20 HALAMAN
NOMOR 313 TAHUN KE 68
Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com
TERBIT SEJAK 16 AGUSTUS 1948 PERINTIS: K. NADHA
E-mail: balipost@indo.net.id
HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
SENIN PAING, 11 JULI 2016
balipost (144rb Like) http://facebook.com/balipost
Pengemban Pengamal Pancasila
@balipostcom (4.295 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Faksimile: 227418
Bali Post/kmb23
TOLAK REKLAMASI - Ribuan warga Bualu dan desa pakraman di Bali, Minggu (10/7) kemarin menggelar aksi tolak reklamasi di Nusa Dua (kiri). Sementara itu sejumlah peserta aksi melintas di jalan tol sembari menyaksikan pemasangan bendera di Teluk Benoa.
ST Se-Bualu Gelar Aksi
Dukung Menteri Susi Tolak Perpanjang Izin Reklamasi
Jajak Pendapat
Kanibalisme Bisnis Pariwisata Menguat PREDIKSI terhadap nasib pariwisata Bali mulai dilontarkan banyak kalangan. Ada yang memprediksi nasib pariwisata Bali hanya akan bertahan hingga hitungan 30 tahun ke depan. Prediksi ini diyakini akan menguat jika Bali tak segera melakukan reorientasi kebijakan pengelolaan pariwisata. Bahkan, pendekatan pariwisata yang mengedepankan bisnis, uang dan kuantitas akan mempercepat kehancuran destinasi pariwisata Bali. Kecenderungan menguatnya praktik kanibalisme dalam pengelolaan bisnis pariwisata akan mempercepat kehancuran. Bali pun diminta segera melakukan penyebaran dan pembatasan investasi dengan target membangun kualitas pengelolaan destinasi pariwisata. Menyikapi prediksi dari kalangan pelaku dan profesional dari kalangan pariwisata ini, Pusat Data Bali Post menggelar jajak pendapat di seluruh Bali. Berdasarkan tabulasi atas jawaban responden terkait dengan prediksi nasib pariwisata Bali ini, tercatat 77,31 persen responden meyakini hal ini akan terjadi jika kebijakan pariwisata Bali mengakomodasi semua kepentingan investasi tanpa melakukan koreksi atas kelayakan investasi. Hal ini diyakini akan mempercepat kehancuran pariwisata Bali. Ambisi untuk menjadikan Bali setara dengan negara lainnya seperti Singapura, Thailand dan sejumlah negara yang sukses mengelola pariwisata dinilai sebagai pemikiran absurd. Hal. 19 Jati Diri
Hujan Lebat dan Petir Diperkirakan Terjadi di Selatan Jawa dan Bali Jakarta (Bali Post) Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan potensi hujan lebat dan gelombang tinggi untuk wilayah selatan Jawa hingga Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga Kamis (14/7) ke depan. ‘’Kondisi dinamika atmosfer diprediksi akan terjadi hujan lebat disertai kilat atau petir, khususnya di selatan Jawa hingga NTT, sehingga masyarakat agar waspada,’’ kata Kepala BMKG Andi Eka Sakya dalam rilisnya di Jakarta, Minggu (10/7) kemarin. Untuk itu, BMKG mengimbau kepada para pengguna jasa transportasi darat maupun laut lebih berhati-hati dan mengutamakan keselamatan. ‘’Kami imbau selalu waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang mungkin ditimbulkan, seperti banjir, tanah longsor, genangan, jalan licin dan pohon tumbang,’’ kata Andi. Hal. 19 Gelombang Laut
Denpasar (Bali Post)-
Aksi tolak reklamasi tak pernah henti. Hampir setiap minggu krama Bali bergerak menyuarakan penolakan rencana menguruk kawasan suci Teluk Benoa. Jumlah mereka ribuan orang.
Bali Post/ForBali
TELUK BENOA - Pemasangan bendera tolak reklamasi di Teluk Benoa pasca-aksi di Nusa Dua.
Seperti terjadi Minggu (10/7) kemarin. Sekaa Teruna (ST) seDesa Bualu turun ke jalan tepatnya di perempatan Siligita. Mereka mendeklarasikan tolak reklamasi. Peserta deklarasi tak hanya dari Desa Bualu. Mereka juga datang dari ber-
bagai kabupaten di Bali. Awalnya mereka berkumpul di masing-masing banjar sejak pukul 12.00 Wita. Selanjutnya mereka bergerak menuju Lapangan Lagoon Nusa Dua untuk berkumpul bersama sebelum beraksi di perempatan
Siligita, Nusa Dua. Mereka hadir membawa berbagai bendera serta spanduk dan pamflet yang menegaskan penolakan rencana reklamasi Teluk Benoa. Hal. 19 Kalangan Pemuda
Lagi, Tiga WNI Diculik Kelompok Bersenjata Kualalumpur – Penculikan WNI di kapal-kapal di mana mereka bekerja terjadi lagi. Kini kelompok bersenjata menculik tiga WNI awak kapal tunda Indonesia di Negara Bagian Sabah, Malaysia Timur. Hal itu dinyatakan polisi setempat, Minggu (10/7) kemarin. Belum jelas apakah mereka disergap Abu Sayyaf atau ISIS. Kapal tunda itu dengan tujuh awak berada di perairan lepas pantai Sabah di Pulau Kalimantan, sekitar delapan mil laut dari pantai. Mereka diserang kelompok bersenjata, Sabtu malam, kata polisi kelautan daerah setempat. ‘’Mereka bertanya siapa membawa paspor dan tiga yang membawa digiring ke perahu mereka. Sementara empat orang yang tidak membawa ditinggalkan,’’ kata polisi laut dalam pernyataan pers, sebagaimana dinyatakan Reuters. Lima penculik bersenjata berbicara dalam bahasa Melayu dan berlogat Sulu, tambah polisi. Di Jakarta, Kementerian Luar Negeri Indonesia mengatakan belum memiliki keterangan tentang penculikan itu. Kelompok keras Abu Sayyaf membunuh dua orang Kanada baru-baru ini setelah tenggat tebusan dilewati. Mereka masih menyekap warga Jepang, Belanda, dan Norwegia. Presiden Filipina Rodrigo Duterte, akhir Juni, mengatakan akan tiba waktu bagi dia menghadapi Abu Sayyaf di bagian selatan negaranya. ‘’Akan ada waktu bagi saya untuk menghadapi Abu Sayyaf,’’ kata Duterte setelah bertemu dengan perempuan Filipina, yang dibebaskan setelah sembilan bulan disekap. ‘’Penculikan itu harus dihentikan.’’ Sebelumnya, Indonesia meminta Filipina memastikan keamanan di perairan Filipina Selatan agar penyanderaan awak kapal oleh kelompok bersenjata tidak terulang. ‘’Pemerintah Indonesia mengecam keras terulangnya penyanderaan terhadap warga Indonesia oleh kelompok bersenjata di Filipina Selatan,’’ kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. Sehubungan dengan upaya ronda bersama di perairan perbatasan tiga negara yang disepakati Indonesia, Filipina, dan Malaysia, hingga kini ketiga pihak itu masih membahas aturan baku pelaksanaannya. (ant)
Bali Post/dok
DISAMBUT - Sejumlah aparat menyambut WNI yang sebelumnya disandera di wilayah Filipina.
ABK Diduga dari NTT Kupang (Bali Post) – Tiga WNI yang diculik kelompok bersenjata di Malaysia diduga berasal dari Provinsi NTT. ‘’Saya baru terima informasinya tadi sore dan sekarang masih terus ditelusuri kebenaran dari informasi tersebut,’’ kata Gubernur NTT Frans Lebu Raya, Minggu (10/7) malam. Lebu Raya mengatakan, dari informasi, ada tiga nama warg-
anya yang tinggal di Nunukan, Kalimantan Utara, yang diculik kelompok bersenjata di Sabah itu, ketika sedang mencari ikan di perairan Malaysia. Ketiga orang itu adalah Theodorus Kopong, Emanuel serta juragan kapalnya yang bernama Lorens Koten. ‘’Tetapi untuk lebih jelas, kami masih koordinasikan dengan imigrasi di NTT untuk mengetahui kebenaran dari tiga nama yang
dilaporkan itu,’’ ujar Lebu Raya. Dia berharap pembebasan WNI itu bisa dilakukan segera. ‘’Karena kita juga tidak ingin warga NTT ditahan oleh kelompok-kelompok bersenjata di Malaysia. Dan kita juga mengharapkan jika memang benar warga kita yang ditangkap maka pemerintah pusat bisa membantu membebaskannya,’’ katanya. (ant)
Putra Bin Laden Ancam Amerika Serikat
Hamza bin Laden
Bali Post/ap
Dubai – Putra mendiang bekas pemimpin Al-Qaeda Osama bin Laden mengancam menuntut balas kepada Amerika Serikat atas pembunuhan ayahnya. Berdasarkan sebuah pesan audio yang diposting online, Hamza bin Laden bersumpah untuk melanjutkan perang kelompok militan global itu melawan AS dan sekutunya. Pernyataannya itu disampaikan dalam pidato berdurasi 21 menit yang berjudul ‘’Kita semua Osama’’, kutip SITE Intelligence Group. ‘’Kami akan terus menyerang kalian dan membidik kalian di negara kalian dan di luar negeri sebagai jawaban atas penindasan kalian terhadap rakyat Palestina, Afghanistan, Suriah,
Irak, Yaman, Somalia dan di seluruh tanah muslim yang tidak bebas dari penindasan kalian,’’ kata Hamza. Osama bin Laden dibunuh di tempat persembunyiannya di Pakistan oleh pasukan komando AS pada 2011 yang menjadi pukulan berat bagi Al-Qaeda yang melancarkan Serangan 11 September 2001 itu. Dokumendokumen yang ditemukan dari tempat persembunyian bin Laden dan disiarkan oleh AS tahun lalu menunjukkan bahwa para pembantunya berusaha mempersatukan bin Laden dengan Hamza yang pernah menjalani tahanan rumah di Iran. Hamza yang kini berusia 20an tahun sedang berada di sisi ayahnya di Afghanistan sebelum
Serangan 11 September dan menghabiskan waktu dengannya di Pakistan setelah invasi pimpinan AS menekan sebagian besar pemimpin Al-Qaeda. Didahului kata pengantar dari pemimpin baru Al-Qaeda, Ayman al-Zawahiri, dalam sebuah pesan audio tahun lalu, Hamza menyuarakan suara baru bagi Al-Qaeda yang para pemimpinnya sudah dimakan usia dan kesulitan menginspirasi para militan seluruh dunia karena kalah bersaing dengan ISIS. ‘’Hamza memberi wajah baru bagi Al-Qaeda, yang langsung terhubung ke pendiri organisasi ini. Dia artikulatif dan musuh yang berbahaya,’’ kata Bruce Riedel dari Brookings Institution seperti dikutip Reuters. (ant)
DENPASAR
2 Mantan Rektor Unwar Prof. Sukarsa Berpulang MANTAN Rektor Universitas Warmadewa (Unwar) Prof. Dr. I Made Sukarsa, M.S. berpulang pada Minggu (10/7) kemarin sekitar pukul 16.00 Wita. Sebelumnya, Sabtu (9/7), almarhum sempat dibawa ke IGD RSUP Sanglah dalam keadaan tidak sadarkan diri. Prof. SukarBali Post/may sa diduga mengalami Prof. Dr. I Made Sukarsa, M.S. (alm) stroke ketika pulang ke Karangasem. Prof. Sukarsa tidak bisa dipisahkan dari sejarah Universitas Warmadewa. Almarhum menjabat menjadi Rektor Unwar dari tahun 2007 hingga 2011. Selanjutnya, kembali dipercaya menjadi rektor tahun 2011 hingga 2015. Menurut dosen Prodi S-1 Ilmu Pemerintahan dan dosen S-2 Magister Administrasi Publik Unwar Dr. I Wayan Gede Suacana, M.Si., dalam dua periode jabatannya sebagai Rektor Unwar, Prof. Sukarsa telah berhasil melewati masa-masa sulit untuk kemudian mengantarkan Unwar ke pintu gerbang perguruan tinggi yang bermutu, berintegritas dan berwawasan lingkungan kepariwisataan. Sosok Prof. Sukarsa dikenal ramah, sabar dan bersifat akomodatif. ‘’Awal mengemban tugas sebagai Rektor Unwar merupakan ujian berat karena kondisi Unwar ketika itu belum begitu bagus,’’ ujarnya. Hanya berselang tiga tahun setelah itu, Prof. Sukarsa dengan tim yang dibentuk bisa mewujudkan berdirinya Fakultas Kedokteran dan Kesehatan yang kini merupakan ikon bagi perkembangan Unwar. Berkat ‘’tangan dingin’’ dan kepemimpinan almarhum yang memadukan pendekatan ilmiah dengan spiritual, di akhir masa jabatan keduanya tahun 2015 berhasil membawa Unwar sebagai salah satu perguruan tinggi terkemuka di Bali. Salah satu impian almarhum yang belum terwujud adalah berdirinya Pusat Digitalisasi Lontar di Unwar. (may)
BDRS RSUP Sanglah Belum Beroperasi Denpasar (Bali Post) Berdasarkan Permenkes No. 83 Tahun 2014 pasal 40, mewajibkan rumah sakit untuk memiliki Bank Darah Rumah Sakit (BDRS). BDRS juga merupakan salah satu syarat untuk mendapatkan akreditasi RS. RSUD di sembilan kabupaten/kota di Bali belum memiliki BDRS. Begitu juga BDRS RSUP Sanglah, hingga saat ini belum beroperasi meski bangunan fisiknya telah ada. Di Bali, rumah sakit pemerintah yang baru memiliki BDRS adalah RSAD (Rumah Sakit Angkatan Darat). Selain RS pemerintah, beberapa RS swasta yang telah memiliki BDRS yaitu Siloam, Surya Husada Nusa Dua, Surya Husada Denpasar, RS Bali Jimbaran. Sehingga total BDRS yang ada di Bali adalah 5 dari 55 RS yang ada di Bali. Direktur Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Provinsi Bali dr. A.A. Sagung Mas Dwipayani, M.Kes. mengatakan, RSUD di Bali memang belum memiliki BDRS secara fisik. Namun secara regulasi diizinkan untuk melakukan PKS (perjanjian kerja sama) dengan UTD PMI kabupaten/kota. ‘’RSUP Sanglah sampai saat ini bank darahnya belum jalan,’’ ujarnya. Maka dari itu, RSUP Sanglah masih melakukan PKS dengan UTD PMI Provinsi Bali. PKS tersebut berakhir pada tanggal 20 Agustus mendatang dan biasanya diperpanjang setiap tahunnya. Namun untuk PKS tahun 2016-2017, diakui belum ada permintaan perpanjangan PKS kembali. PKS tersebut memuat tentang pelayanan penyediaan darah untuk pasien di RSUP Sanglah dan tentang penyediaan stok darah serta komponennya di BDRS. Ia menegaskan, tugas Bank Darah adalah langsung berhubungan dengan klinisi dan pasien. Sementara UTD PMI akan men-dropping darah yang sudah aman dan dalam bentuk komponen ke bank darah. ‘’Jadi pasien tidak lagi berhubungan ke UTD PMI, tetapi ke bank darah,’’ ujarnya. Dengan begitu, katanya, tugas UTD PMI adalah fokus menyiapkan dan menyediakan darah yang aman dan berkualitas. Terkait masalah ketidakcocokan darah donor dan pasien, masalah reaksi transfuse, itu adalah tugas BDRS. ‘’Jadi tugas kita men-dropping, BDRS-lah yang menghitung kebutuhan darah, membutuhkan golongan darah apa, komponen apa, berapa per hari atau per minggu. Karena ada umur trombosit yaitu 5 hari, jadi mereka (BDRS) harus menghitung dengan cepat. Namun yang terjadi saat ini di UTD PMI Provinsi Bali, kegiatan dan tugas BDRS dikerjakan UTD PMI Provinsi Bali karena telah adanya ikatan PKS,’’ imbuhnya. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya, MPPM., Sabtu (9/7) mengatakan, BDRS memang satu persyaratan setiap RS. ‘’Tapi kalau belum punya, boleh kerja sama dengan UTD PMI. Namun untuk selanjutnya, semua RS harus menyiapkan sendiri kebutuhan darah di unit BDRS. RS pemerintah yang telah memiliki BDRS adalah RSUD Buleleng,’’ tandasnya. (kmb42)
Bali Post/may
PMI - Petugas UTD PMI Provinsi Bali sedang melakukan pengambilan darah
(0361) 819446, 081337032965 FM 96,5
Topik : ARUS BALIK DUKTANG Sampaikan opini Anda hari ini di acara Warung Global FM 96,5 web : www.radioglobalfmbali.com E-mail : info@radioglobalfmbali.com
Senin Paing, 11 Juli 2016
Diduga Geng Motor
Tentara Bersenjata Lengkap Bubarkan Trek-trekan Denpasar (Bali Post) -
Tim Patroli Garnizun Kodim 1611/Badung bersenjata lengkap melakukan penyisiran di wilayah Denpasar, Minggu (10/7) kemarin. Sasarannya adalah geng motor yang melakukan aksi trek-trekan di wilayah Renon, Jalan Mahendradatta dan Jalan Teuku Umar Barat, Denpasar. ‘Ketemu (trek-trekan - red) di Renon dan langsung disuruh pulang, jangan sampai mereka anarkis lagi,’’ tegas Dandim 1611/Badung Letkol CZI. M. Leo Pola Ardiansa, kemarin.
Bali Post/ist
ARAHAN - Anggota Kodim 1611/Badung mendapat arahan sebelum operasi trek-trekan.
Dandim menambahkan, pihaknya mengerahkan 15 personel bersenjata lengkap untuk melakukan patroli di titik-titik yang kerap dipakai ajang balapan liar. Selain itu, pihaknya mengerahkan anggota intelijen untuk memantau pergerakan geng motor tersebut. ‘’Jangan sampai ada ruang bagi mereka melakukan trek-trekan. Kasihan warga yang mau pulang diganggu oleh mereka,’’ ujarnya. Operasi geng motor itu dilakukan Sabtu (9/7) pukul 21.00 Wita hingga Minggu (10/7) dini hari pukul 03.00 Wita. Selain itu, anggota Babinsa juga dikerahkan untuk mengantisipasi
aksi geng motor di wilayahnya masing-masing. ‘’Mari jaga kondusivitas Bali. Apalagi, balapan liar itu dikeluhkan sejak lama dan harus secepatnya diatasi. Kami tetap koordinasi dengan kepolisian,’’ tegas Leo. Sementara itu, pihak Polresta Denpasar beserta jajaran juga melakukan hal sama. Puluhan personel dikerahkan untuk menyisir jalan yang biasa dipakai balapan liar. ‘’Anggota kami saja 25 orang dilibatkan. Sasarannya Renon dan Jalan Mahendradatta. Hasilnya belum ada laporan ke saya,’’ kata Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol Reinhard.
Sementara itu, Kapolsek Denpasar Barat Kompol Wisnu Wardana menyebutkan, operasi itu dilakukan Polresta, Polsek, TNI dan lima desa. Namun, tidak ditemukan balapan liar, terutama di Jalan Mahendradatta yang paling sering dipakai trek-trekan. ‘’Sebenarnya giat ini sering kami lakukan sebelumnya. Kali ini melibatkan tim gabungan,’’ tegasnya. (kmb36) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391.
FM 96,5
Rai Mantra Hadiri Penyerahan Rekor Muri
Layang-layang ’’Nagaraja’’ Terbesar di Indonesia MUSEUM Rekor Indonesia (Muri) memberikan penghargaan kepada ST Dhananjaya Banjar Dangin Peken Kelurahan Sanur Kecamatan Denpasar Selatan atas rekor Penyelenggara Pembuatan Layang-layang Tradisional Terbesar. Layang-layang yang meraih Rekor Muri tersebut yakni layang-layang Janggan ‘’Nagaraja’’ dengan bentang sayap 11,5 meter, bentang ekor 10,80 meter, panjang bodi 15,20 meter, panjang ekor 234,5 meter, dan total berat 770 kg. Penghargaan ini diserahkan Eksekutif Manager Muri Indonesia Sri Widayati bersama Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, Minggu (10/7) kemarin, di lapangan Pantai Mertasari, Sanur. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar I Wayan Mariyana Wandira, Ketua Pelangi Bali Rai Andayana, Camat Denpasar Selatan A.A. Gede Risnawan serta para tokoh masyarakat desa setempat. Ketua Penyelenggara Kadek Suprapta Meranggi yang ditemui di sela-sela acara mengatakan, nama Nagaraja dipilih karena layang-layang ini merupakan raja dari segala layang-layang janggan yang ada di Bali yang berdasarkan atas ukuran yang masif dan reliable untuk terbang. Mengingat, sejarah janggan berkembang di Sanur melalui janggan duwe yang sangat dibanggakan. Pada zaman tersebut, Banjar Dangin Peken masih bernama Banjar Bias bersama dengan Tewel Abiantimbul Medura, yang kala itu memiliki sebuah janggan yang dibanggakan hasil kreasi maestro janggan Bali Pekak Rengkuh (alm). Untuk pengerjaan layanglayang Janggan Nagaraja ini, secara keseluruhan baik pengerjaan rangka utama, sistem, dan lainnya menghabiskan waktu selama 3 bulan. Pihaknya menghabiskan
bambu petung berukuran besar dengan panjang 10 sampai 12 meter dan menghabiskan puluhan roll kain TC dan parasut untuk panukub pecukan, ikuh sapi, gleber atau ekor sehingga menghasilkan ekor yang indah. Untuk pepayasan-nya, semuanya dibuat dari kulit dan tapel Nagaraja sendiri dibuat dari gabus. ‘’Sebuah karya spektakuler dari Banjar Dangin Peken ini kami persembahkan untuk para Rare Angon di Bali, sehingga budaya layang-layang kita di Bali tetap terjaga dan lestari,’’ kata Kadek. Wali Kota Rai Mantra dalam kesempatan tersebut sangat mengapresiasi karya seni yang spektakuler dari ST Dhananjaya Banjar Dangin Peken Kelurahan Sanur Kecamatan Denpasar Selatan. ‘’Kita sangat mendukung para generasi muda dalam berkreativitas. Terlebih, bisa mencatatkan diri di Muri,
ini benar-benar luar biasa dan patut dibanggakan,’’ kata Rai Mantra. Eksekutif Manager Muri Indonesia Sri Widayati mengatakan, pihaknya secara resmi mengumumkan dan mengesahkan layang-layang tradisional Bali terbesar Janggan Nagaraja yang dibuat ST Dhananjaya Banjar Dangin Peken Kelurahan Sanur Kecamatan Denpasar Selatan tercatat pada Museum Record Indonesia. ‘’Dengan dicatatnya karya spektakuler ini, semoga akan menambah nama harum Denpasar atau Bali pada umumnya di kancah nasional maupun internasional. Dan ternyata, layang-layang di Bali ini memiliki budaya serta filosofi yang mana membutuhkan kerja sama antara tim yang tidak bisa ditemukan di negara lain,’’ kata Widayati. (ad192)
REKOR MURI - Wali Kota Rai Mantra berfoto bersama dengan Eksekutif Manager Muri Indonesia Sri Widayati serta para tokoh masyarakat saat menghadiri penyerahan Rekor Muri layang-layang ‘’Nagaraja’’ sebagai layang-layang terbesar di Indonesia, Minggu (10/7) kemarin, di lapangan Pantai Merta Sari, Sanur.
Bali Post/kmb23
Petugas kepolisian melakukan pengecekan di lokasi ledakan tabung pada sebuah kios laundry di Gang Asem, Jalan Buana Kubu, Denpasar, Minggu (10/7) kemarin.
Tabung Pemanas Air Meledak, Tempat ’’Laundry’’ Rusak Parah Denpasar (Bali Post) Suara ledakan mengagetkan warga Banjar Buana Kubu, Denpasar Barat, Minggu (10/7) kemarin. Sumber ledakan itu dari tabung pemanas air Bali Laundry hingga mengakibatkan bangunan laundry tersebut rusak parah. Tidak ada korban jiwa maupun luka akibat kejadian itu. ‘’TKP-nya di Jalan Buana Kubu Gang Asem IV nomor 1, Denpasar Barat. Pemilik laundry I Gede Nesawan,’’ kata Kapolsek Denpasar Barat Kompol Wisnu Wardana. Dari keterangan saksi, sebelum kejadian, ada tiga karyawan laundry bekerja, yaitu Suryono, Yustina Kahutar dan Rutsahana. Sekitar pukul 11.00 Wita, Yustina menghidupkan kompor untuk memanaskan air dalam tabung, lalu ia mencuci pakain di mesin cuci sebelah barat kompor tersebut. Sedangkan Suryono membilas pakaian dan Rutsahana sedang makan. Saat jarum jam menunjukkan pukul 12.15 Wita, tabung pemanas air meledak yang mengakibatkan bangunan di atas kompor hancur dan dua mesin cuci rusak parah. ‘’Tabung pemanas air atau stream itu untuk menghasilkan uap yang digunakan untuk menyetrika pakaian. Dari tabung itu terhubung selang ke setrika. Belum diketahui penyebab tabung pemanas air meledak dan sedang kami selidiki,’’ ujar Wisnu. Beruntung, ledakan tersebut tidak menimbulkan percikan api. Padahal di tempat usaha yang beroperasi dari tahun 2009 itu, terdapat enam tabung elpiji ukuran 12 kilogram. Sedangkan ketiga karyawan hanya terkena semburan debu di wajah. ‘’Mereka sempat shock, mungkin kaget. Kondisinya sudah membaik,’’ kata seorang warga. Ledakan itu juga membuat penghuni kos-kosan yang berada di areal laundry berhamburan keluar. Menurut Anggi (penghuni kos), saat itu ia sedang memasak dan kaget bukan kepalang mendengar ledakan keras itu. ‘’Saya kira ada gempa,’’ tegasnya. Bahkan, Ibu Agung yang rumahnya di belakang TKP, mengira ledakan bom. ‘’Saya takut karena suara ledakan sangat keras,’’ ujarnya. (kmb36)
’’Karya Baligia Padudusan Agung’’ di Puri Agung Jrokuta
Diikuti 199 Puspa Lingga dan 253 Orang ’’Mapandes’’ RIBUAN umat Hindu tumpah ruah mengikuti prosesi purwa daksina, Minggu (10/7) kemarin di Puri Agung Jrokuta, Denpasar. Mereka mengikuti puncak Karya Mamukur Baligia Padudusan Agung di Puri Agung Jrokuta, Denpasar. Tercatat 199 puspa lingga yang terdiri dari 10 puspa lingga duwe puri dan 189 puspa lingga pangiring mengikuti prosesi purwa daksina. Upacara juga dihadiri panglingsir puri se-Bali. Upacara diawali dengan ngajum dan melaspas puspa yang dipusatkan di puri, diikuti dengan Rsibujangga dan baris punia. Puncak karya di-puput empat sulinggih, masing-masing Ida Pedanda Gede Telaga Sanur, Ida Pedanda Gede Ngurah Telaga, Ida Pedanda Jelantik Giri (Budha) dan Ida Pedanda Istri Raka. Karya baligia ini tergolong utamaning utama dengan tingkat padususan agung. Makanya, warga Denpasar sangat berbahagia bisa mengikuti prosesi yang jarang dilakukan hingga tingkatan utamaning utama tersebut. Yadnyamana karya dipercayakan kepda Ida Pedanda Gede Telaga serta melibatkan 16 sulinggih selama karya. Menurut
Panglingsir Puri Agung Jrokuta Drs. I Gusti Ngurah Jaka Pratidnya, karya ini dilakukan sepeninggal panglingsir dan pasemetonan puri. Di antaranya I Gusti Ngurah Wedanta, I Gusti Ngurah Winaya, Gusti Ari, A.A. Sagung Alit Suratni, A.A. Semi, A.A. Sagung Mas, dll. Sejak karya dimulai 14 Juni lalu, ribuan warga ngayah setiap harinya. Mereka dari warga Banjar Dukuh, Tagtag dan Nyangelan, Serangan. Di samping itu, juga didukung Pangerobelahan Jero. Sebab, Puri Agung Jrokuta di Jalan Sutomo 38 Denpasar masih melestarikan paiketan pasemetonan kuno. Di sini paiketan dibagi atas semeton puri, paman, wargi, pekandelan dan braya. Karena itu, upacara ini juga sebagai media mempererat hubungan kekerabatan antara pasemetonan puri dan puri dengan warga dan braya. Jaka Pratidnya yang akrab dipanggil Turah Joko menegaskan, peson-peson biaya karya tak diikat. Asalkan mengatakan tidak mampu, para pengiring digratiskan dari peson-peson. ‘’Inilah bentuk solidaritas dan soliditas puri membantu warga. Berapa pun boleh mapunia, termasuk ada
yang gratis,’’ ujarnya. Turah Joko didampingi Seksi Upacara A.A. Ngurah Darmaputra menambahkan, berkat semangat bersama dan kesungguhan hati, semua rangkaian karya berjalan lancar. Salah satu aed karya yang mendapat perhatian serius yakni mapandes massal. Acara pada 7 Juli lalu diikuti sembilan semeton puri dan 253 pangiring. Puncak acara dihadiri tokoh Puri Satria yang juga Menteri Koperasi dan UKM A.A. Ngurah Puspayoga. Semeton puri yang mapandes adalah I Gusti Ngurah Gede Nithyananda, I Gusti Ngurah Bagus Jayanta Nanda, I Gusti Ayu Agung Adhya Monacika (putra Turah Joko dan A.A. Sagung Ratih Edyawati, S.Pl.), diikuti A.A. Ngurah Krishna Pranata (putra IGN Mandala Putra dan Dr. A.A. Sagung Ngurah Indradewi, S.H., M.H.), I Gusti Ayu Agung Pramesti Pramana Dewi (putri I Gusti Ngurah Sugiarta Pramana), A.A. Sagung Putri Gita Suari Samitra, A.A. Ngurah Agung Satria Dharma Wibawa Samitra (putra AAN Gede Darma Putra Atmaja, S.E. dan A.A. Sagung Putra Sri Padmidewi, S.E.) serta A.A. Ngurah Agni Bramasta (putra A.A. Ngurah Ratmaja dan
PURWA DAKSINA - Puspa lingga duwe puri dan pengiring ketika mengikuti prosesi purwa daksina pada Karya Baligia Padudusan Agung di Puri Agung Jrokuta. Ni Ketut Suci Artini) dan A.A. Ngurah Indrajaya Kusuma (putra I Gusti Ngurah Putra Sanjaya dan Ni Luh Sriasih). Senin dini hari (11/7) ini dilakukan pralina puja langsung nganyut ke Segara Matahari Terbit. Upacara dilanjutkan
dengan nyegara gunung dan mendak dewata-dewati dan ngalinggihang pitara, Rabu, 13 Juli mendatang. Turah Joko juga berterima kasih atas semangat kebersamaan semeton puri, warga dan pangiring nyanggra karya hingga tuntas. (sue)
BADUNG
Senin Paing, 11 Juli 2016
Bawa Narkoba, Napi Lapas Kerobokan Ditangkap Mangupura (Bali Post) Sipir Lapas Kerobokan menangkap napi berinisial TGS (24), Jumat (7/7) lalu. Awalnya, TGS berkelahi dengan napi lainnya. Selanjutnya dia diamankan dan saat digeledah ditemukan satu paket sabu-sabu (SS). Informasi di lapangan, terkait kasus itu, TGS dibawa ke ruangan KPLP. Saat itulah sipir mengamankan SS tersebut dan langsung berkoordinasi dengan Sat. Resnarkoba Polres Badung. Barang bukti yang diamankan, satu paket SS seberat 0,1 gram. Kasat Resnarkoba Polres Badung AKP Djoko Hariadi saat dimintai konfirmasi, Minggu (10/7) kemarin, membenarkan adanya kasus itu. ‘’Kami menerima pelimpahan kasus itu dan sedang didalami. Pengakuan tersangka, sabu-sabu itu didapat di dalam (lapas - red), tetapi masih didalami,’’ ujarnya. Selain itu, lanjut mantan Kanit I Sat. Resnarkoba Polresta Denpasar ini, pihaknya menangkap pengedar SS berinisial SAM (32) di wilayah Padangsambian, Denpasar. Hasil penggeledahan, diamankan barang bukti 6 paket SS seberat 3,56 gram. Petugas juga meringkus pengguna SS berinisial BD (26) di wilayah Pemecutan Kelod, Denpasar. Terkait kasus itu, disita satu paket SS seberat 0,81 gram. ‘’Para tersangka sudah diproses dan sedang dilakukan pendalaman. Kami mengajak masyarakat untuk ikut aktif memerangi peredaran narkoba,’’ ucap Djoko yang dilantik menjadi Kasat Resnarkoba pada 16 Juni lalu ini. (kmb36)
Koordinasi dengan Polisi
PK Terpidana Mati Diajukan Pekan Ini Mangupura (Bali Post) Keinginan untuk mengajukan upaya hukum peninjauan kembali (PK) atas vonis mati yang diterima pasangan suami-istri (pasutri) Heru Hendriyanto dan istrinya, Putu Anita Sukra Dewi, beberapa kali menemui kendala. Pertama sempat diajukan tanpa kedatangan terpidana, namun ditolak pengadilan. Sedangkan pekan lalu sebelum Lebaran, tim kuasa hukum terpidana, Edy Hartaka, dkk. serta pihak kejaksaan yang siap membantu, juga batal menjemput terpidana di Lapas Karangasem karena saat itu tanpa ada pengamanan dari pihak kepolisian. PK pun tertunda karena sesuai aturan, pengajuan PK harus dihadiri terpidana sendiri. Atas kondisi itu, kuasa hukum terpidana Edy Hartaka tampak pusing, apalagi dia adalah pengacara prodio. Jalan terakhir, kuasa hukum terpidana mati itu akhirnya kembali mengajukan surat ke kepolisian yakni Polres Karangasem serta pihak lapas sebagai penanggung jawab terpidana. Edy Hartaka, Minggu (10/7) kemarin mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan kepolisian. Rencananya, PK akan diajukan Jumat (15/7) mendatang. Selama ini, kata Edy Hartaka, pihak lapas tidak bisa memberikan kendaraan untuk mengangkut terpidana. Sudah sempat dibantu Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar yakni bantuan mobil tahanan, malah pengawalan kepolisian tidak ada. Sungguh berliku memang kendala yang dihadapi terpidana untuk mengajukan PK atas hukuman mati diterima. Dia juga akan berkoordinasi dengan Kejari Denpasar, karena yang akan membantu penjemputan dengan mobil tahanan milik Kejari Denpasar. Itu pun akan terbatas waktunya, karena penjemputan hanya bisa dilakukan Jumat. Pasalnya, Senin sampai Kamis hari efektif kejaksaan, yakni mobil tahanan digunakan menjemput tahanan yang akan disidang. ‘’Soal pengamanan, kami sudah bersurat ke polisi, sehingga pengajuan PK ke PN (Pengadilan Negeri) Denpasar dapat berlangsung dengan baik dan terkoordinasi,’’ harap Edy Hartaka. Soal memori PK, tim kuasa hukum terpidana mati itu mengaku sudah siap. Bahkan, tim sudah mencetak 11 buku dengan 325 halaman. Sebagaimana diketahui, dari PN, PT (Pengadilan Tinggi) dan MA (Mahkamah Agung) telah memvonis mati pasangan suami-istri Heru Hendriyanto dan Putu Anita Sukra Dewi yang membunuh satu keluarga di Perumahan Kampial Residen, Kuta Selatan, Badung pada 16 Februari 2014 lalu. Selain pasutri itu, ada dua rekannya yaitu Abdul Kodir dan Syafaat juga divonis mati karena terbukti ikut serta melakukan pembunuhan berencana terhadap satu keluarga, yaitu Made Purnabawa, Ni Luh Ayu Sri Mahayoni dan anaknya, Ni Wayan Risna Ayu Dewi. Pembunuhan dilakukan secara sadis. Dalam kasus ini, satu orang masih ditetapkan sebagai DPO oleh kepolisian. (kmb37)
3
PENUMPANG - Pascalibur Lebaran, Minggu (10/7) kemarin, sejumlah penumpang mulai terlihat berdatangan di Teminal Mengwi setelah sebelumnya menghabiskan libur Lebaran di kampung halaman.
Bali Post/kmb23
Tanpa Alasan dan Identitas Jelas
Bupati akan Pulangkan Duktang Mangupura (Bali Post) –
Kehadiran penduduk pendatang (duktang) pascamudik Lebaran menjadi perhatian serius Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta. Bahkan, Bupati asal Plaga, Petang ini akan memulangkan duktang yang masuk wilayahnya tanpa alasan dan identitas jelas. ‘’Kami sudah antisipasi hal itu (duktang – red), bahkan jauh sebelum mudik dan arus balik. Jadi jika ada penduduk pendatang tanpa tujuan dan identitas jelas, mohon maaf akan kami pulangkan,’’ tegas Bupati Giri Prasta, Minggu (10/7) kemarin. Menurutnya, antisipasi duktang di Gumi Keris telah dilakukan Satpol PP dan Dinas Kependudukan dan
Catatan Sipil Badung. Tim gabungan ini akan melakukan pemeriksaan secara ketat, baik identitas maupun
barang bawaan penumpang. Pemeriksaan juga akan melibatkan tim gabungan yang ada di Posko Lebaran Terminal Mengwi, seperti Kepolisian dan TNI. ‘’Masyarakat yang datang ke Badung ini harus jelas. Kami juga akan melakukan sosialisasi ke kepala lingkungan, apakah ada penduduk pendatang di wilayahnya. Ini untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak kita inginkan,’’ ungkapnya. Sebelumnya, Kepala Dishubkominfo Badung Wayan Weda Dharmaja mengatakan
telah mengantisipasi adanya penduduk pendatang liar atau tanpa identitas yang datang lewat Terminal Mengwi. Pihaknya telah melibatkan Satpol PP dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Badung. ‘’Tim gabungan ini akan melakukan pemeriksaan secara ketat, baik identitas maupun barang bawaan penumpang. Tentu untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, pemeriksaan penumpang akan diperketat,’’ ucapnya. Guna mengantisipasi
Sejumlah Kasus Korupsi Sisakan Tersangka
Tak Sepaham, Tiga Kader Hanura Loncat Partai Mangupura (Bali Post) Tiga kader Partai Hanura Badung hijrah ke PDI Perjuangan Badung. Pentolan Partai Hanura yakni I Wayan Edi Sanjaya, I Nengah Sudarsana dan I Nyoman Robi Dewantara mengaku tak lagi sepaham dengan partai besutan Wiranto tersebut. Satu dari tiga kader Hanura yang loncat ke PDI Perjuangan Badung itu langsung menduduki jabatan ketua ranting di partai moncong putih tersebut. Dia adalah mantan Humas DPC Hanura Badung I Wayan Edi Sanjaya, kini menduduki jabatan Ketua Ranting PDI-P Cemagi Kecamatan Mengwi. Menurut Edi Sanjaya, salah satu alasan dirinya pindah ke PDI Perjuangan lantaran program yang direncanakan oleh pengurus PDI Perjuangan, baik di eksekutif maupun di legislatif lebih banyak untuk kepentingan masyarakat banyak. ‘’Alasan bergabung ke PDIP karena kami melihat program PDI Perjuangan sangat tepat, yakni dengan sistem PPNSB (Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana),’’ ungkap Edi Sanjaya saat ditemui, Minggu (10/7) kemarin. Sementara itu, mantan Ketua Bapilu Hanura Badung Nengah Sudarsana mengatakan, pilihan untuk loncat ke PDI-P lantaran tidak lagi sepaham dengan Partai Hanura. Meski demikian, dirinya langsung membantah jika pihaknya meloncat lantaran melihat PDI-P telah berhasil memenangkan Ketua DPC PDI Perjuangan Badung I Nyoman Giri Prasta sebagai Bupati Badung. ‘’Bukan demikian, justru kamilah yang membawa Hanura ke Giriasa, kamilah pentolan-pentolan dari Partai Hanura sehingga tidak ada alasan untuk menuding seperti itu,’’ tegasnya. Dia juga mengaku pernah berjuang dalam rangka pilkada dan terus mengikuti perjuangan Giriasa. ‘’Masyarakat tidak akan canggung-canggung (mendukung sikapnya), masyarakat sudah tahu itu,’’ katanya. Hal senada dikatakan mantan Bendahara DPC Hanura Badung I Nyoman Robi Dewantara. Menurutnya, dinamika di partai politik menjadi hal yang wajar. Tetapi ketika dinamika tidak lagi sepaham, membuatnya memilih jalan yang berbeda. ‘’Tapi ketika kami tidak sepaham dan tidak bagus, adalah wajar ketika kami memilih jalan yang berbeda,’’ ucapnya. Dikatakannya, keputusan untuk bergabung ke PDI Perjuangan juga lantaran program PPNSB yang dianggap baik. Program yang sangat terencana dengan baik dan program memang harus direncanakan. (kmb27)
Bali Post/par
KADER - Tiga kader Partai Hanura Badung I Wayan Edi Sanjaya, I Nengah Sudarsana dan I Nyoman Robi Dewantara hijrah ke PDI-P Badung.
membeludaknya kedatangan arus balik di Terminal Megwi, katanya, pihaknya telah menyiagakan puluhan personel ditambah tim gabungan dari Dishubkominfo Badung. Dinas Kependudukan dan Cacatan Sipil (Disdukcapil) Badung mencatat, jumlah penduduk yang teregistrasi di Gumi Keris mencapai 462.036 jiwa, dengan jumlah penduduk pendatang 4.131 jiwa. Mereka memang lebih banyak berdomisili di kawasan pariwisata seperti Kuta, Kuta Selatan dan Mengwi. (kmb27)
Bali Post/wan
MERAYAP - Sederetan kendaraan merayap saat melintas di kawasan underpass Patung Dewa Ruci, Kuta, menuju ke arah Tuban - Nusa Dua – Jimbaran, Minggu (10/7) kemarin. Kondisi ini diduga dipicu jumlah wisatawan yang masih memadati beberapa objek wisata di Bali Selatan selama musim liburan Lebaran tahun ini.
KASUS dugaan korupsi yang telah dilakukan sidang di Pengadilan Tipikor Denpasar, sudah banyak yang diputus. Namun tak jarang dari perkara yang menetapkan lebih dari satu tersangka itu, masih menyisakan banyak tersangka. Baik penyidik Krimsus Polda Bali maupun Pidsus Kejati Bali dan sejumlah kejaksaan negeri, belum melakukan pelimpahan atas sisa tersangka dimaksud. Berdasarkan data yang ada, kasus-kasus korupsi yang menyisakan tersangka ada kasus pipanisasi Karangasem, kasus BP3TKI dan sejumlah perkara lainnya. Sedangkan sisa tersangka untuk kasus jembatan Lemukih, Buleleng, sedang dalam proses persidangan di Pengadilan Tipikor Denpasar. Begitu juga kasus pembebasan lahan Jalan Prof. I.B. Mantra, selain Made Bawa dalam proses persidangan, ada tiga tersangka lainnya dari BPN Gianyar. Pidsus Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali, belum lama ini mengatakan, untuk kasus pipanisasi Karangasem masih ada sisa tersangka yang belum dilimpahkan oleh penyidik Krimsus Polda Bali. Satu orang tersangka yakni dari PT Adhi Karya, berkasnya sudah dinyatakan lengkap alias P21 sehingga penyidik Pidsus Kejati Bali tinggal menunggu pelimpahan tahap II dari Polda Bali, yakni pelimpahan berkas tersangka dan barang bukti. Sedangkan untuk tersangka Nv yang disebut-sebut sebagai orang kuat di lingkaran Pemerintahan Pemkab Karangasem, sebelumnya berkasnya masih P19. Sementara untuk kasus BP3TKI yang ditangani Polda Bali (sebelumnya dibidik Mabes Polri), juga menyisakan satu tersangka. Terdakwa yang masih dalam proses persidangan adalah Ketua Panitia Pengadaan Lahan dan Pembangunan, Trusti Prio Sambodo. Sementara yang masih berstatus tersangka dan berkasnya belum dilimpahkan adalah Wahyu Matondang alias Dodik. Untuk diketahui, kasus ini sudah menjebloskan tiga terdakwa ke penjara, yakni Kepala BP3TKI Bali sekaligus KPA (Kuasa Pengguna Anggaran) I Wayan Pageh, Prio sebagai Kabag Tata Usaha yang juga menjabat sebagai PPK dan pemilik tanah Paramartha. Kasus ini muncul setelah adanya dugaan dokumen pengadaan dibuat secara formalitas dan tanpa penetapan harga perkiraan sendiri. Panitia juga tidak melakukan penunjukan penyedia barang dan melakukan mark-up harga. Yakni harga tanah Rp 4,5 miliar dibayar Rp 6,7 miliar. Akibatnya, negara dirugikan hingga Rp 2,2 miliar. Dalam persidangan, terungkap Rp 200 juta masuk ke kantong Pageh, Rp 450 juta ke kantong Prio dan Rp 1,5 miliar mengalir ke Wahyu Matondang alias Dodik yang merupakan staf khusus Kepala BNPTKI Jakarta Jumhur Hidayat. Dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Denpasar, Dodik berkali-kali membantah, walau saksi juga berkali-kali memojokkan dirinya. Selain sisa tersangka, majelis hakim Pengadilan Tipikor Denpasar juga beberapa kali memerintahkan jaksa untuk menetapkan mereka yang terlibat dalam kasus korupsi dijadikan tersangka. Salah satunya adalah pengadaan pupuk di Karangasem, yang sudah menyeret sejumlah terdakwa dan sudah divonis. Belum ada kabar tindak lanjut atas permintaan majelis hakim tipikor tersebut. (asa)
Antisipasi Arus Balik
Wabup Suiasa Tinjau Kesiapan Terminal Mengwi GUNA mengantisipasi arus balik penumpang pasca-Lebaran, Wakil Bupati (Wabup) Badung Drs. I Ketut Suiasa, S.H., Sabtu (9/7) lalu meninjau kesiapan dari Terminal Tipe A Mengwi. Tak hanya memastikan kesiapan porsenel yang bertugas, Wabup asal Pecatu ini juga langsung melakukan sidak kelengkapan administrasi (KTP) para penumpang yang baru turun dari bus di Terminal Mengwi. Pada peninjauan tersebut, Wabup Suiasa didampingi Kadishubkominfo Badung I Wayan Weda Dharmaja beserta jajaran serta petugas Tim Terpadu Angkutan Lebaran yang stand-by 24 jam. Wabup Suiasa menyampaikan, pemantauan ini dilakukan guna mengantisipasi kesiapan dari Terminal Mengwi dalam
menerima arus balik penumpang pasca-Lebaran tahun ini. Dari pantauan, Wabup Suiasa menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada petugas Dishubkominfo dan tim terpadu yang telah melaksanakan tugas dengan baik. Menurutnya, puncak arus balik di Terminal Mengwi akan terjadi pada hari Sabtu dan Minggu yang akan datang. Untuk itu, diperlukan langkah-langkah dan antisipasi kedatangan bus yang membawa penumpang maupun barang. ‘’Petugas harus melakukan pengecekan secara selektif. Kami harapkan penumpang yang datang itu dilengkapi dengan identitas yang lengkap dan memiliki pekerjaan yang jelas, termasuk membawa barangbarang yang legalitasnya terjamin,’’ jelasnya. Diharapkan pula, para petugas dan tim gabungan
agar terus meningkatkan koordinasi, melakukan langkah bersama guna menciptakan kondisi aman dan nyaman di Terminal Mengwi. Kadishubkominfo Badung I Wayan Weda Dharmaja menjelaskan, mengantisipasi arus mudik maupun arus balik Lebaran tahun ini, pihaknya telah menyiagakan Pos Pelayanan Operasi Ramadniya Agung2016 dari Polres Badung dalam rangka Pengamanan Idul Fitri 1437 H serta Posko Terpadu Angkutan Lebaran. Posko Terpadu melibatkan unsur dari kepolisian, PMI, kesehatan, pemadam kebakaran, SAR, BPBD serta aparat terkait lainnya. Posko ini telah memberikan pelayanan mulai 29 Juni hingga 14 Juli 2016 dan stand-by 24 jam. (ad190)
ARUS BALIK - Guna mengantisipasi arus balik penumpang pasca-Lebaran, Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, Sabtu (9/7) lalu meninjau kesiapan Terminal Tipe A Mengwi.
INFO SEREMONIAL
4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
Senin Paing, 11 Juli 2016
SMK Penerbangan Cakra Nusantara Gelar Stikes Bali Wisuda 173 Ahli Madya Keperawatan Kurikulum Dirancang Berbasis Internasional ’’Workshop’’ Tenaga Pendidik Akademisi dan Praktisi SEBAGAI upaya berkelanjutan untuk menjaga standardisasi tenaga pendidik dan sinkronisasi desain pengajaran dalam K-13 revisi khususnya untuk SMK Penerbangan, pada setiap semester SMK Penerbangan Cakra Nusantara menggelar Workshop Tenaga Pendidik. Dalam workshop kali ini dibuka oleh Kabid SMK Disdikpora Kota Denpasar Drs. Wayan Suparta, M.Pd. Selain dihadiri tenaga pendidik untuk mata pelajaran normatif dan adaptif, juga dihadiri oleh tenaga pendidik praktisi mengingat porsi teori 30% dan praktik 70%, di mana di antaranya pernah dan aktif di maskapai-maskapai, pengatur lalu lintas udara, Angkasa Pura, Dirjen Perhub Udara, TNI-AU dan pengamat penerbangan. Semua sangat antusias berkomitmen untuk meningkatkan dan menciptakan generasi muda di dunia penerbangan ataupun dunia kedirgantaraan yang mampu bersaing di era MEA dan mudah terserap oleh pasar kerja industri penerbangan, kedirgantaraan dan kebandaraan, baik di dalam maupun di luar negeri. Kepala SMK Penerbangan Cakra Nusantara Ida Ayu Eka-
stuty, S.E., Ak. mengatakan, selain sebagai salah satu implementasi dari ISO 9001:2015 dan ISO 14001:2004, workshop ini sangat penting mengingat tenaga pendidik adalah salah satu garda terdepan yang berinteraksi secara langsung kepada peserta didik. Ditegaskan, SMK Penerbangan Cakra Nusantara Bali adalah satu-satunya pendidikan formal tingkat SMK di bidang penerbangan yang ada di Bali, sehingga pelaksanaan Permendikbud tentang standar isi pendidikan menengah dan Permendikbud
tentang kerangka dasar dan struktur kurikulum menjadi pas dan update. Dalam kesempatan ini, Ida Ayu Ekastuty, S.E., Ak. juga memanggil dan mengajak putra-putri Bali untuk bergabung dan mendapatkan kesempatan terbaik dengan kesempatan dan kuota yang terbatas untuk menuju cita-cita dan masa depan di dunia penerbangan dengan menghubungi nomor pendaftaran (0361) 4742600 atau bisa langsung ke Jalan Drupadi No.27 Renon, Denpasar, Bali. (ad313)
WORKSHOP - SMK Penerbangan Cakra Nusantara menggelar Workshop Tenaga Pendidik.
PDI-P Badung Gelar Rakercab Pertama
Memilih Jalan Trisakti Melalui Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana
RAKERCAB - Ketua DPD PDI-P Bali I Wayan Koster didampingi Ketua DPC PDI-P Badung I Nyoman Giri Prasta dan jajarannya membuka Rapat Kerja Cabang (Rakercab) I PDI-P Badung di Sempidi, Minggu (10/7) kemarin. PARTAI Demokrasi Indonesia menyejahterakan masyarakat Perjuangan (PDI-P) Kabupaten Badung dengan pola PPNSB. TaBadung, Minggu (10/7) kemarin tanan rakercab ini sudah masuk menggelar Rapat Kerja Cabang kepada RPJMD PPNSB, kemu(Rakercab) pertama. Rapat yang dian diteruskan kepada RKP dan dihadiri Ketua DPD PDI-P Bali I Renja SKPD,’’ paparnya. Wayan Koster mengangkat tema Politisi asal Pelaga ini men‘’Memilih Jalur Trisakti untuk jelaskan, rakercab secara khusus Kesejahteraan Rakyat Badung membahas masalah kebijakanMelalui Pola Pembangunan Na- kebijakan partai, masalah pengsional Semesta Berencana’’. kaderan dan ideologi partai serta Ketua DPC PDI-P Badung I program partai. Sebagai wujud Nyoman Giri Prasta mengatakan, dari jalan Trisakti dalam menyetujuan dari Rakercab I ini adalah jahterakan rakyak Badung, Giri melaksanakan seluruh kebijakan Prasta yang notabene Bupati dan program partai yang didasar- Badung ini akan membuat kebikan pada Kongres IV partai dan jakan khusus di bidang kesehaRakernas I PDI-P serta Rakerda I tan dengan menerbitkan Kartu PDI-P Provinsi Bali. Rakercab per- Badung Sehat (KBS). Dengan tama ini juga akan menjabarkan program KBS ini, Pemkab Baarah kebijakan, program, dan keg- dung tidak akan menggunakan iatan PDI-P Badung yang menjadi Jaminan Kesehatan Krama Batanggung jawab petugas partai dung (JKKB) Manguwaras dan yang ditugaskan pada tiga pilar, JKBM lagi. KBS akan menyediayakni struktur partai, eksekutif kan pelayanan kesehatan gratis, dan legislatif. ‘’Rakercab I PDI-P baik di tingkat puskesmas, RSUD Badung ini adalah penjabaran dari Mangusada hingga ke RSUP Sankongres, rakernas, rakerda. Dan glah dengan memadukan antara kami memilih jalan Trisakti untuk pelayanan dengan smart city.
‘’JKKB dan JKBM sudah kami putus karena kami akan pakai KBS tahun 2017,’’ terang politisi berkacamata ini. Giri Prasta juga mengatakan bahwa PDI-P terus berproses dalam hal pengkaderan. Salah satunya adalah dengan perekrutan pengurus ranting di 62 desa/ kelurahan di Badung. Sementara itu, Ketua DPD PDI-P Bali I Wayan Koster dalam pengarahannya menyampaikan terima kasih kepada DPC PDI-P Badung karena sudah melaksanakan rakercab. Ia juga menyambut baik kebijakan pasangan Giriasa merangkul seluruh partai politik yang ada di Kabupaten Badung untuk diajak bersama-sama membangun Badung. ‘’Pada pilkada, pasangan Giriasa mendapat dukungan dari Golkar, Demokrat, Gerindra, NasDem dan PAN, baik secara formal maupun nonformal. Hubungan baik saat pilkada ini harus diteruskan selama kepemimpinan Giriasa,’’ pesan Koster. Anggota DPR-RI ini juga minta kepada DPD PDI-P Badung melaksanakan rakercab secara penuh dan bertanggung jawab. ‘’Bupati dan DPRD sebagai petugas partai saya harap tidak memimpin dengan cara abal-abal lagi, apalagi ugal-ugalan. Harus memakai pola PPNSB,’’ tegasnya. Rakercab sendiri selain diisi pelantikan pengurus Ranting PDI-P se-Badung, juga diisi pembahasan program dan kegiatan partai. Nampak hadir pada kegiatan itu, selain Ketua DPD PDI-P Bali I Wayan Koster dan Ketua DPC PDI-P Badung I Nyoman Giri Prasta adalah seluruh anggota Fraksi PDI-P Bali dapil Badung, anggota Fraksi PDI-P Badung, pengurus DPC, PAC dan ranting se-Badung. (ad312)
29 Mahasiswa dan Dosen Thailand di Stikes Bali
Ikuti ’’Health and Cultural Immersion 2016’’ SEKOLAH Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Bali makin memperkuat kerja samanya dengan lembaga pendidikan tinggi sejenis di luar negeri. Makanya, kampus ini dikenal paling siap go ASEAN dan go international. Kampus Stikes Bali dikenal memiliki program go international yang dijalankan secara kontinu. Sabtu (10/7), sebanyak 29 mahasiswa dan dosen dari CC Network 1 di bawah pembinaan Paraboromarajanok Instute Ministry of Public Health dan Boromarajonani Collage of Nursing (BCN) Terang, Thailand. Mereka terdiri dari tujuh dosen dan 22 mahasiswa. Mahasiswa dan dosen Thailand memulai student and faculty exchange training program from Thailand “Health and Cultural Immersion 2016”. Mereka diterima secara kerhomatan di Kampus Stikes Bali oleh Ketua Stikes Bali Drs. I Ketut Widia, BN.Stud., M.M. bersama Kaprodi Dina Susanti, Incha dan Agung Tresna. Para dosen yang ikut program ini masing-masing Dr. Sirthon Yingrenggreung, Nattaporn Tintim, Petchrung Dechponnyachit, Suppakorn Wankrathok, Preedawan Boonmark, Dr. Sonthaya Maneerat dan Worarat Sukkum. Mahasiswa dari BCN Terang antara lain Panjarat Tangkunakorn, Nathitida Rongudomcharoon Kanokkan Wanvitaya, Sarocha Kinghetrugueng. Sedangkan 22 dari CC Network 1 antara lain Pagsinee Srisawang, Apimuk Jongcharoen, Pimpraja Kerdchantuk, Sirimetta Suwannathen, Sirinuch Wanthong, Suwinhom Vandelievoort, Panita Hirun-
KETUA Stikes Bali Drs. I Ketut Widia, BN.Stud., M.M. mewisuda 173 ahli madya keperawatan lulusan D-3 Keperawatan, Sabtu (9/7). Yang membanggakan, dari jumlah itu sebagian besar lulus dengan pujian dan sisanya dengan predikat sangat memuaskan. Saat itu, Ketua Stikes Bali Ketut Widia juga menyerahkan penghargaan bagi lulusan terbaik. Lulusan terbaik I diraih Ni Kadek Lany Prayanti (IPK 3,85), terbaik II Ni Ketut Saren Sriwasti (3,81) dan terbaik III Ni Ketut Sherty Ayu Putri H. (3,80). Ketut Widia mengatakan, Stikes Bali adalah lembaga pendidikan kesehtan yang sehat. Makanya, dia mengatakan lulusan Stikes Bali mencetak SDM Bali yang andal dalam menyiapkan tenaga kerja siap pakai dan profesional. Bahkan, Stikes Bali sedang dipersiapkan memiliki kurikulum berbasis internasional. Dalam proses mengembangan Stikes Bali dibantu dosen voluntir dari Folinder University, Adelide Australia. Meski demikian, Ketut Widia mengatakan Stikes Bali sesuai dengan visi dan misinya yang menjunjung tinggi profesionalisme dan daya saing bangsa. Di samping itu tetap mengedepankan kearifan lokal. Di bagian lain, Ketua Stikes Bali Ketut Widia mengungkapkan pelaksanaan pengajaran berjalan dengan lancar karena didukung fasilitas yang memadai, yang secara kontinu dilengkapi serta dikembangkan sesuai perkembangan iptek di bidang pendidikan dan kesehatan. Prestasi Stikes Bali juga luar biasa yakni meraih Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) yakni
TERBAIK - Ketua Stikes Bali Ketut Widia bersama tiga lulusan terbaik usai mewisuda 173 D-3 Keperawatan Stikes Bali. terakreditasi B dan semua program menegaskan, semua ruang kuliah di studi peringkat B. Kerja sama pene- Stikes Bali dan asrama mahasiswa litian dengan institusi pendidikan di dilengkapi dengan AC. Sementara luar negeri juga telah dikembangkan untuk peningkatan SDM dosen, kini dan sampai saat ini telah melakukan Stikes Bali sedang menguliahkan 20 kerja sama penelitian dengan Mahi- dosen meraih S-2 di luar Bali dan luar dol University, Sint Louis Collage, negeri. Banyak juga dosennya meraih Boromarajonani Colage of Nursing beasiswa dan dana hibah penelitian Vajiranovarat (BCNNV) Bangkok, di Dikti. Thailand. Juga dengan Faculty of Koordinator Kopertis VIII Prof. Nursing di Thailand, dengan Saint Dr. Nengah Dasi Astawa, M.Si. Louis College di Bangkok Mahidol mengajak lulusan D-3 Keperawatan University Bangkok, Thailand dan Stikes Bali mengambil semua peluCeng Kung University Taiwan. ang kerja. Yang hebat, lulusan D-3 Rancangan kurikulum berbasis mampu menjadi pengusaha sukses internasional itu dibenarkan Ketua yang hebat sebagai eksportir. Dia YP3LPK Bali Drs. Ida Bagus Arka. menegaskan, penganggur anak muda Dalam waktu dekat, 30 dosen dari Bali karena elitisme priyayi yang Flinder akan datang ke Stikes Balai memilih-milih pekerjaan dan elitisme untuk menjadikan kampus ini lebih birokrasi yang ingin menjadi PNS. go international. ‘’Kalau bersaing di Bandingkan dengan para pendatang ASEAN, Stikes sudah duluan lead- yang tak punya rumah tinggal, tak ing, kini go international,’’ ujarnya. punya tempat usaha dan tak memiliDia juga mengatakan keberhasi- ki saudara mampu sukses berjualan. lan sembilan lulusan Stikes Bali ‘’Jangan takut bersaing, yang penting yang kini bekerja di Jepang. Dia juga bermutu,’’ ujarnya. (ad315)
Audiensi Dharmaputra Mahottama Ki Jelantik ke Sekjen PANDBTK
Gusti Wedakarna Yakini Soroh di Bali akan Bisa Bersatu di Bawah Panji Hindu
SEDIKIT demi sedikit hubungan baik antar-soroh di Bali mencair pascaberada di bawah kepemimpinan generasi muda Hindunya. Hal ini dibuktikan dengan bangkitnya kepemimpinan kaum muda di organisasi pasemetonan di Bali sebagaimana dicontohkan oleh organisasi Pengurus Pusat Dharmaputra Mahottama Ki Anglurah Djelantik yang telah memilih pengurus baru dengan Ketua Umumnya I Gede Ngurah Wira Budiasa, sosok muda yang baru berusia 39 tahun. Dalam kunjungan silakrama ke Istana Mancawarna Tampaksiring, rombongan pengurus pusat diterima langsung oleh Panglingsir Pasemetonan Agung Nararya Dalem Benculuk Tegeh Kori (PANDBTK) yakni Senator DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III. Di hadapan Gusti Wedakarna, Gede Ngurah menyatakan sejumlah aspirasi sekaligus harapan bersinergi dengan semeton Tegeh Kori demi ajegnya Bali Berdaulat. ‘’Walau adinda Gusti Wedakarna lebih muda usia, tiang merasa beliau sebagai panutan anak muda di Bali mangkin. Kami berharap ada sinergi, baik sebagai semeton trah Majapahit maupun kedudukan beliau sebagai pejabat negara dan wakil umat Hindu di pusat. Sudah banyak nasihat yang diberikan oleh adinda, dan kita akan bersinergi,’’ ungkap Gede Ngurah. Terkait dengan eksistensi trah Djelantik yang berkiblat di Puri Agung Blahbatuh, Gusti Wedakarna menyampaikan apresiasinya. ‘’Tiang sangat menghormati keluarga besar Puri Agung Blahbatuh. Di sana tersimpan sejarah Majapahit termasuk Gajah Mada yang luar biasa. Dan tiang atas nama semeton Tegeh Kori di seluruh Nusantara mengucapkan selamat atas kepemimpinan Gede Ngurah. Jangan pernah tinggalkan panglingsir, puri dan kawitan. Ada saatnya anak muda mendengar, ada saatnya bicara dan ada saatnya menggebrak revolusioner. Sesana manut linggih harus diutamakan di Bali, karena kita orang Bali ini
orang beradab, berbudaya dan orang adat yang memiliki tata krama luar biasa. Tiang jadi teringat ketika tiang didaulat menjadi Sekjen PANDBTK di Mahasabha I di Kertagosa Klungkung, saat itu usia tiang baru 29 tahun. Memang banyak beban menjadi panglingsir di usia muda. Tetapi jika itu sudah kehendak leluhur, tidak ada yang menghalangi. Tiang minta agar semeton semangat berjuang dan tiang yakin pada saatnya seluruh soroh di Bali ini akan bersatu padu di bawah nama besar Hindu. Kebangkitan Majapahit sesuai dengan ramalan Sabdo Palon Nayogenggong akan terjadi lagi, salah satunya adalah kebangkitan pasemetonan ini,’’ ungkap Gusti Wedakarna. Pihaknya pun memberikan sejumlah masukan pada pengurus pusat Mahottama Ki Djelantik. ‘’Mohon segera daftarkan pasemetonan di Kesbanglinmas kabupaten/kota dan provinsi agar nanti jadi organisasi yang sah dan bisa dibina oleh pemerintah, termasuk anggaran. Begitu juga daftarkan sebagai perkumpulan dan perhimpunan di Kemenkum HAM RI, dan tiang dukung pembuatan yayasan dan koperasi. Ini sebuah wadah untuk menanamkan ekonomi Satyagraha dengan kedaulatan ekonomi bagi pasemetonan. Jika urusan legal standing beres, maka kemungkinan bisa bersinergi dengan program kementerian di Jakarta,
baik kegiatan kebangsaan, ekonomi dan budaya,’’ ungkap Gusti Wedakarna. Ia pun menambahkan bahwa warih Majapahit harus sadar bahwa keruntuhan kerajaan Hindu Majapahit yang begitu besar hingga hanya berpusat di pulau kecil Bali harus direnungi. ‘’Majapahit itu belum musnah, Bung Karno mengatakan itu berkali-kali pada Perdana Menteri India Nehru saat di Bali. Majapahit jadi mengecil karena rakyat Majapahit di Jawa miskin. Tak heran Wali Songo dan Raden Fatah mudah merebut Majapahit, itu semua karena faktor ekonomi. Ini persis seperti terjadi di Bali saat ini, adanya serangan predator, dauh tukad dan dauh selat yang menekan Hindu. Maka dari itu mungkin leluhur melahirkan saya, melahirkan anda dan melahirkan kita semua dengan harapan agar kesalahan leluhur di masa lalu bisa ditebus lewat warih-nya saat ini. Astungkara, umat Hindu semakin sadar, semakin berani dan semakin bersatu. Lihat saja, 10 tahun dari sekarang, kedaulatan Bali akan bisa direbut kembali asal anak muda Hindu bersatu dan bersatu. Salam hormat tiang kepada seluruh pratisentana Ki Jelantik,’’ ungkap Gusti Wedakarna, anggota DPD-RI yang memiliki basis besar pemilih tradisional Hindu dan masyarakat adat Bali ini. (ad191)
SATYAGRAHA - Senator DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS bersama Pengurus Pusat Ki Jelantik di Istana Mancawarna Tampaksiring.
Setahun, 187 Prestasi Disabet Siswa SMPN 2 Amlapura Siswa Baru Diharapkan Tak Kalah
THAILAND - Ketua Stikes Bali Ketut Widia saat menerima mahasiswa Thailand di Stikes Bali. tasikul, Suthiphong Panthong, Suwimol Namkanisorn, Rojana Somwong, Sasithon Chanthuean, Thassamee Saisri, Abhibhitra Prangsuwan, Supanan Makmul, Chaloemchat Kaeochuea, Jurucha Jitnaree, Praeploy Bejagul dan Panudchand Sadsadee. Seperti diketahui, Stikes Bali juga bekerja sama dalam program yang sama dengan Mahidol University dan SLC Thailand. Sedangkan dengan Paraboromarajanok dirintis sejak 2008. Program pertukaran mahasiswa ini sepenuhnya ditanggung Stikes Bali. Ketut Widia menjelaskan, pertukaran mahasiswa dan dosen dari Thailand ini fokus mempelajari community nursing dan sistem pelayanan kesehatan di Indonesia. Di samping itu akan membahas kerja sama penelitian dengan dua fakultas di BCN Thailand ini. Kerja sama ini sudah memasuki sembilan tahun. Di samping itu, dosen pendamping akan mengajar di Stikes Bali dengan pengantar bahasa Inggris.
Mereka akan berada di Stikes Bali hingga 30 Juli 2016. Para mahasiswa dan dosen diajak mengikuti PBM di kelas, menghadirkan Koordinator Kopertis VIII Dasi Astawa soal regulasi peningkatan mutu PT di Indonesia. Juga mengunjungi pengobatan alternatif, komplementer di Bali, mengunjungi rumah sakit, puskesmas dan juga komunitas kesehatan masyarakat di desa. Yang tak kalah pentingnya, mereka diajak berwisata ke sejumlah objek terkenal di Bali. Termasuk mereka belajar bahasa Indonesia, belajar tari Bali dan menabuh. ‘’Ini artinya, Stikes Bali ini sudah jauh mendahului menjalankan program MEA sejak 2008 lalu,’’ ujarnya. Ketut Widia mengakui, mahasiswa dan dosennya banyak mendapat pengalaman soal sistem pembelajaran di Thailand dan pelayanan kesehatan di Bangkok dan RS. Pengalaman ini akan menjadi pemicu mahasiswa dan dosen untuk mengadopsi sistem yang lebih bagus disesuaikan dengan sikon Stikes Bali. (ad314)
SELAMA tahun pelajaran 2015/2017, sebanyak 187 prestasi disabet siswa SMPN 2 Amlapura, baik di tingkat kecamatan maupun nasional. Salah satu siswa berprestasi juara debat tingkat nasional Susanti kelas VIII. Siswa baru nantinya diharapkan tak kalah mengejar prestasi, demi lebih mengharumkan nama SMPN 2 Amlapura. Hal itu disampaikan Kepala SMPN 2 Amlapura I Wayan Gede Suastika, S.Pd., M.Si. di depan 400-an orangtua siswa baru, Jumat (8/7) lalu. Suastika menyampaikan banyak hal terkait diterimanya peserta didik baru yang lolos mencapai 449 orang. Dikatakan, ke depan siswa di sekolah itu diharapkan berbeda dari sebelumnya. Perbedaan, di mana disiplin dan kecerdasannya lebih meningkat. Karena para orangtua siswa yang telah menjatuhkan pilihan dan mempercayakan putraputri kesayangannya dididik di sekolah ini, siap mendampingi siswanya saat jam belajar di rumah, tak sebatas menyerahkan kepada guru di sekolah. ‘’Kami menyampaikan kepada orangtua siswa menyosialisasikan bagaimana susahnya mendidik anak-anak kalau tanpa kebersamaan. Agar cita-cita anak-anak tercapai, harus ada keseriusan, disiplin dan jangan
sampai ada penyesalan ke depan,’’ paparnya. Ditambahkan, masa orientasi siswa (MOS) dihapus diganti dengan pengenalan lingkungan sekolah (PLS). Kini tak ada lagi sistem perpeloncoan. Tak ada siswa baru disuruh membawa barang yang aneh dan sulit didapat, tak ada yang disakiti secara fisik. ‘’Senin (11/7) ini siswa baru datang pagi dengan pakaian rapi, tertib dan disiplin. Kami sejak dua tahun lalu menerapkan budaya senyum ramah beretika, cerdas tegas berinovasi. Belakangan
hasilnya sudah kelihatan,’’ tambah pria asal Selat itu. Orangtua siswa diminta mengenali kemampuan anaknya. Selain mata pelajaran, di sekolah itu ada 21 jenis ekstrakurikuler yang bisa diikuti, salah satu yang paling disenangi siswa. Menurutnya, siswa berprestasi diberi penghargaan. Sementara siswa yang tak disiplin, tak beretika meski sudah dididik seperti yang pernah terjadi karena melecehkan gurunya lewat FB, kena sanksi tidak naik kelas atau tidak lulus. (013/k100)
SOSIALISASI - Sebanyak 400 lebih orangtua siswa baru SMPN 2 Amlapura mengikuti sosialisasi terkait PLS.
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, CSR, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
DAERAH
Senin Paing, 11 Juli 2016
5
Baru 30 Persen Pemudik Kembali ke Bali Banyuwangi (Bali Post) -
Puncak arus balik pemudik ke Bali diprediksi terjadi, Minggu (10/7) kemarin. Sehari, total kendaraan roda dua yang menyeberang ke Bali mencapai lebih dari 10.000 unit, roda empat 7.000 unit dan penumpang pejalan kaki lebih dari 70.000 orang. Meski membeludak, diperkirakan baru sekitar 30 persen pemudik yang sudah kembali ke Bali.
Bali Post/kmb30
ANTRE - Pengendara roda dua antre saat puncak arus balik di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Minggu (10/7) kemarin.
Masyarakat Jangan Ganggu Pesawat Terbang dengan ’’Laser’’ Makassar (Bali Post) – Pengelola Bandara Internasional Hasanuddin, Makassar menegaskan, masyarakat di sekitar bandara itu jangan mengganggu pesawat dengan sinar ‘’laser’’ karena bisa membahayakan penerbangan dan masyarakat umum. Instrumen yang bisa memancarkan sinar tipis dan tajam serupa laser memang mudah dijumpai di pasaran dengan harga murah. Sebetulnya, itu adalah alat penunjuk alias pointer yang biasa dipakai untuk pemaparan kerja di kantor-kantor. Pancaran sinar instrumen yang dibangkitkan baterai itu cukup jauh dan bisa membahayakan penglihatan manusia jika terkena secara frontal. Jika ini terjadi pada pilot yang sedang bermanuver kritis pada pendaratan dan lepas landas, akibatnya bisa sangat mengancam keselamatan jiwa masyarakat. Pejabat di Bandara Sultan Hasanuddin Harry Waluyo mengatakan, akhir-akhir ini pesawat kerap terganggu serangan ‘’laser’’ saat akan lepas landas atau mendarat. Padahal, kedua tahapan penerbangan ini adalah fase-fase paling kritis dan potensial kecelakaan pada penerbangan. Dia menduga penembakan dengan sinar ‘’laser’’ disengaja
karena ‘’laser’ yang ditembakkan adalah ‘’laser’’ tunggal, bukan seperti permainan cahaya ‘’laser’’ seperti pada acara pertunjukan yang membentuk konfigurasi tertentu. Dia mengatakan, ‘’laser’ yang dipakai adalah warna hijau yang mempunyai panjang gelombang lebih jauh jangkauannya dibanding warna yang lain, di antaranya merah. ‘’Patut diingat, pilot bisa kehilangan konsentrasi pada ketinggian 1.127 meter atau lebih kurang 3.700 kaki karena ada cahaya muncul mendadak di kokpit atau kaget karena mengira ada benda penerangan dekat dengan pesawat terbang,’’ katanya. Pada ketinggian 365 meter, ujarnya, sinar ‘’laser’’ menghalangi pandangan pilot ke arah landasan dan mengurangi kemampuan penglihatan ke luar kokpit. Sedangkan pada ketinggian 106 meter, ‘’laser’’ memberi efek seperti terkena lampu kilat kamera (blitz) sehingga pilot bisa kebutaan sesaat atau bisa melihat ada titik hitam dalam pandangan yang mengganggu penglihatan. ‘’Pelaku dapat dipidana penjara tiga tahun atau denda Rp 1 miliar karena mengganggu pesawat dengan sinar laser adalah tindakan berbahaya,’’ katanya dan menambahkan,
hal itu ditetapkan dalam UU Nomor 1/2009 tentang Penerbangan. Menurut informasi, katanya, biasanya ‘’laser’’ ditembakkan saat pesawat sudah dalam posisi pendekatan akhir (final aprroach). Pada tahap pendekatan akhir ini hampir dipastikan pesawat terbang tidak bisa lagi mengubah arah hadap dan kecepatannya kecuali pada kondisi-kondisi tertentu. Beberapa waktu lalu, tim intel Pangkalan Udara Utama TNI-AU Hasanuddin telah menangkap tiga anak yang diketahui membawa dan memainkan alat berupa pointer atau ‘’laser’’ yang diduga digunakan untuk menembakkan ke pesawat. ‘’Mereka ditemukan di depan Masjid Al Bustan Ranting Muhammadiyah Berua Kelurahan Paccerakank Nomor 121, Makassar. Tim kemudian menyita alat itu dan memberikan pengarahan bahwa tindakan mereka membahayakan penerbangan,’’ katanya. Di Pangkalan Udara Utama TNI-AU Hasanuddin itu juga berlokasi pangkalan Skuadron Udara 11 TNI-AU dengan Sukhoi Su-27/Su-30MKI di dalamnya. Mereka salah satu tulang punggung pertahanan udara nasional. (ant)
Rayakan Lebaran
Nelayan Adu Cepat di Selat Bali Banyuwangi (Bali Post) Komunitas nelayan di pesisir Selat Bali memiliki cara unik merayakan Lebaran. Mereka menggelar lomba adu cepat perahu di Selat Bali, Minggu (10/7) kemarin. Selain ajang reuni antarnelayan, lomba ini sekaligus promosi wisata di pesisir Jawa-Bali. Lomba digelar di pesisir Kelurahan Bulusan, Kecamatan Kalipuro. Total ada 36 perahu yang unjuk gigi. Dari jumlah ini, hanya enam pemenang yang lolos ke final. Para peserta wajib mengarungi Selat Bali, start di pesisir Bulusan, lalu menuju pesisir Gilimanuk dan kembali lagi ke Bulusan. Seluruhnya
menggunakan tenaga layar sebagai penggerak, termasuk dayung manual. Angin yang kencang membuat para nelayan tak kesulitan mengayuh perahu menyusuri Selat Bali. Rata-rata mereka hanya membutuhkan waktu sekitar 25 menit pulang-pergi (PP). Meski gelombang dan arus kuat, perahu nelayan bisa melaju cepat. Salah satu tokoh nelayan Bulusan, Husein, mengatakan lomba perahu layar ini adalah tradisi rutin, terutama saat Lebaran. ‘’Ini memang ajang reuni para nelayan di Selat Bali, baik di Banyuwangi maupun Gilimanuk,’’ jelasnya.
Bali Post/kmb30
LAYAR - Lomba adu cepat perahu layar digelar di Selat Bali, Minggu (10/7) kemarin.
Oleh karena itu, katanya, para peserta adalah nelayan dari dua wilayah yang biasa melaut bersama di Selat Bali. Ditambahkan, ada syarat khusus untuk peserta lomba, yakni ukuran perahu harus standar. Lalu ketinggian layar maksimal 7,30 meter. Jika melebihi, peserta dianggap gugur. Meski ajang reuni, para pemenang tetap membawa pulang hadiah uang pembinaan. Dana ini diambil dari biaya pendaftaran peserta sebesar Rp 50.000 per orang. ‘’Jadi, hadiahnya dibagi dari hasil pendaftaran. Ada enam pemenang yang diambil,’’ jelasnya. Selain reuni nelayan, lomba ini juga menyiapkan event festival perahu layar Selat Bali yang akan digelar November mendatang. Nantinya, puluhan perahu nelayan akan kembali berlaga dalam event ini. ‘’Istilahnya, ini ajang uji coba,’’ katanya. Menurut Husein, lomba perahu layar dijadikan salah satu sarana promosi wisata Selat Bali. Kata dia, banyak nelayan tradisional yang tetap bertahan hidup di perairan ini. Mereka menggunakan perahu tanpa mesin ketika mencari ikan, sehingga layak dijual sebagai destinasi wisata. (kmb30)
Perkiraan itu didasarkan pada jumlah kendaraan dan penumpang yang sudah menyeberang ke Bali hingga kemarin sore. Karena itu, diperkirakan arus balik ke Bali akan terus berlanjut hingga sepekan ke depan. Namun, datangnya bergelombang. ‘’Kendaraan roda dua yang belum kembali ke Bali diperkirakan sekitar 70 persen, termasuk roda empat,’’ kata Kapolres Banyuwangi AKBP Budi Mulyanto di selasela memantau Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, kemarin. Perwira ini merinci, roda dua yang belum kembali ke Bali mencapai 79.360 unit, roda empat 32.608 unit dan penumpang pejalan kaki sebanyak 330.000 orang. Angka
ini, katanya, dihitung berdasarkan jumlah kendaraan yang datang dari Bali selama musim arus mudik lalu. ‘’Hingga hari ini (kemarin - red), rata-rata masih ada 70 persen pemudik yang belum menyeberang lagi ke Bali,’’ jelasnya. Karena itu, pihaknya tetap menyiapkan antisipasi antrean di Pelabuhan Ketapang. Salah satunya, menyiapkan empat kantong parkir di luar pelabuhan. Dia juga mengimbau para pemudik yang akan kembali ke Bali bisa menghindari jam antrean, mulai pagi hingga siang hari. Seperti terjadi kemarin, sejak pagi antrean roda dua dan empat terus menyemut di Pelabuhan Ketapang, termasuk pintu masuk Pelabuhan LCM. Pengendara roda dua
harus rela antre 1-2 jam untuk bisa masuk kapal. Sedangkan roda empat lebih dari 3 jam. Untuk menghindari antrean meluber ke luar pelabuhan, jalur depan Pelabuhan Ketapang dibuat satu arah. Loket untuk kendaraan roa dua juga ditambah, dari tiga loket menjadi empat loket di Pelabuhan ASDP dan dua loket di Dermaga LCM. Jadwal bongkar muat kapal juga dibuat ekstracepat. Begitu penuh, kapal langsung diberangkatkan. Total ada 29 kapal yang diterjunkan. ‘’Jadwal bongkar muat kita percepat, begitu penuh langsung berangkat. Langkah ini untuk mengurai antrean kendaraan di Ketapang, terutama roda dua,’’ kata Kepala Otoritas
Penyeberangan (KOPP) Gilimanuk Arif Mulyanto. Sementara itu, General Manager PT Indonesia Ferry (ASDP) Ketapang-Gilimanuk M Yusuf Hadi mengatakan, puncak arus balik roda dua diyakini terjadi kemarin. Namun, gelombang arus balik ke Bali diprediksi akan terus berlanjut hingga sepekan ke depan. Sebab, dari data yang ada, masih banyak pemudik yang belum kembali ke Bali. ‘’Puncak arus balik roda dua sepertinya hari ini (kemarin - red). Karena itu, mereka kita prioritaskan masuk kapal lebih cepat,’’ jelasnya. (kmb30) Data Arus Mudik 2016 Penumpang: 621.000 orang Roda 2 : 117.344 unit Roda 4 : 74.864 unit Yang Belum Kembali Penumpang: 330.000 orang Roda 2 : 79.360 unit Roda 4 : 32.608 unit
Tiap Jam, 3.600 Kendaraan Lintasi Jalur Pantura Situbondo Situbondo (Bali Post) – Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Situbondo, Jawa Timur mencatat 3.600 mobil dan sepeda motor tiap jam melintas di jalan raya pantai utara (pantura) Pulau Jawa di Situbondo pada puncak arus balik pada H+3 Lebaran. ‘’Mulai meningkat sejak Sabtu
(9/7) pagi. Hari ini puncak arus balik, volume kendaraan yang melintas juga terus bertambah,’’ ujar Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Situbondo Lutfi Prihatin, Minggu (10/7) kemarin. Ia menyebutkan, jumlah kendaraan roda dua yang melintas di pantura Situbondo
rata-rata setiap satu jamnya 1.800 sepeda motor. Sedangkan kendaraan roda empat atau mobil pribadi juga tidak jauh berbeda. Ini artinya, ada 30 mobil dan 30 sepeda motor melaju di sana saban menit. Mereka adalah pemudik yang akan balik dari kampung halamannya menggunakan sepeda motor dari arah Banyuwangi
ke Surabaya. ‘’Arus balik kami perkirakan akan terus meningkat hingga Senin (11/7) dini hari. Dan rata-rata pengendara roda dua dari arah Banyuwangi-Surabaya, kabupaten/kota tetangga atau lokal. Sedangkan kendaraan roda dua dari arah Surabaya-Banyuwangi tercatat juga menuju Pulau Bali,’’ katanya. (ant)
Arus Balik, Polisi Perketat Pemeriksaan Duktang Amlapura (Bali Post) Setelah disibukkan dengan arus mudik, petugas kepolisian harus siaga dengan arus balik. Seperti yang tampak di pintu masuk timur Bali di Pelabuhan Padangbai, arus balik mulai padat sejak H+1 Lebaran hingga Minggu (10/7) sore kemarin. Guna mencegah penduduk pendatang (duktang) liar masuk Bali, polisi memperketat pemeriksaan duktang ini. Tercatat, delapan orang terpaksa dipulangkan lantaran tak dilengkapi dengan identitas diri yang jelas. Kapolsektif Kawasan Laut Padangbai Kompol Gede Wali mengatakan, puncak arus balik diperkirakan akan terjadi Minggu malam, antara pukul 20.00 Wita sampai pukul 02.00 Wita. Pihaknya sudah mengantisipasinya dengan melakukan penebalan personel di Pelabuhan Padangbai. Sebagaimana instruksi Kapolres Karangasem AKBP Sugeng Sudarso, proses pemeriksaan duktang akan diperketat pada puncak arus balik. Pemeriksaan dilakukan lebih mendetail, baik itu pada orangnya, barang-barang yang dibawa hingga kelengkapan identitasnya. ‘’Kami tak ingin kecolongan,’’ kata Kompol Gede Wali. Hingga sore kemarin, sudah ada delapan orang yang dipulangkan lantaran kedapatan masuk pelabuhan tanpa identitas. Polisi bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Karangasem untuk mempercepat proses pemulangan para duktang liar ini. Mereka semua berasal dari berbagai daerah di NTB. Saat ditanya tujuannya datang ke Bali, ada yang mengaku sudah dijanjikan pekerjaan oleh kerabatnya di Bali. Ada juga yang nekat ingin mengadu
nasib di Bali. Proses memperketat pemeriksaan di pintu masuk timur Bali ini juga mencegah adanya tindakan terorisme yang biasanya menyusup ke Bali saat arus balik. Oleh karena itu, barang-barang bawaan duktang salah satu menjadi fokus pemeriksaan untuk menjaga Bali dari aksi terorisme yang kembali meresahkan masyarakat, pascaledakan bom bunuh diri di Surakarta. Namun sejauh ini, polisi tak menemukan adanya indikasi pelaku terorisme menyusup ke Bali melalui Padangbai. Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri juga ikut memantau Pelabuhan Padangbai, Minggu (10/7) kemarin. Dia ingin memastikan, proses arus balik di Pelabuhan
Padangbai berjalan lancar. Dia banyak berdialog dengan petugas kepolisian dan petugas dari instansi lainnya untuk mengetahui langsung penanganan duktang di lapangan. Data bongkar-muat di Pelabuhan Padangbai selama Operasi Ramadya 2016, memperlihatkan saat arus balik H+1 sampai H+3 terus meningkat. Untuk kedatangan orang, sejak H+1 tercatat ada 2.777 orang, meningkat pada H+2 menjadi 3.238 orang dan H+3 data terakhir sore kemarin sudah menjadi 3.499 orang. Peningkatan serupa juga terjadi untuk kedatangan kendaraan pada H+3. Untuk kendaraan bus besar sebanyak 12 unit, bus sedang dua unit, truk tronton 12 unit, truk besar 31 unit, truk
sedang 45 unit, kendaraan kecil 262 unit, kendaraan roda empat 364 unit dan kendaraan roda dua 1.098. Jumlah itu didapat dari 25 trip penyeberangan kapal. Angka kedatangan ini masih lebih rendah dengan arus mudik pada H-3 sebelum Lebaran. Tercatat, saat itu arus keberangkatan orang mencapai angka tertinggi sebanyak 4.852 orang. Sedangkan untuk kedatangan kendaraan pada H-3, kendaraan bus besar sebanyak 12 unit, bus sedang satu unit, truk tronton 34 unit, truk besar 92 unit, truk sedang 102 unit, kendaraan kecil 386 unit, kendaraan roda empat 627 unit dan kendaraan roda dua 1.464. Jumlah itu didapat dari 26 trip penyeberangan kapal. (kmb31)
Bali Post/kmb31
PEMERIKSAAN - Petugas saat melakukan pemeriksaan terhadap truk-truk di Pelabuhan Padangbai, Karangasem.
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, CSR, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
OPINI
6
Senin Paing, 11 Juli 2016
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana Membaca Buku Kini Jadi ’’Barang’’ Langka MEMBACA buku kini tak lagi diminati siswa. Kenyataan ini membuat banyak orangtua mengeluh. Banyak guru juga mengakui hal tersebut. Siswa lebih banyak menggunakan handphone (HP). Mereka juga lebih banyak memanfaatkan perangkat teknologi itu untuk bermain-main. Sangat sedikit menggunakannya untuk menunjang pembelajaran di sekolah. Fenomena ini tak hanya di kalangan siswa. Mereka yang sudah bekerja pun demikian. Banyak yang menghabiskan waktu untuk membaca di gadget. Membaca status teman, orang lain, chat dengan teman, membaca berita terbaru, komik dan berbagai kegiatan membaca lainnya. Tetapi mengapa banyak dari kita menolak untuk membaca buku daripada harus membaca tulisan di gadget. Meskipun mereka tahu dengan membaca dari buku akan memberikan manfaat yang lebih daripada gadget. Ini bisa disebabkan karena selama ini, membaca bukanlah satu kebiasaan bagi mereka. Mereka membaca karena ‘’terpaksa’’, bukan karena ingin tahu dan mendapatkan informasi yang mereka butuhkan untuk menunjang kehidupan mereka. Ada banyak penyebab mengapa membaca itu menjadi satu proses yang sangat melelahkan dan membosankan. Satu kegiatan yang dibenci oleh banyak orang. Salah satunya adalah malas. Selain itu faktor lingkungan dan budaya yang ditanamkan orangtua. Kebanyakan orangtua duduk manis di depan TV ditemani cemilan ringan. Demikian pula banyak di antara orangtua khususnya usia muda lebih banyak membuka gadget. Ini kehidupan nyata dan banyak terjadi. Tidak banyak yang menghabiskan waktu untuk membaca buku atau bermain bersama anak. Mereka lebih banyak waktu untuk menghabiskan waktu bersama-sama di depan TV atau fokus di gadget masing-masing. Menikmati acara-acara TV yang sebenarnya tidak mendukung kemajuan diri kita sendiri. Inilah yang menyebabkan mengapa banyak stasiun TV baru yang muncul saat ini. Banyak acara yang dikondisikan sedemikian rupa agar para penikmatnya dapat duduk sampai berjam-jam untuk berada di satu acara tertentu. Bukan keanehan kalau lebih mudah menemukan TV dengan ukuran besar daripada menemukan buku-buku yang mendukung pemilik TV untuk menjadi pribadi yang lebih bijak, matang dan ahli di bidangnya di masa depan. Dari banyak kalangan menyebutkan bahwa membaca belumlah menjadi satu budaya yang dianggap penting. Masih banyak yang belum memiliki kesadaran akan pentingnya membaca. Sangat berbeda dengan masyarakat di luar sana. Mereka selalu membawa buku. Pada kesempatan luang atau menunggu bahkan berjemur di pantai, mereka meluangkan waktu untuk membaca. Oleh karena itu tanamkan kesadaran kepada anak atau siapa pun bahwa belajar adalah suatu kewajiban dan tanggung jawab sebagai seorang pelajar yang hasilnya akan diraih di masa mendatang. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menggugah kesadaran itu. Teladan orangtua adalah salah satunya. Orangtua dapat turut membaca buku-buku yang bermanfaat saat anak sedang belajar. Artinya orangtua sebaiknya juga menanamkan budaya membaca di lingkungan keluarga. Demikian pula agar diciptakan lingkungan yang mendukung kegiatan tersebut. Berikan motivasi kepada anak untuk belajar dengan cara yang baik. Jadikan waktu belajar ini menjadi kebiasaan sehari-hari. Bukan merasa dipaksa untuk belajar. Apalagi mereka yang masih berstatus siswa. Membaca buku adalah hal yang sangat penting. Sebab, banyak ilmu yang bisa didapat utamanya yang terkait pelajaran di sekolah. Ini pula yang mesti menjadi kesadaran para pendidik. Mereka; para guru mesti mendorong siswa untuk selalu berkutat dengan buku. Salah satu caranya mereka harus membuat rangkuman setelah membaca buku. Sebab, selama ini banyak guru utamanya di SD yang menugaskan anak didiknya untuk mencari bahan pelajaran di internet. Alasannya agar anak didik melek teknologi. Memang tidak salah. Semestinya membuat ringkasan dari buku pelajaran juga penting. Sebab, dengan demikian dia akan dipaksa untuk membaca buku. Bukan sekadar melihat-lihat di internet.
S URAT PEMBACA Persyaratan : Sertakan Fotokopi KTP atau SIM
Antisipasi Arus Mudik Ke depan, Bali saya harapkan punya sistem yang jelas dalam mengelola urbanisasi. Ini penting dilakukan mengingat daya dukung lahan, sumber pangan dan air bersih di Bali sangat terbatas. Saat ini ada kecenderunga orang yang menetap dan ‘’nomaden’’ di Bali tak terdata dengan baik. Ini membuat antisipasi kebutuhan pangan dan hal lainnya tak terpantau dengan baik. Bahkan, saat arus mudik ini sistem pengawasannya saya belum dengar. Model dan sistem pengawasan yang kontinu harus dibuat dan dijabarkan. Bali saya harapkan membuat pengawasan kependudukan terpadu dan jangan menempatkan pelaku pungli di Pelabuhan Gilimanuk. Dewa Ayu Mayadewi Jembrana, Bali
Antisipasi Bencana Banjir yang belakangan banyak terjadi di Jawa membuat saya ikut waswas. Saat musim kamarau ternyata banjir dan hujan tak bisa diprediksi. Untuk itu, saya harap petugas yang ditempatkan di bagian penanggulangan bencana agar selalu siaga. Terlebih belakangan ini curah hujan tak menentu. Hal lainnya yang perlu perhatian adalah bencana kebakaran. Selain itu, imbauan agar masyarakat tetap waspada dengan anomali musim juga perlu terus digulirkan. Kasus kebarakan yang sering terjadi belakangan ini tetap harus diantisipasi. Semoga sikap waspada dan tanggap bencana menjadi kesadaran bersama. Made Mertayoga Denpasar, Bali
Budaya Baca Mati, Kreativitas Berpikir Mandek Dalam dunia keilmuan ada sebuah adagium yang cukup akademis mengatakan ‘’membaca adalah jendela ilmu pengetahuan’’. Oleh karenanya, jika ingin melihat perkembangan ilmu pengetahuan, maka kata kuncinya adalah membaca. Di sisi lain dengan meminjam gagasan Piliang (2004:143), dapat dipahami bahwa perkembangan dunia yang semakin kapitalistik dewasa ini, membuat ilmu pengetahuan tidak lagi hanya sekadar konsep yang berguna untuk meningkatkan kualitas dan derajat kemanusiaan. Akan tetapi kini juga telah dimuati oleh energi yang sama, yakni semacam libidologi, atau ilmu-ilmu yang berguna untuk memperbesar arus getaran libido (baca:nafsu).
Oleh I Ketut Suda
D
emikian pula pengetahuan dalam diskursus kapitalisme global dewasa ini, telah dimuati oleh arus percepatan. Artinya, masyarakat dewasa ini termasuk masyarakat akademis telah dibuat menjadi tidak sabar untuk segera ingin melihat hasil (baca: sikap instan). Sejalan dengan itu, George Ritzer (2002) mengatakan bahwa masyarakat modern sekarang ini telah terperangkap ke dalam sikap hidup McDonaldisasi atau CocaColanisasi. Akibatnya, ilmu pengetahuan kemudian berkembang menjadi semacam ilmu yang bersifat dromologi, yakni ilmu pengetahuan dalam rangka mempercepat tempo kehidupan. Ketika manusia dipacu untuk mengikuti arus percepatan, maka ketika itu pula akan terjadi benturan antara dua hal secara diametral, seperti maksimum kecepatan akan tetapi minimum
kedalaman; maksimum perputaran akan tetapi minimum perenungan; maksimum ekstasi akan tetapi minimum kontemplasi; maksimum ritual, akan tetapi minimum spiritual; dan begitu seterusnya. Melihat perkembangan dunia ilmu seperti itu, ditambah lagi lembaga pendidikan yang seharunya berperan sebagai arena pengembangan ilmu pengetahuan, kini berubah menjadi sebuah industri besar pikiran (the great mind industry) meminjam istilahnya Enzensberger dalam ‘’Dream of Absolout’’. Hal demikian mengandung arti bahwa ketika pikiran-pikiran terperangkap dalam motif komersial dan keuntungan semata, maka kematian budaya baca menjadi lebih cepat. Sebab, membaca yang pada awalnya dimaksudkan untuk memahami berbagai ilmu pengetahuan dengan dimensi kedalamannya, kini direduksi untuk kepentingan pencarian keuntungan
semata, sehingga pemahaman masyarakat terhadap ilmu pengetahuan menjadi hanya di permukaan. Meminjam istilah Lyotard kondisi ini yang disebut merkantilisasi pengetahuan (merchantilization of knowledge), yakni dijadikannya pengetahuan dan informasi sebagai komoditi yang bisa diperjualbelikan, demi keuntungan material. Dengan demikian pengetahuan kini telah kehilangan dimensi sosial dan spiritualnya, karena telah dikuasai oleh mesin kekuasaan kapitalis. Ketika dunia pendidikan terperangkap ke dalam industri kapitalisme, maka sistem pendidikan demikian hanya akan mampu memproduksi citra lulusan, sesuai dengan citra yang dibutuhkan sistem kapitalisme itu sendiri. Misalnya, lulusan harus siap bekerja atau lulusan harus mempunyai keahlian khusus. Sementara di sisi lain mereka kehilangan dimensi-dimensi sosial, spiritual, dan dimensi moral. Meminjam istilah Piliang (2004:163--164) sistem pendidikan demikian acapkali memaksa setiap orang untuk menjadi pekerja, menjadi skrup mesin industrialisasi, dan skrup mesin kapitalisme. Jika hal itu yang terjadi maka paradigma pendidikan seperti ini hanya akan membuat kreativitas berpikir para peserta didik menjadi mandek (stagnan). Oleh karenanya sistem pendidikan demikian tidak lagi mampu menghasilkan mental kepeloporan (pioneership), mental kepemimpinan (leadership), kemanusiaan (humanity), dan mental spiritualitas (spirituality). Padahal dalam pembangunan manusia Indonesia seutuhnya, yang mencakup manusia pembangunan, manusia
sosial, dan manusia spiritual, mentalitasmentalitas seperti inilah justru yang dipentingkan. Akan tetapi dalam realitasnya sering terjadi hal yang sebaliknya, yakni dunia pendidikan justru terperangkap dalam upaya menjadikan mekanisme pasar sebagai prinsip dasarnya. Akibatnya, dunia pendidikan berkembang menjadi sebuah institusi yang lebih banyak mencari nilai tukar (exchange values) dibandingkan menjadi agen perubahan (agent of change), melalui penciptaan berbagai citra (image) dalam rangka memperoleh nilai keuntungan (profit). Atau dengan bahasa lainnya, ketika institusi pendidikan diarahkan untuk menciptakan citra-citra artificial, atau citra-citra semu yang sesungguhnya tidak menjadi hal esensial bagi pengembangan dunia pendidikan, maka ketika itu pula budaya membaca akan mati dan kreativitas berpikir akan menjadi mandek. Sebab, yang ditonjolkan dalam konteks pendidikan semacam ini adalah citra (image) kampus kelas atas, sekolah kosmopolitan, sekolah internasional, dan lain sebagainya. Dengan kondisi demikian masyarakat akademis pun dikonstruksi secara sosial untuk mengelilingi diri mereka dengan citra-citra artificial/citracitra semu tersebut, sementara di sisi lain mereka lupa akan hakikat pendidikan yang lebih dalam.
POJOK
Suara Publik Pendidikan Toleransi untuk Anak HASIL survei World Values Survey (WVS) menempatkan Indonesia di peringkat ke-9 negara paling tidak toleran di dunia. Berkisar 30-40 persen penduduk Indonesia menolak untuk bertetangga dengan orang yang berbeda suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). Indonesia berada dalam jajaran 10 negara paling tidak toleran bersama Hongkong, Bangladesh, Yordania, India, Mesir, Arab Saudi, Iran, Vietnam, dan Korea Selatan. Sebagai negara yang memiliki semboyan Bhinneka Tunggal Ika, tentu predikat paling tidak toleran tersebut sangat kontradiktif. SETARA Institute (2015) merilis hasil temuannya terkait Indeks Kota Toleran (IKT) pada 98 kota di seluruh Indonesia. Sistem penilaiannya menggunakan skala 1-7 dengan 1 untuk nilai terbaik (paling toleran) dan 7 untuk nilai terburuk (paling tidak roleran). Dalam temuan tersebut, didapat 10 kota paling toleran di antaranya kota Pematang Siantar, Salatiga, Singkawang, Manado, Tual, Sibolga, Ambon, Sorong, Pontianak, dan Palangkaraya dengan skor 1,47-1,59. Kota paling tidak toleran juga banyak, 10 di antaranya Bogor (5,21), Bekasi (4,68), Banda Aceh (4,58), Bandung (4,16), Serang (4,05), Mataram (4,05), Sukabumi (4,05), Banjar (4,05), dan Tasikmalaya (4,00). Dari data tersebut, bisa disimpulkan bahwa hingga kini Indonesia masih rawan isu intoleransi. Penolakan terhadap kebinekaan membuat negeri ini tidak maju-maju, malah cenderung mengalami kemunduran. Kita mudah terpecah dan terprovokasi dengan isu SARA. Contohnya, jika ada calon pemimpin dari kaum minoritas, sejumlah komunitas/organisasi masyarakat langsung melakukan demonstrasi. Toleransi masih jadi barang langka di Indonesia. Padahal, tingginya toleransi berbanding lurus dengan tingkat kemajuan suatu negara. Artinya, jika kita terus mempersoalkan perbedaan, maka sampai kapan pun negara ini tidak akan maju. Cita-cita bangsa untuk menyejahterakan rakyat, mengentaskan kemiskinan, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan cita-cita lain yang termaktub dalam UUD 1945 pun tidak akan pernah terwujud. Dalam poin ke-9 Nawacita, Joko Widodo berjanji bahwa selama pemerintahannya, dia akan memperteguh kebinekaan dan memperkuat restorasi sosial
Oleh Hasian Sidabutar Indonesia, melalui kebijakan memperkuat pendidikan kebinekaan (baca: toleransi) dan menciptakan ruang-ruang dialog antarwarga. Kesamaan visi ini harus ditanggapi serius. Diperlukan sinergitas semua elemen bangsa untuk mewujudkannya. Selain pemerintah, pihak utama yang paling bertanggung jawab dalam menerapkan pendidikan toleransi kepada anak adalah keluarga. Keluarga merupakan rumah pertama dan utama bagi anak untuk mendapatkan pendidikan, termasuk pendidikan toleransi. Orangtua mesti menggembleng anak dengan nilai-nilai toleransi supaya mereka bisa hidup berdampingan di tengah kebinekaan. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan orangtua. Pertama, memahami undang-undang. Dalam UUD 1945, persamaan hak dan derajat setiap warga negara diatur setidaknya dalam 4 pasal, yakni pasal 27, 28, 29, dan 31. Agama menjadi isu yang paling sensitif dan sering menimbulkan konflik di tubuh masyarakat. Orangtua diharapkan sejak dini memahamkan anak UUD 1945 pasal 29 ayat (2) yang menyatakan bahwa negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan beribadat menurut agama dan kepercayaannya. Jika UU ini terekam di memori anak, kelak dia akan paham bahwa Indonesia mengakui banyak agama dan kepercayaan. Sehingga ketika mereka bertemu dengan anak yang berbeda agama, mereka akan menghargainya. Kalau anak sudah bisa menerima dan menghargai perbedaan, maka dia tidak akan mudah terprovokasi dengan isu SARA. Kedua, membiasakan anak bergaul dalam perbedaan. Hasil survei SETARA Institute yang menunjukkan 30-40 persen penduduk Indonesia tidak ingin bertetangga dengan orang berlatar belakang yang berbeda, menandakan bahwa banyak orangtua tak ingin anaknya bergaul dengan anak yang berbeda suku, agama, ras dan antargolongan (SARA). Salah satu alasannya karena tidak ingin anaknya terpengaruh ideologi dan kultur anak lainnya.
Penulis, Guru Besar bidang Sosiologi Pendidikan, Program Pascasarjana Universitas Hindu Indonesia, Denpasar
Salah satu sifat dasar anak adalah rasa keingintahuannya tinggi (high curiousity). Di usia dini, anak senang bersosialisasi dengan siapa saja. Orangtua sepatutnya tidak membatasi pergaulan anak selagi tidak berdampak negatif bagi fisik dan psikis anak itu sendiri. Anak-anak justru harus dibiasakan bergaul dengan anak lainnya supaya bisa belajar tentang keberagaman. Dan dari situlah, mereka akan belajar tentang toleransi dengan sendirinya. Kalau takut tergerus ideologi anak lain, justru orangtua mesti semakin memproteksi anak mereka dengan nilai-nilai religiusitas. Ketiga, membentuk anak yang cinta kebinekaan. Di masa kini, budaya asing lebih diminati anak-anak. Banyak anak Indonesia malu berbahasa daerah, menari tradisional, dan berpakaian khas daerah. Akibatnya, secara perlahan mereka tidak cinta budaya dalam negeri dan lamakelamaan akan hilang. Tercatat ada 700 suku bangsa di Indonesia dengan lebih dari 3.000 tarian tradisional. Kemendikbud menyebutkan minat anak pada tarian tradisional semakin merosot. Itu tampak dari terhapusnya mata pelajaran kesenian tari daerah di sekolah-sekolah, dan digantikan dengan pelajaran bahasa asing. Peran orangtua dalam menjadikan anak cinta kebudayaan Indonesia sangat urgen. Ada baiknya, sejak dini, anak diikutkan ke komunitas pecinta tarian tradisional, teater maupun sanggar. Selain mengenal budaya Indonesia, di sana mereka juga akan bersosialisasi dengan anak berlatar belakang yang berbeda. Momentum seperti itulah yang akan membentuk paradigma berpikir anak bahwa kebinekaan/perbedaan bukan hambatan untuk bersosialisasi. Akan tetapi, ketiga perlakuan (treatment) di atas tidak akan pernah terwujud kalau perspektif orangtua tentang toleransi masih sangat dangkal. Pada kenyataannya, banyaknya kasus penistaan agama, pembakaran rumah ibadah, dan perang suku dilakukan oleh orang-orang dewasa. Karenanya, sebelum memahamkan pendidikan toleransi kepada anak, orangtua mesti terlebih dahulu bersikap toleran.
Jajak pendapat; Kanibalisme pariwisata Bali menguat. - Kehancuran Bali makin dekat. *** Warga Bualu dukung Susi tolak perpanjang izin reklamasi Teluk Benoa. - Pejabat di Bali masih pikir-pikir. *** Lagi, tiga orang ABK WNI disandera kelompok bersenjata di Malaysia. - Pemerintah harus tegas.
Penulis, anggota Initiatives of Change (IofC) Indonesia, Jakarta Kandidat gelar Master Ilmu Hubungan Internasional
z Perintis : K.Nadha, z Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha zPemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata zRedaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana zSekretaris Redaksi: Sugiartha zRedaktur Eksekutif: Parwata zRedaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra zAnggota Redaksi Denpasar: Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Sumatika, Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Parwata, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada. Bangli: IA Swasrina, Sosiawan, Buleleng: Dewa Kusuma, Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya, . Karangasem: Budana, Bagiarta, Klungkung: Dewa Dedy Farendra, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto zKantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta, zAlamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Sumbangan untuk orang sakit Rek. BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00016-8 A/n Simpati Anda,BCA Cabang Denpasar No.040.3555000 A/n Simpati Anda, Dana Punia Pura Rek.BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00017-1 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3966000 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3277000 A/n Dompet Beasiswa, BCA Cabang Denpasar No. 040.3688000 A/n Dompet Lingkungan. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
BALI balipost (144rb Like) (81rb Like) http://facebook.com/balipost
@balipostcom (4.295 Follower) (3,8rb Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
www.iklanbalipost.com
Balipost on Gadget
SENIN PAING, 11 JULI 2016
PAGAR - Dinas Perhubungan (Dishub) Buleleng memasang pagar di atas totoar Jalan Ahmad Yani menuju Jalan Sudirman, Kelurahan Banyuasri, Singaraja. Pagar dari besi yang dicat hijau ini untuk memberi keamanan bagi pejalan kaki, utamanya pelajar yang saban hari melintasi ruas jalan ini.
Bali Post/mud
redaksi@balipost.com iklan@balipost.co.id
7
FIGUR
Budi Daya ”Mushroom” BEREDARNYA mushroom di Kuta terindikasi jika jamur masuk golongan satu narkotika itu dibudidayakan. Meskipun untungnya tidak sebesar narkotika jenis lainnya, tapi untuk mendapatkannya tidak sulit. Sat. Resnarkoba Polresta Denpasar mengungkap peredaran 6.370,3 gram magic mushroom (jamur kotoran sapi) di wilayah Kuta dengan sasaran warga negara asing (WNA). “Mushroom itu memang bisa dimakan, bahkan sejak dulu. Kalau jamur tahi sapi memang berbahaya jika dikonsumsi,” ujar Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. I Putu Gede Suastawa, Minggu (10/7) kemarin. Menurut Suastawa, ada mushroom memang dibuat supaya bisa menimbulkan efek seperti narkoba. Misalnya, ditumbuhkan di tahi sapi dan dibuat dengan tempat atau media untuk budidaya jamur itu. Efeknya bisa pengguna berhalusinasi, dipresan, stimulan dan menyebabkan ketergantungan. “Sama seperti narkoba. Namun pengolahannya cukup sederhana, cukup dijus saja. Budi dayanya pun tidak rumit,” ujar jenderal asal Gulingan, Mengwi ini. Terkait hal itu, BNNP akan bersinergi dengan kepolisian untuk meminimalisir beredarnya jamur tersebut. Apalagi pengedarnya menyasar warga negara asing (WNA) dan akan berdampak buruk pada citra pariwisata Bali. “Kalau turis yang mengonsumsi olahan jamur itu, nekat dan berbuat di luar akal sehat bagaimana? Bali akan dicap buruk oleh negara lain. Oleh karena itu, kami juga mengajak masyarakat memerangi narkoba, termasuk peredaran mushroom ini,” harap Suastawa. (rah)
Bali Post/wan
SEPATU KUDA - Sambil menunggu wisatawan yang memanfaatkan angkutan tradisional Bali yakni dokar, seorang kusir dokar sibuk memperbaiki sepatu kudanya di Jalan Raya Pantai Kuta, Minggu (10/7) kemarin.
MOS Diganti MPLS
Disdikpora Siapkan Layanan Pengaduan dan Monitoring Tabanan (Bali Post)Tahun ajaran baru 2016/2017 telah dimulai. Seperti biasa seluruh siswa baru mulai, Senin (11/7) disibukkan dengan pelaksanaan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) atau yang akrab disebut Masa Orientasi Siswa (MOS). Namun tahun ini regulasi pelaksanaan MOS berbeda. Karena pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan regulasi, bahwa kegiatan MOS murni dilakukan oleh guru, bukan lagi kakak kelas. Meski cukup membawa angin segar bagi siswa baru, namun di Kabupaten Tabanan pelaksanaan MOS tahun ini akan tetap diawasi oleh para pemangku kebijakan, seperti Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) dan Dewan Pendidikan. Keduanya pun mulai menyiapkan diri membuka pos layanan pengaduan, selain juga akan melakukan monitoring ke sejumlah sekolah. “Jika dalam pelaksanaan MOS tersebut ada siswa ataupun orangtua siswa yang masih merasa dirugikan, bisa langsung lapor ke kami,” ujar Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Kadisdikpora) Tabanan Putu Santika, Minggu (10/7) kemarin. Kembali ditegaskannya, dalam pelaksanaan MOS tidak boleh ada perpeloncoan, dan lebih diarahkan pada pendidikan karakter dan pengenalan lingkungan dan budaya sekolah. “Kemas kegiatan yang jauh dari pemaksaan ataupun perpeloncoan, karena MOS sifatnya lebih pada
pengenalan lingkungan sekolah bagi para siswa baru yang akan mengenyam pendidikannya di sekolah tersebut,” ucapnya. Pihaknya pun akan melakukan tindakan tegas jika masih ada ditemukan oknum yang berbuat di luar ketentuan yang sudah disepakati. “Tahun ini guru yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan MOS, jadi kemas yang baik,” katanya. Hal senada juga dilontarkan Ketua Dewan Pendidikan Tabanan Wayan Madra Suartana. Tak hanya membuka kotak saran dan aduan tentang layanan pendidikan, sejumlah anggota Dewan Pendidikan pun akan menyebar melakukan monitoring ke sejumlah sekolah, mengantisipasi kegiatan yang merugikan siswa. Jika dalam perjalanan tersebut ditemukan keluhan, maka Dewan Pendidikan pun akan membuat rekomendasi yang nantinya diserahkan kepada Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga untuk selanjutnya bisa ditindak lanjuti. Terkait pelaksanaan MOS, Madra Suartana juga mengimbau setidaknya kegiatan lebih banyak diarahkan di dalam ruangan, seperti pemberian pengarahan tentang tingkat disiplin dengan melibatkan stakeholder pendidikan. Atau lebih banyak diarahkan ke hal-hal yang mengubah mindset peserta didik baru. Dirinya pun tidak melarang jika dalam pelaksanaan MOS memang ada kegiatan yang dilakukan di luar ruangan (lapangan-red). “Kalaupun ada kegiatan di luar ruangan, itu pun harus selektif,” ucapnya. (kmb28)
Penyelenggara Guru, Tak Libatkan Senior Denpasar (Bali Post) Mulai tahun ini, istilah Masa Orientasi Siswa (MOS) resmi diganti menjadi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Perubahan istilah ini merujuk pada Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No.3 Tahun 2016 tentang Penerapan Regulasi Baru di Tahun Pelajaran 2016/2017. Dalam pelaksanaannya, MPLS sepenuhnya menjadi tanggung jawab guru. “Kepanitiaan dari guru, perencanaan kegiatan hanya menjadi hak guru. Dilarang melibatkan senior atau kakak kelas dan alumni sebagai penyelenggara,” ujar Kepala Disdikpora Bali TIA Kusumawardhani di Denpasar, Minggu (10/7) kemarin. Menurut TIA, ada empat regulasi baru yang harus diperhatikan dalam isi Surat Edaran Mendikbud. Pertama, Permendikbud No.82 Tahun 2015 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Tindak Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan, Permendikbud No.18 Tahun 2016 tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah, Permendikbud No.23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti, dan Permendikbud No.64 Tahun 2015 tentang Kawasan Tanpa Rokok di Lingkungan Sekolah. Pada intinya, tidak boleh ada perpeloncoan dalam MPLS. Begitu juga tidak boleh ada pungutan biaya apa pun. Peserta MPLS wajib menggunakan atribut resmi sekolah, bukan atribut dan pakaian yang aneh-aneh atau tidak relevan.
Bali Post/dok
MOS - Suasana MOS di satu sekolah di Gianyar beberapa waktu lalu. Kini, kegiatan MOS diubah menjadi masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS). “Semua orangtua agar mengantar anaknya ke sekolah untuk melihat, bahwa di sekolah tidak ada kekerasan lagi, tidak ada perpeloncoan, dan tidak ada pungutan. Jadi sekolah benar-benar difungsikan sebagai lab hati nurani,” jelasnya. TIA mengaku sudah bersurat ke seluruh Kepala Disdikpora kabupaten/kota se-Bali, terkait penerapan regulasi baru tersebut. Para Kepala Dinas diminta menginformasikan kepada sekolah-sekolah
Korem Bentuk Timsus Atasi Geng Motor Anarkis Denpasar (Bali Post) Ulah geng motor tidak hanya membahayakan pengguna jalan karena aksi trek-trekannya, akhir-akhir ini mengarah perbuatan anarkis yaitu melakukan pengeroyokan hingga penusukan. Korban mulai berjatuhan hingga dirawat intensif di rumah sakit. Kondisi ini membuat geram Korem 163/Wira Satya dan beberapa langkah disusun untuk mengatasi masalah tersebut. “Tidak bisa dibiarkan masalah seperti ini. Kita siapkan timsus (tim khusus) untuk menanganinya,” tegas Danrem 163/Wira Satya Kolonel Inf. I Nyoman Cantiasa, Minggu (10/7) kemarin. Jika aksi mereka meresahkan dan membahayakan nyawa orang, lanjut Danrem, pihaknya tidak bisa tinggal diam. Korem berserta jajaran tetap berkoordinasi dengan kepolisian. “Saya sudah diskusikan dengan Dandim Badung untuk secepatkan
ambil langkah penanganan. Jangan sampai kejadian di Bandung (anggota Kopasus dibunuh-red) terjadi di Bali,” ujarnya. Sementara praktisi hukum Nengah Jimat, S.H., mengatakan belum teratasi geng motor itu merupakan kegagalan banyak pihak. Belum ada tindakan tegas terhadap pelaku, baik secara pencegahan dan penegakan hukum. “Akar masalah timbulnya situasi ini belum mampu diatasi. Seharusnya negara yang dilengkapi undangundang dan perlengkapan lainnya, bisa mengatasi situasi ini,” tegasnya. Ia menduga kemungkinan karena kondisi itu belum dijadikan agenda utama untuk diberantas. Dengan demikian geng motor itu menganggap remeh pemerintah daerah dan aparat keamanan. Bahkan Jimat khawatir dari geng motor itu akan terbentuknya ormas jalanan. “Itu bisa terjadi dan arahnya kemung-
Bali Post/rah
Bali Post/rah
Nengah Jimat
I Nyoman Cantiasa
kinan ke sana. Saran saya, sebelum mereka menjadi monster yang menakutkan bagi masyarakat, secepatnya diatasi,” ujar Jimat. Pihak terkait, lanjutnya, mesti mampu mengungkap akarnya penyebabnya sehingga mereka menjadi seperti itu. Kalau terlibat pelanggaran hukum, tindak tegas tanpa pandang bulu. Deteksi dini oleh intelijen dikerahkan dalam menangani masalah ini. “Jangan melakukan razia atau sweeping sekadarnya saja dan hangat-hangat tahi ayam. Masyarakat juga mesti bersikap dan jangan cuwek. Mari bersama-sama mengawasi dan respek terhadap gangguan kamtibmas,”
kata pengacara asal Karangasem ini. Kembali ia menegaskan, aparat penegak hukum dan pemerintah tidak boleh seperti pemadam kebakaran yang melakukan tindakan setelah kejadian. Semestinya terus melakukan pemantauan dan bimbingan kepada masyarakat, terutama orang-orang yang tergabung dalam geng motor tersebu. “Orangtua juga tidak lepas dari masalah ini. Peran aktif mereka untuk membina dan mengawasi anaknya sangat penting. Jangan sampai generasi penerus bangsa malah trek-trekan di jalan dan melanggar hukum,” tandasnya. (rah)
di wilayah masing-masing. Di sisi lain, Mendikbud Anies Baswedan juga dijadwalkan turun ke beberapa sekolah di Bali untuk memantau pelaksanaan MPLS. “Siswa, orangtua, dan masyarakat dapat melaporkan dugaan pelanggaran atas pelaksanaan regulasi baru tersebut kepada Dinas Pendidikan setempat atau laman resmi Kementerian,” tandasnya. (kmb32)
BANGLI
8
Senin Paing, 11 Juli 2016
SOSOK Buat Senang KEGIATAN Masa Orientasi Siswa (MOS) harus dibuat menyenangkan. Jangan ada lagi kegiatan berbau kekerasan atau perploncoan. Konsep ini diterapkan di SMAN 1 Bangli. ‘’Dalam kegiatan ini (MOS-red), buat siswa senang,’’ tegas Kepala SMAN 1 Bangli I Nengah Sudaya belum lama ini. Dalam kegiatan yang rutin berlangsung setiap tahun ini, peserta harus diberikan pendidikan Bali Post/sos karakter yang belakangan ini sudah mulai Nengah Sudaya pudar seperti kejujuran, sportivitas, kompetitif, disiplin dan penuh inisiatif. Selain itu, pendidikan berkaitan dengan interaksi sesama siswa dan guru juga ada di dalamnya, di samping pengenalan lingkungan sekolah juga diterapkan. ‘’Tak ada siswa yang menggunakan atribut aneh-aneh. Harus diterapkan pendidikan karakter,’’ ucapnya. Guna menghindari perploncoan, pelaksanaan MOS akan diawasi secara ketat. Panitia langsung dari kalangan guru. Sementara OSIS hanya diperkenankan dalam membantu kegiatan teknis, salah satunya pengabsenan. ‘’Pendidikan karakter ini sudah menjadi imbauan kementerian. Surat edarannya ada,’’ imbuh mantan Kepala SMAN 2 Bangli ini. (sos)
Ribuan Naker Belum Kantongi Sertifikat Keahlian Bangli (Bali Post) Memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), tenaga kerja (naker) khususnya di sektor pariwisata dituntut memiliki keahlian yang ditunjukkan dengan sertifikat uji kompetensi. Di setiap daerah, diwajibkan minimal separuh naker harus mengantongi sertifikat tersebut. Di Bangli, jumlah naker yang tersertifikasi masih sangat kecil yakni baru 1 persen. Menyikapi hal itu, Pemkab pun terus menggenjot pelaksanaan ujian yang bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disosnakertrans) Bangli I Nengah Sukarta, Minggu (10/7) kemarin menjelaskan, jumlah naker di sektor pariwisata di Bangli mencapai 1.122 orang. Namun, yang baru mengikuti sertifikasi hanya 120 orang atau di kisaran 1 persen. Jika mengacu pada PP No. 52 Tahun 2012, ditegaskan badan usaha harus memiliki naker bersertifikasi minimal 50 persen. ‘’Naker yang belum memiliki sertifikat keahlian masih ribuan. Yang mengantongi baru sedikit,’’ ujarnya. Selama ini sejumlah perusahaan berupa restoran maupun penginapan masih menerima naker yang kurang kompeten dalam bidangnya. Hal ini jelas merugikan pariwisata Bangli. Sertifikasi sangat penting, terlebih pada era MEA yang telah bergulir sejak awal tahun ini. ‘’Naker yang andal akan mampu meningkatkan jumlah kunjungan, di samping karena potensi alam yang ada,’’ tegasnya. Guna menggenjot kepemilikan sertifikat keahlian itu, Sukarta mengaku sudah bekerja sama dengan LSP dan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), salah satunya Mediterranean Bali. Peserta yang dilibatkan yakni naker di sejumlah badan usaha maupun calon naker yang nantinya akan masuk ke sejumlah perusahaan. ‘’Di LPK ini langsung ada program three in one. Ada pelatihan, penempatan dan sertifikasi,’’ sebutnya. Mantan Kepala SMAN 1 Kintamani ini mengatakan, keterlibatan perusahaan dalam menggenjot sertifikasi juga perlu ada. Jika hal tersebut tak dilakukan maka izin pendirian usaha tak akan diterbitkan maupun diperpanjang. Hal ini akan dikoordinasikan dengan Kantor Perizinan. ‘’Seluruh perusahaan wajib minimal separuh nakernya bersertifikasi. Kalau tidak, izin usahanya tak akan diperpanjang,’’ tegasnya. Ditambahkannya, sekolah yang memiliki jurusan pariwisata juga diwajibkan melaksanakan sertifikasi untuk peserta didiknya supaya saat kelulusan nanti langsung bisa bersaing dengan naker daerah lain. Sementara itu, Direktur LSP Pariwisata Bali Anak Agung Widnyana, S.S mengungkapkan, secara umum badan usaha pariwisata di Bali sudah sadar untuk mengikutsertakan nakernya dalam sertifikasi. ‘’Itu tidak dikenakan biaya,’’ tandasnya. (kmb45)
Bali Post/kmb45
PETANI - Petani di sekitar Danau Batur memanen bawang belum lama ini. Guna memaksimalkan pemasaran hasil panen, Pemkab Bangli berencana bekerja sama dengan kabupaten lain.
Genjot Pemasaran Hasil Pertanian
Pemkab Berencana Gandeng Kabupaten Lain Bangli (Bali Post) Potensi pertanian di Kabupaten Bangli cukup tinggi. Demikian juga dengan jenis komoditasnya yang sangat beragam. Akan tetapi, pemasaran hasil panen petani masih cukup terbatas. Menyikapi hal tersebut, Pemkab berencana menjalin kerja sama dengan sejumlah daerah di Bali khususnya yang sektor pariwisatanya berkembang pesat. Selain itu, kerja sama dengan sub-terminal pasar hasil pertanian di sejumlah daerah juga akan diperkuat. Plt. Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Perhutanan
Bangli Ni Wayan Manik, Minggu (10/7) kemarin menyampaikan, komoditas yang menjadi andalan Kabupaten Bangli mayoritas hortikultura seperti jeruk dan sayuran. Setiap musim, hasil panen cukup berlimpah. Namun, dalam pemasarannya ke luar daerah baru bisa dilakukan segelintir petani. Sementara sebagian sisanya hanya berkutat di dalam daerah. Kondisi ini pun berpotesi memunculkan perang harga. ‘’Kami sudah mengarah untuk menjalin kerja sama dengan daerah lain utamanya di Bali da-
alisasi, mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Bangli ini mengaku akan terus berupaya meningkatkan kualitas komoditas pertanian dengan mengintensifkan edukasi terhadap petani. Demikian juga pengembangan komoditas yang harus menyesuaikan dengan pangsa pasar terus digulirkan. ‘’Komoditi organik sudah mulai dikembangkan. Petani juga terus diberikan pendidikan melalui sekolah lapangan,’’ katanya. Sebelumnya, anggota Komisi II DPRD Bangli I Ketut Mastrem menilai perhatian pemerintah
Hutan di Kintamani Jadi Tempat Pembuangan Sampah Bangli (Bali Post) Kondisi hutan di kawasan Kintamani memprihatinkan. Hutan yang seharusnya dijaga kelestariannya, justru dijadikan tempat pembuangan sampah oleh oknum warga yang tidak bertanggung jawab. Selain dipenuhi sampah organik, kawasan hutan juga dijejali sampah plastik. Banyaknya sampah di kawasan hutan seperti terlihat di wilayah Suter. Berdasarkan pantauan, di salah satu titik kawasan hutan yang ditumbuhi pepohonan besar tampak dijadikan tempat pembuangan sampah. Diduga, sampahsampah ini sengaja dibuang ke areal hutan oleh oknum warga. Hal ini terlihat dari kondisi sampah yang ditampung dalam tas kresek. Dari banyaknya tumpukan sampah di hutan, secara tidak langsung menandakan bahwa aksi pembuangan sampah sembarangan itu sudah berlangsung cukup lama. Selain di Suter, kondisi serupa juga terlihat di kawasan hutan di pinggiran jalan menuju Desa
Manikliyu. Demikian juga di kawasan hutan sepanjang jalan utama Penelokan-Singaraja. Dikonfirmasi, Minggu (10/7) kemarin, Kepala Seksi Konservasi Wilayah II BKSDA Bali Sulistyo Widodo mengatakan, sampah yang menumpuk di kawasan hutan Kintamani bukan semata-mata menjadi tanggung jawab BKSDA. Mengingat kawasan itu menjadi tempat wisata maka sepatutnya persoalan tersebut menjadi tanggung jawab bersama semua pihak. Menurutnya, kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah ke hutan menjadi kunci utama persoalan tersebut. ‘’Kalau BKSDA saja tidak mampu mengurusi sampah di sana.
Petani di Bayung Cerik
Tumpang Sarikan Jahe dengan Jeruk Bangli (Bali Post) Selain tanaman jeruk dan tanaman kopi, sejumlah petani di Desa Bayung Cerik, Kintamani selama ini juga menerapkan tumpang sari pada tanaman jeruk dengan tanaman jahe. Tanaman tersebut dipilih lantaran proses pemeliharan yang tidak rumit dan hasilnya yang cukup menjanjikan. Seperti yang selama ini dilakukan petani di desa setempat, Wayan Sukarma. Ditemui belum lama ini, Sukarma mengaku tertarik menumpangsarikan jahe di sela-sela tanaman jeruknya karena budi dayanya yang cukup mudah. Tanaman jahe
lam pemasaran itu. Supaya lebih maksimal lagi (penjualan hasil panen-red),’’ ujar Manik. Sebagai langkah awal, kerja sama akan lebih difokuskan pada daerah yang sektor pariwisatanya berkembang pesat dan kebutuhan pangannya cukup besar, seperti Denpasar, Badung dan Gianyar. Selain itu, kerja sama dengan subterminal pasar sayur di sejumlah daerah akan lebih dimaksimalkan. ‘’Rencana ini berdasarkan arahan pak bupati. Kami akan koordinasikan dengan daerah bersangkutan,’’ ucapnya. Supaya rencana itu bisa tere-
tidak perlu perawatan ekstra seperti halnya tanaman tumpang sari lainnya. Selain itu jahe juga tidak mengenal musim sehingga bisa dipanen setiap empat bulan sekali. ‘’Selain jahe, saya dan petani di sini juga tanam kencur,’’ ujarnya. Sukarma mengatakan, jahe yang dibudidayakannya selama ini yakni jenis jahe Bali. Meski ditanam dengan sistem tumpang sari, namun dirinya bisa memanen jahe hingga 500 kilogram. Saat ini harga jahe Bali masih tergolong murah yakni Rp 3 ribu per kilogram. Karena murah, dia terpaksa menyimpan jahe yang sudah
dipanen untuk dijual saat harga jahe sudah naik. Karena salah satu keunggulan yang dimiliki jahe yakni tahan lama, dirinya mengaku tak khawatir menyimpan jahe yang sudah dipanen hingga tiga bulan mendatang. Dia menambahkan, selama ini jahe yang dipanennya dijual kepada pengepul. Tak jarang juga dipasarkan langsung ke wilayah Denpasar. Dia mengatakan, jika saja jembatan penghubung di Desa Bayung Cerik dengan Desa Kerta, Gianyar bisa dibangun, maka petani di desanya akan lebih mudah untuk memasarkannya ke luar Kintamani. (kmb40)
JAHE - Wayan Sukarma dan jahe, hasil panennya
Bali Post/ina
Harapan kami semua pihak turut berperan,’’ terangnya. Sulistyo juga mengatakan bahwa masalah sampah di areal hutan tidak hanya terjadi di Kintamani. Hampir semua wilayah mengalami persoalan serupa. Untuk menjaga kawasan hutan agar tetap bersih dari sampah, pihaknya mengaku sudah berulang kali mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah di kawasan hutan dalam setiap kesempatan. ‘’Setiap pertemuan kita sudah sosialisasikan agar menjaga kebersihan kawasan hutan. Kebersihan hutan ini bukan untuk BKSDA, tapi untuk kita bersama,’’ kata Sulistyo. (kmb40)
terhadap sektor pertanian terutama pascapanen masih sangat minim. Hal tersebut sering dikeluhkan petani. Jika itu terus berlangsung, dikhawatirkan minat masyarakat untuk bertani semakin berkurang. Menurutnya, hal yang perlu segera dilakukan pemerintah, yakni menyediakan pasar induk khusus hasil pertanian. Selain pengadaan pasar induk, Pemkab Bangli dinilainya perlu menjalin kerja sama dalam pemenuhan kebutuhan pangan dengan daerah lain yang selama ini sebagai konsumen. (kmb45)
KDRT, Warga Gelagalinggah Laporkan Suami ke Polisi Bangli (Bali Post)Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) kembali terjadi di Bangli. Kali ini dialami korban Nengah O (36), warga Banjar Gelagalinggah, Desa Kintamani. Dia dianiaya suaminya, I Nengah AS (40), hingga mengalami luka lebam dan pendarahan dari hidungnya. Tak terima dengan perlakuan tersebut, korban pun memilih melaporkan suaminya ke polisi. Tindak KDRT tersebut dialami korban pada Jumat (8/7). Namun, korban baru melapor ke polisi pada Sabtu (9/7). Insiden itu berawal pada Selasa lalu ketika korban yang sempat mengecek HP suaminya mengetahui bahwa suaminya memiliki wanita simpanan. Untuk memastikan hal itu,
korban menanyakan langsung ke suaminya sehingga terjadi cekcok mulut antara keduanya. Jumat (8/7) lalu, pasutri itu kembali bertengkar hebat. Terlapor yang emosi menganiaya korban dengan cara memukul wajah korban. Tak hanya itu terlapor juga menjambak rambut korban dan menyeretnya hingga korban mengalami pendarahan pada hidung dan memar pada wajah. KBO Reskrim Polres Bangli Iptu Ketut Purnawan seizin Kasat Reskrim AKP Yana Jaya Widya mengatakan, polisi sudah melakukan visum terhadap korban dan meminta keterangan beberapa saksi. polisi juga melakukan penyelidikan untuk menangkap terlapor. (kmb40)
GIANYAR
Senin Paing, 11 Juli 2016
Kabel Telekomunikasi di Saluran Drainase
Kerap Picu Banjir Gianyar (Bali Post) Kabel telekomunikasi banyak ditemukan terpasang di dalam saluran drainase di Kabupaten Gianyar. Selain menyalahi aturan, sampah juga menyangkut pada kabelkabel berukuran besar itu, sehingga menyumbat aliran air. Alhasil kondisi ini kerap memicu banjir, terutama saat memasuki musim hujan. Berdasarkan pantauan, kondisi ini paling marak terlihat pada saluran drainase di Jalan raya Sakah, Sukawati. Di lokasi itu terlihat lebih dari satu kabel telekomunikasi yang dibiarkan di dalam lubang trotoar. Tumpukan sampah pun banyak terlihat pada kabel tersebut. Tidak hanya di Jalan Raya Sakah, di sejumlah titik trotoar lainnya di Kecamatan Blahbatuh dan Kecamatan Gianyar juga marak ditemukan kabel telekomunikasi yang terpasang di bawah trotoar. Kabel yang ditumpuki sampah plastik itu dipastikan akan memicu banjir setiap musim penghujan. Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Gianyar I Wayan Gde Sudarta mengaku sangat menyayangkan hal tersebut. Ia pun berencana melakukan pemantauan terhadap penempatan kabel telekomunikasi di Gianyar. ‘’Ini akan saya pantau dulu, di mana saja titik-titik yang terdapat kabel seperti ini di dalam trotoar. Karena sangat disayangkan bila saat hujan masyarakat harus menjadi korban banjir akibat got yang tersumbat oleh kabel ini,’’ katanya. (kmb35)
Jadi Korban Tabrak Lari, Lansia Tak Sadarkan Diri Gianyar (Bali Post) Insiden tabrak lari terjadi di Jalan Raya Batubulan, Banjar Batur, Desa Batubulan, Sukawati, Minggu (10/7) kemarin. Korban I Wayan Kawi (68) yang mengendarai sepeda motor Honda DK 5111 KD, ditabrak dari arah belakang oleh mobil yang hingga kini identitasnya tidak diketahui. Akibat kecelakaan ini, korban yang mengalami cidera kepala berat langsung tidak sadarkan diri dan masih menjalani perawatan di RS Sanglah. Informasi dihimpun, kejadian ini bermula saat korban yang mengendarai sepeda motor melintas di Jalan Raya Batubulan dengan membonceng temannya, I Wayan Kamasan (65) kemarin sekitar pukul 09.00 Wita. Saat pengendara motor ini melaju pelan ke utara, tanpa diduga ada mobil yang menyerempet mereka. Akibatnya, dua warga Banjar Kalah, Desa Batubulan ini langsung jatuh. Diduga saat jatuh tersebut, kepala I Wayan Kawi membentur trotoar hingga tak sadarkan diri. Sementara I Wayan Kamasan hanya mengalami luka ringan. Meski demikian, mereka akhirnya dilarikan ke RS Sanglah. Usai menyerempet dua pengendara motor hingga jatuh, ternyata tidak membuat mobil itu berhenti. Pengemudi mobil yang belum diketahui identitasnya ini malah terus tancap gas untuk melarikan diri. Kasubag Humas Polres Gianyar AKP Ketut Alit Sudarsana mengatakan, polisi sudah melakukan penyelidikan untuk melacak mobil yang melarikan diri tersebut. ‘’Polisi sedang penyelidikan, sementara korban infonya masih menjalani perawatan,’’ katanya, petang kemarin. (kmb35)
PPDB, Dosman Kecolongan 15 Siswa Gianyar (Bali Post) Sebanyak 15 siswa tak mendaftar ulang saat proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMA Negeri 1 Gianyar. Mereka lebih memilih mendaftar di sekolah favorit di Denpasar meski belum mengajukan perpindahan rayon. Alhasil, pihak SMA Negeri 1 Gianyar pun kelimpungan. Sebab, sebagai SMA terfavorit di Gianyar, kuota siswa baru belum terpenuhi. Kepala SMA Negeri 1 Gianyar Made Sudama membenarkan kondisi tersebut. Dikatakan, awalnya sekolah yang populer dengan sebutan Dosman ini menyiapkan kuota 324 siswa untuk PPDB tahun ini. Dari seleksi jalur prestasi, gakin dan HUN dipastikan sekolah Dosman sudah menerima 331 siswa. Namun saat pendaftaran ulang untuk penyertaan kelengkapan, justru hanya 316 siswa yang datang. ‘’Ya jadi dari kondisi ini kami kecolongan sekitar 15 siswa,’’ katanya. Made Sudama mengatakan, terkait masalah ini pihaknya sudah berupaya melakukan penelusuran. Alhasil dari informasi yang dihimpunnya, diketahui belasan siswa yang hilang ini sudah mendaftar pada sekolah favorit di Denpasar. ‘’Infonya mereka sudah terdaftar di Denpasar. Sebenarnya ini cukup aneh, karena saat proses perekapan kemarin tidak ada penyampaian siswa pindah rayon,’’ ucapnya. Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Gianyar Made Suradnya mengatakan, 15 siswa dengan nilai tertinggi tersebut memang ‘’lari’’ ke Denpasar. Ia mencontohkan, seorang siswa dari SMP Negeri 1 Sukawati dengan SHUN 389,00 yang awalnya mencantumkan pilihan satu pada SMA Negeri 1 Gianyar, kini sudah terdaftar di salah satu SMA Negeri di Denpasar. Made Suradnya menduga kondisi ini terjadi karena pendaftaran PPDB dengan sistem online yang diterapkan sekolah di Denpasar yang lebih memudahkan siswa tanpa harus mendatangi sekolah yang bersangkutan. ‘’Melalui sistem ini, kemungkinan siswa mendaftar tanpa menyertakan surat perpindahan rayon. Sekarang kalau mereka yang sudah diterima di sekolah di Denpasar dan mengajukan perpindahan rayon, kami wajib memfasilitasi,’’ katanya. (kmb35)
Telepon Penting GIANYAR Kantor Bupati - 943056 DPRD - 943144 BPBD - 7844717/7844718 PMK - 943113 Kantor Satpol PP - 944436 RSUD Sanjiwani - 943020 PDAM - 944225/943233 KPA Gianyar - 942184 PMI Gianyar - 8958414 KONI Gianyar - 947261 BNN Kab. Gyr. - 946122 PLN - 947166 Kodim 1616 Gyr - 943069 Koramil Gianyar - 942289 Koramil Blahbatuh - 941167 Koramil Tegallalang - 974792 Koramil Tampaksiring - 901601
9
Pelanggaran MOS, Penyelenggara Terancam Sanksi Gianyar (Bali Post) -
Sekolah, khususnya kepala sekolah diingatkan agar tidak menyelenggarakan kegiatan yang bersifat perpeloncoan pada Masa Orientasi Siswa (MOS) atau kini disebut Pengenalan Lingkungan Sekolah bagi Siswa Baru (PLSSB). MOS harus sesuai Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 18 Tahun 2016. Jika terjadi pelanggaran pada pelaksanaannya, penyelenggara terancam sanksi tegas. Ketua Komisi IV DPRD Gianyar Putu Gede Pebriantara, Minggu (10/7) kemarin mengungkapkan, dalam Pemendikbud No.18 Tahun 2016 tentang PLSSB terdapat petunjuk teknis terkait penyelenggaraan MOS. Pada intinya pelaksanaan MOS tidak boleh diisi praktik perpeloncoan, apalagi kekerasan. MOS haruslah diisi pengenalan lingkungan sekolah dan kegiatan edukatif dan kreatif bagi siswa baru. ‘’Jangan lagi siswa disuruh membawa atribut aneh-aneh yang tidak relevan dengan aktivitas pembelajaran maupun kegiatan
lain yang menyiksa anak secara fisik maupun batin. Yang ada adalah masa pengenalan lingkungan sekolah diisi dengan kegiatan yang edukatif dan kreatif yang menyenangkan,’’ tegasnya. Menurut politisi PDI-P ini, selain membantu siswa beradaptasi dengan lingkungan sekolah yang baru, tujuan MOS lainnya berupa mengenali potensi siswa, menumbuhkan motivasi, semangat dan efektivitas belajar siswa baru, menumbuhkan interaksi antar siswa dan menumbuhkan prilaku positif siswa seperti kejujuran, kemandirian, saling menghargai, kedisiplinan
dan hidup bersih. ‘’Jadi kalau siswa diwajibkan memakai tas karung, tas belanja plastik dan sejenisnya, kaos kaki berwarna-warni tidak simetris, aksesoris di kepala yang tidak wajar, papan nama yang berbentuk rumit dan menyulitkan dalam pembuatannya atau berisi konten yang tidak bermanfaat, itu tidak nyambung dengan tujuan masa orientasi itu sendiri,’’ katanya. Dikatakannya lebih lanjut, SOP atau juknis penyelenggaraan MOS seharusnya sudah dipahami oleh pihak sekolah. Apalagi hal ini sudah disosialisasikan oleh Dinas Pendidikan, Pemuda
dan Olahraga (Disdikpora) Gianyar. Oleh karena itu, pihaknya berharap tidak ada lagi sekolah yang melakukan pelanggaran. ‘’Kalau ada pelanggaran yang bertanggung jawab adalah sekolah, dalam hal ini adalah kepala sekolahnya bisa diberikan sanksi. Untuk itu sekolah melalui kepala sekolah mewajibkan dua orang guru yang sudah memahami juknis PLSSB untuk mendampingi kegiatan tersebut,’’ ujarnya. Pihaknya pun mengaku siap melakukan pengawasan penyelenggaraan MOS di tingkat SMA/SMK dan SMP yang dimulai hari ini, (11/7) agar tidak ada praktik-praktik perpeloncoan dan kekerasan. ‘’Kita di dewan akan memantau hal ini agar kegiatan ini berlangsung sesuai SOP,’’ tegasnya. Sementara itu, Kepala Disdikpora Gianyar I Made
Suradnya memastikan dalam pelaksanaan MOS kali ini tidak ada perpeloncoan. Hal ini mengingat semua aktivitas MOS dikelola oleh guru, sehingga akan lebih fokus pada penyampaian materi terkait pengenalan sekolah. ‘’Jadi, bila sampai ada siswa yang dipelonco seperti dulu, sekolah yang bersangkutan akan langsung ditegur dan diberikan sanksi,’’ tegasnya. Suradnya menambahkan, selain penyampaian hal-hal yang berkaitan dengan lingkungan sekolah, saat pelaksanaan MOS pihak sekolah juga diharapkan mengenalkan lingkungan Gianyar. Misalnya, para siswa diajak ke perpustakaan atau situssitus purbakala yang ada di Gianyar. ‘’Beberapa sekolah sudah menjadwalkan hal ini. Saya harap sekolah lain bisa mengikuti,’’ ujarnya. (kmb25/ kmb35)
RAZIA - Sejumlah personel Polsek Tampaksiring saat melakukan razia pada pengendara yang menuju objek-objek wisata.
Bali Post/nik
Usai Amankan Arus Balik
Polisi Gencarkan Sidak Duktang Gianyar (Bali Post) Hingga 15 Juli mendatang, aparat kepolisian bersama instansi terkait masih melakukan pengamanan arus balik, serangkaian Operasi Rahmadniya Agung 2016. Usai operasi ini, jajaran Polres Gianyar pun akan bersiap memaksimalkan sidak penduduk pendatang (duktang), termasuk memperketat pengamanan di daerah rawan sebagai antisipasi ancaman teroris. Kabag Ops Polres Gianyar Kompol Ketut Dana, Minggu (10/7) kemarin mengatakan,
sejak Sabtu (9/7) kondisi lalu lintas arus balik Lebaran mulai terpantau padat, khususnya di sepanjang jalur By-pass I.B. Mantra dan seputaran wilayah Sukawati. ‘’Sampai Minggu (kemarinred) ini arus balik memang terpantau padat. Tapi tidak sampai menimbulkan kemacetan atau pun kecelakaan,’’ katanya. Dikatakan, pihaknya sudah rutin melakukan pemantauan di setiap pos dari pos pelayanan, pengamanan hingga pos pantau yang tersebar di seluruh wilayah Kabu-
paten Gianyar. ‘’Selama libur panjang, pemantauan di setiap pos rutin kami lakukan. Apalagi di sejumlah objek wisata mengalami peningkatan kunjungan wisatawan domestik,’’ katanya. Usai operasi ini, lanjut Kompol Dana, jajaran Polres Gianyar akan bersiap melakukan sidak duktang. Bahkan tujuh polsek di kawasan seni ini sudah diperintahkan agar rutin menggelar sidak duktang. ‘’Sebenarnya sidak duktang sudah rutin dilakukan. Tapi setelah arus balik
ini penyisiran melalui sidak duktang bersama pihak desa akan dimaksimalkan lagi,’’ tegasnya. Berdasarkan pemetaan, kawasan dengan jumlah penduduk pendatang tergolong tinggi adalah Kecamatan Sukawati, Blahbatuh, Kota Gianyar dan Ubud. Jadi di kawasan-kawasan itu, aparat di masing-masing polsek diperintahkan lebih gencar melakukan sidak duktang. Hal ini penting untuk memastikan identitas setiap duktang dan mengantisipasi gangguan kamtibmas hingga ancaman
teroris. Mengantisipasi ancaman teroris di sejumlah titik rawan, mantan Kapolsek Sukawati ini menegaskan bahwa jajaran Polres Gianyar akan tetap mempertebal keamanan di sejumlah kawasan pariwisata, baik itu dengan personel berpakaian lengkap atau pun berpakaian preman. ‘’Pasti kita pertebal pengamanan agar bisa memberi rasa aman kepada masyarakat atau pun wisatawan yang menghabiskan liburan di Gianyar,’’ tandasnya. (kmb35)
Bule Ngamuk
Hancurkan Perlengkapan Restoran di Ubud Gianyar (Bali Post) Seorang wisatawan berkebangsaan Yunani mengamuk di Villa Michi Retreat, yang berlokasi di Banjar Jukut Paku, Desa Singakerta, Ubud, Minggu (10/7) kemarin. Belum diketahui apa penyebab pria 54 tahun bernama Georgios Armariotis itu mengamuk. Namun, usai menghancurkan sejumlah barang di restoran vila tersebut, ia langsung
diringkus kemudian dibawa ke Toya Medika Clinik. Informasi dihimpun menyebutkan, kejadian ini pertama kali diketahui sekitar pukul 17.00 Wita. Kala itu Ni Nyoman Surati (28) sedang membersihkan halaman vila. Kemudian ia melihat Georgios Armariotis datang langsung menuju kamar yang ditempatinya. Beberapa menit kemudian, bule ini kembali ke
luar kamar menuju restoran di vila tersebut. Saat menuju restoran, Georgios Armariotis diketahui mulai berbicara sendiri. Setiba di restoran, tanpa diduga ia melempar sejumlah piring, gelas hingga kursi yang ada. Kejadian ini pun langsung menggegerkan pengunjung lain. Sejumlah karyawan vila yang hendak mendekat untuk
menghentikan aksi tersebut langsung menjadi sasaran lemparan pecahan piring dan gelas. Beberapa menit kemudian Georgios Armariotis terlihat keluar dari areal restoran sambil menari-nari. Nah saat itu lah karyawan vila bersama pengunjung lainnya berupaya menangkapnya. Selanjutnya Gerogios digiring ke Toya Medika Clinik menggunakan mobil
ambulans. Kasat Reskrim Polres Gianyar AKP Marzel Doni membenarkan adanya kejadian tersebut. Dikatakan hingga kemarin malam kasus ini masih ditangani aparat Polsek Ubud. ‘’Ya benar tadi (kemarin-red) ada bule yang diketahui mengamuk. Tapi kasus ini masih ditangani jajaran Polsek Ubud,’’ katanya. (kmb35)
KLUNGKUNG
10
Senin Paing, 11 Juli 2016
Dana Bansos Diduga Dibagi-bagi
Jalan Rusak di Desa Sakti
Polres akan Telusuri ke Lapangan
Warga Minta Segera Diperbaiki
Semarapura (Bali Post) – Kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial (bansos) kembali mencuat di Kabupaten Klungkung. Kali ini bergulir di Banjar Penangkidan, Desa Bunga Mekar, Nusa Penida. Bansos senilai Rp 30 juta yang diperuntukkan untuk membangun palinggih di sebuah pura dadia (keluarga) ternyata tanpa bangunan. Dana bansos itu diduga dibagi rata oleh beberapa oknum tertentu. Kasus itu menjadi perhatian Polres Klungkung. Polisi melalui Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Sat Reskrim akan turun menelusurinya. ‘’Kami sempat mendengar informasi tersebut. Setiap informasi kami hargai,� kata Kapolres Klungkung AKBP F.X. Arendra Wahyudi saat diminta konfirmasinya, Minggu (10/7) kemarin. Sebelum memanggil satu per satu warga setempat termasuk jajaran terkait di Pemkab Klungkung, Polres akan meng-cross check terlebih dahulu kebenaran informasi tersebut. Untuk kasus dugaan korupsi, pihaknya tidak sembarangan menyeret orang guna didudukkan di kursi penyidik tipikor. “Perlu tahapan untuk merampungkannya. Tentunya ini membutuhkan proses,� kilahnya. Salah satu tokoh Nusa Penida, Nengah Star, mengatakan kabar kasus itu sudah ramai diperbincangkan warga. Dia mendesak pihak terkait termasuk aparat mengecek ke lapangan terkait kebenaran informasi tersebut. “Saya harap pemerintah ikut mengecek, supaya tidak sia-sia uang negara,� tegasnya. Kabar dugaan korupsi itu mencuat setelah ada warga di Banjar Penangkidan, Desa Bunga Mekar, mendapat gelontoran bansos Rp 30 juta lewat APBD Klungkung tahun 2015. Dalam perjalanannya, bansos yang diperuntukkan membangun palinggih di sebuah pura keluarga ternyata tanpa bangunan. Santer tersiar bahwa dana bansos itu dibagi-bagi oleh beberapa oknum tertentu. Kabag Humas Pemkab Klungkung Wayan Parna juga menyatakan akan mengecek kebenaran informasi tersebut. “Informasi ini perlu dicek di lapangan, benar atau tidak terjadi,� ujarnya seraya menyebut tim monitoring pemkab telah bekerja maksimal. (kmb)
Ngaben Massal di Tiga Desa Semarapura (Bali Post) – Upacara ngaben massal di tiga desa Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, berlangsung, Rabu (6/7) lalu. Ketiga desa tersebut, yakni Desa Kutampi, Desa Bunga Mekar, dan Desa Batununggul. Upacara dihadiri Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta beserta Ibu Ayu Suwirta didampingi Camat Nusa Penida I Gusti Agung Putra Mahajaya. Kedatangan Bupati Suwirta diterima masing-masing panitia upacara dan masyarakat setempat. Di Banjar Pandukuha Kelod, Desa Bunga Mekar, ngaben massal mengupacarai 24 sawa. Sementara ngaben massal di Banjar Gelagah, Desa Kutampi, melibatkan 31 sawa, dan di Desa Batununggul diikuti 48 sawa. Bupati Klungkung menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas semangat warga melaksanakan yadnya. “Melalui ngaben massal seperti ini semangat gotong royong akan terus terjaga,’’ katanya. Menurut Suwirta, upacara ngaben massal merupakan utang yang harus dibayar untuk Sang Pitara (yang sudah meninggal). Upacara ini adalah yadnya suci yang wajib dilaksanakan dengan penuh keikhlasan. “Beryadnya itu harus didasari dengan hati yang ikhlas dan damai,� imbuhnya. (dwa)
Semarapura (Bali Post) –
Pemkab Klungkung telah berupaya meningkatkan anggaran perbaikan jalan di Kecamatan Nusa Penida, namun masih saja ada jalan rusak yang sangat membahayakan pengguna jalan. Seperti akses jalan menuju objek wisata Crystal Bay, Banjar Penida, Desa Sakti, sulit dilalui karena banyak berlubang dan menanjak. Tidak sedikit warga dan wisatawan asing mengalami kecelakaan di sepanjang jalan tersebut. Crystal Bay menjadi salah satu objek wisata yang diminati wisatawan yang mengunjungi Nusa Penida. Banyak wisatawan yang berdatangan ke tempat tersebut. Namun, hingga saat ini belum ada perhatian dari pemerintah untuk memperbaiki akses jalan menuju objek tersebut. Menurut I Made Jiwa Pangestu, Minggu (10/7) kemarin, pengguna jalan yang terjatuh di jalur menuju Crystal Bay sudah menjadi pemandangan rutin. Paling tidak seminggu sekali jalan berukir tersebut memakan korban baik itu warga sekitar maupun wisatawan asing. Salah satu warga setempat itu minta kepada Pemkab Klungkung yang dipimpin Bupati I Nyoman Suwirta asal Nusa Penida, memperhatikan kondisi jalan tersebut. Apalagi saat ini pariwisata di Nusa Penida terus berkembang dan semakin maju. “Miris sekali melihat jalan
menuju tempat pariwisata Cyrstal Bay penuh dengan ukiran,� tuturnya. Ia mengaku telah lama bersabar terhadap kondisi jalan yang rusak tersebut, namun sampai saat ini belum juga ada perhatian dari pemerintah. Jalan di Banjar Penida itu sempit dan penuh dengan tanjakan. Medan yang sangat terjal semakin membahayakan akibat rusaknya aspal. “Jalannya sempit dan penuh tanjakan, benar-benar mengkhawatirkan,� imbuhnya. Terkait dengan kondisi jalan di Desa Sakti tersebut, Ketua DPRD Klungkung I Wayan Baru berjanji segera melakukan pengecekan. Selama ini ia mengaku belum mendapatkan keluhan terkait jalan rusak tersebut. “Kami akan tindak lanjuti dengan melakukan pengecekan. Selebihnya belum bisa berkomentar karena belum melihat kondisinya langsung di lapangan,� kilahnya. (dwa)
Bali Post/dwa
RUSAK – Akses jalan menuju objek wisata Crystal Bay, Banjar Penida, Desa Sakti, Nusa Penida, yang rusak parah.
TPA Lembongan akan Dilengkapi �Incinerator� Semarapura (Bali Post) – Pengadaan dua unit incinerator atau mesin pengolahan sampah dengan sistem pembakaraan di TPA Sente,
Pikat, Dawan, belum terealisasi sampai sekarang. Pengadaan alat yang dianggarkan pada awal 2016 ini terkendala e-katalog seh-
ingga belum bisa dilakukan pembelian. Hal itu diakui Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kabupaten Klungkung
Bali Post/dwa
TPA - Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta (kanan) mengecek kondisi TPA Lembongan beberapa hari lalu.
Anak Agung Ngurah Kirana. Menurutnya, penggunaan incinerator untuk mengatasi sampah tidak semudah membalikkan telapak tangan. Pemkab Klungkung mengalokasikan pembelian mesin incinerator di APBD Induk 2016, namun banyak regulasi yang membentur sehingga tidak terealisasi saat ini. “Kendala utamanya karena mesin incinerator belum juga masuk ke ekatalog,� tuturnya dihubungi, Minggu (10/7) kemarin. Selain itu, dalam mengoperasikan mesin incinerator pihaknya harus mengantongi izin dari Kementerian Lingkungan Hidup. Kedua persyaratan tersebut yang membuat pengoperasian incinerator yang rencananya akan menggantikan TPA Sente tersebut lambat terealisasi. TPA Sente akan ditutup tahun 2017. Banyaknya kendala tidak membendung keinginan Bupati Klungkung untuk mengatasi permasalahan sampah di wilayahnya. Suwirta juga akan melakukan pengadaan satu unit incinerator di TPA Lembongan. “Tahun 2017 nanti kami anggarkan satu
unit incinerator untuk di sini,� ujarnya di hadapan Perbekel Desa Lembongan Ketut Gede Arjaya dan Perbekel Desa Jungutbatu Made Gede Suryawan, Jumat (8/7) lalu. Untuk menangani sampah yang menumpuk, Pemkab Klungkung juga akan memasang anggaran untuk pengadaan satu unit alat berat jenis pendorong di TPA Lembongan. Selain itu, orang nomor satu di Pemkab Klungkung itu juga mengharapkan peran serta seluruh lapisan masyarakat dan pengusaha. Mereka diminta ikut berperan dalam menangani sampah dengan melakukan pemilahan sampah yang memiliki nilai ekonomis. “Mari kita jaga lingkungan ini untuk kelanjutan pembangunan,� katanya. Bupati Suwirta sekalian memantau pembangunan tanggul pengaman pantai di Desa Jungutbatu dan pesisir utara Pantai Nusa Ceningan. Pembuatan tanggul pantai ini masih dalam tahap pengerjaan. Bupati juga memantau kelanjutan pengaspalan jalan di kepulauan yang terkenal dengan pariwisatanya ini. (dwa)
Pipa Bocor, Layanan PDAM Terganggu Bali Post/dwa
HADIR - Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menghadiri ngaben massal di Nusa Penida.
Telepon Penting KLUNGKUNG Polres Klungkung Polsek Klungkung
(0366) (0366)
21115 21090
Polsek Dawan
(0366)
23181
Polsek Banjarangkan
(0366)
23180
Polsek Nusa Penida
(0366)
5382838
RSUD Klungkung
(0366)
21172
RSU Bintang
(0366)
25241
PMI Klungkung
(0366)
21442
Damkar Klungkung
(0366)
22655
PDAM Klungkung
(0366)
21336
PLN Klungkung
(0366)
25599
Semarapura (Bali Post) – Pipa bocor tetap menjadi kendala PDAM Klungkung dalam memberikan pelayanan air bersih kepada pelanggan. Selain akibat instalasi pipa yang telah berumur, pengerjaan proyek jalan dan faktor eksternal tetap menjadi pemicu kebocoran yang berdampak terhadap tersendatnya suplai air bersih ke pelanggan. Untuk itu, masyarakat diminta segera melapor bila menemukan pipa bocor di wilayahnya. Dirut PDAM Klungkung I Nyoman Renin Suyasa mengungkapkan, kebocoran yang terjadi pada pipa saluran air jelas menimbulkan kerugian. Kondisi ini membuat produksi air dan jumlah yang diterima pelanggan tidak sesuai. “Kalau kita tidak cepat menanggapi, persentase kebocoran akan meningkat. Sesuai dengan target, kami berusaha menekan kebocoran seminimal mungkin,� ujarnya, Minggu (10/7) kemarin. Pihaknya banyak mendapatkan laporan terjadinya gangguan distribusi air yang
'% /,%0!+ $ #% 1 )$0 , !+%)$
! " #!$ %&!'%$ "% !
!() !*+!, !,!$ --..
disebabkan oleh kebocoran. Untuk menangani hal ini, petugas PDAM Klungkung siap bekerja meski pada hari libur. Hanya, untuk mengatasi permasalahan kebocoran diperlukan waktu yang cukup lama utamanya titik yang sulit dijangkau. Dalam menanganinya, petugas terlebih dahulu mengecek titik yang menjadi sumber kebocoron, selanjutnya memperbaiki pipa rusak dan menyalurkan air kembali. Meski telah diperbaiki, diperlukan waktu cukup lama untuk mengisi kembali saluran pipa yang
menuju pelanggan. Bisa setengah hingga satu hari. Menurut Renin, pengerjaan jalan menjadi penyumbang kebocoran yang cukup besar. Untuk itu, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pihak proyek agar tetap memperhatikan instalasi pipa distribusi air dan melapor bila ada pengerjaan proyek yang menyebabkan terputusnya pipa distribusi air. “Permasalahan timbul saat terjadi kebocoran akibat pengerjaan proyek, tapi tidak dilaporkan sehingga tidak bisa ditangani segera mungkin,� imbuhnya. (dwa)
Bali Post/dwa
BOCOR - Salah satu kasus bocornya pipa PDAM di Desa Satra, Klungkung.
Senin Paing, 11 Juli 2016
11
BULELENG
Lelang Jabatan
Antisipasi Peredaran Narkoba dari Lapas
Ditetapkan Peserta Tiga Besar Singaraja (Bali Post) – Tiga nama pelamar lelang jabatan pimpinan tinggi pratama dijadwalkan ditetapkan oleh Tim Seleksi (Timsel). Ketiga nama ini merupakan peraih ranking teratas dari seluruh tahapan tes yang telah dijalani beberapa waktu lalu. Tiga nama itu, masing-masing pelamar jabatan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU), Kepala Dinas Koperasi Perdagangan, dan Perindustrian (Diskopdagprin), dan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Dari informasi di lapangan, dua dari tiga nama pelamar yang masuk ranking teratas ini disebut-sebut merupakan pelamar yang sebelumnya telah menduduki jabatan di instansi yang dilamarnya. Dua nama ini adalah Ketut Suparta Wijaya yang saat ini duduk sebagai Sekretaris sekaligus Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas PU. Suparta melamar lelang jabatan ini setelah jabatan ini ditinggalkan Nyoman Gede Suryawan. Satu nama pelamar yang sebelumnya menjabat juga dikabarkan masuk ranking teratas adalah Ketut Suparto. Dia sendiri saat ini duduk sebagai Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Sekkab Buleleng. Selain itu, Suparto juga pernah menjabat Sekretaris Diskopdagprin. Dia kemudian mengikuti seleksi lelang jabatan ini setelah jabatan Kadiskopdagprin yang dipegang Ni Made Arnika dimutasi menjadi Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanla) Buleleng. Untuk jabatan Kepala Pelaksana BPBD Buleleng, nama pelamar yang masuk
ranking teratas dikabarkan berasal dari pelamar pendatang baru. Pejabat lama di instansi ini yang mengikuti lelang jabatan justru keok karena perolehan nilainya berada di bawah dari pelamar pendatang baru. Hanya saja siapa nama pendatang baru itu belum diketahui secara pasti. Sekretaris Timsel Lelang Jabatan yang juga Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Buleleng Ni Made Rusmini dihubungi Minggu (10/7) kemarin membenarkan tiga nama pelamar yang masuk ranking teratas akan ditetapkan timsel hari ini. Dikatakan tiga nama ini akan diusulkan timsel kepada Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana (PAS). Mereka selanjutnya diusulkan Bupati untuk ditindaklanjuti. Sebelum dibuatkan surat keputusan (SK), nama yang akan dipilih Bupati itu akan dimintakan persetujuan kepada Komisi Aparatus Sipil Negara (KASN). Dari pengajuan ini, KASN akan memastikan kembali apakah pilihan kepala daerah itu sudah realistis berdasarkan hasil tes seleksi atau sebaliknya. Jika dipandang tidak rasional, KASN bisa saja tidak menyetujui pilihan Bupati tersebut. Selain itu, pihaknya juga menyetorkan rekapitulasi perolehan nilai 19 pelamar yang telah menjalani tes akan diajukan kepada Bupati sebagai bahan laporan. “Kalau tidak ada halangan besok (Senin 11/7) kami akan rapat menetapkan tiga nama yang meraih rengking terbaik itu. Setelah ini akan ada proses lanjutan sampai tiga nama yang dipilih ditetapkan sebagai pejabat difinitif,” jelasnya. (kmb38)
Bali Post/kmb34
NAKER ASING - Disnakertrans berencana melakukan crosscheck naker asing dan lokal di pembangkit listrik terbesar di Bali, PLTU Celukan Bawang, Minggu (10/7) kemarin.
Data Ulang PLTU Celukan Bawang
Disnakertrans ”Crosscheck” Naker Asing Singaraja (Bali Post) Disnakertrans berencana melakukan pendataan ulang tenaga kerja (naker) Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Celukan Bawang. Tujuan pendataan ini guna memberi transparansi jumlah tenaga kerja asing yang bekerja di Buleleng. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Buleleng, Ni Made Dwi Priyanti Putri Koriawan, S.E., mengatakan hal itu di Buleleng, Minggu (10/7) kemarin. Selama pengembangan SUTT 150 KV PLTU Celukan Bawang, naker asing diberdayakan untuk pengoperasian mesin pada perusahaan PLTU itu. Sejauh ini belum banyak tenaga lokal yang dapat mengoperasikan berbagai peralatan canggih dari negeri tirai bamboo itu. “Ya tentu kami berencana mendata lagi tenaga asing di PLTU itu, sebagai pembangkit listrik terbesar di Bali tersebut. Hal ini berkaitan dengan Izin Mempekerjakan Tenaga Asing (IMTA). Kami masih kontak dengan pihak PT China Huadian Engineering Co. Ltd (CHEC). Saya dengar kabar sudah banyak tenaga asing yang pulang ke negara asalnya,” ujar Putri Koriawan. Menurutnya, dari sisi pendapatan IMTA Disnakertrans Buleleng sempat dipertanyakan Dispenda Buleleng. Pasalnya Disnakertrans Buleleng belum menetapkan target IMTA di lingkup PLTU yang dibangun investor China senilai Rp 9 triliun itu. “Maka setelah mendata naker asing di PLTU. Target IMTA akan kami rinci kembali. Kami masih belum konfirmasi ke perusahaan terkait, jumlah naker asing terbaru,” tuturnya. Kendala bahasa tidak dipungkiri mengakibatkan tenaga lokal sulit mengoperasikan mesin PLTU. Sem-
pat dilakukan sidak DPRD Buleleng beberapa bulan lalu, ditemukan dominasi bahasa Mandarin diberbagai sudut perusahaan. Disnakertrans Buleleng lantas menghimbau agar tulisan bahasa Indonesia digunakan sebagai petunjuk dan rambu-rambu di lingkungan kerja PLTU Celukan Bawang itu. Tulisan China memang ada waktu sidak itu. ‘’Saya belum dapat mengecek lagi. Sehabis masa libur panjang kami akan konfirmasi dan crosscheck ke sana,” ucapnya. Mengenai penggunaan bahan batu bara berkualitas tinggi mencapai 4.500-5000 kalori, sebagai sumber penghasil listrik. Ia akan meninjau kembali PLTU Celukan Bawang yang berada di Kecamatan Gerokgak. Termasuk koordinasi keterlibatan naker lokal di lingkup PT General Energy Bali (GEB) yang dipimpin General Affair Putu Singyen. “Apakah sudah melibatkan tenaga lokal? Memberdayakan penggunaan batu bara? Nah hal itu akan kami koordinasikan, baik ke pihak PT GEB, PT CHEC, dan PT Merryline Internasional Plt. Ltd (MIP) di PLTU Celukan Bawang yang menghasilkan daya listrik lebih 380 MW itu,” paparnya. Untuk diketahui, pembangunan jaringan kabel 150 kV Celukan Bawang dilakukan PLN (Persero) mengacu undang-undang dan standar kesehatan internasional WHO. Daya kelistrikan di Bali sebesar 1298 Megawatt (MW), disupplai dari pembangkit PLN diantaranya, Pesanggaran 108 MW, Pemaron 80 MW, Gilimanuk 130 MW, mesin sewa 60 MW, PLTDG 200 MW, SKLT dari Jawa 340 MW, dan IPP PLTU Celukan Bawang sebesar 380 MW. Beban puncak sebesar 822 MW, sehingga terjadi surplus daya 475 MW. (kmb34)
Bali Post/kmb34
DITEMBAK - Jenazah Komang Jeneng (40) diaben di Setra Desa Lokapaksa, Seririt. Korban ditembak polisi di wilayah Genteng, Banyuwangi karena beringas menebaskan parang dalam kondisi fly dan paranoid di bawah pengaruh narkoba, Minggu (10/7) kemarin.
Paranoid Akibat Narkoba
Jeneng Ditembak di Banyuwangi
Singaraja (Bali Post) Aparat kepolisian resort Buleleng, mengantisipasi peredaran narkoba melalui jalur Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Singaraja. Banyak contoh kasus ada indikasi lapas di tempat lain sebagai lokasi strategis penjajakan narkoba. Karena itu aparat kepolisian akan melakukan pola pencegahan dini. Sewaktu-waktu pasti akan dilaksanakan pemeriksaan mendadak. Kapolres AKBP I Made Sukawijaya, M.Si. mengatakan, Minggu (10/7) kemarin, lingkungan areal Lapas Kelas II B Singaraja menyerupai lapas lainnya di Bali. Keberadaan lapas ini perlu pengawasan ketat aparat. Di sana narkoba harus dicegah masuk. Bukan sebaliknya lapas menjadi tempat berkumpulnya, bahkan media bertransaksi ‘’aman’’ pengguna narkoba di sana. “Di Lapas Kelas II B Singaraja ini, terus terang saya belum lihat kondisinya bagaimana. Tapi di lapas lainnya kebanyakan sumber narkoba beredar dari lapas
itu sendiri,” terangnya, Minggu (10/7) kepada Bali Post. Sidak sewaktu-waktu, kata Kapolres, akan dilakukan. Ia tidak mentolerir siapapun pengguna narkoba itu. Terlebih di areal lapas, bukan wadah untuk menikmati narkoba. Warga binaan semestinya membenahi perilakunya menjadi umat lebih baik. “Kemungkinan sidak setelah lebaran ini. Nah kami akan adakan operasi dadakan bersama. Kita indikasikan kemungkinan tersebut ada (peredaran narkoba - red). Ke depan pengawasan narkoba di lapas jadi sasaran kita,” ucapnya. Persoalan pengguna narkoba, kata Sukawijaya, akan ditangani serius. Di masa depan Buleleng supaya terhindar dari penyalahgunaan narkoba, khususnya di kalangan generasi muda. “Kami ingin Buleleng bersih dari narkoba, Hal itu merupakan tekad saya. Mudahmudahan selama bertugas di Polres Buleleng ini saya bisa wujudkan bersama-sama seluruh jajaran,” janjinya. (kmb34)
Singaraja (Bali Post) Seorang warga Banjar Dinas Surga, Desa Lokapaksa, Seririt. Komang Jeneng (40), tewas ditembak polisi, Minggu lalu. Nasib apes itu dialami almarhum karena diduga sempat menganiaya warga lantaran di bawah pengaruh narkoba, di Desa Genteng Kulon, Genteng, Banyuwangi, Jawa Timur. Polisi yang sempat diancam parang setelah memberikan tembakan peringatan, membidikkan dua timah panas yang kemudian bersarang di bagian perut korban. Korban ditengarai di bawah pengaruh obat terlarang. Almarhum pun nekat menganiaya warga setempat. Polisi di lapangan berupaya mengamankan Jeneng. Konon korban makin beringas saja dengan mengambil parang. Setelah aparat memberi tembakan peringatan, tetap saja tidak digubris. Akhirnya polisi dua kali menembak bagian perut almarhum. Sempat dievakuasi ke rumah sakit, tetapi dalam perjalanan ke RSUD Genteng, korban dinyatakan tewas. Puluhan masyarakat di Desa Lokapaksa, Minggu (10/7) kemarin mengantarkan jenazah Jeneng yang diprosesi ngaben. Nasib Jeneng yang tewas di tangan aparat itu membuat keluarganya shock. Saat diaben keluarganya masih tidak percaya, korban meninggal begitu cepat. Lima anak korban turut bersedih atas peristiwa itu. Istri korban, Kadek Suryani, menyatakan tidak memiliki firasat buruk suaminya meninggal ditembak polisi. Awalnya Jeneng pamit bersama temannya bernama Sidang, Jumat (1/7) lalu pukul 21.00 Wita. Jeneng pergi tanpa alasan. Ia tidak tahu korban ada ka-
sus jaringan narkoba di Desa Lokapaksa. Tiba-tiba kabar duka menghampiri Suryani. Suami tercintanya meninggal ditembak aparat. “Saya awalnya tidak tahu mengapa suami saya ini ditembak polisi. Dia pergi sama temannya bernama Sidang. Bagian tubuh di perut kanan suami saya diperban dan beberapa bagian tubuh tampak kebiru-biruan. Mobil ambulans membawa pulang dari Banyuwangi. Tidak ada firasat khusus saya dapat sebelumnya,’’ ujarnya usai melangsungkan pengabenan almarhum suaminya. Mengamuk Perbekel Desa Lokapaksa Wayan Ariadi membenarkan warganya tewas usai terkena tembakan polisi di wilayah Genteng, Banyuwangi. Sempat dia bertanya kepada anggota polisi bernama Ketut Ariasa yang bertugas di Genteng. Korban mengamuk membawa parang hingga membuat warga Taman Sari, Tegalsari, berinisial ES (30) terluka. Dianggap berbahaya, polisi memberi peringatan tetapi tidak juga digubris korban. Dia lantas ditembak pada bagian perut sebelah kanan.
“Nah kebetulan saya langsung menjemput jenazah korban ke rumah sakit. Infonya ditembak polisi persis di dekat GNI Genteng. Tangan korban sudah diborgol. Kepada polisi bilang mau kencing. Setelah borgol dibuka korban tiba-tiba berlari mengambil parang di dekat Pos Pengamanan Operasi Ramadinya. Satu warga di dekatnya ditebas pada bagian tangannya. Peringatan tembakan tidak dihiraukan. Korban semakin beringas. Polisi panik, kemudian tembakan diarahkan mengenai perutnya,” paparnya. Sejumlah informasi menyebutkan, Jeneng menjadi jaringan pengedar narkoba di Buleleng Barat. Ia melarikan diri ke Banyuwangi, menghindari kejaran mafia narkoba Bali. “Penuturan aparat di Banyuwangi, korban pertama ditemukan tidak sadarkan diri di sebuah sungai. Bahkan tanpa pakaian dan ada luka-lukanya. Korban diberi pakaian. Lalu diduga kondisinya fly dan paranoid mengamuk tidak karuan sampai menabrakan diri ke mobil. Polisi menyelamatkan dia. Setelah diperiksa melalui test urine dan darah, benar dia positif narkoba,” tandas Ariadi. (kmb34)
Baliho Tanpa Izin Diberangus Satpol PP Singaraja (Bali Post) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Buleleng melakukan penertiban baliho yang tidak memenuhi regulasi perizinan sesuai yang dipersyaratkan. Pemberangusan baliho itu sudah tentu, setelah sebelumnya dilakukan tindakan peringatan yang disampaikan secara prosedural tidak digubris pihak pemasang baliho tersebut. Tindakan keras itu diupayakan pihak Satpol PP dalam upaya menjaga estetika keindahan Kota Singaraja. Petugas Satpol PP diberdayakan turun ke lapangan untuk mengecek legalitas baliho yang terpasang di berbagai wilayah dan ruas jalan di Kota Singaraja. Penindakan itu menjadi sangat mendesak, terlebih mendekati Pilkada Buleleng. Aparat langkahlangkah tegas terhadap baliho bodong alias tanpa izin resmi, agar azaz keadilan diterapkan dengan baik. Kepala Satpol PP Buleleng Ida Bagus Suadnyana, S.H., M.Si. mengatakan ia bersama timnya rutin berkoordinasi dengan Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) Buleleng. Khususnya mengenai izin baliho kedaluwarsa yang hendak diberangus. “Penertiban dilakukan setelah dilakukan koordinasi bersama BPPT Buleleng. Di sana kami dapat data baliho dan spanduk yang mana saja sudah habis masa izinnya,” ujarnya dikonfrimasi, Minggu (10/7) kemarin. Apa yang dilakukan, itu juga erat kaitan dalam memberi ke-
Ida Bagus Suadnyana, S.H., M.Si. nyamanan masyarakat umum. Setiap hari kerja baliho atau spanduk itu dipantau aparat melibatkan peran pasukan kancil. Dipandang krusial, Buleleng yang akan menyelenggarakan Pilkada 2017, ke depan harus bersih dari atribut baliho tanpa izin. Karena itu, langkah-langkah antisipasi pemberangusan baliho tanpa izin itu terus digiatkan. “Kami melibatkan pasukan kancil berkeliling memonitor di tempat umum. Kalau ada terpasang di pohon, sudah pasti dapat merusak estetika lingkungan. Semua baliho itu kami monitor izinnya. Kalau sudah kedaluwarsa ya … kami bersihkan,” tegasnya. Salah satu penertiban pekan
Bali Post/kmb34
ini adalah baliho Musyawarah Daerah (Musda) Golkar dinilai sudah lama habis izinnya. “Musda Golkar kan sudah selesai, tapi balihonya masih terpasang. Kami besok (hari ini-red) bergerak menurunkan baliho yang sudah berakhir izinnya hampir dua minggu lalu,” paparnya. Sementara untuk di wilayah pedesaan di Buleleng. Ia bekerja sama dengan Camat dan Perbekel. Mereka rutin membantu pencabutan baliho kedaluarsa. “Di desa-desa, kami minta bantuan camat dan perbekel kalau-kalau menemukan baliho bodong. Mereka membantu kami membersihkan baliho kedaluwarsa di wilayahnya,” tandasnya. (kmb34)
Bali Post/kmb38
TEMUI - Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana (PAS) menemui warga Desa SCTP, Minggu (10/7) kemarin.
Temui Warga SCTP
PAS Janjikan Bantuan Angkutan Sampah Singaraja (Bali Post) – Ide sejumlah kelompok masyarakat menggalakkan kebersihan lingkungan di kawasan Desa Bali Aga mulai mengundang perhatian serius Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana (PAS), untuk melihat dari dekat upaya yang sudah dilakukan itu, Minggu (10/7) kemarin. Bupati menemui warga di Desa Sidatapa, Cempaga, Tigawasa, dan Pedawa (SCTP). Dari kunjungannya itu, PAS menjanjikan membantu operasional pengangkutan sampah di empat desa tersebut. Dalam kunjungan itu, Bupati didampingi Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Ketut Suparta Wijaya, Kepala Dinas Pertamanan dan Kebersihan (DKP) Nyoman Genep, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Nyoman Surya Temaja, dan aparat dari empat desa. Selain tatap muka, Bupati dan rombongan meninjau kondisi infrastruktur jalan, potensi kerajinan anyaman bambu, dan melihat rumah tua. Dari tatap muka itu terungkap, kebersihan lingkungan di empat desa itu sudah mulai terjaga dengan baik. Hal ini tidak lepas dari upaya sekelompok masyarakat yang memelihara kebersihan lingkungan, menjaga kawasan hutan dari aktivitas perburuan, hingga melestarikan keberadaan rumah tua yang menjadi warisan leluhur. Warga bertekad mengembangkan potensi wisata di sana, yang diyakini akan memberikan manfaat kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang. Melihat keberhasilan itu, Bupati pada kesempatan itu menjanjikan mendukung upaya yang sudah dilakukan warga di empat desa tersebut. Tahun 2017 mendatang, pihaknya akan memberikan bantuan sepeda motor pengangkut sampah. Bantuan operasional ini dipercaya sangat penting, karena selama ini upaya menjaga kebersihan itu masih terganjal operasional pengangkutan sampah. Selain itu, Bupati yang dikenal merakyat ini menawarkan kepada empat desa ini lahan untuk dijadikan tempat pemungutan sampah terpadu (TPST). Setelah lahan disiapkan oleh masing-masing desa, pemerintah tinggal mem-
bangun fisik-nya. Dengan demikian, sampah itu tidak perlu seluruhnya diangkut ke TPA, karena bisa diolah melalui TPST. Untuk sampah organik dijadikan kompos, sedangkan sampah plastik dijual ke pengepul rongsokan di Kota Singaraja. “Warga sudah sadar bagaimana menjaga kebersihan lingkungan. Partisipasi seperti ini yang kita harapkan. Kami siap mendukung. Kami yakin potensi di sini akan bisa mendatangkan manfaat positif untuk kesejahteraan masyarakat itu sendiri,” katanya. Terkait rencana pengembangan ke depan, Bupati meminta agar perbekel di empat desa bersama tokoh masyarakatnya mendiskusikan program yang akan dikembangkan ke depannya. Dari diskusi ini, kemudian dibahas kembali bersama pemerintah daerah dan pihak swasta seperti Persatuan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) dan pengusaha lainnya. Upaya ini diyakini menghasilkan program pengembangan potensi di empat desa tersebut, dan mendatangkan hasil untuk kesejahteraan masyarakat. Namun khusus untuk infrastruktur jalan yang melintasi empat desa ini, Bupati memprogramkan dalam tahun anggaran berikutnya akan dilakukan pelebaran jalan. “Tadi saya sudah minta, silahkan diskusikan dulu program apa yang akan dilakukan dan untuk infrastruktur akan kita perbaiki. Untuk pengembangan, kita akan lakukan bersama PHRI atau pengusaha lainnya,” jelasnya. Sementara itu, Wayan Ariawan, salah satu penggiat lingkungan Bali Aga, mengatakan menjaga kebersihan dan memelihara kelestarian kawasan hutan dilakukan karena empat desa ini potensial dikembangkan sebagai desa wisata. Langkah ini diawali dengan membangkitkan kesadaran warga menjaga kebersihan lingkungan. Selain itu, penjagaan kawasan hutan dan melestarikan warisan rumah tua belakangan ini terus digalakkan. Tidak ketinggalan lingkungan desa yang nyaman dan kondusif juga terus dilakukan. Setelah upaya ini berjalan optimal, Ariawan optimis kalau kawasan Bali Aga ini akan mengundang kunjungan wisatawan. (kmb38/k300)
JEMBRANA
12
Senin Paing, 11 Juli 2016
Sampah, Kotori Sungai Loloan Timur
Negara (Bali Post) Sungai di Loloan Timur Jembrana, tepatnya di sebelah timur kuburan, Minggu (10/7) kemarin, tampak kotor dan jorok. Sungai itu dipenuhi tumpukan sampah. Sementara di sebelah barat sungai sudah ada bak sampah tetapi terlihat tidak penuh. “Warga lebih suka buang sampah ke sungai karena jaraknya dengan rumah lebih dekat daripada ke bak sampah,” jelas beberapa warga.
Bali Post/olo
BERPRESTASI - Perbekel Baluk (kanan) saat memberikan reward kepada putra-putri berprestasi Desa Baluk.
Desa Baluk Beri Penghargaan pada Putra-putri Berprestasi PEMERINTAH Desa Baluk memberikan Penghargaan kepada putra-putri desa Baluk berprestasi akademis dan non-akademis, Sabtu (9/7) malam di Wantilan Sarwa Wiguna, Pura Puseh desa Baluk. Tahun 2016 ini, ada 28 anak yang berprestasi juara di tingkat kabupaten, 13 anak juara di tingkat provinsi dan 1 anak yang sedang mengikuti TC PON di Bandung dalam cabang Panjat Tebing (Ni Luh Karmila) dan 1 anak akan mengikuti Program Pertukaran Siswa SLTA ke Amerika Serikat. Selain itu juga ada lima orang yang berprestasi sebagai juara lomba Karya Tulis Ilmiah tingkat Provinsi Bali. Piagam Penghargaan dan bantuan dana motivasi dari Pemerintah Desa Baluk diserahkan langsung Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan didampingi Camat Negara dan Perbekel Baluk. Kegiatan tahunan ini dirangkai dengan Penutupan Pordes dan Malam Hiburan Masyarakat. Wakil Bupati mengucapkan terima kasih kepada Perbekel
Baluk beserta Perangkat Pemerintahan Desa, BPD, LPM, dan tokoh-tokoh masyarakat yang telah melakukan program inovatif satu-satunya di desa di Kabupaten Jembrana. “Saya sudah sering ketemu dengan anak-anak ini, tapi saya baru tahu kalau mereka dari Desa Baluk. Ternyata Baluk gudangnya atlet,” ujar Wabup. “Terima kasih kepada adik-adik yang telah mengharumkan nama Jembrana, terima kasih kepada perbekel yang sudah memotivasi anakanak untuk berprestasi,” tambahnya. Wabup Kembang juga berpesan kepada orangtua anak-anak supaya selalu mengawasi perkembangan anakanak mereka. Jangan sampai terpengaruh pergaulan negatif seperti narkoba dan lain-lain. Perbekel Baluk I Ketut Suasana mengatakan kegiatan pemberian reward kepada putra-putri berprestasi ini untuk memberikan motivasi dan sebagai bentuk penghargaan kepada mereka, yang telah mengharumkan Desa Baluk dan Jembrana. (kmb26/k100)
Pria Asal Ekasari Tewas di Sungai Negara (Bali Post) Niat I Komang Wareg Adnyana (18), warga Palalinggah, Desa Ekasari, Melaya mandi di sungai berakhir nahas. Korban ditemukan tewas mengambang di sungai, Minggu (10/7) pagi. Ia diduga tenggelam lantaran penyakit epilepsinya kambuh. Jasad korban ditemukan dalam kondisi mengambang pertama kali oleh Ni Putu Mia (8) sekitar pukul 08.30 Wita. Saat itu, Mia hendak sembahyang di Pura tidak jauh dari sungai. Saat melintas di TKP itulah, Mia melihat sesosok tubuh tengkurap tanpa pakaian mengambang.
Awalnya, ia mengira orang mandi. Tetapi sekian lama tubuh korban tidak bergerak, korban selanjutnya memberitahu neneknya. Informasi itu kemudian disampaikan ke aparat desa dan Polsek Melaya. Setelah dipastikan oleh warga, diketahui korban sudah tidak bernyawa. Menurut warga, aliran sungai ini merupakan aliran irigasi dari Bendungan Palasari. Tim Identifikasi dari Polres Jembrana terjun ke lokasi di sungai tersebut dan melakukan olah TKP. Kapolsek Melaya, Kompol I Ketut Darmita, seizin Kapolres Jembrana membenarkan kejadian tersebut. (kmb26)
Bali Post/kmb
KOTOR - Sampah tampak menumpuk dan mengotori sungai di Loloan Timur, Jembrana.
Arus Balik Padat
Lima Duktang Dipulangkan ARUS balik H+2 di Pelabuhan Gilimanuk mulai padat sejak Sabtu (9/7) malam hingga Minggu (10/7). Penambahan petugas keamanan dan pemeriksaan identitas pun ditingkatkan. Bahkan Dinas Pendaftaran dan Pencatatan Sipil (Dafduk Capil) Pemkab Jembrana telah memulangkan lima orang penduduk pendatang (duktang) tanpa identitas. Lima duktang ini tercatat dipulangkan mulai H+2 Lebaran atau Kamis (7/7) hingga H+3 Lebaran atau Minggu (10/7). Kepala Dinas Dafduk Capil Pemkab Jembrana, I Ketut Wiaspada, Minggu sore membenarkan telah memulangkan lima duktang tersebut selama empat hari belakangan ini. Menurutnya ketika memasuki pintu masuk Bali, yakni di Pos KTP Gilimanuk, para duktang tersebut tidak bisa menunjukkan identitas diri atau KTP kepada petugas. Dikatakan para pendatang itu menyampaikan berbagai alasan. Ada yang mengaku cuma mengantar saudara, buruh proyek, dan ada yang mengaku mahasiswa. Namun, pihaknya berusaha bersikap tegas. Dikatakan, kelima duktang ini, pertama mengaku bernama Kapi Arianto dari Solo, Jawa Tengah dengan tujuan berkunjung ke saudaranya di Denpasar yang dipulangkan pada Kamis (7/7). Kedua, Helmi dari Banyuwangi, Jawa Timur yang mengaku sebagai mahasiswa dengan tujuan Denpasar yang dipulangkan pada Jumat (8/7). Ketiga, Diki Wahyudi asal Banyuwangi, Jawa Timur yang mengaku mengantar saudaranya ke Denpasar yang dipulangkan pada hari yang sama. Sementara duktang keempat, Rasimin asal Sidoarjo, Jawa Timur yang mengaku
bekerja sebagai buruh proyek di Kabupaten Tabanan yang dipulangkan pada Sabtu (9/7). Minggu (10/7), petugas kembali memulangkan seorang duktang yang mengaku bernama Andi Purwanto asal Jember, Jawa Timur dengan tujuan bekerja sebagai buruh proyek di Denpasar. Para pendatang itu dipulangkan karena tidak membawa KTP. “Ada juga yang bawa KTP tapi ketika diinterograsi jawabannya tidak sesuai dengan KTP yang dibawanya,” terangnya. Wiaspada mengatakan mengantisipasi arus balik Pemudik ini, pihaknya telah menambah jumlah personel yang sebelumnya berjumlah 17 orang (lintas instansi) kini ditambah 8 orang petugas sehingga menjadi 25 orang petugas jaga. Yang mana, 2 petugas ditam-
bah dari Dinas Dafduk Capil Pemkab Jembrana dan 6 personel lainnya berasal dari Satpol PP Kabupaten Jembrana. Penebalan personel jaga katanya berlangsung mulai Sabtu hingga batas yang belum ditentukan atau sampai kondisinya berangsur-angsur normal. Sementara di Pos 2 Gilimanuk Kapolres Jembrana AKBP Djoni Widodo bersama Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Gusti Made Sudarma Putra dan jajaran tampak melakukan pemeriksaan terhadap penumpang yang masuk ke Bali dengan seksama. Kapolres Djoni Widodo mengatakan pihaknya melakukan pemeriksaan barang orang dan kendaraan baik dengan metal detector dan anjing pelacak. Demikian juga mobil X-ray selalu siaga dan security gate. (kmb)
Bali Post/kmb
POS KTP - Pemeriksaan di pos KTP oleh Dinas Dafduk dan tim gabungan.
Kantor LPD Nusasari Diresmikan Bupati Artha
LPD NUSASARI - Bupati Jembrana I Putu Artha saat meresmikan kantor LPD Nusasari.
LEMBAGA Perkreditan Desa (LPD) di Jembrana makin menunjukkan eksistensinya. Sejumlah LPD telah memiliki kantor baru yang lebih representatif, tak terkecuali LPD Nusasari Kecamatan Melaya. Sabtu (9/7) lalu Bupati Jembrana I Putu Artha didampingi Wakilnya, I Made Kembang Hartawan, meresmikan kantor baru LPD Nusasari dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita. Pembangunan Kantor LPD Nusasari murni dibiayai dengan anggaran LPD setempat yang mencapai ratusan juta. Dengan adanya gedung baru yang lebih refresentatif itu, diyakini akan mampu mem-
berikan layanan kepada masyarakat dengan lebih baik dan nyaman. Sebab dengan pelayanan yang baik akan mampu meningkatkan kemajuan LPD. Bupati Artha saat meninjau tempat pelayanan LPD, memberikan apresiasi terhadap perkembangan LPD di Jembrana, yang telah menunjukkan eksistensinya dan mampu membangun kantor yang megah. Artha berharap dengan kantor yang baru pengurus dan pegawai LPD mampu meningkatkan pelayanan kepada nasabahnya, yang pada akhirnya akan membantu meringankan beban masyarakat. Bupati juga mengingatkan agar pengurusnya tidak
melakukan perkreditan di luar LPD. Apalagi menggunakan dana LPD dengan iming-iming bunga ringan. “Hal itu akan merusak pengelolaan LPD dan merugikan masyarakat,” kata Artha. Selain itu Bupati Artha juga meminta LPD yang lain bisa mengikuti terobosan yang telah dilakukan LPD Nusasari. Dalam kesempatan itu Wabup Kembang menyisihkan pendapatannya dan menabung di LPD Nusasari. Menurutnya, menabung tidak harus banyak yang penting rutin. “Tabungan saya di LPD untuk memotivasi masyarakat gemar menabung sambil ikut serta memajukan LPD,” kata Kembang. (ad189)
Ratna, warga sekitar lokasi itu berharap agar Pemkab bersikap lebih tegas terhadap warga yang membuang sampah sembarangan. “Kan sudah ada Perda, harusnya itu diterapkan. Jangan hanya jadi macan kertas. Sementara sungai dan alam sudah tercemar oleh sampah,” jelasnya. Sementara itu Kasi Kebersihan Kantor LHKP (Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan) Jembrana, Wayan Putra Mahardika, mengaku begitu mendapat laporan pihaknya langsung mengecek ke lapangan. “Kami akan kumpulkan kepala lingkungan untuk mencari solusi,” jelasnya. Lurah Loloan Timur Jembrana, Ida Bagus Oka Manu-
aba, mengatakan, sungai itu mengalir dari Ketugtug hingga Loloan Timur. “Memang itu wilayah padat penduduk. Memang susah jika kesadaran masyarakat rendah. Kami sudah sering mengimbau. Bahkan minta jika ditemukan ada yang buang sampah sembarangan ditangkap saja. Namun, ya seperti itu kondisinya,” katanya. Oka Manuaba mengatakan akan terus berusaha mencari solusi sehingga masyarakat makin sadar akan kebersihan lingkungan. Ia juga selalu berkoordinasi dengan penjaga bendungan dan subak yang ada di sana karena itu merupakan aliran sungai irigasi. (kmb)
Sidak Proyek Jembatan di Medewi
Tahun Depan, Jalur Utara Ditargetkan Rampung Negara (Bali Post) – Tahun 2016 ini, ada delapan jembatan yang dibangun, baik penghubung antardesa maupun antardusun. Di antaranya merupakan jembatan penghubung jalur lintas utara sebagai alternatif Gilimanuk-Pekutatan. Terhadap pembangunan itu, diharapkan bisa dikerjakan tepat waktu dan dengan kualitas yang baik. Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, saat sidak proyek jembatan Medewi-Pulukan, Minggu (10/7) kemarin. Jalur lintas utara diharapkan bisa menjadi jalan alternatif di saat padatnya arus lalu lintas Gilimanuk-Denpasar. Tahun ini, ada delapan pembangunan jembatan yang sudah berjalan. Salah satunya di Medewi. Sehingga, bila jembatan ini rampung maka jalur lintas utara tinggal menyisakan satu yakni jembatan yang menghubungkan PekutatanPulukan. “Jika tahun depan bisa diselesaikan, maka jalur utara sudah selesai,” tandas mantan Ketua DPRD Jembrana ini. Tidak seperti biasanya, Wabup Kembang mengajak anak-anaknya meninjau pembangunan jembatan itu. Wabup sengaja mengajak keluarganya di hari libur sekolah
sekaligus melihat KK Miskin di Medewi. “Sebulan liburan anak-anak hanya sehari sempat antar anak bermain dan beli pakaian sekolah, saya ajak meninjau (jembatan) sekaligus mengajarkan anakanak peduli kepada sesama,” ujarnya saat mengunjungi KK miskin di Medewi. Hasil tabungan anak-anak dibelikan buku dan diberikan kepada anak-anak miskin yang tidak memiliki orangtua. Dengan begini, tumbuh rasa cinta dan kemanusiaan serta peka terhadap lingkungan sekitarnya. Saat umur di bawah tujuh tahun inilah, program edukasi yang baik dan positif bisa diterima dengan baik oleh anak. Sementara itu, jembatan ini merupakan salah satu upaya untuk membuat jalur alternatif di sisi utara jalan Gilimanuk-Pekutatan. Upaya ini merupakan antisipasi padatnya kendaraan yang melintas dan ketika terjadi kemacetan. Selama tiga tahun terakhir, Bupati Jembrana I Putu Artha dan Wabup Made Kembang Hartawan menggagas adanya jalur alternatif lintas utara tersebut. Dengan jalur baru itu, bisa mengantisipasi padatnya jalur utama Denpasar-Gilimanuk sekaligus mengangkat perekonomian warga yang dilalui jalan alternatif itu. (kmb26)
Bali Postolo
TINJAU JEMBATAN - Wabup Kembang Hartawan bersama anak-anaknya memanfaatkan hari libur meninjau proyek pembangunan jembatan Medewi-Pulukan.
Senin Paing, 11 Juli 2016
KARANGASEM
13
Krisis Air Bersih
Warga Seraya Timur ”Menjerit” Amlapura (Bali Post)Kepemimpinan Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri kini sedang diuji. Setumpuk persoalan menunggu solusi jangka panjang. Salah satunya, persoalan air bersih bagi masyarakat. Warga Desa Seraya Timur, Kecamatan Karangasem sudah lama menjerit krisis air bersih lantaran air PDAM sudah sebulan sama sekali tak mengalir. Ditemui, Minggu (10/7) kemarin, salah satu warga Banjar Tukad Buah, Desa Seraya Timur Nengah Agus T. mengatakan, saat ini warga sekitar hanya mengandalkan air tadah hujan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Air tadahan hujan ini ditampung ke dalam cubang. Dia mengaku kurang tahu, kenapa PDAM tak mengalirkan air ke Seraya Timur. Bagi yang tidak punya cubang, warga lainnya meminta ke rumah tetangga. Ada juga yang terpaksa mengambil air tadah hujan yang masih tersisa di sela-sela bebatuan di Sungai Tukad Buah, Seraya Timur. Mengalami krisis air selama itu juga belum ada bantuan air tangki untuk warga setempat. Perbekel Seraya Timur I Made Pertu belum bisa memberikan tanggapan terkait krisis air yang dialami warganya. Beberapa kali dihubungi melalui HP-nya, dia tidak memberikan jawaban. Dihubungi terpisah, Bendesa Seraya I Nyoman Matal mengakui, sebagian warga di Desa Seraya Timur mengalami krisis air bersih sejak sebulan terakhir. Kondisi serupa juga dialami sebagian warga di Desa Seraya Tengah. Matal mengatakan, air PDAM Karangasem yang naik ke Seraya Timur sangat kecil. Sehingga dalam situasi seperti sekarang airnya sangat jarang naik ke atas. Munculnya opsi sumber air baku Telaga Waja dialirkan ke Desa Seraya sejak tahun 2002, sempat memberi harapan baru untuk kebutuhan air bersih di Seraya. Namun saat ini sumber air baku Telaga Waja justru makin tak jelas juntrungannya. “Dulu rencananya air telaga waja dialirkan dari pipa induk di Kecamatan Kubu, kemudian mengalir ke Culik, Amed lalu ke Seraya. Tapi saya juga kurang tahu kenapa rencana bagi Seraya tak menjadi prioritas pemerintah daerah sebelumnya,” kata mantan Ketua DPRD Karangasem ini. Saat ini air tadah hujan masih menjadi opsi warga Desa Seraya, khususnya Seraya Timur. Sedangkan warga di pesisir pantai juga ada yang memanfaatkan air sumur, walau rasanya asin karena dekat air laut. Jika air tadah hujan dan air sumur tak bisa dimanfaatkan lagi, maka warga terpaksa harus membeli air tangki. Setelah Pemkab Karangasem berganti kepemimpinan, dia mengaku yakin masalah ini akan cepat teratasi. Desa Seraya, Kubu dan Datah harus tetap menjadi prioritas. Sebab, selama ini dia mengamati kebijakan distribusi air bersih justru masih menyasar daerah-daerah yang sebenarnya masih bisa bertahan ketika terjadi kemarau panjang. Sebelumnya Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri sempat beberapa kali menanggapi persoalan ini. Pemerintah daerah saat ini sedang memaksimalkan fungsi PDAM, sejak terjadi transisi kepemimpinan. Terkait ketidaklancaran pasokan air kepada mayoritas pelanggan PDAM, dikarenakan belum adanya keseimbangan antara jumlah sumber air baku dengan jumlah pelanggan, sehingga menyebabkan pihak PDAM harus melakukan pendistribusian air secara bergilir. Selain itu, kondisi langkanya pasokan air oleh PDAM diperparah dengan masih ditemukan adanya beberapa kebocoran akibat pipa yang sudah using, sehingga menyebabkan jumlah air yang didistribusikan berkurang. Belum lagi sumber mata airnya terus mengecil. Bupati Mas Sumatri meminta masyarakat selaku pelanggan PDAM bersabar, karena persoalannya sedang ditangani di lapangan. Dia juga meminta pelanggan yang merasa tak nyaman dengan situasi ini, untuk menahan diri dan memaklumi apa yang sedang dihadapi oleh PDAM. Namun belum dapat dipastikan sampai kapan masyarakat Karangasem, khususnya pelanggan PDAM akan menjerit lantaran krisis air bersih. (kmb31)
MENGERING - Seorang petani menimba air di sumur umum di Banjar Juwuk, Datah, Karangasem yang mulai mengering.
Air Sumur Mengering
Warga Datah Terancam Krisis Air Amlapura (Bali Post) – Warga di sejumlah wilayah di Desa Datah, Karangasem terancam krisis air bersih. Masalahnya, sumur umum di Banjar Juwuk dan Banjar Kalangsari airnya makin mengering. Sementara embung di Banjar Kedampal ada yang palpnya rusak, ada juga yang bocor. Hal itu sesuai pantauan Bali Post ke desa di lereng timur Gunung Agung itu, Minggu (10/7) kemarin. Salah seorang nenek yang mengambil air di sumur Banjar Juwuk, Ni Nyoman Tampuagan, mengatakan air sumur itu kini terus mengecil. Beberapa minggu lalu, bahkan sempat nyaris kering. Akibatnya warga tak
mendapatkan air. Tampuagan mengaku tak tahu penyebabnya, kenapa air sumur itu terus mengecil, bahkan sempat kering. Selama ini, kata Tampuagan nyaris sudah 60 tahun sumur itu tak pernah kering. Nenek ini mengingatnya, dulu beberapa bulan usai Gunung Agung meletus tahun 1963, memang sumur di banjarnya itu sempat mengering. Namun kemudian, karena warga tak mendapatkan air bersih, sementara desanya termasuk Karangasem saat itu mengalami paceklik, seorang balian dari Linggasana lantas memohon kepada Ida Batara yang malinggih di Gunung Agung agar diberikan anugerah sumur itu berisi air.
Benar, beberapa hari kemudian mata air di dasar sumur mengucurkan air besar. “Saat itu saya sudah cukup besar. Mata air di sumur besar itu airnya sampai dialirkan ke tegalan penduduk,” katanya dan menambahkan, sumur umum itu termasuk patirtaan Ida Batara Lingsir di Gunung Agung. Ketut Juniana asal wilayah Bekul, Desa Datah yang ditemui saat mengambil air dan mencuci di sumur umum Banjar Kalangsari, mengatakan mata air di sumur Kalangsari sempat sangat kecil. Warga kesulitan mendapatkan air dan hanya mendapatkan seember air kotor. Dikatakan ada berbagai dugaan warga terkait
Dari ”Anak Bangsa” Radio SWiB
Gadget Mesti Dimanfaatkan untuk Pelajaran Amlapura (Bali Post) – Menggunakan gadget memang tak dilarang bagi siswa. Namun hendaknya teknologi itu dipergunakan untuk hal yang positif, yakni untuk pelajaran di sekolah dan bukan disalahgunakan. Dua siswa berprestasi dari SMPN 2 Amlapura IGA A Istri Dwi Jovanca Dewi dan Michelle Pratesio menyampaikan hal itu saat tampil pada acara “Anak Bangsa” di Radio SWiB FM, Minggu (10/7) kemarin. Jovanca siswi kelas VII SMPN 2 Amlapura itu mengatakan, di sekolahnya diterapkan larangan membawa HP dengan kamera ke sekolah. HP biasa dengan fasilitas untuk telepon dan SMS masih bisa. Menurutnya, ketentuan itu akibat kekhawatiran pihak sekolah terkait banyaknya kasus penggunaan gadget canggih dan akhirnya membuat pelajar terjerumus, dengan menggunakan gadget untuk keperluan di luar mencari bahan pelajaran. Michelle yang bercita-cita menjadi pengusaha berpendapat, kalangan pelajar hendaknya memanfaatkan teknologi gadget untuk keperluan mencari bahan pelajaran, bukan yang lain, seperti men-download gambar atau film porno yang seharusnya tak ditonton anak di bawah umur. Menurut siswa yang beberapa kali meraih juara di tingkat Kabupaten Karangasem itu, kalau menggunakan teknologi gadget untuk mencari bahan pelajaran tentunya pelajar akan lebih maju dan terdepan dalam pendidikannya. (013)
Bali Post/013
BERPRESTASI - Siswa berprestasi Jovanca Dewi dan Michelle.
mongering atau mengecilnya mata air di dua sumur itu. Ada menduga kasisipan (kesalahan-red) terkait warga berkata kasar saat mengambil air. Ada juga kepercayaan Ida Batara tak berkenan air sumur di patirtaan itu disedot dengan mesin dan dialirkan ke sejumlah tempat. Sementara itu, Embung Datah I atau proyek bak air raksasa dengan anggaran Rp 4,6 miliar tahun 2008, di Banjar Kedampal, palpnya rusak. Akibat palp tak bisa diputar membuka keran air, air di Embung Datah I tak bisa dialirkan. Warga yang perlu air mesti mengambil dengan menimba di embung di kaki Timur Gunung Agung itu. Sementara, Embung Da-
tah II dengan anggaran Rp 9 miliar lebih, palpnya juga bocor sehingga air embung di lereng timur Gunung Agung itu mengering. Menyikapi persoalan itu, anggota DPRD Karangasem I Gede Dana meminta instansi terkait di Pemkab Karangasem memberikan perhatian kepada petugas atau kelompok masyarakat yang ditugasi mengelola embung itu. Menurut mantan Ketua DPRD Karangasem itu, pihaknya sudah menerima aspirasi warga di Datah agar pengelolaan dan perpipaan embung itu dilakukan dengan baik. Tujuannya agar proyek embung itu tak mubazir dan warga bisa memanfaatkan airnya. (013)
Polsek Kota Bongkar Judi ”Online” di Timbrah Amlapura (Bali Post) -
KRISIS AIR - Seorang warga terpaksa mencari air di sela-sela bebatuan di Sungai Tukad Buah, Desa Seraya Timur lantaran sudah mengalami krisis air selama sebulan terakhir.
Bali Post/013
Demam sepak bola rupanya memicu maraknya praktik judi online di kalangan masyarakat. Fakta ini mulai terkuak, setelah Polsek Kota Karangasem berhasil membongkar praktik judi online ini di Banjar Dinas Timbrah Desa, Desa Pertima, Kecamatan Karangasem. Unit Reskrim Polsek Kota Karangasem mengamankan salah satu pelaku bernama I Wayan Karep (49), setelah digerebek di rumahnya. Informasi adanya penggerebekkan rumah pelaku dibenarkan Paur Humas Polres Karangasem, Aiptu Ketut Dasta, Minggu (10/7) kemarin. Sebelum menggerebek pelaku di rumahnya, polisi mulai melakukan penyelidikan terkait maraknya perjudian pertandingan sepak bola se-
jak, Kamis (7/7) lalu sekitar pukul 20.00 Wita. Dari proses lidik ini, polisi menerima informasi dari masyarakat ada judi bola online di wilayah ini. Setelah didalami informasi itu, polisi kembali menerima informasi salah satu pelaku beraktivitas menjalankan judi online tersebut pada malam
hari hingga subuh. Informasi ini tak disiasiakan petugas kepolisian dari Unit Reskrim Polsek Kota. Sejumlah petugas langsung melakukan penyelidikan lebih intensif, Jumat (8/7) lalu, atau sehari setelah menerima informasi tersebut ke Desa Pertima. Setelah menemukan
rumah pelaku, polisi lantas menggerebek rumah salah satu pelaku sekitar pukul 03.30 Wita. Polisi menemukan pelaku sedang melakukan judi bola online di situs sbobet. P o l i s i l a nt a s me l a k ukan penangkapan terhadap pelaku, berikut barang bukti berupa satu buah tablet Samsung Galaxy warna hitam, satu buah modem Andromax, satu CPU Simbada, satu buku polio berisikan rekapitulasi taruhan judi bola, satu buah kabel USB dan satu buku tabungan berikut kartu ATM atas nama pelaku. Pelaku beserta barang bukti langsung
diamankan ke Polsek Kota Karangasem untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Polisi belum bisa menjelaskan lebih jauh, bagaimana pelaku memainkan judi online ini. “Pelaku dengan sengaja melakukan perjudian bola online, sehingga langsung kami amankan,” katanya. Kasus tersebut saat ini ditangani Unit Reskrim Polsek Kota Karangasem. Polisi masih melakukan pengembangan dari penangkapan pelaku Wayan Karep. Kemungkinan ada pelaku lain yang terlibat dalam jaringan judi online ini. (kmb31)
HUT Ke-16 PSNKK
”Pasemetonan” Mesti Lebih Erat agar Pembangunan Makin Maju PASEMETONAN hendaknya makin erat setelah dibentuk dan dikukuhkan pengurus yang baru. Pasemetonan juga diharapkan menjadi media, guna meningkatkan kegotongroyongan dalam rangka membantu warga atau saudara yang tak mampu, sehingga bebannya makin ringan. Hal itu disampaikan Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri dan Wagub Bali Ketut Sudikerta saat menyampaikan sambutannya pada puncak HUT ke-16 Pratisentana Shri Nararya Kresna Kepakisan (PSNKK) di GOR Gunung Agung, Karangasem, Minggu (10/7) kemarin. Bupati Mas Sumatri menyatakan mendukung kiprah PSNKK, khususnya di Karangasem. Selain dalam rangka mempererat persaudaraan dan kegotongroyongan dalam rangka mengemban bakti kepada leluhur, juga hendaknya solidaritas dan kepekaan sosialnya dipupuk. Sebab dalam konsep agama Hindu, disebutkan konsep Basudewa Kutumbakam yang artinya sesungguhnya kita bersaudara. Konsep atau ajaran itu hendaknya betul-betul dipahami dan dilaksanakan. “Di PSNKK hendaknya ber-
gotong royong membantu meringankan beban warganya yang kurang beruntung, dan ke depan kegiatan atau HUT tak sekadar ajang temu kangen,” katanya. Bupati Mas mengatakan, ada banyak car a membantu sesama saudara. Misalnya, jangan sampai ada anakanak usia sekolah justru tak bersekolah. Mereka yang mampu atau berpenghasilan lebih bisa membantu anakanak agar mendapatkan pendidikan. “Pendidikan ke depan hendaknya dijadikan prestise keluarga. Kejar pendidikan setinggi-tingginya, setelah lulus pulanglah guna membangun daerah,” harapnya. Ketua Panitia HUT IGP Parwata Tusan, S.E. menyampaikan, tema HUT tahun ini “Melalui Perayaan Wanti Warsa Pratisentana Shri Nararya Kresna Kepakisan XVI, Kita Tingkatkan Rasa Persaudaraan Demi Jati Diri Leluhur untuk Mewujudkan Masyarakat Karangasem yang Cerdas, Bersih dan Bermartabat”. Diharapkan nantinya setelah dikukuhkan pengurus sampai ke delapan kecamatan di Karangasem, warga PNSKK makin erat dalam kekeluargaan dan
kegotong royongan. Sebelum puncak HUT kemarin yang ditandai dengan pemotongan tumpeng, Sabtu (9/7) lalu juga telah digelar sarasehan Babad PSNKK di Subagan. Narasumber babad itu antara lain, Gusti Agung Putu Yadnya dan Gusti Agung Mayun Eman. Puncak HUT kemarin selain diisi dharma wacana yang disampaikan IGN Harta dan
dimeriahkan bondres, juga dirangkaian dengan pengukuhan pengurus cabang Karangasem dan pengurus delapan kecamatan untuk periode 2016-2021. Ketua PNSKK Cabang Karangasem diketuai IGG Rinceg untuk periode kepengurusan kedua kalinya. Pengurus dikukuhkan Ketua Umum PNSKK Pusat I Gusti Agung Putu Yadnya.
Gusti Agung Yadnya dari Puri Medahan Gianyar itu menyatakan kekagumannya atas semangat persaudaraan sameton PNSKK di Karangasem, yang setidaknya sudah terdaftar 400 dadia lebih. Ke depan yang belum terdaftar diharapkan menemui pengurusnya. “Semangat ini sebagai ciri kebangkitan pasemetonan,” tandasnya. (013/k200)
PENGURUS - Pengukuhan pengurus Pratisentana Shri Nararya Kresna Kepakisan saat puncak HUT ke-16, Minggu (10/7) kemarin.
TABANAN
14
Senin Paing, 11 Juli 2016
Hujan Deras Sebabkan Longsor di Penebel
FIGUR Pendidikan Pemilu SEJAK diluncurkan Juni lalu, keberadaan rumah pintar pemilu (RPP) belum begitu diketahui oleh masyarakat. Kebanyakan masih menganggap rumah pintar pemilu layaknya pameran yang dibuka dengan batas waktu tertentu. Untuk itu, Komisioner KPU Tabanan Divisi Sosialisasi Bali Post/bit Putu Weda Subawa akan mengintensifkan upaya jemput bola ke sekolah-sekolah menyasar pelajar dari SD hingga SMA/SMK. Jajaran Komisioner KPU Tabanan telah melakukan audiensi kepada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga dan bersurat kepada masing-masing sekolah. Dalam kegiatan MOS diharapkan siswa baru diselipkan acara kunjungan ke RPP KPU untuk memperkenalkan proses pemilu di Indonesia, sebab para pelajar nantinya akan menjadi pemilih pemula jika usianya sudah memenuhi syarat. Menurutnya, dari hasil pendekatan ke sejumlah sekolah, sudah ada yang berniat mengunjungi rumah pintar, karena ada nilai kredit kerja sama dengan instansi atau lembaga yang ada hubungannya dengan pendidikan. Jika dalam sehari ada dua kelompok sekolah yang datang, akan diatur jadwalnya. Tetapi intinya KPU Tabanan siap kapan pun sepanjang tidak terbentur dengan kegiatan resmi. Di rumah pintar pemilu, lanjutnya, pengunjung bakal diberikan informasi mulai dari penyajian dokumentasi hingga simulasi pemungutan suara karena siswa langsung diberikan pembelajaran dan praktik pemberian suara. Adanya RPP diharapkan ada kesinambungan dalam upaya sosialisasi. Sebelumnya, sosialisasi pendidikan bagi pemilih baru dilakukan jika ada pemilu dan lebih pada edukasi kegiatan pemilu yang akan berlangsung. Kini, dengan keberadaan rumah pintar, meski tidak ada kegiatan pemilu pun sosialisasi pendidikan pemilu tetap berkesinambungan. Sebab, berdemokrasi tidak hanya saat pemilu, namun dalam pemilihan ketua OSIS atau ketua kelas juga bisa diterapkan. (bit)
TPP di Sanda Beroperasi 2019 Tabanan (Bali Post) Tabanan meluncurkan Program Taman Teknologi Pertanian (TPP) yang berpusat di Desa Sanda, Pupuan. Tempat untuk menerapkan inovasi pertanian yang didanai pusat ini sudah masuk ke dalam tahap pembukaan akses menuju lokasi dan direncanakan beroperasi 2019 mendatang. Kepala Bappeda Tabanan, Ida Bagus Wiratmaja, Minggu (10/7) kemarin, mengatakan TPP dibangun di lahan seluas kurang lebih 7,4 hektar. Akses masuk menuju lokasi TPP dilakukan tukar guling seluas 18 are. Lahan tersebut milik dua warga setempat. Selain itu dilakukan pembebasan lahan dengan membeli sesuai harga hasil appraisal seluas 2,48 are. Pembangunan TPP di Desa Sanda dikerjakan BPTP (Balai Pengkajian Teknologi Pertanian) Bali. Masih ada lahan seluas 50 are lainnya yang dilakukan tukar guling untuk kebutuhan embung karena di lokasi tidak ada mata airnya. ‘’Saat ini pihak BPTP Bali membangun hydran untuk menaikkan air dari sumber mata air ke lokasi TPP. Jika akses masuk rampung dikerjakan, barulah pembangunan TPP dimulai diperkirakan bulan depan,’’ katanya. Menurut anggota DPRD Tabanan asal Pupuan, Gusti Nyoman Omardani, TPP nantinya menjadi tempat pemberdayaan petani dan penelitian pertanian. Di sana juga akan dikembangkan unit perkebunan, peternakan, dan inovasi pertanian, serta kegiatan pariwisata, perindustrian, UMKM, pengolahan hasil produksi petani, dan pemasarannya. Jadi, dalam satu tempat pengunjung tidak hanya mengetahui pertanian Tabanan tetapi juga hasil pengolahannya serta bisa langsung membeli produknya. Untuk pariwisata, TPP akan menjadi corong kunjungan ke desa-desa yang memiliki potensi pertanian. ‘’Misalkan di TPP ada percontohan pengolahan susu sapi. Apabila pengunjung hendak melihat dengan lebih detail akan diarahkan ke desa yang menerapkan pengolahan susu sapi ini,’’ tutur Omardani. (kmb24)
Tabanan (Bali Post) – Hujan deras yang turun selama tiga jam pada Sabtu (9/7) lalu menyebabkan tanah sawah longsor di daerah Penebel sehingga menutup setengah badan jalan. Dari informasi yang didapat, tanah sawah tersebut milik Wayan Nuarsa (55), warga Banjar Tegayang, Desa Tegallinggah, Kecamatan Penebel, Tabanan. Diminta konfirmasinya, Minggu (10/7) kemarin, Kapolsek Penebel AKP I Wayan Dastra seizin Kapolres Tabanan AKBP Putu Putera Sadana, membenarkan hal tersebut. Tanah yang longsor sepanjang 50 meter dengan ketebalan 20 cm. Oleh karena menutup setengah badan jalan, arus lalu lintas sempat terganggu khususnya kendaraan roda empat. Kepala Dinas Badan Penanggulan Bencana Daerah Kabupaten Tabanan I Gusti Ngurah Made Sucita mengatakan, longsor terjadi di jalan menuju arah Pura Muncak Sari. Material longsoran tidak terlalu lama menutupi jalan karena langsung ditangani oleh BPBD, masyarakat, Polri, dan TNI menggunakan alat manual. “Sekitar 30 menit jalan sudah kembali normal,” ujar Sucita. (kmb24)
Vaksinasi Rabies
Kucing dan Monyet Ikut Divaksin Tabanan (Bali Post) -
Program vaksinasi massal yang digelar Dinas Peternakan Kabupaten Tabanan tidak hanya menyasar anjing, tetapi juga HPR (Hewan Penular Rabies) lainnya seperti kucing dan monyet. Berdasarkan data vaksinasi rabies sepanjang 2016, tercatat 755 ekor kucing dan 43 ekor monyet telah divaksin. Kepala Dinas Peternakan Tabanan Wayan Kotio menyatakan, vaksinasi rabies tidak sebatas pada anjing, sebab rabies bisa juga ditularkan oleh hewan berdarah panas lainnya seperti kucing dan monyet. Hanya, saat
ini vaksinasi memang lebih difokuskan pada anjing karena hingga sekarang kasus positif rabies baru ditemukan pada anjing. ‘’Belum ada positif pada kera dan kucing. Di Bali baru pada anjing,’’ ujarnya, Minggu
(10/7) kemarin. Selama tiga bulan terakhir telah divaksin 39.592 ekor anjing. Jika masih ada masyarakat atau pemilik yang tidak sempat memvaksin anjingnya dalam program vaksinasi massal, bisa melakukan vaksin sendiri ke Dinas Peternakan Tabanan karena tidak dipungut biaya. ‘’Kami juga menggelar vaksinasi gratis rutin setiap hari Minggu menyasar anjing peliharaan yang luput dari vaksinasi massal,’’ katanya. Program vaksinasi massal
Menurut Kotio, untuk menyasar anjing yang tidak terjangkau vaksinasi setelah tiga bulan vaksinasi massal usai, pihak Disnak akan melakukan penyusuran ke seluruh wilayah Tabanan. Jika dalam perjalanan penelurusan tersebut ditemukan anjing liar terindikasi rabies, akan dilakukan eliminasi. ‘’Langkah tersebut dinamakan eliminasi selektif. Dilakukan eliminasi jika liar dan ada indikasi rabies,’’ tegas Kotio. (kmb24)
Bupati Eka ”Tangkil” ke Beberapa Pura SEBAGAI umat Hindu dan warga Bali yang cinta akan budaya dan warisan leluhur serta berharap Bali selalu ajeg dan santhi, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti melakukan persembahyangan di beberapa pura di daerah Bali Selatan, yakni Pura Geger Dalem Pemutih di Desa Adat Peminge, Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, dan Pura Luhur Uluwatu, Rabu (6/7) lalu. Persembahyangan dilanjutkan di Denpasar, yaitu di Pura Tanah Kilap, Jumat (8/7), serta di Pura Campuhan Padang Galak Sanur dan Pura Sakenan, Sabtu (9/7). Bupati perempuan pertama di Bali tersebut mengisi libur panjang memperingati hari raya Idul Fitri dengan kegiatan bersembahyang untuk memohon keselamatan alam semesta, jagat, dan rakyat Bali. “Pada momen baik ini saya ingin lebih mendekatkan diri pada beliau, memohon petunjuk agar selalu diberi kemudahan dan
kelancaran dalam mengemban tugas menjadi pimpinan daerah,” ungkapnya. Persembahyangan ini juga merupakan sebuah bentuk sujud syukur ke hadapan Ida Sang Hyang Widi atas segala kemurahan dan kemudahan yang diberikan, sehingga sampai saat ini dirinya masih diberi kepercayaan memimpin dan mengantarkan rakyat Kabupaten Tabanan meraih berbagai prestasi gemilang. “Diberi kesempatan memimpin Tabanan untuk kedua kalinya merupakan berkah sekaligus tanggung jawab besar. Saya ingin memanjatkan doa sujud syukur dan berharap bisa mengemban tugas dengan sebaik-baiknya bersama pimpinan daerah lainnya untuk mengajegkan Bali,” ujarnya. Ia juga mengajak seluruh umat untuk menjaga alam, karena alam beserta isinya adalah wujud dari Ida Sang Hyang Widi Wasa. “Saya mengingatkan seluruh umat agar selalu
Suara Tabanan
SEMBAHYANG - Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti melaksanakan persembahyangan di salah satu pura.
Warung Global
Terminal Mengwi Perlu Dikaji Ulang PEMBANGUNAN Terminal Mengwi bertolak belakang dan tidak berfungsi sesuai harapan. Seharusnya sebelum dibangun dikaji dengan rinci dan matang sehingga berguna untuk pelayanan publik. Budiada di Tabanan mengutarakan ini mengupas topik ‘’AKAP Tak Diharuskan Menurunkan Penumpang di Terminal Mengwi’’ dalam acara Warung Global di Radio Global FM 96,5 Bali yang dipancarluaskan Singaraja FM, Swara Negara FM, SWiB Amlapura FM, dan Genta FM, Sabtu (9/7). Putu di Padang Sambian sangat menyayangkan kebijakan Pemkab Badung ini. Terminal Mengwi termasuk Kelas A, jadi seharusnya semua penumpang AKAP transit di sana. Lokasi Terminal Mengwi kurang strategis, sedangkan Terminal Ubung masih beroperasi dengan
yang dilakukan serentak di seluruh Bali termasuk Tabanan berlangsung sejak April 2016. Meski hanya tiga bulan, kegiatan vaksinasi akan terus dilakukan terutama vaksinasi selektif pada daerah yang ditemukan kasus positif rabies. Berdasarkan estimasi, populasi anjing di Tabanan tahun ini mencapai 48.458 ekor. Dari jumlah itu telah divaksin 39.592 ekor. Artinya, masih banyak anjing yang belum divaksin dan ini diasumsikan sebagai anjing liar.
”Ngarestitiang Jagat Bali Ajeg lan Santhi”
Hanya Cari Untung
Yang dibutuhkan masyarakat adalah pendidikan, kesehatan dan fasilitas umum jalan yang berkualitas. Soal moda transportasi publik itu tidak begitu penting. Saya menilai kebanyakan hanya ingin mencari fee atau untung dalam pengerjaan proyek, bohong kalau ingin mensejahterakan masyarakat. Suardana, Tabanan
Bali Post/kmb24
TUTUP JALAN - Tanah sawah yang longsor menutupi sebagian badan jalan di Penebel, Sabtu (9/7).
maksimal. Banyak fasilitas yang dibangun pemerintah tidak berfungsi optimal dan menelan anggaran yang banyak. Kajian yang dilakukan oleh pengambil kebijakan harus matang dengan melihat realita di lapangan. Terminal Mengwi yang berstatus kelas A dimaksud-
kan untuk menggantikan terminal Ubung. Akan tetapi, kata Murna Wijaya di Tabanan, maksud pemerintah memindahkan terminal AKAP ini tidak dibarengi dengan pelayanan penunjang yang layak. Sebagian besar penumpang AKAP dari dan menuju Bali tujuan akhirnya adalah Denpasar sehingga Terminal Mengwi menjadi sepi. Menurut Arya di Denpasar, pengelola dan pemerintah harus tegas dalam menjalankan aturan. Selama ini aturan yang ada rancu. Pencari penumpang di jalan Ubung perlu ditertibkan. Terminal Mengwi mubazir dan Terminal Ubung masih krodit. Pemerintah agar membersihkan terminal
dari preman agar tidak semrawut. Penumpang banyak yang turun di jalan bukan di terminal serta banyak sekali proyek yang gagal dan tidak berfungsi sesuai dengan mestinya. Santa di Ubud menilai ini bentuk keserakahan Kabupaten Badung. Banyak pembangunan fasilitas yang mangkrak padahal menghabiskan biaya yang sangat besar karena tidak dikaji terlebih dahulu. Terminal Mengwi jaraknya terlalu dekat dengan Terminal Ubung. Mestinya Terminal Mengwi tidak dibangun di sana. Maksudnya bertujuan mengurangi kemacetan, tetapi malah menambah kemacetan. (dika)
bersyukur, karena hidup ini hanya titipan beliau dan yang kekal adalah tabungan karma. Jadi, rajinlah membantu umat dan selalu berpikir positif,” katanya. Bupati yang mencintai dunia spiritual ini menambahkan, apabila kita berpikir positif, alam akan senantiasa bersahabat. “Dengan mendalami spiritual, saya mendapat kebahagiaan batin dan merasa dekat dengan Sang Pencipta. Sudah menjadi kewajiban se-
tiap umat untuk menjalankan swadarma agama, swadarma negara, swadarma kepatutan, dan swadarma usadha,” sebutnya. Eka tidak menampik kesuksesan yang diraihnya tidak lepas dari dukungan berbagai pihak terutama masyarakat yang menjadi motor penggerak pembangunan. Dia berharap masyarakat selalu menjaga tali silahturahmi, kerukunan, komunikasi, dan koordinasi agar segala tantangan baik
dari dalam maupun luar bisa ditangani dengan baik. Selama melakukan persembahyangan, Bupati Tabanan tidak henti-hentinya mengagumi kemegahan dan keindahan pura yang merupakan salah satu warisan leluhur yang harus selalu dijaga kesakralannya. Di setiap pura yang dikunjungi, Eka menghaturkan punia sebagai bentuk persembahan kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa. (ad188)
1 5 15
Senin Paing, 11 Juli 2016
Persiapan Quaresma Saint Denis Final Piala Eropa 2016 yang mempertemukan tuan rumah Prancis vs Portugal tidak melulu soal tarung ulang Antonie Griezmann vs Cristiano Ronaldo seperti di final Liga Champions lalu. Penyerang Portugal Ricardo Quaresma juga mempunyai persiapan khusus menyambut duel yang dilangsungBali Post/ap kan Senin pagi Ricardo Quaresma tadi. Striker kontroversial itu tidak hanya memenuhi badannya dengan tato. Jelang laga di Stade de France, ia merombak gaya rambutnya. Selain menggunduli bagian atas kepalanya, pada bagian belakang menyisakan rambut dengan potongan rambut berbentuk bulu keperakan. Ia belum memberikan penjelasan tentang makna gaya rambutnya itu. Namun simbol bulu dalam tradisi suku Indian melambangkan kekuatan untuk memurnikan semangat dan membersihkan kekuatan aktif dalam alam. Bulu juga menyiratkan tentang harapan, kebebasan dan perjalanan pula. “Luar biasa, Itu seni,” komentar pelatih Fernando Santos mengomentari ulah pemain berusia 32 tahun itu. Penyerang klub Besiktas Turki itu bukan r penyerang pilihan utama Santos. Ia lebih sera ing turun sebagai pemain cadangan selama a babak penyisihan melawan Islandia, Austria mdan Hungaria. Tapi pemain yang suka memu buat trik dengan bola di kakinya itu, justru at menjadi penentu kemenangan portugal saat a melumpuhkan tim unggulan Kraosia 1-0 pada si babak 16 besar. Ia juga memberikan kontribusi a besar saat Portugal harus menyelesaikan laga u 8 besar melawan Polandia dalam drama adu penalti. Saat menghadapi Wales di semifinal, Santoss o lagi-lagi mempercayai sosok Nani dan Ronaldo u sebagai ujung tombak utamanya. Quaresma baru n dimasukkan pada menit ke-86 menggantikan h Nani. Selama 56 kali membela timnas, telah a menghasilkan 8 gol. Selain itu, Quaresma juga pdikenal dengan tato dua tetes air mata di pelipa isnya. Ia tidak pernah mau menjelaskan makna ni simbol di bawah mata kanannya. Tato model ini g bagi kelompok jalanan sebagai pertanda tentang saudara atau kerabatnya yang tewas. n Sederet pemain sepak bola mengabadikan a momen terbaik dalam perjalanan hidupnya ldengan tato. Tidak hanya Quaresma, rivala nya penyerang Prancis Olivier Giroud juga y memiliki tato dengan tulisan “The Lord is My Shepherd” dan Antonie Griezmann “Jesuss Christ” dan “FAME”. a Kebanyakan pemain-pemain di Piala a Eropa ini menyukai tato tribal, khususnya di model Maori. Sebagian lainnya lebih pribadi seperti penyerang Swedia Zlatan Ibrahimovicc ndengan gambar naga dan kartu A hati dena gan tulisan H, merujuk pada nama istrinya Helena Seger. (kmb39/afp)
Paris Dalam Pengamanan Penuh PENJAGAAN - Polisi menjaga penonton di pinggir tribun di Stadion Stade BollaertDelelis, Lens. Penjagaan diperketat jelang dan sesudah final Piala Eropa 2016. Larangan berpawai diberlakukan hingga Senin (11/7) ini.
Paris Tidak kurang 3.400 aparat keamanan ditempatkan di wilayah Champs Elysees, Paris, Minggu (10/7) kemarin jelang final Piala Eropa yang mempertemukan tuan rumah Prancis melawan Portugal pada Senin (11/7) dini hari. Menang atau kalah, pengamanan menjadi prioritas utama bagai aparat keamanan negeri itu. Kepala Kepolisian Michel Cadot bahkan telah mengeluarkan larangan mengadakan pawai di pusat kota itu
meskipun Prancis memenangkan pertandingan final yang digelar di Stade de France, Saint Denis. Keamanan menjadi alasan utamanya meski pertandingan final digelar di pinggiran kota Paris itu. “Kami tidak mengizinkan kerumunan warga lalu-lalang dengan bebas hingga Senin,” kata Cadot dalam konferensi pers. Barikade-
barikade untuk pengamanan telah didirikan di lokasi yang biasanya dipakai untuk pawai pada acara tahunan Hari Bastille. Polisi memperkirakan ratusan ribu warga secara spontan akan menuju tempat ini dan melakukan perayaan bila Prancis sampai menjadi juara Piala Eropa. Polisi berkaca pada Piala Dunia 1998. Kala itu tak kurang
satu juta warga memenuhi areal ini untuk merayakan keberhasilan Prancis menjadi juara Piala Dunia 1998. Sehari kemudian, ratusan fans kembali lagi ke tempat ini saat pemain timnas diarak dengan mengggunakan bus terbuka di Champs Elysees dengan membawa trofi Piala Dunia. Sementara di Stade de France, polisi menerjunkan 1.300 personelnya untuk mengamankan laga final itu. Tak kurang 700 personel ditempatkan di terminal dan stasiun kereta api untuk mengawal penonton yang berdatangan
dari berbagai penjuru. Sementara 1.400 personel lainnya ditempatkan di Fan Zone di di taman di sekitar Menara Eiffel. Mereka ditugaskan menjaga event yang bakal dipadati sekitar 90 ribu orang untuk menyaksikan pertandingan final itu lewat layar raksasa. Pertengahan pekan lalu, puluhan polisi dikerahkan untuk mengatasi perkelahian antarpendukung di Champs Elysees. Insiden itu terjadi setelah Prancis mengalahkan Jerman 2-0 pada pertandingan semifinal. (kmb39/afp)
Piala Eropa 2016 Minim Gol Paris Putaran final Piala Eropa 2016 mencatat rekor terburuk dalam 20 tahun untuk urusan gol. Hingga jelang final, Minggu (10/7) kemarin, tercipta 107 gol dalam 50 pertandingan atau rata-rata 2,17 gol per pertandingan. UEFA pantas melakukan
evaluasi atas kurang produktifnya tim-tim mencetak gol. Padahal peserta putaran final telah ditambah dari 16 tim (Piala Eropa 2012) menjadi 24 tim kali ini. Seharusnya dengan banyaknya pertandingan, akan tercipta banyak gol. Kenyataannya justru terbalik, hingga jelang final tercatat rata-rata 2,17 gol per pertandingan. Rekor tertinggi tercatat pada Piala Eropa 2000 yang juga digelar di Prancis dengan tuan rumah sebagai pemenangnya. Kala itu 16 tim berlaga di putaran final dan dalam 31 pertandingan
menghasilkan rata-rata 2,74 gol per pertandingan. Puataran final Piala Eropa kali ini diuntungkan dengan laga perempatfinal Prancis vs Islandia yang menghasilkan skor 5-2. Tujuh gol pada pertandingan itu mendongkrak data keseluruhan menjadi 2,71 gol per pertandingan. Data terendah didapat saat penyisihan grup. Dalam 36 pertandingan hanya menghasilkan 69 gol atau rata-rata 1,92 gol per pertandingan. Setelah penyelenggaraan Piala Eropa 2000, dalam tiga turnamen berikutnya rata-rata 2,45 2,48 gol tercepta per pertandingan. (kmb39/ap)
Hamilton Pangkas Jarak
Bali Post/rtr
SELENDANG - Presiden Prancis Francois Hollande mengenakan selendang timnas.
Kemenangan Beri Dukungan Moral Warsawa Presiden Prancis Francois Hollande pada konferensi NATO di Warsawa, Minggu (10/7) kemarin, yakin kemenangan tim nasionalnya atas Portugal pada pertandingan final Piala Eropa akan memberi dorongan moral bagi negaranya. “Saya bukan pemain ataupun pelatih dan saya tidak layak mendapatkan penghargaan untuk kesuksesan tim Prancis,” kata Hollande, seorang penggemar sepak bola yang menghadiri beberapa pertandingan pada turnamen yang dihelat pada 10 Juni sampai 10 Juli di Prancis. “Bagaimanapun, saya percaya, bahwa (kemenangan di final) itu akan memberi pengaruh positif terhadap moral populasi Prancis dengan membuat mereka bukan hanya gembira namun juga bangga terhadap tim mereka dan apa yang diperjuangkan,” ucapnya. “Kemenangan... selalu memberi negara ini perasaan bahwa (negara) ini dapat meraih kesuksesan, bukan hanya di olahraga namun juga di ekonomi dan budaya, di panggung internasional, di politik dan diplomasi,” tambahnya. “Itu akan memberikan kepercayaan diri tambahan.” Prancis berharap “faktor perasaan bagus” dengan kesuksesan di Piala Eropa 2016 akan memicu pemulihan ekonomi, meski dampak langsungnya hanya akan berusia pendek. Hollande tentu saja juga akan berharap bahwa kesuksesan tim Prancis akan mendongkrak kembali popularitasnya yang belakangan merosot. (afp/ant)
Silverstone Juara dunia Formula 1 Lewis Hamilton memangkas jarak dengan rekan setimnya di Mercedes Nico Rosberg di puncak klasemen sementara pembalap tinggal 4 poin. Kemenangan di Grand Prix Inggris, Minggu (10/7) kemarin, menjadi pencapaian terbaik Hamilton di depan pendukungnya sendiri. Hamilton menyelesaikan lomba 6,9 detik di depan Rosberg. Pembalap muda Belanda Max Verstappen berada di posisi ketiga disusul rekan setimnya di Red Bull Daniel Ricciardo di tempat keempat. Kemenangan di Sirkuit Silverton kemarin merupakan ke47 sepanjang karier pembalap berusia 31 tahun itu. Di tempat ini pula, Hamilton mencetak hattrick dari total 4 kemenangannya di sini. Sukses ini membuat jarak kedua pembalap menjadi semakin dekat. Hamilton masih menempati posisi kedua dengan 167 poin dan Rosberg di puncak dengan 171 poin. Tetapi balapan kemarin
masih menyisakan persoalan bagi Rosberg. Pembalap Jerman itu kini dalam penyelidikan pihak pengawas lomba menyusul komunikasinya dengan tim mekanik saat dia berusaha mengatasi persoalan pada sistem gearbox-nya jelang lomba berakhir. Tim mekanik menyarankan Rosberg tidak menggunakan gigi 7. Pembalap Jerman itu menurunkan kecepatan mobilnya di lima putaran terakhir untuk menghindari kerusakan fatal pada mobilnya. Komunikasi lewat radio dengan mekanik ini ilegal. Persoalan ini bisa berujung pada penalti. Namun hingga Minggu tengah malam, belum ada konfirmasi dari F1 soal hukuman yang dijatuhkan pada Rosberg. Pada lomba sebelumnya di Austria, Hamilton diejek penonton saat naik podium untuk menerima trofi juara. Ia diejek karena bertabrakan dengan Rosberg sebelum masuk garis finis. Namun di Silverstone kemarin, giliran Rosberg yang mendapat
Bali Post/rtr
MENANG - Pembalap Inggris Lewis Hamilton dipanggul fansnya saat merayakan kemenangan di Grand Prix Formula 1 di Sirkuit Silverstone, Minggu (10/7) kemarin. cemooh dari penonton. Pada balapan yang berlangsung dalam trek basah di awal lomba itu, Kimi Raikkonen berada di posisi kelima. Pembalap Ferrari itu berhasil mengatasi rival utamanya dari tim Force India
Sergio Perez dan Nico Hulkenberg yang finis di tempat ke-6 dan 7. Melengkapi 10 besar adalah Carlos Sainz (Toro Rosso), Sebastian Vettel (Ferrari) dan Daniil Kvyat (Toro Rosso). Pembalap Indonesia Rio Hary-
anto tak mampu bertahan lama di trek dan mundur setelah menyelesaikan putaran ke-24. Nasib serupa juga dialami rekan setimnya di Manor Pascal Wehrlein yang mundur lebih dahulu usai menuntaskan lap 6. (kmb39/afp)
OLAHRAGA
16
Senin Paing, 11 Juli 2016
Bima Sakti Cup
Serena Lengkapi Gelar London Serena Williams melengkapi kesuksesannya di grand slam Wimbledon dengan menjuarai nomor ganda putri bersama kakaknya, Venus, Minggu (10/7) kemarin. Di partai puncak Williams bersaudara menggulung pasangan Timea Babos dan Yaroslava Shvedova 6-3, 6-4. Sehari sebelumnya Serena menyamai rekor Steffi Graf dengan mengoleksi trofi tunggal putri usai menundukkan Angelique Kerber (Jerman) 7-5, 6-3. Ini menjadi trofi ke-22 petenis berusia 34 tahun itu. Berpasangan dengan Venus, pasangan nonunggulan itu mampu menyingkirkan Babos/Shvedova yang menempati unggulan ke-5. Ini menjadi trofi ke-6 bagi Williams bersaudara setelah mereka mencatat sukses pada 2000, 2002, 2008, 2009 dan 2012. Namun bagi Serena ini menjadi prestasi ke-4 kalinya bisa meraih dua gelar bersamaan di nomor tunggal dan ganda (bersama Venus) Sebaliknya bagi Venus, kesuksesan di ganda ini mengobati kegagalannya di tunggal setelah ditundukkan Kerber pada babak semifinal. Padahal ia amat memimpikan gelar tunggal ini setelah terakhir kali tampil di final pada 2009 dan ditundukkan Serena. Serena yang kembali berpasangan dengan Venus tahun ini setelah absen 2 tahun, total menghasilkan 14 trofi ganda. Ia menyamai rekor Gigi Fernandez (AS) dan Natasha Zvereva (Belarus) yang menempati peringkat kedua daftar peraih trofi terbanyak ganda. Peringkat satu masih dikuasai legenda tenis Martina Navratilova dan Pam Shriver (AS dengan 20 trofi. Ganda Putra Nicolas Mahut dan Pierre-Hughes Herbert memenangi gelar ganda putra setelah mereka meraih kemenangan straight set atas sesama duet Prancis Julien Benneteau dan Edouard Roger-Vasselin. Mereka meraih kemenangan mudah, dengan skor 6-4, 7-6(1), 6-3. Sebelumnya pasangan ini memenangi AS Terbuka pada tahun lalu. Mahut selamanya diasosiasikan dengan pertandingan terlama sepanjang sejarah tenis, di Wimbledon 2010 ketika ia kalah pada pertandingan maraton selama 11 jam dari John Isner asal AS. Ia juga menjadi runner-up di Australia Terbuka 2015, yang merupakan turnamen pertamanya berduet dengan Herbert. (kmb39/afp/ant)
Bali Post/ap
JUARA - Ganda putri AS Serena Williams (kiri) dan Venus Williams menjuarai grand slam Wimbledon, Minggu (10/7) kemarin.
Kenshi PON Bali Siap Jamu DKI Denpasar (Bali Post) Tercatat 16 kenshi PON Bali siap menjamu rivalnya dari DKI dalam uji coba di Bali, dalam waktu dekat ini. Ajang try-in ini dipakai membaca peta kekuatan lawan, utamanya dalam menghadapi event resmi PON XIX Jabar, September mendatang. Pelatih Wayan Rutawan, Minggu (10/7) kemarin menegaskan, pihaknya telah mengontak kubu tim ibu kota itu dan mendapat jawaban tim kempo PON DKI bakal menjajal tim PON Bali pasca-Lebaran ini. ‘’Kami memang selama ini hanya try-in meladeni provinsi lain,’’ jelas Rutawan. Dikemukakan, sebelumnya tim kenshi PON Bali menjamu tim PON Kaltim, Sulsel, NTB, dan Jatim. ‘’Kami akui meskipun sifatnya try-in, tetapi cukup efisien guna mengintip kekuatan lawan,’’ ucapnya. Karena itu, pihaknya tetap optimis Bali menyabet 2 keping emas pada ajang resmi PON. ‘’Kami di kuartet pelatih bersama Fredrik Billy, Made Dendy Mandiyasa, serta Sriyanto telah berembuk dan mengevaluasi tiap kali usai uji coba,’’ tuturnya. Hasilnya, katanya, pihaknya sudah membaca kelebihan dan kekurangan lawan. Oleh sebab itu, pihaknya telah membekali teknik dan strategi kepada atlet asuhannya guna melumpuhkan lawan di ajang PON. ‘’Kami terus melakukan penggenjotan fisik, berikut teknik agar lebih matang,’’ ungkap Rutawan. (022)
Dimeriahkan Sederet Petenis Peringkat Nasional
Bali Post/afp
MUNDUR - Pembalap sepeda Spanyol Alberto Contador (kiri) menerima arahan dari timnya Tinkoff pada lomba Tour de France. Contador yang dua kali menjuarai turnamen ini, Minggu (10/7) kemarin mengundurkan diri karena cedera dan sakit di etape ke-9.
Contador Undurkan Diri
Andoria Arcalis -
Etape ke-9 lomba balap sepeda Tour de France, Minggu (10/7) kemarin diwarnai dengan pengunduran diri Alberto Contador. Pembalap Spanyol itu dilaporkan mengalami cedera dan mengeluhkan sakit. Contador yang dua kali menjuarai event ini menyerah 100km jelang finis pada etape ke-9 kemarin. Pembalap 33 tahun itu menempati peringkat ke-20 di klasemen umum. Ia terpaut lebih dari tiga menit dari peringkat pertama yang ditempati Chris Froome. Contador tidak dalam kondisi fit setelah mengalami kecelakaan di etape pembuka. Timnya, Tinkoff, melalui jejaring sosial Twitter juga melaporkan bahwa dia mengalami demam saat berlomba kemarin. “Alberto (Contador) sedikit demam pagi ini. Dia mengatakan kepada kami sebe-
Indonesia Belum Kehilangan Poin Jakarta (Bali Post) Tim bulu tangkis junior Indonesia menaklukkan tim Taiwan 5-0 pada penyisihan Grup C dalam Kejuaraan Bulu Tangkis Junior Asia 2016 yang digelar di Bangkok, Thailand, Minggu (10/7) kemarin. Indonesia tidak kehilangan satu set pun dalam lima kemenangan ini. Pasangan atlet nomor ganda campuran Amri Syahnawi/ Mychelle Crhystine Bandaso membuka keunggulan tim Merah-Putih atas wakil ganda campuran Taiwan Hong Wei Ye/Ling Fang Hu 21-16, 21-15. Keunggulan itu berlanjut pada partai kedua yang mempertandingkan nomor tunggal
Bali Post/net
Rockets Perpanjang Kontrak Harden jak saya menjejakan kaki di Houston, tak ada selain kata cinta. Saya gembira disini emat tahun lagi.’’ Pemain berusia 26 tahun itu, membela Rockets sejak pindah dari Oklahoma City Thunder pada 2012/2013. Sejak kedatangannya, Rockets membuat perubahan besar termasuk menghasilkan banyak skor dalams etiap pertandingannya. Dengan kesepakatan itu, Harden akan menerima gaji
16-26 juta mulai tahun depan. Angka itu akan meningkat secara bertahap di sisa waktu kontraknya. Musim lalu Harden meningkat drastis penampilannya. Ia rata-rata menghasilkan 29 poin, 6,1 rebound dan 7,5 assist per pertandingan. Sayangnya, meski mampu melewati kompetisi reguler, Rockets tersingkir di babak pertama playoff setelah ditundukkan Golden State Warriors. (kmb39/ap)
Gede Anom dan Agus Nuarta Dipersiapkan ke Ambon Denpasar (Bali Post) Dua perenang PON Bali Dewa Gede Anom Arta Tenaya dan Agus Nuarta bakal dipersiapkan mengikuti kejuaraan nasional renang perairan terbuka di Ambon pada 29 Juli hingga 5 Agustus mendatang. Dua perenang yang akan turun di nomor open water itu akan menggunakan ajang ini sebagai try out sebelum turun di PON XIX di Jawa Barat, September mendatang. Koordinator Pelatih PON Bali I Wayan Wiarta, Minggu (10/7) kemarin mengatakan, pihaknya ingin kedua asuhannya
itu bisa tampil dalam event itu mengingat status kejuaraan tersebut cukup bergengsi. Pasalnya, dipastikan perenang PON daerah lain bakal ikut andil dalam kejuraan tersebut. “Kami akan mengajukan dana ke ke KONI Bali terkait pembiayaan untuk mengikuti kejuaraan nanti. Kami harap keduanya bisa tampil di Ambon,” ungkap Wiarta. Wiarta mengatakan, harapan besar kedua asuhannya bisa tampil, karena ajang itu bakal dipakai untuk mengevaluasi program latihan mereka selama ini. “Dewa Gede Anom
dor yang kecepatannya menurun di beberapa etepa sebelumnya, telah memberikan indikasi akan mengundurkan diri. Ia mengatakan akan segera menyerahkan kepemimpinan tim Tinkoff kepada pembalap Rep. Ceko Roman Kreuziger, yang menempati peringkat ke-12 dan hanya terpaut 34 detik dari Froome. Kegagalan menyelesaikan lomba pada tahun ini bukanlah yang pertama bagi Contador. Dua tahun lalu ia juga mundur setelah jatuh pada etape ke-10 dan mengalami patah tulang kaki. (kmb39/afp)
Kejuaraan Bulu Tangkis Junior Asia 2016
Bintang Houston Rockets James Harden (tengah).
Los Angeles Klub NBA Houston Rockets, Minggu (10/7) kemarin sepakat memperpanjang kontrak pemain bintangnya James Harden selama empat musim lagi. Nilai kontrak itu mencapai 118 juta dolar AS. Pengumuman itu disiarkan setelah tim itu mendapatkan pemain baru Eric Gordon dan forward Ryan Anderson dengan status free agent. ‘’Saya gembira,’’ kata Harden. ‘’Se-
lum memulai balapan bahwa kondisinnya tidak super,” jelas Direktur Olahraga Tinkoff Sean Yates saat diwawancarai jaringan televisi Prancis. Contador mengontak timnya empat kali di 80 km pertama. Ia keluar dari kelompok utama dan menempati posisi belakang bersama kelompok lainnya. Cuaca panas yang mencapai 35 derajat Celcius di pegunungan Pyrenees juga memaksanya segera mengambil keputusan untuk mengundurkan dari dari lomba ini dibandingkan menghadapi risiko lebih fatal. Di akhir etape ke-8, Conta-
Arta Tenaya merupakan spesialis di nomor 5.000 meter dan Agus Nuarta di nomor 3.000 meter,” katanya. Dikatakannya, dalam ajang nanti pihaknya bakal mewaspadai perenang Jawa Barat. Pasalnya, perenang Jawa Barat tidak ikut kualifikasi karena mendapat wild card menuju PON. “Prediksi kami, perenang Jawa Barat akan ikut di Ambon nanti. Dari sanalah kami bisa mengintip kekuatan mereka jika Jawa Barat jadi mengirim wakilnya di jang ini,” pungkas Wiarta. (kmb41)
putra. Muhammad Zulkifli Ramadhani sukses mengalahkan Hua Chun Liang 21-12, 21-13 dalam laga selama 33 menit. Indonesia menambah dominasi menjadi 3-0 ketika ganda putra Calvin Kristanto/Bagas Maulana menundukkan pasangan Ming Che Lu/Li Wei Su dengan skor 21-13, 21-19. Selepas Gregoria Mariska mengalahkan I-Ting Lai pada nomor tunggal putri dengan skor 21-18 dan 21-12, ganda putri Jauza Fadhila Sugiarto/ Apriani Rahayu melengkapi kemenangan Indonesia atas Taiwan. Jauza/Apriani mengalahkan pasangan putri Taiwan Ling Fang Hu/Chih Chen Lee
21-16, 21-15. “Kami masih mampu mengatasi lawan dari Taiwan tadi meskipun sempat keteteran ketika menerapkan strategi kami,” kata Apriani selepas pertandingan seperti tercantum dalam situs resmi PP Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI). Sementara Gregoria mengatakan I-Ting Lai tidak punya keistimewaan dalam permainan. “Saya tidak banyak menyerang dia, tapi lebih banyak beradu pukulan saja. Dia lebih ulet saat bermain sehingga lebih punya kesempatan jika saya banyak menyerang,” kata Gregoria. (ant)
Denpasar (bali Post) Turnamen tenis junior Bima Sakti Cup IV/2016 dimeriahkan sederet petenis Peringkat Nasional Pelti (PNP). Mereka adalah M Sauki Najah Alqodi (Bulukumbah, Sulsel) di KU-10 PNP 28, Gede Candra (Buleleng) PNP 168 dan Gusti Gede Sanjaya (Denpasar) PNP 169. Di KU-12, unggulannya adalah Ananda Mahmudi (Malang) PNP 37, kemudian Putu Agassi Pratama (Badung) PNP 60, Aryael Wahyu (Buleleng) PNP 80. Untuk KU-14, unggulannya yakni Dewa Ratu Rangga PNP 106, Christian Harianto Doedji (Surabaya) PNP 110. Ketua Panpel Cok Agung Aribawa, Minggu (10/7) kemarin menerangkan, event junior di Bali tergolong langka. Karena itu, ajang ini sangat cocok bagi petenis Bali untuk unjuk kebolehan guna meladeni petenis luar
Bali. Hanya, tidak seluruh petenis j unior Bali bisa berlaga, sebab beberapa sedang mengikuti Masa Orientasi Siswa (MOS) di sekolahnya, dan tidak diizinkan mengikuti kejuaraan. Selain itu, melalui turnamen ini bisa diketahui peta kekuatan pembinaan di Pengkab dan Pengkot Pelti se-Bali. ‘’Tenis makin menggeliat dan berkembang pesat di Buleleng, hingga tak kehabisan stok atlet,’’ ucapnya. Di samping itu, pembinaan tenis di Bangli, Gianyar, serta Klungkung sudah mulai memunculkan bibit-bibit bertalenta. Turnamen tenis junior Bima S a k t i C u p m e m p e r t a n dingkan nomor KU-10, 12, 14 dan 16 putra dan putri di kategori tunggal dan ganda. Event ini digelar di Lapangan KONI Bali, kantor gubernur, serta Dharma Praja Lumintang, mulai 1116 Juli. (022)
3% 321 0XODL 3URVHV 9HUL¿NDVL dan Pengesahan Atlet Bandung (Bali Post) Tahapan entry by name atlet dan ofisial kontingen PON XIX/2016 Jawa Barat ditutup pada Sabtu (9/7) pukul 24.00 WIB. “Perpanjangan tahapan entry by name ditutup 9 Juli pukul 24.00 WIB. Artinya tahapan ini sudah berakhir, dan selanjutnya dilakukan verifikasi dan pengesahan atlet,” kata Ketua Bidang Pertandigan PB PON XIX/2016 Jabar Yudha M Saputra di Bandung, Minggu (10/7) kemarin. Sebelumnya PB PON 2016 memperpanjang tahapan entry by name kontingen, khususnya di empat nomor baru yang disepakati pada pertemuan KONI Pusat beberapa bulan lalu. Menurut Yudha, dengan adanya perpanjangan itu hingga 9 Juli, maka tahapan entry by name sudah dipastikan berakhir dan PB PON selanjutnya siap melakukan tahapan berikutnya. “Setelah entry by name, artinya seluruh kontingen sudah dianggap komplit. Tidak ada penambahan lagi. Selanjutnya pertengahan Juli ini akan digelar manager meeting dari seluruh kontingen,” kata Yudha. Manager Meeting itu digelar untuk menyosialisasikan dari hasil tahapan entry by name maupun cabang dan nomor pertandingan yang akan dipertandingkan pada ajang itu, termasuk perkembangan terkahir dari hasil verifikasi dan keabsahan atlet.
“Diharapkan pada manager meeting banyak hal yang bisa diselesaikan, termasuk keabsahan atlet. Bila masih berlanjut maka akan dilanjutkan pada technical meeting. Semuanya akan diselesaikan sebelum pertandingan,” katanya. Pada kesempatan itu, menurut Yudha, pihaknya akan melakukan sosialisasi beberapa cabang, salah satunya untuk cabang nomor berburu cabang menembak yang mana terdapat pengurangan jarak dari 300, 400 dan 500 meter menjadi jarak 200 dan 300 meter. “Semua akan disosialisasikan dalam manager meeting. Manager Meeting merupakan tahapan sosialisasi dari PB PON yang terakhir, sebelum nantinya tahapan technical meeting yang akan digelar di cabang olahraga masingmasing,” kata Yudha. Terkait adanya penambahan waktu entry by name hingga 9 Juli, menurut Yudha, merupakan hal yang biasa terjadi pada pertandingan multi-event dan tidak perlu terburu-buru. “Penetapan entry by name yang diperpanjang itu bukan hal yang baru, buktinya untuk penetapan atlet ke Olimpiade saja masih berlaku hingga saat ini, padahal itu digelar Agustus. Jadi penambahan waktu entry by name itu bukan sesuatu yang tak lazim,” kata Yudha. (ant)
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya Informasi pasang iklan Telepon : Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) : (021) 5357602 - Fax : (021) 5357605 - Iklan Still Store di Bali TV : Rp 200.000,- (10 x tayang) Jakarta : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) - Runing Teks Bali TV : Rp 50.000,- (5 x tayang) Mataram : (0370) 639543 tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus - Denpost Paket : Rp 165.000,- (10 x muat) Denpasar : (0361) 225764 (hunting) e-mail:iklan@balipost.co.id 66 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita - Bisnis Bali Paket : Rp 82.500,- (10 x muat) Surabaya : (031) 5633456 Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau VISA A5=@ D9A657565@=DCGH ;A5=@ 7CA &5M5B5B *9B;58I5B "* *=B 7 9 =G7CIBH /D HC *9A65M5F5B 8;B %5FHI %F98=H (# Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! Tarif iklan Mini/Baris
Iklan Peluang Emas
!,*,69/54 1BH 7F I .9AD5H =HB9GG "6
*7 -*! IH? 6IH=? 8= &9;=5B #B;;F=G '9B5F=?
*7 -97IF=HM "% 15=H9F *9FGCB5@=5 CD9F5HCF 8@@ =IH5A5?5B M; 69FD9B;5@5A5B "
*7 15=H9F GG I 1F 569F5K=H $@ %IBH= (C -9A=BM5?
**5:49/4- &5?= &5?= A=B *9B;5@5A5B .<B %=F=A 0 ?9 8989BD<CHC M5<CC 7CA
+3 %FM = I ' '5FH A=B-' *;@A -D998M'5FH %5FH=?5*@N DB 9BHFC
9. -*! *9B9AD5H5B %IH5 /G=5 .< *BDA@B '9B5F=? $I>IF ,5>=B "I6 -5B8M
551 "9@D9F 15=HF9GG "CIG9 %99D=B; -I5A= #GHF= (9K ,9GHC 8= *5BH5= 9F5K5
7 .?; '5G5?5B #B8CB9G=5 <=B9GG9 CC8 "I6
7 8A=B *9F9ADI5B -'/ .C?C .=AIF $5M5 $@ #A6C DG
*7 CF5B; %5G=F M; ,5>=B >I>IF 85B I@9H IBHI? 5F 8= %IH5 $@ &9;=5B .9@D A5=@ K5K5 M5<CC 7CA
*7 77CIBH=B; *5>5? 77H *;@A .<B <F8 A9@5@= A=79 7CA
*7 77H %GF *57?=B; -*! IBHI? &5H9L -<CD "I6
*7 %FMKH IH? ,IA5< '5?5B .8F @A !> $H $@ (5B;?5 -9@5H5B (C DG "I6
*7 % K5H= -' 6=G5 'G 1CF8 'G L79@ &=G5 @5IB8FM
*7 %5FM5K5H= DCH9?9F 85B G=GH9B DCH9?9F CA=G=@= .565B5B "I6
*7 '5=BH9B5B79 M; <@= =85B; &=GHF=? *@IA6=B; %=F=A 0 $@B *9H=H9B;9H -9A=BM5? "I6
*7 *,. .=8IF @A 6=G5 A5G5? !> $H "I6
*7 *9; .C?C 8A=B %I5G5= L9@ '=B " $@ !5>5< '585 DG
*7 *9; .<9F5D=G -5@CB -D5 "I6
*7 ?5FMKB H= I %@=B=? %975B
H=?5B A=B - ?IBH '9B;I5G5= '3) &5A 985<I@I
/):9:.1(4 -D5 -*0 /BHI? "CH9@ *7 G;F .B;5 !I85B; -ID=F -5HD5A =BH5B; (IG5 I5 "I6 -M5F5H -'/ -'% DF=5 6@A A9B=?5< A5=@ <F GC@6<69BC5 7CA &5A ?9 %% $@ %9DIB8IB; (C DG 9A5=@ /*(7/ *9;5K5= .C?C !5>= ??64>C6J575B7M M5<CC 7CA $H $H "I6 75*,7 5B8 !F=B8 $=A65F5B ,9E /(4 *=NN5 75F= -5@9G 'F?H=B; /F;9BH -H9K5F8 -DJ CC? 5F A=B CC? '=B -' IGH -FJ79 0 B59B=H5B= <CHA5=@ 7CA A=B -' 9@=J9FM '=B -'* 0
$@ %5MI>5H=(C 2 *9H=H9B;9H &AFB 6K ?9 $@ *I@5I .=ACF (C # (2/ @:5 #B8C H< *GG -*! -5B;@5< -9F5MI .=ACF ,9G=89B79 8A ' G=F !8; 77H ) -DJ
( 54+, ,9GHC B998 7CC? 7CC? !> 6@B $H "I6 /):9:.1(4 F7< ';F *F=5 '=B <9@D9F 1 15=HF9GG 5F=GH5 H8? 6H< DB;@A D@A @;G ?F> ### A5L H< -#' *9B; 8= 6=85B;
G9B8 0 8=F97H HC $@ *58A5 $5G5 *9B;=F=A5B %IF=F 5F;C ,2(;(4 -9F56IH5B IH? 5H9F=B; /H5F5 (C &9;=5B %9I5B;5B A=B- 77 '5L )D9F5
!5>= .=B;;= " G=CB5@ A=B -' '5L H<B %=F=A 54,; <5B;9F =B %IH5 G99?G @5A5F5B ?9 *. ?5 -5F= &CF9B5 $7-,492; (99898 CC? 15=H9F G 1CA5B :CF 577CIBH=B; GH5:: 5;9 $@ M *5GG (;IF5< ,5= (C !CC8 B;@=G< CAAIB=75H=CB-?=@@ MC *7 G?=@@ L79@ 1CF8 -5BIF 9BD5G5F H5I ?FA LD *@95G9 -9B8 0 HC 75:9 65@= B99898 85MG 5 K99? / '?B ?9 F97FI=HA9BH 9G@ 9LDF9GG 7CA M5<CC 7C =8 CF HF5BG 6CBIG
*7 -5@9GA5B !=F@ )@= IG= (!% !> $H $@ 985<I@I #0 (C
"(2,83(4 /72 *9B;5@5A5B !5>= $H "6 .=85? -'-
*7 -CD=F .B; -9F56IH5B .=B;;5@ @A '?B !5>=
/):9:.1(4 *9B;9AI8= '=B -' -#' # '5L H<B '9B;9H5<I= 1=@ DG -?HF %IF=F 'CHCF '=B -' -#' '5L .<B '9B;9H5<I= 1=@ DG -?HF %=F=A @5A5F5B ?9 *. ?5 -5F= &CF9B5 $@ M *5GG (;IF5< ,5= (C -5BIF 9BD5G5F H5I ?=F=A ?9 F97FI=HA9BH 9G@ 9LDF9GG 7CA
*7 -CD=F 8A 77H -9?F9H5F=G .AHB -'% %5G=F
*7 -H5:: + ?5FM5K5B 79K9? 7C
KC? H?B; 65B;IB5B "
*7 -ID=F A=B -' D;@A .<B !> $H .9@
*7 .? %96IB - 85B -9F56IH5B IH? DG "
*7 15=HF9GG "I6 )?5 G 5?9FM 5:9 .@D
*7 G;F ?5FMKB H= I ,' 56= !I
@=B; !> A9B5F=? "
MOBIL - MOTOR PROPERTY RUPA-RUPA Bali Post "$'$
/2/1/ IAD & %I6=? %56=B 5FI '5?=B >CG 5F= I5B; @96=< %9F9B -D998 "I6 "$'$
"62(8. !& .< % .5B;5B .9F5K5H / # & #
0- %F=GH5 . -@JF 5G % $H '=C-CI@ $H
$ !$ /0:(2 ,IA5< &5BH5= 8= %CH5 !=5BM5F &=B;? 5B8= 5FI @?B; F &9@M "I6
2 ,IA5< 5FI 0=@@5 &C? -5BIF & &H *CC@ %.
$ # #4. "5 -=B5F5B -IF;5 %5FA5 %5B85F5 J=9K &5IH
02 .B< &C? .565B5B 7? I 0=@5 "CH9@
FOTO COPY
:(2 .5B5< & F9 $@ %IH5H &9GH5F= -5BIF "
#4. $@B .CM5B=B; 8DB 8F95A@5B8 /B;5G5B %IHG9@
!$ !$ (4( DH $A? *% -9FH=D=?5H .
:(2 *=BHI %IG9B AIF5< C7C? IBHI? ,A< ?CGH " #4. %5J@=B; %5ADIG /BI8 $=A65F5B F9 "CC? $@ AHF -"' $H (9;C
/2(4- %* 0 /8M5B5 -5F= .F5BG " % !$ % - % %- % 2 !:3(. 9G5F -HF5H9;=G 7? IH? % %- % - % !5FA9BH %5BHCF 8@@ % !- % #- % ! % - % - % & % %- % " % # /1549 .B< F9 $@ 5F;C DG /2(4- -9FH=D=?5H .5B5< -"' ?G !I85B; "I6 (C &I5G A &9H5? 9G5 5B;;I B (= (9B;5< =6@9B; " % # #515 5FI $@ .?8 '9@5B;=H 2- %5FHI *B;5K5G =G<I6 85B *5B>9F DG & A . I?I %#, #BCJ5 % % ( #
%CADM5B;'5FH=B= #BCJ5 ! % $ !$ / ( %H FH5M5 J5BN5 % %) (7: &H .MD9 $@ /H5A5 !C5 ( # '8 5K5 09@CN % %* ( !CB; &965F 9D5B AHF -HF5H9;=G # (MA I8=5B5 "@B; *585 -9@5G5 G %*, ' (9;C -9@5G5 *? 1=H5
BIRO JASA
SERVICE
PELUANG BISNIS
TOUR
AC
RUPA-RUPA
DIJUAL MOBIL
SERVICE
EKONOMI
18
Senin Paing, 11 Juli 2016
70 TAHUN BNI SINERGI KEMBANGKAN NEGERI GELARAN KISAH SUKSES MITRA BINAAN BNI Pertanian Paprika di Buleleng
PT Athaya Cahaya Sejati
Milik Nyoman Wilastra
Berawal dari Distribusi Kayu, Kini Jual Barang Jadi
SATU lagi peluang usaha yang tak banyak dilirik orang yakni pertanian paprika. Usaha tani paprika ini sesungguhnya memiliki peluang bisnis sangat baik. Alasannya, penggunaan paprika kini cukup luas, sehingga pangsa pasarnya cukup banyak. Selain digunakan konsumsi rumah tangga, paprika juga dipakai industri makanan, minuman, farmasi (obatobatan), kosmetik, dan industri makanan ternak. Ia telah mencoba peluang usaha itu tahun 2002. Usahanya kemudian berkembang hingga kini. Produksi paprika hasil pertaniannya dikirim ke hotel, supermarket dan restoran. Mengingat Bali merupakan daerah pariwisata yang notabene banyak dikunjungi wisatawan mancanegara dan juga banyak ekspatriat, paprika ini pun semakin populer, dipergunakan di setiap masakan. Tak heran jika kebutuhan paprika di Bali semakin banyak. Produksi paprika Wilastra ini juga dikirim ke berbagai kota di Indonesia seperti Mataram, Surabaya, dan Jakarta. Diversifikasi usahanya kini tak hanya paprika, juga strawberry, walau jumlahnya tidak sebanyak paprika. Wilastra merupakan PNS di Kementerian Agama Kabupaten Buleleng. Profesinya bertani paprika ini, diakuinya, tidak mengganggu pekerjaannya sebagai PNS. Tak berhenti di situ, Wilastra pun ingin mengembangkan jaringannya langsung ke industri seperti hotel, restoran dan supermarket, sehingga ia tidak hanya berperan sebagai petani, tetapi sekaligus lang-
sung mensuplai kebutuhan industi tersebut. Dikatakan, BNI sangat membantunya dalam akses permodalan, sehingga usahanya semakin berkembang. Ia berharap, bersama BNI, hasil pertanian paprikanya ini kian banyak, dan dia sangat berharap usahanya dapat menembus pasar nasional. *
PT Athaya Cahaya Sejati (ACS) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan kayu dan material bangunan. PT ACS ini berlokasi di Jalan Adisucipto, Ampenan. Usaha itu dijalankan oleh Aryo Asto Saloko. Bisnis kayu itu awalnya dilakukan almarhum bapak mertuanya sejak 1990-an hingga 2005. Model usaha ketika itu adalah distribusi kayu dari Kalimantan ke toko dan perajin kayu di Pulau Lombok. Namun usaha tersebut menemui kesulitan bahan baku. Hal itu disebabkan pasokan kayu dari Kalimantan terhenti akibat transformasi pengelolaan kayu yang dilakukan pemerintah ketika itu. Kemudian 2007 akhir, Aryo memutuskan berangkat ke Sulawesi untuk mencari sendiri kayu dari petani di sana. Inilah awal dimulainya kerja sama dengan BNI. ‘’Rasanya ketika itu segala hal seperti dimudahkan. Kami merasa bank yang lama kurang memperhatikan kami. Ketika itu saya berkenalan dengan BNI. Dan langsung saja saya merasa berjodoh dengan BNI, hingga sekarang ini memasuki tahun kesembilan,’’ ujarnya. Kemudian dari tahun 2010 hingga 2014, Aryo melakukan transformasi besar dalam model usaha miliknya. Mencermati perkembangan pasar pariwisata Lombok yang mulai bangkit, maka Aryo memutuskan fokus melayani kebutuhan kayu untuk bangunan seperti bungalo, cottage hingga vila dan hotel bintang 5. ‘’Kami tidak lagi menjual mentah, semua adalah barang jadi seperti pintu, jendela, kusen, flooring, decking, railing, tiang kayu, dan
G-20 Dorong E-Commerce Shanghai Menteri perdagangan negara-negara G-20 sepakat mendorong kerja sama pengembangan e-commerce sebagai salah satu strategi mendorong pertumbuhan perdagangan global. Demikian salah satu butir dalam lampiran kesepakatan pertemuan menteri perdagangan G-20 yang disampaikan Menteri Perdagangan Tiongkok Gao Hucheng di Shanghai, Minggu (10/7) kemarin. Disampaikannya, saat ini transformasi struktur ekonomi dan perdagangan global telah banyak dipengaruhi pesatnya perkembangan teknologi. ‘’Terkait itu negara-negara G-20 sepakat mengintensifkan diskusi serta kerja sama pengembangan e-commerce guna mendukung pertumbuhan ekonomi global,’’ ungkap Gao Hucheng. Ia menambahkan, negara G-20 menyadari e-commerce
juga merupakan alat penting untuk meningkatkan partisipasi UKM dalam perdagangan global. Terkait itu, negara G-20 bersepakat membantu UKM terutama di negara berkembang agar mendapat akses teknologi agar sama-sama mendapatkan keuntungan dari e-commerce, kata Mendag Tiongkok. Negara G-20 akan mendorong dialog antarpemerintah
dan pelaku bisnis guna mengidentifikasi peluang dan tantangan yang dihadapi dalam pengembangan e-commerce, dikaitkan dengan kebijakan pola serta standar perdagangan global. Menteri Perdagangan RI Thomas Trikasih Lembong menegaskan Indonesia memiliki keunggulan menjadi yang terdepan dalam e-commerce. ‘’Sumber daya manusia kita, sangat cepat mengadopsi
teknologi informasi, mobile apps, dan lainnya, bukan hal sulit bagi masyarakat Indonesia. Jadi, saya optimistis dari segi penguasaan teknologi informasi, dunia digital kita tidak ketinggalan,’’ tuturnya. Dari segi produk, Indonesia juga memiliki keunggulan desain yang unik dan orisinal, baik itu untuk asesoris, perhiasan, maupun fesyen dan lainnya, ungkap Lembong menambahkan. ‘’Dengan segala keunggulan yang dimiliki, Indonesia mampu menjadi salah satu negara terdepan dalam e-commerce tidak saja di Asia Tenggara bahkan secara bertahap bahkan dunia,’’ tutur Mendag Lembong. (ant)
Truk Barang Dilarang Melintas
Bali Post/ant
TRUK ANTRE - Sejumlah kendaraan pribadi, bus, dan truk yang akan menyeberang ke Merak, Banten, mengantre di kantong parkir Dermaga V Pelabuhan Bakauheni, Lampung. Lonjakan arus balik kendaraan dari Pulau Sumatera tujuan Pulau Jawa di Pelabuhan Bakauheni diperkirakan terjadi hingga H+5 Lebaran.
Lampung (Bali Post) – Truk barang atau ekspedisi dilarang melintas hingga empat hari (H+4) Idul Fitri 1437 Hijriyah. Menteri Perhubungan Ignasius Jonan menyatakan itu di Pelabuhan Bakauheni, Lampung, Minggu (10/7) kemarin. ‘’Truk baru bisa melintas pukul 24.00 WIB Senin (11/7) , guna mengantisipasi kemacetan di jalur mudik/ balik,’’ kata Jonan. Perpanjangan masa larangan itu, kata Jonan, karena Kementerian Perhubungan masih yakin ada lonjakan arus balik mudik Lebaran pada Minggu hingga Senin dini hari. ‘’Kalau sudah melewati masa itu, dipastikan tidak akan ada lagi persoalan tentang kemacetan akibat truk barang,’’ katanya. Perpanjangannya hanya satu hari, ia berharap semua pihak dapat mematuhi aturan itu. Untuk kendaraan yang sudah jalan, ia mengatakan, bisa berhenti dulu di kantongkantong parkir sehingga dapat memperlancar arus balik pe-
mudik. ‘’Ya, mengalah sebentar, nanti disiapkan makan saat di peristirahatan itu,’’ ujarnya. Terkait puncak arus balik di Bakauheni, Jonan mengatakan, terjadi pada Sabtu dan Minggu ini. Jonan juga menambahkan, pada akhir libur sekolah pekan depan diprediksi akan terjadi lonjakan penumpang di pelabuhan ini. ‘’Minggu depan, saat pelajar mulai masuk sekolah pasti juga akan terjadi lonjakan penumpang,’’ katanya. Mengenai keterlambatan kapal roll on roll off (ro-ro), Jonan mengatakan, tidak ada keterlambatan kapal, hanya memang ada perubahan sistem pelayanan seperti pendataan seluruh penumpang. ‘’Saya meminta pemudik untuk bersabar menunggu kedatangan kapal, ini karena penumpang kapal ro-ro didata, dipindai STNK mobil pengendara agar keamanan mereka lebih terjaga,’’ katanya. (ant)
sebagainya,’’ terang Aryo. Untuk tujuan ini maka perusahaan membangun pabrik baru di lokasi baru yang strategis dengan gudang dan workshop yang cukup luas dan memadai untuk melayani pelanggan dengan kapasitas besar. BNI pun kembali memberikan dukungan dalam pembangunan pabrik ini, dan juga kredit modal kerjanya. Bank BNI telah menemani perkembangan usaha Aryo sejak pertama kali memulai menjalankan usahanya sendiri. Hingga saat ini BNI telah membantu dalam hal permodalan dan transaksi keuangan. *
Soal Peningkatan Produksi
Solusinya Mekanisasi Pertanian Makassar Bali Post) Salah satu solusi masalah peningkatan produksi pertanian Indonesia adalah menerapkan mekanisasi pertanian. ’’Solusi pertanian Indonesia adalah mekanisasi, makanya kami memberikan combine harvester (mesin panen kombinasi) dan rice planter (mesin penanam padi),’’ kata Menteri Pertanian Amran di Makassar, belum lama ini. Mekanisasi, kata Amran, menjadi solusi ketika jumlah tenaga kerja di sektor pertanian semakin menurun. Alasannya, para pemuda lebih banyak yang memilih meninggalkan
desa. ‘’Dengan mekanisasi, panen yang biasanya butuh 20 orang, dalam empat jam selesai,’’ katanya. Mekanisasi pertanian, katanya, juga mampu menurunkan biaya produksi hingga 40 persen, dan meningkatkan efisiensi waktu tanam hingga panen. ‘’Kalau negara-negara Eropa hanya punya waktu tanam tiga bulan bisa swasembada, kenapa kita yang punya waktu tanam 12 bulan tidak bisa,’’ ujarnya. Untuk itu, Amran mengatakan pihaknya terus memotivasi agar para peneliti pertanian di Indonesia dap-
at berinovasi, menciptakan berbagai mesin pertanian, di antaranya memberikan royalti yang memadai. ‘’Baru-baru ini kita minta dibuatkan mesin panen jagung, dan akan diberikan royalti lima hingga sepuluh persen,’’ jelas Amran. Menteri lulusan Universitas Hasanuddin ini mengajak semua pihak, khususnya para peneliti dan petani, untuk bekerja keras bagi kemajuan pertanian Indonesia. ‘’Bangunkan lahan tidur, peneliti tidur, petani tidur, selama ini kita sudah terlalu banyak santai,’’ pungkasnya. (ant)
BNI Salurkan KUR Rp 360 Miliar Denpasar (Bali Post) Tahun 2016, BNI Kantor Wilayah Denpasar baru menyalurkan KUR sebesar Rp 360 miliar. Sementara target penyaluran KUR untuk wilayah Bali Nusra sebesar Rp 600 miliar, baik KUR mikro maupun KUR retail. Dari target penyalurkan KUR itu baru 60 persen target BNI Denpasar tercapai. Sementara khusus wilayah Bali, BNI baru menyalurkan KUR sebesar Rp 255 miliar. ‘’Saat ini pencapaian baru 60 persen namun pertumbuhan KUR di Denpasar cukup besar,’’ kata Pemimpin Bisnis Banking BNI Kantor Wilayah Denpasar, Pardi, belum lama ini. Namun untuk di Indonesia, BNI Denpasar nomor 1 untuk target penyaluran KUR target realisasi sekarang kami dituntut Juni tercapai 100 persen, tetapi menurut pertimbangan kami tidak realistis karena perhitungan
tiap bulannya memang enggak bisa. Pada bulan Juni, target penyaluran KUR seharusnya 100 persen, namun menurut perhitungannya, target itu tidak realistis. BNI optimis mewujudkan target itu September. Kemungkinan tercepat Agustus. Dari total KUR yang disalurkan, dominan KUR retail yang besarannya hingga Rp 500 juta. Namun dilihat dari portofolionya, secara keseluruhan rata-rata KUR di kisaran Rp 275 juta per customer. ‘’Walaupun batasannya sampai Rp 500 juta tapi secara rata-rata, Rp 275 juta
per customer,’’ ujarnya. Diakui, BNI Denpasar lebih banyak menyalurkan KUR retail karena jaringan yang terbatas. ‘’Kalau kami menyentuh yang mikro itu effort-nya akan lebih banyak, besar, karena harus punya pasukan yang lebih banyak, punya outlet yang lebih banyak lagi sehingga untuk mengejar volume itu kami lebih banyak main di retail,’’ jelasnya. Namun, untuk penyaluran KUR mikro, BNI bekerja sama dengan BPR. ‘’Jadi kami akan menyalurkan KUR mikro melalui BPR,’’ imbuhnya. (kmb42)
19
Senin Paing, 11 Juli 2016
Bali Post/ant
BAKAUHENI - Ribuan pemudik bersepeda motor memadati Pelabuhan Bakauheni, Lampung, Minggu (10/7) kemarin. Sebanyak 249.096 orang pemudik arus balik telah diseberangkan kembali ke Pulau Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni.
Jati Diri Dari Hal. 1 Penyeragaman destinasi pariwisata tanpa penguatan identitas dan jati diri pariwisata Bali akan membuat Bali menjauh dari keunikannya sebagai destinasi pariwisata budaya. Birokrat yang mentoleransi masuknya investasi hitam, baik yang dimodali dengan uang hasil kejahatan (pencucian uang) termasuk investasi yang serakah dan tak berpihak pada alam, akan membuat Bali menuju praktik kanibalisme bisnis pariwisata. Sementara itu, 20,46 persen responden mengaku tak yakin prediksi itu akan terjadi. Responden meyakini dunia pelesiran atau liburan akan tetap terjadi sepanjang peradaban manusia, sehingga kehancuran pariwisata di Bali tak akan datang begitu cepat. Saat ini memang ada kesan Bali mulai mengadopsi keragaman destinasi dalam pengembangan pariwisata. Namun hal itu belum mengaburkan pariwisata budaya. Hingga saat ini aksen budaya da-
lam pengelolaan pariwisata Bali masih kuat. Kalaupun ada kekhawatiran mulai hancurnya tata ruang Bali akibat keserakahan dalam menerima investasi, hal ini bisa segera dikendalikan. Dalam konteks ini, pelaku pariwisata dan kalangan profesional di sektor ini harus banyak bicara. Mengkritisi kebijakan yang salah dalam pengelolaan pariwisata harus menjadi bagian komitmen menjaga Bali agar tetap eksis sebagai pulau tujuan wisata favorit. Di pihak lain, 2,23 persen responden tak memberikan jawaban pasti terkait dengan prediksi ini. Kelompok responden ini umumnya berharap Bali melakukan kajian investasi dan membuat pemetaan pengelolaan investasi. Masalah prediksi itu hanya suara kekhawatiran ketika praktisi melihat ada kebijakan yang tak berpihak pada alam dan budaya Bali dalam pengelolaan pariwisata. Dalam rentang waktu prediksi jika ada perubahan kebijakan tentu kekhawatiran itu bisa dinetralisir. (dir) Senin, 11 Juli 2016
05.52 Mars Indonesia Raya 05.54 Mars Bali Jagadhita 05.56 Lagu Ngastitiang Bali 06.00 Puja Trisandya 06.05 Dharma Wacana 06.35 Seputar Bali Pagi 07.05 Bali Channel 07.35 Lila Cita Sanggar Canting Camplung (6) 08.00 Education On Bali TV 08.35 BCTTV 09.05 Talkshow : Prita 10.00 Lejel Home Shopping 10.30 Yowana Magz 11.00 Bali Channel Tourist 11.30 DW TV 12.00 Puja Trisandya 12.05 Dharma Wacana 12.30 Berita Siang 13.00 Klip Bali 13.30 Lejel Home Shopping 14.05 Klip Bali 14.30 Yowana Live
Teruna Teruni Berprestasi 15.30 Education On Bali TV 16.00 Dialog Interaktif Pablibagan 17.00 Berita dan Bincang Terkini 17.05 DW TV 17.30 Taman Sari TK Alit Kirana (1) 18.00 Puja Trisandya 18.05 Seputar Bali 19.00 Giliran Anda 19.30 Orti Bali 20.00 Dialog Interaktif BHCC 21.00 Bali Channel 21.30 Berita dan Bincang Terkini 21.35 Ista Dewata 22.00 Berita dan Bincang Terkini 22.05 Lila Cita Kecak Trijata 23.00 Solusi Alternatif Herbal Putih 00.00 Closing
UU Pengampunan Pajak Diuji Materi di MK Jakarta (Bali Post) Undang-undang tentang Pengampunan Pajak (Tax Amnesty) akan diuji materi di Mahkamah Konstitusi (MK). Permohonan uji materi dilakukan oleh kelompok masyarakat sipil atas nama Yayasan Satu Keadilan (YSK) dan Serikat Perjuangan Rakyat (SPR). ‘’Sejumlah rekan pengacara akan mendampingi Yayasan Satu Keadilan dan Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia yang bertindak sebagai penggugat di sidang MK. Gugatan akan kami daftarkan Senin, 11 Juli,’’ kata Koordinator YSK Sugeng Teguh Santoso dalam keterangan persnya di Jakarta, Minggu (10/7) kemarin. Alasan judicial review atas UU Pengampunan Pajak karena UU tersebut hanya menguntungkan para pengemplang pajak. UU tersebut dinilai membuka peluang terjadinya pencucian uang. Sugeng mengatakan langkah pengampunan pajak dilakukan pemerintah guna menambah penerimaan pajak negara. Nantinya, para pejabat maupun pengusaha
yang mau merepatriasi atau mengembalikan uangnya ke dalam negeri akan dilakukan tanpa melihat asal-usul uang tersebut. Oleh karena itu, kebijakan ini membuka peluang praktik pencucian uang yang dilegalkan oleh UU Pengampunan Pajak, sehingga bertentangan dengan UU Nomor 8 Tahun 2010 mengenai pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang, dan juga UUD 1945. ‘’Karena bagaimanapun tindakan yang bertentangan dengan semangat pemberantasan pencucian uang telah dilegalkan melalui ketentuan hukum yang sah. Maka UU ini adalah upaya untuk melindungi para pelaku pencucian uang,’’ imbuhnya. Selain itu, Sugeng juga menyesalkan politik anggaran pemerintah yang mau menarik sejumlah uang melalui uang tebusan melalui UU ini. Pemberian uang tebusan dengan tarif ringan bagi pengemplang pajak merupakan sebuah ironi. Sebab, UU adalah produk hukum, di mana inti dari
Kalangan Pemuda Dari Hal. 1
pembentukan UU adalah meciptakan efek jera bagi pelakunya. Dengan demikian, pemberian keringanan bagi pengemplang pajak jelas sebuah ironi hukum di negara yang menunjung tinggi supremasi hukum. ‘’Seharusnya penjarakan pelakunya dan sita harta kekayaannya. Bukannya menggelar karpet merah seolah-olah mereka warga negara yang baik dan berjasa bagi negara,’’ bebernya. Uang tebusan dengan tarif ringan sebagaimana termaktub dalam UU Tax Amnesty juga terlalu menyederhanakan persoalan, bila dilihat dari instrumen penegakan hukum perpajakan yang dimiliki dan dapat digunakan oleh pemerintah. Instrumen itu terkait dengan Direktorat Perpajakan Internasional dan Direktorat Intelijen Perpajakan yang baru dibentuk oleh Direktorat Perpajakan. ‘’nstrumen ini seharusnya langsung diberikan tanggung jawab mengejar pengemplang pajak yang daftarnya ada di Panama Paper,’’ kata Sugeng. (kmb4)
Setelah semua berkumpul, pukul 13.30 Wita massa yang didominasi kalangan pemuda ini bergerak dikawal oleh aparat kepolisian dengan berjalan kaki menuju perempatan Siligita. Yel-yel tolak reklamasi dikumandangkan. Selain aparat kepolisian, aksi ini juga mendapat pengawalan dari pacalang dan Ormas Nusa Dua Bersatu serta jajaran Satpol PP Badung Pos Kuta Selatan. Perwakilan ST se-Desa Adat Bualu Wayan Ging Suyasa menegaskan pernyataan sikap yang disampaikannya tersebut mewakili delapan ST yang ada di Desa Adat Bualu. Mereka menyatakan sikap menolak rencana reklamasi Teluk Benoa. Sebab, merekalah yang bersentuhan langsung dengan Teluk Benoa. ‘’Tanggal 27 Januari 2016 Desa Adat Bualu telah menyatakan sikap menolak reklamasi dan bersurat ke Presiden agar rencana reklamasi dibatalkan. Kami juga memiliki tanggung jawab menjaga Teluk Benoa,’’ tegasnya. Menurutnya, reklamasi tidak hanya membuat lingkungan terancam, juga mengakibatkan
degradasi sosial dan budaya. Sebab, Teluk Benoa merupakan campuhan agung yang bagi umat Hindu merupakan kawasn suci. ‘’Ini pantang dirusak dengan reklamasi. Sebab, Teluk Benoa menjaga keseimbangan lingkungan hidup Bali Selatan. Ini juga mengancam ekologi kehidupan Bali, termasuk desa kami,’’ tegasnya. Apalagi Bali Selatan sudah kelebihan akomodasi pariwisata. Hal ini akan menambah beratnya daya dukung, baik secara lingkungan maupun sosial budaya. ‘’Ini mengancam Bali atas lingkungan dan sosial budaya. Karenanya kami tegaskan menolak reklamasi Teluk Benoa. Cabut perpres dan kembalikan Teluk Benoa sebagai kawasan konservasi. Dengan adanya surat permohonan perpanjangan izin reklamasi kepada Menteri Kelautan kami dukung Ibu Susi untuk menolak perpanjangan izin tersebut. Jaga kesucian Teluk Benoa,’’ pungkasnya. Selain ST beberapa anggota Pasubayan dan tokoh setempat juga menggelar orasi dalam demo ini. Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan bendera dari Desa Adat Bualu ke ST untuk dikibarkan di kawasan Bualu. (kmb)
Gelombang Laut Dari Hal. 1 Imbauan disampaikan mengingat arus mudik masih akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan. Andi mengatakan, pemudik Lebaran banyak yang menggunakan transportasi darat dan laut. ‘’Kami imbau selalu waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang mungkin ditimbulkan, seperti banjir, tanah longsor, genangan, jalan licin dan pohon tumbang,’’ ujar Andi.
BMKG juga memprediksi ketinggian gelombang air laut yang bisa mencapai ketinggian 2 hingga 4 meter terjadi di perairan selatan Jawa hingga Pulau Sumba, NTT. Kondisi ini cukup berbahaya bagi kapal nelayan dan juga masyarakat yang sedang berwisata dalam rangka Lebaran dengan pilihan wisata laut, antara lain di wilayah Pelabuhan Ratu, Pantai Santolo, Pantai Pangandaran, Pantai Cilacap, Parang Tritis, Pantai Pacitan, Pantai Selatan
Banyuwangi. ‘’Kami minta masyarakat juga berharap berhati-hati karena gelombang tinggi di wilayah pesisir selatan Jawa cenderung meningkat pada sore hingga malam hari,’’ tegasnya. BMKG mencatat wilayah yang diprediksi akan diguyur hujan lebat serta gelombang tinggi, antara lain Jawa Barat, Jabodetabek, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT dan Papua bagian selatan. (kmb4)
Vidura Gagal Bujuk Dhristharastra Buat Perdamaian
Disusun: Kisari Mohan Ganguli Diterjemahkan: I Ketut Arinta (Edisi Tiga Ratus Sembilan) Rishi Vyasa : (Bharata) setara dengan Veda. Ini adalah suci dan agung. Bharata menganugerahkan kemasyhuran dan kesejahteraan. Karena itu, seseorang harus mempelajari dan mendengarkan dengan perhatian penuh.
KELIHATAN serangan-serangan panah-panah Bhimasena itu sangat indah. Oh baginda, ketika panah-panah itu melesat lewat angkasa, panah yang berisi sayap bulu-bulu burung indah dan juga ornamen emas itu, oh raja, meminum darah putra-putra paduka. Panah-panah sakti Vrikodara berhasil mengeluarkan tubuh-tubuh para Kaurava. Saudara-saudara Duryodhana tidak bisa menghindarkan, kemudian tertusuk pada bagian badannya yang vital. Terkena anak-anak panah yang dilepaskan Bhima sangat dahsyat itu, mereka tanpa ampun langsung terjatuh di bumi dari keretakeretanya. Saudara-saudara Duryodhana itu tumbang seperti pohon-pohon tinggi yang tumbuh di lereng curam sebuah gunung, yang dirusak seekor gajah. Ketujuh putra paduka itu dibantai Bhimasena, yakni Satrunjaya, Satrusaha, Chitra, Chitrayudha, Dridha, Chitrasena dan Vikarna. Di antara semua putra paduka dibantai Vrikodara, putra Pandu itu bersedih hati dengan Vikarna, yang sangat
sayang kepadanya. Bhima kemudian berkata, ‘’Bahkan sumpah telah aku buat. Semua dari kalian akan aku bantai pada pertempuran ini. Itu adalah untuk Vikarna. Engkau telah dibantai. Sumpahku telah disempurnakan, oh pahlawan, engkau datang bertempur menahan dengan pikiran, kewajiban-kewajiban seorang ksatria. Engkau selalu terlibat untuk kebaikan kami. Khususnya raja itu -- saudaramu yang tertua. Karena itu, tidak pantas untukku bersedih untuk kemasyhuranmu sendiri.’’ Setelah membantai pangeranpangeran itu, oh raja, Vrikodara benar-benar dalam penglihatan putra Radha. Putra Pandu itu kemudian mengeluarkan sebuah raungan singa. Raungannya sangat mengerikan. Teriakan keras Bima yang gagah perkasa itu, oh Bharata, member tahu Prabu Yudhishthira yang adil, bahwa kemenangan dalam pertempuran itu adalah miliknya. Sungguh, setelah mendengarkan teriakan Bhima yang sangat hebat itu, yang bersenjatakan busur, Prabu
Yudhishthira merasa sangat bergembira di tengah-tengah pertempuran itu. Putra Pandu yang digembirakan itu, kemudian, oh raja, menyambut teriakan singa dari saudaranya dengan suarasuara alat musik lainnya. Setelah Vrikodara telah mengiriminya pesan itu dengan tanda yang disepakati, Prabu Yudhishthira, yang utama dari orang-orang yang mengetahui senjata-senjata itu, dipenuhi kegembiraan. Yudhisthira kemudian menyerang melawan Guru Drona pada pertempuran itu. Di pihak lain, oh raja, 30 putra paduka telah terbantai, Prabu Duryodhana mengingat kembali kata-kata Vidura. Kata-kata yang bermanfaat, kata-kata yang diucapkan Vidura sekarang telah terjadi! Prabu Duryodhana tidak dapat melakukan apa yang mesti diupayakan. Semua pada pertandingan dadu itu, putra paduka yang tolol dan jahat bersama Karna di pihaknya, berkata kepada putri Panchala yang menyebabkan dia dibawa ke persidangan. Kata-katanya
kasar. Karna berkata kepada Dewi Krishna, di tempat sama, di hadapan paduka sendiri. Oh raja, dan putra-putra Pandu pada pendengaran paduka, dan semua keturunan Kuru itu ‘’Oh Krishna para Pandava telah hilang dan tenggelam ke dalam neraka abadi. Karena itu, pilihlah olehmu suami-suami lain, sayang, buah dari semua itu sekarang dirinya diwujudkan. Kemudian, oh paduka dari keturunan Kuru, berbagai kata kasar, seperti biji-biji
wijen tanpa isi, dan lain-lainnya, dipakai putra-putra pemarah kepada orang-orang yang berbudi luhur, putra-putra Pandu. Bhimasena tidak berhenti. Dia terus memuntahkan api kemarahannya dalam bentuk kegeraman ini dan dia tahan selama tiga belas tahun. Sekarang putra-putra padukalah yang menuai kehancurannya. Setelah larut dengan ratapan berlebihan, Perdana Menteri Vidura gagal membujuk paduka menuju perdamaian. (bersambung)
Sloka 8.23 Yatra kale tv anavrttim avrttim caiva yoginah prayata yanti tam kalam vaksyami bharatarsabha Sekarang akan kusabdakan kepadamu, oh Arjuna, waktuwaktu di mana para yogi yang meninggal dunia dan tak kembali lagi, dan waktu-waktu para yogi yang meninggal hanya untuk kembali lagi.
129 Number 8th Year
16 Pages
Price: Rp
L O N A A T I E R N I N T
3.000,-
e-mail: info_ibp@balipost.co.id ipost.com. st.com. http://epaper.internationalbal
H $XVWUDOLDÂśV SULP V PLQLVWHU GHFODUH YLFWRU\ LQ RQ PDUDWKRQ HOHFWL Page 13
online: http://www.internationalbalipo
Monday,
+RROLJDQV WKH ORZ ,FHODQGÂśV V FU\ DPRQJ KLJK
July 11, 2016 from Death toll South Sudan ÂżJKWLQJ FOLPEV to 272 Page 6
of Euro
2016
Small, direct impacts of BAF on tourism
- ImDENPASAR of the D ple plementation Arts Fes38 38th Bali taking tival (BAF)a whole tiv place for ofÂżcially pl mo month was Saturday close closed on The BAF (Jul. 9). nightt (J is consince 1979 impact held si very good havi having bbeen the provide a sidered to tourism. However, than still smaller for Indonesia’s impact is immediate impact on tourism. festival like the indirect especially “Each event, has direct and indirect always direct impact this BAF, and large, impact. In impact. Bythan the indirect only is smaller the audience, perhaps auditerms of percent of the overallof Forabout Âżve said Deputy Development, ence is foreigner,â€? Marketing Pitana, amid I Gde eign Tourism Tourism, winners of Ministry ofpresentation to the via the award 2016 photo competition Denpasar the BAF at Wantilan Hall, Instagram last Saturday afternoon. Art Center Impact... on page 2 Continued
5(87(56 7\URQH 6LX
7\phoon rain Irom winds and aIter strong
1epartak
Nearly half a million leave home ,As storm left by super typhoon Nepartak hits China
e
n leave hom a millio hits China Nepartak Nearleftlyby half super typhoon
Eanners advertisement Damaged 7aiwan -Xl\ hit 7aitXng
Eehind a are seen
motorc\clist
water management
about 700 billion Taiwan, killing southern causing up to $3 of Wuhan. people and major city at this larly in the are common China of damage.(rtr) Typhoons in the South warm also be heard
time of yearup strength over land. it added. Risk had rated made over-strained over picking systems, Storm dissipating many at the Sea,
NepartakEringtyphoon As storm- The remains of super on Saturday of proYince relocation
Tropical as category ,
waters and
kill used to
Typhoons the typhoonscale, but it weakened but the governFuMian hit Chi- people in China evacuations SHANGHAI forcing the top of its Taiwan and in enforces Chinaœs eastern rain and after crossingprovince as a tropical ment now precautions wellsave landfall inwinds and heaYy people. helped storm caused and takes 2 p.m., lashing na’s Fujian ing high of thousands of which has Taiwan theand more than just before advance, province with winds of around storm. In deaths hundreds cut a said. in four city lives. least three
Morakot people Xinhua many at Shishi through Fuzhou 100 kph (62 mph),mm (10 inches) 300 injuries. to worsen In 2009, Typhoon At least 420,000 the capital 2 0 of is expected of destruction state The storm Àooding in parts More than about four hours wide swathe cities including urgently relocated, reported. of rain fell in in the nearby already severe China, particuhave been Xinhua 23,000 and eastern speed trains, early on Saturday news agency where nearly check central 300 high ,000 city of Putian,fanned out to More than Àights and nearly people have almost 400 also been cancelled. in Fujian buses have hit land The storm
News can at Global in “Bali Image� from 9.30 96.5 Radio FM am. Listen to until 10.00 FM at http:// Global Radio at globalfmbali.listen2mystreaming or live video and http:// radio.com ali. http://radioglobalfmbali.com ustream.tv/channel/global-fm-b
balipost (144rb Like) http://facebook.com/balipost
SENIN PAING, 11 JULI 2016
@balipostcom (4.295 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Facsimile: 227418
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
Berawal Musik Dangdut
Kembangkan Sekolah, Alumni Dituntut Berperan Aktif
Airin Siap Rilis Album Pop Bali MENGAWALI karier lewat musik dangdut, membuat Airin, penyanyi pop Bali kelahiran Kediri, Tabanan ini mencoba peruntungan di belantika musik pop Bali. Dengan melihat perkembangan musik pop Bali saat ini, membuatnya tertarik untuk mengembangkan bakat menyanyinya di samping ikut untuk melestarikan bahasa Bali lewat karya musik. Sejak memutuskan untuk menyanyikan lagu Bali, Airin sudah mengeluarkan beberapa single yang tergabung dalam album kompilasi. Dua single tersebut seperti ‘’Nusuk Uli Duri’’ dan ‘’Sing Kenken’’. Lewat single tersebut nama Airin mulai dikenal oleh pencinta musik pop Bali. Setelah sukses dengan dua single tersebut, di tahun 2012 silam kembali Airin merilis single terbarunya yang berjudul ‘’Tatu Tresna’’. Single tersebut ia ciptakan sendiri tentunya berkat dukungan sang suami yaitu Pande Agoes Revan yang juga selalu mensuportnya dalam berkarier di belantika musik pop Bali. ‘’’Tatu Tresna’ merupakan lagu saya berikutnya setelah dua single yang sudah saya keluarkan. Ya‌ mudah-mudahan karya saya ini bisa diterima,’’ ujar pemilik nama lengkap I Kadek Erin Yusinta Dwinanda, beberapa waktu lalu. Setelah lama vakum dari belantika musik pop Bali karena kesibukannya bekerja di RSUD Tabanan, di tahun 2016 ini Airin siap merilis album terbarunya. Enam lagu siap menghiasi album barunya yang berjudul ‘’Isin Hati’’. Dari keenam lagu tersebut baru lima lagu yang terselesaikan proses rekamannya dan satu lagu masih dalam proses rekaman. Lima lagu tersebut seperti ‘’Isin Hati’’, ‘’Ampurayang’’, ‘’Ngantosang Tresne’’, ‘’Ulian Beli’’ dan ‘’Tutur Rerame’’. Beberapa lagu ia ciptakan sendiri dibantu sang suami dan Revand Band. ‘’Saya sangat senang akhirnya saya bisa segera mengeluarkan album baru tahun ini. Ini tak lepas dari dukungan suami saya dan juga Revand Band. Mudah-mudahan segera bisa saya rilis, sehingga bisa segera menambah koleksi dari pencinta musik Bali,’’ ungkapnya. Dalam kesempatan yang sama, Airin berharap masyarakat Bali tetap mendukung perkembangan insan seni Bali. Sehingga ke depan perkembangan musik pop Bali semakin bagus dan juga mendidik. Sebagai penyanyi pop Bali, tentunya Airin juga berharap karyanya bisa diterima semua kalangan masyarakat. (win)
Bali Post/wan
DOLANAN - Sejumlah atraksi seni, termasuk dolanan anak-anak, sempat mengisi acara pada PKB ke-38 lalu.
PKB Ke-38 Berakhir Denpasar (Bali Post) Pesta Kesenian Bali ke-38 di Taman Budaya Denpasar, Sabtu (9/7) malam, berakhir. Penutupan pesta kesenian ini ditandai dengan pemukulan kulkul atau kentongan khas Pulau Dewata oleh Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta. ‘’Para seniman dan budayawan telah menjadikan PKB sebagai ruang berekspresi dan masyarakat telah menjadikan sebagai ruang apresiasi,’’ kata Sudikerta saat menyampaikan sambutan pada acara penutupan PKB tersebut. Dengan apresiasi tersebut, dia berharap para seniman menjadi lebih termotivasi untuk berkreasi
menghasilkan karya seni budaya yang berkualitas. Sudikerta juga mengajak semua pihak secara berkelanjutan menjadikan PKB sebagai momentum penting untuk pembinaan, pengembangan, dan pelestarian budaya Bali. Pemerintah Provinsi Bali, lanjutnya, telah secara konsisten dan serius untuk memberikan pembinaan pada para seniman. Terkait dengan angka transaksi di pameran kerajinan dan kuliner PKB yang lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya (hingga 8 Juli mencapai Rp 8 miliar lebih), menurutnya, salah satu pengaruhnya karena situasi perlambatan ekonomi
dan bukan karena kegagalan dari pihak panitia. Di sisi lain, Sudikerta mengingatkan masyarakat untuk senantiasa menjaga keamanan Pulau Bali dan bersinergi dengan aparat keamanan untuk menciptakan Bali tetap kondusif. Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Dewa Putu Beratha mengucapkan terima kasih kepada semua pihak sehingga pelaksanaan PKB selama sebulan penuh (dari 11 Juni - 9 Juli 2016) sudah berjalan lancar. Selama pelaksanaan PKB tidak hanya diisi dengan pergelaran kesenian, juga diisi dengan pameran kerajinan dan kuliner, berbagai perlombaan, parade kesenian, sarasehan dan sebagainya. (kmb)
Pengamanan Pilkada Buleleng
Polres Tunggu Jumlah DPT Singaraja (Bali Post) Kapolres Buleleng AKBP I Made Sukawijaya, M.Si. belum melansir jumlah aparat yang diterjunkan mengamankan hajatan lima tahunan Pilkada Buleleng. Ia masih menunggu jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) di sembilan kecamatan dari KPU Buleleng. Ia menjelaskan, keamanan di masyarakat diutamakan kepolisian. Koordinasi penyelenggara dengan pihak keamanan diperlukan untuk meminimalisir
kekisruhan. ‘’Kalau jumlah DPT sudah keluar, maka jumlah TPS bisa kita ketahui lebih awal,’’ jelasnya, Minggu (10/7) kemarin. KPU diharapkan segera menginformasikan jumlah DPT di setiap wilayah di Buleleng. Persiapan dini KPU menjadi cerminan penyelenggara pilkada. ‘’Kami belum hitung berapa kekuatan yang akan dikeluarkan pada pilkada mendatang. Kami masih menggunakan informasi data pilpres lalu. Kurang lebih diperkirakan mencapai 1.318
TPS,’’ paparnya. Na mu n , p o l i s i me mi l i k i catatan pengamanan tersendiri. Sukawijaya tentu tidak ingin kecolongan saat pilkada. Keamanan penyelenggaraan pesta demokrasi adalah prioritas. ‘’Saya kira TPS kalau bertambah atau berkurang tidak jauh berbeda dengan jumlah sewaktu pilpres. Penambahan TPS diperkirakan mencapai 10 TPS. Ya, selisih angka TPS di pilpers dan pilkada tidak jauh dari sebelumnya,’’ demikian Sukawijaya. (kmb34)
Singaraja (Bali Post) – SMPN 1 Singaraja yang dikenal sebagai sekolah favorit di Buleleng ternyata masih mengalami masalah dalam pembangunan sekolah tersebut. Sekolah ini belum memiliki perangkat komputer yang memadai untuk menunjang pembelajaran atau kegiatan siswa. Bahkan, saat mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) sekolah ini masih kekurangan komputer. Hal itu diakui Kepala SMPN 1 Singaraja Putu Karnadi dalam reuni SMPN 1 Singaraja angkatan 1983 akhir pekan lalu di aula sekolah setempat. Lebih jauh Karnadi mengatakan, sekolah yang dipimpinnya itu mengalami keterbatasan perlengkapan komputer sejak lama. Perangkat komputer yang ada saat ini sangat terbatas, sehingga dalam pembelajaran atau mengikuti kegiatan lain siswa harus bergiliran. Bahkan, saat UNBK beberapa waktu lalu, peserta ujian terpaksa bergiliran mengerjakan soal ujian akibat keterbatasan perangkat komputer. ‘’Walau sekolah kami di kota, namun masih ada persoalan terutama komputer yang terbatas. Perangkat yang ada ini kami gunakan seoptimal mungkin dan syukurnya anak-anak kebanyakan sudah memiliki laptop, sehingga masalah ini tidak begitu mengganggu aktivitas pembelajaran di sekolah kami,’’ katanya. Menurut mantan Kepala SMPN 4 Singaraja ini, untuk memecahkan permasalahan ini, perlu mendapat dukungan dari alumni yang kini telah meraih kesuksesan, baik di dalam maupun di luar negeri. Satu dukungan itu datang dari alumni angkatan 1983. Melalui reuni alumni angkatan 1983 tersebut menyumbangkan sejumlah perangkat komputer. Kepedulian lainnya, keberadaan guru yang sudah pensiun mengundang kepedulian para alumni ini dengan membagikan bingkisan yang bisa dimanfaatkan untuk mengisi hari tua mereka. ‘’Kami
sangat membutuhkan bantuan berapa pun dan dari mana pun sumbernya. Seperti bantuan perangkat komputer dari alumni ini menjadi pionir alumni lain untuk membantu kami dalam membangun sekolah yang dikenal dengan sebutan spensa ini,’’ tegasnya. Ketua Alumni SMPN 1 Singaraja angkatan 1983 Made Ngurah Edyatmika mengatakan, ide membentuk alumni ini berawal dari komunikasi beberapa orang melalui jejaring media sosial. Setelah terbentuk anggota alumni yang dipimpinnya itu mencapai 200 orang. Kemudian pihaknya berdiskusi aktif untuk menyumbangkan ide, gagasan, dan bantuan materiil untuk membantu mengembangkan SMPN 1 Singaraja. Mengawali partisipasinya itu, alumni menyumbangkan sejumlah perangkat komputer untuk sekolahnya. Bantuan ini diberikan karena dalam UNBK yang telah lewat dirinya mendapat informasi bawah SMPN 1 masih keterbatasan perangkat komputer. Setelah bantuan ini, alumni akan menyumbangkan sebuah program aplikasi komputer yang berkaitan dengan program pembelajaran di SMPN 1 Singaraja. ‘’Setelah kami terbentuk dan untuk awal kami sumbang perangkat komputer dan membantu para guru yang telah mendidik kami. Setelah ini kawan-kawan alumni akan menyumbangkan program berbasis komputer untuk menunjang pembelajaran di sekolah yang telah membesarkan kami,’’ jelasnya. Reuni juga diisi dengan testimoni yang diikuti oleh beberapa alumni SMPN 1 Singaraja angkatan 1983. Di hadapan mantan guru dan siswa terkait kesuksesan setelah mengikuti pendidikan di SMPN 1 Singaraja. Dari testimoni ini alumni angkatan 1983 ini sebagian besar telah meraih kesuksesan mulai dari mengisi jabatan strategis di pemerintahan hingga sukses meniti karier di beberapa perusahaan swasta. (kmb38)
97,21 Persen Darah PMI Bali dari DDS Airin
Bali Post/win
Cinta Laura Bintangi Film ’’The Ninth Passenger’’ BEBERAPA waktu yang lalu, muncul sebuah rumor yang menyebutkan jika Cinta Laura (22) akan bermain dalam film ‘’Pitch Perfect 3’’. Namun ternyata, hal itu sama sekali tidak benar. Sempat merasa kesal, kini Cinta dengan bangga mengungkap sebuah fakta mengejutkan. Melalui akun Twitter-nya, aktris cantik blasteran Jerman-Indonesia ini pun mengungkapkan jika ia akan tergabung dalam produksi film terbaru Lionsgate yang bertajuk ‘’The Ninth Passenger’’. Tentu saja ini menjadi sebuah kabar yang sudah ditunggu-tunggu para fansnya. ‘’Aku sangat bersemangat bisa bergabung dengan Jesse Metcalfe, Veronica Dunne, dan Alexia Fast di film Lionsgate, ‘’The Ninth Passenger’’, begitulah bunyi pengumuman yang dituliskan oleh Cinta. Tak hanya itu, wanita yang kerap dibilang mirip Ariana Grande ini juga sempat mengunggah hasil screenshot yang memperlihatkan namanya di daftar pemain ‘’The Ninth Passenger’’ di IMDb. Dalam film ini sendiri, Cinta akan berperan sebagai seorang gadis bernama Nicole. Ia akan bergabung dengan bintang lainnya Tom Maden, Sabina Gadecki, Corey Large, David Hennessey, dan masih banyak lagi. Well, film bergenre thriller ini bercerita tentang sekelompok mahasiswa yang melakukan perjalanan laut di tengah malam dan sampai di sebuah pulau misterius. Di sanalah mereka diburu oleh penumpang ke-9 yang tak diketahui siapa identitasnya. (pik)
Bali Post/ist
Denpasar (Bali Post) Keluhan masyarakat terkait ketidaktersediaan darah mengundang sejumlah tanya. Padahal sebelumnya, Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Provinsi Bali telah menjelaskan mekanisme proses penyediaan darah. Namun ternyata, pihak rumah sakit kerap tidak memberikan penjelasan secara detail kepada masyarakat dengan mengatakan tidak tersedianya darah. Mungkin saja, karena transfusi dilakukan malam hari dan petugas malas melakukan transfusi sehingga ditunda dengan mengatakan tidak ada darah. Lain lagi dengan penjelasan pihak rumah sakit yang mengatakan, tidak tersedian-
ya sehingga keluarga harus melakukan donor sebagai donor pengganti. Padahal darah dari keluarga belum tentu digunakan untuk keluarganya yang sakit karena proses pengolahan darah dari pengambilan hingga menjadi darah yang siap pakai membutuhkan waktu 20 jam. Belum lagi dengan kendala ketidakcocokan darah (incompatible) yang harus melalui proses crossmatch selama 2-3 jam. UTD PMI Bali juga berusaha mengurangi bahkan menolkan donor pengganti. ‘’DDS (donor darah sukarela) diupayakan walaupun pasien sakit dimintakan donor pengganti, itu yang mulai kita kurangi,’’ kata Direkur
UTD PMI Provinsi Bali dr. A.A. Sagung Mas Dwipayani, M.Kes., belum lama ini. Bahkan presentase DDS di UTD PMI Provinsi Bali adalah 97 persen, 3 persennya donor pengganti. Dari 97 persen DDS tersebut, 82,7 persen didapat dari mobil unit yang melakukan jemput bola untuk pengambilan darah. Sedangkan sisanya 14,3 persen adalah donor yang datang langsung ke UTD PMI Provinsi Bali. Tahun 2014, target DDS 85 persen dan tercapai 91,24 persen. Tahun 2015, target DDS 90 persen, tercapai 94,77 persen. Begitu juga tahun 2015, target DDS 95 persen, tercapai 97,21 persen. (kmb42)
Kepala SMPN 1 Singaraja Putu Karnadi
Bali Post/mud
MASA PENGENALAN LINGKUNGAN SEKOLAH SMAN 1 DENPASAR
Empat Pilar Pendidikan sebagai Landasan Pengenalan Lingkungan Sekolah bagi Siswa Baru Oleh Dr. Drs. IGN Suardika, M.Pd. PERHATIAN dunia melalui Komisi Internasional bagi Pendidikan Abad ke-21 yang dibentuk oleh UNESCO, ada empat pilar pendidikan dunia yaitu learning to know (belajar untuk mengetahui), learning to do (belajar untuk melakukan sesuatu), learning to be (belajar untuk menjadi sesuatu), dan learning to live together (belajar untuk hidup bersama). Demikian juga fungsi dan tujuan pendidikan Indonesia yang tertuang dalam Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 3 disebutkan bahwa: ‘’Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bang-
sa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab’’. Fungsi dan tujuan Pendidikan Nasional tersebut merupakan parameter utama dalam merumuskan Standar Nasional Pendidikan, yang menjadi dasar dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan pendidikan dalam rangka mewujudkan pendidikan nasional yang bermutu. Untuk mewujudkannya diperlukan profil kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang harus dipenuhi atau dicapai siswa dari suatu satuan pendidikan. Di sinilah kunci utama hubungan antara masukan (input), proses (process) dan keluaran (output). Bagaimana input sikap, pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki siswa yang diterima melalui Penerimaan Peserta
Didik Baru (PPDB); Bagaimana proses yang dilakukan terhadap siswa pada suatu satuan pendidikan; dan bagaimana output (kualitas keluaran) siswa yang diinginkan; bahkan outcome (keterserapan siswa di perguruan tinggi yang berkualitas) untuk satuan pendidikan SMA. Tidak dimungkiri lagi bahwa salah satu komponen penting yang berpengaruh dalam pendidikan adalah faktor lingkungan. Lingkungan bagi siswa yang terdiri dari lingkungan di keluarga, masyarakat dan lingkungan sekolah. Lingkungan sekolah merupakan salah satu komponen yang harus dikenal siswa sebelum mengikuti pendidikan dalam suatu satuan pendidikan. Permendikbud Nomor 18 Tahun 2016 tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah bagi Siswa Baru, pasal 1 ayat 2: ‘’Pengenalan lingkungan sekolah adalah kegiatan pertama masuk sekolah untuk pengenalan program, sarana dan prasarana sekolah, cara belajar, penanaman konsep pengenalan diri, dan pembinaan awal kultur sekolah’’. Beberapa
hal prinsip yang tertuang dalam Permendikbud tersebut antara lain: Pengenalan lingkungan sekolah bagi siswa baru dilaksanakan dalam jangka waktu paling lama 3 (tiga) hari pada minggu pertama awal tahun pelajaran; wajib berisi kegiatan yang bermanfaat, bersifat edukatif, kreatif, dan menyenangkan; perencanaan dan penyelenggaraan kegiatan hanya menjadi hak guru; dilarang melibatkan siswa senior (kakak kelas) dan/atau
alumni sebagai penyelenggara; dilakukan di lingkungan sekolah kecuali sekolah tidak memiliki fasilitas yang memadai; dilarang melakukan pungutan biaya maupun bentuk pungutan lainnya; dilarang bersifat perpeloncoan atau tindak kekerasan lainnya; wajib menggunakan seragam dan atribut resmi dari sekolah. Penulis, Guru SMAN 1 Denpasar
SISWA BARU - Kegiatan Pengenalan Lingkungan Sekolah bagi Siswa Baru SMAN 1 Denpasar Tahun Pelajaran 2016/2017.