaoperasiang patut kasobyahang majeng para rerama murid. Sakadi napi pinaka pisarat ngawigunayang bus sekolah punika. Tanaya, Kp. Tinggi Singaraja Bus sekolah inucap janten pacang akéh pisan kawigunannyané. Minakadi ngirangin parkir semraut miwah ngebekin margi. Ketah kapanggihin ri kala para siswa keluar ngawinang lalu lintas macet. Indiké punika taler kajejehin prasida ngawinang baya lalu lintas. Utsaha Dishub inucap taler sinunggil pamineh urati sareng widang pendidikan. (ama)

Ni Wayan Suarni

Becik Ngicén Ayah-ayahan AKEH malajah saking pengalaman, ngawi Ni Wayan Suarni sayan sayaga ngarepin pikobet. Dané taler mautsaha ngambil paplajahan saking pikobet. Yéning lumrahnyané anaké malajah saking kegagalan, nanging nénten asapunika sareng anak istri sané embas ring Klungkung, 14 Desember 1978. Nénten wantah sisi negatif, taler sisi positifnyané kanggén malajah. Manut alumnus Fakultas Hukun Universitas Ngurah Rai Denpasar puniki, katah ida dané sané madué sikap ajum, yéning sajeroning pajalan idupnyané nénten naen ngalamin gagal. Kematangan pribadi punika kauji ri kala ngrereh solusi pikobet sané kaarepin. Majeng Suarni–sapunika dané sering sambat, pegawai negeri sipil (PNS) Pemkab Klungkung sané molihang tugas ring Kelurahan Semarapura Tengah, mautsaha sajeroning kahanan napi manten setata angayubagia. Napimalih sajeroning nyalanin idup puniki, sujatinnyané akéh sané nénten kauningin. “Molihang tugas ring kelurahan sané nampek sareng krama, tiang molihang selah akéh malajah saking krama. Kahanan krama sané heterogen, ngawinnag tiang patut setata tenang ngarepin krama. Tiang pamuputnyané meled malajahin psikologi masyarakat. Malajah idup sujatinnyané ring krama,” baosnyané. Anak istri bintang Sagitarius puniki ngawit alit madué cita-cita dados PNS. Dané taler banget angayubagia. Rasa angayubagia punika kasalantarayang antuk mautsaha makarya becik, utamannyané ngicén ayah-ayahan majeng krama. Istri saking I Wayan Diantara puniki percaya, yéning pikobet sané karepin krama sampun

prasida katepasin ring tingkat kelurahan, pacang prasida naes pikobet punika metu ring tingkat birokrasi sané inggilan. Ibu sané sampun madué kalih diri pianak puniki pangawitnyané nénten narka dané molihang tugas ring Kantor Kelurahan Semarapura Tengah. Malajah saking akéh pangapti sané nénten prasida kajujuh, ngawinang ibunda saking I Putu Raka Teja Wistara miwah Gianina Rukma Jayanti puniki, sajeroning nyalanin idup nénten madué ekspektasi lebihan. Dané meled nyalanin idup puniki biasa-biasa manten. Sakadi toyan segarané ri kala trepti, ngawi rasa trepti. Suarni sané wawu puniki molihang juara dua lomba ngwacén pembukaan UUD 1945 HUT Korpri tingkat Kabupaten Klungkung, katon tenang ri kala arannyané kanggehang pinaka juara dua. Dané angayubagia kapilih dados juara. Ngwetuang rasa bangga sapisanan dados kado hari ulang tahunnyané. Pinih nénten Suarni prasida dados tatuladan majeng kalih pianaknyané. Suarni éling alit-alit galahé mangkin nénten muatang teori sané akéh, nanging meled contoh miwah bukti. Nénten patut akéh mabaos pinaka rerama ring era teknologi sarwa canggih puniki. Alit-alit molihang pangweruhan saking internet ring pasarahinannyané. Sané kabuatang wantah pengawasan miwah pendampingan mangda nénten iwang malaksana. “Nénten wantah tiang sané bangga, pianak tiang taler bangga ibunyané prasida molihang prestasi. Tiang percaya sajeroning hati pianak tiang meled molihang prestasi sakadi ibunyané,” baos Suarni sinambi makenyung. (ast/yan)

Buda Cemeng RAINA Buda Cemeng wantah raina sané rauh nemonin raina Buda Wagé wara Klawu inggih punika pangrauhnyané nganem sasih apisan utawi 210 raina. Ring raina Buda Wagé wara Klawu punika wantah pamujaan majeng ring Bhatara Rambut Sedana utawi Déwi Laksmi. Manut adat istiadat ring Bali, ring raina punika Bhatara Rambut Sedana utawi Déwi Laksmi sedek nglaksanayang yoga miwah ring raina punika nénten kadadosang ngamedalang jinah sajeroning ngadol miwah numbas utawi anggé naur utang wiadin nabung. Upacara Buda Wagé wara Klawu kalaksanayang olih umat Hinduné. Sajeroning cakepan suci kakawin Nitisastra IV.7 kabaosang : “Singgih yan tekaning yuganta kali tan hana lewiha sakeng mahadana.Tan waktan guna sura pandita wigdagdha pada mangayap ring dhaneswara”. Punika mateges yéning jaman kali sampun rauh nénten wénten lianan ring jinah sané mawiguna utawi kuasa. Sampun méweh kabaosang olih parajanané sané sampun pawikan, inggih punika pemberani, parajana sané suci, miwah parajana sané kuat, makasami punika kabaos wantah pelayan parajana sané sampun sugih

nénten kirangan arta brana. Manut sakadi cakepan suci sané kabaosang ring ajeng, kauningayang jinah wantah sarana, nénten tetujon urip, nanging manut ring tatacara ngawigunayang. Yéning jinah punika kapolihang miwah kanggén manut konsep ketuhanan, jinah punika banget mawiguna, prasida nganterang parajanané urip sané bahagia sakala niskala. Yéning jinah punika kaanggén tetujon sané pinih maharga, jinah punika jagi nganterang nemoning kasengsaran. Mawinan asapunika genahang jinahé punika anggén sarana ngwetuang utawi molihang dharma. Upakara sané kaaturang sajeroning raina punika wantah banten pajati, bebantenan tumpeng 7 punika manut ring désa, kala, patra, miwah désa mawacara ring sajeroning désa pakaraman soang-soang. Tetujon nglaksanayang upacara ring rainané punika wantah matetujon ngrauhang rasa angayubagia majeng ring

Ida Sang Hyang Widhi Wasa nglintangin prabhawanidané inggih punika Dewi Laksmi kabaos taler Sang Hyang Sedana/Rambut Sedana, sané sampun prasida ngwéhin rejaki ring parajanané sané urip ring jagaté, Sajeroning kahuripan puniki, sané patut kagamel wantah arta brana, kawikanan, miwah kekuatan sajeroning nyanggra kahuripané. Mawinan asapunika sampun turun tumurun umat Hinduné nglaksanayang pamujaan majeng ring tetiga Dewi inggih punika: Dewi Lakmsi utawi Dewi Sri sané sampun ngwéhin arta brana. Ida sané kapuja ring raina Buda Wagé wara Klawu. Dewi Saraswati sané sampun ngwéhin kawikanan sané kapuja ring raina Saniscara Umanis wara Watugunung. Dewi Parwati utawi Dewi Durga utawi Dewi Uma sané sampun ngwéhin kekuatan sajeroning nyanggra kahuripané puniki. (I Nengah Konten)

Redaksi nerima reriptan profil mabasa Bali miwah Indonésia (pinih akéh 3000 huruf) jangkép sareng foto profil. Profil mangda kakirim ring alamat : Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email : bali.orti@yahoo.com


15

Minggu Kliwon, 11 Desember 2016

Mahaibu Mahawaktu Maharuang z Utang Kehidupan kepada Mahaibu 1

TIADA kekuatan lebih dahsyat di alam semesta raya ini tinimbang daya Ibu. Dalam visi Bali Tradisi, Ibu itu Mahasakti. Tidak hanya personifikasi sang Waktu, Ibu sebagai Mahasakti, sang Supreme Energy, sekaligus juga menguasai seluruh aspek rung dan keruangan. Itu sebab Mahaibu divisikan sebagai Dewi Kali. DALAM GURATAN rajah-gambar Bali Tradisi, sang Dewi Kali sebagai sang Penguasa Ruang dan Waktu diwujudrupakan menjejak mulut sang Kala, sang Waktu. Ini menuturkan jelas visi kesadaran Bali Tradisi yang jauh menembus melampai batas-batas fisikal-ragawi sehingga sampai pada sang Maha Penyebab Tunggal Tiada Batas dan Tiada Batasan. Di titik itu, batas dan keterbatasan serba nisbi sang Waktu terlampaui menjadi sang Mahawaktu, Mahakala. Begitu pula sang Ruang dengan segenap batas dan keterbatasannya yang serba nisbi ini tertembus terlampaui menjadi sang Maharuang, Mahabhuta. BANYAK SEBUTAN DISEMATKAN kepada sang Mahaibu Mahawaktu Maha-

ruang, namun sesejati-sejatinyalah setiap sebutan penamaan adalah sang Mahaibu Mahawaktu Maharuang. Tiada satu pun wujud rupa dalam ruang maharahim Mahaibu Semesta Raya ini yang luput lolos bebas dari jangkauan sang Mahaibu Mahawaktu Maharuang. Semua segenap segala setiap wujud rupa ada dalam ruang kuasa jangkauan kandungan sang Mahaibu Mahawaktu Maharuang. TIADA KEHIDUPAN berwujudrupa bisa terlahir tewujud tanpa topangan maharahim kandungan sang Mahaibu Mahawaktu Maharuang. Tiada kehidupan terlahir berwujudrupa tanpa ditopang dhidupi disusui sang Mahaibu Mahawaktu Maharuang. zdeprabas

Mendaki Bukit Si Guntang Bersama Demang Lebar Daun zPosisi Peran Transisi Budaya

Di bukin siguntang - di puncaknya pernah kuciptakan bulanbintang berburuan ILHAM, Subagio, Sastrowardojo, dalam KERONCONG MOTINGGO, 1975) KATA HIKAYAT, sejarah bermula dari bukit Si Guntang. Tak salah memang, jauh sebelum era bupati narkoba, negeri-negeri di wilayah Palembang dipimpin oleh para puyang. Jika dipenggal, terdiri dari dua suku kata: ‘’pu’’ yang telah ‘’hyang’’. Artinya orang yang telah tercerahkan hati dan pikirannya. Maka dalam dongeng-dongeng, para puyang itu kadang-kadang digambarkan turun dari ‘’kahyangan’’. Betul juga, karena kahyangan pada hakikatnya adalah sebuah ide tentang pencerahan rohani. Yang dengannya seseorang dapat mencapai alam julang (langit). Yakni suatu tempat yang secara tradisional dipercaya menyimpan ketentuan dan ketetapan nasib manusia. Tak terkecuali ketentuan nasib orang pulau Sumatra yang pada suatu waktu dan tempat telah diberkahi dengan beberapa orang Datuk yang melegenda nama mereka. Salah satunya, Demang Lebar Daun. AMAT MULIALAH kedudukan beliau ini, sebagaimana tergambar dalam kitab Sulalatus Salatin (Serajar Melayu) salinan encik A Samad Ahmad (Dewan Bahasa dan Pustaka Malaysia, 1978). Kitab itu aslinya adalah Hikayar Melayu Syah menjadi raja di Johor. Di dalamnya terdapat urai jurai atau silsilah raja-raja Melayu beserta peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah kerajaan-kerajaan di seantero Melayu. Mulai dari perjalanan raja Zul Karnai n ke negeri Hindi (Hindustan) sampai kepada masa perang Melayu dengan orang Peringgi (Portugis) . Walaupun terdapat beberapa perbedaan dengan hikayat-hikayat hikayat Melayu lainnya, namun para peneliti memandang, kitab ini telah merangkum keseluruhan hikayat dan tambo yang tersebar di negeri –negeri Melayu mengenai asal mula raja-raja Melayu. DEMANG Lebar Daun sendiri, dikatakan dalam kitab ini hidup sezaman dengan Patih Suatang dari Minangkabau. Ia mendatui Palembang pada masa tiga orang cicir keturunan raja Zul Karnain pertama kali tiba di bukit Si Guntang. Naskah memang menggunakan kata ‘’raja Palembang’’ untuk menyebut Demang Lebar Daun, namun itu tidak bermakna ia seorang raja . Karena ternyata kemudian posisi Demang Lebar Daun dalam hikayat itu merajakan keturunan Zul Karnai itu di tempat kediamannya. Dengan demikian, perkataan ‘’Raja Demang Lebar Daun’’ lebih tepat diartikan sebagai orang yang mempunyai kekuasaaan tanpa status raja. Karena ternyata kemudian posisi Demang Lebar Daun dalam hikayat itu merajakan keturunan Zul Karnain itu di tempat kediamannya. Dengan demikian, perkataan ‘’Raja Demang Lebar Daun’’ lebih tepat diartikan sebagai orang yang mempunyai kekuasaan tanpa status raja. Dalam kebudayaan Sumatra Pra Hindu, posisi itu

zGde Artawan KEMBANG PANDAN mengapa kau mesti menyembul kembali membawa seikat kembang pandan diiring restu para petapa di gugusan pulau tempat menangkar nestapa untuk darah yang perlahan bergerak’ dari urat nadi musik Dimana ulat menjadi kupu-kupu lalu beterbangan membawa sisa karma yang kau titipkan pada belahan ranting hidup yang bergerak seirama derap kaki kuda paling liar dari kesedihan yang tersumbat dan menjadi rahasia bagi anak sungai yang gelisah mencari muara padahal sisa kenangan sudah lama ditenun menjadi seikat kain selendang bagi laut yang selalu saja menepis bimbang menerima bayang matahari dan bulan jikapun tertinggal tawa di sini dan dinihari ada yang khusus memintal ombak mimpi tetap tak kemana-mana dan diri masih sendiri menjaring dingin dengan jaring jiwani barangkali sedikit dibutuhkan tikad bagi jiwa yang landai di bawah pohon-pohon pandan yang menyisakan sedikit gumaman atas keresahan jiwa yang membuat diri terlunta selalu saja mencoba menjaring peradaban kosong dari arah mata angina yang selalu saja salah seikat kembang pandan digelar bagi laut tempat diri menepikan huruhara jiwa yang sangsi

dimiliki oleh datu-datu atau datuk-datuk. Di Minangkabau misalnya, para datuk mempunyai kekuasaan yang lebih tinggi disbanding raja yang datang kemudian. Dan apabila disimak lebih teliti, dari cara Sulalatus Salatin menggambarkan posisi dan peran yang diambil Demang Lebar Daun, kita segera tahu, bahwa ia hidup di masa trasisi budaya terpenting tengah terjadi di pulau Sumatra. Yang dalam tulisan ini, transisi itu dibaca sebagai akibat pertemuan budaya asli dengan budaya baru dari Hindustan. Berkata Demang Lebar Daun, pertemuan dua budaya itu akhir meluas ke darah-daerah lain di Sumatra. TERDAPAT dua keistimewaan Demang Lebar Daun pada kitab ini. Pertama, ia adalah datu yang pertama sekali memelihara kenturunan Zul Karnain yang turun di bukit Si Guntang itu. Dua orang tokoh lain, Wan Empuk dan Wan Maini, hanya disebutkan sebagai pemilik huma walaupun mereka lah yang pertama sekali mengenal ketiga zuriat raja Zul Karnain itu. Artinya, mereka bukan orang yang mempunyai kekuasaan pada masa itu. Proses ketiga orang itu menjadi raja-raja di kepulauan Melayu, terjadi melalui peran serta Demang Lebar Daun. Keistimewaan kedua, tokoh ini dinyatakan sebagai orang pertama yang menggunakan sebutan ‘’Yang dipertuan agung’’ bagi raja-raja Melayu. zRiki Dhamparan Putra

Penunggang Lembu dari Dasar Laut…. zSebait Mantra Pelantikan KISAH bermula di bukit Si Guntang, ketika suatu melam bukit itu mendadak terang benderang. Segala padi di huma berubah menjadi emas hingga tanah pun berwarna keemas-emasan. Tatkala penghuni bukit itu, Wan Empuk dan Wan Malini mendatangi asal cahaya itu. Mereka berjumpa tiga pemuda (satu perempuan) yang mahkota mereka telah yang seumpama perak teruam warnanya, Lengkap dengan senjata bernama curik Si banding Kini, Kayu Kerupa, pedang Badram balawa dan lembing bernama Lembuara. NAMA mereka Nila Pahlawan, Krisyna Pendita dan Nila Utama. Dari zariat raja Zull Karnain melalui kakek mereka Raja Suran, penguasa kerajaan Keling, Hindustan. Sejak kecil ketiga orang itu diasuh oleh Raja Aktab’ul-Ard penguasa dasar samudera yang merupakan kakek dari jalur ibu. WAN Empuk dan Wan Malini memelihara ketiga cicit Zul Karnain itu hingga beritanya sampai kepada Demang Lebar Daun yang kemudian membawa mereka ke Palembang. Nila Pahlawan, lalu dinamai Sang Si Perba. Pada saat itu, lembu putih tunggangan mereka memuntahkan buih yang menjelma seorang laki-laki. Ia dinamai Batala, artinya orang yang membaca ciri (mantra pelantikan raja) Karena di saat menjelma itu ia membacakan sebait mantra… zRiki Dhamparan Putra

zIDK Raka Kusuma SEKOLAH DAUN : PS

memasuki pekarangan sekolah daun hijaukan tubuh pelan berayun tiap angin menyentuh memasuki kelas sekolah daun yang tertulis di dinding baca dengan kerling sebab semua huruf keras mengalun duduk di bangku tulis cerita daun tak pernah kering memenuhi cabang dan ranting pohon tumbuh di tanah tak nyata serupa gerak daun mengisyaratkan rahasia sampaikan maknanya pada dunia

zIK Aryawan Kenceng CATATAN KECIL SUATU PAGI Butir-butir berkilauan Siut burung berkesiuran Mencurahkan cinta Di atas hamparan Menajamkan busur Cahaya keikhlasan Ada yang bersijingkat Dari pengap ruangan Sisa pertengkaran Dan persetubuhan Diterbangkan kupu kupu Bersayap keperakan Untuk menandur dan menyemai kerinduan Menghalau kelimun ternahk piaraan Ke tanah-tanah pertaruhan Dan dengan dengus bergegasan Riuh menapak perjalanan

Segala Bentuk Wujud Rupa zUtang Kehidupan kepada Mahaibu~2

SEMUA anak terlahir berwujudrupa dari sang Mahaibu. Ada dalam ruang maharahim Mahaibu. Dihidupi paling mula awal oleh sang Mahaibu. Ditopang oleh sang Mahaibu, dan dijadikan oleh sang Mahaibu. Kenyataan senyata-nyatanya kehidupan sepanjang waktu seluas ruang raya ini memberi kesimpulan terang benderang: tiada anak-anak putraputri kehidupan dapat hidup tanpa berutang hidup dan kehidupan kepada sang Ibu hingga sang Mahaibu. SEBAGAI SANG PENGHIDUP Kehidupan The Supreme Energy, Mahaibu mewujud beraneka ragam dari yang Tak Terbatas hingga yang terbatas. Mahaibu Mahawaktu Maharuang mewujud sebagai Ibu Alam Semesta Raya, Ibu Bumi Pertiwi, hingga Ibu Kandung—dan semua yang secara sosiologis dinamakan perempuan dengan segenap karakteristiknya. Dalam berbagai wujud rupa bentuk dengan segenap karakteristiknya itulah setiap anak putra-putri kehidupan berutang hidup, kehidupan, dan penghidupan kepada sang Mahaibu Mahawaktu Maharuang. Jangankan hidup dalam kehidupan di Bumi Pertiwi ini yang jelas-jelas menjejak Ibu Bumi Pertiwi, bahkan manakala manusia modern dengan segala kejumbuhannya hendaka melepaskan pengaruh dari Bumi—dengan melesat meluncur ke Bulan ataupun planet-planet lain—toh nyata senyata-nyatalah manusia membawa segala sesuatu yang diperoleh dari Ibu Bumi Pertiwi. Pesawat luar angkasa yang ditumpangi dari Bumi ke Bulan pun dibuat dengan bahan dasar yang diambil dari Ibu Bumi. Makanan, air, hingga bekal oksigen

Patih Suatang yang Misterius… zMengenali Posisi yang Setara SYAHDAN, datanglah Patih Suatang dari Minangkabau meminta salah seorangnya. Yang Si Perba kemudian dirajakan di Minangkabau. Konon, karena ia memagari istananya dengan ruyung-kayang, dinamailah kerajaannya Pagar –Ruyung. Sangat simbolik bagian ini, karena setelah Sang Si Perba dibawa ke Minangkabau, krysna Pandita juga diminta oleh negeri Tanjung Pura Untuk dirajakan di situ. Tinggal Nila Utama yang diam di Palembang. DICERITAKAN pula, raja bergelar seri Teri Buana(2) telah berhasrat kepada putrid Demang Lebar Daun hingga ia jatuh sakit karena memendam rindu dendam. Dengan Lebag Daun akhirnya menikahkan putrinya yang bernama Radin Ratna Cendera Puri dengan raja Seri Teri Buana . Pernikahan ini kelihatan menjadi sangat penting karena dua dual. Pertama, karena dipersyarati dengan ikrar antara Demang Lebar Daun dan raja Seri Teri Buana. Istrinya antara lain, berupa sumpah untuk tidak boleh menistakan satu sama lain apabila terjadi silang sengketa: ‘’Jikalau raja Melayu itu mengubahkan perjanjian dengan Hamba Melayu, dibinasakan Allah negerinya dan takhta kerajaannya.’’ Perjanjian itu berlaku atas semua keturunan Seri Teri Buana dan Demang Lebar Daun. Pada satu sisi, adanya ikrar ini memandu kita mengenali posisi yang setara antara Demang Lebar Daun dengan raja Seri Teri Buana. Bukan antra seorang penasehat

zGde Artawan EPISODE PENANGKARAN MUSIM Tali temali kencang sekalipun Yang kau julurkan Dari tujuh langit, tujuh samudera Takkan menggoyangkan Penangkaran musim diri Yang terhukum terancam Dirajam berjutajuta tombak Karena penangkaran ini Api sekaligus air Derita sekaligus sukacita Dari hamparan Hutan raya hutang piutang yang ditulis Di relung hati Di seantero tanah bermusim sama Luka segala ranting takdir Yang mengalir deras Menyusu di akarakar gunung Di kedalaman laut Perkampungan siput dan tumbuhan air Di lintasan benaman matahari Tak ada yang mampu menyisir penangkaran ini menjadi tegalan Untuk panen raya buah dan sayuran Dingin tetap saja meleleh Karena penangkaran ini selalu berulang Tempat dimana harihari Ditambatkan selamanya

zKim Al Ghozali AM KOPI TANPA MERK Dari mana asalmu Dan apa kebangsaanmu Tak menjadi penting bagiku Saat kita semeja – berhadap hadapan Kau tawarkan pekat nikmatmu Aku membagikan masa lampauku Kita pun senasib Sebelum sampai ke sini Kau dan aku mesti melewati Serangkaian jalan terjal, alan kesunyian Sampai kegaduhan Musim demi musim, angin demi angina Dari mana asalmu Dan apa nama sematanmu Tak genting lagi bagiku Sebab nama hanya penanda Tak akan pernah mampu Mewakili rasa Kedalaman dan isi Seperti namaku pula Ketika ibu memberinya Kadang memang doa Tapi seringkali tak lebih Sebagai pengenal saja

Jejak Tradisi Pemuliaan Ibu z Utang Kehidupan kepada Mahaibu 3

KENYATAAN senyata-nyatanya kehidupan yang tiada luput dari topangan sang Mahaibu menjadikan Bali Tradisi mengagungkan memuliakan SaktiismeTantrisme-Bahirawa yang memuja aspek Ibu Dewi Sakti. Tinggalan jejak pengaruhnya sedemikian mendalam dan luas menghampar di tanah Bali, bahkan hingga kini. Dari sinilah kiranya bisa dirunut mengapa pemujaan terhadap Dewi atau Batari di Bali menjadi sedemikian menonjol, mengapa tradisi Bali begitu berlimpah dengan pemujaan kepada Ibu Sakti. Sebut saja, misalnya, pemujaan kepada Dewi atau Batari, seperti Batari Sri, Dewi Uma, Batari Durga, Dewi Parwati, Dewi Danuh, Batari Rambut Sedana. Lalu, ada pula pemujaan khusus bagi Dewi Saraswati, Dewi Gangga. Dalam puja mantra pun ditemukan tebaran kata Bhairawi, selain Sang Hyang Bhairawi. Tradisi subak yang amat sangat memuliakan air sebagai Dewi Danuh atau Dewi Bhagawati yang mengalir dalam siklus rotasi konsisten dari danau, mata air, sungai-sungai, dan seterusnya hingga ke samudra lepas juga punya jejak akar dari sini.

Dalam bahasa lebih polos kuna-domestik ada pula istilah Ratu Ayu, atau Ratu Istri, atau bahkan Jero Luh sebagaimana dalam barong landung. Hingga kini juga tetap ajeg bertahan tradisi keagamaan-agraris yang dinamakan Ngusaba Nini untuk memuja penuh syukur kehadapan Ibu Dewi Sakti (Sri/Durga). Di desa-desa kuna di Karangasem secara khusus bahkan ada Nyepi Luh, di mana pada hari itu wanita, para ibu, diistimewakan, dilayani para suami, laki-laki. Ibu-ibu memang berjeda, diam, istirahat. Maksud simboliknya boleh jadi momentum tepat bagi kekuatan Ibu Sakti beryogasamadhi demi tertib ajegnya kehidupan ini. Maka tentu bukan suatu kebetulanlah bila tanah Bumi tempat manusia dengan segenap mahluk hidup ini tumbuh dan berbiak, tempat yang menghidupi manusia ini, dinamakan Ibu Pertiwi: bahwa tiada seorang pun anak manusia tidak berutang hidup pada sang Ibu, karena tiada seorang anak manusia pun terlahir tanpa dieram di rahim sang Ibu hingga hidup dan dihidupi dalam ruang maharahim sang Mahaibu Mahawaktu Maharuang. zdeprabas

yang diboyong ke Bulan maupun planet lain pun diperoleh dari Ibu Bumi. DAN, KENYATAAN senyata-nyata adalah bahwa sebelum bisa meluncur melesat meninggalkan Ibu Bumi untuk menjejak Bulan atau Mars, jelas sejelas-jelasnya si manusia ini dilahirkan dari sang Ibu, dihidupi sang Ibu,

mengambil berkah kehidupan dari sang Mahaibu Semesta Raya. Lalu, masihkah berani anak-anak putra-putri kehidupan mengakuaku tak berutang hidup pada sang Ibu, sang Mahaibu Mahawaktu Maharuang? zdeprabas

dan raja, melainkan antara pemimpin dengan seorang raja. Kedua , penting karena menjadi permulaan peran serta langsung Demang Lebar Daun memperluas kekuasaan Seri Teri Buana ke luar Palembang. zRiki Dhamparan Putra

Puyang Jembatan Peradaban… zMenjadi Titik Awal Persebaran CUKUP jelas tergambang dalam Hikayar Melayu, transisi budaya di Sumatra dimulai dengan proses politik melalui peran simbolik tokoh Demang Lebar Daun. Kesimpulan ini berangkat dari penafsiran bahwa klaim sebagai turunan Zul Karnain yang ada dalam hikayat hikayat Melayu, sesungguhnya menjadi kiasan dari adanya tatanan politik baru yang sedang berlangsung di Sumatra. Selain untuk mengiaskan kesakralan darah rajaraja tentu saja. Bukti-bukti dari lapangan arkeologi cukup mendukung penafsiran ini. Mengingat Pelembang dan bukit Si Guntang dengan bukti warisan-warisan artefak dari peradaban Hindustran yang dimilikinya, kenyataannya memang telah menjadi titik awal persebaran kekuasaan agama Siwa dan kemudian Budha yang datang dari India selatan. DALAM hal ini, Hikayat Melayu menggambarkannya melalui eksistensi cucu penyuasa Keling yang turun di bukit Si Gunung/ Segi menariknya adalah karena Hikayat Melayu menggambarkan proses tersebut dipandu oleh kekuasaan local melalui Demang Lebar Dun. Selanjutnya, Palembang berkembang menjadi kerajaan sriwijaya. Sementara pusat0-pusat SiwaBudha lainnya, seperti Minangkabau dan

Jambi, secara spiritual tetap mempunyai hubungan budaya yang sacral dan transenden sifatnya dengan bukit Si Guntang. PENULISAN disesuaikan dengan penulisan yang terdapat dalam Sulalatus Selatin zRiki Dhamparan Putra

zIDK Raka Kusuma TEMBANG DI DEPAN PERAHU Laut paling laut aku Walau tak bergerak tak menderu Jelajah aku Kaupun tahu Keluasan air raya biru Tak akan kau dicegat Air tinggi menjulang Tak akan kau sesat Ke tempat penuh gelombang Menjelajah laut diam tak berbunyi Kaupun merasakan Makna menyusuri sunyi Sepanjang genangan Laut paling laut aku Mari, jelajah akut

SURAPATI Gedung MERDEKA Homecoming zDenpasar ART Space 2017….

Ruang PUBLIK BUDAYA, Jantung Kotakita FORUM Apresiasi SENI Denpasar (FASDEN) Mengapa PAS setiap tanggal 27…..? Selangkah dari CATURMUKA Surapati No7

NGAMPOENG SENI TUTUP BUKU 2016…. zDari JKP-109 Indonesia Raya naik DACIN

ACEH memanggil, jaga tanggal 25-30 Desember ‘16 Merawat Laut Meruwat Gunung Sajak dan Lukisan AIUEO (Apresiasi Imajinasi Uttimate Eksplorasi (Eksekusi) dan O (but not empty) NUSA Penida, Ceningan, Lembongan, NusaDua, Nusa Ning Nusa menyangga menopang IMAJINASI Nusantara Raya.

KUKURUYUK di Timur MATAHARI 2017…. zGiliran Karangasem ’17, Selepas Klungkung ’16.

ADALAH Tanah Aron, Muntigunung, Sibetan – Seraya, Ponjok Batu, Tulamben – Jemeluk, Telaga Tista, Pingkan Manggis, Tenganan Pegringsingan, Selat, Basang Alas, Antiga, Rendang, Abang – Ban = Les Subagan, Padangkerta, Tirtagangga, Taman Ujung, Silayukti, Padangbai, Budakeling, Batulelah, Andakasa, Candidasa, Amlapura… Begitulah gowet, gecek, ukuran dan ukiran pasir wukir SEMERBAK SAJAK Imaginasi Nusantara Raya dari Lubuk Balidwipa Mandala, Jagajaga JUNI 2017 Pengumuman SEGERA Januari 2017…..

zMade Edy Arudi Jembatan Kuning Angin tak memberi tanda lewat desirnya langit juga diam-diam saja ketika desah gelombang menggerus tali jembatan dan mulut melahap delapan migrasi burung antar Ceningan-Lembongan lalu perahu melaju terkayuh sendiri tergesa mengantar mereka menapaki tanah wayah tanah muasal diri yang dijaga tujuh bidadari Tapi tak kubaca runtuhnya jembatan cinta seperti nujum yang dihembuskan angin atau kemurkaan para dewa Di bentangan tiang-tiang berkarat, di simpul tali jembatan hingga di lekuk tulisan jidat tergurat perjanjian rahasia kubaca sebagai lintasan terakhir mereka berkemas menuju lintasan dermaga muasal sunyi.

zIDK Raka Kusuma REBAB PESISIR Kudengar darimu rebab pesisir Suara buih menerpa pasir Sebelum ombak susut Sebelum deru entah kemana larut Kudengar bunyi dayung Mengayuh laut Disertai kidung Tiap dengan air berpaut Kidung tentang pelaut Berperahu pantang surut Walau tiang layer patah Dan perahu pecah Kenapa tak kudengar suara angina Saat pantai sempurna sepi Berhembus dari langit b ersama dingin Menjelma di laut keheningan tak bertepi


NASIONAL

16

Minggu Kliwon, 11 Desember 2016

Duryodhana Perintahkan Bantai Satyaki dan Dhrishtadyumna

Disusun: Kisari Mohan Ganguli Diterjemahkan: I Ketut Arinta (Edisi Empat Ratus Sepuluh)

Rishi Vyasa : (Bharata) setara dengan Veda. Ini adalah suci dan agung. Bharata menganugerahkan kemasyhuran dan kesejahteraan. Karena itu, seseorang harus mempelajari dan mendengarkan dengan perhatian penuh.

DENGARLAH, oh macan di antara prajurit-prajurit kereta, suara genderang-genderang. Selain itu, suara kenongankenongan di dekat keretanya Arjuna pada malam mematikan ini. Malah itu menyerupai gulungan suara petir di langit. Dengarkan juga ratapan keras dari para pejuang yang menderita dan teriakan-teriakan singa sangat keras berbagai macam suara lain, di dekat keretanya Arjuna. Di sini, Satyaki ini adalah orang utama dari keluarga Satwata ini. Mereka berada di tengah-tengah kita. Jika objek ini merupakan sasaran, kita dapat dipukul jatuh, kita dapat mengalahkan semua musuh kita. Hal yang sama dilakukan putra Raja Panchala itu melawan guru Drona. Dia dikepung dari segala sisi oleh banyak prajurit utama dan gagah perkasa dari pasukan Kuru. Jika kita dapat membantai Satyaki dan Dhrishtadyumna, cucu Prishata itu sekaligus, tanpa diragukan lagi oh raja, kemenangan akan menjadi milik

kita. Setelah mengepung kedua pahlawan ini, kedua prajurit kereta perkasa itu seperti yang kita lakukan terhadap putra Subhadra. Karena itu, kita akan berusaha membantai mereka yaitu putra keluarga Vrishni ini dan cucu Prishata ini. Savyasachin, oh Bharata, ada di hadapan kita. Bahkan, Arjuna, sedang mendatangi divisinya Drona. Ketahuilah Satyaki itu sedang terlibat di sini dengan banyak kepala pasukan di antara pihak Kuru. Biarlah sejumlah besar ksatria kereta kita yang utama itu pergi meneruskan ke sana. Sehingga Partha itu tidak dapat datang menyelamatkan Satyaki yang sekarang sedang dikepung ksatria Kuru. Biarlah pahlawan-pahlawan hebat ini dengan cepat menembakkan awan-awan panah dengan kekuatan besar. Dengan demikian, Satyaki dari keluarga Madhu itu cepat bisa dikirim ke tempat tinggalnya Dewa Yama. Setelah Karna memberikan pendapat seperti itu, Putra paduka menyapa putra Suvala

pada pertempuran itu. Tampak, seperti Dewa Indra yang terkenal menyapa Vishnu, dengan katakata ini, ‘‘Dengan didampingi sepuluh ribu ekor gajah, yang pantang mundur. Sepuluh ribu buah kereta teruskanlah melawan Dhananjaya! Hai... Duhsasana, Durvishaha, Suvahu, Dushpradharshana—mereka ini akan mengkuti paman yang dikelilingi sejumlah besar prajurit jalan-kaki. Oh paman, bantai pemanah-pemanah hebat itu yaitu kedua Krishna, termasuk Prabu Yudhishtira, Nakula, Sahadeva, dan Bhima, mereka putra Pandu itu. Harapanku kemenangan tergantung kepada paman. Seperti Dewa-dewa kepada kepala mereka, Indra. Oh paman, bantailah putra Kunti itu seperti Kartikeya membantai para Asura.’’ Demikian disapa dan didorong putra paduka, pamannya Sakuni, secepatnya menggunakan baju zirah. Dia meneruskan melawan para Partha itu. Sakuni ditemani kekuatan besar sebagaimana juga putra-putra paduka. Tu-

Badan Kurus Nyali Besar

411, 212, 312, 412 bukan deretan bilangan Fibonacci kreasi Gopala yang di Barat dikembangkan Leonardo da Pisa, tapi runtutan angka penanda tanggal dan bulan. Itu adalah rentetan peristiwa yang melibatkan ribuan bahkan jutaan manusia di Tanah Air tercinta, tepatnya di ibu kota negara, Jakarta. Semua peristiwa terjadi menjelang akhir tahun 2016, membuat detak jantung warga Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak teratur. Sebab, alasan untuk datang ramai-ramai ke Jakarta buat unjuk rasa guna membela agama tertentu, yang menurut dugaan telah dilecehkan. Sungguh ngeri membayangkan akibatnya bila terjadi kerusuhan berlatar agama, suku, dan ras! ‘’Syukurlah, Tuhan Yang Maha Esa tidak menghendaki negara yang dibangun atas pengorbanan jiwa jutaan orang akibat penjajahan, berantakan karena ditabrak isu dan provokasi tidak bertanggung jawab. Untung saja bangsa Indonesia tidak melupakan dan meninggalkan sejarah tentang penderitaan para leluhur mereka yang lama ditindas penjajah dan dikuras kekayaan alam negerinya. Mereka paham kalau para pendahulunya sepakat mengusung negara yang mereka beri nama Indonesia karena merasa senasib dan sepenanggungan. Itu alasan utamanya, sehingga mereka pinggirkan segala macam perbedaan dari kulit, isi otak, dan tempat kelahiran. Semua itu diikrarkan dalam Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928. selanjutnya Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945! Mereka sadar kalau semua perbedaan yang mereka miliki bisa dijadikan lubang infiltrasi oleh semua anasir yang menghendaki negeri ini hancur berkeping seperti negara-negara jazirah Balkan pascabubarnya Uni Soviet. Inilah kehebatan Pancasila, sebagai ideologi negara dan pandangan hidup bangsa, yang merekatkan bangsa ini! Hal itulah yang tercermin saat ribuan massa berkumpul di sekitar Monumen Nasional, Jumat (2/12) melakukan salat bersama yang diikuti pula Presiden RI, Joko Widodo. Di samping takbir yang memuji kebesaran Tuhan, pun yel-yel NKRI

dan Merah Putih harga mati dikumandangkan, sehingga fenomena yang awalnya mencekam dipuji semua pihak, tak terkecuali pihak luar negeri,’’ ulas Rubag. ‘’Kerumunan massa yang lazim disebut masyarakat atom biasanya memang sulit dikendalikan. Layaknya atom yang ditarik ke sebuah molekul, yang dikendalikan daya adhesi dan kohesi, seperti ilmu alam yang pernah kupelajari sejak SD. Menurut pandangan awamku, atom-atom yang digaet molekul akan kehilangan identitas asalinya, lalu mengikuti perintah unsur mayoritas yang dikandung molekul itu. Inilah penyebab yang dalam bahasa Bali disebut briyuk siyu, karena seseorang sering kehilangan akal sehatnya karena dipengaruhi suara atau kehendak orang banyak. Hajar, perintah mayoritas dihajarlah objek yang dianggap liyan atau berseberangan, hancurkan, komando yang dilontarkan jadi serbuk atau rempeyeklah nasib si korban. Syukur pada demonstrasi besar-besaran yang terjadi pada 2 Desember lalu tidak ada kalimat bernuansa destruktif seperti itu, malah unjuk rasa berakhir dengan sembahyang bersama. Untuk itu, peristiwa yang diberi tanda 212 tersebut diberi julukan ‘Unjuk Rasa Super Damai’. Aku sangat setuju dengan pendapatmu, Pancasila sebagai way of life bangsa Indonesia benar-benar melandasi gerakan itu, di mana Ketuhanan Yang Maha Esa dikedepankan lewat salat bersama. Meski aku hanya nonton lewat layar kaca, aku bangga jadi bagian bangsa Indonesia!’’ komentar Sudiantara. ‘’Setuju, banyak media asing memuji peristiwa tersebut. Sebab jika kerumunan orang yang luar biasa banyak dengan kandungan membela agama yang diduga dilecehkan bisa berakhir damai, agaknya cuma terjadi di Indonesia. Kendati diawali dengan proses penangkapan beberapa orang yang diduga berencana makar atau merebut kekuasaan yang sah dengan membonceng ribuan atau jutaan demonstran. Pasca-212, malah di media sosial tertulis berita berjudul ‘Strategi Jokowi di 212 bikin gigit jari provokator makar’. Bila benar ada upaya makar,

demonstrasi jutaan orang yang berakhir dengan damai merupakan fenomena super yang tidak pernah terjadi di negeri lain dan cocok disebut ‘Demonstrasi Super Damai’! Kerja keras aparat keamanan, terutama Polri yang di-back-up TNI, juga sangat istimewa dan harus dipuji juga! Kehadiran Presiden Joko Widodo yang konon berjalan kaki dari Istana ke Monas dan ikut sembahyang setelah berpidato singkat, juga sangat mengagumkan. Bahkan saat hujan deras mengguyur, dia sendiri yang memegang payung, sehingga fotonya jadi viral di dunia maya. Luar biasa!’’ papar Wardana. ‘’Kita semua hanya menyaksikan peristiwa dari TV yang nyaris seluruh stasiunnya menayangkan peristiwa fenomenal itu. Kita tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi dan apa sesungguhnya latar belakangnya. Namun beberapa hari sebelum aksi 212, kita juga dengar dan membaca isu di media bahwa Istana Negara adalah sasaran para pendemo, sehingga kawasan sekitar lambang negara dan kekuasaan tersebut dijaga ketat aparat gabungan. Ketika terjadi aksi 411 sebelumnya, Jokowi tidak ada di Istana karena harus pergi ke luar kota untuk tugas kenegaraan, sehingga ada suara-suara sumbang yang berkesan melecehkan. Jadi, kehadirannya pada 212, mematahkan upaya mendiskreditkan yang menganggapnya mengabaikan aspirasi rakyat. Aku menilai hadirnya Jokowi ke Monas saat aksi 212 dari sudut pandang lain terkait isu yang kupaparkan tadi. Daripada Istana jadi sasaran akibat psikologi massa yang mungkin mendidih dibakar provokator, menurutku, Jokowi lebih memilih mengorbankan diri. Bisa jadi pendapatku salah, namun uraian Sudiantara tentang karakter masyarakat kerumunan atau atom, aku pakai sebagai rujukan. Orangorang bisa kehilangan akal sehat atau pertimbangan rohani di tengah kerumunan. Keberanian Presiden kita memang seperti judul sebuah artikel di sebuah media online, ‘Badan boleh kurus, nyali Jokowi besar’. Ini dikaitkan dengan sepak terjangnya sejak jadi gubernur hingga sekarang, tidak

pernah berpikir tentang keselamatan diri, namun terjun langsung ke daerah rawan demi kepentingan bangsa dan negara!’’ tambah Kaler. ‘’Benar dan itu kenyataan yang sulit dibantah! Kita tidak mengkultus-individukan Jokowi, namun keberaniannya seakan menyaingi nyali Bung Karno yang beberapa kali lolos dari upaya pembunuhan. BK setiap melakukan kunjungan kerja ke daerah, terutama ke Bali di tahun 1950-an, senantiasa naik sedan atau kendaraan tanpa kap atau tutup di atas. Melewati kerumunan rakyat tanpa khawatir. Padahal saat itu adalah periode pemberontakan bersenjata di banyak wilayah Indonesia, seperti PRRI/Permesta, DI-TII dan di Bali ada LOGIS. Itu terjadi saat kita memiliki Kabinet Parlementer yang menjurus ke demokrasi liberal, seperti sekarang. Ingat penggranatan untuk membunuh BK terjadi pada 30 November 1957 yang dikenal dengan Peristiwa Cikini dan saat itu Indonesia di bawah Kabinet Karya atau Djuanda (9 April 1957 - 5 Juli 1959). Masa kebebasan tanpa batas tersebut ditutup BK dengan Dekrit Presiden yang dikenal dengan Manipol USDEK dan sistem Kabinet Parlementer diubah menjadi Kabinet Presidentil. Memang, aku setuju ikut mengatakan nyali Jokowi cukup besar, yang mengikuti langkah BK saat dunia mengalami kemajuan besar di bidang iptek. Orang bisa mencelakainya dari jarak cukup jauh dan mungkin menghapus jejak dengan cepat. Kode-kode angka untuk aksi juga menyeramkan, yang kukira, meniru 9/11 untuk Tragedi WTC di New York pada 11 September 2001 yang makan korban nyawa ribuan orang. Pancasila memang sakti!’’ ujar Sugita menutup obrolan. (aridus)

Mr. X Tewas Gantung Diri di Pohon Bambu Banyuwangi (Bali Post) Warga di Dusun Bulusari Desa Jajag Kecamatan Gambiran, Banyuwangi, gempar, Sabtu (10/12) pagi kemarin. Sesosok mayat laki-laki tanpa identitas ditemukan menggantung di pohon bambu. Diduga, Mr. X itu sudah meninggal empat hari lalu. Kondisinya mulai membusuk. Wajahnya sulit dikenali. Korban pertama kali ditemukan dua warga, Tabut (55) dan Chaerul Anam (39), warga setempat sekitar pukul 08.30 WIB. Kala itu, kedua warga ini berniat ke Sungai Dawuan, tepatnya di belakang rumah Darto, warga setempat. Keduanya curiga saat mencium bau busuk. Mereka makin kaget saat melihat benda yang menggantung di rerimbunan pohon bambu. Mereka curiga, mereka mendekat. Bau busuk makin menyengat. Betapa terkejutnya, setelah dilihat dari dekat ternyata sosok tubuh manusia yang menggantung.

Temuan ini langsung dilaporkan ke perangkat desa. Warga pun berhamburan mendekat. Tak berselang lama, polisi tiba di lokasi. Hasil olah TKP, leher korban terjerat kabel. Korban menggunakan celana jin, tanpa kaus alias bertelanjang dada. “Kondisi korban sudah membusuk. Wajahnya sulit dikenali. Dugaannya, sudah meninggal empat hari lalu,” kata Kapolsek Gambiran, AKP Ketut Redana usai memimpin olah TKP. Menurut Kapolsek, tubuh korban menggantung di ketinggian 4 meter dari atas tanah. Hasil pemeriksaan medis, tak ditemukan tandatanda bekas penganiayaan. “Dugaan sementara, korban murni bunuh diri dengan gantung diri,” kata Kapolsek. Korban diperkirakan berumur 35 tahun, tingginya sekitar 167 centimeter. Berkulit sawo matang, tubuhnya semampai. Untuk pengembangan penyelidikan, jasad korban

dibawa ke RSUD Genteng, Banyuwangi. Kapolsek menambahkan, pihaknya masih menyebarkan temuan mayat Mr. X ini. “Jika ada warga yang kehilangan keluarga, kami minta melapor ke Polsek. Ini untuk mempermudah penyelidikan, jelasnya. Temuan mayat gantung

diri ini dengan cepat menyebar. Warga berhamburan untuk melihat dari dekat. Namun, tak ada satu pun yang mengenalinya. Apalagi, mayat korban sudah membengkak. Lokasinya yang jauh dari perkampungan, membuat mayat korban terlambat ditemukan. (kmb30)

BPM/udi

OLAH TKP - Petugas melakukan olah TKP Mr. X yang tewas gantung diri di Desa Jajag, Gambiran, Banyuwangi, Sabtu (10/12) kemarin.

juannya, menghabiskan putraputra Pandu itu. Kemudian sebuah pertempuran besar antara para prajurit bala tentara paduka dan musuh dimulai. Ketika putra Suvala oh raja, meneruskan melawan para Pandava, putra Suta Karna itu ditemani sebuah kekuatan besar. Anaknya Dewa Surya itu dengan cepat maju melawan Satyaki. Karna menembakkan ratusan panah. Sungguh, prajurit-pra-

jurit paduka, bersatu bersama, mengepung pangeran Satyaki. Kemudian putra Bharadwaja, Drona melanjutkan menuju keretanya Dhrishtadyumna. Mereka bertarung dalam sebuah pertempuran menakjubkan dan dahsyat pada malam kematian itu. Oh banteng di antara keturunan Bharata, Drona menghadapi Dhrishtadyumna yang pemberani dan orang-orang Panchala lainnya. (bersambung)

Sloka 11.21 Ami hi tvam sura sangha vishanti kecid bhitah pranjalayo grnanti svastity uktva maharsi siddha sanghah stuvanti tvam stutibhih puskalabhih Jajaran para dewa mendadak dan menyatu dengan-Mu, mereka mengatupkan kedua telapak tangan mereka dengan ketakutan, memuja-Mu. Para Resi dan Siddha – mereka yang telah sempurna –berteriak, ’’Jayalah, Jayalah!’’ Dan menyanyikan puja-puji kebesaran untuk-Mu!

Bandar Digerebek, Ganja Kering Diamankan Banyuwangi (Bali Post) Tim Satuan Narkoba Polres Banyuwangi mendapat tangkapan istimewa. Seorang pria yang diduga bandar besar ganja berhasil ditangkap Jumat (9/12) malam. Dari tangan pelaku diamankan 846,1 gram atau 8 ons lebih ganja kering. Pria yang diduga bandar itu, Munif Abud Amudy (41), warga Dusun Gembolo Desa Purwodadi Kecamatan Gambiran, Banyuwangi. Selain ganja, dari tangan pelaku disita sebuah HP dan sepeda motor Honda Vario bernopol N 6594 EO. “Pengakuan pelaku, ganja kering itu dipasok dari seseorang di Yogyakarta,” kata Kasat Narkoba Polres Banyuwangi, AKP Agung Setya Budi, Sabtu (10/12) kemarin. Menurut AKP Agung, dari keterangan pelaku, ganja dalam jumlah besar itu dikirim menggunakan sistem ranjau. Artinya, pengirim tak dikenal. Barang itu diletakkan di Lapangan Gambiran. Setelah itu, pelaku mengambilnya. Saat diamankan polisi, ganja yang disimpan pelaku masih terbungkus lakban. Kondisinya masih baru. Pelaku, kata Agung, disergap di simpang tiga Jalan Nias, Kelurahan Singotrunan, Banyuwangi. Diduga, pelaku usai beraksi mengirimkan barang. Agung menjelaskan, penyergapan bandar besar ini berawal dari penangkapan dua pengguna ganja. Masing-masing, Jamal Al Khafi (54), warga Jalan Dempo, Kelurahan Singotrunan, Banyuwangi dan Faisal (58), warga Jalan Bunyu, Lingkungan Kampung Arab, Kelurahan Lateng, Banyuwangi. Keduanya ditangkap terpisah. Pertama, polisi menangkap Jamal, sekitar pukul 18.00 WIB, Sabtu. Dari tangan pelaku diamankan 6 paket ganja kering, beratnya 9,44 gram. Kepada polisi, pelaku berdalih mendapatkan pasokan barang dari Munif, sang bandar. Barang itu baru

saja dibeli pelaku sebelum digerebek polisi. “Transaksinya di depan toko mebel,” tegas AKP Agung. Setelah meringkus Jamal, polisi mendapat kabar adanya transaksi ganja. Selang dua jam kemudian, polisi meringkus Faisal (58). Dari tangan pelaku diamankan satu paket ganja, beratnya 6,65 gram. Ternyata, barang

haram itu juga didapat dari Munif. Polisi akhirnya memburu Munif. Hanya dalam hitungan jam, Munif berhasil dideteksi. Lalu, tertangkap. Bersama barang bukti, ketiga pelaku diamankan di Polres Banyuwangi. “Ketiganya masih menjalani pemeriksaan penyidik. Kita masih kembangkan terus,” ujar AKP Agung. (kmb30)

BPM/udi

GANJA - Pelaku pengedar ganja diamankan bersama 8 ons ganja kering ke Polres Banyuwangi, Sabtu (10/12) kemarin.

Penderita HIV/AIDS di Buleleng Capai 2.706 Kasus Singaraja (Bali Post) Kasus HIV/AIDS di Buleleng kian memprihatinkan. Jumlah penderita HIV/AIDS dicatat Dinas Kesehatan Buleleng pada November 2016 saja mencapai 2.706 kasus. Pemkab Buleleng berusaha keras meminimalisasi HIV/AIDS di beberapa kecamatan. Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Buleleng, Ir. Made Gunaja, M.Si., mengatakan, pendidikan moral dan mental perlu ditingkatkan di kalangan generasi muda. Tujuannya membina untuk menghindari seks bebas dan narkoba. Terapan pendidikan siswa peduli AIDS dan narkoba (KSPAN) melalui kelompok-kelompok kecil

di sekolah mampu memberi pemahanan dan pencegahan secara dini. “HIV/AIDS sudah menjadi ancaman kita semua. Wajib bahumembahu peduli dan juga mencegah penyebarannya,” ujar Gunaja Jumat (9/12) lalu dalam puncak peringatan HIV/AIDS di Taman Kota Singaraja. Ia menambahkan, penting kesadaran bersama menekan angka penyebaran HIV/AIDS di Buleleng. Penderita HIV/AIDS juga membutuhan perhatian demi kesembuhan diri. Penanggulangan penyakit HIV/AIDS dimulai diri sendiri, keluarga, dan lingkungan. “Kami harap melalui peringatan hari AIDS sedunia, kita dapat

mengampanyekan kerja sama masyarakat dan pemerintah dalam penanggulangan HIV/AIDS,” demikian Gunaja. Ketua Panitia Peringatan HAS tahun 2016 di Buleleng sekaligus Asisten Bidang Perekonomian, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat, Drs. Ida Bagus Made Geriastika, memaparkan, kegiatan dirangkai HAS tahun 2016 di antaranya sosialisasi HIV/AIDS melalui media bondres di empat desa, pemberian sembako kepada ODHA, orasi, pemberian pin serta brosur oleh siswa-siswa KSPAN di sejumlah titik. Pada acara puncak juga digelar pementasan Wayang Cenk Blonk. (kmb34)


IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya Informasi pasang iklan Telepon : Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) : (021) 5357602 - Fax : (021) 5357605 - Iklan Still Store di Bali TV : Rp 200.000,- (10 x tayang) Jakarta : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) - Runing Teks Bali TV : Rp 50.000,- (5 x tayang) Mataram : (0370) 639543 tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus - Denpost Paket : Rp 165.000,- (10 x muat) Denpasar : (0361) 225764 (hunting) e-mail:iklan@balipost.co.id 69 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita - Bisnis Bali Paket : Rp 82.500,- (10 x muat) Surabaya : (031) 5633456 Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau VISA @4<? C8@546454?<CBFG :@4<? 6B@ %4L4A4A )8A:47H4A !) )<A 6 8 <F6BHAG .C GB )8@54L4E4A 7:A $4EGH $E87<G '" Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! Tarif iklan Mini/Baris

Iklan Peluang Emas

2,*;2 ,HC8EI<FBE .AGH> )EBL8> 5F "A::E<F @4<? <A9B 747<=4L4 6B@ -8?C

; CG H<78 #8C4A: &4K -; 2,*;2 7@<A 04A<G4 8EC8A4@C< ,; -;8E4C<FG ):?@A -7> H @L )A:?4@4A -<74> !H5 ,C4 7< 4A::H !5 ?4A @8A4E<> #? A ,BCHG4A :

! ! )HF>8F@4F 'B ! ; )8: ,4?BA $864AG<>4A 74A -;8 ! !

=1 ,8:8E4 $4EL4J4A )8@4F4A:4A ! 2,*;2 BB> )8A:4?4@4A &<A<@H@ E4C<FG 'HF4 H4 !$ >;* >;4 @8@5HGH;>4A -4;HA ,G8J4E7 %4@4E4A <54J4 HEA<GHE8 &:EG< ?4G )8EGH>4A:4A 884270 9BE ,) :<E?F 9BE *27=.7*7,. *7-B *7 !

HF E<I8E %4@4E4A / >8 ,8E<HF >8E=4 / J %:F: #?

>8 $H4?< +8FG4HE4AG #? E=HA4 BHG<DH8 <A &BA>8L BE8FG .5H7 9BE )IG /<??4 <A %8:<4A 4LF ) 0

,*;2 ;89 ,CI +8FGB 04<G8E F 4A=4A<38 >HE4 54?< 6B@

>8EB5B>4A 'B -?C 4?? &EF -E46L 4@ C@ -BC ,4?4EL BB7 'B %8:<4A $4=4 -?C %4@4E4A >8 H6<>36;4L4A> L4;BB A:?<F; BA?L +898E8A68F +8D

! !

@4<? <A9B ?BHG6;BH 6B@ 78G4<? <A >HE4 5HF 6B@ -8?C =1 )+- -<A::4? 4?4@ 7< 48E4; ! '84G 4CC84E4A68 "AG8EI<8J BA 2+>=>14*7 ,8:8E4 BB> !8?C8E

6B@ C4:8 E86EH<G 7E<I8E !

=1 ,:E -> #4;<G ,854AL4> AL4 $8EB5B>4A ! -H8F74L ); %<4A4 ! 04<G8E 04<GE8FF &4A<> (E:4A<> ,; $4EL4J4G< H 0E 45< H?<A: ! ! H 4E@8AG 7< 4A::H 8E4J4 498 #? EHC47< 'B ,8@<AL4> ,; 7@ 4: 7: F $B@C ,E5GA ,4E< >8@54E #? &4E?5BEB EG L:

#! HG<> CF .F<4 &4K -; ,; ,:E $C? 7: ,HC<E &4K -; = .4A: !4E<4A ! -8?C ):?@A #? 4E:B ,4E<74A4 / EC8A:?@4A 'B ,&, 8EC8A:4?4@4A !H5 ! F $B@C ,"& $E@ / >8 )-

! ! H?H; "A74; ,:E !

,; A::<A8E<A: H +8FG4HE4AG , #? 87H:H? ,<74>4EL4 2+>=>14*7 04<G8E 04<GE8FF !

8;0 H ,849BB7 )EB68FF<A: ,; )+- -<A::4? 74?4@ H 48E4; -8?C $<E<@ / >8 CF -?C BB> !8?C ,8A<BE BB> C8A:4?4 @8E<>4 CE<4 0AG @4>F -; /<F4 =1 -;8E4C<FG !4<E 7E8FF8E

! 4GH5H?4A !5 HFG< @HG<4GE4GGBE<4 ;BG@4<? 6B@ @4A @<A -;A 04?> "AG8EI<8J

2,*;2 04<GE<F HG> +8FG4HE4AG $8E=4 4=< ., !H5 "A7B ! F4?8F @4E>8G<A: L: 58EC8A:4?4 !

4J4 / >8 858> <A=4L E8FGB #8C4A: $B>BL4 %@E %F: >8 #? A )BJ8E #>G =1 ,:E A:?<F; -846;8E %?HF4A @4A 5<F4 "A::E<F 4=< 54:HF ,; +8F8CG<BA<FG ( !$ )HE< #?A -8H>H .@4E 'B !H5 G4A:>8 <A7BCBJ8E 6B <7 F<; !G? #? )4AG4< $HG4 $HG4 -4@5?<A:4A ,4AHE , H <@58? !H5 ,; 7@ 4: 7: F $B@C ,E5GA ):?@A #? 4E:B ,4E<74A4 / ,<4C $E= < ,E5L4

!

*;2 ( BB> H A<A<E4>4 !BG8? #? 4@CH;4A .5H7

!

!

!

!

!

!

2+=147 $ELJA G< HG> 0EA: 45< H?<A: CF !H5 !

2,*;2 7@ ,BC<E / -E<FG4E #? 4E:B 'B -?C !

2,*;2 ,8:8E4 E<I8E 8EC8A:4?4@4A !H5 !

2,*;2 ,:E & !+ 4: H74A:

E<I8E !8?C8E !H5 !

2,*;2 ,BC<E HAG> -> &858? CF !H5 !

#892; 5H=4A: C:?@A G<7HE 7?@ E4=<A CE<547< !

$>;=5.".<= <A )BCC<8F $HG4 ?BB> <A: 9BE J4<GE8FF

#=*// >HAG4AF< , %4@4E4A 74A 4=< L: 7<@<AG4 %4A:FHA: >8 ;4E< 8FB?<A7B 6B@ !

884270 9BE ><G6;8A FG499 9BE 4 54E .5H7 !

!.;><*1**7 4E@4F< ?>8F

6E &4E>8G<A: ?>8F ,&$ %<FGE<> ,&$ ?8>GEBA<>4 / $<E<@ >8 #? 4GFH "" 'B CF !H5 ,E< !

2,*;2 ,4?8 &4E>8G<A: )E<4 !8?C8E 04A<G4 .AGH> -B>B 7< #? -8H>H .@4E -8?C !

".: $.*,1.; 9BE 2) )E<@4EL 8G4<?F JJJ 7L4G@<>4 BE:

!

!

2,; EF<G8> E49G8E , EF<G8> -; *, , ,<C<? )8A: -;

66G &<A )8A: -; H $BAGE4> GBE !H5 @4<? ;E7 >BAGE4>GBE54?< :@4<? 6B@ !

!.;><*1**7 4E@4F< ?>8F

6E &<A >HAG4AF< &8A:H4F4< )EB:E4@ >HAG4AF< / $<E<@ #? 4GFH "" 'B CF !H5 ,E< !

!.;><1 <FGE<5HGBE "@CBEG87 BB7 IE: 7< CF G; 7@ ,LEG 0AG ,<A:?8 %@EA / BGB >8 F4?8F :4C <A7B 6B@ 4G4H 4K >8 - !

MOBIL - MOTOR PROPERTY RUPA-RUPA Bali Post $#%

35 -4EHA4 ,1 @8E4; F<?I8E !H5

55 .@ I4AM4 !<G4@ &4AH4? -; $ E4A7 I4AM4 )HG<; 55 .@ )<64AGB &4AH4? ,<?I8E +C #G '8:B &4AH4? -; $ !

!

!

!

0B* -+ , -; -:A !<G4@ ;*7 *A ). 66 ), + /<FGB &4AH4? F?< 4?< % - &E; F $ ,@FG E ,HC8E "FGJ &4AH4? . !H5 !

!

$*;>7* ,1 -; <EH !E:

#G '8:B !H5 !

'.72*" )G; <E 4: &AH4? ': ) ,48?HF $4@5B=4 !

>*5 CG #4MM &4AH4? ,?IE ,GA +5 $& "FG@J4 !

35 '8J +/ )E8FG<:8 !<G4@ $ F?< 4?<

)

>*5 &4M74 -; 04EA4 5H !

"6*1 E8 4EH %G $- $& )BB? 4M85B

!

2*,. B@HG8E ,<?I8E ,<4C 4E< .4A: !H5 !

78?* E<?? 4EH &4G<> )G; F $ $& +5 -- $E7

35 -A; 6> HG> +H>B E8 #?A .G4@4 ) 4?4A:

!

!

"61 -LC8 #G -LC8 #G -LC8 #G F $E7 -454A4A

= '8:B $4I?<A: &8A<G >8 ACFE -E<@4 ,!& !

35 -4A4; % 7< )8E<A: !H5 !4E:4 '8:B

!

">6*1 %G #? ->7 )4>8E<F4A & /<??4 .A<G & !H5

!

35 -A; @ !E: #G 7< : 04?8G "1 G5?A

!

!

# & "% #%)% ! 487= +@; #? &B; 24@<A / %G *;26>7 1 >?G&7 &8G &8F<A 78?* )@?> -:A 5EA: B7L (> ,<4C)4>4< "FG<@8J4 !: ': $- $& +- 4E4F8 !

' ?.; - !G@&8G )=> E (E< % -EJ )E57 .

!

>*5 +HF; - ,<?I8E F $ "=<A )4E<J<F4G4

"61 'L4@4A %- >B?4@ 9HEA<GHE $71 '8@C<? #G #? 8F4><; ,4GC4@ #G G; )BA7B> <GE4 )@B:4A !

% $ ! % "% $ ( $ "# $ 5H / F $ H7 ': (*;2< -+ &A? )HG<; $ $71 $I? < &8A:J< #G % #>9.; &HE4; E<L4?B:4 -5A ) ,48?HF $4@5B=4 "FG@J ': #G .> $- $& #G F $E87<G !

!

!

!

!

!

5 ,J;)EB7>G9 ! #G ': ,8@ 5HA: $8E4@5<G4A-5A

!

!

!

35 -A; 5<F4 F854:<4A 78>4G L)4FF #G FC8> )8EH@4;4A 6> /<?4 7< )8E<A: !

.+>7 ,5HE &<?<>,7E 6>$4I?<A: /<8J :F E8 #G !

?5 ,B>4 4?<4A 846; #G )8E E8 #G 4@5<? $I? #G $I? !4E:4 <54J4; )4F4E4A . !H5 !

$*7*1 ?B54? -A; $4I

%4GHF4E< 47HA: !

% "% 23>*5 +H>B %4AG4< %- @ #? &4;8A7E474G4 .G4E4 CF !H5 !

5 +H>B +@; -A; 4GFH 4E:B H ?H;"A74; &;A7E7G4 !

#$ # "

2487= 8< #? %<A::4 ,:E 'L4@4A -8A4A: !C !

$" $ " #@266270 )BB? ,C86<4?<FG BA GE46GBE )AL &F?; !

$*4<> 4?< $BAGE4>GBE /<?4 $BF

+H@4; +H>B 7?? !

25*70 )$ 'B ( 4 A

5E4;4@ ,HG4EA< $ $ !

50 )$ I4AM4 <EH $ *" 4A +4I<G ! !

50 H>H$"+ $ 0 'B )$ " ( ' -4@L4A< 7<>HFH@B !

$.5*1 !<?4A: ,8EG<9<>4G -4A4; !4> &<?<> ' ,4<9H? ;L4E %B?B4A -<@HE !H5 !

50 ,EG9>G !4> &<?<> 'B %F @ ' "&478 7 ;4E@4L4F4 !

"%! "%! 152 G4F< +H@4; B6BE EAF< +8ABI :A +@; 7L !

*;2 4GH )8E@4G4 &BBAFGBA8 %4E<@4E EHML @8G;LF ?8A78F .?GE4FBA<6 )B?<F; !

>*5 ,<F4 )EBL8> 4=4 !5 0 )?4G FF8E ! !

# %! )4=4> -4K @A8FG< ,)- -; ')0) )4FCBEG!) !

$;6 8FGHA )8?HA4F4A !H5 !

DIJUAL MOBIL

SERVICE

SERVICE

SERVICE

SERVICE

SALON

BIRO JASA

BIRO JASA

BIRO JASA

DIJUAL MOBIL

DIJUAL MOTOR

SERVICE

SERVICE

SERVICE

BIRO JASA

BIRO JASA

BIRO JASA

BIRO JASA

DIJUAL MOBIL

DIJUAL MOBIL

DIJUAL MOBIL


18

REKREASI

Minggu Kliwon, 11 Desember 2016

TTS Bali Post

Pertanyaan

Desa Wisata Jehem Menggeliat Berkat Anjungan Tukad Melangit

MENURUN 1. Orang berpendidikan tinggi 2. Sistem politik yang bertu juan menjajah negara lain untuk mendapatkan keun tungan/kekuasaan yang lebih besar 3. Dibalik: Hubungan gelap (Inggris) 4. Seni musik rakyat Cirebon 5. Pancang ; patok 6. Bagus ; bersih (Bali) 7. Kumpulan 8 nada berurutan 11. Perbuatan tidak setia 12. Sela menyela ; berantara 14. Suku bangsa atau kaum yang berasal dari satu ayah 15. Standar nasional Indonesia 18. Orang-orang besar negeri 20. Ibu dari ayah atau ibu 23. Bintan ; “ Cerbera Manghas” 26. Secara ilmu pengetahuan 27. Rapuh 30. Diulang berarti: Manis, mungil, menggemaskan 31. Tugas (Inggris)

PARIWISATA di Desa Jehem, Kecamatan Tembuku, Bangli mulai menggeliat. Desa Jehem memang termasuk desa yang sedang dikembangkan. Salah satu tempat wisata di desa tersebut yang menjadi viral adalah Anjungan Tukad Melangit yang pada awalnya di-upload oleh sekelompok pemuda dari desa tersebut, kemudian menjadi viral di sosial media. “Potensi wisata buatan itu ada Anjungan Tukad Melangit, awalnya hanya sekelompok pemuda asli Desa Jehem yang membuat bale-bale,” kata Trivena Hani, Ketua Panitia Penelitian Lapangan Pariwisata yang tahun ini melakukan penelitian potensi wisata di Desa Jehem, Bangli. Desa Jehem terdiri dari beberapa banjar, 3 di antaranya yaitu Banjar Antugan, Banjar Tambahan Kelod, dan Banjar Jehem Kaja merupakan fokus penelitian mahasiswa STPBI tersebut. Selain wisata buatan, Anjun-

gan Tukad Melangit, Banjar Antugan khususnya mulai memperkenalkan dan mempopulerkan makanan tradisional khas banjar tersebut yaitu lawar biu batu. “Kami juga memberikan saran membuat teh pisang yaitu teh dari pisang batu,” imbuhnya. Jika belum puas, wisatawan juga dapat mengunjungi goa pelangi, menuruni anjungan tersebut. Kata Trivani Hani, di desa tersebut juga ada tempat trekking yang cukup bagus untuk dilalui. “Hidden Canyonnya juga bagus, tapi jalannya masih kurang baik,” tandasnya. Sementara di Banjar Jehem

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

13

14

11

12

15

16

17 19

20

22

18

21 23

25

24 26

27

28

29

30

31

32

33

SPT2016

MENDATAR 5. Sebutan/istilah untuk ukuran kertas 21cm x 29cm 8. penyakit yang timbul kemudian sebagai tambahan pada penyakit yang sudah ada 9. Yang mengerikan/ menakutkan (Inggris) 10. Pohon budidaya untuk dicari kayunya 13. Titisan 16. Tulang rusuk 17. Bensin beku kental untuk bom pembakar 19. Anus 21. Kekuatan negatif dan pasif di alam semesta 22. Dibalik: Kewajiban masuk tentara dalam masa tertentu 24. Gabah kering giling 25. Ketidakstabilan 28. Mantan 29. Dibalik: Mencuri (Inggris) 32. Keluih ; “Artocarpus Communis” 33. Kaca pembesar 34. Memasukkan cairan obat dengan jarum

34

KUPON TTS No.276 Ketentuan Menjawab

Pemenang TTS No. 274

Jawaban di tulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 276 dan cantumkan identitas lengkap serta no telepon/Hp. Kirim ke Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 17 Desember 2016. Pemenang diumumkan pada Bali Post Minggu 8 Januari 2017. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang @200.000, dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga ( 2 dewasa + 2 anak ). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat po

Jawaban TTS No. 274 MENDATAR 1. Zimosis 4. Endasan 7. Oga 8. Gaga 9. Reguler 11. Geleca 13. Tawa 15. CVA 16. Neo 17. Tuah 19. Donasi 22. Semanggi 23. Kinantan 25. Siasia (sia-sia)

28. 29. 30. 31. 33. 35. 36. 37. 38. 39.

Taap Alu Kor Tisu Anulir Anggrek Alot Spa Iritasi Parsial

MENURUN 1. Zigot 2. Onagata 3. Sore 4. Earache

Kaja terdapat pabrik dupa, koperasi yang nantinya bisa dijadikan atraksi wisata, mendukung wisata alam dan buatan di Banjar Antugan. Banjar Jehem Kaja juga memiliki tempat wisata budaya, yaitu Candi Tebing Jehem yang sebelumnya lepas dari dinding tebing padas. Sementara di Banjar Tambahan Kelod, terdapat wisata budaya yaitu Candi Geredeg yang terdapat mata air di dekat candi tersebut. Dari sisi infrastruktur jalan, dikatakan cukup bagus sehingga akses menuju tempat wisata dapat dijangkau wisatawan. Hanya saja pelatihan bahasa Inggris perlu digalakkan lagi agar masyarakat nantinya dapat berkomunikasi dengan wisatawan. Selama 3 bulan melakukan penelitian, timnya menemukan kelompok sadar wisata namun hanya di Banjar

CANDI - Salah satu potensi wisata yang bisa dikembangkan di Desa Jehem, yakni candi.

5. 6. 10. 12. 14. 18. 19. 20. 21. 24. 25. 26. 27. 32. 34.

Degradasi Narkotika Langgas Lati Ayo Asana Deklarasi Nandung Sanskerta Atraksi Spal Antraks Ius Untal Ucap

Antugan karena kelompok tersebut terlebih dahulu melakukan foto selfie sebelum akhirnya viral dan banyak orang datang. “Mereka baru berpikir kenapa tidak dijadikan tempat wisata saja, akhirnya mereka membuat itu sebagai tempat pariwisata, baru kemudian membuat pengelolaan tapi belum memiliki struktur organisasi,” jelasnya. Dalam membuat wisata buatan Anjungan tersebut, pada

1. I Nyoman Tedung Br. Banda, Blahbatuh, Gianyar 80581 (Hp: 087 862 451680) 2. Bhudarta Dsn. Binyan, Desa Binyan, Kec. Kintamani, Bangli 3. Ni Luh Made Ariani Br. Simpangan, Desa Pejaten, Kec. Kediri, Tabanan 82171 4. Kadek Candra Gita Suari Desa Culik, Kec. Abang, Kab. Karangasem 80852 5. Ahmad Sapriadi Jl. Kabudayaan No.39 Lingk. Panegara, Cakranegara 83231 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar Nama : I Wayan Agus Vijayantera Alamat : Jl. Gunung Agung Gang IC No.1, Denpasar (Hp: 085 737 021589) awalnya dikumpulkan dari uang pribadi untuk menata tempat wisata tersebut. Menggeliatnya pariwisata didesa tersebut, juga didukung oleh masyarakat, namun hanya sebatas keterbukaan terhadap wisatawan. “Tapi mereka belum terjun langsung karena mereka juga kurang sosialisasi dari pemerintah, oleh karena itu masyarakat membutuhkan sosialisasi,” tuturnya. (may)


19

Minggu Kliwon, 11 Desember 2016

Tipe B Dari Hal. 1 Terminal Ubung yang sebelumnya tipe A, kini harus berubah, setelah beroperasinya terminal di Mengwi. Pascaperubahan status Terminal Ubung dari tipe A menjadi tipe B, ternyata belum berdampak signifikan terhadap aktivitas terminal. Bahkan, terminal ini masih tetap bisa melayani angkutan kota antarprovinsi (AKAP). Artinya, bila ada penumpang yang ingin ke luar Bali menggunakan angkutan umum, masih tetap bisa dari Terminal Ubung. Keputusan turunnya status Terminal Ubung ini dituangkan dalam Keputusan Presiden (Keppres) No.54 tahun 2011. Kepala UPT Terminal Ubung A.A. Eka Putra yang ditemui di ruangannya, Jumat (9/12) lalu, mengungkapkan suasana terminal kini tidak seramai beberapa tahun lalu. Jumlah penumpang yang semakin menurun, mengakibatkan semakin membuat suasana terminal sepi. Kecuali, bila terjadi arus mudik Lebaran, jumlah penumpang mengalami kenaikan cukup signifikan. “Bila hari biasa, penumpangnya tidak terlalu banyak,” katanya. Dikatakan, saat ini di Terminal Ubung ada 40 PO yang masih aktif beroperasi. Ratarata per hari sebanyak 50 bus yang berangkat dari terminal ini untuk angkutan antarkota antarpropinsi (AKAP). Dari jumlah itu, total penumpang per hari berkisar 1.003 orang. Jumlah ini menurun bila dibandingkan 2014 lalu, yang

mencapai 1.085 orang dengan jumlah keberangkatan mencapai 54 bus. Jadi Pasar Sementara itu, di terminal lainnya di Denpasar, nasibnya juga lebih parah. Seiring dengan semakin menurunnya pengguna kendaraan umum, keberadaan terminal juga semakin memprihatinkan. Bahkan, tidak sedikit keberadaan terminal yang beralih fungsi menjadi pasar. Hal tersebut juga dialami beberapa terminal di Denpasar. Dari empat terminal penumpang dan satu terminal barang, kondisinya juga kembang kempis. Dua di antaranya bahkan sudah beralih fungsi menjadi pasar. Kepala Dinas Perhubungan Kota Denpasar I Gede Astika mengatakan, jumlah terminal di Denpasar mencapai lima buah, termasuk terminal barang. Terminal penumpang terdapat di Ubung, Kereneng, Wangaya, Tegal. Satu terminal, yakni di Jalan Gunung Agung telah berubah menjadi pasar. Demikian pula fungsi Terminal Wangaya juga sudah menjadi pasar, namun statusnya masih terminal. Banyaknya terminal yang mati suri ini, kata Astika, karena sepinya pengguna angkutan umum. Kondisi ini tidak terlepas dari banyaknya kepemilikan sepeda motor yang cukup tinggi. ‘’Ini tidak terlepas dari banyaknya masyarakat yang beralih dengan angkutan pribadi, terutama sepeda motor,’’ kata Astika. (ara)

Sterilkan Lokasi Dari Hal. 1 Setelah mereka bertiga ke kantor pos, mereka kemudian pulang ke indekos di Jalan Bintara Jaya VIII Bekasi, tepatnya di kamar 104. Hingga Sabtu malam, aparat kepolisian masih mensterilkan lokasi penangkapan tiga terduga teroris yang dibuntuti dari Solo itu. Polisi juga mengerahkan sejumlah anjing pelacak ke lokasi penangkapan. Sedikitnya, tiga ekor anjing pelacak jenis pitbull hitam dibawa sejumlah aparat kepolisian bersenjata api menerobos kerumunan warga menuju lokasi penangkapan sekitar pukul 19.00 WIB. Anjing itu dikerahkan untuk melacak sejumlah barang

bukti di sepanjang Jalan Bintara Jaya VIII dan satu ekor di antaranya diarahkan ke dalam rumah kontrakan. Sebuah kendaraan pemadam kebakaran juga tampak terparkir di depan kontrakan lokasi persembunyian terduga teroris yang bernama Puri Gaisan RT 04, RW 09. “Bom itu memiliki bobot tiga kilogram dalam sebuah tas yang sudah kita amankan,” kata Kapolrestro Bekasi Kota Kombes Pol. Umar Surya Fana di lokasi kejadian. Dari gambar foto yang ditunjukkan petugas kepolisian, bom itu berada di dalam sebuah tas hitam milik seorang perempuan berikut dengan masker, tali plastik, dan sejumlah materi bahan baku peledak. (ant)

Dalam Ransel Dari Hal. 1 Sekitar pukul 15.40 WIB, mereka ditangkap di bawah flyover Kalimalang, sedangkan pada 15.50 WIB DYN ditangkap di kos. Ditemukan bom jadi di dalam kamar yang tersimpan di dalam ransel hitam. Menurut Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol. Boy Rafli Amar, rencananya bom tersebut diledakkan di Istana Negara pada saat serah terima

jaga Paspampres. Bom panci itu rencananya akan diledakkan Minggu ini (11/12) di Istana pada saat pergantian jaga Paspampres. Prosesi itu memang terbuka untuk umum sehingga masyarakat bisa mendekat ke Istana Merdeka, Jl. Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat. Soal ketiga tersangka menurut Boy, saat ini tengah digiring ke Mako Brimob dan sedang diperiksa intensif. (ant)

Dekat Sungai Dari Hal. 1 “Untuk lokasi Pura Beji dan kos-kosan dekat SMP 3 Mengwi memang agak cekung dan dekat Sungai Yeh Pangi sehingga jika dilihat dari atas jalan pura tersebut tenggelam,” jelasnya. Banjir yang terjadi, tutur Arga, diperkirakan ketinggiannya mencapai 1 meter hingga 1,5 meter. Beruntung, tim URC BPBD Badung bertindak cepat dalam mengevakuasi warga yang terkena banjir, sehingga tidak menimbulkan korban jiwa. “Banjir yang terjadi siang kemarin, sekitar pukul 14.00 wita sudah surut,” sebutnya.

Kabid Logistik dan Kedaruratan BPBD Badung, A.A. Rai Adnyana, saat dikonfirmasi, membenarkan perihal tersebut. Pihaknya kini masih melakukan pendataan terkait bencana banjir yang melanda Desa Buduk. “Tim masih di lokasi untuk melakukan pendataan, nanti tiang info lagi,” ujarnya. Di sisi lain, Kabid Jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga Badung, Sang Nyoman Oka Permana, mengatakan, banjir yang menggenangi jalan-jalan di Desa Buduk telah surut. Pihaknya juga telah melakukan pembersihan lumpur dan pasir pascabanjir. (par)

Tepergok Curi Uang Sambil Cuci Mobil Singaraja (Bali Post) Pelaku pencurian uang inisial GAAP (24) asal Banyuwangi, Jawa Timur, ditangkap warga di Jalan Laksamana Banjar Galiran Desa Baktiseraga, Buleleng. Pelaku GAAP sehari-hari bekerja sebagai tukang cuci mobil di Auto Murti. Aksinya ketahuan pegawai lain hingga GAAP diikat telanjang dada memakai celana kolor. Sejumlah saksi terlihat kesal atas ulah mencuri yang dilakukan AAP. Sebagai karyawan cuci mobil di Auto Murti, beberapa orang pelanggan sempat mengadu kehilangan uang. Kecurigaan muncul dan warga berkerumum menyaksikan GAAP dihukum. Pelaku GAAP diberi peringatan pemilik Auto Murti, I Gede Tor Kaesar Nero, bahwa aksi merugikan sekaligus mencoreng nama perusahaan. Di hadapan konsumen dan karyawan lain, GAAP diminta meminta maaf dan mengisi tanda tangan surat pengunduran diri. “Jelas kami dibuat kesal dan jengkel. Kami siram AAP dengan air, tidak sampai kami pukuli. Disiram air supaya menya-

dari kesalahannya,” ujar kolega Nero, Putu Juli Astawa, Sabtu (10/12) kemarin. Pekerjaan mencuci mobil dilakoni AAP baru satu bulan. Komplain pelanggan kerap disampaikan kepada pemilik usaha. Seorang pelanggan lain berprofesi sebagai polisi, malah kehilangan kacamata baru-baru ini yang dibeli seharga Rp 1 juta dan diletakkan di dalam mobil. Pemilik usaha lalu menjebak karyawan dengan mencoba meletakan uang Rp 5.000 dirobek sedikit di mobil pelanggan. Setelah mencuci mobil, pelaku GAAP lalu menghilangkan uang dimaksud. Dia terbukti membawa uang dicuri usai digeledah. “Sejumlah konsumen malah pernah mengeluh kehilangan uang di mobil, tidak sekali terjadi tetapi beberapa kali dalam satu bulan terakhir. Ada yang kehilangan Rp 60 ribu, Rp 40 ribu, 20 ribu, dan 10 ribu. Artinya bukan saja menyasar satu mobil, tetapi bisa sampai 10 isi mobil dicuri. Kami tidak laporkan ke polisi dan sekarang diselesaikan dengan kekeluargaan,” ucapnya. (kmb34)

Matikan Angkutan Umum Dari Hal. 1 Namun, jika masih seperti sekarang, AKAP masih diloloskan ke Ubung, menurunkan penumpang di jalan jelas akan mematikan angkutan umum yang mangkal di Mengwi. Dengan pengambilalihan Terminal Mengwi oleh pemerintah pusat, diharapkan permasalahan yang dihadapi saat ini dapat teratasi. “Mudah-mudahan saat diambil alih oleh pusat, Terminal Mengwi lebih baik lagi,” harapnya seraya menyebutkan ada 70 unit kendaraan umum yang bergatung pada Terminal Mengwi. Sebelumnya, Menteri Perhubungan (Menhub) RI, Budi Karya, meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali dan dinas terkait menindak tegas bus-bus yang tidak mematuhi peraturan dengan menurunkan penumpang di jalan maupun di Terminal Ubung. Budi Karya juga melihat Terminal Mengwi tidak berfungsi dengan baik karena bus-bus yang di Terminal Ubung tidak mau dipindahkan ke Terminal Mengwi. Oleh karenanya, Menhub mengimbau kepada Pemerintah Provinsi Bali untuk melakukan penegakan hukum (law enforcement). “Kami minta pak Gubernur melakukan law enforcement. Apa yang ada di Ubung itu harus dipindahkan ke Mengwi. Saya pikir harus ada jiwa besar dari Pemkot Denpasar untuk melepas trans-

portasi yang ada di Ubung, sehingga Denpasar lebih lega. Atau pilihan lain jadikan ini tempat logistik, semua logistik itu di sini. Jadi, fungsi-fungsi ini dapat berjalan dengan baik,” terangnya. Kemenhub juga akan melakukan suatu upaya perbaikan lalu lintas berkaitan dengan barang maupun berkaitan dengan jembatan timbang. “Walaupun sudah diserahkan ke pusat, kami minta kepada provinsi untuk menyelesaikan permasalahan tidak mau pindahnya AKAP di Ubung ke Mengwi,” tegasnya. Sementara Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Badung, I Wayan Weda Dharmaja, menyatakan tidak semua bus AKAP wajib menurunkan penumpang di terminal yang memiliki luas kurang lebih 12 hektar tersebut, melainkan harus sesuai dengan izin trayek. “Menyesuaikan dengan izin trayek, bus AKAP ada yang ke Ubung dan Padangbai. Jadi, penumpang turun sesuai izin trayeknya, tidak harus turun di Terminal Mengwi, kecuali izin trayeknya memang di Terminal Mengwi,” jelasnya. Akan tetapi, kata Weda, sebelum menuju sesuai izin trayek, bus AKAP wajib singgah ke Terminal Mengwi. “Harus masuk terminal dulu. Setelah itu, baru ke Ubung atau meneruskan perjalanannya ke Padangbai,” kata Weda. Selain mati suri, masalah ambil alih pengelolaan Terminal

Mengwi oleh pemerintah pusat semakin tak jelas. Tarik ulur pengambilalihan terminal yang sepi dari penumpang ini lantaran terjadi dualisme Terminal Ubung, Denpasar. Sebab, Pemkab Badung telah menyerahkan 61 orang personel terminal, meliputi tenaga security alias satpam, cleaning service (CS) dan pemangku, tapi pusat belum memberikan kepastian kapan pengelolaan terminal akan diambil alih. Sementara, pada RAPBD Badung tahun 2017, pemerintah tidak menganggarkan operasional Terminal Mengwi yang tiap tahunnya mencapai Rp 2 miliar. “Saya dengar Terminal Mengwi belum ada keputuan dikelola oleh pusat, tapi pemerintah (Pemkab Badung –red) tidak menganggarkan biaya operasinal untuk 2017. Kalau itu benar lantas nasib kami di sini bagaimana,” ungkap salah seorang cleaning service, Ketut Astiti yang ditemui di terminal. Menurutnya, pihaknya cukup waswas dengan kondisi tersebut lantaran menyangkut mata pencaharian mereka. Untuk itu, diharapkan pemerintah setempat mencarikan jalan keluar atas tarik ulur kebijakan tersebut. “Saat ini, saya dengan 27 rekan digaji oleh Pemkab Badung sesuai upah minimum kabupaten. Namun dengan kebijakan pusat saat ini, ia pun takut dikena pemutusan hubungan kerja. Kami berharap ada solusi dari masalah ini,” ujarnya. (par)

Terminal Baru Dari Hal. 1 Belakangan muncul usulan untuk pemindahan areal terminal dengan membangun baru di lokasi yang lebih representatif. Kondisi terminal dari tahun ke tahun di Kota Negara memang kurang layaknya terminal. Selain hanya sebagai daerah lintasan, Jawa-Bali sehingga terminal jarang disinggahi terutama kendaraan umum dari Jawa. Pasalnya lokasi Terminal Umum Negara juga berada di jalur satu arah. Sementara angdes yang dulu menjadi alat transportasi utama, kini juga mulai tergeser. Setiap tahunnya, jumlah angdes terus menyusut. Dari sebelumnya 30 unit angdes putih yang aktif, saat ini tinggal 26 unit. Angdes biru dari 53 unit tinggal 42 yang aktif sedangkan angkot dari 26 unit hanya sisa 11 unit yang aktif. Terminal Kediri Terminal Kediri, Tabanan juga berubah menjadi pasar malam. Terminal ini sempat berjaya di era tahun 80-an, kondisi transportasi publik makin lama makin terpuruk, karena tak lagi diminati masyarakat. Akibatnya, sejumlah operasional terminal pun banyak yang beralih fungsi. Lokasi yang sebelumnya diperuntukkan sebagai pangkalan bagi angkutan

umum akhir-akhir ini telah beralih fungsi menjadi lapak pedagang kaki lima (PKL) dan pasar malam. Padahal, volume angkutan umum yang terus berkurang ini menjadi salah satu penyebab terjadinya kemacetan, karena penggunaan motor atau mobil pribadi makin meningkat. Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi Tabanan, Drs. I Made Agus Hartawiguna, tidak menampik adanya terminal yang sudah tidak berfungsi lagi akibat angkutan dalam maupun luar kota sudah tidak lagi menurunkan penumpang di tempat itu. Di kabupaten Tabanan sendiri dikatakannya terdapat tiga terminal yang memang secara fungsional fungsinya belum optimal. Ketiga terminal tersebut yakni Terminal Pesiapan, Terminal Tuakilang, dan Terminal Kediri. Menurutnya, adanya terminal yang terbengkalai dan beralih fungsi tidak terlepas dari turunnya kualitas angkutan umum terutama angkot dalam melayani penumpang. “Kondisi ini akibat angkutan penumpang yang menurun operasionalnya,” ujarnya. Disinggung apakah ada rencana renovasi ataupun mencari solusi agar terminal yang terlihat mati suri tersebut bisa kembali digeliatkan,

pejabat SKPD asal Penebel ini menegaskan tidak akan ada perubahan fungsi terminal, artinya ketiga terminal tersebut tetap berfungsi sebagai terminal angkutan umum. “Hal yang harus dipahami adalah definisi terminal itu sendiri, yakni tempat menaikkan dan menurunkan penumpang, serta tempat terjadinya perpindahan moda transportasi,”tegasnya. Namun untuk kembali membangkitkan fungsi terminal itu sendiri, dikatakan Agus, operasionalisasi angkutan penumpang nantinya terus dioptimalkan kembali. Trans Serasi dan trans Sarbagita menurutnya akan menjadi salah satu kiat untuk menghidupkan kembali fungsi terminal sekaligus membangkitkan lagi transportasi massal. ‘’Ke depan, semua terminal akan dimanfaatkan sebagai tempat transit bus Sarbagita, sedangkan angkutan umum yang sebelumnya terpuruk akan diberdayakan sebagai pengumpan penumpang, tapi itu semua masih membutuhkan tahapan-tahapan. Sebagai gambaran, Terminal Tuakilang nantinya menjadi simpul pergantian moda dari angkutan kota ke angkutan pedesaan, yang akan menjadi feeder atau pengumpan dari trans Sarbagita,” ujarnya. (olo/bit)

Pedagang Pasar Dari Hal. 1 “Sejak itu (terminal -red) digunakan untuk menampung pedagang Pasar Kidul setelah kebakaran akhir 2012, tak ada pendapatan untuk daerah. Kendaraan tak bisa masuk,” ujarnya. Pascaterminal berubah fungsi, kendaraan umum terpaksa parkir di pinggir jalan sekitar pasar. Beberapa juga ada di Jalan Brigjen Ngurah Rai, tepatnya di persimpangan Jalan Lettu Anom. Kondisi yang demikian mengakibatkan pemkab tak bisa memungut retribusi. “Kami hanya berhak memungut retribusi kalau angkutan umum itu masuk terminal. Sekarang memang mangkalnya di sekitar terminal, tapi kami tak bisa lakukan itu,” kata Arta. Mantan Kabag Hukum Setda Bangli ini menyebutkan pendapatan daerah yang dikelola Dihubkominfo hanya bersumber dari sektor parkir yang ditargetkan Rp 275 juta dan uji kendaraan Rp 475 juta. Sementara itu, pada 2017 mendatang, terminal direncanakan ditata lagi diharapkan bisa mendatangkan pundi-pundi rupiah untuk daerah. “Sekarang, pedagang sudah pindah. Nanti terminal akan ditata. Biar angkutan umum bisa masuk,” ucapnya. Di sisi lain, dia mengatakan jumlah kendaraan umum belakangan ini cenderung menurun. Hal itu diduga karena berkurangnya jumlah penumpang. Sementara biaya operasional cenderung meningkat. “Angkutan umum sekarang tidak begitu diminati. Warga lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi,” tandasnya. Terminal Sukasada Sementara itu, nasib merana juga dialami Terminal Sukasada. Sejumlah sopir angkutan umum di Terminal Sukasada, terlihat duduk santai menunggu penumpang. Mereka kian terjepit mencari muatan untuk uang tambahan sehari-hari. Sopir rute BayuasriLetkol Wisnu-Gajah Mada-

Banyuning dan Sukasada, ternyata kalah saing oleh kendaraan mobil dan motor pribadi yang semakin menjamur. Wakil Ketua Persatuan Sopir Angkot Singaraja (Persotasi) di Terminal Sukasada, Komang Sastra Wijaya, melihat terjadi peningkatan kendaraan pribadi di desa dan perkotaan. Gaya hidup konsumerisme dan gengsi masyarakat di era globalisasi mulai pelan-pelan meninggalkan angkutan umum. Padahal di tahun 1980-1990an angkutan umum menjadi transportasi utama. Situasi demikian membuat sopir berpasrah diri. Mereka mencari akal angkutan umum agar tetap menjadi alternatif penumpang. “Penurunan muatan bukan hanya di Terminal Sukasada, melainkan juga terjadi Ubung,” ujarnya Sabtu (10/12) kemarin. Pendapatan sopir seharihari berkisar Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu, itu jika muatan ramai. Menurutnya untuk tambahan pendapatan sopir mencari penumpang di beberapa titik keramaian seperti pasar dan sekolah-sekolah. “Di sini, ada enam sopir angkutan umum yang aktif. Kami harap ada peningkatan pemasukan,’’ ujarnya. Sementara itu, Komang Karsana (55) asal Kayubuntil, Singaraja, menambahkan, perlu dilakukan komunikasi dan pertemuan untuk kesepakatan bersama sopir angkutan dan minibus dari Denpasar menuju Singaraja. Muatan dapat diturunkan di Terminal Sukasada, sehingga setiap harinya terminal tidak telanjur sepi, lebih-lebih di akhir tahun yang mulai memasuki musim penghujan. “Organda supaya memerhatikan seluruh angkutan. Minibus warna merah dari Terminal Ubung Denpasar, sering tidak masuk ke Terminal Sukasada dan langsung saja masuk ke Kota Singaraja. Harusnya kan masuk ke Sukasada dahulu, dan selanjutnya penumpang naik angkutan umum di sini,” paparnya. (sos/dgk)


balipost (152rb Like) http://facebook.com/balipost

MINGGU KLIWON, 11 DESEMBER 2016

@balipostcom (4.485 Follower) http://twitter.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, (0361) 233801 Facsimile: 227418

Buku Tulisan Tangan J.K. Rowling Dilelang Jakarta (Bali Post) Para penggemar Harry Potter bisa ikut menawar untuk membeli sepotong sejarah pekan depan, ketika sebuah buku yang dirancang, ditulis tangan dan diberi ilustrasi oleh J.K. Rowling dilelang di balai lelang Sotheby’s di London, Inggris. “The Tales of Beedle the Bard” adalah satu dari enam kopi yang dibuat sang penulis sebagai hadiah bagi mereka yang membantu menghidupkan kisah bocah penyihir. Buku itu diperkirakan terjual 300.000 sampai 500.000 pound (378.000 - 630.000 dolar AS) dalam lelang Selasa. Salinan ketujuh dibuat untuk lelang tahun 2007 guna menggalang

dana bagi badan amal milik Rowling, Lumos, yang berhasil mengumpulkan 1,95 juta pound. “The Tales of Beedle the Bard” adalah satu volume dari lima dongeng sihir yang diberikan oleh Albus Dumbledore kepada Hermione Granger dalam buku terakhir serial Harry Potter, “Harry Potter dan Relikui Kematian’’. Manuskrip yang akan dilelang lebih dulu diperlihatkan kepada editor Barry Cunningham, yang mengajak Rowling dan menerbitkan debut “Harry Potter dan Batu Bertuah” dan berisi dedikasi pribadi dari Rowling. “Yang satu ini berisi tulisan terima kasih untuk Barry,” kata spesialis manuskrip Sotheby Philip Errington

seperti dikutip kantor berita Reuters. “Ada tulisan, ‘Untuk Barry, pria yang berpikir novel panjang tentang anak laki-laki penyihir berkaca mata mungkin akan laku’, yang merupakan sedikit informasi menarik tentang peran penulis dan editor.” Terbungkus kulit cokelat Maroko, salinan itu berhias ornamen perak dengan tengkorak di tengah dan tujuh batu rhodochrosite. (ant) LELANG - Buku yang dirancang, ditulis tangan dan diberi ilustrasi oleh J.K. Rowling dilelang di balai lelang Sotheby’s di London, Inggris.

BPM/rtr


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook