Skip to main content

Edisi 24 Juli 2016 | Balipost.com

Page 1

20 HALAMAN NOMOR 326 TAHUN KE 68 Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

TERBIT SEJAK 16 AGUSTUS 1948 PERINTIS: K. NADHA HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

balipost (144 rb Like) http://facebook.com/balipost

MINGGU KLIWON, 24 JULI 2016

Pengemban Pengamal Pancasila

MENJADI KAYA ITU GAMPANG! SAYA punya seorang kawan baik. Kami lulus dari sekolah yang sama, Universitas Trisakti. Kemudian memulai karier secara bersamaan pula. Kawan saya itu sekarang kariernya sudah tinggi sekali, selevel di bawah Board of Director. Namun, dia merasa resah. Sering kali curhat kepada saya,

bahwa apa yang dikerjakannya tidak mendapat reward sebagaimana mestinya. Dia kepingin sekali ‘berbisnis’. Mungkin dia melihat saya. Menurutnya dengan berbisnis, apa yang dihasilkan sesuai dengan apa yang dikerjakan. Akhirnya pada suatu kesempatan yang baik, saya bertanya apakah dia tidak

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Faksimile: 227418

kita di bangku kuliah dulu. Kenapa ingin berbisnis kalau senang dengan pekerjaannya? Apakah benar-benar ingin menjadi seorang entrepreneur, ataukah hanya kepingin kaya. Akhirnya saya mendapatkan jawaban bahwa kawan saya itu tidak benar-benar ingin menjadi entrepreneur, melainkan ingin kaya. Dia merasa bahwa pekerjaannya sekarang tidak akan

senang dengan pekerjaannya. Kawan saya menjawab bahwa dia menyenangi pekerjaannya. Cuma dia merasa hasilnya tidak sesuai dengan ‘kerja kerasnya’. Saya tanya lagi apa yang tidak sesuai, bukankah apa yang didapatnya hari ini sudah melampaui apa yang dicita-citakannya ketika

@balipostcom (4.295 Follower) http://twitter.com/balipostcom

memberikan kekayaan yang dicita-citakannya. Jadi, dia ingin pindah kuadran menjadi seorang businessman. Karena dipikirnya dengan cara itulah dia bisa menjadi kaya. Saya meresponsnya dengan mengatakan bahwa menjadi entrepreneur, pebisnis, adalah salah satu cara untuk menjadi kaya, namun bukan satu-satunya cara. Tantangannya pun tidak mudah. Banyak pula

pengusaha yang miskin. Untuk menjadi kaya tidak perlu menjadi entrepreneur. Bahkan saya bilang menjadi kaya itu gampang. Pertama, definisikan dengan jelas, term kaya menurut kita itu apa? Setiap manusia punya rules sendiri-sendiri. Hidupnya secara tidak sadar akan dipengaruhi oleh rules yang diciptakannya sendiri. Hal. 19 “Passive Income”

Sejumlah Hak Anak Belum Terpenuhi Mataram (Bali Post) Menteri Koordinator Bidang Pengembangan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Sabtu (23/7) kemarin, menghadiri peringatan Hari Anak Nasional 2016 yang dipusatkan di Taman Sangkareang, Mataram, Nusa Tenggara Barat. “Peringatan Hari Anak Nasional harus menjadi motivasi kita untuk melindungi anak-anak. Anak-anak memiliki hak untuk dilindungi dan berpartisipasi sesuai harkat dan martabatnya,” kata Puan di Mataram. Dalam peringatan yang bertema ‘‘Akhiri Kekerasan pada Anak’’, Menko PMK Puan Maharani mengakui bahwa ada sejumlah hak krusial anak-anak Indonesia yang belum terpenuhi. Hak krusial anak itu di antaranya adalah hak sipil dan kebebasan. Puan mengatakan bahwa masih banyak anak Indonesia yang tidak punya akta kelahiran, tidak punya akses terhadap berbagai informasi bermanfaat yang tidak mengandung unsur kekerasan dan pornografi, dan tidak diberikannya mereka akan kebebasan menyampaikan pemikiran atau partisipasi hingga program pembangunan yang terkait anak. Anakanak Indonesia juga masih menghadapi kejahatan terhadap anak, kejahatan yang dilakukan oleh sesama anak, penyalahgunaan narkoba, kejahatan seksual, adopsi ilegal, hingga human trafficking. Menjadi tugas negara, pemerintah, dan semua pihak untuk mendidik, mendamp-

ingi, dan mempersiapkan serta melindungi anak-anak kita menjadi manusia-manusia Indonesia yang unggul dan berdaya saing tinggi, kata Puan. Puan mengatakan anak-anak memiliki hak untuk bermain, mendapatkan pendidikan, mendapatkan perlindungan, mendapatkan nama dan identitas, mendapatkan status kebangsaan, mendapatkan makanan, mendapatkan fasilitas kesehatan, berekreasi serta berkembang berperan dalam pembangunan sesuai dengan usianya. Dia mengatakan Peringatan Hari Anak Nasional ini dijadikan ajakan bagi semua pihak untuk terus berupaya melalukan perlindungan terhadap anak terutama dari maraknya berbagai aksi kekerasan dan secara bersama pula bekerja keras mewujudkan Indonesia sebagai negara yang layak anak. Hal. 19 Perlindungan Anak HARI ANAK - Sejumlah polisi cilik asal Papua Barat berbaris saat memperingati puncak Hari Anak Nasional (HAN) di Sangkareang, Mataram, NTB, Sabtu (23/7) kemarin.

BPM/ant

Kontroversi Pokemon Go

Komentar

KITA HANYA JADI KONSUMEN

Remaja

Tempat Ekstrem Gabriell (Mahasiswa STPBI) Dari mendengar berita saja, saya sudah dapat merasakan dampak negatif dari permainan tersebut. Sebab, cara bermain Pokemon Go tidak seperti permainan game lainnya. Pemain harus menjelajah ke tempat-tempat yang ekstrem dan tidak mengenal waktu. Tentu hal ini sangat membahayakan para pemainnya. Saya barubaru ini melihat ada seorang laki-laki bawa tas Pokemon sambil memainkan game Pokemon Go. Saking fokusnya dia mencari Pikachu hingga ia jatuh di sungai. Tentu ini sangat membahayakan dirinya dan orang lain juga. Lebih lagi kalau mencari Pikachu itu di tempat yang ekstrem seperti di kuburan. Apalagi sampai larut malam.

BELUM diresmikan game Pokemon Go sudah memunculkan kontroversi. Di satu sisi, kita tak bisa mengelak kemajuan teknologi, namun di sisi lain kita (bangsa Indonesia, red) tetap hanya menjadi konsumen. Sejumlah warga menilai hadirnya game baru ini tak perlu ditakuti. Tinggal sekarang kita sebagai bangsa mau jadi konsumen atau tidak. Yang bagus lagi, karya game anak bangsa bisa muncul

Lebih Kreatif Ary Andhika Pangestu (Mahasiswa Stikom Bali) Adanya Pokemon Go justru memberi dampak yang positif, khususnya di kalangan anak-anak untuk meningkatkan sosialisasi. Sebab, dengan game Pokemon Go anak-anak bisa berkumpul dengan temantemannya sambil bermain di alam bebas. Di samping itu, dikatakan juga dapat membuat anak-anak lebih kreatif, tertantang dan melatih kecerdasan dari anak tersebut. Di sisi lain, permainan ini juga dapat menjerumuskan anak-anak ke dalam tindakan kriminal. Seperti, kekerasaan terhadap temannya. (win)

Danrem 163/Wirasatya:

Rawan Penyadapan

BPM/dgk

ASYIK - Asyiknya mengejar monster Pokemon Go di gatget.

GAME Pokemon Go akhir-akhir menyedot perhatin publik, termasuk Danrem 163/Wira Satya Kolonel Inf. I Nyoman Cantiasa. Orang nomor satu di jajaran Korem 163/Wira satya ini mengingatkan dan mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati serta waspada dalam memainkan game Pokemon Go. Pasalnya, banyak sekali laporan di berbagai belahan dunia dampak petualangan permainan tersebut berakhir kecelakaan dan menimbulkan korban, baik yang bersangkutan, juga lingkungannya. Hal. 19 Memeriksa HP

Dinilai Pengaruhi Kinerja

PEMKAB K Bangli menerapkan larangan bermain game yang identik dengan aksi berburu ini di lingkungan instansi pemerintahan. Sekda Bangli, Ir. I.B. Gede Giri Putra, M.M., Sabtu (23/7) kemarin, mengatakan larangan tersebut sesuai dengan surat edaran Kemenpan - RB yang diterimanya beberapa waktu lalu. Sebagai bentuk keseriusan, itu sudah langsung diinformasikan kepada seluruh ASN. “Pegawai di lingkungan pemkab dilarang melakukan itu, terutama saat kerja,” tegasnya. Supaya peraturan itu tak dipandang hanya gertak sambal, kata mantan Sekwan Bangli ini, Bupati atau Wakil Bupati akan melakukan pemeriksaan hanphone seluruh pegawai. Hal. 19 Diberikan Sanksi

Nyoman Cantiasa

Buat Mata Berair Hingga Gangguan Hormon

Ramai-ramai Larang ’’Game’’ Pokemon Game virtual berbasis GPS, Pokemon Go sejak beberapa pekan belakangan mulai beredar di masyarakat. Tak hanya kalangan anak muda, game ini juga cukup digandrungi PNS. Karena disinyalir mampu menghambat produktivitas kerja, sejumlah pejabat ramai-ramai melarang game ini dimainkan di lingkungan kerjanya.

mengalahkan game Pokemon Go ini. Di Bali gila game Pokemon Go tak hanya melanda anak muda namun juga pejabat. “Kita perlu mawas diri soal Pokemon Go ini. Dalam artian memang boleh, tidak ada orang yang melarang, bisa bermain apa saja, adventure apa pun semua ada bahayanya,” ujar Sekretaris Fraksi Demokrat DPRD Bali, I Komang Nova Sewi Putra, kepada Bali Post, Sabtu (23/7) kemarin. Nova melanjutkan, wajar-wajar saja orang mencari kesenangan dengan memainkan Pokemon Go. Tapi ketika itu sampai merugikan diri sendiri dan orang lain, tentu permainan ini menjadi tidak bagus lagi. Seperti banyak diberitakan, tak sedikit pemburu Pokemon Go di luar negeri mengalami kecelakaan karena mencari monster saat mengemudi. Hal. 19 Menerobos Markas

BPM/eka

POKEMON - Demam mengejar level di game Pokemon Go membahayakan keselamatan.

PENGGUNAAN komputer, tablet, atau telepon genggam untuk bermain game online saat ini meluas. Sepertinya dalam sehari-hari seseorang tidak lepas dari barang tersebut. Barang elektronik tersebut digunakan dari anak-anak, dewasa, sampai orang tua baik untuk pekerjaan rutin sehari-hari, pelajaran di sekolah, pendidikan, data, komunikasi sehari-hari atau permainan. Banyak keluhan atau risiko tentang penggunaan alat tersebut baik yang tidak dilaporkan atau sudah dilaporkan secara hasil penelitian. Beberapa keluhan atau risiko yang dilaporkan seperti kelelahan mata seperti mata perih, terasa sakit, berair, silau, pusing, sulit konsentrasi, sulit tidur, mata minus atau silinder. Hal. 19 Pengaruhi Produktivitas Hormon


DAERAH

2

Tersengat Listrik, Balita Tewas

Gusti Parwata Ketua Baru KNPI Karangasem Amlapura (Bali Post) – DPD KNPI Karangasem sempat vakum beberapa tahun. Namun, melalui Musyawarah Kabupaten (Muskab) Sabtu (23/7) kemarin, I Gusti Putu Parwata, S.E. akhirnya terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Karangasem yang baru. Mantan Ketua DPD KNPI Karangasem Nyoman Celos mengatakan, pihaknya yang paling bertanggung jawab atas tak berjalannya roda organisasi kepemudaan itu selama ini. Selain kegiatan tak berjalan, Muskab juga lama tak digelar. ‘’Muskab tak ada, sementara sesuai peraturan saya saat itu sudah menjadi Wakil Ketua DPRD Karangasem tak boleh merangkap menandatangani anggaran untuk dicairkan ke organisasi kepemudaaan. Atas tak berjalannya roda organisasi kepemudaan di Karangasem beberapa tahun, saya yang salah, bukan pengurus lain atau pihak organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP),’’ katanya. Diberitakan sebelumnya, Kepala Kantor Kesbangpolinmas Karangasem IBP Swastika mengatakan, akibat lama vakum organisasi kepemudaan di Karangasem, menyebabkan beberapa tahun bantuan untuk organisasi kepemudaan yang dianggarkan melalui Kesbanglinmaspol tak terserap. Akibatnya, pihaknya dituding tak mampu membuat perencanaan anggaran, karena anggaran tak terserap itu kembali ke kas daerah. Di lain pihak, Ketua KNPI Karangasem periode 2016-2019 Parwata mengatakan, dalam seminggu ini pihaknya selaku ketua formatur bertugas membentuk kepengurusan. Usai pelantikan pengurus nanti, pihaknya fokus menyambut HUT RI dengan berbagai kegiatan. (013)

Negara (Bali Post) Seorang balita Komang Juliartawan (1) dari Banjar Tukadaya Desa Dangintukadaya Kecamatan Jembrana tewas akibat tersengat aliran listrik, Jumat (22/7) malam.Anak yang dikenal lincah ini tewas saat perjalanan ke RSU Negara. Dari informasi, kejadian bermula saat kakak korban, Ni Putu Ayu Puspayanti (15), seorang pelajar hendak mencolokkan cuk kabel listrik di ruang tamu rumahnya yang menuju kamar mandi. Tiba-tiba Ayu tersetrum, sementara adiknya yakni korban Komang Juliartawan yang berada di belakang tidak sengaja memegang tangan kakaknya. Melihat adiknya jatuh, kakak korban berteriak sehingga terdengar oleh orang

BPM/kmb

BPM/kmb38

Kasus Kerusakan Jalan di Desa Panji Polisi Gunakan UU LLAJ Singaraja (Bali Post) – Lima orang saksi telah diperiksa oleh penyidik Reskrim Polsek Sukasada terkait laporan kerusakan jalan di Banjar Dinas Mekar Sari Desa Panji akibat dilalui alat berat milik perusahaan yang membangun Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Desa Sambangan. Dari keterangan saksi itu, indikasi perusakan jalan secara sengaja tidak terpenuhi. Polisi kini menggunakan Undang-Undang (UU) Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ). Kapolsek Sukasada Kompol I Gede Arya Wibawa Jumat (22/7) lalu, mengatakan, dua saksi ini merupakan pihak perusahaan tersebut. Sementara saksi lainnya Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Ketut Suparta Wijaya, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Panji dan aparat Klian Dusun (Kadus) Banjar Dinas Mekar Sari, Desa Panji. Dari kelima saksi tersebut indikasi perusakan jalan secara sengaja belum ditemukan. Selain itu, keberadaan perusahaan yang membangun Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTMH) itu telah mendapatkan izin dari pemerintah daerah dan lembaga lain. Meski demikian, penyidikan kasus ini tetap dilakukan. Polisi akan mengaitkan pengaduan warga dan aparat desa itu berdasarkan UU Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ). Aturan ini mengatur bahwa kendaraan berat dengan roda besi saat melintasi jalan umum wajib diangkut menggunakan trailer. Faktanya, pengaduan warga termasuk Perbekel Desa Panji Nyoman Sutama keberatan setelah jalan yang belum seminggu selesai diaspal hotmix dengan dana APBD justru kembali rusak karena dilalui alat berat dengan roda besi. “Tetap kita tangani dan awal penyidikan memang kalau perusakan secara sengaja itu tidak ditemukan unsurnya, namun kami akan kaitkan dengan UU LLAJ, sehingga untuk sementara kami masih melanjutkan penyidikan,” tegas kompol Arya. Perbekel Desa Panji Nyoman Sutama mengatakan, sejauh ini pihak perusahaan belum melakukan koordinasi dengan aparat desa utuk mencari jalan keluar perbaikan kerusakan jalan di desanya itu. Pihak perusahaan sejak terjadi kerusakan itu memang sempat menambal aspal yang mengelupas akibat roda kendaraan berat. Sayangnya, perbaikan itu tidak optimal dan malah perusahan kembali memasok alat berat melintasi jalan tersebut. Akibatnya, jalan yang belum ada seminggu selesai diaspal oleh pemerintah daerah kembali mengelupas. Sekarang kondisi jalan rusak dan mengganggu kenyamanan kendaraan yang melintas. “Kalau dari kami sebagai pelapor memang belum diperiksa dan baru BPD bersama Klian Dusun (Kadus) Banjar Dinas Mekar Sari yang diperiksa dan itu menerangkan bahwa jalan itu rusak karena dilintasi alat berat. Sampai sekarang belum ada upaya perbaikan oleh perusahaan dan kasus ini kami tetap lanjutkan,” tegas Sutama. (kmb38)

tua korban Kadek Astawa yang saat itu berada di dalam kamarnya. Melihat anaknya tersetrum listrik orang tua korban segera mencabut cuk kabel yang terhubung ke listrik yang dipegang kedua anaknya tersebut. Korban langsung dilarikan ke RSU Negara. Namun sayang setibanya di RSU Negara, korban dinyatakan telah meninggal dunia. Kasat Reskrim Polres

Jembrana AKP Gusti Made Sudarma Putra seizin Kapolres Jembrana AKBP Djoni Widodo saat dikonfirmasi Sabtu (23/7) kemarin, membenarkan kejadian tersebut. Korban meninggal karena tersengat listrik di rumahnya. Korban langsung disemayamkan di rumah duka. Sudarma Putra mengharapkan agar masyarakat berhatihati ketika menggunakan listrik. (kmb)

Jambore KSPAN Hindari HIV/AIDS di Kalangan Generasi Muda

TERSENGAT LISTRIK - Cuk kabel listrik yang dipegang kakak korban sehingga mengakibatkan korban yang memegang tangan kakaknya meninggal dunia.

Kompol I Gede Arya Wibawa

Minggu Kliwon, 24 Juli 2016

Guru Kontrak Cabuli Anak Disabilitas Belum Ditahan Singaraja (Bali Post) Kasus pencabulan guru kontrak SG (40) terhadap anak di bawah umur penyandang disabilitas SDY (12) tengah didalami oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Buleleng. Gadis malang tersebut tengah dalam penyidikan untuk melengkapi barang bukti. Pendalaman berdasarkan LP/157/VII/2016/BALI/RES BLL, tertanggal 20 Juli 2016, atas pelapor Abdul Jalil (41) alamat Jalan Pulau Sugara, Kelurahan Kampung Baru Kecamatan Buleleng. SDY mengalami tunagrahita menyerupai gangguan inteligensi rendah atau gangguan perkembangan kecerdasan. SDY siswi SLB Singaraja tipe C tersebut dicabuli SG (40) di kamar rumahnya. “Kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap empat saksi,” ujar Kabag Ops. Polres Buleleng Kompol I Made Joni Antara Putra, S.H. seizin Kapolres Buleleng AKBP I Made Sukawijaya, M.Si. saat dikonfrimasi Sabtu (23/7) kemarin.

Pelaku SG terakhir ketahuan mencabuli SDY, Selasa (19/7) pukul 13.00 wita. Kepada orangtuanya, SDY mengaku dirayu lalu bajunya dibuka. SG nekat lantas beberapa kali menggauli korban. “Korban sudah kami periksa dibantu ahli psikologi. Informasi korban sudah dan akan didalami lagi kepolisian,” imbuhnya. Pelaku SG disangkakan pasal 82 UU RI No. 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Informasi terakhir, pelaku SG yang merupakan tetangga dekat SDY, belum diamankan aparat. Pihaknya tidak menampik SG diduga berprofesi guru kontrak di wilayah Kubutambahan. “Polisi harus memenuhi barang bukti dan saksi dulu untuk mengamankan tersangka. Kami akan pastikan lagi pelaku ini (guru kontrak -red). Sambil menunggu hasil visum. Barang bukti baju korban bekas pencabulan telah diamankan,” terang Joni Antara. (kmb34)

Singaraja (Bali Post) Jambore Kelompok Siswa Peduli AIDS dan Narkoba (KSPAN) di Gedung Serbaguna Desa Sangalangit Kecamatan Gerokgak, mendapat dukungan Wakil Bupati Buleleng, dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG. Bahaya HIV/AIDS dan narkoba serius diperhatikan pemerintah dengan mengarahkan generasi muda ke dalam kegiatan yang positif. Sebanyak 432 peserta tingkat SMP dan SMA/SMK terlibat dengan pendamping berjumlah 72 orang. Dilihat dari jumlah anggota KSPAN di tingkat sekolahan, wabup Sutjidra menitipkan kepercayaan ke setiap generasi muda Buleleng, untuk

menginformasikan dan menghindari bahaya penyakit HIV/ AIDS dan narkoba. “Kegiatan ini menjadi wahana menyatukan informasi sekaligus menambah wawasan peserta. Di mana termasuk evaluasi penanggulangan HIV/AIDS dari tingkat sekolahan,” ucapnya dalam jambore KSPAN Buleleng, Jumat (22/7). Ia menambahkan, kalangan remaja dinilai rentan terpengaruh pergaulan bebas dan perkembangan globalisasi. Maka itu, KSPAN di sekolah mampu menangkal perilaku menyimpang generasi muda. Diskusi-diskusi mata pelajaran dan ilmu pengetahuan kekinian diperlukan mengalihkan pikiran remaja ke

arus pengaulan yang positif. “Kaum remaja tingkat SMP, SMA/SMK dapat berpartisipasi dalam pembangunan pendidikan di Buleleng. Hal terkecil dengan menghindari perilaku menyimpang dan meningkatkan aktivitas di bidang edukasi pendidikan,” tambahnya. Hal senada diungkapkan Ketua Panitia Jambore KSPAN Buleleng, Made Suriani, S.Sos., aktivitas jambore KSPAN Bulelang, dinilai dapat meningkatkan pemahaman peserta dalam mencegah bahaya HIV/AIDS dan narkoba. “Perilaku remaja menjadi lebih terarah dan berkembang kreatif di lingkungannya,” ucapnya. (kmb34)

BPM/kmb34

JAMBORE - Wabup Sutjidra menilai KSPAN berperan positif membangun pengetahuan remaja. Mereka lebih dini menghindari bahaya HIV/AIDS dan narkoba, Jumat (22/7) lalu.

Razia Sat. Lantas Polres Buleleng

Rumah Tersambar

Warga Sipil Diimbau Tak Gunakan Petir, Bocah Enam Atribut Bercirikan TNI Tahun Tewas

Singaraja (Bali Post) Sidak operasi gabungan dilakukan jajaran Sat. Lantas Polres Buleleng. Pengendara tanpa dilengkapi identitas roda dua langsung ditertibkan di tempat. Pemeriksaan surat kendaraan terpusat di Jalan Imam Bonjol, Kota Singaraja. Warga yang kebetulan melintas di jalan satu arah tersebut dihentikan. Mereka diperkenankan kembali berjalan setelah menunjukkan kelengkapan surat motor. Warga menilai positif sidak yang dilakukan aparat tersebut. “Ini sangat baik dilakukan. Sidak bukan sebatas memeriksa surat motor. Lebih dari itu memberi keamanan dari aksi curanmor.

RAZIA Puluhan aparat melakukan operasi gabungan di Jalan Imam Bonjol, Kota Singaraja, Jumat (22/7) lalu.

Polisi menjadi lebih humanis dan dekat dengan masyarakat,” ucap Saiful, warga di Kota Singaraja, Jumat (22/7) lalu. Sat. Lantas Polres Buleleng tidak menggelar sidak sendirian. Sinergi melibatkan Sub Den POM AD IX/3-1 Singaraja. Pengendara motor diingatkan mengenakan helm pengaman standar. Helm standar menekan benturan apabila mengalami lakalantas. Sedangkan surat kendaraan melengkapi identitas kepemilikan motor. “Kami memeriksa roda dua. Ini dilakukan mendadak dalam mencegah lakalantas dan curanmor. Kerja sama di lapangan melibatkan anggota Sat. Lantas Polres Buleleng bersama

Polisi Militer (PM),” imbuh Kasat Lantas Polres Buleleng AKP I Gede Sumadra Khertiawan, S.H., M.H. seizin Kapolres Buleleng AKBP I Made Sukawijaya, M.Si. Warga sipil diimbau tidak menggunakan beragam atribut bercirikan TNI. Sebab sering kali ditemukan stiker menempel di plat motor atau pakaian TNI. Sidak sehari tersebut melibatkan 40 personel gabungan mengedepankan pola humanis. “Sidak gabungan tidak malah ditakuti, tapi aparat utamakan pola yang humanis. Hasilnya 35 motor ditindak. Kalau BB yang disita 4 SIM, 24 STNK, 2 motor, dan 7 pengendara tanpa surat-surat,” tandasnya. (kmb34)

Bangli (Bali Post) – Malang menimpa Sang Ketut Yudiarta, bocah berusia enam tahun di Banjar Merta Sari Desa Awan, Kintamani. Dia tewas seketika saat rumah yang ditempatinya bersama kedua orangtuanya tersambar petir. Korban meninggal dunia dengan kondisi pendarahan pada hidung. Informasi yang dihimpun Sabtu (23/7) kemarin, menyebutkan, peristiwa nahas tersebut terjadi Kamis (21/7). Ketika itu cuaca di wilayah Desa Awan sedang dilanda gerimis disertai angin. Sebelum petir menyambar, korban sempat menuju bangunan dapur yang ada di sebelah rumahnya. Korban terbiasa menuju dapur setiap pagi untuk melihat anak anjing piaraannya yang masih kecil yang ditempatkan di bawah lampu neon. Sekitar pukul 05.00 wita, tiba-tiba terdengar suara ledakan petir yang cukup keras. Ledakan petir tersebut mengakibatkan listrik di rumah korban padam mendadak. Karena kondisi gelap, orangtuanya pun kemudian bergegas mencari keberadaan korban di

sekeliling rumah dengan menyalakan lampu HP. Setibanya di dapur (TKP), korban ditemukan sudah tergeletak di lantai dapur persis di bawah lampu neon. Saat ditemukan korban sudah dalam keadaan tidak sadarkan diri serta mengeluarkan darah dari hidungnya. Melihat kejadian tersebut, orangtua korban langsung berupaya mencari bidan untuk mengecek kondisi anaknya. Selanjutnya, berdasarkan hasil pemeriksaan medis yang dilakukan bidan di desa setempat, tidak ditemukan adanya luka bakar pada tubuh korban. Hanya, terjadi pendarahan pada hidung korban hingga membuat nyawanya tidak bisa tertolong. Selain merenggut korban, sambaran petir juga mengakibatkan atap rumah orangtua korban rusak. Sementara itu, Kapolsek Kintamani Kompol drh. Komang Tresna Arbawa Manik saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. Dikatakan bahwa korban meninggal karena terkejut mendengar suara petir. “Korban mengalami pendarahan di hidung kemudian meninggal dunia,” katanya. (kmb40)

z Perintis : K.Nadha, z Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha zPemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata zRedaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana zSekretaris Redaksi: Sugiartha zRedaktur Eksekutif: Parwata zRedaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra zAnggota Redaksi Denpasar: Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Sumatika, Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Parwata, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada. Bangli: IA Swasrina, Sosiawan, Buleleng: Dewa Kusuma, Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya, . Karangasem: Budana, Bagiarta, Klungkung: Dewa Dedy Farendra, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto zKantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta, zAlamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Sumbangan untuk orang sakit Rek. BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00016-8 A/n Simpati Anda,BCA Cabang Denpasar No.040.3555000 A/n Simpati Anda, Dana Punia Pura Rek.BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00017-1 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3966000 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3277000 A/n Dompet Beasiswa, BCA Cabang Denpasar No. 040.3688000 A/n Dompet Lingkungan. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


SEREMONIAL

Minggu Kliwon, 24 Juli 2016

3

70 TAHUN BNI SINERGI KEMBANGKAN NEGERI GELARAN KISAH SUKSES MITRA BINAAN BNI Smile Production Company UD Dewa Beratha, Merambah hingga NTB dan NTT Mulai dari Toko Kecil

M. RIZKY MUKAFFI pemilik Smile Production Company tidak begitu saja menuai sukses. Ia pernah menjadi seorang karyawan di salah satu perusahaan Event Organizer dan Advertising di Malang tahun 2006, dan di Bali tahun 2011. Ia pun melihat peluang usaha ini menjanjikan di Bali. Akhirnya ia memberanikan diri untuk mendirikan usaha sendiri dengan nama “Smile Production Company” pada tahun 2012. Dimulai dari usaha percetakan kecil, hingga akhirnya di percaya oleh beberapa perusahaan dan instansi untuk menjadi EO pada setiap event di Bali, bahkan usahanya juga sudah merambah ke luar pulau Bali, yaitu di NTB dan NTT. Untuk meningkatkan skill yang dapat mendukung pekerjaannya, ia juga mengambil kursus design grafis, sehingga ketika ada order dari customer ia dapat langsung membuat design dan mempresentasikannya kepada customer. Dalam setiap menjalankan pekerjaanya ia tidak memilah orderan yang masuk. Selama ini ia juga melayani customer selama 24 jam. BNI pun membantunya dalam hal permodalan.

Dengan bantuan BNI tersebut, ke depan ia ingin usahanya lebih berkembang besar dan dikenal secara nasional.

Muskab KNPI Karangasem Dibuka Plt. Asisten II Sekda Gusti Parwata Terpilih Aklamasi MUSYAWARAH Kabupaten (Muskab) KNPI Karangasem yang digelar di Wantilan Kantor Bupati Karangasem, dibuka Plt. Asisten II Sekda Karangasem, Made Sujana Erawan mewakili Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri, Sabtu (23/7) kemarin. Saat itu I Gusti Putu Parwata, S.E., terpilih secara aklamasi menjadi Ketua DPD KNPI Karangasem. Parwata bertugas untuk periode 2016-2019. Menggantikan Ketua sebelumnya Nyoman Celos, S.E. Pada Muskab VIII KNPI Karangasem kemarin bertepatan dengan HUT ke-44 KNPI. Organisasi itu dideklarasikan 23 Juli 1973. Muskab dihadiri Ketua KNPI pertama Karangasem Drs. IGL Rai yang juga mantan Wabup Karangasem. Selain itu, juga dihadiri IGM Tusan yang juga suami Bupati Karangasem Mas Sumatri, serta perwakilan forum komunikasi pimpinan daerah, serta Ketua BPD KNPI Bali Komang Gede Antaguna. Tema Muskab yakni ‘’Melalui Muskab VIII DPD KNPI Karangasem, Pemuda Karangasem Bangkit dan Bersatu untuk Ikut Mewujudkan Karangasem yang Cerdas, Bersih dan Bermartabat’’. Peserta yang hadir dalam Musda dan memiliki suara memilih Ketua DPD KNPI, diantaranya utusan 13 Organ-

MUSKAB – Muskab KNPI Karangasem dibuka Plt. Asisten II Sekda Karangasem Made Sujana Erawan mewakili Bupati Mas Sumatri, kemarin. isasi Kemasyarakat Pemuda (OKP) di Karangasem. Muskab berjalan lancar, karena para pengurus OKP yang bernaung pada KNPI telah lama mengidamkan Muskab itu. Setelah KNPI vakum beberapa tahun, menyebabkan OKP yang bernaung di bawahnya juga kesulitan menggerakkan roda organisasi. Karena seretnya bantuan dana dari Pemkab Karangasem. Di lain pihak, Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri dalam sambutan yang dibacakan Sujana Erawan, peranan pemuda sangat penting dalam pembangunan. Karena itu pemuda mesti berkarya, salah satunya lewat organisasi. Membangun karakter pemuda yang berahlak mulia

dan teguh. Disampaikan Bupati, adanya bentrokan antar-ormas beberapa bulan lalu di satu wilayah di Bali, menunjukkan persatuan dan persaudaraan belum bulat dan teguh, tetapi sebaliknya masih ada masalah. KNPI dengan OKP-nya diminta menjadi contoh yang terdepan menjaga persaudaraan, sehingga bentrokan antar anggota Ormas tak terulang di Bali. Ketua KNPI terpilih Gusti Parwata mengatakan, dalam seminggu ini pihaknya sebagai ketua formatur menyusun pengurus. Usai pelantikan, organisasi pemuda yang dipimpinnya sudah harus mempersiapkan diri dengan kegiatan, dalam rangka ikut memeriahkan HUT-RI. (ad747)

IGHMA Gelar Kegiatan Sertifikasi untuk GM Hotel SEJAK didirikan pada 20 April 2016, Indonesia Hotel General Manager Associatin (IGHMA) mengadakan kegiatan sertifikasi untuk jajaran General Manager (GM) hotel, Sabtu (23/7) di Ambhara Hotel-Jakarta. Acara ini dimaksudkan untuk lebih meningkatkan kualitas pemimpin tertinggi perhotelan yang terdapat di Indonesia. Segala bidang dan aspek yang dipersiapkan untuk menghadapi persaingan global di depan mata. IHGMA percaya, bahwa kualitas pemimpin Indonesia setara, bahkan mampu lebih baik dari yang lainnya. Sesuai dengan visi misi yang dipegang teguh IHGMA, untuk secara rutin dan berkala memberikan pelatihan kepada jajaran General Manager menjadi lebih profesional di berbagai bidang, untuk memberikan kualitas pelayanan jasa dan mendukung pemerintah di sektor pariwisata. Indonesia merupakan lokasi emas dunia, di mana banyaknya turis lokal maupun mancanegra mengeksplorasi keindahan alam dan budaya. Banyak kekayaan yang unik yang tidak dimiliki negara lain. Potensi destinasi

wisata tersebut menjadikan perhotelan sebagai salah satu wadah yang berkembang sangat pesat saat ini, baik dari brand lokal maupun brand internasional menuntut kita untuk dapat memberikan kualitas terbaik, unik, dan berkarakter. Maka dari itu, dengan tagline “Let’s be a Qualifled GM with IHGMA”, kegiatan kali ini memfokuskan kepada talent and skill development of GM. Mempersiapkan setiap invididu setara dengan kualifikasi internasional agar mampu bersaing secara global dengan professional, tanpa meninggalkan etika dan makna pancasila sesuai dengan misi dari IHGMA itu sendiri, yang dihadiri 25 chapter (daerah dari seluruh Indonesia). Acara pelatihan tersebut dibuka Ketua Umum IHGMA, Reza Sunardi. Lalu sambutan oleh pendiri IHGMA, Angkoso. Penyampaian materi pertama dengan judul ‘’Sosialisasi Sertifikasi’’ oleh Wisnu ASDEP. Erat hubungannya antara perhotelah dengan pariwisata yang berkembang seiring sejalan dan berintegritas sebagai wadah penampungan market turis lokal

FOTO BERSAMA – Foto bersama saat acara kegiatan sertifikasi untuk jajaran General Manajer Hotel.

dan mancanegara. Maka materi yang penting berikutnya oleh Ferry Salanto menyampaikan perihal ‘’Hospitality Industri Business Outlook’’. (k150)

PARIWISATA memiliki dampak yang tidak sedikit. Bali yang merupakan daerah pariwisata secara umum merasakan dampak dari perkembangan pariwisata di Bali. Sektor ekonomi, seperti usaha toko bahan bangunan juga berdampak. Dewa Gede Putra pemilik UD Dewa Beratha merasakan dampak pariwisata tersebut. Usaha tersebut mulai dirintis sejak tahun 1970, oleh Dewa Made Daton, ayah dari Dewa Gede Putra. Saat itu ia menyewa tanah di dekat Banjar Jaba Jero Kuta dengan membuka usaha kecil-kecilan yang hanya menjual semen 2-3 sak, cat 2kg dan kapur putih 1. Seiring berkembangnya pembangunan di daerah Kuta, Dewa Made Daton mendapatkan proyek pembangunan salah satu hotel di Kuta dengan pegawai 10 orang saja. Usahanya pun berkembang, dan akhirnya sejak tahun 1985 tokonya pindah ke Jalan Raya Kuta, No. 99x Kuta dengan toko bangunan yang lebih besar. Hingga saat ini usahanya masih terus berjalan dan diteruskan oleh Dewa Gede Putra. BNI dalam sejarah usahanya itu banyak membantu dalam hal permodalan.

Kebutuhan Tenaga Administrasi RS Tinggi

IIK Medika Persada Bali Buka Prodi Administrasi RS INSTITUT Ilmu Kesehatan (IIK) Medika Persada Bali kembali menyelenggarakan workshop kurikulum administrasi rumah sakit pada Sabtu (23/7). Pada workshop kurikulum administrasi RS akan dipetakan perkuliahan yang diberikan pada calon mahasiswa. “Karena kita ingin membentuk medium manager, kalau kepala rumah sakit kan biasanya S-2. Nah, kalau ini S-1 yang kita fokuskan,” ujar Rektor IIK Medika Persada Bali, Prof. Dr. dr. I Made Bakta, Sp.PD-KHOM. Ia menjelaskan, pada kesempatan tersebut pihaknya mengundang stakeholder yang akan memakai tenaga administrasi RS, seperti Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali. Untuk itu, lulusan IIK Medika Persada Bali betul-betul memenuhi persyaratan yang dibutuhkan oleh pemakai. Mengingat kebutuhan tenaga administrasi RS sangat besar, maka Kepala Dinas Kesehatan Provinsi mengusulkan untuk re-jenjang. Misalnya dari D-3 keperawatan atau D-3 kebidanan, atau yang lain ke S-1 administrasi RS, sehingga proses belajar dapat disingkat menjadi dua tahun. “Kalau kita menunggu S-1, 4 tahun lagi baru selesai,” katanya. Nantinya calon sarjana IIK Medika Persada Bali akan diarahkan kedua hal, yaitu sebagai fungsi sosial, memberikan pelayanan kepada masyarakat. Di samping itu juga ada fungsi wirausa-

hanya. Ia menegaskan calon sarjana tidak boleh murni memikirkan profit saja, namun juga menyeimbangkan dengan fungsi sosial RS. Ia berharap calon mahasiswa dapat mengambil peluang yang sangat menjanjikan tersebut. Perguruan tinggi di Indonesia yang memiliki program S-2 administrasi RS sangat banyak. Namun yang memiliki program S-1 hanya 5 di seluruh Indonesia. Setelah pertemuan kurikulum tersebut, dikatakan akan ada pertemuan lainnya agar kurikukum yang diberikan pada mahasiswa betulbetul detail, seperti teori dan praktek. Ketua Prodi Administrasi RS IIK Medika Persada Bali dr. AA Sri Saraswati, M.Kes., mengatakan IIK Medika Persada Bali sangat jeli melihat peluang, karena sampai saat ini penanganan administrasi RS masih dikerjakan tenaga yang bukan fungsional administrasi RS. “Jadi lebih banyak diambil oleh perawat atau tenaga kesehatan lainnya yang seharusnya mereka menjalankan profesi sesuai dengan latar belakang pendidikan yang mereka miliki. Untuk itu kinerjanya tidak optimal,” ungkapnya. Dengan demikian, lanjutnya, IIK Medika Persada Bali berupaya agar sarjana administrasi RS dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan di RS. Dengan adanya sarjana administrasi RS, pekerjaan yang terkait dengan perencanaan, pelaksanaan, pelaporan, pengka-

WORKSHOP - Workshop kurikulum IIK Medika Persada Bali dihadiri Dinas Kesehatan Provinsi Bali, didampingi Rektor IIK Medika Persada Bali. jian, mengubah laporan menjadi informasi, melakukan evaluasi terhadap kinerja, dapat dikerjakan oleh profesional administrasi. Sementara Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya, MPPM., mengatakan dari 55 RS di Bali, hampir 90 persen belum memiliki kompetensi sarjana administrasi RS yang baik, sehingga dari sisi kualifikasi masih sangat banyak dibutuhkan. “Saya sangat gembira dengan adanya Institut Ilmu Kesehatan Medika Persada Bali ini, yang nantinya akan mencetak sarjana-sarjana ahli administrasi RS yang sesuai dengan peraturan perundangan,” terangnya. Semua direksi rumah sakit harus magister administrasi RS. Di tingkat manajemen RS juga harus didukung sarjana-sarjana administrasi RS, mengingat fasilitas kesehatan harus concern pada

kualitas. Mutu RS akan baik kalau kompetensi, kualifikasi dari tenaga manajemen yang menangani RS harus memiliki kompetensi yang baik. Ia berharap, semua RS harus memikirkan kualitas dengan mendidik tenaga-tenaga manajemennya, tenaga lainnya untuk menjadi orang yang ahli di bidang perumahsakitan. Jika RS tidak memiliki SDM dengan sarjana administrasi RS, tentu kualitasnya menjadi kurang baik. “Maka dari itu, kami concern tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan yang merata, tapi juga mutu,” tandasnya. Bagi sekolah kesehatan di Bali diharapkan tidak hanya meluluskan sebanyak-banyaknya, tapi juga berkualitas. Sehingga ketika belajar di fasilitas kesehatan pelayanan akan berjalan dengan baik dan kesembuhan pasien menjadi lebih cepat. (ad1477)


4

Minggu Kliwon, 24 Juli 2016

ASMA - Pada saat terjadi serangan asma di rumah, penderita dapat segera memberikan penanganan awal yaitu dengan obat pelega hirup yang dipakai setiap 20 menit, 3 kali dalam 1 jam, dapat juga dengan obat pelega tablet. Bila membaik dan gejala berkurang selama 4 jam, obat hirup dapat digunakan setiap 4 jam, dan obat pengontrol hirup selanjutnya dinaikkan dosisnya selama 2 minggu.

Mengenal Asma dan Penanganannya MASYARAKAT tentu sudah sering mengenal istilah “asma”, dan kerap kali menganggap bahwa serangan sesak yang mendadak adalah suatu serangan asma. Asma adalah gangguan paru yang merupakan sepuluh besar penyebab kesakitan dan kematian di Indonesia. Menurut Data studi Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 2004 memperlihatkan asma menempati urutan ketiga dari sepuluh penyebab utama kematian di Indonesia. Untuk itu, kita perlu mengenal asma dan bagaimana penanganannya. Asma merupakan suatu keradangan jangka panjang pada saluran napas, yang menyebabkan respons berlebih pada saluran napas, dan menimbulkan gejala episodik berulang berupa mengi, sesak napas, dada terasa berat, dan batuk-batuk terutama malam hari dan atau dini hari. Gejala asma tersebut dapat membaik dengan sendirinya atau perlu pengobatan tergantung dari derajat gejalanya. Serangan asma adalah perburukan gejala asma secara mendadak yang tidak jarang membutuhkan obat pelega untuk mengurangi keluhan. Faktor risiko seseorang bisa terkena asma adalah faktor pejamu yaitu genetik dan riwayat alergi dalam keluarga, sedangkan faktor lingkungan adalah pengaruh bahan-bahan yang menyebabkan alergi (alergen), infeksi pernapasan, asap rokok dan polusi udara. Untuk mengukur derajat gejala asma bisa dengan pemeriksaan faal paru yaitu spirometri dan peak expiratory flow meter (PEF meter). PEF meter adalah alat yang relatif murah, mudah dibawa dan bisa digunakan di sarana kesehatan atau di

rumah sehingga dapat digunakan untuk memantau kondisi sehari-hari. Terapi untuk asma dibedakan menjadi obat pengontrol dan pelega. Obat pengontrol adalah obat yang dikonsumsi secara rutin, baik saat serangan ataupun tidak, bentuknya obat hirup atau tablet. Sedangkan obat pelega adalah obat yang dikonsumsi pada saat serangan muncul, tidak untuk dikonsumsi rutin. Bentuknya obat hirup, tablet maupun injeksi. Gejala Gejala asma bisa dibedakan menjadi 4, yaitu intermiten, persisten ringan, persisten sedang, dan persisten berat. Asma intermiten adalah asma dengan gejala kurang dari 1 kali seminggu, serangan singkat, gejala malam tidak lebih dari 2 kali sebulan, dan sehari-hari bebas gejala. Untuk asma intermiten tidak perlu ada pengobatan rutin, cukup saat serangan. Asma persisten ringan adalah asma dengan gejala lebih dari 1 kali seminggu tapi tidak setiap hari, serangan malam lebih

dari 2 kali sebulan, dan dapat mengganggu aktivitas dan tidur. Untuk penanganannya dibutuhkan obat pengontrol yang dikonsumsi harian dalam bentuk obat hirup atau tablet. Asma persisten sedang adalah asma yang gejalanya muncul setiap hari, serangan malam lebih dari 1 kali seminggu, dan membutuhkan obat pelega setiap hari. Untuk penanganannya dibutuhkan kombinasi obat pengontrol lebih dari satu, baik obat hirup maupun tablet. Asma persisten berat adalah asma dengan gejala yang muncul terus-menerus, sering kambuh, gejala malam sering muncul, dan aktivitas fisik terbatas. Untuk penanganannya, dibutuhkan kombinasi 2-3 obat pengontrol. Penderita asma perlu menilai keadaan asma secara mandiri, sehingga dapat memberikan penanganan yang terbaik, mengurangi kunjungan ke unit gawat darurat dan mencegah serangan asma yang berat. Untuk itu perlu digunakan parameter Pelangi Asma. Pelangi Asma membagi kondisi penderita menjadi warna Hijau, Kuning dan Merah. Warna Hijau artinya kondisi baik,

asma terkontrol, gejala minimal/tidak ada, Arus Puncak Ekspirasi 80-100% dari dugaan terbaik (diukur dengan PEF meter bila ada). Pada kondisi ini, pengobatan dapat dilanjutkan, bila 3 bulan kondisi tetap baik, dosis obat pengontrol dapat diturunkan. Warna Kuning artinya hati-hati, asma tidak terkontrol, dapat terjadi serangan asma, Arus Puncak Ekspirasi 60-80% dari dugaan terbaik. Pada kondisi ini, perlu peningkatan dosis atau perubahan obat pengontrol. Warna Merah artinya berbahaya, gejala asma muncul terus-menerus dan membatasi aktivitas sehari-hari, Arus Puncak Ekspirasi di bawah 60% dari dugaan terbaik. Pada kondisi ini penderita harus segera menghubungi dokter atau ke rumah sakit. Penanganan Pada saat terjadi serangan asma di rumah, penderita dapat segera memberikan penanganan awal yaitu dengan obat pelega hirup yang dipakai setiap 20 menit, 3 kali dalam 1 jam, dapat juga dengan obat pelega tablet. Bila membaik dan gejala berkurang

selama 4 jam, obat hirup dapat digunakan setiap 4 jam, dan obat pengontrol hirup selanjutnya dinaikkan dosisnya selama 2 minggu. Rencana pengobatan selanjutnya dapat menghubungi dokter. Bila dengan penanganan awal tidak membaik, bisa ditambahkan obat steroid tablet dan langsung ke rumah sakit untuk penanganan selanjutnya. Asma adalah penyakit jangka panjang dan dapat menimbulkan kematian. Oleh karena itu, penanganannya tidak dapat dipandang sepele. Penderita asma harus kontrol rutin setiap 1-6 bulan ke dokter, rutin menggunakan pengontrol, mengenali tanda timbulnya serangan asma, menjaga pola hidup sehat dengan meningkatkan kebugaran fisik (misalnya dengan olahraga Senam Asma Indonesia), berhenti merokok dan menghindari polusi udara. Dengan pola hidup sehat dan penanganan asma secara tepat, maka kualitas hidup penderita juga akan optimal dan terhindar dari komplikasi karena asma. zdr.Venny Singgih

Cedera ”Anterior Cruciate Ligament” CEDERA Anterior Cruciate Ligament (ACL) adalah robeknya ligamentum cruciatum anterior karena keadaan ketika sedang berlari mendadak berhenti, kemudian berputar arah sehingga menyebabkan lutut terpelintir atau lompat dan mendarat dengan posisi lutut terpelintir. Cedera pada saat melakukan olahraga memang kerap terjadi ketika seseorang tidak melakukan tahapan olahraga yang benar. Sering terjadi pula karena melakukan olahraga yang berisiko, seperti bela diri, panjat tebing, dan lain-lain. Paling sering terjadi juga lantaran tidak menggunakan peralatan keamanan yang lengkap atau setting peralatan olahraga yang tidak benar. Cedera olahraga yang kerap kali terjadi adalah pada anterior cruciate ligament (ACL). Apakah ACL itu? ACL adalah jaringan pada sendi lutut yang menghubungkan tulang tibia (tungkai bawah) dengan tulang femur (paha). ACL juga mencegah terjadinya pergeseran tulang tibia sewaktu

kita beraktivitas. Ligamen ini sangat kuat dan terletak pada bagian tengah sendi lutut dan menyilang di bagian depan. Fungsinya untuk menstabilkan sendi lutut pada gerakan translasi (gerakan depan dan belakang) dan rotasi (gerakan berputar). ACL sering mengalami cedera pada olahraga lari, lompat dengan gerakan berputar dan berbelok yang tiba-tiba pada lutut, seperti sepakbola, voli, atau basket. ACL juga dapat mengalami cedera pada waktu jatuh dengan tungkai bawah terdorong ke belakang terhadap tulang paha, seperti pada waktu jatuh akibat tackle pada sepak bola dan kecelakaan lalu lintas. Sebab lain adalah lompatan dengan lutut lurus yang berlebihan. Derajat kerusakan ACL ini tergantung posisi lutut, arah dan besar kekuatan benturan pada lutut waktu cedera. Cedera pada ACL sering terjadi pada usia antara 15-25,terutama yang aktif berolahraga. Bagaimana cara mengetahui jika memiliki ACL robek? Pasien yang menderita cedera ACL sering mengeluhkan mendengar suara ‘pop’ yang menandai robeknya ligamen diikuti dengan pembengkakan dalam 12-16 jam pertama karena adanya perdarahan di ruang sendi dan juga nyeri mendadak. Setelah itu, pasien mungkin akan mengeluh ketidakstabilan lutut, yaitu, perasaan “goyah” terutama ketika mencoba untuk mengubah arah gerak lutut. Pada orang muda yang aktif atau pada olahragawan, kondisi ini jelas akan menggangu.

Bagaimana dokter akan menentukan apakah pasien memiliki ACL robek? Beberapa manuver diagnostik akan dilakukan oleh dokter spesialis orthopedi untuk mendiagnosa ACL robek. Dokter spesialis orthopaedi juga akan melakukan serangkaian pemeriksaan untuk menegakkan diagnosis, mulai dari pemeriksaan fisik hingga pencitraan radiologi. Foto rontgen digunakan untuk mencari tahu apakah adanya patahan tulang disekitar sendi, dan pada umumnya akan tampak normal. Kemajuan teknik pencitraan saat ini membuat robekan ACL dengan mudah bisa terdeteksi pada pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging (MRI). Bagaimana Terapinya? Pada kasus cedera ringan sampai sedang pada ligamen lutut dapat disembuhkan pada waktu tertentu. Untuk mempercepat penyembuhannya, anda dapat melakukan: 1) Lutut harus istirahat total. Hindari menempatkan kelebihan berat badan di lutut Anda. 2) Kompres lutut Anda untuk mengurangi rasa sakit dan pembengkakan. Lakukan selama 20-30 menit setiap 3-4 jam selama 2-3 hari, atau sampai rasa sakit dan pembengkakan hilang. 3) Tinggikan lutut anda di atas bantal ketika anda duduk atau berbaring. 4) Memakai penyangga lutut untuk menstabilkan lutut dan melindunginya dari cedera lebih lanjut. 5) Konsumsi obat untuk membantu menghilangkan rasa sakit dan pembengkakan.

Walaupun tindakan operasi nantinya akan dilakukan, pengobatan awal ini sangat penting untuk mengurangi komplikasi yang mungkin timbul setelah operasi. Kerusakan ACL hanya dapat diperbaiki dengan menggantinya, yaitu menggunakan tendon yang berasal dari bagian lain tubuh. Akan dilakukan rekonstruksi dengan operasi terbuka atau dengan minimal invasif. Operasi minimal invasif lebih baik dari operasi terbuka karena tidak perlu waktu lama, mengurangi resiko infeksi, waktu penyembuhan cepat, dan hasilnya maksimal. Proses pemulihan minimal invasif dari cedera otot, memakan waktu hanya 3-6 bulan. Jika dilakukan dengan operasi terbuka, bisa lebih dari 6 bulan. Dari perspektif fungsional, banyak atlet yang pernah cedera ACL dan telah dilakukan operasi rekonstruksi serta rehabilitasi,telah mampu beraktivitas normal seperti biasa. Atlet amatir sekalipun dapat kembali melakukan olahraga seperti sedia kala. Namun, untuk menghindari terjadinya cedera ketika berolah raga, sebaiknya pilihlah olahraga yang sesuai dengan kondisi tubuh, baik dari sisi umur atau penyakit yang diderita. Lantas, persiapkan diri dengan peralatan olahraga yang benar dan lengkap serta lakukanlah fase-fase aktivitas olah raga dengan benar, mulai dari pemanasan, olahraga inti, sampai cooling down. zdr. Nyoman Gede Bimantara

PALSU APAKAH yang paling mencemaskan dari perkembangan yang terjadi di negeri ini? Jawabnya adalah, kepalsuan. Mau bukti? Lihat saja di dunia fashion, orang-orang menguber barang-barang branded, pokoknya yang berbau impor itulah yang menunjukkan status sosial, atau kasta sosial tertinggi. Sekalipun barang dipakai KW. KW pun ada tingkatannya, ada angkanya. KW satu atau KW dua… dan seterusnya. Masyarakat juga kebanyakan sangat bangga dengan barang-barang yang berbau impor. Terlihat gaya dan berkelas. Hal-hal yang palsu itulah yng belakangan ini merebak ke dalam sistem sosial masyarakat. Semakin banyak menipu, makin sukses. Seluruh kehidupan dilumuri kepalsuan, makin hari makin akut. Sulit sekali menemukan kejujuran, ketulusan, yang lahir dari manusia di Indonesia belakangan ini. Bahkan dalam pergaulan sosial. Kita bahkan tidak pernah tahu apakah kata-kata manis yang dilontarkan seseorang pada kita adalah ketulusan? Bahwa dia peduli pada kita. Dia menghormati kita. Dia membutuhkan kita sebagai teman? Kepercayaan antarindividu memang mulai mengikis dalam kehidupan sosial kita. Orang tidak lagi percaya pada lembaga resmi, orang berani melakukan apa saja, dan membayar dengan beragam cara untuk hal-hal yang menjadi keyakinannya. Dan yang fatal adalah, vaksin palsu. Padahal secara prosedur, pengawasan manfaat, keamanan, dan mutu vaksin sebelum dan sesudah beredar menjadi wewenang Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Sedangkan pengawasan layanan kefarmasian menjadi ranah Kemenkes. Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No.58 tahun 2014 mengatur standar layanan kefarmasian di rumah sakit dan Permenkes No 35/2014 mengatur standar layanan ke farmasian di apotek. Peraturan sudah dijabarkan begitu jelas, tegas, seolah tidak bisa diota-atik lagi. Faktanya? Yang namanya vaksin palsu justru dijadikan lahan untuk memperkaya diri. Anehnya, kok ada juga orang-orang yang tega membuat dan mengubah vaksin bagi anak-anak yang tidak berdaya. Bayi-bayi yang tidak memiliki pilihan. Para orangtua yang rela merogoh koceknya lebih dalam untuk

mendapatkan pelayanan yang lebih baik bagi anak-anak mereka. Kasus ini harusnya menjadi pembelajaran bagi kita sebagai orangtua. Mulai menata kembali, membentuk anak-anak yang kelak memiliki karakter yang baik. Sekolah juga wajib mengajari anak-anak didiknya menjadi karakter yang jujur yang ditunjukkan oleh guru. Rasanya sangat memprihatinkan, ketika kasus vaksin palsu ini ternyata sudah berlangsung sejak tahun 2003. Bisa dibayangkan, berapa anak yang terkontaminasi? Berapa orang tua yang kuatir dengan kondisi kesehatan anak mereka. Sekalipun ada saran untuk vaksin ulang, agaknya para orangtua telah kehilangan kepercayaan, ini sangat mengerikan, karena kepercayaan masyarakat membuat runtuhnya kredibilitas otoritas medis di dalam masyarakat. Masyarakat akan terus memiliki beban pskilogi yang begitu dalam dan terbuka. Tentu sulit melupakannya, karena ini menyangkut kesehatan dan masa depan anak-anak mereka. Negara agaknya memang selalu alpa terhadap beragam persoalan yang terjadi di dalam masyarakat. Negara tidak hadir ketika diperlukan. Semua permasalahan selalu diselesaikan dengan berwacana yang berbuihbuih. Ketika eksekusi, hasilnya nol besar. Aslinya hidup di Indonesia ini makin hari makin penuh dengan barangbarang palsu. Rapat-rapat palsu. Program-program palsu yang indah dan memikat ketika dalam bentuk “seminar” atau pertemuan. Hasilnya? Semua sektor berantakan. Lalu bagaimana menumbuhkan rasa percaya yang sudah terkikis? Kemarin (23 Juli) kita memperingati hari anak nasional. Sudahkah anak-anak itu mendapatkan haknya di Indonesia? Sudahkah sekolah menjadi tempat yang ramah untuk anak? Sudahkah efektif revisi Undang-undang perlindungan anak yang baru diketok untuk melindungi anak-anak kita? Dari hal-hal yang palsu-palsu itu? Peringatan hari anak nasional sudahkah menyentuh kebutuhan seorang anak, tidak hanya upacara dan pidato-pidato yang tidak berguna? Karena banyak anak yang masih tercecer dan belum tersentuh pendidikan yang baik. Bagaimana bangsa ini mampu bersaing, jika generasinya selalu dihadapkan pada hal-hal yang palsu. zOka Rusmini


5

Minggu Kliwon, 24 Juli 2016

Resensi Buku

Bercermin ke Masa Lalu Judul Buku Penulis Penerbit Tahun Tebal

: Babad Usana Bali Pulina : Kanduk Supatra : Pustaka Bali Post : 2015 : 67 halaman

BABAD Usana Bali Pulina menceritakan tentang keadaan pemerintahan dan masyarakat Bali masa lampau sejak pemerintahan di Singamandawa dengan rajanya Dalem Slonding. Kemudian berlanjut ke zaman Bedahulu sampai pada ekspansi Majapahit ke Bali. Zaman Bali Kuno kaitannya dengan tata ruang keagamaan masyarakat yang diwariskan sampai pada zaman modern. Tidak bisa dipungkiri kehadiran Mpu Kuturan di Bali tahun 1001 M sebagai titik tonggaknya. Persetujuan secara aklamasi pada Samuan Tiga di Bedahulu yang dikoordinir oleh Mpu Kuturan menghasilkan 5 buah kesepakatan. Salah satunya melebur semua sekte menjadi satu paham yang disebut Tri Murti, berbagai huru hara pun teratasi. Buku ini mencoba membaca kembali beragam hiruk-pikuk yang terjadi pada masa laku. Layak untuk dijadikan koleksi untuk memahami perkembangan dan kondisi masyarakat di Bali. (osi)

Bercermin pada Dongeng Judul Buku Penulis Penerbit Tahun Tebal

: Raden Mandasia, Si Pencuri Sapi : Yusi Avianto Pareanom : Banana : 2016 : 448 halaman

BANYAK buku prosa terbit tahun ini. Salah satu yang paling memikat, dan membuat pembaca tidak jenuh membacanya adalah buku ini. Meminjam berbagai khazanah cerita dari masa-masa berlainan, Yusi Avianto Pareanom menyuguhkan dongeng kontemporer yang memantik tawa, tangis, dan makian-makian Anda dalam waktu berdekatan– mungkin bersamaan. Sungu Lembu menjalani hidup membawa dendam. Raden Mandasia menjalani hari-hari memikirkan penyelamatan Kerajaan Gilingwesi. Keduanya bertemu di rumah dadu Nyai Manggis di Kelapa. Sungu Lembu mengerti bahwa Raden Mandasia yang memiliki kegemaran ganjil mencuri daging sapi adalah pembuka jalan bagi rencananya. Maka, ia pun menyanggupi ketika raden Mandasia mengajaknya menempuh perjalanan menuju Kerajaan Gerbang Agung. Teknik cerita yang matang. Pengarang juga mahir memasukkan kata-kata yang sudah tidak populer lagi, misalnya, hatiku sedang rungsing. Atau aku bangga dengan kepala pengar. Dan banyak kata-kata lama berloncatan yang membuat cerita ini makin sedap tanpa merasa digurui. (osi)

BUKA MEMORI - Setelah sepuluh tahun kepergiannya yang sunyi, kini tiba saatnya bagi publik untuk membuka kembali memori tentang kiprah perupa perempuan yang meninggal tahun 2006 silam ini. Bukan semata-mata untuk mengagungkan posisinya sebagai salah satu tonggak penting dalam sejarah seni rupa modern kita, namun untuk mengangkat pemikiran dan persoalan yang selama ini menjadi perhatiannya agar kembali dapat direnungkan bersama. Apakah gambaran persoalan itu telah membaik hari ini, atau justru lebih buruk? Di tengah masyarakat yang semakin kritis inilah, perbincangan seputar itu menjadi relevan.

Murni dan Perlawanan Perempuan SALAH satu nama yang tidak mungkin dilupakan dari sejarah seni rupa modern Bali adalah Murni, perempuan bernama lengkap I Gusti Ayu Kadek Murniasih itu bisa dianggap sebagai sosok pembaharu dalam perkembangan wacana seni rupa di Bali, bahkan di Indonesia. Karya-karyanya yang melampaui batas tabu justru mampu mengungkapkan berbagai persoalan sosial yang berlangsung dalam masyarakat, terutama yang berhubungan erat dengan tubuh dan struktur perempuan dalam konteks kultural. Tahun ini genap sepuluh tahun perupa kelahiran Jembrana itu meninggal dunia setelah berjuang melawan penyakit kangker rahim yang dideritanya. Kalaupun masih hidup, tahun ini, Murni akan genap menyandang usia lima puluh. Karena itu, untuk memperingatinya, sejumlah seniman menggelar sebuah pameran yang secara langsung merespons karya-karya dan pemikirannya. Pameran berjudul “Merayakan Murni” yang diselenggarakan di Sudakara Art Space (16 Juli-18 September) tersebut diinisiasi oleh Ketemu Project Space, sebuah lembaga seni yang berjejaring lintas negara yang didirikan oleh pasangan seniman Budi Agung Kuswara dan Mintio. Selama hampir satu tahun mereka berproses untuk menyiapkan pameran ini dengan mulai melakukan inventarisasi terhadap karya-karya Murni, penelitian terhadap perjalanan keseniannya, termasuk mengumpulkan seniman-seniman lain yang bersedia untuk ikut merespons karya-karya murni dalam pameran ini. Meskipun jika dirunut lebih jauh, niatan untuk menggelar sebuah event yang dipersembahkan untuk Murni telah dimulai jauh saat Budi dan Mintio bertemu Mondo, pasangan Murni semasa hidupnya. Mereka kemudian diajak untuk mengunjungi bekas studio Murni di Nyuh Kuning yang akan segera dibongkar karena masa kontrak yang jelang habis. Sementara karya-karya Murni masih banyak di sana dan belum tersimpan dalam kondisi yang baik. Tonggak Situasi itu menimbulkan keprihatinan bagi pasangan suami-istri itu, apalagi jika mengingat bahwa Murni sebagai salah satu tonggak penting dalam sejarah seni rupa Indonesia. Sangat disayangkan jika karya-karya dan pemikirannya harus terkubur setelah sosoknya meninggal dunia. memang benar setelah kepergiannya, nyaris tidak ada perbincangan yang

cukup berarti seputar karyakaryanya. Ia seolah dilupakan begitu saja, baik dalam skena seni rupa lokal di Bali maupun nasional. Termasuk tematema yang selama ini digarap oleh Murni juga nyaris tidak pernah lagi hadir dalam wajah seni rupa kontemporer kita, juga dalam komposisi perupa yang masih didominasi dari kalangan pria. Isu seksualitas yang dibawakan oleh Murni dalam karyanya dapat dibaca dari berbagai disiplin sehingga merefleksikan banyak persoalan yang terjadi dalam masyarakat. Secara personal karya-karyanya adalah pantulan dari perjalanan hidupnya yang tragis, pengalamannya menjadi penyintas kekerasan seksual yang dilakukan oleh ayahnya sendiri meninggalkan luka yang mendalam sepanjang perjalanan hidupnya. Hal itu masih ditambah lagi dengan luka yang dialaminya saat pertama kali berumah tangga dan dicampakkan oleh suaminya lantaran tidak mampu memberi keturunan. Setelah mengalami berbagai penderitaan itulah, Murni akhirnya menemukan dunia seni sebagai medium untuk mencurahkan segala luka batinnya. Mokoh Murni pertama kali bersentuhan dengan seni ketika bertemu dengan Dewa Putu Mokoh, seorang pelukis tradisional asal Pengosekan yang kemudian mengajari Murni melukis. Mokoh juga seorang pelukis yang berjiwa pemberontak. Karya-karyanya tampil berbeda di hadapan karya tradisional lainnya yang normatif. Dari sang guru itulah, Murni juga belajar untuk berani tampil secara radikal dalam mengetengahkan isu-isu seksualitas. Selain itu, dalam konteks kultural, karya-karya Murni juga dapat dibaca sebagai sebentuk pemberontakan terhadap kultur patriarkis yang berlangsung di Bali. Perempuan seolah berada dalam posisi marginal yang kurang menguntungkan jika dibandingkan dengan kaum laki-laki. Apalagi den-

gan keberanian Murni untuk menciptakan lukisan-lukisan yang mungkin di anggap tabu oleh masyarakat. Karya-karya Murni dalam konteks sosial yang lebih luas juga dapat dibaca sebagai bentuk feminisme. Dalam hal ini karya-karyanya memberi refleksi bagi berbagai persoalan perempuan yang lebih luas, tidak hanya pada tataran kultural semata. Melainkan hingga ke batas-batas persoalan sosial, ekonomi, dan politik yang terjadi di sini. Sebagai seorang perupa yang tidak pernah menempuh pendidikan seni secara formal, Murni adalah anomali dalam dunia seni rupa kita. Karya-karyanya yang radikal segera mencuri perhatian publik pencinta seni di Indonesia, bahkan mungkin menjadi salah satu perupa yang paling banyak dikaji di wilayah akademik lintas disiplin ilmu. Merespons Posisi penting karya-karya Murni itulah yang kemudian membuat kelimabelas perupa lainnya bersedia untuk merespons dan ikut serta dalam pameran ini. Mereka antara lain Mella Jaarsma, Citra Sasmita, Made Bayak (berkolaborasi dengan Kartika Dewi dan Damar Langit Timur), Ngakan Putu Agus Arta Wijaya, Punia Atmaja, Natasha Lubis, Marieke Wermelink (Belanda), Imhatai Suwattanasilp (Thailand), Wawi Navaroza (Filipina), Shalila Baharom (Singapura), Wholesome Nila (Singapura), Mondo (Italia) dan Mintio. Melihat karya-karya mereka tentu segera melemparkan kita pada segenap ingatan tentang Murni. Tidak hanya merespons karya Murni secara visual, namun juga pada gagasan dan isu yang banyak diangkat olehnya. Beberapa perupa yang mentransformasi visual karya Murni secara langsung misalnya Mella Jaarsma, ia mengalihrupakan salah satu lukisan Murni yang berjudul “Aku Merindukan Sepasang Anak” menjadi sebuah instalasi berbentuk kostum dengan sepasang buaya yang menggigit

bagian puting payudaranya. Karya Mella tersebut berjudul “Pure Passion-after Murni”. Selain Mella, Wawi Navaroza juga memindahkan objek dalam lukisan Murni ke dalam medium fotografi. Selama ini perupa asal Filipina tersebut memang banyak mengangkat karya dengan medium fotografi, terutama dengan subjek tema yang berkaitan dengan alam tropis. Sehingga mudah saja baginya untuk menerjemahkan karya-karya Murni apalagi ia juga banyak mengambil unsur alam tropis dalam lukisannya. Perempuan Selain merespons karya Murni, ada juga perupa yang justru menjadikan diri Murni sebagai karyanya seperti Imhatai dan Shalila. Imhatai membuat beberapa patung lunak dengan menggunakan rambut asli Murni sebagai mediumnya. Ia beruntung saat tiba di Bali dan disodori sekantung kresek penuh berisi gumpalan rambut milik Murni yang memang sengaja dikumpulkan olehnya semasa hidup. Shalila juga mengeksplorasi sisi lain Murni yang juga seorang penari, ia menciptakan karya performance dengan menggunakan konstum tari teruna jaya milik Murni. Selama empat jam tanpa henti, ia menari di dalam ruang sempit di salah satu sudut galeri. Karya-karya Murni yang berhubungan langsung dengan konteks perempuan dalam struktur patriarkis masyarakat Bali juga direspons oleh Marieke Wermelink melalui dua karya videonya yang berjudul “Kuat” dan “Husband For A Day”. Seniman asal Belanda ini mempertanyakan seputar posisi marginal perempuan Bali yang justru menempatkan mereka menjadi pekerja keras. Mereka harus berjuang melangsungkan hidupnya di tengah bentuk-bentuk pengabadian yang dilakukan oleh kaum pria. Karya Citra Sasmita yang menggabungkan ready found objek berupa timbangan dacin dengan seratus keping keramik berbentuk vagina juga ingin membicarakan ten-

tang kultur patriarkis yang kerap menciptakan standarstandar tertentu bagi kaum perempuan sehingga mereka harus saling bersaing, bukan hanya dengan lawan jenisnya, namun juga dengan sesama perempuan untuk menjaga keberlangsungan hidup dan eksistensinya di ranah sosial. Untuk mendukung pameran ini, Ketemu Project Space juga menggelar dua seri diskusi seputar posisi seniman setelah kematian di sesi pertama, dan mengenai kiprah perupa perempuan di tengah medan sosial pada sesi kedua. Kesadaran mengarsipkan karya menjadi poin utama yang disoroti dalam sesi pertama diskusi. Murni termasuk perupa yang teliti dalam mengarsipkan karyakaryanya. Setiap karya telah dilampiri indeks dan judul sehingga memudahkan proses inventarisasinya setelah ia meninggal. Sedangkan yang disoroti pada sesi kedua adalah soal posisi perupa perempuan menghadapi berbagai stigma sosial. Sering muncul anggapan bahwa perempuan tidak cukup mampu bertarung di kancah seni lantaran beban hidup yang terlalu tinggi, terutama dihadapi setelah mereka berumah tangga dan memiliki anak. Namun selain itu, stigma sosial juga berasal dari lingkungan kultural, terutama bagi para perupa yang berada di lingkup sosial yang konservatif. Setelah sepuluh tahun kepergiannya yang sunyi, kini tiba saatnya bagi publik untuk membuka kembali memori tentang kiprah perupa perempuan yang meninggal tahun 2006 silam ini. Bukan semata-mata untuk mengagungkan posisinya sebagai salah satu tonggak penting dalam sejarah seni rupa modern kita, namun untuk mengangkat pemikiran dan persoalan yang selama ini menjadi perhatiannya agar kembali dapat direnungkan bersama. Apakah gambaran persoalan itu telah membaik hari ini, atau justru lebih buruk? Di tengah masyarakat yang semakin kritis inilah, perbincangan seputar itu menjadi relevan. zDwi S. Wibowo

Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.

W.G. Sumarta

Gede Suardika Dwipayana

Satya Dewi

GAB Sanjaya Adi Wiryadarma


DIMENSI

6 RAMALAN

BINTANG

Capricorn Peruntungan: Jangan terus mempermasalahkan persoalan yang tak terlalu penting apalagi kalau hanya berlandaskan gengsi saja. Karena itu akan sangat berdampak buruk bagi kelangsungan bisnis dan karier Anda yang mulai gencar diserang dari kanan dan kiri. Karier: Jangan segan untuk bertanya jika memang Anda kurang mengerti tentang perkataannya. Jangan biasakan melangkah dengan keraguan hati karena hasilnya tak akan bisa maksimal. Kesehatan: Jika sudah bersin-bersin itu berarti kondisi badan harus benar-benar dijaga, apalagi Anda kurang tidur akhir-akhir ini karena banyaknya pekerjaan yang harus diselesaikan tepat pada waktunya. Keuangan: Bila ada keinginan untuk membeli barang sebaiknya dikondisikan dulu dengan keuangan Anda. Asmara: Teruslah pacu semangat Anda untuk mendapatkan posisi aman dihadapannya, hanya dengan tekad bulat pantang menyerah maka kesempatan akan tetap selalu terbuka. Aquarius Peruntungan: Lakukan hipotesa yang tepat dari semua kejadian akhir-akhir ini. Tak perlu takut untuk gagal bukankah keberhasilan itu tidak bisa terlepas dari kegagalan. Maka dari itu yang penting jalan dulu. Karier: Gairah dan motivasi kerja mulai timbul kembali. Untuk itu manfaatkan moment yang bagus ini untuk bisa lebih berprestasi dengan selalu bersikap proaktif. Kesehatan: Berusahalah untuk tetap tenang sekalipun masalah yang Anda hadapi saat ini begitu banyaknya. Dengan sedikit rileks, maka ketegangan bisa terhindarkan. Keuangan: Tidak ada problem yang terlalu berat menghadang semuanya masih lancar-lancar saja. Asmara: Jangan salah perhitungan, agar tidak menjadi pusing sendiri nantinya. Jalinlah selalu komunikasi dua arah yagn baik. Pisces Peruntungan: Setiap tawaran yang datang bisa ditindaklanjuti. Tak perlu khawatir akan mendapat ganjalan dari beberapa rival Anda. Di minggu ini dewi fortuna memayungi perjalanan nasib Anda sehingga Anda bisa sedikit ringan bebannya. Karier: Berhati-hatilah dengan propaganda disebarkan oleh rekan Anda yang tampak iri dengan keberhasilan yang telah diraih selama ini. Kesehatan: Optimislah bahwa Anda masih dapat melewati masa yang cukup sulit bagi kondisi badan Anda, meski situasi di sekitar Anda tampak kurang begitu men-support. Keuangan: Pemasukan masih tetap mengalir dan cukup bikin hati lega. Asmara: Isu-isu yang beredar, sebaiknya tidak perlu didengarkan. Cobalah lebih percaya pada apa yang diucapkan olehnya. Aries Peruntungan: Bila ada janji cobalah ditepati jangan sekali-kali mengingkarinya.Bukankah kepercayaan itu tidak bisa dibeli dengan apapun juga. Maka dari itu harus benar-benar dijaga agar klien bisa lebih percaya pada kinerja Anda. Karier: Hindari perbuatan yang hanya buang-buang waktu saja. Di saat seperti ini Anda harus lebih bisa berpikir jernih dan cepat. Kesehatan: Perbanyak minum air putih dan hindari makanan yang terlalu pedas. Bagaimana pun juga kondisi badan masih perlu perhatian ekstra untuk menjaganya. Keuangan: Pengeluaran cukup terkontrol dan pemasukan ada peningkatan. Asmara: Tidak ada gunanya membatasi segala ruang geraknya. Taruhlah kepercayaan padanya. Taurus Peruntungan: Tetaplah mengalah, tak perlu terlalu terbawa emosi dan ingin melakukan semuanya dengan cepat. Sebab Taurus sedang dinaungi dengan bintang gelap. Jadi lebih baik memikirkan jalan-jalan yang terbaik untuk menyukseskan rencana yang telah terpogram. Karier: Tidak perlu mendengarkan omongan orang karena mereka hanya ingin menjatuhkan Anda saja. Kesehatan: Kebersihan makanan yang tampaknya harus lebih diperhatikan jika lagi jajan makanan di luar. Jangan hanya menuruti selera saja. Keuangan: Pemasukan di minggu ini masih tinggi sehingga Anda bisa bernafas lega. Asmara: tak perlu macam-macam jika tidak ingin pusing nantinya. Gemini Peruntungan: Lakukan hal-hal yang baru dan segar. Jangan pakai pola lama yang akhirnya hanya akan menjatuhkan rencana Anda saja. Biarkan yang lalu biarlah berlalu. Sekarang tataplah lurus ke depan dan biarkan itu menjadi sesuatu pelajaran yang berharga dalam menjalani hidup. Karier: Gosip yang beredar anggaplah sebagai angin lalu dan tidak perlu terlalu dimasukkan hati. Kesehatan: Aturlah menu makanan semenarik mungkin. Untuk yang banyak mengandung lemak sebaiknya bisa dihindari. Perbanyak makan sayuran yang berwarna hijau karena sangat baik bagi perkembangan tubuh Anda. Keuangan: Jangan karena uang disaku tampak tebal sehingga ingin beli yang macam-macam. Ingatlah akan kebutuhan yang lebih penting yang harus Anda cukupi segera. Asmara: Percuma kalau memadamkan api menggunakan api juga karena akan semakin memperbesar saja. Cobalah Anda pergunakan ketenangan dan siramilah api tersebut dengan kesabaran. Pasti yang panas akan segera dingin kembali. Cancer Peruntungan: Di minggu ini cobalah lebih banyak berdiam diri. Istirahatlah secukupnya sambil menghimpun tenaga untuk dapat menghadapi minggu esok yang penuh dengan tantangan. Apalagi perbintangan Anda kurang begitu mujur sehingga untuk pengambilan keputusan penting sebisa mungkin dihindari. Karier: Sikapilah semua kesempatan dengan kesungguhan hati dan keyakinan diri. Tampung semua dan pelajari dulu dengan seksama. Kesehatan: Aktivitas yang menguras tenaga sebaiknya bisa diimbangi dengan istirahat yang cukup. Jangan sampai kurang tidur karena akan mempengaruhi konsentrasi Anda dalam berkerja. Keuangan: Tetaplah berhemat sekalipun pemasukan tampak lancar dan ada peningkatan. Asmara: Usahakan untuk tidak selalu menuntut. Terima saja apa yang ada dengan penuh syukur. Leo Peruntungan: Introspkesi diri sendiri, terutama terhadap keputusan yang sering Anda buat lalu diubah sendiri, sehingga tak jarang cukup mendatangkan masalah yang lumayan berat. Cobalah lebih konsekuen dalam berbicara, sehingga kredibilitas Anda tidak tercoreng hanya karena ulah sendiri yang seharusnya bisa dihindari jika bisa berpikiran tenang. Karier: Terus menunjukkan perkembangan yang positif yang cukup menenangkan hati. Kesehatan: Hadapilah hidup ini dengan proporsional. Tak perlu melebih-lebihkan karena hanya dengan menjaga keseimbangan maka kesehatan badan tetap selalu bisa terjaga dengan sendirinya. Keuangan: Pertahankan situasi yang stabil ini dengan tetap rajin melakukan inovasi dan kreasi baru. Asmara: Kalau sudah jodoh maka tak akan lari walau dikejar. Untuk itu persiapkan diri Anda dari segala kemungkinan yang terburuk dari hubungan asmara ini. Virgo Peruntungan: Bersikaplah rileks. Jangan terlalu dibuat tegang pikiran Anda. Apalagi situasi di minggu ini memang cukup baik untuk beristirahat. Terhadap rongrongan yang dilancarkan orang lain, ada baiknya dihadapi dengan senyum dan penuh kesabaran. Karena semua itu akan segera berhenti sendiri jika tidak ditanggapi. Karier: Bila ada perselisihan dengan rekan sekerja, sebaiknya dibicarakan saja dengan atasan. Tak perlu diselesaikan dengan menggunakan otot. Kesehatan: Berusahalah untuk selalu banyak gerak. Baik itu di kantor ataupun di mana saja agar aliran darah teap lancar dan tidak ada masalah. Keuangan: Pemborosan masih merupakan masalah Anda yang cukup berat di minggu ini yang perlu dihindari sedikit demi sedikit. Asmara: Perkara sepele seperti itu sebaiknya tidak perlu dimasukkan ke dalam hati. Karena itu akan membuat diri Anda cepat tua saja. Libra Peruntungan: Meskipun di minggu ini banyak peluang, jika sistim kerja dan hubungan Anda dengan partner kerja kurang begitu harmonis, maka peluang itu akan lari terbuang angin. Segera pikirkan bagaimana cara untuk menjalin hubungan yang renggang itu agar bisa hamonis kembali. Karier: Kesampingkan perasaan tidak bersalah, ambillah sisi positifnya jika Anda mengalah. Kesehatan: Berusahalah untuk lebih disiplin dalam menjalankan schedule yang telah Anda susun agar penyakit lama Anda tidak sampai kambuh kembali dan bisa hidup lebih teratur lagi. Keuangan: Tak perlu khawatir karena bisnis dan usaha tampak lancar dan tidak mengalami hambatan. Asmara: Berpikirlah yang dewasa agar tidak timbul persepsi yang macam-macam mengenai diri Anda. Scorpio Peruntungan: Jangan terpengaruh omongan orang. Walaupun sekiranya itu meyakinkan, ada baiknya Anda lebih percaya dengan konsep yang telah dipersiapkan sendiri. Peluang yang terbuka lebar, cobalah diimbangi dengan kerja keras, sehingga bisa lebih cepat menggapai kesuksesan. Karier: Hilangkan segala beban yang ada di pundak dengan selalu berlaku jujur dan penuh tanggung jawab. Kesehatan: Ada gangguan di bagian leher dan mulut. Untuk itu perlu dijaga dengan menghindari minum-minuman yang terlalu dingin dan keras. Ada baiknya Anda minum yang hangat-hangat saja karena itu akan lebih aman dan tak mengganggu kesehatan. Keuangan: Jangan memberi harapan pada orang lain jika diri Anda memang tak ada kemampuan untuk itu. Asmara: Tidak ada gunanya Anda bicara keras dan kasar kepadanya, karena bagaimanapun juga jika si dia ngambek Anda malah kebingungan sendiri. Sagitarius Peruntungan: Jangan terlalu yakin dulu dengan omongan orang sebelum Anda melihat dengan kepala Anda sendiri kenyataannya. Jangan ragu untuk menolak kalau itu memang tidak sesuai dengan hati Anda. Buat apa Anda pertahankan kalau akhirnya di kemudian minggu hanya akan membikin pusingAnda saja. Lebih baik pahit di depan daripada pahit di belakang minggu. Karier: Sekalipun kecil yang namanya persoalan tetap saja harus diselesaikan. Untuk itu segera saja diselesaikan, jangan tunggu menjadi besar karena akan lebih sulit dalam penanganannya. Kesehatan: Karena kondisi tampak lesu, maka tidak ada salahnya jika Anda meminum suplemen ataupun makan yang cukup bergisi, sehingga bekerja bisa lebih bergairah lagi. Keuangan: Di minggu ini Diasuh Oleh masih banyak keuntungan yang dapat Anda raih, Putri Wong Kam Fu optimislah. Asmara: Usahakan untuk tidak tampil Berlaku apa adanya. Karena itu akan membuatnya malas 24-30 Juli 2016 untuk bertemu Anda.

Minggu Kliwon, 24 Juli 2016

WEDA WAKYA

Tradisi Veda: Menjaga Kejayaan Bangsa dan Negara ā brahman brāhmano brahmavarcasi jāyatāmā rāstre rājanyah śūra’isavayo’tivyādhi mahāratho jāyatām dogdhri dhenurvodhānadvānāśuh saptih purandhiryosā jisnu rathesthāh sabheyo yuvāsya yajamānasya viro jāyatām nikāme nikāme nah parjanyo varsatu phalavatyo na’osadhayah pacyantām yogaksemo nah kalpatām. (Yajur Veda, 22.22) “O Brahman ..., semoga di kerajaan/negara ini dilahirkan ‘brāhmana’ dengan ‘brahmateja’ (cahaya spiritual) yang sangat ahli di dalam mantra-mantra suci Veda, semoga dilahirkan ‘Rājanya’ (baca: Rajania), yaitu pemimpin negara yang gagah perkasa selalu membuat musuh menjadi tunduk, putra mahkota raja yang tidak mengenal takut dan sangat terampil dalam mempergunakan segala jenis senjata; semoga para penduduk mendapatkan sapi-sapi betina yang memberikan susu berlimpah dan sapi-sapi jantan yang kuat membawa beban, kuda-kuda yang berlari sangat kencang; semoga para perempuan di sini dipenuhi oleh segala sifat mulia serta tingkah laku yang baik, semoga di dalam pertemuanpertemuan diskusi terdapat para pembicara terpilih dan bijaksana, semoga di sini dilahirkan anak-anak muda yang gagah berani, semoga para perwira mantap dalam kereta perangnya sebagai ksatria penakluk musuh, semoga awan ‘Parjanya’ (baca: Parjania) mengirimkan hujan sesuai dengan musimnya; semoga tanaman-tanaman obat dan pepohonan penuh dengan buah-buahan matang; semoga orang-orang kami yang ‘yoga-ksemam’ (spiritual dan pembawa kesejahteraan) meningkat terus.” Tidak ada bidang apa pun di atas muka bumi ini yang tidak disentuh oleh ajaran Veda. Apa pun yang sehubungan dengan hidup manusia itu tidak lepas dari jangkauan Veda. Ajaran Veda itu sangat lengkap, bahkan sampai halhal yang sering tidak masuk akal, dengan kata lain hal-hal yang akal kita tidak mampu mencerna dan menjangkaunya. Sehingga sering kalau kita tidak berhati-hati, kita akan cenderung mempertanyakan ajaran-ajaran Veda. Hal tersebut disebabkan arah kepala, arah kecerdasan kita berbeda atau berbalik dengan

Redaktur Khusus WEDA

WAKYA Darmayasa ajaran-ajaran kebenaran. Dalam hal belajar-mengajar Veda, jika tidak diisi dengan rasa, sentuhan rasa spiritual, maka kita pasti gagal belajar Veda, karena kecerdasan dunia akan mengaburkan segalanya. Itulah sebabnya orang perlu bermeditasi, perlu mengatur makanan, itu pula sebabnya orang perlu mengatur pergaulan sehingga kecerdasan spiritual kita bisa muncul, rasa spiritual bisa tumbuh berkembang. Dengan demikian kita akan sangat terbantu untuk memahami ajaran-ajaran Veda lebih jauh. Kalau tidak, maka segalanya kita akan “duniakan”, artinya, nilai-nilai agama spiritualnya akan kita turunkan menjadi sesuatu yang sangat duniawi. Demikian pula akhirnya kecerdasan kita akan mempertanyakan setiap sloka-sloka atau mantram-mantram Veda. Di sanalah kita hendaknya sangat berhati-hati. Ajaran-ajaran Veda banyak sentuhannya kepada keperluan-keperluan, kepentingan-kepentingan hidup manusia kita supaya kita hidup sejahtera dan bahagia di dunia maupun setelah meninggal. Sentuhannya sangat luas khususnya menyentuh ajaran-ajaran Atma Tatva, Brahma Tatva mengantarkan lebih banyak pada ajaranajaran agama spiritual dalam pengarahan pada pencapaian Dharma, Artha, Kama, dan Moksa. Mantram-mantram Veda perlu beberapa kali dibaca agar bisa menangkap pecahan-pecahan kata dan suku katanya. Kalau tidak, kita akan keseleo memecahnya dan akhirnya memberikan arti serta pengertian yang salah, misalnya amerta dibaca merta, tentu saja akhirnya memberikan arti yang bahkan terbalik. Amerta artinya nektar atau minuman kekekalan, karena dipenggal menjadi merta, maka ia berganti arti menjadi kematian atau racun. Contoh mantram lain yang juga salah penggal adalah Sa bāhyā abhyantara śucih dipecah menjadi sa bāhyā dan bhyantara, yang seharusnya adalah abhyantara. Membaca mantram-mantram Veda, seharusnya dilakukan

berulang-ulang kali supaya mendapat pecahan-pecahan kata yang tepat. Menurut Yajur Veda, persyaratan pertama yang harus ada dalam usaha menciptakan bangsa dan negara yang jaya adalah Brāhmana, atau tokoh spiritual. Brāhmana yang dimaksudkan di sini adalah brāhmana yang Brahmateja, Brāhmana artinya bersinar oleh sinar Brahman. Brāhmana Brahmateja terbentuk melalui pertapaan yang kuat, sadhana yang luar biasa sehingga beliau itu menjadi Brāhmana yang Brahmateja yang bersinar di dalam dan juga di luar. Brahmateja wajahnya selalu bersinar cemerlang dan dipenuhi oleh sinar-sinar spiritual. Brahmateja juga adalah Brahmavarcasi, artinya sangat hebat dalam ajaran-ajaran Veda, menguasai ajaran-ajaran Veda dengan sangat baik. Kebanyakan umat mengenal Brāhmana jika yang bersangkutan lahir di keluarga Brāhmana. Akan tetapi, brāhmana yang di sini dimaksud bukan brāhmana yang karena lahir di keluarga brāhmana. Lahir di keluarga brāhmana tidak begitu penting, sepenting menjadi brāhmana dalam Brahmateja dan Brahmavarcasi, yang menjadi brāhmana karena sadhana, menjadi brāhmana karena adhyayana, karena belajar Veda, menjadi brāhmana karena bertapa, brata, yoga, semadhi, menjadi brāhmana karena hidupnya penuh di dalam pengetahuanpengetahuan Veda. Pada umumnya, sejak usia lima tahun sudah dikirim ke Gurukula, Rsikula, ke perguruan-perguruan, pereresian-pereresian, atau ke pedukuhan dan tinggal di sana bersama Guru, belajar bersama Guru dari kecil sampai umur layak berkeluarga barulah boleh pulang. Brāhmana yang tertempa keras secara tradisi Veda, Brāhmana seperti itu yang berhasil menjadi Brāhmana Brahmateja. Rsi Valmiki berhasil karena tapanya hebat. Rsi Narada juga berhasil mencapai tingkat Maharesi karena bentukan tapa-brata yang hebat, berhasil menjadi Rsi walaupun lahir di keluarga Śūdra. Brāhmana yang harus ada, yang akan sangat membantu tegak, jaya, makmur serta damainya satu bangsa dan negara adalah brāhmana yang Brahmateja dan Brahmavarcasi. Brāhmana seperti itu terbentuk dari Sādhanā. Tanpa melakukan sadhana tidak ada yang bisa menjadi seorang Brāhmana. Tanpa melakukan tapa, brata, yoga, semadhi,

tidak akan ada yang bisa menjadi Brāhmana (Brahman janati iti Brāhmanah), yang mengetahui Brahman, mengetahui Tuhan, yang merealisasikan Tuhan di dalam dirinya, yang melihat Tuhan di mana-mana, di dalam diri setiap orang, di dalam diri setiap makhluk. Brāhmana-brāhmana yang mencapai tingkat Brahmateja, Brahmavarcasi yang seperti inilah yang akan mampu memberikan Sat-marga atau jalan yang lurus spiritual menuju sangkan paraning dumadhi, asal muasal kita (Moksa). Tidak hanya untuk pencapaian spiritual seperti itu, tapi juga untuk penyelesaian masalah-masalah dunia, demi pencapaian kesejahteraan bangsa dan negara, demi pencapaian kesejahteraan individu, pribadi-pribadi. Ksatria, orang-orang pemerintahan, penguasa, administrator, raja, presiden, mentri, polisi, tentara yang diperlukan adalah yang ahli dalam bidangnya. Khusus untuk Raja atau Pemimpin tertinggi negara di sini disebutkan memiliki keahlian dalam banyak hal. Bukan sekedar tahu dan ahli melainkan kuat gagah perkasa, penembak jitu dan yang mampu sendirian mengalahkan ratusan orang musuh. Ksatrya-ksatrya yang seperti itu yang harus diciptakan, yang juga memiliki kesetiaan teguh pada bangsa dan negaranya. Hal lain yang juga ada adalah sapi yang memberikan susu yang banyak. sapi jantan yang kuat mengangkut beban yang berat-berat, keberadaan para perempuan yang rajin, memiliki segala sifat mulia dan juga menguasai berbagai seni-budaya, keberadaan mereka juga berperan penting dalam menunjung kejayaan bangsa dan Negara. Pada zaman Veda, para wanita itu tempatnya didepan, sangat dihormati dan diterima semulia Dewi mulia. Mengingat mulianya para wanita, Rsi Manu menyebutkan, di mana wanita tidak dipuja/dihormati (yatra narya napujyante), maka di sana tidak akan ada kemakmuran. Selanjutnya, juga disebutkan tokoh-tokoh terpelajar bijaksana, dan juga anak-anak muda yang cekatan dan serta mantap di jalan Veda, juga menentukan kejayaan bangsa dan negara. Anak-anak muda begini nanti bisa menjadi pionir yang handal dalam memajukan serta menjaga kejayaan bangsa. Dan setiap orang mempunyai kewajiban berdoa untuk keberadaan semua yang disebutkan dalam mantra Veda di atas, demi kejayaan bangsa dan negara Indonesia.

MIMBAR AGAMA

Ketika Musim Hujan Tiba Redaktur Khusus MIMBAR

BUDDHA Dhana Putra DI masa silam, terutama di masa Buddha Gotama, terdapat tiga musim di India yakni musim dingin, hujan, dan panas. Dengan demikian, setiap musim rata-rata berlangsung selama empat bulan. Ketika musim hujan tiba, tanah menjadi lebih gembur, becek, dan berlumpur. Melakukan perjalanan dengan kondisi tanah yang seperti itu tentu akan terasa tidak nyaman. Selain itu, banyak binatang dan tunas tumbuhan yang mulai muncul. Jika melakukan perjalanan, kemungkinan besar akan terinjak. Melihat kondisi tersebut, masyarakat memberikan masukan dan saran agar para bhikkhu tidak melakukan perjalanan selama musim hujan tiba. Pada akhirnya, Buddha Gotama memperhatikan masukan tersebut dan menetapkan masa vassa. Untuk jangka waktu tiga bulan pertama, para bhikkhu diwajibkan untuk menetap di satu vihara. Sedangkan satu bulan terakhir, dikenal dengan bulan Kathina. Para bhikkhu dapat berpergian untuk menerima dana dari umat. Masa vassa (musim hujan) merupakan kesempatan b a g i p a r a b hi k k hu u n t u k berdiam diri sehingga bisa lebih banyak melatih diri. Selama menetap di vihara, para bhikkhu bisa memperhatikan kondisi vihara, mungkin ada

yang perlu diperbaiki. Para bhikkhu juga bisa belajar, umumnya bhikkhu junior (di bawah lima tahun) belajar dengan yang lebih senior. Juga mempunyai kesempatan untuk berlatih meditasi lebih banyak. Aturan untuk tidak meninggalkan vihara tidak bisa berlaku untuk selamanya. Buddha akhirnya membuat ketentuan tambahan, memberikan izin bagi para bhikkhu meninggalkan tempat bervassa dalam jangka waktu tidak lebih dari tujuh hari. Tentunya karena keadaan yang mengharuskan, misalnya jika ada bhikkhu atau samanera atau orangtua yang sakit, jika ada bhikkhu lain yang ingin lepas jubah karena godaan, karena ada tugas dari sangha, atau karena undangan umat yang ingin meningkatkan kebajikan dan mengundang bhikkhu yang bersangkutan. Masa vassa juga memberikan manfaat bagi umat Buddha yang tinggal di dekat vihara tempat bhikkhu bervassa. Setidaknya, umat mempunyai kesempatan untuk berbuat baik dengan memberikan dana makanan dan kebutuhan lain bagi para bhikkhu. Ada pula bhikkhu yang memberikan kesempatan kepada umat untuk mengikuti pelatihan meditasi untuk beberapa hari, beberapa minggu, atau selama masa vassa. Banyak pula umat yang memanfaatkan masa vassa untuk mengundang para bhikkhu. Mereka memanfaatkan aturan meninggalkan tempat bervassa asalkan tidak lebih dari seminggu. Di sejumlah tempat berlangsung kegiatan ulang tahun vihara, seminar, Dhammatalk, dan sebagainya. Perjalanan di masa lalu lebih banyak dilakukan den-

gan berjalan kaki. Sedangkan di zaman sekarang, berbagai alat transportasi telah memberikan kemudahan sehingga perjalanan bisa lebih cepat. Namun, ada juga bhikkhu yang sama sekali tidak menerima undangan dari umat, tidak memberikan uraian Dhamma dan bimbingan lainnya di vihara. Waktu yang ada hanya untuk melakukan latihan yang lebih banyak melakukan pindapatta, berusaha menghafal aturanaturan yang ada, membaca sutta, bermeditasi, dan se-

bagainya. Masa vassa bagaikan mengisi tenaga baru untuk sebuah baterai yang ada. Sebagai umat, kita perlu maklum. Tidak selamanya para bhikkhu melayani umat, mereka juga perlu melatih diri, mengisi batin, membersihkan batinnya. Dan merupakan kewajiban umat untuk mendukung, menjaga, dan memperhatikan kebutuhan para bhikkhu. Selamat menjalankan masa vassa untuk para bhikkhu, para guru kami.

PERMATA HATI

Untuk pembaca Bali Post Mingguan (BPM), kami membuka rubrik baru ‘’Permata Hati”. Rubrik ini mengangkat si buah hati yang baru lahir, yang berulang tahun atau akan berulang tahun. Juga pasangan yang menikah di minggu tersebut atau yang merayakan ulang tahun pernikahan. Kirim foto menarik dan tulis data lengkap identitas diri, orang tua serta komentar singkat. Semua data dikirim lewat email redaksibalipost@yahoo.com dengan kode Permata Hati. Bisa juga naskah dan foto dikirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post. Jl. Kepundung 67 A Denpasar telp. (0361) 225764. (Redaksi)

Ni Kadek Sudiani saat merayakan Hari Ulang Tahun ke-33 pada 10 Juli 2016. Di hari lahirnya itu, ia merayakan HUT-nya dengan sederhana bersama keluarga dan keponakannya di kampung halamannya di Desa Songan, Kintamani, Bangli. Semoga panjang umur dan sukses selalu buat Sudiani.


Bali

Redité Kliwon, 24 Juli 2016

L E M B A R

Bencingah

7

B A S A

B A L I

Barong Landung

Cecihnan Ida Sang Prabu Jaya Pangus miwah Kang Ching Wie BPM/wan

I Made Bandem

Pepadonan Budaya Bali sareng Cina BALI pinaka sinalih tunggil pulo ring Nusantara jakti akéh pisan madué budaya, napi malih budaya inucap matiosan ring soang-soang banjar utawi désa. Makéh pisan parindikan sané ngawinang utawi ngwangun budaya inucap, minakadi kawéntenan palemahan, kawéntenan awig-awig, miwah parikrama-parikrama niskala sané minab naenin kapanggih ring wewidangan inucap tur ngawinang kramané ngamargiang parikrama sané manados budaya miwah tradisi. Sakéwanten kawéntenan taler pangrauh budaya saking dura désa miwah dura negara ngawinang kapanggih parikrama akulturasi utawi pepadonan budaya. Dadosné punika ngawinang medal utawi metu parindikan-parindikan miwah soroh budaya sané anyar. Asapunika sakadi sané kabaosang Prof. Dr. I Made Bandem, M.A. Budayawan Bali puniki maosang sampun saking nguni ring Bali kapanggih parikrama akulturasi budaya sareng Cina sané nyihnayang yéning Bali raket pisan sareng panegara Cina utamanipun ring widang ekonomi. Dané malih maosang, kahanan punika taler mamargi ring masa Dinasti Tang ring panegara Cina duk abad kapitu kantos kadasa tur kalanturang malih ring abad kaping solas. Duaning tatkala punika para padagang sané madolan ka India miwah Eropa majanten jagi singgah ring Kalimantan, Sulawesi, tur Pulo Bali sané kasengguh dados Po’Li olih wang Cinané punika. Punika mawinan akéh pisan kapanggih tetamian-tetamian piranti Cina minakadi keramik utawi sané wénten ring Renon miwah Semawang, Gong Beri utawi gong sané asah. “Napi malih ring makudang-kudang pura ring Bali Kajanan miwah ring pasar kapanggih palinggih sané kawastanin antuk palinggih Ratu Subandar. Punika wantah cihna saking kawéntenan akulturasi budaya Bali kalawan Cina. Nénten wantah amunika, Barong Landung sané pinaka cecihnan saking pajangkepan utawi alaki rabi saking Jaya Pangus sareng Kang Ching Wie prasida kabaosang dados pepadonan budaya Bali-Cina,” baos dané sané embas ring Singapadu, 22 Juni 1945 puniki. Dané sané naenin dados Rektor ring ASTI/ STSI Denpasar warsa 1981 kantos 1997 puniki maosang, parikrama sesolahan Barong Landung majanten kaiusang olih panglimbak seni miwah tutur indik Jaya Pangus miwah Kang Ching Wie sampun sayan nglimbak dados makéh sesolahan utawi kasenian minakadi dados sesolahan topéng, fragmén tari, miwah sané siosan. Napi malih ring makudang-kudang sesolahan kontémporér utawi sesolahan anyar, kakaryanin malih tapel siosan kanggén nyangkepang parikrama sesolahan anyar mangda adung sareng satuannyané. Ngeninin indik kahanan panglimbak riwekasan, Guru Besar ring College Of The Holy Cross Boston, USA warsa 2007 kantos 2015 puniki maosang, kasuén-suén Barong Landung jagi magentos miwah nglimbak duaning sios saking kawagedan seni krama sané setata nglimbak taler sangkaning kawéntenan pangrauh seni budaya saking dura Bali minakadi kasenian Hudoq ring Kalimantan. Sakéwanten sané magentos wantah indik iconografi-nyané kémanten tan pangentosin parindikan utamanyané, minakadi indik prerainnyané sané jagi kakaryanin mangda sakadi bendu, seneng, sebet miwah sané siosan. Wénten taler saking panyingakannyané sané kakaryanin nelik malih tur siungnyané sané kalantangang. “Wantah amunika kémanten sané kagentosin nanging kantun marupa wang Bali landung mawarna selem tur wang Cina landung mawarna putih. Manawita wénten sané makarya nénten kadi “pakem” i wawu, sinah punika wantah barong dawang-dawang sané jagi kawigunayang ri kala parikrama upacara ngabén,” baos dané sané kantun aktif ngicén kuliah taler nguji ring Universitas Udayana, Stikom, miwah ISI puniki makenyem. (wan)

(37)

BALI jakti pinaka pulo sané macihna pisan, duaning sampun ketah kauningin yéning Bali madué makéh pisan budaya sané nénten kapanggih ring genah siosan napi malih ring dura negara. Punika mawinan akéh pisan sané meled ngaksiang kalewihan makudang-kudang tetamian saking leluhur sané adiluhung punika. Minakadi ukir-ukiran Bali, pepayasan, miwah bebantenan tur wénten taler sané marupa barong. Maosang indik barong majanten akéhan ngeninin indik makudangkudang parikrama upacara agama Hindu-Bali yadiastun wénten taler sané kaanggén sesolahan unén-unén. Dadosné barong inucap jagi kakepah dados makekalih soroh, inggih punika barong “propan” utawi piranti seni biasa taler sané “sakral” utawi barong sané kasungsung tur katengetang ring pakraman. Sinalih tunggilnyané marupa Barong Landung. Barong Landung wantah soroh barong sané mabinayan sareng barong lianan, duaning kahanan taler wangunnyané sané marupa wang utawi manusa lanang-istri apasang. Sané lanang wangunnyané marupa manusa Bali ageng mawarna ireng utawi selem tur macaling, sané istri wangunipun wantah wang saking Cina sané pangaksian ipun sipit, putih tur “jantuk” ring prerainnyané. Prof. Dr. I Made Bandem, M.A. maosang, malarapan antuk buktibukti sejarah, Barong Landung wantah cecihnan saking raja Jaya Pangus, raja ring Bali Kuna sané maparab Pāduka Ratu Śri Māhāraja Haji Jayapangus miwah rabinyané sané maparab Kang Ching Wie, oka saking saudagar Cina sané wénten ring pasisi Bali daweg punika. Barong Landung sujatiné taler pralambang indik

pepadonan saking budaya Bali kalawan Cina sané sampun kajantenang ngawinang kasukertan utamanipun ring widang ekonomi krama Bali tatkala Ida madeg agung. “Pangapti kadi asapunika manados sinalih tunggil dasar krama ring makudang-kudang désa pakraman minakadi Kaliungu, Lantang Bejuh, Singapadu miwah ring Tainsiat nyungsung Barong Landung. Yéning selehin malih ring sejarahnyané, krama ring Bali sampun nyungsung Barong Landung ngawit abad roras utawi tiga welas tatkala Ida sareng kalih wusan kapralina,” baos Prof. Bandem. Malih dané maosang, punika wantah rerincikan saking “legénda” kuna ngeninin indik parikrama pamargin Ida Sang Prabu sané madeg agung kirang langkung warsa 1181 ngantos 1204 ring Panarajon utawi Pucak Panulisan sané laut kagingsirang ka Balingkang utawi ring wewidangan Désa Sukawana duaning kapanggih makéh bencana. Kasatuayang sangkaning Ida Sang Prabu sané sampun sué marabian sareng putri Cina i wawu durung maputra, majanten Ida makayunan ngelarang tapa samadhi ring sisin Danu Batur. Ri kala mararian saking tapa raris kapanggih olih Ida wang istri jegég sané mapeséngan Déwi Danu oka saking Ida Bhatari Batur tur lantas kaanggén rabi. Sangkaninng sué Ida Sang Prabu nénten budal majanten Putri Kang Ching Wie ngetut Ida ka genah matapa, irika raris kapanggihin Ida Sang Prabu sampun marabian sareng Déwi Danu tur Ida Putri bendu saha ngamedalang paiyegan ageng. Sangkaning genah irika wantah wewidangan suci sané tan dados

wénten paiyeg, raris Ida Bhatari Batur tedun tur ngeseng Sang Prabu Jaya Pangus taler Kang Ching Wie. Majanten kramané sedih manggihin indiké punika raris makasami nunas ring Ida Bhatari Batur mangda kaicén ngaryanin pratima cecihnan Ida Sang Kalih. Raris kapaicayang duaning Ida Sang Kalih sampun saking nguni ngawinang jagaté landuh kerta raharja. Sakéwanten wénten krama ring genah siosan meled nyiwi pratima Ida, nanging sangkaning nénten dados makta budal pratima inucap majanten kakaryanin panyeledii sané marupa Barong Landung. Ngeninin indik Barong Landung sané pinaka linggih Ida Bhatara Dalem Nusa Penida, dané maosang sangkaning sesuhunan ring Pura Dalem Ped wantah pangawit tur sané mapaicayang katengetan ring tapakan sané kalinggihang punika. Dadosné Ida kajantenang malinggih ring patapakan inucap. Asapunika taler kabaosang olih Jero Mangku Wayan Masna, jero mangku Pura Dalem Majapahit ring Desa Blahkiuh, Abiansemal. Dané maosang, krama Blahkiuh nyantenang yéning sinalih tunggil sesuhunan irika sané marupa Barong Landung wantah Ida Bhatara saking Nusa Penida sané tedun tur malinggih ring Pura Dalem Majapahit. “Ida marupa Barong Landung sampun saking nguni, saking pekak tiangé dumun majanten nénten prasida kapastikayang napi sané ngawinang kadi asapunika. Patapakan Barong Landung sané lanang mapeséngan sugra tabik pakulun Ida Ratu Gedé sakéwanten yéning sané istri mapeséngan sugra tabik pakulun Ida Ratu Ayu Mas,” asapunika dané Jero Mangku nugesang. (wan)

BARONG LANDUNG – Kawéntenan Barong Landung pinaka patapakan sesuhunan sané kasungsung ring pakraman sampun kapanggih saking nguni. Wangunnyané marupa krama lanang mawarna selem miwah krama istri sané mawarna putih mapanyingakin sipit.

SESAMPUNÉ sami tegep makaryanin, wénten matebihtebih, wénten magobéd, makikih lan maengseb raris kapilahpilah sané encén dados rujak lelodékan lalah manis maimbuh katimun, rujak cingur mabasa petis madaging cingur, rah lan ati miwah sayuran malablab, rujak papedesan sané rasanné asem, asin, pakeh, sepet lan lalah, kanggén woh kedongdong, kaliasem, poh, nyambu, sentul, kem, miwah asem utawi celagi nguda. Samian dados tigang cobék anggén sareng roras. “Naah mangkin rarisang ngrereh linggih. Encén kasenengin, demenin. Ané lalah manis, driki di tengahan, ane seneng tekén rujak cingur masera petis deriki di sisi kauh, lan sané seneng tekén uyah-sera-tabia-cuka, kereng madiman deriki paling di sisi apang énggalan ngalih angin yén kapedesan,” raosné Madé Sudiari ngajakin timpaltimpalné ngawitin ngrujak. “Bééh... bas liu pilihané encén jemak. Kenehé pang makejang

ja bakat cicipin kén jaenan?” Ngurah Jelada dengak-dengok nyicipin sami matebih. Sané siosan taler ngarepang nagih nyicipin. “Apang ten bingung, jalan ja bareng mabriuk malu sakabesik kawitin uli ané memanisan. Ané seneng tekén masera petis, macinguran dadi pindah kauh. Nah ané mabudi ngaduang sabuk ngecapin sad rasa ngulurin sad ripu dadi masera tabiaan campurin rujak cingur. Rarisang deriki di sisian pang paekan ngetélang paes kapedesan,” baosné Lanang Geria saha ngawitin malinggih. “Aaah tiang melahan nganggon piring padidi-padidi, nyanan jemak pada isinin encén ané kasenengin. Dadinné ten kasad-kisid negak,” baosné Ayu Swandéwi raris ngambil piring, briukina ring para daané siosan ngraris nyéndok rujak saking cobéké sami makedik. “Badah, yén tiang mula ten pati kereng ngrujak kanggoang nyicipin pada mabedik lodék

ajak rujak cinguré ané misi gula, tunaan lalahné,” raosné Gdé Pandé sareng Ketut Pajar. Trunané sané sareng patpat makenyem raris negak ngiter cobék lodéké sisan sané ambila ring timpalné. Sampun ludes malih mapindah ka cobék rujak cinguré sané kantun masisa apah tigaan. Taler kaseruduk kantos bresih. Saking irika malih makisid malinggih ngiter cobék rujak sad rasané. “Kénkén niki dadi masisa atenga lebihan. Sira buin ngalih, jemakang malu ragané apang ten énggalan bakat telahang,” baosné Madé Budiana ring para daané sané kari siat-siut lalah. “Suba Dé, angkot lalahné, sing kuat tiang puk. Madé Sudiari mabuaka ngaénang apang lalah. Patuhanga cara bibih raganné. Koné ada pesanan lakar macentok kekuatan malalah-lalahan.” Ketut Sulasih macempléng sambilanga siat-siut naanang lalah lebihan nyicipin rujak sad rasané. “Naah, depin Dék Sudiari

BPM/wan

BARONG – Ring makudang-kudang banjar adat minakadi ring Lantang Bejuh utawi ring Tainsiat, Barong Landung sané kasungsung kantos petang diri.

Nyolahang Barong Landung

Ngamedalang Sesolahan Pangarjan KETAH kapanggih ring désa-désa utawi bebanjaran ring Bali akéh nyungsung Ida Bhatara Sesuhunan marupa Tapakan Barong Landung sané majanten macihna pisan. Yéning selehin saking wangunnyané masaih sareng Ondél-ondél druén krama Betawi ring Jakarta katimbang barong-barong Bali siosan sané akéhan wangunnyané marupa beburonan mabatis pat minakadi macan, singa miwah gajah. Yadiastun mabinayan ring rupa, Barong Landung kantun madué parindikan sané pateh sareng patapakan ring Bali. Sinalih tunggilnyané, Barong Landung ngamargiang parikrama ngunya utawi malancaran taler kairing olih krama panyungsungnyané. Nénten wantah amunika, ri kala rerahinan jagat utawi piodalan majanten Ida taler katedunang duaning jagi kasolahang. Jero Mangku Wayan Masna maosang, Ida Bhatara Sesuhunan ring Pura Dalem Majapahit sané marupa Barong Landung jagi ngunya utawi medal mamargi ring sajeroning wewidangan Désa Blahkiuh ri kala rerahinan Umanis Galungan tur katurang panyambléh kémanten ri kala sampun rauh. Ring rahinan Kuningan, Ida jagi nglawang utawi masolah ring ajeng pamesuan krama ring wewidangan Désa Blahkiuh. Risampuné Ida rauh jagi katurang Peras Daksina miwah Maganjaran Poléng taler nasi wong-wongan sané kamargiang ring pempatan nampek saking Pura Dalem Majapahit. Punika kamargiang mabinayan duaning tatkala masolah, tegak rahinannyané wantah Kajeng Kliwon. Tatkala nglawang utawi masolah ri kala piodalan, tapakan Ida Bhatara jagi nyolahang lakon-lakon pangarjan tur magegendingan. Sané istri matembang, sané lanang ngartos. Wénten taler nyolahang bebapangan sané parikramanipun wénten malaib-laiban, sakéwanten nénten makasami pamundut prasida nyolahang lakon kadi asapunika. Krama sané mundut akéhan sané sampun mayusa petang dasa kantos pitung dasa warsa. Wénten taler sané kantun wimuda, sané wawu wusan marabian. “Pamundut sané dumunan wénten sané jagi nyolahang lakon Sampik-Ingtay. Tatkala masolah, pamundut jagi nganutin sapunapi lakonnyané taler ngipek-ngipekang prabunnyané,” baos Jero Mangku. Parindikan sané pateh kabaosang Prof. Dr. I Made Bandem, M.A. Barong Landung ketah kasolahang ri kala piodalan, taler manados seni sakral utawi dudonan saking parikrama upacara sané jagi katonton olih krama. Sangkaning akéhan sané kasolahang wantah lakon arja, sinah krama sané mundut akéhan pinaka pragina arja sané majanten ketah masolah antuk tembang miwah gegendingan. Sangkaning sané kasolahang wantah Barong Landung kekalih, sinah sané kasolahang ngeninin indik asih-kinasihan sang sareng kalih kémanten. Wénten taler indik kakiang sareng niang sané nedeng ngélingang kahanan sané dumun utawi kahanan paiyegan sané majanten jagi karesepang olih krama sané nyaksiang. Dané malih maosang, sané mangkin wénten Barong Landung sané kasungsung nénten makekalih utawi apasang kémanten. Sakadi ring Tainsiat utawi Lantang Bejuh, irika madué Barong Landung antuk akéhnyané limang diri, inggih punika Barong Landung biasa apasang utawi kalih diri tur pianaknyané malih tigang diri sané sorohnyané pinaka Danawa tur tegehnyané andapan saking makekalih Barong Landung reramannyané punika. “Yéning selehin saking sejarahnyané, Barong Landung malih tetiga punika mabinayan, nénten wénten sakadi tutur i wawu. Sakéwanten punika kamargiang olih krama antuk tetujon mutrani utawi nagingin malih kawéntenan protéctor utawi tapakan sané kasungsung nyagra kahanan tur karahayuan krama panyungsungnyané,” asapunika Prof. Bandem nartayang. (wan)

apang ngamiluin ngayahin ané macentok,” Luh Suwarni Nyelag. “Béh, bantek kéto dogén kok répot. Mai tiang milu magibung ngwakilin luh-luhé. Kadén biasanné anaké luh yén ngidam kereng ngrujak? Yén ada timpalé ané kari demen ngrujak cingur, lakarné kari ada, Luh Suwarni apang ngaénang,” baosné Sudiari raris nyelag negak ring trunané. “Nah,sing dadi daya saling bengongin. Jejemaké apang bareng-bareng, mara adil.” Baosné Putu Galang nangtangin. Madé Budiana nolih Ngurah Jelada, “Rarisang kawitin!?” Mabriuk mangkin ngambil rujak sané kasenengin. Wénten ngambil blingbing, kedongdong, poh, kaliasem. “Nguda sing ada ané nyemak kem. Kadén ento kocap ngawé hot,” baosné Madé Sudiari. “Lamun saja kéto, depang nyanan sidori dum pada nyicipin buah kemé,” Ngurah Jelada nyelag raris malih ngambil rujak sentulé. Sayan sué sayan

rames ciplakané, wénten sané masiutan. Ngantos masisa malih apempatan Madé Galang sareng Lanang Geria nyerah, muanné barak biing. “Tiang nyerah kalah. Bibihé krasa tebel, yéh matané nyrékcék,” raris tedun pakecahcuh. “Kénkén Dék Sudiari, jani kecirin cuka? Asemé kuang sepet?” Dék Budiana nangtangin. “Saja melah ento. Yén perlu imbuhin sera tabia buin lelima,” Ngurah Jelada nimbalin. Madé Sudiari ngambilang sera tabia adukanga ring rujakné. Sareng tetiga mangkin madedagan. Ngurah Jelada ngawitin nyorogang buah kemé mabelah kalih-kalih kaarepanné Madé Budiana. Peluhné sami pacerétcét. Madé Sudiari sagét nyerah, bibihné siat-siut bujuh barak makotés-kotés. “Uaah ...tiang nyerah. Telasang sampun rujaké ajak dua,” baosné tedun ngambil gendis. (Masambung)


Upacara

8 Bebantenan Tetuek Banten miwah Mabanten SAJERONING makarya banten, makéh pisan sarana sané kabuatang, minakadi daun, sekar, woh-wohan, sanganan, toya, kantos agni. Banten manut umat Hindu mautama pisan pabuatnyané pinaka sarana upacara. Sajeroning upacara pastika ngawigunayang banten pinaka aturan. Ri kala ngaturang baten taler pastika wénten mantra sané kauncarang. Mantra-mantra sané kauncarang minakadi nunas lugra/ampura antuk mantra; Om ksama swamam mahadéwa ya namah swaha. Mantra ngresikin surudan banten sadurungnyané; Om sri suketing busandari, katempuh muksah alah anyar ya namah. Mantra ngunggahang plawa, gantungan, malih sané lianan; Om kalasa gumelar, sarwa suci sukla ya namah swaha. Mantra ngunggahang canang sari miwah sarwa banten; Om tamolah panca upacara guru paduka ya namah swaha. Mantra ngunggahang dupa; Om ang dupa dipastra ya namah swaha. Mantra ngaturang toya anyar; Om pakulun paduka bhatara, ngulun angaturaken tirtha anda wasuh tangan mwang suku ya namah swaha. Mantra ngaturang segehan putih kuning ring natar utawi ring sor mrajan; Om sarwa bhuta suka preta byo namah. Mantra ngaturang segehan agung ring tengah natar pakarangan; Om sarwa kala suka preta byo namah. Mantra ngaturang segehan manca warna ring lebuh, pamedal, utawi ring perempatan; Om sarwa durga suka preta byo namah. Mantra ri kala ngaturang segehan saha metetabuh; Om ibek segara, ibek danu, ibek bayu premananing hulun. Mantra ngayabang dupa/pasepan; Om agnir agnir, jyotir jyotir, om dupam utawi dhipam samarpayami. Mantra nyiratang toya anyar/tirtha; Om mang iswara parama siwa amertha ya namah swaha. Mantra ngayabang utawi ngaturang banten; Om dewa amukti sari sukam bhawantu, purnam bhawantu, sriyam bhawantu ya namo namah swaha. Mantra nglungsur tirtha; Om suksma sunya sangkanira, suksma sunia paranira. Mantra ngetisang toya anyar/tirtha; Om, mang parama siwa ya namah swaha. Mantra nglungsur bebanten; Om suksma sunia lebar ya namah swaha. Mantra ri kala mayadnya sesa (mejot/masaiban) majeng para déwata ring genah toya, api, nasi, miwah surya; Om atma tat twatma sudhamam swaha. Swasti swasti sarwa dewa sukha pradhana ya namah swaha. Mantra mayadnya sesa (mejot/masaiban) katur ring bhuta ring pertiwi/ tanah; Om atma tat twatma sudhamam swaha. Swasti swasti sarwa bhuta, kala, durga sukha purusa pradhana ya namah swaha. Mantra sadurung ngajeng; Om anugraha amrtha sanjiwani ya namah swaha. Ngaturang banten nénten wantah sawates ngenahang aturan kémanten, nanging nyabran banten sané katurang sapatutnyané kasarengin antuk nguncarang mantra mangda napi sané katurang nénten dados yadnya sané percuma. Asapunika taler, para krama patut nelebin indik katattwaning canang sari sané pinaka pralambang Ida Sang Hyang Widhi Wasa utawi Omkara. Upacara napi kémanten sané kamargiang patut kadasarin antuk manah suci ning nirmala saha madasar lascarya. Majanten prasida napi sané kaptiang. Tios punika, ngamargiang upacara yadnya taler patut nguratiang désa (genah ngamargiang upacara), kala (galah ngamargiang upacara), miwah patra (nganutin daging sastra taler dresta ring genah ngamargiang upacara). Yéning sampun katelebin, majanten mautama pisan santukan wantah pinaka pralambang Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Rahayu! (Ida Rsi Bhagawan Smerthi Kusuma Wijaya Sebali)

Redité Kliwon, 24 Juli 2016

Mangda Kahuripan Pawiwahan Riwekasan

Sang Alaki Rabi Kaptiang Nymertiang Tetuek Upacara PAWIWAHAN majeng umat Hindu Bali wantah utsaha nyujuh tetujon kahuripan Grehasta Asrama sané wantah baga saking Catur Asrama. Tetujon urip punika wau prasida kamargiang sesampun krama kabaos pantes tur anut ngamargiang kahuripan grehasta inucap manut yusa miwah pakinkin sané kacumawisang miwah kasayagan méntal. Samian majanten madué tetujon nyujuh bagia. Lianan punika, yéning sampun ngranjing kahuripan grehasta pacang nyalukin kahuripan adat sané taler muatang pikayunan miwah kasayagan artha brana. Sakatah pikobet taler majanten dados baga saking kahuripan grehasta. Samian ngaptiang prasida mikukuhin kahuripan grehastannyané, nanging pungkuran kaselehin kajantenannyané akéh krama sané kantos belas utawi cerai sangkaning nénten prasida nepasin pikobet sané kaarepin. Sajeroning nepas indiké punika, manut pengalaman Guru Besar Bidang Hukum Adat Bali Fakultas Hukum Unud, Prof Dr Wayan P Windia S.H., MSi, Undang-undang perkawinan sampun ngatur yusa perkawinan siangolas warsa majeng lanang miwah nembelas warsa majeng sané istri wawu dados mawiwaha. Tambis-tambis samian rerama sampun nguningin wasana kaon sané pacang wénten yéning alit-alitnyané ngamargiang pawiwahan mudanan saking yusa sané sampun munggah ring Undang-undang perkawinan. “Wénten kecendrungan perceraian nincap,” baosnyané. Parindikan nincapnyané kasus cerai punika teges Windia nénten lempas saking pangweruhan miwah téknologi sané nglimbak gumanti para istri prasida melanin hak-hak nyané minakadi sané sering kabaos kesetaraan gender. Minakadi Undang-undang perlindungan perempuan, Undang-undang Kekerasan Dalam Rumah

Tangga (KDRT), Undang-undang perlindungan anak. Antuk Undang-undang punika dané nglanturang, yéning para istri molihang laksana nénten becik saking lanangnyané raris marasa gedeg, nénten malih cocok tur pamuputnyané milihin cerai. “Mangda nénten kantos cerai, iriki kabuatang rasaéling sané imbang saking sané lanang miwah istri,” tegesnyané. Siosan punika, Ida Pedanda Gede Rai Manuaba saking Gria Kawan Wanasari, Tabanan, nyelehin sané mangkin cerai akéhan saking pasangan sané durung sayaga mawiwaha tur durung pantes nglaksanayang pawiwahan. Ida negesang sajeroning adat Bali krama sané pacang ngamargiang kahuripan grehasta patut jakti-jakti kakinkinang inggian méntal miwah raga sané istri miwah sané lanang. Yéning jamané dumun, yéning panak sampun ngamargiang grehasta patut mandiri tur madué paon padidi utawi manéan genah paon sareng reramannyané. Nglantur manut pecak dosén ring Universitas Hindu Indonesia puniki, krama kaptiang patut pisan nyemertiang isénsi, teges utawi nilai saking paletan-paletan ri kala upacara pawiwahan kamargiang. Paletan upacara ri kala pawiwahan soang-soang madué teges sané tetujonnyané becik, sinunggilnyané ngawi sayan kuat pangarsan makurenan, metuéling pasangan kahuripan sesampun makurenan. Manut dané paletan upacarannyané minakadi madaging ngenjek taluh, ngenjek payuk, matanjung sambuk, madaging mamasar mablanja, miwah paletan sané lianan. “Antuk sekancan paletan upacara sané kamargiang sajeroning pawiwahan inucap kaptiang prasida sayan negesang teges pawiwahan majeng pengantén anyar gumanti sayan sayaga ngarepin kahuripan riwekasan,” baos Ida sané mangkin ngayah majeng krama. (yan)

BPM/dok

PAWIWAHAN – Paletan pamargin upacara pawiwahan patut kasmertiang olih sang alakirabi antuk pangapti sang sané mawiwaha prasida ngamargiang kahuripan riwekasan.

Memadu, Parindikan Pingit ring Bayung Gedé SATIOS Désa Penglipuran sané magenah ring Désa Kubu, Kecamatan Bangli, kantun akéh désa-désa kuna sané kukuh ngamargiang dresta Bali Aga antuk sakatah tradisi sané tawah ring wewidangan Kintamani, Bangli. Sinalih tunggil Désa Bali Aga punika wantah Désa Bayung Gedé. Sinalih tunggil dresta sané kantun pageh kamargiang kantos mangkin ring Bayung Gedé minakadi indik sistem perkawinan monogami. Ring Désa punika, krama lanang nénten kadadosang mawiwaha ping kalih utawi madué istri kekalih. Yéning krama lanang irika kantos madué istri kekalih, krama inucap kararianang pinaka krama désa pangarep taler nénten malih rumasuk ring krama sané ngranjing ring sistem ulu-apad. Manut Jero Kubayan Mucuk, penglingsir sané banget kaajiang ring Désa Bayung Gedé, krama sané kantos memadu pacang kararianang pinaka krama pangarep utawi krama ulu-apad santukan krama sané pinaka angga ulu-apad mangda apasang. “Hak taler kewajiban pantara krama lanang miwah istri sané

ngranjing ring krama ulu-apad punika pateh, mawinan nénten kadadosang yéning krama lanang memadu,” baos dané. Kabaosang malih, yéning krama kantos memadu, nénten wantah kausanang pinaka krama désa pangarep, taler dané pacang keni awig-awig sané sampun kasumanggemin, minakadi tanah ayahan désa pacang kacabut yéning dané memadu miwah nénten kadadosang meneng ring wewidangan Désa Bayung Gedé. Krama inucap wantah dados meneng ring tebénan utawi ring wewidangan Désa Peludu. “Satios keni awig-awig inucap, krama sané memadu taler pacang keni awig-awig niskala. Awig-awig niki sané banget ngawinang krama jejeh memadu,” dané negesang. Parindikan sané pateh taler kabaosang olih Bendésa Adat Bayung Gedé, Jero Mangku Sriman. Manut Jero Mangku Sriman, krama sané memadu pacang kasengkalan. Mawinan punika, krama sané memadu nénten kadadosang meneng ring wewidangan Bayung Gedé. Kawewehin

malih, dumun wénten krama irika sané memadu tur meneng ring wewidangan désa, nénten sué kulawargannyané kasengkalan. “Somah sané cenikan nadaksara padem. Mawinan krama lanang inucap mawali madué istri asiki. Niki yukti-yukti naen wénten ring Bayung,” baos Dané teges. Kategesang malih, samian krama sané memadu tur meneng ring wewidangan Bayung Gedé, somah sané cerikan utawi istriné sané kaping kalih pastika padem. Istri sané kapertama kantun kénak waras jati mula. Sangkaning parindikan puniki taler sané kadadosang dasar ngukuhang dresta ring Bayung Gedé yéning memadu punika parilaksana sané iwang. “Yadiastun wénten, pastika nika sangkaning kepépét. Yéning mabuaka ngrereh istri, krama iriki pacang mapikayun becikbecik santukan ukumnyané berat pisan,” Jero Mangku Sriman ngwewehin. Antuk kawéntenan punika taler krama prasida ngukuhang dresta sané sampun dados tetamian para penglisngsir ring Désa Bayung Gedé. (uma)

Satua

Olih : Madé Taro

Pan Cubling Ngubuh Nyawan SEDEK dina anu, I Lutung ané dadi tetua para bojogé munduhang timpal-timpalné. “Eh para bojog timpal-timpal Icangé ajak makejang!” kéto raosné. “Nyaman iragané liu pesan ané ejuka tekén Pan Cubling. Ada ané suba ngidaang ngeléb, ada ané matatu, ada batisné lung. Yén iraga jani tusing nglawan, bisa-bisa Pan Cubling nganggoang kita. Makelo-kelo bangsan bojogé ngancan medikang tur ilang.” “Matiang dogén suba Pan Cubling.” Kéto pasaut bojogé lénan. “Matiang... matiang... matiang...!” Suryak siu para bojogé masaut. “Buin mani dina melah ngrejeg kubonné Pan Cubling!” raosné I Lutung. “Punduhang suba makejang bangsan bojogé, luh-muani, cerik-kelih. Punduhang makejang! Sabat kubonné Pan Cubling baan batu. Kubonné pasti bakal benyah, Pan Cubling pasti pesu uling kubonné, ditu iraga maan selah ngamatiang Pan Cubling.” “Pan Cubling pasti mati, mati..., mati...,” girang bojogé ané pérot nimpalin. “Mati... mati... mati...,” kéto buin suryakan para bojogé pada girang. Bun maniné, ngedaslemahang para bojogé tuun ka tongosné Pan Cubling. Makejang suba sayaga ngaba batu. Satondéné nimpung umahné Pan Cubling, para bojogé ngiterin umahné Pan Cubling sahasa ngintip Pan Cubling ané enu sirep leplep pesan. (Masambung)

Rédaksi nerima reriptan marupa artikel (paling akéh 3500 huruf), satua ringkes (paling akéh 6000 huruf), puisi, geguritan miwah sané siosan. Reriptan mangda kakirim ring alamat: Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email: bali_orti@balipost.co.id.


9

MINGGU KLIWON, 24 JULI 2016

Arsenal Ditahan Lens HAL 10

Hal yang Patut Diketahui dari Sam Allardyce London – Sam Allardyce telah resmi menukangi Timnas Inggris. Sebuah harian lokal, Metro, Sabtu (23/7) kemarin memberikan ulasannya tentang sang pelatih baru. Ada lima hal yang patut diketahui oleh pendukung The Three Lions mengenai Sam Allardyce yaitu: 1.Taktik Allardyce mungkin telah menghabiskan sebagian kariernya dalam perjuangan keluar dari degradasi. Namun klub yang dilatih olehnya selalu berakhir selamat, karena Allardyce merupakan pelatih yang terorganisir, disiplin, dan cerdas. Dalam penyerangan, Allardyce yang melatih Sunderland selamat dari degradasi musim lalu dengan berfokus pada pertahanan ketat. Hal tersebut ia lakukan sebelum meluncurkan serangan balik cepat pada lawan.

BPM/rtr

BIG SAM RESMI LATIH INGGRIS London –

Teka-teki siapa yang bakal mengisi kursi kepelatihan Timnas Inggris terjawab sudah. Pelatih Sunderland, Sam Allardyce akhirnya ditunjuk sebagai arsitek anyar The Three Lions. Allardyce akan diikat kontrak selama dua tahun. Sebelumnya beberapa nama masuk dalam bursa kepelatihan Inggris. Namanama seperti Arsene Wenger, Eddie Howe, hingga Steve Bruce disebut bakal menjadi pengisi kursi kepelatihan Inggris. Namun, Football Association (FA) menjatuhkan pilihannya pada Big Sam. Sang pelatih merasa terhormat bisa menjadi pelatih Wayne Rooney dan kawankawan. Kini tugas pertama yang diembannya adalah membawa Inggris sukses lolos ke babak utama Piala Dunia 2018 di Rusia. “Saya sangat merasa terhormat bisa ditunjuk sebagai pelatih Inggris, terutama karena bukan rahasia lagi jika jabatan tersebut merupakan yang saya inginkan,” ujarnya, Sabtu (23/7) kemarin. “Untuk saya, ini adalah pekerjaan terbaik di sepakbola Inggris. Saya akan melakukan hal apa pun untuk membantu Inggris tampil baik dan memberikan negara saya sukses. Saya ingin membuat seantero negeri bangga,” imbuhnya. Pertandingan pertama Allardyce sebagai manajer Inggris adalah dalam pertandingan persahabatan di Wembley pada tanggal 1 September mendatang. Big Sam, begitu ia akrab dipanggil jelas bukan sosok populer di kalangan penganut sepak bola menyerang. Namun reputasinya sebagai manajer tim papan tengah ke bawah tidak perlu diragukan lagi. Allardyce mampu menyingkirkan beberapa kandidat lain, seperti Steve Bruce (Hull City), Alan Pardew (Crystal Palace), Jurgen Klinsmann (Amerika Serikat), hingga Arsene Wenger (Arsenal). Seiring penunjukkan tersebut, Big Sam juga resmi melepas jabatannya sebagai manajer Sunderland, tim yang ia selamatkan dari zona degradasi di musim lalu. Sosok top seperti Sir Alex Ferguson, Antonio Conte, dan Mourinho sendiri bahkan sudah menyatakan dukungannya kepada Allardyce. “Ia punya banyak pengalaman di Liga Primer, tapi tak pernah punya kesempatan besar di level tertinggi. Dan sekarang ia punya satu. Saya pikir ia lebih dari siap. Saya berharap yang terbaik untuknya,” tutur Mou, yang kini bertugas di Manchester United. Tugas pertama Allardyce

adalah meloloskan Inggris ke Piala Dunia 2018. Laga perdana bakal terhampar pada 4 September mendatang, ketika Inggris menghadapi Slowakia di partai pembuka kualifikasi PD 2018 zona Eropa. Selain Slowakia, Inggris juga tergabung dengan Skotlandia, Slovenia, Lituania, dan Malta di Grup F. Meski demikian, sebelum Allardyce dan pasukannya memulai petualangannya ke Rusia, keraguan terhadap kapasitas manajer 61 tahun itu sudah merebak subur. Big Sam belum pernah melatih klub top. Ia memang sudah berpengalaman dengan melakoni 467 pertandingan Liga Primer Inggris, terbanyak kedua yang dicatat oleh manajer Inggris setelah Harry Redknapp, tetapi Allardyce sudah keburu dicap sebagai manajer spesialis tim medioker. Beberapa pihak, terutama fans menganggap Allardyce adalah Hodgson versi 2.0 atau mungkin adalah opsi yang lebih buruk ketimbang pendahulunya itu. Kita semua tahu seperti apa nasib Hodgson. Di tangannya, Inggris tetaplah timnas yang layak dipandang sebelah mata. Euro 2012,

Piala Dunia 2014, dan Euro 2016 berlalu begitu saja tanpa ada kesan. Terlepas dari beberapa hal positif, seperti catatan 100 persen kemenangan di kualifikasi Euro 2016, dan berani menyuntikkan darah muda ke dalam skuat, Hodgson kini hanya akan dikenang dalam dua hal: manajer yang membuat Inggris tersingkir secara memalukan dari Islandia di Euro 2016, dan manajer yang membuat seorang topskor Liga Primer Inggris bertugas sebagai pengambil tendangan penjuru. Di titik ini, Allardyce bisa menjamin satu hal yang lebih baik ketimbang Hodgson, yakni Inggris bakal lebih solid dalam bertahan. Sebagai mantan bek sentral, pengetahuan Allardyce soal seni bertahan bisa dipertanggungjawabkan. Dengan demikian, Allardyce bisa memastikan kekalahan 2-1, seperti saat melawan Islandia yang terjadi karena kecerobohan di lini belakang. Tidak akan terulang lagi di masa mendatang. Lolos ke Rusia bakal menjadi prestasi bagus bagi Allardyce. Jadi patut ditunggu sepak terjang The Big Sam. (kmb33/ap/rtr)

BIODATA

2.Pemilihan Staf Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) saat ini memiliki tiga posisi kosong untuk mengisi Timnas Inggris, yaitu pelatih, asisten pelatih, dan pelatih tim pertama. Allardyce harus membuat keputusan yang tepat memilih orang lain untuk peran dua posisi tersebut. Staf Sunderland diperkirakan tidak mungkin bergabung dengannya. Sebab asisten The Black Cats Paul Bracewell telah menerima promosi. Kemungkinan Allardyce bisa saja memilih Sammy Lee yang baru-baru ini meninggalkan kepelatihannya di Southampton dan menjadi agen bebas. Lee memiliki pengalaman dengan pelatih Inggris U-21 sebelum bergabung dengan Southampton . 3.Kemungkinan Line-Up Timnas Inggris Kedatangan Allardyce di The Three Lions diprediksi memberikan kesempatan pada pemain-pemain senior berlaga kembali di lapangan. Pemain seperti Mark Noble dan Aaron Cresswell kemungkinan bisa merumput. Allardyce berharap dapat membuat Jermain Defoe kembali ke kancah internasional. Selain itu, sudah menjadi rahasia umum jika Allardyce menyukai winger dan pemain yang dapat merebut bola dengan baik. Melihat hal tersebut, Allardyce dapat memberi kesempatan bagi James Milner, Wilfried Zaha, Alex Oxlade-Chamberlain, Andros Townsend, bahkan Michail Antonio. 4.Hubungannya dengan Media Allardyce akan membawa beberapa hiburan ketika konferensi pers pasca-pertandingan. Pelatih ini tidak akan menyerah pada kehebohan media yang terus menyoroti pekerjaannya.

Nama lengkap : Samuel Allardyce Tanggal lahir : 19 Oktober 1954 (umur 61) Tempat lahir : Dudley, Inggris Tinggi : 1.91 m Posisi bermain : Bek Informasi klub : Klub saat ini Sunderland (manajer) Karier : Senior

5.Peluang Kemenangan Di pertandingan besar, Allardyce akan memenangkan pertandingan meskipun permainan timnya buruk. Menurutnya, orang hanya akan mengingat titel juara, bukan bagaimana bentuk permainannya sebelum mencapai kemenangan. (kmb33/rtr)

Tahun

Tim

Tampil (Gol)

1973–1980 1980–1981 1981–1983 1983 1983–1984 1984–1985 1985–1986 1986–1989 1989–1991 1991–1992 1992 Total

Bolton Wanderers Sunderland Millwall Tampa Bay Rowdies[2] Coventry City Huddersfield Town Bolton Wanderers Preston North End West Bromwich Albion Limerick Preston North End

184 25 63 11 28 37 14 90 1 23 3 442

(21) (2) (2) (1) (1) (0) (0) (2) (0) (3) (0) (32) BPM/rtr

Sir Alex Ferguson adalah salah satu sosok yang mendukung Sam Allardyce.

Kepelatihan 1991–1992 1992 1994–1996 1997–1999 1999–2007 2007–2008 2008–2010 2011–

Limerick Preston North End (pelaksana) Blackpool Notts County Bolton Wanderers Newcastle United Blackburn Rovers West Ham United


BOLA MANIA

10

Minggu Kliwon, 24 Juli 2016

Arsenal Ditahan Lens

Lens –

BPM/rtr

BERLATIH - Luke Shaw tengah berlatih jelang laga persahabatan antara Manchester United kontra Borussia Dortmund.

Shaw Dukung Kesembuhan Ba Shanghai – Demba Ba kini sedang mengalami cedera patah kaki. Luke Shaw yang baru pulih dari cedera serupa pun mengirimkan pesan khusus. Ba mengalami cedera tersebut ketika tengah bermain untuk klubnya, Shanghai Shenhua, di Liga Super Tiongkok. Pemain Senegal yang pernah merumput di Premier League bersama West Ham, Newcastle dan Chelsea itu sudah menegaskan tekadnya untuk pulih dan main lagi. Shaw sendiri mengalami cedera patah kaki di dua titik, ketika membela Manchester United pada bulan September lalu. Pemain internasional Inggris itu baru kembali beraksi di pramusim kali ini. Dengan MU kini sedang menjalani pramusim di Tiongkok, Shaw pun menyempatkan diri untuk merekam sebuah pesan video khusus untuk Ba. Selain menyemangati Ba, ia juga mendoakan yang terbaik buat rekan seprofesinya itu. “Saya ikut sedih dengan kabar cederamu,” ucap Shaw kepada Ba, Sabtu (23/7) kemarin. “Tentu saja saya sudah pernah melewati hal serupa, jadi saya tahu persis apa yang kamu rasakan saat ini. Tapi saya pikir yang utama buatmu, saat ini adalah tetap tegar dan dekatkan keluarga dan teman-teman,” imbuhnya. “Untuk saya, pada saat mengalami hal serupa, penting untuk dekat dengan orangorang yang saya sayangi. Jadi saya berharap yang terbaik buatmu, saya harap operasinya sukses, pemulihanmu bagus, dan Anda bisa lekas kembali ke lapangan. Saya yakin pada saat itu kamu akan lebih tangguh daripada sebelumnya,” kata Shaw lagi. Pemain muda itu mengungkapkan kekhawatirannya harus gantung sepatu karena cedera tersebut. Shaw mengalami patah kaki saat turun dalam laga melawan PSV Eindhoven di Liga Champions pada 15 September 2015. Tekel Hector Moreno membuat tulang kakinya patah di dua titik. Mantan pemain Southampton tersebut kembali bermain pada pertandingan uji coba melawan Wigan di Athletic DW Stadium, Sabtu (16/7) pekan lalu. Shaw mengaku sempat gugup jelang kembali bermain. “Saya tidak takut, tetapi saya sempat bertanya-tanya, apa mungkin saya bisa kembali bermain? Berapa lama saya harus menepi?” kata Shaw. “Namun saat ini saya merasakan perasaan terbaik,” kata mantan pemain Southampton itu pada jumpa pers jelang laga melawan Borussia Dortmund. Shaw merupakan salah satu pemain yang dibawa manajer Jose Mourinho dalam tur pramusim. (kmb33/rtr/ap)

Arsenal mengawali laga pramusim dengan hasil imbang kontra klub Prancis Lens. Sempat tertinggal lebih dulu, gol Alex-Oxlade Chamberlain 10 menit jelang laga berakhir membuat laga tuntas 1-1. Pada laga yang dihelat di Stade Bollaert-Delelis, Sabtu (23/7) kemarin Arsene Wenger menurunkan kombinasi pemain senior dan mudanya. Para pemain seperti Per Mertesacker, Nacho Monreal, Francis Coquelin, dan Theo Walcott diturunkan. Tidak ada Petr Cech dalam susunan tim. Sementara para pemain muda yang jadi starter adalah Alex Iwobi, Chuba Akpom, dan Jeff Reine-Adelaide. Menghadapi klub Ligue 2 atau setara divisi dua Liga Prancis, Arsenal tampil menyerang sejak menit awal. Peluang pertama didapat oleh Akpom, tapi tembakannya bisa diamankan kiper Lens Nicolas Douchez. Lens sempat mengancam lewat Abdellah Zoubir tapi sepakannya masih

melenceng dari sasaran. Di menit ke-38 kebuntuan akhirnya terpecahkan ketika Lens memimpin lebih dulu 1-0 lewat gol Mattias Autret. Memanfaatkan keragu-raguan Calum Chambers di lini belakang, Autret dengan mudah menyepak bola ke gawang D a mian

Aubameyang Puji Rekan-rekannya Usai Bantai MU

Shanghai – Borussia Dortmund diluar dugaan mampu mempermalukan Manchester United 4-1, dalam laga pra-musim International Champions Cup (ICC) 2016 di Shanghai, Tiongkok. Hasil impresif ini disambut dengan sangat positif oleh ujung tombak andalan Die Borussen, Pierre-Emerick Aubameyang. Aubameyang juga memuji para pemain baru Dortmund yang tampil di laga kontra Man United. “Kami merasa dalam kondisi yang baik. Kami sudah memulai latihan sejak tiga minggu yang

lalu, dan kami dalam kondisi yang luar biasa. Melawan Manchester United, tim yang hebat adalah pertandingan yang bagus dan perasaan kami sungguh senang!” ujat Aubameyang, Sabtu (23/7) kemarin. “Para pemain baru juga sudah berada dalam performa terbaik mereka. Ini hebat dan tentunya ii akan sangat bagus buat Dortmund,” jelas penyerang Timnas Gabon berusia 27 tahun tersebut. Aubameyang mencetak satu gol pada laga ini lewat titik putih. Sementara tiga gol lain dicetak oleh Gonzalo Castro (dua gol) dan Ousmane Dembele. (kmb33/ap)

Martinez. Skor 1-0 untuk keunggulan Lens, bertahan hingga turun minum. Masuk di babak kedua Wenger melakukan cukup banyak perubahan, diantaranya dengan p , memasukkan Joel Campbell, Kieran Gibbs, dan Oxlade Chamberlain. Arsenal nyaris kebobolan lagi di menit ke-64, andaikan kiper pengganti Matt Macey tak menepis sepakan Benjamin Bourigeaud dari jarak dekat. Pada menit ke-75 Walcott punya peluang emas menyamakan skor, andaikan sepakannya tak ditepis kiper Lens. Arsenal akhirnya mampu menyamakan skor pada menit ke82. Mendapat umpan terobosan Gnabry, Chamberlain dengan dingin menyungkil bola ke pojok atas gawang Lens. Skor 1-1 itu jadi penutup laga antara Lens dan Arsenal. Setelah ini Arsenal akan terbang ke California, Amerika Serikat, untuk melakoni dua laga ujicoba kontra MLS All-Stars (28 Juli) dan Chivas Guadalajara (31 Agustus). (kmb33/ap)

James Rodriguez

BPM/rtr

James Ingin Bertahan Madrid – Gelandang serang Real Madrid James Rodriguez, mengatakan dirinya ingin bertahan di Santiago Bernabeu. Padahal James tahu pihak klub sempat mendapat tawaran menggiurkan senilai 85 juta euro atau sekira Rp 1,2 triliun untuk dirinya. Namun James mengaku ingin bertahan di Madrid dan meraih kesuksesan bersama Los Blancos (julukan Madrid). Bahkan pemain internasional Kolombia itu mengaku siap bersaing dengan pemain lain, untuk memperebutkan satu tempat di skuad asuhan Zinedine Zidane. “Saya akan bertarung untuk mendapatkan tempat saya. Itu adalah mimpi saya. Saya akan bertahan di Real Madrid, saya akan sukses di sini,” kata James, Sabtu (23/7) kemarin. “Saya tahu bahwa klub menerima tawaran senilai 85 juta euro untuk saya, tapi saya tidak akan pergi,” lanjut pemain 25 tahun tersebut. Sejak didatangkan dari AS Monaco pada musim panas 2013-2014, James memang sulit mendapat tempat di tim utama. Musim lalu James tersingkir dari skuat utama.

Pelatih Madrid, Zinedine Zidane lebih senang memainkan trio Casemiro, Luka Modric dan Toni Kroos. Namun James tidak gelisah dengan masa depannya. Ia tetap tenang apalagi Zidane sudah mengakui kemampuannya di atas lapangan. “James tetap pemain Real Madrid. Dia akan kembali ke dalam skuat musim depan. Saya tidak mengatakan dia bakal menjadi starter, tapi dia tetap memiliki peran penting dalam tim ini,” ucap Zidane. “Penampilan dia pada musim lalu memang kurang. Saat itu saya sering menempatkan dia di bangku cadangan dan bisa saja hal tersebut terulang lagi di musim ini. Sulit untuk memilih pemain dalam skuat besar. Tapi saya menginginkan tim yang memiliki persaingan kompetitif,” tambahnya. Keputusan ini tentu membuat MU kecewa. Tadinya mereka ingin menjadikan James sebagai pengganti Paul Pogba yang sulit direkrut dari Juventus. Dengan kegagalannya ini, MU mau tak mau harus mencari satu pemain lagi untuk memenuhi keinginan The Special One, Jose Mourinho. (kmb33/ap)


Minggu Kliwon, 24 Juli 2016

GELANGGANG

11

MU, Putra Tresna, dan Porba Melaju Denpasar (Bali Post)Kesebelasan Mandala United (MU), Putra Tresna, dan Porba Batubulan, memastikan tiket ke babak delapan besar dalam Liga Pelajar U-16 Piala Menpora 2016, Provinsi Bali di Stadion Ngurah Rai dan Lapangan Kompyang Sujana, Sabtu (23/7) kemarin. Dalam pertandingan berdurasi 2X35 menit, Guntur bermain imbang melawan Porba 0-0, kemudian MU unggul atas Badak Putra 1-0, Putra Tresna mengalahkan Tabanan Generation 3-1, Porba jumpa Damar Cakti 0-0, Putra Perkanthi juga imbang 0-0 melawan Putra Tresna. Tercatat tim-tim kontestan yang meramaikan Piala Menpora U-16 ini, yang dibagi dalam tiga grup, yakni Grup A (Porba, Guntur, Damar Cakti), B (MU, Kundalini, Badak Putra), serta Grup C (Putra Tresna, Putra Perkanthi, Tabanan Generation). Hanya untuk mencari lima tim lagi yang melenggang ke babak delapan besar harus dilanjutkan di Lapangan Kompyang Sujana, Minggu (24/7) ini, pukul 14.30 Wita. Sebelumnya akan digelar pertemuan teknik (technical meeting) ulang pada Minggu ini, guna membahas babak delapan besar. Bagi tim juara berhak mewakili Bali ke pentas nasional Liga Pelajar U-16 Piala Menpora yang dihelat di Jakarta, melibatkan 34 tim se-Indonesia September nanti. Sedangkan babak delapan besar digelar di Stadion Delta, Sidoarjo, Jatim. (022)

Kejurnas KKI

Biaya Ditanggung Secara Gotong Royong PENGPROV Kushin Ryu M Karate-do Indonesia (KKI) Bali, sedang menerjunkan karatekanya pada Kejurnas KKI di Dojo OSO Sport Centre, Bekasi, Jabar, sejak Sabtu (23/7) kemarin sampai dengan Minggu (24/7) ini. Sekum KKI Bali Wayan Arya seizin Ketua Umum KKI Bali AAN Mahendra, menuturkan pihaknya bersyukur bisa memberangkatkan rombongan atlet, pelatih, ofisial, berikut manajer. Meskipun biayanya cukup besar, namun pihaknya urunan melibatkan para orangtua atlet, ditambah partisipasi KONI Bali, KONI Denpasar, KONI Tabanan, FORKI Bali, anggota Majelis Sabuk Hitam (MSH), atlet, pelatih, termasuk Ketua Umum KKI Bali. ‘’Kami bertekad menanamkan solidaritas yang tinggi. Kami bersyukur dengan konsep kebersamaan dan gotong royong, mereka bahu-membahu menghimpun uang. Akhirnya terkumpul dana dan cukup untuk biaya Kejurnas KKI,’’ papar Arya. Dia menegaskan, target sejak awal tim KKI Bali mempertahankan gelar juara umum, sebab pada event serupa terakhir 2010 silam, tim KKI Bali juara umum. ‘’Kami optimis mampu mempertahankan kembali gelar juara umum pada Kejurnas KKI 2016 ini,’’ ucapnya. Apalagi dalam event bergengsi karateka Bali tampil makin semangat, sebab berlaga pada Dojo OSO yang terbesar dan termegah di dunia. Menurutnya pada hari pertama kemarin, para karateka Bali yang turun di kategori kadet dan junior, baik kumite maupun kata. Karateka KKI Bali sudah ditempa baik fisik, teknik, maupun strategi, sehingga persiapannya cukup matang. Pada hari pertama, Sabtu (23/7) kemarin tim karate KKI Bali menyabet enam emas, empat perak dan enam perunggu. (022/k 100)

BPM/ant

TERSEOK - Pesepak bola Bali United Ricky Fajrin Saputra (tengah) harus terseok dalam menguasai bola, hingga lawannya Asri Akbar dari Mitra Kukar berupaya merebut bola.

Gol Binter Selamatkan BU Gianyar (Bali Post)-

Gol Made Binter Adi Wirahadi menit ke-71, akhirnya mampu menghindarkan tuan rumah Bali United (BU) atas tamunya Mitra Kukar Kutai Kertanegara, setelah bermain imbang 1-1 dalam laga lanjutan Kompetisi Torabika Soccer Championship 2016, di Stadion Kapten Wayan Dipta, Gianyar, Sabtu (23/7) kemarin. Tuan rumah Bali United sempat dikejutkan dengan gol cepat pada menit ke-4. Tanpa diduga tim tamu Mitra Kukar, gocekan sang kapten Bayu Perdana Andriatmoko menjebol gawang Rully Desrian. Tendangan spekulasi dari luar kotak 16 besar yang meluncur deras yang gagal ditepis Rully.

Kecolongan di menit-menit awal membuat tim yang berjuluk Serdadu Tridatu itu mencoba meningkatkan intensitas serangan. Akan tetapi, kokohnya lini belakang tim yang berjuluk Naga Mekes itu serangan BU belum membuahkan hasil. Apalagi setelah dua pemain mereka, Martinus Novianto dan Loun-

dry Meilana Setiawan harus ditandu ke luar lapangan karena cedera. Dengan kondisi itu, membuat mantan pelatih Timnas Indra Sjafri memasukkan Made Binter Wirahadi dan Kiko Insa untuk menambah daya gedor. Hingga turun minum skor 0-1 untuk Mitra Kukar.

Putra Dwipa Lawan GPC Tanpa Gol

FOTO BERSAMA - Sekum Pengprov KKI Bali Wayan Arya (kiri) bersama Ketua Umum KKI Bali AAN Mahendra.

Mitra Devata Tundukkan Undiksha Singaraja (Bal Post)Kesebelasan Legend Mitra Devata yang diperkuat mantan pesepak bola profesional sukses mempermalukan tuan rumah Universitas Pendidina Ganesha (Undiksha), dengan skor 2-0 (1-0) dalam latih-tanding di Lapangan Mayor Metra, Singaraja, Sabtu (23/7) kemarin. Dua gol kemenangan Mitra Devata hasil bidikan bomber angkung Komang Mariawan di menit ke-34. Selanjutnya IGN Bayu Sutha menggandakan kemenangan timnya di menit ke-79, pasca gocekannya yang mengarah ke gawang gagal diantisipasi kiper Undiksha Dani. Sampai wasit Komang Reditha meniup peluit panjang, skor akhir Legend Mitra Devata tetap unggul 2-0. Usai pertandingan, Koordinator Purwanto Iman Santoso menyatakan timnya kerepotan meladeni tuan rumah Undiksha. Apalagi mereka diperkuat mahasiswa yang rata-rata usianya 20 tahun. ‘’Kami akui sampai dengan menit ke-30 tuan rumah Undiksha mendominasi permainan,’’ ucap Purwanto. Hanya pengalaman dan jam terbang skuad Mitra Devata, akhirnya berbalik menguasai permainan. Bahkan sepakan Komang Mariawan menunjukkan kelasnya hingga memperdaya kiper Undiksha Dani. ‘’Di babak kedua, sepenuhnya kami yang mengendalikan permainan hingga mampu menambah sebiji gol lagi, yang dicetak Bayu Sutha,’’ jelas Purwanto. Tim Legend Mitra Devata kembali beruji coba melawan Persibu Buleleng All Star, Minggu (24/7) ini. (022)

Denpasar (Bali Post)Kesebelasan Putra Dwipa Banjar Batujimbar bermain imbang tanpa gol, melawan Gajah Putih Club (GPC) Banjar Belong dalam lanjutan turnamen Yayasan Pembangunan Sanur (YPS) IX/2016, di Lapangan Letda Made Pica, Sabtu (23/7) kemarin. Sejak kick-off kedua tim saling melancarkan serangan. Putra Dwipa melalui penyerangnya Santoso dan Oka, berkali-kali mengancam gawang GPC, namun mampu

dihalau lini belakang GPC yang diperkuat Gede Agus dan Adi Krisnata. Selain itu, penampilan kiper GPC Supriyanto yang jatuh bangun menyelamatkan gawangnya tercatat berkalikali mampu menyelamatkan bola sulit. Sebaliknya, lini depan GPC bermaterikan Dicky Wiradnyana dan Candra Warasta juga gencar melancarkan serangan balik, tetapi serangannya dimentahkan lini pertahanan Putra Dwipa yang menurunkan Made Astawa,

Pranayoga dan Jana. Hingga wasit Vincent meniup peluit panjang, skor akhir tetap 0-0. Hasil sebelumnya Gosila Singgi Langon juga bermain 0-0 lawan Anggar Kasih, kemudian Udiyana Banjar Tamansari juga imbang 1-1 melawan Cemara Beneh Sindu. Real Medura Banjar Medura unggul atas GPC 3-1, Gosila juga menang atas Putra Dwipa 2-1, Anggar Kasih kalah 0-8 atas Cemara Beneh, serta Udiyana ditahan Real Medura 1-1. (022)

Afem Targetkan 10 Besar di Purwokerto Denpasar (Bali Post)Pembalap PON Bali I Ketut Afem Madiasta menargetkan tembus 10 besar, saat melakoni Kejurnas balap motor bertajuk “Yamaha Cup Race Seri I”, di Purwokerto, Jawa Tengah, Minggu 24 Juli mendatang. Hal itu diungkapkan Afem saat dikonfirmasi,

Sabtu (23/7) kemarin. “Ini baru seri pertama. Di seri awal ini saya hanya menargetkan supaya bisa ma s u k p e r i ng k a t 1 0 b e sar,” ungkap Afem.Dia mengatakan, di ajang ini dirinya turun pada dua kelas, yakni kelas bergensi MP I (seeded 125 cc) dan MP II (seeded

110 cc). Menurutnya, di seri perdana ini persaingan pasti sengit. Pasalnya, semua pembalap diyakini ngotot di lintasan demi raihan podium, supaya di seri awal mereka meraih poin sebagai modal untuk melakoni seri berikutnya. (kmb41)

Babak kedua baru berjalan tiga menit, lagi-lagi tuan rumah kembali harus kehilangan Kiko Insa karena cederanya kambuh. Setelah berjuang keras, menit 71 Bali United akhirnya mampu menyamakan skor menjadi 1-1. Binter Wirahadi setelah menerima umpan silang dari Fadil Sausu, melanjutkan dengan tembakan keras dan tak bisa diselamatkan Gerri Mandagi. Bahkan BU nyaris saja membuat gol keduanya lewat Hamdi, namun sayang tandukan Hamdi masih sedikit menyamping di sebelah

kiri gawang Gerri Mandagi. Hingga peluit panjang dibunyikan, wasit Djumadi Effendi skor akhir tetap 1-1. Pelatih Bali United Indra Sjafri mengakui, setelah beberapa pemainnya cedera dirinya mulai pusing. “Ini namanya petaka membawa hikmah. Kami harus memikirkan laga berikutnya,” jelas Indra Sjafri. Sementara pelatih Mitra Kukar Subangkit menjelaskan, pihaknya bersyukur timnya bisa mencuri satu poin pada laga tandang. “Ini hasil cukup positif,” jelas Subangkit. (kmb41)


12

Minggu Kliwon, 24 Juli 2016


Sastra

Redité Kliwon, 24 Juli 2016

I Kaki Dengkil

Atma Préman MASEKA-sekaan, mapaiket-paiketan, maparum-paruman, mapasametonan, mapasidikaraan, saking rihiné katah sampun wénten. Manut pakaryan, geginan, babad, bancangah, tur lelintihan. Wénten sekaa semal, sekaa ngalap nyuh, sekaa manyi, sekaa morosin bikul, sakaa majukut, sekaa gong, sekaa santhi, sekaa jogéd, sekaa baris, tur sané siosan. Asapunika naler wénten paiketan asapuniki, paruman asapunika, pasametonan soroh-sorohan, tur sidikara wargi-wargi. Ngudiang I Kaki Dengkil ngibukang indiké punika wenginé puniki? Napi pabuatné ngibukang soroh punikané? Nénten ké sampun gamané jatmané urip ngiketang raga. Nénten purun urip néwék? “Kema ka alasé ngawanaprasta lamun makeneh urip padidian! Lamun tusing bani, kanggoang cara I Kaki Dengkil, mapi-mapi bani urip padidi, sada ngaku ngemitin Kamalasana! Lamun makita padidi, dini di kuboné ngrawat-rawat suung! Lamun makeneh maramén-ramén kema ka Banjar laku, apang lasya nepukin reramén kema ka peken utawi ka tajén laku. Lamun di banjaré, ané tepukin tuah ento-ento dogénan, isin basangné suba tawang makejang. Lamun ka peken utawi ka tajén, magenep sarwa carcan jatmané tepukin. I Pérot, I Pécéng, I Bengkuk, I Sregep, I Mokoh, I Berag, I Bongkok, I Landung, I Berit, I Sosoh, makejang lakar tepukin ditu. Apa buin ka mall, sinah liunan buin tepukin ditu!” I Kaki Dengkil ngrémon padéwékan sambilanga ngékék kedék. Ngedékin awak padéwékan. “Lamun demen di jumah padidian, kuala demen magonjakan tur papak-papak satuaang, to géjeté ané belianga tekén I Doglagan cucunné colék-colék. Ditu ada masé liu lakar ajak marerasan, saling simbingin, saling ojah, sarwa pakibeh jagaté pesuang rakrik ditu! Apa duénan dadi ortaang ditu, lamun sedekan kasemaran, pesuang semarané, méh-méh bisa maan pamitraan! Tusing perlu malajah ngiwa malu apang nyidaang mamitra cara iluné, lamun kedeh kenehé mamitra. Kuala melahang nyen, yén papak rakrik ditu, bisa repotanga ka pulisi. Bisa maukum ento!” Sira minab ajaka mabaos antuk I Kaki Dengkil, jeg ngamigmig padéwékan, sakadi sampun ngaséng kauh. Magenepan uningina antuk I Kaki Dengkil, Mapisbuk, Instagram, WA, Wechat, Path, Twitter, Line, BBM, wénten malih? Wénten, ipun sering pisan kapangguhin nonton pélem nganggé youtube, ngrereh lagu-lagu nganggé 4shared. Makesami cobaka. Kéwanten marerasan sareng Bagus Gedé sané sampun lina, ipun nénten merluang géjet. Asapunika naler wantah matemu sareng Jero Goblég, Kaki Gedé, watek unén-unéné tur para wong samaré. Aéngan ring balian ngéngéngé, I Kaki Dengkil marasa midep mabaosan sareng anak sampun lina, pelancah, tur wong samaré. Sira ngega? Mantesé ngwilangin pakibeh jagaté mangkin sané piragina indik gerup-gerup prémané sané ngarya byuta saling tebek, saling pademang, mailehan satuan I Kaki Dengkilé. Wantah sampun kantos mamadem-madem, sinah punika sampun kabaos bromocorah sakadi rihiné. Sawiréh sampun ngarya byuta jagat. Napi malih sampun dados bogolan, ring bui naler ngarya byuta. Wenang sampun danéswarané ngukum sabaat-baatné. Wénten ja piragi, kocap ngranjing mapenjara punika nyadia santukan mangda polih madolan candu tur sané boya-boya. Sampun kantos asapunika? Sampun katah kauningaang asapunika, dasos kantos mangkin durung wénten sané maukum? I Kaki Dengkil lempuyengan ngamanahang. “Koné madan pasametonan, koné madan mahawirya jagat Bali, ngudiang kakéto solahné?” I Kaki Dengkil matakén ring manah. “Miribné, danéswarané merluang prémané? Anggona gena? Ngenyeh-enyehin warginé? Ada masé Angawarat ngenyehin warginé? Apang kénkén? Apang aluh madaya corah? Apang aluh mesuang uger-uger ané tawah tan manut indik? Anggona meres timpal? Miribné sajan kakéto, dingeh-dingeh kéto ja, ada danéswarané milu dadi préman, dadi inan préman? Suba danéswara, préman masé? Sajan Gumi Kalisanghara jani? Tusing ada manut kaketékan sekaa, paiketan, paruman, pasametonan, apa buin pasidikaraan grup prémané ento!” I Kaki Dengkil ngrimik ngupet masuang isin basang. Kenjekan ijek ngalaca-laca asapunika, kepirkepir piragina baos Bagus Gedéné sada masuara ngangseh. “Sajan to Kaki, to liu pangawak sekaa génjéké dadi atma kereng mamunyah. Jani suba maweweh buin sayan ngliunang atma prémané gadana tekén Sang Jogor Manik. Miribné kondén ada pawilangané apa ukuman atma prémané. Jani mara tuah gepluka baan gada, cara ngepluk bola kasti. Gepluka kema-mai tusing baanga ngenteg tanah! Ida Bhatara Yamadipati dogén kondén nawang apa ukuman prémané, apa buin pulisiné!” Bagus Gedé midartayang asapunika sakadi nyawis sané manahanga antuk I Kaki Dengkil indik kawéntenan prémané ring jagatpatiné puniki. Bagus Gedé piragina nganika sapunika sambilanga ngangseh ngusap-usap tangkah, wawu usan makelid saking uberan I Bhuta Tog-tog Sil santukan pitananga Atma Kereng Mamirat Nyelang Jinah. “Tiang kamula sai-sai nyilih pipis, kuala tiang tusing taén mamirat!” Asapunika Bagus Gedé midartaang. “Mimih kayang Ida Bhatara Yama mingmang nibakang ukuman tekén atma prémané? Apa buin pulisiné di sakalané, sawiréh liu pesan tetimbangané kanti jerih ngukum préman. Pantes kayang jani prémané kondén maukum, waluya suba seken ngaku ngamatiang jelema!” Asapunika I Kaki Dengkil malih ngamigmig sambilanga ngebahang déwék nyeriep masaré tengah wenginé puniki. (Jelantik)

Pokémon I Gede Putra Ariawan SESUKAT game anyar munggah di internet, cerik-ceriké tusing sinah muncuk cunguhné. Dija-dija ngindeng ngaba HP. Makejang ngaku-ngaku sibuk, jelékan tekén mandor proyék bangunan ané menang ténder miliaran rupiah. Sambilanga majalan ngecek HP, malaib mesuang HP, madaar namping HP, mablanja, masepeda, manjus, mabakti, kanti makoratan sing buunganga ngecek HP. Dija ja nengil pastika ngecek HP. Di jumah, di warung, di paon, di balé banjar, di pos kamling, di jalan-jalan, di teba, di tukadé setata ngecek HP. Tusing wadihwadih nepukin HP. “Ngudiang ditu?” “Ngejuk Pokémon!” *** Nuju liburan, cerik-ceriké dini mapunduh dadi besik. Di tongosé jani, ramé pesan pidan cerik-ceriké malayangan. Uli ba dangin neked ba dauh, cerik, kelih, tua, bajang makejang teka mai. Mapupul, mabaris di pundukané saling pagedénin bayu lakar menékang layangan.

“Tarik!” Bendera putihé ba dauh suba menék. Ento panginget, ada angin baret lakar menékang layangan. Sekaa raré angoné suba sayaga, limané jani tekek ngisi taliné apang tusing paida. Makejang masuryak lantas malaib pagedénin bayu menékang layangan. Ada ané slimputan batisné ngelidin tain sampi di pundukané. Ada masi pegat sandalné ulian bakat jekjeka ngajak timpalné. Sekaa layanganné girang pakedek pakenyung. Sang Hyang Bayu ngeberang layangané. Tegeh ngambun kanti marasa milu awaké makeber nylusup ka tengah ambuné. Né madan Janggan, layangan tradisional Bali ané ikuhné lantang cara Naga Basuki. Mawarna Tri Datu: putih, barak, lan selem. Layanganné jani ngias langit, mawarna-warni. Carita layangan Janggan ané ikuhné dawa ento tuah cerita pidan-pidan. Kéweh pesan jani nepukin cerik-ceriké malayangan. Dini, sig tongos Dadong Blenjuh

13

negak, sekaa layangané pidan sesai mapunduh. Di rompyok maukuran 3x3 meter ada warung bedeg di sisin cariké marab terpal, tongos Dadong Blenjuh madagang. Punyan kacangé mentik, sinah melejit uli selagan padangé. Donné lumlum ngaé bungah keneh anaké nepukin. Sakadi lapangan bola di Senayan Jakata, tongosé dini linggah. Uli joh, masliaban gadang paningalané cara ada anaké ngebatin karpét. Uli ba dangin neked ba dauh, punyan kacangé ngebekin abian. Ambengané mentik di selagan abiané. Tumben jani nepukin cariké makenyem. Ada balang kecas-kecos di pundukané. Pidan nuju masan layangan, cariké dini benyah latig. Tusing taén nepukin padangé embeg cara kéné. Punyan kacangé sing taén mabuah. Cariké pidan ngeling, sawai-wai kajekjek batis sekaa layangané. Diastun cariké linggah tusing ngasilang apa, ané ngelahang tusing ja pedih. Ulian benyah latig suba ngidang nekaang asil. “Kopi, kopi, kopi!” Kéto pidan Dadong Blenjuh ngaukin sekaa layangané apanga teka mablanja. Uli ba dauh tanglus pesan madingehan di kupingé. Anak lingsir mawak gilik suba sayaga di warung rompyok ngadep daganganné. Dadong Blenjuh tusing ja gedeg nepukin carikné anggona tongos malayangan. Ia tusing pedih nepukin abian ané mara pulana ibi kajekjek, kaingsek kanti layu. Gedeg basangné suba ilang ulian nepukin bati. Cerik, kelih, tua, bajang dadi besik teka mablanja. Dadong Blenjuh girang. Paningalanné gadang nepukin pipis. Daganganné lais maseluk. “Kopi besik Dong!” “És besik Dong!” “Tipat cantok besik, énggalin Dong!” “Rujak sik Dong!” Dadong Blenjuh paling ngayahin anaké mablanja. Warung rompyok di sisin cariké ramé nekaang asil. Batin daganganné mapupul sakabedik kanti I Dadong ngelah déposito. Ada limang tiban, sesukat Dadong Blenjuh kalahin kurenan, ia ngidupin awakné padidi. Pianak lan cucunné merantau ka luar Bali. Makejang suba suksés. Diastun sabilang bulan kirimina pipis, ento boya alasan Dadong Blenjuh santé sing nyemak gegaén apa. Uli cerik ia demen madagang, kanti tua mabo tanah awakné enu masi demen madagang. Lamun pidan matanja di peken, kanggoanga jani mukak rompyok di sisin cariké. Tis anginé ngasirsir uli semengan neked sanja. Dadong Blenjuh seleg ngayahin cerikceriké mablanja. Né carik paling linggah di désa, Dadong Blenjuh ngelahang. Ada tengah héktar linggahné. Tusing pulanina apa. Nuju seger bayuné,

dong Blenjuh sesed matakon. Tusing tawanga perkembangan jamané jani. “Icang suud malayangan!” saut cerik-ceriké tuni di jalan. Dadong Blenjuh sakit ati ningeh cerik-ceriké ngomong kéto. Kupingné panes, marasa campahina. Kaliwat belog miribang Dadong Blenjuh kanti tusing nawang perkembangan jaman. Kenehné macampur maadukan. Kaliwat gedeg basangné nepukin tingkah cerik-ceriké jani marasa paling duega, paling sakti, paling tegeha. Mara lekad ibi suba wanén tekén Dadong Blenjuh. Nyén kedéna ajaka ngomong? Dadong Blenjuh, inan léaké dini. Sesukat Dadong Blenjuh pedih, désané serbi. Tusing bani anaké pesu ngawag-ngawag. Apa buin nuju peteng Kajeng Kliwon, jejeh mentas di rurungé. Léaké makacakan. Cerik-ceriké kapok nepukin Pokémon bisa makecos duur pos kamlingé bin sada sirahné lengar marupa celuluk. Delod désané sesai ada Pokémon bisa kedék ngrikik padidina, maglayutan di punyan tiingé kanti liu anaké labuh. Ulian ento anaké jejeh ngejuk Pokémon. “Suud ngejuk kéto!” Dadong Blenjuh nuturin cerik-ceriké apanga suud nglindeng di jalanné. Apanga tusing nepukin ané tawah-tawah. Sabilang peteng Dadong Blenjuh jani demen majaga di rurungé. Lakar ngencanin cerik-ceriké ané pasliweran di jalanné. Tepukina jani pos kamlingé ramé. Miribang saja cerik-ceriké dini kalu, tusing kapok-kapok ngejuk Pokémon. Dadong Blenjuh suba sayaga lakar nglekas dadi bojog. Ia lakar kecas-kecos duur pos kamlingé apanga cerik-ceriké jerih kanti telah pesu enceh. Mara nagih makecos, sagétan Dadong Blenjuh nepukin cerikceriké magadang ngaé layangan. Ada janggan, pecukan lan bé-béan. Buung kenehné ngencanin. “Dija mani penékang layangané?” “Di carik Dadong Blenjuh!” kéto pasaut sekaa layangané. Dadong Blenjuh ané suba nglekas dadi bojog lantas kecas-kecos duur punyan-punyanané. Kaliwat girang atinné ningehang cerikceriké lakar malayangan. Prajani ia makecos mulih lakar ngaé dagangan. Anggona buin mani. *** “Kopi, kopi, kopi!” Dadong Blenjuh ngaukin sekaa layangané. Girang atinné jani nepukin cerik-ceriké teka. Cerik, kelih, tua, bajang malali ka carik lakar menékang layangan. Uli semengan Dadong Blenjuh suba sayaga ngantosang anaké teka mablanja di warung rompyokné. Uli ba dangin sekaa layangané masuryak. Girang kenehné nepukin anginé baret. Janggan, pecukan, bé-béané suba menek. Ngias langité, mawarna-warni.

Saking Langit Bali

Aswamédha Parwa

Katattwaning Mayoga Pinaka Kasujatian Karma Olih : I K. Satria, S.Ag NGLANTURANG malih Ida Sang Brahmana luih ngandika banban pisan. “Sang sané sampun putus ring makasami daging manah taler sampun éning ring sabda miwah idep wantah kabaosang sang sané sampun tatas ring kahuripan saha waged ring pamargin yogané. Lianan punika, dané sampun sida nglangkungin kawéntenan Rwa Bhinéda sané wénten ring jagaté. Nénten malih ngayunin indik sané wénten ring jagaté pinaka druén padéwékan, nanging sampun asah ngayunin sami sané wénten puniki pinaka daging jagat druén Sang Hyang Widhi. Sesampuné sakadi asapunika kawéntenannyané wantah prasida pacang ngamangguhang sané kabaosang Brahman. Tentrem, sujati, langgeng, saha nénten malih wénten sané prasida ngobah kawéntenannyané. Sesampuné makasami punika kauningin, salanturnyané pacang katurang parindikan yoga sané mautama. Cutet pacang kapiterangang mangda tatas, asapunapi kawéntenan para sujana, yoginé sané sampun tatas ring sadaginging kahuripan. Patut kauningin indik pamargi-pamargi sané prasida nuju galang, nuju Brahman. Antuk ngutsahayang ngeret indria saha antuk pangutsaha nujuang manahé ring kawéntenan brahmané punika dahat kautamayang ring sang sané sampun tatas ngamargiang yoga. Kawéntenan manahé punika mangdané katuju ring Sang Hyang Brahman sané dahat kautamayang. Ngamargiang tapa brata sané dahat sukil saha pageh ring kasatyané punika dahat becik, napi malih yéning kamargiang antuk manah sané lascarya olih sang yogin. Sangkaning tatas ring indiké punika pacang prasida ngamolihang kautaman. Sang yogin sané sampun sakadi asapunika kawéntenannyané pacang setata prasida ngélingin padéwékan tan mari pacang setata teleb ring kawéntenan tapa lan samadhi. Antuk kapagehan pacang mulat sarira, manahnyané nunggil, sami indriannyané pacang sida kategul saha kadegdegang. Resik turin suci ring angga, punika sané pacang ngawinang sang sané tumus ring pamargin tapa prasida nyihnayang angga ring kasekalan anggannyané. Tan bina sakadi anak sané nyumpéna, ring panyumpénan nemonin jadma sané sujatiné dahat pastika katemuang malih yéning sampun matangi. Punika pacang molihang kerti ring pamargin yogané. Sakadi punika sang sané sampun tatas ring kautaman karma saha teleb ring pamargin yoga sané mautama. Kasucian angga, pikayunan, miwah bebaosan sampun nunggil ring manahnyané. Yéning sampun sakadi asapunika kawéntenannyané, sinah pacang prasida nglangkunin kasengsaran sekala kalawan niskala. Sampun nénten malih prasida katampekin olih sami pangriptan indriané sané wénten, tan bina

mara tanemina kacang, kasela, lan jagung. Ento masi tusing nekaang asil. Sesaian abianné mati. Uyaka tekén cerik-ceriké anggona tongos maplalianan. Apa buin masan layangan cara jani, abianné layu ngemasin mati. Punyan kacangé sing nyak mabuah ulian sesai bakat jekjeka tekén sekaa layangané. “Dong Blenjuh!” Nang Lodri ngaukin uli ba dauh. Pajalanné ingkik-ingkik nyuun padang a kampil. Tepukina Dadong Blenjuh bengong padidina. Warungné sepi. Tusing ada anaké mablanja. “Mai singgah ngopi,” saut Dong Blenjuh. “Nah bensep, Icang kal nitip padang dini!” Nang Lodri lantas ninipang padangné. Ia mula sesai ngarit di carik Dadong Blenjuh. Tumbén jani ngarit kanti bek isin kampilné. Biasané misi tenga suba aget. Ento suba milih-milihin ulian keweh san ngalih padang. Sampiné tusing nyak ngamah padang awagan. Né jani liang pesan kenehné nepukin padangé mentik ngebekin abiané. “Buin ngarit?” “Buin!” Nang Lodri gencang nyautin. Kaliwat liang atinné nepukin cariké masluét gadang. Dot asané Nang Lodri sawai-wai dini, lemah peteng ngarit padangé kanti telah. Apang tusing enggalan jekjeka. Dini, sig tongosé jani padangé sesai layu. Ngemasin mati, uyak sekaa layangan. Keneh Nang Lodri malénan tekén Dadong Blenjuh. Dadong Blenjuh makita cara pidan. Diastun abian kacangné benyah, ulian ento ngidang munduhang bekel. Warungné ramé nekaang pipis. Anggona meli pulsa nuju nelpon cucu-cucunné di luar Bali. Sisané tabunganga, apanga bek ngelah déposito. “Dija lakuna cerik-ceriké jani?” Dadong Blenjuh ngamikmik padidina. Kanti sanja, tusing ada cerik-ceriké teka mablanja. És rujak di tengah termosé makiré dadi yéh. Cerik-ceriké tusing ada malayangan. Dadong Blenjuh pepes rugi. Sesaian cerik-ceriké jani tepukina ngaba HP. Di jumah, di warung, di paon, di balé banjar, di pos kamling, di jalan-jalan, di teba, di tukadé setata ngecek HP. Makejang ngaku-ngaku sibuk. Sibuk ngejuk Pokémon. “Pokémon? Éngken gobané? Dadong Blenjuh tusing karesep ningeh satua cerik-ceriké jani. Cerik, kelih, tua, bajang sesai nyatua pokémon di jalané. “Kuda batis Pokémoné? Besik? Dua? Telu? Papat? apa tusing mabatis? Éngken gobané? Magoba jelema, buron, raksasa, leak, tonya, gamang, apa memedi?” Kéto Dadong Blenjuh matakon tekén cerik-ceriké di jalan. Makejang masuryak, sakit basangné kedek ningehang Da-

sakadi sekaré sané sampun wusan nedengang kembang pacang ninggalin wiwitannyané tur mawali nuju kasuksman sané wantah pacang ninggalang gandannyané sané miik.” “Parindikan punika sané mawinan sang sané tatas ring yoga saha sampun lempas ring pangeret panca indria sampun kabaosang nglangkungin jagat tigané tur kasinahannyané pacang nemuang kasujatian utawi kamoksan. Dané sampun kawalya utawi sampun prasida nguwah déwék manut sakadi pikayunannyané. Dané nénten malih madué sebet, nénten malih rumasa éwuh yéning pradé wénten sané nénten manut ring pikayunan. Wénten sané nénten becik, nénten telas, kari, punika sami nénten pacang nyukilin pikayunan sang tapa napi malih pademé punika wantah sampun asah kawéntenannyané. Sang sané sampun prasida ngeret indria saha teleb ring pamargin yoga samadhi sampun prasida pateh kawéntenannyané sareng Ida Sang maraga luwih turin dewatané sami. Sesampuné ninggalin stula sarirané puniki, jiwatmannyané pacang sida mangguhang Brahman. Pangraksa jejeh nénten malih kaduénang yadiastun akéh beburon miwah jadma padem ring ajeng idané. Yéning sami mauripé molihang sengsara ring kahuripané anggannyané nénten pacang molihang sangkaning sampun nunggil ring kasucian. Dané sampun santi ring padéwékan sangkaning teleb mayoga. Sang sané sampun waged ring yoga wantah nénten malih ngraksa sungsut, ajerih, miwah sané lianan sané kawetuang olih pangraksa i panca indria. Kawéntenan senjatané nénten malih sida mintulin, sangkaning sampun mautama pisan ring pamargin yogané. Nénten wénten malih sané pinih seneng ring jagate sejabaning sang sané tatas ring pamargin yoga. Setata langgeng nelebin padéwékan saha setata mikayunin kautamané punika. Punika sané ngawinang dané nénten malih mikayunin indik ceda miwah cemer, nénten malih ngulati seneng miwah pakéwuh, sakit miwah kénak. punika sané mawinan dané pacang prasida sirep leplep pisan. Bénjangan anggannyané sampun nguningin parindikan sarirannyané pacang mawali budal ka niskala. Dané taler sampun prasida nguningin indik panrestiannyané malih. Sesampuné nguningin indiké punika, sami sampun sida kapolihang. Punika mawinan sané maurip dados jadma mangda nénten pisan obah ngamargiang yoga. Sampunang obah ring sami sané kapolihang sangkaning ngamargiang yoga, duaning punika wantah pinaka sarana sané ngawinang jadmané mawali nemu kasengsaran sangkaning kaiket ring jagaté puniki.” (Masambung)

Bakti Panca sembah sané patut élingang Elingang masila matimpuh ening Ening negtegang manahé paling Paling mangdéna jagaté degdeg rajeg Degdeg rajeg nunggilang bayu sabda idep Idep ngaturang bakti pada sregep Sregep kasarengin Kidung Warga Sari Kidung Warga Sari kauncarang magejeran jagaté Jagaté degdeg ring klening suaran genta mangumbara Mangumbara mamuncah sarwa lara roga Lara roga ical ngulati kasucian manah Manah mangda nemu karahayuan Karahayuan maduluran kayun nirmala Kayun nirmala masrada lascarya Lascaraya majalaran manah suci Suci yéning sami sampun adung Adung sané becik patut kasungsung Kasungsung mangdéna sami polih karahajengan Karahajengan nyujur kasukertan jagat I Nyoman Sadwika


Kruna

14

Redité Kliwon, 24 Juli 2016

I Gede Eka Putra

Cerakén Lengkara Punggelan geguritan puniki kaanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha. Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti

pupu;gind, Pupuh Ginada 35.dÙn&s)suduekp]Çd/, Duaning sesuduké pascad, r&purilnÑ2méwi, ring puri lan Dalem Jawi, mnwib)cikÀnut*, manawi becik anutang, bnÓ)nÞnÞbonÀipun/, banten lan labaan ipun, titê*zdêmnu\áil*, titiang nyadya manunggilang, m\Ñb)cik/, mangda becik, \wituæk&pieyodln/. ngawit saking piodalan. 36.eyn&p\ij%r&jb, Yéning pangijeng ring jaba, m)nwithl&hl&, menawi ta aling-aling, n)nÓ)nÂh)nÐp\á¡h*, nénten naen kapangguhang, hmu*mturnÉ&2bu;, amung maturan ring lebuh, li\áiehdÙr8l, linggihé Duara Pala, smæ&ekori, samping kori, sÙvwnuæ*pzÇkl.

Makarya sané Pinih Becik SAMPUN akéh pisan gegarapan tembang pop Bali sané kasinahang I Gedé Eka Putra ring kalangan Paradé Pop Bali Pésta Kesenian Bali. Sangkaning nyabran warsa kaicén galah sinah setata kawigunayang dané kanggén ngametuang pakaryan sané pinih becik. Dané sané ketah kasambat Pak Eka olih muridnyané maosang nénten madué pangapti ageng napkala ngaryanin gegarapan musik, sejabaning prasida nyinahang parikrama miwah pakaryan sané pinih becik majeng Kabupatén Badung. Sangkaning pikayunan sakadi punika, majanten krama sané nuénang Sanggar Musik miwah Vokal Mahardika puniki akéh nelasang galah ri kala ngaryanin garapannyané. Akéh parikrama sané kalintangin, minakadi nyelehin angga utawi ngamargiang audisi peserta, nuwasén mapaurukan taler matirtayatra mangda kaicén karahayuan ri kala ngamargiang parikrama mapaurukan kantos masolah. “Becik punika wantah becik ring manah tiang taler manah sameton sané nyarengin gegarapanné puniki. Duaning seni sané becik kabaos “relatif” nganutin sapunapi kramané manggihin,” baos dané. Kacunduk ri kala wusan masolah ring kalangan Taman Budaya Denpasar, Eka Putra maosang nyuksmayang pisan duaning gegarapannyané sampun prasida becik tur mamargi antar. Duta Kabupatén Badung prasida nyinahang yéning ipun wantah pamilet lomba sané nénten waged matembang kémanten taler waged masolah, manados dalang miwah sané siosan. Pikobet sané kapanggih majanten nénten akidik. Sangkaning pikayunan sané tulus miwah tetujon utama jagi ngayah majeng Kabupatén Badung, sinah pikobet sané kapanggihin prasida katepasin. Alit-alit sané dados muridnyané taler nyinahang pikayunan miwah parisolah sané disiplin pisan utamanipun tatkala mapaurukan miwah miragiang pituduh-pituduh saking dané. Napi malih para rerama setata ngicénin sokongan ring gegarapan sané kasinahang. Dané taler nyantenang yéning wénten galahnyané dané tan madué taler manggihin “ide” miwah “inspirasi” sané jagi kamedalang ring gegarapan inucap, sakéwanten sangkaning madué dokuméntasi saking gegarapan ring warsa-warsa dumunan, sinah punika sané prasida

swabhawan Sang Panca Kala.

kasenengin. Wantah punika kémanten,” asapunika dané nugesang. Minab wantah akidik sané nguningayang yéning Eka Putra kantos mangkin kantun manados sinalih tunggil staf ring Dinas Kebudayaan Kabupatén Badung. Dané malih maosang, prasida ngamedalang gegarapan sakadi sané kaaptiang olih atasannyané wantah parikrama sané prasida ngametuang rasa bangga sané ageng ring raganyané. “Kepercayaan punika wantah sané mautama ring déwék tiang, sangkaning punika tiang setata mautsaha nyagra kepercayaan punika malarapan setata sumeken makarya,” baosnyané. (ast/wan)

Isin Gumi

sampuné jangkep wawu kaakit ring béngkél utawi kaakit ngraga. Parindikan inucap kabaosang olih angganing Komisi III DPRD Provinsi Bali, A.A. Ngurah Adhi Ardhana wawu puniki. Parindikan punika kabligbagang ring sajeroning acara Isin Gumi Radio Singaraja FM 92,0 Mhz raina Wrehaspati, 21 Juli 2016 lintang. Kaki Dukuh, Seririt Sapatutnyané angganing petugas Béa Cukai nguratiang taler nertibang parindikan punika santukan spare

part motor punika kapesan saking dura negara. Yéning niki tan wénten penertiban saking pihak sané wenang, pacang nerus dados modus. Modus-nyané nénten kayun naur pajak nanging tetep nagwigunayang jalan raya. Petugas kaaptiang mangda lewih ketat nuréksain barang-barang inucap. Tanaya, Kampung Tinggi Motor gedé (mogé) punika taler ngawigunayang margi umum, bilih-bilih mogé punika ring margi nganggoang kita. Krama sané makta motor biasa

Kruna BASA BALI

AKSARA BALI

1.

bunjul

1. buzé¡l/,

1. marah

2.

burik

2.

burik/,

2. bopeng

3.

butus

3.

butus/,

3. ikat

4.

calig

4.

clig/,

4. malas

5.

campuh

5.

cmæu;,

5. bercampur

6.

cenidra

6.

c)nidÉ,

6. cemburu

7.

cucud

7.

cucud/,

7. bertanya terus

8.

cumpu

8.

cumæu,

8. setuju

9.

dangsah

9.

d\uæ;,

9. rata

10. damuh

10. dmu;,

BAHASA INDONÉSIA

10. embun

Dwaning sinah kapradnyanané totonan, Ngicalang tambeté sami, Muceh momon manah, Sidha mangruwatang, Saking hala sedih kingking, Pacang ngawinang, Kasubhagyané mahurip. ( G. Putra Sesana olih I Ketut Ruma, Kaca:9)

BPM/ast

ngametuang inspirasi sané prasida kasinahang. Napkala makarya gegarapan paradé lagu pop Bali ring PKB, Eka Putra kasarengin olih makéh angga “tim kreatif” sané setata nyarengin ngamedalang pikayunan taler ngaryanin gegarapan inucap. Wénten sané ngarap koréo utawi igelannyané, wénten ngarap musik pangiring miwah gegambelan tur wénten sané nyangkepang panganggé sané kawigunayang. Sangkaning sampun makéh warsa ngaryanin gegarapan asapuniki, makarya sané pinih becik kabaosang nénten ja dangan. “Tiang meled setata malajah saking makéh krama. Seniman marasa bangga tatkala pakaryannyané kaajiang taler

Ring Bali Akéh Motor Gedé (Mogé) ”Bodong” RING Bali akéh motor gedé (mogé) sané bodong miwah nénten naur pajak. Mogé bodong inucap nénten katumbas ring déaler resmi, kémahon karakit preragan antuk pangawaknyané karauhang saking dura Bali. Mawinan kabaos bodong santukan akéh mogé ring Bali sané kadistribusiang nénten nglintang déaler resmi. Punika ngawinang pajaknyané taler tan naanin kataur. Sané nuénang mogé ketah numbas pangawak motor sakasiki, minakadi bannyané kémanten, vélgnyané kémanten, mesinnyané, miwah tiosan. Ri-

Ngicalang Tambet

kanggéanga ngalah, minggir yadiastun dané tertib naur pajak. Angganing kepolisian naler patut ngawéntenang razia majeng mogé, napiké surat-suratnyané jangkep utawi sapunapi. Aji Bima, Banjar Sané nuénang motor gedé mangda madué rasa éling naur pajak, mangda nénten wénten paksaan saking sira-sira, santukan sareng ngawigunayang margi. Pidadab punika wantah kewajiban pinaka warga negara sané becik. Santukan jinah pajak pacang mawali kawigunayang pinaka prabéa pawangunan sarana prasarana minakadi jalan ring sawewengkon Jagat Bali. Gung Surya, Lovina Akéh kabecikan sané pacang kapolihang majeng sané nuénang mogé yéning ipun taat naur pajak. Minakadi ipun marasa aman taler nyaman ri kala ngawigunayang kendaraanyané ring marginé. Nyoman Yasa, Kalibubuk Manut tiang santukan kabaosang bodong taler nénten kapolihang saking déaler resmi, janten sampun samian punika pinaka parilaksana nglanggar ukum. Iriki pihak sané wenang mangda mapidadab sapunapi sapatutnyané, kapungkuran mangda parindikan sakadi puniki nénten kadadosang imba majeng krama tiosan. (ama)

SANG madrué kawikanan tan bina sakadi téja santukan prasida ngicénin pamargi ring sang kantun tambet. Tambet ring kaweruhan janten pacang ngwetuang tambet taler ring pamargi. Sapasira sang tambet punika, minakadi sang nénten polih pangajah-ajah saking sang maangga guru yan turah mangkin durung prasida puput tamat pinih nénten tamat pendidikan dasar. Kantun katah kawéntenan sang tambet ring sajeroning praja mandala. Kantun wénten anak alit ngrereh pangupajiwa mangda prasida nglanturang kahuripanipun. Taler kantun katah sang katunan arta brana durung prasida ngranjingang sentanan druwénné. Sang ngamel jagat sampun mautsaha, sakéwanten janten durung prasida sida paripurna. Pamargi-pamargi sakadi ngicénin Bantuan Oprasional Sekolah, Bidikbisi, utawi béasiswa ring anggan sang katambetan. Sampun kauningin, sang tambet dangan antuk ngétakang olih sang madué kawigunan. Tambeté ngwetuang méweh milah pamargi. Sang kantun tambet janten patigrépé ngrereh sané katuju. Ring sapunapiné midep runtuh samaliha durung janten kauningin ring dija genah sané katuju. Ring sapunikané, meled nué panuntun kahuripan marupa kapradnyanan. Kapradnyanan punika nujuhin mangda prasida manggihin sané katuju, sané kaapti. Manut geguritan ring ajeng, patut pisan ngruruh kapradnyanan santukan irika pacang prasida asiki ngicalang momon manah, pingkalih ngicalang kasungsutan, pingtiga prasida ngwetuang kasubhagiaan kahuripan. Momo manah gumanti gelis pisan ngrubéda samaliha katah pisan sané meledanga antuk manahé. Momo manah gelis pisan ngigu pamarginé. Momo manah punika minakadi seneng nguluk-nguluk timpal mangda prasida gelis kapikolihan padruwéan anak lian. Nénten seneng ngantenang anak mikolihang agengan ring padruwéané. Malaksana ngodag-ngodag wau nué kuasa. Sang nué kapradnyanan janten prasida ngimpasang kamomoan pikayunané. Pamarginé taler ingan utawi dangan. Ring kahuripané katah sané ngawinang kasungsutan. Sungsut santukan nénten polih sané kaapti. Sang meled ring jabatan sungsut santukan nénten kajudi utawi usan kanggén. Sang kantun anom sungsut santukan katinggal olih sang kapitresnain. Rerama sungsut santukan sentanané nénten maparipolah manut sesana. Sang meled dados anggota déwan sungsut santukan nénten kajudi. Sang ngamel jagat sungsut santukan durung prasida nuléngayang utawi matetulung ring i pratakjana. Sang nué kapradnyanan nénten pacang kabanda olih kasungsutan pikayun samaliha mapakéling mangda digelis purna pikayunané. Cecirén sang sampun nénten kabanda olih kasungsutan sakadi kasurat ring geguritan prasida molihang kasubhagiaan. Bagia punika gumanti apti-aptian sang sampun pradnyan. Bagia setata nué rasa angayubagia majeng ring Ida Sang Hyang Widhi. Bagia manresti dados manusa. Kaucap manresti dados manusa utama pisan prasida ngirangin pamarginé sané nénten manut sané dumun. Mataki-taki ayu pacang ngruruh genah nganutin swadarma utawi karma wasanané. Janten sang asapunika sampun nénten kabanda ring kasungsutan kaucap prasida nyuluhin angga antuk kapradnyanan. Sakéwanten, gumanti sripit pisan pacang mikolihang kasubhagiaan. Punapi malih ring aab jagat sakadi mangkin, katah kaucap Kaliyuga. Kasubhagiaan ring manah bilih-bilih prasida ngamolihang bagia ring budhi sayan-sayan doh. Pigodané katah rupanipun. Kalangkung liang ri kalané sané kaaptiang kapanggih. Kalangkung sungsut ri kalaning sané kaaptiang nénten kapolihang. Seneng ngantenang anak lian manggihin pikobet. Pikayunan-pikayunan sané ngabanda punika patut sayan kidik icalang ring pikayunan. Sang sané nué kapradnyanan prasida milah sané antes margiang taler sané nénten antes margiang. Kapradnyanané pinaka téja jaga nuntun kahuripané. (IBW Widiasa Kenitén)

Sekaa Gendér Sanggar Buratwangi

Tresna Tanah Palekadan YUSANNYANE kantun muda, jiwanyané kantun alit-alit tur seneng maplalianan. Punika jakti. Nanging, sampunang iwang yéning sajeroning parindakan seni magamel gendér wayang, anak-anak tingkat SD miwah SMP puniki banget sumeken. Samaliha, alit-alité nginkinang tenaga miwah galah mangda prasida péntas sajeroning Pesta Kesenian Bali (PKB) kaping-38 pinaka duta Kabupaten Tabanan. “Titiang nénten meled ngawi kucéwa Kabupaten Tabanan sané sampun mercayain dados dutannyané,” baosnyané kompak. Pregina alit punika wantah I Made Manipuspaka (10), I Gusti Ngurah Nova Wirananda (14), Ni Nyoman Praba Putri Mahadewi (10), miwah Ni Putu Yanisa Kirana Devi (13). Alit-alit punika wantah yowana kreatif sané kakuubin olih Sanggar Buratwangi, Banjar Ole, Désa Marga Dauh Puri, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan. Alit-alit punika wantah krama rantaun sané mawali ka désannyané santukan rasa tresnannyané majeng tanah palekadan. Sajeroning galahé punika, yowana kreatif sané kakuubin olih Sanggar Buratwangi puniki méntasang sekaa gendér kesetaraan gender. Yadiastun gamelan, nanging alit-alit puniki waged nabuh gender sinambi masolah. Semu sané kapéntasang taler naut uratian, gumanti setata kasanggra becik olih pamiarsa. Gending, gerak, miwah semu utawi ekspresi sané kapéntasang kaanutang sareng tema gending, gumanti banget nyokong tetuek sané kabaosang malarapan nada-nada gamelan gendér inucap. Materi sané kapéntasang rumasuk sukil tur méweh. Nanging, alit-alit punika

BPM/bud

prasida méntasang petang gending minakadi Cangak Merengang, Gending Kréasi, Rebong, miwah Angkatan. Materi miwah murdan gending punika minab pateh, nanging Sanggar Buratwangi ngaturang madasar gending-gending Désa Tunjuk, tetamian dalang Alm, I Nyoman Rajeg gumanti prasida ngwewehin nilai péntas. “Baosnyané tema “Karang Awak” patut méntasang kekhasan duén wewidangan padidi,” baos Dek Mani miwah Yanisa kompak. Alit-alit puniki matiosan sareng alit-alit lianan. Ri kala aab globalisasi sané sayan canggih, alit-alit punika urati pisan sajeroning nglestariang seni budaya Bali. Alit-alit puniki nénten wantah malajah gending-gending sané rumasuk anyar, nanging taler ngukuhang gending-

gending sané sampun lami, pinaka implementasi saking tema PKB. Nabuh jakti hobi alit-alit inucap, sejabaning malajah masolah miwah magending. “Juara nénten pinaka tetojun utama, nanging pengalaman punika wantah guru paling mautama,” weweh Dek Mani. Yadiastun asapunika, alit-alit puniki setata ngutamayang teknik miwah pakem tetabuhan gamelan gendér sané wénten, minakadi tetekes, kotekan, nguet, miwah tetekep. Aktivitas nabuh gender punika nénten wantah pinaka pakinkin alit-alité sajeroning ngamiletin lomba ring PKB, nanging taler dados swagina becik alit-alité salami liburan sekolah. Alit-alité molihang selah sosialisasi miwah saling uningin pantara pamilet lomba. (bud/yan)

Redaksi nerima reriptan profil mabasa Bali miwah Indonésia (pinih akéh 3000 huruf) jangkép sareng foto profil. Profil mangda kakirim ring alamat : Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email : bali.orti@yahoo.com


15

Minggu Kliwon, 24 Juli 2016

BatuBata Korban dan Pengorbanan z Tragedi Surga Bali Menjadi Syurrrga … (1)

TAHUN 1930, Jonathan Cape and Harrison Smith Inc. menerbitkan buku karya jurnalis muda Amerika, Hickman Powell. Dalam suatu perjalanannya ke Asia Tenggara dasawarsa 1920-an, Hickman Powell akhirnya sampai di Bali. Dia sontak terkesima menyaksikan alam Bali yang perawan. Dia terpukau menyaksikan manusia Bali yang tekun menunaikan adat istiadat kuno, terpesona oleh arsitektur, tata busana, hingga penampilan manusia Bali yang sederhana. KETERPUKAUAN Hickman Powell itu dituangkan dalam buku berjudul The Last Paradise dengan anak judul An American’s Discovery of Bali in The 1920s. Buku ini begitu laris, tampaknya. Buktinya tahun 1982 diterbitkan ulang oleh Oxford Asia, disusul cetak ulang lagi tahun 1986. Tahun 1986 itu pula buku ini diterbitkan Oxford University Press, yang mencetak ulang lagi tahun 1987. Lengkap dengan ilustrasi Alexander King dan fotofoto jepretan Andre Roosevelt. TAK PELAK buku The Last Paradise ini menjadi media kampanye ampuh yang memperkenalkan Bali sebagai surga terakhir—walaupun akurasi penulisan nama dan istilah Bali di dalamnya banyak keliru. Citra eksotika Bali yang dipahami para pelancong Barat bisa dilihat dari sudut pandang yang dipilih oleh tampilan ilustrasi Alexander King maupun foto-foto karya Andre Roosevelt yang diterbitkan melengkapi tulisan reporstase Hickman Powell ini. Ada dara dengan buah dada menyembul tanpa baju, adu ayam, ngaben, seni arsitektur, busana, seni tari, kehidupan manusia yang ramah bahkan

akrab dengan lingkungan: laut dan pantai, sawah, termasuk binatang piaraan. Lalu, desa yang tenang nan damai, aman nan nyaman. CITRA EKSOTIKA Bali demikian tak kunjung surut direproduksi dari tahun ke tahun. Bali pun menjadi merek dagang. Usaha pelancongan melambung dahsyat dengan pencapaian tertinggi di masa booming, dasawarsa 1990-an, hingga 1,4 juta lebih pelancong mancanegara setahun, atau rata-rata kedatangan turis hampir 4 ribu orang per hari. EKONOMI BALI melaju kencang di atas angka pertumbuhan ekonomi nasional. Pembangunan menderap-derap. Arus pencari kerja dari luar Bali mengucur deras. Rumah tempat tinggal berarsitektur Bali kian menjamak. Pura kian mentereng. Upacara kian meriah, mencengangkan. Bali, tak pelak, memang seakan mewujudkan julukan Hickman Powell: menjadi surga nyata terakhir di Bumi. Orang-orang lupa di balik citra dan penampakan luar ‘surga terakhir’ itu tergelar begitu banyak—bahkan tiada terhitung— korban dan pengorbanan manusia Bali sendiri. ‘Biaya kemanusiaan (human coast)’ di balik piramida budaya dan peradaban Bali sungguh tiada terkira jumlahnya, dari zaman ke zaman. ‘Surga Terakhir’ Bali, karena itu, adalah tumpukan batu bata kurban dan pengorbanan, entah berbungkus ngayah, pakelem, aci, yajnya, hingga berwujud seniman dan petani Bali yang tetap miskin karena tak di-bayah dengan layak, patut. Hingga krama banjar yang diberikan sanksi adat tanpa rasa manusiawi. zdeprabas

zI Putu Agus Phebi Rosadi Mendengar Ole Mendongeng II

zAchmad Obe Marzuki Kangen

Subuh selalu terasa begitu dini dan anak-anakmu sudah sangat lelap Tapi dongengmu Masih deras memacu cerita Entah apa guna. Di manakah batas dongeng jika tidur anakmu tak berkenan memberinya tapal? Lihatlah dongengmu kini hanya dewi padi yang berceria sendiri seperti kelahiran yang tak dikehendakkan tapi selalu diminta. Maka, beri saja ia makna meski sia-sia

zDony P. Herwanto Sebutir Airmata Tua Sebutir airmata tua turun perlahan lahan dari kolam matamu ketika angin meniupnya ia gemetaran, seperti sebuah yang lampau ia erat memelukmu

zAlex R. Nainggolan Hujan Bulan Juli hujan bulan juli berebut tempat kekal dalam puisi tangisku abadi ayah yang meninggal napas yang janggal lesap tubuh sedih yang jauh tak mampu ditempuh hujan bulan juli merebut nyali kesedihan menggigil aku yang labil tapi apa yang mesti dipanggil teriris air menjauh aku terjatuh kuyup dalam tangis

zAchmad Obe Marzuki Cerita Bayang Malam... PANJANG jalan di balik bayang malam yang ak pernah menyisahkan letih selembar renung pada secangkir kopi pahit menelan sunyi. Tiap kali selalu kukenang akan wajahmu ibu dalam nyeri yang senantiasa membekap rintih air mataku. NAMUN apa yang sudah berjalan seiring waktu untuk mempertahankan hidup yang diperjuangkan begitu utuh selama ini. Di balik siluet bayangmu bukan sekear ingatan dari seribu puisi yang kutulis, berimaji melewati kesaran antara kau, aku yang masih merindu di dalam baitnya, tiap kali selalu kusebut untukmu ‘’ibu’’. KATA-KATA yang terlempat mengisi kesunyianmu. Senyummu kiasan yang membias tiap larik-larik kata yang kini menjumpai semua ‘’katamu’’ telah terkunci berkas bayang silam. Sedang di palung jiwaku yang terdalam masih menyisahkan tetesan cerita malam pada bayangmu lampau yang tak kunjung menguap di ingatanku. Semua menjadi tergusur, Tampak kerontang di kemarau panjang. ‘’MA, jiwaku masing menggapai-gapai di sini’’ Bermacam kebodohan mengekang. Namun mencaci maki dan mencambuk aku untuk berlari dari nista ini. Pelbagai macam penyesalan, peristiwa yang hengkang bersemayam dipikiranku. Jika aku lebih memilih kebisuan sebagai jembatan kebodohan yang menghubungkan dua jarak kau, aku untuk dapat menyampaikan apa yang dirasakan hingga tak ada lagi kata selain penghubung yang bergayut di tebing jiwaku yang tak mampu menyemayamkan rusuk kita. DAN AKU tak akan pernah berhenti. ‘’Ma’’ untuk tak pernah peduli sebelum semua di lupakan, akan kubuat langit ceria ‘’Ya, cerita tentang sekian waktu yang menyelimuti perjalanan kita untuk tetap berdiri memahami fatamorgana ini’’ ujarku.

Subuh mendekat hujan jendela kamar termangu. Angin menelisik kalbu menahan gigil di luar ruang. Bertanya tak ada yang ku sapa sepi menyentuh wajah fana Sekitar dinding memaki pada jerit waktu. Remah mimpi terhempas retak cermin air mata sekepal lapar yang angkuh menolak pikiran picik. Halus tangan gaib muncul ketuk pintu mendatangi kamu, ma. Dari balik puisi kutanggalkan jejak yang hening di matamu.

zCandra Malik Perjalanan Usia Anak-anak tumbuh mendewasa, akankah aku hanya tumbuh menua? Kelak mereka butuh lawan bicara, apakah kala itu aku kakek pelupa? Anak-anak tidak selamanya bayi, mereka butuh tak hanya dimengerti. Mereka punya mata, punya hati. tidak cukup dengan harta diwarisi. Sampai kapan usiaku ditakdirkan, sampai batas itulah aku dihadirkan. Sebagai orang tua, sebagai teman sampai batas waktu yang ditentukan. Tidak baik jika mereka di sini saja, hangat dipeluk rumah dan keluarga Kehidupan itu pengembaraan jiwa, dan mereka pengelana berikutnya. Jika tumbuh dewasa ada ujungnya, jangan sampai hanya menua sia-sia Dalam perjalananku menyusuri usia, setidaknya harus pernah bijaksana.

Skizofrenia I.... AKU PERCAYA suara-suara dalam kepalaku seperti aku meyakini keberadaan Tuhan. Aku justru sangsi pada seluruh laku yang kau tunjukkan padaku. Tak perlu bicara tentang penyangkalan. Tak perlu mencari alasan untuk membenarkan segala tindakanmu padaku. Aku tak membutuhkannya. Aku tak membutuhkan kedua-duanya. KAU TAK PERLU merasa canggung padaku. Sungguh tak aa gunanga belas kasih itu. Bukankah kita semua terbiasa dengan topeng di wayah dan garis kaku di bibir yang lebih berupa gurat buruk rupa yang ditorehkan begitu saja. SEKUAT apapun aku berusaha untuk bicara padamu tentang suara suara dalam kepalaku, sebanyak itu pula kau akan mengatakan gila. Tidakkah kau sadari hidup ini berasal dari kegilaan yang sempurna. Kau tidak boleh lupa bagaimana gilanya Hawa, yang masih saja menggigit sepotong apel meski sudah diingat-

BPM-gps

Tatap dan Penamu Asah JKP - 109.... Hari Puisi NGAMPOENG SENI Juli 2016 ADA sekitar 50 (limapuluh) orang kelahiran bulan Juli yang sempat tercatat dan yang tertua adalah Ali Audah (92) 14 Juli 1924 dan kelahiran 26 Februari 1936 Rusli Marzuki Saria (80) yang lagi naik daun Tito Karnavian, 26 Oktober 1963 Kapolri kita yang baru. Bogor, Padang, Palembang kita rayakan di Jatijagat Kampung Puisi JKP-109, Selasa PAING 26 Juli 2016. Malam pukul 19.00 Wita. Debar, denyar Denpasar Balidwipamandala so pasti seru campur gerimis anggur merah dari Paris - Jakartka PFArcana (can) yang bukan penulis /pengarang... harus LEBIH ambil bagian (Tolongjangan pura-pura LUPA pantai LEBIH ada di Bali, juga LEBAH Red)

Kian Kaya Problematika Internal

z Tragedi Surga Bali Menjadi Syurrrga … (2) TAHUN 2002, tanggal 12 Oktober, bom rakitan teroris menyalak di Legian, disusul hantaman kedua kali di Kuta dan Jimbaran tahun 2005, tanggal 1 Oktober. Ekonomi surut. Bisnis pelancongan seret. Kenyamanan berubah menjadi ketidakamanan, kedamaian beralih menjadi kecemasan. Keelokan berganti rupa menjadi keangkeran, kengerian. Taksu ‘surga terakhir’ Bali redup sudah, lalu sontak berubah menjadi ‘neraka’ pembantaian 202 jiwa manusia dari 22 bangsa di dunia. Tentu tiada terlupakan dan tiada pula terpahami hingga kini: bagaimana bisa orang Bali menebas sesama nyama Bali saat Gestok 1965 silam. ALANGKAH LABIL ‘surga Bali’ itu, sesungguhnya, manakala manusia Bali sendiri sebagai pemilik sekaligus penghuni ‘surga’ ini malah tidak merawatnya dengan apik, tidak mengelolanya dengan patut. Alangkah tipis batas ‘surga’ dengan ‘neraka’ itu. Hanya dengan sedikit lentikan api dendam, dengan gesekan sekerat amarah, ‘surga’ Bali sontak berubah rupa menjadi ‘neraka’ mematikan. PELENTIK DENDAM, penggesek amarah, tak mesti masalah besar dengan konsep berat, apalagi ideologi serius. Bisa jadi malah hal sepele: bersenggolan di warung kopi, misalnya. Perseteruan antarkelompok preman dengan bungkus baju ormas di Bali, adakah dasar perjuangan ideologisnya—kecuali rebutan kaveling pemalakan yang cenderung dibiarkan oleh pihak berwenang? Bali kini memang kian cenderung bertaburkan keasyikan pada kenikmatan semu yang terus membetot diri menjadi alpa, lupa, abai, lalai. Di titik itu surga betapa rentan menjelma menjadi syurrrga: nikmat serba duniawi (artha, kama), mengabaikan kerohanian (dharma, atma). BUAHNYA BETAPA TAK ELOK: lingkungan alam rusak, standar mutu hidup kian anjlok, hubungan sosial kian tegang, hubungan antarmanusia kian retak, lalu menjadi seteru, bahkan kelahi antarsesama Bali pun kian meruyak. Februari 2006 lalu, di Desa Siladan, Tamanbali, Kabupaten Bangli, misalnya: mayat yang telah diupacarai untuk diaben malah digeletakkan begitu saja di pinggir jalan raya oleh sesama krama desa, padahal secara adat ini amat sangat dipantangkan, karena dinilai bakal menebar kecemaran (leteh) bagi seantero wilayah desa dan segenap isinya—apa pun alasannya. BALI, KINI, betapa kaya dengan konflikkonflik internal yang kian mengguncang, setiap saat: perbenturan antara tradisi-modern, antara spirit dengan material, ketakutan/ kepatuhan kolektif dengan naluri pemberontakan individu untuk bebas, dan seterusnya. Bali juga “juara” dalam pengidap penyakit yang dipicu perilaku sosial: pelecehan seksual anak, seks komersial, narkoba, hingga HIV/AIDS yang membikin keluarga ceput. Tak terkecuali tindak pidana esktra korupsi di kalangan pejabat birokrasi pemerintahan maupun politisi. zdeprabas kan untuk tidak memakannya. Kau pun harus ingat kegilaan Duryodana yang melucuti saree Drupadi. Kegilaan yang justru membuah kita percaya bahwa kebaikan akan selalu menang, bagaimanapun keadaannnya. KARENA ITU, sebutlah aku gila, selama yang kau bisa, sesering yang kau mampu. Aku lebih percaya suara-suara dalam kepala daripada bunyi nyaring dari mulut manismu yang mengandung sengat kalajengking. AH, KAU TAHU, diriku telah terbelah. Masing-masing dari mereka saling berperang, untuk bisa menguasaikau sepenuhnya. Keana pun aku memandang, seperti kulihat cermin di setiap sudut, di mana-mana, di semua tempat dan kenangan. Cermin yang memantulkan diriku yang lain. Cermin yang mencibir tentang hidupk. Cermin yang ingin kuhancurkan tai terlampau jauh untuk tergapai. Cermin yang lahir dari neraka. KARENA ITU, ya, sebutlah aku gila. Sebelum seluruh kegilaan itu merasukimu. Dan kau dengan sukarela menerimanya. zNPS Rainia Rastiti

Tri-Hita vs Tri-Kita

z Tragedi Surga Bali Menjadi Syurrrga … (4) PASAR dalam rancang-bangun peradaban Bali Tradisi diletakkan di hilir— sebagai kawasan letak yang serba mati atau akan dimatikan, akhirnya—namun, kini, malah diletakkan di hulu, sebagai ideologi. Seiring dengan itu ada kecenderungan kuat trihitakarana kini bukan lagi kesatuan-holistik atma (spirit)-prana (mind)-sarira (body), melainkan: bankswalayan-hiburan. Orang-orang pergi ke pasar swalayan tak kalah gairah dengan para tetua menggelar ritus. Tujuan hidup pun sebatas hanya sakala: hidup enak, pragmatis, serba ajanian, untuk itu kompromi dilakukan dengan dalih-dalih dalil pembenaran segala cara. Tri-hita-karana (tiga penyebab kebahagiaan hidup) cenderung telah berubah menjadi tri-kitakarana (tiga pemacu semau gue).

TAK PELAK, surga di Bumi pun pelanpelan runtuh menjadi syurrrga dalam arti semata-mata demi kenikmatan duniawi, tanpa kesadaran atma, spiritualitas. Di titik itu hidup bukan lagi sebagai proses pendakian tapak demi tapak dari kebenaran lebih kecil, terbatas, ke gunung kebenaran lebih universal-paripurna. Sebaliknya, justru meluncur bebas, tanpa kendali, menuju lembah-ngarai penghancuran dan kehancuran. Bukannya merawat, melestarikan, namun manusia justru begitu gairah berlomba merusak ruang hidup dan kehidupannya sendiri. Bila begitu soalnya, lantas siapakah yang bakal duluan masuk—atau bahkan mendapatkan surga: pendeta yang saban hari memuja tanpa vibrasi religiositas kepada lingkungan sosial, ataukah petani

Merawat Surga di Bumi z Tragedi Surga Bali Menjadi Syurrrga … (3)

TEKS-TEKS susastra Bali yang tergolong hulu, semisal Bhuwanakosa, Tattwajnana, Jnanasiddhanta, Wrhaspatitattwa, tidak menjadikan surga sebagai puncak tuju. Jangankan neraka, surga pun bagi visi ini, tetap saja memutar roda kelahiran, membawa akibat bagi sang atma—karena itu mesti dilampaui. Tujuan final dalam visi teks-teks hulu manusia Bali ini adalah penyatuan sang roh, atma, dengan sang Maharoh, Paramatma. Metaforanya: layaknya aliran-aliran sungai menemu samudera raya, tetesan air hujan jatuh di lautan, atau angin dalam buluh bambu lepas menyatu dengan udara di luar yang melingkupinya. TOH, SURGA sebagai perjalanan menuju terang cahaya tetap mesti diupayakan karena tugas hidup manusia justru adalah meniti menuju terang mahacahaya (jyotir), bangkit merengkuh keabadian (amreta). Itu sebab desain praktik keagamaan manusia Bali senantiasa memperhitungkan posisi benda-benda bersinar di langit, memilih hari-hari terang (subha dewasa), penuh simbolik cahaya, sinar. Purnama (bulan terang)-Tilem (bulan gelap) menjadi momentum penting untuk dipilih, dimaknai; sura (terang)-asura (kegelapan) pun mendapatkan pemaknaan strategis dan mendalam. TOH, KONSEPSI surga di sana diperlukan, karena memberi harapan, motivasi, menjadi energi penggerak berlaksana baik sesuai kesepakatan normatif bersama. Ini berarti, jalan merengkuh surga yang

dibayangkan tergelar nun di alam sana, pasca-kematian, justru adalah dengan menata sebaik-baiknya hidup di planet Bumi yang satu ini. Itu sebab, hidup hari ini di Bumi ini, menjadi amat sangat penting justru karena tujuan final di masa depan yang ingin direngkuh. DALAM VISI RSI WARARUCCI lewat kitab Sarasamuccaya, kelahiran manusia sesungguhnyalah merupakan tahapan terbaik buat memperbaiki hidup. Dengan berbadankan manusia, sang atma berkesempatan emas memperbaiki hidup agar akhirnya kembali menyatu utuh dengan sang Maha Pencipta. Tak heran bila teks-teks mitoligis membentangkan kisah dewa-dewi yang perlu memilih berbadankan manusia justru untuk dapat menyatu dengan-Nya. Lewat keberadaan menjadi manusia-lah pendakian ke puncak menjadi lebih dimungkinkan—sekaligus peluang jatuh pun sedemikian terbuka manakala keyakinan diri meluntur. TAPI JUSTRU di sanalah titik kritis sekaligus krusialnya: badan, materi, yang semula sebagai alat, sarana, malah kerap dijadikan yang paling utama, dimanjakan, bahkan dipuja-puji layaknya berhala. Tak jarang alat malah berbalik dijadikan tujuan, sedangkan tujuan utama malah diabaikan, sehingga hidup pun menjadi materialistik, hubungan kekerabatan retak menjadi sekadar basa-basi sosial, bukan lagi ketulusan untuk saling berbagi memberi dan mendapat. zdeprabas

Di Bawah Stupa Vaishali...

zPertanyaan yang (Selalu) Mengganggu Tidur Malamku KETIKA belum ada gas di kota, ketika belum ada lampu listrik di setiap rumah, tersembunyi rahasia-rahasia masa lalu. Seorang yang terlahir sebagai pangeran ada juga yang bilang ia anak tampan seorang Brahmin suci - meninggalkan kediaman ayahnya. Ia tinggalkan anak istrinya yang masih bayi dan cantik. DUNIA istana yang gemerlap. Tamantamannya yang luas, kini tak menarik lagi baginya. PADA SUATU MALAM, ketika dirinya terjaga, pangeran tampan itu bangkin dari ranjangnya, di lihatnya, dalam cahaya redup, istri dan anaknya masih tidur pulas. Sebentar ia mengelus kepada si bayi, dan sekejap itu pula ingin diangkatnya anak itu, untuk dipeluknya terakhir kali tapi ia khawatir isteri yang aman dicintainya itu akan terbangun. Maka, ia urungkan niatnya. PERLAHAN-lahan ia pun melangkah ke luar kamar, ke luar istana, menyeberang kolam-kolam ikan, meninggalkan balairung dengan pilar-pilar besar. Didorongnya pintu gerbang. Ia telah memutuskan pergi, naik kuda janggi kesayangannya dengan Channa sebagai saisnya, keluar kota dan menuju ke hutan. SETELAH NAIK TURUN LEMBAH, menyeberangi anak-anak sungai, sampailah ia di sebuah kota yang jalan-jalannya belum disemen di satu pagi. Di sana ia melihat empat hal yang akan mengubah hidupnya dan masa depan manusia. SEORANG LELAKI berwajah keriput, lelaki yang tergolek sakit, jenazah yang diusung di atas keranda, dan orang-orang menangis sesegukan di belakangnya. HARI sang pangeran hancur melihat itu: usia lanjut, kematian, dan kepedihan. Dalam batin kecilnya, ia bertanya-tanya: apa yang harus dilakukan manusia bila hidup ‘’fana’’ hanya derita? Tiba-tiba, pangeran yang belum tahu ingin jadi apa di luar sana itu, melihat seorang sadhu, raut mukanya tenang dan damai, dengan langkah tegap lewat di hadapannya. SEJAK ITULAH, ia sadar ke mana arah yang harus diikutinya. Ia menjadi paham apa yang bisa melepaskannya dari jerat dan hasrat dunia yang bertumpuk. Ia harus jadi pertapa kurus dan dibakar panas. Dan pagi itu juga, hasratnya untuk mematikan ‘’Aku’’ ia ikrarkan, ia bersiap tinggalkan kusirnya. Ditanggalkannya pakaian kebesaran kerajaan dan kehidupan penuh kemewahan. LALU, ia putuskan menggunduli kepalanya, mengenakan kain kuning lusuh, mengemis dari rumah ke rumah, dan memakan makanan apa saja yang bisa diperolehnya. Bahkan demi mendekati kebenaran yang hakiki dan terdorong oleh hasratnya mengempunyurnakan rohani - ia sengajar mengurangi makan minum sampai tubuhnya ringkih pipih, digelayuti rumput, di tepi sungai Niranjana di bawah pohon Peepul. DI BAWAH pohon Peepul yang rimbun itu, di antara suara gemericik air sungai yang sejuk itu, diucapkannya sumpah: ‘’Aku tak akan beranjak dari sini sebelum menemukan jawaban akan pertanyaan yang selalu mengganggu tidur malamku.’’ SELAMA 49 hari, tanpa sahabat tanpa kerabat dan hanya ditemani suara kodok yang tekun bekerja sembari setia memeluk kemiskinan karena ketiadaan akses informasi dan pasar? Siapa lebih dulu bakal disambut di pintu surga: guru yang dibikin bingung oleh biaya hidup kian mahal—hingga tak sanggup menyekolahkan anak kandung sendiri—atau pebisnis yang terus memburu untung? Pejabat negara yang korup dan tiada jemu membohongi publik, atau rakyat yang tertindas karena ketidaktahuannya? Seniman dan selebritas pop kondang di layar televisi atau dokter yang sibuk menggiring pasien-pasiennya menjalani operasi di rumah sakit tempat sang dokter praktik? JIKA MEMANG sama-sama tulus, jujur, manakah kira-kira lebih mulia di mata Tuhan: sang pendoa di tempat-tempat yang disucikan ataukah relawan yang penuh girang menumbuhkan motivasi hidup bagi pengidap HIV/AIDS? Orang yang sibuk menggelar upacara keagamaan ataukah si penyumbang darah, atau bahkan pemulung sampah yang membikin ibu-ibu terbebas dari bau sampah dapurnya sendiri? Sepatutnya, memang, masing-masing besar dalam swadharma sendiri-sendiri. Namun, mungkinkah meraih surga tanpa menata dengan benar hidup nyata di sini, di Bumi ini, hari ini juga? zdeprabas

dan codot, ia duduk di bawah pohon itu menunggu ‘’Winayah’’ berkas putih datang menghampiri. DI HARI KEEMPAT PULUH SEMBILAN, ketika bibirnya makin gerepes dan terasa pahit dan ia mulai tahu apa maknanya kesunyataan, ia temukan kebijaksanaan. Ia, pangeran berparas manis itu, anak raja Sakya, Sudhodana, dan memiliki nama Siddharta, kini telah menjadi ‘‘Buddha’’ orang suci. DI TAMAN RUSA, dekat Varanasi, ia pertama kali memberikan khotbah. Berbicara mengenai jalan tengah dan menolak segala sesuatu yang ekstrem, segala resah yang berlebih, mimpi yang diburu-buru, dan mementingkan diri sendiri. Ia menghindari pembicaraan mengenai kasta. Mengambil jarak lebar darinya seperti halnya ia menarik batas tegas dengan dunia. IA HANYA INGIN menyodorkan persoalan moral yang luput dai Upanisad: memumikan hati. ‘’Sesunggunya kebencian tak pernah lenyap oleh kebencian di bumi. Ia lenyap oleh kasih. Inilah hukum abadi.’’ Mungkin sebab itulah, di India, oleh sebagian orang yang mengelu-elukan kemapanan, ia dianggap pendurhaka. MUNGKIN juga itu sebabnya, setelah ia jadi orang suci dan ingin merangkul semua manusia, ia berpindah-pindah, mencari murid, meninggalkan jejak di mana-mana, dari desa ke desa. Konon, khotbah-khotbah yang disampaikannya menarik banyak orang, suatu hari seorang ibu muda mendatangi Buddha sambil menggendong anaknya yang mati di hutan Jetavana. Ibu itu memohon Buddha menghidupkan kembali anaknya. Sang Buddha setuju. DI MINTANYA si ibu membawa segenggam biji mustar dari rumah orang yang belum pernah mengalami perkabungan. Sore ari, sehabis mencari dari rumah ke rumah, dengan tubuh lelah, ia temui kembali Sang Buddha. Dan ia gagal memeroleh apa yang diminta Buddha. Ia menangis, meneteskan air mata, tersungkur mencium kaki Sang Buddha, dan mulai hari itu ia sadar bila manusia di dunia hanya sebentar. Orang jawa menyebutnya : Urip mung mampir ngombe. DAN dalam Dhammapada dikatakan ‘’Bagai gembala dengan tongkatnya yang menggiring sapi sapi ke padang rumput, begitu juga umur dan kematian, menggiring hidup tiap-tiap orang.’’’ BERUNTUNGLAH wanita itu, berbebas dari nafsu, menjadi tenang, dan menyentuh tapak kaki Buddha yang tapi pernah bisa saya jangkau. Tapi hari itu juga, di bawah stupa Vaishali di dekat pilar Asoka yang besar, saya teringat sabdanya yang mengetuk nadi : ‘’Pandangan langit, tataplah bumi. Keduanya mengingatkanmu akan ketidak kekalannya... zAgus Roisalam Ceribon - Yogya - Bogor

zSunlie Thomas Alexander Elegi Peri

: komang ira puspitaningsih

di luar jendela, masihlah anak anak menangkap bayang menunggu peri peri manis yang bertandang dengan coklat atau boneka menawan maka tak perlu risau mimpimu; menari di bintang walau mungkin hanya sedikit yang bakal bertahan takjub pada keajaiban dan menyapamu dengan bahasa paling rahasia bukankah dunia ini tercipta dari impian setelah kakek lelah berkisah? tak usah sangsi menghitung larik hujan, lingkaran halo bakal tumbuh terang di atas ubun ubunmu dan anjing anjing lucu yang berkepak setia menjaga masa depan meski sesekali waktu: dunia ini dipenuhi carut marut juga kepastian, juga kejemuan percayalah, sayap sayap yang putih akan terus melebar, melebar hingga tak terbayang! di punggung mereka yang merindukan ketakjuban...


NASIONAL

16

Minggu Kliwon, 24 Juli 2016

Pertempuran Bhima Vs Karna Sangat Dahsyat

Disusun: Kisari Mohan Ganguli Diterjemahkan: I Ketut Arinta (Edisi Tiga Ratus Tiga Belas) Rishi Vyasa : (Bharata) setara dengan Veda. Ini adalah suci dan agung. Bharata menganugerahkan kemasyhuran dan kesejahteraan. Karena itu, seseorang harus mempelajari dan mendengarkan dengan perhatian penuh.

SETELAH melemparkan busur yang patah, putra Suta itu mengambil busur lainnya. Busur yang lebih kuat dan lebih keras. Setelah menyaksikan pembantaian keturunan Kuru itu, pahlawan-pahlawan Sauvira, Sindhu, menandai bumi ditutupi baju-baju zirah. Tiang-tiang bendera dan senjata-senjata berserakan. Akibatnya gajah-gajah tanpa kehidupan. Para prajurit jalan-kaki, pasukan berkuda dan prajurit kereta di semua sisi tubuh itu, putra Suta itu kemarahannya berkobar dengan kemegahannya. Setelah merentangkan busur yang dahsyat dihiasi emas itu. Putra Radha, Karna, itu lalu menatap Bhima dengan lirikan penuh kemarahan. Dia mabuk dengan kegeramannya, kemudian putra Suta itu menembakkan anak-anak panahnya. Kelihatan gemerlapan, seperti matahari pada musim gugur dengan sinarsinarnya mempesona pada tengah hari. Ketika memakai tangan-tangannya dalam mengambil sebuah anak panah. Pada tali busur

dipasang untuk merentangkan talinya dan melepaskannya. Tak seorang pun dapat melihat ada jarak waktu di antara gerakangerakan itu. Ketika Karna sibuk dalam menembakkan anak-anak panahnya, baik yang kanan maupun kiri. Busurnya terus-menerus ditarik sampai berbentuk lingkaran, tampak seperti sebuah lingkaran api dahsyat. Anak-anak panah yang ujungnya tajam itu dilengkapi sayapsayap dari emas. Anak panah yang ditembakkan dari busurnya Karna itu kemudian menutupi, oh raja, seluruh titik arah mata angin. Serangan itu benar-benar membuat gelap cahaya matahari. Rombongan-rombongan yang tak terhitung jumlahnya itu terlihat, di langit. Panah-panah itu dilengkapi sayap-sayap emas yang ditembakkan dari busurnya Karna. Sungguh, panah-panah yang ditembakkan dari busur putra Adhiratha itu, kelihatan seperti rombongan-rombongan burung bangau di angkasa. Anakanak panah yang ditembakkan putra Adhiratha itu. Semuanya di-

lengkapi bulu-bulu burung nazar. Panah itu diasah di atas batu, dihiasi emas dan mampu melesat dilengkapi kecepatan tinggi. Didorong kekuatan busurnya, anak-anak panah itu dipacu Karna. Ketika anak panah itu melesat dalam jumlah ribuan melalui angkasa. Kelihatannya indah seperti rombongan belalang-belalang yang berkesinambungan. Anakanak panah yang ditembakkan dari busurnya putra Adhiratha itu, ketika melesat melalui angkasa, kelihatan seperti satu tarikan panjang anak-anak panah yang terus-menerus di angkasa. Seperti sebuah awan menutupi sebuah gunung dengan aliran air hujan, Karna dalam kemarahannya menutupi Bhima dengan hujan-hujan anak-anak panah. Kemudian putra-putra paduka, oh Bharata, dengan pasukanpasukan mereka, menyaksikan kekuatan, energi, keberanian, kekerasan hati Bhima. Karena yang belakangan ini tidak menganggap curahan anak-anak panah yang menyerupai laut bergelora menyerbu dengan ke-

marahannya melawan Karna. Bhima, oh baginda, bersenjatakan sebuah busur, yang dahsyat, yang punggung batangnya dihiasi emas. Dia merentangkan itu dengan cepat, kelihatan seperti sebuah busur kedua dari Indra, terus-menerus ditarik menyerupai sebuah lingkaran. Panah-panah itu keluar secara terus-menerus. Kelihatan memenuhi angkasa. Dengan anak-anak panah lurus yang dilengkapi sayap-sayap emas, ditembakkan oleh Bhima. Sebuah garis berkesinambungan dibuat di angkasa, yang kelihatan gemerlapan seperti sebuah kalung bunga dari emas.

Kemudian hujan anak-anak panah (milik Karna) menyebar di angkasa, diserang oleh Bhimasena. Dengan panah-panahnya, menjadi bertebaran dalam bentuk potongan-potongan dan jatuh di bumi. Kemudian langit ditutupi hujan-hujan anak-anak panah yang sayap-sayapnya dari emas dan melesat sangat cepat dari keduanya, baik Karna maupun Bhimasena. Melesatnya anakanak panah itu menghasilkan percikan-percikan api ketika mereka berbenturan antara satu dengan lainnya. Matahari pun saat itu diselubungi, dan angin pun berhenti berembus, tidak ada yang bisa dilihat. (bersambung)

Sloka 8.27 Naite srti partha janan yogi muhyati kascana tasmat sarveshu kaleshu yoga yukto bhavarjuna Seorang yogi kenal dengan kedua jalan ini. Ia tak akan kebingungan, seyogianya, oh Arjuna, teguhlah dengan jalan yoga.

Freddy Budiman Masuk Daftar Eksekusi Mati Jilid III Jakarta (Bali Post) Pelaksanaan eksekusi mati jilid III diprediksi dilakukan minggu ini di Pulau Nusakambangan. Gembong narkotika jaringan internasional Freddy Budiman salah satu yang masuk daftar eksekusi.Sejumlah persiapan pun sudah digelar di lokasi itu, mulai dari pengamanan, pembentukan pasukan eksekutor, hingga mengumpulkan para terpidana mati. Namun hingga Sabtu (23/7) kemarin, belum ada tanda-tanda penjagaan ekstrem di Nusakambangan. Aparat setempat menyebut mulai Senin (25/7) besok baru diberlakukan pembatasan pelayaran ke Nusakambangan. Jaksa Agung Prasetyo membenarkan semua eksekusi dipusatkan di Nusakambangan. “Sudah lihat persiapannya. Bahkan, saya melihat semua pihak sudah mulai bergerak selama ini, termasuk LP Nusakambangan mulai berbenah diri mempersiapkan. Ya, mendukunglah persiapan ini, termasuk mungkin peningkatan upaya pengamanan mereka, meskipun teman-teman di Polda sudah jauh-jauh hari sebelum ini,” tuturnya. S em en t a r a i t u , u n t u k

Densus 88 GeledahTempat Kerja Pelaku Bom Surakarta Klaten (Bali Post) Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri melakukan penggeledahan di lokasi peternakan ayam milik Winarno (40) di Desa Gedong Jetis, Tulung, Kabupaten Klaten, Sabtu (23/7) kemarin. Menurut Camat Tulung Rohmad Sugiarto, pihaknya mendampingi Lurah dan Ketua RT menjadi saksi dalam kegiatan penggeledahan tempat peternakan ayam milik Winarno di Gedong Jetis karena pelaku bom bunuh diri, Nur Rohman (31), di Mapolresta Surakarta sebelumnya pernah bekerja di tempat itu selama enam bulan. Menyinggung soal benda yang ditemukan oleh Densus, Sugiarto mengatakan bahwa pihaknya tidak bisa menyebutkan apa saja barang yang dibawa oleh polisi. “Barang yang ditemukan banyak, salah satunya saya melihat serbuk warna putih, tetapi saya tidak tahu apa namanya,” katanya. Sementara itu, Tim Densus 88 melakukan penggeledahan di lokasi peternakan tersebut merupakan hasil pengembangan penangkapan dua laki-laki dan dua lainnya perempuan, Sabtu pagi. Menurut Kapolsek Tulung AKP Parno, empat orang yang ditangkap tersebut yakni Agus Suharyanto (40) dan istrinya serta Winarno (40) dan istrinya. Agus diduga kakak kandung dari pelaku bom bunuh diri Nur Rohman. Dia ditangkap di rumahnya, Desa Sorogaten, Tulung, Klaten, sedangkan Winarno diamankan saat pulang dari tempat peternakannya. Menurut dia, di lokasi peternakan selama ini memang tidak mencurigakan karena pihaknya sering melakukan patroli di lokasi tersebut. Namun, pihaknya tidak mengetahui jika pelaku bom bunuh diri di Mapolresta bekerja di peternakan itu selama enam bulan sebelum kejadian. (kmb)

kejaksaan, pihaknya sedang menyiapkan pemuka agama dan mengantisipasi jika terpidana mengajukan permintaan terakhir. Sesuai aturan, Kejaksaan Agung wajib menerima permintaan terakhir para terpidana. “Kami harus menyiapkan juga rohaniwan, menyiapkan kelengkapan-kelengkapan lain yang diperlukan, termasuk juga mempersiapkan kemungkinan permintaan terakhir bagi yang dieksekusi,” ujar Prasetyo. Meski semua persiapan

sedang dilakukan, Prasetyo masih merahasiakan jumlah terpidana dan tanggal pelaksanaan eksekusi. Informasi ini akan diberitahukan jaksa langsung pada para terpidana, minimal tiga hari sebelum pelaksanaan. Salah satu gembong narkotika yang pasti dieksekusi adalah Freddy Budiman. Hal itu dilakukan setelah Mahkamah Agung (MA) akhirnya menolak peninjauan kembali (PK) Freddy. Gembong narkoba jarin-

gan internasional ini menyelundupan 1,4 juta butir ekstasi. Dia akhirnya tetap harus dihukum mati. Kejaksaan Agung, sebagai pelaksana hukuman mati, menyambut baik putusan MA itu. “Kalau MA betul sudah keluarkan putusan itu, alhamdulillah. Itu yang kita harapkan. Masyarakat sudah menunggu sekali,” kata Jaksa Agung HM Prasetyo. Okonkow Nonsokiingleys (33 tahun), warga Nigeria juga masuk dalam daftar terpidana mati yang akan dieksekusi pada tahun 2016. Dia selama ini menghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tanjung Gusta, Medan, Sumatera Utara. Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara mengonfirmasi bahwa Okonkow telah dipindahkan dari Lapas Tanjung Gusta ke Lapas Nusakambangan di Cilacap,

Jawa Tengah. Menurut Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sumut, Bobbi Sandri, status hukum pidana mati Okonkow sudah inkracht atau berkekuatan hukum tetap, sehingga dapat segera dieksekusi. (kmb)

Freddy Budiman

BPM/ant

Minggu, 24 Juli 2016 05.52 Mars Indonesia Raya 05.54 Mars Bali Jagadhita 05.56 Lagu Ngastitiang Bali 06.00 Puja Trisandya 06.05 Dharma Wecana 06.35 Seputar Bali Akhir Pekan 07.35 Sehat Bugar 08.05 Klip Anak 08.35 I Got It 08.45 Bali Channel Tourist TV 09.05 Taman Sari TK Kumara Bhuana III (1) 09.30 Belajar menggambar 10.05 Education On Bali TV

10.30 Pelangi Kehidupan 11.30 Dunia Otomotif 12.05 Dharma Wacana 12.30 Traventure 12.45 Bali Channel Tourist TV 13.00 Wirasa 13.30 Lejel Home Shopping 14.30 Tembang Bali 15.30 Education On Bali TV 16.05 Dialog Interaktif Harmoni Bali 17.05 Dunia Kita 17.30 Gita Chanti 18.00 Puja Tri Sandya 18.05 Seputar Bali

19.00 Banjar Bali Quiz (BBQ) 19.30 Kris (Kriminal Sepekan) 20.00 Samatra Artis Bali 21.00 Folksong 21.30 Berita dan Bincang Terkini 21.35 Ajeg Bali Melasti: Ritual Agama Tirta 22.00 Berita dan Bincang Terkini 22.05 Lila Cita Calonarang Sumerta Denpasar (5) 23.00 Solusi Alternatif Herbal Putih 23.30 Dunia Kita 24.00 Lejel Home Shopping


Minggu Kliwon, 24 Juli 2016

BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

17

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya Informasi pasang iklan Telepon : Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) : (021) 5357602 - Fax : (021) 5357605 - Iklan Still Store di Bali TV : Rp 200.000,- (10 x tayang) z Jakarta : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) - Runing Teks Bali TV : Rp 50.000,- (5 x tayang) z Mataram : (0370) 639543 tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus - Denpost Paket : Rp 165.000,- (10 x muat) z Denpasar : (0361) 225764 (hunting) e-mail:iklan@balipost.co.id 66 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita - Bisnis Bali Paket : Rp 82.500,- (10 x muat) z Surabaya : (031) 5633456 z Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau VISA z ?3;> B7?435343>;BAEF 9?3;> 5A? z $3K3@3@ (7@936G3@ ( (;@ 5 7 z ;E5AG@F -B FA (7?43K3D3@ 69@ #3DFG #D76;F &! Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! z Tarif iklan Mini/Baris

z Iklan Peluang Emas

87/;< %;@ K73D JB7D;7@57 A@ +;?;>;3D (AE;F;A@ 55F %9D !, %9D /;>>;@9 /AD=;@9 ;@ ,D3I3@93@ (>E +7@6 FA :3;DG>:D E53>>I39ED7EADF 5A? 5 7DI;@ E53>>KI39ED7EADF 5A? #

-: ,7@393 AA= 7>B7D GF= *7EFAD3@ 6; +3@GD #

#+;<:@ (DA6G5F;A@ 6; BE %7@53D; (3EFDK +F388 7DB7@93

>3?3@ +F7I3D6 ,7> #

2,<147 +9D (7D3I3F %76;E GF= #>;@;= #753@F;=3@ 3>; /@F %7@3D;= $?D G4 1GKG@ ,>B #

2;<:2,=<8: G;>6;@9 %3F7D;3> F: +3>7E +BH '% G6;FAD "> 3FEG 3D3F 4;F :D6 93 9?3;> 5A?

2-+:2 DE;F7= (7@93I3E $3B3@93@ =G@F;@9 + 19 #

7DB7@93>3?3@ #D? . =7 EGDK3=7?43DBDAB7DF; K3:AA 5A? &=4+70 #74G@ B7@93>3?3@ ?;@ F3:G@ $3?3D3@ 6;43I3 >9E9 =7 # ,<147 +AB;D (D;3 3<; -%* (D;?A43>; "> (DA8 ! %3@FD3 EEF %3D=7F;@9 :E "7B3@9 #7F7I7> ,7>B # ;B>A?3 3<; -%* . #;D;? ;;+:/7< (7DGE3:33@ 7DE=3

3K3 H>A43>; 5A? >3 &3E;A@3> GFG: 6? (3<3= #

2,<1 +9D A??7D57 D3B:;5 ?3D=7F;@9 3<; A@GE !@E7@F;8 7E;9@ ;@3@57 AA= G #3D3@9 #D? "> +G@E7F *A36 # (GF;: .;>>3 (7@93>3?3@ ?;@ ,3:G@ ;4;63@9@K3 %3J ,3:G@ ,:9 +F38 6? 3D?7@F (DA6G=E; +%# + =GF3@E; %@9?F #?BFD (7@3?B;>3@ %7@3D;= $3@53D 4735:I73D93D?7@F 9?3;> 5A? ">@ :E !&99D;E #;D;? $3?3D3@ . (:AFA =7 :D @39;E3 43>; 5A? 7<; KG +?;@K3= #

>;@3 @39;E3 43>; 5A? 24= *7EF (7F;F7@97F 3D73 @776 #

;??76;3F7>K *7EF +GB7DH;EAD 2-+:2 ,G=3@9 %3E3= -@FG= *, AEF @9;@77D;@9 3@6 +7@;AD ,;@993> 3>3? G4 # AA= BD787D IA?3@ ?;@ K73DE

%# BE +( #7DA4A=3@ 7JB7D;7@57 ;@ 8;7>6 (7@93>3?3@ GF;= #743K3 -E;3 +7@6 . B:AFA9D3B: FA ;@8A 4;=G43>; 5A? %3J ,: G4 #

#

<1 +GDH7KAD (3DF ,;?7 G 3D73 7@B3E3D +7=;F3D@K3 #D? $?D@ . #,( ?D9<A;@ 9?3;> 5A? #

=<=1 +( +( -F= ,. !@F7DH;7I F9 $E9 ,9> "3? (9; =7 76G@9 %& $F ;BA@79ADA #

=<=1 E797D3 +B3 ,:7D3B;EF GF= 1A93 *7FD73F .;>3 -4G6 AD9 ?;@ F: B7@93>3?3@ ?;@ F: 4E :E !@99D;E $3?3D3@ #G?3D3

+3=F; "> +GI7F3 -4G6 ,

D75DG;F?7@F L7@<;I3D393 5A ;6 #

=<=1 (793I3; (7@93I3E $3G@6DK 3@K3= D73 +3@GD 63 %7EE 63 %3=3@ +7=3D3@9 #

: AA= 7>B7D %3D=7F;@9 *7EF3 GD3@F =7FGB3F #

: #DKI@ $3=; *?: %=@ BF %7E %=@ < @E BE#GF3 #

: %9D (DA6 D?7@ !@99DE (@9>? . KAE; 9;@97DE@3B 9?3;> 5A? #

: +9D # -%* %J ,: $=E -4G6 %@=K 4 #

:=;8/; 3D $79;3@ 3D; +7DH7D AA= 3E:;7D 3D +FA5= A@FDA> 63@ >AAD %3@397D +GB7DH;EAD ?;@;?G? K73D 7JB7D;7@57 ?GEF EB73= @9>;E: . FA 5DGEA7E43D 43>; 9?3;> 5A? AD "> $79;3@ #

-: GDG %3F ;E ;A #;? !@9 =G@F !(+ 6? (*, #

-: #3DK3I3F; >3G@6DK "> ( %;EA> 9! BE #

,<14+7 +F388 3BGD +%- +%# #D? $3? =7 ,3>;E?3@ *7EF A3 3<3: #

,<147 / $ ( +9D G4 #

,<147 D;H7D (D;436; DB9>?3@ F3G /;> 3>; G4

-: $G>GE3@ +% G BAF7= 6; ;3@K3D G4 #

-: 'B7D3FAD %E@ +% %;@ +%

+%# (, 7>;@3 #

-: (7?43@FG *G?3: ,3@993 34K +;FF7D G4 #

/5/: A@63 %7@53D; 39 JEB7

6;E; (@9;D;?3@ +3>7E %7D=7F;@9 $3=; ?;@ +%- $3? 6;=;D;? =7 "> *K (363@9 $GI;: 3>G@9 #

2-: +FK>;EF /3@;F3 ,7D3B;E %7EE ;F3@99G@9 , #

2,=<=14+7 +797D3 +F38 G63@9 +%- "G<GD %3G 7=7D<3 #7D3E +!% (G@K3 %AFAD +7@6;D; %;@3F G4

2,<14+7 +9D 3DE;F7= >>E + 4E +=7F5: -B . #;D;? =7 >AIA@93@I3:3@336;=3DK3 9?3;> 5A? ,>B

#

2,=<=14+7 ,G=3@9 7DE;: #AEF 6; #GF3 G4

#

2-: D D77>3@57 :E !@99D;E GF= #GDEGE

#

#

2,=<=14+7 E3>7E 36?;@ >3=;

2-: 8;< )+ %;@ + (7@93I3E -: (DA87E;A@3> :78 G@FG= # >3=; B7D7?BG3@ B7@6 %;@ +%

(DA EE +GDH7KAD %;@ +,% (7?4 ;?EG? 3@99G ,7>B -+:2 GDG :E !@99D;E (D;H3F7 #

+%# :E !@99D;E (3E;8 9AA6 7J %;@ ,: G (7DE: #A@F 67E;9@ 6;?EG?:AGE753@99G 9?3;> 5A? 2,<14+7 BF (7@<3:;F I3@;F3 $3=; (@9> F: ;E;B>;@ +343D >AA=;@9 - 6; #3@FAD D77@ 3D !@ G4 ?3;> # G GF;= 3>GE3@ 4 ,7>3F7@ . D;E?3E3F3 9?3;> 5A? A>8 G99K !@F #;D;? . =7 ?76<;7@ ?3F3:3D;43>; 9?3;> 5A? -: *7EF %3@397D #

#

# ;@8A 9D77@9A>84G99K 5A? "> G4 -+:2 ,G=3@9 G=GD (DA87E;A@3> 2,<14+7 %3D=7F;@9 (DAK7= 6? %:+,=<+7 $3=; %7@97DF; #3KG E %3:7@6D363F3 +7>3F3@ &A #

B9>? 3<; "F $ ( $>E@ +% +6D<F =73F3E 6;

-: +3>7E %3D=7F;@9 #D? . =7 BE ,7>B ,9> >? < "F BE # GF?=3@ K9 4DB9>?@ "> @ 767 # # 9G@9 ,AKAF3 ,4@@ G4 -: ,7@393 /3;F7D EE @7D<;= +7>3F3@ &A D %7=3D G3@3 # 2,=<=14+7 /3;F7D E #3E;D 6?;@ <5 *7EF ?7?7D>G=3@ +75GD;FK *3?3: GF= *G?3: %3=3@ 6; (69 +3?4;3@ BE 3>; , /3;F7D * 'B7D3FAD 47DB7@93>3

-: +75GD;FK AGE7=7B;@9 I . G4 /3DG@9 #LG +3@GD G4 #

#

?3@ G4

=7 #,* +;393 ">(7@6;6;=3@ &A # 2-+:2 +743@K3= @K3 7>B7D 2-+:2 55AG@F;@9 47DB7@93>3

BE , ( -: AA= /3;F7D /3;FD7E GF= GDG ,# (DA87E;A@3> # ?3@ GF= 3@6K5D38FE ; ;3@K3D # *7EFAD3@ 6;(7F;F7@97F , G4 +@=6+72; &GE36G3 >AA=;@9 8AD -: +797D3 #3E;D ' +F388 E J57> :E !@99D;E #;D;? . #

#

5AEF 5A@FDA> 6D;H7D (>E E7@6 (DA6G=E; %;@ +%- -: D38F7D )G3>;FK A@FDA> =7 67I;3ED; 43>; 9?3;> 5A? 2,<147 +9D +F388 ,7=@;= #>3;? # #

. FA :D@GE36G3 =3KG?3@;E 5A? $A9;EF;= . #D;E@3 +FA@7 -E;3 # EKDF (D;3 (66;=@ + (@9>?@ ?;@ -: +9D >73@;@9 +7DH;57 # 2-+:2 GDG '>3:D393 %! + %3J ,: %;@ 6D38F7D %;@ 884270 8AD 55AG@F3@F 1AG@9 F: 6;4;6@9@K3 47D6?;E>; 3>; G4 G4G@9; +% +%# $A9;EF;= . EFA@7=D (7DEA@ AA6 @9>;E: %3>7 AD # # 3@ +F388 %3D=7F;@9 EK3D3F ;E@3 9?3;> 5A? -: +9D #DKI3@ ; (4D= *AF; 9@ 2-+:2 #3DK3I3F; +3>A@ G4 7?3>7 3?;>;3D I;F: %1' (D;3 /3@;F3 (@66=3@ ?;@ #

"> G>G: !@63: (DA6G=E; (35=;@9 63@ 3=7D (DA9D3? *7F3;> (>E +7@6 1AGD %?>;=; =@6D33@ E7@6;D; +B6 ?FD -: D;H7D =D? . =7 3:3?3 #

G4 +%+ . FA :7@K3 ?7F;E43>; 5A? $?D (, EGD3@E; EB3@ *G=3@ *38F;@9 "> K (3E &9D *3; #

2-+:2 #3DK3I3F; ,A=A 4;E3 #

%7D67=3 G@;F "> %7D67=3 +3@GD ,7>B -: +AB;D (3D;I;E3F3 D93 #A?BGF7D +3>7E $ ( 884270 8AD +3>7E %3D=7F;@9 #

*7@A@ , ?3;> #

&GE3 G3 :G4 ?;@ K73DE JB7D;7@57 >G7@F -: D;H7D G (3D;I;E3F3 :E !@9

43>; 3EGD3@E;3EB3@ 5A? #

2-+:2 #7BE7= + K9 7DB7@93

@9>;E: 3D6 /AD= +7@6 . FA #

9D;E %3J ,: -: +B3 ,7D3B;E G@FG= 6; -4G6 >3?3@ G4 # :D643>; 9?3;> 5A? # G4 !4G #A?3@9 B 2,=<=14+7 +797D3 D;H7D K3@9 #

-: ' ( / 55F + @9;@77D;@9 4;E3 7D43:3E3 !@99D;E G@FG= 2-+:2 +BD GE (DIEF ' % ' # 3D73 &GE3 G3 39; K3@9 +75GD;FK G AF7> 6; #GF3 G4 G>G: !@63: #$& I@;F3 +%( +% 363 ?FD E;? -: +F38 6@9 #E;D (D?@393 /;> F6D 63>3? >G3D #

47D?;@3F #;D;? . =7 BE F >@ # # 2-+:2 +F388 >3=; ?3J F: <3D;?7@3D; <3D;?7@3D; 5A?

# #$& &2.=: 6>? 3E ;F3@99G@9 -: #DKI@ F; %;@ $G>GE3@ +% G %A@7K :3@97D ?;@ +%# +% "> *3K3 3E3@9=3E3 +7?;@K3= -: ,@9 +D34GF3@ >3=; 'D9 G

4>? BG@K3 @3= BF GF= "393 ,A=A 6?;@ 3@6K5D38F ;3@K3D 7JF7@F;A@ ,>B #

#

2,<1 +,' +AB;D 7>B7D 6? 69 #D? . =7 . ,'( ,7>B

#

#

#

#+.2 3@6K5D38F +FAD7 *78>7JA

>A9K &GE3 @776E +B3 +BH +7@6 FA 5ADB :D? FDAB;53>9DAGB43>; 5A? 5ADB :D6 FDAB;53>9DAGB43>; 5A? (: JF #

#:;1 +69 D=7?43@9 3D; ,7@393 6?;@ ?;@ +% G4

#

%/0/:+ 6;4G=3 *7EADF 6;,793>3

>3@9 -4G6 ;53D; /3;F7D AD9 ' AD9 # AD9 AA= AD9 $3?3D3@ =7 #G?3D3E3=F; *7EADF "> +GI7F3 -4G6 D75DG;F?7@F L7@ <;I3D393 5A ;6 ;@8A #

&+7+1 %7D3: DF *7EADF ;@ -4G6 ;E $AA=;@9 8AD 7JB7D;7@57 AA= (>73E7 +7@6 . FA ;@8A F3@3:?7D3:3DFD7EADF 5A? #

&:892-+5 DAGB &776E !, +F388 55F I +7@6 . 5ADB :D? FDAB; 53>9DAGB43>; 5A? 5ADB :D6 FDAB ;53>9DAGB43>; 5A? #

&:892-+5 *7EF $AA=;@9 8AD *7EF3GD3@F %9D +BH +AGE :78 *757BF;A@;EF +7@6 . 5ADB :D? FDAB;53>9DAGB43>; 5A? 5ADB :D6 FDAB;53>9DAGB43>; 5A? (: JF #

':0/7<5@ @776 +3>7E %3D=7F;@9 8AD ;H;@9 A?B3@K ;@ +3@GD (: AD ?3;> ;@8A 6;H76;H76;H743>; 5A? #

':0/7<5@ &77676 ?3@397D JBD;7@576 83D97F 'D;7@F76 E7@6 D7EG?7 FA :D6 @3@6;@;43>; 5A? #

MOBIL - MOTOR PROPERTY RUPA-RUPA Bali Post &%'

&/:28; ,0 (GF;: # %3@G3> !EF?I &9 "F #

"!

+AA +! +;>H7D E 3>; "F G4 #

://. (+ (GF;: , #% D4 E>; 3>; (7?;>;= #

$ *

/:- 7@L ! , # F? %7F>= *B "F B # ! %% !

' "G=7 (?= *0 ,9@ (GF;: $AI#% "F &79A #

%'*'

%95+;1 $ ,: ,7D3I3F ,9@ G4 #

%=A=42 0'H7D E>; 3>; ,9@ ! +;>H7D %G>GE #

$61 , #AD; 9G@9 3I3E ' $' ,;4G47@7@9 G4

"F "F #4A # !I3-FD #3H +3>3= $61 , $G>G= ? 6D "> # #

-F3?3 23=+5 *?: ,& 6; 4;3@ ,GIG@9 30 #D;EF3 %3F;5 7@E;@ # E 3>; ,DI3F (D46; %7@9I; G4 $=6+1 ,B (GD;936;@9 ";?43D3@ #

# D9 <F &79A 4 23=+5 *G?3: %GD3: "F $F #

>+7A+ +>HD E 3>; *B "F&9 %4>+GB7D!EFI 3>G@9 G4 !=7 #

% ( ! $' # 35 *?: ,@: J $A= >=9 %5 2487< *?: #, $ ( % 8:<=7/: F? G>> 'D9;@3> #74A !I3 G4 DE "> 3F3E G=G: +3D; 9 7A # A=DA3?;@AFA +7E7F3@ # 35 *G?3: D7 "> @ @63=3E3 #

(@3?B3D3@ (7?;>;= 2487<:47 "9/: #D76;F *?: $F /5+70 %A4;> .;AE J ,3=E; # 6; ">@ +7=3D +3D; 9 0! &A >G7 ;D6 "F +3?E3F 3DG $ +:= %@?>E ,KB7 ? "> ? G4 +;3B B3=3; G4 (D7?393@3 FG4>@ (?>;= $9E #

# 47< *?: "> * +7E7F3@ 9 (3=G= &8@8<+ *GE: ?7E;@ A6K # +3D; !! BE 4 %G>GE G4 $61 ";?43D3@ $F #, #% # # #F5:@ % E &9 ;?47 *?: ? #, #% 3DBADF #

"> =3E;3 G4 % ( ! &" " $61 .;>3 6;+3@GD "> #GF3F $7E

#

F3D; $E 3D7 $F #?D (AA> 87< *?: 3>G@9 (7D?3; ?F 2487<:+4+7 +74G3: ,A=A >?F 3L74A $E 3D7 =3?3D BA>> $F DF G@63D3@ #, BD #% ">@ (7>3I3 6; E747>3: K? ,GFG :G4 G4 $;@3 G4

=:+1 + G@; #, #% * ,3?G *# DE; 55= #@FD G>7

&")"&

>+7A+ +;>H7D E 3>; 'D;9;@3> $G3D >?

#

#

#

' & ! &+7+1 #3H>;@9 %GD3: (7D;@9 ;3@K3D G4 #

' ,@: 3F3@9 3D; *7@A@ D7 ,7>B #

' ,@: 6; #3B3> D7 G4

#

#

23=+5 ,@: $A= EFD3F79;E +7?B;6; "> ?FD #

&71 #H> 6; %7@9I; "F 5 &71 6; ";?43D3@ D7 (GD; "F E #D76;F 36;@9 D7 #3?BGE #

#/<2</70/< 6=F (3@F3; $;@= F> 55= .;>3 #

+ "F 3 .7I 3@ 3?3F D; EF3> 3K &E(7@;63 #

4<: =F -@93E3@ .;7I $3GF =F (3@F3; %338 ,( #

' ,@: ? "F &79A 6; 3

FGK3@9 +%( & #

&71 D7 ,3?3@ G3@3 (7D?3; ">@ ,3?3@ G3@3 >A= &A G4 (363@9+3?4;3@

#

=+5 ,@: "> #3KG "3F; 9 +D; 3D?3 '47DA; 7@FD3> >=9 +7?;

@K3= +CG3D7 +7?;@K3= .;>>397 (>3LL3 D7 D9 % D7 &79A G4

& ! !

&71 >;?4;@9(GBG3@ "F &9 .;7I 9E 55=.;>3 #

23=+5 (AFA@93@ #G>;F *AF; 3DG G4 #

=<+70 $G@3E 67@93@ D4 E3<3 G4 3DG $3G@5:;@9 #

! ! 5+70 (# &A " ' # $2 & #F 6 +GE;>3 (GFD3 G4

$'# $'# #

23=+5 %GD3: 7@E7F +;>7@F #. *75A@6 +;>7@F #. 50 (# ,AKAF3 # + &A 3DG G4 3EA7=; (# ' & ! &K? +36;3 #

#

DIJUAL MOBIL

DIJUAL MOBIL

DIJUAL RUMAH

RUPA-RUPA

DIJUAL MOBIL

KOST

RUPA-RUPA

DIJUAL MOBIL

#

& $A= >;F "> ? 6=F K (3E ! %3@FD3 ;3G@9 ?FD 6D #A6K3 BE "F #

&71 ;FD3 ;3@K3D # 35 ,@: #3H %D: "> #3EI3D; BE # 63@ ,@: !@HEF D9 "F D7 &71 #H> E ,3@974 3>G@9 G4 69 &79A B

#

#

AC

AC

SERVICE

SERVICE

#

TERIMA KOST Rp. 60

0.000

Anda Bingung Cari Kos Murah Tapi Nyaman Dan Aman Jauh Dari Kebisingan,???????????????? Kini Hadir Di Tengah Pusat Kota Denpasar

Fasilitas : Kos - Kosan : * Nyaman Tempatnya * BERSIH & AMAN * Strategis Lokasinya * KMR LUAS + KM & DPR * TEMPAT SANTAI + KANTIN AREA * Murah Harganya FREE GO BOX ( ANTAR JEMPUT BARANG PINDAHAN AREA DENPASAR) UNTUK 4 PEMESAN PERTAMA BURUAN.....DI TUNGGU YA ...?? Alamat : Jl. Dewi Supraba, Gg Dewi Sri No. 14 Denpasar Utara ( Antasura) Hub putu : 0817566499, 085100865149, 0361426457

C.0001195-kost

BIRO JASA

RUPA-RUPA

INTERIOR

SERVICE

BAHAN BANGUNAN

DIJUAL MOBIL


18

REKREASI

Minggu Kliwon, 24 Juli 2016

Pertanyaan MENDATAR 1. 4. 7. 8. 10. 11. 12. 14. 15. 20. 24. 25. 27. 28. 29. 31. 32. 33.

1

2

TTS Bali Post 3

4

5

7

8

10

6

9

11 12

13 14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24 25

26

27 29

28

30

31

32

SPT2016

Lengkap, tidak kurang suatu apapun Kabupaten terluas di Jawa tengah Lapuk didalam Dibalik: Salah (Bali) Alat yang dipasang pada leher sapi (Bali) Tuan (Inggris) Nama jenis biji kopi Angkuh, sombong Perundingan untuk mencapai sepakat Kasturi atau Abelmoschus Moschatus Tokoh mafia Golongan hewan berbadan lunak Pesolek (Bali) Kuliah kerja nyata Geser, menjadikan pindah tempat Sungai kecil (Bali) Alat pengukur kerja suatu sistem Zat organik yang dibutuhkan tubuh untuk metabolisme normal yang didapat dari makanan sehari-hari

33

MENURUN 1. 2. 3. 4. 5. 6. 8. 9. 13. 16. 17. 18. 19. 21.

Air Terjun Kanto Lampo

Alternatif Objek Wisata di Gianyar TERBENTUKNYA pada akhir Juli 2015 akibat saluran irigasi yang jebol. Air terjun yang berlokasi di sungai Kanto Lampo, Banjar Kelod Kangin, Desa Beng, Gianyar ini kini semakin banyak dikunjungi warga lokal, hingga sejumlah wisatawan mancanegara. Kini air terjun setinggi 15 meter lebih ini, diharapkan bisa konsisten menjadi daya tarik wisata di Gianyar timur. Air terjun setinggi 15 meter lebih ini terbentuk dari aliran irigasi subak yang ada di atas sungai Kanto Lampo. Air terjun ini menjadi eksotik, sebab kucurannya tersebut menjatuhi tebing yang sebelumnya merupakan lokasi penggalian batu padas. Jebolnya saluran irigasi subak ini sempat membuat warga khawatir akan mengganggu aliran air ke persawahan para petani. Namun, hal tersebut tidak terjadi, karena aliran air pada irigasi cukup besar. Kini sudah ribuan pengunjung dari luar Gianyar sengaja mendatangi air terjun yang berdekatan dengan beji Kanto Lampo ini. Di tempat ini juga sebagai tempat suci atau Beji untuk Mendak Toya Ning (mencari air suci) dari desa untuk kepentingan upacara Dewa Yadnya

ataupun Pitra Yadnya. Ada sejumlah palinggih atau tempat suci yang dikeramatkan. Sejumlah air yang mengalir di sini berasal dari dalam tanah. Hampir semua warga sekitar mengandalkan air tersebut sebagai kebutuhan air minum. Sebelum mengambil air terlebih dahulu menghaturkan sesaji. Banyak yang datang dengan membawa galon kosong atau botol air mineral. Selain terdapat banyak tempat suci, di seberang sungai Anda juga bisa melihat sebuah goa. Konon goa ini digunakan oleh pasukan Belanda sebagai tempat rahasia untuk berdiskusi. Akses jalan hanya sampai pada beji Kantu Lampo, untuk menuju air terjun ini harus melewati jalan setapak dan menuruni bebatuan. Saat ini Air Terjun Kanto Lampo sudah tertata dengan baik, akses jalan sudah bisa dilalui kendaraan roda empat ukuran sedang. Parkir khusus sepeda motor juga layak, namun tidak luas. Ruang ganti baju khusus pria dan perempuan juga ada. Air Terjun Kanto Lampo bisa ditempuh dari Denpasar sekitar 30 kilometer atau 1 kilometer utara dari Taman Kota Kabupaten Gianyar. (nik)

22. 23. 26. 30.

Air yang keluar dari rahim mendahului bayi Mulai berkembang; menjadi terbuka Perubahan, perkembangan secara perlahan-lahan Penghentian; gencatan (Inggris) Karang; Buat (bali) Pasangan suami istri (Singkatan) Mukadimah Kulit buluh/ bambu yang sangat tajam Jangan (jawa) Dibalik: berseluncur (Inggris) Nama sebuah pulau ditengah danau Alat pengukur besarnya biaya taksi yang harus dibayar Paduan raksa dengan logam lain Nama lain dari pancali, istri para pandawa Pelacur Tonsil Kesudahan Tes

KUPON TTS No.256 Ketentuan Menjawab Jawaban di tulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 256 dan cantumkan identitas lengkap serta no telepon/Hp. Kirim ke Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 30 Juli 2016. Pemenang diumumkan pada Bali Post Minggu 7 Agustus 2016. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang @200.000, dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga ( 2 dewasa + 2 anak ). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos.

Jawaban TTS No. 254 MENDATAR 1. 7. 8. 9. 11. 14. 15. 19. 20. 21. 22. 23. 24.

Perpustakaan Edit Tambang Tentram Traktir Eja Mantra Nraw (warn) Nor (ron) Amorf Lua Rodi Rumbia

27. 29. 32. 33. 35. 36.

Mau Slendro Nasihat Olimpus STIE Metamorfosis

MENURUN 1. 2. 3. 4. 5. 6.

Pet Puber Tagut Kontra Nektar Silam

10. Kelola 11. Tangar 12. Kawaib (Biawak) 13. Immorak 16. Nefron 17. Antimo 18. Primus 25. Upinem (Menipu) 26. Istora 25. Santi 30. Enozo (ozone) 31. Rambo 34. Sos

Pemenang TTS No. 254 1. Ni Made sulasti Br. Balangan, Desa Kuwum, Mengwi, Badung 2. I Made Mudana Jl. Sanitasi No. 5, Sidakarya â&#x20AC;&#x201C; Denpasar 3. Yoni Dwi Cahyati Jl. Teuku Umar No. 34, Kediri, Tabanan 4. Ni Made Budiarsini Br. Dinas Dangin Marga, Ds. Tunjung, Kubutambahan, Buleleng 5. Ade Prima W Jl. Terompong / Universitas Warmadewa, Denpasar 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar Nama :Ni Luh Tariani Alamat :Br. Dinas Kanginan Desa Kekeran, Kec Busungbiu Kab. Buleleng 081936091490

BERFOTO - Air terjun yang berlokasi di sungai Kanto Lampo, Banjar Kelod Kangin, Desa Beng, Gianyar kini semakin banyak dikunjungi warga. Tampak sejumlah pengunjung saat berfoto di air terjun tersebut.


19

Minggu Kliwon, 24 Juli 2016

Menerobos Markas Dari Hal. 1 Di Indonesia sendiri, ada pula yang harus diamankan aparat TNI AD lantaran menerobos markas Kodam di Cirebon. “Itu kan bisa dimanfaatkan oleh orang yang mempunyai kepentingan negatif juga. Pura-pura bilang Pak ada Pokemon di dalam rumah Bapak, saya mau foto Pokemon, gitu misalnya. Tahu-tahunya maling, kan itu bisa berbahaya juga. Kita harus memerhatikan dampak positif dan negatifnya juga,” tandas pria yang mengaku tidak berminat sama sekali bermain Pokemon Go ini. Ketua Komisi I DPRD Bali, Ketut Tama Tenaya, melihat, demam Pokemon Go di Bali memang belum seheboh daerah lain. Apalagi game tersebut juga belum dirilis secara resmi di Indonesia. Namun, langkah antisipasi perlu dilakukan agar pemburu Pokemon tetap memiliki batas-batas tertentu. “Kalau yang namanya pegawai negeri waktu jam kerja, jangan main. Termasuk anggota dewan pun supaya tidak main pokemon-pokemonan. Begitu juga anak-anak muda, biar bisa diatur waktu dan terutama juga tempat,” ujarnya. Tama menambahkan, jangan sampai orang bermain Pokemon ke tempat-tempat seperti perkantoran, Polda, atau Kodam. “Saya tidak mengerti juga Pokemon itu, kalau sampai di daerahdaerah vital itu bisa dikejar Pokemonnya, ini bagaimana dari segi intelijen, keamanan, apa memang sengaja dibuat seperti itu atau bagaimana,” jelasnya. Anggota Fraksi Golkar DPRD Bali, Ida Bagus Udi-

yana, mengatakan, Pokemon Go tidak bisa lepas dengan kemajuan teknologi terutama smartphone. Dunia yang tidak berbatas membuat Pokemon Go cepat mewabah, tanpa melihat strata, umur, status, dan lainnya. Kadang kala regulasi kalah cepat untuk memproteksi, terutama pengaruh negatif yang bagaikan dua sisi mata uang. “Yang terpenting kekhawatiran pihak-pihak perlu diapresiasi baik menyangkut keamanan pemakai maupun bocornya tempat strategis vital yang perlu kita jaga kerahasiaannya karena bisa saja dengan google map, situasi keseluruhan diakses bagi orang yang tidak bertanggung jawab. Sedangkan bagi Bali, keamanan itu harga mati. Belum lagi permainan tersebut belum terdaftar, yang dapat mengancam pemilik gadget,” terangnya. Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bali, A.A. Ngurah Adhi Ardhana, menilai Pokemon Go sebagai game yang kreatif, lucu, namun tidak bertanggung jawab terhadap pengguna. Artinya, tidak memiliki batas umur sehingga bisa digunakan oleh yang bertanggung jawab. Game-game online ini lebih banyak menguntungkan operator penyedia fasilitas internet, karena masuk kategori boros kuota. Jadi, kita hanya menjadi konsumennya. “Saya sih berharap masyarakat bijaksana dalam bermain game online ini, karena di luar kreativitas dan tren lebih banyak dampak negatifnya, seperti tidak hirau pada lingkungan dan banyak mengeluarkan biaya yang tidak produktif,” ujarnya. (rin)

’’Passive Income’’ Dari Hal. 1 Jika rules-nya, menjadi kaya adalah dengan mempunyai pendapatan 1 juta USD setahun, maka tentu susah sekali mencapainya. Lebih sulit dibandingkan dengan orang yang rules menjadi kayanya, cukup bahwa passive income-nya melampaui living expense-nya. Jadi saya bilang, jangan bikin rules yang susah-susah. Semakin sederhana kita membuat rules kaya itu, semakin mudah kita menjadi kaya. Menurut saya rules atau definisi kaya adalah passive income kita melebihi living expense kita. Dengan demikian, kita bisa memutuskan mau bekerja atau tidak bekerja sesuai dengan selera kita. Menjadi kaya dengan definisi tadi berarti kita memperoleh kebebasan. Dan kebebasan tidak ternilai harganya. Kalau definisinya mengikuti definisi saya, kan tinggal disetel, living expense-nya mau berapa besar? Semakin tinggi lifestylenya semakin besar living expense-nya, semakin sulit menjadi kaya. Semakin sederhana lifestyle-nya semakin mudah dia menjadi kaya. Yang kedua saya katakan adalah tidak mungkin orang menjadi kaya tanpa berinvestasi. Ingat passive income datangnya dari investasi. Tidak ada orang yang menjadi kaya hanya karena gajinya. Saya tanyakan berapa besar porsi income-nya yang diinvestasikan setiap bulannya. Spend less than you earn is the first step to build wealth. Selisihnya ditabung dulu. Walaupun tabungan tidak akan membuat Anda kaya, namun tabungan adalah benih buat investasi lain yang lebih signifikan. Tanpa menabung, tidak akan ada investment. Tanpa investment tidak akan ada passive income. Tanpa

passive income kita tidak akan pernah kaya. Jawaban kawan saya itu mengejutkan. Katanya tidak ada porsi income-nya yang secara sistematis disisihkan buat investasi. Wow... kawan saya ini adalah eksekutif yang gajinya pasti sudah tinggi sekali, namun tidak secara sistematis menyisihkan pendapatannya buat investasi. Saya katakan, tanpa investasi, dia tidak akan pernah kaya. Tak peduli berapa pun besar gajinya. Saya mencontohkan, kenapa enggak beli ruko aja, dengan mencicil. Toh gajinya pasti cukup besar untuk bisa mencicil membeli ruko. Rukonya disewakan. Dengan demikian dia sudah mempunyai passive income. Cicilan KPR untuk membeli ruko tadi diambil dari gaji bulanannya. Saya bilang, “Ini namanya forced saving, menabung yang dipaksa.” Nanti kalau gajinya naik atau dapat bonus, beli ruko lagi. Setahun beli ruko satu. Dalam 5 tahun sudah punya lima ruko. Jika per-ruko sewanya Rp 100 juta, maka sudah Rp 500 juta passive income-nya. Dalam 10 tahun, kalau lifestyle-nya tidak tinggi-tinggi amat, dengan teknik yang sangat sederhana ini, kawan saya itu akan kaya. (Ini contoh yang disederhanakan, tentunya perhitungan investasi sebenarnya harus memperhitungkan penghasilan tiap bulannya, bonus yang diterimanya setiap tahun, hasil sewa, bunga dan lain sebagainya). Jadi untuk menjadi kaya, tidak perlu menjadi ‘entrepreneur’. Menjadi kaya itu gampang. Tetapkan rules yang tidak terlalu tinggi untuk menjadi kaya, dan start investing. Salam, www.alexpchandra.com

Memeriksa HP Dari Hal. 1 Beberapa negara seperti Amerika, menurut Danrem, kepolisian di sana mengeluarkan peringatan agar berhatihati saat bermain Pokemon Go, termasuk di Indonesia. Petinggi Polri dan TNI mengingatkan dan memeriksa HP anggotanya serta langsung dihapus bila ada game tersebut. Selain itu, terdeteksi sejumlah pemburu Pokemon Go sampai mendatangi lokasi-lokasi yang seharusnya tidak jadi tempat bermain, seperti kejadian di beberapa tempat ada orang asing sampai masuk ke markas militer sehingga menimbulkan kerawanan. Pokemon Go adalah pengembangan dari game online multipemain berbasis GPS, di mana situsnya dibangun berdasarkan lokasi termasuk titik terpencil yang dikunjungi. “Tempat paling populer akan dijadikan lokasi si pokestop dan gyms. Itu menurut Hanke, penemu aplikasi peta online berbasis GPS dan merupakan cikal bakal Google earth. Sehingga rawan penyadapan area dan instansi strategis,” ujarnya Sabtu (23/7) kemarin. Kolonel Cantiasa mengisahkan saat ia menjabat Dansat 81/ Gultor Kopassus, ikut seminar di Hawaii. Di sana terungkap bahwa sinyal HP di seluruh dunia dapat diketahui dari pancaran sinyal. Beberapa negara sangat terang benderang dengan menggunakan sinyal HP yang dipancarkan ke satelit. Indonesia termasuk pengguna HP terbanyak di dunia. “Sangat terang sinyalnya kalau pengguna HP banyak. Yang tidak terang itu berarti pengguna HP negara tersebut kecil. Perhatikan kebiasaan orang Indonesia minimal punya 2 HP bahkan lebih. Luar biasa marketing HP di Indonesia,” ungkap Danrem asal Singaraja ini. Oleh karena itu, mindset anak-anak muda harus diarahkan yang benar, perkembangan teknologi harus membantu tugas bukan malah menjerumuskn ke

hal-hal yang merugikan. Pengguna Pokemon Go sudah melebihi penggunaan Twitter sehari-hari. Hasil data survei Monkey Intelligence terdapat hampir 21 juta di USA bermain Pokemon Go setiap hari. Di Indonesia terus berkembang dan penggunaan game tersebut harus lebih waspada karena lebih banyak kerawanannya. Danrem secara tegas menyatakan melarang prajurit di jajaran Korem 163/Wira Satya bermain Pokemon Go saat jam dinas dan di area atau wilayah instalasi serta perkantoran militer. Lebih lanjut Danrem menyatakan, larangan ini bukan tanpa alasan, seperti diketahui bersama bahwa jenis permainan Pokemon Go ini menggunakan GPS (Global Positioning System) yang wujudnya dapat dilihat melalui perangkat smartphone android ataupun Iphone dengan teknologi yang dinamakan Augmented Reality. Ini yang membedakan Pokemon zaman dahulu dan Pokemon Go saat ini. Para pemain harus berpetualang di dunia nyata untuk mencari Pokemon yang diharapkan. Secara tidak langsung, data wilayah atau instalasi militer yang di-upload tersebut dapat terlihat oleh pihak lain yang mungkin dapat disalahgunakan dalam jangka pendek atau dalam jangka panjang. “Mungkin maksud pembuat game tidak seperti itu, tapi saya tetap melarang permainan Pokemon Go di satuan dan instalasi militer jajaran Korem 163/Wira Satya. Ini sebagai salah satu wujud antisipasi kita terhadap pertahanan dan keamanan wilayah seiring dengan perkembangan teknologi di dunia luar. Kita harus tetap waspada dan tidak boleh lengah sedetik pun terhadap hal-hal yang dapat membahayakan keamanan wilayah ataupun negara,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa perintah terkait larangan bermain Pokemon Go juga berdasarkan Surat Menteri Pendayagunaan

Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI Nomor : B/2555/M. PANRB/07/2016 tanggal 20 Juli 2016 tentang Larangan Bermain Game Virtual Berbasis GPS di Lingkungan Instansi Pemerintah. Tentunya hal ini dimaksudkan sebagai bentuk kewaspadaan nasional dan mengantisipasi timbulnya potensi kerawanan di bidang keamanan dan kerahasiaan instalasi pemerintah atau militer. “Sekali lagi, saya berpesan kepada seluruh masyarakat, terutama para orangtua agar mengawasi anak-anak yang sedang bermain Pokemon Go. Faktor keamanan dan keselamatan menjadi perhatian yang utama,” pinta peraih penghargaan Adhi Makayasa ini. Polda Bali beserta jajaran juga melakukan hal sama. Anggotanya dilarang main Pokemon Go apalagi saat jam dinas. Apalagi game tersebut mengundang bahaya, terutama saat mengendarai kendaraan. Pasalnya bisa kecelakaan karena lebih fokus ke permainannya. “Nelepon atau SMS saja dilarang saat berkendara, apalagi main game. Kami mengimbau supaya saat berkendara konsentrasinya ke jalan agar tidak kecelakaan,” kata Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Anak Agung Made Sudana. Mantan Wadir Lantas Polda Bali ini mengimbau masyarakat terutama pengendara kendaraan supaya mematuhi aturan berlalu lintas. Jika diabaikan atau dilanggar, selain merugikan diri sendiri juga orang lain. “Sekarang saja sering kita temui pengendara main HP, padahal itu berbahaya. Aturan itu harus dipatuhi demi keselamatan kita di jalan,” tegasnya. Mantan Kapolresta Denpasar ini juga berharap personel Polda dan jajaran jangan ikut-ikutan seperti itu, mesti jadi contoh atau panutan. Ia berharap personel Polda dan jajaran memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Selain itu, mesti mampu melindungi dan mengayomi masyarakat. (rah)

Diberikan Sanksi Dari Hal. 1 Jika ditemukan adanya pelanggaran, akan diberikan sanksi sesuai dengan ketentuan yang ada. “Pegawai sebagai pelayan publik harus patuh dengan perintah. Harus selalu sadar sebagai abdi negara,” tegasnya. Demam game Pokemon Go tampaknya merambah wilayah Klungkung. Sejumlah pihak mulai melakukan langkah antisipasi terkait game yang digandrungi warga tersebut. Salah satunya Polres Klungkung. Korp baju cokelat ini melarang seluruh personelnya baik yang ada di Polres maupun di jajaran Polsek untuk bermain game tersebut. Alasannya cukup sederhana. Karena permainan tersebut dinilai dapat memengaruhi kinerja dan disiplin serta kesiapsiagaan personel. “Permainanan ini banyak negatifnya. Selain memengaruhi kinerja, disiplin personel, juga bisa mengganggu sistem keamanan Mako Polres,“ ujar Wakapolres Klungkung, Kompol Nengah Sadiarta. Larangan ini juga berlaku bagi masyarakat umum yang masuk ke wilayah Mako Polres. Warga juga dilarang bermain game tersebut ketika berkunjung ke Mapolres dengan alasan keamanan Mako Polres. “Larangan ini berdasarkan surat telegram Kapolri yang dikeluarkan Divisi Propam Mabes Polri,” ujar Kompol Sadiarta. Sidak Menanggapi demam Pokemon Go yang juga sampai di Tabanan, Wakil Bupati (Wabup) Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, hendak melakukan sidak game ini ke SMP maupun SMA yang ada di Tabanan Senin (25/7) besok. Menurutnya, game tersebut jika tidak dimainkan

secara bijaksana akan menyebabkan efek negatif bagi para pemainnya. “Saya lihat belum ada sisi positif dari game ini,” ujarnya. Untuk para siswa yang kedapatan memainkan Pokemon Go menurut Sanjaya tentu diberikan pembinaan agar memainkan game tersebut tidak di jam belajar maupun di tempattempat yang dilarang maupun berbahaya. Selain para siswa, Sanjaya juga mengimbau kepada para pegawai di lingkungan Pemkab Tabanan agar tidak memainkan aplikasi game Pokemon Go saat jam bekerja. “Kami imbau PNS di Pemkab Tabanan untuk tidak main game Pokemon Go saat ada di kantor,” ujarnya Ia juga berencana akan melakukan pantauan di lingkungan Pemkab Tabanan bagaimana perkembangan aplikasi game Pokemon Go di antara pegawai. Jika mengarah hal negatif, pihaknya tidak segansegan akan melakukan sidak dengan mengecek aplikasi di handphone masing-masing pegawai. “Karena berita yang beredar saat bermain aplikasi game Pokemon Go seseorang bisa tidak sadar, seperti bermain sambil berkendara sehingga menimbulkan kecelakaan, makanya kami antisipasi sesuatu yang merugikan,” jelasnya. Sementara itu, Kapolres Tabanan Putu Putra Sedana yang dikonfirmasi mengatakan pihaknya belum melakukan pengawasan terhadap masyarakat yang bermain Pokemon Go di kabupaten lumbung beras. “Belum kami lakukan pengawasan,” ujarnya. Permainan Pokemon Go juga dilarang bagi PNS di Kabupaten Buleleng. Permainan yang populer semenjak dua pekan terakhir ini dikhawatirkan menghilangkan konsentrasi tu-

gas menumpuk. Pegawai diamdiam mengalihkan pekerjaan demi berburu pokemon lewat ponsel android. Kabag Humas dan Protokol Pemkab Buleleng, Drs. Made Supartawan, M.M., mengatakan, kalangan pegawai kontrak dan PNS diminta serius bekerja membangun Buleleng. Ia mengimbau sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi), tidak sengaja mencuri waktu bermain Pokemon Go. Meski sedang populer di kalangan masyarakat. Ia meyakini setiap pegawai sudah memahami kinerjanya masingmasing. “Pemkab Buleleng akan segera menindaklanjuti dan menegaskan dengan mengeluarkan surat edaran. Di mana pada intinya selama jam kerja melarang karyawan dan PNS bermain game. Khususnya dalam hal ini Pokemon Go,” paparnya. Di lingkungan Mapolres Buleleng, aparat kepolisian tidak diperkenankan bermain game Pokemon Go. Kepolisian sudah mempunyai kewajiban menjaga keamanan tidak malah menghabiskan waktu bermain Pokemon Go. “Jadi, untuk anggota Polri di Polres Buleleng, dilarang untuk bermain Pokemon Go terutama di lingkungan mako. Arahan ini sudah dikeluarkan dari Mabes dan berlaku bagi seluruh personel Polri di Indonesia,” imbuh Sukawijaya. Kabag Ops. Polres Buleleng Kompol I Made Joni Antara Putra, S.H., meminta masyarakat bermain Pokemon Go tidak mengganggu aktivitas dan keselamatan diri. Unsur pidana di Pokemon GO memang tidak ada, kecuali dari permainan dimaksud terjadi tindak pidana aparat akan menindak tegas. Permainan ini dinilai membuat kecanduan, tidak kenal waktu dan tempat yang dimasuki, paparnya. (sos/san/dwa,dgk)

Pengaruhi Produktivitas Hormon Dari Hal. 1 Dokter Putu Budhiastra, Sp.M (K), dokter spesialis mata RSUP Sanglah menjelaskan, sinar radiasi gadget dapat berpengaruh jangka pendek dan jangka panjang. Pengaruh jangka pendek seperti mata menjadi berair, mata menjadi lelah. “Akibat kerja mata yang berlebihan di depan komputer juga berpotensi memengaruhi produktivitas hormon melatonin dalam tubuh,” imbuhnya Sabtu (23/7) kemarin. Produksi hormon melatonin berkurang oleh adanya rangsangan dari luar, misalnya cahaya serta medan elektromagnet. Cahaya maupun pajanan medan elektromagnet dengan intensitas tinggi dan dalam waktu yang lama dapat menurunkan produksi hormon melatonin dan berpotensi menimbulkan ber-

bagai keluhan, termasuk sakit kepala, pusing, dan keletihan, serta insomnia. Selain itu, paparan sinar radiasi gadget juga dapat mengalami Asthenopia, yaitu pupil mata menjadi lambat bereaksi terhadap cahaya, karena terlalu lama terkena cahaya yang berlebihan. Sementara itu, dampak jangka panjang dari paparan sinar radiasi laptop atau gadget adalah katarak adalah gangguan penglihatan yang disebabkan adanya kekeruhan pada lensa mata, penglihatan yang sangat menurun. “Pada penelitian di Tiongkok bahwa terjadi gangguan penglihatan yang permanen karena kerusakan macula atau bintik buta mata karena sering penggunanaan layar atau hp pada ruangan yang gelap (lampu dimatikan),” ungkapnya. (maya)

Perlindungan Anak Dari Hal. 1 Jumlah anak di Indonesia saat ini tercatat sekitar 87 juta jiwa atau sekitar 34 persen dari total populasi Indonesia. Salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan perlindungan terhadap anak adalah dengan menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Republik Indonesia nomor 1 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, yang telah ditandatangani Presiden pada tanggal 23 Mei 2016 lalu. Inti dari Perppu ini adalah pemberatan hukuman dan pemberian huku-

man tambahan bagi pelaku kejahatan seksual terhadap anak. “Pemerintah juga sedang mengkaji kebijakan bebas rokok bagi anak-anak Indonesia,” ujar Puan. Anak-anak adalah harapan Indonesia di masa depan. “Anakanak setelah dewasa kelak harus memiliki karakter dan teknologi yang hebat agar menang dalam persaingan. Kelak, Kalianlah yang akan mengubah Indonesia menjadi negara maju,” tuturnya. Karena itu, Puan berharap anak-anak Indonesia selalu bersemangat untuk belajar, tekun beribadah, berbakti kepada orang tua dan mencintai negara Indonesia. (kmb)


balipost (144rb Like) http://facebook.com/balipost

MINGGU KLIWON, 24 JULI 2016

@balipostcom (4.295 Follower) http://twitter.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Facsimile: 227418

Pesta Kuliner di Food Truck Festival BPM/wan

PERSIAPAN - Peserta Food Truck Festival dalam technical meeting persiapan pelaksanaan pergelaran Food Truck di ruang pertemuan Kantor Bali Post, Sabtu (23/7) kemarin.

BAGI pencinta kuliner, Kelompok Media Bali Post (KMB) akan menyelenggarakan Food Truck Festival 2016. Kegiatan serangkaian HUT ke-68 Bali Post yang diikuti lebih dari 20 food truck ini berlangsung mulai tanggal 29 Juli-31 Juli 2016, di area parkir Utara Taman Kota Lumintang, Denpasar. Peserta Food Truck Festival 2016, Komang Sugiantara dan Mertayasa, menyatakan sangat mendukung kegiatan yang digagas KMB. Kegiatan ini sebagai

wujud kepedulian terhadap Usaha Kecil Menegah (UKM) yang berkembang di Bali, khususnya Kota Denpasar. “Kami sangat mendukung kegiatan yang digagas Bali Post. Kami berharap kegiatan serupa tidak hanya digelar kali ini, namun secara berkesinambungan,” ungkap Komang Sugiantara, usai technical meeting, Sabtu (23/7) kemarin. Hal senada dikatakan Mertayasa, Food Truck yang menjadi tren baru dalam dunia

Kelompok Santoso Bukan Tikus! BAKU tembak antara anggota Satuan Tugas Operasi Tinombala versus kelompok bersenjata di bawah pimpinan Santoso alias Abu Wardah, Senin (18/7) di Poso, hasilnya mengejutkan banyak pihak. Sebab akibat kontak senjata selama 30 menit di petang itu, ternyata berhasil menewaskan dua dari lima orang bersenjata, yang salah seorang diduga Santoso, melihat ciri fisik dan sidik jarinya. Meskipun belum dilakukan tes DNA, namun ada yang meyakini almarhum adalah Amir Mujahidin Indonesia Timur yang berafiliasi pada Islamic State of Iraq and Syria (ISIS), yang bertahun-tahun menjadi buronan Densus 88. Karena menguasai kawasan Gunung Biru, Kecamatan Tangkura, Poso yang merupakan hutan belantara raya berbukit bermedan berat, maka untuk menumpasnya dibentuklah kesatuan tugas gabungan Polri dan TNI bernama Satgas Operasi Tinombala, yang sebelumnya bernama Operasi Camar Maleo. ‘’Karena bergabung di bawah ISIS, selain pemerintah Indonesia, kubaca di media online, Amerika Serikat juga menetapkan Santoso sebagai teroris global sehingga jadi buronan pasukan antiteroris internasional. Hasil gemilang pasukan gabungan TNI-Polri dengan nama sandi Operasi Tinombala tersebut, sungguh membanggakan masyarakat yang mencintai kedamaian, kenyamanan, dan ketenangan. Keberhasilan ini menurutku, tidak lepas dari peran Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), yang cikal bakalnya bernama Desk Koordinasi Pemberantasan Terorisme (DKPT) yang dibentuk Menkopolkam setelah tragedi Bom Bali 12 Oktober 2012.

Mengingat terorisme merupakan kejahatan luar biasa bagi kemanusiaan yang harus dijadikan musuh bersama, maka melalui Perpres nomor 46 tahun 2010, dibentuk BNPT untuk mengganti DKPT, yang pemimpin atau kepalanya berstatus setara menteri. Visi BNPT adalah mewujudkan penanggulangan terorisme yang dinamis melalui upaya sinergi institusi pemerintah dan masyarakat untuk meminimalkan ancaman terorisme. Dari visi yang jelas ini, kukira, BNPT merupakan lembaga yang menyusun strategi dan taktik , baik dalam rangka pencegahan maupun penindakan atas kejahatan terorisme di Indonesia,“ papar Rubag. “Benar, BNPT merupakan lembaga yang anggota dan pimpinannya merupakan personel semua institusi, khususnya yang bergerak di bidang keamanan dan pertahanan, seperti TNI dan Polri. Guna mencapai hasil maksimal penanggulangan terorisme, selain meningkatkan daya tangkal masyarakat dari pengaruh radikal terorisme, demi tercapainya pengakuan peran Indonesia dalam menanggulangi terorisme, BNPT juga melakukan kerja sama dengan lembaga internasional yang terkait. Hasil besar Operasi Tinombala dengan tewasnya Santoso, melambungkan nama Tito Karnavian yang dilantik 13 Juli 2016 sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), sekaligus kenaikan pangkat menjadi jenderal penuh. Sebab, sebelumnya Tito juga sempat dilantik menjadi Kepala BNPT, 16 Maret 2016, yang segera ikut menangani Operasi Tinombala. Bahkan di akhir jabatannya, dia pernah mengatakan bahwa penangkapan gembong teroris Santoso, hanya tinggal

menunggu waktu. Optimisme dilontarkan mengingat belasan anak buah kelompok teroris itu berhasil ditewaskan dan ada pula yang menyerah, karena pasukan gabungan TNI-Polri mengurung ketat kawasan Gunung Biru yang menjadi basis pertahanannya. Benar, enam hari setelah dilantik jadi Kapolri, Santoso dan seorang kawannya berhasil dibunuh Satgas Tinombala, tiga orang yang dua di antaranya diduga istri Santoso berhasil melarikan diri. Hebat, benar!“ komentar Kadek Wahyudita. “Kemampuan Tito memang sempat diragukan sementara pihak, baik saat diangkat menjadi Kepala BNPT maupun Kapolri. Mungkin para peragu tersebut, malas membaca rekam jejak lulusan Akademi Kepolisian 1987 itu yang kebanyakan kariernya di bidang penumpasan terorisme di Tanah Air. Mulai dengan pangkat letnan dua dan jabatan strategis wakil kepala sektor kepolisian (wakasek), hingga kini berbintang empat di pundak sebagai Kapolri, menunjukkan apresiasi atas prestasinya sangat relevan. Malah dari bom Bali I 2002 hingga bom bunuh diri di kawasan Thamrin, Januari 2016, nama Tito selalu terlibat dalam pengungkapan kasusnya. Selain cekatan dan tegas, hampir semua sekolah dan pendidikan yang dijalaninya selama berkarier di kepolisian, di dalam maupun luar negeri, kebanyakan mengenai studi terorisme. Meskipun demikian, bukan berarti dia tidak paham jenis kriminal lain. Saat jadi Kasatserse Umum Polda Metro Jaya, Oktober 2000, dia berhasil meringkus buronan kasus Bulog, Suwondo, yang raib enam bulan. Tidak tanggung-tanggung, setelah penembakan Hakim Agung

brrolan brolan BALE BANJAR AR AR ARIDUS Syafiuddin Kartasasmita, 26 Juli 2001, Tito bersama 23 anak buahnya dengan nama Tim Cobra berhasil meringkus pelaku, yang merupakan anak mantan orang nomor satu di Indonesia, November 2001. Peraih doktor lulusan Nanyang Technological University tersebut juga berhasil menumpas teroris dari Negeri Jiran, Dr. Azhari di Malang, November 2005. Gembong teroris ini juga diduga sebagai otak bom Bali II, 1 Oktober 2005,“ ulas Bakti Wiyasa. “Karena kesuksesan itu, Tito yang berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi dinaikkan pangkatnya menjadi Komisaris Besar. Memang istimewa, kubaca di Google, komandan Detasemen Khusus Kepolisian atau Densus 88 yang didirikan 26 Agustus 2004, hanya Tito yang berpangkat AKBP, tiga lainnya termasuk pengganti Tito, berpangkat Brigadir Jenderal. Sebelum Tito, Brigjen Pol. Gories Mare, Bigjen Pol. Suryadharma Salim dan sesudah Tito, Brigjen Pol. HM Syafei. Jika itu benar, sebagai Kapolri pun pria kelahiran Palembang, 26 Oktober 1964, tersebut, termasuk sangat muda, sehingga ada pihak yang tidak menyetujuinya. Namun, Presiden Joko Widodo agaknya menetapkan Tito tidak secara gegabah, pasti melalui pertimbangan dan

kuliner, di mana, konsep pedagang kaki lima disajikan dalam sebuah kendaraan merupakan sebuah kreativitas atau inovasi para penggiat UKM. “Karena itu, saya berharap pemerintah memfasilitasi kami para UKM yang bergelut di bidang kuliner, salah satunya menggelar festival kuliner seperti yang diselenggarakan Bali Post,” harapnya. Mereka menilai, Food Truck Festival yang diselenggarakan KMB dapat membantu UKM

secara langsung. Karena itu, mereka berharap kegiatan Food Truck Festival dapat dilaksanakan secara berkelanjutan di semua kabupaten se-Bali. Ketua Panitia, Kadek Parwata, mengatakan tempat mangkal yang dikemas secara eksklusif ini menjadikan pembeli yakin akan kebersihan dan makanan sehat yang terjamin. Belum lagi rupa-rupa makanan kaki lima yang bervariasi. Mulai dari masakan tradisional Indonesia, camilan jajan pasar,

sampai makanan Asia Timur, bahkan Western juga ada. Banyak pilihan, banyak rasa. Kegiatan tersebut semakin meriah dengan berbagai agenda menarik seperti yoga, parade band indie, stand up comedy, line dance, lomba karaoke lagu pop Bali, senam massal, lomba menggambar, dan modern dance. Selain itu, peserta acara dan pengunjung berkesempatan memenangkan door prize yang menawarkan hadiah-hadiah menarik. (*)

saran berbagai pihak. Memang, dengan terbunuhnya Santoso, semoga menjadi langkah awal dan motivasi bagi Tito untuk memimpin laskar Bayangkara sebagai pengayom dan pelindung rakyat seturut undang-undang dan konstitusi yang menjadi payung hukumnya. Tapi ada juga yang terkesan nyinyir bertanya, mengapa Santoso baru bisa dibunuh setelah Tito Karnavian dilantik jadi Kapolri, padahal operasi penumpasan berlangsung bertahun-tahun? Mengapa harus menggunakan pasukan gabungan berjumlah 3.000 orang untuk menghadapi kelompok Santoso yang cuma berjumlah 30 orang? Lucunya, ada yang berpendapat, Santoso sebenarnya tidak ada namun sengaja diadakan sebagai teroris yang sulit dibasmi, demi tujuan tertentu. Aku tidak paham dasar pemikiran para pelontar pertanyaan ini,“ ujar Pacet Sudiarsa. “Tikus yang menjadi hama tanaman di sawah saja, yang jumlahnya tidak seberapa malah bertubuh kecil, digopyok puluhan bahkan ratusan petani ramai-ramai. Kelompok Santoso bukan tikus, tapi teroris yang berpengalaman, baik dalam bertempur maupun menggunakan senjata, tentu harus disyukuri pasukan keamanan dan pertahanan kita bisa menekan

dan menumpasnya. Rimba raya Poso khususnya dan Sulawesi umumnya, merupakan hutan lebat luas dan sulit medannya. Dulu saat pemberontakan gembong DITII, Abdul Kahar Muzakkar di Sulawesi Selatan, Operasi Tumpas yang dimotori pasukan TNI dari semua angkatan dan Polri memerlukan 13 tahun untuk menumpasnya. Sebab, semua pasukan Kahar Muzakkar yang merupakan putra daerah tahu betul kon-

disi alam dan rimba Sulsel, sedangkan pasukan TNI yang terdiri dari berbagai divisi di Tanah Air, tidak mengenal medan. Setelah pemimpin pemberontak yang pernah jadi anggota BPUPKI tersebut berhasil ditewaskan 3 Februari 1965, seluruh anak buahnya kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi. Konon, yang mau meneruskan karier di militer, sebagian dididik di Denpasar,“ tutur Nyoman Wijaya. (aridus)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi 24 Juli 2016 | Balipost.com by e-Paper KMB - Issuu