20 HALAMAN NOMOR 260 TAHUN KE 68 Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
TERBIT SEJAK 16 AGUSTUS 1948 PERINTIS: K. NADHA HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
balipost (127 rb Like) http://facebook.com/balipost
MINGGU KLIWON, 15 MEI 2016
@balipostcom (4.103 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Faksimile: 227418
Pengemban Pengamal Pancasila
Jokowi Disambut Baliho Tolak Reklamasi Sempat Dirobohkan Aparat Mangupura (Bali Post) Kedatangan Presiden Joko Widodo untuk membuka Munaslub Partai Golkar disambut warga dengan mendirikan baliho selamat datang. Dalam baliho itu juga terselip aspirasi penolakan warga terhadap rencana reklamasi Teluk Benoa. Seperti yang terlihat di daerah Kedonganan pada ruas Jalan By-pass Ngurah Rai. Berdiri baliho selamat datang untuk Jokowi yang bertuliskan pula ‘’Jika SBY Terbitkan Perpres No.51 Tahun 2014, Saatnya Pak Jokowi Mencabutnya. Jangan Mau Kena Jebakan Batman SBY’’. Baliho serupa juga di-
pasang oleh warga Desa Adat Bualu, antara lain di pertigaan jalan tol Bualu dan di depan gate Nusa Dua pada Jumat (13/5) malam. Sayangnya, baliho yang dipasang di pertigaan tol Bualu sempat dirobohkan oleh aparat menjelang kedatangan Presiden, Sabtu (14/5) siang kemarin. Hal. 19 Dua Baliho
Dikecam ForBALI, Diadukan ke Komnas HAM BPM/kmb23
PASANG LAGI - Sejumlah warga memasang kembali baliho tolak reklamasi Teluk Benoa yang sebelumnya sempat diturunkan oleh petugas, menjelang kedatangan Presiden Jokowi untuk menghadiri pembukaan Munaslub Golkar, Sabtu (14/5) kemarin, di Nusa Dua.
Nyoman Dhamantra:
Jangan Mendistorsi Aspirasi Rakyat Bali KASUS diturunkannya sejumlah baliho ‘’Tolak Rencana Reklamasi Teluk Benoa’’ oleh aparat keamanan juga direspons politisi PDI-P yang juga Komisi IV DPR-RI, Nyo-
man Dhamantra. Ia mengatakan di era keterbukaan dengan proses demokratisasi saat ini, kualitasnya akan ditentukan oleh berapa besar distorsi yang terjadi dan berpotensi
menghambat arus keterbukaan itu sendiri, khususnya terkait dengan upaya rakyat menyampaikan aspirasi kepada para pemimpinnya. Hal ini menjadi penting mengingat
adanya dugaan baliho penolakan reklamasi Teluk Benoa yang diturunkan secara paksa oleh aparat. Hal. 19 Tak Terjebak
Mangupura (Bali Post) Inisiatif rakyat Bali untuk menyampaikan aspirasi penolakan reklamasi Teluk Benoa menjelang kedatangan Presiden Jokowi, Sabtu (14/5) kemarin, diwarnai dengan penurunan paksa baliho yang dipasang desa adat oleh aparat keamanan. Atas kejadian tersebut, Forum Rakyat Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa (ForBALI) mempertanyakan kewenangan aparat keamanan dalam melakukan penurunan baliho-baliho tersebut. ‘’Apa dasar hukum pihak keamanan melakukan tindakan tersebut,’’ ujar Koordinator ForBALI I Wayan Gendo
49 Persen Siswa SMP Pernah Akses Situs Porno KEKERASAN seksual terhadap anak sudah semakin memprihatinkan dan dikategorikan sebagai situasi darurat. Perlu penanganan khusus dan tindakan cepat. Selama ini banyak pihak berpendapat bahwa kasus kekerasan seksual terhadap anak disebabkan dua hal yakni akibat pelaku terpengaruh setelah mengakses situs porno dan narkoba. Untuk mengetahui sejauh mana keterlibatan siswa SMP mengakses situs porno, Bali Post menyebarkan polling kepada 100 siswa SMP di Kota Denpasar. Sekolah yang dijadikan sampel dibagi dua yakni di tengah kota dan di pinggir kota serta siswa sekolah negeri dan swasta. Ini sebuah polling sederhana bisa dipakai acuan betapa derasnya pengaruh situs prono di gadget anak remaja baru gede. Hasilnya, 49 persen menyatakan bahwa mereka pernah mengkases situs porno. Sisanya 57 persen belum pernah yang kebanyakan dijawab siswa perempuan.
Dari hasil ini ternyata siswa pria paling banyak menikmati situs porno yakni 97 persen, hanya 3 persen oleh siswa perempuan. Mungkin ada faktor malu menjawab sebenarnya atau alasan lain. Namun yang jelas, siswa SMP pun ternyata sudah biasa bermain situs porno. Inilah di sejumlah daerah ikut memicu terjadinya kekerasan seksual pada anak.
PERGAULAN bebas di kalangan pelajar atau remaja sering terjadi belakangan ini. Itu disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya perkembangan masyarakat makin permisif di era globalisasi seperti sekarang ini. Selain itu, teknologi juga mendukung memperparah fenomena tersebut. Pasalnya, sekarang tiap anak yang pegang gadget bisa menerima gambar/video yang tidak layak untuk dilihat. Hal. 19 Kalah Saing
Apakah kamu pernah membuka situs porno?
51
Seks Bebas Berkorelasi dengan Narkoba Pornografi memiliki bahaya yang sangat besar, sama halnya dengan narkoba terutama bagi para remaja. Kejiwaan remaja yang labil, ditambah pertumbuhan hormon-hormon seksual, menjadikan pornografi memiliki dampak negatif sangat besar terhadap remaja.
Menjurus ke Seks Pranikah DEWASA ini remaja sudah sangat melek dengan dunia digital. Dapat dilihat dari fenomena remaja yang tidak bisa lepas dengan gadget dan internet. Berkembangnya internet juga membawa dampak positif dan negatif, termasuk perkembangan situs porno terhadap perkembangan seksual remaja. M e n u r u t d r. I G u s t i N g u r a h Pramesemara, S.Ked., M.Biomed., situs porno berpengaruh buruk pada perkembangan seksual seseorang. Dokter dan dosen Andrologi dan Seksologi FK Unud ini mengungkapkan pendidikan kesehatan reproduksi dan seksualitas memang
harus diberikan secara dini, agar tidak terjadi kejadian yang tidak diinginkan. ‘’Sebagian besar informasi tersebut tidak benar sehingga bisa mengganggu perkembangan dan pemahaman tentang kesehatan reproduksi dan seksualitas,’’ ujarnya, Sabtu (14/5) kemarin. Pada intinya perkembangan seksual seseorang dipengaruhi banyak hal seperti faktor lingkungan juga berperan, termasuk paparan terhadap bahan/informasi terkait pornografi. Jika anak yang belum dibekali pengetahuan reproduksi seks mendapatkan paparan pornografi tentu akan mengganggu perkembangannya karena
banyak informasi yang salah/kurang tepat diterima lebih awal. Luh Putu Ari Dewiyanti, relawan Kisara, mengatakan wajar remaja mengakses situs porno karena sifat ingin tahu dan penasaran remaja sangat tinggi. Diakui, akibat remaja sering menonton video porno membuat banyak yang melakukan hubungan seksual pranikah, memperkosa, melakukan tindakan kriminal, dan sebagainya. Namun, menurutnya, poin penting adalah pentingnya pendidikan seks bagi remaja. Hal. 19 Pendidikan Seks
KECANDUAN pornografi berakibat buruk terhadap kesehatan, psikologi, pergaulan bebas, dan lainnya. Bahkan pornografi bisa menciptakan monstermonster kejahatan seksual dan menjadi monster yang mengerikan bagi remaja. Apalagi hingga saat ini, pemerintah sangat sulit melakukan kontrol penggunaan internet yang berbau pornografi. Hal. 19 Kumpul-kumpul TAHAPAN PEMAKAIAN NARKOBA Tingkat ketergantungan narkoba: - Coba-coba (user) - Ketagihan (abuser) - Adict (ketergantungan) Tanda-tanda Pakai Narkoba Sebelum
Cegah Kejahatan Seksual pada Anak
Perlunya Penguatan Moral, Cerdas Manfaatkan IT Kasus kejahatan seksual pada anak belakangan kembali mencuat di Indonesia. Salah satunya yang menarik perhatian adalah pemerkosaan terhadap Yuyun, siswi SMP di Bengkulu oleh 14 pemuda karena mabuk minuman keras. Para netizen di media sosial juga ramai melakukan aksi solidaritas ‘’Nyala untuk Yuyun’’ agar kasus gelap ini menjadi terang.
ANGGOTA Komisi IV DPRD Bali Utami Dwi Suryadi mengatakan, kejahatan seksual pada anak merupakan kejahatan luar biasa. Anak-anak yang mestinya dilindungi justru dilecehkan sampai merusak masa depan mereka. Mereka tak bisa lagi mengecap kehidupan di dunia seperti halnya Yuyun yang kini telah tiada. ‘’Ini sudah seperti benang kusut. Cara menyelesaikan kejahatan seksual pada anak harus benarbenar terkoordinasi, jangan parsial-parsial,’’ ujarnya. Utami melihat kejahatan seksual pada anak bisa dikatakan darurat, sudah lampu
TIDAK PERNAH
PERNAH 49
Tak Cukup Larangan Menanggapi hasil polling tersebut, Kabid Dikdas Disdikpora Kota Denpasar Made Raka, S.E., M.Si. mengaku sejak lama wanti-wanti bahwa kemajuan IT bisa bermuka dua yakni negatif dan positif. Untuk menekan ekses negatif inilah pentingnya pendidikan budi pekerti bagi para remaja. Apakah perlu larangan membawa HP bagi siswa di Bali, menurutnya, bukan salahnya teknologi, namun kesalahan kita yang memanfaatkannya. Hal. 19 Belum Efektif
Perlu ’’Diet’’ Medsos
Suardana. Selain mempertanyakan kewenangan TNI, ForBALI juga menyatakan keberatan sekaligus mengecam tindakan aparat yang dinilai mengekang kebebasan berekspresi dan penurunan paksa terhadap baliho penolakan reklamasi Teluk Benoa. Dalam catatan ForBALI, penurunan secara paksa terhadap baliho penolakan reklamasi Teluk Benoa oleh aparat negara setiap kedatangan Presiden ke Bali sudah berulangkali terjadi, sejak zaman Presiden SBY hingga kini Presiden Jokowi. Hal. 19 Secara Agresif
merah. Pihaknya mengaku prihatin, terutama saat melihat korban perkosaan misalnya adalah perempuan. Apalagi kemudian para korban perempuan inilah yang justru kerap disalahkan di luar sana. ‘’Kenapa korban yang mesti diatur, jangan pakai baju seksi. Seksi itu apa? Malah yang diperkosa itu perempuan yang berpakaian lengkap. Anak-anak yang pakai seragam. Jadi ini bukan karena pakaian, tetapi mindset yang perlu diperbaiki. Ini sudah sakit, otaknya (pemerkosa - red) jorok dan ngeres saja,’’ cecarnya. Utami menegaskan, upaya pencegahan
sangat penting dilakukan. Tidak hanya dilakukan oleh pemerintah, tetapi juga masyarakat dan lingkungan keluarga. Semua upaya harus terkoordinasi. Bila pemerintah mencegah melalui produk hukum berupa peraturan atau undang-undang, maka keluarga mencegah melalui penguatan moral. ‘’Jangan kita bahas undang-undangnya saja, aturannya saja. Tidak bisa seperti itu, karena pencegahan harus dilakukan di lingkungan keluarga juga,’’ tandasnya. Hal. 19 Manfaatkan Teknologi
- riang - sehat - bertenaga - pecaya diri - sabar - bersemangat - hemat - ada perhatian
Sesudah pendiam sakit-sakitan menjadi loyo ragu mudah putus asa lemah semangat boros dan suka mencuri acuh kepada orang lain
Ciri-ciri Berpotensi Kena Narkoba - Kehidupan keluarga yang kurang religius - Merokok sejak dini - Berada di lingkungan mayoritas pengguna - Sering mencuri, bohong dan begadang - Cenderung cemas, depresi dan stres - Prestasi belajar atau kerja menurun - Keterbelakangan mental - Suka sensasi atau hal berbahaya - Rendah diri - Gampang kecewa dan agresif - Berasal dari keluarga broken home.
DAERAH
2
Minggu Kliwon, 15 Mei 2016
Koran Bekas Disulap Jadi ’’Bokor’’ dan ’’Keben’’ Negara (Bali Post) Mengolah koran bekas belakangan ini menjadi keseharian Ketua Komunitas Jalak Bali, I Made Suarnayasa. Warga Desa Baluk Kecamatan Negara ini kini tidak hanya mengurusi masalah penanganan HIV/AIDS, namun komunitasnya kini memiliki inovasi dan gagasan berbeda serta cukup kreatif. Suarnayasa bersama rekan-rekan dalam satu komunitas cukup intens mengolah koran bekas menjadi barang yang bermanfaat. Salah satunya mengolah koran bekas menjadi sebuah kerajinan yang dapat dipakai untuk keperluan upacara, seperti keben, bokor serta lainnya. Bahkan hasil kerajinannya belum lama ini sempat dipamerkan di Lomba Desa di Desa Baluk untuk tingkat kabupaten dan dalam pameran yang digelar oleh salah satu partai politik di Denpasar. Masyarakat, terutama dari kalangan ibu-ibu, cukup berminat untuk membeli. Hasil produksinya pun laris terjual. Suarnayasa belum lama ini mengatakan pihaknya mulai menekuni mengolah koran bekas jadi barang yang lebih bermanfaat, baru dijalani satu setengah bulan yang lalu. Menurutnya, awalnya memang sulit, apalagi dia baru belajar melinting kertas korannya dan dirasakan itu cukup sulit. ‘’Lama-kelamaan akhirnya tahu caranya dan sekarang jadi mudah,’’ ujarnya. Selain memang aktif dalam hal penanganan HIV/AIDS, dia pun belakangan ini mulai tekun mencintai hal-hal yang bersifat lingkungan. Sebelum mengolah koran bekas, dia mengolah pupuk organik cair dari sampah-sampah organik. Hasilnya sekarang cukup bagus, dan mulai banyak dipesan termasuk sejumlah sekolah di Jembrana. Dikatakannya, bahan-bahannya juga tidak terlalu sulit diperoleh, seperti koran bekas, lem G dan lem fox dan lainnya termasuk pewarna agar mirip terbuat kayu rotan. Satu keben yang sudah jadi ini menghabiskan koran bekas tidak terlalu banyak. Cuma untuk ukuran 27 x 18 cm memerlukan lintingan koran bekas kurang lebih 300 lintingan koran bekas. Dalam satu keben ini, misalnya, tingkat penyelesaiannya sesuai dengan ukurannya. Bila ukuran 14 x 9 cm memerlukan 70 lintingan koran bekas. Bila dilihat dari hasilnya, sepertinya membutuhkan modal besar, padahal bukanlah seperti itu, malah modal yang dibutuhkan tidak terlalu besar. Misalnya, dengan modal Rp 500 ribu mulai dari pembelian koran bekas hingga sarana lainnya, bisa mendapatkan hasil 10 karya produksi keben. Bahkan saat pameran, dia memasang harga mulai dari Rp 75 ribu hingga Rp 300 ribu. Dikatakan, ketika lomba desa di Balai Desa Baluk, banyak juga yang laku, mulai dari keben bentuk kotak, bulat, bokor dan juga tempat bunga. (kmb)
Polres Bangli Gelar Latihan Lumpuhkan Orang Mengamuk
BPM/kmb40
LATIHAN - Sejumlah personel Polres Bangli saat latihan menangani tindak anarkis.
Awasi Anak dari Pelaku Pelecehan di Bawah Umur
Singaraja (Bali Post) Pengawasan anak di bawah umur terhadap pelaku pelecehan seksual belum berjalan optimal di Buleleng. Pelaku pelecehan kerap berasal dari lingkungan kerabat dekat atau keluarga, sehingga korban ketakutan melapor ke polisi. Peristiwa demikian justru membuat rasa trauma dan berdampak kepada masa depan anak.
BPM/kmb34
Kompol Ketut Gelgel
Kabag Ops Polres Buleleng Kompol Ketut Gelgel mengatakan, benteng pengamanan dari kejahatan seksual dimulai dari keluarga terdekat. Orangtua memiliki ikatan emosional dan psikologi kuat mengenai perasaan si anak. ‘’Kami mengimbau orangtua untuk memperketat pengawasan sewaktu bersekolah atau di luar lingkungan sekolah anak-anaknya,’’ ujarnya, Sabtu (14/5) kemarin. Mantan Ba Dit. Pers Polda Irian Jaya ini menilai perlu pula diberikan pengertian kepada anak untuk berhati-hati kepada orang baru dikenal. Pelaku pelecehan merayu dan mendekati demi mencapai keinginan. Mereka tidak
berpikir panjang atas kerugian perbuatan dilakukan. ‘’Pelaku pelecehan anak di bawah umur sering memanfaatkan kesempatan ketika para orangtua kurang waspada. Orangtua supaya hati-hati menjaga anaknya dan tidak mempercayai seseorang baru dikenal,’’ papar Gelgel yang juga mantan Kapolsek Bebandem ini. Polisi mengintensifkan imbauan lewat Bhabinkamtibmas, masyarakat diminta lebih mawas diri. Perkembangan peristiwa pelecehan anak di bawah umur di Buleleng masih relatif kecil terjadi. ‘’Kasus-kasus pelecehan di Buleleng tetap dilanjutkan selama ada bukti dan saksi menunjukkan pelaku terlibat aksi pelecehan. Kami mendukung pemerintah lewat perda perlindungan anak, bersama-sama seluruh pihak dalam memerangi kejahatan pelecehan anak di bawah umur,’’ tandas Gelgel, yang dulu pernah menjabat Kapolsek Kawasan Laut Padangbai ini. (kmb34)
Bangli (Bali Post) Jajaran Kepolisian Polres Bangli, Sabtu (14/5) kemarin menggelar latihan cara melumpuhkan orang mengamuk. Latihan yang digelar di Jalan Merdeka, Bangli ini diikuti puluhan personel dari semua satuan. Kapolres AKBP Danang Beny Kusprihandono didampingi sejumlah perwiranya menjelaskan, latihan ini dilaksanakan untuk meningkatkan kesiapan dan kemampuan anggotanya dalam menangani/melumpuhkan orang mengamuk yang bisa saja muncul sewaktu-waktu. Latihan ini dibagi dalam tiga sesi. Sesi pertama yakni ketika pelaku setelah diimbau langsung menyerah. Sesi kedua saat pelaku melawan sehingga dilumpuhkan dengan jaring. Dan sesi terakhir yakni saat pelaku yang tetap melawan kemudian dilumpuhkan dengan gas air mata, peluru karet hingga peluru tajam. Adapun jumlah personel yang dilibatkan dalam latihan kali ini yakni sekitar 60 orang dari satuan Intel, Bimas, Reskrim, Lalu Lintas termasuk Sabara. ‘’Melalui latihan ini harapan kami begitu ada kejadian mendadak, anggota sudah tahu tugasnya,’’ terangnya. Ditambahkan juga, kegiatan ini dilakukan sekaligus untuk mengantisipasi terjadinya kasus penusukan yang dilakukan bule Prancis terhadap seorang anggota polisi, beberapa waktu lalu. Sementara itu, KBO Reskrim Iptu Ketut Purnawan menambahkan, dalam skenario latihan kemarin
penanganan diawali dari laporan yang masuk ke Polsek Bangli mengenai adanya orang mengamuk. Terhadap laporan tersebut, tim Bimas kemudian turun ke lapangan untuk merayu pelaku agar menghentikan tindakan anarkisnya. Namun upaya polisi gagal. Sebaliknya pelaku justru menantang polisi dengan membawa senjata tajam melempari polisi dengan batu. Oleh personel di lapangan, kejadian tersebut kemudian disampaikan ke Bagian Ops Polres Bangli untuk meminta diterjunkan pasukan. Selanjutnya, tim negosiator dari Satbimas berusaha mengimbau pelaku untuk tidak berlaku anarkis tetapi gagal. Oleh polisi, pelaku kemudian berusaha dilumpuhkan dengan menggunakan gas air mata dan jaring namun tetap juga melawan. Hingga pada akhirnya polisi terpaksa melumpuhkan pelaku menggunakan peluru karet dan peluru tajam. Dijelaskan Purnawan, sebenarnya penggunaan jaring untuk melumpuhkan seseorang tidak masuk dalam protap tentang penanggulangan tindakan anarkis. Dalam protap hanya disebutkan melumpuhkan perusuh dengan menggunakan kendali tangan kosong, gas air mata, peluru karet dan peluru tajam. Polisi bisa langsung melumpuhkan pelaku dengan peluru tajam jika memang situasi tidak terkendali dan mengancam aparat. (kmb40)
Komunitas Relawan Jembrana Bangun Dapur untuk Lansia Miskin BPM/kmb
KORAN BEKAS - Koran bekas yang disulap jadi kerajinan seperti bokor dan keben.
Pilkada Buleleng
Bawaslu Perlu Ribuan Pengawas Singaraja (Bali Post) – Menjelang pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah (pilkada) Buleleng, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Bali mulai mengambil ancang-ancang menyipakan kebutuhan yang berkaitan tugas pengawasan. Untuk pengawasan tahapan pencoblosan nanti, sedikitnya dibutuhkan 1.180 orang pengawas. Tingginya kebutuhan pengawas, Bawaslu Bali mulai merangsang mahasiswa masyarakat untuk turut serta mengawasi tahapan Pilkada Buleleng yang dihelat Februari 2017 mendatang. Hal itu terungkap dalam Sosialisasi Pengawasan Pilkada Partisipatif Dalam Rangka Pengawasan Pilkada Buleleng, Jumat (13/5), di Singaraja. Sosialsiasi ini menghadirkan narasumber Ketua Bawaslu Bali I Ketut Rudia. Selain itu, hadir juga narasumber Gede Made Metera dan Ketut Sunadra. Rudia mengatakan, partisipasi masyarakat dalam pengawasan penting untuk mewujudkan perhelatan demokrasi di daerah berjalan jujur. Untuk mewujudkan hal itu dalam proses pencoblosan diperlukan sedikitnya 1.180 pengawas. Jumlah pengawas sebanyak ini akan ditempatkan di masing-masing tempat pemungutan suara (TPS) di Buleleng. Pengawas ini ditugaskan memberikan informasi terkait adanya dugaan pelanggaran ataupun informasi penting lain yang terkait dengan kegiatan Pilkada Buleleng. Komponen masyarakat ataupun mahasiswa nantinya yang ditunjuk menjadi pengawas partisipatif bisa mengajukan laporan kepada Panwaslih, terkait dengan temuan yang ada di lapangan. Peran mereka hampir sama dengan Panwaslih Buleleng, karena mereka merupakan perpanjangan tangan kami untuk melakukan pengawasan. ‘’Kita sangat membutuhkan partisipasi masyarakat untuk mewujudkan pilkada yang jujur. Pengawas yang kita perlukan itu mencapai 1.180 orang dan ini menjadi duta Panwaslih dalam melakukan pengawasn di tempat tugasnya masing-masing,’’ katanya. (kmb38)
Negara (Bali Post) Komunitas Relawan Jembrana (KRJ), Sabtu (14/5) kemarin memulai pengerjaan dapur di rumah dua lansia bersaudara yang kurang mampu, Nengah Wirti (75) dan Ketut Risti (70), di Dusun Tegal Asih Desa Batuagung, Jembrana. Ketua KRJ Erdi Suradipradja didampingi beberapa relawan lainnya di sela-sela peletakan batu pertama dan kerja bakti di rumah lansia ini mengatakan, awalnya relawan Jembrana berencana membangun jamban/kamar mandi untuk manula yang tidak pernah menikah dan hanya tinggal berdua ini. Namun mengingat tiba-tiba ada survei dari tim PNPM dan mengatakan mereka akan diberikan bantuan bedah rumah yang lengkap dengan kamar mandinya, sehingga pembangunan jamban dibatalkan. ‘’Jumat (13/5) ketika kami memesan material, kami mendapat informasi dari Kepala Dusun Tegal
Asih Desa Batuagung Jembrana Nengah Suiana kalau Nengah Wirti dan Ketut Risti akan mendapat bedah rumah yang lengkap dengan kamar mandi/jamban dari program PNPM. Memang baru disurvei oleh tim PNPM dan akan segera dibuatkan usulan/proposal katanya. Kami menghubungi ke pihak kecamatan dipastikan akan dapat, sehingga program jamban kami batalkan dan diganti bantuan dapur,’’ tambah relawan lainnya, P Witari. Dengan pertimbangan tersebut dan hasil rembuk dan mengingat sudah ada bahan material, sehingga diputuskan untuk membantu membuat dapur. Sehingga nanti ketika dapur bedek dibongkar saat pembangunan bedah rumah mereka sudah memiliki dapur pengganti yang lebih layak. Selama ini, katanya, mereka hidup berdua dan dalam keprihatinan bahkan membeli beras dan lauk pauk harus menjual sengauk
(sisa nasi yang dikeringkan). Selain itu juga membuat porosan (keperluan upacara). Mereka juga tidak punya jamban sehingga ketika buang air memakai kresek dan dibuang ke kali/sungai yang ada di barat rumahnya. ‘’Kami berharap program bedah rumah yang lengkap dengan kamar mandi/jamban segera juga dilaksanakan. Karena kasihan beliau-beliau sangat berharap punya jamban,’’ jelas Erdi yang akrab dipanggil Doddy ini. Kegiatan KRJ, katanya, spontanitas karena melihat kondisi warga kurang mampu dan sebagai bentuk kepedulian dalam misi kemanusiaan. ‘’Kami menyampaikan terima kasih kepada para donatur yang secara spontanitas urunan dalam setiap kegiatan dan program yang kami laksanakan. Selain program jamban dan dapur juga bedah rumah juga program sembako,’’ tandasnya. (kmb)
BPM/kmb
DAPUR - Komunitas Relawan Jembrana (KRJ) membangun dapur untuk lansia bersaudara kakak dan beradik kurang mampu dari Tegal Asih, Batuagung, Jembrana.
BPM/kmb45
SOKASI - Produsen sokasi di Banjar Tanggahan Peken Desa Sulahan, Susut.
’’Sokasi’’ Tanggahan Peken
Produk Lokal Rambah Pasar Luar Negeri Bangli (Bali Post) Kerajinan bambu berupa sokasi sudah mencari ciri khas sejumlah daerah di Kabupaten Bangli. Namun, belakangan ini produk serupa banyak bermunculan di daerah lain. Lalu, bagaimanakah prospek usaha lokal ini di pasaran? Kerajinan sokasi merupakan salah satu anyaman yang menggunakan bambu sebagai bahan utamanya. Guna mendapatkan produk unggul, bambunya pun harus dicari yang berkualitas baik. Guna menghasilkan satu buah sokasi, dari mulai menganyam dibutuhkan waktu sehari. Di Bangli, produsen sokasi salah satunya ditemukan di Banjar Tanggahan Peken Desa Sulahan, Susut. Kerajinan lokal ini telah berkembang secara turun-temurun. Di samping Bali, sokasi yang dihasilkan juga banyak bercorak motif modern seperti bunga. Di samping itu ada juga yang dilapisi kain berpadukan klip. Salah satu produsen sekaligus penjual sokasi I Nyoman Mudayasa, Sabtu (14/5) kemarin, menuturkan usaha ini telah digelutinya
sejak sepuluh tahun lalu. Hal ini tak lepas dari tingginya minat masyarakat untuk membeli. Di tengah banyaknya kemunculan produk serupa dari daerah lain, ia mengaku tidak khawatir. ‘’Untuk penjualan masih cukup lancar,’’ ujarnya. Lebih lanjut disebutkan, di tengah ekonomi yang cenderung melesu ini, produknya juga masih diminati konsumen dari luar negeri, seperti Eropa dan Amerika. Tiap bulan sedikitnya seribu buah sokasi bisa dikirim melalui art shop di daerah Ubud, Gianyar dan Kuta, Badung. Selain itu, produknya pun telah banyak menyasar daerah tujuan transmigrasi masyarakat Bali. ‘’Sokasi ini buatan lokal warga di sini, penjualan sudah sampai ke luar negeri. Permintaan tiap bulannya lumayan,’’ katanya. Terkait harga jual, Mudayasa mengatakan bervariasi, mulai dari Rp 85 ribu hingga Rp 500 ribu. Ini ditentukan oleh motif anyaman dan ukurannya. ‘’Motif produk cukup banyak. Itu yang menjadi penentu harga,’’ tandasnya. (kmb45)
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra Anggota Redaksi Denpasar: Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Sumatika, Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Parwata, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada. Bangli: IA Swasrina, Sosiawan, Buleleng: Dewa Kusuma, Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya, . Karangasem: Budana, Bagiarta, Klungkung: Dewa Dedy Farendra, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Iklan: Suryanta, Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Sumbangan untuk orang sakit Rek. BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00016-8 A/n Simpati Anda,BCA Cabang Denpasar No.040.3555000 A/n Simpati Anda, Dana Punia Pura Rek.BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00017-1 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3966000 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3277000 A/n Dompet Beasiswa, BCA Cabang Denpasar No. 040.3688000 A/n Dompet Lingkungan. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
DAERAH
Minggu Kliwon, 15 Mei 2016
3
Gede Parma Pimpin KNPI Buleleng Periode 2016-2019 I PUTU Gede Parma, S.ST.Par., M.Par. resmi memimpin DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Buleleng masa bakti 2016-2019. Parma diharapkan mampu menggungah api semangat pemuda di Buleleng. Ia menggantikan posisi ketua sebelumnya, Dewa Ketut Suardipa yang kini menjabat sebagai Ketua Majelis Pemuda Indonesia (MPI) Kabupaten Buleleng. Pelantikan ketua dan pengurus DPD KNPI Kabupaten Buleleng dipusatkan di Gedung Wanita Laksmi Graha Singaraja, sekaligus dirangkai Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD KNPI Buleleng. Kegiatan dihadiri Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, S.T., Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna, S.H., Ketua DPD KNPI Provinsi Bali Nyoman Gede Antaguna, S.E., S.H., M.H. Ketua Demisioner Dewa Suardipa berharap, melalui kepengurusan baru KNPI Buleleng muncul pemudapemudi berkarakter dan memperjuangkan nasib bangsa, terutama di Bali Utara. Re-
alisasi program mendatang supaya dapat diwujudkan dan bermanfaat. “Pengurus baru ke depan agar mampu melanjutkan program yang belum terlaksana,” ucapnya, Sabtu (14/5) kemarin. Parma mengatakan, KNPI Buleleng akan intens membangkitkan peran KNPI sebagai pembina Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP). Parma yang sering mengisi interaktif di Radio Singaraja 92.0 FM ini mengatakan, di Buleleng dia akan mengembangkan program kepemudaan melalui pembinaan dan konsolidasi terarah. Di bidang tata kelola, managemen, tata adminitrasi, serta model pendanaan mendatang, dibenahi berkesinambungan. “KNPI khususnya OKP yang diwadahi, terkendala minimnya anggaran dana. Suatu organisasi dalam menjalankan program, anggaran merupakan hal penting. KNPI ke depan dapat sebagai mitra strategis pemerintah daerah,” kata Parma. KNPI dituntut mengembangkan sikap kepemudaan kritis dan progresif. Ke-
KNPI - Pelantikan Ketua KNPI Buleleng periode 2016-2019 yang resmi dinakhodai I Putu Gede Parma, S.ST.Par., M.Par. Kegiatan ini disaksikan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, S.T., Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna, S.H., Ketua DPD KNPI Provinsi Bali Nyoman Gede Antaguna, S.E., S.H., M.H., Sabtu (14/5) kemarin. beradaan KNPI sekaligus sebagai forum komunikasi dan penyalur aspirasi organisasi kepemudaan. Situasi belakangan dihadapkan problemantika pemuda yang kompleks, menyangkut banyaknya kasus narkoba, korupsi, dan pengkaderan kelompok teror, dan masalah sosial lainnya. Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana mengatakan,
KNPI Buleleng harus meningkatkan semangat ke depan supaya lebih memberi warna dalam peningkatan proses edukasi, ekonomi, dan wawasan kewirausahaan. “Selama ini terkesan KNPI menjadi jembatan orang-orang yang mau ikut partai politik atau berpolitik. Kesan tersebut harus dicoba diubah ke arah kewirausahaan atau mengedukasi
pemuda untuk bekerja. Hal itu bisa membuat KNPI lebih hidup. Saya berharap kepada ketua yang baru, kalau menjadi konsorsium dari OKP hendaknya melatih mereka dan bersinergi dengan pemerintah daerah. Ini untuk mendiskusikan bantuan-bantuan atau jenis pelatihan yang diberikan ke depan,” tandas Bupati PAS. (ad1191)
Pameran Felice Jewellery
Cincin Emas Putih Berlian Rp 1,999 Juta FELICE Jewellery tak henti memanjakan para pecinta perhiasan emas dan berlian di Bali. Pasalnya, Felice Jewellery kembali menggelar pameran emas
dan berlian di Business Center, Hotel Aston, Jl. Gatot Subroto, Denpasar. Pameran dimulai hari Minggu (15/5) ini sampai Selasa (17/5) mendatang.
Felice Jewellery menghadirkan perhiasan berlian fashion model terbaru. Berlian fashion selama ini sangat banyak diminati oleh kaum hawa. “Kami menawarkan
PAMERAN - Felice Jewellery kembali menggelar pameran emas dan berlian, salah satunya menghadirkan koleksi cincin emas putih berlian yang dibanderol Rp 1,999 juta.
cincin emas putih berlian dengan harga terjangkau Rp 1,999 juta saja,” ujar Sales Felice Jewellery Ni Kadek Widnyani saat dimintai konfirmasi, Sabtu (14/5) kemarin. Kadek menambahkan, Felice Jewellery juga menampilkan banyak koleksi perhiasan dengan model terbaru. Mulai dari ladies ring, pendant, hingga earring. Setiap desain dibuat terbatas atau limited edition, sehingga tidak akan ada duanya di tempat lain. “Setiap pembelian perhiasan akan mendapatkan sertifikat. Kalau nanti customer ingin mereparasi perhiasannya tinggal menunjukkan sertifikat ini. Reparasi bisa dalam bentuk memperbesar
atau memperkecil ukuran cincin, memasang permata yang lepas, dan renew seperti baru lagi,” imbuhnya. Menurut Kadek, Felice Jewellery lebih banyak mengeluarkan desain klasik atau abadi yang selalu cocok dipakai kapan saja dan tidak membosankan. Felice Jewellery juga ingin menghilangkan kesan bahwa berlian itu mahal. Tapi bukan berarti harga murah yang ditawarkan ini murahan. Tunggu apa lagi, segera kunjungi pameran perhiasan emas dan berlian Felice Jewellery. Harga relatif terjangkau, ditambah desain yang unik, menjadikan berlian-berlian Felice Jewellery layak menjadi bagian dari koleksi anda. (br1190)
Pascamelahirkan
Lebih Sakit Anak Kedua daripada Anak Pertama Denpasar (Bali Post) Biasanya pascakelahiran anak pertama, seorang ibu tidak terlalu merasakan kesakitan dibandingkan pascakelahiran anak kedua. Hal itu lantaran saat melahirkan anak pertama, rahim masih dalam keadaan lentur sehingga mudah kembali ke posisi semula, cepat kembali kencang. Namun ketika melahirkan anak kedua, rahim akan susah berkontraksi karena telah lebih dari sekali melindungi bayi sehingga kondisinya pun sulit mengencang kembali. Untuk kembali ke kondisi semula, rahim bekerja keras sehingga rasa sakit pun akan lebih dirasakan ibu yang telah melahirkan anak kedua. “Karena sudah sering melahirkan, sehingga rahim tidak mau berkontraksi, kendur, makanya kalau yang paling sakit adalah setelah melahirkan anak kedua atau berikutnya,” imbuh Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Bali Ketut Adi Arini, belum lama ini. Itulah sebabnya, katanya, pemerintah dan tim medis mengimbau untuk tidak memiliki anak lebih dari 4, karena mudah terjadi perdarahan. Berdasarkan pengalamannya menangani ibu yang memiliki banyak anak, terjadi pendarahan karena kondisi rahim tidak cepat kembali normal. Walaupun sudah diberikan obat oksitosin atau mungkin masih ada jaringan di dalam rahimnya. Tingkat ekonomi masyarakat yang lebih banyak menengah ke bawah menyebabkan 65 persen persalinan dilakukan di Ketut Adi Arini bidan. (kmb42)
4
Minggu Kliwon, 15 Mei 2016
BPM/ist
INTERNET - Perkembangan generasi netizen khususnya di Indonesia sudah luar biasa. Guru tidak bisa hanya mengandalkan ilmunya saat di bangku kuliah saja. Guru perlu mengembangkan, memperluas kedalaman ilmunya sehingga anak-anak didiknya akan bisa mendapatkan informasi terbaru atau informasi yang bisa meningkatkan kompetensinya untuk belajar. Memang harus diakui dunia anak-anak didik dengan dunia guru generasi 50-an atau 60-an berbeda dalam penguasaan teknologi maupun dalam mencari informasi terbaru. Akan tetapi, seorang guru memiliki beragam strategi agar anak-anak didik yang sering bergelut dengan internet bisa membagi ilmunya dan memanfaatkan internet ke arah yang konstruktif.
Mendidik Generasi Netizen TANTANGAN guru ke depan tentulah semakin beragam lebih-lebih dalam menghadapi generasi netizen. Untuk itu, seorang guru perlu terus belajar dan memperbaharui pengetahuannya sehingga paling tidak bisa mengikuti perkembangan dan kemajuan teknologi informatika. Jika guru tidak mau mengisi dirinya dengan teknologi, maka ia akan bisa ketinggalan lebih-lebih dalam mendidik generasi netizen. Generasi yang teramat akrab dengan dunia internet. Perkembangan generasi netizen khususnya di Indonesia sudah luar biasa. Guru tidak bisa hanya mengandalkan ilmunya saat di bangku kuliah saja. Guru perlu mengembangkan, memperluas kedalaman ilmunya sehingga anak-anak didiknya akan bisa mendapatkan informasi terbaru atau informasi yang bisa meningkatkan kompetensinya untuk belajar. Memang harus diakui dunia anak-anak didik dengan dunia guru generasi 50-an
atau 60-an berbeda dalam penguasaan teknologi maupun dalam mencari informasi terbaru. Akan tetapi, seorang guru memiliki beragam strategi agar anak-anak didik yang sering bergelut dengan internet bisa membagi ilmunya dan memanfaatkan internet ke arah yang konstruktif. Peserta didik yang seakan-akan tidak bisa dilepaskan dengan dunia internet sebenarnya bisa diberdayakan oleh guru untuk belajar. Beberapa strategi yang bisa dilakukan oleh seorang guru. Mengumpulkan Tugas Melalui Email Guru paling tidak memiliki email sehingga bisa berkomunikasi dengan peserta didik lewat internet. Guru bisa memanfaatkannya dengan menyuruh peserta didik mengumpulan tugas-tugas yang diberikan oleh guru. Beberapa kelebihan yang bisa diperoleh oleh guru. (1) Guru akan lebih dekat dengan peserta didik dalam proses belajar mengajar. Artinya, proses pembelajaran tidak hanya terjadi dalam sekatsekat tembok saja. (2) Guru akan
semakin dipandang maju atau bisa mengikuti perkembangan zaman. Ada nilai lebh di mata peserta didik. (3) Materi-materi pelajaran yang belum dikuasai oleh peserta didik bisa diinformasikan secara langsung melaui email. (4) Secara tidak langsung melatih peserta didik agar bisa mengutarakan pikirannya dalam bentuk bahasa tulis. Dan (5) peserta didik merasa dihargai kemampuannya oleh gurunya. Tugas-tugas yang sudah diperiksa oleh guru bisa langsung dibaca dan dinilai oleh guru. Ada keyakinan dari peserta didik bahwa tugas-tugas yang dikerjakannya benar-benar dibaca dan nilai oleh guru. Pengumpulan tugas semacam ini akan menghemat penggunaan kertas karena media yang digunakan secara online. Jika ini bisa dijalankan, maka tugas-tugas yang dibebankan kepada peserta didik tidak akan menumpuk di meja guru. Guru akan terus tertantang mendalami keilmuannya dan peserta didik akan berusaha memaksimalkan kompetensinya. Merangkum Informasi Guru kreatif tidak akan pernah kekeringan dalam proses pembelajaran. Bukubuku yang dibawa ke kelas kadang-kadang
sudah dibaca tuntas oleh peserta didik. Menyikapi anak-anak yang kreatif, guru juga kreatif. Salah satu cara yang paling sederhana, peserta didik disuruh merangkum informasi yang berkaitan dengan materi pelajaran. Artinya, peserta didik akan secara tidak langsung belajar tambahan sehingga ilmu yang diperolehnya di ruang-ruang kelas semakin mendalam. Kegemarannya pada internet bisa bermaanfaat bagi kemajuan belajar peserta didik. Guru sebenarnya juga menambah pengetahuannya dari rangkuman yang dibuat peserta didik.. Rangkuman peserta didik bisa dikomunikasikan di depan kelas atau ditempel di mading sekolah. Rangkuman yang ditulis peserta didik bisa dijadikan bahan diskusi di kelas. Kelas akan dipenuhi beragam ilmu yang diakses oleh peserta didik. Proses silang informasi terjadi antarpeserta didik dan juga antara guru dan peserta didik. Penggalian dan pencarian keilmuan terjadi antarpeserta didik. Penguatan perlu diberikan kepada peserta didik yang bisa membuat rangkuman materi pelajaran yang diakses dari internet. Penghargaan kecil berupa ucapan atau kalau memungkinkan hadiah buku bisa diberikan kepada peserta didik. Peserta
Deteksi dan Penanganan Cedera
Jaringan Sprain dan Strain SPRAIN dan strain, banyak masyarakat menyebutkannya dengan kata terkilir atau keselo tapi per difinisi sprain dan strain adalah terjadinya regangan atau robekan parsial pada otot atau ligamen yang sering terjadi pada sendi lutut, pergelangan kaki, dan otot paha. Kejadian sprain atau strain banyak terjadi pada kecelakaan dan aktivitas olahraga seperti lari, bulu tangkis, sepak bola dan lain-lain.
PENANGANAN - Sprain dan strain yang dikenal dengan terkilir dan keselo. Sprain adalah cedera yang terjadi karena regangan berlebihan atau terjadi robekan pada ligament, sedangkan strain, cedera yang terjadi karena regangan berlebihan atau terjadi robekan pada otot maupun tendon. Penanganan sprain dan strain untuk keadaan akut dapat dilakukan dengan PRICES (Protection, Rest, Ice, Compression, Elevation, Support). Hal penting yang harus dihindari pada cedera adalah pemberian kompres panas, alkohol, berlari, dan pijat.
Lebih tepatnya sprain adalah cedera yang terjadi karena regangan berlebihan atau terjadi robekan pada ligamen. Penyebabnya bisa karena jatuh, terpelintir atau tekanan pada tubuh yang menyebabkan sendi bergeser dan terjadi cedera ligamen. Sering terjadi pada pergelangan kaki dan tangan. Gejalanya nyeri, bengkak dan sulit menggerakkan sendi. Sementara strain adalah cedera yang terjadi karena regangan berlebihan atau terjadi robekan pada otot maupun tendon. Sering terjadi pada punggung, otot harmstring dan kaki umumnya disebabkan oleh kesalahan gerakan pada saat olahraga. Gejalanya nyeri, spasme otot, kelemahan otot, bengkak dan sulit menggerakkan otot. Untuk menegakkan diagnosis dokter akan menegakkannya berdasarkan keluhan
atau anamnesa, pemeriksaan fisik pada bagian yang mengalami cedera dan kadang diperlukan pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan roentgen untuk menyingkirkan diagnosa banding seperti patah tulang atau fracture. Penanganan Penanganan sprain dan strain untuk keadaan akut dapat dilakukan PRICES (Protection, Rest, Ice, Compression, Elevation, Support). Pertama, protection bertujuan untuk mencegah cedera bertambah parah dengan mengurangi pergerakan bagian otot yang cedera. Protection dapat menggunakan air splint dan ankle brace. Kedua, rest bertujuan agar cedera tidak bertambah
didik merasa usaha belajarnya bermakna di dalam kehidupannya. Ada yang menghargai dirinya sebagai generasi netizen yang tidak mungkin bisa lepas dari perkembangan internet. Nilai-nilai positif yang yang ada dalam internet dimanfaatkan dengan baik oleh seorang guru. Meski diakui, tidaklah semua yang ada dalam internet sesuai dengan norma-norma sosial, budaya, agama maupun moral sehingga penekanan awal dari seorang guru kepada generasi netizen amat diperlukan agar masa-masa belajarnya benar-benar bermanfaat bagi kehidupannya sebagai seorang pelajar. Kreativitas guru amat diperlukan dalam menghadapi generasi netizen. Proses belajar bisa lebih kreatif dengan memanfaatkan internet. Materi pembelajaran bisa diperoleh dan dikembangkan melalui media internet. Peserta didik ditekankan agar bisa memanfaatkan internet secara positif. Perkembangan teknologi informatika tidak mungkin bisa dibendung. Guru hendaknya berupaya agar bisa mengikuti perkembangan keilmuan sehingga keilmuannya tetap terbarukan. IBW Widiasa Keniten
parah dan memberikan waktu jaringan untuk sembuh dengan mengistirahatkan selama 48-72 jam. Ketiga, ice bertujuan mengurangi peradangan dapat dilakukan dengan pemberian kompres es secara berulang-ulang dan jangan pernah meletakkan es langsung menyentuh kulit tapi bungkus dahulu es dengan kain atau lainnya agar tidak menyebabkan cedera pada kulit. Selanjutnya compression, yaitu melakukan penekanan dan imobilisasi daerah cedera dengan verban elastik, ini bertujuan untuk mengurangi pembengkakan. Kemudian elevation dengan memosisikan bagian yang cedera lebih tinggi dari jantung. Dan yang terakhir support, untuk memberikan support dapat diberikan kinesio tape dan straps untuk mencegah pergerakan otot berlebih. Hal yang perlu dihindari pada cedera adalah pemberian kompres panas, alkohol, berlari, pijat atau disingkat HARM (Heat, Alcohol, Running, Massage). Dan pada robekan total perlu dilakukan aposisi pada kedua ujung ligamen dengan cara operasi, diikuti imobilisasi daerah yang terkena dengan pemasangan gips. Jika ragu untuk menentukan antara patah tulang dan cedera jaringan segera hubungi dokter karena penanganan yang telah disebutkan tadi tidak bisa untuk menangani patah tulang. Pada patah tulang butuh pemeriksaan lebih lanjut dan butuh penanganan khusus. dr. Indra Rukmana Tri Pratistha
Memahami Anak Didik Masa Kini
Perjanjian Guru dengan Siswa SETIAP kali mengawali masuk kelas pada tahun pelajaran baru, sebagai guru saya selalu memulai dengan membuat sejumlah persetujuan dengan para siswa di kelas yang saya ampu. Persetujuan pertama, berkaitan dengan kehadiran saya di kelas yang mungkin akan ‘terganggu’ akibat posisi tugas tambahan sebagai kepala sekolah. Atas ‘gangguan’ itu, saya tawarkan pada siswa untuk mencari hari pengganti, dan para siswa umumnya bersepakat untuk mendukung. Bukan karena siswa takut pada saya yang kepala sekolah melainkan karena awal komunikasi yang dibangun mengedepankan tanggung jawab sebagai guru di satu sisi, dan tanggung jawab siswa sebagai pembelajar di sisi lain. Hal itu tampak dari raut wajah mereka yang segar tanpa beban. Persetujuan kedua, berkaitan dengan model pembelajaran dan tugas-tugas yang harus diselesaikan para siswa selama satu semester, baik secara kelompok maupun individu. Model pembelajaran yang saya tawarkan adalah model koperatif dengan fokus group diskusi yang diawali dengan membuat makalah singkat yang disarikan dari buku paket yang dijadikan pegangan di kelas. Tidak tertutup kemungkinan, siswa dalam satu kelompok, bisa mengeksplorasi materi dari berbagai sumber untuk memerkaya dan memperluas wawasan terhadap tugasnya dalam kelompok, seraya mengingatkan mereka tidak menjadi penumpang gelap dalam mobil kelompok. Makalah itu lalu dipresentasikan dan didiskusikan di dalam kelas dengan kelompok lain sebagai penanggap di bawah bimbingan guru. Di luar itu, saya juga memberikan tugas individu untuk menilai kemampuan siswa secara utuh dibandingkan dengan nilai tugas kelompok. Persetujuan ketiga, berkaitan dengan model evaluasi yang harus dilakukan selama satu semester. Mereka sepakat, hasil evaluasi bukan semata-mata merepresentasikan hasil ulangan, melainkan juga mencakup seluruh proyek yang dikerjakan siswa baik di kelas maupun di luar kelas, termasuk perhitungan nilai siswa yang mewakili sekolah di luar tugas pembelajaran, seperti mewakili sekolah di tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi, nasional. Dengan kesepakatan itu, para siswa tampak tidak ragu-ragu mengekspresikan diri menjaga dan membela nama baik sekolah. Seraya mengingatkan bahwa setiap tempat adalah sekolah dan setiap orang adalah guru.
Pijakan Tiga persetujuan itu menjadi awal pijakan membangun komunikasi dalam pembelajaran selanjutnya. Namun, di luar itu juga saya selalu minta siswa menuliskan harapannya terhadap setiap guru yang mengajar di kelas. Langkah ini saya lakukan untuk membangun pemahaman bahwa bukan hanya guru yang berhak mengevaluasi muridnya, melainkan juga murid berhak menilai gurunya. Hal ini sejalan dengan rencana model baru Penilaian Kinerja Guru yang melibatkan siswa, orangtua, dan atasan. Dengan demikian, hubungan guru-murid-orangtua dan atasan adalah relasi saling menilai dan mengontrol sehingga terjadi keseimbangan hubungan yang sangat diperlukan untuk mengembangkan suasana demokratis di tengah-tengah karut-marut demokrasi di luar kelas. Dari harapan para siswa itu, saya menjadi tahu tipe guru di mata siswa. Jika Ngainun Naim (2011) membedakan guru menjadi dua: guru inspiratif dan guru kurikukum, siswa cenderung memilih guru inspiratif. Guru inspiratif di mata siswa di kelas yang saya ampu dapat diklasifikasikan menjadi tiga. Pertama, guru yang paham kebutuhan siswa yang pada hakikatnya adalah manusia unik. Dengan demikian, penugasan yang diberikan kepada siswa harus memperhatikan prinsif-prinsif pembelajaran dengan mempertimbangkan kecepatan penangkapan siswa terhadap materi ajar yang bervariasi. Kedua, guru yang memiliki rasa humor sehingga tidak monoton dan membangkitkan semangat siswa untuk belajar. Di sini, siswa berharap agar guru benar-benar jadi seniman, penghibur kelas di satu sisi tanpa melupakan muatan substansi pembelajaran secara akademik di sisi lain. Tuntutan ini bukanlah pekerjaan mudah bagi para guru apabila mereka lahir bukan dari kedalaman hati keguruan. Apalagi, mereka yang memilih profesi guru karena terpaksa atau hanya sekadar iming-iming gaji atau tunjangan profesi guru. Karena pekerjaan sebagai guru menuntut per(hati)an segenap jiwa raga demi seluruh siswa di dalam kelas. Ketiga, guru yang tidak pilih kasih pada para siswanya. Siswa menginginkan guru profesional dalam melaksanakan tugas dan memisahkan kepentingan ekonomi pribadi dengan tugas keguruan di sekolah. Kepentingan ekonomi itu misalnya guru membuka bimbingan belajar di rumahnya. Siswa umumnya menilai, sah-sah saja guru membuka bimbingan belajar, tetapi tetap bisa membedakan antara tugas mendidik dan mengajar di kelas secara objektif.
Siswa dan Guru Begitulah, guru di mata siswa. Guru kalau dilihat dari suku kata pembentuknya berasal bahasa Sansekerta, dari ‘gu’ dan ‘ru’. Gu artinya gelap dan ru artinya terang. Tugas guru adalah menjadi penerang di tengah kegelapan siswa menemukan jati dirinya. Tidak berlebihan kalau Sartono menulis lirik lagu Hymne Guru, dengan ungkapan “engkau s’bagai pelita dalam kegelapan….” Ungkapan itu seturut dengan Wiana (2013) yang mengutip Regveda (I.6.3) dengan menyebut guru sebagai putra sang fajar. “Ketum krnvan aketave, Peso marya apesase, Sam Usadhir ajayatah”. Artinya, “Hai umat manusia sebagai guru yang dilahirkan bersama fajar. Berilah pengetahuan kepada mereka yang bodoh. Berilah kerupawanan kepada mereka yang buruk rupa”. Buruk rupa bukan dalam arti fisik semata, tetapi lebih pada sehat jasmani dan rohani. Di sinilah guru dituntut untuk membangun anak didik secara utuh menyeluruh. Untuk maksud itu, guru perlu lebih dahulu memahami dirinya secara utuh dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Dengan demikian, relasi komunikasi guru-murid adalah relasi fungsional dalam rangka meningkatkan harkat dan martabat kemanusiaan. Dari dalam kelas sekolahlah masa depan bangsa dipertaruhkan. Jangan-jangan hiruk-pikuk suasana negeri belakangan ini merupakan representasi dari suasana kelas sekolah dua puluh tahun silam karena pendidikan merupakan investasi jangka panjang. Pendidikan tidak bisa dirasakan sebagai makan cabai yang begitu dimakan langsung terasa pedasnya. Oleh karena itu, tepat benar edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan, 15 April 2015 tentang Pedoman Perayaan Hardiknas 2016. Dalam edaran tersebut ditetapkan Hardiknas 2016 diperingati sebulan penuh pada bulan Mei, yang disebut bulan pendidikan. Dengan mengusung tema “Nyalakan Pelita, Terangkan Cita-Cita” dengan subtema berbeda-beda setiap minggu : Kembali ke Sekolah, Ekspresi Merdeka, Anak adalah bintang, dan Semua Murid, Semua Guru. Dengan tema dan subtema itu terimplisit gagasan kembali ke Taman Siswa sesuai dengan ajaran Ki Hajar Dewantara. Nyekar ke makam Ki Hajar Dewantara tentu menjadi pilihan tepat untuk membangkitkan patriotisme di kalangan generasi muda. Selamat mengisi bulan pendidikan. Dari ruang kelas sekolah mimpi anak sebagai bintang dibinarkan melalui perjanjian guru dan siswa. I Nyoman Tingkat Guru SMA Negeri 1 Kuta Selatan, Bali
GURU - Guru dituntut untuk membangun anak didik secara utuh menyeluruh. Guru perlu lebih dahulu memahami dirinya secara utuh dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Dengan demikian, relasi komunikasi guru-murid adalah relasi fungsional dalam rangka meningkatkan harkat dan martabat kemanusiaan. Dari dalam kelas sekolahlah masa depan bangsa dipertaruhkan.
5
Minggu Kliwon, 15 Mei 2016
Resensi Buku
Kudeta Halus ala Jawa Judul Buku Penulis Penerbit Tahun Tebal
: Arok Dedes : Pramoedya Ananta Toer : Lentera Dipantara : Agustus, 2015 : 561 hal.
PRAMOEDYA ANANTA TOER salah satu pengarang terbaik Indonesia. Satu-satunya pengarang yang berkali-kali menjadi nominasi Nobel, penghargaan sastra tertinggi di dunia. Dia adalah pengarang papan atas Indonesia yang hidupnya lebih banyak di penjara karena persoalan politik, dan pilihan hidupnya. Roman ArokDedes bukan roman mistika-irasional (kutukan keris Gandring tujuh turunan) Pram mengkemas roman ini menjadi roman politik seutuh-utuhnya. Berkisah tentang kudeta pertama di Nusantara. Kudeta ala Jawa. Kudeta merangkak yang menggunakan banyak tangan untuk kemudian memukul habis dan mengambil bagian kekuasaan sepenuh-penuhnya. Kudeta licik tapi cerdik. Berdarah, tapi para pembunuh yang sejati bertepuk dafa mendapati penghormatan yang tinggi. Arok tak mesti memperlihatkan tangannya yang berlumur darah mengiringi kejatuhan Ametung di Bilik Agung Tumapel, karena politik tak selalu identik dengan perang terbuka. Pada akhirnya roman Arok-Dedes menggambarkan peta kudeta politik yang kompleks yang “disumbang” Jawa untuk Indonesia. Roman yang memukau dan cocok untuk gambaran situsi negeri kita saat ini. Kudeta, tidak selalu ada darah dan kekerasaan. Tetapi halus dan melindap. (osi)
Perempuan yang Mengubah Sejarah Judul Buku : Dadi Wong Wadon, Representasi Sosial Perempuan Jawa di Era Modern Penulis : Risa Permadeli Penerbit : Pustaka Ifada Tahun : Desember, 2015 Tebal : 442 hal. SIAPAPUN yang berniat membaca buku karya Risa Permadeli yang hidupnya banyak dihabiskan untuk meneliti akan menemukan perspektif yang tidak lazim, dan sangat orisinal. Buku ini memusatkan pokok bahasan pada keseharian kehidupan perempuan Jawa. Hal ini membuat pembaca buku ini memahami bukan hanya bagaimana modernisasi mengubah cara hidup dan cara pikir dalam masyarakat tetapi bagaimana berakarnya budaya kehidupan dan pemikiran menghasilkan efek balik terhadap tawaran-tawaran modernitas, dengan mengubah ungkapan-ungkapan serta maknanya guna disesuaikan dengan kehidupan kebudayaan yang berlangsung. Menarik komentar Maria Hartingsih, pemerhati perempuan, tentang buku ini, “… Tak banyak perempuan Jawa mengena istilah “feminisme”, tetapi mereka adalah feminis yang terus bergerak dalam senyap, untuk merebut otonomi diri tanpa keluar dari sistem nilai yang selama ini dianggap penjara. Perempuan Jawa mendobrak tanpa suara, melawan tanpa senjata, mendekonstruksi tanpa berteori, dan memenangi pertarungan tanpa membuat pihak yang kalah dikalahkan.” Buku yang menarik untuk membuat perempuan Indonesia lebih terbuka lagi memanding kosmologi tubuh, budaya, dan lingkungan sosial tempat perempuan itu hidup dan berkembang. (osi)
Kematian
CERPEN
Oleh Dewi Nova SEJAK kematiannya, aku mati dalam hidup. Aku bangun setiap pukul 7 pagi. Menggiling 20 biji kopi dan menuangkan bubuknya ke dalam coffee maker. Memaksa mulutku yang masih setengah tidur menerima dua sendok madu dan dua gelas air putih. Disusul secangkir jus brokoli. Agar tubuhku cukup kuat bekerja sampai beberapa tahun ke depan, hingga lunas cicilan studioku. Lalu aku menyiram tubuhku dengan air dingin, sambil bersyukur atas nafas hidup. Walaupun hidupku begitu sunyi. Kadang-kadang aku membayangkan kematian sebagai keramaian, seperti pasar tradisional yang warna-warni, hiruk pikuk dengan cinta. Cinta yang pernah kucecap madunya, sepuluh tahun lalu. Ingatan-ingatan pada cinta dan keluarga selalu membuat diriku terbelah antara surga dan neraka. Pukul 8 aku merapikan diri sembari menikmati aroma kopi. Sebelum berangkat kerja, ritualku mencecap kopi sambil memandangi kota dari balkon studio. Meskipun matahari selalu bersinar dari timur, pantulan dan warna yang dipulaskan pada gedung-gedung tak pernah sama. Andai aku seorang pelukis, aku akan melukiskan pemandangan itu, sedikitnya sepuluh tahun sekali. Sekaligus sebagai penanda, seberapa lama aku dapat menjalani hidup yang sunyi, hidup yang mati. Pukul 9 aku ditelan gelombang kota, dengan polusi dan kemacetannya. Juga ambisi orang-orang pada pekerjaannya. Dan segala pajangan di etalase mal yang akan memeras habis hasil keringat mereka. Hingga pukul 6 sore aku mengabdi pada pekerjaanku agar tetap bisa minum kopi dan bayar listrik. Aku berusaha memenuhi setiap peraturan di kantorku, meski tak pernah menaruh hatiku bersama kantor dan rekan kerja. Terlalu banyak pertentangan nilai dan praktik hidup di lingkungan kerjaku yang membuatku tak dapat menghormati, apalagi mencintainya. Setiap kali supervisorku mengkritik kami, para buruh yang dididik merasa sebagai eksekutif muda, aku selalu takjub. Mengapa orang begitu bersungguh-sungguh, kadang-kadang hingga membuat mitra kerjanya tertekan, hanya untuk rupiah yang kemudian menjadi tai, atau bahkan racun di tubuh mereka. Aku tahu, mereka berbelanja bahan makanan yang penampakannya bagus di supermarket. Telur dan daging ayam yang terlalu banyak disuntikkan hormon. Buah-buahan impor lengkap dengan pengawet dan polusi produksi kapal-kapal dan pesawat yang membawa mereka. Buah-buahan dari negara yang berhasil memaksa negaraku membeli apa pun dari mereka. Segala macam bumbu instan modern lengkap dengan racun MSG. Baju, sepatu, dan tas bagus yang menghabiskan bergalon-galon air untuk setiap lembar bahannya. Lalu meninggalkan polusi di sungai-sungai dan laut. Yang kita tak pernah tahu, seberapa sejahtera atau melarat buruh-buruh yang membuat barang-barang itu. Setiap kali supervisorku marahmarah, aku melihatnya sebagai ayam yang gemuk akibat hormon. Aku melihat Ibu Bumi yang menderita di dasi dan tasnya. Aku melihat gununggunung yang dikeruk di cincinnya. Aku melihat buruh-buruh menangis. Secara keseluruhan aku melihat pikiran dan sikapnya sebagai tai. Tentu supervisorku bukan satu-satunya tai. Setiap hari aku melanjutkan hidupku dengan banyak tai. Juga sebagian besar dari tubuh dan pikiranku telah busuk dan menjadi tai. Aku membayar cicilan studioku dari sistem yang tai ini. Sesekali aku memenuhi undangan teman lama. Teman masa kuliah, teman dari 20 tahun lalu, saat kami tidak begini tai. Undangan seperti itu pada mulanya memberikan harapan kecil.
Ya, minimal aku punya teman minum kopi untuk mengingat-ingat masa yang lebih bersih, sehat, dan manis. Undangan itu selalu terjadi di kedai kopi di mal yang wah. Bila temanku laki-laki, ia akan memberi tanda kemajuan dengan gadget dan kendaraan pribadi. Bila temanku perempuan, ia akan melengkapi dengan make up, baju, dan sepatu mahal. Mereka akan mengasihani aku yang tidak wah dan tidak beranak pinak. Mereka akan mengguyurku dengan saran-saran hingga aku ingin memuntahkannya kembali. Sejak itu aku tak pernah lagi tertarik minum kopi dengan segala suasana yang mengingatkanku pada tai. Aku terlampau menghormati kopi. Aku hanya ingin minum kopi dengan seluruh jiwaku, tanpa terganggu ingatan-ingatan pada tai. Uh… jangan sampai aku muntah di meja kopi. Hanya Ibu Kopi yang sungguh kuanggap sebagai ibu atas kebaikan yang ia berikan pada tubuh dan jiwaku. Tidak setiap manusia, perempuan dan lakilaki, dapat menjadi ibu, meski orangorang mengembel-embeli kata ibu pada perempuan setua aku. Namun, setiap biji kopi selalu memberikan kebaikan pada tubuh dan pikiranku. Dan aku menyebutnya Ibu. Pukul 7 petang aku tiba di studioku. Aku akan membisukan telepon genggamku. Kadang-kadang mematikannya. Aku hanya melayani komunikasi segala hal terkait dengan tai ini pada jam yang mereka bayar. Sambil menanti kematian menjemput, aku menikmati studioku bersama malam. Kadang-kadang aku tidur dengan Sartre, Jose Rizal, Sappho, Simone de Beauvoir, Pramoedya Ananta Toer, Putu Oka Sukanta, Rumi, atau Kartini. Samping kanan dipan tidurku berderet buku-buku. Aku menyebut mereka sebagai keluarga. Sedangkan keluarga yang umumnya dipahami orang, jauh dari jangkauanku. Hanya untuk menghindari keperihankeperihan yang barangkali tidak penting juga. Terkenang Lebaran terakhir bersama mereka. Kami saling mengunjungi dengan baju baru berkibar-kibar menutupi aurat. Baju yang semakin berkibar kian menghabiskan bergalon-
galon air dan semakin mengotori tanah, sungai, dan laut dengan limbahnya. Lihatlah betapa menderita Ibu Bumi demi menjaga nafsu yang tak terkendalikan manusia. Ada seorang paman, yang kata ibubapakku, penting kami datangi. Karena ia paman yang saleh dan pintar. Ia bekerja di lembaga pertahanan, bergelar doktor, dengan tanda hitam di jidat akibat sering bersujud. Ia memiliki istri dan anak-anak yang sejalan dengan citranya. Saleh dan pandai. Sepanjang pertemuan ia duduk di sofa, bicara hampir tiada henti, kecuali saat kami, para tetamu, bicara. Istrinya tentu tak kebagian waktu untuk bicara. Ia juga terlalu sibuk menyediakan minuman, makanan, kamar mandi, dan ruang untuk kami salat. Aku menghormati apa pun keyakinan yang diperbincangkan dalam silaturahmi itu. Kecuali saat pamanku merendahkan perempuan-perempuan pekerja kemanusiaan yang tidak menikah. Merendahkan sumber-sumber keadilan dan kebenaran yang tidak bersumber dari tafsirannya terhadap agama. Dan seluruh tetamu mengamininya, kecuali aku. Kami berdebat sengit, tapi ibu-bapakku memintaku untuk menghormatinya. Kami yang mengenakan baju berkibar-kibar ini mesti menghormati manusia yang merendahkan manusia lain. Peristiwa-peristiwa lain yang serupa menyusul. Lama-kelamaan aku melihat keluarga sebagai hakim yang setiap saat membawa timbangan pahala dan dosa atas apa yang kupikirkan, apa yang kukenakan. Aku menangis bermalam-malam menyadari saat-saat kematian cara berkeluarga yang welas asih. Aku terjerat pikat ingatan-ingatan cinta. Ingatan masa kecil yang penuh imajinasi di bawah pohon-pohon cemara. Mengenakan baju yang dijahit ibu, menghabiskan waktu di kebun bunga. Saat itu hanya cinta, ya hanya cinta, yang kucecap. Hari ini, apa mau dikata, dunia penuh cinta itu telah berubah. Manusia diberkati alam pikir. Alam pikirku memilih tak sudi ada dalam persesengkolan para hakim yang merendahkan manusia dan pemikiran lain atas tafsiran mereka pada agama.
Aku tahu, sejak itu keluargaku selalu mendoakanku agar “kembali pada jalan yang benar”. Sebagaimana aku berdoa untuk mereka agar kembali pada cara dan sikap yang penuh kasih sebagaimana kami memanggil-Nya yang Maha Pengasih dan Penyayang. Setelah itu, nadi hidupku satusatunya adalah kekasihku. Ia berkulit bersih dan halus dengan hidung bangir dan tatapan tajam. Satu kebetulan yang lebih dari sempurna untuk kenikmatan pandanganku. Namun, lebih dari itu, ia satu-satunya teman yang masih waras. Waras melihat bergalon-galon air dan bertumpah ruah limbah pada baju-baju yang kita kenakan. Waras merasakan aroma tai, di mana pun kami berada. Memahami dan menghormati caracara berpikir dan berasaku. Ia seperti kaki tangan Tuhan yang dicipta untuk merawatku, agar aku tak mati muda. Ia satu-satunya laki-laki yang membuatku bersetuju untuk beranak pinak, seberapa pun kelak kami kesulitan merawat anak. Cinta itu pun lalu bergelinjang dengan macam kebutuhan yang mendesak. Mulanya, dengan alasan mempercepat cicilan studio, ia bekerja paro waktu pada partai politik yang merendahkan sumber-sumber kebenaran selain tafsiran mereka pada agama. Saat itu aku menantang ia dengan memberinya uang sebanyak yang partai politik itu berikan. Ia mengkritikku dengan perkataan turut campur pada pekerjaan dan taktik yang sedang dijalankannya. Lagi pula, penghasilan buruh seperti aku, apa mau berhenti ngopi untuk membayarnya. Begitu kata lakilaki itu. Ia terus melaju dengan hal-hal yang dimauinya. Lalu dengan segala kelihaian berdiplomasi, ia mencintai satu-dua perempuan, disertai gagasan halus tentang poligami. Aku menangis lagi bermalam-malam. Sejak itu aku menganggapnya telah mati. Ia memilih melanjutkan hidup bersamaku. Seperti yang pernah kubaca dari kisah-kisah cinta, ia bilang tak dapat hidup tanpa aku. Aku tak tahu seberapa menderita ia melanjutkan hidup dengan aku. Kuhormati keputusannya. Ya, di samping kanan dipanku buku-buku dan di samping kiriku laki-laki itu. Setiap malam ia menyentuhku dengan hangat. Setiap malam kusiapkan kondom di bawah bantal, karena tak lagi ada laki-laki yang layak menjadi bapak anakku. Setiap malam kusiapkan tequila, karena liang vaginaku tak lagi mau membuka. Sebagai kekasih, ia ada tapi tiada. Jiwaku selibat dan melalui hari-hari sunyi, terlampau sunyi, hingga aku dapat mendengarkan bunyi terkecil yang pernah ada. Seperti malam ini, ketika laki-laki itu tertidur pulas, aku dapat mendengar langkah-langkah semut di meja kerja. Ya… aku dapat mendengar gundah hati seorang sopir yang klakson mobilnya berbunyi nyaring di jalan raya dekat studioku. Juga setetes air mata Simone de Beauvoir yang jatuh di meja kopi saat ia terikat perasaan cinta pada Sartre dari bukunya, Letters to Sartre (Surat-surat untuk Sartre). Tapi aku turut bersuka cita dengan air matanya. Setidaknya ia masih merasakan cinta, merasakan hidup. Tidak sunyi dalam hal-hal yang diyakininya. Dewi Nova lahir di perkebunan teh, Kabupaten Bandung, 19 November 1974. Menulis puisi, cerpen, esai sosial, liputan jurnalistik dan buku dokumentasi. Buku kumcernya Perempuan Kopi (Air Publisher - Pustaka Masyarakat Setara, 2012) dan antologi puisinya Burung-burung Bersayap (Jaringan Kebudayaan Rakyat, 2010). Saat ini ia tinggal di Kota Tangsel, Banten dapat dihubungi melalui dewinova.wahyuni@ gmail.com.
Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.
Afrizal
Darsono
Achmad Cholid
Windhu Segara
Adi Wiryadarma
DIMENSI
6 RAMALAN
BINTANG
Capricorn Peruntungan: Tunjukkan kekuatan Anda jangan mau diremehkan begitu saja. Cobalah perbaiki kinerja Anda saat ini sehingga untuk ke masa depannya nanti bisa berlaku lebih baik lagi. Minggu ini cukup mujur sehingga tak heran jika banyak order yang datang. Karier: Terus menunjukkan perkembangan yang positif. Kesehatan: Gangguan muncul akibat rasa penat yang berlebihan, jangan biarkan hal ini terjadi terus menerus. Keuangan: Agak ruwet karena banyaknya masalah yang harus diselesaikan dengan uang. Asmara: Cukup mesra dan jauh dari godaan serta cekcok mulut. Aquarius Peruntungan: Meski merasa benar sebaiknya tetaplah diam karena situasinya masih belum mendukung untuk membela diri. Yang terpenting prestasi kerja harus tetap dipertahankan, sehingga orang lain tetap menghargai diri Anda. Karier: Berhatihatilah dengan propaganda yang disebarkan oleh rekan Anda yang tampak iri dengan keberhasilan yang telah diraih selama ini. Jangan terpancing. Kesehatan: Hindari jajan makanan di luaran jika tak ingin ada masalah kesehatan nantinya. Keuangan: Pemasukan cukup bagus tinggal bagaimana Anda memanage-nya dengan baik sehingga pemborosan bisa dihindari. Asmara: Berhati-hatilah karena sesuatu yang indah dan menyenangkan dapat rusak begitu saja hanya karena cemburu buta. Maka dari itu, berilah kepercayaan kepadanya. Pisces Peruntungan: Masih banyak peluang yang terbuka lebar dan dapat dimanfaatkan dengan maksimal. Maka dari itu, cobalah lebih konsentrasi dan jeli dalam melihat suatu peluang agar tidak ada yang tersia-siakan. Karier: Sikapi dengan menggunakan rasio, jangan hanya perasaan saja agar Anda bisa melewati persoalan ini dengan selamat. Kesehatan: Jaga tubuh jangan sampai terlalu capai. Kepenatan yang berlebihan bisa merupakan pintu masuk segala macam penyakit. Keuangan: Tampaknya akan terganggu, tak perlu berputus asa. Sebaiknya singkirkan dulu keinginan untuk bersaing karena terlalu mahal biayanya. Asmara: Pertahankan suasana yang lebih indah dan menyenangkan ini dengan selalu menuruti segala keinginannya. Aries Peruntungan: Minggu ini segalanya masih berjalan dengan Menyenangkan. Walau begitu, sebaiknya segera Anda pikirkan bagaimana caranya untuk meningkatkan prestasi kerja karena mulai ada penurunan yang tidak Anda sadari. Karier: Hilangkan segala beban yang ada di pundak dengan selalu berlaku jujur dan penuh tanggung jawab. Kesehatan: Pola makan sebaiknya dijaga dengan benar jangan sampai mengabaikannya, karena bisa fatal akibatnya. Apalagi jika lagi menganggur tidak ada yang dikerjakan, sebaiknya jangan banyak ngemil jika tak ingin berat badan Anda bertambah saja. Keuangan: Bintang penolong masih memayungi perbintangan Anda sehingga di mana ada kesulitan maka akan ada jalan untuk menyelesaikannya. Asmara: Tanamkanlah sikap saling percaya dan yang paling penting yaitu kesabaran dalam menghadapi semua cobaan yang menerpa. Taurus Peruntungan: Minggu ini sangat baik untuk merealisasikan rencana penting karena perbintangan Anda pada posisi yang menguntungkan. Hampir tiada rintangan dan masalah yagn menghambat laju Anda. Karier: Keseriusan harus tetap dipertahankan, terutama dalam menghadapi partner kerja yang kurang serius. Bila perlu, berilah teguran kepadanya. Kesehatan: Suasana hati sangat membantu bagi pemulihan kondisi badan Anda. Tak perlu terlalu tegang dalam berpikir. Keuangan: Bersabarlah karena apa yang Anda tunggu-tunggu ternyata tak kunjung datang. Asmara: Tidak perlu ragu dengan kesungguhan hati Anda. Yakinlah dengan kelebihan yang ada dalam diri sendiri, itu akan menolong dari rasa minder yang berlebihan. Gemini Peruntungan: Usahakan tak banyak omong jika tak perlu agar kesalahan ucapan tak dijadikan penghalang bagi jalan Anda. Sekalipun peruntungan cukup mujur, jika tak bisa membawa diri maka bukan tak mungkin peluang akan menjadi bencana. Karier: Turuti saja perintah atasan, tak perlu membantahnya, sekalipun diri Anda mempunyai alasan yang cukup kuat. Kesehatan: Kurang bisa dijamin jika Anda kurang bisa perhatian dengan kondisi badan Anda. Untuk itu, perlu sekali mengatur waktu dengan seefisien mungkin. Keuangan: Berhematlah dengan tidak berfoya-foya membeli barang-barang yang kurang begitu penting. Masih banyak kebutuhan yagn harus Anda penuhi. Asmara: Cobalah merenung, apa yang sudah Anda perbuat untuknya, sehingga apa pantas jika harus menuntut terlalu jauh. Cancer Peruntungan: Meskipun suasana tampak tenang, akan tetapi sebenarnya masih bergolak. Kalau tidak waspada dan sembrono maka masalah baru yang cukup rumit akan Anda terima. Jalankan saja apa yang sudah ada dan hindari spekulasi yang terlalu berlebihan. Karier: Jangan segan untuk bertanya jika memang Anda kurang mengerti tentang perkataannya. Kesehatan: Kurang bisa mendukung kerja Anda minggu ini terutama rasa pusing di kepala yang selalu mengganggu konsentrasi Anda. Keuangan: Masih ada order besar yang bisa Anda kejar dan mendatangkan keuntungan yang lumayan besar. Asmara: Jangan semuanya dimasukkan hati, itu tidak akan membikin suasana tenang, justru akan membuat gelisah saja. Leo Peruntungan: Jangan menyerah meski banyak halangan yang menghadang karena banyak peluang yang bisa dimanfaatkan minggu ini. Tetaplah konsisten dengan visi dan misi Anda ke depan, yakinlah bahwa hanya dengan melewati tantangan tersebut maka baru bisa merengkuh kesuksesan yang Anda idam-idamkan. Karier: Kritikan yang datang jadikan bahan pertimbangan untuk bisa selalu mengontrol langkah-langkah yang telah Anda lakukan selama ini agar tak sampai salah arah. Kesehatan: Kondisi alam dan lingkungan kurang begitu bersahabat untuk saat ini, maka ada baiknya Anda lebih berhati-hati terutama dalam mencari makanan yang ada di luaran. Keuangan: Berhati-hatilah menuruti ajakan teman, apalagi jika sampai mengganggu keuangan Anda, karena bisa fatal akibatnya. Asmara: Sudah wataknya begitu, jadi buat apa dipermasalahkan, karena itu tidak akan ada habisnya. Bukankah watak itu tidak ada obatnya. Virgo Peruntungan: Bila ada yang mencoba untuk memberi imingiming untuk pindah haluan, sebaiknya jangan didengarkan. Sebab, itu masih belum pasti dan hanya akan menimbulkan beban berat bagi pikiran Anda saja. Karier: Jangan takabur, karena semua ini masih tanda tanya. Kesehatan: Suasana hati agak tertekan dan itu akan sangat mempengaruhi kondisi badan dan pikiran Anda. Cobalah Anda sedikit rileks dan hadapilah segala persoalan dengan sesantai mungkin. Keuangan: Apa yang diharapkan ternyata masih jauh dari harapan semula sehingga cukup mengganggu budget Anda. Asmara: Jaga ucapan Anda apalagi hati masih dilanda perasaan emosi, jangan sampai salah omong karena bisa panjang urusannya nanti. Libra Peruntungan: Minggu inilah kesempatan meraih sesuatu yang selama ini tidak mungkin diraih. Tak perlu cemas akan kehabisan order ataupun nganggur, karena banyak peluang yang terbentang di depan mata. Karier: Motivasi harus tetap dipertahankan dan cara kerja perlu ditingkatkan lagi. Kesehatan: Lari-kari kecil baik dilakukan untuk menjaga stamina dan kebugaran tubuh. Keuangan: Dibanding masa sebelumnya, sumber income kali ini sangat bagus. Asmara: Saingan Anda sudah mulai melancarkan aksinya, untuk itu komunikasi dengannya jangan sampai merenggang. Scorpio Peruntungan: Masih banyak peluang yang lebih terbuka lebar dan dapat dimanfaatkan dengan maksimal. Cobalah lebih konsentrasi dan jeli dalam melihat suatu peluang agar tidak ada yang tersia-siakan. Karier; Komunikasi dengan atasan sebaiknya tetap dijaga dengan baik, hindari kesalahpahaman walau sekecil apapun. Kesehatan: Gangguan muncul akibat rasa penat yang berlebihan, jaga agar hal ini jangan sampai terjadi. Keuangan: Agak ruwet karena banyaknya masalah yang harus diselesaikan dengan uang. Asmara: Pertahankan suasana yang lebih indah dan menyenangkan ini. Sagitarius Peruntungan: Ancaman bisa saja datang justru dari orang yang selama ini Anda kenal akrab. Tak perlu cemas, yang penting kewaspadaan tetap selalu dijaga. Jangan mudah membicarakan masalah pribadi kepada siapa saja karena bisa-bisa mereka akan ambil keuntungan dari permasalahan yang Anda hadapi saat ini. Karier: Agar segalanya jelas maka tak salah jika Anda menjelaskan kepada atasan mengenai bagaimana duduk persoalannya. Kesehatan: Dengan berpikiran ringan dan santai maka hidup ini akan terasa lebih ringan dan tidak sampai memusingkan dan kondisi badan tetap dapat terjaga dengan baik. Keuangan: Apa gunanya menuruti gengsi kalau akhirnya keuangan Diasuh Oleh Anda menjadi kacau balau karenanya. AsPutri Wong Kam Fu mara: Jika ada masalah usahakan jangan Berlaku sampai bocor keluar karena hanya akan menambah rumit permasalahan saja. 15 - 21 Mei 2016
Minggu Kliwon, 15 Mei 2016
WEDA WAKYA
Tradisi ”Memerintah” Tuhan Asato ma sad-gamaya tamaso ma jyotir-gamaya mrtyor ma amrtam gamaya Om santih santih santih
Redaktur Khusus
(Brhad Aranyaka Upanisad 1.3.28) Asato ma, ya Tuhan... mohon jangan dibiarkan hamba berada dalam ketidakbenaran. Sad gamaya, mohon bawalah hamba kepada kebenaran. Tamaso ma, mohon janganlah hamba dibiarkan berada dalam kegelapan. Jyotir gamaya, tuntunlah hamba ke jalan terang. Mrtyor ma, janganlah biarkan hamba berada di dalam (perputaran tanpa akhir) kematian. Amrtam gamaya, bawalah hamba pada kekekalan. MANTRA ini menjadi penting karena memiliki pesan yang sangat indah, tinggi, dan mendalam, yang ia adalah bukan sekadar doa, tetapi sekaligus perenungan spiritual, sekaligus meditasi, yaitu bermeditasi pada tujuan hidup seperti yang disebutkan di dalam kitab Upanisad ini. Juga, sekaligus perenungan spiritual karena ia merupakan perenungan “mulat sarira”, yaitu “perjalanan spiritual” memasuki gudang harta karun sang diri sejati. Tentu saja masih banyak yang memakai mantra ini hanya sebagai formalitas pelengkap doa setelah sembahyang sehari-hari yang dilakukannya. Formalitas hafalan mantra Veda seperti itu bukanlah perenungan, ia bukan pula meditasi, melainkan hanya dan hanya formalitas “ramah tamah” dengan Tuhan. Mereka yang mencari “sejatining urip”, mereka yang mencari “sangkan paraning dumadhi”, mereka yang mencari sang diri sejati, maka mereka akan menjauhkan dirinya dari “penyalahgunaan mantra-mantra Veda dan Upanisad” dalam bentuk hanya untuk formalitas “beramah tamah
WEDA
WAKYA Darmayasa dengan Tuhan”. Tentu saja para Maharesi menuliskan mantramantra Veda tersebut bukanlah demi melihat umatnya berformalitas dengan Tuhan secara lebih baik, melainkan agar umatnya dapat bermeditasi dengan Tuhannya dengan cara lebih baik dan lebih mantap. Asato ma; ya Tuhan, janganlah hamba dibiarkan berada di dalam jalan yang tidak benar (a=tidak, sat=kebenaran). Janganlah hamba tidak dilindungi dari bahaya kenikmatan berada di dalam hidup yang bergelimangan ketidakbenaran. Itulah doa, itulah perenungan spiritual, dan itulah meditasi. Penulisan asato ma dan bukan asato na sangat bermakna. Ma berarti janganlah sedangkan na berarti tidak, atau bukan. Ia menjadi doa permohonan yang “memerintah”. Di sini sang bhakta (orang yang berbhakti), abdi Tuhan yang tulus, “memerintah” Tuhan melalui doa permohonan agar dirinya tidak dibiarkan berada di dalam jalan dan hidup yang diarahkan oleh ketidakbenaran. Walaupun seringkali ketidakbenaran tersebut merayu dalam keindahan serta kenikmatan yang memukau, membuat orang gelap mata, namun seorang abdi Tuhan melihatnya sebagai jalan yang penuh dengan keterpurukan dan kesengsaraan. Abdi Tuhan dengan memelas “memerintah” Tuhannya agar menjaga dirinya dari asatah: a (tidak)+ sat (kebenaran), asatah berarti (agar diselamatkan) dari ketidakbenaran serta dituntun kepada Sat atau Kebenaran Sejati.
Perlu dicatat oleh kita semua, bahwa kata kebenaran dalam bahasa Indonesia, atau truth dalam bahasa Inggris, atau bahasa dunia apa pun di atas muka bumi ini untuk menerjemahkan kata Sat, semua tidaklah mewakili arti dan makna yang tersimpan di dalam kata Sat. Kebenaran di dunia ini semua di dalam “frame” atau bingkai rapi desa (tempat, daerah), kala (waktu), dan patra (orang, individu, atau masyarakatnya). Apa yang benar di Jawa belum tentu benar di Bali. Apa yang benar pada zaman dahulu, banyak yang menjadi tidak benar di zaman sekarang, dan apa yang dianggap benar oleh Si A, atau masyarakat A, belum tentu diterima benar oleh Si B atau masyarakat B. Perlu pula dicatat di sini bahwa masih banyak yang menerjemahkan kata patra dengan “keadaan”. Patra bukan keadaan melainkan orangnya, patra artinya wadah. Seberapa dan sebagaimana wadah, sebegitu dan seperti itu pula orang akan mendapatkan pemahaman. Selanjutnya, sang bhakta memohon kepada Tuhan agar mengarahkan hidupnya pada jalan kebenaran, (sad-gamaya). Tuhan, bawalah, arahkanlah, tuntunlah hamba agar jalan hidup yang hamba tempuh adalah jalan pasti di dalam kebenaran. Izinkanlah hamba meniti jalan kebenaran di dalam hidup ini sebab selain jalan kebenaran, jalan bypass, atau jalan tol seindah apapun pastilah jalan yang mengarahkan hamba kepada kehancuran dan kesengsaraan. Oleh karena itu, Tuhan, sat gamaya, bawalah hamba pada jalan kebenaran Sat, bukan kebenaran dunia, bukan kebenaran waktu, dan bukan pula pada kebenaran individu atau kelompok. Biarlah hamba meniti jalan indah kebenaran Sat. Karena hanya jalan kebenaran Sat saja yang akan mengantarkan hamba pada destinasi sejati, yaitu asal muasal hidup, Sangkan Paraning Dumadhi. Tamaso ma, ya Tuhan, jan-
ganlah biarkan hamba hidup di dalam kegelapan dan kebodohan, Jyotir gamaya, bawalah hamba pada jalan terang. Kata tamasah menunjukkan bukan hanya kegelapan, melainkan yang lebih ditekanlah lagi adalah kebodohan akibat ketidakberadaan pengetahuan vidya dan pengetahuan suci jnana. Kata jyotir juga tidak menunjukkan hanya sinar biasa. Melainkan sinar vidya dan pengetahuan suci jñana. Ilmu pengetahuan vidya memberikan pembentukan karakter sempurna, agar orang menjadi manusia sempurna di masyarakatnya, dan pengetahuan suci jnana memberikan pencerahan spiritual kepada setiap orang. Jyotir-gamaya berarti seorang bhakta memohon kepada Tuhannya agar membebaskan dirinya dari kegelapan akibat ketidak beradaan lampu penerang rohani dan juga kegelapan akibat dari musuh-musuh di dalam diri berupa indria-indria yang tidak terkendalikan, akibat pikiran yang tidak terkontrol, tidak dibersihkan dan disucikan, dan kegelapan akibat Dasa Mala (sepuluh jenis kotoran, keburukan) serta Sapta Timira (7 jenis kegelapan batin) lalu memohon dijauhkan dari kegelapan akibat tidak adanya pengetahuan vidya dan jñana. Hidup manusia tidak akan terangkat dari level binatang tanpa vidya dan jñana, oleh karena itulah seorang bhakta memohon berkah tamaso ma jyotir gamaya. Selanjutnya mrtyor ma amrtam gamaya, sang bhakta memohon agar dirinya dijauhkan dan dibebaskan dari perputaran tanpa henti kelahiran dan kematian. Sang bhakta juga memohon agar diizinkan memasuki alam kekekalan, alam langgeng yang tidak ada susulan penderitaan dan kecemasan (sukha tanpa wali dukha). Itulah tujuan hidup sejati, dan itulah tujuan sesungguhnya dari hidup manusia kita. Itulah kurang lebih perenungan arti dan makna dari doa tersebut. Sarve sukhinah bhavantu, semoga semua makhluk berbahagia.
MIMBAR AGAMA
Ramadhan yang Dirindukan “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”. (Q.S. al-Baqarah [2]: 183). Orang-orang beriman begitu merindukan bulan Ramadhan. Mengapa? Karena di bulan itulah mereka dapat merasakan nikmatnya ber-taqarrub (mendekat) kepada Tuhannya dengan melakukan berbagai ketaatan, berpuasa di siang hari dan melakukan aneka shalat sunnah di malam hari. Memperbanyak membaca Al Qur’an, memperbanyak sedekah, I’tikaf dan sejumlah ketaatan lainnya . Sedekah yang paling baik, menurut Rasulullah SAW, adalah jika dilakukan pada bulan Ramadhan. Beliau pun bersabda, “Barangsiapa yang memberi makanan untuk berbuka bagi orang yang berpuasa, maka ia mendapat pahala sebanyak pahala orang yang berpuasa itu, tidak kurang sedikit pun”. (H.R. Tirmidzi). Bulan Ramadhan, oleh sementara ulama juga disebut sebagai bulan pendidikan. Anak-anak usia dini, banyak yang mulai berlatih melakukan puasa Ramadhan walau hanya sekian jam dalam sehari, atau berlatih berpuasa setengah hari. Dampak dari pelatihan itu, tentulah sangat bagus bagi anak-anak, sehingga dalam perjalanan hidupnya kelak akan terbiasa merasakan romantika orang yang sedang berpuasa dan
PERMATA HATI Untuk pembaca Bali Post Mingguan (BPM), kami membuka rubrik baru ‘’Permata Hati”. Rubrik ini mengangkat si buah hati yang baru lahir, yang berulang tahun atau akan berulang tahun. Juga pasangan yang menikah di minggu tersebut atau yang merayakan ulang tahun pernikahan. Kirim foto menarik dan tulis data lengkap identitas diri, orang tua serta komentar singkat. Semua data dikirim lewat email redaksibalipost@ yahoo.com dengan kode Permata Hati. Bisa juga naskah dan foto dikirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post. Jl. Kepundung 67 A Denpasar telp. (0361) 225764. (Redaksi)
Redaktur Khusus MIMBAR
ISLAM H. Kusnadi Musthofa semakin banyak dapat meraih manfaat dari kegiatan menahan diri untuk tidak makan dan minum pada siang hari. Mereka pun diharapkan memiliki empati yang memadai dalam merasakan penderitaan orangorang miskin. Sehingga dalam kehidupannya kelak, tidak hanya sibuk memikirkan kepentingan diri sendiri semata, namun dengan ringan tangan mau membantu saudara-saudaranya yang mesti menanggung beban berat dalam hidup ini karena kemiskinan yang melilit hidupnya. Kalau mereka tidak pernah merasakan rasa lapar, bagaimana mungkin kepedulian membantu yang miskin itu bisa muncul dengan mudah? Baik bagi anak-anak maupun bagi mereka yang telah dewasa, “menghidupkan” malam-malam di bulan ramadhan, seperti melakukan shalat tarawih dan tadarus Al Qur’an, adalah bagian dari “pelatihan intensif” yang sungguh perlu dilakukan. Sehingga, pada bulanbulan setelah Ramadhan pun, kegiatan men-tadabburi (mempelajari) Al Qur’an dan melakukan shalat
malam tetap dapat terus berlangsung dengan baik. Ramadhan juga dikenal dengan julukan bulan seribu bulan, karena pada malam itu terdapat lailatulqadar (malam kemuliaan). “Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar”. (Q.S. al-Qadar [97]: 2 – 5). Malam kemuliaan, yang oleh Rasulullah SAW, kita diperintahkan berusaha meraihnya pada malam-malam ganjil pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, tentu sangat didambakan oleh setiap orang mukmin agar mendapatkan anugerah malam yang lebih baik dari seribu bulan atau 83,33 tahun. Apabila seseorang mendapatkan malam kemuliaan (lailatulqadar) sekali saja dalam sepanjang hidupnya, alangkah bersyukurnya. Karena usia kita yang rata-rata hanya 60-an tahun, namun mendapatkan “bonus” kebaikan yang lebih baik dari kebaikan yang dilakukan selama 83 tahun lebih. Rasulullah SAW juga menegaskan, “Doa yang disampaikan oleh orang yang berpuasa, dari terbit fajar hingga saat berbuka, tidak ditolak”. Alangkah senangnya apabila doa-doa kita tidak ditolak alias dikabulkan saat menjalankan ibadah puasa Ramadhan nanti. Adalah bisa difahami, jika ayat
mengenai doa yang ada di dalam Al Qur’an, dicantumkan “terselip” di tengah-tengah ayat-ayat mengenai puasa Ramdhan. “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwasanya aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepadaKu, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (Q.S. al-Baqarah [2]: 186). Dengan berbagai fadhilah (keutamaan) bulan Ramadhan, wajar apabila kemudian bulan yang penuh berkah itu dirindukan oleh orang-orang beriman, yang mudah-mudahan, dengan keberhasilan mereka menunaikan ibadah puasa di bulan Ramadhan itu, beban berat kehidupan saudara-saudara kita yang miskin dan anak-anak yatim, dapat diringankan. Sedangkan kedamaian yang merupakan dambaan setiap orang, semoga semakin mewarnai kehidupan masyarakat kita. Persoalannya kini adalah, seberapa serius diri kita menyambut kehadiran bulan Ramadhan yang akan datang dalam tiga pecan mendatang. Bersungguhsungguhkah kita mempersiapkan diri menyambut datangnya “tamu agung” yang sama-sama kita rindukan, sehingga pelaksanaan ibadah kita di bulan yang penuh berkah itu lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Si kembar buncing, Surya Padmanaba dan Bintang Padmadewi sedang bersiap-siap natab otonan, beberapa waktu lalu. Saat ini keduanya duduk di kelas 5 SD No. 3 Sesetan. Surya ingin jadi arsitek, sementara Bintang ingin jadi dokter spesialis. Semoga tercapai ya.
Anak Agung Gede Panji Danendra, tanggal 26 April 2016 tepat berusia 8 tahun. Anak dari pasangan A.A. Made Juniantara dan Putu Sariani merayakan Hari Ulang Tahun secara sederhana di Jero Tegal Agung Padangsambian, dihadiri keluarga dekat dan teman-teman.
Redité Kliwon, 15 Méi 2016
Bali L E M B A R
7
B A S A
B A L I
Bencingah
PALELINTANGAN – Pinaka kasenian klasik, sané kasinahang utawi kagambar ring Lukisan Kamasan akéhan marupa parindikan kuna. Sinalih tunggilnyané sakadi lukisan palelintangan.
I Nyoman Arcana
RI KALA ngamargiang pakaryan, patut pisan ngulengang pikayunan mangda prasida makarya antuk dasar sumeken. Santukan yéning sampun sakadi asapunika sinah mapikolih becik. Matungkasan sareng punika, yéning kramané ngawag makarya sinah jagi ngamolihang pikolih sané kirang becik yadiastun ipun sujatinné waged tur wikan ngamargiang pakaryan inucap. Yadiastun wantah kacingak asliaban, nanging asil pakaryan saking krama sané sumeken tur santep makarya jagi kasinahang becikan pisan yéning saihang sareng asil pakaryan sangkaning ngawag tur nénten nganutin tata-titi sané patut tatkala makarya, asapunika taler indik kualitasnyané. Pinaka seniman Lukisan Wayang Klasik Gaya Kamasan, I Nyoman Arcana uning pisan indik sapunapi kahanan Lukisan Kamasan sané becik tur kaon. Dané laut maosang, punika prasida kaselehin saking sapunapi skét utawi wangun gambar miwah rerincikan cawinyané. Sios punika, lukisan sané kasaran utawi kakaryanin ngawag miwah sané alusan utawi kakaryanin sumeken prasida kabinayang saking warnanyané. Yéning sané kasaran warna taler gradasi kaarsayang ngawag saihang ring sané alusan sané warnanipun becikan, “komposisi”, arsiran, miwah gradasi warna taler adung. Punika wantah tetimbang sané sering kanggén tatkala nyelehin lukisan sané becik miwah sané kaon. “Wénten krama sané makarya Lukisan Gaya Kamasan sakéwanten ngawigunayang lakaran sané kirang becik tur gelis mlobor tatkala keni toya sabeh. Punika prasida ngawinang Désa Kamasan kaon ring pikayunan krama sané seneng ring lukisan. Yéning seniman inucap meled ngaryanin Lukisan Gaya Kamasan sané becik, patut ngawigunayang cét alami sané kapolihang saking alam/ palemahan,” baos dané sané naenin nyarengin lomba nglukis ring Jerman duk warsa 1991. Lanang sané embas ring Klungkung, 1 Juni 1972 nglanturang, kasenian puniki sampun kamargiang nurun ring kulawarganyané. Kakawitin saking pekaknyané, kalanturang olih bapannyané, mangkin malih kalimbakang Arcana. Dané ngamargiang kasenian puniki sangkaning meled nglestariang seni budaya tetamian para penglingsir Désa Kamasan mangda nénten punah. Punika kakawitin tatkala dané nyingakin pekaknyané makarya skét, laut alon-alon katuut ring kaun bulu klapa sané lantas kakaryanin dados souvenir tur kaadol olih bapannyané. Sesampuné wusan nglukis Gaya Kamasan ring kaun bulu, laut kurenan Ni Nengah Suasti puniki ngawitin malajah makarya skét ring kertas sané kasuén-suén nyumekenang raga malajah nglukis ring kanvas yadiastun dané nénten ngranjing ring sekolah seni. Mangda sayan uning ring tata-titi nglukis, dané nglanturang malajah nglukis ring Sanggar Lukis Nyoman Madra. Sajeroning makarya Lukisan Kamasan, sané kanggén lelampahan ring lukisané, manut bapa saking Ni Putu Eka Widari miwah I Made Caca Pradnyana puniki maosang indik satua Ramayana sané madaging antuk Sapta Kanda miwah Mahabharata sané madaging antuk Asta Dasa Parwa. Wénten taler satua Malat inggih punika satua ngeninin indik preratu ring Jagat Jawi Dwipa minakadi Prabu Lasem, Prabu Kesari, wénten taler Palelindon miwah Palelintangan. Wénten taler kakaryanin saking satua-satua Brayut miwah Tantri. “Tiang nénten naenin makarya Lukisan Gaya Kamasan antuk wangun gambaran kontémporér utawi modérn, duaning tiang meled makarya Lukisan Kamasan antuk wangun gambaran wayang kémanten nganutin saking pakem utawi tata-titi sapatutné. Punika nénten dados gentosin duaning sampun marupa tetamian saking penglingsir,” Arcana sané meneng ring Br. Sangging, Kamasan, Klungkung puniki negesang. (wan)
(27)
BPM/wan
Patut Sumeken Makarya
Lukisan Gaya Kamasan
Lukisan Wayang Klasik, Kakaryanin antuk Warna Alam SANGKANING kahanan budaya sané adiluhung, Bali kadadosang pinaka tetujon pariwisata. Pulo sané madué akéh jejuluk puniki jakti makéh madué wangun budaya sané kantos mangkin kantun eksis ring tengahing kahuripan krama Bali. Utamanipun kasinahang ri kala ngamargiang upacara yadnya. Minakadi budaya majejahitan, makarya bebantenan, sesolahan utawi igel-igelan miwah wayang kulit. Sios saking budaya sané kasinahang ring upacara yadnya, wénten taler budaya sané marupa lukisan utawi gambaran sané kakaryanin olih para seniman lukis ring Bali. Minakadi sané
kasengguh Lukisan Klasik Gaya Pengosékan Ubud, wénten taler Lukisan Wayang Klasik Gaya Nagasepeh,a Buléléng, taler wénten Lukisan Klasik Gaya Kamasan. Maosang indik Lukisan Klasik Gaya Kamasan, majanten jagi kauningin ring dija kasenian inucap akéh kapanggih. Soroh gegambaran sakadi sané akéh kapanggih ring langit-langit Kerta Gosa puniki wantah soroh kasenian sané akéh kapanggih ring Désa Kamasan, Kabupatén Klungkung. Sangkaning dados cihna miwah taksu saking désa punika, majanten seniman saking dura Désa Kamasan nént-
en prasida ngaryanin Lukisan Gaya Kamasan sané pateh utawi masaih sareng sané kakaryanin olih kramané irika. I Nyoman Arcana pinaka sinalih tunggil seniman lukis saking Br. Sangging, Kamasan maosang, cihna saking gambaran Kamasan wantah ngawigunayang warna alam. Minakadi batu péré, don talam, mangsi sentir, taler tulang bawi utawi menjangan. Mangda warna sané kawigunayang prasida neket becik, kramané nganggén getah kayu sané sampun kadedekang. “Nénten wantah amunika, prerai wayang sané kagambar ring lukisan puniki nénten nyibakang,
nanging kasinahang makekalih, nénten sakadi gambar wayang sané nyinahang prerai asibak kémanten tur panyingakannyané kasinahang wantah asiki,” baos Arcana. Sané ngangobin saking Lukisan Kamasan puniki wantah cét utawi warna sané kawigunayang nénten pacang ngawinang kain blacu sané kawigunayang kekeh. Punika mawinan lukisan utawi gambaran sané sampun wus kakaryanin nénten pacang rusak yadiastun kainnyané kagulung utawi katampih. Katakénin indik tuuh Lukisan Kamasan, dané sané polih nyarengin uleman nglukis an-
Kain Blacu Madaging Bubuh, Sarana Makarya Lukisan Kamasan PINAKA kasenian lukisan klasik, majanten Lukisan Gaya Kamasan mabinayan ring lukisan sios sané kadol ring pasaran. Makarya Lukisan Gaya Kamasan taler nénten dangan, duaning patut nglintangin makudangkudang parikrama mangda asil lukisan macihna klasik taler “berkualitas tinggi”. Parikrama sané pinih mabuat inggih punika nyayagayang dasar lukisan antuk kain blacu sané kauapin bubuh tepung baas utawi kanji. Sinalih tunggil seniman Lukisan Kamasan I Nyoman Arcana negesang, soroh kain sané kanggén makarya lukisan wantah kain blacu sané sadurungnyané sampun maumbah sinambi kapantig-pantigang. Tetujonnyané mangda kain sané pacang kanggén sayan lemes. Wus punika, kain blacu punika kauapin antuk bubuh tepung baas utawi kanji. Kain sané sampun madaging bubuh taler kapantig-pantigang mangda bubuh sané kauapin rata tur ngresep ka kainé. Yéning
sampun rata, kain kadéngdéng tur bubuh sané neket ring kainé kaasahang antuk tundun kerang bulih gedé mangda kain inucap alus. “Nagingin bubuh ring kain blacu sané kantun polos matetujon mangda cét alami sané pacang kanggén prasida becik nyusup ka kain sané kawigunayang. Yéning ngambar ring kain blacu sané kantun polos, méweh,” baos Nyoman Arcana. Kawewehin, wus makarya kanvas utawi dasar makarya lukisan, kalanturang antuk makarya skét gambar nganggén pensil. Skét i wawu malih katebelang antuk tinta selem utawi Yip sané kapolihang saking taru jaka marupa lidi sané kawigunan ipun sakadi pensil alis. Wusan punika wawu kalanturang antuk makarya warna sané jagi kadagingin ring gambaran utawi lukisan sané pacang kakaryanin. Nganinin indik warna sané pacang kawigunayang taler nénten
“SUJATINNÉ anggén malagaran makejang milih masakan udangé. Nanging bas mula paling liu macemné kanti ten telah baan ngajeng,” pasautné Madé Sudiari kari naar udang. “Nggih kéné pisan. Cara raosné Mamak, dadi masih tunas aba mulih pada maplastik anggon gapgapan. Napi buin cara Dék Budiana makejang telah utahanga. Perlu baang pada genepin masakané apang nyanan daara jumah madéng-adéngan,” Ayu Swandéwi nyelag. “Nggih dong mriki ambil, niki plastiké anggon encén kademenin,” perintahné Luh Adé Suwarni saha ngwadahang mie goréng lan masakan ayam goréng, opor, betutu, miwah udang goréng manis kanggén Gusti Ayu Jeladi. “Tungurah, niki titipan anggén Tu Gég.” Yadiastun sami sampun ngambil bagian anggén gapgapan, nanging ulamé kantun masisa. Mangkin samian matangi gotong royong makta sisan masakané ka dapur. Piring, gelas, sendok garpu, lan piranti sané momos kabakta ka pangumbahan piringé, kasutsut ka
bresihin mangda sami nénten malih ngrépotin Luh Adé Suwarni sareng mamakné. “Nah, Dék Arniek sareng Mamak Tjing Gwan, mangkin tiang sareng sami mapamit. Basang tiangé sampun wareg. Manahé liang tan kena baan nyambatang. Dumadak mani puan sida mapéstaan buin driki. Iraga masawitra, malajah bareng, lulus bareng, masekolah dadi mapasahan sawiréh cita-citané malénan, koné ...yén mapacaran ten dadi bareng-bareng wiréh sangat pribadi asal tetep jauh dimata dekat di hati,” baosné Lanang Geria. “Nggih dumadak pada rahajeng. Ingetang Gedé Pandé ajak Tut Pajar atehang malu Dék Budiana ajak Dék Padmini mulih ka Pesaban apang ten répot di jalan. Yén ané ngajanang sampun pada ngajak pasangan ten kénkén,” Luh Suwarni nyledétin Madé Sudiari. “Horéé, daag... daag…. OM Swastyastu, pamit Maak,” Ngurah Jelada nyubit Arniek. Timpalné sami ulap-ulap wénten nglodang, wénten ngalérang. Anginé sumilir dingin kesir-ke-
tuk téma “Héritage Festival” ring Fort Canning Singapura warsa 2002 puniki maosang, Lukisan Kamasan jakti madué tuuh sué duaning nénten mlobor tatkala keni toya. Sakéwanten sué utawi jebos tuuhnyané nganutin saking becik utawi kaon lukisan punika kaupapira miwah kagenahang. “Tuuhnyané masios-siosan, yéning sané kaupapira miwah kagenahang becik-becik sinah prasida matuuh kantos satus warsa. Sakéwanten yéning kirang becik utawi kagenahang ngawag, sinah tuuhnyané wantah séket warsa kémanten, wus punika majanten sampun usak,” Arcana nugesang. (wan) WARNA Mangda Lukisan Gaya Kamasan asilnyané becik, warna sané kanggén kautamayang mangda warna alam.
dangan kakaryanin. Arcana ngumpayang, yéning jagi makarya warna kuning, kakawitin antuk ngambil batu péré sané sampun marupa serbuk kacampuhin getah kayu miwah toya. Makatiga lakaran i wawu kaaduk ring wanci utawi piring tanah salami ajam. Wus punika kadégdéng mangda tandeknyané nedunang tur kapolihang toyannyané kémanten sané sampun mawarna. Sesampuné punika wawu prasida kanggén
nglukis utawi nagingin warna ring gambar. Yéning sampun tuh, lukisan inucap malih kaasahang tundun kerang bulih gedé mangda warnannyané cedang tur cét sané kawigunayang becik ngresep ring kain tan pangrusak lukisan. Lukisan inucap lantas ka-finishing antuk nebelang garis gegambaran mangda sayan becik kasinahang. “Parikrama nagingin warna taler dados cihna makarya
Lukisan Kamasan, duaning Lukisan Gaya Kamasan ngawigunayang kalih soroh warna inggih punika warna nguda taler warna wayah. Tatkala ngwarnin patut kakawitin saking warna nguda minakadi kuning, mangsi banyu utawi selem nguda, barak nguda, coklat nguda, pelung, gadang miwah sané siosan. Wusan punika wawu kadagingin warna tua,” Arcana nlatarang. (wan)
sir. Nanging Luh Adé Suwarni marasa nek mireng slémpéran timpalné, gumantiné Dék Budiana lan Madé Sudiari. “Oooh Tungurah nguda kéné trenyuh bayun tiangé?”
“Lantas lakar kija buin, lakar malali ka Yéh Sah? Masak ngaba bungkusan kéné, cocokné ngaba umbah-umbahan sambilang mememan ngrumpi,” Ngurah Jelada nuldulin. “Yén Tungurah saja seken, kija dogén tiang nyak. Biar ten ngaba napi-napi océ?!” “Ah sing Dék, jani sing pas iraga suba leleh kawaregan mapéstaan,” saurné Ngurah Jelada saha tedun saking motoré. Madé Sudiari maksaang raga nimbalin ngraris nambreng mawali ngawangang nuju umahné masebeng suntru mapi-mapi ngambul. Ngurah Jelada ngranjing suirsuir maktaang rainné bungkusan titipanné Luh Adé Suwarni. “Napi niki Beli Ngurah, bonné jaen gati,” Gusti Ayu Jeladi ngambunin bungkusané. “Nika bungkusanga tekén Luh Adé. Napi kadén isinné?” Ngurah Jelada makenyem. Ayu Jeladi mukak bungkusané madaging magenepan, mie goréng, ayam goréng, betutu, ayam sitsit, pésan julit, sareng masakan udang mategep rawing krupuk. Sami sarwa kering. “Bééh Mbok Suwarni jag ada
dogén. Dadinné tiang milu mapéstaan ha ha ha,” Ayu Jeladi ngaturin ibu kalih ajinné mangda sareng nyicipin. “Ngiring Ibu, Aji magibung driki.” Sesampuné masalinan Gusti Ngurah Jelada sareng malinggih nyingakin sané magibung. “Bééh saja jaen Gég, Rah. Kanti maan ngaba mulih sinah sing telah baan ngajeng,” pandikan ibunné ngajumang masakané. Ajinné masih manggutan tan nyidaang masaur. “Baah, yén kéné precuma nyicipin bé doén. Jemakang nasi Gég, sapisanan ngajeng. Saja dueg pada masak. Mirib mamakné Tan Tjing Gwan milu maang resép,” baos Ajinné. Ayu Jeladi malaib ka pawaregan ngambil ajengan abasi, piring, sareng toya tigang gelas. “Nggih durusang sareng tiga mapéstaan, tiang jagi ngrereh tamuati anggén baneh. Jaga makeni bubu sambilang mandus ka tukadé,” Ngurah Jelada nglingkung ka teba genah raganné biasa ngrereh tamuati utawi jelati kalung anggé baneh bubun julité. (Masambung)
.o*@*o. Gusti Ngurah Jelada sané ngandéng Madé Sudiari ngebut beneng kalér kadi mimis. Madé Sudiari ngatekul ngelut bangkiangné. Raganné ngrasayang kadi wénten barang anget-anget empuk némpél ring gigirné. Medal begérné, busan-busan ngerém pamarginné zigzag. Timpalné siosan taler sapunika nguyak gas gereng-gereng maérés-érésan di marginé. “Ooh... alon-alon ja Tungurah pang ten siig basangé,” Madé Sudiari nyubit alon. “Aah... Dék tiang sing bani girikin, gining,” baosné Ngurah Jelada mélogan ngerém. Madé Sudiari manjekan némpél ngelut raganné. Motoré mararian di arepan pamedal Jeroné. “Yén kéné tiang ten nyak tuun, déréng med,” aturné Madé Sudiari ngambek.
Upacara
8
Redité Kliwon, 15 Méi 2016
Bebantenan Banten Peras Niyasa Kasidhan KRUNA Peras maartos “sah” utawi “resmi”. Antuk artos punika, kawigunayangnyané banten peras sajeroning ngamargiang upacara matetujon nyihnayang yéning upacara sané kamargiang sampun “sah” tur katurang antuk manah lascarya mawinan yadnyané kasidhan. Kabaosang taler yéning banten peras sané wit krunannyané saking kruna peras taler maartos prasidha utawi sampun mamargi antar. Sajeroning pamargin upacara yadnya, yéning nénten ngawigunayang banten peras, kabaosang pamargin upacara inucap nénten prasidha utawi nénten sidaning don, labda karya. Artosnyané, upacara sané kamargiang durung nemu kasidhan. Tetuek banten peras punika wantah niyasa kasidhan utawi prasidha. Sajeroning banten peras sané katurang sampun nyihnayang yéning sang sané madué karya mapangapti mangda yadnya sané kamargiang kasidhan taler mapikolih becik. Sajeroning Lontar “Yadnya Prakerti” kaunggahang yéning Peras kabaosang pinaka niyasa Hyang Triguna Sakti. Sapunika taler sajeroning Pamrelina Banten kabaosang, peras pinaka “Pamulihing Hati” artosnyané mawali ka tengahing ati antuk pikayunan sampun prasidha ngamargiang yadnya taler ngaptiang yadnyané mapikenoh becik. Sajeroning makarya banten peras, sarana sané kabuatang minakadi taledan/ tamas/cepér pinaka dasar sané kawigunayang makarya banten peras. Tamas pinaka lambang Cakra utawi pitehan kahuripan utawi Vindu (simbol kekosongan sané murni/ananda). Ceper/Aledan pinaka lambang Catur Marga (Bhakti, Karma, Jnana, miwah Raja Marga). Tios sarana inucap, makarya peras taler muatang sarana basé tampelan, benang tukelan, miwah jinah. Basé tampelan kakaryanin saking kalih lembar basé sané sampun madaging buah miwah pamor kagenahang marep-arepan tur kalipet. Tampelan utawi basé tampelan kagenahang masikian sareng benang tukelan warna putih miwah Uang. Basé tampelan wantah lambang Tri Murti. Yéning benang tukelan matetuek kasucian miwah sarana ngeret sifat satwam i manusa. Pinaka lambang yéning ngruruh sané kaptiang, patut nyayagayang sakancan sané kabuatang sakadi pikayunan sané becik, tetujon sané becik, miwah laksana sané becik. Yéning jinah wantah lambang Déwa Brahma pangutpeti sadaging jagat. Sajeroning makarya banten peras taler muatang tumpeng kekalih bungkul pinaka lambang rwa bhinéda. Kawigunayangnyané kekalih bungkul tumpeng santukan kasujatiané mangda ngametuang “ciptaan” muatang kekalih kekuatan minakadi Purusa Pradhana patut kasikian wawu kabaosang prasidha utawi mapikolih. Tumpeng pinaka lambang kasumekenan i manusa ngeret indria. Tios madaging tumpeng, banten peras taler madaging rerasmen, woh-wohan, miwah sanganan. Ring duurnyané kadagingin sampian peras Wus ngaturang banten peras, ketah kamargiang parikrama “Natab Peras” antuk ngedetin muncuk kulit peras. Parikrama inucap nyihnayang upacara yadnya sampun kabaosang prasidha utawi kasidhan. (Ida Rsi Bhagawan Smerthi Kusuma Wijaya Sebali)
BPM/dok
DALANG--- Sajeroning seni pawayangan, dalang tios pinaka "sutradara" taler pinaka "pemain" sané nyolahang makudang-kudang karakter tokoh pawayangan.
Dalang, ”Sutradara” taler ”Pemain” Sajeroning Sesolahan Wayang MAOSANG indik seni pawayangan, sampun pastika pacang maosang indik pedalangan. Dalang inggih punika sang sané nyolahang wayang. Lianan nyolahang, dalang musti wikan mabebaosan, nyusupang piteket-piteket becik sajeroning bebaosan sané kabaosang ri kala nyolahang wayang. I Putu Purnawan S.Pd., wantah sinalih tunggil seniman sané nelebin widang seni padalangan. Manut anak lanang sané kasub ring sesolahan arja pinaka Désak Rai puniki maosang, pinaka dalang pateh sakadi “sutradara” sapisanan ngambil peran pinaka “pemain” samian tokoh sané kacaritayang sajeroning sesolahan wayang. Saking irika pacang kasinahang kawagedan seni-
man nyinahang samian “karakter” tokoh pawayangan. Tios punika tangan miwah cokor tan parérénan masolah, taler patut masatua nénten pegatan. “Samian punika kamargiang néwék. Mawinan punika dalang sajeroning sesolahan wayang tios pinaka sutradara taler pinaka pemain,” baos dané. Antuk kahanan punika, dané mapikayunan sané dados panguntat anggané makesenian wantah ri kala ngamariang utawi nelebin widang seni padalangan. Kawéntenan inucap pacang manados sinalih tunggil margi utawi sarana nampekang raga ring kahanan spiritual santukan statusnyané pacang nincap sangkaning nelebin soroh-soroh pakem pawayan-
gan. Sinalih tunggil sané patut katelebin inggih punika widang usadha Bali. “Makéh dalang sané saat pisan nelebin widang usadha mawinan pamuputnyané dané dados balian. Mawinan punika, patut becik pamarginnyané,” dané sané sampun masolah pinaka Désak Rai mawit warsa 1998 puniki nguningayang. Kabaosang malih, ri kala ngawit malajah ngwayang, mawit irika anggané prasida nyinahang makudang-kudang karakter tokoh pawayangan. Ri kala dané sampun pacang nyolahan wayang, dané nénten malih prasida nunas tetimbang majeng anak tiosan. “Matiosan pisan ring masolah arja. Yéning ring arja kantun
Gendér Wayang
Nyihnayang Kawéntenan Kanda Pat RING sakancan balih-balihan pamekasnyané ring Bali, majanten kasarengin antuk suaran gambelan. Suara sané metu saking tetabuhan gambelan prasida ngawinang balih-balihané karasayang mataksu taler naut uratian para pamiarsa sané nonton kala balih-balihané kasolahang. Indik gambelan, sorohnyané akéh pisan, minakadi gong jangkep, angklung, jégog, rindik, miwah gambelan sané ngiringang pamargin wayang inggih punika
gendér wayang. Manut Pekak Luh De sané sampun ngamargiang swadharma dados panabuh gendér mawit warsa 1942, gendér sané kanggén ngiringang sesolahan wayang akéhnyané kalih pasang. Sané apasang mawasta pamada, suarannyané agengan. Malih apasang mawasta kantilan, suaranyané alitan. Tatkala wayang ngawit kasolahang, gendér wayang punika kagenahang ring ungkur jero dalang.
BPM/dok
GENDER-Makanten alit-alité iteh malajah magendér wayang. Gendér wayang puniki kasinahang pinaka niyasa Kanda Pat.
“Gendér sané kanggén ri kala ngamargiang wayang punika akéhnyané kalih pasang. Tetuweknyané pinaka cihna utawi simbol Kanda Pat utawi sameton i manusa tatkala embas ka jagaté puniki. Sané kabaos Kanda Pat luiré; yéh nyom, rah, ari-ari, miwah lamak,” baosnyané. Manut anak lingsir sané meneng ring Banjar Nyelati, Désa Kuwum, Mengwi Badung puniki, samian sesolahan wayang patut kairingin antuk gambelan gendér. Sakadi sesolahan Wayang Lemah taler sesolahan Wayang Sapuh Légér patut kairingin antuk gambelan gendér. “Utamané ri kala ngamargiang upacara panglukatan Sapuh Légér. Ring upacara inucap pastika kamargiang sesolahan Wayang Sapuh Légér. Sesolahan wayang inucap patut kairing olih gambelan gendér,” dané negesang. Dané ngwewehin, sajeroning pamargin upacara panglukatan Sapuh Légér, gendér katabuhang saking ngawitin upacara kantos pamuput upacara. Mawinan samian parikrama saha pulapali upacara panglukatan Sapuh Légér kairingin antuk gambelan gendér. (uma)
prasida matimbang wirasa ri kala sampun masolah. Yéning dalang nénten,” dané negesang. Sajeroning malajahin widang seni padalangan, dané ngamargiang preragan, tan pawantuan guru utawi seniman dalang tiosan. Parindikan punika kamargiang antuk tetujon mangda prasida nyinahang kasujatian anggané miwah nénten kayun nempa seniman dalang tiosan, mawinan anggané madué pracihna sané mabinayan ri kala nyolahang wayang. Kaumpamiang, yéning malajah ring dalang Wayang Cénk Blonk, dané pastika dados dalang Wayang Cénk Blonk “Junior” santukan ajah-ajahan sané kapolihang pastika indik seso-
lahan Wayang Cénk Blonk. Parindikan inucap ngawinang dané nénten prasida ngajahin anak tiosan sané meled malajah ngwayang. Tamatan Kokar Sukawati daweg warsa 1993 puniki maosang, anggané nénten prasida ngicén pakem-pakem sané pinaka cihna anggané majeng anak tiosan santukan napi sané kamargiang tatkala nyolahang wayang wantah pakem sané kaduénang. “Durung majanten anak tiosan prasida ngamargiang pakem sakadi sané margiang tiang. Yéning wénten sané meled malajah ring titiang, minab sané ajahin tiang wantah pakem-pakem dasar kémanten,” lanang sané embas ring Pasekan, 12 Maret 1971 puniki negesang. (uma)
Satua
Olih : Madé Taro
Nguda I Tetani Tusing Ngamah Punyan Teep? MAKEJANG tetaniné ento lantas nolih I Macan ané joh sawat paliatné ngambang sambilanga ngeling ulian dot apang katulungin. Ada tetani sané klangen tur maekin lakar nulungin sakéwala ada masi sané nombahang, “Da!” kéto timpalné nengkik. “Nyén sing nawang bikasné I Macan? Ganas, loba, buina sing inget tekén timpal. Ia demen ngamah beburon magenepan, uli ané gedé sakadi sampi kanti beburon cenik cara iraga kéné!” kéto munyin timpalné. I Macan sayan ngerasang masuara jerit-jerit. Ia ningeh tuturan para tetaniné. “Pedalem ja Icang! Icang boya ja buron angkuh lan loba cara ané kenehang Cai. Icang meled ngamah manusa krana i manusa ento liunan ané tusing mabikas manusa. Cai nawang, akuda buroné mati ulian solah manusané? Kedis-kedisé témbaka, sampiné tampaha, semut, nyawan, kéto masih tetani lakar borbora. Buin kejep dogén para manusané ento lakar masang jebakan, tur Icang ané dadi mangsa. Aduh... aduh tulungin Icang timpal-timpal,” I Macan ento jerit-jerit. Para tetaniné ané ada ditu sayan marasa pedalem tekén I Macan. “Cara keneh Icangé, beneh masih apa ané orhanga tekén I Macan,” kéto rajan tetaniné matuturan. “Yén I Macan mati, nyén buin ané takutina tekén i manusa ané demen maboros?” “Aa... beneh masi beneh...!” kéto pasaut tetaniné lénan. “Kéwala apang ada upahné,” buin tetani ané lénan nimpalin. I Macan buin ningeh tuturan para tetaniné ento. Jani munyiné I Macan sayan ngadengang tur angkihangé angseg-angseg, cara suba ngantiang mati. Nepukin para tetaniné ento maekin awakné, I Macan masledétan kangin kauh. “Suba pasti ada upahné,” I Macan masaut munyiné cenik pesan. “Yén Cai ajak makejang ngidaang megatang taliné ené, suba pastika Icang selamat. Icang masemaya lakar nyaga para tetani uli panca baya. Tusing ento dogén, Icang masih lakar ngalihang Cai kayu-kayu ané jaen amah Cai.” Ningehang I Macan masemaya buka kéto, para tetaniné saling pamaluin malaib maekin I Macan tur mautsaha megatang taliné ento. (Masambung)
Rédaksi nerima reriptan marupa artikel (paling akéh 3500 huruf), satua ringkes (paling akéh 6000 huruf), puisi, geguritan miwah sané siosan. Reriptan mangda kakirim ring alamat: Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email: bali_orti@balipost.co.id.
9 Masa Depan
MINGGU KLIWON, 15 MEI 2016
Terry Masih Belum Jelas HAL 10
Heat Paksakan ”Game” Ketujuh
BPM/ap
BLOK - Josh Richardson (0) memblok tembakan yang dilepaskan pemain Toronto Kyle Lowry saat Heat bertemu Raptors, Sabtu (14/5) kemarin.
Miami – Miami Heat dan Toronto Raptors harus memainkan gim ketujuh untuk mengetahui siapa yang ke final Wilayah Timur. Ini setelah Miami Heat memenangi gim keenam. Pada gim yang dihelat di American Airlines Arena, Sabtu (14/5) kemarin Heat yang butuh kemenangan demi memperpanjang napasnya unggul tipis 21-20 di kuarter pertama. Di kuarter kedua Heat tancap gas dengan 32 poin berbanding 24 poin untuk memimpin 53-44 pada paruh pertama laga. Heat masih mendominasi di kuarter ketiga dengan unggul perolehan angka 29-28, lalu di kuarter keempat membuat 21 angka dan akhirnya menang 103-91. Goran Dragic jadi inspirator kemenangan Heat dengan torehan 30 poin, tertinggi dalam kariernya di babak play off. Dia menambah tujuh rebound dan empat assist. Dragic ditopang oleh Dwayne Wade dengan 22 poin, enam rebound, dan lima assist. Di kubu Raptors ada Kyle Lowry dengan 36 poin, empat rebound, dan tiga assist. “Tahun lalu, saat ini kami semua tengah berlibur. Jadi banyak orang yang punya urusan bisnis seperti ini mencari jalan mudah. Tidak pernah ada jalan mudah dalam pertandingan seperti ini, apalagi ketika unggulan kedua dan ketiga saling berhadapan. Inilah jalurnya dan kini kami bisa memaksakan gim ketujuh,” ujar pelatih Heat Erik Spoelstra, usai pertandingan. Dengan hasil tersebut skor sementara 3-3 di semifinal Wilayah Timur dan laga penentuan akan dilakukan di Air Canada Centre, Senin (15/5) besok. Pemenang akan menghadapi Cleveland Cavaliers di partai final wilayah. (kmb33/ap)
BPM/ap
MU Menanti Keajaiban Manchester –
BPM/rtr
Maverick Vinales
Vinales, Calon Pengganti Lorenzo London – Teka-teki siapa yang akan menjadi pengganti Jorge Lorenzo di Yamaha Movistar pada musim depan sepertinya mulai terjawab. Baru-baru ini beredar kabar soal adanya kesepakatan yang terjalin antara Yamaha dengan pebalap Suzuki, Maverick Vinales. Kabar itu beredar luas di beberapa media Italia, Spanyol, dan Eropa, Sabtu (14/5) kemarin. Beberapa media tersebut menyebutkan bahwa Maverick Vinales akhirnya memutuskan untuk menerima pinangan yang datang dari Yamaha. Tapi hingga saat ini,
baik sang pebalap maupun Yamaha serta Suzuki belum membuat pernyataan. Keputusan soal kesepakatan tersebut kabarnya akan diumumkan pada Kamis (19/5) mendatang atau jelang pelaksanaan MotoGP Italia di Sirkuit Mugello. Sang pebalap juga akan melakukan konferensi pers sebelum pelaksanaan balapan terkait kesepakatan dengan Yamaha. Maverick Vinales merupakan salah satu pebalap yang difavoritkan menjadi pengganti Jorge Lorenzo sebagai rekan Valentino Rossi. Lorenzo memutuskan untuk menyudahi kerja sama bersama Yamaha
yang telah berlangsung selama delapan musim dan bergabung ke Ducati. Maverick Vinales merupakan salah satu pebalap muda yang memiliki kemampuan balap yang sangat baik. Pebalap berusia 21 tahun itu tampil mengesankan bersama Suzuki dan sukses naik podium untuk pertama kalinya pada musim ini. Ia berhasil finis di posisi ketiga di belakang Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi pada balapan MotoGP Prancis di Sirkuit Le Mans. Hal itu juga tidak terlepas dari banyaknya pebalap yang terjatuh selama balapan. (kmb33/rtr)
Manchester United (MU) akan coba memburu harapan untuk bisa bermain di Liga Champions musim depan, saat memainkan laga terakhirnya di Premier League 2015/2016. Setan Merah akan menjamu Bournemouth di Old Trafford malam nanti. Jika mampu meraih poin penuh, maka Wayne Rooney, dkk bisa mengakhiri musim di posisi ke-4 dan meraih jatah Liga Champions lewat laga play off. Mereka akan melangkahi poin yang dimiliki oleh Manchester City. Namun kemenangan saja tidak cukup. Mereka juga harus berharap Manchester City kalah pada pertandingan lain. The Citizen akan melawat ke Stadion Liberty, markas Swansea City. Manchester United tengah terluka jelang menjamu Bournemouth minggu nanti. Pekan lalu Setan Merah harus rela dikalahkan west Ham United dengan skor 3-2 dan membuat jalan mereka untuk tampil di Liga Champions musim depan semakin kecil. Saat ini United masih menempati posisi 5 klasemen dgn 63 poin terpaut 2 poin dari Manchester City diposisi 4 sementara. Untuk bisa menjaga harapan tersebut, pelatih Louis van Gaal dipastikan menurunkan pemain terbaiknya. Beberapa pemain yang tampil buruk saat dibekuk oleh West Ham bisa diistirahatkan dan digantikan pemain lain yang lebih siap. Marcos Rojo dan Ander Herrera yang menjadi titik lemah MU bisa digantikan pemain lain. Cameron Borthwick-Jackson bisa menggantikan posisi Rojo, sementara Michael Carrick akan tampil menggantikan posisi Ander Herrera. Selebihnya Van Gaal harus mempertahankan skuat utamanya. Nama David De Gea, Chris Smalling, Wayne Rooney, Anthony
Martial dan Marcus Rashford harus tetap menjadi tampil. Dengan kembalinya Wayne Rooney, tentunya jadi salah satu hal yang bakal merubah permainan tim ini. Dengan menempatkannya sebagai pemain di belakang striker dan membiarkan Martial dan Rashford mengacak-acak lini pertahanan the cherries tentu akan sangat menarik untuk dilihat. Apalagi saat ini Mata yang akan menjadi teman duet Rooney punya pengalaman segudang dalam soal mendukung
pergerakan para penyerang. “Kami yakin masih dapat lolos ke Liga Champions. Kami hanya harus fokus dan meraih kemenangan,” ujar Van Gaal, sabtu (14/5) kemarin. Dikubu tim tamu, pelatih Eddie Howe juga akan menurunkan komposisi pemain terbaiknya. Howe tidak terhadang badai cedera untuk bisa memberikan penampilan prima di Old Trafford. Mereka akan datang dengan misi mengulang kemenangan seperti pada pertemuan pertama. Howe akan tetap menurunkan Artur Boruc sebagai kiper, sementara Steve Cook menjadi jenderal di lini belakang. Max Gradel yang biasa beroperasi di sisi sayap akan memberikan banyak ancaman bagi barisan pertahanan MU dengan akurasi umpan-umpan akurat yang akan dieksekusi oleh Benik Afobe di lini serang. (kmb33/rtr)
HEAD TO HEAD: 12/12/15 Bournemouth
2-1
Manchester United
2-0 1-2 1-1 0-1 3-2
Crystal Palace Manchester United Leicester City Manchester United Manchester United
Lima pertandingan terakhir MU: 21/04/16 23/04/16 01/05/16 07/05/16 11/05/16
Manchester United Everton Manchester United Norwich City West Ham United
Lima pertandingan terakhir Bournemouth 09/04/16 17/04/16 23/04/16 30/04/16 07/05/16
Aston Villa Bournemouth Bournemouth Everton Bournemouth
1-2 1-2 1-4 2-1 1-1
Bournemouth Liverpool Chelsea Bournemouth West Bromwich
BOLA MANIA
10
Jose Mourinho
Minggu Kliwon, 15 Mei 2016
BPM/rtr
MU dan Mourinho Belum Ada Kesepakatan
Manchester – Jose Mourinho sempat dikabarkan baru bakal melatih Manchester United (MU) musim 2017-2018. Manajemen United rencananya bakal memberikan kesempatan kepada manajer Louis van Gaal untuk mengakhiri kontraknya pada akhir musim 2016-2017. Namun kabar terbaru, Mou akan melatih United per musim depan. Mou mengonfirmasi bahwa ia akan melatih United meski belum menandatangani kontrak bersama Setan Merah. Sebenarnya tak heran Mou menjadi pilihan manajemen Setan Merah, ketimbang manajer lain macam Mauricio Pochettino (Tottenham Hotspur). Hal itu karena manajer berpaspor Portugal sudah teruji membawa Chelsea tiga kali menjuarai Premier League (2004-2005, 2005-2006 dan 2014-2015). Tak sampai di situ, ayah dua anak tersebut juga berpengalaman membawa tim asuhannya menjadi raja di Liga Champions. Pelatih berusia 53 tahun itu membawa FC Porto meraih trofi Si Kuping Besar pada 2003-2004 dan Inter Milan 2009-2010. Karena itu, ketimbang mempertahankan Van Gaal yang masuk kategori gagal dalam dua musim terakhir, mempekerjakan Mou sebagai pelatih United merupakan pilihan tepat. Bukan tak mungkin dengan Mou sebagai pelatih, Manchester Merah dapat meraih trofi Premier League yang terakhir kali diraih pada musim 2012-2013. Meski demikian, pihak Setan Merah mengaku belum ada pendekatan resmi dilakukan dan tidak ada kesepakatan yang sudah ditawarkan ke Mourinho. Sky Sports melaporkan, Sabtu(14/5) kemarin sejauh ini pihak Manchester United masih menjadikan Van Gaal sebagai prioritas utama mereka dan evaluasi baru akan dilakukan setelah final Piala FA. (kmb33/ap)
Hummels Tak Tergantikan
Dortmund – mang mendapatBorussia Dortmund memang alan kan untung besar hasil penjualan tMats Hummels. Namun Dortmund mengakui tak mungkin mencari pengganti sepadan untuk Hummels. Hummels dijual dengan banderol yang kabarnya e mencapai 40 juta euro ke ligus Bayern Munich. Ini sekaligus menuntaskan spekulasi soall masa t. depan bek 27 tahun tersebut. usim Ini artinya, untuk tiga musim beruntun Dortmund harus ndamerelakan para pemain andavaria lannya menyebrang ke Bavaria setelah sebelumnya Mario Goetze dan Robert Lewandowski. Bukan sesuatu yang aneh, tapi juga mund pertanda buruk bagi Dortmund yang tak mampu menahan para pemain bintangnya. Jika Dortganti mund bisa mencari pengganti Goetze dalam diri Henrikh Mkhigantikan taryan, lalu Lewandowski digantikan g. Pierre-Emerick Aubameyang. Maka kali ini kehilangan Hummels akan potan mencari membuat Dortmund kerepotan ussia Dortmund penggantinya. Pelatih Borussia ngakui mustahil Thomas Tuchel bahkan mengakui ummels. “Tidak mencari pemain seperti Hummels. nti yang persis mungkin mencari pengganti untuk Mats,” ujar Tuchel, Sabtu (14/5) kedah pasti punya marin. “Pengganti Mats sudah n mereka bisa kelebihan lain. Saya yakin gnya. menggantikannya,” sambungnya. Hummels sudah bermain untuk Dortmund sejak 2008 dengan total 303 penampilan dan ummels memang 25 gol di seluruh kompetisi. Hummels sempat berseragam Bayern dari 2006 hingga bus tim inti, dia 2009. Lantaran gagal menembus ortmund. memutuskan hengkang ke Dortmund. Bersama Dortmund, Hummels turut meraih sejumlah prestasi, termasuk dua gelar juara Bundesagia bisa liga. Dia pun mengaku bahagia an tahun menjalani lebih dari delapan BPM/rtr e Bodengan klub berjulukan Die Matt russen. (kmb33/rtr) Hummels
JAGA - Pemain Chelsea John Terry (kiri) menjaga bola dari hadangan Wahbi Khazri saat The Blues bertemu Sunderland beberapa waktu lalu.
Masa Depan Terry Masih Belum Jelas London –
John Terry mengakui ada tawaran kontrak baru dari Chelsea untuknya. Namun dia menyebut bahwa penawaran itu untuk sebuah peran baru di dalam tim. Sebelumnya media-media Inggris ramai memberitakan bahwa Terry telah mendapatkan penawaran perpanjangan kontrak selama satu musim. Ini tentu akan mengakhiri polemik terkait masa p g g depan bek 35 tahun itu,, mengingat men kontraknya usai pada Juni mendatang. Tapi tak berselang lama setelah kabar adanya kontrak baru dar dari Chelsea, Terry mengunggah sebuah pernyataan lewat akun media sosial sosia Instagram. Lewat pernyataan itu dia mengakui ada pembicaraan dengan klub, namun untuk peran yang berbeda dan kini dia butuh waktu untuk memikirkan tawaran tersebut.
“ T e r i m a kasih kepada semuan semuanya atas doa-doa baiknya. Perpanjangan kontrak yang ditawarkan klub kepada saya adalah untuk peran berbeda, dan saya harap semuanya memahami bahwa saya butuh waktu untuk mempertim mempertim-
bangkan ini dengan hati-hati sebelum membuat keputusan,” ujar Terry, Sabtu (14/5) kemarin. Belum jelas peran apakah yang sebenarnya ditawarkan klub kepada Terry. Namun ini kembali membuat masa depannya di tim menjadi abu-abu. Beberapa waktu lalu manajer interim Chelsea Guus Hiddink menyebut bahwa Terry masih layak diberikan kesempatan untuk lanjut bermain. Hiddink menilai secara fisik Terry tak ada masalah untuk terus diandalkan tim. “Ia akan memberikan dampak yang bagus untuk para pemain muda dari akademi. Klub harus sadar bahwa mereka bisa menggunakan kemampuan orangorang seperti dirinya,” tutur Hiddink. “Saya selalu senang ketika ada pemain yang punya karier bagus dan terus terikat dengan klub. Manchester United juga mempunyai beberapa legenda. Kemudian klub punya kesempatan untuk menjadikan mereka bagian dari budaya tim,” imbuhnya. Sebelumnya fans Chelsea mendesak pihak klub agar segera memberikan perpanjangan kontrak kepada Terry. Hal itu terlihat di laga kontra Liverpool dalam lanjutan Premier League tengah pekan lalu. Dalam laga di Anfield tersebut, fans Chelsea melakukan gelombang protes di menit 26. Angka 26 sengaja dipilih karena merupakan nomor punggung Terry. Memulai debut di Chelsea pada Oktober 1998, Terry sudah dianggap sebagai ikon dan legenda klub. Dia telah menorehkan 66 gol dalam 703 penampilan bersama The Blues. Beragam gelar diraih Terry selama berkostum The Blues, yakni 4 Premier League, 5 Piala FA, 3 Piala Liga, 2 Community Shield, 1 Liga Champions, dan 1 Liga Europa. (kmb33/ap)
BPM/rtr
Biodata Nama lengkap Tanggal lahir Tempat lahir Tinggi Posisi bermain
: John George Terry : 7 Desember 1980 (umur 35) : Barking, London, Inggris : 1.87 m : Bek tengah
Informasi Klub Klub saat ini Nomor
: Chelsea : 26
Karier Junior Senrab 1991–1995 1995–1998
: West Ham United : Chelsea
Karier Senior Tahun Tim 1998– Chelsea 2000 ? Nottingham Forest (pinjaman)
Tampil (Gol) 479 (40) 6 (0)
Tim Nasional 2000–2002 Inggris U-21 2003–2012 Inggris
9 78
(1) (6)
Juve Luncurkan Kostum Baru Turin – Musim 2015-2016 belum juga berakhir, namun Juventus sudah mempersiapkan segalanya untuk mengarungi musim 2016-2017. Selain memperpanjang kontrak Massimiliano Allegri, Bianconeri baru saja meluncurkan jersey anyar untuk tampil di musim depan. Pada musim depan, jersey Juve yang masih disponsori Adidas sedikit ada perubahan. Musim 20152016 jersey Juve memiliki empat strip putih dan hitam. Namun pada musim depan jumlah strip yang tersedia jauh lebih sedikit. Strip hitam ada di bagian kanan, kiri dan tengah jersey. Sementara
strip putih berdiri di tengah dengan diapit strip hitam. Satu hal yang masih terpampang ialah tiga bintang di atas logo klub. Munculnya tiga bintang tersebut berkat keberhasilan Juve meraih 33 trofi scudetto sepanjang sejarah klub. “Dalam upaya mengedepankan gaya klasik seperti musim lalu, Juventus 2016-2017 dilengkapi garis yang lebih luas dari jersey hitam dan putih sebelumnya. Celana pendek berwarna hitam dan kaus kaki hitam, menampilkan kombinasi hitam dan putih tradisional,” demikian dirilis pihak klub, Sabtu (14/5) kemarin. Diharapkan dengan munculnya jersey tersebut, Juve dapat meraih prestasi yang lebih baik ketimbang musim ini. Tak hanya sekadar menjuarai Serie A, namun menjadi yang terbaik di ajang Liga Champions. (kmb33/rtr)
Kostum baru Juventus.
BPM/ist
Minggu Kliwon, 15 Mei 2016
GELANGGANG
11
Pembalap Indonesia Rebut Raja Tanjakan ITdBI Banyuwangi (Bali Post)-
BPM/022
KUASAI - Pesepak bola Putra Tresna menguasai bola dikejar lawannaya dari Pesanku Kuta, pada perebutan juara III dan IV turnamen Piala Pesanku 2016 di Lapangan Samudra Kuta, Badung, Sabtu (14/5) kemarin.
Putra Tresna Juara III Mangupura (bali Post)Kesebelasan Putra Tresna Denpasar meraih juara III dalam turnamen Piala Pesanku 2016, usai menundukkan tuan rumah Pesanku dengan skor 3-1 (2-1) di Lapangan Samudra Kuta, Badung, Sabtu (14/5) kemarin. Tiga gol kemenangan Putra Tresna hasil bidikan Yoga di menit ke-20 dan 25 yang menjebol gawang Pesanku yang dikawal Rama Ditya. Satu gol lagi diciptakan kapten AAN Surya Negara, melalui titik putih semenit menjelang bubaran. Penalti diberikan wasit Wayan Artana karena pemain Putra Tresna Wayan Ekananda Wardana dijatuhkan di petak keramat. Surya Negara yang dipercaya sukses mengoyak gawang Pesanku yang dijaga kiper pengganti Aji Bayu Putra. Pesanku mampu mempertipis kekalahan lewat sontekan Kadek Darma di menit ke-37 yang membobol gawang Agus Salim. Putra Tresna bermain dengan 10 pemain. Saat tambahan waktu sebab Suartawan diusir wasit Wayan Artana karena akumulasi kartu kuning. Usai laga, pelatih Putra Tresna Made Juli mengakui kemenangan ini berkat semangat juang asuhannya yang tak kenal menyerah. “Kemenangan kami tiga butir gol juga berkat gocekan striker kami,” ucapnya Juli menyayangkan saat semifinal melawan POR Sanur, kuartet penyerang Putra Tresna yakni Basri, Ketut Katos Sudi Artawan, Yoga dan Yogi absen. “Seandainya keempat penyerang ini bisa kami turunkan, kemungkinan hasilnya akan lain,” kata Juli. (022)
Pembalap Indonesia berhasil mengusik kekuatan para pembalap asing dalam International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) 2016. Gelar raja tanjakan (King of Mountain) yang menjadi langganan pembalap luar negeri kali ini disandang pembalap Indonesia, yaitu Bambang Suryadi pembalap asal Probolinggo, Jawa Timur. Sayangnya dalam ITdBI kali ini dia membela Black Inc. Cycling Team dari Laos. Predikat raja tanjakan itu diraih setelah menyelesaikan etape 4 di lereng gunung Ijen, Sabtu (14/5) kemarin. Dengan kemenangan ini, Bambang berhak mendapatkan gelar King of Mountain (KOM) di ITdBI 2016. Dia berhasil menyisihkan Peter Pouly, pembalap Prancis dari Singha Infinite Cycling Team, Singapura yang dua tahun berturut-turut memegang gelar raja tanjakan
ITdBI. Sementara Peter Pouly harus puas di posisi kedua predikat King of Mountain ITdBI. Masuknya pembalap Indonesia di gelar raja tanjakan ini baru kali pertama pecah, sejak ITdBI digelar lima tahun berturut-turut. Raja tanjakan adalah gelar
paling bergengsi di ITdBI. Pembalap harus menaklukkan sejumlah tanjakan dari empat etape yang dilalui. Puncaknya, etape 4 yang menyusuri lereng Ijen di kemiringan 45 derajat. Jalur ini kerap disebut sebagai tanjakan “neraka”. Prestasi gemilang ini dis-
vs
kelas penilaian poin (green jersey) diraih pembalap Cina, Guangdong MA dari Wisdom Hengxiang Cycling Team. Sedangkan Peter Pouly kembali mempertahankan kelas juara umum (yellow jersey). Di belakangnya menyusul Jai Crawford dari Kina Cycling Team, Jepang. Lalu posisi tiga ditempati Bambang Suryadi, pembalap Indonesia yang membela tim Black Inc Cycling Team, Laos. Di kelas Nasional, tim pembalap Nasional berhasil menjadi juara tim terbaik, disusul SAKB dari Siak (Riau) dan BRCC (Banyuwangi). (kmb30)
Karateka Bali Ditarget Enam Emas di PON
JADWAL FINAL MINGGU (15/5) POR Sanur
ambut gembira Chairman ITdBI, Guntur Priambodo. Menurutnya, potensi pembalap Nasional sejatinya cukup bagus menaklukan pembalap asing. Sayangnya mereka tak bergabung di tim dalam negeri. “Kami tetap apresiasi ketika pembalap Indonesia bisa meraih jawara tanjakan ITdBI. Meski membela tim asing,” jelasnya. Menurutnya, ajang ITdBI memang ajang pertarungan antartim dunia. Biasanya pembalap Nasional ikut membela tim asing lantaran persoalan honor. Sementara itu, jawara
Pespa Bali Selection.
BPM/kmb30
NERAKA - Para pembalap berjuang menaklukkan tanjakan “neraka” dalam etape 4 ITdBI 2016 di lereng Ijen, Banyuwangi, Sabtu (14/5) kemarin.
Denpasar (Bali Post)Karateka PON Bali yang mengantongi tiket ke PON XIX/2016 Bandung, Jawa Barat, mendapat beban yang super berat. Pasalnya, FORKI menargetkan kepada para karateka PON Bali sedikitnya mampu meraih enam medali emas di hajatan multi event empat tahunan tersebut. Pelatih Tim Karate PON Bali I Nyoman Sumayasa, menyatakan, pihaknya memang ditarget mampu merealisasikan enam medali emas di PON Bandung. Target itu dinilai cukup berat, mengingat persaingan semakin berat. “Ini memang menjadi tugas yang berat untuk memenuhi target itu. Meski berat, akan tetapi kami bakal berusaha semaksimal mungkin,” ungkapnya di Denpasar, Sabtu (13/5) kemarin. Sumayasa menambahkan, untuk memenuhi target itu pihaknya bakal mengandalkan beberapa karateka, diantaranya Cok Istri Sanistya Rani dan Budi Kertiyasa yang kini masuk pelatnas Indonesia. “Kami optimis kedua karateka ini mampu meraih emas. Selain dua atlet itu, kami juga menargetkan karateka lainnya untuk meraup emas. Semoga dengan kerja keras, nantinya kami bisa memberikan hasil terbaik bagi Bali,” katanya. Dikatakannya, dilihat dari segi persaingan di PON mamang sangat ketat sekali. Apalagi sekarang ini pembinaan dan perkembangan di setiap provinsi sudah sangat bagus. Karena itu, empat bulan waktu yang tersisa harus bisa dimanfaatkan untuk mematangkan atletnya. “Selain menjalani latihan, para atlet juga bakal dipersiapkan untuk mengikuti kejuaraan. Karena hanya dengan mengikuti kejuaraan, skill dan jam terbang mereka bisa bertambah,” ungkap Sumayasa. (kmb41)
Mitra Devata Atasi Teman Bali Persib Tundukkan
BPM/022
LIGA - Suasana laga antara Damar Cakti A melawan Putra Tresna dalam Liga Asosiasi SSB Kota Denpasar di Lapangan Pemecutan, Sabtu (14/5) kemarin.
Mangupura (Bali Post)Kesebelasan Legend Mitra Devata unggul tipis atas Teman Bali dengan skor 2-1, dalam latih-tanding di Lapangan Banteng, Seminyak, Sabtu (14/5) kemarin. Dalam pertandingan yang dipimpin wasit Ali Bacho ini, dua gol kemenangan Mitra Devata dilesakkan Komang Mariawan dan Gangga Mudana. Sebelumnya Mitra Devata juga menang atas Putra Pemenang 4-0 di Lapangan Wirayuda, Kelan,
Jumat (13/5) lalu. Keempat gol kemenangan Mitra Devata dalam pertandingan yang dipimpin wasit Nyoman Nesa tersebut, hasil bidikan Nyoman Rafik Armawan, Ida Bagus Mahayasa, Heru, dan Nengah Repot Sulendra. Koordinator Legend Mitra Devata Purwanto Iman Santoso menyatakan lawan cukup alot diperagakan tim Teman Bali. “Tim Teman Bali ini menerapkan strategi ball-pressure. Namun kami bersyukur di babak kedua Mi-
tra Devata bisa menguasai,” tutur Purwanto. Sementara, ketika meladeni Putra Pemenang Purwanto mengakui, materi Putra Pemenanga cukup muda sekitar 18 tahun. “Tim Putra Pemenang cukup mengejutkan tim kami pada 10 menit pertama, namun selanjutnya kami bisa mengendalikan permainan,” jelas Purwanto. Serangkaian uji-coba ini bertujuan mematangkan tim menjelang lawatan ke Jateng dan DIY. (kmb)
Damar Cakti A Petik Kemenangan Denpasar (ali Post)Kesebelasan Damar Cakti A memetik kemenangan atas lawannya Putra Tresna dengan skor 2-0, dalam Liga Asosiasi SSB Kota Denpasar U-14 di Lapangan Pemecutan, Sabtu (14/5) kemarin. Hasil lainnya, Damar Cakti B dikalahkan Bali Soccer Boys (BSB) dengan skor 0-5. Sementara hasil di Lapangan Arga Coka Pegok, Guntur menekuk Jima 2-0, dan Mandala United unggul atas Nusantara dengan skor 5-0. Sekretaris Panpel Gede Made Anom Prenatha menyatakan, memasuki hari kedelapan ini prestasi tim-tim unggulan yang menghuni papan atas mulai kelihatan. Ketiga tim papan atas, yakni Damar Cakti A, Mandala United dan BSB. “Persaingan makin ketat dan tim-tim kandidat juara mulai kelihatan,” ucap Anom Prenatha. (022)
Tim Legend Mitra Devata
BPM/kmb
Bali United 2-0
Bandung (Bali Post)Persib Bandung akhirnya meraih kemenangan perdana dalam Torabika Soccer Championship (TSC) 2016, setelah mengalahkan Bali United 2-0 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Sabtu (14/5) kemarin. Dua gol kemenangan Persib dicetak pada babak pertama melalui tendangan penalti Vladimir Vujovic, dan gol indah David Laly. Sukses itu merupakan kemenangan perdana Persib. Dalam dua laga sebelumnya, Persib hanya bermain 1-1 melawan Sriwijaya FC di Bandung, dan 0-0 saat melawan Pusamania Borneo FC di Samarinda. Peluang emas dimiliki Bali United melalui Lucas Garcia pada menit 52, namun bola melambung di atas gawang Persib. Pelatih Indra Sjafrie juga merotasi asuhannya I Made Wirahadi keluar digantikan Yabes Roni pada menit 56. Baru semenit diturunkan, Yabes Roni langsung unjuk gigi. Ia menerobos pertahanan Persib dan melepas sepakan. Sayangnya tembakan Yabes masih me-
lebar. Peluang Bali United lainnya, menit 60 Fadhil Sausu melepas sepakan keras. Sayang bola justru melambung. Sebaliknya pemain Persiba Atep melepas sepakan keras dari luar kotak penalti. Beruntung bagi Bali United, bola mampu ditepis kiper Rully Desrian. Lucas Patinho nyaris membobol gawang Persib melalui eksekusi tendangan bebas pada menit 70. Beruntung bagi Persib, bola hasil tendangan Lucas hanya membentur tiang mistar. Lucas Patinho di menit ke-72 kembali melakukan tendangan bebas beberapa meter di luar kotak penalti, namun belum berhasil menjebol gawang Persib. Bali United makin gencar melakukan serangan. Namun serangan mereka mampu dipatahkan benteng pertahanan Tim Maung Bandung. Tuan rumah Persib justru lebih banyak melakukan serangan balik. Pemain Bali United Loudry Setiawan melakukan tendangan spekulasi jarak jauh, tetapi lagi-lagi tendangannya masih melenceng. (kmb33)
12
Minggu Kliwon, 15 Mei 2016
Sastra
Redité Kliwon, 15 Méi 2016
I Kaki Dengkil
Marga Sanga KACARITA mangkin Bagus Gedé sampun maplebonang. Inggih, wantah maplebonang kémanten. Nénten wénten ngrorasin, nénten wénten ngedetin ring segara, nénten wénten nglinggihang ring Merajan Kemulan. Naler nénten wénten maajar-ajar, nyegara giri ka Pura Goa Lawah tur sané siosan. Palebon kémanten, jag sampun puput akadi punika. Nyanan, wantah sampun panumayané, minab jagi kaligyaang. Punika wantah kantun éling parisantanané, wantah parisantanané madrué artha brana jaga anggéna ngwangun upakara Baligya. Wantah kantun wénten bangket jagi anggén ngwangun upakara. Wantah parisantané kantun magama Bali. Sawiréh sané mangkin ring jaba sampun katah sané masalin agama. Sira uning malih pidan makasami jagi masalin agama? “Nah da ja ané joh-joh parnana! Ané jani dogén kenehang malu. Apa suba ngelah pipis anggon meli baas buin mani? Apa suba ngelah pipis anggon mayahin panaké masekolah? Lamun suba tamat, apa suba ngelah pipis anggon nyogok ngalih pagawé? Da ja pagawé negeri, pagawé kontrak dogen koné misi numbuk. Di subané magaé apa suba ngelah pipis anggon nyogok apang maan di tongos melahé, apang paek tekén umahé?” Asapunika grémonan I Kaki Dengkilé, mailehan lakuna. Durung puput mamarna pamargin Bagus Gedéné, mangkin ngwilangin nénten nué jinah. Mamarna pikobet rereh-rerehané ring Tepisiring sané kaloktah gumi kalintang tuh santukan nénten wénten toya. Inggih... asapunika sampun. Kocap Bagus Gedé nénten karorasang, santukan wénten bhisama mangda nénten ngamargiang upakara sapunika. Kocap punika bhisama Ida Bhatara Lelangit. Dawegé Ida kaplebonang, tan maa kebus uyang rasaanga. Nanging dawegé karorasang, wantah kepir-kepir rambut cokorné. Tur dawegé kaligyaang, marasa pisan kocap sakadi ayun-ayunang, kesyeng-kesyeng sakadi makeber ka akasa. Sayuwakti ké asapunika? Nénten wénten sané uning! Bagus Gedé mikayunang, kocap kawéntenané ring Tepisiring nénten ngamargiang ngroras punika santukan kalintang tiwasé makasami. Nanging I Kaki Dengkil nungkasin, nénten asapunika kawéntenané. Punika santukan kawigunan ngrorasin punika pateh kémanten sareng Baligyané. Santukan pateh kekehé, pabligbagané dados puput asapunika. Bagus Gedé, mitanang nénten ngroras santukan prabéané nénten wénten. I Kaki Dengkil mitanang punika santukan sampun manut ring sastra. Ngroras dados wantah nué artha brana meliah, nénten naler dados santukan kasuén-suén jagi ngarya Baligya. Rainané mangkin sampun tutug roras raina Bagus Gedé kaplebonang. I Kaki Dengkil mamarna wantah rainané mangkin sapatutné kamargiang upakara ngroras. Kantos tengah lemeng, Ipun mamarna sampun rauh ring dija mangkin Bagus Gedé mamargi? Sadurung kaplebonang, panggihina lawat anak slabsab-slebseb ring wenginé. Minab punika Bagus Gedé, sané slabsab-slebseb macecingak. Mangkin, ring tengahing daluné puniki, malih panggihina wénten lawat sané kangin-kauh seeb-seeb. Sapunapi punika Bagus Gedé? “Suba ja tawang sakondén tepukin tegal panangsarané, lakar tepuk ditu Marga Sanga. Di margané ané asia ento, ada pat-pat marga nuju swarga loka, ané lelima kema lakuna ka neraka. Kéto pitutur Bima Swargané. Tusing kéto Kaki?” I Kaki Dengkil kesiab miragi suara asapunika. Tatas pisan ring kupingné, wantah suarané punika suarané Bagus Gedé. Kesyeng-kesyeng bulun kalong I Kaki Dengkilé. I Kaki Dengkil masidakep ngregep nyaruang runtag bayuné. Cerek-cereka paané nyumekenang wantah mangkin ipun kantun urip, kantun dados jatma sané maaran I Kaki Dengkil. Usan punika, malih piragina suara. “Kaki, mara roras dina tiang maabénang suba engsap tekén tiang? Béh, langsot pesan Kaki....” Asapunika suarané kapiragi antuk I Kaki Dengkil. Durung medal pasaur I Kaki Dengkilé suarané punika malih nglantur. “Ngidih tulung Kaki, turéksa ajebos Bima Swargané. Apa cecirén margané ané patpat di Marga Sanga? Tiang tusing nawang ané kén margané ento lakar celepin. Liu pesan ajak paling né. Ban palingné, pacruét anaké pada ngeling sengi-sengi. Tiang suba bulak-balik ené ulah-ulih ka Marga Sanga! Suba tepukin tiang timpal-brayané makejang ngengsapang tiang, kulawarga-panak-somah masé kekéto. Suba ngengsapang tiang! Tuah Kaki tepukin tiang ané mamarna pamargan tiangé! Jani tiang mara nawang kawigunan ngrorasé ento! Panca Swara ngrorasé ento lakar nuntun tiang ka Marga Patpaté. Liu suba timpalé uling Badung, Tabanan, Gianyar, tur pradesané lénan ané parisantanané ngupakaraang maseken-sekenan aluh baana ngingetang margané ento! Kuala tiang nu sangsaya, sawiréh tusing makejang mamalih marga ané patuh. Tiang nu sangsaya, tusing bani nutug! Dong nah té orahin tiang! Turéksaang ajebos di lontar Bima Swargané. Buin mani petengé, tiang lakar teka buin nakonang!” Suaran Bagus Gedéné piragina asapunika, nanging I Kaki Dengkil maplengek tan maa. Ukuha I Kaki Dengkil jagi nyawis pitakéné punika. Ukuha jagi aturanga mangda Bagus Gedé matakén sareng Sang Karma sané susatya ngiringang. Sinah ring sajeroning Marga Sangané punika, Sang Karma sané ngraina leket neket ring paragaan Bagus Gedéné jagi tatas pisan uning margi sané kén sané patut kaentasin antuk Bagus Gedé. Sang Karma tan sandang sumangsayain ri kantuné nyeneng, ri sampuné seda, tur ri sampun panumadiané jagi rauh. Sané siosan dados sumangsayain. Sampuang ja rabiné sané ngraina iring ngedum suka-duka, ragané paragaan naler patut sumangsayain! (Jelantik)
Lara Kapindon Ngakan Madé Kasub Sidan NYALUK sandikala, sasih Kasanga warsa Isaka 1938, kuluk ané ada di Désa Sukerta nyalung saling sautin, aaaauuunnggg… aaaauuuunngggg, ngawinang resres anaké ningehang. “Beli, to nguda kuluké makejang nyalung, cihna apa ja ené Beli?” Luh Sekar sangkaning jejehné gegéson maekin Putu Anom, somahné ané sedeng nyangih blakas di ambén paonné. Panakné adiri, Putu Rai iteh maplalianan padidi katimpalin kemplong ané malakar aji kayu waru. “Né sasih Kasanga Luh, mula biasa cicingé nyalung. Tusing nyandang jejeh. Cicing yén tusing ngongkong pasti nyalung,” somahné masaut sambilanga iteh mragatang gegaénné nyangih. “Beli, ngidih olas… da ja Beli ka banjar dinané jani, tiang jejeh Beli!” “Luh… Luh jegég somah Beli, Beli krama banjar, patut Beli milu magarapan ngaé sekancan piranti upakara pacaruané. Luh jumah, to tingalin Putu Rai pianaké yadin nu cenik tusing jejeh. Beli tuah akejep ditu, yén
suba suud Beli énggal lakar mulih,” Putu Anom masaut banban sambilanga makenyem tur niman gidat somahné. Luh Sekar bengong tan pasaut, bayunné sayan nrugtag, boya sangkaning jejeh nanging sangkaning inget ngengkebang kasujatian tekén somahné. Rasa tresna kaliwat tekén somahné maadukan tekén biyuta ané nibénin déwékné. Inget tekén unduké ento, ngénggalang ia maekin Putu Rai ané iteh nyangkil kemplongané. Ningalin pianakné degeng, Luh Sekar sayan bengong. Dikenehné marawat-rawat baya ané setata nibénin. Pitung tiban ané suba liwat, dugas ento, Luh Sekar enu bajang. Ia mula dadi bungan désa mawanan liu anaké ngenehang. Boya uli Désa Sukerta dogén, uli jaba désa masih liu nganggur ka penggak tongosné madagang kopi. Yadin liu trunané nganggur, nanging ané nuldul kenehné Luh Sekar tuah Putu Anom, guru SD ané dueg ngigel, magambel, nyastra. Luh Sekar sayan kadaut kenehné ri kala ningehang Putu Anom nyuling, nembangang Sinom Payangan, Ginada Jayaprana,
13
lan Semarandana. Putu Anom yadin truna tiwas nanging setata malaksana alep, tusing cara trunané lénan setata nyumbungang kasugihan. Karumaketan tresna asih Luh Sekar Putu Anom ané dadi bantang biyuta ané nibénin Luh Sekar. “Luh, Beli malunan nglemesin Luh, Luh setata ngorahang déwék nu cenik, nu demen malajah. Béh… tekan-tekan jani Luh nerima tresnané Putu Anom. Dija luihan Putu Anom tekén Beli? Buat tresna, Beli sanget tresna tekén Luh. Arta brana tusing sandang sambatang buin, Beli sida ngulurin Luh. Nguda dadi Putu Anom ané tiwas néktek enyakin Luh, apabuin ia tuah guru SD ané tamat ulian maan béasiswa,” Gusti Ngurah Bagong sada bangras masesimbing duk kacunduk tekén Luh Sekar di sisin tukadé. “Tresnan tiangé boya sangkaning arta brana, tresnan tiang tekén Beli Putu Anom yukti metu saking ati. Ampura tiang ten sida ngisinin pikayunan Gusti Ngurah, tiang wantah ngastitiang dumogi Gusti Ngurah gelis polih anak istri sané becikan tekén tiang. Kanggéang iraga masawitra kémanten.” “Nah, jani saja Putu Anom menang, sida makatang tresnan Luhé. Sakéwala antosang, waké tusing lakar makirig…!” Gusti Ngurah Bagong ngadébras magedi. Biyuta sajaan nepén Luh Sekar. Duk Buda Kliwon wuku Pahang, nuju odalan di Pura Dalem krama désané ngupah prémbon Sanggar Clekontong Mas, prémbon ané kasub di Bali ulian lucuné. Ketog sémprong aud kélor anaké mabalih ka Pura Dalem. Luh Sekar ané sedeng gelem kebus dingin, tusing ngidaang milu mabalih. “Luh sujatiné Beli meled nongosin Luh, nanging ampura krana Beli patut ngayah magambel, ngambelin prémbon. Ento mawinan Beli tusing sida nongosin Luh,” Putu Anom sada janggel-janggel lakar ngalahin gélanné. “Beli… da suba sangsaya, tiang jumah dogén. Dumadak buin mani suba seger, iraga sida bareng-bareng tangkil ka Pura Dalem. Jani kema Beli ngayah apang tusing makelo antosanga tekén sekaa gongé,” Luh Sekar ngégar-ngégarang bayu mapainget tekén gegélanné. Tusing ada apakpakan basé, sapaninggal Putu Anom, Luh Sekar leplep masaré. Kagiat lantas ri kala déwékné rumasa baat ada anak neteh. Mara tlektekanga cara anak kapupungan, samar-samar tepukina Gusti Ngurah Bagong marikosa déwékné. Mara lakar mageluran, bibihné tekepa baan galeng kanti angseg-angseg kéweh maangkihan. Sayan Luh Sekar nglawan, sayan nyangetang bibihné kateteh galeng. Pam-
“Né ada anak jail ngulgul kurenan Putuné. Alihang tiang muncuk kélor anggén nambakin, tiang lakar ngubadin malu,” Gusti Ngurah Bagong sada banban alus ngandika. Putu Anom ngénggalang ka tegalé ngalih kadi pangidih Gusti Ngurahé. “Ih Luh, waké nawang, né di tengah basang Luhé mula panak waké. Nah pang sepalan waké malaksana, jani wake bbakal ngrajah raré ané ada di basang Luhé. Mani puan ia lekad, pastika lakar dadi inan leak di désané ené. Ia ané lakar nyakitin Nyai lan somah Nyainé. Somah Nyainé sing ja makelo nemu bagia. Wake bakal setata ngaé Nyai sengsara. Cara Nyai nyakitin keneh Wakéné.” Gusti Ngurah Bagong kadi anak ngeréh ngraos. Luh Sekar bengong tan sida ngucap, apa buin somahné tusing ada di sampingné. Sajaan pesan Luh Sekar tusing nepukin Gusti Ngurah Bagong cara dibi puané, nanging ané di arepné marupa celuluk gedé macaling rénggah. Pamragat Luh Sekar limuh di baléné. Buin maniné mara ngedat sagét di sampingné suba ada raré lan pajalan ngembasang raré suba pragat. Luh Sekar tan makijepan nlektekang raréné. Jegég pesan pangenahné nanging yéning sanget tlektekang masawang- sawang aéng. Luh Sekar sahasa ngidem inget tekén déwékné kena lara kapindon. Kapertama, raréné mula pagaén saking kaparikosa Gusti Ngurah Bagong, kaping dua jani duk lekad masih sangkaning karajah Gusti NGurah. “Mééé, limané matatu…!” Putu Rai pianakné Luh Sekar mageluran. Luh Sekar tengkejut tur rerambangan di kenehné ilang prajani. Ngénggalang ia nyagjagin pianakné sahasa nekep tatunné. Luh Sekar kagiat pesan ri kala nolih muan pianakné, dadi tingalina aéng macaling lan malayah dawa pesu api. Ngénggalang Luh Sekar ngucek-ucek paningalané, prajani pianakné mawali cara jati mula. Luh Sekar laut ngelut pianakné tekek pesan. Aungan kuluké yadin joh sayan-sayan ngresresin manah. Mara lakar macelep ka kamaré, sagét I Selem kuluk Luh Sekaré ngongkong galak lan nyarap. “Sék… sék… mai Selem!” Luh Sekar ngesékang kulukné. Mara maklies kulukné, sagét teka Madé Dirga, kelihan banjaré kasarengin prajuruné makejang. “Wénten napi Jero Kelihan? Somah tiangé dija?” Luh Sekar gegéson matakon. “Nah negak malu, tiang lakar nuturang. Tunian dugas kramané ngayah briak-briuk, tan samandana somah Luhé, Putu Anom pungkat. Énggal kramané ngajak ia ka rumah sakit, kéwala lacur Luh, somah Luhé suba ngalahin.” Jero kelihan netesang. Luh Sekar bengong tan sida nyaurin. Engsek krana setata mangguh lara, laut bah.
Saking Langit Bali
Aswamédha Parwa
Yadnya Mautama Olih : I K. Satria, S.Ag IDA Sang Prabhu Marutta malih ngandika tur nyawis sakadi pangandikan Ida sang Prabhu Indra. “Singgih nawegang para Purandara kalih para Wiswadéwa, para Wasu, miwah Aswin, minab sami sampun sauninga ring parindikan sané banget kautamayang ring sajeroning pasawitrayan. Samian taler sampun éling indik kawéntenan Ida Maharsi Samwarta pacang dados pamuput ring yadnyané puniki. Samian sané kapikayunin olih Ida Sang Prabhu Indra nénten pacang mamargi santukan titiang nénten satinut!” Sang Agni nyawis, “Nawegang Sang Prabhu, indayang pikayunin, yéning nulak sekancan pangaptin Ida Bhatara Indra, samian pacang kasor ring kawisésanidané. Titiang banget mapinunas mangda indik pangaptian Bhatara Indra prasida kamargiang, duaning nénten becik nulak pangaptin Ida Bhatara Indra. Sami pacang kasor tur biuta pacang metu sangkaning krodan Ida Bhatara Indra. Mangkin wantah galah sané becik ngamargiang yadnyan puniki.” Kadi asapunika atur Ida Sang Agni pinaka rajaning Gandharwa. Mirengang atur bebaosan raja Gandharwa punika, Ida Sang Prabhu Marutta raris nyaritayang parindikan inucap majeng Ida Maharsi Samwarta, maha pandita sané mautama ring jagaté. Ida Sang Prabhu Marutta nyembah dahating bhakti ring Ida Maharsi Samwarta, raris mabaos, “Nawegang Sang Rsi sané mautama, remrem kawéntenan langité sakadi mangkin pinaka cihna kawéntenan Ida Bhatara Indra sampun ngélinglingin wewidangan puniki. Punika mawinan titiang mapinunas pisan mangda yadnyané mamargi antar tur nénten metuang baya. Titiang nunas icalang pikayunan titiangé sané nénten becik saking pangaptin Ida Bhatara Indra. Ida pinaka rajaning para déwata pacang ngasorang anggan titiang. Tios punika, kawéntenan para tanda mantra sané nyayagayang yadnya taler marasa ajerih mawinan nénten purun tungkas ring sapituduh Ida Bhatara Indra.” Ida Maharsi Samwarta raris nyawis, “Nawegang Ida Sang Prabhu, titiang sampun sauninga ring parindikan inucap. sampun sapatuta titiang ngicalang pikayunan kaon Ida Sang Prabhu. Durusang degdegang dumun pikayunan Idané tur pikayunin indiké saakdi mangkin. Durusang aksiang, titiang pacang ngicalang sekancan meseh sané ngawinang pikayunan Ida Sang Prabhu sungsut sakadi mangkin. Titiang pacang nguncarang mantra sané mautama anggén ngicalang meseh saha ngwaliang kautaman Ida Sang Prabhu. Ida
ragat Luh Sekar tusing sida nyaga lan melanin kasucian déwékné. “Né mula buktin waké sanget demen tekén Luh. Pradé mani beling, waké nyadia nyuang Luh!” sada bingar Gusti Ngurah Bagong ngraos sambilanga magedi. “Cicing Cai, tusing antes Cai dadi ksatria, laksanan Cainé jelékan tekén buron,” Luh Sekar matbat sambilanga ngeling sedih kingking. Buin abulan pitung dinané, Luh Sekar rumasa déwékné soléh, kotor kain ané patutné suba ambuhina pitung dina kayang jani masih tondén. Jejeh ngetor awakné, apa buin ia marasa muncuk nyonyoné ngilu. Nyumekenang déwék, Luh Sekar iju meli pangetésan. Kagiat mara tawanga déwékné positif. Apang tusing énggalan ketara, jejeh Putu Anon ninggalin déwékné ané sanget tresna, Luh Sekar ngénggalang mapiorah tekén Putu Anom. “Béli… yén Beli saja tresna tekén tiang, mumpung suba liwat Pegat Uwakan, orahin reraman Beliné ngidih tiang!” “Luh, buat tresnan Beliné tusing sandang sumangsaya buin, kéwala….?” Putu Anom rasa kaslengangan. “Tiang nyadia nyalanin tis panes ngajak Beli, yadiastun jani iraga pada-pada tusing ngelah apa.” Luh Sekar tetes negesang. Krana Putu Anom sanget tresna apa buin Luh Sekar suba tan katambakin buin kenehné, sajaan buin telunné Luh Sekar idiha tekén kulawargané Putu Anom tur énggal gaénanga banten pasakapan. Rasa bagia sang kalih sayan nincap, ri kala buin abulanné Luh Sekar sagét suba ngidam. Putu Anom sadina-dina ngalihang woh-wohan ané ada di tegalé cara panidihné Luh Sekar. Ri kala nincap sia bulan kuang abedik, Luh Sekar ngrasayang basangné kliesklies sakit. Ri kala ento sedeng tengah lemeng. “Beli tusing ngidaang tiang nagkek, méh-méhan dinané jani lakar lekad pianaké. Alihang Bu Bidan Beli!” Rasa ada telung jam ilehileh tur nginggalin kurenané ané sedeng nyakit, Putu Anom teka ngajak Gusti Ngurah Bagong ané jani suba dadi balian siket. “Beli, nguda balkian alihang Beli? Men Bu Bidan kénkén?” “Ampura Luh, Beli suba ka umah Bu Bidan ba daja, raganné enu penataran. Kéto masih Bu Bidan ané dangin désa anak nu mulih ka Buléléng koné ipahné ngantén. Ento mawanan Beli ngajak Dané Gusti Ngurah mai,” Putu Anom netesang. Luh Sekar rumasa bulun kalongné jering-jering jejeh tan kadi-kadi sakéwala tusing bani ngindikang tekén somahné. Sayan makelo sakit basnagné sayan nincap.
Sang Prabhu sampunang sumangsaya taler mapikayun pacang kasor sangkaning kawisésan Ida Bhatara Indra. Ida nénten patut ajerih ring kawisésan Ida Bhatara Indra sané setata ngutamayang yadnyanidané. Mangkin titiang ngawigunayang mantra sané mautama sané nénten prasida kasor olih samian senjata Déwata Nawa Sangané. Banggayang samian senjata punika ngulayang ring ambarané, sakémaon nénten pacang dsida mintulin anggan Idané sangkaning kawisésan mantran titiangé sané mautama. Sang Prabhu sampunang rumasa ajerih, satinut ring atur titiangé! Yadnyané puniki pacang mamargi. Samian pangapti sajeroning pamargin yadnya pacang kapolihang,” atur Ida Maharsi Samwarta. Mirengang sakadi punika atur Ida Maharsi Samwarta, Ida Sang Prabhu Marutta malih ngandika, “Grudug senjata miwah kilap tatit angabar-abar punika ngawinang titiang ajerih. Uduh Sang Brahmana sané mautama, cutet pikayunan titiangé nénten degdeg.” Kadi asapunika aturné Ida Sang Prabhu Marutta. “Durusang aksiang Ida Sang Prabhu, pikayunan ajerih Idané pacang ical. Titiang mautsaha ngicalang suara sané ngrudug punika antuk kawisésan angin. Mangkin durusang tampi kawisésan saking anggan titiangé. Baosang mangkin pangaptin Idané, samian pacang mapikolih,” sapunika atur wecanan Ida Maharsi Samwarta. “Pangaptin titiangé wantah ngarsayang para déwatané sané ngawinang yadnya puniki nénten mamargi mangda prasida rauh ring genah yadnyané saha ngicén waranugraha sané paripurna taler katerima olih para déwatané,” aturné Sang Prabhu Marutta. Antuk Prabhawa sané mawisésa, Ida Maharsi Samwarta malih matur, “Antuk kawisésan sané mautama titiang pacang ngrumrum Ida Bhatara Indra miwah para déwatané mangda prasida rauh ring genah yadnyané rainané mangkin. Durusang saksiang. Ida Bhatara Indra sampuun rauh mawahana kuda putih sané mawibawa pisan kawéntenannyané saha kairing olih para déwata ring swargan.” Atiti sané wénten irika kala punika manggihin pangrauh Ida Bhatara Indra kairing para déwata. Saking doh sampun kapanggihin pangrauhidané nglinggihin kréta mamargi nuju genah yadnyané sané sampun kasayagayang olih putran Ida Sang Prabhu Akwikshit. Sesampuné rauh, Ida Sang Prabhu Marutta miwah Ida Maharsi Samwarta nyembramawecana. (Masambung)
Ulian Aluh sampunang tandruh wénten pituduh patut iraga ngruruh sesuluh apang nyak pada patuh, ngajegang pikukuh gumi cara jani suba geruh gresyuh akéh musuh ngawé rusuh wénten sané ngamargiang teluh maserana taluh, élah aluh timpal kauluh sampun ja sering nyapuh lan malabuh gentuh mangda gumi dayuh lan teduh i manusa sampun masé mabayuh masapuh kéwala tetep sameton kagentuh sambilang mamisuh sujatiné mangkin liunan manusané inguh ada ané mamuduh utawi seken-seken buduh dumogi Jagat Bali landuh tan kanti runtuh Anak Agung Oka Purnamawati
Kruna
14 Cerakén Lengkara Punggelan geguritan puniki kaanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha. Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti
pupu;gind, Pupuh Ginada 15.gusÓihyums)mit, Gusti Ayu masemita, k)ze) m\zudh * ti, kenyemé nganyudang ati, tnãinn&mdum)mã;, tan binaning madu membah, \)etluæk&egoehokÓr,u ngetél saking gook taru, bueroenmtimguy,* buroné mati maguyang, mzicipin/, manyicipin, rsmniesm2zd/. rasa manisé malenyad. 16.du;b)lihgu*rris*, Duh Beli Agung rarisang, du;kpnÓt i ê*mw i lin/, duh kapan titiang miwalin, eynuæomæunl )ã \ i d u h u ,* yén sampun Beli nguduhang, titê*gumnÓimnutug/, titiang gumanti manutug, pitei Ù \oebokuæogr, pitui ngobok segara, zdê\ir&, nyadia ngiring, lu\enmt^`ytÉ. lungané matirtha yatra.
I Madé Parmita
Ni Putu Febie Putri Maharani
Limbah Dados Pikobet Kebersihan NGRANJING warsa kaping enam pinaka Kepala Dusun Banjar Gunung, Désa Peguyangan Kaja, Dénpasar Utara, I Madé Parmita minab uning pisan sareng pikobet sané wénten ring dusun sané né dados tanggung jawabnyané. Ninutin sayan n agengnyané mobilitas krama miwah krama tamiu, laluu miwah limbah dagawi palemahan Banjar Gunung dos pikobet. Ngawi bebas sampah minab prasida kasalantarayang, n sareng limbah. Yéning ring kota nanging nénten bah sablon sané nyemerin palengarepin limbah mahan, ring Banjar Gunung kramané méweh bah potong hewan liar. nanganin limbah awali ring rasa éling sané nuénang “Sujatiné mawali ngan mangda nénten ngutang limutsaha pamotongan an air. Yéning parindikan punika bah ring saluran sanayang, titiang percaya nénten sampun kalaksanayang, n pikobet,” baosnyané. pacang wénten oordinasi miwah komunikasi Utsaha koordinasi n miwah désa sampun nénten tingkat dusun obet. Samaliha Pemkot Dénpasar muputang pikobet. b Badung taler sampun mautsaha. sareng Pemkab rung prasida muputang pikobet. Asilnyané durung g wewidangan wates Badung Magenah ring asar, para pengusaha potong rumiwah Dénpasar, n madué genah ngutang limbah. mahan nénten g utsahanyané punika kakutang Limbah saking ka saluran air sané membah ka lingkungan Banjar Gunung miwah sané tiosan. Parmita sané tsaha nanganin pikobet percaya sampun mautsaha pisan yéning hukum karma pacang majalan. Dané percaya,, yéning nandur padi, asilnyané punika taler krama sané ngutang taler padi. Sapunika g hewan liar, krama punika sané limbah potong p karmannyané. pacang ngalap nika, anak lanang sané embas Siosan punika, r, 11 Juli 1969 puniki taler ngaksi ring Dénpasar, krama tamiu sané jenek ring wates Dénpasar g ngutang laluu ring palemahan miwah Badung ng. Majanten wawu puniki kalih Banjar Gunung. ng tipiring g santukan ngawag ng krama molihang ng-utang laluu. Kalih krama inucap keni danda saha kaptiang ngawi kapok krama sané ngawag ngutang laluu. Sapunika taler krama tiosan. Lan prasida palas saking kahuripan luu sané nénten krama nénten musti ngwetuang pikobet yéning krama prasida da nglaksanayang idup bersih. a ngasilang jinah yéning becik Laluu prasida u plastik miwah sané tiosan kapilah. Laluu prasida kaadoll ka bank sampah. etata mensosialisasikan “Titiang setata tertib ngutang laluu. Makudang-kudang n kalaksanayang. Mangutsaha sampun ng olih krama sané kin katentuang mapaiketan,” baos kurenan Ni ni. Nyoman Sriani. né lulusan SMA Parmita sané pasar puniki Perintis Dénpasar didat Calon ngranjing kandidat Kepala Désa Peguyantakénin gan Kaja. Katakénin indiké punika,, dané nyung. y wantah makenyung. Éling majeng tang tang-ané gung jawab sané an nénten dangan la dados kepala né désa, ngawi dané il méweh ngambil pamutus. Parmita sampun kacalonang olih tigang ban-n jar sané wénten uyring Désa Peguyangan Kaja, inganjar gih punika Banjar
Sdaih, Paangtebel miwah Banjar Gunung. Kadus sané kaloktah akedik mabaos puniki nyerahang déwék majeng tigang banjar inucap. Yéning kapercayaan punika kaicén majeng dané, dané taler sayaga. Majeng Parmita, désa dados cikal bakal pawangunan sané pondasinnyané patut kuat. Yéning ring désa pikobet laluu, limbah, miwah kapendudukan nénten dados pikobet, parindikan sané pateh taler nénten pacang wénten ring tingkat kecamatan miwah kota. Potensi désa patut katincapang tur kasarengang sajeroning pawangunan. Nénten musti kacatet sajeroning organisasi, nanging pikayunan miwah kerja nyata sané banget kabuatang. “Salami puniki pikobet inucap sané durung kapikayunin. Akéh krama potensial sané nénten kasarengang sajeroning pawangunan ring désa,” Parmita ngwewehin. (ast/yan)
Isin Gumi ring Bali rauh ring bulan Fébruari 2016. Parindikan inucap kabaosang Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Didik Nursetyo Hadi ring Dénpasar wawu niki. Parindikan inucap kabligbagang ring sajeroning acara Isin Gumi Radio Singaraja FM 92,0 Mhz raina Buda, 11 Méi 2016 lintang. Gung Surya, Lovina Yukti pisan, tenaga
kerja ring Bali akéhan sané wantah lulusan Sekolah Dasar (SD). Santukan wewidangan ring Bali taler nerima krama dura Bali sané ngruruh pakaryan. Kapikayunin Bali sakadi gula mawinan akéh semut sané ngruruh. Mawinan akéh tenaga kerja saking dura Bali ngruruh pakaryan ka Bali yadiastun wantah lulusan SD. Sapunika taler ring krama Bali sané ngruruh pakaryan ring Bali.
Kruna BASA BALI
AKSARA BALI
BAHASA INDONÉSIA
1.
bagal
1. bgl/,
1. potong besar-besar
2.
baged
2.
bg)d/,
2. lambat
3.
bakuh
3.
bku;,
3. kokoh
4.
baleman
4.
b2mn/,
4. bara
5.
bancut
5.
bzǡt/,
5. cabut
6.
bangkal
6.
b\Ðl/,
6. babi jantan tua
7.
banyol
7.
bezol/,
7. lucu
8.
bengka
8.
b)\,Ð
8. perut kembung
9.
boga
9.
ebog
9. makanan
10. danu
10. dnu,
10. danau
Seneng Ngwacén, Nincapang Kawagedan dang-kudang buku kaarsayang mapikolih becik majeng SENENG ngwacén makudang-kudang ani. Febie—asapunika yowana puniki ketah kasambat Ni Putu Febie Putri Maharani. uku sané teges dané nénten naenin lémpas saking ngkantos kasengguhang kutu buku kéh pisan soroh buku sané kasenengin Febie, minakadi wacén olih sawitrannyané. Akéh tos majalah anak-anak. Nénten wantah amunika, dané buku paplajahan, novel, kantos yar ka toko buku. Febie sané taler sering ngrereh buku anyar mangkin kantun n ng kelas VI A SD No. 1 Penatih, ngranjing ring Denpasar Timur puniki nedeng eng nabdabang raga duaning jagi nyarengin ujian uji nasional sané sampun nampek. Nilai sané kapolihang saking ujian n jagi nyinahang napi ké Febie mrasidayan g ring SMPN favorit ring mrasidayang ngranjing Dénpasar napi né nénten. “Tiang meled p kolah ring SMPN 3 Denpisan masekolah pasar, punika mawinan ma tiang patut ngamolihang nilai sané pinih becik,” baosnyané makenyem. Sios saking da nan” juara kelas saking dados “langganan” kelas I, tatkala k kantun kelass V ring tahun pelajaran 2014/2015 sané lin lintang Febie naenin nyarengin tim Olimpiade IPA Kota Denpasar. De ie sané embas ring Dénpasar, Febie 25 Februari 2004 puniki maosang sang indik makudang-kudang parindikan sané ngawinang dané prasida ngranjing dados angga tim Olimpia kat SD Kota Denpasar punika. Olimpiade IPA tingkat Pianak kapertam ade Ika Marhadi-Ni Wayan kapertama saking I Made Eka Setyani pun g, saking kantun alit puniki maosang, dané seneng pisan ring parindikan dikan sané wénten ring palemahan, m minakadi sanéé ngawinang sabeh, sapunapi indik indi masan endang, dang, sapunapi kawéntenan toya ring beten tanah, anah, miwah sané siosan. Asap Asapunika taler nganinin indik perkembangbi né, beburon perkembangbiakan jadmané, miwah tetandura tetandurané. Sangkaning seneng se aplajahan ring paplajahan IPA, Febie sané meneng ring ng Jalan Kaswari, Penatih Penatih, Denpasar Timur meled pisan dados doktér ér bedah Urol aning Urologi. Sangkaning pisara pisarat punika dané taler misadia jagi nga ugas ngamargiang tugas rin enah ring genah-genah joh sané kakirangan angan an antuk sarana kesehatan b ebag Bali. becik ring sajebag D né meled Duaning dané p da krama pisan mangda B eneng ring Bali sané meneng d ebet sangdesa nénten sebet k en wénten kaning nénten d ialis sané dokter spésialis m ng Pukesmakarya ring mas irika. Napi malih akéh pisan kapanggih krama sané nénten béa kaangmadué prabéa d ka kota. gén maubad Febie éling pisan mangda prasida ngamolihang ané punika cita-citanyané ngan, patut nénten dangan, nglintangin makudangk krama. Punikudang parikrama. k ka prasida kalintangin yé yéning dané seleg malajah kéh ngwacén jahang raga, akéh utam cén buku inutamané ngwacén dik m kancan soroh manusa, sakancan panya ndik kahanan panyakit taler indik palem palemahan. S obin manah, Sané ngangobin Feb nénten wikan ring paFebie plaj émanten, taler plajahan IPA kémanten, pap S. Dané naen paplajahan IPS. ny mba présentanyarengin lomba ng kecamatan, si kantos ring sa angkaning kirang sakéwanten sangkaning na ga taler akéh pasaing, nabdabang raga Fe Febie nénten prasida ngamolihang ju juara sakadi sané kaaptiang. Febie m alaman wantah guru maosang pengalaman sa utama. (ast/wan) ast/wan) sané
Tembang Pop Bali
Tenaga Kerja ring Bali Akéhan Lulusan SD KETENAGAKERJAAN pinaka sinunggil parindikan ri kala nanganin kependudukan ring Provinsi Bali. Pinaka daérah tujuan wisata, Bali nénten wantah dados daya tarik wisatawan, taler nutdut manah majeng pencari kerja rauh ka Pulo Déwata puniki ngruruh pakaryan. Kaonnyané, tenaga kerja ring Bali kantun akéhan lulusan Sekolah Dasar (SD). Yéning wilangin kantos 858.390 diri utawi 36,81 persén saking penduduk sané makarya
Redité Kliwon, 15 Méi 2016
Kaki Dukuh, Seririt Tenaga kerja wantah lulusan SD minab kawinang makudang-kudang parindikan. Minakadi ipun nénten prasida nglanturang sekolahnyané malih santukan kahanan ékonimi sané kirang becik. Wénten naler sané ngutamaang makarya mangda sida ngwantu kulawarga ngruruh pangupa jiwa. Gung De, Jl.Ngurah Rai Singaraja Minab lulusan Sekolah Dasar (SD) punika makarya dados buruh utawi jasa parkir, pembantu rumah tangga, pedagang acung. Samian punika metu sangkaning ring Bali kantun karasayang élah ngruruh pakaryan salami kayun ngambil pakaryan inucap. Tanaya, Kampung Tinggi Janten sampun yéning tenaga kerja punika wantah lulusan SD gajihnyané matiosan sareng lulusan sekolah sané tegehan. Ketahnyané ipun sané lulusan SD kabaosang tenaga kerja kasar. Mawinan utamané ring Bali pemerintah mangda ngamargiang seseleh indik akéhnyané tenaga kerja lulusan SD. Tios punika, pemerintah taler mangda ngruruhang pamargi sané becik mawinan prasida ngardi kahuripan krama sayan sukerta. (ama)
Sinunggil Jalaran Nglestariang Basa Bali PINAKA jatma sané embas saha meneng ring Bali, iraga sareng sami patut matur suksma majeng penyanyi Pop Bali, krana sangkaning tembangtembang Bali sané kagendingang ngawinang basa Bali kantun ajeg kantos mangkin. Lianan ring palajahan basa Bali sané sampun katerapang ring sekolah-sekolah, tembang Pop Bali taler wantah sinunggil palajahan basa Bali ring pakraman sané nénten kaajahin ring sekolah sané sareng madué andil nglestariang basa Bali. Indiké puniki prasida kakantenang ring kahuripané mangkin ring Bali. Akéh penyanyi utawi band sané nembangang tembang pop Bali polih genah becik ur katerima olih krama Bali. Mangkin, ngiring pikayunin sareng-sareng sapunapi panadosné yéning ring Bali nénten wénten tembang pop Bali, sinah anaké sané nénten seneng utawi nénten midep mabasa Bali nyansan nénten rungu ring basa Bali. Sangkaning wéntené tembang pop Bali, akéh krama sané nénten midep utawi nénten seneng mabasa Bali dados seneng. Wénten anak sané nénten midep mabasa Bali, nanging sangkaning ipun mirengang tembang pop Bali ring radio, TV, utawi HP, ipun seneng ring tembangé punika, ngawinang ipun sareng nembangang tembang punika. Yadiastun ipun durung janten ngresep ring artos utawi teges tembangé punika, nanging ipun nembangang sangkaning rasa
demené. Iraga patut bangga yéning wénten sakadi punika krana kantun wénten anak sané nénten midep mabasa Bali, nyobak nembangang tembang pop Bali. Sangkaning ipun seneng ring tembang pop Bali punika, ngawinang ipun dot uning napi teges tembangé punika. Sinah ipun pacang matakén ring sang sané midep mabasa Bali nganénin indik teges tembangé punika. Risampuné ipun resep ring teges tembangé punika, ipun manados uning basa Bali yadiastun kantun akidik. Sakadi sané sampun ketah kauningin, akéh band utawi penyanyi pop Bali sané embas lan suksés nembangang tembang pop Bali. Band utawi penyanyiné punika minakadi Lolot, Kiss, Motifora, Lééyonk Sinatra, AA Raka Sidan, Widi Widiana, Dék Ulik, miwah sané lianan. Band utawi penyanyi punika madué penggemar sané akéh ring Bali ngawit saking alit-alit kantos anak sané sampun lingsir. Taler mangkin wénten band sané tembang-tembangnyané nganggén basa campuran basa Bali lan basa Indonésia utawi basa Inggris sakadi Kiss lan Lééyonk Sinatra. Minab wénten sané nénten setuju
ring kawéntenané punika. Nanging, mangkin titiang nénten ja nukung anak sané nénten setuju ring indiké punika. Krana wéntené band punika manut padéwékan titiangé, nénten pacang ngusak asik kawéntenan basa Baliné. Krana iraga sareng sami mangkin uning, akéh wargané sané meneng ring Bali nénten ngresep ring basa Bali tulén. Anggén nincapang pengetahuan basa Balin, kaperluang basa campur-campur sakadi ring tembangé punika. Napimalih band punika sampun madué nama ring Bali, sinah pacang dados sinunggil jalaran nglestariang basa Bali. Antuk punika, ngiring mangkin ring jéro, ring puri, utawi ring griya ngawit mangkin pirengang tembang pop Bali sambil malajah mabasa Bali. Sampunang nganggep tembang pop Bali punika kuno utawi désa, krana sané kuno punika durung janten madué kawigunan sané kirangan saihang ring sané modéren. Yadiastun ida dané seneng ring tembang-tembang dura Bali, nanging élingang iraga embas ring Bali sampunang lali ring tembang Bali. (I Putu Supartika)
Redaksi nerima reriptan profil mabasa Bali miwah Indonésia (pinih akéh 3000 huruf) jangkép sareng foto profil. Profil mangda kakirim ring alamat : Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email : bali.orti@yahoo.com
15
Minggu Kliwon, 15 Mei 2016
Catatan catatan KECIL Ulangtahun JATIJAGAT KAMPUNG PUISI JKP - 109 - 22 Mei 2016-BPM NASKAH PALING LAMBAT 20 Mei 2016
Catatan catatan KECIL Ulangtahun JATIJAGAT
KAMPUNG PUISI JKP- 109 - BPM 22 Mei 2016
Rahim Segala Benih Kehidupan inta topangan hidup dari tanah Ibu Bumi Pertiwi. Kurang data apalagi? Bilapun tak bisa disebutkan semua di sini, ya silakan sajalah masing-masing menderetkannya sendiri-sendiri, dan nantinya bila dikumpulkan akan kentara sekali: tiada sesuatu yang dapat kita pandangi dengan mata telanjang ini untuk menopang hidup manusia justru muasalnya dari tanah. TANAH BUMI PERTIWI ini memang tiada ubahnya rahim kandungan mahabesar mahaluas yang menjadi sumber hidup manusia sebumi. Karena itu, moyang Bali tak memandang tanah sebatas sumber hayati, tapi juga kumpulan segala tatwa, pusat segala ajaran kearifan hidup. Merusak tatanan tanah berarti mengoyak hidup. Bila tanah dikoyak-moyak maka bumi yang semula memberi hidup pun berbalik bakal menagih hidup. Bila kini orang Bali justeru berbalik gemar menjual tanah, gemar menjadi calo tanah, gemar melukai hati tanah, ya tinggal menunggu saja jam kehancuran, karena hukumnya sudah sangat kukuh, tak bisa disuap-suap seperti para hakim maling kini: bahwa merusak tatanan tanah sama saja artinya dengan merusak badan bahkan hidup sendiri. Karena tanahlah mengeram segalanya, bahkan termasuk air, api, udara, bahkan juga rongga-rongga kosong sebagai kawasan hampa, hingga pancadatu, bijih-bijih lima jenis logam mulia, termasuk permata-permata mulia. Karena mengandung, mengeram semua itulah maka ragawi tanah dalam tataran spirit dinamakan Ibu. Dialah: Ibu Pertiwi, Ibu Bumi. Dialah Ibu segenap mahluk hidup, seperti disuratkan dalam nyanyian kanak-kanak, “yang hanya memberi, tak harap kembali”. deprabas
Jangan Kau Bunuh Kegelisahan.... 29 Tahun Menjalani Hidup (Dengan Menyucapkan Mantra)
Pandangan Dunia Bali tentang Tanah (3)
Pembangkitan Jiwa Nusantara di Laut ... Membaca Denyut Mahaibu Laut (8)
JIWA TANAH AIR NUSANTARA RAYA itu adalah hamparan luas laut, samudara raya yang kaya raya. Kekayaan laut Nusantara Raya itu bukan hanya yang tampak mata di dalam air laut, tapi juga yang tak tampak mata di balik dasar laut. Lebih tak terhitung lagi kekayaan niskala berupa mahaenergi yang hanya dapat dirasakan lewat kepekaan getaran batiniah, jiwa spiritual. KARENA ITULAH, ketika lagu kebangsaan Indonesia ciptaan WR Soepratman itu disepakti dengan reffrain “bangunlah jiwanya/ bangunlah badannya/untuk Indonesia Raya”, maka dalam konteks bentang kealaman itu berarti mesti dibangunkan dulu kesadaran dan penghargaan setinggi-tingginya dan semulia-mulianya terhadap hamparan luas laut, samudara raya Nusantara Raya. Dari kesadaran dan penghargaan terhadap ruang Laut Samudra Raya inilah lantas kesadaran, penghargaan, dan pemuliaan terhadap tanah daratan dan pegunungan akan berbuah kemuliaan hidup manusia dengan segenap makhluk sekelilingnya. Tanpa dimulai dari kesadaran, penghargaan, dan pemuliaan terhadap Laut, maka daya hidup dan penghidup tanah-daratan akan semakin memudar. DALAM KONTEKS ITULAH pidato awal kemenangan Presiden Joko Widodo di atas kapal di kawasan Laut yang mengingatkan 250 juta putra-putri bangsa ini untuk “berhenti memunggungi laut”, lalu mencanangkan target Indonesia sebagai “poros maritim dunia” menjadi tidak sekadar tepat dan strategis. Lebih daripada itu juga adalah berkepekaan menangkap Denyut Aspirasi Mahaibu Laut. Begitu pula ketika pemerintahan Jokowi serta merta memutuskan menghentikan kegiatan reklamasi Teluk Jakarta dengan dampak seluruh kegiatan reklamasi di seluruh TanahAir Indonesia Raya ini turut dihentikan, dapat didudukkan secara proporsional dalam kaitan dengan kepekaan dan kesungguh-sungguhan Jokowi menangkap Denyut Aspirasi Mahaibu Laut.
SUARA ITU datang lagi, bisikan panjang itu datang kembali, makin lama makin kuat, hebat, di Ladakh. ‘’Jangan (pernah) kau bunuh kegelisahan, nasib sialmu, kemalangan yang mengepungmu, biarpun itu datang dari masa kecil yang pahit, getir, dan penuh najis, waktu terbaring di kegelapan, waktu berjalan dengan kaki telanjang, sempoyongan, menuju kuil gunung yang sunyi. Atau waktu duduk seorang diri di dalam hutan.’’ ‘’Tapi kebimbanganmu, ketidakmujuranmu, luka batin, dan tubuhmu yang cemar atau hal-hal hina lain, hadapilah dengan gagah berani, temuilah dengan lembut hati.’’ ‘’Memperkeras permusuhan. Mengingkari dirimu sendiri. Menghujat hujat seseorang yang tak kau sukai dan kau pikir itu membuatmu lebih ‘’agung’’ darinya justru tak akan menghasilkan kebaikan apa pun.’’ BARANGKALI di tempat gelap sunyi, sepasang kekasih yang habis bercinta sedang mendengkur pelan. Mungkin seorang bapak tengah mengigau setelah dibebani capek oleh kerja. Atau jerit bayi mencari cari tetek ibunya. tapi di dusun itu, di bagianh Himachal Pradesh, pada pukul tiga pagi, bunyi gong memecah keheningan. Gong mulanya dipukul lembut, lalu, makin lama makin gemuruh, saling sahut. TAK LAMA kemudian suara sutra, lantunan doa, menyeruak menembus langit, bergema dari kuil yang khidmat, dan seolah terpencar jadi seribu. Kemudian kembali jadi satu memanggil cahaya yang hangat. Angin di ranting pohon. Kericik air dan suara
burung-burung di halamn. Ladakh dengan kuil dikelilingi danau, pohonan yang umurnya pendek, rahib-rahib yang telah terbebas dari ikatan dunia, melawan arus besar dan keserakahan. Tapi di dusun itu di antara penenun tikar alang, menyamak kulit kambing yang ketika lelah akan duduk duduk di pasang rumput mendengarkan dengung kumbang atau rumpun perlu diempas angin - saya sadar bahwa yang saya lihat adlaah bagian yang hidup terus dari ajaran Siddharta. Ketika ia tak mau membatasi. Dan semua hal disebutnya ‘’kekosongan’’. DAN DI DUSUN ITU juga saya baru sadar bahwa rahib ialah orang yang bangun pukul tiga pagi . Lalu sujudseratus kali, seratus lima kali, mungkin lebih, dan waktu sarapan tak menyisakan sebutir nasi. Mereka mencintai yang kuno dan seolah tak berarti untuk orang Barat, meditasi. SEINGAT saya begitu: seorang rahib adalah petapa yang telah terpisah dan dunia ia mencari kebijaksanaan. Mencukur kepala buat melambangkan hapusnya emosi, dan kemegahan, di dalam dirinya. Memulai hidup baru dengan tiga setel pakaian dan mangkuk sedekah. Ia melakukan pekerjaan -pekerjaan rumah, ang bagi raja dan pangeran dianggap hina, kasar, seperti memasak, berladang, atau mengumpulkan kayu bakar. DI MUSIM HUJAN, karena takut menginjak binatang kecil, mereka tak mau beranjak dari kuil. Mereka memilih bermeditasi. Atau tidur dengan tenang, dengan tangan melipat di bawah perut, pelan, merasakan nafas yang masuk dan keluar.
Tak boleh bohong, membunuh, mencuri, berlaku cabul. Tak boleh mabuk atau tidur di kasur empuk. Jangan rakus. Harus sederhana. Tak boleh punya barang-barang mewah... Dan masih banyak lagi, dan agaknya tak usah diteruskan. Karena terlalu absurd, ngawur, berlebih-lebih, buat kita yang hidup di zaman sekarang. Siapa di antara kita yang mau memarkir hasrat buah melihat paha mulus dan sekarung uang. Hanya jiwa yang bebas, jujur, tidak cerewet yang dapat menikmati itu: para rahib. Mereka berhak heran. Menolaknya. Mereka basuh kotoran keinginan dari tubuh dan pikiran. Di renungkannya setiap kesalahan, dan, ia tak menuntut terlalu banak, hanya ingin seperti bulan, tulus memberi cahaya kebijaksanaan. Tak terikat oleh tujuan. Pamrih. Menolak godaan kemewahan dan kenikmatan pribadi apa saja.
I Putu Agus Phebi Rosadi Sepasang Kekasih di Sanur
I Putu Agus Phebi Rosadi Buat Chandra
I Putu Agus Phebi Rosadi Ramalan
Bulan yang naik setengah, yang dulu diibaratkan serupa bidadari mandi di sendang tubuhnya kini demam
Laut mimpi itu tak lagi mengajarkan tentang cara berlayar selentang-lentang jarak ruang khayal perahu apung
‘’Lemparkan koin dan percayakan nasib kalian pada ikan-ikan,’’ kata seorang peramal di tepian Zug
tak lagi menarik bagi mereka yang duduk berselonjor tak saling bicara
kini kita beranjak dari tidur lelap karena takut bermimpi karena mimpi lebih mirip penipu
pelan-pelan kecil bermata bening membawa nasib kami menyibak kelopak air, menggurat temali maut memberi tanda percintaan yang kandas
si lelaki mengenang kuat bagaimana ia mampu menyihir sang kekasih seperti bidadari yang tercuri selendangnya hingga ia limbung di sendang tak ada pilihan kecuali pertolongan peraduannya si perempuan tiba-tiba teringat bahwa ia bukanlah bidadari yang kehilangan selendang setelah tak sengaja ia mengeja hari depan yang selalu saja samar maka mereka mulai melupakan bulan naik sengah. serupa bidadari mandi di sendang dengan gula-gula yang tak lagi merkea lumat berdua
laut kita telah menyamar jadi daratan tandus maka kau boleh pergi ke batas tepi ke hunian baru mimpi baru tapi terima kasih telah kau tunjukkan tentang laut tempat terbaik bagi si pelayar membaca rahasia dan usia sebelum memberinya nama tempat terindah bagi keputusasaan yang jenaka
BPM - Mer
LAMBAT 20 Mei 2016
Cinta Kasih Mahaibu Bumi
Pandangan Dunia Bali tentang Tanah (2)
NYATA senyata-nyatanya sudah, bahwa dari tanahlah semua kebutuhan hidup manusia berasal. Segenap sandang, pangan, dan papan sebagai kebutuhan dasar manusia pun bermuasal dan dihidupi dari tanah. Teknologi paling mutakhir dan canggih sekalipun bahan bakunya tiada lain diambil dari tanah. Kain sebagai bahan sandang diolah dari kapas yang dipetik dari tanah. Makanan, dari yang berwujud paling kasar hingga paling halus dan diolah dalam kemasan tablet, bubuk vitamin, minuman kaleng ataupun botol atau dijadikan ekstrak berupa bubuk halus sekalipun, tetap saja semua bahan bakunya dipetik dari tanah. Rumah mewah dengan gaya arsitektur dan bahan termodern, entah berdasar porselin, entah bertembok keramik, berlantai marmer, bertiang beton sekalipun bahan dasarnya tetaplah berasal dari tanah. Pesawat tercanggih, mobil termahal, hingga sepeda motor, sepeda gayung paling brengsek tak terelakkan, bahan bakunya berasal dari tanah. Sadari saja bahwa bahan baku aneka bahan bakar mulai dari solar, premium, premix, super, dan sejenisnya bagi kendaraan bermotor, pabrik, diesel, generator pembangkit listrik tak dapat dipungkiri dibor dari garba tanah. Semua keperluan hidup manusia dieram oleh perut bumi. PESAWAT ULANG-ALIK AS hingga peralatan penginderaan jarak jauh tercanggih yang digunakan sebagai alat para astronot dan ahli luar angkasa menembus jagat luar angkasa itu sekalipun bahan bakunya diambil atau bersumber dari tanah. Manusia-manusia yang pernah menjejakkan kaki di bulan toh pada akhirnya kembali lagi menjejak tanah, mem-
Naskah PALING
begitulah meramal itu dengan santun membuka dan tanpa pernah menutup nujum tapi bagiamana kami bisa percaya pada hari depan di mulut ikan - yang bahkan belum fasih membedakan lumut ganggang dan mulut kerang di jantung karang
SUNGGUH teramat amat sangat bodohlah manusia yang berstruktur paripurna berlapis bayu, sabda, idep bila sampai menistakan diri dan hidupnya dengan mempermainkan tanah, merusak tanah, karena itu sama saja dengan menggali kubur kematian hidupnya sendiri. Merekamereka ini perlu belajar pada petani-petani subak masa silam yang berkesadaran linuwih menyemesta, yang dengan kesederhanaannya justru memuliakan tanah Ibu Bumi Pertiwi dengan tambah mereka, mengolah tanah dengan peluh mereka, melindungi tanah Ibu Bumi Pertiwi dengan letih dan kesabaran mereka—tanpa didesak-desak nafsu tamak ingin segera memetik hasil. Kini kok ya malah sebaliknya, manusia berlomba dalam angka menghasilkan berbagai produksi kemasan dari teknologi pabrikan yang pada akhirnya justru meracuni, mencederai, hingga melukai hati tanah Ibu Bumi Pertiwi ini, entah lewat pupuk, insektisida, limbah-limbah kimiawi, limbahlimbah plastik, dan semacamnya. Meskipun begitu toh tanah Ibu Bumi Pertiwi tetap sabar-sabar saja, seperti sang Ibu yang penyabar meskipun telah dikhianati disakiti sang anak—terkecuali si Ibu Malinkundang yang sampai mengutuk pastu si anak durhaka, padahal tanpa dikutuk pastu sekalipun si anak pastilah menuai buah karma khianatnya sendiri terhadap sang Ibu. MEMANG SEBAGAI IBU, tanah dipahami tetua Bali berkarakter sabar, penuh kasih, ikhlas, tak kenal keluh –meskipun bebannya sangat berat. Tak ubahnya bayi yang menggelayut pada sang ibu, begitulah
manusia menyusu pada sang Ibu Bumi. Tak heran seorang ibu yang berkarakter demikian sehari-hari disebutkan tak ubahnya beryoga tanah, matapa tanah. Di sana itulah Ibu Bumi dipuja sebagai Sri atau Umadewi, sang dewi kesuburan, kemakmuran, kekayaan, kemuliaan, sealigus Maha Ibu Keheningan, pemberi hidup semua makhluk. Dia dilukiskan sangat jelita dan dipuja di pura subak oleh para petani, sang pengolah tanah. Di sana Umadewi menjadi sakti, daya penghidup, Dewa Wisnu, sang pemelihara dan pelindung semesta seisinya. NAMUN, SADARI SEDINI mungkin bahwa tetua Bali juga memahami tanah, Ibu Bumi Pertiwi, punya karakter sangat paradoks, nungkalik. Selain melahirkan, menghidupi, memelihara semua mahluk, Ibu Bumi juga sanggup menelan semua yang terlahir darinya, dalam hitungan detik. Dalam pada itu karakternya menjadi sangat berbalik: garang, rakus, mengerikan, ganas, pemangsa segala. Dialah Durgadewi, sang dewi yang tak tertaklukkan, sangat sulit dicapai, sukar diraih. Dalam bahasa Sanskerta, Durga juga berarti: sukar didatangi, tak dapat dilalui, benteng, kubu, di samping kesulitan, kesukaran, dan bahaya. Dari sinilah citra Dewi Durga dalam tradisi seni di Bali dilukiskan aeng, dahsyat, seram, mengerikan, penebar bencana, sekaligus tak terkalahkan, sekaligus dipuja sebagai sakti Dewa Siwa di Pura Dalem. Para seniman dan balian di Bali memuja Durgadewi sebagai sang Dewa Penganugerah taksu, inner power deprabas
KEPEKAAN MENANGKAP DENYUT Aspirasi Mahaibu Laut itulah yang menjadikan dapat melakukan pemetaan masalah kelautan Nusantara Raya ini dengan akurat, tepat bin benar. Pemetaan masalah yang akurat memungkinkan ditemukannya solusi yang akurat, yang kemudian berujung pada keputusan besar yang tepat, hingga akhirnya menjadi aktivitas nyata yang tepat berdaya guna pula. Bukan hanya bagi manusia-bangsa Tanah-Air Indonesia Raya ini, tapi juga bagi tanah-daratan-pegunungan dan terpenting juga bagi Mahaibu Laut itu sendiri. MAKA, MANAKALA SABTU WAGE, wuku Prangbakat, 14 Mei 2016, semalam tiba di Bali, sampai Redite (Minggu) Kliwon, wuku Bala, 15/05/2016 pagi ini, Jokowi sebagai Presiden sekaligus Kepala Negara negeri maritim Indonesia Raya ini memilih langsung menginap di kawasan Benoa, dan bukan di Nusa Dua, kiranya juga layak dibaca sebagai pesan simbolik khas gaya Solo-an yang “menang tanpa ngasorake”. Sudah 3,5 tahun sebagian masyarakat Bali menolak rencana pengurugan laut di Kawasan Suci Teluk Benoa serta Pura Dalem Sunya Batu
Kaang berupa lingga batu karang linggih stana Hyang Siwa Waruna itu. Dalam momentum 108 tahun Kebangkitan Nasional yang kali ini bertepatan dengan hari Sukra (Jumat) Kajeng Kliwon, Wuku Bala, 20 Mei 2016, Jokowi bisa menangkap dengan jernih Denyut Energi Mahaibu Laut di Kawasan Suci Teluk Benoa yang telah terefleksi menjadi tekad-bulat jaringan krama 33 desa adat seBali—dan terus meluas—menolak rencana pengurugan pasih itu. DALAM MOMENTUM KERUANGAN dan kewaktuan yang sedemikian alamiah di tempat dan waktu yang tepat ini, kepekaan nurani batiniah Jokowi berkomunikasi dengan Mahaibu Laut bisa jadi bakal menentukan “nasib” Tanah-Air Indonesia Raya ini dalam arus Era Baru Kehidupan di masa mendatang: apakah akan “bangunlah jiwanya/bangunlah badannya” sejak 108 Kebangkitan Nasional menjadi Nusantara Raya Jaya menerangi Dunia. Atau sebaliknya, malah terjerembab digulung Energi Mahadahsyat Mahaibu Laut yang bisa meledak tak terduga, tak terukur, tak terbilang, dan tak terkira itu. Ini, kini, dan di Balilah titik penentuan itu. nirta ks
SEORANG rahib tahu bahwa tubuh manusia akan menjadi tua, layu, karung penyakit, dan, pada akhirnya mati. Tapi, kata mereka, dengan mengucapkan mantra, seseorang akan menghapus karma masa lalunya, menjernihkann pikirannya, sifat tamaknya, kebebalannya, serta sifatsifat brengsek lainya. Saya belajar banyak dari sana. Tapi saya tak tahu, benar-benar tak tahu, atau memang saya luput mengenali, berapa malam yang perlu dihabiskan di bawah atap kuil ini buat membersihkan semua debu yang menempel, dan telah jadi kerak-kerak, lapis demi lapis, dalam benak saya selama 29 tahun menjalani hidup? Kalau memang benar ada kelahiran kembali, saya hanya ingin terlahir
kembali di dunia tanpa rasa pedih setelah kematian. Dan tak ingin jadi anjing. babi, curut, yang datang dan pergi dak tak henti-hentinya bicara dan menjilat. Tapi lahir kembali atau tidak, suara itu datang lagi, bisikan itu datang kembali, dan makin lama makin kuat makin cepat, di Ladakh. ‘’Jangan (pernah) kau bunuh kegelisahan, nasib sialmu, kemalangan yang mengepungmu, biarpun itu datang dari masa kecil yang pahit, getir, dan penuh najis, waktu terbaring di kegelapan, waktu berjalan dengan kaki telanjang, sempoyongan, menuju kuil gunung yang sunyi. Atau waktu duduk seorang di dalam hutan’’.
I Putu Agus Phebi Rosadi Kawah
I Putu Agus Phebi Rosadi Hari Minggu Penyair
Kau kawah di perutmu menggenang api purba menunggu dewa-dewa merapal mantra Mengutuk jarak waktu meletupkan kangenmu dan panas api cintamu melumuri tubuh nasibku
I Putu Agus Phebi Rosadi Di Mataku
Agus Rois.
Di hari Minggu ia pergi sembahyang Bertandang pada lengang Mengbaptis ulang Kata-kata yang tercecer di kepala Seperti memeluk umatnya Dengan mata binar tembaga
I Putu Agus Phebi Rosadi Hikayat Telur Ikan Bayangkan ikan. Tubuhmu ikan yang menitipkan telur di sirip ganggang
di mataku kau menanam telaga dengan sepasang angsa putih yang hari depannya seperti yang pernah mereka sepakati
Hamparan danau adalah batas pengharap bagi doa yang hanya kata tak pernah mampu melindungi telur hidup dari khianat pemangsa
Agar selalu kuingat tentang lingkar kolam takdir dan genangan air nasib
Bayangkan ikan. Tubuhmu ikan yang baru saja kehilangan telur di sirip ganggang Dukamu, tubuh yang sialib dengan tajam paku air di kujur tubuh
di mataku kau menanam telaga telaga yang selalu terjaga dan aku tak boleh menolaknya karena menolak hanya memberinya usia
bayangkan ikan/Tubuhmu ikan penuh seluruh luka yang tumbuh ketika merneungi nasib seorang ibu yang sebagiannya lagi, tumbuh dari bulir air mata
NASIONAL
16
Minggu Kliwon, 15 Mei 2016
Satyaki Mulai Dikepung Duryodhana Dkk
Disusun: Kisari Mohan Ganguli Diterjemahkan: I Ketut Arinta (Edisi Dua Ratus Enam Puluh Delapan) Rishi Vyasa : (Bharata) setara dengan Veda. Ini adalah suci dan agung. Bharata menganugerahkan kemasyhuran dan kesejahteraan. Karena itu, seseorang harus mempelajari dan mendengarkan dengan perhatian penuh.
SANJAYA berkata, Setelah mengalahkan orang-orang Yavana dan Kamvoja, yang utama dari prajurit-prajurit kereta itu, Yuyudhana melanjutkan perjalanan menuju Arjuna. Dia berjalan persis melalui tengah-tengah prajurit-prajurit paduka. Dia seperti seorang pemburu yang membantai rusa. Macan di antara manusia Satyaki itu dilengkapi gigi-gigi indah. Dia memakai baju zirah sangat baik. Cucu Sini itu memiliki tiang bendera indah. Dia membantai pasukan-pasukan Kaurava dan menyebabkan mereka ketakutan. Sambil meneruskan perjalanannya di atas kereta, dia menggoyang-goyangkan busurnya dengan sangat kuat. Pada batang punggung busur itu dihiasi emas. Busur itu sangat keras, dan dihiasi banyak bulan-bulan keemasan. Lengan-lengannya dihiasi angada keemasan. Hiasan kepalanya dengan emas. Badan Satyaki menggunakan baju zirah keemasan. Tiang bendera
dan panahnya juga dibubuhi emas. Dia bersinar seperti puncak Meru. Dirinya sendiri memancarkan kemegahan seperti menahan busur yang bulat di tangannya. Dia kelihatan seperti sebuah matahari kedua pada musim gugur. Banteng di antara manusia itu memiliki bahu, langkah dan mata seekor lembu. Kelihatan di tengah-tengah pasukan-pasukan paduka. Seperti seekor lembu di kandang lembu. Prajurit-prajurit paduka itu mendekatinya dengan keinginan membantainya. Seperti seekor macan mendekati pemimpin. Dengan dahi retak, dari sekumpulan gajah-gajah, berdiri dengan gagah di tengahtengah menyerupai langkahlangkah seekor gajah yang sedang geram. Sungguh, setelah dia lewat melalui divisinya Drona, dan divisinya orang-orang Bhoja, yang sulit diseberangi. Setelah dia menyeberangi laut pasukan-pasukan Jalasandha, sebagaimana juga kelompok
orang-orang Kamvoja. Setelah dia meloloskan diri dari buayabuaya darat yang dibentuk putra Hridika. Setelah dia melewati kelompok seperti lautan itu, banyak prajurit kereta bala tentara paduka, yang digairahkan kemarahannya kemudian mengepung Satyaki. Dan Duryodhana, Chitrasena, Duhsasana, Kratha, dan banyak prajurit pemberani lainnya sangat paham dengan senjatasenjata. Ksatria-ksatria itu sulit ditaklukkan, dengan penuh kemarahan mengejar Satyaki dari belakang. Ketika dia bergerak maju, kemudian, oh tuan, suara hiruk-pikuk yang sangat keras itu muncul di antara pasukan-pasukan paduka, yang menyerupai lautan itu sendiri pada saat pasang penuh, ketika diterjang dengan geram oleh badai. Setelah melihat semua prajurit itu menyerbunya. Banteng di antara keluarga Sini itu sambil tersenyum menyapa sais keretanya, ‘’Teruskan dengan perlahan-lahan. Kekuatan keluarga
Dhritarashtra ini bertambah besar saja. Dengan kemarahan, kesombongan, dikerumi oleh gajah-gajah, kuda-kuda, keretakereta, para prajurit jalan-kaki itu sedang menyerang ke arahku memenuhi sepuluh tempat dari arah mata angin. Dengan suara raungan dari kereta-keretanya. Oh sais kereta ini, menyebabkan bumi, langit, laut-laut bergetar. Bersamaan dengan itu, pasukan-pasukan, oh sais kereta, aku menahan pada pertempuran hebat ini, seperti daratan menahan lautan, yang
menggelora dengan ketinggian penuh pada bulan purnama. Saksikanlah, oh sais kereta, keberanianku setara Indra itu sendiri pada pertempuran hebat ini. Aku menghabiskan kekuatan kelompok ini dengan memakai anak-anak panahku yang diasah. Lihatlah, prajurit jalan-kaki ini, pasukan berkuda dan para prajurit kereta itu, gajah-gajah itu terbantai olehku pada jumlah ribuan. Tubuhtubuh mereka ditusuk anakanak panahku yang berapi-api.’’ (bersambung)
Sloka 7.12 Ye caiva sattvika bhava rajasas tamasas ca ye matta eveti tan viddhi na tv aham tesu te mayi Dan ketahuilah bahwa ketiga guna – sifat-sifat prakriti – ketiga tahap –sifat — setiap makhluk – kesucian (sattvika), nafsu (rajasa) dan kemalasan (tamasa) adalah diriku semata. Kupegang mereka semua, bukan mereka yang memegangku.
Penataan Kawasan Suci Diungkit Lagi
Catur Desa Adat Dalem Tamblingan Gelar ’’Paruman’’ Singaraja (Bali Post) Adanya upaya berbagai pihak untuk mengungkit kembali penataan kawasan Danau Tamblingan, Desa Munduk, Kecamatan Banjar, membuat Catur Desa Adat Dalem Tamblingan menentukan sikap. Sabtu (14/5) pagi kemarin, tokoh dan krama warga catur desa (Desa Pakraman Munduk, Gobleg, Uma Jero dan Pakraman Gesing, Kecamatan Banjar dan Kecamatan Busungbiu) menggelar rapat (paruman) di Balai Desa Gobleg. Hal ini dilakukan karena belakangan ini ada kesan persoalan yang sudah terselesaikan itu justru dijadikan konsumsi politik.
Putu Diari
BPM/win
Paruman kemarin dipimpin langsung Pangrajeg Adat Dalem Tamblingan I Gusti Ngurah Agung Pradnyan didampingi tokoh warga catur desa. Rapat membahas munculnya kembali pernyataan-pernyataan yang menyudutkan upaya catur desa termasuk Pemkab Buleleng dalam penataan kawasan hulu yang disucikan. Dalam penataan ada sekelompok warga yang harus digusur adalah sebuah konsekuensi karena permukiman sekelompok warga itu adalah kawasan yang harus disucikan. Di samping itu, penataan tersebut sudah tidak ada persoalan, karena sudah dipertanggungjawabkan di hadapan Ombudsman RI (ORI) termasuk Kementerian Hukum dan HAM. Tetapi belakangan, disampaikan ada elite politik yang ingin menggiring penataan tersebut ke ranah politik dengan mengungkit kembali proses
penggusuran sekelompok warga dari permukiman Danau Tamblingan. Bahkan ada yang menyebutkan telah melanggar HAM karena warga yang tergusur tidak ditangani dengan baik sampai saat ini. Di antara warga yang tergusur itu, sampai sekarang tidak memiliki tempat tinggal yang layak. Sementara itu, Ketua Tim Sembilan Catur Desa Adat Da l e m T a mb l i ng a n J e r o Putu Ardana mengatakan, dalam penataan tersebut pihak yang berkepentingan adalah krama Catur Desa Adat Dalem Tamblingan. Pemkab Buleleng hanya sebagai fasilitator. Selain itu penataan itu sudah diprogram sejak lama dan sudah memperhitungkan dengan matang dampaknya. Sebelum melakukan penataan, pihaknya sudah melakukan sosialisasi terkait penataan tersebut, termasuk memberikan surat teguran terhadap
Putu Diari
Ingin Lagu Pop Bali Kian Diminati SEMPAT melejit pada tahun 2011 lewat lagu ‘’Ngalih Bagia Nepukin Sengsara’’ feat. Widi Wikan, saat ini Putu Diari fokus untuk menjaga kehamilan pertamanya. Istri dari I Ketut Suartika ini mengaku sampai tahun depan belum memikirkan untuk membuat lagu terbaru. Seperti yang diketahui, wanita yang mempunyai nama lengkap Putu Diah Kasningsih ini mengawali karier di belantika musik pop Bali dari acara-acara banjar, yang kala itu ia masih membawakan lagu dari orang lain. Merasa tidak enak membawakan lagu orang lain, ia memberanikan diri untuk masuk dapur rekaman pada 2011. Sejak itu, namanya menjadi melejit. ‘’Karena saya malu membawakan lagu orang lain dalam acara banjar, pada tahun 2011 saya diajak berduet dengan Widi Wikan di album Dedara.com #1 produksi Harta Pro,’’ jelas Putu Diari, Sabtu (14/5) kemarin. Setelah memutuskan terjun ke belantika musik pop Bali, sudah enam lagu dikeluarkannya, baik solo maupun duet. Enam lagu tersebut seperti ‘’Ngalih Bagia Nepukin Sengsara’’ feat. Widhi Wikan, ‘’Sabar Tiang Ngantosang’’, ‘’Pengidih Tiang’’, ‘’Kasir Dadi Kasur’’, ‘’Cemburu Ken Timpal Pedidi’’ feat. Widi Wikan dan ‘’Semara Ratih Mepadu’’. Meskipun belum memikirkan lagu terbaru karena masih fokus dengan kehamilannya yang pertama, Putu Diari memiliki harapan terhadap perkembangan lagu pop Bali saat ini. Ia sangat mengharapkan agar lagu pop Bali semakin diminati masyarakat. Selain itu, lagu pop Bali juga bisa sebagai sarana pemersatu bagi para musisi Bali, sehingga lagu pop Bali menjadi tuan rumah di Pulau Dewata. ‘’Saya berharap lagu pop Bali semakin dicintai masyarakat di tengah perkembangan zaman seperti sekarang dan lagu pop Bali juga bisa menjadi pemersatu antarsesama seniman Bali, sehingga lagu Bali menjadi tuan rumah di negeri sendiri,’’ pungkasnya. (win)
warga yang masih bermukim di lokasi penataan. ‘’Kami tidak langsung menggusur warga yang tinggal di situ (Danau Tamblingan - red). Pemkab sudah mengambil kewenangannya dengan mengambil kebijakan di bidang sosial terhadap mereka yang digusur,’’ katanya. Menurut Ardana, dalam penataan tersebut, terdapat 22 KK kelompok nelayan yang kehilangan tempat tinggalnya. Dari 22 KK tersebut, hasil pendataan tercatat ada 7 sampai 9 KK tidak punya tempat tinggal lagi. Sisanya diketahui masih punya tempat tinggal di tempat lain. Terhadap 9 KK
tersebut, Pemkab Buleleng sudah berupaya memberikan bantuan bedah rumah. Kala itu, persoalan lahan yang sempat menggajal telah disikapi oleh Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana (PAS) dengan memberikan lahan perkebunannya secara gratis. Lokasinya
DIJUAL MOBIL
masih berada di wilayah Desa Munduk. Namun, pemberian lahan itu ditolak oleh warga dengan alasan jauh dari lokasi Danau Tamblingan, sehingga mereka merasa sulit mencari pekerjaan yang selama ini hanya sebagai nelayan di Danau Tamblingan. (kmb38)
RUPA-RUPA
INTERIOR
KONTRAKTOR
RUPA-RUPA
SPA
Minggu, 15 Mei 2016 05.52 Mars Indonesia Raya 05.54 Mars Bali Jagadhita 05.56 Lagu Ngastitiang Bali 06.00 Puja Trisandya 06.05 Dharma Wacana Pasraman Pemangku, Serati lan Uparengga (3) 06.35 Sehat Bugar 07.05 Seputar Bali Akhir Pekan 07.35 Warna Warni Pagi 08.05 Klip Anak 08.35 I Got It Mies 08.45 BCTTV 09.05 Taman Sari TK Widya Brata
09.30 Belajar Menggambar 10.05 Round Up The World 10.30 Pelangi kehidupan 11.30 Dunia Otomotif 12.00 Dharma Wacana Pasraman Pemangku, Serati lan Uparengga (3) 12.30 Traventure 12.45 BCTTV/Glimpse If The Island 13.00 Wirasa 13.30 Lejel Home Shopping 14.30 Tembang Bali 15.30 Education On Bali TV 16.05 Dialog Interaktif Harmoni Bali 17.05 Dunia Kita
17.30 Taman Sari Pom Pom School 12.00 Puja Trisandya 18.05 Seputar Bali 19.00 Banjar Bali Quiz (BBQ) 19.30 Kris (Kriminal Sepekan) 20.00 Samatra Artis Bali 21.00 Lintas Mancanegara 21.35 Ajeg Bali Harmoni Tek-tekan dan Okokan di Kediri 22.00 Sekilas Berita 22.05 Lila Cita Calonarang Sabda Pralaya (1) 23.05 Solusi Alternatif Herbal Putih 00.00 Lejel Home Shopping
SPA
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
0LQJJX .OLZRQ 0HL
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya +PHQTOCUK RCUCPI KMNCP 6GNGRQP : Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) : (021) 5357602 - Fax : (021) 5357605 - Iklan Still Store di Bali TV : Rp 200.000,- (10 x tayang) z Jakarta : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) - Runing Teks Bali TV : Rp 50.000,- (5 x tayang) z Mataram : (0370) 639543 tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus - Denpost Paket : Rp 165.000,- (10 x muat) z Denpasar : (0361) 225764 (hunting) e-mail:iklan@balipost.co.id 66 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita - Bisnis Bali Paket : Rp 82.500,- (10 x muat) z Surabaya : (031) 5633456 z Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau VISA z Email: pembacabalipost@gmail.com z Layanan Pengaduan: HP: 081 139 62168, Pin BB: 55c8e021 z Discount Up to: 10% Pembayaran dgn Kartu Kredit BNI Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! z Tarif iklan Mini/Baris
z Iklan Peluang Emas
Privat Villa at Kerobokan Looking for Female Housekeeping,Under 25years Old Max, Must Speak English Call:085237256305 Iluh No SMS B.BP.141.05.16.0000492
Dibth Bag Admin yg Minat Bisa Hub:P.Ketut 081338569199 A.BP.153.05.16.0001172
Sardine Restaurant Looking for Hostess,Waitress, Female Bartendres,Gardener,must Speak English,Jl.Petitenget21/733617 Mail:sardine@sardinebali.com
Dcr Tenaga-Pembantu-Tk.Kebun u/Villa Jl.Kesambi Gg.Kesambi Indah No.22 Hub.081337542061 A.BP.001.05.16.0001185
Dcr Sopir SIM A Usia Max.35Th Berkelakuan Baik Hub.427575
Alam Sari Resort looking for Sales Executive,female,min exp 1 year,English and other language is required. Pls apply to arygm@alamsari.com A.BP.001.05.16.0000918
Bth PRT utk Daerah Kerobokan Hub:08123814399 B.BP.166.05.16.0000632
Bth Pemetik Buah Australia, Gj 32Jt,Biaya 5Jt, 082247699000 A.BP.001.05.16.0000741
Dcr FO bs bhs Jpg,Inggris & therapist max.35th u/Spa di Jimbaran 704664/085100638 B.BP.101.05.16.0000626
Dcr Kry Lk Adm Prod.bisa Komp. usia, max25Th,pengalaman tdk diutamakan,Min.D1, 085100480049
Cari pengawas lap.S1/D3 Pria B.BP.141.05.16.0000498 Urgently req.Accounting Bth Cpt Acc E-Comm & Villa Min SIM C Ada Mess Email: Dcr Staff Terapis Salon & Spa A.BP.001.05.16.0000815 staff (Male) fluent in English D1 bs Inggris Hub.087761881062 trojan.propertindo@gmail.com u/Penempatan Jl.Tkd Badung 6D Dcr Kywn.Wr Bakso &Mie Ayam A.BP.001.05.16.0001083 B.BP.141.05.16.0000495 Min.D1. Send CV to Jl.By Pass B.BP.154.05.16.0000628 Jkt(Gji Menarik)H.085205495123 Renon Lam Lgsng/T.087734900008 Bth Kasir,Waitress utk Rest Dcr OG bs bw Mtr & 2 Org PRT Ngr Rai 66 Kesiman,Dps Cocobistro Restaurant Needs: A.BP.001.05.16.0001018 Pantai Kuta,Hub.087861833392 Ph.462484 E:hrd@nusatrans.com u/St.Rmh,Tdr Dlm, 082144519900 Email:achetasalonspa@gmail.com Restaurant Mgr/Spv,Waiter/ss, Dcr Personal Asisten Dalung A.BP.001.05.16.0001186 B.BP.001.05.16.0000345 B.BP.164.05.16.0000607 A.BP.001.05.16.0000783 Cook,Cleaning Service,Send CV: Hub.087861945754 Job Australia Prkbnan & Rest. Dcri:krywti Tk @ Ritz Carlton A.BP.001.05.16.0000881 Biaya 50% Ptng Gj,brngkt Cpt, max 30th/bhs Inggris (tulis/lisan) corp-hrm@tropicalgroupbali.com Dcr Sopir Serabutan / riamarista@gmail.com Gji Bsr,Resmi,Trbts! Hub.Bu 8 jam krja (2 shift) CV ke Hub.082236334546/08573968375 Ph:0361-775211 Ext 101 Dinapertiwi.Sh,Indopower Pt. info@kaorukobali.com B.BP.154.05.16.0000623 A.BP.001.05.16.0001002 B.BP.101.05.16.0000604 Hp.081 217 127 822 Segera. Dcr Spa Therapist bs Padi/Mani Butuh Segera SPG,Max 28Thn,bs Cr Cpt! Sales Mrktg u/ travel. A.BP.817.05.16.0000502 975604/975615 Bhs Inggris&Mandarin Gaji lancar B.Inggris H082144825666 untuk di Ubud A.BP.001.05.16.0000860 “Dcr sopir pariwisata,jujur, A.BP.001.05.16.0001040 Menarik+Insentif+Tunjangan B.Ing,Dom Dps 082 339 183 866 Dcr Staff Accounting Min.D1 Cr Lk2 Rmh Makan Sopir dpt Mkn A.BP.001.05.16.0001154 Lain.Email CV ke hr@podchocola Gj Bns Mess Kuta 085737647417 (Pengalaman1Th)Pucrhasing,Design Dbthkn Segera Cook Helper, te.com/Hub.03618496228 Grafis Menyertakan Porto Folio A.BP.153.05.16.0001077 Waitrer/ss,Cashier min SMK A.BP.001.05.16.0000764 Staff Gudang Hub:Bali Pet Shop Dbthkan Sales Canvas,Sales GT Cari Krywati unt Bersih Bersih Purchasing officer(Diploma) Jl.Setiabudi 23A Dps Ph:421100 Driver SIM B1,worker,pglm 1Th Seminyak,Hub.081239995037 CV to hrdkzu@gmail.com A.BP.001.05.16.0000902 A.BP.001.05.16.0001061 Min:SMA CV:dpspersonalia@diamo B.BP.004.05.16.0000154 Dcr Tenaga Salon Berpengalaman nd.co.id/Tlp:085739495214 B.BP.145.05.16.0000601 diutmkan bs motong Gaji dr 2,5 Jt sampai 3Jt/Bl,081238162024 Dbthkan Sgr,FB Coord,Waiter, A.BP.001.05.16.0001175 Kasir,Security,LmrnEmail:maria0 5kbn@gmail.com/Kirim Basement Dcr Tng Therapis berpengalaman &tdk Berpengalaman 08170071688 Monumen Bajra Sandhi Renon B.BP.145.05.16.0000605
Dcr 1 or.Kryawati Bs Sdkit Bhs Inggris u/Oleh2 di Sunset Road Hub.296918 atau 085792900333 A.BP.001.05.16.0001159
Dcr 2karyawati Bali utk Toko Sanggah diSanurDps081999174100 A.BP.120.05.16.0001022
Dcr Adm bs Compt&Pembukuan Email CV accountingtigamitra. bali@yahoo.com 0361-734909 A.BP.001.05.16.0001119
Dcr:Therapyst-Mahehvasari Spa Green Villa Hotel:0361-9366706 B.BP.101.05.16.0000556
A.BP.004.04.16.0001950
Dcr Wtr/Wtrs Wrng Jegeg Bulan Popis II Kuta (0361) 759025 A.BP.001.05.16.0001044
Dcr cpt karyawan toko berpglmn Hub.0361-8466235 ext:22 atau dtg lgs ke Jl.Kertapura 25 Dps A.BP.004.05.16.0001114
Dcr:Waiter/ss, Bs .Bhs Inggris u/RM Legian Hub:081236109808 A.BP.001.05.16.0000810
Dicari Pelaksana Sipil hub.PT. Dharma Inti Karya,081239693760 E:dharmaintikarya@yahoo.com A.BP.001.05.16.0001070
Dibthkan Segera Tenaga Kontrak 3Bl,Untk Graphic Ilustrator Bs Photoshop/Adobe Ilustrator u/Fashion Garmen,ManageWebsite Upload Foto Hub:9005174 Ririn Ada Portofolio
Dibutuhkan segera karyawati Toko min SMU Hub.0361-484585 B.BP.154.05.16.0000629
Job Kerja di Australia Legal Biaya 20Jt Gj 25-30Jt/Bln,Umur Max 30Th,Hub:08121978803
Perusahaan Jasa Servis Maintenance AC mencari Tng Muda Psisi Sales&Teknisi Hb.087861724084 A.BP.001.05.16.0001090
Perusahaan Komp Butuh Sgr Karyawan/ti Bagian Marketing Syarat: B.BP.154.05.16.0000630 FC KTP,KK,SKCK,Ijazah Pend. A.BP.001.05.16.0001128 Dicari Pembantu untk Batubulan min SLTA,Usia Max 30th,Jujur, Dbth Sales Project&Retail min Hub.Gusti 08123806901 Menarik,Pglm Krm CV ke:Aurora SMA 03619345460/085102248625 A.BP.001.05.16.0001158 A.BP.001.05.16.0001014 Comp Jl.Tkd.Pakerisan No.75XX/ Dicari Segera Tenaga Ekspedisi Dibthkan Sgr u/Hostel di Kuta &BgnUmumMemilikiSIMA&CUmur Tlp.0361-8959885/085100421071 Front Office/HK Krm CV&Lam ke A.BP.001.05.16.0001074 Min.20Th.Pddkn Min.SMA Email: hr.h.ostels.bali@gmail.com Revolver Cafe Looking for Head trigi.indonesia@yahoo.com B.BP.154.05.16.0000635 A.BP.001.05.16.0000906 Chef&Engineering.Energetic, Dibthkn:1.Sopir,2.Sekretaris(D1, Dicari Tenaga Hotel/Rest Utk Cheerful,Responsible & Team bhs.Inggris),3.Asst.Pengacara Australia Semua Posisi, Pria/ work. Send your resume to: Wanita,Usia Maks 50,Pengalaman (SH.bhs.inggris),4.Pengacara golfrid@revolverespresso.com Min2Thn,Visa Kerja,gaji min A$ (trdftr di Peradi).CV&Lamaran or CP 082339449915 4,000/Bln Sesuai Jabatan.Kirim Kirim:aya@vlobali.com/759722 B.BP.145.05.16.0000598 CVke australia@indopower.co.id Spa Bth:Marketing,CleanSrv,Driver A.BP.001.05.16.0001131 B.BP.031.05.16.0000554 Dibutuhkan segera tenaga kerja Hb:085100156688, 8475903 Dicari Wanita pembantu RT&Koki syrt:pria,lulus SMK,D1 Teknik A.BP.001.05.16.0000634 Tinggal Dalam untuk Villa Listrik,Elektro & informatika, Spa terapis pglm.Gj 2,5-3jt bisa mengemudi.Kirim lamaran di Jl.Imam Bonjol Dps Gaji max 30th H.Krobokan,0818355386 ke PT.Dwi Eka Bakti Jl.Kenyeri B.BP.004.05.16.0000594 menarik SMS 0816571027 B.BP.004.05.16.0000481 70 XX Dps, E:Dwiekab@yahoo.com Tropical Group Needs:Sales Exc Dicr;PRT / Baby Sitter tggl di Telp.0361-264110,085205573654 Acct,Spv,Purchasing.Send CV: A.BP.001.05.16.0001107 dalam Hub:081-999881108 corp-hrm@tropicalgroupbali.com B.BP.004.05.16.0000401 Int Design Company Need:Sales / riamarista@gmail.com Driver For Delivery English Assistant,Sales Admin Good Wor Ph:0361-775211 Ext 101 SIM A+C Jujur,Call 08123983573 k and Good Pay Email to: B.BP.101.05.16.0000603 A.BP.001.05.16.0001087 rescruitment.balihrd@gmail.com Fashion Brand Looking for Admn Ubud Padi Villas Looking for:FO B.BP.145.05.16.0000462 /Receptionist, M&E Staff,Driver (F)Fluent Englsh,Exp.Microsoft Dibutuhkan sopir utk Cargo SIM (SIM A&C).Send CV:riamarista@g Office, Internet Research B1 dan sopir pribadi bisa bawa Grafic Design T.085100050706 mail.com Ph:0361-775211 Ext101 mobil mewah sms ke087861943301 B.BP.101.05.16.0000602 E:infojob_garmen@yahoo.co.id B.BP.004.05.16.0000595 Urgently Needed Secretary, A.BP.001.05.16.0001093 Dibutuhkan! Chef of Partie utk Speak English, and House Maid PT.Finansia Multi Finance MeKumara Sakti Resort di Ubud 085205556864 nylenggrakn walk in Interview Syarat: min.D3/ F&B Services A.BP.001.05.16.0001151 u/Pss Marketing Officer.pd.tgl. min.4Th Demi CDP or 2Th CDP Fashion Company Urgently Need14 s/d 31-5-16 Jam 09:00 s/d Good Leadership& Communication ed Senior Acct,ProductionStaff 14:00 diJl PB.Sudirman,No.10,X Lamaran: hrd@zenjiwaraga.co.id Personal Assistant Exp Min3Yr, Kav.1,Dauh Puri,Dps,fas:uang atau Kumara Sakti Resort Jln tranport 1,8 Jt,Isentif, bonus& Bring CVto Jl.RyBanjarSemer23X Suweta Ubud Tlp:0361-289752 Karir ket:min.SMA/SMK,Max 40Th (Sblah MayBank)Krobokan3700675 Info:www.zenjiwaraga.co.id A.BP.001.05.16.0000882
B.BP.145.05.16.0000323
B.BP.154.05.16.0000627
MOBIL - MOTOR PROPERTY RUPA-RUPA Bali Post HONDA
MERCEDEZ
Jazz IDSi’2005 Manual Silver Mercedez SLK Th’2012 Stone Tnggal Pake,087861858987 Putih KM2Ribu H.08123907168 B.BP.141.05.16.0000621
B.BP.141.05.16.0000615
CRV 2000cc AutoMatic Silver Pembuatan Th’2003 Plat DK,KIA Carens 1800cc Manual,Merah Tua Pembuatan Th’2005 Plat DK Hub HP 08113855777 A.BP.001.05.16.0001176
New Accord’06 Akhir Manual DK KM80Rb bs TT,08124611999 Murah B.BP.164.05.16.0000610
Freed PSD’11 AbuMet,Siap Pakai Ori 174JtNg,081239624070 BUC A.BP.001.05.16.0001134
B.BP.141.05.16.0000617
Luxio X’10Hitam Asli Bali 3TV AC Dobel 081239600292 BU Cepat A.BP.001.05.16.0001182
All New Xenia M MT 2014 putih asli Bali 130jt, 081933053076 A.BP.001.05.16.0001016
Ayla Tipe X’13 Silver Manual AsBali Audio Mlus,085101783994 A.BP.001.05.16.0001168
Karimun’05 Hitam AsBal,Picanto ’06 Manual AsBal,085100584428 A.BP.001.05.16.0001171
Taft’93 Ban31 Abu2 mlus Siulan Gg.Nusa Indah I/6 Tohpati Dps A.BP.001.05.16.0001127
B.BP.031.05.16.0000451
XTrail Putih Manual 2010 Asli Bali Hub.0817340222 A.BP.001.05.16.0000800
Xtrail Th’11 GT TngI Mls Asli Bali Spesial Hub:081999024646 A.BP.001.05.16.0000568 SUZUKI
Jimny GX’94 MerahMet Mlus 38Jt 08123964757 Pribadi A.BP.001.05.16.0001183
Splash GL Th’2011 Terawat DK Tgn1 Hub.0851 05 05 2880 B.BP.164.05.16.0000608
APV X’2006Akhir Silver AsBali Ban Baru Istimewa 081338593219 A.BP.001.05.16.0001184
G.Vitara 2.4 AT’11 Pth Mut Dp 35Jt sisa Teken 08124618055 A.BP.001.05.16.0001145
Katana GX’96 Hijau Btl AsBali 44Jt 081236158580/081999965499 A.BP.001.05.16.0001157 TOYOTA
Terios TX’07MT Slv SmstBr 127Jt Lexus RX 270 Th’11 Hitam P.Saelus2Kamboja7/085101850689 Barang Istimewa H.081999315168 A.BP.001.05.16.0001181
Xenia R Deluxe Putih’12 Manual Istimewa,085100849067 Pribadi
B.BP.141.05.16.0000620
Hilux Dbl Cabin’13+APV Mega Carry PU’15 97Jt,085100856999
B.BP.164.05.16.0000609
Avanza G’12 Putih DK Trwt 0818-0561-3699 A.BP.001.05.16.0001179
Avanza New G’12(Pmk)Silver DK V18+TV 08133-721-6703 Ng 139Jt BUC Avanza S’2010 MT Hitam asli Bali Hp.081558012667 A.BP.001.05.16.0000546
Fortuner Dsl AT TRD Putih DK Th’12 Prbd 081214821888 A.BP.001.05.16.0001140
Fortuner TRD Diesel Hitam 2013 Tg1 AsliDK Allrisk085395868888 A.BP.001.05.16.0001149
Grand Fortuner’2012 bensinasli Bali putih matic 085100443093 A.BP.001.05.16.0001156
Harrier 2.4 L Prem Th’10 Pmk AsDK Tgn 1 Istmwa,085100433303 A.BP.001.05.16.0001121
Jual Fortuner 2011 asli Bali beli dari baru hb.081338201994 A.BP.001.05.16.0001162
Rush G Hitam 2010 80Rb Km Hub, PT.AP Simpang Siur,0817353072 A.BP.001.05.16.0001155
Yaris Th’2007 DK Type E Hitam, Jl.Gn.Guntur 9X Padang Sambian B.BP.164.05.16.0000611
DICARI MOBIL Dcr Mbl Second:Yaris,Jaz,Xenia Avanza,Rush,dll,H.085100880349
SERVICE
YAMAHA
Yamaha Mio Mulus’09 Harga 5,4 Juta(Nego) 081338761059 NusaDua
A.BP.001.05.16.0000899
Dikont Rmh Canggu Padonan 2Lt, LT 130m2,LB 160m2 Hr 95Jt/Thn Hub:081339584884/085739440177
B.BP.154.05.16.0000624
DIJUAL RUMAH Rmh 2,5Are Penamparan Bs TT Mobil H.087860856999 Pmilik
B.BP.101.05.16.0000597
Dikontrakan Rmh Lt2 Jl.Gemitir Perum Graha Liva Kertalanggu Hub.085738559532/085738285900
B.BP.141.05.16.0000616
A.BP.001.05.16.0001004
!Rmh SHuni Lt2 5KT2KM,RKRT,Grs LT72m2 Prm Padang Galeria I/37 Pd.SambianKlod 082336956919
Rmh 2KT,1KM,Grs,Dpr,R.Tamu,Jl. Nangka Selatan Gg.Cendrawasih III/3 Hub:08123940383
B.BP.166.05.16.0000633
BUC Dijual Cpt Rmh Lt2 38Are Jl.Gatsu Tengah Gg.Kenari VIII No.12 T.08174703957,5KT,4KM,TP B.BP.154.05.16.0000625
Rmh Penarungan Jepun Dp Ringan Angsuran Ringan,Tanpa Bunga Hub:0361-9009941/081238707382 A.BP.001.05.16.0001187
A.BP.001.05.16.0001137
Dj Rmh Tmn Giri LT 200m2 Jl Pving 5m dkt Coco Mart hr 775Jt Hub:081339584884/085739440177 B.BP.101.05.16.0000599
Djl Rmh Mnmls Lok.Jl.P.Ayu utm LT109A Lt2 minat,08179718394 A.BP.001.05.16.0001132
Balangan Lantai3 LT119M2 3KTDR J.Rmh Dalung Permai T36,2KM,WC Pantai Âą5mnt 1,2M 081230806666 Dpr,Pgr, jln5m Hub.08124601000 A.BP.001.05.16.0000807
Dijual Murah Rumah diRenon1,4M 2Are2Lnt 4Kmr Jln Tkd Yeh Aya IX Mlk Sndr 081999085504 BUC B.BP.135.05.16.0000634
**BU Rmh Mnls Lt2 150/100 Jl. Utama Dlg 950JtNg 087860010005
A.BP.001.05.16.0001076
J.Rmh Trengguli 2Lt,4KM,1KMPem 4WC,Kolam Rng Hub.08124601000 A.BP.001.05.16.0001078
Rmh Lt2 LT117m2 Padang Udayana Hub.085238063577 A.BP.001.05.16.0000797
A.BP.001.05.16.0001148
DISEWAKAN RUMAH Dijual Rmh Baru Renov,Nuansa Rmh Tkd Petanu P.Griya Wisesa Kori Sading 2Lt (3KT,3KM,Dapur D3 3KT,Grs 2Mobil,082145082936 R.Klg,R.Tamu)Hub.081337658427 A.BP.001.05.16.0000885
Rmh T125/150 Jl.Nuansa Balian Permai 9 Renon 087862339157 A.BP.001.05.16.0001000
B.BP.164.05.16.0000606
SERVICE
Dikont Rmh Baru di cargo indah IVA (2KT,2KM, Dapur, R.Klg) Hub.081337658427
DIJUAL MOTOR
A.BP.001.05.16.0001178
B.BP.141.05.16.0000614
B.BP.141.05.16.0000618
SERVICE
A.BP.001.05.16.0001180
Avanza G Th’2004 AsliBali Tgn1 Silver Hub.081 236 05780
NISSAN
Nissan Grand Livina 1.5L SV A/T Thn’14,Abu Tua Met, plat DK-Bali Pjk 7/16,Km 9rbn, 140jt(nego),081338522722(Ron) 08111794123 (hen)
DAIHATSU
Sirion’2011 Matic Putih Sgt Bgs Tnp Ccat,085101581600 Prbd
Avanza S’11 Htm AsDK 125JtNg P.Saelus2Kamboja7/085101850689
A.BP.001.05.16.0001174
Ov Kont Rmh Mrh 18,5Jt/Th Jl. Gn.Guntur XXII/A2, 08124680499 B.BP.166.05.16.0000631
BAHAN BANGUNAN
DISEWAKAN RUKO Over Kontrak Ruko Spa Sanur 08113882660 A.BP.001.05.16.0001153
Over Kontrak Ruko di Jl.Tangku ban Perahu Padangsambian Klod Dps Cck utk Usaha,08123768280 A.BP.001.05.16.0001136
KOST Kost di Kalimas Residence, Jimbaran. Bersih, Furniture komplit & lokasi strategis. Telp: 081-338-653-510 B.BP.004.05.16.0000216
Jual Kos2an,21Kmr, KM Dalam, 1Kios dkt Stikes,088219331231 A.BP.001.05.16.0001142
DIJUAL TANAH BUC Tanah 2,16Are Pidada 750Jt/Are Nego H.08155741999 B.BP.141.05.16.0000619
Djl Kapling Siap Bangun L230M2 Jl.Bima.Kel.Benoa.Kec.KutaSelatan Kab.Badung Hb:08123066155 B.BP.033.05.16.0000529
Tnh Kvl Di Mengwi 70Jt/A & 55Jt/A Bs Kredit 087862450004 A.BP.001.05.16.0001025
BUC Tanah 5Are Kuta family Seminyak,Murah!!! 081337100093 A.BP.001.05.16.0000699
Kvl Strtgis Jl.6mt Aspl 50mt dr Jl.Utm Pemogan.081337270111
Dj TnhKav LT1A Fas:PAM,Lstrik+ IMB,Lok Goa-Gong bawah Hr450jt Hub:081339584884/085739440177 B.BP.101.05.16.0000600
Tnh 15A Kerambitan Tbn & 3,3A Jl.Kertha Raharja 4 Sidakarya Hub:082236614896 A.BP.001.05.16.0000986
Jl Tnh 3A Pusat Kota,Cck u/Gdg Usaha,Ruko,Ofc,081999158596 A.BP.001.05.16.0000784
A.BP.001.05.16.0001189
DIJUAL RUKO Jual Ruko 3;Lt Ps Kreneng 850 Jt 085221023678/085107041945 B.BP.004.05.16.0000539
DISEWAKAN TEMPAT Dikont Tmp Print Batik Komplet Fas.085256321293-081999101959 A.BP.004.05.16.0001164
ARSITEKTUR GmbBangunan,IMB,IjnUsahaBorong Bangunan Murah,081246960717
Jual Tnh Renon Dewi Madri I Ls Seminyak 19Are View Sawah,sdh 800M LD24M LB30m 081239964448 A.BP.001.05.16.0001034 Diuruk Pondasi, Komplek Villa A.BP.001.05.16.0000821 900Jt Per Are.08133 7479762 Tnh 4,5A Tkd.Badung 850Jt/A B.BP.004.05.16.0000622 RUPA-RUPA Strtgs Bgs 087862392060 Tnh 1Are Pnggr Jl Raya Sibang Bingung Punya Hsl Panen TdkTau A.BP.001.05.16.0001173 dkt Jembatan 081237070478 BUC Mau Jual Kmn.Hub Km Arys Mikro A.BP.001.05.16.0000875 Tnh1A,265Jt/Are BudukAbianbase BU Tnh Kav Jl.Toyaning Ungasan Jl6m,081237666809/081238920022 Fresh Tlp.085738559532/290407 A.BP.001.05.16.0001003 Ls 180M2 Hub:082236929394 A.BP.001.05.16.0000804 Jasa fnshg cat tembok, politur, A.BP.001.05.16.0000790 SINGARAJA Plafon Tektur,dll,085338223838 BUC 3A Denpasar,Jl.6m+Rmh,2KT Tnh 3,75A,Jl.Bukit Indah IV A.BP.001.05.16.0001166 2KM,Nego,088219331231 Lok Stgs A.BP.001.05.16.0001141 Timur Pramasidi Hub:0811398154 KERJASAMA BUC 90m2 250Jt Mbl Msk Jl.BatuA.BP.001.05.16.0000893 Kerjasama Pembukaan Outlet yang 081236909637/085935245558 DISEWAKAN TOKO A.BP.001.05.16.0001167 Laundry Nasional utk Wil Dps Dikn Toko br 6x8m Tk.Melangit 6 BUC Jl Tnh 1,5A 320Jt/A Ng & Gyr. Hub.08814910181 Selingsing Cepake 085104866333 Panjer Dps 081237461627T256086 A.BP.001.05.16.0000584 A.BP.001.05.16.0000985
Dijual Tanah jl.Juwet Sari Kepaon 1,5Are H;085739276722 A.BP.001.05.16.0001133
Djl Tnh 26A Dkt Ayana Resort Jmbrn 08123804558/081999110707 A.BP.001.05.16.0001048
Djl Tnh di Lovina, Kaliasem, Seririt @2A Hub.081999031777 A.BP.001.05.16.0001147
A.BP.001.05.16.0001169
Dikontrakan 2 unit Toko Jl.Ry Tanah Lot Hub.081338586370 A.BP.001.05.16.0001021
BIRO JASA Lap Pajak SPT Thnan/Bln Paspor SIUP IMB NPWP 081.338.344.155
A.BP.001.05.16.0000941 DIJUAL RUKO PELUANG BISNIS 2unit Ruko dkt Kampus Jimbaran (Goa Gong)Lbr Ruko(6x11) Hrg Income Harian,Modal min.3Jt 1,350M Nego Hub.081337270111 Hub.08113801502 (Wyn Sukarja) A.BP.001.05.16.0001188
A.BP.001.04.16.0002742
BIRO JASA
BIRO JASA
DIJUAL MOBIL
DIJUAL MOBIL
BIRO JASA
BIRO JASA
DIJUAL MOBIL
DIJUAL MOBIL
BAHAN BANGUNAN
SERVICE SERVICE
SERVICE
SERVICE
SERVICE
18
REKREASI
Minggu Kliwon, 15 Mei 2016
TTS Bali Post
Pertanyaan
Menurun 1. Penjara 2. Anjing 3. Mimis 4. Ilmu tentang makhluk hidup dan lingkungannya 5. Tidak hati-hati 6. Suci atau murni (Bali) 7. Gerenyet (Inggris) 8. Serbuk hablur putih pengganti gula 12. Nama burung 15. Pendidikan anak usia dini 17. Cerita sejarah 19. Cahaya 22. International Monetary Fund 23. Takut (Bali) 25. Beliau (Bali) 26. Rontok (Bali) 27. Perintah raja 29. Cepat 30. Kata sapaan untuk perempuan Bali 31. Serupa dalam segala aspek 32. Daerah kekuasaan 33. Rupa (Bali) 36. Bahan bakar minyak berkualitas tinggi 37. Tanda bahaya 38. Kakek 42. Saya 44. Keledai/Orang tolol (Inggris) 45. Majikan
Bali Post/san
MANDI – Beberapa wisatawan domestik sedang menikmati mandi di pancuran air panas Belulang yang berlokasi di Desa Mengesta, Penebel, Tabanan.
1
2
3
Salah satu tokoh masyarakat, Nengah Sudana memaparkan, air panas Belulang ini sudah ada sejak dulu. Ia mengakui jalan menuju air panas sempat rusak parah, tetapi akhir tahun 2014 mendapatkan perbaikan sehingga akses ke objek wisata menjadi mudah. Di Banjar Belulang sendiri banyak sumber air panas. Namun, sumber air panas terbesar berlokasi dekat dengan Pura Luhur Batu Panes yang berada di tengah-tengah sawah. Menurut Sudana, kelebihan air panas Belulang ini bisa menyembuhkan penyakit. “Jadi, selain untuk refresing, banyak wisatawan datang ke air panas untuk berobat,” tuturnya. Oleh karenanya, objek wisata air
panas Belulang ini juga erat kaitannya dengan rangkaian wisata spiritual. Sudana menjelaskan, beberapa tamu yang hendak sembuh dari penyakitnya, sebelum mandi melakukan persembahyangan dulu di Pura Luhur Batu Panes. Setelahnya, baru mereka mandi di air panas Belulang yang berjarak hanya 50 meter dari pura. “Banyak yang sembuh, seperti pasien stroke yang datang ke sini untuk berobat,” tuturnya. Setiap harinya, wisatawan yang mengunjungi air panas Belulang sekitar 100 orang. Walau masih didominasi wisatawan domestik, objek wisata ini akan penuh sesak saat hari libur. Tiket masuknya pun tidak menguras kocek. Untuk wisatawan
5
6
11
7
8
10
12
13
14
15
16
17
18
19
20 21
28
22
29
23
30
24
31
25
26
32
27
33
34 35
36
37
39 41
42
38
40 43
44
46
45
47
48
49
50
KUPON TTS No.246 Ketentuan Menjawab Jawaban di tulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 246 dan cantumkan identitas lengkap serta no telepon/Hp. Kirim ke Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 21 Mei 2016. Pemenang diumumkan pada Bali Post Minggu 29 Mei 2016. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang @200.000, dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga ( 2 dewasa + 2 anak ). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos.
Jawaban TTS No. 244 MENDATAR 1. Kerdil 4. Kastrasi 8. Moratorium 9. Asmara 10. Anjungan 13. GNC 15. Roboh 18. AIB 20. Picik 22. Rusa 23. Kram 24. Serok 25. Aci 27. Tapal
29. Eat 31. Karambol 34. Aineat (Taenia) 35. Tergeletak 36. Mangkrak 37. Mainan MENURUN 1 dan 2. Kihajar Dewantara 3. Lemang 4. Kurcaci 5. otoj (Jotos)
Air Panas Belulang Bisa Sembuhkan Penyakit WISATA air panas Belulang terletak di Banjar Adat Belulang Desa Mengesta, Penebel, Tabanan. Jaraknya sekitar 16 km dari Kota Tabanan. Jika dulu mencapai air panas Belulang ini penuh perjuangan melewati jalan berbatu, kini wisatawan bisa menikmati pemandangan alam menuju air panas tersebut dengan jalan yang mulus.
4
9
SPT2016
Mendatar 1. Kutang 4. Kacang polong 7. Tahu sama tahu 9. Potongan daging berbumbu yang dipanggang (Inggris) 10. Umur 11. Yang melahirkan 13. On the road 14. Cedera kepala berat 15. Kolam (Inggris) 16. Burung hantu (Inggris) 17. Pandangan mata kabur (Bali) 18. Menunggu giliran 20. General post office 21. Sejenis batu permata berwarna-warni 24. Sambungan pipa air yang disiapkan bagi mobil pemadam kebakaran 28. Pengurangan pengedaran uang 32. Pesan gaib 34. Pacar 35. Segala daya untuk mencapai sesuatu 37. Legal 39. Mobil gerbong (Inggris) 40. Ruang besar untuk pertemuan 41. Jaman 43. Mainan (Inggris) 44. Cela 46. Pohon penghasil nira 47. Kusta 48. Negara adi daya 49. Malu-malu atau canggung 50. Satuan kredit semester
asing, ditarik tarif Rp 10.000 dan domestik Rp 5.000. “Bisa mandi sepuasnya, tidak dibatasi waktu,” tutur Sudana. Selain pancoran, di air panas Belulang juga disediakan dua kolam untuk wisatawan menikmati air panas. Jika lapar atau hendak membeli suvenir, di sekitar air panas juga tersedia akomodasi berupa warung yang terbuat dari bambu. (san)
6. Asing 7. Ipman 11. Umpat 12. Amina 14. Nasa 16. Opera 17. Hukum 19. BKIA 21. Imajinasi 26. celetuk 28. Lantern 30. Trakon 31. Ketam 32. Rerun 33. Beler
Pemenang TTS No. 244 1. I Nyoman Sudana Br. Keraman Abiansemal, Badung 2. Ni Made deriawati Br. Celuk Sukawati Gianyar, 0818353894 3. I Gede candra Abhirama SDN 1 karangasem Kelas 6, Jln. Gatot Subroto No.7 Amlapura – karangasem 4. Ni Kadek Indayanti Br. Bongan Jawa Kawan Desa Bongan Kecamatan Tabanan-Tabanan 5. Arry Sekarini Jl. Imam Bonjol Denpasar 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar Nama : I Wayan Sugiarta Alamat : Jl. Raya Sesetan 321 Denpasar Selatan 80223
19
Minggu Kliwon, 15 Mei 2016
Secara Agresif Dari Hal. 1
BPM/kmb23
MUNASLUB - Presiden Joko Widodo bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie saat memberikan keterangan usai pembukaan Munaslub Golkar, Sabtu (14/5) kemarin di Nusa Dua.
Pembukaan Munaslub
Golkar akan Terus Dukung Pemerintahan Jokowi-JK Mangupura (Bali Post) Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla menghadiri pembukaan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar di BNDCC, Nusa Dua, Sabtu (14/5) malam. Joko Widodo mengatakan, Partai Golkar adalah bagian tak terpisahkan dari perkembangan politik modern di Indonesia. Banyak tokoh dan politisi andal hasil dari kaderisasi partai beringin. ‘’Pemikiran Partai Golkar juga telah ikut membentuk struktur politik, struktur ekonomi, dan struktur sosial Indonesia dan harus saya sampaikan bahwa Golkar kerap memberikan sumbangsih bagi kultur politik demokrasi yang semakin matang,’’ ujarnya saat membuka munaslub, kemarin. Jokowi percaya Partai Golkar akan menjunjung prinsip berpolitik dalam rangka bernegara. Di mana ujungnya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia. Rakyat sejahtera tidak mungkin diwujudkan sendiri oleh pemerintah. Namun harus bersama-sama dengan seluruh komponen didukung kelompok strategis, khususnya partai politik seperti Golkar dan partai lainnya. Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie (ARB) menegaskan, Partai Golkar lewat munaslub akan memperkuat rekomendasi rapimnas untuk terus mendukung pemer-
intahan Joko Widodo-Jusuf Kalla. ‘’Dengan keputusan munaslub, maka siapa pun yang terpilih menggantikan saya terikat dengan suatu kesepakatan mendukung pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla,’’ ujarnya. ARB menambahkan, munaslub akan dijadikan momen untuk menunjukkan persatuan partai serta untuk menyiapkannya dalam merebut kejayaan masa depan. Terlebih dalam menyongsong pemilihan kepala daerah serentak pada 2017 dan 2018, serta pemilihan legislatif dan pemilihan presiden pada 2019. Oleh karena itu, rekonsiliasi internal juga akan dituntaskan dalam munaslub ini. ‘’Dalam konteks lebih besar, munaslub akan menyuarakan pentingnya reformasi lebih lanjut dari sistem ketatanegaraan Indonesia. Partai Golkar ingin menyempurnakan konstitusi agar menjadi instrumen utama dari pencapaian tujuan besar bangsa Indonesia,’’ imbuhnya. Ketua Panitia Penyelenggara Theo L. Sambuaga mengatakan, munaslub dihadiri lebih dari 3.000 peserta dan peninjau yang terdiri dari DPP, Dewan Pertimbangan, unsur DPP Ormas, utusan 34 DPD provinsi, serta 514 DPD kabupaten/kota. Munaslub antara lain membahas agenda penataan keorganisasian, program umum, pernyataan politik, dan pemilihan ketua umum serta penyusunan pengurus DPP Partai Golkar. (kmb32)
Tak Terjebak Dari Hal. 1 Untuk itu, ia meminta agar aparat keamanan tidak terjebak untuk terlibat mendistorsi
aspirasi rakyat di Bali. Satu saja baliho penolakan reklamasi Teluk Benoa diturunkan atas nama kepentingan keamanan, ketertiban dan sebagainya,
ia yakinkan itu merupakan sinyalemen rendahnya rasa percaya diri pemerintah atas aspirasi rakyat yang berkembang. (kmb)
Kalah Saing Dari Hal. 1 ‘’Di samping itu, orangtua memberi gadget dengan alasan kasihan anak mereka kalah saing dengan teman-temannya yang sudah punya HP sendiri,’’ ungkap pengamat pendidikan Dr. Ida Bagus Radendra Suastama, S.H., M.H., Sabtu (14/5) kemarin. Pihaknya juga menyayangkan hal itu. Pasalnya, banyak orangtua yang tidak berpikir bahwa anak remaja mereka sedang sangat ingin tahu dan ingin mencoba berbagai hal. Secara psikologi dan fisik, dikatakannya, usia remaja sedang aktif dan energik, tidak terkecuali dalam hal organ reproduksi. ‘’Seharusnya kondisi tersebut harus disalurkan ke hal yang positif seperti olahraga dan seni,’’ pungkas akademisi hukum Yayasan STIMI Handayani Denpasar ini. Lebih lanjut dijelaskan, dengan akses yang bebas pada multimedia melalui internet remaja bisa melihat informasi apa pun yang belum sewajarnya dan belum patut untuk ‘’dikonsumsi’’. Inilah yang disebut banalisasi, yaitu hal yang seharusnya tabu atau tidak patut menjadi seolah
lazim dan sah-sah saja. Belum lagi berita selebriti sering jadi inspirasi dan contoh buruk bagi mereka tanpa disadari. Media elektronik dan sosial pun tidak peduli apakah kontennya mencerdaskan atau tidak. Orangtua juga sering memberi contoh buruk dengan memegang HP sepanjang hari dan tidak mau peduli apa yang diakses putra-putrinya via gadget mereka. Untuk itu, pihaknya berharap peran sekolah maupun instansi terkait dan pemerintah serta orangtua sangat diperlukan untuk mengantisipasi hal ini. Pemerintah pusat maupun pemerintah daerah mesti menyediakan lahan aktivitas bagi anak muda, bukan hanya mall yang memicu sikap konsumtif, melainkan yang bersifat mendidik ke arah yang lebih baik. Generasi muda perlu diberi informasi berupa sosialisasi, bahwa bergaul terlalu bebas dan mengakses informasi yang belum saatnya untuk diketahui akan merugikan masa depannya sendiri. Sebab, generasi muda, khususnya di Bali saat ini tidak hanya bersaing dengan sesama anak muda Bali, melainkan bersaing dengan
anak muda seluruh dunia, anak muda bangsa lain dari berbagai negara, yang kemampuan mereka pun terus mereka asah. Radendra menyarankan pengendalian diri pada remaja agar tidak melakukan sesuatu yang belum sepantasnya tersebut, efektif dilakukan melalui penyaluran energi remaja ke aktivitas sport atau art dan ‘’diet’’ medsos. ‘’Lomba mencari ilmu/informasi via gadget bisa jadi upaya awal mengubah pola kebiasaan penggunaan gadget dari yang sekadar untuk chatting dan nonton video, menjadi sarana efektif menambah ilmu dan wawasan remaja,’’ pintanya. Sebagai akademisi, Radendra berharap pemerintah pusat maupun pemda bisa mengambil peran aktif dalam menekan pergaulan bebas anak muda ini untuk lebih mengampanyekan gaya hidup remaja keren. Pemda bisa menggunakan media elektronik dan media sosial untuk mengampanyekan gagasan remaja keren dan hebat adalah remaja yang kreatif, berpengetahuan, mampu menahan diri, mencintai budaya, dan berani berkompetisi secara global. (win)
Anggota Komisi IV lainnya, Ni Made Arini, mengatakan penguatan moral menjadi kunci utama pencegahan kejahatan seksual pada anak. Tugas ini tidak bisa sepenuhnya diserahkan pada pihak sekolah. Tetapi juga orangtua sebagai garda terdepan dalam keluarga. ‘’Pendidikan dari guru dan orangtua harus seimbang. Moral anak tidak semata-mata tanggung jawab sekolah, tetapi juga semua orangtua,’’ tegasnya. Pengamat pendidikan Prof. Dr. Ir. Putu Rumawan Salain, M.Si., IAI. memaparkan, teknologi selalu melahirkan pembaruan sehingga setiap insan diharuskan untuk memilih. Ketika pilihan dan penggunaannya benar akan mendapatkan manfaat yang benar pula. Tetapi jika teknologi dimanfaatkan dan disalahgunakan, maka akan mendapatkan ‘’aib’’ atau kesalahan dalam pemanfaatannya. Apalagi jika disalahgunakan oleh mereka yang belum waktunya untuk mendapatkan informasi soal seks. Dia mengatakan pemerintah
dan semua instansi terkait harus saling bersinergi untuk memberikan pengarahan dan sosialisasi kepada para generasi muda, khususnya para siswa agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Ia mengakui kecanggihan teknologi tidak dapat dimungkiri. Bahkan, teknologi didapatkan dengan harga yang tidak terlalu mahal, sehingga memudahkan setiap insan yang tidak dibatasi oleh umur, jenis kelamin, maupun posisinya sebagai siswa maupun mahasiswa untuk memiliki kesempatan yang sama untuk mencari berbagai informasi yang diperlukan. Rumawan mencontohkan, seorang guru berhadapan dengan siswa, yang tentunya mempunyai ikatan emosional tertentu, baik marah maupun tertawa di dalam kelas yang akan dikenang dan diingat oleh siswa. Namun, pada saat siswa berhadapan dengan komputer ataupun gadget, siswa tersebut tidak ada ikatan emosi dengan orang-orang di sekitarnya. Bahkan, kalau komputer dianggap sebagai ‘’dewanya’’ berarti itulah yang dianggap informasi yang paling
benar. Hal itulah yang menjadi masalah yang harus dihindarkan terhadap anak. ‘’Tetapi saya menyarankan, apa pun yang ada di dalam informasi tersebut kalau kita belum cukup umur jangan coba-coba untuk mengambil informasi itu, karena semua informasi yang didapat belum tentu semuanya benar,’’ sarannya. Ini menjadi tugas para guru memberitahukan atau menyosialisasikan dampak positif dan negatif dari teknologi informasi setiap saat kepada siswanya. Bahkan, bila perlu instansi terkait mengadakan sweeping, jika hal itu menyangkut keselamatan siswa. Instansi terkait jangan segan-segan untuk melakukan hal yang tegas demi untuk menyelamatkan generasi muda bangsa. Sebab, moral dan etika merupakan tameng yang kuat untuk melindungi para siswa agar terhindar dari pengaruh kejahatan. Para siswa harus paham dengan ajaran Catur Asrama. Di mana siswa harus mengetahui kapan dan apa yang boleh dilakukan dalam tahapan Brahmacari, Grhasta, Wanaprastha dan Bhiksuka. (rin/win)
lah hak warga negara yang dijamin oleh Pasal 28 ayat (3) huruf e Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia serta Undang-undang No. 9 Tahun 1998 tentang Kebebasan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum. Atas kejadian tersebut, ForBALI telah menyampaikan laporan lisan kepada pihak Komnas HAM. ‘’Kami meminta Komnas HAM RI untuk segera melakukan tindakan-tindakan sesuai dengan kewenangannya, mengingat pemberangusan kebebasan berekspresi dan berpendapat sudah sangat sering terjadi khususnya setiap kedatangan Presiden RI ke Bali,’’ pungkas Gendo. (kmb)
Pendidikan Seks Dari Hal. 1 ‘’Kalau mereka sering menonton video porno tetapi mereka juga memiliki pengetahuan seksualitas dan mendapatkan pendidikn seks yang baik, saya yakin kasus seks pranikah, mesum di sekolah atau kasus pemerkosaan tidak akan terjadi,’’ ujarnya. Selain itu, perilaku seks dipengaruhi banyak faktor. Jika hanya sebatas menonton video porno tetapi remaja juga memiliki penge-
tahuan yang baik terkait pendidikn seks, tidak akan menjadi masalah karena remaja akan bisa bertanggung jawab atas perilaku seksual dan alat seksual yang dimiliki. Situs porno di internet pun beberapa memang telah diblokir pemerintah, tetapi ini tidak membuat remaja untuk tidak mengakses situs porno. Remaja masih tetap mengakses video porno, dan sebenarnya itu hal yang wajar di masa remaja dewasa ini. (may)
Belum Efektif Dari Hal. 1 Sebab, HP bagi anak sekolah juga penting untuk komunikasi dengan orangtuanya. Kecuali saat belajar dikumpulkan, menjelang pulang diambil kembali. Melarang siswa membawa HP ke sekolah belumlah cukup. Model ini juga belum efektif, sebab di sekolah sudah disiapkan wifi gratis. Hal itu diakui Ketua PGRI Bali Dr. I Gede Wenten Aryasuda, M.Pd., karena siswa pasti mencari celah untuk mengakses hal-hal yang disukai. Sekalipun mereka dimasukkan dalam ruang IT, siswa biasanya lebih asyik chating dengan teman atau mencari yang berbau porno ketimbang mengakses materi pelajaran. Padahal
OSIS di sejumlah sekolah juga sering melakukan razia tas anak sekolah. Dia juga menyalahkan Kementerian Kominfo yang tak mampu memblokir situs porno. ‘’Sekarang diblokir, semenit lagi muncul ratusan hal serupa yang menggoda remaja,’’ tambahnya. Bagi dia, melarang siswa membawa HP mampu meminimalisasi dan mengerem tindakan membuka situs porno dan mengganggu pikiran siswa belajar. Namun larangan itu belumlah cukup karena perlu pengawasan bersama khususnya kalangan orangtua di rumah. ‘’Jangan biarkan siswa atau anak berjam-jam main HP, itu pasti merusak konsentrasi pelajaran,’’ ujarnya. (sue)
Kumpul-kumpul Dari Hal. 1
Manfaatkan Teknologi Dari Hal. 1
‘’Secara agresif dan terang-terangan aparat negara melakukan upaya-upaya penurunan baliho penolakan reklamasi Teluk Benoa. Anehnya selalu saja yang menjadi sasaran adalah baliho aspirasi penolakan reklamasi Teluk Benoa, sedangkan balihobaliho dan/atau alat peraga lainnya yang terdapat di area yang sama masih dibiarkan,’’ papar Gendo. Menurutnya, penurunan paksa baliho penolakan reklamasi oleh aparat negara bukanlah penertiban, melainkan pemberangusan kebebasan berekspresi. Padahal kebebasan berekspresi ada-
‘’Dari pengamatan saya, saat ini banyak tempat pertemuan misalnya di Taman Kota Lumintang dimanfaatkan anak remaja kumpulkumpul sampai larut malam. Perempuan satu, laki-lakinya empat. Ada juga laki-lakinya dua, perempuannya lima,’’ ucap Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Drs. Putu Gede Suastawa, Sabtu (14/5) kemarin. ‘’Fenomena apa ini? kenapa dibiarkan seperti itu? Anak siapa? Apakah orangtuanya tidak mengecek apa benar belajar bersama? Buktinya kumpul-kumpul sampai jam 3 pagi,’’ ujarnya. Remaja-remaja yang kondisinya seperti itu rawan disusupi atau dicekoki narkoba. Bisa saja pertemuan tersebut digunakan ajang nego atau transaksi narkoba. ‘’Perlu menjadi perhatian bersama. Pembelajaran mereka proteksi diri,’’ tegas Suastawa. Apakah ada korelasi narkoba dengan seks bebas? ‘’Pasti ada. Pelaku seks bebas umumnya sekaligus penyalah guna narkoba. Diawali kenakalan remaja, pergaulan bebas tanpa batas akhirnya terjerumus narkoba. Alasannya supaya dibilang hebat, kuat begadang dan kuat. Padahal narkoba bukan bikin hebat malah sebaliknya,’’ kata mantan Dir. Binmas Polda Bali ini.
Diakuinya, anak itu harus diperhatikan semua pihak supaya punya proteksi diri. Apalagi remaja yang direkrut jadi pengedar narkoba. Mereka merekrut orang-orang yang memiliki intelegensi tinggi, kehidupan sangat mapan dan punya fasilitas. ‘’Kekurangan mereka gampang direkrut karena proteksi diri, spiritual dan sosialisasi yang kurang,’’ ucapnya. Dari data BNN ada 61.353 penyalah guna narkoba di Bali. Yang sudah direhabilitasi 364 dan terus meningkat. Sedangkan penyalah guna narkoba berkorelasi dengan kenakalan remaja. Remaja dan mahasiswa sebagai pengguna narkoba meduduki urutan keempat. Generasi muda perlu diberikan pembekalan, tidak cukup di desa pakraman atau lingkungan keluarga saja. Masalah narkoba mestinya dimasukkan ke kurikulum. Mesti belum bisa direalisasikan hingga sekarang, ia berharap tiap wilayah atau sekolah punya kreativitas dan ide brelian agar bisa menyisipi materi bahaya narkoba setiap mata pelajaran. ‘’Saya sudah berikan materi kurikulum dasar ke Kadis Disdikpora Provinsi Bali. Maksudnya ke depan bisa merumuskan kurikulum supaya pembelajaran masalah narkoba dan kenakalan remaja bisa dimasukkan,’’ harapnya. (rah)
Dua Baliho Dari Hal. 1 Sedikitnya ada dua baliho yang dirobohkan, masingmasing berukuran 4x6 meter dan 3x4 meter. Warga Bualu I Nyoman Sueta mengatakan, baliho milik Desa Adat Bualu dirobohkan sekitar pukul 13.00 Wita oleh aparat keamanan. Tidak hanya baliho selamat datang dan aspirasi penolakan reklamasi Teluk Benoa, bendera Merah Putih juga turut dicabut. Makanya Nyoman Sueta mengaku sangat kecewa dengan tindakan aparat tersebut. ‘’Kok seolah-olah aparat tidak berpihak kepada rakyat? Baliho yang di depan gate Nusa Dua juga mau dirobohkan, katanya harus minta izin. Apa urusannya aparat
menekan kita?’’ ujarnya. Sueta menambahkan, aparat tidak memiliki dasar untuk melakukan pencabutan baliho milik Desa Adat Bualu itu. Oleh karena itu, pihaknya lantas bernegosiasi sampai akhirnya baliho diizinkan untuk dipasang kembali. ‘’Sudah didirikan kembali baliho tersebut Jumat malam. Kami sangat bangga punya Presiden datang ke Bali, sehingga kami sambut dengan antusias,’’ jelasnya. Menurut Sueta, baliho yang kembali dipasang kini dijaga oleh warga setempat. Begitu juga baliho lain yang masih terhitung selamat. Penjagaan ini bertujuan agar perobohan baliho tidak terjadi lagi sampai Presiden melewati daerah itu untuk membaca aspirasi masyarakat. (kmb32)
balipost (126rb Like) http://facebook.com/balipost
MINGGU KLIWON, 15 MEI 2016
@balipostcom (4.103 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Facsimile: 227418
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
Seminar ’’Destination Branding’’
Seni & Budaya
Spektakuler! Pertama di Bali Digelar di Karangasem KABUPATEN Karangasem mendapat kesempatan emas setelah dipilih menjadi lokasi seminar perdana Destination Branding di Bali, Sabtu (14/5) kemarin. Seminar berlangsung spektakuler, karena pembicaranya banyak berbagi paradigma baru tentang strategi periklanan, dengan peserta lebih dari 300 orang. Kini destination branding bukan lagi sekadar masalah logo atau slogan, tetapi menjadi platform pemberdayaan, pengembangan dan pemasaran potensi destinasi secara terpadu. Karangasem cukup beruntung, karena seminar ini di Indonesia baru digelar di dua kota, antara lain di Aceh dan Semarang. Ketua Umum Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I) Pusat Harris Thajeb saat memberikan sambutan di Gedung UKM Center Amlapura mengaku amat terkesan dengan Karangasem. Namun, ia kaget setelah mendengar cerita kalau Karangasem sebagai daerah tertinggal di Bali. Padahal, dari falsafah nyegara gunung, Karangasem sangat kaya potensi. CEO Dentsu Group ini menegaskan, dengan strategi destination branding ini, ia berharap bisa mengangkat potensi Karangasem lebih baik. Sesuai dengan tema seminar ‘’Karangasem Menuju Pengelolaan Sumber Daya Destinasi Terpadu Melalui Destination Branding’’. Ini menjadi kesempatan agar Karangasem bisa mendunia. Selain Harris Thajeb, seminar sehari ini juga dihadiri Janoe Ari-
janto, CEO Dentsu Strat, menekuni advertising lebih dari 20 tahun, Ida Bagus Agung Gunarthawa sebagai chairman destination branding P3I Bali sekaligus CEO PT Baligen Advertising dan PT Laguna Art Vision Media, perusahaan yang bergerak di bidang marketing communication. Hadir juga dua pembicara M. Arief Budiman dan Ayip Budiman, yang sudah berpengalaman di bidang destination branding dan didukung penuh organisasi kepemudaan dunia, JCI (Junior Chamber International) Indonesia. Salah satu pembicara M. Arief
Budiman mengatakan peruntukan destination branding harus mengutamakan tiga aspek, antara lain aman dan nyaman bagi warga, menjadi tempat yang layak untuk berlibur, pengalaman dan sensasi baru untuk wisatawan dan menjadi tempat berbisnis yang aman dan menguntungkan bagi investor. Sebab, sesungguhnya destination branding adalah soal memberi nilai tambah, pada modal kekuatan agama, budaya, seni, alam yang sudah ada, dengan cara memaksimalkan potensinya. Sehingga bermanfaat bagi masyarakat dan
BAGI PENGALAMAN - Salah satu narasumber Ayip Budiman saat membagi pengalamannya di dunia destination branding di Gedung UKM Center Amlapura, Sabtu (14/5) kemarin.
stakeholder wilayah lainnya. Melihat karakteristik Karangasem, Ketua Indonesia Creative Cities Network ini menawarkan pariwisata berbasis lingkungan atau branding ekowisata, perjalanan yang bertanggun jawab ke tempat-tempat yang alami dengan menjaga kelestarian lingkungan. ‘’Untuk meningkatkan nilai tambah aset SDM dan SDA, jalan yang paling logis dan bertanggung jawab adalah memperkuat akar budaya dan ragam keunikan alami yang melimpah ini,’’ kata CEO PTUP (Petakumpet) Yogyakarta ini. Narasumber lainnya, Ayip Budiman menegaskan saat ini sudah memasuki era tarung destinasi. Hampir semua tempat di dunia berbenah menjadi tempat bereputasi, berdaya saing dan diminati. Sehingga lewat destination branding ini, nantinya bisa berkontribusi membangun reputasi Karangasem. Ia melihat reputasi itu akan diraih tergantung pada manusia, manajemen, produk unggulan, seni dan budaya, pariwisata, investasi dan kehumasan. ‘’Sepuluh ikon Bali yang dikenal banyak orang ada di Karangasem. Ini modal berharga untuk membangun reputasi melalui destination branding,’’ kata konsultan desain dan branding yang mendirikan Matamera Communications (1991). Peserta seminar mulai dari kalangan pimpinan SKPD, camat, perbekel, bendesa adat hingga tokoh masyarakat lainnya sangat antusias mengikuti seminar ini. (gik/k400)
BPM/sue
MKB - Sejumlah atraksi mengisi Malam Kebangkitan Budaya (MKB) ke-8 Kota Denpasar.
Cak Kolaborasi Memukau di MKB DECAK kagum ribuan penonton diberikan atas terselenggaranya Malam Kebangkitan Budaya (MKB) Kota Depasar, Sabtu (14/5) malam. Tumben MKB yang melibatkan 500 seniman SMAN 6 Denpasar dipusatkan di Ardha Candra, juga ditonton ribuan masyarakat umum. Mereka marasa terhibur dengan atraksi seniman muda Sixsma sekalipun sekolah ini tak berbasiskan program seni budaya. Malam Kebangkitan Budaya diisi dengan garapan tari Sekar Jempiring, paduan suara, tari kebesaran SMAN 6 Denpasar ‘’Nurkumuda’’, short movie SMAN 6 Denpasar dan puncaknya berupa Cak kolaborasi. Cak kolosal mengambil tema ‘’Sanur Cikal Bakal Denpasar Kota Pusaka’’. Ide dari Kepala SMAN 6 Denpasar Drs. I Nyoman Muditha, M.Pd. kemudian digarap apik seniman serba bisa yang juga seorang peneliti sejarah, Dr. Dra. A.A. Gde Raka, M.Si. Gung Raka mengungkapkan tema kali ini yaitu ‘’Denpasar as Heritage City’’. Dari tema tersebut, SMA Negeri 6 Denpasar yang berposisi di kawasan Sanur
sebagai kategori mandiri, pusat sumber belajar, dan pendidikan berbasis keunggulan lokal, dengan bangga akan menampilkan perjalanan panjang sejarah Kota Denpasar dalam sebuah garapan seni kolosal dengan judul ‘’Sanur, Cikal Bakal Denpasar Kota Pusaka’’. Denpasar sebagai kota pusaka dunia tidak terlepas dari peran Desa Sanur sebagai ranah warisan, baik dari zaman pra-Hindu maupun zaman Hindu. Semua bentuk warisan yang berasal dari kedua periode waktu tersebut sangat penting artinya bagi penyusun sejarah Bali. Sanur, kata Gung Raka, adalah pintu masuk hubungan Bali dengan pulau lain di nusantara dan internasional. Sebagai kawasan pusaka, Sanur terus berkembang hingga zaman modern sebagai akibat dari kemajuan pariwisata. Suasana yang indah membuat orang asing nyaman tinggal di Sanur, dan diyakini pula bahwa masyarakat Sanur sendiri tidak akan meninggalkan alam dan potensi desa yang banyak memberi hidup dan kesejahteraan bagi mereka baik secara individu atupun kolektif. (sue)
Ada Skenario Aklamasi di Munaslub Golkar
Novanto Tetap Ikuti Aturan Mangupura (Bali Post) -
Skenario aklamasi kembali mencuat dalam agenda pemilihan ketua umum dalam Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar. Menyikapi hal ini, salah satu kandidat caketum Setya Novanto memilih untuk menyerahkan kepada panitia. Ia tidak ingin ikut campur, kendati tetap mengedepankan demokrasi dan kejujuran. ‘’Semua aturan yang dilakukan oleh panitia, saya akan selalu patuhi dengan sebaik-baiknya. Yang penting semuanya berdasarkan aturanaturan yang ada dengan jelas,’’ ujarnya jelang pembukaan Munaslub Partai Golkar di BNDCC, Nusa Dua, Sabtu (14/5) malam kemarin. Novanto berharap rumusanrumusan dalam munaslub bisa dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Dalam arti, berlangsung secara demokratis, jujur dan fair. Maka, Ketua Fraksi Golkar ini pun akan mengikuti apa pun yang nanti diputuskan oleh panitia. ‘’Saya akan ikuti dengan sebaik-baiknya dan patuh dengan segala putusan itu,’’ tegasnya. Di sisi lain, Novanto menilai semua kandidat caketum baik. Semuanya juga memiliki visi dan misi, dengan kelebihannya masingmasing. Pada akhirnya, keputusan untuk memilih siapa yang menjadi ketua umum partai beringin ada pada pemegang suara dalam munaslub ini. ‘’Kita percayakan
kepada DPD I dan DPD II selaku pemilik suara dan tentu saya berdoa supaya semuanya bisa berjalan dengan baik,’’ tandasnya. Novanto yang mendapat nomor urut 2 ini memiliki visi dan misi ingin mewujudkan Partai Golkar menjadi partai modern, solid, kuat dan men-
gakar. Langkahnya untuk maju sebagai calon ketua umum periode 20142019 makin mantap karena mantan Ketua DPR-RI ini dipastikan lolos dari sanksi Komite Etik Munaslub Partai Golkar. Dengan demikian, Novanto dipastikan tidak mendapat ganjalan untuk maju sebagai calon ketua umum Golkar. Ketua Komite Etik Munaslub Golkar Fadel Muhamad menegaskan, pihaknya tidak memproses pengaduan dugaan pelanggaran kode etik yang ditujukan kepada Novanto. ‘’Dugaan pelanggaran kode etik itu umumnya sebelum tanggal 7 Mei. Kami
Setya Novanto
Kerbau Punya Susu, Sapi Punya Nama! brrolan brolan BALE BANJAR AR A R ARIDUS MANUSIA adalah ciptaan Tuhan paling sempurna! Ungkapan itu lazim dilontarkan orang sebagai rasa terima kasih atau kebanggaan terlahir dengan kelengkapan fisik dan mental yang lebih sempurna daripada makhluk hidup lainnya. Namun tidak sedikit pula manusia yang lahir dengan fisik dan mental tekor alias tidak sempurna. Kewajiban mereka yang secara lahiriah dan batiniah komplitlah untuk memberi semangat dan pertolongan pada mereka. Sebab, manusia bukan hanya makhluk individu, namun sebagian besar dari waktu mereka digunakan untuk bersosialisasi sebagai makhluk sosial. Agar para penyandang cacat tidak menyesali eksistensi mereka sebagai insan tak lengkap, ada baiknya insan sempurna menolong dan memberi semangat hidup pada mereka. Itulah sebabnya ada orang
yang secara fisik cacat parah, namun punya kemampuan melewati kemampuan manusia normal, karena memiliki mental dan intelektual tinggi. ‘’Contoh paling menonjol adalah pakar fisika penemu teori Dentuman Besar dan Lubang Hitam serta Hikayat Sang Waktu, Stephen Hawking. Ilmuwan brilian kelahiran Inggris itu memang sempat hidup normal, namun sejak usia 22 tahun (1964) dia terserang penyakit melumpuhkan seluruh tubuhnya akibat sclerosis lateral amiotrofik dan tahun 1985 terserang pneumonia yang membuatnya tidak bisa berbicara. Tanpa dukungan semangat dan moral dari keluarga, kerabat dan para dosennya, konon dia ingin bunuh diri. Apalagi saat menerima alat ucap sintetis, dia yang begitu bangga menjadi orang Inggris harus menerima alat ucap buatan Amerika dengan aksen American English, tentu sangat kecewa. Keberhasilan dalam penemuan teori fisika yang melampaui kolega-koleganya sedunia membuat semangat hidup Hawking bertumbuh sehingga musibah yang diterimanya menjadi berkah. Banyak orang cacat di dunia terinspirasi atas semangat dan kemampuannya serta urung frustrasi menerima ek-
sistensi mereka, apalagi berniat bunuh diri. Rupanya di Indonesia perhatian terhadap para penyandang cacat mulai tumbuh meski belum maksimal. Kementerian Sosial dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang memiliki lembaga-lembaga hirarkial hingga provinsi, kabupaten dan kota di Tanah Air, seharusnya aktif membina, memberi semangat dan menyalurkan bakat, kemampuan serta kreativitas para penyandang cacat, agar mereka merasa tetap berguna hidup di dunia dan menjadi warga negara Indonesia,’’ ujar Rubag. ‘’Ya, di Bandung, Jawa Barat, kudengar ada sebuah perguruan tinggi swasta yang memiliki program khusus buat para penyandang cacat yang dinamakan Art Theraphy Center (ATC). Terapi buat para penyandang cacat, sebagai wujud Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni pengabdian terhadap masyarakat. Lembaga ini didirikan bukan maksud untuk menyembuhkan cacat bagi penyandangnya, namun memberi asupan seni dalam segala bentuk, agar para penyandang disabilitas tahu dan paham akan kemampuan mereka sebagai makhluk berbudaya. Tidak bisa berjalan, mengambil sesuatu, melihat, mendengar dan berbicara, bukan berarti
mereka kehilangan hakikat sebagai makhluk budaya, sepanjang mentalitas mereka tidak cacat. Terobosan yang dilakukan ATC Bandung merupakan tindakan yang perlu diacungi jempol, meski mereka baru bergerak di bidang desain dan grafis. Mereka berusaha memenuhi kebutuhan khusus buat para disabilitas guna mengembangkan perilaku, sikap, keterampilan, terutama yang berbakat seni dan desain. Lewat berbagai pelatihan mereka yang tadinya berkondisi ‘tidak bisa’ menjadi ‘bisa’. Metode yang digunakan adalah metode sensasi yakni stimuli sensori berbasis kreatif. Ada pula metode sensasi bentukan berupa audio, visual dan kenetik atau gerak yang merupakan dasar sistem belajar di ATC, yang harus dikuasai para siswa untuk meningkat ke level lebih lanjut. Bila dilihat program belajarnya, agaknya lembaga ini ingin melahirkan penyandang disabilitas yang mampu mandiri, baik sebagai akademisi maupun entrepreneur atau wiraswata, setelah menuntaskan proses belajarmengajar. Karena itulah guna menambah pengalaman dan sebagai ajang pembelajaran, mereka mengundang seluruh penyandang disabilitas se-Tanah Air untuk ikut berpartisipasi dalam acara
‘Olimpiade Seni dan Desain bagi Penyandang Disabilitas’ itu. Olimpiade pertama yang melombakan desain poster, komik strip, grup band, solo vokal, cipta lagu, tari kreasi, fotografi, dan seni lukis,’’ tutur Adi Saputra. ‘’Pas, tanpa menggembargemborkan pengalaman dan prestasi, sanggar tari yang kupimpin juga mengirim lima penari ke olimpiade itu. Mereka dibagi menjadi dua peserta lomba yakni Oleg Tamulilingan terdiri dari dua penari dan Kupu-kupu Tarum tiga penari. Semuanya tunarungu. Kalau boleh aku sombong, kami keluar sebagai juara umum, karena meraih juara I untuk tari Oleg Tamulilingan dan juara III untuk tari Kupu-Kupu Tarum, di babak final. Sedangkan juara II-nya Bandung dengan tari Manuk Dadali. Babak penyisihan, kudengar dari panitia, diikuti 150 peserta dari seluruh Indonesia yang dimulai sejak Februari 2016. Di samping penilaian dilakukan secara langsung dan harus hadir ke Bandung pada babak penyisihan, cara lain yang lebih murah dilakukan dengan mengirim video atau youtube. Kami lakukan cara kedua karena tidak punya dana dan kami muncul sebagai enam besar beserta dua tim dari Bandung, satu Jakarta, satu Banten, dan
BPM/ist
baru mulai bertugas tanggal 7 Mei. Jadi tidak bisa diproses pengaduannya. Selain itu, Tim Sukses Novanto juga bilang dugaan pelanggaran itu tidak ada buktinya,’’ ujarnya. Di sisi lain, dukungan kepada Novanto agar terpilih menjadi ketua umum Golkar terus mengalir di arena munaslub. Beberapa kader Golkar yang ditemui di arena munaslub memberi kredit poin kepada Novanto, karena visi-misinya untuk membangun dan membesarkan Golkar sangat sesuai dengan kebutuhan Golkar saat ini. Beberapa komitmen Novanto yang memantik dukungan itu antara lain terkait komitmen wakil rakyat dari dapil NTT ini untuk menghapus mahar politik dalam setiap perhelatan pilkada. Tak hanya itu, Novanto berjanji akan mengucurkan dana bergulir bagi daerah untuk membiayai pencalonan kader Golkar pada pilkada. Selain itu, tawaran program Novanto juga dinilai akan mampu membesarkan kembali Partai Golkar. Beberapa program itu antara lain konsolidasi internal mulai dari tingkat pusat hingga daerah, dan membangun Golkar mulai dari desa. Program lainnya adalah memberi kewenangan kepada DPD I dan DPD II dalam menentukan calon kepala daerah. (kmb32/k1.000)
satu Kaltim. Akhirnya kedua tim kami muncul dalam tiga besar, satu tim Bandung dan kami harus hadir di babak final, Minggu (8/5) lalu. Bahkan saat berangkat dan pulang ke dan dari Bandung kami numpang bus lewat patungan dan sumbangan sukarela para orangtua penari, yang bangga dan ingin menyaksikan putra-putri mereka ikut lomba. Hebatnya, Piala Gubernur Jawa Barat diserahkan Wakil Gubernur Deddy Mizwar. Acara ditutup Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, yang kulihat terisak berlinang air mata saat berpidato, mungkin terharu menyaksikan kemampuan anak-anak disabilitas yang tidak kalah dari anak-anak normal. Lucunya, ketika pembawa acara memanggil pejabat atau yang mewakili naik ke panggung untuk menerima piala dan piagam, justru aku sendiri yang tampil karena kami ‘yatim-piatu’, hahaha,’’ gelak Lila Arsana menutup ceritanya. ‘’Seniman apa pun sebelum menjadi terkenal, selalu bernasib seperti yatim piatu. Tidak ada yang hirau apalagi sampai mengeluarkan dana pembinaan, alih-alih datang untuk memberi semangat dan motivasi saat latihan! Untung aku punya ‘orang gila’, yang ikhlas menyediakan rumah budaya beserta fasilitasnya dan juga sering hadir memberi semangat saat kawan-kawan latihan menari, menabuh dan berkreasi di segala cabang kesenian. Coba saja tokoh ‘gila’ seperti
itu mengontrakkan lahan dan bangunannya yang berlokasi di kawasan strategis, tentu ratusan juta diterimanya setiap tahun. Budaya dan kebudayaan memang sering diobral saat pidato, namun jarang sekali orang paham, apa makna ucapannya? Budayalah yang membedakan manusia dengan makhluk hidup lain. Aku dan kawankawan cukup beruntung baru-baru ini, karena pulangpergi dapat fasilitas pesawat terbang. Kami diundang untuk ikut serta dalam ‘Gunungan Internasional Mask & Puppets Festival tribute to Pak Raden’ di Bale Pare Kota Baru Parahyangan, Bandung. Kami berangkat 12 orang, 5 penari, 5 penabuh, dan 2 properti. Kendati properti, keduanya juga dalang yang juga mengatur lighting. Meski jumlahnya sedikit, karena bantuan teknologi yang juga kami kuasai, membuat pertunjukan kami semarak dan mendapat standing applause dari para penonton. Aku tetap yakin, kehadiran tim Bali selalu ditunggu-tunggu dan dapat respons positif dari hadirin, mungkin karena taksu yang menyertai kita. Sama seperti kamu, kami pun yatim piatu dan soal itu tidak kami risaukan kendati selalu membawa nama Bali dalam setiap kehadiran di luar Bali. Pepatah kuno, kerbau punya susu sapi punya nama, agaknya terus berlanjut di zaman besi gigit kuda sekarang, tetap semangat!’’ komentar Kadek Wahyudita. (aridus)