Skip to main content

Edisi 08 Januari 2017 | Balipost.com

Page 1

20 HALAMAN NOMOR 139 TAHUN KE 69 Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

TERBIT SEJAK 16 AGUSTUS 1948 PERINTIS: K. NADHA HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

balipost (157 rb Like) http://facebook.com/balipost

MINGGU PON, 8 JANUARI 2017

Pengemban Pengamal Pancasila

@balipostcom (4.710 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 233801, 225764 Faksimile: 227418

Retno ”Tekan” Julie Bishop Jakarta (Bali Post) Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, menegaskan, otoritas Australia harus segera menangkap dan memproses hukum penerobos Gedung Konsulat Jenderal Indonesia di Melbourne, yang kemudian mengibarkan bendera kelompok separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM). “Otoritas Australia harus segera menuntaskan investigasi dan memproses hukum pelaku kriminal penerobos KJRI Melbourne,” kata Marsudi melalui pernyataan yang dimuat pada akun media sosial Kementerian Luar Negeri, Sabtu petang (7/1) kemarin. Lebih lanjut, Marsudi menyampaikan, penerobosan di kompleks Konsulat Jenderal Indonesia di Melbourne merupakan tindakan kriminal yang sama sekali tidak dapat ditoleransi. Oleh karena itu, Australia sebagai negara penerima memiliki kewajiban dan tanggung jawab untuk segera memproses hukum pelaku dan menjamin keamanan semua misi Indonesia di Australia, sesuai Konvensi Wina 1961 dan 1963 tentang Hubungan Diplomatik dan Konsuler. Hal. 19 Lakukan Komunikasi

Julie Bishop

Retno Marsudi

Indonesia Protes Australia

Wiranto

Pemutusan Kerja Sama Tak Menyeluruh Jakarta (Bali Post) Memanasnya hubungan RI- Australia tak lepas dari diputusnya kerja sama pertahanan dengan Indonesia hingga terjadi insiden pengibaran bendera OPM. Pemerintah Indonesia menyatakan pemutusan kerja sama pertahanan RI-Australia bukan penghentian secara menyeluruh namun hanya program kerja sama pelatihan bahasa. “Bukan pemutusan kerja sama pertahanan secara menyeluruh seperti yang diberitakan di banyak media akhir-akhir ini,” kata Menko Polhukam Wiranto dalam konferensi pers belum lama ini. Hal. 19 Pelatihan Bahasa

Harus Pintar Kelola Generasi Produktif DALAM beberapa bulan ini, pihak kejaksaan selaku penuntut dalam perkara narkoba memang cukup membuat pelaku shock. Ya, mereka yang terbukti menjadi pengedar, walau barang buktinya kisaran nol koma, tuntutan bisa di atas sepuluh tahun penjara. Bahkan beberapa waktu lalu, secara berturutturut jaksa menuntut pelaku narkoba dengan pidana penjara selama 17 tahun, walau barang buktinya kecil. Tetapi, ada juga pelaku yang barang buktinya lumayan banyak, tuntutan hukumannya di bawah 10 tahun. Soal vonis, semua tergantung hakim dalam memutus perkara tersebut. Biasanya, dalam setiap pertimbangan, hakim mengatakan dalam pertimbangan yang memberatkan, yakni bisa merusak generasi bangsa. Memang, bahaya narkoba dewasa ini sudah tidak pandang bulu. Profesi dan jalur apa pun sudah ada yang terkena kasus narkoba. Sementara polisi dan BNN dalam setahun ini, sudah berhasil mengamankan seribuan kasus narkoba. Praktisi hukum, Gusti Putra Yudhi S. yang dimintai pendapat Sabtu (7/1) kemarin, mengatakan, narkoba adalah barang yang sangat berbahaya dan bisa merusak susunan saraf yang dapat mengubah sebuah kepribadian seseorang menjadi semakin buruk. “Narkoba adalah sumber dari tindakan kriminalitas yang bisa merusak norma dan ketenteraman umum, menimbulkan dampak negatif yang berpengaruh pada tubuh baik secara fisik maupun psikologis,” ucap praktisi hukum asal Buleleng itu. Hal. 19 Tantangan Besar

INDONESIA DARURAT NARKOBA

Tangkap Pengibar Bendera OPM Jakarta (Bali Post) -

Pemerintah Indonesia meminta otoritas Australia untuk segera menangkap pelaku yang menerobos Konsulat Jenderal RI di Melbourne dan mengibarkan bendera Organisasi Papua Merdeka (OPM). Juru Bicara Kementerian Luat Negeri RI Arrmanatha Nasir di Jakarta, Sabtu (7/1) kemarin, mengatakan bahwa Menteri Luar Negeri Retno Marsudi telah berkomunikasi dengan Menlu Australia Julie Bishop, Sabtu pagi kemarin, yang menekankan kewajiban Australia untuk melindungi semua properti diplomatik sesuai dengan Konvensi Wina. “Pemerintah RI telah menyampaikan protes kepada pemerintah Australia dan meminta agar pelaku segera ditangkap dan dihukum secara tegas sesuai dengan hukum yang berlaku,” kata dia. Dalam komunikasi tersebut, Menlu Australia menyampaikan keprihatinan atas kejadian tersebut dan komitmen untuk menangkap pelaku serta men-

ingkatkan keamanan di seluruh kantor diplomatik dan konsulat Indonesia. Insiden penerobosan dan pengibaran bendera OPM tersebut terjadi pada hari Jumat (6/1) saat sebagian besar staf KJRI sedang melakukan ibadah Salat Jumat. Pelaku menerobos halaman gedung apartemen

tetangga KJRI, kemudian memanjat pagar tembok KJRI yang tingginya lebih dari 2,5 meter. Terkait dengan kejadian tersebut, Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana, mengatakan bahwa pemerintah RI dan Australia sebaiknya waspada agar hubungan kedua negara tidak terganggu. “Besar kemungkinan, pelaku memanfaatkan situasi pascapenangguhan kerja sama pelatihan militer antarkedua negara,” katanya. Ia menegaskan, “Tindakan tersebut sulit untuk dianggap terpisah dari ingar-bingar di kedua negara pascapenangguhan itu.” Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengumumkan penghentian sementara kerja sama pelatihan Indonesia-Australia setelah mencuat pidato dan makalah di institusi Australia yang menghina ideologi Pancasila. (ant)

Generasi Emas Tanpa Narkoba BADAN Narkotika Nasional (BNN) beserta jajarannya terus gencar melaksanakan program Pencegahan dan Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Ini bukti jika keseriusannya menangani masalah narkoba di Indonesia. Apalagi Presiden Joko Widodo menetapkan Indonesia darurat narkoba. Disinyalir peredaran narkoba saat ini tidak lagi sebatas bisnis, tapi didesain memutus mata rantai generasi muda agar negara tidak lagi memiliki generasi penerus yang kuat atau lost generation (generasi yang hilang). Jika hal itu terjadi maka negara asing yang akan menguasai semua sektor dan sendi-sendi perekonomian Indonesia. Guna mewujudkan generasi emas yaitu generasi sehat tanpa narkoba, seluruh rakyat Indonesia harus bersama-sama dan bersungguh-sungguh memerangi narkoba, terutama dari kehidupan generasi muda sebagai penerus bangsa. Apalagi dari data berbagai sumber menyatakan saat ini jumlah penduduk usia muda lebih banyak daripada yang tua. Mereka inilah diharapkan jadi generasi emas yang nantinya tahun 2045 menjadi penerus memimpin negara ini dan membawa kemajuan serta kejayaan bagi Indonesia. “Saat ini yang perlu dilindungi dan dibentengi adalah para remaja, terutama berstatus pelajar dan mahasiswa. Mereka adalah generasi penerus dan aset bangsa. Jangan sampai di Indonesia terjadi lost generation,” tegas Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Putu Gede Suastawa Sabtu (7/1) kemarin. Hal. 19 Masuk Mata Pelajaran

Budaya Konsumtif Hambat Wujudkan Generasi Emas Bali KAISAR Jepang langsung memanggil para pembesarnya ketika negeri sakura luluh lantak dibom Amerika. Bukan untuk bertanya tentang berapa jumlah tank yang masih tersedia atau berapa jenderal yang masih hidup, malah menanyakan, apakah masih ada guru yang hidup di Jepang. Beruntung pada saat itu masih ada guru yang hidup.

“Artinya apa? Melalui guru-lah dilahirkan generasi-generasi cerdas kemudian untuk membangun negara Jepang itu sendiri dan terbukti berhasil. Saya yakin juga dengan peranan, fungsi guru di Bali, kita optimis menjawab tantangan globalisasi melalui generasi emas yang cerdas,” ujar Wakil Ketua DPRD Bali, Dr. I Nyoman Sugawa Korry, saat diskusi ‘’Strategi mewujudkan generasi emas Bali’’ di acara penyerahan Anugerah K. Nadha Nugraha belum lama ini. Menurut Sugawa, generasi emas akhir-akhir ini memang banyak menjadi pembicaraan karena disadari tahun 2020-2035, struktur demografi bangsa Indonesia akan didominasi oleh generasi yang produktif. Generasi muda produktif ini bisa menjadi sebuah keunggulan bagi bangsa apabila mereka diisi oleh kemampuan-kemampuan lebih dibandingkan generasi sebelumnya. Hal. 19 Pendekatan Komprehensif


DAERAH

2

Minggu Pon, 8 Januari 2017

FIGUR

Kritisi Jadwal UN UJIAN Nasional (UN) untuk siswa SMK di tingkat nasional sudah dirancang mulai 3, 4, 5, dan 6 April mendatang. Namun, banyak yang belum tahu hari tersebut merupakan rangkaian Hari Raya Galungan di Bali. Makanya Kepala SMK PGRI 3 Denpasar, Drs. I Nengah Madiadnyana, M,M., memandang jadwal UN sementara ini perlu direvisi. Bali, kata dia, harus segera mengajukan nota protes ke Kemendikbud untuk segera menyusun jadwal revisi agar tak berbenturan UN dengan Galungan. ‘’Apalagi saat ini eranya toleransi beragama,’’ ujar Madiadnyana yang juga Ketua YPLP Kota PGRI Denpasar, Sabtu (7/12) kemarin. Dia mengakui belum ada SK resmi soal jadwal UN, namun Kemendikbud sudah menyebarkan informasi di dunia maya bahwa untuk UN SMK berlangsung 3-6 April 2017. Jika benar ini dilaksanakan dia kasihan dengan anak-anak di Bali yang tak bisa berhari raya lantaran harus ikut UN. Makanya dia mengusulkan Gubernur Bali atau Disdikpora Bali harus segera berkirim surat ke pusat untuk mengubah jadwal tersebut. Penerima Anugerah Pers K. Nadha Nugraha 2017 ini mengharapkan UN berjalan baik, siswa dan guru juga bisa berhari raya dengan khidmat. ‘’Kalau bisa diundur atau dimajukan tak masalah agar tak sampai berbenturan dengan umat berhari raya,’’ ujarnya. (sue)

Bali Post/eka

WISATAWAN - Salah seorang warga menawarkan jasa pada wisatawan di Kuta, Badung. Sektor pariwisata menjadi pilar dominan penggerak perekonomian di Bali. Bahkan, sektor ini menjadi salah satu sektor penyumbang devisa terbesar di Indonesia selain tambang, minyak, dan gas alam.

Tabung Elpiji 12 Kg Meledak Tiga Pekerja Jadi korban

Harga Cabai Meroket

Denpasar (Bali Post) Tabung elpiji 12 kg meledak Sabtu (7/1) kemarin, mengakibatkan tiga orang mengalami luka. Tiga korban tersebut dilarikan ke RSUD Wangaya sekitar pukul 12.30 wita. Korban tersebut adalah Yana (30) mengalami luka bakar 40 persen di wajah, tangan dan kaki serta patah pada paha kiri. Korban kedua adalah Ujung (23) asal Sukabumi mengalami luka bakar pada tangan. Korban ketiga adalah Ilong (25) asal Jember mengalami luka bakar pada kaki.

TPID Gelar Pasar Murah Denpasar (Bali Post) Kenaikan harga cabai rawit yang meroket bahkan hingga Rp 200.000/kg membuat masyarakat hanya membeli sedikit seperti setengah kilogram, seperempat kilogram, bahkan ada yang membeli satuan. Seorang pembeli terlihat hanya membeli cabai rawit Rp 2.000 dengan mendapat 4 biji cabai rawit di salah satu pedagang yang bernama Eka. Sebagian masyarakat beranggapan rasa cabai rawit lebih pedas dan rasanya lebih enak dibandingkan cabai yang lain. “Ya… supaya keinginan terpenuhi saja,” ujarnya sambil berlalu ketika berlangsung pasar murah di Pasar Kreneng yang diadakan oleh TPID Bali, Sabtu (7/1) kemarin. Tunik, pembeli yang lain mengatakan, dengan kenaikan harga cabai tersebut membuatnya agak susah menjalankan usahanya yang juga menggunakan cabai. Ia pun hanya membeli setengah kilogram cabai. Ia berharap, harga cabai segera turun. Seperti diketahui harga cabai rawit di Bali Rp 100.000 - Rp 110.000, cabai hijau kecil Rp 60.000, cabai merah keriting Rp 40.000, cabai merah besar Rp 16.000. Dengan naiknya harga cabai tersebut, ibu Eka, seorang pedagang, mengaku omzet penjualannya turun. “Dulu yang paling dicari, cabai rawit, tapi sekarang lebih banyak orang beli cabai merah keriting,” ujarnya. Penurunan omzetnya hingga 50 persen karena masyarakat membeli setengah atau seperempat atau lebih sedikit dari itu. Eka yang mengambil cabai di tangan ketiga itu mengaku, kenaikan harga mulai dirasakan sejak seminggu sebelum tahun baru. Pasar Murah Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Bali bersama PPI menggelar pasar murah khusus komoditas cabai dan gula di Pasar Kreneng dan Pasar Badung (eks Tiara Grosir) pada Sabtu (7/1) kemarin. Pasar murah digelar dalam rangka menekan harga cabai yang melambung. Di pasar murah, cabai dijual dengan harga Rp 85.000/ kg sedangkan gula yang biasa dijual dengan harga Rp 13.000 - 14.000, di pasar murah, gula dijual Rp 12.500. Pihaknya menyediakan 200 kg cabai yang didatangkan dari Gorontalo. Ketua TPID Bali, Ketut Sudikerta, mengatakan, tujuan diadakan pasar murah ini adalah untuk menekan harga pasar selain juga untuk mengedukasi masyarakat agar menanam sendiri cabai di pekarangan rumah. Azka Subhan, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali mengatakan, mengingat pasar murah hanya one shot ia berharap dapat menekan harga cabai di pasar. (kmb42)

BPM/kmb42

DIRAWAT - Salah satu korban kebakaran yang tengah menjalani perawatan.

Dokter Tjok Dalem Pemayun, dokter IGD RSUD Wangaya mengatakan, tiga korban yang datang diantar oleh ambulans BPBD sekitar pukul 13.30 wita. Korban yang mengalami luka paling parah yaitu Ilong mengalami luka bakar grade 27B atau 80 persen. Luka bakar tersebar di seluruh tubuhnya yaitu mengenai wajah, dada depan, dada belakang, kedua lengan, dan kedua kaki. “Sangat luas lukanya dan harus direferal ke RSUP Sanglah karena di Sanglah ada sun burnnya dan ruangan khusus luka bakar,” paparnya. Korban kedua yaitu Ijung mengalami luka cukup ringan yaitu luka bakar 27 persen,

grade 2. “Yang ini bisa diatasi di sini, tidak direferal,” tandasnya. Namun, atas permintaan keluarga korban, korban dirujuk ke RSUP Sanglah. Korban ketiga Yana diduga mengalami fraktur. Sedangkan luka bakarnya grade 3 yaitu 45 persen. “Frakturnya belum dievaluasi, belum dirontgen karena masih mengatasi luka bakarnya,” terangnya. Salah satu teman korban yang ditemui di IGD RSUP Sanglah mengatakan, tempat kejadian adalah tempat pembuatan burger. Saat kejadian tercium bau gas dan terdengar suara gas bocor. “Tiba-tiba ada suara ledakan,” ujarnya. (kmb42)

Diduga Kelelahan Lakukan ’’Snorkeling’’

Wisdom Ditemukan Meninggal di Crystal Bay Semarapura (Bali Post) Seorang wisatawan domestik yang tinggal di Jalan Kamboja, Lingkungan Penamparan Denpasar atas nama Julian Ulam Hutabarat (42) ditemukan sudah tidak bernyawa di perairan Cristal Bay, Nusa Penida, Sabtu (7/1) kemarin. Korban meninggal setelah sebelumnya melakukan snorkeling berkali-kali sejak pagi hari. Diduga korban mengalami kelelahan hingga akhirnya banyak meminum air laut. Kapolsek Nusa Penida AKP I Ketut Suastika menjelaskan pihaknya mendapatkan laporan adanya orang meninggal di perairan Crystal Bay sekitar pukul 15.30 wita. Sesuai dengan laporan diketahui sebelum meninggal dunia, korban bersama saksi atas nama Dameria Martha Taruki (61) liburan di Nusa Penida dan pada pukul 09.30 wita, mereka tiba di Pantai Crystal Bay. Di pantai tersebut, korban selanjutnya melakukan aktivitas snorkeling sendirian. Korban melakukan snorkeling berulang kali dan beberapa kali bolak-balik ke tepian untuk minum air. Hingga akhirnya sekitar pukul 13.30 wita saat korban untuk kesekian kalinya melakukan snorkeling lama tidak kembali. Selang beberapa saat diketahui korban dibawa ke

pinggir pantai dalam keadaan tidak bergerak. Selanjutnya, korban diberikan pertolongan napas buatan. Sayangnya tidak ada tanda-tanda kehidupan hingga akhirnya dievakuasi ke Puskesmas Nusa Penida yang ada di Sampalan. Setibanya di puskesmas, korban sudah dinyatakan meninggal dunia. Terkait dengan kecelakaan laut tersebut, Ketut Suastika menjelaskan pihaknya telah mendatangi dan melaksanakan olah TKP, mencatat identitas korban dan saksi, mengevakuasi korban, mengambil sidik jari korban, memintakan visum luar dan melapor kepada pimpinan. “Sebab kejadian diduga korban kelelahan saat melakukan snorkeling sehingga banyak minum air dan meninggal dunia,” bebernya. Ketut Suastika mengatakan terkait peristiwa tersebut, telah dibuat surat pernyataan oleh saksi yang merupakan ibu korban bahwa keluarga tidak akan melakukan penuntutan hukum dan tidak akan melakukan autopsi. Ibu korban meyakini bahwa meninggalnya korban murni karena kecelakan laut dan tidak ada dilakukan secara sengaja oleh seseorang. Selanjutnya, jenazah dikirim ke Rumah Sakit Sanglah. (dwa)

Serap Hasil Produksi

Petani Tembakau Harapkan Ada Kerja Sama dengan Perusahaan Rokok Bangli (Bali Post) Tembakau menjadi salah satu jenis tanaman perkebunan yang banyak dikembangkan petani di Dusun Kubusuih, Desa Yangapi, Tembuku. Kualitas tembakau yang dihasilkan oleh petani setempat hasilnya tergolong bagus. Kendati demikian, tembakau yang dihasilkan petani di Kubusuih selama ini hanya dijual ke pasar-pasar lokal. Salah seorang petani tembakau di Dusun Kubusuih Ketut Mayan mengatakan, tembakau selama ini menjadi tanaman perkebunan unggulan selain jeruk. Banyaknya petani

yang memilih membudidayakan tembakau di Dusun Kubusuih dikarenakan kondisi tanahnya yang agak kering sehingga cocok untuk ditanami bahan baku rokok itu. “Walaupun turun hujan deras, perkembangan tembakaunya cukup bagus. Karena tanahnya yang kering mampu menyerap air,” terangnya belum lama ini. Dikatakan Mayan, dari segi kualitas tembakau yang dihasilkan petani di Dusun Kubusuih selama ini tergolong bagus. Oleh para petani, tembakau hasil panen mereka selama ini banyak dijual petani

ke pengepul dan pasarpasar lokal seperti di Menanga Karangasem dan pasar Klungkung. “Dijualnya masih lokalan saja ke pasar-pasar,” ujarnya. Selaku petani dirinya sangat berharap tembakau yang dihasilkan para petani di Kubusuih bisa dilirik produsen rokok. Dengan adanya kerja sama perusahaan rokok maka secara otomatis hasil produksi petani di Kubusuih bisa langsung diserap dan berdampak pada kesejahteraan petani. “Mudah-mudahan pemerintah bisa memfasilitasi hal itu,” kata Mayan. (kmb40)

BPM/kmb40

DIKERINGKAN - Sebelum dijual ke pasar, oleh para petani tembakau hasil produksi mereka dijemur untuk dikeringkan.

z Perintis : K.Nadha, z Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha zPemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata zRedaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana zSekretaris Redaksi: Sugiartha zRedaktur Eksekutif: Parwata zRedaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika zAnggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta, Sosiawan. Gianyar: Manik Astajaya, . Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Dewa Dedy Farendra, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto zKantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta, zAlamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Sumbangan untuk orang sakit Rek. BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00016-8 A/n Simpati Anda,BCA Cabang Denpasar No.040.3555000 A/n Simpati Anda, Dana Punia Pura Rek.BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00017-1 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3966000 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3277000 A/n Dompet Beasiswa, BCA Cabang Denpasar No. 040.3688000 A/n Dompet Lingkungan. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


DAERAH

Minggu Pon, 8 Januari 2017

3

Perbaikan Senderan Pura Segara Telan Dana Rp 580 Juta Negara (Bali Post) Senderan Pura Segara Gilimanuk yang rusak akibat aktivitas bongkar muat kapal penyeberangan di Pelabuhan Gilimanuk sudah selesai diperbaiki. Perbaikan senderan Pura Segara Gilimanuk ini menelan dana sekitar Rp 580 juta. Bendesa Adat Gilimanuk I Ketut Galung, yang juga selaku Ketua Tim Perbaikan Senderan Pura Segara Gilimanuk belum lama ini mengatakan perbaikan senderan yang sudah lama rusak itu dari dana sosial dari sejumlah instansi terkait yang berada di pelabuhan, seperti PT Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry (Persero), Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) serta pihak lainnya. Menurutnya senderan Pura Segara Gilimanuk diperbaiki dengan dana sekitar Rp 580 juta. Senderan tersebut menggunakan batu armor seperti senderan-senderan abrasi lainnya agar lebih tahan dari gempuran pasang– surut air laut. Dari pengamatan, Sabtu (7/1) di Gilimanuk pascaperbaikan senderan kini banyak pemancing yang nongkrong di sekitar Pura Segara Gilimanuk. Senderan yang kini sudah diperbaiki itu penuh dengan deretan pancing dari para pemancing. Eka dari Manistutu, Melaya mengakui

kalau belakangan kerap mancing di atas senderan Pura Segara. “Ikannya lumayan besar-besar. Ada putihan dan sere-sere. Tapi memang harus sabar. Di sini sambil lihat kapal,” katanya. Hal senada juga dikatakan seorang pegawai Pemkab Jembrana yang hobi mancing. Jika hari libur kerap mancing di senderan Pura Segara tersebut. Ketut Galung mengatakan pihaknya berharap kapal-kapal penyeberangan tidak lagi bersandar di depan senderan agar tidak kembali menimbulkan kerusakan. Sebelumnya senderan sepanjang sekitar 200 meter yang melindungi Pura Segara Gilimanuk mengalami kerusakan sekitar tahun 2015 lalu. Di mana aktivitas kapal penyeberangan di dermaga Landing Craft Machine (LCM) Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk hingga ke depan senderan Pura diduga menjadi penyebab utama hancurnya senderan waktu itu. Bahkan Ketua DPRD Jembrana Ketut Sugiasa juga sempat beberapa kali turun ke lokasi dan mendesak perbaikan senderan. Manager Usaha PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk, Sugeng Purwono dikonfirmasi membenarkan jika biaya perbaikan senderan tersebut berasal dari dana sosial semua instansi terkait yang bekerja di pelabuhan. (kmb)

Soal Pengangguran

Dekat dengan Masyarakat

PAS-Sutjidra Targetkan Menang Mutlak di Tejakula KANDIDAT Bupati dan Wakil Bupati nomor urut dua Putu Agus Suradnyana-Nyoman Sutjidra (PAS-Sutjidra) mentargetkan merebut kemenangan mutlak di Kecamatan Tejakula dalam Pilkada Buleleng 15 Februari 2017 mendatang. Target ini tidak mulukmuluk, namun paket PASS di Hati ini optimis terget itu tercapai karena hubungan yang dekat dengan masyarakat di ujung Buleleng timur tersebut. Untuk itu, PASS mengingatkan warga di sepuluh desa ini tetap menjaga persatuan dan mempererat rasa persaudaraan. Keyakinan merebut kemenangan telak itu diungkapkan calon Bupati Putu Agus Suradnyana dalam lanjutan kampanye terbatas di Balai Desa Tejakula, Kecamatan Tejakula, Sabtu (7/1) kemarin. Kampanye ini diikuti sekitar 800 orang undangan tokoh masyarakat dari sepuluh desa di Kecamata Tejakula. Kampanye ini dihadiri Ketua DPD PDI Perjuangan Bali Dr. Wayan Koster, M.M., anggota DPRD Bali Fraksi PDI Perjuangan Gede Kusuma Putra, Kadek Setiawan, Dewa Nyoman Rai, dan Ketua DPRD Buleleng Gede Supariatna. Seperti biasa elit partai pendukung juga hadir seperti Ketua DPC Partai Hanura Buleleng Ketut Wirsana, Gede Wisnaya Wisna, dan kader Gerindra Jro Nyoman Ray Yuhsa. Usai mengenalkan visi, misi, dan programnya, calon Bupati Agus Suradnyana didampingi calon Wakil Bupati Nyoman Sutjidra mengatakan, alasan memasang target merebut kemenangan mutlak dalam pencoblosan mendatang karena pengalaman hajatan demokrasi terdahulu partainya selalu mendapat dukungan suara terbanyak. Keberhasilan ini tidak bisa dilepaskan dari kepercayaan masyarakat di Kecamatan Tejakula atas pemimpin terdahulu yang telah memberikan hasil pembangunan khususnya di Tejakula. Selain itu, peran elit PDI Perjuangan seperti Wayan Koster yang duduk di kursi DPRD-RI, Dewa Rai, dan Gede Kusuma Putra, termasuk Ketua DPRD Buleleng Gede Supriata dan kader lain diyakini memiliki kekuatan untuk meraup dukungan masyarakat pada laga pilkada mendatang. “Saya

BPM/kmb38

BERNYANYI - Kandidat Bupati Putu Agus Suradnyana didampingi Ketua DPD PDI Perjuangan Bali Dr. Wayan Koster,M.M., menyanyikan lagu andalan band Lolot dalam kampanye lanjutan Sabtu (7/1) kemarin di Balai Desa Tejakula, Kecamatan Tejakula.

dekat dengan masyarakat di sini, dan dukungan kader PDI Perjuangan dan kader lain saya yakin pengalaman merebut kemenangan mutlak akan bisa saya rebut. Saya sampaikan persatuan dan tetap memupuk persaudaran untuk melanjutkan pembangunan di daerah kita,” katanya. Di sisi lain Agus Suradnyana mengatakan, Kecamatan Tejakula selain memiliki potensi buah lokal Bali, belakangan pariwisata di daerah ini mulai menggeliat. Potensi wisata bahari terutama di Desa Tejakula dan Bondalem saat ini dikelola dengan baik. Pelaku pariwisata dan nelayan bersama-sama menjaga lingkungan terutama kelestarian terumbu karang. Bahkan, PASS memuji salah satu kelompok pemuda di Bondalem yang berpartisipasi aktif menjaga kebersihan lingkungan melalui penanganan sampah plastik dan menjaga ekosistem trumbu karang. Setidaknya, upaya ini harus ditiru oleh desa lain yang memiliki potensi laut, sehingga ke depan lingkungan laut kelestariannya terjaga dengan baik. “Saya kagum dengan upaya anak-anak muda di Bondalem. Partisipasi harus kita galakkan. Kita harus buang kebiasaan membuang sampah atau lumpur ke laut, karena itu akan merusak tertumbu karang yang sudah bagus di daerah ini,” jelas PASS sembari diiyakan Nyoman Sutjidra. Sementara itu, Ketua DPD PDI Perjuangan Bali Dr. Wayan

Koster, M.M. mengatakan, pola pembangunan yang dijalankan PAS-Sutjidra di periode pertama akan digunakan sebagai model percontohan bagi PDI Perjuangan Bali karena dinilai sangat bagus untuk kepentingan masyarakat. Koster menilai bahwa program pembangunan infrastruktur utamanya pembangunan jalan dengan program tuntas bahkan sudah dibicarakan diinternal PDI Perjuangan Buleleng bersama sejumlah kepala daerah dari PDI Perjuangan. Di Bali tujuh daerah yang kepala daerahnya dipimpin oleh kader PDI Perjuangan diantaranya Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Kabupaten Gianyar, Kabupaten Bangli, Kabupaten Buleleng, Kabupaten Jembrana dan Kabupaten Tabanan. “Semua kepala daerah itu sudah dipanggil oleh DPD PDI Perjuangan Bali dan meminta agar kepala daerah di wilayah itu bisa mengikuti model pembangunan yang telah dilakukan oleh PASS di Buleleng,” jelasnya. Kampanye di Tejakula kemarin juga dimeriahkan penampilan band Lolot. Penampilan band papan atas di Bali ini mendapat sambutan hangat masa pendukung PASS di Hati. Bahkan kemeriahan memuncak ketika Agus Suradnyana naik panggung menyanyikan lagu andalan band Lolot Arta Utama. Tamu undangan dan masa pendukung langsung berjingkrak sambil meneriakkan “Salam Dua Jari”. (kmb38)

Tumbuhkan Kesadaran Berlalu Lintas Sejak Dini Negara (Bali Post) Wakapolres Jembrana Kompol Wimboko, Sabtu (7/1) meresmikan program Om Telalit Om (Tertib Lalu Lintas) atau program Taman Lalu Lintas Usia Dini yang dirintis oleh Paud

Cemara Kasih Jembrana. Wimboko didampingi Kasat Lantas Polres Jembrana AKP Nyoman Sukadana mengapresiasi program sosialisasi lalu lintas bagi anak-anak Paud ini. Hal ini dinilai akan menum-

BPM/kmb

TAMAN - Wakapolres Jembrana Kompol Wimboko ketika meresmikan program Taman Lalu Lintas di PAUD Cemara Kasih Jembrana.

BPM/kmb

MANCING-Senderan Pura Segara Gilimanuk yang sebelumnya rusak kini sudah selesai diperbaiki dan menjadi tempat nongkrong para pemancing.

buhkan kesadaran berlalu lintas mulai dari anak-anak, sehingga bisa terhindar dari bahaya di jalan raya. “Jika sudah ditanamkan sejak dini mereka akan mengingat selamanya dan diharapkan dengan sosialisasi ini akan meningkatkan kesadaran dalam berlalu lintas dan mengurangi angka kecelakaan,” harapnya didampingi Pimpinan Paud Cemara Kasih Agnes Rini Astuti. Wimboko menilai dari fasilitas yang ada masih kurang, sehingga pihaknya akan membantu menambah rambu-rambu di Paud sehingga bisa meningkatkan sarana sosialisasi dan pendidikan. Pihaknya berharap para orang tua juga menanamkan cara berlalu lintas yang benar kepada anak-anak sehingga tidak ada prilaku menyimpang. (kmb)

Kurikulum Harus Diimbangi Keterampilan Profesi Denpasar (Bali Post) Pemprov Bali bergerak mencari masukan dan solusi dalam menyikapi tren pengangguran yang didominasi lulusan perguruan tinggi (diploma dan sarjana). Utamanya dari sejumlah pimpinan perguruan tinggi, pengusaha, dan DPRD Bali dalam acara Simakrama dalam bentuk Sarasehan Ketenagakerjaan “Siapakah yang Menganggur di Bali?” di Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali, Sabtu (7/1). Rektor Universitas Udayana Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, Sp.PD.,KEMD melihat fenomena ini terjadi karena masih ada yang salah dalam sistem pendidikan. Salah satunya karena sejauh ini kurikulum pendidikan kebanyakan masih murni akademis tanpa diimbangi dengan pemberian ketrampilan profesi agar lulusannya siap terjun ke dunia kerja. “Jadi sebagian lulusan kita

memang belum siap untuk bekerja. Mereka masih perlu tambahan kursus dan pelatihan life skill lainnya,” ujarnya. Rektor Unwar Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E. Sp.park mengaku terus berupaya membenahi sistem pendidikan dengan penerapan kurikulum berbasis kompetensi. Selain pemberian keterampilan, gerakan revolusi mental juga perlu digalakkan di kalangan sarjana. “Hilangkan mental meminta-minta dan memilih pekerjaan. Isi diri dengan ketrampilan sehingga dapat memenangkan persaingan dalam pasar kerja,” imbuhnya. Direktur Politeknik Negeri Bali, Ir. Made Mudhina, MT., mengatakan, lulusan diploma mestinya tidak ada yang menganggur. Mengingat diploma merupakan pendidikan vokasi yang 60 persen materi perkuliahannya adalah praktek. Muncul pertanyaan, apakah

perguruan tinggi yang mencetak diploma sudah menerapkan pendidikan vokasi yang sesungguhnya. Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Bali Drs. Panudiana Kuhn mengatakan lapangan pekerjaan yang tersedia sebenarnya cukup banyak. Hanya saja, seringkali kebutuhan perusahaan tak sesuai dengan lulusan yang ada. Sementara Ketua Komisi IV DPRD Bali Nyoman Parta mengatakan, menjadi pengusaha atau entrepreneur adalah solusi untuk mengurangi pengangguran dari kalangan intelektual. Namun masalahnya, mental lulusan perguruan tinggi masih banyak yang tidak mau berpeluh dan susah untuk disuruh memulai. Wakil Ketua DPRD Bali, Nyoman Sugawa Korry mengatakan, penting untuk digaungkan gerakan wirausaha bagi generasi muda di Bali. “Diawali gerakan di seluruh

perguruan tinggi yang ada di seluruh Bali difasilitasi oleh pemprov Bali,” ujarnya. Sebelumnya, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan ESDM Provinsi Bali, I Ketut Wija mengatakan jumlah pengangguran di Bali sebanyak 1,89% per Agustus 2016 (Bali Post, 3 Januari 2016). Angka pengangguran itu didominasi lulusan perguruan tinggi. Yakni, lulusan Diploma sebanyak 206.389 orang dan Universitas (Sarjana, red) 202.205 orang. Ada pula tamatan SD ke bawah sebanyak 13.945 orang, lulusan SMP 30.215 orang, lulusan SMA 100.870 orang, dan lulusan SMK 184.077 orang. “Saya kira perguruan tinggi perlu melakukan suatu revitalisasi atau penyesuaian untuk membuka jurusan-jurusan yang memang dibutuhkan oleh lapangan kerja. Jangan membuka jurusan yang tidak terserap,” ujarnya, Senin (2/1) lalu. (kmb32)


4

Minggu Pon, 8 Januari 2017

BALI — Jurusan Film dan Televisi Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar yang baru dibuka tahun 2014, tahun ini melahirkan film-film tugas akhir angkatan pertamanya. Salah satunya, Tengai Tepet, karya Dodek Sukahet dan tim berhasil menjadi nominasi di UI (Universitas Indonesia) Film Festival. Dwitra J Ariana yang sudah 10 tahun menggeluti dunia film dokumenter, tahun ini mengisi daftar nominasi Piala Citra untuk 2 film dokumenternya, Petani Terakhir dan Masean’s Messages.

BPM/ist

Merayakan Film di Bali TIDAK berlebihan rasanya jika tahun 2016 dikatakan sebagai tahun yang baik untuk perfilman Bali. Di era ketika hampir semua orang memiliki kemampuan untuk mengakses alat produksi gambar bergerak, mulai dari kamera DSLR, hingga telepon genggam dengan resolusi tinggi, membuat film rasa-rasanya bukan sesuatu yang sulit. Tak serumit dekade-dekade sebelumnya, ketika memproduksi sebuah film masih menjadi kegiatan yang sangat mahal dan eksklusif. Namun, sebagaimana medium seni lainnya, penciptaan terhadap karya film tentu bukan hanya perkara kemapanan teknologi. Semua orang bisa jadi bisa membeli kanvas dan cat, tapi tak semuanya memiliki kepekaan untuk mengolah garis dan warna. Begitu juga dalam hal penciptaan film.

Tahun 2016, tentu tidak bisa kita paparkan angka pasti tentang berapa orang di Bali yang memproduksi film, terlepas dari banyaknya motif di balik pembuatan film tersebut. Tapi bolehlah kita mencatat beberapa momen-momen penting (tidak bisa mencakup semuanya) dalam dunia perfilman Bali di tahun 2016. Jurusan Film dan Televisi Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar yang baru dibuka tahun 2014, tahun ini melahirkan film-film tugas akhir angkatan pertamanya. Salah satunya, Tengai Tepet, karya Dodek Sukahet dan tim berhasil menjadi nominasi di UI (Universitas Indonesia) Film Festival. Dwitra J Ariana yang sudah 10 tahun menggeluti dunia film dokumenter, tahun ini mengisi daftar nominasi Piala Citra untuk 2 film dokumenternya, Petani Terakhir dan Masean’s Messages. Petani Terakhir yang mendapatkan hibah produksi dari Denpasar Film Festival pada tahun 2015 ini juga berhasil menyabet penghargaan dokumenter terbaik di Festival Film Dokumenter (FFD) Yogyakarta. Ada pula film animasi-stop motion berjudul Biru yang disutradarai oleh Maria Rosiana Sedjahtera menjadi finalis kategori short animation XXI Short Film Festival 2016. Ada pula Rai Pendet dan tim yang pada bulan September kemarin merilis film pendek berjudul Menarung Jiwani yang diputar selama kurang lebih 2 minggu di Denpasar Cineplex, salah satu bioskop arus utama di Denpasar. Sementara itu Oka Sudarsana berangkat ke Bangkok bersama filmnya, Sinampura, untuk program SExpress di Thai Short Film & Video Festival. Selain nama-nama yang telah disebutkan, tentu ada banyak pegiat film di Bali seperti Agus Wiranatha, Agung Yudha, Erick Est, dan banyak lagi yang produktivitas dan konsistensinya dalam berkarya patut diapreasiasi. Ekosistem Ekosistem perfilman yang baik tentu tidak hanya dihidupkan oleh tingginya jumlah produksi film, tapi juga bagaimana film-film itu bertemu dengan penontonnya. Di sinilah peran vital ruang pemutaran dan festival film yang memegang peran apreasiasi dalam lingkaran ekosistem perfilman di Bali. Ruang pemutaran alternatif bukanlah hal baru di Bali. Minikino sudah beroperasi sejak 2002 memutarkan berbagai jenis film, umumnya yang tidak diputarkan di bioskop arus utama. Mulai dari film-film yang beredar di festival luar negeri macam Babi Buta yang Ingin Terbang (2008) yang disutradarai oleh Edwin hingga film produksi lokal semisal Tok Tok Tok (2015) karya Agung Yudha pernah diputar untuk publik di Minikino. Selain menjadi ruang pemutaran,

Minikino juga menggagas progam “Indonesia Raja”, program kolaborasi pemrograman film-film pendek seantero Indonesia yang diinisiasi sejak 2015. Di bulan Oktober 2016 Minikino menggelar Minikino Film Week yang kedua. Sebuah parade film pendek dari seluruh dunia yang diputarkan secara gratis dibarengi dengan beberapa program diskusi dan berbagi. Fokus Membicarakan ruang apresiasi film di Bali, selain Minikino, tentu kita tidak bisa melewatkan Denpasar Film Festival (DFF). Festival film yang fokus pada bentuk dokumenter ini dirayakan untuk ketujuh kalinya di tahun 2016. Tak hanya memberikan penghargaan untuk film-film terbaik, DFF juga mengadakan workshop film dokumenter untuk anak-anak SMA di Bali dan memberikan bantuan dana produksi. Baik Minikino dan DFF memegang peranan penting dalam menyaksikan dan juga mendorong perkembangan film di Bali dari tahun ke tahun melalui keberagaman film-film yang diputar, juga programprogram yang diselenggarakan tiap tahunnya. DFF menyediakan ruang literasi dokumenter untuk anak-anak muda Bali, memberikan stimulan untuk produksi, dan workshop yang mendalam. Hal yang juga patut diapresiasi, keduanya kini tengah berupaya mengubah sentralisasi aktivitas film yang selama ini hanya berpusat di kota. Tengok saja bioskop arus utama kita, semuanya berlokasi di Denpasar dan Badung, dan hampir semuanya terletak di dalam pusat perbelanjaan elit. Artinya, dari pemilihan tempatnya saja, bioskopbioskop ini membatasi bahwa yang bisa menonton film adalah mereka yang mampu plesir ke mall. Sementara kabupaten lain tidak memiliki bioskop atau ruang menonton yang terbuka untuk publik. Kalau mau menonton film harus jauh-jauh ke Denpasar atau Badung, atau opsi lainnya menunggu filmnya diputar di televisi (itupun kalau diputar, dan biasanya harus menunggu berbulanbulan bahkan bertahun-tahun). Ketimpangan akses menonton film ini tengah dibongkar oleh Minikino dan DFF. Keduanya kini mengupayakan agar jangkauan produksi dan distribusi film tidak hanya berpusat di Denpasar. Minikino Film Week di tahun 2016 bekerja sama dengan beberapa instansi luar Denpasar sebagai lokasi pemutaran film. Harapannya tentu agar film-film yang mereka kurasi tak hanya dinikmati oleh penonton di Denpasar-Badung saja. Dari 11 venue pemutaran, 8 di antaranya berlokasi di luar Denpasar-Badung, sebuat saja Apotek Viva Generik Batubulan, Wantilan Desa Sukawati,

Omah Apik Pejeng, Desa Tulamben dan Desa Jemeluk Karangasem, Rumah Film Sang Karsa Singaraja. Bentara Budaya Bali yang juga menjadi salah satu lokasi pemutaran secara geografis memang terletak di kabupaten Gianyar, tapi jangkauan penontonnya sebagian besar masih berasal dari Denpasar. Di lain sisi, DFF melakukan strategi lain dalam memperluas aktivitas sinema di Bali. Festival film yang rutin diadakan tiap bulan Agustus ini mampir ke kabupaten-kabupaten luar Denpasar untuk menjaring anak muda-anak muda berbakatyang tertarik untuk memproduksi film dokumenter. Mereka lantas diundang untuk mengikuti kemah produksi film dokumenter, dibina dari tahap pra hingga paska produksi dengan bantuan dana produksi untuk kelompokkelompok terpilih. Institusi Selain Minikino dan DFF, ada beberapa institusi juga yang rutin menyelenggarakan pemutaran film, terutama di kota Denpasar. Sebut saja Bentara Budaya Bali yang sejak tahun 2009-2010 dengan konsisten memutar film dari seluruh dunia tiap bulannya yang dibungkus dalam suatu program bertemakan khusus. Ada pula Alliance francaise Bali, FLUX, Taman Baca Kesiman, Ubud Writers and Readers Festival, program pemutaran film yang digagas Pemerintah Provinsi Bali di Art Center, dan ainnya. Sering pula kita temui kafe-kafe di Denpasar yang sekali waktu memutarkan film. Tapi sebagai penonton, tentu kita harus cerdas menyikapi, apakah kafe-kafe tersebut menyelenggarakan pemutaran film untuk menyediakan ruang menonton bagi publik, atau semata ingin menarik pengunjung untuk meningkatkan profit kafenya. Keberagaman jenis film yang diproduksi oleh masing-masing pembuat film, juga variasi konsistensi yang diusung masing-masing ruang pemutaran dan festival film bukan semata-mata untuk meramaikan ranah sinema di Bali agar terlihat produktif secara kuantitas. Distribusi pengetahuan ke ruang-ruang komunitas, ke public yang lebih luas adalah upaya untuk mempertemukan film sedekat mungkin dengan penontonnya. Bukan malah menjadi produk mahal yang hanya bisa diakses kalangan terbatas. Keberadaan ruang-ruang pemutaran alternatif juga memikul peran untuk membuka khasanah sinema publik tentang bentuk-bentuk film yang lebih variatif. Bahwa karya yang disebut film tidak hanya film-film yang diputar di bioskop arus utama, yang nyatanya hanya memberikan ruang lebih pada film-film Hollywood. Produksi film dan pengadaan ruang pemutaran adalah bentuk protes sekaligus tawaran solusi atas keterbatasan akses distribusi pengetahuan sinema yang ada di Bali. Mulanya berawal di Denpasar, tapi berikutnya tentu semangat ini akan menjalar ke wilayah lain. Sehingga aktivitas di dunia film, juga bidang seni kreatif lainnya tak hanya berpusat dan dinikmati oleh masyarakat kota. zAyu Diah Cempaka Pegiat Budaya dan Pecinta Film

Tetap Sehat dengan Lensa Kontak LENSA kontak adalah alat bantu untuk mengatasi keluhan sulit melihat jauh maupun dekat. Sebagai pengganti kaca mata, lensa kontak dianggap lebih mudah dan nyaman digunakan. Namun, kini fungsi lensa kontak telah berkembang menjadi suatu tren untuk mempercantik mata pengguna nya. Hal ini terbukti dengan adanya peningkatan jumlah pengguna lensa kontak di Indonesia hingga 15% per tahun. Semakin tingginya pengguna lensa kontak, seringkali tidak diimbangi dengan peningkatan pengetahuan tentang cara menggunakannya. Pemakaian lensa kontak berarti memasukan benda asing ke dalam struktur mata Anda sehingga ada

kemungkinan masuknya benda asing lain yang mungkin melekat pada lensa kontak Anda, misalnya bakteri. Bila Anda tertarik untuk menggunakan lensa kontak, ada baiknya memahami tata cara penggunaan lensa kontak yang tepat. Hal utama yang wajib diperhatikan adalah kebersihan saat pemakaian dan saat penyimpanan lensa kontak. Cuci tangan sebelum menyentuh lensa kontak, cuci lensa kontak setelah pemakaian dan cuci tempat penyimpanan lensa kontak. Pastikan kondisi tempat penyimpanan lensa kontak selalu kering dan bersih untuk mencegah timbulnya bakteri. Lensa kontak sebaiknya direndam selama 4-6 jam agar bersih secara

KOMPLIKASI - Komplikasi dari penggunaan lensa kontak.

optimal. Seminggu sekali tempat lensa kontak dibersihkan dengan air mendidih. Jika terdapat tandatanda tumbuhnya bakteri atau jamur yang tampak seperti bercak kehitaman pada tempat penyimpanan lensa kontak, segera ganti tempat penyimpanan. Buanglah cairan yang telah dipakai setelah satu kali pemakaian dan ganti dengan cairan khusus yang dianjurkan. Anda juga harus memperhatikan tanggal kadaluarsa yang tertera pada kemasan lensa kontak. Penggunaan lensa kontak yang tidak tepat dapat memicu timbulnya infeksi, gangguan penglihatan, hingga ancaman kebutaan. Ada beberapa ancaman peningkatan risiko terjadinya infeksi di antaranya pemakaian lensa kontak lebih dari 12 jam dan pemakai lensa kontak lupa melepas lensa kontaknya ketika akan tidur, berenang, cuci muka dan mandi. Maka dari itu, penting bagi pemakai lensa kontak untuk menghindari hal-hal tersebut. Anda juga patut waspada bila merasakan gejala seperti mata merah, mata berair, banyak kotoran mata, bengkak, nyeri, silau, gatal, rasa terbakar, ataupun pandangan kabur. Berkonsultasilah pada dokter sebelum memilih lensa kontak dan selama pemakaian lensa minimal setahun sekali. Bila keluhan timbul, segera hentikan pemakaian dan periksakan diri ke dokter mata. zDr. Pande Putu Adityo Ananta Ardika, S.Ked.

Film-film Dwitra J Ariana

Dokumenter sebagai Perspektif Membaca Isu Sosial DI tengah ramainya produksi film di Bali, terutama yang dilakoni anak muda, belum banyak yang menghasilkan film dengan pendekatan dokumenter secara konsisten. Salah satunya yang proses kreatifnya patut dipertimbangkan adalah Dwitra J Ariana. Sejak 2006 Dwitra telah membuat film dokumenter berjudul Nangiang Barong yang digarap bersama Ananta Wijaya. Hingga kini ia telah menghasilkan 8 hingga 9 film, beberapa karya penting yang ia lahirkan antara lain Lampion-lampion (2011), Pura Tanpa Daging Babi (2012), Sang Pembakar (disutradarai bersama Ucu Agustin dan Hari Suprayitno) (2015). Film terbarunya yang dirilis tahun 2016 adalah Petani Terakhir dan Masean’s Messages. Keduanya masuk dalam nominasi Film Panjang Terbaik Piala Citra 2016 dan Petani Terakhir berhasil mendapatkan penghargaan dokumenter pendek terbaik Festival Film Dokumenter (FFD) Yogyakarta 2016.

Medium dokumenter kini telah mengalami transformasi bentuk yang kian beragam. Jika dahulu ia diperkenalkan dan menjadi akrab di kalangan masyarakat Indonesia melalui program televisi dengan gaya investigatif, kini bentuk-bentuk dokumenter telah banyak berkembang, ada yang mengusung bentuk observatif, partisipatif, puitik, dan banyak lagi. Bahkan kini rasa-rasanya eksplorasi medium telah melampaui apa itu fiksi atau apa dokumenter. Lalu apa yang menarik dari film-film Dwitra J Ariana? Terutama dalam kiprah karyanya selama 10 tahun ini? Jika kita tengok karya-karya awalnya, misalnya Lampion-lampion, dan Pura Tanpa Daging Babi, keduanya memiliki benang merah dalam hal bentuk penggarapan. Topik yang diusung sama-sama mengenai akulturasi agama-budaya di beberapa daerah di Bali. Melalui 2 filmnya ini, Dwitra menempatkan film dokumenter sebagai alat mediasi konflik antar-etnis atau antar-kepercayaan. Dampak yang diharapkan setelah menonton kedua film ini adalah agar penonton mengkritisi konflik SARA yang terjadi di sekelilingnya, yang sebenarnya di beberapa tempat justru sudah terpecahkan. Beberapa tahun kemudian, di tahun 2016, Dwitra mulai mengalihkan fokus tema film-filmnya ke konflik kelas dan tragedi kemanusiaan, terealisasikan dalam Petani Terakhir dan Masean’s Messages. “Petani Terakhir” Petani Terakhir yang mendapat hibah produksi dari Denpasar Film

Festival 2015 ini mengisahkan tentang seorang petani yang mengalami dilema antara mempertahankan atau menjual sawah warisan yang dipertahankan oleh keluarganya. Konflik diri petani ini begitu aktual di tengah maraknya penjualan tanah yang ada di Bali. Alih-alih menghadirkan petani dengan sifat heroik yang mati-matian mempertahankan sawah, Dwitra memilih subjek film dengan segala sisi manusiawinya, yang terjebak antara pilihan-pilihan mempertahankan yang ideal atau menjadi realistis-pragmatis. Fenomena ini jika kita tarik sebab musababnya tentu tak jauh-jauh dari pariwisata masal atau mass tourism yang dimulai di tahun 60-an yang menyebabkan harga tanah di Bali ikut melonjak dan menggoda pemilik tanah untuk ramai-ramai menjual tanahnya. Peristiwa ini menjadi masif didukung oleh abainya pemerintah terhadap sektor pertanian. Dibandingkan mengurus lahan, membeli pupuk yang mahal, dengan laba panen tak seberapa, tentu lebih menguntungkan menjual tanah. Hasilnya bisa diputar untuk membuka bisnis. “Masean’S Messages” Sementara Masean’s Messages menceritakan tentang warga di Dusun Masean, Desa Batuagung, Jembrana yang bersepakat melakukan pembongkaran kuburan masal korban G-30-S atau yang di Bali lebih dikenal dengan Gestok. Warga dihantui oleh peristiwa-peristiwa janggal yang beruntun. Mereka percaya bahwa arwah korban Gestok belum tenang, dan harus diupacarai dengan layak.

PENONTON — Petani Terakhir dan Masean’s Messages, Dwitra sebisa mungkin menghindari wawancara dengan subjek film, dan dengan anteng mengikuti serta merekam segala peristiwa yang berlalu di depannya. Dengan metode yang lebih observatif, Dwitra membiarkan penonton mengamati peristiwa-peristiwa yang terangkai di layar, dan masuk ke dalam cerita tanpa menyadari bahwa di balik kamera ada seseorang yang merekam dan barangkali diam-diam memperhitungkan apa yang harus muncul dan tidak boleh hadir di kamera.

Dwitra dengan tekun mengikuti proses pembongkaran ini bahkan sejak tahap persiapan. Ia merekam berbagai reaksi dan inisiatif tiap warga selama proses ini. Di akhir cerita, akan kita dapati sebuah scene, di mana polisi, tentara, dan warga sipil berada dalam satu frame, bahu membahu menyukseskan jalannya pembongkaran kuburan massal ini. Gambar ini menjelaskan pada penonton, bahwa konflik G-30-S sesungguhnya telah selesai di tataran paling bawah. Dwitra menyajikan perspektif lain dalam memandang tragedi ini sebagai masa lalu. Ia menghindari melakukan repetisi yang umum kita temukan di film-film yang mengangkat G-30-S (misalnya Jagal dan Senyap oleh Joshua Oppenheimer), yakni masih berkutat pada persoalan siapa pelaku, siapa korban, dan siapa yang harus minta maaf. Dengan mengambil sudut pandang masyarakat Masean, bahwa siapa pelaku dan siapa korban dalam tragedi tersebut sudah menjadi rahasia umum di kalangan masyarakat. Hanya saja ia tidak dikatakan secara lugas. Sebab bagi masyarakat yang mewarisi masa lalu kelam anggota keluarganya, yang terpenting bukan lagi menghukum keluarga pelaku atau menenangkan keluarga korban, tapi memastikan bahwa sejarah tidak terulang. Dalam konteks masyarakat Masean, hidup harmonis secara sekala dan niskala adalah yang utama. Baik soal nasib pertanian yang di ujung tanduk, maupun peristiwa G30-S yang tak menemui ujung, keduanya adalah persoalan yang tidak banyak dihadirkan oleh pembuat film Bali. Jangankan pembuat film, bahkan kedua persoalan ini juga sering luput dari pemberitaan media atau dalam agenda pemerintah. Dwitra, melalui medium dokumenter mengantarkan kedua isu ini ke publik dengan intim. Berbeda dengan Lampion-lampion dan Pura Tanpa Daging Babi yang dibungkus dengan dokumenter ekspositori penuh wawancara dan tempelan footage, di kedua film terakhirnya, Petani Terakhir dan Masean’s Messages, Dwitra sebisa mungkin menghindari wawancara dengan subjek film, dan dengan anteng mengikuti serta merekam segala peristiwa yang berlalu di depannya. Dengan metode yang lebih observatif, Dwitra membiarkan penonton mengamati peristiwa-peristiwa yang terangkai di layar, dan masuk ke dalam cerita tanpa menyadari bahwa di balik kamera ada seseorang yang merekam dan barangkali diam-diam memperhitungkan apa yang harus muncul dan tidak boleh hadir di kamera. Ketidakhadiran pembuat film di dalam layar, baik secara audio maupun visual (yang biasa kita temui dalam film dokumenter yang menggunakan metode ekspositori penuh wawancara), secara tidak langsung mereduksi jarak antara film dan penonton, dan membuat mata kamera seolah-olah mewakili mata penonton yang mengamati tiada henti. Pendekatan macam ini memungkinkan penonton untuk masuk ke dalam cerita dan mengalami dengan lebih intim tentang dilema yang dihadapi petani dalam Petani Terakhir ataupun menyaksikan perspektif baru dalam menyikapi tragedi G-30-S dalam Masean’s Messages. zAyu Diah Cempaka

Memasuki Musim Hujan

Pneumonia Perlu Diperhatikan MEMASUKI musim panca roba, banyak anak-anak dan orang dewasa yang mengalami infeksi saluran pernapasan. Jika infeksi saluran pernapasan ini tidak diobati dengan tepat, maka akan menimbulkan beberapa komplikasi.

Salah satunya adalah infeksi pada organ paru-paru atau yang biasa kita sebut sebagai pneumonia. Angka kejadian dan prevalensi penyakit pneumonia di Indonesia pada tahun 2013 adalah 1,8 persen dan 4,5 persen. Lima provinsi yang memiliki kasus pneumonia tertinggi untuk semua umur adalah Nusa Tenggara Timur, Papua, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, serta Sulawesi Selatan. Apa Itu Pneumonia? Menurut Persatuan Dokter Paru Indonesia (PDPI) pneumonia adalah penyakit infeksi saluran napas bawah akut pada organ paru-paru. Pneumonia dapat disebabkan oleh mikroorganisme seperti virus, jamur, bakteri, dan parasit. Gejala yang muncul bila seseorang mengalami pneumonia yaitu: batuk berdahak dengan lendir (kuning, atau kehijauan), sesak, demam, nyeri dada saat batuk atau menarik napas yang dalam, sakit kepala dan mual muntah. Batuk yang terjadi pada pasien dengan pneumonia tidak

sembuh dengan obat-obatan yang dapat dibeli di warung, sehingga perlu pemeriksaan lebih lanjut seperti rontgen, dan kultur dahak. Pengobatan pada pasien dengan pneumonia yaitu diberikan antibiotik yang sesuai. Pada pasien yang mengalami sesak napas berat dan tidak bisa bangun dari tempat tidur, disarankan untuk dirawat inap di rumah sakit. Jika dibiarkan, maka kuman penyebab pneumonia akan menyebar di dalam darah dan menganggu sirkulasi tubuh. Hal ini akan menyebabkan infeksi pada organ lainnya seperti jantung dan ginjal, dan berakhir pada kematian.

Pencegahan Pneumonia Seperti yang kita ketahui bahwa pneumonia disebabkan oleh mikroorganisme, maka cara mencegah pneumonia adalah mencegah masuknya kuman ke dalam tubuh kita. Hal-hal yang dapat dilakukan yaitu menjaga kesehatan tubuh dengan berolahraga, makan secara teratur, menggunakan vaksin pneumonia dan menghindari polutan baik asap maupun debu. Jika di sekitar Anda ada yang mengalami gejala-gejala pneumonia, anjurkanlah untuk berobat ke puskesmas atau Instansi Kesehatan terdekat. zdr. I Gede Praya Bayu Pambudi

PNEUMONIA — Gejala pneumonia, batuk berdahak dengan lendir (kuning, atau kehijauan), sesak, demam, nyeri dada saat batuk atau menarik napas yang dalam, sakit kepala dan mual muntah. Batuk yang terjadi pada pasien dengan pneumonia tidak sembuh dengan obat-obatan yang dapat dibeli di warung, sehingga perlu pemeriksaan lebih lanjut seperti rontgen, dan kultur dahak.


5

Minggu Pon, 8 Januari 2017

Resensi Buku

Pedoman Ngaben Judul Buku Penulis Penerbit Tahun Tebal

Tahun Baru

CERPEN

Oleh Sarasvati Putri

: Upacara Ngaben Pranawa (2) : Ida Rsi Bhujangga Waisnawa Putra Sara Shiri Satra Jyoti : Pustaka Bali Post : Januari 2017 : 43 halaman

BUKU ini memberikan tuntunan atau pedoman ketika melaksanakan upacara ngaben sesuai dengan sumbernya. Sehingga pelaksanaannya dapat dilaksanakan dengan sederhana dan mudah tanpa menghilangkan makna dan tujuannya. Makanya berisi “Seri 2 Mentradisikan Agama bukan Mengagamakan Tradisi” artinya bagian ke dua dari buku “Reformasi Ritual” yang secara khusus menguraikan pelaksanaan upacara ngaben sesuai dengan sumbernya bukan berdasarkan trasisi “nak mula keto”. Buku ini juga berguna untuk memenuhi kebutuhan umat di zaman modern ini di mana umat Hindu semakin haus akan ilmu pengetahuan dan keagamaan, sehingga diperlukan buku-buku yang mampu memberi bekal dan petunjuk-petunjuk praktis kehidupan yang bersumber dari pustaka-pustaka suci dan sastra-sastra agama yang berhubungan dengan tattwa, susila, dan acara. (osi)

Film

Misteri Dering Telepon Judul Film Sutradara Skenario Pemain

: Maigret’s Dead Man : Jon East : Stewart Harcourt : Rowan Atkinson, Anamaria Marinca, John Light Release : Desember 2016 FILM ini dibuka dengan suara musik yang indah dan tertata. Gambar-gambar yang indah bak fotografi. Dibintangi Rowan Atkinson, lupakan peran kocaknya sebagai Mr. Bean atau Johnny English. Kali ini, Rowan Atkinson tampil serius sebagai detektif polisi penyabar asal Perancis, Jules Maigret. Detektif klasik karya George Simenon ini pertama kali muncul di era Golden Age, tepatnya pada tahun 1931 dan sudah berulang kali diangkat ke dalam serial televisi. Di awal 2016 ini, Rowan Atkinson mengambil alih peran Maigret yang sebelumnya pernah diperankan oleh Michael Gambon pada 1988 lalu tersebut. Karakternya terlihat seperti orang ngantuk, suka menghisap pipa, dan memiliki kesabaran yang luar biasa. Semua kasus yang ditangani berakhir dengan memilukan yang membuat kadang Maigret iba dengan sang pelaku. Maigret’s Dead Man berkisah tentang seorang pria yang menelpon Maigret dari sebuah kafe yang mengatakan bahwa dirinya sedang diikuti. Tanpa menjelaskan secara detail, sang penelepon memutuskan sambungannya secara sepihak. rupanya, sang penelepon berniat menelpon lagi dari kafe lainnya. Tapi hal itu tidak terjadi. Tidak beberapa lama, sebuah mayat ditemukan di sebuah taman yang nampaknya telah dilempar dari sebuah mobil. Maigret pun menyelidiki kasus misterius ini. Kisah ini diangkat dari novel berjudul serupa yang aslinya dalam bahas Perancis berjudul “Maigret et son mort.” Novel ini dirilis oleh Georges Simenon sang penulis pada 1948 silam. Kisah ini merupakan film televisi kedua setelah “Maigret Sets a Trap” dan menjadi penutup untuk season pertama. (osi)

KOPLAK tersenyum, kebiasaannya berdiri di depan cermin membuat dirinya belajar untuk menata ulang seluruh perjalanan hidupnya. Tahun ini, dia akan menginjak usia setengah abad. Bukan usia kanakkanak lagi, tetapi usia yang bagi Koplak, dewasa. Koplak emoh dikatakan makin tua. Sebutan “tua” sering membuatnya “patah jantung” dia juga tidak suka berkata “patah hati”, patah jantung, menurut cara berpikir Koplak lebih tepat! Terserah orang mau setuju atau tidak. Bukankah para politisi di negeri ini juga pandai dan mahir mengutak-atik bahasa sehingga terpelintir dan tergelelincir merugikan banyak orang. Bahkan membuat semua merasa kebakaran jenggot. Padahal tidak semua orang memilihara jenggot. Lalu, jenggot siapa yang terbakar? *** Secangkir kopi, dua buah pisang rebus rasanya sudah cukup untuk mengisi perut Koplak. Walau pun Koplak agak sulit juga menghirup kopi dengan cangkir. Seperti priyayi saja! Mana banyak aturannya. Ketika menyeruput kopi, cangkir dan tatakan harus diangkat. Nyeruput kopi juga tidak boleh bunyi. Harus senyap! “Bapa jangan kampungan dong. Sebagai aparat harus memiliki tata krama. Juga tata bahasa yang baik. Tata laku juga perlu diubah. Bapa harus mulai belajar, table manner!” Memang saat ini zaman buduh, gila. Semua hal ada aturan-aturannya. Aturanaturan yang tidak nyaman. Tidak juga menentramkan, apalagi memberi pencerahan. Aturan-aturan masyarakat modern itu begitu banyak. Seolah seluruh hal bisa dibuatkan bhisama. “Bapa ngerti table manner?” “Cening, cening. Alangkah rumitnya hidup di zamanmu, ya?” “Apa! Maksud Bapa, apa? Kok, rumit! Ini namanya kemajuan, Bapa. Orang yang tidak mau maju akan terus ketinggalan. Hidupnya akan monoton dan tidak menarik lagi. Tidak ada tantangan, juga tidak mau belajar hal-hal baru. Kalau itu terjadi, sama saja dengan kematian sudah di ambang pintu. Hidup jadi tidak memiliki spirit. Tidak memiliki tujuan.” Begitulah cerocos anak semata wayang Koplak padanya. Seolah dunia dan kehidupan yang benar adalah dunia, Ni Luh Putu Kemitir. Koplak hanya bisa menarik nafas dalamdalam. Sebagai lelaki singgle parent, dia tidak ingin menyakiti hati anak perempuan satu-satunya itu. Tetapi menyeruput kopi dengan cangkir benar-benar terasa sebuah penindasan yang luar biasa. Rasa tidak nyaman, rasa tidak menikmati hidup benar-benar mengepungnya. Kopak mencoba saran-saran Kemitir. Cangkir kopi diangkat, dia seruput. Kemitir ke luar dari pintu kamar. Hampir saja cangkir kopi dilempar Kopak karena kaget. “Angkat tatakannya, Bapa. Begini caranya!” Kemitir memperagakan gaya minum kopi. Gaya minum kopi yang aneh dan tidak nyaman bagi Kopak. Kopak mengikuti saran anaknya, sambil mengangkat kaki kanannya berlabuh di atas meja. “Bapa! Kakinya turun! Tidak sopan. Seperti orang yang tidak pernah sekolah saja. Kaki diletakkan di bawah!” Kemitir kembali memberi penrintah. Koplak menciut. Hanya bisa menarik napas. Minum kopi saja banyak aturan ini-itu. Koplak benar-benar tidak habis pikir. Bagaimana cara orang-orang modern di kota menikmati hidupnya? Bahagiakah mereka? Nyamankah mereka? Apakah aturan-aturan yang banyak dan ribet itu membuat mereka merasa menjadi manusia yang baru? *** Angin pagi menampar wajah Koplak. Bau bunga cempaka, kenanga, dan kamboja menyentuh hidung Koplak. Terasa nyaman dan menyejukkan. Koplak menarik nafasnya dalam-dalam, berusaha menenangkan beragam gusar dan ragu di dalam pikirannya. Lelaki itu berharap, di tahun baru ini banyak hal-hal baru yang bisa diselesaikkannya dengan tuntas.

Banyak target-targetnya belum tercapai. Sebagai Kades, Kepala Desa, Koplak ingin sekali desanya maju. Jauh dari huru-hara seperti yang terjadi di kota. Koplak memang belum mengambil cuti, karena banyak hal yang harus ditandatangani. Banyak proposal yang harus dibacanya. Pokoknya, semuanya harus tuntas sebelum pemungutan suara dilakukan. Agak berat juga memulai hari di tahun baru ini. Karena kelihatannya warga desa sudah dibagi atas tiga kubu, jadi Koplak merasa agak sulit mengerahkan masa, warga desanya sendiri. Warga desanya yang lugu yang sehari-hari waktunya dihabiskan di sawah atau di perkebunan. Pemilihan Kades akan dimulai bulan Februari telah menyita pikiran Koplak. Semua hal menjadi perdebatan-perdebatan yang tidak perlu. Perdebatan yang bagi Koplak tidak masuk akal. Selama jadi Kades di Desa Sawut, Koplak tidak pernah menganjurkan ini-itu pada warganya. Bagi Koplak yang penting semua berjalan damai, aman, dan nyaman. Urusan beres! Setelah mulai pengambilan nomor undi calon Kades, Desa Sawut jadi berubah. Orang-orang desa Sawut yang biasanya tanpa suara, cenderung senyap. Kelihatannya ada yang berubah drastis. “Pemilihan Kades tahun ini, pemilihan yang paling seru,” suatu Pan Dongklang berkata agak keras di kuping Koplak. Koplak terdiam. “Seru? Memangnya main bola?” sahut Pan Kacrut, peternak Babi. “Ah… Kamu itu terlalu banyak berkeliaran di pasar Payuk, Crut. Otakmu isinya cuma harga daing babi saja. Sesekali otakmu itu perlu di upgrade, biar tidak ketinggalan zaman.” “Ugrade? Memangnya otak bisa diupgrade. Gayamu itu, Pan Dongklang seperti ngerti teknologi saja.” “Pergaulanku luas, Crut.” “Kamu sudah cuti jadi bebotoh? Kerja apa kamu sekarang? Kulihat kamu sering berada di kota?” “Tetaplah…” “Bebotoh itu sudah jadi bagian dari hidupku. Kenapa? Kamu mau kasih aku pekerjaan baru?” “Waduh, sekarang ini sedang masa krisis. Harga barang sudah tidak terkendali. Tahun ini juga anakku kuliah. Harga cabai di pasar saja begitu melambung. Istriku sampai pusing memikirkan dan mengatur uang belanja harian. Semua serba mahal.” “Kupikir kamu akan menawarkan pekerjaan untukku.” “Apa kamu bisa kerja, Dongklang?” “Hahahaha, sudah jangan tanya itu. Aku sekarang jadi pendukung calon Kades no.1.” “Maksudmu? Kamu kerja sama I Wayan Agus Sumir? Calon Kades baru kita.” “Wah, hebat.” “Kamu mau ikut?” “Apa ada pekerjaan untukku? Aku tidak pandai berkata-kata sepertimu, Dongklang. Aku juga tidak bisa bohong. Takut sama sesuhunan , leluhur. Tetapi, kalau ada pekerjaan yang bagus dan tidak sulit aku mau. Aku lagi butuh uang banyak,” Kacrut berkata serius. *** Sudah tradisi di Desa Sawut, jika musim kemarau tidak hanya menjadi petaka namun di sisi lain justru menjadi keberuntungan bagi sebagian orang. Seperti halnya petani di Desa Sawut, yang bersyukur adanya kemarau. Para petani ini kini dalam masa panen atas “dagdag” yang mereka petik dari sawah-sawah mereka. “Dagdag” merupakan daun ubi jalar yang dijual untuk makanan ternak babi. Ubi jalar dipilih ditanam pada masim kemarau karena tanaman ini kuat dengan panas dan hanya butuh sedikit air untuk tumbuh lebat. Selain itu, dari segi ekonomi dan pasar dengan menanam dagdag juga lebih menguntungkan. Sebab dagdag yang dihasilkan petani yang berada di perbatasan Desa Sawut dengan Desa Laba tersebut senantiasa diserbu pembeli. Para pengepul senantiasa memburu dagdag dari petani

untuk dijual di Pasar Payuk. Bagi warga desa Sawut penghasilan menanam ubi jalar yang dicari daunnya untuk dagdag jauh menghasilkan daripada menanam padi. Sebab satu cekel dagdag (sekitar 40 batang daun ubi jalar) dijual Rp 25.000. Sementara satu pesel dagdag (kira-kira 250 batang dagdag) dijual ke pengepul Rp 15 ribu rupiah. Oleh sebab itu, Kacrut mengaku bisa meraih laba bersih Rp 1,5 Juta perbulan dari menanam dagdag. “Sawah saya seluas 5 are, ya sebulan panen dagdag dapat Rp 1,5 juta,” ujar Kacrut saat ditemui sedang mengangkat dagdag hasil panennya. Menurutnya, penghasilannya itu jauh dari penghasilan menanam padi yang panen hanya 3 bulan sekali dengan pendapatan sekitar Rp 1 juta rupiah selama tiga bulan. Hal yang sama juga disampaikan oleh Nyoman Sudira yang juga menanam dagdag di sawah miliknya. Pihaknya menyampaikan bahwa menanam ubi jalar untuk dicari dagdagnya hanya bisa dilakukan ketika musim panas. Sebab ketika musim hujan, ubi jalar yang ditanam akan sulit tumbuh dan mati. “Kalau kebanyakan air karena hujan bisa mati terendam, daunnya juga tidak lebat karena batangnya justru tumbuh akar,” ungkapnya. Warga desa Sawut mengaku menanam ubi jalar tidak dicari umbinya namun dijual daunnya. “Yang dijual kan daunnya, kalau musim hujan daunnya kuning dan batangnya tumbuh akar maka daunnya sedikit, bisa rugi” ungkapnya. Pihaknya pun menyampaikan jika musim hujan dengan air subak dan hujan yang melimpah akan kembali menanam padi kendati hasilnya tidak maksimal. Begitulah kondisi ekonomi masyarakat di Desa Sawut. Semuanya bergulir begitu datar. Hidup selalu bisa disiati dengan beragam cara dan dilakukan dengan girang dan riang. Koplak menarik nafas mengingat ketentraman yang terjalin di antara warga. Kehidupan berjalan begitu harmonis. Orang-orang di desanya tidak pernah kalap jika seorang tetangga bisa membeli barangbarang mewah, misalnya motor. Atau pesawat TV yang besarnya seperti meja rias istri Koplak. Sekarang ini, kata Kemitir jaman modern. Zaman komputer, jaman digital. Semua terasa begitu dingin dan mengerikan bagi Koplak. Seorang lelaki setengah abad yang menghabiskan seluruh hidupnya di Desa Sawut. Dia sesekali ke kota hanya untuk rapat dengan Pak Lurah, Pak Camat, kadang-kadang bertemu juga dengan Walikota, Bupati atau Gubernur. Apakah yang sesungguhnya telah berubah di dalam hidup ini? Semua terasa aneh. Terasa serba palsu. Orang-orang selalu tersenyum. Bajunya bagus, bau mereka wangi. Seolah mereka semua bahagia dan tidak memiliki masalah. Semua diatur ditata. Begitu manis dan harmoni, tetapi di belakang semua itu penuh ranjau. *** Pemilihan Kades masih jauh. Koplak merasa suasana desa sudah berubah. Ada yang mengganjal, tetapi tidak enak untuk dikeluarkan. “Sekarang ini jaman serba cepat, Bapa.” “Terus Bapa harus bagaimana?” “Bapa harus mempersiapkan Timses.” “Apa itu?” “Tim Sukses untuk mendukung Bapa jadi pemenang di pemilihan Kades. Kalau Bapa mau menang harus punya Timses.” “Gawat sekali.” “Bapa, Bapa. Makanya, kalau baca koran dan nonton TV itu didengar baik-baik infonya. Bapa lihat ‘kan, persaingan untuk meraih kursi gubernur di kota? ” “Waduh itu rumit dan menakutkan. Bapa ‘kan cuma mau ikut pemilihan Kades bukan gubernur.” “Iya, ngerti. Harus ditiru sistemnya. Keren, ‘Pe. Cari orang dong untuk buat baliho, poster dan brosur. Sebarkan kepada orang-orang desa program apa yang Bapa

tawarkan untuk membangun desa ini. Ayo dong, ‘Pe. Kerjaaaa. Fokus. Bapa ingin menang nggak sih? Bapa sebetulnya masih ingin menjabat jadi Kades atau tidak? Lo, kok diam saja. Kalau mau menang, harus buat program-program yang oke. Minimal bisa memikat hati rakyat desa ini. Atau… Bisa memikat anakmu ini. Bapa ngertikan?” “Apakah masyarakat desa ini tidak bisa melihat kerja, Bapa?” “Sudah lupa. Sekarang ini orang-orang memerlukan konsep.” “Bapa tidak bisa buat konsep.” “Sewa orang dong.” “Sewa?” “Iya. Bapa cari orang pinter.” “Balian, dukun maksudmu?” “Ya, ampun! Bagaimana sih, Bapa ini mau jadi Kades apa tidak sih? Orang pinter itu, orang sekolahan. Sarjana. Tukang buat konsep. Pokoknya tukang berpikir. Untuk memoles ide-ide Bapa jadi kelihatan lebih gagah.” “Maksudmu apa? Siapa yang harus membayar orang pinter ini?” “Hyang Jagat, Ide Ratu Bhatara titiang. Orang-orang pinter itulah yang akan mengatur jalannya pemilihan Kades di desa kita, Bapa. Semua calon sudah memiliki orang pinter. Hanya Bapa yang belum. Bapa takut keluar uang?” “Buat konsep kok harus bayar. Aneh itu?” “Apa sih yang gratis hari gini. Bapa, Bapa. Kalau Bapa tidak segera bergerak. Habis kita.” “Habis bagaimana?” Koplak menatap anak perempuannya serius. “Tidak bakal menang!” “Terus…. Kalau buat konsep gagah dan membohongi rakyat desa, dijamin pasti menang?” “Itu bagian dari kekinian, Bapa. Namanya tren. Gaul gitu lo!” “Bapa tidak mengerti. Bapa sudah baca seluruh Baliho besar-besar. Juga spanduk dan brosur yang disebar saingan Bapa dalam pemilihan Kades tahun ini. Bapa bingung.” “Bapa kok jadi Koplak sih?” “Nama Bapa memang Koplak. Maksudmu apa, Cening?” Koplak menatap tajam mata anak gadisnya. Mata yang kecewa. Mata yang berharap bapaknya menjadi orang lain. Koplak menarik nafas. Kali ini dia ingin minum kopi dengan bebas, tidak suka pakai cangkir. Buat rumit dan tidak terasa santai. Koplak duduk di teras sambil berpikir, bagaimanamungkin konsep-konsep yang dibuat para tandingannya dibilang bagus oleh anaknya sendiri. Koplak tersenyum geli membaca brosur, spanduk, dan baliho yang memasang foto para calon. Koplak justru bertanya, apa yang mereka tahu tentang desa ini? Mereka tidak pernah tinggal di desa ini. Mereka datang hanya jika ada odalan atau upacara kematian. Mengapa orang-orang senang sekali disajikan kebohongan! Mimpi muluk-muluk. Koplak meneguk kopinya dengan keras mengangkat kakinya, tangannya meraih kalender baru.

Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.

Satya Dewi K. Ngurah

Achmad Cholid

Nuriarta Afrizal

W.G. Sumarta


DIMENSI

6 RAMALAN

BINTANG

Capricorn Peruntungan: Tak perlu malas untuk segera mem-follow up janji-janji yang ada dan tak perlu malu untuk memulainya dari awal. Karier: Di minggu ini sangatlah berprospek sekali untuk melakukan terobosan-terobosan baru. Kesehatan: Hindarilah begadang sampai larut malam, karena kondisi badan Anda masih rentan terhadap angin malam. Keuangan: Pemasukan terus meningkat dan cukup membikin hati lebih tenang. Asmara: Yakinlah bahwa semua ini pasti akan berlalu, untuk itu tenang saja. Aquarius Peruntungan: Di minggu ini cukup baik bila ingin melaksanakan terobosan-terobosan penting, karena peruntungan masih lumayan mujur. Karier: Kerjasama dengan pihak luar, sebaiknya benar-benar dipikir secara mendalam. Kesehatan: Meskipun cukup sibuk akan tetapi kondisi badan Anda masih cukup sehat dan prima, sehingga tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Keuangan: Berusahalah untuk tetap tidak mengganggu dana yang sudah ada. Asmara: Tak ada gunanya Anda terus berpikiran negatif kepadanya karena itu sama saja menyiksa diri sendiri. Pisces Peruntungan: Bertindaklah lebih hati-hati dan tidak grusa-grusu dalam mengambil keputusan. Karena faktor kecerobohan akan dominan sekali menghiasi langkah Anda di minggu ini. Karier: Tawaran yang datang secara mendadak, sebaiknya jangan diberi keputusan dulu. Kesehatan: Berusahalah untuk selalu berolahraga ringan di minggu pagi, agar selain badan selalu sehat juga pikiran akan terasa segar dan jernih. Keuangan: Jika sudah harus mengeluarkan dana sebaiknya bisa dipikir beribu-ribu kali, jangan sembrono. Asmara: Terimalah realita yang ada dengan hati yang senang. Aries Peruntungan: Bekerjalah dengan penuh semangat karena di minggu ini peruntungan Anda benar-benar bagus dan cukup menjanjikan. Karier: Manfaatkan kesempatan baik yang sudah dipelupuk mata. Kesehatan: Sadarilah bahwa kesehatan itu mahal harganya dan ternilai harganya, untuk itu Anda harus menjaganya dengan benar dengan selalu berpola hidup yang sehat. Keuangan: Di minggu ini terasa cukup sulit dan memusingkan. Asmara: Tidak ada gunanya terlalu mendengarkan omongan orang, karena itu hanya akan bikin sakit hati saja. Taurus Peruntungan: Jangan bersantai ria di minggu ini karena tingkah laku Anda sangat menentukan sekali bagi kesuksesan Karier dan bisnis yang lagi ditekuni ini. Karier: Cobalah terus ditingkatkan prestasi kerjanya agar tidak kesulitan dalam meraih setiap peluang yang terbuka lebar. Kesehatan: Sisi kesehatan sangat mendukung langkah Anda, namun demikian jangan ulangi kebiasaan buruk yang telah berhasil ditinggalkan. Keuangan: Tampaknya keuangan akan terganggu, tak perlu berputus asa sebaiknya singkirkan dulu keinginan untuk bersaing. Asmara: Jangan hanya diam terpaku memAndang sidia yang lagi kacau pikrannya, segera ambil tindakan yang dapat meringankan beban pikirannya. Gemini Peruntungan: Usahakan untuk bersikap sewajarnya saja, tempatkan segala sesuatunya pada proporsi yang benar, agar tidak ada ganjalan sehingga segalanya berjalan dengan lancar. Karier: Semangat yang mulai kendor karena omongan orang sebaiknya bisa ditingkatkan kembali. Kesehatan: Hindari udara malam yang berlebihan, jaga agar tubuh jangan sampai terlalu capai. Keuangan: Dukungan sumber dana lumayan baik, malah kalau Anda cermat bisa menyisihkan sebagian untuk antisipasi perkembangan berikutnya. Asmara: Berpikirlah positif dengan kesibukannya akhir-ahir ini yang cukup banyak menyita waktu. Cancer Peruntungan: Tak perlu cemas akan kehabisan order ataupun nganggur, karena banyak peluang yang terbentang di depan mata. Sehingga motivasi harus tetap dipertahankan dan cara kerja perlu ditingkatkan. Karier: Di minggu inilah kesempatan bagi Anda untuk meraih sesuatu yang selama ini tidak mungkin diraih. Kesehatan: Jangan lupa untuk mengatur waktu makan dan istirahat yang secukupnya. Olah raga kecil baik dilakukan untuk menjaga stamina dan kebugaran tubuh. Keuangan: Dibanding masa sebelumnya sumber income kali ini sangat bagus. Asmara: Menjadilah yang terbaik dari yang baik, apalagi si dia mulai ada yang mengincarnya. Leo Peruntungan: Di minggu ini jangan terfokus pada suatu permasalahan, karena masih banyak peluang yang lebih terbuka lebar dan dapat dimanfaatkan dengan maksimal. Karier: Cobalah lebih konsentrasi dan jeli dalam melihat suatu peluang, agar tidak ada yang tersia-siakan. Kesehatan: Segi kesehatan cukup baik dan gangguan muncul hanya karena rasa penat yang berlebihan di badan Anda. Keuangan: Agak ruwet karena banyaknya masalah yang harus diselesaikan dengan uang. Asmara: Pertahankan suasana yang lebih indah dan menyenangkan ini, dengan selalu menuruti segala keinginannya. Virgo Peruntungan: Proyeksi Anda membuahkan hasil yang lumayan besar sehingga ada harapan untuk bisa meraih hasil besar di minggu ini. Tetaplah tenang dan jangan keburu lupa diri dulu dengan peluang yang tampak jelas di hadapan Anda itu. Karier: Tak perlu mendengarkan gunjingan orang yang bikin suasana hati menjadi panas saja. Kesehatan: Hindari pulang larut malam karena bagaimanapun juga kondisi badan Anda kurang begitu sehat. Keuangan: Bersyukurlah karena rezeki yang tak Anda duga semula dapat membawa kesegaran bagi keuangan Anda yang lagi seret akhir-akhir ini. Asmara: Walaupun katakatanya terkadang menyakitkan hati, tetapi hatinya yang paling dalam cukup baik dan sayang kepada Anda. Libra Peruntungan: Di minggu ini Anda perlu memikirkan tawaran kerjasama dengan pihak luar, sebaiknya benar-benar dipikir secara mendalam jangan hanya berlAndaskan faktor perasaan saja. Di awal bulan ini cukup baik bila ingin melaksanakan terobosan-terobosan penting, karena peruntungan masih lumayan mujur. Karier: Hilangkan dulu perasaan cepat puas dan bangga dengan apa yang telah Anda raih selama ini. Kesehatan: Berolahragalah di minggu pagi meskipun hanya lari-lari kecil. Jangan biarkan rasa kantuk dan hawa malas Anda mengalahkan kebiasaan positif tersebut. Keuangan: Semua tanggungan Anda segera saja selesaikan mumpung ada dana untuk semua itu. Asmara: Terimalah realita yang ada dengan hati yang senang, tidak perlu cemas dengan situasi yang cukup sulit itu. Scorpio: Peruntungan: Bertindaklah lebih tegas dan tak perlu takut dengan rintangan yang menghadang. Terjang saja sekiranya ada yang menghambat langkah Anda apalagi di minggu ini dorongan angin tampak cukup membantu perjalanan Anda, sehingga langkah terasa lebih ringan dan mantap. Karier: Tunjukkan kemampuan Anda jangan mau diremehkan oleh orang lain apalagi oleh klien sendiri karena hal itu jika dibiarkan maka akan sangat mempengaruhi dedikasi Anda selama ini. Kesehatan: Penyakit mag sebaiknya perlu waspada dan patuhi anjuran dokter sebaik mungkin dan jangan lupa untuk selalu rajin control ke dokter. Apalagi akhir-akhir ini aktivitas begitu beratnya sehingga harus lebih rajin untuk selalu kontrol kesehatan ke dokter. Keuangan: Jangan tergoda dengan kabar burung yang sulit dipercaya kebenarannya, ada baiknya Anda lebih concern dengan pekerjaan Anda saat ini. Asmara: Tak perlu ikut terhanyut oleh suasana yang tidak menentu ini, cobalah dijaga keakraban dan keharmonisan hubungan Anda dengannya. Sagitarius Peruntungan: Jangan pernah berhenti untuk terus beraktifitas dengan penuh semangat dan pantang menyerah. Keseuksesan sudah tinggal selangkah lagi sehingga sangatlah disayangkan jika Anda kurang bisa bersemangat dalam mengejar kesempatan ini. Karier: Bila ada persoalan pribadi, sebaiknya jangan dicampuradukkan dengan urusan pekerjaan yang sudah rumit ini. Kesehatan: Dengan banyak tertawa maka akan membuat pikiran menjadi rileks dan membuat hati senang, sehingga bisa untuk mengusir kepenatan karena urusan pekerjaan. Keuangan: Tak perlu pilh-pilih order, jika merasa mampu sebaiknya diterima saja. Asmara: Masih menggelora, dan tampak semakin harmonis. Hanya Diasuh Oleh saja ada gangguan kecil akan tetapi itu Putri Wong Kam Fu tidak berpengaruh banyak terhadap kebaBerlaku hagiaan yang Anda rasakan di minggu ini 8 -14 Januari 2017 dengannya.

Minggu Pon, 8 Januari 2017

WEDA WAKYA

Tuhan Tidak Hanya Ada pada Arca Na tasya pratima asti yasya nama mahad yasah Hiranyagarbha’ityesa ma ma himsidityesa yasman na jata’ityesah (Yajur Veda 32.3) “Beliau yang kemasyurannya Maha Agung, tidak ada bentukNya. Beliau menyimpan segala sesuatu yang bersinar hebat di dalam diriNya makanya Beliau adalah Hiranyagarbha. “Jangan..., jangan aku disakiti...” demikian doa permohonan disampaikan kepadaNya. Tidak pernah ada muncul yang lebih hebat dari Beliau, demikian Beliau dikenal.” ORANG-orang India, ada yang memberikan “laporan pandangan mata”-nya perihal tata upacara umat Hindu di Bali yang menurut mereka sangat amat mengagumkan; ada yang memberikan perhatian ekstra kagum pada kebersamaan sembahyang, yang pada umumnya mereka tidak miliki di India; ada yang memberikan perhatiannya pada pengucapan mantram-mantram yang bagi mereka sangat mengagumkan, kecuali beberapa sarjana Sanskerta yang memberikan kritikan terhadap “salah eja” dan “salah ucap” mantram-mantram, serta kebanyakan tidak memahami arti mantram; ada pula yang memberikan rasa super kagumnya pada bagaimana umat Hindu di Bali menjaga tradisi “mendarah daging” harus berpakaian adat baru boleh masuk ke pura. Ketika mendapat kesempatan ikut menyaksikan kemeriahan tahun baru 2017 di kota “Impian Maya” pusat produksi film terbesar, kota Bollywood”, Mumbai, kami sempat bertemu dengan beberapa orang dan keluarga yang sudah berulangkali datang ke Bali. Mereka semua menyampaikan kekagumannya dan juga mengatakan sudah berulangkali datang ke Bali. Bahkan mereka bukan hanya mengajak anggota keluarganya melainkan juga “group” kenalannya untuk berkunjung ke Bali. Terdapat satu pertanyaan yang sangat umum ditanyakan adalah, “Mengapa semua tempat sembahyang Pura di Bali kosong alias tidak ada Arca-nya?” Ternyata mereka salah lihat, atau melihat tapi tidak melihat. Berbeda dengan di tempat sem-

Redaktur Khusus WEDA

WAKYA Darmayasa bahyang Mandir di India, yang hampir selalu “harus” ada Arca yang dipuja setiap hari, di Bali hampir semua Pura memang “harus” ada Arca, Pratima, atau Murti. Hanya saja, pemujaannya tidak dilakukan setiap hari melainkan setiap piodalan yang datangnya enam bulan sekali. Pratima, Arca atau Murti dari DewaDewi yang dipuja di Pura tersebut di-”tangiang” (dibangunkan) dan dipuja selama tiga hari berturutturut, selanjutnya di-”sineb” atau “masimpen” alias “ditidurkan” di Gedong Pasimpenan sampai enam bulan berikutnya. Terdapat dua jenis persembahyangan kepada Tuhan YME, yaitu persembahyangan dan pemujaan dilakukan kepada Tuhan YME dalam Nirguna Brahman (Tuhan tanpa bentuk) dan Saguna Brahman (Tuhan dalam bentuk). Kedua jenis pemujaan ini, khususnya pada zaman belakangan ini, berkembang pesat bersama-sama. Ada yang menyembah Tuhan dalam bentuk dan ada pula yang menyembah Tuhan tanpa bentuk. Tidak jarang terjadi “benturan” dan “persinggungan” yang sesungguhnya tidak perlu terjadi. Ada yang mengatakan Tuhan hanya berbentuk, dan ada pula mengatakan Tuhan hanya tidak berbentuk. Tanpa disadari, dengan kata “hanya”, orang sudah membatasi kemahakuasaan Tuhan Yang Maha Kuasa. Kesejatian, Kebenaran, dan Kemahakuasaan sempurna Tuhan adalah berbentuk dalam tanpa bentuk, dan tidak berbentuk dalam bentuk, berwujud dan tidak berwujud, rupam (berbentuk) tetapi juga arupam (tidak berbentuk). Kesempurnaan Tuhan Yang Maha Sempurna seperti inilah yang diakui sebagai Parama Satyam atau Kebenaran Tertinggi. Tuhan Yang Maha Sempurna diagung-agungkan oleh kitab suci Veda dan Upanisad sebagai kesempurnaan maha sempurna melalui sebuah mantra: purnam

adah purnam idam, bahwa Tuhan YME Maha Sempurna adanya. Dari Yang Maha Sempurna tercipta tiada terhitung ciptaan maha sempurna, tetapi Tuhan Yang Maha Sempurna tetap Sempurna adanya. Itulah penjabaran sangat sempurna perihal Tuhan Yang Maha Sempurna. Oleh karena itulah Tuhan dalam Sanatana Dharma disebutkan sebagai Acintya Rupam, yang kecerdasan “super duper” tajam manusia pun tidak mampu menjangkau-Nya. Sistem pemujaan Tuhan yang Acintya Rupam dilakukan dalam Saguna Bhakti maupun Nirguna Bhakti. Ada yang menyebutkan bahwa orang yang mencapai tingkatan bhakti menengah (Madhyama Adhikari) akan memuja Tuhan dalam Bentuk. Sedangkan mereka yang mencapai tingkat Uttama Adhikari (tingkat bhakti tinggi) memuja Tuhan yang Tidak Dalam Bentuk. Akan tetapi, pada zaman Kaliyuga ini, orang yang mampu mencapai tingkat Uttama Adhikari hampir tidak ada. Secara umum, orang-orang hanya sampai pada tingkat Madhyama Adhikari. Mereka lebih mudah dapat mengembangkan bhaktinya kepada Tuhan YME melalui suatu Bentuk atau Wujud yang sudah melalui suatu proses abhisekam atau upacara “pasupati” khusus, proses yang sangat suci dan sangat rumit serta bisa dilakukan hanya oleh beberapa orang pendeta khusus pula, atau Bentuk “Ciptaan Niskala” yang muncul dengan sendirinya dan bukan buatan manusia. Bentukbentuk Tuhan yang sudah melalui proses upacara sangat khusus dan/ atau Bentuk “Ciptaan Niskala” seperti itu menjadi sangat ampuh dalam membantu manusia dalam mengembangkan cinta kasih bhaktinya kepada Tuhan YME. Orang sering tidak menyadari kelemahan praktik dari kedua jenis pemujaan tersebut karena terlelap pada praktik-praktik yang dihiasi dengan kata “hanya” serta sibuk saling mengritik praktik-praktik yang mereka tidak pahami sama sekali. Orang yang layak memuja Tuhan dalam Bentuk adalah orang yang sudah “mengalami” kedua jenis praktik spiritual tersebut; Saguna Bhakti mereka “alami dalam anubhava bhakti dan Nirguna Bhakti mereka juga “alami” dalam anubhava bhakti-nya. Orang yang sudah mengalami melalui anubhava

bhakti keduanyalah yang berhak serta layak mempraktikkan salah satu jenis bhakti secara mengkhusus. Kalau tidak, praktik Saguna Bhakti dan Nirguna Bhakti hanyalah sebuah praktik yang masih dalam perjalanan menuju pintu masuk Bhakti Marga. Sesungguhnya, tidak ada Saguna Bhakti tanpa diawali Nirguna Bhakti dan tidak ada pula keberhasilan Nirguna Bhakti tanpa diawali oleh Saguna Bhakti. Keduanya saling mengisi dan masing-masing ada di dalam satu sama lainnya. Tingkat pemujaan dalam Bentuk akan mencapai klimaks fanatiknya dan gagalnya ketika orang tidak mengalami keberadaan tanpa Bentuk Tuhan di dalam keberadaan Bentuk Tuhan. Demikian pula klimaks fanatik dan kegagalan pemujaan Tuhan tanpa Bentuk mencapai puncaknya ketika orang tidak mengalami keberadaan Tanpa Bentuk Tuhan dalam keberadaan Bentuk Sempurna Tuhan. Terhadap mereka yang melihat Tuhan hanya dalam pratima, arca, atau murti, Veda mengingatkan “na tasya pratima asti”, bahwa Tuhan tidak ada dalam Bentuk, tidak ada pada Bentuk melainkan di dalam Bentuk. Tenaga listrik itu bukan kawat kabel melainkan ada di dalam aliran kawat kabel listrik. Bhagavad-gita 7.24 menyebutkan avyaktam vyaktim, “mereka yang kurang pemahamannya menganggap diri-Ku yang tak berwujud ini sebagai yang berwujud. Mereka tidak memahami Kebenaran-Ku yang tertinggi yaitu yang kekal abadi dan Maha Utama”. Manusia sangat terikat pada material. Segala sesuatu dipandang dari sudut materi. Pikiran pun sangat terikat pada dunia materi sehingga sulit untuk membayangkan yang tanpa materi. Kleso’dhikataras tesam avyaktasakta-cetasam, “Orang yang sangat terikat pada badan, kesulitannya lebih banyak, karena sesungguhnya mereka yang sangat terikat pada badan jasmani sangat sulit untuk dapat mencapai Yang Tidak Berbentuk”. Tuhan bukannya tanpa bentuk sama sekali, tetapi Tanpa Bentuk yang memiliki Bentuk. Seperti angin yang tidak bisa kita lihat, namun bisa kita rasakan. Dalam lukisan, angin digambarkan sebagai garis-garis.

MIMBAR AGAMA

Penundukan Diri Redaktur Khusus

KRISTEN PROTESTAN PDT. I P WIDIARSANA, S.Th. “Lalu Ia pulang bersamasama mereka ke Nazaret; dan Ia tetap hidup dalam asuhan mereka. Dan ibu-Nya menyimpan semua perkara itu di dalam hatinya.” Lukas 2:51 ADA banyak orang yang bermasalah dengan penguasaan diri. Belum apa-apa mereka sudah menunjukkan keengganan untuk setia dan taat kepada instansi dimana mereka bekerja atau kepada pimpinan. Mereka melanggar peraturan seenaknya, dan malah tersinggung atau marah ketika mendapat teguran. Harga diri disetel terlalu tinggi tapi di sisi lain mereka berbuat sesuka hati. Kita sering bertemu dengan orang-orang yang bersikap seperti ini, mudah-mudahan kita tidak termasuk di dalamnya. Masalah penundukan diri, sikap kerendahan hati itu menjadi isu yang penting untuk kita perhatikan. Dan hari ini kita bisa belajar langsung dari keteladanan Yesus sendiri ketika masih kecil. Pada suatu kali Yesus yang masih berusia 12 tahun pergi ke Yerusalem untuk merayakan Paskah bersama kedua orang tuanya. Setelah perayaan usai, Maria dan Yusuf baru sadar bahwa ternyata Yesus tidak berada bersama mereka, dan ketika itu mereka sudah ditengah perjalanan. Mereka pun segera berbalik kembali Yerusalem untuk mencari Yesus. Saya bisa membayangkan betapa cemasnya orang tua yang kehilangan anaknya di tempat ramai seperti itu. Dan perjalanan kembali untuk mencari itu pun makan waktu yang lama. Alkitab mencatat bahwa tiga hari kemudian barulah mereka berhasil menemukan Yesus yang ternyata ada di dalam Bait Allah. “Sesudah tiga hari mereka menemukan Dia dalam Bait Allah; Ia sedang duduk di tengah-tengah alim ulama, sambil mendengarkan mereka dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada mereka.” (Lukas 2:46). Kecerdasan Yesus dalam menjawab para alim ulama itu sungguh mencengangkan mereka, termasuk pula Maria dan Yusuf. Seperti orang tua pada umumnya, saat itu Maria dan Yusuf pasti diliputi perasaan cam-

pur aduk, antara lega dan marah. Maka mereka pun menegur Yesus karena menghilang diam-diam seperti itu. Dan lihatlah, meski dalam Alkitab tercatat bahwa Yesus sempat mengatakan bahwa memang disanalah Dia harus berada, yaitu di dalam rumah Bapa (ay 49), tetapi Yesus mengambil keputusan untuk taat dan tunduk kepada orang tuanya di dunia ini. Ayat selanjutnya menggambarkan hal tersebut. “Lalu Ia pulang bersama-sama mereka ke Nazaret; dan Ia tetap hidup dalam asuhan mereka. Dan ibu-Nya menyimpan semua perkara itu di dalam hatinya.” (ay 51). Yesus memutuskan untuk taat mengikuti permintaan kedua orang tuaNya. Ia pulang ke Nazaret mengikuti mereka dan tetap hidup dalam asuhan mereka. Yesus tahu benar bahwa penundukan diri adalah hal yang pertama sekali harus dilakukan sebelum menerima sebuah otoritas. Hidup dengan penundukan diri sering kali merupakan hal yang tersulit untuk kita lakukan. Kita akan berhadapan dengan ego kita, kebanggaan diri atau bagi sebagian orang dianggap bisa merendahkan harga diri mereka. Dengan sikap seperti ini, bukan saja kita akan mendapat masalah dalam karir, keluarga atau hubungan sosial dalam masyarakat, tetapi kita pun melanggar firman Tuhan yang ternyata banyak berbicara mengenai soal penundukan diri ini. Kita bisa melihat sebuah Firman Tuhan yang turun atas diri sang Penulis Ibrani berbunyi demikian: “Taatilah pemimpin-pemimpinmu dan tunduklah kepada mereka, sebab mereka berjaga-jaga atas jiwamu, sebagai orang-orang yang harus bertanggung jawab atasnya. Dengan jalan itu mereka akan melakukannya dengan gembira, bukan dengan keluh kesah, sebab hal itu tidak akan membawa keuntungan bagimu.” (Ibrani 13:17). Lihatlah bahwa mentaati pemimpin dan tunduk atas otoritas mereka merupakan sesuatu yang sangat penting di mata Tuhan. Jika tidak dilakukan maka firman Tuhan berkata kita tidak akan mendapatkan keuntungan dalam hidup kita. Dan itupun harus dilakukan dengan sukarela dan gembira dan bukan atas keterpaksaan. Pemimpin disini menyangkut pemimpin baik di rumah, kantor, kota, negara maupun gereja. Titus 3:1 mengingatkan hal yang sama. “Ingatkanlah mereka supaya mereka tunduk pada pemerintah dan orang-orang yang berkuasa, taat dan siap untuk melakukan setiap pekerjaan yang baik.” Ayat yang serupa bisa kita lihat pula melalui Paulus dalam Kolose 3:22 dan Efesus 6:5 yang

menyebutkan bahwa kita harus taat kepada tuan di dunia sama seperti kita taat pada Kristus. Petrus berkata: “Tunduklah, karena Allah, kepada semua lembaga manusia, baik kepada raja sebagai pemegang kekuasaan yang tertinggi, maupun kepada wali-wali yang diutusnya untuk menghukum orang-orang yang berbuat jahat dan menghormati orang-orang yang berbuat baik.”(1 Petrus 2:13-14). Penundukan terhadap otoritas atasan bahkan dikatakan bukan saja kepada yang baik tetapi kepada yang berlaku kejam sekalipun. “Hai kamu, hamba-hamba, tunduklah dengan penuh ketakutan kepada tuanmu, bukan saja kepada yang baik dan peramah, tetapi juga kepada yang bengis.” (1 Petrus 2:18). Selain kepada atasan, penundukan diri juga menyangkut bentukbentuk hubungan lainnya. Anakanak hendaklah tunduk kepada orang tuanya (Efesus 6:1, Kolose 3:20), istri tunduk kepada suami (Kolose 3:18, Efesus 5:22, 1 Petrus 3:1), anak muda tunduk kepada yang lebih tua (1 Petrus 5:5) dan tentu saja di atas segalanya kita harus menundukkan diri kepada Kristus. Firman Tuhan berkata: “Maka sekarang, hai orang Israel, apakah yang dimintakan dari padamu oleh TUHAN, Allahmu, selain dari takut akan TUHAN, Allahmu, hidup menurut segala jalan yang ditunjukkan-Nya, mengasihi

Dia, beribadah kepada TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu, berpegang pada perintah dan ketetapan TUHAN yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, supaya baik keadaanmu.” (Ulangan 10:12-13). Semua ini merupakan hal yang penting untuk kita perhatikan. Kita harus mampu meredam ego agar kita bisa mengaplikasikan sikap penundukan diri seperti yang diinginkan Tuhan. Untuk itu jelas diperlukan sebuah kerendahan hati untuk bisa mempraktekkan sikap ini dalam hidup kita. Apakah hari ini diantara teman-teman ada yang sedang bermasalah dengan sikap penundukan diri ini, baik dengan anggota keluarga, orang tua, dalam pekerjaan, sekolah atau pelayanan? Jika ya berdoalah dan berusahalah untuk memperkuat sikap rendah hati sehingga anda bisa belajar tunduk kepada otoritas orang yang berada di atas anda. Yesus sendiri sudah mencontohkan bahwa penundukan diri merupakan hal yang sangat penting untuk kita lakukan sebelum menerima otoritas yang lebih tinggi lagi. Percayalah bahwa kasih karunia Allah akan memberikan kekuatan bagi anda untuk dapat melakukannya dan mengalahkan ego dalam kehidupan anda.”..Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati.” (1 Petrus 5:5)

PERMATA HATI

Untuk pembaca Bali Post Mingguan (BPM), kami membuka rubrik baru ‘’Permata Hati”. Rubrik ini mengangkat si buah hati yang baru lahir, yang berulang tahun atau akan berulang tahun. Juga pasangan yang menikah di minggu tersebut atau yang merayakan ulang tahun pernikahan. Kirim foto menarik dan tulis data lengkap identitas diri, orang tua serta komentar singkat. Semua data dikirim lewat email redaksibalipost@ yahoo.com dengan kode Permata Hati. Bisa juga naskah dan foto dikirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post. Jl. Kepundung 67 A Denpasar telp. (0361) 225764. (Redaksi)

POTONG GIGI - Keluarga besar yang terdiri dari Ketut Arimbawa, Ni Wayan Tiara, Wayan Yuni dan Made Eno menggelar upacara potong gigi yang dilaksanakan di kediamannya di Banjar Waru, Tengkulak Kaja Kangin, Desa Kemenuh, Sukawati, Gianyar, pada 30 Desember 2016. Upacara ini digelar dengan sederhana.


Redité Pon, 8 Januari 2017

Bali L E M B A R

Bencingah I Ketut Suwandra

Patut Kalestariang NAMI tetamian panglingsir boya ja pakaryan dangan, duaning sios saking nincapang rasa bangga taler patut mautsaha mangda budaya sané katami setata ajeg. Parindik asapunika kabaosang I Ketut Suwandra, pamucuk Sekaa Kendang Mabarung Adnyana Tunggal ring Désa Pergung, Jembrana. Kabaosang, kawéntenan kasenian sané sampun saking nguni kapanggihin puniki kantun kasenengin olih krama lingsir utawi penua ring makudang-kudang désa ring Jembrana. Sakéwanten matungkalikan pisan sareng yowanané mangkin, kasenian inucap nénten pati karunguang. Sangkaning punika dané marasa sangsi antuk panglimbak kasenian puniki riwekasan, duaning sakadi ring sinalih tunggil désa wénten kendang mabarung sané kantun becik nanging nénten wénten sekaa sané ngupapira. Sangkaning punika dané mapikayunan yéning kasenian puniki patut kalestariang. “Yéning odah-odah utawi panglingsir tiang iriki kantun seneng pisan napi malih tatkala kaajakin mecikang kendang inucap. Sakewanten sané nyebetang manah wantah alit-alit utawi yowana sane nénten pati rungu ring kawéntenan seni puniki,” baos dané. Tatkala katakénin indik galah malajah, kabaosang wantah kamargiang ri kala wénten parikrama nyarengin pacentokan, festival, utawi tatkala wénten uleman nabuh kémanten. Malih dané maosang, ri kala nagingin uleman sajeroning upacara, majanten sang sané nuénang yadnya pacang ngicén sesari manawita genahnyané doh. Yadiastun asapunika, akéh angga sekaa sané wusan nyarengin masekaa duaning kocap upahnyané kirang adung antuk tuyuh sané kamargiang ri kala magamel. “Ngeninin indiké punika nénten prasida baosang tiang iwang santukan yéning kawilangin antuk “perhitungan ekonomis” majanten punika kirang pisan. Sujatiné kasenian puniki wantah anggén maseneng-senengan utawi ma-olahraga kémanten mawinan kirang becik yéning kanggén jalaran ngrereh pangupa jiwa,” dané mabaos sada sebet. (was)

Ketut Sindya

Sampun Mabinayan SAJERONING parikrama sané kamargiang majanten kahanané setata magentos. Kahanan nguni mabinayan sareng kahanan mangkin. Pabinayan inucap taler kapanggihin ring kasenian tetamian para panglingsiré. Yadiastun parikrama sesolahannyané kantun pateh, majanten wénten sané matiosan. Minakadi conto sapunapi pisarat kramané mangkin ring kasenian, napi kantun pateh sakadi dumun napi sampun sayan kaon. Sakadi sané kapanggihin ring kasenian kendang mabarung. Mangku Ketut Sindya maosang, alit-alité mangkin akidik pisan sané kantun uning ring kasenian kendang. Mabinayan pisan sareng krama panglingsir iyab-iyaban dané, kantos mangkin kantun seneng ring kasenian. Duk dumun, sekaa kendang mabarung punika kaulemin kanggén ngiringang layon ka setra. Nénten tatkala wantah kaulemin kémanten kendang mabarung inucap kasuarayang. Kendang inucap taler ketah kanggén pacentokan utawi maadu krama sané seneng ring kasenian puniki nyinahang pisaratnyané ngamargiang tradisi punika. Dané malih maosang, minakadi sané dumun wénten sekaa kendang mabarung désa A ngulemin sekaa désa B jaga macentokan tur sekaa A sané jayanti. Wusan macentok, sekaa B pastika menahin kendangnyané tur malih tigang rainané mabalik ngulemin sekaa A mangda malih macentok. Parikrama inucap wantah anggén ma-olahraga, nénten madaging manah bendu. “Kadi asapunika pisarat utawi semangat tiang sareng krama nglestariang seni budaya kendang mabarung. Samian wantah sangkaning tresnan tiang ring kendang mabarung puniki,” baos Mangku Sindya makenyem. (was)

(59)

7

B A S A

B A L I

Kendang Mabarung

Ngamedalang Limang Suara sané Mabinayan SAKADI sané ketah kauningin, wangun kaseniané mabinabinayan manut sapunapi kahanan krama irika taler kawéntenan wewidangan inucap. Minakadi conto makudang-kudang soroh seni gamelan sané mabinayan wangunipun ring soang-soang genah utawi désa yadiastun sujatinné soroh gamelan inucap pateh. Kahanan punika majanten ngawinang kawéntenan soroh budaya sané kadruénang minakadi ring Bali sayan akéh. Ngeninin indiké punika, ring Jembrana kapanggihin kasenian gamelan tradisional sané manados sinalih tunggil cihna “Bumi Makepung”. Kasenian punika kawastanin Kendang Mabarung. Kendang Mabarung wantah gamelan tradisional sané wangunipun marupa kendang ageng sané garis tengahipun prasida kantos 82 cm tur dawanipun kirang-langkung 2,25 méter. Mangku Ketut Sindya, sinalih tunggil krama panglingsir ring Désa Pergung, Jembrana maosang, kendang mabarung wantah tetamian budaya ring Jembrana sané akéhan kamargiang olih panglingsir utawi krama sané sampun maraga lingsir. Dumun kasenian punika kangén jalaran ma-olahraga olih krama sané kasuén-suén kendang mabarung punika kamargiang antuk parikrama macentok utawi “maluung-luungan munyi”. Gamelan inucap prasida kawigunayang ring sajeroning yadnya minakadi piodalan ring pura, ngiringang layon ka sétra, ring pamargi pacaruan, pawiwahan

miwah nyambutin. Sakéwanten patut nganutin saking sang sané madué upacara duaning boya ja kapatutan. Sios punika, kendang mabarung prasida kapanggihin ring makudang-kudang désa ring Jembrana, minakadi ring Penyaringan, Tegal Cangkring, Pergung miwah sané siosan. “Yadiastun kendang mabarung pinaka kasenian khas Jembrana, nénten majanten soang-soang désa ring Jembrana madué kendang inucap,” baos Mangku Sindya. Tios ring wangunnyané, Mangku Sindya taler maosang cihna sios saking kendang punika wantah suara sané kamedalang. Kabaosang, soang-soang kendang ngamedalang limang soroh suara sané mabinayan tur madué soang-soang wasta, inggih punika wénten suara Tutuk utawi suara tepakan ipun sané keras, Grantangan utawi suara “ngarrrrr ngarrr ngarrrrrr”, suara Reng minakadi suaran ipun “ngurrr ngurrrr nguuurrrr”, wénten suara Glendengan, miwah wénten suara Angkepan utawi jejangkepan saking makapatpat suara i wawu. Soroh suara inucap patut kapiragiang saking doh. Parindikan sané pateh taler kabaosang I Ketut Suwandra, pamucuk Sekaa Kendang Mabarung Adnyana Tunggal Désa Pergung, Jembrana. Dané maosang, sios saking meneng joh saking genah kendang punika kagedig, becik utawi kaon makalelima suara kendang inucap jagi kapiragiang ngawigunayang bungbung tiing sané

KENDANG MABARUNG – Ring Jembrana kapanggihin soroh piranti kasenian tradisional sané kawastanin antuk Kendang Mabarung. Wangun kendang inucap ageng pisan tur prasida ngamedalang limang soroh suara. kaatepang ring karna soangsoang. Suara sané kamedalang saking bungbung tiing i wawu wénten lelima. Saking parindikan inucap pacang kauningin becik kaon suaran kendang mabarung sané kasuarayang. Parindik galah kendang inucap kabecikang, Ketut Suwandra

maosang kamargiang tatkala suarannyané kapiragiang sampun kirang becik. Ri kala ngedig kentang, tangan miwah lengen mangda lemuh. Yéning tangané kekeh, pacang metu rasa sakit duaning durung biasa. “Ngedig kendang kéwehkéweh aluh duaning patut

setata kaplajahin. Gedigan ipun taler nénten pateh sakadi ngedig kendang biasa. Yéning wawu malajah, majanten tangan taler awak sang sané ngedig jagi kekeh tur suaran kendangé joh saking sané kaaptiang,” asapunika Ketut Suwandra nartayang. (was)

Mecikang Suaran Kendang Mabarung Kulit Kendang Patut Makerik SAMPUN kauningin yéning piranti gamelan marupa kendang wantah piranti sané ngamedalang suara tatkala kulit kendangnyané kagedig. Mawinan punika, tios ngamecikang kahanan awak kendang, kulitnyané taler patut kauratiang mangda ngamedalang suara sané becik. Kahanan inucap taler kamargiang ri kala makarya kendang mabarung sané wangunipun ageng pinaka

“YÉN sing inget-ingetang tekén matimpal paturu uli jumah, mani lakar laporang tiang ka Kepala Sekolahé. Yén perlu ka Kantor Polisi sapisanan apang ia nawang kapok.” “Bééh Tungurah ia mula jatma ngawur. Becikan bénjang kaukin mriki ajak timpal iragané makejang mangda ngadilin. Yéning tetep ten ngaku wau bakta ka Kepala Sekolah. Soalné yén kantos mapecat iraga taler sané nuénang timpalé, lek,” aturné Sudiari madalem. “Nah yén kéto tiang mulih malu Dék, lakar nyemak sepédané malu ka sekolahan.” Ngurah Jelada makiré medal nanging gamela ring Sudiari nunas bekel malih akecupuah. Rauh ring sekolahan ngambil sepéda Ngurah Jelada sinarengan budal sareng pasuruhé alon–alon nulak sepédanné. Ring kayunné sangsaya, “Nénten nyen Dék Budiana maseka sareng Dék Sudiari gumanti jaga malasang raganné sareng Luh Suwarni... ooh Arniek?” Nyoréang usan masiram Ngu-

piranti gamelan tradisional saking wewidangan Kabupaten Jembrana. I Ketut Suwandra maosang, kendang mabarung kabenahin utawi kabecikang malih pradé suaranipun sampun kirang becik, napiké nika suara tutuk, grantangan, reng, glendengan utawi suara angkepanipun. Dadosné tatkala kabecikang, kulit kendang inucap taler sibehnyané pacang

rah Jelada malinggih ring térasé sambil mamaca surat kabar polih nyelang ring Pak Madé Tusané. Gatra sané kapucukang wantah démonstrasi mahasiswa sané nuntut nedunang argan BBM, tauran antar banjar, anak kasepékang tan dados nanem sawa ring sétra Désa Adat, téror bom bunuh diri ring Jakarta, kurir narkoba katangkep ring LP Kerobokan, miwah kasus suap ring DPR lan Kantor-kantor Pengadilan. HP né sagét magending SOS raris ambila “OM Swastyastu napi berita-né utama Tu Rah?” “Oooh ngintip yaa? Né mara sedeng maca koran masalah démonstrasi, korupsi..?” “Sira ngintip..., nak matakon sapunapi ulangané, suksés nggih... dumadak.” “Sajan tiang sedeng maca koran. Yén ulangané yaaah biasa, Arniek kénkén aman?” “Rasanné aman manten. Napi Tungurah mantuk Minggu niki?” “Miribang sing mulih Niek. Pipis anggon ngalunasin SPP

MAKERIK – Tatkala suaran kendangnyané sampun kapiragiang kirang becik, majanten kendang inucap patut kabecikang antuk ngerik widangan sajeroning kulit kendang manut soroh suara sané kapiragiang kirang becik.

tutuk, sané kakerik wantah ring tengahnyané, widang kaping kalih utawi sané malingker ring sisin genah suara tutuk wantah suara grantangan. Widang sané kaping tiga wantah anggén mecikang suara reng, miwah widang kaping untat utawi sané ngiter pinih sisi kanggén mecikang suara glendengan. Yéning makasami kaadungang becik sinah kamedalang suara angkepan sané anut adung. “Sangkaning ageng pisan kawéntenan, mecikang kendang muatang galah sané sué. Sané ketah kamargiang, ring semengan punika jagi kakelesang tetegulan utawi tali jangat ipun, wawu kalanturang antuk ngerik kulitnyané. Wusan punika wawu kapasang utawi kategul malih sareng akéh pinih kidik sareng nenem,” baos dané. Ngeninin indik kulit beburon sané kanggén makarya kulit kendang miwah jangat utawi tali pangencangnyané, dané maosang wantah nganggén kulit sampi. Tios punika akéhnyané limang bidang utawi blulang sampi limang ukud, kanggén kulit utawi sané jagi kagedig ring arep abidang miwah ring ungkur abidang. Sané malih tigang bidang kanggén dados jangat sané maageng kirang

langkung 2 cm utawi nganutin saking ageng kendang inucap. Ngeninin indik sué makarya kendang, manut dané prasida nelasang galah kirang-langkung kantos abulan. Duaning mangda prasida becik kawéntenanipun, sinah makaryanyané madaging antuk nyemuh awak kendang inucap. Parikrama punika sané akéh muatang galah. Tan bina sareng baos Mangku Ketut Sindya. Dané Jero Mangku maosang, makarya kendag gelis, sakéwanten galah nyemuhnyané sané sué. Sakéwanten, galah makarya abulan punika wantah tatkala sampun wénten utawi madué jangat, yéning durung sinah kadulurin dumun antuk ngaryanin jangat wus punika wawu makarya kendangnyané. Sangkaning punika galahnyané dados suéan malih, prasida kantos tigang bulan. “Ngeninin indik lakar awaknyané akéhan jagi ngawigunayang kayu ketéwél tur kayu demulih. Yéning dumun makarya awaknyané punika wantah mongpongin kayu sané kantun mabungkulan, yéning mangkin akéhan nganggén kayu sané matempél antuk lem utawi sakadi makarya jukung kayu,” asapunika Mangku Sindya nartayang. (was)

suba cukup makejang.” “Sujatinné yakti ten wénten masalah napi kasulitan Tungurahé, Sayang?” “Yén masalah, adanné idup manusa pasti dogén ada. Nanging eda sanget ibukanga.” “Inggih, asal Tungurah kénak manten. Bas aéng jelék-jelék ipian tiangé Tungurah.” “Nah, tain pedem da runguanga. Cuma yatnain perédaran obat perangsangé. Itunian tiang ajak Sudiari das-dasan kena, baanga manisan tekén Budiana. Untung tiang tondén naar. Sebengné loyo nagih atehang mulih. Teked jumahné jag nadak Dék Sudiari nafsun-né ngrudeg nagih peluk, sing tahan malah nagih ngajak main.... Mara takonin ia ngaku naar manisané ento. Saking bingung ajak tiang ka RSU ngetés manisané di Laboratorium. Seken manisané misi obat peranngsang. Sudiari lantas suntika lan baanga obat penenang. Buin mani lakar urus malu ajak timpal-timpalé. Yén sing ngaku mara terpaksa lakar laporang ka Kepala Sekolah

utawi ka Kantor Polisi. Basangé dong suba gedeg gati makita nempéléng ndasné. Ia setata ngalih gara-gara nagih malasang iraga. Kéwala ingetang, tetep waspada Arniek. Nyén nawang ia mai mautsaha ngrayu maang manisan lan ngaé pisuna, Sayang?” “Bééh, dong kanti kénten? Jeg laporang Tungurah, pang pecata ndasné. Nanging tetep waspadain masih. Sira nawang nyanan ia sekongkol ajak Sudiari. Tiang cemburu, takut yén Tungurah kanti kena anu, ajak cicing kasanga nika. Tiang ooh uu….” Arniek ngeling. “Nah angayu bagia dumogi Hyang Widi setata ngicén iraga kaselametan. Sabar Sayang kayang tiang pindah ka Bangli suud kenaikan kelasé ajaka ngorta pang lantang. “Nggih....daag Sayang? Salam buat teman-teman. Lan pisuh buat si sétan Budi.” “Daag...daag Sayang Arniek cup cup uah??” HP né tutupa… bengong nyengongak. Sué mapineh-pineh Ngurah Jelada raris

ng-SMS timpalné mangda kumpul ring Ciung Wanara bénjang semeng, wénten masalah penting sané perlu karembugang. Bénjangné semengan jam kutus Madé Sudiari, Gedé Pandé lan Ketut Pajar sampun rauh ring jeronné Ngurah Jelada. Wénten taler Ketut Dangin lan Luh Candri timpalné sami saking Rendang ring SMA 2 sareng rauh. Sami matakén jagi ngrembugang napi penting banget. Madé Sudiari amung makenyem jengah. Napi malih Madé Budiana durung rauh. “Encén Madé Budiana dadi kali jani tondén teka. Balesan SMS masih tusing ada?” baosné Ngurah Jelada uyang santukan sané mabuat kabaosin nénten rauh. “Wau tiang polih ngebél Dék Budi, ipun ngorang budal ka Pasaban ngrereh bekel pang nyidang ngalunasin SPP-né. Yén ten nyanan mirib bénjang ipun rauh,” baosné Madé Sudiari masebeng suntru kabilbil.

kabukak lantas kabenahin antuk kakerik mangda makalima suara sané kamedalang prasida becik malih. Genah utawi widang sané kakerik nénten dados ngawag, santukan ring abidang kulit kendang inucap wénten petang widangan sané ngamedalang suara matiosan. Majanten sané makerik wantah kulit kendang sané suarannyané patut kabecikang, minakadi yéning suara

(Masambung)


Upacara

8

Parikrama Malajah Nyurat Lontar ”Gratis”

Bebantenan Upacara Mamukur

Nyuciang Atma Dados Dewa Pitara RING Bali wénten sakatah istilah sané madué teges pateh sareng mamukur; luiré nyekah, mapararos miwah maligya. Nanging istilah sané pinih ketah kanggén wantah mamukur miwah maligya. Wénten taler kacunduk istilah (nyekah kurung). Nanging istilah mapararos sajeroning teges upacara mamukur, durung prasida kacunduk sajeroning pustaka lontar. Upacara mapararos utawi taler kaloktah ngrorasin wantah runtutan saking upacara ngabén sané biasa kalaksanayang ring raina kaping-12 sesampun palebon utawi pangutangan sané taler kabaos tutug raros dina. Upacara mamukur sané ketah kabaosang olih krama pinaka upacara mapararos, minab daweg riin pangawitnyané kambil saking teges upacara mamukur punika sabeciknyané kalaksanayang ring raina kaping-12 saking palebon utawi upacara ngabén. Mangda tegesnyané nénten kabur, teges pantara upacara mapararos sajeroning teges mamukur sareng upacara ngrorasin sesampun ngabén, sabeciknyané istilah upacara mapararos sajeroning teges mamukur nénten malih kanggén mangda nénten ngawinang krama bimbang. Ngeninin indik istilah nyekah, taler karasayang nénten anut santukan katuwekang majeng pikobet sekah sajeroning upacara mamukur punika. Sakadi kauningin, yéning ngarya sekah punika boya wantah sajeroning upacara mamukur, taler sajeroning upacara ngabén. Istilah maligya sané pinih anut tur wénten dasar sastranyané, nanging istilah punika ketah kategesin upacara mamukur sané ageng sané lumrahnyané kalaksanayang ring puri pecak kerajaan sané riin miwah taler ring Geria majeng Ida Pedanda. Istilah mamukur lumrahnyané kanggén taler katah pustaka lontar sané maosang. Mamukur mawit saking kruna bukur. Kruna bukur wantah akronim saking kruna bu (bhu) tegesnyané alam, tur kaa ur (mawit saking kruna urdhah) tegesnyané atas. Kruna bukur mateges alam atas miwah kruna mamukur mateges nuju alam atas utawi swah loka sané taler kaloktah swarga sané mateges magenah ring alam swah. Upacara mamukur wantah upacara Pitra Yadnya sané kalaksanayang sesampun upacara ngabén, sajeroning utsaha nincapang kasucian atma dados Déwa Pitara. Déwa Pitara mateges pitara sané sampun magenah ring alam déwa swah loka, nanging asapunika boya tegesnyané pitara punika déwa. Santukan Déwa Pitara sané sampun suci punika magenah ring alam déwa tur maguna nuntun saha ngabih kahuripan sentanannyané, punika awinan Déwa Pitara punika taler kabaos Bhatara Kawitan sakadi sané kaastawa ring palinggih Kamulan utawi Kawitan olih sentanannyané. Sajabaning punika istilah sané ketah kanggén sajeroning upacara mamukur ring Bali minakadi puspa sarira. Upacara mamukur lumrahnyané kalanturang antuk upacara nglinggihang Déwa Pitara sané sajeroning sastrannyané kabaos Nilapati ring palinggih Kamulan utawi Kamimitan ring Sanggah utawi Pamerajan. Sajeroning pustaka Puja Pitra upacara punika kawastanin atma pratistha inggih punika mratistha atma sané sampun suci punika sané kabaos Déwa Pitara. (Ida Rsi Bhagawan Smerti Kusuma Wijaya Sebali)

Redité Pon, 8 Januari 2017

Nglestariang Aksara Bali Boya Sawates Wacana SAJERONING nglestariang basa, sastra, miwah aksara Bali nénten puput sangkaning sawates teori kémanten. Nénten puput sangkaning wacana nglestariang tanpa wénten utsaha sané kamargiang. Pamekas nglestariang sastra Bali, I Ketut Sudarsana sampun nyinahang utsahannyané antuk makeh parindikan sané kamargiang, boya sawates wacana puyung. Makéh utsaha sané prasida kamargiang sajeroning nglestariang kawéntenan aksara Bali. Sinalih tunggilnyané antuk ngajahin alit-alité nyurat aksara Bali. Sakadi parikrama Festival Nyastra sané kamargiang wawu puniki olih Penyuluh Bahasa Baliné. Sadurung ngamargiang festival majanten alit-alité sampun kaajahin nyurat, mawinan parikrama inucap prasida nglimbakang kayun alit-alité malajahin aksara Bali sané kasengguh rimit. Utsaha tiosan sané prasida kasalantarayang sakadi sané kamargiang I Ketut Sudarsana, sinalih tunggil krama sané nelebin widang sastra Bali pamekas nyurat lontar. Saraina anggané ngambil geginan pinaka panyurat lontar. Satios punika nyabran raina Redité anggané ngajahin alit-alit nyurat lontar mawit saking nguningayang kawéntenan lontar kantos nyurat aksara ring daun lontar “gratis”. Parikrama ngajahin alit-alit nyurat kamargiang antuk pikayunan nglestariang Aksara Bali mangda

nénten rered. “Tiang meled nglestariang sastra miwah aksara Baliné. Yéning nénten iraga pinaka krama Bali, sira malih sané pacang nglestariang? Tiang jerih yéning sastra adiluhung puniki rered, mawinan punika tiang ngajahin alit-alité nyurat lontar gratis,” baos dané. Sajeroning ngajahin alit-alité nyurat, sané kapertama kaajahin wantah indik daun lontar, tatacara ngamel pengrupak, wawu taler tatacara nyurat lontar antuk nguratiang wentuk aksara sané kasurat. Anak lanang sané ketah kajudi dados juri lomba sastra Bali ring Kabupaten Badung miwah Provinsi Bali puniki malih maosang, nyurat aksara pateh ring nglukis utawi ngambar, mawinan sang sané nelebin widang nyurat aksara Bali prasida kasengguh seniman. Saking ketahnyané nyurat sastra, prasida numbuhang solah utawi pikayunan sané lewih becik, taler parilaksana sané sayan becik. Tatkala ngajahin alit-alit taler mangda plapan, sapunapi antuk alit-alité kadaut malajahin. “Tiang nénten naen nyengguh tulisan alit-alit punika kaon, jelek. Sapunapi ja asil tulisané, tiang setata ngajum, pinak jalaran ngicen sokongan, motivasi. Mawinan sangkaning kaajumang, alit-alité sayan seneng malajah. Bénjangan wawu becikang sakakidik kantos wentuk aksarané prasida mataksu,” baos Bendesa Adat Kapal sané wawu

kalantik puniki sumeken. Dané sané sampun nelebin widang nyurat lontar mawit warsa 70-an puniki ngangken kayun alit-alité sajeroning malajah nyurat sayan becik.

Nyabran Minggu, kirang langkung tigang dasa diri alit-alit saking Bangli, Gianyar, Tabanan, Kuta miwah wewidangan tiosan rauh ka genah dané malajah nyurat. Satios punika,

nyabran pacang kamargiang Porsenijar utawi PKB miwah pacentok nyurat aksara Bali, pastika akéh guru-guru sané makta muridnyané malajah nyurat ka genahnyané. (uma)

BPM/Dok

NYURAT - Makanten alit-alité teleb sajeroning nyarengin pacentokan nyurat lontar pinaka jalaran nglestariang basa, sastra, miwah aksara Bali.

Urati ring Lontar

Ngupapira Kahanan saha Daging Sastrannyané LONTAR wantah tetamian budaya sané kawarisang majeng para prati sentanaipun. Yadiastun krama sané naen ngwacén lontar kantun éling ring daging sastrané, kahanan cakepan lontar inucap jaga rusak yéning nénten becik kaupapira, napi malih sampun mayusa kantos panyatusan warsa. Punika mawinan lontar pamekasnyané

sané sampun kuna mangda becik kaupapira. Yadiastun asapunika, nénten samian krama uning tur éling sapunapi patutné ngupapira lontar mangda kahanannyané becik. Kirang uningnyané krama indik parikrama inucap ngawinang akéh krama sané ngenahang lontar duéné ring lengatan kawadahin bodag

BPM/yan

LONTAR - Lontar sané sampun usan kasurat kalanturang antuk parikrama nyelemin antuk minyak kemiri, tetujonnyané mangda sesuratannyané makanten jelas tur nénten karereh ngetnget.

utawi kropak tur nénten malih kauratiang atuk pikayunan katengetang. Ketut Sudarsana, sinalih tunggil krama ring wewidangan Banjar Basang Tamiang, Desa Kapal, Mengwi, Badung sané nelebin widang sastra Bali pamekas nyurat lontar maosang, tatacara nyimpen lontar sakadi punika pacang digelis ngawi lontaré usak sangkaning rereh ngetnget, napimalih nénten naen kaambil utawi kawacén. Tios rusak, daging sastra sané wénten ring lontar inucap nénten prasida kauningin. “Lontar patut kagenahang ring genah sané tis, mangda nénten dayuh utawi rereh ngetnget. Malih siki, yéning nyimpen lontar ring kropaké, patut kadagingin mako mangda nénten rereh ngetnget utawi sané tiosan,” Bendesa Adat Kapal sané wawu kalantik puniki metuéling. Tios ngupapira kahanan lontar, daging sastra sané wénten sajeroning lontar taler patut becik kaupapira. Nénten sangkaning ngupapira mangda sesuratan aksara Bali inucap kantun prasida kawacén kémanten nanging taler prasida karesepang. Yadiastum madué lontar, nanging nénten prasida ngwacén taler nénten uning ring daging lontaré nika kabaos precuma. Napimalih lontar sané kaduénang katengetang, majanten sastra ring lontar inucap nénten prasida kauningin. Sinalih tunggil sané ngawinang arang krama sané kayun ngwacén lontar sangkaning

pikayunan krama sané “aja wera” tur maosang lontar punika tenget nénten dados kawacén sajabaning krama sané sampun mabersih. Sujatinné nénten asapunika duaning lontar punika wantah genah nyurat sastra lan peplajahan sané mapikolih tur mabuat pisan ring krama.

“Aja wera punika tegesné ten dados maosang daging lontar majeng anak sané nénten matakén. Nénten maosang daging lontar ring genah sané nénten pantes. Nika sané kasengguh buduh, boya buduh sangkaning ngwacén lontar. Lontar pateh sakadi buku ring jamané,” Sudarsana nguntatin. (uma)

Satua

Urip I Punyan Kendal Olih : Madé Taro PANDITA Wasal sujatiné uning ring solahné I Gedé. Sujatiné ia jatma mayus. Ia tusing nyak ngolah tanah tegal yadiastun liu tanah ané tusing ada ngarap. Nanging kala masan panas buka jani, Sang Pandita madalem I Gedé. Sang Pandita terus nlektekang I Gedé, muané sayu nyinahang pesan I Gedé tusing madaar makudang raina. “Yén Cening tusing ngelah apa, Cening dadi ngidih tekén anak lénan,” Sang Pandita ngandika. “Napi sané tunas titiang, majeng sira Ida Ratu? “Ngidih nyuh abungkul tekén petaniné ento. Nyuhé ento sida ngilangang seduk lan kasatan,” Sang Pandita ngandika sinambi matujuhang petani ané nampek uli kubonné I Gedé. Sangkaning rasa kapaksa I Gedé majalan nuju kubu ané kapitujuhang. Kala punika Sang Pandita uning I Gedé pérot. Jatma tiwas ento maksa pesan majalan ulian batisné tusing pada. Kahanané ento ngawi Sang Pandita sayan madalem I Gedé. Buin ajahanné I Gedé mawali masebeng suntru. “Ampurayang Ratu Pandita,” atruné. “Petani punika kayun ngicén kelapané, sakéwanten nénten kayun ngrerehang. Tiang nénten prasida munggah punyan kelapa,” aturné sambil ngédéngang tatu di batisné ané borok. “Oh... kaniné ento ané ngaé pajalan Ceningé pérot?” patakéné Sang Pandita. “Inggih, Ratu! Tatu puniki sampun raska tiang ngawit kalih warsa lintang. Tiang sampun mautsaha ngubadin, sakéwanten durung prasida seger. Tatu puniki sané ngawinang tiang nénten mrasidayang ngambil pakaryan berat.” Sayan maweweh rasa pedalam Sang Pandita marep tekén I Gedé. “Yén tatuné ento pinaka pialang, Bapa pacang nyegerang. Tatun Ceningé lakar titipang malu di punyan kendalé ento,” weweh Sang Pandita sinambi mitujuhang punyan kendal ring ajengidané. (Masambung)

Rédaksi nerima reriptan marupa artikel (paling akéh 3500 huruf), satua ringkes (paling akéh 6000 huruf), puisi, geguritan miwah sané siosan. Reriptan mangda kakirim ring alamat: Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email: bali_orti@balipost.co.id.


MINGGU PON, 8 JANUARI 2017

9

Serbuan Liga Super Tiongkok Baru Dimulai

HAL 10

Ketika MSN Tidak Berdaya

Villarreal Vs Barcelona

AJANG KEBANGKITAN BARCA Barcelona –

Barcelona tengah dirundung amarah dan akan berusaha melampiaskannya kala berkunjung ke markas Villarreal dalam lanjutan La Liga jornada 17 di El Madrigal, Senin (9/01) dini hari nanti. Blaugrana memang baru saja mendapatkan hasil mengecewakan saat berhadapan dengan Athletic Bilbao dalam ajang Copa del Rey tengah pekan ini. Mereka takluk 2-1 dalam duel leg pertama dan lawan hanya bermain dengan sembilan pemain. Luis Enrique tentu saja tak ingin timnya kembali meraih hasil negatif dalam kunjungannya kali ini. Apalagi Barcelona sedang berusaha mengejar Real Madrid

dan tiga poin menjadi target yang utama. Luis Enrique menilai timnya tidak pantas kalah saat menghadapi Athletic Bilbao. “Pertandingan selanjutnya

PERKIRAAN SUSUNAN PEMAIN Barcelona (4-3-3): Ter Stegen; Alba, Umtiti, Pique, Roberto; Busquets, Rakitic, Iniesta; Neymar, Suarez, Messi. Villarreal (4-4-2): Asenjo; Angel, Gonzalez, Musacchio, Gaspar; Soriano, Trigueros, Hernandez, dos Santos; Pato, Sansone. Statistik Kedua Tim Head to Head 20/03/16 Villarreal 08/11/15 Barcelona 05/03/15 Villarreal 12/02/15 Barcelona 02/02/15 Barcelona 01/09/14 Villarreal

2-2 3-0 1-3 3-1 3-2 0-1

Barcelona (La Liga) Villarreal (La Liga) Barcelona (Copa) Villarreal (Copa) Villarreal (La Liga) Barcelona (La Liga)

Lima Pertandingan Terakhir Villarreal 08/12/16 Villarreal 2-1 ropa) 13/12/16 Villarreal 3-0 17/12/16 Sporting Gijon 1 - 3 21/12/16 Villarreal 1-1 05/01/17 Real Sociedad 3 - 1

Steaua Bucharest (Liga EuAtletico Madrid (La Liga) Villarreal (La Liga) Toledo (Copa) Villarreal (Copa)

Lima Pertandingan Terakhir Barcelona 10/12/16 Osasuna 13/12/16 Al Ahli 19/12/16 Barcelona 22/12/16 Barcelona 06/01/17 Athletic Club

0-3 3-5 4-1 7-0 2-1

Barcelona (La Liga) Barcelona (Uji Coba) Espanyol (La Liga) Hercules (Copa) Barcelona (Copa)

tentu tidak akan mudah. Kami harus meyakinkan kami tidak boleh kebobolan dan harus mencetak banyak gol,” harap Luis Enrique, Sabtu (7/1) kemarin. Barcelona selalu punya catatan yang positif dengan sering meraih kemenangan ketika berhadapan dengan Villarreal. Meskipun begitu, Barca pantang meremehkan kekuatan Villarreal. Mereka harus menatap laga ini dengan serius jika tak ingin terpeleset karena sang lawan berada di posisi empat dan cuma terpaut lima poin saja. Enrique sendiri tidak punya masalah serius dengan kondisi skuatnya dan bisa menurunkan pemain terbaiknya di El Madrigal. Mereka hanya kehilangan kiper Jasper Cillessen yang mengalami cedera. sejak ditukangi Luis Enrique tahun 2014, sudah tiga kali Blaugrana selalu kalah di laga pembuka awal tahun. Setelah itu Tim Catalan ini berlari kencang, seperti musim lalu yang akhirnya juga mampu meraih juara Liga Spanyol dan Copa del Rey. Pertemuan Villareal dengan Barca adalah laga besar awal tahun di Liga Spanyol. Barca hingga kini masih berada di posisi kedua klasemen

sementara dengan mengemas 34 poin, sementara Villareal ada di posisi keempat dengan 29 poin. Ini menunjukkan kedua tim tidak terlalu jauh berbeda. Buat Barca kemenangan di markas Villarreal menjadi krusial, artinya untuk hadirkan momentum di 2017. Ini untuk membalikkan kepercayaan diri setelah kalah dari Bilbao. Di kubu tuan rumah, Fran Escriba jelas mengincar poin penuh setelah mengemas dua kemenangan beruntun di pentas La Liga sebelum pergantian tahun. Namun mereka juga sama-sama terluka karena menelan kekalahan dari Real Sociedad dalam ajang Copa del Rey. Sayangnya kekuatan Villarreal tak maksimal jelang dihelatnya laga. Dua bomber utama Roberto Soldado dan Cedric Bakumbu urung bermain karena cedera dan absen guna Piala Afrika. Selain itu, winger berkualitas, Denis Cheryshev juga harus diparkir akibat cedera. Menghadapi Barcelona tentu bukan pekerjaan yang mudah bagi Tim Kapal Selam Kuning. Terlebih mereka tidak bisa menurunkan sejumlah pemain seperti Cedric Bakambu, Daniele Bonera, Samu Castillejo, Denis Cherushev dan Roberto Soldado karena cedera. Namun dukungan penuh dari publik tuan rumah bisa menjadi motivasi tersendiri bagi Alexandre Pato dkk untuk melukai Barcelona. (kmb33/rtr)

Barcelona – Gerard Pique memegang lutut sembari membungkuk. Lionel Messi berjalan gontai, begitu juga Luis Suarez dan Neymar. Empat pemain tersebut hanya tersenyum getir saat menjabat tangan pemain Athletic Bilbao. Tak lama Messi, Neymar, Suarez dan Pique bergabung dengan rekan-rekan mereka menuju lorong pemain. Semua pemandangan nyaris sama; wajah tak semringah skuat Barcelona. Suasana tersebut dapat dilihat saat Barcelona harus mengakui keungulan Athletic Bilbao dengan skor 1-2 pada Leg 1 Babak 16 Besar Copa del Rey 2016-2017 di Stadion San Mames. Hasil tersebut menjadi lanjutan catatan buruk di awal tahun pada dua musim sebelumnya. “Gol Messi memberi kami oksigen, meski kami sebenarnya layak mendapatkan gol balasan lebih cepat berdasar banyaknya peluang. Tapi sayang akurasi tembakan kami buruk, terutama saat berada di area penalti lawan,” keluh Luis Enrique, Pelatih Barcelona, Sabtu (7/1) kemarin. Komentar sang entrenador bisa jadi menohok performa tridente andalan Barcelona, yakni Lionel Messi, Luis Suarez dan Neymar (MSN). Trio tersebut tampil trengginas, tapi seolah tak berdaya membongkar pertahanan Bilbao. Hasilnya hanya Lionel

Messi saja yang sanggup menjebol jala tuan rumah. Messi mencetak gol pada menit ke52. Tuan rumah unggul lebih dulu pada menit ke-25 melalui Aritz Aduritz dan Inaki Williams 3 menit kemudian. Asa Barcelonistas muncul setelah Bilbao bermain 9 orang. Hal itu terjadi usai Raul Garcia mendapat kartu merah pada menit ke-74, plus Ander Iturraspe menyusul tujuh menit kemuadian. Sayang kreasi trio MSN seolah macet total. Pergerakan trio Barcelona tersebut tak maksimal, plus kegagalan mendobrak lini pertahanan Bilbao menjadi penyebab. Masing-masing personel trio MSN mencatat statistik tak terlalu bagus. Luis Suarez misalnya, hanya mampu melakukan sekali tembakan dan tak menemui sasaran. Hal itu menandai penampilan tak maksimal Suarez dari sisi tembakan. Sepanjang musim ini, bomber berkebangsaan Uruguay tersebut hanya mencatat akurasi tembakan 54 persen. Catatan tersebut lebih buruk dibanding pencapaian musim lalu yang berada di angka 65 persen. Setali tiga uang terjadi pada Neymar. Kapten timnas Brasil tersebut gagal bermain cemerlang. Namun dari sisi akurasi ia mampu mengirim dua tembakan dengan catatan 100 persen. Secara keseluruhan,

musim ini Neymar menjadi yang terburuk dari sisi akurasi tembakan dibanding Messi dan Suarez. Akurasi tembakan Neymar berada di angka 48 persen, dihitung dari statistik di situs resmi Barcelona. Sang maestro Lionel Messi juga tak bermain maksimal. Sering merepotkan tak sejalan dengan statistik pertandingan. Kontra Bilbao, Messi melakukan empat tembakan dengan satu mengarah ke gawang yang berujung gol. Tiga tendangan lain tak bisa meluncur tepat ke gawang. Catatan tembakan Messi kontra Bilbao sesuai tradisi sepanjang musim. Messi tercatat mampu melakukan ratarata 4,4 tembakan per partai. Sayang akurasi tembakan Messi hanya 57 persen, yang berarti kurang 13 persen dibanding musim lalu dengan jumlah pertandingan yang sama. Pada laga kontra Bilbao, catatan statistik yang dirilis BBC Sports menunjukkan dominasi total. Barcelona menuai 67 persen penguasaan bola dan 11 tembakan. Sayang dari sisi efektivitas Barcelona kalah jauh dibanding Bilbao. Bilbao mampu mengirim tujuh tembakan dengan empat diantaranya tepat sasaran. Barcelona menguasai pertandingan, namun mereka hanya sanggup mengirim tiga tembakan tepat sasaran. (kmb33/rtr)

BPM/ap

TRIO - Trio penyerang Barcelona Luis Suarez, Neymar dan Lionel Messi akan menjadi andalan saat menghadapi Villarreal, Senin (9/1) dini hari nanti.


BOLA MANIA

10

Minggu Pon, 8 Januari 2017

Serbuan Liga Super Tiongkok Baru Dimulai Doha –

Mantan kapten Barcelona, Xavi Hernandez mengingatkan kepada sejumlah klub Eropa untuk mewaspadai Liga Super Tiongkok. Pemain berpaspor Spanyol tersebut merasa bahwa invasi yang dilakukan para klub Liga Super China baru dimulai. Dalam beberapa tahun belakangan China memang mulai melakukan pergerakan yang tidak biasa. Para klub yang bermain di kompetisi tertinggi Negeri Tirai Bambu tersebut berani merogoh kocek dalamdalam untuk mendatangkan sejumlah pemain top dunia. Dalam satu bulan saja ada tiga nama tenar yang berhasil dibujuk para klub Liga Super Tiongkok. Sebut saja Carlos Tevez, Alex Witsel, Oscar dos Santos, serta Jon Obi-Mikel. “Tiongkok sekarang melakukannya dengan sangat serius. Sudah sejak lama Eropa menjadi satu-satunya tujuan untuk para pemain kelas dunia,” kata Xavi, Sabtu (7/1) kemarin. “Tiongkok menunjukkan bahwa mereka menganggap ini sebagai bisnis dan mereka memiliki keuangan untuk menarik para pemain terbaik di Eropa. Mereka sudah memiliki beberapa pemain hebat, tapi itu sepertinya baru dimulai,” jelas pemain yang kini membela Al Saad tersebut. Pindahnya beberap pemain top tersebut juga mengundang komentar dari beberapa pemain. Dries Mertens salah satunya. Menurut Mertens, uang memang salah satu faktor yang harus dipertimbangkan sebelum pindah klub. Witsel membuat keputusan mengejutkan baru-baru ini. Gelandang timnas Belgia itu menolak tawaran dari juara Italia Juventus yang sudah cukup lama memburunya, demi bergabung dengan klub yang baru promosi ke Liga Super, Tianjin Quanjian. Tawaran gaji selangit dari Tianjin Quanjian sulit ditolak oleh Witsel. Dia kabarnya akan dibayar sebesar 20 juta euro (sekitar Rp 280 miliar) per tahun oleh klub barunya itu. Tawaran gila-gilaan semacam ini tak akan dia dapatkan jika lebih memilih Juve. Mertens memahami keputusan Witsel, rekannya di timnas Belgia. Bagi Mertens, para pesepakbola memang harus mempertimbangkan soal pendapatan. “Uang memang penting,

dan saya yakin teman saya Witsel tidak tidur selama berhari-hari sebelum mengatakan iya,” ujar Mertens. “Itu adalah pilihan yang rumit karena ada beragam aspek yang harus diperhitungkan. Anda selalu bertanya-tanya, apakah anda melakukan hal yang tepat,” kata pesepakbola yang sekarang membela Napoli itu. Witsel bukan satu-satunya pemain top yang hijrah ke Liga Super China di bulan Januari ini. Ada Oscar yang meninggalkan Chelsea demi memperkuat Shanghai SIPG dan Carlos Tevez yang jadi pesepakbola dengan bayaran termahal di dunia setelah bergabung dengan Shanghai Shenhua. Sejak 2015, klub-klub Tiongkok telah empat kali memecahkan rekor transfer Asia dan juga menggelontorkan uang untuk mendatangkan para pelatih terbaik seperti Gus Poyet, Andre Villas-Boas, hingga Juergen Klinsmann. Hal ini bersesuaian dengan visi Presiden Tiongkok Xi Jinping yang ingin mengubah China menjadi negara adidaya sepak bola. Xi Jingping juga bertekad membawa negara itu menjadi tuan rumah Piala Dunia serta memenangi turnamen empat tahunan tersebut. Kini pemerintah meminta klub-klub membatasi pengeluaran uang untuk membeli dan membayar gaji pemain serta meminta mereka membangun klub dengan visi 100 tahun. Juru bicara Departemen Olahraga China menyatakan pemerintah akan mengevaluasi dan mengawasi pergerakan klub-klub Liga Super Tiongkok dalam berbelanja pemain. Pemerintah Tiongkok juga menyebut keputusan klub membeli pemain dengan harga mahal sebagai aksi ‘membakar uang’. “Kami juga akan mencoret klub-klub yang keuangannya bermasalah dari liga profesional,” kata juru bicara tersebut. Selain itu, Federasi Sepak Bola setempat juga akan menerapkan peraturan baru yang mengurangi jumlah pemain asing dari semula maksimal lima pemain menjadi empat. Pemerintah Tiongkok bukan satu-satunya pihak yang merisaukan pengeluaran klub Liga Super China dalam mendatangkan pemain. Pelatih Liga Primer Inggris seperti Antonio Conte, Jose Mourinho, serta Arsene Wenger pun secara terbuka mengkritik hal itu. Liga Super China 2017 sendiri akan dimulai pada Maret 2017 dan berakhir November. (kmb33/ rtr)

UANG - Kepindahan Carlos Tevez ke Liga Super Tiongkok melibatkan uang dalam jumlah yang tidak sedikit.

Pep Guardiola

kuat dan cepat seperti tim-tim lain, tapi kami berusaha untuk bermain dengan bola sebanyak mungkin. Kami tak bisa mencapai target-target kami kecuali kami mulai bermain dan mempertahankan bola. Ketika David Silva, Kevin De Bruyne, dan Yaya Toure banyak menyentuh bola, pemain-pemain lain bisa lebih gampang bermain. Kami harus bermain,” katanya. Kemenangan tersebut juga sangat berarti bagi John Stones. Sang pemain akhirnya mencetak gol bagi City. Bagi Stones, gol itu mengakhiri penantiannya sepanjang musim ini. Itu adalah gol pertamanya bersama City dari 25 penampilan di berbagai ajang. “Sejujurnya sudah lama. Saya seharusnya sudah mencetak beberapa gol di laga-laga sebelumnya dan menyenangkan bisa mendapatkan satu di turnamen spesial,” kata Stones. “Saya pikir kami menggulirkan bola dengan baik, pertama dan terutama, dan itu yang membuat kami mendapatkan peluang-peluang. Kami mengubah sedikit sistem bermain, tampil dengan pola berlian dengan tiga penyerang. Secara keseluruhan performanya sangat bagus,” imbuhnya. Kegembiraan Stones kian lengkap dengan keberhasilan menggalang pertahanan City sehingga tak kebobolan. Ini adalah clean sheet ke-8 yang diukir City dari total 31 pertandingan sepanjang musim. “Bisa mendapatkan clean sheet untuk kami para bek, yang mana kami belum terlalu banyak mendapatkannya, kami sungguh senang,” tutupnya. (kmb33/ap)

BPM/rtr

BPM/rtr

Mou Dukung Perubahan Format Piala Dunia Manchester – Manajer Manchester, United Jose Mourinho mendukung usulan Presiden FIFA Gianni Infantino yang ingin mengubah format Piala Dunia 2026. Menurut Mourinho, dengan banyaknya tim yang berlaga akan membuat pertandingan semakin sedikit. Sebelumnya Infantino mengeluarkan usul agar Piala Dunia 2026 diikuti oleh 48 negara dan dibagi kedalam 16 grup. Nantinya setiap grup akan diwakili oleh tiga tim. Dan menurut kabar, usulan tersebut akan dibahas oleh FIFA pada bulan Januari 2017. Mourinho juga mendukung kebijakan satu grup yang diisi tiga tim. Sebab setiap negara hanya perlu bermain dalam dua pertandingan untuk memastikan lolos ke babak selanjutnya. “Saya benar-benar mendukung. Sebagai manajer klub, jika kebijakan berarti lebih banyak pertandingan, kurang liburan, dan kurangnya pramusim untuk pemain, saya akan mengatakan tidak. Tapi sangat penting bagi pengkritik menganalisa dan memahami usulan yang berarti pertandingan akan lebih sedikit. Pemain akan sangat terlindungi dan klub juga akan terlindungi,” ujar Mourinho, Sabtu (7/1) kemarin. “Saya lebih suka satu grup dihuni tiga tim. Dua pertandingan dan lolos ke fase selanjutnya atau pulang. Dengan cara ini, dua pertandingan di babak grup akan sangat penting dan fase knock out juga jadi lebih tegang,” imbuh mantan pelatih Real Madrid tersebut. Perubahan format sejat-

inya sudah pernah diutarakan Infantino pada Oktober lalu. Saat itu dia mengajukan proposal soal memperbesar jumlah peserta Piala Dunia dari 32 menjadi 40 tim. Sayangnya rencana tersebut malah menuai protes dari sejumlah pihak yang menganggap bahwa penambahan tim bakal membuat beban pemain semakin berat. Seperti yang pernah diungkapkan oleh Asosiasi Klub Eropa (ECA). Dengan semakin banyak jumlah pertandingan, meningkatkan risiko cedera pemain lantaran mereka mengalami beban psikologis dan kelelahan fisik. Namun Infantino justru menilai bahwa format baru yang dia usung bakal memberi perbaikan terhadap sepak bola tidak hanya di negara-negara besar, juga di negara medioker. Dengan jumlah peserta mencapai 48 negara, turnamen sepak bola empat tahunan itu akan semakin membuka kesempatan bagi seluruh negara di dunia untuk turut serta dalam turnamen sepak bola terakbar ini. “Ide FIFA adalah untuk mengembangkan sepak bola di seluruh dunia, dan Piala Dunia adalah event terbesar yang ada. Ini lebih dari sebuah kompetisi, itu juga menjadi acara sosial,’’ tegas pria 46 tahun itu. Dukungan Selandia Baru yang berasal dari Zona Oceania menjadi negara pertama yang secara terang-terangan menyetujui proposal ekspansi Piala Dunia tersebut. Sebab, apabila format penambahan negara pe-

Klub: Hebei China Fortune Transfer: £10m (Rp 165 miliar) Gaji: £400,000 (Rp 6,6 miliar) 2. Graziano Pelle Klub: Shandong Luneng Transfer: £34m (Rp 562 miliar) Gaji: £260,000 (Rp 4,2 milar) 3. Alex Teixeira Klub: Jiangsu Suning Transfer: £38m (Rp 628 miliar) Gaji: £150,000 (Rp 2,4 miliar) 4. Jackson Martinez Klub: Guangzhou Evergrande Transfer: £32m (Rp 529 miliar) Gaji: Tidak diketahui 5. Hulk Klub: Shanghai SIPG Transfer: £47m (Rp 777 miliar) Gaji: £320,000 (Rp 5,2 miliar) 6. Ramires Klub: Jiangsu Suning Transfer: £25m (Rp 413 miliar) Gaji: Tidak diketahui 7. Oscar Klub: Shanghai SIPG Transfer: £60m (Rp 992 miliar) Gaji: £400,000 (Rp 6,6 miliar) 8. Carlos Tevez Klub: Shanghai Shenhua Transfer: £70m (Rp 1,1 triliun) Gaji: £615,000 (Rp 10,1 miliar).

Terry Kemungkinan Turun

BPM/rtr

Jose Mourinho

1. Ezequiel Lavezzi

Piala FA

Kemenangan untuk Bangkitkan Keyakinan London – Pep Guardiola sangat puas melihat penampilan Manchester City saat mengalahkan West Ham United. Guardiola berharap kemenangan ini membuat para pemainnya makin yakin dengan kekuatan sendiri. City melumat West Ham United dengan skor 5-0 pada pertandingan babak ketiga Piala FA di London Stadium, Sabtu (7/1) dini hari kemarin. The Citizens menang berkat gol-gol Yaya Toure, David Silva, Sergio Aguero, John Stones, dan gol bunuh diri Havard Nordtveit. “Selalu penting menang tandang. Ini tak mudah dan di kandang West Ham United menyulitkan, tapi semoga kemenangan ini akan membantu para pemain kami untuk yakin bahwa mereka cukup bagus,” ujar Guardiola di situs resmi klub. “Di sepanjang musim mereka sudah banyak berlari dan akan banyak berduel dan kadang-kadang mereka bermain bagus. Mereka harus yakin mereka cukup bagus untuk bersaing dengan tim mana pun,” imbuhnya. Salah satu hal yang membuat Guardiola sangat gembira adalah kemampuan City untuk mengontrol permainan lewat kualitas operan. Kami menciptakan peluangpeluang dan setelah jeda kami bermain sesuai harapan, seperti pada awal musim,” ujarnya. “Dalam satu atau dua bulan terakhir kami tak bisa melakukannya. Namun semoga kami bisa mulai bermain seperti itu lagi,” lanjut manajer asal Spanyol itu. “Itulah satu-satunya cara untuk tim seperti ini. Kami tidak

Daftar Pemain Top di Tiongkok

serta benar-benar diterapkan, wakil dari Oceania hampir pasti akan langsung masuk ke putaran final. Menurut ketua Federasi Sepak Bola Selandia Baru (NZF) Andy Martin, perubahan format tersebut memberikan dampak yang besar bagi stabilitas keuangan untuk pertandingan di Selandia Baru. Selain itu, hadiah uang dari Piala Dunia bisa memperbaiki sepak bola di Selandia baru. “Selandia Baru atau siapapun yang menang dari zona Oceania harus ikut Piala Dunia. Turnamen tersebut adalah representasi dari timtim seluruh dunia dan jangan sampai ada satu zona yang tidak mewakili,” kata Martin. Martin lantas mengungkapkan bahwa pihaknya sejak lama telah melakukan sejumlah lobi terhadap beberapa petinggi FIFA supaya wakil dari Oceania bisa menembus putaran final Piala Dunia. Sebagaimana diketahui, zona Oceania terdiri dari 11 negara yang kiprahnya terbilang minor di kancah sepak bola dunia. Negara-negara tersebut adalah American Samoa, Kepulauan Cook, Fiji, Kiribati, Caledonia, Selandia Baru, Niue, Papua Nugini, Samoa, Kepulauan Solomon, Tahiti, Tonga, Tuvalu, dan Vanuatu. “Sangat sulit bagi kami untuk mengirimkan wakil ke Piala Dunia. Jadi, siapapun yang bisa memberi kami jalan ke sana akan mendapat dukungan penuh dari kami,” ujar Martin. Patut ditunggu bagaimana hasil dari pembahasan FIFA. (kmb33/ap/rtr)

London – John Terry dan Michy Batshuayi kemungkinan besar mendapatkan kesempatan bermain kala Chelsea menjamu Peterborough United. Keduanya masih minim tampil musim ini. Terry belum lagi bermain sejak 5 November lalu, saat masuk sebagai pemain pengganti di laga kontra Everton dan bermain selama enam menit. Dia sempat cedera namun kini disebut Conte sudah siap bermain lagi. Bek 36 tahun itu akan diberikan kesempatan tampil kala Chelsea melakoni laga babak ketiga Piala FA kontra Peterborough malam nanti. “John Terry dalam kondisi bagus dan siap untuk mulai bermain. Dia bekerja dengan bagus di lapangan dan di luar lapangan, dan penting untuk menekankan ini,” ujar Conte di situs resmi klub, Sabtu (7/1) kemarin. Sejauh ini Terry baru bermain tujuh kali bersama tim utama, lima diantaranya tampil penuh. Juga belum mendapatkan banyak kesempatan bermain adalah Batshuayi. Dia memang sudah bermain 15 kali dengan tim utama, tapi cuma sekali tampil penuh yakni di Piala Liga Inggris, sementara sisanya sebagai pengganti. Conte menyebut penyerang 23 tahun itu masih berusaha beradaptasi dengan kultur permainan Inggris dan gaya main tim. Tapi dia juga akan diberikan kesempatan bermain pada laga nanti. “Dia bisa saja frustrasi, terutama ketika anda terbiasa bermain dengan Marseille. Tapi ketika Anda tiba di tim besar seperti Chelsea, anda sewajarnya harus berjuang untuk menemukan tempat di starting 11,” sambung Conte.

“Michy merasakan banyak kesulitan beradaptasi dengan liga ini dan permainannya, karena itu sangat menuntut fisik dan tidaklah mudah. Dia masih 23 tahun, masih muda. Dia bisa berkembang banyak dan di depannya ada Diego Costa dan untuk alasan ini dia mendapati situasinya sedikit sulit untuk bermain. Sekarang penting baginya untuk tetap konsentrasi ke pertandingan, melihat masa kini dan tak melihat terlalu jauh ke depan. Penting untuk fokus dan bermain sangat baik, serta menunjukkan bahwa dia terintegrasi dengan sepakbola cara kami,” imbuh manajer asal Italia ini. Chelsea baru saja merasakan kekalahan pertama di 14 pertandingan terakhir mereka saat melawat ke markas Tottenham Hotspur. Kekalahan ini juga sekaligus menghentikan rentetan 13 kemenangan mereka, serta gagal menyamai rekor 14 kemenangan beruntun milik Arsenal. The Blues tampaknya akan melakukan rotasi. Nama-nama seperti Thibaut Courtois, David Luiz, Eden Hazard, N’Golo Kante dan juga Diego Costa besar kemungkinan akan diistirahatkan pada pertandingan ini. Bukan hanya itu saja, pertandingan ini juga bisa menjadi pertandingan pertama bagi Kurt Zouma. Bek muda tersebut telah absen panjang usai cedera lutut parah di awal tahun lalu, dan akhir-akhir ini sudah masuk duduk di bangku cadangan The Blues. Sementara itu, dari kubu Peterborough besar kemungkinan pelatih Grant McCann akan tetap memainkan skuat yang sama seperti saat bermain imbang 1-1 melawan Scunthorpe tengah pekan ini. (kmb33/rtr/ap)

PERKIRAAN SUSUNAN PEMAIN Chelsea (3-4-3): Begovic, Azpilicueta, Ivanovic, Zouma, Moses, Chalobah, Fabregas, Ola Aina, Willian, Batshuayi, Pedro. Peterborough (4-4-2): McGee, Hughes, Tafazolli, Smith, Bostwick, Maddison, Samuelson, Edwards, Forrester, Taylor, Morias. STATISTIK KEDUA TIM Statistik Head to Head: Belum Pernah Bertemu 5 Pertandingan Terakhir Chelsea: 05/01/17 Tottenham Hotspur 2 – 0 Chelsea 31/12/16 Chelsea 4 – 2 Stoke City 26/12/16 Chelsea 3 – 0 Bournemouth 17/12/16 Crystal Palace 0 – 1 Chelsea 15/12/16 Sunderland 0 – 1 Chelsea 5 Pertandingan Terakhir Peterborough United: 02/01/17 Scunthorpe United 1 – 1 Peterborough 31/12/16 Peterborough 1 – 1 Coventry City 26/12/16 Peterborough 1 – 1 Gillingham 21/12/16 Peterborough 2 – 0 Notts County 17/12/16 Charlton 0 – 2 Peterborough

John Terry

BPM/rtr


Minggu Pon, 8 Januari 2017

11

GELANGGANG

12 Wasit Tinju PON Diskorsing Denpasar (Bali Post)Tercatat 12 wasit tinju selama pelaksanaan PON di Jabar, September 2016 lalu dijatuhi hukuman skorsing. Karena itu mereka dilarang memimpin olahraga adu jotos di atas ring lagi, sampai waktu yang belum ditentukan. Itu dilontarkan Ketua PP Pertina Johni Asadoma di Denpasar, Sabtu (7/1) kemarin. Diakuinya dalam tiap kali hajatan PON kecenderungan kinerja wasit senantiasa mendukung atlet tuan rumah. Namun ke depan kinerja wasit harus tetap netral dan tak boleh membela atlet maupun daerah tertentu. ‘’Kami harus membenahi kinerja wasit agar tetap menjunjung tinggi sporitvitas dan fair-play,’’ tutur Johni yang juga mengantongi sertifikat wasit tinju internasional. Johni Asadoma cukup lama mengenal dunia tinju di Bali. Bahkan selama menjalani pelatnas di Bali, persisnya di Putung, Karangasem pada tahun 1980-an. ‘’Saya pelatnas SEA Games dan Piala Presiden di Bali dilatih Daniel Bahari (alm). Kami bersyukur bisa meraih emas SEA Games, dan Piala Presiden,’’ jelas Johni yang kini berpangkat Brigjen Pol. Drs. Johni Asadoma, M. Hum. Keluhan kinerja wasit tinju juga dikemukakan Ketua Pengprov Pertina Bali Nyoman Ado Wiryatama. Dikisahkan, Julio Bria didiskualifikasi pada babak penyisihan saat meladeni tuan rumah Riau pada PON 2012 di Riau. Garagaranya Julio dianggap memukul kemaluan lawannya. ‘’Kami protes berikut bukti rekamannya, tetapi panpel PON malah tidak punya rekamannya. Lucunya, meskipun Julio kalah di babak penyisihan tetap dipanggil masuk pelatnas SEA Games,’’ papar Ketua DPRD Bali. Di sisi lain, Binpres Pertina Bali Pino Bahari mengakui generasi muda Bali minim yang menggeluti olahraga adu jotos ini. ‘’Mereka lebih banyak memilih cabor bela diri lainnya,’’ ungkap Pino. (022)

GIRING - Pesepak bola Kundalini menggiring bola dikejar dua lawannya dari Pespa Padangsambian dalam turnamen Piala Wali Kota di Lapangan Kompyang Sujana, Sabtu (7/1) kemarin.

Pespa Tundukkan Kundalini

Denpasar (Bali Post)-

Kesebelasan Pespa Padangsambian sukses menundukkan lawannya Kundalini dengan skor 2-1 (2-1), dalam turnamen Piala Wali Kota 2016 di Lapangan Kompyang Sujana, Sabtu (7/1) kemarin. Atas hasil ini Pespa merebut poin 3 bersama Pemecutan Kaja (Peka).

BPM/022

Ketua PP Pertina Johni Asadoma (kiri) bersama Ketua Pertina Bali Nyoman Adi Wiryatama.

Pelatih Asing Arsiteki Timnas Bandung (Bali Post)Timnas Indonesia bakal kembali ditukangi oleh pelatih asing, meskipun pengumuman secara resminya baru dilakukan setelah ada penetapan pada Kongres PSSI di Hotel Aryaduta, Bandung, Jawa Barat, Minggu (8/1) ini. “Ya, pelatih asing. Tapi belum bisa diumumkan sekarang. Tinggal satu hari lagi. Tunggu saja,” kata Wakil Ketua Umum PSSI Djoko Driyono di sela pertandingan persahabatan antara PSSI dengan PT Gelora Trisula Semesta di Stadion Siliwangi, Bandung, Sabtu (7/1) kemarin. Menurut dia, pelatih terpilih bakal mendapatkan tugas berat karena harus menangani dua timnas sekaligus, yaitu senior dan U-23. Selain itu, pelatih baru juga dihadapkan dua kejuaraan yang dipastikan menguras tenaga, yaitu SEA Games 2017 dan Asian Games 2018. “Untuk senior memang kami sudah lewat untuk pra-Piala Asia maupun pra-Piala Dunia. Tapi ada sepuluh pertandingan agenda FIFA. Itu harus dimaksimalkan untuk mengejar ranking,” katanya. Terkait dengan SEA Game dan Asian Games, pria yang akrab dipanggil Djokdri itu menegaskan, jika pelatih baru memang harus konsentrasi pada dua kejuaraan tersebut. Apalagi PSSI menargetkan sasaran akhir dari pelatih baru itu pada Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang. Untuk nama pelatih, pria yang juga CEO PT Liga Indonesia benar-benar masih tutup mulut. Hanya beberapa nama sudah beredar dan ada satu nama yang saat ini mencuat ke permukaan, yaitu pelatih asal Spanyol Luis Fernandez. Mantan pemain PSG itu terbilang cukup berpengalaman baik level klub maupun timnas. Selain pernah menukangi klub besar asal Prancis yaitu PSG, Luis Fernandez juga pernah menukangi Espanyol hingga Atletico Madrid. Untuk level timnas pernah menukangi Guineia. Sebelumnya ada beberapa nama pelatih asing yang muncul diantaranya Alfred Riedl. Pria yang membawa Timnas Garuda menjadi runner up Piala AFF 2016, juga kembali mencuat termasuk sang asisten Wolfgang Pikal. Nama pelatih Thailand, Kiatisuk Senamuang juga sempat menjadi pantauan. (ant)

Bonek Ikut Kawal Putusan Kongres PSSI di Bandung Bandung (Bali Post)Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) memastikan kongres induk organisasi sepak bola Indonesia siap digelar di Hotel Aryaduta, Bandung, Jawa Barat, Minggu (8/1) ini setelah persiapan yang dilakukan sesuai dengan tahapan yang ada. “Kami sudah siap. Delegasi pasti datang semua. Materi kongres juga sudah dipersiapkan. Tinggal pelaksanaannya,” kata Wakil Ketua Umum PSSI Djoko Driyono di sela pertandingan persahabatan di Stadion Siliwangi, Bandung, Sabtu (7/1) kemarin. Kongres PSSI di Kota Kembang ini merupakan yang pertama sejak induk organisasi sepak bola Indonesia dipimpin oleh Edy Rahmayadi. Ada beberapa agenda penting yang dibahas dan diharapkan melahirkan sebuah keputusan karena selama ini menjadi tarik ulur. Agenda tersebut diantaranya masalah status tim Persebaya Surabaya, pengampunan lembaga maupun individu, penentuan pelatih nasional untuk senior, U-23, U-19 dan U-16, hingga penentuan masa depan kompetisi tertinggi di Tanah Air. Pria yang akrab dipanggil Djokdri itu menjelaskan, pada kongres yang bakal dihadiri 107 pemilik suara dan sekitar 30 undangan ini dipastikan akan ada keputusan terkait dengan agenda yang ditetapkan. Hanya untuk beberapa keputusan harus melibatkan pemilik suara. “Masalah Persebaya adalah agenda yang tertunda saat kongres 10 November 2015. Nantinya bakal ada keputusan. Tunggu saja, Minggu (8/1) ini,” kata pria yang juga CEO PT Liga Indonesia itu. Masalah Persebaya saat ini memang menjadi sorotan. Bahkan ribuan Bonek atau suporter fanatik tim asal Surabaya saat ini sudah datang di Bandung untuk mengawal keputusan yang bakal diambil oleh peserta kongres. Informasi di lapangan,sedikitnya 1.500 Bonek sudah ada di Bandung dan diprediksi jumlahnya akan terus meningkat. Sesuai dengan target 3.000 Bonek bakal mengawal kongres. Saat ini pendukung fanatik Persebaya ini ditempatkan di GOR Padjadjaran. Selain membahas hal yang cukup krusial, kongres juga bakal diwarnai dengan hadirnya mantan kapten timnas dari masa ke masa. Saat ini beberapa mantan kapten tersebut sudah hadir di Bandung, yang salah satunya Hery Kiswanto. (ant)

Pemain Pespa Ketut Tirtanadi mencetak gol cepat ke gawang Kundalini yang dikawal Aji Bayu, ketika pertandingan yang dipimpin Sutopo baru bergulir 2 menit. Selang tiga menit, kapten Pepsa Anta Wijaya Mucin kembali menggetarkan jala Aji Bayu hingga Pespa unggul 2-0. Meskipun tertinggal 0-2, Kundalini tak patah semangat. Bahkan mereka makin gencar melancarkan serangan. Alhasil tendangan bebas Risma meluncur deras ke gawang dan tak mampu

dibendung kiper Pespa Gede Bambang Arimbawa. Hingga turun minum Pespa unggul tipis 2-1. Memasuki babak kedua, kedua tim memperagakan permainan terbuka (ofensif) dan saling menyerang. Sayangnya bomber Kundalini Kushedya Hari Yudo kurang mendapatkan pasokan dari lini tengah. Akibatnya pergerakan Yudo dimatikan lini belakang Pespa bermaterikan Agus Cair Ekaputra, Vital Ximenez, dan Andika Sara Utama. Skuad Kundalini lumayan

mumpuni seperti Umam, Azmi, Galih Angkasa. Sedangkan di kubu Pespa diperkuat Agus Kayun Dwipayana, Agus Desi, Dewa Dwipayuda, Warih Sentanu, serta Heru. Sampai pertandingan berakhir Pespa tetap unggul 2-1. Usai laga, Nyoman Magrung Jumada mengakui seabrek peluang emas belum mampu dikonversi asuhannya menjadi gol. Karena itu, pada laga berikutnya dirinya harus membenahi lini depan yang perlu dipertajam lagi. ‘’Kami akui finishing anak-anak masih lemah,’’ ucapnya. Se-

lain itu, kerja sama tim dan koordinasi antarlini perlu ditingkatkan lagi. ‘’Maklum anak-anak ini baru berlatih dua kali,’’ tuturnya Magrung. Di sisi lain, pelatih Kundalini Arif Rizal menyatakan asuhannya kalah dalam perebutan bola di lini tengah. Akibatnya, praktis

pasokan bola dari gelandang kepada striker Hari Yudo mampet. Di samping itu, kekalahan tipis 1-2 dianggap Arif wajar, sebab materi Pespa dominan Perseden Denpasar yang juara Liga Nusantara. ‘’Padahal dari segi permainan cukup imbang,’’ ungkap Arif. (022)

KLASEMEN PIALA WALI KOTA 1. Pespa 2. Peka 3. P. Tresna 4. Kundalini 5. PSAD 6. P. Kesiman 7. Wistra

1 1 1 1 0 0 0

1 1 0 0 0 0 0

0 0 0 0 0 0 0

0 0 1 1 0 0 0

2-1 1-0 0-1 1-2 0-0 0-0 0-0

3 3 0 0 0 0 0

Jadwal Minggu (8/1) PSAD

vs Putra Kesiman

Petenis Made Eskar Turun Robert Alberts Nominator di Junior Master U-14 Pelatih Terbaik

BPM/ist

Made Eskar Bholenath Revilla Denpasar (Bali Post)nasional. ‘’Jadi event Junior Petenis Bali Made Eskar Master ini hanya melibatkan Bholenath Revilla bakal mengi- delapan petenis top nasional,’’ kuti event bergengsi Junior ucap Bu Manik. Master, yang akan digelar di Dijelaskannya, saat ini Bandung, Jabar pada 16-20 Eskar tengah berlatih di JaJanuari mendatang. karta, ditempa pelatih Teddy Ibunda Made Eskar yakni Widi. ‘’Eskar berlatih di Teddy Bu Manik yang dikontak, Sabtu Widi sudah sebulan ini,’’ kata (7/1) kemarin menerangkan, dia. Bu Manik menyebutkan, ajang bergengsi ini hanya meli- selain Eskar, tujuh petenis batkan delapan petenis yang top nasional lainnya yakni tembus peringkat delapan besar M. Fajrian (Kalsel), Lucky

Cnadra Kurniawan, Novaldo Jati Agatra (Jateng), Azmi Januarsyah (Jambi), Rafly Zulkarnaen, M. Gunawan T (Jatim), serta Justine Kuo (Jabar). Bu Manik berharap sang putra bisa keluar sebagai juara. ‘’Ya..Astungkara mudah-mudahan Eskar bisa juara,’’ tutur Bu Manik. Pasalnya, Eskar yang lahir di Denpasar, 17 Januari 2003 ini tercatat pernah mengalahkan Lucky, M. Gunawan, Novaldo, dan Fajrian. ‘’Saya kira hampir skill mereka merata dan peta kekuatannya berimbang, tinggal mental bertanding dan persiapan petenisnya,’’ ucap Bu Manik. Dia juga menerima informasi bagi petenis yang juara Junior Master bakal diberi kesempatan menambah jam terbang dengan mengikuti turnamen di luar negeri. Menurrutnya, Eskar saat ini tercatat ssebagai siswa kelas III SMP d di Canggu Community School. ‘’‘’Saya ingin putra saya ini bisa b bersekolah, namun tetap bisa m mengembangkan kariernya di d dunia tenis,’’ ungkapnya. (022)

Makassar (Bali Post)Pelatih PSM Makassar Robert Rene Alberts, masuk dalam nominasi “Best Head Coach” atau pelatih terbaik turnamen Torabika Soccer Championship (TSC) 2017. Media Officer PSM Ramli Manong di Makassar, Jumat (6/1) lalu menyatakan baru saja mendapatkan kabar masuknya nama Robert Alberts menjadi salah satu nominasi pelatih terbaik dari pihak GTS selaku operator TSC 2016. “Tentu ini merupakan sebuah kebanggaan bagi tim PSM Makassar. Ini juga menjadi bukti pengakuan terhadap kualitas dan kinerja Robert Alberts selama menukangi PSM Makassar di TSC 2016,” ujarnya. Ia menjelaskan, masuknya nama Robert Alberts sebagai salah pelatih terbaik tentu memberikan motivasi tersendiri bagi pelatih asal Belanda itu untuk bekerja dan meraih strategi lebih baik saat tampil di Indonesia Super League (ISL) 2017. Kondisi itu tentu sesuai dengan harapan dan keinginan manajemen PSM agar prestasi tim kebanggaan masyarakat Makassar dan Sulawesi Selatan itu semakin baik pada kompetisi kasta tertinggi Tanah Air. Pihaknya juga berharap Robert Alberts bisa terpilih sebagai pelatih terbaik TSC 2016, dan membangkitkan motivasi seluruh pemain untuk lebih bekerja keras dalam program latihan yang disiapkan pelatih yang bersangkutan. Selain pelatih, PSM juga patut berbangga dengan masuknya nama gelandang energik PSM Makassar Rasyid Assahid Bakri dalam starting eleven TSC dan nominasi pemain terbaik TSC 2016. “Rasyid sudah mendapatkan undangan resmi dan diharapkan hadir dalam acara spesial yang sekaligus menjadi rangkaian penganugrahan Persipura sebagai juara,” katanya. (ant)

Tujuh Pebasket Merpati Ikuti Seleksi SEA Games

Kadek Pracita Dewi

Denpsar (Bali Post)Tercatat tujuh pebasket Merpati Denpasar yang bakal menyiapkan diri pada Woman National Basketball League (WNBL) dipanggil PB Perbasi guna mengikuti seleksi pembentukan timnas SEA Games. Mereka adalah Kadek Pracita Dewi, Regita Pramesti, Jacklyne Ibo, Dita, Helena Maria Elizabeth, Dewa Ayu Made Sriartha Kusuma Dewi, serta Anne Innesa. Sekretaris I Yayasan Merpati Mitra Dana, Deddy Suhadhi di Denpasar,

Sabtu (7/1) kemarin menjelaskan, tim Merpati dijadwalkan tiba di Denpasar pada 25 Januari. Selanjutnya mereka mengadakan coaching clinics di GOR Merpati. Pasca memberikan coaching clinics para pebasket Merpati bakal melakoni WNBL Seri I di GOR Merpati 2-7 Februari mendatang. ‘’Pada kompetisi WNBL Seri I ini melibatkan delapan tim kontestan,’’ tutur Deddy Suhadhi. Selain Merpati, tim yang berpartisipasi seperti Pontianak, Flying Wheel Makassar, Sahabat Semarang, Fever Surabaya, Tanago Jakarta, MP Predator Jakarta, serta Silwnagi Bandung. ‘’Kami harap pebasket Merpati tampil maksimal dan bisa memberikan kado terbaik. Selain itu, pebasket Merpati yang dipanggil seleksi pembentukan timnas SEA Games yang akan berlaga di Malaysia bisa lolos,’’ harap Deddy Suhadhi. (022)

BPM/ist

Regita Pramesti


LAGA

12

Minggu Pon, 8 Januari 2017

Reli Dakkar

Leob Juara Etape Ke-5 Dakkar – Sebastien Loeb berhasil memenangi Stage 5 Reli Dakar 2017, Jumat (6/1) waktu setempat. Sementara rekan setimnya di Peugeot, Stephane Peterhansel mengambil alih puncak klasemen sementara kategori mobil. Meski seksi catatan waktu dipotong hampir setengah, baik Peterhansel dan Loeb mampu memaksimalkan untuk menyalip pembalap ketiga Peugeot, Cyril Despres di klasemen sementara. Stage 5 terdiri dari rute Tupiza ke Oruro dengan Special Stage (SS) 447 km dan total 692 km. Namun cuaca buruk memaksa pihak penyelenggara untuk memin-

dahkan garis finis ke zona netral. Setelah kehilangan status pemuncak klasemen karena masalah mesin pada Stage 4, Loeb tampil solid dan memimpin di setiap waypoint hingga garis finis. Pembalap Perancis itu bahkan unggul enam menit atas rival terdekat, Nani Roma (Toyota). Tapi kesalahan navigasi membuat Roma finis dengan selisih tipis 44 detik dari Loeb. Peterhansel yang kehilangan jejak pada awal waypoint akhirnya mampu finis ketiga dengan selisih satu setengah menit di belakang Loeb. Hasil ini mengantarkan ia memimpin klasemen dan mengungguli Loeb. Despres yang membuka

jalan lebih dulu usai kemenangan di Stage 4 justru kehilangan waktu lebih dari sepuluh menit di waypoint ketiga dan terpaut jarak jauh dari waypoint keempat. Kendati demikian, Despres membawa kontingen Peugeot mendominasi tiga besar klasemen sementara. Mikko Hirvonen (X-Raid Mini), yang melakukan kesalahan navigasi dan kehilangan waktu lebih dari setengah jam berada di peringkat kelima dengan selisih 42 menit. Sedangkan, Giniel de Villiers (Toyota) juga mengalami masalah navigasi dan turun di peringkat kedelapan. Ia satu jam lebih lambat dari Peterhansel. (kmb33/rtr)

BPM/rtr

TEMBAK - Zach Randolph menembak melewati pemain Golden State Warriors dalam lanjutan kompetisi NBA, Sabtu (7/1) kemarin.

BPM/rtr

Sebastian Loeb

Dovi Ingin Kalahkan Lorenzo Bologna – Pembalap Tim Ducati Corse, Andrea Dovizioso mengaku senang bahwa Jorge Lorenzo bisa bergabung dengan timnya. Pasalnya, rider berpaspor Italia itu mengaku sudah saling mengenal dengan X-Fuera. Gelaran balap MotoGP 2017 akan diwarnai oleh pergantian tim sejumlah pembalap. Salah satunya Lorenzo yang bergabung dengan Tim Ducati Corse. Lorenzo memutuskan bergabung dengan Ducati setelah kontraknya dengan Yamaha selesai di akhir 2016. Kehadiran Lorenzo juga membuat line-up di Ducati berubah. Pasalnya, setiap tim hanya akan diwakili oleh dua pembalap saja. Oleh karena itu, tim yang identik dengan warna merah putih tersebut memutuskan untuk memilih Dovizoso sebagai rekan Lorenzo. Kombinasi Dovizioso-Lorenzo sebenarnya bukan hal baru. Keduanya pernah satu tim saat membela Honda di kelas 250 cc pada 2005. “Saya sangat senang karena Jorge bergabung dengan kami. Kami saling kenal satu sama lain, dan sudah pernah bersama dalam satu tim,” jelas Dovizioso, Sabtu (7/1) kemarin. Bisa satu tim dengan Lorenzo ternyata menjadi motivasi besar untuk Dovi. Pembalap 30 tahun itu mengatakan bahwa jika bisa mengalahkan Lorenzo sama saja menjadi juara di balapan. “Saya merasa akan memiliki persaingan yang sangat bagus bersama Lorenzo dengan motor yang sama. Tujuan saya adalah untuk mengalahkannya. Jika saya dapat berada di depannya, itu seperti saya bisa finis di depan pembalap manapun,” katanya. Dovizioso ternyata men -

jagokan Valentino Rossi dan Marc Marquez untuk menjadi juara MotoGP 2017. Menurutnya, selain hasil ujicoba pramusim, pencapaian sepanjang MotoGP 2016 bisa juga dijadikan acuan. Seperti diketahui, Marquez dan Rossi memang merupakan penghuni peringkat pertama dan kedua pada hasil akhir MotoGP 2016. Selain itu, Dovizioso juga memfaoritkan mantan rider Suzuki Maverick Vinales. Menurut Dovi, rider yang kini membela tim Movistar Yamaha untuk menjadi patner Rossi mampu finis di posisi empat meski hanya membela tim sekelas Suzuki.

Lebih jauh Dovi juga membeberkan hasil pramusim yang di catatkan Vinales. “Saya tak sabar tampil di musim ini, mengingat banyak perubahan terjadi ketimbang musimmusim sebelumnya. Vinales mendapat motor juara, Lorenzo mendapatkan mesin yang berbeda dan Iannone akan kuat bersama Suzuki,” ujar Dovi. “Rossi dan Marquez layak diunggulkan karena penampilan mereka di musim lalu sangat baik, namun saya juga harus memasukkan nama Vinales sebagai favorit karena dia juga luar biasa dalam ujicoba pramusim,” tutup Dovizioso. (kmb33/rtr)

Memphis Tumbangkan Golden State

Oakland – Memphis Grizzlies nyaris selalu tertekan sepanjang pertandingan saat bertandang ke Golden State Warriors. Tapi mereka membalikkan keadaan di akhir laga dan menang 128-119. Bertanding di Oracle Arena, Sabtu (7/1) kemarin Grizzlies membuka pertandingan dengan tertinggal 27-34 di kuarter pertama. Tren ini berlanjut di dua kuarter berikutnya. Warriors mempertahankan momentum dengan menambah 33 poin di kuarter kedua, sementara Grizzlies cuma mencetak 28 angka. Selepas jeda paruh laga, Warriors kian jauh dengan perbandingan perolehan poin 31-24. Namun di kuarter terakhir Grizzlies tiba-tiba bangkit mencetak 32 angka, sementara menahan Warriors di 13 poin. Tambahan itu cukup untuk Grizzlies membawa laga ke masa overtime. Momentum di kuarter terakhir itu tak disia-siakan oleh

tim tamu dengan mencetak 17 poin. Sementara Warriors cuma menambah delapan angka dan harus mengakui kemenangan Grizzlies dengan 128-119. Zach Randolph menjadi pemain terbaik Grizzlies dengan torehan double-double, mencetak 27 poin dan 11 rebound serta enam assist. Sementara 40 angka dari Stephen Curry tak mampu membawa kemenangan untuk Warriors. Kemenangan juga diraih Cleveland Cavaliers. Sang juara bertahan menaklukkan

Brooklyn Nets dengan skor 128-119. Tampil di Quicken Loans Arena, dua pemain Cavs, LeBron James dan Kyrie Irving mampu tampil luar biasa. Kombinasi keduanya total menyumbangkan 68 poin dan 10 assist untuk Cavaliers. James menyumbangkan poin terbanyak untuk Cavs dengan 36 poin, 9 rebound, dan 6 assist. Sedangkan Irving tak kalah cemerlang dengan raihan 32 poin, 3 rebound, dan 4 assist. Nets sempat mencetak 12 poin di kuarter

keempat, sehingga menipiskan ketertinggalan menjadi 6 angka. Namun Irving setelah itu menyumbangkan 12 poin, dan membawa Cavs memimpin 98-82 saat laga tersisa 7 menit 58 detik. Kemenangan ini membuat Cavaliers belum tergoyahkan di puncak klasemen Wilayah Timur. Mereka meraih 31 kemenangan dan 5 kekalahan. Di laga lainnya, Golden State Warriors secara mengejutkan dikalahkan Memphis Grizzlies. Lewat babak overtime Warriors akhirnya tumbang 119-128. Hasil ini menghentikan empat kemenangan beruntun yang diraih Warriors. Namun,mereka masih kokoh di puncak klasemen Wilayah Barat dengan 31 kemenangan dan 6 kekalahan. (kmb33/rtr)

Manor Terancam Absen Musim Depan

Andrea Dovizioso

BPM/rtr

Banburry – Bos Tim Manor Stephen Fitzpatrick, mengaku timnya terancam tidak akan mengikuti balapan Formula One (F1) musim 2017. Tim yang bermarkas di Inggris itu bisa gagal tampil pada musim depan karena tak kunjung mendapat investor baru. Menurut Fitzpatrick, hal tersebut telah didiskusikan dengan anggota tim dan investor lama. Namun sayangnya mereka tidak menemukan kata sepakat untuk tetap menyumbangkan dana bagi Manor musim depan. “Keputusan itu muncul setelah beberapa kali diskusi yang dilakukan dengan investor. Tapi kami tidak menemukan kata sepakat untuk melanjutkannya pada musim depan,” ujar Fitzpatrick, Sabtu (7/1) kemarin. “Investor utama tidak ingin mengeluarkan dana lagi untuk kami. Padahal kontrak baru akan berakhir

pada 2017. Jadi tim tidak memiliki pilihan lain untuk menempatkan Manor dalam masalah keuangan,” jelas pria berkebangsaan Inggris itu. Manor memang menunjukkan prestasi yang kurang memuaskan pada 2016. Menjalani debut pertamanya musim lalu, Manor harus puas berada di posisi paling buncit pada klasemen akhir konstruktor F1 2016. Meski demikian, Fitzpatrick tak begitu kecewa dengan raihan tersebut. Pria itu menyebut hal tersebut sebagai pengalaman berharga. Bahkan tak ragu dirinya mengucapkan terima kasih kepada tim yang telah bekerja keras musim lalu. “Saya melihat musim 2016 dengan bangga. Apa yang telah Manor capai merupakan raihan tersukses dalam sejarah tim. Saya juga ingin berterima kasih kepada tim karena telah

bekerja keras. Kami telah membuat perubahan besar, tapi sayangnya itu tidak cukup,” katanya. Manor Racing kehilangan posisi ke-10 di klasemen konstruktor F1 setelah pebalap Sauber, Felipe Nasr finis di posisi kesembilan GP Brasil di Sirkuit Interlagos dan mendulang dua poin. Manor harus puas finis di posisi buncit karena hanya mengoleksi satu poin sumbangan dari Pascal Wehrlein. Kegagalan Manor meraih posisi ke-10 di klasemen membuat mereka tak meraih imbalan finansial besar di akkhir musim, yang akhirnya jatuh ke tangan Sauber. Menurut Fitzpatrick situasi tersebut juga mempengaruhi proses negosiasi dengan investor baru. “Keputusan untuk memasukkan Manor ke dalam tim audit membuat perjuangan kami selama dua musim

ini terasa sia-sia. Kami sempat menjalin negosiasi dengan investor dari Asia pada Desember, tapi proses itu gagal di tengah jalan,” sambung dia. Manor Racing kini masuk ke dalam daftar audit FIA untuk mengecek apakah mantan tim Rio Haryanto itu bisa tampil pada F1 2017 atau tidak. Tim audit FIA akan memastikan kondisi keuangan finansial Manor Racing, termasuk memperhitungkan gaji seluruh staf tim yang bermarkas di Banbury tersebut. Sebelumnya Manor Racing sempat diberitakan banyak melakukan proses negosiasi dengan beberapa calon investor. Bahkan Bos K FC Indonesia , Rica rd o Gelael,sempat disebut-sebut dalam daftar calon investor Manor Racing. Namun kabar tersebut telah dibantah oleh Ricardo Gelael. (kmb33/rtr/afp)


Sastra

Redité Pon, 8 Januari 2017

I Kaki Dengkil

Laku Agni SABEH-sabeh asapuniki, I Kaki Dengkil nyedut lulu sané sampun akéh numpuk ring bucun témboké. Makasami maboya manggihin Ipun masolah sakadi punika. “Nyem apa, ujanujan kakéné nyedut lulu?” Asapuniki pisagané ngrémon. Nanging nénten wénten sané purun masadu arep nelémékin. Waluya I Kaki Dengkil ngrahina demenan urip néwék sakadi anak ngamona brata, nanging sampunang baosanga wantah tungkasin napi sané karyanina tur baosanga, midep delémékina kantos kablet enggang-ngep nénten nué kanda araina négdég. Asapunika naler rainané mangkin, nénten wénten sané purun nungkasin ri kala Ipun nyedut lulu sané kantung beseg. Iteh I Kaki Dengkil ngarya baleman mangda luluné prasida ngendih murub. Sémprong panjang anggéna ngupinin balemané. Seka kidik, luluné ngendih krépék-krépék santukan kantun beseg durung tuh. Kasuén-suén, geniné ngagengang, andusné malepug makeber ka langité remrem santukan gulem. Sesampun geniné urip nilap lulu, I Kaki Dengkil ngadohang. Sambilanga nyirup wédang, Ipun iteh mabalih geniné sayan sué sayan ngagengang. Sakadi kalangen Ipun manggihin geniné sakadi nénten surud-surud mautsaha ngeseng luluné kantun beseg. Napi sané manahanga antuk I Kaki Dengkil nyedut lulu beseg raris pabaliha sué asapunika? Agung kalangené manggihin geni ngendih murub waluya luluné sané seduta kantun belus? “Ento madan Laku Agni! Tusing makéséran, aéng gedé bayuné nyedut lulu waluya kéwené tusing bakat wilangin. Yén irgamayang luluné ento meseh, tusing makéséran tur ksatria wirang Sang Hyang Agni nyirnayang sekancan mala, sekancan meseh ané patut sirnayang!” I Kaki Dengkil marnayang geniné punika sakadi madué bayu agung nyirnayang meseh sané patut sirnayang. Punika wantah kanten nyakala mesehé. Luluné sané kanten, waluya kantun beseg tur matah pasikiané, aluh antuka Sang Hyang Agni nyirnayang. Napi malih wénten I Kaki Dengkil sané ngupin-upinin antuk sémprong. Wénten sané ngupinang paragaan Sang Hyang Agniné mangda medal kadigjayané. Wantah maya tur nyansan nglimbakang mesehé sakadi mangkiné sapunapi? Sapunapi térorisé punika? Sapunapi sekancan malané punika? Minakadi sengkaon agung sané mawasta ha i pé? Sapunapi mesehé I Maling Ngalang? Tur sané siosan? Wantah punika nibén warginé, sapusira? Dong punika sané manahanga antuk I Kaki Dengkil? Ngudiang papak-papak manahang? Nénten ké sampun wénten sané patut ngamanahang indiké punika? Ngayudain sekancan malané sané ngawinang warginé papa? Kocap punika gagelaran Sang Angawarat. Kocap gagelarané nyirnayang kapapaan warginé makasami. Ksayanikang papa nahan prayojana, asapunika kabaos mungguh ring sastrané. Sané mangkin I Kaki Dengkil nyansan nginguhang. Sanunggil mamarna Sang Angawarat, waluya Ipun asapunika. Sapunapi minab sané ngawinang. Nanging sering pisan Ipun nyobyahang, kocap sasukat Sang Angawaraté kapalih antuk warginé asapuniki panadosnyané. Makasami Sang Angawaraté pitananga ngetung sugih kamanten. Nénten pisan sujatiné ngenehang warginé. Kocap sané ruruha kuasa kamanten, nénten pisan madrué gagelaran sané gamela. Nénten pisan marasa wantah dados Sang Angawarat sujatiné swadharmané ngayahin wargi. “Nu dogén cara iluné, dadi Sang Angawarat nagih patuhanga cara dadi raja. Makejang nagih ayahin. Nagih agungang cara bhatara. Nagih sunggi cara nyunggi pratima! Lamun ada warginé kabrebehan, ané salahanga tidong déwékné. Apa buin demen pesan ngarebatin wargi?” Aéng pisan tluktukan I Kaki Dengkilé asapunika wantah sampun ngawicaraang Sang Angawaraté sané mangkin. Mangkin sampun nyansan nglemahang. I Kaki Dengkil kantun matajuh ring ambén kubonné. Kebyar-kebyar sénteré saking diwangan panggihina. Nanging Ipun nénten ngrengeang, santukan wilangina sané ngendihang sénter punika pastika I Doglagan. Kenjekan nguyuk nyeriet engsap, I Doglagan ngesiabang kakinné. “Mimih... Kaki kali jani kondén masaré? Tiang mara suud siskamling né... nyelehin apa ada wargi tamiu tawah-tawah teka mai ka Tepisiring? Jejeh né nyanan ada bom buin!” Asapunika I Doglagan marerasan. “Nah melah kéto, tulungin Sang Angawaraté. Yén kéto, patuh masé nulungin warginé. Yén buin mani tepuk Sang Angawaraté, orahin kapahkapah gelarang Laku Agniné. Apang seken satria wirang, seken-seken nyirnayang meseh guminé!” Usan mawacana asapunika, I Kaki Dengkil ngojog balé tur masaré, nénten rengaanga cucunné sané kantun mamanah mabebaosan. (Jelantik)

Magingsir Nyoman Manda PETENGÉ ento ramé pesan sig umahné Yan Wéndra, makejang nyama-nyamané pada teka krana buin mani Yan Wéndra bakal berangkat ajak luhné ka Kalimantan. Ia suba survey ka Palangkaraya lan suba join meli tanah ajak timpalné. Tanahné dini adepa lan ditu belianga tanah. Di Bali suba kéweh ngalih gaé, tanah suba telah juang pariwisata, pasisi batu kaang suba kajuang anggona sarana wisata masi suba benyah kena abrasi, guminé ngancan ramé anak liu teka pada magarang ngalih gaé. Jani nyumeken kenehné bakal magingsir ka tanah linggah ané patut arepina bakal idupné di mani puané. Bali suba sing cara nguni santi nayuhin ati, jani suba sing nyidaang ngudiang tuah ngantiang bakal mati ngandang. Bapanné bengong-bengong duén krana suba pituek

panakné bakal mangabdi marep tekén karahayuan jagaté. Kénkénang suba keneh panakné tusing dadi baana ngomong apa. Nah yén suba kéto, ia nunas ica duén dumadak Ida Sang Hyang Parama Kawi swéca ngicén panugrahan apang pianakné selamet turin rahayu. Méménné ngeling duén krana pianakné bakal majalan joh. “Yén Cening bakal ngelah pianak buin pidan, sing Mémé bakal nepukin cucun Méméné!” Méménné ngeling sigsigan. “Eda ja Mémé ngeling, yén selamet tiang nepukin bagia ditu tiang pasti bakal mulih nelokin Mémé tur ngajak cucun Méméné,” Yan Wéndra masi masebeng sebet. “Nah... Luh... eda nyén Luh pati miyegan ditu pagehang awaké mayasa,” méménné sendat-sendat ngomong. “Kéto masi Wayan, Cening

13

jlema enu cenik melahang awaké matingkah eda pati sombong tekén anak lén dabdabang laksanené.” “Baan entoné Mémé, suba kakeneh baan tiang.” “Marep tekén Luh, Ceningé eda pesan nyén Wayan brangti tekén somah... padalem ia Iluh anak ubuh mémé bapa.” Mara ningeh munyin matuanné kakéto, Luh Rasi tusing nyidayang naanang elingné. Ia sengi-sengi ngeling, inget tekén déwék lacur. Kalahin mémé bapa mati, jani niggalin umah nugtug somah. Makejang nyama-nyamané madalem, dadi las pesan Yan Wéndra ngalahin umah bakal ngolah tanah ka Kalimantan. “Tiang sing ja ngalih tanah, tiang malajahin padéwékan ngastitiang guminé, apang tepuk ja luungé di mani puané.” “Jani pemuda-pemudané mesti bani meloporang idup mawangun désa, krana dasar pembangunan tuah mula tongosné di désa,” Yan Wéndra nyantep pesan tuturné, makejang pada seken ningehang, nanging enu maadukan baan sebet tur madalem. Méménné enu ngeling duén apa buin Luh Rasi sebet pesan nepukin matuanné buka kéto. Jani di jumahné makejang nyamané teka, ada ané ngabaang bantal, tipat, salak apang ada bekelanga di jalan. “Beh, dadi makejang répot pesan dija jang tiang legan Iwaiwané, Belin-belin tiangé dadi makejang jeg répot ngaba kéné kéto... tiang anak negakin kapal terbang.” “Iwa anak sing ngelah apa... bes Yan luas joh pesan apang ada duén nang amikang Yan di jalané,” ada iwané masahut sebet. “Buin pidan ingetang nyén ngirim surat,” ada beliné uling jumah dangin maakin ia. “Pasti tiang ngirim surat.” “Kena baan nyén... buin pidan ada nyet Beliné kemu apang sing pati grapé Beli ditu.” “Saja pesan ento Yan... Beli demen pesan jani ada anaké buka Wayan. Nyak tur bani meloporin ngalih tanah... kéné jumah dini tanah suba telah kajarah anak ngelah iraga ngancan kapépét kabucu nyerah kalah.” “Beneh pesan paitungan Beliné ento.” “Yén tetep ragané kakéné, ngancan buin pidan nyelékang duén bakal tepuk.” “Krana ento suba tiang… elas bakal nuju Kalimantan ané enu ngelah tanah linggah.” Nyamanyamané makejang nengil mara ningeh tutur Yan Wéndrané

Aswamédha Parwa

Kawéntenan Atma sané Mautama Olih : I K. Satria, S.Ag KAWIKANAN miwah éling ring padéwékan sujatiné medal saking Panca Maha Bhuta. Panca Maha Bhuta sané kawéntenannyané kadagingin antuk apah, teja, bayu, pertiwi miwah akasa. Malarapan pangrangsuk Panca Indriané ngawinang sané maurip ring jagaté. Sujatiné Panca Maha Bhuta sané sida ngwetuang Panca Tan Matra sané ngawinang sarwa mauripé nénten uning ring padéwékan saha nglaliang napi sané wénten ring angga sarirané. Punika mawinan mauripé sané éling ri kala sampun rauh Kala Mrtyuné ngawinang Panca Maha Bhutané pacang mawali, wantah rumasa jejeh miwah nénten prasida nglémpasang kahuripané puniki. Yadiastun kabaosang sang maraga wicaksana wantah sakadi punika kawéntenannyané sané nénten pisan prasida kawaliang. Sakemaon yéning sampun titah, nika wantah sané patut margiang, sané ngawinang Kala Mrtyuné ngamet patiné. Minab nika sané ngawianng mauripé mawali nuju genah sané tiosan utawi padem setata sedih tur ngamedalang toya panon pinaka cihna kasungsutanidané. Ri kala mamargi paleburan Panca Maha Bhutané, pacang mamargi taler panguwahan daging Panca Maha Bhutané dados wentuk sané pinih alus, dados mawali sakadi sané ngawinang kawéntenan Panca Maha Bhutané punika. Paleburané punika wantah mamargi dabdab, pateh sakadi pamargin panrestiané. Punika mawinan pamargin punarbhawané mamargi sakadi Rta sané sampun mamargi, nénten pisan naenin lémpas turmaning setata nuju kapatutan. Ring pamarginé punika wantah kautaman sané prasida pacang ngincepang pamargin punarbhawanané punika. Sang maraga wicaksana sané prasida ngincepang punika wantah sané kabaosang luih duaning prasida kantun éling ring padéwékan ring kahuripan sadurungnyané. Yéning imbayang kahuripané puniki wantah mamargi sangkaning kapetengan. Kapetengané sané ngawinang sarwa mauriée kabaosang awidya. Puniki medal sangkaning pangraksan Panca Indria sané setata ngayunin sané kapikayunin, sakéwanten nénten naenin ngeret pikayunan sané ngawinang nénten pageh nglarang brata. Indriané punika sané ngawinang manusa utawi mauripé setata ngulurin saluiring pikayunan ngwetuang iwang kawéntenannyané. Sakémaon yéning selehin kasujatiannyané, indiké punika nénten ja masiosan, duaning pangriptannyané asiki, nika mawinan iwang patuté sujatiné méweh pisan minayang. Lianan punika, sami nénten langgeng kawéntenané. Sami madué paiketan, nénten prasida kapalasang. Samian punika wantah wénten ring jabaning atma sané ngawinang nénten madué bayu pacang nguwah. Prana, Apana, Udana, Samana, miwah Wyana mapaiketan sareng atma sané wénten ring sajeroning kahuripan. Panunggalan bayu sabda idep ngawinang medal sadaging sané wénten ring jagaté. Sang sané sampun ngresikin angga sané pacang prasida ngresikin Panca Maha Bhuta ring padéwékan sané ngwetuang resik ring Panca Indria saha kaliputin becik ring Tri Kaya Parisudha wantah sané kabaosang maurip sané pageh ngelarang tapaning urip, nénten obah, saha pacang dados mautama ring kahuripané puniki. Sang sané setata sakadi asapunika kawéntenannyané pacang sida nyujuh pamargi nuju kawéntenan brahman sané mautama. Kadi asapunika jnana sané

mautama sané patut kasungkemin, karesepang saha kanggén sarana nyujur kahuripané sané sujati. Mangkin pacang kalanturang nyatuayang parindikan pangliput suksma sarirané sané prasida ngawinang bingung sajeroning malaksana. Wénten solas kasayuwaktiannyané; kapertama kabaosang carma utawi kulit, salanturnyané karna, pangaksian, lidah miwah irung. Kalanturang kekalih cokor pinaka sarana nglepasang bayu, baga miwah purus kadadosang asiki pinaka sarana ngawetuang kahuripan salanturnyané, kekalih tangan sané kanggén nglempasang bayu taler sané punih untat inggih punika sané kanggén ngamedalang suara. Sami akéhnyané adasa sané pinaka sarana kanggén ngamargiang kahuripan miwah sané asiki sané kaping solas inggih punika sané kanggén ngamedalang sarining manah inggih punika bebaosan. Kapertama sané patut margiang inggih punika nyomya sané solas mangda prasida dabdab sajeroning nagingin kahuripan. Yéning sané solas puniki prasida kasomyang wantah pacang prasida resik angga sarirané. Indiké puniki pacang prasida ngwetuang kawéntenan Ida Hyang Brahman sané medal malarapan antuk teja ring angga sarirané. Ring sajeroning angga sarira wénten lelima sané patut wénten sané pacang nguripang lelima sané tiosan mangda prasida mamargi kahuripané punika. Makasami punika wantah sané mamargi ring sajeroning kahuripan manusané, sané lianan wénten kabaosang manah utawi pikayunan sané sujatiné sampun nyusup ring solas pahan sané ngawinang pangresep muputang saluiring pangliput ring angga sarirané. Sakadi punika sané ngliputin kahuripan saluiring mauripé. Sang sané wicaksana sané prasida uning ring kawéntenané puniki wantah sang sané sampun jaya sajeroning nguningin kahuripannyané. Sarana sané kanggén nitenin Bhuwana Agung sané kapertama wantah akasa. Sané mapaiketan sareng akasa wantah kawéntenan karnané sané kanggén mirengang. Yéning paiketang ring piranti kahuripan wantah sekancaning suara yadin suara sané becik miwah suara sané tiosan. Kawéntenan déwata sané nglinggihin wantah Ida sané ngawiwenangang indik bayu. Angin wantah pinaka nyasa kawéntenan suara, tur bayu wantah sarana sané kaping kalih kawéntenannyané. Yéning kawéntenan bayuné mapaiketan sareng manah pacang dados carma utawi kulit, yéning mapaiketan sareng piranti-piranti ring jagaté pacang dados rasa sané kapolihang sangkaning ngrasayang. Sané kaping tiga, teja utawi sunar, yéning mapaiketan sareng manah pacang dados sunar sané ngawinang prasida mina-minayang antuk kawéntenan warninnyané. Dewata sané nglinggihin wantah Ida Sang Hyang Surya. Sané kaping pat inggih punika sarana apah utawi toya. Yéning mapaiketan sareng manah pacang dados lidah sané prasida ngrasayang sekancaning sané wénten ring sari-sari ajengané. Dewata sané nglinggihin wantah Bhatara Soma. Sarana sané kaping lima inggih punika Pertiwi. Yéning paiketang sareng pikayunan pacang dados irung sané prasida nguningin ambu sekancaning ambu sané wénten ring jagaté. Déwata sané nglinggihin wantah Bhatara Bayu. Sakadi sané sampun katurang punika taler kapah dados tetiga, luiré ngwetuang manah, laksana, miwah bebaosan. (Masambung)

kakéto. “Bapa sing nyidaang mekelin Cai apa-apa, nah apang melahmelah duén Cai ditu, ingetang nyén ngirim surat mulih.” buin ada iwané nyelag ngomong. “Nah Wa,” makejang nyamanyamané kangen tekén ia, krana buin mani ia bakal luas. Ada masi ané maang ngidih kamen, ada masi ané mekelin baju, iwané ané uling jumah dangin mekelin gagemet makaput benang tridatu. “Ené nyén anggo yén ada anak jail tekén Cening,” ia kenyemkenyem duén nampi tur melahanga pesan ngejang. Luhné... Luh Rasi masi répot nampi bekel. Ada maang lakar baju, ada maang kamen, ada maang cerik anduk nyinahang tresanné manyama. Umahné suba serahanga sig iwané ané mula patut nampi kapatutané, nanging masih ia maangsel pangidihan raos pét mani puan lacur pesan ia ditu sing nyidaang baan maulehan yén ia mulih apang lega masi iwané nampi paukudané. Iwané elas tur ngeres ningehang pangidih keponakané ané ubuh totonan. Kanti kapeteng Yan Wéndra nyelepang barang-barangné ka koperé gedé. Ia ngaba koper tuah dadua pesan. Tusing nyidaang ngaba barang liu krana ia bakal negakin kapal terbang. Suba liwat tengah lemeng. Petengé dedet sepi. Cicing ngongkong ngaung, luhné suba nengkul pules. “Ah,” kenyel pesan ia mauadan. Laut ia nuju ka pelangkané, luhné enu masi nengkul sing nang maklisikan. “Luh... bangun,” ia nesekin luhné ané nengkul. “Ah... kadén tiang Beli enu magampil-gampil.” “Luh.” “Beli,” Luh Rasi ngelut muaniné ané suba ngukup di sampingné. “Luh,” ia ngelut luhné ané makliudan. Luh Rasi kenyem-kenyem duén ngabag tangkah muaniné ané mabulu. Ceceké di langitlangité saling uber macanda magrudugan ajaka dadua.... Luh Rasi bangun negak di samping muaniné ané nengkul sing maklisikan kenyel pesan. Luh Rasi kecah-kecuh. “Dadi Luh makecuh.” “Beli.” “Kénkén?” “Tiang suba.... “Dadi kéto?” “Sing inget Beli ngamaluin pidan sing dadi timbaang.” “Dadiné ?” “Beli énggal dadi Pan Wayan.” “Aduh,” Yan Wéndra nengkek

luhné laut gelut buin. “Bagia pesan keneh Beliné,” Luh Rasi dekas-dekes sing nyidaang maangkihan. “Ditu di tonggos Désa Pralangkaraya... pianak Beliné bakal lekad dadi anak Indonésia tulen.” “Sing macampur Beli.” “Macampur krana gaé Beli di Bali,” Luh Rasi ngimpek beliné ané liang pesan. Yan Wéndra tusing dadi timbaang buin. Ceceké macanda patuh ba duur magrudugan. “Luh.” “Beli,” Damaré klier-klier kanti kelemah tusing ada anak inget ngamatiang. Das lemahang magesoan ajaka dua bangun apang sing nyén kanti telat. Makenyem ia ajaka dadua inget tekén dibi lemeng. Makejang nyaman-nyamané suba makumpul jumahné bakal bareng ngatehin ka Tuban, ka lapangan terbang Ngurah Rai. Mara pesan suud mabakti di sanggahné nunas ica. Motoré diwangan suba ngantiang uling tuni. Motor colt stasion. Yan Wéndra ajak luhné, tekén Nyoman Sandra masi ajak luhné bareng-bareng di colt stasioné. Makejang kangen anaké ngatehin. . Teked ditu kapalé suba bakal makiré berangkat ka Kalimantan. Nyoman Sandra ajak Yan Wéndra nyerahang tickété, koperé ané gedé masuk bagasi. Mémé bapanné ngeling kalahina. “Melah-melah Cening majalan ajak dadua dumadak apang selamat, ingetang pesan nyén ngirim surat.” “Bapa.” “Mémé tiang majalan.” Laut Yan Wéndra ajak Nyoman Sandra nuju ka kapalé bareng-bareng ajak luhné. “Lan jani Luh bareng-bareng ngardinin idupé,” ia ngisi liman luhné. Luh Rasi makenyem, kéto masi Nyoman Sandra ajak luhné. “Tiang mula nuut Beli aidupan.” “Raga mesti bani meloporin mawangun idup di désa uling jumu.” “Raga bani ngalgal apang bisa nepukin melahé di mani puané.” “Lan jani ajak makejang nasarin pawangunané apang melahé tepuk di mani puané, gumi ané gemuh murah sandang murah pangan.” “Lan jani Luh ajak Beli barengbareng.” “Tiang setata bareng ajak Beli,” Luh Rasi nyelélég sig palan muaniné. Kapalé makeber magerung nrebak langit bakal ngukir ortén idupné kayang kawekas. -0-

Saking Langit Bali Wanti Warsa Galah mamargi nénten karasa Suka lan duka sampun nglintang awarsa Peteng lan lemah magentos setata Puniki pakibeh idup ring marcapada Ngiring turéksain lan astitiang Mangda sida sami pada liang Sampunang mendem bendu sakayangkayang Patutné mangkin malajah ngampurayang Elingang setata mulat sarira Pinaka swadharma dados manusa Ngiring sareng-sareng nyanggra wanti warsa Dumogi sami becik lan bagia I Nyoman Agus Sudipta

Pitutur Mémé Adeng-adeng, Ning… Énggal boya setata melah Banban boya lakar kalah Sekenang tindakané Wiwékané adokang Pangrasané jalanang Lautang Cening majalan Mémé uling duri ngastitiang I Komang Alit Juliartha


Kruna

14

I.A. Triana Titania Manuaba

Cerakén Lengkara

Molihang Mahkota Putri Kampus ISI 2016

Punggelan geguritan puniki kaanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha. Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti

puupu;du(m, Pupuh Durma 3.sk&bêwu*, Saking Biaung, z)m;\u\uæipd*tu\ál/, Nyemah ngungsi Padangtunggal, r&tukdÀ¡nÑenhid&, ring Tukad Undané iding, hunÑgßn)dun*, undag manedunang, helonæm(gienlmãn/, alon pamarginé lamban, smiynuæl&dnÑnin/, samian saling dandanin, \ur;sib)tn/, Ngurah Sibetan, g)lisÂnÑninÓ¡ecokÞi. gelis nandanin Tu Cokli. 4.hudu;edw, Uduh Déwa, rtunÓitê*b)li\ur;, ratun titiang Beli Ngurah, helon*gigisßm(gi, alonang gigis mamargi, titê*j)ri;pisn/, titiang jerih pisan, kdim\)zé)kinãnÓ*, kadi mangenjekin bantang, hunÑgñenlin*b Ó )lig/, undagnyané lintang belig, dens*diy;, Dané Sang Diah,

PEMILIHAN Putri Kampus Institut Seni Indonesia (ISI) Dénpasar 2016, sayan ngawi éling Gek Nia– sapunika dané ketah kasambat yéning madué wawasan akéh lebih mautama saihang kajegégan fisik. Pengalaman punika kapolihang yowana sané madué aran jangkep Ida Ayu Triana Titania Manuaba, ri kala nyarengin kompetisi molihang mahkota Putri Kampus ISI Dénpasar 2016. Pangawitnyané alumnus SMAN 1 Dénpasar puniki naen pesimis nénten sareng ajang inucap. Alasannyané durung madué pengalaman tur marasa durung sayaga nyentokang wawasan. Napimalih Gek Nia wawu duduk ring semester kapertama Progran Studi Tari. Mungguing mahasiswi sané dados saingannyané, rata-rata sampun cukup pengalaman sajeroning PPK sadurungnyané. “Sadurungnyané naen ragu-ragu nyarengin, nanging santukan agengnyané sokongan saking kulawarga, ngawi tiang mutusang sareng,” baosnyané sinambi makenyung. Sawitra sané ngicén sokongan kantos ngiringang Gek Nia molihang mahkota Putri Kampus ISI 2016, minakadi rerama, pasametonan, sawitra ring SMAN 1 Dénpasar miwah keluarga besar Program Studi Tari ISI Dénpasar. M i n a b akéh sané nénten kayun sareng pemilihan putri santukan marasa anggannyané nénten ayu, nanging nénten asapunika sareng yowana sané embas ring Dénpasar, 27 September 1998 puniki. Majeng Gek Nia, f kajegégan relatif. Nanging cantik intelektuall miwah wawasan punika sané universal. Tegesnyané yéning sampun wikan saha madué wawasan luas, sapasira manten pacang ngangkenin. Gek Nia ngicén conto, katah publik figur sajeroning ngamargiang profesi artisnyané wantah ngandelang modal cantik fisik,

akéhan sané nénten lami. Matiosan sareng ida dané sané nénten wantah sawates ayu, nanging taler madué pendidikan miwah wawasan pacang setata sayaga macentok. Nénten pacang marasa kasaingin sareng artis pendatang baru. Napimalih cantik fisik punika nénten abadi. Matiosan sareng kawagedan intelektual. Umpaminipun para akademisi sané arannyané nénten pacang kalaliang sangkaning logika miwah analisa-nyané. Putri pasangan Ida Bagus Udayana miwah Ida Ayu Nyoman Ratnawati puniki nénten kayun kanggehang cantik fisik. Samaliha, cantik fisik punika dados kriteria utama majeng remaja putri sané meled nyarengin kompetisi ring PPK ISI Dénpasar. “Tiang sujatiné meled nglatih mental miwah ngwewehin wawasan. Majanten utsahan tiang molihang j angayubagia pisan majeng asil. Tiang angayuba puniki saha nénten lali waranugraha punik majeng ida ngaturang rasa suksma su sampun nyokong,” baos dané sané sampu Gek Nia. sané sampun Ring yusannyané yusanny kaping-18, sakatah ngenjek warsa ka sampun kapolihang. prestasi seni sam pencarian bakat Sakatah ajang p kamiletin. Kawagedantaler naen kamile magending miwah masolah, nyané magendin ngiringang dané molihang lomba. Pungjuara sakatah saka puniki Gek Nia kekuran pu dados penata tari. tah dad Akéh sawitrannyané narka Gek Nia pacsané n nglanturang Fakulang ng Kedokteran Unud, tas K minakadi rakannyané, minak nanging Gek Nia munangi tusang kuliah ring Jutusan rusan Tari ISI Dénpasar. Dané pamargin meled nglanturang nglant leluhurnyané sané ngabdi leluhurnyan ring widang seni. Katakénin sesampun rencana kawekas kaw molihang gelar mahkota ISI 2016, Putri Kampus Ka Nia meled nglanGek Ni turang program kerja 2015 tur pacang PPK 2 katah ngw ngwéntenang event, sajeroning ngicén genah makasami program studi makasam ciri khas nuansa antuk cir jati diri ISI seni, pinaka pin Dénpasar. Sajabaning paDénpasa road show sajeroncang roa mahasiswa ing ngrereh ngre madué kualitas sané m mangda kuliah ring ISI Dénpasar. Dénpas “Suksma pisan ma“Suk rakan tiang Gus jeng ra Bayu, ssané dados mentiang ri kala adu tor tia wawasan daweg puncak wawasa PPK ISI IS Dénpasar 2016. timpal Raka sapisanan s mabligbagan sané nymablig enengin,” Gek Nia en ngwewehin. (ast/ n yan) y

Isin Gumi

ms)erodÑsnålil&. maserod dasan ngaliling.

Yowana Bali Méweh Ngrereh Pakaryan Sangkaning ”Gengsi” MAKÉHNYANÉ lulusan sané durung kaserap utawi sané durung polih pakaryan pacang dados parindikan sané sumeken patut kapikayunin. Ring Bali, parindikan inucap taler karasayang. Kahanan inucap ngawinang yowana Bali sajeroning ngrereh pakaryan sayan sukil sangkaning ketatnyané persaingan taler géngsi miwah kirangnyané kawagedan sané kaduénang. Nénten wantah asapunika, tenaga kerja Bali taler kasub sangkaning nénten madué komitmen waktu sané idéal pinaka silih sinunggil indikator pekerja pro-

fessional. Kirangnyané daya saing tenaga kerja lokal puniki pacang ngawinang génerasi muda Bali mapoténsi sayan tersisih. Asapunika kabaosang Guru Besar Universitas Udayana Prof. Dr. Ramantha wau-wau puniki. Parindikan punika kabligbagang ring sajeroning acara Isin Gumi Radio Singaraja FM 92,0 Mhz raina Soma, 2 Januari 2017 lintang. Putra, Pengastulan Wantah yukti pisan sakadi punika generasi muda Bali, sakadi wantah nyantosang

kémanten pakaryan. Yowana Bali sampunang malih wantah ngandelang séktor pariwisata kémanten, ring kahanan sakadi mangkin patut mautsaha taler nglimbakang séktor informal lianan. Kantun akéh malih pakaryan sané sida kaambil kanggén nincapang kahanan ékonomi. Nengah Sudi, Seririt Ring Jagat Bali yutki akéh wénten pakaryan salami para yowanané kayun ngambil, nénten malih marasa géngsi miwah pilih-pilih bekul. Buk-

Kruna BASA BALI

AKSARA BALI

1.

gotra

1. eGÿtÉ,

2.

sungkan

2.

su\n/ Ð ,

2. sakit

3.

imba

3.

høm,ã

3. panutan

4.

kalér

4.

kel(,

4. utara

5.

kikih

5.

køkø;,

5. memarut

6.

mandi

6.

mnÑ,i

6. berkhasiat

7.

piteket

7.

pitk) ) t/,

7. nasihat

8.

sénglad

8.

es\Þd/,

8. kikuk

9.

sétra

9.

estÉ,

9. kuburan

10. tÉgê,

10. bersedia

10. tragia

Redité Pon, 8 Januari 2017

BAHASA INDONÉSIA

1. pangkas

tiné akéh krama dura Bali rauh tur makarya ring sakatah séktor ring Bali. Sameton dura Bali punika akéh sampun madué ngantos sida numbas genah kanggén nglimbakang utsahanyaé ring Bali. Mawinan dados krama lokal sampunang malih lek tur milih-milih pakaryan, ané penting nénten nglanggar aturan sekala niskala. Ade Putra, Lovina Numpuknyané tenaga kerja, silih sinunggil sané ngawinang wantah panincapan pertumbuhan penduduk nénten imbang sareng pangelimbak lapangan kerja. Tiosan punika taler kantun kirangnyané uratian pemerintah ri kala ngardinin tenaga SDM makualitas nglintang pendidikan. Manahin titiang, parindikan puniki ngawinang pengangguran sayan akéh santukan SDM iraga kalah saing. Gung De, Jl. Ngurah Rai Singaraja Tenaga kerja ring Bali yukti sayan numpuk kémanten, punika mawali mawit saking sumber daya manusiané (SDM). Kualitas pakaryané kantun kirang, mawinan patut ngamiletin pelatihan. Sakadi mangkin akéh genahgenah pelatihan kerja sané pacang prasida nincapang kualitas asil pakaryan miwah kualitas idup. Yéning sampun polih pelatihan miwah kawewehin antuk kawagedan sané kaduénang, sinah pacang prasida mungkah lapangan kerja anyar. (ama)

I Made Suena

Ngayah ring Tanah Palekadan DESEMBER 2016 dados bulan istimewa majeng I Made Suena. Bulan panguntat ring warsa kera puniki, duk tanggal 15 Pak Made – sapunika dané ketah kasambat makélingin wanti warsannyané sané kaping-46. Embas pinaka putra daerah, alumnus Fakultas Teknik Unud angkatan tahun 1990 puniki meled ngaturang pengabdian pinih becik majeng tanah palekadannyané. Suena sané sadurungnyané kaloktah embas tur kelih ring Banjar Tohpati, prasida menang dados Perbekel Désa Kesiman Kertalangu, Dénpasar Timur September lintang. Antuk kapilihnyané Suena pinaka Perbekel Désa Kesiman Kertalangu, Dénpasar Timur limang warsa kawekas, naut uratian anak akéh. Samaliha katah warga sané nénten percaya yéning dané menang pilkel antuk ngrauhin kantor Kepala Désa nguningin rekapitulasi penghitungan suara. Nanging atenga krama percaya yéning sampun galahnyané Désa Kesiman Kertalangu kapimpin perbekel sané sederhana. Manut arsitek sané embas ring Dénpasar, 15 Desember 1970 puniki, dané nénten meled nyalon dados pimpinan ring tingkat désa. Mabekel disiplin ilmu sané kaduénang, Suena sampun marasa jangkep antuk geginannyané pinaka arsitek miwah swagina ring widang proferti. Ri kala dané sibuk, dané taler nyelanang galah ngabdi ring désa, aktif ring Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Désa Kesiman Kertalangu. “Sakadi ngipi rasannyané dados perbekel. Status sosial sané nénten naen katarka. Nanging tiang patut sayaga ngarepin kasujatian, yéning tiang mangkin dados perbekel,” baosnyané sinambi makenyung. Majeng suami I Gusti Ayu Made Listriani puniki, pangapti sekaa teruna sané wénten ring Désa Kesiman Kertalangu miwah panglingsir krama, ngawi dané nénten prasida nulak. Minab akéh krama sané nénten percaya, yéning sané sibuk pinaka tim suksesnyané wantah yowana ring sakatah banjar sané wénten ring Désa Kesiman Kertalangu. “Kapilihnyané tiang pinaka perbekel dados kado ulang tahun tiang sané kaping-46,” baosnyané cutet. Suena sané namatang pendidikan dasarnyané ring Banjar Tohpati, nglanturang ka SMPN Sumerta, sané mangkin mawasta SMPN 8 Dénpasar tur ngranjing SMAN 1 Dénpasar. Wénten cerita becik ri kala Suena lolos ngranjing SMAN 1 Dénpasar. Dané taler naen protes nénten katerima ring SMAN 3 Dénpasar yadiastun

jumlah nilainnyané lulus. Indiké punika sangkaning Suena lali ri kala nyurat pilihan sekolah, SMAN 1 Dénpasar wénten ring bacakan kapertama tur SMAN 3 Dénpasar ring bacakan kaping kalih. Majanten bacakan kapertama sané masuk. Tetimbangnyané ngranjing ring SMAN 3 Dénpasar prasida ka sekolah nganggén sepeda gayung saha nampekan sareng umahnyané. Bapak satu putra puniki éling yéning akéh pikobet sosial sané patut kapuputang pinaka perbekel. Dados pimpinan ring tingkat désa ring era keterbukaan puniki, katah resiko. Nanging kadasarin kayun sané tulus ngabdi, dané ngaptiang pikobet miwah piambeng sané wénten prasida katepasin. Dané taler setata ngastawa mangda kaicén pamargi sajeroning muputang pikobet sané wénten. Suena sané naen aktif ring organisasi Karang Taruna, yéning molihang galah kacunduk sareng warga miwah krama banjar adat, setata nguningayang angga. Dané nénten pacang mrasidayang tan pasokongan warga. Dané taler setata nerima saran miwah masukan antuk kasukertan warga Désa Kesiman Kertalangu, sané nguubin 11 banjar. (ast/yan)

Ulian Raos ULIAN raos polih tongos, ulian raos sami dados, ulian raos krura polos, ulian raos nyicing boros, ulian raos mertané oros, ulian raos anaké bedos, ulian raos selahé katos, ulian raos pipisé koos, ulian raos somahé meméngos, ulian raos angkihané makecos. Yéning paritlektek ring punggelan puisi Bali Anyar sané munggah ring Pupulan Puisi Bali Anyar Gunung Menyan Segara Madu ring ajeng, pastika karumasayang amunapi kadén tajep mangan kadi taji saksat ngaad pangutgut raos sané metu sakéng kitukan lidah lemet lemuh malengkung punika, mapuara yukti kadi gegendingan jadul… memang lidah tak bertulang, tak terbatas kata-kata… tinggi gunung seribu janji… lain di bibir lain di hati…. Yadiastun lidah lemet lemes lemuh, nanging sering pisan ngametuang raos mangan, nylekit nyakitin karna tembus ka telenging arsa, mawinan patut plapan mulang raos, banban nglimbakang baos duaning: wasita nimitanta manemu laksmi (ulian raos sida mangguh kasubagian), wasita nimitanta pati kapangguh (ulian raos tan wurungan ngemasin padem), wasita nimitanta manemu duhka (ulian raos manggih duhkita), lan wasita nimitanta manemu mitra (ulian raos taler katah madrué sraya kanti). Ahok – Basur Démonstrasi ageng 411 lan 212 ring Jakarta mawiwit sakéng Ahok kocap ceplasceplos ngawag-awag mesuang raos ngindikang Al Quran Surah Al-Maidah ayat 51. Mangkin sedek kabligbagang ring pengadilan ngruruh pamatut, sapunapi kasujatiané indiké punika. Mahbahang indik ngeteb carang waringin ring Jaya Sabha antuk iwang kocap mabaos, sampun dados wicara matemahan mapuara matetembung ring meja hijau taler. Dadosné sakéng satepak betén waton sampun wénten pawarah-warah mangda plapan mabaos, sakadi kasurat ring Geguritan Basur puh Ginada, indik piteket Nyoman

Karang ring pianaknyané kalih (Ni Sokasti lan Ni Rijasa): eda bogbog mudah raos, kedéké depang tunain, alepang déwa sekenang, mamunyi da samar saru, eda san linyok ring braya, para wargi, ring rerama tulah baana. Réhning raos kalintang mabuat, mawinan salah sinunggil unteng piteket Nyoman Karang, yéning ngraos sampunang gabeng sampunang samar saru, sampunang sakadi beruké silemang, kadi punika anaké maosang, doning saru baosé bisa iwang panampén ketah kabaos miskomunikasi. Yan kantos miskomunikasi, nika sampun berat urusané. Sampik – Sedah Wong Mesuang raos plapan becik, nampénin raos taler tlektek becik, mangda nénten sakadi sesenggak gangsaran tindak kuangan daya. Babah Sampik wastu ngemasin padem antuk banget makamben di sunduk maselselan, nyakit ati, mapan marasa kajangkit olih Nyonyah Ing Taé. Kasujatiané pisan malah Sampik sané nénten tlektek nampi raos Ing Taé mapiteges nyumekenang pisan malih dasa raina galah Sampik mamadik Ing Taé antuk kruna nemnem-patpat, pitu-telu, kutus-dadua; sakémaon katampi tigang dasa raina olih Sampik, mawinan kariinin Subandar Macun ngamolihang Ing Taé. Sapunika taler pidabdab Ki Patih Gusti Madé Lod. Durung pastika tlektek ring daging renteh wacanan Narasingéng Kesiman Dirajya, sampun jeg sépanan iju-iju uju-uju mapamit masusupan ring telenging Sétra Ganda Mayu ngruruh sedah wong sakadi baos sang prabhu. Kacunduk ring wang wadhu paripurnéng hayu ring telenging Sétra Pabajangan,

malih ngentah ambek Ki Patih gangsaran tindak kuangan daya, nénten sesed matakén jeg pramangkin nglemesin anaké istri, sakadi mamaksa mangda nguningayang ring dija genah sedah wong punika. Rikanjekan jagi marikosa, pramangkin anaké istri mauah dados krura rupa kadi jati mula, serem, tua, aéng, ratuning léak anluh anésti anrangjana, Régék Tunggék. Régék Tunggék matelasan nglemped-lemped Ki Patih, mangda becik-becik dumun mirengang baos sang prabhu, wawu malaksana. Ten wénten barang sané mawasta sedah wong. Sedah wong basa kelet makulit kilit. Sedah ngaran basé, basé ngaran basa. Wong ngaran wang, wang ngaran jadma. Dados jadma, bilih-bilih andel-andel puri, patut becik-becik mulang lan mirengang baos, mangda panjaké seneng, nénten sakedaksakedik majugjag, busanbusan magerengan, sakadi panjak-panjak ring Kesiman, mawinan sang prabhu maosang ngrereh sedah wong ring Ki Patih Gusti Madé Lod. Sedah Wong pastika sesimbing ring sahananing wang wong, bilih-bilih sang rumaga prakanggé, manggala, pemimpin ring désa pakraman, mangda becik mabaos, rincik ajebos, indik artos, sadurung nyroscos, ten ngawag-awag mesuang raos, mangda nénten kadi tanduk sampi luana, tan paunduk, makangin-makauh, lan lénga gamang nampi raos, akedik ten wénten ngenceg ngencep, masuk telinga kiri, keluar telinga kiri, duaning sakadi kacarca ring ajeng, malagéndah pamuarannyané, hala utawi hayu, suka duka lara pati, punika sami ulian raos. (Madé Suarsa)

Redaksi nerima reriptan profil mabasa Bali miwah Indonésia (pinih akéh 3000 huruf) jangkép sareng foto profil. Profil mangda kakirim ring alamat : Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email : bali.orti@yahoo.com


15

Minggu Pon, 8 Januari 2017

Tak Dapat Dipikirkan Pikiran z Hakikat Maknawi Pituning Pitu (1)

ANGKA TUJUH (7) dalam bahasa tradisi Bali disebut pitu. Bulan ketujuh dalam bahasa Bali disebut Kapitu. Dalam bahasa tuturan, konsepsi pitu ini juga kerap digunakan sebagai penghalus makna—yang sejatinya muncul dari awalan (pangenter) /pi—/ manakala dipadukan dengan kata dasar yang bersuku awal /tu—/, sehingga terdengar ujaran /pitu—/. Dari bentuk dasar pitu ini lantas terbentuklah sejumlah kata turunan yang mengesankan kehalusan itu. Sebut saja, misalnya: pitunjuk, pituduh, pitutur, pitulungan, pituwi, pitulus, pituas. PERMENUNGAN MEDITATIF-kontemplatif Bali Tradisi menunjukkan, betapa pitu atau tujuh itu bukanlah sekadar deretan hitungan atau angka. Sebagaimana para penyelam samudra kedalaman kehidupan dalam tradisitradisi besar peradaban manusia mencatatkan, para penyelam kehidupan cara Bali Tradisi pun menuturkan, betapa pitu atau tujuh (7) itu adalah konsepsi kesemestaan Hidup. Pitu menunjukkan batas puncak daya jangkau pikiran manusia untuk memikirkan lapisan-lapisan pemikiran yang dapat dan sanggup dipikirkan. Itulah batas sekala-niskala, yang mewaktu dan

yang tak mewaktu, kata tradisi. MEWAKTU BERARTI MEMATERI, dan karena itu berarti ber-akhir. Tak mewaktu berarti nonmateri, dan karena itu berarti tak ber-akhir. Yang ber-akhir berarti tidak ada. Yang tak ber-akhir berarti tak akan Tidak Ada. Tidak akan Tidak Ada berarti senantiasa Ada. Itulah oleh tradisi dibahasakan dengan istilah Pituning Pitu, yang mencakup rajutan keutuhbulat-tunggalan pitunjuk, pituduh, pitutur, pitulungan, pituwi, pitulus, pituas. PITUNING PITU menuturkan keyakinan diri nan penuh: betapa nun di kedalaman terdalam kehidupan itu senantiasa Ada ketulus-murnian sejati yang setia memberi anugerah pertolongan hidup (pitulungan) berupa bimbingan petunjuk arah tujuan yang membaikkan (pitunjuk), kehendak (pituduh), dan makna hakiki keber-Ada-an (pitutur). Pituning Pitu meniscayakan senantiasa ada “Yang Senantiasa Ada” di balik semua yang dapat dipikirkan oleh pikiran. “Yang Senantiasa Ada” itulah yang paling tidak dapat dipikirkan oleh pik iran. znirta ks

Kusamba Bukan Sekadar Urusan Garam! zWisata Pantai Pesisiran Nelayan

MENDENGAR kata Kusamba sekarang ini tentu kebanyakan dari kita akan merujuk pemikiran pada gambaran tentang hamparan garam di pesisir pantai Desa Kusamba, Klungkung. Sebab itulah yang memang nyata mudah dilihat dari wilayah pesisir sebuah desa di timur Kota Semarapura ini. Pantai Kusamba menjadi tempat bagi para nelayan sekitar pantai itu untuk mencari nafkah. Sampan nelayan berderat di pinggir pantai di bawah pohon nyiur, begitu pula pondok-pondok pembuatan garam berjejer di sepanjang pantai. KEHADIRAN Desa Kusamba tak pernah diketahui secara jelas kapan tanggal dan tahunnya. Satu hal yang dapat dimaknai adalah, bahwa daerah ini dinamakan Kusamba dikarenakan wilayahnya yang dipenuhi ilalang. Kusa berarti ilalang atau ambengan dalam bahasa Bali, sehingga diperkirakan bahwa dahulunya Desa Kusamba merupakan hamparan padang

ilalang yang luas. Desa Kusamba sendiri juga sering disebutkan dalam berbagai kepustakaan tradisional. Misalnya saja dalam lontar Dwijendra Tattwa disebutkan bahwa Danghyang Nirartha melalui pantai Kusamba untuk menuju Pura Goa Lawah. JIKA MELIHAT perjalanan sejarah desa ini, maka kita akan tiba pada lembar halaman tentang Kusamba yang dikenal sebagai sebuah pelabuhan penting Kerajaan Klungkung pada sekitar abad ke-18. Desa ini baru tampil ke panggung sejarah perpolitikan Bali manakala Raja I Dewa Agung Putra membangun sebuah istana di desa ini ang kemudian diberi nama Kusanegara. Bahkan, I Dewa Agung Putra menjalankan pemerintahan dari Kusanegara. Sampai di situ, praktis Kusamba menjadi pusat pemerintahan kedua Kerajaan Klungkung. Selain membangun istana, Kusamba juga dijadikannya sebagai pelabuhan dan benteng kerajaan.

Kapal Induk Kehidupan Bernama Budaya zMencari Seumangat Padi, Mengandung Makna (2 -Habis)….

PERISTIWA penting kedua, prosesi korban sebagai bentuk kepatuhan Adam kepada perintah Pencipta alam. Ketiga, kebaktian anak pada orang tua demi memperoleh benih. Secara keseluruhan, ada empat subjek utama dalam proses tersebut. Yaitu benih, tanah, keluarga, Pencipta. Ini mengandung makna kegiatan

zTudekamatra Kenang Ingatan Mengenang jalanan Sepanjang perempatan Kemenuh Menuju air terjun Tegenungan Kehilangan menyesak dada Aroma jengah usir kepenatan Gelisah menujum ingatan Pada sawah-sawah Berganti beton nan kokoh Mengilang semua Dalam mitos pembangunan Wangi tanah Gemericik air mengalir Lenyap pandang mata Terusir dari panggung budaya Peradaban agraris Terkikis kemajuan kapitalis Manusia-manusia desa Penggarap tanah leluhur Rapuh di depan zaman Menjauhi lumpur Menjauhi lumpur Menjauhi padi-padi Lalu hilang bayang Ditawan lembaran mata uang

zSantiasa Putu Putra MolaMola Di Salah Satu Pemberhentian Ikan biru penyendiri Menyusur setiap dermaga Mencuri bayang matahari. Pukat nelayan melingkar Merindu sunyi lautan Melikas api unggun Jadi malam pemberhentian. Tak ada legenda muasal Atau kisah istimewa Tentang hari-hari terakhir Tentang perjalanan panjang Arung diri dalam kesepian. Arus menghempat sketepian Dasar palung hingga muka badai Telah kau hafalkan sisinya Agar memahami Atas apa dan siapa Tujuan manusia. Matamu membiru lebam Perih sedih bersisik Dua sirip terkoyak Baruna tak kunjung tiba. Ceritakan pada rumput laut Rahasia terumbu karang Tentang ikan garis merah Bercinta semalam Purnama Di bawah doa penyelam Dewa-dewa penjuru arah Saat gelombang menyingkap Segala amarah samudra Jadi rumah baru bagi si mati. Cemarkan kelahiranmu Padamkan kematianmu Agar anak-anak pesisir Senyap mengenang Bercisik mimpi laut Yang kau idamkan.

pertanian harus dijalankan sebagai suatu kegiatan terpadu yang ditopang empat subjek pokok tersebut. Relasi yang intens antara keempat subjek inilah yang menjelma ‘’seumangat’’ pada tanaman pagi. KALAU DEMIKIAN gambarannya, berarti apa yang pada masa modern ini disebut ‘’pertanian terpadu’’ telah lama menjadi praktik pertanian kuno kita. Yang dengan itu nenek moyang bukan hanya mampu mewariskan padi kepada kita, tetapi juga mewariskan kapal induk kehidupan yang kita sebut Budaya. DISERTASI yang dipertahankan di Universitas Leiden pada 1936. Terjemahan Indonesianya disusul oleh Aboe Bakar dan telah diterbitkan dengan judul ‘’Pengaruh Pertanian Terhadap Adat Istiadat, Bahasa dan Kesusastraan Rakyat Aceh’’ (Pusat Dokumentasi Dan Indormasi Aceh , 1979). CUKUP MENGGEMBIRAKAN, karena pada akademisi pertanian kita sekarang mulai memanfang urgen penerapan strategi pertanian terpadu yang semacam itu. Apalagi setelah melihat dampak-dampak buruk dari penerapan pertanian rekayasa yang semata bertujuan mengejar produktifitas ekonomi. Perlu ada perubahan paradigm, yang sesungguhnya bias diwujudkan melalui recovery atas ‘’seumangat padi’’ yang kita yakin masih terpendam dalam ingatan kolektif masyarakat kita. Kesimpulannya, bertani pada hakikatnya bertujuan untuk merawat kesinambungan budaya. Bukan sebaliknya, menghancurkannya. zRiki Dhamparan Putra

zMade Edy Arudi Subuh di Pasar Anyar Bakul, kebaya warna memar, sandal jepit seliwah dengan pusaran lobang tergerus bagian tumit mungkin ini sesajimu menyambut pagi tanpa segelas kopi dan surat kabar menyusuri remang subuh Pasar Anyar ini Perempuan tua, di antara kerumunan dan tiang-tiang lampu jalan bayangmu lesap di emper toko sebelah onggokan sekeranjang sampah entah, kutemukan kembali dirimu dengan sehampar mentimun telanjang muda di atas meja lusuh terbalut plastik kumal dan tudungmu ada luka robek selembar terpal seperti menggurat garis takdirmu sekadar menjauhkanmu dari tangan-tangan hujan yang mungkin saja menggamit rejekimu menggenangi tikar pandan, lalu menghanyutkan mimpi-mimpimu ke selokan muara getir pasar ini sesekali dari celah tudung itu engkau mengintip penuh debar gerimis yang mungkin tumpah dari langit menggenangi subuh ini, melarung semua harapan-harapanmu Perempuan tua kubaca keningmu ada kerut sisa kantuk dan helai uban menunjuk amis kuburan dengan nisan yang seperti memanggil-manggilmu setiap kau rengkuh sendi pinggulmu yang semakin melengkung tertindih usia tapi kau mengabaikannya karena di setiap mentimun yang terjual adalah zikirmu melepas luka dan derita

Yang Menyembul Semesta Kehidupan dari Keheningan Hati Visi Kesadaran z Hakikat Maknawi Pituning Pitu (3) z Hakikat Maknawi Pituning Pitu (2)

RAJUTAN keutuh-bulat-tunggalan pitunjuk, pituduh, pitutur, pitulungan, pituwi, pitulus, pituas dalam visi kesadaran Bali Tradisi mempersyaratkan ketulus-murni-sejatian (pitulus-pituas-pituwi) terdalam yang di Dalam. Basis ketulus-murnisejatian itu mewujud nyata di ujung puncak ketajaman telunjuk menjadi petunjuk (pitunjuk) yang menyukseskan, di ujung puncak ketajaman pikiran menjadi kehendak (pituduh) yang membaikkan, di ujung puncak ketajaman lidah menjadi tutur kata (pitutur) yang membebaskan, serta di ujung puncak ketajaman rasa kemanusiaan menjadi pertolongan (pitulungan) yang menyelamatkan. DI TITIK ketulus-murni-sejatian itu keempat ujung puncak ketajaman Diri setiap insan manusia itu akan sanggup menyelamatkan, bahkan membebaskan perjalanan kemanusiaan dari keterpurukan berkegelapan menjadi berkesadaran berpencerahan. Di titik ketulus-murnisejatian itu berlaku adagium berdimensi enam lapis: sabda-hening-utama-jati-dadi-langgeng. Bahwa kebenaran kata-kata yang menyembul dari kehening-murnian hati itu sungguh utama dan sejati, sehingga mewujud nyata-terjadi sekaligus langgeng adanya. KETULUS-MURNI-SEJATIAN dari Dalam itu menjadikan yang di luar pun terpukau diam penuh kagum, rep sirep. Tiada yang berani melawan, tiada yang tergerak menentang. Semua tunduk, menerima, tergerak, ke satu tujuan sebagaimana di-pituduh-kan, di-pitutur-kan. ITULAH KUALITAS insan manusia yang berNAMA KUSAMBA makin melambung manakala ketegangan politik makin menghebat antara I Dewa Agung Istri Kanya selaku penguasa Klungkung dengan Belanda di pertengahan abad ke-19. Sampai akhirnya pecah peristiwa perang penting dalam sejarah heroik Bali, Perang Kusamba, yang menuai kemenangan telak dengan berhasil membunuh jenderal Belanda bernama Jenderal AV Michiels. Meski dalam perang ini Klungkung kehilangan ratusan lascar, namun Perang Kusamba tak pelak menjadi kemenangan gemilang karena berhasil membunuh seorang jenderal Belanda. SANGAT JARANG terjadi Belanda kehilangan panglima perangnya apalagi Michels tercatat sudah memenangkan perang di tujuh daerah. Meski akhirnya pada 10 Juni 1849, Kusamba jatuh kembali ke tangan Belanda dalam serangan kedua yang dipimpin Lektol Van Swieten, Perang Kusamba merupakan prestasi yang tak layak diabaikan. Tak hanya kematian Jendral Michels, Perang Kusamba juga menunjukkan kematangan strategi serta sikap hidup yang jelas pejuang Klungkung. HARI INI kita membaca Kusamba, meski

zFrans Wisnu Murti PERAHU KOSONG Sebuah perahu renta Sendiri, berjalan pelan di teduh lautan Hangat berselimut uap garam Bersenandung irama bintang Sebelum matahari melempar sauh Ia telah tiba di beranda muara Mengikat dirinya dalam kesepian’ Lalu masuk untuk segelas kopi Dan catatan yang belum usai Jika dirasa mulai oleng Ia rebah sejenak, Dan berlayar kembali Dalam lautan diam Di detik berakhirnya gelisah Ia terbangun, karena Ngiang seekor nyamuk Atau tersedak liur Di tenggorokan. Rintik Tanya melebat di pikiran Ia beringsut ke tepian Reot dipan menyadarkan Bahwa kota Adalah kekasih sinis Yang lama tak disapa. Siang masih menggantung Meronce langkah berat Menghantam Sayang ia ketinggalan umpan. Tapi selalu menerbitkan gairah b aru Untuk kembali berlayar Dengan perahu kosong…

zJoshua Igho KOTA SUNYI Kota tua, sunyi tak berpenghuni Sepenuh hari adalah temaram Sesekali tampak sekelebat bayangan Di bawah pendar cahaya Lalu menghilang di simpang jalan Sesekali terdengar suara-suara aneh Dari gudang samping kedai kopi Serupa tarikan nafas orang sekarat Dari kejauhan muncul kuda jantan Perempuan muda penunggangnya Berempuan itu masuk Tak lama kemudian Terdengar suara jeritan, lalu sunyi Teropongku masih tertuju ke arah itu Tiga pria bertubuh besar Datang berjaga di depan kedai kopi Dua orang bersenjata lengkap Berdiri tegap Seorang lagi hanya mondar-mandir Setiap orang yang datang Langsung diseret ke dalam Lalu terdengar jeritan, lalu sunyi Aku semakin gemetar memegang teropongku Nafasku melaju, seperti hendak menarik Sepenuh ragaku Tapi tiba-tiba lengan kiriku ada yang menarik Tubuhku terpental ke belakang Pria bertubuh besar itu menyeretku Turun, lalu masuk ke kedai kopi itu Kulihat puluhan mayat beku berserakan Darah berceceran di mana-mana ‘’jangan .. jangan bunuh aku’’ rontaku Pria itu mencambukku, dan terus mencambukku ‘’jangan.. jangan bunuh aku’’ pintaku ‘’tidak, karena sesungguhnya kau telah mati’’ katanya

PITUNING PITU sebagai visi kesadaran semesta kehidupan alamiah memahami hakikat maknawi sang Penghidup Kehidupan dalam fomulasi angka 7 ataupun membentuk jumlah 7. Visi kesadaran semesta kehidupan alamiah ini belakangan pelan-pelan dikonfirmasi oleh hasil pengukuran-pengukuran saintifik. AIR MURNI, misalnya, dikonfirmasi bersifat netral manakala pH-nya berada pada suhu 25°C ditetapkan sebagai 7,0. Manakala suatu larutan pH-nya kurang daripada 7 maka disebut bersifat asam, sedangkan manakala pH-nya lebih daripada 7 maka dikatakan bersifat basa atau alkali. Pengukuran pH sangatlah penting dalam bidang yang terkait dengan kehidupan atau industri pengolahan, seperti kimia, biologi, kedokteran, pertanian, ilmu pangan, rekayasa, dan oseanografi. Tentu saja bidang-bidang sains dan teknologi lain juga memakai, meskipun dalam frekuensi yang lebih rendah. Bidang keilmuan kimia menunjukkan betapa nitrogen atau zat lemas juga merupakan unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang N dan nomor atom 7. Biasanya ditemukan sebagai gas tanpa warna, tanpa bau, tanpa rasa, dan merupakan gas diatomik. Bukan

logam yang stabil, sangat sulit bereaksi dengan unsur atau senyawa lainnya. Dinamakan zat lemas karena zat ini bersifat malas, tidak aktif bereaksi dengan unsur lainnya. NITROGEN mengisi 78,08 persen atmosfir Bumi dan terdapat dalam banyak jaringan hidup. Dunia kimia menunjukkan betapa zat lemas membentuk banyak senyawa penting, seperti asam amino, amoniak, asam nitrat, dan sianida. CONTOH VISI KESADARAN semesta kehidupan alamiah dengan formulasi 7 juga ditunjukkan oleh cahaya Matahari sebagai cahaya polikromatik (terdiri atas banyak warna). Penekun mistik tradisi memastikan bahwa nun di kedalaman terdalam sejatinyalah Matahari itu bercahaya dengan warna putih terang cemerlang. Kalangan fisikawan mengkonfirmasi, warna putih cahaya Matahari itu sebenarnya adalah gabungan berbagai cahaya dengan panjang gelombang berbeda-beda. Mata manusia awam sanggup mencerap paling tidak 7 warna yang dikandung cahaya Matahari. Lewat warna pelangi mata telanjang manusia awam hanya mampu melihat warna-warni “mejikuhibiniu”: merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu. znirta ks

nama guru nabe: Dia yang menapakkan jejak-jejak kecerahan kesadaran Hidup pada setiap yang ditapakinya. Itulah Dia yang telah sampai pada

akar dasar kedalaman terdalam hakikat maknawi Pituning Pitu. znirta ks

tidak masih sebagai hamparan padang ilalang, namun tetap perlu membaca perjalanan sejarahnya di masa lalu yang berawal dari padang ilalang atau kusa. Ibarat pucuk-pucuk ilalang yang tajam, begitu pulalah pesan alam yang bisa diangkat oleh manusia dari tanah Kusamba. Bahwa Kusamba yang pernah menjadi daerah penting di Bali dan amat penting bagi Kerajaan Klungkung. Persoalannya, saat ini mampukah kita membaca Kusamba dengan lebih dalam tidak sekadar urusan garam? KUSAMBA, sebagai padang ilalang merupakan sebuah ketajaman berpikir dan strategi bernegara dari penguasa Klungkung kala itu, yang memandang pentingnya sebuah kemajuan ekonomi dan politik serta pertahanan untuk membangun sebuah kerajaan (Negara). Artinya, pesisir memegang peranan untuk menjaga kedaulatan Negara dan kemajuan perekonomian. Artinya pula, bahwa nelayan dan petani garam merupakan bagian penting di dalamnya! JIKA PEMERINTAH Klungkung hari ini ingin menjaga kedaulatan (baca: kepercayaan rakyat) tentu saja diperlukan upaya

untuk menempatkan pesisir Kusamba dan juga pesisir-pesisir lainnya pada posisi penting sebagai benteng pertahana ekonomi. Terlebih setelah setengah abad lebih Bali menjadi tujuan pariwisata dunia yang juga member dampak perkembangan Kusamba sebagai wisata pantai. Namun demikian, jangan sampai para nelayan dan petani garam di pesisir Kusamba ini ditinggalkan oleh Negara (pemerintah). Meski mereka di pesisir, pekerjaan petani garam dan nelayan, jangan dipinggirkan. KUSAMBA adalah ketajaman untuk memandang persoalan pesisir sebagai posisi penting dalam kehidupan dan juga kesejahteraan masyarakat. Pemerintah mesti hadir di dalamnya untuk menjaga peradaban petani garam dan nelayan agar lestari, namun tetap memfasilitasi mereka untuk maju dan berkembang. Ilalang di Kusamba meski tidak lagi ada sebagai hamparan luas, namun ketajaman strategi penguasa Klungkung harus tetap terjaga dan tumbuh dengan memegang spirit Kusamba, Perang Kusamba, dan Kusanegara di dalam mengejawantahkan dharmaning ksatriya mahottama. zTudekamatra

KUKURUYUK di Timur MATAHARI 2017…. zGiliran Karangasem ’17, Selepas Klungkung ‘16 ADALAH Tanah Aron, Muntigunung, Sibetan – Seraya Ponjok Batu, Tulamben – Jemeluk, Telaga Tista, Pingkan Manggis, Tenganan Pegringsingan, Selat, Basang Alas, Antiga Rendang, Abang – Ban – Les – Subagan, Padang kerta, Tirtagangga, Taman Ujung, Silayukti, Padangbai, Budakeling, Batubelah, Andakasa, Candidasa, Amlapura…. Begitulah gowet, gecek, ukuran dan ukiran pasir wukir SEMERBAK SAJAK, Imajinasi Nusantara Raya dari Lubuk Balidwipa mandala, jagajaga JUNI 2017 Pengumuman SEGERA Januari 2017….

zRufus M.Tokan Catatan Tahun Baru Daun-daun gugur Jarum jam yang terus menggigil Mengekalkan peristiwa demi peristiwa Di setiap saat Tak ada beda gemuruh hujan Dan suara badai Antara matahari hari ini Dan hari kemarin Kecuali langit yang tak pernah Ingkar setia menabur pelangi Disetiap harap Disetiap jejak perjalanan Kusongsong matahari dalam kabut Dengan hati kalut Sambil membaca warna langit Mengeja aksara dalam almanak Dan wacana-wacana saling silang Kemudian hanyut bersama badai Daun-daun gugur Jarum jam yang terus menggigil Mengekalkan peristiwa demi peristiwa Dari tahun yang luka

zRufus M. Tokan Episode yang Hilang Bagi: GM

Musim-musim berlalu Usia yang kian tergerus waktu Lading yang diraru dengan peluh dan Air mata belum juga tumbuh benih-benih yang lebih bernas Sedangkan hujan lebih awal datang kali ini Melarungkan kenangan demi kenangan Aku masih berbenah dan bergumul bersama Luka yang berdenyut di dada Disini terlalu lama aku menghirup udara Yang sarat asap knalpot Jalanan macet, kepala berdenyut Aku mengumpat! Ada yang menyesak di rongga dada Kucoba hembuskan berkali-kali, tapi Dih sahabat, apakah k au masih menulis Sajak di tengah kepungan mini market Dan hingar-bingar iklan? (Bayanganmu samar berkelebat sepanjang Sudirman hinggna tikungan tukad banyusari) Di wahidin yang riuh-rendah tak ada Lagi senda guraumu Dan di sudut bedahulu yang hening Kulihat bayang yang terkapar Rumpun bambu terbakar Di pojok lain ada kampong puisi Denyutnya kian merambat Tapi tertambat di lorong-lorong Dan dinding-dinding kota Musim-musim berlalu Usia yang kian tergerus waktu Rambut kelabu, gemeretak tulang Matahari semakin condong ke barat Ladang terlantar, lantas siapa yang Mau menggaru kalau bukan kau? Malam tiba-tiba membentangkan Jubah hitamnya Angin menderu aku tepekur Menatap langit kosong

zKim Al Ghozali AM Balada Anak Desa MELANGKAH ia pada jalan setapak di antara rimbunan semak, jalan yang pernah dilaluinya di masa kanak, dua puluh tiga tahun lampau. Dengan tiada henti tangan-tangannya memetik iseng dedaunan di sampingnya sepanjang perjalanan. Melangkah ia, menuruni bebukitan yang ditumbuhi pohonan jati dan mahoni, rumput liar juga hembusan angin kemarau, selalu dibayangkan perjalanannya tak lepas dari mata-mata mahluk hitam yang bersembunyi di sebalik rerumputan. Perasaannya masih sama seperti ketika berumur tujuh tahun; selalu muncul kengerian tiba-tiba atau keberanian yang begitu menantang. Kemudian diingat-ingat kembali ucapan seorang yang dikenalnya: elemen air begitu kuat dalam dirinya, kadang diam dan begitu dingin, kadang menggebu dan mendobrak bagai ombak dan angin. MELANGKAH ia lebih jauh, melintasi sungai curam, melintasi padang rumput setinggi pinggang dan mendapati huma di sebalik hijau dedaunan. Lalu didapti pula pada dirinya tak lain sebagai anak kampung berumur sepuluh tahun. Klakson dan gemuruh ibu kota yang terekam dalam gendang telinganya sekejap menjadi sirna. Hanya bayangan lampau bagai slide begitu terang di hadapannya; bocah kecil polos, kaki telanjang menerima gigitan dingin batu-batu juga penyatuannya dengan alam. Bocah kecil yang berjalan mengiringi langkah neneknya, sambil sesekali berteriak lantang memanggil elang yang membentangkan sepasang sayapnya bertebangan dik antara dahan-dahan. MELANGKAH ia, menyerahkan kaki letihnya pada tanah basah. Tanah yang dulu akrab dan menerima setiap injakan tanpa ada keinginan mencelakainya mesti di malam gelap. Kini segenap dirinya menjadi milik masa lalu. Tapi dari dalam dirinya yang lain merasa betapa asing: pohon-pohon baru bermunculan, pohon-pohon lama yang pernah dinaiki untuk diambil buahnya seakan berpaling, tak mengenal lagi bocah kecil yang dulu sering menghampirinya ketika lapar tiba. Juga sungai genit yang dulu selalu menawarkan ikan pada matanya yang polos tak menyambutnya dengan segala rindu pada dirinya sebagai kawan yang sekian waktu menghilang. Kini merasa sepi dan asing ia, pada sekeliling, pada batu-batu kali dan tebing, pada kabut dan hamparan sawah juga lembah-lembah, pada dirinya dan cakrawala yang mengelilingi desa. Hanya suara-suara sayup dari relung-relung tersembunyi terus berbunyi dan membisikinya, ‘’kau anak desa yang hilang.’’


NASIONAL

16

Minggu Pon, 8 Januari 2017

Karna Buat Prestasi Tanpa Tanding

Disusun: Kisari Mohan Ganguli Diterjemahkan: I Ketut Arinta (Edisi Empat Ratus Dua Puluh Enam)

Rishi Vyasa : (Bharata) setara dengan Veda. Ini adalah suci dan agung. Bharata menganugerahkan kemasyhuran dan kesejahteraan. Karena itu, seseorang harus mempelajari dan mendengarkan dengan perhatian penuh.

KEMUDIAN Ghatotkacha menyerang dengan lima batang panah. Selanjutnya mengeluarkan sebuah raungan mengerikan. Raungan itu membuat takut seluruh raja. Sekali lagi setelah menembakkan sebuah senjata Anjalika, Ghatotkacha dengan cepat memotong busur dari tangan Karna. Putra Bhima itu terus menghujani dengan anak panah. Karna kemudian mengambil busur lainnya yang kuat dan mampu menahan sebuah ketegangan lebih besar seperti milik Dewa Indra, selanjutnya menarik dengan kekuatan besar. Karna selanjutnya menembakkan beberapa panah pembantai musuh. Panah itu sangat dashyat dan memiliki sayap keemasan. Sejurus kemudian panah itu dilesatkan kepada para Rakshasa, pengelana angkasa itu. Disengsarakan dengan panah-panah Karna, rombongan besar musuhmusuh Rakshasa yang berdada lebar itu kelihatannya terguncang. Tampak, seperti sekumpulan gajah liar dibuat menderita seekor singa. Setelah menghancurkan para Rakshasa itu dengan kuda-

kuda dan berbagai macam gajah, Karna yang berkuasa itu kelihatan seperti Dewa Agni sedang menghabiskan semua makhluk hidup pada waktu pemusnahan semesta ini. Demikian menghancurkan kelompok Rakshasa itu, putra Suta itu kelihatan gemerlapan seperti Dewa Maheswara di surga yang menghabiskan kota kembar tiga –- tripura -- dari para Asura. Di antara ribuan raja dari pihak Pandava, oh tuan, tak ada seorang pun yang dapat melihat Karna pada saat itu, kecuali Ghatotkacha yang perkasa. Pangeran para Rakshasa itu dilengkapi energi dan kekuatan mengerikan sedang diradang kemarahannya. Saat itu kelihatan seperti Dewa Yama sendiri. Dari matanya sedang digairahkan kemarahan. Karena itu, nyala api kelihatannya memancar, seperti minyak berkobar jatuh pada sepasang kayu sedang terbakar. Setelah memukul telapak tangannya dengan telapak tangan dan menggigit bibir bawahnya, Rakshasa itu sekali lagi terlihat di atas keretanya yang telah diciptakan menggunakan ilmu ilusinya. Di sana dipasangkan

sejumlah keledai kelihatan seperti gajah-gajah yang memiliki mukamuka seperti Pisacha. Digairahkan kemarahannya, dia menyapa sais keretanya, ‘‘Bawa aku ke tempatnya putra Suta itu.’’ Kemudian yang utama dari prajurit kereta, kelihatannya mengerikan di atas keretanya. Sekali lagi hendak bertarung langsung dengan putra Suta itu dengan cara perang tanding. Rakshasa itu benar-benar digairahkan kemarahannya. Sesaat melemparkan kepada putra Suta itu sebuah Asani. Itu merupakan hasil kerja Dewa Rudra yang sangat mengerikan. Kereta itu dilengkapi delapan roda. Karna, setelah menempatkan busur di keretanya, melompat turun ke tanah dan menangkap Asani itu, kemudian melemparkannya kembali kepada Ghatotkacha. Yang belakangan dengan cepat turun dari keretanya sebelum senjata itu sampai. Asani itu sangat gemerlapan menghancur kereta Rakshasa itu, menjadi abu demikian juga kuda-kuda, sais kereta, dan tiang benderanya. Selanjutnya menembus bumi, menghilang di dalam

perutnya, atas mana dewa-dewa dipenuhi ketakjuban. Atas aksi itu semua makhluk akhirnya memuji Karna, setelah melompat turun dari keretanya, telah menangkap Asani itu. Setelah mencapai prestasi luar biasa itu, Karna sekali lagi menaiki keretanya sendiri. Putra Suta itu penghanguskan musuh-musuh lawannya kemudian mulai menembakkan panah-panah terbaiknya. Sungguh, oh pemberi kehormatankehormatan, tidak seorang pun

ada di antara makhluk hidup ini yang dapat menyelesaikan apa yang Karna dapat tuntaskan dalam pertempuran yang sangat menakutkan, menghadapi Ghatotkacha itu. Diserang oleh Karna menggunakan panah-panah seperti sebuah gunung dengan aliran air hujan, Ghatotkacha sekali lagi menghilang dari medan pertempuran. Ghatotkacha menjadi seperti bentuk-bentuk uap air yang kemudian lebur di angkasa. (bersambung)

Sloka 11.37 Kasmac ca te na nameran mahatman gariyase brahmano ‘py adi-kartre ananta devesa jagan-nivasa tvam aksaram sad-asat tat param yat Bagaimana mungkin mereka tidak menghormati-Mu, Tuhan, oh Dikau Yang Agung dan Esa! Dibandingkan dengan Sang Brahma, yang agung dan pencipta pertama, dikaulah Yang Maha Agung! Dikau Tuhan para Dewa! Yang Maha Pasti! Ada dan Tiada, yang berbentuk makhluk dan yang bukan berbentuk makhluk, dan yang lebih lagi dari kedudukannya ini - itu Yang Maha Gaib — Yang Maha Esa!

Tari Pendet dan Sekaa Gong Tatiapi Memukau

PENDET- Siswi SD PGRI Kota Denpasar saat menari pendet di Anugerah Pers K. Nadha Nugraha belum lama ini.

BPM/edi

MENARI kini menjadi salah satu ekstra unggulan di SD PGRI Kota Denpasar. Makanya jangan heran kalau SD swasta favorit ini dikenal gudangnya seniman cilik. Mulai dari penari, penabuh cilik ada di sekolah ini. Salah satunya mereka tampil menari pendet di acara penyerahan Anugerah Pers K. Nadha Nugraha, Kamis lalu di Gedung Pers Bali K. Nadha. Tujuh siswa SD PGRI Kota Denpasar sukses membawakan tari pendet yang diiringi langsung Sekaa Gong Tatiapi, Pejeng, Gianyar. Kepala SD PGRI Kota Denpasar, Ibu Gedong, mengaku sekolahnya memang dikenal memiliki seniman cilik dan banyak meraih prestasi. Ini berkat pembinaan para guru tari yang sebagian besar masih muda-muda. Makanya dia bersyukur bisa tampil di acara bergengsi di Bali TV,’’

ujar Ibu Gedong. Sementara it u, Se k a a Gong Tatiapi, Pejang, Gianyar tampil memukau. Selain mengiringi tabuh penegak juga mengiringi tari pendet yang dibawakan siswa SD PGRI dari YPLP PGRI Kota Denpasar, tari hanoman dan tabuh gilak. Menurut Klian Sekaa, Dr. A.A. Gede Raka, M.Si., Sekaa Tatiapi ini sudah biasa pentas di tingkat bergengsi. Kini sudah mampu melahirkan satu generasi baru dari kalangan anak muda Tatipai. Personel Sekaa Gong Tatiapi ini didukung penabuh senior yang beberapa kali sudah menjuarai festival gong kebyar dewasa di Pesta Kesenian Bali (PKB). Bahkan kini sekaa ini sedang merintis penabuh anak-anak yang berbakat. Makanya dia berterima kasih bisa ngayah di Bali TV dan menjadi yang terdepan dalam pelestarian budaya Bali. (sue)

Lomba Tari Bali di SMP Dwijendra

Cokorda Alit Hartawan, S.Sn., M.Sn.

Beri Sumbangsih untuk Ajeg Bali

Menari sebagai Media ”Ngayah”

SEBANYAK 198 siswa SD se- Bali, Sabtu (7/1) kemarin, bersaing dalam lomba tari Bali tingkat SD se-Bali. Lomba diadakan SMP Dwijendra Denpasar serangkaian HUT ke-64 Yayasan Dwijendra Denpasar. Lomba dibuka Kepala SMP Dwijendra, Dra. Ni Wayan Nadi Supartini, M.Pd., dihadiri Ketua Yayasan Dr. Drs. M.S., Chandra Jaya, M.Hum., Sekretaris, Ir. Wayan Abdinegara, M.Si., Pembina, dr. I Ketut Karlola dan Rektor Undwi, Dr. Putu Dyatmikawati, S.H., M.Hum. Menurut Ketua Panitia, Ni Nyoman Indrayatni Pinatih, S.Pd., M.Pd., lomba kali ini diikuti 198 penari cilik tersebar di semua kabupaten dan kota se- Bali. Untuk tari condong kelompok A (6-9 tahun) diikuti 70 peserta, tari condong B ( 1012 tahun) diikuti 72 orang. Untuk tari baris kelompok A ( 6-9 tahun) diikuti 26 peserta, dan tari baris kelompok B (1012 tahun) dikuti 30 orang. Kasek Nadi Supartini mengatakan lomba tari bekerja sama dengan tabloid Wiyata Mandala (Kelompok Media Bali Post) ini sesuai dengan misi dan visi yang diemban Yayasan Dwijendra dalam pelestarian nilai seni dan budaya Bali. Sangat disadari bahwa kebudayaan berfungsi pemberi identitas dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan

bernegara. Kesenian sebagai bagian dari kebudayaan merupakan hasil ekspresi seniman baik berupa karya sastra, seni rupa, seni suara, dan seni tari. Senin tari ni merupakan salah satu identitas Bali sangat penting ditanamkan sejak anak-anak. Di era global saat ini, kita sebagai orang Bali, kata dia, tak boleh meninggalkan seni tradisi daerah. Seni bagi Bali adalah aset penting dalam dunia pariwisata. Makanya Nadi Supartini mengatakan lomba tari Bali ini sekaligus sebagai wadah melakukan evaluasi pembinaan seni budaya di sekolah. Dia berpesan semua peserta menunjukkan potensi seninya secara maksimal. Bahkan bagi para juara disiapkan kursi dan beasiswa gratis jika melanjutkan pendidikan di SMP Dwijendra. Sedangkan semua peserta mendapat prioritas diterima di SMP Dwijendra. Ketua Yayasan Dwijendra Denpasar, Dr. Drs. M.S. Chandra Jaya, M.Hum., tampak gembira menyaksikan aksi anak-anak SD adu ketangkasan menari. Dia mengapresiasi langkah SMP Dwijendra menggelar secara rutin lomba tari Bali sebagai wujud sumbangsih Dwijendra dalam mengajegkan Bali. Kedua, model pembinaan tari di Sekolah Dasar perlu

digalakkan karena anak-anak Bali minimal harus menguasai tari Bali. Makanya dia mengharapkan siapa pun pemimpin Bali harus memberi perhatian lebih pada pelestarian budaya Bali berbasiskan banjar di masyarakat. Mau tak mau pemerintah, kata dia, harus berani mensubsidi dan menyiapkan anggaran bagi pembinaan berkesenian daerah berbasiskan masyarakat di banjar. Ini dipakai serana antisipasi makin sepinya pemanfaatan balai banjar di Bali dewasa ini setelah budaya mebat makin hilang. Pemerintah, kata dia, harus berani memberikan gong gratis bagi banjar yang belum memiliki sarana gong. Kemudian didatangkan pelatih untuk membina warga. Sebab, disadari masih banyak banjar di Bali yang belum memiliki gong, jika sarana ini sudah ada, dia yakin anak–anak, anak muda hingga PKK bergariah menguasai kesenian Bali. Suksesnya lomba tari Sabtu lalu juga berkat peran serta OSIS SMP Dwijendra untuk memberi polesan budi pekerti lewat lomba tari. Mereka dibina oleh para Wakasek I Made Yoga Mahendra Andika, S.Pd. M.Pd., I Wayan Suwita, S.Pd., Ni Nyoman Indrayatni Pinatih dan Ida Bagus Putra Arsana, S.Pd. (bns)

LOMBA TARI - Kepala SMP Dwijendra Ni Wayan Nadi Supartini didampingi Wakasek saat membuka lomba tari Bali tingkat SD se- Bali.

GEMERLAP panggung seni pertunjukan memang bukan dunia yang asing bagi Cokorda Alit Hartawan, S.Sn., M.Sn. Sejak usia prasekolah, Dosen Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ISI Denpasar ini sudah aktif menari dari satu panggung ke panggung. Spesialisasinya adalah tarian yang berkarakter keras dan maskulin seperti Tari Baris dan Tari Jauk. “Saya pertama kali menari di depan umum saat ada acara perpisahan mahasiswa asing di ASTI Denpasar (sekarang ISI Denpasar -red). Saat itu, saya belum sekolah. Setelah pentas perdana itu, saya makin tertarik untuk menekuni seni tari,” katanya saat ditemui di sela-sela acara Anugerah Pers K. Nadha Nugraha, Kamis (5/1) lalu. Kegemarannya menari terus berlanjut hingga duduk di bangku SD, SMP, dan SMA. Kepiawaiannya menari telah mengantarkan pria asal Puri Agung Singapadu ini meraih sejumlah prestasi yang membanggakan. Saat menuntut ilmu di SMAN 1 Denpasar, misalnya, dia sukses mempersembahkan medali emas (juara I) untuk sekolahnya dalam lomba Tari Baris dan Tari Topeng Keras PSR Kota Denpasar. Di luar prestasi itu, kepiawaiannya menari juga telah mengantarkan dirinya berulang kali menjadi duta seni Bali pada event bergengsi di Tanah Air. “Sejumlah sanggar sempat mengajak saya bergabung saat mereka membuat pergelaran atau menngikuti event bergengsi. Misalnya, Sanggar Alit, Singapadu, Sanggar Puri Saraswati dan Sanggar Paripurna, Bona. Saya memang menari bukan hanya untuk satu sanggar saja,” tegas ayah tiga orang anak ini. Lantas, sejak kapan predikat penari spesialisasi Hanoman melekat pada dirinya seperti yang ditampilkannya saat acara Anugerah Pers Bali K. Nadha Nugraha? Menurut dosen mata kuliah Ilustrasi Tradisi dan Komik Tradisi FSRD ISI Denpasar

ini, peran Hanoman itu mulai identik dengan dirinya saat mendukung garapan sendratari salah satu sanggar di tahun 2003. Dia dinilai sangat sukses menghidupkan karakter Si Kera Putih yang menjadi salah satu tokoh sentral dalam Epos Ramayana tersebut. Ketika berlangsung Festival Ramayana Nasional di Candi Prambanan pada tahun 2012, Sanggar Paripurna, Bona yang dipercaya menjadi Duta Bali pada event bergengsi itu mempercayakan peran Hanoman itu kepada dirinya. Selanjutnya, dia kembali mendapat kepercayaan untuk memerankan tokoh Hanoman pada Festival Ramayana Internasional (2013) yang juga berlangsung di Candi Prambanan. Tentunya, pada event kedua itu, dia berstatus sebagai duta seni Indonesia. “Entah kenapa, dalam setiap pementasan Sendratari Ramayana, saya selalu mendapat kepercayaan untuk memerankan tokoh Hanoman itu. Tentunya, ini sebuah kepercayaan sekaligus tantangan bagi saya untuk bisa menghidupkan karakter Hanoman yang menuntut penarinya memiliki stamina yang prima. Saya akan menarikan Hanoman, selama kondisi fisik saya memang memungkinkan untuk itu karena tarian ini memang sangat menguras tenaga,” kata alumni PSSRD Unud (S1) dan Pascasarjana Penciptaan Desain Komunikasi Visual ISI Yogyakarta (S2) ini dengan nada mantap. Menurut Cokorda Alit Hartawan, menari sudah menjadi bagian penting dari kehidupannya. Ketika usianya terus merangkak naik, dia menganggap menari sebagai sebuah media untuk ngayah. Akhir-akhir ini, dia memang lebih sering menarikan Tari Topeng Keras serangkaian upacara keagamaan di purapura. “Kebisaan menari yang saya miliki, saat ini lebih banyak saya lakoni untuk kepentingan ngayah,” tegas seniman tari yang juga sering kali berperan sebagai Wijil (Buduh) pada dramatari arja ini. (ian)

Cokorda Alit Hartawan, S.Sn.

BPM/edi


IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya Informasi pasang iklan Telepon : Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) Jakarta : (021) 5357602 - Fax : (021) 5357605 - Iklan Still Store di Bali TV : Rp 200.000,- (10 x tayang) Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) - Runing Teks Bali TV : Rp 50.000,- (5 x tayang) Mataram : (0370) 639543 tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus - Denpost Paket : Rp 165.000,- (10 x muat) Denpasar : (0361) 225764 (hunting) e-mail:iklan@balipost.co.id 69 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita - Bisnis Bali Paket : Rp 82.500,- (10 x muat) Surabaya : (031) 5633456 Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau VISA A5=@ D9A657565@=DCFG ;A5=@ 7CA &5L5B5B *9B;58H5B "* *=B 7 9 =F7CHBG /D GC *9A65L5E5B 8;B %5EGH %E98=G (# Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! Tarif iklan Mini/Baris

.; !HEH %9@5F H - CE5B; -CD=E !HEH *@5L;ECHD H F9?C@5< 8= 5@HB; "H6 "

3->=>25,8 -9;9E5 9F=;B !E5D<=F -?=@@F 9ED9B;5@5A5B

'9B;9EG= #B;;E=F -<CD=:L 0 A5=@ ?9 DHE7<5F=B; DH@5HCHG:= GG9EF 7CA "

%>5,81 $5<=G %CBI9?F= ,9BCB !5>= )? "

$0.>;3=A )::=79E '=B -'/ -989E5>5G *. ! - -97HE=GL -9EI=79F &5A5E5B &5B;FHB; ?9 $@ *H@5H -59@HF (C -9F9G5B DF 85E= .;@ $5BH5E= *?@ 1=G5 "

=2 -;E .B; *EC8H?F= !5>= A=B /'% DF '=B -'/ -'%

"H6 "

.; %5EL5J5B J5G= -' &AE %9 *. %9@5D5 !58=B; $@ ,5L5 5E;C 2 '5<9B8E585G5 .@D "

4= A?B A9F 15EHB; %H9 9J9? "

3.,;3 5E=FG5 C::99 J5=G9E

85B GH?5B; A5F5?

%=E=A 0 :CGC G9E5?<=E ?9 7C::9F<CD=B65@= ;A5=@ 7CA

3->=>25,8 -9;9E5 -G5: HBGH? *CF=F= -G9J5E8 !E=@@ 5F<=9E

-9EI9E -<CD GG9B85BG -GCE5;9 9ED9B;5@5A5B %=E=A 0 ?9 <E8 @9GF;C<C;J=@8 7CA .@D "

- 7CC?<9@D9E J5=G9E 9F >G A9F A5?5B G=DF .CD HFL 5:9 $=A6 "

-=258 FFG DG9?9E %ELJG= &5A ?9 DG? +=GG5 $@ ,L-9F9G5B

"

9;0318 7CAD5BL @CC?=B; :CE .; 8A -CD=E !H85B; &5A ?9 0 .; -D5 ,979DG=CB=FG .<9E5D=FG 3->=>25,8 -9;9E5 -G5:: 77CHB 3.,;3 CE5B; 5<@= ?96HB !E5D<=7 89F=;B9E 8C69 .E=FG5E $@ 5E;C (C .H65B G=B; D9B8=8=?5B - >HEHF5B G5A5B L5B; 6=F5 69?9E>5 85B " " #@@HFGE5GCE *<CGCF<CD

?HBG5BF= HBGH? ,9FGCE5B %HG5

A9B;CBGEC@ GH?5B; 85B GH?5B; .; DCG9?9E *9B5B;;HB;>5J56 .; -HD=E L; .< $@B 5@= "CG9@ #B 9F=;B *<CGC;E5D<L /AHE A5K G< A5=@ 0 ?9 ?96HB 7CAD5E=B=; L5<CC 7CA * 0 %EA $@ !5GFH ## (C -97HE=GL "H6 " !CC8 EG=FG=7 @5LCHG

=B:C ABA 7CB79DGF 7CA " DF -E= " 3.,;3 .B; '9?5B=? 'C6=@ HG? 7CAAHB=75G=CB 5B8 G95A .; -HEI9LCE 'C6=@ -5@9F 8A

" 3-=25,8 -G5:: ,9FG 'B; HBGH? 8= (9;5E5 -9E=HF " CE=9BG98 -9B8 0 GC .; E=I9E *E=658= 9ED9B;5@5A5B #. '! !ECHD . " ,9FG $@ *CD=9F &9;=5B 0 8= EC69EG FG5E6CEB7E95G=CBF 7CA " G< 1=@ 5@= "D 3.,;3 F=FG9B ,HA5< .5B;;5 ?=E=A J5L5B45E= L5<CC 7CA .; 58A=B J5B=G5 H HF5<5 D<CB9 " "

9ED9B;5@5A5B 59E5< 'CB5B; " .; %5EL5J5B 8A=B %5EL5J5G= GE5BFDCEG "H6 3-=25,8 .9?B=F= .0 8A=B '5B=B; "H6 /738 :CE #. CAD '=B 9A5=@ " ?HBG=B; '=B -'% 0 %EA " 1BG (5B;?5 -@5G5B 9E5J5G= L5<CC 7CA ?9 ?5EL5>5L5HG5A5 65@= L5<CC 7CA .; F;E -HD=E 7CJ 77G 79J " 3.,;3 -*! .H;5F %9@H5E 'H85

" H .E5I9@ "H6

"H6 3-=25,8 F;E ,9F9EI5F= "G@ A9B5E=? 65;=5B !H85B; 9ED9 =2 79D5G E=I9E &C? $=A65E5B " *B;@AB -G5:: :5F=< 65<5F5 B;@5A5B "5E= %E>5 0 A5=@ ?9 H 5?9EL "H6 " .; %ELJB G= )E; HG? ,A< GH@=F .EBF@5G9 '5B85E=B DB;@AB " DHE7<5F=B; DH@5HCHG:=GG9EF 7CA .; F;E F5@9F A5E?9G=B; 9B; '5?5B "H6 " K79@@9BG "C@=85L ; -;E *;J 6F DF; G9B85 F9G=E " -97HE=GL "H6 *. +,! "

3.,;3 -CD=E .9B5;5 -9E56HG5B

G;@ 8@A @5>5B; " .; '5E?9G=B; )D9E5G=CB 0 79C " 3-=258 -5@9F '5E?9G=B; "H6 "H6 " ?HG5G<95G9E 7CA .; G9B5;5 H *C@9F 'C6=@ -5@CB H %9EC6C?5B 8FG " ;3 -;E CBGEC@@9E *EC8H? -D5

" 'C6=@ 5; 8A=B 15B=G5 9ED9B5 3.,;3 -G5:: @5?= 6=F5 ?CADHG9E "

@95B=B; -9EI=79 15=GE9FF

.; *,. *9B;5@5A5B .B; -E6HG5B AD=@5B '9B5E=? HBGH? ?5BGCE D9B;575E5 "

"H6 "H6 9J5 LH 3->=>25,8 -9;9E5 CC? "9@D9E

"

.; -5@9FA5B )@= 5B D9B;@AB "H6 .=8HE 85@5A " 15=G9E 15=GE9FF '5B=? )E;5B=? " -=2 -;E 0=@@5 '5B5;9E *5B85J5 @? DHBL5 FD8 'GE FHE5G J ?9 .; *9A65BGH H -9B8=E= .=B;;5@ 5:9 $@ EHD58= (C -9A=BL5? 3.,;3 .? '5F5? HBGH? 15EHB; 5E95 $5D5B9F9 -D95?=B; -G5::

*. 5BC@= $@ H@H<=B85< DF =85@5A "H6 .9@D &5B;FHB; ?E>5 "H6 "

1988=B; *@5BB9E E=I9E

" " " .; *9A65BGH H I=@@5 8= 5B;;H .; 8A=B 5G5 05@=85F= A=B - -97HE=GL "% D9B5AD=@5B A9B5E=? 3->=>25,8 -9;9E5 '9?5B=? 3.,;3 15=GE=F HG? ,9FG5HE5BG 7<C 957< 69ED9B;5@5A5B

&? DHBL5 FD8 AGE FHE5G 6J ?9 @5B75E <F #B;;E=F %=E=A 0 'C89EB 09FD5 -L5E5G '9B;H5F5= $9D5B; %C?CL5 &AE &F; ?9 $@ B <F #B;;E=F "H6 *. 5BC@= $& H@H<=B85< *F <E B5;=F5 65@= CA

'9F=B ' C89EB 0 9FD5 &H;5F $H>HE .5A6@=B;5B -5BHE " " @=B5 B5;=F5 65@= 7CA " .; -* HG? 8=/6H8 6=F5 <F 9?5G5B *9@5A5E 5G5B; "

3.,;3 E=I9E '9E7L @D<5E8 3.,;3 DE=5 JBG H - 8= *EF< -=25,8 "CHF9?99D=B; HG? !H9FG #B;;E=F " &5B;FHB; ?9 -7CCG9EA5G=7 5@=

*9B5G=< "H6 " 5E;C 8=HG5A5?5B <F #B;;E=F

"CHF9 8= $=A65E5B "H6 " $@ .H?58 5BLHF5E= (C 0 ?9 =B:C DCB8C?58= 7CA .; -;E 15=GE9FF 5EG9B89E CC?F

"H6 3.,;3 -*! 85B 196 '5E?9G=B; -5B;@5< DF $5A " "

KD9E=9B798 "5E8JCE?9E !* " .C?C !9@5F <F #B;;E=F ?G=: -=258 !HEH #*- #B; $9:3; *E=658= 85B -9E56HG5B 5@@CJ5B79 *$- &;F; G<9 * $@ '9EG5B58= (C %9EC6C?5B 3.,;3 A5E?9G=B; .C?C 5B;HB5B "H6 1 %E=FB5 H =A69@ "H6 65E ;E=@@ $@ &9;=5B "H6 "

"

"

"

"

3.,;3 G<9E5D=FG @5?= @5?= G=B;;= A=B A=B G5A5G5B -' A5K G5<HB DHBL5 ?9B85E55B F9B8=E= F9<5G 85B D9?9E>5 ?9E5F D9B;5@5A5B G=85? 8=HG5A5?5B

5B ,979DG=CB 6=F5 65<5F5 =B;;E=F 6=F5 7CADHG9E %=E=A 0 ?9 >5E=A9B5E= >5E=A9B5E= 7CA $@ ,5L5 5F5B;?5F5 -9A=BL5? .@D "

3.; EF=G9? .9?B=? -=D=@ '=B - K .< 77CHBG=B; K .< 8A !H8 %9D *EC8H?F= '=B -' H %CBGE5?GCE "H6 <E8 ?CBGE5?GCE65@= ;A5=@ 7CA "

"% <=;, #BG@ .6? "CB85 565B; 5GH6H@5B 6G< 5; 'E?GB; '=B -' -8E>G /F=5 '5K .< !> =5G5F ,D $G @B FHE5BF= %9F9<5G5B $9B>5B; %5E=E "H6 "

$,60<7,8 A5K G<B $@ .HB>HB; 5BH !5GFH .=AHE "

$010;, HGH< .9E5D=F -D5 15B=G5 8= 5B;;H !> A9B5E=? CBHF &9A6HE .", .@D

"

3<=;3->=9; -9A9B .=;5,C85 G< &;108= 7E -*! .C?C '5K .< '9B5E=? 9EF=< 6F <F #B;;E=F '5E?9G=B; -97HE=GL 77 -G5:: %9E>5 -<=:G A=B-'/ -989E5>5G %=E=A 0 &?D ?9 $@ ;5GFH .=AHE *9B>5<=G !> H@5B5B *E=5 1B=G5 (C 2 DF .@D .5J5E5B !> =5G5F /'% %CAF= H A5=@ E97EH=GA9BG DG F55 7CA -*! -*!&=6HE K '=B;;H *$-

" *9B>5<=G %E> -56GH "5E= A5=@ 8=0;8,=398,6 6HF=B9FFA5B =F @CC?=B; :CE A5@9 * J=G< 657? 7CBG57G G=7?9GGCG<9ACCB 7CA %EA ;ECHB8 =B 7CBFGEH7G=CB (998 GC *. LHB5B H@5B $@'H8=B; 5GH-5B; ?BCJ HGC758 F?9G7<HD 5B8 =5B (C 'H8=B;%9EC6C?5B " 65F=7 7CADHG9E DEC;E5AF

9K79@@9BG B;@=F< JE=G=B; 5B8 &;108= I575B7L .5?FH /6H8 FDC?9B I9EL ;CC8 '5B5;9E FFG -D5 '5B5;9E C::=79 D5E58=F9 E95@GL @G8 7CA -9B=CE -D5 ,979DG=CB '=B " 9KD LEF CB G<9 :=9@8 :@H9BG@L &;108= 8A=B ) ECBG )::=79 B;@=F< JCE? =B89D9B89BG@L

L95E KD .95A 1CE? :@H9BG G95A JCE? :H@@ =B=G=5G=I9 B;@=F< "5E8 1CE? -9B8 -9B8 0 GC <E8 G5?FHFD5 7CA <E865@= ;A5=@ 7CA

"

"

"

MOBIL - MOTOR PROPERTY RUPA-RUPA Bali Post %$&

$3;398 '. L@5 2 . *HG=<

29B=5 ' @K "* "

)083, 2# -DCEGL -=@I9E (9;C *9A=@=? "

$&+&

$B5 -D@5F< -@I9E *E68 $@

EHD58= 2# / "

!%! > EH=F9E :H@@ -D97 <=G5A &5B8 EH=F9E 32 / "=G5A &5B8 EH=F9E 32 / F=@I9E '9E7L -&% '! <=G5A '=B= CCD9E D=BGH *HG=< "CB85 ,3 "L6E=8 G< DHG=< *5>9EC 5?5E &=A=G98 DHG=< "5E8GCD :H@ CE;=B5@ 7C?@5G =F5 %E98=G HB;5 'HE5< "

41 #BBCI5 6H'9G @F; *A@=? $G B9;C "H6

%!*!%

?,8B, ! .< *HG=< F@= 5@= .;B "H6

"

"

?,8B, ! >G F> F=F5 .9?9B $@ * %5J9 DB @:5A5EG DF

#><2 - ' . *HG=< )E=FB@ 'H@HF .;B # "H6 "

"

>,6 #BBCI5 ! F@= 5@= "

%9A9=, ,HF< "GA ! .;B D9EG5A5 %' 5FHE5BF= F5AF5G 6@B '9= %EC6C?5B "

'069B 5?<=E % *HG=< '5BH5@ =FGAJ

#>7,2 E9 *9B5AD5E5B F .. 'C6=@ .B< *9A=@=?

"

*,;3< - &AG8 . *=75BGC 'BH5@ F.. "

"

34>,6 ,HA5< &G ## $@ -H6HE !; '=E5< "5G= # 'CB5B; '5B=B; "H6 "

!

& ",0 0. DG< =FGAJ "H6 "

,BB ,- .9E5J5G / $@ EHD58= 0 (C ,9BCB "

& #& 46 ,A< &. & ' %. ,. %' $@ <5EA5J5B;F5 !; 0 .565B5B @C?5F= FGE5G9;=F 69@5?5B; %5BGCE HD5G= .565B5B "E; $G (; "H6

46 %5I ,A< '=B &C? *G< $9@5B G=? 9B; !LE "H6 "

#72 &. A %' * !5@5B; *9 AC;5B "

#72 .C?C $@ -9?5E-5E= 6L*5F '5BGE5 9BG=A "

$ ( #& 3598= ,A< .=B;;5@ 8= *FG %CG5 DF $@ ,5A6HG5B (C .9@D 1 $G .< '=B .< "

"

BIRO JASA

BIRO JASA

SERVICE

SALON

BIRO JASA

BIRO JASA

SERVICE

DIJUAL MOBIL

3598= ,A< -GEG9;F %. %' DE )A5 .CJB "CHF9 $@ %5DG

-H>5B5 "H6 "

98= ,A< %. %' @=FGE=? 1 * ' &C? $@ '5J5E * 'CLC *98HB;5B " $ #

3598= %A .=8HE $@ &=B;5 89?5G -*( -;E "H6 "

$ ( #& ! 3598= ,H?C &G $@ ,L *8B; &HJ=< (C "H6 "

!$% 9<= -GEG;=F !5GFH 0# $ 585 H %9@ %. ,. %' DE "

& % ",8/,@, !C@: E9 $G 0=9J !C@: *5BG5= "

46 .B< E9 *9AC;5B 9BF9@ $@ '9?5E @C? ## "

,811> H@@ 0=9J -J< 77? 0=@5 .B; "

%82 (9AD=@ $G $@ 9F5?=< *CB8C? =GE5 *AC;5B "

46 .5B5< E9 $@ *5G=< (5A6= %5D@=B; .9@?CA " $G (9;C "* "

46 .B< $@ AGE &C? -GE5 G9;=F -9AD=8= "H6 "

6 .B< ?5I .5A5B *5B7=B; .=AHE DF -58=B; 58HB; "

%82 ?5I .5A5B .=L=B; .HGH@ .HA 65? 5LH< -9AD=8= "

"4,5 .5K AB9FG= -#/* (*1* *5F DCE -L BGH 'HE5< "

>,6 .5B5< %5I@=B; 8= $@ .?8

$ # $ &" *5>5? .5K AB9FG= -*. .< 5@=5B ,9BCB &. A 85B A %82 %5I 8?G *5BG5= &CI=B5 (*1* *5FDCEG"* "H6 "H6 -=B;5E5>5 "

>,6 .B< EA< & BG5FHE5 -H@= .@D "

0<37,8 >H5@ 15EHB; '5?5B "H6 "

34>,6 .B5< E9 $@B .H?58 -HB;= (C 6=F5 &J5G .H?58 58HB; ## ,9BCB DF D9A=@=? &5B;FHB; "H6 "

%82 E9 E9 $@B =B8H? H8H? *EA<B -=5D 65B;HB "

"

$ ( & 3598=;,55,8 5B;HB5B &G $@ * 'CLC 2 $@ $9AD=E=B; DF "H6 "

$ ( %! ! 3598=;,5,8 .C?C &H5F 5E9 " "

#&" #&" =,<3 ,HA5< C7CE 5? =B8=B; .5@5B; @@ 5E=F "

"

36,81 *% ) % ( %CA5B; B;?5F5 HG5 -HDHGE5 "

61 *% % ) .< (C *% ) ( $H5B %5J5@ "

&#$&$ >;<>< *G; ,5A6HG *B;5>5E 5<@= 6=5L5 6F 77@ K J5?GH :@9K=6@9 ;EGF 7@=DD9E 8= "


18

REKREASI

Minggu Pon, 8 Januari 2017

TTS Bali Post

Pertanyaan

MENURUN 1. Daerah lingkungan bangunan utama Perguruan Tinggi 2. Sebanding 3. Membuang iman 4. Pundi-pundi dari anyaman daun pandan 5. Gereja di negeri Skot (Inggris) 6.Permusuhan ; berhadap-hadapan langsung antara dua pihak yang bertentangan 7. Sisip ; tergelincir 9. Orang-orang yang bukan pemain namun terlibat langsung dalam satu permainan 14. Penyidikan 16. Keras kepala ; tidak mau menerima nasihat 18. Garis bentuk 19. Nomor seri kendaraan bermotor Madiun 22. Kelelawar besar pemakan buah 24. Kode penerbangan Argentina 26. Teratur ; rapi 27. Dibalik: Pengisahan suatu cerita atau kejadian 28. Bertingkah laku seenaknya tidak tahu aturan 29. Dibalik: jarak disela-sela dua benda 30. Kurang ; rugi 32. Mati rasa

Manjakan Wisatawan

OBJEK WISATA DI BULELENG SEMAKIN VARIATIF

1

2

3

4 8

BPM/sos

AIR TERJUN - Salah satu air terjun di Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada yang juga ditetapkan sebagai desa wisata oleh Pemkab Buleleng.

6

7

9

10

11 12 13

17

14

15

18

19

21

16

20

22

23 24

25

26

30

27

28

29

31 32

33

34 35

36

37

KUPON TTS No.278 Ketentuan Menjawab

Pemenang TTS No. 276

Jawaban di tulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 278 dan cantumkan identitas lengkap serta no telepon/ Hp. Kirim ke Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 14 Januari 2017. Pemenang diumumkan pada Bali Post Minggu 22 Januari 2017. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang @200.000, dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga (2 dewasa + 2 anak). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos

1. Ni Ketut Arik Katrien Br. Kangin, Desa Bakas, Kec. Banjarangkan, Klungkung

Jawaban TTS No. 276 MENDATAR 5. 8. 9. 10. 13. 16. 17. 19. 21. 22. 24. 25.

Kuarto Komplikasi Dreadful Akasia Inkarnasi Iga Napalm Bol Yin Isilim (Milisi) GKG Labilitas

28. Eks 29. Eveiht (Thieve) 32. Timbul 33. Suryakanta 34. Suntik MENURUN 1. 2. 3. 4.

Akademisi Imperialisme Riaffa (Affair) Tarling

DESA wisata di Kabupaten Buleleng tahun ini akan semakin variatif. Pasalnya, pemkab merencanakan ada penambahan lima desa wisata baru yang masingmasing memiliki keunggulan, terutama dalam hal atraksi Potensi pariwisata di Kabupaten Buleleng tidak kalah dengan daerah lain, khususnya di Bali. Jenis objek yang ditawarkan untuk memanjakan wisatawan tak hanya berupa wisata bahari, salah satunya wilayah Buleleng Barat yang namanya sudah mendunia. Lebih dari itu, bumi panji sakti juga memiliki desa wisata. Berdasarkan data 2016, jumlahnya mencapai sepuluh desa, yakni Desa Sembiran, Gitgit, Sambangan, Ambengan, Bebetin, Munduk, Kaliasem, Gobleg, Kalibubuk dan Pemuteran. Desa-desa itu sudah ditetapkan melalui Keputusan Bupati Nomor 430/927/HK/2015. Keinginan Pemkab Buleleng dalam menggeliatkan sektor pariwisata tak hanya menghandalkan objek wisata yang sudah ada saja. Tahun ini, enam desa, yakni Les, Sekumpul, Bengkala, Banjar, Sidatapa dan Pedawa juga akan ditetapkan menjadi desa wisata. Den-

5

SPT2017

MENDATAR 1. Pohon dengan buah kuning dan manis 5. Tumbuhan berduri 8. Kata sapaan kepada anak perempuan Cina 10. Sebuah kota di Lombok 11. Secara terbuka dan berhadap-hadapan 12. Ngambek ; tidak mau bertegur sapa (Bali) 13. Gembira 15. Ciduk dengan merapatkan kedua belah tangan 17. Perbuatan memalukan 20. Berita ; kabar 21. Kain khas Bali 22. Bahan sayuran 23. Pancang (Inggris) 25. Ekor (Inggris) 26. Tombak bermata tiga 30. Ukuran berat untuk emas ; perak dsb 31. Tuan (Inggris) 32. Joran ; tangkai 33. Mengalami penebalan/ pengerasan kulit telapak tangan/kaki 34. Berpuasa ; berpantang ; menahan hawa nafsu 35. Api (Bali) 36. Jenis ban luar dengan daya cengkeram tinggi 37. Sumber kebahagiaan dan kemakmuran (Spanyol)

gan hal ini, objek wisata di Buleleng akan semakin variatif. “Tahun ini jumlah desa wisata jadi enam belas,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Buleleng, I Nyoman Sutrisna, belum lama ini. Penentu dijadikannya desa wisata, menurut mantan Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan ini, karena di tempat itu ada atraksi yang bisa ditawarkan ke wisatawan. Lebih mendasar lagi, sarana dan prasananya juga mendukung. Demikian juga infrastrukturnya. “Desa wisata ini memiliki ciri khas masing-masing,” ucapnya. Mendukung penetapan desa wisata itu, langkah promosi akan segera dilakukan. Di samping pemkab, itu juga melalui badan promosi daerah yang telah terbentuk beberapa waktu lalu. Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di dalamnya juga akan dibina secara berkelanjutan, supaya nantinya mampu mewujudkan

5. Kila 6. Abra 7. Oktaf 11. Khianat 12. Selangseling 14. Kabilah 15. SNI 18. Magistrat 20. Oma 23. Bintaro 26. Ilmiah 27. Getas 30. Imut 31. Task

konsep sapta pesona. “Nanti badan ini akan bekerja sama dengan trevel agen. Seluruh objek akan dipromosikan,” sebutnya. Ditambahkan, penam-

2.I Ketut Mudiarta Jl. Ratna No.47 Tegal Tugu, Kec. Gianyar, Kab. Gianyar (Hp: 085 792 474 906) 3. Komang Tri Wahyu Ananta PD Jl. Pulau Sumba No.12 Dauhwaru, Negara, Jembrana (82217) 4. Putu Agus Wijaya Br. Bringkit, Desa Kabar-kaba, Kediri, Tabanan 5. I Made Wiraguna Jl. Bangsing No.10 Ubung Kaja, Denpasar (80116) 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Nama :I Gd Yogi Pradnya Paradipa Alamat :Perum Puri Gading Jl. Lombok Blok A6/2, Jimbaran, Kuta (80361) bahan desa wisata ini juga sebagai salah satu upaya untuk mencapai target kunjungan wisatawan yang besarnya 3,5 juta orang. (sos)


19

Minggu Pon, 8 Januari 2017

Pendekatan Komprehensif Dari Hal. 1

BPM/ade

DIAMANKAN - Sebanyak 20 perempuan Warga Negara Asing (WNA) yang diamankan saat Operasi Pengawasan Orang Asing dari tempat hiburan malam diperlihatkan kepada awak media di Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Barat, Sabtu (7/1) kemarin. Mereka perempuan berkewarganegaraan Tiongkok, Vietnam, dan Thailand berusia antara 19-40 yang berkegiatan sebagai pekerja seks komersial (PSK) yang diduga melakukan pelanggaran keimigrasian.

Pengangguran di Bangli Masih Tinggi Bangli (Bali Post) Di Kabupaten Bangli angka pengangguran masih cukup tinggi. Untuk meminimalisasi atau menurunkan jumlah pengangguran pada tahun 2017, Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Dinsosnakertran) Kabupaten Bali harus mampu membuat terobosan yang jitu untuk menurunkan angka pengangguran di Gumi Bhukti Mukti Bhakti tersebut. Jika tidak, maka dari tahun ke tahun angka pengangguran di Bangli bakal terus mengalami peningkatan. Berdasarkan data yang diperoleh di Dinsosnakertran Bangli berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) Bangli pada tahun 2013, angka pengangguran di Kabupatan Bangli mencapai 863 orang, sedangkan di tahun 2014 pengangguran meningkat menjadi 1.386, dan tahun 2015 kembali mengalami penurunan menjadi 976. Dan untuk tahun 2016 kembali meningkan hingga mencapai 2.373 orang. Sementara berdasarkan laporan pencari kerja di Dinsosnakertran Kabupaten Bangli dari Sarjana/D III, SMA/SMK per tahun 2011 mencapai 220 orang, 2012 sebanyak 642 orang, 2013 sebanyak 714, orang, 2014 sebanyak 579 orang, 2015 sebanyak 953 orang, dan 2016 sebanyak 377 orang. Untuk terus mengurangi angka pengangguran di Bangli, serta meningkatkan kualitas orang yang masih belum mempunyai pekerjaan, Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Dinsosnakertran) Kabupaten Bangli mempunyai program Lembaga Pelatihan,

Kerja Swasta (LPKS) yang bakal menjadi andalan untuk menurunkan angka pengangguran ke depannya. Kepala Dinas (Kadis) Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Dinsosnakertran) Kabupaten Bangli I Nengah Sukarta menjelaskan, diakuinya jika angka pengangguran di Bangli tahun 2016 ini masih cukup tinggi. Untuk mengurangi angka pengangguran tersebut, pihaknya mempunyai terobosan di tahun 2017 supaya angka pengangguran bisa menurun dari tahun ini. “Rumah penduduk yang rusak, akan diberikan bantuan berupa bedah rumah. Sedangkan kalau orang yang sudah mempunyai rumah, maka mereka akan dibantu lewat pemberdayaan atau peningkatan latihan untuk orang bersangkutan. Sehingga, dengan begitu mutu mereka akan lebih baik. Kalau sudah berkualitas, maka mereka akan siap bekerja. Dengan langkah seperti itu, nantinya bisa mengurangi angka pengangguran di Bangli,” ungkapnya. Sukarta menjelaskan kemiskinan juga merupakan suatu variabel yang tidak bisa dipisahkan yang menyebabkan terjadinya pengangguran. Pasalnya, itu merupakan suatu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Untuk itulah, pihaknya ingin mengembangkan hal itu untuk menekan pengangguran di Kabupaten Bangli. “Kami akui pengganguran di Bangli masih tinggi. Apalagi lapangan pekerjaan di sini masih sangat minim sekali,’’ ujarnya. Namun apa yang akan

menjadi kebutuhan di daerah luar bagi yang mau bekerja di luar daerah itu akan kami ditingkatkan di LPKS. Karena di LPKS ini cukup mampu untuk meningkatkan kualitas para pekerja sehingga bisa diterima bekerja di luar sesui dengan keahliannya masingmasing. Dengan begitu, dari yang tidak bekerja akhirnya bisa bekerja. Dengan begitu, anggka pengangguran akan menurun. Dikatakannya, saat ini memiliki sebelas lembaga dan semua lembaga ini sudah mengantongi izin. Ditambahkannya, untuk menekan pengangguran dan kemiskinan, LPKS juga menjalin kerja sama dengan bank untuk memberikan pinjaman bergulir tanpa agunan kepada Rumah Tangga Miskin (RTM). Di samping itu, pemda juga mempunyai aset bergerak lewat pinjaman bergulir bagi RTM rumah tangga miskin. “Sementara ini kami memberikan Rp 8 juta per orang, setelah dikaji karena masih kurang, nantinya akan ditinggkatkan lagi menjadi Rp 12 juta. Pinjaman ini akan dikembalikan setelah dia bekerja. Nantinya kemungkinan memakai sistem triwulan atau sistem bulanan,” kata Sukarta. Tak hanya itu, pihaknya juga akan menerapkan sistem Meditanian, yang nantinya pihaknya akan memberikan beasiswa kepada masyarakat kurang mampu dan mereka yang mempunyai komitmen tinggi yang mau belajar. karena diberikan bantaun itu, mereka dari Rumah Tangga Miskin (RTM) dan yang penting mempunyai komitmen tinggi untuk belajar. (ina)

Darmin Nasution Ngaku Pernyataannya Dipelintir Jakarta (Bali Post) Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, salah satu pernyataannya dipelintir oleh sebagian media massa. Pernyataan itu terkait dengan sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mempertanyakan kepada dirinya terkait kenaikan tarif penerbitan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Bukti Pemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB). Menurutnya, pelintiran semacam itu seolah Jokowi menyalahkan dirinya dalam kasus itu. Padahal, keadaan yang sebenarnya bukan yang diberitakan saat ini. “Saya ingin meluruskan masalah itu di sini. Pelintiran itu terkait dengan adanya tarif

tinggi untuk Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Itu dibuat seolah-olah Presiden sudah meneken, terus menanyakannya kembali,” kata Darmin saat ditemui di Surabaya, Sabtu (7/1) kemarin. Menurutnya, Presiden justru menyampaikan jika kenaikan tarif untuk PNBP tidak boleh terlalu tinggi. Alasannya, itu untuk pelayanan kepada masyarakat. “Pada prinsipnya memang itu yang dipesankan oleh Bapak Presiden waktu di Bogor,” kata Darmin. Sebelumnya, kenaikan signifikan pada tarif STNK dan BPKB dipertanyakan oleh Presiden Jokowi. Jokowi menganggap kenaikan tarif yang mencapai tiga kali lipat tersebut akan membebani masyarakat. (kmb)

“Kalau kita ingin menciptakan generasi emas 2020-2045, kita tidak bisa menyerahkan hanya kepada kaum pendidik di dalam dunia pendidikan. Saya berpendapat bahwa menciptakan generasi emas harus dengan pendekatan komprehensif,” imbuhnya. Dia menegaskan generasi yang konsumtif adalah tantangan mewujdukan generasi emas Bali. Makanya mereka harus diarahkan menjadi SDM yang produktif, kreatif, dan penuh inovatif. Ciri pendekatan komprehensif, lanjut Sugawa, diukur dengan indeks pembangunan manusia. Pendidikan yang baik diikuti oleh kesejahteraan yang baik dan tingkat kesehatan yang baik. Bersyukur Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Bali saat ini menempati peringkat 5 di Indonesia. Kondisi ini tidak saja harus dipertahankan, tapi ditingkatkan. Begitu juga dengan alat ukur lainnya. “Alat ukur lainnya yaitu gini ratio atau tingkat kesenjangan, tingkat pengangguran, tingkat kemiskinan, dan PDRB per kapita. Kita bersyukur Bali, tingkat penganggurannya terendah, kemiskinan terendah tingkat nasional, gini ratio nomor tujuh atau sedang, kemudian PDRB per kapita kita sudah mendekati 3.000 dolar,” jelasnya. Anggota DPD RI, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III mengatakan, dari sekarang perlu disiapkan desain untuk merayakan generasi emas 2045 atau 100 tahun setelah proklamasi. Saat ini, sistem pendidikan telah dipastikan mengikuti undang-undang. Baik itu, UUD 1945 pasal 31, UU No.20 tentang Sisdiknas maupun sistem pendidikan tinggi. Tetapi yang diperlukan oleh Bali adalah modifikasi dari pendidikan. “Kalau pendidikan, kurikulumnya seluruh Indonesia itu pakemnya sama. Tetapi kita

contoh di Bali, kenapa sekolahsekolah internasional di Bali lulusannya lebih pintar daripada SMA-SMA negeri kita? Padahal kurikulumnya sama, mereka kurikulum nasional, nggak boleh ada kurikulum internasional. Yang membedakan sekolah kita adalah pelatihan skill, pengabdian dan penelitiannya yang berbeda,” jelasnya. Maka dari itu, lanjut Wedakarna, ke depan para guru, dosen, dan rektor harus bersama-sama untuk pintar-pintar memodifikasi skill dari anak didiknya. Di sisi lain, perlu juga meniru Bung Karno yang meskipun seorang anak miskin namun memiliki 26 gelar Doktor Honoris Causa di seluruh dunia. ‘’Yang penting sekarang menjadi orang pintar karena orang pintar itu adalah anjuran dari agama,” tandasnya. Menurut Wakil Gubernur Bali I Ketut Sudikerta, pendidikan sangat penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Kalau pendidikan tidak berjalan dengan bagus, maka kualitas sumber daya manusia tidak akan mampu menghadapi daya saing. Apalagi di era kekinian, bangsa ini sedang menghadapi era globalisasi. “Persaingan-persaingan global itu sangat berat kita hadapi, maka ini harus kita lakukan. Kalau kita menyimak generasi emas, itu tidak bisa tidak, maka generasi muda kita harus mampu melanjutkan estafet kepemimpinan kita membangun Bali ke depan,” ujarnya. Sudikerta menambahkan, hal pertama yang harus dibangun adalah karakter, integritas, kejujuran, disiplin, kerja keras, ulet, bertanggung jawab, yang dilandasi oleh takwa. “Kalau dana sudah ada, maka kebijakan stategis harus kita siapkan. Pertama, bagaimana para pendidik, guru, ini diperhatikan. Kalau tidak, maka dia tidak akan mampu untuk menyajikan sajian materinya kepada anak didiknya dengan bagus,,” jelasnya. (rin)

Masuk Mata Pelajaran masuk Dari

Hal. 1

Untuk menyelamatkan mereka, lanjut Suastawa, pihaknya bersinergi dengan Disdikpora Bali merealisasikan Kurikulum Terintegrasi P4GN untuk SMP, SMA dan SMK. Materi narkoba untuk SMP akan disisipkan pada mata pelajaran Agama, PPKN, Bahasa Indonesia, IPS, dan Penjaskes. Sedangkan untuk SMA dan SMK disisipkan pada mata pelajaran Agama, PPKN, Bahasa Indonesia, Sejarah, dan Penjaskes. “Upaya ini cara kami melakukan pencegahan mulai dari hulunya yaitu kurikulum pendidikan. Kami ingin melakukan pencegahan sejak dini dan supaya siswa paham bahaya narkoba,” ujarnya. Penanganan narkoba di bagian hulunya segera dilakukan yaitu penerapan kurikulum terintegrasi yang diakumulasikan di lima mata pelajaran dan bisa benarbenar ditransfer ke anak didiknya serta menjadi salah satu syarat kelulusan. Menurutnya, tes urine sangat penting sebagai data awal siswa masuk sekolah. Dari sana bisa tersaring siswa baru tersebut pengguna narkoba atau tidak. Jika pelaku narkoba, sebaiknya direhabilitasi

dulu supaya tidak memengaruhi teman-temannya. Suburnya bisnis terlarang ini karena dianggap keuntungannya besar sehingga banyak yang terjerumus. Terkait jaringannya tidak mengenal batas teritorial, baik lokal, regional maupun internasional. “Jadi begitu menggurita jaringannya. Kalau kita lengah dan tidak waspada maka semua akan rusak. Terutama para orangtua, jangan terlalu memberikan kebebasan kepada putraputrinya,” pintanya. “Pakai narkoba itu akibatkan bisa fatal. Kondisi fisik atau kesehatan diserang, besar pengaruhnya terhadap mental, emosional dan perilaku serta berdampak pada kehidupan sosial. Apapun yang dibilang pengedar narkoba, jangan percaya karena masa depan bisa hancur,” ungkap Suastawa. Program itu, sangat urgent karena kondisi remaja atau pelajar di Bali rentan pengaruh narkoba. “Lembaga pendidikan merupakan ujung tombak pemberantasan narkoba jangka panjang. Saya berharap program itu bisa terealisasi maksimal karena materinya sudah kami siapkan,” tegas jenderal bintang satu di pundak ini. (rah)

Lakukan Komunikasi Dari Hal. 1 Menurut Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Arrmanatha Nasir, Marsudi juga telah melakukan komunikasi dengan Menteri Luar Negeri Australia, Julie Bishop, Sabtu pagi, untuk menekankan agar pemerintah Australia segera melakukan

investigasi dan memproses hukum pelaku. Pada sisi lain, Duta Besar Indonesia untuk Australia, Nadjib R. Kesoema, juga terus berkomunikasi dengan otoritas Australia guna memastikan keamanan semua misi dan staf diplomatik serta konsuler Indonesia di Australia. (ant)

Tantangan Besar Dari Hal. 1 Pria yang akrab disapa Yudhi itu mengatakan, Indonesia menuju bebas narkoba harus diperhatikan oleh siapa pun yang ada di Indonesia saat ini. Pada tahun 2045, kata dia, Indonesia akan merayakan 100 tahun kemerdekaannya. “Generasi produktif ini harus dikelola pula dengan baik, tanpa harus tersentuh narkoba,” tandas dia. Menurutnya, mengelola generasi emas akan menjadi tantangan terbesar bangsa Indonesia. Karena populasi usia produktif yang jumlahnya luar biasa tersebut merupakan bonus demografi yang sangat berharga. Namun, sebaliknya bila pengelolaannya tidak baik, kesempatan emas tersebut akan menjadi bencana demografi. Tentunya kekhawatiran atas berkembangnya narkotika Di Indonesia khususnya di Bali harus menjadi perhatian bersama agar tidak merusak generasi emas sebagai tonggak kelangsungan kehidupan peradaban yang baik. “Semua aparat yang mempunyai kewenangan untuk mencegah maupun menindak, harus tegas dalam melaksanakan peraturan yang sudah berlaku. Sebenarnya peraturan kita sudah baik, hanya masih ada

segelintir oknum yang masih bermain dalam penindakan tindak pidana narkotika, tapi saya optimis ke depan kita punya cita-cita yang sama untuk benar-benar Indonesia umumnya, dan Bali khususnya bebas narkotika,” harap Gusti Putra Yudhi. Pande Sugiartha, praktisi hukum asal Gianyar, tak jauh berbeda pendapatnya. Pria pelontos itu mengatakan, narkoba sudah merusak segala macam tatanan kehidupan manusia. Apalagi narkoba sekarang sudah jauh masuk hingga ke pedesaan, dan tak jarang peredarannya melalui pergaulan bebas. Sehingga pemerintah khususnya pihak yang berwenang dalam hal ini harus tegas membasmi jaringan narkoba. Jangan sampai tebang pilih, dalam penanganannya. Narkoba masuk desa, menurutnya, dapat berkontribusi buruk terhadap kelangsungan generasi emas bangsa. “Saya harap tugas ini harus kita jalani bersama perangi narkoba. Berikan penyuluhan tentang hal pentingnya bahaya narkoba sedini mungkin baik tingkat pendidikan dasar sampai perguruan tinggi. Dari banjar, desa, maupun kelurahan, harus dikelola dan diberi pemahaman tentang bahaya laten narkoba, pinta Pande Sughiarta. (asa)

Pelatihan Bahasa Dari Hal. 1 Ia menyebutkan setelah mendapat informasi dari Menlu, Panglima TNI dan Menhan, memang benar ada langkah TNI menghentikan sementara kegiatan tentang program kerja sama pelatihan bahasa di satuan khusus Australia. Penghentian itu karena terjadi kasus yang menyinggung kehormatan bangsa pada bulan November 2016. Wiranto menyebutkan penghentian kerja sama itu hanya bersifat sementara dan akan dilanjutkan kembali setelah pihak Australia telah melakukan langkahlangkah penyelesaian dari kasus yang terjadi. Wiranto menyebutkan Menhan kedua negara me-

nyebut langkah-langkah penyelesaian kasus itu sudah dilakukan. “Komandan pelatihan bahasa sudah diskors, yang bersangkutan akan diberi sanksi, Menhan Australia sudah ambil langkah dan berharap ada pertemuan kedua belah pihak,” kata Wiranto. Ia menyebutkan Australia berkomitmen menjaga hubungan baik dan menjaga persahabatan dan kepercayaan kedua belah pihak. Menurut dia, masalah itu tidak akan mengganggu hubungan bilateral kedua negara yang telah berjalan baik selama ini. “Presiden Joko Widodo sudah menekankan hubungan kedua negara tetap utuh dan terjaga serta berlanjut,” kata Wiranto. (ant)


balipost (152rb Like) http://facebook.com/balipost

MINGGU PON, 8 JANUARI 2017

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

@balipostcom (4.485 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Facsimile::

Tak Hanya Film, ’’Filosofi Kopi” akan Jadi ’’Brand’’ Jakarta (Bali Post) -

Setelah mengadakan kompetisi Ngeracik Cerita untuk film sekuel “Filosofi Kopi The Movie”, produser dan sutradara “Filosofi Kopi: Ben & Jody” mengungkap rencana untuk mengembangkan film tersebut di luar layar lebar.

George Michael (alm)

BPM/rtr

Pernyataan Polisi Soal Kematian George Michael London – Polisi Inggris berusaha membangun fakta tentang kematian bintang pop George Michael pada Hari Natal dengan menyampaikan pernyataan mengenai kasus tersebut. Polisi Thames Valley pada Jumat (6/1) menyebut kematian George Michael “tidak dapat dijelaskan tapi tidak mencurigakan”. Menurut pernyataannya, penyelidikan polisi menggunakan praktik standar dalam kasus seperti ini, untuk memungkinkan petugas koroner menentukan seluk beluk kematian. Bertentangan dengan laporanlaporan media, kepolisian menyatakan bahwa unit kejahatan besar tidak ditugaskan dalam penyelidikan tersebut. “Sebagai bagian dari penyelidikan kepolisian Thames Valley atas nama Oxfordshire Coroner, dalam kematian yang tidak dapat dijelaskan tetapi tidak mencurigakan ini, petugas sedang membangun fakta yang juga meliputi penyampaian pernyataan,” demikian pernyataan kepolisian yang dikutip laman The Hollywood Reporter. Michael ditemukan tewas di rumahnya sesaat sebelum makan siang pada Hari Natal. Media Inggris melaporkan polisi meminta keterangan dari mitra Michael, Fadi Fawaz, yang mengatakan bahwa dia yang menemukan Michael dalam kondisi tidak bernyawa pada Hari Natal. Manajer Michael mengatakan bahwa pria berusia 53 tahun itu meninggal dunia karena gagal jantung. Namun hasil pemeriksaan post-mortem tidak meyakinkan dan pemeriksaan lebih lanjut diperintahkan dilakukan dan hasilnya diperkirakan sudah ada dalam dua minggu. (ant)

Di Atas Normal brolan bro br rolan an BALE BANJAR AR A R ARIDUS MENJADI bahagia bukan berarti memiliki langit tanpa badai atau jalan tanpa musibah atau bekerja tanpa letih ataupun hubungan tanpa kekecewaan. Menjadi bahagia bukan hanya menyimpan senyum tetapi juga mengolah kesedihan. Menjadi bahagia adalah mencari kekuatan untuk memaafkan, mencari harapan dalam perjuangan, mencari rasa aman di saat ketakutan, mencari kasih saat perselisihan. Menjadi bahagia adalah mengakui hidup ini berharga, meskipun banyak tantangan, salah paham dan saat-saat kritis. Kadangkala hidup tidak tenteram, namun jangan lupa hidup adalah sebuah proyek terbesar di dunia ini,

sehingga harus dijaga agar tidak merosot. Jangan menyerah untuk menjadi bahagia, karena kehidupan adalah sebuah pertunjukan yang menakjubkan. ‘’Meskipun agamaku Hindu, namun homili atau pesan singkat Paus Fransiskus buat umat Katolik guna menyambut Tahun Baru 2017, bagiku, sangat berkesan. Ini tak ubahnya seperti ucapan ‘Om Swastyastu!‘ yang kita sering lontarkan di Bali, untuk memohon kebahagiaan dan keselamatan setiap orang dalam setiap pertemuan. Aku setuju pendapat Paus bahwa hidup dan kehidupan adalah pertunjukan yang mengagumkan serta proyek akbar karunia Tuhan, yang harus dihargai. Karena itulah kita harus mensyukuri kehidupan betapa pun halangan dan rintangan yang kita harus hadapi. Mengolah kesedihan menjadi kebahagiaan seperti pesan Paus, kuanggap, imbauan terhadap diri sendiri untuk menghapus rasa benci, iri, dengki dan curiga terhadap orang lain. Itulah hakikat dari kebahagiaan! Bahkan kalau disimak lebih dalam, pesan singkat pemimpin tert-

“Nanti ke depannya mungkin ada musik, pengisi soundtrack, mungkin desain poster, masih banyak yang akan dilakukan,” kata sutradara Angga Dwimas Sasongko, dalam temu media di sela-sela syuting film “Filosofi Kopi: Ben & Jody”, di kedai Filosofi Kopi, Jakarta. “Ini film akan dirilis pada bulan

Juli. Jadi, sampai bulan Juli akan ada banyak konten di luar film yang akan membangun universe-nya Filosofi Kopi,” sambung dia. Hal senada juga diungkap produser Anggia Kharisma. Dia mengatakan bahwa akan ada beberapa kejutan bagi mereka yang telah merindukan Ben dan Jody. “Salah satunya kita akan membuat web series, itu akan tayang bulan Januari, terus kita punya Radio Play,” ujar dia belum lama ini. Tidak hanya itu, Filosofi Kopi akan dikembangkan menjadi komik dan action figure. “Itu sudah berlangsung, lagi dalam proses,” kata Anggia.

Angga menambahkan nantinya Filosofi Kopi versi Radio Play juga akan diputar di 40 radio di seluruh Indonesia. “Jadi, ada drama radio, ada web series, ada komik, ada action figure, ada merchandise, kita memang akan mengembangkan ini menjadi Filosofi Kopi ini bukan sekadar film, tapi brand konten,” ujar Angga. “Dan, kedainya nanti kita akan syuting di Jogja, nanti akan ada kedai di Makassar, di berbagai kota juga,” tambah dia. (ant)

2 227418 2 4 27

DIREKRUT Luna Maya direkrut u n t u k bermain di sekuel Filosofi Kopi: Ben & Jody.

Ed Sheeran Kembali dengan Dua ’’Single’’ Baru

BPM/ist

PATUNG LILIN - Musisi Inggris Ed Sheeran berpose dengan patung lilinnya di Museum Madame Tussauds di Manhattan, New York, pada 28 Mei 2015.

Jakarta (Bali Post) Penyanyi dan penulis lagu Ed Sheeran mengakhiri jeda hampir dua tahun dari dunia musik dengan merilis dua single baru, “Shape of You” dan “Castle on the Hill”. “Karena saya sudah pergi cukup lama, ini dua single daripada hanya satu,” tulis pemenang Grammy dan BRIT Award berusia 25 tahun itu dalam postingan di akun Twitter, Jumat lalu. “Shape of You” awalnya ditulis untuk Rihanna, namun Sheeran mengatakan kepada BBC Radio 1’s Breakfast Show bahwa dia berubah pikiran karena lirik yang berkembang. Sheeran yang telah menjadi salah satu artis terlaris Inggris dalam beberapa tahun terakhir dan menulis lagu untuk One Direction,

Taylor Swift dan Justin Bieber, tidak mengatakan apakah akan ada album menyusul rilis kedua lagu tersebut. Lagu-lagu itu adalah yang pertama dikeluarkan Sheeran sejak dia merilis “Photograph” pada Mei 2015. Dia mengatakan kepada BBC bahwa dia menghabiskan waktunya untuk berpergian karena dia tidak pernah melihat apa-apa selain hotel, tempat pertunjukan dan bar ketika tur, demikian menurut warta kantor berita Reuters. (rtr/ant)

HUT Radio ’’Genta’’ Dimeriahkan Sederetan Artis Bali Denpasar (Bali Post) Radio Genta merayakan puncak HUT ke-15 pada Sabtu (7/1) kemarin, di Wantilan Bali TV. Dalam rangka HUT ke-15 tersebut, Radio Genta telah melakukan berbagai kegiatan salah satunya tirtayatra ke Pura di Pulau Menjangan, Kecamatan Gerokgak, Buleleng. Dalam perayaan HUT tersebut dimeriahkan sederet artis Bali seperti Galuh Prasasti, Cintya LD, Dewi Dhanan, Agus Yoga, Happy Mayundari, Budiarsa, Rocky’N, Ayu Saraswati, Nelly Ambarawati, Ari Kencana, Bayu Nirwana, Ayu Wiryastuti, Dek Ulik, dan Bayu KW. Direktur Radio Genta, I Nyoman Wirata, S.E., mengatakan, Radio Genta setiap hari selalu melakukan upaya-upaya untuk mengajegkan Bali, mencerdas-

kan masyarakat Bali tidak hanya Bahasa Bali tapi juga budaya Bali serta memberikan informasi terkini yang bekerja sama dengan Bali Post dan Denpost. Radio Genta dengan tagline “Suarane Bali” mengajak masyarakat untuk bersama-sama membangun Bali melalui bahasa Bali dan Budaya Bali sehingga tercipta Bali yang ajeg. Tidak hanya bahasa dan budaya namun juga menjaga kelestarian lingkungan alam Bali karena juga merupakan bagian dari budaya Bali. “Terima kasih kepada masyarakat yang telah mendukung Radio Genta selama 15 tahun, semoga Radio Genta semakin eksis, dan mari dari Bali kita bangun nusantara,” ujarnya. Puncak perayaan HUT ditandai dengan pemotongan tumpeng (kmb42)

HUT RADIO GENTA - Acara tiup lilin pada puncak HUT ke-15 Radio Genta Sabtu (7/1) kemarin. Dengan tagline “Suarane Bali”, Radio Genta mengajak masyarakat untuk bersama-sama membangun melalui bahasa dan budaya Bali sehingga tercipta Bali yang ajeg.

inggi umat Katolik tersebut sepertinya mengajak kita untuk merasa ikut berbahagia bila melihat orang lain bahagia. Bukan SMS yakni senang melihat orang susah atau susah melihat orang senang! Makna Tat twam asi di Bali agaknya tidak jauh berbeda dengan pesan Paus, karena ungkapan berbahasa Sanskerta tersebut berarti, dia atau mereka adalah kita juga,’’ papar Rubag. ‘’Seandainya semua manusia bebas dari gangguan paranoid atau cepat curiga dan benci terhadap orang lain, pesan Paus Fransiskus tersebut bila diikuti, membuat dunia bebas dari tengkar dan perang. Nyatanya dunia saat ini tidak pernah senyap dari pertengkaran dan keributan, juga jarang rehat dari bentrokan dan perang. Kekerasan seakan sudah menjadi hobi makhluk paling sempurna ciptaan Tuhan yang diberi nama manusia. Coba simak berita tentang serangan sadis dua teroris berkostum Sinterklas di Istambul, Turki terhadap 500-600 orang yang sedang merayakan pergantian tahun di sebuah kelab malam Reina! Berondongan senapan Minggu (1/1) pukul 01.15 waktu setempat menyebabkan 39 orang tewas dan 21 di antaranya orang asing, 69 orang dirawat di rumah sakit karena mengalami

luka ringan dan berat. ISIS mengklaim bahwa brutalitas itu adalah tanggung jawabnya, karena Turki berkoalisi dengan Amerika Serikat dalam penyerangan ke Suriah. Apa pun alasannya, tindakan tanpa perikemanusiaan itu mendapat kecaman internasional, termasuk pemerintah Indonesia dan PBB mengutuknya. Aku jadi teringat dua kali peristiwa Bom Bali tahun 2002 dan 2005. Masyarakat yang tidak berdosa ikut jadi korban,’’ ujar Sudiantara. ‘’Menyimak kekerasan dan pembunuhan manusia oleh manusia belakangan ini, termasuk perampokan sadis di Pulomas, Jakarta baru-baru ini, aku lebih setuju menyebut manusia kejam seperti itu homo erectus bukan homo sapiens! Bukan makhluk yang terus-menerus berpikir, namun hewan yang cuma mampu berdiri dengan dua kaki karena ditopang tulang belakang yang sempurna. Ukuran otaknya sekitar 900 kubik sentimeter, sehingga tidak bisa berpikir seperti homo sapiens yang berukuran otak hingga 1.400 cc. Mereka tidak paham makna hidup, kehidupan dan kebahagiaan, karena otaknya dipenuhi naluri kematian atau nekrofilia. Ironisnya, perampok di Pulomas kendati otaknya tekor, namun

punya rasa takut ditangkap polisi. Setelah merampok dan menghabisi nyawa enam orang dan melukai lima lainnya, dia terbirit lari pulang kampung. Lucunya, saat ditangkap dan diinterogasi polisi, konon dia ngompol alias terkencing-kencing dua kali. Dua teroris ISIS yang menyerang kelab malam di Istambul pun bila berhasil ditangkap akan berlaku seperti perampok Pulomas itu. Aku pernah baca, banyak anggota ISIS yang karena ketakutan mendapat gempuran koalisi Amerika juga Rusia di Suriah, kembali pulang kampung. Konyolnya, ada yang ditangkap pasukan Peshmerga Kurdi yang promiliter Suriah kendati sudah menyukur kumis dan jenggot buat menyamar. Mereka dihajar habis dan difoto dengan busana wanita, selanjutnya diunggah di media sosial, hahaha,’’ komentar Angga terbahak. ‘’Menyimak ceritamu, Thomas Hobbes tidak salah mengatakan bahwa pada dasarnya manusia secara alamiah mementingkan diri sendiri, serakah, haus kekuasaan, suka bertengkar dan kejam, namun sangat mendambakan keselamatan. Nafsulah yang menggerakkan manusia untuk bertindak dan nafsu terbesarnya adalah mempertahankan diri,

BPM/wan

dengan kata lain, takut kehilangan nyawa. Watak seperti ini dalam bahasa Minang diamsalkan dengan, takuruang nak di lua, tahimpik nak di ateh, artinya bila terkurung maunya di luar, jika terhimpit inginnya paling atas. Nggak mau rugi maunya untung terus! Kita bersyukur punya Detasemen Khusus (Densus) Antiteror 88, yang Desember 2016 lalu berhasil menangkap 21 terduga teroris, 3 di antaranya ditembak mati karena melawan saat ditangkap. Dua orang telah dibaiat jadi pengantin untuk bom bunuh diri dan keduanya wanita. Seorang direncanakan untuk ngebom di depan istana Jakarta dan seorang lagi di Kuta, Bali saat malam pergantian tahun. Syukur jaringan itu berhasil diringkus, sehingga Bom Bali Jilid III digagalkan. Heran, bila pengantin lelaki dicuci otaknya dengan imingiming disambut di surga oleh 72 bidadari, yang wanita apakah akan disambut 72 gigolo ya? Apakah karena kini dikatakan zaman hiperalitas, membuat masih ada orang yang berpikir di atas normal?’’ tanya Sugita di akhir argumennya. ‘’Ya, kepala di kaki, kaki di kepala, seperti lagu ‘Di Atas Normal‘ Ariel saat masih bergabung di grup Peterpan. Kata lain untuk waham sep-

erti itu adalah delusi! Orang yang mengalami delusi punya keyakinan aneh yang tidak sesuai kenyataan atau psikosis. Ini akibat tidak terjadi kesinambungan antara pikiran dengan emosi sehingga dia kehilangan kontak dengan realitas. Penyebab delusi konon bermacam-macam. Bisa karena faktor keturunan atau genetik, biologis, psikologis dan lingkungan. Agaknya pengidap delusi akibat psikologis kemudian diintervensi lingkungan yang memperparah gangguan jiwanya, sangat berbahaya. Ini lebih berbahaya daripada kelompok ISIS yang pulang kampung karena ketakutan seperti yang kau tuturkan tadi. Apalagi tahap delusinya telah berkembang menjadi halusinasi yakni seakan melihat sesuatu yang tidak nyata sebagai kenyataan. Bidadari atau gigolo yang diming-iming pencuci otaknya membuatnya tidak takut mati. Teologi kebencian yang didoktrinkan kepadanya membuat dia tidak takut menentang maut meski tahu tubuhnya akan berkeping-keping. Pikiranku tak dapat kumengerti, kaki di kepala, kepala di kaki. Pikiranku patutnya menyadari, siapa yang harus dan tak harus kucari. Tetapi tak dapat ku mengerti,’’ lantun Nurasta menutup paparannya. (aridus)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi 08 Januari 2017 | Balipost.com by e-Paper KMB - Issuu