Skip to main content

Edisi 05 Juni 2016 | Balipost.com

Page 1

20 HALAMAN NOMOR 281 TAHUN KE 68 Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

TERBIT SEJAK 16 AGUSTUS 1948 PERINTIS: K. NADHA HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

balipost (138 rb Like) http://facebook.com/balipost

MINGGU UMANIS, 5 JUNI 2016

Pengemban Pengamal Pancasila

HOW BUFFETT DOES IT Judul di atas adalah buku yang saya dapatkan sebagai hadiah dari kawan saya pada tahun 2007. Ini buku bagus yang menurut saya paling masuk akal, tentang bagaimana berinvestasi di pasar saham. Beberapa yang saya ingin share adalah :

Choose Simplicity Over Complexity “Keep it simple, always keep it simple”. Bisnis seharusnya sederhana, “so my sister can understand”, demikian kata Buffett. Kalau kita tidak mengerti bisnisnya, jangan berinvestasi

pada bisnis itu. Simple! Dulu saya selalu mengatakan, “Kalau kita tidak mengerti bisnisnya, maka harus dianggap tidak dapat dimengerti.” The most successfull investor in the world shared my view. Make Your Own Investment Decision “Don’t ask the barber whether you need a haircut”. Jangan membuat keputu-

Muh. Ali ’’In Memoriam’’

Puji Indonesia Penuh Senyum PETINJU legendaris, Muhammad Ali yang dikenal dengan julukan ‘’Si mulut besar’’, Sabtu (4/6) kemarin, mengembuskan napas terakhir (in memoriam) di usia 74 tahun. Dia meninggal dunia setelah dua hari dirawat di Rumah Sakit Phoenix. Ternyata, semasa hidupnya, Ali pernah meninggalkan kesan untuk Indonesia. Dia pernah bertanding di Tanah Air, pada 20 Oktober 1973. Hal. 19 Menang Angka

www.alexpchandra.com

@balipostcom (4.166 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Faksimile: 227418

san buat berinvestasi tanpa mengerjakan PR kita terdahulu, yakni mengevaluasi perusahaan yang ingin kita ‘beli’. Jangan berinvestasi karena ikut-ikutan tetangga sebelah, atau mengikuti gosip dan bisik-bisik di coffee shop. Jangan melulu berinvestasi atas saran ‘salesman’ atau ‘broker’. Pendek kata, Buffett menyarankan kita mengerjakan pekerjaan rumah kita, kemudi-

an memutuskan sendiri. Bukan orang lain yang memutuskan buat kita. Konsekuensi atas setiap investasi, by the end of the day, adalah tanggung jawab pribadi. Ini mengindikasikan bahwa untuk bisa berinvestasi di pasar saham, seseorang harus mengerti rules of the game-nya. Jangan terjun bermain tanpa mengerti aturan-aturan mainnya. “You will most likely lose”. Kebanyakan orang berin-

vestasi tanpa mengerti rules of the game-nya, kebanyakan orang berinvestasi tanpa mengerjakan pekerjaan rumahnya. Karena itu kebanyakan orang merugi. Maintain Proper Temperament ‘Jangan panik’. Apa yang kita lakukan jika saham yang kita beli drop 50%? Hal. 19 Akan Panik

Kapal Mangkrak, Menteri Susi Pusing Negara (Bali Post) – Sejumlah alat bantuan Kementerian Kelautan dan Perikanan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan tak berfungsi. Bantuan tersebut bernilai Rp 25 miliar yakni kapal penyedot pasir selama bertahun-tahun tak bisa beroperasi. Fakta tersebut membuat Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, pusing. Menteri yang didampingi sejumlah pejabat terkait mengecek groin break water (pelindung kolam labuh), mendapati laporan bahwa kolam labuh tidak bisa dimasuki kapal nelayan karena terjadi pendangkalan. Kendati telah dipasang break water, masih banyak pasir yang masuk ke kolam dan terjadi pendangkalan. Padahal, upaya itu telah menyedot dana APBN miliaran rupiah. Menteri dilapori bahwa PPN Pengambengan memiliki kapal penyedot pasir yang tidak bisa berfungsi. Kapal ini tidak bisa difungsikan karena mengalami kerusakan mesin. Saat itu, KKP memberikan bantuan enam kapal yang disebar ke sejumlah pelabuhan perikanan, salah satunya di Pengambengan. “Tambah pusing saya,” terang Menteri sambil memegang kepala. Hal. 19 Minta Maaf

BPM/kmb26

MANGKRAK - Kapal penyedot pasir yang mangkrak di dermaga PPN Pengambengan.

Daya Dukung Kendaraan di Bali

DEKATI AMBANG BATAS

Pansus Ranperda Penyelenggaraan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) DPRD Bali telah mengerucut untuk menghapus poin batas usia kendaraan bermotor pribadi paling lama 25 tahun. Jika ini disetujui makin kroditlah Bali. Sebab daya dukung kendaraan di Bali kini mendekati ambang batas yakni 4 juta dari maksimal 5 juta unit. RANPERDA LLAJ ini merancang batas usia kendaraan bermotor pribadi untuk kepentingan manajemen kebutuhan lalu lintas, keselamatan berkendara dan menjaga kelestarian lingkungan. Bisa jadi pengaturan batas usia itu pun hanya diberlakukan pada kabupaten/kota yang jumlah kendaraan pribadinya telah melampaui daya dukung wilayah tersebut. “Batas usia kendaraan pribadi ini kan kemarin debatable. Tapi arahan dari Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri, poin itu bisa diberi penjelasan khusus atau dihilangkan,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Infokom Bali, Ketut Artika, saat dikonfirmasi Sabtu (4/6) kemarin. Menurut Artika, pembahasan lebih lanjut mengenai penghapusan batas usia kendaraan perseorangan atau pribadi rencananya dilakukan Senin (6/6) besok. Berdasarkan pandangan umum fraksi-fraksi DPRD Bali, poin itu memang banyak mendapat sorotan. Utamanya agar eksekutif mempertimbangkan keberadaan komunitas kendaraan tua, baik untuk hobi maupun pariwisata. Di sisi lain, dewan juga menyebut kendaraan tua bukanlah penyebab kemacetan di Bali. Hal. 19 Daya Dukung

Denpasar dan Badung Selatan Zona Merah KEBERADAAN transportasi di Denpasar kian krodit. Bahkan, pemerintah pusat juga khawatir dengan kondisi arus lalu lintas di Denpasar dan Badung Selatan. Dua wilayah tersebut diidentifikasi oleh Dephub sebagai zona merah. Bukan hanya itu, Denpasar sudah masuk enam besar kota yang mengalami kemacetan yang parah. Ironisnya, upaya penanggulangan kemacetan ini nyaris tidak ada. Terlebih, pengembangan jaringan jalan sangat sulit. Intinya tidak seimbang suplay dan deman. Rasio volume per kapasitasnya yang tidak berimbang. Pertumbuhan kendaraan yang mencapai 5-7 persen per tahun menjadi sumber kemacetan di jalanan.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Denpasar I Gede Astika yang dihubungi Sabtu (4/6) kemarin, mengatakan, persoalan lalu lintas di Denpasar yang paling menonjol adalah minimnya minat masyarakat menggunakan angkutan umum. Perilaku masyarakat Denpasar ini yang menjadi persoalan besar dalam menata transportasi di Denpasar. Tidak adanya minat warga menggunakan angkutan umum juga terlihat dari minimnya warga memanfaatkan layanan angkutan kota gratis yang diluncurkan Pemkot Denpasar beberapa waktu lalu. Hal. 19 Tak Jalan

Badan Jalan Dipakai Garasi HAMPIR semua jalan di wilayah Denpasar pada saat-saat tertentu terjadi kemacetan. Banyak faktor menjadi penyebab di antaranya pertokoan yang tidak punya lahan parkir. Begitu juga pemilik mobil yang tidak punya garasi sehingga memarkir kendaraannya di badan jalan. Kabid Humas Polda Bali Kombes Hery Wiyanto, Sabtu (4/6) kemarin, mengatakan kemacetan lalu lintas di Bali terutama dipengaruhi oleh banyaknya kendaraan yang ada di jalan. Pertumbuhan jumlah kendaraan di Bali cukup besar, tidak dibarengi dengan pertumbuhan infrastruktur jalan. “Oleh sebab itu, kami harus mengatasi masalah ini secara komprehensif. Tidak hanya Polda, tapi ada kaitannya dengan pihak lain,” tegasnya. Hal. 19 Penertiban Kendaraan

Problema Transportasi di Bali

Angkutan Umum Gagal, Angkutan Barang Berliku-liku SEJUMLAH pengamat transportasi menghadiri diskusi soal pembangunan transportasi berkelanjutan di Bali yang digelar alumni ITS belum lama ini. Banyak problema transportasi Bali terungkap mulai dari gagalnya angkutan umum berperan hingga masih panjangnya jalan angkutan barang. Kabid Darat Dishub Bali, Standly JE Suwandhi, ATD., M.T., menegaskan bahwa perlunya pembenahan angkutan umum di Bali untuk mencapai angka ideal 70 persen agar lebih efisien. Sementara di Bali peran angkutan umum berada di bawah angka 50 persen. Bahkan, biaya transportasi angkutan umum jauh lebih mahal yakni 3,5 kali dari mobil pribadi dan 1,9 kali dari sepeda motor. Di sinilah perlunya transportasi demand management (TDM). Hal. 19 Kunci Efisien

Wayan Suweda

Wayan Mahardika

Standly J.E. Suwandhi


DAERAH

2

Minggu Umanis, 5 Juni 2016

166 Orang Meninggal

Buleleng Berpeluang Raih Trofi Nirwasita Tantra Award 2016

Kematian Akibat Rabies Fluktuatif Denpasar (Bali Post) Sejak kemunculan rabies di Bali pada 2008, hingga kini 2016, kasusnya selalu ada. Setiap tahun selalu ada kasus. Tahun 2009 hingga 2011 terdapat 141.625 kasus gigitan hewan penular rabies (GHPR). Tahun 2012 terdapat 55.836 gigitan, 2013 terdapat 44.690 gigitan, 2014 sebanyak 46.877 gigitan, 2015 sebanyak 42.829, dan 2016 sebanyak 12.225 gigitan. Dari gigitan tersebut, 166 orang meninggal dari 2008-2016, 4 orang di antaranya meninggal pada 2008, 28 orang 2009, 82 orang 2010, 23 orang 2011, 8 orang 2012, 1 orang 2013, 2 orang 2014, 15 orang 2015, dan 3 orang 2016. Sementara itu, kasus yang terjadi belum lama ini, anjing positif rabies menggigit 11 orang di Jatiluwih, Tabanan telah diberikan VAR dan SAR. “SAR sudah kita berikan pada gigitan yang berisiko tinggi seperti pada mata dan telinga,” kata dr. Gede Wira Sunetra, MPPM., Kabid P2PL Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Jumat (3/6). Ia mengatakan, hingga 27 Mei 2016, stok VAR masih ada di seluruh kabupaten dengan total 56.090 vial. Sedangkan stok SAR masih 45 vial. Drh. Nata Kesuma, Kabid Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Provinsi Bali, Sabtu (4/6) kemarin, menjelaskan, anjing positif rabies bisa menggigit 1-2 anjing dalam waktu sekitar 2 minggu bahkan bisa lebih. “Tapi tidak selalu anjing positif rabies mengigit 10 anjing jika tidak berdampingan,” katanya. Pascakejadian 11 orang yang digigit anjing rabies di Jatiluwih, Tabanan, pihaknya telah mengeliminasi 102 anjing dan mengambil sampel. Hasil pengambilan sampel otak anjing di lokasi kasus rabies, di Jatiluwih, Tabanan belum lama ini menunjukkan negatif rabies. “Artinya, anjing belum sempat menggigit anjing lain, sudah keburu mati dibunuh,” jelasnya. Lanjutnya, anjing positif rabies bisa saja menggigit orang dalam jumlah banyak karena orang masih merasa aman dengan anjing. Padahal Bali, lokasi endemis rabies. Dengan rasa aman itu, orang menjadi tidak siaga pada anjing dan cenderung memelihara secara diliarkan. (kmb42)

Bali Post/kmb23

AIR PASANG - Sejumlah kendaraan melintas di pinggir genangan air laut yang meluber sampai ke jalan By-pass Ngurah Rai, Tuban, Sabtu (4/6) kemarin. Genangan air yang berasal dari luapan air laut karena kondisi air pasang ini sering terjadi di kawasan tersebut, bahkan tingginya air pasang sampai sejajar dengan tinggi trotoar.

Korban Penebasan di Sukawati

Sempat Disarankan Berhenti Ikut Ormas

Bangli (Bali Post) – Kasus penebasan yang mengakibatkan tewasnya korban Dewa Gede Artawan Dewanta (29) di Desa Batuan, Sukawati Gianyar, Jumat (3/6) lalu, menyisakan kesedihan bagi keluarga korban di Banjar Payuk Desa Peninjoan, Tembuku. Pihak keluarga mengakui bahwa korban yang selama ini bekerja di wilayah Kuta ini memang ikut sebagai anggota salah satu ormas di Bali. Sejatinya, beberapa waktu sebelum kasus penebasan terjadi, pihak keluarga sempat meminta korban untuk berhenti bergabung sebagai anggota ormas. Ditemui di rumah duka Sabtu (4/6) kemarin, sepupu korban, Dewa Nyoman Sepianta, mengatakan bahwa korban selama ini memang ikut salah satu ormas di Bali. Korban bergabung ke ormas selama hampir setahun terakhir. Sepengetahuannya, di dalam ormas tersebut korban hanya ikut sebagai anggota. Meski ikut sebagai anggota ormas, kesehariannya korban yang mempunyai satu orang anak 4,5 tahun dari perkawinannya dengan

Jero Nyoman Sridini dikenal sebagai pribadi yang kalem dan tidak suka minum-minum. Korban juga cukup rajin bermasyarakat meski kesehariannya tinggal di Denpasar. Sepianta mengatakan, pascaadanya kasus bentrok di Denpasar beberapa bulan lalu, pihak keluarga sejatinya sempat meminta agar korban berhenti ikut ormas. ‘’Keluarga sebenarnya sempat meminta agar dia berhenti ikut ormas. Karena keluarga khawatir setelah adan-

BPM/dok

VAKSINASI - Petugas memberikan suntikan vaksinasi ke salah satu anjing peliharaan warga.

Warga Anturan Mohon Petunjuk Ungkap Kasus Narinten Singaraja (Bali Post) Misteri di balik kematian warga Banjar Pasar Desa Anturan, Ni Ketut Narinten (60), meninggalkan rasa penasaran dan tanda tanya di lingkungan setempat. Pelaku pembunuhan hampir sebulan terakhir belum terungkap bersama proses penyelidikan berjalan nyaris tanpa perkembangan hasil. Melihat kondisi demikian, warga akhirnya menggelar upacara pecaruan alit di simpang tiga Desa Anturan, memohon petunjuk pengungkapan dan membersihkan wilayah desa yang leteh (kotor) atas peristiwa kematian Narinten yang diduga dibunuh dengan meninggal tidak wajar. Menurut Klian Desa Pakraman Anturan, Ketut Mangku, warga masyarakat sudah berkumpul sejak pukul 10.00 wita dinilai sebagai hari baik dalam melaksanakan upacara pecaruan alit terhadap kematian narinten. Warga menggelar upacara niskala untuk mempercepat pengungkapan pelaku pembunuhan sekaligus membersihkan keletehan desa. Pecaruan diisi persembahyangan bersama sekaligus memohon petunjuk agar aparat kepolisian diberi petunjuk-petunjuk kasus secara tidak langsung. “Bersama warga masyarakat kami berharap supaya pelaku pembunuhan bisa cepat terungkap dan pelaku mengakui perbuatannya. Kami sudah beberapa kali berupaya baik sekala maupun niskala membantu polisi mengungkap misteri kasus ini,” ujar Mangku Sabtu (4/6) kemarin. Warga belakangan menaruh rasa penasaran dan menjadi bahan perbincangan di saat berkumpul di wilayah Anturan. Seorang warga belum mengetahui sampai di mana langkah kepolisian mengungkap kasus dan mengapa berlarut-larut cukup lama. Namun, warga mempercayakan Polres Buleleng mampu mengungkap kasus lebih cepat. “Di sini, warga menduga kuat kalau pelaku tidak mungkin orang jauh dan kemungkinan dari orang terdekat almarhum Narinten,” papar warga setempat, De Sumber. (kmb34)

BPM/kmb40

RUMAH DUKA - Keluarga korban saat ditemui di rumah duka Sabtu kemarin.

ya bentrok beberapa waktu lalu,” terangnya. Diceritakannya, sesaat sebelum penebasan di Batuan terjadi, korban sempat mengunggah foto-fotonya di facebook bersama pentolan ormas lainnya saat melayat di Gianyar. Ketika itu, Dewa Sepianta sempat hendak berkomentar. Namun urung dilakukannya lantaran masih nyetir. Kemudian sesampainya di rumah, Sepianta mengaku sempat membuka berita online dan diketahui terjadi kasus penusukan. Hanya, saat itu dia belum tahu kalau korbannya adalah sepupunya sendiri. ‘’Saya baru tahu sepupu menjadi korban penusukan setelah seorang anggota Buser bertanya soal korban. Setelah melihat foto-foto kamben, sepatu serta tato di tubuh korban, saya yakin itu sepupu saya,” jelasnya. Selanjutnya, bersama pamannya Sepianta langsung menuju RSUP Sanglah. Sementara ayah korban, Dewa Nyoman Degdeg (60) didampingi istrinya, Dewa Ayu Ketut Kerti (50) menuturkan, terakhir kali anak sulungnya itu pulang ke rumah 8 Mei lalu. Tidak ada firasat sebelum korban tewas. Hanya, dua hari sebelum musibah tersebut, Degdeg mengaku sempat bermimpi aneh yakni berada di sebuah pura yang sangat ramai. Mengenai kapan jenazah korban dipulangkan, Degdeg belum bisa memastikan. Sebab pada Sabtu kemarin dalam keluarga besarnya sedang berlangsung upacara sapuh leger. Terkait kematian korban yang tragis, dirinya pun menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini pada pihak yang berwenang. (kmb40)

”Ninja” Diduga Bakar Posko Ormas Denpasar (Bali Post) Posko ormas Korlap Kargo di Jalan Wandira Sakti, Denpasar Barat, Jumat (3/6) lalu, dilalap si jago merah. Ada dugaan posko tersebut dibakar oleh sekelompok pria bercadar ala ninja. Selain itu, biliar yang ada di sebelah TKP kena imbas. Kasus tersebut ditangani Polsek Denpasar Barat. Informasi diperoleh di lapangan, Sabtu (4/6) kemarin, kejadiannya pukul 23.15 wita. Keterangan sopir truk berinisial Lus (38), saat

itu dia duduk di belakang posko sambil minum tuak. Sepintas, pria beralamat di Jalan Wibisana Barat, Denpasar ini, melihat ada mobil diperkirakan datang dari arah timur dan parkir di sebelah barat posko, tepatnya selatan jalan raya. Selanjutnya, tiga orang turun dari mobil, lalu menuju depan posko. Setelah itu, Lus melihat ada api di atap posko. “Saksi (Lus -red) menyuruh temannya mengejar mobil tersebut, tapi tidak berhasil. Dia mengaku

BPM/ist

OLAH TKP - Petugas Identifikasi Polresta Denpasar saat olah TKP posko ormas diduga dibakar.

melihat ada korek api kayu di pinggir jalan, diduga ada kaitannya dengan terbakarnya posko tersebut,” kata petugas Polresta Denpasar. Sementara saksi lain, Sut (32), beralamat di Jalan Bung Tomo V, Denpasar mengatakan, ia dan teman-temannya duduk di warung di belakang posko tersebut. Datang mobil dan berhenti tepat di depan warung dan dilihat tiga orang turun dari mobil itu. Namun, Sut tidak menghiraukan mereka karena dikira mencari cewek (PSK). Tiba-tiba berkobar api besar melalap posko itu dan Sut melihat orang itu lari dengan ciri-ciri badan besar dan memakai cadar. “Ada juga saksi mengatakan sudah dua minggu tidak ada aktivitas di posko tersebut. Bangunan posko itu ukurannya 4 x 3 meter di bawah pohon beringin. Satu mobil pemadam dikerahkan ke TKP,” ungkap petugas yang enggan disebut identitasnya ini. Kapolsek Denpasar Barat, Kompol Wisnu Wardana, mengatakan pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan labfor untuk memastikan apakah dibakar atau terbakar karena korsleting listik. Tidak ada yang melihat pasti kalau posko itu dibakar. “Pelaku dibilang bercadar masih kami dalami, benar atau tidak. Pengamanan sudah kami tingkatkan berkoordinasi dengan Polresta Denpasar. (kmb36)

Singaraja (Bali Post) Prestasi diraih Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, S.T., setelah pada 2015 lalu, mendapatkan trofi Status Lingkungan Hidup Bersih Daerah (SLHD) di bidang lingkungan hidup Buleleng menjadi yang terbaik di tingkat kabupaten/ kota dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. Memasuki pertengahan tahun ini, Pemkab Buleleng kembali masuk dalam nominasi seleksi tahap akhir pemilihan SLHD terbaik. Kesempatan diperoleh Bupati PAS dengan memberi persentasi SLHD di hadapan panelis atau penguji tim independen dari berbagai disiplin ilmu di ruang Rimbawan II Gedung Manggala Wanabakti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Jumat (3/6) lalu. Peran SLHD atau State of the Environmental Report (SoER) merupakan laporan menyoal kondisi lingkungan hidup kekinian di suatu daerah. Laporan bertumpu terhadap basis data lingkungan berisi keadaan lingkungan dalam waktu tertentu dan aktivitas manusia yang dinilai memengaruhi dan tanggapan perubahan kondisi melalui kebijakan pemerintah sekaligus peranan masyarakat. Laporan SLHD disusun semenjak 2002 berdasarkan surat Menteri Negara Lingkungan Hidup kepada pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/kota kemudian di tahun 2008 buku laporan dipergunakan sebagai laporan SLHD provinsi atau SLHD kabupaten/kota. Memasuki periode 2016 dari berbagai wilayah di Indonesia hanya terpilih tujuh provinsi yakni Sulawesi Se-

latan, DI Yogyakarta, Jambi, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sumatra Barat. Kemudian tujuh kabupaten/ kota lainnya adalah Buleleng, Lumajang, Balikpapan, Darmasraya, Surabaya, Bandung, dan Subang. Kabupaten Buleleng terpilih masuk nominasi terbaik sebagai syarat untuk bisa lolos dalam ajang bergengsi penghargaan trofi Nirwasita Tantra Award sebagai SLHD terbaik. Penghargaan rencananya diserahkan Juli mendatang oleh Presiden RI, Joko Widodo, dalam rangkaian Hari Lingkungan Hidup. Sementara itu, Bupati PAS mengatakan, setelah masuknya Buleleng ke dalam nominasi laporan SLHD terbaik tingkat kabupaten/kota, ia akan diundang mempresentasikan SLHD dibuat. Setelah dilakukan presentasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan segera menyeleksi kembali untuk kabupaten/kota yang berhak meraih Nirwasita Tantra Award. “Ya saya telah melakukan presentasi di hadapan sejumlah panelis dari berbagai disiplin ilmu. Mohon doa restu seluruh elemen masyarakat Buleleng agar untuk Buleleng meraih kembali penghargaan yang sudah pernah kita raih di tahun lalu,” ujar Bupati PAS didampingi Wakil Bupati Buleleng, dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG., Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna, S.H., para staf ahli DPRD Buleleng Putu Suardika dan Wayan Rideng, Kepala Badan Lingkungan Hidup drh. Nyoman Surya Temaja, M.P., beserta Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Buleleng, Ir. Ketut Nerda. (kmb34)

’’Dump Truck’’ Terguling, Terios Ringsek Tabrak Pohon Singaraja (Bali Post) – Kecelakaan lalu lintas (lakalanatas) terjadi di jalan raya Singaraja-Seririt tepatnya di depan masjid di Dusun Labuhan Haji, Desa Temukus, Kecamatan Banjar Sabtu (4/6) siang kemarin. Kendaraan dump truck pengangkut batu kali DK 9577 UK terguling di tengah jalan. Selain itu, kendaraan Terios DK 1036 UI juga mengalami lakalantas menabrak pohon perindang di kiri jalan. Mungkin karena terkejut, pengemudi Terios berusaha menghindari truk yang terbalik dan material batu kali yang tumpah di tengah jalan, lalu menabrak pohon. Dalam kejadian ini, pengemudi truk dan Terios selamat dan hanya mengalami luka lecet. Informasi yang dikumpulkan di lapangan menyebutkan, lakalantas ini terjasdi ketika lalu lintas di jalan raya ini cukup ramai. Truk pengangkut batu kali dari arah barat hendak ke timur dikemudikan oleh Zulhadi (25), asal Jimbaran melintas dengan kecepatan sedang. Saat memasuki lokasi kejadian, tiba-tiba kendaraan yang dikemudikannya oleng ke kiri hingga menabrak sebuah plang di kiri jalan. Dia berusaha mengendalikan kemudi hingga kendaraan oleng ke kanan dan kembali oleng ke kiri akhirnya terguling di tengah jalan hingga batu kali tumpah dari bak truk. Truk yang posisi terbalik terseret sekitar tiga meter hingga terhenti setelah menabrak pohon perindang di kiri jalan. Saat bersamaan, kendaraan Terios yang dikemudian Apri Iman Supi (40), asal Desa Sanggalangit Kecamatan Gerokgak melintas dari arah berlawanan. Kendaraan ini tidak mampu menghindar hingga terkena tumpahan material batu kali yang tumpah. Kendaraan akhirnya menabrak pohon perindang di pinggir jalan. Akibat kejadian ini, lalu lintas sempat terganggu hingga menimbulkan kemacetan dari dua arah. Bahkan, beberapa pengemudi terpaksa berbalik arah untuk mencari jalur alternatif. Sementara warga berusaha membersihkan batu kali yang menutup badan jalan agar jalanan bisa dilalui. Sementara personel polisi dari Polsek Banjar berusaha mengatur lalu lintas. Truk yang terbalik di tengah jalan itu kemudian diderek, hingga lalu lintas kembali normal. (kmb38)

BPM/kmb38

TERGULING - Truk pengangkut material batu kali terguling di jalan Singaraja - Seririt tepatnya di Desa Temukus Kecamatan Banjar, Sabtu (4/6) siang kemarin.

z Perintis : K.Nadha, z Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha zPemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata zRedaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana zSekretaris Redaksi: Sugiartha zRedaktur Eksekutif: Parwata zRedaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra zAnggota Redaksi Denpasar: Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Sumatika, Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Parwata, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada. Bangli: IA Swasrina, Sosiawan, Buleleng: Dewa Kusuma, Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya, . Karangasem: Budana, Bagiarta, Klungkung: Dewa Dedy Farendra, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto zKantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Iklan: Suryanta, Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta, zAlamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Sumbangan untuk orang sakit Rek. BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00016-8 A/n Simpati Anda,BCA Cabang Denpasar No.040.3555000 A/n Simpati Anda, Dana Punia Pura Rek.BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00017-1 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3966000 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3277000 A/n Dompet Beasiswa, BCA Cabang Denpasar No. 040.3688000 A/n Dompet Lingkungan. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


SEREMONIAL

Minggu Umanis, 5 Juni 2016

3

Cuci Gudang Felice Jewellery

Unud Gelar Wisuda Ke-117

Liontin Batu Mulia Rp 1,999 Juta

Ubah Pola Pikir Lulusan Menjadi Pencipta Pekerjaan

BERLIAN merupakan salah satu jenis perhiasan yang memiliki pesona tersendiri bagi penggemarnya. Begitu pun dengan berbagai perhiasan berlian dalam pameran cuci gudang Felice Jewellery di Business Center, Hotel Aston, Jl. Gatot Subroto Denpasar. Pameran cuci gudang berlangsung, Minggu (5/4) hari ini hingga Selasa (7/4) mendatang. “Selama tiga hari pameran cuci gudang juga akan menghadirkan perhiasan bertahtakan batu mulia. Salah satunya liontin batu mulia yang dibanderol mulai Rp 1,999 juta,” ujar Sales Felice Jewellery Ni Kadek Widnyani dikonfirmasi, Sabtu (4/6) kemarin. Kadek Widnyani menambahkan, pameran cuci gudang Felice Jewellery juga menghadirkan koleksi fashion. Yakni perhiasan emas putih bertahtakan berlian mulai dari liontin, anting, dan cincin. Item perhiasan pun tidak sebatas untuk para wanita, tapi juga disediakan sejumlah item untuk para pria. “Berlian fashion paling banyak dicari oleh para wanita. Sedangkan koleksi batu mulia sangat digemari para pria. Koleksi batu mulia yang

EMAS - Felice Jewellery kembali menghadirkan perhiasan emas putih berlian dalam pameran cuci gudang, 5-7 Juni mendatang. ditawarkan seperti blue sapphire, rubi, cat eye, dan emerald/jamrud akan sangat sayang untuk dilewatkan,” jelasnya. Selain bahan baku berkualitas, lanjut Kadek, Felice Jewellery juga memakai cutting atau potongan model Belgia yang saat ini menjadi tren. Sementara desainnya dibuat di Hongkong, sehingga perhiasan yang dihasilkan tidak akan ada

duanya di tempat lain. “Setiap pembelian perhiasan juga mendapat sertifikat yang selanjutnya bisa dipakai untuk mendapatkan garansi perawatan seumur hidup dengan gratis. Garansi ini sengaja diberikan secara gratis untuk memoles kembali emas dan berlian yang kusam karena sering dipakai, misalnya kena keringat atau lotion,” jelasnya. (ad206)

Wisata Bahari Bersama ’’Sang Penakluk” Honda CB150R Streetfire SEBAGAI bentuk ajang silaturahmi sesama komunitas Honda area Bali, Sabtu (4/6) kemarin Astra Motor Bali menggelar acara touring All New Honda CB150R Streetfire Wisata Bahari. Dengan mengambil start dari halaman parkir Astra Motor Bali Cokroaminoto menuju pantai Amed Karangasem dengan jarak tempuh 192 km. Touring ini diikuti oleh 70 motor dari Club Honda Street Fire Indonesia (HSFCI) bersama dengan member Honda Community Bali. Sebelum touring, semua peserta diedukasi tentang keselamatan berkendara dalam rombongan saat melakukan touring yang disampaikan oleh team safety riding Astra Motor. Pada touring kali ini rute yang di jelajah mulai dari Cokroaminoto, Gatot Subroto, I.B. Mantra, Jl Raya Karangasem, berakhir di destinasi panorama pantai indah di Amed Karangasem, sebelumnya istirahat makan siang di warung pesinggahan. “Dengan pengalaman touring menggunakan produk motor Honda All new CB150R Street Fire, dapat memberikan kesan positif selain merasakan ketangguhan juga sebagai wadah jalin silaturahmi dan saling berbagi dalam berbagai hal,” ungkap Gede legawa selaku super-

TOURING - Astra Motor Bali menggelar acara touring All New Honda CB150R Streetfire Wisata Bahari dengan mengambil start dari halaman parkir Astra Motor Bali Cokroaminoto menuju pantai Amed Karangasem. visor promosi Astra Motor Bali. Tiba di lokasi pantai nan indah Amed, para komunitas melaksanakan fun gathering , sharing dan diskusi terkait Community Development, serta melakukan registrasi dan aktivasi digital (tapping)

menggunakan Honda Community ID bersama all peserta. Selain itu peserta juga dapat menikmati alam keindahan Amed untuk memberikan kesan tersendiri dalam sesi foto bersama dan selfie menggunakan motor Honda Streetfire. (bns1)

Lewat Goresan Gambar, M. Saifullah Yusuf ’’Terbang” ke Jerman Denpasar (Bali Post) – Mendukung kreativitas generasi muda di Indonesia, khususnya untuk di usia belia, Faber-Castell kembali membuktikan komitmennya mengadakan lomba Gambar Nasional Faber-Castell 2016. Sebanyak 85.000 peserta dari 94 kota di Indonesia mengikuti lomba Gambar Nasional FaberCastell tersebut. Dan setelah proses penjurian, terpilih 6 pemenang yang berhadiah liburan ke Jerman. Salah satunya adalah M. Saifullah Yusuf dari Madrasah MI. Al Miftah Denpasar, kategori SD yang mewakili area wilayah Indonesia Timur. Sales Supervisior Faber-Castell Area Bali-Lombok-Kupang, Ucky Ayuning Tyas mengatakan enam pemenang nasional ini, yaitu salah satunya M. Saifullah Yusuf dari MI. Al Miftah Denpasar berhak mendapatkan hadiah utama, yakni berwisata ke Jerman yang direncanakan akan berlangsung pada Agustus mendatang, dengan didampingi 1 orang tua per anak. “Enam juara ini, terdiri dari tiga pemenang kategori TK dan tiga pemenang kategori SD yang berasal perwakilan dari Pulau Jawa & DKI Jakarta, Sumatera, dan Indonesia Timur,” pungkasnya, Sabtu (4/6) kemarin seusai pemberian hadiah secara simbolis kepada M. Saifullah Yusuf dalam acara pelepasan siswa-siswi kelas VI MI. Al Miftah Denpasar di Ubung. Lebih lanjut dikatakan, dalam proses penjuriannya, para pemenang nasional ini telah melewati proses penjurian di kota masingmasing, selanjutnya masuk dalam penjurian per daerah hingga akhirnya diputuskan sebagai juara nasional. Perlombaan menggambar nasional ini selalu mendapat tanggapan yang positif. Tidak hanya dari sisi jumlah peserta, namun juga antusiasme para orang tua dan pendamping serta keterlibatan pengisi acara setiap pelaksanaannya. “Dalam perlombaan sebelumnya, Faber-Castell selalu menghadirkan hadiah wisata ke beberapa kota di luar negeri, yakni Jerman pada tahun

MBP/win

HADIAH - Penyerahan hadiah secara simbolis oleh Kepala Seksi Pendidikan Islam Kementerian Agama Denpasar Hajah Ninik Surani, S.PdI.,MA., kepada M. Saifullah Yusuf , Sabtu (4/6) kemarin. 2011, Malaysia tahun 2012, Hongkong tahun 2013, Singapura tahun 2014 dan Beijing pada tahun 2015, dan tahun ini Faber-Castell kembali menghadirkan hadiah berwisata ke Jerman. Kepala Madrasah MI. Al Miftah Denpasar Ema Salma Diba, S.Pd., M.Pd., sangat berbahagia dan bersyukur karena anak didiknya M. Saifullah Yusuf telah berhasil mendapat juara menggambar tingkat nasional dan membawa nama harum Madrasah ke tingkat nasional. Dalam mendukung bakat dan minat anak didiknya agar tersalurkan, dikataknnya siswa-siswinya diwajibkan mengikuti ekstra kurikuler di sekolah dan selalu diikutsertakan mengikuti perlombaan, baik yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun pihak swasta. “semoga kerja sama kami dengan FaberCastell terus berlanjut dan tidak hanya berhenti di sini. Karena dengan adanya kerja sama dengan pihak Faber-Castell anak kami bisa membawa nama harum Madrasah kami ke tingkat nasional,” ungkapnya dengan bangga. Hal senada juga diungkapkan oleh Kepala Seksi Pendidikan Islam Kementerian Agama

Denpasar, Hajah Ninik Surani, S.PdI., MA. Pihaknya mengapresiasi kerja sama yang telah dilakukan oleh Madrasah MI. Al Miftah Denpasar dengan FaberCastell. Untuk meningkatkan mutu pendidikan madrasah di Kota Denpasar, pihaknya selalu memberikan ruang kepada kepala madrasah untuk mengembangkan dan membuat program-program unggulan yang mampu meningkatkan Madrasah yang mereka pimpin. “Kami mempunyai 12 Madrasah di Denpasar dan mempunyai motto Madrasah lebih baik, lebih baik madrasah. Jadi kami selalu berusaha untuk berjuang bagaimana madrasah ini akan menjadi lebih baik dan siap untuk berkompetisi dengan sekolah umum pada umumnya,” tandasnya. Sementara orang tua M. Saifullah Yusuf, yaitu Yulistianti dan Ahmad Akrom sangat bangga dan bersyukur mempunyai anak yang bisa membawa nama baik Madrasah, dan mengangkat nama baik orang tuanya. Pihaknya sebagai orang tua akan terus mendukung dan memberikan motivasi bakat dan minat yang dimiliki oleh putranya tersebut. (win)

UNIVERSITAS Udayana menggelar Wisuda ke-117 di Auditorium Widya Sabha Kampus Bukit Jimbaran, Sabtu (4/6) kemarin. Wisuda diikuti 891 wisudawan, yang terdiri dari 5 orang Diploma-3, 27 orang Diploma-4, 525 orang Sarjana (S-1), 7 orang profesi dokter hewan, 133 orang profesi dokter, 49 orang dokter spesialis-1, 122 orang magister, dan 23 orang doktor. Sampai saat ini Unud telah meluluskan total 75.962 wisudawan. Rektor Unud Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, Sp.PD-KEMD., mengatakan para lulusan perguruan tinggi masih banyak yang berfikir bahwa menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) merupakan sasaran pertama. Jika tidak menjadi PNS, mereka ada yang tidak mau bekerja dan lebih baik menjadi pengangguran. Padahal kemampuan pemerintah untuk menambah jumlah PNS terus berkurang. Bahkan sejak tahun lalu tidak ada lagi pengangkatan PNS baru. “Oleh karena itu, pola pikir para lulusan harus diubah dari pencari pekerjaan menjadi pencipta pekerjaan,” ujarnya. Menurut Suastika, tantangan lulusan zaman sekarang jauh lebih besar dibandingkan dulu. Mereka tidak hanya bersaing di tingkat lokal dan Nasional, tapi juga Internasional. Apalagi dengan dibukanya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Indeks prestasi akademik yang memuaskan saja tidak cukup tanpa peningkatan soft skill. “Rata-rata Indeks Prestasi atau IP memang ada kecenderungan naik, tetapi IP tidak ada artinya kalau kita sudah terjun ke dunia yang riil. Yang tidak sekolah atau yang putus sekolah pun bisa menjadi hebat. Ilmu yang didapat di universitas hanya modal dasar, karena dia harus menambah ilmu pengetahuan dan meningkatkan soft skill-nya, itu yang paling penting. IP menjadi bagian yang kesekian kalau dia mau sukses,” jelasnya. Suastika menambahkan, menjadi wirausahawan merupakan salah satu

WISUDA - Universitas Udayana menggelar Wisuda ke-117 di Auditorium Widya Sabha Kampus Bukit Jimbaran, Sabtu (4/6) kemarin. cara untuk meningkatkan daya saing dan kualitas. Dengan sumber daya alam dan manusia yang begitu besar, banyak peluang wirausaha yang bisa diciptakan. Asal mau bekerja keras dan mempunyai komitmen di bidangnya masing-masing. Sejalan dengan itu, pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM juga berusaha meningkatkan jumlah pengusaha di Indonesia melalui Gerakan Kewirausahaan Nasional. “Universitas Udayana sendiri melalui program pengembangan karier dan inkubator bisnis misalnya, telah berusaha untuk berkontribusi di dalam pengembangan jumlah wirausahawan muda yang nantinya ikut serta membangun bangsa melalui wirausaha,” imbuhnya. Suastika berharap para lulusan Unud mampu beradaptasi, sekaligus memberikan sumbangsih di dalam kompetisi antar negara yang sekarang tanpa batas. Di masa mendatang pihaknya juga berkomitmen untuk mengembangkan lebih banyak wirausaha muda. Mengingat Presiden Joko Widodo telah menekankan bahwa peran wirausahawan dalam

sektor bisnis akan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan perekonomian nasional. “Negara ini akan mampu merealisasikan impiannya menjadi besar jika wirausahawan maju dan diberikan peluang seluas-luasnya,” tegasnya. Suastika pun mengajak seluruh civitas akademik saling bahu membahu dengan niat tulus dan jiwa pengabdian yang tinggi untuk meningkatkan kualitas Unud. Khususnya sebagai salah satu perguruan tinggi yang bertanggung jawab dalam mencetak para lulusan yang mampu bersaing di dunia kerja, baik lokal, nasional, maupun internasional. Sekaligus diharapkan mampu menghasilkan SDM yang berperan besar dalam perjalanan bangsa ini menuju bangsa yang mandiri, kuat dan hebat. “Daya saing tinggi tercipta dari karakter yang kuat, kemampuan yang tinggi, menghormati dan menghargai orang lain, bukan tercipta dari kehebatan untuk menjatuhkan orang lain,” pungkasnya. (ad207)

Wisuda Sekolah Bali Q_Ta Tahun Ajaran 2015/2016 DEWASA ini, pengetahuan dan kepedulian generasi muda akan lingkungan sudah semakin berkurang. Terbukti masih banyak dari mereka yang suka membuang sampah, menebang pohon secara sembarangan, dan mencemari lingkungan dengan cara lainnya tanpa mau mengerti akan dampak yang akan ditimbulkan. Sehubungan dengan hal tersebut, sesuai dengan visi misi sekolah Bali Q_Ta yang berdiri sejak tahun 2010 silam, yakni menumbuhkan rasa cinta terhadap lingkungan serta sekolah yang berlandaskan Tri Hita Karana. Sekolah ini, Sabtu (4/6) kemarin menyelenggarakan kegiatan outing education berupa long trip mengelilingi perkebunan sambil pengenalan berbagai jenis tanaman, serta turut melakukan penanaman berbagai jenis sayuran. Kegiatan yang dilakukan di Bagus Agrowisata Plaga, Petang, Badung tersebut digelar serangkaian acara pelepasan atau wisuda taman kanak-kanak B atau nol besar sekolah Bali Q_Ta yang dirangkai pula dengan berbagai jenis kegiatan lainnya. Salah satunya pembuatan kue tradisional khas Bali dan aneka permainan. Selain aman dan nyaman karena jauh dari hiruk-pikuk perkotaan, dipilihnya Bagus Agrowisata Plaga sebagai tempat diselenggarakan pelepasan karena lokasi tersebut sangat mendukung kegiatan para siswa dalam mengenal dan pelestarian alam. Kepala Sekolah Bali Q_Ta Made Agus Tisnu, S.Pdh., mengatakan selain bertujuan melepas siswa Tk ke jenjang pendidikan yang

WISUDA - Acara pelepasan atau wisuda taman kanak-kanak B atau nol besar sekolah Bali Q_Ta, Sabtu (4/6) kemarin. lebih tinggi, kegiatan ini juga sebagai ajang silaturahmi dan merekat rasa kekeluargaan dan keakraban seluruh keluarga besar sekolah Bali Q_Ta, karena yang bersekolah di sekolah tersebut berasal dari berbagai kultur dan agama. Kegiatan yang sudah menjadi agenda rutin setiap tahunnya, pada kesempatan ini diikuti oleh 225 orang siswa dan melepas puluhan siswa dari Tk B atau nol besar. Ketua Komite Sekolah Bali Q_Ta, Komang Surya Guna Negara mengatakan pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan

kali ini, karena sangat bermanfaat bagi seluruh siswa. Selain itu, kedepannya apapun kegiatan yang diselenggarakan oleh sekolah Bali Q_Ta, pihaknya akan selalu mendukung penuh guna meningkatkan mutu dan kualitas sekolah itu sendiri. Ke depan diharapkan kegiatan semacam ini dapat terus diselenggarakan secara berkesinambungan guna membangun sekolah yang menjunjung tinggi pelestarian alam dengan konsep Tri Hita Karana, serta menciptakan generasi-generasi yang cinta dan peduli akan lingkungan. (ad382)

Rayakan HUT Bayangkara

Polres Gelar Berbagai Lomba Bangli (Bali Post)Suasana meriah terlihat di halaman Mapolres Bangli, Sabtu (4/6) kemarin. Hal tersebut berkaitan dengan perayaan HUT ke-70 Bayangkara. Sejumlah lomba digelar dengan melibatkan jajaran Kodim 1626/Bangli. Acara yang rutin berlangsung setiap tahun ini juga dimaksudkan untuk menumbuhkan rasa kebersamaan dan kekeluargaan. Kapolres Bangli AKBP Danang Beny Kusprihandono, menyampaikan kegiatan yang dirangkai dengan HUT Bayangkara 1 Juli mendatang sengaja dirancang dengan suasana kebersamaan, baik antaranggota kepolisian maupun dengan TNI. “Di samping untuk menghibur diri, kegiatan ini juga untuk menumbuhkan sikap harmonis dan kekeluargaan,” ujarnya saat ditemui disela-sela acara jalan santai. Kemeriahan ini tak hanya ditunjukkan dengan jalan santai saja. Kegiatan lain, yakni tarik tambang, lomba tumpeng, makan kerupuk, balap kelereng, memasang atribut

BPM/kmb45

LOMBA-Suasana lomba yang dilaksanakan Polres Bangli, Sabtu (4/6) kemarin, dalam rangka merayakan HUT Bayangkara. pakaian dinas PDH yang pesertanya istri anggota polisi, panjat pinang dan adu ketangkasan dalam memakai pakaian dalmas oleh anggota polisi juga turut ada dalam acara tersebut. “Untuk lomba pasang atribut oleh istri polisi, jadi tahu dalam rumah tangga mereka harmonis atau tidak,” tuturnya.

Kegiatan jalan santai dan berbagai perlombaan tersebut dihadiri Dandim 1626/Bangli Letkol Inf. Agus Wahyudi Irianto. Rute yang diambil untuk jalan santai, yakni dari Polres BangliSimpang Empat Bangli kembali ke Polres. Kegiatan juga diisi dengan berbagai hiburan dan pengundian kupon berhadiah. (kmb45)


4

Minggu Umanis, 5 Juni 2016

PERAN GURU - Proyek perbaikan mutu pendidikan, dari sertifikasi guru, berbagai perubahan kurikulum hingga Kurikulum 2013, belum mampu memotong lingkaran setan: tujuan belajar naik kelas dan lulus, ditentukan oleh kemampuan siswa menjawab soal tes objektif. Guru mengambil peran besar pada proses belajar dan sekaligus menjadi bagian dari proses itu. Bukan sebaliknya, guru menggiring siswa mengabaikan proses, mencapai hasil belajar daftar angka (nilai), wujud nyata orientasi pembelajaran pada hasil. Otoritas dan kegelapan jiwa guru juga sangat buruk bagi pendidikan. Guru mengintimidasi siswa atas nama disiplin visi hampa, mengambil seluruh waktu untuk berceramah, memberi rasa bosan dan muak siswa sehingga siswa bisu, apatis.

Saraswati, Krisna, dan Guru Tercinta MASKOT sekolah di Bali adalah Dewi Saraswati. Patung megah Dewi Ilmu Pengetahuan dibangun di hampir setiap sekolah. Warga sekolah memuja Dewi Ilmu. Ironisnya, Saraswati mati, tidak diaktualisasi dalam belajar dan mencintai ilmu. Kecantikannya tidak mampu mmenarik minat cinta siswa terhadap ilmu dan belajar. Belajar sebagai paksaan dan bukan cinta penuh gairah setiap insan sekolah. Ilmu, pengetahuan dipahami sebatas teori dan hafalan. Berkah ilmu bagi harkat dan martabat kemanusiaan sebagaimana termaktub dalam surat pendek Albert Einstein (1938) dan kebijaksanaan yang ditawarkan karena menjadi api bagi kehidupan manusia, tidak pernah tercapai. Ilmu dan pengetahuan tidak bertuah sebagaimana ungkapan Foulcault, pengetahuan itu kekuasaan. Siswa mengetahui plastik terurai setelah ratusan tahun namun tetap membuang plastik sembarangan. Pelajaran di sekolah tidak mampu membentuk tindakan siswa sejalan dengan pesan aksiologi ilmu apalagi cara kerja ilmu (epestemologi). Hubungan segitiga logika, sikap, dan tindakan nyata terhenti

pada ingatan dangkal atau hafalan tes pilihan ganda. Sekolah tidak sepenuhnya lembaga ilmu memang, lebih cocok sebagai lembaga belajar formal administrasi belajar. Di sekolah, belajar diformalkan, sistematis, dan politis. Hakikat belajar otentik dalam kehidupan hilang sama sekali. Peran guru mengalami dekadensi dan stagnasi. Para guru menderita berbagai persoalan jiwa, seperti merosotnya dedikasi yang tampak dalam ketidakberdayaan menjalin hubungan humanis dengan para murid. Maskot Dewi Saraswati kurang tepat sebagai maskot belajar. Yang lebih cocok, Krisna dan Arjuna ketika berdialog panjang dalam Bhagavad-gita. Krisna guru dan Arjuna murid. Krisna menuntun Arjuna pemberani (bertindak) namun bertolak belakang dengan tindakan guru dewasa ini, mendidik siswa jadi penakut dan patuh. Guru merasa profesional setelah menginformasikan hal teknis dan teoretis, minus tindakan nyata. Karena kegelapan jiwa para guru, tidak terjangkau olehnya mengembangkan kesadaran diri siswa atas hidup otentik. Seluruh pertanyaan guru kepada siswa, hafalan, ingatan dangkal, tingkat terendah aktivitas berpikir manusia menurut taksonomi Bloom, disampaikan dengan retorika intimidasi. Jangan harap siswa menerima tawaran

berpendapat mengenai filosofi eksistensi dalam Bhagavad-gita, “Tidak pernah ada suatu waktu dimana Aku tidak ada […] (seloka II.12) atau “Apa yang tidak ada tidak pernah akan ada. Apa yang ada tidak pernah tidak ada […]” (Seloka II.16]. Guru Guru berceramah sepanjang hayat dan siswa pasif tetapi Krisna menyampaikan pengetahuan suci, lewat percakapaan. Memang segala alasan dimiliki para guru bergeming pada ceramah. Segi politik pendidikan, administrasi rumit, dan jumlah siswa terlalu banyak, membenarkan hal itu. Dalam ceramah otoriter, ilmu dan pengetahuan mengalami instanisasi. Pengetahuan instan tidak mampu mengubah apapun sehingga sekolah menerima “gugatan” sosial, para tamatan tetap saja “bodoh”. Untuk membuat Arjuna bangkit atau bertindak, perintah tidak diperlukan oleh Krisna. Namun sebaliknya bagi sekolah. Semua guru tukang perintah. Krisna memadukan konsep (pengetahuan tertinggi), sikap (keyakinan), dan tindakan otentik untuk membangkitkan Arjuna. Jika akhirnya Arjuna bertindak dalam perang besar di antara para sanak saudara, bukan karena perintah tetapi tuah pengajaran yang diterimanya dari Krisna. Kiranya tujuan akhir pendidikan: menyiapkan siswa hidup di dunia nyata di atas landasan integrasi pikiran, hati, dan

tangan/kaki. Keadaan ini disebut inkulturasi oleh Romo Driyarkara. Proyek perbaikan mutu pendidikan, dari sertifikasi guru berbagai perubahan kurikulum hingga Kurikulum 2013, belum mampu memotong lingkaran setan: tujuan belajar naik kelas dan lulus, ditentukan oleh kemampuan siswa menjawab soal tes objektif. Terhadap hal ini, kata Krisna kepada Arjuna, “Hanya pada pelaksanaan engkau mempunyai hak dan tidak sama sekali pada hasilnya” (Bhagavad-gita, seloka II.47), bisa dijadikan dasar. Guru mengambil peran besar pada proses belajar dan sekaligus menjadi bagian dari proses itu. Bukan sebaliknya, guru menggiring siswa mengabaikan proses, mencapai hasil belajar daftar angka (nilai), wujud nyata orientasi pembelajaran pada hasil. Pernyataan Krisna bertentangan dengan landasan belajar berkiblat pada tujuan dangkal. Seharusnya, tujuan belajar berkiblat pada pengalaman otentik unggul. Otoritas Otoritas dan kegelapan jiwa guru juga sangat buruk bagi pendidikan. Guru mengintimidasi siswa atas nama disiplin visi hampa, mengambil seluruh waktu untuk berceramah, memberi rasa bosan dan muak siswa sehingga siswa bisu, apatis. Namun, Krisna Guru Agung menjadikan Arjuna kritis terhadap dirinya, “Jika

Engkau menganggap bahwa jalan pengetahuan lebih mulia dari jalan perbuatan, mengapa Engkau mendesak aku untuk melakukan perbuatan yang biadab ini, O, Krisna?” tanya Arjuna (Bhagawad-gita, seloka III.1). Sedikit dari mutiara pendidikan yang berkilauan dalam Bhagavad-gita yang diacu esai ini, untuk menunjukkan, pemilihan Dewi Saraswati sebagai maskot pendidikan (di Bali) kurang relevan jika dibandingkan dengan hubungan Krisna dan Arjuna dalam Bhagavad-gita. Krisna dan Arjuna, hubungan guru dan murid yang dinamis. Seperti itulah sedikitnya guru mengajar di kelas. Ketika guru merasa sudah bekerja keras dengan “ngomong” satu kali namun ternyata murid bergeming, sehingga tidak perlu lagi “ngomong” kedua, ketiga, dan seterusnya. Guru sekaliber Krisna membutuhkan 700 seloka, untuk membuat Arjuna bertindak. Semua siswa tahu kebenaran ilmu namun menjadikan siswa meyakini kebenaran ilmu, membutuhkan kerja keras guru sehingga pengetahuan dan keyakinan atas kebenarannya berubah menjadi energi bagi siswa dalam bertindak. Di situlah peran guru, membangun keyakinan sehingga siswa memetik berkah pengajaran: senyawa teori, sikap, dan tindakan pada dirinya. z Dr. I Wayan Artika, S.Pd., M.Hum., Dosen Undiksha, Singaraja

Membaca Pemikiran Ida Pedanda Gede Made Gunung PENULIS merasa bersyukur sempat membaca sebuah buku berjudul “Gemuruhnya Debu Melenyapkan Kesucian Suara Hati Seorang Pedanda” karya Ida Pedanda Gede Made Gunung yang Amor ring Acintya, Buda Pon Wuku Bala, Rabu, 18 Mei 2016. Buku dengan cover bunga teratai berwarna merah dan putih ini diterbitkan oleh Pasraman Paramadi Guhya Blahbatuh Gianyar yang dicetak oleh PT Mabhakti Denpasar, Februari 2005 ini secara tersirat menggambarkan pemikiran-pemikiran Ida Pedanda Gede Made Gunung. Pemikiranpemikiran Beliau mulai dari menjaga keharmonisanan alam, kehidupan sosial, keberlangsungan bahasa dan sastra Bali, agama, budaya, dan perubahan karakter yang terjadi di Bali. Pemikiran-pemikiran Beliau yang tersebar patut diapresiasi sehingga bisa dijabarkan ke dalam laku keseharian. Kekhawatiran Beliau terhadap Bali yang pada intinya berharap agar kesucian alam Bali agar tetap terjaga, tetap lestari, dan juga masyarakat Bali agar tetap menjaga ke-Bali-annya. Hilangnya Rasa Hormat pada Ibu Pertiwi Gempuran Kaliyuga mengurangi kesadaran manusia Bali khususnya terhadap keberadaannya sebagai manusia yang lahir, besar, dan hidup di Bali. Kesabaran manusia Bali sudah mulai berkurang. Gesekangesekan sosial sering terjadi. Lupa mengucapkan terima kasih pada Ibu Pertiwi. Makan, minum, kencing, buang kotoran di atas bumi tidak pernah membayangkan kesabaran Ibu Pertiwi. Beliau khawatir Ibu Pertiwi bisa murka karena rasa hormat, rasa mencintai pertiwi sudah mulai hilang di hati umat manusia khususnya manusia Bali. Manusia Bali paling tidak bisa berterima kasih terhadap alam Bali. Rusaknya alam Bali karena hilangnya

rasa bersyukur menjadi orang Bali. Karakter-karakter kurang terpuji sudah merambah sendi-sendi moralitas sehingga lupa pada diri, lupa hidup, lupa bahwa alam ini bukan milik kita. Dalam kekhawatiran Beliau, ada jalan yang diberikan. Sebagai seorang Pedanda, Beliau menyarankan agar berlatih dengan menumbuhkembangkan sifat-sifat Dewata dalam diri. Jika sifat-sifat ini menjadi kebiasaan secara tidak langsung akan meresap dalam hati dan bisa mengurangi sifat-sifat yang kurang baik. Belajar bersyukur lahir, hidup dan dihidupi oleh alam Bali menjadi perhatian Ida Pedanda. Rasa bersyukur ini akan bisa mengurangi sifat-sifat kurang terpuji sebagai manusia yang berada di alam Bali. Selalu ingat akan diri dan selalu memuja kebesaran Tuhan paling tidak bisa mengendalikan keinginan menyakiti tanah Bali. Dalam halaman 58, Beliau menuliskan seperti ini, “Marilah kita cintai dan sayangi alam beserta lingkungan kita demi tercapainya hidup bahagia bersama-sama….Hancur dan lestarinya alam ini atas bijak atau tidaknya perlakuan kita. Jadi, konsep memanusiakan alam dan lingkungan merupakan landasan utama untuk mendapatkan keseimbangan di dalam mewujudkan kebahagiaan.” Dari kutipan di atas, betapa besar perhatian Beliau terhadap keseimbangan alam Bali khususnya. Artinya sebelum ramai-ramai masalah reklamasi, Beliau sudah memikirkan keberadaan alam Bali. Bahkan Beliau memberikan ilustrasi betapa leluhur manusia Bali memberikan tuntunan dan tatanan berupa hari raya Tumpek Wariga (Tumpek Ngatag) sebagai pemujaan terhadap Dewa Sangkara yang berstana pada Tumbuh-tumbuhan. Harapan-harapan Beliau agar manusia Bali paling tidak bisa bersyukur lahir, hidup dan mencari penghidupan di Bali dengan menjaga keharmonisan

alam dan lingkungan Bali. Mewujudkan Konsep Leluhur Yang lebih menukik lagi pada halaman 61, Beliau menyatakan seperti ini, “Orang Hindu di Bali sejak dulu memelihara pulau Bali ini melalui konsep kesucian. Orang-orang Bali terkenal ramah-tamah, penuh rasa persaudaraan terhadap siapapun. Orang Bali selalu menjaga keseimbangan alam, sesuai dengan petunjuk sastra-sastra Hindu dan memperlakukan alam serta lingkungannya seperti memperlakukan dirinya sendiri. Mudah-mudahan saudara-saudara kami ikut mendukung pikiran saya seperti tersebut di atas agar Bali tetap menjadi kebanggaan kita.” Kutipan di atas mengisyaratkan agar tanah Bali tetap dijaga hingga memberikan dan memancarkan vibrasi kesucian. Orang-orang Bali bisa bersyukur dan selalu ingat pada tanah Bali. Tanah Bali yang suci hendaknya tetap suci. Konsep Tri Hita Karana, Tri Mandala, Tri Kaya Parisudha dijabarkan dalam laku keseharian. Leluhur Bali sudah memberikan konsep-konsep mulia dan sudah sewajarnya diwujudnyatakan dalam kehidupan. Menjaga kesucian alam Bali tampaknya sudah menjadi kewajiban bagi manusia Bali. Bali dengan sebutan Pulau Dewata diharapkan agar manusia-manusia yang mendiami tanah Bali paling tidak bisa mencerminkan sifat-sifat kedewataan bukan sebaliknya. Menjaga keseimbangan alam Bali diwujudkan dalam kehidupan dengan menghormati dan mengurangi sifat-sifat menyakiti alam Bali. Bali hendaknya tetap memancarkan vibrasi kesucian dengan mewujudnyatakan konsep-konsep dari para leluhur. Penghormatan terhadap Bali berupa menjaga kesucian alam Bali. zIBW Widiasa Keniten

MENJAGA ALAM BALI - Menjaga kesucian alam Bali menjadi kewajiban bagi manusia Bali. Bali dengan sebutan Pulau Dewata diharapkan agar manusia-manusia yang mendiami tanah Bali bisa mencerminkan sifat-sifat kedewataan bukan sebaliknya. Menjaga keseimbangan alam Bali diwujudkan dalam kehidupan dengan menghormati dan mengurangi sifat-sifat menyakiti alam Bali.

Mengatasi Kejang Demam pada Anak KEJANG merupakan peristiwa yang menakutkan bagi orang tua dan perlu diatasi dengan cepat dan tepat. Meskipun tidak banyak, beberapa anak saat demam dapat mengalami kejang. Hal itu paling dicemaskan orangtua meskipun sebenarnya kejang demam tidak berhubungan dengan adanya kerusakan otak dan hanya sebagian kecil yang akan berkembang menjadi epilepsi.

KEJANG - Kejang demam kompleks bila bersifat fokal atau satu sisi tubuh, berlangsung lama (>15 menit), atau berulang (>1 kali serangan selama 24 jam pertama). Sebaliknya, kejang demam sederhana adalah kejang yang berlangsung satu kali, singkat, dan bersifat umum atau saat kejang anak dapat kelojotan seluruh tubuh. Saat anak kejang harus diperhatikan dengan baik agar mendapatkan penanganan yang tepat saat tiba di rumah sakit.

Berdasarkan konsensus penatalaksanaan kejang demam menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia, kejang demam adalah kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh di atas 38°C yang disebabkan oleh suatu proses ekstrak ranium atau di luar sistem susunan saraf pusat atau otak. Kejang demam atau kejang yang didahului oleh demam terjadi pada anak usia 6 bulan sampai 5 tahun. Anak yang pernah mengalami kejang tanpa disertai demam, kemudian kejang dengan demam tidak termasuk dalam kategori kejang demam. Begitu pula dengan kejang disertai demam namun terjadi pada bayi berumur kurang dari 1 bulan, maka tidak dikategorikan sebagai kejang demam.

Kejang Kejang demam diklasifikasikan sebagai kejang demam kompleks bila bersifat fokal atau satu sisi tubuh, berlangsung lama (>15 menit), atau berulang (>1 kali serangan selama 24 jam pertama). Sebaliknya, kejang demam sederhana adalah kejang yang berlangsung satu kali, singkat, dan bersifat umum atau saat kejang anak dapat kelojotan seluruh tubuh. Oleh karena itu, dalam hal ini orang tua atau orang dewasa yang tinggal serumah memiliki peran penting pada saat anak kejang harus memperhatikan apakah sebelumnya didahului dengan demam, bagaimanakah sifat kejang apakah satu sisi atau seluruh tubuh, mata mendelik ke atas atau kaku seluruh tubuh, berapa lama kejang dari mulai kejang sampai dengan berhenti, dan berapa kali dalam sehari anak kejang. Catat dan ingat dengan baik agar mendapatkan penanganan yang tepat saat tiba di rumah sakit. Kejadian kecacatan sebagai komplikasi kejang demam tidak pernah dilaporkan. Perkembangan mental dan fungsi neurologis atau saraf umumnya tetap normal, hanya sebagian kecil kasus yang memiliki komplikasi dan biasanya terjadi pada kasus dengan kejang lama atau kejang berulang. Kejang demam akan berulang kembali pada sebagian kasus, faktor risikonya antara lain adanya riwayat kejang demam dalam

keluarga, usia kurang dari 12 bulan, suhu yang rendah saat kejang, dan cepatnya kejang setelah demam. Untuk itu perlu diwaspadai apabila terdapat faktor-faktor risiko tersebut terutama pada tahun pertama. Penanganan Hal yang paling penting dalam penanganan kejang demam di rumah adalah: 1) Jangan panic, 2) Segera kendorkan pakaian yang ketat terutama di sekitar leher, 3) Bila anak tidak sadar, posisikan anak terlentang dengan kepala miring. Bersihkan muntahan atau lendir di mulut atau hidung. Walaupun kemungkinan lidah tergigit, jangan memasukkan sesuatu kedalam mulut. 4) Ukur suhu, pantau, dan catat lama dan bentuk kejang, 5) Tetaplah bersama anak selama anak kejang, 6) Bila anak pernah kejang atau di rumah ada persediaan obat kejang diazepam rektal yang dimasukkan melalui anus, berikan saat anak kejang dan jangan diberikan bila kejang telah berhenti 7) Segera bawa kedokter atau rumah sakit terdekat bila kejang berlangsung 5 menit atau lebih. Pemberian obat untuk mencegah kejang berulang memang terbukti efektif, tetapi harus diingat terhadap efek samping obat. zDr. Angela Rosalina Tjidjasa


5

Minggu Umanis, 5 Juni 2016

Resensi Buku Memahami Bali Masa Lampau Judul Buku Penulis Editor & Epilog Penerbit Tahun Terbit Tebal

: Babad Usana Bali Pulina “Singamandawa-Bedahulu-Gelgel” : Kanduk Supatra : I Gede Pariadnya : Pustaka Bali Post : 2016 : viii + 67 hal

“BABAD Usana Bali Pulina” menceritakan tentang keadaan pemerintahan dan masyarakat Bali pada masa lampau yaitu zaman pemerintahan di Singamandawa dengan rajanya Dalem Slonding, kemudian berlanjut ke zaman Bedahulu sampai pada ekspansi Majapahit di Bali. Penuturannya lebih banyak menceritakan tentang kekuasaan Majapahit di Bali yakni dari kalangan Dalem Samprangan lalu pindah ke Gelgel sampai akhirnya berbagai prahara menerpa Puri Gelgel lalu berdirilah istana Semarapura. Begitu pula menuturkan keterlibatan berbagai tokoh yang mempunyai peranan dan pengaruh kala itu. Seperti dalam epilognya menceritakan kehadiran Mpu Kuturan di Bali tahun 1001 M dengan Samuan Tiga-nya di Bedahulu menjadi titik tonggak tata ruang kemasyarakatan pada zaman Bali kuno yang diwariskan sampai pada zaman modern. Kanduk Supatra sebagai penulis buku ini, pemaparannya disajikan menjadi beberapa episode sebagai rangkaian kisah sejarah Bali masa lampau dengan bahasa dan struktur kalimatnya disesuaikan, sehingga alur ceritanya lebih runut, terarah serta tertata. Dengan harapan atau tujuan untuk memudahkan para pembaca memahami isinya tanpa mengurangi atau menambahkan dari kisah aslinya. z Divisi Buku BP (Pustaka Bali Post)

Tragedi yang Memikat Judul Buku Penulis Penerbit Tahun Terbit Tebal

: Sergius Mencari Bacchus : Norman Erikson Pasaribu : Gramedia Pustaka Utama : 2016 : 70 hal

PENULIS buku ini tadinya lebih dikenal sebagai cerpenis yang cukup handal. Dia bisa menggubah hal-hal sepele dan kecil menjadi sebuah cerita yang menggigit dan meninggalkan kesan yang dalam bagi masyarakat pembacanya. Ternyata ketika menulis puisi, Norman justru menemukan titik sesungguhnya dari perjalanan kreatifnya, mencari bentuk, dan menunjukkan identitas dan gayanya sendiri di dalam khazanah sastra Indonesia. Tak heran Dewan Juri Sayembara Manuskrip Puisi Dewan Keseniam Jakarta 2015 memilih manuskrip yang telah jadi buku ini menjadi pemenang pertama, mengalahkan ratusan manuskrip lainnya. Keunggulan buku ini adalah, kesatuan yang membuat pembaca digiring tentang sebuah tragedi kemanusiaan. Walaupun manuskrip ini menceritakan sebuah tragedi, kisah-kisahnya disampaikan dengan nada ringan, nyaris komikal (bahkan ada beberapa pastiche ala puisi mbeling), yang justru membuat ceritanya makin tragis. Pemakaian ironi yang mantap! Selain itu, penulis juga menunjukkan kepiawaiannya mencampur aduk berbagai macam referensi, alusi, dan gaya. Dari yang kuno sampai yang kekinian, dari high culture sampai ke pop culture. (osi)

Tamong 1

CERPEN

Oleh Isbedy Stiawan ZS TAMONG mencangkung di beranda rumah panggung. Sebatang rokok kretek di tangannya berulang hinggap di bibirnya lalu gumpalan asap bagai balon keluar dari mulut dan hidungnya. Hari sudah senja. Matahari kemerahan di barat memburat. Ia tengah menanti anak mantu dan cucunya dari ladang. Saat ini musim duku dan cokelat. Desa Wana--pemerintah menetapkan sebagai desa budaya dan wisata--masih mempertahankan rumah tradisional Lampung. Masih merawat dan menjaga adat Melinting. Tetapi merawat adat adalah keharusan bagi masyarakat di sini. Sementara penguasa hanya memetik dari cara merawat itu sebagai aset wisata. Padahal demi menjaga agar rumah panggung tak roboh karena dimakan tahun, hanya pemiliknya yang melakukan. “Tak ada itu dari penguasa,” pekik Tamong. Ia menunjuk rumahnya yang bertiang kayu seluruhnya. Sudah lebih seabad usia rumah itu. Ia memandangi jalan di depan rumahnya. Setiap senja ia duduk di beranda itu. Menyaksikan orangorang hilir mudik. Tidak seperti ketika ia kanak-kanak. Desa Wana masih pekat setiap malam. Anakanak tiada keluyuran begitu salat maghrib selesai di surau. Begitu pula siang. Anak-anak hanya ada di kebun atau ladang. Tak sepeti sekarang, anak-anak muda berkeluyuran meneriakkan modernisasi. Motor meraung-raung di jalan. Anak-anak kecil main di sungai atau di tanah lapang. Tamong diam. Dia tatap kami, pengunjung Desa Wana. Matanya masih tajam meski usianya 98 tahun. Giginya belum ada yang rontok. Tapi pipinya terlihat keriput. Ia kemudian beranjak dari kursi kayu itu. Berdiri. Matanya kembali tertuju ke jalan beraspal. Belum juga datang menantu lelaki yang ditunggunya. Tamong mulai gelisah, senja terus menggeliat. Matahari pelan-pelan tertimbun langit barat. Anak perempuannya ikut ke beranda. Menggendong bocah 11 bulan. Perempuan itu turut menatap ke jalan. Ia juga risau nasib suaminya. Padahal biasanya sudah pulang dari ladang. Tetapi secepatnya dia tampik segala keraguan itu. Ia tahu benar dengan sifat dan sikap suaminya. Bukan lelaki cengeng. Anak Datuk Baharudin yang ditakuti berbagai kampung. Tamong juga tahu. Baharudin adalah kawan semasa kecilnya. Keduanya dikenal berandal karen sering memasuki ladang orang saat menjelang malam. Lalu diangkut dengan gerobak tanpa sapi. Mereka seret dan dorong menembus malam hingga beberapa kampung dilalui. Tamong-Baha memang disegani sekaligus ditakuti. Keduanya sulit dipisahkan, layaknya kembaran. Jika Baha tengah menghadapi bahaya maka Tamong maju ke muka. Begitu sebaliknya, tatkala Tamong berhadapan dengan petaka, Baha akan berdiri di depan untuk menghadang. Itu sebabnya, manakala anak perempuannya diminta menjadi isteri bagi anak Baha, Tamong langsung menerima pinangan kawan seperjuangan semasa muda itu. Istrinya tak bisa menolak. “Kita mesti menurunkan generasi perkasa, kuat, tak takut pada siapapun kecuali Tuhan, dan mera-

nya. Cahaya…

wat keluarga yang disegani..” ujar Tamong. “Dengan Zuriah dinikahi Jamil, makin kuatlah keluarga kita. Meski Jamil adalah petani, dia bergaul dan suatu saat bisa menjadi kepala desa,” lanjutnya. Seluruh keluarga Tamong hanya mengangguk. Bahkan istrinya sepatah pun tak berucap. Bukan karena takut azab, tapi lantaran takut suaminya mendamprat. Tamong memang dikenal di keluarga berperangai pemberang. Jika yang diinginkan tak dituruti, benda di dekatnya bisa secepatnya terbang. Jika ucaapannya dibantah, kaki atau tangannya melayang. Seluruh keluarga bersetuju putrinya dikawinkan dengan Jamil, sebab mereka memang suka dengan Baha. Jami lumayan ganteng, perilakunya sopan, dan sepantasnya diterima kehadirannya sebagai menantu. Pernikahan dilakukan. Gawi adat dihelat. Jamil naik pepadun diberi gelar. Begitu pula cucu Tamong juga mendapat gelar. Pesta adat tiga hari tiga malam. Desa Wana ramai. Balai Adat hingga tak mampu menampung undangan. Tamong dan Baha beserta isteri duduk di antara kedua mempelai. Keduanya sumringah, selalu tersenyum di antara kegembiraan tetamu. Mereka tengah merajut keluarga yang kian disegani di seantero desanya, bahkan beberapa kampung lain. *** NASIB Tamong dan Baha nyaris sama. Mereka memiliki empat anak—dua lelaki dan dua perempuan. Setelah anaknya menikah, persaudaraan kian lekat. Kini mereka sudah dikarunia dua cucu, lelaki dan perempuan yang masih berusia 11 bulan. Damon, menantu Tamong belum juga kelihatan batang hidungnya. Demikian pun cucunya yang sudah berusia 12 tahun. Kabarnya turut membantu orang tuanya di lading, sekira 7 kilometer masuk pedalaman dan belantara. Tamong ingin mengabarkan pada Baha, namun hati kecilnya justru melarang. Ia khawatir sabainya2 terkejut, dan ia akan dicap sebagai mertua yang tak mampu menjaga anak menantu. Apa kata orang sekampung? Ia menggumam. Tamong kembali menyalakan rokok. Ia lepaskan asapnya ke udara setiap kali rokoknya dihisap. Bagaikan balon-balon kecil, asap rokoknya melayang dan buyar di udara. Dan, ia masih duduk di kursi tua di be-

randa rumah panggung. Musola di seberang jalan sudah mengumandangkan tilawah. Artinya, beberapa menit lagi adzan magrib. Lelaki tua itu beranjak meninggal kursi, masuk ke rumah. Sesaat kemudian sudah di bawah, menuju musola. Hingga usai solat magrib, menantu Tamong belum juga pulang. Ia langsung menuju rumah Baha, rekan seperjuangannya semasa muda dan sekaligus sabai. Baha hanya tersenyum. Nyaris terbahak. “Kau seperti anak-anak saja, Tamong!” kata Baha seraya menyeringaikan gigi-ginya yang besar dan dipenuhi racun rokok. “Dia sudah dewasa, tak perlu kau risau. Aku yang ayahnya saja tak khawatir. Ha ha ha…” Baha menyambung. Tamong diam. Menatap sabainya. Sejenak kemudian ia pun ikut tertawa. “Tapi, Baha, Jamil tak beri pesan. Istrinya risau. Anaknya masih kecil…” ujar Tamong kemudian, setelah tertawa meski terasa terpaksa. “Sudahlah Tamong. Kau kira dulu kau tak merisaukan orang tuamu? Bahkan, kau masih ingat, ketika kita dibui 6 bulan, kita minta polisi tak mengabarkan ke keluarga kita?” sergah Baha sambil tertawa lagi. Tamong kali ini benar-benar terpaku. Ia duduk ki kursi tua di beranda rumah panggung milik Baha. Rumah tua seusia 130 tahun itu seakan keriput. Warnanya buram karena sudah lama tak dicat. Beberapa kayu penyanggah sudah keropos dan belum sempat diperbaiki. Ia merokok lagi. Sudah tiga batang keretek dihabisi selama bersilaturahmi ke rumah Baharudin. Malam bergantung di angka 9. Beberapa rumah sudah mematikan lampu ruang dalam. “Sudahlah kau pulang Tamong, sudah malam. Matamu sudah tidak seperti waktu muda dulu. Bukan aku tak suka dengan kehadiranmu di rumahku. Bukan maksudku ingin mengusirmu…” kata Baha, setelah menyeruput kopi. Tamong beranjak dari kursi. “O ya, salamku untuk Daiyah,” ucap Baha setelah Tamong menuruni anak tangga. Daiyah adalah cucu perempuan Baha dan Tamonng yang masih berusia 11 bulan, dan mungkin masih dalam gendongan ibunya. Tamong mengangguk. Turun. Melangkah. Menembus gelap malam. Seikat belarak yang telah dibasahi minyak tanah dinyalakan-

*** SUBUH Jamil mengetuk pintu. Ia tergopoh-gopoh. Pakaiannya bagai kanvas. Terciprat merah. Darah. “Kau kenapa Jamil? Ke mana saja kau tak pulang? Tak ada yang luka?” kata Tamong membombardir menantunya. “Kiyai…” ujar ibu Daiyah, istri Jamil. Tak bisa dilanjutkan karena keburu pingsan. Baha datang. Santai memasuki rumah Tamong. Diperiksanya tubuh Jamil. Lalu tersenyum. “Baha, kau sepertinya tidak khawatir? Apa karena anakmu lelaki?” Tamong berujar keras. Ini kali ia sudah tak bisa menolerir sikap sabainya itu. “Bagiku lelaki atau perempuan adalah sama, Tamong! Kalau Jamil mati, akulah orang pertama yang sedih dan menangis!” sergah Baha. “Namun, sewaktu kulihat dia tak terluka sedikit pun, untuk apa aku khawatir atau bersedih?” Kini wajah Tamong tak lagi cemberut. Ditatapnya Baha, kemudian ia peluk. Kedua lelaki berusia 95-an tahun itu berangkulan. “Kita berhasil mewariskan keluarga perkasa dan disegani, bahkan ditakuti. Jamil bagaikan pesilat, ia pulang setelah memenangkan pertarungan. Semestinya kita senang,” kata Baha masih merangkul sabainya. *** JAMIL ternyata berkeliahi dengan dua pemuda dari kampung lain. Dia ditantang berkelahi pada malam dan di dalam hutan. Tantangan itu ia terima, karena soal merawat Marwah anak bekas preman. Jamil tidak terima ketika ladangnya yang siap dipanen dicuri Mardok, pemuda kampung tetangga. Kemarin ia sambangi rumah pencuri kebun itu. Mardok menolak tudingan Jamil dan malah menantang berkelahi. Siapa takut? Pikir Jamil. Mardok menawarkan ring di dalam hutan. Jamil setuju. Perjanjian tak boleh orang lain tahu, apalagi membawa kawan. Mardok mengangguk. Itu sebabnya, Jamil tak kembali ke rumah karena tak ingin orang tua dan istrinya tahu. Ia menunggu di gubuk ladangnya hingga malam. Tapi Mardok ingkar. Ia membawa seorang rekannya, entah siapa namanya. Jamil bergeming. Ia tantang keduanya maju bersama. Mardok mengelak, alasannya rekannya itu hanya untuk menjadi saksi perkelahian. “Saksi?” batin Jamil. Ia tak percaya, itu hanya muslihat Mardok. Benar. Jamil langsung dikeroyok. Namun, sebagai pemilik ilmu silat sejak berusia 5 tahun, menghadapi Mardok dan kawannya bukanlah tandingannya. Keduanya mati bersimbah darah. Ketika Jamil pulang jasad kedua musuhnya masih di tempat peristiwa. Tak ia pindahkan. Baha dan Tamong tertunduk. Kini keduanya tak bersuara. Bahkan, tak saling tatap. Tapi, Tamong dan Baha begitu sulit untuk menghapus bayangan warga seberang mendatangi kampungnya. Menuntut nyawa harus dibayar nyawa! 1. Tamong dalam bahasa Lampung berarti datuk/kakek, namun untuk cerita ini sekaligus juga sebagai nama. Cerita ini hanya berseting Desa Wana sedangkan kisahnya hanyalah fiktif. 2. Sabai sama artinya besan

Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.

Dewa Komang Mahadewa

Nuriarta

W.G. Sumarta

Imam Sahri

Bakti Setyanta


DIMENSI

6 RAMALAN

BINTANG

Capricorn Peruntungan: Minggu ini cukup semrawut maka dari itu jangan ragu untuk segera saja mengambil tindakan yang lebih tegas dan berani untuk melakukan pengaturan waktu yang baik dan seefisien mungkin. Terhadap tawaran kerja sama sebaiknya Anda pelajari dulu dan tak perlu tergesa-gesa ambil keputusan. Karier: Tenangkan pikiran dan hati Anda, agar dapat berpikir dengan jernih sekalipun dipertengahan minggu ada perubahan suasana yang tegang menjadi tenang. Kesehatan: Performa tubuh Anda tampak cukup baik dan segar serta bertenaga, sehingga dalam beraktifitas tidak sampai mengalami gangguan. Keuangan: Cukup stabil dan normal kembali, jika ada keinginan bisa tercukupi saat ini karena pemasukan cukup tinggi. Asmara: Walaupun menjengkelkan, tetapi suasana bisa dibilang cukup harmonis dan romantis. Aquarius Peruntungan: Waspadalah pada mulut manis tapi berbisa diekornya. Usahakan untuk tidak mudah terpengaruh oleh apapun diawal bulan ini karena banyak yang iri-hati dan ingin menjerumuskan Anda namun tidaklah nampak alias semuanya transparan. Karier: Jangan emosi apalagi sampai terjadi perang mulut agar tidak mempengaruhi kinerja Anda. Kesehatan: Bila ingin menurunkan berat badan diet sajalah, ini jalan yang terbaik untuk Anda saat ini, jangan menggunakan obat-obatan tanpa konsultasi dengan dokter pribadi Anda karena dampak negatifnya akan sulit untuk bisa dipantau. Keuangan: Rajinlah berhemat dan menabung, karena masa depan masih terbentang luas dan memerlukan dana yang tidak sedikit. Asmara: Usahakan untuk tidak marah walaupun ada hal yang menjengkelkan hati. Pisces Peruntungan: Jangan berkecil hati dalam melaksanakan segala rencana yang sempat tertunda dimasa lalu, diawal bulan inilah saat yang tepat untuk memperjuangkannya apalagi bintang Pisces lagi pada posisi yang menguntungkan dan cukup mujur. Karier: Hidup ini bak roda berputar semuanya tidak ada yang langgeng, oleh sebab itu sangat beruntung bagi orang yang selalu eling dan waspada. Kesehatan: Jauhkan pikiran Anda dari ketegangan dan kecemasan agar kesehatan tidak sampai terganggu karenanya. Ada baiknya Anda menempatkan suatu permasalahan pada proporsi yang sebenarnya. Keuangan: Cash flow yang ada perlu diperhatikan, sehingga dapat menyadari dan bertindak lebih hati-hati dalam membelanjakan dana yang ada. Asmara: Cobalah intropeksi ke dalam apakah sudah benar perhatian Anda kepadanya. Aries Peruntungan: Waspadalah! Jangan sembrono apalagi mentangmentang urusan lancar-lancar saja. Sebab ibarat cuaca bakal datang angin besar melandanya, oleh sebab itu apa salahnya kalau sedia payung sebelum hujan tiba. Karier: Jika ingin mendapatkan nilai lebih saat inilah merupakan waktu yang tepat untuk meningkatkan prestasi kerjanya. Kesehatan: Jika lapar segera saja makan, tak perlu terus memikirkan persoalan kantor yang tak bakal kunjung selesai tersebut. Ingatlah akan penyakit maag yang Anda derita selama ini usahakan tidak sampai kambuh kembali. Keuangan: Pemborosan merupakan ancaman besar diawal bulan ini, jika tidak bisa berhemat maka kekacauan akan segera menerpa keuangan Anda. Asmara: Tak ada gunanya terus mengeluh di depannya, karena si dia sudah bosan dengan segala keluh kesah Anda. Taurus Peruntungan: Tak perlu terlena dengan banyaknya sanjungan jangan sampai membuat Anda lupa diri, tetaplah bersikap biasa saja, sebab yang namanya sanjungan tak akan abadi, bahkan kadangkala karena ada maunya. Karier: Angan-angan Anda akan sulit dicapai jika Anda bersikap pasrah dan kurang ada kemauan untuk bisa lebih maju lagi. Kesehatan: Lari-lari kecil di pagi minggu sangat baik dilakukan untuk menjaga stamina dan kebugaran tubuh. Keuangan: Dibanding masa sebelumnya income kali ini sangat bagus. Asmara: Cukup tenang dan jauh dari gejolak, bahkan sikapnya yang tampak manis dan jarang marah itu semakin membuat suasana menjadi harmonis. Gemini Peruntungan: Minggu ini cukup mujur hanya saja Anda perlu mengendalikan emosi yang tampak labil itu, pasrah saja dan lapangkan hati Anda pasti segalanya akan berjalan lancar. Kalau sedikit-sedikit tersinggung maka akan sulit untuk bisa meraih hasil yang lebih baik dibanding minggu-minggu kemarin. Karier: Sikapi saja semua itu dengan tersenyum, daripada ditanggapi hanya akan bikin masalah bertambah panjang saja. Kesehatan: Perbanyak minumair putih dan hindari makanan yang terlalu pedas. Kondisi badan terus dijaga dengan baik jangan sampai terus melemah. Keuangan: Pengeluaran cukup terkontrol dan pemasukan ada peningkatan. Asmara: Kurang mulus karena banyak hambatan disana-sini sehingga harus hati-hati agar tidak tergelincir. Cancer Peruntungan: Di awal kerja ini sebaiknya Anda lebih percaya diri dengan tak segan-segan untuk merealisasikan rencana Anda yang sempat tertunda akhir-akhir ini, mumpung perbintangan Anda lagi mujur. Karier: Ada kabar baru yang akan membawa angin segar bagi kelanjutan Karier anda, optimislah! Kesehatan: Jika sudah dijaga sedemikian rupa masih saja tetap jatuh sakit sebaiknya Anda tak perlu kecewa karena sakit itu juga merupakan nikmat yang harus disyukuri. Keuangan: Untuk sementara waktu berhematlah, karena kebutuhan penting sudah terlalu tinggi. Asmara: Jangan sekali-kali bicara yang dapat memicu pertengkaran, carilah topik yang ringan dan menyenangkan saja. Leo Peruntungan: Turuti saja kemauan pasar sekalipun terkesan aneh dan menyulitkan. Tak ada gunanya Anda menentang arus jika akhirnya Anda kehabisan order karena tak sesuai dengan selera pasar. Peluang cukup terbuka lebar untuk itu janganlah bersikap keras kepala, ada baiknya Anda bisa membaca situasi dengan benar. Karier: Ada orang yang iri dengan diri Anda, tak perlu ditanggapi secara serius. Kesehatan: Hati boleh saja panas akan tetapi pikiran harus tetap tenang dan dingin. Jangan biarkan emosi berkecamuk didalam hati karena hanya akan bikin tidur tak tenang dan makan menjadi tak selera. Keuangan: Dana yang tersedia sebaiknya dilihat lagi dan sesuaikan dengan anggaran yang akan Anda belanjakan. Asmara: Jangan buru-buru mengatakan asmara pada orang yang baru Anda kenal, karena jika asmara Anda bertepuk sebelah tangan, bagaimana malunya Anda? Virgo Peruntungan: Hawa kekacauan sudah mulai terasa, suasana yang tadinya tenang tiba-tiba selalu ada saja persoalan yang terduga datangnya dan cukup membikin pusing, maka dari itu waspadalah. Karier: Tak ada gunanya menutup-nutupi kesalahan yang telah dibuat rekan Anda, agar nama Anda tetap bisa bersih dan tidak dicurigai. Kesehatan: Berhentilah merokok bila perlu agar kondisi badan tidak terus menurun. Keuangan: Jangan memberi pinjaman kepada siapa saja karena akan sulit untuk diharapkan kembalinya untuk saat ini. Asmara: Dengarkanlah jika dia berbicara, jangan sampai diri Anda menampakkan wajah yang acuh tak acuh, itu akan membikin sakit hatinya saja. Libra Peruntungan: Sudah kepalang tanggung untuk mundur, hilangkan dulu perasaan dan keluh kesah karena itu tidak akan menolong justru akan memperburuk suasana saja. Karier: Tak perlu menghiraukan omongan orang, yang penting atasan tetap respek pada diri Anda. Kesehatan: Bila ingin mencoba program baru sebaiknya dikondisikan dengan badan Anda, sehingga kondisi badan tetap terjaga dan tidak sampai timbul permasalahan dikemudian minggu. Keuangan: Pemasukan masih lumayan lancar walaupun semua itu diraih dengan kerja keras. Asmara: Hilangkan sikap plinplan Anda, cobalah lebih tegas lagi. Scorpio Peruntungan: Kepercayaan dalam berbisnis adalah modal utama yang tidak bisa diganggu gugat, maka dari itu cobalah pikir seribu kali langkah Anda jangan sampai dianggap oleh mereka sebagai suatu kecurangan. Karier: Tetaplah bergerak pada planing yang telah dipersiapkan sendiri. Kesehatan: Nafsu makan di minggu ini tampak tinggi sekali, maka bagi yang lagi ikut program diet akan sangat mengganggu sekali. Jaga kebugaran tubuh Anda dengan olahraga rutin walau tak terlalu berat. Keuangan: Anda kerjakan saja yang sudah pasti walau hasilnya tak terlalu besar akan tetapi resiko yang anda tanggung untuk saat ini cukup kecil sekali. Asmara: Kejujuran adalah modal utama dalam mengabadikan perasmaraan. Sagitarius Peruntungan: Peluang yang muncul di minggu ini segera ditindaklanjuti dengan penuh konsetrasi, jangan biarkan keresahan hati mengganggu konsentrasi Anda saja. Bila perlu Anda bersikap sedikit cuek agar ketenangan pikiran bisa tetap selalu tercipta. Karier: Bekerjalah dengan penuh semangat dan jangan cepat merasa puas dengan apa yagn telah Anda raih selama ini. Kesehatan: Kebiasaan tidur dan begadang sampai larut malam sebaiknya bisa dikurangi. Cobalah untuk bisa bersikap tenang di rumah dan tidak berpikiran ngelantur ke mana-mana. Keuangan: Kebutuhan masih Diasuh Oleh tinggi dan juga masalah datang secaramenPutri Wong Kam Fu dadak dan cukup bikin kacau keuangan Berlaku Anda. Asmara: Sabarlah, si dia pasti akan 5-11 Juni 2016 menyadarinya lambat laun.

Minggu Umanis, 5 Juni 2016

WEDA WAKYA

Keutamaan Tingkah Laku vedo’khilo dharmamulam smrti sile ca tadvidam acaras caiva sadhunam atmanas tustir eva ca (Manava Dharma Sastra 2.6) KESELURUHAN Catur Veda merupakan sumber utama dari hukum suci Dharma, selanjutnya barulah kitab-kitab Smrti, sila, acara, dan akhirnya adalah kepuasan sang diri sejati. Kitab suci Manava Dharma Sastra dipandang sebagai kitab terpenting dalam kumpulan kitab Dharma Sastra atau Smrti Sastra yang memuat perihal aturan-peraturan untuk hidup di dunia ini dengan baik dan di jalan yang indah serta tidak melawan kesucian. Selain akhila-veda, keseluruhan kitab Sruti, yaitu Catur Veda, yang dalam 10 Mandala dari Rg Veda saja berisikan 10.589 mantra, Yajur Veda berisikan 1975 mantra, Sama Veda berisikan 1875 mantra, dan Atharva Veda berisikan 5.977 mantra. Ditambah lagi dengan kitab-kitab Smrti dan lain-lain, sesungguhnya Sanatana Dharma sangat kaya “mutiara dan berlian” yang mampu membuat hidup orang menjadi cerah cemerlang, baik secara duniawi maupun spiritual. Akan tetapi, penekanan tulisan ini tidak pada kemegahan sumber melainkan pada hal yang sangat penting, yaitu Acara. Acara berarti tingkah laku yang baik dan benar, agung, mulia, tidak menyakiti hati orang, suci, memberikan kebahagiaan pada pelakunya. Tingkah laku orang-orang suci dinamakan sadacara, berasal dari kata sat (kebenaran) dan äcära (tingkah laku). Apapun tingkah laku yang dilakukan oleh orang-orang suci dan bijaksana, tingkah laku itu menjadi acara. Sebab, orang suci bijaksana tidak mungkin akan bertingkah laku yang bertentangan dengan ajaran-ajaran kitab suci: “Acara-laksano dharmau, Santac caritra-laksanau, Sadhunai ca yathavattam, Etad acara-laksanam”-Dharma dan acara tidak dapat dipisahpisahkan. Ia berjalan bergan-

Redaktur Khusus WEDA

WAKYA Darmayasa dengan bagaikan anak kembar, sehingga biasanya orang mengalami kesulitan untuk membedakannya. Terdapat satu istilah lagi yang mengandung pengertian sama dengan acara, yaitu kata sila. Sama-sama berarti tingkah-laku yang baik, terpuji, sopan, santun, mulia. Akan tetapi, kitab Sarasamuccaya memberikan sedikit perbedaan antara keduanya: “kuneng phala sang hyang ajin kinawruhan, haywaning sila mwang acara, sila ngaraning swabhawa, acara ngaraning prawrtti kawarah ring aji”guna sastra suci itu untuk diketahui dan diamalkan dalam sila dan acara, sila adalah pekerti pembawaan diri, acara artinya tingkah laku sesuai dengan ajaran agama. Dalam hidup ini kita sering tertangkap oleh kebanggaan palsu, tanpa kita sadari. Kita mencoba berbuat sesuatu untuk mendapatkan sesuatu yang kita harapkan dan khayalkan akan dapat memuaskan diri kita, akan mampu memberikan kesenangan dan kenikmatan dunia yang langgeng. Sering pula perbuatan tersebut bukan merupakan cetusan hati nurani, sebaliknya ia hanya merupakan sebuah kepurapuraan. Hanya sebuah alat untuk mencapai suatu keinginan pribadi dan/atau kelompok. Jika dicari sumber pokoknya, sesungguhnya setiap orang d i d uni a i ni me ng i ng i nk a n “nama”, pujian, kehormatan, kesenangan, dan lain-lain lewat harta. Oleh karena harta sepintas kelihatan dapat memberikan segala tujuan tersebut, seperti kehormatan, pujian dan lain-lain, maka orang beranggapan: tanpa uang orang tidak akan dilihat orang. Anggapan tersebut mungkin ada benarnya, khususnya

ia akan benar di lingkungan orang-orang dalam tingkat pemikiran/kesadaran seperti itu. Akan tetapi, tidak akan berlaku di dalam lingkungan orang yang memiliki pemikiran atau kesadaran di luar itu. Kitab suci Veda, sangat menekankan bahwa Acara adalah asal mula dari kehormatan dan pujian. Orang otomatis akan dipuji atau dihormati jika orang menekankan acara dalam hidupnya sehari-hari, jika ia berusaha menjauhi hidup dalam kepura-puraan. Ada perbedaan yang sangat jelas antara dihormati karena harta dan dihormati karena tingkah laku yang baik. Respek atau hormat yang didapatkan karena tingkah laku yang terpuji adalah hormat yang sejati, yang keluar dari hati nurani terdalam, hormat yang tidak bikinan. Oleh karena itu, hormat tersebut memberikan berkah dan perlindungan kepada yang bersangkutan. Sedangkan dihormati karena rupa dan harta bersifat sangat sementara, terbatas, dan menyenangkan perasaan yang pasti disusul oleh keakuan palsu. Lebih lanjut, orang-orang yang sudah terbiasa menerima pujian dan hormat karena rupa, kedudukan dan harta, biasanya mereka sulit menerima pujian dan hormat yang tulus dari orang yang ber-acara baik. Dia akan merasa mendapatkan perhormatan sejati oleh “pujipujian” dan “hormat-hormatan”. Sebaliknya, sering pula terjadi bahwa ia akan merasa dirinya terhina jika orang memuji atau menghormatinya secara tulus. Demikianlah, viveka atau kecerdasan orang menjadi hilang oleh hormat dan pujian palsu. Patut orang berhati-hati dalam hal ini, baik menerima maupun memberikan pujian dan hormat palsu. Oleh karena acara dapat memberikan nama baik kepada para pelakunya maka orang hendaknya menempatkan acara paling depan, sebagaimana disebutkan : Agamanam hi sarvenam, Acarah srestha ucyate, Acara-prabhavo dharmo, Dharmad ayur vivardhate (Ajaran agama, dalam segala hal, menempatkan acara sebagai sesuatu yang paling baik, srestha. Acara-lah merupakan

sebab munculnya dharma, dan dharma menyebabkan orang berumur panjang). Apa pun yang kita lakukan di dunia ini semua sangat ditentukan oleh tingkah laku yang kita lakukan. Orang-orang secara wajar lebih melihat tingkah laku dari pada ilmu, harta, kedudukan, dan lain-lain yang dimiliki orang. Oleh karena itulah ditekankan bahwa tidak ada kewajiban lebih tinggi lagi daripada bertingkah laku yang mulia. Ia adalah dasar utama dari bangunan apa pun yang seseorang mau dirikan. Khususnya, jika orang hendak membangun bangunan rohani, dasar ini perlu sekali dimiliki. Pemilikan dasar acara ini sangat ditentukan oleh benih dan pergaulan. Benih yang dibawa sejak kelahiran yang merupakan pahala dari kegiatan saleh yang dilakukan dalam penjelmaan-penjelmaan terdahulu. Lain dari pada itu, pergaulan juga sangat menentukan pembentukan acara. Berhati-hati dalam mengatur pergaulan adalah jalan yang sangat bijaksana. Sehubungan dengan hal ini, pertama-tama yang ditanyakan oleh Maharesi Valmiki kepada Maharesi Narada pada waktu hendak memulai menyusun kitab Ramayana adalah mengenai “TOKOH” yang bertingkah laku sangat mulia dan suci yang dapat dipakai sebagai contoh dalam menulis Ramayana. “Caritrena ca ko yuktah sarva bhutesu ko hitah?” Maharesi Narada segera menyebut nama Sri Ramacandra yang terkenal memiliki segala jenis sifat-sifat agung, yang langsung disebutkan oleh beliau satu per satu dari sifatsifat maha agung yang dimiliki oleh Sri Rama. Demikian, orang yang bertingkah laku agung dan mulia dikasihi oleh dunia bahkan dipuji-puji oleh para Dewa, dan selalu dihormati oleh dunia. Mereka yang bertingkah laku baik dan mulia hendaknya diketahui sebagai orang yang berhati bersih dan suci. Tidak ada tipu menipu di dalam hati orang seperti itu. Orang-orang yang berhati sucilah yang dapat menjadi pahlawan sejati bagi diri, keluarga, dan tentu saja bagi bangsanya

MIMBAR AGAMA

PAUD, Pendidikan Agama Usia Dini BERITA mutakhir yang bikin hati ketar-ketir dan tidak habis pikir, adalah semakin seringnya terjadi peristiwa yang mencabikcabik perasaan dan hati nurani manusia. Di antaranya, di Rejang Lebong-Bengkulu, seorang gadis 14 tahun diperkosa 14 remaja mabuk kemudian dibunuh, lalu seorang dosen wanita dibunuh mahasiswanya di Sumatera Utara gara-gara persoalan nilai. Di Makasar seorang ayah tega membunuh anak kandungnya dengan cara memukulkan tabung gas 3 kg ke kepala anaknya yang sedang tidur. Di Denpasar beberapa waktu lalu juga terjadi insiden pertarungan antaranggota ormas hingga jatuh korban jiwa. Pertanda apakah itu? Dunia semakin maju, ternyata bukannya bertambah luhur peradabannya, tetapi justru kian mundur pengagungan terhadap nilai-nilai peradaban, budaya dan agamanya. Semakin mudah saja manusia bertindak ngawur, satu sama lain baku hantam hingga babak belur, bahkan sampai masuk liang kubur. Semua itu bisa terjadi akibat perilaku manusia semakin jauh dari tutur-tutur luhur ajaran leluhur. Mengapakah manusia mulai mengaburkan dan menghancurkan rasa kemanusiaannya? Tanpa disadari perkembangan zaman dengan kemajuan pesat di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi telah membuat “perasaan hati” manusia kian menipis dan terkikis akibat pengaruh modernis yang kental dengan gaya hidup individualis, materialis, konsumeris dan hedonis yang berorientasi pada penumpukan pipis (kekayaan). Kekayaan materi menjadi terget utama gerak manusia di dalam kehidupannya. Akibatnya naluri dasariah manusia sebagai homo homini lupus lebih dominan mengendalikan gairah hidupnya. Akhirnya manusia menjadi srigala bagi manusia lainnya. Hidup dan kehidupan manusia digerakkan hukum rimba, siapa kuat main sikat, siapa lemah mudah dijajah, siapa tak berdaya, selalu diperdaya. Mencermati keadaan itu, siapakah yang patut dipersalahkan, dan bagaimana solusi terbaik mengatasinya? Tidak pada tempatnya mengacungkan telunjuk mencari siapa yang salah, sebab setiap manusia adalah penanggung jawab atas apapun yang terjadi dalam kehidupan ini. Manusia oleh Tuhan telah diberikan anugrah “idep” selain “bayu-sabda”. Dengan idep (pikiran) itulah

Redaktur Khusus MIMBAR

HINDU I Gusti Ketut Widana manusia semestinya menyiasati bagaimana jalan terbaik agar naluri dasariah manusia yang cenderung hewani dapat bertumbuh menjadi nurani manusiawi, penuh rasa cinta kasih (welas asih), kepada sesama manusia, dan semua makhluk ciptaan Tuhan. Untuk itu diperlukan penanaman bibit cinta kasih itu sejak dini, di antaranya lewat “PAUD”, Pendidikan Agama Usia Dini. Di dalam kitab Niti Sastra, IV.20 dengan jelas dan lugas ditegaskan “Anak yang sedang berumur lima tahun, hedaknya diperlakukan seperti anak raja; jika sudah berumur tujuh tahun, dilatih supaya suka menurut; jika sudah sepuluh tahun, dipelajari membaca; jika sudah enam belas tahun diperlakukan sebagai sahabat, kalau kita mau menunjukkan kesalahannya, harus dengan hati-hati sekali; dan jika sudah beranak, diamat-amati saja tingkahnya, kalau hendak memberi pelajaran kepadanya, cukup dengan gerak dan alamat”. Menurut praktisi Pendidikan Anak Usia Dini, Anak Agung Oka Purnamawati, S.Pd.AUD (2015), “Sejatinya anak usia dini itu masih murni, polos, ibarat buah manggis, apa adanya, apa dan seberapa isinya dengan jelas tampak di permukaan. Kepolosannya itu bisa tetap bertahan atau dipertahankan jika orang tua, pendidik dan lingkungan sosial tidak merekayasanya untuk berubah, apalagi ke arah negatif”. Senada dengan itu, teori Empirisme John Locke, menyatakan, bahwa anak itu tak ubahnya seperti kertas putih, ia menjadi indah jika ditulis dan atau dilukis dengan jiwa artistis, berdasarkan landasan filosfis, etis, moralis dan religis. Sebaliknya jika kertas putih bersih itu dipoles apalagi digores dengan garis dan guratan tak beraturan maka hasilnya adalah coretan, corat-coret bahkan coreng-moreng yang tak jelas desain konsepnya. Mengembalikannya seperti keadaan semula tidaklah mudah, benar-benar berat dan berliku. Jika anak terlanjur keluar dari skema arahan, bimbingan dan

tuntunan agama, maka rusak dan hancurlah masa depan anak. Karena itu perlu disadari semua pihak terutama lembaga pendidikan, dari keluarga, dan sekolah bahwa anak-anak itu bukanlah produk cetakan melainkan campuran buah karma genetika dan intelegensia yang di dalam pendidikannya wajib dilandasi atas tuntunan ajaran agama. Sebagaimana penegasan suratan Niti Sastra di atas, pendidikan agama wajib diberikan dengan perlakuan menurut jenjang usianya, sejalan dengan fase pertumbuhan fisiologi dan perkembangan psikologi anak, yaitu: usia 0-5 tahun diperlakukan dengan penuh cinta kasih sebagai seorang raja, usia 5-7 tahun mulai diterapkan aturan tentang kewajiban sebagai seorang anak tentu dengan segala haknya, saat berumur 7-10 tahun mulai memasuki dunia persekolahan, ia bisa diperintah untuk memenuhi

tugas dan tanggungjawab sebagai siswa, usia 10-17 tahun diperlakukan sebagai kawan, mendengar dan mengakomodasi pikiran/ ide/gagasannya, dan ketika sudah berusia 17 tahun hingga memasuki masa berumahtangga, cukup dengan melakukan pengamatan, karena sudah tumbuh menjadi anak dewasa yang bisa berbuat sekaligus mempertanggungjawabkan hasilnya. Memahami jenjang usia anak di atas, pendidikan agama memang sangat tepat dilakukan sejak usia dini, sebagai usia emas di mana dapat ditanam tumbuhkan bibit-bibit religiositas anak agar dalam perkembangannya dapat hadir sebagai insan manusia berbobot, berkualitas baik sebagai sosok individual maupun makhluk sosial, yang dicirikan dengan semakin positifnya sikap mental, akhlak bermoral dan berkembangnya kesadaran spiritual anak.

PERMATA HATI

Untuk pembaca Bali Post Mingguan (BPM), kami membuka rubrik baru ‘’Permata Hati”. Rubrik ini mengangkat si buah hati yang baru lahir, yang berulang tahun atau akan berulang tahun. Juga pasangan yang menikah di minggu tersebut atau yang merayakan ulang tahun pernikahan. Kirim foto menarik dan tulis data lengkap identitas diri, orang tua serta komentar singkat. Semua data dikirim lewat email redaksibalipost@yahoo.com dengan kode Permata Hati. Bisa juga naskah dan foto dikirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post. Jl. Kepundung 67 A Denpasar telp. (0361) 225764. (Redaksi)

A.A. Made Pandu Rajendra, putra kedua pasangan A.A. Made Juniantara dan Putu Sariani, Minggu (29/5) lalu melaksanakan upacara otonan yang pertama di Jero Tegal Agung Pemecutan Padangsambian, di-puput oleh Ratu Pedanda Istri dari Geria Pemecutan.


Bali

Redité Umanis, 5 Juni 2016

L E M B A R

7

B A S A

Bencingah

B A L I

Benang Tridatu

Piranti Upacara sané Kanggén Gelang BPM/wan

Ida Pedanda Istri Ngurah

Kasuciang tur Katengetang PRASIDA ngamargiang kahuripan utawi numadi dados jadma ring mercapada sujatiné wantah parindikan sané ngawinang bagia. Duaning ring parikrama kahuripan puniki jagi kapanggihin tradisi utawi gama kekunan sané minab sadurungnyané nénten banget kapikayunin olih krama, kasuén-suén sayan kasenengin tur akéh krama sané ngamargiang. Nénten wantah kamargiang, taler prasida dados trénd olih krama utamanipun olih para yowanané sané majanten katulad olih krama tiosan. Yadiastun sayan akéh sané ngamargiang, sapatutnyané ésénsi utawi unteng sujati saking trénd punika nénten mimpas napi malih kalémpasin olih sang sané ngamargiang. Sakadi pangandika Ida Pedanda Istri Ngurah. Nganggén gelang benang Tridatu sayan akéh sajeroning pakraman, pamekasnyané olih krama Hindu-Bali, indiké punika taler kacumpuang tur kapanggihin olih Ida Pedanda Istri Ngurah. Ida ngandikayang, sadurung akéh sakadi mangkin, gelang benang Tridatu punika kanggén ri kala ngamargiang upacara pamuspan utawi nunas paica karahayuan pradé rauh sasih grubug kémanten. Yéning krama sa-Kecamatan Sukawati jagi ngamargiang upacara punika ring Pura Erjeruk, tatkala punika krama jagi ngamolihang gelang benang Tridatu saking pura utawi ipun makta benang Tridatu soang-soang ka pura sané kasuciang ring pura. Benang Tridatu punika jagi manados sesikepan tur risampun wusan pamuspan wawu kanggén gelang utawi kalung olih krama. “Punika mawinan benang Tridatu sané kanggén gelang majanten kapolihang utawi katunas saking pura. Pedanda ngawit polih nunas gelang sakadi punika ri kala nangkil ka Pura Pulau Menjangan. Nénten wantah Pedanda, pamedek siosan taler kapica gelang benang Tridatu sané pateh,” asapunika Ida nguningayang. Ida malih ngandikayang, gelang benang Tridatu sané kapolihang saking makudang-kudang pura jakti katengetang, boya wantah pepayasan kémanten. Duaning benang utawi gelang punika sampun kasuciang taler kauripang antuk aksara suci Ang, Ung, Mang, majanten nénten ngawag-ngawag kaicén olih pangempon pura. Kawigunan, katengetan, miwah daging tattwa punika ngawinang gelang benang Tridatu madué pikolih sané becik ring angga sarira rumasuk prasida nincapang Gunan Awak soang-soang. Parindikan benang Tridatu sané kanggén krama miwah turis sané nénten magama Hindu, Ida ngandikayang kahanan inucap ngamedalang pikayunan sanksi, napi ké gelang inucap katunas ring pura napi ipun ngaryanin néwék. Pikayunan sané medal ring pakraman pradé manggihin krama sané nganggén gelang benang Tridatu wantah krama inucap polih paica saking pura yadiastun nénten wénten maosang kahanan inucap. Sakéwanten pikayunan asapunika nénten pacang medal tatkala manggihin gelang Tridatu kanggén olih krama sané nénten magama Hindu taler gelang inucap madaging akéh pepayasan sakadi sané akéh kapanggihin ring pasar. “Napi malih manawita tamiu non-Bali ngamolihang gelang Tridatu ring pura, majanten ipun jagi nakénang ring guide-nyané sadurung kayun nganggén gelang inucap. Duaning nénten makasami tamiu dura negara sané pateh magama Hindu tur kayun nganggén piranti utawi gelang sané akéh kanggén tur kapolihang saking parikrama magama Hindu punika,” Ida Pedanda Istri saking Gria Gedé Kutri Baléran negesang. (wan)

RING masané mangkin, sekancan parindikan kahuripan jadma Hindu-Bali sampun sayan nglimbak taler sayan anyar kahananipun. Nénten wantah ring pangaptin krama, ring makudang-kudang pamargin upacara yadnya taler madaging antuk parindikan sané anyar minakadi indik makudang-kudang teknologi sané kawigunayang kanggén ngamargiang upacara mangda prasida mamargi becik. Sakéwanten, nénten makasami magentos antuk sané anyar duaning kantun akéh taler parindikan sané kamargiang nganutin sapunapi sané katamin saking para panglingsir. Minakadi indik bebantenan sané patut kawigunayang taler sapunapi parikrama ngamargiang yadnya inucap. Sios saking indiké punika, krama mangkin taler manggihin parindikan anyar panglimbak saking kahanan sané dumun. Parindikan punika wantah benang Tridatu sané kawigunayang dados gelang sané kapanggih ring pakraman utamanipun ring para yowanané. Indiké punika sampun sayan akéh kapanggihin napi malih ring makudang-kudang pura jagi kapaicayang benang Tridatu majeng para pamedek sané tangkil ri kala kamargiang pujawali utawi piodalan ring pura inucap. Sakéwanten manut saking pangandika Ida Pedanda Istri Ngurah saking Gria Gedé Kutri Baléran, sujatiné benang

Tridatu punika wantah sarana pajangkep saking upacara Panca Yadnya inggih punika Déwa Yadnya, Pitra Yadnya, Manusa Yadnya, Rsi Yadnya miwah Bhuta Yadnya. Minakadi kanggén medbed papendeman utawi padagingan, kanggén piranti ring pangulengan, wénten taler kanggén slimped ri kala ngamargiang upacara pawiwahan miwah masangih, wénten taler tatkala upacara tawur agung miwah sané siosan. Duaning benang Tridatu utawi benang sané mawarna barak, putih, miwah selem punika wantah pralambang Ida Bhatara Brahma, Wisnu, miwah Iswara sané madué aksara Ang, Ung, Mang tur manados Ongkara. “Akéh pisan kawigunan benang Tridatu punika, pamekasnyané ring makudangkudang upacara yadnya. Punika satmaka cihna yéning benang inucap wantah sarana pajangkep upacara sané nénten prasida kagentosin,” asapunika pangandikan Ida Pedanda Istri. Ngeninin indik kawigunan benang inucap risampunné manados gelang, manut pikayunan Ida gelang inucap wantah parindikan sané tenget, boya wantah pepayasan kémanten. Duaning apisanan kanggén nénten prasida kalepasang malih sajabaning benang punika pegat néwék. Sakéwanten, yéning punika wantah gelang pepayasan, majanten prasida

kalepas taler kapasang malih. Sangkaning sampun kapasang tekek, kaaptiang kawigunan gelang Tridatuné prasida ngresep ring soang-soang angga sarira krama sané ngawigunayang. Tios Ida Pedanda Istri, I Gede Anom Ranuara S.Pd., S.Sn. seniman miwah budayawan Bali taler maosang, gelang Tridatu duk nguni wantah kanggén olih krama sané nelebin kawisésan

utawi kaputusan sané majanten akéh madaging antuk tatenger utawi kapatutan sané nénten dados kalémpasin. Parindikan lakar sané kanggén gelang taler masiosan, inggih punika nganggén benang Bali sané kawastanin antuk Lawa Tetukel sané kocap becikan kawigunanipun saihang ring benang sintetis miwah benang wol. “Tios ngawiunayang benag

Lawa Tetukel, krama sané ngamargiang parikrama ngelmu utawi nelebang kawisésan punika taler ngawigunayang mirah, ri kala jagi mupulang utawi nyikiang Tridatu ring anggannyané. Mirah inucap minakadi Mirah Siem pinaka warna barak, Mirah Cempaka pinaka warna putih, miwah Bangsing pinaka warna selemnyané,” Anom Ranuara nguningayang. (wan)

Gama Magelang Benang

Wus Raré Kepus Puser miwah Maotonan SAKADI sané ketah kapanggih mangkin, benang Tridatu utawi benang barak, putih, miwah selem punika kanggén dados gelang olih makudang-kudang krama Bali. Nénten wantah kakaryanin preragan, wénten taler sané polih ring pura ri kala wénten pujawali utawi piodalan sané jakti sampun kasayagayang olih

pangempon pura. Nénten wantah Tridatu kémanten, wénten taler sané mawarna kutus utawi Astadatu sané kapolihang utawi kapaicayang olih pangempon Pura Besakih majeng krama. Sios punika wénten taler krama Bali kréatif sané ngamargiang bisnis makarya gelang “aksesoris” modérn saking ngawigunayang benang Tridatu

sané dimodifikasi nganutin pangaptin sané mesen. Parindikan magelang benang sampun saking nguni katamiang olih panglingsiré, sinalih tunggil inggih punika majeng raré sané kantun alit utawi wawu kepus puser. Ida Pedanda Istri Ngurah ngandikayang, yéning gelang benang selem kanggén olih raré GELANG – ring masane mangkin akéh kapanggih krama Baliné nganggén gelang benang Tridatu sios saking nganggén gelang otonan. Gelang Tridatu ketah kapaicayang ring makudangkudang pura sané ngamargiang pujawali utawi piodalan majeng ring krama sané tangkil ngaturang bakti. BPM/wan

IV Manah Bungah Matanah Tanah

(30)

BPM/wan

YADNYA - Yadiastun akéh kanggén gelang, sujatiné benang Tridatu wantah sarana pajangkep sané nénten prasida kapasahang saking upacara yadnya ring Bali. Akéh pisan kawigunanipun, sinalih tunggil inggih punika kanggén ngiket papendeman utawi padagingan.

NEM sasih sampun Gusti Ngurah Jelada ngranjing ring SMA Negeri 1 Amlapura. Nem sasih sampun raganné nunas sangu ring pamanné Gusti Gedé Karang anggéna sangu masekolah. Nem sasih sampun raganné kos ring umahné Pak Madé Tusan ring Jl. Ciung Wanara, pecak jeron pamanné dumun daweg kantun dados perawat ring RSU Karangasem. Wewangunan lan suasana jeroné kantun tetep asri saking dumun kantos mangkin. Tanah pakaranganné mula druén Pak Madé Tusan kakontrak murah salami 20 warsa, kawangunin wangunan olih Gusti Gedé Karang. Perjanjiané yéning sampun telas kontraké, wewangunané dados druén Pak Madé Tusan. Punika awinan daweg Gusti Gedé Karang pindah mantuk ka Selat, pakarangan saha wangunané kantukang ring Pak Madé Tusan. Nanging

wénten wangunan mungil asiki sané dados kamar prakték raganné yéning wénten anak kapépét matamba, kantun aturina raganné nganggén yén katuju ka Karangasem utawi wénten sameton/okané perlu kos, ngranjing ring Karangasem. Mawinan daweg Ngurah Jelada ngawit ngranjing kaater saha kakenalang olih Gusti Gedé Karang ring Pak Madé Tusan mangda malinggih irika. Wangunan punika wantah madaging kamar tidur alit asiki, kamar tamu lan ring ungkur kamar mandi lan panyemuhan alit. Ring ajeng matéras alit. “Madé Tusan, niki tiang ngajak kaponakan tiangé mriki lakar malajah di SMA Negeri 1. Cara raosé ané sampun-sampun tiang nyerahang ia deriki satmaka bareng ngempu apang raganné sida mragatang sekolahné. Kirangkirangné idihang tiang tekén

Madé,” baosné Gusti Gedé Karang. “Bééh punika malih panjangang, niki taler druén Atuk Karang sami, titiang satmaka nyongkokin tain kebo.Semaliha wénten ajaka pianak titiangé malajah sareng sami-sami SMA iriki. Amung titiang nunas mangda listrik sareng toyané manten taura ngraga, akuda ja patutné. Minab nénten kantos Rp.75.000,- ngasasih, sajaba yén raganné mangkin nindes, TV, lan nganggén mesin cuci manawi munggah malih kedik. Titiang mitaen Tuk Citra sampun SMA,” aturné Madé Tusan. “Ooh, tiang ten makta napi Pak Madé. Sampunang ja TV utawi mesin cuci, anggén masuk pang ten majalan kanggéang sepéda butut manten,” aturné Gusti Ngurah Jelada matilesang raga. “Nénten sapunapi, asal jemet malajah. Yéning nonton, nyetrika kanggéang sareng pianak tiangé gradag-grudug deriki.” Madé Tusan raris nyerahang kunci kamaré. Gusti Gedé Karang lan Ngurah Jelada raris nuréksain kamarkamaré saha piranti siosan,

kémanten tur pacang kalepas ri sampuné ipun wusan matelubulanan. Tetujonnyané wantah mapinunas mangda raré setata kaicén karahayuan taler kadirgayusa saking Ida Bhatara Wisnu. Ida malih mangandika, ring widik Hindu-Bali, warna selem wantah pralambang Ida Bhatara Wisnu sané taler pinaka déwaning sakancan toya. Dadosné ngawigunayang gelang selem olih raré sané kantun ngawitin parikrama nglimbak utawi tumbuh punika wantah negesang indik sang raré “kauripang olih toya” utawi wawu prasida nginem kémanten mangda polih “nutrisi”. “Sané ketah kauningin, raré sané wawu embas wantah prasida nginem ajengan sané marupa toya utawi susu kémanten, risampunné matuuh petang oton, wawu ipun prasida muruk ngajengang bubuh. Tatkala matuuh amunika taler gelang selem patut kalepas,” asapunika pangandikan Ida Pedanda. Sios punika wénten taler ngawigunayang benang putih dados gelang. I Gd. Anom Ranuara saking Kesiman maosang, dumun tatkala Ida Pedanda Nabén dané kantun nyeneng, Ida Pedanda makarya gelang “sibeh sasih” ring pura sané wénten ring désannyané napkala

sasih Kaném, Kapitu, Kaulu miwah Kasanga. Gelang punika kapaicayang ring makasami damuh Ida ring banjar miwah désa. Wangun gelangnyané nénten masiosan saking gelang otonan, sakéwanten madaging antuk kesuna, jangu, taler jinah bolong. Kawigunan gelang punika kacumpuang dados gelang sesikepan. Nénten wantah sapunika, krama Baliné taler kataminin gama ngawigunayang gelang benang mawarna putih napkala maoton nganém bulan apisan. Sané kasinahang saking nganggén gelang benang putih inucap inggih punika rasa miwah manah lascarya, sios punika wantah pinaka cihna krama inucap sampun mapanauran taler kanggén pangéling-éling mangda nénten mapikayunan, mabebaosan taler maparilaksana sané kaon ring nem bulan sané pacang malih ngrauhin. “Parindikan sué gelang benang putih punika kanggén nganutin sapunapi kahanan benang inucap. Wénten sané nyelap kapegatang satmaka nénten cumpu ring napi sané sampun dados tetamian panglingsir saking nguni. Punika mawinan beciknyané gelang inucap tetep kanggén kantos benangnyané pegat pedidi,” dané negesang. (wan)

dipan lan kasurné, lemari, méja lan kursi tamu ngantos ka kamar mandi kantun becik lan bresih sakadi yukti kapiara ka bresihin. “Nah, yén Ngurah makeneh masak padidi dadi dini di mukak kamar mandiné anggon.” “Inggih Tuaji, titiang becikan jaga masak ndéwék. Mungpung madué kompor gas malit jumah polih bagian kantos tabung gasné. Yéning nganggén kompor minyak gas andusné masepuk.” Ngurah Jelada ngukur genahé cukup dagingin kompor saha genah toya lan prabot dapur siosan. “Sapunapi Gusti Ngurah kanggéang iriki sareng-sareng. Sampunang malih kimudkimud. Ajiné wénten kalih dasa taun lintang iring tiang deriki,” aturné Madé Tusan saha ngaturin mangda sami ngwédang dumun sadurungé raganné mantuk ka Selat. “Bééh, kamaré tetep bresih. Mirib niki panaké lakar masak padidi. Kayang Mingguné mara lakar mriki ngaba barang-barangné sawiréh kayang Somané suba masuk. Yén panaké Gég Citra mara kelas telu SMP di Selat. Mirib buin

amasa di Selat lakar ada SMA Negeri. Nah Madé kanggoang malu amoné ngorta, tiang lakar ka Rumah Sakit Umum malu sambilang nyemak obat-obatan kanggon di Puskesmas,” Gusti Gedé Karang sareng Ngurah Jelada mapamit ka RSU. “Ngiring durusang Atuk Karang, naenang bas nembé deriki jaga ngayunang dumun wau mantuk,” aturné Madé Tusan saha ngatehang sang kalih rauh ring jabaan. Sesampuné simpang ka RSU ngambil tamba, sang kalih simpang ka warung ngajengang saté kambing sasenenganné. Rauh di jero, Gusti Ngurah Jelada matur ring ajinné yéning sampun polih genah ring pecak jeron pamanné Gusti Gedé Karang dumun ring Karangasem. Amung naur listrik sareng toya manten. Raris daweg Mingguné ngawitin ngranjing ajin dané Gusti Madé Taman sané ngatehang makta bebandaran piranti dapur saha sepéda lan pakaian ka Karangasem, sekalian makenalan sareng Pak Madé Tusan. (Masambung)


Upacara

8

Redité Umanis, 5 Juni 2016

Bebantenan

Panglukatan Sapuh Légér

Agni Prakpak Panyomia Bhuta Kala

Sarana Mulat Sarira, Ngicalang Sekancan Mala

SAJERONING parikrama upacara, krama Hindu pastika ngawigunayang api pinaka sarana panyangkep upacara. Wénten sané mawasta api takep, api prakpak, api tetimbug, miwah sané tiosan. sané pacang katlatarang iriki ngeninin indik api prakpak. Sané mawasta api prakpak wantah api sané kakaryanin saking dayuh mapesel. Api puniki ketah kanggén piranti ngamargiang upacara Bhuta Yadnya, minakadi ngamargiang Taur Kasanga, miwah ri kala moborobor ring galah sandi kaon. Mobor-obor taler ngawigunayang api prakpak. Piranti api prakpak puniki masuksma waluya nangun taler nincapang sinar suci Brahman ring Bhuwana Agung puniki. Manut Lontar Sunari Gama, suksman api prakpak inggih punika nyomia sahananing Bhuta Kala ring guminé. Bhuta Kala manut basa Sansekerta mawit saking kruna Bhuta sané mateges ruang tur Kala sané mateges galah utawi waktu. I manusa nemu sengsara uripnyané yéning nénten uning nabdabain Bhuta miwah Kala. Suksman api prakpak kaunggahang ring sajeroning Lontar Sunari Gama, dagingnyané asapuniki: Telasning macaru tumuli ngrupuk ya tika ngemantukakna sarwa Bhuta Kala kabeh muang amundurakena gering sasab merana, masarana obor-obor dening geni prakpak semburin masui muang antebin antuk Mantra Sarwa tetulak panyengker Agung iderin umah ika dening geni prakpak ika. Tegesnyané: Ri sampun puput ngamargiang caru taur, raris ngamargiang pangerupukan inggih punika nyomia Bhuta Kala sané ngwetuang panyungkan sakadi gering, sasab lan mrana. Malarapan ngamargiang oborobor maserana api prakpak tur kasimbuhin mesui kasarengin mantra panulak waluya pageh agung pamarginé ngilehin umah masarana api prakpak punika. Sarana agni prakpak punika waluya niyasa sané nuntun i manusa mangda nyengker wewengkon utawi pakarangan uripnyané madasar sinar suci sané kapolihang malarapan bhakti ring Ida Sang Hyang Widhi. Agni prakpak punika waluya sesuluh saking Sang Hyang Dharma. Ngamargiang bhakti ring Sang Hyang Widhi, mangda polih semangat tur sesuluh ngicalang gering waluya panyungkan sané ngeninin i manusa, sasab sané ngeninin buron tur mrana sané ngeninin sarwa tumuwuh. Mesui punika niyasa tamba. Obor prakpak niyasa sesuluh sané nyuluhin jiwa premanan i manusa. Wénten mantra tetulak ngilehin umat. Wigunan mantra manut ring agama Hindu wénten kekalih. Wénten Kawaca Mantra miwah Panjara Mantra. Kawaca Mantra punika waluya mantra sané nyengker padéwékan i manusa mangda nénten keni sengkala malarapan sané metu saking padéwékan. Panjara Mantra waluya sesuluh sané prasida nyengker paumahan miwah bhuwana mangda nénten keni sengkala sané metu saking jabaan. Piranti obor, mesui tur tetuek mantra tetulak sané wigunanyané sakadi Panjara Mantra punika nudut idep i manusa mangda nglimbakang kayun miwah laksana sané rahayu ring jagaté. Yéning cutetang, suksman obor, api prakpak, mesui, miwah mantra tetulak waluya simbol sané nuntun i manusa mangda setata éling nabdab kauripan sané rahayu ring kramén (masyarakat). Santukan kahuripan ring kramén punika mabuat pisan sakadi i manusa waluya makhluk sosial. (Ida Rsi Bhagawan Smerti Wijaya Kusuma Sebali)

RAUHING dinaning wuku Wayang, akéh krama sané ngamargiang upacara paruwatan Sapuh Léger, pamekasnyané sang sané embas ring dinaning wuku Wayang. Sapuh Légér wantah patut kalaksanayang olih manusa sané embas ring wuku Wayang sané nglingkupin pitung raina ngawit Redité kantos raina Saniscara. Sapasira sané embas ri kala wuku Wayang lumrahnyané kanggehang kantun leteh, mala, manusa sané melik saha madué paripolah tawah, sering ngadug-adug, memengkung nénten mirengang ajah-ajahan i rerama, tur kasengguh pacang dados tetadahan Bhatara Kala. Sajeroning nepas tur nyomya parisolahnyané mangda prasida becik, patut kaicén panglukatan (karuwat) utawi kamargiang upacara panyucian Sapuh Légér olih dalang utawi amangku dalang Sapuh Légér. Parindikan punika kabaosang olih sinalih tunggil Dalang Wayang Sapuh Légér, I Komang Indra Wirawan, S.Sn., M.Fil.H duk kacunduk raina Wrehaspati (2/6) lintang. Dané maosang, sajeroning tradisi Bali sané kantun kamargiang kantos mangkin, sang sané embas ring dinaning wuku pawayangan patut ngamargiang upacara panglukatan Sapuh Légér antuk tetujon ngicalang leteh, mala sajeroning angga sarira.

Sané nénten ngamargiang panglukatan utawi kalukat dening sang amangku dalang wayang Sapuh Légér, kocap pacang katadah Kala. “Sané kaicalang wantah leteh sajeroning angga sarira santukan manusa nénten lémpas saking kawéntenan rajas, tamas, momo angkara, iri ati, taler sané tiosan,” Ketua Yayasan Gasés Bali puniki negesang. Parindikan pateh taler kabaosang olih sinalih tunggil perajin wayang mimitan Br. Babakan, Sukawati Gianyar, I Wayan Kurdana. Kabaosang, sajeroning Lontar Kala Tattwa kauncarang, majeng ida dané sané embas sajeroning wuku Wayang pacang dados tadahan Kala, gumanti patut nglaksanayang upacara panglukatan Sapuh Légér. Sapuh Légér mawit saking kruna sapuh miwah légér. Sapuh mateges bresih, légér mateges kantos ligir. “Mawinan tetujon upacara inucap mangda sang sané embas ring wuku Wayang nénten keni baya, nénten kausik olih Bhatara Kala, taler leteh sané neket ring angga prasida bresih utawi ligir sangkaning ngamargiang upacara inucap,” baosnyané. Indra Wirawan malih ngwewehin, upacara panglukatan Sapuh Légér taler pinaka sarana i manusa mulat sarira, ngeret indria. Indik carita

sané kaunggahang sajeroning ngamariang upacara Sapuh Légér wantah carita pamargin Sang Raré Kumara miwah Sang Bhatara. Kala prasida mateges waktu miwah kekuatan. Raré kategesin pianak anak alit, Kumara pinaka simbol kalanggengan. “Sang sané sampun ngresep ring pamargin wuku pawayangan punika, yéning néntén prasida mulat sasira, sakadi Bhatara Kala panadosné. Madué kawisésan nénten becik kawigunayang. Yéning prasida nulad Sang Raré Kumara, iraga pastika molihang kalanggengan santukan prasida ngeret indria,” baos dané. Kawewehin malih, sang sané ngamargiang panglukatan Sapuh Légér, sapatutnyané sampun tatas uning ring tetuek upacara inucap. Satios uning, prasida taler ngresepang, nelebang daging tetueknyané mawinan upacara sané kamargiang mapikolih. Pamargin upacara panglukatan Sapuh Légér wantah pinaka simbolis, pinaka sesuluh majeng krama mangda uning yéning sang sané embas ring dinaning wuku pawayangan wantah manusa sané “spesial” sané madué kawisésan. Sangkaning kawisésan sané kaduénang, mawinan krama inucap patut kalaukat (dinetralisir). (uma)

BPM/ist

KALUKAT— Makanten krama sané ngamargiang upacara Sapuh Légér kalukat olih amangku dalang.

Piranti Sesolahan Wayang Pinaka Niyasa Kahuripan SAJERONING ngamargiang upacara Sapuh Légér, kasenian sané kasolahang wantah sesolahan wayang. Majanten ring upacara inucap kasolahang wayang antuk dading carita Sang Raré Kumara miwah Sang Bhatara Kala. Sajeroning sesolahan wayang, makéh piranti-piranti sané kawigunayang, minakadi katengkong, carang dadap, bléncong, gendér, benang putih, pis bolong, gedebong, kelir, cepala, miwah piranti tiosan. Parindikan punika kabaosang olih sinalih tunggil dalang wayang Sapuh Légér, I Komang Indra Wirawan, S.Sn., M.Fil.H. manut dané, samian piranti punika wantah

niyasa kahuripan. Katengkong sané kawigunayang sajeroning sesolahan wayang pinaka niyasa purusapredana, niyasa mémé-bapa sané patut bhaktinin. Gendér sané patpat pinaka niyasa Sang Catur Sanak, Anggapati, Prajapati, Bhanaspati, Bhanaspati Raja. Gedebong, kawigunayang ring sesolahan wayang lemah pinaka niyasa pertiwi. Benang putih niyasa kasucian. Kelir sané malis selem pinaka niyasa Rwa Bhinéda, parindikan sané nénten prasida kapasahang. Kayu sakti utawi dapdap pinaka niyasa Brahma, Wisnu, miwah Iswara. Pis bolong sané magantung ring kiwa tengen pinaka

niyasa windhu, wit kawéntenan jagat saha sadagingnyané. Cepala niyasa kahuripan. Keropak wantah niyasa Bhuwana Agung, wayang pinaka daging jagat sané kasinahang natuk makéh tokoh. Dalang wantah Sang Hyang Siwa, pinaka pangutpati, sthiti, miwah pralina “Samian madué teges, boya wantah iasan kémanten,” teges dané. Pairindikan akéhnyané sesolahan wayang sané piranti-piranti inucap kagentosin, minakadi gendér kagentosin antuk semar pegulingan, nénten ngawigunayang kayu sakti utawi piranti tiosan, manut Ketua Yayasan Gasés

Bali, parindikan sakadi punika kabaosang iwang. Samian piranti sané kawigunayang ring sesolahan wayang madué teges, mawinan nénten prasida kagentosin. Sesolahan Wayang manut Indra Wirawan mawit saking kruna bayang, bayangan mateges lawat. Ring lawat punika kacaritang indik kahuripan i manusa. Wayang kasujatiannyané pinaka wadah, ngicénin pitutur, ngwedar indik ajahan agama, ngicénin paplajahan sané mawiguna majeng pamiarsa. Mawit saking wayang, i manusa kaajahin mangda maparilaksana melah manut dharma. Indiké punika ngaw-

inang sang sané sampun pawikan nganinin indik wayang sakadi dalang utawi krama sané seneng ring wayang maosang sesolahan wayang akéh pisan madaging tuntunan, nilai pendidikan, seni, budaya, sastra miwah pangweruh sané luih. “Wayang pateh ring bayang, bayang ingaran lawat. Wayang wantah simbolisasi lawat, bayangan saking carita Itihasa miwah Purana, kasolahang pinaka sesuluh mangda i krama prasida mulat sarira sangkaning nonton sesolahan wayang. Punika tetujon sesolahan wayang,” teges dané. (uma)

Satua

Olih : Madé Taro

Silih-silih Kambing BPM/uma

WAYANG - Wayang wantah simbolisasi lawat, bayangan saking carita Itihasa miwah Purana, kasolahang pinaka sesuluh mangda i krama prasida mulat sarira.

ULIAN marasa pangus matanduk lan majénggot, ditu pesu kenehné I Kambing ané daya nagih ngelahang tanduké. Ulian ento, I Kambing buung ngulihang tanduk ané pangus ento tekén I Asu. Ia suba tusing satya tekén raosné. Jam-jaman, wai-wainan, tiban-tibanan I Asu ngantiang I Kambing lakar ngulihang tandukné. Sakéwala makelo pesan I Kambing teka. Ia sengsaya yén I Kambing tusing satya tur nyuang tandukné. I Kambing suba ngaé I Asu gedeg lan tusing lakar percaya buin tekén I Kambing. I Kambing suba madaya corah nagih ngelah tanduk. I Asu gedeg pesan. Ulian ento I Asu ngalih-ngalihin I Kambing ngiterin désa lan ngiterin alas. Ia lakar nemaang I Kambing pamidanda ulian bogbogné. Di péngkolané, sahasa makadadua buroné ento macaplagan. I Kambing tusing ngidaang makiba. “Cai Kambing tukang mogbog, ulihang tanduk Icangé jani,” I Asu galak. I Kambing ané marasa pelih tusing ngidaang masaut. Ia mabalik lantas malaib becat pesan. I Asu tusing lakar ngelébang I Kambing. Ia nguber I Kambing ané bogbog ento. Ulian tusing ngidaang nandingin I Asu lan telah dayané I Kambing, ditu lantas I Kambing maclempung ka tengah Danu Baturé lan nglangi sakuat bayuné nuju ka pasisi sebrangné. Sakéwala, I Asu tusing nyak kalah. Tatkala I Kambing ngenjekang batisné di Desa Kedisan, I Asu nyaklok ikutné I Kambing kanti pegat, nanging I Kambing enu ngidaang malaib lan selamet. Ditu lantas I Kambing mengkeb. Kanti kayang jani I Kambing tusing nyak ngulihang tandukné I Asu. Yadiastun ikutné bawak, I Kambing enu ngenah pangus ulian tandukné I Asu. I Asu tusing bisa apa, ia las tandukné juanga tekén I Kambing. Yén I Asu nepukin I Kambing, ia tuah ngidaang ngongkong, “Guk, guk, guk! Ento tanduk Icangé, ento tanduk Icangé! Kong, kong, kong! Silih-silih kambing, silih-silih kambing!” (Puput)

Rédaksi nerima reriptan marupa artikel (paling akéh 3500 huruf), satua ringkes (paling akéh 6000 huruf), puisi, geguritan miwah sané siosan. Reriptan mangda kakirim ring alamat: Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email: bali_orti@balipost.co.id.


Copa America Centenario

9

MINGGU UMANIS, 5 JUNI 2016

Kolombia Menang, James Cedera HAL 10

Copa America Centenario

Brazil Incar Juara Grup California â&#x20AC;&#x201C;

Copa America Centenario telah dimulai. Di Grup B, Salah satu raksasa Dunia Brasil akan memulai perjalanannya di Copa America dengan menantang Ekuador di Rose Bowl, California hari ini.

Gabriel

BPM/rtr

Gabriel, Harapan Baru Brazil Denver â&#x20AC;&#x201C; Carlos Dunga tidak kehabisan stok pemain depan jempolan untuk Brasil pada Copa America Centenario. Setelah Neymar dan Silva Santos Junior absen, dia berani memunculkan Gabriel Barbosa Almeida. Gabriel menjadi sorotan karena mencetak gol pada debut bersama tim Samba, yaitu saat melawan Panama di Dickâ&#x20AC;&#x2122;s Sporting Goods Park, Denver. Sosok yang akrab disapa Gabigol itu mencetak gol kedua pada menit ke73 untuk membuat Brasil unggul 2-0. Satu gol lainnya diukir Jonas Goncalves Oliveira. Siapa Gabriel? Pemuda kelahiran Sao Bernardo do Campo, 30 Agustus 1996 tersebut awalnya hanya akan dijadikan striker cadangan ketika Copa America digelar di Negeri Paman Sam mulai akhir pekan ini. Namun dengan kesuksesan pada debut, bukan tidak mungkin Gabriel menyingkirkan Jonas atau Givanildo Vieira de Sousa alias Hulk. Ekspektasi tinggi ternyata mulai muncul terkait masa depan Gabriel bersama tim Samba. Pemain muda Santos itu mulai diharapkan bisa melapis absennya Neymar. Bintang Barcelona tersebut memang tidak akan tampil di Copa America karena lebih memilih fokus membela Brasil di Olimpiade Rio de Janeiro. Menurut Gabriel, pujian yang didapatkan pada laga debut berlebihan. Baginya bisa satu lapangan dengan pemain-pemain top tim Samba seperti Ricardo Izecson dos Santos Leite alias Kaka atau Daniel Alves layaknya mimpi yang benar-benar menjadi kenyataan. â&#x20AC;&#x153;Saya sangat senang dengan debut dan gol ini. Ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan bagi saya. Pasalnya saya mampu bermain bersama-sama dengan pemain-pemain yang luar biasa, seperti Kaka dan Alves. Saya sama sekali tidak pernah berpikir hal itu akan menjadi kenyataan,â&#x20AC;? papar Gabriel, Sabtu (4/6) kemarin. Kehadiran Gabriel sekaligus menjadi modal positif Brasil sebelum berpartisipasi di Copa America. Pada laga pembuka, mereka akan ditantang salah satu tim kuda hitam Ekuador di Rose Bowl Pasadena. Setelah itu Haiti dan Peru menanti. Sepanjang sejarah turnamen, tim Samba sudah mengoleksi delapan gelar, yaitu 1919, 1922, 1949, 1989, 1997, 1999, 2004, dan 2007. Untuk sementara, pengoleksi trofi terbanyak masih digenggam Uruguay dengan 15 kali. Di posisi kedua atau satu tingkat di atas Brasil diduduki Argentina dengan 14 gelar. (kmb33/ap)

Lintasan MotoGP Diubah Barcelona â&#x20AC;&#x201C; MotoGP akan menggunakan desain lintasan yang berbeda untuk sisa akhir pekan di Catalunya. Perubahan ini diambil menyusul meninggalnya pebalap Moto2 Luis Salom. Salom meninggal usai terjatuh di sesi latihan bebas kedua Moto2 di sirkuit Catalunya, Jumat (3/6) kemarin. Pebalap 24 tahun itu mengalami insiden di tikungan 12, terjatuh dalam kecepatan tinggi, lantas meluncur menabrak pembatas. Tikungan 12 sendiri memang merupakan tikungan bertipe cepat. Menyusul kejadian ini, Komisi Keselamatan MotoGP lantas menggelar pertemuan dengan sejumlah pebalap yang akhirnya menyepakati penggunaan desain sirkuit yang berbeda. Sirkuit Catalunya punya desain berbeda untuk MotoGP dan Formula 1. Untuk balapan F1, ada dua titik tikungan yang berbeda dari MotoGP. Yang pertama adalah pada tikungan 10, di mana F1 menggunakan belokan yang lebih tajam. Titik kedua adalah di tikungan 12, di mana pada F1 dibuat menjadi chicane yang artinya bertambah dua belokan sebelum masuk ke trek lurus. Dengan adanya perubahan ini, pebalap pun diberikan waktu lebih panjang di sesi latihan bebas, Sabtu (4/6) kemarin untuk memberikan kesempatan lebih menyesuaikan diri dengan lintasan. (kmb33/rtr)

Copa America Centenario ini diikuti oleh 16 negara dari dua Konfederasi, yaitu 10 negara CONMEBOL (Amerika Selatan) serta 6 negara CONCACAF (Amerika Utara, Amerika Tengah, dan Karibia). Dari 16 negara tersebut, hanya delapan tim yang akan melaju ke babak Knockout. Untuk itu baik Brasil dan Ekuador akan berebut satu tiket dari Grup B. Brasil sendiri sepanjang sejarah punya catatan yang cukup baik saat berhadapan dengan Ekuador. Dari total 13 pertemuan kedua negara sepanjang sejarah, Brasil tidak pernah sekalipun menderita kekalahan dari La Tricolor, di mana 12 pertandingan diantaranya berakhir dengan kemenangan anak asuh Carlos Dunga tersebut. Untuk itu Brasil akan berusaha keras untuk menjaga rekor tersebut pada pertandingan hari Minggu nanti. Akan tetapi menghadapi Ekuador, Brazil sudah dipastikan tidak akan diperkuat oleh pemain-pemain utama mereka yang menjadi pilar di Piala Dunia 2014 silam. Nama-nama seperti Neymar, David Luiz, Douglas Costa, Felipe Anderson, dan Thiago Silva tidak bisa tampil pada turnamen ini karena masalah cedera dan beberapa diantaranya tidak

dipanggil Dunga untuk laga Copa America kali ini. Untuk itu kekuatan Brasil pada Copa America Centenario ini akan berkurang dengan drastis. Namun kabar bagus bagi Dunga, Pilar Real Madrid Casemiro bisa dimainkan pada turnamen ini. Ia akan diplot sebagai gelandang bertahan dalam skema 4-1-4-1, di mana ia akan membantu Philippe Coutinho, R. Augusto, Elias dan Willian di posisi gelandang serang. Di posisi penjaga gawang ada Alisson Becker yang akan dipercaya Dunga sebagai kiper utama Brasil. â&#x20AC;&#x153;Meski tanpa nama-nama besar, tapi saya yakin kami akan tetap juara. Brazil adalah Brazil. Masih banyak pemain yang meiliki kemampuan yang mumpuni,â&#x20AC;? ujar Dunga, Sabtu (4/6) kemarin. â&#x20AC;&#x153;Para pemain muda yang saya bawa memiliki kualitas untuk tampil sebagai pemain utama. Meraka hanya kurang mendapatkan kesempatan,â&#x20AC;? imbuhnya. Meskipun tak terkalahkan pada beberapa laga terakhir, permainan Brazil sendiri belum bisa dibilang konsisten. Dari lima laga terakhir, Brazil hanya mampu meraih dua kemenangan dan sisanya imbang. Hasil tersebut rasanya kurang pantas dengan tim sebesar Brazil. Pada laga uji coba terakhir tim samba, Hulk dkk

berh a sil mengkandaskan Panama dengan skor 2-0. Di kubu Ekuador, pelatih Gustavo Quinteros datang ke Amerika Serikat dengan kondisi yang prima. Hampir semua pilar andalannya bisa dimainkan pada laga ini, sehingga Quinteros akan berusaha untuk memutus rantai hasil buruk kontra Seleccao di Miami nanti. Dengan skema 4-4-2, Quinteros diprediksi masih mempercayakan posisi penyerang kepada duet Enner Valencia dan Miller Bolanos untuk menggebrak pertahanan Brasil. Di posisi gelandang ada Carlos Gruezo dan Christian Noboa yang akan mengatur tempo permainan La Tricolores. Sedangkan di posisi sayap ada kapten Antonio Valencia dan Jefferson Montero yang siap membantu serangan dari posisi sayap. Tanpa meremehkan kekuatan Peru dan Haiti, Brasil dan Ekuador memiliki kualitas yang lebih baik. Maka, pertandingan antara keduanya bisa seperti penentu siapa yang akan keluar menjadi juara Grup B. (kmb33/rtr)

Head to Head 10/09/14 Brasil 14/07/11 Brasil (NXDGRU %UDVLO 05/07/07 Brasil

1-0 4-2 1-0

Ekuador Ekuador %UDVLO (NXDGRU Ekuador

(Uji Coba) (Copa America) .XDOLÂżNDVL 3LDOD 'XQLD .XDOLÂżNDVL 3LDOD 'XQLD (Copa America)

Lima Pertandingan Terakhir Brasil (S-M-S-S-M) $UJHQWLQD %UDVLO %UDVLO 3DUDJXD\ 3DQDPD

%UDVLO 3HUX 8UXJXD\ %UDVLO %UDVLO

.XDOLÂżNDVL 3LDOD 'XQLD .XDOLÂżNDVL 3LDOD 'XQLD .XDOLÂżNDVL 3LDOD 'XQLD .XDOLÂżNDVL 3LDOD 'XQLD 8ML &RED

Lima Pertandingan Terakhir Kolombia (M-M-S-K-K) (NXDGRU 9HQH]XHOD (NXDGRU .RORPELD $PHULND 6HULNDW

8UXJXD\ (NXDGRU 3DUDJXD\ (NXDGRU (NXDGRU

.XDOLÂżNDVL 3LDOD 'XQLD .XDOLÂżNDVL 3LDOD 'XQLD .XDOLÂżNDVL 3LDOD 'XQLD .XDOLÂżNDVL 3LDOD 'XQLD 8ML &RED


BOLA MANIA

10 Posisi Rooney Aman London – Kapten Tim Nasional Inggris, Wayne Rooney mendapatkan jaminan tempat di starting XI The Three Lions di Piala Eropa 2016, dari manajer tim Roy Hodgson. Hodgson siap untuk memainkan Rooney di berbagai posisi saat berlaga di Prancis. Hodgson tampak kesal ketika mendapatkan sejumlah pertanyaan terkait kapten timnya. Striker Manchester United itu dinilai kalah bersinar dari striker lainnya, seperti Harry Kane, Jamie Vardy, dan bahkan rekan setimnya di United, Marcus Rashford. Rooney dikenal sebagai salah satu penyerang tengah paling mematikan dalam dunia sepak bola. Namun dalam beberapa tahun terakhir, mantan pemain Everton itu mendapatkan peran yang berbeda ketika bermain di Manchester United maupun timnas Inggris. Bahkan ia menyelesaikan musim ini sebagai gelandang tengah Manchester United. Ketika ditanya mengenai prospek Rooney di Piala Eropa 2016, Hodgson menegaskan apa komitmen yang ingin dilakukan Hodgson terhadap kapten timnya itu. “Saya katakan saya tak perlu mengatBPM/ap akan apa pun lagi Wayne Rooney mengenai Wayne,” ujar Hodgson, Sabtu (4/6) kemarin. “Ia tak pernah mengatakan kepada saya di mana ia ingin bermain. Anda bicara mengenai pemain yang sudah bermain 111 kali untuk Inggris dan mencetak 53 gol. Jadi mungkin posisi terbaiknya ada di mana pun di lapangan,” lanjut Hodgson. Banyak spekulasi beredar, bahwa kemungkinan Rooney dimainkan di posisi selain penyerang tengah adalah karena Hodgson tak punya pilihan lain karena banyaknya penyerang yang dimilikinya, dan itu membuatnya bingung harus memilih siapa pemain utama di lini depan. Namun Hodgson membantahnya dan menegaskan bahwa dirinya tak akan mengeluh soal lini depannya. “Ini masalah yang bagus, persaingan pemain penyerang. Saya tidak berpikir lama bahwa saya memiliki banyak pemain menyerang yang bagus, sehingga Anda tak akan bisa melihat saya mengeluhkan hal tersebut. Anda akan melihat saya mengeluh jika kami tidak bertahan sebagai sebuah tim, kebobolan banyak gol, dan setiap kali kami bermain kami membutuhkan tiga gol untuk memenangi sebuah pertandingan. Jadi saya tak melihat ada bukti untuk itu,” lanjutnya. Inggris akan memulai Piala Eropa 2016, dengan menghadapi Rusia pada Minggu (12/6) dini hari dan dilanjutkan dengan menghadapi Wales pada Kamis (16/6). Inggris akan menutup laga di Grup B dengan menghadapi Slowakia pada Selasa (21/6) dini hari. (kmb33/rtr)

Minggu Umanis, 5 Juni 2016

Copa America Centenario

Kolombia Menang, James Cedera California –

Kapten Tim Nasional Kolombia, James Rodriguez mengalami cedera bahu saat timnya mengalahkan Amerika Serikat pada partai pembuka Copa America Centenario di Levi’s Stadium, Sabtu (4/6) kemarin. Aksi diving Rodriguez pada menit ke-70 memicu cedera tersebut. Dia coba menghindari jegalan Michael Bradley. Tidak ada kontak, tetapi Rodriguez terjatuh. Setelah insiden tersebut, Rodriguez merasakan kesakitan di bagian bahu. Dia pun digantikan oleh Guillermo Celis tiga menit berselang. Belum ada konfirmasi dari tim medis Kolombia terkait cedera Rodriguez atau durasi pemulihan yang diperlukan. Namun media-media setempat menyebut dislokasi bahu sebagai kemungkinan terburuk untuk pemain Real Madrid tersebut. Rodriguez sendiri menyumbang satu gol melalui titik putih ke gawang Amerika Serikat. Gol ini menjadi yang pertama untuknya selama keikutsertaan di Copa America. Kolombia membuka kemenangan di menit ke-8 melalui Christian Zapata. Dalam pertandingan tersebut, kedua kesebelasan bermain saling menyerang. Baru delapan menit laga berjalan, Kolombia sudah memimpin lewat gol Christian Zapata. Diawali dari tendangan bebas Edwin Cardona, Zapata yang berada di tiang jauh bergerak ke tengah untuk melepaskan diri dari kawalan, sekaligus menyambut bola dengan sepakan keras untuk membuat timnya unggul 1-0. Usaha Cardona memperbesar keunggulan di menit ke22 belum berhasil. Kiper Brad Guzan masih mampu mengamankan si kulit bundar

di areanya. Sepuluh menit sebelum turun minum, Clint Dempsey melepaskan tembakan spekulasi dari luar kotak penalty, namun arahnya masih melebar. Justru Kolombia yang kemudian menambah keunggulan di menit ke-41. Diawali dari keputusan wasit untuk menunjuk titik putih, karena menilai DeAndre Yedlin melakukan handball, James Rodriguez yang maju jadi eksekutor berhasil mengecoh Guzan untuk membuat Kolombia unggul 2-0. Di menit ke-52, gawang AS kembali terancam. Bola tendangan Cardona meluncur deras untuk kemudian diblok Guzan. Bola berusaha diteruskan Carlos Bacca tapi masih belum berhasil menjebol jala lawan. Delapan menit kemudian gantian AS yang mengancam. Menyusul sebuah skenario bola mati, Dempsey mengakhiri dengan sundulan jitu. Tetapi masih ada Santiago Arias yang menghadang di

garis gawang. Dempsey kemudian mencatatkan peluang berikutnya untuk menipiskan ketinggalan AS di menit ke-64. Kali ini usahanya dikandaskan oleh kiper David Ospina melalui terjangannya untuk menepis si kulit bundar yang menuju ke sudut gawang.

Kolombia lantas memiliki kesempatan untuk membuat gol ketiga ketika laga memasuki menit ke-77. Operan Cardona meloloskan Bacca yang kemudian menyepak bola melewati Guzan, meskipun bola masih menghantam mistar. Hasil tersebut membuat

Kolombia sementara memuncaki klasemen Grup A dengan 3 poin, sedangkan AS menempati posisi terbawah. Berikutnya, Kolombia akan melawan Paraguay pada lanjutan Copa America Grup A di Stadion Rose Bowl, Pasadena, Selasa (7/6) mendatang. (kmb33/ap)


Minggu Umanis, 5 Juni 2016

GELANGGANG

11

MU Torehkan Poin Sempurna Denpasar (Bali Post)Kesebelasan SSB Mandala United (MU) keluar sebagai juara dalam Liga Asosiasi SSB Kota Denpasar U-14 Tahun 2016. Bahkan tim Mandala United menorehkan poin sempurna, selama melakoni 11 kali laga senantiasa memetik kemenangan dengan meraup poin 33, memasukkan 40 gol, dan hanya kebobolan sebiji gol. Dalam laga terakhir, Mandala United menundukkan Putra Tresna 2-0, hasil bidikan Mahendra dan Yoga di Lapangan Arga Coka, Pegok, Sabtu (4/6) kemarin. Bomber Mandala United Elang Langit dinobatkan menjadi pemain tersubur dengan mengoleksi 13 gol. Hasil lainnya, Jima menang atas Nusantara 5-1. Kelima gol Jima dilesakkan Komang Satria (3), Diki (1), dan Agus Arya (1). Nusantara mampu mempertipis kekalahan lewat gocekan Roben. Hasil di Lapangan Kompyang Sujana kemarin, Guntur menggunduli Putra Pegok 9-0. Kesembilan gol diciptakan De Ama (3), Yoga (3), Febri (2), serta Dea (1). Bali United menang atas Damar Cakti A 2-0. Kedua gol dicetak Beckham dan Rico. Tim juara Mandala United bakal meladeni pemain pilihan tim pemandu bakat berjumlah 25 pemain di Lapangan Kompyang Sujana, Minggu (5/6) ini. (022) KLASEMEN AKHIR LIGA U-14 1, Mandala United 2. Damar Cakti A 3. Bali United 4. Bali Soccer Boys 5. Putra Tresna 6. Guntur 7. Bina Putra 8. Jima 9. Putra Pegok 10. Garuda Sakti B 11. Damar Cakti B 12. Nusantara

11 11 11 11 11 11 11 11 11 11 11 11

11 8 7 6 7 6 4 4 3 1 1 0

0 1 3 4 1 1 2 0 1 2 0 1

0 2 1 1 3 4 5 7 7 8 10 10

Tim SSB Mandala United.

40-1 42-5 32-5 27-4 24-10 41-12 12-16 20-35 12-43 5-42 7-36 5-66

33 25 24 22 22 19 14 12 10 5 3 1

BPM/022

FINAL - Babak final lomba lari 80 meter siswa SD pada Porsenijar Bali 2016, di Stadion Ngurah Rai, Sabtu (4/6) kemarin.

295 Pemain Lolos Seleksi Tahap Pertama Gianyar (Bali Post)Sebanyak 988 peserta mengikuti seleksi Bali United U-17 di Stadion Kapten Wayan Dipta Gianyar, Sabtu (4/6) kemarin tercatat 295 pemain dinyatakan lolos seleksi tahap pertama. Jumlah tersebut terdiri atas 269 pemain dan 26 penjaga gawang. Sementara sebanyak 693 peserta terpental di hari pertama. Di mana 295 yang lolos seleksi itu kembali akan bersaing pada Minggu (5/6) ini untuk kembali diciutkan pesertanya. Marketing Bali United Deasy Nathalia, mengakui respons peserta sangat positif untuk mengikuti seleksi. “Dengan banyaknya peserta yang ikut seleksi, Ini bukti bila Bali United cukup mampu menarik para pemain muda,” ungkap Nathalia. Sementara itu, Indra Sjafri mengaku sangat bangga karena jumlah peserta yang ikut seleksi hampir seribu. Dia berharap bisa menemukan pemain untuk mengembangkan kemampuan bermain sepak bola. Mantan pelatih Timnas U-19 itu salut dengan kehadiran jumlah peserta. Pesertanya dari Sabang sampai Merauke. Termasuk ada peserta dari Malaysia, Australia dan Jepang. Padahal sebelumnya membuka untuk Bali saja. Namun berkat antusias peserta akhirnya dibuka untuk seluruh Indonesia. “Seleksi ini lewat metode passing, dribling, shooting dan kemampuan taktikal skill pemain. Sementara kemampuan fisik dan mental memang belum dilakukan. Selanjutnya akan ditentukan lewat game 11 orang, akan terus dikerucutkan lagi,” tutup Indra Sjafri. (kmb41)

BPM/ist

SELEKSI - Pemain saat mengikuti seleksi tahap pertama untuk masuk skuad Bali United U-17 di Stadion Kapten Wayan Dipta, Gianyar, Sabtu (4/6) kemarin.

BPM/022

Porsenijar Bali

Pelari Karangasem Wahyu Yatha Sumbang Emas Denpasar (Bali Post)-

Palari Karangasem Kadek Wahyu Yatha Loka sukses mendulang emas, di nomor 100 meter SMA, pada Porsenijar Bali 2016, di Stadion Ngurah Rai, Sabtu (4/6) kemarin. Medali perak direbut Jaka Dhita Ramandha (Tabanan), dan perunggu diraih Putu Yudistira Ananda (Denpasar). Sementara atlet Klungkung Kadek Deva Meliana juara di nomor jalan cepat 5.000 meter SMP, disusul Putu Agus Hengki Darmawan (Bangli), dan Putu Wiana Eka Putra (Denpasar), Atlet lempar cakram SMP Dewa Komang Agus Putra (Klungkung) juga menyabet emas, disusul Wayan Ali Sukerta (Badung), dan Gede Panca Arya Darmana (Denpasar). Atlet lompat jangkit SMP Gede Agus Sutarmawan (Buleleng) juga merebut emas, disusul Wayan Juni Artawan (Klungkung), dan Ketut Edi Harianto (Bangli). Atlet tuan rumah Denpasar Komang Agus Tri Kresna meraih emas pada tolak peluru SD, disusul Kadek Ramadika (Klungkung), dan Komang Yuda Pradana (Jembrana). Denpasar juga menambah

emas melalui atletnya Ni Made Ariani di lari 100 meter SMA. Emas juga dipersembahkan Ni Wayan Reni (Denpasar), di lari 5.000 meter SMA. Bahkan atlet Denpasar Ni Luh Mitayuni juga menyabet emas d nomor lompat jangkit SMA. Untuk cabor karate yang digelar di GOR Lila Bhuana,

tim karate Bangli juara umum dengan mengoleksi 8 emas, 2 perak, dan 1 perunggu, disusul Denpasar 6 emas, 4 perak, dan 6 perunggu, serta Buleleng 3 emas, 5 perak, dan 5 perunggu. Karateka Bangli yang mempersembahkan emas antara lain Putu Aditya Eka

Pratama (kata perorangan SD), kata beregu SD putra (Dwi Sutama Putra/Putu Aditya Eka Pratama/Kadek Teguh Asatwa), beregu putri SD (Ni Kadek Ayu Sepiani/ Ni Komang Yarsi/Ni Putu Syahna Indira). Ni Komang Yarsi (-30 kg) SD, Ni Komang Kristiana Candra (kata perorangan) SMP, kata beregu putra SMP, kata beregu putri SMA (Ni Putu Rismayanti/Ni Putu Septi Dharma Yanti/Ni Ketut Yuliana Mahesarani), Ni Putu Rismayanti (kata peroran-

gan) SMA, kata beregu putra (Wayan Putra Nariana/ Komang Yody Setiawan/ Made Risqi Yudiawan). Karateka Denpasar yang mendulang emas seperti Indaka Maulaika (kata perorangan putri SD), Nyoman Agus Angga Kusuma (-35 kg) SD, Putu Agus Mahardika Putra (+40 kg) SD, Ni Ketut Ayu Karioni (+30 kg) SD, Made Krisnanta G Adiwangga (kata perorangan) SMP, Putu Indra Bagus Widiasa (kata perorangan) SMA. (022)


LAGA

12

Minggu Umanis, 5 Juni 2016

Kecelakaan, Salom Meninggal Dunia Catalunya Pebalap Moto2 asal Spanyol, Luis Salom tewas setelah mengalami kecelakaan di tikungan 12 Sirkuit de Barcelona-Catalunya, Jumat (3/6) kemarin waktu setempat. Salom tengah menjalani sesi latihan bebas kedua Moto2 ketika insiden terjadi. Dia terjatuh sendirian. Salom mendapat perawatan yang cukup lama di sisi lintasan setelah kecelakaan. Helikopter medis pun didatangkan untuk mempermudah proses perawatan sang rider. Pebalap 24 tahun tersebut lalu dibawa ke rumah sakit terdekat di Barce-

lona dengan menggunakan ambulans. Tim medis menyatakan dia mengalami gagal jantung pada insiden tersebut. Beberapa saat kemudian muncul pernyataan resmi dari Race Direction, bahwa pebalap kelahiran 7 Agustus 1991 tersebut telah meninggal dunia. â&#x20AC;&#x153;Akibat kecelakaan saat menjalani sesi latihan bebas kedua Moto2 di Sirkuit de Barcelona-Catalunya, dengan kesedihan mendalam kami mengabarkan meninggalnya Luis Salom (SAG Team). Karena kondisinya yang parah, diputuskan untuk membawa

Salom lewat darat ke rumah sakit terdekat, Hospital General de Catalunya. Saat tiba dia langsung dioperasi, tetapi meskipun tim medis sudah melakukan yang terbaik, dia meninggal pada pukul 16.55 Waktu setempat,â&#x20AC;? demikian pernyataan resmi yang dikeluarkan Race Director. â&#x20AC;&#x153;FIM, Dorna, IRTA, dan RFMW, dan Circuit de Barcelona-Catalunya menyatakan dukacita mendalam kepada keluarga, teman, dan tim Salom,â&#x20AC;? lanjut pernyataan tersebut. Tempat Salom terjatuh merupakan tikungan kedua tera-

khir sirkuit ini untuk balapan motor. Sementara itu, untuk balapan Formula 1, masih ada satu tikungan lagi setelahnya sebelum yang terakhir. Kejadian yang menimpa Salom ini merupakan kecelakaan tragis pertama di grand prix sejak yang dialami Marco Simoncelli (italia) di Sirkuit Sepang (Malaysia) pada 2011. Shoya Tomizawa (Jepang) yang mengalami kecelakaan pada 2010 merupakan satusatunya pebalap Moto2 yang meninggal akibat kecelakaan sebelum kejadian yang menimpa Salom ini. (kmb33/rtr)

MENINGGAL - Pembalap Moto2 Luis Salom saat memenangkan balapan di Ceko tahun 2013 lalu.


Sastra

Redité Umanis, 5 Juni 2016

I Kaki Dengkil

Di Titi Ugal-Agil SAGET sampun ngisi-ngisiin I Kaki Dengkil indik pamargin atma tattwa Bagus Gedé. Patutné, sesampuné ring Tegal Panangsaran lintangin dumun titi ugal-agilé. Sané mawasta titi ugal-agil punika, kawantah titi cupek tur lantang malémad. Nglintangin tugad agung matoya ngrodok ngadokdak sakadi toyané malablab kasuéan. Samaliha madaging geni nilap-nilap sakadi layah naga gininé. Titiné punika sriat-sriut, ngaséng kaja-kelod ngawinang sang atma wénten sané ulung santukan nénten wénten sané gamela. Napi malih sapisan-pisan sayongé baret rauh nampyas. Pagluluk atmané, wénten sané ngraris ampehanga kantos paceburbur ulung ring tukadé ngrodok dilap geni gliam-gliam. Sapunapi minab daldalané, kocap sakadi sampun puukang. Kasad-kisid saka kidik ring Tegal Panangsaran, kasuén-suén dados mangkin sampun rauh ring muncuk titi ugal-agilé. Saking doh sampun piragina jerat-jeritan atmané santukan ayunanga antuk titi ugal-agilé. Wénten sané slamet kantos ring ajeng kori agungé. Wénten sané kelem utawi malebleban ring tukad mabanyu ngrodok madaging geni nilap-nilap punika. Kocap, dawegé punika Bagus Gedé runtag pisan kayuné. Serad-serod das magledag. Klesag-klesog cokorné nyekjek atma sané siosan. Pakerak-pakerik atmané sané jekjeka. Wénten sané duuh-duuh nunas tulung. Ri kala sayongé mangampehang, Bagus Gedé nguntuk magaang. Das maklesog cokorné ring pinggir titi ugal-agilé. “Aget dugasé teruna ipidan nu di mrecapada maan malajah karaté! Nu inget bedik-bedik kudakuda maégeri, nekoachi dachi, zenkuchu dachi, kibhadachi, tur ané lénan. Asal suba maplelosan titi ugal-agile jeg suba kuda-kudané mapasangan. Pesu masé kembangan silaté ané ajahina tekén nabéné Gus Plag. Yén ada ké cikra bala ditu suba bakat kapwakin tendasné. Tegarang Kaki dini selidan suba nylémpoh, yén tusing ada anak ngedetin sinah suba di tukad yéh ngadokdaké maungkulan. Awak basang bédog kakéto, kénkénang lakar ngembangang kuda-kuda. Bedikin ngoyot tuak Kaki. Nyén nawang lakar énggal ngliwatin titi ugal-agil cara tiang ené!” Asapunika Bagus Gedé sambilanga kakak-kakak ica nuturang indik pamarginé nuut titi ugal-agil. Aget nénten katuturang dawegé ngamarginin titiné punika. Wantah sampunika, ila-ila maseron nyanan Bagus Gedé, sawiréh iteh nutur. I Kaki Dengkil sareng kedék ngrékék padéwékan wenginé puniki. Bungker-bungker Ipun miragi pangandikan Bagus Gedéné sané piragina néwék. Santukan puniki sampun tengah lemeng, pisagané endeh antuka. Wénten sané jerih mengkeb di betén umah, wénten naler sané wanén ngrereh-rerehin saking dija suaran anaké kedék ngrékék ring tengah wenginé puniki. I Kaki Dengkil éling ring déwékné, raris usan kedék. Ngelisang ngranjing ka kubonné mangda nénten wénten sané ngetonin. Nangin Ipun lali ngamademang baleman sambuké ring bongkol taru Angsokané. Ngrupud baleman sambuké punika ngendih santukan ampehang sayong. Sané saab-seeb jagi ngintip, sapunapi suara anaké kedék punika rauhné saking kubon I Kaki Dengkilé pablesat malaib. Pitananga endihan baleman sambuké punika Banas Pati Raja lekasan I Kaki Dengkilé. Sesampuné ring umah metén, I Kaki Dengkil malih miragiang panikan Bagus Gedéné. “Riet sajan dugasé ento Kaki. Liu pesan anaké pacebugbug dugasé ngliwatin titi ugal-agil. Ada ané ngelah pangrasa nulungin, bareng masé macebug ka tukadé misi yéh maluab ento. Tiang sawiréh nu siteng, maan masé nulungin anak. Kuala ané sabilang tulungin anak luh makejang. Ada asia bakat baan tulungin.” Asapunika panikané Bagus Gedé, raris kacawis antuk I Kaki Dengkil; “Béh... wantah asapunika, nyanan ring panumadiané malih pisan asia jagi uning anak istri. Asapunika kocap katattwané. Rabiné utawi pamitraané, kocap dumun dawegé ring titi ugal-agil naan kakedetin mangda slamet!” Bagus Gedé kékék-kékék ica. “Madak ané bakat kedetin tusing pécéng, pérot. Apang kulitné nyandat gading, alisné ngembang rijasa, paningalané buleh ening, cunguhné lanying, tur nyonyoné buleh cara nyuh bulan!” Polih kémanten Bagus Gedé magonjakan. Persis dawegé kantun nyeneng. “Mimih I Berit maan ngedetin atma muani duang dasa sia. Sing nyanan di panumadiané nawang amonto anak muani Kaki?” Bagus Gedé nglanturang malih. I Kaki Dengkil bungkerbungker kedék nénten nyautin. Ngawinang pisagané sayan jerih santukan kedék I Kaki Dengkilé gebekin ambara. Napi malih mangkin wengi mapagang Kajeng Kliwon. Kénten kocap indiké ring titi ugal-agil. Titi sané kalintang panjang tur cupek. Genah nglintangin tukad agung matoya kebus maluab ngadokdak madaging api nila-nilap. Titiné puniki kocap pinaka margi jagi kija ngraris pamarginé Sang Atma. Titi Ugal-Agil pinaka tindakan kapretama. “Sujatiné, uling dugasé urip suba tawang pamarginé! Lakar kija pamargin Sang Danéswarané. Lakar kija pamargin gubernuré, bupatiné, tur walikotané. Uling jani suba tawang. Lamun nyanan tepuk di titi ugal-agilé lakar tuludang maluan! Apang tawanga rasané malablab di jambangané!” Wénten manten grémonanga antuk I Kaki Dengkil sesampuné ical baos Bagus Gedéné. (Jelantik)

Jani Duén Buin Cepok Dadong Nyoman Manda TEKED jumah Ketut Serog lantas nuju ka balé lantang krumpuné. Ditu dadongné sedeng nanusin nyuh. Matatakan paso gedé ragané gerus-gerus ngikih nyuh, “Dadi semengan suba nganggo panganggo pecalang?” Dadongné matakon. “Ada gaé ané nadak, Dong!” “Gaé apa dedadakan pesan?” Dadongné marérén ngikih nolih cucunné ané masemu gedeg. “Gaé majaga,” bawak ia masaut. “Nyaga apa?” “Kapal kampih.” “Kampih?” “Dadong sing nawang?” “Pesu Dadong sing taén.” “Kapal Skunar Belanda ané ngaba barang dagangan Babah Cina, kaempug ombak.” “Dadi kanti kéto?” “Angin baret lan Babah Cina ento jlema mrekak,” mabrungusan ia mamunyi. “Mrekak kénkén ia?” “Ngaé-ngaé unduk ngorahang ia kélangan pipis liu, lamun jatinné sing ada kéto.” “Nyén ento?” “Babah Kwee Tek Tjiang.” “Oooo,” dadongné nyengir

duén. “Dadong nawang?” “Pepes dingeh Dadong di tentena ada dagang Babah Cina pepes nganggeh mayah ongkos buruh pondong di labuhan, Oooo jlema ento….” “Dadi Dadong maoooo?” “Jlema merekak kéto dadi sing taén ada menal tendasné.” “Patut pesan benal tendasné,” Ketut Serog lagas galak mamunyi. “Benehin ia kapah-kapah!” Dadongné nerusang ngikih nyuh “Sedeng luunga, Dong,” girang Ketut Serog masaut. “Sedeng luunga kénkén?” “Kéné Dong,” ia klingas-klingus “Kéné kénkén?” kanti dadongné marérén ngikih nyuhné. “Ento mara I Babah Kwee Tek Tjiang jlema mrekak.” “Mula saja Dadong ningeh ia mrekak.” “Di lemah ia mrekak krana licik.” “Lantas ?” Dadongné seken neneng ia. “Tiang ngidih…. “Ngidih apa?” “Ngidih Dadong ajak timpal-

13

timpal Dadongé kencanin ia di petengé,” jani I Serog ané nyumeken ngomong tekén dadongné ané suba mula kasub bisa ngeliak dadi lenda-lendi Dayu Datu. “Matiang ia di petengé?” Dadongné seken nyautin. “Sing ja kanti kéto, perlu benal kencanin ia di petengé apang tawanga kénkén aéng Baliné, sing dadi jlema ngéndah-éndah dini di tanah Baliné.” “Ooooo kéto?” “Dadong sing nyak?” “Dadong suba med ngalih gaé kakéto!” “Jani duén buin cepok Dong.” Seken I Serog ngomong marep dadongné. “Lamun jatiné Dadong suba sing makita ngalih gaé ané buka kéto, Dadong dot malajah malaksana melah di panguntat hidup Dadongé,” adéng-adéng dadongné ngomong. “Nglingsénin jlema mrekak tekén krama Baliné apabuin ngayah marep Ida Dewa Agung nyeneg di Badung, ento laksana satria Dong.” “Nanging némpongin jlema matah di petengé…. “Eda buin misi nanging kéné kéto Dong, jani Wraspati Kliwon nyanan lingsénin ia Dong,”ia mrutu ngomogin dadongné. Dadongné neneng cucuné ané ngenah pesan memelas muané ngidih tulung. “Nah,” adéng dadongné masaut. “Mara ené adané Dadong Ketut ané mula sayang tekén cucu ané sedeng makita menal jlema mrekak di Bali,” ia ngisi liman dadongné ané malépo-lépo baan nyuh makikih. “Nah…. jani duén buin cepok Dadong nyak nyalanin ané buka kéné yén sing ké bas pangidih cucu sayang Dadongé.” “Suksma Dadong!” “Nah….” “Tiang suba majanji ajak timpal curu pecalang buin mani bakal ada satua di penggaké I Babah Kwee Tek Tjiang pesu tai pesu enceh mandus nyeh apang tawanga kénkén aéng tenget gumi Baliné,” Ketut Serog nyrocos ngomong baan kendelné. “Nah ,” dadongné nyautin lan masi makenyem nepukin cucunné kendel pesan. “Tiang bakal masalin baju malu Dong,” ia lantas makaad nuju ka balé dauh. Sesubané cucunné macelep ka balé dauh, Dadong Serog ngidem ngregep lan kudang jahan ia suba makenyem krana ajaka sia timpaltimpalné nyanggupin nglenté di pasisi di kapalé kampih. Ragané enu makenyem krana prasida ngisinin pangidihan cucunné. Suba nyaluk sanja, Dadong Serog ngaturang banten di sanggah cucukané. Ia nunas sica apang prasida ia nyalanin pangidian cucunné. Tumbén jani ia majalan bakal nyakitin anak nanging bakal mélanin kajegan Gumi Badungé nglawan jlema ané bani mrekak di Bali. Ia marasa bangga krana ia majalan jani sing cara pidan pepes nyakitin nyama braya

Aswamédha Parwa

Kamahardikan Pikayunan Olih : I K. Satria, S.Ag IDA Sang Prabhu Krishna malih mabaos; “Uduh Adi, sané kabaosang kamahardikan nénten ja kapolihang sangkaning arta brana, napi malih arta brana sané kapolihang pinaka guru wisésa, taler sangkaning genah becik ring pakrama. Samian punika nénten pacang mapikolih kautaman utawi kamahardikan, duaning sané sujati wantah kamahardikan ring sajeroning pikayunan. Yéning kantun kaliput dening panca indria, sinah nénten pacang nemu sané sujati. Sané kabaos Saswata Brahman wantah sujati maurip utawi langgeng. Pikayunan wantah duén padéwékan pinaka pamurtian Mrtyuné. Pikayunan sané ngayunin parindikan ring kawéntenan atmané wantah pikayunan sané medal sangkaning pamurtian Saswatam. Makekalih puniki wantah malingga ring pikayunan saha angga sariran i manusa. Makekalih punika sané setata mayuda ring angga sarirané. Napi minab kawéntenan jagaté puniki yéning sami sampun mawali nuju brahman, sami sami pacang mawali. Nanging yéning wénten sané ngamargiang yoga saha teleb pacang molihang kasunyatan, sakémaon sang sané nyamargiang kahuripan wantah kadasarin pikayunan ngawinang indriané mamurti, wantah kasengsaran sané kapanggih.” Malih kawewehin; “Sujatiné manusa nénten mrasidayang ngamargiang kahuripan antuk nénten ngamanahin kasujatian indriané, ngutamayang pikayunan sané nelebin saha murtiang indria wantah pikayunan sané nénten patut puponin. Nénten wénten kahuripan sané nénten madasar pikayunan. Sang sané sampun kabaosang wicaksana sida minayang sané encén patut kamargiang miwah sané encén nénten patut kamargiang. Para yogi miwah sujana sané mautama sané sampun nguningin kautaman yogané sinah sampun prasida molihang pikolih antuk ngamargiang sekancaning pamargin yoga.” “Para Yoginé punika taler sampun cumpu prasida nunggalang pikayunan ring Ida Sang Hyang Brahman. Kawisésané sané mautama wantah tatkala prasida ngicalang sakancan pikayunané sané Adharma saha nunggilang Dharmané punika. Sang sané sampun prasida nunggalang pikayunan ring Sang Hyang Embang nénten malih nyaratang yadnya miwah dana punia. Malajahin daging sastra, duaning sampun sujati kamahardikan. Sang Tapaswiné punika nénten malih ngamargiang saluiring upacara, nénten malih kaiket olih makasami ugeruger susatrané, nénten malih nyaratang mangda kasub ring jagaté, saha nénten malih nyaratang arta brana. Nyihnayang kawéntenan Tapaswiné sané mautama kacihnayang antuk pamargi-pamargi sané mautama sajeroning ngénterang dharma ring jagaté. Lianan punika, Sang Tapaswi sampun ngresepang kekidungan ring anga sarirannyané sané dagingnyané sakadi asapuniki. Saluiring kamané wantah sané mawisésa, nénten wénten daging jagaté sané prasida ngasorang kamané yén-

ing nénten nguningin kamané ring angga sarirané. Sané prasida ngasorang Kama wantah antuk pamargin yoga. Sang sané mikayunin ngasorang antuk mantra-mantra wantah pacang kawesa antuk kama punika, kamané pacang nyusup ring sajeroning angga sesampuné mantrané punika puput kauncarang. Yéning wénten sané pacang ngasorang kama antuk pamargin yadnya miwah dana punia, Sang Kama wantah pacang wénten ring sami yadnya saha ring dana puniané sané pacang ngaliput pikayunané. Yéning wénten sané pacang ngasorang kamané antuk daging sastra wéda, Sang Kama pacang mamurti saha wénten ring makasami daging sastrané punika tur ngwesa sané malajahin. Sang sané ngawigunayang kapatutan ngasorang kamané, taler yéning wénten sané ngawigunayang kawisésané jagi ngasorang angga sariran kamané wantah pacang kasor antuk pamurtian kamané. Brahmacariné sané ngayunin ngasorang kamané, tur matetujon molihang kamoksan, digelis kamané pacang mamurti saha ngicain kawéntenan brahmacariné punika. Nénten sida katambakin. Nénten kakasorang! Nénten sida kapralaya! Durusang sayagayang kayun Adiné pacang ngelarang yadnya sané patut kamargiang. Durusang margiang yadnya sané nganggé jaran saha dana punia sané ageng pisan. Sampunang adi ngicenin sahananing sebeté wénten ring anggan adiné. Napi kawigunan adiné sané ngélingang sami kulawargan adiné sané sampun pejah ring payudan? Sami ksatriané punika sampun nénten malih ring jagaté puniki, punika taler nénten mrasidayang pacang wénten ring jagaté puniki. Punika mawinan, sampunang adi malih meled ring pikayunan sané nénten wénten kawigunannyané. Laksanayang yadnyané sané ageng pinaka cihna kawisésan adiné dados raja ring astina pura.!” Kadi asapunika Ida Sang Yudhistira kalipurin manahidané olih sameton, sawitra, miwah para rsiné sané wénten irika, minakadi Sang Rsi Wishtarasraba, Maharsi Dwaipayana, Maharsi Wyasa, Maharsi Krishna Déwashtana, Maharsi Narada, Sang Bhima, Sang Nakula, Sang Krishna, Dewi Draupadi, Sang Sahadéwa, Sang Wijaya, taler wénten sané tiosan para ratuné miwah para ksatriané sané mautama turin Brahmana sané mautama. Ida Sang Yudhisthira raris éling ring raga saha malih nyumingkin wirang ring pikayunanidané. Ida Sang Prabhu Yudhistira raris ngwéntenang yadnya pabersihan saha ngrastiti para ksatriané sané pejah ring payudan, saha yadnya suci majeng ring para brahmanané. Ida Sang Prabhu ngayunin pacang dados rajaning raja sané mautama. Tatkala punika taler kaucapang bebaosan suci sané dagingnyané wantah matur majeng ring Ida Maharishi Wyasa, Maharsi Narada miwah para brahmanané sané wénten irika. (Puput)

baana iri dengki lan kamomoan. Sing engsap ia ngaturang segehan ring ajeng undagan sanggah nunas pangestu Kala Bucari. Suud kéto lantas ia ka paon madaar panadahan kala, saté ati, basang siap matah manasi selem putih maancuh arak berem. Suud madaar lantas ia ngentungang yéh acédok ka bubungan paoné lantas nunas ngraup ping telu, suud kéto ngémpok muncuk don jangu ané seger tumbuh di bélongé lan ngusap-usap punyan buahé ping telu. Jani marasa makingkingan awakné lan kupingné ngejer ningeh pawangsit timpalné apang matimpuh di ajeng pawetok pangléakan di balé daja. Magésoan ia nuju ka balé daja ngundebang jelanan lan sada énggal masalinan tapih kumel, kamben selem, senteng selem lan ngrurubin bokné ané gambahanga aji kain putih asiku nyepat. Lantas ia kumat-kamit nguncarang panalang désti sig pelangkiran cenik ané misi sabuk poléng mabuntilan cenik magriti benang sedatu. Alonalon ia néngkléng lan ngregeh adéng-adéng. Ketut Serog ané pules di balé dauh di pelangkané cenik sing maklisikan. Yén pidan ia nyéh yén dadongné ngregeh di meten gopelé. Jani lén ia bangga nigtig tangkah apang énggal ja tengah lemengé teka. “Cening undebang jelané balé daja,” Ketut Serog ngejer ningeh apiné mamunyi… munyin dadongné. Kudang jahan nyaluk tengah lemeng suba liu timpal Dadong Serogé pada nglenté nuju je kapal babah mrekaké ento. Liang I Désti ento patuh rasané liangné ajak Babah Kwee Tek Tjiang ané sedeng marembug ajak anak buah kapal Sri Komalané. Yadiastun kapal suba sanget seng lan nagih kelem, nanging enu masih ada kamar ané dadi tongosin. Ditu para anak buah kapal ajak nacoda kapalé makumpul, di ruangan ané sada linggah. Ada ajaka kutus ditu. Kwee Tek Tjiang ngaba arak agoci lan makanan ané lénan cara saté, kacang, siap panggang lan roko kretek. “Gua minta Lu semua bantu katakan memang benar Gua kehilangan uang 3700 ringgit dan uang kepeng 2300,” kata Kwee Tek Tjiang yang duduk dekat nahoda kapal itu. “Tapi bukti surat muat untuk Syahbandar tidak ada uang sebanyak itu.” “Kok bodoh sekali Lu, katakan surat Syahbandar Banjarmasin sudah hilang!” “Tapi…,” kata anak buahnya yang lain. “Tak usah takut Gua nanti yang bertanggung jawab.” Gagah Kwee Tek Tjiang ngomong “Ya… asal ada….” “Gampang itu,” lalu Kwee Tek Tjiang mengeluarkan beberapa ringgit dan diberikan kepada nahoda dan anak buahnya. “Nah sekarang mari kita habisi arak seguci ini,” katanya lalu menuangkan arak ke mang-

kok besar yang sudah tersedia dan diikuti olen anak buahnya demikian juga Kwee Tek Tjiang ikut minum. Makejang pada girang mapesta lan ngemel pipis ané baanga tekén Babah Kwee Tek Tjiang. Sagét ada anak buah kapal ané nepukin bulan amun tempéhé matinggah di geladak kapalé. ia makesiab lan ngejer nyeh. Kéto masi timpal-timpalné ané lénan makejang pada makaik nepukin bulan lan raksasa gundul macaling. “Ahhhhhhh,” ia nyerit nepukin bojog lan celuluk gundul. “Aduh monyet,”Kwee Tek Tjiang nyerit “Taanang tendas Cainé,” désti caling matah marupa punggalan pegat maképu di tendas Kwee Tek Tjiang ané mabok langah. “Taanang Cai Sing Kuang Bok,” kedék desti caling matah nunggingang jit lan liang nepukin jlema mrekak ento makejang kiyak-kiyak ngliyer. Ada ané nyidaang kedat bakal bangun kisah-kisah sagét ada celuluk manyonyo lambih kedék di aepan iané. “Apang kanti ia pesu tai pesu enceh,” saut ané lénan. “Sedot poloné!” “Ugug ebolné!” “Apang buin mani ia ngutah bayar.” “I Babah Kwee Tek Tjiang uyak ia apang makelo nyeh lan bangka asibak naanang sakit,” buin dadong caling lanying nglayut di kayu lantang ané ngandang di geladak kapalé. “Tepukin awaké?” “Apa?” “Béh désti buta.” “Ento celanan I Kwee Tek Tjiang.” “Kuda?” “Belus lépég.” “Hiiii….” “Pesu tai pesu enceh….” Nepukin api lan raksasa liu buka kiéto, lantas Babah Kwee Tek Tjiang malaib lan ada ané nepukin. “Uber ia,” sagét déstiné nglekas dadi céléng lan bangkung buang. Mlesat nguber Babah Kwee Tek Tjiang. Nguber uling samping ada ané mrutu uli duri lan ada ané nungging di aepan iané mawinan babah lengar ento makaik ngejer. Sagét uling duri ada ané makecos nyarag numbrag nglongsorang jitné sig tangkah babah lengaré ento. “Suud monto,” jerit jeleng putih lan makejang pada marérén krana guminé suba ngedaslemahang. Makejang makenyem maan ngencanin I babah mrekak ento ané nyelempang di biasé. Guminé suba ngancan galang lan kedisé ngancan pacruit munyiné nyihnayang semengan ngancan galang. Semengan ento yur satuané di pasisi Babah Kwee Tek Tjiang nylempang pesu tai pesu enceh kencanin léak desti dibi petengné.

Saking Langit Bali Rerama kadi toyané membah ring telaga tan surut rasa tresna kadi paksi ring ambara titiang nyaksiang pamargin rerama ngliling toya ring panyingakan nyandang duka kahuripan ngwetuang manah sungkan ngrereh merta ring pakaryan Mémé…. tan marawat ring mata ri kala baya katampi rasa naanang lara ring ati tatkala mangipi Bapa..... paketéltél makudang peluh pakaryan sampun karuruh sami sampun kajujuh ipun sesanan damuh rerama... wastanin titiang Guru Rupaka suksma titiang karéka dados jadma maguna mogi bagia ring mercapada. Angga Kukuh Stiawan


Kruna

14 Cerakén Lengkara Punggelan geguritan puniki kaanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha. Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti

pupu;gind, Pupuh Ginada 21.mk)mt i g ß l*bl u n/, Makemit mangalang bulan, r&purpuck&huk^,

Kan Jaya

Ping Kalih ”Salip Pagawé Negeri” MEDUE cerita tresna sané nenten becik saha kacurahang ring asiki lagu, becikan saihang saking terus kapendem tur dados beban. Asapunika cerita lagu pinih anyar saking Kan Jaya sané mamurda ”Salip Pegawai Negeri”. Lagu sané dané ripta ngraga pinaka cerita sané dané raksa tur tambis-tambis ping kalih dané nglintangin paindikan sane pateh sakadi judul lagunyané inucap. ”Lagu niki jakti sakadi kasujatian sané tiang alamin, tiang sampun ping kalih katinggal santukan ipun milih anak lanang sané matitel. Ngawinang tiang tan purun larut ring kasedihan, kantos

Telengané saking dangu, sdinkojpÀjp/, sadina kaajap-ajap, sk&puri, saking Puri, stßkr&gunu*rt. satmaka ring gunung rata. 22.b)ls i r ) e& poli;wcn, Beli sering polih wacana, v`rr&puckuæri, Bhatara ring Pucaksari, hidt)dunßwsn,

Ida tedun mawasana, kdimnikÂilmãiru, kadi manik nilam biru, sunergl*hpd*, sunaré galang apadang, mzunrin/, manyunarin, r&mÉjnÀidmli\á. ring Mrajan Ida malingga.

ki prasida katerima pengoneng musik Pop Bali. Taler ring youtube tiang cingak viewernyané tamis limang tali lewih. Nggih itung-itung anggén ngubadin patah hati tiang,” baosnyané sinambi makenyung. Kadi mangkin ring tengahing kebincuhannyané mromosiang single pinih anyarnyané punika, Kan Jaya taler mahbah bisnis usaha ngraga ring Karangsem. Antuk jadwal sané ratep ngawinang dané patut dueg-dueg ngepah galah pantara manggung miwah nglaksanayang usahannyané. Katakénin indik hubungan asmarannyané sané sampun ping kalih pocol tur sakadi

EMBAS ring kulawarga seniman nyuukang Pande Wayan Suteja Neka nglimbakang imajinasi ring media kayu. Mungguing pendidikan formal ring sekolah ngawinang dané waged mabebaosan tur nyuukang déwék dados pemain biola cilik. Dané sareng timpal-timpalnyané taler ngwangun kelompok sandiwara seni pertunjukan populer. Sesampun tamat SGB (Sekolah Guru Bawah) Suteja Neka raris kaangkat dados guru. Nanging, santukan milihin seni, dané raris puput dados guru tur raris ngwangun Museum Neka. Lanang sané embas ring Peliatan, Ubud, Gianyar, 21 Juli 1939 puniki maosang, dumun naen dados pemain biola. Embas sajeroning kulawarga sederhana, ngawinang dané nresnain seni budaya Bali. Bapannyané (Wayan Neka alm.) sané taler pregina patung ngicén inspirasi ring pianak-pianaknyané. Wewidangan seni mawasana becik gumanti ngawit Sekolah Rakyat (SR), Néka sampun prasida ngawi patung. Daweg punika, patuh sané pinih kaloktah wantah patung garuda. Yadiastun geginannyané ratep, dané sané ngwangun Neka Art Museum nyaritayang kantun madué galah maplalianan sareng pianakpianaknyané. Samaliha dané sering malayangan “Titiang nglaksanayang sekancan swagina madasar seneng. Napimalih ri kala ngadol patung, marasa senang tur bangga, santukan molihang jinah,” baos bapak saking Pande Made Kardi Suteja, Pande Putu Sritamin Suteja,

Pande Nyoman Wahyu Suteja, miwah Pande Ketut Srti Intan Suteja. Suami saking Gusti Made Srimin nyaritayang pamarginnyané ngawitin dados pregina patung. Sesampun tamat SR daweg 1953, raris Sekolah Guru Bagian Bawah (SGB) ring Gianyar. Daweg punika parikrama matung meneng. Indiké punika sangkaning umah sareng sekolah doh. Yadiastun asapunika manut dané, swagina seninnyané nénten ical santukan kantun aktif bermain musik biola. Samaliha, sareng sawitrannyané taler ngwan-

gun komunitas sandiwara tur sering péntas ring acara sekolah. Salanturnyané dané kaangkat pinaka guru. “Titiang kaangkat dados guru SD Kembang Sari Kintami – Bangli. Yadiastun doh saking umah nanging tiang marasa lega. Raris pindah ka SD Mas, Ubud. Sajabaning ngurukang pelajaran inti, tiang taler ngajar musik miwah sandiwara,” baosnyané. Sesampun madué museum, dané puput dados guru tur sumeken ngurus museum. Indiké punika kaambil santukan dané je-

Isin Gumi Buléléng, Ny. Aries Suradnyana rumasa angen manggihin kawéntenan punika. Dané merasa ajerih yéning tatacara mabusana adat manut ajaran Hindu lémpas saking tata cara mabusana sané patut. Nénten kayun gaya busana puniki sayan ical sangkaning kagerus desain gaya modérn, mawinan dané aktif ngamargiang pidabdab taler utsaha nyobyahang taler nguningayang majeng krama indik tatacara mabusana sané anut nganutin genah taler galah. Parindikan punika kabligbagang ring sajeroning acara Isin Gumi Radio Singa-

raja FM 92,0 Mhz raina Buda, 01 Juni 2016 lintang. Gung De, Jl. Ngurah Rai Singaraja Tiang cumpu ring rerincikan Ibu Aries indik pidabdab nincapang pauningan krama pamekasnyané indik tatacara mabusana adat sané becik. Santukan sakadi mangkin, tatacara mabusana adat pamekasnyané krama sané magama Hindu sayan kaon. Minakadi, sané istri-istri ri kala ka pura ngawiguanayang kebaya malengen péndék miwah kainnyané tipis pisan. Nénten anut pisan, api malih

Kruna BASA BALI

AKSARA BALI

1.

jangkuak

1. j\Ðk/ Û ,

1. tangkap

2.

kamemegan

2.

km)m)gn/,

2. gugup

3.

kampiah

3.

kmæê;,

3. serambi

4.

kanca

4.

kZÇÿ,

4. arak

5.

kantah

5.

knÓ;,

5. gadai

6.

krébék

6.

ekÉebk/,

6. petir

7.

linyok

7.

løeZÿok/,

7. mungkir

8.

macaya

8.

mcy,

8. bersinar

9.

magumana

9.

mgumn,

9. sengaja

10. mangmung

nénten pacang ngawinang tiang terpuruk, puniki pacang dados penyemangat tiang ri kala makarya tur ngamolihang inspirasi,” untatnyané. (ama)

10. m\à¡*,

BAHASA INDONÉSIA

10. sepi

jeh ngawi cemer profesi guru sangkaning nénten prasida becik nyepah galah, santukan profesi guru punika mautama. Yadiastun akéh pikobet daweg ngwangun museum, angayubagia museum prasida kawangun. Akéh sané mituduh mangda ngwangun hotel, nanging dané tetep sumeken ngwangun museum. “Titiang sumeken santukan tetujonnyané wantah nglestariang seni miwah budaya, boya bisnis. Malarapan museum puniki, titiang meled ngawi sumber informasi majeng pecinta budaya, majeng seniman, pinaka sarana pendidikan, penelitian, miwah pelestarian seni miwah budaya lukisan,” baosnyané. Sané mangkin, dané ngrereh karya seni kantos ka Yogyakarta miwah Jakarta. Karya seni sané madué nilai monumental dados koleksi. Dumun wantah lukisan perupa, miwah makudangkudang soroh keris pinaka koléksi. Wénten langkungan saking 300 koleksi keris. Koleksi keris puniki karincikang olih direktur Neka Art Museum. Indiké punika ngawinang Neka Art Museum sayan kaloktah, gumanti makudang-kudang penghargaan saking pemerintah miwah instansi swasta sampun kapolihang. “Titiang meled museum puniki prasida dados ensiklopedia pinaka tuntunan krama ring widang seni. Majalaran museum puniki, titiang meled ngemit talenta idup pinaka guru,” baosnyané. (bud/yan)

Pujawali ring Kahyangan Jagat Pura Luhur Sri Rambut Sedana Desa Pakraman Jatiluwih MALARAPAN antuk rerepi puniki, katurang majeng ring para subakti, persayang, para permas mangda ngwikanin Pujawali Ida Bhatara Luhur Sri Rambut Sedana sané maraga sarining artha lan amertha ring Kahyangan Jagat Pura Luhur Sri Rambut Sedana Désa Pakraman Jatiluwih, Penebel, Tabanan. Ngeninin indik éédan pujawali sané pacang kamargiang sakadi ring sor. Ring raina Buda Wagé Klawu tanggal 8 Juni 2016 pinaka pamucuk pamargi Pujawali taler raina tanjek panangkilan. Kalanturang malih antuk

nyejer panangkilan saking raina Wrespati Kliwon Klawu, 9 Juni 2016 kantos k raina Saniscara Paing Klawu, 11 Juni 2016 sané kalanturang antuk pamelayagan utawi Ida Bhatara munggah tur masineb. Wantah asapunika éédan pujawali ring Kahyangan Jagat Pura Luhur Sri Rambut Sedana Desa Pakraman Jatiluwih, Penebel, Tabanan sané prasida katurang majeng ring para subakti sinareng sami. Dumogi tan kapiambeng mangda ida dané prasida rauh ngaturang sembah bhakti nunas karahayuan.

Miragi Suling Gus Téja

Mabusana Adat TRÉN mabusana adat Bali pungkuran puniki sayan nglimbak. Pangarsan krama Bali majeng busana adat pamekasnyané kebaya sayan nincap. Sangkaning makéhnyané model kebaya sané medal, majanten ngwetuang wesana becik taler kaon. Kaonnyané, krama istriné sajeroning mabusana nénten anut sareng genah taler galah. Pandikan krama miwah para yowana pamekasnyané sané istri sajeroning mabusana adat kabaosang sayan kaon. Utamanipun indik desain taler gaya mabusana. Ketua Tim Penggerak (TP) PKK

murda lagunnyané ”Salip Pegawai Negeri”, dané sampun tan kayun ngenehang nanging wantah fokus ngamarginin dina-dina kapungkurnyané antuk ngrereh kasibukan ngamargiang bisnis sané dané mahbah. ”Mangkin sajabaning fokus mromosiang single pinih anyar, titiang taler mabbah bisnis usaha. Yéning ketakénin indik asmara tiang tan nyak ambil pusing, tiang wantah fokus ngamarginin idup tiang kepungkur wekas sebisannyané sinambi nglaksanayang bisnis usaha sané tiang bahbah ring Karangasem. Ping kalih ”Salip Pegawai Negri”

Sumeken Ngurus Museum Neka

mkpmusu\négt/,

t)2\ensk&d\u,

pungkurannyané karipta lagu Salip Pegawai Negeri puniki,” baos Kan Jaya, penyanyi Pop Bali mimitan Karangasem. Lagu ”Salip Pegawai Negeri” dané ripta ngraga tur kaaransemen olih Dék Artha. Lagu punika banget kasanggra becik olih penggemar lagu Pop Bali. Punika prasida kacingak saking katah viewer vidéo klip ”Salip Pegawai Negeri” ring youtube sané sampun kantos limang tali viewer langkung. Klipnyané kapercaya majeng Mantra Satya sané taler silih tunggil penyanyi Pop Bali sané pateh-pateh mimitan Kabupaten Karangasem. ”Astungkara tembang puni-

Pandé Wayan Suteja Neka

ring Pura Pucaking Ukir, maka pamusungan jagat,

Redité Umanis, 5 Juni 2016

nika ka pura. Yéning mangkin wénten tuntunan indik mabusana sané patut, sinah wénten kanggén ageman olih krama pamekasnyané para yowana. Gedé Merta, Celuk Buluh Mabusana adat Bali mangda sopan, alep, utamanipun ri kala pacang ka pura. Mangkin ketah kapanggihin, para trunatruni sané pacang ngamargiang pamuspan ka pura mabusana nénten manut. Iriki peran para yayah rena mangda nguratiang pianaknyané pamekas indik tatacara mabusana sané becik miwah anut. Mangda nénten ngawigunayang busana sané nénten anut ri kala ka genah suci. Cahaya Permai, Sulanyah Pauningan krama indik mabusana adat Bali sané becik patut karesepang taler katelebang olih para yowana pamekasnyané sané magama Hindu. Sané encén patut taler iwang, mangda kauningin. Parindikan puniki taler becik kasobyahang ring sekolah-sekolah, santukan para yowana mangkin gelis pisan ‘milu-milu tuung’ utawi ngamargiang tren. Tanaya, Kampung Tinggi Tetujon punika sinah becik pisan mangda para krama uning tatacara mabusana adat sané anut. Parindikan puniki mangda becik kasobyahang taler nerus kamargiang minakadi ri kala wénten Pesta Kesenian Bali utawi acaraacara tiosan. (ama)

MIRAGI suling sané kasuaraang Gus Téja, nadak sara marawat indiké dumun. Duk titiang kari cerik. Duk nénten ngamanahin napi-napi. Duk ngrasaang idupé dangan. Duk setata liang ri kala maplalianan sareng timpal-timpal. Maplalianan masambilan matuturtuturan. Nuturang indik sané ngawinang manah égar. Inget taler titiang duk malali sareng timpal-timpalé. Malali sambilang gendang-gending. Malali ka genahé sane nglangengin manah. Ring sampunapiné, malali ka genahé sané kaucap tenget. Ring genahé punika, sareng timpal-timpalé titiang mengkeb-engkeban. Nyeh? Ten pisan wénten ring sajeroning manah titiangé. Taler ring manah timpal-timpal titiangé. Yén nirgamayang tulisan, kruna nyeh ten wénten masurat ring manah titiangé. Sapunika taler ring manah timpal-timpal titiangé. Rerawatan sané ten sida antuk ngicalang, napkala miragi suling sané kasuaraang Gus Teja, duk mémén titiangé magending. Ngendingang titiang miwah adin titiangé ring pasaréan, risampuné mémén titiangé usan masatua. Sané satuaanga: Bawang miwah Kesuna, Timun Mas, Cupak Gerantang, Men Cubling, Pan Angklung Gadang, I Belog, Galuh Pitu, I Lutung, Siap Selem. Sané demenin titiang, napkala mémén titiangé nyatuaang Bawang miwah Kesuna lan satua Siap Selem, wiréh satuané punika kadagingin gendingan. Ritepengan masatua Bawang miwah Kesuna, sapuniki mémén titiangé magending: Iba iba, cerucuk kuning cilalongan, dong gotolin baong icangé agotolan. Napkala masatua Siap Selem, sapuniki mémén titiangé magending: ngik–ngak, ngik –ngak, gigi

pongak nyaplok batu. Utawi: per per ketiper, i olagan bisa makeber. Usan miragi suling sané kasuaraang Gus Téja, titiang mamanah. Suaran sulingé punika wantah suara. Suara sané nyuaraang gendingan. Sakéwanten mrasidaang ngawinang titiang inget malih ring kahanané dumun. Ring kahanané sané sampun engsapin titiang. Ring kahanané, yén nirgamayang genah, doh sawat. Kanten, nanging ten kanten. Wénten, sakéwanten nénten wénten. Kahanan sané sué sampun masineb ring dasar manah titiangé. Ten marasa titiang mamanah. Driki mabukti, indiké sané dumun dados tangiang. Tangiang dados indiké mangkin. Ten marasa titiang mamanah malih. Yén indiké dumun dados tangiang pinaka indiké mangkin, indiké dumun, wantah sapunika nénten dados lintangang. Napi malih icalang. Patut pisan panikaaan anaké wicaksana, indiké sané lintang nénten ical–ical. Indiké punika napi té sané wénten ring sajeroning kayun jatmané. Napi té sané wénten ring jaba kayun jatmané. Napi kémanten indik sané wénten ring jaba kayun jatmané? Ten sios kahanan ring jagaté. Kahanan ring jaba kayun jatmané sané lintang ketah kawastanin sejarah. Yadiastun sampun panyatusan tiban utawi panyiuan tiban utawi alaksa tiban utawi ayuta tiban, kahanané kantun wénten. Wentené marupa lan ten marupa. Sané marupa, rupané nyeleg. Nyeleg pinaka candi, prasasti, wewangunan miwah sané siosan. Wénten taler marupa gambaran, sesuratan, bebaturan, genuk, sember, batu, manik, gerabah, miwah sané siosan. Sané ten marupa: satua,

basa, kahuripan. Antuk sang wikan ring sejarah, sané ten marupa punika karupaang antuk sesuratan marupa pupulan satua, basa basita, miwah pupulan paribasa. Taler kasuratang dados buku sejarah. Buku sané madaging indik kawéntenan lan kahuripané sané sampun lintang. Sané akéh ten kauningin mangkin. Yen napi kapa ngawinang, inget titiang ring panikaan anak lingsir wikan. Driki genah utaman jatmané. Prasida nadosang sané lintang dados kawénténan mangkin. Prasida taler nadosang kawéntenané mangkin. Yadiastun indiké sané panguntat nénten prasida pramangkin nglaksanaang. Banget matiosan sareng tetanduran miwah tetaruan. I tetaruan miwah i tetanduran ten prasida nadosang indiké dumun dados kawéntenan mangkin. Sapunika taler ubuhubuhané. Kautaman jatmané sayan utama, sapunika anaké lingsir wikan punika malih nganika. Yéning sang maraga jatma prasida nadosang indiké sané lintang pinaka titi pangancan, titi pengancan pinaka sareng mulat sarira. Mulat sarira laksana lan ambek sané sampun kamargiang. Kautaman jatmané sayan utama taler, yéning sang maraga jatma sida nadosang indiké mangkin pinaka margi. Margi kanggén ngrereh tur ngamanggehang sakancan sané becik tur mapikenoh. Becik lan mapikenoh ring sarwa prani sané wénten ring jagaté. Margi kanggén mapineh mangda sida ngaryanin jagaté trepti landuh, tegteg lan degdeg. Tan péndah jun sané madaging toya bek supenuh. Ten ngléncok tur makablés utawi makoplésan yadiastun aketis. (IDK Raka Kusuma)


15

Minggu Umanis, 5 Juni 2016

MELIHAT LUKISAN, Membaca Puisi, kata Chairil Anwar dan itulah yang coba diberdayakan Nyoman Erawan (58), Cok Sawitri, Warih Wisatsana, Agung Bawantara, Dayu Oka Rusmini dkk dalam Acara Ulang Tahun JKP-109 yang KEDUA, Ulang Tahun Erawan dan Emha (63) 25-26-27 Mei 2016 di Panggung Jatijagat Kampung Puisi.

Rendah Hati kepada Bumi Pertiwi TUNDUK SUJUD kesadaran menyemesta yang disuratkan Rsi Atharva dalam Atharva Veda ribuan tahun lampau boleh jadi merupakan ungkapan paling rendah hati yang pernah dilontarkan anak manusia sepanjang zaman terhadap tanah Ibu Bumi Pertiwi. “Apa pun yang hamba gali darimu, Ibu Pertiwi, semoga tumbuh kembali dengan cepat. Duh, Ibu Pensuci, semoga kami tidak melukai vitalmu atau-

pun hatimu!” begitu lantun sang Rsi. DARI SEBAIT SLOKA puitis itu saja sudah tergambar jelas kepahaman dan kesadaran sang Putra Utama Kehidupan perihal keberlanjutan tanpa batas segenap kandungan tanah Ibu Bumi Pertiwi bagi manusia. Saat mengambil apa pun dari rahim tanah Ibu Bumi Pertiwi, sang Rsi senantiasa berharap, “semoga tumbuh kembali dengan cepat.” Dan, di sana tern-

Laut Rasa di Dalam Tubuh

zGunawan Tri Atmodjo Pesan yang Tertunda dalam Hujan

z Membaca Denyut Mahaibu Laut (11) PEMBACAAN mendalam terhadap laut di luar semesta diri membawa kesadaran pemahaman para penekun teguh olah rohani Bali Tradisi: bahwa laut tak hanya ada di luar sana, tapi juga ada di dalam sini, di diri ini. Tradisi membaca, “laut di dalam diri ini” ada tujuh. Dinamakan sapta sagara, atau sapta arnawa. Ketujuh “lautan diri” ini disebutkan oleh Tradisi mengelilingi tujuh “pulau”—yang juga ada di dalam diri ini. Dan, karena dinamakan “sagara” atau “arnawa” atau laut, maka tentu saja ada air. Karena itu, tradisi juga mengenal istilah tujuh sungai utama di luar sana yang dipersonifikasikan juga ada mengalir, mengalir, dan terus mengalir di dalam diri ini. Sapta gangga dinamakan. TAK BERHENTI hanya sampai di sana. Di luar sana dikenal konsep sagara-giri atau sagara-gunung, laut yang senantiasa berpelukan mesra dengan gunung sebagai suamiistri hulu-hilir dalam satu-padu-kesatuan keutuh-menyeluruhan ke-Ruang-an. Di dalam sini pun sapta sagara-arnawa ini dibaca oleh Bali Tradisi punya pasangan sejatinya berupa tujuh gunung. Sapta parwata namanya. Tujuh lautan (sagara-arnawa) di dalam diri itu meliputi: lautan keringat, lautan sumsum, lautan daging, lautan minyak-lemak, lautan air liur, lautan darah, dan lautan air seni. Lebih jauh Bali Tradisi membaca lautan di dalam ini sebagai representasi Lautan Rasa. Lautan keringat, misalnya, dibaca lebih jauh sebagai representasi lautan rasa asin. Sumsum sebagai lautan rasa susu. Daging merupakan lautan rasa mentega. Air liur sebagai lautan rasa gajih. Darah tiada ubahnya dengan lautan rasa gula. Air seni bahkan dibahasakan sebagai lautan rasa anggur. Pembacaan keterhubungan antara laut di luar sana dengan sagara-arnawa di dalam sini memberi tuntunan hidup cerdas-bernas dalam kehidupan yang berkesadaran Cinta Kasih Universal: Laut di luar tubuh itu justru adalah bagian utuh-tak-terpisahkan dengan tubuh diri ini. Mengganggu, apalagi merusak, tatanan kehidupan laut di luar tubuh itu, tiada terelakkan pada akhirnya juga niscaya merusak tubuh diri ini. Mencemari laut di luar sana sama dengan mencemari tujuh lautan tubuh di dalam sini. MANAKALA TUJUH LAUTAN TUBUH di dalam sini telah tercemari, tak pelak Lautan Rasa di dalam pun kian jauh dari kemurnian aslinya. Ketakmurnian Lautan Rasa di dalam menjadi akar kegagalan manusia memekarkan rasa kemanusiaannya, sehingga terjatuh menjadi orang. Tradisi membaca tragedi ini sebagai kejatuhan manusa dadi jelema. znirta ks

zAlex R Nainggolan Di Pucuk Laut ada yang tak bisa kaupungut segala sungut yang terebut bahkan saat kecipak ombak meresap lenyap terusir di pasir bayangan angin mimpi-mimpi remaja aku yang kerap tertatih mengibarkan bendara putih di pucuk laut masih kusebut sebuah tanda yang enggan dieja

bahwa Tanah Ibu Bumi Pertiwi bukanlah warisan leluhur yang bisa dengan seenaknya dihabiskan dirusakporandakan, melainkan justru merupakan pinjaman dari generasi mendatang yang mesti dikembalikan tetap utuh, tiada berkurang suatu apa pun! KARENA BUKAN SEBAGAI WARISAN, melainkan pinjaman, maka sesungguhnya tidak ada hak (apalagi milik) atas tanah, kecuali kewajiban terhadap tanah. Itulah yang melandasi konsepsi tanah sebagai duwe tengah, ayahan desa, ataupun

z Pandangan Dunia Bali tentang Tanah (8)

BPM-GPS

kubaca pesan-pesan yang tertunda disampaikan hujan mereka mengiriminya lewat basah kenangan di pedalaman hutan yang mengabadikanmu dalam percakapan anatara sulur akar dan geriap dedaunan aku melukis suaramu dalam diam pada muram kaca jendela yang kian berkabut setelah namamu kusebut barangkali rindu telah mengajariku untuk mengerti bahwa jeda dan jarak adalah onak yang mesti ditanak dengan bijak aku menyeduh segala yang lembut di lidahmu lalu menuang selaput kata-katamu ke hening gendang telingaku kutatap hujan yang kini memahat teduh wajahmu Jika ada kehangatan yang tiba-tiba melingkupimu barangkali itu gugus doa yang terpatah diukir desah nafasku sebagai pesan balasku

giang pula kesadaran agar setiap perilaku anak manusia terhadap Tanah Ibu Bumi Pertiwi tidak melukai vital ataupun hati sang Ibu. LEWAT SLOKA ITU hati dan batin Tanah Bumi Pertiwi ditangkap dan disadari keberadaannya dengan kepekaan spiritualitas murni, utuh, dan menyeluruh: betapa planet Tanah Ibu Bumi Pertiwi ini satu jua adanya di alam semertaraya ini. Lebih mendalam lagi patut dipahami

zGunawan Tri Atmodjo Hujan Malam jangan ceritakan kepadaku perihal akhir yang kepagian atau kejutan di awal tikungan karena kau memasuki kisahmu dengan kenangan yang kedinginan kusiapkan kacamata baca untuk menyimakmu yang kesepian di luar jendela tanpa perapian dari tenggara kau berjalan perlahan dengan mata terpejam kakimu jeram yang telah menyerpih di udara menjadi gegaris air yang selalu urung diperam aku menyimakmu dengan lisan kau menyalinku dari keheningan menuju kesunyian dalam diam, kita berkelindan aku terhanyut, larut dalam denyut ketika di balik pintu tubuhmu menjelma kabut aku terlerai ketika dalam derai kau hendak sampai maka lewat lidah jarum jam dan rintihmu yang mulai tertahan berilah aku bagian terbaik dari malam sebelum aku kau tinggalkan sendirian

zRaudal Tanjung Banua Lanskap Laut

mercusuar api air mancur paus-paus birahi daratan dan pulau jauh busur punggung paus kelabu kapal uap bukit-bukit tengkurap mendekap masa yang lewat kapal-kapal api gunung berapi di masa kini 2/ sungguh menakjubkan pemandangan laut tenang; perahu-perahu mematahkan sirip hiu hiu-hiu membalikkan badan perahu lalu, birahi liar paus liar padamkan kobar api mercu suar hingga sepasang sejoli terdampar di busur daratan nelayan tua pemburu paus dan hiu mengira biru bukit masa lalu untuk akhirnya bangkit menundukkan asap pesta mereka isyaratkan kapal uap kembali tiba jadi kapal api penuh kopi dan rempah-rempah di dadaku air mancur paus kelabu menjadi api air kaldera!

zSulis Gingsul AS Sebelum Malam

Sebelum fajar aku pernah ingin jadi gorden cerah warna kesukaanmu. Menggantung di jendela kamar tidurmu. Setiap pagi ada orang yang mencintaimu perlahanlanan dibukanya tubuh belahku, mempersilakan matahari pagi mengecup hangat ujung jari kakimu hingga bulu mata engkau yang masih rebahan, supaya sehat. Sebelum siang aku pernah ingin jadi sepasang alat bantu dengar yang suka menempel Di sepasang telinga yang meski tua tapi manja: ingin didengarnya engkau selamanya, Tugasku sederhana: memperjelas getar-getar puisi lirih, kicauan sedih, lagu senja atau sekadar kata iya. Sebelum senja, aku pernah ingin jadi kotak musik yang kau putar di sepanjang Berbunyi-bunyi menyusuri lorong-lorong tersepi, relung-relung tersembunyi tempat luka-luka masa lalu berdiam di sama, Di sanalah aku bernyanyi tidurlah sayang, tidurlah, sembuhlah sayang, sembuhlah sayang berulang ulang. Dan sebelum malam, kita tidak tahu malam seperti apa. Tapi setiap malam punya langit, aku suka mencari engkau Di sana

Momentum Mawali ka Jati Mula z Pandangan Dunia Bali tentang Tanah (9)

KARENA Tanah Bumi Pertiwi dalam visi kesadaran Bali Tradisi lebih sebagai kewajiban tinimbang hak milik, maka praktis rebutan tanah sebagai harta warisan pun di masa lampau relatif kecil (bila tak mau dikatakan tiada). Tanah justru menjadi harta komunal yang mesti dirawat bersama sebagai sumber penghidupan. Bukan milik perseorangan. Dan, karena harta tanah itu lebih sebagai pinjaman dari generasi mendatang, maka apa pun yang diambil dari “harta pinjaman generasi mendatang” itu tetaplah wajib mesti dikembalikan kekesujatian sebagaimana muasalnya. Tradisi menyebut pengembalian itu dengan istilah wali (waliang, mawali) ka jati mula. Puja wali, karena itu, dalam pemahaman kedalaman substansial tradisi bukanlah sekadar siklus ritus rutin saban 210 hari atau setengah tahun wuku sekali. Puja wali justru merupakan momentum emas dalam drama kolosal kebersamaan segenap putra-putri kehidupan di Bumi Kahuripan Bali Pulina buat ngawaliang (mengembalikan) kepada Ibu Bumi Pertiwi sebagai sang Maha Pengandung sekaligus Maha Pemilik. PADA TITIK MOMENTUM itu setiap anak manusia Bali Pulina berkewajiban menjaga keutuhan vital dan tiada mengusik, apalagi melukai, hati Ibu Bumi Pertiwi, agar sang Ibu bisa berproduksi dengan cepat mengembalikan yang di-

ambil si anak manusia. Yang menjadikan Tanah Bumi Pertiwi ini senantiasa dipuja, dipuji, diagungkan, dimuliakan sebagai penganugerah penghidupan bagi setiap insan manusia di setiap lapisan kehidupan: mulai dari masa belajar, berumah tangga, refleksi kontemplatif saat pensiun, hingga masa kalepasan tiba. HANYA pada anak-anak manusia yang berkesadaran rendah hati dalam tatanan hukum alamiah abadi Rta demikianlah Ibu Bumi Pertiwi dalam visi Atharva Veda akan memberikan segenap kemanisan madu hidup: angin menjadi penuh rasa manis, sungai-sungai mengalirkan rasa manis nan sejuk, pepohonan memberi nikmat manis, malam yang indah dan fajar nan cantik jelita, dan planet-planet pun menjadi penuh rasa manis bagi si anak manusia. Di sinilah kesadaran Hidup dalam Bumi Kauripan itu terbit: bahwa setiap manusia mestilah mengukir masa depannya sedemikian mulia, utama, justru dengan praktik laku hidupnya di masa kini ini yang sesuai Rta. Di sini manusia diajak agar senantiasa bernostalgia perihal masa depan, bukan bernostalgia tentang masa lalu. Nostalgia perihal masa depan yang cerlang gemilang, lebih mulia tinimbang masa lalu, justru mempersyaratkan mutlak: “mesti tidak melukai vital dan hati Tanah Ibu Bumi Pertiwi!” zdeprabas

zAlex R. Nainggolan Percakapan Tentang Hujan yang Tak Jadi

zAlex R Nainggolan Hujan Pagi Hari

1/ Ia menemui tanah Telah lama luka Seperti kepul debu Yang membasuhnya Dan panas pecah di kornea

1/ layar perahu Sirip terbalik hiu-hiu tubuh hiu lengkung terbalik perahu-perahu

zSulis Gingsul AS SEPASANG HIU

Sewaktu laut pasang, sepasang hiu Minggir dari tengah laut biru Yang satu terdampar, Yang satu tidak terdampar. Maka jadilah sepasang pihak Penanggung sepi. Yang sepihak tak bisa pergi Yang sepihak tak bisa kembali.

zCandra Malik Untuk Mengerti Hujan Untuk mengerti mengapa kau turunkan hujan, aku perlu belajar mengucap mantra. Merapal dalam tidur agar mimpiku basah. Lalu leluasa membasuh lekuk liukku di relung paling intim. Di sana, senja itu, kita pernah bersepakat mencintai aroma tanah setiba pesan dari langit ke humus dan tumbuhan. Menjadi telanjang kemudian adalah pilihan. Untuk mengereti mengapa kau teriakan petir, aku perlu mengucap doa. Sebab, di setiap ujung kalimat, bisa saja pada akhirnya kau berkata rindu, dan aku gagal membujukmu berhenti bercumbu. Ke mana-mana kau membawa mendung, juga ketika malam akan lekas datang. Selimut dipergumulan berikutnya mengajariku menerima baik buruk kenangan. Untuk mengerti mengapa kau merenggut seluruh kehangatan, aku perlu merapikan pakaian yang telah kau lepas, lalu menyelamatkan nafas dari lindap udara dingin, menemukan perlindungan di antara dua patahan hati yang telah menyatu. Kau yang terluka, aku yang mengaduh. Akulah perih, kau yang mengerang. Lalu, kita berlomba mendekap lebih kuat. Untuk mengerti mengapa kau pejamkan cahaya, aku harus belajar percaya. Betapa dalam gelap toh masih ada gerak bibir menyebut almanak selanjutnya. Kita harus bertemu lagi, sayangku. Berjumpa dalam hujan yang sengaja kau reka agar kita selalu di bawah keluasan angkasa, menerima anugerah dari perjalanan yang mustahil sia-sia. Tapi untuk mengerti mengapa kau menangis setiap kali aku berpamitan, pelajaran apa yang telah kulewatkan? Kau penutur yang baik. Mengatur jadwal logika dan rasa agar tak lagi saling mencuri perhatian. Hujan ini, hujan sore ini, apakah juga kau yang menurunkan? Dari kejauhan sana, kau terlihat manis seperti teh secangkir yang kuseduh dalam sepi.

palaba pura di Bali: bahwa tanah itu adalah “ruang abadi” untuk menopang keberlangsungan peradaban dan kebudayaan; bahwa atas tanah itu yang ada adalah kewajiban untuk menjaga keberlangsungan dan kebertahannannya buat generasi tiada batas nantinya di masa depan; bahwa bila pun ada “hak” itu sebatas sebagai “hak guna pakai” alias pinjaman yang mesti dikembalikan suatu waktu bila tak lagi sanggup memenuhi dan menjalankan kewajiban; dan bahwa “hak guna pakai” itu bukanlah hak milik. zdeprabas

Tiba-tiba ia ingat adam.. 2/ Tapi adam telah pulang Masuk ke remang Ia sembunyi Berpura akrab pada sunyi Nyatanya segala bermula Dari lempung Tanah yang murung 3/ Langit hitam Bayangan awan Tebal seperti kepul asap dari cangkir kopi

Hujan pagi hari Sepi menelusup lewat jemari air Lebih deras dari air mata, Bergetar menempuh angin dingin Seharusnya ada yang berpijar di sini, Merupa retinamu Tapi kau terus bergumul di atas ranjang Berenang dalam lembah kenangan Hujan pagi hari Selalu mengingatkanmu pada binar matamu Sesekali tegas, kemudian cemburu Tak mampu mengikat waktu yang lepas Ah, apakah hujan kerap jadi sihir, Yang melulu memukaumu?

sisa rindu bergemuruh juga di langit namun hujan tak tumbuh Cuma debu luruh Tak tertempuh

zRaudal Tanjung Banua Telah Kucium Aroma Laut Dari Kampung di Sebalik Gunung

Untuk gale

Bukan karena tenung Sebuah kampung tiba-tiba menjadi begitu pekat Dalam gelas kopiku. Kau bertanya, “percakapan murungkah yang membuatmu Tak bergairah meneguknya?” Tidak juga. Toh warung-warung Tempat percakapan kita berlangsung setia Telah menjelma roh kampung Yang membubung menjulangkan keluh-kesah siapa saja. Juga keluhkau dan keluhku, Kita saling mengaduh dalam kisah yang sama Dalam luka yang sama, Cuma kita berbeda membaca tanda dan arah Seperti pelita minyak yang nyala bagimu, Tak lebih tempat seribu lelatu Mempertontonkan cara bunuh diri. Aku membacanya Sebagai kerlip mercusuar Di sebuah pulau penuh mimpi Bagi ribuan camar tak mau menyerah. Jalan bersemak ke tepian adalah arah bagimu Tampat bertemu gelak riang perempuan Mandi telanjang Aku merasakan sebagai jalan berkelok

Di mana kasat lalang menggores pundakku, Dan kubiarkan luka menganga Itu mengingatkanku pada pelabuhan, tempatku bertolak Meninggalkan setiap yang bernama geliat hawa! Bahkan ibu yang lama diam Dan wajahnya terpampang pada kartu-kartu Terus kaujadikan bujuk rayu perintang bosan Sedang bagiku ia menjelma seribu gambar penuh layar Di ujung jari yang gemetar – Riuh ribuan camar merujuk perbatasan Juga barisan dadu di atas meja kayu begitu dingin Di tengah lautan kata-kata para petaruh Di mataku menjelma barisan gudang-gudang tua Bisu, namun menyimpan cerita dan kata-kata liar! Sekali waktu menjelma mata ibu Yang terpelanting bersama nasibku ke pulau jauh! Sungguh, dari sebuah kampung di sebalik gunung Telah kucium aroma laut Dari segelas kopi yang kautuang Membuatku hanyut, lupa jalan pulang!


NASIONAL

16

Minggu Umanis, 5 Juni 2016

Bhimasena Dikeroyok Duhsasana dan Kawan-kawan

Disusun: Kisari Mohan Ganguli Diterjemahkan: I Ketut Arinta (Edisi Dua Ratus Delapan Puluh Enam) Rishi Vyasa : (Bharata) setara dengan Veda. Ini adalah suci dan agung. Bharata menganugerahkan kemasyhuran dan kesejahteraan. Karena itu, seseorang harus mempelajari dan mendengarkan dengan perhatian penuh.

KETIKA Bhimasena berada pada titik keberangkatan melawan pasukan-pasukan paduka, dengan keinginan bertempur hidup mati. Kemudian, suara dahsyat kerang Panchajanya sekali lagi terdengar. Setelah mendengar suara keras dan mengerikan itu yang mampu memenuhi tiga dunia, dengan rasa ketakutan Putra Dharma itu sekali lagi menyapa Bhima, ‘’Di sana, pahlawan Vrishni itu meniup terompet kerangnya, dengan dahsyat. Sungguh, suara-suara terompet kerang itu memenuhi bumi dan langit. Suaranya sangat dashyat. Tanpa diragukan, Savyasachin telah jatuh ke dalam penderitaan besar. Pemegang Cakra dan Gandiva itu sedang bertarung, dengan ksatria-ksatria keturunan Kuru. Tanpa diragukan ibu Kunti yang patut dihormati, Draupadi dan Subhadra, semuanya serta para kerabat, teman-temannya, telah mendengarkan suara kerang surgawi itu. Hari ini, pertandapertanda yang sangat tidak baik muncul di permukaan. Karena

itu, oh Bhima, segera pergilah ke sana dengan cepat, di mana Dhananjaya itu berada. Semua tempat dari arah mata angin itu oh Partha, kelihatannya kosong di mataku. Hal itu sebagai akibat keinginanku tidak memuaskan, melihat Dhananjaya dan juga pangeran dari keluarga Satwata.’’ Setelah berulang-ulang disuruh pergi oleh atasannya, putra kedua Pandu yang gagah berani itu Bhimasena, oh raja, secepatnya membungkus tangan-tangannya dengan pelindung kulit. Vrikodara, mengambil busurnya dan juga senjata andalannya Gada. Didesak saudaranya yang lebih tua, Bhimasena yang patuh demi kebaikan saudaranya itu menyebabkan genderang-genderang itu ditabuh. Dan Bhima dengan kuatnya meniup terompet kerangnya sendiri. Terompet kerang itu mengeluarkan raungan-raungan seperti singa. Dia juga mulai memetik busurnya. Setelah menutupi hati pahlawan-pahlawan bermusuhan itu, kerang seperti raungan-raungan

singa itu, Bhima berubah menjadi ksatria utama sangat menakutkan. Dia menyerbu melawan musuh-musuh dari pihak Kuru. Kuda-kuda cepat dan sangat jinak dari peranakan yang utama, dengan ringkikan marah, kemudian menahannya. Dilengkapi kecepatan angin atau pikiran, tali kekang itu dipegang oleh sais Visoka. Kemudian putra Pritha itu menarik tali busurnya dengan sangat kuat. Vrikodara mulai menyerbu kepala barisan-barisan bermusuhan itu. Ayah dari Gatotkhaca itu merobek-robek dan melukai para pejuang di sana. Dan ketika pahlawan berlengan perkasa itu meneruskan perjalanan, keluarga Panchala, dan keluarga Somaka, si pemberani itu mengikutinya dari belakang. Seperti kaum surgawi yang sedang mengikuti Maghavat. Kemudian, Duhsasana, Chitrasena, Kundabhedin, Vivinsati, Durmukha, Duhsaha, Sala, Vinda, Anuvinda, Sumukha, Dirghavahu, Sudarsana, Suhasta, Sushena, Dirghalochana, Ab-

haya, Raudrakarman, Suvarman, Durvimochana, yang bersaudara, setelah mendekati, kemudian mengepung Bhimasena. Yang utama dari prajuritprajurit kereta ini semuanya kelihatan gemerlapan. Pasukanpasukan pengikut-pengikut mereka bertekad teguh terhadap pertempuran, mengeroyok Bhimasena. Prajurit kereta perkasa dan gagah berani itu memiliki keberanian besar. Kendati dikepung Putra Kunti Bhimasena itu tidak takut. Bahkan, dia

menatapkan matanya kepada mereka yang mengepung dari segala penjuru. Pasukan Kuru menyerbu dan mengurungnya sangat rapat. Bhimasena dengan tidak sabar tampak seperti seekor singa terhadap binatang-binatang yang lebih kecil. Pahlawan-pahlawan itu menunjukkan senjata-senjata surgawinya. Ksatria-ksatria perkasa itu menutupi Bhima dengan panah-panah. Serangannya tampak seperti awan-awan menyelubungi matahari terbit. (bersambung)

Sloka 7.30 Sadhibhutadhidaivam mam Sadhiyajnam ca ye viduh Prayana kale ‘pi ca mam Te vidur yukta cetasah. ‘’Mereka yang mengenalku sebagai Yang Esa, dalam setiap elemen (adhibhuta), dalam setiap Dewa (adhidava), dan dalam semua pengorbanan atau persembahan – adhiyagna — mereka ini yang telah harmonis pikirannya mengenal-Ku bahkan pada saat saat kematian mereka.’’

Helikopter Jatuh, Pilot Tewas Papua (Bali Post) Insiden kecelakaan pesawat kembali terjadi di Papua. Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan, Hemi Pamuraharjo, melaporkan bahwa sebuah helikopter jenis Bell 206 yang lepas landas dari Nabire, Papua, jatuh di Kabupaten Paniai, Sabtu (4/6) kemarin. Dia menolak menjelaskan dengan terperinci tentang kecelakaan itu, termasuk ten-

tang jumlah korban. Soalnya petugas yang sedang dalam proses evakuasi, belum dapat dihubungi hingga Sabtu siang. “Jadi, soal korban, saya belum bisa memastikan, masih sumir,” kata Hemi. Berdasarkan informasi yang dihimpun, helikopter itu jatuh di 99 Baya Biru, Distrik Bogobaida Kabupaten Paniai, Papua, pukul 08.15 wita. Dikonfirmasi terpisah, Kepala Polres Paniai, Ajun Komisaris Besar Polisi Sem-

my R. Thaabaa, mengatakan bahwa sang pilot meninggal dunia di lokasi kecelakaan. Sedangkan dua penumpang yang diketahui bernama Ajo dan Danius, ditemukan selamat. “Ajo dan Danius, dalam kondisi selamat, masih bisa bicara, dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Nabire. Pilot, informasi yang kami dapat, meninggal di TKP (tempat kejadian perkara/lokasi kecelakaan),” kata Semmy. (ase)

Pura Pasar Agung Batur Kini Dibangun Kembali Bangli (Bali Post) Pura Pasar Agung ring madyaning Gunung Batur, Desa Pakraman Batur, Kintamani merupakan salah satu dari 17 pengider-idering Pura Ulundanu Batur. Pura yang terletak di madyaning Gunung Batur ini sempat mengalami kerusakan parah akibat terjangan lahar ketika Gunung Batur meletus tahun 1926 silam. Kini setelah hampir 90 tahun musibah itu berlalu, krama Desa Pakraman Batur kembali membangun bangunan Pura Pasar Agung sesuai dengan struktur bangunan pura di lokasi semula. Palinggih Dane Jero Gede Batur Alitan saat ditemui di Pura Pasar Agung menjelaskan, sebagaimana yang tertuang dalam beberapa sumber sejarah yakni Purana Ulundanu Batur, lontar Kusuma Dewa, Usana Bali disebutkan bahwa Pura Pasar Agung sudah dibangun pada tahun geseng sasi wak atau sekitar tahun 110 sebelum masehi. Ketika pura tersebut didirikan, seluruh krama Desa Adat Batur masih tinggal di sekitaran kaki Gunung Batur. Kemudian pada tahun 1926,

letusan hebat terjadi di Gunung Batur. Letusan disertai lahar tersebut menerjang kawasan yang dihuni krama serta sejumlah pura di sekitarnya termasuk Pura Pasar Agung. Jero Gede Batur mengatakan, akibat terjangan lahar tersebut bangunan Pura Pasar Agung yang memiliki sejumlah pelinggih yakni padmasana, meru tumpang lima, gedong rong kalih, gedong takep, pelinggih pertiwi, dan ngrurah mengalami kerusakan parah. Terjangan lahar ini juga menyebabkan adanya perpindahan krama dari kaki Gunung Batur ke Kalanganyar, Desa Batur sekarang. Pascamusibah itu, krama Batur selanjutnya membangun pelinggih kecil di lokasi semula sebagai sarana pengayatan kepada Ida Ratu Ayu Mas Melanting yang berstana di Pura Pasar Agung. “Ini dilakukan agar aci due tidak mandek mamargi,” terangnya. Lanjut dikatakan Jero Gede Batur, selama ini, Pura Pasar Agung diyakini krama Batur sebagai pasar niskala. Di bawah Pura Pasar Agung secara niskala juga ada pura bukit-bukitan yang berupa gle-

beg dan jineng. Semua krama meyakini glebeg dan jineng tersebut sebagai genah penyimpenan bahan makanan seperti beras, padi, jagung dan lainnya yang secara niskala membantu menjaga kestabilan perekonomian di Bali. Mengingat keberadaan Pura Pasar Agung memiliki arti penting sebagai salah satu dari pengider Pura Ulundanu Batur, maka kini krama pun mulai membangun kembali Pura Pasar Agung sesuai dengan struktur bangunan pura semula. Proses pembangunan secara bertahap sudah mulai dilakukan sejak beberapa bulan lalu dengan melibatkan krama batur sendi. Pembangunan yang diperkirakan akan menelan dana Rp 3 miliar masih difokuskan pada areal utama mandala dan ditargetkan tuntas tahun ini. Terkait pembangunan Pura Pasar Agung, Dane Jero Gede Batur pun mengharapkan seluruh umat Hindu, pemerintah, tokoh-tokoh di Bali untuk ikut bersama-sama membantu proses pembangunan pura melalui punia sehingga pembangunan Pura Pasar Agung bisa berjalan lancar. (ina)

BPM/ina

TINJAU - Jero Gede Batur Alitan saat meninjau pembangunan Pura Pasar Agung.

MIRAS - Ribuan liter miras dimusnahkan di halaman Polres Banyuwangi, Sabtu (4/6) kemarin.

Ribuan Liter Arak Dimusnahkan di Polres Banyuwangi Banyuwangi (Bali Post) Peredaran arak Bali di Banyuwangi benar-benar memprihatinkan. Hanya dalam hitungan hari, Polres Banyuwangi berhasil mengamankan 52 jeriken arak asal Karangasem. Totalnya 1.825 liter. Jelang puasa, ribuan liter arak tersebut dimusnahkan di halaman Mapolres, Sabtu (4/6) kemarin. Selain arak, dimusnahkan juga 2.245 botol minuman keras (miras) kemasan. Jika ditotal seluruhnya mencapai 5.000 liter lebih. “Ini hasil razia selama sepuluh hari. Kegiatan razia serangkaian cipta kondisi jelang puasa,” kata Kapolres Banyuwangi AKBP Budi Mulyanto. Dijelaskan, pemusnahan ini sebagai simbol perang maksiat jelang puasa. Selama mendekati puasa, kata dia, pihaknya terus memerangi penyakit masyarakat dan gangguan kambtimas, salah satunya peredaran miras. “Ini juga antisipasi aksi kekerasan kepada perempuan, termasuk kejahatan akibat miras,” jelasnya. Menurutnya, miras yang dimusnahkan bukan hanya arak, namun miras kemasan buatan pabrik. Bahkan, beberapa produk impor.

Empat Pasangan Mesum Digaruk di Hotel Banyuwangi (Bali Post) Polres Banyuwangi, Jatim makin gencar melakukan razia jelang Ramadhan. Empat pasangan mesum digaruk dari hotel di Mangir, Rogojampi, Jumat (3/6) malam. Saat digerebek, keempat pasangan terlarang ini sedang indehoi di kamar. Seluruhnya digiring ke Polres untuk diberikan pembinaan. Keempat pasangan tersebut dua di antaranya warga Lumajang dan Surabaya, sisanya warga sekitar Banyuwangi. Mereka hanya bisa pasrah ketika tak bisa menunjukkan bukti nikah. Ternyata, sebelum digerebek, seluruh pasangan mesum ini baru beberapa jam check in, bahkan ada yang baru saja masuk kamar. Kepada polisi, mereka

blak-blakan mengakui perbuatannya. Namun, ada yang berdalih kesepian lantaran menjanda. Seperti diakui Umi Halifah (51), warga Rogojampi. Dia berdalih kesepian menjanda, akhirnya masuk hotel bersama tetangganya, Suraji (42). Beda halnya dengan pasangan mesum asal Surabaya, Sumarji dan Misnatun. Keduanya berdalih ingin menikmati wisata Ijen. Apesnya, keburu digerebek polisi. Yang aneh, hotel tempatnya menginap lokasinya dari jalur pendakian Ijen. Usai didata dan diberikan pembinaan, keempat pasangan tersebut langsung dipulangkan. Sebelum merazia hotel, polres bersama Satpol PP dan TNI, menyasar lokalisasi. Sayangnya, hasilnya

BPM/udi

MESUM - Empat pasangan mesum diamankan di Polres Banyuwangi. nihil. Tak satu pun PSK ditemukan. Kabag Operasional Polres Banyuwangi Kompol Sujarwo mengatakan, razia kali ini serangkaian cipta kondisi jelang Ramadhan. Sasarannya, penya-

BPM/udi

kit masyarakat (pekat). “Targetnya, seluruh kegiatan yang mengganggu kegiatan Ramadhan bisa dihentikan,” jelasnya. Razia serupa akan terus digelar hingga datangnya Ramadhan. (kmb30)

Sayangnya, sesuai aturan, para pelaku peredaran miras hanya disanksi tindak pidana ringan (tipiring). Dari sekian miras, total 104 kasus dengan 104 tersangka yang disanksi tipiring. Sedangkan proses pembinaan mencapai 214 kasus dengan 242 tersangka. Mereka adalah pelaku peredaran dan pengonsumsi miras. Kapolres memastikan

razia penyakit masyarakat akan terus berlanjut hingga datangnya puasa. Sasarannya, tempat hiburan dan aksi mesum. Pihaknya juga mengajak masyarakat ikut memerangi peredaran miras. Sebab, dampaknya sangat membahayakan. Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Banyuwangi, Muhammad

Yamin, meminta seluruh tempat hiburan di Banyuwangi tutup selama puasa. Hal ini, kata dia, untuk menghormati datangnya Ramadhan. “Harapannya, pengelola tempat hiburan saling memahami. Libur dulu selama Ramadhan,” pintanya. Tak hanya tempat hiburan, pihaknya meminta warung makan tak buka secara vulgar selama puasa. Sebab, akan mengundang perhatian mereka yang berpuasa. “Jadi, saling memahami, jangan sampai ada ketersinggungan,” ujarnya. (kmb30)


0LQJJX 8PDQLV -XQL

BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya +PHQTOCUK RCUCPI KMNCP 6GNGRQP : Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) : (021) 5357602 - Fax : (021) 5357605 - Iklan Still Store di Bali TV : Rp 200.000,- (10 x tayang) z Jakarta : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) - Runing Teks Bali TV : Rp 50.000,- (5 x tayang) z Mataram : (0370) 639543 tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus - Denpost Paket : Rp 165.000,- (10 x muat) z Denpasar : (0361) 225764 (hunting) e-mail:iklan@balipost.co.id 66 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita - Bisnis Bali Paket : Rp 82.500,- (10 x muat) z Surabaya : (031) 5633456 z Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau VISA z Email: pembacabalipost@gmail.com z Layanan Pengaduan: HP: 081 139 62168, Pin BB: 55c8e021 z Discount Up to: 10% Pembayaran dgn Kartu Kredit BNI Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! z Tarif iklan Mini/Baris z Iklan Peluang Emas

!!!3org Sopir B1, Gaji Tinggi Hub.Gunung Makmur Murah Jln.Mahendradata No.555 (Belakang Lapangan Buyung) B.BP.141.06.16.0000156

Dcr Karyawan untuk di Seminyak Hub.081338678121 B.BP.164.06.16.0000194

Bth Sgr Staff u/Kopi Kiosk Sanur Bhs.Ing Hub.0361-270046 A.BP.153.06.16.0000374

Dcr:Front Office,Housekeeping, Driver,Engineering,Bellboy, Security&Laundry untuk Hotel Hub.PO BOX 2005 Kuta Bali B.BP.164.06.16.0000198

Dibutuhkan Karyawan Serabutan & Bisa Sablon Hub.08180558409 /085102615122 Segera!! A.BP.001.06.16.0000373

Admin,Helper,Sopir,SPG,Sales, Jl.Pidada VIIB/38 Ubung 418608 A.BP.001.05.16.0002255

****Kembali Villas in Seminyak look for Front Office Staff. Eto:assist@kembalivillas.com A.BP.001.05.16.0002629

Arsitek Jr,Mahir Autocad,Sketc hup,CV ke adeferry12@yahoo.com A.BP.001.06.16.0000315

!Db Cookhelper waiter 1.5Jta/ Mes/Makan/tips.Top busy cafe Jimb,085953710102 B.BP.004.06.16.0000028

***Dcr Project Mgr (Teknik Sipil /Berpeng)Driver Max35Th 0813 37737060 E:madebil@yahoo.com

Butuh Segera SPA Therapist utk Dcr Admin HRD,Experience,Energic, Dcr Supir utk Rumah Pribadi di Yoga Retreat Vila,Ubud(2 Org) English,GoodSalary 0851000 Jl.Imam Bonjol Dps Diutamakan min 21Th min SMU Pengalaman 50706 E:ads.garment@gmail.com Pngalaman Jujur SMS:0816571027 A.BP.001.06.16.0000295 B.BP.004.06.16.0000129 min 1Th bs Bhs Inggris Lamaran Dcr Kryti U/Fotocopy di Tbn Dcr Tkg kebun Berpglmn u/Villa ke Vila Kumarasakti,Jl.Suweta di Umalas Tunon H:0812390523 Ubud/T.0361-974656/hrd@zenbali Gj1Jt+Bns,Krj Shif,085738186078 A.BP.001.06.16.0000129 B.BP.166.06.16.0000204 .com/info:www.kumarasakti.com Dcr Krywn Bag Gudang,bw CV lgs Dcr Web Designer Expert B.BP.145.06.16.0000162 Hub.08155792300 Cari Cook u Aniniraka Resort&Spa Gn.Penamparan Ph.081999010288

Dicari Kywti Admin/CS min SMU, Lam.BIC,Jl.Sentanu 37 Peguyangan Kaja-Dps Hub.08113801502 A.BP.817.06.16.0000260

Dicari Sales Bahan Bangunan syarat S1 Usia25-30th,Lmr ditujukan keVenus Gallery,Jl.Buluh Indah 137A 0361-8495092

Dcr tng Admin, SPG/SPB, tng gudang,Supir, Satpam, syarat : SMU/SMK, pria/wanita, blm menikah, bisa komputer. Lamaran ke KKB, Jl Kepundung No. 61 A Dps G.01

Dcr Pembantu Gj.1,5 Jt yg antar dpt 500 T.488315/487612 lgs A.BP.004.06.16.0000385

Lowongan Utk Semua Posisi di A.BP.001.06.16.0000230 A.BP.001.06.16.0000318 A.BP.001.06.16.0000209 Abing Terace Resort Tegalalang Jl.Campuhan,Ubud 0361975213 Dcr Krywn Laki2 Serabutan Dcr.Asst Operation in Foreign Kitchen,F&B Service,Gardener Dicari Tenaga S1 Sipil dan A.BP.120.06.16.0000379 Jl.Pulau Moyo 66,085857098274 Travel Company.Hotel & Dll,Segera Kirim Lamaran ke: Administrasi SMA/SMK Cr Adm/Sktrs Wnt Krbokn Br.CamBrand Fashion Bth SPG Max.30Th A.BP.001.06.16.0000273 Activities Reservation. Kumara Sakti Jl.Suweta, Ubud/ Hub.08123975474,(0361)466055 Dcr PRT Wanita Tdr Dlm Lokasi P.Mnrk,Min.155cm Bs Dtmptkn di puan Sblh G.Bisma,081999514998 Good English & Comp Skills. A.BP.001.06.16.0000275 A.BP.001.06.16.0000189 ByPas Ngurah Rai Sanur No.101/ Gatsu Minat Hub/SMS:0811380786 Semua Toko ygAda Ph:085100050706, patrick.bartholomeu@gmail.com Dicari Therapist H.0361 751369 Email:hrd@zenbali.com/T:289752 Cr Kryw Srbutan Utk Finishing A.BP.001.06.16.0000084 B.BP.145.06.16.0000163 infojob_garmen@yahoo.co.id / 081353209905 Borongan/Harian Hb.08123964965 Dcr Pembantu Rumah Tangga KTP /E:hrm@baliranihotel.com Needs Data Entry Staff Excel, A.BP.001.06.16.0000158 A.BP.001.06.16.0000278 A.BP.001.06.16.0000104 A.BP.001.06.16.0000328 Bali.Hub:0812 385 4425 Detail,Englis,D/S1 asri@matrix Cr Laki2 Rumah Makan Min Tamat Dcr:PRT Jujur/Baik Tdr Dlm PriDicari Wanita Tamat SMA/SMK Siap Bth Sgr SPA Therapist Jl.Raya B.BP.004.06.16.0000193 888.com.cc/asriputri@yahoo.com SD Dpt Gaji,Mes,Makan,Bonus. badi Usia Max 25,081999492582 Kerja di Salon.Tidak diharuskan Legian Sebelah Utara MBargo. Dcr Pria Lulusan SMK TI max.25 A.BP.001.06.16.0000351 A.BP.001.06.16.0000356 Dps Kuta 085737647417 Memiliki Keterampilan Krm CV ke:spaputuhrd@yahoo.com Thn punya spd motor sendiri. PT.MPG Dcr Waitress,Admin Bs Dcs SPG Billabong Petitenget, A.BP.001.06.16.0000293 Hub.Indira(082144180101) A.BP.001.06.16.0000352 hub.H.A.Aziz:087761014718 Bhs Inggris CV:balimitra@yahoo Krm CV Petitenget 99X Cr Mnager Prkbunan,S1 Prtanian A.BP.001.06.16.0000333 A.BP.001.06.16.0000223 .com Hp:081239888422/4726055 08175124868 Brsdia Ditmpatkan Diperkebunan Dicr Delivery Boy u/Rest di Dcr SE/D3 Akuntansi u/Klinik A.BP.001.05.16.0002611 B.BP.004.06.16.0000135 Canggu&Waitress(DW 3Bln)CV Via Jambi CV: rismasata@gmail.com Batubulan Hub:08123636725 Perusahan JasaKeuangan Bth Sgr Dibutuhkan Waiter/s Segera A.BP.001.06.16.0000287 E:mutiatrattoria@hotmail.com A.BP.001.06.16.0000320 Marketing Hub.081246727096 Berpnglaman,Good English Krm Cr Peg.Salon Berpengalaman Bs Dcr Sales(bisa Bhs Inggris) & A.BP.001.06.16.0000046 Tlp:735593 CV ke Macan Cafe Jln Pantai Potong 085238264710 Dps Segera A.BP.001.05.16.0002181 Pinsologi looking for Juicer Stock Control.krm Lam ke A.BP.001.06.16.0000340 Berawa 14B,Canggu,e-mail: Dicr Manager Produksi utk Handy Maker and Waitress Jalan PT.Bali Tegehe Agung Polo Ralph Cr Sgr Staf Acounting T.485849 resto.canggu@gmail.com crafts Bs Bhs Inggris Max45Th Pantai Batu Bolong 56C Bring Lauren Tlp.290189 E:cvasri@dps.centrin.net.id CV Tel:085737975604 Wayan /087761623018 Lokasi Gianyar H:085100804392 A.BP.001.06.16.0000008 A.BP.001.06.16.0000306 B.BP.004.06.16.0000125 B.BP.004.06.16.0000149 A.BP.001.05.16.0002601 Dcr Spv & Adm u/Proyek.Krm CV Cri SPG Utk di Kuta,Menarik Pinsologi looking for Pizza Dicari Admin utk Wineshop Bhs Looking for Sales & Marketing ke ketut.arjana@yahoo.co.id Bisa Inggris Usia Max 25Th Maker,Cheff Helper Jalan Inggris Aktif Bs Excel&Word A.BP.001.06.16.0000314 min 2 years Experience,Fluent Hub:081999963946/087761082944 Pantai Bolong 56C Bring CV 0361-283010 087861820339 Dcr Staf Operasional SMU/SMK English,Hard Work.Send CV to A.BP.001.06.16.0000354 Tel:087760441951 Mirna A.BP.001.06.16.0000180 hrdbali2016@gmail.com & Staf IT D1-S1 B.BP.004.06.16.0000124 Dbthkn Sgr llsn Sastra Inggris Dicari Bartender Pengalaman A.BP.001.06.16.0000283 Sgr Room Maid/Cleaning Service Email:hrm@probalitours.com Gj 3-5Jt Ph.082145545555 Lamaran Langsung ke The PAD Urgent Guest Relation Officer Laundry Hub.754791/763102 A.BP.001.06.16.0000343 A.BP.001.06.16.0000323 Bar N Grill Jl.Legian 162 B.BP.154.05.16.0001313 (GRO) 1 Year Exp. Team Work Dcr Staff Marketing L/P Min B.BP.154.06.16.0000202 Dcari Guru Bhs.Inggris Private urgent Accounting D3 Good Fluent English,Hard Work. Send SMA/SMK Max.30Th,Jujur,Rajin, Dicr Sopir Pariwisata/Serabutan Laki2 Pngl 1th,Disiplin,Sabar& English fresh Graduate welcome CV to hrdbali2016@gmail.com mau Belajar Hub.087862113541 082236334546/085739686375 Telaten.CV:rismasata@gmail.com CV:gede@lightfoottravel.com B.BP.154.06.16.0000169

A.BP.001.06.16.0000285

A.BP.001.06.16.0000284

A.BP.001.06.16.0000187

Diktr Rmh Jl.Yudistira Gg.1 BUC 1,5A 260Jt/A Mbl Msk Jl.PaJual Tnh 3Are Perum ISI Dps, No.7 Dps,081338980400 sekan Btbulan 081236909637 C/K Angntaka,Jl Tnh 2Are di Jl.Siulan A.BP.001.06.16.0000246 A.BP.001.06.16.0000361 Gg.Flamboyan.085238088881 Diktrkan Rmh Jl.Penyaringan BUC Djl tnh Kav 1Are di Dalung A.BP.004.06.16.0000321 Gg.Kadal No.9 Snr,081999936491 hub.08123870042 / 081338713720 Seminyak 19Are View Sawah,Sdh A.BP.001.06.16.0000347 A.BP.004.06.16.0000355 Diuruk Pondasi,Komplek Villa Djl Tnh 2,14Are diPering River 900Jt Per Are 081337479762 DIJUAL TANAH view Jln Bypas IB.Mantra 500Jt B.BP.004.06.16.0000174 *Tnh 1A,265Jt/Are Buduk /Are Nego Hub.082146896658 Tnh 23,5Are Dpn Ls.Bgn Ruko sm Abianbase Jl6m,081238920022 A.BP.001.06.16.0000342 Kantor 720m2 Lt2 Plus 1200m2 A.BP.001.06.16.0000112 Djl Tnh 200m2 Goagong Jimbaran Tnh 1,3A,SHM.Hrg Total 450Jt hrg 265Jt/A nego 082144510419 Hrg.1.2M/Are Hub:085237652025 A.BP.001.06.16.0000344 Barat RS Kapal H.081353080222 A.BP.001.06.16.0000020 Tnh Kebun Abiansemal Badung A.BP.001.06.16.0000224 Djl Tnh Kav 1,46A Ds.Runuh,085 !!!Petitenget 2A,7A Dkt Pantai 339420254/081933100154 bsMobil 16A/50Jt/A Dp200Jt Sisa BsDcicil 6 Bln Tp Bunga,085100704491 Lingkungan Hotel,081338977777 A.BP.001.06.16.0000113 A.BP.001.06.16.0000341 A.BP.001.06.16.0000281 Djl Tnh View Laut Uluwatu 4-12 A Tnh cck Vila 2-6A,Tbn Jl.7m @ !!!Sinaran Surga Karma Kandara 250Jt/Are Hub.082147247139 100Jt Dp50% SisaCicil TnpBunga 20A,1Ha,View Laut,081246976068 A.BP.001.06.16.0000266 A.BP.001.06.16.0000280 6Bln,087860961937,085739235526 JT 1-3,5A Pasar Intaran Sanur A.BP.001.06.16.0000371 1 Are Timur Lap.SMPN5 Sading Hub.081338318351 TP Tnh Kvl DiMengwi 60Jt/A bs KriBadung T.081338461738(Ngurah) A.BP.001.06.16.0000350 A.BP.001.06.16.0000353 dit & Kvl 155Jt/A 087862450004 Jual Tanah Kav,Bajera Tbn, Dijual Tanah 87,5Are.Telaga A.BP.001.06.16.0000336 Sisa 2 Unit,Hub:08123830008 Pupuan Pemandangan Gunung, B.BP.004.06.16.0000191 Ungasan Pggir Jln,Hook.SdhUrug Pondasi9,9Are,CckMiniMart,Link Tnh LT.3,5Are Lok.Pggr Jln Utm Pinggir jln Aspal Hrg.15Jt/A Bypass Sanur Stgs,08179718018 Vila,SklhIntrnsonl081237717999 Pemilik Sendiri,081337466778

Tabanan Kota Rmh & Tnh Kav 150jt Nego Jln Pav 6m 081337342286

A.BP.001.06.16.0000110

B.BP.154.06.16.0000140

MOBIL - MOTOR PROPERTY RUPA-RUPA Bali Post DAIHATSU

SUZUKI

Espas 1.3ccâ&#x20AC;&#x2122;96 IjoMet AsDK AC Dbl S.Pake 27Jt081239600292

Karimun GXâ&#x20AC;&#x2122;04 CokMet AsBali Mls Ori Ttl 65,5Jt081239600292

A.BP.001.06.16.0000366

A.BP.001.06.16.0000368

Splashâ&#x20AC;&#x2122;14 Putih Manual,Tgn1 Jazz S Hitam Thâ&#x20AC;&#x2122;13 Matic DK AsliBali,3TV VR18 JKlt,KM2000 AsBali 166Jt Nego,081805307706 SprtBaru 140Nego 0812381699620 HONDA

B.BP.141.06.16.0000197

A.BP.001.06.16.0000378

Freed PSDâ&#x20AC;&#x2122;2010 AC Digital Slvr Karimun GXâ&#x20AC;&#x2122;2004 Hitam Barang AsBali Hub:087862429910Pribadi Istimewa 087861681168 BU Cepat A.BP.001.06.16.0000334 A.BP.001.06.16.0000369 Jazz VTecâ&#x20AC;&#x2122;05 Silver Manual VR+ Audio Mlus 107Jt 08123964757BU Wagon R GX Hitam Manualâ&#x20AC;&#x2122;2014 Asli Bali Mulus 087861499476 A.BP.001.06.16.0000367 Over Kredit CRV 2.4â&#x20AC;&#x2122;2010 Dp 50 Jt Warna Abu Met H.08113981024 A.BP.001.06.16.0000294

A.BP.001.06.16.0000375

Arena GXâ&#x20AC;&#x2122;2011 Silver AsliBali Terawat Istimewa 087761552867 A.BP.001.06.16.0000365

KIA Escudo 1.6ccâ&#x20AC;&#x2122;2005 Silver Asli AllNew Picantoâ&#x20AC;&#x2122;11Pth Samst Ban Bali Manual 88Jt,085100871119 B.BP.164.06.16.0000200 Br,Velg Audio 081337370074Prbd A.BP.001.06.16.0000316 Karimun Wagon GXâ&#x20AC;&#x2122;14 Putih AsDK Manual Bgs 95Jt,08123969166 MITSUBISHI

Dijual:Outlander Sport PXâ&#x20AC;&#x2122;15 Istimewa Hub:082236344802 A.BP.001.06.16.0000186

KURSUS

A.BP.001.06.16.0000360

Karimunâ&#x20AC;&#x2122;04 Silver Mls Trwt As Bali 089622326264 A.BP.001.06.16.0000331

DIJUAL MOBIL

PROPERTI

RUPA-RUPA

Dijual Cpt 1Buah Rumah Jl.Dewi DICARI MOBIL Supraba Gg.1 No.7 Nangka *Dcr Mbl Sgl Merk,Trma OverKrd A.BP.001.06.16.0000358 Utara Dps Telp.08174713713 A.BP.001.06.16.0000121 R3 GXâ&#x20AC;&#x2122;13Slvr AsDk AirBag 152Jt Anda Tlp Kami Dtg,082146321008 B.BP.164.06.16.0000195 Rmh Type 54/200m2 Perum Nuansa P.Saelus2Kamboja7/085101850689 Tjampuhan Saba H:087861341056 A.BP.001.06.16.0000376 DIJUAL VILLA A.BP.001.05.16.0002186 Splash GL Th 2011 Terawat DK T70/134,Lok:Jl.Saridana VIIB Jual/Kont Villa Lgkp Seisinya Tangan 1 Hub.085333124554 Cargo 087862339157 Furniture Jati 1Are Batubulan A.BP.001.06.16.0000362 A.BP.001.06.16.0000234 Tgl Bw Koper Aja,081999925143 TOYOTA A.BP.001.06.16.0000381 DISEWAKAN RUMAH Inova Gâ&#x20AC;&#x2122;05 Manual AsDK Gold DIJUAL RUMAH Rmh Baru Besar Murah Fas:Lgkp Original 99Jt 082144123789 BUC BUC Rmh Nyaman Dikargo T100/75 6KT,R.Tamu,R.Klwrga+Seisinya A.BP.001.06.16.0000372 3KT 2KM Nego SHM H.08563730223 cck Kantor/Bule,081999925143 Allnew Avanzaâ&#x20AC;&#x2122;13 Airbag Silver A.BP.001.06.16.0000380 A.BP.001.06.16.0000268 Asli Bali 147Jt,H.087860856999 Cpt Jual Rmh Tmpt Bgs Gg4m di Dalung Permai Q33 2KT Dpr Gdng B.BP.164.06.16.0000199 Panjer 082144592288 BB54A404C5 K.Tamu PAM 081338774018,485549 A.BP.001.06.16.0000100 A.BP.001.06.16.0000210 Avanza G VVTiâ&#x20AC;&#x2122;08 Ijo Muda Met Dikontrkn Rmh Baru 1Lt di asBali Tgn1 105Jt 081239587125 Dijual rumah Tp 36 1are 860Jt Royal Orchid Residence Tbn A.BP.001.06.16.0000348 Jl.DewiSupraba V/3 08123695333 A.BP.001.06.16.0000327 View Sawah Hub.081338623880 Fortuner GLuxâ&#x20AC;&#x2122;2012 AT Bensin Djl Rmh Kost LT3are 14Kmr Dps A.BP.001.06.16.0000324 VR22 Htm,085100856999 Pribadi Strategis Hrg2M TP082145926974 Rumah Jl.Telagawaja No 28Renon B.BP.164.06.16.0000201 A.BP.001.06.16.0000359 5KT,Grs.Dpr,RT,RK,LT400,2Lt, Inova G bensin MN08/12 asli DK Rmh Br Jadi 3KT,1KM Tp 65/100 Kosong,hub.081342719494/244116 Tg1 27000KM putih 081222265007 Siulan Dps 08123833999 A.BP.001.06.16.0000325

A.BP.001.06.16.0000277

A.BP.001.06.16.0000193

A.BP.001.05.16.0002379

A.BP.001.06.16.0000345

B.BP.004.06.16.0000175

B.BP.166.06.16.0000205

Tnh 1,5A H.600/A Bs Nego,Sasih Batubulan Hub:081936022312 A.BP.001.06.16.0000274 SINGARAJA

Tnh 3,75Are Jl.Bukit Indah IV Timur RS Pramasidi 0811398154 A.BP.001.06.16.0000025

RUPA-RUPA Terima Kredit Korden TT/Servis Sofa,Spring Bed H.085100894644 A.BP.001.06.16.0000363

KEHILANGAN Berita Kehilangan Srt KIR Mbl Jl.Pidada 8 No.2,081236829275 A.BP.001.06.16.0000207

PENGUMUMAN Panggilan Ditujukan Kpd Pmilik Rek.BRI 4640.01.005289.53.0 A/N Nurul Fitriyah,Agar Sgr Menghub:Ibu Dayu Ke 081338684281 A.BP.001.06.16.0000282

BIRO JASA

ALUMINIUM

SPA

SPA

Krmn GX04 Smst Aki Rmt Ban Bru Orgnl S.pake 66J,H087761640554


18

REKREASI Pertanyaan

Minggu Umanis, 5 Juni 2016

TTS Bali Post

MENDATAR 1. 4. 8. 10. 11. 12. 14.

16. 18. 21. 23. 25. 26. 28. 29. 30. 31.

Pilek Taraf atau tingkatan Kepandaian Tidak waras Arisan ala Madura Tarik Dibalik : Tanda pangkat militer berbentuk palang Pencelupan atau Pembenaman Menurut adat turun temurun Gemuk Pimpinan proyek Ampelas Salah satu seni tradisional kita United Sabah Nationalorganization Penggolongan Penimbunan Tera atau cap

MENURUN 1. 2. 3. 5. 6. 7. 8. 9. 13. 15. 17. 18. 19. 20. 22. 23. 24.

Agrowisata Landih

27. 28.

WISATA MENARIK, TAWARKAN KOPI LUWAK ASLI

Seluruh atau segenap Kayu hitam (Bali) Nama Presiden Zimbabwe Pulau terbesar di samudra pasifik Makan (Bali) Proses pembelahan inti sel Dibalik : Limpah atau lembak Tidak memihak Ukuran dan susunan bagian suatu benda Sebutan untuk raja Suara (Bali) Dinding Alat untuk menghidupkan mesin Pangkat perwira menengah Cinta diri yang berlebihan Lencana Persatuan Gulat Seluruh Indonesia Perekat (Inggris) Ampas dari parutan kelapa

Ketentuan Menjawab Jawaban di tulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 249 dan cantumkan identitas lengkap serta no telepon/Hp. Kirim ke Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 11 Juni 2016. Pemenang diumumkan pada Bali Post Minggu 19 Juni 2016. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang @200.000, dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga ( 2 dewasa + 2 anak ). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos

Jawaban TTS No. 247 MENDATAR 1. Puring 4. Tembung 7. EBTA 8. Albino 10. Mustang 11. Loop 12. Sado 13. KKK 15. Lua 16. Nya 17. Log 18. Biota 20. Troli 21. Kenes 23. Premi

25. Beo 26. Aur 27. SDM 28. NSI 30. Kati 32. Nila 33. Nyalang 34. Lekang 36. Asma 37. Sakenan 38. Hikmat MENURUN 1. Platelet 2. Rob 3. Geologi

4. Tamponade 5. Butik 6. Gagang 9. ILA 12. Salomon 13. Kalki 14. Klinisi 18. Bidai 19. Omprengan 22. Semangat 24. Makalah 25. Bernas 29. Selae 31. TIK 35. Aum

Pemenang TTS No. 247 1. Ni Ketut Rastini Br. Banda, Blahbatuh (081933058773) 2. Sagung Dewi Estyasari Putra Br. Panca Yasa, Mengwitani, Badung 3. Ni Kadek Siti Banjar Sari Ubung Jl. Cokroaminoto Gg. Angsoka II/No. 28 Denpasar 4. I Wayan Wira Kantor Lapas Anak, Jl. Serma Natih, Amlapura (80813) 5. I Kadek Dedi Sutrisna Banjar Dinas Kanginan, Desa Kekeran, Kec. Busungbiu, Kab. Buleleng (81154) (081916248760) 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar Nama : Ni Kadek Ari Alamat : Jl. Tandur, Sibangkaja, Badung

SAAT rasa jenuh mulai menghampiri, keinginan untuk refresing pun seketika muncul. Namun, keinginan tersebut sering terbentur dengan sulitnya mencari lokasi yang tepat, supaya nantinya kegiatan berlibur tak sia-sia. Dari sekian banyak lokasi, agrowisata Landih bisa dijadikan salah satu pilihan. Di samping menyuguhkan panorama pegunungan yang asri, di sana juga terdapat kopi luwak asli, yang langsung bisa dinikmati di tempat. Agrowisata Landih ini terletak di Desa Landih Kecamatan Bangli. Jika dari pusat Kota Bangli, waktu tempuh yang dibutuhkan sekitar 30 menit. Dalam perjalanan, dijamin tak akan diliputi kebingungan, karena setiap persimpangan sudah dilengkapi petunjuk. Sebelum sampai, perjalanan terlebih dahulu melewati hamparan perkebunan jeruk. Di beberapa lokasi, juga terdapat pepohonan bambu yang bersorak ria saat terhempas angin. Sesaat sampai di lokasi, suasana pegunungan sangat

terasa. Sejumlah gasebo bernuansa pedesaan terdapat di agrowisata ini. Sudah jelas, hirup-pikuk perkotaan sama sekali tak terasa. Perasaan tenang menyatu padu dengan lingkungan hijau. Kedatangan Anda tak hanya berhenti dengan duduk di gasebo saja. Jalan-jalan di perkebunan kopi juga bisa dilakukan dengan dituntun oleh pemandu. Saat itu, Anda juga akan diberikan pengetahuan tata cara penanaman kopi dan pemetikan buahnya. Liburan Anda juga akan semakin menarik karena

dapat menyaksikan tingkah luwak yang selama ini memakan biji kopi merah sebelum diolah menjadi bubuk. Pemilik Agrowisata I Wayan Jamin menuturkan selain jalan-jalan di perkebunan, pengunjung yang datang juga diberikan pengetahuan tetang cara pengolahan kopi yang telah dimakan oleh luwak, mulai dari proses sangrai hingga penumbukan. Di agro ini, pengunjung juga bisa membeli kopi bubuk dengan berbagai jenis dan kemasan. Harganya sudah tentu sebanding dengan kualitas yang didapatkan. “Kopi luwak ini asli. Tidak ada campuran. Untuk harga, menyesuaikan dengan jenis kopi dan juga kemasan,” ujarnya belum lama ini. Ditambahkan juga, pengunjung yang datang ke objek ini tak hanya lokal, namun juga dari luar negeri. Tujuannya hanya satu, yakni menikmati kopi luwak yang asli. “Pengunjung ada yang dari luar negeri. Mereka ingin tahu kopi luwak yang asli seperti apa,” imbuhnya. (sos)

WISATA - Sejumlah pengunjung sedang berjalan-jalan di perkebunan kopi agrowisata Landih. Di samping menyuguhkan panorama pegunungan yang asri, di sana juga terdapat kopi luwak asli, yang langsung bisa dinikmati di tempat . BPM/sos


19

Minggu Umanis, 5 Juni 2016

Minta Maaf Dari Hal. 1 Saat bertatap muka dengan para nelayan, Menteri Susi menyampaikan permohonan maafnya karena sejumlah janji saat dirinya pertama ke Pengambengan belum terpenuhi. Menurutnya, administrasi di pemerintahan yang menyebabkan keinginannya lambat terealisasi. Karena itu, saat ini dirinya sengaja merekrut Kepala Dirjen nonPNS. Termasuk kendala kolam pelabuhan yang belum berfungsi sempurna itu. Pihaknya meminta dirjen terkait dalam waktu dua bulan memperbaiki kapal itu. Dia juga menekankan nantinya ada rencana untuk menambah panjang break water. Sejak pertama kali melakukan kunjungan ke Pengambengan, Menteri mendapat masukan

dari nelayan terkait permasalahan kolam yang dangkal itu. Tetapi hingga kunjungannya yang kedua, ia masih mendapati kondisi serupa. Menteri Susi juga menyoroti adanya bangkai kapal Inkamina (kapal tangkap bantuan KKP) yang tenggelam di areal kolam labuh. “Itu kapal Inkamina untuk apa di sana? Daripada tidak terpakai, tarik saja dan tenggelamkan di tengah laut agar jadi rumpon,” ujarnya. Selain berdialog dengan nelayan, Menteri juga menyerahkan program bantuan KKP di antaranya 15 unit GPS sebagai sarana penangkapan ikan dan 436 kartu nelayan. Pihaknya berharap agar alat tersebut bisa digunakan dan membantu nelayan kapal Selerek mendeteksi ikan yang akan ditangkap. (kmb26)

Tak Jalan Dari Hal. 1 Bpm/kmb

SOROTI - Menteri Susi menyoroti adanya bangkai kapal Inkamina (kapal tangkap bantuan KKP) yang tenggelam di areal kolam labuh.

Daya Dukung Dari Hal. 1 “Kita kan juga harus memerhatikan daya dukung Bali, supaya kendaraan tidak melebihi kapasitas. Kalau daya dukung Bali itu antara 3,5 sampai 5 juta kendaraan. Tapi sekarang, sepeda motor saja jumlahnya sudah 3 juta lebih,” bebernya. Terkait hal ini, Artika mengaku akan membuat formula untuk membatasi jumlah kendaraan melalui uji kelaikan. Bila sebuah kendaraan dinyatakan tidak layak, tentu saja kendaraan itu tidak diizinkan beroperasi. “Misalnya melalui uji emisi gas buang untuk kendaraan pribadi. Kalau memang tidak layak, tentu tidak boleh beroperasi,” jelasnya. Dari data BPS, jumlah kendaraan roda empat di Bali sebanyak 490.697 (14%), sedangkan roda dua 3.015.287

(86%). Kendaraan itu sebagian besar terpusat di Denpasar yakni roda empat sebanyak 209.300 dan roda dua sebanyak 977.774. Sebelumnya Ketua Pansus LLAJ DPRD Bali, I.B. Udiyana, mengatakan, anggota Pansus lintas fraksi sudah sepakat untuk menghapus batas usia kendaraan bermotor perseorangan paling lama 25 tahun dalam Ranperda LLAJ. Hal ini tidak lepas dari hasil konsultasi Pansus dengan Ditjen Otonomi Daerah Kemendagri di Jakarta, Jumat (3/6) lalu. “Melihat dari kondisi sekarang yang belum terlalu urgent, anggota Pansus dari lintas fraksi akhirnya sepakat agar poin itu di delete atau di drop. Khusus batas usia 25 tahun akan dihilangkan,” ujarnya. Udiyana menambahkan, lampu hijau dari Ditjen Otda

ini akan dibicarakan pula dengan komunitas kendaraan tua. Sementara mekanisme selanjutnya, akan lebih dimatangkan lagi dalam rapat paripurna internal DPRD Bali. Kendati, pihaknya sudah melihat indikasi bahwa anggota dewan lainnya juga pasti akan sepakat menghapus batas usia kendaraan pribadi 25 tahun. Di sisi lain, anggota Pansus LLAJ, Ketut Kariyasa Adnyana, mengatakan, pembatasan usia kendaraan memang bukan solusi yang tepat untuk mengurangi jumlah kendaraan khususnya mobil. Semestinya, pemerintah memperketat syarat untuk membeli mobil. “Pembuat kemacetan itu bukan mobil tua karena mobil tua itu justru jarang keluar dan rata-rata itu dipakai oleh orang-orang kecil seperti penjual batako misalnya,” ujarnya. (rin)

Penertiban Kendaraan Dari Hal. 1 Dalam rangka membudayakan tertib berlalu lintas, kata mantan Kabid Humas Polda Bengkulu ini, ada beberapa kunci yang dilakukan Polda Bali khususnya Dit. Lantas beserta jajarannya. Di antaranya pendidikan secara dini kepada masyarakat agar tertib, nantinya jika dewasa mereka tertib dalam berlalu lintas. Kemudian pihaknya melakukan kegiatan-kegiatan penertiban pada penggalpenggal jalan. Sebagai contoh penggal jalan di Jalan Teuku Umar, Denpasar, tidak bisa lagi parkir di badan jalan. “Pertokoan silakan membuat kantong-kantong parkir,”

ucapnya. Melakukan upaya untuk membatasi masuknya kendaraan-kendaraan besar pada jam tertentu. Rekayasa-rekayasa lalu lintas juga harus dilakukan, misalnya jalan satu jalur, pembelahan arus jalan dan sebagainya. Menurut Hery, masih banyak kendala yang dihadapi. Apalagi jalan di Bali memang sempit, sementara kendaraan cukup banyak. Selain itu, dipengaruhi juga parkirparkir kendaraan khususnya mobil di badan jalan dan sangat memengaruhi situasi lalu lintas yang ada di Bali. “Simpang-simpang jalan yang ada di Bali sebenarnya sudah cukup baik, dilihat

dari segi pemasangan ramburambu. Termasuk pedagang diharapkan tidak ada lagi di badan jalan,” kata perwira asal Yogyakarta ini. Hery menyatakan Polda berharap pemilik mobil disarankan punya garasi atau menyewa tempat pakir. Jangan sampai badan jalan dipakai garasi sehingga tidak ada lagi mobil parkir berderet di badan jalan. “Kami sudah sosialisasi melalui media, komunitas tertentu dan sebagainya. Kalau ingin tidak macet tumbuhkan kesadaran tertib berlalu lintas dan jangan ada lagi parkir di badan jalan. Ingat kecelakaan itu disebabkan karena adanya pelanggaran lalu lintas,” ujarnya. (rah)

Menang Angka Dari Hal. 1 Saat itu, Ali menghadapi petinju asal Belanda, Rudie Lubbers. Dia sukses menang angka, setelah melalui pertarungan dalam 12 ronde di Istora Senayan, Jakarta. Ali memberikan kesan yang positif mengenai Indonesia. “Sebuah negara yang unik, di mana penduduknya sangat bersahabat, dan selalu tersenyum kepada siapa pun,” ujarnya kala itu. Ali yang sudah pensiun dari tinju kembali mengunjungi Indonesia pada 23 Oktober 1996. Saat itu, dia sempat bertemu pejabat tinggi di negeri ini. Selain dikenal akan aksiaksi laganya yang spektakuler, petinju legendaris Muhammad Ali juga dikenal karena hubungan asmaranya dengan banyak wanita.

Ali telah menikah empat kali dan memiliki sembilan anak dari istri-istri resminya itu, ditambah seorang anak adopsi. Namun selain keempat wanita yang pernah dinikahinya secara resmi, Ali juga dilaporkan memiliki banyak wanita selingkuhan. Seperti dilansir media Daily Mail, Sabtu (4/6) kemarin, sejumlah wanita di Amerika Serikat pernah mengklaim memiliki anak dari juara dunia itu. Istri pertamanya, Sonji Roi, seorang pramusaji, dinikahinya sebulan setelah bertemu dengannya pada tahun 1964. Namun, pernikahan tersebut hanya berlangsung singkat. Keduanya bercerai pada tahun 1966. Ali kemudian menikah dengan Belinda Boyd, yang baru berumur 15 tahun dan bekerja di sebuah toko roti

di Los Angelels ketika Ali pertama kali melihatnya. Pernikahan keduanya itu berlangsung sejak tahun 1967 hingga 1977. Dari pernikahan itu, Ali mendapat empat anak. Kemudian ada Veronica Porsche, seorang model cantik yang dijadikan sebagai istri ketiganya pada tahun 1977. Pernikahan tersebut berlangsung hingga tahun 1986. Saat itu, Ali mengatakan bahwa Veronica merupakan wanita kulit hitam tercantik di dunia. Dan akhirnya, Ali menikah lagi dengan Yolanda Williams pada tahun 1986. Yolanda atau lebih dikenal sebagai Lonnie Ali merupakan wanita yang paling lama menjadi istri Ali. Dia terus setia mendampingi suaminya hingga saat-saat terakhirnya. (kmb)

Akan Panik Dari Hal. 1 Kebanyakan orang akan panik ketika sahamnya turun. Just don’t! Kebanyakan orang akan ikut membeli ketika harga saham naik kencang. Just don’t! External factor bisa memengaruhi kondisi perusahaan yang kita miliki sahamnya, market sentimen bisa memengaruhi harga saham. Dua-duanya akan terkoreksi, demikian pendapat Buffet. By the end of the day, performance perusahan yang ‘intact’; cash flow, market share, profit will reveal at some point. So don’t panic! Keep the proper temperament. “The investor’s chief problem, even his worst enemy, is likely to be himself,” kata Ben Graham, Professor

Buffett di Columbia. Saya mengartikan agar kita tidak panik, maka haruslah mengalokasikan aset. Jangan berinvestasi saham yang membuat kita panik, dan menjual saham ketika harganya drop 50%. Melainkan ketika itu terjadi, milikilah cukup likuiditas untuk membeli lebih banyak Be Patient! “How long will you wait?” – Buffett answer is, “If we’re in the right place, we’ll wait indefinitely” Stock investing adalah investasi jangka panjang. Kalau kita sudah mengerjakan pekerjaan rumah kita dengan benar, yaitu memilih perusahaan yang benar, yang dikelola oleh management yang ‘correct’ – “time is the friend of the wonderful business”.

Buffett mengatakan bahwa, “makes money ‘on a company’, rather than ‘on the stock market’. Pasar saham akan selalu naik turun. Namun eventually fundamental perusahaan yang akan prevail, yaitu bagaimana kemampuannya meng-generate income, profit, cash-flow. Dalam sistem kapitalis – “it is a proven get rich slow scheme”. Masalahnya adalah kebanyakan kita tidak sabar. Tidak mempunyai horison jangka panjang dalam berinvestasi. Mau kaya cepat! Makanya dukun laku… makanya seminar-seminar yang mengajarkan cara kaya cepat, justru laku. Semoga bermanfaat, salam dahsyat!

Armada angkutan umum yang direncanakan menunjang angkutan bus Trans Sarbagita, juga tidak jalan. Banyak angkutan feeder yang gratis tersebut tidak berisi penumpang. Persoalan kedua yang dihadapi Denpasar, yakni banyaknya penggunaan kendaraan pribadi. Diakui, kedua persoalan ini sulit untuk mengatasinya. Karena sangat susah mulainya dari mana. Dishub Kota Denpasar juga telah melakukan sejumlah langkah penanggulangan kemacetan di Denpasar. Aksi tersebut akan terus berlanjut pada 2016 ini. Dikatakan, ada sejumlah agenda besar yang dilakukan untuk menanggulangi kemacetan di sejumlah ruas jalan di Denpasar. Langkah utama yang bisa dilakukan, yakni rekayasa arus lalu lintas. Rekayasa ini sudah dilakukan kajian dan beberapa titik su-

dah dilakukan. Salah satunya, seperti rekayasa arus lalin di Jalan Hayam Wuruk-Jalan Akasia. Demikian juga rekayasa di kawasan Ubung, Jalan Cokroaminoto dan sekitarnya. Bukan hanya itu, pihaknya juga sudah melakukan kajian terhadap optimalisasi peran jalan. Artinya, selama ini masih ada kendaraan parkir di tepi jalan, untuk ke depan akan mulai dikurangi. Terutama untuk jalur-jalur yang sangat padat, seperti Jalan Gunung Agung, Jalan Ahmad Yani Utara dan Selatan, serta jalan lainnya yang cukup krodit. Upaya lainnya yakni evaluasi dan rekayasa di persimpangan jalan. Karena dari hasil evaluasi yang dilakukan Dishub, adanya pemotongan jalan utama sangat besar andilnya dalam menciptakan kemacetan arus lalin. Seperti yang terjadi di Jalan Gatsu I, karena adanya pemotongan jalur, rawan terjadi kemacetan. (ara)

Kunci Efisien Dari Hal. 1 Sebab, angkutan umum kunci efisiensi transportasi. Rasionya dua bus bisa mengangkut 50 kendaraan pribadi. Yang berbahaya, kendaraan pribadi dan barang jalan bareng-bareng. Untuk itu, manajemen transportasi perlu diatur jam operasi kendaraan berat. Persoalannya, masalah kewenangan. Sebab, mengatur jam operasi harus menunggu SK Dirjen Perhub Darat (pusat). ‘’Setahun lebih diiusulkan juga belum tentu keluar,’’ ujarnya. Dia mengakui Bus Transarbagita juga tak berkembang karena koridor dan feeder-nya tak berkembang optimal sehingga masyarakat kesulitan mendapatkan pelayanan angkutan ini. Dari tujuh koridor yang diusulkan baru memiliki dua koridor. Seharusnya diperlukan 109 bus, sekarang baru memiliki 20-an bus. Sementara pengadaan bus tergantung pusat dan droping bus yang dikirim bisa tak sesuai kondisi jalan di Bali. Pakar transportasi yang juga alumni Ika ITS, Dr. Ir. I Wayan Suweda, MSP, .M.Phil. mengakui sangat cemas dengan kondisi transportasi Bali. Dia juga mengkritisi pembangunan jalan kita loncat sana loncat sini. Dia mencontohkan pembangunan jalan tol Bali Mandara yang sebenarnya tak masuk RTRW, yang masuk adalah jembatan di Benoa. Ini semua karena kebijakan pemerintah pusat. Kita perlu master plan ke mana arah transportasi jangka pendek, menengah, dan panjang kita di Bali. Jika ada jalan baru harus diikuti sistem tranportasinya yakni sarana (kendaraan) dan aturannya. Di sinilah perlunya manajemen transportasi

terpadu. Caranya tingkatkan kapasitas jalan yang ada, memberi prioritas angkutan umum dan mengurangi pertumbuhan kendaraan. Ketua Ikatan Alumni ITS Pengurus Wilayah Bali, Ir. I Wayan Mahardika, mengungkapkan problema utama yang perlu ditangani Pemrov Bali adalah memutus jalur angkutan barang lewat jalan darat yang panjang dan berliku. Makanya dia menilai yang perlu dilakukan saat ini yakni pembangunan jalan angkutan barang dari Bali Selatan ke Bali Utara dengan cara memutus berbagai belokan berliku-liku. ‘’Jalan ini lebih prioritas dibandingkan membuat Bandara di Buleleng,’’ tegasnya. Dia memberi solusi jalan angkutan manusia dan barang ke Buleleng bisa direkayasa dengan teknologi canggih baik berupa jalan bawah tanah seperti di Jepang. Sementara jika membangun bandara hanya dilayani jalur angkutan penumpang. Padahal angkutan barang yang murah dan cepat diperlukan untuk membangun ekonomi Bali secara menyeluruh. Kabid Pengkajian Dishub Bali, Dawan Arya membenarkan Bali saat ini sedang merencanakan pembangunan bandara, jalan tol dan jalan short cut dari Denpasar menuju Buleleng. Anggaran sudah diformat di APBD perubahan. Bagi dia, ketiganya penting untuk memperlancar angkutan penumpang dan barang di Bali. Sementara John mengkritisi perlunya pemerintah tegas dan bertindak cepat dalam penataan pembangunan. Sebab, setiap jalan baru dibuka selalu dibarengi dengan perkampungan kumuh. Dia menyarankan perbaiki jalan yang ada dulu, baru buat jalan baru. (sue)


balipost (138rb Like) http://facebook.com/balipost

MINGGU UMANIS, 5 JUNI 2016

Pancasila Sakti! MENANGKAP Ir. Soekarno tahun 1934 dan langsung membuangnya ke Ende, Flores, dianggap pemerintah kolonial Belanda sebagai tindakan cerdas dan tepat. Memang tanpa peradilan, tidak ada lagi pledoi yang melahirkan tulisan ‘’Indonesia Menggugat’’, seperti pengadilan di tahun 1929 yang membikin bangsa Belanda malu di Eropa, karena artikel yang diterjemahkan dalam berbagai bahasa tersebar ke seantero benua. Membuang dan mengasingkan tokoh yang distigma sebagai pemberontak komunis ke tempat sunyi, jauh dari pusat kekuasaan, dikira mampu membunuh semangat dan idealisme kemerdekaan. Andai saja penjajah mahfum hakikat aforisme Cogito ergo sum tentu Bung Karno, nama akrab Soekarno, tidak diasingkan, tetapi dibui dan digabungkan satu sel dengan para penjahat. Sebab, sesuai teori asimilasi dan akomodasi, bisa jadi bila keluar dari penjara, dia tidak akan menjadi politisi atau negarawan, tetapi bromocorah. “Karena berpikir, maka aku ada! Ungkapan terkenal Rene Descartes itu, bila dirunut lebih lanjut, bukan hanya berarti ada, tapi juga mengada seturut

brrolan brolan BALE BANJAR AR AR ARIDUS pikiran yang tersimpan di otak. Jadi, bukan being in itself, tapi being for itself! Dipenjara bergabung dengan para penjahat saja, bandar narkoba tetap bisa menjalankan bisnisnya, malah lebih lancar karena sebelumnya tidak ada yang curiga, meski sekarang trik ini terbongkar. Jadi, Bung Karno bersyukur dibuang ke tempat sepi di timur jauh Nusantara yang terkenal dengan sebutan Pulau Bunga, kendati awalnya dianggap musibah karena diasingkan dari kawan dan para pengikutnya. Karena dijauhi masyarakat terdidik, Bung Karno membentuk komunitasnya sendiri dengan membentuk grup sandiwara bernama Kelimoetoe Toneel Club. Inilah awal berubahnya

@balipostcom (4.166 Follower) http://twitter.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com musibah menjadi berkah, karena mampu merobek dindingdinding alienasi atau perasaan terasing,” papar Rubag. “Tubuh dikerangkeng dan diasingkan, selama otak tidak disegel, pikiran akan tetap bebas. Memang pendirian grup tonil tersebut bisa melepaskan rasa teralienasi karena memungkinkan BK bergaul dengan masyarakat lingkungannya, namun musibah baru berubah jadi berkah, saat dia bisa berkontemplasi atau merenung. Ingat, merenung, bukan termenung! Bung Karno sangat terkagum atas kejayaan Nusantara dengan Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit dan yakin kedua negara tersebut bisa berjaya karena bertumpu pada nilai-nilai masa sebelumnya, yakni saat Hindu dan Buddha belum diimpor ke persada ini. Nilai kuno boleh saja disebut animisme dan dinamisme namun sebetulnya keduanya adalah penghormatan terhadap alam, isinya dan Sang Pencipta. Itu sebetulnya adalah hubungan interpersonal berdasar rasa kasih dan sayang, yang diperkuat saat zaman Sriwijaya dan Majapahit. Sayang keharmonisan, masa damai dan tenteram Nusantara, diselimuti mendung gelap penjajahan Belanda selama ratusan tahun. Jadi, sangat tepat Bung Karno dalam ‘Indonesia Menggugat‘ menyindir penjajah dengan sarkasme, bukan

karena ayam jantan berkokok, matahari terbit, justru karena fajar menyingsinglah ayam berkokok. Artinya, karena ada penjajahanlah rakyat Indonesia berontak, bukan sebaliknya!“ komentar Kadek Wahyudita. “Benar, pembuangan ke Ende, membuat masa empat tahun (1934-1938), Bung Karno digunakan buat merenungkan landasan dasar atau grund norm negaranya bila kelak kemerdekaan berhasil diproklamasikan. Seperti air yang dibendung, dia bisa memilih dataran yang lebih rendah untuk dialiri. Dari politikus, BK bermetamorfosa menjadi negarawan! Dia emoh mengambil nilai-nilai yang terkandung dalam Declaration of Independence Amerika Serikat, juga tidak mau meniru ideologi Communist Manifesto Uni Soviet, apalagi Tenno Koodo Seishin Jepang, karena mahfum warisan tradisi dan sejarah nenek moyangnya banyak mengandung nilai-nilai adiluhung. Dari persada Nusantara inilah, Bung Karno menggali tradisi jauh sampai ke dasarnya, di mana dia berhasil menemukan lima mutiara yang indah, yang kemudian disebut Pancasila. Inilah weltanschauung atau fundamen, filsafat, pikiran, jiwa dan hasrat sedalam-dalamnya sebagai dasar di mana bangunan Indonesia Merdeka didirikan di atasnya. Philosofische grondslag, demikian Bung Karno mengistilahkan dalam bahasa

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Facsimile: 227418 Belanda,” ujar Bakti Wiyasa. “Berbagai teori politik, sejarah, dan filsafat yang pernah ditekuninya selama tinggal di Surabaya, baik lewat bacaan berbagai buku maupun mendengar diskusi antara induk semangnya HOS Tjokroaminoto dengan para politisi seangkatannya, dijadikannya kompas untuk menggali nilainilai tradisi itu. Pancasila yang dijadikan nama untuk lima butir mutiara yang berhasil digalinya, berasal dari bahasa Sanskerta, konon dicomot dari ajaran Buddha terkait larangan bagi para pengikutnya. Nama memang sama, namun Pancasila hasil galian Bung Karno isi dan materinya tidak kongruen dengan Pancasila Buddha. Rumusan awal Pancasila versi BK adalah Kebangsaan Indonesia atau nasionalisme, Internasionalisme atau perikemanusiaan, Mufakat atau demokrasi, Kesejahteraan sosial dan Ketuhanan. Agaknya kecintaan BK terhadap bangsanya membuat paparan kebangsaan jadi cukup panjang dan penempatannya pun di sila pertama. Namun, karena sikapnya yang demokratis serta kenegarawanannya membuat Bung Karno tidak keberatan bila rumusannya diubah panitia kecil dari Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Akhirnya, kita memiliki dasar negara yang sekaligus dikatakan sebagai

sumber dari segala sumber hukum, yang mengalir ke seluruh batang tubuh Undang-Undang Dasar 1945, yang diumumkan sehari setelah Proklamasi Kemerdekaan, yakni 18 Agustus 1945,“ ulas Pacet Sudiarsa. ‘’Kondisi sosial, ekonomi, politik, budaya, dan hukum menjelang 71 tahun usia kemerdekaan Indonesia kian tidak mencerminkan kita

memiliki weltanschauung Pancasila. Pernah ada hari Kesaktian Pancasila, namun peringatan lahirnya nyaris diabaikan. Syukur Presiden Joko Widodo lewat keputusannya menetapkan hari lahir Pancasila, 1 Juni sekaligus menyatakan sebagai libur nasional. Ya, bagiku, Pancasila tetap sakti!“ ujar Adi Saputra. (aridus)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi 05 Juni 2016 | Balipost.com by e-Paper KMB - Issuu