20 HALAMAN NOMOR 120 TAHUN KE 69 Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
TERBIT SEJAK 16 AGUSTUS 1948 PERINTIS: K. NADHA HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
balipost (152rb Like) http://facebook.com/balipost
MINGGU PAING, 18 DESEMBER 2016
Pengemban Pengamal Pancasila
@balipostcom (4.485 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 233801, 225764 Faksimile: 227418
BPM/ant
JEPIT - Pemain Indonesia Manahati Lestusen dan Lilipally menjepit pergerakan Sirod Chattong. Sementara tim Thailand dengan sukacita mengangkat Trofi AFF Suzuki Cup 2016 di Rajamangala National Stadium, Bangkok, Thailand, Sabtu (17/12) kemarin.
Timnas Kalah, Bonus Melayang Bangkok –
Meski telah berjuang penuh semangat, Timnas Indonesia gagal menjadi juara Piala AFF 2016. Ini adalah kali kelima Tim Garuda kalah di partai puncak. Bertanding di Stadion Rajamangala, Sabtu (17/12) kemarin, Indonesia menyerah 2-0 atas Thailand. Kekalahan tersebut membuat agregat menjadi 3-2 untuk keunggulan Thailand. Kegagalan menjadi kampiun juga berakibat bonus Rp 12 miliar yang dijanjikan Presiden Jokowi melayang. Sejak awal, tuan rumah sudah tampil menekan. Beberapa peluang tercipta dari duet striker Teerasil Dangda dan Siroch Chatthong yang bermasin sangat baik. Kondisi ini membuat lini belakang Indonesia kocar-kacir. Prathum
Chutong sempat menjebol gawang Indonesia saat menyambar umpan dari sisi kiri. Akan tetapi, hakim garis sudah lebih dulu mengangkat bendera tanda terjadi offside. Tekanan terus-menerus membuat Beny Wahyudi harus menerima kartu kuning pada menit ke-11. Strategi Pelatih Alfred Riedl memainkan sepak bola negatif gagal setelah berhasil membuahkan gol pembuka keunggulan bagi Thailand pada menit ke-38, saat umpan
Papua Nugini Dilanda Gempa 8 SR Papua Nugini Lapisan kerak bumi terus bergerak. Gempa dengan kekuatan magnitudo 8 skala Richter (SR) mengguncang Papua Nugini, Sabtu (17/12) kemarin, sekitar pukul 20:51 waktu PNG atau 17:51 WIB. Gempa berpotensi memicu tsunami di perairan Papua Nugini, namun tak di Indonesia. Hingga Sabtu malam, belum ada laporan soal kerusakan akibat gempa tersebut. Berdasarkan data Badan Geologi AS atau United States Geological Survey (USGS), pusat gempa berada di koordinat 4, 509 Lintang Selatan (LS) dan 153,45 Bujur Timur (BT) pada kedalaman 103,2 kilometer. Hal. 19 Tsunami
silang Theerathon Bunmathan berusaha disapu keluar oleh Fachruddin namun bola justru membentur Chatthong yang tengah berlari dan melesak ke dalam gawang. Skor 1-0 tidak berubah hingga babak pertama berakhir. Indonesia rupanya masih memilih berjaga-jaga di wilayahnya sendiri memasuki babak kedua. Bahkan ketika Thailand mengendalikan bola di areanya sendiri, tak satu pun pemain Indonesia yang
berinisiatif keluar mengejar. Alhasil, ketika Chaathip Songkrasin mengendalikan bola di sudut kanan kotak penalti para pemain Indonesia seolah tersihir dan lupa menjaga pemain Thailand lainnya. Lantas Songkrasin menyodorkan bola kepada Chatthong yang dengan cerdas menyarangkan bola ke area tiang jauh, tak terjangkau penjaga gawang Kurnia Meiga. Thailand unggul 2-0 pada menit 46. Ketertinggalan dua gol, berusaha dikejar Riedl dengan memasukkan tenaga baru di lini depan Indonesia lewat Lerby Eliandry menggantikan Zulham Zamrun dan Ferdi-
nand Sinaga atas Rizky Pora, namun tak membuahkan hasil. Pada menit ke-81, Thailand memiliki peluang emas untuk menyudahi pertandingan lebih awal setelah Chatthong dijegal Kurnia Meiga, namun sang penjaga gawang membayar lunas kesalahannya dengan menghalau eksekusi penalti Teerasil Dangda. Menjelang akhir pertandingan, bek Indonesia, Abduh Lestaluhu, melakukan tindakan memalukan dengan menendang bola yang sudah keluar lapangan ke bangku cadangan para pemain Thailand. Hal. 19 Kartu Merah
Ada Wanita Lain Calon Pengantin Bom Jakarta (Bali Post) Menjelang Natal dan tahun baru, aparat keamanan bekerja ekstra kertas untuk menangkap sel-sel terorisme. Kini, Polri sedang menelusuri berkembangnya sel-sel teroris di Tanah Air. Dari kasus penemuan bom Bekasi belum lama ini, Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan ditemukan bukti baru. Keberadaan Dian Yulia Novi, perempuan asal Cirebon yang disiapkan sebagai calon eksekutor alias pengantin peledakan bom, merupakan fenomena baru di Indonesia. Karena, lazimnya eksekutor bom bunuh diri itu laki-laki. Hal. 19 Baru Pertama
Menilai Kinerja DPRD
Bangli dan Karangasem Nihil Perda Inisiatif Tinggal menghitung hari, masa tugas anggota DPRD di Bali dan kabupaten/kota sudah mendekati satu tahun anggaran. Biasanya untuk mengukur kinerja anggota DPRD bisa dilihat dari seberapa banyak perda yang dihasilkan. KINERJA itu juga tergantung pada masalah yang dihadapi. Seperti sibuk urusan pilkada dan masalah lainnya. Namun jika dilihat dari statistik produk perda inisiatif, tampak produktivitas DPRD Bangli dan Karangasem tergolong nihil
di Bali.Buktinya, Bangli sejak delapan tahun terakhir lembaga ini tidak lagi pernah menghasilkan perda inisiatif. Terakhir kali perda inisiatif dihasilkan DPRD Bangli tahun 2008 lalu. Sedangkan Karangasem sejak 15 tahun tak menghasilkan
perda inisiatif. Sebagaimana data yang dihimpun Sekretariat DPRD Bangli, sejak tahun 2002 hingga 2015, DPRD Bangli tercatat hanya menghasilkan lima Perda Inisiatif. Adapun lima perda inisiatif tersebut yakni Perda No. 7 tahun 2007 tentang Perangkat Desa Lainnya, Perda No. 2/2008 tentang Pedoman Penyusunan Organisasi dan Tata Kerja Pemerintah Desa, Perda No.3/2008 tentang
Kedudukan Keuangan Perbekel dan Perangkat Desa, Perda No. 4/2008 tentang Sumber Pendapatan Desa, Perda No. 5/2008 Pelaksana Kerja Sama AntarDesa dan Kerja Sama Desa dengan Pihak Ketiga serta Perda No. 6/2008 tentang Lembaga Kemasyarakatan di Desa. Pada tahun 2016, DPRD Bangli rencananya membahas ranperda inisiatif, yakni Ranperda Inisiatif tentang Perlindungan terhadap Perempuan dan Anak
Korban Kekerasan. Namun, rencana tersebut tampaknya hanya rencana. Pasalnya hingga pertengahan Desember ini, tidak ada pembahasan terkait ranperda tersebut. Sekretaris DPRD Bangli A.A. Panji Awatarayana mengakui bahwa DPRD Bangli sejak beberapa tahun terakhir memang tidak pernah melahirkan perda inisiatif. Hal. 19 Tak Wajib
Perda LPD Masih Krusial
Perdin, Momok Menakutkan
DPRD Bali merancang empat perda inisiatif dewan untuk dibahas selama 2016 ini. Namun sampai bulan Desember, baru tiga perda yang diketok palu. Masing-masing, Perda tentang Pemberian Insentif dan Kemudahan Penanaman Modal, Perda tentang Perubahan Kedua atas Perda No.1 tahun 2011 tentang Pajak Daerah, dan Perda tentang Kearsipan. “Perda tentang Insentif dan Kemudahan Penanaman Modal itu semestinya inisiatif dewan tahun 2015, tetapi akhirnya dijadikan acuan untuk program tahun 2016,� ujar Ketua Badan Legislatif DPRD Bali, I Gusti Putu Budiartha,di Denpasar, Sabtu (17/12) kemarin. Budiartha menambahkan, satu Perda Inisiatif dewan yang masih dalam pembahasan adalah Ranperda tentang revisi Perda Lembaga Perkreditan Desa (LPD). Perda tentang LPD masih krusial menyangkut tentang ekonomi masyarakat Bali, sehingga tidak bisa grasa-grusu diselesaikan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Hal. 19 Pemikiran Matang
DI Kalangan birokrat perjalanan dinas (perdin) sudah menjadi suatu kewajiban. Tidak sekadar studi banding, menghadiri undangan, atau konsultasi pemerintah daerah ke pusat. Perjalanan dinas sering dimanfaatkan untuk jalan-jalan, layaknya orang liburan. Belakangan ini, perdin dipandang sebagai momok yang menakutkan. Menakutkan jika
Laporan Besok Jembrana patut diperhatikan dalam berbagai hal. Selain PAD-nya termasuk kecil, pengembangan sektor pariwisatanya juga jalan di tempat. Jembrana sebenarnya menyimpan berbagai potensi guna mendukung sektor pariwisata. Misalnya bagaimana mensinergikan sektor pertanian dengan pariwisata agar jangan daerah Jembrana hanya dijadikan lintasan Denpasar - Gilimanuk.
Bali Songsong PON 2020
Cukup Kirim Cabor yang Potensial Provinsi Bali mencatat prestasi penting di arena Pekan Olahraga Nasional XIX di Jawa Barat, September lalu, dengan menempati peringkat ke-6 dari 34 provinsi yang berlaga di event empat tahunan itu. Berlaga di 34 cabang olah raga (cabor), kontingen Bali mempersembahkan 20 medali emas, 21 perak, dan 35 perunggu. PADA PON XX di Papua 2020 tentu diharapkan ada perbaikan atau peningkatan prestasi setelah berhasil memenuhi target 20 emas
di Jabar. Waktu empat tahun jelas bukan waktu yang panjang dalam mempersiapkan kontingen yang lebih berbobot lagi demi target tersebut.
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bali selaku institusi yang paling berkepentingan dalam program ini dihadapkan sederetan tantangan mulai persiapan, pembinaan atlet dan pelatih, hingga pencarian lumbung-lumbung medali baru di cabor non-unggulan. Hal. 19 Perpindahan Atlet
mereka yang melakukan perdin menghambur-hamburkan duit pemerintah, atau mencari untung yang dibalut dengan dalil studi banding atau tugas negara. Sehingga aparat penegak hukum, baik kepolisian maupun kejaksaan bisa memenjarakan mereka yang turut andil dalam perdin yang mengatasnamakan tugas negara. Hal. 19 Tiga Daerah
Perketat Perpindahan Atlet KONI Bali bakal memperketat aturan perpindahan atlet, baik antarkabupaten dan kota di Bali, termasuk menghadang derasnya arus masuknya atlet impor luar Bali yang ingin berkiprah pada hajatan Porprov 2017 nanti. Ketua KONI Bali, Ketut Suwandi, menegaskan, mutasi atlet antarkabupaten dan kota se-Bali, juga disertai alasan logis, mulai pindah kerja, pindah sekolah, termasuk mengikuti orangtua. Tak cuma itu, daerah yang menerima atlet juga dituntut memberikan dana kompensasi kepada daerah asalnya. Pasalnya, daerah asal dalam mencetak atlet tentunya mengeluarkan dana yang tak sedikit, mulai dana pembinaan, beasiswa, uang saku, sampai mengikuti berbagai turnamen. Hal. 19 KTP Bali
DAERAH
2
Minggu Paing, 18 Desember 2016
Kusta Gagal Dieliminasi
FIGUR
13 Kasus Kusta Baru di Bali Denpasar (Bali Post) -
Pacu Kunjungan Wisata KAWASAN Desa Pedawa Kecamatan Banjar Kabupaten Buleleng, memiliki keindahan alam menawan dan diperkaya khazanah situs bersejarah. Desa Pedawa tidak berdiri sendirian melainkan selalu menjunjung tinggi rasa gotong royong dengan Desa Sidetape, Cempaga, Tigawasa, dan Banyuseri atau disebut sebagai Mahagotra Panca Desa Bali Aga. Kunjungan wisatawan lokal dan mancanegara cukup ramai terpikat ragam kerajinan yang dibuat masyarakat. Perbekel Pedawa, I Putu Sudarmaja, mengatakan, sejumlah situs bersejarah unik ada di desanya dan dapat berkembang menjadi wisata budaya. Pengunjung bukan semata-mata melancong ke desa Pedawa, tetapi belajar melihat langsung khasanah ilmu pengetahuan budaya di desa. “Ada hal unik situs bersejarah yang diprogram yayasan wisnu. Kami perjuangkan agar bisa dikunjungi, karena masih ada dadia memiliki. Sejak tahun 1990-an situs ramai dilihat masyarakat berbentuk semacam sarkofagus,” ujarnya belum lama ini. Selain itu, Sudarmaja menuturkan, Desa Pedawa masih menjaga keaslian dan keasrian di lingkungan rumah warga yang memiliki rumah adat Bali Aga. “Masyarakat kami cukup terbuka terhadap tamu yang hadir melihat-lihat atau bahkan menginap di rumah warga yang memiliki rumah adat Bali Aga,” ucapnya. Kekayaan berupa bendabenda kuno tersebut dinilai sebagai aset Desa Pedawa. Kadang tamu berkunjung ikut berbaur bukan hanya melihat-lihat rumah, tetapi beraktivitas merasakan atmosfer kehidupan masyarakat Bali di Desa Pedawa. “Kami gencar promosikan rumah tua yang ada untuk bisa dikunjungi dan memberi manfaat ekonomi kepada masyarakat. Selain berwujud rumah tua khas Bali Aga, tamu-tamu berkunjung diajak terlibat bermain gasing. Promosi kekayaan potensi desa Pedawa ini sekaligus membantu pemerintah dalam mengenalkan khazanah di Bali Utara,” paparnya. (kmb34)
Transportasi ’’Online’’ Diminta Penuhi Syarat Denpasar (Bali Post) Angkutan berbasis aplikasi online yang beroperasi di Bali diminta agar memenuhi persyaratan yang diatur dalam peraturan perundang-undangan. Mengingat, saat ini telah terbit Peraturan Menteri Perhubungan nomor 32 tahun 2016 (PM 32) tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek. “Menurut PM 32, penggunaan angkutan umum dengan aplikasi berbasis teknologi informasi atau angkutan online diperbolehkan dengan tetap memenuhi persyaratan yang telah ditentukan,” ujar Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta di hadapan anggota Paguyuban Transportasi Online Bali (PTOB) di Wantilan DPRD Bali, Sabtu (17/12) kemarin. Menurut Sudikerta, PM 32 mengatur jenis pelayanan angkutan orang dengan kendaraan bermotor umum tidak dalam trayek, pengusahaan angkutan, penyelenggaraan angkutan umum dengan aplikasi berbasis teknologi informasi, pengawasan angkutan orang dengan kendaraan bermotor umum tidak dalam trayek, peran serta masyarakat dan sanksi administratif. Berdasarkan surat Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan No: HK.202/2/4/DRJD/2016, dikatakan masa sosialisasi diperpanjang selama 6 bulan dimulai dari tanggal 1 Oktober 2016 hingga 1 April 2017 serta melakukan pembinaan (preemptive) dan pencegahan (preventif) daripada penegakan hukum (represif). Sudikerta berharap seluruh pelaku Transportasi Online dapat memanfaatkan masa sosialisasi tersebut dengan sebaikbaiknya untuk memenuhi persyaratan yang telah ditentukan sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan. Dengan demikian, ke depannya angkutan online dapat beroperasi dengan baik di Bali. (kmb32/r)
Nengah Yuniasih asal Karangasem yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang di pasar telah sepuluh bulan menjalani pengobatan kusta di RSUP Sanglah. Pada awalnya muncul bentol-bentol merah di tangan dan wajahnya. Kemudian ia pergi ke dokter praktik swasta, dan dianjurkan ke RSUP Sanglah. Ia tidak mengerti kenapa dirinya bisa kena kusta padahal keluarganya tidak memiliki riwayat sakit. Setelah berobat selama 10 bulan, bentol-bentol tersebut telah hilang dan meninggalkan bekas, sehingga ia tinggal melakukan kontrol 2 bulan lagi. Kusta masih menjadi momok di Provinsi Bali lantaran kasus selalu ada. Bahkan Indonesia menempati urutan ke-3 penyumbang kuota dengan bakteri terbanyak, dan Jawa Timur terbanyak di Indonesia. Sementara jarak Bali dengan Jawa Timur dekat sehingga transmisi bakteri dapat terjadi dengan mudah. “Di Bali setiap hari itu ada kasus dan persentase kasus yang banyak bakteri dalam tubuh penderita dibandingkan yang sedikit bakterinya, itu 68 persen lebih banyak bakteri,” ujar Dr. dr. Luh Made Mas Rusyati, Sp.KK., dokter spesialis penyakit kulit dan kelamin RSUP Sanglah, Jumat (16/12), pada acara penyuluhan dan deteksi dini kusta serta pemberian alat bantu. Di Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUP Sanglah selama tahun 2013 - 2015 didapatkan 143 kasus kusta baru. Tingginya angka-angka ini menunjukkan bahwa kusta masih merupakan masalah yang besar di negara-
negara berkembang sehingga eliminasi yang dicanangkan tahun 2000 gagal. Seharusnya, dengan status sosial ekonomi Indonesia yang sudah mulai maju dan lingkungan cukup bersih, menurutnya angka bakteri kusta yang ada di Indonesia tidak seharusnya seperti itu. Sehingga ia menduga ada sesuatu, ada sumbangan-sumbangan dari luar mengingat Bali adalah wilayah yang terbuka. Hingga saat ini kasus kusta masih tetap ada lantaran masih ada stigma di masyarakat terhadap penderita kusta sehingga penderita malu memeriksakan diri sehingga penyakit tersebut tidak terobati, keluarga juga kerap menolak anggota keluarganya diperiksa dan diobati padahal dia sakit dan sudah tertular, adanya ketakutan terhadap penyakit tersebut, dll. Obat kusta yang tergolong mahal yaitu Rp 40.000/butir, diminum setiap hari selama setahun sehingga membutuhkan biaya yang besar untuk pengo-
batan kusta. Namun, pemerintah memberikan obat gratis kepada penderita. WHO juga terus menyediakan obat untuk mengurangi penderita. Maka dari itu, tahun 2019, WHO merencanakan eradikasi kusta. Prof. Dr. dr. I Made Swastika Adiguna, Sp. KK (K)., Kepala Bagian/SMF Kedokteran Kulit dan Kelamin FK Unud/RSUP Sanglah mengatakan, kusta adalah penyakit menular yang paling tidak menular. Terbukti dari sebelum obat ditemukan, relawan-relawan kusta yang kerap bergaul dengan penderita kusta, tidak meninggal karena kusta dan tidak pernah menderita kusta. Dokter Gede Wira Sunetra, MPPM., Kepala Bidang P2PL Dinas Kesehatan Provinsi Bali mengatakan, data yang diterimanya dari Dinkes Kabupaten/ Kota, kasus baru yang dilaporkan di Denpasar 3 orang, di RS Indra 5 orang, dan di Karangasem 5 orang. “Mungkin yang 13 baru ini, dapat konsul/berobat ke Sanglah tapi tetap tercatat sesuai alamat KTP/rujukan,” tandasnya. Total kasus kusta di Bali tahun 2016 adalah 71 orang dengan sebaran di Buleleng sebanyak 10 orang, Jembrana 4 orang, Tabanan 5 orang, Badung 6 orang, Gianyar 2 orang, Klungkung 8 orang, Bangli 3 orang, Karangasem 8 orang, Denpasar 5 orang, RSUP Sanglah 13 orang, dan RS Indra sebanyak 7 orang. (kmb42)
BPM/kmb42
Prof. Dr. dr. I Made Swastika Adiguna, Sp. KK (K)., dan Dr. dr. Luh Made Mas Rusyati, Sp.KK.
Cara FKIP Undwi Ajegkan Bali
Dari ’’Masatua’’ Bali, Mading, hingga Menulis Lontar FAKULTAS Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Dwijendra (Undwi) Denpasar kembali mengampanyekan ajeg Bali dan gerakan literasi (membaca) dan menulis di kalangan siswa SMA dna SMK se-Bali. Gerakan ini dilakukan dalam bentuk lomba bernuansa ajeg Bali yang digelar Sabtu (17/12) kemarin. Lomba serangkaian HUT ke- 64 Yayasan Dwijendra Denpasar beker jama dengan Kelompok Media Bali Post bertajuk ‘’Memupuk semangat nasionalisme melalui kreasi dan inovasi yang berbudaya’’. Ketua BEM Undwi, Ine Miryanti, menyatakan lomba ini untuk memberi ruang anak muda Bali berkreativitas, berkompetensi sekaligus mengenal lingkungan Dwijendra. Sementara Dekan FKIP Undwi, Drs. I Made Sila, M.Pd., mengatakan agenda mengajekan Bali ini akan digelar setiap tahun untuk memberi penguatan pendidikan karakter bagi generasi muda Bali. Pendidikan karakater berba-
siskan budaya Bali itu tercermin dalam lomba masatua Bali, lomba majalah dinding, dan menulis lontar yang menjaid ciri khas Dwijendra. Sementara rasa nasionalisme diperkuat lewat lomba musikalisasi puisi, menulis esai tentang empat pilar nasional dan lomba speech contest untuk mengasah kemampuan bahasa Inggris anak muda Bali. Dia berharap lewat lomba ini tumbuh minat baca daa minat menulis bagi siswa SMA dan SMK di Bali dan jangan sampai meninggalkan budaya menulis lontar. Untuk itu, dia menginginkan tujuan lomba ini bukan mencari pemenang menyebarkan budaya membaca dan menulis, memperkuat karakter lewat budaya serta mempersiapkan SDM Bali berjiwa nasionaslisme dan siap go global. Makanya dia berani memberikan beasiswa bagi pemenang lomba yang melanjutkan studi di FKIP Undwi. Sekteraris Yayasan Dwijendra, Ir. I Wayan Abdinegara,
MENULIS LONTAR - Abdinegara, I.B. Rai, dan Made Sila saat meninjau lomba menulis lontar dan peserta sedang menyelesaikan majalah dinding. M.Si., memberi apresiasi positif terhadap lomba ini karena Dwijendra selalu bernapaskan nasionalisme dan budaya Bali. Dari sejak kelahirannya yang didirikan oleh para pejuang yang peduli dengan budaya Bali dan Agama Hindu kini diim-
plementasikan dalam bentuk aneka lomba ajeg Bali. Selain mengisi hari libur semester, agenda lomba ajeg Bali bagi siswa SMA-SMK ini juga untuk memperkenalkan Dwijendra adalah milik masyarakat Bali. Mempertebal
semangat nasionalisme kalangan generasi dengan cara menyalurkan kreasi potensi budaya remaja Bali. Masatua Bali, kata dia, sangat strategis menanamkan budaya baca dan karakter bangsa. Bahkan di Dwijendra, guru wajib masatua Bali lima menit sebelum mengajar. Rasa bangga juga diungkapkan PR III Undwi, Drs. Ida Bagus Rai, M.Si., saat membuka lomba karena FKIP Undwi selalu terdepan dalam upaya pelestarian dan pengembangan budaya Bali. Agenda ini juga untuk menyebarkan modal sosial untuk kecakapan hidup dan bermanfaat sebagai ilmuwan. Ide ini perlu dituangkan dan dibahasakan dengan tepat. Pendidikan tinggi, kata dia, perlu memberi ruang dan waktu bagi siswa SMA untuk mengembangkan potensi dirinya. Kedua, aneka lomba ini sesuai dengan kompetensi prodi yang dimiliki FKIP Undwi yakni Bahasa dan Sastra Indonesia, Bahasa Daerah Bali, PPKn, dan Bahasa Inggris. (sue/bns)
HUT Ke-40 Sangha Theravada Indonesia
Umat Buddha Tanam Pohon ’’Upakara’’ di Serangan Denpasar (Bali Post) Serangakain peringatan HUT ke-40 Sangha Theravada Indonesia (organisasi para Bhikku), umat Buddha di Denpasar menggelar sejumlah kegiatan. Salah satunya, yakni kegiatan penghijauan, berupa penanaman pohon upakara di antaranya pohon bodhi suci, gaharu, jepun, serta ratusan kelapa daksina. Kegiatan yang dilakukan di jaba Pura Sakenan, Serangan, Sabtu (17/12) kemarin, bekerja sama dengan Kelompok Media Bali Post. Selain di Serangan, kegiatan serupa juga akan digelar di Peguyangan, Denut, dan Tabanan. Selain menanam pohon upakara, Sangha Theravada Indonesia juga menyerahkan secara simbolis pohon kelapa daksina kepada Bendesa Peguyangan dan Sekretaris Bendesa Serangan. Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH)
Kota Denpasar Ir. A.A.Bagus Sudharsana, Dipl.PLG., Camat Denpasar Selatan A.A.Gede Ri-
snawan, Kabid Tanaman DKP Denpasar I.B. Eka Jayana, Lurah Serangan Wayan Karma, serta
BPM/wan
KELAPA - Peserta penanaman pohon kelapa daksina serangkaian peringatan HUT ke-40 Sangha Theravada Indonesia di jaba Pura Sakenan, Serangan.
umat Buddha di Denpasar. Ketua Panitia Peringatan HUT ke-40 Sangha Theravada Indonesia Pandita Sudiarta Indrajaya mengatakan, kegiatan penanaman pohon upakara ini diinspirasi oleh kehidupan para Bhikku yang sangat dekat dengan alam. Karena itu, penanaman pohon di tempat suci, seperti di jaba Pura Sakenan, Serangan ini sebagai wujud bakti kepada Tuhan dan juga alam. Menjaga alam berarti menjaga kehidupan itu sendiri, jelasnya. Sementara itu, Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra dalam sambutannya yang dibacakan Kepala BLH, mengapresiasi kegiatan penanaman pohon upakara sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Selain akan memudahkan umat untuk mendapatkan sarana upakara. Langkah ini juga dinilai sebagai upaya konservasi sehingga
sumber daya alam hayati dan ekosistemnya dapat terpelihara dan mampu mewujudkan keseimbangan ekologis. Wali Kota berharap kegiatan seperti ini dapat berkelanjutan, terutama oleh organisasi-organisasi kemasyarakatan lainnya. Kegiatan seperti ini, dinilai merupakan wujud sinergi antara lingkungan sosial, ekonomi, dan budaya. Kegiatan ini juga merupakan bentuk pendidikan lingkungan kepada masyarakat terhadap pentingnya menjaga keanekaragaman hayati secara berkelanjutan. Pandita Sudiarta Indrajaya menambahkan, selain penanaman pohon, pihaknya juga akan menggelar donor darah, dan puncaknya pada 25 Desember mendatang. Kegiatan puncak acara HUT kali ini akan dilakukan di Art Centre, Denpasar yang akan dihadiri puluhan Bhikku dari seluruh Indonesia. (kmb12)
Prajurit Kodam Bersihkan Sampah di Pantai Kuta BPM/kmb32
PERSYARATAN - Wakil Gubernur Bali I Ketut Sudikerta meminta angkutan berbasis aplikasi online yang beroperasi di Bali agar memenuhi persyaratan yang diatur dalam peraturan perundangundangan.
Mangupura (Bali Post) Rangkaian Hari Juang Kartika tahun 2016, prajurit Kodam IX/ Udayana dan Korem 163/Wira Satya membersihkan sampah menumpuk di Pantai Kuta, Sabtu (17/12) kemarin. Ribuan anggota TNI bersama instansi terkait langsung membersihan sampah di sepanjang pantai terkenal di dunia tersebut. Apalagi Pantai Kuta merupa-
kan destinasi wisata andalan turis mancanegara dan menjelang tahun baru 2017. Belakangan ini Pantai Kuta mendapat kiriman sampah sehingga kotor dan tidak sedap dipandang mata. Belum lagi baunya yang tidak sedap berasa dari potongan kayu, ranting, bambu dan plastik. Termasuk bangkai ikan dan penyu. Pangdam IX/Udayana Mayor Jenderal TNI Kustanto Widi-
atmoko prihatin melihat hal itu dan langsung memerintahkan Danrem 163/Wira Satya Kolonel Inf. I Nyoman Cantiasa supaya mengerahkan pasukannya dan satuan lain serta stakeholder serempat memerangi sampah tersebut. Sabtu pagi, personel Kodam beserja jajarannya, Polda Bali jajaran dan Pemda Badung berjumlah 5 ribu orang menyemut di
sana. Mereka dengan semangat tinggi membersihkan sampah dengan mengerahkan puluhan truk pengangkut sampah dan enam alat berat. Pada kesempatan tersebut, Danrem mewakili Pangdam memimpin aksi tersebut. Danrem membacakan sambutan Pangdam pada intinya menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua unsur yang telah hadir dan ber-
partisipasi secara bersama-sama melaksanakan pembersihan di lingkungan Pantai Kuta. Lebih lanjut disampaikannya, menjelang tahun baru sudah pasti kunjungan wisata baik domestik maupun mancanegara pasti akan meningkat yang berkunjung ke Pantai Kuta. Oleh karena itu, Pantai Kuta sebagai salah satu objek wisata andalan harus dalam kondisi bersih. (kmb36)
z Perintis : K.Nadha, z Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha z Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata zSekretaris Redaksi: Sugiartha z Redaksi: Daniel Fajry,Dira Arsana,Mawa, Sueca, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra z Anggota Redaksi Denpasar: Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Sumatika, Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Parwata, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada. Bangli: IA Swasrina, Sosiawan, Buleleng: Dewa Kusuma, Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya, . Karangasem: Budana, Bagiarta, Klungkung: Dewa Dedy Farendra, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto z Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag. Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Iklan: Suryanta, Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta, z Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Sumbangan untuk orang sakit Rek. BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00016-8 A/n Simpati Anda,BCA Cabang Denpasar No.040.3555000 A/n Simpati Anda, Dana Punia Pura Rek.BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00017-1 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3966000 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3277000 A/n Dompet Beasiswa, BCA Cabang Denpasar No. 040.3688000 A/n Dompet Lingkungan. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Minggu Paing, 18 Desember 2016
SEREMONIAL
Wisuda Perdana STMIK Primakara
Lahirkan Sarjana dan ’’Technopreneur” STMIK Primakara untuk pertama kalinya menggelar acara wisuda dan penganugerahan ijazah lulusan Tahun Akademik 2015/2016 di Gedung Ksirarnawa, Art Center, Denpasar, Sabtu (17/12). Wisuda perdana ini diikuti 38 orang dari tiga Program Studi (Prodi). Masing-masing, 16 orang dari Prodi Sistem Informasi, 15 orang dari Prodi Sistem Informasi Akuntansi, dan 7 orang dari Prodi Teknik Informatika. “95 persen wisudawan sudah bekerja dan memiliki usaha sendiri,” ujar Ketua STMIK Primakara, I Putu Agus Swastika, M.Kom. Agus mengaku bangga lantaran para lulusan berhasil menyelesaikan pendidikan strata satu dalam waktu 3 tahun. Beberapa wisudawan selain memperoleh gelar sarjana komputer, juga menjadi technopreneur dengan berhasilnya membangun sebuah perusahaan pemula atau startup. “Kami mewisuda 6 orang technopreneur atau 6,5 persen dari total wisudawan dan kami berharap akan meningkat di wisuda-wisuda berikutnya, sehingga salah satu sasaran mutu STMIK Primakara yaitu 50 persen lulusannya menjadi technopreneur di tahun 2018 bisa tercapai,” jelasnya. Menurut Agus, STMIK Primakara yang baru berusia 3 tahun memang memiliki visi menjadi perguruan tinggi luar biasa yang menjadi rujukan nasional dalam bidang technopreneurship. Untuk mewujudkan visi tersebut, selain kurikulum yang dirancang untuk menghasilkan technopreneur juga membangun sebuah inkubator bisnis. Produk-produk inovatif yang dihasilkan oleh tenan-tenan binaan Inkubator Bisnis Primakara bahkan sudah dilihat oleh Menristek Dikti Profesor Mohamad Nasir dalam kunjun-
WISUDA - Suasana wisuda perdana STMIK Primakara di Gedung Ksirarnawa, Art Center, Denpasar, Sabtu (17/12) kemarin. gannya di STMIK Primakara, 25 November 2016 lalu. “Hingga dua tahun terakhir ini Inkubator Bisnis Primakara telah memperoleh dana hibah mencapai Rp 1,5 miliar dari Kemenristek Dikti untuk pengembangan bisnis para peserta inkubasi atau yang biasa disebut tenan,” imbuhnya. Ketua Yayasan Primakara I Made Artana, S.Kom., mengatakan para wisudawan merupakan angkatan perintis yang yakin dengan visi STMIK Primakara walaupun pada saat itu merupakan kampus yang sangat baru. Angkatan pertama ini telah meletakkan pondasi-pondasi penting yang menjadi acuan bagi adik-adik kelasnya. “STMIK Primakara lahir dari sebuah cita-cita besar untuk menjadi perguruan tinggi yang luar biasa, sesuai dengan tuntutan generasi masa kini, serta menjadi kebanggaan Bali dan juga Indonesia. Mewujudkan cita-cita ini tentu bukan perkara mudah. Dibutuhkan perjuangan besar dan konsisten, serta membutuhkan dukungan yang terus menerus dari para
stakeholder,” ujarnya. Sementara itu, Koordinator Kopertis Wilayah VIII, Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa, M.Si., dalam sambutan tertulisnya meminta para wisudawan untuk tidak berhenti belajar setelah wisuda. Wisudawan harus terus menyerap ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang begitu cepat dan pesat. Utamanya dalam memulai menjalani suatu proses kehidupan dengan tantangan yang lebih dinamis dan lebih kompleks. “Di era kekinian setiap insan manusia, termasuk wisudawan dan wisudawati dituntut kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas agar tetap eksis, mampu bersaing dan menjadi pemenang,” ujarnya. Bagi pengelola pendidikan, lanjut Dasi, berkewajiban untuk selalu mempertahankan bahkan meningkatkan kualitas pengelolaan pendidikan. Dengan demikian, kepercayaan dari orang tua dan masyarakat pada umumnya terus tumbuh dan berkembang sejalan dengan tuntutan dan dinamika masyarakat dan kemajuan iptek. (ad971)
Beachwalk Shopping Center
’’12 Joys of Christmas” Desember 2016 DALAM rangka perayaan Natal dan akhir tahun Beachwalk Shopping Center mengangkat tema “12 JOYS OF CHRISTMAS” di bulan Desember 2016. Selain itu, di tahun ini pada tanggal 7 Desember 2016 Beachwalk Shopping Center memasuki usia 4 tahun dan mengadakan perayaan ulang tahun dengan tema “F4NTASTIC FOUR”. Tentunya Beachwalk Shopping Center akan mengadakan berbagai macam kegiatan dan promo menarik kepada para pengunjung. Pada bulan Desember 2016, Beachwalk dan HIPMI Bali menghadirkan acara dan pameran dengan nama “MARKET FEST” yang bertujuan untuk mengangkat usaha serta produk lokal Bali. “MARKET FEST” diadakan pada tanggal 1 – 7 Desember 2016, berlokasi di Fountain Stage Beachwalk level 1. Pada acara tersebut menghadirkan bazar UKM (fashion & craft), jajanan lokal, kumpul komunitas sekaligus creative sharing, archiprenur exhibition dan masih banyak lagi yang pastinya menarik bagi pengunjung. Di samping itu, Beachwalk dan HIPMI Bali mengadakan kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) kepada anak yatim piatu di tanggal 7 Desember 2016, yang bertepatan dengan hari ulang tahun Beachwalk Shopping Center. Beachwalk dan HIPMI Ladies Club (HLC) Gianyar mengadakan “BALI WOMAN FESTIVAL” bertepatan dengan Hari Ibu Nasional pada tanggal 16 – 22 Desember 2016. Acara “BALI WOMAN FESTIVAL” bertujuan untuk menghargai sosok seorang ibu dalam keluarga dan menumbuhkan semangat perempuan dalam berwirausaha. Pada acara tersebut akan menghadirkan talkshow dengan Bintang Puspayoga dan cooking demo bersama chef Mandif dari Blanco par Mandif. Selain itu “BALI WOMAN FESTIVAL” mengadakan berbagai macam kegiatan, seperti shopping race, fashion show, kids’ activities dan exhibition produk-produk lokal. Segala kegiatan “BALI WOMAN FESTIVAL” diadakan di Fountain Stage, Beachwalk level 1. Dalam rangka memeriahkan perayaan Natal dan Tahun Baru, Beachwalk dan D’event 81 mengadakan “JOYFUL CHRISTMAS” yang diadakan pada tanggal 23 Desember 2016 – 1 January 2017. Acara “JOYFUL CHRISTMAS” dimeriahkan dengan Christmas Bazaar, paduan suara Christmas, cooking demo dan masih banyak lagi kegiatan yang tidak dapat dilewatkan oleh pengunjung. Bagi para pengunjung Beachwalk yang sedang berlibur bersama keluarga dapat menikmati pemutaran 12 film liburan dari Alliance Francaise. Kegiatan “JOYFUL CHRISTMAS” diadakan di Deck Stage Beachwalk level 1. Beachwalk mengadakan program Lucky Seven bagi para pengunjung yang memiliki KTP Bali dan KITAS. Setiap kali pengunjung ber-KTP Bali dan KITAS, berbelanja minimal Rp 100.000 dalam sehari dapat mengunjungi Customer Service di level 1 dan menukarkan nota belanja, maka akan mendapatkan stempel dan hadiah langsung berupa voucher restaurant atau parkir gratis di Beachwalk. Apabila sudah terkumpul stempel sebanyak empat kali di hari kerja dan tiga kali di hari libur atau weekend, dalam sebulan akan mendapatkan persembahan spesial dari Beachwalk. Beachwalk yang merupakan tujuan berbelanja di Bali kembali menghadirkan “BEACHWALK
YEAR END SALE” dari berbagai macam promosi toko ritel dan restoran dengan memberikan berbagai macam diskon dan promo menarik bagi pengunjung. Berbagai diskon diberikan oleh tenant–tenant seperti Topshop, TopMan, Miss Selfridge, Zara, Pull & Bear, Stradivarius, Bershka, Tumi, Cath Kidston, Victoria Secret, Gingersnaps, Wakai dan masih banyak lagi. Tentunya bagi para pengunjung yang hobi berbelanja tidak dapat melewatkan kesempatan dalam “BEACHWALK YEAR END SALE” Pengunjung Beachwalk juga berkesempatan untuk mendapatkan berbagai macam hadiah atau voucher program SHOP & WIN bulan Desember. Para pengunjung dapat mengunjungi Customer Service di level 1 dan langsung menukarkan nota belanja mereka senilai minimal IDR 500,000 (1 nota belanja) dengan mendapatkan hadiah langsung seperti voucher makan atau voucher parkir gratis. Sedangkan bagi para pengunjung yang berbelanja minimal IDR 2,000,000 dengan memperlihatkan nota belanja (maksimal 2 nota belanja) akan berkesempatan untuk mendapatkan hadiah spesial beserta voucher belanja, voucher restoran dan berkesempatan memenangkan lucky draw. Pada bulan Desember 2016, Beachwalk Shop&Win memberikan 12 luck draw spesial bagi para pengunjung seperti; Paket liburan AADC ke Yogyakarta untuk 2 orang, menginap 1 malam di Club Bali Suites, menginap 1 malam di H Sovereign Hotel, 1 tiket pulang pergi Denpasar – Jakarta, menginap 1 malam di Swiss-Belhotel Petitenget, menginap 1 malam di Pramapada Hotel Jimbaran, 1 tiket pulang pergi Denpasar–Singapore, menginap 1 malam di Hard Rock Bali, 5 Paket Gingersnaps, 10 Beachwalk Tote Bags, Beachwalk Christmas Merchandise dan 1 Vespa Sprint 3V. Beachwalk Shopping Center selalu menghadirkan pengalaman menarik untuk pengunjung dan pembeli di Beachwalk. Hadirnya berbagai program di Beachwalk memberikan daya tarik lebih bagi Kuta dan mengukuhkan tag line Beachwalk Shopping Center, “Bali Starts Here”. (ad972)
3
Bupati Eka Berbagi Kasih Sepenuh Hati MENABUNG karma baik dengan getol melakukan aksi sosial terus digencarkan oleh Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti. Salah satunya dengan terus memperhatikan kondisi Mbah Sarwiyah (Mbah Iyah) warga miskin yang usianya sudah sangat tua dan hidup sebatang kara. Setelah sebelumnya sempat menyambangi kediaman Mbah Iyah di Gerokgak Gede, Desa Dauh Peken, Tabanan beberapa waktu yang lalu. Bupati Eka juga menunjukkan perhatiannya dengan memberikan Mbah Iyah baju baru dan mengangkat Mbah Iyah menjadi jompo yang diasuh oleh perwakilan dari Camat Tabanan dan tokoh desa Dauh Peken. Menurut Bupati Eka, Mbah Iyah sudah menjadi bagian dari keluarganya karena tidak tega melihat wanita ini hidup sebatang kara dan serba kekurangan. “Kita jangan hanya melihat ke atas saja, namun sesekali tengoklah ke bawah. Masih banyak orang yang memerlukan uluran tangan serta belas kasihan dari
kita, “ ujarnya. Sebagai pimpinan daerah dirinya merasa terpanggil untuk berbagi kasih sepenuh hati karena ternyata masih banyak warganya yang butuh bantuan dan belum terdata. Jabatan, lanjut Eka hanyalah titipan. Berbagi kasih dengan sepenuh hati dilandasi niat tulus ikhlas adalah salah satu bentuk pengabdiannya sebagai pimpinan. Ditambahkan, kehadirannya sebagai penasihat Siwa Murti juga merupakan salah satu jalan untuk menabung karma baik, karena tujuan dari Yayasan ini begitu mulia khususnya bagi warga kurang mampu. Yayasan Siwa Murti juga membantu tugas pemerintah untuk mempercepat bantuan kepada umat di seluruh Bali. “Saya bangga bisa menjadi bagian dari yayasan ini, “ ujarnya. Tidak berhenti sampai disitu, komitmen Bupati Eka untuk membantu warga kurang mampu juga diimplementasikan lewat program bantuan bedah rumah, asuransi ngaben, asuransi ke-
BAJU - Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti memberikan bantuan pakaian kepada Mbah Iyah diwakili Camat Tabanan, I Gusti Ayu Nyoman Suparwati matian serta pengobatan sekala niskala. Selain aktif di Yayasan Siwa Murti dirinya juga ikut menggawangi Yayasan Ekalawya yang bergerak di bidang sosial dengan program anak asuh serta sumbangan kepada fakir miskin. “Bantuan dan perhatian yang saya berikan bukan hanya
sekadar wacana saja, namun sudah saya buktikan langsung dengan ikut terlibat langsung di beberapa yayasan sosial. Mudahmudahan karma baik yang saya tabung akan bisa menjadi berkah bagi warga, khusunya bagi mereka yang kurang beruntung,” tandasnya. (ad525)
Warna Baru Yamaha NMAX, Harga Tidak Berubah NMAX tampil memukau di akhir tahun 2016. Penyegaran ini membuat NMAX lebih berkelas, mewah dan gagah. Ada perubahan warna pada bodi motor, velg, cover side yang berbentuk boomerang shape dan handle seat untuk warna Merah (Red), Hitam (Black), Abu-abu (Grey). Sedangkan warna Putih (White) tidak mengalami perubahan. NMAX Merah glossy kini mengikuti tren menjadi Matte Red (Merah). Warna cover side boomerang shape NMAX Matte Red itu pun ikut berubah dari sebelumnya silver menjadi matte grey. Handle seat-nya menyesuaikan juga mengambil warna matte grey. Warna bodi NMAX Hitam tidak berubah, namun warna cover side boomerang shape-nya berubah menjadi matte grey, begitu pula dengan handle seat. Sedangkan warna bodi NMAX Putih tidak mengalami perubahan sama sekali. Hanya bagian jok yang didesain baru dengan perpaduan tekstur kulit dan satin yang disatukan den-
gan motif jahitan yang elegan, membuat tampilan motor lebih berkelas. Bentuk jok seperti ini juga dipasang pada NMAX warna Matte Red, Matte Grey, Black. Velg depan dan belakang NMAX warna Matte Grey, Matte Red dan Black diubah menjadi warna hitam. ”Skutik premium berteknologi VVA (Variable Valve Actuation) dan teknologi Blue Core yang sangat booming ini mengalami penyegaran untuk memuaskan konsumen yang terus memburunya. Yamaha sebagai pelopor warna matte menawarkan perubahan ini
juga untuk NMAX yang merupakan primadona masyarakat. Harganya sama dengan NMAX warna sebelumnya, dan belum ada rencana untuk kenaikan harga,” papar Mohammad Masykur, Asisten GM Marketing PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM). Harga NMAX on the road Jakarta di bulan Juni hingga Oktober 2016 sama yaitu Rp 28.450.000 untuk NMAX ABS dan Rp 24.550.000 untuk NMAX Non ABS. Di bulan November lantas naik Rp 400.000 buat tipe ABS dan Non ABS. Harga bulan November sama dengan harga bulan Desember ini yakni NMAX ABS on the road Jakarta Rp 28.850.000, NMAX Non ABS Rp 24.950.000. Nmax merupakan produk MAXI YA-
MAHA yang memiliki tag line “Live In The Higher Stage”. Produk-produk MAXI YAMAHA dan konsumennya menunjukkan kelas yang berbeda. Ada perubahan tren di Indonesia saat ini yang mengarah pada pemilihan skutik premium. Seiring pesatnya perkembangan kelas ekonomi menengah, maka terjadi pergeseran keinginan dan kebutuhan akan motor untuk konsumen, khususnya di kelas menengah yang bisa dibilang sudah mencapai kesuksesan. Level kesuksesan itu ditandai dengan kepemilikan rumah, mobil, fix income job atau biasa dibilang eksekutif muda. Memiliki produk-produk MAXI YAMAHA seperti NMAX, XMAX, TMAX, juga menjadi salah satu tanda kesuksesan itu di Indonesia. MAXI YAMAHA juga memberikan pride buat pengendaranya karena memiliki motor masterpiece atau yang terbaik di kelasnya dengan keunggulan desain, fitur, performance, technology, comfort dan handling. (bns1)
4
Minggu Paing, 18 Desember 2016
BPM/ist
BALI - Di luar penciptaan karya, para sastrawan Bali juga melakukan pembinaan calon penulis/sastrawan melalui sanggar, penerbitan berkala sastra dan kebudayaan, dan mengajar ke sekolahsekolah, terutama di pusat kota. Yang kini sangat penting berperan dalam pembinaan dilakukan oleh Mahima Institut di Singaraja (didirikan oleh I Made Adnyana Ole beserta istri), sebelumnya telah berlangsung di Negara oleh Komunitas Kertas Budaya, serta sejumlah sastrawan guru seperti Bawa Samargantang (di Tabanan), GM Sukawidana (di SMPN 1 Denpasar), Ida Bagus Widiasa Keniten (di Amlapura), Luh Arik Sariadi (di SMKN 3 Singaraja), I Gusti Ayu Komang Williani (di SMA Laboratorium Undiksha Singaraja), dan Putu Satria Kusuma (KSB). Cara pembinaan calon sastrawan itu adalah pola pendidikan ala Umbu Landu Paranggi (Bali Post Minggu).
Catatan Sastra 2016
Sastra Indonesia di Bali, Empat Puluh Tahun Kemapanan SEORANG Raja Bali novelis, A.A. Pandji Tisna (1908-1978) adalah jembatan dua periode kesusastraan: tradisi dan modern. Pendidikan melalui kesusatraan di lingkungan Puri Buleleng yang diterima selaku pangeran menjadi salah satu indikator kebangsawanannya, tidak berhenti pada kesusastraan Bali atau menutup diri dari pengaruh kesusastraan modern Barat yang tiba bersama praktik kolonialisasi di Hindia Belanda. Dalam dirinya, pendidikan kesusatraan Bali yang kaya bertransformasi menjadi novel atau roman, dari Dewi Karuna, hingga I Made Widiadi atau naskah drama Djiwa Seragam. Ia pun dicatat sebagai sastrawan Pujangga Baru, oleh Ajip Rosidi dikatakan dapat mengimbangi warna bahasa pengarang Sumatera yang mendominasi pada periode tersebut. Kepengarangan A.A. Pandji Tisna bermakna ganda. Dirinya adalah proses peralihan dua mashab kesusastraan, dari tradisi ke modern. Dirinya sebagai pelopor keterlibatan Bali dalam kancah sastra Indonesia. Setelah A.A. Pandji Tisna terjadi kekosongan panjang, sampai tampilnya sejumlah pengarang Lekra asal Bali, seperti P. Shanty, Made Serinata, dan tentu saja Putu Oka Sukanta. Kehadiran mereka tidak ada kaitannya dengan A.A. Pandji Tisna, yang merupakan langkah maju meraih modernisasi, bermakna transformasi sosial, menerima modernisasi lewat penjajahan sebagai kemajuan yang harus diraih bersama atas nama cinta Indonesia dan kemerdekaan. Para pengarang Lekra asal Bali terlibat dalam dunia sastra Indonesia karena adanya pemantik ideologi dan politik, berorientasi kepada kemenangan jangka pendek: sosialisme. Lekra Setelah Lekra, nama Nyoman Rasta Sindhu (1943-1972) menjadi cacatatan penting perkembangan sastra Indonesia di Bali, pascatragedi 1965. Cerpen “Ketika Kentongan Dipukul di Bale Banjar” (1969) menjadi prototipe tematik karya-karya
sastrawan Indonesia di Bali untuk empat puluh tahun kemudian. Selama periode tersebut, sastra Indonesia di Bali menjadi media baru untuk mengungkapkan persoalan adat, dari kasta, hubungan sosial, dampak kultural pariwisata, hingga persoalan perempuan Bali. Selama kurun empat puluh tahun tersebut, sastra Indonesia di Bali mengungkapkan betapa adat ibarat monarkhi sosial namun mulai dipersoalkan walaupun terlalu kuat dan selama itulah sastra Indonesia di Bali akan berkutat pada persoalan ini (lihat misalnya cerpen “Mati Sunyi” karya Cok Sawitri atau cerpen Gde Aryantha Soetama “Kubur Wayan Tanggu”, Putu Fajar Arcana “Rumah Makan”). Ketika periode “nasionalisme” dan “keinginan menjadi modern” telah berakhir pada karya-karya A.A. Pandji Tisna, demikian pula persoalan ideologi berakhir karena telah terjadi perubahan arah angin sejarah, maka sastrawan Bali generasi selanjutnya menunjukkan titik krusial persoalan: kehidupan di dalam kancah kekerasan adat. Dalam perjalanan itu, Faisal Baraas, telah berkiprah sejak 1960-an akhir, penting disinggung. Cerpen-cerpennya yang bertema budaya Bali terbit dalam antologi Leak (1983, 1992). Wacana Sastra Dalam karya-karya Putu Wijaya, persoalan adat mencuat ke permukaan wacana sastra nasional, diungkapkan dengan sangat jernih. Demikian pula dalam cerpen dan esai Gde Aryantha Soethama, kecuali cerpen periode Daerah Baru (1984). Perkembangan sastra Indonesia di Bali telah mencapai kemapanan, seirama pembangunan nasional dan konstruksi Pulau Bali versi Orde Baru, sebagai etalase Indonesia yang hingga saat ini masih berlaku. Para sastrawan dalam berkarya sepertinya tidak tersentuh oleh persoalan eksternal dan lahirnya karya-karya bertema Bali hanya konsekuensi sosiologis, ekspresif, dan mimesis. Dalam kemapanan yang berproses sejak 1970-an itu, kesusastraan tumbuh secara alamiah yang terasa sangat kontras dengan transformasi yang dilakukan oleh A.A. Pandji Tisna atau pergulatan ideologi dan politik sastrawan
Lekra asal Bali, lalu sedikit kontras pada Oka Rusmini (dalan novel Tarian Bumi). Empat puluh tahun kemapanan, itu sebagai cerminan terjadinya deideologisasi dan dan depolitisasi sastra yang dialami oleh sastrawan Bali, sebagai penerimaan model hubungan budaya dan politik ala Orde Baru. Selama periode panjang kemapanan itu, generasi sastrawan lahir dan tumbuh di bawah bayang-bayang sastrawan angkatan sebelumnya. Sebut saja Gde Aryantha Soethama, Bawa Samargantang, atau Tan Lioe Ie, dan Cok Sawitri, tetap tidak tertandingi oleh sastrawan generasi kemudian. Selama empat puluh tahun kemapanan itu, lahir pula puncak-puncak penting yang sangat menonjol, seperti Bawa Samargantang dengan warna modre pada puisi dan gaya membaca puisi; gaya bercerita Gde Aryantha Soethama lewat cerpen-cerpennya, sejak Daerah Baru (1984) hingga “Tajen Terakhir” (2016); dan I Wayan Sunarta lewat cerpen berjudul “Cakra Punarbawa” (2005) dan puisi-puisi Sindu Putra. Sorotan Di antara puncak tersebut, yang paling memperoleh sorotan secara nasional tentunya novel Tarian Bumi (Oka Rusmini, 2007). Hal ini memang tidak bisa dilepaskan dengan momen memasuki dekade 2000-an, jagat sastra Indonesia dihebohkan oleh kehadiran pengarang perempuan muda yang berbicara mewakili/tentang dirinya, seperti karier, cinta, tubuh, eksistensi sosial yang diskrimintaif, dan termasuk perkara seksualitas. Kondisi itulah yang seolah-olah baru saja melahirkan Oka Rusmini, padahal jauh sebelum Tarian Bumi, telah menulis banyak karya cerpen. Maka, Oka Rusmini telah menjadi satu mashab di Bali yang menjadi label bagi sederet pengarang perempuan, seperti Cok Sawitri, Mas Ruscita Dewi, Alit S. Rini, hingga generasi kemudian, seperti Ni Komang Ariani, Kadek Sonia Piscayanti, Pranita Dewi, dan lain sebagainya. Arti penting Oka Rusmini dalam Tarian Bum, ia melokalisasi persoalan besar (perempuan Bali dan tubuhnya) dalam bingkai konflik kasta.
Karena Cok Sawitri tidak membicarakan dirinya sebagai perempuan, ia tenggelam dalam pandangan besar yang diwakili oleh Saman. Cok Sawitri yang memiliki kesamaan pola pendidikan kesusastraan seperti A.A. Pandji Tisna, melakukan jalan yang sama pada tataran transformasi dua tradisi kesusastraan atas dirinya. Bedanya, Cok Sawitri melakukan transformasi pada tataran tematik dan A.A. Pandji Tisna pada tataran sosial atau cita-cita nasionalisme karena ia hidup dalam dua tradisi sastra pada dua peralihan zaman. Sementara itu, Cok Sawitri tidak hidup dalam dua zaman historis tetapi mengalami dua khazanah kesusastraan yang sangat kaya, dari Jawa Kuna, sastra Panji, hingga Tantri. Dewi Karuna, Ni Rawit, Sukreni Gadis Bali, I Swasta Setahun di Bedahulu, hingga I Made Widiadi, bukan sebagai transformasi tematik seperti novelnovel Cok Sawitri (Sutasoma, Janda dari Jirah, Tantri Perempuan yang Bercerita). Novel-novel A.A. Pandji Tisna merupakan media sastra modern yang dipilih ketika zaman beralih, dengan muatan pemikiran modern, sehingga ia sebenarnya sangat dekat dengan STA dan menjadi bagian dari wacana Polemik Kebudayaan walaupun tidak terlibat secara langsung. Sastrawan Bali Dalam periode kemapanan selama empat puluh tahun itulah sastrawan Bali memberi sumbangan kepada perkembangan sastra Indonesia dan itulah yang masih berlangsung selama tahun 2016 ini. Kemapanan tersebut sebagai pencerminan masyarakat Bali dalam menampilkan diri sebagai pulau dengan stabilitas sosial, dalam kaitannya dengan pembangunan nasional, kemapanan ekonomi karena berkah pariwisata, versi lain dari konstruksi citra Bali yang tidak berkesudahan, sejak periode kolonial. Mungkin kemapanan tersebut sebagai konsekuensi pola pikir ekonomi urban dengan nilai-nilai ekonomi agraris yang tetap dianut atau semata sebagai pilihan orang Bali untuk sebuah rekonsiliasi sosial horisontal dalam menutup rapat ingatan atas Tragedi 1965. Di luar penciptaan karya, para sastrawan Bali juga melakukan pembinaan
calon penulis/sastrawan melalui sanggar, penerbitan berkala sastra dan kebudayaan, dan mengajar ke sekolah-sekolah, terutama di pusat kota. Yang kini sangat penting berperan dalam pembinaan dilakukan oleh Mahima Institut di Singaraja (didirikan oleh I Made Adnyana Ole beserta istrinya), sebelumnya telah berlangsung di Negara oleh Komunitas Kertas Budaya, serta sejumlah sastrawan guru seperti Bawa Samargantang (di Tabanan), GM Sukawidana (di SMPN 1 Denpasar), Ida Bagus Widiasa Keniten (di Amlapura), Luh Arik Sariadi (di SMKN 3 Singaraja), I Gusti Ayu Komang Williani (di SMA Laboratorium Undiksha Singaraja), dan Putu Satria Kusuma (KSB). Cara pembinaan calon sastrawan itu adalah pola pendidikan ala Umbu Landu Paranggi (Bali Post Minggu). Jangkauan “pendidikan”, pembinaan, dan penemuan calon sastrawan itu tidak bersistem karena mengandalkan niat personal sebagai laku sastra, sehingga tidak mampu menjangkau sasaran yang luas. Penemuan bibit sastrawan bisa jadi sebagai peristiwa kebetulan atau karena faktor keberuntungan. Minat sastra juga bukan seperti “wabah media sosial” yang dengan mudah menjalar karenanya menemukan yang bibit potensial sangat sulit. Catatan sastra ini dimaksudkan untuk menunjukkan satu pemahaman terhadap perkembangan sastra Indonesia di Bali, sejak A.A. Pandji Tisna hingga Oka Rusmini karena tampaknya para sastrawan tidak ambil bagian dalam membentuk realitas, sebaliknya tunduk di bawahnya. Karena itu, apapun yang dikemukakan dalam sastra dipandang sebagai reproduksi realitas yang memang demikian adanya. Sastra pun dinilai sebagai subrealitas ekonomi, politik, sosial, medis, hukum, dan lain sebagainya. Yang menolak penilaian ini secara politik adalah sastrawan Lekra. Lewat sastra, realitas tandingan dikonstruksi dalam pikiran dan ditindaklanjuti dalam gerakan sosial. zI Wayan Artika, Budayawan dan Pengamat Sastra
Mengenal Lebih Dekat Kondisi Jantung Bengkak PEMBENGKAKAN pada jantung merupakan suatu istilah umum dan awam yang sering kali digunakan oleh dokter untuk menjelaskan tentang penyakit yang dialami kepada pasien dan keluarganya agar lebih mudah dipahami. Secara umum, tentu tidak semua orang memahami apa yang dimaksud dengan kondisi jantung bengkak tersebut. Kondisi jantung bengkak dapat terjadi pada pasien tanpa pernah disadari sebelumnya, dan sering kali baru terdiagnosis ketika sudah muncul gejala yang berat dan disertai dengan komplikasi. Untuk memberikan pengetahuan yang lebih baik mengenai apa itu kondisi jantung bengkak, berikut akan dipaparkan tentang kondisi medis ini. Definisi dan Jenis Jantung Bengkak Secara medis, jantung bengkak atau kardiomegali (cardiomegaly) merupakan pembengkakan pada jantung sehingga ukurannya membesar melebihi jantung normal. Biasanya hal ini dapat diketahui setelah seseorang melakukan pemeriksaan rontgen dada. Terdapat dua jenis kardiomegali, yaitu kardiomegali karena otot-otot jantung yang membesar atau menebal (kardiomegali hipertrofi) dan kardiomegali karena ruang jantung yang melebar (kardiomegali dilatasi). Keduanya merupakan proses adaptasi jantung dalam menghadapi perubahan kondisi jantung atau adanya peningkatan beban kerja jantung. Mengapa Jantung Membengkak? Jantung yang membengkak terjadi sebagai akibat respons terhadap kerusakan pada otot-otot jantung. Terdapat dua jenis masalah dalam hal ini. Pertama, jantung bengkak akibat melonggarnya otot jantung sehingga volume bilik jantung membesar atau disebut juga dengan kardiomegali dilatasi. Kedua, akibat otot jantung yang menebal atau disebut sebagai hipertrofi. Jenis utama kardiomegali adalah kardiomiopati dilatasi (otot jantung menipis). Pada kardiomiopati dilatasi, dinding sisi
kiri dan kanan jantung (ventrikel) menipis dan meregang menyebabkan jantung membesar. Sedangkan pada kardiomegali hipertrofi, terjadi penebalan pada otot ventrikel kiri jantung. Pembesaran pada ventrikel kiri (hipertrofi) paling sering disebabkan oleh tekanan darah tinggi (hipertensi). Umumnya, kemampuan pompa jantung yang lebih baik terdapat pada kardiomegali hipertrofi daripada kardiomiopati dilatasi. Pada fase awal pembengkakan, jantung masih mampu memompa darah secara normal, namun seiring berjalannya waktu dan semakin berkembangnya pembengkakan yang terjadi pada jantung, kemampuan jantung untuk memompa darah semakin menurun hingga akhirnya terjadilah kondisi gagal jantung. Gejala dan Tanda Jantung Bengkak Pada sebagian besar orang, jantung bengkak tidak bergejala terutama pada fase awal pembengkakan jantung. Namun, bila jantung yang bengkak sudah tidak lagi secara efektif mampu memompa darah ke seluruh tubuh, maka dapat muncul gagal jantung kongestif meliputi sesak napas yang terjadi terutama saat beraktivitas atau saat berbaring, kaki bengkak, berat badan bertambah karena pembengkakan, kelelahan atau mudah merasa lelah, dan kadang juga dapat terjadi nyeri dada, palpitasi atau jantung berdebar Penyebab Jantung Bengkak Kondisi yang menyebabkan jantung bekerja untuk memompa darah lebih keras daripada biasanya atau kondisi yang dapat merusak otot jantung dapat menyebabkan pembengkakan pada jantung atau kardiomegali. Akan tetapi, terkadang jantung sendiri dapat membesar dan menjadi lemah untuk alasan yang tidak diketahui (idiopathic). Beberapa penyebab jantung bengkak yang telah diketahui hingga saat ini. Sebagai berikut: 1) Tekanan darah tinggi (hipertensi). Tekanan darah yang tinggi memaksa jantung memompa lebih keras untuk memenuhi aliran darah ke seluruh tubuh. Jika kondisi ini berlangsung lama maka jantung
akan merespons dengan memperbesar diri melalui penebalan otot jantung. Hipertensi dapat menyebabkan ventrikel kiri membesar, yang pada akhirnya menyebabkan melemahnya otot jantung. Tekanan darah tinggi juga dapat memperbesar ruang atas jantung (atrium). 2) Penyakit katup jantung. Empat katup dalam jantung menjaga darah mengalir ke arah yang benar. Jika katup rusak oleh kondisi seperti demam rematik, kelainan jantung, infeksi (endokarditis infeksius), gangguan jaringan ikat, obatobatan tertentu atau perawatan radiasi untuk kanker, dapat menyebabkan jantung membesar. 3) Penyakit otot jantung (kardiomiopati). Ketika terjadi penebalan dan kekakuan otot jantung, maka jantung perlahan akan membengkak dalam usahanya untuk memompa lebih banyak darah ke tubuh. 4) Hipertensi pulmonal, merupakan tekanan darah yang tinggi pada arteri yang menghubungkan jantung dan paru-paru. Pada kondisi tertentu, jantung harus memompa lebih keras untuk memindahkan darah antara paru-paru dan jantung. Hal ini pada akhirnya menyebabkan jantung sebelah kanan bisa membesar. 5) Anemia, merupakan suatu kondisi di mana tidak terdapat jumlah yang cukup dari sel darah merah dan hemoglobin yang sehat untuk membawa oksigen yang cukup dan memadai untuk jaringan. Anemia yang terjadi secara kronis dan tidak diobati dapat menyebabkan denyut jantung yang cepat atau tidak teratur. Hal ini terjadi karena jantung harus memompa lebih banyak darah untuk menebus kekurangan oksigen dalam darah. Semakin berat kerja jantung, maka perlahan juga akan menyebabkan jantung membesar. 6) Gangguan Tiroid. Masalah pada tiroid baik hipotiroidisme ataupun hipertiroidisme dapat menyebabkan masalah pada jantung, termasuk pembengkakan jantung. 7) Amiloidosis, merupakan suatu penyakit langka yang dapat mempengaruhi jantung, pada kondisi ini terdapat protein abnormal beredar dalam darah dan dapat disimpan dalam jantung yang dapat meng-
ganggu fungsi jantung dan menyebabkannya membesar. Pengobatan Secara umum, jantung bengkak atau kardiomegali sangat sulit untuk disembuhkan. Namun demikian, terdapat dua metode yang diharapkan dapat mengatasi kondisi tersebut, yaitu metode non-terapeutik dan metode terapeutik. Metode Non-terapeutik. Untuk memperbaiki kondisi pada penderita jantung bengkak, dokter umumnya akan merekomendasikan perubahan gaya hidup, meliputi berhenti merokok, menurunkan berat badan berlebih, membatasi jumlah garam dalam makanan, mengendalikan kadar gula darah bila memiliki penyakit diabetes, memonitor tekanan darah secara rutin, menghindari konsumsi alkohol dan kafein, istirahat cukup dengan tidur enam hingga delapan jam di malam hari, dan melakukan latihan atau olahraga sederhana sesuai rekomendasi dokter.
Metode Terapeutik. Di samping perubahan gaya hidup yang harus dijalani oleh penderita, pengobatan jantung bengkak yang diberikan oleh dokter harus dikonsumsi secara rutin, yang biasanya meliputi: Diuretik, obat dengan fungsi menurunkan jumlah natrium dan air dalam tubuh, sehingga dapat menurunkan tekanan darah dan mengurangi beban jantung. Angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitor. Obat untuk menurunkan tekanan darah dan meningkatkan kemampuan jantung untuk memompa. Selain obat ini, juga ada obat lain seperti Beta blockers yang juga menurunkan tekanan darah dan meningkatkan fungsi jantung. Digoxin, obat ini membantu meningkatkan fungsi pompa jantung. Antikoagulan, obat ini untuk mengurangi risiko penggumpalan darah yang dapat menyebabkan serangan jantung atau stroke. zdr.Putu Duhita Ayuningtyas W.
JANTUNG - Tekanan darah yang tinggi memaksa jantung memompa lebih keras untuk memenuhi aliran darah ke seluruh tubuh, jika kondisi ini berlangsung lama maka jantung akan merespons dengan memperbesar diri melalui penebalan otot jantung. Hipertensi dapat menyebabkan ventrikel kiri membesar, yang pada akhirnya menyebabkan melemahnya otot jantung. Tekanan darah tinggi juga dapat memperbesar ruang atas jantung (atrium).
5
Minggu Paing, 18 Desember 2016
Resensi Buku
Kosmologi Magis di Bali Judul Buku PenulisI Penerbit Tahun Tebal
: Mengenal alam Gaib : I Gusti Ngurah Harta : Pustaka Bali Post : cetakan ke tujuh Agustus 2016 : 156 halaman
LEAK, gamang, wong samar, memedi atau apa pun namanya, sampai hari ini masih menjadi sebuah cerita yang memiliki alur yang meliuk-liuk. Melebihi cerita sinetron. Tidak pernah tandas. Tidak juga pernah tuntas. Banyak orang suka menonton kesenian pertunjukan yang diisi suasana seram atau berbau magis. Itulah sebabnya drama tari yang mengambil lakon Calonarang atau Basur selalu mendapat perhatian khusus dari penonton dan ditunggutunggu dengan perasaan dan sensasi yang menggebu. Buku ini disusun untuk mencoba mengungkapkan beberapa hal yang masih dinilai gaib dengan bahasa yang lebih sederhana dan mudah dibaca oleh siapa pun. Memberi pencerahan dan detail. Tentang hal-hal yang tabu menjadi lebih terbuka dan masuk akal. Penulis menggambarkan dengan baik dan mudah dipahami. Buku yang menarik untuk mengetahui kosmologi magis di Bali. (osi)
Film
Pelajaran untuk Remaja Judul Film Sutradara Bintang Tayang
: Revenge Porn : Mark Quod : Celesta DeAstis, Freeman Lyon, dan Jenifer Dorogi : 2016
FILM ini secara teknik memang tidak begitu menarik. Akting yang kaku dari para artis dalam film ini memang terasa sangat menganggu. Hampir semua tokoh dalam film ini aktingnya super paspasan. Lalu apa yang menarik? Yang menarik dari film ini adalah bagaimana teknologi jika tidak digunakan dengan bijaksana akan merusak seluruh sistem kehidupan. Cerita yang dibuat sangat sederhana, tetapi bagus untuk jadi tontonan akhir pekan bagi para remaja. Dalam film ini seorang remaja putri menjalin kasih dengan seorang remaja pria. Sang remaja putri pun bersedia di foto nude. Walaupun tadinya menolak. Karena iming-iming cinta, sang remaja putri pun bersedia mengenakan “under wears” saja. Akhirnya jalinan percintaan mereka putus. Anehnya foto-foto sang remaja putri tersebar di web porno dan bisa diakses siapa saja. Inilah yang membuat cerita bergulir. Beragam tekanan juga menimpa orangtua si remaja putri. Film yang layak ditonton sebagai film pendidikan untuk para anak perempuan. Semoga tertarik untuk menonton film ini ya, sebagai pelajaran hidup. (osi)
Koplak
CERPEN
Oleh Sarasvati Putri KOPLAK menggaruk kepalanya yang gatal. Serpihan-serpihan debu kecil berwarna putih jatuh dari ubun-ubunnya. Persis seperti salju tipis yang jatuh menimpa daun-daun ketika menjelang pergantian musim. Serpihan yang jatuh dari kepalanya seperti butiran salju yang sering dilihatnya di film-film Korea yang sering ditonton anak perempuannya. Benarbenar persis! Pasti kamu tidak percaya kan? Itu terserah padamu, yang pasti Koplak merasakannya. Salju itu turun, pelan-pelan. Begitu lembut. Begitu lucu. Begitu aneh. Sensasinya luar biasa. Salju itu benar-benar turun dari atas kepalanya. Ini serius! Sungguh-sungguh terjadi! Koplak menikmatinya. Remahan salju itu benar-benar memantul tajam dan jelas dari dalam cermin kusam yang ada di depannya. Koplak tersenyum. Dia membalikkan tubuhnya, sambil memiringkan kepalanya ke arah kanan, lalu ke arah kiri. Remahan salju itu menempel di punggungnya. Remahan salju yang berasal dari kepalanya itulah yang jatuh menimpa jas hitam barunya. Jas hitam sewaan! Rasanya memang rada aneh, rambutnya yang kelabu. Jadi berubah hitam pekat. Anak perempuannya — baru saja menyelesaikan sekolah kecantikan di kota “memilih” dirinya sebagai objek untuk membuktikan kemahirannya di depan keluarga besarnya. Koplak pun pasrah. Kalau tidak mau, dia pasti akan dituduh sebagai seorang pemimpin yang tidak bisa menghormati dan menghargai hasil kerja keras “bawahannya” dalam hal ini, anak perempuan satu-satunya, Ni Luh Putu Kemitir. Bau tidak sedap dari semir rambut itu membuat Koplak berkali-kali bersin. Terasa langu dan menurut Koplak agak mengganggu saluran pernafasannya. Bau tidak sedap yang menguap dari atas kepalanya, membuat hatinya juga ikut rusuh. Setiap hari Koplak keramas, berharap bau yang menguap itu segera tertutup oleh bau sampo khusus yang dibelinya di warung depan kantornya. Ah, bau semir rambut itu belum juga hilang. Koplak merasa bau samponya sedang bertarung dengan bau semir rambut anaknya. Sudah hampir tiga minggu belum juga ada sampo yang bisa mengalahkan bau semir rambut itu. Padahal Koplak sudah ganti beragam merek sampo. Sampai habis merek sampo di warung belum juga bisa menundukkan bau semir rambut yang ditebar anak perempuannya di akar-akar rambutnya. Pertanda apakah ini? *** Koplak pun sudah merasa sangat putus asa, karena setiap hari harus keramas. Orang-orang di kantor selalu menyambutnya dengan senyum dikulum. Koplak hanya bisa diam, percuma menjelaskan tentang rambutnya yang selalu basah. Koplak paham, orang-orang di kantor pasti berpikir Koplak “begituan” setiap hari. Cara mereka memandang Koplak, membuat lelaki berumur itu merasa sedikit meriang. Sudah hampir 21 tahun, lebih 21 hari Koplak ditinggal mati istrinya, Ni Luh Wayan Langir. Langir mati karena pendarahan hebat. Koplak-Langir memang tidak memiliki pengalaman dan informasi tentang tanda-tanda perempuan yang akan melahirkan. Langir juga tidak menunjukkan tanda-tanda akan melahirkan seperti yang Langir dengar dari para tetua. Begitulah sebagai duda, Koplak sesungguhnya telah kehilangan gairah pada perempuan. Cintanya pada Langir tidak bisa digantikan oleh siapa pun. Bagi Koplak, tidak ada perempuan secantik Langir. Tidak ada perempuan yang mampu membangkitkan gairahnya selain, Langir. Di otaknya, cuma ada; Langir, Langir, Langir. Sejak kelas tiga SD cinta Koplak pada Langir sudah tertancap di otaknnya. Menghidupkan seluruh pertumbuhannya sebagai lelaki. Langirlah yang membuat dirinya makin matang sebagai lelaki. Langir memenuhi seluruh kubutuhan wujud lelaki Koplak dengan baik dan benar. Ahhhh, Langir sudah lama mati! Hidup harus terus bergerak. Hidup harus terus berdetak! *** Sudah hampir tiga minggu sejak dijadikan objek percobaan anak semata wayang-
nya dengan mengurap rambut putihnya dengan semir, Koplak enggan keramas. Juga enggan beranjak mandi. Dia teringat pesan dadong, neneknya— ibu dari bapaknya. “Kalau perasaanmu sedang tidak enak. Jangan pernah kau basuh tubuhmu dengan air tawar. Air tawar akan membuatmu makin merasa sengsara. Beragam kekuatan negatif akan menyerangmu dengan sangat mudah. Orang-orang yang membencimu mudah masuk ke dalam ruhmu. Kalau kau punya jabatan, orang-orang yang menganggumu akan mudah mempengaruhimu. Mereka akan datang dan mengatur hidupmu! Mereka juga dengan mudah akan meracuni pikiranmu, tubuhmu, juga jalan hidupmu! “ Suara Dadong masih berputar di sulursulur otak Koplak. Masuk melalui poripori tulang tengkoraknya. Koplak merasa kalimat-kalimat yang diselipkan Dadong ketika Koplak kecil beruntun turun seperti air bah. Mungkin lebih tepat banjir bandang. Karena kalimat-kalimat dan suara Dadong tidak bisa terdeteksi kapan? Di mana? Ke mana? Dia muncul tiba-tiba. Semaunya. Tidak bisa diatur dan tidak mau diatur. Tidak bisa dibantah. Konon, kata orangorang desa, Dadong memang terkenal perempuan keras kepala. “Karena dia seorang perempuan bangsawan yang patah hati dengan hidupnya,” suatu hari, adik perempuan ayah Koplak berkata sedikit sinis. “Siapa suruh kawin dengan lelaki sudra. Miskin pula.” Tambah Ni Luh Made Payung pelan. Aslinya perawan tua itu iri berat pada Ida Ayu Putu Teluh. Karena kecantikannya juga karena kepandaiannya menari. Teluh juga mahir membuat beragam sesajen dalam bentuk yang indah. Sehingga kehadiran Teluh dalam keluarga Koplak adalah cahaya. Matahari, bulan, bintang. Pokoknya Teluhlah yang menjadi bintang. Memberi kesegeran. Juga memberi ilmu pada keluarga besar Koplak. Apa yang bisa dilakukan Payung? Selain mengeluh dan cemburu. Karena sering cemberut. Tubuhnya pun segera dimakan keriput. Bagi Koplak, neneknya yang bangsawan itu juga tidak merasa terganggu dipanggil dadong. Justru bagi perempuan bangsawan itu panggilan dadong, terasa lebih berkarakter. Dadong itu kelihatannya sakti, selalu ada di dalam kehidupannya. Bahkan, Dadong pun rajin muncul di tengah malam. Perempuan tua berbau anyir itu selalu datang tepat waktu. “Hidup itu rumit. Tetapi sangat indah. Aku mencintai hidupku, seperti aku mencintai tubuhku,” suatu hari Dadong muncul di dalam gelas putih. Koplak yang sedang kehausan tidak jadi meneguk minuman itu. Rasa hausnya langsung raib. *** Arti nama Koplak, hampir mirip dengan kata konyol, kata koplak lebih tinggi tingkatannya dari konyol, karena terlalu konyol maka disebut koplak. Asal muasal kata koplak sebenarnya diambil dari buah kelapa yang sudah tua, bila dikocok akan terdengar bunyi air. Air itu akan menghasilkan bunyi “koplak-koplak” , karena terdengar cukup aneh. Bila orang melakukan hal konyol, aneh, lucu maka disebut koplak. Koplak sangat bangga dengan nama itu. Juga sejarah yang yang menceritakan nama itu. Apalagi saat ini, dia akan bersiap untuk mengikuti pemilihan Kades. Persiapan harus dimuat matang dan serius. Karena ada tiga calon yang kelihatannya kuat dan cerdas. Koplak merasa saingannya cukup membuatnya bergidik. Mampukah kira-kira dirinya menang? Mampukah dirinya memikat hati warga Kampung? Aslinya Koplak tidak tertarik dengan politik, tetapi karena kesepian, dia lebih sering berada di depan TV. Melihat beragam ulasan politik seperti ulasan tinju, bulutangkis dan sepak bola. Lama-lama Koplak pun merasa terpikat dan ingin berpolitik. Begitu sejarahnya. Sederhana kan? Koplak juga minimal ingin dikenang orang. Mirip artis begitu. *** Calon pertama, anak muda, ganteng. Senyumnya mampu mematahkan seluruh kuncup bunga yang ada di desa. Ketika berjalan dadanya selalu ditegakkan. Kepalanya terangkat dengan senyum yang selalu
tersungging di bibirnya yang kelihatan sangat hitam karena kebanyakan merokok. Anak Muda itu bernama Wayan Agus. Sering dipanggil Wayan, bergaya bak anggota polisi atau TNI aktif, padahal Wayan hanya seorang guru SD mata pelajaran olahraga. Statusnya masih kontrak lagi. Tetapi Koplak mengakui, fisiknya betul-betul memikat. Koplak agak yakin, jika bersaing dengan Wayan Agus, tentu Koplak bagai bumi-langit. Jauhnya tidak terjangkau. Tetapi apa bisa kerja anak kemarin sore itu? Apa tahan banting akan bekerja di desa. Ekonomi di desanya bergerak dari penjualan babi dan bertani? Konon, Wayan Agus lulusan terbaik guru olahraga di kota. Sering mengikuti beragam kejuaraan di luar negeri. Pantas saja, jika Koplak duduk bersebelahan dengan Wayan Agus sangat terasa bau kotanya. “Bau kota? Maksudmu apa?” “Wangi dan bersih. Tidak ada bau keringat!” jawab Koplak santai. *** Calon nomor urut dua, ya Koplak. Modalnya Cuma kerja keras. Waktu menjadi kades, kepala Desa putaran pertama, banyak sudah programnya yang sudah berhasil. Minimal dia sudah menyelamatkan korupsi yang dilakukan oleh bendahara desa. Juga mampu mencari bantuan dari warga desa yang berhasil untuk menyumbang memperbaiki sekolah desa dan membangun jembatan penghubung antar desa. “Wah, saingan Bapa keren habis,” anak perempuan satu-satunya, terus memuji Wayan Agus sambil menggantung foto Wayan Agus di kamar tidurnya. “Kira-kira maukah dia mengambil aku sebagai istri, Bapa?” tanya anak perempuannya menggoda Koplak. Koplak tahu anak perempuan semata wayangnya itu paham. Koplak risau. Galau menghadapi Wayan Agus yang kalau dihitung menggunakan survei seperti acara di TV, pasti surveinya lebih tinggi daripada Koplak. Anak kandungnya saja sudah terpikat. Bahkan di depan Koplak dia berkata akan memilih Wayan Agus jika pemilihan kepala desa tiba. Koplak hanya bisa meringis. Tabu baginya untuk memaksakan kehendak. Walaupun di dalam hati kecilnya Koplak berdoa. Berharap, ketika berada
di bilik suara. Anak perempuan semata wayangnya akan memilih nomor urut dua. Semoga saja. *** Melihat gaya calon Kades urutan pertama, kelihatannya Koplak sedikit meriang juga. Ganteng, muda, gagah. Sepertinya melihat wajah Wayan Agus lulusan terbaik sekolah guru olahraga itu, dijamin para perempuan akan kepincut sampai berkerut. Ketika berdiri dan belum mengeluarkan suara para perempuan di balai banjar sudah berteriak-teriak histeris. Padahal belum satu huruf pun keluar dari bibirnya. Lelaki muda itu cukup melempar senyum manis dan melambai. Juga menunduk memberi hormat pada orang-orang yang hadir. Menunjukkan dadanya yang bidang. Lengannya yang kekar. Seperti model iklan susu lelaki di TV. Hyang Jagat, Koplak mengakui tubuh lelaki muda itu benar-benar memikat. *** Apalagi dengan calon ketiga. Lelaki satu ini terlihat gagah, konon pernah jadi kepala sekolah di kota. Idenya banyak. Setiap pidato di bale banjar membuat orang-orang desa bengong dan linglung. Bahasanya tertata manis, kelihatan sekali, mungkin Putu Begig waktu sekolah dulu pasti selalu jadi jawara. Tubuhnya kuat, gempal dan menakutkan. Bicaranya banyak. Menurut Koplak terlalu tinggi. Kadang-kadang orang-orang yang duduk di sebelah saling melirik kawannya dengan harapan, kawan di sebelahnya mampu menjelaskan maksud dan pidato Putu Anar. “Dia lelaki cerdas. Mantan kepala sekolah sebuah SD terpandang di kota,” bisik si pendukung Putu Anar bangga. “Duitnya banyak. Jangankan jembatan bambu. Jembatan beton akan dibangun di desa ini,” kata pendukung Putu Anar lebih serius dan berapi-api. *** Koplak terdiam. Baginya dua pesaingnya itu tidak tinggal di desa ini. Juga terbiasa hidup di kota. Bagaimana mungkin mau membangun desa ini? Koplak terus menggaruk kepalanya. Salju putih terus beterbangan dari kepalanya. Melukai jas hitamnya. Anak perempuan yang duduk di sebelahnya melotot. Sambil mengajarkan Koplak bergaya orang kota. Koplak makin kepanasan dan kepalanya makin gatal.
Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.
Khoiril Mawahib Nuriarta Windhu Segara
K. Ngurah
Adi Wiryadarma
W.G. Sumarta
DIMENSI
6 RAMALAN
BINTANG
Capricorn Peruntungan: Tawaran kerja sama dengan pihak luar, sebaiknya benar-benar dipikir secara mendalam jangan hanya berlandaskan faktor perasaan. Karier: Hilangkan dulu perasaan cepat puas dan bangga dengan apa yang telah Anda raih selama ini. Kesehatan: Berolahragalah di pagi hari meskipun hanya lari-lari kecil. Jangan biarkan rasa kantuk dan hawa malas Anda mengalahkan kebiasaan positif tersebut. Keuangan: Semua tanggungan Anda segera saja selesaikan mumpung ada dana untuk semua itu. Asmara: Terimalah realita yang ada dengan hati yang senang, tidak perlu cemas dengan situasi yang cukup sulit itu. Aquarius Peruntungan: Bertindak tegas dan tak perlu takut dengan rintangan yang datang menghadang. Terjang saja sekiranya ada yang menghambat langkah Anda apalagi di minggu ini dorongan angin tampak cukup membantu perjalanan Anda sehingga langkah terasa lebih ringan dan mantap. Karier: Tunjukkan kemampuan Anda jangan mau diremehkan oleh orang lain apalagi oleh klien sendiri karena hal itu jika dibiarkan maka akan sangat mempengaruhi dedikasi Anda selama ini. Kesehatan: Penyakit mag sebaiknya perlu waspada dan patuhi anjuran dokter sebaik mungkin dan jangan lupa untuk selalu rajin control ke dokter. Apalagi akhir-akhir ini aktivitas begitu beratnya sehingga harus lebih rajin untuk selalu kontrol kesehatan ke dokter. Keuangan: Jangan tergoda dengan kabar burung yang sulit dipercaya kebenarannya ada baiknya Anda lebih concern dengan pekerjaan Anda saat ini. Asmara: Tak perlu ikut terhanyut oleh suasana yang tidak menentu ini, cobalah dijaga keakraban dan keharmonisan hubungan Anda dengannya. Pisces Peruntungan: Jangan pernah berhenti untuk terus beraktivitas dengan penuh semangat dan pantang menyerah. Keseuksesan sudah tinggal selangkah lagi sehingga sangatlah disayangkan jika Anda kurang bisa bersemangat dalam mengejar kesempatan ini. Karier: Bila ada persoalan pribadi, sebaiknya jangan dicampuradukkan dengan urusan pekerjaan yang sudah rumit ini. Kesehatan: Dengan banyak tertawa maka akan membuat pikiran menjadi rileks dan membuat hati senang, sehingga bisa untuk mengusir kepenatan karena urusan pekerjaan. Keuangan: Tak perlu pilih-pilih order, jika merasa mampu sebaiknya diterima saja. Asmara: Masih menggelora, dan tampak semakin harmonis. Hanya saja ada gangguan kecil akan tetapi itu tidak berpengaruh banyak terhadap kebahagiaan yang Anda rasakan di mingguminggu ini dengannya. Aries Peruntungan: Kesempatan untuk meraih hasil terbaik masih terbuka lebar di minggu ini asalkan diri Anda bisa mengendalikan emosi dengan benar. Karier: Cobalah untuk memperhatikan emosi Anda, yang tampak labil, dikontrol dan dijaga sebaik mungkin, jangan sampai mengacaukan apa yang sudah ada. Kesehatan: Karena kondisi badan Anda masih kurang memungkinkan untuk beraktivitas yang terlalu berat, untuk itu bila ada rencana sebaiknya dikondisikan dulu dengan kesehatan Anda tak perlu memaksanya jika sekiranya tak mampu melakukannya. Keuangan: Bila ada uang lebih sebaiknya ditabung saja, tak perlu punya pikiran beli ini dan itu karena di masa depan nanti masih membutuhkan banyak biaya. Asmara: Jika tujuan semula untuk cari topik pembicaraan, sebaiknya carilah topik yang ringan-ringan saja tetapi bisa membikin suasana menjadi lebih hidup dan gembira. Taurus Peruntungan: Meskipun jalan yang Anda lalui cukup terjal tetapi masih ada setitik harapan yang bisa membalikkan suasana dari pesimis menjadi suasana yang berpotensi bagus. Teruslah berkreasi dan jangan pernah berhenti untuk berinovasi mumpung masih ada dorongan positif yang membantu langkah Anda. Karier: Ada saja ulah rekan-rekan yang bisa menjatuhkan karier Anda jika dihadapi dengan emosi dan hati yang panas. Kesehatan: Badan masih terasa lemas dan seakan-akan ingin terus beristirahat saja. Jika sudah begini maka perlu sekali untuk berkonsultasi dengan dokter pribadi Anda. Keuangan: Pemasukan cukup tinggi dan Anda harus bersyukur karena ini semua tidak Anda sangka sebelumnya. Asmara: Tak perlu mempunyai pikiran yang aneh-aneh, jalani segalanya yang ada ini dengan perasaan gembira, dan anggaplah ini sebagai jalan cerita yang harus dijalani. Gemini Peruntungan: Di minggu ini ada baiknya jika Anda bekerja berdasarkan planing yang telah Anda susun sendiri sehingga bisa lebih tepat, cepat dan lancar. Karier: Jika ada tawaran yang sekiranya menguntugkan sebaiknya bisadipertimbangkan untuk diterima, dan tidak perlu takut dengan kemungkinan buruk yagn bisa saja terjadi. Kesehatan: Jangan dipelihara sifat malas Anda terutama untuk berolahraga, meskipun pekerjaan lagi banyakbanyaknya tetapi tentunya masih ada waktu luang yang bisa digunakan untuk berolahraga meski hanya sebentar saja. Keuangan: Jangan ragu untuk menutup segala kebutuhan yang ada jika memang ada dana, jangan menunda-nunda karena hanya akan bikin pusing di kemudian minggu saja. Asmara: Cobalah dikontrol emosi yang tampak labil itu, jangan sampai menambah buruk suasana yang sudah cukup panas ini. Cancer Peruntungan: Minggu ini benar-benar berat dan cukup menguras stamina serta pikiran Anda. Meski begitu tetaplah cari safe-nya saja, agar beban pikiran tidak semakin berat. Karier: Jangan terpancing dengan provokasi yang sengaja dihembuskan oleh orang yang sirik dengan keberhasilan karier Anda saat ini. Kesehatan: Kondisi badan masih perlu diwaspadai karena aktivitas sangat berat sehingga waktu makan dan waktu istirahat sulit untuk bisa on time. Keuangan: Jika ingin tenang maka jalan satusatunya harus mau hidup hemat. Asmara: Walaupun masalah datang bertubi-tubi, tetapi keutuhan dan kemesraan tetap terjaga, untuk itu Anda perlu bersyukur dan mempertahankan kekompakan ini. Leo Peruntungan: Usahakan untuk tidak bersitegang kepada siapapun juga, karena pasti akan merugikan diri Anda. Cobalah mengalah, tetapi demi kemenangan yang tertunda, sehingga bisa terhindar dari berbagai permasalahan yang sulit untuk diselesaikan. Karier: Jangan berlagak plin-plan agar kepercayaan tetap terjaga dengan baik. Kesehatan: Rasa penat di sekujur badan Anda tampak mendatangkan masalah yang cukup pelik sehingga jika tak segera diantisipasi maka segala urusan pekerjaan bisa terbengkalai karenanya. Keuangan: Atur dan pertimbangkan masak-masak sebelum segala sesuatunya Anda mulai. Asmara: Positif thinking saja, sehingga suasana tenang tetap terjaga, dan tidak sampai berubah menjadi suasana yang penuh dengan kecurigaan. Virgo Peruntungan: Masih ada kesempatan dan itu perlambang bahwa kesuksesan sudah di depan mata. Maka dari itu pAndai-pAndailah memanfaatkan celah yang ada ini, jangan sampai mengendor apalagi terlena dengan keberhasilan selama ini yang masih jauh dari apa yang Anda harapkan. Karier: Jangan cepat panik bila ada rintangan yagn mengganjal, hadapilah dengan penuh ketenangan. Kesehatan: Gangguan pada tenggorokan cukup mengganggu konsentrasi Anda di minggu ini untuk itu sementara waktu hindari makanan yang terlalu keras dan minuman dingin ataupun air es. Keuangan: Cukup stabil dan masih bisa meraih hasil yang lebih besar lagi. Asmara: Bersabarlah tak perlu semuanya dimasukkan hati, bisa pusing sendiri. Libra Peruntungan: Cukup berprospek sekali untuk menyelesaikan segala rencana yang lagi Anda kerjakan, tak perlu terpengaruh oleh omongan orang karena mereka hanya terbawa oleh perasaan iri dengki. Karier: Ada saja tentangan yang Anda terima, meski begitu tak perlu berlaku mundur karena tak ada untungnya. Kesehatan: Kondisi badan tampak kurang menunjang sehingga perlu istirahat yang cukup dan pola makan yang benar. Hindari begadang sampai larut malam. Lebih baik Anda pergunakan untuk tidur saja. Keuangan: Pemasukan di minggu ini lumayan baik hanya saja hindari melakukan spekulasi dulu. Asmara: Biarkan saja tak perlu dimasukkan hati, karena hanya akan bikin capek mulut saja. Scorpio Peruntungan: Jika tak hati-hati maka tidak sedikit yang akan terganggu dengan program yang lagi dijalankan ini, tak perlu ditanggapi dengan emosi, tetaplah tenang, dan yang terpenting masih selalu berjalan di atas rel yang telah direncanakan. Karier: Jangan bertingkah yang aneh-aneh jika tak ingin kena damprat atasan Anda. Kesehatan: Jangan berlaku cuek dan tak mau tahu dengan kondisi badan Anda saat ini sekalipun terasa lebih sehat. Agar badan tetap terjaga dan semakin sehat saja. Keuangan: Untuk coba main spekulasi memang harus mau bersiap rugi, kalau setengahsetengah lebih baik jangan. Asmara: Jangan biarkan dirinya tertekan oleh sikap keras Anda selama ini. Sagitarius Peruntungan: Proyeksi Anda membuahkan hasil yang lumayan besar sehingga ada harapan untuk bisa meraih hasil besar di minggu ini. Tetaplah tenang dan jangan keburu lupa diri dulu dengan peluang yang tampak jelas dihadapan Anda itu. Karier: Tak perlu mendengarkan gunjingan orang yang bikin suasana hati menjadi panas saja. Kesehatan: Hindari pulang larut malam karena bagaimanapun juga kondisi badan Anda kurang begitu sehat. Keuangan: Bersyukurlah karena rejeki yang tak Anda duga semula dapat membawa kesegaran bagi keuangan Anda yang Diasuh Oleh lagi seret akhir-akhir ini. Asmara: WalauPutri Wong Kam Fu pun kata-katanya terkadang menyakitkan hati, tetapi hatinya yang paling dalam Berlaku cukup baik dan sayang kepada Anda. 18 - 24 Desember 2016
Minggu Paing, 18 Desember 2016
WEDA WAKYA
Berlindung pada Kebenaran ”Satyam” satyameva jayate nanrtam satyena pantha vitato evayanah yenakramantyrsayo hyaptakama yatra tat satyasya paramam nidhanam (Mundaka Upanisad 3.1.6) “Hanya kebenaran yang selalu menang, bukan ketidakbenaran. Dari kebenaranlah jalan spiritual menyebar keluar, dengan nama para Maharesi yang keinginannya sepenuhnya terpenuhi, dapat mencapai tempat di mana harta karun tertinggi Kebenaran tersimpan.” Kalimat “Satyam eva jayate” yang terdapat dalam kitab Mundaka Upanisad sudah menjadi sedemikian terkenal. Bahkan, mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Antasari Ashar ketika keluar lapas menikmati kebebasan, di hadapan media menyampaikan Satyam Eva Jayate, tapi ketika ada wartawan menanyakan sambil mengulang kalimat tersebut dengan kata “Jayante”, Antasari juga ikut mengucapkan kalimat kurang tepat “Satyam Eva Jayante”. Antasari sudah benar mengucapkan jayate akhirnya ikutikutan mengucapkan yang kurang tepat secara tata bahasa Sanskerta. Kata satyam menunjuk pada kebenaran sejati. Ia berarti Supreme Truth (kebenaran tertinggi) dan juga kejujuran. Akan tetapi, di Indonesia, khususnya di Bali, kata satyam lebih dikenal dengan bawaan arti jujur. Seringkali kita juga mendengar dan bahkan “salah kaprah” akan kata satya wacana dengan kata nitya wacana. Namun, kata nitya wacana diwacanakan sebagai “sing dadi nitya wacana”, maksudnya ingin mengatakan tidak boleh berkata-kata bohong, namun mempergunakan kalimat “nitya wacana” yang berarti berkata jujur. Kalimat yang benar adalah “sing dadi mithya wacana” (tidak boleh berkata-kata bohong). Ada kalimat nitya wacana dan ada kalimat mithya wacana. Nitya wacana berarti satya wacana, sedangkan mithya wacana berarti berkata-kata tidak jujur, tidak benar alias berbohong. Demikian ilustrasi untuk menjadi peringatan bagi yang masih terperangkap dalam salah kaprah istilah tersebut. Satyam hendaknya menjadi tonggak arah dari segala yang dilakukan, dipikirkan, dan dikatakan orang. Hendaknya orang juga bertekad agar setiap pikiran, kata, dan perbuatan yang dilakukan di dalam jalan satyam, agar memberikan manfaat dan/atau menjadi acuan kebenaran bagi orang lain. Harapan seperti ini sesuai dengan ajaran dari Rg
saha mendekatVeda yang meOleh Darmayasa kan diri sebisanekankan agar bisanya pada keorang-orang menemukan kebenaran sejati benaran Satyam demi berkenan satyam di dalam kata-kata yang Tuhan hadir bersthana dalam diucapkan: vacah satyam asiya diri kita. Hanya kehadiran (Rg Veda 26.4), mereka yang Tuhan seperti itu di dalam diri dengan pasti menjadikan Veda memberikan kepastian akan sebagai dasar ajaran-ajaran karunia serta perlindungan pencerahannya, seharusnya penuh dari Tuhan YME. Perihal pemahaman kata menjadikan satyam sebagai acuan arah tujuan hidupnya. satya yang di Bali sendiri kata Dengan demikian, segala apa satyam itu dipahami sebagai kejujuran daripada arti kebeyang diperbuatnya pastilah dalam tuntunan sinar suci Veda. naran sejati, pendapat ini tidak Bagi penekun ajaran Veda, salah, ia bahkan didukung oleh mereka akan menganggap sia- kitab Upanisad (Brhadaransialah kata-kata yang diucap- yaka Upanisad 1.4.14), “yo vai kan jika ia tidak mengandung sa dharmah satyam vai tat” kebenaran satyam, dan juga – kewajiban suci berkata-kata akan sia-sialah jika orang tidak jujur adalah kebenaran satyam menemukan kebenaran satyam itu sendiri. K e be n ar an Satyam y an g di dalam kata-katanya, “vacah satyamasiya” Semoga aku (ma- lebih diutamakan di Bali adanusia) menemukan kebenaran lah Kebenaran Dharma dalam di dalam kata-kataku (Yajur Kebenaran Kejujuran sehingga terlahir istilah Satya Wacana Veda 26.4). Kitab suci Taittiriiya Upa- (berkata-kata jujur). Bagi umat nisad 2.1 mewacanakan satyam di Bali, orang yang dianggap jñanam anantam brahma, yo sangat maju dan teguh di daveda nihitam guhayam so’snute lam menjalankan ajaran-ajaran sarvan kaman, bahwa mereka agama adalah orang-orang yang y an g m e r e al i s as i k an k e be - “polos” jujur, tidak pernah bernaran sejati, satyam, dengan kata-kata bohong. Tutur-tutur baik, maka semua keinginan di lontar khususnya lontar Niti mereka menjadi terpenuhi. Sastra menekankan hal ini, dan S a t y a m e v a j a y a t e , h a n y a juga cerita Raja Yudhisthira kebenaran sejati yang selalu yang bahkan dalam keadaan menang, na anrtam, dan bukan darurat perang pun tidak mau ketidakbenaran. Dari kebe- berkata bohong. Kitab kakawin Niti Sastra naranlah jalan spiritual menyebar ke luar. Dengan jalan menekankan agar orang sangat kebenaran sejati tersebut para berhati-hati dalam mengeluarMaharesi, yang keinginannya kan kata-kata. Kata-kata dissepenuhnya terpenuhi, da- ebutkan sebagai anak panah, pat mencapai tempat dimana sekali terlepas maka ia tidak (yatra) harta karun tertinggi bisa ditarik kembali. MengKebenaran tersimpan (tat sa- ingat kelemahan ini dimiliki tyasya paramam nidhanam). oleh setiap orang, yaitu kurang Kebenaran Satyam tersebut berhati-hati didalam mengetidak dapat dilihat, tidak dap- luarkan kata-kata, maka kitab at dikatakan, tidak dapat pula suci Smrti merasa perlu mengdipikirkan atau tidak tersen- ingatkan umatnya dengan ajatuh oleh ketajaman pemikiran ran sangat penting dan praktis, – “ a d r s t a m a v y a v a h a r y a m yaitu “manah putam vacam vaagrahyam aksanam acintyam det” – saringlah terlebih dahulu avyapadesyam...” (Mandukya baik-baik di dalam pikiran, Upanisad). barulah keluarkan kata-kata Harapan dan ajaran Veda melalui bibir. adalah agar orang menempatOleh perkataanlah engkau kan diri di dalam jalan satyam m e n d a p a t k a n h a r t a b e n d a serta pada saat bersamaan (wasita nimittanta manemu juga mengharapkan orang lain laksmi), oleh perkataanlah mendapat kebenaran satyam engkau menemui kematian juga dari segala pemikiran, (wasita nimittanta pati kapangkata, dan perbuatan yang di- guh), oleh perkataanlah engkau lakukannya. Orang tidak di- mendapatkan kedukaan (wasita anjurkan untuk mencari dan nimittanta manemu duhkha), berada di dalam jalan satyam dan oleh perkataan pula engkau sendirian melainkan diajarkan mendapatkan sahabat (wasita cara menabur satyam ke segala nimittanta manemu mitra). penjuru mata angin, kepada Barangkali masih segar disemua tanpa pilih kasih dan ingatan semua, ada seorang setiap saat. Itulah kesejatian perawat melakukan bunuh diri hidup seorang arya, yaitu orang hanya karena “salah ucap” dari yang ajeg dalam mengikuti aja- seorang penyiar radio. Salah ran Veda. ucap dapat mengakibatkan Kena Upanisad menyebut- orang meninggal, bunuh diri, kan kebenaran Satyam sebagai atau orang akan menjadi sakit tempat tinggal dari Tuhan YME hati selama hidupnya. (satyam ayatanam...), yang Mengenai Kebenaran Saberarti orang hendaknya beru- tyam sebagai Kebenaran Dhar-
ma yang jujur, terdapat cerita perihal Maharaja Yudhisthira ketika sedang berada dalam perang Kuruksetra. Pada saat itu, Guru Drona mengamuk dan membunuhi para ksatriya dan prajurit Pandava. Sri Krsna mengetahui bahwa Guru Drona mendapat karunia tidak akan mati jika tidak karena mengalami kedukaan keras. Dan rahasia kedukaan keras bagi Drona adalah putra kesayangannya, Asvathama. Dalam keadaan gawat tersebut, Krsna meminta Bhima untuk membunuh gajah dari pasukan musuh yang kebetulan bernama Asvathama, lalu Bhima diminta agar berteriak lantang mengatakan Asvathama terbunuh. Bhima melakukan dengan patuh. Teriakan Bhima yang keras, nyaring dan lantang tersebut didengar oleh hampir seluruh pasukan kedua belah pihak yang sedang bertempur. Mendengar berita putranya gugur, Drona langsung menjadi lemas dan menghentikan pertempurannya. Untuk memastikan kebenaran akan kematian putranya, Drona hanya percaya pada satu orang pribadi maha jujur, yaitu Yudhisthira. Drona mendatangi Yudhisthira menanyakan perihal kebenaran kematian putranya. Demi menyelamatkan pasukannya, Krsna meminta Yudhisthira berbohong. Akan tetapi, Yudhisthira sang raja kebenaran dan kejujuran tetap tidak bisa meninggalkan kejujurannya yang sudah mendarah daging. Yudhisthira pun berkata dengan jujur kepada gurunya, “Guru..., benar Asvathama gugur......tetapi gajah bernama asvathama, “naro va kuñjaro va”. Bertepatan Yudhisthira mengatakan Asvathama gajah, Bhima meniup sangkha dengan keras menyebabkan Guru Drona tidak mendengar kata “kuñjaro va” (Asvathama gajah). Akhirnya Drona terduduk kesedihan dalam medan perang dan menemui ajalnya. Kebenaran Satyam sangatlah pelik, bahkan raja kejujuran Yudhisthira pun mengalami kesulitan untuk mengikuti dan menerapkannya. Ia memerlukan keberadaan kitab suci dan orang suci yang sangat bijaksana dalam menerapkannya sesuai dengan desa (tempat, daerah), kala (waktu, zaman), dan patra (individu, kelompok masyarakat). Sebab, Kebenaran Satyam tertutupi rapat oleh kebenaran-kebenaran semu dan bersifat sementara (satyasya apihitam). Sehubungan dengan Kebenaran Satyam, para pembaca pasti banyak yang kaget jika penulis mengatakan: “Terkadang kita perlu menomorduakan kitab suci demi mengedepankan sebuah tradisi indah...”
MIMBAR AGAMA
”Kerukunan” dalam Perspektif Redaktur Khusus MIMBAR
KHONGHUCU WS. CH. Budhi S. Pribadi.SP DI dalam Kitab Sabda-Suci (Lun-Yu) Bab – XII: 5, tersurat “Di Empat Penjuru Lautan Semua Manusia Bersaudara (Si-Hai-Zhi-Nei, Ji-Xiong – Di – Ye). Inilah ujar-ujar/nasihat Nabi Kongzi/Khonghuru/ Konfusius yang mengandung seruan/ ajakan supaya orang-orang di negaranya pada zamannya. Dan sekarang merupakan seruan/ ajakan kepada semua orang, bangsa-bangsa di muka bumi ini, untuk berupaya mencapai ‘Kerukunan’ Nasional dan Internasional atau Perdamaian Besar (Da-Tong- Si-Jie)”. Ajaran Khonghuru mengutamakan ‘Kerukunan’ di atas prinsip ‘Apa yang diri sendiri tiada inginkan, jangan diberikan kepada orang lain (Ji-SuoBu – Yu, Wu – Shi - Yu – Ren). Dalam prinsip ini, tersirat “Bila diri sendiri ingin tegak/maju, upayakan orang lain pun tegak/ maju (Ji-Yu- Li – Er- Li- Re-, Ji – Yu – Da- Er – Da- Ren). Nabi Kongzi berkeyakinan, bahwa kitab-kitab Kuno/Klasik yang diwariskan oleh para nabi suci purba/Raja-raja Suci Purba ribuan tahun, adalah mengandung dorongan dan contoh bagi tiap orang di zaman sekarang untuk hidup bermasyarakat, berbangsa dan berneraga dalam kesatuan bangsa, dan Nabi Kongzi berpendirian, bahwa setiap manusia dapat dididik melakukan kebaikan dan menjauhkan kejahatan. Sebab pada hakekatnya watak sejati manusia itu dasarnya baik dan apabila manusia berbuat suatu kejahatan tidak mengikuti watak aslinya yang dikaruniakan oleh
Tuhan/Sang Pencipta, itulah orang yang tidak menegakkan firman-Nya (Bu-Li-Ming). Nabi Kongzi di dalam mengajarkan mendidik para pengikutnya adalah atas dasar ‘’Tiga Lingkaran Konsentris’’ yaitu: (i) keluarga (Ji–Jia), (ii) masyarakat (She–Wei), (iii) negara (Zhi–Guo). Jika di dalam keluarga rukun, maka masyarakat akan harmonis/damai. Dan bila dalam masyarakat rukun, maka Negara dan masyarakatnya hidup tentram dan damai. Dan untuk meningkatkan kerukunan. Nabi Kongzi mengajarkan ‘’Lima Hubungan Kemasyarakatan (Wu- Lun) yaitu; (i) hubungan antar pimpinan dan bawahan (Jun–Zhen), (ii) hubungan antar orang tua dan anak (Fu–Zi) (iii) hubungan antar suami dan istri (Fu–Fu), (iv) hubungan antar kakak dan adik (Xiong–Di), (v) hubungan antar teman dan sahabat (Beng– You). Ajaran ‘Lima Hubungan Kemasyarakat’ ini mencakup hubungan manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa, secara vertikal (Zhong-Yu–Tian). Dan hubungan antar sesams manusia secara horizontal (Shu– Yu–Ren). Inilah sebagai hubungan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Adapun kulninasi ‘Ajaran Khonghucu ini, adalah ujar-ujar/ nasehatnya. Dalam menjawab pertanyaan seorang Raja Muda Weger Cee tentang ‘’Bagaimana mewujudkan pemerintahan yang baik? Nabi Kongzi menjawab pertanyaan seorang Raja Muda Weger Cee tentang ‘’Bagaimana mewujudkan pemerintahan yang baik? Nabi Kongzi menjawab: ‘’Raja adalah raja, menteri adalah menteri, dan ayah adalah ayah, anak adalah anak . Apabila raja berdiri di atas kepercayaan sebagai raja, barulah Menteri menduduki kewajaran sebagai menteri. Bila seorang ayah menepati kewajiban nya yang sejati, barulah anak men-
ginsyafi ‘’Bakti’’ yang sejati dan bila para pejabat pemerintahan menyaari adanya hubungan antar manusia/rakyat, niscaya dibawahnya akan saling kasihsayang, tanpa ‘’kerukunan’ tidak akan adanya ketentraman dalam persatuan bangsa, bila terwujud. Inilah esiensi kebenaran kerukunan bangsa yang berdaulat, yang merupakan cita-cita luhur
para pendahulu pendiri republik Indonesia Semoga tulisan ini mampu memberikan pandangan dalam perpolitikan berlakangan di Negara tercinta kita ini Indonesia. Maha Besar Sang Khalik Semesta Alam (Huang – Yi – Shang- Di) Tuhan senantiasa melindungi kebajikan (Wei – Tian – You – De). Shanzai
PERMATA HATI Untuk pembaca Bali Post Mingguan (BPM), kami membuka rubrik baru ‘’Permata Hati”. Rubrik ini mengangkat si buah hati yang baru lahir, yang berulang tahun atau akan berulang tahun. Juga pasangan yang menikah di minggu tersebut atau yang merayakan ulang tahun pernikahan. Kirim foto menarik dan tulis data lengkap identitas diri, orang tua serta komentar singkat. Semua data dikirim lewat email redaksibalipost@ yahoo.com dengan kode Permata Hati. Bisa juga naskah dan foto dikirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post. Jl. Kepundung 67 A Denpasar telp. (0361) 225764. (Redaksi)
Telah lahir sehat ananda “Prabu” (IGD Prabu Abimaniu), putra ketiga dari pasangan Adhi Parwatha dan Sri Wulandari, pada hari Kamis, 15 Desember 2016. Semoga selalu sehat dan menjadi anak yang suputra.
Redité Paing, 18 Desember 2016
Bali L E M B A R
7
B A S A
B A L I
Bencingah Ida Bagus Alit Mabinayan Sima PARIKRAMA upacara yadnya HinduBali majanten sampun madué tata-titi sané patut kanggén dasar, sakadi sané kapolihang saking makudang-kudang sastra suci agama Hindu miwah kataminin antuk pabaos saking para panglingsir. Sané taler kanggén dasar ri kala ngamargiang upacara yadnya punika wantah sapunapi sima utawi tradisi sané kaanutang utawi kamargiang ring wewidangan irika. Duaning nénten akidik sima utawi tradisi sané mabinayan yadiastun upacara sané kamargiang pateh. Ida Bagus Alit (69), panglingsir Gria Anyar Manuabha Baha maosang, indik caru siap sané ketah kamargiang inggih punika blulang siap utawi kulit sané kantun madaging antuk batis, kampid, tenggek miwah bulu maukudan inucap jagi kakebérang tur kanggén dados panangkeb ring tetandingan caru sané kawastanin antuk layang-layang. Sakéwanten ring genah siosan, blulang inucap kagantung kémanten ring sanggah cukcuk tur kaambil kapaidnyané ri kala parikrama ngilehang caru kamargiang. “Sakadi punika pabinayan parikrama caru antuk sima sané mabinayan saking soang-soang wewidangan. Sios punika indik tetandingan banten caru taler prasida mabinayan,” baos dané sané taler jero mangku dalang puniki. Dané malih maosang, ri kala makarya banten caru mangda nénten nganggén siap Bali sané sangkur utawi siap sané nénten madué ikuh. Duaning kajantenang yéning nganggén siap sangkur, upacara yadnya sané kamargiang nénten madué tutuk utawi muncuk miwah tan pabongkol. Tegesnyané karya sané kamargiang nénten wénten kasuksmannyané tur nénten mapikolih. “Wénten sima sané ngicén nganggén siap sangkur inucap, sané mautama warnan bulunipun sampun adung sareng pangaptin caru sané jagi kamargiang. Minakadi siap mabulu putih, siap mabulu barak miwah sané siosan,” baos dané negesang. (was)
I Nyoman Sukada
Uleng Yadnya Masikian ring Pikayunan RING kahuripan krama Bali, siap wantah beburon sané ketah kapanggih ring paumahan. I Nyoman Sukada (67), budayawan Hindu Bali saking Br. Denkayu Delodan, Werdhi Bhuwana, Mengwi, Badung maosang sujatiné nénten makasami krama dados ngajeng siap utamanipun sang sané maraga Pandita utawi Sang Sulinggih. Punika duaning siap sané kaupapira olih krama utawi sané kasengguh dados Wanwa punika majanten jagi kaicén tatedan sisan ajengan jadma minakadi nasi miwah sisansisan ajengan ring paon. Punika mawinan kapikayunin kirang becik yéning ulam siap punika katurang majeng ring Ida Sang maraga suci. “Nika sané nénten dados kalémpasin saking Ida Sang Maraga Suci, sakéwanten yéning punika ngranjing ring sajeroning Satawana utawi siap sané nénten kaupapira minakadi siap Keker wawu dados katurang tur kanggén rayunan Ida,” baos dané. Ketua PHDI Badung puniki malih maosang, krama Bali ketah ngawigunayang ulam ayam dados ulam banten ring sajeroning karya Dewa Yadnya, Rsi Yadnya miwah upacara sané siosan. Tatkala punika ulam inucap jagi kakaryanin dados siap betutu utawi ulam ayam sané kantun mabungkulan. Dané maosang yéning tetuekipun wantah nyinahang pikayunan taler manah sané sujati ri kala jagi maturan ring Ida Hyang Paramakawi. “Dadosné napi sané katurang punika mangda maukudan. Punika mawinan ulam banten sané katurang punika kakaryanin dados ulam betutu mangda yadnya napi sané katurang prasida maukudan tur masikian sareng pikayunan krama inucap,” asapunika dané sané taler pinaka pensiunan guru puniki nartayang. (was)
(58)
SIAP – Ring kahuripan krama Bali, ketah kapanggih beburon siap Bali sané kaupapira tur kaicén tetedan saraina. Duaning sios saking kanggén ajengan, siap taler dados kanggén ulam banten. BPM/was
Siap Bali
Ketah Kanggén Panca Sata Pinaka Dasaran Caru RING kahuripan krama Bali, akéh pisan “isin gumi” sané prasida kawigunayang saraina, pamekasnyané ri kala ngaryanin makudang-kudang soroh piranti bebantenan sané kanggén ring upacara yadnya Hindu-Bali. Tatkala punika majanten setata kautsahayang mangda piranti-piranti upacara inucap kakaryanin saking tetanduran wiadin beburonan ring Bali. Siap wantah sinalih tunggil beburon sané setata kapanggih tur kawigunayang ring banten minakadi ring caru. Sujatiné beburon ayam utawi siap Bali nénten mabinayan sareng soroh siap sané siosan sajabaning wantah kawigunanipun ring sajeroning upacara yadnya. Siap Bali sané kawigunayang minakadi ring caru wantah siap Bali sané madué cihna manut soroh banten tur pangaptinnyané. Ida Bagus Alit, panglingsir Gria Anyar Manuabha Baha maosang, soang-soang banten caru
jagi ngawigunayang beburon utawi siap Bali sané mabinayan. Minakadi ring caru Panca Sata ngawigunayang limang soroh siap Bali sané kagenahang manut saking pangider-ider bhuwana sané tetandinganipun sakadi kéténgan, wangkonan, miwah bayuhanipun taler mabinayan. Yéning caru sané ngawigunayang siap putih kagenahang ring kangin antuk tetandingan sarwa lelima, déwanyané Iswara antuk ancangan Ida sané mapeséngan Sang Bhuta Janggitan. Caru siap biing kagenahang ring kelod antuk tetandingan sarwa sia, déwanyané Brahma antuk ancangan utawi bala iringan Ida mapeséngan Sang Bhuta Langkiran. Yéning siap putih siungan utawi siap putih sané mabatis tur mabungut kuning katurang ring kauh tur tetandingannyané sarwa pitu, déwanyané Mahadéwa tur ancangan Ida mapeséngan Sang Butha Lembukania. Yéning caru
siap selem kagenahang ring kaja antuk tetandingan sarwa pat, déwanyané Wisnu tur ancangan Ida mapeséngan Sang Bhuta Taruna. Ring tengah wantah caru siap brumbun antuk tetandingan sarwa kutus, déwanyané Ida Bhatara Siwa antuk ancangan Ida mapeséngan Sang Bhuta Tiga Sakti. “Wénten makudang-kudang soroh caru nanging sané patut kanggén dasaran wantah caru siap marupa caru Panca Sata puniki,” baos dané. Malih dané maosang, sios saking caru Panca Sata wénten taler soroh sané siosan. Minakadi tatkala caru Panca Sata kadagingin antuk banten caru maulam bebek asiki sinah punika kawastanin antuk caru Panca Sanak. Yéning caru Panca Sata kadagingin antuk banten caru ngawigunayang asu sinah kawastanin antuk caru Panca Kelud. Wénten taler caru siosan minakadi Rsi Gana, Balik
Sumpah sané majanten ngawigunayang Panca Sata pinaka dasarnyané. Tios ring lelima genah utawi pangider-ider bhuwana, malih dané maosang yéning ring pangider-ider siosan taler wénten carunipun. Sakéwanten kawéntenannyané wantah ri kala kamargiang upacara ageng minakadi memungkah miwah karya ageng siosan. Cari inucap luiré; ring kaja kangin katurang caru ngawigunayang siap klawu utawi siap mawarna bulu putih kakuningan, ring kelod kangin ngawigunayang siap wangkas, ring kaja kauh ngawigunayang siap buik utawi mabulu abu-abu, miwah ring kelod kauh ngawigunayang caru siap biing kuning, nanging setata kadasarin antuk caru Panca Sata. Wénten taler caru Eka Sata sané ngawigunayang siap aukud. I Nyoman Sukada, budayawan Hindu saking Br. Denkayu Delodan, Werdhi Bhuwana, Mengwi,
Badung maosang, siap sané kawigunayang ring caru Eka Sata wantah siap brumbun minakadi sané kamargiang ring lebuh. Sakéwanten prasida taler siosan saking siap brumbun manut saking genah caru inucap kamargiang. Minakadi ring panungun karang miwah sémér kamargiang caru Eka Sata nganggén siap selem, ring natah utawi ajeng palinggih ngawigunayang siap putih tur ring paon jagi ngawigunayang siap biing. “Soroh siap miwah buron sané kanggén taler nganutin saking tetujonn caru punika kamargiang. Minakadi yéning punika wantah kanggén pangruwatan duaning kasisipan ring panungun karang sinah ngawigunayang caru siap selem napi malih ngawigunayang bebek selem. Sakéwanten yéning mamakuh sinah ngawigunayang siap brumbun kémanten,” asapunika Nyoman Sukada maosang. (was)
Bebayuhan miwah Panyambléh
Kawigunan Siap Bali Sios ring Caru SIAP Bali wantah beburon sané ketah kawigunayang ring sajeroning banten caru sané jagi kamargiang ring makudangkudang parikrama upacara yadnya. Punika duaning caru kanggén nyomya sekancan bhuta mangda nénten ngulgul parikrama upacara yadnya sané kamargiang. Indik ayam utawi siap Bali sané kanggén wantah siap sané sampun kauningin luh-muaninipun. Makéh taler krama sané ngawigunayang soroh siap Demerot utawi Gemerot, siap Bali sané wawu menék kelih. Kawigunan siap Bali nénten wantah ring banten caru kémanten duaning beburon puniki taler kawigunayang ring soroh banten sané siosan. Ida Bagus Alit maosang, sakadi sané kauningin olih para panglingsir, ayam Bali taler kawigunayang ri kala krama ngamargiang bebayuhan otonnyané manut saking raina embasnyané soang-soang. Sujatiné, wusan ngamargiang parikrama mabayuh, krama inucap nénten
dados malih ngajeng soroh ulam siap Bali sané kanggen ulam banten inucap. Minakadi yéning ipun embas ring raina Redité, sinah bebayuhanipun nganggén siap putih tur tetandingan bantenipun sarwa lelima. Raina Soma bebayuhannyané ngawigunayang siap selem antuk tetandingan banten sarwa patpat. Raina Anggara bebayuhannyané nganggén siap biing kuning utawi siap biing sané batisnyané mawarna kuning tur bantenipun sarwa tigang tanding. Wénten taler bebayuhan ring krama sané embas ring raina Buda nganggén siap bulu jalak utawi siap selem masawang putih ring kampidné miwah banten sarwa pepitu. Raina Wraspati ngawigunayang siap wangkas utawi siap putih sané kampidnyané masawang barak tur bantenipun sarwa kutus. Ring raina Sukra bebayuhannyané ngawigunayang siap klawu utawi siap putih masawang kuning miwah tetandingan banten sarwa nenem.
Ring raina Saniscara nganggén siap biing antuk tetandingan banten sarwa sia. “Siap ring banten bebayuhan punika kanggén ulam panggang utawi betutu duaning risampuné wusan natab sang sané mabayuh punika jagi ngajeng ulam inucap,” baos dané. Kabaosang malih, ring banten datengan taler nganggén siap Bali dados ulam banten. Siap sané kawigunayang wantah siap sabulu-bulu utawi warna punapi dados. Sakéwanten tatkala kanggén dados banten panebusan utawi tebasan, sinah patut ngawigunayang soroh siap Bali manut saking soroh tebasan inucap, boya sabulubulu. Wénten marupa tebasan Jaga Satru, tebasan Sapuh Au, tebasan Durmanggala miwah sané siosan kantos akéhipun kirang langkung 260 soroh. Siap Bali taler kanggén ri kala ngaturang segehan agung sané patut kadagingin antuk tabuh rah sané marupa panyambléh. Risampuné
AMINGGU sampun murid SMA-né matuglig ngetogang kamidepanné ulangan umum. Akéh sané marasa plong bungah ring manah santukan mrasidayang nyawis soal-soal sané medal. Nanging tan kidik taler sané sungsut mrusutang santukan akéhan ngitung kancing jaga nagingin ping di kertas jawabané santukan otakné buntu kadi pétu mamatu mati kutu. Medal saking kelasé Ngurah Jelada suir-suir nyagjagin timpalné sané ngayub ring batan taru ancaké: “Kénkén malunan suba pesu ngrumpi, pasti goal makejang majawab.” “Nggih, makejang ma ping nanging ping kuda ané beneh lan pelih ten tawang?” Madé Budiana ngituk. Bahasa Inggris down, Bahasa Indonesiané buin jeblokan. Malah ngulahang ngubek Matematika, ané lénan payu kadodoran. “Gusti Ngurah kénkén?” “Naah asal lolos ka kelas dua gén kanggo. Yén Madé Sudiari kénkén, ada ané marasa kape-
san? Kadén liunan suba bahas iraga?” Ngurah Jelada nesekin Sudiari ngepil di bucu. “Tiang jeblok makejang Tungurah. Otaké jag marasa puyung. Atut beneh liunan maan nyonték. Sayan sawangang bukuné ané plajahin malah ané ngenah wajah Tungurahé kenyem ngedékin. Ooh Tungurah, napi tiang niki buduh? Napi Tungurah ngléakin tiang, ngenén tiang sengégér? Nguda kéné rasanné jatuh cinta. Boya ja dadi spirit malajah, tapi malah cara punyah kena spiritus...mampus?” raosné Sudiari ngumik kadi anak keni bebai. “Nah, eda ento sanget kenehanga. Sing saja apa Madé lakar sing menék kelas. Kadén Gung Déwi timpal di samping Sudiariné anak dueg buina barés teken timpal. Jalan jani mulih malu, suba suung dini,” baosné Ngurah Jelada ngasihasih Madé Sudiari. “Tiang inguh Tungurah, ten ngelah bayu ngaba motor. Atehang tiang malu mulih.” Saking
madalem timpal, Ngurah Jelada morahan ring pasuruh sekolahé ngatehang Madé Sudiari ka kosné dumun. Sepédanné malih jebos jaga ambila mriki. Rauh ring kosné Madé Sudiari ngojog pasaréanné, magablug ngeling sigsigan. Ngurah Jelada dados salah tingkah. Yén kalahin nyanan ipun kenapa-napi, yén tongosin di pasaréané nyanan pisagané sangsaya. “Dék, suud ngeling. Yakin di kelas iragané sing ada ané mogok, tiang mulih malu.” “Tungurah, pecikin sirah tiangé jebos. Pusing tan sida baan naanang, niki lhoo.” Madé Sudiari mabading nungkayak menahin rokné. Ngurah Jelada ngambil balsem ring méjané raris mecikin ngawit saking cikutné, ka duur kuping raris ka gidatné kadi mapeluh. Madé Sudiari jeg meluk Ngurah Jelada, ngecup, nopdop, niman kadi anak karasukan sétan. “Dék, inget-ingetang ragané Dék. Sing beneh yén kanti pisagané nawang iraga padaduanan dini. Kadénanga iraga
BPM/was
CARU – Makéh pisan bebantenan sané ngawigunayang siap Bali sané ketah kasambat antuk siap maadan. Pinih ketah kawigunayang ring makudang-kudang soroh banten caru. segehan agung inucap wusan kaayabang, siap sané kanggén panyambléh jagi kapunggel baongnyané tur kasabatang kantos rahnyané makacakan ring tanah. I Nyoman Sukada taler maosang, siap Bali sané kanggén panyambleh wantah siap Bali sané kantun pitik utawi sané kantun semu lulung tur durung prasida
kajantenang luh-muaninipun, duaning siap punika kantun kaucap “murni” utawi suci. “Puniki sujatiné wantah panglimbak saking parikrama tetamian asli Nusantara. Duaning kajantenang yéning rah wantah parindikan sané prasida nyomya sekancan kaon mangda nénten ngulgul tur ngrusak,” asapunika baos dané. (was)
magaé ané tuara-tuara,” pituturné Ngurah Jelada alon. “Nggih tiang ngerti, nanging nguda dados nafsu birahin tiangé mamuncak makita .... ooh Tungurah tiang ten tahan,” baosné Sudiari daas-diis nekekang pelukanné ngejer. “Apa ada ané nanjénin Madé manisan ibusan?” Ngurah Jelada sangsaya ring Madé Budiana sané ngenjuhin raganné manisan kekalih, nanging sedeng becik durung ajenganga. “Oooh enggih niki kari malih asiki wéhina ring Madé Budiana,” pasaurné runtag. “Bééh yén kéto bisa-bisa ené obat perangsang,” baosné saha ngambil manisané. “Nah lamun kéto inumin yéh és pang liu sasidan-sidan baan nginem. Ajaka jani ka RSU.” Sesampuné nginém toya dingin petang gelas, Ngurah jelada raris ngajak Sudiari ka RSU. Ring Rumah Sakit sesampuné manisané ka-tés ring laboratorium yukti obat perangsang, Sudiari ka suntik antuk obat panenang lan anti hormunal
ocidan. Wau raganné marasa kiap lan tenangan, raris kicén mantuk mawali ka koskosanné. Tan lali raganné nunas hasil lab-né pinaka bukti manisané punika mengandung zat obat perangsang. Minab wénten gunanné. “Nah, Dék Sudiari, jani Madé suba nawang nyén jelemané ané makeneh corah tekéning iraga. Cobak yén itunian tiang milu naar manisané, mirib iraga suba aor salulut tan sida baan nahan nafsuné. Yén kéto sinah ia marasa mayasa nyidang ngatepang Madé ajak tiang mabesikan. Nanging apa ké Madé marasa bagia ngalih lega ulian daya upaya corah? Tiang nawang ulengné tusing ja apang iraga mamitra, nanging sujatinné ia ngedotang Luh Adé Suwarni. Tapi... ngujang ia ngorbanang iraga. Apa kuangan galah, kuangan lengkara lakar nglemesin Arniek ané enu bébés cara kedis camar?” baosné Ngurah Jelada ngopak. (Masambung)
Upacara
8
Redité Paing, 18 Desember 2016
Bebantenan
Pakéling ”Hari Ibu”
Mayadnya Manut Désa, Kala, Patra
Ngajiang Rerama Patut Katumbuhang Saking Yusa Kari Alit
KAUNINGIN, ring Bali nénten wénten sané ngawigunayang istilah “standarisasi banten”. Sané ketah kawigunayang wantah system “penyederhanaan banten”. Kekalih istilah inucap wantah parindikan sané matiosan pisan. Mawinan wénten bebaosan “genep tanding tuna surud”. Indik istilah sané kapertama mateges samian banten sané pinaka sarana upacara majanten pateh, ring dija ugi genahnyané. Parindikan puniki sané nénten pisan anut yéning kamargiang ring Bali santukan nénten anut ring prinsip ”désa, kala, patra”. Nyabran désa utawi wewidangan pastika majanten wénten binannyané, napimalih indik sarana bebantenan. Sané mangkin, sané kaaptiang wantah krama Bali mangda menyederhanakan banten nganutin sima/adat/tradisi utawi désa, kala, patra soang-soang genah. Yadiastun kakaryanin sawéntené, nanging mangda kaanutang utawi kadasarin antuk sastra Lontar indik plutuk banten. Cutetnyané, makarya bebantenan mangda nganutin daging sastra lontar, nénten kalewih-lewihin utawi kawewewhin kreasi sané nénten mabuat sané prasida ngawi prabéa sané kabuatang sayan akéh. Ring makudang-kudang genah, ketah tukang banten utawi sang sané maadolan banten nglewih-lewihin utawi ngwewehin banten sané kakaryanin antuk piranti sané nénten kabuatang santukan mangda sayan maal banten inucap. Nika sané mawasta motif bisnis. Parindikan inucap sané kasengguh nénten anut, mawinan prasida meratin krama sané numbas. Kahanan jagat aor tanpawates yukti banget ngwetuang ius majeng ring budaya miwah kahuripan krama, rumasuk ring widang magama. Nanging, ring aab jagat aor tanpawates sané nguduhang krama serba instan kaaptiang krama inucap madué kawicaksanan milah milih sané cén sané mabuat kamargiang manut ajahan agama Hindu, sané cén sané nénten anut kamargiang. Nika mangda prasida karesepang. Krama kaaptiang mangda sayan wicaksana tur pawikan sajeroning mikayunin indik pamargin yadnya. Nénten wénten banten utawi bhakti sané nénten katerima olih Hyang Widhi Wasa santukan sampun wénten puja nunas pangampura antuk kaiwangan sané kamargiang. Sané mautama parindikan inucap nénten kamargiang antuk pikayunan sané mripit, mangda nénten makéh nelasang prabéa. Dasarnyané mangda lascarya. Antuk punika, ngiring sareng-sareng mayadnya nganutin kasidan, boya sangkaning gengsi miwah krama ngresep tur uning ring tetuek pamargin upacara sané kamargiang. Boya ugi sangkaning milu-milu tuung, utawi ulahaluh ngamargiang.
NÉNTEN karasa Indonesia pacang mawali makelingin silih tunggil pakeling Nasional. Sinunggil pakeling sané kapakelingin bulan Desember 2016 wantah peringatan Hari Ibu Nasional 2016 sané pacang kapakelingin ring tanggal 22 Desember 2016. Madasar sejarah, Hari Ibu kapakéling matetujon metuéling rakyat Indonesia utamannyané yowana, indik teges Hari Ibu pinaka Hari kebangkitan, persatuan miwah kesatuan perjuangan kaum perempuan sané nénten lepas saking kebangkitan perjuangan bangsa. Pakéling nénten wantah matetujon ngajiang jasa–jasa anak istri pinaka Ibu, nanging taler pinaka anak istri sané sujati inggian Ibu miwah pinaka warga Negara. Ngajiang kawéntenan ibu patut kalaksanayang olih sapa sira kémanten. Ngajiang ibu nyabran warsa makanten antuk sekatah tatacara ring pakraman, utamannyané saking anak alitnyané majalaran ngicén hadiah utawi ngwantu pakaryan ibu. Sakadi manut sinunggil siswa SMA kelas II, Ni Kadek Widawati, sawilang pakeling hari ibu dané lumrahnyané ngicén ibunyané hadiah pinaka cihna kasih sayang. Mungguing manut siswa SMA kelas III, Ayu Sudiartini, ibu wantah pahlawan idup. Samaliha dané ngumpamiang ibunyané pinaka
jantungnyané. Dané nlatarang, nyihnayang kasih sayang majeng ibunnyané malarapan ngwantu ibunyané, majalaran ngajiang miwah nyayangin ibunyané. “Ngicén wantuan ibu sawilang raina,” baosnyané. Manut yowana lianan, Ida Ayu Made Pariamantari, S.Pd., lulusan PGRI Bali, ngajiang ibu boya wantah ring Hari Ibu kémanten, nanging dané mautsaha saraina ngajiang reramannyané. Dané madué prinsip, ngawi rerama bagia sané pinih mautama. “Mautsaha saraina ngajiang, subakti majeng ibu utawi rerama,” teges dané. Mungguing Maestro seni tradisi lisan, Made Taro nyelehin, mangda anak alit madué jiwa ngajiang ibu utawi rerama patut katumbuhang saking yusa kari alit. Sinunggil sarana sané prasida kanggén sarana numbuhang jiwa anak alit mangda ngajiang rerama wantah antuk tradisi masatua. Manut dané, sujatinnyané alit-alit punika banget muatang satua, nanging kajantenannyané akéh rerama sané sibuk ring widang lianan kantos nénten nyelanang galah masatua majeng anak alitnyané. Dané ngwewehin, satua sané madaging budi pekerti punika becik pisan kaicén majeng anak alit gumanti anak alit madué
BPM/ist
MASATUA-Numbuhang jiwa anak alit saking yusa kari alit mangda madué karakter ngajiang rerama prasida kalaksanayang majalaran tradisi masatua. Makanten sinunggil ibu sedek ngwacén buku satua majeng anak alitnyané.
Anak Istri Manut Agama Hindu
Kahanannyané Patut Kaajiang Yatra naryastu pujyante, ramante tatra devatah Yatraitastu na pujyante, sarvastalah kriyah
BPM/ist
(Ida Rsi Bhagawan Smerthi Kusuma Wijaya Sebali)
karakter becik sadurung anak alit nguningin teknologi. Yéning anak alit ngawit alit sampun kaicén satua, majanten kantos kelih pacang éling majeng piteket-piteket becik sané wénten ring satua. “Antuk masatua punika pacang wénten paiketan becik pantara anak alit sareng ibunyané gumanti kantos kelih prasida ngajiang, uning sapunapi mabaos sareng anak lingsir, subakti majeng rerama,” baosnyané. Mapaiketan sareng hari ibu, Made Taro mapiteket majeng krama sabeciknyané ibu utawi rerama mangda ngicén anak alitnyané satua sané madaging piteket sapunapi anak alit ngajiang miwah madué kasih sayang majeng ibunnyané. Kaicén satua sapunapi ibu punika méweh pisan ngempu anak alitnyané sadaweg kantun alit. Satua sané madué piteket indik ibu minakadi cerita Malinkundang, yéning ring Bali wénten satua I Bijal. “Komunikasi pantara ibu sareng anak alit ngawit yusa kari alit becik pisan nganggén sarana masatua. Galah sané becik ngicén anak alit satua wantah ri kala anak alit marasa angob pisan sareng reramannyané. Sawatara yusa 3-4 warsa anak alit sampun prasida kaicén satua,” baosnyané. (yan)
ISTRI - Anak istri Bali satios madué peran domestik pinaka “ibu rumah tangga”, anak istri taler madué peran publik pinaka krama sané makarya minakadi dados dagang canang sakadi sané kasinahang ring foto.
ARTOSNYANÉ: “Ring dija anak istri kaajiang, irika para déwata marasa seneng, nanging ring dija dané nénten kaajiang, nénten pacang wénten upacara suci sané ngamolihang phala.” (Manawa Dharma Sastra III. 56). Kawéntenan anak istri sajeroning agama Hindu maaji pisan. Sakadi sané kaunggahang sajeroning lontar ring ajeng. Sajeroning kahuripan magama, peran anak istri mabuat pisan. Nénten wénten acara agama sané nénten muatang anak istri. Parindikan inucap nyihnayang yéning anak istri madué peran ring jagaté puniki inggian peran domestik pinaka “ibu rumah tangga” rumasuk ring peran ritual miwah peran sosial, miwah peran publik pinaka krama sané makarya minakadi dados buruh, guru, utawi pagawé tiosan. Sajeroning kitab suci wéda taler kaunggahang yéning anak istri patut kasayubin taler kaajing sajeroning kahuripan puniki. Sadaweg alit, dané kasayubin reramannyané, ri sampuné anom tur ngranjing ring Grehasta Asrama kasayubin olih rabinnyané, miwah ri sampuné lingsir kasayubin parisentanannyané. Parindikan inucap boya ja cihna anak istri lemah. Anak istri madué solah sané feminisme sané kapaicayang ring anggannyané tur pinaka kodrat anak istri madué 5M luiré: menstruasi, mengandung, melahirkan, menyusui, miwah manepouse, taler jiwannyané sané alus, luwes prasida ngamargiang
swadarma pinaka pangempu, ngicén pendidikan, taler tresna asih ring kulawarga. Sajeroning agama Hindu, pangremban anak istri Bali wantah sané pinih katon, saihang sareng anak lanang. Anak istri pangrembannyané ring widang ngayah nyayagayang sarana
sané mapaiketan sareng banten, inggian canang, banten, miwah sané siosan. Banten, rumasuk sinunggil budaya sané sampun dados kapatutan anggén sarana nyinahang subakti. Mawinan punika, anak istri Bali kahanannyané mautama pisan tur patut setata kaajiang. (uma)
Satua
Olih : Madé Taro
Urip I Punyan Kendal DUGASÉ ento guminé panes ngentak-entak. Carik-cariké tuh gaing, liu pepunyanan ané mati. Krama Désa Jasi, sinalih tunggil désa di tanggu kangin Pulo Baliné, tusing ada ané pasliwer. Liunan ané milih mémbon di kubonné réot, mémbon di betén punyan kayuné ané tis. Ulian carikné liu ané tusing mupu, liu krama désané ané kuangan pangan, ada masih ané tusing ngidaang madaar ulian tusing ngelah apa-apa. Ada Pandita mapeséngan Pandita Wasal ané meneng di désané ento masih marasa ongkeb, panes. Ulian ento Dané matilar saking grianidané, lantur ngrereh genah ngetis ring pakubon para petaniné. Drika ada I Gedé, anak muani ané sedeng mabahan di kubuné ento. Manggihin Pandita Wasal ngadeg di sampingné, I Gedé sahasa bangun tur nyapa Sang Pandita. “Rahajeng Ratu Pandita!” aturné I Gede. “Ampurayang titiang nénten nyayagayang punapa-punapi majeng Ratu,” wewehné. I Gede marasa takut krana tusing taen ngadén lakar ada pandita suci lan sakti ka kubonné. “Cening tusing perlu buka kéto!” saut pendetané ento. “Pangrauh Bapa mai wantah lakar ngidih tulungan Ceningé.” “Ampura, Ratu! Napi sané prasida wantu titiang?” “Bapa kluén tur kasatan,” cawis Sang Pandita. “Ampurayang, Ratu. Titiang wantah jadma tiwas tur nénten madua kulawarga napimalih sameton. Kubu niki taler boya ja duén titiangé. Tegal puniki taler boya duén titiangé. Sampun kalih raina titiang nénten ngajeng,” aturné sambilanga nyinahang basangné ané kempés. “Mawinan mangkin, titiang nénten prasida ngwantu Iratu, ampurayang,” wewehnyané. (Masambung)
Rédaksi nerima reriptan marupa artikel (paling akéh 3500 huruf), satua ringkes (paling akéh 6000 huruf), puisi, geguritan miwah sané siosan. Reriptan mangda kakirim ring alamat: Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email: bali_orti@balipost.co.id.
9
MINGGU PAING, 18 DESEMBER 2016
Barcelona Vs Espanyol
Barca Tidak Boleh Lengah
HAL 10
City Vs Arsenal
THE GUNNERS SUDAH BELAJAR London –
Arsenal mengamankan satu poin di menit-menit akhir lawan Manchester United tengah bulan lalu. Hal itu diprediksi jadi pelajaran penting menjelang lawatan ke markas Manchester City. Begitu penilaian dari Danny Murphy, mantan pemain tim nasional Inggris yang kini menjadi penulis. City akan menjamu Arsenal di Etihad, malam nanti.
PERKIRAAN SUSUNAN PEMAIN Manchester City: Bravo, Zabaleta, Stones, Otamendi, Kolarov, Toure, Fernando, Sterling, Kevin De Bruyne, David Silva, Kelechi. Arsenal: Petr Cech, Bellerin, Gabriel, Koscielny, Monreal, Xhaka, Coquelin, Walcott, Ozil, Iwobi, Sanchez. STATISTIK KEDUA TIM Head to Head Manchester City Vs Arsenal: 08/08/16 Arsenal 3–2 Manchester City 08/05/16 Manchester City 2–2 Arsenal 22/12/15 Arsenal 2–1 Manchester City 18/01/15 Manchester City 0–2 Arsenal 13/09/14 Arsenal 2–2 Manchester City Lima laga terakhir Manchester City: 15/12/16 Manchester City 2-0 Watford 11/12/16 Leicester City 4–2 Manchester City 07/12/16 Manchester City 1–1 Celtic 03/12/16 Manchester City 1–3 Chelsea 26/11/16 Burnley 1–2 Manchester City Lima laga terakhir Arsenal: 14/12/16 Everton 2-1 Arsenal 10/12/16 Arsenal 3–1 Stoke City 07/12/16 Basel 1–4 Arsenal 04/12/16 West Ham 1–5 Arsenal 01/12/16 Arsenal 0–2 Southampton
BPM/rtr
TAJAM - Striker Alexis Sanchez tampil sangat tajam untuk Arsenal musim ini. Pemain Chili tersebut akan menjadi andalan bagi The Gunners saat bertandang ke Stadion Etihad kandang Manchester City. malam nanti. Arsenal butuh kemenangan untuk menjaga jarak dengan Chelsea dan Liverpool di klasemen.
Arsenal menjalani laga itu dengan keunggulan satu angka dari City di papan klasemen dengan kedua tim secara berurutan menempati posisi tiga dan empat. “Gudang Peluru” sendiri menjalani laga nanti setelah sebelumnya kalah 1-2 di markas Everton. Pada pekan 12 lalu, Arsenal menyambangi kandang MU yang menjadi rival sekota City. Di laga itu timnya Arsene Wenger baru bisa memaksakan skor imbang 1-1 di menitmenit akhir. Murphy menilai laga tersebut sudah memberi pelajaran penting buat Arsenal. “Saya tertarik melihat bagaimana susunan timnya Arsene Wenger dan apakah mereka akan lebih banyak menunggu seperti ketika datang ke Old Trafford bulan lalu dan membiarkan Manchester United mendikte permainan,” ujar Murphy, Sabtu (17/12) kemarin. “Saya pikir Arsenal mungkin sudah belajar dari laga itu, karena mereka didominasi dan mestinya kalah. Mereka cuma diselamatkan oleh gol penyama skor dari Olivier Giroud di menit ke-89. “Bahkan jika mereka tak dalam posisi yang diunggulkan di Stadion Etihad, Gunners boleh jadi cukup percaya diri. Ada beberapa pemain City yang absen, Sergio Aguero dan Fernandinho kena larangan tampil, dan Ilkay Guendogan yang cedera menghadapi masa absen panjang secara khusus terkait masalah pertahanan mereka,” imbuhnya. Memang pelatih Josep Guardiola dihadapkan pada pilihan yang tak ideal. Dirinya baru saja kehilangan gelandang andalannya, Ilkay Gundogan yang mengalami cedera saat
melawan Watford tengah pekan ini. Namanya menyusul Vincent Kompany dan Fabian Delph yang lebih dahulu masuk meja perawatan. Derita City semakin lengkap karena mereka juga tak bisa memainkan dua andalannya, Sergio Aguero dan Fernandinho yang sama-sama menjalani larangan bermain akibat insiden melawan Chelsea. Tanpa Aguero, Guardiola bisa kembali memainkan Kelechi Iheanacho di depan, sementara posisi Fernandinho tampaknya akan ditempati Yaya Toure yang berduet dengan Fernando. Kondisi yang sama juga menerpa Arsenal. Kondisi mental pemain Arsenal tengah menurun setelah tengah pekan ini. Kekalahan ini tak hanya menghentikan catatan mereka yang tak pernah kalah sejak kalah dari Liverpool di pekan pertama, tapi juga menggagalkan rencana mendekati posisi Chelsea di klasemen. Bukan hanya itu masalah bagi Arsene Wenger. Pelatih asal Prancis tersebut juga dipastikan tak bisa memainkan bek andalannya, Shkodran Mustafi yang mengalami cedera. Tanpa bek asal Jerman tersebut, pertahanan The Gunners tampak rentan diserang dan itu terbukti saat kalah dari Everton. Bagaimana kombinasi Gabriel dan Laurent Koscielny kesulitan menghalau serangan The Toffees. Melawan The Citizens, Wenger besar kemungkinan akan tetap memainkan komposisi bek yang sama seperti saat melawan Everton. Begitu juga dengan lini depan juga sepertinya akan tetap dipercayakan kepada Alexis Sanchez sebagai ujung tombak ditopang Mesut Ozil, Theo Walcott dan juga
Alex Iwobi. Jelang laga penting tersebut, Wenger menyatakan rasa irinya pada pelatih Manchester City Josep Guardiola. Wenger menyatakan bahwa saat datang ke Liga Inggris, Guardiola menghadapi situasi yang lebih gampang dibanding yang ia hadapi dulu. “Anda bisa melihat berita surat kabar saat saya datang. Pelatih asing menghadapi situasi yang lebih gampang saat ini,” kata dia. Wenger bergabung dengan Arsenal dari klub Jepang Nagoya Grampus pada 1996. ia menjadi pelatih asing yang pertama-tama datang ke Inggris. “Ketika saya datang keadaan sangat sulit untuk pelatih asing. Sekarang keadaan justru sulit bagi pelatih Inggris. Itulah yang berubah,” ujar Wenger. Wenger mengaku terkejut dengan kritikan yang diterima Guardiola belakangan ini. “Ia memiliki latar belakang hebat, tetapi orang Inggris cinta bola juga menginginkan timnya untuk menang dan kadang-kadang mereka tidak sabar. Itulah masyarakat modern,” kata Wenger. Wenger dan Guardiola memiliki filosofi sepak bola yang hampir sama, yaitu sepak bola menyerang yang mengandalkan keindahan. “Kita selalu ingin memegang teguh filosofi sendiri. Tapi itu harus dilakukan di tempat yang tepat. Ketika anda pergi ke suatu tempat kadang-kadang Anda harus menganalisa apa yang terjadi dan menyesuaikan filosofi itu dengan seberapa cepat mereka bisa menerimanya,” kata Wenger. (kmb33/rtr)
OLAHRAGA
10
Minggu Paing, 18 Desember 2016
Barcelona Vs Espanyol
Barca Tidak Boleh Lengah Barcelona – Barcelona akan menerima kunjungan Espanyol dalam lanjutan kompetisi La Liga di Camp Nou, Senin (19/12) dini hari. Meski unggul segalanya, Blaugrana tak boleh meremehkan rival sekotanya itu dalam Derbi Catalan kali ini. Espanyol boleh jadi berada di peringkat sembilan dan tidak punya bintang besar di dalam skuatnya. Namun pasukan Quique Sánchez Flores bakal jadi lawan yang alot karena mereka sudah tidak tersentuh kekalahan dalam sebelas pertandingan terakhir musim ini. Terlebih Espanyol sudah pernah mengalahkan Barcelona dalam perebutan trofi Piala Super Catalunya akhir bulan Oktober lalu. Kala itu Arda Turan dkk takluk dengan skor tipis 1-0 lewat gol tunggal Felipe Caicedo. Barcelona tentu saja tidak mau mengulangi hasil buruk tersebut kala bertemu Espanyol kali ini. Pasalnya, kehilangan poin bisa membuat semakin tertinggal dari Real Madrid yang kini berada di puncak klasemen La Liga dengan keunggulan enam poin.
Tuan rumah punya modal yang bagus jelang laga melawan Espanyol. Mereka meraih tiga kemenangan beruntun atas Borussia Monchengladbach di Liga Champions, Osasuna di La Liga dan dalam pertandingan persahabatan melawan Al Ahli belum lama ini. Selain itu, Luis Enrique tak punya masalah dalam pemilihan skuatnya lantaran hanya Jeremy Mathieu yang bakal absen karena masalah cedera. Selebihnya dalam kondisi siap tempur termasuk trio maut Lionel Messi, Neymar dan Luis Suarez. Kapten Barca Andres Iniesta juga mengaku komposisi timnya sudah lebih membaik dan akan menambah kepercayaan diri mengalahkan Espanyol. “Dalam dua atau tiga pertandingan terakhir, tim telah mengalami kemajuan
dan kembali membuat kami merasa lebih positif,” kata Iniesta, Sabtu (17/12) kemarin. Iniesta yang sudah kembali bermain setelah pulih dari cederanya bertekad akan menorehkan hasil terbaik saat melawan Espanyol. Dia menginginkan Barca bisa memberikan kemenangan dalam dua permainan terakhir pada tahun ini. Terlebih Barca juga mendapatkan dukungan tambahan setelah Luis Suarez resmi memperpanjang kontraknya dengan klub hingga 2021. Performa Suarez di Barca memang selalu menuai pujian. Pemain berjuluk El Pistolero, kerap menjadi pahlawan bagi Blaugrana saat melakoni laga penting. Pemain berusia 29 tahun itu pun tak menampik bahwa momen terindahnya di El Barca adalah saat berhasil mencetak gol. “Tentu saja, setiap momen di saat saya bermain untuk Barcelona adalah hal yang indah. Khususnya saat meraih gelar juara dan mencetak angka. Rasanya luar biasa,” tutur Suarez. “Saya kira
penting untuk membantu tim dengan cara mencetak angka. Namun setiap momen tetap berharga bagi saya,” imbuhnya. Beralih ke tim tamu, Espanyol berhasil mengalahkan Sporting Gijon dalam pertandingan terakhirnya di La Liga. Oleh karena itu, mereka akan menggunakan semangat yang sama ketika menantang tuan rumah Barcelona kali ini. Pelatih Quique Sanchez Flores boleh jadi tidak bisa memainkan Hernan Perez, Pablo Piatti, Salva Sevilla dan Javi Lopez karena cedera. Namun Felipe Caicedo siap diturunkan untuk kembali menggetarkan gawang Barca. Gelandang Espanyol, David Lopez yang yakin timnya bisa memberikan hasil terbaik saat bertandang ke Camp Nou. “Sudah lama sejak terakhir kali kami mengalahkan Barcelona, tetapi
sekarang adalah waktu yang baik karena tim menyadari adanya kemampuan untuk menghadapi pertandingan yang besar,” tutur Lopez. Dia memastikan, Espanyo percaya diri dan bisa mengalahkan Barcelona. (kmb33/ap/rtr)
BPM/ap
ANDALAN - Striker Luis Suarez akan menjadi andalan Barcelona saat menghadapi Espanyol.
Bulls Kalah di Kandang
Kai Rooney
BPM/rtr
Anak Rooney Berlatih di City Manchester – Jangan heran kalau Wayne Rooney akan sering terlihat berada di pusat latihan Manchester City. Dia baru saja mendaftarkan anaknya di akademi sepak bola The Citizens. Kai Rooney (7) baru pada Oktober lalu masuk akademi sepak bola The Red Devils. Namun kini dia tak lagi terdaftar di sana, anak tertua Rooney itu kini sudah menjadi salah satu murid akademi sepak bola City. Dikutip dari SkySports, Sabtu (17/12) kemarin, kubu City menolak memberi komentar atas keberadaan anak Rooney di akademi mereka. Klub-klub Premier League memang dilarang untuk mengumumkan pemain yang masuk ke akademi mereka jika usianya masih di bawah sembilan tahun. Seorang sumber menyebut Rooney sudah beberapa kali mengantar Kai menjalani latihan di akademi City. Kehadiran Rooney mengejutkan
orangtua lain, mengingat dia adalah pemain dan kapten MU. Secara resmi, klub-klub Inggris tidak diperkenankan mengontrak pemain sebelum berumur sembilan tahun. Dan adalah hal yang umum di sana anak-anak kecil bermain di beberapa akademi berbeda sebelum memilih klub untuk diperkuat. Kondisi itu jugalah yang sepertinya dilakukan Rooney kini. Dia mencari tahu bagaimana City melatih anaknya dan fasilitas apa yang dipunya klub tersebut. Staf pelatih salah satu akademi di Inggris menerangkan, metode latihan setiap klub di Inggris memang berbeda. Menurut dia, rentang usia lima hingga delapan tahun adalah periode yang sangat baik untuk mengembangkan bakat. “Banyak dari mereka ingin menjadi pemain No.9, tetapi semua ini tergantung terhadap bagaimana mereka menikmati sepak bola,” ujar
staf pelatih tersebut. “Anda tidak bisa melihat hal itu jika mereka bermain sebagai penyerang tengah dan holding midfielder, tetapi dapatkah mereka bermain dengan bangga? Dapatkah mereka bermain dengan kedua kakinya? Bagaimana cara mereka memberikan umpan? Dapatkah mereka mendengar dan belajar?” imbuhnya. “Orang seperti kami melatih dengan melihat beberapa faktor tersebut, meskipun terlalu cepat untuk mengetahui apakah Anda next Rooney atau Steven Gerrard. Namun hal itu tidak menghentikan klub untuk bergerak cepat mengundang para pemain muda untuk datang dan latihan menggunakan mereka.” “Klub lalu dapat mencari sesuatu dari anak tersebut dan begitu juga sebaliknya, sang anak bisa mencari tahu mengenai klub (yang mana akan dia pilih). Demikian halnya dengan orang tua mereka,” staf pelatih akademi tersebut menambahkan. (kmb33/rtr)
Chicago – Chicago Bulls masih belum bisa tampil konsisten musim ini. Menghadapi Milwaukee Bucks, Bulls menderita kekalahan ke-13 usai takluk 69-95. Pada gim yang dihelat di kandang sendiri, United Center, Sabtu (17/12) kemarin Bulls sudah keteteran meladeni perlawanan Bucks sedari kuarter pertama saat tertinggal 15-34. Masuk di kuarter kedua, saling kejar mengejar poin terjadi namun Bucks tetap memimpin 56-37 atas Bulls. Di kuarter ketiga, Bulls masih sulit mengimbangi permainan Bucks karena mereka bikin 15 poin berbanding 18 milik tim tamu. Bull tak mampu lagi mengejar ketertinggalan yang cukup jauh di kuarter keempat setelah Bucks
bikin 21 poin berbanding 17. Bucks pulang dengan kemenangan telak 95-69. Tampil sebagai pemain terbaik dari kubu Bucks adalah Giannis Antetokounmpo dengan 22 poin, tujuh rebound, dan sebelas assist. Dia ditopang oleh dua cadangan, Mirza Teletovic dan Greg Monroe yang masing-masing bikin 13 poin serta 14 poin. Di kubu Bulls, Jimmy Butler jadi pemain terbaik meski hanya menyumbang tujuh poin, tujuh rebound, dan enam assist. Dwayne Wade bikin 12 poin. Bucks ada di posisi kelima klasemen Wilayah Timur dengan rekor 13-12 sementara Bulls di posisi kesembilan dengan 13-13. Pindah ke Wilayah Barat, Los Angeles Clippers masih mempertahankan posisinya di papan atas klasemen usai
menang dengan skor ketat 102-98 atas Miami Heat. DeAndre Jordan mengin-
spirasikan kemenangan Clippers dengan 12 poin dan 19 rebound. (kmb33/ap)
BPM/rtr
DUNK - Giannis Antetokounmpo melakukan slam dunk saat Milwaukee Bucks mengalahkan Chicago Bulls dalam lanjutan kompetisi NBA, Sabtu (17/12) kemarin.
Mercedes Masih akan Mendominasi Musim Depan Brackley – Mantan bos Mercedes, Ross Brawn mengatakan bahwa Mercedes akan terus mendominasi Formula One (F1). Ia sangat optimis menyambut perkembangan yang dilakukan tim berjuluk The Silver Arrow tersebut pada musim 2017. Sejumlah spekulasi menyatakan regulasi baru yang ditetapkan pada musim 2017, akan sangat menguntungkan kubu Ferrari dan Red Bull. Meski demikian, Brawn mengatakan pengembangan yang dilakukan Mercedes untuk musim depan tidak dapat dianggap remeh. Brawn yang pernah memimpin tim yang berbasis di Brackley hingga akhir tahun 2013 itu mengaku saat ini Mercedes tengah berada di jalur yang sempurna untuk lebih mendominasi balapan pada musim 2017. “Mercedes telah menarik sumber daya dan program tahun ini menuju tahun depan. Ini merupakan sebuah proyek awal yang sangat cepat. Mereka melakukan hal ini ketika mereka melihat mengenai keunggulan
yang ada pada mobilnya,” ujar Brawn, Sabtu (17/12) kemarin. “Jika saya masih berada di sana, saya yakin mereka sudah melakukan hal yang sama pula. Saya pastinya akan mengatakan “Benar, kami telah memiliki mobil yang tangguh. Kami hanya mampu mengalahkan diri kami sendiri, jadi ayo kita mulai merencanakan program musim mendatang”. Saya tidak tahu berapa banyak tim yang mampu melakukan hal yang serupa dengan Mercedes,” imbuhnya. Sementara itu, Lewis Hamilton tak ambil pusing terkait tandemnya musim depan. Menurutnya, ia tak ingin mengalami situasi panas saat satu tim bersama Nico Rosberg. Musim lalu Mercedes mengalami masalah internal mengenai hubungan Hamilton dan Rosberg. Insiden tabrakan di GP Katalunya merupakan sebuah bukti keduanya tak akur lagi sebagai rekan satu tim. Rosberg yang keluar sebagai juara dunia lantas memutuskan pensiun dari dunia balap Formula One
(F1). Lantas Mercedes kini masih mencari driver pengganti mantan rival Hamilton tersebut. Pria berkebangsaan Inggris itu mengharapkan kejadian masa lalu tak terjadi lagi bagi tim Silver Arrows. “Sangat penting bagi kita untuk bisa memiliki dua mobil. Itu sangat penting bagi moral tim. Kita telah melihat ada efek racun yang tumbuh dalam persaingan di dalam tim,” ujar Hamilton. “Pastinya saya senang berada di tim ini. Saya telah
memiliki skenario yang baik untuk membangun energi yang positif. Saya memiliki pengalaman di masa lalu. Untuk itu saya menyarankan tidak ingin terjadi seperti itu lagi,” tutup sosok berusia 31 tahun tersebut. Grand Prix (GP) Australia akan menjadi balapan pembuka Formula One (F1) musim 2017. Sirkuit di pusat kota Melbourne itu akan menjamu Mercedes dan timtim lainnya pada Maret 2017. (kmb33/rtr)
Lewis Hamilton
BPM/rtr
Messi Digoda Klub Tiongkok
Lionel Messi
BPM/ap
Barcelona – Salah satu klub China Super League, Hebei China Fortune dikabarkan siap merayu mega bintang Barcelona, Lionel Messi dengan nilai yang akan memecahkan rekor dunia. Hebei China Fortune rumornya akan coba menggagalkan negosiasi kontrak yang saat ini sedang terjadi di antara Messi dan Barca. Messi diketahui memang sedang mendiskusikan perpanjangan kontrak dengan Barca. La Pulga masih belum juga menanda tangani
tawaran baru yang diajukan klub yang sudah bersamanya sejak 2001 tersebut. Sebagaimana diberitakan harian lokal, Sabtu (17/12) kemarin situasi yang ada saat ini membuat Hebei China Fortune tertarik mengganggu pembicaraan kontrak tersebut. Kabarnya, klub yang bermarkas di Qinhuangdao Olympic Sports Center Stadium, Qinhuangdao tersebut akan menggunakan strategi melalui jumlah uang yang fantastis. Hebei China Fortune dirumorkan akan merayu
Messi untuk pindah ke klubnya dengan tawaran 500 juta euro atau sekitar Rp 7 triliun. Klub yang saat ini dilatih mantan manajer Manchester City, Manuel Pellegrini kabarnya akan menawari Messi kontrak lima tahun dengan total gaji 100 juta euro (sekitar Rp 1,4 triliun) dalam kurun waktu tersebut. Hibei mengklaim siap membayar Messi sebesar 500 juta pounds selama lima tahun. Itu bisa membuat sosok berusia 29 tahun itu sebagai pemain dengan bayaran tert-
inggi di kolong langit. Hibei tidak sembarangan mengajukan tawaran itu pada Messi. Mereka punya dana melimpah karena didukung perusahaan properti bernama China Fortune Land Development. Kabarnya aset mereka menembus 3,3 miliar pounds. Hibei berniat memakai keahlian Messi demi menjuarai Liga Super China untuk pertama kalinya. Meski baru berdiri enam tahun lalu, Hibei yakin hadirnya Messi bisa menambah daya saing mereka. (kmb33/rtr)
Minggu Paing, 18 Desember 2016
GELANGGANG
11
Bali United Bercokol di Peringkat 12 Gianyar (Bali Post)-
Tuan rumah Bali United (BU) kembali gagal mengamankan poin penuh di kandang sendiri, setelah ditahan imbang tamunya Persija Jakarta dengan skor 1-1 dalam laga terakhir Kompetisi Torabika Soccer Championship 2016 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar hari Sabtu (17/12) kemarin. Dengan tambahan satu poin ini, skuad Bali United menempati peringkat ke-12 dengan total 40 poin.
Ni Made Deya Surya Saraswati
BPM/kmb41
Ade dan Deya Tampil Maksimal di Junior Master Denpasar (Bali Post)Dua pebulu tangkis putri Bali Ni Made Pranita Sulistya Devi alias Ade dan Ni Made Deya Surya Saraswati, sama-sama menargetkan mampu meraih hasil maskimal saat mengikuti Kejuaraan Bulu Tangkis yang bertajuk Junior Master di Magelang, 19-23 Desember mendatang. Ni Made Pranita Sulistya Devi alias Ade saat dikonfirmasi, Sabtu (17/12) kemarin menjelaskan dirinya sudah melakukan persiapan dengan matang jelang kejuaraan nanti. “Saya rutin menjalani latihan sehari tiga kali untuk mempersiapkan diri dengan baik untuk mengikuti ajang nanti,” ungkap Ade Pranita. Ade menjelaskan, dalam sesi latihan yang dijalaninya, tim pelatih lebih menekankan terhadap ketahanan fisik. Pasalnya, fisik selalu menjadi faktor yang sangat mempengaruhi penampilan di tengah lapangan. Dikatakannya, di ajang nanti Ade Pranita bakal turun di satu kategori saja yakni kategori tunggal taruna putri. “Saya dan Deya main di tunggal saja,’’ katanya Diakuinya, saat kejuaraan di Solo, Jawa Tengah belum lama ini, dirinya hanya mampu tembus sampai ke babak 16 besar. Melihat hasil itu, dirinya tidak memasang target di kejuaraan Master Junior nanti. Sementara rekannya, Ni Made Deya Surya Saraswati juga mengucapkan hal senada. Pebulu tangkis asal PB Kejora tersebut hanya ingin tampil maksimal. “Saya hanya ingin tampil all out saja. Karena saya tidak memasang target apa-apa. Semoga tanpa adanya target saya bisa meraih yang terbaik,” harap Deya Saraswati. Sementara Wakil Ketua II PBSI Pengprov Bali Wayan Winurjaya mengatakan, peserta yang boleh ikut bagi yang menempati ranking 16 nasional. Dimana Made Pranita Sulistya Devi berada di peringkat keempat nasional sedangkan rekannya Deya Surya Saraswati bercokol di posisi keenam. (kmb41)
Pada pertandingan kemarin, sempat mundur beberapa menit akibat para suporter Bali United maupun suporter Persija Jakarta, menyalakan kembang api. Pertandingan sempat berjalan beberapa menit, akan tetapi wasit Djumadi Efendi kembali menghentikan pertandingan lantaran suporter Bali United yang berada di Utara tribun kembali menyalakan kembang api. Setelah petugas berasil mematikan kembang api itu, barulah pertandingan dilanjutkan kembali. Secara mengejutkan tim tamu Persija Jakarta mampu mencetak gol menit ke-10 lewat Emanuel Kennmo. Menerima umpan dari sisi sebelah kanan pertahanan, Kenmogne yang menerima umpan tarik dari rekannya dengan mudah menceploskan bola ke gawang Dicky Indriyana. Kecolongan di menit-menit awal membuat anak asuhan Indra Sjafri mencoba mem-
bongkar lini pertahanan Persija. Meski sudah unggul satu angka, akan tetapi anak asuhan Muhammad Alhadad tidak mengendorkan serangan. Kenmogne nyaris saja mencetak gol keduanya, namun sepakannya masih bisa diselamatkan Dicky. Setelah berjuang keras, menjelang turun minum tepatnya menit 44 Serdadu Tridatu akhirnya menyamakan skor menjadi 1-1 lewat gol yang dilesakkan Nemanja Vidakovic. Sepakan yang dilepaskan Vidakociv tak bisa diselamatkan kiper Persija Daryono. Untuk menambah daya gedor diparuh interv al kedua, pelatih asal Padang itu memasukkan Binter Wirahadi dan Hasim Kipuw. Namun belum mampu memberikan kontibusi positif. Sejatinya Nemanja Vidakociv mendapatkan peluang emas di depan gawang untuk mencetak gol kedua, sayang sepakannya masih sedikit melenceng di sebelah kanan ga-
wang Haryono. Sementara di kubu Persija pelatih Alhadad memasukkan striker kawakan Bambang Pamungkas untuk menambah daya serang. Akan tetapi, masih belum bisa berbuat banyak. Hingga peluit panjang dibunyikan wasit Djumadi Efendi asal Malang, tidak ada lagi gol tambahan dari kedua kubu. Skor sama kuat 1-1 tetap bertahan. Pelatih Bali United Indra Sjafri mengatakan, ini pertandingan terakhir baginya untuk tahun ini. Setelah ini pihaknya akan melakukan evaluasi mana pemain yang akan dipertahankan maupun yang didepak. Pelatih kepala Persija Jakarta Muhammad Alhadad mengatakan, pertandingan ini cukup bagus. Asuhannya dan tim tuan rumah sama-sama melakukan penyerangan. “Jadi kedua tim pantas meraih hasil ini. Setelah kompetisi ini tim akan beristirahat dulu,” ucap Alhadad. (kmb41)
Mitra Devata Tekuk Padang Sumbu
Tujuh Ranting BN Dominasi Piala Wali Kota
Denpasar (Bali Post)Tercatat tujuh ranting PSPS Bakti Negara (BN) mendominasi pada Kejuaraan Silat Antarranting PSPS BN, memperebutkan Piala Wali Kota XVII/2016 di GOR Ngurah Rai yang berakhir, Minggu (18/12) ini. Ketujuh ranting adalah juara bertahan Slam Kepaon, Gatotkaca, Buagan, Batu Paras, Batukandik, Catur Buana, dan Drupadi. Itu dikemukakan Ketua Panpel Wayan Suartika diselasela kejuaraan Piala Wali Kota di GOR Ngurah Rai, kemarin. Dijelaskannya, kejuaraan silat antarranting ini melibatkan 38 ranting se-Kota Denpasar dan diikuti 600 pesilat. Mereka turun pada kategori usia dini, pra remaja, remaja dan dewasa. ‘’namun bagi pesilat yang pernah juara I, tidak diperkenankan ambil bagian,’ jelas Suartika. Menurut dia, tujuan Piala Wali Kota ini untuk menyiapkan pesilat yang potensial, bahkan bisa diturunkan pada Piala Wali Kota Antarperguruan dan aliran yang digelar Februari 2017 mendatang. ‘’Kami juga menyiapkan skuad pesilat Bakti Negara untuk Piala Wali Kota IPSI yang mempertandingkan pesilat antarperguruan,’’ ucapnya. Suartika sendiri dikenal sebagai Ketua Harian Pengkot IPS Denpasar, Ketua Harian PSPS Bakti Negara Denpasar, bahkan pernah melatih menangani tim PON Bali, termasuk dua kali menjadi pelatih silat Asia Pasfik. (022)
BPM/wan
JATUH — Seorang pesilat menjatuhkan lawannya pada Kejuaraan Antarranting PSPS Bakti Negara se-Kota Denpasar, memperebutkan Piala Wali Kota XVII/2017 di GOR Ngurah Rai, Sabtu (17/12) kemarin.
BPM/ant
REBUT - Pesepak bola Persija Greg Nwokolo (kiri) berebut bola dengan lawannya Gede Sukadana dari Bali United, dalam pertandingan Torabika Soccer Championship 2016, di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Sabtu (17/12) kemarin.
I Gusti Agung Ayu Wulan Permana
BPM/022
Pemanah Ayu Wulan Tambah Emas untuk Denpasar Mangupura (Bali Post)Atlet panahan I Gusti Agung Ayu Wulan Permana menyabet emas di nomor standard BOW, kualifikasi perorangan SMP putri pada hari ketiga Gandawa AC Cup III Archery Open Tournament 2-16, di Lapangan Pratu IGN Jania, Sading, Badung, Sabtu (17/12) kemarin. Dengan demikian Denpasar telah mendulang enam emas hingga kemarin. Untuk medali perak direbut Ni Ketut Ayu Sinta Aprilia (Masagena AC, dan perunggu diraih Abellia Ananda (Perpani DIY). Sementara juara kualifikasi Standard BOW, SMP putra, juaranya Yoga Dwi Kurniawan (Perpani DIY), disusul Bagus Gede Agus Yudistiawan (Denpasar) dan Rafif Naufal Rajendra Santoso (Perpani Surabaya). Sedangkan juara kualifikasi standard BOW SD putra Firman Zuhdi Affandi (Bojionegoro Archery Centre), kemudian Naufal Faruq Aldila (Perpani Surabaya) dan Azzam Abdillah (Perpani Surabaya). Di sektor putri, juara kualifikasi standard BOW yakni Refalina Azara Putri, disusul Luveira Vania Putri, dan Nike Inabah Akmal, ketiganya dari Pengkot
Perpani Surabaya. Untuk aduan perorangan standard BOW SD putra, juaranya aufal Faruq Aldila (Perpani Surabaya), kemudian Firman Zuhdi Affandi (Bojonegoro Archery Centre), dan junior Tomson Prajitno W (Perpani Surabaya). Di sektor putri SD, juaranya Refalina Azara Putri (Perpani Surabaya), Luveira Vania Putri (Perpani Surabaya), dan Ni Komang Diah Purnami
(Gandawa AC). Untuk aduan perorangan standard BOW putra, juaranya Yoga Dwi Kurniawan (Perpani DIY), Bagus Gede Agus Yudistiawan (Denpasar), dan Anton Permadi (Bojonegoro Archery Centre). Di bagian putri SMP, juaranya Ni Ketut Ayu Sntra Aprilia (Masagena Archery Club), disusul Jamine Zalfa Ratu Syahara (Perpani DIY), dan I Gusti Agung Ayu Wulan Permana (Denpasar). (022)
Mangupura (Bali Post)Kesebelasan Legend Mitra Devata menekuk lawannya Padang Sumbu dengan skor 6-1 (4-0) pada uji coba di Lapangan Tri Cakti Legian, Sabtu (17/12) kemarin. Dalam laga yang dipimpin wasit Nyoman esa, keenam gol Mitra Devata dilesakkan Komang Mariawan memborong 3 gol (hattrick), kemudian Made Pasek Alit, Wayan Gangga Mudana, dan Nyoman Rafik Armawan masing-masing menyumbang sebiji gol. Koordinator Purwanto Iman Santoso, menyatakan Padang Sumbu diperkuat pemain muda berusia 23-25 tahun. Padang Sumbu memberikan perlawanan berarti sampai 25 menit babak pertama. Akan tetapi, pasca kebobolan gol pembuka kemenangan lewat sontekan bomber jangkung Komang Mariawan, permainan Padang Sumbu mulai keteteran. Pressure football yang diperagakan Padang Sumbu di menitmenit awal tidak tampak lagi, hingga Mitar Devata mampu menambah tiga butir gol ke gawang Padang Sumbu sampai turun minum. Di babak kedua, Padang Sumbu mampu mencetak satu gol ke gawang Mitra Devata, dan kedudukan berubah menjadi 4-1. Namun Mitra Devata mampu menambah dua biji gol ke gawang Padang Sumbu dan skor akhir Mitra Devata unggul 6-1. (022)
12
Minggu Paing, 18 Desember 2016
Sastra
Redité Paing, 18 Desember 2016
Kaki Dengkil
Laku Bruna “BAH... suba orahin, Bhatara Bruna... Tusing Bhatara Baruna... Kakin Icangé ngorahin kéto...” I Doglagan matungkas sareng timpalné indik ngucap pepasih Ida Bhatara Bruna. Kocap wantah nyanan iwang ngucap pepasih punika nénten jagi katampi pamuspaané. Asapunika I Doglagan dawegé iteh muspa majeng Ida Bhatara Bruna. Puniki nagingin piteket kakinné mangda mamuja Ida Bhatara Bruna, Ida Bhatara sané ngambel sekancan pamatuté, ngambel pikamkam ukum rtané. Dawegé takénina kakinné inggian kemahakuasaan Ida Bhatara Brunané, I Doglagan polih panyawis patut asapunika. Nanging Ipun kantun sangsaya ring piteket kakinné. Ngudiang nikaina ngelodang ka pasisi mangda mamuja Ida Bhatara Bruna? Ngudiang akéhan anaké ngalérang ka gunungé mamuja Ida Bhatara Siwa? Mamuja Lingga Sakala? “Itunian tiang suba kema ka pasisi Kaki, ditu suung tusing ada anak mabhakti! Makejang anaké ngajanang ka Gunung Agung, ka muncuking acalané. Né ngudiang tiang orahin kema di pesisi mamuja Ida Bhatara Bruna?” I Doglagan sakadi salah tampi mabaos asapunika ring kakinné. Pitananga kakinné moyanin Ipun santukan kémadé krura wantah sampun rauh piodalané kapah pisan lascarya nyak mabhakti ka pura. I Kaki Dengkil kedék ngrékék ring tundun nampi grémonan cucunné sakadi punika. Kenyamkenyem Ipun nyawis pitakén cucunné raris. “To suba, jani mai itungang bareng-bareng. Ipidan purané suung mangmung ulian anaké tusing nyidaang nangkil joh-joh. Sawiréh tusing ngelah montor, tusing ngelah batis anggon majalan joh. Jani, purané suba ramya sanunggil odalan tur Purnama—Tilem. Di purané gedé kanti nganggo nomer magilir macelep ka parahyangan mabhakti. Kamula ja ulengné mabhakti kema. Liu masé ané luas mabhakti ulian nyeh kasisipan. Dong nah té, nu ada ané nyeh kasisipan? Tusing ké Ida Bhatara maha panyisip, maha pamaap? Tusing ké Ida Bhatara maha pangasih, maha panyayang? Dija ada Bhatara bedik-bedik jeg murka? Jeg nyakitin damuhné? Néh... néh jeg nglantur Kaki mamunyi! Kuala to patut dingehang, apang tusing oraanga agama iragané agama nganyeh-nyehin! Da dingehanga ento, sujatiné agama déwékné ané nganyeh-enyehin.” Jeg nyroscos I Kaki Dengkil mabaos asapunika ngawinang I Doglagan enggangengep miragiang. Durung puput mabaos asapunika, I Kaki Dengkil malih nglanturang mabaos. “Kéné, unduké Kaki ngorain apang mabhakti di pasisi pasihé, ento sawiréh jani nyansan medik-medikang anaké mamuja Ida Sang Hyang Bruna! Koné Ida ané ngambel pamargin rta jagaté. Sing ento malu puja apang rtan guminé majalan melah? To malu tunasin apang iraga slamet ri kala magaé, apang slamet ri kala marérén disubané kenyel magaé. Hrdi stoma upasritas cid astu sam nah kseme sam u yoge no astu, kéto kabaos kecap wédané. Disubané kéto uncarang masé, yuyam pata svastibhih sada nah, apang picaanga karahayuan tur kaslametan.” Asapunika I Kaki Dengkil mabaos mabet uning sastra wéda. Sampun puput sakadi punika I Kaki Dengkil mabaos? Durung, sambilanga mecikang tegak, Ipun malih nglanturang mabaos. Waluya I Doglagan cucunné nggang—ngep tur uyuk-uyuk miragiang. “Né buin abesik, dija ada Sang Angawarat tur Danéswarané nglarang ané kabaos Laku Bruna jani? Né apang tawang Cening. Ané madan Laku Brunané ento, prasida nyihnaang sekancan pikobet warginé makejang. Minakadi apang tusing ada warginé tuna karya. To pinih malu. Ané kaping kalih apang tusing ada bajang-bajangé mamiut. To artiné apang bisa ngaénang tongos bajang-bajang apang tusing ngrubéda ulian tusing ka ajahin. Kéto masi tusing ada ané ngrunguang malingé sayan makelo sayan galak tur anaké ngadug-adug ngusak guminé baanga tongos. Apa pabuaté? Tusing tawang Kaki. Jani Cening nyobyahang apang Sang Angawarat tur danéswarané ngrasukang Laku Bruna. Mapan bayun Ceningé nu kenjekan gedéna. To awanan Kaki ngorain Cening mabhakti ka pasisin pasihé, mamuja Ida Bhatara Bruna. Ingetang tusing Baruna, kéwala Bruna, tusing dadi pelih.” Asapunika I Kaki Dengkil nuturin cucunné lantang mlémad. Nuturin apang inget mabhakti majeng Ida Bhatara Bruna, naler nyihnayang indik Laku Brunané sané kabaos Baruna Brata. Enten saking uyuk-uyuké, I Doglagan nyekenang mabaos. “Ngudiang tiang orahin Kaki? Dadi apa tiang? Né nu masuk kondén tamat-tamat ulian gedegina tekén guruné! Koné tiang bes ngadug-adug tusing enyak napi pawarah guruné! Ngudiang tiang apang ngorahin Sang Angawaraté tur Danéswarané ngrangsukang Laku Bruna?” I Doglagan mabaos gelis-gelis nongklang sakadi baosné I Mredah. “To apa dayanin... kéné suba ningehang munyi sambil uyuk-uyuk. Pantes kondén aséséna skripsiné tekén doséné! Suba orahang mara. Ento santukan Cening jani bayuné kenjekan gedéna. Da anggona bayuné ané tidong-tidong. Anggon matrék-trékan dadi géng motor, anggo ka kapé sabilang peteng, anggon ngubuh mbak, kena sakit ha i pé mara ja tawanga rasané! Lamun tusing Cening nyuaraang ento, buin mani Kaki lakar ka Kuthanagara kaak-kuuk ditu!” I Kaki Dengkil mabaos asapunika sambilanga ngaonin cucunné ngerok masaré santukan leleh wawu usan mabhakti ka ajeng Ida Bhatara Bruna. (Jelantik)
Wyatmaning Ibu I Madé Suarsa NÉNTEN wénten ilikita uger-uger, nénten wénten séwala patra ancer-ancer, nanging jejer ring parikramaning kulawarga pancer, anak alit pinih duur sampun tigang warsa, patut madrué ari, kanti magendu wirasa. Ari kari kabiri-biri, raka ngawit mandiri. Sotaning ngemban swadharmaning aguron-guron ring PAUD, pastika sampun pascad ring indik psikologi tumbuh-kembang anak. Gusti Ayu Madé Arwati uning pisan indiké punika. Sakémawon antuk durung ajeg jegjeg adeg-adeg kulawargané, dané mamutus durung jagi ngréka, ngrupaka ngaryanin Gusti Agung Khrisna Nugraha Arwatika ari dumun, yata sampun mayusa tigang warsa. Pikamkamé, antuk telatén niténin patemusmarané sareng rabi ring pamreman, bilih-bilih Gusti Aji Alit sedeng gumaruk jlantak-jlantuk, kitak-kituk, selak-seluk, gaak-gauk. “Yu….yuk…!!!.” “Ten. Rainan.”
“Nénggél…” “Ten. Masa subur. Sabar!” “Béh, terus ké Tenten. Nasiiibbb….nasiiibbb…..” “Éiiit….” Kadi punika Gusti Ayu Madé Arwati nampésin Gusti Aji Alit ngawit suat-suit, kejat-kejit, sagat-sigit, krapatkripit, kalat-kilit, ungkatungkit, kebat-kebit, pelat-pelit, nyumpit kacang alit selat silit. Nénten purun nganggén piranti KB, ajerih anggané ébuh melar, wastu parikrama patemon sanggama lanang wadhu “nyolahang, calonarang” ring pamreman ninutin sistem kalénder. Nénten purun mamuwuk masa subur, ngeret smara, doning kala punika pajangkepan kama bang-kama putih lebahang pacang dados jabang manik. Sejabana rerainan lan masa subur, Gusti Ayu Madé Arwati nyukserahang angga kantos sabuku-buku, sabulubulu, sabatu-batu, sabucu-bucu mébasang Gusti Aji sakamakama “ngamuk” ring pamreman kantos lengeh, leleh, kekeh, beseh.
13
Punikaté mawinan, ri kala kalih wuku nénten cuntaka kotor kain. Gusti Ayu Madé Arwati nénten banget mikayunin. Sesampun nepék sasasih, wawu dané mastikayang mobot. “Kok bisa Jik?” “Keris Jik mranén.” “Ah. Tiang durung siap.” “Kudiang, suba kadung dadi.” “Gugurang!” “?” Doh ring telenging tuas, Gusti Aji ten bobot ring pikayunan rabi nénten malih mobot, nanging Dané taler uning abot anak istri sané ngawa bobot, bandingang ring anak lanang sané ngawé bobot. B o bo t k ay u n G u s t i A y u mucah bobot, nanging sesampun katuréksain, pramangkin dané jejeh kadi kasedot, sakit kadi kagodot. Awanti-wanti nguing ngiang ring karna piteket Dokter Dodot. “Saya mau melaksanakan. Resikonya, Ibu tidak bisa hamil lagi. Ibu baru punya seorang putra. Kalau ada apaapa dengan putra Ibu itu. bagaimana….?.” Sampun kutus sasih bibit boboté bebet. Gusti Ayu Madé Arwati kantun krépakan makarya saking tatas lemah, langsag nglinggihin skuter, aguron-guron ring PAUD Kuta, kumantos naenin keni tilang. “Adik… adik… Lén Mamah sampun telat, lén keni tilang.” Gusti Ayu ngrimik sinambi ngusap-usap waduké nyéndol. “Ibu… Ibu ten makta STNK. SIM kadaluwarsa. Yan ten ké mobot ageng, sampun tilang tiang Ibu. Mangkin mamargi. Alon-slon nggih!” “Selamet….selamet. Makasi Dik, Mamah dak jadi ditilang.” Polisi kitak-kituk nyingak Gusti Ayu nyepud nglinggihin montor. Késah saking sakolahan nglantur ngelés privat. Sarat makarya, nampih wengi wawu napak ring Jero Mekar Bhuwana. Bhuwana Nis, kala semeng nedeng rahajeng, Waraatmadi lanang istri ngaturang ayah uleng. Undagi ngayum wewangunan, serati majejaitan, pangawi ngripta susastra, bélawa mareratengan, parekan mareresik, paragina masolah, juru kidung masanti, miwah sané tiosan nganutin swadharma. Sang Hyang Suratma kenyem-kenyem, nyihnayang kayuné seneng, lamakana keni tristisan taler dané Gusti Niang sawusan majejaitan, nangkil ngaturang sembah. “Om sembahning anatha tingalana dé triloka sarana. Aratu Betara, aksi-aksi sembah pangubaktin titiang Ratu….” “Aahum Nanak. Mulih sembahta lawan Hyang-Hyang sinembah, apan nghulun wus karatulugraha. Apa ada tunas Nanak?.” “Sakadi pinunas titiang riin, malih mawali wawanin titiang, mangda Ratu lédang ngicén titiang manumadi munarbawa malih ka Mercapada Tu.”
“Béh jeg mapunya pelih pangresep kramané di Mercapada. Dadi jeg demen buin manumadi. Kénkén kadénnn…?.” Katah Sang Suratma ngicén pawuwus. Sesampun nemu palatra, banggéang masikian Sang Atma ring Hyang Paramatma, nunggal ring Ida Hyang Widhi, nénten memerud meled manumadi malih. “Nanak ngudiang buin nagih numitis, demen kéweh ditu di Mercapada…?.” “Indik punika titiang sampun uning Ratu Betara. Nanging meled pisan titiang numitis, doning ring Jero wénten warih titiang Gusti Ayu Madé Arwati, utun pisan nginkinang kulawarga, jemet makarya, becik masametonan, seneng mayadnya, subakti ring para Déwata-Déwati. Titiang dot kadaut mapusara ring goa garban Nanak Ayu….” “Yan suba saja-saja demen, dadi. Kéwala Nanak numadi dadi anak lanang, apang ada tumbuh lanang-lanang, bagusbagus, bakti-bakti tekén Anak Lingsir....” Acampuh mawuwuh-wuwuh rumasa kéwuh Gusti Ayu Madé Arwati mikayunin beraté kapungkuran. Putra alit-alit, jejenekan ngontrak drika-driki, napi malih makarya doh. Doh ring Nis, acampuh gresiuh kayun Gusti Niang, doning kapaica manresti munarbawa malih ka Mercapada bhuh, ring warih kukuh, nunas ajengan. “Yuuu... Cutet Niang nunas ajengan tekén Ayu. Da nyén Niang pucingina, mumpung Ida Betara suéca ngicén Niang manresti, mapusara ring waduk Ayuné….” Anak Lingsir mabusana sarwa putih, ngadeg, nyeleg, mawuwus mabaos ajebos, digelis sirna, musna ring pangadegan. Gusti Ayu Madé Arwati glapgapan matangi, nulamé jroning tuas. “Nggih… Nggih Ratu. Ampurayang titiang naenin mamanah nyampet pamargin Cokor Ratu…..” Cokoré pecak dingin kadi natah pinguin, mawali anget kadi baa banget, kagecel-gecel olih Gusti Agung Wahyu Nugraha Arwatika antuk minyak kayu putih. Nénten rumasa toyan waspa Gusti Ayu nrebes. “Mamah nangis...?.” Iwang sisipé malih makebiah, daweg mapikayun mucah bobot rikala Gung Wahyu wawu rumaga manik jroning weteng. Mangkin malah Wahyu utun ring Anak Lingsir. Yadiastun sampun sarjana, kayun maminyak-minyak ngecel cokor Anak Lingsir. “Mamah, Ajik, sat polih wahyu Ida Betara madué putra kalih, makekalih subakti ring Anak Lingsir. Mawinan Wahyu sareng Khrisna mawasta Nugraha.” “Nggih Ma. Ratu Niang taler nuturin mangda Wahyu subakti ring Mamah Aji. Niang maosang wyatmaning Ibu, yadnya yasa kérti Ibu ring
oka, sat magantung rambut akatih daweg ngembas, mawinan déwa sekala kaucap ring jagaté.” Yadiastun wénten carita ngletehin karumaketan IbuNanak sakadi Malin Kundang, Watugunung, Sangkuryang, miwah sané tiosan, sakémawon pakem kaluihrumaketan pantaraning Ibu-Nanak, tetep agung tan pataleteh. “Ingat Wahyu. Seorang Ibu bisa melahirkan sepuluh orang anak. namun sepuluh orang anak tidak bisa melahirkan seorang Ibu.” “Enggih Mama. Kadi baos Niang, puniki mawasta Wyatmaning Ibu. Yén ten wénten Mamah, ten wénten tiang. Saking tiang kari marupa rah getih, Mamah sat magantung rambut akatih tan surud-surud mayasa kérti tan ajerih tan pamerih….” Katah malih Gung Wahyu macarita sinambi seleg ngecelngecel cokor Biangnyané kantos sriat-sriet sirep yata tan leplep. “Sssssstttt...!!!” Wahyu ngicén abah-abah ring Raka lan Aji mangda ten gresiuh wawu rauh saking makarya lepah-lepuh. Pamuput sareng tetiga lanang-lanang ring Jero maparitlektek kalistuhayuan Gusti Ayu. “Ck ck ck... Mama memang cantik budi dan bodi. Ck ck ck…. Awas nanti malam ya….” “Uuuu… Aji genit....” Khrisna Wahyu sinarengan ngéwérin Ajiné. “Ayo cemburu….” “Awas ta intip….” “Hééé.…” Gusti Ayu Madé Arwati merem nanging durung jatijati kelem makolem, miragiang sami pabligbagan Aji lan Oka, rumasa bangga. Waneh tan paneda, bungah tani nganggo, wénten lanang tetiga maka tetiga nulus sayang subakti. Saksat wewidangan mabacu tiga ngider mutiara bungah. Gusti Ayu Madé Arwati magenah ring tengah, Gusti Aji nugur ring luhur, bucu sor makakalih, Khrisna lan Wahyu malinggih. Wéntenké sida wang jalu ngripta bucu pat ngidér bhuana? Napi wénten? Nawi wénten?. Wénten bulan alit nylepit wit langit ébeking wintang pakanyitnyit makilit ring wengi pingit, kejat-kejit i jangkrik nyitnyit, ngéwérin Gusti Ayu nyumpena ipit, kulit nyepit séla legit, ngawé batun panyingakan srarat-sririt, pamreman punggit unggat-unggit, spréi mapelit kadi malepit. “Terus Jik… Terus Jik… Terus Jik…!” “Ma… Ma… Mama ngipi…? Mama ngipi…?” Gusti Aji nyumprit kapupungan, Gusti Ayu ngrenjit kalimpungan. “Aduh… Nggih AJIK. Mama ngipiang ajik….” “?” “?” -0-
Saking Langit Bali
Aswamédha Parwa
Kawéntenan Atma sané Mautama
Jaman Jani
Olih : I K. Satria, S.Ag NGLANTUR kacaritayang mangkin sabda brahman sané dahat mautama punika sané maosang parindikan atma sané mautama. Pamahbah satuané puniki pacang ngicénin sang sané ngwacén prasida molihang pangresep jnana indik angga sarirané puniki. Duk kawéntenan jagaté puniki suung nénten wénten sané maurip, wantah wénten sané mautama inggih punika Brahman sané maha agung. Brahman sané agung punika pinaka wiwitan sané jagi wénten ring jagaté puniki. Ida sané madué citta budhi sané dahat mautama tur nénten wénten sané nandingin. Ida Brahman punika sané pinih utama. Atma sané mautama punika madué parab sané akéh pisan, silih sinunggilipun; Atman Agung, Kawicaksanan, Wisnu, Sambhu. Wénten sané nyengguh pinaka pangresep sané ngawinang molihang kaweruhan sané mautama miwah prakanti sané ngawinang prasida ngresepang sarira miwah sané wénten ring jagaté puniki. Sang sané sampun nguningin indiké puniki kabaosang sang maraga wicaksana, nénten pacang prasida kekasorang. Atma sané mautama punika madué kawisésan indik nguningin sané nénten prasida kauningin, mirengang sami sané nénten prasida kapirengang miwah sané siosan. Ida ngadeg antuk kawibawan sané paripurna, nyusup ring sekancan sané wénten utawi sané maurip ring jagaté. Kawisesané nénten wénten sané prasida nandingin, kawisésanipuné malinggih ring padma hredayanyané. Kawisésan Idané taler kacaritayang sakadi sané paripurna, ringan pisan kawéntenané, wibuh ring sajeroning waranugraha, wenang ring sekancaning sané wénten tur mawisésa majeng ring sekancan sané wénten. Ida pinaka kautaman panyiuan sunaré sané wénten saha nénten naenin mundur ring sekancaning maurip. Irika raris para widagda tur sané wicaksana manyembah saha setata nunas pangajah saha nunas karahayuan. Sané setata ngamargiang pamujan antuk yoga, sané melanin kapatutan, sané prasida ngeret sekancaning indria, sané madué kapradnyanan, sané nénten malih kaiket sangkaning padruénan, lempas saking sekancaning bhisama taler krodhané, setata liang, wicaksana, tur nénten malih nyapa kadi aku kawéntenannyané. Sami sané wénten irika sampun lémpas ring kawisésan panca indriané saha nénten prasida malih
nemu cuntaka sané ngawinang kasor ring kahuripan, sami sampun suci, sampun nemu galang samian sané wénten irika. Sang sujana sané sampun uning ring kahuripan sakadi asapunika wantah sampun prasida pacang nyujur sané kasengguh kautaman punika. Pangiket indria sampun nénten malih prasida mialangin kawéntenannyané, punika taler sané ngawinang sami pacang nemu kautaman punika. Wisnu Loka wantah silih sinunggil genah sané kawéntenané sampun paripurna, sami sang wicaksana ngayatngayat mangda prasida wénten irika. Yéning sampun sakadi asapunika sinah pacang sida nemu kautaman. Sané nemu kautaman wantah mawit saking kautamané punika. Nglantur sané mangkin kacaritayang indik kautaman atamané sané mautama punika. Kacaritayang sané kapertama wantah kawéntenan pikayunan sané momo. Nglantur raris pikayunané punika pacang sida ngwetuang parilaksana nyapa kadi aku. Sesampun kekalih punika wénten wawu raris sami mauripé gumanti sida pacang wetu ring kahuripané puniki. Punika sané pinaka wiwitan pawetuan sané taler kabaosang Prajapati. Ida punika taler kabaosang rajaning déwata sané ngwetuang kahuripan ring jagaté. Tiosan ring punika, Ida taler ngwetuang pikayunan sané pinaka wiwitan kahuripan sané tiosan. Ida sané ngwéntenang jagat tigané puniki. Ida sané kapertama madué pangrasa ring jagaté puniki. Ida naenin masabda sakadi asapuniki; “Nira wantah sami sané wénten puniki!” Wantah sakadi asapunika kawéntenané, sami sané kabaosang nénten becik wantah sampun nilar saha kalebur antuk kawisésan lan kapradnyanané punika. Ri kala sampun nguningin indiké punika sinah pacang prasida ngawinang parajanané nyujur kautaman saha memargi antuk pamargi sané becik saha ngwetuang kautaman ring kahuripannyané. Kawitan sané wénten puniki wantah pangripta kautaman inggih punika maurip nuju paninggal kapetengan ring angga sarirané saha nujuang genah sané galang. Sané ngawinang maurip punika sujatinnyané sané ngawinang prasida wénten pamargi nuju galang. Ida sané ngawinang sami mauwah saha maurip taler lebur. Antuk sunaridané sané mautama punika pacang ngicalang kapetengan ring jagaté puniki. (Masambung)
Jaman jani makejang pada bani, anak luh makamiwah anak muani, ané penting kenehné suba misi, tusing inget dinané buin mani. Jaman jani makejang pada géngsi, tutur anak lingsir sarasa sing maaji, isin sastra kasekeb mawadah peti, tusing buin kabaca pinaka titi. Jaman jani liunan iri ati, mabaraya suba magenah di duri, ané penting arepané sida misi, tusing inget karmané ané mani. Jaman jani utamané tuah pipis, ulian pipis idupé sarasa tis, diastun corah kanggén baan ngalih, kanti engsap angkiané ulian nyilih.
( I W. Wikana-Seraya)
Kruna
14
Ni Kadek Dewi Devianti
Cerakén Lengkara Punggelan geguritan puniki kaanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha. Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti
puupu;du(m, Pupuh Durma 1.du(m\ál, Durmanggala, pm(gientenÉernn/, pamarginé tan rérénan, endedosæucuk&jurit/, né dados pucuking jurit, gusÓiezomnãzé(, Gusti Nyoman Banjar, khir&hsueboerosn/, kairing asu borosan hienohnßiw;higd&, I Nohan miwah I Gading hnÑ)lßd)dgn/, andel madedagan eyenÙnÓ)nuæenhusil/. yén wénten sané usil. 2.mr&luw;, Maring luah, peroecotÞnæ)ddkn/, Perocot lan Pedadakan, kl\idinpimli;, Kalangidi napi malih, tÉgÓgãtulnÓ*, tragtag batu lantang, mtititrupilihn/, matiti taru pilihan mt)gulÀnÓ¡kæ)zélin/, mategul antuk penjalin he\ánæz\Ç\n/, anggén panyangcangan pÉedktibnnãzé^. pradé katibanan banjir.
Tresna ring Swadharma dados Guru WANTI warsa PGRI kaping 71 miwah patingetan Hari Guru Nasional (HGN) 2016 wawu puniki ngawinang Ni Kadek Dewi Deviantini marasa sebet. Nénten naenin kapikayunin sadurungnyané olih Devi-asapunika dané ketah kasambat jagi nilarin pakaryan dados guru, pakaryan sané pinih katresnain tur kapisaratang pisan saking kantun alit duaning angob nyingakin parikrama guru-guru SD saraina. Tatkala kantun alit metu pikayunan dané jagi manados guru risampuné kelih. Istri sané embas ring Nusa Penida, 15 Desember 1987 puniki nyatuayang, tatkala ngawit makarya dados guru, akéh pisan pikobet sané kapanggih. Minakadi ijazah keguruan dané sané maius ring parindikan administrasi kepegawaian dados guru kantos pikobet siosan ring kahuripan dané. Ngeninin indik pikobet administrasi dané manados guru, majanten sawitrandané sané taler dados guru sampun nguningang punika. Dadosné Ipun cumpu antuk pikayunan dané jagi muputang s w a d harmané d a d o s guru yadiastun nénten a k i d i k taler sané sebet ring pamutus Devi punika. Napi malih Ipun sané maosang yéning Devi wantah pantes tur adung pisan manados guru. Mangda pikobetné nénten sayan ngagegang, sinah istri sané madué bintang Sagitarius puniki nyutetang pikayun jagi nilarin pakaryan dados guru tur ngawitin makarya ring widang birokrasi. Dané meled mangda kagenahang ring Kantor Bupati Klungkung. “Sujatiné tiang nénten uning napi sané patut margiang tiang. Tiang tresna pisan ring pakaryan dados guru puniki sakéwanten panggihin tiang pikobet ring widang administrasi kepegawaian kadi asapunika. Punika mawinan tiang patut nilarin guru tur manados pagawai kémanten,” baosnyané cutet. Devi sané tamat ring Ju Ju-
rusan Teknologi Pendidikan Undiksha, Singaraja dados guru ring SMPN 6 Nusa Penida warsa 2011 sané lintang. Dané maosang yadiastun sampun magingsir ka Kantor Bupati Klungkung, pikayunan taler “jiwa guru” dané kantun neket. Kacunduk risampun wusan pacentokan ngapalang Panca Prasetya Korpri ring parikrama Wanti Warsa Korpri kaping 45 sané kamargiang olih Pemkab Klungkung wawu puniki, Devi taler maosang yéning wénten makudang-kudang parindikan sané ngawinang dané sebet risampunné puput makarya dados guru. Minakadi tatkala Wanti Warsa PGRI miwah Hari Guru, nyabran wa warsa dané setata kaaturin ucapan selamat saking siswané. Kahan Kahanan punika sané ngawinang dan dané sayan bangga manados gur guru, napi malih tatkala kasen kasengguh “Bu Guru” sané sampun raket ring raganyané. Yadi Yadiastun sampun nénten dados Bu Guru malih, Devi setata m maosang yéning pikayunan miw miwah “jiwa guru” dané nénten jag jagi ical. Tatkala manggihin para par siswa, malih dané ngéling ngélingang kahananné dumun ri kala kantun ngic ngicén paplajahan ring kelas tur k kantun kasengguh Bu Guru. Sangkaning kawéntenan sané nénten prasida kakelidin, sinah makasami punika katilarin dané. Sakéwanten mangda nénten sué n naenang sebet, pun punika mawinan Devi setata mautsan ha ngamargiang pakary karyan sané pinih bec becik ring genahnyané mangkin. Asapunika taler tatkala kajudi dados panyeledii SKPD tatkala ny nyarengin pacentok tokan ngapalang Panca Prasetya Ko Korpri tur prasida da dados juara kaping kalih. Dané me meled nyinahang yén yéning ring dija ja ma mangkin makarya sin sinah jalaran ngamol molihang prestasi setata akéh kapan panggihin. “Ti “Tiang nyuksmayang pi pisan tur wénten rasa ban bangga ring manah tiangé ttatkala prasida ngamol ngamolihang prestasi duaning prasida jayanti. Dumogi puniki pangawit sané becik mangda tiang prasida ngamoli ngamolihang prestasi rin warsa sané malih ring siosan,” b baosnyané makenyem. (ast/was)
Isin Gumi ”Monéy Changer” Tan Paijin Ngawi Kaon Pariwisata ring Bali UTSAHA monéy changer sané nénten madué ijin prasida ngawi cemer taler kaonnyané aran pariwisata Bali. Utamanipun santukan prasida ngwetuang parindikan kriminal sané ngawi pocol sang sané ngawigunayang jasa monéy changer pamekas wisatawan asing. Ketah kapiragiang pakrimik para wisatawan mapaiketan ring kawéntenan monéy chang-
er sané nénten madué ijin inucap. Indiké punika pacang ngawinang turis kapok santukan marasa kabelog-belog. Asapunika kabaosang Gubernur Bali Made Mangku Pastika wawu puniki. Parindikan inucap kabligbagang ring sajeroning acara Isin Gumi Radio Singaraja FM 92,0 Mhz raina Wraspati, 15 Désémber 2016 lintang.
Gede Merta, Celuk Buluh Tunas titiang majeng ring Bank Indonésia mangda nagingin tanda ring monéy changer sané resmi. Lianan punika kakaryanang daftar utawi brosur monéy changer sané sampun polih ijin. Brosur punika kasobyahang majeng para wisatawan utawi kasebar ring hotél-hotél miwah katémpél ring ajeng
Kruna BASA BALI
AKSARA BALI
1.
singid
1.
si\id/,
1. tersembunyi
2.
singkuh
2.
si\С;,
2. kikuk
3.
singsal
3.
si\uæl/,
3. tidak sesuai
4.
singsé
4.
sie\uæ,
4. khianat
5.
sipeng
5.
sip%,
5. sepi
6.
sirna
6.
s^x,
6. lenyap
7.
sisu
7.
sisu,
7. bingung
BAHASA INDONÉSIA
8.
soda
8.
esod,
8. hidangan
9.
solah
9.
esol;,
9. perilaku
10.
esoem;,
10. ramah
10. soméh
Redité Paing, 18 Desember 2016
genah monéy changer. Komang Yasa, Lovina Iriki Bank Indonésia patut ngwéntenang prakanti sareng désa adat ring genah monéy changer antuk upaya nertibang sané nénten madué ijin. Indiké puniki tan tios nyaga image kepariwisataan ring Bali. Taler mangda para wisatawan marasa aman ri kala Ipun mawisata ring Pulo Bali puniki. Tanaya, Kp.Tinggi Singaraja Yéning kantun kapanggihin monéy changer sané nénten madué ijin, pihak aparat mangda nindak tegas. Janten pisan indiké punika ngawinang cemer kawéntenan pariwisatané ring Bali. Napi malih Bali sampun kasub pisan ring dura Negara. Yéning wénten turis keni uluk-uluk olih monéy changer tan resmi sinah Ipun pacang macarita sareng kulawarga miwah sawitra ri kala mawali ka negarannyané. Putu Karsini, Banjar Gatra indik genah taler aran monéy changer sané sampun maijin mangda taler kasobyahang ring penginapan, villa miwah majeng para guide. Mangda para wisatawan polih gatra sané becik lan patut. (ama)
Ni Komang Ista Triana
Molihang Medali Perunggu Tingkat Nasional NÉNTEN seneng ngafal ngawi Ni Komang Ista Triana, nyenengin paplajahan Matematika. Saihang ring paplajahan lianan sané akéh ngafal minakadi IPS, PKn, IPA miwah sané tiosan. Nanging wénten kayun saking anggan Ista – sapunika dané ketah kasambat nyujuh prestasi pinih becik ring bidang studi sané nénten akéh kasenengin sawitrannyané. Manut dané sané embas ring Dénpasar, 24 Juli 2005 puniki, sasukat alit dané nénten seneng bidang studi sané akéh ngafal. Punika awinan yéning wénten ulangan menghafal, nilainyané nénten sabecik Matematika. “Minab santukan sampun nénten seneng menghafal, ngawi tiang milihin sumeken malajah Matematika,” baosnyané. Kacunduk ring sekolahnyané ring Jalan Gunung Agung Denpasar, pelajar kelas VI A SD Negeri Percobaan Tulangampiang Denpasar puniki, nyeritayang yéning pelajaran matematika taler wénten ngafal. Sakéwanten ngafalnyané nénten akéh tur kawatesin rumus. Salanturnyané akéhan logika, sané dados tantangan majeng Ista sajeroning malajahin. Malajah matematika manut Ista akéhan nganggén logika, nénten katah spekulasi antuk pilihan minakadi pelajaran sané lianan. Yadiastun soal-soal ulangan umum utawi ujian nasional kawekas wénten soal pilihan ganda, nanging matematika sampun majanten jawabannyané asiki. Nénten sakadi pelajaran lianan, minakadi Bahasa Indonesia utawi Bahasa Bali, wénten jawabannyané kalih utawi langkungan. Majeng putri kaping tiga saking lima saudara pianak I Ketut Alit Sukadana miwah Ni Luh Putu Sunastri puniki, malajah matematika punika ngawi seneng. Napimalih wénten soal sané pangawitnyané sukil, nanging sesampun prasida manggihin jawabannyané wénten rasa bagia. Sapunika taler
sawaliknyané, yéning wénten soal sané durung prasida kacawis, pacing ngawi penasaran tur mautsaha ngrereh jawabannyané. “Anak nénten seneng matematika santukan during mautsaha. Surung-durung sampun maosang nénten bisa tur nénten seneng. Yéning sampun mautsaha tur pamuputnyané prasida majanten pacing penasaran nyawis soal salanturnyané,” baos Ista. Minab akéh sané nénten percaya, yéning kasidan Ista kantos molihang medali perunggu lomba matematika tingkat nasional nénten naen sareng bimbingan belajar kelompok miwah perorangan. Ista malajah ngraga kawantu bapaknyané, sané setata ngabih Ista yéning wénten soal matematika sané sukil. Kasumekenannyané malajah matematika, pamuputnyané ngawi dané prasida nyarengin lomba matematika ring tingkat kabupaten miwah provinsi Bali. Ista taler barés ngicén tips mangda nilai ulangan becik. Pelajaran matematika punika pelajaran sané soalnyané patut katelebin dumun sadurung kacawis. Rumus sané kahafal nénten sawates kahafal, nanging patut latihan antuk soal-soal. Yéning wénten pikobet sampunang karariang, nanging patut digelis kapuputang. Yéning nénten prasida kapuputang ngraga, patut nunas penjelasan guru. “Matematika punika nyenengin. Yéning jawabannyané benar majanten benar. Yéning ragu-ragu minabang salah,” baos Ista sinambi makenyung. Katakénin cita-cita, Ista kantun bingung. Sané mautama dané prasida molihang nilai UN tinggi tur lolos ngranjing SMP negeri sané kasenengin. Salanturnyané tetep malajah. Yéning sampun wikan, cita-cita majanten prasida kajujuh. Sané mautama maguna majeng déwék miwah anak sios. (ast/yan)
Magantung Rambut Akatih OLIH PBB, tanggal 8 Maret wawu kapikukuhang pinaka Hari Perempuan Sedunia. Nanging ring Indonesia sampun riinan nyumanggemin Hari Ibu nuju tanggal 22 Désémber nyabran warsa. Hari Ibu ngawit kasumanggemin duk Kongrés Perempuan Indonésia 22 Désémber 1938 ring Ngayogyokarto Hadiningrat. Lantur kapikukuhang antuk Dékrit Presidén Nomer 316 warsa 1959, pinaka bukti mautama kahanan sang rumaga Ibu jroning kahuripan. Nuju tanggal 22 Désémber, ibu-ibu sat rumaga unteng carita paragina utama, kaaturang kembang olih putra-putri, kaicén olih-olih lan kembang olih suami, nénten kawéhin makarya lan maratengan saraina, miwah parikrama-parikrama tiosan sané untengnyané nginggilang kahanan sang rumaga ibu. Tiosan ring bah-bangun ramyaning pakibeh jroning kulawarga sakadi kacarca ring ajeng, makudang-kudang pangumpaman, tattwa, carita, susastra sané nartayang kaluihan yadnya, kagungan yasa kértin sang rumaga ibu. Sat sategeh gunung salinggah segara baktin Ni Diah Tantri ring biangnyané sané sampun ngadut, ngembas, ngemban dané kumantos daa, listuhayu lan pradnyan, sakadi kasurat ring Puh Demung Sawit Panjang sakadi ring sor. Ri ngkenia tuhan alinggih, pareng ian isun, sang diah awot santun, mendhekb ri bebatur, ndan kén pinatih gipih tumurun amekul, aduh déwatman jiwan ingsun, sanghyang hyang sinembah nama siwaya mami, tumuli sama alungguh, sang arum ring sor ira sang ibu. Yadiastun kasaup kasangkol olih sang rumaga ibu, Ni Diah Tantri tetep nginggilang ibunnyané, dané tetep malinggih ring sor biangdané, pinaka cihna luih utama linggih sang ibu. Sang Gunawan Wibisana, arin Sang Prabhu Rowana, nitiasa pedek tangkil nunas pamargi utawi restu ring sang ibu, sadurung nglaksanayang swadharma, bilih-bilih ri kala jagi nyarengin peparuman agung, sesampuné nunas
ica ngacep Hyang Parama Wisésa ring pamrajan. Indiké punika munggah ring Kekawin Ramayana wirama rucira nomer tiga lan pat sakadi puniki. Huwus mangarcana saha citta nirmala, uméh lumakua ta sira tar salah dunung, masasiréng ibu kateka manangkila, helemhelem tar alupa bhakti ring ibu. Swadharmaning anak inangen-angen nira, kasajjanan ya juga lana inarccana, nahan duméh sira satatan panémbaha, tirunikang parajana bhakti ring ibu. Ring Adi Parwa wénten munggah indik Sang Pandawa nyiwi nyungsung baos biangidané (Déwi) sané ngandikayang mangda ngedum pikolih magegéndong sareng lelima. Pungkuran wawu kauningin yéning pikolih magegéndong punika wantah anak istri listuhayu Déwi Drupadi kapikolihang nyarengin maséwamara, boya ja “padi” sakadi kapireng olih Déwi Kunti. Magantung Rambut Akatih Ring Geguritan Udayanottama Tattwa (Pariindikan Universitas Udayana) wénten munggah tembang sinom madaging pitutur ring mahasiswa mangda setata bakti ring yayahréna, bilih-bilih majeng ring sang rumaga ibu sané ngembas ngemban kalintang abot sat magantung rambut akatih, akedik manten iwang antuk malaksana, sampun ngwetuang bhaya ageng: Duh gedé utang idéwa, majeng ring rerama kalih, pinaka guru rupaka, magantung rambut akatih, ngembas ngemban kantosn kelih, mangkin galah déwa naur, antuk jemetang malajah, kuwangin maglendar-glendir, sida puput, bakti ring sang ngupapira. Baos sang rumaga ibu taler
kalintang tenget siddhi, mawinang kabaos wakbajraning Ibu. Sakadi sampun ketah ring désa pakraman wénten piteket baik atau buruk, kata-kata seorang ibu kepada anaknya, pada hakikatnya adalah sebuah doa. Punikaté mawinan sang rumaga ibu nénten dados kadropon ngawag-awag ngamedalang baos, duaning yan sampun kadung labuh baosé pastika pacang ngalapin. Malin Kundang kapastu dados batu olih méménnyané doning nganistayang lan nénten ngakuin mémé padidi yata dekil komel sapisanan. Daweg embas saking goa garban ibu, sang rumaga putra makepu mulisah magetihgetih ring selagan pupu lan cokor ibu naenin sakit tan pahinggan sat magantung rambut akatih, mawinang kalintang patut wénten sesanti ibu sat déwa sekala, sorga di telapak kaki ibu ,kasih ibu sepanjang jalan kasih anak sepanjang galah, lengkara sané nyihna lan nyinahang pisan kautaman sang rumaga ibu. Yan amonto gedé yasa kértin biang idéwané, apa lakar anggon idéwa mayah? Kadi asapunika baos sang rumaga aji ri kala miteketin anak alitnyané sané tambistambis purun lenggana ring ibu. Raris sering dados gegonjakan ring pakraman, wénten ibu jari nanging ten wénten bapak jari. Wénten ibu kota nanging ten wénten bapak kota. Wénten ibu pertiwi nanging ten wénten bapak pertiwi. Wénten ibu ilmu pengetahuan (mother of science) inggih punika filsafat, nanging ten wénten bapak ilmu pengetahuan. Sakadi magegonjakan, magegénjékan, nanging kasuksmannyané kalintang agung. Ibu. (I Madé Suarsa)
Redaksi nerima reriptan profil mabasa Bali miwah Indonésia (pinih akéh 3000 huruf) jangkép sareng foto profil. Profil mangda kakirim ring alamat : Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email : bali.orti@yahoo.com
15
Minggu Paing, 18 Desember 2016
Ibu Sakti Pemberi Hidup Kehidupan
Kesadaran Puitis Spiritual Mahaibu
LINGGA BAPAK memang menanamkan benih ke dalam rahim Yoni Ibu. Namun Yoni Ibunda-lah yang sesejatisejatinya menghidupkan, menghidupi sang jabang bayi putra-putri kehidupan dengan jalan menyediakan penghidupan. Ibundalah sumber kehidupan dan penghidupan. Tanpa energi Sakti Yoni Ibunda, maka tubuh-tubuh pun berhenti hanya sebagai jasad, mayat, wadag, tanpa hidup. Siwa tanpa energi Sakti Mahaibu Durga berhenti hanya sebagai sawa. SAAT PEMBUAHAN terjadi, kedua perangkat kromosom dari Ayah dan Ibunda disatukan. Sel telur Ibunda yang mendapatkan perangkat kromosom dari sel sperma ayah lantas bertumbuh menjadi sel dengan dua set kromosom sebagai sel diploid yang disebut sebagai zigot. Dari satu sel zigot inilah kemudian berkembang menjadi satu organisme baru yang utuh, melalui proses yang luar biasa rumit. PADA MOMENTUM PEMBUAHAN terjadi, sel sperma ayah atau bapak hanya berkontribusi memberikan materi genetiknya pada sel telur Ibunda. Tidak lebih
daripada itu. Setelah pembuahan terjadi, seluruh bagian sel sperma terdegradasi. Dia sama sekali tidak lagi terlibat dalam proses penciptaan dan pembentukan embrio. Oleh karena itu, tak terelakkan lagi: seluruh sel yang dimiliki oleh seorang anak manusia pun berarti diwarisi sepenuhnya dari sang Ibunda. APA ARTI KENYATAAN senyatanyatanya kehidupan ini? Tak lagi terbantahkan bahwa tiap sel yang kita miliki ini sebagai putra-putri kehidupan, lengkap dengan perangkat organ yang mengatur kehidupan kita, sesejati-sejatinyalah sepenuhnya berasal dari sang Ibunda. Sesungguh-sungguhnyalah bahwa sang Ibunda-lah sang Penghidup, Pemberi Hidup Kehidupan. Kalangan penekun ilmu genetika kini menamakan kenyataan senyata-nyatanya kehidupan alamiah nan ilmiah ini dengan istilah “Maternal Inheritance”: bahwa kenyataan sejati yang menggerakkan makhluk hidup itu, termasuk manusia, tiada lain adalah Energi Sakti yang berasal dari sang Ibunda. z deprabas
zHerry Wijaja Deus de Amor: Nyanyian Mawar
zIDK Raka Kusuma SENJA DESEMBER
DALAM tradisi Weda, wanita Ibu memang sering dijadikan sebagai metafora untuk melukiskan sifat-sifat Tuhan. Tuhan yang menghidupi segenap manusia, misalkan, dipersepsikan tiada ubahnya dengan Ibu yang penuh sabar menyusui bayinya. Dengan logika pengandaian yang seperti itu pula manusia dianjurkan agar dalam kerinduannya mencari Tuhan meniru kesungguhsuntukan bayi yang mengharapkan peluk kasih sayang sang Ibu. Manakala sang bayi menginginkan dekapan sang Ibunda, mainan seindah meriah apa pun tiada akan bisa menggantikannya. Bilapun terlena sejenak oleh mainan, namun sesaat kemudian si bayi akan menangis lagi, menginginkan sang Ibunda. DEWATA UTAMA PUN dilukiskan berwatak keibuan, sebagai Ibu yang perkasa. Pancaran sinar-Nya selain disebutkan sebagai Dewi Fajar juga dimetaforakan tiada ubahnya kecantikan wanita yang berseri bersinar setelah mandi; laksana pengantin wanita yang dihias sang Ibu. Tuhan juga dilukiskan puitis seperti sang Ibu pengasuh yang tidak melanggar hukum semesta (rta), di sana Tuhan dipersonifikasikan
sebagai wanita mulia, seperti penari, gadis rendah hati yang menundukkan kepalanya manakala bertatapan dengan lelaki, laksana Ibu Air yang setia mengalirkan kesejukan penuh kasih sayang. PEMUJAAN KEPADA MAHAIBU SAKTI, karena itu, adalah kesadaran spiritual yang berlimpah rasa puitis. Di sana Tuhan ditangkap dalam persepsi inderawi sebagai yang Mahaindah di Maharuang Alam Semesta Raya. Bila dengan jalan mistik bakti dan jnana sang pendaki gunung spiritual menjadi rsi atau muni, namun dengan menempuh jalan kemegahan (wibhuti marga) sang pendamba Tuhan menjadi kawi, sang penyair agung. Di sana kesadaran spiritual memekarkan kesadaran puitis yang mulia dan indah, sekaligus benar. Dengan begitu poros kebenaran (satyam)-kesucian (siwam)-keindahan estetis (sundaram) menjadi manunggal. Dalam tradisi Nusantara Jawa Kuna, di sana sang kawi sering menjadi wiku sekaligus, atau sang wiku sekaligus pula kawi, sehingga menjadilah dia sang kawi wiku, penyair agung pendamba sekaligus pemuja setia Ibu Dewi Keindahan. z deprabas
Durga karena tidak mudah dijangkau, dicapai. Energi Sakti Mahaibu itu ada pada setiap insan makhluk hidup. Dan, energy Sakti Mahaibu itulah yang menentukan keberhasilan sang putraputri mengarungi samudra raya kehidupan. SEORANG AYAH atau bapak bisa saja memberikan warisan genetika kecerdasan kepada anaknya, tetapi tanpa energi sang Ibu, maka si anak itu tetap saja tidak akan sanggup berhasil mengarungi samudra raya kehidupan
bergelombang-gelombang ini. Tak heran bila sosok-sosok berkesadaran kehidupan energi kehidupan lantas disebutkan sebagai putraputri sang Ibu. Arjuna yang berkecerdasan sekaligus berkesadaran kehidupan, misalnya, disebut sebagai sang Putra Kunti. Bahkan Krisna pun dinamakan sang Putra Dewaki. Lalu, Dewa Ganesa juga tenar dengan sebutan sebagai sang Putra Parwati. z deprabas
Kapal Induk Kehidupan Bernama Budaya
disimbolkan melalui tiga peristiwa. Pertama, pengajaran langsung dari Jibril. Itu bermakna, ilmu bertanam padi berasal dari Pencipta. Melaksanakannya dengan demikian, menjadi bagian dari ibadah kepada Pencipta. Hikayat Asay Pade bahkan menegaskannya melalui perkataan reu’oh badan ureueng maugoe, ba Tuhan sidroe sangat meulia (keringat badan orang bertani di sisi Tuhan sangat mulial). z Riki Dhamparan Putra
z Utang Kehidupan kepada Mahaibu~6
z Utang Kehidupan kepada Mahaibu~4
Seperti semarak mawar hutan Memberi wangi madunya Lupakanlah aku! Seperti ranting muda patah Ditiris hujan bulan ini Kenanglah aku! Seperti angin tertambat muram Di dermaga sunyi Ingatlah aku! Seperti batu sungai keras Tak pernah bergulir Mimpikanlah aku! Seperti gunung menjulang Angkuh menusuk langitmu Cintailah aku!
zIDK Raka Kusuma DOA Jadikan aku jalan salib Tanpa ditutupi tabir gaib Gereja berjajar di tepinya Mengumandang nyanyian mulia Tidak di sorga Tidak di angkasa Di sini Bapa, di sini Memenuhi bumi Yang menyusuri Melangkah tanpa henti Merasa abadi Menapak jalan suci Jadikan aku jalan salib Walau kiamat tak raib PERIBAHASA lama orang Aceh, seumayang pangulee ibadat – meugoe pangulee hareukat (sembahyang pokoknya ibadat, bertani pokoknya pekerjaan) mungkin sudah tak dikenal lagi sekarang di daerah itu. Barangkali pula orang akan menilai ungkapan itu aneh lantaran menyandingkan kata sembahyang dan kata ibadat pada satu peristiwa dan maqom yang setara pula; sama-sama pangulee (yang utama). Suatu hal yang sulit dimengerti dengan imajinasi pertanian sekarang. Yang membatasi definisi pertanian pada kegiatan ekonomi produksi untuk menghasilkan komoditas tertentu belaka. TENTU BERBEDA dengan wawasan pertanian yang melahirkan peribahasa di atas. Yang berasal dari masa yang belum dikomoditisai. Ketika hutan belum rusak, iklim masih seimbang. Akibatnya pikiran manusia juga masih jernih untuk menyadari adanya subjek lain yang tidak kasat mata, yang diam-diam turut berperan dalam kegiatan produksi yang dilakukan manusia. Di bidang pertanian, upayaupaya untuk berkomunikasi dengan subjek yang tidak tampak itu pun terekspresi dalam rangkaian upacara kesuburan, kreatifitas seni dan bahasa, serta tindakan-tindakan bernuansa magi. Tatkala sudah menjelma kebutuhan yang bersifat rutin, pada saat itulah kegiatan tersebut
Saat senja desember bergulir Melewati tepi dirimu Bunyi daun gugur terakhir Melintasi tepi hatiku Di seberang udara Suara burung Terdengar duka Di seberang cuaca Suara murung Mengalun durja Berkali-kali Kau berbisik: barangkali Suara burung tak bertuan Yang kehilangan sarang Barangkali Suara orang usiran Yang kehilangan jalan pulang Dari balik waktu Bergema tiba-tiba Jerit pilu Kau, aku, terpana Saat senja desember Berhenti bergulir Angin berdesir Terdengar getir dikatakan mengandung nilai ibadat. DALAM KONTEKS semacam itu, kata ‘’ibadat’’ sebagai sifat yang disandingkan dengan aktivitas bertani pada peribasa di atas, terlihat masuk akal. Pertanyaannya, mengapa pertanian dikatakan yang paling utama? Mengapa bukan politik misalnya? Jawaban mudahnya tentu karena pertanian merupakan mata pencarian utama penduduk Aceh zaman dulu. Namun, bagaimana pertanian itu terbentuk sebagai fondasi kebudayaan dan bagaimana ia menemukan tujuannya dalam kerangka waktu yang demikian panjang, tentu menarik diselusuri. WILAYAH ACEH memang baru muncul di pentas narasi sejarah kita pada kisaran abad ke-7 masehi ketika pedagang-pedagang muslim Timur Tengah bermukim di situ sambil menunggu pergantian musim. Tetapi budaya pertaniannya terindikasi sudah berlangsung sejak zaman prasejarah. Hal ini didasarkan atas kurun sebaran budaya neolitik penutur Austronesia yang melakukan domestikasi pertanian di Asia Tenggara pada kisaran 3599 B.C menurut teori Peter Bellwood. Hasil-hasil penelitian mutakhir bahkan menjangka masa yang lebih kuno lagi. Arkeolog Thailand, Surin Pookajorn antaranya, menjangka usia 9,260 dan 7.000 tahun untuk fosil beras dan pemukiman agrikultur neolitik yang ditemukan di Gua Sakai, Semenanjung Melayu. Di gua Sireh Sarawak, Kalimantan. Pada arkeolog juga telah menguji situs pertanian padi berusia 5.100 tahun.
Mengisi Waktu Luang Aku ingin menjadi guru untukmu. Sebagai penggenap waktu luangku. Agar sia-sia tak jadi jalan akhir cerita kita. Akan kuberitahu padamu rumus rahasia perihal dua kesedihan ditambah dua kesedihan. Yang banyak orang menjawabnya dengan melompat ke luar jendela. Aku kan memberitahumu tanpa membuatmu menghilangkan nyawa. Sebelum aku hilang darimu selamanya.
Senja Bersama Kamila Aku ingin mengenal kebaikan Yang ada pada dirimu, Kimila. Kebaikan yang dimiliki setiap Gadis remaja dan memikat para Lelaki muda.
PUTU GEDE PRADIPTA, lahir 18 Desember 1988 di Denpasar. Alumnus Universitas Dwijendra. Yang Terbakar yang Tercinta (Garudhawaca, 2015) merupakan buku duet puisinya dengan penyair Asqalani.
Empat Prosa Empat Sajak
zPutu Gede Pradipta Malam Kopi Penyair
Pelukan Hangat sang Ibunda z Utang Kehidupan kepada Mahaibu~5
BAPAK LANGIT memang memberi sinar Matahari dan mengguyurkan hujan sebagai benih kehidupan. Namun tetap saja senyatanyatanya kenyataan kehidupan alamiah nan ilmiah sepanjang Waktu bahwa Ibu Bumi Pertiwi-lah yang memeluk, mendekap, dan memeram hangat setiap biji benih hingga meretas bertumbuh menjadi tunas-tunas baru kehidupan—dalam bungkus wujud rupa apa pun. Ibu Bumi Pertiwi-lah yang melahirkan kebhinnekaan dalam ketunggalan kehangatan pelukan dan dekapan kehidupan. Ibu Bumi Pertiwi-lah yang melimpahkan sekaligus merawat dan menumbuhmekarkan keberanekaragaman—sepanjang Waktu. LANGIT memang memberi ruang bagi Matahari memancarkan sinarnya, namun energi Mahaibu Sakti-lah yang menjadilakan Matahari memiliki sinar dan mampu memancarkan sinarnya. Tanpa energi Mahaibu Sakti, Matahari tak sanggup memiliki sinar, apalagi kekuatan buat memancarkan sinar itu. TANPA ENERGI MAHAIBU SAKTI, wujudwujud hanyalah benda, jasad, material, mayat. Itu sebab para pejalan kehidupan yang telah sampai pada inti-sari-pati Penyebab Tunggal Kehidupan menuturkan, energi penghidup kehidupan itu adalah Mahaibu Sakti. Dinamakan
zMencari Seumangat Padi, Mengandung Makna (1)….
PADA RENTANG MASA ITU, berdasar hipotesis Stephen Oppenheimer, kerbau rawa Asia Tenggara sudah dibawa ‘mengembara’ hingga ke Mesopotamia. Tradisi pelayaran telah maju, yang dibuktikan dengan adanya pertukaran teknologi batu obsidian dari Sabah ke kepulauan Bismarck dan Admiralty di Papuan Nugini. Di ujung utara Pulau Sumatra, peradaban tampaknya sedang dibangun kembali pasca ‘’trauma geologi’’ akibat terbentuknya Selat Malaka yang terjadi pada kala Holosen. Masyarakat pendukung budaya Austronesia awal yang mulanya berada di kawasan pesisir, mulai mengeksplorasi dataran tinggi di pedalaman Pulau Sumatra. Hal ini dibuktikan dengan adanya jejak agrikultur sederhana yang ditemukan pada situs Pangkalan, Aceh Tamiang dan juga situs Loyang Mendale. ITU SECARA ARKEOLOGIS. Dalam perspektif yang lebih holistik, kepurbaan budaya pertanian itu dapat pula dilacak melalui warisan-warisan religi, teknologi lokal, seni, kreativitas bahasa, yang sampai hari ini mungkin masih berlangsung. AHLI PERTANIAN zaman kolonial, Van Waardenburg telah menyatakan perihal tersebut dalam disertasinya mengenai pengaruh pertanian pada adat istiadat, bahasa dan sastra rakyat Aceh. Ia menyimpulkan bahwa jalan pikiran orang Aceh sangat dipengaruhi oleh pertanian. Pengaruh itu katanya, terekspresikan dalam hampir seluruh dimensi kehidupan keseharian mereka. Termasuk pada adat istiadat, bahasa dan sastra rakyat. IA JABARKAN PULA, konsep pertanian tradisional Aceh dipengaruhi cara pandang magi yang sangat kuno – yang meyakini tumbuhan mempunyai seumangat (jiwa), tak terkecuali padi. Sama seperti semangat yang dimiliki manusia, semangat padi pun memerlukan pemeliharaan dan perawatan. Ia bisa terganggu atau pergi untuk sementara yang akan menyebabkan padi sakit. Sabar akan hal tersebut, seluruh prosesi pertanian padi yang rumit dalam pertanian tradisional Aceh, terkonsentrasi pada upaya untuk memelihara ‘’seumangat’’ itu. KHAZANAH SASTRA RAKYAT juga cukup gamblang menerangkan perihal ini kepada kita. Antara lain dalam Hikayat Asay Pade (Hikayat Asal-Usul Padi) yang merupakan sumber dari beberapa hikayat atau haba lain perihal ilmu bercocok tanam yang ada di Aceh. Dikisahkan di dalam hikayat tersebut, ilmu bertani adalah permulaan segala ilmu yang diturunkan kepada Nabi Adam setelah berada di bumi. Setelah diajari cara-cara membajak lading, mengenali berbagai bibit tanaman, menanam, mengolah hasilnya, Jibril mengajari pula Nabi Adam menanam padi. Namun, bagian ini berlangsung dramatis, sebab Malaikat Jibril menyuruh Nabi Adam mengorbankan putranya di tanah itu agar tumbuhlah di sana padi. Ringkas cerita, sang anak menyatkaan siap dikorbankan. Siti Hawa yang tidak mengetahui perihal itu, lalu mencari putranya – yang dalam hikayat dikatakan mempunyai empat nama, yakni Umbahmani – Nurami – Seureubani –
Repertoar Gebug Seraya Sebab Tuhan, Maha Pencipta Pemurah juga pemberi anugrah Maka kami alamatkan perih ini Demi hujan yang tak kunjung tiba Kami memiliki ancangan keramat Bersiap bertarung bertelanjang dada Gempuran demi gempuran. Sungguh ini aksi kami mengiba para dewa. Semoga langit biru lebam bersedia Menurunkan hujan bagi kerontang Negeri kami.
Tapi kebaikanmu berwarna ungu. Tak seperti yang lain penuh ragu.
Malam itu kopi Manis seperti debar Menyebar sampai Dendam beralih sabar
Kebaikanmu sewarna bunga itu. Bunga yang tumbuh di belakang Patung budha saat kita berada Di dekatnya senja tadi.
Malam itu kopi Diteguk kala sendiri Hitamnya membayang Silamnya terkenang
Dan bunga itu diam-diam Memperhatikan kita duduk Bersama. Bunga yang menyimpan Percakapan singkat kita.
Malam itu kopi Melipur hidup ini Dingin pun menepi Gairah lalu kembali
Sebab ini cara kami yang masih Percaya pada tradisi. Menari dan Terus menari. Kami korbankan raga Lewat serangan demi serangan silih berganti rotan di tangan Menggambar luka di badan kawan. Inilah kami sisa peradaban yang Bertahan. Kami terlahir yakin Akan keberadaan kuasa dan sabda.
Dan bunga itu pula yang menyerap Rasa kagumku. Dan wanginya Mengudar pelan dalam nafasmu.
Malam itu kopi Sebentang rahasia Berkebat di kepala Memanjangkan rindu Yang piatu yang pilu Tiba di ambang pintu
Sebab Tuhan, Maha Pencipta Pemurah juga pemberi anugerah. Saat rotan di tangan dialiri darah Lalu tubuh membuka sekujur luka Kami pun sadar. Hujan adalah Darah kami sendiri.
Kebaikanmu memang berbeda, Kamila. Kebaikan yang selalu Menghadirkan puisi. Seperti puisi Ini yang kutujukan padamu. CATATAN: nama Kamila dipinjam dari tokoh perempuan dalam novel Hermann Hesse.
Malam itu kopi Menyelamatkan dari Sedih dan pedih melalui Hangat yang diberikan Ampas yang disisihkan
GEBUG SERAYA atau dikenal juga dengan Gebug Ende, merupakan suatu prosesi memohon hujan kepada Tuhan yang dilakukan masyarakat Desa Seraya, Kabupaten Karangasem.
Eceuki. Ia menyeru-nyeru ke seluruh huma. Tetapi yang menjawab hanyalah padi-padi. ISLAM, tidak mengandung ide tentang korban manusia yang menjelma padi. Kemungkinan itu bersumber dari wawasan pra-Islam yang sudah lebih dulu eksis dalam budaya orang Sumatra kuno. Penisbatan asal-usul padi kepada kisah Nabi Adam, pastilah suatu gubahan yang bertujuan menyesuaikan kisah tersebut dengan literature keislaman. Hal ini sesuai dengan fungsi hikayat di Aceh, yang dalam sejarahnya telah menjadi sarana utama untuk menjembatani pikiran-pikiran budaya masa pra-islam dengan masa Islam. NAMUN PESAN BUDAYA yang terkandung di dalamnya tidak berubah. Yakni penegasan adanya ikatan mitis yang begitu kuat antara padi dan petani. Yang dalam hikayat ini
NI PUTU RASTITI: Aktivis Komunitas SAHAJA dengan kumpulan cerpen POHON KEINGINAN akan melangsungkan upacara perkawinan dengan Adhi Kesumajaya, Rabu KLIWON 21 Desember 2016. Keluarga APRE Posrem, Posmas dan Posbud Kepundung mengucapkan Selamat Berbahagia di bulan Desember, tatkala Flamboyan mekar.
Pameran SENIRUPA Gusti Made Deblog Melihat LUKISAN Membuat Sajak 27 Des 2016… zDenpasar ART SPACE Stop Press’16
SELASA Umanis 27 Desember 2016 Pameran - Senirupa Gusti Made Deblog di SURAPATI – Gedung Merdeka Jalan Surapati No. 7 Denpasar
NGAMPOENG Seni TUTUP Buku 2016, JKP – 109 zMerawat meruwat Gunung dan Laut, Aceh Memanggil
AIVEO (Apresiasi Imajinasi, Ultimate, Eksplorasi (Eksekusi) O (but Not empaty) dari NUSA PENIDA, Nusa Lembongan, Nusa Ceningan, Nusa Dua, Nusa Ning Nusa Balidwipamandala berdaya menyangga menopang IMAJINASI Nusantara Raya. SENIN Kliwon 26 Desember 2016 di jatijagat Kampung Puisi, pukul 19.00 WITA
GALALAGA Promosi 2017 Menantang KREATIVITAS zSembilan (9) Prosa, Sembilan (9) Sajak…
Seperti PELUANG Putu Gede Pradipta (28) hari ini Anda Anda yang kreatif punya PELUANG yang sama, maka SELEKSILAH karya Anda minimum 9 (sembilan) PROSA dan 9 (sembilan) sajak berikut foto/pasfoto BEBAS langsungkan ke POS Apresiasi BPM Kepundung…
BALI TIMUR Kukuruyuk, di Timur Matahari 2017 zGiliran Karangasem 2017, selepas Klungkung 2016
IMAJINASI Nusantara Raya dari Inspirasi Lubuk Balidwipamandala. Begitulah gowet, gecek, ukuran dan ukiran pasir wukir SEMERBAK SAJAK dari Karangasem untuk Indonesia Raya. Pengumuman RESMI Jaga 22 Januari 2017
Sebutir Kacang Hijau
Gerimis dan Bunga
Aku hanya sebutir kacang hijau di hadapan mimpi-mimpiku yang berkecambah kea rah masa depan. Ada matahari yang dituju. Sinar memancar menjelma anak tanggal bagi keinginan.
Aku diam-diam ingin menjelma gerimis yang gugur di sisi kanan juga krimu saat kau mengendarai sepeda motormu sore ini.
Dengan akar serabut mirip rambut. Akar yang bertumpu di masa lalu. Seolah menjagi sesuatu. Niscaya menguatkan yang tak dilihat matamu. Menjalar merahasiakan bahagia yang dirasakan. Setiap hari adalah hari baru. Bukan karena itu kata guru. Hari baru di sini adalah hari tumbuhnya daun-daun. Yang menjalar merahasiakan bahagia yang dirasakan. Setiap hari adalah hari baru. Bukan karena itu kata guru. Hari baru di sini adalah hari tumbuhnya daun-daun. Yang menjala embun turun. Yang menerima hujan dihibahkan tahun-tahun. Setiap hari adalah hari baru. Bukan karena itu kata guru. Hari baru di sini adalah hari tumbuhnya daun-daun. Yang menjala embun turun. Yang menerima hujan dihibahkan tahun-tahun. Aku sebutir kacang hijau. Bayangbayangku hitam. Langit biru cerminku.
Hujan di Penglipuran Hujan berlagu makin dalam Aku tertembus kian tajam Dari hutan bambu Penglipuran Desir dingin merambatkan puisi Capung-capung terbang rendah Berkabar tentang sebuah gelisah Rerumput hijau, keasrian alam Angkul-angkul sisa peradaban Tiada alamat pulang bagi hari Selain pada benda di sekitar Dan tiap jengkal tanah Membentangkan kisah Menjelma jadi kubur Sepi akhir dari fanaku PENGLIPURAN adalah sebuah desa tradisional yang berlokasi di Desa Kubu, Kabupaten Bangli.
Pulang sekolah memanglah semacam kegembiraan. Maka senyummu yang ramah akan aku buntuti sampai tiba di depan rumah. Sambil menantimu aku akan duduk di tepi daun yang rebah di pekarangan rumahmu. Bercakap dengan batu dan kupukupu yang mengenal baik dirimu. Atau bila kau cukup lama menuntaskan rutinitasmu, aku akan mengetukngetuk genting, bernyanyi girang sendirian sambil memandang langit dan membayangkanmu tersenyum di sana. Tentu kau akan sibuk mala mini. Mengerjakan tugas sekolahmu, memca catatan-catatan dari guru, atau menyiapkan sesuatu yang tidak aku tahu. Maka sebagai gerimis, aku akan meresap ke dalam tanah dan diserap pohon bunga yang kau tanam. Itulah cara agar aku selalu bias melihatmu. Aku akan lahir berulangkali sebagai bunga yang kau petik untuk berdoa kepada Tuhan. Semoga terkabulkan segenap harapanmu.
Melompat Aku melompat. Dari satu tempat ke lain tempat. Kaki-kaki yang ringkih tak lagi sanggup menahan berat badan. Tubuhku tambah berat oleh kecemasan. Aku pun jatuh. Bagian diriku memang memiliki jatah untuk itu. Sebuah telaga menampungku. Telaga masa kecil. Ayah yang membuatnya dengan penuh harapan. Bunga-bunga tunjung ditambahkannya. Ikan mas loki berjumlah Sembilan dilepasnya. Aku yang jatuh ke dalam telaga menggenapkan jumlah ikan mas koki milik ayah. Menciptakan riak. Melarung setiap sesak di dalam dadaku yang tak mungkin kautebak.
NASIONAL
16
Minggu Paing, 18 Desember 2016
Janardhana Bangkitkan Semangat Arjuna
Disusun: Kisari Mohan Ganguli Diterjemahkan: I Ketut Arinta (Edisi Empat Ratus Empat Belas)
Rishi Vyasa : (Bharata) setara dengan Veda. Ini adalah suci dan agung. Bharata menganugerahkan kemasyhuran dan kesejahteraan. Karena itu, seseorang harus mempelajari dan mendengarkan dengan perhatian penuh.
KEMUDIAN pemanah hebat Guru Drona, pemegang senjatasenjata surgawi itu digairahkan kemarahannya. Drona pun dengan cepat menyerang Pangeran Satyaki menggunakan 10 anak panah, banteng di antara keturunan Sini itu. Sedangkan Karna menyerang dengan 10 batang anak panah. Putra paduka melepaskan tujuh anak panah dan Vrishasena 10 anak panah. Putra Suvala melontarkan 7 anak panah. Serangan-serangan para ksatria utama Kaurava itu tidak bisa menembus Satyaki, karena banyak ksatria Pandava mengelilingi cucu Sini itu. Para Kuru itu juga menempatkan diri mereka sendiri untuk mengepung ksatria-ksatria Pandava. Setelah menyaksikan Guru Drona sedang membantai bala tentara Pandava, keluarga Somaka itu dengan cepat menyerang dari setiap sisi, dengan hujan-hujan anak panah. Guru Drona mulai mengambil nyawa-nyawa para ksatria yang membela Pandava, oh baginda. Seperti matahari menghancurkan kegelapan men-
gelilingi sinar-sinarnya. Kami, oh baginda, kemudian mendengar sebuah keributan keras di antara orang-orang Panchala, yang menyerang satu dengan lainnya, akibat ketakutan dan banyak dibantai Drona. Beberapa meninggalkan anakanaknya, ayah-ayah, saudarasaudara, paman-pamannya, anakanak, saudara perempuannya, para kerabat mereka dan sanak saudaranya. Mereka melarikan diri secepatnya, untuk menyelamatkan hidup mereka sendiri. Beberapa lagi kehilangan kesadaran mereka. Mereka lalu berlarian ke sana-ke mari begitu melihat Guru Drona itu sendiri. Sungguh, banyak pejuang bala tentara Pandava dikirim ke duna lain. Mereka disengsarakan oleh pahlawan terkenal Kuru itu. Akibatnya banyak kelompokPandava malam itu, oh raja, melarikan diri sambil melemparkan obor-obor mereka yang masih menyala di sekitarnya. Kejadian itu benar-benar dalam penglihatan Bhimasena, Arjuna, Krishna, si Kembar, Yudhishthira dan cucu
Prishata. Bumi sedang tertutup dengan kegelapan. Apa pun tidak bisa dilihat di medang perang itu. Dari cahaya yang ada di antara pasukan-pasukan Kaurava itu menyerang rombongan musuhmusuhnya. Prajurit-prajurit kereta perkasa Drona maupun Karna, oh raja, terus mengejar kelompok yang melarikan diri, sembari menebarkan banyak panah. Setelah menyaksikan orangorang Panchala itu dibantai dan dipukul mundur oleh Drona dan Karna, Janardana menjadi sangat sedih. Krishna lalu mengucapkan kata-kata ini kepada Phalguna, ‘’Dhrishtadyumna dan Satyaki, didukung orang-orang Panchala, telah meneruskan melawan pemanah-pemanah hebat Drona dan Karna, dengan menembakkan banyak panahnya. Kelompok besar milik kita ini telah dihancurkan dan dipukul mundur oleh Drona dan Karna, dengan hujan-hujan anak-anak panah. Walaupun rombongan mereka dicoba ditahan, mereka tetap
tidak bisa dipersatukan, oh putra Kunti. Setelah melihat kelompok Pandava melarikan diri, akibat mereka ketakutan. Kalian, kata Krishna, para prajurit Pandava, buanglah ketakutan kalian itu! Didukung semua kekuatan pasukan dan susunan barisan yang baik, segera serang para ksatria Kuru itu dengan senjata-senjata di mana Drona dan putra Suta itu sedang meneruskan menahan para ksatria Pandava.’’ Kemudian Janardana, setelah melihat Vrikodara maju. Sekali lagi menyapa Arjuna, putra ketiga Pandu itu, seolah-olah menyenangkannya. ‘’Di sana Bhima
senang dalam pertempuran. Vrikodara didukung keluarga Somaka dan para Pandava lainnya sedang menuju prajurit-prajurit kereta perkasa, baik Drona maupun Karna. Didukung oleh dia, juga banyak ksatria kereta perkasa di antara pihak Pandava terus bertempur dengan sengit. Nah, segera bertarunglah sekarang, oh putra Pandu, untuk meyakinkan semua pasukanmu.’’ Putra-putra Pandu, keluarga Madhu itu dengan penuh semangat mendekati Drona dan Karna. Sedangkan Arjuna sendiri mengambil posisi di daerah pertempuran itu. (bersambung)
Sloka 11.25 Damstra-karalani ca te mukhani drishtvaiva kalanala-sannibhani diso na jane na labhe ca sarma prasida devesa jagan-nivasa Oh, tajam seperti baranya api waktu, kulihat mulut mulut-Mu, yang bertaring menakutkan. Aduh, Aku kehilangan semua akalku dan tak tahu di mana aku berada. Tak kudapatkan kedamaian! Ampuni daku, Tuhan, oh tempat berlindung seluruh alam semesta ini.
KPK Sita Mobil Mewah Wali Kota Madiun Madiun (Bali Post) – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita empat unit mobil mewah milik Wali Kota Madiun Bambang Irianto (BI), tersangka gratifikasi proyek pembangunan Pasar Besar Madiun tahun 2009-2012 senilai Rp76,5 miliar. Keempat mobil mewah tersebut disita dari rumah pribadinya yang berada di Jalan Jawa Kota Madiun, Jawa Timur. Adapun empat mobil yang disita adalah Hummer warna putih bernomor polisil B 11 RRU, Range Rover warna hitam bernomor polisi B 111 RUE, Jeep Rubicon bernomor polisi B 11 RUE, dan Mini Cooper warna putih bernomor polisi B 1279 CGY. “Betul, telah dilakukan penyitaan terhadap empat mobil untuk tersangka BI. Yaitu, Hummer, Mini Cooper, Range Rover, dan Wrangler,” ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dihubungi dari Madiun, Sabtu (17/12) kemarin.
Mobil-mobil tersebut lalu dibawa oleh penyidik KPK ke markas Detasemen C Pelopor Satuan Brimob Polda Jawa Timur yang berada di Jalan Yos Sudarso nomor 90 Kota Madiun. Febri menjelaskan, penyitaan tersebut diduga memiliki keterkaitan dengan perkara yang sedang diselidiki. “Penyitaan ini terkait dengan dugaan penerimaan gratifikasi yang dianggap pemberian suap yang diterima oleh BI,” kata dia. Seperti diketahui, Bambang Irianto adalah tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi penerimaan hadiah terkait pembangunan pasar besar Kota Madiun tahun anggaran 2009-2012.
Nilai proyek pasar tersebut mencapai Rp 76,523 miliar untuk anggaran tahun jamak pada 2009-2012. Bambang diduga menerima keuntungan dari proyek pasar karena memberikan pinjaman kepada perusahaan pemenang tender. Perusahaan itu lalu menggunakan perusahaan anak Bambang sebagai penyalur barangbarang proyek. Atas perbuatan tersebut, Bambang disangka melanggar pasal 12 huruf i atau pasal 12 huruf B atau pasal 11 Undang-undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (ant)
Dibersihkan, Alur Sungai Pemicu Jalan Putus di Sukasada
Singaraja (Bali Post) Pembersihan alur sungai kembali dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng. Sabtu (17/12) kemarin, sejumlah personel posko siaga bencana alam diturunkan membersihkan sampah dan batang pohon yang menghalangi aliran air sungai di Kelurahan Sukasada, Kecamatan Sukasada. Pembersihan ini dilakukan setelah aspal jalan di atas sungai tersebut putus setelah dilalui banjir beberapa hari lalu. Pantauan Bali Post di lapangan menyebutkan, sejak pagi personel posko siaga bencana alam tiba di lokasi dengan membawa peralatan mulai dari chain saw dan peralatan untuk mengeruk sampah dan sidementasi di alur sungai. Aksi mereka dipimpin langsung Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Buleleng Made Subur. Melihat aksi para pengabdi sosial tersebut warga di sekitar juga ikut gotong royong membersihkan alur sungai yang dipenuhi sampah plastik hingga batang pohon di tengah alur sungai. Made Subur menegaskan, sungai di Sukasada ini
alurnya sudah menyempit akibat tebing sungai yang kerap kali longsor. Di tengah penyempitan itu, sampah plastik tampak menumpuk di tengah alur sungai. Bahkan yang terbaru, batang pohon berukuran besar melintang di tengah alur sungai hingga menghalangi aliran air pada saat hujan, sehingga fondasi jembatan tergerus hingga jalan di atas putus. Sampah dan batang pohon itu secara pasti tidak diketahui datangnya. Apakah dihayutkan saat banjir atau sengaja ada yang membuang ke tengah alur sungai. “Rupanya sampah plastik menumpuk dan alur sungainya sempit. Dengan pembersihan ini mudah-mudahan kalau hujan lagi airnya lebih lancar, sehingga air tidak lagi menggerus tebing sungai yang sudah sempit,” katanya. Ditanya perbaikan badan jalan yang putus, mantan Sekretaris Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPM-PD) tersebut menegaskan, kerusakan jalan itu untuk sementara masih dikoordinasikan dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU). Selain memprogramkan untuk perbaikan, BPBD dan Dinas PU akan melakukan
perbaikan sementara. Dengan demikian, warga bisa melintas meskipun hanya dengan jalan kaki untuk menyeberang ke seberang jalan. Sementara untuk akses kendaraan pegawai atau tamu ke kantor Unit Pelaksana Pendidikan (UPP) Kecamatan Sukasada, Subur meminta agar parkir di Kantor Kecamatan Sukasada. Seperti diberitakan sebelumnya, jalan menuju kantor UPP Sukasada putus beberapa hari lalu. Badan jalan di atas jembatan itu putus hingga menimbulkan lubang dengan lebar sekitar empat meter itu akibat fondasi jembatan bagian bawah tergerus banjir. Hal ini diperparah lagi terhalangnya aliran air akibat batang pohon melintang di tengah alur sungai, sehingga tekanan air deras menggerus pondasi hingga aspal jalan di atasnya putus. Akibat kejadian ini, warga yang bisa menggunakan jalan ini tidak berani melintas ke seberang jalan. Selain itu, pegawai dan tamu UPP Sukasada terpaksa memarkir kendaraan di Camat Sukasada. Sebelumnya, jalan ini difungsikan para pegawai dan tamu UPP. (kmb38)
DITAHAN - Wali Kota Madiun, Bambang Irianto, saat ditahan KPK.
BPM/ant
Ekstasi Minion Masuk Sekolah Jakarta (Bali Post) Aparat kepolisian mewaspadai peredaran narkoba jenis pil ekstasi berbentuk karakter animasi minion di sekolah-sekolah di Jawa Barat. Direktur Direktorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah Jawa Barat, Komisaris Besar Polisi Asep Jaenal, mengaku telah memerintahkan seluruh polres di wilayahnya agar mengawasi dan memeriksa sekolahsekolah demi mencegah
peredaran ekstasi berbentuk minion itu. “Setiap polres sudah diberikan arahan untuk melakukan penyelidikan terkait pil ekstasi dengan bentuk baru ini. Penyelidikan termasuk mengecek langsung ke sekolah-sekolah,” kata Asep di Markas Polda Jabar, Sabtu (17/12) kemarin. Asep mewanti-wanti, narkoba berbentuk karakter animasi modern itu jangan sampai kecolongan
masuk ke sekolah, terlebih kalangan pelajar yang polos asal mengonsumsi karena bentuknya unik dan dikira vitamin. “Dugaan kandungan yang ada di dalamnya dalam bentuk amfetamin tentu sangat berbahaya bagi kesehatan,” katanya. Ekstasi berbentuk minion itu, katanya, menjadi prioritas seluruh satuan narkoba pada tingkat polres di wilayah hukum Polda Jabar. Polisi diminta tidak hanya menyisir dan me-
meriksa sekolah-sekolah tetapi juga daerah-daerah yang ditengarai lahan basah pengedar narkoba. “Deteksi dini memang sudah dilakukan semenjak ditemukannya pil tersebut. Kami sudah mengeluarkan surat perintah untuk proses penyelidikan kepada setiap kasat (kepala satuan) narkoba di polres-polres. Mudahmudahan efektif dan nanti bisa diukur sampai berapa besar penyebarannya,” katanya. (kmb)
Minggu, 18 Desember 2016
BPM/ist
DIBERSIHKAN - BPBD Buleleng membersihkan alur sungai dari tumpukan sampah dan batang pohon yang melintang di tengah alur sungai.
05.52 Mars Indonesia Raya 05.54 Mars Bali Jagadhita 05.56 Lagu Ngastitiang Bali 06.00 Puja Trisandya 06.05 Dharma Wacana Karya Ngenteg Linggih (2) 06.35 Seputar Bali Pagi Akhir Pekan 07.35 Sehat & Bugar 08.00 Klip Anak 08.35 I Got It 09.05 Taman Sari
TK Widya Dharma Sastra (2) 09.30 Belajar Menggambar 10.05 Education On Bali TV 10.30 Lila Cita Sanggar Pentas Marak Lestari Budaya (2) 11.30 Dunia Otomotif HUT Persatuan Ninja Dewata 12.00 Puja Trisandya 12.05 Dharma Wacana Karya Ngenteg Linggih (2) 12.30 Traventure
13.00 Wirasa Pedulikanlah Sesamamu 13.30 Lejel Home Shopping 14.30 Tembang Bali 15.30 Education On Bali TV 16.05 Harmoni Bali 17.05 Live Banjar Bali Quiz Bersama ABC Susu 18.00 Puja Trisandya 18.05 Seputar Bali 19.00 Banjar Bali Quiz 19.30 KRIS
20.00 Samatra Artis Bali 21.00 Folksong 21.30 Ajeg Bali Tegen-tegenan, Kearifan Lokal Desa Taro 22.00 Berita dan Bincang Terkini 22.05 Lila Cita Arja Muani Kalaborasi Sunari Sidhi Bajra Sandi (3) 23.00 Lila Cita Calonarang Tegalinggah (1) 24.00 Lejel Home Shopping
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya Informasi pasang iklan Telepon : Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) : (021) 5357602 - Fax : (021) 5357605 - Iklan Still Store di Bali TV : Rp 200.000,- (10 x tayang) Jakarta : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) - Runing Teks Bali TV : Rp 50.000,- (5 x tayang) Mataram : (0370) 639543 tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus - Denpost Paket : Rp 165.000,- (10 x muat) Denpasar : (0361) 225764 (hunting) e-mail:iklan@balipost.co.id 69 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita - Bisnis Bali Paket : Rp 82.500,- (10 x muat) Surabaya : (031) 5633456 Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau VISA @4<? C8@546454?<CBEF :@4<? 6B@ %4K4A4A )8A:47G4A !) )<A 6 8 <E6BGAF .C FB )8@54K4D4A 7:A $4DFG $D87<F '" Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! Tarif iklan Mini/Baris
Iklan Peluang Emas
= &>A &8EE -; ,) ,854AK4> 4AK4>AK4 7< 04DGA: $G8 8I8> .5G7 !
-; ,BC<D BD: FA: IAF4 E8D45GF4A !5 !
3-+;3 ,4?8E 4A7 ,4?8E 7@<A &<A<@4? )8A7<7<>4A ,& &BD8 "A9B !G5 !
#=+00 >GAF4AE< , %4@4D4A 74A 4=< K: <@<AF4 %4A:EGA: >8 ;4D< 8EB?<A7B 6B@ !
,=258 &4D>8F<A: )D<4 0AF4 5<E4 4;4E4 &4A74D<A "A::D<E >F<9 -G?<E %<E4A %4@ $<D<@ @4<? ;D7 E84E494D<6DG<E8E 6B@ !
-; $4DK4I4F< GF> GF<> 7< G7G> !G5 !
!
=2 $DKIA )EE )8A:4I4E ,KDF , <GF@>A DE<F8> $D@ / /<4 @4<? ;6?3CDBC8DFK K4;BB 6B@ !G5GA:< !C !
;><9/< 4D %8:<4A %BB><A: 9BD ><F6;8A EF499 )+ 8JC8D<8A687 ?BBD &4A4:8D ,GC8DH<EBD 4?? @4<? 6DGEB8E54?< :@4<? 6B@
; ,) ,) GF<> 5E "A::D<E )8A:4?4@4A @4<? / >8 KBE< :<A:8DEA4C :@4<? 6B@
;3 E:D BAFDB??8D CDB7G> EC4 $4E<D ?84A<A: ,8DH<68 04<FD8E !G5
!
,=258 GDG "), "A::D<E G <@58? !G5
!
-; ):I ?G?GE4A , ,&) !G5
!
!
-; )@5AFG +@; -A::4 ( I8> 8DE<; !G5
-; 7@<A 0AF E $B@CGF8D &<A %?E4A ,& !
3,>=>25+8 >4DK4I4F< "AF8DA8F -; ->: ,45?BA ,D45GF4A %4>< #? )4F<; '4@5< 74A BFB6BCK !G5 !
-; -@F B:4 D8E; BB7 0<? ,G>4
I4F< -?C !
3,=258 +868CF<BA ,C4 $GF4 IAF 5E "A::D<E !5 7< !
! 3,>=>25+8 ,8:8D4 -8>A<E< ,8A<BD .AFG> <EFD<5GFBD &8E<A $BC< -; ,:D ) BB> 04<FD8EE GF> +8EFB 7< D84 $GF4 )8A7<7<>4A &<A / >8 <A9B IG?4A74D<D8EFB 6B@ ,&$ -8>A<> ,-& )8A:4?4@4A &<A - ! ! -; $DKI4A G ( ,F499 )DB7G>E< -; 7< <74A: -8D>4<F &8@<?<>< !
-; ,BC<D ,"& 7@<A !+ &BFBD )D<547< $B@GA<>4F<9 8
; CF G<78 #8C4A: &4J -; &<A -; )A7>A,&. 66BGAF<A: &<A !G5 4?< )8F ! >4F4A -8?<F< 8DF4A::GA: #4I45 )A:?4@4A -<74> !G5 ,;BC #? ,8F<45G7< ! -; )+- 04A<F4 4<> G + -4A::4 $<D<@ / >8 47@<A ?4LG@54 6B@ !
;3 ,CH 66BGAF<A: 0 ) , ! )D<547< -7D 7?@ ! -; 04<FD8E BB> GF> ;<A8E8 ):?@A -; ,4?8E +8F4<? 0 ,"& 3-+;3 ,BC<D ,"& 74F4A: ! +8EF CA -D4AE !BF8? ,GAE8F $<D<@ >8 ;D7 78I4F4FD4AECBDF 6B@ -; )8A:4EG; A4> )+- @<A F; ?4A:EGA: >8 #? A 4FGD "" 1 +B47 / J<4B6;G54?< :@4<? 6B@
;D7 78I4F4FD4AECBDF 6B@ 4FEG DF !G5GA:< ! !
-; $4DK4I4A GF> )46><A: 4D:B !G5 / 4?< ,4F<
!
!
!
!
!
3,>=>25+8 ,8:8D4 .AFG> +8EFB BB> BB> !8?C8D 04<FD8EE 'B @4J -;A 'B &4J -;A 4I4 %4A:EGA: >8 #? !4A:
FG4; 'B ,4AGD - !
3,>=>25+8 ,:D ,4?8E D<H8D ?84A<A: ,8DH<68 $<D<@ / %4@4D4A $8D=4 >8 )- &4D:D8F4 ,I88F4 /4D<4 #? &- !4DKBAB 'B CE -?C !
3,>=>25+8 -8A4:4 )8A:<D<@4A &<A ,& &4J -; $-) ,"& 4?< $<D<@ %4@4D4A >8 / 8A &8@BDK +- +<@B %4AF4< 4E8@8AF -?C .C <??K !
3-; -> ,8FD<>4 !G5 %4>E4@4A4 " CE !) !
3,>=>25+8 F;8D4C<EF @4EE4:8 K4A: I4A<F4 CD<4 K4A: E4A:4F 58DC8A:4?4@4A :4=< @8A4D<> FB
?BA: @8@54I4 ?4@4D4A ?4A:EGA: >8 E;4@54?4 EC4 G5G7 #?A &BA
>8K BD8EF 7< 58?4>4A: +4;4KG +8EF4GD4AF F8?C 4F4G !
3-+;3 04<FD<E GF> +8EF4GD4AF #8C4A: $B>BK4 %@D %E: >8 #? A -4@5?<A:4A ,4AGD
3-; -> )BFBA: )4FDBA GF> 4D@8AF !G5 #? %4>E4@4A4 " CE !) !
>7+;+ ,4>F< +8EBDF .5G7 GFG; BB> BD: ,C4 -;8D4C<EF BD: ,K4D4F )8A:4?4@4A @<A -; &<A ,&. 5E &G?4< E8:8D4 %4@4D4A >8 $G@4D4 #? ,GI8F4 .5G7
;D7 L8A=<I4D4:4 6B <7 !
995381 9BD BB> KD 8JCD<8A68 / 466BGAF4AF D8CG5?<> 6B@ !
9@981+8 7@<A 4?< ,<?H8D 8?G> ,G>4I4F<
!
#1; $B>B K4@ <E6BH8DK ,;BCC<A: &4?? GE<4 F; ;E "A::D<E &4A74D<A 4I4 / ?4A:EGA: !G5 6<
!
"/<=9 7< -G54A ,GAE8F #<@54D4A &8A64D< ,GC8DH<EBD &<A BB> !8?C8D 04<F8D EE !G5
!
!
+;5/=381 )DBC8DFK 4CB> #F .& >B@<E< / @4<? >8 AGE4C8A<74?4A7 BGF?BB> 6B@ !
"/<=9 7< CE D $4DK4I4A F< @<A ,&. $ !G5 !
#+6/< (99<68D 5E ;E &4A74D<A 66BGAF<A: &4A4:8D )A:?@A F; 7<5<74A:AK4 7@<A (99<68D &4?8
CA:?@A @<A F; 7<5<74A:AK4 -?C ABH< ABH<F4 H8AGE54?< :@4<? 6B@ EE<EF4AF ;89 )A:?@A @<A F; 7<5<74A:AK4 BB> !8?C8D $4E<D -8? 2G7;< !
#9:3; &4J -; $4DK4I4F< ,<@ $DKIF< 7@<A +8ABA !
MOBIL - MOTOR PROPERTY RUPA-RUPA Bali Post $#%
#%*%
34>+6 D4A7&4J )GF<; BJ <58D $& +5 &G?GE )?4F $ !G5
+;37>8 EF<?B !<F4@ &G?GE -8D4I4F -/
% $ " )
!
$ ) $
# ' "% 3</@+5+8 +G>B #? 'B=4 'B !G5
(/83+ 1< ECBDFK ,?HD 4E $ ?+8A+ , !F@ 4E $ (D< ': F: 7D 54DG ': H4AL4 <DG&8F E $ ': ! ) ,48?GE $4@5B=4 (/83+ F; 1< ECBDFK ,<?H8D !
#F '8:B )8@<?<> 9;96+ ??'8I ,4@E4F 4DG ! G7<B &G?GE !)
!
89?+ ,<?H8D &G?GE -8D4I4F "=<A )4D<I<E4F4 !
;//. ), !F@ $& ' ,A7D< "><2 -+ )GF<; &4F<6 E 4?< !G5 /+ DB@ "EF@8I4 !
DIJUAL MOBIL
!
" $ "
8?< -<A::< &BFBD 8>4E ,:?&8D>
!
!
DIJUAL MOBIL
# ' "% 3598= +@; EFK?8 /<??4 748D4; - .@4D $- $& DE< @5? -D@ $BEF 7< ?B> E4@4
! % "% 46 +@; #? &4;8A7D474F4 : )G "72 7< CE $- $& GDA<FGD8 ,I@ CGF4A 54DG " %- % )BB? #F -; '8:B ! >E8E 7>F >@4A4 ! % $ 46 +G@4; #? &G7GF4>< /" $4H $82 $H? < &8A:I< #F %- @ % @ ! #F E $D87<F
!
"& )D8EF<:8 #G>8 "ABH4 - ,@G4 )F;
!
"72 #? ! 0GDG> CE
46 2@; + !<F4@ -:A " $& &B7<9 !G5 -4A4; #? ;4D@4:<D< <4AK4D D8 ! 6> /<?4 !G5 8I<
!
! ( ?/; - !<F4@ &8F (D: %G4D (/83+ 1 /?: &G?GE %BI$& ?@ )=> D $ . !
#F !
>+6 +@; %F -4@4A #<@54D4A %F @ !G5
!
!
BIRO JASA
BIRO JASA
SERVICE
BIRO JASA
SALON
DIJUAL MOTOR
DIJUAL MOBIL
SERVICE
% #G4? -4A4; 7< 4D@4E454 47GA: D8 !G5
/<37+8 04DGA: &4>4A D8 /<8I ,GA:4< !G5
!
!
$82 '8@C<? #F #? 8E4><; )BA7B> <FD4 )@B:4A
!+8.+@+ B?9 ,84H<8I >B@B74E< 0<E4F4 !4
!
!
;/ #<@54D4A D8 $8DB5B>4A !
!
# "
46 -4A4; D8 7< )8@GF8D4A ,<A:4D4=4 +4K4 %BE )4AF4< !G5
!
>+6 &GD4; -A; -G?4@58A )<A::<D #? .F4@4
!
!
!
!
263 F4E< +G@4; B6BD DAE< +8ABH :A +@; 7K !
$82 D8 G5G: 4FG ,4A:;K4A: ;2 4=4 )?4F E8D E<E4 )DBK8> -454A4A !G5 E7; 4F,<A6DB@4F8
6 -A; #? .F4@4 4D:B )8D@4< 4FEG 4D4F !5
>+6 -4A4; ,8@G4 4:<4A #? <7474D< !)
D<6> B?4 6B@
"%! "%! =+<3 +@; B6BD 4> <A7<A: ?? ) ,89D< DAE<
% $ >+6 -A; +@; % AF4EGD4 ,G?< -?C !
$82 D8 04A4:<D< )GA64> )4A64E4D< #?A @8F8D "E< $BC< 74A &4F4 <D !C !
!
!4+5 -4J @A8EF< ,".) ')0) )4E
CBD ,K AFG &GD4; !
61 )$ H4AL4 <DG $ *" 4A +4H<F ! !
681 )$ $ " ' )GFG -D<4DF;4 !
18
REKREASI
Minggu Paing, 18 Desember 2016
TTS Bali Post
Pertanyaan 1
2
3
4
Ketentuan Menjawab
Desa Wisata Undisan, Tembuku
Manjakan Wisatawan dengan Konsep ”Tri Hita Karana” DESA wisata di Kabupaten Bangli tak hanya Penglipuran. Di Kecamatan Tembuku juga ada hal demikian, yakni Desa Wisata Undisan. Meskipun baru ditetapkan sejak pertengahan 2014, desa wisata yang mengusung konsep Tri Hita Karana ini sudah cukup dikenal wisatawan. Menuju desa wisata ini tidaklah sulit. Dari kota Bangli, wisatawan hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit menyusuri jalur Bangli-Besakih, Karangasem. Sebagai petunjuk sudah sampai, cukup menggunakan pohon beringin yang berdiri di sudut perempatan. Pelaku pariwisata set-
empat, I Putu Winastra, mengatakan desa wisata yang baru dirintis kurang dari tiga tahun ini sudah menjadi destinasi baru dalam menunjang kemajuan pariwisata Bali. Guna memanjakan wisatawan, hal yang ditawarkan tak hanya terbatas pada keindahan alam pedesaan saja, tetapi lebih pada konsep Tri Hita Karana. “Konsep itu menjadi branding desa wisata ini. Selama ini kami juga memiliki konsep sustainable tourism yang mana awal mengkombinasikan antara konsep ekologi dan tradisi,” ujarnya, Sabtu (17/12) kemarin. Desa wisata yang berbatasan dengan Desa Bang-
bang ini juga dilengkapi akomodasi berupa De Klumpu Bali dan De Umah Bali. Selain itu, di sekitarnya terdapat air terjun, jalur treking yang alami, bersepeda, pusat kerajinan perhiasan, dan menikmati pengalaman kehidupan sebagai petani. Wisatawan juga dapat mendapatkan resep masakan tradisional Bali dalam aktivitas cooking class dan kegiatan tradisional lainnya yang pastinya akan memberikan pengalaman luar biasa yang belum tentu didapatkan di tempat lain. “Ada beberapa objek yang sangat bisa diunggulkan dan juga menjadi penunjang pariwisata yang memadai,” terangnya. (sos)
11
MENDATAR 2. Sertifikat 7. Kere 8. Aor 9. Jempolan 11. Rona 12. Tadah 13. Edia (Aide) 15. Garing 18. Stuntman 22. Kalsifikasi 26. Indikasi 30. Simbar 32. Anda 33. Shear 34. LPSM
36. Inhalasi 37. Die 38. Sagu 39. Legalisasi MENURUN 1. Bero 2. Sejati 3. Ironis 4. Kontan 5. Tandem 6. Trah 10. Mueg 11. Regensi 14. Ateis 16. Rok
17. Nol 19. Tes 20. Nostrum 21. Biasa 23. Aki 24. Aci 25. Iab 27. Diesel 28. Kuring 29. Insani 30. Saba 31. Milisi 33. Soda 35. Saga
7
13
12 14
15 20
16
17
18
21
24 26
30
19
22
23
31
27
28
25 29
32 33
34
35
36 37
38 40
KUPON TTS No.277 I Putu Yoga Bagiantara Banjar Meranggi Desa Pandak Bandung Kediri Tabanan Ni Komang Suardani Jl. Raya Ulakan No. 81 Karangasem 0363 . 41668
Pemenang TTS No. 275 Komang Agus Budiarta Br. Tegal sari Sulanyah Seririt Buleleng 087861628924 Ida Ayu Ratih Br. Pasar Desa Gumbrih Pekutatan Jembrana Negara
Jawaban di tulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 277 dan cantumkan identitas lengkap serta no telepon/Hp. Kirim ke Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 24 Desember 2016. Pemenang diumumkan pada Bali Post Minggu 15 Januari 2017. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang @200.000, dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga (2 dewasa + 2 anak). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos.
Jawaban TTS No. 275
6
9 10
39
Menurun 1. Penyatuan kembali suatu daerah yang telah terpecah 2. Campur 3. Renggut 4. Hasil persilangan dengan ayam hutan 5. Ketidakmampuan menulis karena rusaknya otak 6. Bagian dari keseluruhan yang dinyatakan dengan persen 7. Evaluasi belajar tahap akhir 9. Jambu biji 13. Daun aren (Bali) 16. Percepatan 17. Muram dan lesu 19. Orang-orang yang berperang secara sembunyisembunyi, kecil-kecilan dan tidak terbuka 22. Mainan anak dari kayu/plastik bertali 25. Kain ikat kepala yang lebar 26. Tuyul (Bali) 27. Kehilangan kendali atas fungsi tubuh 28. Saluran air buatan 31. Satuan kwalitas kekentalan minyak pelumas 34. Batu inti ; semen terbuat dari serbuk tanah keras 36. Seni bela diri dari Jepang
5
8
I Wayan Purnawan Jl. Prata Md Rambug No.47 Br. Sasih Batubulan 081 999 241 558 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar Nama : Ni Kd Ayu Murpini Alamat : Desa sibang Gede, Kec. Abiansemal, Kab. Badung
SPT2016
Mendatar 1. Persepsi oleh indra pendengar 5. Yang berkenaan dengan Pegunungan Alpen; sangat tinggi (Inggris) 8. Destar (Bali) 9. Lagi (Bali) 10. Paku (Inggris) 11. Gerakan sayang ibu 12. Huruf 14. Deret 15. Muda ; belum menjadi Pendeta (Bali) 18. Giliran/babak dalam olah raga tertentu (Inggris) 20. Lemah 21. Matahari 23. Single side band 24. Alat music dengan nada terendah 26. Sejenis reptilia ; “Crocodilus Porosus” 29. Maaf 30. Pengasingan ; pengucilan 32. Manjur 33. Jaman 34. Kengerian (Inggris) 35. Kesehatan ibu dan anak 36. Alat untuk menangkap ikan 37. Bagian dari tumbuhan 38. Alat rumah tangga untuk menampi beras 39. Pucat (Bali) 40. Tanah liat Cina
19
Minggu Paing, 18 Desember 2016
Tak Wajib Dari Hal. 1 Namun, menurut Panji sesuai peraturan, tidak ada kewajiban mutlak lembaga DPRD dalam mengusulkan perda inisiatif. Kabag Perundang-undangan Sekretariat DPRD Bangli, IGN Alit Miasa menambahkan pembuatan perda inisiatif sejatinya tergantung dari ketajaman anggota dewan terhadap permasalahan yang ada dan berkembang di masyarakat. Dari aspek aturan dia menyebutkan tidak ada mewajibkan DPRD mengusulkan ranperda inisiatif. “Tergantung ketajaman beliau-beliau (para anggota dewan) terhadap masalah di masyarakat,” jelasnya. Menurut Alit Miasa, minimnya perda inisiatif yang dihasilkan DPRD Bangli selama ini dikarenakan beberapa hal. Salah satunya karena keterbatasan waktu. DPRD Bangli, kata Alit Miasa, lebih mengutamakan untuk membahas ranperda lainnya yang diajukan eksekutif. Di samping terbentur masalah anggaran. Sementara itu, mengenai mekanisme pembuatan perda inisiatif, dijelaskan Alit Miasa bahwa ranperda yang berasal dari inisiatif anggota dewan, komisi, maupun gabungan komisi awalnya diajukan kepada pimpinan DPRD disertai dengan naskah akademik. Selanjutnya oleh pimpinan DPRD disampaikan kepada Badan Legislasi (Baleg) untuk dilakukan pengkajian. Setelah itu, pimpinan DPRD menyampaikan hasil pengkajian Baleg kepada rapat paripurna. “Rapat paripurna memutuskan rancangan tersebut apakah disetujui atau tidak. Kalau disetujui selanjutnya ranperda tersebut dilakukan uji publik kepada stakeholder, ahli hukum dan lembaga yang diatur,” jelasnya. Setelah disempurnakan barulah dikirim ke Bupati untuk dibahas bersama. Sementara itu, anggota DPRD Bangli Nengah Madyayani yang menjadi salah satu penggagas Ranperda Inisiatif tentang Perlindungan terhadap Perempuan dan Anak Korban Kekerasan sempat mengatakan bahwa pihaknya di DPRD Bangli berinisiatif untuk membentuk perda tersebut lantaran angka kasus kekerasan terhadap perempuan
dan anak yang terjadi di Bangli selama ini cukup tinggi. Dengan adanya perda tersebut pihaknya berharap perempuan dan anak korban kekerasan di Bangli mendapat perlindungan. Di Karangasem DPRD Karangasem rupanya terdepan dalam pembuatan perda tentang pengangkatan klian banjar dinas. Perda No. 8 tahun 2016 ini sudah disahkan dewan. Sementara sejumlah kabupaten lainnya tampaknya belum memiliki perda jenis ini. Namun masih nihil dalam perda inisiatif. Ketua DPRD Karangasem, Nengah Sumardi, mengatakan, dewan tak pernah menghambat dalam pembahasan Ranperda menjadi Perda yang diajukan eksekutif. Justru, dewan lebih sering menganjurkan atau pun mengingatkan eksekutif agar segera mengajukan ranperda guna bisa dibahas sesuai prosedur secara tepat waktu, artinya dengan tak melanggar ketentuan. Bahkan, DPRD bersidang siang dan malam, kata ujar Sumardi. Sumardi mengatakan, dari segi kehadiran, lembaga yang dipimpinnya termasuk taat tata tertib dewan. Sidang yang memerlukan kehadiran anggota dewan mesti memenuhi syarat kuorum, sudah dilakukan. Diakui, jarang kehadiran dewan saat sidang selalu 100 persen, namun pernah sampai 93 persen dari total anggota dewan sebanyak 45 orang. ‘’Tiap sidang yang memerlukan syarat kuorum anggota dewan, selalu terpenuhi,’’ katanya. Selama 2016, delapan perda dibahas dan disahkan dewan. Namun, selama hampir 15 tahun ini, dari catatan Bali Post, DPRD Karangasem belum pernah melahirkan perda yang sifatnya inisitiatif dari DPRD sendiri. Ditambahkan, akhir tahun ini, Bupati Karangasem menyodorkan enam ranperda, salah satunya ranperda APBD dan Nota Keuangan tahun 2017 yang sudah disahkan. Lima perda lainnya ada yang sudah selesai dibahas oleh Panitia Khusus (Pansus ) Dewan, ada juga yang masih dalam proses pembahasan dan pengkajian, seperti Ranperda Maskot Daerah. (ina/bud)
KTP Bali Dari Hal. 1 Ia pun mensyaratkan pengurusan Kartu KONI Bali harus disertai KTP Bali. Jika ada perebutan atlet oleh dua daerah atau lebih, maka KONI bakal berkoordinasi dengan Pengprov cabor, yang akan menentukan atlet bersangkutan membela daerah mana. ‘’Kami bertekad meminimalisasi kasus perebutan atau saling klaim atlet sebagaimana pelaksanaan Porprov sebelumnya,’’ ujarnya. Gianyar selaku tuan rumah Porprov Bali 2017, rencanannya mempertandingkan minimal 30 cabor, tetapi tak memiliki sarana olahraga (venue) untuk cabor renang yang standar. Kemungkinan cabor renang digelar di luar Gianyar. Sementara
untuk cabor ekshibisi belum diketahui, sebab cabor bersangkutan harus aktif berkoordinasi dengan tuan rumah Gianyar. Pada bagian lain, Ketua Harian KONI Gianyar Pande Made Purwata selaku tuan rumah memberikan alternatif venue renang di Klungkung atau Blahkiuh, Badung. Sedangkan untuk lapangan tembak, Gianyar berniat membangun arena tersebut. Hanya, pihaknya mengharapkan dana hibah dari KONI Bali Rp 4,5 miliar, bisa ditambah Pemprov Bali Rp 2 miliar lagi. Di sisi lain, pihaknya juga mengajukan anggaran Rp 10 miliar melalui APBD Gianyar, untuk panitia induk, termasuk dialokasikan rehab beberapa venue. (nel)
Tsunami Dari Hal. 1 Pusat Peringatan Tsunami Pasifik (PTWC) mengeluarkan peringatan tsunami yang mungkin berdampak di sejumlah negara. Gelombang tsunami kemungkinan bisa terjadi tidak hanya di kawasan pantai Papua Nugini, tapi
juga wilayah Nauru, Kepulauan Solomon, Pohnpei, Chuuk, Kosrae, Vanuatu, dan Selandia Baru. BNPB menyebut gempa ini tak sampai menimbulkan tsunami di Indonesia. PTWC menyebut, gelombang tsunami masih mungkin terbentuk hingga 3 jam ke depan. (ant)
Tiga Daerah Dari Hal. 1 Dari data di Pengadilan Tipikor Denpasar, setidaknya sudah tiga daerah kabupaten kota yang terjangkit kasus perdin. Pertama “disumbangkan” Dispenda Kabupaten Gianyar. Berdalih studi banding ke Bogor, tak tahunya jalan-jalan keluar negeri. Polda Bali pun bergerak dan “menyetor” sejumlah pelaku ke Kejati Bali, hingga akhirnya pelaku yang merupakan PNS Dispenda Gianyar diadili di Pengadilan Tipikor Denpasar, hingga mereka dinyatakan bersalah oleh hakim. Bergeser dari Gianyar, Kejaksaan Negeri Jembrana juga menggiring mantan bupati di Bumi Makepung ke Pengadilan Tipikor Denpasar. Sebagai terdakwa adalah Prof. I Gede Winasa. Kasus ini masih dalam proses persidangan dan saat ini masih dalam proses pemeriksaan saksi-saksi. Terakhir bersaksi adalah mantan ajudan dan sekprinya, yang juga mengungkap adanya dugaan perdin fiktif. Yakni perdin sehari dibuatkan SPJ tiga hari. Begitu juga dugaan adanya boarding pass palsu, yang digunakan senjata untuk mengeluarkan anggaran (dana) dari bendahara. Teranyar yang sedang heboh adalah kasus perdin DPRD Kota Denpasar. Kejari Denpasar menetapkan dua tersangka yakni I Gusti Made Patra, S.H., M.Si., yang menjabat sebagai Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Perdin 2013. Kedua adalah sekretaris dewan (sekwan) I Gusti Ngurah Rai Suta. Khusus untuk sekwan, kasusnya masih dikembangkan penyidik Kejari Denpasar dan Gusti Patra sedang dalam proses persidangan. Dalam persidangan, kasus ini ternyata cukup membuat anggota DPRD Denpasar periode 2009-
2014 sport jantung. Pasalnya, JPU Dewa Lanang, membuka Perwali yang menyatakan bahwa siapa yang melakukan perdin, dialah yang mesti bertanggung jawab. Dalam Perwali Denpasar No. 1 tahun 2012 tentang perubahan atas Perwali Denpasar No. 23 tahun 2010 tentang perjalanan dinas jabatan bagi pejabat negara, pegawai negeri sipil dan pegawai tidak tetap di lingkungan Pemkot Denpasar. Dalam pasal 22 ayat 3 disebutkan pejabat yang berwenang dan pejabat atau pegawai yang melakukan perjalanan dinas bertanggung jawab sepenuhnya atas kerugian yang diderita oleh daerah sebagai akibat dari kesalahan, kelalaian atau kealpaan yang bersangkutan dalam hubungannya dengan perdin dimaksud. Dalam ayat 4 disebutkan terhadap kesalahan, kelalaian atau kealpaan sebagaimana dimaksud pada ayat 3 dapat dikenakan tindakan berupa hukuman administratif dan tindakan-tindakan lainnya menurut ketentuan yang berlaku. Ketentuan perdin inilah yang menjadi momok, karena jika ada kesalahan, bisa menjerat siapa saja yang turut dalam perdin. Sehingga, jika perdin itu diusut penegak hukum, khususnya soal biaya tiket, penginapan, dan menggunakan pihak ketiga seperti travel tanpa melalui tander, akan menjadi penomena bom waktu. Sehingga, mereka yang melakukan tugas perdin saat ini mesti harus ekstra hati-hati, pembayaran atau pencairan dana juga harus sesuai dengan bukti autentik, seperti bording pass lengkap dengan harga tiket, serta sewa penginapan yang dibayarkan sesuai dengan yang dibayarkan di tempat nginap pelaku perdin. Jika tidak, apalagi ada mark up, dari biaya hotel perhari Rp
850 ribu per malam tetapi minta dibayarkan Rp 1,6 juta dari pemerintah misalnya, siap-siaplah mereka berurusan dengan hukum, khususnya duduk di kursi panas menjadi terdakwa di Pengadilan Tipikor. Atas fakta itu, Kasintel dan Humas Kejari Denpasar, IGA Kusumayasa Diputra yang dikonfirmasi, menjawab diplomatis. “Persoalan itu kita bisa lihat di persidangan. Jika dalam sidang terbukti ada pelaku lain dalam perdin, ya kita tentu akan proses sesuai prosedur yang ada. Intinya kita lihat persidangan, hukum tidak membedabedakan. Semuanya sama,” tandas pria asal Tabanan itu. Delapan Ranperda Selama 2016 lalu, DPRD Denpasar telah berhasil merampungkan delapan rancangan peraturan daerah (ranperda) untuk dijadikan perda. Perda tersebut termasuk Perda APBD 2017 yang sudah berhasil dirampungkan belum lama ini. Sekretaris DPRD Denpasar I Gusti Rai Suta yang ditemui Jumat (16/12) lalu mengungkapkan sejumlah ranperda yang dirampungkan dewan kali ini tidak jauh berbeda dengan tahun lalu. Perda yang telah dirampungkan itu, di antaranya, perda bantuan hukum, pemilihan perbekel, penyelenggaraan perhubungan, struktur organisasi dan tata kelola perbekel, pengelolaan barang milik daerah, pajak parkir, penyertaan modal ke PDAM, LKPJ, serta perda-perda lainnya. Sementara itu, kini jajaran wakil rakyat di kota berwawasan budaya ini sudah mulai merancang ranperda corporate social responsibility (CSR). Ranperda ini dibuat sebagai salah satu inisiatif dewan. (asa/ara)
Perpindahan Atlet Tak Dari kalah Hal. penting 1 persoalan regenerasi, perpindahan atlet yang sering memicu persoalan hingga meredam konflik-konflik kepentingan di kepengurusan masing-masing cabor. Ketua Umum KONI Bali, I Ketut Suwandi, mengakui mempertahankan prestasi yang diraih di PON Jabar memang sangat berat dalam mempersiapkan diri menghadapi PON Papua. Pasalnya, untuk mempertahankan prestasi itu membutuhkan persiapan yang panjang untuk melakukan pembinaan atlet terhadap cabor-cabor unggulan maupun non-unggulan yang dipersiapkan. “Saya lihat atlet-atlet dari sepuluh provinsi di luar Jawa seperti Sulawesi Selatan, Riau, Sumatera Utara, Kalimantan kekuatannya hampir setara dengan Bali. Ini artinya, ke depannya mereka bisa saja melebihi Bali dalam bidang olahraga. Untuk itu, mulai sekarang kita harus persiapkan semuanya, sehingga atlet-atlet kita mampu bersaing dengan provinsi lainnya,” katanya. Jadi, dalam menghadapi PON 2020 Papua, Bali tidak bisa tetap nyaman dengan berpijak hasil peringkat keenam di PON Jawa Barat. Pihaknya mulai mengidentifikasi dengan melakukan regenerasi atlet, pembinaan caborcabor dan mengupayakan peningkatan infrastruktur untuk mendukung kesia-
pan itu. “Anggaran juga menjadi aspek yang vital di dalam menyukseskan pembinaan olahraga. Karena anggaran yang diberikan pemerintah sangat terbatas untuk pembinaan olahraga di Bali,” katanya. Efisiensi juga menjadi pertimbangan di tengah keterbatasan dukungan dana dan sorotan masyarakat. Bali hanya akan mengirim atlet yang benar-benar siap dan berprestasi. Para atlet yang nantinya berangkat sesuai dengan kebutuhan,” tegas Suwandi. Regenerasi Atlet Pembinaan atlet dilakukan berkesinambungan dengan melibatkan mereka di berbagai turnamen seperti kejurda, Walikota Cup, Bupati Badung Cup dan kejuaraan lainnya. Artinya, usai mengikuti PON, atlet tidak berhenti berlatih namun terus ditempa di berbagai event untuk meningkatkan jam terbang dan skill mereka. Program ini secara tidak langsung bisa digunakan untuk bisa memantau dan menjaring bibit-bibit atlet baru yang nantinya akan dibina untuk menggantikan seniornya. Dengan demikian, proses regenerasi atlet pun bisa sejalan. “Mulai sekarang cabor sudah harus melakukan regenerasi atlet untuk dipersiapkan ke PON Papua 2020,” ujar Suwandi. Sekum Kodrat Bali A.A. Bagus Tricandra Arka men-
gatakan, pihaknya juga sudah mulai mempersiapkan atlet untuk menjadi pelapis para seniornya di PON Papua mendatang setelah menghasilkan 2 emas 1 perak dan 1 perunggu di PON Jabar. Pasalnya, dari sembilan petarung yang lolos ke PON lalu, tiga di antaranya tidak bisa turun di PON Papua. Lebih lanjut dikatakannya, untuk regenerasi atlet dan tim bayangan, pihaknya bakal melihat dari hasil Porprov Gianyar 2017, Porsenijar dan Kejurnas. “Tiga tahun sudah waktu yang cukup untuk melakukan regenerasi atlet untuk PON Papua nanti. Untuk itu, penjaringan atlet nantinya akan dilakukan lewat kejuaraan daerah yang dilaksanakan oleh pengkab maupun pengprov,” ungkap Di sisi lain, Bali juga perlu mengubah strategi dengan tidak hanya mengandalkan cabor unggulan. KONI Bali juga berniat mengembangkan olahraga air seperti layar, renang, selam, polo air untuk dijadikan sebagai ladang medali emas saat PON Papua. Wakil Ketua Umum KONI Bali IGN Oka Darmawan mengatakan, Bali bisa saja mencontoh pola pembinaan daerah luar seperti Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam cabor bela diri kempo misalnya. Dengan fokus mengembangkan olahraga berpotensi, maka ke depan hasilnya jauh akan lebih baik. (nan/nel/yud)
Baru Pertama Dari Hal. 1 Fenomena perempuan menjadi pengantin peledakan bom, kata mantan Kepala Densus 88 Antiteror itu, sering ditemui di negara-negara Timur Tengah. “Yang perempuan baru pertama kali di Indonesia,” katanya saat ditemui di Palembang, Sabtu (17/12) kemarin. Tito menyebut, Dian Yulia Novi bukan satu-satunya perempuan yang disiapkan sebagai pengantin peledakan bom. Ada wanita lain yang disiapkan jadi pengantin bom. Polisi sedang memburu jaringannya namun tak disebut identitas orang maupun kelompoknya. “Ini terus dikembangkan untuk teroris perempuan. Ada lagi beberapa selnya yang sedang kita kejar, terus dilakukan. Tapi kita tidak akan ekspos ya,” ujarnya. Rencana Dian untuk meledakkan bom di Istana negara, kata Tito, memang
telah diketahui polisi. Maka tim Densus 88 Antiteror langsung turun dan menangkap para pelaku, termasuk Dian yang menjadi eksekutor utama. “Kalau tidak terbaca, enggak mungkin kita gagalkan (pengeboman). Harus ada upaya-upaya selain penegakan hukum, yang paling utama dilakukan pendekatan,” ujarnya. Dian Yulia Novi (26) adalah warga Jatimulya, Desa Bakung Lor Kecamatan Jamblang Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Dia ditangkap aparat Densus 88 Antiteror Mabes Polri di sebuah kontrakan di Jalan Raya Bintarajaya, Kelurahan Bintarajaya, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, Minggu sore, 11 Desember 2016. Dian telah menyiapkan bom berdaya ledak tinggi yang akan dia ledakkan di Istana Merdeka Jakarta saat serah terima jaga Pasukan Pengamanan Presiden. (kmb)
Pemikiran Matang Dari Hal. 1 “Ini perlu pemikiran yang matang dan perlu penajaman-penajaman, sehingga Perda LPD ini akan betulbetul menjadi penyangga bagi ekonomi masyarakat Bali dan akhirnya LPD ini menjadi kuat dan kokoh di Bali,” jelas Anggota Komisi IV DPRD Bali ini. Menurut Budiartha, Perda tentang LPD diperkirakan baru bisa disahkan pada masa sidang pertama tahun 2017. Sementara untuk tahun depan, pihaknya sudah mempersiapkan satu dari lima Perda Inisiatif Dewan yang akan dibahas. Perda yang menjadi prioritas untuk dibahas pertama adalah Ranperda tentang Atraksi Budaya, dengan leading sector Komisi I. Kendati sebetulnya, Ranperda Atraksi Budaya selalu gagal dibahas sejak diusulkan mulai 2008 lalu. Selain Perda Inisiatif Dewan, kata Budiartha, sebetulnya ada beberapa Perda usulan eksekutif yang juga masuk dalam Program Legislasi Daerah. Total keseluruhan termasuk perda Inisiatif dewan berjumlah 23 usulan. Dari jumlah itu, baru 11 yang berhasil ditetapkan menjadi Perda. Di Tabanan Di Kabupaten Tabanan setidaknya selama tahun 2016 sebanyak 15 perda yang diusulkan eksekutif dan dua perda inisiatif dewan telah berhasil ditetapkan. Tahun 2017, kalangan legislatif
lebih mendesak menyelesiakan Perda RDTR Kawasan Kecamatan. Bagi anggota DPRD Tabanan yang juga menjabat ketua Komisi I, Putu Eka Nurcahyadi, semua perda yang telah dibahas di gedung dewan dan telah ditetapkan dianggap penting. Karena perda tersebut nantinya yang akan menjadi payung hukum dalam arah pembangunan di Tabanan. Tapi bagi politisi asal Marga ini, yang lebih penting untuk segera diwujudkan di tahun 2017 yakni perda Rancangan Detail Tata Ruang (RDTR). “Kita sudah punya perda RTRW Tabanan, dan perlu ditegaskan dengan perda-perda RDTR,” ujarnya. Saat ini, Tabanan baru memiliki Perda tentang RTRW. Namun perda yang mengatur detail setiap kecamatan berupa RDTR atau perda zonasi belum dimiliki kecuali untuk Kediri, Tabanan, dan Penebel. Keberadan Perda RDTR sangat terkait dengan program pembangunan di Tabanan dapat terencana dengan baik sesuai dengan tata ruang yang ada. Dibeberkannya dari awal tahun 2016 yang sudah ditetapkan di luar perda APBD yakni mulai dari Perda pemilihan perbekel, mikol, perangkat desa, pencabutan perda menyangkut keuangan desa, dan perda perangkat daerah. Serta perda inisiaif yang sudah ditetapkan yakni perda perlindungan petani dan perlindungan perempuan. (rin/bit)
Kartu Merah Dari Hal. 1 Tindakan ini segera direspons wasit Abdula Hassan dengan kartu merah. Tindakan tersebut juga membuat sang pemain terancam sanksi
lebih lanjut. Sebaliknya, Thailand tercatat sebagai negara peraih trofi Piala AFF terbanyak, lima kali, yakni pada 1996, 2000, 2002, 2014, dan 2016. (kmb33)
balipost (152rb Like) http://facebook.com/balipost
MINGGU PAING, 18 DESEMBER 2016
”Grain” Debut ’’Acting’’ Perdana Gita Gutawa di Eropa London Penyanyi dan bintang film Gita Gutawa mengawali debut perdananya sebagai artis di Eropa dalam film romance pendek berjudul “Grain,” yang disutradarai Adrian Permata Scanlon mempromosikan kekayaan Batik Indonesia. Produser film Grain, Steven Marcelino, Sabtu (17/12) kemarin, menyebutkan Film yang dibuat hanya dalam waktu setahun mengambil lokasi shooting di London dan Paris
Gita Gutawa
BPM/ist
menceritakan hari terakhir Ayu di Paris bersama dengan Pierre, turis Prancis yang berbakat dalam fotografi. Gita berperan sebagai ‘Ayu’ di dalam film ini dan ‘Grain’ yang mempamerkan batik di Paris itu bertekad meyakinkan Pierre, sang pacar, untuk mengikuti mimpinya sebagai professional photographer. Dikatakannya, Film Grain memiliki seting berbagai landmarks di kota teromantis Paris dan kota asal Ratu Elizabeth, Menara Eiffel, Tower Bridge dan bangunan terkenal lainnya Pada saat pengambilan gambar, Gita Gutawa tengah menyelesaikan studi Magister di London School of Economics di London, Inggris. Ayah Gita, Erwin Gutawa, turut mendukung peran putrinya dan proses pembuatan film ini dengan menghadiri pengambilan gambar selama di Paris, dan bahkan mengambil beberapa peran dalam bagian film. Sutradara muda berdarah campuran Inggris-Indonesia ini ingin membuat film untuk orang yang pernah merasakan takut akan kegagalan, tema yang mungkin bisa dirasakan kebanyak orang tanpa memandang background seseorang. Pria yang sering menghabiskan masa liburannya di Indonesia ini mendengar banyak respon positif dari kritikus film di berbagai film festival. Adrian mengakui pentingnya dalam mempromosikan damai yang intercultural mengingat kita sama-sama manusia biasa. (ant)
@balipostcom (4.485 Follower) http://twitter.com/balipostcom
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
brrolan brolan BALE BANJAR AR AR ARIDUS DISEPAKATI kalau bumi ini bulat, namun dunia belum tentu berbentuk sama! Dunia bisa jadi lonjong, segi empat, jajaran genjang atau berbentuk seperti cakra dan lainlain, sesuai cara manusia memandangnya. Mungkin lantaran alasan itu Pramoedya Ananta Toer menulis ‘’Bumi Manusia’’ dalam salah satu karyanya, untuk menyindir sepak terjang homo sapiens yang seakan menjadi penguasa tunggal planet biru ini. Bahkan, Pram mengatakan segala kejadian di bumi ini sejak dulu adalah urusan makhluk yang tak hentihentinya berpikir itu. ‘’Tidak sedikit orang menganggap bumi dan dunia adalah entitas yang sama, padahal bumi adalah bagian dari tata surya, sedangkan dunia adalah ragam kehidupan segala makhluk yang didominasi manusia. Itu menyebabkan ada dunia manusia dan dunia binatang serta dunia tumbuh-tumbuhan. Di kancah manusia ada dunia politik, dunia ekonomi, dunia model, dunia budaya dan sebagainya sementara bumi terus berputar di atas sumbunya selama 24 jam sehari. Bumi yang konon telah ada sejak miliaran tahun silam, hingga kini nyaris tidak ada yang berubah, termasuk terbitnya matahari selalu dari ufuk timur dan tenggelam di barat, sedangkan dunia senantiasa berubah seturut gaya hidup manusia sesuai zamannya. Bahkan, kemajuan iptek di milenium ketiga, dunia yang sebelumnya selama ribuan tahun digerakkan ruang dan waktu secara konstan, tibatiba dilecut gaya hidup manusia sehingga harus berlari mengikuti zaman. Anthony Giddens menyebut gejala ini sebagai The run away world atau dunia yang lari terbiritbirit! Yasraf Amir Piliang menengarai fenomena tersebut karena ruang dan waktu yang menggerakkan dunia dimampatkan secara paksa oleh gaya hidup, sehingga manusia saat ini hidup di dunia yang dilipat. Layaknya bermain origami, dunia yang seperti kertas dilipat berkali-
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Facsimile: 227418
MELALUI FILM, BANGUN KARAKTER BANGSA
Denpasar (Bali Post) Komunitas Cinta Film Indonesia (KCFI) Pusat mendeklarasi dan mengukuhkan Komunitas Cinta Film Indonesia (KCFI) Provinsi Bali (20162018) pada Sabtu (17/12) kemarin. Deklarasi dan pengukuhan tersebut juga dirangkaikan dengan pemutaran film Cahaya Dari Timur. Turut hadir dalam acara tersebut David Hanan, pengamat film Indonesia dan perwakilan dari Kadisdikpora Provinsi Bali. Ketua Panitia CFI, I Gusti Bagus Wahyu Diatmika, mengatakan, nantinya KCFI Bali selain menjalankan program KCFI Pusat, KCFI Bali juga mempunyai program khusus karena lebih concern pada generasi muda. “Generasi muda kita sudah jauh melenceng dari karakter yang sebenarnya dari pejuang-pejuang dulu,” ujarnya. Program tersebut lebih mengkhususkan pada generasi muda agar mereka dapat masuk ke zona yang tidak bisa dijawab oleh TV. “Media film inilah nanti yang menjadi jembatan, kita akan putarkan filmfilm yang membentuk karakter bangsa,” ujar pria yang juga Sekretaris KCFI Bali itu. Pada pemutaran film yang dilakukan tujuannya adalah agar anak-anak muda itu tetap fight dalam kompetisi yang sedemikian ketat saat ini. KCFI Bali akan mengaktualisasikannya mengingat saat ini pihaknya sedang membuat MoU dengan Kadisdikpora untuk memutarkan film nanti tahun 2017 keliling Bali. “Kalau KCFI pusat sifatnya umum,
BPM/kmb42
DEKLARASI - Pengukuhan dan deklarasi KCFI Provinsi Bali oleh Ketum KCFI Pusat dan David Hanan. tapi kalau kita mengkhusus ke sekolah-sekolah keliling Bali, karena bioskop di Bali hanya ada di Kuta dan Denpasar, kita akan jemput bola, kita akan ke kabupaten-kabupaten yang tidak ada bioskopnya seperti Bangli, Karangasem,” tandasnya. Kurangnya informasi akan film yang diperoleh anak-anak SD, SMP, hanya terjamah oleh TV yang tidak ada fungsinya mendidik bangsa, membuat KCFI Bali ingin berpartisipasi untuk membantu pemerintah. Budi Sumarno, Ketua Umum KCFI Pusat mengatakan, KCFI adalah masyarakat penonton yang peduli dengan film-film Indonesia, terbentuk pada 30 Maret tahun 2016. Menurutnya, siapa lagi yang akan mencintai film-film Indonesia kalau bukan diri sendiri sebagai warga negara Indonesia, maka
Dunia yang Berlari Kencang! kali sampai sekecil mungkin, sehingga Thomas Friedman menyebut dunia ini datar atau The World is flat,’’ papar Rubag. ‘’Persis! Bila dunia bisa dilipat lewat Iptek, bumi tetap dengan tatanan berjarak dipenuhi lembah, tebing, ngarai, hutan lebat, laut dan samudera yang memisahkan kota, pulau dan benua. Di zaman Bartholomeus Diaz dan Vasco da Gama di abad ke-15, orang harus menempuh berbulan-bulan dari Eropah ke Nusantara dengan kapal Vinisi berlayar banyak. Ketika mesin dipasang di kapal laut atau black ships Comoodore Perry di abad ke-19, jarak Amerika Serikat ke pelabuhan Tokyo, Jepang hanya membutuhkan beberapa hari. Penemuan mesin pesawat terbang canggih di abad ke-21, yang memiliki daya tempuh 15.000 Km membuat jarak Denpasar- New York hanya memerlukan belasan jam karena dorongan jet jumbo supersonik. Sehingga orang yang sehari sebelumnya asyik menikmati sajian komposer musik dunia di Broadway, hari berikutnya terkagum menyaksikan Tarian Barong di Batubulan, Gianyar, Bali. Yang paling mencengangkan hasil pengembangan dan penemuan di bidang elektronik memproduksi alat-alat yang mendukung lahirnya sibernetika dengan berbagai
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
turunannya. Berawal dari televisi dilengkapi antena canggih membuat masyarakat Denpasar bisa menyaksikan acara kunjungan Presiden Joko Widodo ke India dan Iran, meski hanya sepotongsepotong. Suasana perang saudara di Irak dan Suriah pun bisa disaksikan lewat layar kaca, kendati banyak yang dilaporkan presenter TV tidak dilihat secara langsung, baik karena hambatan teknis maupun kode etik pers,’’ komentar Sudiantara. ‘’Terkait sibernetika yang melahirkan internet dengan berbagai variannya, tanpa sadar membuat manusia saat ini tinggal di kamar, namun seakan-akan berada di mana-mana. Inilah ubikuitas atau omnipresent alias everywhere at the same time! Tanpa pernah numpang fery di Gilimanuk menuju Ketapang atau naik pesawat di Bandara Ngurah Rai menuju Tokyo, banyak orang seakan tahu seluruh pelosok Jawa Timur atau kuil Nikko, Tochigi, Jepang. Padahal semua wilayah yang dituturkan secara fasih itu hanya dilihat di Youtube atau lewat chatting di facebook, twitter, line, whats-app dan varian internet lainnya. Karena dunia sudah terlipat dan kebudayaan pun berbasis virtual atau permukaan saja, tentunya untuk berdebat menanyakan apakah si penutur pernah menginjak-
kan kaki ke tempat-tempat yang dituturkannya, hanya membuang waktu belaka. Bahkan kini muncul komunitas virtual atau paguyuban maya dimana orang intim melakukan percakapan baik lewat tulisan maupun audio visual menggunakan skype atau line, tanpa tahu persis siapa yang diajak berkomunikasi. Lucunya, sering terlihat sebuah keluarga duduk bersama di ruang keluarga, namun senyap tanpa suara karena di masing-masing tangan mereka tergenggam gadget yang dimainkan dengan jari-jemari mereka. Ternyata komunitas virtual menggeser komunitas nyata, yang real digusur virtual, yang dekat dijauhkan sedangkan yang jauh didekatkan. Inilah dunia hiperealitas, di mana yang semu lebih disukai daripada realitas!’’ tutur Sudita. ‘’Ya, sebagai aktivitas yang menjadi urusan manusia, seturut ucapan Pram, dunia yang dilipat dan berlari kencing ini, tentu ada sisi baik dan buruknya. Dari tidak tahu sama sekali ihwal tertentu menjadi sekadar tahu, meski permukaannya. Larinya orang ke dunia maya saat ini, bagiku, tak terlepas dari serbuan kepalsuan dan kebohongan di dunia nyata. Malah yang disebut kebenaran dan kejujuran lebih banyak mengandung hal-hal yang semu atau palsu. Daripada ribut den-
dari itulah komunitas tersebut dibentuk. Sangat kurangnya bioskop di daerah, sangat kurangnya masyarakat ingin menonton film Indonesia, banyak para produser dan pembuat film tidak membuat film yang baik dan benar menurut kriteria KCFI yaitu, mengangkat kearifan lokal, ada pesan positif yang didapat, membuatnya terpacu untuk membentuk KCFI. “Banyak orang berpikir, bahwa masyarakat Indonesia sulit mencintai film Indonesia, katanya film Indonesia banyak yang tidak bermutu dan tidak bagus, tapi itu harus dimulai dari kita sebagai penonton, kitalah yang akan memberikan pembelajaran kepada produser, pembuat film, bagaimana film Indonesia itu agar bisa ditonton masyarakat Indonesia,” paparnya. (kmb42) gan keluarga atau tetangga akibat alat komunikasi yang bernama bahasa didominasi kebohongan, mending berceloteh dengan orang yang tidak jelas identitasnya. Asalkan hati-hati, tidak terlalu serius dan jangan mudah percaya saat berkomunikasi di dunia maya, tentu kita terhindar dari segala penipuan atau tindakan jahat lainnya. Bila komunikasi tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan, menghindar saja segera dari percakapan, toh mereka tidak bisa mengikuti kita seperti di dunia nyata. Menanggapi secara serius komunikasi di dunia maya, memang membuat orang cepat tersinggung karena merasa di-bully Ini akibat mereka menyamakan dunia maya dengan dunia nyata dan belum bersiap secara mental menghadapi dunia virtual yang sebenarnya hanya hiburan. Santai saja, kalau merasa tidak betah atas komunikasi, cepat matikan gadget dan tidur atau lakukan aktivitas lain yang lebih menyenangkan!’’ ujar Wahyudita. ‘’Setuju! Efek dari dunia yang dilipat dan berlari kencang ini memang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Sebenarnya kita belum siap menghadapi perubahan perilaku yang diakibatkannya, namun ini harus diterima karena para elite kita menyambut secara sukacita globalisasi. Mediascape dan technoscape, dua dari lima dimensi konsep arus budaya global atau landscapes harus dimaklumi sebagai konsekue-
Pertanian Organik Berkembang, Kebutuhan MA-11 Meningkat Denpasar (Bali Post) Pengembangan pertanian organik berbasis MA-11 telah menunjukkan bukti peningkatan produktivitas lahan kelompok binaan KPw Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali. Berbagai bukti peningkatan produktivitas, telah membuka pemahaman petani untuk beralih dari menggunakan pupuk kimia menjadi pupuk organik berbasis MA-11. Causa Iman Karana, Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali, mengatakan, untuk mendukung pengembangan pertanian organik berbasis MA-11 di Provinsi Bali, diperlukan ketersediaan MA-11 yang cukup. Sejalan dengan hal tersebut, kebutuhan akan MA-11 pun semakin meningkat, sehingga sudah saatnya didirikan suatu unit produksi MA-11 di wilayah Bali dengan pengawasan mutu dari pihak penemu atau pemegang lisensinya. Pengembangan Laboratorium Mini MA-11 ini merupakan hasil kerja sama antara Bank Indonesia Provinsi Bali dengan Pemerintah Kabupaten Gianyar. Pemkab Gianyar memberikan dukungan berupa penyediaan lokasi yaitu di BPP Tampaksiring dan melalui Program Sosial Bank Indonesia, Bank Indonesia Provinsi Bali memberikan bantuan berupa sarana dan prasarana seperti renovasi tempat sesuai persyaratan dan peralatan yang dibutuhkan serta bantuan teknis berupa pelatihan dengan mendatangkan penemu atau pemegang lisensi yaitu Dr. Nugroho Widiasmadi. Pertimbangan dibuatnya unit produksi MA-11 di Bali ini adalah semakin banyaknya kelompok masyarakat yang menggunakan MA-11 sebagai dasar pengembangan pertanian organik baik kelompak binaan BI atau masyarakat umum, mempercepat ketersediaan MA-11 di mana pun dan kapan pun di wilayah Bali mengingat sebelumnya MA-11 harus dipasok dari Semarang, menekan biaya-biaya operasional utamanya biaya transportasi hingga 50 persen (dibandingkan dengan membeli dari Semarang) sehingga harga dapat tetap terjangkau untuk masyarakat atau petani, meningkatkan kualitas dan kuantitas produk pertanian terintegrasi (produk pertanian, perikanan, peternakan dan lain-lain), mempercepat penguatan sektor riil untuk menuju kemandirian sehingga memperkokoh pondasi perekonomian nasional dan menekan laju inflasi, dapat digunakan sebagai media dan tempat pembelajaran (sekolah lapang) bagi petani dalam pengolahan pupuk organik dan pertanian terintegrasi berbasis MA-11. (kmb42)
nsinya. Memang pemerintah sudah menyiapkan perangkat hukum buat menghadapi segala bentuk cyber crimes berdasar asas ubikuitas. Prinsip ubikuitas menyatakan, delik-delik yang terjadi, baik di luar atau dalam territorial negara harus bisa ditarik ke dalam yurisdiksi Negara. Tentu di samping suplai barang-barang konsumtif buat memenuhi libido kemewahan, kebebasan berekspresi juga diangkut korporatokrasi sebagai muatan globalisasi atas nama demokrasi. Mudah-mudahan bangsa ini semakin dewasa dalam berpikir dan bersikap,
sebab serbuan globalisasi sebagai urusan manusia yang berpikir, tidak selalu membawa manfaat namun tidak sedikit pula mudaratnya. Berbagai kejadian telah hadir di masyarakat dalam periode reformasi ini, semoga negeri ini tidak dikoyakkoyak perpecahan. Sebab, froxy war yang menjadi alat penghancur negara bangsa memiliki wujud beragam dan masuk di segala lini kehidupan seperti politik, ekonomi, hukum, budaya, termasuk dunia maya. Inilah risiko utama dunia yang dilipat dan berlari kencang,’’ ujar Sugita. (aridus)