20 HALAMAN NOMOR 107 TAHUN KE 69 Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
TERBIT SEJAK 16 AGUSTUS 1948 PERINTIS: K. NADHA HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
balipost (152 rb Like) http://facebook.com/balipost
MINGGU PON, 4 DESEMBER 2016
berjualan asuransi, tapi apa bisa yah pak, zaman susah begini?” katanya. Demikianlah kira-kira percakapan saya itu. Bapak/Ibu sekalian, teman saya, sang pelatih fitness itu kemudian bercerita bahwa dia ingin meningkatkan pendapatannya (bukankah kita semua menginginkan hal yang sama?). Tapi tidak
tahu caranya. Ada yang mengajaknya berjualan asuransi, namun dia tidak yakin bisa melakukannya. Sebenarnya yang terjadi adalah kita takut untuk keluar dari zona nyaman. Saya menyebutnya comfort zone trapped. Kita terperangkap atas hal-hal yang sudah nyaman kita kerjakan. Sehingga ketika kita harus mencoba sesuatu yang baru, rasanya
yang besar, tidak membutuhkan keterlibatan waktu yang besar, memberikan potensi penghasilan yang cukup besar. Buat teman saya, menjadi penjual asuransi sebenarnya merupakan alternatif penciptaan MSI yang cukup baik. Network-nya sesama member fitness centre cukup memadai untuknya memulai ‘‘bisnis barunya” tadi. Menjadi penjual atau agen asuransi tidak membutuhkan modal dan bisa dikerjakan paruh waktu.
tidak nyaman, bahkan menyiksa. Untuk mendapatkan penghidupan yang lebih baik, kita perlu senantiasa meningkatkan penghasilan. Antara lain dengan menciptakan sumber penghasilan yang lain atau Multiple Source of Income (MSI). Ciri-ciri membentuk multiple source of income adalah tidak membutuhkan modal
Dan potensi penghasilannya juga tidak sedikit. Sebenarnya banyak yang bisa kita lakukan untuk menambah penghasilan kita. Misalnya mengubah hobi kita menjadi salah satu sumber penghasilan kita. Kakak ipar saya seumur hidupnya adalah seorang ibu rumah tangga. Dan ia pandai sekali memasak. Masakannya tidak kalah dengan kualitas restoran terbaik sekalipun. Hal. 19 Setiap Masak
Sri Bintang Ditahan
Penalti Boaz Menangkan Indonesia
Jakarta (Bali Post) Tiga dari sepuluh orang yang diperiksa polisi telah ditahan penyidik lantaran diduga terlibat makar. Sementara, tujuh orang lainnya dipulangkan dengan alasan subjektivitas penyidik.
Bogor (Bali Post) Penalti dari Kapten Timnas Indonesia, Boaz Sal o s s a, m e m baw a Indonesia menang tipis 2-1 dari Vietnam di semifinal Piala AFF, Sabtu (3/12) kemarin. Dalam laga yang dihelat di Stadion Pakansari Bogor tersebut, Timnas Garuda kerap tertekan oleh lawannya. Dukungan puluhan ribu penonton termasuk Presiden Jokowi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Ketua DPR Setya Novanto membuat Indonesia bersemangat. Di menit-menit awal, Tim Garuda berusaha menyerang. Berasal dari skema tendangan pojok, Hansamu Yama Pranata mencetak gol pada menit kelima. Gol tersebut membuat Indonesia untuk sementara unggul dari Vietnam. Pascagol tersebut, Indonesia memilih untuk memperkuat lini belakang Hal. 19 Selamatkan Gawang
Tiga orang yang ditahan adalah Sri Bintang Pamungkas (SBP) karena diduga melakukan perbuatan yang diatur di dalam pasal makar. Dua orang yakni Jamran dan Rizal diduga melanggar Undang-Undang nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Kombes Pol. Martinus Sitompul menyatakan, ketiga orang tersebut dilakukan penahanan sejak Jumat pukul 22.00 WIB. Martinus dalam diskusi bertajuk ‘‘Dikejar Makar’’ di Jakarta, Sabtu (3/12) kemarin, mengatakan ketiganya akan ditahan dalam 20 hari ke depan. Sementara itu, Ahmad Dhani, Ratna Sarumpaet, Rachmawati Soekarnoputri, Kivlan Zen, Adityawarman Thaha, Firza Husein, Eko Suryo Santjojo, dipulangkan dengan alasan subjektif. Sementara itu, Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar menjelaskan makar dari definisi hukum dapat didefinisikan penggulingan kepada kepala negara, makar menggulingkan pemerintahan yang sah dan makar dengan pemberontakan. Hal. 19 Delik Formil
Pesawat Polri Jatuh
KETAT - Pemain Indonesia menjaga ketat pemain Vietnam Le Van Thang pada Piala AFF 2016 di Stadion Pakansari, Bogor, Sabtu (3/12) kematin. BPM/afp
Batam (Bali Post) – Pesawat M-28 Sky Truck milik Polri dengan nomor regristrasi B-4201 jatuh di perairan Kabupatan Lingga pada sisi selatan Provinsi Kepri, Sabtu (3/12) kemarin. Puing pesawat dan ransel milik penumpang ditemukan para nelayan sekitar perairan tersebut. Hal. 19 Hilang Kontak
Kurikulum 2013 Isyaratkan Penilaian Setiap Saat KABAR soal adanya rencana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) menghapuskan Ujian Nasional (UN) mulai 2017 mendatang, mendapat tanggapan beragam dari sejumlah pihak. Sebagian besar mendukung rencana tersebut namun tak sedikit juga yang menyayangkan kalau UN dihapuskan. Meski sudah tidak jadi penentu kelulusan, UN masih dibutuhkan untuk melakukan pemetaan. Ketua PGRI Kabupaten Bangli Wayan Sadia menjadi salah satu pihak yang cukup menyayangkan jika UN dihapuskan. Menurutnya, UN masih dibutuhkan sebagai pemetaan. “Kalau menurut saya sebenarnya kalau UN dihapuskan itu tidak pas. UN masih dibutuhkan sebagai pemetaan. Bukan sebagai penentu kelulusan,” kata Sadia saat diwawancara belum lama ini. Menurut Sadia, sebagai pemetaan UN bisa dijadikan alat untuk mengevaluasi keberhasilan sekolah dalam melaksanakan kurikulum sesuai standar nasional. Hal. 19 Bukan Penentu Kelulusan
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 233801, 225764 Faksimile: 227418
Pengemban Pengamal Pancasila
’’MULTIPLE SOURCE OF INCOME’’ KETIKA sedang berlatih di fitness centre langganan saya, seorang pelatih yang saya kenal dengan baik tibatiba mendekati saya dan berkata: “Pak, bisnis asuransi itu zaman krisis sekarang apa masih bagus?” “Memangnya kenapa?” jawab saya. “Ada teman yang ngajakin saya untuk jadi agen
@balipostcom (4.485 Follower) http://twitter.com/balipostcom
BPM/ist
MODEL - Model pesawat M-28 Sky Truck milik Polri.
Delapan Alasan Mendikbud
Rencana Moratorium UN
MEMBINGUNGKAN RENCANA moratorium Ujian Nasional (UN) mulai 2017 membingungkan. Pertama, karena wacana ini belum menjadi keputusan pemerintah pusat. Kedua, pelaksana pndidikan di unit sekolah bingung jenis ujian apa yang dipakai untuk menentukan kelulusan apakah disiapkan sekolah atau oleh pemkab dan pemprov. Ketiga, tes apa yang dipakai untuk merekrut calon siswa baru SMP dan SMA/SMK.
Sampai saat ini masih belum ada kepastian dari pemerintah pusat terkait wacana moratorium Ujian Nasional (UN) mulai 2017. Kendati demikian, Pemprov Bali menyatakan kesiapannya untuk melaksanakan kebijakan itu ketika sudah ada keputusan resmi. Terpenting, sudah ada standar pasti yang disiapkan oleh pusat. Hal. 19 Siapkan Langkah
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Muhadjir Effendy, memiliki delapan alasan untuk menghentikan (moratorium) Ujian Nasional (UN) pada 2017. z Moratorium UN sesuai dengan visi Nawa Cita dari Presiden Joko Widodo, tepatnya program prioritas nomor delapan. Jokowi menginstruksikan untuk melakukan evaluasi model penyeragaman dalam sistem pendidikan seperti UN. z Moratorium UN sesuai dengan putusan Mahkamah Agung nomor 2596/2009 yang inti putusannya pemerintah wajib membangun sarana dan prasarana pendidikan secara merata dan menjamin kualitas guru. z Rencana wajib belajar 12 tahun. Upaya pemenuhan seluruh siswa dapat melanjutkan dari jenjang SD ke SMP dan SMP ke SMA serta menghindari siswa putus sekolah (drop out). z Hasil UN tak mampu meningkatkan mutu pendidikan dan kurang mendorong kemampuan siswa secara utuh. z Cakupan UN juga terlalu luas sehingga sulit diselenggarakan dengan kredibel dan bebas dari kecurangan. Hal. 19 Biaya Besar
BPM/dok
SERAGAM - Usai UN, siswa memiliki agenda tetap corat-coret baju seragam.
Bali 10 Besar Integritas UN 2016 1. Daerah Istimewa Yogyakarta (82,98) 2. DKI Jakarta (82,15) 3. Bangka Belitung (81,52)) 4. Jawa Tengah (80,77) 5. Jawa Barat (80,43) 6. Bengkulu (79,97) 7. Kepulauan Riau (79,52) 8. Sumatera Barat (78,20) 9. Banten (77,53) 10. Bali (77,42).
Disambut Baik oleh Siswa,Pikirkan Perekrutan Masuk SMP-SMA Rencana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, melaksanakan moratorium Ujian Nasional (UN) pada 2017 mendapat sambutan positif siswa dari berbagai sekolah di Bali.
SISWA Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Nusa Penida, Ni Putu Linawati, mengaku, cukup gembira mengetahui ada kebijakan moratoriun UN. Sebab, katanya, siswa bisa tenang mengikuti proses belajar di sekolah. “Menurut saya, justru bagus UN dihapuskan. Saya senang ada moratorium UN. Apalagi, selama ini banyak sisi negatif dari pelaksanaan UN,” ujarnya. Ia menambahkan, sudah lama menunggu kebijakan moratorium UN tersebut. Ia berharap moratorium UN akan membuat siswa lebih
fokus belajar menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi negeri melalui jalur SNMPTN atau SBMPTN. “Jadi, kami senang kalau ada moratorium. Kami fokus untuk jalur undangan alias SNMPTN atau SBMPTN,” katanya. Hal senada juga dikatakan oleh Ni Kadek Kesuma Dewi. Dikatakan, tidak adil, apabila tiga tahun siswa mengikuti proses belajar di sekolah, namun kelulusannya hanya ditentukan dalam tiga hari. Hal. 19 Lebih Tenang
BPM/win
Putu Linawati
Kadek Kesuma Dewi
DAERAH
2
Minggu Pon, 4 Desember 2016
Agrinesia 2016 ”When Farmers Meet Buyers”
FIGUR
Empat Tokoh Bali Sampaikan Pemikiran Soal Pertanian Denpasar (Bali Post) Kebangkitan pertanian Bali saat ini terus saja bergema. Sejumlah elemen masyarakat bahkan sudah bergerak untuk menanam. Terkait hal ini, komitmen calon pemimpin Bali ke depan juga dirasa perlu untuk diketahui dalam membangun pertanian. Adalah empat putra Bali yang digadang-gadang menjadi kandidat pemimpin Bali, mencurahkan pemikiran mereka terkait pertanian pada acara Agrinesia 2016 “When Farmers Meet Buyers” di Inna Grand Bali Beach, Sanur, Denpasar, Sabtu (3/12) kemarin. Mereka adalah Wayan Koster, Ketut Sudikerta, Arya Wedakarna MWS III, dan Wisnu Bawa Tenaya.
Kembangkan Potensi Pariwisata KAWASAN pedesaan di wilayah Buleleng memiliki peluang ekonomi untuk bisa lebih dikembangkan. Salah satunya di Desa Tigawasa Kecamatan Banjar, sangat berpotensi menjadi objek wisata berbasis kerakyatan. Peran solid masyarakat terlibat langsung dalam membangun desanya. “Permasalahan pengembangan wisata sudah kami bicarakan dengan desa-desa tetangga kami. Pembangunan pedesaan demi terwujudnya ekonomi lebih baik,” ujar Kepala Desa Tigawasa, Made Swadarmayasa, Jumat (2/11). Desa Tigawasa memiliki kontur alam yang sejuk dan asri. Kawasan hutan alam setempat bahkan dapat menjadi salah satu kebun raya di Bali Utara. Namun usaha tersebut masih membutuhkan keseriusan pemerintah atau pun swasta. “Kami memiliki hutan alami dan sangat potensial dijadikan kebun raya alami. Bahkan, soal itu sudah kami bicarakan bersama pihak investor lokal asal Buleleng,” imbuh Swadarmayasa. Keterlibatan masyarakat Desa Tigawasa, sebagai salah satu desa tua di Buleleng dan memiliki sejarah Bali Aga, amatlah penting. Hal itu menjunjung nilai-nilai adat istiadat sebagai tradisi di suatu wilayah. (dgk)
Anggota DPR RI, Wayan Koster mengatakan, kemunduran pertanian Bali sekarang tidak lepas dari kebijakan nasional di masa lalu. Pasalnya, pemerintahan terdahulu lebih memfokuskan pada pembangunan industri. Otomatis, sektor pertanian menjadi kurang terurus dan tertinggal. Bali sendiri sangat dirugikan dengan kebijakan ini, karena Pulau Dewata memiliki sistem pertanian yang berbeda dengan subak dan kearifan lokal lainnya. “Pertanian di Bali harus digarap serius, dengan konsep yang terencana, terarah, terintegrasi, dan terpola,” ujar Ketua DPD PDI-P Bali ini. Koster menambahkan, problem Bali dari dulu hingga sekarang adalah keberpihakan pemerintah dan pemerintah daerah melulu pada sektor hulu. Sementara sektor tengah dan hilir ditinggalkan karena hampir semua kebijakan pemerintah dalam bentuk subsidi dan regulasi hanya bertumpu di hulu. Akibatnya, petani selalu mendapatkan harga anjlok pada saat panen raya. “APBN itu bertriliun-triliun setiap tahun kita keluarkan untuk subsidi bibit dan pupuk, tetapi petani kita tetap susah. Maka orientasi kebijakan ke depan harus berimbang, harus ada kebijakan yang berpihak
dari hulu, tengah dan hilir. Khususnya lagi di hilir, buat kita di Bali sangat memungkinkan karena Bali ini adalah daerah wisata dunia,” jelasnya seraya mengatakan Bali harus bisa mensinergikan sektor pertanian dan pariwisata. Ketua PHDI Pusat, Wisnu Bawa Tenaya, mengingatkan Bali adalah Bantu Ayah Lindungi Ibu. Dalam sistem pertanian Bali ada subak, yang disebutnya sebagai Sinergitas Untuk Bali Asri Kembali. Asri dalam hal ini adalah aman dan sejahtera. Perut rakyat tidak boleh dibiarkan sampai “kosong”. “Para petani jangan berkecil hati, petani panglima di sawah. Siapa anak buahnya para petani? Ije I kakul, ije I buit-buit, itu dia anak buahnya. Itu yang perlu dikembalikan, tanah Bali ini luar biasa. Sumber daya alamnya luar biasa, punya 17 gunung, 4 danau, 400-an lebih sungai, mari kita kelola lebih baik dengan manajemen yang baik. Cerdaskan rakyat, kita beri arahan,” ujarnya. Anggota DPD/MPR RI, Arya Wedakarna, mengatakan, secara filosofi, budaya Bali adalah budaya agraris, budaya sawah, dan budaya air. Tercermin dari tari-tarian dan lagu daerah, kemudian Pura-pura Subak, Pura Tri Kahyangan, dan Pura Desa
BPM/kmb32
ACARA AGRINESIA - Acara Agrinesia 2016 “When Farmers Meet Buyers” di Inna Grand Bali Beach, Sanur, Denpasar, Sabtu (3/12) kemarin. yang berasal dari sistem dan kebudayaan sawah atau waisnawa. Namun selama ini tidak ada proteksi sistem yang baik. “Dunia sudah mengakui subak warisan budaya dunia. Tapi pertanyaannya, apakah ada produk turunan, apakah ada perda yang memproteksi tentang bagaimana pusat-pusat air dan sawah? Konsepsi Catur Danu, dimana kita cari di Indonesia sebuah pulau kecil ada 4 danau? Tetapi, saya sudah 2 tahun di DPD tidak ada satu pun program revitalisasi danau, yang ada hanya festival kuliner, festival perahu yang tidak ada
hubungannya sama lingkungan hidup,” ujarnya. Wakil Gubernur Bali, I Ketut Sudikerta, mengatakan, tahun 2016 ini Pemprov Bali menyiapkan anggaran Rp 700 miliar dari APBD atau 14,92% untuk sektor pertanian. Anggaran ini akan terus ditingkatkan sebagaimana konsep membangun pertanian ke depan menuju kedaulatan pangan. Saat ini, lahan pertanian di Bali untuk sawah saja seluas 80.063 hektar. “Apa yang menjadi persoalan dalam pertanian kedepan? Ternyata alih fungsi lahan yang terus bergulir, tiap tahun kurang lebih
Waspada, Jalur Susut-Tampaksiring Rawan Longsor
Bom Molotov Dilempar ke Kampus LP2B Gianyar (Bali Post) Serangan bom molotov terjadi di kampus Lembaga Pelatihan Pariwisata Bali (LP2B) Gianyar, Sabtu (3/12) kemarin. Tidak ada korban jiwa dari kejadian ini, hanya kepolisian kesulitan melakukan penyelidikan lantaran pihak kampus yang tidak kooperatif. Informasi dihimpun, peristiwa ini terjadi pada Sabtu (3/12) kemarin sekitar pukul 00.30 wita di kampus yang terletak di Jl. Kebo Iwa No. 21 Gianyar. Orang tak dikenal melempar satu buah bom molotov ke arah lobi kampus. Akibat kejadian itu, sebuah mobil Honda Jazz putih DK 1975 KV di lokasi tersebut terbakar di bagian bumper sebelah kanan, dengan kerugian ditaksir mencapai Rp 1 juta. Api dari bom tersebut langsung menarik perhatian warga sekitar dan penghuni kampus. Lima belas menit kemudian, api yang sempat membesar itu kemudian dipadamkan warga dengan menyiramkan air menggunakan ember. Tidak berselang lama, sejumlah petugas Polsek Kota Gianyar dan Polres Gianyar tiba di lokasi kejadian. Di lokasi tersebut, tim identifikasi menyita pecahan botol bir warna hijau yang berisi kain beraroma minyak tanah. Kapolsek Gianyar Kompol Adana Pandibu membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia memastikan tidak ada korban jiwa dari kejadian ini. “Kejadiannya dini hari tadi, kami sudah ke lokasi melakukan olah TKP. Tidak ada korban jiwa, hanya satu mobil jazz yang terbakar di bagian depan akibat ledakan,” ungkapnya. Dikatakan, pihaknya kesulitan melakukan penyelidikan, lantaran pihak kampus yang menjadi lokasi kejadian, enggan memberi penjelasan hingga Sabtu malam kemarin. “Saya sudah telepon direktur kampus, tapi katanya sedang di Klungkung. Internal kampus juga tidak ada yang mau memberi keterangan. Bahkan sampai Sabtu malam, belum ada laporan dari mereka, padahal tadi sudah saya arahkan agar mereka ke Polsek, membuat laporan, memberi keterangan, tapi sampai sekarang tidak ada. Jadi, mereka kurang kooperatif,” ucapnya. Meski demikian, jajaran Polres Gianyar tetap melakukan penyelidikan, guna mengantisipasi kekhawatiran aksi yang dilakukan oleh teroris. “Kasus ini tetap kita lidik, agar secepatnya mengungkap pelaku,” tandasnya. (kmb35)
200 hektar. Kalau dibiarkan mau bagaimana sektor pertanian ke depan, maka kita tidak akan mampu menjaga kedaulatan dan kemandirian pangan,” ujarnya. Sudikerta mengingatkan kabupaten/kota agar jangan sampai kebablasan dalam mewujudkan realisasi pembangunan. Kemudian isu lain, menyangkut insentif berusaha tani yang relatif masih rendah. Belum lagi, soal jaringan irigasi masih banyak yang rusak maupun belum terbangun dan pembangunan jalan setapak untuk percepatan akses petani. (kmb32)
PEMBUKAAN - Pembukaan Hipmi Market Fest dengan pemukulan kentongan.
BPM/kmb42
Hipmi Market Fest Stimulus Dunia Kewirausahaan Mangupura (Bali Post) Setelah sukses menyelenggarakan Hipmi Fashion Week beberapa bulan lalu, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Bali kembali menyelenggarakan Market Fest dari tanggal 1-7 Desember di Beachwalk, Kuta. Berbeda dengan konsep Hipmi Fashion Week, kali ini pada Market Festival ini, ada 27 tenant yang terlibat dalam acara tersebut. Tenant yang ada tidak terbatas pada produk tertentu tapi berbagai jenis produk seperti industri kreatif, craft, kuliner, dll. Selain itu, ada 30 arsitek terlibat dalam Hipmi Market Fest karena ada art exhibition di lantai 2 Beachwalk dengan memamerkan karya lukisan para arsitek. “Karena arsitektur termasuk entrepreneur jadi kita juga ingin membantu mereka memperkenalkan karya mereka dan membantu mencari klien,” ujar Ketua Panitia Hipmi Market Festival, Ida Bagus Ngurah Mantra, saat Opening Market Festival pada Jumat (2/12). Para UKM yang biasanya hanya memasarkan produknya
melalui online shop, dari teman ke teman, di toko atau rumah masingmasing, dengan Hipmi Market Fest diharapkan secara tidak langsung ada cross promosi. IGAA Inda Trimafo Yudha, Ketua Hipmi Bali mengatakan, beberapa kali melakukan kegiatan serupa tujuannya ingin menstimulus dunia kewirausahaan dengan skala masing-masing. Mengingat Hipmi mempunyai networking, teman dan merupakan usaha perdagangan sehingga diharapkan mencapai semua lini. “Jadi, memang kita ingin membangkitkan, menguatkan ekonomi daerah dengan kegiatan ekonomi, dan juga memberikan benefit kepada pengusaha-pengusaha muda yang bernaung di bawah HIPMI,” jelasnya. Selain itu, Hipmi Market Fest juga tentunya diharapkan akan memberikan para pengusaha UKM untuk mendapatkan pasar baru terutama tidak hanya pasar domestik tapi juga internasional. “Karena Beachwalk tidak hanya dikunjungi wisatawan domestik
tapi juga internasional,” imbuhnya. Dari beberapa kali kegiatan, antusias masyarakat untuk datang melihat-lihat atau pun berbelanja cukup tinggi. Maka dari itu, pihaknya kembali menyelenggarakan kegiatan serupa mengingat kesuksesan dan kelancaran acara sebelum-sebelumnya. Yuke Yurike, Ketua Bidang Koperasi, UKM dan start up BPP Hipmi Pusat mengatakan, pihaknya di Hipmi Pusat lebih mendorong ke arah kebijakan-kebijakan yang dapat memudahkan para pelaku UKM untuj mengembangkan usahanya. Selain itu, pihaknya juga bekerja sama dengan perguruan tinggi untuk menciptakan pengusaha yang by design sehingga nantinya lebih kuat lagi. Wali Kota Denpasar, I.B. Rai Mantra, mendukung kegiatan Hipmi. Dengan kegiatan seperti ini, para UKM diharapakan dapat menjaga kemandirian usaha, terus tertantang untuk menjadi lebih baik dan kuat. (kmb42)
Bangli (Bali Post) Hujan lebat yang mengguyur Bangli, Sabtu (3/12) siang kemarin, sekitar pukul 14.00 wita mengakibatkan rumpun bambu di Jalur Susut, Bangli-Tampaksiring, Gianyar tepatnya di Dusun Manuk Desa Susut longsor hingga menutupi jalan. Kondisi ini menyebabkan kendaraan roda empat tidak bisa melintas. Akses kendaraan roda dua pun turut terganggu. Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangli, I Wayan Teja, yang terjun ke lokasi mengatakan longsor tersebut terjadi saat hujan lebat mengguyur. Menindaklanjuti itu, pihaknya langsung melakukan pemangkasan bersama Polri, TNI, dan warga sekitar. Akan tetapi, penanganan yang dilakukan baru sebagian lantaran terkendala peralatan. “Yang dilakukan baru bisa memotong batang bambu saja. Untuk pangkal bambu dan tanah perlu alat berat. Ini masih menunggu kedatangannya,” jelasnya.
Lanjut dia, jalur tersebut memang rawan bencana longsor. Guna meningkatkan kewaspadaan masyarakat, papan informasi rawan bencana sudah dipasang beberapa waktu lalu. “Longsor ini baru pertama kali. Sebelumnya tidak pernah ada. Karena hujan beberapa hari terakhir ini intensitasnya cukup tinggi, warga waspada saja,” katanya. Selain lalu lintas kendaraan yang terganggu, berdasarkan pantauan pohon bambu juga menimpa kabel telepon hingga putus. Sementara itu, Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Bangli, I Ketut Agus Sutapa, mengatakan sesuai prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar, hujan akan berlangsung sampai akhir Maret 2017. Intesitasnya pun cenderung meningkat. Oleh karena itu, peluang terjadinya bencana, seperti longsor dan pohon tumbang masih cukup besar. “Angin kencang juga perlu diwaspadai,” ujarnya. (kmb45)
BPM/kmb45
ALAT BERAT - Petugas sedang membersihkan rumpun bambu dengan alat berat di Dusun Manuk Desa Susut, Sabtu (3/12) kemarin.
z Perintis : K.Nadha, z Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha zPemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata zRedaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana zSekretaris Redaksi: Sugiartha zRedaktur Eksekutif: Parwata zRedaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra zAnggota Redaksi Denpasar: Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Sumatika, Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Parwata, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada. Bangli: IA Swasrina, Sosiawan, Buleleng: Dewa Kusuma, Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya, . Karangasem: Budana, Bagiarta, Klungkung: Dewa Dedy Farendra, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto zKantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta, zAlamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Sumbangan untuk orang sakit Rek. BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00016-8 A/n Simpati Anda,BCA Cabang Denpasar No.040.3555000 A/n Simpati Anda, Dana Punia Pura Rek.BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00017-1 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3966000 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3277000 A/n Dompet Beasiswa, BCA Cabang Denpasar No. 040.3688000 A/n Dompet Lingkungan. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
SEREMONIAL
Minggu Pon, 4 Desember 2016
3
Wisuda STPBI V dan SPB XV
Wisuda Ke-119 Unud
Kualifikasi Lulusan Seirama dengan Tuntutan Industri
Wisudawan Diharapkan Jadi Insan Cerdas dan Cerdik
SEKOLAH Tinggi Pariwisata Bali Internasional (STPBI) menyelenggarakan wisuda V dan dan Sekolah Perhotelan Bali (SPB) widusa XV, Sabtu (3/12) di BNDCC Nusa Dua. Sebanyak 857 wisudawan diwisuda, terdiri dari 264 wisudawan dari STPBI terdiri dari D-4 Manajemen Perhotelan, D-3 Perhotelan, D-4 Manajemen Kepariwisataan dan 593 wisudawan dari SPB terdiri dari prodi middle level tata boga, upper level manajemen perhotelan, upper level manajemen makanan dan minuman, middle level tata hidangan, middle level akomodasi, basic level tata hidangan, basic level tata boga, basic level tata graha, cruise line cook 1 dan 2 tahun, cruise line waiter 1 dan 2 tahun, cruise line bartender 1 dan 2 tahun, cruise line hotel steward 1 tahun. Ketua STPBI I Made Sudjana, S.E., MM., CHT., CHA., mengatakan, sebagai lembaga pendidikan tinggi yang bersinergi dengan industri, STPBI dan SPB Denpasar secara berkesinambungan melakukan pengembangan sehingga kualifikasi lulusan dapat berjalan seirama dengan tuntutan industri. “Pengembangan kami lakukan dengan selalu mengacu kepada moto kami Quality is Our Prime Concern,” ujarnya. Pengembangan yang akan dilakukan ke depan dalam rangka menunjang pendidikan di STPBI dan SPB berupa pembangunan fasilitas kampus guna menunjang rencana pengembangan program studi STPBI yang dalam proses pengusulan program S-1 Pariwisata dan prodi RPL (recognition prior learning), yaitu program yang akan membantu merekognisi kemampuan pengusaha di industri. Selanjutnya, keseluruhan prodi di STPBI dan juga program di SPB telah terakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) dan juga Dinas Tenaga Kerja Provinsi
WISUDA - Ketua STPBI melepas 857 mahasiswa pada acara wisuda kemarin. Bali. “Selain akreditasi tersebut, lembaga kami juga telah tersertifikasi ISO 9001:2008 dalam hal quality management system. Selanjutnya, sebagai lembaga pendidikan tinggi yang berkomitmen mencetak tidak hanya profesional yang handal tetapi juga berkarakter, kami juga ingin mendidik mahasiswa-mahasiswi kami untuk menghargai identitas daerah dan bangsa, sehingga lembaga kami ikut serta dalam sertifikasi Tri Hita Karana, dan telah menyandang predikat Emerald,” urainya. Ketua Yayasan Dharma Widya Ulangun Drs. I Nyoman Astina mengatakan, meski para lulusan telah menyelesaikan seluruh proses pembelajaran di kampus, tapi ini adalah awal untuk terjun di dunia yang sesungguhnya yaitu industri. “Oleh karena itu, pesan kami jangan pernah berhenti untuk membina ilmu dalam proses meningkatkan kualitas kompetensi yang anda telah miliki, sehingga anda diharapkan mampu bekerja dengan baik serta dapat men-
ingkatkan karier anda pada dunia kerja,” ujarnya. Ia menyampaikan bahwa tugas yayasan adalah membantu SPB dan STPBI dalam hal menyiapkan sarana dan prasarana serta sumber daya manusia, yang akan menunjang dalam proses belajar mengajar hingga berjalan dengan lancar serta memiliki kualitas yang unggul. “Semangat yayasan adalah apa yang kami sebut One Stop Learning yang maksudnya adalah, apapun kebutuhan mahasiswa, kami berusaha untuk bisa memenuhi dengan kualitas yang baik dan unggul. Mulai dari sarana prasarana yang dibutuhkan, baik dari segi jumlah dan segi kualitas, karena kualitas menjadi concern kami sesuai moto kami Quality is Our Prime Concern,” ujarnya. Proses belajar mengajar yang berkualitas, kurikulum yang berkualitas, tenaga kerja yang berkualitas dan lingkungan kampus yang berkualitas menunjang proses pendidikan di STPBI dan SPB. (ad210)
Nama Jro Sutiawati Tercantum dalam Buku Catatan Bung Karno TERNYATA nama Jro Sutiawati tercantum dalam buku catatan Bung Karno. Dalam buku catatan yang tersimpan di Perpustakaan Nasional tersebut, tertulis akan lahir seorang anak bernama Ni Wayan Sutiawati, lahir 5 November 1986 dari Bali yang akan menjadi pakar pengobatan di Bali. Pada awal mengetahui hal itu, ia mengaku kaget namanya tertulis padahal waktu buku tersebut ditulis ia belum lahir. Hal itulah salah satu alasan ia mau menjadi paranormal seperti sekarang ini. Setelah mengetahui namanya tertulis di buku catatan Bung Karno, ia pun melangkah menuju pemakaman Bung Karno di Blitar untuk melakukan sungkem. Merasa diri direstui oleh Bung Karno, Jro Sutiawati mantap melakukan praktek pengobatan alternatif. Pawisik dari Bung Karno tidak hanya memberi tahu tentang pengobatan alternative, tapi juga meneropong hal-hal yang belum terjadi. Selain mendapat pawisik dari Bung Karno, ia juga kerap mendapat pawisik dari nenek moyangnya. Ilmu pengobatan juga didapat secara turun-temurun dari nenek moyangnya. Nenek moyangnya yang juga ahli dalam ilmu pengobatan juga menurunkan ke ayahnya dan kini dirinya. Pada 26 Oktober 2009 lalu, ia mendapat anugerah seorang anak gaib yang menurutnya sangat baik dan selalu menuntunnya dalam melangkah, termasuk juga membantunya dalam pengobatan. Tak hanya itu, Jro Sutiawati juga dibantu oleh sasuhunan-nya karena Jro Sutiawati ngiring Sang Hyang Pasupati di Nusa Ceningan dan ngiring Dewi Hwam Im di Pura Gua Giri Putri, Nusa Penida. Paranormal muda lulusan sarjana pendidikan tersebut, selain dengan menggunakan media minyak, ia juga menggunakan media air dan sarana upakara. Syarat pengobatannya terbilang simpel. Pasien hanya perlu membawa canang, pejati, dan dupa karena sebelum melakukan pengobatan pasien juga diajak berdoa terlebih dahulu untuk meminta restu kepada Tuhan. Ia meyakini, seberapapun hebat pengobatan yang diberikan tanpa restu Tuhan tidak akan berhasil. Pasca pengobatan pasien juga akan dibekali obat untuk pengobatan agar pasien dapat melakukan sendiri di rumah. Obat yang digunakan merupakan bahan-bahan langka dari
Jro Sutiawati alam, seperti 108 jenis kepasilan, cukli, kelapa mulung, dll. Bahan obat tersebut dibelinya dari seseorang kemudian diracik menjadi obat. Tak heran ia mematok harga tiap kali melakukan pengobatan, lantaran obat tersebut juga dibeli dari orang. Selain itu, biaya operasional sehari-hari seperti canang, dupa, pejati, termasuk menggaji karyawannya juga menjadi beban biaya bulanannya. Dalam sehari Jro Sutiawati dapat melayani hingga 3040 pasien dalam sehari. Itu pun ia batasi lantaran energinya dapat habis untuk mengobati pasien-pasien. Sehingga masyarakat yang ingin mencoba pengobatan dari pawisik yang beliau dapatkan, dapat menghubungi 081337306812 untuk membuat janji terlebih dahulu. (ad211)
Bali Zoo Lepas Liarkan Puluhan Anak Penyu Langka di Pantai Saba SERANGKAIAN dengan Bali Zoo Turtle Conservation Program, Bali Zoo melepasliarkan lagi puluhan tukik lekang (lepidochelys olivacea) di kawasan konservasi pesisir Pantai Saba Kabupaten Gianyar, Sabtu (3/12) kemarin. Tukik atau anak penyu yang dilepas baru berumur 3 hari dan berukuran 7 sentimeter. Pelepasliaran Tukik kali ini juga dibarengi dengan acara peletakan batu pertama untuk pembangunan infrastruktur area konservasi penyu Saba Asri, sekaligus penyerahan bantuan berupa pompa air untuk kebutuhan operasional. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala seksi Konservasi Wilayah II BKSDA Sulistyo Widodo, Desa Adat Saba dan seluruh karyawan Bali Zoo. Penyu lekang merupakan satwa langka yang oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN) masuk dalam kategori satwa terancam punah, yang semakin hari semakin sedikit populasinya. Spesies penyu ini tersebar di wilayah tropis sepanjang perairan di Indonesia. termasuk Bali dan Pantai Saba adalah satusatunya tempat konservasi yang baik untuk penyu lekang di daerah Gianyar. Bali Zoo Turtle Conservation
TUKIK - Bali Zoo melepasliarkan lagi puluhan tukik lekang (lepidochelys olivacea) di kawasan konservasi pesisir Pantai Saba Kabupaten Gianyar, Sabtu (3/12) kemarin. Program merupakan Program Kampanye untuk menyelamatkan penyu-penyu yang terancam punah keberadaannya. Program ini sudah berjalan selama lima bulan sejak bulan Januari. Beberapa kegiatan pendukung seperti Bali Zoo Goes to School, di mana tim Bali Zoo mendatangi sekolah-sekolah di Bali untuk mengedukasi para murid mengenai penyu. Ada juga seminar edukasi dan Lomba menggambar dan mewarnai yang telah diikuti oleh empat ratus anak, yang mana uang pendaftaran langsung disum-
bangkan ke Saba Asri Conservation. “Hingga saat ini sudah terkumpul dua ratus lima puluh juta rupiah, dana yang sudah Bali Zoo kumpulkan melalui pemotongan donasi seribu rupiah untuk tiket masuk, kotak donasi dan event. Bali Zoo tengah mengadakan program kampanye selama satu tahun yang bertujuan untuk mengumpulkan dana sebesar satu milyar rupiah yang nantinya akan diberikan kepada Saba Asri Conservation” ujar Emma Chandra, Head of Public Relations Bali Zoo. (bns1)
UNIVERSITAS Udayana (Unud), Sabtu (3/12) kemarin melaksanakan Wisuda ke-119 di gedung Auditorium Widyasabha, Jimbaran. Pada wisuda ini Unud melepas sebanyak 1.429 wisudawan yang terdiri dari 13 orang D-3, 15 orang D-4, 988 orang S-1, 1 orang profesi ners, 1 orang profesi akuntan, 83 orang profesi dokter hewan, 10 orang profesi dokter, 42 orang dokter spesialis-1, 252 orang magister, dan 24 orang doktor. Dengan demikian, keseluruhan wisudawan Universitas Udayana sampai hari ini telah berjumlah 78.575 orang. Rektor Unud Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, SpPD-KEMD., pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa belajar di perguruan tinggi bukanlah hanya belajar tentang ilmu semata, justru yang lebih penting adalah belajar tentang kebajikan. Hal seperti ini telah didambakan oleh para pendiri Universitas Udayana yang mengusung motto “Taki Takining Sewaka Guna Widya”, yang artinya bersungguhsungguh mengabdikan diri pada kebajikan dan ilmu pengetahuan. Para wisudawan hendaknya menjadi insan yang cerdas dan cerdik, tidak mudah terpengaruh oleh isu yang tidak benar, tidak mudah terpancing oleh gesekan yang tidak masuk akal dan tidak boleh menghasut untuk kepentingan apapun yang bisa meruntuhkan sendi-sendi kehidupan berbangsa. “Para wisudawan yang telah mendapatkan pendidikan dan pengalaman yang memadai hendaknya menjadi mediator yang baik, mampu meredakan gesekan yang merugikan masyarakat dan mampu menjadi pemimpin yang sejuk dan berhati damai,” katanya.
WISUDA - Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, SpPD-KEMD., (kiri) saat melantik para wisudawan, Sabtu (3/12). Dikatakannya, belakangan ini ada dua fenomena di negara kita yang mencerminkan bahwa penduduk kita masih lemah dalam nalar dan pendidikan. Yang mana belum mampu membangun karakter yang kuat dalam menyikapi suatu persoalan. “Benturan antara penduduk mayoritas dengan seorang minoritas dirasakan oleh banyak masyarakat menggoncang keutuhan, persatuan dan kesatuan bangsa besar ini,” ungkapnya. Bangsa Indonesia yang lahir melalui proklamasi kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945, telah memiliki tekad yang sama, bahwa negara ini akan ajeg di dunia internasional dalam bentuk negara kesatuan, yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kemerdekaan yang diperjuangkan dengan amat berat dan dengan pengorbanan yang sedemikain be-
sar oleh seluruh pejuang di masa lalu hendaknya dimaknai oleh generasi penerus sebagai warisan yang harus diisi dan dipertahankan dengan pengorbanan, baik raga maupun jiwa pula. Bhinneka Tunggal Ika merupakan semboyan nasional yang bermakna walau kita berbeda (dalam banyak hal) namun kita tetap satu (dalam memperjuangkan Negara dalam konsep NKRI). “Perbedaan yang ada justru dijadikan kekayaan yang bisa menyatukan kita dalam menghadapi tantangan bangsa Indonesia ke depan,” jelasnya. Pihaknya berharap, untuk kedepannya semoga Universitas Udayana mampu meningkatkan diri terkait tanggung jawabnya sebagai pencetak sumber daya manusia dengan daya saing dan inovasi yang tinggi dalam menghadapi dunia global. (ad100)
Astra Motor Bali Berikan Edukasi ’’Safety Riding” untuk Purnama Group Gianyar HONDA selaku pelopor keselamatan berkendara, tidak hentihentinya memberikan sosialisasi keselamatan berkendara. Kali ini edukasi diberikan kepada karyawan UD Purnama group yang bergerak dibidang produksi mebel yang 80 persen karyawannya adalah berasal dari luar pulau dan menggunakan sepeda motor sebagai alat transportasi seharihari. Sebanyak 35 orang ikut dalam edukasi safety riding yang menggunakan lokasi di area workshop mebel tersebut, Jumat (3/11) lalu. Antusias karyawan mebel sangat terlihat, mulai dari presentasi keselamatan berkendara sampai dengan demo teknik berkendara, dan seluruh peserta ikut dalam rollplay yang di berikan secara menarik dan mudah untuk dipahami oleh team safety riding Astra Motor. Safety Riding Officer ,Yosepth Klaudius memberikan tips jika melakukan perjalanan dengan sepeda motor. “Yang paling terpenting adalah mata tetap fokus dan waspada di sekitar kita berkendara, karena 80 persen berkendara fokus di pandangan kita. Sedikit saja kita lengah, bahaya akan mengintai perjalanan kita,” paparnya Dalam sambutan Owner UD Purnama mebel group, Nabil Said Falhum mengatakan sosialisasi dan training safety riding ini sangat bermanfaat untuk karyawannya. “Apalagi kebanyakan karyawan dari Jawa dan menggunakan
SOSIALISASI - Peserta sosialisasi keselamatan berkendara yang dilakukan PT Astra Motor Bali kepada karyawan UD Purnama group yang bergerak dibidang produksi mebel. sepeda motor. Karena ini sangat penting, kami jadi tahu bagaimana berkendara yang baik dan benar, serta terima kasih untuk Astra Motor Main Dealer Wilayah Bali melalui team Safety Riding-nya atas tularan ilmu safety riding yang sangat baik untuk dipraktekan sehari-hari,” katanya. Di samping melakukan sosialisasi, pada kesempatan itu pula Astra Motor Bali menyerahkan secara simbolis buku panduan dan fliyer keselamatan berkendara, serta penyematan helm sebagai komitmen menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas.
“Dengan kegiatan ini, tentunya dapat memberikan kontribusi kepada seluruh karyawan yang bergerak dalam bidang mebel ini, agar mereka menjadi pengendara yang sopan dan tertib berlalulintas dan semakin sadar akan pentingnya keselamatan berkendara, serta wajib menggunakan helm saat berkendara sepeda motor kemanapun, baik jauh maupun dekat. Karena helm tersebut sangat penting untuk melindungi kepala dari benturan yang terjadi akibat kecelakaan,” tutup Ngurah Iswahyudi selaku instruktur safety riding Astra Motor Bali.(bns2)
Pameran Felice Jewellery
Beli Black Diamond Solitaire 1 Carat Rp 1,999 Juta Dapatkan HP Android FELICE Jewellery kembali menggelar pameran perhiasan emas dan berlian mulai, Minggu (4/12) hingga Rabu (7/12) mendatang. Pameran dilaksanakan di Business Center Hotel Aston, Jl. Gatot Subroto, Denpasar. Setelah sukses dengan promo sebelumnya, kali ini kembali ada hadiah istimewa berupa handphone android yang akan diberikan kepada pelanggan yang membeli cincin Black Diamond Solitaire 1 carat. “Untuk cincin Black Diamond Solitaire 1 carat kami beri harga promo Rp 1,999 juta, mendapatkan hadiah langsung handphone android,” ujar Sales Felice Jewellery Bazari, saat dikonfirmasi kemarin. Menurut Bazari, cincin Black Diamond atau berlian hitam menjadi salah satu produk unggulan Felice saat ini. Black Diamond ini didatangkan langsung dari Afrika yang sudah dikenal menghasilkan berlian kualitas terbaik. Dipadukan dengan emas putih, cincin Black Diamond 1 carat ini pun tampil mewah sekaligus elegan. “Kami juga memberikan harga promo untuk Berlian Fashion Rp 9,999 juta, Men’s Ring Rp 15 juta dan promo best buy Flower Rp 3,999,” imbuhnya. Bazari menambahkan, berlian fashion yang dihadirkan seperti anting dan liontin, gelang, dan ladies ring merupakan perhiasan model terbaru. Setiap desain dibuat terbatas atau limited edition, sehingga tidak akan ada duanya di tempat lain. Selain itu, dapatkan juga promo one price Rp 1,499 juta berupa anting, cincin, dan pendant. “Setiap pembelian perhiasan akan mendapatkan sertifikat. Kalau nanti customer ingin mereparasi perhiasannya, tinggal menunjukkan sertifikat ini. Reparasi bisa dalam bentuk memperbesar atau memperkecil ukuran cincin, memasang permata yang lepas dan renew seperti baru lagi,” jelasnya. Lebih lanjut dikatakan, Felice lebih banyak mengeluarkan desain klasik atau abadi yang selalu cocok dipakai kapan saja dan tidak membosankan. Felice juga
DIAMOND- Cincin Black Diamond seharga Rp 1,999 juta. ingin menghilangkan kesan bahwa berlian itu mahal. Tapi bukan berarti harga murah yang ditawarkan ini murahan. Untuk Informasi bisa menghubungi Bazari, Hp. 087782289823. (ad101)
4
Minggu Pon, 4 Desember 2016
Kejayaan Tenun Ikat Tetap Gaya dan ”Fashionable” KE MANA arah mode tahun 2017? Trend Show 2017 akan kembali menghadirkan konsep presentasi yang minimalis seperti tahun-tahun sebelumnya. Seiring dengan perkembangan zaman fashion terus berubah-rubah tiap tahunnya. Pada edisi ini redaksi mencoba sedikit mengupas model-model fashion yang diprediksi akan booming di tahun 2017. Menurut Tjok Abi, desainer Bali, “Perkembangan fashion tidak jauh berbeda dengan tahun 2016, hanya di tahun depan, kelihatannya banyak orang sudah sangat sadar akan fashion. Sehingga mereka sendiri menjadi desainer untuk dirinya sendiri.” Trend fashion 2017 untuk kasual, trend pakaian celana pendek yang warnanya mencolok seperti orange, ungu, biru, putih polos, dan transparan. Model ini banyak digemari oleh para muda-mudi zaman sekarang karena warnanya menarik dan mencolok. Sehingga ketika dipakai menambah kesan eksotik bagi pemakainya. Prediksi, yang banyak digemari umumnya warna polosan dan model simpel serta membawa konsep pakaian adat tradisioanl dari beberapa daerah. Model fashion ini cocok untuk digunakan untuk gaun atau baju pengantin atau baju pesta. Tahun 2017 trend fashion umumnya mengusung soal baju primitif atau tradisional dengan unsur yang monoton dan tidak terlalu ramai dengan hiasan atau pernak-pernik. Para fashionista dapat mengaplikasikan model baju ini dengan mencari baju tradisional di daerah masing-masing kemudian dipadukan dengan warna-warna pastel atau warna-warna yang cerah. Warna-warna hijau atau lumut juga akan mendominasi, karena kesadaran publik fashion pada lingkungan. Tenun Ikat Tenun ikat atau di Bali dikenal dengan endek, dan juga kain songket, dalam kurun waktu terakhir ini menjadi fenomena yang luar biasa perkembangannya. Setiap orang dari anak-anak, remaja hingga dewasa mencoba berkreasi dengan mengkombinasikan kain endek-songket yang bermotif dengan yang polos. Mengkombinasikan songket dan endek dengan jenis kain lain seperti, brokat, chifon, tille dan banyak jenis kain yang lain sehingga menghasilkan kreasi busana beragam, unik, fashionable dan tentu saja gaya.
Penatalaksanaan Varisela pada Ibu Hamil VARISELA atau cacar air merupakan penyakit yang jarang ditemukan dalam kehamilan. Apabila ditemukan dalam kehamilan, berpotensi menyebabkan komplikasi serius bagi ibu, janin maupun neonatus. Varisela dalam kehamilan merupakan suatu varisela terkomplikasi, sehingga perhatian lebih cermat harus diberikan kepadanya. Virus ini ditularkan kepada janin secara transplasental, sehingga penanganan terhadap janin dan neonatus menjadi permasalahan tersendiri yang tidak bisa dipisahkan dari maternal varisela. Kematian terutama disebabkan oleh pneumonia varisela, yang diperkirakan lebih parah pada masa dewasa dan terutama pada kehamilan. Gejala berupa demam, sesak, batuk kering, dan nyeri dada. Diagnosis Diagnosis kerja varisela biasanya dapat dibuat hanya berdasarkan temuan klinis. Lesi yang timbul pada varisela diawali dengan ruam papul kemerahan yang segera menjadi vesikel jernih berukuran dari 1 hingga 4 mm. Vesikel ini kemudian menjadi pustul keruh dan setelah itu, mengering berbentuk krusta. Pada tes serologi IgM varisela muncul pada minggu ke-2 melalui pemeriksaan ELISA atau CFT. IgG juga meningkat dalam waktu 2 minggu setelah pemerik-
saan IgM. Pemeriksaan untuk menentukan imunitas seorang wanita adalah dengan menggunakan Fluorescent Antibody Membrane Antigen (FAMA). Penatalaksanaan Varisela dalam kehamilan merupakan suatu infeksi varisela terkomplikasi, sama halnya dengan varisela pneumonia atau varisela pada penderita dengan penurunan daya tahan tubuh, sehingga penanganannya harus di konsultasikan dengan dokter ahli kebidanan dan kandungan atau kosultan fetomaternal (fetal medicine), virulogist, neonatologist, dan bila memerlukan dapat juga bersama ahli perawatan intensif. Terapi pada penderita varisela berupa terapi medikamentosa dan non-medikamentosa. Pada medikamentosa, pembe-
Menurut Tjok Abi, sebetulnya tidaklah mudah mengolah kain tradisional Indonesia khususnya Bali, kain-kain tradisional mempunyai corak warna dan filosofi yang beragam dan itu sesungguhnya harus dipahami dan diketahui publik fashion di Indonesia. Kenapa publik fashion dan desainer harus mengetahui wawasan dan filosofi yang sangat luar biasa pada kain tradisional? Karena semua sejarah telah mengungkapkan teknik, dan mitologi dari kain tradisional yang sangat mistis. Makanya, kalau seorang desainer paham, memodifikasi kain tradisional harus berdasarkan dua hal utama yaitu; etika yang bergandengan erat dengan filosofi dan aturan pakai, dan estetika yang tidak bisa diceraikan dari keindahan yang didasarkan pada etika itu. “Kalau sudah dipahami semua itu, maka akan “aman”-lah kreasi itu diciptakan,” papar Tjok Abi serius.
Tjok Abi sendiri berusaha mengutakatik, tenun ikat (endek-songket) dengan mencoba mengkolaborasikan 2 motif endek berbeda dalam satu “outfit”. “Saya mencoba memadukan endek dengan songket dalam satu outfit, yang berbasis pada etika dan estetika. Maka lahirlah, “Ardhananareswari Collection” sepanjang awal hingga pengujung 2016 menuju 2017. Menggunakan dua motif endek yg berbeda dalam satu outfit. Menggabungkan songket dan endek bermotif dalam satu outfit, menjadi busana coctail, evening gown dan couture dengan mengambil gaya ethnic contemporer kebalian. Minggu ini kita bisa lihat rancangan keindahan estetika dan etika dari kain Bali dari Tjok Abi. (osi)
Keren Selama tahun 2016 begitu banyak kreasi busana berbahan dasar endek dan songket diciptakan. Begitu banyak lomba dan seminar berbasis endek dan songket diadakan. Ini menunjukkan publik fashion di Bali benar-benar merasa bangga dan merasa memiliki kain Bali tradisional yaitu: endek dan songket. Dengan merasa memiliki inilah timbul kesadaran untuk mencintai kain dan produksi dari dalam negeri. Karena kadang publik fashion juga merasa tidak “gaul” jika tidak menggunakan barang “branded” produksi luar. Kesadaran publik fashion, khususnya di Bali inilah yang menjadi kabar baik bagi industri mode, bahwa kesadaran untuk menggunakan kain tradisional adalah kesadaran untuk mulai mencintai kreasi dalam negeri.
rian antivirus telah dibuktikan dapat menurunkan produksi virus, mempercepat penyembuhan lesi kulit, mengurangi durasi dan keparahan penyakitnya. Untuk mendapatkan hasil yang efektif, terapi antiviral harus sudah diberikan waktu kurang 72 jam sejak timbulnya ruam. Pengobatan varisela idealnya segera diberikan jika pasien telah terdiagnosis dalam 24 jam dari timbulnya ruam atau segera sesudahnya. Terapi antivirus diberikan asiclovir oral 120mg/kg/dosis diberikan 5 dosis terbagi selama 5-7 hari (maksimal 800 mg diberikan per oral 5 kali perhari, selama 5 hingga 7 hari). Asiklovir termasuk obat kategori B berdasarkan klasifikasi obat dalam kehamilan menurut Food and Drug Administration (FDA). Pemberian asiclovir intravena (dan rawat inap) di indikasikan untuk pasien dengan komplikasi yang berat. Pengobatan lain diberikan secara simptomatik. Apabila terdapat demam diberikan paracetamol. Jika gatal dapat diobati secara topikal, jika perlu diberikan antihistamin sistemik. Terapi non-medikamentosa pada penderita varisela berupa istirahat yang cukup, asupan cairan harus adekuat dan diet lunak. Mendapatkan waktu istirahat yang cukup membantu mengatasi infeksi dan mempercepat penyembuhan. Cairan harus adekuat untuk mencegah dehidrasi. Jika terdapat lesi atau luka
di mulut, maka diet yang dipilih lunak atau lembut. “Follow up” Kehamilan Pemeriksaan terbaik untuk mendiagnosis kelainan pada janin adalah pemeriksaan USG. Monitoring USG untuk mengetahui pertumbuhan atau adanya kelainan janin. Temuan pada pemeriksaan USG diantaranya adalah deformitas ekstremitas, mkrosefali, hidrosefalus, atrofi kortikal, kalsifikasi jaringan lunak yang biasanya bersifat multiple terutama pada hati dan mikardium, hingga pertumbuhan janin. Rujukan kepada spesialis fetal medicine atau spesialis fetomaternal harus dipertimbangkan pada usia kehamilan 1622 minggu atau 5 minggu setelah infeksi
Gambar1: Tampilan penderita varisela.
untuk diskusi USG secara rinci. Vaksinasi Jika wanita belum pernah terkena cacar air, maka disarankan untuk melakukan vaksinasi cacar air sebelum hamil. Vaksin ini tidak dianjurkan untuk wanita hamil dan jangan diberikan kepada wanita yang mungkin hamil dalam satu bulan setelah setiap pemberian dosis vaksin. Suatu data tentang kehamilan yang terpajan vaksin tidak melaporkan adanya sindrom varisela kongenital atau malformasi kongenital terkait lainnya. Virus yang dilemahkan tersebut tidak disekresikan di air susu. Karena itu, vaksinasi pascapartum jangan ditunda dengan alasan menyusui. zdr. Pande Made Suwanpramana
Gambar 2: Congenital Varicella Syndrom dengan deoformitas ekstremitas bawah.
Cedera Senam Aerobik MENJAGA kebugaran tubuh dengan melakukan senam aerobik secara rutin sangatlah disarankan, namun hindari beberapa gerakan yang justru dapat membuat cedera. Cedera otot berkepanjangan dapat berakibat fatal di kemudian hari. Baiklah, ikuti contoh gerakan cedera berikut ini bersama instruktur senior Noviadari Surabaya.
RUBRIK “Bugar” ini terbuka untuk umum. Bagi Anda yang memiliki problem masalah tubuh. Kirimkan ke Redaksi Bali Post ( Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232) Atau Adolfina Grace Tangkudung Sekolah Senam Lala Studio ( Jl. Veteran 66E, Puri Satria Denpasar, telp. 0361. 283226. Cantumkan kupon” “Bugar” di sudut kiri amplop.
Gb. III : Posisi telungkup dengan kedua kaki lurus selonjor dan kedua lengan lurus hingga posisi badan menjadi tegak. Gerakan ini biasa disebut gerakan dan quot; Cobra & quot; pada senam yoga. Gerakan ini merupakan gerakan cedera jika dilakukan pada latihan senam aerobik.
Gb. I : Posisi merangkak dengan kedua lengan lurus, salah satu kaki diluruskan ke atas dan digerakkan naik-turun, gerakan ini dapat mencederakan punggung bagianbawah
Gb. II : Sebagai penggantinya, tetaplah pada posisi seperti gb. I dan lakukan gerakan yang sama, namun kedua siku lengan ditekuk. Gb. IV : Sebagai penggantinya, tetaplah pada posisi yang sama dan kedua lengan ditekukdepan dada, lalu angkat badan hanya sebatas siku lengan menempel pada lantai
Lakukan olahraga dengan tanpa melakukan gerakan cedera dan salam bugar dariLALA STUDIO
Kupon
5
Minggu Pon, 4 Desember 2016
Resensi Buku
Deteksi Kesehatan Sedini Mungkin Judul Buku PenulisI Penerbit Tahun Tebal
: BBM: Bincang-Bincang Medis : dr. I Gst Ngurah Made Bayuningrat dan dr. I Nyoman Arie Purwana : Pustaka Bali Post : Juli 2016 : 256 halaman
BELAKANGAN ini banyak sekali media online yang menawarkn bincangbincang medis dari dokter untuk konsumen. Apa saja bisa ditanyakan, dokter online pun tersedia. Buku ini hadir diharapkan mampu memecah kebuntuan dan formalitas yang selama ini ada antara pasien-dokter. Kesadaran masyarakat terutama di perkotaan sudah tinggi, sehingga dokter pun dituntut untuk lebih terbuka, detail, dan memiliki waktu yang cukup untuk memberi jawaban-jawaban yang penting untuk para pasien yang datang padanya. Memang banyak masyarakat merasa kadang-kadang masalah kesehatan sering tidak menjadi perhatian yang penting, jika mereka dalam kondisi sehat. Padahal masalah kesehatan dalam kondisi sehatlah yang harus menjadi perhatian khusus, karena jika terserang penyakit, jika dalam kondisi sehat bisa dideteksi secara dini. Buku ini memberi wawasan, pengetahuan yang mudah untuk masyarakat Bali yang sadar akan pentingnya kesehatan bagi kualitas hidup. Selamat membaca. (osi)
Film
Memahami Cinta di Tengah Perang Judul Film : Guernica Sutradara : Koldo Serra Penulis Skenario : José Alba dan Carlos Clavijo Cobos Bintang : Jack Davenport ,María Valverde , James D’Arcy ,Burn Gorman, Hugo Silva,Álex García,Ingrid García Jonsson, Irene Escolar ,Bárbara Goenaga,Natalia Bilbao, dan lain-lain. Tayang : September 2016 GUERNICA atau berjudul asli Gernika ini, adalah salah satu film Romance, War Box Office terbaru 2016. Film ini disutradarai dan diarahkan oleh seorang sutradara bernama Koldo Serra. Dan untuk naskah skenarionya ditulis oleh José Alba (story), dengan bekerja sama dengan Carlos Clavijo Cobos. Film ini menyajikan gambar yang bagus, juga sisi kemanusiaan yang getir. Film ini akan menceritakan tentang seorang pria bernama Henry (diperankan James D’Arcy), yaitu seorang koresponden asal Amerika. Ia terkenal dengan bakat dan juga komitmennya terhadap sebuah kebenaran. Henry menjadi teropsesi dengan gambaran korannya, pada saat sedang menyerahkan kolom terakhirnya, dan telah bersiap meninggalkan Basque, untuk kembali ke Madrid. Ia bertemu dengan Teresa yaitu seorang anggota kantor pers internasional. Teresa adalah seorang wanita muda yang idealis, yang selalu membaca dan juga mengagumi karya Henry sebelumnya. Akan tetapi, ia sekarang mengkritik keras tentang cerita terakhir Henry, dikarenakan menurut dirinya itu kurang akurat. Merasa tertantang oleh semangat gadis muda tersebut, Henry akhirnya memutuskan untuk tetap tinggal di Basque. Dengan mendapat bantuan dari Teresa, ia kemudian bercerita tentang apa yang telah terjadi di Spanyol. Film yang memikat, menyentuh. (osi)
CERPEN
Rok untuk Lanny Oleh Maria Pankratia
BARANGKALI ia hanya galau sebab rok di lemari sudah terlampau membosankan. Ia gemar memakai rok selebar dan sepanjang gorden. Kegemarannya tidak memiliki alasan, karena ia selalu begitu. Hari ini, untuk ketiga kalinya ia bertemu lagi dengan rok yang sama. Masih di barisan yang itu-itu juga. Busana Wanita Dewasa. Diam, menanti dihampiri, coraknya hitam-putih. Panjang, menyiratkan jenjang, memancing. Kekaguman itu berubah, serupa imajinasi yang menumpuk setiap mereka (ia dan rok itu) bertemu. Ia yakin, lepas ini, frustrasi bakal bersarang lebih lama dari biasanya. Pada kali yang kedua, sebelum ini, ia melihat rok panjang itu, rok dengan gambar bunga liar berbahan halus. Ia butuh dua minggu agar berkemas dari risau yang begitu rusuh di kepala. Jika kemudian mungkin ada yang bertanya, kapan ia bertemu dengan rok itu untuk pertama kalinya? Ia akan kebingungan sebab ia merasa yakin ia dan rok tersebut memiliki ikatan sejak entah. *** Pertanyaan ini muncul di kepala ketika ia memutuskan untuk menghampiri lagi deretan rok di barisan busana wanita di sebuah pusat perbelanjaan terkemuka kota ini. “Kok nggak ada diskon yah? Apa belum kali yah?” Ia mengitarinya sebanyak tiga kali, semacam ritual menghatur mukjizat. Seolah-olah akan ada seorang Bankir atau Pengusaha Kaya berbaik hati datang menawarkan niat membelikannya. “Kamu suka rok ini? Jadi pacar saya yah, kamu bisa dapatkan satu, bonus pulang bersama saya.” Ia mengandaikan mereka paham, ia hanya selalu mengandalkan kaki dengan pecahan pada telapaknya yang kian melebar setiap hari untuk beranjak ke mana-mana. Setelah mulai lelah memandangi, ia keluar kembali ke pelataran pusat perbelanjaan itu. Ia duduk termenung di tangga, berharap akan ada ide segar muncul seketika. Sepuluh menit berlalu, ia masuk lagi. Datang dan mengitari. Ia sadar sebuah tatapan serius mengawasinya sejak tadi. Tatapan itu sekarang menghampirinya bersama mulut dan gerak tubuh yang lain. “Mau dicoba dulu mungkin?” tawar sang pramuniaga. Ia tersenyum kemudian berusaha mengelak. “Oh, saya cuma mau lihat-lihat kok.” Sang pramuniaga mengangguk
mengerti lalu perlahan menjauh. Ia memutuskan keluar lagi. Duduk lagi, menatap kosong di kejauhan. Rokoknya ia keluarkan, tarikan pertama begitu dalam hingga membuatnya terbatuk. Seorang security muncul menggantikan petugas sebelumnya. Security itu berdiri tepat di belakangnya. Ia sama sekali tak terganggu, konsentrasinya tetap pada rok. Bara pada rokok hampir selesai dan pilihan itu muncul. Ia harus masuk lagi dan melakukan sesuatu. Ia kembali ke tempat rok terpajang, pelan-pelan ia mengeluarkan lighter dari dalam tas rajutannya. Sambil menatap rok panjang tersebut dengan ekspresi yang campur aduk, ia menghunuskan api perlahan. Kurang sedetik lagi, nyala api itu menghampiri kuncup bunga liar di ujung rok, tiba-tiba sebuah hantaman mendarat tepat pada punggung kepalanya. Saking giatnya ia merencanakan api, ia alpa pada sang pramuniaga dan security yang sejak tadi memasang kode-kode. Tubuhnya diseret ke ruangan belakang, tempat kantor berada. *** Mereka menyundutnya dengan
sengatan minyak angin, tepat di bawah lubang hidung. Ia terbangun dan berteriak kalap, memasang wajah ketakutan sekaligus memohon ampun. Kemudian mereka meninggalkannya sendirian. Lima menit kemudian seorang laki-laki berkacamata lebar masuk dan menarik kursi, mereka duduk berhadapan. Saling memandang cukup lama. Lalu laki-laki itu mulai bertanya, “Saya harus panggil Anda, Mas atau Mbak?” “Mbak aja.” “Oke, dengan Mbak siapa, saya bicara?” “Lanny.” “Mbak Lanny, Mbak sadar apa yang baru saja Mbak lakukan?” Ia tidak menjawab melainkan menunduk, tungkai kakinya gemetar tak karuan. Laki-laki itu melanjutkan. “Mbak Lanny kerja apa?” “Therapist, Pak” “Di mana?” “Legian, Pak” “Mbak Lanny, Mbak ini baru saja melanggar Pasal 406 Kitab Undang-
Undang Hukum Pidana(KUHP). Mbak bisa dipenjara lho!” Ia berjengit mendengar kata penjara. Air matanya mulai mengalir. “Kalau nggak mau dipenjara, Mbak harusnya tidak nekat seperti tadi. Jangan nyalakan korek api pada barang jualan saya. Saya bisa rugi besar, kacau tadi semua kalau apinya merambat ke manamana” Ia mengangguk sembari tetap menunduk. “Mbak Lanny, Lbak dengerin saya, yah!” “Iya, Pak.” “Saya lupa siapa yang ngomong ini, tetapi kalau kita paksa minum air laut, dahaga kita gak bakal hilang. Kita bakal haus terus. Mbak Lanny kalau pingin barang dagangan saya, Mbak harus beli, kalau belum bisa beli yo ditahan keinginannya. Ngerti?” “Ngerti, Pak.” “Mbak Lanny masih mau roknya?” Ia terkejut, kepalanya terangkat seketika, pada matanya ada binar sumringah. “Masih.” Yang terjadi berikutnya adalah lakilaki itu membuka celananya, menggelontorkan kemaluannya begitu saja di hadapan Lanny. Ia abaikan bahwa Lanny juga memiliki bentuk vital yang sama. Kedua lakilaki itu tengah terjebak pada situasi yang sulit. Dengan sigap laki-laki itu menarik kepala Lanny. Hampir sepuluh menit Lanny berjibaku dengan benda tumpul itu di dalam mulutnya. Setelah erangan tanda puas bergema, memantul pada dinding-dinding kantor yang lusuh, Lanny diusir keluar. Ia disuruh menunggu di samping meja kasir yang tentu saja sedang bekerja tanpa mengendarai kuda supaya baik jalannya. Kasir tersebut menatapnya acuh tak acuh, menerima panggilan telepon di mejanya beberapa menit kemudian. Ia tekun mengangguk-angguk menyerukan kata yang sama, “Iya Bos, baik Bos.” Ketika pembicaraan di telepon terputus, sang kasir menarik Lanny menuju deretan busana tempat rok panjang incarannya berada. Kasir penurut itu menyuruh Lanny memilih rok yang ia idam-idamkan. Ia membantu Lanny membungkus. Lanny pulang bersama pecahan kaki yang makin melebar, sempat sperma yang tersisa di mulut dan bungkusan rok cantik bercorak bunga liar di genggamannya. Air matanya berderai, kali ini berlomba-lomba dengan gemuruh jantungnya. Bukankah hidup adalah pengorbanan?
Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.
Achmad Cholid
Windhu Segara
Darsono
Satya Dewi
Khoiril Mawahib
Afrizal
DIMENSI
6 RAMALAN
BINTANG
Capricorn Peruntungan: Karena di minggu ini Anda banyak menemui orang yang bermuka dua, maka tak perlu terhanyut oleh omongan yang sekadar bualan. Cobalah tetap concern dengan berbagai urusan yang lagi Anda hadapi, tak perlu tengok kanan kiri. Karier: Prinsip Anda cukup disegani, maka dari itu tak perlu sangsi lagi untuk lebih berani bertindak. Kesehatan: Hindari makanan pedas karena hanya akan mengganggu pencernaan Anda saja apalagi perut Anda baru sembuh sehingga perlu dijaga sedemikian rupa agar tak sampai kambuh kembali. Keuangan: Jika dirasa ada kekurangan, apa salahnya jika Anda mengambil dana yang tersimpan. Asmara: Jagalah hatinya supaya bisa berbunga-bunga terus, jangan malah Anda sakiti dengan kata-kata pedas. Aquarius Peruntungan: Di minggu ini Anda harus lebih berani mengambil langkah-langkah penting agar hasilnya bisa cepat kelihatan. Karier: Yakin dan optimislah maka akan ada jalan yang bisa Anda tempuh. Kesehatan: Jangan banyak minum yang dingin-dingin karena batuk Anda bisa bertambah parah saja. Ada baiknya Anda minum yang hangat saja agar tenggorokan bisa bertambah lega. Keuangan: Walaupun di saat ini masih santai, jika ada tawaran sebaiknya bisa Anda tampung. Asmara: Tidak ada yang perlu dimasukkan hati, cobalah berpikirlan lebih bijaksana lagi. Pisces Peruntungan: Telinga hendaknya ditutup rapat-rapat di minggu ini terutama dari suara sumbang yang banyak terdengar di sekeliling Anda. Jangan sampai ikut terhanyut oleh omongan yang tidak betul sama sekali, untuk itu rasa ingin tahu sebaiknya dihilangkan saja. Karier: Jangan biarkan orang lain merongrong dengan ancamannya, Anda tak perlu mundur asalkan segalanya sudah dipersiapkan dengan sematang mungkin. Kesehatan: Perasaan takut sebaiknya tak perlu menekan perasaan Anda, karena kesehatan akan bisa terkena dampaknya. Cobalah bisa berpikir lebih rileks dan tak terlalu tegang. Keuangan: Masih ada order yang mendatangkan hasil, tak perlu cemas karena masih ada income. Asmara: Pertengkaran masih muncul di permukaan dan itu akibat dari masalah yang sepele saja, untuk itu cobalah bersyukur dengan apa yang telah Anda terima. Aries Peruntungan: Di minggu ini segala rencana masih bisa berjalan mulus seperti apa yang Anda harapkan, sehingga benar-benar menggembirakan dan tidak bikin pusing. Terhadap tawaran yang datang, walaupun sesibuk apapun Anda, ada baiknya diterima dulu dan berilah tenggang tempo pelaksanaannya, jangan sampai membuang rejeki yang datang. Karier: Kecurigaan yang tak beralasan itu segera saja dihilangkan jangan sampai sikap itu malah menghambat kinerja Anda yang seharusnya bisa lebih berani maju dengan terobosan-terobosan penting dan cemerlang. Kesehatan: Bersabarlah! Karena ini merupakan kunci yang paling mujarab untuk menjaga kondisi hati Anda agar tak selalu mengalami kekecewaan yang terlalu mendalam. Keuangan: Cukup ada dana untuk membeli sesuatu barang walau begitu berlakulah hemat dan jangan boros. Asmara: Tingkatkan hubungan mesra dan harmonis ini, jangan sampai malah mundur ke belakang. Taurus Peruntungan: Untuk minggu ini tidak ada yang perlu dikhawatirkan karena segala rencana telah berjalan sesuai dengan proporsi yang ada, sehingga bersyukurlah dan tetaplah waspada sambil mencari lompatan dan terobosan-terobosan agar semakin maju dan dapat mengikuti perubahan pasar yang tidak stabil ini. Karier: Jangan biarkan rasa malas menghancurkan mimpi-mimpi indah itu, karena tanpa kerja keras hal itu hanya akan menjadi bayangan semu saja. Kesehatan: Jangan makan terlalu pedas jika tidak maka perut Anda akan timbul masalah yang cukup mengganggu. Hindari tidur terlampau larut malam agar kondisi badan tetap selalu segar dan prima. Keuangan: Dana masih berlebih dan tak terlalu pusing di minggu ini. Asmara: Siapa bilang pacar Anda tidak setia, bila perlu Anda omeli mereka itu yang hanya bisa merusak hubungan saja. Gemini Peruntungan: Masa-masa indah benar-benar dirasakan untuk minggu ini, bagaimana tidak, sesuatu yang tidak mungkin Anda raih, ternyata di minggu ini tiba-tiba datang dan tentu saja cukup mengejutkan. Bersyukurlah dan terima keadaan ini dengan suka cita. Karier: Jalinlah persahabatan yang baik dengan rekan selingkungan kantor, karena semakin banyak kawan itu lebih menguntungkan disbanding banyak musuh. Kesehatan: Kondisi badan terus menurun dan perlu perhatian serius. Manfaatkan waktu senggang Anda untuk benar-benar beristirahat, agar kondisi badan segera pulih kembali. Keuangan: Jangan mencemaskan kondisi keuangan Anda, karena pemasukan masih terus mengalir. Asmara: Ada baiknya Anda konsekuen dengan apa yang telah Anda ucapkan, jangan sekali-kali mengingkarinya. Cancer Peruntungan: Kekhawatiran Anda di minggu ini tidak akan terbukti, segala sesuatunya masih berjalan seperti biasanya dan tidak terlalu mengkhawatirkan. Karier: Hindari turut campur urusan orang lain yang tidak ada sangkut pautnya dengan diri Anda karena itu hanya akan menambah masalah baru saja. Kesehatan: Coba Anda bisa manfaatkan waktu senggang Anda dengan seoptimal mungkin, agar tak sampai muncul masalah dengan kondisi badan Anda. Keuangan: Income cukup memuaskan di minggu ini sehingga mampu menutup segala kebutuhan penting di minggu ini. Asmara: Hubungan asmara akan terasa harmonis dan jauh dari cekcok mulut jika Anda tetap bisa menjaga kesabaran. Leo Peruntungan: Tak perlu ragu untuk berinovasi dan berkreasi, bila ada tawaran segera saja ditindak lanjuti, jangan sampai waktu yang baik ini terbuang percuma. Karier: Suasana masih sangat kondusif sekali dan hampir tidak ada masalah karena semuanya berjalan seperti apa yang diharapkan. Kesehatan: Hindari keluar malam jika tak benar-benar karena urusan penting dan mendesak. Keuangan: Agak amburadul karena pemborosan yang sulit diredam. Asmara: Suasana kisah kasih Anda tampak semakin mesra dan romantis saja, sehingga cukup membuat iri orang yang melihatnya. Virgo Peruntungan: Jangan terlalu memaksakan diri jika memang tak mungkin dilakukan untuk saat ini. Coba Anda lebih bersabar agar hasil ke depannya nanti bisa lebih panjang dan maksimal hasilnya. Karier: Pandai-pandailah mengambil hati atasan, agar posisi Anda bisa terus menanjak ke atas. Kesehatan: Ambil sisi positifnya sehingga tidak sampai menimbulkan jengkel di hati, karena jika hati terus jengkel maka itu akan dapat menganggu kondisi badan Anda. Keuangan: Pemasukan masih lumayan lancar, hanya saja pilihan untuk bekerja sama dengan orang yang kurang Anda sukai, sebaiknya bisa dipikir jauh ke depan. Asmara: Tak ada gunanya terus ngomel bisa-bisa si dia jadi ogah bertemu dengan Anda. Libra Peruntungan: Tingkatkan motivasi Anda untuk bisa bekerja dengan semangat karena di minggu ini. Peruntungan Anda cukup bagus dan cukup menjanjikan. Pengalaman pahit di masa lalu hendaknya dijadikan cermin bukan sebagai trauma. Karier: Atasan tampaknya masih saja sulit untuk menerima ucapan Anda, karena masih terbayang kesalahan yang pernah Anda lakukan sebelumnya. Kesehatan: Kondisi badan cukup prima dan pikiran bisa berpikir dengan jernih serta hati bisa tetap tenang walau menghadapi banyak godaan sekalipun. Keuangan: Rezeki yang tidak Anda duga ternyata mampu mengangkat keuangan Anda menjadi semakin kuat. Asmara: Hubungan asmara Anda semakin lengket dan membuat iri orang yang melihatnya saja. Scorpio Peruntungan: Berusahalah untuk lebih berkonsentrasi dikala sedang menghadapi berbagai tantangan dan permasalahan yang muncul. Omongan sumbang dari luar sebaiknya ditanggapi dengan hati dingin tidak perlu terlalu menuruti emosi. Karier: Ada orang yang menghendaki Anda runtuh, jika sudah begini maka tak perlu segan untuk bersikap tegas. Kesehatan: Jangan Anda meremehkan gejala-gejala yang muncul, ada baiknya segera saja konsultasikan dengan dokter, agar bisa dilakukan tindakan preventif. Keuangan: Masalah yang tidak Anda duga sebelumnya ternyata bisa membuat kalangkabut. Asmara: Jaga ucapan Anda, lebih baik bicara yang lembut walau hati lagi emosi. Sagitarius Peruntungan: Minggu ini cukup banyak masalah yang menjengkelkan hati, untuk itu bersabarlah saja. Terhadap rongrongan yang mulai bermunculan segera dilakukan tindakan tegas. Jangan sampai diri Anda diombang-ambingkan oleh mereka. Karier: Kesulitan tinggal selangkah lagi terlampaui, bersabarlah. Kesehatan: Hiduplah yang teratur, jangan sampai pekerjaan kacau dan badan jatuh sakit. Keuangan: Pemasukan akan tetap Diasuh Oleh lancar dan tidak sampai terganggu selama Putri Wong Kam Fu Anda bisa mengendalikan keinginan Anda. Berlaku Asmara: Turutilah kemauannya selama itu 4-10 Desember 2016 tidak bertentangan norma susila yang ada.
Minggu Pon, 4 Desember 2016
WEDA WAKYA
Memasak Diri Melalui ”Kompor” Tapasya tama asit tamasa gulham agre’praketam salilam sarvam a idam tucchyenabhv apihitamyad asit tapasas tan mahinajayataikam (Rg Veda, Mandala 10, Nasadhya Sukta 3) “PADA awal sebelum penciptaan alam semesta, yang ada hanyalah kegelapan ditutupi oleh kegelapan, semua yang ada hanyalah air, dia yang Satu yang seharusnya datang untuk menjadi, terbungkus dalam kekosongan, pada akhirnya bangkit, terlahir dari kekuatan pemanasan.” Kebanyakan para Grhastha, yaitu orang-orang yang sudah berkeluarga, dikarenakan alasan kesibukan dan lain-lain, maka di rumah mereka menyerahkan urusan masak-memasak kepada para pembantu, tanpa memertimbangkan apakah mereka bisa memasak? Mungkin saja apa-apa yang diperlukan untuk memasak mulai dari perlengkapan memasak, ada dapur, ruang makan, alatalat masak, semuanya tersedia. Pertanyaannya, apakah mereka bisa memasak? Andaikan yang memasak adalah istri atau bahkan diri kita sendiri, apakah kita memang benar bisa masak? Inilah permasalahan yang semua orang hadapi. Orang menganggap diri sudah bisa memasak, dan semua berhenti di dalam teknik memasak tersebut tanpa pernah ada niat untuk mengembangkannya lebih jauh. Tanpa disadari, banyak makanan yang dimasak dan dimakan setiap hari sesungguhnya tidak kurang dan tidak lebih adalah sebuah pembunuhan diri secara perlahan. Sebuah bunuh diri secara terhormat, hanya karena jenis makanan tergolong mewah dan bahannya adalah bahan import yang harganya mahal dengan bawaan pestisida, pewarna, pengawet, dan bahan kimia lainnya. Disebabkan oleh ketidakberadaan pengetahuan lebih jauh, maka orang menjadi berhenti di satu tempat dan/atau di satu cara, tanpa mengadakan pembelajaran, pengamatan, penelitian lebih jauh, serta pengujian yang lebih matang, sehingga menjadi terhenti pada hanya satu teknik monoton yang sudah di-setting di dalam batin sebagai satusatunya cara terbaik. Orang tidak mempertimbangkan lagi keberadaan diri dan makanan apa yang diperlukan oleh dirinya lahir dan batin. Terdapat berbagai pertimbangan yang perlu diperhatikan dalam hal masak memasak, seperti ada pertimbangan
Redaktur Khusus WEDA
WAKYA Darmayasa makanan berdasarkan golongan darah, ada pertimbangan (berdasarkan Ayur Veda) atas Kapha (air, gabungan antara prthivi atau tanah dan apah atau air), Vata (angin, gabungan antara vayu atau angin dan akasa atau ruang), dan Pitta (api, gabungan antara agni atau api dan apah atau air), berdasarkan musim, dan lain-lain. Akan tetapi, pertimbangan paling sederhana yang dapat diperhatikan adalah pertimbangan kesehatan badan dan keberadaan kesadaran. Demi mengangkat kesadaran ke tingkat kesadaran yang lebih tinggi, maka orang perlu memasak masakan-masakan yang akan memberikan kesehatan terbaik kepada tubuh dan jiwa, serta akan membantu mengangkat level kesadaran kepada kesadaran lebih tinggi. Lebih jauh, tidak cukup hanya dengan ketersediaan keperluan memasak seperti; ada dapur, ada peralatan masak, ada bahan, dan lain-lain. Pertimbangan yang tetap perlu dipertanyakan dan digarisbawahi adalah “apakah orang bisa memasak?” Penekanannya adalah bahwa orang yang “bisa memasak”. Sedangkan hampir 90 % para ibu rumah tangga “tidak bisa memasak”. Yang dimaksudkan di sini bukanlah memasak makanan yang serba enak dengan berbagai macam variasi menu dalam artian biasa, yang sudah barang tentu para ibu rumah tangga pasti memiliki kemampuan memasak sempurna. Memang ada pula para ibu rumah tangga tidak bisa memasak, tentu saja karena pertimbangan kesibukan dan lain-lain. Sampai saat ini penulis sudah berhasil mengajarkan sekitar 5 orang ibu-ibu yang sudah memiliki anak antara 3 sampai 5 orang putra/putri tetapi tidak bisa memasak. Melalui berbagai cara berbeda penulis ajarkan mulai dari tidak bisa memasak sampai akhirnya menjadi ahli memasak. Itu semua tentu saja kasus. Akan tetapi, lebih daripada keterampilan bisa memasak berbagai macam menu yang lezat-lezat, terdapat masak memasak di dalam pengaturan kesadaran lebih tinggi, yaitu kesadaran yang mengatasi sifat Raja dan Tama-guna (sifat kenafsuan dan kemalasan). Raja-guna adalah makanan
yang menumbuhkembangkan sifat kenafsuan, galak, ganas, super aktif dan lain-lain. Sedangkan Tama-guna adalah jenis masakan yang mengantarkan orang pada sifat lamban, malas, atau yang menyebabkan kecerdasan menurun dari jalan spiritual, dan lain-lain. Memasak masakan yang akan mengantarkan seseorang dapat mengatasi kedua sifat Raja dan Tama-guna tersebutlah yang perlu dikembangkan dalam masak memasak setiap hari, demi kebaikan diri dan keluarga. Makanan tersebut adalah makanan dalam sifat Satvaguna (dalam sifat kebaikan). Perlahan dan berangsur akhirnya kesadaran kita pun diarahkan pada jenis masakan yang mampu mengangkat kesadaran seseorang kepada tingkat kesadaran murni, yaitu sebuah kesadaran yang bahkan mengatasi kebaikan. Artinya bukan hanya mengatasi Raja dan Tama, melainkan bahkan mengatasi sifat Satva/kebaikan, hingga kesadaran kita memasuki level Adhyatmika, atau Spiritual. Bagaimana seseorang mengembangkan seni memasak yang spiritual, itulah yang diperlukan untuk diajarkan kepada para ibu, dan itulah yang akan mampu mengangkat kesadaran setiap anggota keluarga kepada tingkat kesadaran spiritual. Dia menjadi pelajaran panjang yang memerlukan waktu sekian hari, mulai dari bagaimana seseorang ketika sejak mempersiapkan diri untuk memulai memasak sudah harus memantapkan dirinya di dalam sifat dan kesadaran yang tinggi penuh kasih, hingga sampai dengan penyajian makanan, dia dikemas dan diselimuti oleh kasih, maka makanan itu akan menjadi “divya bhojanam”, atau makanan maha agung. Akan tetapi, artikel ini tidak mendiskusikan masalah masak-memasak, melainkan memasak dalam artian lain, yaitu memasak “sang diri sejati”. Ada tersedia dapur, alat memasak, dan bahan masakan, tetapi apakah orangnya bisa masak? Di sini diartikan sebagai ada tersedia badan ini, buku-buku spiritual bertumpuk-tumpuk, dan uang serta berbagai kebutuhan untuk menunjang spiritualitas. Mungkin semuanya sudah tersedia bahkan lebih daripada yang diperlukan untuk mengangkat kesadaran spiritual. Tetapi, sekali lagi pertanyaannya, apakah orangnya bisa “memasak?” Sebagaimana orang yang memasak perlu memperhatikan berbagai hal seperti tadi disebutkan di atas.... Mulai dengan memperhatikan golongan darah, Pitta, Vata dan Kapha dan lain-lain, maka
dalam “memasak diri sejati” seseorang perlu mempertimbangkan berbagai hal yang diperlukan, demi mendapatkan “masakan spiritual” yang terbaik. Memasak diri sejati, khususnya bagi Sadhaka yang serius dalam pencarian spiritualnya, maka ia memerlukan penguasaan berbagai pengetahuan spiritual, khususnya aturan dan peraturan yang diperlukan demi menunjang praktik spiritual. Kalau tidak, maka orang hanya akan berhasil untuk melakukan praktik pejam mata, komat-kamit membaca doa mantra, atau penyiksaan diri dengan melaksanakan teknik puasa serta pertapaan yang serba berat-berat, dan kemudian kita beranggapan bahwa kita sudah mempraktikkan spiritual dengan sempurna. Memasak “Diri Sejati” sebenarnya adalah tugas masak bagi setiap orang. Oleh karena itu, semua Sadhaka juga hendaknya mencoba mempelajari pengetahuan-pengetahuan, serta aturan serta peraturan untuk memasak diri kita, hingga ia menjadi matang dan layak dipergunakan untuk mengabdi kepada Tuhan Yang Maha Esa. Setelah menguasai ilmu sejati tersebut, barulah seorang Sadhaka akan dapat mengenali rahasia-rahasia dunia ini lebih jauh, dan ia akan dapat melepaskan diri dari ikatan ketat dunia “Maya”. Kalau tidak, dalam keadaan terikat yang amat ketat, maka seseorang akan mendeklarasikan dirinya s e b a g a i “ I a m a f r e e m a n” bahwa dia sudah mencapai pembebasan serta pencerahan, hanya karena ia sudah berhasil membaca buku-buku spiritual, atau hanya karena ia merasa sudah berhasil “meng-copy paste” tutur-tutur spiritual yang ditulis orang lain yang ia dapatkan misalnya dari Google, dan/atau hanya karena ia sudah berhasil memejamkan mata duduk berjam-jam. Tapasas tan mahinajayataikam, dari proses pemanasanlah terlahir “masakan-masakan” serba enak. Dari proses pertapaan (vrata, yoga, dan samadhi)-lah bisa terlahir para Arya atau manusia-manusia pilihan yang sepenuhnya berlindung dalam jalan Veda. Proses ini hendaknya tidak di pertengahan jalan terhenti, karena nasi yang setengah matang hanya akan memberikan “bunyi ribut” di periuk masakan. Spiritual bukanlah diskusi, spiritual bukan pula duduk berjam-jam, melainkan spiritual yang dimaksudkan di sini adalah pengalaman ke dalam sang diri yang akan didapatkan hanya melalui teknik “memasak sang diri sejati”.
MIMBAR AGAMA
Ucapan Benar Redaktur Khusus MIMBAR
BUDDHA Dhana Putra Ada ungkapan lama yang mengatakan bahwa, mulutmu adalah harimaumu. Ungkapan ini mengingatkan kita untuk berhati-hati dengan kata-kata yang diucapkan. Ucapan yang sudah meluncur tidak bisa ditarik kembali, dan bisa jadi akan memberikan dampak buruk bagi pelakunya. Sampai sekarang, ungkapan tersebut masih mengandung kebenaran. Kita bisa saksikan apa yang terjadi akhir pekan ini. Sejumlah orang dijemput petugas dan menjalani proses pemeriksaan karena kata-kata yang diucapkan dan ungkapan yang ditulis. Buddha telah mengingatkan sejak zaman dulu, tentang ucapan benar yang menjadi salah satu bagian dari latihan yang perlu dikembangkan dan dipraktikkan dalam kehidupan ini. Di dalam Pancasila Buddhist, terdapat latihan untuk berusaha tidak melakukan perbuatan buruk melalui ucapan seperti berkata kasar, memfitnah, berbohong, bergossip, dan sejenisnya. Dalam Jalan Tengah beruas delapan, Buddha menjelaskan tentang ucapan benar (samma vacca); berusaha menahan diri untuk tidak berbohong, memfitnah, berkata kasar, bergunjing atau ucapan yang tidak bermanfaat. Ucapan yang disampaikan sebaiknya katakata yang benar, beralasan, bermanfaat, dan tepat pada waktunya. Kepada Pengeran Abhaya (Abhayara jakuma ra Sutta, Majjhima Nikaya 58), saat
berada di Rajagaha di Hutan Bambu, Buddha menjelaskan masalah ucapan yang diucapkan dan tidak diucapkan oleh Tathagata. Kata-kata yang diketahui oleh Sang Tatha gata sebagai tidak benar, tidak tepat, dan tidak bermanfaat, dan juga yang tidak disukai dan tidak menyenangkan bagi orang lain: kata-kata demikian tidak diucapkan oleh Sang Tatha gata. Kata-kata yang diketahui oleh Sang Tatha gata sebagai benar, tepat, tetapi tidak bermanfaat, dan juga yang tidak disukai dan tidak menyenangkan bagi orang lain: kata-kata demikian tidak diucapkan oleh Sang Tatha gata. Kata-kata yang diketahui oleh Sang Tatha gata sebagai benar, tepat, dan bermanfaat, tetapi tidak disukai dan tidak menyenangkan bagi orang lain: Sang Tatha gata mengetahui waktunya untuk mengucapkan kata-kata itu. Kata-kata yang diketahui oleh Sang Tatha¯gata sebagai tidak benar, tidak tepat, dan tidak bermanfaat, tetapi disukai dan menyenangkan bagi orang lain: kata-kata demikian tidak diucapkan oleh Sang Tatha gata. Kata-kata yang diketahui oleh Sang Tatha gata sebagai benar, tepat, tetapi tidak bermanfaat, dan disukai dan menyenangkan bagi orang lain: kata-kata demikian tidak diucapkan oleh Sang Tatha¯gata. Kata-kata yang diketahui oleh Sang Tatha gata sebagai benar, tepat, dan bermanfaat, dan juga yang disukai dan menyenangkan bagi orang lain: Sang Tatha gata mengetahui waktunya untuk mengucapkan kata-kata itu. Mengapa? Karena Sang Tatha gata berbelas kasih pada makhlukmakhluk. Di masa sekarang, ungkapan tidak hanya diucapkan secara langsung melalui mulut, namun
juga ditulis di sejumlah media sosial. Banyak dinding media sosial dan komentar yang diwarnai dengan ungkapan yang kasar, tidak menyenangkan, bersifat menyerang, dan kesan negatif lainnya. Yang lebih menyedihkan, banyak orang yang menyukai dan juga membagikan kekeliruan yang ada
kepada orang lain. Berhati-hatilah dalam berucap, dalam mengeluarkan pendapat, dalam menulis di dinding media sosial. Semuanya akan memberikan dampak kepada yang lain dan pada akhirnya akan memberikan akibat —baik atau buruk— bagi diri sendiri.
PERMATA HATI
Untuk pembaca Bali Post Mingguan (BPM), kami membuka rubrik baru ‘’Permata Hati”. Rubrik ini mengangkat si buah hati yang baru lahir, yang berulang tahun atau akan berulang tahun. Juga pasangan yang menikah di minggu tersebut atau yang merayakan ulang tahun pernikahan. Kirim foto menarik dan tulis data lengkap identitas diri, orang tua serta komentar singkat. Semua data dikirim lewat email redaksibalipost@ yahoo.com dengan kode Permata Hati. Bisa juga naskah dan foto dikirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post. Jl. Kepundung 67 A Denpasar telp. (0361) 225764. (Redaksi)
Telah melepas masa lajang Putu Ita Trisna Dewi dipersunting I Kadek Tangkas, pada tanggal 10 November 2016. Upacara penikahan berlangsung di Jl. Raya Andong , Ubud-Peliatan.
Redité Pon, 4 Desember 2016
Bali L E M B A R
7
B A S A
B A L I
Bencingah I Gedé Anom Ranuara
Sesolahan Jangkep SESOLAHAN wayang kulit sané kantos mangkin kantun kasenengin olih krama Bali manut pabaos I Gd. Anom Ranuara S.Pd., S.Sn., pembina seni pedalangan saking Kesiman Petilan, Denpasar wantah sesolahan jangkep. Duaning tios saking kadagingin pariindikan jangkep minakadi tokoh, sétting, paiyeg utawi pikobet sané kasatuayang taler sapunapi parisolah tokoh ipun, dalangnyané taler patut waged ring makudang-kudang seni, minakadi waged ngigel, magambel, uning nglukis, waged dados dramator miwah tutor, "Asapunika taler patut uning ring sajeroning daging sastra Weda taler sastra Hindu-Bali sané siosan,” asapunika budayawan sané embas ring Denpasar, 7 September 1968 puniki maosang. Penggagas Persatuan Pedalangan Indonesia Denpasar puniki taler maosang sujatiné wayang wantah parikrama nglampahang Itihasa utawi satua-satua épos saking Ramayana miwah Mahabharata. Ring sajeroning upacara yadnya, majanten Ida Sang Sulinggih nguncarang Catur Weda tatkala muput upacara, jero mangku dalang nyolahang Itihasa antuk wayang lemah tur sesolahan topéng nglampahang Purana utawi Babad Bali. Punika wantah jalaran nartayang daging sastra Weda ring pakraman, mangda krama sida uning ring daging sastra Weda sané kauncarang saking Ida Sang Sulinggih. “Sadurung jagi masolah, majanten dalang miwah topeng jagi nunasang ring Ida Sang Sulinggih sapunapi sane patut kalampahang. Pamargi makatiga punika sané kawastanin Weda Parikrama,” dané negesang. (was)
I Gedé Agus Budi Adnyana
Kantun Sakral WAYANG kulit ring Bali kantun ketah kasolahang, punika satmaka cihna seni tradisional wayang kulit kantun kasenengin ring aab jagat modern sakadi mangkin. I Gede Agus Budi Adnyana S.Pd.B., M.Pd.H., sinalih tunggil dalang saking Désa Beng, Gianyar maosang, sesolahan wayang kulit prasida dados sesolahan sakral miwah sesolahan propan manut kawigunan utawi genahnyané kasolahang. Yéning pinaka sesolahan wayang lemah utawi pangiring yadnya punika majanten sakral sakéwanten yéning pinaka unén-unén majanten wantah propan tur ngranjing ring soroh seni bebalihan. Yadiastun kénten, indik sakral ipun tetep kamargiang. “Minakadi sadurung jaga ngungkabang kropak utawi genah pasimpenan wayang majanten patut ngaturang banten “pamungkah lawang” sané marupa banten pejati alit. Punika cihna yéning parikrama ipun kantun sakral,” baos dalang sané embas ring Singaraja, 27 Juni 1985. Budi Adnyana taler maosang, pakem sesolahan wayang kulit sakral inggihannyané minakadi ri kala kasolahang ring kiwa miwah tengen kadagingin antuk wayang “Pamurtian” marupa palawatan Wisnu Murti miwah Brahma Murti. Wénten malih ngawigunayang Acintya miwah Bhatara Guru sios saking kayonan biasa tur tembang pangawitnyané “Alas Arum”, Pangaksama, miwah sané siosan. Indik parikrama sesolahan sané becik kabaosang dané wantah sesolahan sané prolog ring kayonan pangawit ipun kabaosang becik tur suara sané kasinahang anut ring karakter utawi paripolah, wiraga, wirama, miwah wirasa saking soang-soang tokoh wayang inucap. “Sesolahan punika taler kawastanin becik yéning lakonipun prasida kohéren utawi nénten kecag-kecog mangda pamiarsa nénten bingung ngaksiang,” asapunika dosen IHDN Denpasar puniki negesang. (was)
(56)
BPM/net
WAYANG – Ring sajeroning sesolahan wayang , majanten wénten patpat wayang sané setata kapanggih ring sajeroning lakon sane jagi kalampahang. Lakon wayang inucap marupa parekan sané mawasta Delem, Sangut, Merdah, miwah Tualen
Délem, Sangut, Merdah miwah Tualén
Niyasa Patpat Soroh Suara ring Wayang KASENIAN ring Bali kantos mangkin katun kukuh kamargiang. Sinalih tunggil kasenian inucap minakadi sesolahan wayang kulit utawi sesolahan sané ngamedalang lawatnyané antuk sunaran sentir utawi damar listrik. Sajeroning wayang kulit Bali, wénten tokoh wayang sané kasenengin olih makéh krama tur majanten jaga kapanggihin kawéntenanipun. Tokoh inucap wantah Délem, Sangut, Merdah, Tualén. Sakadi sané sampun kauningin, Délem, Sangut, Merdah, Tualén wantah punakawan utawi parekan ring kalih pahan inggih punika ring pahan iwang utawi antagonis kalawan patut utawi protagonis. Tokoh inucap nénten wantah dados parekan kémanten. Manut I Gd. Anom Ranuara S.Pd., S.Sn., jero dalang sak-
ing wewidangan Kesiman Petilan, Denpasar, makapatpat parekan inucap niyasa patpat soroh suara pokok sané jaga kanggén dasar suara saking samian tokoh wayang kulit. Minakadi suara pokok ring sastra sané ngamedalang aksara “konsonan” minakadi suara Déntal, Palatal, Gutural miwah Nasal. Yéning suara déntal utawi suara sané kamedalang saking ungkuring untu miwah muncuk lidah kasinahang olih Merdah, wayang istri miwah wayang Bali sané panyingakanipun sipit tur cenik. Suara palatal utawi suara sané kamedalang saking tengahing lidah miwah langit-langit kasinahang olih Délem, Bima, raksasa taler wayang Bali sané mapanyingakan dedeling utawi nelik. Wénten malih gutural utawi suara saking kolongan sané
kawigunayang utawi kasinahang olih Tualén, wayang Pedanda miwah wayang-wayang lingsir siosan. Yéning suara nasal utawi suara irung kanggén olih Sangut, wayang Sanghyang Suratma, Srenggi miwah sané siosan. “Dadosné makapatpat parekan inucap wantah pah-pahan suara tokoh wayang kulit Bali, nanging dinamika utawi elogan suaranyané mabinayan,” baos dané. Kabaosang malih, makapatpat parekan inucap madué kawigunan soang-soang risampuné kapah dados parekan ring kekalih “genah”. Soang-soang parekan jaga ngidupang lelampahané antuk patembung reraosan utawi patungkasan minakadi “dialog positif kalawan negatif” saking. Yéning Délem manados sané negatif minakadi
ipun ngapak-ngapak, Sangut sané jagi nyegjegang utawi manados sané positif ring patembung reraosan inucap. Asapunika taler tatkala Merdah malaksana kirang anut utawi dados sané negatif, Tualén sané jagi nyejegang malih utawi dados sané positif. Kawewehin malih, makapatpat parekan inucap taler pinaka niyasa patpat parisolah manusa. Minakadi parisolah lingsir taler setata nyiksik bulu sané kasinahang olih Tualén, wénten taler pikayunan sané wimuda, setata semangat taler pisarat pisan ring sekancan pamarginipun sakadi sané kasinahang olih Merdah, wénten taler parilaksana nengah-nengah, tua boya wimuda tidong taler setata nulurin indria sakadi Délem. Parilaksana sané dueg, celih taler akéh madué daya sané
kamedalang olih Sangut. Parindikan sané pateh taler kabaosang I Gede Agus Budi Adnyana S.Pd.B., M.Pd.H., dalang sané kantun wimuda saking Désa Beng, Gianyar. Dané maosang, makapatpat parekan sané pinaka niyasa parisolah manusa nénten naenin magentos kawigunanipun kantos mangkin sajabaning sané magentos minab wantah pepayasannyané kémanten. “Patpat parekan inucap jakti macihna pisan, minakadi I S an g u t s an é d u e g p i s a n mangda déwékné aman, Délem pinaka tokoh sombong nanging satya ring sesuhunannyané, Tualén krama lingsir sané kalintang wicaksana, tur Merdah pinaka cihna para yowana sané seneng malajahang raga tur meled mangda uning ring makéh parindikan,” asapunika dané nartayang. (was)
Parekan ring Pakem Pawayangan Bali
Wangun Batis Wayang Nénten Majriji SAKADI parikrama sesolahan tiosan, wayang kulit Bali taler madué pakem, minakadi conto pakem indik parikrama ri kala sesolahannyané kamargiang taler sapunapi wangun wayang sané kasolahang ring lelampahan lakon inucap. Pakem punika patut kamargiang mangda sesolahan nénten lémpas saking pakem, mangda prasida setata nyinahang tetuek saking sesolahannyané. Nénten wantah ring parikrama sesolahan, kawéntenan tokoh wayang Délem, Sangut, Merdah, Tualén wantah pinaka pakem wayang Bali sané patut pisan kasolahang ri kala wayang kulit kasolahang. I Gede Agus Budi Adnyana S.Pd.B., M.Pd.H. maosang, kawéntenan parekan minakadi Délem, Sangut, Merdah, Tualén ring sesolahan wayang kulit Bali wantah mautama tur patut pisan duaning ipun wantah pamahbah satua saking parikrama sesolahannyané. Yéning tan madaging makapatpat parekan punika sinah krama utawi pamiarsa sané nyaksiang sesolahan wayang
inucap nénten prasida uning tur ngresepang tetuek miwah pitutur sané kawedar irika. Délem miwah Sangut wantah masameton, sang kalih dados parekan ring genah antagonis utawi tokoh sané kaon. Merdah sareng Tualén wantah pianak sareng bapa tur makakalih dados parekan ring genah protagonis utawi tokoh sané patut. Makapatpat parekan inucap negesang utawi mahbah daging bebaosan taler satua sané kalampahang. Sios punika taler mahbah indik daya utawi parilaksana kaon sané kamargiang olih tokoh antagonis miwah utsaha saking protagonis tatkala nandakin. “Makapatpat parekan inucap wantah pakem sané pastika kapanggih sajeroning sesolahan wayang kulit Bali. Nénten prasida kagentosin, duaning nénten pateh sakadi tokoh siosan sané jaga nganutin sapunapi lakon sané kamargiang,” Budi Adnyana maosang. Maosang indik kawéntenan parekan, parekan wayang kulit Bali jakti mabinayan sareng parekan wayang kulit Jawi
yadiastun wangun sesolahan taler lakonipun nénten doh mabinayan. I Gd. Anom Ranuara S.Pd., S.Sn. maosang, ring wayang kulit Jawi parekan wantah kapanggih ring genah protagonis kémanten yadiastun akéhnyané pateh patpat, inggih
punika Semar, Garéng, Petruk, miwah Bagong. Parekan inucap nénten ja mahbah satua utawi nartayang lelampahan sakadi parekan ring wayang Bali, sajabaning wantah nyinahang dagelan-dagelan utawi bebanyolan kémanten.
“TUNGURAH, matur suksma, tiang ten lakar engsap. Dumadak ring tanggun rurungé tiang prasida marekan ring Tungurah,” aturné Sudiari saha ka dapur ngawitin masak nasi. Gusti Ngurah Jelada nulungin metikin sayur ijo lan ngiris bawang anggén makarya emba. Sesampuné ajengané rateng raris karanjingang ka magikjéré, Madé Sudiari raris ngawitin ngarya bumbu taluh lan ngarya ayam goréng. Usan punika wau ngarya mie goréng raris ngoréng krupuk udang wadahina stoplés. Ngurah Jelada ngumbah pangoréngan lan panci, saha ngarya toya anget anggén nagingin térmos persiapan ngarya wédang sané nyanan. “Nggih sampun puput, tiang jaga mandus dumun, panes pesan rasanné kali jani,” Sudiari ngranjing ka kamar mandi, gebyar-gebyur maseréyokan. Sué sepi raris malih ipun makaukan, “Tungurah tulung ambilang anduk tiangé ring tasé…, aah jeg engsap mati.” Gusti Ngurah Jelada ngituk... kecet-kecet kenyem saha ngambilang andukné ring tasné.
“Néé Dék anduké,” saha ngetuk pintu kamar mandiné. “Matur suksma Tungurah,” Madé Sudiari ngampakang pintuné polos tan pabusana ngambilin anduké saking tanganné Ngurah Jelada, sakadi nénten marasa elek. Angganing truna ABG Ngurah Jelada makesyeng taler manggihin body sexual melalung ring ajengné. “Ooh, mula saja mulus. Nanging ngudiang engsap ngaba anduk? Sépanan, apa mula mabuaka?” raris alonalon Ngurah Jelada ngundebang pintu kamar mandiné, marasa kadi kalegarin. Nanging raganné mautsaha mekek kayunné nrugtag raris makaon saking irika nuju ka méja makan nanding masakané kawadahin piring opal lan basi mangda kanten rapi. “Ooh Tungurah mula wikan nyawisang sodaané, jeg bresih rapi,” baosné kabilbil. “Ené kan mula gegaén padidi sesai,” Ngurah Jelada makenyem nolih Madé Sudiari. Mangkin giliran raganné sané masiram. Madé Sudiari mapayas mecikang make up-né raris ngelisang ngarya kopi
susu kekalih genahanga ring méja tamu santukan sampun jam lima. Ngurah Jelada sesampuné magentos pakéan sareng malinggih ring ruang tamu makta buku pinter marupa reringkesan paplajahané amasa ring kelas satu. “Buku napi nika Tungurah?” patakénné Madé Sudiari marasa kirang sreg malajah. “Buku ringkesan plajahan lan ulangan iragané amasa di kelas satu.” “Baaah, mangkin becikan ngobrol manten mungpung suung. Pidan malih maan galah ngisinin lega jag malajaaah terus,” baosné Sudiari saha makisid negak mabin meluk Ngurah Jelada sané tan nyidayang makripitan. Marasa sampun saru mua lan sepi, Madé Sudiari tan jangkayan niman ngreremih Ngurah Jelada kadi satmaka sampun gélanné tui. Ngurah Jelada ngwales alon saha pitutur “Awas ati-ati dini anak liu lewat di arep umahé!” “Biarin Tu, anggap manten anggén timpal kopi ha ha ha,” pasaurné ngacuh cuék. “Ooh engsap. Di lemari makan
ada kacang kapri ajak kripik sukun, kén jaenan?” “Jaenan rujak cinguré.., niki lho cingur tipis ngemesiiin?” saha ngecup wanti-wanti. Ngurah Jelada yukti kewalahan. Yén ladénin kademenan. Yén tulakang nyanan ngambul. Alon-alon Sudiari mrosotang lantas ka lemari makané ngambil stoplés madaging kripik. Jam setengah pitu timpal-timpalné sampun rauh saha nganjali Om Swastyastu, mama-papa. “Wéé, sagét teka. Kadén mara setengah tujuh? Yén suba misi makan jeg majurag,” sapanné Madé Sudiari sinis mrusutang Tapi yaah tetep “Om Swastyastu anak-anak manis.” Madé Budiana makisi-kisi sareng timpalné... “Ah mama-papa kita tondén pragat gaénné sagét tekain mai, cara siapé di tajén enu buin akemong sagét masambut ha ha ha.” “Béh, mabuaka mriki ngamaluin apang maan ngopi malu Ma,” baosné Ketut Pajar. “Badah, suba sing matulung buin ngidih imbuh kopi. Uruk-
BPM/net
BULEH – Sios pinaka pakem sajeroning sesolahan wayang kulit Bali, wangun wayang parekan taler macihna pisan. Batisipun nénten madaging jriji utawi kakaryanin buleh.
Malih dané nartayang, yadiastun manados pamahbah ring soang-soang genah, sakéwanten Délem, Sangut, Merdah, Tualen boya ja parekan biasa. Makapatpat parekan inucap wantah pamahbah satua sané kawéntenan sujatiné ring tengahing Déwa miwah Manusa, punika sané ngawinang ring wangun wayangnyané batisipun nénten madaging jriji utawi buleh. Punika wantah cihna saking Bhuwana Agung utawi panyikian jagat, duaning makapatpat punika sané prasida nyikiang genah sekala kalawan genah niskala. Punika mawinan ring wayang kulit Bali, ipun sareng patpat prasida dados parekan ring genah prawatek Déwata, ring genah Manusa tur naenin taler ring genah para Raksasa. “Sangkaning punika wangun batis ipun sareng patpat nénten majriji duaning sujatinné ipun punika nénten mategul ring sakancan bhuana puniki. Napi malih ipun taler kaembasang saking patemon sakala kalawan niskala,” baos dané nartayang. (was) urukan nyén ento aah?” Gedé Pandé ngadésem nanging malunan nyemak kripik sukun ajak kacang kapri di méjané. “Soalné yén iraga milu matulung, ento ngaénang mamapapa buung magarapan,” Madé Budiana nyelag masaur saha nyledétin Sudiari ajak Ngurah Jelada sané sada kabilbil. “Naah, ngomong ja pang liu. Yén madalem timpal patuté miluin magaé apang nyak énggalan pragat. Engsap tekén subayané dugasé jumah?” pasaurné Ngurah Jelada sengit. “Aaa... ampura Papa.... biasanné Mama magaé ten dados miluin,” sautné Budiana. “Nguda kéto dogén uyutang.... nggih dong ngopi malu ajak makejang. Nyanan suud ngopi mara ngajeng apang énggalan maan malajah,” perintahné Sudiari kadi Mama beneran. “Naah kan Mama marah yén ngaduk-aduk anak magarapan?” Ketut Pajar nyengir. (Masambung)
Upacara
8 Bebantenan Upacara Mamukur
Nyuciang Atma Dados Déwa Pitara MAMUKUR wantah sialih tunggil upacara lanturan saking upacara pangabénan pinaka wentuk panyucian roh/atma para leluhur sané kaabén. Mamukur mawit saking kruna bhukur sané kapah dados kalih kruna,luiré; bhu mateges alam, ur mateges ring duur. Mawinan mamukur kategesin pinaka upacara panyucian atma mangda lepas saking badan halusn-nyané utawi sané kasengguh suksma sarisa sané marupa sifat-sifat manusa miwah kamannyané mangda prasida masikian sareng Hyang Widhi manados Déwa Pitara. Upacara puniki, nénten musti kamargiang sawusan ngabén. Prasida kamargiang malih awarsa utawi malih kalih warsa utawi malih pidan ja mrasidayang santukan nelasang prabéa sané akéh. Sajeroning upacara mamukur, nénten wénten layon malih. Mawinan perlu kabuatang simbol-simbol badan halus saking atma sané pacang kaupacarain. Runtutan upacara mamukur taler akéh. Kapertama, makarya balé payadnyan. Payadnya wantah simbol gunung sané pinaka stana Hyang Widhi. Ring upacara puniki pinaka genah stana Déwa Siwa pinaka Mahadéwa. Wus mlaspas balé payadnyan wawu kakawitin makarya bebantenan. Kaping kalih, ngamargiang upacara nganggét don bingin, inggih punika upacara metik don bingin sané pacang kawigunayang makarya puspa sarira. Salanturnyané wénten parikrama ngajum, ri sampun daon bingin kabakta ka genah payadnyan, irika kapilihin kantos 108 lembar sané salanturnyané katusuk taler kawentuk sané salanturnyané kawastanin sekah. Wus sekah inucap kapayasin, wawu kamargiang upacara ngajum, inggih punika nglinggihang sekah ring balé payadnyan. Salanturnyané ngamargiang parikrama amet toya hening pinaka upacara mapééd nunas tirta. Salanturnyané upacara mapinton utawi mapajati, pinaka upacara mapééd majeng puspa sarira. Upacara puncak memukur wantah ri kala mapurwadaksina, inggih punika upacara mapééd majeng puspa sarira sané ngiterin panggungan payadnyan ping tiga nututin lembu putih sané kaangonang olih pangangonnyané. Tetujonnyané nénten tios wantah ngateh sang atma nuju genah Dewa Siwa sané katuntun olih lembu Nandini. Salanturnyané wénten upacara pamuspaan santukan atma sampun manados Déwa Pitara sané kawastanin pangaskaraan. Tengah ratri jam roras kamariang upacara mapralina pinaka wentuk ngeseng solah kaon miwah kama sané kantun neked ring sang atma iwawu. Wus punika wawu kamargiang parikrama ngeseng sekah sané aonnyané kawentuk dados sekah puspa lingga. Sekah puspa lingga puniki salanturnyané kararung ka pasih sané kawastanin upacara nyekah. Malih tigang raina wawu kamargiang upacara nyegara gunung. Upacara ring segara pinaka cihna suksmaning manah majeng Ida Sang Hyang Widhi santukan upacara sampun mamargi antar miwah nguningayang yéning leluhur sampun dados Déwa Pitara. Ri kala nyegara gunung, patut makta daksina pinaka niyasa kasucian atma, sané salanturnyané pacang kalinggihang. Upacara inucap kawastanin nglinggihang Déwa Pitara. (Ida Rsi Bhagawan Smerthi Kusuma Wijaya Sebali)
Redité Pon, 4 Desember 2016
Panyapa Tamiu antuk Pabuan, Tradisi sané Sampun Magentos Y É NI NG iraga nyingak duké nguni, para rerama madué tradisi nampin utawi nginang. Tradisi ngunyah don basé magulung sané ring tengahnyané sampun madaging irisan buah/pinang, gambir, miwah pamor. Antuk tradisi nginang punika kapercaya ngicén pikenoh ngawi kuat gusi gigi. Manut Ida Pedanda Gede Putra Tembau, madasar panglingsir sané dumun, nginang utawi nampin saking sekalannyané prasida ngresikin gigi, ngawi bibih kuat. Yéning buah prasida ngawi lidah kuat, yéning basé maguna ngawi gusi kuat. Punika awinan manut Ida, panglingsir duké nguni, sesampun ngajeng utawi nginum lumrahnyané pacang nginang utawi nampin. “Tradisi punika wastannyané panyapa, dumun cihna nyanggra tamiu, pasametonan utawi sawitra pinih riin pacang katurin sirih, pamor, gambir. Yéning mangkin sampun magentos minuman miwah ajengan,” baos Ida Pedanda nyaritayang. Siosan punika, manut sinunggil panglingsir Ni Ketut Darma (68) sané ring pasarainannyané kantun pageh nampin nguningayang, sarana minakadi pamor, gambir, don basé, buah, panglocokan utawi panyawisan, miwah tiuk kage-
nahang ring sinunggil genah mawasta pabuan sané malakar kayu masikut merepat. Dané ngwewehin, dumun sajeroning makrama, pabuan wantah sané kapertama katanjénang majeng tamiu sané rauh ka umah wiadin iraga nepet matamiu ka umah banjaran pacang katanjénin pabuan wawu kaaturang wédang. “Yéning ring umah kabaos pabuan, yéning pét ngrauhang tamiu raris nanjénang pabuan kabaosang panginangan, mangda alusan bebaosannyané,” baos dané wawu puniki daweg kacunduk ring Karangasem. Dané malih ngwewehin, pabuan nénten wantah wénten ring umah krama kémanten, ring pura taler wénten. Sakéwanten manut dané, pabuan ring pura kawastanin pacanangan, gunannyané pinaka sarana sané katurang majeng Ida Bhatara. Pabuan sané ring umah miwah pacanangan ring pura nénten pateh, wénten binannyané. Pabuan ring umah sané kaajeng olih manusa dagingnyané sakadi ring ajeng, yéning pacanangan ring pura dagingnyané pateh taler sakadi ring ajeng nanging madaging wewehan inggih punika ring sor pacanangan madaging jinah, benang, miwah buah. (yan)
BPM/yan
NGINANG-Nginang wantah tradisi nyanggra tamiu olih para panglingsir dumun. Samaliha kantos mangkin nginang kantun kalaksanayang olih panglingsir sané seneng nginang gumanti sayaga namping pabuan.
Porosan Cihna Brahma, Wisnu, miwah Iswara SAJERONING sarana upacara, don basé, pamor, gambir miwah buah taler kanggén, samian sarana punika ketah makanten ring canang sari marupa Porosan. Porosan
manut dagang canang sané maadolan ring Pasar Kreneng, Dénpasar, Iluh Sari Asih (52), lumrahnyané kakarya nganggén don basé, pamor, gambir miwah buah. “Porosan kabua-
BPM/net
BASE - Basé utawi daun sirih wantah sarana utama sajeroning makarya porosan. Satios basé, makarya porosan taler muatang pamor miwah buah.
tang santukan kanggén ring canang, kabuatang saraina olih krama,” baosnyané. Dané sané sampun limolas warsa maadolan canang puniki maosang, ngarya porosan don basé nénten setata kanggén. Ring krama ngarya porosan wénten sané nganggén don poh, don nangka, don cepaka. Salami ngadol canang, porosan wénten sané kakaryanin ngraga, taler wénten sané katumbas. Yéning sedek wénten katah pesanan canang, dané numbas porosan saking pengepul sané rauh saking sakatah kabupatén sané wénten ring Bali minakadi saking Klungkung, Negara, miwah Karangasem. “Porosan sané akampil beras tumbas tiang antuk arga Rp 15.000. Yéning ri kala rainan, porosan sané akampil nénten kantos aminggu,” baos dané sané jenek ring wewidangan Jalan Hayam Wuruk ri kala kacunduk wawu puniki. Siosan punika, porosan manut Ida Pedanda Gede Putra Tembau saking Geria Gede Désa Aan Klungkung,
madué teges canang sari, canang sari mateges kepuasan gumanti kakaryanin asri pisan. Sajeroning canang sari wénten niyasa déwannyané inggih punika Brahma, Wisnu, Iswara. Embas, urip, miwah prelina. Makatiga déwa punika kacihnayang sajeroning unsur porosan, punika awinan porosan nyangkepin canang sari. Ida negesang, don basé/sirih warnannyané niyasa Bhatara Wisnu. Gam-
bir pinaka niyasa Bhatara Brahma, Pamor pinaka niyasa Bhatara Iswara. Sajeroning canang sari kajangkepin porosan jangkep sareng unsurnyané. Tegesnyané punika panyapa utawi pinaka cihna selamat datang. “Canang sari mabuat pisan, santukan yéning nénten wénten banten, canang sari taler dados kangggén ngastawa ngaturang sembah bakti,” wedar Ida Pedanda. (yan)
Satua
Pujawali Ida Bhatara Dalem Tarukan Ring Pura Puri Agung Dalem Tarukan Pejeng, Gianyar RAINA Buda Umanis Prangbakat wantah pucak karya/odalan ring Pura Puri Agung Dalem Tarukan Pejeng, Gianyar. Ida Bhatara pacang nyejer salami limang raina ngawit raina Buda Umanis, 7 Desember 2016 rauh ring Redité Kliwon, 11 Desember 2016 sané jagi rauh. Ngeninin indik éédan karya/odalan sané kamargiang, kaunggahang sakadi ring sor puniki. Daweg raina Redité Wagé Uyé, 20 Novémber 2016 sampun kamargiang upacara mapakéling, nanceb surya, miwah makarya taring. Karya kalanturang ring raina Sukra Umanis Menail, 2 Desember 2016 antuk nuasén karya, mlaspas taring, miwah netegan. Upacara kalanturang antuk mendak pakuluh miwah macaru ring rainané mangkin, Redité Pon Prangbakat, 4
Desember 2016. Ring raina Anggara Kliwon Prangbakat, 6 Desember 2016 pacang kamargiang parikrama nedunang Ida Bhatara taler melasti, kalanturang ring raina Buda Umanis Prangbakat pinaka puncak karya utawi piodalan. Parikrama nganyarin kamargiang ring raina Wraspati Paing Prangbakat miwah ring raina Sukra Pon Prangbakat. Ring raina Saniscara Wagé Prangbakat malih kamargiang nganyarin miwah nyineb sekar. Bénjangnyané ring raina Redité Kliwon Bala kamargiang nyineb lawang. Wantah asapunika pakéling sané prasida katurang, dumogi ida dané prasida pedek tangkil nyakupang tangan kara kalih nyihnayang astiti bhakti druéné majeng Ida Bhatara Kawitan.
Olih : Madé Taro
I Kambing Lua Gedénan Gerak MACAN ané gedé ento makirig. Ukudané ngetor tur ikuhné tuun ngilidin jitné. Ri kala Mesaba sayaga lakar ngénggot aji tandukné, I Macan sahasa mabading laut malaib patikaplug. Bet-bet, pangkung lan atumpukan batu lancata. Di kenehné tuah malaib nylametang awak. Di tengah jalané, unduké I Macan malaib tepukina tekén I Bojog. Ditu I Bojog makaukan, kéwala tusing runguanga tekén I Macan. Ia iteh malaib wiréh nakeh suara ento suarané I Kambing. “Macan, Macan, Cai kenapa? Né timpal Cainé I Bojog!” I Bojog kauk-kauk. Sambilanga mekek angkihané, I Macan matolihan. Disubané seken tawanga suarané ento tuah suarané I Bojog, mara seken ia mareren. “Icang meled nyelamatang awak, Bojog. Tunian Icang matemu ngajak buron ané meled ngamah awak Icangé,” raosné buka anak paling. “Nyén buroné ento?” I Bojog matakén. “Nyén kadén! Ukudané lamen kijangé, buluné belang, matanduk lanying saha kopingné lantang. Ia ngorahang suba ngamah nyaman Icangé patpat.” “Ha, ha, ha, …!” I Bojog kedék ngakak. “Sing lénan ento tuah timpal Icangé, Mesaba, kambing lua sané demen nengkik. Ipidan ia dadi timpal Icangé ané polos, kéwala jani suba dadi musuh. Icang suba nawang bikasné ané jelé. Ia tuah buron gedénan gerak dogén. Sujatiné I Kambing ané amah Cai, boya mabalik.” “Béh, da ajum, Bojog! Uling gobané suba tawang Icang yén ia buron ané sakti. Yén paekin, tandukné bisa nguék basang Icangé.” (Masambung)
Rédaksi nerima reriptan marupa artikel (paling akéh 3500 huruf), satua ringkes (paling akéh 6000 huruf), puisi, geguritan miwah sané siosan. Reriptan mangda kakirim ring alamat: Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email: bali_orti@balipost.co.id.
MINGGU PON, 4 DESEMBER 2016
9
Everton Vs MU
Mou Incar Poin Penuh
HAL 10
Calon Pengganti Rosberg
BPM/rtr
PENSIUN - Pembalap Mercedes Nico Rosberg memutuskan untuk pensiun setelah menjadi Juara Dunia F1 musim 2016
ROSBERG MEMILIH PENSIUN
London -
Pembalap Jerman, Nico Rosberg secara mengejutkan mengumumkan pensiun dari arena balap Formula 1. Kejutan tersebut muncul hanya beberapa hari setelah menjuari ajang Formula 1 bersama Mercedes. “Sejak penentuan titel juara dunia berada di tangan saya, tekanan besar muncul dan saya mulai berpikir akan mengakhiri karier saya jika menjadi juara dunia,” tulis Rosberg melalui akunnya di Facebook. “Musim ini sangat berat. Saya bekerja seperti orang gila setelah kekecewaan dalam dua tahun terakhir. Pada minggu pagi di Abu Dhabi, saya tahu ini akan menjadi balapan terakhir saya dan perasaan tersebut membuat kepala saya jernih. Saya ingin menikmati setiap momen balapan, karena tahu itu akan menjadi yang tera-
khir,” imbuhnya. Rosberg menjadi pembalap Jerman ketiga yang pernah merengkuh gelar juara dunia Formula 1 setelah Michael Schumacher dan Sebastian Vettel. “Masih ada waktu untuk merefleksikan musim ini dan menikmati segala sesuatu yang akan terjadi pada kehidupan saya. Setelahnya saya akan
BIODATA Lahir 27 Juni 1985 (umur 31) Bendera Jerman Wiesbaden, Jerman Sejarah karier dalam ajang Formula Satu Kebangsaan Bendera Jerman Tim saat ini Mercedes GP Mobil nomor 6 Jumlah lomba 206 Juara dunia 1 (2016) Menang 23 Podium 57 Total poin 1595,5 Posisi pole 30 Lap tercepat 20 Lomba pertama Grand Prix Bahrain 2006 Menang pertama Grand Prix Cina 2012 Menang terakhir Grand Prix Russia 2016 Lomba terakhir Grand Prix Monaco 2016 Klasemen 2016 Posisi 1 (385 poin)
membuka halaman baru dalam hidup saya dan kita lihat apa yang akan terjadi,” kata putra bekas juara dunia F1, Keke Rosberg. Pada Minggu (27/11) lalu Rosberg mengunci titel juara dunia F1 2016, setelah finis kedua di GP Abu Dhabi. Meski menuntaskan balapan sebagai runner up, itu sudah cukup untuknya bertahan di puncak klasemen. Dia menutup musim dengan mengumpulkan 385 poin. Unggul lima angka dibanding rekan setimnya, Lewis Hamilton. Keduanya sudah terlibat persaingan sengit sejak awal musim ini, di mana mereka sempat memuncaki klasemen secara bergantian. Itu merupakan gelar juara dunia pertama buat pebalap asal Jerman itu, yang dia raih di usianya yang ke-31. Rosberg mengikuti jejak ayahnya, Keke Rosberg yang juga jadi juara dunia F1 di 1982. Rosberg mengawali karier F1-nya di tahun 2005 bersama BMW Williams F1 Team. Dia
kemudian menyeberang ke Mercedes GP Petronas F1 Team di tahun 2010 dan bertahan hingga memutuskan pensiun. Sepanjang kariernya Rosberg tampil di 206 balapan. Dia meraih 23 kemenangan, 57 kali naik podium, mendapat 30 pole position, serta mencatatkan 20 fastest lap. Karier Nicolas Erik Rosberg alias Nico Rosberg lahir di Wiesbaden, Jerman, 27 Juni 1985. Pembalap berusia 31 tahun ini adalah seorang pebalap Formula F1 yang kini diperkuat tim Mercedes GP. Sebelum menjadi pembalap F1 dunia, Nico dibina oleh tim Williams. Ia dipercaya untuk turun di ajang Formula 1. Rekam jejak Rosberg pada karier juniornya, ia turun dengan bendera negara Firlandia. Ayahnya Rosberg Keke Rosberg adalah juara dunia F1 pada tahun 1982 yang juga dibina oleh Tim Williams. Awalnya, pada tahun 2006 Rosberg mengawali karier F1 di GP Bahrain. Ia langsung tercatat fastest lap. Rosberg harus menunggu selama 111 balapan sejak awal kariernya sebagai pembalap F1 untuk bisa memenangi lomba pertamanya di GP Cina pada tahun 2012. (kmb33/rtr)
London – Nico Rosberg menyatakan dirinya pensiun sehingga otomatis menyisakan satu kursi kosong untuk diperebutkan di tim Formula Satu (F1) Mercedes sebagai juara dunia konstruktor musim balap 2016. Mercedes bisa saja kesulitan menentukan pilihan, karena nama-nama top di ajang jet darat tersebut sulit untuk keluar dari timnya masing-masing lantaran telah terikat kontrak. Dua pebalap Red Bull, pasangan yang bisa mencatat kemenangan di musim ini selain duo Mercedes, Daniel Ricciardo dan pebalap Belanda berusia 19 tahun Max Verstappen sedang terikat kontrak untuk beberapa tahun ke depan di timnya. Mereka berdua adalah aset berharga untuk Red Bull yang berusaha untuk mengulang prestasi juara dunia konstruktor F1. Selain mereka, figur beken lain adalah juara dunia Formula Satu empat kali Sebastian Vettel dan juara dunia F1 tahun 2007 Kimi Raikkonen yang keduanya masih terikat kontrak di Ferrari. Pebalap yang mungkin saja bisa diajak Mercedes adalah pebalap Spanyol Fernando Alonso. Kontrak Alonso dua kali juara dunia F1 akan habis pada tahun 2017. Selama musim ini Alonso juga kerap mengeluhkan sulitnya dia mendapatkan mobil juara sejak meninggalkan Ferrari menuju McLaren. Jika bisa memilih di antara semua pebalap itu, maka orang nomor satu di F1 Bernie Ecclestone menuturkan bahwa akan menunjuk Alonso. “Itu mungkin saja terjadi. Alonso bisa saja tidak ingin lagi berada di McLaren yang berganti manajemen atau bisa juga McLaren yang sudah bosan dengan dia,” tutur Ecclestone, Sabtu (3/12) kemarin. Alonso sendiri pernah menjadi teman satu tim Lewis Hamilton di McLaren pada tahun 2007, ketika Hamilton baru menjalani debutnya. Di musim itu mereka berdua menyelesaikan musim den-
gan satu poin di belakang Raikkonen di klasemen pebalap. Kalau tidak ada pebalap top lain yang bisa menggantikan Rosberg, yang baru saja merebut juara dunia pebalap musim 2016, nama Pascal Wehrlein bisa dijadikan pilihan. Pebalap muda itu adalah mantan pebalap cadangan Mercedes. Saat ini Wehrlein belum memperbarui kontrak dengan tim yang dibelanya, Manor Racing. Mercedes pun masih memiliki potensi lain, yaitu pebalap Prancis berusia 20 tahun Esteban Ocon yang masih dalam kontrak pabrikan asal Jerman tersebut, meski musim depan akan membalap untuk Force India. Kalau Ocon ditarik oleh Mercedes, maka Wehrlein kemungkinan besar menggantikan posisinya di Force India. Alternatif lain, posisi Rosberg bisa digantikan pebalap Finlandia Valtteri Bottas yang kini membela Williams. Bottas sendiri merupakan pebalap yang kariernya banyak dibantu oleh bos tim Marcedes Toto Wolf yang sebelumnya bekerja untuk Williams. Adapula Felipe Nasr, pernah menjadi pebalap uji Williams yang tempatnya di Sauber sedang terancam setelah kehilangan sponsor utama Banco do Brazil. Satu lagi yang diyakin bisa tergoda dengan Mercedes adalah juara dunia F1 tahun 2009 Jenson Button, meski pebalap Inggris tersebut sudah menyatakan tidak akan membalap lagi usai musim 2016. “Setelah balapan ini saya tidak ingin lagi membalap di Formula Satu. Ini akan jadi yang terakhir,” tutur Button yang pernah menjadi rekan setim Hamilton di McLaren pada 2010-2013. Akan tetapi, perlu diingat selalu ada kejutan di Formula Satu, seperti apa yang dilakukan Rosberg pada Jumat (2/12) kemarin ketika dia menyatakan pensiun, sehingga sontak mengejutkan penggemar F1. (kmb33/rtr)
OLAHRAGA
10
Minggu Pon, 4 Desember 2016
FIGUR
Perjuangan Yanto Menonton Timnas Bogor – Di semifinal Piala AFF 2016 antara Indonesia kontra Vietnam, ribuan suporter dari berbagai daerah memadati Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Dengan beratribut serba merah-putih mereka nampak sangat antusias untuk memberikan dukungan kepada Skuad Garuda untuk memenangkan laga semifinal Piala AFF 2016 ini. Semangat tersebut ditunjukan oleh suporter asal Madura benama Yanto (52). Meski umurnya sudah tidak muda lagi, dirinya rela berangkat seorang diri demi menonton Timnas Indonesia bertanding. “Saya berangkat sendiri naik bus dari Madura kemarin sore. Sampai di Bogor pagi tadi langsung ke stadion,” katanya di area Stadion Pakansari, Sabtu (3/12) kemarin. Meski belum
mendapatkan tiket untuk menonton pertandingan, dirinya tetap antusias datang ke Stadion Pakansari untuk mendukung Timnas Indonesia. “Kalau tiket sih belum dapet mas, tadi ditawarin calo tapi harganya mahal sekali. Saya tunggu dari suporter lainnya saja, siapa tau masih ada sisa tiket,” ungkapnya. Kakek yang sehari-harinya bekerja serabutan ini mengaku sengaja mengumpulkan uang sekitar satu bulan lalu untuk bekal perjalanan selama menonton Timnas Indonesia bertanding. “Lumayan lama mas ngumpulin uangnya sedikitsedikit. Saya memang kalau Indonesia main mau bola atau bulutangkis bela-belain. Untung kelua keluarga mendukung,” paparny paparnya. Menurutnya, menonton pert pertandingan Indon donesia terlebih dal dalam laga bergen gengsi ini merupaka pakan suatu hal yan yang wajib kareena kecintaannya terhadap bangsa Indonesia. “ S a y a kalau enggak nonton malah biasanya sakit mas. Jadi ssaya paksain m mau di mana itu saya bera rangkat selama ma masih terjangka kau,” jelasnya. (a (ant)
Marquez Kurang Puas dengan Mesin Baru Honda Aalst – Pembalap kebanggaan Repsol Honda yang juga merupakan juara dunia MotoGP 2016, Marc Marquez ternyata belum puas dengan mesin motor terbaru RC213V yang akan ia gunakan untuk MotoGP 2017. Marquez mencoba mengevaluasi soal mesin ini setelah menjalani beberapa tes pascamusim MotoGP 2016. Menurutnya cukup banyak yang harus diperbaiki, salah satunya masalah akselerasi. Baby Alien merasa akselerasi tunggangannya masih kalah dari pabrikan rival macam Yamaha, Ducati dan bahkan Suzuki. Karena itu, joki berusia 23 tahun itu pun meminta pada Honda untuk merevisi mesin barunya sebelum uji coba di sirkuit Sepang, Malaysia pada
30 Januari 2017. “Saya bisa mendapat lebih banyak daya cengkram pada ban. Saya juga bisa lebih mudah mengatur gas dan mendapat banyak hal positif lainnya. Tapi, lalu datang mesin baru dan perangkat elektronik baru,” ucap Marquez, Sabtu (3/12) kemarin. “Mesin baru ini jika daya cengkram ban menurun, kami harus menyesuaikan begitu banyak hal. Titik lemah kami, yakni akselerasi belum juga hilang. Saya gembira dengan progress saat ini. Tapi Honda masih perlu usaha lebih keras lagi sepanjang musim dingin agar bisa memberi saya sesuatu sebelum uji coba di Malaysia,” urai lima kali juara Grand Prix tersebut. (kmb33/rtr)
GOL - Zlatan Ibrahimovic merayakan gol yang dicetaknya ke gawang West Ham United di ajang Piala Liga Inggris.
Everton Vs MU
Mou Incar Poin Penuh London -
Manchester United bertekad untuk meraih kembali kemenangan di ajang EPL. Untuk itu pasukan Setan Merah akan membidik poin penuh saat menyambangi Goodison Park, markas Everton malam nanti. Selama beberapa pekan terakhir Manchester United memang tengah tidak beruntung di ajang EPL. Seusai jeda internasional mereka belum kunjung meraih kemenangan, kendati mereka tampil mengesankan saat melawan Arsenal dan West Ham United. Untuk itu mereka akan mencoba mencuri kemenangan di Merseyside. Kendati tidak meraih kemenangan di EPL, namun Manchester United menunjukan performa yang luar biasa di ajang Europa League dan Piala Liga. Pada tengah pekan lalu mereka sukses membabat West Ham United dengan skor telak 4-1. Kemenangan tersebut tentu mendongkrak kepercayaan diri anak asuh Jose Mourinho jelang bertandang ke markas Everton nanti. “Terkadang ketika manajer datang untuk menangani klub baru maka pendekatan sebenarnya tak terlalu signifikan,” ujar Mourinho, Sabtu (3/12) kemarin. “Dalam kasus tersebut maka harus ada sedikit sentuhan, atau hanya sidik jari dari sosok baru dan anda bisa mendapat banyak hal. Sekarang di sini kami mencoba untuk melakukan yang berbeda. Mungkin kami bisa mendapatkan serangkaian hasil bagus apabila tak mencoba untuk bergerak sebaliknya. Saya tak bicara soal taktik atau sistem, saya berbicara soal kemauan tim ini untuk bermain dan itu sangat sulit untuk
diubah,” katanya lagi. “Di liga kami tak mendapatkan hasil sesuai keinginan, karena performa kami sendiri. Memang kami berkembang, kami tahu ke mana akan melangkah dan destinasi menjadi juara, tapi mungkin tak bisa melakukannya musim ini,” imbuh pelatih asal Portugal itu. Dengan skema 4-2-3-1, Zlatan Ibrahimovic masih menjadi andalan Mou di lini serang Setan Merah. Penampilan spektakuler Henrikh Mkhitaryan dan Anthony Martial pada laga EFL Cup lalu membuat kedua pemain dipercaya akan menjadi starter pada laga ini. Paul Pogba yang harus absen tengah pekan lalu karena hukuman akumulasi kartu juga diprediksi akan tampil sebagai starter pada laga ini. Kubu tuan rumah sendiri juga tengah berada dalam kondisi yang kurang optimal. Mereka juga belum meraih satu kemenangan dalam enam laga EPL terakhir mereka, di mana terakhir kali mereka ditaklukkan oleh Southampton dengan skor tipis 1-0. The Toffees sendiri juga punya sejarah yang kurang bagus saat berhadapan dengan MU, di mana mereka hanya menang satu kali dalam lima pertemuan terakhir melawan MU, sehingga mereka harus bekerja keras agar tidak malu di depan pendukung mereka sendiri. Menjamu MU di Goodison Park, pelatih Ronald Koeman dipastikan tidak bisa memainkan Muhamed
Pau Gasol tampil baik dengan 19 poin, 10 rebound, dan dua assist. Di kubu Wizards ada Marcin Gortat dengan 21 poin, 18 rebound, dan dua assist. Spurs sementara duduk di posisi kedua klasemen Wilayah Barat dengan 16 kemenangan dan empat kekalahan. Dari Wilayah Timur, juara bertahan sekaligus pemuncak klasemen Cleveland Cavaliers menelan kekalahan ketiga beruntun usai takluk 105-111 dari Chicago Bulls. Jimmy Butler (26 poin), Dwayne Wade (24 poin), dan Taj Gibson (23 poin) memporak-porandakan pertahanan Cavs. Tapi Rajon Rondo tampil memukau dengan membuat triple-double 15 poin, 12 assist, dan 11 rebound. LeBron James yang menyumbang 27 poin disusul Kyrie Irving dengan 20 poin dan 15 poin dari Kevin Love. (kmb33/rtr)
BPM/ap
Pau Gasol
Hasil Pertandingan Lainnya Houston 128 LA Clippers 114 Detroit 121 BOSTON 97 TORONTO 113 NY KNICKS 118 Orlando 105
DENVER 110 NEW ORLEANS 96 ATLANTA 85 Sacramento 92 LA Lakers 80 Minnesota 114 PHILADELPHIA 88
Besic dan Matthew Pennington yang mengalami cedera. Kondisi Tyias Browning, Arouna Kone dan James McCharty juga diragukan bisa tampil sejak awal pada laga ini. Koeman sendiri kemungkinan masih akan memainkan skema 4-23-1, di mana Romelu Lukaku akan menjadi ujung tombak mereka pada
laga ini. Di sektor sayap, Koeman akan menurunkan duet Yannick Bolasie dan Aaron Lennon untuk membantu serangan The Toffees. Di lini pertahanan Ashley Williams dan Phil Jagielka akan berduet di depan Maarten Stekelnburg yang bertugas mengawal gawang Everton. (kmb33/ rtr)
Perkiraan Susunan Pemain Everton (4-2-3-1): Stekelenburg; Baines, Williams, Jagielka, Coleman; Gueye, Barry; Bolasie, Barkley, Lennon; Lukaku Manchester United (4-2-3-1): De Gea; Blind, Rojo, Jones, Valencia; Carrick, Herrera; Martial, Pogba, Mkhitaryan; Ibrahimovic Statistik Kedua Tim Head to Head 04/08/16 Manchester United 23/04/16 Everton 03/04/16 Manchester United 17/10/15 Everton 26/04/15 Everton
0-0 1-2 1-0 0-3 3-0
Everton (Uji Coba) Manchester United (FA Cup) Everton (EPL) Manchester United (EPL) Manchester United (EPL)
Lima Pertandingan Terakhir Everton (K-M-K-S-K) 22/10/16 Burnley 2 - 1 Everton (EPL) 30/10/16 Everton 2 - 0 West Ham United (EPL) 06/11/16 Chelsea 5 - 0 Everton (EPL) 19/11/16 Everton 1 - 1 Swansea City (EPL) 27/11/16 Southampton 1 - 0 Everton (EPL) Lima Pertandingan Terakhir Manchester United (M-S-M-S-M) 06/11/16 Swansea City 1 - 3 Manchester United (EPL) 19/11/16 Manchester United 1 - 1 Arsenal (EPL) 25/11/16 Manchester United 4 - 0 Feyenoord (UEL) 27/11/16 Manchester United 1 - 1 West Ham United (EPL) 01/12/16 Manchester United 4 - 1 West Ham United (EFL)
Pujian untuk Muller
Spurs Menang Dramatis San Antonio – San Antonio Spurs menang dramatis atas Washington Wizards. Lewati gim ketat, Spurs menang 107-105 atas Wizards di AT&T Center. Pada pertandingan yang digelar, Sabtu (3/12) kemarin Spurs sempat unggul 10 poin di babak pertama, namun Wizards mengejar terus. Bahkan Spurs tertinggal satu poin dari Wizards usai Bradley Beal mencetak tiga poin di sisa 53,4 detik. Peluang Spurs untuk mengamankan laga ini nyaris sirna ketika tembakan tiga angka Patty Mills meleset, namun untung LaMarcus Aldridge mampu memanfaatkan bola rebound. Sampai akhirnya jump shot dari Kawhi Leonard di sisa 6,1 detik memberikan kemenangan tipis satu bola, 107-105 untuk melengkapi torehan 26 poinnya di gim ini.
BPM/ap
Thomas Muller
BPM/ap
Munich – Pelatih Bayern Munich, Carlo Ancelotti memuji kemampuan yang dimiliki penyerangnya, Thomas Muller. Menurutnya, penyerang serbaguna tersebut memiliki kerja cerdas di lapangan hijau ketika berhadapan dengan Mainz pada Sabtu (3/12) kemarin. Pelatih berkebangsaan Italia tersebut sangat kagum dengan cara bermain Muller yang sukses membantu empat kali juara bertahan Bundesliga dengan skor 3-1. Kala itu penyerang berkebangsaan Jerman tersebut sukses memberikan assist kepada Arjen Robben yang menyarangkan gol kedua pada menit 21.
“Muller bermain dengan sangat bagus. Saya selalu mengatakan dia merupakan pemain yang sangat cerdas. Ia bisa bermain pada sejumlah posisi di lini depan,” tutur pelatih berusia 57 tahun tersebut. “Muller dapat mengubah posisinya, namun ia sangat suka bermain di lini depan. Terbukti pada babak pertama mereka sukses menunjukkan kombinasi yang baik secara bersama-sama. Itu merupakan sebuah pertandingan sulit, tapi kami sukses memperoleh hasil yang baik,” tambahnya. Meski begitu dia mengalami krisis gol di Bundesliga musim ini, dan masih belum berhasil menciptakan gol
dari delapan pertandingan. Phillip Lahm mendukung kompatriotnya untuk bisa mengakhiri paceklik golnya di Bundesliga. Lahm sama sekali tidak khawatir dengan performa Muller, dan yakin sang pemain akan bisa segera kembali mencetak gol. “Dalam 10 pertandingan saya telah berhasil mencetak lebih banyak gol dibandingkan dia,” ungkap fullback itu. “Saya beberapa kali meledek dia dengan hal itu. Namun kualitas yang Thomas miliki, saya yakin semua ini hanya masalah waktu dan dia pasti akan kembali mencetak gol lagi,” tutupnya. (kmb33/ap)
Publik Brazil Geram Pesawat Chapecoense Kehabisan Bahan Bakar
Madellin – Insiden maut yang menimpa klub asal Brasil Chapecoense masih menyisakan duka yang mendalam. Penyebab jatuhnya pesawat LaMia Airlines Flight 2933 yang mengangkut para pemain Chapecoense dari ketinggian 9,000 kaki diduga karena kehabisan bahan bakar. Penyebab kecelakaan yang merenggut nyawa sebanyak 76 orang ini ternyata membuat geram publik Brasil. Salah satunya adalah pesepak bola wanita Chapecoense U-17, Nataly Ferranti. “Itu adalah kesalahan yang mengakhiri kehidupan, mengakhiri Chapecoense. Saya merasa marah,” ujarnya, Sabtu (3/12) kemarin. Menurut media O Globo, saat itu pesawat LaMia Airlines Flight 2933 sempat mengalami keterlambatan
jadwal. Sebelumnya dikabarkan bahwa pesawat itu akan transit dari Sao Paulo ke Cobija, Bolivia. Namun akhirnya rencana itu dibatalkan lantaran bandara tidak beroperasi di malam hari. Akibatnya sang pilot harus terbang tanpa mengisi bahan bakar. Tak hanya itu, sang pilot juga sebelumnya sempat menginformasikan jika dirinya meminta izin untuk mendarat karena adanya masalah bahan bakar. Bahkan pada kejadian tersebut, pesawat yang membawa para pemain Chapecoense ini dibuat menunggu selama tujuh menit karena adanya pengalihan untuk pesawat lain. Walhasil empat menit kemudian pesawat itu langsung kehilangan kendali dan terjatuh. (kmb33/ap)
BPM/rtr
Duka - Karangan bunga diletakkan di Stadion Arena Conda kandang klub Chapecoense, Sabtu (3/12) kemarin.
Minggu Pon, 4 Desember 2016
11
GELANGGANG
Bali United Ditahan Arema Cronus Gianyar (Bali Post)-
Sempat unggul 2-0, akhirnya tuan rumah Bali United (BU) gagal mengamankan kemenangan di kandang setelah ditahan tamunya Arema Cronus dengan skor sama kuat 2-2, dalam lanjutan Kompetisi Torabika Soccer Championship 2016 yang berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar hari Sabtu (3/12) kemarin. BPM/wan
JAYA DHARMA — Turnamen tenis meja memperebutkan Jaya Dharma Cup VI/2016, digelar di Gedung Wiswa Budaya Desa Adat Legian dan berakhir, Minggu (4/12) ini.
Tim Tenis Meja Legian A Jumpa Blahkiuh A Mangupura (Bali Post)Tim tenis meja Legian A bertemu Blahkiuh A di babak semifinal pada nomor beregu antardesa dan kelurahan se-Badung di ajang Dharma Jaya Cup VI/2016 di Gedung Wiswa Budaya Desa Adat Legian, Badung, Minggu (4/12) ini. Semifinalis lainnya, tim tenis meja Kuta A meladeni Dauh Yeh Cani A. Sementara di nomor beregu putra terbuka se-Bali, tim-tim unggulan masih melaju mulus pada babak penyisihan. Tim PDAM Buleleng menekuk Singasari B 2-0. Komang Sugita mengalahkan Andi 3-0 (12-10, 11-5, 117), serta Teddy menang atas Wira 3-0 (11-5, 11-7, 11-5). Hikada A Klungkung menang atas Jembrana A 2-0. Andre unggul atas Sika Wirawan 3-0 (11-7, 11-2, 13-11), serta Arik menundukkan Putranata 3-0 (11-1, 11-2, 117). Celepuk mengalahkan KNB Jimbaran 2-0. Wahyuda mengalahkan Dewa 3-0 (11-3, 11-3, 11-3), seta Hendra menang atas Hendra 3-0 (11-4, 11-4, 11-7). Tim unggulan lainnya, BPD Banten menaklukkan Bineka 2-0. Komang Abud Sumerta mengalahkan Gusti 3-0 (11-6, 11-6, 11-2), serta Gus Par menundukkan Dewa 3-0 (11-6, 11-3, 11-5). Wirapena menundukkan Hard Rock Hotel 2-0. Bayu Santika menaklukkan Deri 3-0 (13-11, 11-7, 11-9), Windu mengalahkan Ngurah 3-0 (11-8, 11-3, 11-6). Rajawali C dikalahkan Disduk Capil Tabanan 0-2. Komang SW dikalahkan Agus Wira 2-3 (9-11, 12-10, 11-7, 4-11, 9-11), Bayu harus mengakui ketangguhan Rai Dwipayana 0-3 (3-11, 5-11, 6-11). Hasil lainnya, Singasari A menaklukkan Kusuma 2-0. Yoga mengalahkan Adit 3-0 (11-6, 11-8, 11-8), Iis menang atas Sila 3-0 (11-7, 12-10, 11-7). Tuan rumaha Jaya Dharma C dikalahkan Singasari C 0-2. Junior dikalahkan Gung De 0-3 (3-11, 7-11, 5-11), Wayne ditundukkan Edu 0-3 (4-11, 10-12, 3-11). Ketua Panpel Putu Jerry Akira Dinata menyatakan babak semifinal antardesa dan kelurahan se-Badung, serta delapan besar beregu putra terbuka se-Bali dimulai, Minggu (4/12) pagi ini. ‘’Sementara babak final dimulai pukul 14.00 Wita,’’ jelas Jerry. (022)
Tim yang berjuluk serdadu tridatu itu sejak kick off terus mengurung pertahanan Arema Cronus yang diperkuat pemain pilar mereka seperti Cristian Gonzales, Hamka Hamzah, Ferry Aman Saragih, Johan Alfarizi, Goran Gancep. Terbukti tim besutan Indra Sjafri itu mampu mencetak gol lewat Alsan Putra Masat Sanda menit ke-27. Sepakan yang dilepaskan Alsan sukses menjebol gawang Achmad Kurniawan. Meski Arema Cronus berusaha mengejar ketinggalan, akan tetapi hingga turun minum sementara skor 1-0 untuk keunggulan tim tuan rumah. Di paruh babak pertama para pemain Bali United tidak mengendorkan tekanan ke jantung pertahanan tim yang berjuluk Singo Edan tersebut. Terbukti Bali United mendapat hadiah penalti menit 73 setelah pemain Arema menjatuh-
kan salah satu pemain Bali United di petak terlarang. Fadil Sausu yang menjadi eksekutor sukses menjalankan tugasnya. Tembakan yang dilepaskan tak bisa ditepis kiper Arema Achman Kurniawan. Merasa di atas angin, Bali United justru pertahanan mereka lengah. Terbukti Arema menit 82 mampu memperkecil kekalahan menjadi 1-2 lewat gol yang diciptakan Esteban Gabrel Vizcara. Esteban yang lepas dari pengawalan pemain belakan Bali United akhirnya sukses menjebol gawang Rully Desrian. Bahkan kemenangan yang sudah di depan mata seketika buyar setelah Arema mampu menyamakan kedudukan menjadi 2-2, setelah di waktu tambahan tepatnya menit 93 lewat Hamka Hamzah yang kembali memjebol gawang Rully untuk kali kedua. Hingga peluit panjang dibu-
nyikan wasit Yudi Nurcahya dari Bandung, skor sama kuat 2-2. Indra Sjafri mengatakan, meski gagal meraih poin tiga di kandang, akan tetapi pihaknya tetap bersyukur atas satu poin ini. “Pemain sudah berjuang maksimal. Hanya di menit-menit akhir mereka kurang konsentrasi. Sehingga tim lawan bisa menyamakan kedudukan,” terang Indra Sjafri. Sementara di bagian lain, Milomir Seslija mengatakan meski sempat ketinggalan dua gol lebih dulu, akan tetapi asuhannya tidak menyerah begitu saja. Mereka mencoba bersabar untuk memperkecil kekalahan. Akhirnya upaya itu membuahkan hasil. “Bahkan berkat kerja keras semua pemain sampai pertandingan akhir, tim akhirnya mampu mengimbangi tuan rumah Bali United,” ungkapnya. (kmb41)
Kalah Penalti, Putra Tresna Terhenti Denpasar (Bali Post)Kesebelasan Putra Tresna U-17 Denpasar gagal mengamankan satu tiket ke babak semifinal Piala Soeratin Putaran Nasional 2016, setelah di babak delapan besar kalah lewat adu penalti dengan skor 1-4 atas Askot Persiba Balikpapan yang dilaksanakan di Stadion Sultan Agung, Bantul, Yogyakarta, Sabtu (3/12) kemarin. Adu kiper itu dilakukan setelah sepanjang 90 menit plus tambahan waktu 2 X 15 menit, kedua kesebelasan bermain imbang 1-1. Di mana Putra Tresna lebih dulu sempat unggul 1-0 menit 19, lewat gol yang diciptakan Yoga Arta. Namun apes menimpa Putra Tresna. Pasalnya, mereka harus bermain dengan 10 pemain setelah salah seorang pemain Putra Tresna Yogi Arta mendapat kartu merah usai, melanggar pemain Askot Persiba Balikpapan sehingga wasit Ikshan Prasetya Jati asal Bantul mengusir Yogi Arta. Bermain dengan 10 pemain jelas dimanfaatkan lawan untuk menyamakan skor. Terbukti menit ke 57 Askot Persiba Balikpapan menyamakan skor menjadi 1-1 lewat gol yang dilesakkan Muhammad Ramadhan. Hingga waktu normal 90 menit, skor sama kuat 1-1. Setelah itu dilakukan tambahan waktu 2 x 15 menit. Selama waktu tambahan tidak ada juga ada gol lagi dari kedua kubu. Sehingga memaksa harus dilakukan adu tendangan penalti. Dalam tendangan adu penalti tersebut, dua penendang Bali yakni Harleem dan Juli gagal, dan satu tendangan Yoga Andika masuk. Sementara lawan mampu menceploskan empat gol masing-masing lewat Ilham, Muhammad Rizal, Muhammad Ramadhan, dan Said Puasa. Sehingga membawa kemenangan Askot Persiba Balikpapan 4-1 atas Putra Tresna Denpasar. Pelatih kepala Putra Tresna, Dede Mahatma Dharma saat dikonfirmasi, Sabtu (3/12) kemarin menjelaskan sejatinya asuhannya mampu mencetak gol lebih dulu. Akan tetapi, sayangnya satu pemainnya mendapat kartu merah setelah melanggar pemain Askot Persiba Balikpapan. “Kekurangan pemain dimanfaatkan oleh lawan untuk mencetak gol penyeimbang. Padahal dari segi permainan kami cukup menguasai. Hanya dalam adu kiper kami belum beruntung. Tapi kami sangat apresiasi semua pemain yang telah berjuang sampai babak delapan besar. Semoga tahun berikutnya tim bisa meraih hasil yang lebih baik lagi,” ungkap Dede Mahatma Dharma. (kmb41)
BPM/wan
TERHENTI — Langkah Tim Putra Tresna U-17 terhenti pada babak delapan besar turnamen Piala Soeratin 2016 Putaran Nasional, pasca kalah adu penalti melawan Askot Persiba Balikpapan di Stadion Sultan Agung Bantul, Sabtu (3/12) kemarin.
BPM/kmb23
PEMBUKAAN - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, bersama dengan Presiden Persilat H. Prabowo Subianto pada pembukaan Kejuaraan Dunia ke-17 Pencak Silat, Sabtu (3/12) di GOR Lila Bhuana. Sebanyak 40 Negara dan 532 atlet turut serta memeriahkan kejuaraan ini.
IB Toni Astawa
BPM/ist
IB Toni Nakhodai KONI Denpasar Denpasar (Bali Post)Ida Bagus Toni Astawa resmi menakhodai KONI Kota Denpasar masa bakti 20172021, dalam musorkot KONI Denpasar di Gedung Disbud Denpasar, Sabtu (3/12) kemarin. IB Toni merupakan calon tunggal dan terpilih secara aklamasi menggantikan Nyoman Putrawan. Pimpinan Sidang Ketut Suteja Kumara sempat menanyakan kepada peserta musorkot, apakah ada pemilik suara yang mengajukan kandidat selain IB Toni. Kenyataannya peserta tak ada mengajukan calon lain, sehinga Toni Astawa melengang mulus. IB Toni Astawa bersama Nyoman Putrawan (pengurus demisioner), dan Suteja Kumara (wakil pengkot cabor) diberi kesempatan menyusun kabinet sampai dengan 31 Desember mendatang. Usai terpilih, IB Toni menyatakan dirinya tak membayangkan bisa menjabat Ketum KONI Denpasar. Alasannya, sejak kecil dirinya sebagai pebulu tangkis, obsesinya hanya ingin juara di Bali dan sekolah di Ragunan. ‘’Kedua cita-cita saya tak tercapai,’’ jelasnya. Justru dirinya sejak SMA sering
menjadi manajer tim klub bulu tangkis di desanya. Bahkan saat kuliah di Unud IB Toni juga aktif di keolahragaan, khususnya Bapomi. Diakuinya, sebagai mantan atlet dirinya sadar mengurus olah raga itu menyita tenaga, waktu, pikiran, serta dana. Karena itu dia merasakan mengurus olahraga perlu ngayah, payah, dan mayah. ‘’Untuk itulah saya mohon dukungan pengurus dan seluruh pengkot cabor dalam rangka memajukan olahraga di Denpasar,’’ ucapnya. Sementara Ketua Umum KONI sebelumnya, Nyoman Putrawan berpesan agar pola pembinaan olahraga di Denpasar sudah berstandar nasional, namun tetap perlu sentuhan inovasi dan terobosan baru. Pada bagian lain, Wakil Wali Kota IGN Jayanegara juga berharap sosok ketua umum KONI baru supaya bisa menjalin komunikasi harmonis dengan pemerintah, insan olahraga, serta masyarakat. ‘’Denpasar boleh berbangga, di antara 20 keping emas PON Bali, 12 diantaranya disumbangkan atlet Denpasar,’’ ungkap Jayanegara. (022)
Perseden Beri Kado Medali Buat Ketua KONI Baru
BPM/kmb28
PIALA — Wabup Tabanan I Komang Gede Sanjaya mengangkat piala bergilir Sri Sultan Hamengku Buwono X, dalam kejuaraan nasional silat Perisai Diri Antarpelajar III/2016 di GOR Debes, Tabanan 3-7 Desember.
Kejurnas PD Antarpelajar
Diikuti 731 Pesilat Indonesia, Timor Leste dan Australia Tabanan (Bali Post) Menjelang akhir tahun ini, Kabupaten Tabanan mendapat sebuah kebanggaan di bidang olahraga. Ini menyusul terpilihnya Kabupaten Tabanan sebagai tuan rumah pelaksanaan Kejuaraan Nasional Keluarga Silat Nasional Perisai Diri(Kejurnas Kelatnas PD) Antarpelajar III/2016, memperebutkan piala bergilir Sri Sultan Hamengku Buwono X. Event bertaraf nasional yang pertama kalinya digelar di Bali, dan melibatkan partisipasi dari Timor Leste dan Australia ini dibuka Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya di GOR Debes, Sabtu (3/12). Pembukaan event tersebut ditandai dengan bunyi okokan yang diguncang bersama-sama antara Wakil Bupati Sanjaya, Ketua KONI Kabupaten Tabanan Dewa Gede Ary Wirawan, Ketua IPSI Bali Dewa Bagus Made Suharya, Wakil
Ketua PD Pusat dr. Mardjo Soebiandono dan Ketua Pembina PD Kabupaten Tabanan I GNB Danendra. Dalam laporan Ketua KONI Tabanan Dewa Gede Ary Wirawan, kejuaran ini merupakan salah satu rangkaian dalam memperingati Hari Ulang Tahun ke-50 Perisai Diri Kabupaten Tabanan yang didirikan oleh I GNB Danendra bersama I GN Agung Artawa pada 6 Desember 1966. “Waktu itu pendiriannya diresmikan Bapak Raden Mas Subandiman Dirjo Atmojo di Gedung Maria. Dan sekarang kami berterima kasih kepada Ketua Umum Pengurus Pusat Keluarga Silat Nasional Indonesia Perisai Diri Ir Dwi Soetjipto yang telah mempercayakan Tabanan untuk menggelar kejuaraan ini,” ungkapnya. Menyangkut kejurnas, sambungnya, event tersebut akan digelar dari, Sabtu (3/12) sampai dengan 7 Desember
2016. Ada 731 pesilat dari 134 kontingen dari Indonesia, Timor Leste dan Australia. “Kejuaraan ini dimaksudkan sebagai wahana untuk lebih memahami esensi, eksistensi, dan ekspresi Keluarga Silat Nasional Indonesia Perisai Diri. Terutama yang bekaitan dengan bentuk, fungsi, dan maknanya. Termasuk nilainilai filosofis yang terkandung di dalamnya,” imbuhnya. Ungkapan terima kasih juga disampaikan Wakil Bupati Sanjaya kepada Pengurus Pusat PD yang telah mempercayakan Tabanan sebagai lokasi pelaksanaan kejuaraan nasional ini. “Perisai Diri telah menjadi perguruan bela diri yang merakyat di Tabanan yang telah memberikan kontribusi selama 50 tahun sejak didirikan pada 1966. Saya pun dalam kesempatan ini ingin mengucapkan Dirgahayu Perisai Diri Tabanan yang ke-50,” tandasnya. (kmb28)
Denpasar (Bali Post)Tim Perseden Denpasar yang sukses menggebuk lawannya Persikota Tangerang dengan skor 5-0, bakal berjuang memasuki babak semifinal melawan Persiku Kudus dalam Liga Nusantara Putaran Nasional di Stadion Sultan Agung, Bantul, Selasa (6/12) lusa. Ketua Askot PSSI Kota Denpasar Eko Supriadi di sela-sela musorkot KONI Denpasar, Sabtu (3/12) kemarin menjelaskan, Tim Laskar Catur Muka sudah kepalang basah melakoni Liga Nusantara. Oleh sebab itu, Perseden tetap dituntut menang melawan Persiku hingga melenggang ke babak final. ‘’Tim mana pun lawan kami tak masalah, yang penting Perseden harus menang dan melaju ke laga pamungkas,’’ ucapnya.
Ia sengaja memberikan kado medali buat Ketua KONI Denpasar yang baru terpilih IB Toni Astawa. Tujuannya supaya kinerja KONI Denpasar yang dipimpin IB Toni Astawa makin membawa angin segar bagi perkembangan, berikut prestasi olahraga di Denpasar. ‘’Apa pun perolehan medali Perseden di Liga Nusantara kami tetap mempersembahkan buat IB Toni,’’ ucapnya. Sementara Penasihat Askot PSSI Denpasar IGN Jayanegara tetap berharap Nengah Repot Sulendra dan kawan-kawan bakal all-out dalam meladeni Persiku Kudus. ‘’Kami harap tim polesan duet pelatih Nyoman Ambara dan AAK Bramastra bisa menaklukkan Persiku hingga Perseden bisa melaju ke babak final,’’ ungkapnya. (022)
BPM/kmb
SEMIFINAL — Pesepak bola Perseden Agus Kayun Dwipayana sedang menggiring bola. Agus Kayun ikut andil menyumbang gol ke gawang Persikota Tangerang, KLQJJD PHPEDZD 3HUVHGHQ PHODMX NH EDEDN VHPLÀQDO Liga Nusantara Putaran Nasional meladeni Persiku Kudus, Selasa (6/12) lusa.
12
Minggu Pon, 4 Desember 2016
Sastra
Redité Pon, 4 Desember 2016
I Kaki Dengkil
Laku Yama SAMPUN tambakina mangda nénten luas ka Kuthanegara antuk cucunné, I Doglagan soréné puniki, nanging I Kaki Dengkil mamuuk. Baos cucunné sané nganikaang sabehé jagi ngéyég rainané puniki tur jagi méweh ngrereh montor tumpangina, nénten karengeang. Waluya asapunika I Kaki Dengkil. Nénten wénten sané prasida nambakin wantah sampun Ipun mamanah. Kali napi ja mamanah mamargi, kali kénten Ipun mamargi. Lemahpetengé nénten rengeanga. Gesit-kebusé nénten rasaanga. “Lakar kenapa baana tekén ujané, lakar kénkén baana tekén kebus baangé? Lamun ada ujan ento ciri Ida Bhatara Wisnu tedun nyukertaang jagat. Lamun suryané ngentér, ento cihna Ida Bhatara Siwa nangun urip apang jagaté gemuh.” Asapunika I Kaki Dengkil mawacana ring I Doglagan sané jejeh kakinné belus litig nyanan keni sabeh ring Kuthanegara. I Doglagan nénten madué kanda antuka kacawis asapunika antuk kakinné. Kileng-kileng Ipun nénten midep masaut. Wantah panjanganga, sinah malih kakinné jagi ngakéhang narmawacanain Ipun. Gelisin satua, I Kaki Dengkil sampun mailehan mamargi ring Kuthanagara, ngobok toya sabehé sané ngéyég tedun kantos wenginé puniki. “Sing ja ada banjir jani di Kuthanegara? Né mara luung pagaén danéswarané! Mara ukuha pentil kuping Kepala PU-né lamun nu ada banjir.” Kenyar-kenyir I Kaki Dengkil mabaos asapunika. Aéngan ring Walikota Ipun nagih mentil kuping pejabat. “Yén bandingang ajak imaluan, marasa pesan Kuthanegarané jani sayan cupek. Telah suba carik-abiané dadi umah jani. Énggal pesan carik-abiané dadi umah sawiréh sayan ngliunang anaké merluang umah. Sawiréh ngliunang anaké ané ngelah carik-abian merluang pipis. Ngupapira urip kamula perlu béa! Nyén lakar pelihang? Anaké ané ka Kuthanegara ngalih gaé, apang ada anggona ngupapira urip magaé peteng lemah. Anaké ané ngelah carik-abian paling ngalih gaé lakar anggona ané patuh. Sujatiné, makejang masaing ngruruh mertha lakar anggona ngupapira urip. Ané tusing ngelah apa, lima-batisné anggona magaé mapeluhpeluh. Anaké nu ngelah carik-abian, patutné carik-abiané resikina apang ngelah asil. Nah, sawiréh asilné apang énggal ngenah, liunan ané ngadep carik-abiané.” Malingser sirah I Kaki Dengkilé ngamanahang ngudiang gelis pisan carik-abiané iriki dados karang paumahan. I Kaki Dengkil lempuyengan ngamanahang pikobeté sané sampun katah ring Kuthanegara. Nénten kamanten carik-abiané cukupan dados kawangun sané telas dados karang paumahan, naler sané ngranjing jalur ijo telas sekakidik dados karang paumahan. Pameréntahé sakadi nénten uning pikobeté punika sampun mamargi. “Kénkén né? Ngudiang bisa kakéto? Nyén ané pelih né?” I Kaki Dengkil mapawilangan padéwékan, ngalaca-laca sapusira sané iwang ri tepengané sapunika? Kocap sampun wénten uger-uger, sampun wénten sepat siku-siku parindikané punika. Iteh I Kaki Dengkil ngwilangin indik iwangpatuté ngenén parindikan uger-ugeré sané kalanggar punika. Uger-uger indik genah ngwangun wewangunan pameréntah, wewangunan wautsahayan, tur wewangunan paumahan. Asapunika Ipun mamargi nglaku-laku saking Kreneng ngalérang sesampuné numbas ajengan. Rauh delod stadioné, Ipun makesiab santukan rumah sakité sampun majujuk, sampun jagi puput. “Nah, né suba... pameréntahé padidi nglanggar? Koné dini tusing dadi ngaé rumah sakit, ngudiang dini wanguna? Tusing di tongosé ané lénan?” Asapunika I Kaki Dengkil ngrimik padéwékan. Paningalané nadak ngencorot barak, cihna basangné ngrudeg gedeg pisan. “Nah, né suba... pragat suba pawilangané! Ané ngaé uger-uger jani nglanggar uger-uger ané gaéna padidi? Né madan daridra yadnya, pamuput yadnya ané ngorain ngingsak bantené padidi. Dija ada pamangku, padanda, ngorain ngingsak banten? Pameréntah kamula patut ngaé uger-uger, kuala cara ngorain apang nglanggar uger-ugerné padidi. Pameréntah dadi nglanggar kuala rakyaté tusing dadi?” Sambilanga matungked bangkiang I Kaki Dengkil nuding-nuding wewangunan rumah sakit matané ring Kreneng punika. “Né apang tawang nah Pak... pameréntah kamula geginané ngaé uger-uger apang guminé sutrepti. Tusing puput amonto dogén, pameréntahé masé ngawasin apang uger-ugeré ané suba kasumanggemin tusing langgara. Tusing pesan dadi mabina-binaan ri kala ngamargiang ugerugeré ento! Apang cara Ida Bhatara Yamadipati ngukum pitarané ané ngaé dosa di mrecapada. Énto madan laku yama! Patutné sekancan Sang Angawarat nekekang laku yama. Méméh... kakéné solah Bapaké dadi Angawarat? Énto madan laku buta cakil, tusing laku yama adané.” Asapunika I Kaki Dengkil goar mapitutur sambilanga masesimbing. (Jelantik)
Gedé Kama Kalah Artha I Gedé Suwartama GEDÉ Kama Kalah Artha, kéto ia adanina tekén reramané. Ia suba matuuh nem likur tiban. Yéning ia seleg masekolah, benehné ia jani suba tamat S2. Kéwala I Gedé anak tusing seleg masuk. Tusing pesan ia pati midepang tutur mémé bapanné. Gegaéné tuah mamiyut. Peteng lemah pragat di rurungé. Lemah anggona peteng, peteng anggona lemah. Sangkala ia kasengguh panak lubak tekén bapanné. Nuju pesu uli jumahné, setata nagih pipis tekén méménné. Yén tekén bapanné ia mula tusing pati nagih pipis sawiréh kapah-kapah tepukina. Buina yén nagih pipis tusing taén pabedikin. Dasa duang dasa tali rupiah tusing kanggoanga. Séket kanti panyatusan tali mara kanggoanga. Yéning tusing baanga tekén méménné, sinah sakabesik isin paoné keberanga. Yén suba kakéto, sépanan méménné ngenjuhin I Gedé pipis yadiastun pipisé ané enjuhina totonan lakaran anggona pamelin baas buin maniané. Sambilanga ngenjuhin pipis méménné setata mamunyi sedih, “Dé, Dé, apa mirib kuangan ayah-ayahan Méméné tekén ukudan Gedéné? Nagih montor baru suba beliang Mémé. Nagih panganggo baru masi suba sulukang. Hapé baru suba masi beliang Mémé. Dong orahang apa buin kuangan? Gedé orain Mémé apanga seleg masekolah dogénan masi tusing nyidayang ngisinin. To tolih timpalé ane lénan! I Wayan Dharma suba dadi dosén. I Putu Sujana suba dadi dokter. I Nyoman Lanus suba pesiar. Mun Gedé? Pragat pesu peteng mulih semengan. Nak apa gaéné ané kajemak Gedé di rurungé? Ah? Yén dadi kelés bibihé mamunyi méh suba kelés neked ka cadiké
ngwélin Gedé. Dong tusing pesan Gedé madalem anak tua. Eda kadéna Mémé tusing sayang tekén pianak mara Mémé sesai-sai ngamaang Gedé munyi. Mémé anak edot pesan ngelah pianak sukses cara anaké lénan.” Raosé ené suba anggona daaran semengan tekén I Gedé Kama. Kéwala tusing pesan ia taén nyautin munyin méménné. Jeg mamegeng nuwel cara badogol. Tusing buungan munyin méménné sat ampehang angin. Sirna tusing nyantél nang abuku. Kéto masih I Gedé Kama kasalan suba lebian baanga munyi sépanan suba macucun jalér, nyemak montor laut magedi ka rurungé. Méménné sinah suba ngrengkeng padidina sambilang mecuk alis, “Yén tusing kéh ngelah pianak aukud ené dogénan, méh suba tusing karambang polonné.” Kéto di kenehné. Luh Ratni, méménné I Gedé Kama sujatiné anak nyerod. Adan dugasé bajang Anak Agung Ayu Putu Ratni. Awakné langsing lanjar, kulitné nyandat gading, kenyemné nyunyur manis tur pipinné makadadua sujénan maimbuh ebokné lantang selem malengis. Baan kaliwat tresnané tekén I Pologan, bapan I Gedéné tusing buin ia ngitungang apa-apa jeg saget nyak ajakina kawin lari. Patiwangi kéto anaké ngorahang. Sasukaté ento ia tusing taén buin bani mulih ka puri. Reramanné makadadua tusing enyak buin ngakuin Luh Ratni maka pianak. Yadiastun biangné pepes tepukina di peken mablanja liwat sig tongosné madagang. Tusing pesan ajaka dadua saling sambatin. I Pologan ané geginané dadi sopir truk Jawa Bali ené mula anak muani bagus dugasé truna. Pawakanné tegeh jegjeg sawiréh ia demen
13
pesan main voli. Tusing abesik dadua bajang-bajangé di desané ané ngedotin ia. Kéwala kenehné saat pesan tekén bungan natah puriné ento, ané pepes anggurina di warungné nuju ngantiang muat di tanggun desané. “Beli..Beli I Pologan,” kéto Luh Ratni ngaukin kurenanné ané masaré di meténan. “To iwasin panak Beliné I Gedé. Tuturin beneh-beneh sagét sépanan suba malaib negakin montor ka rurungé. Tusing pesan dingeha munyin tiangé. Beli.. Beli….” Kéto Luh Ratni nundunin kurenanné sambilanga nundik-nundikin batisné. Wiréh baan kenyelné I Pologan bangun ngrenjit tur masaut sada bangras, “Péh Nyai Luh, tusing pesan madalem Beli. Sing tawanga apa kurenanné kenyel mara teka uli luas. Mara asananga Beli nyeriet saget suba dunduna.” “Duh Beli, suba tawang tiang Beli kenyel. Kéwala ento panak Beliné I Gedé jani alih, duh kija kadén lakuna malaib.” Luh Ratni tusing buin nugtugang munyinné laut negak di plangkané samping kurenanné. I Pologan masi bareng negak di samping kurenanné sambilanga ngalih-ngalihin pecéhné. “Wih Luh. Yén kurenané mara bangun patutné Iluh nyediaang kopi, apanga seken enten. Lan ngaé kopi malu? Kanggoang ditu ngorta di jinengé.” I Pologan laut bangun menahin kamen tur majalan nuju jinengé. Luh Ratni ané uli tuni pecuk alisné masi pesu nugtugin pajalan kurenanné. Neked di natah umahné, makesiab I Pologan napetang liu ada belahan piring. “Yéé anak kénkén-kénkénang ené, dadi bisa ada belahan piring dini? Enyén ané ngelah gaéné buka kéné? Dong jani Iluh ngorahang!” Kéto I Pologan mamunyi sambilanga ngedeng limané Luh Ratni. “Ento suba ulah pianak Beliné.” Keto Luh Ratni masaut bawak sambilanga nuding. “Iiih… ndén, ndén malu. Anak apa pagerengin Iluh ngajak Gedé pasemengan pesan? Dadi bisa ngemasin biyuta kakéné?” “Apa Beli semengan? To tolih naké ainé ba duur suba tegeh nyentér. Panginané ané makaem dogénan suba mabalik buin ka bengbengané suud ngalih amahan. Kéné suba Beli lebian masaré tusing nawang selid sanja.” Kéto Luh Ratni nugtugang raosné. Ngelésin limanné ané cekuka tekén kurenanné laut ka paon. I Pologan siep dogénan. Belahan piringé tanjunga nyiriang pedihné sambilanga nugtugang majalan ka jinengé. “Néh Beli kopiné. Kanggoang tiang tusing nyidayang pesu meli jaja. Pipisé suba aud kéloranga tekén panak Beliné.” I Pologan tusing buin mamunyi. Kopiné ané jedoganga tekén kurenané laut siupa. “Puih.. puh.. pruh…, dadi kopiné pakeh cara misi uyah. Nak kénkén né? To nguda Beli dadi sasaran?” I Pologan nelik nyengking. Dasdasan gelasé milu entunganga. Luh Ratni masi tengkejut sambilanga mineh-minehin kopi ané gaéna. “Ah kénkénang kopiné marasa uyah. Encén tiang malinin?” Luh Ratni laut ngrebut gelasé ané gamela tekén I Pologan lantas siupa. “Mih saja Beli. Dadi bisa nah? Mirib pelih baan tiang nyinduk busan. Uyah kadénang gula.” Luh Ratni kenyir-kenyir marasa tekén déwék pelih. Tusing buin ngraos lantas buin ia ka paon nyumunin
“Ah apa tusing. Mun ané busan apa adanné ento? Tusing ja melihang adanné kakéto? Beli ngerti benehné anggona rerama. Ulian Beli kapah ada jumah panaké dadi tanpa rungu. Kadén ipidan dugas panaké mara matuuh asambutan tiang suba némbahang Beli apanga suud ngaba montor gedé. Kénkén takeh Beliné dugasé ento? Nah Luh, yén suba kelih panaké. Beli lakar suud luas ka Jawa. Kanggoang di carik magaé dadi wang tani. Kéto ja munyin Beliné ipidan. Né kayang jani enu masih luas ka Jawa, mirib Beli ngelah simpenan Mbak Yu ditu sangkala Beli demen pesan luas kemu.” “Yé.. yé.. yé.. dadi mailehan lakuna buina maimbuh ngorahang Beli ngelah simpenan. Péh suba sangsaya Iluh tekén kapitresnan Beliné? Luh, sangkala Beli sesai luas joh, ento sing ja ada lén anggon Beli miayain panak kurenan tekén manyama braya. Yén enu ada sisané yadiapin abedik sinah suba anggon Beli simpenan kayangé iraga tua. Kutang keneh Iluhé ané tidong-tidong tekén Beli!” Kéto I Pologan makelid rumasa tekén déwékné beneh. “Saja ja kéto cara raos Beliné?” “Saja.. ngudiang tusing. Ento ja takonang Wayan Lanus ketua LPD-né. Takonang kuda Beli ngelah simpenan!” “Beli, saja iraga idup di guminé perlu tekén ané madan pipis. Kéwala anggon apa pipisé liu sakéwala panaké tanpa rungu. Ené yén cara jani tepuk unduké nyén ngelah pelihé? Sing iraga dadi rerama tusing bisa ngrunguang pianak adanné? Lek atin tiangé teken guminé ulian sesaisai nekaang palungguhan mulih. Beli dong suba ja kapah jumah. Nah tiang Beli, tiang ané pepesan jumah.” Nresdes yéh paningalanné Luh Ratni nuturang sebet kenehné tekén kurenanné ané kapah tepukina. I Pologan siep dogénan mamucu sambilanga mecik péléngan ningehang kurenanné ngraos lantang. Kala ento sagét samar-samar ngeses munyin ondané di rurungé. Cicingné ané sedek medem di betén tabané sépanan malaib ka arepan aling-alingé laut ngongkong. Luh Ratni sépanan ia bangun turin ngusap-usapin yéh paningalanné. I Pologan mapi-mapi tusing rungu enu masi mamucu di jinengé. “Embok..Embok.. Beli.. Beli I Pologan niki tiang Komang Jaya.” Mara dingeha kakéto makadadua luh muaniné ento sépanan bangun nyagjag. Cicingné ané iteh ngongkong prajani ulaha teken Luh Ratni. “Sééék.. seek... “Yéh adiné Komang tumbén simpang. Mai ja mulihan laku gaénanga kopi.” Kéto abetné I Pologan nyanggra tamiuné I Komang Jaya kelihan dinasé. “Aduh lacur Beli. Panak Beliné I Gedé kasengkalén. Ia dapetang tiang suba nylempang ngajak anak luh, makadadua tusing inget turin urab getih. Aget ada Beli Kayan liwat mara teka uli nambang ngajak kernétné. Ditu lantas orain tiang mlaibang I Gedé tekén anaké luh totonan ka UGD. Anaké luh ento mabok gading tur marok mini, asanang tiang ia anak kos sik Tante Liliké.” Ningeh pasadokné I Komang Jaya buka kéto, Luh Ratni prajani lemet tur ulung macepol. I Pologan sépanan nyangkol cara kuluk bongol. ---0---
Saking Langit Bali
Aswamédha Parwa
Keneh
Tri Guna ring Angga Sarira Olih : I K. Satria, S.Ag SALANTURNYANÉ brahmana punika malih ngandika antuk suara sané ngresresin pisan. “Sané mangkin pirengang piteket sané kaping kalih parindikan sané kabaosang becik. Kaweruhané sané ngawinang kahuripan makasami mauripé mautama ring jagaté. Kawéntenané puniki wantah nénten pisan nguningin sané kabaosang biuta miwah sané nénten becik. Genahé patut puniki wantah kanggén genah olih samian manusa sané ngaptiang karahayuan. Kawéntenan becik punika wantah metu saking kautaman pikayunan sané kasub ring jagaté. Duaning punika medal saking Brahman miwah medal saking kautaman kahuripané, liang ring makasami sané patut, nénten demit utawi kikir, taler nénten rumasa ring déwék sané madué. Prasida ngampurayang, nénten ajerih sangkaning mabéla ring sané kabaosang kapatutan, mabebaosan setata jujur, nénten nyakitin kahuripan sané tiosan, suci, pradnyan miwah sujana pisan. Punika wantah kawéntenan kapatutan sané ngawinang kabaosang patut kawéntenan jadmané ring jagaté. Sang sané waged ring kawéntenan yogané, kawéntenané punika wantah pacang nguningin indik kawéntenan manusané wantah alit pisan. Sami wantah kapikayunin nénten sangkaning padéwékan, sakémaon sangkaning tapa miara kapatutan. Nénten pacang banggi ring angga sarira sané ngawinang sumbung ring sarirané, sami nénten kapikayunin jaya ring sarirané, sané ngawinang pacang éling ring pikayunané sané sampurna. Kahuripané wantah kapikayunin sangkaning paican Ida Sang Hyang Wenang sané nénten pisan dados kapekeratang malih. Manusané sané sampun madué pikayunan sakadi asapunika pacang prasida nemu utawi molihang pikayunan sané becik. Sampun lémpas ring sekancaning sané nénten becik, asah suka kalawan dukané miwah sané tiosan, madué wates sakémaon mahardika, punika sané kabaosang uger-uger kautaman. Pikayunan sané sakadi asapunika wantah pacang prasida ngawinang jaya ring padéwékan, nénten obah, kahuripannyané biasa kémanten, sida ngampurayang, nge-
ngaénang panyilur. I Pologan nyebét ngadésem naenang pedihné. Tusing makelo ngantosang di jinengé, sagét buin Luh Ratni teka ngaba kopi. “Néh Beli. Jani suba manis. Nyak cara kenyem tiangé.” Ningeh munyinné Luh Ratni ilang pedihné I Pologan. Ditu jemaka kopiné laut siupa. Makadadua luh muaniné ento negak di jinengé sambilanga ngenehang unduké ané mara liwat. Sasubané telah atenga kopiné di gelasé I Pologan lantas ngamaluin mamunyi. “Nah dong orahang jani anak kénkén sujatinné Iluh busan ngajak I Gedé?” I Pologan menahin tegakané sambilanga nylélég di sakan jinengé. “Nak kéné to Beli. Marané tiang teka uli peken dapetang I Gedé nyliksik di paon sig tongos tiangé biasa ngejang pipis. Kéwala tusing mirib tawanga tiang teka uli duri. Ditu lantas panaké tengkejut. Takonang tiang unduké ento melahmelah. To apa koné kaalih nyliksik ditu di kotaké. Mara amonto tiang mesuang munyi lantas ia nengkik. Kénkénang tusing nadak bareng menék getiha baana.” “Mun Iluh tusing nyakanang nasi cara biasané?” keto I Pologan nimbal. “Ndén naké malu Beli! Dingehang malu munyin tiangé!” Luh Ratni buin nugtugang ngraos. “Ia tusing ja nagih nasi. Nasi dong suba setata jakanang satondén ka peken. Ento nu tileh nasiné tusing ada nyindukin di tengah soké. Lénan tekén pipis aliha apa buin? Mara dibi bekelin tiang satak tali rupiah masak tuni koné suba telah. Buin nagih pipis. Kija jenenga abana pipisé liu gati? Anggona gena? Meli apa? Tusing kakeneh baan tiang kénkén sujatiné geginan pianak Beliné totonan. Sing pesan madalem rerama, duh jeg kéweh tiang Beli.” Luh Ratni suba tusing masaut. Yéh paningalanné ngamengmeng. “Béh.. dadi kaketo bikas panaké nah. Pipis Beliné masi pepesan ilang di kompeké. Kéwala Beli nengil dogénan. Miribang Beli Iluh ané nyemak.” “Apa? Tiang ané nyemak? Yén tiang mula perlu tekén pipis sinah suba tiang ngorang tekén Beli. Nguda misi mengkeb-mengkeban kéto ngajak kurenan.” “Mun kéto dong panaké jenenga ngelah gaéné?” I Pologan masaut nyumekenang. “Yén sing panaké nyén buin?” “Panak lubaké totonan. Jeg pragat ngéwehin dogénan. Iluh masi, nuju Beli luas ka Jawa, eda naké bes uluranga pesan panaké! Kanggoang watesin ia malali! Buina pabedikin ngamaang pipis apang tusing awagina nganggo pipisé anggona nyemak gaé ané tidong-tidong di rurungé.” “To nguda tiang dogénan pelihang Beli? Kadén Beli suba nawang geginan tiangé. Semengan ngedas lemahé suba tiang majalan ka peken. Teka uli peken, neked di jumah suba nglanturang di paon nyakan sambilang nuruin kucit. Suud ento mara tiang maan mabahan akejep. Sanjané bangun buin madabdab ngalih lakar dagangan ka pisaga. Petengné mara mulih. Tegarang Beli ngenehang kala apa tiang seken maan ngrunguang pianak? Kadénang tiang pianaké suba kelih. Suba bisa ngitungang déwékné.” Kéto pasautné Luh Ratni sambilanga nungked bangkiang nuturang kahanan déwékné sawai-wai. “Beli tusing ja melihang Iluh.” I Pologan Nyautin sada alon.
larang brata, setata nyaga kasucian, nénten mamelud, nénten galak, setata mapikayunan pageh ring sarira, asih ring sekancaning mauripé, nénten sumbung, bhakti, lédang, setata mapikayunan asih majeng anak tiosan, parilaksana sané patut, parilaksanané setata ngutamayang kasucian ring pikayunan, pikayunanyané setata patut, mahardika saking sekancaning paiketan, Brahmacharya, ngeret indria, lémpas ring sajeroning padruénan, nénten ngaptiang pikolih, nénten surud-surud ngaptiang kapatutan ring jagaté. Danané pacang nénten mawiguna malih sangkaning sampun lascarya, yadnyané sané ageng pacang nénten mawiguna malih sangkaning sampun asah, nelebin sastra taler pacang nénten mawiguna malih, éling ring swadharma punika pacang nénten malih mawiguna, asing-asing brata pacang nénten mawiguna malih. Cutetnyané sami saluiring kawéntenané puniki pacang nénten wénten kawigunanyané malih. Para Brahmana sané kahuripané sakadi ring ajeng wantah kabaosang brahmana sané utama sané banget ngutsahayang karahayuan jagaté. Antuk pamargi punika pacang prasida nemuang kasucian. Antuk pamarginé punika ngawinang pacang prasida nglintangin jagat para dewané. Brahmanané punika wantah pacang ngicénin karahayuan antuk nunasang saha mabaos kémanten, prasida ngalitang raga sakadi sané pinih alit, taler ngagengang déwék dados sané pinih ageng. Punika pacang kapolihang antuk pikayunané sané mautama punika. Pacang maurip makanti sareng para dewatané. Jadma suci punika pacang ngruruh pamargi mautama nuju galang. Pacang prasida nuju luih. Asapunika uduh para rsi makasami, sami sampun kasatuayang sakadi wahyu ring rainané mangkin. Yéning sampun nguningin indiké punika, sami sané kapikayunin pacang prasida kapolihang. Sang sané sampun uning saha nglaksanayang kahuripan sakadi asapuniki wantah pacang sida nemua sané kaptiang iriki ring jagaté. (Puput)
Keneh tusing taén waneh, diapin pelih setata nagih beneh, malaksana corah tusing mapapineh, diapin kasambat dadi anak lengeh. Keneh setata nagih aluh, ngalih aluh ulian takut tuyuh, gegaéné setata nguluk-uluk, ulian kenehé tusing dadi saluk. Keneh setata nagih menang, diapin ja tusing wenang, tingkahé tusing nyak kalah, apa buin isiné ulian punyah. Keneh ngawi idupé benyah, yéning tusing kaiket baan ajah-ajah, watesin indria miwah arta brana, antuk agama miwah ajahan dharma. I W. Wikana-Seraya
Kruna Pandé Putu Abhi Wicaksana Putra
14 Cerakén Lengkara Punggelan geguritan puniki kaanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha. Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti
msСmmã*, Mas Kumambang 46.pyukÀz(, Payuk anyar, m)znßdukÞ¡pmli;, menyan madu klupa malih, s)k(mg)n)pn/, sekar magenepan, ededsÓi\lunÞná)nÑis/, dédés tingalun lan gendis, srn\(ykumСmn/. sarana ngarya kumkuman. 47.segtÉwu;, Sagét rauh, sg)Ïhnuæk&puri, sagerehan saking puri, ed\ur;sib)tn/, Dé Ngurah Sibetan, mhiri\nÞn*hisÓËi, mairingan lanang istri, t)g)puæhb)bkÓyn/. tegep saha bebaktayan. 48.durusÀdi, Durus Adi, \ir&mm(gienm\Ðin/, ngiring mamargi né mangkin, motu(r&hibiy*, matur ring I Biang, hihjit2(ezÙcnin/, I Aji taler nywécanin, gumnÓimt^~_ytÉ. gumanti matirtha yatra. 49.hudu;edw, Uduh Déwa, t)runmiw;t)runi, Teruna miwah teruni, ehl&\brg, éling ngaba raga,
Juara Taekwondo Internasional MAJENG JENG Pandé Putu Abhi Wicaksana Putra, kasenengannyané ring g olah raga Taekwondo boya widang ujon molihang prestasi kémanmatetujon anging wénten motivasi lianan ten. Nanging adi jaga diri. Napimalih manut minakadi pelajarr kelas IV B SD 5 Saraswati, Dénpasarr puniki, sayan katah anak sané sana nénten becik. Anak lanang malaksana sané ketah kasambat Abhi puniki ng, taekwondo satios kanggén maosang, n déwék, dané meled ngwantu melanin anak tios yéning kajailin. Olah raga ri taekwondo taler mabuat mabela diri seha ata an. S ang gkan nin ng sok kon nga ang g jeng kesehatan. Sangkaning sokongang g rer ram man nnya ané, A bh hi ma ara asa a saking reramannyané, Abhi marasa han m iw wah y én nin ng ny yarreng gin n seneng latih latihan miwah yéning nyarengin aan w én nten nk ejuarraa an. Pi ian nak k kejuaraan wénten kejuaraan. Pianak gan P and de W ay yan M eia arta am iw wah h pasangan Pande Wayan Meiarta miwah tu Y un nia D ew wi n yeene eng gin n ol lah h Ni Putu Yunia Dewi nyenengin olah ekw won ndo ssangkaning ang gkan nin ng n ga akssi k ra-raga taekwondo ngaksi krané aktif ak ktiff rring in ng oolah la ah ra aga a taekwondo. taek kwondo. ma sané raga enen ng, ssajabaning ajjab baniing gk assok kon ng oolih lih h Dané seneng, kasokong anny yan né ttaler allerr rii k ala an ga amile etin n reramannyané kala ngamiletin aan sané sa ané m ua ata ang g llatihan. attiha an.. kejuaraan muatang iang gn gatturrang g ssuksma uk ksm ma b ang gett “Titiang ngaturang banget g rerama rerram ma sa ané é ssampun am mpun n yo oko ong g majeng sané nyokong masu uk g uru u-gu uru tia ang g ri ing g tiang. Rum Rumasuk guru-guru tiang ring h,” b ao os A bh hi. sekolah,” baos Abhi. katah prestasi preesttasi sa akin ng cabang ca aba ang g Sakatah saking aga ttaekwondo aek kwon ndo sa ampu un pr rasiida a olah raga sampun prasida hang g olih ollih h rakan rak kan Pa andee K ad dek k kapolihang Pande Kadek Mah hottam ma Pu utra pun nik ki. Sa-Richi Mahotama Putra puniki. a dané da ané langganan la angg gana an juara ju uarra maliha tama a. Minakadi Mina akadi m o-kapertama. moara ak aperrta ama lihang jua juara kapertama aan n taekwondo tae ekwon n do kejuaraan Ba adung g Cu up Bupatii Badung Cup ntan ng,, juara ju uara ad ua a 2014 lintang, dua aan taekwondo ta aekw wondoo kejuaraan a C up 2 015 5 Waki Kita Cup 2015 énpassar m iw wah ring Dénpasar miwah kap p e rta ama k ejuara kapertama ken taekwondo tae ekwon ndo Bu upatti juaraan Bupati g Cup Cu up 2016 20 016 ring rin ng Badung. Ba adu ung. Badung ning gm oliiha ang prestasi preesttassi Sajabaning molihang ngka at ka abup pate en//ko ota a ring tingkat kabupaten/kota pro oviinsi, A bhii taler tale er miwah provinsi, Abhi ang prestasi presta asi na asiion nmolihang nasionwah internasional. intt ern nasiion n all . al miwah si tingkat tiingk kat nasional nassiona al Préstasi apollih han ng A bhii sa ané sané kapolihang Abhi sané g B anja ar P an nde jenek ring Banjar Pande l ik kup, G ia a ny yar Kaja, Tul Tulikup, Gianyar os pe eserrta a te erb baik k puniki dado dados peserta terbaik ejuarraan n ta aek kwon ndoo ring kejuaraan taekwondo n 201 16 rin ng Se eMoks Open 2016 ring Seg wawu wa awu pun nik ki. Ab bhi marang puniki. Abhi madu ué berat bera at badan bad dan n sané madué miw wah ttinggi in nggii 1 27 24 kg miwah 127 ler m olih hang pr ressta asi cm, taler molihang prestasi ejua aran n ting gkatt n a-ring kejuaran tingkat naWK B alii O pen n rring in ng sional GW GWK Bali Open arsa a lintang. lin nta ang. Abhi Abh hi an ng-Bali warsa anggia p issan n rring in ng yu usa anya ané é ayubagia pisan yusanyané u si ia w arrsa a ssampun am mpun n sané wawu sia warsa ng ssakatah aka ata ah prestasi. preesttassi. Ya amolihang Yan sampun sa ampu un m aduéé k ollek ksi diastun madué koleksi iwah h pi iag gam, n énteen medalii mi miwah piagam, nénten né m ales lat tih han n. Ab bhii ngawi dan dané males latihan. Abhi ya nénten nén nten n pacang paca ang wénten wéntten n percaya si tan np ala atiiha an. M awit ssakak kprestasi palatihan. Mawit mken n la atih han n, prestasi presttassi prasida pra asid da ing sumken latihan, hang g. Sa atioss p uniika a, wé éntten kapolihang. Satios punika, wénten enga ah mangda mang gda setata se eta ata a madué mad duéé rasa jengah lih hang g prestasi. pre resttassi. Santukan Santtuk kan n kukuh mol molihang da ané é, n gu ukuha ang prestasi prrestassi manutt dané, ngukuhang ukill ban ndin nga ang rring in ng mo olih han ng lewih sukil bandingang molihang si. prestasi. ang ssetata eta ata ak apiiteke etin nm ang gda “Tiang kapiteketin mangda n jum mbuh, ssombong. omboong g. Sa anttuk kan n nénten jumbuh, Santukan uur llangit an ngit ka antu un wén nten n lang git.. ring duur kantun wénten langit. yané é, kan ntu un a ké éh sa anéé m ad dué é Artosnyané, kantun akéh sané madué
prestasi lewihan ring titiang,” baos dané. Sangkaning kasenengan dané ring widang olah raga taekwondo, Abhi madué pangapti dados atlét taekwondo sané professional. Yéning sampun galah, dané meled dados pelatih. Satios punika dané madué pangapti makarya ring widang penerbangan pinaka teknisi. Dané ngaksi pakaryan punika makéh tantangan n tur patut sumeken kamargiang. Rumasuk waged mabasa asing minakadi basa Inggris. “Dumogi napi sané aptiang tiang pra asida a polihang poolihang tiang. tiang g. Nanging n ika prasida nika kan ntun n doh, doh h, man ngkin ssumeken umeken dum mun kantun mangkin dumun malajarag g a,” hang raga,” cawis Abhi makenyem. (yan/ ast)
Dayu Trio
Samian Seneng Magending
dipurpc*mk)mit/, di pura pacang makemit,
Isin Gumi
hp*sygmjgÉ. apang sayaga majagra.
Krama Kapakélingin Wicaksana Ngwigunayang ”Médsos” KRAMA ring Buléléng kapakélingin taler kaaptiang mangda lewih wicaksana sajeroning ngawigunayang média sosial (médsos). Krama taler kaaptiang mangda lewih pratiaksa miwah malajahin informasi tautan sané pacang kasebarang. Kawicaksanan ngawigunayang média sosial banget kabuatang wus kamargiang revisi Undang-undang nomor 11 warsa 2008 indik Informasi
dan Transaksi Eléktronik (ITE). Undang-undang inucap sampun dados undang-undang sané resmi kalaksanayang mawit raina Soma, 28 Novémber 2016 lintang. Pakéling punika kasinahang Kapolrés Buléléng AKBP I Madé Sukewijaya, M.Si wau puniki. Parindikan inucap kabligbagang ring sajeroning acara Isin Gumi Radio Singaraja FM 92,0 Mhz raina Buda, 30 Novémber 2016 lintang.
Nyoman Yasa, Lovina Wantah cumpu miwah patut pisan, krama mangda wicaksana saha becik ri kala nganggén média sosial. Tiang marasa gargita santukan undang-undang ngeninin indik ITE sampun resmi berlaku. Dadosnyané krama nénten malih ngawag ngawigunayang media sosial. Sakadi sané sampun-sampun ring media sosial, akéh sané
Kruna BASA BALI
AKSARA BALI
1.
genah
1.
g)n;,
1. tempat
2.
igum
2.
hiigum/,
2. mufakat
3.
malinggih
3.
mli\ái;,
3. duduk
4.
remek
4.
Ïm)k/,
4. hancur
5.
selang
5.
s)l*,
5. pinjam
6.
sengka
6.
s)\Ð,
6. sukar
7.
simpang
7.
simæ*,
7. mampir
8.
sujati
8.
sujti,
8. sebenarnya
9.
wali
9.
wli,
9. wakil
10.
wir,
10. berani
10. wira
Redité Pon, 4 Desember 2016
BAHASA INDONÉSIA
ngunggahang parindikan kaon utawi indik sané nénten manut. Tanaya, Kp. Tinggi Singaraja Yukti makudang informasi sakadi tuduhan, pisuna miwah sané tiosan kakaryanin miwah kasebarang ring media sosial. Kadi mangkin sampun kakaryanin undang-undang ITE, sinah yéning melanggar undang-undang punika pacang kapidana. Mawinan krama mangda nyelehin dumun informasi sané pacang kasebarang. Luh Widi, Sambangan Undang-undang ITE punika mangda terus kasobyahang majeng krama mangda samian uning. Kadi mangkin indik informasi gelis pisan maédar sasukat wéntennyané média sosial puniki. Krama mangda becik-becik malajahin informasi inucap, mangda kapungkur tan maurusan sareng ukum. Putu Karsini, Banjar Krama mangda nyelehin dumun informasi sané kapolihang ring média sosial. Napiké informasi punika patut utawi nénten. Santukan sané ngunggah miwah sané nyebarang sami-sami keni undang-undang punika. Parindikan sané durung janten utawi pastika sampunang kasebarang, santukan prasida ngametuang panampén sané nénten becik. (ama)
KALO KALOKTAH antuk Dayu Trio, Ida Ayu Kirana Ek Eka Putri, Ida Ayu Kirani Dwi Pertiwi miwah Ida Id Ayu Kinanti Tri Gayatri setata nudut kay kayun anak akéh. Mungguing sangkaning embas kembar tiga katampénin istimewa. Napimalih makatigannyané seneng magending miwah pateh hobi nglukis. Sané m mangkin Trio Dayu ngranjing ring kelas IV SD Sutha Dharma Ubud, Gianyar. SD swasta fav favorit ring Ubud sané akéh ngasilang prestasii rin ring bidang seni. Ida Ayu Kirana Eka Putri sané ketah kasambat Dayu Tu, embas pinaka an anak sulung. Saking pangadeg Dayu Tu pinih tegeh. Kasenengannyané nglukis miwah m magending. Dayu Tu ketah sareng lomba ng nglukis tur ketah taler polih juara. Minab bak bakat melukis sané kaduénang tedun saking Aji Ajindané sané taler pelukis. “Senan “Senang manten embas kembar tiga. Pokokné sseru,’’ baos Dayu Tu. Ida Ayu Ay Kirani Dwi Pertiwi sané ketah kasambat Dayu Dek, kasenengannyané taler magendin magending miwah nglukis. Sakéwanten Dayu Dek madu madué hobi fashion. Samaliha Dayu Dek naen men menang lomba busana tingkat Provinsi Bali. Prestasi Pres pinih becik Dayu Dek prasida juara kapi kaping kalih lomba magending “Bungan Jepun” anak-anak an putri sané kawéntenang olih Dinas Kebudayaan Badung. Lomba sané matetujon milihin penyanyi terbaik anak-anak sané paca pacang nyeledi Badung ring Pesta Kesenian Bali warsa 2017 sané jagi rauh. Ri kala kanggehang lolos babak final Dayu Dek bagia pisan. Dané taler angayubagia pisan, santukan sant latihan sané kamargiang ngalih molihang asil. Dayu Dek nénten lali ngaturang suksmaning manah majeng aji, ibu miwah kalih sametondané, Dayu Tu miwah Dayu Mang sané setia nyarengin latihan miwah ngicén sokongan daweg péntas babak final. Wénten kahanan sané kaon saha méweh kalaliang Dayu Dek, daweg péntas babak final
magending lagu pilihan majudul “Sekar Cempaka”. Ri kala lagu sané kagendingang Dayu Dek puput, tan pasangkan wénten pikobet ring mike. Mike mati. Juri mutusang Dayu Dek ngulang mawali. Aget méntal Dayu Dek becik pisan, lagu sané kaulang prasida becik kapéntasang. “Titiang angayubagia pisan prasida méntasang lagu pilihan. Suksma Ibu sané sampun ngicén semangat saking genah panonton,” baos Dayu Dek sinambi makenyung. Prasida dados juara kaping kalih, Dayu Dek pacang péntas nyeledi Badung sajeroning Parade Lagu Pop Bali Pesta Kesenian Bali (PKB) 2017 sané jagi rauh. Sané pinih alit Ida Ayu Kinanti Tri Gayatri sané sering kasambat Dayu Mang, taler seneng nyanyi miwah nglukis. “Minab sangkaning masameton kembar ngawi kasenengan pateh. Setata kompak. Napi malih yéning jalan-jalan,” atur Dayu Mang sinambi makenyung. Putrin dané Ida Bagus Purwana miwah Ni Gusti Ayu Ketut Suesning puniki éling yéning kawéntenannyané setata dados pusat uratian. Mautsaha tampil biasa, minakadi piteket reramannyané. Trio Dayu sané gabung ring Cressendo, Sukawati, Gianyar, sadurungnyané sampun merilis album kompilasi sareng anak-anak sanggar Bali Kumara Generasi kaping kalih. Ring album inucap Trio Dayu magending lagu majudul Malajah Ngigel sané karipta Komang Raka. Lagu sané kasenengin alit-alit. Sajabaning lagunyané becik, sané ngendingang taler kompak pisan. Katakénin cita-cita, dané sané embas ring Surabaya, 14 Maret 2006 puniki ngangken bingung. Pinih penting manut Trio Dayu dané becik malajah, anteng latihan nyanyi miwah nglukis. “Indik cita-cita, pinih penting ngawi seneng miwah mapikenoh majeng anak akéh,” baos dané kompak. (ast/yan)
Canang Pangraos UPAKARA sané pinih alita kabaos kanista. Daging sané pinih inti sajeroning upakara inggih punika “Canang”, baos canang wit saking baos “ca“ mateges indah, “nang” mateges tetujon. Canang wantah sarana (bahasa weda) sajeroning ngaptiang kaindahan (sundaram) majeng ring Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Ngeninin indik wentuk miwah wigunan canang manut ajahan sajeroning Agama Hindu, turmaning nganutin upacara sané kalaksanayang. Canang kabaos (bahasa weda) nglintangin simbul-simbul inggih punika: Canang kadasarin antuk cepér, punika wantah simbul “Ardha Candra”, nanging canang sané kadasarin antuk tamas punika wantah simbul “Windhu”. Cepér kadagingin porosan silih asih punika wantah simbul “Silih Asih”. Silih Asih sajeroning puniki manegesang umat Hindu parilaksanané kadasarin antuk hati sané welas asih majeng ring Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Cepér kadagingin sesanganan, tebu, miwah pisang, punika wantah simbul ‘Tedong Ongkara’, sané wantah ngametuang kekuatan: Utpeti, Stiti, miwah Pralina sajeroning kahuripan ring jagaté puniki. Ring duur raka-raka kadagingin sampian Urasari, punika wantah simbul kekuatan “Windhu”, muncuk-muncuk sampian punika wantah
simbul “Nadha”. Malih ring duur sampian urasari kadagingin sekar, indik susunané sakadi puniki: sekar putih kagenahang ring kangin punika wantah kekuatan Sang Hyang Iswara. Sekar mawarna barak kagenahang ring kelod punika wantah kekuatan Sang Hyang Brahma. Sekar mawarna kuning kagenahang ring kauh, punika wantah simbul kekuatan Sang Hyang Mahadewa. Sekar mawarna biru utawi gadang kagenahang ring kaja punika wantah kekuatan Sang Hyang Wisnu. Kembang Rampé kagenahang ring tengah punika wantah simbul kekuatan Sang Hyang Panca Dewata. Mawinan asapunika canang wantah madaging makna mapinunas umat Hinduné majeng ring Ida Sang Hyang Widhi Wasa (berwujud Ongkara) sajeroning mapinunas kekuatan, mangdané Ida maprebhawa Ista Dewata. Canang Pangraos (Pengraos) wantah canang sané kanggén mapinunas majeng ring Ida Sang Hyang Widhi Wasa sajeroning nunas kabulatan bebaos sané kadasarin
antuk ketenangan hati sajeroning nyujur sané kabaos kasantian, sané sampun kabaos ring ketutwirama sajeroning canang. Canang Pangraos punika kanggén sajeroning paruman, upakara pamelastian (melasti) Bhatara, upakara piodalan, upakara pangajuman, miwah sané siosan. Makarya canang pangraos punika pateh ring makarya canang gantal, nanging ring tengahné nganggén takir madaging lelima lekesan. Lekesan sané lelima punika wantah simbul sabda, bayu, idep (Tri Pramana), rasa, miwah cita. Ring Bali, panganggéan canang pangraos punika kanggén ri kala acara memadik, sadurung kalaksanayang upacara pawiwahan. Sesampuné canang pangraos katurang, bebaosan prasida kakawitin, indik bebaosan pamahbah miwah pangaksama saking kulawarga predana utawi sané kaswakang/ kapadik wau kalanturang utawi kacawis saking angganing purusa. (I Nengah Konten)
Redaksi nerima reriptan profil mabasa Bali miwah Indonésia (pinih akéh 3000 huruf) jangkép sareng foto profil. Profil mangda kakirim ring alamat : Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email : bali.orti@yahoo.com
15
Minggu Pon, 4 Desember 2016
Titik Nol Kilometer NKRI z Membaca Isyarat Energi Putih - 1
SUKRA UMANIS wuku Menail, 2/12/2016, menjadi tonggak sejarah baru bagi Tanah Air Nusantara Raya. Orangorang berbusana dominan putih mengarus deras menuju satu titik sama: Tugu Monumen Nasional (Monas). Dari segala penjuru arah, orang-orang tergerak bergerak hanya menuju satu tujuan: Tugu Monas. Tak terelakkan, seketika itu pula Tugu Monas sontak menjadi Titik Nol Kilometer Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Di Titik Nol Kilometer NKRI itu sang Proklamator sekaligus Presiden Pertama, Bung Karno, sejak Ibu Kota Negara pindah dari Yogyakarta ke Jakarta tahun 1949, menggagaskan monumen nasional berkonsepsi lingga-yoni. Bagi sang Putra Fajar, lingga-yoni merupakan ciri khas budaya Nusantara, yang sudah lazim ditunjukkan dari zaman ke zaman, seperti tercermin dalam mahakarya Candi Prambanan maupun Candi Borobudur. Dibantu arsitek Friedrick Silaban dan R.M. Soedarsono, Bung Karno berharap lewat Tugu Monas Indonesia modern dapat melanjutkan kebesaran monumen-monumen warisan Nusantara di masa lampau. Dan, 2/12/2016 itu Indonesia modern kiranya telah merekatkan kembali kebesaran monumen warisan leluhur Nusantara di Titik Nol Kilometer NKRI. Lebih daripada sekadar monumen fisikal-ragawi dalam
wujud Tugu Monas berwujud lingga-yoni berpuncak lidah api berlapis emas. Monumen terbaru itu justru berwujud perilaku kesantunan, ketertiban, keteguhan, dan kebersatuan. Di bawah guyuran hujan nan deras, dalam kisaran waktu tengah hari, kesantunan, keteguhan, dan kebersatuan itu terasa mengharukan manakala Kepala Negara hadir langsung di tengah-tengah rakyat yang dipimpinnya, juga dengan kemeja bermarna putih bersih. Berbaur, tanpa jarak, tanpa komando protokoler. Semua menjadi cair, seiring dengan tetes-tetes air hujan yang menyejukkan. Kebersatuan simbolik lingga-yoni Tugu Monas itu sontak mewujud nyata dalam kebersatuan pemimpin dengan rakyat. Kegarangan hujatan, kecurigaan, ketidakpercayaan, hingga niat-niat hendak menurunkan paksa pun sontak berubah menjadi kekaguman, keharuan, kedamaian manakala dipeluk dengan kelembutan, kesahajaan, ketulusan, dan kebiasa-biasaan saja yang murni. Tiada bungkusan niat menjaga citra diri, tiada pula target hendak memopulerkan diri. Itulah aliran Energi Putih yang mulai menghembus halus, pelan, namun pasti seiring dengan kewaktuan Sukra Umanis yang dibaca oleh tradisi kesadaran berwarna putih. zdeprabas
Kesetiaan Aliran Air, Semua Ada Waktunya zEksplorasi Diri Anak Manusia Pembelajar…
SEPERTI MATAHARI yang mencahayakan dunia, seperti air yang mengaliri cerukceruk alam dari ketinggian lembah hingga lepas menuju samudera raya, seperti itulah peristiwa atas hidup setiap insani. SEBAGAI SEORANG GURU dengan situasi yang sangat berbeda, jika menoleh ke masa sekitar 10 tahunan lalu, maka setiap kita diharapkan mampu mengikuti perbedaan tersebut. Layaknya aliran air yang setia mengikuti ceruk-ceruk lembah menuju samudera raya maka, setiap guru pun kini harus siap berbenturan dengan berbagai situasi yang ada. PADA PIKIRAN sebelah mana yang tidak menyetujui hal tersebut, ketika kini anak-anak terlalu gampang untuk mengambil semuanya melalui internet? Pada hati bagian mana yang tak susah menyaksikannya, saat setiap soal yang harus dicari jawabannya, mereka terlalu bergegas untuk memperolehnya melalui internet? Padahal mereka dikaruniai kecerdasan pikiran dan perasaan sendiri? Mengapa enggan mengeksplorasi diri terlebih dahulu, padahal – sebelumnya mereka telah dibekali teori-teori untuk menyelesaikan oleh bapak/ ibu gurunya? SEBAGAI GURU BAHASA INDONESIA yang materi pembelajaran adalah berbasis teks, maka selalu saja ada tujuan yang hendak dicapai, yakni memampukan siswa mengidentifikasi struktur dan kaidah kebahasan setiap jenis teks. Selanjutnya, mampu membuat teks yang sesuai materiyang telah diajarkan. Kemampuan tersebut menjadi salah satu indicator, bahwa materi pembelajaran kita dipahami oleh murid. LANTAS, bagaimana kita tahu bahwa yang ditulis siswa adalah murni buah pikiran dan perasaan mereka sendiri? Sederhana saja. Biarkan mereka menuliskannya di hadapan kita, lalu beri tanda pada paragraf pertamanya (dengan memberi paraf kita, misalnya). Sesudah itu, tak akan ada lagi kesempatan untuk mengubahnya. Kita pun meminta mereka untuk mengumpulkan tulisan yang paragram pertamanya berisi penanda dari kita. Dengan demikian, akan terkumpul teks yang dimaksud, murni hasil karya siswa sendiri. Selanjutnya, guru juga harus benar-benar mengoreksinya. Untuk itu, guru harus punya budaya literasi,
zIka Permata Hati SEPETIK DOA… DI SEPERTIGA malam aku terjaga. Sesaat ada takut yang teramat sangat, yang menyengat tulang sumsum dan ubun-ubunku. Takut jikalau Izrail seketika menjemput, tanpa kata permisi. Sebab ada yang mengikat tali rohku. SUNGGUH, baru kusadari aku belum memberi yang terbaik. Ujung syarat dan anganku menggigil, berpeluh sesal. Kutatap pulasnya lelaki kecil di sampingku, begitu murni, damai, sungguh tak berdosa. Air mataku jatuh, menusuk jiwaku teringat isakmu kala menjawab amarah dan letihku. Aku hanya manusia lemah yang hina, yang meluapkan murka hanya karena semangkuk bubur yang tumpah kepada makhluk kecil yang bahkan belum mampu mengeja namanya sendiri. Tibatiba dia membuka matanya, penuh kantuk tapi juga penuh cinta. ‘’Aku paling mencintaimu, Ma,‘’ bisiknya tersenyum. Dia sudah memaafkan aku sebelum aku memintanya. O… Tuhan!! Aku luruh. Habis, Batinku menjerit, ‘’maafkan aku!/// Maaf//// Maaf…’’ aku hanya mampu memeluknya erat, ‘’Mama lebih mencintaimu,’’ bisikku mengantar kembali lelapnya. TIDAK. Bukan saja aku belum memberi
zPutu Gede Pradipta Saat Ibu Memasak
Ibu memasak di dapur. Aroma rempah mengudar membesuk lapar. Biar saja dunia sibuk dan orang-orang tak berkesudahan dilanda mabuk. Aku tetap abadi menanti matang masakan ibu. Hendak mencicipi kenangan yang disajikannya. Merasakan kembali hangat sebagaimana terjaga di kesunyian rahimnya.
zPutu Gede Pradipta Seekor Katak di Bulan Juni
Seekor katak dalam termenung di pinggir kolam yang berair nyaris saja mongering. Pandangan katak itu mengarah pada permukaan airnya yang memantulkan wajahnya. Dan senja terlihat membayang di sana, dari balik sepasang nyala mata warna abunya Tahun ini adalah musik yang tak seperti sebagaimana biasa dikenalnya di tahun lalu. Ia berguman kecil sambil sesekali berpaling mengamati langit, yang nampak murung. Bulan Juni ini kemarau lebih panjang, tak seperti Juni lalu saat hujan sebegitu ranum. Katak itu menyimpan rindu tentang hujan bulan Juni yang entah kapan memanggilnya. Untuk kembali bernyanyi mendendangkan suaranya yang mulai tak dikenalinya.
apalagi sebagai seorang guru pelajaran bahasa Indonesia. Jika hal tersebut terpenuhi, maka guru bisa melanjutkan pada pembelajaran teks berikutnya. DARI ILUSTRASI DI ATAS, ada nilai yang sebenarnya ingin diperjuangkan yakni nilai kehidupan. Masih banyak nilai kehidupan yang dapat diperjuangkan oleh guru di masa kini, demi pembentukan karakter positif yang kuat dan tegas. KARAKTER POSITIF yang selalu ditanamkan melalui setiap mata pelajaran dengan kepandaian merancang yang dimiliki oleh masing-masing guru, pada waktunya akan menjadi nilai yang membudaya. Nilai yang akan terus-menerus diaplikasikan dalam kehidupan para peserta didik. Tentu saja dengan dukungan pihak keluarga, untuk turut serta menyuburkannya. Satu contoh yang telah penulis sampaikan di atas adalah nilai kejujuran, serta penghargaan terhadap kemampuan/ kecerdasan diri sendiri. Menumbuhkan dua nilai tersebut serta nilai-nilai kehidupan lainnya,- sungguh disadari - bukanlah perkara mudah, tetapi bisa terwujud jika setiap guru berkehendak kuat. PADA WAKTUNYA NANTI, akan menjadi nilai-nilai sekolah/school value, menjadi cirri khas lulusan sekolah kita. Jika karakter positif yang kuat dan tegas senantiasa ditanamkan di sekolah, maka harmoni akan tercipta, Harmoni di antara guru siswa yang didukung semesta. Harmonisasi yang yang boleh menjadi harapan kita semua, bahwa tidak akan ada lagi peristiwa-peristiwa yang menyeret seorang guru ke ranah hokum, seperti yang selama ini kita saksikan lewat berita televisi maupun terbaca di Koran-koran. SETIAP INSAN GURU yang cintanya sepenuh-penuhnya pada profesinya, akan diberi talenta untuk menyelaraskan keinginannya dengan kehendak alam, meskipun terkadang harus berjibaku dengan hati nuraninya. Tentu, semua akan indah pada waktunya, saat para peserta didik datang menjumpai kita ke sekolah, dengan kesuksesan hidup yang telah dicapainya. Selamat hari guru, November dua ribu enam belas. zLuh Putu Udayati Guru SMAK Santo Yoseph Denpasar yang terbaik. Aku bahkan belum belajar menjadi yang terbaik. Padahal lelaki kecilku telah mengajarkanku tentang begitu tulusnya arti memaafkan, begitu besarnya arti memberi, dan begitu hangatnya arti mencintai. Cinta yang sebenarbenarnya dari seorang guru sesungguhnya. DALAM SUJUDKU, Pada Mu aku memohon, izinkan aku melihatnya dengan seragam sekolah pertamanya, mendengar celotehnya tentang ultraman kebanggaannya, menemaninya saat dia bersiap untuk ujian akhirnya, menyimak cerita tentang cinta pertamanya, memeluknya kala dia sedih dan terlalu malu untuk menangis, tertawa bersamanya dalam gurau dan canda, mengusap punggungnya untuk mengusir demam ataupun igaunya, menggandeng tangannya saat memulakan hidup barunya. Izinkan aku untuk selalu menjadi tempatnya bersandar dan pulang. AKU HANYA ingin selalu ada, untuknya. DALAM kefakiran, kekurangan dan sakitku, pada Mu aku meminta, beri aku waktu lebih lama untuk bersama lelaki kecilku, Meski harus kugadaikan setiap tarik napasku untuk setiap tetes air matanya yang pernah tertumpah karena kekalutan dan kebodohanku sendiri.
Simbolik Putih Umanis
z Membaca Isyarat Energi Putih - 2 UMANIS dalam bacaan kesadaran kewaktuan para tetua Bali Pulina Nusantara Raya itu disebutkan berwaarna putih. Arah posisinya di purwa. Purwa berarti awal. Awal kehidupan adalah arah Matahari Terbit. Para tetua memvisikan bahwa dari arah Matahari Terbit inilah energi penghidup kehidupan dan penghidupan bermula. Tradisi ajaran memvisikan, arah awal Matahari Terbit itu disimbolikkan dengan kekuatan senjata bajra. Ia mewujud fisikal berupa angin, menjadi napas kehidupan. Napas masuk-keluar lewat dua lubang hidung secara terus menerus, mengalir, berulangulang, sehingga akhirnya membentuk satu lingkaran hidup kehidupan dan penghidupan. Tradisi mengistilahkannya dengan sebutan pasuk-wetu, masuk-keluar. Dengan pasuk-wetu, napas membentuk lingkaran sempurna, layaknya bulatan penuh sempurna Matahari. Sahabat-sahabat yang terbiasa sanggup menatap Matahari terbit akan paham benar, betapa sejatinya Sumber Energi Kehidupan itu berwarna putih bernas, terang cemerlang gemilang. Dia-lah sang Raja Diraja Pemimpin Energi Sejati yang dinamakan Iswara. Dia-lah Awal Mula. Dia-lah energi pembangkit, yang membangkitkan, sekaligus kebangkitan itu sendiri. Layaknya Matahari Terbit membangkitkan orang-orang dari tidur pulas, begitulah Iswara yang berwarna putih di arah Matahari Terbit membangkitkan kesadaran murni setiap insan yang disentuh energi murni-Nya. Tradisi siklus kewaktuan Bali Pulina Nusantara Raya memang menempatkan Umanis di awal siklus lima-harian (pancawara), layaknya napas yang mengawali penanda kehidupan tubuh-ragawi. Hanya manakala lingkaran penuh sempurna napas masukkeluar mengalir itulah kehidupan dikatakan masih berlangsung, berlanjut. Manakala
Peta Kuno Yavadvipa….. zKawasan Negeri Bawah Angin
TOPIK YANG yang kita bahas adalah kata ‘’Yavadvipa’’ yang konon katanya telah disebut Valmiki dalam bab Kiskhindhakanda kitab Ramayana. Para ahli yang mengupas arti kata itu, yang juga mendengar atau membacanya dari usaha ahli lain yang juga mencari arti kata itu,
Kebersatupaduan Nyegara Gunung z Membaca Isyarat Energi Putih - 3
KEBERSATUAN lingga-yoni dalam Bali Tradisi kerap dibaca nyata dalam visi keutuhan Nyegara-Gunung. Gunung dimaknai sebagai Purusha atau Lingga, layaknya Bapak. Sedangkan sagara merupakan Pradana atau Yoni, layaknya Ibu. Lingga itu aspek spirit, jiwa, sedangkan Yoni itu aspek material. Jiwa itu langgeng abadi, layaknya gunung yang tegak, kokoh, diam. Adapun materi itu berubah-ubah, dinamis, layaknya laut yang bergelombang di permukaan. Pertemuan Purusha-Pradana atau Lingga-Yoni ini dinamakan Sam-yoga. Dari pertemuan atau penyatuan Sam-yoga ini muncullah Windhu Sunia (Sunya) atau Suniata (Sunyata). Manakala aspek material bertemu dengan aspek spirit, muncullah kesejahteraan, kedamaian, serta kebahagiaan sejati, lahir batin. Nyegara-Gunung juga menunjukkan kesadaran akan hakikat siklus peredaran air sebagai siklus alir kehidupan, dari hulunya di pegunungan ke hilirnya di lautan nan luas. Lewat panas Matahari, air yang telah sampai di laut lantas diuapkan ke langit, menjadi mendung, lalu turun berupa air hujan. Air hujan lantas masuk ke tanah, ditangkap oleh tetumbuhan, ditampung danau, menjadi air tawar. Lewat sungaisungai dan parit, air tawar dialirkan untuk irigasi ke lahan-lahan pertanian, hingga memberi penghidupan yang mensejahtera-
kan manusia. Bahkan di laut pun air tetap memberi penghidupan dan menjadi sumber kesejahteraan kehidupan manusia. Nelayannelayan menangkap berbagai jenis ikan di laut untuk dikonsumsi oleh manusia. Ini bukti nyata, betapa gunung dan laut itu memiliki peran dan fungsi yang sangat penting dalam kehidupan manusia di Bumi. Itu sebab dalam praktik spiritual atau kerohanian sehari-hari, seorang pendeta yang dinamakan sulinggih dalam Bali Tradisi senantiasa melakukan penyatuan Purusha-Pradana, Lingga-Yoni, atau Sagara-Gunung lewat mantra, aksara, dan sikap-sikap tangan mistis yang dinamakan mudra. Nyegara Gunung menuturkan kepatutan bagi manusia untuk senantiasa menjaga, merawat, dan memuliakan hulu-hilir sumber kehidupan dan penghidupan. Dari gunung dan laut-lah manusia mendapatkan kesejahteraan dan kebahagian hidup. Lewat Nyegara-Gunung, tradisi Bali menuturkan tuntunan hidup yang jelas, bahwa kebenaran (satyam), kesucian (siwam), dan keindahan (sundaram) itu sejatinyalah merupakan kebersatupaduan. Eko-sosioreligius sekaligus rekreasi itu diwujudkan dalam bentuk perilaku keberagamaan yang menggirangkan, meriangkan, sekaligus juga saling mengindahkan keberagaman. zdeprabas
napas berhenti masuk-keluar, lingkaran utuh penuh sempurna pun terputus. Hidup dikatakan berakhir. Perjalanan raga berhenti. Secara medis dan sosial dikatakan mati. Ketika Sukra Umanis, Menail, 2/12/2016 itu simbolik warna putih bergerak menuju
ke Titik Nol Kilometer NKRI, semoga memang membangkitkan harapan bangkitnya kesadaran baru dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Tanah Air Nusantara Raya ini. zdeprabas
telah menerjemahkannya ke bahasa Inggris menjadi ‘’barley’’ dan ‘’land’’. Setelah melacak di kamus Inggris – Indonesia, tahulah saya kalau arti barley adalah jelai dan land berarti wilayah. Dengan bebas hati, saya mendukung terjemahannya menjadi Negeri Anjalai, agar lebih sesuai dengan pantun orang Sumatra di atas. MASIH MENURUT PARA AHLI, kitab Ramayana menerangkan Negeri Anjalai itu terletak jauh di sebelah timur,
Jambudvipa (India), dikelilingi lautan yang sangat luas. Tidak jelas tahun berapa kejadiannya . Yang jelas, karena para ahli mengatakan edisi awal Ramayana kirakira selesai ditulis pada seratus tahun sebelum abad 1 masehi, berarti Valmiki sedang bercerita tentang masa yang jauh lebih lampau dari masanya. Valmiki sendiri tidak bersama Ramayana sampai buku ke-5. Ia memperoleh keterangan itu dari Narada. DALAM TEKS Kiskhindakanda terjemahan Manmatha Nath Durt, M.A, (Calcutta, 1891) juga disebutkan Sugriva menenerangkan sebuah negeri di sebelah timur yang sudah ia lihat pertama kali saat berkejar-kejaran dengan Vali. Raja wanara itu melihat gunung-gunung yang penuh emas, kota-kota, hutan rindang laut dengan gelombang yang mengerikan dan telaga –telaga indah yang beragam-ragam. Ke sana kemudian, ia mengutus hulubalangnya bernama Vinata untuk mencari Sita. Para ahli memastikan, geographi India kuno ini memang mengacu pada Asia Tenggara. Khususnya Pulau Sumatra. CUKUP RAMAI PERBEDAAN pendapat soal lokasi persis Yavadwipa itu. Dalam literature akademis Indonesia, yang paling terkenal mungkin pendapat Hendrik Kern. Seperti dikutip Wolfgang Marschall (Metalurgi dan Sejarah Pemukiman Kuna di Indonesaia, 1968). Prof. Kern menduga Yavadvipa dalam Ramayana itu adalah Pulau Sumatra, sesuai dengan gambaran yang – menurutnya diberikan Hanuman: ‘’Buatlah penyidikan secara cermat di Yavadvipa, yang berhiaskan tujuh kerajaan, pulau emas dan perak, yang kaya akan tambang-tambang emas. Setelah Yavadvipa adalah gunung Sisira, yang puncaknya sampai ke surga dan dikunjungi deva-deva dan raksasa-raksasa’’ KECUALI POERBATJARAKA, menurut Waruno Mahdi dalam paper ilmiahnya berjudul Yavadvipa and the Merapi Volcano in West Sumatra (Archipel, volume 75, 2008), kebanyakan berpendapat, Yavadvipa yang dimaksud adalan Pulau Sumatra karena beberapa alasan. Antara lain, karena Yavadvipa dari Valmiki itu sama dengan iabadiou yang disebut oleh Ptolemy dalam kartografinya. INSKRIPSI-inskripsi yang muncul kira-kira setengah millennium pasca Ramayana selesai ditulis, juga makin banyak menyebut ‘’Yava’’ untuk merujuk kawasan negeri-negeri bawah angin (Semenanjung Melayu, Sumatra, Jawa sekarang, dst.). Salah satunya peziarah China, Faxien, yang berangkat dai Serendib (Srilanka) melalui Yepoti (Yavadvipa) ke Guangzhou pada 413-414 C.E. Oleh karena rute yang dilalui Faxien harusnya melalui pantai timur Sumatra antara Bangka dan Singapore, maka ada yang menyimpulkan Yavadvipa itu tak lain dari kerajaan Melayu Jambi yang ketika itu sudah eksis. Catatan 5 Lihat misalnya, dalam Mahdi, Waruno. Yavadvipa and the Merapi Volcano in West Sumatra. Archipel, volume 75, 2008 zRiki Dhamparan Putra
zNoorca M Massardi Pejeng telah kuhitung tangga batumu ketika lungsur dan kubaca kaki kudaki kuingat lagi tapi jumlahmu senyata takdir padaku sebagai kau uji para jawara yang berlaga siapa perkasa bersujud senyap pengukur-ukuran telah kujaga sungai lembah tebingmu kugeliatkan akar daun pohonmu tapi ia menghanyutkanku ke genderang bulan yang terpasung di penataran sasih di atas menara yang tak kunjung goyah yang menyangga logam mengelam setelah berbalut kisah dan konon yang dipetik dari penanda langit dan diukir di luas semesta kebo iwa! kebo edan! di mana
batuan
kalian
endapkan?
zNoorca M Massardi Penari di ubud dan padang tegal kulihat jari mata auramu di teges dan di peliatan kutatap gesit langkahmu di kutuh dan di pengosekan kukagum wajah busanamu di batukaru dan di batuan tak habis kau pesonaku apakah engkau bawakan legong menari barong ataukah keris tari godogan atau pun gambuh menyihir kecak maupun kebyar meramayana pun mahabrata berpanggung topeng ataukah wayang sementara gending gamelan terus berpacu menyingkat gairah memburu waktu mendebar jantung dan mengoyak hening ah! biarkan dirimu diamuk gejolak, penariku! tebarkan cinta lepaskan kekang tak seorang hentikan langkahmu karena pesonamu tak kunjung punah menyeruak dari pori tubuhmu menyebarkan harum peluhmu dan mewarakan gundah hatimu kini aku terpaku batu terbawa gemulai hatimu ah! engkau penariku! tak bayang sungguh padaku betapa ubud tanpamu betapa hampa tanpamu betapa tari tanpamu betapa aku tanpamu
Denpasar Art Space, 2017…. Surapati Gedung Merdeka Stop Press Forum Apresiasi Seni Denpasar (FASDEN) Ruang Publik Budaya Kotakita Jantung Mengapa PAS setiap tanggal 27…..? Jalan Surapati No 7 MENJAWAB!
TUTUP BUKU 2016, NGAMPOENG SENI…. zMenimbang Indonesia Raya dari JKP-109
JAGA Tanggal mainnya 25 – 30 Desember 2016 Melihat Lukisan Membuat Sajak Imajinasi Nusantara Raja mungkin dari Nusa Penida, Ceningan, Lembongan atawa Nusa Dua, mungkin dari Rurung Jalan Penida Lembongan, Ceningan , Nusadua atawa Nusa tiga Ruang Privat kita semua…..(A-I-U-E-O) = Apresiasi – Imaginasi – Ultimate Eksplorasi dan Zero….O (but not empty)
Ke Timur Bali Timur Matahari 2017 zSelepas K-Klungkung’16 - Giliran K-Karangasem
ADA Amla ada Pura, ada Padang ada Bai, ada Sila ada Yukti, Ada Anda ada Kasa, ada Candi ada Dasa Ada Batu ada Belah, Ada Taman ada Ujung ada Tirta ada Gangga APALAGI anda menimangnya dari Lampuyang dari Gunung Agung dari Budakeling dan tulah jelajah demi jelajah Imaginasi Nusantara Raya Karangasem 2017…..
zMade Edy Arudi Tujuh Kuntum Sihir Gudug Basur Belasan kata mantra dan tujuh kuntum sihir Gudug Barur terbuka sendiri dari keropaknya melesatkan anak Bebai ke lintasan langit, berebut celah malam merobek pintu kegelapan semesta Asap menyan menyilang. Bergulung menyelimuti tudung langit menjelma menjadi kerumunan gagak hitam seperti mengintai mangsa, daun-daun gemetar anjing meyalak di atas nisan, kuburan, di bawah remang rembulan dan di pekarangan rumah seberang terdengar jerit luka menerima perih sihir dengan genangan air mata.
Di muara gelap Kajeng Kliwon malam membuka tubuhnya menawarkan tujuh tubuhnya menawarkan tujuh kuntum sihir melesatkan anak-anak panah Bebainya dan kembali ada jerit penerima luka Pagi belum berkemas langit telah mengirim gerimis kabar duka ada keranda menjemput tangis mereka ke tanah abadi tanah sunyi muasal diri.
NASIONAL
16
Disusun: Kisari Mohan Ganguli Diterjemahkan: I Ketut Arinta (Edisi Empat Ratus Tiga)
Rishi Vyasa : (Bharata) setara dengan Veda. Ini adalah suci dan agung. Bharata menganugerahkan kemasyhuran dan kesejahteraan. Karena itu, seseorang harus mempelajari dan mendengarkan dengan perhatian penuh.
SETELAH mengalahkan raksasha Alamvusha, ksatria utama Pandava, Arjuna, dengan cepat meneruskan menuju tempat Guru Drona berada. Selama dalam perjalanan, Dhananjaya menembakkan banyak panah, oh raja, kepada manusia, gajah-gajah, dan kuda-kuda. Dengan pembantaian, oh baginda, yang dilakukan putra Pandu itu para pejuang berjatuhan di tanah. Mereka jatuh seperti pohon-pohon roboh oleh sebuah badai. Demikian ksatria-ksatria Kuru itu diperlakukan putra Pandu yang terkenal itu. Akibatnya, semua dari mereka melarikan diri seperti sebuah kumpulan rusa yang sangat ketakutan. Sanjaya berkata, ‘‘Putra paduka, Chitrasena, oh Bharata, menahan putra Nakula, Satanika yang terlibat menghanguskan kelompok paduka dengan panah-panahnya yang tajam. Putra Nakula itu menyerang Chitrasena dengan lima batang anak panah. Yang belakangan kemudian menyerang yang
Arjuna Kalahkan Raksasha Alamvusha
terdahulu, sebagai balasan dengan sepuluh batang panah yang diasah. Sekali lagi, Chitrasena Oh baginda menyerang Satanika pada bagian dada, lalu melanjutkan dengan sembilan batang panah tajam. Putra Nakula dengan banyak panah lurus, memotong baju zirahnya Chitrasena yang lepas dari tubuhnya. Prestasinya kelihatan sangat menakjubkan. Dengan lepasnya baju zirah putra paduka itu oh raja kelihatan sangat tampan seperti seekor ular. Oh baginda, setelah menanggalkan selongsongnya pada saatnya yang tepat. Putra Nakula itu dengan banyak panah memotong tiang bendera Chitrasena yang sedang berjuang all out itu. Kemudian oh baginda, busurnya lalu terpotong dan kehilangan baju zirahnya. Ksatria kereta perkasa itu, oh raja, mengambil busur lainnya. Busur itu dipercaya mampu menembus setiap musuh. Chitrasena, prajurit kereta perkasa di antara keturunan Bharata itu
dengan cepat menyerang putra Nakula dengan banyak anak panah lurus. Satanika digairahkan kemarahannya, oh Bharata, membantai keempat kuda Chitrasena. Kemudian sais keretanya. Chitrasena yang terkenal, dilengkapi kekuatan besar, melompat turun dari kereta itu. Hal itu membuat menderita putra Nakula itu dengan lima dan dua puluh batang anak panah. Kemudian putra Nakula itu dengan sebuah anak panah yang wujudnya seperti bulan sabit itu memotong busur Chitrasena yang dihiasi emas. Tanpa busur dan tanpa kereta, tanpa kuda-kuda serta tanpa pengemudi, Chitrasena kemudian dengan cepat menaiki keretanya putra Hridika yang terkenal itu. Vrishasena, oh raja, dengan cepat menyerang dengan menebarkan panah-panah dalam jumlah ratusan, melawan prajurit kereta perkasa, Drupada, yang sedang maju di depan pasukan-pasukannya
adalah modal besar yang harus dipetik hasilnya saat menjadi penguasa tertinggi. Satu periode jabatan presiden agaknya imbalan terlalu singkat untuk mengembalikan penderitaan fisik dan psikis puluhan tahun, bahkan dua periode pun masih kurang kecuali karena dibatasi konstitusi. Rupanya Nelson bukan makhluk ekonomis, namun makhluk idealis yang tidak terlalu memikirkan imbalan untuk apa yang dilakukannya buat bangsa dan negara. Berhasil membebaskan negerinya dari rasialisme, diskriminasi, dan kesenjangan ekonomi antara yang kaya dan miskin, baginya, adalah imbalan yang memadai buat kemaslahatan bangsanya. Ternyata dia bukan tipe manusia vested interest sehingga penderitaannya tidak dianggap sebagai komoditas yang harus ditransaksikan dengan kekuasaan. Bahkan, dia mawas diri, sadar dan paham akan usia sudah lanjut buat menghadapi tantangan globalisasi, karenanya mengestafetkan kekuasaan pada yang lebih muda. Ini manusia luar biasa!’’ komentar Sudiantara. ‘’Persis, tipe manusia seperti ini sangat langka di saat materialisme dan individualisme mencekoki benak kebanyakan orang saat ini. Kekuasaan merupakan barang yang diincar banyak orang sehingga tidak saja memerlukan dana juga berbagai cara untuk meraihnya. Lewat kekuasaan apa pun mudah didapat dan dilakukan! Ironisnya, Nelson menganggap kekuasaan adalah amanat rakyat yang harus diutamakan daripada kepentingan diri sendiri. Ketika tahu diri sudah tidak mampu menunaikan tugas, dia memilih tidak ikut mencalonkan diri. Cukup puas menjadi negarawan yang banyak ucapannya dipetik orang sebagai tuntunan. Sebab, dia konsisten melakukan apa yang dipikir dan diucapkannya, meskipun tidak paham Trikaya Parisuda. Bisa menekan ambisi dan egoisme, meski tidak pernah mendengar istilah sadripu. Bahkan mungkin tidak pernah membaca istilah Tut wuri handayani, yang dulu sering dihafal nyaris seluruh warga negara tatkala P-4 ngetren di negeri ini. Dia menganalogikan pemimpin sebagai gembala yang harus tetap berjalan di belakang
kawanan ternak yang digembalakannya. Hewan yang paling lincah dan bergerak cepat dibiarkan di posisi terdepan, yang lebih lamban di belakangnya, sedangkan kawanan ternak tersebut tidak perlu tahu kalau yang memimpinnya adalah gembala yang justru berjalan paling belakang, wahhh!’’ tutur Mardika. ‘’Luar biasa! Itu berarti Nelson membiarkan kreativitas rakyatnya tumbuh tanpa intervensi para pemimpin, sedangkan rakyatnya pun tahu membatasi diri untuk berkreasi agar tujuan negaranya tercapai tanpa banyak kebisingan. Kepemimpinan seperti ini dilakukannya dengan moto, ‘tampaknya sering tidak mungkin sampai akhirnya kita berhasil menyelesaikannya‘. Sebab, bagi Nelson, kemuliaan terbesar dalam hidup adalah bukan karena seseorang tidak pernah jatuh, tetapi selalu berusaha bangkit setiap kali jatuh. Aku jadi teringat khotbah Buya Hamka puluhan tahun silam saat televisi masih berwarna hitam-putih. Jangan sekalisekali engkau menertawakan orang yang jatuh karena engkau belum pernah jatuh! Bila engkau jatuh sembilan kali, berusahalah bangkit sepuluh kali dan kalau engkau tak mampu, usahakanlah duduk, demikian pesannya. Aku tidak tahu apakah Nelson Mandela ikut menonton siaran TVRI tersebut atau karena pandangan yang sama dengan Hamka ihwal kegagalan dan keberhasilan sehingga terlontar gagasan yang mirip? Satu hal yang mengesankan, ucapan Nelson di depan rakyatnya. Janganlah nilai saya hanya dari sudut keberhasilan saya sekarang namun nilailah saya dengan menghitung berapa kali saya jatuh dan kembali bangkit! Istimewanya, ketika berhasil jadi presiden, justru dia tidak terserang virus megalomania, namun sadar kejatuhan yang lebih menyakitkan akan menimpanya bila berhasrat jadi presiden seumur hidup dan diturunkan rakyat karena pikun dan loyo,’’ kata Sugita. ‘’Pas kalau dia dapat Hadiah Nobel Perdamaian tahun 1993 karena kerendahan hatinya dan tidak mabuk kekuasaan. Dia tahu kalau hidup seperti dinamika laut, ada pasang dan surutnya. Karena itu, meski jadi penguasa tert-
Plt. Lurah Desa Dangin Puri, I.B. Alit Kertiyasa mengatakan, gerakan ini untuk meningkatkan pemberdayaan masyarakat dalam upaya menekan jumlah kasus DBD dan kematian akibat DBD itu sendiri. Kegiatan ini juga untuk memandirikan masyarakat dalam upaya pencegahan dan mengendalikan kasus DBD mulai dari masing-masing rumahnya sendiri. Menurutnya, memberantas DBD harus dengan partisipasi warga atau masyarakat itu sendiri. ‘’Selama air tergenang dan ada larvanya maka sampai anak cucu kita akan berisiko terkena DBD. Untuk itu, upaya Gema Petik ini perlu kita gaungkan ke masyarakat di Kelurahan Dangin Puri dan untuk itu kita buktikan seperti kegiatan hari ini,’’ ujarnya. Lebih lanjut dikatakan, untuk menekan kasus DBD, Kelurahan Desa Dangin Puri telah membentuk Jumantik Mandiri, artinya setiap rumah
ada petugas Jumantiknya. Jumantik Mandiri ini yang bertugas membersihkan lingkungan rumahnya. Selain itu, ia juga bertugas mencegah atau membasmi DBD dengan cara 4 M-Plus yaitu menguras, menutup, mendaur ulang, dan memantau jentik. Untuk memaksimalkan tugasnya semua jumantik mandiri ini dididik terlebih dahulu tentang cara menjadi jumantik di rumahnya masing-masing. Menekan kasus DBD, selain pencanangan Gerakan Mandiri Pemantau Jentik pihaknya juga melakukan sosialisasi, gertak, abatenisasi massal, fogging massal. Dengan kegiatan seperti ini, kasus DBD di kelurahan Desa Dangin Puri mengalami penurunan. Tahun 2015 tercatat kasus DBD sebanyak 14 kasus, kini dengan gerakan seperti ini kasus DBD menjadi 12 kasus. Gerakan ini sangat berhasil untuk menurunkan kasus DBD, maka dari itu diharapkan kegiatan ini
sepasang landak penuh duri panah berdiri di tubuh mereka. Bermandikan banyak darah, sebagai akibat luka-luka yang disebabkan anak-anak panah lurus yang ujungnya tajam. Dengan sayap-sayap keemasan kelihatan sangat tampan. Sungguh, tontonan pertunjukan dari sepasang pohon Kalpa yang indah itu, bersinar atau sepasang pohon Kinsuka yang kaya beban-beban bunga mereka. (bersambung)
Sloka 11.14 Tatah sa vismayavisto Hrsta ramo dhananjayah Pranamya sirasa devam Kritanjalir abhasata. Kemudian, Arjuna penuh takjub, bulu-bulunya tegak berdiri, menundukkan kepalanya dan menyembah-Nya, dengan kedua tangannya yang terkatub, ia berkata: Arjuna yang penuh takjub dan gentar melihat menyajian Kedewataan, segera menyembah-Nya dan berkata.
Singaraja (Bali Post) Tidak hanya tanah longsor, bencana angin puting beliung juga menerjang wilayah Buleleng. Seperti terjadi di Desa Pengulon Kecamatan Gerokgak yang disapu puting beliung Jumat (2/12) lalu. Akibatnya, rumah milik I Nyoman Kamariasa (35), warga Banjar Dinas Bukit Sari Desa Pengulon rusak berat.
inggi setelah tersiksa secara lahir batin di era apartheid, dia menghilangkan semua dendam di hati terhadap pihak-pihak yang pernah menyiksanya. Dia kubur kebencian, karena menganggap kebencian seperti minum racun dan mengharap racun di perut akan membunuh para musuh, hahahaha. Baginya, tidak seorang pun lahir di dunia dibekali kebencian. Untuk membenci orang harus belajar, dengan demikian dia sekaligus juga belajar mencintai. Cinta dan welas asih, bagi Nelson, datang lebih alami ke jantung manusia daripada kebencian. Mungkin karena jiwa yang penuh kedamaian itu, kendati dia mengalami penderitaan fisik dan psikis saat masih muda, Nelson mampu mencapai usia 95 tahun saat mengembuskan napas. Hidup sampai usia itu, kurasa, cukup dan bila lebih akan menyusahkan orang lain,’’ tambah Sumadi. ‘’Sebenarnya kita di Bali sejak kecil sudah sering mendengar ucapan atau salam bernuansa religius saat bertemu satu sama lain atau ketika ada yang berpidato. Om Swastyastu yang bermakna ‘semoga dalam suasana baik dan bahagia atas lindungan Yang Mahakuasa‘, selalu diucapkan ketika bertemu atau sebelum pidato dimulai. Kemudian saat selesai berwacana dan hendak berpisah, ucapan ‘Om ShantiShanti-Shanti Om ; dilontarkan dengan makna ‘ semoga damai di hati, di dunia dan di akhirat‘. Kukira Nelson Mandela tidak pernah mendengar atau mengucapkan salam yang juga mengandung doa tersebut, kendati melaksanakannya dalam berbuat dan bersikap. Marilah belajar mengerti apa yang kita sering ucapkan dan melaksanakan yang dimaksud sehinga tidak hanya berkesan basa-basi! Astungkara!’’ ajak Bagia. (aridus)
Dangri Tekan Kasus DBD Lewat Gema Petik Denpasar (Bali Post) Kasus demam berdarah dengue (DBD) di seluruh Indonesia semakin meningkat. Untuk mewujudkan Kota Denpasar bebas dari penyakit demam berdarah ini, Kelurahan Dangin Puri (Dangri) Kecamatan Denpasar Timur melaksanakan pencanangan Gerakan Mandiri Pemantau Jentik (Gema Petik) di Balai Banjar Kayumas Kelod. Dalam kegiatan ini, Wali Kota Denpasar I.B. Rai Mantra menyerahkan bubuk abate dan senter secara simbolis kepada warga dilanjutkan menabur bubuk abate ke rumah warga dan SDN 26 Desa Dangin Puri. Acara ini juga dihadiri Kadis Kesehatan Kota Denpasar, dr. Luh Gede Sri Armini, M.Kes., Kadis Pariwisata Kota Denpasar, Wayan Gunawan dan Camat Denpasar Timur, Dewa Made Puspawan. Wali Kota Rai Mantra mengajak seluruh masyarakat Denpasar untuk selalu peduli dengan kebersihan lingkungan.
mendekati guru Drona. Yajnasena menyerang prajurit kereta perkasa putra Karna itu di lengan-lengan, dada, oh tuan, dengan 60 batang anak panah. Vrishasena lalu digairahkan kemarahannya. Dengan cepat menyerang Yajnasena yang berdiri di atas keretanya, dengan banyak panah di pusat dadanya. Kedua prajurit, itu terkoyak-koyak oleh anak-anak panah. Dengan panah-panah tertancap di badan mereka, kelihatan tampan seperti
Diterjang Puting Beliung, Rumah Ambruk
Nelson Mandela
SAAT saya keluar melangkah menuju pintu gerbang kebebasan, saya paham kalau harus meninggalkan segala kebencian dan kepahitan di belakang. Bila tidak, sama saja artinya saya masih ada di dalam penjara. (Nelson Mandela). ‘’Mungkin kalimat bijak tersebut salah satu faktor membuat pejuang revolusioner anti-apartheid itu diberikan hadiah Nobel Perdamaian. Besok, 5 Desember 2016, merupakan peringatan tiga tahun hari berpulangnya dan kalau masih bernapas, dia akan berusia 98 tahun. Pejuang yang membebaskan Afrika Selatan dari sistem pemerintahan diskriminatif berdasar warna kulit atau apartheid, yang harus mendekam nyaris tiga dekade di balik jeruji besi, yang kondisinya lebih rasis dan diskriminatif. Selain mendapat tekanan psikologis berat selama di bui, siksaan fisik membuat penglihatannya kabur. Meski demikian, dia tetap gigih memperjuangkan lenyapnya sistem kehidupan berbangsa dan bernegara yang timpang, di mana ras kulit putih memiliki privelese sedangkan kulit hitam yang sebenarnya penduduk asli Benua Hitam diposisikan sebagai subordinan atau warga kelas bawah. Perjuangannya tidak hanya mendapat simpati dari sesama narapidana, juga masyarakat luas di luar penjara, bahkan dunia. Keluar dari hotel prodeo, dalam pemilihan umum multiras, Nelson menjadi warga kulit hitam pertama terpilih sebagai Presiden Afrika Selatan (19941999). Hebatnya lagi, dia tidak mau menyalonkan diri untuk periode berikut dan merelakan kepemimpinan bagi kaum muda yang menurutnya lebih enerjik dan berpikiran lebih maju,“ papar Rubag. “Tidak ambisius untuk mengangkangi kekuasaan merupakan keputusan yang sulit bagi kebanyakan orang, namun Nelson telah berhasil menundukkan sadripu yang ada pada dirinya. Biasanya orang akan menghitung jasa yang pernah ditanamnya sebagai investasi, lalu berusaha memperoleh kembali modal ekonomi atau sosial yang dikeluarkannya plus untung berlipat. Tiga puluh tahun mendekam di penjara akibat keputusan politik anti-apartheid, umumnya bagi orang,
Minggu Pon, 4 Desember 2016
bisa ditiru oleh semua desa/ kelurahan yang ada di Kota Denpasar. Kadis Kesehatan Kota Denpasar, dr. Luh Gede Sri Armini, M.Kes., mengatakan, Gema Petik ini ini sangat efektif untuk menekan kasus DBD. Menurutnya, peran masyarakat yang paling utama untuk menekan kasus DBD. Karena pemerintah tidak bisa menjangkau sejauh itu. Untuk itu, pihaknya ingin adanya kemandirian masyarakat dalam membersihkan lingkungannya masingmasing. Menurutnya, gerakan ini sangat membantu pemerintah dan masyarakat secara keseluruhan. Untuk itu diharapkan kegiatan ini bisa diikuti di seluruh desa/lurah se-Kota Denpasar. Untuk memberantas jentik nyamuk, Pemerintah Kota Denpasar telah menyediakan bubuk abate secara gratis. Masyarakat bisa mencari di setiap puskesmas di wilayahnya masing-masing. (kmb42)
Bencana angin puting beliung ini terjadi sekitar pukul 17.00 wita. Angin kencang dari utara (arah pantai -red) bertiup kencang ke arah desa. Tiupan angin menyapu rumah Kamiriasa hingga rata dengan tanah. Beruntung, saat kejadian pemilik rumah sedang gotong royong, sehingga tak sampai menimbulkan korban jiwa. Nyoman Kamariasa Sabtu (3/12) kemarin, menutur-
kan, angin puting beliung yang merobohkan rumahnya itu tidak diketahui dengan persis. Saat peristiwa terjadi, dia dan kerabat lainnya sedang gotong royong di rumah keluarga yang akan memiliki hajatan menikah. Kembali dari gotong royong, dia menemukan atap rumahnya sudah ambruk. “Waktu pulang sekitar pukul 17.00 wita, rumah sudah roboh tidak tahu seperti apa kejadian angin kencang itu,”
BPM/ist
RUSAK - Rumah I Nyoman Kamariasa di Dusun Bukit Sari Desa Pengulon rusak berat setelah diterjang puting beliung.
katanya. Akibat peristiwa tersebut, rumah yang ditempati Nyoman Kamariasa tidak bisa ditempati lagi. Dia terpaksa menumpang di rumah kerabatnya, sampai rumahnya bisa dibangun kembali. Sementara atap hingga rangka kayu yang hancur untuk sementara dibersihkan secara perlahan. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng Made Subur mengatakan, setelah mendapatkan laporan kejadian itu, pihaknya turun ke lokasi untuk melihat kondisi kerusakan. Selain itu, BPBD juga menyisir lokasi lainnya, mengingat peristiwa angin puting beliung biasanya menyebabkan kerusakan secara massal. Hasilnya, juga ditemukan sebuah bale bengong yang juga rusak ringan. “Setelah kami mendata kerusakan dan besok (Minggu, 4/12) ini, kami akan drop paket sembako dan terpal agar bisa digunakan atap untuk sementara. Masalah bantuan perbaikan kita masih mengupayakan dengan berkoordinasi pihak terkait lain,” jelasnya. (kmb38)
Teknologi Pertanian Modern untuk Kesejahteraan Petani Sektor pertanian di Bali belum memberi berkah menyeluruh terhadap kesejahteraan petani. Produkproduk pertanian kadangkala dijual murah sehingga tidak sebanding dengan ongkos perawatan yang dikeluarkan. Kuantitas dan kualitas pertanian dianggap perlu digenjot memenuhi kebutuhan hidup petani Bali. “Potensi pertanian di Bali cukup baik, tetapi implementasi kebijakan belum dirasakan petani. Contoh riilnya dari segi pemasaran masih banyak petani kesulitan memasarkan produk pertaniannya,” ujar Ketua Wanita Tani Provinsi Bali, Tutik Kusuma Wardhani, belum lama ini. Dia menuturkan, keputusasaan petani mesti diantisipasi dengan meningkatkan penghasilan tani diperoleh. Selain itu, Tutik melihat cukup banyak lahan tidur belum tergarap dan mesti dioptimalkan petani. “Sering petani menjadi objek mestinya harus sebagai subjek. Saya harap sektor pertanian harus gencar diperjuangkan. Perda pertanian sendiri sudah ada, bagaimana pertanian diberi insentif dari
segi pajaknya. Tapi, hal itu belum bisa dibendung karena jumlah penduduk sangat padat. Di sisi lain, pendapatan kita masih berorientasi kepada dunia pariwisata,” tuturnya. Pertanian di Bali, kata dia, cukup banyak memakai teknik tani konvensional dan perlu penyuluhan rutin. Teknik pertanian mod-
ern perlu berkembang disesuaikan dengan kebutuhan petani dan perkembangan zaman. “Anak-anak muda mulai dapat ditarik menyukai dunia pertanian. Hal itu pula tergantung kebijakan pemerintah. Sekarang tinggal arah pembangunannya ke mana, di desa atau di kota? Bagi saya perlu dimulai dari desa. Kita perlu tumbuhkan ekonomi pedesaan dan pasti di sana akan membuka lapangan pekerjaan. Generasi muda tidak perlu lagi atau mesti ke kota untuk mencari lapangan pekerjaan,” paparnya. Pemberdayaan pertanian di Buleleng, sekaligus menghindarkan generasi muda terjerumus tindak kriminal akibat tidak memiliki pekerjaan di kota. “Pembangunan kesejahteraan petani diawali konsentrasi pemerintah ke desa. Pengolahan pertanian penting memakai teknologi modern. Tidak bisa kita bertani secara konvensional terus. Dulu, Thailand belajar bertani ke Indonesia, pertanian mereka sekarang jauh lebih maju dari kita,” tandasnya. (kmb34)
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya Informasi pasang iklan Telepon : Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) : (021) 5357602 - Fax : (021) 5357605 - Iklan Still Store di Bali TV : Rp 200.000,- (10 x tayang) Jakarta : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) - Runing Teks Bali TV : Rp 50.000,- (5 x tayang) Mataram : (0370) 639543 tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus - Denpost Paket : Rp 165.000,- (10 x muat) Denpasar : (0361) 225764 (hunting) e-mail:iklan@balipost.co.id 69 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita - Bisnis Bali Paket : Rp 82.500,- (10 x muat) Surabaya : (031) 5633456 Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau VISA >2:= A6>324232=:A@CD 8>2:= 4@> $2I2?2? (6?825E2? ( (:? 4 6 :C4@E?D ,A D@ (6>32I2B2? 58? #2BDE #B65:D &! Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! Tarif iklan Mini/Baris
Iklan Peluang Emas
.; *@A:B 6BC:9 )2A: "E;EB E3 #
3->=>25,8 (6?;29:D 6BA6?82=2>2? E3E?8: #
.; *@A:B *!% ED< %@3:= ?8<6= ; "D #
.; @@< 6=A6B +<8 E4: (:B:?8 .2:D6B C #
.; #6A2=2 +@<@ #@B5:?2D@B #2C:B *2=6C *%, ( C>E 9B5 8>2:= 4@> #
3.,;3 86? +!#! 5: .:= 2=: E3 #
3.,;3 #2BI2G2? $2E?5BI 5:(6D:
D6?86D #ED2 ,DB #
- @@< 6=A6B .2:D6B 6C "D %6C %2<2? +:AC +@A ECI 276 ":>3
( ,63 ?E8B29 5: &EC2 E2 >6>3EDE9<2? A6?82G2C $2A2?82? 52? B27D6B <:B:> - <6 >2:= 32=: 2?E8B29 8>2:= 4@> #
#
#;91;,770; @>AED6B E== +:>6 * *%# 6>2:= <6 92B: 6C@=:?5@ 4@> #
=2 <2BI2G2D: F:=2 5: 2?88E @@< 9C !?88B:C #
>=>2 *2=6C +' 5> D6?282 *6B23ED2? #
( 6B<2D D9 5>:? *2=6C E3 A< ?5B6 #
9.9 B@EA >6>3EDE9<2? <2?5:
52D ED< >6?6>A2D: A@C:C: C33 (B2>E?:282 @B8 #6A2=2 #@?D6B @B8 *D@B6 *EA6BF:C@B @B8 2G2 CEB2D =2>2B2? <6 "= 2DEB )2I2 &@ +2>2? B:I2 ":>32B2? #
; A6>32?DE ; I8 ?D6B AD ( $8C
-=2 *8B :?2?4:2= @?DB@= :?2?46 *D277 *2=6C *D277 *2=6C >2:?D6?2?46 36BA6?82=2>2? ?8=:C9 =:?2 ?28:C2 32=: 4@> 52? 9B ?28:C2 32=: 4@> #
.; ?8:?66B:?8 (@@= %2:?D6?2
?46 ED< -:==2 E3 #
.; ' 3C 9C !?88B:C #66A:?8 $2<: $2> +2>2? #6BD: )6C:56?46 "= &2<E=2 8 2:< *6>:?I2< #
.; *8B %2B<6D:?8 E3 %4 @?2=5 C &2?8<2 ( #
#
.; *@A:B *2=6C 2B>2C: +5< %6B@
.; *@A:B E *9@GB@@> %@3:= <@< (?I %DB %2H D9 $2> 2DCE +:>EB AC (+ #* "= *E=: &@ AC #
#
.; *@A:B (B:325: 5: "= )I %2C .; C8B D?8 E @D6= ' ) ,3E5 , !?D6BF:6G @I ?8:?66B:?8 #
.; *D77 !D2 )6CD *@EC ( CD # ?5 # (JJ2 %2<6B *D6G2B5 HA !D2=:2? )CD #
.; A6?82;2B E +# $>B? 3G =C8 <6"= + D89B - #
3.,;3 A6B2G2D I8 >6>AE?I2: *+) E #=:?:< 6CD6D:< *6>:?I2< E3 :?7@ 5B>256:D232=: 4@> #
.;3 *86B2 .2:D6B .2:DB6CC ED< )6CD2EB2?D 2?5;2B 5:*2?EB $>B $C?8 5:32G2 <6 (EB: @A2 @D6= E3 #
#
0,60; @?52 >6?42B: '77:46 @I 52? *2=6C *(- 6BA6?82=2>2? $2>2B2? 32G2 =8C <6 "= )I (252?8 $EG:9 &@ 2=E?8 #
$,7,A,8, )6C@BD *A2 #ED2 &665C %2B4@>> %8B )6CD2EB2?D %8B @D6= (B@;64D %8B .2:DB6CC
B66D6B (=62C6 C6?5 - D@ 9B5 B2>2I2?29@D6= 4@> #
3->=>25,8 ()+ +:5EB 2=2> $E2B E3 B62 6?A2C2B #
3.,;3 B:F6B (E?I2 *!% *:?8=6 E3 #
3->=>25,8 %2B<6D:?8 5: &! =:76 !?D6BF:6G 2B: *6?:? =2>2D 6A2? )*, 25E?8 #2A2= #
3.,;3 ' )' >2:= <6 8> 23:2?92B>@?I9@D6= 4@> #
3.,;3 E:56 6B>2? !?88B:C 58? $:C6?46 E3 #
3.,;3 #BIG? +96B2A:CD *3?I<?I E3 #
3.,;3 (6?82CE9 2=:D2 +:?882= 5: 2=2> E3 #
3.,;3 *686B2 #2BI2G2D: "E2= %2<2?2? 5: ,3E5 3 #
3.,;3 *D277 ' )' >2:= 8> 23:2?92B>@?I9@D6= 4@> #
3.;3 C686B2 =62?:?8 *6BF:46 E3 #
3<=;3->=9; E:=5:?8 %2D6B:2= D9 '% *AF *2=6C *2=6C E5:D 5> (6?6>A2D2? 2=: $@>3@< "6>36B *:5@2B;@ $2>AE?8 2?D6? #B> $>B2? 3:D 9B5 82 8>2:= 4@> #
(,.,8.A #6B@3@<2? *64B6D2BI %2B<6D:?8 6>2=6 I@ HA IB 5 ?8=:C9 5 @>AED6B *<:== %:? I?2>:4 ABC?=:DI *DB@?8 2?2=ID:42= >= D@ 9B532=:B64 8>2:= 4@> #
.; C8B +?82 <2C:B =62?:?8 *6BF:46C #@=6<D@B A?6>A2D2? .:= 25E?8 A6?55<? *%, *%# 3=> >6?:<29 (B:2 .2?:D2 E>EB >2<C D9? $2> <6 #@A #B2>2 2=: "= #6AE?5E?8 &@ AC 2D2E 6>2:= <<31;@3F242?4I I29@@ 4@>
995 *D277 ED=6B - E6CD @EC6 *6>:?I2< E3 #
$0<=,>;,8= (6D:D6?86D %6?42B: 2BD6?56B 2C9:6B @@< =@@B %2?286B %:? +9 (8=>? 3C 9C !?88B:C #B> - :?7@ 8@7B6C9 =:76
#
%9:3; E;2?8 +5B => )2;:? 632C )@<@< (B:35: #
MOBIL - MOTOR PROPERTY RUPA-RUPA Bali Post &%'
0;9B, :BE 3E 2? E== E5:@ B8 &68@ # %'+'
#( $ *:=F %6D :C2 ++ !?@F2 A #
46 6B:@ E==F2B <=D %D=< +8? 2C=: # #
46 2BI (, 44 (ED:9 %=C # &"*"&
41 B2?5 HDB2 3E %6D *9@BD #=?8 +D= , #
' @BDE?6B :C6= :D2> "D &68@ %2?E2= ( #
889?, B:= 6C2B :D2> C # !;:? E3
&82 &6>A:= "D "= 6C2<:9 &82 B6 5: "=? )2I2 +E>32<32IE9 !* $ (@?5@< :DB2 (>@82? CA6< (6BE> 3C 6=: B6 46 +?9 #2F $@< *DBD8:C 526B29 #
6?8 :2?I2B 5<D "2?DE?8 #@D2 34>,6 +2?29 > $@<2C: #
% ) ! $' E3 # 6C2 (6?;2B2<2? 6B@<82< &82 B6 B6 $@< 2?88E ,D2B2 #3.,8=9 (D9 "D I=2 / #
3598= )>9 #+ #% "= ;6AE? E=6=6?8 @4@< -:==2 2B82 (6B B6 "ED2 &82 #2F *:2A 2?8E? "D "D 8I2 A 4 )>9 $2?D2: $+ > $ > (:A:= &@ BI2D2>2 )6C # # "= #6BD252=6> *2B: *:56<2BI2 E3 , +2B@ +682=2=2?8 E3 34>,6 +2?29 > $@<2C: #
6?C6= +=A ! %% ! # #
(6>ED6B2? 6B@<82< E=6=6?8 &82 B6 5:%E?88E CA6< (6BE> # >50 )/ C # +8?! <> B3 <@5,8 )>9 $D #+ #% "D +9 E3 +:?882= =< &2>2 % ) ! & ! 46 )>9 (6BE>292? %E5ED2<: *:=F6B +BGD "D (68EI2?82? #2;2 # #
# $+ > $ > "= %E5ED2<: -! # %0@, +?9 $@< ,=EG2DE 4< ED< 34>,6 +2?29 > $@<2C: (6BE> #2F +682= "2I2 2DCE 2B2D @D6= -:==2 E3 $ ! $ " ' & ! +2>2? ,>256G: )64:56?46 2?;2B # E3 &82 9-36 @BDE?6B 52? ; %3= F2?J2 /6?:2 )EC9 02B:C (2C6<2? E5E< E3 46 +?9 #2F 5: 2DEB:D: E== # +?9 B6 069 >32?8 "D B6 "2J 5== 2C ' #B5 #
% ) ! $' " 46 )E>29 2=E?8 (6B>2: "D -:6G B8 "D2? # "=? %6D6B ( 3598=;5,8 )E<@ "= :A@?68@B@ 46 +?9 65E?8 .B *EAB2D>2? 2?IE?:?8 *8B # ' "&"$ / E3 )E<@ "= E?E?8#2G: # # # #
% ! $ $72 +< $+ > $@< ":>32B2? "! &82 B6 "=? +<5 :=@< *2?EB %@ )E<@ $D )E<@ B49256 "= )I &82 .2?28:B: (2?42C2B: "=? >;,2 "E2= )E8: *6>A:5: 98/, -2B:@ . +649?@ ( % #@>A 2C2 6&2>A2< *2>A:?8 D= (EAED2? )6?@? E3 > !C: #@A: (
! (ED:9 !CD>G 2=: (2B28@? $:C2 +68692 "= >(2F &8 #2E9 #
#
' $' = 3C :4:= H )>9 @2 @?8 ":>32B2?
#
SERVICE
BIRO JASA
ARSITEKTUR
DIJUAL MOBIL
SALON
DIJUAL MOBIL
$72 #@CD #2>2B 7E== ,D2B2 (@=D6< ":>32B2?
#
#
#
#
#
34>,6 %:?I2< #EDEC #EDEC % ) ! &" " C=: 2B82 #9ECEC ,D< B@C:B 3598 ;4<7, +@<@ $C H > 44< *82=2 "6?:C ,C292 B66'?8<:B .:= AC #
' $' " 34>,6 )E<@ 2BE $D "= EB:D2 *6C6D2? AC H >
#
#4,5 +2H >?6CD: *!,( &(.( (2C
A@B *I ?DE %EB29 #
! ! $>59 $D #@>A=6<C B292%29<@D2 61 (# *(% # % & #2D:B:? "= +6E<E ,>2B E3 #2B:CE5:? &@ (# ' #
#
$'# $'# 263 )>9 @4@B 2< :?5:?8 D2A +2=2?8 BC %6<: #
=,<3 )E>29 @4@B 2< :?5:?8 +2=2?8 == 2B:C #
#
61 E<E #!) () # # ) +9 & +;2?5B2 +;29I@?@ #
61 *6BD:7:<2D +2?29 $6D2< 5: B 2D6?82? +E>32< 2IE9 %6?8G: $+ > & IE +B:C?2G2D: E3 252 :>32=2? #
18
REKREASI
Minggu Pon, 4 Desember 2016
TTS Bali Post
Pertanyaan
MENURUN 1. Sumbang (Bali) 2. Tulen ; asli 3. Bersifat sindiran ; kejadian yang terbalik dari harapan 4. Kes 5. Pasangan 6. Keturunan 10. Muram ; kusam (Bali) 11. Perkantoran 14. Orang tak percaya adanya Tuhan 16. Pakaian wanita 17. Kiasan untuk omong kosong ; tak ada hasil 19. Uji 20. Obat rahasia 21. Lazim 23. Datuk 24. Adukan semen dan air yang encer 25. Sebaya (Bali) 27. Mesin berbahan bakar solar 28. Rakyat jelata 29. Kemanusiaan 30. Bepergian ke luar daerah 31. Wajib militer 33. Hidangan (Bali) 35. Perdu merambat berbuah polong dengan biji merah mengkilap
Konservasi Berhasil
Dua Bayi Gajah Lahir di Bali Elephant Camp
2
1
3
BPM/may
INDUK - Dua gajah di Bali Elephant Camp, anak dan induknya.
bahagia adalah bisa berkembangbiak seperti yang dialami gajah di Bali Elephant Camp,” tukasnya. True Bali Experience pertama kali, bergelut di bidang arung jeram pada tahun 1996. “Kita perusahaan pertama rafting karena kita adalah bagian dari masyarakat Carangsari.
5
9
10
11
12 13
15
6
8
16
14
17
18
19
20
21 22
26
27
23
24
28
29
30
25
31
32 33
34
35
36 37
38 39
KUPON TTS No.275 Ketentuan Menjawab
Pemenang TTS No. 273
Jawaban di tulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 275 dan cantumkan identitas lengkap serta no telepon/Hp. Kirim ke Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 10 Desember 2016. Pemenang diumumkan pada Bali Post Minggu 18 Desember 2016. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang @200.000, dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga ( 2 dewasa + 2 anak ). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos.
MENDATAR 1. Jaga 3. Pangsa 8. Leave 9. Sekongkol 13. Uma 14. Akbar 15. Aur 16. Humid 18. OKU 19. Easel 20. Intake 23. Ika 25. Orifice 28. STE 30. Orator 33. Pleno
34. 35. 38. 39. 40. 42. 44. 45. 46.
Roi Valas Non Suasa Tip Tamponade Padri Firman Long
MENURUN 1. Jaswadi 2. Anom 3. PNG 4. Geladeri 5. Alabaster 6. Patroli
Seiring berjalannya waktu, kita mulai mengantarkan orang melihat apa yang ada di desa ini, naik sepeda, kita bawa dia ke Bedugul, ke hutan, trekking,” tuturnya. Sampai akhirnya, 3 tahun yang lalu mulai pihaknya mulai mengelola komoditas perkebunan, coklat dan ta-
1. Ni Made Ayuni Jl. Batukaru, Kec. Tabanan, Kab. Tabanan 2. Komang Kawit Br. Panglan, Desa Kapal, Kec. Badung, Kab. Badung 3. I Wayan Wira Kantor Lapas Anak, Jl. Serma Natih, Karangasem 80813 4. Ni Putu Ari Dianita SD Saraswati 5 Denpasar Kelas 2A
Jawaban TTS No. 273
BALI Elephant Camp di bawah naungan PT Kasianan True Bali Experience berhasil mengembangbiakan gajah, satwa yang dilindungi. Terbukti dari kelahiran dua ekor gajah di tahun 2016 ini, salah satunya bernama Saraswati. IGA Agung Inda Trimafo Yudha, owner Bali Elephant Camp mengatakan, True Bali Experience adalah perusahaan swasta pariwisata berbasis petualangan alam, konservasi dan agrowisata. Di dalamnya terdapat Bali Elephant Camp yang mulai berdiri sejak tahun 2005 dengan bekerjasama dengan pemerintah di tingkat pusat khususnya di Kementerian Kehutanan dan KSDA. “Kita menjadi partner, kita diberikan hak untuk menjadi balai konservasi yaitu gajah,” ujarnya. Sebanyak 13 gajah diadopsi dari Riau dan Lampung dengan misi utama merawat, melakukan konservasi, dan membantu proses regenerasi gajah. Mengingat Bali adalah gate internasionalnya Indonesia, maka pemerintah memberikan kesempatan memperkenalkan hewan langka ini kepada dunia melalui Bali elephant Camp. “Dalam mengemban misi utama tersebut, kita sudah berhasil, jadi kita punya 2 bayi gajah yang lahir di Bali Elephant Camp ini,” ungkapnya. Dari tahun 2005, pihaknya berusaha merawat gajah yang datang dalam usia cukup muda tersebut. Hal itu berhasil dilakukan, dibuktikan dengan berkembang biaknya gajah. “Salah satu ciri gajah yang hidupnya
4
7
SPT2016
MENDATAR 2. Surat keterangan tertulis sebagai bukti kepemilikan sesuatu 7. Peminta-minta 8. Campur (Bali) 9. Sangat hebat ; bagus sekali 11. Serbuk hidrasi oksida besi yang digunakan untuk menghaluskan permukaan kaca 12. Lagak (Bali) 13. Dibalik : Ajudan atau pembantu (Inggris) 15. Keranjang dari rotan 18. Peran pengganti (Inggris) 22. Pengerasan karena adanya garam kapur 26. Tandan-tanda ; petunjuk 30. Tumbuhan yang hidup melekat pada batu atau kayu 32. Sapaan untuk orang yang diajak berbicara 33. Gunting besar (Inggris) 34. Lembaga pembinaan sosial masyarakat 36. Proses menghirup udara/ uap ke paru-paru 37. Mati (Inggris) 38. Tepung/pati dari hati batang palem 39. Pengesahan
7. 10. 11. 12. 17. 21. 22. 24. 26. 27. 28. 29. 31. 32. 36. 37. 41. 43.
Ventura Kuret Nah Kim Uber Net Korelatif Kao Inovator Coba Serimpi Episode Tanpa Renteng Lem STO Inul Pen
hun 2005 juga melakukan konservasi terhadap gajah. Edhy Prabowo, Ketua Komisi IV DPR RI mengatakan, kali ini pihaknya melakukan kunjungan ke Kalimantan Barat, Jawa Barat, dan Bali. Khusus di Bali, kunjungannya dalam rangka untuk mengawasi, melihat peran konservasi hewan yang dilakukan di Bali Elephant Camp, salah satu
5. I Dewa Gede Ngurah Sarjana Jl. Udayana No.14, Mataram 83122 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar Nama :Ni Wayan Mantri Alamat :Perum Chandra Ayu, Batubulan, Sukawati, Gianyar 80582
konservasi yang mengelola berbagai kegiatan. A.A. Bagus Adhi Mahendra Putra, Komisi IV DPR RI mengapresiasi kegiatan PT Kasianan karena pemerintah memang harus bermitra dengan pihak swasta dalam hal kegiatan konservasi, mengingat swasta tidak terbelenggu dengan aturan-aturan pengelolaan dana. (kmb42)
19
Minggu Pon, 4 Desember 2016
Penjual Miras Diamankan
Desa Bukti Jadi Pelaku Berdalih Barter dengan Beras Kampung Iklim KEMENTERIAN Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI menyerahkan trofi dan sertifikat sebagai wujud prestasi nasional terhadap Desa Bukti Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, berprestasi dalam gerakan nasional program kampung iklim (proklim) tahun 2016. Penyerahan penghargaan diselenggarakan di Jakarta, pada puncak pekan perubahan iklim tahun 2016. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc., menyerahkan trofi dan sertifikat dengan diterima Perbekel Desa Bukti, Gede Wardana, didampingi Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Buleleng, Drh. Nyoman Surya Temaja, M.P. Secara singkat, proklim adalah gerakan nasional memberi penguatan terhadap pelaksanaan upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim serta kelembagaan untuk mendukung pelaksanaan proklim yang diluncurkan sejak tahun 2011. Selain itu, penting pengakuan partisipasi aktif masyarakat yang sudah melaksanakan upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim terintegrasi. Penghargaan proklim diraih Desa Bukti Kecamatan Kubutambahan, karena dinilai mampu mengadaptasi dan mitigasi perubahan iklim. Kegiatan antara lain pengendalian banjir, longsor atau kekeringan. Selain itu pula, peningkatan ketahanan pangan, penanganan kenaikan muka air laut, pengendalian penyakit terkait iklim, pengelolaan dan pemanfaatan sampah atau limbah, penggunaan energi baru, terbarukan dan konservasi energi, sampai budi daya pertanian rendah emisi gas rumah kaca (GRK), peningkatan tutupan vegetasi, pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan serta lahan. Penghargaan ini juga direbut karena dukungan dari pemerintah desa dan juga Pemerintah Kabupaten Buleleng. Pemerintah memberi penghargaan kepada masyarakat minimal setingkat RW/dusun/dukuh dan setingkat kelurahan/desa. Diharapkan tercipta pemahaman terhadap perubahan iklim dan dampaknya. “Pemangku kepentingan baik sebagai sate party maupun nonstate stakeholders agar paham terhadap dampak perubahan iklim dan juga melaksanakan kegiatan adaptasi dan mitigasi,” ujar Siti Nurbaya belum lama ini. Ia berharap komitmen diperlukan mengatasi perubahan iklim sebagai prioritas mendesak. Seluruh kalangan terlibat sampai masyarakat kecil untuk melakukan tindakan serius menghadapi perubahan iklim. “Semua pihak harus terlibat memberantas kemiskinan, menjamin ketahanan pangan air, kesehatan dan menghadapi perubahan iklim. Gerakan Nasional Proklim diharapkan menjadi platform pengendalian perubahan iklim yang membumi,” harapnya. (kmb34)
Delik Formil Dari Hal. 1 “Yang saat ini didefinisikan makar (adalah) sebagai permufakatan jahat. Dalam pemahaman penyidik Polri, makar sebagai permufakatan atau makar dapat juga dikategorikan perbuatan delik formil. Artinya, dia tak perlu terjadi perbuatan makar itu,” sebut Boy. Selama ini, makar sering diidentikkan dengan tindakan yang sensitif, seperti pemberontakan. Tetapi, dalam regulasi saat ini, makna dari makar lebih luas dari itu. “Makar di sini adalah suatu permufakatan dan ini tidak harus dia jadi kenyataan dulu, tapi dengan adanya terdeteksi dari pertemuan-pertemuan kegiatan hasil penyelidikan rumusan permufakatan itu dapat perlahan-lahan dikumpulkan oleh diri kita karena kurang
lebih ini tiga minggu terakhir di November, hampir 20 hari, jadi setelah 4 November,” ungkap Boy. Gerakkan Massa Polri menduga tersangka dugaan makar ingin menggerakkan massa doa bersama pada Jumat 2 Desember 2016 untuk digiring ke DPR. “Yang jelas ini harus diantisipasi, karena kalau tidak, ini tidak menguntungkan massa aksi 2 Desember karena massa yang akan pulang setelah Jumatan akan digiring ke DPR,” kata Boy Rafli Amar. Dia mengatakan, karena massa doa bersama yang dipusatkan di Monas begitu besar dan kemungkinan ada yang tidak puas bisa dimanfaatkan, karena itu polisi tidak menunggu itu terjadi sehingga melakukan penangkapan kepada para tersangka. (ant)
Bukan Penentu Kelulusan Dari Hal. 1 Apa kendala dan permasalahannya yang dihadapi sekolah akan diketahui dari hasil UN. “Asal jangan sebagai penentu kelulusan menurut saya UN perlu tetap dilaksanakan,” ujarnya. Serupa dengan Sadia, Kepala SMPN 1 Bangli Wayan Widiana Sandi berpendapat rencana penghapusan UN perlu mendapat sebuah kajian yang matang. Kalaupun pemerintah memutuskan penghapusan UN, maka satuan pendidikan di masing-masing kabupaten atau provinsi menurutnya harus memiliki standar untuk melaksanakan penilaian akhir sebagai dasar pemetaan kemampuan akademik peserta didik. Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabu-
paten Bangli Nyoman Suteja saat ditemui dalam suatu kesempatan belum lama ini mengaku belum menerima pemberitahuan secara resmi terkait rencana dihapuskannya Ujian Nasional (UN) mulai tahun 2017 mendatang. Pihaknya sejauh ini hanya mengetahui kabar UN dihapuskan dari media massa. “Sementara surat resmi dari Kemendikbud belum ada,” kata Suteja. Namun, pihaknya mengaku sangat mengapresiasi jika UN dihapuskan. Menurut Suteja, dengan latar belakang Kurikulum 2013 (K-13) yang dilaksanakan di sekolah, evaluasi terhadap siswa sudah dilakukan setiap saat. “Setiap kali tatap muka, guruguru tidak hanya belajar tapi secara rutin dilakukan evaluasi terhadap anak-anak kita,” terangnya. (ina)
Negara (Bali Post) Jajaran Polsek Mendoyo mengamankan seorang penjual miras jenis arak bernama Nengah Merta (67) dari Banjar Pangkung Lubang Desa Pergung Kecamatan Mendoyo. Dari informasi di Polsek Mendoyo, Sabtu (3/12) kemarin, pelaku penjual arak diamankan karena ada informasi dari masyarakat kalau di daerah Banjar Pangkung Lubang Desa Pergung Kecamatan Mendoyo sering ditemukan adanya miras jenis arak. Sehingga jajaran anggota Reskrim Polsek Mendoyo yang dipimpin langsung oleh Kanit Reskrim Polsek Mendoyo Iptu H.A. Muh Nurul Yaqin dan Panit 2 Reskrim Ipda Ngurah Arta Kumara langsung mengecek kebenaran informasi tersebut. Sampai di TKP ternyata benar adanya beberapa liter miras jenis arak yang ditemukan di warung pelaku. Barang bukti yang diamankan di antaranya satu buah jeriken putih isi 27 liter miras jenis arak, 1 buah jeriken warna biru isi 40 liter miras jenis arak, 1 buah gentong warna merah, 1 buah timba besar warna hitam, 1 buah galon aqua, 1 buah
jeriken warna putih, 1 buah ember warna putih, 1 buah centong warna hijau, 2 buah corong warna putih dan hijau. Total barang bukti miras jenis arak yang diamankan 67 liter. Kapolsek Mendoyo Kompol A.A. Sukasana didampingi Kanit Reskrim Polsek Mendoyo Iptu H.A. Muh Nurul Yaqin dikonifirmasi membenarkan mengamankan pelaku penjual miras jenis arak dan menyita barang bukti. Kini, pelaku dan barang bukti diamankan di Polsek Mendoyo untuk penyidikan lebih lanjut. Dikatakan, penertiban penjualan miras ini untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Sementara pelaku penjual miras Nengah Merta mengaku arak tersebut juga dibelinya dari warga Pangkung Lubang. Arak-arak tersebut dibarter dengan beras. “Kami jual untuk tetabuhan atau keperluan upacara. Di wilayah Pangkung Lubang 55 KK membuat arak. Kami juga tidak menolak arak mereka karena mereka butuh beras. Apa dibiarkan warga tidak makan karena perlu beras,” kilahnya. (kmb)
Selamatkan Gawang Dari Hal. 1 Gempuran pun terus dilancarkan oleh Le Cong Vinh dkk. Kiper Kurnia Meiga beberapa kali harus berjibaku untuk menyelamatkan gawangnya. Indonesia harus kebobolan pada menit ke17. Itu setelah Nguyen Van Quyet sukses menceploskan bola dari titik putih. Wasit sebelumnya melihat adanya pelanggaran yang dilakukan Beny Wahyudi. Timnas Indonesia terlecut. Upaya kembali dilakukan untuk bisa kembali mengungguli Vietnam. Namun, usaha skuad Garuda menemui kebuntuan. Pada menit ke-24 misalnya, ancaman timnas melalui umpan silang Rizky Pora gagal menjadi gol. Pertandingan menjadi berimbang dan skor pun tidak berubah hingga babak pertama berakhir.
Di babak kedua, Indonesia kembali melakukan serangan. Menit ke-49 Indonesia mendapat hadiah penalti dari wasit. Boaz Solossa yang dipercaya untuk mengeksekusi tendangan tersebut menjalankan tugasnya dengan baik. Gol Boaz buat Indonesia unggul 2-1. Lerby Eliandry dimasukkan pada menit ke-63 untuk menggantikan Ferdinan Sinaga. Belum genap semenit masuk, Lerby langsung membahayakan gawang Vietnam. Namun sayang sundulannya masih melenceng. Tak lama berselang, Rizki Pora melepaskan tendangan dari dalam kotak penalti. Beruntung bagi Vietnam tendangan Pora tepat ke pelukan penjaga gawang Vietnam. Van Quyet kembali mengancam gawang Indonesia. Memanfaatkan
umpan manis dari sisi tengah, Van Quyet melepaskan sundulan. Beruntung bagi Indonesia, sundulan tersebut melebar dari gawang Indonesia. Tran Dinh Dong berhasil lepas dari jebakan offside pada menit ke-74 dan membuatnya langsung berhadapan dengan Kurnia Meiga. Beruntung Kurnia berhasil mengamankan bola terlebih dahulu. Trung berdiri bebas ketika mendapat umpan dari sisi kiri Indonesia. Tendangan Trung berhasil ditepis dengan dramatis oleh Kurnia Meiga dan membuat gawang Indonesia aman. Sampai pertandingan berakhir, kedua tim tak mampu mencetak gol. Hasil tersebut membuat Indonesia memiliki modal bagus saat berkunjung ke kandang Vietnam pada 7 Desember mendatang. (kmb33)
Lebih Tenang Dari Hal. 1 Karena itu, ia merasa lebih tenang dengan adanya kebijakan moratorium UN. Apalagi, UN selalu menjadi momok bagi siswa menjelang tamat. “Kami sekolah tiga tahun, tapi kelulusan kami hanya ditentukan selama tiga hari. Makanya, saya lebih lega dengan rencana moratorium UN. Tapi, saya tetap fokus belajar,” imbuhnya. Sementara itu, pengamat pendidikan, Dr. I.B. Radendra Suastama, S.H., M.H., menilai UN sebagai instrumen pemetaan dan indikator kemajuan pendidikan sesungguhnya baik-baik saja. Namun, persoalannya adalah ketika kecerdasan manusia yang multidimensi direduksi begitu saja menjadi beberapa mata pelajaran yang menentukan nasib lulus tidaknya siswa (yang notabene adalah
nasibnya dan masa depannya), tentu sangat tidak bijaksana, bahkan tindakan sembarangan. “Jika UN dimoratorium dengan alasan banyak kecurangan, maka mengeliminasi kecurangan adalah langkah yang diperlukan. Jika alasannya misalnya karena UN dianggap gagal menjadi parameter dari kondisi pendidikan nasional, maka cukup alasan untuk itu. Namun, pertanyaan lebih lanjut adalah apakah nantinya untuk masuk SMP atau SMA dan seterusnya akan ada ujian lagi,” tandasnya. Pembiaran terhadap praktik kecurangan dalam UN yang makin masif, kata Radendra, sesungguhnya juga secara tidak disadari telah menciptakan kader-kader koruptor masa depan. Sebab, siswa yang menganggap tidak usah belajar karena men-
ganggap sudah ada bocoran, maka nantinya akan menjadi manusia-manusia yang tidak berintegritas. Jika masifnya kecurangan itu yang diperbaiki, sebenarnya UN masih bisa menjadi sarana pemetaan. Tapi karena banyaknya kecurangan itu pula yang mungkin menjadikan hasil pemetaannya menjadi tidak akurat. Karena konsep dasar dan fungsionalitas UN sudah demikian minimal, kata dia, wajar jika muncul gagasan moratorium tersebut. Dari sekarang harus dipikirkan skema atau metode perekrutan SMP, SMA dan seterusnya yang berkeadilan dan “bukan hanya milik orang kaya”. Dia juga mengatakan jangan sampai ada sekolah-sekolah elite yang hanya menjadi komoditas yang hanya bisa diakses oleh orang kaya atau yang rela bayar saja. (win)
Siapkan Langkah Dari Hal. 1 “Sampai sekarang tindak lanjut terkait dengan Ujian Nasional dilaksanakan atau dimoratorium itu belum. Kalau seandainya Ujian Nasional tidak dilaksanakan, tentu dari Kemendikbud akan menyiapkan langkah-langkah terkait dengan apa yang harus dilakukan,” ujar Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Provinsi Bali, TIA Kusuma Wardhani saat dikonfirmasi Sabtu (3/12) kemarin. TIA menegaskan, daerah sampai saat ini belum menerima kepastian, baik dalam bentuk Instruksi Presiden (Inpres) atau keputusan lainnya. Hal itu pun sudah kembali ditanyakannya langsung kepada Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah, pada
saat mendampingi Dirjen dalam acara International Junior Science Olympiad (IJSO) ke-13 di Nusa Dua kemarin. Sejumlah kepala sekolah di Denpasar mengaku bingung belum disibukkan urusan pemindahan kewenangan SMA dan SMK ke pemprov, muncul lagi wacana rencana moratorium UN. Padahal, sekolah sejak semester I siswa masuk sekolah sudah disiapkan berupa les tambahan mata UN yang diujikan. Termasuk menyiapkan kalau benar dijadikan percontohan UN berintegritas dengan komputerisasi (UNBK). Sementara itu, anggota Komisi IV DPRD Bali, I Ketut Mandia, mengaku sepakat dengan wacana moratorium UN. Utamanya UN untuk siswa SD dan SMP. Namun
sebaliknya, Mandia tidak setuju bila UN ditiadakan untuk siswa SMA/SMK. Menurutnya, ada banyak hal yang harus dipertimbangkan sehingga UN untuk SMA/SMK tetap harus dilaksanakan. “Kalau pertimbangan SD, SMP ya…mereka masih anak-anak, dan masih masa bermain. Kadang-kadang, sekarang kita perkosa masa bermain anak dengan harus les ini dan les itu. Saya menyambut baik kalau tidak ada UN di SD dan SMP,” ujar Politisi PDI-P ini. Mandia melanjutkan, UN untuk siswa SMA/SMK tetap harus dilaksanakan untuk membentuk karakter mereka agar disiplin, rajin, dan tekun. “Serta lebih serius dalam menempa diri ke jenjang lebih tinggi,” imbuhnya. (rin/sue)
Hilang Kontak Dari Hal. 1 Kabid Humas Polda Kepri AKBP Erlangga membenarkan adanya peristwa nahas tersebut. Dia mengatakan pesawat sempat hilang kontak. Informasi terakhir jatuh di perairan wilayah Kabupaten Lingga. Ia mengatakan pesawat berwarna biru putih tersebut dalam perjalanan dari Pangkal Pinang Bangka Belitung menuju Bandara Internasional Hang Nadim Batam. “Dari data penumpang yang kami dapatkan, dalam pesawat tersebut penumpang dan kru berjumlah 15 orang personel. Baru data global saja yang bisa saya sampaikan,” kata dia. Erlangga juga membenarkan bahwa semua yang ada dalam pesawat nahas tersebut
merupakan personel dari kepolisian. “Semua dari kesatuan Ditpolud Baharkam Polri. Pesawat membawa kru untuk helikopter di Polda Kepri. Jadi di-BKO-kan ke Polda Kepri,” kata Erlangga. Dia mengatakan, pesawat tersebut terakhir kali melakukan kontak dengan radar di Tanjungpinang pada pukul 11.10 WIB. Kini, berbagai pihak baik Polda Kepri, Basarnas Tanjungpinang, TNI AL, Polres Lingga dibantu masyarakat sudah bergerak ke lokasi untuk melakukan evakuasi terhadap korban. “Saat ini, kami tengah menuju lokasi untuk melakukan evakuasi pada lokasi jatuhnya pesawat. Titiknya sudah diketahui, sudah dipastikan,” kata dia. (ant)
Biaya Besar Dari Hal. 1 z UN juga sudah tak berimplikasi langsung pada siswa karena tak lagi dikaitkan dengan kelulusan. Pemerintah meyakini, berdasarkan hasil kajian, UN cenderung membawa proses belajar ke orientasi yang salah. UN juga harus melibatkan sumber daya manusia dan biaya yang sangat besar. z UN cenderung membawa proses belajar pada orientasi belajar yang salah, karena sifat UN hanya menguji ranah kognitif, beberapa mata pelajaran tertentu. Sebagai proses evaluasi yang bersifat massal, sampai saat ini bentuk instrumen UN adalah pilihan gan-
da. UN telah menjauhkan diri dari pembelajaran yang mendorong siswa berpikir kritis, analitis, dam praktik-praktik penulisan esai sebagai latihan mengekspresikan pikiran dan gagasan anak didik. z Jika digunakan sebagai alat pemetaan mutu, maka UN bukanlah alat pemetaan yang tepat. Pemetaan mutu yang baik menuntut instrumen yang berbeda dengan instrumen UN. Pemetaan mutu tidak perlu dilakukan setiap tahun dan tidak perlu diberlakukan untuk seluruh siswa. UN pada hakikatnya harus terkait dengan kelulusan dan meneruskan ke jenjang yang lebih tinggi. (ist)
Setiap Masak Dari Hal. 1 Setiap kali mau masak sesuatu ia menghubungi teman-teman arisannya, ada yang mau nitip enggak. Nanti dikirimi dengan menggunakan rantang. Tadinya iseng-iseng saja, sekalian masak, ya udah masak aja rada banyakan. Bagi sama teman-teman. Dan tidak mencari untung. Kini, banyak temannya memesan masakan untuk pesta dan katering. Hobinya berubah menjadi salah satu sumber penghasilannya. Ia berhasil menciptakan salah satu dari MSI-nya. Saya senang mengajar, kini saya menjadi salah seorang
trainer dari sebuah institusi terkemuka di Indonesia. Honornya lumayan. Hobi saya jadi salah satu MSI saya. Kita semua mempunyai potensi, cuma harus keluar dari zona nyaman kita. Coba sajalah. Tidak nyaman sebentar, nanti juga biasa. Dan reward-nya bisa dinikmati seumur hidup. Kepada pelatih fitness saya di atas saya berkata, “Sama seperti latihan beban, pada awalnya sulit dan badan jadi sakit-sakit, namun lama-kelamaan bebannya tidak berat lagi, dan badan jadi berotot.” Salam www.alexpchandra.com
balipost (152rb Like) http://facebook.com/balipost
MINGGU PON, 4 DESEMBER 2016
@balipostcom (4.485 Follower) http://twitter.com/balipostcom
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Facsimile: 227418
Saresehan Revitalisasi dan Reaktualisasi Pancasila
FKUB Berupaya Menguatkan Komunikasi Antarelemen Bangsa Denpasar (Bali Post) Di tengah hiruk pikuknya kehidupan berbangsa dan bernegara belakangan ini, serta mulai terusiknya dasar negara Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, serta penafsiran yang beragam terhadap sistem ketatanegaraan bangsa ini sesuai dengan kepentingan kelompok dan golongan mengakibatkan terganggunya roda pemerintahan baik di tingkat pusat maupun daerah. Melihat kondisi itu, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) terus berupaya men-
guatkan komunikasi antarelemen bangsa. Demikian terungkap dalam sarasehan revitalisasi dan reaktualisasi Pancasila, Sabtu (3/12) kemarin di Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali. Ketua FKUB Bali, Ida Panglingsir Agung Putra Sukahet, yang tampil sebagai pembicara dalam saresehan tersebut mengungkapkan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) terus berupaya menguatkan komunikasi sebagai elemen Bangsa. Dalam kesempatan
itu, Ida Panglingsir Agung menyampaikan 15 pokok-pokok pikiran mengenai hubungan agama dengan pemerintah. Dikatakan, terusiknya Pancasila serta Bhineka Tunggal Ika sangat mengganggu produktivitas nasional di berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara. Kalau kondisi ini berlanjut tanpa ada solusi tentu berujung pada kesengsaraan rakyat Indonesia. Sebagai forum yang dibentuk guna dapat merawat kehidupan yang didasarkan atas sesanti Bhineka Tunggal Ika,
Pancasila, UUD 1945 serta tetap tegak dan kokohnya NKRI selalu melaksanakan pertemuan dalam bentuk kunjungan, baik tingkat nasional maupun internasional. Karena melalui pertemuan atau simakrama inilah akan muncul semangat bersolusi terhadap persoalan berbangsa dan bernegara. Misalnya saja, kata dia, FKUB Bali setelah menerima kunjungan Dubes AS urusan kebebasan beragama, 30 Oktober lalu, pada kesempatan lainnya datang lagi komponen
lainnya. Di antaranya FKUB Kediri Jatim, FKUB Sragen, Jateng, FKUB Sulawesi Barat. “Kita maupun Bali harus bersyukur di tengah kegaduhan nasional sebagai akibat masalah penodaan agama, tetap diapresiasi serta merasa layak dicontoh oleh daerahdaerah di Indonesia untuk dikunjungi sebagai objek studi guna diterapkan di daerahnya masing-masing,� ungkap Ida Panglingsir yang juga Ketua Umum Asosiasi FKUB Indonesia. (kmb12/k100)
BPM/ist
SARASEHAN - Ketua FKUB Bali, Ida Panglingsir Agung Putra Sukahet, yang tampil sebagai pembicara dalam saresehan revitalisasi dan reaktualisasi Pancasila.