20 HALAMAN NOMOR 43 TAHUN KE 69 Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
TERBIT SEJAK 16 AGUSTUS 1948 PERINTIS: K. NADHA HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
balipost (148 rb Like) http://facebook.com/balipost
MINGGU KLIWON, 2 OKTOBER 2016
A G U S T U S lalu, saya berkesempatan tour naik motor bersama beberapa teman rider dari Indonesia. Ini kali kedua tour sepeda motor yang saya ikuti, setelah di Patagonia tahun lalu. Kali ini kita start dari Oslo (Norway). Dan di hari ketiga, saya dan rombongan menempuh jarak 550 Km, dari Molde di Norway sampai di Kota Ostersund di Swedia.
Road Captain kami menjaga kecepatan di level 90-an Km per jam, konsisten! Tidak pernah lewat dari 100 km/jam. Saya yang bosan mundur ke belakang, memperlambat dan mempercepat sendiri kecepatan jika sudah mulai agak jauh tertinggal. Kadang 80 Km/jam, dan kalau sudah jauh ketinggalan mulai mengejar lagi. Motor yang saya pakai BMW
S1000XR, memadai untuk itu. Enak benar versi BMW untuk sport adventure ini. Kadang untuk mengejar rombongan yang sudah ada di depan, saya harus mempercepat sampai 150 Km/jam, dan di beberapa tikungan yang lebar saya harus memacu motor dengan kecepatan sampai 120 Km/jam. Segala upaya itu hanya
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Faksimile: 227418
Pengemban Pengamal Pancasila
KONSISTENSI (DISCIPLINE GROWTH)
@balipostcom (4.295 Follower) http://twitter.com/balipostcom
untuk mengejar rombongan dengan kecepatan yang konsisten. Mereka mah santai-santai saja, kita yang mengejar ngosngosan, kadang mengambil risiko yang tidak perlu. Sebagai catatan saja, di sini aspalnya mulus, jalanannya sepi dan lebar, tidak ada truk lalu lalang. Dikombinasi dengan motor yang bagus, maka melaju hingga 90-100 Km/jam itu santai banget. Saya teringat bukunya Jim Collins yang mengatakan bahwa perusahaan yang menjadi
great salah satu unsurnya adalah memacu pertumbuhannya secara disiplin dan konsisten. Tapi terus tumbuh. Ketika ‘cuaca’ baik tumbuh 20%, tidak perlu habis-habisan memaksa pertumbuhan sampai 50%, namun ketika ‘cuaca berbalik’, mereka punya persediaan atau tenaga untuk tetap tumbuh 20%. Sama seperti road captain saya yang konsisten. Ketika hujan turun, kecepatannya tetap tidak melambat. Kenyataannya perusahaan-
perusahaan yang konsisten dan tumbuh secara disiplin mengalahkan perusahaanperusahaan kompetitor yang kadang tumbuh 100% namun kemudian kehabisan energi untuk memacu pertumbuhan di tahun berikutnya. Beberapa tidak mampu bertahan karena kehabisan energi. Beberapa tidak survive karena mengambil risiko yang berlebihan. Salam, www.alexpchandra.com
Pemerintah Bentuk Tim Gabungan
Usut Pelanggaran HAM G-30-S/PKI
Jakarta (Bali Post) Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun 2016 di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Sabtu (1/10) kemarin. Presiden Jokowi yang tiba di halaman Monumen Pancasila Sakti pada pukul 07.45 WIB disambut oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, dan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Pemerintah membentuk tim gabungan dari Kejaksaan Agung, Komnas HAM, TNI, Kepolisian Indonesia, pakar hukum, dan perwakilan masyarakat untuk menyelesaikan dugaan pelanggaran HAM berat masa lalu terkait G-30-S/PKI. Pemerintah juga telah menetapkan sikap tentang hal ini, sebagaimana dinyatakan Menteri Koordinator Bidang Hukum dan Keamanan, Jenderal TNI (Pur-
nawirawan) Wiranto, di Monumen Pancasila Sakti, Jakarta Timur, Sabtu kemarin. Wiranto mengatakan, pemerintah selanjutnya mengambil tiga sikap tentang ini. Pertama, bahwa pada 1965 dan tahun sebelumnya telah terjadi perbedaan secara ideologi politis yang berujung pada makar, sehingga menimbulkan kemunduran dan kerugian besar bagi bangsa Indonesia. Kedua, pemerintah merasa prihatin atas jatuhnya korban dalam peristiwa 1965 dan secara bersungguh-sungguh berusaha menyelesaikan dugaan terjadinya pelanggaran HAM berat tersebut melalui proses non-yudisial yang seadil-adilnya agar tidak menimbulkan ekses yang berkepanjangan. Hal. 19 Kedepankan Pancasila
Mario Teguh Mundur
Mario Teguh
Jakarta (Bali Post) Tanpa disangka-sangka, Mario Teguh membuat keputusan bulat terkait kariernya sebagai motivator di televisi. Dia mengatakan ingin pensiun dari layar kaca. “Tahun ini, saya sudah 60 tahun dan sudah lama ingin istirahat, dan lebih sering liburan pacaran dengan belahan jiwa saya,” kata Mario di akun Instagramnya, Sabtu (1/10) kemarin. Hal. 19 Terkait Polemik
BPM/ant
PAKELEM - Umat Hindu di Bali melakukan ritual pakelem dan nyambleh di kawasan Teluk Benoa sebagai bentuk protes umat Hindu secara niskala terhadap ancaman reklamasi.
’’Pakelem’’ dan ’’Nyambleh’’ di Teluk Benoa
Denpasar (Bali Post) Penolakan terhadap rencana reklamasi tidak hanya dilakukan secara sekala namun juga dilakukan secara niskala. Bertepatan dengan Tilem Sasih Ketiga, Sabtu (1/10) kemarin, Pasubayan Desa Adat/Pakraman Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa kembali melakukan penolakan reklamasi secara niskala dengan melakukan ritual upacara mapekelem dan nyambleh kucit butuan. Ritual tersebut dihadiri dan disak-
Bali Naik Peringkat di PON
Atlet Pelatnas ”Mati”, Renang Bikin Kejutan
Jangan Lupa Kaderisasi Atlet
ATLET pelatnas Bali rupanya belum menjadi jaminan bisa meraih medali emas di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 Jabar. Terbukti, beberapa atlet pelatnas yang memperkuat kontingen Bali, sebagian besar atlet yang menghuni pelatnas justeru gagal mempersembahkan medali emas bagi Pulau Dewata. Bahkan, ada yang tersingkir di babak penyisihan. Hal. 19 Atlet Pelatnas
Pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 Bandung, Jawa Barat sudah berakhir Kamis (29/9). Dalam hajatan multi-event empat tahunan antarprovinsi ini, KONI Bali yang menargetkan 20 keping medali emas akhirnya mampu memenuhi target tersebut.
Layar Raih Emas Terbanyak CABANG olahraga layar menjadi penyuplai medali terbanyak bagi kontingen Bali dengan memborong lima keping medali emas di Pekan Olaraga Nasional (PON) XIX/2016 Jabar. Dari 5 medali emas yang direbut, tiga di antaranya diraih dua bersaudara kakak beradik yakni I Gede ‘Bangli’ Subagiasa di kelas Mistral One Design dan RSX Marathon dengan dua emas dan I Nyoman Suartana di kelas RS One dengan raihan 1 medali emas. Hal. 19 Masuk Pelatnas
BALI- Kontingen Bali saat pembukaan PON Jabar.
BPM/ist
RAIHAN 20 medali emas mengalami peningkatan dibandingkan PON Riau yang hanya mengoleksi 15 medali emas. Jelas, di PON tahun ini mengalami peningkatan 5 keping medali emas, sehingga membuat posisi Bali naik ke posisi keenam. Di PON Jabar secara keseluruhan Bali mampu mengoleksi total medali 76 yakni 20 medali emas, 21 perak, 35 perunggu. Jika dibandingkan dengan prestasi empat tahun lalu di Riau, secara keseluruhan, memang ada peningkatan prestasi dari peringkat ke-9 ke
Perlu Berhitung Anggaran dan Manfaat Provinsi Bali sempat mengajukan diri menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2020 mendatang. Akan tetapi, saat itu Bali kalah voting atas dukungan suara dari Papua, sehingga Papua yang disetujui untuk menjadi tuan rumah perhelatan kejuaraan empat tahunan tersebut. BPM/nan
PAPUA bisa mendapat dukungan karena mereka sudah menyiapkan anggaran puluhan triliun untuk PON. Makanya sejumlah pengamat olahraga di Bali menilai Bali perlu berpikir menjadi tuan rumah PON. Minimal kita harus berhitung soal anggaran dan nilai manfaat bagi masyarakat Bali. Jangan menjadi bumerang menggelar ajang PON justru membuat kemacetan bagi dunia pariwisata. Sebaliknya, meski gagal bersaing untuk merebut menjadi tuan rumah PON 2020 mendatang, akan tetapi KONI Bali selaku induk olahraga di
peringkat ke-6. Bahkan peningkatannya mencapai 100 persen mulai dari peningkataan raihan medali dan peringkat. Meski mampu memenuhi target 20 medali dan naik peringkat ke posisi enam, namun masih ada banyak PR yang harus dievaluasi yang akan dilakukan pihak KONI Bali selama perhelatan PON. Ketua Umum KONI Bali, I Ketut Suwandi, menegaskan, secara target memang sudah terpenuhi 20 medali emas. Hal. 19 Cabor Berprestasi
Daftar Atlet Bali Peraih Emas PON XIX 2016
Bali Ingin Jadi Tuan Rumah PON 2024
LAYAR- Atlet layar Bali belum terkalahkan di PON.
sikan oleh semua bendesa adat serta perwakilan dari ForBALI dari setiap wilayah di Bali. Koordinator Pasubayan Wayan Swarsa menjelaskan ritual tersebut adalah suatu bentuk dari harmonisasi antara bhuwana agung atau alam semesta dengan bhuwana alit yakni manusia. Ritual tersebut ditujukan untuk menyelamatkan kawasan suci Teluk Benoa dari ancaman reklamasi. Hal. 19 “Sekala-Niskala”
Bali berharap jika Bali mau menjadi tuan rumah PON pada 2024 mendatang. Ketua Umum KONI Bali, I Ketut Suwandi, mengatakan, pihaknya sejak awal memang berharap Bali mau menjadi tuan rumah PON. Hanya, waktu ini Bali kalah bersaing dari Papua yang akhirnya disetujui KONI pusat. “Kami berharap pada 2024 mendatang, Bali mau menjadi tuan rumah PON, akan sangat berdampak bagi kemajuan olahraga, budaya dan perekonomin di Pulau Dewata,” ungkap Suwandi. Hal. 19 Tidak Mudah
Ni Kadek Anny Pandini Kadek Adi Wirawan Evalilian Van Lenen Cok Istri A. Sanistya Rani Adip Gandadi Putra I Made Milantara I G.Md Oka Sulaksana Gede Subagiasa Nyoman Suartana Maria Natalia Londa Made Dwiyanthi/Sang Ayu Sidan Wilantari Komang Harik Adiputra Tim Cricket Putra Sinta Darmariani AA Istri Dharma Mega Kelakan/Nisrina Nur Afifah Nadya Putri Virgita
Judo Judo Renang Karate Tarung Derajat Tarung Derajat Selancar Angin Selancar Angin Selancar Angin Atletik
1 1 1 1 1 1 2 1 2 2
Pencak Silat Pencak Silat Cricket Angkat Besi Kempo
1 1 2 1 1
Panjat Tebing
1
Total
20
DAERAH
2
Minggu Kliwon, 2 Oktober 2016
Penderita Jantung Bocor Drop
FIGUR
Harus Dirujuk ke RS Harapan Kita Jakarta
BPM/kmb38
TALK SHOW - Ratusan petani di Buleleng mengikuti talk show “Mengelola Pertanian Agro” Bali Utara di gedung Mr. Gusti Ketut Pudja Eks Pelabuhan Buleleng, Jumat (30/9).
Talk Show ”Mengelola Pertanian Agro” Bali Utara Kelola Lahan Sesuai Potensi KEPALA Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Buleleng, Ir. Nyoman Swatantra, M.M.A., memperoleh banyak masukan dalam talk show bertema ‘‘Menggugat ketimbangan pembangunan Bali Utara, mengelola potensi agro’’ di Gedung Mr. Gusti Ketut Pudja eks Pelabuhan Buleleng. Pihaknya perlahan-lahan berencana melakukan pembenahan sektor pertanian khususnya pengelolaan pascapanen dan meningkatkan kemandirian petani. Hal itu bertujuan meningkatkan pendapatan petani di masa mendatang. “Masukan dan motivasi yang diberikan narasumber sangat berharga sehingga petani dapat menjadi mandiri. Mereka fokus terhadap intensifikasi pertanian sesuai potensi di masing-masing kecamatan. Itu (potensi antarwilayah) sudah pernah kami petakan di sembilan kecamatan sesuai topografi yang berbeda-beda,” ujar Swatantra belum lama ini kepada Bali Post. Pemetaan potensi diikuti pengembangan potensi pertanian bukan hanya bersandar kepada sosialisasi pertanian. Hal lain perlu diupayakan membuat petani mandiri tanpa harus menunggu suntikan modal dari pemerintah. Namun, petani tetap membutuhkan bantuan tidak langsung dan perhatian penyuluh pertanian pemerintah sebagai implementasi modal mengembangkan komoditas tani sesuai iklim atau kontur wilayah. (dgk)
Petani Minta Program Subsidi Pupuk Organik Singaraja (Bali Post) – Momen talk show dengan tema “Mengelola Pertanian Agro” Bali Utara yang digelar KMB dan Pemkab Buleleng Jumat (30/9) lalu dijadikan kesempatan untuk menyampaikan aspirasi oleh petani di Buleleng. Salah satu aspirasi yang diungkapkan dalam momen itu adalah keinginan petani mendapat pasokan pupuk organik yang mencukupi. Bukan hanya meminta penyediaan pasokan yang memadai, petani juga mendesak agar pemerintah dan DPRD menggulirkan subsidi pupuk organik dari APBD Buleleng. Salah seorang petani, Made Arianta, di hadapan Bupati Putu Agus Suradnyana (PAS) bersama narasumber lainnya menuturkan, harga pupuk kimia belakangan ini semakin mahal dan terkadang pasokannya sering terlambat hingga terjadi kelangkaan. Selain itu, dia sendiri juga sudah mengetahui kalau dampak pemakaian pupuk dan obat-obatan kimia mengakibatkan kerusakan unsur hara tanah. Atas kondisi ini, dia dan petani lain mencoba menggunakan pupuk atau obat-obatan organik. Hasilnya, tanaman padi atau hortikultura cocok dengan pemupukan organik ini. Dengan hasil ini, kualitas pupuk atau obatobatan organik tidak kalah dengan pupuk maupun obat-obatan kimia yang selama ini sering digunakan
petani. Hanya, produksi pupuk organik saat ini masih terbilang minim. Kebutuhan banyak namun tidak terpenuhi oleh produksi yang memadai. “Ini yang terjadi pupuk organik itu tidak jelek, tapi mampu menyuburkan segala jenis tanaman,” katanya. Untuk membantu petani, Arianta meminta agar pemerintah daerah bersama DPRD menggulirkan program bantuan pupuk organik bersubsidi. Bantuan subsidi ini diyakini dapat membantu meringankan biaya operasional petani dalam mengelola usaha tani mereka. Selain itu, sentra-sentra pengolah pupuk organik di daerah perlu digalakkan, sehingga ini akan menambah kapasitas produksi. Dengan stok memadai dan ditambah ada subsidi ini,
Arianta meyakini pertanian berbasis organik ini dapat diwujudkan dan ketergantungan pupuk atau obatobatan kimia akan bisa dihilangkan. “Pemerintah daerah dan lembaga dewan atau provinsi saya harapkan memberikan program subsidi pupuk organik. Bukan saja meringankan biaya perasional, namun kalau sudah stok yang memadai dan harga terjangkau ini saya yakin ketergantungan dengan pupuk kimia ini akan bisa dihilangkan,” katanya. Lain lagi diungkapkan petani Nyoman Suitra, wacana pembuatan cool storage sangat diharapkan untuk menjaga produksi buah Buleleng bertahan dan mendapatkan harga yang wajar. Selain itu, dia menawarkan adanya perusahan daerah (PD) agar melirik pengolahan buah. Ini sangat memungkinkan karena Buleleng menghasilkan beragam buah lokal Bali. “Saya harapkan selain cool storage perlu juga diolah buah lokal kita karena ini sangat memungkinkan dan peluang pasarnya terbuka lebar,” jelasnya. Menanggapi masukan itu, Bupati Putu Agus Suradnyana (PAS) sepakat dengan dengan usul petani untuk mendapatkan subsidi pupuk organik. (kmb38)
Umat Hindu NTB Gelar Upacara ’’Sad Kertih’’ Mohon Dukungan Umat Sedharma Denpasar (Bali Post) Menjaga keseimbangan jagat nusantara, khususnya NTB, umat Hindu setempat melalui Panitia Upacara Sad Kertih, akan melaksanakan tiga upacara cukup besar yakni Danu Kertih (mulang pakelem), Wana Kertih (penghijauan) dan Segara Kertih (ngepik/nangkluk merana). Upakara ini merupakan upaya mengimplementasikan Sad Yadnya (Sad Kertih). Panitia Upacara Sad Kertih yang dipimpin Ketua, Drs. I Wayan Suharta Putra, saat masimakrama di Gedung Pers Bali K. Nadha, Sabtu (1/10) kemarin, mengatakan, rangkaian upacara dimulai dengan Danu Kerthi di Danau Segara Anak, Gunung Rinjani, pada Purnamaning Sasih Kalima (9 hingga 14 November 2016), dilanjutkan dengan Wana Kertih di Banjar Kresna Sari, Desa Kesi, Kecamatan Kempo, Dompu, pada Tileming Sasih Kanem (25-28 Desember 2016), serta Segara Kertih di Pantai Melasa, Desa Batulayar, Lombok Barat, yang bertepatan dengan Tileming Sasih Kawulu (25 Februari 2017 mendatang). Suharta Putra menambahkan, upacara Mulang Pakelem di Danau Segara Anak, Gunung Rinjani, merupakan upakara mohon anugerah hujan sehingga menimbulkan kesuburan dan keseimbangan alam agar semua yang hidup dapat tumbuh serta berkembang dengan baik, tanpa gangguan apa pun. ‘’Selain itu, kami mohon agar masyarakat NTB pada umumnya dan Pulau Lombok khususnya, diberikan
kedamaian serta dapat mewujudkan kemakmuran sebagaimana sesanti Jawa: gemah ripah loh jinawi tata tentrem kerta raharja,’’ tegas Ketua Panitia. Sedangkan upakara Wana Kertih bertujuan melestarikan lingkungan dan menjaga sumber air yang baru, sehingga kesejahteraan dan kesuburan alam tetap terjaga. ‘’Pun Upakara Segara Kertih (ngepik/nangluk merana) untuk mohon keselamatan amerta sebagai sumber kehidupan serta agar terhindar dari segala penyakit maupun bencana,’’ tandas Suharta Putra. Menurutnya, umat dan PHDI NTB tidak berani meninggalkan ketiga upacara besar ini, mengingat sudah merupakan warisan sejak lama, lantaran di Lombok pernah ada bencana gering (sakit). Untuk menyukseskan upacara ini, panitia mohon dana punia dari umat sedharma di Pulau Dewata maupun seluruh nusantara. Bagi mereka yang ingin berpartisipasi agar menghubungi Sektretariat Panitia di Puri Tohpati di Jl. Sultan Hasanudin No.130, Cakranegara, Mataram, (HP 0818554404 dan 081805749881) atau menyalurkan dana melalui Bank NTB Cabang Pejanggik Mataram dengan nomor rekening 011.22.02108.10-8 atas nama Panitia Sad Kertih NTB. ‘’Kami mohon dukungan immateriil, materiil dan doa, dari umat Hindu di NTB, Bali, dan seluruh Indonesia, agar rangkaian upakara ini berjalan lancar dan sukses,’’ tandas Suharta Putra. (kmb)
Bali Post/kmb
KELAPA DAKSINA - Pemred Harian Bali Post Nyoman Wirata didampigi Pemred/Penanggung Jawab DenPost I Gde Suyadnyana menyerahkan secara simbolis bibit kelapa daksina, bibit pohon cendana, dan pohon gaharu kepada Panitia Upacara Sad Kertih yang dipimpin Ketua, Drs. I Wayan Suharta Putra (No.2 dari kanan) usai masimakrama di Gedung Pers Bali K. Nadha, Sabtu (1/10) kemarin.
BPM/kmb45
MALIK SUMPAH - Prosesi upacara Malik Sumpah di Tri Kahyangan Jagat Pura Hulundanu Batur, Desa Pakraman Songan, Kintamani, Sabtu (1/10) kemarin.
Karya Panca Wali Krama
Prosesi ”Mendem Padagingan” Dihadiri Ribuan Krama Bali Bangli (Bali Post) Ribuan Krama Bali menyaksikan upacara malik sumpah, mendem padagingan, dan melaspas Meru Tri Kahyangan Jagat Pura Hulundanu Batur, Desa Pakraman Songan, Kintamani, Sabtu (1/10) kemarin. Pada kesempatan itu, krama juga menghaturkan bhakti untuk memohon keselamatan. Kedatangan krama sudah berlangsung sejak pagi hari. Tak hanya berasal dari wilayah Bangli. Tetapi juga dari seluruh kabupaten di Bali. Lantunan Dharma Gita bersandingan dengan suara gong mengiringi prosesi karya yang digelar setiap sepuluh tahun sekali ini. Sejumlah krama juga turut ngayah. Seluruhnya berjalan sangat khidmat. Manggala Karya, Jero Lanang, menjelaskan proses tersebut di-puput Ida Pedanda Aan, selaku Yajamana Karya bersama sejumlah sulinggih lainnya. Wewalungan yang digunakan pada karya ini berupa 13 kebo, 4 banteng, 1 kijang, 1 menjangan, kucit butuhan, 10 penyu, angsa, ayam, bebek, dan kera hitam. “Untuk prosesinya berjalan lancar. Krama yang datang juga cukup banyak,” katanya. Tujuan pelaksanaan karya itu, menurut Jero Lanang sebagai ungkapan wujud syukur kepada Sang Pencipta dalam manifestasinya sebagai Dewi Danu. Karya ini tak hanya bisa dihadiri krama Hindu di Bali, namun untuk
senusantara. “Melalui karya ini, krama Bali bisa memohon keselamatam dan kesejahteraan,” tegasnya. Mantan Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI (purn) Wisnu Bawa Tenaya yang hadir pada saat itu menyampaikan upacara ini sebagai salah satu upaya untuk mengajegkan Bali dan mengucap syukur kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. “Apalagi upacara ini bertepatan dengan Hari Kesaktian Pancasila, krama Bali harus lebih semangat lagi dalam membangun Bali,” ucapnya didampingi mantan Gubernur Bali Dewa Made Beratha. Usai prosesi mendem pedagingan, balik sumpah, dan melaspas meru tumpang sebelas, pada 4 Oktober akan dilanjutkan dengan nuur tirta penyaksi karya. Prosesi ngamedalang Ida Batara akan dilaksanakan 7 Oktober, yang dilanjutkan dengan upacara melasti serta mapekelem di Danau Batur dan Gunung Batur pada 10 Oktober mendatang. Selanjutnya mapepada tawur panca wali krama akan dilaksanakan 12 Oktober. Pada 15 Oktober merupakan puncak karya dengan prosesi ngenteg linggih, Ida Batara ke Paselang, Ida Batara Mamasar serta Ida Batara ke Perayungan. Pada 16 Oktober sampai 27 Oktober dilaksanakan Bhakti Panganyar secara bergilir oleh kabupaten/kota se-Bali. Sementara untuk nyineb berlangsung pada 28 Oktober. (kmb45)
Denpasar (Bali Post) Siswa kurang mampu, penderita jantung bocor, Muhammad Surya Pratama Harjo (14), menerima bantuan Dompet Peduli Bali Post sejumlah Rp 10.000.000 pada Jumat (30/9) saat melakukan pemeriksaan di RSUP Sanglah. Putra pasangan Agus Suseno (38) dan Ni Kadek Sariani (33) dari Dusun Tangi Desa Tegal Badeng Timur, Negara ini diketahui menderita kebocoran jantung sejak kelas IV SD. Meski menderita kelainan jantung, Surya sapaan akrabnya tetap melanjutkan sekolah hingga kini berada di kelas II SMP. Akibat kondisinya itu, ia kerap keluar masuk rumah sakit. Ibu Surya, Ni Kadek Sariani, menuturkan, akhir Agustus lalu, kondisi Surya kembali drop. Hal itu lantaran ia dihukum oleh gurunya push up sebanyak 30 kali karena tidak membawa buku gambar saat pelajaran kesenian. Sontak hal itu membuat jantungnya kembali bermasalah. Padahal sebelumnya, kondisi jantungnya sempat membaik saat tamat SD meskipun harus tetap melakukan kontrol ke RSUP Sanglah. Dua hari pascahukuman tersebut, ia diopname di RSU Negara dan RSUP Sanglah. Terakhir diketahui jantung Surya mengalami pembengkakan dan sampai merambat ke paru-paru yang membuatnya sering sesak. Pascapemeriksaan tersebut, dokter menyarankan untuk merujuk Surya agar ditangani lebih lanjut ke RS Harapan Kita di Jakarta. Namun, ayah Surya berusaha menunda dulu karena sama sekali tidak punya uang dan bekal untuk ke Jakarta dan selama di Jakarta nanti. “Untuk berobat sudah ditanggung BPJS,” ujarnya. (kmb42)
Gubernur Bali Tanda Tangani Prasasti Pura Taman Sekar R A M P U N G N Y A pembangunan Pura Taman Sekar, Banjar Tegeh, Desa Angseri, Kecamatan Baturiti, setelah dikerjakan sekitar 2,5 tahun, ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Gubernur Bali Made Mangku Pastika, Sabtu (1/10). Turut mendampingi Ketua DPRD Provinsi Bali N. AdiWiryatama, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri serta seluruh pimpinan SKPD di lingkungan Pemkab Tabanan. Mangku Pastika dalam sambutannya memberikan apresiasi terhadap semangat yang ditunjukkan warga Tegeh dalam pembangunan pura ini. Pihaknya juga bangga melihat kehadiran warga yang ketog semprong, yang menandakan rasa memiliki mereka begitu tinggi terhadap keberadaan Pura Taman Sekar ini. “Pura ini begitu megah dan terasa begitu lengkap dengan kehadiran krama-nya yang begitu antusias. Saya pesan, jagalah selalu rasa kebersamaan ini agar apa yang kita cita-citakan bisa terwujud,” ujarnya. Dirinya juga merasa bahagia melihat pelaksanaan upacara agama yang manah ring nirmala lan lascarya. Ini membuktikan bahwa apa yang dilakukan oleh warga mendapat restu dari Ida Sesuunan. “Saya lihat seluruh warga penuh senyum bahagia menyambut pelaksanaan upacara di Pura ini. Mudah-mudahan niat tulus kita mendapat restu dari Ida Sesuunan yang berstana di pura ini,” imbuhnya. Mangku Pastika juga berpesan kepada Bupati Tabanan beserta jajaran agar senantiasa bersatu dan kompak ngayah serta memberikan yang terbaik kepada rakyat Tabanan. “Kalau pimpinan sudah mampu memberikan rasa damai kepada rakyatnya,
maka segala bentuk program pembangunan akan bisa diwujudkan bersamasama. Berikan yang terbaik kepada rakyat dengan konsep ngayah dan menyama braya,” imbuhnya. Adi Wiryatama mengungkapkan, upacara Ngenteg Linggih akan dilaksanakan pada Purnama Sasih Kapat yang jatuh pada tanggal 15 Oktober mendatang. Berbagai dudonan upacara juga telah dilakukan serangkaian upacara ngenteg linggih tersebut. Dirinya berterima kasih kepada Gubernur Bali beserta seluruh jajaran dan berbagai pihak yang telah ikut menyukseskan uapacara ini. “Saya mengucapkan terima kasih kepada pak gubernur dan seluruh pihak yang telah ikut menyukseskan upacara ini. Mudah- mudahan upacara bisa berjalan lancar tanpa hambatan,” ujarnya. Ditambahkannya, pembangunan Pura Taman Sekar menghabiskan dana sekitar Rp 5 miliar yang bersumber dari donatur dan iuran warga. Pembangunan dilakukan secara gotong royong oleh warga. “Dana yang dihabiskan tidak sedikit, namun kami bersyukur ada banyak pihak yang peduli dan ikut membantu,” imbuhnya. Hal senada disampaikan Bupati Eka. Pihaknya merasa bangga pembangunan Pura Taman Sekar bisa terealisasi dengan baik dan banyak pihak yang ikut berpartisipasi. “Pembangunan dan upacara tidak akan bisa berjalan tanpa dukungan dari berbagai pihak. Kami mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Bali beserta jajaran, serta seluruh krama yang telah menunjukkan semangatnya. Mudah-mudahan semangat ini akan terus tumbuh untuk mengisi pembangunan di Kabupaten Tabanan,” tandasnya. (ad32)
SEMBAHYANG - Gubernur Made Mangku Pastika, Ketua DPRD Provinsi Bali N. AdiWiryatama, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri serta seluruh pimpinan SKPD di lingkungan Pemkab Tabanan melakukan persembahyangan bersama di Pura Taman Sekar, Banjar Tegeh Desa Angseri, Kecamatan Baturiti.
z Perintis : K.Nadha, z Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha zPemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata zRedaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana zSekretaris Redaksi: Sugiartha zRedaktur Eksekutif: Parwata zRedaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra zAnggota Redaksi Denpasar: Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Sumatika, Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Parwata, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada. Bangli: IA Swasrina, Sosiawan, Buleleng: Dewa Kusuma, Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya, . Karangasem: Budana, Bagiarta, Klungkung: Dewa Dedy Farendra, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto zKantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta, zAlamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Sumbangan untuk orang sakit Rek. BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00016-8 A/n Simpati Anda,BCA Cabang Denpasar No.040.3555000 A/n Simpati Anda, Dana Punia Pura Rek.BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00017-1 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3966000 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3277000 A/n Dompet Beasiswa, BCA Cabang Denpasar No. 040.3688000 A/n Dompet Lingkungan. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Minggu Kliwon, 2 Oktober 2016
SEREMONIAL
Dalam Rangka Dies Natalis Ke-53
3 Golden Tulip Jineng Resort
UNHI Gelar Jalan Santai dan Donor Darah Ikon Baru Sunset Road Telah Dibuka
DALAM rangka Dies Natalis ke-53, Wisuda Sarjana dan Utsawa Bali Sani, Universitas Hindu Indonesia (UNHI) menggelar berbagai rangkaian acara. Sabtu (1/10) kemarin UNHI membuka rangkaian Dies Natalis dengan menggelar jalan santai yang melibatkan seluruh civitas akademika UNHI. Para peserta jalan santai dilepas Rektor UNHI Dr. Ida Bagus Dharmika, M.A. di kampus UNHI Denpasar dan peserta melintasi jalan Terengguli – Jalan Padma – Jalan Seroja – Gatsu Timur dan kembali ke kampus UNHI. Selain jalan santai, berbagai jenis kegiatan dan perlombaan juga dilakukan kemarin. Diantaranya tarik tambang, lari karung, tenis meja, tenis lapangan, futsal Rektor Cup dan aksi sosial berupa donor darah. Rektor UNHI mengatakan, kegiatan Dies Natalis ke-53 ini bertujuan menumbuhkan solidaritas, rasa bhakti dan hormat seluruh civitas akademika UNHI kepada institusi yang pola ilmiah pokoknya adalah agama dan kebudayaan. Sebab, selama setahun ini UNHI yang memiliki 6 fakultas yang terdiri dari 16 Program Studi (Prodi) dan 1 Program Pascasarjana yang sudah terakreditasi, disibukkan dengan kegiatannya masing-masing dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi maupun kegiatan ekstrakurikuler lainnya. “Dari semua civitas akademika UNHI yang mengikuti kegiatan ini, saya berharap munculnya rasa solidaritas antar sesama. Sehingga UNHI yang pola ilmiahnya adalah agama dan budaya tetap dijunjung tinggi dan dihormati dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi,” tandas Dharmika, Sabtu (1/10) kemarin.
JALAN SANTAI - Rektor UNHI Dr. Ida Bagus Dharmika, M.A., melepas peserta jalan santai dalam rangka Dies Natalis ke-53, Wisuda Sarjana dan Utsawa Bali Sani, Sabtu (1/10) kemarin di Kampus UNHI Denpasar. Dharmika juga berharap, dengan dilaksanakannya berbagai jenis kegiatan dalam rangkaian Dies Natalis ini, masyarakat bisa melihat dan merasakan perkembangan UNHI sehingga masyarakat umum bisa lebih mencintai UNHI. Sebab, dari segi kualitas dan kuantitas serta akademik, UNHI telah melaksanakan standar-standar nasional, seperti SPMI (Sistem Penjamin Mutu Internal), SPME (Sistem Penjamin Mutu Eksternal) dan PD Dikti. Dies Natalis ke-53 ini juga terbilang spesial. Sebab, UNHI akan mengutus perwakilannya untuk mengikuti TKI (Temu Karya Ilmiah) di Lampung dan pada 15 Oktober mendatang ada Piodalan di Pura UNHI (Purnamaning Kapat). Dalam Pengembangan Institusi, lanjutnya, UNHI telah mengikuti standar Dikti menurut undangundang No. 12 Tahun 2012, yaitu
pengembangan SPMI, SPME dan PD Dikti. Dari sisi pengembangan SPMI yang standarnya 24 poin, UNHI mengembangkannya menjadi 29 poin. Dari segi pengembangan SPME, tahun 2017 UNHI menargetkan semua prodi tidak lagi terakreditasi C, tetapi A dan B. Sementara untuk PD Dikti, UNHI telah memiliki tujuh operator di semua fakultasnya. Bahkan 5 – 7 Oktober mendatang operator masingmasing fakultas akan dikirim untuk mengikuti pelatihan dan penataran dalam pengembangan PD Dikti. PD Dikti di UNHI telah mencapai 100 persen. “Jadi semua standar-stabdar akademik di kampus UNHI sudah semakin kami perbaiki. Sebab, dari sanalah kami mengharapkan mahasiswa yang akan kita rekrutmen sudah bisa melihat di web kami. Sehingga, mereka tidak ragu lagi masuk ke UNHI karena semua sudah terjamin,” pungkasnya. (ad69)
13 Pemenang Penciptaan Karya di ISI Denpasar
Lakukan Pameran dan Pergelaran Penciptaan Karya Seni RANGKAIAN pameran dan pagelaran penciptaan karya seni ISI Denpasar terkait realisasi proposal yang dibiayai dana DIPA kampus setempat tahun anggaran 2016, berakhir Sabtu (1/10) kemarin. Pameran dan pagelaran yang dibuka, Kamis (29/9) lalu diikuti 13 pemenang, yaitu 6 proposal penciptaan dari Fakultas Seni Pertunjukan (FSP) dan 7 proposal penciptaan dari Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD). Pameran karya dari FSRD berlangsung mulai 29 September hingga 1 Oktober kemarin, di gedung Kriya Hasta Mandala ISI Denpasar. Sedangkan karya penciptaan pagelaran dari FSP sudah diselenggarakan pada Kamis (29/9) malam lalu di gedung Natya Mandala ISI Denpasar. “Ada 35 karya dari FSRD dengan jumlah hasil karya 5 buah per pemenang yang dipamerkan, dan 6 karya penciptaan pagelaran dari FSP yang memang diselenggarakan sebanyak satu kali,” ujar Ketua Panitia Pameran dan Pagelaran Penciptaan Karya Seni 2016, Drs. A.A. Gde Ngurah Ty., M.Si., Sabtu (1/10) kemarin. Ty memaparkan, proses penciptaan karya seni ini telah melalui beberapa tahapan yang diawali dengan pengajuan proposal. Pada tahapan pertama tersebut ada 23 proposal yang diusulkan. Tahapan dilanjutkan dengan pemaparan/presentasi proposal penciptaan karya seni. Sampai akhirnya penetapan pemenang penciptaan karya sebanyak 13 pemenang, lalu penandatanganan surat perjanjian penciptaan oleh 13 pemenang, monitoring dan evaluasi penciptaan laporan 70 persen, serta pameran dan page-
FOTO BERSAMA – Para pemenang penciptaan karya di ISI Denpasar foto bersama. laran hasil penciptaan karya seni. dosen mementingkan ikut. Paling “Tujuan pameran dan pagelaran tidak ini menjadi pengalaman untuk ini adalah untuk mempertanggung- mereka. Jadi mereka yang belum jawabkan hibah penciptaan dari pernah melakukan penciptaan, ini masing-masing pemenang. Tahapan modal besar bagi mereka untuk setelah pameran adalah laporan akhir melakukan penciptaan dan bagian penciptaan karya seni, tanggal 3 Ok- dari Tri Dharma Perguruan Tinggi,” tober 2016,” imbuhnya. Ty berharap ujarnya. kegiatan ini dapat memotivasi para Suharta menyadari dosen-dosen dosen dalam berkreativitas agar lebih di FSP dari segi penelitian dan produktif, inovatif, dan kompetitif penciptaan terbilang kurang bahdengan kualitas penciptaan yang mak- kan kluster penelitian kini turun simal. Sekaligus bisa mendapatkan dari madya menjadi binaan. Hal ini saran dan kritik dari pengamat dan tidak lepas dari minat dosen untuk masyarakat umum. melakukan penelitian dan penDekan FSP I Wayan Suharta, ciptaan yang sangat rendah. Padahal S.SKar., M.Si., mengatakan 6 pe- di setiap kesempatan, pihaknya menang dari FSP merupakan dosen selalu berusaha memacu dosen agar yang menampilkan 4 karya yakni bersaing hingga ke tingkat pusat. tari rejang, tari baris, dalang, dan “Atau kalau memang tidak, lokal di musik. Masing-masing 2 karya dib- lembaga dulu karena dana untuk awakan 4 dosen dan sisanya satu penelitian sebetulnya banyak dan dosen membawakan satu karya. berlimpah. Tapi kadang-kadang “Ini menggunakan dana DIPA ISI dosen tidak mau membuat proposal,” Denpasar. Dari segi dana kecil, tetapi jelasnya. (ad33)
Beachwalk Shopping Center Gelar ’’Spooktacular Halloween” BEACHWALK Shopping Center selalu menghadirkan pengalaman menarik untuk pengunjung dan pembeli di Beachwalk. Hadirnya berbagai program di Beachwalk memberikan daya tarik lebih bagi Kuta dan mengukuhkan tag line Beachwalk Shopping Center, “Bali Starts Here”. Beachwalk Shopping Center mengangkat tema “Halloween” dengan sebutan “Spooktacular Halloween” di bulan Oktober 2016. Beachwalk Shopping Center mengadakan berbagai macam kegiatan dan promo menarik yang membuat tema Halloween semakin meriah . Pada bulan Oktober Beachwalk kembali mempersembahkan fashion show yang berjudul “Wicked Fashion Show” yang diikuti berbagai macam fashion brand yang terdapat di Beachwalk. Acara Wicked Fashion Show akan diselenggarakan, Jumat 28 Oktober 2016 di Fountain Stage Level 1. Wicked Fashion Show merupakan fashion show ke-7 yang akan diadakan Beachwalk, dengan memperkenalkan tema Fashion Starts Here dimana Beachwalk Shopping Center sebagai destinasi pertama untuk fashion baik international brand maupun local brand Bali. Menyambut musim gugur dan dingin 2016, toko-toko fashion akan menampilkan koleksi terbaru mereka dengan sentuhan fashion musim gugur dan dingin. Kita dapat menemukan Creative Mannequin Display dari LPTB Susan Budihardjo sebagai latar dari fashion show yang telah terpasang pada tanggal 16 Oktober 2016, di Fountain Stage Level 1. Selain itu, LPTB Susan Budihardjo juga ikut meramaikan “Wicked Fashion Show” dan menunjukkan koleksi fashion dari
murid-muridnya. Bulan Oktober ini pengunjung masih dapat menikmati event Beachwalk yakni Sunset Culinary, 1 – 9 Oktober 2016. Pada acara ini pengunjung dapat menikmati santapan dan kudapan sore sembari melihat matahari terbenam di Pantai Kuta dan live dari band terkenal. Semua kegiatan tersebut akan dilaksanakan di Garden Pod, Beachwalk level 2. Sebagai peringatan atas tragedi bom Bali pada 12 Oktober 2002, Beachwalk mengadakan acara bertemakan “Peace & Harmony”, 10 – 13 Oktober 2016. Sebuah buku mengenai cerita korban Bom Bali akan diluncurkan 12 Oktober di Beachwalk Shopping Center. Selain itu, pembeli dapat bertemu dan berinteraksi langsung dengan burung– burung eksotik dari Bali Bird Park dengan sebutan “Meet the Bird Stars”,16 Oktober 2016 di Deck Stage, Beachwalk Shopping Center level 1. Beachwalk dan Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) mengadakan Indonesia Culinary and Fashion Festival, 21-24 Oktober 2016. Pengunjung dapat menikmati berbagai macam eksibisi kreatif di area Beachwalk level 1. Dalam rangka menyambut dan memeriahkan Halloween, Beachwalk mengadakan Zombieland, 25 – 31 Oktober 2016. Selama event berlangsung, pengunjung Beachwalk dapat menikmati berbagai macam kegiatan seperti memahat buah labu, face painting, meramal dengan tarot, pawai Halloween kostum untuk anak-anak dan kreatif bazaar yang menjual pernak-pernik ataupun makanan yang bertemakan Halloween. Kegiatan Zombieland tersebut diadakan di Beachwalk Fountain Stage level 1.
Beachwalk mengadakan program Lucky Seven bagi para pengunjung yang memiliki KTP Bali dan KITAS. Setiap kali pengunjung ber-KTP Bali dan KITAS berbelanja minimal Rp 100.000 dalam sehari dapat mengunjungi Customer Service di level 1 dan menukarkan nota belanja, maka akan mendapatkan stempel dan hadiah langsung berupa voucher restaurant atau parkir gratis di Beachwalk. Apabila sudah terkumpul stempel sebanyak empat kali di hari kerja dan tiga kali di hari libur atau weekend dalam sebulan akan mendapatkan persembahan special dari Beachwalk. Pengunjung Beachwalk juga berkesempatan mendapatkan berbagai macam hadiah atau voucher program SHOP & WIN bulan September. Para pengunjung dapat mengunjungi Customer Service di level 1 dan langsung menukarkan nota belanja mereka senilai minimal Rp 500.000 (1 nota belanja) dengan mendapatkan hadiah langsung seperti voucher makan atau voucher parkir gratis. Selain itu, Beachwalk memberikan gift spesial yang merupakan edisi terbatas kepada pengunjung di Shop & Win Oktober. Pengunjung yang menukarkan nota belanja mereka senilai minimal Rp 1.500,000 (1 nota belanja) mendapatkan hadiah langsung berupa Beachwalk Halloween Jar. Sedangkan bagi para pengunjung yang berbelanja minimal Rp 2,000.000 dengan memperlihatkan nota belanja (maksimal 2 nota belanja) akan berkesempatan untuk mendapatkan hadiah spesial beserta voucher belanja, voucher restoran dan berkesempatan memenangkan lucky draw menginap satu malam di Swiss Bell Hotel Petitenget. (ad67)
TEMUKAN keunggulan, tradisi dan kenyamanan di Golden Tulip Jineng Resort Bali. Resor yang secara resmi merayakan pembukaannya pada 1 Oktober 2016 dengan menyelenggarakan pesta bernuansa tropis merupakan perpaduan warisan budaya Bali dan filsafat timur yang tertuang dalam desain kontemporer resort dengan lokasi yang sangat strategis. Golden Tulip Jineng Resort Bali menyediakan ruang pertemuan serbaguna, fasilitas pernikahan serta 190 kamar deluxe dan suite. Semua tamu mendapatkan akses internet gratis. Kamar juga dilengkapi dengan TV layar datar dengan pilihan saluran lokal dan internasional. Resort ini memiliki spa, studio yoga, gym, klub anak-anak, dua restoran dan kolam renang yang memberikan pengalaman tinggal yang menyegarkan pikiran, tubuh dan jiwa. “Saya sangat senang menjadi bagian dari Golden Tulip Jineng Resort,” kata Willy Suderes, General Manager Golden Tulip Jineng Resort. “Brand Golden Tulip memiliki posisi yang sempurna di pasar pariwisata, dan saya yakin ini dapat dibuktikan seiring dengan peluncuran Golden Tulip Jineng Resort hari ini (kemarinred),” imbuhnya. Terletak di dekat persimpangan bundaran Patung Dewa Ruci, resort ini dapat ditempuh dengan berjalan kaki menuju beberapa pusat perbelanjaan popular seperti Mall Bali Galeria, toko bebas pajak, serta Lippo Plaza Sunset. Pantai terkenal seperti Kuta, pusat kehidupan malam dan butik-butik terkenal di Seminyak serta Bandara Ngurah Rai dapat dicapai hanya dengan 15 menit berkendara. Resor ini pada dasarnya meng-
PEMBUKAAN - Dari kiri ke kanan, Willy Suderes (General Manager Golden Tulip Jineng Resort Bali), Eko Permadi (Direktur Utama Angkasa Pura Property), A.A. Gede Yuniartha Putra, S.H., Mh. (Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali), Mark van Ogtrop (Managing Director of Louvre Hotels Group South East Asia), Imam Sudiyono (President Director WIKA Realty) membuka secara resmi Golden Tulip Jineng Resort Bali, Sabtu (1/10) kemarin. gandeng tema tradisional Bali yang nyatu dengan resort. dikombinasikan dengan konsep “Kami percaya konsep unik resort sansekerta yang mana tercermin ini akan membangkitkan orang-orang secara kreatif dalam desain arsitek- yang ingin merasakan pesona warisan turnya. Di area tengah resort adalah Bali dikombinasikan dengan kenyaNalini, karya arsitektur yang me- manan modern dan pelayanan terbaik nakjubkan dan melambangkan filosofi dari tim profesional kami yang siap kemurnian spiritual yang diambil dari untuk menangani tantangan apapun,” bahasa sansekerta yang memiliki arti komentar Mr. Mark Van Ogtrop, Man“teratai”. Desain bangunan bertingkat aging Director Asia Tenggara untuk yang merupakan perwujudan dari se- Louvre Hotels Group. luruh tujuan resort yaitu memberikan Golden Tulip Jineng Resort mepengalaman sempurna bagi pikiran, nawarkan harga special mulai dari Rp tubuh dan jiwa. Terdapat Pool Bar & 895.000 nett, berlaku hari ini hingga Grill di lantai satu, pusat kebugaran 30 November 2016. Untuk pemedi lantai dua, Dedari spa di lantai tiga, sanan, silakan hubungi reservasi di serta Ananta studio yoga di lantai 62361 4727488 atau kunjungi website empat. Setiap lantai memiliki jendela di www.goldentulipjinengresortbali. panorama yang membuat anda me- com. (ad31)
Prof. Dr. I Made Surada, M.A.
Guru Besar Tetap IHDN Bidang Ilmu Bahasa Sansekerta INSTITUT Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar mengukuhkan Prof. Dr. I Made Surada, M.A., sebagai Guru Besar Tetap dalam bidang Ilmu Bahasa Sansekerta pada Fakultas Brahma Widya di aula kampus IHDN, Jl. Ratna, Denpasar, Sabtu (1/10) kemarin. Prof. Surada merupakan guru besar ke-7 yang dimiliki IHDN. Pria kelahiran Gianyar, 6 Februari 1967 ini juga menyampaikan orasi ilmiah “Eksistensi Pembelajaran Bahasa Sansekerta di Perguruan Tinggi Agama Hindu di Bali: Penyebab dan Alternatif Pemecahannya”. “Saya tertarik mengambil masalah ini karena melihat fenomena khususnya yang terjadi pada mahasiswa di Perguruan Tinggi Hindu, mereka menganggap bahasa sansekerta itu adalah satu mata kuliah yang sulit yang ditakuti dan tidak menarik,” ujar Surada. Padahal, lanjutnya bahasa sansekerta merupakan bahasa yang wajib mereka pelajari dan pahami. Mengingat bahasa sansekerta merupakan identitas dari agama Hindu itu sendiri. Bahasa sansekerta adalah bahasa Weda dan sastra-sastra Hindu lainnya. Bagaimana bisa memahami Weda sebagai sumber ajaran agama Hindu kalau mahasiswa justru tidak memahami bahasanya itu. “Dari pemahaman, hasil penelitian, dan pengalaman mengajar bahasa sansekerta di IHDN dan perguruan tinggi lain memang dari segi sumber belajar khusus bahasa sansekerta agak langka di Indonesia. Selain itu, pengajar bahasa sansekerta sebagian besar tamatan Agama Hindu. Jadi tidak ada yang betul-betul pernah belajar bahasa sansekerta,” jelas Surada. Peraih penghargaan Dosen Panutan III di Fakultas Brahma Widya IHDN ini menambahkan, materi yang disampaikan di perguruan tinggi terkadang juga kurang menarik. Hal itu turut menjadi penyebab minimnya minat mahasiswa mempelajari bahasa sansekerta. Pasalnya, para pengajar belum bisa mengonstruksi kembali materimateri bahasa sansekerta agar menjadi menarik. “Selain meningkatkan pengadaan sumber bahan ajar, kesadaran akan pentingnya menguasai bahasa sansekerta juga harus ditanamkan pada mahasiswa. Sementara pengajar, harus meningkatkan kemampuannya serta menguasai metode dan teknik mengajar bahasa sansekerta,” pungkas Surada. Rektor IHDN Denpasar Prof. Dr. Drs. I Nengah Duija, M.Si., mengaku bangga atas pengukuhan Prof. Surada sebagai satu-satunya guru besar tetap dalam bidang
GURU BESAR - Rektor IHDN Denpasar Prof. Dr. Drs. I Nengah Duija, M.Si., (kanan) bersama Guru Besar Tetap Bidang Ilmu Bahasa Sansekerta IHDN, Prof. Dr. I Made Surada, M.A. ilmu bahasa sansekerta di IHDN. Bahkan mungkin satusatunya di Indonesia, karena beberapa profesor di bidang yang memang langka dan khusus itu sudah pensiun. “Aset yang cukup menarik dan cukup baik untuk pengembangan institusi IHDN ke depan. Ini adalah guru besar keempat yang kita lahirkan dalam kurun waktu 3 tahun. Prof. Surada adalah professor yang masih muda karena jabatan ini disandang pada usia 49 tahun, sehingga masih sangat produktif dalam pemikiran dan aktivitas,” ungkapnya. Duija berharap kehadiran Prof. Surada dapat membawa kebangkitan bahasa sansekerta sekaligus mendorong minat anak muda untuk mempelajari bahasa itu. Sebab, perkembangan bahasa sansekerta cenderung menurun dan terancam punah akibat masuknya gelombang politik, liberalisme dan misionaris. (ad70)
Pekerja St. Regis Bali Resort Bergabung ke FSP Par SPSI Badung SEBANYAK 227 pekerja dari St. Regis Bali Resort bergabung di Federasi Serikat Pekerja (FSP) Pariwisata Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Badung. Acara penerimaan anggota baru itu juga dirangkaikan dengan kerja bakti dan kumpul bersama, Sabtu (1/10) kemarin. Ketua PC FSP Par SPSI Badung Putu Satyawira Marhaendra mengatakan, St. Regis Resort Bali memutuskan bergabung dengan FSP Par SPSI Badung setelah 8 tahun mengumpulkan keberanian. “Terkadang mereka diintimidasi halus oleh perusahaan, karena saya paham membentuk serikat pekerja itu tidak mudah,” jelasnya. Dengan bergabungnya pekerja dari St. Regis Resort Bali, total anggota FSP Par SPSI Badung berjumlah lebih dari 9.000 dengan anggota terbanyak dari Intercontinental. Jumlah anggota FSP Par SPSI Badung masih sedikit jika dibandingkan dengan jumlah pekerja di Kabupaten Badung yang mencapai puluhan ribu. Ia mengatakan, tidak semua perusahaan pariwisata bergabung di FSP Par SPSI Badung. “Kita ini minoritas, tapi kontribusi kita sebagai minoritas adalah untuk semua pekerja di Badung. Pekerja berserikat sangat sedikit, sedangkan persyaratan untuk menentukan upah mininum Kabupaten Badung harus ada federasi serikat pekerja,” jelasnya. Ia menilai animo pekerja untuk berserikat masih sangat rendah karena belum pahamnya terhadap berserikat. Padahal dalam UU RI
FOTO BERSAMA - Calon pengurus PUK St. Regis berfoto bersama Ketua PC FSP Par SPSI Badung. Nomor 21 tahun 2000 tentang serikat siapa yang menghalang-halangi atau pekerja/serikat buruh pada pasal 28 memaksa pekerja/buruh sebagaimana tentang perlindungan hak berorgan- dimaksud pasal 28, dikenakan sanksi isasi disebutkan, siapapun dilarang pidana penjara paling singkat 1 tahun menghalang-halangi atau memaksa dan paling lama 5 tahun dan atau pekerja/buruh untuk membantu atau denda paling sedikit Rp 100.000.000 tidak membentuk, menjadi pengurus dan paling banyak Rp 500.000.000. atau tidak menjadi pengurus, menjadi Tindak pidana sebagaimana dimakanggota atau tidak menjadi anggota sud dalam ayat 1 merupakan tindak dan/atau menjalankan atau tidak pidana kejahatan. menjalankan serikat pekerja/serikat I Wayan Gede Nuarsa, calon Ketua buruh dengan cara, melakukan pe- Pengurus Unit Kerja (PUK) St. Regis mutusan hubungan kerja, member- Bali Resort mengatakan, setelah 8 tahentikan sementata, menurunkan ja- hun St. Regis akhirnya memutuskan batan, atau melakukan mutasi, tidak bergabung dengan FSP Par SPSI Bamembayar atau mengurangi upah dung karena ingin memberikan yang pekerja/buruh, melakukan intimidasi terbaik terhadap perusahaan dan dalam bentuk apapun, melakukan sejalan dengan perusahaan. Di sampkampanye anti pembentukan serikat ing itu, dengan bergabung ia berharap pekerja/serikat buruh. Selain itu pada akan tercipta harmonisasi antara pasal 43 ayat 1 disebutkan, barang pekerja dan perusahaan. (ad68)
4
Minggu Kliwon, 2 Oktober 2016
BPM/ist
TRADISI LISAN - Tradisi lisan memiliki keunggulan dan kelemahan. Keunggulannya adalah informasi masa lampau itu diwariskan dalam suasana atau situasi yang komunikatif antara penutur dan penyimak. Kelemahannya adalah sering terjadi interpolasi, penambahan dan pengurangan serta subjektivitas penutur sehubungan dengan suasana dan situasi peristiwa maupun kesempatan penuturan sehingga bahan tuturan itu tidak utuh.
Menggairahkan Tradisi Lisan Melalui ”Mendongeng Sambil Bermain” Bebeke putih jambul (Itik putih berjambul) Makeber ngaja kanginang (Terbang ke timur laut) Teked kaja kangin (Setiba di timur laut) Ditu ya tuun mekejang (Di sanalah turun semua) Briak-briuk masileman (Riang bersama menyelam) Jemak tiuk matalenan (Ambil pisau dan talenan)
NYANYIAN rakyat anak-anak tersebut di atas sudah biasa dinyanyikan oleh anakanak pada masa kakek-nenek dan orangtua sejak puluhan tahun lampau. Terakhir nyanyian yang persis sama itu diajarkan kepada penyimak (anak-anak usia 8-12 tahun) di Sanggar Kukuruyuk pada bulan Maret 2013. Penyampaian informasi dalam bentuk nyanyian masa lalu dari generasi ke generasi berikutnya dengan cara lisan atau dari mulut ke mulut disebut tradisi lisan. Proses kegiatan itu tidak saja berlaku pada masa lampau, yakni ketika manusia belum mengenal tulisan, tetapi juga di masa kini, ketika manusia sudah mengenal huruf dan teknologi modern. Bertolak dari nyanyian ‘Bebeke Putih Jambul’, banyak hal yang dapat disampaikan oleh penutur, antara lain : pengetahuan umum dan bahasa (bebek, arah mata angin, air untuk menyelam, putih jambul, makeber, dsb.), dongeng (tentang bebek yang pandai menyelam), adat-istiadat (acara maebat dengan pisau dan talenan), kepercayaan (tentang bebek yang dianggap hewan upacara dan juga arah kaja kangin yang dianggap suci), nilai kearifan berkenaan dengan kebersamaan dan kepatuhan (turun dan menyelam bersama-sama menuruti keteladanan pemimpin), dan sebagainya.
dirasakan tradisi lisan mengalami kelesuan. Penemuan berupa teknologi canggih itu lebih menjanjikan terutama dalam keutuhan informasi, praktis, dan cepat. Di satu pihak menganggap bahwa tradisi lisan itu sudah tidak lagi menjadi bagian kehidupan sehari-hari (Siagian, 2003: 3) tetapi di pihak lain masih bersemangat mempertahankan dan melestarikan khasanah budaya, karena mengandung kekuatan tertentu yang tidak terdapat dalam tradisi penyampaian secara tertulis. Kekuatan itu adalah keakraban dan respons terutama yang berhubungan dengan rasa, selera, dan kehangatan. Antara penutur dan penyimak terdapat sikap merasa berkewajiban mewariskan dan mewarisi, hormat dan segan (penyimak) terhadap tetua (penutur). Di samping itu pengucapan bahasa melalui pandang dengar akan berlangsung sangat efektif. Dengan kekuatan itu, maka melalui tradisi lisan, pewarisan kesadaran kolektif yang mengandung kearifan dapat diandalkan.
Tradisi Diakui bahwa tradisi lisan memiliki keunggulan dan kelemahan. Keunggulannya adalah informasi masa lampau itu diwariskan dalam suasana atau situasi yang komunikatif antara penutur dan penyimak. Antara penutur dan penyimak terjadi hubungan timbal-balik, tatap muka dalam suasana keakraban, dan tentu saja penyampaian frase, kalimat dan ucapan berlangsung nyata dan sempurna. Kelemahannya adalah sering terjadi interpolasi, penambahan dan pengurangan serta subjektivitas penutur sehubungan dengan suasana dan situasi peristiwa maupun kesempatan penuturan sehingga bahan tuturan itu tidak utuh. Lirik terakhir dari lagu di atas (Jemak tiuk matalenan) adalah salah satu contoh penambahan karena peristiwa /suasana penuturan. Dengan dimulainya penyampaian informasi melalui tulisan, rekaman, telex, fax, e-mail, CD, VCD, dan sejenisnya, maka
Kekuatan Kekuatan tradisi lisan tersebut tidak boleh dibiarkan lesu atau mati perlahan-lahan. Kekayaan budaya Nusantara yang adiluhung itu telah terbukti keampuhannya, diwariskan dan disosialisasikan melalui tradisi lisan. Perlu suatu usaha yang mengarah kepada suasana segar dan menggairahkan. Pengertian tradisi tidak terbatas kepada pakem yang baku atau statis, sehingga menjadi penghalang bagi pertumbuhan pribadi dan pergaulan bersama yang kreatif (Rendra, 1984:4). Ia harus berkembang secara dinamis mengikuti perkembangan kebutuhan serta menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial-budaya. Lebih jauh Prof. Pudentia MPSS mengatakan, “Tradisi lisan harus digali dan dikembangkan meskipun tidak menutupi kemungkinan untuk modifikasi, misalnya penggunaan idiom-idiom modern dalam tradisi lisan agar tetap memiliki aktualisasi sehingga tidak ketinggalan zaman.”
(melayuonline.com). Mendongeng Sambil Bermain Seperti telah disinggung bahwa media utama dalam tradisi lisan adalah bahasa lisan. Beberapa contoh khazanah budaya yang diwariskan melalui tradisi itu adalah: sastra, kejadian sejarah, adat-istiadat, cerita rakyat, mantra, nilai moral, nilai keagamaan, peribahasa, nyanyian, biografi, cecimpedan (teka-teki), pengobatan, dll. Dalam contohcontoh tersebut tidak termasuk plalian atau permainan tradisional anak-anak. James Danandjaja dalam bukunya berjudul ‘Folklor Indonesia, Ilmu Gosip, Dongeng, dan Lain-lain’, menyebut plalian(an) itu dengan istilah Permainan Rakyat dan menggolongkannya ke dalam folklor. Pewarisan atau penyebarannya dilakukan melalui lisan dan sebagian lisan. Selain melalui bahasa lisan, plalian juga diwariskan dan disebarkan melalui peragaan gerakan, simbol dan alatalat permainan. Salah satu buku penutur (Made Taro) yang berjudul ‘Mendongeng Sambil Bermain’ (PT Mapan, 2010, Jakarta) merupakan salah satu usaha untuk menggairahkan tradisi lisan melalui khasanah kebudayaan anak-anak seperti Plalian (permainan tradisional anak), Satua (dongeng) dan Gending (nyanyian). Usaha menggairahkan itu timbul berdasarkan pengalaman mendongeng kepada anakanak usia 4–8 tahun melalui Rumah Dongeng (1973–1978) dan pengalaman bermain dengan anak-anak usia 8–12 tahun melalui Sanggar Kukuruyuk (1979 sampai sekarang). Jika dihubungkan dengan usaha pencapaian pengembangan karakter, maka ketiga khasanah budaya anak itu sangat cocok digunakan sebagai bahan materi/media pendidikan sejak dini. Namun apabila dilakukan secara terpisah/terpilah-pilah maka pencapaian itu terasa kurang optimal. Permainan, cerita dan nyanyian itu adalah dunia anak yang diwariskan secara turun-temurun sejak masa lampau sampai sekarang. Timbul pemikiran, tidakkah mungkin ketiga kegiatan itu dikaitkan atau dipadukan menjadi satu proses tradisi lisan, sehingga pengembangan karakter dapat dilakukan lebih optimal dalam suasana menarik dan segar? Alasan mengaitkan atau memadukan itu adalah sebagai berikut. 1. Palian, satua dan gending adalah kegiatan rekreatif yang mencerminkan dunia anak. 2. Ketiga khasanah budaya itu amat sering dilakukan melalui tradisi lisan. 3. Kar-
ena sifatnya yang menarik dan variatif, maka besar kemungkinan menciptakan suasana akrab/intim antara penutur dan penyimak. 4. Sarat akan nilai kearifan, baik universal maupun lokal, sehingga melalui ketiga jenis khasanah itu dapat dilakukan pendidikan karakter sejak dini. Kiat Menggairahkan Memadukan ketiga khasanah itu adalah kiat pertama untuk membuat anak bergairah. Mendongeng saja atau bernyanyi saja, walaupun menarik, belum cukup menggairahkan, karena ada kemungkinan si anak itu merasa bosan (monoton). Selain mendengar, melihat, menghapal dan menghayati, perlu dilakukan gerakan tubuh sehingga menyentuh ketiga ranah pendidikan, yakni: kognitif, afektif dan psikomotorik. Tiga pokok kegiatan yakni olah tubuh (wiraga), olah suara (wirama), dan olah sukma (wirasa) dapat dilakukan menjadi satu rangkaian yang saling terkait dan proporsional. Tradisi lisan jangan diartikan sebagai proses kegiatan yang baku, menuruti pakempakem yang kaku dan mati. Tradisi itu bersifat dinamis, menyesuaikan dan mengikuti perkembangan sesuai dengan kebutuhan dan sikon setempat. Oleh karena itu perlu kiat kedua yakni usaha pengembangan dan aktualisasi, sehingga tradisi lisan terasa segar dan menggairahkan. Bertolak dari permainan rakyat, selain untuk hiburan (rekreatif), juga memiliki sifat atau karakter: sederhana, kolektif, fleksibel dan proses (Taro, 2003: 4-5). Sifat-sifat itu sangat memungkinkan untuk melakukan pengembangan dan aktualisasi, apalagi dikaitkan dengan kegiatan mendongeng dan bernyanyi. Kiat ketiga adalah memberi kesempatan seluas-luasnya kepada anak-anak untuk berpartisipasi. Dalam hal ini penutur menghindari dirinya untuk bermonopoli memegang peranan, tetapi sekali-sekali memberi kesempatan kepada penyimak untuk berperan responsif, kreatif dan ekspresif. Berikut adalah sebuah permainan tradisional ‘Kelik-kelikan’ yang saya temukan pada tahun 1995 di Desa Sulahan, kabupaten Bangli, Provinsi Bali (Bunanta, 2004; Suarka, 2011, Desi Sentana, 2012). Semula permainan itu adalah permainan yang dilakukan dalam rangkaian menyambut tahun baru Çaka (Nyepi) di desa itu. Pelakunya bukan anak-anak tetapi orang dewasa. Karena sebuah kejadian (sekitar tahun 1960-an) yang mencelakakan seorang
pemain, maka permainan itu tidak dilakukan lagi. Untung permainan itu hanya ‘mati suri’ sehingga besar kemungkinan untuk menghidupkannya kembali. Kebetulan saya (penutur) ditunjuk menjadi koordinator seksi Permainan Tradisional Pesta Kesenian Bali (1995-2001). Setiap kabupaten/kota dalam pesta itu wajib mementaskan sebuah permainan tradisional anak-anak. Sandungan terjadi ketika Kabupaten Bangli mengajukan rencana permainan dengan judul sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Saya tidak menyetujui, dan langsung mengusulkan agar kontingen dari Bangli mementaskan permainan yang belum pernah diangkat tetapi ada di Kabupaten Bangli. Permainan yang saya maksud adalah ‘Lelipi Ngalih Ikuh’ (Ular Mencari Ekor). Tiba-tiba, ketika kunjungan kami ke Bangli, kami mendapat berita bahwa permainan dimaksud tidak ditemukan, namun kami disuguhi sebuah permainan yang mengejutkan (sangat bersyukur tentunya), yakni permainan yang ‘mati suri’ itu. Seorang guru SD yakni I Wayan Tapa berinisiatif menggali pengalaman orang-orang lanjut usia di Desa Sulahan sehubungan dengan permainan yang dilakukan pada masa kecil dan dewasa. Nah, salah satu di antaranya adalah permainan ‘Kelik-kelikan’ itu. Permainan itu tidak lagi dipergelarkan dalam bentuk asli, tetapi dimodifikasi, yakni pemukulan tidak dilakukan dengan tangan kosong, tetapi dengan kembungan celeng (kantung kemih babi jantan). Oleh karena permainan tradisional itu berlatar belakang cerita rakyat, maka sangat tepat kalau penutur jadikan contoh kegiatan ‘Mendongeng Sambil Bermain’. Tahun itu juga (1995) permainan ‘Kelik-kelikan’ itu kami cobakan di Sanggar Kukuruyuk dengan satu tujuan agar permainan itu hidup kembali dan merakyat. Jadi tidak berhenti kepada satu temuan atau penelitian yang tersimpan rapi dan mubazir, melainkan harus disosialisasikan sehingga hidup kembali (Bunanta, 2004: 125-126). Setiap penemuan terutama permainan rakyat, penutur uji-cobakan di ‘laboratorium’ Sanggar Kukuruyuk dengan langkah-langkah penggalian/penemuan, rekonstruksi, eksperimen/trial and error, revitalisasi, aktualisasi, evaluasi, dan sosialisasi. Langkah itu tidak jauh berbeda dengan empat pilar belajar yang dikumandangkan Unesco, yakni: learning to know, to do, to be and to live together (Soedijarto, 2003: 18). zMade Taro Pemerhati Permainan anak
Ventilasi sebagai Upaya Pencegahan Penyakit Tuberculosis TUBERKOLOSIS (TB) atau yang kita kenal dengan TBC merupakan penyakit di urutan ke-3 yang menyebabkan kematian di dunia setelah penyakit jantung. Penyakit ini juga setiap detik ada satu orang yang terinfeksi tuberkulosis. Jika hal ini terus dibiarkan terjadi, maka setiap tahun akan ada sekitar 8 juta penderita tuberkulosis paru. Penyakit ini disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis yang dapat disebarkan melalui udara ketika penderita TB batuk atau bersin. Kuman ini merupakan basil tahan asam, mudah terbawa angin, dapat bertahan beberapa jam di ruangan yang tidak ada pertukaran udara dan mati jika terkena cahaya matahari. Sekitar 40.000 buah kuman bebas ke udara ketika penderita bersin dan batuk. Sehingga dapat dibayangkan bagaimana banyaknya kuman TBC yang berkeliaran di sekitar. Pengobatan penyakit TBC ini harus dijalani selama 6 bulan dengan pengawasan yang ketat agar pasien patuh dalam meminum obat. Selain itu penyakit ini memiliki komplikasi yang berat dimana dapat mengancam nyawa penderitanya, sehingga penyakit ini harus dicegah dengan berbagai cara. Mencegah Bagaimana cara mencegah penularan kuman TBC? Salah satu cara adalah mem-
Buku SERING kita merasa terganggu jika hasil survei yang dlakukan oleh lembaga-lembaga prestisius menyampaikan hasil yang kalau mau kita pikirkan lagi sebagai bangsa, sebuah “penghinaan”. Bayangkan? Hasil penelitian menyatakan betapa rendahnya minat baca di Indonesia? Anehnya, pernyataan itu terus dikutip-kutip, bahwa alangkah parahnya “kemampuan membaca” bangsa ini. Celetukan Daniel Dhakidae, pada acara perayaan 40 tahun berkarya Prof. Dr. Hermawan Sulistyo menarik juga untuk dijadikan salah satu alasan menjawab hasil survei itu. Kata Daniel, Hermawan Sulistyo yang meluncurkan 20 buku sekaligus di Aula
buat ventilasi untuk pertukaran udara. Dengan adanya ventilasi, maka akan timbul pertukaran udara dalam ruangan dan membuat cahaya matahari masuk ke dalam rumah. Maka, kuman TBC tidak dapat menginfeksi kita. Ventilasi rumah atau jalur pertukaran udara baik dengan udara kotor dari suatu ruangan sangat diperlukan dalam upaya pencegahan TBC. Hal ini terbukti dengan tingginya jumlah penderita TBC yang tinggal di rumah hunian padat dan minim ventilasi . Sehingga, penting untuk membuat saluran pertukaran udara di rumah baik melalui jendela, pintu, maupun lubang udara. Ventilasi yang dibuat haruslah cukup untuk membuat udara di ruangan tidak lembab. Sehingga kuman TBC dan lainnya tidak dapat bertahan lama di ruangan. Pada rumah yang sudah memiliki ventilasi yang baik, disarankan untuk membuka ventilasinya seperti pintu dan jendela setiap pagi untuk membuat pertukaran udara yang baik dan masuknya cahaya matahari.
Ventilasi Kipas exhouse, air conditioner (AC) termasuk salah satu ventilasi mekanik yang dapat melakukan pertukaran udara, namun tidak dapat memasukkan cahaya matahari ke dalam ruangan. sehingga, kuman-kuman akan tetap bersirkulasi di dalam ruangan tersebut. Adanya ventilasi juga dapat membantu untuk membuat aliran udara yang segar pada rumah yang berhimpitan dengan rumah lain. Cara pencegahan yang lain adalah menyebarluaskan pengetahuan tentang tanda-tanda seseorang menderita TBC kepada keluarga, tetangga, dan masyarakat di sekitar kita. Jika ada orang di sekitar kita mengalami gejala seperti batuk lebih dari 1 bulan, batuk berdarah disertai dengan penurunan berat badan, maka disarankan untuk segera berobat ke instansi kesehatan terdekat untuk deteksi dini penyakit TBC. zdr. I Gede Praya Bayu Pambudi
Widya Mandala LIPI, Juli lalu, bagi Daniel adalah semacam sindiran untuk kaum intelektual di negeri ini. ”Lantas, apa yang dikerjakan kaum intelektual-ilmuwan negeri ini, yang tidak pernah menulis buku, tetapi bangga menaruh gelar akademiknya di depan namanya?” Sebuah pernyataan yang sangat menohok. Saya tidak tahu apa pantas untuk kita renungkan. Atau hanya kita catat. Atau kita lawan dengan pernyataan, “anjing menggonggong kafilah berlalu”. Entahlah, apa sindiran ini patut direnungkan atau ditinggal. Salah Yang ada di benak saya adalah apa sesungguhnya yang salah di negeri ini? Kenapa kemampuan membaca di negeri ini begitu mencemaskan. Mengapa kemampuan baca yang rendah itu selalu dikutip, tanpa ada aksi yang bisa menohok, sekaligus menjawab, hasil klimak survei itu. Saya pernah melihat sendiri, ketika ada diskusi buku di sebuah fakultas di Denpasar. Narasumber yang kebetulan orang asing, menginginkan ada yang ikut membacakan teks-teks dari buku hasil penelitiannya yang bagi saya penelitiannya cukup menarik.
PENCEGAHAN - Cara pencegahan yang lain adalah menyebarluaskan pengetahuan tentang tanda-tanda seseorang menderita TBC kepada keluarga, tetangga, dan masyarakat di sekitar kita. Jika ada orang di sekitar kita mengalami gejala seperti batuk lebih dari 1 bulan, batuk berdarah disertai dengan penurunan berat badan, maka disarankan untuk segera berobat ke instansi kesehatan terdekat untuk deteksi dini penyakit TBC. hasil penelitian, biasanya menggunakan bahasa-bahasa “berat” yang sulit dimengerti. Dengan cuplikan teori-teori yang kadang saya sedikit ragu. Apakah kutipan yang mereka kutip mereka pahami? Apakah kutipan yang mereka kutip telah mereka telusuri. Atau pertanyaan yang sangat sederhana. Apakah mereka pernah melihat buku asli teori yang mereka kutip?
Menarik karena ide dari buku yang dibuat sangat sederhana, mungkin tidak terpikir oleh banyak orang. Biasanya yang namanya
Membaca Peneliti dari negeri asing itu memiliki ide sederhana, memahami sejarah dari suratsurat serdadu Belanda. Sederhana, simpel dan kadang terlihat remeh, kalau dicetuskan dalam paparan ide. Tetapi kalau buku itu dibaca jadi menarik. Kenapa? Karena pembaca buku riset itu memahami apa sesungguhnya arti kemanusiaan itu. Serdadu Belanda juga seorang manusia biasa, yang kadang lelah, kadang kesepian, kadang juga bisa berubah jadi sadis. Riset yang sederhana dan cukup menarik itu mengundang para mahasiswa yang hadir untuk ikut membaca kutipan-kutipan surat yang disodorkan. Ajaib Alangkah ajaibnya, kemampuan memba-
canya begitu mengkhawatirkan. Banyak kata diucapkan dengan salah. Urutan kalimat juga melompat-lompat. Anda bisa bayangkan, padahal ada buku yang sudah jadi disodorkan. Mereka tinggal membaca saja. Tetapi tidak mampu. Pembacaannya juga tidak menarik. Tidak mengundang emosi. Membaca saja masih gagap. Terus bagaimana dengan kemampuan menulisnya? Saya pikir Anda pasti bisa menjawabnya sendiri. Beberapa teman mengatakan, mungkin para pembaca yang mau ke depan itu grogi. Jadi mereka gugup. Ya, Tuhan. Masak membaca teks sudah jadi saja harus terbatabata. Kalimat-kalimat yang tidak terhubung dengan baik. Bahkan tidak menarik untuk didengar. Seperti seorang anak yang sedang mengeja. Apakah yang salah di negeri ini. Ketika orang-orang tidak lagi bisa menikmati buku dengan baik. Ketika budaya cepat jadi menghantam negeri ini. Ketika orangorang ingin semua serba cepat tanpa mau bersusah paya. Rasanya apa yang diucapkan Daniel Dhakidae, memang perlu dipertanyakan lagi. Setidaknya mampu menyentuh rasa “malu” intelektual di negeri ini. z Oka Rusmini
5
Minggu Kliwon, 2 Oktober 2016
Film
Perjalanan Hidup Nina Simone Film Sutradara Penulis Skrenario Pemain
: Nina : Cynthia Mort : Cynthia Mort : Zoe Saldana, David Oyelowo, Kevin Mambo Release : 2016 FILM Nina mengisahkan perjalanan hidup seorang musisi bernama Nina Simone. Nina dikenal sebagai seorang penyanyi jazz sekaligus pianis musik klasik yang terkenal pada tahun 1950an. Namun bukan hanya sebagai seorang musisi saja, Nina Salome juga dikenal sebagai seorang aktivis hak asasi manusia yang memperjuangkan hak-hak warga kulit hitam. Namun, sebelum menjadi seorang musisi sekaligus aktivis yang dikenal oleh banyak orang seperti sekarang, anak ke enam dari delapan bersaudara ini merupakan seorang anak dari keluarga yang miskin. Namun, hal tersebut tidak menghalangi Nina menunjukkan kemampuannya sebagai seorang musisi. Bahkan bakat Nina sudah terlihat sejak ia masih anak-anak. Ketegarannya berjuang dan menjadi terkenal penuh liku. Ternyata menjadi terkenal dan mudah mendapatkan apa saja dalam hidup belum mampu memberi jaminan untuk bahagia. Film yang menarik, sekaligus getir. (osi)
Mencari Bentuk Hidup yang Lain Film Sutradara Penulis Skrenario Pemain
Release
: Complete Unknown : Joshua Marston : Joshua Marston dan Julian Sheppard : Rachel Weisz, Michael Shannon, Azita Ghanizada, Danny Glover, dan Kathy Bates : 26 Agustus 2016
TEKNIK penceritaan dalam film ini, terlihat datar. Tetapi kalau dihayati dan ditonton dengan seksama, sangat menarik. Film ini akan menceritakan tentang kisah sepasang kekasih yang telah terpisah begitu lama. Cerita berawal ketika Tom (diperankan Michael Shannon), sedang merenungkan untuk pindah ke negara baru dengan istrinya untuk program pascasarjana, sementara di sebuah pesta makan malam ulang tahun Tom. Sahabat Tom membawa Alice (diperankan Rachel Weisz), seorang perempuan misterius yang tiba-tiba saja muncul dan membawa beragam cerita menarik. Alice, ternyata masa lalu Tom, yang tidak pernah dilihatnya selama bertahun-tahun, api tua, dan seorang wanita yang sering berubah identitasnya, muncul kembali dalam hidupnya setelah ia tidak melihatnya selama bertahun-tahun. Alice ternyata selalu mengubah identitas hidupnya untuk dapat bertemu kembali dengan Tom. Menyedihkan sekaligus penuh pertanyaan. Cukup menarik untuk direnungkan di tengah carut-marut hidup yang kadang begitu membosankan dengan rutinitas monoton. Film ini memberi kita sudut pandang yang lain tentang hidup. (osi)
Perkutut
CERPEN
Oleh IBW Widiasa Keniten PERKUTUT paman akhir-akhir ini jarang sekali bersuara. Tampaknya lagi protes karena makanan yang biasa dipatuknya tiba-tiba berubah. Variasi makanan ternyata bisa berpengaruh pada suara. Tidak seenak hari-hari sebelumnya. Perkutut paman lumayan banyak. Ia mengenal dengan baik tipe-tipe perkututnya. Kapan akan bersuara. Kapan mestinya dikasi makan. Kapan dimandikan. Paman memang rada fanatik dengan soal mandi-memandikan perkututnya. Ia tidak mau menggunakan air kran karena air keran sudah terkontaminasi dengan kaporit. Takut nanti jika sempat terminum, perkututnya mati sia-sia. Ia carikan air di sumber mata air. Setiap minggu, jerigen paman pasti penuh dengan air dari mata air di desa kami. Di desa kami, mata air masih ada. Warga di desa kami sepakat untuk menjaga kelestarian mata air. Kami tidak ingin mata air berubah menjadi air mata. Pengalaman dulu pernah ada mata air yang tiba-tiba airnya surut dan lama-kelamaan hilang entah ke mana. Tetua desa mengatakan karena pernah ada orang cuntaka yang mandi di sumber mata air. Akan tetapi, yang kulihat, di hulunya sudah gundul karena bukit-bukit sebagai penyimpan air sudah rata. Berubahlah menjadi pemukiman baru, tidak pernah terdengar lagi cerita mengenai sumber mata air. Semenjak kejadian itu, warga banjar sepakat untuk selalu menjaga sumber mata air di desa kami. Pohon-pohon yang tumbuh kami rawat. Kepercayaan kami menuliskan bahwa merawat tumbuhan sama dengan merawat tubuh. Tubuh disakiti lambat laun akan hancur juga. Bahkan jika tumpek uduh, kami buatkan sesajen. Dewa Sangkara kami puja. Lebih-lebih pamanku, ia memang rada fanatik dengan sumber mata air. Ia tak mau mencari selain mata air di desa kami. Mungkin ruh perkututnya sudah menyatu dalam hatinya. Setiap Tumpek Kandang diberikanlah sesaji pada perkutut-perkututnya. Sebagai wujud baktinya pada Sanghyang Rare Angon. Dewa penjaga satwa. Pernah kuusulkan agar upakaranya diperbesar. Pamanku tahu maksudku. “Tak usah,” katanya. “Yang penting hakikat pemujaannya bisa dijalankan.” Aku tersenyum kecil saat itu. “Paman memang pintar,” bisikku. “Paman tidak mau membuat lawar buatmu tahun ini. Toh kau tidak suka pada perkutut.” “Artinya, jika aku suka perkutut, maka paman akan buatkan lawar?” “Hahahaha.” Paman tertawa. “Kau ternyata suka disogok juga.” “Demi kesenangan dan perut kenyang, tiang pikir tidak apa-apa Paman.” “Tidak bisa. Pokoknya tahun ini tidak akan ada pengeluaran biaya.” “Ah, Paman.” Saking sukanya pada perkutut, paman sampai lupa mencari pendamping hidupnya. Ia lebih suka hidup menyendiri. Mungkin takut, istrinya tidak suka dengan kebiasaannya. Atau takut kebebasannya akan terganggu. Paman bahagia dalam kesendiriannya. Pikirannya amat praktis. Jika ada pedamping hidup, akan ada yang dipikirkan. Jika tidak, kemana-mana tidak ada yang mengurusi. Bebas terbang semau jiwa. Paman termasuk orang sukses dalam budidaya perkutut. Di rumahnya ada peternakan perkutut. Ia juga suka membagi ilmunya pada tetangga terdekatnya. Tapi, aku sebagai keponakannya tidak terlalu suka dengan perkutut. Bagiku, menyangkarkan perkutut sama dengan membatasi kebebasan para burung untuk mencari hidupnya. Aku berpikir sederhana. Aku tidak suka dibatasi. Aku ingin bebas. Burung pun pasti ingin bebas. Bebas bersuara. Bebas bepergian. Bebas meraih mimpi. Jika disangkari, tidak akan ada kebebasan padanya. Kebebasan itu amat penting dalam hidup. Dengan bangganya, paman menceritakan kesuksesannya. “Dengan perkutut-perkutut ini, aku menjadi orang terkenal. Suara perkutut ini membawa berkah bagiku. Perkutut memang kendaraan bagiku untuk meraih
rezeki. Coba lihat. Rumahku, tamantaman yang kubangun ini, semua berkat suara perkututku. Perkutut. Perkutut. Perkutut membawa nasib baik. Paman tahu kau tak suka perkutut. Tapi, jika kau ingin terkenal seperti pamanku ini. Kau mesti mencintai perkutut. Gimana? Apa bisa berubah sedikit pikiranmu?” Aku hanya senyum-senyum saja. Aku memang dikenal sebagi orang yang susah berubah pikiran. Beda dengan pamanku. Asalkan bisa menguntungkan. Apapun bisa berubah. Kesepakatan pun bisa terbalik menjadi pengkhianatan. Aku tidak mau hidupku dipenuhi dengan kebohongan-kebohongan. “Nanti saja paman.” Aku menolak secara halus. Paman tahu bahwa aku tidak sepakat dengan kebiasaaannya untuk memelihara perkutut. “Ya sudahlah. Tidak ada yang perlu paman wariskan kalau gitu.” Aku tidak menjawab permintaannya. Burung-burung peliharaan paman kulihat amat sedih. Kebebasannya dirampas demi sebuah kesenangan. Setiap burung mengharapkan kebebasan yang diberikan dari Tuhan. Ternyata dikuasai demi sebuah kesenangan. Burung-burung itu hanya bersuara yang dibatasi sangkarsangkar dengan warna-warni. Ia hanya bisa terbang dalam sangkarnya. Matanya kulihat melelehkan air mata. Seakan-akan mau berkata,”Tolong beri aku kebebasan. Kebebasanku dirampas demi melayani nafsu manusia. Aku sendiri tidak pernah mengkrangkeng kebebasan manusia. Kenapa aku disangkarkan?” Batinku tidak bisa terima akan kebiasaan pamanku. Ingin rasanya kusuruh seseorang agar membebaskan burung-burung perkutut paman. Jika kusuruh orang lain, jika ia tertangkap, pastilah aku akan kena getahnya. Aku tidak mau membebaskan burung dengan mengorbankan orang lain. Tapi, gimana caraku agar bisa memberi rasa bebas pada perkutut-perkutut itu? Paman pernah berkata bahwa salah satu perkututnya ada yang bisa kembali saat dilepas. Ia katakan perkututnya mengenal dengan baik sangkarnya. Ada perkututnya sering digunakan saat upacara Tumpang Salu. Perkutut itu ditaruh di pengusung
mayat dan nantinya dilepas. Aku berbisik. Berarti perkutut juga ingin dilepas seperti atma yang mengharapkan kebebasannya dan tidak terikat lagi pada wadagnya. Bukankah sama sangkar dengan wadag itu yang mengikatnya. Kenapa tidak diberikan kebebasan? “Sangkar, sangkar, kenapa mesti membelenggu kehidupan. Padahal, hidup sendiri mengharapkan pembebasan, “ aku berguman seperti orang yang setengah waras. Paman benar-benar jatuh cinta pada perkutut. Setiap Minggu, ia meluangkan waktunya untuk ke pasar burung. Ia merasakan kenikmatan tersendiri jika mendegar perkutut bersuara. Tangannya gelisah untuk membuka dompetnya. Penjual burung yang tahu kebiasaan pamanku akan dengan cepat kilat mendekati. “Pak De,” itu biasa sapaannya. “Ini burung yang bersuara tadi.” “Ah, yang benar.” Ada rasa curiga juga. Pengalaman terdahulu, paman pernah kecewa karena ternyata burung yang ditawarkan penjual sampai di rumahnya tidak mau bersuara. Ia tak mau kegagalan yang kedua kalinya. “Masak dikalahkan sama keledai,” bisiknya. “Keledai tak mau jatuh di lubang yang sama untuk keduakalinya. “Benar Pak De. Ini yang bersuara tadi. Tiang berani sumpah. Ini perkutut Bali tulen. Bukan peranakan apalagi blasteran.” “Perkutut bukan manusia. Baiklah kubeli. Jika tak mau besuara lagi. Akan kulaporkan ke polisi.” “Boleh-boleh.” Penjual itu suka hatinya. Burungnya telah laku. Uang penjualannya akan ia gunakan membiayai anak dan istrinya. “Syukur cepat laku. Jika tidak bisa gawat.” Pamanku pulang. Ia gantungkan perkututnya ternyata benar bersuara senyaring burung perkututnya yang lain. Sebagai pecinta burung, ia hitung jumlah sangkar burungnya. “Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan, sembilan, sepuluh. Kok masih sama jumlahnya. Bukankah aku membeli burung tadi? Itu artinya burungku bertambah. Kok ini tetap? Jangan-jangan burungku yang kubeli ini?” “Gimana Paman? Mau bersuara perkututnya?” “Mau. Tidak rugi membeli.”
“Syukurlah. Berarti lebih banyak punya perkutut?” “Oh, tidak.” “Tidak. Gimana?’ “Burungku tetap sepuluh ekor.” “Bisa jadi burungku juga.” Aku tidak berani menertawakan paman. Dari tertawaan, bisa berubah menjadi bahaya. Lebih baik pura-pura ikut bersedih agar kelihatan bersimpati.”Berarti jadi melaporkannya pada polisi?” “Tidak perlu. Besok akan kudatangi penjual itu.” “Tiang setuju Paman. Biar tahu rasa. Siapa Paman sebenarnya.” Paman memang memiliki sedikit ilmu bela diri. Ia memiliki beberapa teman yang bisa dijadikan tameng. Jika berkumpul teman-teman paman, ramailah di rumah. Semuanya memperlihatkan tubuhnya yang kekar dengan beragam motif tatonya. Aku senang melihatnya karena itu sebagai tanda bahwa paman orang yang disegani di kalangan orang berotot. Pernah aku mencoba menyarankan agar menjadi atlet binaraga teman-teman paman. Rata-rata tersenyum. Ia katakan sudah lewat umur. Dan sudah tidak sekekar dulu lagi katanya. “Gimana kalau ajak juga teman-teman Paman itu.” “Tidak perlu. Ini persoalan kecil. Jika besar barulah. Kasihan juga teman-teman paman datang ke sini hanya masalah kecil.” “Tapi. Ini soal kesenangan Paman.” “Nanti, kalau ia tidak mengakui kelakuannya, barulah akan kuhadirkan teman-teman paman. Akan paman beri pelajaran.” Paman tidak langsung ke pasar burung. Ia lihat kanan-kiri. Aku tahu itu strateginya agar bisa menangkap tangan secara langsung pelakunya. Sampai hampir satu setengah jam, belum juga tanda-tanda penjual burung itu hadir. “Pak sempat lihat penjual burung yang tubuhnya kurus kemarin?” “Siapa Pak?” “Yang menjual burung padaku kemarin.” “Rasanya tidak ada penjual baru di pasar ini. Tiang kenal betul siapa penjual burung di sini. Maaf tiang tidak bisa membantu.” Penjual burung itu menawarkan burungnya pada pembeli lainnya. Paman kulihat merah wajahnya. Aku belikan minuman. Aku tak ingin jantungnya berdebar lebih kencang gara-gara marah yang susah dibendung. “Ini Paman.” “Terima kasih. Kau, keponakan paman yang perhatian sama paman. Paman merasa dibohongi oleh penjual kemarin. Besok, akan paman cari terus penjual itu agar tahu rasa siapa paman ini sebenarnya.” “Kita beli nasi dulu.” Paman mengajakku. “Baiklah Paman.” Kupesan makanan. Aku pesan pepes ikan. Kalau paman sedikit berbeda, ia suka lawar. Warung itu memang menyediakan beragam pilihan. Termasuk lawar. Meski sudah larangan dokter, paman tidak boleh makan lawar, ia tak peduli. Kepuasaan dan perut kenyang. Itu lebih utama. Aku malas juga mengingatkan. Habis setiap diingatkan tetap tidak berubah. Ternyata mengubah kebiasaan amat sukar. Kami menikmati makanan. Ada kepuasan karena perut yang tadinya lapar bisa sedikit tenang. Aku teringat rasa lapar bisa berubah menjadi kemarahan. “Ayo kita pulang!” “Mari Paman.” Kami pulang. Betapa kagetnya pamanku. “Perkututperkututnya satupun tak ada di sangkarnya. Semua lepas. Ada yang di dahan pohon. Ada yang di atap gentingnya. Pamanku kelihatan memendam kemarahan. Ia banting sangkarnya.Di sangkarnya tergantung tulisan. “Aku ingin bebas. Sama sepertimu, manusia.” Aku berpikir siapa sebenarnya yang mengharapkan kekebasan pada perkutut-perkutut paman? Aku tidak mau mendekati pamanku. Takut kemarahannya diarahkan padaku.
Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.
Afrizal
Satya Dewi
Achmad Cholid
W.G. Sumarta
K. Ngurah
DIMENSI
6 RAMALAN
BINTANG
Capricorn Peruntungan: Minggu ini usahakan sesantai mungkin dalam menghadapi berbagai masalah yang terkadang muncul secara mendadak. Tetaplah berkonsentrasi tinggi, sehingga kecil kemungkinan mengalami masalah yang timbul akibat dari kecerobohan diri sendiri. Karier: Tetap aman meskipun banyak rekan yang mulai iri dengan kesuksesan Anda selama ini. Kesehatan: Badan terus bertambah melar saja, untuk itu coba mulai perhatikan pola makan jangan sampai terlalu over. Keuangan: Rezeki yagn datang sebaiknya dialokasikan dengan setepat mungkin. Asmara: Jangan ragu untuk menegurnya apalagi demi kebaikan dirinya. Aquarius Peruntungan: Jangan sembrono jika ingin bisnis tetap survive, apalagi banyak perkembangan mendadak yang cukup membikin kacau jika tidak bisa mengantisipasi sebelumnya. Jangan terlena oleh berbagai kemudahan yang Anda rasakan saat ini karena semua itu masih semu dan kemungkinan terburuk masih saja bisa menimpa diri Anda. Karier: Cobalah pahami segala keinginan atasan agar sikap dantingkah laku Anda tidak sampai menimbulkan kekecewaan bagi dirinya. Kesehatan: Hindari keluar malam jika benar-benar tidak ada urusan penting yang harus dikerjakan. Ingatlah akan kondisi badan Anda yang kurang begitu fit akhir-akhir ini. Asmara: Terus kontak dia, jangan sampai si dia merasa Anda abaikan hanya karena kesibukan Anda di kantor. Pisces Peruntungan: Segala urusan terbilang cukup lancar, tetapi permasalahan tampak mulai mencuat ke atas sehingga harus lebih hati-hati dan waspada. Jangan seenaknya sendiri membuat keputusan tanpa pikir panjang. Karier: Jangan mudah menceritakan rahasia pribadi kepada rekan-rekan Anda. Kesehatan: Walau masih terasa berat untuk memulai disiplin melaksanakan schedule Anda, tetapi itu lebih baik daripada tidak sama sekali. Keuangan: Yang lebih cermat dalam mengalokasikan dana yang ada, jangan sampai timbul pemborosan karena itu akan sangat mengganggu sekali. Asmara: Tidak ada salahnya jika bercAnda menghangatkan suasana agar tidak terkesan dingin dan kurang gairah. Aries Peruntungan: Minggu ini adalah minggu keemasan Anda sehingga sangat disayangkan jika hanya bersikap pasif dan tidak ada gairah untuk meraih setiap peluang yang datang, karena itu akan dengan mudahnya diserobot orang lain. Karier: Jalani saja dulu, perkara ada masalah yang berat nantinya sebaiknya dipikir nanti saja. Kesehatan: Jangan heran jika nafsu makan tampak berkurang karena memang ada gangguan ringan dalam percernaan Anda. Keuangan: Income terus mengalir, tinggal bagaimana me-manage-nya dengan benar agar pemasukan yang lumayan tinggi ini tidak malah membikin pusing kepala Anda. Asmara: Jangan takut untuk bersikap keras kepadanya kalau itu memang dirasa perlu. Taurus Peruntungan: Tak perlu berlagak tak tahu dengan sikap orang di sekitar lingkungan kerja yang mulai meremehkan dengan keberadaan dan cara kerja Anda. Maka dari itu, cobalah lakukan instropeksi ke dalam sehingga bisa lebih mengerti situasi dan kondisi saat ini. Karier: Jangan ragu-ragu untuk berani mengambil keputusan kontroversial. Kesehatan: Masalah masih seputar kepala yang terasa pening, tetapi itu tidak terlalu berbahaya, hanya mengganggu aktivitas kerja. Keuangan: Jangan memaksa diri untuk memberi pinjaman kepada seseorang kalau memang tidak ada dana. Asmara: Jangan bersikap acuh tak acuh dengan segala tingkah polahnya. Walau hati masih jengkel, sebaiknya tetaplah perhatian kepadanya, karena kalau tidak Anda, lalu siapa lagi yang bisa membikin hatinya senang. Gemini Peruntungan: Kesuksesan sudah di pelupuk mata, tinggal bagaimana mengatur langkah ke arah tersebut sehingga bisa lebih cepat sampai dan tidak terlalu lama-lama berpikir. Karier: Pikirkan kembali bagaimana caranya menjalin kerja sama yang baik dengan atasan ataupun dengan klien. Kesehatan: Semakin sehat saja meskipun terkadang mata serasa mengantuk karena kecapaian dalam berkerja. Keuangan: Income masih tidak ada masalah karena bisnis cukup lancar. Asmara: Cobalah untuk bisa bersikap lebih hangat, kesampingkan dulu perasaan jengkel agar suasana bisa pulih kembali. Cancer Peruntungan: Peluang yang muncul minggu ini ada baiknya tidak disia-siakan begitu saja. Walaupun rintangan tidak sedikit yang menghadang, cobalah Anda lebih konsisten dan konsekuen dalam setiap langkah. Karier: Bila ada pertemuan, cobalah persiapkan dengan sebaik mungkin. Kesehatan: Berolahraga yang rajin setiap pagi agar kondisi tetap selalu prima dan pikiran juga selalu segar. Keuangan: Segera dipikirkan kebutuhan baru yang tampak harus Anda penuhi, jangan sampai Anda mengabaikannya. Asmara: Bersikaplah adil terhadap dirinya, jangan sampai terkesan memojokkan dirinya di hadapan orang banyak. Leo Peruntungan: Jangan sekali-kali mengorbankan harga diri Anda kepada orang lain hanya karena urusan sepele yang seharusnya bisa disikapi dengan lebih mandiri dan tidak bergantung kepada orang lain. Coba lebih percaya diri dan yakin akan keputusan dan langkah yang akan Anda tempuh. Karier: Atasan masih berada di samping Anda, tak perlu takut. Kesehatan: Terkadang pusing dan sulit untuk dihilangkan dengan obat seperti bisaanya. Jika sudah begini, ada baiknya segera bawa ke dokter agar pusing segera hilang dan pikiran bisa segar kembali. Keuangan: Jangan terlalu berambisi dan kurang memikirkan masa depan, ingatlah bahwa kesulitan dan kebutuhan tidak berlaku untuk saat ini saja, melainkan juga di waktu yang akan datang. Asmara: Cobalah untuk berpikir seobjektif mungkin agar masalah ini tidak sampai berkepanjangan. Virgo Peruntungan: Keseriusan sangatlah diperlukan untuk menggapai hasil besar. Konsentrasi tak perlu terpecah dengan berbagai urusan yagn tidak ada faedahnya. Cobalah bersikap lebih profesional dan proporsional sehingga bisnis tetap sukses dan tidak sampai mengalami penurunan. Karier: Jangan pasang muka cemberut, hanya dengan senyum maka suasana akan bisa lebih hangat dan menyenangkan. Kesehatan: Jangan biarkan ketidaktenangan mengganggu makan dan tidur, untuk itu jangan ragu untuk bersikap tegas asalkan telah dipikir benar-benar. Keuangan: Jangan main hantam karena itu akan memusingkan Anda nantinya. Asmara: Walaupun lagi menjengkelkan, ada baiknya tetap pasang muka manis. Libra Peruntungan: Kesempatan benar-benar terbuka untuk segera merealisasikan ide-ide yang ada. Jangan ragu dan sangsi, tetaplah optimis dan yakin dengan hasil yanag akan didapat nanti. Karier: Omongan yang menciutkan nyali sebaiknya tidak perlu dimasukkan hati, anggaplah angin lalu saja. Kesehatan: Kondisi badan tampak cukup segar dan bertenaga sehingga dalam beraktivitas tidak sampai mengalami gangguan. Keuangan: Mulai stabil dan normal kembali. Jika ada keinginan, bisa tercukupi saat ini karena pemasukan cukup tinggi. Asmara: Karena keadaan sudah lebih tenang, sebaiknya bisa dipertahankan dengan menahan segala ucapan yang kadang tidak terkontrol. Scorpio Peruntungan: Usahakan untuk bisa lebih mandiri dengan tidak melempar tanggung jawab ataupun segala urusan kepada orang lain, karena itu akan bisa mendatangkan masalah bagi Anda. Hapuskan ketergantungan dengan orang lain, karena itu hanya akan menghambat dan sulit untuk dijamin keamanannya. Karier: Suasana yang mulai kacau ini ada baiknya segera dipikirkan pemecahannya, jangan bersikap santai seolah tidak ada masalah. Kesehatan: Kecemasan yang terlalu berlebihan hanya akan membikin makan dan tidur menjadi tidak normal dan tidak teratur. Keuangan: Jangan takut untuk bertindak tegas jika memang ada kebocoran, walaupun hal itu cukup banyak menimbulkan pertentangan. Asmara: Cobalah dipahami segala kekurangan yang ada pada dirinya sehingga tidak menimbulkan penyesalan di kemudian minggu. Sagitarius Peruntungan: Situasi cukup mendukung bila digunakan untuk merealisasikan segala rencana besar. Tak perlu takut dengan berbagai persoalan yang bisa timbul dari semua ini. Yang terpenting Anda tetap melakukan preventif di segala bidang dan tidak mengambil resiko penting dan terlalu berbahaya. Karier: Binalah hubungan yang baik dengan rekan-rekan walaupun terkadang sikapnya masih menjengkelkan. Kesehatan: Tetaplah disiplin dalam menjaga pola makan dan istirahat yang cukup. Keuangan: Tak perlu cemas, karena pemasukan masih cukup lancar dan Diasuh Oleh menjanjikan. Asmara: Tetaplah diam, Putri Wong Kam Fu tidak perlu ikut-ikutan bicara karena Berlaku permasalahan yang sudah mereda ini bisa 2-8 Oktober 2016 mencuat kembali.
Minggu Kliwon, 2 Oktober 2016
WEDA WAKYA
Mencari Tuhan yang ”Bhagavan” ke Dalam ”Bhuwana Alit” Utpattim pralayam caiva Bhūtāmāgatim gatim Vettim vidyāmavidyām ca Sa vācyo bhagavān iti
Redaktur Khusus WEDA
(Visnuu Purana 6.5.78)
WAKYA
DIA yang mengerti secara penuh perihal penciptaan dan peleburan (alam semesta), kemunculan dan lenyapnya makhluk hidup, kebijaksanaan dan kegelapan, dia disebut sebagai Bhagavān. Mengapa Tuhan disebut sebagai Bhagavān, mengapa orang-orang suci disebut sebagai Bhagavān? Mengapa pula di Bali ada golongan Pandita dengan julukan Begawan? Kita sering mendengar kata yang juga diakhiri dengan “vān” dan “vati” (wan, wati), seperti Gunavan (Gunawan), Gunavati (Gunawati), Dharmavan (Dharmawan), Dharmavati (Dharmawati), Balavan (dia yang kuat), Rūpavān (dia yang tampan), dan lain-lain. Putravan menunjukkan laki, dan putravati menunjukkan perempuan. Begitu pula kata Bhagavan menunjukkan laki dan Bhagavati menunjukkan perempuan. Bhaga-van (Bhagavati) berarti yang mempunyai atau memiliki Bhaga. Kata bhaga, oleh Maharesi Parasara dikatakan sebagai yang memiliki 6 (enam) jenis kehebatan secara sempurna, yaitu Aiśvarya (segala jenis kemegahan atau kekuasaan), Dharma (perbuatan dalam Dharma atau kebenaran. Di kitab lain kata Dharma ditempati oleh Virya yang artinya segala jenis kekuatan), Yasa (segala jenis kemashyuran), Sri (segala jenis kemakmuran, dipenuhi harta benda), Jnana (segala jenis pengetahuan), dan Vairagya (tidak mempunyai keterikatan pada segala hal-hal duniawi). Keenam keistimewaan inilah yang dinamakan Bhaga (aiśvaryasya samagrasya viryasya yasasah sriyah jnana-vairagyayos caiva). Mereka yang memiliki keenam jenis kehebatan sempurna ini (sannam bhagam itingana) maka dinamakan Bhagavan bagi yang Purusa (laki) atau Bhagavati bagi yang Pradhana (perempuan). Oleh karena Tuhan YME mempunyai kesempurnaan terhadap keenam Bhaga tersebut maka Tuhan disebut sebagai Bhagavān. Tuhan sebagai yang memiliki segala kesempurnaan yang sempurna. Sebagaimana disebutkan di dalam kitab suci Upanisad, yaitu Isa Upanisad, bahwa Tuhan itu sempurna adanya. Walaupun dari yang
Darmayasa Sempurna terciptakan alamalam yang sempurna tetapi yang sempurna itu tidak pernah berkurang, tidak pernah cacat, melainkan tetap sempurna adanya (purnamadah purnamidam purnat purnam udacyate purnasya purnamadaya purnamevavasisyate). Dari sinilah bermunculan nama-nama yang memakai sebutan bhagavān (begawan) seperti Bhagavan Krsna, Bhagavān Rāma, Bhagavān Buddha, Bhagavān Mahāvira dan lain-lain. Di Bali kita mengenal sebutan Begawan sebagai gelar Pandita bagi “soroh” tertentu. Bhagavān sebagai Bhagavān, Tuhan sebagai Bhagavān adalah sempurna sepenuhnya. Akan tetapi, sebutan Bhagavān kepada yang selain Tuhan tidak dapat dikatakan sebagai Bhagavān yang Pūrna Bhagavān yang bukan Ida Sang Hyang Parama Ishvara yang memiliki kelengkapan keenam persyaratan Bhaga secara sempurna, melainkan memiliki keenam persyaratan Bhaga dalam keterbatasan masing-masing. Dalam kitab suci Bhagavadgitā pada banyak tempat tertuliskan kata “Shri Bhagavān Uvāca” menunjuk pada Bhagavān sebagai Tuhan karena hanya Tuhan yang memiliki keenam kelengkapan tersebut secara sempurna. Beliau Maha Kuat secara sempurna sehingga disebut sebagai Bhagavān. Beliau Maha Termashyur secara sempurna maka disebut sebagai Bhagavān dan seterusnya. Sekali lagi, nama Tuhan tersebut akhirnya dipergunakan pula untuk menyebutkan orang-orang suci yang memiliki pula keenam sifat-sifat mulia tersebut, walau tidak sempurna tetapi tetap berada jauh di atas dari sifat yang dapat dimiliki oleh manusia biasa. Kebijakan perihal gelar Bhagavān diberikan kepada orang-orang suci mengingat orang-orang suci tersebut sudah tidak terbingungkan oleh keenam jenis kemuliaan tersebut dan beliau mampu meraihnya dengan baik. Sedangkan pada zaman belakangan, gelar Begawan khususnya di Bali diberikan ke-
pada para Pandita dari “warga” tertentu dimaksudkan agar yang bersangkutan menjaga ketat dirinya untuk berpegang teguh pada keenam sifat-sifat mulia tersebut demi pelayanannya kepada umat. Ada yang menarik dalam hal ini, yaitu ulasan nama Bhagavān juga mempunyai makna sangat utama sehubungan dengan lima elemen alam yang disebut Panca Mahā Bhūta: Bha adalah Prithivi, tanah; Ga adalah gagana, ākāśa, angkasa; va adalah vāyu atau angin; A adalah agni, api; dan N(a) adalah nira, apah, atau air. Veda mengajarkan bahwa tubuh ini dibentuk oleh lima jenis elemen alam yang mempunyai kekuatan luar biasa. Semua mengetahui, Pañca Mahā Bhūta adalah lima unsur alam yang maha kuat. Pañca Mahā Bhūta menyelimuti seluruh alam semesta material ini dan juga alam badan jasmani kita ini alias Bhuwana Agung (alam makrokosmos) dan Bhuwana Alit (alam mikrokosmos). Inilah yang mendasari filsafat leluhur bangsa Indonesia khususnya Jawa dan Bali yaitu filsafat Bhuwana Agung dan Bhuwana Alit. Pemahaman Bhuwana Agung dalam hubungan dengan “Tattva Pañca Mahā Bhūta”, dan Bhuwana Alit dalam “Tattva Pañca Mahā Bhūta” merupakan konsep spiritual sempurna, hasil penyelaman spiritual para leluhur yang kita para keturunannya seharusnya dengan bangga patut melestarikannya. Bhagavān adalah Panca Mahā Bhūta, dan Panca Mahā Bhūta adalah Bhagavān. Itulah yang mengantarkan pencarian Tuhan diarahkan pada ke luar (Bhuwana Agung) dan juga ke dalam (Bhuwana Alit). Jika Tuhan adalah Panca Mahā Bhūta maka pencarian Tuhan sangat tepat lebih banyak proporsi pencariannya hendaknya diarahkan ke dalam diri sendiri. Untuk itu, banyak tutur diturunkan oleh leluhur kita yang sayang kita tidak tuturkan karena tidak ada yang mendengarkan. Om sG mbah ning anatha, tinghalana de triloka sarana, wahyadhyātmika sGmbah inghulun, ijGng ta tan hana waneh, sang lwir agni saking tahen, kadi minyak saking dadi kita, sang saksāt mGtu yan hana wwang amuter tutur pinahayu. Wyāpi wyāpaka sarining paramatatwa durlabha kita, icchanta ng hana tan hana ganalalit lawan halahayu, utpatti sthiti linaning dadhi kita ta karananika, sang
sangkan paraning sarāt sakala niskalātmaka kita (Ya Tuhan sembah sujud hamba yang tanpa pelindung, mohon hamba dilihat oleh-Mu wahai Penguasa Tiga Alam, lahir bathin sembah sujud hamba ke hadapan Kaki Padma Anda tiada yang lain lagi, Engkau bagaikan api yang keluar dari dalam kayu, bagaikan minyak yang keluar dari dalam susu/santan, demikianlah Engkau. Engkau akan secara langsung mewujudkan diriMu kepada orang yang menjalankan Sadhana atau praktik spiritual dengan baik. Engkau berada di mana-mana yang merupakan intisari dari kebenaran mutlak yang sangat langka, kehendakMu lah untuk menciptakan atau melebur segala yang ada, yang besar maupun kecil dan baik atau pun buruk. Lahir, hidup, dan matinya segala makhluk hidup Engkaulah sumbernya. Engkau merupakan sumber serta tujuan dari seluruh ciptaan di alam ini, dan Anda adalah nyata berujud, dan juga tidak berujud). Pencarian Ida Sang Hyang Widhi Wasa menurut ajaran leluhur adalah pencarian ke dalam sang diri yang lebih banyak. Pencarian keluar hanyalah untuk menciptakan “awal” untuk pencarian ke dalam Sang Diri Sejati. Pencarian ke luar cenderung mengarahkan orang untuk keluar menjauh dari Tuhan, sedangkan pencarian ke dalam mengarahkan orang pada pendekatan kepada Tuhan YME. Kesejatian itu ada di dalam, dan segalanya yang nyata ada di dalam. Pencarian ke luar sering diumpamakan seperti perburuan bau harum oleh sang kijang; ia lari memburu bau harum tersebut kemana-mana, ke sana ke mari tanpa lelah sampai menghabiskan seluruh usia hidupnya, padahal bau harum tersebut berasal dari Kasturi yang berbau sangat harum yang berada di dalam bagian bawah perut kijang itu sendiri. Segalanya ada di dalam sang diri, dan pencarian Kesejatian Tuhan YME adalah pencarian ke dalam dan bukan keluar. Memang, bayangan pada cermin sering lebih cantik menarik daripada aslinya. Demikian pula pencarian keluar sering mengaburkan pandangan orang terhadap kesejatian kebenaran tertinggi, karena kerlap kerlip kesenangan serta kenikmatannya sangat bervariasi dan nyata indah menarik. Tentu saja sebelum orang menyelam dan mengalami pengalaman spiritual ke dalam Sang Diri lebih jauh.
MIMBAR AGAMA
Mengalami Sulit Tidur? Redaktur Khusus
KRISTEN PROTESTAN PDT. I P WIDIARSANA, S.Th. “Dengan tenteram aku mau membaringkan diri, lalu segera tidur, sebab hanya Engkaulah ya Tuhan yang membiarkan aku diam dengan aman.” Mazmur 4:9 Tidur adalah hal sederhana. Tapi, tidur juga bisa sangat sulit bagi sebagian orang, meski mereka berbaring di ranjang empuk dan kamar nyaman. Siapapun kita pasti butuh tidur. Bukan cuma sekadar tidur, tapi tidur nyenyak yang berkualitas. Kalau handphone Anda butuh di-charge, tubuh kita pun butuh. Tidur dibutuhkan agar tubuh kita dapat berfungsi dengan baik dan maksimal, baik secara fisik maupun mental. Kurang tidur bikin tubuh kita tidak fit, mudah sakit dan jadi tidak produktif. Secara mental orang yang kurang tidur biasanya emosinya labil, kurang konsentrasi dan sulit fokus. Coba perhatikan ketika kita kurang tidur. Selain tubuh terasa lemas dan gemetar, biasanya emosi juga terganggu, menjadi gampang kesal dan marah. Ketika tidur, ada proses regenerasi dan perbaikan sel-sel dalam tubuh yang dilakukan oleh hormon-hormon yang diproduksi tubuh. Selain itu, anggotaanggota tubuh pun mendapatkan waktu untuk istirahat. Begitu pentingnya tidur bagi semua orang, namun tidak sedikit pula dari kita yang mengalami kesulitan tidur dengan berbagai sebab. Mulai dari susah tidur yang tidak terlalu parah sampai menderita penyakit yang disebut dengan insomnia. Penyebabnya bisa beragam. Ada yang diakibatkan faktor pikiran. Rasa takut, khawatir, kegagalan-kegagalan, memikirkan pekerjaan dan sebagainya, bisa mempengaruhi pikiran dan psikis kita. Stres dan depresi muncul akibat banyaknya tekanan bertubi-tubi sehingga membuat
kita sulit tidur. Ada pula yang terlalu sibuk bekerja sehingga lamalama menjadi sulit untuk tidur. Selain itu, bisa juga akibat faktor lingkungan yang tidak mendukung, atau akibat gaya hidup yang buruk. Bahkan rasa kesepian pun bisa membuat orang menjadi sulit tidur. Ada begitu banyak faktor yang bisa menyebabkan manusia sulit tidur. Kalau sekadar untuk tidur saja sulit, apalagi mendapatkan tidur yang berkualitas. Saya termasuk orang yang mudah tidur. Menurut istri saya, saya hanya butuh kurang dari semenit untuk terlelap. Apakah itu artinya saya selalu tanpa masalah? Tentu saja tidak. Dahulu saya sempat susah untuk tidur, karena saya aslinya tipikal orang yang gampang khawatir dan cenderung berpikir terlalu jauh. Saya mudah cemas. Pikiran saya kerap mengembara jauh memikirkan hal-hal yang negatif yang belum terjadi, padahal kebanyakan dari yang saya takutkan tidak terjadi. Saya bisa butuh waktu lebih dari satu jam hanya berputar-putar di tempat tidur, tapi tidak kunjung terlelap. Saya belajar dari sebuah ayat yang berkata: “Siapakah di antara kamu yang karena kekhawatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?” (Matius 6:27). Rangkaian ayat dalam Matius 6:25-34 menguatkan saya dan membuat saya menyadari bahwa kekhawatiran bukannya menambah umur, tapi malah mengganggu kesehatan dan memperpendek hidup. Sejak saat itu saya hidup jauh lebih tenang, terus melatih diri saya agar tidak khawatir dan itu ternyata berpengaruh terhadap tidur saya. Mari kita lihat kisah Daud. Perjalanan hidup Daud bukannya tanpa masalah. Daud berulang kali mendapatkan ancaman dan masalah. Ia manusia juga, sama seperti kita yang bisa dicekam rasa takut pada saat-saat tertentu. Tapi lihatlah apa kata Daud pada ayat bacaan hari ini. “Dengan tenteram aku mau membaringkan diri, lalu segera tidur, sebab hanya Engkaulah ya Tuhan yang membiarkan aku diam dengan aman.” (Mazmur 4:9). Meski Daud mengalami situasi-situasi sulit yang bahkan mengancam nyawanya, ia ternyata bisa tetap tidur dengan tentram dalam damai. Bagaimana
rahasianya? Rahasianya sederhana saja, karena Daud tahu pasti ada Tuhan yang menjaga dirinya, memastikan bahwa hidupnya ada dalam keadaan aman. Pada ayat sebelumnya kita juga membaca bahwa Daud merasakan sukacita yang diberikan Tuhan kepadanya (ay 8), ada sinar cahaya wajah Tuhan menyinarinya (ay 7), perlunya mempersembahkan korban yang benar dan percaya sepenuhnya pada Tuhan yang mampu melepaskan dari jerat masalah seberat apapun (ay 6), tidak membawa emosi atau kemarahan berlarutlarut ke tempat tidur (ay 5). Daud juga menyadari bahwa Tuhan selalu mendengarkan orang yang berseru pada-Nya (ay 4) dan selalu siap memberikan kelegaan dalam kesesakan. (ay 2). Singkatnya, Daud menyadari dengan sepenuhnya bahwa Tuhan penuh kasih setia menyertai anakanak-Nya dan punya kuasa jauh lebih besar dari masalah terbesar sekalipun. Jika demikian, ia tidak perlu merasa sulit tidur. Daud pun bisa tidur nyenyak dengan tentram. Daud pun berkata: “Aku membaringkan diri, lalu tidur; aku bangun, sebab Tuhan menopang aku!” (Mazmur 3:6). Perhatikanlah bayi dan anak yang masih sangat kecil. Lihat bagaimana mereka bisa tidur dengan damai saat digendong orangtua atau orang yang mereka kenal baik. Bagaimana mereka bisa tidur nyenyak seperti itu? Itu karena mereka merasa tenang dan aman karena berada dalam tangan orang yang mereka sayang dan percaya. Bayi tidak punya pikiran rumit seperti kita. Mereka menyerahkan atau menggantungkan hidup mereka kepada orang-orang yang mereka anggap pasti melindungi dan menyayangi mereka. Kalau kita sayang dan percaya kepada Tuhan, bukankah kita seharusnya
pun sama seperti bayi? Tuhan selalu siap menggendong anakanak-Nya, menjaga anak-anak-Nya agar tetap selamat dalam kondisi seperti apapun. Kalau kita menyadari hal ini, seharusnya kita tidak perlu harus mengalami masalah sulit tidur dan seharusnya bisa memiliki pikiran yang tenang bersama Tuhan yang akan selalu ada bersama kita. Di manapun, kapanpun, kita bisa berhadapan dengan masalah. Meski demikian, ingatlah bahwa Tuhan punya kuasa yang jauh melebihi apapun itu. Yesus sendiri berkata, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” (Matius 11:28). Ada jaminan dari Tuhan untuk terus menopang kita. Masalah boleh hadir, namun janganlah masalah itu membebani pikiran kita secara berlebihan sehingga membuat kita sulit tidur dan akhirnya justru mengalami lebih banyak masalah. Ketakutan yang terus dibiarkan berlarut-larut, rasa cemas, khawatir akan sesuatu termasuk akan hari depan, bisa merampas sukacita dan membuat kita kehilangan pengharapan. Bagaimanapun juga tidur sehat berkualitas itu sangat kita butuhkan. Jika di antara teman-teman ada yang mengalami timbunan masalah, beban pikiran, gangguan secara psikologis dan sebagainya, ingatlah ada Tuhan Yesus yang selalu siap memberi kelegaan dan mampu menjaga anda. Berserahlah kepada-Nya dan izinkan Dia bekerja dalam diri Anda. Malam ini datanglah pada-Nya dan rasakan jamahan Tuhan memberi Anda kelegaan. Lepaskan beban pikiran dan lain-lain yang membuat Anda sulit beristirahat. Selamat beristirahat, sweet dream. Jangan izinkan pikiran mengganggu Anda. Tidurlah dengan nyenyak dalam damai Tuhan.
PERMATA HATI Untuk pembaca Bali Post Mingguan (BPM), kami membuka rubrik baru ‘’Permata Hati”. Rubrik ini mengangkat si buah hati yang baru lahir, yang berulang tahun atau akan berulang tahun. Juga pasangan yang menikah di minggu tersebut atau yang merayakan ulang tahun pernikahan. Kirim foto menarik dan tulis data lengkap identitas diri, orang tua serta komentar singkat. Semua data dikirim lewat email redaksibalipost@yahoo.com dengan kode Permata Hati. Bisa juga naskah dan foto dikirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post. Jl. Kepundung 67 A Denpasar telp. (0361) 225764. (Redaksi)
Redité Kliwon, 2 Oktober 2016
Bali L E M B A R
7
B A S A
Bencingah
B A L I
Drama Gong
Sesolahan Tradisional Nénten Madaging Igelan miwah Tembang BPM/was
I Wayan Pudja
Nganutin Yusa NGAMARGIANG parikrama seni nénten ja dangan duaning patut kadasarin antuk manah sané sumeken, nénten dados kapaksa olih krama siosan. Punika mawinan kramané jaga ngamedalang pakaryan seni sané becik ri kala pikayunan miwah pangarasanipun sampun becik. Asapunika taler indik sesolahan drama sané ngawinang krama patut sumeken masolah, nénten kaku mabebaosan taler ngamedalang “ekspresi” sané patut. Nénten arang sesolahan punika prasida becik mamargi duaning tokoh sané kasolahang anut saking yusa utawi tuuh pragina sané nyolahang. Asapunika sané kabaosang I Wayan Pudja. I Wayan Pudja wantah sinalih tunggil perintis sesolahan Drama Gong sané kasub daweg warsa 70-an kantos 80-an. Dané maosang, sios saking dados sutradara sampun akéh tokoh sané kamargiang dané risampunné ngranjing ring drama gong kirang langkung tigang dasa pat warsa utawi saking warsa 1966 kantos warsa 1990 sané lintang. Nénten wénten sané karasayang sukil duaning punika kamargiang antuk tetimbang yusa dané tatkala ngamargiang lelampahan inucap. Minakadi tatkala kantun truna dané naenin dados Raja Muda utawi I Sidapaksa ring lakon utawi lelampahan Drama Gong Sidapaksa. Risampuné sayan tua dané naenin manados Patih Keras utawi Patih Agung. Risampuné sayan lingsir dané manados Patih Werda utawi manados Dukuh. Dané sané ketah kasengguh “Patih Ngemil Mako” puniki maosang méweh pisan tatkala nyolahang tokoh sané nénten anut ring yusanyané. “Minakadi yéning yusa sampun lingsir kauduhang nglampahang Raja Muda sinah jaga méweh pisan. Sakéwanten yéning adung sareng yusané minakadi dados Patih Agung, sinah krama sané nonton jaga grimutan tur ketah nimpug tiang nganggén roti wiadin biu duaning gedeg ring Patih Agung sané lampahang tiang. Punika cihna yéning tiang sampun adung dados Patih Agung,” baos dané. Sané pinih mabuat ri kala ngamargiang sesolahan Drama Gong, manut pénsiunan guru sané embas ring Singapadu warsa 1938 puniki maosang sané ngawinang sesolahan punika becik wantah sangkaning pariseleh adung utawi néntennyané pragina sareng tokoh sané jagi kasolahang. Minakadi napiké i anu jagi becik kasolahang olih pragina A punika salanturnyané. Sios punika taler kaadungang sareng yusa miwah kawagedan soang-soang pragina. Yéning sampun becik kamargiang, sinah pragina inucap jagi setata kaélingang olih krama utamanipun pamilet sané naenin nonton sesolahan inucap ring kalangan. Indik ngwaliang malih Drama Gong mangda prasida eksis sakadi dumun, dané sané kasub kasengguh “Pragina Sing Demen Mapayas” puniki maosang sujatiné prasida kalaksanayang napi malih nyabran warsa ring kalangan PKB kamargiang pacentokan Drama Gong. Sakéwanten sukil pisan mangda prasida masaih sakadi Drama Gong warsa 70-an utawi 80-an, duaning para yowanané sané manados pragina mangkin akéhan sané nénten éling mabasa Bali. Yéning sampun kadi asapunika sinah nénten prasida becik mabebaosan antuk basa Bali sinambi ngamedalang semita taler improvisasi sané patut. Yéning sampun asapunika sinah méweh pisan ngidupang lelampahan Drama Gong sané kasolahang. “Yéning selehin malih, kantun wénten sané waged tur becik mabasa Bali utamanipun indik sor-singgih taler anggah-ungguhing basa Bali. Sakéwanten nénten akéh tur tetep nénten prasida kaadungang utawi kasaihang sareng sesolahan Drama Gong i maluan,” asapunika Pembina taler angga Tim Penilai Drama Gong PKB puniki nartayang. (was)
(47)
PINAKA genah tetujon wisata, Bali nénten wantah madrué palemahan sané luwih tur becik kémanten, nanging taler madué makudang-makudang seni budaya ring sajeroning kahuripan kramané. Napi malih sangkaning akéh pisan kawéntenan budaya sané ketah kasolahang ri kala ngamargiang upacara agama Hindu-Bali, ngawinang Bali kasengguh dados genah Pariwisata Budaya. Punika nyihnayang seni budaya wantah piranti utama ring sajeroning pariwisata sané patut pisan kalimbakang tur kalestariang kawéntenanipun mangda nénten sayan ical. Seni budaya punika wénten sané ngranjing ring pupulan Wali utawi sesolahan unteng saking upacara, Wewali utawi panyangkep ring sajeroning upacara, miwah Waliwalian inggih punika sesolahan sané manados unén-unén. Sinalih tunggil unén-unén punika marupa Drama Gong. Drama Gong sujatiné wantah sesolahan “seni peran” sané pateh sareng arja, prémbon wiadin sendratari, sakéwanten kantun wénten pabinayanipun. Arja wantah sesolahan sané ngawigunayang tembang Kakawin tur patut kaartos. Prembon wantah sesolahan sané ngawigunayang pakem pangarjan sakéwanten sampun taler madaging bebaosan biasa. Yéning Sendratari, sesolahan igel-igelan nganutin lakon sané kalampahang sakéwanten bebaosanipun
kasuarayang olih dalang. I Wayan Pudja, sinalih tunggil perintis utawi pangawit kasenian Drama Gong ring Bali maosang kasenian puniki wantah kasenian tradisonal sané nénten malih ngawigunayang igel-igelang miwah tembang Kakawin sajabaning wantah ngamedalang “dialog” sané kabaosang olih soang-soang pragina sané kadagingin antuk semita. Dialog miwah “tokoh” sané kasolahang punika majanten nganutin lakon sané kalampahang. Sajeroning sesolahan Drama Gong, “tokoh” sané ketah kapanggih minakadi Putra utawi Raja Muda, Raja Buduh, Patih Keras tur corah, Patih Anom sané ngamargiang kapatutan utawi Patih Werda inggih punika patih becik sané lingsiran. Wénten taler Putri kasarengin dayang, Liku, taler parekan saking Putra utawi Raja Muda kalih diri miwah parekan saking Raja Buduh kalih diri. Wénten taler Dukuh, Raja Lingsir miwah Pramisuari. “Punika mawinan ri kala masan kebut Drama Gong daweg warsa 70-an kantos 80-an, pragina sané masolah ring kalangan prasida kantos limolas diri. Pacang akéhan malih manut saking sapunapi lelampahan sané kasolahang. Sakadi tatkala nglampahang indik Sejarah Puputan Badung sané madaging antuk tentara Belanda miwah tokoh siosan, sinah akéh pragina sané masolah tatkala punika kantos tigang dasa diri,”
BPM/dok
DRAMA GONG – Pinaka sinalih tunggil seni sesolahan tradisional Bali, Drama Gong ketah kasolahang daweg warsa 70-an utawi 80an. Lakon sané kalampahang minakadi JayapranaLayonsari , satua Panji, lakon-lakon ring pangarjan miwah sané siosan. baos dané. Kabaosang malih, dumun lakon sané kalampahang ring Drama Gong punika wantah JayapranaLayonsari, sakéwanten kasuénsuén sayan ngakéhang minakadi satua-satua Panji sané madaging antuk Daha, Kahoripan utawi lelampahan indik panegara raja. Wénten taler lakon indik kahuripan ring sajeroning pakraman sané becik kanggén ngicén tutur ring pakraman, lakon indik sejarah tur wénten taler sané kaketus saking novel-novel Bali minakadi “I Swasta Setahun di Bedahulu”. Wénten malih satua Sampik-
Ingtay sané sering kalampahang olih sekaa drama gong saking Buléléng. Katakénin indik kahanan drama gong ring pakraman masané mangkin, kabaosang sampun sayan nguredang. Sané kapanggih daweg panguntat warsa 80-an miwah ngawit warsa 90-an punika wantah sangkaning tatkala masolah makéh tokoh sané nénten kasolahang minakadi Raja Tua utawi Raja Buduh. Asapunika taler panabuh sané akéhipun tigang dasa diri prasida kakirangin dados limolas diri, tur pragina sané sering nyolahang tokoh A
kagentosin mangda nyolahang tokoh B. Kahanan kadi asapunika sané ngawinang sesolahan Drama Gong sayan nguredang “kualitas” ipun. “Sios punika taler sangkaning krama sayan ngidikang sané kayun nonton ka genah sesolahan punika kamargiang. Napi malih pangrauh sesolahan modérn sané sayan nglimbak tur ngentosin sesolahan tradisional puniki. Pamuputne ngawit warsa 90-an sesolahan drama gong punika sayan arang kamargiang ring pakraman,” asapunika dané nuturang. (was)
Kawéntenan Drama Gong, Metu Saking Sesolahan Sendratari
SENDRATARI – Yadiastun pinaka kasenian sané mabinayan, kasenian Drama Gong wantah kasenian asil tetuladan sesolahan Sendratari sakéwanten nénten kadagingin igel-igelan.
ing bebaosan punika dané sané sampun naenin makarya drama Jangér meled makarya sesolahan sendratari sané igelan ipun kagentosin antuk agem, tandang, miwah tanjek manut saking gamelan tur madaging antuk bebaosan saking soang-soang pragina. Risampuné dané kasarengin sinalih tunggil wargi Puri Singapadu sané tatkala punika sampun manados siswi Kokar mupulang wargi puri pacang kasarengang mapaurukan, Wayan Pudja matur ring panglingsir taler tokoh seni Puri Singapadu nganinin indiké punika sané pamuputnyané kacumpuin. Pangawit mapaurukan daweg warsa 1964 antuk lakon Jayaprana-Layonsari. Kasuén-suén pragina puniki kacumpuang tur kawastanin antuk “Grup Drama Jayaprana Puri Singapadu” ring pamuput warsa 1964. “Sekaa punika kawangun duaning panglingsir Puri maosang sesolahan dramané sampun becik. Tatkala punika pinih kapertama kasolahang ring Merajan Singapadu antuk gamelan pangiring saking Br. Sengguan, Singapadu,” dané nartayang. Parikrama inucap kalanturang A.A. Raka Payadnya ring désannyané, Abianbasé, ri sampuné dané tamat masekolah ring Kokar daweg warsa 1966. Makéh krama Desa Abianbasé sané mapinunas majeng dané mangda makarya kasenian sesolahan anggén ngraméng piodalan ring Pura Abianbase Kaja Kauh. Sangkaning dané pragina sendratari, sinah
dané meled makarya kesenian punika sakéwanten kabanda antuk kakirangan pragina taler galah mapaurukan. Pamuputné sinalih tunggil krama irika alm. I Nyoman Sunarta sané taler manados guru ring SMP N Singapadu (SMP N 2 Sukawati) maosang yéning ring Singapadu wénten kasenian sesolahan sané kawastanin antuk Drama Jayaprana Puri Singapadu. Punika sané katulad olih dané sané pamuputné ngamedalang sesolahan kawastanin antuk Drama Klasik Jayaprana Abianbase tur kasolahang ring piodalané irika. Pamuputné ring panguntat warsa 1966 drama klasik inucap kasolahang ring Br. Kebalian Sukawati tur katonton olih sinalih tunggil guru ring Kokar inggih punika alm. Gusti Panji sané olih A.A. Raka Payadnya katunasang indik wastan sané becik indik sesolahan dané i wawu. Risampuné Gusti Panji amapikayunan, dané maosang yéning beciknyané sesolahan i wawu kawastanin Drama Gong duaning kairing antuk gamelan gong. Mawit panguntat warsa 1966 punika sesolahan inucap kawastanin Drama Gong. “Kasenian inucap karipta salami kalih warsa ring kalih genah matiosan. Yéning wangunipun kakaryanin olih pragina saking Singapadu, sakéwanten wastan “Drama Gong” punika prasida kabaosang kamedalang olih pragina Abianbase,” asapunika dané sané olih Disbud Bali kabaosang dados perintis Drama Gong puniki makenyem. (was)
“OOOH Arniek, Sayang. Sida ké I Celepuk punyah nyujuh bulané di langité,” sapunika papinehné metékin iga-iga tembus ka bulané Purnama nedeng tajeg ring tengahing wengi. Seréongan kataké ring cariké lan doosan toyané ring Tukad Janga ngatehang raganné sirep. Bénjangné semengan Gusti Ngurah Jelada matangi jam nem pas, raris ngelisang ngendihang kompor ngangetin ulam sané kantun masisa muah ngarya toya anget anggén karya kopi susu. Wus punika wau raganné masiram raris ngelisang sarapan lan magentos pakéan sané anggéna ibi, santukan jaga malancaran ka Tirtagangga lan Taman Ujung. Jam kutus Gung Ayu Arnita sareng Arniek lan Gung Suryawan sampun sami rauh. “Beli Ngurah, koné Arniek ajak Beli Ngurah sampun taén ka Tirtagangga lan Taman Ujung, kénkén yén mangkin ka Amed tongos anaké diving nyingakin taman bawah laut?” “Inggih sukserah sang paman-
malinggih, saha ngagah bekel jaga ngajengang siang. Gung Suryawan sareng Ngurah Jelada numbas Sprite lan kuud ental ring warung minumané baktana ka genahné ngetis. “Beli Ngurah, Beli Gung nggih dong ngajeng dumun, tiang marasa seduk suud nyilem. Ayo Arniek, kénkén dadi bengong, kuud entalé manis gati,” baosné saha ngenjuhang kuud ental ring Suwarni sané nampanin matadah lesu. Alon-alon daané nginum toyan kuudné. “Manah tiangé kari ngengsut ring taman tengah segarané, luaar biasa Gung Ayu. Rasa-rasaang tiang ulamé sané paklimun nika kadi siluman panumpang kapalé sané kelem duk Perang Duniané dumun. Karang-karangé genah ulamé mengkeb warnawarni kabinawa. Nyandang para toris manca negarané katagihan diving iriki,” baosné Arnik nahan ambekan. Sareng pat mangkin pakeremos ngajengang ngantos bekelné telas litig. Kantun rujak cinguré malih kalih bungkus,
sareng kuud ental lan sprite sami kekalih eduma dados kalih. “Naah, kanggoang ka Karangasem magibung,” baosné Gung Ayu Arnita kenyem. “Nggih asal éling yén kuangan cingur kanggéang cingur gélané pakpak,” pasaurné Luh Suwarni saling sledétin sareng pacarné, éling dawegé mapéstaan rujak ring jumahné. Samian kedék ngakak saha saling sopin rujak sareng gélanné soang-soang. Torisé wiadin anaké sané nyingakin abah daa trunané magibung makenyung iri lek matolihan. Jam satu usan ngajengang, malilacita sang kacatur mawali mantuk, rauh ring kota sampun jam kalih siang. Luh Suwarni tedun makta tasné saha krésék pakaian sané belus. “Kénkén Arniek milu ka Puri malu apa ngantos dini apang maan....aah, nyemuhang pakaiané ané belus jebos. Nyanan iraga lakar budal ka Denpasar sawatara jam lima soré.” Baosné Gung Ayu Arnita. (Masambung)
PINAKA sesolahan seni tradisional Bali, drama gong kasub ring pakraman duk warsa 70-an miwah 80-an. Seni budaya sané nénten ngawigunayang igel-igelan taler tembang Kakawin puniki kasenengin pisan olih krama tatkala punika tur ngamedalang pragina-pragina sané kasub pinaka pragina drama gong kantos mangkin. Sesolahan sané ketah kapanggih ring pakraman
sareng Jangér miwah Sendratari puniki nénten ja sesolahan sané kataminin saking panglingsir nguni, nanging wantah kasenian tradisional sané karipta utawi kakaryanin risampuné Jagat Indonesia mahardika. Yadiastun asapunika, drama gong nénten karipta antuk parikrama sané dangan. I Wayan Pudja maosang, pikayunan ngripta utawi makarya
sesolahan puniki kakawitin saking kasolahangnyané Sendratari Kokar (SMKN 3 Sukawati) ring Singapadu daweg warsa 1963 antuk sinalih tunggil pragina A.A. Raka Payadnya saking Abianbase. Krama Singapadu akéh sané nonton saha maosang pacang sayan becikan malih manawita bebaosan utawi “dialog” ring Sendratari punika prasida kabaosang olih soang-soang pragina. Sangkan-
BPM/dok
du, tiang ngiring manten. Ngiring ja malinggih dumun. Tiang ngambil pakaian mandi,” baosné Ngurah Jelada saha ngrajing ka kamar ngambil tas dagingina pakaian dalem, anduk, lan sabun mandi. Luh Suwarni ngelisang ngetut ka kamar. “Tungurah,becikan tas tiangé kar genahang driki. Niki pakaian renang, anduk, lan make up manten nitip ring tas Tungurahé,” baosné saha mindahang baju renang, anduk, lan make up-né ka tasné Ngurah Jelada. “Sampun sarapan, Sayang. Cuma kari kurangan nikiii,” baosné Arniek niman gélanné mesra. Ngurah Jelada ngwales alon, pasrah marasa bungah. Luh Suwarni medal makta tas gandong manten ngraris samian munggah ka mobilé. Gung Suryawan makta mobilé malon-alonan nglintangin kota lahar raris ka Tirtagangga dumun. Irika mararian ajebos, nglindeng ring taman nyingakin prajuruné ngwéhin ulamé paklimun neda carum, roti, sareng sayuran daun-daunan.
Gurami lan ulam masé marebut daun kladi. Saking irika malih kalanturang ka Abang ngantos tetujoné ka obyék pariwisata tirta Amed. Sareng pat mangkin nyéwa jukung lan pakaian selam utawi diving ring genah sané pinih ngulangunin sareng guide sané sampun cacep nglayanin para toris, wisman utawi wisnu. Ring tamané sané toyanné ening malilang kanten ulamé magung alit, rupanné méndahan saha warnawarni magenepan paklimun kadi ngéwérin mengkeb-engkeban ring selagan batu kaangé sané kadi alas wayah ngulangunin manah. Gung Suryawan lan Ngurah Jelada sareng gélanné soang-soang liang kayunné malila cita rasa sakadi ngipi ring taman firdaus. Tengai tepet usan diving sang kacatur masiram ring kamar mandi wisatané sané mapiara cukup bresih, toyanné taler muah. Raris mararian ring batan taruné ngrempayak neduhin panesé ngentak-entak. Gung Ayu Arnita sareng Luh Suwarni ngebatang perlak kanggén genah
Upacara
8
Redité Kliwon, 2 Oktober 2016
Bebantenan
Telaga Ngembeng
Sekar Tunjung Stana Hyang Widhi
Iasan antuk Sakatah Tetuek
TIOS pinaka pralambang kasucian miwah rasa lascarya ri sajeroning ngamargiang yadnya, sekar taler kadadosang pinaka niyasa stana Hyang Widhi. Yéning antuk sarana sekar prasida ngentikang rasa lascarya, mawinan Ida Sang Hyang Widhi pacang nglingga stanayang kasucian-Idané ring sajeroning pangarsa panjaknyané. Sajeroning agama Hindu, makudang-kudang sarwa sekar prasida kadadosang pinaka sarana pamuspan, silih tunggilnyané sekar padma. Sira sané nénten uning ring sekar padma puniki, pastika umat Hindu pamekasnyané sampun pada uning ring kawéntenan sekar sané ketah kasambat sekar tunjung puniki. Sekar tunjung kawéntenannyané mautama pisan sajeroning agama Hindu, tios punika taler kasengguh sekar suci sané kawigunayang pinaka lambang ngastawa kaagungan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Sajeroning Lontar Siwa Pakarana, kaunggahang tur katlatarang indik smerti sekar tunjung sané kadadosang pinaka pralambang stana Ida Sang Hyang Widhi Wasa sajeroning prabhawan-Idané pinaka Déwata Nawa Sanga.
“Nihan geweruhanta ring Maha Padma ring jaba, kulit lawa ring Purwa Isvara Hyang nia. Daging lawa ring Agneya Maheswara Hyangnia. Lamad lawa ring Daksina Brahma Hyang nia. Otot lawa ring Neriti Rudra Hyang nia. Balung lawa ring Pascima Mahadewa Hyang nia. Kapala lawa ring Wayabhya Sangkara Hyang nia. Sumsum lawa ring Uttara Visnu Hyangnia. Polo lawa ring Ersania Sambhu Hyangnia. Sira pinaka lawa wolu, asta lawa ngarania ring awak. Kunang sira ring awakning uderoning mata sira ta Siva Ingaranan Sang Hyang Siva Ratna.” Artosnyané: “Sapunika sapatutnyané kauningin indik Padma Agung ring jabayan angganné. Kulit daun sekar ring Purwa, Iswara déwannyané. Daging daun sekar ring Agneya, Mahéswara déwannyané. Lamad sané tipis ring Daksina, Brahma déwannyané. Uwat daun sekar ring Neriti, Rudra déwannyané. Balung lawa ring Pascima, Mahadéwa déwannyané. Kepala utawi tuktuk daun sekar ring Wayabhya, Sangkara déwannyané. Sumsumnyané ring Uttara, Wisnu déwannyané. Polo daun sekar ring Ersania, Sambhu déwannyané. Ida pinaka Asta Lawa, Asta Dala arannyané ring angga. Sarinnyané sajeroning bintik ireng ring panyingakan. Ida sampun Siwa sané kasengguh Sang Hyang Siwa Ratna.” Wentuk saking sekar tunjung inucap malapislapis sakadi lapisan Bhuwana Agung sané kawastanin Patalaning Bhuwana. Santukan sapunika, Bhuwana Agung pinaka stana Hyang Widhi kasenggung Padma Asta Dala. Tios punika, sekar padma taler pinaka pralambang Bhuwana Agung sané kasinahang antuk uripnyané i sekar tunjung ring Tri Loka. Akahnyané ring Bhur Loka, katik tur daunnyané ring Bwah Loka, sekarnyané ring Swah Loka. Kahanan sekar padma ring India kadadosang pinaka simbol Satyam-Shiwam-Sundaram (Kebenaran, Kesucian lan Keindahan). Sekar tunjung punika yukti asri, suci mawinan kanggén sarana pamuspan, tur pinaka symbol kebenaran. Samian punika sifat sané kaduénang olih Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Kawéntenan sekar tunjung sané mentik ring tengahing telaga sané maendut yukti prasida dados tetuladan olih para kramané sami ri kala ngamargiang kahuripan. Sekar tunjung yadiastun mentik ring telaga maendut, nanging ri kala mabunga, bungannyané nénten naenin keni endut, kantun asri tur ngangobin. Sané prasida katulad saking sekar tunjung inucap, ring dija ja i manusa meneng, yadistun ring genah sané kaon, patut tetep malaksana becik nénten keni gegodan taler ius sané kaon.
SAJERONING pamargin upacara yadnya, ketah krama ngawigunayang piranti-piranti upakara sané makéh pisan sorohnyané. Wénten piranti marupa panyangkep bebantenan, piranti panyangkep sarana upacara taler piranti tiosan sané kabuatang. Piranti inucap boya sawates panyangkep sakéwanten soang-soang piranti inucap pastika madué tetuek. Sajeroning upacara yadnya minakadi Mapandes utawi Matatah ketah kapanggihin piranti sané kawastanin ‘Telaga Ngembeng’. Minab akéh krama sané nénten uning ring piranti inucap utawi akéh sané wau mirengang wastan piranti inucap. Yéning selehin, sarana sané mawasta telaga ngembeng puniki ketah pisan kawigunayang ri sajeroning pamargin upacara Manusa Yadnya Mapandes. Telaga ngembeng inucap kagenahang utawi magantung ring duur balé utawi genah sang sané pacang Mapandes. Wéntuknyané taler sakadi iasan balé, mawarnawarni. Yadiastun kasinahang sakadi pepayasan, nanging tetuek telaga ngembeng puniki dahat mautama.
I Kadek Satria, S.Ag., M.Pd.H, Sekretaris Lembaga Konsultan Upacara Unhi Denpasar maosang, sajeroning sastra durung wénten kaunggahang parindikan tetuek telaga ngembeng inucap. Sakéwanten yéning selehin, manut dané makéh tetuek sané mabuat mapaiketan ring pamargin upacara Mapandes sané kamargiang. Upacara Mapandes kamargiang antuk tetujon nyuciang angga antuk nyomya Sad Ripu sané wénten sajeroning angga. Sad Ripu kasomya antuk motong kekalih gigi caling miwah patpat gigi seri, mawinan wénten nemnem gigi sané kapotong pinaka cihna Sad Ripu sané kasomya. “Sajeroning Upacara Mapandes utawi Matatah, wénten piranti telaga ngembeng sané kawigunayang. Telaga ngembeng pinaka iasan saking kain mawarna-warna tur kagantung ring duur genah sang sané Matatah. Tetueknyané mangda sang sané Matatah musatang pikayunan mikayunin indik kasucian angga, nyomya Sad Ripu,” baos Satria. Katlatarang malih, tatkala sang sané Matatah untunnyané kasangih, majanten
pangaksiannyané ka duur tur ngaksi telaga ngembeng sané magantung ring duurnyané. Telaga pateh ring toya, antuk ngaksi kawéntenan telaga ngembeng, sang sané Matatah musatang pikayunan negdegang déwék mangda madué kapagehan pikayunan. Satios punika, Ida Rsi Bhagawan Smerthi Kusuma Wijaya Sebali ngandikayang tegala yéning kaselehin saking teges filosofis-nyané saking Kala Tattwa wantah nunas karahayuan majeng Sang Hyang Semara Jaya miwah Semara Ratih sajeroning Upacara Mapandes mangda nénten keni gegodan Bhuta Kala. Satios telaga ngembeng, ketah wénten meka/cermin sajeroning upacara inucap. Tetueknyané, sang sané matatah mangda prasida masuluh nyuluhin anggané. “Telaga ngembeng punika marupa ornamen utawi iasan mawentuk mrepat, tetueknyané satios musatang pikayunan sang sané Mapandes taler mangda Sang Bhatara Kala wantah mapiteh ring telaga ngembeng inucap santukan isannyané ngulangunin tur lali ngoda sang sané nedeng Matatah,” Ida nguntatin. (uma)
Matatah, Ngicalang Sad Ripu Sajeroning Angga DASAR samian yadnya kabaosang mapaiketan pisan sareng Kala Tattwa. Pamekas iriki sering kaloktah olih krama yéning Bhuta Kala sesampun kasomya prasida dados Déwa. Punika awinan sampun jelas yéning nilai filsafat mapaiketan sareng agama sané munggah sajeroning cerita Tattwa Kala. Tattwa Kala wantah manut sareng ajah-ajahan agama Hindu sané nglingkupin Tattwa (Filsafat), Susila (etika), miwah upacara (ritual). Kruna tattwa wantah istilah filsafat sané kadasarin antuk tetujon sané meled katuju olih filsafat inucap, inggih punika kasujatian sané sujati. Manut Ida Rsi Bhagawan Smerthi Kusuma Wijaya Sebali, Tattwa tegesnyané tutur, cerita, melajahin tattwa utama. Sajeroning ajah-ajahan agama Hindu, pandangan indik kasujatian kabaos Tattwa. Kruna Tattwa mawit saking bahasa sansekerta sané mateges “kebenaran, kenyataan”. Lontar-lontar ring Bali maosang kruna tattwa punika sané kanggén dasar nyinahang sinunggil kasujatian. Manut Ida Rsi, filsafat sané metu sajeroning Tattwa Kala wantah Upacara Matatah/Masangih/ Mapandes sané tetujonnyané ngendaliang sad ripu, majeng alitalit sané saking biologis miwah
psikologis sedek nuju sifat guna satwam miwah dharma. Upacara Matatah mapaiketan taler sareng swadharma rerama sané madué tanggung jawab miara miwah ngicén pendidikan nuju dharma majeng pianakpianaknyané. Utsaha inucap katempuh antuk ngamargiang upacara natahin. “Punika madué teges mangda untunnyané nénten leteh gumanti prasida ngicalang Bhuta Kala sané kabaos sad ripu,” baos Ida. Mungguing, Upacara Matatah manut Ida Pedanda Gede Rai Manuaba saking Gria Kawan Wanasari, Tabanan mawit saking kruna tata. Yéning untu sampun katata pastika pacang makanten bagus miwah jegég. Makanten saking fisik, untu sané katatah punika wénten nem. Petang gigi seri miwah kalih caling. Punika cihna saking sad ripu. Sad ripu punika manut Ida Pedanda minakadi Kama, Moha, Lobha, Krodha, Matsarya, miwah Madha. Makanenem sifat-sifat manusa punika patut kakendaliang. “Umpaminipun sakadi sifat kama sané mateges nafsu, nafsu punika patut tetep wénten yéning nénten wénten nafsu jagaté nénten mamargi. Yéning kama inucap kaulurin tan pakakendaliang majanten
BPM/yan
IASAN- Telaga ngembeng pinaka iasan saking kain mawarna-warna tur kagantung ring duur genah sang sané Matatah. Tetueknyané mangda sang sané Matatah musatang pikayunan mikayunin indik kasucian angga, nyomya Sad Ripu.
Satua
pacang dados lobha, yéning lobha kaulurin terus pacang dados moha tur nuju sifat-sifat salanturnyané. Punika awinan sifatsifat punika patut kakendaliang,” baosnyané. Siosan punika, yéning kaselehin saking yusa utawi psikis sampun anut nyarengin Upacara Matatah, Ida Pedanda negesang, alit-alit sampun menék bajang miwah menék truna. Yéning alitalit sampun menék bajang miwah truna, tegesnyané sampun mauwah status. Pinih becik kalaksanayang sesampun alit-alit inucap prasida ngresepang teges Upacara Matatah. “Cutetnyané Matatah ngastawa Sang Kama Ratih, kaptiang prasida ngranjing ring soang-soang truna-truni. Punika awinan, sajeroning Matatah lumrahnyané payasnyané sampun ngawit nganggén payas gedé. Punika cihna sampun déwasa,” teges Ida. Ida malih ngwewehin, ri kala pamargin Matatah sabeciknyané truna-truni sané ngamiletin Matatah kaicén dharma wacana indik teges miwah tetujon Matatah. “Sabeciknyané kaicén tuntunan sesampun puput Upacara Matatah. Mangda wénten pangresep tutur majeng pamilet Matatah pinaka bekel urip kawekas,” baos Ida. (yan) MATATAHUpacara Matatah sané tetujonnyané ngendaliang Sad Ripu, patut kalaksanayang majeng alit-alit sané saking biologis miwah psikologis sedek menék bajang
(Ida Rsi Bhagawan Smerthi Kusuma Wijaya Sebali)
miwah menék BPM/dok
truna.
Olih : Madé Taro
Balingkang PAWIWAHAN ané dadi sejarah ento boya tuah ngawé sang kalih bagia, kulawarga sang kalih lan I Subandar masih bagia kabinawa. Kramané masih marasa bagia. Nyabran peteng kramané ngaturang ilén-ilén kasenian di natar Puriné. Aji Jayapangus banget marasa bagia sangkaning kahanané buka kéto. Nyabran krama ané ngaturang ilén-ilén kasenian kawéhin pis wiadin hadiah ané lénan. Sang Raja yukti kénak pisan kayuné sangkaning sesolahan punika. Nanging, wus sesolahané kalampahang, Sang Raja ketah kaaksiang bengong ngraga. Ida setata inget ring tutur lan piteketné Sang Mpu Siwagandu. Sajaké pawiwahan matiosan agama ento tusing pantes kamargiang? Sajaké panegarané bakal katibén sengkala lan bencana? Mawit pawiwahan Aji Jayapangus sareng Kang Cing We, Mpu Siwagandu nénten naen nangkil ka purian. Kasatuayang, Mpu Siwagandu mendem brangtinidané tur masamadhi di genahé singid. Ramalan Mpu Siwagandu ento pamuputné beneh. Ring tengahing pamargin pawiwahan, nadaksara tuun ujan bales pesan. Ujané tusing surud-surud, katimpalin angin nglinus gedé pesan. Tetaruan ageng pungkat tur nepén umah kramané. Sakabesik wangunan puriné runuh tur kaanyudang ujan ané tedun bales katimpalin blabar. Sang Raja, Permaisuri, lan kulawarga tiosan kéto masih para kramané mabyayuhan nylametang angga soang-soang. Liu krama ané mati, ada ané kena rubuhan tetaruan, kena runtuhan umah, lan anyudang blabar. Para krama precaya ento ulian kasaktian Mpu Siwagandu. Sakéwala raja Jayapangus nénten murunang pikayunané mawiwaha sareng Kang Cing We, putri Cina ané katresnain. Ring pikayunané Raja Jayapangus, Kerajaan Panerajon apang tetep kokoh kadi jatining mula yadiastun kapimpin olih raja lan permaisuri ané malénan agama. (Masambung)
Rédaksi nerima reriptan marupa artikel (paling akéh 3500 huruf), satua ringkes (paling akéh 6000 huruf), puisi, geguritan miwah sané siosan. Reriptan mangda kakirim ring alamat: Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email: bali_orti@balipost.co.id.
9
MINGGU KLIWON, 2 OKTOBER 2016
Roma Bertekad Salip Inter HAL 10
SPURS OPTIMIS HENTIKAN LAJU CITY London –
White Hart Lane akan kedatangan sang pemuncak klasemen, Manchester City malam nanti. Bagi tuan rumah Tottenham Hotspur inilah waktunya untuk mencoba menghentikan laju cepat The Citizens awal musim ini. Tottenham saat ini menempati posisi kedua klasemen sementara Premier League dengan raihan 14 poin dari enam pertandingan. Spurs sendiri tertinggal empat poin dari puncak yang saat ini dikuasai The Citizens. Jadi bisa dibayangkan bagaimana bakal sengitnya pertemuan kedua tim di White Hart Lane akhir pekan ini. Spurs akan mencoba untuk menghambat sekaligus memangkas jarak atas City dengan cara mengalahkan mereka di rumah sendiri. Namun tim arahan Mauricio Pochettino tersebut tak akan mudah mewujudkan target mereka untuk meraih poin penuh itu. Pasalnya, Spurs tak bisa memainkan penyerang utama mereka, Harry Kane yang mengalami cedera. Selain itu mereka juga masih menanti kondisi dua penggawa inti lain, Eric Dier dan Danny Rose yang kondisinya terus dipantau. Namun tanpa Harry Kane, Spurs memiliki senjata lain yang tak kalah tajam, Heung-Min Son. Meskipun sering dimainkan sebagai sayap kiri, namun mantan penyerang Bayer Leverkusen tersebut
mampu menunjukkan ketajamannya dengan raihan tiga gol dari dua pertandingan terakhir. “Mungkin kami sedikit tertinggal dari mereka, tapi ekspektasi jangka panjang kami adalah bisa bersaing dengan klub besar seperti Manchester City, Manchester United, Liverpool,” ujar Pochetino pada Reuters. “Itu penting buat kami. Sejak 2014 kami membuat projek berbeda. Kami membangun stadion baru. Kami memiliki tempat latihan yang luar biasa dan kami ingin menetapkan prinsip sebagai klub besar. Semangat dan ambisi kami menjadi salah satu yang terbaik, tapi Anda butuh waktu dan proses.” Tottenham memang saat ini sedang membangun stadion baru berkapasitas 60.000 tempat duduk di samping stadion historis mereka, White Hart Lane. Pembangunan itu artinya
membuat Spurs tak bisa mengeluarkan dana banyak di bursa transfer. Tetapi, kehadiran pemain-pemain seperti Walker, Dele, Kane, Eric Dier, sampai Danny Rose membuat Spurs tetap bisa menjaga proses menjadi yang terbaik. “Sulit membandingkan Tottenham dan Manchester City. Anda lihat dana mereka, gaji yang mereka berikan dan bandingkan dengan Tottenham, itu sangat jelas. Kalau melihat musim pertama saya di sini, 20142015 dan membandingkan dengan Guardiola, berapa yang sudah dia habiskan, lalu saya? Kami memiliki projek berbeda,” kata Pochetino, Sabtu (1/10) kemarin. Berbicara soal rekor apik Tottenham sepanjang musim lalu, saat sukses menang dalam dua pertemuan saat Manchester City masih dilatih Manuel Pellegrini, Pochetino tidak ingin berandai-andai.
Karena, kalau menarik statistik lebih jauh, Manchester City sukses selalu mencatatkan kemenangan dalam empat pertandingan sebelumnya. “Ini pertandingan sangat penting buat kami dan mereka, tapi ini hanya sebuah pertandingan. Tapi sudah jelas ini laga pembuktian. Penting untuk mengurangi jarak, tapi yakinlah ucapan saya akan sama walau kita menang atau kalah nanti,” ujar pria Argentina tersebut. Dari kubu Manchester City, pelatih Josep Guardiola juga tak bisa memainkan komposisi terbaiknya. Meskipun sudah bisa kembali diperkuat oleh penyerang utamanya Sergio Aguero, namun The Citizens justru kehilangan Kevin De Bruyne yang mengalami cedera, menyusul Vincent Kompany yang sudah lebih dulu masuk ruang perawatan. Selain itu, Guardiola juga tak bisa memainkan Nolito yang harus absen karena menjalani sanksi larangan bermain akibat kartu merah saat melawan Bournemouth. Tanpa De Bruyne, Guardiola sepertinya akan mengandalkan Ilkay Gundogan untuk menemani David
Silva dan Fernandinho. Sementara posisi Nolito kemungkinan akan dipercayakan kepada Jesus Navas. Guardiola menyatakan pernah merasakan sulitnya mengalahkan tim asuhan Mauricio Pochetino. Espanyol asuhan Pochetino berhasil mengalahkan Barcelona 2-1 di Camp Nou pada 2009, menjadi kemenangan pertama mereka di derby Catalan dalam 27 tahun terakhir. Apalagi gaya bermain yang diusung Tottenham tidak berbeda jauh dengan gaya agresif melatih Pochetino di La Liga. “Kami telah bermain melawan satu sama lain sebagai pemain lalu pelatih dan saya tidak hanya berpikir dia salah satu manajer terbaik di Inggris, dia salah satu yang terbaik di dunia,” ujar Guardiola, seperti yang dilansir dari Reuters. “Ada kemiripan dengan gaya bermain Espanyol dan Spurs. Sangat agresif di Espanyol, menekan sejak lini depan dan gaya bermain mereka cukup mirip. Dan kualitas pemain di Tottenham bagus,” lanjutnya. Partai ini akan menjadi laga yang sangat menarik. (kmb33/ap)
PERKIRAAN SUSUNAN PEMAIN Tottenham Hotspur: Hugo Lloris, Toby Alderweireld, Danny Rose, Jan Vertonghen, Kyle Walker, Dele Alli, Wanyama, Christian Eriksen, Erik Lamela, Son Heung-Min, Vincent Janssen. Chelsea: Claudio Bravo, Aleksandar Kolarov, Nicolas Otamendi, Bacary Sagna, John Stones, Fernandinho, Ilkay Gündogan, Jesus Navas, David Silva, Sergio Aguero, Raheem Sterling. STATISTIK Head To Head Tottenham Hotspur vs
Manchester City:
14/02/2016 26/09/2015 03/05/2015 18/10/2014 30/01/2014
Tottenham Hotspur Manchester City Manchester City Tottenham Hotspur Manchester City
Manchester City Tottenham Hotspur Tottenham Hotspur Manchester City Tottenham Hotspur
1–2 4–1 0–1 4–1 1–5
Lima Pertandingan Terakhir Tottenham Hotspur : 28/09/2016 24/09/2016 22/09/2016 18/09/2016 15/09/2016
CSKA Moskow Middlesbrough Tottenham Tottenham Tottenham
1–3 1–2 5–0 1–0 1–2
Tottenham Tottenham Gillingham Sunderland AS Monaco
Lima Pertandingan Terakhir Manchester City: 29/09/2016 24/09/2016 22/09/2016 17/09/2016 15/09/2016 BPM/rtr
HEBAT - Manchester City tampil lebih hebat di bawah asuhan pelatih Pep Guardiola musim ini. The Citizen belum terkalahkan di Premiership musim ini.
Guardiola Mungkin Bertahan Lebih Lama Manchester – Baru tiga bulan dijalani Pep Guardiola dalam kontrak tiga tahunnya dengan Manchester City. Tapi ia sudah mengaku bisa saja tinggal lebih lama. Guardiola resmi menangani City pada 1 Juli lalu. Sejauh ini sudah 11 pertandingan kompetitif dijalaninya sebagai manajer The Citizens, dengan hasil 10 kemenangan dan satu hasil seri. Menjelang lawatan City ke markas Tottenham Hotspur malam nanti, dalam usaha memperpanjang catatan sempurna timnya setelah memenangi enam laga awal di ajang itu, Guardiola mengungkap rasa betahnya. “Saya sedemikian gembira di sini sehingga saya tak cuma berpikir ‘apa cuma akan berjalan tiga tahun?’,” kata Guardiola Sabtu (1/10) kemarin. “Ketika saya mengucap selamat tinggal kepada Barcelona dan Bayern Munich, saya membuat keputusan di tahun terakhir. Saya bergumam, ‘Oke
sudah cukup’. Saya bisa saja bertahan lebih singkat atau lebih lama. Bisa lebih pendek, itu bergantung pada hasil atau apa para petinggi senang dengan saya atau pekerjaan saya. Itu selalu bisa terjadi,” imbuhnya. Permainan Manchester City sejak dilatih Guardiola sudah banyak meningkat. Tapi, menurut Guardiola permainan timnya akan jauh lebih baik saat dia memasuki tahun ketiga. “Tahun pertama saya sangat sulit. Tapi tahun depan dan pada periode terakhir saya di sini, sepak bola kami akan lebih baik dari pada sekarang. “Namun itu terjadi pada semua pelatih di seluruh dunia. Masalah bagi para pelatih adalah kami tak punya waktu. Itulah masalah besar yang kami miliki. “Pada tahun kedua antusiasme sudah hilang, kami sudah lelah satu sama lain. Sekarang waktunya Anda membangun sesuatu yang stabil, bekerja untuk besok dan bekerja untuk masa depan,” kata Guardiola. (kmb33/rtr)
Celtic SwanCity SwanCity Manchester City Manchester City
3–3 1–3 1–2 4–0 4–0
Manchester City Manchester City Manchester City Bournemouth Monchengladbach
BPM/rtr
Mauricio Pochettino
BOLA MANIA
10
Roma Bertekad Salip Inter
Perkiraan Susunan Pemain AS Roma (4-2-3-1): Szczesny; Peres, Fazio, Manolas, Florenzi; Strootman, Nainggolan; El Shaarawy, Perotti, Salah; Dzeko Inter Milan (4-3-3): Handanovic; Santon, Murillo, Miranda, D’Ambrosio; Gnoukouri, Medel, Mario; Perisic, Icardi, Candreva Statistik Kedua Tim Head to Head 20/03/16 AS Roma 1 - 1 Inter Milan (Serie A) 01/11/15 Inter Milan 1 - 0 AS Roma (Serie A) 26/04/15 Inter Milan 2 - 1 AS Roma (Serie A) 01/12/14 AS Roma 4 - 2 Inter Milan (Serie A) 03/08/14 Inter Milan 2 - 0 AS Roma (ICC 2014) Lima Pertandingan Terakhir AS Roma (S-K-M-K-M) 16/09/16 Viktoria Plzen 1 - 1 AS Roma (UEL) 19/09/16 Fiorentina 1 - 0 AS Roma (Serie A) 22/09/16 AS Roma 4 - 0 Crotone (Serie A) 25/09/16 Torino 3 - 1 AS Roma (Serie A) 30/09/16 AS Roma 4 - 0 Astra (UEL)
Roma –
AS Roma mewaspadai benar Inter Milan yang akhir pekan ini datang berkunjung. Tapi Giallorossi tetap bertekad menang demi menyalip Nerazzurri.
Lima Pertandingan Terakhir Inter Milan (K-M-M-S-K) 16/09/16 Inter Milan 0 - 2 Hapoel Be’er Sheva (UEL) 18/09/16 Inter Milan 2 - 1 Juventus (Serie A) 22/09/16 Empoli 0 - 2 Inter Milan (Serie A) 25/09/16 Inter Milan 1 - 1 Bologna (Serie A) 30/09/16 Sparta Praha 3 - 1 Inter Milan
Leicester Incar Kucka Leicester – Juara bertahan Liga Primer Inggris, Leicester City dikabarkan tengah mencuri peluang untuk membajak gelandang bertenaga kuda milik AC Milan, Juraj Kucka. Rencananya the Foxes akan mengajukan penawaran kepada Rossoneri pada jendela transfer Januari 2017. Dikutip dari Football Italia, Sabtu (1/10) kemarin kabar keterBPM/rtr tarikan klub yang Juraj Kucka dilatih Claudio Raniero itu kepada Kucka bukan isapan jempol belaka. Leicester sudah menyediakan dana 10 juta euro (Rp 145 miliar) untuk membuat Milan melepaskan gelandang asal Slovakia itu. Leicester membutuhkan pemain tengah kuat untuk mengisi posisi vital yang ditinggalkan bintang asal Prancis N’Golo Kante yang hijrah ke Chelsea pada jendela transfer musim panas kemarin. Ranieri memang kehilangan sosok Kante, karena kreasi lini tengah Si Rubah buruk sepanjang musim 2016-2017 dimulai. Akibatnya, posisi Leicester sekarang terseok-seok di peringkat 12 klasemen. Kucka sendiri memang bermain stabil semenjak dibeli Milan dari Genoa pada 2015 silam. begitupun yang diperlihatkan pemain berusia 29 tahun itu untuk negaranya, Slovakia yang diantarkannya lolos ke Piala Eropa 2016 kemarin. Pendekatan Ranieri ini sejatinya bukanlah yang pertama kali. Dalam beberapa kesempatan, pria Italia itu pernah mengusahakan transfer Kucka dan kini dia berharap bisa mewujudkannya. (kmb33/rtr)
Callejon Kaget Dipanggil ke Tim Nasional Naples – Jose Callejon kaget dipanggil ke tim nasional Spanyol lagi. Awalnya ia bahkan sempat tak percaya dengan Pepe Reina yang menginformasikan hal itu. Pelatih Spanyol Julen Lopetegui telah mengumumkan skuat La Furia Roja untuk menghadapi Italia pada 6 Oktober mendatang, yang akan dilanjutkan dengan laga kontra Albania tiga hari berselang. Nama Callejon masuk daftar pemain yang diumumkan tersebut. Panggilan ini berjarak nyaris dua tahun sejak kali terakhir ia mencatatkan penampilan terakhirnya buat timnas. “Saya selalu berharap dipanggil masuk ke tim nasional. Tapi memang benar kali ini saya tidak menduganya karena ada sedemikian banyak pemain bagus,” kata Calleon, Sabtu (1/10) kemarin. “Saya bukan tipikal pencetak gol murni, tapi saya akan terus berusaha menjalani peran itu. Dipanggil masuk timnas sudah membayar seluruh kerja keras saya dalam beberapa tahun terakhir dan saya ingin terus melakukannya,” ujarnya. Pemain Napoli tersebut mendapat informasi pemanggilan itu dari Pepe Reina, rekan satu klubnya yang juga ikut masuk skuat teranyar Spanyol. “Saya sedang duduk di sofa di rumah ketika Reina menelepon saya dan bilang saya masuk timnas Spanyol, tapi saya tidak percaya padanya. Baru setelah dapat bukti saya pun menelepon balik dan berterima kasih padanya,” tutur Callejon. “Pepe sedang tampil bagus di Napoli. Buat saya sudah jelas kalau suatu hari nanti ia juga akan kembali masuk skuat dan saya ikut gembira. Ia selalu bilang kepada saya agar tidak menyerah, bahwa saya pun akan mendapat kesempatan lagi,” imbuhnya. (kmb33/ap)
Jose Callejon
Minggu Kliwon, 2 Oktober 2016
BPM/rtr
Roma akan menjamu Inter di Olimpico, Senin (3/10) dini hari nanti dalam partai giornata 7 Serie A. Tepat sebelum ini, keduanya tampil di pentas Eropa dengan nasib berbeda. Di partai-partai Liga Eropa, Jumat (30/9) dini hari WIB, Roma melumat Astra Giurgiu 4-0 untuk bangkit dari kekalahan 1-3 di Serie A beberapa hari sebelumnya, sementara Inter kalah 1-3 dari Sparta Praha dan kini menjalani dua laga tanpa kemenangan karena sebelum itu harus puas berimbang 1-1 lawan Bologna di partai Serie A. “Musim ini Inter tampil bagus di Serie A dan laga nanti akan penting buat musim kami karena kami cuma tertinggal satu angka dari Nerazzurri, dan melewati mereka akan mengirim sinyal kuat,” ucap gelandang Roma Radja Nainggolan, Sabtu (1/10) kemarin. “Sudah pasti akan butuh waktu buat mereka untuk menerapkan ideide Frank de Boer. Mereka kalah dari Sparta Praha, tapi saya tetap yakin mereka bakal menjalani musim yang bagus. Kemenangan kami atas Astra merupakan sebuah respons yang penting. Kami tahu kemampuan kami sendiri, tapi terkadang Anda bisa menjalani laga dengan keliru,” tuturnya. Sampai enam pertandingan Serie A, Inter mengoleksi 11 poin untuk menempati posisi tiga. Roma sementara itu memiliki 10 poin sehingga berkesempatan menggeser La Beneamata. Optimisme Roma bisa bertambah mengingat laga nanti dihelat di kandang sendiri, tempat mereka sudah meraih tiga kemenangan dengan skor 4-0 awal musim ini yang kontras dengan catatan tandang akibat belum meBPM/rtr nang di markas lawan. GOL - Penyerang AS Roma Mohamed Salah merayakan gol yang dicetaknya ke “Bermain di kandang sendiri sudah gawang FC Astra Giurgiu.
Cavs Dekati DeMarcus Cousins Cleveland – Berstatus sebagai juara bertahan NBA membuat Cleveland Cavaliers semakin mantap membenahi skuadnya. Kini santer dikabarkan tim yang identik dengan warna kuning tersebut tertarik mendatangkan DeMarcus Cousins. Pemain berusia 25 tahun tersebut sangat menarik perhatian Cavs. Bahkan tim yang digawangi oleh LeBron James dan kawan-kawan tersebut sudah menyiapkan penawaran fantastis untuk sang pemain.
Cavs disebut telah menyiapkan sejumlah dana plus, salah satu pemain bintangnya yakni Kevin Love. Dengan penawaran tersebut, Cavs yakin jika Sacramento Kings mau melepas center andalan mereka. Lalu mengapa Love yang dijadikan objek pertukaran? Penampilan mantan pemain Minnesota Timberwolves tersebut memang kurang meyakinkan semenjak bergabung dengan Cavs. “Jika dia bergabung dengan kami, maka akan menjadi sebuah keuntungan bagi kami. Saya akan
sangat menantikannya,” ujar James, Sabtu (1/10) kemarin. Padahal ketika masih tampil untuk Wolves, Love memiliki performa impresif. Tidak hanya Cavs yang meminati Cousins, Phoenix Suns juga dikabarkan siap menyalip Cavs mendapatkan pemain yang sudah dua kali masuk All Star itu. Namun Cavs diyakini masih berpeluang lebih besar ketimbang Suns untuk mendapatkan sang pemain. (kmb33/rtr)
pasti memberi kami semangat ekstra, tapi kesulitan tandang adalah salah kami sendiri. Jika Anda mencermati laga lawan Cagliari, kami ketinggalan 0-2 dulu sebelum bangkit dan membuat skor jadi 2-2,” sebut Nainggolan. Kubu Luciano Spalletti dipastikan tidak bisa memainkan Thomas Vermaelen, Abdullahi Nura dan Mario Rui yang masih mengalami cedera. Kondisi Antonio Rudiger juga masih diragukan bisa tampil pada laga ini, mengingat sang pemain belum pulih benar dari cederanya. Spalletti sendiri kemungkinan besar akan memainkan skema 4-2-3-1 dengan Edin Dzeko yang menjadi ujung tombaknya. Striker Bosnia itu akan dibantu oleh pergerakan tiga gelandang serang yatiu Stephan El-Shaarawy, Diego Perotti dan Mohamed Salah di belakangnya. Pada laga ini Wojciech Szczesny dipercaya kembali turun di bawah mistar gawang Roma, sedangkan duet Federico Fazio dan Kostas Manolas akan ditempatkan di jantung pertahanan Serigala Ibu kota tersebut. Di kubu tim tamu pelatih Frank De Boer dipastikan tidak bisa memainkan Geoffrey Kondogbia dan Marco Andreoli karena masalah cedera. Kondisi Joao Mario juga sedikit diragukan mengingat sang pemain mendapat masalah di bagian betisnya. Dikalahkan Sparta Praha pada laga Eropa League yang lalu membuat De Boer akan memainkan tim terbaiknya pada laga ini. Sang kapten, Mauro Icardi akan diplot sebagai ujung tombak Inter sejak awal pertandingan, di mana ia akan dibantu oleh Ivan Perisic dan Antonio Candreva di sektor sayap. Cederanya Geoffrey Kondogbia membuat De Boer kemungkinan memainkan Assane Gnoukouri di lini tengah bersama dengan Gary Medel dan Joao Mario. (kmb33/ap)
INCAR - DeMarcus Cousins diincar juara NBA musim lalu Demarcus Cousin.
Misteri Pembelian Paco
Target Rossi Hanya ”Runner Up” Lesmo – Rider Movistar Yamaha Valentino Rossi, mengaku cukup puas jika hanya mengakhiri MotoGP 2016 di posisi runner-up dibelakang rider Repsol Honda Marc Marquez. Pernyataan The Doctor ini dimuat Speedweek, Sabtu (1/10) kemarin. Marquez saat ini masih bertengger di posisi teratas klasemen MotoGP 2016, dengan raihan 248 poin unggul 52 poin dari Rossi di peringkat kedua. Mengingat hanya tersisa empat balapan lagi di musim ini, The Doctor tentu bakal memilih tampil agresif demi empat balapan tersisa. Ya, peluang rider Italia berusia 37 tahun itu untuk menjadi juara dunia MotoGP 2016 sejatinya masih terbuka. Meski demikian, Rossi sepertinya tak terlalu ngotot. “Tempat kedua dalam klasifikasi umum tidak lah terlalu buruk. Kita lihat saja di empat balapan tersisa musim ini. Semua masih terjadi, tapi saya tentu akan mencoba sapu bersih,” kata Rossi. “Sulit untuk memprediksi di mana Anda bisa menang, kalah, atau memiliki masalah. Terutama pada tahun ini, apalagi jika berbicara tentang ban Michelin. Yang terpenting sekarang adalah menang, atau tidak bisa
mengumpulkan poin di empat balapan tersisa. Saya ingin berada di podium sampai akhir musim. Target sekarang saya harus tampil semaksimal mungkin,” pungkas sang rider gaek. ketika ditanya tentang kemungkinan dirinya pensiun, Rossi mengaku belum memiliki rencana untuk itu. Rossi sendiri mengaku usianya sudah tidak muda lagi untuk bersaing di ajang balap MotoGP, meski dia sudah sepakat menandatangani kontrak bersama Yamaha Movistar di musim 2017. “Saat usia saya 39 tahun, mungkin agak sedikit memalukan bagi saya untuk terus melanjutkan balapan setelah usia 40 tahun,” kata Rossi. Pernyataan Rossi bisa dibilang isyarat bahwa dirinya akan pensiun di usia 40 tahun. Kepala mekanik Rossi di Movistar Yamaha, Silvano Galbusera sempat menanggapi perkataan Rossi itu. Namun dia meyakini pembalapnya tersebut belum memungkinkan pensiun dalam waktu dekat. “Saya pikir di musim mendatang ia akan terus berada pada tingkat yang sama, dan kemudian kita akan melihat apakah dia akan berhenti atau tidak. Menurut saya itu tidak pasti,” katanya. (kmb33/rtr)
Barcelona – Barcelona sudah mempunyai Trio MSN yang begitu luar biasa dan juga punya jebolan akademi La Masia sebagai pelapis mereka, lalu buat apa mereka membeli Paco Alcacer? Tidak mengherankan memang Barcelona mencari penyerang keempat sebagai pelapis MSN, padahal mereka mempunyai penyerang muda jebolan La Masia, Munir El Haddadi yang sebetulnya tidak buruk-buruk amat jika ia diberi kesempatan bermain. Beberapa penggemar bahkan menganggap Barcelona tak perlu repot-repot membuang banyak uang jika hanya mencari penghangat bangku cadangan dan sesekali dimainkan. Munir bisa jadi solusi mereka. Jika melihat usia dari masing-masing personil trio MSN. Messi dan Suarez kini berusia 29 tahun, sedangkan Neymar berusaia 24 tahun. Jika diasumsikan Suarez akan bertahan 3 tahun lagi dan Messi hingga 4 tahun lagi, maka regenerasi perlu dilakukan sedari sekarang. Munir sendiri baru berusia 21 tahun dan jika mengambil permisalan seperti Denis Suaez yang harus berkelana selama dua tahun terlebih dahulu, maka Munir di umurnya ke 24 nanti baru akan siap mengisi penyerang utama Barcelona. Analogi yang sama pula dipakai dalam pengandaian Paco. Jika Paco semisal akan bertahan dalam dua-tiga musim ke depan, maka ia dipastikan menjadi pengganti Luis Suarez yang kemungkinan akan keluar dari Barcelona dalam dua atau tiga musim mendatang. Jika perkiraan skenario ini sukses, maka akan ada Neymar yang berumur 27/28 tahun, Paco yang berumur 25/26 tahun dan Munir yang berumur 24/25 tahun dalam trio jajaran terdepan penyerangan Barça di masa yang akan datang. Jika dipikir-pikir lagi, ini strategi yang cukup pintar bukan? Meski hanya mencetak 15 gol di segala ajang musim lalu dari 40 kali penampilan, bukan berarti Paco seret dalam urusan mencetak gol atau bagaimana. Bahkan Paco pun harus berjuang berebut satu posisi utama di posisi penyerang tunggal dengan Alvaro Negredo dan Santi Mina dalam skema 4-2-3-1. Di musim lalu, jika Negredo/Santi Mina dimainkan bersamaan dengan Paco di lapangan, maka Paco sendiri akan bergerak agak melebar untuk memberikan ruang bagi penyerang lainnya. Bahkan ia sendiri tak canggung untuk memberikan assist untuk rekannya yang lain. Tercatat enam assist ia cetak di La Liga sepanjang musim lalu. Ini adalah keuntungan jelas untuk Barcelona dan Luis Enrique yang sangat senang memiliki pemain yang bisa bermain di berbagai posisi. Paco Alcacer bisa memberikan opsi bagi Barcelona untuk bermain dengan dua penyerang sejajar dengan Suarez di kotak penalti atau bermain melebar untuk mengisi posisi Neymar/Messi yang sedang absen, misalnya. Kemudian, masalah lainnya yang teratasi dengan datangnya Paco adalah Barcelona bisa merotasi Suarez karena penyerang dari Uruguay ini adalah pemain yang paling banyak menit bermainnya di kancah La Liga untuk Barcelona di musim lalu dengan total 3.150 menit dari 35 pertandingan. Nah, apakah semua itu menjawab keraguan anda? (kmb33/rtr)
Minggu Kliwon, 2 Oktober 2016
GELANGGANG
11
Piala Soeratin
Putra Tresna Buka Peluang Mangupura (Bali Post)-
Kesebelasan Putra Tresna Denpasar membuka peluang melaju ke babak semifinal, usai menundukkan tuan rumah PS Badung dengan skor 2-1 (1-1), dalam lanjutan Piala Soeratin U-17 Provinsi Bali, Grup B di Lapangan Samudra, Kuta, Sabtu (1/10) kemarin.
Gracelia Paramesthi Samekto
Raih MNW di PON PECATUR PON Bali Gracelia Paramesthi Samekto penampilannya cukup spektakuler pada ajang PON di Jabar. Betapa tidak, di nomor standar beregu Gracelia tampil bersama Kadek Iin Dwijayanti, Hana Apriliana, Maya Audia, Khaterine Venica, membut kejutan. Selama melakoni sistem Swiss 9 babak, Gracelia mampu meraup poin 6,5. Karena itu, atas prestasinya Gracelia merupakan satu-satunya kontestan PON yang berhak menyandang gelar Master Nasional Wanita (MNW). ‘’Target saya di PON memang pulang harus bergelar MNW,’’ ucap pecatur yang akrab disapa Gacy ini. Kejutan lain yang dipersembahkan Gacy, yakni mampu menahan remis GM Irene Kharisma Sukandar (Jabar) di campuran standar. Selanjutnya remis melawan pecatur SEA Games MI Dewi AA Citra (Jabar), di campuran standar remis meladeni MFW AAY Aisyah Anisah (Jatim), di campuran standar serta mengalahkan MFW Juwita Ardelia SM (Kaltim) di campuran standar. Berkat torehan prestasi ini, Gacy dilirik tiga daerah yang terkenal tangguh tim caturnya yakni DKI, Jatim, dan Jateng dengan iming-iming yang menggiurkan. ‘’Ketiga daerah menawari saya berlatih bersama, namun saya masih setia membela Bali di kancah nasional,’’ ucap pecatur kelahiran Denpasar, 18 Mei 2002 ini. Gacy bangga merebut gelar MNW, sebab dirinya merasa berlatih keras tidak sia-sia. Gacy berlatih bersama pecatur putra di Lapangan Puputan, kemudian meladeni pecatur senior putra Badung di sekretariat Percasi Badung, Jalan Buluh Indah. ‘’Selain itu saya juga membaca buku catur di rumah, berikut sparring secara on-line,’’ ucap siswi kelas III SMPN 1 Kuta Utara ini. Dia kini menyiapkan diri mengikuti kejurnas catur junior putri (C) U-16 tahun di Jakarta atau Jambi, sekitar Oktober-November nanti. ‘’Saya juga persiapan PON Remaja dan Porprov Bali,’’ jelasnya. (nel)
Atlet Vovinam Bali Sabet Emas di ABG Jakarta (Bali Post)Cabang olahraga vovinam melalui atletnya asal Bali I Gusti Agung Ayu Manik Trisna Dewi Wetan, sukses menyumbangkan medali emas untuk kontingen Indonesia pada Asian Beach Games (ABG) 2016 di Da Nang, Vietnam, Sabtu (1/10) kemarin. Berdasarkan data dari tim media ABG Vietnam yang diterima media di Jakarta, emas yang diraih atlet vovinam ini adalah yang kedua. Sebelumnya Chelssea Carputy merebut emas dari cabang beach rowing dari nomor CW1X. “Emas dari vovinam mendekatkan kami pada target yang ditetapkan yaitu tiga emas. Masih ada cabang lain yang kami harapkan bisa melengkapi target,� kata CdM Indonesia pada ABG Vietnam, Hellen Sarlita de Lima. I Gusti Agung Ayu Manik Trisna Dewi Wetan meraih medali emas dari nomor women’s dragon tiger form, setelah meraih nilai tertinggi yaitu 275. Untuk perak direbut oleh atlet India Prakash Deepa Gawalw dengan nilai 267, dan perunggu direbut atlet Jepang, Yoshimi Sadamatsu dengan nilai 261. Selain menambah emas, kontingen Indonesia juga menambah tiga medali perak yaitu dari cabang pencak silat melalui Alan Sanjaya yang turun di kelas 75-80 kg. Di final andalan Indonesia harus menyerah dari atlet tuan rumah, Nguyen Duy Tuyen. Selanjutnya dari cabang beach rowing yang dipersembahkan Yuniarty, Endang Sri, Wahyuni dan Syiva Lisdiana yang turun di nomor CW4X. Sedangkan satu medali perak lagi dipersembahkan dari cabang beach water polo. Dengan tambahan satu emas dan tiga perunggu, saat ini kontingen Indonesia telah mengumpulkan dua medali emas, lima perak dan delapan perunggu dan berada diperingkat 13. Tuan rumah Vietnam saat ini berada di puncak klasemen dengan 42 emas, 36 perak dan 42 perunggu. Sementara itu, Wakil Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Muddai Madang mengaku sangat mengapresiasi perjuangan atlet-atlet Indonesia pada kejuaraan multievent dua tahunan itu. Apalagi kerangkatannya tidak bisa maksimal karena ada keterbatasan dana. “Kami patut bersyukur kontingen kita bisa mempersembahkan medali emas meski dalam keterbatasan. Perjuangan mereka patut diapresiasi. Persiapan minim tidak menjadi kendala untuk berprestasi,� katanya. Ke depan, kata dia diharapkan perhatian pemerintah lebih bagus lagi seperti yang ditunjukkan saat mendukung penuh atlet-atlet terbaik Indonesia saat turun di Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro, Brazil. (ant)
Dua gol kemenangan Putra Tresna hasil bidikan Kadek Haarlem, melalui tendangan pelan ke gawang, namun gagal ditangkap kiper PS Badung, Yogi Setiawan ketika pertandingan yang dipimpin wasit Agus Setiawan baru bergulir 4 menit. Satu gol lagi, bidikan Yoga Arta di menit ke-69 yang kembali mengoyak gawang Yogi Setiawan. PS Badung mampu mempertipis kekakalahan lewat gocekan Yoga di menit ke32, yang memperdaya kiper Putra Tresna Indra. Usai pertandingan, pelatih Putra Tresna Dede Mahatma Darma mengakui, kemenangan timnya berkat faktor keberuntungan, sebab kedua gol tercipta diawali bola mati, yakni sepak pojok dan tendangan bebas. ‘’Kedua gol mutlak kesalahan kiper PS Badung Yogi Setiawan.
Ya tim kami sangat diuntungkan,’’ ujar Dede. Apalagi Putra Tresna tinggal menghadapi tim juru kunci Tunas Muda Ubud. Bahkan pelatih PS Badung Eka Putra juga mengakui kedua gol murni kesalahan penjaga gawang PS Badung. Tim Keris tinggal melakoni sekali pertandingan meladeni Perst Tabanan. Sementara di Grup A, justru Persibu Buleleng membuka peluang melenggang ke babak empat besar, pasca bermain imbang 2-2 melawan Perseden Denpasar. Dua gol Perseden hasil bunuh diri kiper Persibu Hendra Sutrawan di menit ke-17, serta gocekan Bayu di menit ke-30. Dalam laga yang dip impin wasit Rai Kalam, dua gol balasan Persibu diciptakan Bayu Pradipta
menit ke-35, dan Wahyu menit ke-69 yang menjebol gawang Irvan. (022) Klasemen Grup A 1. Bali United 2. Persibu 3. Persada 4. Perseden 5. PS Gianyar
3 3 4 3 3
2 2 1 1 0
1 1 1 1 0
0 0 2 1 3
8-1 8-5 7-5 3-3 3-15
7 7 4 4 0
1. Perst 3 2. P. Tresna 3 3. PS Badung 3 4. Pro Kundalini 4 5. Tunas Muda 3
2 2 2 1 0
1 1 0 0 0
0 0 1 3 3
18-2 6-3 7-3 3-10 0-16
7 7 6 3 0
Grup B
Jadwal Senin (3/10) PS Gianyar vs Perseden (Lap. Yoga Perkanthi) Tunas Muda vs Putra Tresna (Lap. Samudra)
BAYANGI - Pesepak bola Putra Tresna (depan) berupaya mengontrol bola di dada, namun dibayangi lawannya dari PS Badung pada laga Piala Soeratin U-17 Provinsi Bali di Gelora Samudra Kuta, Sabtu (1/10) kemarin.
Piala Dandim
Tim Futsal SGFC Jumpa Laros Denpasar (Bali Post)Tim futsal Semal Gaul (SGFC) bertemu Laros pada babak delapan besar Dandim Cup II Open Tournament Futsal 2016 di Meazza Futsal, Minggu (2/10) ini. Laga lainnya pada babak delapan besar, King A bertemu Sorao FC, kemudian King B melawan Venus, serta IKIP PGRI Bali meladeni Kolonk Junior. Dandim 1611/Badung Letkol Czi M. Leo Pola Ardiansa S, S.H. usai membuka turnamen, Sabtu (1/10) kemarin menyatakan, hajatan yang dihelat bersama Surabaya Community bertujuan menjaring bibit-bibit potensial pemain futsal yang kelak bisa mewakili Bali ke kancah nasional. Apalagi posisi Bali menyodok dari peringkat 9 pada PON Riau 2012, menuju ke urutan ke-6. ‘’Kami berharap cabor futsal ikut berpartisipasi menyumbang medali dan menBPM/ant dongkrak posisi Bali,’’ tutur Leo Pola. EMAS VOLI - Pebola voli Jatim Rivan Nur Mulki (kiri) melakukan smes yang diblok Dia berpesan kepada para kontestan agar tetap menpebola voli Jateng Doni Haryono (kedua kiri), Adi Putra Firmansyah (kedua kanan) junjung tinggi sportivitas dan fair-play. Dikemukakan, GDQ 6WHSKDQXV $UGLDQ NDQDQ VDDW ODJD Ă€QDO 321 ;,; GL *HORUD 6DELOXOXQJDQ turnamen ini sebagai wadah bagi para pemain futsal, Kompleks Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Jabar. Tim voli putra sebab tanpa kejuaraan maka dipastikan mereka sebatas Jawa Timur berhasil mendulang emas setelah menang dengan skor 3-0 (28-26, 25-18, berlatih melulu. ‘’Para pemain futsal perlu berlaga pada dan 5-19). turnamen untuk menguji dan mengasah mental bertandingnya,’’ ujarnya. Pada bagian lain, Ketua Panpel Djoko Moeljono menyebutkan total peserta 16 tim yang dibagi dalam empat grup dan jumlahnya menurun dibandingkan tahun lalu yang mencapai 24 tim. ‘’Penyebabnya, jadwalnya berbenturan dengan kejuaraan di tempat lain,’’ kata Djoko. Akan tetapi, kata dia untuk tahun ini pihaknya memberikan apresiasi kepada pemain terbaik (the best of player), Surabaya (Bali Post)Sedangkan tuan rumah dan tak lagi berambisi mengejar serta pencetak gol terbanyak (top scorrer). (022) Pemerintah Provinsi men- Jawa Barat kokoh di puncak juara umum, namun mampu gaku puas dengan capaian klasemen dan peluang menya- bertahan di urutan kedua, sekakontingen Jawa Timur pada Pe- bet juara umum 99 persen ter- ligus berada di atas kontingenkan Olahraga Nasional (PON) buka setelah jauh mengoleksi kontingen dari provinsi lain. XIX/2016, yang berlangsung yaitu 217 medali emas, 156 Karena itulah orang nomor di Jawa Barat dengan meraih medali perak dan 158 medali dua di Pemprov Jatim tersebut posisi kedua di bawah tuan perunggu. meminta seluruh atlet, ofisial, rumah Jawa Barat. Menurut dia, sebanyak 737 maupun penonton tak berhenti “Harapan memang juara atlet yang bertarung pada ajang berusaha serta memanjatkan umum, tetapi melihat kenyata- kompetisi olahraga terbesar doa agar hasil yang dicapai an di lapangan sudah sangat empat tahunan se-Tanah Air maksimal dan membanggakan. wajar dan prestasi luar biasa tersebut, telah menunjukkan Ke depan mantan ketua berada di posisi runner up, apa- hasil maksimal sehingga sangat umum KONI Jatim itu berlagi di atas DKI Jakarta,â€? ujar layak dihargai serta diapresiasi harap mampu mencapai prestaWakil Gubernur Jatim Saiful- oleh semua pihak, khususnya si lebih tinggi lagi dan mengilah Yusuf kepada wartawan di masyarakat Jawa Timur. barkan bendera di arena PON Surabaya, Jumat (30/9) lalu. “Kami akui Jabar memang XX yang dijadwalkan diselengBerdasarkan klasemen akh- sangat kuat dan berjuang habis- garakan di Papua pada 2020. ir Jatim berada di posisi kedua habisan di PON kali ini, dan “PON di Papua empat tadengan perolehan 132 medali sebagai tuan rumah memang hun lagi menjadi peluang bagi emas, 138 medali perak dan 134 sangat besar peluang untuk Jatim memperbaiki prestamedali perunggu. juara umum,â€? ucap pria yang sinya. Bukannya meremehkan BPM/wan Perolehan medali DKI Ja- pernah menjabat sebagai Men- atlet-atlet tuan rumah, tetapi karta pada waktu tidak beda teri Pembangunan Daerah kekuatan Papua di PON-PON TENDANG BOLA - Dandim 1611/Badung Letkol (Czi) M. menempatkan kontingen Ibu Tertinggal pada kepemimpinan sebelumnya masih di bawah Leo Pola Ardiansa S, S.H., melakukan tendangan bola ke arah gawang saat membuka Dandim Cup II Open Kota di posisi ketiga, yakni Presiden SBY periode pertama Jatim, namun tetap mereka sama-sama mendulang 132 tersebut. layak dipertimbangkan,â€? kata Tournament Futsal 2016 di Meazza Futsal, Sabtu (1/10) medali emas, 124 perak dan 118 Konsentrasi Jatim kali ini, pria yang akrab disapa Gus Ipul kemarin. medali perunggu. kata dia diharapkan tetap fokus ini. (ant)
Pemprov Puas, Jatim Peringkat Dua PON
Bangun Fasilitas PON, Atlet Anggar Juara PON Belum Layak Masuk Timnas Papua Perlu Rp 15 T
Mitra Devata Cukur Buduk FC
Banyak Protes
Mangupura (Bali Post)Tim Legend Mitra Devata bermaterikan mantan pesepak bola pro Bali, sukses menggunduli lawannya Buduk FC dengan skor 7-0 dalam latih-tanding di Lapangan Banjar Buduk, Sabtu (1/10) kemarin. Ketujuh gol yang bersarang ke gawang Buduk hasil bidikan Nyoman Rafik Armawan dan Purwanto masing memborong tiga gol (hattrick), serta sebiji gol lagi hasil bidikan Komang Mariawan. Koordinator Purwanto Iman Santoso menyatakan Buduk FC diperkuat pemain Arema U-21 Yoga dan Purnomo. Purwanto menjelaskan, Legend Mitra Devata mengendalikan permainan sepanjang pertandingan. Laga ini dianggap sebagai pemanasan sebelum bertolak ke Semarang akhir Oktober nanti. ‘’Kehadiran tim Legend Mitra Devata sudah ditunggu PSIS Old Stars dan Diklat Terang Bangsa,’’ ujar Purwanto. Sebelumnya, Legend Mitra Devata melakukan uji coba melawan Italia All Stars dan unggul 4-1 di Lapangan Kelan. Keempat gol dicetak Ari, penalti Komang Mariawan, Bayu Yusa, serta Sulendra. Mitra Devata juga menang atas Putra Harapan Pejeng dengan skor 6-0, di Pejeng. Keenam gol hasil bidikan Nyoman Rafik Armawan dan Purwanto masing-maisng dua butir gol, ditambah sebiji gol dari Pasek Alit, dan Komang Mariawan. (022)
Samarinda (Bali Post)Pengurus Besar Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (PB Ikasi), menegaskan para peraih medali emas atau juara PON XIX/2016, cabang olahraga anggar belum layak dijadikan acuan untuk penentuan masuk tim nasional SEA Games 2017 maupun ASEAN Games 2018. Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PB Ikasi Kaltim Muslimin di Samarinda, Sabtu (1/10) kemarin mengatakan, beragam kejadian saat berlangsungnya pertandingan di Hotel Haris Bandung, Jabar menjadi pertimbangan bahwa seleksi akhir penentuan timnas anggar bukan melalui pesta olahraga empat tahunan tersebut. “Harus ada seleksi ulang dengan cara yang lebih
sportif dan tentunya dengan harapan bisa melahirkan atlet yang benar-benar layak untuk masuk timnas,� katanya. Berdasarkan fakta di lapangan saat pertandingan PON 2016, cabang olahraga anggar banyak menuai protes ketika mempertandingkan nomor foil atau floret. Hal ini terjadi ketika dua atlet sedang bertarung dengan kondisi lampu keduanya menyala, maka penentuan poin dilakukan oleh wasit dengan melihat rekaman hasil ulang pertandingan. Setelah melihat hasil rekaman, kecenderungan wasit disinyalir lebih menguntungkan atlet tuan rumah dengan memberikan poin kepada para atlet Jawa Barat.
Muslimin mengatakan PB Ikasi telah menetapkan empat orang atlet masuk timnas inti sebelum pelaksanaan PON 2016, dan rencananya empat atlet lainnya dicari melalui hasil seleksi, salah satunya melalui ajang PON XIX 2016. “Tapi, dengan fakta pelaksanaan PON yang banyak menuai protes, maka harus dicarikan solusi dengan melaksanakan seleksi lanjutan,� katanya. Dalam waktu dekat ini, lanjut Muslimin, PB Ikasi mengagendakan ikut berpartisipasi pada kejuaraan internasional di Tokyo, Jepang. “Kami akan melihat lagi kemampuan para atlet, salah satunya dengan melihat kualitas mereka di kejuaraan internasional,� jelasnya. (ant)
Jayapura (Bali Post)Pemerintah Provinsi Papua selaku tuan rumah memerlukan dana sekitar Rp 15 triliun untuk membangun berbagai fasilitas Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2020. Dana sebesar itu, selain berasal dari bantuan pemerintah pusat juga dihimpun dari pihak swasta. Demikian kata Gubernur Papua Lukas Enembe di Jayapura, Sabtu (1/10) kemarin. Gubernur Enembe mengatakan, fasilitas olahraga yang sudah hampir selesai dibangun terdapat di Timika, sedangkan lainnya dalam tahap persiapan. Pemerintah kabupaten dan kota diharapkan berperan aktif dalam membangun fasilitas olahraga di wilayahnya, sehingga tidak membebankan pada pemprov. “Papua sudah resmi menjadi tuan rumah PON tahun 2020, sehingga berbagai persiapan harus segera disiapkan,� kata Gubernur Enembe. Ia mengatakan, Gubernur Jawa Barat Achmad Heryawan memberitahukan bahwa Jabar selaku rumah rumah PON XIX mempersiapkan sarana dan prasarana serta atlet, sehingga menjadi juara umum. Gubernur Enembe mengatakan, pengalaman dari Jabar itu akan dicontoh Papua sehingga tidak saja sukses penyelenggaraan, tetapi juga sukses prestasi. ‘’Diperlukan kerja keras dan kerja sama semua pihak untuk mewujudkan Papua sukses sebagai tuan rumah PON ke-20 tahun 2020,’’ kata Gubernur Enembe. (ant)
LAGA
12
Minggu Kliwon, 2 Oktober 2016
GP Sepang
Hamilton Start Terdepan Sepang – Lewis Hamilton melanjutkan laju bagusnya di Sepang setelah mencatat waktu terbaik dalam kualifikasi. Itu menjadi pole ke-8 buatnya musim ini. Pebalap Mercedes tersebut menjadi yang tercepat dalam dua sesi latihan terakhir dan performanya berlanjut pada sesi kualifikasi, Sabtu (1/10) kemarin. Hamilton unggul 0,414 detik dari Nico Rosberg rekan satu timnya di posisi dua.
Lewis Hamilton
BPM/rtr
Peringkat tiga di sesi ini ditempati oleh pebalap Red Bull Max Verstappen yang pada sesi kedua sempat mencatat waktu terbaik kedua melampaui Rosberg. Rekan setimnya, Daniel Ricciardo, berada di posisi empat. Setelah itu giliran dua pebalap Ferrari yang menempati posisi-posisi berikutnya, dengan Sebastian Vettel mengungguli Kimi Raikkonen untuk menempati peringkat lima dan enam secara berurutan. Kecenderungan itu berlanjut di dua posisi berikutnya dengan Sergio Perez dan
Nico Huelkenberg yang samasama membela Force India menempati posisi tujuh dan delapan. Jenson Button dari Mclaren dan Felipe Massa yang membela Williams kemudian menggenapkan sepuluh pebalap tercepat dalam sesi kualifikasi GP Malaysia. Balapan ini akan kembali menjadi ajang pertarungan antara Hamilton dan Rosberg. Hamilton punya rekor oke di Sepang, tapi Rosberg dalam tren sangat bagus. Keberhasilan jadi juara di GP Singapura membuat Rosberg kembali merebut posisi puncak klasemen pebalap
dari tangan Hamilton. Itu menjadi kemenangan ketiga secara beruntun yang didapat Rosberg, yang sekaligus membalas empat kemenangan tanpa putus yang diraih Hamilton sebelumnya. Meski Rosberg tengah dalam tren yang sangat bagus, Hamilton punya statistik lebih oke di Sirkuit Sepang. Sejak musim 2012 Hamilton tidak pernah keluar dari tiga besar, dia sekali meraih kemenangan dalam kurun tersebut (2014). Sementara pada periode yang sama Rosberg dua kali naik podium. (kmb33/ap)
Vettel akan Realistis Selangor – Pembalap Tim Scuderia Ferrari, Sebastian Vettel mengaku mengincar kemenangan di seri ke-16 Formula One (F1) musim ini yakni GP Malaysia. Meski demikian, Vettel menyatakan dirinya tetap memasang target yang realistis. Vettel menilai saat ini sulit bagi Ferrari mengejar dan menyamai kecepatan Tim Mercedes. Menurut pembalap berkebangsaan Jerman itu. Perbedaan kecepatan yang ada pada mobilnya dan mobil The Silver Arrows (julukan Mercedes) sangat jauh berbeda. Karena itu, Baby Schumi (julukan Vettel) tidak ingin terlalu banyak berharap di Malaysia. Menurut pembalap berusia 29 tahun tersebut, mobil Ferrari saat ini belum cukup mumpuni untuk jadi yang terbaik. “Saya pikir hal yang tepat untuk bermimpi. (Kemenangan) itu adalah apa yang kami inginkan di sini, tidak kurang,” kata Vettel, Sabtu (1/10) kemarin. “Tapi pada saat yang bersamaan, Anda harus bangun dan sadar bahwa pada saat ini kami tidak cukup kuat untuk datang ke sini dan berkata kami akan menang. Hanya jika kes-
empatan datang, seperti yang saya pernah katakan kami harus siap,” sambungnya. Musim lalu Vettel memang sukses meraih kemenangan pertama bersama Ferrari di Sepang. Itu juga merupakan satu dari tiga kemenangannya pada 2015. Vettel sendiri lumayan impresif sepanjang sesi latihan bebas. Dia berhasil menempati posisi keempat dan ketiga pada FP1 dan FP2. Vettel akan start di posisi kelima dalam balapan nanti. (kmb33/rtr)
Sebastian Vettel
BPM/rtr
Sastra
Redité Kliwon, 2 Oktober 2016
I Kaki Dengkil
Manacika KALUNTA-lunta ring Kuthanegara, sering pisan marginina antuk I Kaki Dengkil. Baosang marginina, santukan punika sakadi aptianga saking kubonné ring Tepisiring. Kantené kalunta-lunta, pamuputné Ipun sedekan ngumbara. Aéngan ring wiku sanyasin manah I Kaki Dengkilé, madaging ngumbara nuut rurung, nuut tukad, nuut pasisi pasih, menék-tuun pangkung, nyerabad alas, ulah-ulih menék-tuun gunung. Mangda asapunapi sapunika? Minab mangda sakadi Wiku Sanyasin polih tatenger nyurat sastra? Mangda polih cihna galang apadang tatas ring kasujatian urip? Minab té asapunika. Kawanten, kantos mangkin I Kaki Dengkil nénten naan nyurat sastra. Minab naan mamanah asapunika, nanging nénten prasida antuka. Utawi kamula Ipun nénten midep nyurat sastra? Nénten uning kasujatiané. Nanging naan Ipun maosang nyurat sastra sakadi mangkiné nénten wénten kawigunané. Kocap sampun nénten wénten sané jagi maosin. Mamanah kamula ngraina karyanina antuk I Kaki Dengkil. Wantah sampun bengangbengong, kipak-kipek, kitak-kituk, masidakep nyangkling entud negak ring galar tiing bubukan kubonné, tur madaging ngrawat-rawat suung paningalané marep kelod ngaksi Pasih Ujungé, punika cihna Ipun mamanah. Magenepan manahanga ngraina, saking ngalaca-laca indik, mespes tattwa sané belig, kantos bulakbalik ngartosang lengkara kakawian. Ngudiang mamanah, asapunika I Kaki Dengkil naan matakén ring manah. Baud pisan Ipun, yan mamanah sinah manahé sané ngawinang. Sareng-sareng nuutang baos para sujanané, kocap mamanah ngawinang jatmané kantun nyeneng. Wantah sampun nénten mamanah sinah sampun padem. Sekancan ambek manusané kocap kawawanin antuk manah. Saking manah jagi medal baos utawi ngraris masolah. Baos utawi solahé punika ngawinang wénten baos tur solah becik. Sapunika naler tungkalikané. Sampunang malih baosanga solahé punika, jagi cicih karmapalané. Napi malih indik singidné mabaos, sastrané maosang wakya nimitanta hayu kapangguh, wakya nimitanta ala kapangguh, naler wakya nimitanta pati kapangguh. I Kaki Dengkil banget ngamanahang indiké punika. Ipun ngamanahang, wantah Sang Angawaraté mabaos asapunika, sapunapi ja manahipuné? Mabaos setata ngawag-awag, sakadi nénten uning anggah ungguh. Setata maosang makasami kaon. Napi Ipun nénten kaon? “Élingang-élingang Pak. Bapaké mangkin dados Angawarat. Nénten patut mabaos sliwah asapunika. Napi Bapaké nénten uning wénten Tri Kaya Parisuda?” Sira minab simbingina antuk I Kaki Dengkil kantos asapunika baosné. I Kaki Dengkil kanten nguntukang sirahné, sakadi klesih manggihin méong. “Apa ngranaang kakéto? Tusingké patutné anaké mamanah lakar ngwetuang budi? Ngwetuang pamineh tiling, idep sané patut, tur ambek sané wicaksana. Dija tongos maimpasné ené?” I Kaki Dengkil lempuyengan ngamanahang indiké punika wenginé puniki. Nénten piragina malih suaran gadagané ngongkék ring bangketé sané sampun sayan nyupekang. Nénten rasaanga malih gesit awakné katibén damuh sané sayan ngidikang tedun sasihé puniki. Manah utawi manasé punika kabaos sané ngindengang budi. Nanging manahé punika kocap sakadi jaran rengasné. Punika awanan, kija manahé jagi lakuna pamarginé pamekas kusirné sané ngitukang. Sayan lenged I Kaki Dengkil ngamanahang indiké punika. Indik manahé sané lémpas pamarginé. Kantos uyang nénten karuan Ipun wenginé puniki. Matajuh iwang, nengkluk tidong boya. Mangkin ayamé sampun kruyuk-kruyuk. Cihna semengané sampun jagi rauh. Malih jebos I Crukcuk, I Kapecit, tur sané siosan nyagi ngocé nyambut Sang Hyang Baskara jagi medal. I Kaki Dengkil kantun kamanten kanten uyang tur blangsah. Napi sané kabaos kusir manahé punika? Semengané puniki I Kaki Dengkil kanten kenyel pisan. Bokné sané sampun makasami putih punika magambahan sutsut. Sambilanga klincak-klincak ring natahné Ipun kantun manten ngalaca-laca kusir manahé punika. Masarengan sareng kadokdakan toya anget ring kétélé, I Kaki Dengkil wawu éling ring baos manacika. “Sajan koyanga, manacikané sujatiné kusiré ento. Manacika artosné manah ening suci nirmala. Ento koyanga patutné ané utsahayang. Lamun suba manacika kautsahayang, jagaté sutrepti sakayang-kayang. Tusing lakar ada jlema ngadug-adug. Apabuin danéswara tur pangageng jagaté siosan. Kéto masé tusing lakar ada Sang Angawarat mamunyi ngadug-adung, ngédéngang ajak anak lenan murka tekén pagawéné. Ngudiang ada Sang Angawarat kakéto orahanga pascat?” Asapunika I Kaki Dengkil muputang sutsut manahné wenginé puniki. (Jelantik)
Uwa Oka Raka Suari ULUNG, Uwa Oka buin ulung, Uwa Oka jerit-jerit. “Aduh… aduhhh….” Telah rasanné bayun tiangé. Malaib tiang uli paon, ngamatiang kompor laut nepukin Uwa Oka nylémpoh. Sing ada ané ngrunguang. Kumpinné makadadua iteh maplalian di natahé, cucunné mamaca koran, mantunné seleg mapayas, lan pianakné seken mecil siap kurungan. Tuah tiang ané maekin Uwa Oka. Méménné Wayan Oka, misan tiangé. Mara paekin tiang sayan keras Uwa Oka maaduhan. Becat tiang ngedeng Uwan tiangé apang nyidaang negak di dipané. Kewala baat sajan rasayang tiang, cara batu asané. Ngangsur tiang, kadi rasa telah baan angkihan tiangé ngedetin Uwa Oka. Ketut Tresni, adin tiangé milu
maekin. Ajak dadua mara tiang nyidaang ningting Uwa Oka ngaba raganné ka dipanné. “Nak kénkén dadi Uwa bisa ulung, kénkén abeté, adéng-adéng naké majalan. Ada ané sakit Wa, apané sakit?” Tiang nyecerang matakon. Ketut Tresni ngijepang paningalanné, ngorahin tiang magedi, ngorahin tiang apang buin nglanturang mapunpun di paon. Saja tiang kapah jumah, ulian nguber gegaén. Adin tiangé dogén Ketut Tresni ané sesai di jumah. Madagang sambilanga ngrunguang Uwa Oka. “Mbok depang suba tiang madagang jumah, apang nyidaang nyambilang ngrunguang Uwa Oka. Magaé dija dogén patuh, né penting maan pangupa jiwa. Padalem Wa Oka, pang maan masih raganné klincak-klincak
13
nyingakin anak mablanja, nak nu Uwa Oka dogén reraman Iragané,” kéto Ketut Tresni ngorahang alasané dugas nyumunin mukak warung di samping pamesuan umah tiangé. Angob masih tiang tekén papineh adin tiangé ané melah muka kéto. Dadinné sing nyidaang tiang nambakin kenehné ané luung. Ento awanan tiang majanji di keneh, sasidansidan tiang masih bakal ngrunguang Uwa Oka. Tiang lan Ketut Tresni mautsaha sing lakar buin ngrambang nyén-nyén, sing bakal matolihang kija-kija unduk ngrunguang Uwa Oka. Uwa Oka ento kurenan belin bapan tiangé ané suba ngalahin, patuh tekén mémé bapan tiangé. Sujatinné Uwa Oka ngelah panak lelima, luh dadua suba makurenan, lan muani tatelu. Misan muanin tiangé, Madé Putra lan Komang Yuda nengil di sisi. Tuah Wayan Oka ané nengil di umah tua ajak tiang lan adin tiangé Ketut Tresni. Kéwala nang besik panak mantuné tusing ada ané seken ngrunguang. Di pété ngrunguang, biasané krana ngidih tanda tangan lakar ngadep karang carik. Disubané suud, jeg makejang ilang, pablesat, yapi ja Uwa Oka duuh-duuh tusing ada ané ngrunguang, konyangan mapi-mapi bongol. Dikénkéné saling tolih lan saling tuding, pamuputné saling kelidin. Ento awanan tiang lan adin tiangé Ketut Tresni madalem Uwa Oka. Suba tua, tuah kasugihané dogén ané pagarangina, tuané tan pakarunguang. “Méméh kénkén kadén isin umahé, panés miribang Embok, to mirib ané ngranang Embok lan Beli Madé sing makita mulih, sabilang lakar mulih jeg jelék suba bayuné, malipetan baana, miribang Embok ebek misi pepasangan di jumah tua iragané, dadiné Embok sing nyidaang ngrunguang matuan Emboké. Suksma nah suba ngrunguang Uwan Iluhé,” kéto abetné Mbok Sulasih kurenan Madé Putra-né dugas papasin tiang di jalan. Tiang sing bisa masaut, tuah bisa maksaang makenyir. “Luh pasti ngerti tongos Emboké dadi mantu cenikan, nak sing dadi Embok ané gangsar ngayahin matuan Emboké, apa buin Embok lan Beli Komang Yuda suba nengil di sisi. Yan Embok malaksana buka kéto kénkén ucap ara pisagané, nak ada ané nu pantesan, nak Beli Wayan ané paling kelih ané paling pantes. Tongos Emboké nomor telu.” Lén buin alasané Luh Widya, kurenané Komang Yuda. “Lamun caran tiangé, ngrun-
Aswamédha Parwa
Pamargin Yadnya Mautama Olih : I K. Satria, S.Ag IDA Brahmana Lanang malih ngandika alon pisan majeng ring Ida Brahmana Istri. “Sané mangkin Beli nénten malih mikayunin sarwaning sané miik. Nénten malih ngayunin warni sané akéh miwah suara sané ngulangunin. Duaning yéning selehin Adi, wénten jagat sané dahat matulak kawéntenané sareng kawéntenané punika, nénten ngayunin indiké punika. Pikayunan nrima miwah nulak wantah sangkaning kamomoan ring jagaté puniki, sané metu sangkaning nénten madué kautaman pikayun utawi kawicaksanan. Sami mabinayan kawéntenannyané, punika mawinan sami sané wénten puniki ngayunin sané sujati ri kala sampun molihang kautaman sané sujati. Sané mangkin Beli sampun wénten ring pikayunan sané pinih duur inggih punika pikayunan sané langgeng sané nénten malih ngayunin kautaman ring jagaté puniki. Beli wantah ngayunin kautaman tur panunggalan. Nénten malih keni ius kamomoan miwah nénten malih kaliput olih sekancan kama taler nénten malih kaliput olih manah sané sungkan miwah Kala Mrtyuné. Beli nénten malih nyaratang sekancan daging jagat saha kasukan, nénten malih mapikayunan sané dwapara. Beli wantah ngayunin sarin sekar tunjungé sané wénten ring telenging Taman Bagendra. Antuk manahé sané sakadi asapunika ngawinang Beli wantah ngayunin jagaté puniki dahat matiosan pisan Adi. Yadiastun karmané kantun mamargi, sakémaon pala sajeroning karmané punika sampun nénten malih wénten ring angga sariran Beliné, tan bina sakadi sunar suryané sané nénten pisan wénten rumaket ring sajeroning kahuripan ring jagaté.” Nglantur malih Ida ngandika, “Mapaiketan ring parindikané punika, mangkin durusang pirengang satua mautama sané sampun kaloktah ring jagaté sakémaon nénten wénten uning ring tetueknyané. Satua inucap indik kawéntenan Adhwaryu miwah Sang Yayati sané mabligbagan indik pamargi yadnya malarapan antuk beburon. Sang Adhwaryu tatkala punika wawu pisan wusan ngamargiang tirta sané kamargiang majeng ring makasami beburon sané pacang kanggén yadnya. Manggihin kawéntenané punika, Sang Yayati raris mapitakén majeng ring Sang Adhwaryu, “Nawegang titiang napiké puniki kapatutang? Amati-matui buron tan padosa?” Ngraris Sang Adhwaryu nyawis, “Sami beburoné puniki nénten pacang padem, sakémaon pacang nerusang pamargi-pamargi manut sakadi mungguh ring satrané. Yéning kecap sastra Wedané punika patut, punika pacang ngawinang beburoné mawali ka pertiwi. Sané mawit saking toya pacang mawali ka toya. Sunar pangaksiané pacang mawali nuju Surya. Karnané pacang mawali nuju Sang Bayu. Sami sekancan pranané sané ngawinang kahuripané pacang mawali nuju akasané. Yéning sastra Wedané iwang, punika ngawinang titiang sané taler ngamargiang pacang iwang.” Raris Sang Yayati mawali nyawis, “Yéning sakadi asapunika, yadnyané puniki wantah mawiguna majeng ring Janggaman I Kambing utawi beburoné tiosan, raris napi kawigunannyané majeng ring manusané? Napiké pamarginé puniki sampun polih paiguman saking beburoné tiosan? Yéning pradé durung, sané mangkin durusang waliang nuju pasametonan beburonané puniki mangda wénten pasadok! Minab sampun sauninga indik beburonané puniki wantah mapaiketan pisan ring beburon tiosan, sané mangkin waliang dumun wusan punika wawu pinehin pamarginé puniki malih.” Mirengang atur sakadi asapunika raris Ida Sang Adhwaryu mabakti ngregep japa mantra gumanti pacang makta janggaman para beburoné sané pacang kanggén yad-
nya nuju pasametonané tiosan! Raris wénten suara Yayati sakadi asapuniki. “Jadmané sané ngamargiang yadnya malarapan antuk atman sané tiosan saha wantah ngaptiang kadegdegan ring padéwékan, majanten iwang kabaosang. Duaning sampun cumpu ring satrané yéning ngelarang yadnya mangda ngaptiang kadegdegan jagat saha sadagingnyané sami. Cutet sampun kaiwangang mayadnya ngawigunayang beburon utawi atman sané tiosan,” kadi asapunika aturnyané Sang Yayati. Antuk atur Sang Yayati punika raris Ida Sang Adhwaryu nyawis, “Uduh Sang Yayati sané madué kaweruhan sané banget kasaratang ring jagaté. Minab Sang Yayati sampun molihang makasami sané wénten ring jagaté, sakadi sarwaning sané miik, sané medal tur maurip saking pertiwiné. Minab taler sampun ngrasayang indik sami sané karasayang sangkaning wénten toya. Nguningin sarwaning warni sangkaning wénten sunar surya. Sampun ngrasayang antuk carma sané medal saking Sang Bayu. Asapunika taler minab sampun ngrasayang sekancaning suara sané becik ngulangunin sangkaning wénten akasa. Sampun ké ngayunin pala karma antuk pikayunan? Minab Yayati sampun nguningin taler indik sami sané wénten ring jagaté madué kahuripan. Punika ngawinang Yayati nénten pisan prasida maurip yéning nénten sangkaning mralina sané tiosan, gumanti pacang sida ngwetuang nyaga kahuripané puniki. Sujatiné mangda prasida Yayati maurip, sinah sampun mademang sané tiosan. Nénten wénten kahuripan ring jagaté sané lémpas ring kahuripan miwah padem, utawi maurip sangkaning mademang sané tiosan,” Kadi asapunika bebaosan Sang Adhwaryu. Raris Ida Yayati sané madué kaweruhan sané becik mawali nyawis, “Nawegang Sang Adhwaryu Patut kauningin pariindikan sami sané wénten ring jagaté nénten pisan prasida kapralina. Sami sané wénten madué kauripan saha kawéntenan sané sujati. Kawéntenan prana, lambé, miwah genah indria sané tiosan, pikayunan, kapatutan, miwah sekancaning kamané, makasami punika wantah kawéntenan mauripé sané sampurna tur sujati. Sang sané sampun prasida lémpas ring pangraksan indria miwah kawéntenan suka kalawan duka wantah sané pacang molihang kerti saha sida nuju kalanggengané punika.” Mirengang bebaosan punika raris Sang Adhwaryu malih ngandika, “Sujatiné Yayati sampun prasida ngresepang indiké punika. Angayubagia pisan titiang madué sameton sakadi Yayati. Mirengang bebaosané i wawu satmaka titiang molihang kaweruhan sané anyar parindikan yadnya. Sawiréh bebaosané tan bina sakadi bebaosan déwatané sané ngrauhin titiang. Sakemaon titiang nénten ja ajerih sangkaning ngelarang yadnya sakadi asapuniki sané sampun katampi saking nguni. Sakémaon sané mangkin pikayunan saha kaélingan titiang ring bebaosané i wawu ngawinang titiang banget éling. Sadurungnyané titiang nénten uning ring parindikané punika, sané mangkin banget titiang nunasang mangda nénten keni rajapinulah sangkaning sampun nglaksanayang sané sakadi asapuniki!” Mirengang atur Sang Adhwaryu sakadi asapunika, raris Sang Yayati sané wicaksana punika wantah meneng. Sang Adhwaryu nglanturang yadnyanidané kadasarin antuk pangresep sané utama pisan. Ngawit punika yadnyané kamargiang antuk manah sané sujati sangkaning nguningin napi sané kamargiang pinaka pamargi sané patut.” (Masambung)
guang nak tua ento sing ada pelihné Mbok, nak mula kewajiban i pianak, sing ja misi manomor, né penting nyak Mbok...,” kéto tiang nimpalin munyiné Mbok Luh Widya. “Luh nak nu bajang, nu bébas, bek waktu. Lén ajak anak makurenan, ucap ara anaké masih lén. Sing ada anak lakar nalih Luh ngarangin warisan matuan Emboké, kéwala yén Embok ané ngayahin sinah kadéna natakin warisan. Embok sing bani kadalih kéto, Embok sing trima.” Nu lantang alasanné Mbok Luh Widya. Kuping tiangé rasayang sampet. Mirib ia suba nyeb ningehang munyi-munyi maboya. Sasukat ento sing taén tiang buin nyambatang unduk Uwa Oka kapining panak mantunné. Jeg gelengan tiang ngayahin ajak Ketut Tresni, sasidan-sidan tiangé ajak dadua. Uwa Oka batisné sakit, koné dadalané ban man ulung di kamar mandi. Beliang tiang tungked, buina yén kija-kija tiang lan Ketut Tresni ané magilir nandanin, krana panak mantunné sing ada nyak paek. Yén suba Uwa Oka nagih milehan, jeg gépé suba tiang ajak Ketut Tresni mopong raganné. Abulan ané liwat, teka uli magaé, cingakin tiang adin tiangé ngeling sigsigan di warung. Paekin tiang ia. Ketut Tresni ngusap yéh paningalanné sambilanga makenyir ngengkebang sebetné. “Nak kénkén Tut, Uwa Oka gelem?” Ketut Tresni kituk-kituk sambilanga mautsaha makenyung. Tiang bengong. “Embok, Uwa Oka….” Buin macéhcéh yéh paningalan adin tiangé, ia sing bisa nglanturang munyiné. “Nah adéng-adéng,” antosang tiang Ketut Tresni apang tenang. “Mbok Uwa Oka sing ja pérot, Uwa Oka nak seger….” “Kénkén Uwa Oka suba sing pérot, luwung to, adi Ketut ngeling, astungkara… nyén ngubadin? Dadi Ketut ngeling, ngeling demen né, kaden Embok nak sebet….” nyroscos tiang mamunyi baan kaliwat kendel. Buin ngetél yéh paningalan adin tiangé. “Tiang sebet Embok, sebet krana tiang, Embok, iraga ajak dadua suba limang tiban ulukuluka tekén Uwa Oka. Limang tiban iraga jak dadua nandan Uwa Oka, Embok meliang tungked, iraga mopong. Sujatinné Uwa Oka sing ja pérot….” Buin Ketut Tresni ngusap yéh paningalanné.
“Ah Tut, to tuah raos pisaga ané sing nawang apa-apa. Kan iraga ané sesai namping Uwa Oka… ,” tiang ten percaya. “Seken Embok, mara tuni cingakin tiang Uwa Oka klincakklincak di sanggah buina misi mongkod ngalih bungan jepun. Intip tiang terus, jeg bungah sajan gobanné, jeg makelo sajan iraga jak dadua uluk-uluka Mbok. Sebet pesan atin tiangé. Dadi ati sajan Uwa Oka mogbogin iraga ajak dadua. Boya ké iraga dogén ané ngrunguang? Dadi dadi ati raganné Mbok,” Ketut Tresni buin ngusap yéh paningalanné. Munyin tungkedé kletak-kletok, tiang lan Ketut Tresni saling tolih. Munyin tungked Uwa Oka-né ngancan paek. Tiang ngabetang ngentungang angkihan. Ajak dadua tiang nyagjagin Uwa Oka. Tiang takut, undagan jelané ngalangin batis pérotné Uwa Oka. Tiang lan Ketut Tresni sing taen nyambatang kapining Uwa Oka unduk batisné ané tusing seken pérot. Di kénkéné, yén di natahé, engkebang tiang tungkedné, kalihin tiang. Saja tepuk tiang Uwa Oka majalan biasa. Engsap raganné tekén tungkedné. Makelo-kelo biasa Uwa Oka majalan sing ngangon tungked. Sing ja katarang tiang, tuah makejitan dogén tiang ajak dadua. Sasukat ento biasaang tiang dogén nampénin parisolahné Uwa Oka, cara nampénin parisolah anak tua-tua ané dot setata marunguang. Kéwala tuni, buin Uwa Oka maglebug, kéwala di baléné. Menék tuun angkihané, lemet ragané sing nyidaang negakang, makakeb angseg-angseg. Malaib tiang becat-becat ngalih mantri ané paek umah tiangé. Lacur mantriné tusing ada jumah. Malaib masih tiang ngalih tlebuati anggon ngubadin asmané. Tiang paling, Ketut Tresni ngeling. Warungné tutupa, tiang marasa pelih, bani tekén anak tua. Tiang becat ngaé ubad asma. Ketut Tresni iteh nélpon ambulan kéweh sajaan, bekan maanggo. Ketut Tresni nelpon taxi, sing masih maan apang becat. Malaib Ketut Tresni ka pisaga lakar nyilih mobil. Cingakin tiang Uwa Oka nyledét, pangus sledétané cara tatit. Gelurin tiang Ketut Tresni apang buung nyilihang mobil ka pisaga, orahin tiang ia apang buin mukak warung. Tangkah tiangé ngangsur, ubad asmané suba pragat, inem tiang padidi. Uwa Oka depin tiang di tabané makakeb sambilanga nyledét cara tatit. ***
Saking Langit Bali Kaliyuga Dot makenyem bibihé caket Sirahé sakit kebet-kebet Sakit di kenehé kaengkebang Sakit ati karasayang Jamané sampun sayan ngéndah Laksana kaon ngalahang sané melah Purané sayan ngrénéb Widhiné sayan joh Wastrané sayan kedas kenehé sayan daki Pejabat lan petani sakadi langit lan gumi Jamané sampun Kaliyuga Kasugihan pipis dados raja Nénten uning nyama braya Anak istri mararas muani Anak lanang mararas istri Sadwika
Mulih Yusa tuah wates nangun yasa Angkihan nyilih nyantos pagilih Sami pasti jagi mamargi Makaput saput pertiwi utawi gni Artha brana lan kuasa Punika pangwadih kama Sameton lan kulawarga Wantah nyarengin ring sétra Bekel mulih, kasujatian beneh lan pelih I Nyoman Agus Sudipta
Kruna
14
Redité Kliwon, 2 Oktober 2016
I Made Nada Sumarsana
Cerakén Lengkara
Jiwa Guru Basa Bali
Punggelan geguritan puniki kaanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha.
JIWA guru miwah rasa tresnannyané JIW majen majeng Bahasa Bali, minabang nénten naen ical saking déwék I Made Nada Sumarsan sana, S.Pd. Paserainannyané mangkin do doh saking geginan ngajar Bahasa Bali. N Nada–sapunika dané sering kasambat. Y Yowana sané embas ring Yéh Malet, Karangasem, 31 Agustus 1990 puniki, ngangkenin anggannyané naen ngarepin kalih pilihan sané ngawinang dané bingung. Alumnus Jurusan Bahasa Bali IKIP PGRI Bali puniki sujatinnyané kadaut pisan sareng profesi guru Bahasa Bali. Sajabaning tetep ngukuhang Bahasa Bali pinaka bahasa ibu ring alit-alit Bali, Nada Sumarsana meled alit-alit saking dura Bali sané wénten ring Bali sareng seneng malajahin Bahasa Bali. Minakadi alit-alit Bali sané jenek ring dura Bali, alit-alit punika wikan mabaos nganggén bahasa daerah ring dija alit-alit punika jenek. “Ngawit alit titiang sampun madué ci cita-cita dados guru Bahasa Bali. Punika san sané ngawinang tiang kuliah Jurusan Bah Bahasa Bali ring IKIP PGRI Bali,’’ baosnyan nyané. Nad Nada Sumarsana sané aktif sajeroning makuda makudang-kudang parikrama kampus nyeritayang eritayang, sangkaning kadesek antuk pabuat finasial, Nada Na Sumarsana melamar ring sinunggil financee ring Kota Ko Dénpasar. Nénten katarka lamarannyané punika kat katerima. Madué modal semangat miwah tekad molihang jinah jinah, dané lantas malajah ring widang pa-
Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti
msСmmã*, Mas Kumambang 19.pusÓken, Pustakané, sensomæunÐbÊsihin/, sané sampun kabresihin, smikli\áih*, sami kalinggihang, gumnÓiúsasnÒi, gumanti Usadha Sandhi, \nininÀnÑkcc(. Nganinin anda kacacar. 20.ensiewosn/, Né siosan,
karyan sané sadurungnyané nénten naen kapikayunin. Napimalih nénten madué pendidikan miwah pengalaman. Aget rasa meled dané sané ageng saha kasokong lingkungan kerja miwah sawitrannyané, Nada Sumarsana rumasuk digelis prasida adaptasi ring lingkungan kerja. Kacunduk ri kala acara wisuda FPBS IKIP PGRI Bali wawu puniki, Nada Sumarsana ngangken yéning dané patut ngicalang idealismenyané tur patut realistis ngarepin kahanan ring ajengnyané. Nada Sumarsana ngangken wénten tawaran dados guru honor Bahasa Bali ring SD. Sakéwanten gaji sané katerima doh saking pangapti. Siosan punika dané muatang dana anggén nambanin reramannyané. “Mangkin idealismne tiang laliang dumun. Durung uning napiké idelaisme punika pacing metu malih,” baosnyané sinambi makenyung. Tambis-tambis tigang warsa Nada Sumarsana nglaliang parikrama kebahasabaliannyané, nanging rasa kangen ngajar Bahasa Bali sayan nincap. Rasa kangen metembang, makidung miwah makakawin. Sering ri kala molihang galah dané mapupul sareng adik-adik kelasnyané sané kantun aktif kuliah. Nada Sumarsana percaya, jalan idup sampun pakardin Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Rumasuk dané sané seneng dados guru Bahasa Bali nanging nénten prasida nyalanin sangkaning tuntutan kulawarga. Dané raris mikayunin yéning rasa tresna majeng Bahasa Bali nénten musti dados guru Bahasa Bali. Nada Sumarsana percaya yéning jalan idupnyané dados guru Bahasa Bali, dané taler percaya yéning sampun galahnyané, dané pacang wénten ring kelas ngajar alit-alit Bahasa Bali. “Jiwa guru punika banget méwéh tiang laliang,” tuturnyané. Rasa kangen Nada Sumarsana majeng Bahasa Bali mangkin katambanin. Ri kala dané molihang selah, dané sering kaundang kerabat, sawitra ngajahin putra-putrinyané Bahasa Bali. Nada Sumarsana ngrasayang wénten rasa seneng miwah bangga, minat miwah motivasi alit-alit Bali malajah Bahasa Bali rumasuk ageng. Sakéwanten pikobetnyané wantah ngrereh pamargi ngawi cara ngajar sané nyenengin. (ast/yan)
Kadek Artuti Pradnya Wati
elonÓ(kputusnÞ¡wi;,
Guru Yoga sané Waged Masolah
lontar kaputusan luwih, p\iwpn)\)n/, Pangiwa Panengen, ttÙbudÒk)cpi, Tattwa Buda Kecapi, mnÓËewdprikÉm. Mantra Wéda Parikrama. 21.rmyn, Ramayana, bÉ~yudÒlnÓnÓËi, Bratha Yudha lan Tantri, srsmusÇy, Sarasamuscaya, t)nu*lnÙrigsmi, Tenung lan Wariga sami, wÉsætittÙlnÐlæ. Wraspatti Tattwa lan Kalpa.
NÉNTEN prasida dados seniman, Kadek Artuti Pradnya Wati pamuputné dados guru yoga. Yadiastun parindikan inucap boya dados angen-angen saking alit, nanging yoga banget katelebin antuk rasa seneng tur sumeken. Muridnyané akéh, inggian saking dura negara miwah lokal. Ketah yoga punika kamargiang ring balé banjar utawi ring Yoga Ashram utawi ring genah dané, Shanti Toya Ashram. Manut Artuti, yoga pateh ring masolah taler selah maplalian sané becik kamargiang olih alit-alité. Sangkaning nelebin widang yoga, Artuti ngwangun genah yoga sané magenah ring Teba Kurung, Banjar Umah Anyar, Desa Penarungan, Mengwi, Badung. Sangkaning genahnyané ring tengahing carik mawinan genah inucap kawastanin Shanti Toya Ashram. Parindikan dados guru yoga, manut Artuti nénten naen kapikayunin sadurungnyané. “Dumun daweg alit tiang ketah ngigel. Tiang meneng sareng Odah tiang ring desa. Ri sampun ngranjing ring SMP, tiang nyarengin rerama merantau ka Jawa. Sangkaning wénten parindikan sané nénten kasenengin, tiang munggah bécak nuju Pura Jagat Karana ring Perak Surabaya tur meditasi,” dané nyaritayang. Ring genah inucap dané sakadi
polih pawisik mangda ngamargiang méditasi. Mawit nika dané ketah méditasi satios aktif dados guru tari Bali ring rantauan kantos anggané ngamolihang penghargaan saking SMK Bokri 4 Yogyakarta. Pikayunan meled nelebin widang seni sayan ageng ri sampun dané tamat SMA. Sangkaning punika dané meled nglanturang kulih ring sekolah seni, sakéwanten kandegang olih reramandané. Pamuputné anak istri sané embas ring Badung, 9 April 1979 puniki mawalai ka Bali tur nglanturang kuliah ring Dyanapura. “Parindikan nelebin widang yoga kakawitin saking nyarengin parikrama ekstra kurikuler. Gerakannyané unik, ngélingang tiang ring beciknyané ngamargiang méditasi. Satios nyarengin ekstra ring kampus, tiang taler nelebin yoga ring Pengosekan, Ubud,” tutur dané. Anak istri sané taler waged masolah puniki ngangken parikrama yoga janten becik pisan majeng kesehatan jasmani miwah rohani. Becik kanggén ngendaliang pikayunan, taler wénten koneksi sareng alam. Satios malajah yoga ring Ubud, anggané taler dados asisten guru yoga. Tur ri sampuné ngamolihang ijasah, dané prasida dados guru yoga inggian ring Yoga Barn Ubud kantos ka Malaysia, Singapura, Thailand miwah kelil-
ing Eropa. “Sué polih nglanglang bhuwana ngajahin yoga ring dura negara, pamuputné tiang milih netep ring Bali taler dados guru yoga. Ngayah majeng krama Bali majalaran yoga,” baos Artuti makenyem. Sadurung polih genah ring Teba Kurung, anggané sampun polih nyelehin genah tiosan minakadi ring Buleleng, Ubud, miwah
Bongkasa. Antuk papineh sané becik, Teba Kurung kapalih kadadosang genah ngwangun ashram yoga. Kabaosang, satios genahnyané sané asri, makéh tetanduran lokal, taler makéh wénten sumber toya ring genah inucap. “Manut tiang toya wantah sumber kahuripan, mawinan becik kanggén genah ngamargiang kegiatan spiritual.” Satios krama lokal, tamiu
dura negara taler makéh sané makayunan malajah yoga. Malajah yoga nénten wénten watesannyané santukan makéh gerakan sané patut kaplajahin. Mawinan punika malajahin yoga nénten pacang ngawi med. Satios punika, gerakan yoga taler kaanutang sareng yusan krama sané malajahin, mawinan yoga prasida kaplajahin olih sapa sira ugi sané kayun malajahin. (bud/uma)
Isin Gumi Yatna ring ”Bencana Alam” RAUH Rring sasih sabeh bulan Oktober sané jaga rauh, samian krama kapakélingin mangda yatna ring bencana alam sané nadaksara prasida nibénin. Ngawit makudang raina pungkuran puniki kémanten sampun sakatah bencana alam nibénin minakadi banjir, tanah longsor, taru tumbang, sander tatit, miwah angin nglinus. Makudang-kudang bencana inucap nyihnayang pisan metu snagkaning cuaca ékstrem sané nénten prasida katambakin. Parindikan inucap kabligbagang ring
sajeroning acara Isin Gumi Radio Singaraja FM 92,0 Mhz raina Anggara, 27 September 2016 lintang. Kaki Dukuh, Tangguwisia Yukti pisan bencana sané nibénin pungkuran puniki minakadi tanah longsor, taru pungkat, miwah bencana tiosan sampun ngrusak makudang-kudang sarana prasaana miwah ngwetuang korban jiwa. Manut titiang, bencana inucap metu sangkaning parilaksana parajanané sané nénten
madué rasa tanggung jawab ring palemahan. Minakadi malaksana ngawag ngrabas taru-taru ring tengahing alasé. Tunas titiang ring parajanané ngiring ngawit mangkin mataki-taki ngemit palemahan miwah wicaksana sareng-sareng miara alasé sané kantun, nika malih piara mangda becik pinaka tetamian sané prasida katami olih pianak cucu kapungkuran.
en pacang prasida nambakin bencana banjir wiadin tanah longsor sakadi sané nibénin wawu puniki. Kémahon parajanané patut mulat sarira napi mawinan wénten bencana ring sakatah genah. Alas sané wénten sampun sayan usak mawit parilaksanan manusiané sané loba ngawigunayang daging jagat anggén kapentingannyané néwék. Nika minab sané ngawi palemahané duka.
Komang Suparta, Kerobokan Sapasira kémanten nént-
Surya Adi Putra, Lovina Parindikan bencana alam patut samian angganing mikayunin. Sampun sapatutnyané samian krama urati sareng palemahan. Kakawitin saking genah soang-soang minakadi antuk nangiang malih sistem gotong royong mresihin got utawi telabah, miwah pakarangan soang-soang paumahan. Taler matetanduran ring genah-genah sané kirang asri.
Kruna BASA BALI
AKSARA BALI
1.
dabdab
1.
dbÑb/,
1. telaten
2.
dacin
2.
dcin/,,
2. neraca
3.
dadalan
3.
ddln/,
3. sebab
4.
dakén
4.
dekn/,
4. dangkal
5.
dampar
5.
dmæ(,
5. bangku
6.
embatang
6.
h)mãt*,
6. dibentangkan
7.
embid
7.
h)mãid/,
7. runtuh
8.
gegitik
8.
g)gitik/,
8. tongkat
9.
gelis
9.
g)lis/,
9. cepat
10.
gɱbug/,
10. wabah
10. grubug
BAHASA INDONÉSIA
Nyoman Yasa, Kalibukbuk Angganing sané mapaiketan taler sané madué tugas ngemit utawi miara kahanan alas patut nincapang malih ngemit kahanan alas inucap. Kahanan alas sané karusak olih jadma sané nénten madué tanggung jawab patut ngamolihang uratian sané becik. Santukan sakadi mangkin sampun akéh taru-taru ageng sané karabas kanggén bisnis utawi kaadol satios kanggén padéwékan. (ama)
Pegat Uwakan PEGAT Uwakan wantah sinalih tunggil raina suci umat Hindu sané kabaos panguntat runtutan raina Galungan miwah Kuningan. Karauhannyané nemoning raina Buda Kliwon, wara Pahang. Raina inucap kasengguh Buda Kliwon Pahang utawita Pegat Uwakan. Pegat Uwakan kecapé saking kalih baos inggih punika Pegat miwah Uwakan. Pegat mateges palas, Uwak mateges kelalaian, yéning sikiang baosé punika mateges sampunang lalai utawi obah nglaksanayang dharma sajeroning kahuripan puniki. Pangawitné Pegat Uwakan saking runtutan raina suci Galungan miwah Kuningan, laminnyané asasih utawita 35 raina risampuné raina suci Galungan. Ring raina suci punika para umat Hinduné ngaturang upacara sané marupa “Sesayut Dirgayusa” sané matetujon mangda prasida ngamolihang sané kabaos Dirgayusa parajanané sareng sami sané wénten ring jagaté. Ring raina punika pangastawané kalaksanayang kadasarin antuk pamineh miwah budhi cita sané suci nirmala. Tetuek tetujoné majeng ring Ida Sang Hyang Widhi miwah para Dewa/
Bhatara mangda parajanané prasida ngamolihang sané kabaos kadirgayusaning angga sarira miwah jagat. Tumaning mangda Ida Sang Hyang Widhi ngicén waranugrahan-Idané ring mayapada, mangda jagaté paripurna ngantos nglimbak ring sarwa praniné. Ring raina Pegat Uwakan punika wénten taler manegesang pegat warah utawi monabrata. Ring raina punika sané prasida nglaksanayang inggih punika majeng ring parajanané sané sampun kabaos Sang Maha Muni, pamargi sané kalaksanayang inggih punika monabrata utawi brata dhyana. Indik tetujon nyikiang prana (tenaga hidup) sajeroning angga sarira. Sarana upakara sané kaaturang widhi-widhana inggih punika upakara sarwa pawitra, canang wangi-wangi, sesayut dirgha yusa, panyeneng, miwah tetebus katur
majeng ring Ida Sang Hyang Widhi malarapan antuk asep menyan harum. Siosan ring sané kalaksanayang ba duur, ring raina Buda Kliwon wara Pahang punika kalanturang pareresikan. Pareresikan sajeroning makasami sarana-sarana sané kanggén upacara, minakadi penjor miwah canang, makasami punika kapupulang turmaning kabasmi, mangda asepnyané nyujur ka ambarané. Asep punika wantah sarana nyujur Déwa ring Kahyangan, lamakané para umat Hinduné nyihnayang sampun puput ngrayaang sané kabaos kamenangan Dharma (kebaikan) nglawan Adharma (kejahatan). Wantah asapunika pamargi sajeroning rerainan Pegat Uwakan sané patut kalaksanayang olih umat Hindu ring jagaté. I Nengah Konten
Redaksi nerima reriptan profil mabasa Bali miwah Indonésia (pinih akéh 3000 huruf) jangkép sareng foto profil. Profil mangda kakirim ring alamat : Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email : bali.orti@yahoo.com
15
Minggu Kliwon, 2 Oktober 2016
Lintas Imajinasi Nusantara Raya, 88 Tahun Puisi Sumpah Pemuda, Klungkung 28 Oktober 2016
Tekstual Kontekstual Bali Baru z Ketika Si Kaya Berulah Miskin (6)
BAGAIMANAKAH bares (watak kedermawanan) itu hendak diwujudnyatakan dalam kepungan ideologi kapitalisme kini yang berbuncah-buncah semangat menguasai, mengikat dalam hak milik lewat secarik kertas bernama sertifikat? Bagaimana latihan bares itu dapat diwujudnyatakan terhadap ribuan rumah tangga miskin Bali di tengah pertumbuhan ekonomi yang dipicu gelegak pariwisata—yang dicitrakan sebagai kemajuan, kemodernan? Jawabannya, niscaya, tak cukup berhenti hanya pada sloka-sloka agama. Jelas, agama-agama di dunia kini belum pernah dihadang guncangan masalah sebesar dan seberat kenyataan-kenyataan ini: jumlah manusia berlipat-lipat, pola konsumsi berlebihan tanpa kendali, serta kehadiran teknologi yang tak seiring ritme Alam. Semua ini bermuara di satu titik simpul bersama: kerusakan alam lingkungan, kemerosotan mutu hidup, dan beragam penyakit sosial akut, seperti kemiskinan, kebodohan, pengangguran, kriminalitas yang kian mencekam. SIAPAKAH yang patut dinamakan kaya atau miskin di tengah kenyataan tak anut dengan tebaran harapan sloka-sloka suci ini? Dia yang senantiasa terpanggil dan sadar berbagi itulah si Kaya. Dia yang tak pernah merasa cukup menumpuk, senantiasa merasa kurang, sekaligus kikir, serta tak peduli berbagi itulah si Miskin— barangkali. KARENA RUMUS KOSMIKNYA sangat sederhana: bahwa dia yang senantiasa terpanggil dan sadar berbagi itulah si Kaya, maka dapat dipahami bila para bijak kehidupan senantiasa menuturkan,
Tiga (3) Sajak
zHerry Wijaya
Manado - Klungkung P.P Kusamba: Percakapan Pantai Jika saja kau memahami buih yang menyentuh kakimu kau akan tahu bahasa pasir lembut menangkup gerai ombak tegas memberi batas laut. Jika saja kau memahami ombak yang menggulung hatimu kau akan tahu bahasa karang kekar menangkal beringas gelombang tajam menahan sunyi malam. Jika saja kau memahami angin yang menggerai rambutmu kau akan tahu bahasa laut tak luap menampung keluh pulau memberi tak pernah peri. Jika saja kau memahami camar yang menudungi ragamu kau akan tahu bahasa nyiur tegak harmoni di keragaman pantai berjalan dalam kesejajaran rimba. Jika saja kau memahami kerang yang merektas jiwamu kau akan tahu bahasa semesta cinta yang agung muasal muara rindu.
Taman Gili Malam ini tidak ada derau angin kerlap lampu hilang warna dingin meruang, bulan jadi lain rindu yang mengental Sendiri di taman Gili... menyusur relung relung kolam tangkai tangkai mawar langit langit, ruang penghakiman tempat percakapan terhenti akhir cinta yang tumbuh. Sekejap bayangan meriak antara teratai dan gemercik sunyi Kejarku, biarkan aku memahat pada tiap sufut genangmu dan jejak cetak wajahmu agar aroma kamboja meruak di ruang kekalmu merangkai cinta kefanaanku pada esok yang mungkin tidak datang... KETIKA ADA yang menyebut nama SMP PGRI Klungkung referensi maknanya bukan sebuah institusi yang pernah ada berupa sekolah menengah pertama swasta yang berada di sebelah selatan RS Klungkung di jalan flamboyan itu, tapi referensinya adalah ada segudang narasi tak berbatas kata di dalamnya berakumeulasi secara holistik. Segera muncul bayangan Bapak Made Pasek, sang kepala sekolah yang flamboyan, sesejuk air Tukad Jinah dan kericik air di Bindu sebelah utara areal sekolah yang menginspirasi Wayan Suartha mendirikan Sanggar Binduana. SMP PGRI Klungkung adalah hari-hari di mana kenakalan masa remaja kecilku mengalir, dengan suka cita nerima jika guru memlototi saat kami bersalah, bahkan tanpa rasa sakit hati dan dendam nerima tulus tempelengan telapak tangan pak guru ketika aku dkk OTK operasi tertangkap tangan meludahi panci bumbu plecing kangkung karena kami yang sudah punya bon/utang banyak di kantin tak dikasi ngebon lagi. Ketika rekan-rekan siswa pada hari-hari tertentu kerja bakti ngangkut pasir dan batu yang diambil dari Tukad Jinah untuk membangun ruang kelas, saya
“Rajin-rajinlah memberi, melepaskan.” Hanya dengan memberi, melepaskan, Anda bakal memperoleh, mendapatkan, sekaligus lebih disempurnakan, dimuliakan. Cinta didapat setelah memberi pelayanan. Pelayanan diperoleh usai mencintai. Cinta itu melayani, dan melayani itu mencintai. Cinta dan pelayanan itu sekeping mata uang dengan dua muka sama guna, sama makna. ITU SEBAB para bijak kehidupan suka bertutur, “Sering-seringlah latihan memberi, memberi, dan memberi. Hanya dengan latihan, latihan, dan latihanlah maka otot-otot rasa tulus hati memberi itu akan menjadi kian kuat.” BALI TRADISI mendesain latihan bares, rajin memberi itu dalam sistem sosio-religius yang dinamakan upacara, dengan sarana berupa banten. Dengan bares melepas dalam rupa banten itu, Bali Tradisi memang sanggup menggerakkan roda Dharma dalam dimensi sosial, ekonomi, budaya, hingga ekologi. Kebenaran (satyam), kesucian-kemuliaan (siwam), sekaligus keindahan harmonis (sundaram) tercipta. Cuma pertanyaan kritisnya: masihkah semua sistem mesin tradisi ini efektif dan efisien menggerakkan roda dharma itu—terlebih lagi: adakah itu kini sanggup menggetarkan kesadaran moral sosial kolektif manusia Bali? DI TITIK KONTEKSTUAL ini, kini, Bali kerap kali gagap menghadapi realitas kesenjangan teks dengan konteks realitasnya yang kian lebar menganga. Justru itu kesadaran bares dalam konteks Bali Baru mesti dirumuskan ulang—supaya tekstual menjadi kontekstual. zdeprabas
Sungai Unda
: (Kepada Isworo) Sungai itu memberiku seorang perempuan kau bilang lemah, ia lebih kuat darimu Sesehari air matanya tumpah menggarami muara, menderasi anak anak sungai Dua tangannya menangkup air mengisinya dalam saku celanaku Katanya; ‘’pergi dan cintai....’’ Hari itu, ia memungut batu batu hidup dari jiwa yang lelah yang tak pernah diberi padanya memolesnya dengan cinta merangkainya jadi tiang tiang rumah menegakkannya hingga ke jantung jiwaku Gelap pagi tepi aliran bersama gemercik matahari terdengar lirih kata-katanya dalam gemeretak batu batu bergulir kepada Tuhannya ia menumpahkan pergulatannya ucapan ucapan berkait, nyanyi nyanyi sunyinya dari yakin cinta-Nya yang tak pernah lekang bumi yang selalu berubah sungai yang terus mengalirkan cerita rahasia, cinta rahasia nyanyi rahasia...
42 Tahun Olah Rasa, Kepekaan Intutif zSMP PGRI Klungkung... Rahim Ibu, dari Sanalah... dan dua kawan asyik mandi/berenang di air, kadang nyuri mangga di pohon yang kami lalui. DENGAN KESABARAN TANAH pak kepala sekolah nuturin sang bajingan’ cilik dengan bahasa yang jelas, puitis, kadang metaforis. Sekarang baru terasa, ketika spirit pendidikan karakter digembargemborkan di se tiap ranah penyelenggaraan pendidikan formal, intitusi yang bernama SMP PGRI Klungkung sudah 42 tahun yang lalu mengimplementasikan dan saya pribadi menyadari betapa beratnya beban guru di samping mendidik juga mengajar. 42 TAHUN BERLALU, baru terasa di kegiatan Pramuka, khususnya ketika kemah di sekolah, pendidikan rasa mulai ditanamkan. Kami dibuat sesegukan ketikga guru pramuka dengan narasi yang sentimental digelindingkan di sela kobaran api unggun. Mengasah rasa sesungguhnya dimulai saat itu yang ketika itu tak kami sadari selain hanya kegiatan buang-buang waktu. Mencipta karya sastra memang bermula pada olah rasa, kepekaan intuitif menjadikan rasa mengimplementasikan untaian kata membangun struktur naratif atau poetic yang memadai. APRESIASI GRADAG GRUDUG selalu menghiasi ruang kelas yang sebagian ada yang belum diplester. Terbayang bapak Sukanta Wahyu, Wayan Suartha, Ida Bagus Parwita menjaga dan meniupkan api apresiasi: api kecintaan siswa pada sastra 42 tahun berlalu, SMP PGRI jika rahim, dari sanalah ibu segala ibu ‘’melahirkanku: 42 tahun berlalu aku kangen sosokmu yang telah berganti raga, tapi sukmamu abadi.... zGde Artawan Dawan Kaler - SAR-Wanda
Octem-Oktober Mekar Kapat zMenggali-gali Kedalaman Delapan (1) OKTOBER sebagai nama bulan dalam kalender Gregorian kini, tentulah sangat terkait dengan Octem. Dalam sistem kalender Romawi Kuno, Octem merupakan bulan kedelapan. September besar kemungkinan berakar dari kata sapta dalam bahasa Sanskerta yang berarti ‘tujuh’. Lalu November dari kata nawa, berarti ‘sembilan’. Adapun Desember dari kata dasa, yang bermakna ‘sepuluh’. Dari alur pikir ini tampak jelas, Oktober di masa awal memang merupakan bulan kedelapan. Bukan bulan kesepuluh, sebagaimana berlaku dalam kalender Gregorian sejak abad ke-16 hingga kini. OCTEM INI pula memiliki korelasi dengan sejumlah bahasa bangsa-bangsa belahan dunia Barat: octo (Yunani), octaaf (Belanda), octav (Inggris), juga actavus (Perancis, Latin). Oktaf bermakna inti delapan, sehingga digunakan untuk menyebut genre puisi yang terdiri atas delapan baris. Oktaf juga digunakan sebagai sebutan bagi delapan nada, mulai dari nada do (disimbolkan dengan angka 1), re (2), mi (3), fa (4), sol (5), la (6), si (7), dan nada do lagi di urutan kedelapan dengan nada yang lebih tinggi. ADALAH MENGASYIKKAN menggaligali kedalaman makna delapan manakala kini memasuki bulan Oktober. Ini setidaknya bisa menggelitik ulang syaraf-syaraf kesadaran kewaktuan kita perihal keaslian makna Oktober di masa silam sebagai bulan kedelapan. Ini tambah memikat lagi manakala sasih Kapat di bulan Oktober kini dalam kalender kewaktuan pawukon Bali Tradisi pas tepat mulai hari ini, Redite (Minggu) Kliwon, wuku Pujut, tanggal 2 Oktober 2016. HARI REDITE KLIWON, wuku Pujut, kali ini juga bersamaan dengan pananggal apisan (bulan baru) sasih Kapat. Kliwon dalam keenergian-kewaktuan Bali Tradisi dimaknai dengan kekuatan angka delapan. Posisinya pas tepat di tengah-tengah, sebagai pusat pengendali energi unsur-unsur kesemestaan. Wujud material riilnya berupa ether (akasa, angkasa raya). Dia material terhalus di antara lima unsur: dari ether-lah muncul angin, lalu api, air, dan yang terpadat berupa pertiwi. Ether-lah yang meresapi empat unsur material lainnya. DALAM PERSPEKTIF keruangan Bumi
zIDK Raka Kusuma Rumput Laut Nusa Lembongan bila kau garis khatulistiwa melintang di perairan raya akan kutiti segera seraya berdoa semoga bertemu ujung waktu akan kukekalkan telapak tangan di situ akan kukekalkan jejak di situ
Banten Kesadaran Bali Baru z Ketika Si Kaya Berulah Miskin (7-Habis)
PERNAH dalam suatu tayangan televisi lokal di Bali, seorang pendharmawacana popular bahkan berucap, “Peradaban Bali bakal hilang bila banten hilang.” Benarkah premis ini? Jawaban atas pertanyaan ini sama saja kaburnya dengan pertanyaan, kian kukuh-tangguhkah peradaban Bali dengan semakin semaraknya pergelaran upacara ber-banten megah? Spekulasi ini bisa jadi berlebihan bila banten dimaknai sebatas benda, bukan pertumbuhan Kesadaran rohani di dalam Diri. TEKS BERWUJUD BANTEN dalam konteks sebagai pertumbuhan Kesadaran (baan enten) di dalam Diri setiap insan inilah kiranya patut terus dirawat, dimekarkan di Balai ke depan. Penulis lontar Yajnya Prakerti, yang menjadi rujukan penting penekun sesajen Bali, bahkan menerka-nerka banten itu sebagai simbolik perwujudan badan Tuhan sekaligus juga diri manusia. BANTEN-BANTEN BALI lazimnya, memang, berintikan isi alam. Yang paling sederhana, seperti dalam wujud canangsari, berisikan daun, bunga, buah tetumbuhan. Yang paling besar, seperti tawur agung, catur, berupa isi alam lengkap: mewakili isi samudra, sungai, sawah, hingga isi hutan. Bagian tetumbuhan yang digunakan sebagai sesajen itu ada akar, kulit batang (babakan), daun, cecabang, hingga bunga dan buahnya langsung. Ada pula lewat proses pengolahan terlebih dahulu. Adapun dari binatang, yang digunakan terutama bagian kulit (belulangan), kepala, atau isi jeroan. Ada secara langsung, ada pula lewat pengolahan terlebih dahulu. Selain itu, ada lagi sarana pelengkap sesembahan banten: air (tirta) dan api (dupa, dipa). Sejumlah naskah tua bahkan menyuratkan, manakala banten dan puja mantra kurang lengkap, maka air tirta itulah sebagai pemaripurna. Sedangkan api sebagai
saksi utama—adakalanya juga sekaligus sebagai penerima—persembahan. ITU SEBAB, sepatutnya kuat ada semangat pelestarian di balik banten. Selain ada perputaran ekonomi, di balik banten juga ada aspek sosial maupun budaya, aspek keagamaan. Bahkan juga aspek politik, seperti hegemoni kelas sosial. Itu berarti, banten sebagai pertanda suksmaning manah, sarana beterima kasih dan puji syukur tetua Bali pada zamannya, bukanlah tujuan. Bukan pula hakikat kedalaman makna yang dimaksud. Sebagai sarana, banten niscaya bukan tunggal, satu-satunya. Juga bukan final. Toh, tak ada salah, tentu, dengan banten, sepanjang disadari bukan sebagai tujuan puncak kulminasi pencapaian pendakian dan pendalaman kerohanian. Layaknya insan pembelajar di sekolah kehidupan, pria maupun perempuan, sepatutnya semua mengalami naik kelas. Seperti pohon, terus bertumbuh: makin lama akar-akar menjadi makin kuat menghujam Bumi, sosok pokok kian tinggi, dan cecabang pun kian luas dan tinggi merambah langit, sekaligus mengayomi, merindangi. Dengan begitu, bunga dan buah kian ranum. Tanpa pertumbuhan, berarti pohon kian meranggas. ADAKAH POHON peradaban Bali kini telah kian meranggas manakala akar Kesadaran, kecerahan pikir dan pemikiran generasi baru kini tak jua tumbuh mekar— dengan tetap digunakan ukuran-ukuran tradisi lama? Atau justru sedang berupaya mencelat, mencari celah sinar fajar Kesadaran baru, lewat penyikapan kritis kaum putri-putri Bali terhadap tradisi—yang abai disadari generasi tua? Inilah, sekiranya, tekstual Bali Baru yang sedah bertumbuh dalam konteks realitas terkini—yang mencari ruang-ruang ekspresi bares-nya yang baru. zdeprabas
Kauripan Nusantararaya yang pas tepat dilewati garis imajiner Khatulistiwa, Oktober-Kapat ini menjadi hamparan keelokan kemolekan pesona musim semi kedua, setelah musim semi pertama bulan April—setelah Maret Matahari pas tepat pula berada tegak lurus dengan garis imajiner Khatulistiwa. Setelah pas tepat berada tegak lurus dengan garis
Khatulistiwa pada bulan September, memasuki Oktober-Kapat kini Matahari pun mulai tampak dari Bumi bergerak ke arah Selatan Khatulistiwa. Hujan sesekali membasuh Bumi. Bunga-bunga pun bermekaran nan indah, menggoda gairah kesadaran jiwa para pejalan kerohanian membuncah-buncah. znirta ks
zIDK Raka Kusuma Dendang Dara Nusa Penida
zIDK Raka Kusuma Ke Nusa Penida
menjahit kain rangrang jadi busana di tempat terang aku merasa menjahit cahaya akan kubertikan padanya yang mengarungi samudera di seberang cakrawala dengan jaring sutera mencari lencana
sebagai tanda aku yang pertama
untuk disematkan di dada sebagai tanda melamar jadi laskar bahtera dipimpin laksamana sorga
tapi masih tercenung aku di pesisir di atas pasir. diterpa angin berdesir bimbang: bila kaki kucelupkan di air tidakkah seketika cair?
selesai menjahit kain rangrang pasti dia datang, pasti memberi tanda dengan tembang nenek moyangku pelaut abadi
Denyut Sastra Modern dan Kehangatan JKP-109 BERKUNJUNG ke Jatijagat Kampung Puisi (JKP) Bali itu’’ sesuatu banget’’. Saya dapat merasakan kehangatan penyambutan yang diberikan oleh teman-teman JKP jauh sebelum hari berkunjung tiba. Itu terasa dari komunikasi dan tanggapan yang diberikan oleh JKP melalui Aryadimas Ngurah Hendratno sebagai lurah JKP, juga Wayan Jengki Sunarta. Ketika saatnya kami (Keluarga Jurusan BSI Unnes) tiba di JKP, kehangatan itu kian terasa dan nyata. Sambutan dan jabat tangan dari teman-teman JKP, juga Bung Dewa Jayendra. YA, JATIJAGAT KAMPUNG PUISI, sebuah komunitas yang gigih menghidupkan denut sastra modern (puisi, musikalisasi puisi, dan teater) di Bali di tengah kesahajaan dan kebesaran kehidupan seni tradisi Bali. Tentu saja kecintaanlah yang mengobarkan semangat kepedulian ini. ATAS SEMUA sambutan yang hanyat dari teman-teman JKP, kami mengucapkan terima kasih yang dalam dan tulus. Salah dekap erat. Semoga Jatijagat Kampung Puisi Bali kian sukses. Semoga dapat bersua kembali. TERIMA KASIH, pula pada Bung Tan Lioe le yang telah menghubungkan kami dengan JKP dan atas sajian dan materi yang luar biasa, meski singkat. Terima kasih pada Dik Puji Retno Hardiningtyass atas perjumpaan, kesediaan hadir, dan pencerahan untuk adik-adik mahasiswa. Terima kasih Bung Dewa-Jayendra atas pembacaan puisi dan materi teaternya. Pokoknya terima kasih. Salam sastra dan sukses untuk semua. zSuseno WS
BPM/dwis
Kuliah Kerja Lapangan UNNES di JKP -109.... SEBANYAK 150-an mahasiswa dan 8 dosen pembimbing dari Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang (Unnes), mengadakan Kunjungan Kerja Lapangan (KKL) ke Jatijagat Kampung Puisi (HKP) pada hari Rabu, 21 September 2016, pukul 19.00 wita Pada kesempatan itu. JKP-109, Unnes, dan Teater Takhta SMK Saraswati I Denpasar, menampilkan pementasan kesenian, antara lain musikalisasi, pembacaan puisi, sderta seni pertunjukan. Para mahasiswa sangat antusias mengikuti jalannya pementasan. Begitupun saat pemaparan materi perihal perkembangan sastra di Bali yang disampaikan oleh Puji Retno dari Balai Bahasa Provinsi Bali, perihal seni musikalisasi puisi oleh Tan Lioe le, dan teater oleh Dewa Jayendra. Para mahasiswa tampak sibuk merekam jalannya diskusi dengan android masingmasing, sebab mereka akan membuat laporan hasil KKL-nya. Agak berbeda dengan acara sebelumnya, kali ini panggung JKP-109 telah artistik berkat sentuhan kreatif pegiat teater, Dewa Jayendra. Di loksi acara juga dibuka kantin dadakan yang diberi nama ‘’Kantin Kejujuran’’, menjual kopi, camilan, nasi jenggo, dan sebagainya. Selain itu juga terdapat lapak buku yang menjual buku-buku karya para sastrawan Bali. Para mahasiswa berebut membeli buku-buku tersebut. Ini adalah untuk pertama kali JKP-109 dikunjungi 150-an mahasiswa. Ini menunjukkan bahwa JKP-109 mampu menjadi magnet bagi kesadaran bersastra generasi muda. Untuk masa mendatang, JKP-109 harus lebih berbenah agar kekuatan magnet itu tidak pudar begitu saja. zWayan Jengki Sunarta
aku ke Nusa Penida mencari sekolah bunga pintu dan jendela siang-malam terbuka gurunya kumbang mengajar sambil menembang mengajar menyajikan aroma kepada dunia mengajar menjamu lebah Ketika singgah mengajar menjamu kupu-kupu ketika bertamu mengajar menyanyi hidup memberi dan melayani aku ke Nusa Penida semoga bersua sekolah bunga
zWinar Ramelan Menapaki Tangga Gua Giri Putri menapaki tangga-tangga pada Gua Giri Putri diri, menjadi sesosok kecil yang paling merindu datang dari jauh tuk mencari setitik cahaya melewati lubang batu tak ubahnya memasuki kepompong raksasa aku merayap menembus gulita sesampai di altarNya benderang dalam gulita itu yang kurasa tanganku tak lagi meraba kakiku tak lagi tertatih jalan begitu terang dan lapang ‘’ini ajaib!’’ pekikku saat terpukau ‘’ini, kebesaranMu Hyang Widhi’’ seketika, aku menjelma ulat di sudut ruangan makluk kecil yang menjijikan akan kubakar alpa ku dengan dupa-dupa yang menyala agar menjadi abu dan musnah diterbangkan angin pada samudra raya pada langit-langit, setitik cahaya menyeruak aku, melihat sketsa wajahMu di sana datang bersama udara baru yang menyejukan sukma di ujung penantian aku menangkap cahaya terang dari kening Dewi Kwan Im melumuri kesadaranku akupun sakau dalam rinduku saat keluar, aku merasa menjadi kupu-kupu dengan sayapku terbang lintasi nusa penida dan tiba di padang bai dengan gembira
NASIONAL
16
Minggu Kliwon, 2 Oktober 2016
Drona: Yang Rajin Menjalankan Kebajikan Putra-putraku Sendiri
Disusun: Kisari Mohan Ganguli Diterjemahkan: I Ketut Arinta (Edisi Tiga Ratus Lima Puluh Tiga)
Rishi Vyasa : (Bharata) setara dengan Veda. Ini adalah suci dan agung. Bharata menganugerahkan kemasyhuran dan kesejahteraan. Karena itu, seseorang harus mempelajari dan mendengarkan dengan perhatian penuh.
DHRITARASHTRA berkata, ‘’Setelah penguasa Sindhu, Jayadratha itu dibantai dalam pertempuran dharma oleh Savyasachin. Ksatria-ksatria Kuru mulai hancur, banyak lari tunggang langgang, terbanyak tidur abadi di atas pertiwi. Setelah Jayadrata menyusul kejatuhan Bhurisrava. Kemudian apa yang menjadi pemikiran Duryodhana? Apakah Duryodhana sangat galau, hatinya perih, pedih apa ia terus memikirkan Arjuna yang menjadi pelaku semuanya. Bagaimana juga dengan guru Drona setelah disapa Duryodhana. Toloh diceritakan oh putra Suta!’’ Sanjaya kemudian menjelaskan, Ratapan-ratapan kesedihan yang timbul di antara pasukanpasukan paduka sangat keras. Suasananya penuh haru biru. Oh Bharata, setelah pembantaian Bhurisrava dan penguasa Sindhu itu, semua mengabaikan nasihat-nasihat putra paduka sendiri. Sebab, nasihat-nasihat itulah yang mengakibatkan pemimpin-pemimpin manusia itu terbantai. Sedangkan guru Drona, setelah mendengar kata-
kata itu dari putra paduka. Beliau juga dipenuhi kesedihan mendalam. Sempat membayangkan beberapa saat, oh baginda, dia kemudian mengucapkan kata-kata ini dengan penderitaan yang besar. Guru Drona berkata, oh Duryodhana, kenapa engkau menyerangku menggunakan ‘’panahpanah kata-kata’’ itu? Aku telah mengatakan kepadamu sebelumnya bahwa Arjuna tidak mampu dikalahkan siapa pun dalam pertempuran dharma ini. Arjuna itu dilindungi Kesava yang memakai mahkota itu. Sehingga Sikhandin pun bisa dengan mudah membantai Bhishma. Berkat prestasi itu, oh engkau raja keturunan Kuru, keberanian Arjuna pada pertempuran itu telah diuji secara baik. Setelah menyaksikan Bhishma yang tidak mampu dikalahkan, dewa-dewa dan para danava pun, senyatanya dibantai juga dalam pertempuran. Bahkan kemudian aku mengetahui kelompok Bharata itu telah menemui ajalnya. Atas kejatuhannya, semua orang di
Demam Politik MANUSIA cenderung menjadi makhluk politik atau zoon politicon, seperti dicetuskan Aristoteles pada Zaman Yunani kuno. Percaya atau tidak, setuju atau menyanggah, selama dua dekade terakhir ini masyarakat Indonesia khususnya dan dunia umumnya, digiring dalam debat, konflik dan fenomena politik. Demam kekuasaan tidak hanya membuat pemburu jabatan kerap melontarkan isu panas terkait politik, juga para pendukungnya lebih garang saling serang dan baku ejek. Ajang perebutan kekuasaan dalam sistem demokrasi yakni pemilihan umum, sering mengubah suasana homo homini socius menjadi homo homini lupus. Itu terjadi karena hakikat politik hanya dipahami di level permukaan, bukan kedalamannya, dimahfumi bentuk dan jenisnya, bukan isinya. ‘’Maklum saja, bangsa kita selama 32 tahun diserang rabun atau alergi politik akibat kebijakan depolitisasi dan gerakan masif antipolitik selama Orde Baru. Ketika Orde Reformasi dimulai, hujan lebat kebebasan atau liberalisme mengguyur, sehingga sebagian besar masyarakat mengalami demam demokrasi dan demokratisasi. Celakanya, mereka tidak paham kalau demokrasi punya saudara kembar bernama anarkisme. Ditambah lahirnya masyarakat kerumunan alias atomic society, gerakan politik massa menjadi sangat menakutkan, karena kelompok minoritas menjadi makanan mayoritas. Apalagi jumlah yang besar mengklaim diri sebagai pemegang monopoli kebenaran, yang kecil sering dikategorikan sebagai liyan, harus dihilangkan hak bicara dan opininya. Bila tetap ngotot, anarkisme sebagai saudara kembar demokrasi langsung bertindak. Inilah penyebab lahirnya ungkapan, politik adalah kegiatan kotor dan kejam. Padahal awalnya politik didefinisikan sebagai seni meraih, memelihara dan mempertahankan kekuasaan. Agar mampu menyandang hakikat seni, setiap insan politik harus memahami etika dan budaya politik, sehingga kesantunan dalam berpolitik menciptakan ketenteraman dan kenyamanan. Di Indonesia, etika dan budaya politik bersumber pada Pancasila. Semua negara dan bangsa yang menganut sistem demokrasi, kukira, punya sumber akhlak dan moral buat acuan melaksakan kegiatan politik,’’ ulas Rubag. ‘’Ya, Thomas Woodrow Wilson, Presiden ke-28 Amerika Serikat yang juga diberi julukan ‘Bapak Administrasi Negara‘, mengatakan politik sebagai ibu yang melahirkan semua ilmu pengetahuan. Bila ibu kini dicap kotor dan kejam, apakah anak-anak yang dilahirkan tidak idem ditto ya? Guna mengembalikan reputasi politik sebagai seni, kini kewajiban mereka yang menyebut diri elite atau pemimpin serta kader partai politik harus memberi contoh berpolitik secara santun dan beretika. Bukan sebaliknya, demi meraih kekuasaan justru menyebarkan isu SARA, apalagi
mengumbar kejelekan lawan politik bahkan fitnah. Di era informasi ini, semua ucapan akan viral di media sosial. Mudah-mudahan sikap santun, bersahabat, dan elegan yang ditampilkan tiga pasangan calon Gubernur DKI Jaya saat awal diumumkan di masyarakat lewat TV, terus dipertahankan. Mereka seharusnya terus menyaring isu maupun materi kompetisi yang dibisikkan para konsultan politik atau tokoh yang mereka percaya, sehingga Jakarta sebagai barometer kehidupan berbangsa dan bernegara, menular ke seluruh Tanah Air. Kendati ada tokoh uzur yang seakan tetap menyimpan dendam politik akibat kegagalam meraih kekuasaan tempo dulu, terus menyebarkan isu berbau ras dan agama, sebaiknya dianggap angin lalu atau kecerewetan lanjut usia,’’ papar Wahyudita. ‘’Setuju! Kader-kader politik saat ini berbeda dengan politisi di tahun 1950-an, yang khatam dalam seluk-beluk politik karena kursus politik berbulan-bulan dilakukan hampir semua parpol. Debat politik di berbagai forum tambah mematangkan pemahaman mereka tentang ideologi yang dimiliki parpolnya. Hebatnya, suasana panas disertai lengkingan suara bahkan gebrakan meja di arena debat, tidak berlanjut sentimen dan dendam di luar ruangan, malah mereka saling rangkul dan guyon. Kader parpol sekarang justru lebih banyak didoktrin debat di layar kaca, di mana istilah-istilah mereka serap tanpa memahami makna kata secara etimologi, leksikal, maupun konotasinya. Inilah efek budaya virtual atau permukaan, yang menjadi menu utama televisi yang kini menjadi media semi-doktriner. Itu akibat digusurnya budaya membaca dan menulis oleh budaya lisan dan dengar. Ditambah reduksi narasi besar menjadi narasi-narasi kecil, sehingga fenomena lebih diutamakan daripada nomena-nomena sehingga orang sulit membedakan antara sebab dengan akibat. Bila dirunut lebih mendalam, semua ini penyebab hilangnya rasa manyama braya di Bali, sehingga masalah sepele meletus menjadi kerusuhan besar. Kesekarangan lebih dipentingkan daripada masa lalu, apalagi sejarah! Metode berpikir seperti ini terjadi di semua ranah, terutama di ekonomi, politik, hukum, juga budaya dan agama. Kebiasaan saling lapor dewasa ini, sehingga hal-hal yang sepatutnya dimusyawarahkan namun dilaporkan ke polisi adalah kecenderungan nowism alias paham kesekarangan,’’ komentar Bakti Wiyasa. ‘’Kiblat kita berpikir saat ini lebih condong ke Barat, terutama Amerika! Itu sebabnya semua yang dianggap baik dan wajar di sana, tanpa mempertimbangkan warisan budaya dan tradisi warisan leluhur, langsung diadopsi. Padahal, Amerika yang sudah merdeka sejak tahun 1776, belum pernah memiliki presiden wanita, sedangkan kita sudah pernah sebelum kemerdekaan berusia 70 tahun. Kedudukan politik tertinggi bagi wanita di AS, baru setingkat
tiga dunia ini, kami benar-benar sangat mengharai sebagai yang utama dari pahlawan-pahlawan. Siapa lagi di sana? Dengan siapa lagi kita akan tergantung? Dadu itu, oh tuan, dengan mana dahulu Sakuni, mainkan secara licik di persidangan keturunan Kuru itu? Itu bukan dadu, tetapi ‘anak-anak panah tajam’ yang membantai musuh-musuh. Nah... anak-anak panah itu, oh tuan, yang dilepaskan dengan kata ‘Jaya’. Sekarang malah sudah membantai kita. Walaupun Vidura menandai dengan telah mengingatkan mereka seperti itu. Tetapi, engkau masih tidak mengerti tentang kata-kata bijaksana dari Vidura itu. Dengan kata-kata bijaksana dan berbudi luhur Vidura mengingatkan saat itu dengan berlinang air mata. Ia dengan penuh kesedihan berkata kepada engkau. Kata-kata yang baik itu menganjurkan perdamaian, tetapi engkau saat itu, tidak mendengarkannya. Bencana itu diramalkan, telah datang sekarang. Penyembelihan besar-besaran itu Oh Duryodhana, telah datang sekarang ini. Kenyataan ini sebagai
hasil dari ketidakpatuhanmu terhadap kata-kata bijak Vidura itu. Orang yang pengertiannya bodoh, mengabaikan kata-kata bermanfaat dari teman-teman terpercaya, justru mengikuti pendapatnya sendiri, maka engkau sekaranglah terima kejatuhan dalam penderitaan menyedihkan ini. Oh putra Gandhari, kejahatan yang besar itu benar-benar menyeret dalam pandangan kita saat persidangan keluarga Kuru. Dewi Krishna yang tidak pernah pantas diperlakukan kasar, justru orang yang telah lahir di keluarga mulia dan menjalani kebajikan itu engkau hinakan di tempat umum itu.
Ketahuilah semua itu mungkin engkau anggap kecil. Tetapi akibat di dunia berikutnya, sangat mengerikan. Dan derita itu masih akan menjadi milikmu. Setelah mengalahkan para Pandava pada permainan dadu yang curang itu dengan arsitek Sakuni. Kemudian, engkau telah mengirim Pandava ke hutan. Para ksatria gagah Pandava itu harus memakai pakaian kulit rusa. Apakah ada Brahmana lain, kecuali diriku sendiri, di dunia ini mencoba menyakiti para pangeran itu? Mereka yang selalu rajin melaksanakan kebajikan, bagiku mareka itu sebagai putra-putraku sendiri. (bersambung)
Sloka 10.6 Maharsayah sapta purve catvaro manavas tatha mad-bhava manasa jata yesham loka imah prajah ‘’Ketujuh orang suci yang agung, keempat orang pada masa yang silam, juga para Manu, dilahirkan dari sifat-sifat dan pikiran-Ku, dari merekalah mengalir ras manusia ini.’’
PWNU Jatim Desak Padepokan Dimas Kanjeng Ditutup Probolinggo (Bali Post) Kasus Dimas Kanjeng menyita perhatian banyak orang. Mulai Sabtu (1/10) kemarin, aparat Polda Jatim mulai mensterilkan Padepokan Dimas Kanjeng yang ada di Dusun Cemengkalang, Desa Wangkal, Probolinggo.
menteri luar negeri pada tahun 1997 yang dijabat Madeline Albright semasa pemerintahan periode pertama Bill Clinton (1997-2001). Selanjutnya dia diganti Colin Powell, pria keturunan Afro American alias Negro, yang juga orang berkulit hitam pertama berpangkat jenderal dan menjadi penasihat keamanan nasional AS. Diskriminasi ras di AS berlangsung sejak 1876-1965 dengan diterapkan Hukum Jim Crow yang mengaplikasikan kebijakan separate but equal atau segregasi, di mana orang berkulit hitam dianggap masyarakat kelas varia di AS. Perlakuan diskriminasi terus berlanjut hingga tahun 1970, bahkan sampai kini, meski Jim Crow Act telah digusur Civil Right Act tahun 1965. Lucunya, Amerika yang kita sering sebut negara dedengkot demokrasi, baru tahun 2016 menjelang Pemilihan Presiden 8 November, punya calon presiden wanita yakni Hillary Rodam Clinton. Mantan Ibu Negara atau istri Presiden Bill Clinton (1993-2001). Kalau menang terhadap Donald Trump, berarti setelah 240 tahun usia kemerdekaan baru AS punya presiden wanita,’’ ujar Pacet Sudiarsa. ‘’Ya, pengganti Powell adalah wanita bernama Condoleezza Rice, yang sama-sama berdarah Afro American, juga wanita kulit hitam pertama menjabat menteri luar negeri dan sekretaris negara. Penggantinya justru capres wanita pertama AS, Hillary Clinton. Dia menang dari saingannya sesama calon Partai Demokrat, Bernie Sanders, dalam Super Tuesday, 8 Juni lalu. Dalam debat pertama dengan capres Partai Republik, Donald Trump, Selasa (WIB) lalu, polling CNN/ORC memenangkan Hillary karena dianggap unggul dalam paparan yang dimoderatori Lester Holt. Itu lantaran mantan Ibu Negara dan Menlu tersebut mempersiapkan diri dengan matang, sehingga semua jawaban atas isu yang dilontarkan moderator dijawab dengan runtut sistematis. Konon sebelum debat, Hillary berlatih debat dengan para penasihatnya yang salah seorang berakting seperti Donald Trump. Memang kita tidak tahu persis, apakah di luar debat resmi di TV, ada black campaign seperti yang sering terjadi di Indonesia, yang dilemparkan para pengikut kandidat atau tidak? Semoga bangsa kita belajar politik sebanyak-banyaknya dari buku dan menganalisis perilaku para politisi, sehingga demam politik tidak berkembang menjadi huruhara. Kita tidak ingin bangsa ini tercabik-cabik karena pesta politik akibat kekuasaan yang memabukkan. Semoga!’’ ujar Adi Saputra. (aridus)
Pada hari yang sama, Komisi III DPR RI yang dipimpin Benny Kabur Harman ini sengaja mendatangi padepokan ini. Mereka ingin mengetahui proses hukum serta melihat langsung kondisi padepokan dan santri yang masih bertahan. Sebelum pertemuan, rombongan Komisi III DPR RI berkeliling padepokan dan menyempatkan untuk melakukan wawancara dengan beberapa santri menanyakan alasan datang dan tujuan datang ke Padepokan Dimas Kanjeng. Usai pertemuan, Benny menilai ada permasalahan hukum baru
jika Dimas Kanjeng terbukti bisa menggandakan uang selain Bank Indonesia. “Makanya kita belum tahu apakah uang yang diadakan Dimas Kanjeng ini palsu atau asli. Yang jelas dari segi otoritas yang menerbitkan uang tidak boleh. Karena undangundang hanya menugaskan yang punya wewenang mengeluarkan hanya BI, selain itu tidak boleh,” ucap politikus Partai Demokrat ini. Selain itu, Komisi III juga meminta kepada kepolisian selama melakukan proses hukum terhadap Dimas Kanjeng tidak merampas hak hak para santri yang ada dan masih
bertahan di Padepokan. Bukan Pondok Pesantren Sementara itu, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur meminta padepokan Dimas Kanjeng pimpinan Taat Pribadi untuk ditutup. Menurutnya, padepokan itu bukan pondok pesantren dan pengikut Kanjeng juga harus mendapatkan rehabilitasi. “Kita berharap Padepokan Dimas Kanjeng ditutup dan diusut sesuai kesalahannya,” kata Katib Syuriah PWNU Jatim Syafrudin Syarif di kantor PWNU, Jalan Masjid Al Akbar, Surabaya, Sabtu
kemarin. Ia mengatakan, Dimas Kanjeng Taat Pribadi bukan kiai dan menyalahgunakan agama untuk menipu masyarakat dengan mengimingi-imingi dana yang disetorkan korban akan berlipat ganda. “Aparat terkait juga harus betul-betul serius dan mengusut tuntas orang-orang di sekitar Taat Pribadi. Karena penipuan ini tidak hanya dilakukan Taat tapi ada padepokan, ada pengurus,” tuturnya. NU juga miris dan kasihan melihat para korban penipuan yang dilakukan Dimas Kanjeng dan komplotannya. Mereka telanjur menjadi pengikut Taat Pribadi, harus disadarkan dan direhabilitasi. (kmb)
KPU Percepat Penghitungan Dukungan Paket Surya Singaraja (Bali Post) Ketua KPU Buleleng, Gede Suardana, S.Pd., M.Si., menerima syarat dukungan perbaikan wajib diserahkan paket pasangan calon (paslon) Dewa Nyoman Sukrawan-Gede Dharma Wijaya mencapai 43.196 KTP. Angka tersebut dua kali lipat dari kekurangan dukungan tidak sah paket Surya 21.598 KTP pada verifikasi faktual tahap pertama. “Jadi, kami kembali menerima perbaikan syarat dukungan dari bakal paslon perseorangan Paket Surya. Kami langsung lakukan penghitungan jumlah dukungan yang diserahkan bakal paslon perseorangan,” kata Suardana Sabtu (1/10) kemarin. Proses penghitungan melibatkan tim KPU dan tim penghubung bakal paslon perseorangan termasuk pengawasan Panwaslih Buleleng. “Kami percepat syarat perbaikan diserahkan, apakah jumlah syarat perbaikan disetor (paket Surya) ke KPU sudah memenuhi syarat minimal perbaikan atau belum,” ucapnya. Dia memaparkan, apabila dukungan kurang dari syarat minimal 43.196 KTP. KPU Buleleng akan menerbitkan surat keputusan bahwa bakal
BPM/kmb34
SERAHKAN - Paket Surya menyerahkan syarat kekurangan dukungan KTP ke KPU Buleleng, Sabtu (1/10) kemarin. paslon perseorangan tidak memenuhi syarat. Tindakan berikutnya KPU Buleleng akan menunda tahapan, dengan pembukaan pendaftaran baru selama tiga hari. “Selama proses penghitungan akan diketahui apakah jumlah minimal dukungan diserahkan memenuhi atau sekurang-kurangnya 43.196 KTP. Jika dukungan lebih dari 43.196 KTP, maka KPU akan menerbitkan berita acara, tanda terima dan surat perbaikan bahwa dokumen per-
baikan bisa dilanjutkan proses administrasi dilakukan hingga 8 Oktober 2016,” paparnya. Selanjutnya, proses administrasi dukungan untuk ditentukan memenuhi persyaratan. Langkah KPU dengan melakukan verifikasi faktual kolektif 12 – 17 Oktober 2016. Apabila verifikasi faktual dan hasil tanggal 21 Oktober 2016 dukungan dinyatakan memenuhi syarat dan dijumlahkan 18.685 dari KTP sebelumnya, maka bakal paslon perseorangan ditetap-
kan sebagai bakal pasangan calon. “Apabila verifikasi administrasi ternyata dukungan di verifikasi faktual ditambahkan dukungan yang memenuhi syarat sebelumnya 18.685 dari minimal 40.283 KTP, maka dilanjutkan verifikasi faktual. Kalau kurang dari 40.283, KPU akan menerbitkan surat tidak memenuhi syarat, KPU akan menunda tahapan yang dilanjutkan membuka sosialisasi dan pendaftaran selama tiga hari,” ucapnya. (kmb34)
Sambut Tahun Baru Hijriyah 1438
Gandeng TNI/Polri Laksanakan Bakti Sosial Semarapura (Bali Post) Menyambut 1 Muharram Tahun Baru Hijriyah 1438 yang jatuh pada tanggal 2 Oktober ini, masyarakat Muslim di Lingkungan Galiran, Semarapura Klod,
melaksanakan bakti sosial donor darah yang juga diikuti oleh Babinsa, Babinkamtibmas dan personel dari Kodim 1610 dan Polres Klungkung. Kegiatan yang dilaksanakan Majelis Ta’lim
BPM/dwa
DONOR DARAH - Pelaksanaan donor darah menyambut satu muharam Tahun Baru Hijriyah.
Al-Iman dan Majelis Ta’lim Ar-rahma tersebut juga diikuti oleh masyarakat Hindu yang ada di Lingkungan Galiran. Ketua Panitia kegiatan sosial Haji Samin mengungkapkan, dalam menyambut satu Muharram tahun baru Islam ini, pihaknya melaksanakan aksi donor darah yang diikuti ratusan peserta dari dua Majelis Ta’lim dan juga personel dari TNI/ Polri. Kegiatan donor darah ini sebagai aksi kemanuasiaan untuk membantu masyarakat Klungkung yang memerlukan darah. Pada kegiatan donor darah ini, pihaknya juga menggandeng masyarakat Hindu yang ada di Lingkungan Galiran. “Untuk menyambut tahun baru Islam, kami melakukan kegiatan sosial yang dapat mempererat tali
persaudaraan,” tuturnya Sabtu (1/10) kemarin. Kepala Bagian Pelayanan Unit Transfusi darah PMI Klungkung I Nyoman Alit mengungkapkan, keperluan darah di Kabupaten Klungkung cukup tinggi. Dalam sebulan, pihaknya mendapatkan permintaan darah sekitar 40 kantong hingga 60 kantong. Sementara itu, donor darah yang didapatkan PMI Klungkung berkisar 20 hingga 30 kantong. Pihaknya pun mendorong masyarakat Klungkung untuk ikut serta membantu memenuhi kebutuhan darah dengan ikut serta dalam kegiatan donor darah. “Kami berharap program donor darah dapat dilaksanakan secara rutin tiga bulan sekali untuk dapat membantu masyarakat yang memerlukan darah,” harapnya. (dwa)
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Minggu Kliwon, 2 Oktober 2016
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya Informasi pasang iklan Telepon : Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) : (021) 5357602 - Fax : (021) 5357605 - Iklan Still Store di Bali TV : Rp 200.000,- (10 x tayang) z Jakarta : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) - Runing Teks Bali TV : Rp 50.000,- (5 x tayang) z Mataram : (0370) 639543 tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus - Denpost Paket : Rp 165.000,- (10 x muat) z Denpasar : (0361) 225764 (hunting) e-mail:iklan@balipost.co.id 69 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita - Bisnis Bali Paket : Rp 82.500,- (10 x muat) z Surabaya : (031) 5633456 z Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau VISA z A5=@ D9A657565@=DCGH ;A5=@ 7CA z &5M5B5B *9B;58I5B "* *=B 7 9 z =G7CIBH /D HC *9A65M5F5B 8;B %5FHI %F98=H (# Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! z Tarif iklan Mini/Baris z Iklan Peluang Emas
),4>0< 5FH9B89F LD9F=9B798 B;@=G< -D95?=B; 56@9 HC -H5FH #AA98=5H9@M CF 3CIF ,9GCFH =B /6I8 =B:C H5B5<A9F5<5FHF9GCFH 7CA
4.,<4 -CD=F *5F=K=G5H5 "I6 #
>3 -;F )D9F5HCF *5I8 "I6
#
%,</490 ,9GH5IF5BH &CC?=B; :CF CC? 15=HF9GG 5FH9B8F9G 'IGH -D95? B;@=G< $@ *9H=H9B;9H .9@D '5=@ G5F8=B9 G5F8=B965@= 7CA
#
- CC?<9@D9F 15=H9F 9G $H5 '9G '5?5B .=DG .CD IGM 5:9 $=A6 #
#
> !> %AG= '?B .<9F5D=G -D5 15B=H5 #
#& ?54 :80 $5D5B $@ .?8 5H5B;<5F= (C *5B>9F 7F -6BM? BM5 %FMKB H= IH? '5F
?9H=B; *9B; *FCM9? FG=H9? G
H=A5HCF 8=IHA?B M; 6FD;@AB 6;= M; 6@A 6FD;@AB 5?5B 8=6=B5 8G=
D@=B >>F H95AKCF? 6BG 5GIFBG= =B:C :I>=<CA9>5D5B 7CA #
.< F5:H9F '=B -.' <F8 8>6 ;A5=@ 7CA . #
&0, !5F89B ,9GHC F '5B5;9F *;@A .< '5F?9H=B; *;@A .< *F=5 1BH ,9@5G= @I5G %9F>5 .95A &5A ?9 $@ -IBG9H ,C58 %IH5 G6@A 5FF9:CIF #
.< -H5:: %BH $5G5 "I?IA &5B75F *FC;F5A 1CF8 @5A5H DG &5A *5@=B; &5A65H "5F= ?9 A5=@ K5M5BG9@5A5H ;A5=@ 7CA
=>?/4:8 3C;5 -HI8=C &CC?=B; CF 3C;5 .957<9FG #
< "9@D9F C::99 -<CD 1BH .< A=B -' 9F8CA=G=@= 8= (IG5 I5 $=A65F5B "I6 #
< -CD=F *F=658= ,A< .;;5 *F=5
=G5 '5H=7 *IF7<5G=B; 1BH5 )D9F5HCF D9B;=G=5B ' -* / 1 + .F5BGDCFH *F=5 -=A -H5:: )D9F5HCF .CIF .F5J9@ * %=F=A <F8 89K5H5HF5BGDCFH 7CA 5H5I <F8 89K5H5HF5BGDCFH 7CA
.< *9A65BHI 56M -=HH9F *9F9ADI5B %5A5F &9B;?5D =G98=5?5B -'- #
.< -;F %FMKB H= I ,9GH 59F5< .I65B '5F@6CFC " I &5IF9B7=5 #
.< -@G 1BH /G 'L .< *9B8 A=B -' DBM %9B8 -8F= *BAD=@B 'BF=? !> .B;;=
.< .<9F5D=GH 5DGH9F -5@CB 8= -9A=BM5? "I6 #
.< 77CIBH=B; K5B=H5 6G 7CADHF A=B ?9F>5 859F5< %IH5 9A5=@ @CJ=B5 8DG 79BHF=B B9H =8 #
4->36,9 .9?B=G= *5B9@ %CBHFC@ DCAD5 ;5>= C?9 .
&5A $@ !IBIB; '5G (C DG
#0949=?7, ,9GCFH =G &CC? :CF # # <9: MFG LD9F=9B79 5H H<9 # 4-?>?36,9 '5F?9H=B; "5B85@ >3 -;F .? $5<=H *5HFIB G965
.< -CD=F *5F=K=G5H5 #B;;F=G G5A9 DCG=H=CB CAD '9BI =G=;B 1BH FDAD@B 'B5F=? BM5? BM5 I !5FA9B 5B;;I F5K5 # &CM5@ "I6 !CC8 &9589FG<=D CC? MFG LD9
!> /5B; <5F=5B " 4-?>?36,9 -9;9F5 .? -56@CB # F=9B79 %BCKG " * "CB9G .95A # # '5<=F 6G G=;B $I;5 .< . <9F5D=GH , 79DH=CB <5=F
*@5M9F -D5 -H5:: MFG LD9F=9B79 ->369 H5:: I
?CD=?=CG% 5BIF :.: !FCID &CC?=B; :CF # 8F9GG9F I -5@CB 8= 5B;;I -9BH 5H H<9 G5A9 DCG=H=CB *@G DD@M <G #B; 5?H=: "I6 GH ", '5B5;9F .F5=B=B; 4-?>?36,9 .? CF8=F 0 ?9 A5=@ 9GH<9H=785MGD5 # HC #6I 15B85 *9B=BGI@5 957< '5B5;9F -HCF9 '5B5;9F -HCF9 "I6 ;A5=@ 7CA .@D .< 8A !F '5H =G %=A #B; ,9GCFH $@ *F5H5A5 (C (IG5
# -ID9FJ=GCF .95A &9589F # #*- 5@= "I6 I5 5@= K5B854F6@ M5<CC 7CA 4.,<4 -* ! '5F?9H=B; 1=@ DG &9;5@ -H5:: ", -*! -* .< G;F 15=H9F G DB;@AB .<9 # # A=B '/ ! 5>= /', CBIG (C '=B 395FG LD9
,<4 -5@9G IFB=HIF9 A=B 1=7?98 *5FFCH -5BIF .< -CD=F .B; -F6H5B *A65BHI ,D *I@I<5B $IH5 ,ID=5< F=9B79 =B H<9 G5A9 *CG=H=CB # -' "I6 ,A< .B;;5 .;@ 8@A *9A=B5H -9F=IG %FA &AFB ?9 *. # -9B8 (9K 0 HC <FA 7C7C;FCID65 .< G;F GH5: !I85B; .C?C 5H # * -- $@ -9FIB= .9@D >3 .B; %5?= 9K= -F= %IH5 @= 7CA CF 15@?=B; #BH9FJ=9K 5H 5K5 @G; 0 ?9 =HF5 15FB5 .< -H5: !8B; %G=F *FAB5;5 1=@ &AFB =6I?5 .;@ G 8 )?H %F> $A -CF9 $@ 5HIF ,5M5 (C .5A5B!F=M5 DG H @B .@D #
#
#
#
#
4-?>?36,9 859F5< /6I8 CC? CC? "9@D9F %=H7<9B "5B8 -H9K5F8 5FH9B89F 15=H9F HF9GG "CIG9?99D=B; "I6
CCDG4I6I8 M5<CC 7CA ,9GH5IF5BH 8DB *GF -9B= /6I8 #
4-?>?36,9 G;F .9@9A5F?9H=B; -5@9G CBGI@H5BH 5@@ 9BH9F ;9BH *5FH H=A9 :I@@ H=A9 $=A65F5B F95 K5@? =B =BH9FJ=9K 5@@ K<5HG5DD #
4.,<4 %5FM5K5B H= ,9GHCF5B "I6 #
4.,<4 -*! IH? .C?C 5>I B5? 5B5? O%=8NKCF@8P %IH5 -EI5F9 @C? .9@D #
4.,<4 -5@9G @5H 5B;IB5B "I6 #
4.,<4 -D5 .<9F5D=GH /G=5 .=
85? =65H5G= 85B *9B;5@5A5B .=85? =IH5A5?5B ?5B 8=@5H=< @5B;GIB; 5@= 957< -D5 .9@D #
4.,<4 .<9F5D=GH -D5 IBHI? 8= %IH5 "I6 #
4=><4-?>:< I=@8=B; A5H9F=5@ 6H< )' -*0 -5@9G -5@9G I8=HCF 8A=B IH? *9B9AD5H5B 1=@5M5< &CA6C? 5@= &5ADIB; $9A69F 0
&5A %=F=A 6=H <F8 ;5 ;A5=@ 7CA
<A@,9 >4 .B; -F56IH5B !> >H BG $@ .? =@=KIB; ## (C DG #
::6492 :CF *5GHFM <9: "9@D9F "D !CC8 -5@5FM #
#& 7:-,7 #B8CA57 H< %FM .BD *B;@A !> $H @B *GG -*!
' 8A G=F -@9G CIBHF !8; ) -DJ &AF 6G -'- #
$0=:<> ,CCA 8= ,5>5 AD5H 0575B7M CC? *5GHFM 15=H9F ,979DH=CB=GH A5=@ &9B;?5D ?9 <F8;?F58@ ;A5=@ 7CA 5B8 7:C ;?F58@ 7CA -6@A )7H #
#
%,92 -D5 H< '5F?9H=B; *F=5 H5I 15B=H5 '5L H< %F95H=: #BCJ5H=: K 0 $@ $9A65K5B *8; .9;5@ /6I8 . 9A5=@ <FA G5B;GD5I6I8 7CA
&<4 %?<A, #BH9FBIG5 H< 8A # !I85B; -5@9G @5A <F8 HF=GIFM5=BH 4.< 8A=B IH? !5FA9B 15B=H5 /G=5 '5L .< "I6 9FBIG5 ;A5=@ 7CA
>3 -CD=F DF=658= D;@AB 6G '5
H=7 M*5GG %IH5
4.,<4 ?5FM 'CB9M <5B;9F 5; $5F=B;5B -'% "I6 #
4.,<4 ?5FM5K5B CHC7CDM =;=
H5@ "I6
#
#
#
#
MOBIL - MOTOR PROPERTY RUPA-RUPA Bali Post =>47: "HA G 5@= -=@=B89F $83 5FI $@ %96C #K5 -@HB &H "! '@M .B< -H;G 8= 35B= ,BB '' . G 5@= )IH@5B89F .0 I8=C *F=658= # *IG5H =GB=G '@M ,I?C 8= . $H 6G.?F %;7,=3 "=H5A (9;C # !=5BM5F %CH5 '@M *9A=@=? "I6 ,BB (9K *H< )F= & G % =G5 .I?5F .5A65< # *>? F*F68 #GHK # %?B?64 -D@5G< % -;H .FKH # ' ,A< 'C89FB '=B=A5@=GH .MD9 0, $ %I@=H # %5AD=5@ ,D $H #
00; 1F5B;@9F =9G9@ %' ,5M 1<=H9 *975HI &"*"& #GHK )F5B;9 )F=; &5B;?5 # 7;3,</ ! "=H5A G % 6G.. ,D ' "* 7 ,IA5< 0=@5 8=-5BIF &G # ?F98=H * $H5B # %' *CC@ !5N96C &%' % #
57 ,IG< -=@J9F AI@IG A@? GB8F 45?,7 '=B= IG & =9G9@ ?,7 ,A< 'B@G 5@IB; *9FA5= .< "6 *IH=< .< #>=B # " $H "I6 # ?,7 'IF5< %=>5B; !F5B8 ?GHF5 # ! %% ! $@ .F=>5H5 (C "D ?,7 ,A< .B< F9 &H $@ !C5 !4==,9 2 .F5=@ 2. % -=@J9F # !CB; G969@5< ?5ADIG /85M5B5 I8=C 'I@IG ?,7 .CMCH5 ;M5 ., - .< !; =HF5 "I6 # .;B "=H5A / # %'+' # $83 &H IBH %. %' *9FIA %@41> '5BI5@ -=@J9F (=GG5B (I5BG5 -5B85H . '5F7< . $H # ' $' # $83 5FI &H $@ AH*5J !5HGI # ' >@ ,A< *IF= !58=B; &. 45?,7 *0 .< KFB G=@J9F -I65? 5@9A ' A $=A65F5B (9;C AI@IG <5F;5 >H " #
#
BIRO JASA
RUPA-RUPA
#
$83 *9FIA !=F= GF= 'IA6I@ (G &. %. $H
&93 %J@ = '9B;K= $H $H G %F98=H
57 .B< F9 $@B .?8 58IB; ' $' " $'# $'# 22# !*- 45?,7 ,I?5B &. A & A 374 ,A< C7CF 5? =B8=B; H5D 8= 5F5H $5@5B -'- -5>5 ?9 .5@5B; !FG " '9?= *5B>9F -HF5H9;=G .5B5< %5J@=B; # .5BD5 *9B;5BH5F ?9FC6C?5B F9 "5F;5 .9F>5B;
45?,7 %56=B $ 0## *=BHI # # ?5I ?H %5BHCF 5A5H %IH5/H5F5 &B;?5D %5B5B %=F= & -"' -5K5< *FC8I?H=: ?H # &93 5F9 &C? 9@=H %C8M5 DG # .=B;;5@ /B=H ,IA5< .MD9 *5BH5= .6B $H >H D9A=@=? % ) ! $' #
F9 %CAD@9? *9FIA5<5B 8=-9G9H5B ! ! # 46:9> ,A< $@ !B -5@5? %CAD@9L &93 %5J &C? .5?AIB; %@? "6 47,92 -9FH=:=?5H "' &. &93 F9 -"' !; =>5 '9B;IBHIF *9F7CH (C "I6 5G< %F98=H A ( #%9HIH %9B9? -5G=< 5HI6I@5B # 5FA5G565 58IB; # # #
' >@ .B< *=B;=F $@B -I
# ?,7 'IF5< ,I?C 2 5BMI5@=H 46:9> FA< %' D5F?=F *585B; ?5K5H= " (9;C &93 %5J $@ %IH5H &9GH5F= -5BIF 47,92 .5G =G= *% % $ "I6 #K5B -;F -5A6=5B %@C8 "I6 # %CBH5? "9A5 &I5G 85F= F9 #
# # ' .5B5< F9 $@B *=8585## # 4=0@,6,9 ,IA5< $@B ?5G=5 20# &7,3 "=@5B; #' (C 8= /6IB; DG >H &93 %5J 8=$@ 585? ;IB; ,9BCB % ) ! ' ! !; $9FI? "I6 58IB; "I6 /F;9BH # DG ' & ! 46:9><,66,9 !I85B; F9 $@B # # ?,7 .B< F9 *9FIA *9GCB5 # #B8I? I@I< #B85< ?,7 .B< $@ %5MI $5H= !; -F= ' "& % ! /85M5B5 !C5 !CB; &93 565?5B 5B;;I -58=B; # 5FA5 )69FC= -9A=BM5? @?; 45?,7 'IF5< "CH9@ 8= .I65B 57 ' I7= FM9F -HF=?5 /5D %5G=F #
-9A=BM5? -EI5F9 -9A=BM5? *9FIA ?5 5?F5 ' ( =GB=G &5B75F "I6 ,5? I &5IB8FM &,9,3 <5 .I?58 M5 5BMI =FI 0=@@5;9 *@5N5 F9 "F; #
#
#
(477, J=9K GIB;5= 65FI :=B=G< ' F9 (9;C "I6 (9;5F5 GHF5H9;=G & ! ! # 6=5B65G9 8?H ,- 58IB; 8?H $@ '$! &'$ #
$% & &'$ &,9,3 'IF5< $@ *9H5B5<5B $H '9;5H= .565B5B -5K5< ,M &H I@@ DGF?=F @I5G -"' &93 (9AD=@ $H $@ 9G5?=< &<48 D9G5B %=H79BG9H @A5F= CB
,=, 5B;IB ,A< ,I?C 0=@@5 !6F #' "I6 *CB8C? =HF5 *AC;5B &9GH5F= $=A65F5B *FC8I?H=: 0=9K ;G ' . D9F5BH5F5 H9F 98G9H 5F8@@" #
#
$83 -=5D ;B -=G5 /B=H .
*FA (I5BG5 %CF= $=A65F5B $@B GD@ A 6G %*,
#
&93 %5J@=B; !C5 !CB; I?=H $=A65F5B
#
SALON
SERVICE
RUPA-RUPA
SERVICE
#
KONTRAKTOR
#
DIJUAL MOBIL
#
DIJUAL MOBIL
#
DIJUAL MOBIL
18
REKREASI
Minggu Kliwon, 2 Oktober 2016
TTS Bali Post
Pertanyaan
Agrowisata Giri Alam Kintamani
MENURUN 1. Perlombaan tiga cabang olahraga 2. Jelaskan dengan panjang lebar 3. Bos 4. Juru mudi jukung (Bali) 5. Bangir 6. Dimensi 7. Pergi untuk bersenang-senang (Jawa) 8. Cermat 17. National Broadcasting Company 19. Pendapatan asli daerah 20. Sungai/tukad di Bali 21. Keluarga (Bali) 23. Harus dibawa saat menyetir 25. Setuju ; ya 26. Gurauan 27. Penjara 28. Alat kelamin 29. Cenayang (Inggris) 30. Sembilan (Bali) 31. Seni merangkai bunga ala Jepang 34. Serambi stasiun 35. Kencing 36. Karcis kapal atau pesawat 37. Palem rawa
TAWARKAN PROSES PENGOLAHAN KOPI DARI HULU HINGGA HILIR
1
2
4
3
5
9 11
12
16
7
15
17
18 20
19
21
23
24
26
8
13
14
22
6
10
27
28
25
29
30
31
32 33
34
35
36
38 40
37
39 41
42
43
44
45
SPT2016
MENDATAR 1. Peti bayi musa yang dihayutkan 6. Cara 9. Satuan luas 10. Kotor atau buruk (Bali) 11. Ajak untuk melakukan 12. Disana 13. Tepat ; mutlak 14. Anak (Inggris) 15. Tuang 16. Tugas keliling 18. Henti nafas tiba-tiba 20. Luhur ; mulia 22. Tentu 24. Kabin balon terbang 26. Lebar (Bali) 29. Pawai ; arak-arakan 32. Wanita pelayan di Jepang 33. Alas dari kain 36. Adik atau kakak perempuan dari ayah atau ibu 38. Udang kering 39. Kamu (Bali Kasar) 40. Terjal dan dalam 41. Salah satu minuman tak beralkohol 42. Kelapa kering 43. Rasa Kasihan 44. Es (Inggris) 45. Cairan kental berbau busuk luka lama 46. Tempat duduk raja
46
KUPON TTS No.266 Ketentuan Menjawab
Pemenang TTS No. 264
Jawaban di tulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 266 dan cantumkan identitas lengkap serta no telepon/Hp. Kirim ke Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 8 Oktober 2016. Pemenang diumumkan pada Bali Post Minggu 16 Oktober 2016. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang @200.000, dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga ( 2 dewasa + 2 anak ). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos.
Jawaban TTS No. 264 MENDATAR 3. 6. 8. 9. 12. 13. 14. 16. 18. 19. 21. 23.
Ajudan RIT Bokek Lancip Petaka Akaus (Suaka) Santet Terapi Abate Lantern Ulaka Uggnat (Tanggu)
25. Nausea 27. Saran 28. Anatsi (Istana) 30. Gantut 33. Aster 34. Ibi 35. Kelasi Menurun 1. 2. 4. 5.
Joke Belanda Jua Api
6. 7. 9. 10. 11. 12. 15. 17. 20. 22. 24. 26. 29. 31. 32.
Romansa Tonsilektomi Lansia Ciut Pantang Pasteurisasi Notes Planing Ruadat Akurasi Galaksi Uban Smes Age UAS
1. Ni Komang Juliani SMK Werdhi Sila Kumara, Silakarang 80571 (Hp: 087 861 628 924) 2. Ni Kadek Ayu Murpini Desa Sibang, Kec. Abiansemal, Kab. Badung (80352) 3. Putri Samuscayawati A.A. SMPN 2 Kediri di Pejaten, Kediri, Tabanan (82171) 4. Ni Made Dwi Priska Dana Jl. Wijaya Kusuma Gang III/2, Baler Bale Agung, Negara, Jembrana (82212) 5. Ni Kadek Wulandari Jl. Transito III/2 KR. Taliwang, Lombok (83238) 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar Nama Alama
: I Made Pranca, SE : Jl. Sriwijaya Gg.VII No.5, Dajan Peken, Tabanan (82113)
KEHADIRAN tempat wisata alam yang menawarkan konsep agrowisata, kini mulai banyak berkembang di Bangli. Salah satunya Agrowisata Giri Alam yang berlokasi di Banjar Petung Desa Batur Tengah, Kintamani. Di agrowisata yang memiliki komoditi unggulan kopi arabika ini, pengunjung bisa belajar langsung untuk memproses kopi dari hulu ke hilir. Mulai dari budi daya, pemangkasan, pembubukan hingga membuat minuman kopi panas yang siap dinikmati. Pengelola Agrowisata Giri Alam, I Dewa Made Raka, saat ditemui, Sabtu (1/10) kemarin menjelaskan, agrowisata Giri Alam dirintis Kelompok Tani Harapan Maju sejak 2014 lalu. Dalam perjalanannya, pengembangan agrowisata Giri Alam mendapat bantuan dan pendampingan dari Bank Indonesia. Di awal keberadaannya, Agrowisata Giri Alam diakuinya telah mampu menarik minat pengunjung. Pengunjung yang datang selama ini tak hanya dari wisatawan lokal, namun juga wisatawan asing. Diungkapkan Dewa Made Raka, selain kopi arabika, komoditas yang dibudidayakan di Agrowisata Giri alam juga bervariasi, yakni jeruk Kintamani dan komoditas holtikultura lainnya seperti kembang kol, cabai, labu siam, dan jambu biji. Adapun pola pengembangan di agrowisata seluas 2 hektar ini, menggunakan konsep 4E yakni Ekologi, Edukasi, Estetika dan Ekonomi yang menjadikannya istimewa dibandingkan dengan agrowisata lainnya. Dijelaskannya, konsep ekologi yang dimaksud yakni menitikberatkan pada pelestarian alam dan menuju ke pertanian organik. Oleh karenanya, dalam agrowisata ini pihaknya menerapkan
pertanian berintegrasi antara ternak dan tanaman. Sementara konsep Edukasi yang dimaksud yakni agrowisata Giri Alam juga bisa dimanfaatkan sebagai tempat belajar perkebunan kopi yang benar mulai dari proses budi daya hingga pengolahan. Yang ketiga konsep Estetika, yakni agrowisata yang memiliki ribuan tanaman kopi dan jeruk ditata dengan apik sehingga terlihat indah sebagai tempat rekreasi. “Sedangkan konsep Ekonomi, tentu dalam agrowisata ini kita ingin mendapat nilai tambah dan masukan untuk mengembangkan kesejahteraan masyarakat,� jelasnya. Ditambahkannya, untuk bisa berkunjung ke Agrowisata Giri Alam, pengunjung cukup membayar retribusi Rp 25 ribu per orang, sudah bisa sepuasnya berkeliling menikmati hijaunya perkebunan kopi dan jeruk, sekaligus melihat proses budi daya dan pengolahan kopi. Pengunjung juga bisa memetik langsung buah jeruk dari pohonnya. Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali, Causa Imam Karana, dalam peresmian Agrowisata Giri Alam yang dihadiri Deputi Gubernur Se-
nior BI Mirza Adityaswara dan Bupati Bangli I Made Gianyar, kemarin mengatakan, dalam pengembangan Agrowisata Giri alam, BI telah memberikan pelatihan kapasitas guna menambah pengetahuan dan kemampuan kelompok. Dalam bidang produksi, kelompok juga telah dibekali cara budi daya sesuai dengan good agriculture practice dengan perlakuan organik. Dalam bidang servis, kelompok juga telah dibekali dengan tata cara melayani tamu, baik dalam maupun luar negeri. Dalam bidang pemasaran, telah diberikan fasilitasi berupa pembuatan brosur dan akun media sosial sebagai sarana promosi kepada masyarakat luas. Dalam meningkatkan akses pasar, telah dijalin kerja sama dengan beberapa pihak. (ina) AGROWISATA Suasana di Agrowisata Giri Alam yang berlokasi di Banjar Petung Desa Batur Tengah, Kintamani, Bangli.
19
Minggu Kliwon, 2 Oktober 2016
Kedepankan Pancasila Dari Hal. 1 Ketiga, pemerintah mengajak dan memimpin seluruh bangsa Indonesia dengan mengedepankan ideologi Pancasila untuk bersama-sama merajut kerukunan bangsa agar peristiwa tersebut tak terulang lagi pada masa kini dan masa yang akan datang. Adapun pendekatan yang ditempuh pemerintah, kata dia, termasuk mendengarkan aspirasi masyarakat terkait dugaan pelanggaran berat masa lalu dalam peristiwa G-30-S/PKI. “Dari pendekatan yudisial telah dilakukan pendalaman tentang peristiwa itu. Dari kajian hukum pidana peristiwa itu termasuk dalam kategori the principles clear and present danger. Negara dapat dinyatakan dalam keadaan bahaya dan nyata, maka tindakan yang terkait keamanan nasional merupakan tindakan penyelamatan,” katanya. Ia menambahkan, dari peristiwa itu juga dapat berlaku adigium abnormaal recht voor abnormaale tijden, tindakan darurat untuk kondisi darurat (abnormal) yang dapat dibenarkan secara hukum dan tidak dapat dinilai dengan karakter hukum masa sekarang. Selanjutnya, kata dia, melalui konsultasi dan koordinasi (bedah kasus) antara penyelidik Komnas HAM dan penyidik Kejaksaan Agung
ternyata menemui hambatan yuridis, terutama yang menyangkut memenuhan alat bukti yang cukup (beyond reasonable doubt). “Terdapat kesulitan untuk terpenuhinya standar pembuktian sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang nomor 26/2000 tentang Pengadilan HAM,” katanya. Dengan demikian, menurut Wiranto, untuk menyelesaikan itu diarahkan melalui cara-cara non-yudisial dan mempertimbangan kepentingan nasional dan semangat kebangsaan yang membutuhkan kebersamaan dalam menghadapi tantangan masa kini dan masa depan. Maka penyelesaian dengan cara non-yudisial dilakukan dengan mempertimbangkan frasa sebagai berikut, yakni tidak ada nuansa salahmenyalahkan, tidak lagi menyulut kebencian atau dendam, dan sikap/keputusan pemerintah dibenarkan oleh hukum dan dalam pelaksanaannya tidak menimbulkan ekses negatif yang berkepanjangan. Hal selanjutnya yakni tergambar kesungguhan pemerintah menyelesaikan tragedi itu secara sungguh-sungguh dan ajakan pemerintah untuk menjadikan peristiwa itu sebagai pembelajaran bagi bangsa Indonesia agar pada masa kini dan masa depan peristiwa semacam itu tidak terulang lagi. (ant)
Atlet Pelatnas Dari Hal. 1 Atlet Bali yang menghuni pelatnas di antaranya Cok istri Sanistyarani (silat), I Ketut ‘Banat’ Ariana (angkat besi), Argya Virangga (taekwondo), Abdhul Rahmman Wahyu (taekwondo), Ni Kadek Anny Pandini (judo), virgynia (judo), dan Kornelis Kwangulangu (tinju). Dari mereka hanya tiga atlet yang mampu meraih medali emas untuk Bali yakni Anny Pandini dan Cok Istri Sanistyarani, dan Ni Luh Sinta Darmariani. Sementara Kornelis Kwangulangu hanya meraih perak, Virgynia perak, dan Ariana juga meraih perak. Dan sisanya nihil medali. Sementara itu, kejutan bagi Bali terjadi di cabor renang. Salah satu perenang putri PON Bali Eva Lilian Van Leenen yang hanya diprediksi meraih perunggu sukses menyabet emas. Dia membuktikan kualitasnya. Turun di nomor 50 meter gaya dada putri, per-
enang kelahiran Amsterdam Belanda itu menyabet medali emas. Raihan itu tidak lepas dari kerja keras atlet yang bersangkutan. Karena dengan semangat dan percaya dirilah, dia akhirnya mampu menjadi satu-satunya yang mempersembahkan medali emas di cabor renang. ‘’Ini sangat luar biasa,” jelas Ketua Umum KONI Bali, I Ketut Suwandi. Sementara Eva Lilian Van Leenen mangaku tidak menyangka sebelumnya bisa meraih medali emas. Mengingat, saat fase penyisihan dirinya mendapat saingan berat dari perenang Riau Sanosa. Karena waktu itu. dia hanya mampu finish di peringkat kedua. Namun setelah di final, akhirnya pesaing terberatnya Sanosa justru tergerus ke peringkat kelima. “Jujur saya tidak menyangka bisa merebut emas mengingat persaingan saat itu benarbenar ketat. Rasanya seperti mimpi,” jelasnya. (nan)
Masuk Pelatnas Dari Hal. 1 Dengan medali emas itu, I Nyoman Suartana di kelas RS One akhirnya dipanggil oleh PB Porlasi Pusat untuk masuk pelatnas Indonesia sebagai persiapan untuk menyongsong SEA Games Malaysia 2017 mendatang. I Gede ‘Bangli’ Subagiasa, Sabtu (1/10) kemarin, mengatakan, pihaknya sangat bangga mampu mempersembahkan dua keping medali emas dari lima medali emas yang diraih tim layar Bali. Yang lebih membanggakan lagi, adiknya sendiri I Nyoman Suartana yang turun di kelas RS one juga mampu mempersembahkan satu medali emas. “Hasil ini sangat memuaskan karena dari lima medali emas yang diraih saya mampu memberikan dua emas. Selain saya adik saya I Nyoman Suartana juga memberikan satu medali emas. Jelas ini suatu kebanggaan, karena dua bersaudara mampu mempersembahkan yang terbaik untuk Bali,” ungkap Subagiasa ‘Bangli’. Dia menjelaskan, dengan torehan prestasi itu, adiknya Suartana dipanggil PB Porlasi Pusat untuk kembali masuk pelatnas Indonesia untuk diper-
siapkan menuju SEA Games di Malaysia 2017 mendatang. “Saya masih menunggu dan berharap bisa masuk pelatnas. Karena rencananya semua pelayar yang meraih medali emas bakal dipanggil untuk masuk pelatnas. Karena Sekjen Porlasi Pusat akan mencari tambahan atlet pelatnas,” katanya. Putra pertama pasangan I Ketut Sumadia dan Ni Wayan Reni itu mengatakan, selain adiknya (Suartana, red) yang dipanggil masuk pelatnas dari Bali, rekannya I Gusti Made Oka Sulaksana kelas RSX Marathon dan RSX dipanggil untuk menghuni pelatnas Indonesia. Oka Sulaksana dipanggil bukan menjadi atlet, melainkan menjadi pelatih. I Nyoman Suartana mengaku, bangga kembali masuk pelatnas Indonesia yang akan disiapkan untuk kejuaraan level Internasional SEA Games Malaysia 2017 mendatang. “Saya sangat bangga bisa dipanggil lagi ke pelatans. Ini merupakan kesekian kalinya saya masuk pelatnas. Karena sejak 2010, saya sudah langganan masuk pelatnas. Saya berharap, nantinya saya bisa memberikan yang terbaik bagi negara Indonesia,” papar Suartana. (nan)
Cegah Mafia Hukum
Evaluasi Pimpinan di Jajaran Peradilan Jakarta (Bali Post) Hakim Agung Gayus Lumbuun mengungkapkan bahwa inti dari reformasi peradilan adalah membangun kembali kepercayaan publik terhadap hukum dan keadilan. Gayus mencatat, selama ini kepercayaan itu luntur seiring dengan terungkapnya kejahatan peradilan sebagai bentuk mafia hukum. “Tindakan itu dilakukan oleh pimpinanpimpinan, pejabat peradilan, staf pengadilan, panitera bahkan hakim-hakim secara masif hampir di semua strata tingkat peradilan,” kata Gayus Sabtu (1/10) kemarin. Dia mengatakan konsentrasi dari reformasi hukum harus terfokus pada putusan yang adil bagi masyarakat pencari keadilan. Atas hal ini, Gayus berpendapat harus ada upaya yang dilakukan untuk mengembalikan kepercayaan publik tersebut. “Segera lakukan evaluasi seluruh pimpinan di jajaran peradilan dari pengadilan tingkat pertama, tingkat banding, sampai dengan tingkat tertinggi di MA,” kata Gayus lagi. Gayus menuturkan bahwa evaluasi itu juga wajib mendasarkan pada dua basis persyaratan. Pertama, perundang-undangan. Dan kedua, track record atau rekam jejak. Dia menjelaskan, pengadilan tingkat pertama, tingkat banding, masing-masing terdiri seorang ketua dan wakil ketua. Kemudian, di tingkat tert-
inggi di MA terdiri dari 10 orang hakim agung, yang terdiri dari seorang ketua dengan 2 orang wakil ketua dan 7 orang ketua muda bidang atau disebut kamar. Gayus lalu mencontohkan, saat ini dari 10 pimpinan MA, ada beberapa orang hakim agung karier yang tidak memenuhi persyaratan UU yaitu berpengalaman menjadi hakim tinggi (tingkat banding) selama tiga tahun. ‘’Apakah bisa (mereka yang tidak memenuhi syarat itu) memimpin hakim-hakim agung yang akan memeriksa perkara di tingkat kasasi ataupun PK (Peninjaun Kembali),” ujar Gayus. Terhadap hakim-hakim agung nonkarier agar bisa diangkat sebagai pimpinan MA, kata Gayus, haruslah memenuhi syarat perundangan yang telah mengatur dengan jelas. “Evaluasi ini diperlukan untuk mewujudkan cita-cita memiliki sebuah MA dengan semua jajaran di bawahnya di masa depan yang agung, kredibel, profesianal berkualitas, dan bermoralitas,” ujar Gayus. Gayus menegaskan, lembaga peradilan yang seperti itulah yang bisa memberikan motivasi dan menjaga jajaran hakim, panitera dan staf administrasi agar tidak menyimpang dari tugas dan tanggung jawabnya sebagai aparatur-aparatur peradilan dengan putusan-putusannya yang agung dan berkeadilan. (kmb)
Tidak Mudah
Dari Hal. 1 Suwandi mengakui, jika untuk menjadi tuan rumah PON tidaklah mudah. Segala persiapan matang mulai sekarang harus dilaksanakan. Mulai dari dari pembangunan venue pertandingan secara bertahap, pembinaan atlet di setiap cabang olahraga di masing-masing kabupaten kota di Bali. Sehingga, kesiapan untuk menjadi tuan rumah PON benar-benar matang. “Pembangunan venuevenue besar memang tidak bisa dibangun sekali saja. Itu harus dilakukan secara bertahap mulai dari sekarang. Contohnya kolam renang, stadion, loncat indah, dll. Jadi kini kita kembali serahkan keseriusan pemerintah Provinsi Bali untuk menjadi tuan rumah PON 2024 mendatang. Apakah mau melakukan semua itu atau tidak. Semoga Pemprov Bali cepat menangkap sinyal-sinyal positif untuk pembangunan venue secara merata untuk menyongsong tuan rumah itu,” katanya. Menurutnya, pembanguan venue secara merata sangat perlu dilakukan. Karena, jika ingin menjadi tuan rumah pembangunan venue-venue olahraga tidak numplek di dua daerah Badung
dan Denpasar saja, melainkan harus merata di setiap daerah. Mengingat banyak venue olahraga yang dibutuhkan untuk pelaksanaan PON. “Mulai sekarang pemerintah harus merancang apa yang harus dilakukan jika ingin menjadi tuan rumah. Karena jika berbicara masalah jangka panjang, pemerintah harus mau berkorban lebih dulu,“ jelasnya. Mantan Ketua Umum KONI Badung itu tidak menampik, banyak keuntungan yang akan diperoleh jika nantinya Bali menjadi tuan rumah PON. Tidak hanya dari peningkatan dari sektor budaya dan pariwisata, namun sumber daya manusia (SDM) juga akan berkembang. “Kalau Bali menjadi tuan rumah berapa jiwa yang akan datang ke Bali. Itu bisa meningkat tiga kali lipat dari hari-hari biasa. Itu kan jelas akan mampu menunjang sektor perekonomian di Bali. Karena mulai dari warungwarung kecil, penyewaan sepeda motor, dan seterusnya, jelas perputaran ekonomi akan meningkat drastis,” pintanya. Dikatakannya, selama ini Bali sering melaksanakan even-event level nasional dan internasional. Bercermin dari sana, pengunjung domestik maupun mancanegara sudah banyak sekali yang da-
tang. Karena, selain berolahraga di Bali, momen tersebut juga bakal dipergunakan sebagai liburan mereka selama berada di Bali. “Jika berbicara Bali pasti orang-orang bakal senang. Apalagi Pulau Dewata menjadi destinasi pariwisata dunia. Sehingga, Bali menjadi tujuan pertama untuk melakukan liburan. Apalagi, dibarengi dengan olahraga pasti mereka bakal berbondong-bondong datang ke Bali. Kini tinggal bagaimana pemerintah melihat dan menangkap hal tersebut,” tegas Suwandi. Disinggung masalah hotel jika Bali menjadi tuan rumah, dikatakannya tidak menjadi permasalahan. Pasalnya, banyak tersebar hotel besar maupun kecil di setiap kabupatan/kota di Bali. Apalagi masalah akomodasi dan transportasi tidak manjadi persoalan. “Jika nantinya di setiap daerah hotelnya kurang representatif, kan bisa ditempatkan di Denpasar, Badung, Gianyar dll. Karena jarak tempuh tidak terlalu jauh sekali. Dibandingkan di Bandung, di Bali jarak tempuhnya 1-2 jam. ‘’Kalau di Bali jarak tempuh tidak ada terlalu jauh, mengingat akan dilakukan pembagian wilayah,” ujar Suwandi (nan)
Cabor Berprestasi Dari Hal. 1 Hanya, dari 26 cabor yang mengikuti PON, hanya 14 cabor yang mampu meraih prestasi di PON. “Apa yang kita dapat ini semuanya merupakan pemberian dari Tuhan serta hasil kerja keras kita semua. Karena kami tahu perjuangan atlet dan tim di lapangan sangat berat untuk meraih prestasi ini. Meski sebelumnya saya bermimpi bisa menempati posisi lima. Namun Tuhan tidak memberkati. Walau morat-marit dan terseok-seokseok, ahirnya bisa memenuhi target awal,” ucap Suwandi. Dikatakannya, prestasi yang dicapai sesungguhnya bersumber dari kekuatan-kekuatan kabupatan/kota di Bali. Karena sumber atlet merupakan binaan dari kabupaten/kota di Bali. “Jadi, semuanya berperan penting sampai tercapainya prestasi ini. Untuk selanjutnya, 2020 Bali tidak boleh terlena. Tantangan PON 2020 akan semakin berat. Pembinaan olahraga di Bali harus terus lebih ditingkatkan,’’tegasnya. Dikatakannya, pihaknya bakal melakukan evalusi terkait cabor yang belum mampu berbuat banyak di PON. Pasalnya, dari 36 cabor yang diikuti di PON, hanya 14 cabor yang mampu memberikan yang terbaik. Sementara sisanya, masih belum bisa memberikan yang terbaik. Untuk itu, sistem pembinaan atlet di masing-masing kabupatan/kota harus lebih ditingkatkan lagi. ‘’Jadi, harus belajar dengan perubahan science untuk memajukan olahraga di
Bali,’’ ujarnya. Dia mencontoh Nusa Tenggara Barat (NTB) yang sukses merebut 7 medali emas. Itu artinya, mereka fokus membina cabor yang berpotensi saja. Kalau Bali misalnya, berpotensi di cabor layar, difokuskanlah di layar. Kami ingin menerapkan hal itu, namun sampai saat ini masih belum bisa. ‘’Pembinaan seperti itu saya rasa akan lebih cocok untuk peningkatan prestasi atlet,” jelasnya. Lebih lanjut dikatakannya, di mana sekarang ini bagi cabor yang belum meraih medali akan terus dipacu. Jadi, bagi cabor yang masih belum mampu mempersembahkan emas dan masih perlu pembinaan agar mengevaluasi diri. Kalau tidak mau mencari kesalahan maka akan sulit bisa maju. Dan untuk mendukung pembinaan itu, harus dibarengi dengan sarana dan prasarana yang memadai. Untuk itu, pemerintah harus bisa melihat, dengan membantu lewat pembangunan sarana olahraga yang memadai. Dia menyadari betapa pentingnya regenerasi atlet Bali untuk masa mendatang. “Kita tidak bisa hanya mengandalkan Maria Londa. Sebab, potensipotensi atlet di setiap daerah itu cukup banyak sekali untuk terus dibina lebih lanjut, agar nantinya mereka bisa menjadi pelapis para senior mereka. Untuk itu besar harapan kami pemprov maupun kabupaten/kota bisa memberikan perhatian lebih kepada atlet,” harap Suwandi. Sementara Wakil Ketua
Umum KONI Bali I Gusti Ngurah Oka Darmawan menegaskan pembinaan harus dilaksanakan secara berkecukupan dan persinambungan. Artinya pembinaan membutuhkan dana. Sebab, banyak event level nasional maupun internasional yang harus diikuti oleh atlet. Sehingga KONI mengetahui perkembangan prestasi atlet itu sendiri seperti apa. Dia mengatakan ada beberapa cara untuk meningkatkan prestasi atlet. Salah satunya melihat daerah lain bagaimana cara mereka membina atlet sehingga bisa berprestasi. Cara pembinana di luar daerah bisa ditiru demi kemajuan atlet untuk lebih baik lagi, papar Oka Darmawan. (nan)
Terkait Polemik Dari Hal. 1 Mario tak menampik bahwa keputusannya pensiun dari TV berkaitan dengan polemik yang tengah dialami dengan Ario Kiswinar. Mario juga hendak dipolisikan oleh pria yang mengaku sebagai anaknya itu. “Dengan polemik yang saat ini ada di publik, keputusan untuk istirahat dari pelayanan via layar televisi kami segerakan,” lanjutnya. Sebelumnya, Mario juga sempat memutuskan untuk setop unggah kata-kata nasihat di akun media. Semenjak kasus bersama Ario Kiswinar, ada pro dan kontra di kalangan netizen.(kmb)
’’Sekala-Niskala’’ Dari Hal. 1 “Aksi dalam menolak reklamasi kami lakukan secara sekala dan niskala. Dalam hal sekala kami acap kali beraspirasi dengan turun ke jalan bahkan hampir setiap minggu, sedangkan dalam hal niskala kami lakukan dengan aktivitas ritual ini yakni upacara mapekelem dan nyambleh kucit butuan,” ujar Wayan Swarsa. Ritual yang digelar pasubayan diselenggarakan di lima titik suci sesuai dengan arah lima penjuru mata angin. Di masing-masing titik tersebut, upacara dipimpin langsung oleh para pemangku dari desa adat didampingi oleh masing-masing bendesa adat. Di titik utara oleh Desa Adat Kepaon, di timur oleh Desa Adat Tanjung Benoa, di titik barat oleh Desa Adat Kelan, di selatan oleh Desa Adat Bualu, dan di titik tengah oleh seluruh desa adat. Seluruh pembiayaan ritual di masing-masing titik ditanggung langsung oleh desa adat
yang bersangkutan. Selain diadakan di pura, menariknya upacara tersebut juga digelar di muntig-muntig. Upacara yang diadakan di muntigmuntig atau daratan pasang surut tersebut sekaligus membantah klaim investor yang menyatakan muntig sebagai pendangkalan. “Tempat kami melakukan upacara mapakelem dan nyambleh kucit butuan ini yaitu di lima titik suci di lima penjuru mata angin termasuk muntig yang berada di kawasan Teluk Benoa. Pelaksanaan upacara di muntig-muntig ini sekaligus membantah klaim investor yang menyatakan muntig sebagai pendangkalan. Muntig adalah daratan pasang surut dan titik-titik yang kami sucikan,” kata Bendesa Adat Kuta tersebut. Seperti mendapat restu dari semesta, sepanjang dilakukannya prosesi upacara mapekelem dan nyambleh kucit butuan sampai dengan selesai cuaca sangat bersahabat, tidak ada panas terik dan juga tidak dirundung hujan. (kmb)
balipost (148rb Like) http://facebook.com/balipost
MINGGU KLIWON, 2 OKTOBER 2016
@balipostcom (4.295 Follower) http://twitter.com/balipostcom
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Facsimile: 227418
Lois Merry Tangel
Putri Pariwisata 2016 PUTRI asal Sulawesi Utara, Lois Merry Tangel, dinobatkan sebagai Putri Pariwisata 2016, setelah menyisihkan 37 finalis dari 34 provinsi seluruh Indonesia. Sementra wakil dari Provinsi Bali, Windu Sari Devi, terpilih sebagai juara kedua dalam ajang Grand Final Putri Pariwisata 2016 di Jakarta, Jumat (30/9) malam.
BPM/ist
DINOBATKAN - Lois Merry Tangel dinobatkan sebagai Putri Pariwisata 2016, setelah menyisihkan 37 finalis dari 34 provinsi seluruh Indonesia.
Capaian istimewa wanita cantik ini setelah melalui tahapan panjang mulai dari audisi, karantina selama dua minggu serta diisi dengan berbagai materi dari para ahli kecantikan dan praktisi pariwisata. Sebagai Duta Pariwisata, Lois terlibat dalam agenda promosi mengenai keindahan dan keramahan nusantara ke seluruh Indonesia dan mancanegara. Selama satu tahun, Lois akan mengenakan mahkota prestisius Putri Pariwisata Indonesia sekaligus menjadi Duta Pariwisata, dan akan turut hadir dalam berbagai event wisata baik dalam maupun
luar negeri. Founder and Chairman El Jhon Pageants Johnnie Sugiarto mengatakan, memanfaatkan World Tourism Day atau Hari Pariwisata Dunia yang jatuh pada 27 September lalu, para finalis diajarkan dan dipupuk rasa pedulinya kepada kekayaan alam dan budaya bangsa, hingga akhirnya dapat menjadi duta wisata Tanah Air. “Tahun ini, kami mengangkat tema Enjoying Indonesia’s Wonderful Culture yakni menikmati Indonesia dengan budaya yang menakjubkan,” ujar Johnnie. Pada malam Grand Final yang
dihadri Menpar Arief Yahya itu, para peserta menampilkan bakat dan mempragakan busana malam (evening gown) serta busana nasional modifikasi. Menariknya, finalis membawa busana dari daerahnya masing-masing. “Mereka mempercayakan desainer-desainer setempat untuk merancang dan menyiapkan busana yang ditampilkan. Dengan begitu, para finalis menunjukkan keindahan budaya dari setiap daerah. Itu yang menarik,” ujar Johnnie. Johnnie mengungkapkan, para finalis juga menampilkan bakat yang beragam. Mulai dari menari tari tradisional, tari modern, memainkan alat musik, hingga menyanyi. Tampilan bakat itu telah dipersiapkan jauh-jauh hari sebelum masa karantina dimulai. (nikson)