Skip to main content

Edisi 21 Agustus 2016 | Balipost.com

Page 1

20 HALAMAN NOMOR 4 TAHUN KE 69 Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

TERBIT SEJAK 16 AGUSTUS 1948 PERINTIS: K. NADHA HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

balipost (144 rb Like) http://facebook.com/balipost

MINGGU PON, 21 AGUSTUS 2016

@balipostcom (4.295 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Faksimile: 227418

Pengemban Pengamal Pancasila

Gelar Rapat Kabinet di Simalungun

Presiden Percepat Poros Maritim Simalungun (Bali Post) Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak harus menggelar rapat kabinet di Jakarta. Sabtu (20/8) kemarin, Presiden Jokowi menggelar rapat kabinet terbatas (ratas) di Kabupaten Simalungun, Sumut. Rapat yang dimulai sekitar pukul 19.00 WIB itu membahas percepatan pembentukan Indonesia sebagai Poros Maritim.

“Sudah hampir dua tahun kita bicara poros maritim, ada yang sudah terealisasi, ada yang belum,” kata Jokowi yang mengenakan kemeja putih lengan panjang. Hadir dalam rapat tersebut Menteri Koordinator Kemaritiman/Plt. Menteri ESDM Luhut

Binsar Pandjaitan, Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menpan RB Asman Abnur, Kepala Bekraf Triawan Munaf. Selain itu, Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Menteri BUMN Rini Soemarno,

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dan Kepala Kantor Staf Kepresidenan Teten Masduki. Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar penerapan diplomasi tidak diabaikan dalam pembangunan kekuatan maritim di

Indonesia. “Kita tidak bisa abaikan penerapan diplomasi dalam membangun kekuatan maritim dalam rangka menghadapi ancaman di laut, bukan hanya illegal fishing tapi juga lainnya,” kata Jokowi. Hal. 19 Ekosistem Laut

Pengganti Arcandra Harus Luar Parpol Jakarta (Bali Post) Presiden Jokowi sedang menggodok nama–nama sebagai kandidat Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) yang telah ditinggalkan Arcandra Tahar. Nama-nama yang beredar datang dari berbagai kalangan baik itu profesional maupun partai politik (parpol). Pengamat ekonomi energi Universitas Gadjah Mada sekaligus mantan anggota Tim Reformasi Tata Kelola Migas, Fahmy Radhi, berharap, Presiden Jokowi memilih Menteri ESDM dari kalangan profesional, bukan partai. “Karena ini sektor strategis yang mengelola banyak uang, menteri ini jangan partisan. Jadi nonpartisan saja,” ungkapnya dalam diskusi di Jakarta, Sabtu (20/8) kemarin. Hal. 19 Integritas

BPM/rtr

RAYAKAN - Bolt merayakan kemenangan.

”Triple-triple” untuk Bolt Rio de Janeiro Pelari Jamaika Usain Bolt berhasil meraih medali emas ketiganya di Olimpiade Rio de Janiero. Pada babak final di Olympic Stadium, Sabtu (20/8) pagi kemarin, pelari Jamaika terdiri atas Bolt, Asafa Powell, Yohan Blake, dan Nickel Ashmeade terdepan menyentuh garis finis dengan catatan waktu 37,27 detik. Hal. 19 Kejutan

BPM/ant

ANTINARKOBA - Sejumlah penggiat HAM dan Antinarkoba melakukan aksi mendukung pengakuan pimpinan Kontras ketika acara Kopi Darat Indonesia Sehat di Taman Demokrasi, Jakarta, Sabtu (20/8) kemarin.

BPM/ade

DISKUSI- Anggota Komisi VII DPR Kurtubi saat diskusi bertema “Geger Arcandra & Nasib Sektor ESDM”.

Mengawal Bali dengan Peradaban Pertanian Bali tak bisa hanya diam dan pasrah menghadapi serbuan investasi. Petani Bali harus bangkit dan berbuat untuk menjaga Bali. Petani Bali juga harus tertantang terus mendapatkan penghasilan yang memadai untuk mendukung ajeg Bali. TANTANGAN lain yang harus dihadapi petani Bali adalah segera menyetop ketergantungan ketersediaan bahan pangan dari daerah lain. Jati diri petani Bali harus dibangkitkan. Pandangan ini mengemuka saat sarasehan Strategi Membangkitkan Kejayaan Pertanian Bali di Gedung Pers Bali K. Nadha, baru-baru ini. Pembicara yang berlatar dari berbagai profesi, baik birokrat, politisi, dan kalangan pariwisata serta tokoh masyarakat mengingatkan dalam mengawal pertanian Bali, kita tidak mengabaikan pertanian. Risikonya terlalu tinggi jika pertanian sampai tergusur oleh kepentingan yang hanya berorientasi pada uang. Hal. 19 Lakukan Inovasi

Petani Jadi Lahan Politik BALI mengalami proses pergesaran yang mengancam identitas karakter asli Bali baik masyarakat pertanian maupun lahan pertaniannya. Hal ini akibat pemerintah daerah menggiring masyarakat tanpa kontrol terhadap sektor pariwisata. Kondisi ini ditandai dengan sajian angka statistik. Berdasarkan Sensus Pertanian 2013 bahwa komposisi umur petani di atas 45 tahun 62%, antara 35 45 tahun hanya 26%, dan petani di bawah 35 tahun hanya 12%. Wayan Supadno mengatakan Bali selama 10 tahun terakhir kehilangan petani akibat alih profesi 5,2 juta KK. Hal. 19 Tergantung Wayan Supadno dari Luar

Statistik Pertanian Bali PENGELOLAAN pertanian di negeri ini disurvei setiap sepuluh tahun sekali. Berdasarkan hasil survei, data statistik menunjukkan jumlah rumah tangga usaha pertanian di Bali 2013 mencapai 408.233. Jumlah ini menurun 17,09 persen atau rata-rata 1,70 persen per tahun sejak 2003. Hal. 19 Buleleng Terbanyak

Jumlah Petani Bali

408.233 RT

Pemilik lahan < 1.000 M2 Pemilik lahan 1.000-1.999M2 Pemilik lahan 2.000-4.999 M2

72.855 RT 53.540 RT 133.185 RT

Sisi Gelap Pertanian di Bali

Tergantung Tengkulak, Gagal Kuasai Pasar Masalah pertanian tak hanya menyangkut pengolahan dan produksi, sisi gelap pertanian Bali juga menyangkut pemasaran. Petani Bali bisa dikatakan terjepit baik dari segi produksi maupun pascapanen. Buleleng yang juga dikenal sebagai produsen beras di Bali mengalami kendala dalam pendistribusian pascapanen.

HAL itu diakui Kepala Dinas Koperasi Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Buleleng, Drs. Ketut Suparto, MMA. Dia menilai pertanian di Buleleng memiliki potensi tinggi untuk dikembangkan. Namun beberapa tahun belakangan ini justru mengalami kendala pascapanen. Petani cenderung memilih beras dijual cepat kepada tengkulak. Kualitas butiran beras dihasilkan sering terabaikan. Kondisi demikian memicu harga tidak stabil di tingkat pasaran. Mantan Kabag Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Setda Buleleng ini menjelaskan, beras petani Buleleng cenderung mengejar percepatan pertumbuhan ketimbang kualitas. Teknik komposisi penggunaan pupuk, air dan pola tanam belum sepenuhnya diperhatikan. Kendala kemudian muncul menyangkut hasil produksi pascapanen mau dibawa ke mana? Hal. 19 Kualitas Beras

PETANI - Bupati Klungkung Suwirta berdialog dengan petani.

BPM/dwa


2

DAERAH NTB Kembangkan Pariwisata di Samping Pertanian

Minggu Pon, 21 Agustus 2016

FIGUR

Berhenti Merusak Alam KABUPATEN Bangli dianugerahi kekayaan alam yang luar biasa. Sehingga, alam itu kini menjadi perhatian dunia yang saat ini ‘’berubah’’ menjadi Geopark Batur. Berkat keindahan alamnya pula, salah satu kawasannya yakni Kintamani, banyak dikunjungi wisatawan. Kawasan Geopark tersebut dimaksudkan untuk membangkitkan kembali sektor pariwisata di bumi berhawa sejuk ini pascamasa puncak kejayaannya pada 1992 silam. Namun, dalam perjalanannya, penataan kawasan untuk Geopark belum dipandang menjadi sesuatu yang penting oleh sejumlah masyarakat. Karena di wilayah itu masih adanya kegiatan perusakan lingkungan, seperti penambangan pasir secara ilegal hingga membuat kawasan compangcamping. Jika hal ini terus berlanjut, maka potensi pariwisata akan kehilangan taring. Oleh sebab itu, masyarakat perlu mengubah pikiran, dengan menjadikan Geopark sebagai warisan dunia yang patut untuk dijaga. “Geopark ini harus dijaga. Itu kekayaan alam yang luar biasa,” tegas Bupati Bangli, I Made Gianyar, belum lama ini. Bupati asal Desa Bunutin, Kintamani ini mengaku telah melakukan sejumlah upaya untuk mengantisipasi adanya perusakan. Untuk di internal pemerintahan, kerja sama dengan kepolisian, kehutanan dan BKSDA dalam hal penertiban sudah terus dijalin. Demikian juga dengan pengawasan kondisi di lapangan. Sementara untuk ke masyarakat, telah gencar memberikan pemahaman. Yang sebelumnya hanya berkutat pada menggali pasir, secara perlahan diarahkan untuk masuk ke sektor geotourism maupun pertanian. “Beberapa penggali batu dan pasir sudah ada bergelut di sektor pariwisata. Ini yang kami inginkan,” katanya. Ditambahkan pula, untuk menjadikan kawasan itu sebagai salah satu objek destinasi pariwisata, masyarakat perlu memahami nilai-nilai historis yang ada. “Kalau Geopark itu dipelihara, dengan diimbangi pemahaman nilai-nilai historis, kehidupan berkelanjutan akan berjalan. Intinya berhenti merusak alam,” tandasnya. (sos)

’’Tax Amnesty’’

Warisan dan Hibah Jadi Problem

Denpasar (Bali Post) Tax amnesty (TA) di Bali masih menjadi pertanyaan mengingat banyaknya masyarakat yang memiliki warisan, mengingat TA juga berlaku untuk harta warisan. Di Bali terdapat 76 puri baik kecil maupun sedang, dan warisannya hampir seper tiga Pulau Bali. “Bayangkan jika warisan itu berada di wilayah Kuta Utara dan Kuta Selatan. Punya 10 are saja di Kuta sudah kena 2 persen karena harga tanah di atas Rp 1 miliar per are,” kata Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bali, Anak Agung Ngurah Alit Wiraputra, belum lama ini. Ia menanyakan, jika seandainya seorang anak mendapat warisan cukup besar dan orang tuanya telah meninggal. “Masak dia harus menjual warisan sebagian untuk membayar pajak. Kalau nanti dia perlukan untuk kegiatan upacara, dia jual sebagian, sisanya tinggal seperempat, karena 75 persen diserahkan pada negara, kena denda dan sebagainya,” bebernya. Sedangkan jika tidak dideklarasikan, nanti dijual untuk kebutuhan upacaranya, nilainya tinggal seper tiga karena sudah kena pajak 30 persen dan denda. “Kalau deklarasi sekarang, masa dia harus jual warisan untuk bayar pajak? Iya kalau laku sekarang, kalau tidak laku?” selorohnya. Di tempat terpisah, Kepala Kanwil DJP Bali, Nades Sitorus, mengatakan, amnesti pajak ini merupakan hak semua masyarakat untuk menyampaikan aset yang selama ini dimiliki. “Amnesti pajak ini adalah hak, masyarakat berhak menggunakan. Kalau tidak digunakan pun, itu hak masing-masing warga negara. Namun jika hak ini tidak dipergunakan dan nanti ditemukan aset yang belum dilaporkan tentu ada konsekuesi,” ujarnya. Kepala Kantor Pajak Pratama (KPP) Badung Selatan, Widi Widodo, mengatakan, terkait harta waris berupa tanah atau yang belum dibalik nama, sebaiknya juga segera didaftarkan untuk mendapat fasilitas ini. Jika hak waris itu belum dipecah maka yang didaftarkan sebanyak hak masing-masing waris. Jika memang masih ada kebingungan pihaknya mempersilakan untuk datang langsung ke KPP. (kmb42)

Denpasar (Bali Post) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) selama ini menggantungkan PDRB dari sektor pertanian. Namun, provinsi yang memiliki dua pulau besar yakni Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa ini juga tengah mengembangkan sektor pariwisata. Terlebih dalam skema MP3EI, NTB bersama Bali dan NTT masuk dalam koridor 5 sebagai pintu gerbang pariwisata selain sebagai penyangga pangan nasional. “Pulau-pulau kecil yang ada di NTB, seperti Gili Trawangan, Gili Meno, Gili Air, dan banyak gili yang lain, yang kita kembangkan menjadi salah satu destinasi pariwisata,” ujar Wakil Gubernur NTB, Muhammad Amin saat masimakrama ke Gedung Pers Bali Ketut Nadha, Denpasar, Sabtu (20/8) kemarin. Amin menambahkan, pengembangan pariwisata tentunya memerlukan infrastruktur, transportasi, dan konektivitas antardaerah. Kendati NTB telah memiliki modal keindahan alam seperti laut, gunung, dan air terjun, hingga tradisi, kultur dan budaya. Dalam hal ini, pihaknya masih banyak membutuhkan investasi untuk pengembangan itu. “Kita ingin ikut juga kan seperti Bali sehingga bisa juga mendapatkan devisa, multiplier effect secara ekonominya, karena saya lihat pariwisata itu sangat menumbuhkembangkan ekonomi kreatif. Di situ bisa kerajinan, suvenir, hotel dan restoran tumbuh. inilah yang kita inginkan, dan masih butuh investasi di bidang perhotelan dan industri pariwisata pada umumnya,” jelasnya. Menurut Amin, ada satu kawasan

yang kini dikembangkan mirip dengan Nusa Dua yakni Mandalika Resort seluas 1.000 hektar. Bicara destinasi, 8 kabupaten dan 2 kota di NTB juga sudah memiliki destinasi unggulan. Kemudian dalam jangka panjang, Lombok Utara juga akan dikembangkan sebagai pusat bisnis. “Kita harapkan dari Bali mau bersama-sama untuk memajukan pariwisata di NTB, karena Bali yang sudah lebih dulu punya pengalaman. Dari Bali kami undang untuk berinvestasi di Sumbawa terutama untuk pembangunan hotel yang masih kurang,” imbuhnya. Selain pariwisata, lanjut Amin, NTB sejatinya sudah dikenal dengan potensi pertanian, peternakan dan perikanan. PDRB provinsi ini bahkan masih didominasi oleh sektor pertanian. Setiap tahunnya, NTB memproduksi rata-rata 2,5 juta ton padi. Kemudian memiliki jagung dengan luas areal sampai 250 ribu hektar. Tahun 2017, areal lahan jagung akan ditingkatkan menjadi 400 ribu hektar. “Dari segi iklim memang memungkinkan, seperti Pulau Lombok yang curah hujannya hampir sama dengan Bali cukup besar. Namun di Pulau Sumbawa karena karakternya agak beda, di sana musim kemarau lebih panjang sehingga yang paling tepat di sana adalah sentra peternakan, unggulan kita adalah Pijar (sapi, jagung, dan rumput laut),” sebutnya. Amin menambahkan, populasi sapi di NTB sudah menembus angka 1 juta ekor. Sedangkan untuk rumput laut, akan mulai digarap sektor hulu dan hilir agar mempunyai nilai tambah lebih. (kmb32)

BPM / wan

FOTO BERSAMA - Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, H. Muhammad Amin S.H., M.Si., (dua dari kiri) foto bersama dengan sejumlah rombongan saat meninjau percetakan Bali Post ketika berkunjung ke Gedung Pers Bali K. Nadha, Bali TV, Sabtu (20/8) kemarin.

Kasus Pembunuhan Polantas

Pascagelar Kasus, Kedua WNA Ditetapkan sebagai Tersangka Denpasar (Bali Post) Setelah ditangkap di Konjen Australia, Renon, Denpasar Timur, dua warga negara asing (WNA), David James Taylor asal Inggris dan Sara Connor asal Australia, Sabtu (20/8) kemarin, akhirnya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan anggota Polantas Polsek Kuta, Wayan Sudarsa. Penetapan keduanya sebagai tersangka setelah dilakukan gelar perkara yang didukung alat bukti yang berhasil dikumpulkan penyidik. “Tadi malam (kemarin -red), kami melakukan gelar perkara. Hasilnya, dalam gelar perkara menyimpulkan meningkatkan dari tahap penyelidikan ke penyidian dan menetapkan David serta Sara sebagai tersangka. Mereka ditahan di Mapolresta,” ujar Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Hadi Purnomo. Selain itu, lanjut Kapolresta, penyidik memiliki bukti permulaan yang cukup untuk meningkatkan kasus itu. Selain barang bukti, juga dikuatkan dengan hasil

visum yang mengarah pada kedua tersangka berkewarganegaraan asing itu. “Tadi siang (kemarin) mereka dibawa ke RS Trijata untuk divisum. Hasilnya menguatkan bahwa mereka pelakunya,” ujar mantan Kapolres Gianyar ini. Terkait kasus pembunuhan ini, kedua tersangka dikenakan pasal berlapis yaitu pasal 338 KUHP dan atau pasal 170 KUHP, dan atau pasal 351 KUHP. “Ancaman hukumannya 15 tahun penjara sehingga mereka bisa ditahan. Penyidik masih mengembangkan

kasus ini,” tegas Kombes Hadi. Selain itu, tim gabungan menggelar prarekonstruksi di TKP, Sabtu dini hari. Yang terlihat dalam prarekonstruksi itu David. Sebelumnya, kerja keras tim khusus bentukan Kapolda Bali Irjen Pol. Sugeng Priyanto untuk memburu pelaku pembunuh Aipda Wayan Sudarsa, membuahkan hasil. Tiga hari pascakasus tersebut, WNA terduga pelaku, David James Taylor asal Inggris ditangkap di depan Konjen Australia, Renon. Sedangkan pacarnya, Sara Connor diamankan di dalam Konjen Australia, Jumat (19/8) lalu. Diduga mereka kehabisan bekal dan akhirnya Sara minta perlindungan ke Konjen Australia di Jalan Tantular, Renon, Denpasar. Sementara David karena berasal dari Inggris tidak bisa masuk dan memilih menunggu di depan Konjen. (kmb36)

Fasilitasi Penghobi Fotografi

Secret Garden Village Gelar ’’Rally Photo Contest’’ Tabanan (Bali Post) Perkembangan dunia fotografi kian bergelora. Pencinta fotografi baru semakin bermunculan, khususnya anak muda serta kalangan pelajar dan mahasiswa. Berbagai kontes fotografi digelar untuk mewadahi minat para penghobi ini. Salah satunya Rally Photo Competition yang diadakan di Secret Garden Village Bedugul, Sabtu (20/8) kemarin. Darren Firmansyah selaku Marcomm Manager Secret Garden mengatakan, Rally Photo Contest 2016 ini merupakan kontes fotografi yang pertama digelar di Secret Garden Village. Sebagai salah satu destinasi wisata baru di Tabanan, RPC 2016 digelar untuk memfasilitasi para fotografer dan para penghobi yang baru tertarik pada seni fotografi. “Kita sendiri di Secret Garden punya bangunan dengan arsitektur dan konsep yang berbeda. Kebetulan Seni fotografi itu sedang nge-hits. Jadi, kita fasilitasi minat para penghobi fotografi itu dengan menawarkan beberapa spot yang oke untuk mengambil foto,” jelasnya Lanjut Darren, kontes fotografi tersebut juga sejalan dengan konsep dari Secret Garden yang mengedepankan desain arsitektur yang unik, disertai dengan landscape bukit dan persawahan khas Bedugul. Dengan demikian, diharapkan Secret Garden juga bisa menjadi pilihan para fotografer untuk berburu foto. “Ke depannya kita juga akan bekerja sama dengan komunitas - komunitas fotografer yang ada di Bali agar nantinya event bisa diadakan secara reguler,” paparnyanya Sementara itu, Gramy selaku Ketua panitia Rally Photo Com-

Jasad Korban Tenggelam Ditemukan di Pantai Air Kuning Negara (Bali Post) – Tenggelam dan menghilang di Pantai Yeh Kuning Rabu (17/8) lalu, I Kadek Suartama ditemukan di perairan pantai Air Kuning, Jumat (19/8) malam dalam keadaan meninggal dunia. Jasad korban ditemukan nelayan yang saat itu sedang menjaring ikan sekitar 10 meter dari tepi pantai. I Made Sudiana (38), nelayan asal Banjar Tengah, Desa Yeh Kuning melihat korban dalam kondisi tertelungkup mengambang sekitar pukul 20.30 wita. Kebetulan saat itu ia sedang menjaring ikan menemani temannya. Sudiana meyakini jasad itu merupakan korban yang hilang tenggelam di Yeh Kuning yang masih dalam pencarian. Karena berat dan sulit dibawa ke tepian, Sudiana member tahu warga sekitar dan mengangkat korban ke pinggir pantai. Saat ditemukan baju dan celana korban masih utuh dan oleh warga diyakini itu merupakan Kadek Suartama. Atas temuan itu, Tim Identifikasi Polres Jembrana datang ke lokasi. Jasad korban selanjutnya dibawa ke Puskesmas II Yeh Kuning

guna memastikan identitas korban. Dari pemeriksaan yang dilakukan tim medis, tinggi korban 173 cm, terdapat luka lecet pada tengkuk, dada, daun telinga dan garis tengah tubuh korban. Selanjutnya korban diserahkan kepada pihak keluarga yang diwakili oleh orang tua korban, I Ketut Sumada. Kasat Reskrim Polres Jembrana, AKP Gusti Made Sudarma Putra seizin Kapolres Jembrana membenarkan adanya penemuan mayat tersebut. Jasad korban ditemukan di pesisir pantai Air Kuning yang merupakan desa sebelah Yeh Kuning. Setelah diidentifikasi di Puskesmas, jasad korban diserahkan ke pihak keluarga. Sebelumnya, korban yang asal desa Tegalbadeng Timur ini dinyatakan hilang dan tenggelam di Pantai Yeh Kuning saat menyelamatkan anak-anak SD yang terseret arus. Pencarian dilakukan di sekitar TKP selama dua hari namun belum menemukan hasil. Hingga akhirnya korban ditemukan di pesisir pantai Air Kuning sebelah barat lokasi korban tenggelam oleh nelayan yang sedang menjaring ikan (kmb26)

Pasar Modern Diharapkan Jadi Mitra Pasar Tradisional

BPM/kmb

FOTO BERSAMA - Peserta Rally Photo Competition, melakukan foto bersama usai pengumuman pemenang dari panitia di Secret Garden Village, Sabtu (20/8) kemarin. petition mengatakan kontes fotografi ini memang dikhususkan untuk para pemula yang memiliki minat yang tinggi pada seni fotografi. Adapun acara ini juga melibatkan anggota dari beberapa komunitas fotografi serta siswa dari beberapa sekolah. Salah satunya Sekolah Lentera Kasih Bali. “Kontes ini juga mengajak para peserta didiknya untuk turut berpartisipasi mengasah kreativitasnya. Agar nantinya tidak hanya berprestasi di akademis tapi juga di non-akademis,” tuturnya Menurutnya, di samping sebagai ajang kompetensi, acara tersebut juga sekaligus untuk mengenalkan Secret Garden ke-

pada publik. “Di Secret Garden itu ada beberapa spot yang strategis dan menarik untuk photo hunting. Jadi, hal ini juga sekaligus untuk mempromosikan Secret Garden di kalangan komunitas fotografi,” jelasnya Rally Photo Contest 2016 di Secret Garden diikuti berbagai kalangan dari dokter, mahasiswa, hingga pelajar SMA. Adapun juara I dari lomba ini mendapatkan uang tunia senilai Rp 2 juta dan voucher belanja Rp 1 juta. Juara II mendapatkan uang tunai Rp 1 juta dan voucher senilai Rp 1 juta. Dan juara III mendapatkan uang tunai Rp 750 ribu dengan voucher senilai Rp 1 juta. (kmb)

Denpasar (Bali Post) Pasar modern (toko modern) diharapkan menjadi mitra pasar tradisional. Maraknya toko berjejaring di Bali menimbulkan kekhawatiran tersisihnya pasar modern. Namun menurut Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana, Dr. Nyoman Mahaendra Yasa, S.E., M.Si., menyikapi kondisi seperti itu, yang perlu dilakukan adalah penataan. “Jika bicara kinerja makro ekonomi, sudah tentu tentang bagaimana agar ekonomi tumbuh di segala sektor, dari pertanian sampai jasa,” ujarnya Jumat (19/8) lalu. Agar ekonomi tersebut dapat tumbuh dengan bagus, semua sektor harus berkembang tapi sesuai dengan aturan. Sehingga aturan itu harus ditegakkan dengan betul. “Kita tidak bisa menolak pasar modern, namun pasar tradisional perlu tumbuhkan, kuatkan juga kita berdayakan juga,” tegasnya. Lalu agar dapat mencapai target kinerja makro ekonomi yang bagus, kedua pasar

tersebut harus berdampingan dan saling melengkapi. Sehingga diharapkan pasar modern bukan sebagai kompetitor tapi saling bersinergi. “Jika sudah ada aturan, apa yang boleh dijual di pasar modern dan di pasar tradisional. Artinya saling melengkapi,” tandasnya. Selain itu jarak pasar modern yang lebih dekat daripada pasar modern pun telah diatur dalam regulasi. “Hal itulah yang perlu dilakukan penataan kembali,” tandasnya. Menurutnya hal ini perlu duduk bersama terutama instansi yang terkait karena ruang untuk mengembangkan usaha di semua sektor masih diciptakan. Namun, saat ini yang perlu dipikirkan adalah cara agar ruang terbuka tersebut tidak mematikan salah satu sektor, sementara yang lainnya berkembang pesat. “Bagaimana membangunnya, diterjemahkan dalam bentuk regulasi-regulasi. Setelah ada regulasinya, mohon supaya implementasinya harus sepakat dan dilakukan mentoring,” ujarnya. (kmb42)

z Perintis : K.Nadha, z Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha zPemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata zRedaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana zSekretaris Redaksi: Sugiartha zRedaktur Eksekutif: Parwata zRedaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra zAnggota Redaksi Denpasar: Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Sumatika, Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Parwata, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada. Bangli: IA Swasrina, Sosiawan, Buleleng: Dewa Kusuma, Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya, . Karangasem: Budana, Bagiarta, Klungkung: Dewa Dedy Farendra, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto zKantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta, zAlamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Sumbangan untuk orang sakit Rek. BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00016-8 A/n Simpati Anda,BCA Cabang Denpasar No.040.3555000 A/n Simpati Anda, Dana Punia Pura Rek.BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00017-1 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3966000 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3277000 A/n Dompet Beasiswa, BCA Cabang Denpasar No. 040.3688000 A/n Dompet Lingkungan. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


DAERAH

Minggu Pon, 21 Agustus 2016

Hilangkan Pradigma Perpeloncoan

Wali Kota ”Launching” Buku 30 Tahun SMAN 6 Denpasar

“Student Day 2016” Unud Dibuka

DIBUKA - Student Day 2016 Unud dibuka Rektor yang ditandai dengan pemukulan gong. UNIVERSITAS Udayana (Unud), Sabtu (20/8) kemarin menggelar kegiatan Student Day 2016. Kegiatan dengan tema “Intelektual Muda Insan Progresif Perubahan Bangsa” akan berlangsung selama 2 hari sampai, Minggu (21/8). Ketua panitia Student Day 2016, I Komang Artayasa mengatakan untuk tahun ini jumlah peserta sebanyak 3.300 orang. Kegiatan ini diharapkan bisa menjadi palang pintu untuk berkontribusi dalam berkarya untuk perubahan bangsa. Selain ada pergelaran budaya, tujuan dari kegiatan ini adalah pengenalan kegiatan kemahasiswaan di Unud dengan konsep humanis dan

disiplin.”Agenda khusus kami adalah ingin menghilangkan paradigma yang selama ini dikenal jelek. Karena selama ini student day atau ospek dikenal dengan sebuah perpeloncoan. Tapi melalui kegiatan ini bisa dibuktikan bahwa semua tidak seperti itu,” katanya. Rektor Unud dalam sambutannya mengatakan, Student Day ini sebagai ajang mediasi pengenalan antara mahasiswa dengan mahasiswa, mahasiswa dengan dosen sekaligus juga dengan rektorat. Meskipun waktu mediasi ini terbilang pendek karena hanya berlangsung 1 hari, namun pihaknya mengajak seluruh mahasiswa untuk manfaatkan waktu yang pendek ini untuk bisa

menjadi langkah awal dalam belajar ke depan. Dikatakannya, tidak ada langkah seribu tanpa dimulai dari langkah pertama. Sedangkan pada saat langkah pertama yang sudah baik, maka langkah berikutnya juga pasti akan baik. “Dengan tema progresif dalam arti perbaikan, maka progresifitas akan baik jika langkah awal sudah baik,” pungkasnya. Ke depan pihaknya berharap agar insan-insan muda ini bisa menjadi insan progresif yang mau bekerja keras menuju arah yang baik. Sehingga dengan demikian bisa sebagai modal dasar menjadi SDM yang lebih baik. “Kami mengingatkan kepada panitia agar tidak melakukan kegiatan yang bersifat massal atau masif. Sedangkan untuk peserta agar menjaga kesehatan supaya kegiatan berjalan dengan baik,” harapnya. Pada kegiatan ini juga diisi dengan pemberian motifasi oleh mantan Menteri Pendidikan, Anis Baswedan. Yang mana pada kesempatan tersebut, Anis Baswedan banyak memberikan motivasi dan menyampaikan pengalamannya selama di kampus dan juga pengalaman menjadi Menteri. Ini dilakukan untuk memberikan arah bagi mahasiswa untuk bisa melangkah ke arah yang lebih baik. (ad794)

LAUNCHING BUKU - Wali Kota IB Rai Dharmawijaya Mantra didampingi Sekdis Wayan Sukana dan Kasek Nyoman Mudita saat me-launching buku 30 tahun SMAN 6 Denpasar. Denpasar ( Bali Post)Puncak HUT ke-30 SMAN 6 Denpasar, Sabtu (20/8) kemarin berlangsung sumringah, karena dihadiri Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra. Saat itu Wali Kota didampingi Sekdisdikpora Kota Denpasar, Drs. I Wayan Sukana menandatangani Prasasti Gedung Wantilan SMAN 6 Denpasar, pengukuhan Kader Pelestari Budaya dan Bank Mini, serta me-launching Buku Rekam Jejak 30 Tahun SMAN 6 Denpasar. Buku yang digagas Kepala SMAN 6 Denpasar, Drs. I Nyoman Mudita, M.Pd.,

PENGURUS PGRI Kota Denpasar selalu menjadi andalan, alias pekandel bagi tim PGRI Bali di ajang Porseni PGRI tingkat nasional. Tahun ini PGRI Kota Denpasar melibatkan lima atletnya masuk tim PGRI Bali yang berkekuatan 20 atlet dan ofisial ke ajang Porseni ke-2 PGRI tingkat Nasional. Porseni PGRI tingkat nasional 2016, dilaksanakan di Kab. Siak, Riau pada 21-25 Agustus mendatang. Untuk itu Pengurus Kota PGRI Denpasar, Jumat (19/8) kemarin melakukan audensi sekaligus pamitan kepada Wali Kota Denpasar, I.B. Rai Dharmawijaya Mantra. Saat itu Ketua Pengurus Kota PGRI Denpasar, Drs. I Nyoman Winata, M.Hum., didampingi Drs. IGN Wirata, M.M., Dr. Drs. I Gede Wenten Aryasuda dan Drs. I Komang Artha Saputra, M.Pd., bersama para atlet dan seniman. Ketua Pengurus Kota PGRI Denpasar, Nyoman Winata melaporkan para atlet akan berangkat ke Siak, Minggu (21/8) hari ini. Di Porseni PGRI tingkat nasional nanti PGRI Bali akan mengikuti lima cabang pertandingan, masing-masing tenis meja, bulutangkis, senam PGRI, lomba melukis dan lomba kreativitas pembelajaran. Sementara guru Kota Denpasar akan mengikuti cabang senam, bulutangkis dan tenis meja. Pada Porseni PGRI dua tahun lalu di Palangkaraya, PGRI Bali yang diperkuat guru-guru Kota Denpasar sukses meraih juara umum III nasional dengan mengoleksi satu emas di melukis, dua perak di bulutangkis dan tenis meja. Untuk itu dia mohon doa restu Wali Kota

Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, agar atlet PGRI Kota Denpasar kembali berjaya di Porseni PGRI tingkat nasional. Dia mengaku para atlet tak ditargetkan meraih medali agar tak merasa terbebani, namun demikian mereka sudah bertekad untuk berjuang maksimal untuk mengharumkan nama Bali di kancah nasional. Para guru Kota Denpasar, kata Winata, sangat menyadari bahwa kedatangannya ke Riau bukan sekadar hadir, melainkan untuk berbuat maksimal karena membawa bendera PGRI dan Pemkot Denpasar serta nama baik Bali. Mereka sudah latihan intensif sejak dua bulan lalu, serta bertekad minimal mempertahankan predikat juara dua tahun lalu. Ketua Pengurus Provinsi PGRI Bali, Gede Wenten Aryasuda mengatakan Porseni PGRI ini adalah lebih banyak sifatnya silaturahmi. Lewat Porseni ini para guru bisa berinteraksi sesama guru. Wali Kota Denpasar, I.B. Rai Dharmawijaya Mantra

tampak tersenyum melepas para atltet dan ofisial PGRI Kota Denpasar ke ajang Porseni PGRI tingkat nasional. Dia berharap para atlet berlomba dengan sportif dan penuh semangat. Tunjukkan budaya orang Bali, yakni menang tanpa harus menyerang. Selain itu wali kota minta menjaga kesehatan selama proseni, karena stamina yang fit sangat menentukan sebuah pertandingan. Dukungan moral dan material juga datang dari jajaran YPLP Kota PGRI Denpasar. Ketua YPLP Kota PGRI Denpasar, Drs. I Nengah Madiadnyana ,M.M., dalam rapat pengurus, Jumat (19/8) lalu langsung memerintahkan para kepala sekolah PGRI Kota Denpasar untuk ikut menanggulangi kekurangan dana tim PGRI Bali. Mantan pengurus KONI Bali ini motivasi atlet dan seniman dari guru-guru Kota Denpasar berjuang maksimal, juara adalah nomor sekian. ‘’Banggalah menjadi duta guru Bali ke ajang nasional,’’ ujarnya. (ad1572)

PAMITAN - Atlet dan ofisial tim PGRI Kota Denpasar dipimpin Nyoman Winata saat berpamitan dengan Wali Kota I.B. Rai Dharmawijaya Mantra.

dan disusun oleh pengurus komite Dr. A.A. Gede Raka, M.Si., ini setebal 139 halaman. Buku ini dicetak di PT Bali Post, berisikan tentang kiprah sekolah ini sejak kepala sekolah pertama hingga kasek Nyoman Mudita. Buku ini diharapkan Mudita dipakai sebagai dokumen penting bagi warga sekolah dan masyarakat Denpasar. Dengan demikian masyarakat mengetahui sejarah dan perkembangan secara bertahap SMAN 6 Denpasar, hingga berdiri megah seperti saat ini. Sementara sang penyusun Dr. A.A. Gede Raka mengatakan buku ini juga

mengisahkan Sanur sebagai cikal bakal Kota Denpasar sebagai kota pusaka di dunia. Ini juga berkat peran warga Sanur dan SMAN 6 Denpasar yang melakukan upaya pelestarian budaya. Namun dia berendah hati mengatakan buku ini masih jauh dari sempurna, menjadi tanggung jawab generasi selanjutnya untuk melengkapi. Dalam kesempatan itu Rai Mantra mengatakan, SMAN 6 Denpasar terus menunjukkan kemajuan. Menurut Rai Mantra, untuk kemajuan eksak atau pendidikan harus didukung oleh non eksak. Artinya dalam pendidikan selain pintar juga dibutuhkan kecerdasan. Untuk itu sekolah selain sebagai tempat belajar, juga menjadi tempat bermain dan bahagia bagi siswa. Untuk itu Rai Mantra mengapresiasi keberadaan Gedungan Wantilan SMAN 6 Denpasar. Disinilah peran SMAN 6 Denpasar mendidik anak-anak karakter kreatif, produktif dan entrepreneurship. Dengan adanya jiwa entrepreneurship, maka akan membentuk kemandirian anakanak. Jiwa kewirausahaan, kata dia tak harus berdagang, melainkan perjuangan untuk hidup di kemudian hari. Kepala SMAN 6 Denpasar Drs. Nyoman Mudita, M.Pd., mengatakan di usia yang ke-30 tahun SMAN 6 Denpasar akan memajukan di bidang akademis. Saat ini dibentuk komunitas peneliti belia dan teruji berprestasi di tingkat nasional. Sekolah adiwiyata mandiri ini kini memiliki Kelompok Pelestari Budaya sebagai rasa cintanya terhadap kebudayaan Bali. Sekolah akan membentuk museum yang bersifat budaya. (025/bns)

Polisi dan TNI Gelar Aksi Bersih-bersih di Pantai

Atlet PGRI Kota Denpasar Pamitan ke Wali Kota Hari Ini Berangkat ke Porseni PGRI Tingkat Nasional

3

Negara (Bali Post) – Memperingati HUT ke-71 Proklamasi Kemerdekaan RI, ratusan anggota Polres Jembrana dan Kodim 1617/Jembrana mengikuti sepeda santai (gowes), Jumat (19/8) lalu. Selain gowes bareng dengan rute dari Mapolres Jembrana ke Pantai Baluk Rening, para anggota polisi dan TNI juga melakukan aksi bersih sampah di pantai. Aksi gowes dirangkai dengan bersih-bersih pantai ini dipimpin Wakapolres Jembrana Kompol A.A. Rai Laba dan Kasdim 1617/ Jembrana, Mayor Inf. Nanang Sulistyo. Para pecinta olahraga sepeda santai yang tergabung dalam Fun Bike Jembrana Club juga mengikuti gowes tersebut. Wakapolres Jembrana Kompol A.A. Rai Laba mengatakan gowes dan bersih pantai ini merupakan kegiatan yang dilakukan dalam rangka Indonesia Bersih. Kegiatan olahraga bersepeda santai dirangkai dengan aksi bersih-bersih pantai Baluk Rening diikuti ratusan peserta. Sampah-sampah kiriman yang mengotori pantai dibersihkan secara bersama-sama oleh seluruh peserta gowes. Di samping juga mempererat persaudaraan antar-anggota TNI dan Polri di Kabupaten Jembrana. Aksi bersih sampah dengan cara dipungut dan dikumpulkan dalam plastik. (kmb26)

BPM/olo

BERSIH – Sejumlah anggota Polres dan Kodim 1617/Jembrana melakukan aksi bersih sampah di Pantai Baluk Rening.

Nelayan Penuktukan Lestarikan Terumbu Karang Singaraja (Bali Post)Peningkatan konservasi terumbu karang di laut Desa Penuktukan, Kecamatan Tejakula, Buleleng, dilakukan dengan penenggelaman 30 hexadome. Pelestarian terumbu karang dilakukan masyarakat nelayan dan pemerintah menjaga kelestarian bawah laut. Sejumlah peserta menurunkan hexadome di Pantai Palisan Desa Penuktukan. Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, ST., didampingi Wakil Bupati Buleleng, dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG., perwakilan Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Bali, Kepala SKPD di lingkup Pemkab Buleleng dan Camat Tejakula Drs. Nyoman Widiartha.

Bupati PAS mengatakan, penenggelam hexadome dilakukan berkat kerja keras masyarakat Desa Penuktukan. Kalangan masyarakat melakukan swadaya memacu terumbu karangnya. Ia mengapresiasi tinggi usaha pelestarian dan edukasi dilakukan masyarakat. “Partisipasi ini sangat diperlukan. Bila masyarakat sudah ikut berperan akan menjadi hal yang hebat. Melestarikan alam atau terumbu karang ini sangat penting. Nanti kesejahteraan kembali kepada nelayan kita,” ujarnya, Jumat (19/8). Ia berharap Desa Penuktukan dapat menjadi sentral diving di wilayah Buleleng Timur, dua hingga lima tahun ke depan. Kawasan pengembangan wisata

bahari atau diving mampu meningkatkan kunjungan pariwisata. Di Penuktukan tidak terdapat aliran sungai dan hanya dialiri setiap musim penghujan. Di mana tinggal menjaga terumbu karang untuk tidak tertimbun lumpur. “Kami harap nelayan di desa ini dapat memahami upaya konservasi dikembangan dan bisa menambah penghasilan ke depannya. Nelayan yang menangkap ikan kami dorong mengajukan bantuan rumpon supaya di luar tidak diganggu,” harapnya, sembari menambahkan, pemerintah mengembangkan Buleleng Bali Dive Festival (BBDF) memacu usaha konservasi terumbu karang ke wilayah Buleleng Timur dari sebelumbnya di Pemuteran. (kmb34)

Pamit Cari Janur, Weken Menghilang

BPM/kmb

KEBUN - Pencarian Gusti Ketut Weken yang dilakukan warga dan aparat di kebun tempatnya mencari janur.

Negara (Bali Post) Seorang warga Banjar Anyar Kelod, Desa Penyaringan Mendoyo, Gusti Ketut Weken (55) dikabarkan menghilang. Weken, Jumat (19/8) pamitan kepada istrinya hendak ke kebun mengambil janur. Kemudian setelah mendapat izin dari istrinya, petani tersebut langsung berangkat ke kebun dengan mengendarai sepeda motor miliknya, lengkap membawa perlengkapan mencari janur. Namun hingga sore menjelang petang, petani tersebut justru tidak kunjung pulang. Hal itu tentu saja membuat Jero Yasmin (50) istrinya dan keluarganya bingung. Istrinya langsung menyusul ke kebun tempat suaminya mencari janur. Namun Jero Yasmin tidak menemukan suaminya. Dia hanya menemukan sepeda motor suaminya terparkir di bawah pohon kelapa beserta perlengkapan mencari janur. Jero Yasmin sempat melakukan pencarian di sekitar kebun sambil memanggilmanggil suaminya, namun tidak ketemu.

Karena situasi sudah agak gelap, Jero Yasmin memutuskan untuk kembali ke rumah dan melaporkan kejadian tersebut kepada kelian banjar setempat dan kepada Perbekel Penyaringan. Kejadian tersebut kemudian diinformasikan ke Polsek Mendoyo. Pihak keluarga dan warga serta pihak kepolisian Jumat malam sempat melakukan pencarian, namun Weken tak kunjung ditemukan. Karena sudah malam, akhirnya pencarian dihentikan dan kembali dilakukan Sabtu pagi. Kapolsek Mendoyo Kompol Gusti Agung Komang Sukasana, Sabtu (20/8) mengatakan pihaknya sudah memerintahkan anggotanya untuk membantu melakukan pencarian bersama keluarga. Tapi yang bersangkutan belum ditemukan. Menurutnya pencarian masih tetap dilakukan dengan menyisir lokasi tempat yang bersangkutan mencari janur dan sekitarnya dengan melibatkan pihak keluarga, masyarakat dan aparat Polsek Mendoyo. Pihaknya berharap Weken segera ditemukan. (kmb)

BPM/dgk

HEXADOME - Aktivitas penenggelaman hexadome dilakukan di Desa Penuktukan Kecamatan Tejakula, Buleleng, Jumat (19/8).


4

Minggu Pon, 21 Agustus 2016

BPM/ist

Alam dan Memori Masa Kecil BAGI Nyoman Sujana Kenyem, alam adalah representasi ideal untuk kehidupan manusia, sebagaimana tergambar dalam karya-karyanya yang dipajang dalam pameran tunggalnya di Galeri Komaneka pada 6 Agustus lalu. Dalam pameran yang mengangkat tema “A Place Behind The House” tersebut, Kenyem masih setia menyuguhkan imaji tentang alam yang telah berulang kali dihadirkannya di atas kanvas. Pameran tunggal ini sebenarnya bagian dari paket duo Sujana yang dihadirkan oleh Galeri Komaneka, yaitu Nyoman Sujana Kenyem dan Wayan Sujana Suklu. Dalam kerangka tema Coming Home, keduanya mencoba mengetengahkan gagasan masing-masing. Kesempatan pertama diberikan pada Kenyem yang menggarap tema seputar alam di belakang rumahnya, sementara pada kesempatan kedua Suklu akan menghadirkan karya-karya barunya yang kembali mengangkat karakter visual lamanya pada September mendatang. Namun dalam tulisan ini, kita akan lebih

berfokus pada apa yang disuguhkan oleh Kenyem di dinding Komaneka. Selama ini publik seni telah akrab dengan visual lukisan Kenyem yang tak pernah jauh-jauh dari tema alam dan harmoni kehidupan, hal itu termasuk yang dihadirkannya dalam pameran ini. Kedekatan Kenyem dengan tema di seputar alam tidak terlepas dari kehidupan personalnya yang tinggal di daerah Ubud, yang meski tumbuh menjadi kawasan wisata namun tetap menjaga kondisi alamnya, alih-alih mengomodifikasikannya. Tajuk Dari tajuk yang dipilihnya tersebut, kita dapat memahami bahwa alam di belakang rumah yang dimaksud oleh Kenyem bukan semata-mata gambaran realis tentang kondisi desanya saja. Melainkan ada tendensi untuk menyisipkan interpretasi personal yang dipungut dari memori masa kecilnya. Kenyem adalah orang yang setia terhadap tanah kelahirannya. Lahir dan tumbuh dewasa di Desa Sayan, masa kecilnya mungkin tak jauh berbeda dari kehidupan anak-anak pada masa itu yang masih menjadikan alam sebagai ruang bermain utama. Dengan hamparan pepohonan yang membentuk lanskap semihutan dan aliran sungai Ayung yang jernih adalah surga bagi dunia kanak-kanaknya.

Memori masa kanaknya itu dihadirkan oleh Kenyem melalui idiom-idiom yang begitu dekat dengan keseharian kita sebenarnya, seperti rupa daun, pepohonan, juga batu-batu yang tersebar di permukaan kanvasnya. Semua itu memberi gambaran alam di seputar lembah sungai Ayung yang begitu ia kagumi, dipadukan dengan figur-figur naif khas miliknya yang seketika akan menuntun kita pada figur kanak-kanak yang ceria. Meski secara visual, lukisan Kenyem terasa jauh dari gaya lukisan tradisi, namun dari beberapa aspek dapat kita lihat bagaimana cita rasa tradisi masih tertera dalam lukisannya. Tema alam misalnya, adalah tema yang mendominasi lukisan-lukisan tradisonal Bali. Lalu sesaknya kanvas oleh figur-figur dalam lukisannya akan menarik kita pada penuh sesaknya seni lukis gaya Batuan. Termasuk seberapa gigihpun Ia berusaha memberi dimensi pada figurnya, kesan datar (flatness) yang menjadi ciri khas lukisan tradisional Bali tidak dapat dielakkan. Posisi Manusia Hadirnya alam dalam lukisan Kenyem selama ini diterima begitu saja, tanpa sebuah pemaknaan yang baru. Pertanyaan di seputar posisi manusia di alam seperti menjadi pondasi bagi setiap karya-karyanya. Dengan menempatkan alam sebagai

pusat dan manusia sebagai komponen di dalamnya, hal ini membuat lukisan Kenyem dapat dibaca dalam konteks kultural yang sangat lekat. Di tengah pandangan filsafat kontemporer yang menempatkan manusia sebagai pusat, Kenyem dengan ideologinya yang berakar dari tradisi pemikiran Bali seperti berusaha untuk mempertahankan posisi alam sebagai pusat. Bahwa alam semestinya bersifat statis, dan manusialah yang secara dinamis mengikuti gerak alam menjadi sangat mudah diterima dalam kultur tradisi dan spiritualis. Meskipun hal ini menjadi bertolak belakang, bahkan ironis dengan realitas yang terjadi di berbagai belahan bumi lainnya, yang justru menempatkan alam sebagai komponen penunjang kehidupan manusia. Dengan menghadirkan refleksi personalnya yang berakar pada kondisi alam di masa kanaknya, mengamati lukisan Kenyem terkadang menjadi terasa sangat naif lantaran tidak memberi keberpijakan pada realitas alam yang terjadi saat ini. Terutama ditengah berbagai persoalan ekologis yang menjangkiti pulau ini. Seperti persoalan eksploitasi lahan, alih fungsi lahan pertanian menjadi pemukiman, produksi sampah anorganik yang melampaui batas. Semua persoalan itu seolah berjarak dengan apa yang dihadirkan oleh Kenyem dalam lukisannya, termasuk menjadi per-

tanyaan balik bagi landasan ideologisnya yang mempertanyakan posisi manusia di tengah alam. Gagasan Sementara perkembangan gagasan di seputar alam terus berkembang seiring laju kehidupan manusia, yang dihadirkan oleh Kenyem menjadi terhenti pada tataran konsep keselarasan hidup yang telah diwariskan secara turun-temurun namun belum terasa realisasinya. Terlepas dari itu semua, pandangan kita tentang alam hari ini berpijak pada realitas bahwa alam sedang dalam kondisi kritis, dan realitas tersebut tidak bisa disembuhkan sematamata melalui konsep keselarasan tersebut. Sebab konsep keselarasan tersebut mungkin berguna untuk mencegah, namun jika segalanya terlanjur terjadi, apakah konsep itu masih memiliki relevansinya? Dalam konteks ini, kita mungkin patut iri padanya. Di tengah segala perubahan yang terjadi di berbagai belahan bumi ini, desanya seolah tidak bergerak kemanamana, dan tetap menyuguhkan alam yang lestari. Pohon-pohon yang tetap lebat, sungai yang tetap jernih, dan kehidupan yang tetap selaras. Bagi yang tidak tinggal disana, lanskap itu telah diabadikan Kenyem melalui kanvasnya. z Dwi S. Wibowo

Rabun Jauh RABUN jauh atau yang pada istilah kedokterannya disebut myopia merupakan suatu keadaan mata yang tetap bisa melihat objek dekat dengan jelas, namun kabur atau buram ketika melihat objek yang jauh. Rabun jauh juga merupakan salah satu jenis permasalahan mata yang paling umum terjadi, yang dapat terjadi pada anak-anak maupun orang dewasa. Rabun jauh sebenarnya diakibatkan oleh kesalahan pembiasan (refractive error) yang terjadi ketika mata tidak bisa memfokuskan cahaya yang masuk dengan benar atau tepat di retina. Pada rabun jauh, fokus cahaya akan jatuh di depan retina bukan tepat di retina. Retina adalah suatu permukaan di bagian belakang mata yang bertugas mengumpulkan cahaya yang masuk. Retina akan mengubah cahaya yang masuk menjadi impuls listrik yang akan diterjemahkan oleh otak sebagai gambar. Pada miopia atau rabun jauh, fokus mata tidak tepat disebabkan karena bola mata penderita rabun jauh biasanya sedikit memanjang, dan atau terkadang bentuk korneanya terlalu bulat. Siapa saja yang bisa terkena rabun jauh? Seperti yang dikatakan sebelumnya, miopia dapat mengenai siapa saja tanpa terkecuali, anak-anak maupun dewasa, laki-laki maupun perempuan. Miopia biasanya mulai terdiagnosis antara usia 8-12 tahun. Pada usia ini mata mengalami pertumbuhan yang cepat, sehingga bentuk mata bisa berubah. Selain itu risiko meningkat pada orang yang mengalami stres visual yaitu lelahnya mata akibat memfokuskan mata dalam waktu yang lama, seperti karena aktivitas membaca atau menggunakan televisi / komputer. Juga karena kondisi kesehatan tertentu seperti diabetes. Rabun jauh merupakan kondisi yang dapat diturunkan, artinya apabila orang tua (salah satu atau keduanya) mengidap rabun jauh maka anaknya pun berisiko rabun jauh. Gejala Gejala yang paling menonjol dari rabun jauh adalah penglihatan yang kabur pada saat melihat objek yang jauh. Pada anakanak, mereka akan mengalami kesulitan pada saat melihat papan tulis di sekolah. Sedangkan pada orang dewasa sering

kali kesulitan dirasakansaat mengemudi. Biasanya orang-orang dengan rabun jauh akan cenderung menyipitkan/mengernyitkan mata agar dapat melihat lebih jelas. Gejala-gejala lain yang sering kali timbul adalah sakit kepala, mata terasa berat dan lelah hingga penglihatan ganda. Tanda dan gejala rabun jauh dapat berbeda-beda tergantung pada tingkat keparahan miopi yang diderita seseorang. Sering kali orang salah kaprah dengan tidak memeriksakan diri ke dokter namun langsung datang ke optik terdekat untuk memeriksakan minus matanya. Hal ini tidak tepat karena mengingat banyak penyakit mata yang dapat menyebabkan mata menjadi kabur, dan penanganannya tidak melulu dengan kacamata! Sampai sekarang belum ada obat-obatan yang mampu menghilangkan rabun jauh, karena penanganan rabun jauh tidak dengan diobati melainkan koreksi dengan menggunakan lensa korektif, yaitu kacamata atau lensa kontak. Perangkat ini mengompensasi kelengkungan kornea sehingga bisa mengalihkan fokus cahaya yang memasuki mata agar jatuh tepat pada retina. Sedangkan ketebalan dan ukuran lensa yang akan diresepkan oleh dokter mata akan tergantung pada seberapa parah miopia yang diderita. Lensa kontak umumnya lebih praktis dan memberikan bidang yang lebih luas daripada kacamata. Namun penggunaan lensa kontak juga harus diperhatikan dengan baik, karena penggunaan yang tidak tepat dapat mengiritasi permukaan mata.

Tindakan dari prosedur ini bertujuan untuk membentuk ulang kornea mata agar dapat memfokuskan cahaya ke retina secara normal. Biasanya, penderita yang telah menjalani bedah refraktif tidak perlu lagi memakai kacamata atau lensa kontak. Pencegahan rabun jauh dapat dilakukan dengan melakukan pengecekan kesehatan mata berkala dan gaya hidup yang benar, seperti mengurangi kegiatan yang membuat mata cepat lelah contohnya membaca, menonton televisi/komputer/gadget terlalu lama, dekat dan pencahayaan tidak memadai. Hal ini berguna untuk mengurangi progesifitas rabun jauh tersebut. Pada anak usia pertumbuhan dengan rabun jauh sebaiknya kontrol minimal 6 bulan sekali karena pada usia pertumbuhan tersebut kornea pun masih bertumbuh, sehingga ukuran kacamata pun bisa berubah. Sedangkan pada orang dewasa yang korneanya cenderung stabil, kontrol dapat dilakukan 1-2 tahun sekali. Selain itu yang perlu diingat, penggunaan kacamata secara kontinyu dalam artian kacamata harus terus dipakai kecuali pada saat tidur dan mandi untuk mencegah bertambahnya keparahan miopia dan agar saraf mata tidak menjadi lemah. Makanan bergizi dan vitamin mata juga berpengaruh dalam menjaga kesehatan saraf mata. Akhir kata mengingat pentingnya fungsi mata, sudah semestinya kita menjaga mata kita baik-baik, karena mengutip dari sebuah quote populer. ”The eyes are the window of the soul”. z dr.Putu Nadya Indra P.

RABUN - Pada anak usia pertumbuhan dengan rabun jauh sebaiknya kontrol minimal 6 bulan sekali karena pada usia pertumbuhan tersebut kornea pun masih bertumbuh, sehingga ukuran kacamata pun bisa berubah. Sedangkan pada orang dewasa yang korneanya cenderung stabil, kontrol dapat dilakukan 1-2 tahun sekali. Selain itu yang perlu diingat, penggunaan kacamata secara kontinu dalam artian kacamata harus terus dipakai kecuali pada saat tidur dan mandi untuk mencegah bertambahnya keparahan miopia dan agar saraf mata tidak menjadi lemah.

Bedah Selain itu bedah refraktif merupakan salah satu bentuk tindakan medis permanen untuk mengoreksi rabun jauh, sering juga disebut operasi laser mata.

Menguatkan Otot Perut PERUT memang selalu minta perhatian khusus bagi sebagian besar wanita, pasalnya perut yang sedikit membuncit pasti nampak jelas dalam penampilan menggunakan busana apapun. Oleh sebab itu, jangan malas berlatih untuk mendapatkan perut yang rata, misalnya dengan melakukan sit-up secara rutin di rumah. Baiklah ikuti peragaan berikut ini bersama instruktur Jero Puspa dari Lala Studio.

RUBRIK “Bugar” ini terbuka untuk umum. Bagi Anda yang memiliki problem masalah tubuh. Kirimkan ke Redaksi Bali Post ( Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232) Atau Adolfina Grace Tangkudung Sekolah Senam Lala Studio ( Jl. Veteran 66E, Puri Satria Denpasar, telp. 0361. 283226. Cantumkan kupon” “Bugar” di sudut kiri amplop.

Gb. I : Posisi tidur terlentang kedua kaki selonjor dan kedua lengan lurus ke atas. Angkat tekuk kaki kanan sembari mengarahkan kedua lengan ke depan tubuh dan mengangkat tubuh setelah itu kembali ke posisi semula dan ulangi gerakan tadi namun dengan mengangkat tekuk kaki kiri. Ulangi latihan ini pada 4x8 hitungan atau sesuai kemampuan.

Gb. II: Posisi awal tidur dengan kedua kaki tutup rapat dan kedua lengan lurus ke atas. Angkat badan hingga ke posisi duduk sembari mengangkat kedua kaki hingga merapat ke badan dan kedua tangan memegang kedua kaki, tahan 1 x 8 dan kembali ke posisi awal. Ulangi sesuai kemampuan.

Gb. III : Posisi terlentang dengan kaki kanan ditekuk, sedangkan kaki kiri ditekuk dan diletakkan pada lutut kanan. Kedua siku lengan ditekuk belakang kepala, lalu angkat badan dan serongkan ke arah kiri setelah itu kembali ke posisi tidur lalu angkat badan dan ulangi hingga 2 x 8 hitungan. Lakukan juga pada arah berlawanan dengan hitungan yang sama pula.

Hari-hari ceria dengan latihan yang menyenangkan dan salam bugar dari Lala Studio.

Gb. IV : Posisi terlentang kedua kaki disilangkan dan kedua lengan lurus, angkat badan menggunakan kekuatan otot perut. Tahan 1 x 8 hitungan lalu kembali ke posisi semula, dan ulangi beberapa kali. Dengan tiadanya lemak di bagian perut, berarti otot perut menjadi kuat dan salam bugar dari Lala Studio.

Kupon


5

Minggu Pon, 21 Agustus 2016

Resensi Buku

Dua Celengan Tanah

CERPEN

Oleh A. Warits Rovi

Perjuangan Rakyat Bali Judul Buku Penulis Penerbit Tahun Tebal

: Ngurah Rai : I Gusti Bagus Meraku Tirtayasa : Pustaka Bali Post : 2011 : 182 halaman

MENGENANG para pahlawan selalu diingat oleh bangsa ini, biasanya setiap bulan Agustus. Harusnya, perjuangan para pahlawan wajib diingat selamanya, karena merekah yang membuat negara ini ada. Resensi buku kali ini sengaja memilih buku “Bergerilya Bersama Ngurah Rai”, untuk mengikat kembali beragam hal yang telah dilakukan oleh Ngurah Rai di Bali ini. Buku ini menuturkan kisah nyata perjuangan rakyat Bali mengusir penjajah. Disajikan dengan gaya bertutur sehingga terasa akrab dan mudah dicerna. Bahasanya juga sederhasa, blak-blakan, lugas, berani dan memotret segala hal secara faktual. Buku ini membeberkan siapa sesungguhnya lawan, siapa sesungguhnya yang berhak disebut pahlawan, siapa sesungguhnya yang terhormat. Dan siapa sesungguhnya musuh atau pengkhianat. Buku yang layak kembali dibaca, direnungkan dan didiskusikan kembali. Selamat membaca. (osi)

Membangun Karakter Manusia Bali Judul Buku Penulis Penerbit Tahun Tebal

: Genjek : IBW Widiasa Keniten : Pustaka Ekspresi : 2014 : 73 halaman

PENDIDIKAN karakter selama ini jadi isu yang seksis. Buku ini menawarkan pemikiran yang cukup “nyeleneh” dan berani. Bagaimana kalau pendidikan karakter di Bali diisi dengan genjek? Sebuah penawaran yang menarik, karena genjek kesenian yang dikenal dan akrab bagi manusia Bali. Genjek tidak hanya menyampaikan masalah percintaan remaja. Seni Genjek juga memotivasi agar selalu menyadari hakikat diri sebagai manusia bermoral, bersosial, dan berbudaya. (hal.9). Seni Genjek yang berkembang amat baik di Karangasem dapat dijadikan sebagai wahana dalam menumbuhkembangkan karakter-karakter. (hal.10) Pendidikan karakter tidaklah cukup dilakukan dalam pembelajaran yang sifatnya formal. Pendidikan karakter bisa dilakukan melaui genjek. Larik-larik genjek yang mengandung nilai-nilai moral-sosial-budayaagama tanpa sadar akan menumbuhkan karakter-karakter mulia sebagai manusia. Dalam genjek, hakikat diri kemanusiaan bisa ditumbuhkembangkan (hal.14-15). Ide yang menarik, untuk membuat pelajaran karakter di sekolah tidak sekadar retorika formal saja. (osi)

SEPASANG mata Rahmi berbinar. Bening dalam kepungan alis dan bulu mata nan lentik melancip. Jauh melirik ke luar jendela bambu, pada gelantung kabut tipis yang memaram wajah senja. Bibirnya merekahkan senyum lembut, seperti datar kelopak bunga yang lelap di halaman rumahnya. Ia baru saja memasukkan selembar uang ke dalam celengan tanah yang ditaruh di atas lemari kayu. Celengan tanah itu berbentuk tubuh ayam jantan, berparuh panjang, lehernya kekar berbulu rafia, posisinya agak mendongak dengan cat merah bata bercampur hitam. Setahun lalu ia memesannya ke pengrajin tanah di Desa Andulang. Sengaja memesan celengan berbentuk ayam jantan karena menurut Sejenak Rahmi mengintip lubang panjang tipis yang melintang di bagian atas celengan itu. Lalu ia memeluk dan mengeluselusnya beberapa kali. Rupanya ia sedang berbahagia, seperti telah membangun sejuta harapan di dalam celengan itu. Ia membayangkan kelak suatu saat dirinya bisa kaya raya seperti Tuan Mahdi, majikannya. Oleh sebab itulah ia memulai dari sebuah celengan. Setiap pulang bekerja sebagai pembantu di rumah Tuan Mahdi, ia pasti menyisihkan uang ke dalam celengan itu walau seribu rupiah. Meski Rahmi digaji setiap bulan tapi ia tetap mengisi celengan itu setiap hari. Pada mulanya hanyalah Rahmi sendiri yang menyimpan uang ke celengan itu. Setengah tahun setelahnya barulah ia menyarankan suami dan anaknya agar menyimpan uang juga ke celengan itu. Suami Rahmi bekerja sebagai buruh tani. Ia bekerja tidak setiap hari, hanya sesekali ketika ada orang yang membutuhkan, sehingga ia hanya bisa menyimpan uang ke dalam celengan itu apabila ia bekerja. Sedang anaknya masih kelas tiga SD. Setiap hari hanya diberi uang jajan seribu rupiah. Apabila uang jajan itu tersisa, Rahmi menyarankan anaknya agar menyimpan uang itu ke dalam celengan. Rahmi hidup di bawah garis kemiskinan. Bertiga sekeluarga hanya bisa menikmati suasana hidup dalam rumah bambu dan menu makan seadanya. Rumahnya tampak reot dengan gedek penuh bekas gasakan mulut rayap. Tanpa cat. Dan sebagian besar dililit jaring labalaba yang beradu lusuh dengan torehan serbuk jelaga di usuk-usuknya. Setiap hari ia hanya makan nasi jagung berlauk pindang kering, bersayur jamur atau kadang ulek tongkol pisang. Keadaan itulah yang sebenarnya mendorong Rahmi membuat celengan tanah. Rahmi ingin berubah menjadi orang kaya seperti majikannya, Tuan Mahdi, yang menurut kabar ia bisa kaya setelah menabung di celengan tanah. Setiap hari Rahmi tekun bekerja sebagai pembantu di rumah Tuan Mahdi mulai pukul tujuh pagi sampai pukul empat sore. Sebulan ia hanya digaji empat ratus ribu. Sedang pekerjaannya sangat padat, mulai dari mencuci piring, mencuci pakaian, membersihan kamar mandi, memberi pakan ternak, mengasuh anak Tuan Mahdi hingga merawat bonsai di halaman. Setiap bekerja tak jarang diiringi umpatan dan kata-kata kasar dari istri Tuan Mahdi yang bengis. Setiap hari hatinya kerap terluka, belum lagi ketika ingat anaknya yang tinggal sendirian di rumah sepulang sekolah apabila suaminya bekerja. Hati Rahmi tersayat dan tak jarang air matanya menetes dingin. Tapi apa boleh buat, hanya itu pekerjaan yang bisa diandalkan demi keluarga dan yang paling inti demi mengetahui rahasia celengan tanah Tuan Mahdi agar dirinya bisa menirunya. Rahmi tak sabar ingin cepat kaya.

# Pukul delapan malam. Angin merayap dingin. Menggetar gedek bagian atas rumah Rahmi. Sunyi melabuhi desa dengan sempurna. Berpuluh kelelawar bercericit di atas bubungan, Menghalau cahaya bulan di dekat pucuk jambu. Suami Rahmi terdengar mendengkur karena seharian bekerja di sawah. Anaknya bermata sayu menatap Rahmi sambil tiduran di atas selembar tikar daun siwalan. Cahaya lampu 5 watt menambah ritme sunyi malam itu. Rahmi masih mengenakan mukena sehabis salat Isya. Matanya yang lelah masih kuat mengamati celengan tanah yang dipegangnya. Sesekali tangan kanannya mengocok-ngocok celengan itu. tak ada bunyi apa-apa, menandakan uang tabungan dalam celengan itu bukan uang recehan. “Kata ibu dengan menyimpan uang di celengan itu kita akan kaya. Parman akan dibelikan sepeda. Ibu tak akan bekerja lagi seharian dan akan menemani Parman di sini. Tapi kok masih belum kaya, Bu? Parman belum dibelikan sepeda, padahal celengan itu sudah lebih dua tahun dan enam kali uangnya diambil. Kok kita masih miskin, Bu?” Suara serak anak Rahmi seketika menjarum kesunyian. Di luar malam seperti terbelah dan berkeping. Jantung Rahmi terpukul dengan kata-kata anaknya. Rahmi menarik napas agak berat. Tapi senyumnya mengembang dari sepasang bibirnya yang ranum. Ia meletakkan kembali celengan itu di atas lemari kayu. “Sabar, Nak. Sebentar lagi kita pasti akan kaya. Ibu pasti akan membelikanmu sepeda,” ucap Rahmi sambil mengelus

rambut anaknya. “Aduh, itu memelulu janji ibu. Tapi tak pernah ditepati. Ibu berjanji akan membelikan sepeda Parman kalau Parman mau tinggal sendirian di rumah ketika ibu dan ayah bekerja. Parman sudah mau tinggal sendirian hampir setiap hari. Tapi tak kunjng dibelikan sepeda, padahal temanteman Parman sudah punya semua. Capek,” tukas Parman sambil menutupi wajahnya dengan bantal guling. Rahmi semakin terpukul. Tanpa terasa air matanya mengalir. Ia mendongak ke langit-langit rumahnya. Membiarkan perasaanya menyatu dengan sunyi. Dua tahun ia punya celengan tanah, tapi hidupnya masih miskin. Tidak seperti Tuan Mahdi. Akhirnya terbersit niat nekad di hatinya untuk bisa masuk ke kamar Tuan Mahdi. Ingin mengetahui rahasia celengan ajaib Tuan Mahdi. # Berbulan-bulan Rahmi menahan niat nekadnya karena tak punya kesempatan yang tepat untuk masuk ke kamar pribadi Tuan Mahdi. Baru pada pertengahan Bulan Juli, kesempatan yang sungguh sangat langka ia dapatkan sebagai anugerah. Rahmi sangat girang. Bertepuk tangan melompat-lompat. Tuan Mahdi sekeluarga pergi bertamasya ke luar kota. Pintu kamarnya tetap terbuka. Hanya sepasang anak kunci bergelantung di mulut engkol tua yang agak bulat. Rahmi tak menyia-nyiakan kesempatan. Ia bergerak lekas dan penuh hati-hati masuk ke kamar sang majikan dengan jantung berdebar kencang. Sesampainya di kamar Tuan Mahdi, ia amati seluruh ruangan yang berisi barang-

barang mewah dengan cat interior warna merah mencolok. Perlahan kakinya melangkah ke arah lemari. Ia menarik pintu lemari yang kebetulan tak dikunci. Begitu pintu terbuka, Rahmi terperanjat dan senang. Sebuah celengan tanah berbentuk ayam jantan bersandar ke sebuah stoples. Tapi celengan itu mengeluarkan aroma busuk. Rahmi sigap menutup lubang hidungnya dengan tangan kiri. Sedang tangan kanannya mengambil celengan itu. ia keheranan karena celengan itu sangat ringan dan di dalamnya bisa ditebak tak ada uang selembar pun. Ia mengintip lubang celengan itu sejenak sebelum akhirnya segera dikembalikan dan Rahmi cepat keluar kamar dengan perut mual. Bau busuk. Tiga hari setelah itu, secara kebetulan Rahmi mendapatkan pemandangan ajaib. Dari celah jendela dapur yang kebetulan lurus dengan pintu kamar sang majikan ia melihat Tuan Mahdi menadahkan tangan di depan celengan tanah miliknya. Lalu lembar uang pecahan seratus ribu keluar berkali-kali seperti ada yang melempar dari dalam lubang celengan. Rahmi terbelalak, Tuan Mahdi bukan menyimpan uang tapi malah mendapat uang dari celengannya. “Uang pesugihan,” gumamnya berseling dengan jantungnya yang berdebar. Hingga tumbuh niat busuk di hati Rahmi, suatu saat bila ada kesempatan ia akan menukar celengan miliknya dengan celengan Tuan Mahdi. # Malam itu wajah Rahmi tampak berseri-seri meski ngantuk setelah seharian bekerja. Pukul sepuluh malam adalah waktu yang tepat untuk mencoba bermain dengan celengan Tuan Mahdi yang sudah di tangannya setelah tadi pagi berhasil ia tukar dengan celengan miliknya. Rahmi mengamati sekitar. Suami dan anaknya sudah tidur pulas. Rahmi meletakkan celengan itu di hadapannya dengan lubang lurus ke arah ia bersila. Tangan kirinya menutup hidung karena bau busuk dari lubang celengan itu sangat tajam. Tangan kanannya ditadahkan di dekat lubang. Lama sekali. Tapi tak ada apa-apa. Tak ada uang yang keluar. Hingga Rahmi hampir putus asa tapi ia berpikir mungkin besok akan berhasil. Hari-hari selanjutnya Rahmi tetap tak berhasil. Lubang celengan tanah itu hanya mengeluarkan bau busuk, bukan uang seperti yang pernah ia lihat ketika masih ada di tangan Tuan Mahdi. Rasa putus asa memuncak di dada Rahmi. Tanpa berpikir panjang, lekas tangannya melempar celengan itu ke lantai hingga pecah berserakan. Mata Rahmi melirik ke kanan. Beruntung bunyinya tak mengusik anak dan suaminya yang tidur pulas. Lalu ia balik mengamati kepingan celengan tanah itu yang berserakan. Matanya seketika terbelalak ketika ia melihat sepotong jempol mayat yang membusuk melentang di antara kepingan tanah. Rahmi merinding. Segera ia menyapu lantai dan membuangnya ke luar jendela. Keesokan harinya tersiar kabar, Tuan Mahdi mati hangus terbakar. Beberapa tetangganya melihat pada subuh hari sebelum ia meninggal, sesosok makhluk seram mencengkeram leher Tuan Mahdi di teras rumahnya. Beberapa dukun mengatakan ia adalah makhluk pesugihan milik Tuan Mahdi yang marah karena kehilangan tempat tinggaalnya yang berupa celengan tanah. Rahmi bergidik mendengar kabar itu. Gaptim, 07.16

Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.

W.G. Sumarta Khamidi

Achmad Cholid

Afrizal

Wied. N


DIMENSI

6 RAMALAN

BINTANG

Capricorn Peruntungan: Usaha lagi terang benderang karena perbintangan Capricorn memang lagi menanjak ke atas. Oleh sebab itu jangan merasa bimbang dan berkecil hati bila menemui peluang yang sedikit berbau spekulasi. Karier: Tampaknya masih harus bersabar diri bila menemui banyak kendala akhir-akhir ini, memang inilah ujian untuk dapat naik derajatnya. Kesehatan: Bagaimanapun juga kalau kondisi kurang fit sebaiknya tidak perlu dipaksakan untuk pergi aplagi sampai larut dan terlalu makan banyak tenaga. Keuangan: Jangan ikut-ikutan membelanjakan uang untuk barang-barang yang kurang bermanfaat. Asmara: Kalau kekasih lagi ngambek, coba teliti apa penyebabnya dan segera lakukan rayuan-rayuan yang dapat melunakkan hatinya. Aquarius Peruntungan: Perjuangan di minggu ini akan menemui banyak kemudahan asalkan hati bisa yakin dan optimis. Biarkan orang lain bicara semaunya, yang penting jika hati sudah yakin sebaiknya jalani saja. Karier: Tak perlu terburu-buru dalam bertindak, jalani semuanya dengan sesantai mungkin yang penting konsentrasi tetap selalu terjaga. Kesehatan: Jaga kondisi badan dengan menghindari makanan yang dilarang dokter. Sekalipun Anda sangat menginginkannya sebaiknya dicegah agar penyakit tidak timbul kembali. Keuangan: Income sudah mulai meningkat sehingga membikin hati Anda bisa lebih tenang lagi. Asmara: Suasana sangat menyenangkan sehingga kasih asmara semakin mesra dan kebahagiaan berlangsung begitu indahnya. Pisces Peruntungan: Peluang tampak semakin terbuka lebar hanya saja semua itu memerlukan tangan dingin dari diri Anda untuk bisa mendapatkan hasil yang semaksimal mungkin. Karier: Kerja sama yang sudah terjalin dengan mitra kerja baru ternyata semakin menunjukan kemajuan yang berarti. Kesehatan: Gangguan yang muncul bukan karena salah makan atau terlambat makan untuk itu periksakan ke dokter jika dirasa masih terasa mengganggu. Keuangan: Ada baiknya diperhemat, karena banyak kebutuhan mendesak yang akan terjadi. Asmara: Karena suasana sudah lebih tenang sebaiknya Anda tak perlu mempermasalahkan persoalan sepele, cobalah lebih sabar lagi. Aries Peruntungan: Jika ingin meraih sukses besar maka harus lebih banyak jalan daripada diam menunggu order datang, karena jika menunggu maka hasilnya tak akan bisa memuaskan hati, sedangkan situasi dan kondisi cukup menunjang sekali jika turun ke lapangan. Karier: Kesampingkan persoalan pribadi yang tak mungkin selesai dalam waktu yang sesingkat ini. Kesehatan: Jika punya recana berpergian jauh sebaiknya tak perlu cemas karena kondisi badan cukup prima dan mendukung semua kegiatan Anda di minggu ini. Keuangan: Pemasukan masih lebih tingi daripada pengeluaran, hanya saja sikap hemat jangan sampai berlebihan karena itu akan mengundang antipati dari teman-teman Anda. Asmara: Mengapa harus disesali yang sudah berlalu, cobalah untuk bisa lebih enjoy dengan keadaan sekarang ini. Taurus Peruntungan: Minggu ini tampak berat maka dari itu tak perlu melakukan tindakan yang menyalahi aturan, masalah Anda sudah bertumpuk sehingga tak perlu Anda perbanyak lagi dengan ulah yang tak seharusnya dilakukan. Karier: Walaupun kurang ada keharmonisan dengan partner kerja, sebaiknya tetap bisa bersabar. Kesehatan: Penyakit lama sudah mengintip Anda, hati-hati dengan segala makanan dan pantangan, juga jangan terlalu capek, sebab kedua hal tersebut paling sering menimbulkan penyakit kambuhan. Keuangan: Income masih seret, karena rencana masih tersendat-sendat tidak sesuai dengan yang diharapkan. Asmara: Jangan biasakan mengambi keputusan sendiri tanpa dirundingkan dulu dengannya karena akan bisa menjadi masalah dikemudian minggu. Gemini Peruntungan: Kencangkan ikat pinggang tak perlu menuruti gengsi kalau pada akhirnya hanya akan membikin penderitaan di belakang minggu. Bekerjalah sesuai dengan bidang Anda saat ini, tak perlu menghiraukan omongan orang. Karier: Saat ini Anda dihadapkan pada dilema yang cukup memusingkan, untuk lebih amannya ada baiknya dengarkan suara hati Anda yang paling dalam agar kebimbangan segera bisa dituntaskan. Kesehatan: Kondisi badan relatif sehat, hanya saja kebiasaan kerja lembur sebaiknya perlu diantisipasi agar tak mengganggu kesehatan Anda. Keuangan: Cash flow perlu diperhatikan jangan sampai Anda berlaku boros yang menyebabkan kebutuhan penting menjadi terabaikan. Asmara: Tidak ada salahnya jika bicara apa adanya dan berusaha tidak membesar-besarkan. Cancer Peruntungan: Di minggu ini cukup banyak kesempatan yang bisa dimanfaatkan, hanya saja gangguan muncul justru dari orang yang selama ini membantu Anda, untuk itu jangan ragu untuk bersikap tegas. Karier: Bila ada rencana yang sekiranya bisa berhasil, maka tidak perlu mengikuti suara sumbang di sekelilingnya. Kesehatan: Istirahat Anda akhir-akhir ini sering terabaikan, sehingga jika dibiarkan terus menerus maka kondisi badan Anda akan mudah sekali jatuh sakit. Keuangan: Keinginan hati yang mulai macam-macam itu sebaiknya bisa diredam, agar tidak terjadi pemborosan. Asmara: Hilangkan segala perasaan jengkel yang terus Anda tumpuk, itu hanya akan bikin suasana perasmaraan menjadi kurang harmonis. Leo Peruntungan: Tak bisa berharap terlalu banyak, karena hasilnya belum tentu seperti apa yang dibayang-bayangkan. Cukup banyak rintangan yang membentang walaupun peluang tetap selalu terbuka bagi diri Anda. Karier: Apapun yang terjadi tetaplah bersabar dan tak perlu punya keinginan yang terlalu tinggi. Kesehatan: Batuk pilek mulai datang mengancam kesehatan Anda, untuk itu hindari minum air es terlalu banyak. Keuangan: Tampak lancar dan stabil dan cukup banyak pemasukan, tak perlu cemas. Asmara: Jangan negative thinking, cobalah Anda bisa berpikiran lebih obyektif dan bijaksana. Virgo Peruntungan: Jangan gegabah karena suasana di sekitar Anda relatif cukup panas, yang mana musuh ada di sana sini sehingga harus lebih waspada dan hati-hati, terutama dalam berbicara sebaiknya dijaga betul. Karier: Tetaplah tenang melihat situasi yang ada, pikiran harus selalu jernih sehingga bisa mengambil keputusan dengan benar. Kesehatan: Masalah yang ada tak perlu terlalu dimasukkan hati,hadapilah dengan sabar, agar badan bisa selalu terjaga dan sehat. Keuangan: Ada harapan untuk bisa meraih keuntungan besar karena bisnis Anda ada peningkatan yang cukup signifikan. Asmara: Hindari dari perkataan kasar yang bisa bikin segalanya menjadi serba panas. Libra Peruntungan: Kesempatan untuk meraih hasil yang lebih memuaskan daripada minggu-minggu kemarin, karena peluang cukup terbuka lebar dan mujur. Karier: Jangan menuruti keragu-raguan yang ada dalam diri Anda tanpa ada alasan yang kuat. Kesehatan: Batuk yang selama ini menghingggapi Anda, kini sudah mulai sembuh. Buah-buahan yangmengandung getah sebaiknya jangan dikonsumsi dulu. Keuangan: Income terus mengalir, dan pengeluaran sudah mulaimenipis sehingga ada harapan untuk bisa menabung. Asmara: Tidak ada gunanya memaksakan kehendak yang tidak disetujui olehnya, karena bagaimanapun juga sikap terpaksa akan kurang baik bila diteruskan. Scorpio Peruntungan: Sukses tidaknya minggu ini tergantung Anda punya motivasi dan cara kerja, kalau hanya asal-asalan maka hasilnya akan sangat jauh dari harapan meskipun peluang cukup banyak dihadapan Anda. Karier: Buktikan bahwa Anda tidak sekadar bisa memberi saran dan ucapan saja, maka dari itu jangan segan-segan untuk ikut turun kelapangan bila perlu. Kesehatan: Terus menerus menurun jangan dibiarkan saja, segera hubungi dokter agar bisa dilakukan tindakan preventif. Keuangan: Ada saja masalah yang akhirnya mengganggu kestabilan keuangan Anda, walaupun pemasukan masih relatif lancar. Asmara: Ada kesan yang kurang baik dari orangtuanya terhadap Anda, maka dari itu cobalah instropeksi diri dan bila ada kesalahan jangan segan untuk segera merubahnya. Sagitarius Peruntungan: Angan-angan bisa saja setinggi langit, akan tetapi tanpa ditunjang stamina yang tinggi maka hanya akan sia-sia saja hasilnya. Kerja keras masih sangat dibutuhkan untuk dapat merealisasikan mimpi-mimpi Anda itu. Karier: Jangan pernah menentang perintah atasan, karena hanya akan bikin jengkel hatinya saja. Kesehatan: Harus lebih bisa menjaga kondisi badan agar tetap selalu fit dan fight. Keuangan: Masih ada Diasuh Oleh saja dana yagn keluar walaupun telah dilakukan Putri Wong Kam Fu pengetatan, tetaplah tenang. Asmara: Dengan tutur Berlaku kata yang halus maka apa yang Anda katakan akan 21-27 Agustus 2016 dapat menyentuh hatinya yang paling dalam.

Minggu Pon, 21 Agustus 2016

WEDA WAKYA

Veda adalah ”Para Vak” Catvari vak-parimita padani tani vidur brahmana ye manisinah Guha trini nihita nengayanti turiyam vaco manusya vadanti (Rg Veda I.164.45)

Redaktur Khusus WEDA

WAKYA Darmayasa

ORANG-orang suci bijaksana terpelajar mengetahui kebenaran Vak yang terdiri dari empat jenis. Tiga jenis Vak keberadaannya terahasiakan, dan hanya (satu jenis) Vak keempat yang dipergunakan dalam percakapan oleh umat manusia. Menurut Rg. Veda, kata (suara) ada dibedakan menjadi empat jenis/langkah (catur padani). Keseluruhan kata di dunia ini ada empat jenis, yang hanya orang-orang suci sangat terpelajar bijaksana yang mengetahuinya. “sa catur vidha vibhakta”, ia dibedakan menjadi empat jenis kata. Keempatnya tersebut hanya para orang suci sangat terpelajar dan memiliki kecerdasan spiritual super tajam yang mampu mengetahuinya (tani padani brahmanah ye manisinah medhavinah viduh janati). Para suci memahami ternyata ada suara atau kata yang manusia biasa tiada mampu menyentuh dan memahaminya. Dari keempat jenis kata (Sabda) tersebut, tiga jenis berada dalam dunia “guha nihita” atau alam rahasia, sedangkan yang dipergunakan di dalam percakapan dunia oleh manusia hanyalah satu jenis Sabda yang dinamakan Nipata yang menjadi Laukika Bhasa atau bahasa dunia manusia. Satu jenis itu saja yang dapat ditangkap dan dipahami serta bisa dipergunakan oleh manusia. Sedangkan yang lain yaitu Nama, Akhyata, dan Upasarga menjadi “rahasia” bagi umat manusia. Semua yang lain dapat diketahui hanya melalui peningkatan keadaan kesadaran spiritual yang maju. Kitab-kitab suci dan orangorang suci semua setuju bahwa alam ini terciptakan melalui Sabda, yaitu kata atau suara. Omkara pun adalah suara. Ajaran Tantra menyebutkan bahwa segala sesuatu di alam semesta ini tercipta dari Sabda, yaitu suara atau kata (artha-srsteh puram sabda-srstih). Bhartrhari yang karena kesuciannya dari seorang Raja menjadi Resi, dalam

karyanya bernama Vakyapadiya mengatakan bahwa suara atau kata-lah yang menciptakan seluruh alam semesta ini (vageva visva bhuvanani jajñe). Sedangkan kitab kesimpulan Veda bernama Vedanta Sutra sendiri menyebutkan “anavrtih sabdat” (melalui suaralah pembebasan kekal abadi dimungkinkan). Veda, sebagaimana diajarkan di sekolah-sekolah adalah merupakan kitab suci yang Anadi dan Ananta, bahwa Veda tidak berawal dan tidak berakhir. Ia merupakan pengetahuan Kekal Abadi. Hal ini ditekankan di dalam Rg Veda 1.164.45 dan berbagai Mantra Veda lainnya. Ditegaskan bahwa Veda adalah pengetahuan suci kekal abadi yang keluar dari Bibir Tuhan YME sehingga ia dinamakan Para Vak, yaitu Sabda Brahman, Sabda Spiritual Maha Agung dari Tuhan Yang Maha Agung. Oleh karena ia juga keluarnya tidak melalui bibir manusia biasa maka Veda juga dinamakan Apauruseya. Berasal dari kata Purusa (manusia) dengan “A” di depan menunjukkan bukan atau tidak, sehingga menjadi Apaurusa, dan karena aturan tata bahasa Sanskerta menjadi Apauruseya, berarti tidak oleh manusia. Demikian, Veda merupakan ajaran Maha Agung yang tidak merupakan hasil buatan manusia biasa. Ia adalah wahyu langsung dari Tuhan YME yang diterima langsung secara spiritual oleh para Maharesi dan disebarluaskan di dalam lingkungan umat manusia oleh para Maharesi tersebut, tanpa pertimbangan perbedaan-perbedaan duniawi, kecuali perbedaan kelayakan. Veda disampaikan hanya kepada yang layak, kepada seorang Arya atau Aryani, dia sang pengikut Veda, yang percaya hanya pada ajaranajaran mulia Veda beserta cabangcabang dan ranting-rantingnya. Para orang suci yang telah mendapatkan gelar Resi dan Maharesi merupakan para orang

suci yang sangat tangguh di dalam berbagai tapa brata dan kesucian serta ajeg mantap di dalam jalan Satya/Rta/Kebenaran. Kitab Manu Smrti menegaskan bahwa beliau-beliau itu mendapat gelar Resi Maharesi setelah melewati berbagai pertapaan maha dahsyat sampai akhirnya berhasil “melihat” langsung Mantra-Mantra Veda, sehingga beliau mendapat gelar Resi. Dalam bahasa Sanskerta, kata Resi berarti ia yang langsung melihat Mantra (rsayo mantra-drstarah). Kitab kamus Veda bernama Nirukta juga menjelaskan bahwa yang melihat Mantra Veda dinamakan Resi (rsir darsanat). Di dalam filsafat Veda, Sabda (kata, sabda) dikatagorikan sebagai sesuatu yang kekal abadi. Nirukta juga mengatakan “niyatanupurvya niyatavaco yuktayah” bahwa Sabda adalah kekal, yang mengikutinya juga kekal dan tata pengucapannya juga adalah kekal. Jadi, Sabda di dalam ajaran Veda diterima sebagai kekal abadi. Oleh karena Veda tidak merupakan Sabda dari manusia biasa, maka ia dinamakan Paravak dan/atau Apauruseya. Dengan demikian, pengetahuan Veda, arti dan makna pengetahuan Veda adalah kekal abadi pula adanya. Pengetahuan kekal seperti itu hanya Tuhan YME Sendiri yang mampu menghadirkan di alam ini. Orang-orang biasa atau pun para Dewa tidak akan mampu melakukannya. Satu-satunya hanya Tuhanlah yang mampu melakukan hal-hal yang kekal. Kitab Mahabharata bagian Santi Parva (232.24) juga mempertegas hal ini: “anadi-nidhana vidya vagutsrsta svayambhuva” bahwa dari Siapa munculnya alam semesta ini, dari Beliaulah pertama kali terciptakan atau munculnya ajaran suci Veda. Kitab Veda yang adalah Sabda Tuhan YME Sendiri adalah Sabda suci, Sabda Kekal Abadi. Di dalam Veda, Sabda/kata dibedakan menjadi empat, tiga dalam bentuk rahasia dan satu dalam bentuk Veda, yang diizinkan oleh-Nya menyebar di dalam lingkungan masyarakat manusia (guha trini nihita...). Trini artinya tiga dan guha nihita menunjukkan sangat rahasia. Dari sini kita dapat membayangkan bagaimana luasnya dan mendalamnya serta maha tiada terbatasnya ajaran Veda, yang

hanya dan hanya seperempat dari keseluruhan tanpa batas Sabda Suci Kekal Abadi. Empat jenis suara yang juga disebut Vak, Sabda, Nada, jenis suara bernama Vaikhari Vak merupakan jenis getaran suara yang terendah. Ia terjadinya pada lingkungan Sthula Sarira dalam keadaan Jagrata Avastha atau keadaan terjaga. Level getaran suara ini tidak mampu menjadi alat komunikasi Veda. Vaikhari diucapkan melalui mulut. Pada level ini orang berpikir dengan kata atau suara yang bisa didengar melalui indria luar. Madhyama Vak merupakan getaran suara antara atau menengah, terjadinya di alam halus atau alam prana. Madhyama berarti menengah. Ia berada di tengah-tengah antara keadaan Susupti dan Jagrata Avastha. Lingkungannya adalah Suksma Sarira (badan halus) dalam keadaan Svapna Avastha. Pada level ini orang berpikir dengan ide-ide. Pada level Madhyama dan Vaikhari, suara dan obyek itu keberadaannya berbeda. Dan dalam hubungan kosmologi, Vaikhari, Madhyama dan Pasyanti Vak dihubung-hubungkan dengan alam Bhur, Bhuvah, dan Svah. Selanjutnya Pasyanti Vak merupakan suara yang tingkatnya lebih halus lagi. Pasyanti artinya melihat. Para Maharesi dan Yogi yang mempunyai penglihatan dalam, mereka memasuki alam sangat halus untuk berada pada suara pasyanti. Pada level ini orang melihat dan berpikir dengan pengalaman spiritual. Ia berada pada level keadaan Susupti Avastha. Sedangkan Para Vak beradanya pada level alam spiritual yang sangat amat tinggi dan halus yang dinamakan alam Paramam vyomam. Kata Para berarti level tertinggi, dan Vak berarti kata atau suara. Pada level ini tidak lagi ada pikiran melainkan berada penuh pada alam spiritual yang tak terbatas. Ia berada pada level keadaan transendental, keadaan spiritual sangat tinggi bernama Turiya Avastha. Pada level ini, tidak ada lagi perbedaan antara suara dengan objek karena suara itu sendiri sudah mengandung segala isi dari objek (abhinnam). Para Vak adalah level tertinggi spiritual, Paramam Vyomam, dan dengan demikian, Veda adalah Para Vak.

MIMBAR AGAMA

Berperan Aktif untuk Bangsa Redaktur Khusus

KRISTEN PROTESTAN PDT. I P WIDIARSANA, S.Th. “Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu.”Yeremia 29:7 TIDAK seorangpun dari kita ingin hidup dalam negara yang kondisinya carut marut. Tetapi apakah kita sudah berbuat semaksimal mungkin untuk negara kita? Ini sebuah pertanyaan yang sangat penting untuk kita simak, karena ada banyak orang yang begitu mudahnya mengeluh tetapi keberatan untuk memberi kontribusi terhadap kemakmuran negaranya sendiri. Mereka hanya memikirkan apa yang bisa menguntungkan diri mereka sendiri, bahkan tega merugikan negaranya apabila hal itu bisa menguntungkan mereka secara pribadi. Yang disayangkan, dikalangan anak-anak Tuhan pun sikap seperti ini begitu mudah kita jumpai. Padahal firman Tuhan banyak berbicara mengenai hal ini. Kita diminta untuk menjadi terang dan garam, dan itu artinya diminta untuk bisa menjadi berkat bagi orang lain. Negara tidak akan pernah bisa sejahtera jika kota tidak sejahtera, kota tidak bisa sejahtera jika lingkungan di kota itu tidak sejahtera. Semua itu berhubungan, dan kita sebagai bagian dari masyarakat tentu bisa mulai berpikir untuk berbuat sesuatu sebelum kita mengeluh terlalu cepat akan kondisi yang dialami bangsa kita. Bukanlah kebetulan jika kita sekarang berada pada sebuah tempat tertentu. Ada rencana Tuhan yang indah dibalik itu, dan ada tugas yang harus kita lakukan disana. Apakah kita sekarang berada di kota besar atau dipedalaman, dimanapun kita ditempatkan, ada sesuatu yang pasti bisa kita lakukan untuk membawa perubahan. Mungkin sangat kecil, tetapi siapa bilang sesuatu yang kecil itu pasti tidak berguna? Firman Tuhan berkata: “Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu.”

(Yeremia 29:7). Perhatikanlah bahwa ada hubungan yang kuat antara kesejahteraan kita dengan kesejahteraan kota di mana kita tinggal. Jika kita mau sejahtera, kota yang kita tinggali pun harus baik pula keadaannya. Berpangku tangan dan bersikap apatis jelas bukan pilihan, karena Tuhan dengan jelas meminta kita untuk mengusahakan kesejahteraan kota di mana kita ditempatkan. Bukan saja secara pro-aktif berbuat sesuatu yang positif, tetapi kita juga diminta untuk terus mendoakan kota dan tentu saja negara kita. Tuhan tidak pernah meminta kita untuk menjadi pribadi-pribadi egois yang hanya mementingkan diri sendiri saja, tetapi kita diminta untuk berperan serta secara nyata dalam membangun kota dimana kita tinggal menuju arah yang lebih baik. Ketika Tuhan ingin menghukum kota Sodom, kita bisa melihat kisah tawar menawar yang dilakukan Abraham kepada Tuhan. Pada saat itu Sodom sudah mengalami kerusakan moral yang sedemikian buruk. “Adapun orang Sodom sangat jahat dan berdosa terhadap TUHAN.” (Kejadian 13:13). Bahkan Tuhan sendiri berkata “Sesungguhnya banyak keluh kesah orang tentang Sodom dan Gomora dan sesungguhnya sangat berat dosanya.” (18:20). Abraham tidak ingin Tuhan melenyapkan tempat itu. Dia pun mengajukan penawaran kepada Tuhan, “Bagaimana sekiranya ada lima puluh orang benar dalam kota itu? Apakah Engkau akan melenyapkan tempat itu dan tidakkah Engkau mengampuninya karena kelima puluh orang benar yang ada di dalamnya itu?” (ay 24). Dan lihatlah apa jawaban Tuhan: “Jika Kudapati lima puluh orang benar dalam kota Sodom, Aku akan mengampuni seluruh tempat itu karena mereka.” (ay 26). Jika demikian, apabila Tuhan sudah menyatakan ingin menghabisi seluruh kota itu, maka itu artinya tidak ada 50 orang benar lagi disana. Abraham terus mencoba menawar agar Tuhan mengurungkan niatNya, hingga jumlahnya tinggal sepuluh orang. “Katanya: “Janganlah kiranya Tuhan murka, kalau aku berkata lagi sekali ini saja. Sekiranya sepuluh didapati di sana?” Firman-Nya: “Aku tidak akan memusnahkannya karena yang sepuluh itu.” (ay 32). Alangkah memprihatinkan. Sepuluh orang benar saja sudah tidak ada lagi disana. Padahal jika ada sepuluh saja dibanding ribuan penduduk di Sodom, Tuhan siap memberi pengampunan kepada

seisi kota. Sepuluh orang benar saja sudah mampu memberi perbedaan luar biasa. Apabila kita terus berpangku tangan dan terus memikirkan keuntungan diri sendiri saja, bagaimana jika apa yang terjadi di Sodom itu sampai mengenai kota dimana kita tinggal? Panggilan kepada kita sesungguhnya jelas. Kita harus berbuat sesuatu setidaknya mulai berpikir untuk itu demi kesejahteraan negeri kita. Talenta sudah disediakan Tuhan, kita masing-masing punya sesuatu yang bisa kita sumbangkan untuk negara ini. Tidak usah berpikir terlalu jauh dulu untuk negara, kita bisa memulainya dari lingkungan tempat tinggal kita terlebih dahulu. Besar kecilnya kontribusi kita bukanlah masalah, yang penting kita sudah mempergunakan segala yang diberikan Tuhan untuk mulai melakukan sesuatu yang positif. Kalaupun tidak ada sesuatu yang bisa kita berikan untuk saat ini, kita bisa berdoa buat negeri dan para pemimpin bangsa di semua tingkatan. Simak baik-baik ayat berikut: “Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang, untuk

raja-raja dan untuk semua pembesar, agar kita dapat hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan.” (1 Timotius 2:1-2) Doa itu penting. Jangan hanya mendoakan diri sendiri atau orang-orang yang kita kasihi, tetapi adalah penting juga untuk menaikkan doa syafaat bagi bangsa dan negara kita, serta semua pemimpin di dalamnya. Ayat selanjutnya berkata “Itulah yang baik dan yang berkenan kepada Allah, Juruselamat kita, yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran.” (ay 3-4). Mari kita sama-sama memeriksa diri kita dan temukan apa yang bisa kita pakai atau sumbangkan untuk kesejahteraan negeri kita, dan mulailah mempergunakannya sekarang juga. Disamping itu jangan lupa pula untuk terus memanjatkan doa buat negara dan para pemimpin kita. Kita bisa mulai dari yang terkecil dulu di lingkungan kita. Mungkin itu terlihat kecil saat ini, tetapi Tuhan bisa memakainya untuk sesuatu yang luar biasa. Let’s do something today! We can make a change if we want to

PERMATA HATI

Untuk pembaca Bali Post Mingguan (BPM), kami membuka rubrik baru ‘’Permata Hati”. Rubrik ini mengangkat si buah hati yang baru lahir, yang berulang tahun atau akan berulang tahun. Juga pasangan yang menikah di minggu tersebut atau yang merayakan ulang tahun pernikahan. Kirim foto menarik dan tulis data lengkap identitas diri, orang tua serta komentar singkat. Semua data dikirim lewat email redaksibalipost@yahoo.com dengan kode Permata Hati. Bisa juga naskah dan foto dikirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post. Jl. Kepundung 67 A Denpasar telp. (0361) 225764. (Redaksi)

Ritual tiga oton (1,5 tahun Bali) dan potong rambut I Gusti Agung Gde Tri Wirabhuwana, putra ketiga pasangan I Gusti Agung Gde Dharmada dan Ni Wayan Kristianti (Jro Tunjung), dilaksanakan pada Selasa (16/7) lalu di Puri Gaga Kaleran, Desa Keramas, Blahbatuh – Gianyar. Ritual potong rambut sejak lahir ini diiringi kesenian sakral dan di-puput Ida Pedanda Geria Gede Keramas.


Redité Pon, 21 Agustus 2016

Bali L E M B A R

7

B A S A

Bencingah I Made Gede Suardika

Sampunang Setata Katengetang TATKALA maosang indik keris, majanten sané kapikayunang wantah tetamian budaya kuna sané marupa sanjata tebek. Ring Bali, keris setata kapanggih ri kala kamargiang parikrama kasenian minakadi ring sesolahan Ngunying. Ketah keris inucap kakeniang antuk kahanan utawi parikrama tenget pisan. Punika ngawinang krama sayan takut nuénang keris duaning ajerih keni aja wera utawi kaucap tulah. Kahanan sakadi punika kabaosang I Made Gede Suardika. I Made Gede Suardika sané sampun kirang langkung dasa warsa ngamargiang parikrama tetamian warga Pandé puniki maosang, keris sujatiné wantah madaging antuk tetuek indik Ida Hyang Widhi sané kasinahang saking Basa Kawi inggih punika “Tiga Wisésa rai soro Pucuk Sinunggal” sané kirang langkung tegesnyané inggih punika: “Tetiga Parindikan sané Kamargiang antuk kalih margi tatkala jagi ngrereh prabawa Ida Sang Tunggal”. Tetuek asapunika sané sujatiné kapanggih tur wénten saking keris. Sakéwanten sané dumun budaya keris puniki ketah pisan karaketang antuk sekancan parindikan tenget utawi kaniskalan olih pangadol keris. Kahanan sakadi dumun sané ngawinang krama akéh sayan sképtis utawi tan rungu ring budaya punika. Malih dané nugesang, keris nénten ja mabinayan sareng arca miwah palinggih, inggian nganinin indik Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Sakéwanten sané mabinayan keris punika wantah sanjata tebek sané baya pisan duaning tajep tur mangan. “Boya wénten manah tiang jagi ngiwangang sakéwanten kahanan kadi asapunika wantah sangkaning Belanda nguningayang yéning punika jagi ngawinang krama Baliné ngelarang payudhan tur nglawan kawéntenanipun ring Nusantara. Dadosné budaya keris napi malih antuk parikrama ngaryaninnyané sampun kaiwangang tur kaicalang. Indiké punika sané ngawinang sekancan parikrama indik makarya keris nénten becik katamiang nyantos mangkin,” baos pandé keris sané polih ngicénin seminar indik keris ring Muséum Bronbeek Belanda warsa 2015 lintang. Dané sané embas ring Dénpasar, 23 Maret 1973 puniki taler maosang, ring Bali tetuek filosofis saking keris nénten telas ical sakéwanten kantun kalestariang tur kamargiang ring pakraman. Duaning budaya inucap becik kasarengin olih kawéntenan agama Hindu ring Bali, punika ngawinang sekancan parikrama sané ngawigunayang keris sané sampun katamiang saking panglingsir kantun kamagiang olih krama. Minakadi tatkala wénten parikrama upacara sané ngaptiang mangda krama lanangé nyelet keris, majanten gama punika jagi tetep kamargiang yadiastun wénten krama sané nénten seneng. Parikrama sakadi punika jagi nyengker tur nyagra budaya keris mangda setata becik ring pakraman. Katakénin indik parikrama tatkala nyelehin becik-kaon keris inucap, dané sané ring warsa 90-an makarya dados importir tur meneng ring Norwegia puniki maosang patut kaselehin saking tetiga parindikan kémanten. Kapertama, indik téknologi sané kawigunayang antuk makarya taler sapunapi lakar sané kawigunayang. Sané kaping kalih indik cecihnan seni utawi indik artistic. Kaping tiga indik cecihnan miwah tetuek filosofis saking keris inucap. Nganinin indik sané “abstrak” minakadi indik “magis” utawi katengetang keris punika, dané maosang nénten becik kasatuayang duaning wantah cihna kaniskalan saking Ida Hyang Paramakawi sané sujatinné patut karasayang olih soang-soang raga kémanten. “Tatkala tiang maosang indik keris ring seminar dumun, akéhan pamilet miwah ulemanné irika mancingin tiang mangda maosang indik katengetan utawi cihna kaniskalan saking keris. Tatkala punika tiang wantah maosang yéning makarya keris wantah sinalih tunggil jalaran sané kamargiang olih krama Bali wantah cihna bakti majeng ring Ida Sang Hyang Widhi miwah leluurnyané, boya ja kanggén ngrereh kasaktian niskala. Duaning ring kahuripan krama Bali, kasidhian utawi parikrama kaniskalan punika prasida karereh tan pakaryanin keris sané sué pisan galah ngaryaninnyané. Irika lantas sang sané mataken manggutan nyihnayang cumpu,” asapunika dané sané polih penghargaan “Mén on History” duk warsa 2015 saking pamréntah Belanda puniki maosang sinambi makenyem. (wan)

(41)

B A L I

Sanjata Keris

Niyasa Sang Hyang Tiga Sakti miwah Purusa-Pradana RING parikrama kahuripan jadma saking masan manusia purba nyantos mangkin sanjata wantah piranti sané setata nyarengin tur kapanggih ring kahuripan jadma wiadin kramané. Punika kasinahang antuk akéh pisan kapanggih artéfak miwah piranti-piranti kuna sané saujatiné wantah sanjata. Sios punika taler akéh pisan mangkin sanjata anyar pinaka panglimbak saking sanjata kuna sané sampun kaadungang sareng kahanan masané. Ring Indonesia utamanipun ring Bali akéh kapanggih piranti sanjata minakadi marupa tumbak, pedang, panah, miwah sané siosan. Sané kantun ketah kapanggih ring pakraman inggih punika marupa keris. Keris inucap wénten sané kawigunayang ring sesolahan Calonarang miwah sesolahan Ngunying ring parikrama upacara minakadi mendem padagingan miwah pawiwahan tur wénten taler pinaka pajangkep busana sakadi busana Pecalang. Punika nyihnayang tetamian budaya kuna kantun becik genahnyané ring pakraman. Manut pabaos budayawan I Gd. Anom Ranuara S.Pd., S.Sn, keris wantah sanjata tebek sané kasorohang dados kalih, inggih punika keris leser utawi pepandanan sané taler kabaos purusa miwah sané malekaklekuk utawi keris ma-luk sané ketah kabaos pradana. Nénten wantah olih dané, I Made Gede Suardika, pandé keris sané meneng ring Jln. Kenyeri Denpasar taler maosang yéning makekalih soroh i wawu kakepah malih dados akéh tur yéning kacingak ring sekancan wangun

keris sané sampun kakaryanin olih krama kantos mangkin minabang wénten akéhipun tigang atus soroh pepandanan miwah tigang atus soroh maluk. Yéning keris pepandanan wénten sané sorohipun kawastanin keris Pasupati, Jalak, Jalak Dingding, Sinom, Sinom Gobyong miwah sané siosan. Sané ma-luk minakadi Kidang Soka, Bima Kroda, Durga Ngerik miwah sané lianan. Dané malih maosang, yéning dumun krama taler para wadwané akéhan nuénang soroh keris pepandanan. Sakéwanten sang sané madué tegak linggah becik taler agung minakadi Ida Sang Prabu nuénang tur ngawigunayang keris ma-luk napi malih sané lukipun tiga welas wantah nyihnayang kawijayan. “Yéning sané kauningin dumun, wadwa ring payudhan akéhan madué keris pedang sané kawastanin antuk keris Kadga. Wangunipun sakadi keris pepandanan sakémawon wantah marai asiki duaning malih siki tebel tur puntul mangda sitengan bilahipun duaning keris inucap jagi kanggén nyempal. Lantang bilahan besinipun kirang langkung 43 cm tur mapati sané pinih bawak inggih punika 12 cm,” baos Suardika. Dané nglantur maosang, sujatiné keris wantah cihnan Ida Sang Hyang Widhi Wasa maraga Sang Hyang Tiga Sakti. Punika kasinahang saking lakar sané kawigunayang, inggih punika besi pinaka cihna Brahma, waja pinaka cihna Wisnu taler pamor pinaka cihna Iswara. Sakéwanten soroh météor sané kawigunayang wantah soroh

Iron Météorite sané dagingipun wantah Nikel miwah Titanium. Lakar punika sané sampun akéh kadol ring dura negara sakéwanten pangargannyané mael. Sangkaning cihna saking Sang Hyang Tiga Sakti punika, keris taler kawigunayang nyupat utawi nyomya sekancan bhuta mangda nénten ngulgul ngrabéda ring upacara sané kamargiang. Napi malih ring lelampahan Calonarangé, Rangda katebek punika sujatiné boya ja ngamademang ratuning bhuta sakéwanten pinaka cihna saking panyupatan Ida sané kantun marupa Durga duaning kaliput antuk bhuta mangda kasuciang dados Uma tur prasida malih mawali ka Siwaloka. Katakénin indik gama nyelet keris olih krama lanang Walaka ring makudang-kudang upacara yadnya, dané maosang punika kadasarin antuk kahanan i nguni inggih punika kawéntenan payudhan sané ketah kapanggih tur kamargiang olih kerajaan ring Bali. Tangar ring indiké punika ngawinang krama lanang walakané setata nyelet keris. Indiké punika manados gama sané kantun kamargiang ring makudang-kudang genah ring Bali kantos mangkin. “Wénten taler ring genah siosan, parikrama nyelet keris sané kawigunayang dados pajangkep busana utawi fashion kramané tatkala mabusana adat utawi ngamargiang upacara yadnya. Punika mawinan krama irika masaing mangda prasida nuénang utawi ngaryanin keris sané pinih becik tur ngametuang rasa bangga tatkala kaanggén seselet,” asapunika Gede Suardika nartayang. (wan)

BPM/wan

Pamor ring Keris

Pamor ”Alami” miwah Pamor Rékan PINAKA piranti utawi sanjata sané raket pisan ring budaya Indonésia utamanipun ring Bali, keris wantah piranti sané macihna pisan. Sios saking kalewihan wangun utawi asil gegarapanipun, keris taler madaging utawi nyinahang “motif” ring bebilahan sané kawastanin pamor. Pamor

PAMOR – Sios saking wangunipun, sané taler nyihnayang kahanan seni wantah kawéntenan pamor ring bebilahan kerisé. Pamor punika jagi mawarna putih tur metu sangkaning parikrama makarya utawi menténg keris.

keris. I Made Gede Suardika maosang, keris punika kakaryanin antuk menténg miwah numpuk besi, baja, miwah météor sané sampun kasikiang punika ping akéh antuk kahanan nyantos tambis-tambis mléléh. Punika lantas katumpuk miwah kalapis ping akéh pisan sané ngawinang keris inucap wawu wus kakaryanin risampuné ngranjing galah tigang bulan. Napi malih yéning lapisipun nyantos 100.000 lewih, sinah asiki keris jagi kakaryanin antuk galah nyantos kirang langkung awarsa. Ring parikrama inucap jagi medal utawi kasinahang serat-serat sané laut manados pamor duaning soroh lakar inucap inggih punika besi, waja, miwah météor mabinayan pisan sakéwanten kantun masikian manados bebilahan keris. Mangda pamor inucap prasida becik kasinahang, patut pisan keris i wawu kaemem antuk toya yéh juuk miwah warangan. Wusan punika sinah besi miwah baja jagi mawarna selem sakéwanten pamornyané jagi kasinahang pisan mawarna putih. “Pamor ring keris inucap sujatiné wénten kalih soroh, inggih punika pamor alami sané

wangunipun medal preragan ninutin sapunapi tetagelan utawi tetumpukan logam tatkala kapenténg. Malih siki pamor rékan utawi pamor sané kakaryanin matagenan olih pandé mangda keris sayan “artistik” kasinahang,” baosnyané. Indik wangun pamor alami akidikan sorohnyané tur kasinahang masaih, minakadi Brasutah sané marupa bunter-bunter, Panaringan Kebah utawi bunter-bunter sakadi Brasutah sakéwanten cenikan malih sakadi jaring. Wénten taler sané kawastanin antuk Kulit Semangka duaning wangunipun sakadi kulit woh-wohan semangka. Sakéwanten yéning pamor rékan utawi pamor sané nagen kakaryanin, sorohnyané pamor Api sané wangunnyané sakadi api maglubaran, pamor Lar Gangsir utawi pamor sané wangunipun sakadi bulu jangkrik, pamor Tambang Badung wangunipun sakadi tali tambang maplintir, miwah pamor Blarak wangunipun sakadi danyuh mapaid. Malih kabaosang, yéning nénten becik kaupapira sinah tuuh keris nénten sué tur majanten jagi ngawinang pamornyané rusak. Sakéwanten yéning sampun

kabecikang sinah prasida matuuh kantos 600 warsa sakadi sané akéh kapanggih ring Muséum Belanda. Dané taler maosang, mangda pamor taler keris punika becik tur matuuh sué, patut sering-sering kadagingin antuk minyak singer utawi minyak sané sering kawigunayang ring mesin jait santukan yéning nganggén minyak kelapa sinah kirang becik duaning punika madaging antuk toya sané majanten ngawinang karatan. Sios punika dados kadagingin memiikan akidik kémanten mangda sayan awét tur nénten mabo besi penténgan. I Gusti Agung Oka Pabian, BBA.,panglingsir Puri Senetan ring Sibang Gede Abiansemal Badung sané manados juru wasuh pusaka keris, tumbak, pedang puniki maosang, pusaka utawi keris patut setata kaumbah duaning ipun jagi sering keni angin sané ngawinang karatan. “Sios punika ring sajeroning upacara yadnya ring Bali majanten jagi ngawigunayang keris pusaka tur jagi kakeniang antuk toya miwah bungkak. Yéning wus punika nénten gelis karesikang, sinah keris jagi gelis karatan tur rusak,” Oka Pabian nugesang. (wan)

“BÉÉH ngujang bengongin, ngiring dong durusang wédangé. Mangkin ambilanga piring pang sekalian ngayunang driki, mungpung ibi polih bé julit. Niki bantené kanggéang maulan bacakan nyalian, udang, sareng pesan julit,” aturné Gusti Biang Siwi ka pawaregan ngambil piring, ajengan, udang, lan nyalian magoréng, pésan muah tim bé julit a panci. “Ngujang buin mesuang magenepan. Rencanané tiang magagahan di duuran Tukad Telagawajané sambilang nyingakin pamandangané asri pesan,” Gusti Gedé Karang nyelag. “Araah Tuaji, Ibu, niki sané gumanti demenin tiang. Pésan ajak tim bé julit. Napi malih udang goréng tepung. Dija polih numbas ulam bacakan Bu, yén ring Selat biasanné rauh saking Sindu utawi ulam saking Danu Batur,” aturné Ayu Citra saha nyicipin udangé. “Naah, yén dini Gég Citra apa dogén dadi tunas, kayang Beliné, Ngurah Jelada dadi aba

kadi biasané ngayunang sarwa jangan, kacang saur, lan ulam bacakan. Ayu Jeladi kecagcagkecigcig ngayahin tamiunné ngayunang. Gusti Biang Sisu sareng ipénné Gusti Biang Siwi kénak pisan kayunné nyingakin okan-okanné leket rumaket masameton. Alon-alon raganné sareng ngayunang nyicipin ajengan kaput maulam pésan bé julit sareng goréngan udang, nyalian, lan jangan olah. Sesampuné nandes usan wau Gusti Ayu Jeladi ngambil ajengan kaput madarang taluh mapindang lan sambel bawang ati, paru. “Béééh, tumbén marasa kawaregan ngajeng, tim bé julité ajak pésané jaen gati. Yén ten énggalan bek basangé mirib buin ajembung telah ben,” pandikanné Gusti Gedé Karang. “Yén kénten margih malagaran timpalang pésan ajak goréngan nyalian lan udangé. Rah Jelada ambilang Ajiné arak sadurané ajak slokiné aba mai,” baosné Gst Made Taman. “Nah niki ja mara arak bene-

han. Sejaba jaen masih dadi obat ningkatang stamina.” Gusti Gedé Karang nyicipin a sloki timpalanga pésan bé julit kalanturang olih Gusti Madé Taman ngambil sloki lan ulam goréngan.Tan mrasa sampun sami tigang sloki maarakan. “Beli Gedé, usan dumun amuinika. Nyanan punyah ten nyidang makta mobil mulih,” aturné Gusti Biang Sisu matuéling rabinné. Usan ngayunang Ayu Citra nandan rakanné Ngurah Jelada ka batan poh lan nyambuér putihé samping sakanemé sané nged mawoh. “Beli Ngurah tulungin ja tiang ngidamang buah poh nguda ajak nyambuér putih niki lakar anggon rujak nyanan teked jumah,” aturné Gusti Ayu Citra ngalem matadah manying. “Ooh ngidam? Sampun kudang bulan bobotané lan sira ané iseng manandurin?” patakénné Ngurah Jelada sumeken kadi wiyaktiyakti, yadiastun uning rainé macanda. “Sampun sasukat tiangé

opname di Amlapura, bibit sané tanem Beli Ngurah di awak tiangé tumbuh tan sida baan tiang nambengin. Yén tan maan ubad ngidam adanan tiang mati Beli Ngurah,” kénten aturné Ayu Citra masemu tangis sigsigan, kapireng olih Ibunné. “Hé ééé anak kenapa ené Gég Citra dadi maeling-elingan kéto?” pitakén Ibunné. “Niki tiang ngidamang poh sareng nyambuér putihé niki ten nyak rerehanga ring Beli Ngurah. Uli tuni ngetél paes tiangé nyingakin poh nguda ajak nyambuér putihé nika.” “Dadi misi bobotané suba uli dugasé opname di Amlapura, sajaan ento?” pitakén ibunné kadi makesyab. Aji, Ibu sareng rainné sami taler kapepenga. “Apa saja ento? Dadi sing ngenah basangné mentil? Doong pada enu nguda sih,” pitakén ibunné malih nyujutang. Gusti Ayu Citra lan Ngurah Jelada ica ngakak mapelukan ngawinang sami sayan bingung.

sané jagi mawarna putih punika kawangun utawi kamedalang olih lakar batu météor sané dagingipun wantah Nikel taler Titanium. Manawita nénten madué utawi molihang batu météor, sinah prasida ngawigunayang Nikel utawi Titanium kémanten ri kala jagi ngaryanin pamor ring

BPM/wan

mulih ten kénten Mbok Siwi. Ngurah Jelada kénkén?” baosné Gusti Biang Sisu nyambi ngetog bantenné sané madaging ulam ayam betutu, taluh mapindang, ati, miwah peparu masambel bawang, ring ajengan kaput masambél mba madaging saur, kemangi lan junggul. “Ooh, yén béné niki ja ten meli Gég Citra. Ibi Ajiné maan makena bubu di tukadé. Ituni amung maan udang dogén, énggal gorénga tekén Adiné apang maan anggon banten. Yén ipidan dugas Beliné déréng masuk SMA di Amlapura, biasanné raganné ané makena bubu bé julit lan udang. Bubunné nunas sig Aji Keboné di Selat,” baosné Gusti Biang Siwi saha ngetog layubané sané madaging ulam bacakan lan jangan olah paku lan kecicang. Samian mangkin pakerémos ngayunang saling tukar layuban. Ngurah Jelada nunas ajengan kaput lan betutu, Ayu Citra sareng Ajinné ngambil jembung ngayunang tim julit magerosan. Gusti Madé Taman

(Masambung)


Upacara

8 Bebantenan Bhakti ring Leluhur PAMARGIN bhakti ring leluhur manut krama Hindu ring Bali akéhan bhakti ri sampuné ida maraga déwa pitara saha malinggih ring Merajan Kamulan utawi palinggih leluhur sané luhuran malih. Panampén utawi pangartos bhakti ring leluhur sané asapunika nénten manut ring sastra agama Hinduné. Malaksana sekala lan niskala sinunggil uger-uger ri tatkala ngamargian daging agama Hindu. Pamargin bhakti ring leluhur punika taler tan dados piwal ring uger-uger sekala niskala. Sakantun leluhur punika sekala urip ring marcapada pretisentanannyané nyinahang bhaktiné ring leluhur malarapan antuk ngayahin leluhur punika manut kawéntenanyané. Leluhur mawit saking basa Jawa Kuna saking kruna “luhur” tegesnyané ba duur. Dadosné “leluhur” punika saking i rerama minakadi mémé bapa, pekak dadong, kumpi, kelab, kelampiung, canggah, wareng, kletek miwah salanturnyané kantos i manusa pertama sané maparab Swayambhu Manu. Bhakti ring leluhur tegesnyané bhakti ring leluhur sané kantun nyeneng maurip ring jagat sekala miwah sané sampun maraga déwa pitara sané wénten ring jagat niskala. Panampén bhakti ring leluhur sané sapuniki manawi sané patut kasobyahang ring jagaté. Dadosnyané bhakti ring leluhur wénten kalih paos. Kapertama bhakti ring leluhur ri kala kantun nyeneng urip ring jagat sekala, kaloktah antuk bhakti ring “anak lingsir”. Kaping kalih bhakti ri kala sampun maraga déwa pitara malinggih ring Merajan Kamulan kantos ring Pura Kawitan. Bhakti ring leluhur sané kantun maurip kamargiang malarapan antuk kawéntenan anaké lingsir. Anak lingsir sané kantun nyeneng punika minakadi i rérama (mémé-bapa), i pekak, i dadong, i kumpi. Sané sampun mawasta “kelab”, napi malih sané mawasta “kelampiung” arang pisang sané kantun nyeneng. Sapatutnyané sadaweg anakélingsir kantun nyeneng punika ayahin manut kawéntenannyané. Napiké anaké lingsir kantun seger, sampun ruyud, napi malih anaké lingsir sungkan, patut pisan runguang tur ayahin. Ring krama akéh kapanggihin, sadaweg nyeneng anak lingsirné nénten pati karunguang. Napi ngajeng, tan ngajeng, napi sampun masiram utawi nénten, akéh sané kantun tan rungu ring anak lingsirné. Nanging yén sampun séda kabenang mabadé kantos tumpang solas. Ngabénang sakadi punika nénten ja iwang. Nanging tan asah antuk ngayahin sadawegné kantun nyeneng maurip. Manut kecap pustaka Sarasamuscaya 250, irika kasinahang sapa sira sané dahat tuwon bhakti ring leluhur utawi anak lingsirné jaga mapikolih petang paos phala karma utama. Petang pawos phala karma utama punika; kirthi, bala, yusa miwah yasa. Kirthi suksmanyané sakancan pakaryan ngruruh pangupa jiwa jaga setata nyinahang pikolih becik. Bala suksmanyané polih sasira sané saged sekala miwah niskala. Sakadi nénten dangan keni pinungkan, nénten gelis brangti. Yéning sakadi raos mangkin kasengguh “tahan banting”. Yusa inggih punika molihang kadirgayusan. Teges dirga yusa punika lantang tuwuh. Nanging manut pustaka Sarasamuscaya, sané mawasta anak matuwuh lantang inggih punika sané setata ring kahuripannyané malaksana madasar dharma. Sahananing laksana utama sané kakardi ri kantun maurip setata kaélingang tur anggena uger-uger miwah tetuladan ring anaké kantun maurip. Sané kaping untat inggih punika yasa, sané kawastanin yasa inggih punika setata makardi becik miwah patut ring nyama braya. Sapa sira ja tuwon bhakti ring leluhur utawi ring anak lingsir, taler wénten ring pustaka Manawa Dharmasastra II.121. Ring sloka pustaka punika kasinahang taler petang paos inggih punika; bala, ayu, yasa miwah widya. Ring pustaka Manawa Dharmasastra punika wénten sané kawastanin “Widya”. Suksmannyané, jaga molihang pangweruh utama yéning iraga tuwon bhakti ring anak lingsir. Pangweruh utama punika wénten Guna Widya miwah Tattwa Adyatmika. Guna Widya punika pangweruh sané dados anggén ngruruh pangupa jiwa. Tattwa Adyatmika inggih punika pangweruh indik urip niskala. Asapunika kautamanyané yéning iraga bhakti ring anak lingsir utawi leluhur sané kantun maurip miwah sané sampun maraga déwa pitara. (Ida Rsi Bhagawan Smerthi Kusuma Wijaya Sebali)

Redité Pon, 21 Agustus 2016

Taru Bingin Niyasa Kalanduhan TETANDURAN sané donnyané lom, punyannyané ageng, miwah akahnyané sané kuat majanten ngawi dayuh sang sané ngetis ring sornyané. Tetanduran sané kawastain taru bingin puniki ketah kasengguh taru swarga. Sajeroning upacara yadnya, taru bingin taler mabuat pisan kawéntenannyané. Sajeroning kitab suci wéda miwah sastra Hindu tiosan, taru bingin taler kawastanin Kalpataru utawi Kalpavriksa. Satios punika kawastanin taler Asvatta. Taru bingin pangawitnyané mentik ring swargan mawinan kawastanin taru swarga taler pinaka niyasa kalanduhan krama. Taru bingin puniki katedunang ka jagaté pinaka niyasa ngamolihang kalanduhan. “Taru bingin ri sajeroning sastra agama HinduBali kasengguh Kalpataru. Kalpa artosnyané mayusa utawi matuuh panjang, taru mateges tetanduran. Mawinan Kalpataru kategesin pinaka tetanduran utawi taru sané tuuhnyané sué,” Ida Rsi Bhagawan Smerthi Kusuma Wijaya Sebali nguningayang. Ida ngwewehin, taru bingin kabaosang pinaka niyasa kalanduhan miwah kasucian. Sangkaning kawéntenannyané sané landuh, donnyané sané lom mawinan taru inucap kasengguh niyasa kalanduhan. Satios punika, taru bingin pamekas donnyané taler mabuat pisan pinaka sarana upacara. Minakadi donnyané kawigunayang pinaka sarana makarya upakara pawintenan, bebangkit, panjang ilang, miwah nyekah antuk tetujon nunas mangda panjang yusa yéning pradé bénjangan sang atma numadi malih ka jagaté. Majeng sané mawinten, don bingin matetuk pinaka sarana nunas mangda sang sané mawinten setata kénak miwah panjang yusa. Satios kasengguh pinaka Kalpataru, taru bingin taler kasengguh taru Siwa-Durga. Nénten wantah para déwata sané seneng ring taru bingin, para bhuta taler nyenengin taru sané lom puniki santukan yukti madué kekuatan magis sané ageng. Mawinan punika, taru bingin pamekasnyané ring Bali setata katengetang taler kasuciang olih para krama. Satios sangkaning kadadosang pinaka sarana upacara taler kangken tenget pisan. Yukti majanten katengetang santukan ius kekuatan magis banget karasayang krama, bilih-bilih taru bingin sané mentik ring wewidangan pura utawi sétra. Sangaking kahanan punika, taru sané akahnyané kukuh, daonyané lom kaaptiang setata ngicén rasa dayuh miwah kalanduhan majeng krama. (uma)

BPM/yan

BINGIN- Taru bingin sané donnyané lom kasengguh niyasa kalanduhan. Satios kawigunayang pinaka sarana upacara, taru bingin taler katengetang kawéntenanyané.

Nganggét Don Bingin Sadurung Mamukur

Sarana Makarya Puspa Sarira SAJERONING upacara yadnya pamekasnyané upacara pangabénan, sadurung ngamargiang upacara mamukur, sang sané madué karya pastika ngamargiang upacara nganggét don bingin. Nganggét don bingin kategesin pinaka upacara ngimpuk don bingin sané pacang kawigunayang pinaka sarana makarya puspa sarira sané kawentuk marupa tumpeng (kabungkus antuk kain putih) kajangkepin antuk prerai (ukiran prerai krama sané kaabén inggian lanang wiadin istri) taler kaiasin antuk sekar ratna. Upacara puniki kamargiang sakadi mapééd nuju genah taru bingin sané kakawitin antuk péédan sarana marupa tedung agung, mamas, bandrang, miwah sarana tiosan. Pinaka alas don bingin sané kanggét marupa tikeh kalasa sané ring duurnyané kadagingin kaih putih sané pacang kanggén mungkus daun bingin sané katunas. Manut Ida Rsi Bhagawan Smerthi Kusuma Wijaya Sebali, taru bingin ri sajeroning kitab suci wéda miwah sastra Hindu tiosan kawastanin Kalpataru utawi Kalpavriksa. Satios punika kawastanin taler Asvatta. Taru bingin pangawitnyané mentik ring swargan taler pinaka niyasa kalanduhan krama. Taru bingin puniki katedunang ka jagaté pinaka niyasa ngamolihang kalanduhan. “Ri sajeroning upacara pangabénan, upacara nganggét don bingin matetuek nyantepang sang Yajamana taler kulawargannyané sajeroning ngamargiang upacara pangabénan antuk nadosang don bingin sané akéhnyané 108 bidang pinaka puspa sarira ring atma sané pacang kasuciang. Sang sané kaabénang kaaptiang molihang swargan utawi ketah kabaosang ‘munggah ring ron baingin’,” Ida Rsi negesang.

Satua

BPM/net

NGANGGET-- Sajeroning upacara ngabén, sadurung upacara mamukur kamargiang upacara nganggét don bingin. Don bingin banget kabuatang pinaka sarana makarya puspa sarira sajeroning upacara inucap. Nganggét don bingin sajeroning buku terbitan Pustaka Bali Post sané kasurat olih Ida Rsi Bhujangga Waisnawa Putra Sara Shri Sathya Jyoti sané mamurda “Ngajum Sekah lan Ngangget Don Bingin” sajeroning kutipan artikel Taru Sorga katlatarang inggih punika, nganggét don bingin mawit saking kruna nganggét, don, miwah bingin. Nganggét sajeroning basa Bali tegesnyané ngimpuk utawi ngalap nganggén tungguan kajangkepin tiuk. Don mawit saking basa Bali, daun molihang sanditasi dados don. Yéning bingin, sampun mateges “taru bingin” wantah taru pinih ageng taler kasengguh silih sinunggil

taru sané tenget/angker. “Paiketan saking pangabénan, taru bingin katarka pinaka cihna taru sorga ring mercapada, taru sorga wéntené ring suargan kabaos taru wreksa, kapercaya prasida ngicén napi sané ketunas.” Tingkesnyané, upacara nganggét don bingin wantah sinunggil upacara ngalap don bingin. Lumrahnyané magenah ring genah suci utawi pura, pacang kanggén sarana ngawi sekah utawi puspa sarira sajeroning upacara mamukur. Nganggét don bingin dumunan wawu upacara memukur. Mawinan punika, upacara nganggét don bingin kamargiang sadurung upacara mamukur. (uma)

Olih : Madé Taro

Pragina Rejang Setata Ilang “KÉNKÉNANG carané?” kramané lénan matakon sada gegésonan. “Di tundun pragina ané pinih ungkur jalan gantungin siap ané enu idup tetelu,” keto raos ané tua ento. “Yén raksasané ento buin teka, suba sinah siap ané magantong ané bakal jemaka, boya praginané. Suud ento mara alih raksasané ané ngadug-adug ento bareng-bareng.” Pamuputné, makeyang kramané cumpu tekén pamineh anaké tua ento. Ada buin ané nguduhang apanga siap ané lakar kagantung mabulu méndahan apang i raksasa sayan meled mlaibang. Nuju upacara salanturné, igelan rejang tetep kasolahang yadiastun pragina ané paling si ungkur marasa jejeh. Pragina ané dadi ikuh terus matolihan marep kori sambil malih-malihin siap ané magantung di tunduné. Krama désané sregep pada ngaba keris majaga-jaga di sisin alasé. Kramané setata sayaga yén pradé i raksasa teka nadak. Seken pesan, apa ané ada di keneh kramané. Raksasané ento, pesu uli betbeté, enggal pesat nyemak siap ané magantung di tundun praginané. Pragina ané dadi ikuh takut, ia makaikan sambilanga malaib paling. Kéto masih pragina rejang ané lénan. Krama désané lantas ngepung i raksasa ka tengah alasé nuutin suaran siapé ané kéok-kéok. I raksasa ané malaib ka alasé ngansan ngejohang, suaran siapé masih sada ngigisang tambis-ambis ilang. Krama ané ngepung tusing tau kija pajalané i raksasa. Ulian ento kramané ngepah ngalihin, ada ané beneng kangin, kaja, kelod lan beneng kauh. Ada krama ané nepukin bulun siap mabrarakan. Kramané ento terus nututuin bulun siapé ané makacakan ento, pamuputné marérén i aep goané. Goané ento minab umah raksasané ané macelep ka tengah. Sayan ka tengah sayan peteng, peteng dedet. “Sameton,” kéto kepala désané ngelur. “Ngrebek raksasa ka tengah goané tuah gegaén ané mayanin pesan. Iraga ajak makejang pastika lakar amaha.” “Terus apa ané lakar jalanang jani?” pataon krama ané lénan. “Yén raksasané ento idup, suba pastika lakar metu baya ané lénan,” krama lénan nimpalin. “Raksasa ento patut matiang,” Kepala Désané nyautin. “Uduhang kramané apang ngaba saang mai, borbor goané ené baan sang.” Disubané kulkulé mamunyi, makejang krama désané teka ngaba saang. Ada ané ngaba saang tiing, ambengan tuh, duk, lan danyuh. Ada ané celepanga ka tengah goané, ada masih ané borbora di aep goané. Ajahan goané ento suba puun. I raksasa mirib suba mati maborbor ulian tusing ngidaang pesu uli tengah goané. Uli sekat ento, tusing ada krama ané nyambatang alas di Desa Tigawasa tenget. Sesukat ento kramané miara alasé. Upacara di Pura Desa setata kairingin sesolahan rejang. Anggona paingetan, alasé ento kaadanin Alas Songsasa, artiné alas goa raksasa. Di samping goané kone ada batu gedé, tuturanga, ditu i rakasasa mandus lan majemuh. (Puput)

Rédaksi nerima reriptan marupa artikel (paling akéh 3500 huruf), satua ringkes (paling akéh 6000 huruf), puisi, geguritan miwah sané siosan. Reriptan mangda kakirim ring alamat: Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email: bali_orti@balipost.co.id.


9

MINGGU PON, 21 AGUSTUS 2016

Tim Sepak Bola Putri Jerman Juara HAL 10

Crystal Palace Resmi Datangkan Benteke London Striker Belgia Christian Benteke kini memiliki klub baru. Crystal Palace mengonfirmasi secara resmi bahwa mereka telah mendapatkan Benteke dari Liverpool. Pesepakbola berusia 25 tahun itu setuju dikontrak selama empat tahun di Palace. Tidak disebutkan seberapa biaya transfernya, namun media-media setempat meyakini dia ditebus dengan nilai awal 27 juta pound. “Aku sangat gembira untuk bergabung Crystal Palace dan menantikan bertemu dengan manajer, para pemain, dan staf,” kata Benteke di situs resmi Palace. “Aku merasa sangat bahagia karena kesepakatannya sudah selesai dan sekarang aku bisa menatap ke depan.” Benteke menjalani satu musim yang buruk setelah direkrut Liverpool dari Aston Villa dengan nilai transfer 32,5 juta pound. Selama berseragam ‘merah’, Benteke hanya mampu membuat 10 gol dalam 42 pertandingan. Untuk musim 2016-2017, manajer Liverpool Juergen Klopp hanya menempatkan Benteke sebagai pilihan kelima setelah Daniel Sturridge, Danny Ings, Roberto Firmino, dan Divock Origi. Di sisi lain, Palace telah kehilangan Yannick Bolasie yang hijrah ke Everton. Benteke di anggap pas untuk menggantikan posisinya. (rtr/ant)

SALTO - Zlatan Ibrahimovic melepaskan tembakan salto saat klubnya menang dengan skor 2-0 atas Southampton.

BPM/rtr

Ibrahimovic dan Pogba Bersinar

Manchester -

Christian Benteke

BPM/rtr

Hart Bisa Pergi Manchester Pilihan pertama kiper di Manchester City kini bukan lagi Joe Hart. Manajer City Guardiola tidak akan menghalangi seandainya Hart memang ingin hengkang. Setelah menjadi kiper utama City selama bertahuntahun, status Hart bergeser usai diasuh Guardiola pada musim ini. Pemain internasional Inggris ini dipinggirkan ke bangku cadangan karena dianggap memperlihatkan performa yang buruk pada musim lalu dan Piala Eropa 2016. Untuk sementara Willy Caballero yang mengisi posisi di bawah mistar gawang The Citizens. Soalnya, rumor yang merebak City segera mendatangkan Claudio Bravo dari Barcelona. Hart sendiri tengah ramai dihubung-hubungkan dengan kepindahan ke Everton. Dan Guardiola akan menerima apapun keputusan pemainnya. “Ya, tentu saja. Saya akan terbuka untuk membiarkan dia pergi kalau dia memintanya. Saya ingin kebahagiaan untuk para pemain saya,” ujar Guardiola di Sky Sports. “Saya tidak ingin para pemain tetap bertahan kalau mereka tidak bahagia. Saya sudah bilang kepada dia, kalau dia bertahan maka dia akan meningkat. Dia akan paham apa yang kami inginkan dari kiper kami.” “Saya sudah bertemu dengan banyak pemain yang memiliki banyak masalah, tapi setelah sebulan dua bulan sampai setahun, mereka menjadi pesepakbola terbaik di posisinya,” sambung bekas pelatih Barcelona dan Bayern Munich itu. (rtr/ant)

Zlatan Ibrahimovic mencetak dua gol bagi Manchester United, sehingga mampu menenggelamkan Southampton 2-0 di Old Trafford pada Jumat waktu setempat di laga perdana Liga Inggris. Ibrahimovic yang berlaga pertama kali di kandang klub barunya Manchester United, langsung membuka skor 1-0 pada menit ke-36 ketika berhasil melompat di atas Jose Fonte untuk menyambut umpan silang Wayne Rooney. Pemain asal Swedia berusia 34 tahun itu menambahkan gol keduanya dari titik penalti pada menit ke-52, setelah pemain pengganti Jordy Clasie melanggar Luke Shaw saat berlari di dalam kotak penalti. Manajer Manchester Unit-

ed, Jose Mourinho menurunkan Paul Pogba untuk pertama kalinya saat hadapi Southampton. Bagaimana komentar Mou? Selama 90 menit pertama bermain membela MU sejak kepindahannya dari Juventus, pemain termahal di

dunia itu mendapatkan nilai terbaik dari seluruh pemain “Setan Merah” (versi situs WhoScored), bahkan lebih tinggi dari Zlatan Ibrahimovic yang mencetak dua gol. Pogba tercatat membuat 71 operan dengan rata-rata sukses mencapai 83,1 persen.

BPM/rtr

Marquez Raih Pole Brno

Joe Hart

jari gaya kami, tapi saya sangat senang,” ujar Mourinho pada Sky Sports. “Kami harus berimprovisai dan satu hari kami harap dia bisa bermain lebih menyerang, tapi dia butuh kebebasan yang dia dapat hari ini. Saya tak bisa merasa lebih bahagia buatnya,” lanjutnya. Setelah ini, Pogba kemungkinan akan kembali bermain membela MU pada laga lanjutan Premier League melawan Hull City akhir pekan mendatang. (ant)

Lewandowski Cetak ”Hat-rick”

Marc Marquez

BPM/rtr

Ia juga mencatatkan empat tembakan, delapan dribbles, menyodorkan dua umpan kunci, dan tak satu kali pun membuat pelanggaran. Sebuah catatan performa yang sangat positif buat seorang pemain yang baru kembali merasakan ritme Premier League, dari Serie A. Mourinho pun dibuat tersenyum. “Saya pikir dia sangat bagus. Semua sangat bagus, begitu juga kualitas individunya sangat bagus, secara kolektif dia masih mempela-

Brno Marc Marquez berhasil meraih pole position dalam seri lanjutan MotoGP di sirkuit Brno, Spanyol, setelah pada babak kualifikasi menjadi yang tercepat. Marquez berhasil mencatatkan waktu terbaik 1 menit 54.596 detik. Posisi start kedua ditempati Jorge Lorenzo. Pembalap Yamaha tersebut meraih catatan waktu +0.253 detik lebih lambat dari Marquez, sementara Andrea Iannone yang menjuarai seri sebelumnya akan mengawali balapan dari posisi ke-3. Aleix Espargaro dari tim Suzuki akan mengawali balapan dari posisi ketiga. Pada babak kualifikasi, Aleix Espargaro berhasil mencatatkan waktu terbaik 1 menit 55.324 detik. Diposisi kelima akan diisi oleh Hector Barbera setelah mencatatkan waktu 1 menit 55.437 detik. Sementara itu, Valentino Rossi akan mengawali start dari posisi ke-6. Rossi mencatatkan waktu 1 menit 55.509 detik. (ton/rtr)

Jena – Laga pertama Bayern Munich di ajang DFB Pokal (Piala Jerman) berjalan mulus. Die Roten mengalahkan Carl Zeiss Jena 5-0, dengan striker Robert Lewandowski mencetak hattrick. Saat melakoni pertandingan di Ernst-Abbe-Sportfeld, Sabtu (20/8) dini hari kemarin, Bayern sudah unggul 1-0 saat pertandingan baru berjalan tiga menit. Gol itu diciptakan oleh Lewandowski. Berawal dari umpan mendatar Franck Ribery, Lewandowski sempat gagal mengonversinya menjadi gol. Tapi bolanya bisa dihentikan Thomas Mueller. Lewandowski pun langsung menyambar bola masuk ke gawang. Lewandowski menambah

gol untuk Bayern di menit 34. Lolos dari jebakan offside saat menerima umpan Ribery, dia tinggal mencungkil bola untuk mencatatkan namanya di papan skor untuk kedua kalinya. Dua menit menjelang turun minum, Lewandowski mencatatkan hattrick. Ribery kembali menjadi kreatornya, pemain asal Polandia itu membukukan gol dari luar kotak penalti. Usai jeda, Bayern mampu menambah gol lagi. Kali ini Lewandowski yang menjadi pengumpannya untuk memudahkan Arturo Vidal menjebol gawang Carl Zeiss Jena di menit 72. Lima menit kemudian Mats Hummels mencatatkan gol pertamanya untuk Bayern. Gol itu dibukukan lewat satu sundulan kepala meneruskan satu sepak pojok. (rtr/ant)

Hasil Kualifikasi MotoGP Brno 2016 1. Marc MARQUEZ || Repsol Honda Team || 1’54.596 2. Jorge LORENZO || Movistar Yamaha MotoGP || 1’54.849 3. Andrea IANNONE || Ducati Team || 1’55.227 4. Aleix ESPARGARO || Team SUZUKI ECSTAR || 1’55.324 5. Hector BARBERA || Avintia Racing || 1’55.437 6. Valentino ROSSI || Movistar Yamaha MotoGP || 1’55.509 7. Andrea DOVIZIOSO || Ducati Team || 1’55.748 8. Maverick VIÑALES || Team SUZUKI ECSTAR || 1’55.787 9. Dani PEDROSA || Repsol Honda Team || 1’55.841 10. Cal CRUTCHLOW || LCR Honda || 1’55.930

BPM/rtr

PIALA JERMAN - Robert Lewandowski berebut bola dengan pemain Carl Zeiss Jena, Rene Klingbeil (kanan) dan Niklas Erlbeck (kiri).


OLAHRAGA

10 0

Minggu Pon, 21 Agustus 2016

Tim Sepak Bola Putri Jerman Juara Rio De Janeiro -

Tim Jerman memenangkan medali emas pertama dalam sejarah sepak bola putrid, Sabtu (20/8) kemarin setelah dalam laga final sukses menaklukkan Swedia dengan skor tipis 2-1.

BPM/ap

Ryan Lochte

Ryan Lochte Dihujat Media AS

Ketiga gol pertandingan tersebut lahir pada babak kedua. Jerman memperoleh gol dari Dzsenifer Marozsan pada menit ke-48 dan gol bunuh diri pemain Swedia, Linda Sembrant pada menit ke-62. Stina Blackstensius memperkecil ketertinggalan lewat Stina Blackstensius lima menit setelah gol bunuh diri Sembrant. Skor tidak berubah sampai akhir pertandingan, dan Jerman membawa medali emas pertama mereka untuk cabang sepak bola putri. Sejak keikutsertaan perdana di Olimpiade pada 1996, tim putri Jerman mengumpulkan tiga medali perunggu yang diraih berturut-turut di Olimpiade 2000, 2004, dan 2008. Mereka gagal lolos dari fase grup pada 1996 dan tidak berpartisipasi pada Olimpiade London 2012. Ada pun Swedia sama sekali belum merasakan meraih medali di cabang olah raga ini. Prestasi terbaik mereka adalah tempat keempat pada Olimpiade Sydney

New York Perenang Ryan Lochte (32) dijuluki “The Ugly American”, Sabtu (20/8) kemarin ketika media-media AS menghujat habis-habisan sosok yang dulunya amat dicintai publik. Media menyebut cerita yang ia buat mengenai perampokan dan ditodong senjata di Rio de Janeiro, merupakan stereotip terburuk warga AS di luar negeri. Lochte dituduh oleh otoritas Brazil mengarang sebuah cerita, sehingga menjadi headline seluruh dunia mengenai dirinya dirampok oleh pria bersenjata yang menyamar sebagai polisi. Tayangan CCTV dan penyelidikan oleh petugas menemukan Lochte bersama tiga perenang AS lainnya, merusak sebuah toilet di SPBU setempat dan kencing di kawasan umum saat pulang dari pesta akhir pekan lalu. “The Lochte Mess Monster”, tulis halaman depan New York Daily News, sambil menambahkan di editorialnya jika peraih 12 kali medali Olimpiade tersebut memiliki kenakalan mirip anak remaja dan pembohong yang penuh emosi. The New York Post juga sama memberikan hujatan menyebutnya pembohong, dan warga AS yang jelek dalam halaman depannya. Kolumnis olahraga Mike Vaccaro mengatakan sifat Lochte merepresentasikan contoh paling buruk warga AS. Lochte sendiri sudah minta maaf Jumat lalu, dalam pernyataan yang ia posting lewat Instagram. Namun tindakan tersebut tidak berhasil meraih simpati netizen yang kebanyakan memandangnya negatif. (ton/rtr)

2000, ketika mereka kalah di perebutan perunggu, juga

oleh Jerman. Sementara itu, tim sepak bola putri Brasil gagal dalam perebutan medali perunggu. Brasil kalah 1-2 dari Kanada dalam laga yang berlangsung di Arena Corinthians.

Gol kemenangan Kanada, masing-masing dicetak oleh Deanne Rose dan Christine Sinclair. Brasil yang bertindak sebagai tuan rumah memperkecil kedudukan lewat gol Beatriz. Ini menjadi kegagalan ketiga Brasil

dalam meraih medali perunggu, sejak sepak bola putri dikenalkan di Olimpiade 1996. Sebelumnya Brasil kalah dalam perebutan tempat ketiga pada Olimpiade Atlanta 1996, dan Sydney 2000. (ton/rtr)

Perolehan Medali Sementara Olimpiade Rio Negara 1. Amerika Serikat

38

35

32

105

2. Britania Raya

25

22

14

61

3. Tiongkok

23

18

25

66

4. Jerman

16

9

14

39

5. Rusia

13

16

19

48

42. Indonesia

1

2

0

3

BPM/rtr

EMAS - Beberapa pemain Jerman melakukan selfie dengan medali emas yang mereka raih.

BPM/rtr

PEMBUKAAN - Kontingen Indonesia saat upacara pembukaan Olimpiade Rio Brazil 2016, di Stadion Maracana, Rio de Janeiro, Brazil, Jumat (5/8).

Menteri Puan Kunjungi Perkampungan Atlet di Rio Rio de Janeiro – Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, Puan Maharani Jumat malam mengunjungi perkampungan atlet Olimpiade di Rio de Janeiro, Brazil yang juga menjadi tempat menginap atlet-atlet Indonesia. Didampingi Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Erick Thohir, Puan Maharani melihat-lihat fasilitas yang ada di perkampungan atlet tersebut yang terdiri atas 31 bangunan bertingkat. Menurut informasi dari kontingen Indonesia, di Rio de Janeiro, kunjungan Puan Maharani tersebut juga berkaitan dengan persiapan Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games tahun 2018. Menko PMK juga sempat bertemu dengan para atlet Indonesia yang masih berada di perkampungan atlet, serta berbincang-bincang mengenai masalah-masalah yang ditemui selama menginap di sana, selama berlangsungnya Olimpiade. Menurut rencana Menko Puan Maharani, hari Sabtu akan berkunjung ke Stadion

Maracana yang menjadi tempat pembukaan dan penutupan Olimpiade ke-31 ini, dan sejumlah venue di Rio de

Janeiro. Olimpiade ke-31 di Rio de Janerio yang dimulai pada 5 Agustus lalu, kini sudah

memasuki hari-hari terakhir penyelenggaraan dan akan ditutup pada Minggu 21 Agustus. (ant)

Toni Syarifudin Tak Jera Walau Cedera Rio de Janeiro Pebalap sepeda BMX Indonesia yang berlaga di Olimpiade 2016, Toni Syarifudin menyatakan tidak jera walau mengalami cedera patah tulang bahu dan setidaknya perlu waktu dua bulan untuk pemulihan. Bagi atlet kelahiran 13 Juli 1991 di Solo, Jawa Tengah itu, kecelakaan yang dialaminya saat berlomba di Olimpiade ke-31 di Rio de Janeiro, Brazil adalah risiko sebagai atlet BMX yang tergolong olahraga ekstrem. “Saya sudah mencintai olahraga ini. Apa pun risikonya,” kata Toni saat berada di pos komando (posko) kontingen Indonesia di Rio de Janeiro, Jumat (19/8). Atlet yang mulai menekuni balap sepeda BMX sejak tahun 2005, di usia 11 tahun itu juga menceritakan bahwa pernah mengalami patah tulang kaki saat berlomba di Swiss tahun 2012. Menurut Toni, meskipun tergolong olahraga berbahaya, BMX tetap ada aturan keselamatan, seperti penggunaan helm dan perlengkapan pengamanan lainnya, sehingga tidak perlu terlalu dikhawatirkan. Toni yang tangan kirinya masih dibalut mengatakan

bahwa sebenarnya setelah Olimpiade Rio de Janeiro dirinya berencana tampil di Pekan Olahraga Nasional (PON) di Jawa Barat pada September 2016, namun hal tersebut tidak mungkin karena cederanya. Runner-up SEA Games 2011 itu menjadi atlet BMX Indonesia pertama yang tampil di ajang Olimpiade, sehingga dapat berlomba dengan atletatlet kelas dunia lainnya. Menurut Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Sepeda Seluruh Indonesia (PB ISSI) Raja Sapta Oktohari, lolosnya Toni ke Olimpiade di Rio de Janeiro 2016, juga mer-

upakan prestasi sendiri dalam sejarah BMX nasional. Berkat perjuangan Toni dan rekan-rekannya meraih poin demi poin dalam berbagai turnamen tingkat internasional, nama Indonesia pun masuk dalam daftar peserta BMX Olimpiade. Ia juga memuji semangat Toni saat berlomba di perempat final di sirkuit Olympic BMX Center tersebut. Toni jatuh setelah melayang terbang setinggi tiga meter saat melintasi tanjakan di lintasan sirkuit tersebut. Hembusan angin kencang mengakibatkan jatuhnya tidak sempurna. (ant)

BPM/ant

LATIHAN - Atlet sepeda BMX Toni Syarifudin berpose saat latihan jelang ke Olimpiade 2016, di Sirkuit Internasional Muncar, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (25/6).


GELANGGANG

Minggu Pon, 21 Agustus 2016

11

Perst Tundukkan Putra Pemenang Tabanan (Bali Post)-

Tim tuan rumah Perst Tabanan sukses menekuk lawannya Putra Pemenang, dengan skor 2-0 (1-0), dalam lanjutan Liga Nusantara (Linus) Rayon Bali, Grup B di Stadion Debes, Tabanan, Sabtu (20/8) kemarin.

BPM/kmb41

FISIK - Atlet Judo PON Bali saat latihan fisik saat TC Sentralisasi di Hotel Batukaru, Ubung, Denpasar.

Dua Pejudo Diandalkan Rebut Emas PON Denpasar (Bali Post)Pelatih Tim Judo PON Bali Made Antika Kowara mengandalkan dua pejudo untuk merebut dua keping medali emas saat PON XIX Bandung, Jawa Barat, September 2016. Harapan itu cukup realistis, mengingat kedua pejudo ini cukup berprestasi di level Internasional. “Kami mengandalkan Anny Pandini dan Wiradamungga untuk meraih medali emas di PON nanti. Keduanya dibebani, mengingat mereka sering membela Indonesia di level Internasional,” ungkap Pelatih Judo Tim PON Bali, Made Antika Kowara di Hotel Batukaru, Ubung, Denpasar, Sabtu (20/8) kemarin. Antika Kowara menjelaskan, meski mengandalkan kedunya bukan berarti dirinya tidak mengandalkan atlet lainnya untuk merebut medali emas. “Bahkan kami telah menyiapkan pejudo kuda hitam seperti Virginia, Amano Kumaci Lubis, Gde Ganding, Dwi Aditya Putri, dan Ayu Intan Lestari yang sewaktu-waktu akan meraih medali emas untuk kontingen Bali,” kata pelatih yang sukses membawa tim judo Bali meraih juara umum saat PON Remaja I Surabaya, Jawa Timur 2014 itu. Lebih lanjut dikatakannya, sekarang ini asuhannya fokus terhadap program Weigth Traning. “Kami fokus pada latihan beban untuk menambah kekuatan tangan,” jelasnya. (kmb41)

Gol pembuka kemenangan Perst hasil tandukan bomber Putu Pelut Heryanto di menit ke-20. Berawal dari umpan lambung striker Agung Teguh ke mulut gawang, disongsong tandukan Peltu hingga memperdaya kiper Putra Pemenang yang dikawal Ongky. Hingga turun minum, Perst unggul 1-0. Memasuki babak kedua Perst menggandakan kemenangan lewat penyerang Agung Teguh di menit ke-64. Agung Teguh membawa bola sendiri dengan melakukan

aksi solo run, kemudian mencocorkan bola ke gawang hingga mengoyak gawang Ongky. Di menit-menit akhir Putu Pelut Heryanto berpeluang menambah pundi-pundi golnya, namun sayang sontekannya hanya membentur mistar gawang Ongky. Sampai wasit Wildan Albury (Buleleng) meniup peluit panjang, skor akhir Perst tetap unggul 2-0. Usai laga, pelatih Perst Wayan Antika menyatakan timnya serasa menatap babak semifinal seakan di depan mata.Pasalnya, Perst ting-

Klasemen Grup B 1. Perseden 2. Perst 3. P. Tresna 4. Undiksha 5. P. Pemenang

3 3 2 2 2

3 2 1 0 0

0 0 0 0 0

0 1 1 2 1

19-0 4-5 2-3 1-9 0-9

9 6 3 0 0

Jadwal Minggu (21/8) Pro Kundalini vs Tunas Muda Ubud (Stadion Dipta)

BPM/022

KUASAI - Pesepak bola Putra Pemenang (kiri) menguasai bola, diganggu lawannya dari Perst Tabanan dalam lanjutan Liga Nusantara (Linus) di Stadion Debes, Tabanan, Sabtu (20/8) kemarin. gal selangkah lagi meladeni Undiksha Singaraja di lapangan Yoga Perkanthi pada 26 Agustus nanti. ‘’Memang kami memetik dua kali kemenangan di home-base kami Stadion Debes,’’ ujar Antika. Karena itu, dirinya memastikan laga pamungkas melawan Undiksha dipastikan seru, sebab kedua tim

Kejuaraan Kependekaran KW

16 Pesilat Tabanan ke Semifinal Mangupura (bali Post)Tercatat 16 pesilat asal Tabanan melaju ke babak semifinal, di ajang Kejuaraan Kependekaran PPS Kertha Wisesa (KW) Pusat VI/2016, di GOR Dharma Praja, Dalung, Badung, Sabtu (20/8) kemarin. Sementara Karangasem meloloskan 13 pesilatnya ke semifinal, dari Sulawesi meloloskan 10 pesilat, Badung 10 pesilat, Denpasar meloloskan 9 pesilat, padepokan meloloskan 8 pesilat, Buleleng meloloskan 6 pesilat, Bangli 5 pesilat, Jembrana 5 pesilat, serta NTB mengantarkan seorang pesilatnya ke semifinal. Ketua Panpel AA Buda Tama menjelaskan, kejuaraan Kependekaran PPS Kertha

Wisesa Pusat VI/2016 ini melibatkan 520 pesilat, dari 10 kontingen yang berasal dari wilayah Bali dan luar Bali, seperti Sulawesi, Jawa Timur, NTB, dan NTT. Kejuaraan Kependekaran dibagi dalam tiga kategori, yakni SD (usia dini), mempertandingkan 8 kelas putra dan putri (A-H), kemudian tingkat SMP (pra remaja) mempertandingkan 8 kelas putra dan putri (A-H), serta tingkat SMA (remaja) mempertandingkan 10 kelas putra dan putri (A-I), serta kelas bebas. Dikemukakan kejuaraan Kependekaran ini memperebutkan juara umum I, II, dan III, juara harapan I, II, dan III, pesilat terbaik pu-

tra dan putri, wasit dan juri terbaik, serta piala bergilir kependekaran. (022)

AA Buda Tama

BPM/022

Mitra Devata Kalahkan Legian All Star

BPM/ist

FINAL - Para petenis dari Kartika Plaza dan Sanur Tennis Club yang bertanding di babak final turnamen tenis beregu yang dihelat PHRI, BHA, dan Bali Travel News

Tim Tenis Kartika Plaza Juara Denpasar (Bali Post)Tim tenis Hotel Kartika Plaza keluar sebagai juara dalam turnamen yang dihelat Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), bekerja sama dengan Bali Hotels Association (BHA), dan Bali Travel News (BTN), usai menaklukkan Sanur Tennis Club dengan skor 2-0 pada laga pamungkas di Lapangan Tenis Werdhapura, Sanur, Sabtu (20/8) kemarin. Tunggal Sumardi mengalahkan Budi, kemudian ganda Sumardi/Megan memang atas Wiwik/Agra. Sementara juara III direbut Holiday Inn yang unggul atas Grand Nikko 2-0. Tunggal Runa mengalahkan Fery, kemudian Arnawa/Awan menundukkan Astika/Rika. Pada babak semifinal, terjadi kejutan Sanur TC mampu mengalahkan Holiday Inn yang diunggulkan dengan skor 2-1. Runa (Holiday Inn) mengalahkan Budi. Namun dibalas Sanur TC, yakni Wiwik/Agra menaklukkan Arnawa/ Awan, serta Wiwik mengalahkan Awan. General Affair and Event Manager BHA Andy mengakui kejutan terjadi di babak semifinal, sebab diprediksi Kartika Plaza bersama Holiday Inn bakal melenggang mulus. Kenyatannya tim under-dog Sanur TC bermaterikan petenis gaek dan paling muda berusia 54 tahun Wiwik, sukses menjungkalkan Holida Inn. Semifinalis lainnya, Kartika Plaza tanpa kesulitan menundukkan Grand Nikko 2-0, melalui partai Sumardi mengalahkan Astika, disusul Sumardi/Megan menang atas Astika/Rika. (022)(BTN).

Mangupura (Bali Post)Kesebelasan Legend Mitra Devata unggul atas lawannya Legian All Star dengan skor 4-2, dalam uji coba di Lapangan Tri Cakti Legian, Sabtu (20/8) kemarin. Dalam laga yang dipimpin wasit Nyoman Nesa, keempat gol yang bersarang ke gawang Legian All Star hasil bidikan Made Sony Kawiarda (2 gol), kemudian Mutram dan Arik masing-masing sebiji gol. Sebelumnya Mitra Devata juga menang atas All Star Kelan dengan skor 3-2 di Lapangan Kelan, Jumat (19/8) lalu. Laga tersebut dipimpin wasit Suta. Ketiga gol Mitra Devata diciptakan

Arik, Mutram, dan Bayu Sutha. Koordinator Purwanto Iman Santoso menyatakan latih-tanding bertujuan menguji fisik dan kebugaran pemainnya sebelum bertandang ke Solo. Dijelaskannya, timnya berniat mengadakan lawatan ke Solo 26-28 Agustus. Rencananya tim Legend Mitra Devata bakal meladeni Batik FC, AT Farmasi FC, dan Mars Solo, di Stadion Sriwedari Solo. Rombongan Legend Mitra Devata mengajak pemainnya, seperti Komang Putra, Anderson da Silva, Bayu Sutha, Komang Mariawan,

Made Sony Kawiarda, Made Pasek Alit, Wayan Sukadana, IB Nyoman Mahayasa, Galih Sudarsono, Kadek Setiawan, Wayan Gangga Mudana, dan Purwanto. (022)

sering bertemu dan sudah mengetahui kelebihan serta kekurangan tim masing-masing. ‘’Namun kami optimis bisa memenangkan laga, dan lolos ke empat besar. Apalagi seandainya terjadi poin sama dengan rival terdekat Putra Tresna, jika head to head Perst pasti lolos, sebab mampu mengalahkan Putra Tresna 2-0,’’

jelas Antika. Di sisi lain pelatih Putra Pemenang Nando mengakui asuhannya masih muda, sehingga harus belajar dan melakukan evaluasi terus-menerus. ‘’Yang jelas pemain kami grafik permainan sudah mengalami peningkatan, dibandingkan pada laga perdana lalu,’’ kilah Nando. (022)

Piala Mangupura Dibagi Badung Selatan dan Utara Mangupura (Bali Post)Askab PSSI Badung berniat menggelar turnamen Piala Mangupura yang melibatkan pemain U-23, Oktober sampai dengan November nanti. Tujuannya untuk membentuk tim skuad Badung di ajang Porprov Bali 2017 mendatang. Ketua Askab PSSI Badung Nyoman Graha Wicaksana di Kuta, Badung, Sabtu (20/8) kemarin menjelaskan, turnamen dibagi dalam dua wilayah yakni Badung Selatan dan Utara. ‘’Badung Utara meliputi Petang, Abiansemal, dan Mengwi, sedangkan Badung Selatan mulai Kuta Utara hingga Kuta Selatan,’’ terang pria yang akrab disapa Koming ini. Dijelaskannya, untuk Badung Utara bisa menggunakan Lapangan Blahkiuh, sedangkan Badung Selatan bisa digelar di Lapangan

Samudra Kuta maupun Yoga Perkanthi Jimbaran. ‘’Untuk babak semifinal bakal dimeriahkan dua tim terbaik, yakni tim juara dan runner-up dari Badung Utara dan Selatan,’’ ungkap Koming. Penyelenggaraan Piala Mangupura diketuai Ida Bagus Wisnu Wardana didampingi Ketut Muskadi. Menurut Koming, jajaran pengurus Askab PSSI Badung telah melakukan road-show ke desa-desa dan geliat persepakbolaan di Badung cukup menggairahkan. ‘’Kami Desa Taman, Baha, Petang, sampai Ungasan, ternyata generasi muda di desa antusias terhadap perkembangan sepak bola Badung,’’ ujarnya. Diakuinya, meskipun PSSI Badung tak punya dana, namun tetap peduli dan ikut berpartisipasi, misalnya sekadar memberikan bola. (022)


12

Minggu Pon, 21 Agustus 2016


Sastra

Redité Pon, 21 Agustus 2016

I Kaki Dengkil

Atma Kedi Atma Kliru “UKUHA tiang protés né Kaki, ngudiang anaké kedi utawi bancih prejayana tekén Sang Jogor Manik, inan Kingkarabalané? Tusingké anaké kedi ento biana panagihné padidi? Kamula suba pabaan palekadan? Kelainan génetik apa adané? Lamun lekad kliru, laut dadi kedi, apa ento pelihné? Sinah tusing Kaki! Ané pelih ento, palekadané ané ngranaang lekad! Tusing ké ané ngranaang lekad ento kamula Ida Sang Hyang Maha Kriya? Lamun ada jalema kedi, ento tumimbal lahir adané? Laut ané pelih Ida ané ngranaang tumimbal lahiré ento! Nyak kéto asané Kaki?” Asapunika piragina Bagus Gedé marerasan majeng I Kaki Dengkil. Durung tegteg kedat paningalané wenginé puniki, I Kaki Dengkil sagét sampun miragi baos Bagus Gedéné sané sampun jenek malingga ring kadituan asapunika. Inggih, Bagus Gedé mangkin sampun jenek ring gumi antah karana. Genah sekancané kaprasidayang. I Kaki Dengkil wawu bangun santukan sausan sandikalané lintang, nénten rasaanga déwékné masaré. Daldalané, mapi-mapi nuutang pamargin anaké lingsir mayoga nidra, pamuputné lipya leplep masaré. Sambilanga sidap-sidap ngogo precék jagi nguripang geni anggéna munpunin toya, I Kaki Dengkil ngamanahang baos Bagus Gedéné sakadi punika. Benget pisan Ipun mamanah santukan panampéné saking rihin kamula wénten baos jatma kedi tur jatma kliru palekadané punika. Ukuha dados anak muani, pamuputné solahné sakadi anak luh, ukuha dados anak luh, pamuputné polahnyané sakadi anak muani. Masruét manah I Kaki Dengkilé éling daweg rihiné. Ipun éling wénten serati banten kedi sané kasub pawikané ngarya sajeroning banten. Naler wénten balian kedi saking Tepisiring sané kasub cepengé kantos ka dura désa. Malih asiki, wénten pisagané sané sujatiné luh, nanging makarya nanggap upah ngalap kelapa. Pungkuran, naler wénten sopir kol luh mabok bawak sakadi anak muani. I Kaki Dengkil éling pisan dawegé alit sering ngécékin Ida Wayan, serati bantené sané kabaos kedi punika. Ida Wayan gécékina antuk I Kaki Dengkil santukan gigir. Wantah gécékin, akéh baosné jaruh-jaruh medal ngawinang makasami ingkel-ingkel ngedékin. Wantah anaké siosan ngedékin santukan telah sekancan pisuh jaruhné medal, I Kaki Dengkil ngiwasin saking pamineh sané siosan. Dawegé punika, Ipun ngamanahang napi sané medal saking cangkem Ida Wayané punika wantah pamineh sané tekes engkebanga. Sampunang baosanga iriki napi sané baosanga rikenjekan gigiré punika. Jagi ngrusak manah sané kémanten. Sapunapi pabuaté ngwicaraang indik kedi tur lekad kliru punika? Sapunapi patut sané baosanga antuk Bagus Gedé? Ngudiang raris I Kedi utawi I Kliru punika cingakina siksana antuk Sang Jogor Manik? Pakrarak kocap I Atma Kedi tur I Atma Kliru borbora antuk bobok duéné. Samaliha ngudiang Sang Jogor Manik, inan Kingkarabalané nyiksa I Atma Kedi tur I Atma Kliru? Ngudiang nénten Kingkarabalané sané siosan? Asapunika I Kaki Dengkil ijek ngalaca-laca. Bagus Gedé kantun meneng. Sambilanga ngadukang wédang, I Kaki Dengkil kantun ngamanahang indik sané kabaos Atma Kedi, atma sané dawegé kantun urip lekad muani, kewanten tingkah tur manahnyané yukti-yukti luh. Mapayas luh tur matingkah luh genten. Asapunika naler I Atma Kliru, dawegé urip lekad luh, kewanten tingkah tur manahnyané sayuwakti muani. Makamen macota, maudeng lanying ri kala nangkil ka pura. Gangsar pisan pamarginé, kereng pisan ngodkod punyan nyuh, sakadi bojog kejong-kejong ri kala menékin punyan nyuh. “Miribné tawanga kenehé tekén Sang Jogor Manik... Ri kala nyedut bungut I Atma Kediné, Sang Jogor Manik ngrémon kéné Kaki: “Néh... upah Cai dugasé nu urip tusing nyidaang ngeret smara, demen nyepsep duén timpal, aéngan tekén tukang suling! Patutné Cai matilesang déwék dadi Jatma Kedi, melahang matingkah, ulengang déwéké ngamargiang sesana swadharmané. Lamun dadi balian, melahang ngagemang sesana balian, lamun dadi serati, tekekang ngamel sesana serati! Cai tusing matilesang déwék!” Asapunika Bagus Gedé nuturang Sang Jogor Manik banggras mabaos sambilanga iteh nunjel bungut I Atma Kediné antuk bobok. Usan punika I Atma Kliru naler bibihné tunjela santukan dawegé kantun urip kereng pisan nyepsep duén gegélané. I Kaki Dengkil sayan lempuyengan ngamanahang baos Bagus Gedéné. Sambilanga ngalaca-laca. “Apa unteng baos Bagus Gedéné? Yén I Atma Kedi tur I Atma Kliru matingkah kakéto, tusing ké ento mula pabaan lekad? Nyén ané pelih, ané ngawinang lekad, apa déwékné padidi?” I Kaki Dengkil ngrémon sakadi jagi matutang paripolah I Atma Kediné tur I Atma Kliruné. “Yéh... sing kéto Kaki... itunian tiang masé makeneh kakéto. Jani tiang mara nawang pikamkamé! Ané ngawinang iraga lekad ento subakarmané imaluan. Dadi apa ja tepukin di palekadan, ané pelih iraga padidian. Ento awanan, di uripé kenehang pesan matingkah, apang tusing pelih. Tusing ké I Atma Kedi sabilang peteng ngumbar smara di pempatané? Tusing ké I Atma Kliru, saisai mengkeb-mengkeb nyolong smara? Ngemasin jani liu pesan anaké kena gering agung ané madan HIV?” I Kaki Dengkil anggut-anggut miragi baos Bagus Gedéné sambilanga nyirup wédang.

(Jelantik)

Masumpang Sayang di Jembatan Campuan Nyoman Manda LINGSIRAN matan ainé suba séng kauh sada dayuhan bedik. Mula pantes panesé terak buka kéné krana jani masan Sasih Kapat nanging di Monkey Forest di Padang Tegal Ubud yén suba lingsiran kéné liu suba turis-turisé pagelindeng ditu demen nyandén bojog ané cuat-cuét tur kecaskecos yén ada anak ngentungin kacang. Ada turis anak truna ngandong rangsel klimpang-klimpeng ditu. Dagang ancungé suba pada liu maakin nanging turisé ento sing nyak meli apa-apa lantas negak di batuné tegik ba daja ngetis sambilanga mabalih bojog ané liu paklimpeng di sampingné. Nyoman Sari maakin torisé ento. “Heloo, good afternoon?” ia lantas negak di samping turisé ento. Sing suba ada rasa lek. “Heloo,” polos turisé ento masaut. Lantas turisé mesuang buku cenik ané nyaritayang unduk Bali. Biasa turisé makejang ngaba buku kéto ané misi keterangan unduk pariwisata di Bali. “Where are you coming from?” ia ngipasin turisé ento aji kipasné ané maambu cendana. “From Australia,” turisé ento neneng tulisan adan hotel lan penginapan di Ubud. “Do you want to get a room in

hotel, villa, or home stay, I can help you and give a low price.” nyerocos ia nutur nganggo basa Inggris apojolan krana suba geginané, biasané yén turisé cocok tekén kamar ané tudinganga ia maan duang dasa persen. Lumayan bandingan tekén ia matanja duén. “Yes I want to stay in Ubud could you help me?” turisé ento ngejang bukuné miriban ia sada percaya tekén déwékné krana basa Inggrisné lumayan lancar japin ja kelas pasar wiadin ja ia tuah tamatan SMP Swasta di Ubud. “Of course I can help you and will guide you to a silence place, a beautifull panoramic,” ia nyemak bukun turisé ento sambilanga maca cara ia suba lacah nawang paundukan turis di Bali. Mula kéto agem guide freelance ané pepes tepukina. Japin ja ia dagang acung nanging unduk nyrocosin turis aji basa Inggris, Prancis, lan Jepang suba tawanga krana pepes dingeha tur ia masi gati malajah ajak timpal-timpalné curu dagang acung “Heloo,” ada timpalné maakin. “Eda gulgula apang sing ia celut miriban ené tamiu bakal makelo ngoyong dini.” “Pada maan nah?” “Mara matakon duén, jeg pada

13

maan.” Mula kéto gendingan anak ngalih gaé di Ubud. Pada maan bareng-bareng. Maan ningehang lan nulungin munyi akrétésan duén berarti pada maan yén sagét payu. Ento madan uang dengar suba lumrah curu dagang acung “What did she say?” turisé ento neneng muané. “You are very charming,” ia ngawi artos munyin timpalné ngemanisang dadiné turisé ento makenyem, ia masi makenyem di kenehné. “You aré beautifull too,” dueg turisé ento nimpalin buin kedék. Lantas torisé nyemak manisan mentol uling kantong celanané. Nyoman Sari makenyem ada galah bakal nimpalin ia. Ada rangsel cenik ané gandonga. “Do you like,” torisé ento ngenjuang manisan permén. “No thank you.” Mapi-mapi ia jual mahal. “This a a nice place,” torisé ento nolih anak ané sedeng macanda ajak bojog ané magompyokan negak di tanahé. “Yes many turists always come here and play with the monkey,” ia neneng turis ané miriban sing ja lebih yusané tekén selaé tiban. “The monkey is very funny,” turisé ento lantas nyemak tustel uling tasné. “And something funny always make happy,” nyerocos ia nyahutin, turisé kenyir makenyem apa ia ngerti apa ia kedék baan susunan basa Inggrisné kéwala pesu duén cara becica ujanan, pokokné ada komunikasi pada ngerti. Ia lantas nyemak bojog cenik aukud sangkola. “Oh very good, please stay there with your monkey, I’ll shoot with my camera,” turisé ento lantas nyemak tustel cenik uling tasné. “Smile please,” ia makenyem maan ia magaya cara model. “Okey?” ia matakon krana turisé enu nyemak uling di samping lan uling paak pesan. “I`ll take close up,” turisé ento ngabag lengené apang sada paak ajak muan bojogé. Ia nyak duén “Very nice,” turisé ento makenyem. Ia masi makenyem lan maang bojogé ento kacang Tingting Garuda. Bojogé makecos liang. Makelo ia ngenemin turisé ento ditu kanti torisé matakon dija ada home stay ané mudahan krana ia bakal makelo dini. Mabinar muané ningeh patakon turisé krana ia bakal maan tips kanti duang dasa persen yén bisa ngaba tamu ka hotel wiadin home stay ané liu ada di Ubud. Suba biasa tarif hotel lan home stay suba include ajak tip guide wiadin sopir ané ngajak tamuné kemu. Tur ia baanga kartu nama krana buin telun jani ia bakal mai buin. John Pike adan turisé ento jurnalis pariwisata uling Melbourne. Jani ia ngoyong di Kuta. Yén nyidaang nulungin ia bakal ngoyong di Ubud kudang bulan kanti kontrak kerjané ajak majalah di Melbourne pragat. Makenyem Nyoman Sari nampi kartu nama turis Australiané totonan. Turisé ento makenyem manis majanji buin telun jani ia bakal mabalik buin ka Ubud krana jani ia bakal ka Batur bakal nginep di Toyabungkah tur bakal

“Kita minum di Bar Sarita?” John ngajakin Nyoman Sarita minum di Café sing ja joh uling puri. Suba pangus pesan John ngubah adané aji Sarita “Kanggo Beli Madé,” ia biasa ngaukin turisé Beli Madé. Turisé ento demen yén ia kaukin Beli Madé lengkapné Béli Madé Kesuma. Timpal-timpalné ané maang adan Madé Kesuma krana John Pike demen pesan nyumpangang bunga di kupingné. “Terang bulan begini sangat indah lebih baik kita ke Jembatan Campuan,” Beli Madé suba dueg basa gado-gado buin basa Indonesia buin basa Bali yén kapépét mara nganggo basa Inggris. “Okey,” ia makenyem. Lantas Beli Madé nyetarter sepéda montorné ngandéng Nyoman Sari ka Jembatan Campuan ané suba kasub uling pidan apabuin sesubané ditu ada umah pelukis Tuan Blanco. Teked ditu lantas Beli Madé markir sepéda montorné. Ia majalan majantéran ajaka dadua di sisin jembatan kuno ané majéjér ajaka jembatan ané baru. “Ené jembatan kuno Beli, yén Galungan tiang ajak timpaltimpalé demen mandus kemu,” ia nudingang Tukad Campuané. “Cara anak pidanan sing mabaju,” Beli Madé seken matakon nanging makenyem. “Sing cara pidan Beli jani suba jaman lén tiang makejang kemu ngelangi ada tibuan cenik tongos

nglangi,” manis pesan Nyoman Sari makenyem mara limané dandané tekén Beli Madé turis uling Australi. “Malam terang bulan ini romantis sekali Sarita,” ia makenyem tur demen parabina Sarita. “Beli pasti inget tekén gumin Beliné Australi,” Nyoman Sari makipekan nolih muan anak teruna totonan. “I never forget my country.” “Dan juga tidak pernah lupa pada orang yang dicintai di sana,” Nyoman Sari jani ngisi liman turisé ento. Ia jani marasa sing luung kenehné yén Beli Made inget tekén anak lén. Nyumuin yelous. “Tentu saya ingat my parent,” ngenah pesan tanjek raos dialek anak asingé ento. “Dan juga ingat… my lady in Australi,” Nyoman Sari nyeeng Beli Madé. “Dan selalu ingat dan tidak bisa lupa pada Sarita, my lady in Bali” tan panehen lantas bangkiangné geluta. “Ah Beli bogbog Beli pasti inget tekén anak luh jegég di Australi.” “No!” “Ah Beli pasti ngelah anak jegég di Australi?” “Tidak…” “Truely?” Nyoman Sari neneng toris ané suba nyumuin munganin kenehné. “When the first time I meet you, I always remember you, only you smile in my heart.” Beli Madé ngelut bangkiangné. “Serius Beli?” ia marérén di sisin tanggun jembatan kuno di Tukad Campuané. Ada punyan jepun putih ané sedeng mabunga. Ngenah nyentalang di petengé klélam-klélam putihné kasinaran bulan nrudu. Beli Madé lantas ngémpok bunga jepun putihé ento lantas sumpanganga di bok Nyoman Sariné. “I love you Sarita,” arasa pipiné lan bibihné suba mabesikan ngejerang bayuné. Nrugtag angkiané jlekepa tekén anak truna ané suba ngelut kenehné. “I love you Beli,” ia lantas masandaran di besin jembatan kunoné nolih betén Tukad Campuan ané ngremeng di sawang petengé. “Are you truly? “Mengapa tidak Beli malah happy, happy sekali,” Nyoman Sari ngusud pipin Beli Madé ané makenyem manis. “Mari kita minum merayakan my first love Sarita,” lantas ia nudingang Café ané ada di bucun jembatané. “Truly the first love?” Nyoman Sari ngimpek liman anak ané mara niman bibihné. “I hope you will believe me forever,” kedenga limané ajaka ka Café. Ia suba sing lek magelut macelep ka café japin ja matan pelayané nyanteeng dedet lan makenyem. Lantas ia girang minum di Café ané ngremeng sinar lampuné nudutang ia girang nyikiang tresna kalantunin suaran alun musik romantis. Jejantéran kenyem magelut di kenehné. ***

Saking Langit Bali

Aswamédha Parwa

Pamargin Tapa miwah Upacara Olih : I K. Satria, S.Ag MALIH Brahmana lanang nglanturang pangandikanidané nlatarang indik kautaman yadnyané punika. “Apah, teja, bayu, akasa, pertiwi wantah lelima sané kabaosang dasar sajeroning kahuripané, sané kalanturang olih manah miwah budi sané nyangkepang dados pepitu. Punika mawit sekancan sané maurip ring jagaté. Sami wantah prasida ngicén cecirén, sakémaon sang sané sampun waged ring pamujan wantah nyukserahang sekancan dasar kahuripané dados sarana ngrastiti Hyang Brahman. Sesampuné lebur ring agni, yadnyané raris kawaliang malih nuju kahuripané sané paripurna olih sang yoga mautama. Ring sajeroning kautamané punika pacang metu saking yadnya sané taler mautama sinalih tunggilnyané sekancaning sekar sané miik, sekancaning woh-wohan pacang metu saking kautamané punika. Irika taler pacang medal saluiring suara sané becik, taler sekancaning daging manah sané sakadi samudra tan patepi kawéntenannyané. Punika sané kaloktah kabaosang pepitu dasar kahuripané sané paripurna. Punika wantah kaweruhan sané dahat mautama sané kapolihang para sujanané ring jagaté saking riin. Antuk makudang-kudang yadnya sané mautama pacang sida metu sané kabaos paripurna.” Sané mangkin Ida Sang Brahmana nlatarang indik brahmana sané mautama pamucuk yadnyané sané ageng. “Durusang piarsayang! Telebin pisan indiké puniki. Makasami pandita sané mautama wantah wénten ring sajeroning angga sarirané luiripun: karna, carma, panyingakan kekalih, ilat (layah), irung, tangan miwah cokor, serira utawi pepurus, silit miwah bebaosan, pekaryan, kama bang, miwah kama petak, warih miwah sané lianan sané pinaka yadnya sané nglepasang. Genah, angin, Surya, Chandra, bumi (perwati), agni (api), Wisnu, Indra, prajapati, miwah Mitra, punika sané nampi sekancan sesembahan. Adasa sané ngamargiang yadnya miwah sané nampi. Makasami punika wantah sané patut pisan katurang. Jiwatman wantah ngwetuang angga ring padéwékan saha nguripin sekancan mauripé, sesampuné punika pacang medal sahananing sané kapatutang saha sané sampun molihang kerthi nuju kautamané (Agni). Agniné punika pacang nguripang agni sané tiosan. Sesampuné punika mamargi, Weda sané wénten ring sarirané ngawinang uning tur nguningin. Sesampuné wénten manah sané ngwésa sarirané, Apana sané ngwésa prana.

malali ka désa Trunyan ané kasub baan sema ané watangané sing matanem nanging sing maambu. Nyumuin ada rasa ajaka dua lan kanti ngancan-ngancan tumbuh pabinalan tresna. Kenyem maiketan demen. *** Jani suba makiré enem bulan ia paak ajak John. Suba sada raket. Sai-sai ia macepuk ajak John. Jam pitu John suba ada di jumahné. John jani suba pangus lan biasa mapakian adat Bali. Demen pesan ia masaput lan maudeng. Ia nganggo hem ping. Nepukin John nganggo hem ping, Nyoman Sari buin macelep mulihan nyilurang kebayané aji kebaya ping apang patuh ajak John. Kudang jahan ia suba majantéran ajaka dua sesubané John permisi tekén bapané reramané bakal ngajakin Nyoman Sari mabalih légong di Puri Ubud. Reramané suba marasa miriban pianakné sada raket ajak John. Nanging ragané nengil duén tuah napakin aji nunas sica apang pianakné nemu rahayu. Majantéran ia ajaka dua mabalih legong ka puri. John demen pesan. Krana ia penulis liu pesan ia motret. Nyoman Sari tuah nengil duén di sampingné. Ada masi anak neneng ia nanging ia nengil duén. Asal lamun patutné ia sing ja nyeh. Ajanian John sing taén malaksana ané sing luung ajak déwékné. Sing marasa sagét suba suud légongé. Galang bulan ngentér. John ngajakin Nyoman Sari ka Jembatan Tukad Campuan. Jembatan besi kuno ané enu magantung dadi pajangan daya tarik wisatawané.

Sami pacang kawésa olih apana. Pamargina punika pacang ngawinang sami sané wénten ring sarirané pacang karaket olih pangwésa apanané punika. Punika sané ngawinang manahé sané kasor ring pranané, boya pranané sané kasor ring manahé. Sané mangkin Adi nakenang indik manah sané sujati sida metu sangkaning bebaosan. Pirengang pisan indiké puniki sesampuné makekalih kauningin, inggih punika manah miwah prana. Makekalih punika setata mayuda nyiatin sané pinih sujati tur pinih sakti ring sarirané. Nguningin kawéntenané puniki raris Jiwatmané pinaka pangurip ngandika sakadi asapuniki: “Manira sampun sauningan I Dewa makekalih madué kawisésan sané dahat ring angga sarira, sakémaon wantah manah sané dahat paripurna!” Bebaosan sané nénten nampi pangandikané punika raris masuara malih: “Titiang sané setata nagingin sekancan pinunas Sang Prabhu (Jiwatman)!” Malih wénten sané nyawisin: “Duaning wantah sakadi asapunika sepatutnyané.” Patut taler Adi nguningin, indik manah punika madué kekalih cecirén. Sané kapertama wantah manahé sané ngayunin angga sarirané padéwékan, miwah manahé sané kaaksiang olih sané saking jabaan. Punika sané ngawinang, sampunang pisan malih Adi sumangsaya ring angga sarira parindikan kasujatiané sané pacang katuju. Antuk yadnya sané dahat lascarya, kayunin angga sariran Beliné, Beli pacang nglinggihang Adi ring jiwa pramanan Beliné. Ngantos kawekas pacang wénten ring selaging Prana miwah Apanané. Sakadi asapunika kawéntenan manahe sané sampun nunggal ring sarirané saha panunggalan karma ring manah, punika sané patut kauratiang saha kaupapira ring angga sarirané.” Mirengan bebaosan sakadi punika, Ida Brahmana Istri raris nunas malih: “Napi pangandikan Ida Dewi Saraswati tatkala Beli pacang ngandika nanging kadesek mangda nénten ngandika?” Nyawis Ida Brahmana Lanang sada alon; “Tatkala punika bebaosané mamagi nuju prana saha nuju apanané mangda prasida medal. Irika raris nuju udana saha medal nuju jagaté sané digelis kaliput olih sekancan Wyanané ngeraris kawésa olih samana tur nénten malih kamedalang. Kadi asapunika selanturnyané Adi, Mangda Adi tatas uning ring pariindikané puniki.” (Puput)

Indonésia Iriki i raga jenek ring Nusantara Negara siu pulo negara Indonesia Dasar negara sané utama Pancasila Onengin suku, agama, seni, budaya Ngardi kukuh yadiastun mabina-bina Elingang setata Bhineka Tunggal Ika Sampunang sareng sameton mabiota Iket raketang masikian rasa makrama Astungkara rakyat Indonesia sida bagia Made Suar-Timuhun

Sapasira sapasira nyambehang winih sira juga molih pikolih sapasira oneng nandur sira juga jaga nglungsur sapasira seneng mamula sira juga wekasan mapala sapasira gipih nimuh sira juga manggih landuh sapasira mendem bibit sira juga metik kancit sapasira nyelek watu sira juga bekbek mupu sapasira sinah nabung sira juga jinah sagunung sapasira nyolék timpal sira juga koték mental sapasira sai korupsi sira juga mabui besi I Madé Suarsa


Kruna una

14

Redité Pon, 21 Agustus 2016

Ida I Dewa Ayu Rai Megawati

Cerakén kén Lengkara

Petani Jamur sané Sukses

Punggelan geguritan puniki kaanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli elantik Santha. sané kakawi olih Djelantik Kaolah antuk ntuk : Pangremba Bali Orti

msСmmã*,

MADUE prestasi ring widang akademik miwah olahraga, Ida I ak Dewa Ayu Rai Megawati madué De pangapti dados Polisi Wanita (Polpa wa wan). Pangapti punika nerus kautsa sahayang mawit kantun anom. N Nanging, samian punika nénten m maarti santukan asil tés nyinaha ang tegeh anggannyané nénten ny nyokong dados Polwan. Mawinan pu punika, anak istri kalih oka puniki mi milih makarya ring hotel ring wew wewidangan Nusa Dua. Mangkin, ana anak istri sané dumun polih kajudi pina pinaka sang sané nuénang rambut pinih panjang Tabloid Tokoh 2004 punik puniki pinaka petani jamur miwah pengus pengusaha kulinér jamur sané suksés. Pinak Pinaka pengusaha jamur, anggané ngadol m makudang-kudang soroh olahan jamur, min minakadi olahan jamur tiram sané kadadosan kadadosang olahan utawi ajengan sané becik

Mas Kumambang 1.msСmmã*, Mas Kumambang, kmã*kyuenmt\i, kambang kayuné matangi, \lil^\lêb/, ngalilir ngaliab, rsknÓ¡nÉ&pm(gi, rasa kantun ring pamargi,

malancaran madandan tangan.

Samsara Sajeroning ”Kontemporer”

2.pklihn/, Pakalihan,

GALAHÉ sané mamargi digelis pisan, kakawitin semengan, tengai, wengi tur semeng malih, sapunika salanturnyané, dados inspirasi I Kadek Budiarta, S.Sn., ngripta sajeroning karya kontemporer. Ngripta tari kontemporer punika mapaiketan sareng tugas akhirnyané pinaka mahasiswa pascasarjana, Institut Seni Indonesia (ISI) Dénpasar. “Sujatinnyané ide puniki metu sampun lami, duk punika tan pasadar tiang nglamun sinambi mulat sarira. Déwék tiang meled nguningin teges kahuripan puniki,” baosnyané ri kala péntas ring umahnyané ring Banjar Pondok, Désa Peguyangan Kaja, Dénpasar Utara. Majeng lanang sané embas ring Dénpasar, 8 Agustus 1980 puniki, dané rumasuk sinunggil krama saking yutaan penduduk dunia sané durung uning indik kahuripan. Alumnus jurusan tari ISI Dénpasar puniki nuturang, dané sering nakénin padéwékan, napi tur sapunapi wénten kahuripan. Patakén sané sujatiné taler akéh anak tios nakénang, nanging patakén sané sujatiné nénten patut kacawis. Nyawisnyané antuk nyalanin idup miwah kahuripan inucap. Rumasuk napi sujatiné sané karereh manusa sajeroning idup puniki. Kantun akéh krama sané nyelehin déwék tur nyemertiang teges kahuripannyané, gumanti kahuripan sané ajebos puniki pacang madué pikenoh. Nénten sawaliknyané kakutang-kutang malarapan nglaksanayang laksana kaon. Kentel sareng ajah-ajahan Hindu, majalaran tarian kontemporer Samsara puniki, suami saking Ni Luh Edik puniki ngaptiang, sira ugi sané nonton péntas reriptannyané sajeroning tari kontemporer puniki, malajah ngajiang idup tur prasida ngicén teges, gumanti mapikenoh majeng padéwékan miwah anak tios. Napimalih ring zaman kaliyuga sakadi mangkin minab nénten malih wénten wates sané jelas pantara laksana becik miwah laksana nénten becik. Galah masa, semeng, tengai miwah wengi, sané setata magentos ngawinnag anaké akéh marasa kahuripan punika ajebos. Karasayang kahuripan puniki rumasuk ajebos, nanging nénten ngicén teges majeng kahuripan puniki. Idup puniki makanten wantah apisan, nanging sujatiné kahuripan puniki sampun wénten sasukat milyaran warsa. Jiwa sampun nempuh pamargi alam semesta, nglintangin yutaan kahuripan saking sinunggil angga ka angga sané tiosan majalaran siklus sané kabaos samsara.

rs\rzé&wndÉi, rasa ngaranjing wanadri, tmnÀsÉipisn/, taman asri pisan, r&pi\á^tukedh)n&, ring pinggir tukadé ening, etoyen\)zud*mn;. toyané ngenyudang manah. 3.ennÓ)enÞmæs/, Nénten lémpas, r&btuennpkñlig/, ring batuné napak nyalig, s*kli;mrrên/, sang kalih mararian, \)mæh*kyuenpi\it/, ngempahang kayuné pingit, nmÓminÇ¡mãÛnrs. namtamin cumbuana rasa.

guningayang indik mabuatnyané ng“Titiang meled nguningayang icén teges idup sané ajebos puniki. Nénten wantah déwékan kémanten, taler maguna majeng padéwékan k tios,’’ baos bapak saking maguna majeng anak jeera Sanjivani miwah Putu Ayu Cetta Manjeera smara Gantari. Kadek Rai Shita Nismara Samsara majeng umat Hindu pameyan sané nyuukang kasnyané, kapercayan da setata ngamarumat Hindu mangda ajeroning kahuripan giang karma becik sajeroning sané ajebos puniki. Indik punika taler mapaiketan sareng hukum karmapala, ain olih umat Hindu sané taler kapercayain n puniki. sajeroning kahuripan Kadek Budiarta nénten manggihin gripta tarian kontempikobet sajeroning ngripta aning idenyané metu porer puniki. Sajabaning laman kesenian pinaka sampun lami, pengalaman okongan sawitra, ngangkoreografer miwah sokongan mangat ngasilang karya san ngawi dané semangat eket-piteket moral, sané sané sarat antuk piteket-piteket roning kahuripan. banget maguna sajeroning ken marasa bangga antuk Dané taler ngangken péntasnyané sané naut uratian krama ng Tukad Ayung, sané nglintang ring ari kontempogenah méntasang tari p. Garapan rer Samsara inucap. ra makontemporer Samsara unika jeng Dek Agus –sapunika bat, dané sering kasambat, pinaka sinunggil megil dia ekspresi. Sinunggil é indik samsara, sané salami puniki sering kapiragiang malarapan dharmawacana. Dané meled ngicén pemahaman indik teges sajeroning Samsara puniki malarapan bentuk tari kontemporer. (ast/yan)

Isin Gumi Makarya ”Ruang Terbuka Hijau” ring Kampung Tinggi maadolan irika. Parindikan inucap kabligbagang ring sajeroning acara Isin Gumi Radio Singaraja FM 92,0 Mhz raina Wrehaspati, 18 Agustus 2016 lintang. Putu Karsini, Banjar Tiang cumpu miwah nyokong pisan program pemerintah ring Buléléng puniki. Ring wewidangan Kota Singaraja kantun kirang Ruang Terbuka Hijau. Yéning mangkin wénten penataan

Kampung Tinggi sinah pacang ngwewehin kaasrian Kota Singaraja. Kaki Dukuh, Seririt Yukti Ruang Terbuka Hijau ing kota banget kabuatang. Tiosan mangda kota punika makanten asri, taler pacang ngawinang ius kotané dayuh. Lianan punika para pedagang sané mangkin kantun magabyuran pacang sayan rapi. Mawinan punika, rerincikan puniki

Kruna BASA BALI

AKSARA BALI

1.

atita

1. Átøt,

1. masa lampau

2.

cacep

2.

cc)p/,

2. mahir

3.

cager

3.

cg$,

3. handal

4.

caratan

4.

crtn/,

4. kendi

5.

dekdek

5.

d)kÑk/ ) ,

5. hancur

6.

lalah

6.

ll;,

6. pedas

7.

matilar

7.

mtøl(,

7. pergi

8.

pawah

8.

pw;,

8. ompong

9.

wiakti

9.

wêkÓ,ø

9. yakin

10. wid;, u

10. ludah

10. widuh

Kapertama wantah marupa olahan pépés, mangkin sampun akéh olahan sané kakaryanin saking jamur, minakadi pépés jamur, tum jamur, lawar jamur, kuah jamur, abon jamur, nasi campur special jamur, tipat kuah jamur, nasi goreng special jamur, miwah sané pinih anyar wénten bakso jamur. Samian kaolah mabasa gedé. Indik ngadol, anak istri sané embas ring Bangli, 31 Désémber 1967 puniki ngadol ring arep jeronnyané ring wewidangan Jl. Drupadi XIII No 10 miwah ring Jl Drupadi 18 C Dénpasar. Tios punika taler kaadol ring minimarket miwah supermarket pamekasné olahan sané tahan sué sakadi kripik jamur miwah abon jamur. Ida I Dewa Ayu Rai Megawati ngwewehin, jamur wantah ajengan herbal, alami. Santukan yéning kaupapira antuk zat kimia, jamur inucap pacang mati. Jamur becik pisan majeng kesehatan santukan madaging nutrisi sané ageng miwah anti kanker taler anti body. (uma)

I Kadek Budiarta

mlzÇrnßdnÑnÓ\n/.

KAWASAN Ruang Terbuka Hijau (RTH) ring Kelurahan Kampung Tinggi, Singaraja sampun ngawit kawangun. Wangunan sané dumunan pinaka terminal, pertokoan antuk design jaman Belanda punika pacang kabecikang taler kadadosang pinaka RTH miwah genah/stand pedagang masakan tradisional khas Buléléng. Wus RTH miwah stand kulinér khas Buléléng puput kawangun, pemerintah pacang mawali mguduhang pangadol sané lami

taler bergizi. Olahnnyané taler ngutamayang ngawigunayang basa Bali minakadi basa gedé, mawinan rasannyané nyantep miwah macihna pisan. “Tiang yukti ngawigunayang basa gedé, satios rasané nyantep taler nyinahang majeng krama tiosan indik kawéntenan soroh bumbu Bali,” baos dané. Pangawitnyané, anggané nénten naen narka pacang dados pengusaha kulinér jamur. Pangawit, anggané wantah seneng ring jamur, dané makéh madué soroh tanaman jamur. Kasuén-suén, jamur inucap tumbuhnyané becik tur sayan akéh. “Tiang ngajengang jamur minab sabilang raina, nanging kantun kémanten akéh asilnyané,” baosnyané sinambi makenyem. Mawit irika, istri I Ketut Garwita ngadol jamurnyané ka pesar tradisional ring wewidangan Dénpasar. Sangkaning asilnyané akidik, dané mapikayunan ngolah tur ngadol ngraga jamur sané kaasilang.

BAHASA INDONÉSIA

mangda ngamolihang sokongan olih samian angganing, utamané para pedagang ring wewidangan Kampung Tinggi. Aji Bima, Banjar Becik pisan pamineh pemerintah antuk ngwangun Ruang terbuka Hijau. Napi malih irika pacang wénten genah pedagang kulinér khas Buléléng. Sinah para krama ring Buléléng utawi krama tiosan sané malancaran ka Singaraja élah ngrereh kulinér khas Buléléng. Gung Surya, Lovina Pawangunan punika akéh pisan kawigunanyané majeng kahuripan krama. Lianan ring ngawinang kota makanten asri, taler sida nampung tenaga kerja utamané para pedagang. RTH punika taler pacang prasida ngwewehin genah obyék wisata ring Buléléng. Bunda Purnika, Santal Tunas titiang yéning sampun puput RTH mangda samian krama kayun ngupapira miwah nyaga kawéntenanyané mangda tetep asri. Para pedagang sané madolan irika mangda yakti-yakti ngadol ajeng-ajengan khas Buléléng, tiosan punika mangda kutamayang krama lokal. Iriki naler para pedagang madué tanggung jawab nyaga karesikan wewidangan inucap. (ama)

Ngalaksanayang Tri Kaya Parisudha YÉNING maosang parindikan ajah-ajahan Tri Kaya Parisudha gumanti sampun ketah kapiragiang. Tri Kaya Parisudha mawit saking tigang kruna; Tri, Kaya, miwah Parisudha. Tri wantah tetiga, Kaya inggih punika parilaksana, Parisudha inggih punika sekancan sané becik. Tri Kaya Parisudha yéning kajangkepang wantah Tetiga parisolah becik sané patut kamargiang ring kahuripan puniki. Napi kémanten tetiga parilaksana punika? Asiki wénten sané mawasta Manacika inggih punika mapikayun sané becik, Wacika nénten ja tios wantah mabaos sané becik, wénten taler Kayika inggih punika maparilaksana sané becik. Yapi tui ri angen-angen mapahala juga ya. Yadiastun kantun ring pikayun, sakéwanten punika sampun mapikolih. Yéning mapikayun sané nénten becik sinah pacang manggihin sané nénten becik. Punika taler yéning mapikayun sané becik, wantah sadia rahayu sané kapikolihang. Mangda nénten dados jadma tios pikayuné sareng napi sané kabaosang. Sapunika taler pikayunané mangda setata anut adung sareng napi sané kabaosang tur sané kalaksanayang. Sampunang makta pikayun sané nenten becik minakadi ngadut basang pedih utawi kroda. Punika gumanti nénten becik pisan. Kénten taler risajeroning mabaos. Melahang pisan ngenahang baos, mangda nénten ngawi anaké brangti. Buka sesenggakané maosang; Manganan layah tekén

blakas. Punika gumanti patut pisan. Yéning matatu sangkaning keni blakas sinah dados rerehang tamba tur digelis prasida kénak mawali. Sakémaon yéning sampun baosé sané natunin, minab ngantos tiban-tibanan méh-méhan ngantos mawali ka karang wayah durung ical tatuné punika. Tiosan ring mapikayun tur mabaos sané melah, gumanti sané mabuat wantah parilaksanané mangda anut ring ajah-ajahan Agama. Nénten dados malaksana sané nénten becik. Margiang sahananing parilaksana sané becik ring kahuripan puniki. Punika patut telebang pisan kalih laksanayang. Sampunang maparilaksana sané nénten becik minakadi ngamaling, masiat, marikosa napi malih mamati-mati. Katun éling ring Angelina? Sedih pisan titiang miarsayang indiké punika. Anak alit sané nénten uning napinapi, kapademang olih anak sané nénten malih mawatek manusa, sakéwanten sampun mawatek raksasa. Sampunang pisan ngantos ngambil pakaryan kadi asapunika, akuda ja jinah sané kaicén, élingang iraga manusa sané madué pangrasa, wiwéka uning sané ancén patut miwah sané

encén nénten patut. Ketah taler titiang ngwacén surat kabar, miarsayang ring televisi, para yowanané mangkin purun ngutang anak alit sané wawu embas, wénten taler sané kapademang. Yéning pineh-pinehang punika wantah manik paican Widhi, dados kakutang? Akéh kramané sané durung madué oka, mrika-mriki matamba, nunas ring Ida Bhatara mangda sida ngamolihang sentana. Niki mawalik, risampuné madué anak alit, boya kapiara malah kaentungang. Tri Kaya Parisudhané punika patut margiang ring sahananing pamargi ring kahuripan puniki. Yéning punika nénten kamargiang sinah sampun jagaté puniki nénten prasida nemu rahayu, nénten prasida jagadhita sekala niskala. Riantukan, Bali puniki kaloktah ngantos ring dura negara sangkaning kaluihan palemahan taler budaya sané kajiwapranain antuk agama Hindu sané ngawinang Baliné mataksu. Sampunang Baliné kémanten mataksu, iraga pinaka wong Bali patut taler mangda naksuang raga malarapan antuk ngamargiang parilaksana sané becik. (I Komang Alit Juliartha)

Redaksi nerima reriptan profil mabasa Bali miwah Indonésia (pinih akéh 3000 huruf) jangkép sareng foto profil. Profil mangda kakirim ring alamat : Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email : bali.orti@yahoo.com


15

Minggu Pon, 21 Agustus 2016

Mata Air Inspirasi I Tjokot z Membuka Pintu Depan Ilmu Bali (1)

PENAKIK kayu jenius Bali Tradisi, I Tjokot, begitu tergila-gila menatah onggokan akar-akar kayu yang didapatnya dari tebing-tebing sungai di seputar Ubud. Saban kali menyusuri alir sungai berair bening dalam dasawarsa sebelum 1970-an itu, Tjokot merasakan gairah hidup yang meletup-letup, penuh empati dan bakti kepada Ibu Alam. DI HADAPAN KAYU-KAYU liar tak beraturan bentuknya itu, pelatuk kreativitas Tjokot pun berkelebat-kelebat merambah sosok mahluk-mahluk purba: mata besar melotot, mulut lebar menganga, lidah menjulur panjang, kuping terbuka lebar, layaknya kuping gajah. Oleh Tjokot, mahluk-mahluk original rekaannya itu lantas diberi nama penuh makna: Panca-Kosika, Panca-Resi, dan semacamnya. Ada juga dinamakan Sato Ngempu, guna menggambarkan binatang purba yang penuh kasih menimang-nimang anaknya di pangkuan— seakan menyindir manusia yang kian kering rasa cinta terhadap anak-anaknya. DARI MANAKAH PEMATUNG Bali yang akhirnya melesat bak meteor ke puncak ketenaran itu mendapatkan mata air inspirasi kreatifnya? Penekun teks-teks susastra klasik Bali boleh jadi spontan bakal menjawab, “Tjokot

mendapatkan mata air inspirasi kreativitasnya dari lontar-lontar Kanda Mpat.” Tak keliru, memang. Tjokot yang sekaligus juga undagi (arsitek tradisional Bali), pemangku (rohaniwan pura), dan pengobat tradisional (balian) ini begitu akrab memang bergelut dengan lontar-lontar kerohanian (kadyatmikan), seperti Kanda Mpat, Purwa Bhumi Kamulan— ada pula menyebut dengan judul Purwaka Bhumitwa, Purwaka Bhumi, Canting Kuning. Inilah kunci bacaan wajib paling dasar yang mesti dipahami, dihayati, bagi siapa saja yang berminat mendaki gunung kerohanian Bali. DARI KUNCI BACAAN-BACAAN mendasar itu akan dapat dipamahi bagaimana sejatinya visi “ilmu Bali” perihal kosmogoni dan kreasi, asal-usul penciptaan alam seisinya. Lalu, bagaimana pula proses manusia itu mengada dalam gua garba Ibu Alam Semesta, sejak benih awal sang bapak dan ibu kandung saling melepas asmara, lalu berbiak menjadi janin dalam gua garba ibu kandung, hingga lahir menjadi anak manusia, terus tumbuh menjadi dengan dinamika kesadaran dan ketidaksadaran, hingga ke mana manusia akhirnya akan menuju seusai tubuh ragawinya didenyuti hidup oleh sang atma. zdeprabas

Sajak-sajak ’’Sumeleh’’ yang Mendamba Bulan... zSemacam Kerinduan yang Patuh Kehendak Alam

DALAM sebuah lomba cipta puisi nasional yang diadakan oleh Sanggar Minum Kopi (SMK) Bali tahun 1990, sebuah puisi panjang menarik perhatian para juri. Sajak bersahaja tersebut masuk kategori sajak terbaik dan dikumpulkan dalam antologi tipis yang tak kalah bersahaja: Perjalanan. Puisi yang saya maksud adalah ‘’Pesan Gimin Kepada Iyem’’ karya Nuryana Asmaudi SA, penyair kelahiran Jepara, Jawa Tengah, yang sudah dua dasawarsa menetap di Denpasar. BERSAMA 99 puisi lainnya, puisi tersebut kini terhimpun dalam antologi perdana penyair kita ini Doa Bulan untuk Pungguk (Akar Indonesia, 2016). Sajak tersebut sederhana, baik secara tematik maupun gaya ucap. Bercerita tentang calon pengantin Gimin dan Iyem, nama yang merespresentasikan lapis wong cilik, dengan segala suka-duka, harapan dan doanya” yem, sebelum jadi istriku lebih baik kenali aku agar ranjang pengantin kita nanti tak kehilangan gairah dan bau wangi agar rumah kita tak jadi neraka bagi kita sendiri agar kebahagiaan kita tak direnggut perkelahian dan perceraian agar maghligai cinta yang kita bangun nanti melahirkan buah yang bisa kita timang kita puja dan kita manjakan BEGITU SAJAK ITU dibuka. Jernih, tidak neko-neko. Lurus hati, lurus puisi. Sungguh pun demikian, ia juga awas lan wospodo (awas dan waspada) terhadap persoalan dan kemungkinan. Perlahan tapi pasti, aku-lirik menunjukkan kritiknya atas lingkungan sosial yang melingkupinya. Sebuah situasi yang makin tak pasti seiring garingnya solidaritas sosial, kiri-kanan orang-orang main sikat, hidup serba cepat meskipun berisiko edan. Mereka ini, dalam bahasa Nuryana, adalah ‘’orang-orang berakal tinggi manakala ada kesempatan dimanfaatkan/setiap langkah harus menghasilkan/ apalagi makin banyak orang pintar itung-itungan.” MENGHADAPI situasi itu, dalam keluguan dan kesahajaannya, si aku-lirik berusaha membangun strategi supaya tidak ikut terbawa edan. Strategi itu bukan sesuatu yang besar, melainkan kembali kepada bekal keseharian wong cilik: prihatin. Hanya dengan sikap prihatin ia bisa berkelit dari keadaan, atau katanya ‘’kita harus pandai-pandai mensiasati kalau tak ingin lapar setiap hari. ‘’Ini mengingatkan saya pada satu falsafah sederhana wong Minangkabau jadi orang itu tidak harus pandai,

Gedung Merdeka Silang Lintas Historis

Ruang Publik Baru

Forum Apresiasi Seni Denpasar Jalan Surapati No 7 Setiap Tanggal 27... Tujuh (7) Sajak

zZinda Ruud Purnama Denpasar - Surabaya P.P Waktu untuk Lelaki Kayu dalam bingkai tua terkelupas kisah tipis lakon dramatis kayu membelenggu atau lelaki yang menunggu senjakala serpihan dingin dan kunang-kunang bermain ingin kawin dengan titik-titik cahaya di tubuh kaku yang harum cemara di tingkap separuh kekidung terlantun dari bibir murni tempat anggur merah hati mengerti dan daun-daun wangi menyucikan kayu dengan tubuh seperti lelaki ‘’adakah engkau pelurusan bagi rusukku yang terpaku dengan rindu?’’ ah, membukalah! satu saja ayat dalam urat cokelat menggenangi sebujur hikayat yang sengaja tercatat agar aku, perempuan penari punya letak untuk melukis garis dan ritmis dengan warna daun renta di mata dan tanganmu serta dan purba dalam meraba pahatlah, selesaikanlah lekas kemudian kita terjaga dari belenggu yang sesungguhnya tiada

tapi pandai-pandai. ITULAH SEBABNYA, dalam bait selanjutnya, kita bersua pernyataan yang kocak tapi sebenarnya ulet, ‘’yem, kalau sudah jadi istriku nanti jangan terlalu sering melahirkan ya?/ kita boleh bikin anak banyak, tapi dilahirkan dua saja/ agar tak kesulitan mbina ndidiknya. ‘’Ini tentu berkorelasi dengan program pemerintah tentang keluarga berencana sekaligus harapan supaya si buah hati bisa mendapat pendidikan yang layak. Rasa nrimo-nya terhadap pemerintah makin terlihat - sebagai potret kepatuhan yang satir dan nyelekit -- dalam bait berikutnya: yem, kalau suatu ketika rumah kita kena gusur, menyingkir saja ya? karena pelebaran kota lebih penting daripada nasib kita kita mesti mengutamakan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi berpartisipasi membangun negeri ikut transmigrasi membuka ladang pertanian menyulap belantara jadi perkampungan giat berjuang mencari makan agar tak mati kelaparan APA yang membuat si aku-lirik begitu tenang dan nrimo menyatkaan harapannya dalam keadaan yang sulit, atau dalam bahasa Chairil, ‘’situasi menelan-mendesak”? Saya rasa kejujuran menjadi kata kunci yang membuat si aku-lirik punya kekuatan demikian. Sejak awal, Gimin, si aku-lirik, sudah menyatakan kepada Iyem, calon istrinya, bahwa untuk mengenal dirinya jangan bertanya kepada dia. Sebab tentu // aku hanya akan menceritakan kebaikanku saja’’. Jangan pula tanya pada saudara, sahabat atau musuh-musuhku, katanya, sebab ‘’orang-orang sekarang sulit dipercaya/tak bisa membedakan mereka kawan, lawan atau saudara. ‘’Bahkan Si Iyem janganlah bertanya pada diri sendiri. Kenapa? ‘’Selagi masih cinta kau akan memujimuji/dan kalau ketahuan belangku kau pasti benci dan memusuhi.’’ Lalu apa solusinya? ‘’Tanyakan saja pada yang lebih mengerti/agar kau peroleh petunjuk yang murni.’’ KEJUJURAN yang lahir dari nglakoni keprihatinan itu. Pada akhirnya bermuara pada sesuatu yang ‘’lebih mengerti’’, yang maha Tinggi, sebagaimana juga dinyatakan pada bait penutup puisi dimaksud: ‘’tak usah bimbang, Yem. tak usah bersedih hati/asal kita

Sajak dan Perahu Kayu pergi dan berilah nama pada setiap gelombang kalau perahumu tak cukup tenang untuk melepas layar hingga jatuh terkembang pergi dan tanamkan segala kail jauh ke lubuk garam tempat ikan dan mutiara purba jauh dari kata berhala di sana, setiap perahu setia punya nama untuk satu rindu yang terjaga pergi, sebab jangan sekali-kali kayumu menjadi sekadar kayu penyalib nasib, pasrah terbenam dalam rayuan angin dan malam

Ketika Terbenam ke Dalam Sungai

: tukad campuhan

salam, air yang mengalir ke dalam telinga nyanyimu deguk terasa haru bagiku yang ingin memahami bahasa bibir ikan-ikan batu yang rajin bercakap-cakap di tubuhmu bulan ini tak sengaja setiap cahaya menggelincirkan bayanganku ke dalam wajahmu yang menerima segala namun di sanalah ingatan dan hal-hal hijau diam-diam melebar, teteskan imaji ke ujung-ujung jari yang ingin memecah buih di antara telur katak siapa tahu, jadi sebuah cerita di tanganku salam! kain-kainku mekar bagai bunga di bawah derai-derai ilalang dan anyaman daun sesaji genap sudah untuk membayarkan tubuh tiba-tiba ruhku larut dalam arusmu yang gemuruh.

Sang Ayah dan Ibu Tunggal zMembuka Pintu Depan Ilmu Bali (3)

Terbatas dan Menyadari Batas z Membuka Pintu Depan Ilmu Bali (2)

PRINSIP kesadaran perihal adanya Batas, kesadaran perihal saling mengait dengan seisi Bumi, serta kesadaran mendapat-melepas itu, menuntun manusia dalam visi penulis lontar Purwaka Bhumi Kamulan maupun lontar-lontar Kanda Mpat, menuju prinsip dasar hidup ketiga: bahwa dalam puncak kesadaran paling dalam sepatutnya disadari betapa segenap makhluk yang hidup dalam Rumah Bersama bernama Ibu Bumi ini sejatinyalah satu saudara kandung. SATU SAUDARA kandung berarti berasal dari Ayah dan Ibu Tunggal. Dari Ayah dan Ibu Tunggal itulah segenap yang ada ini diyakini berasal, dan ke pangkuan Ayah serta Ibu Tunggal itu pula semua akan kembali jua, akhirnya. Untuk asal Yang Tunggal itu orang-orang memberi judul nama berbeda-beda—bahkan kerap berantem hingga berperang mati-matian demi membela judul. Itu sebab tetua Bali mengingatkan agar manusia tak berhenti pada sihir pesona judul, karena penjudulan yang diberikan kepada Hyang Mahatunggal itu sangat tergantung pada kedalaman dan kebeningan hati masing-masing pemberi judul. Kedalaman dan kebeningan itu amat dipengaruhi oleh kadar kemelekatan dan keikhlasan setiap insan terhadap objek-objek inderawi. DI TITIK INI setiap insan dipahami memiliki hak dan kesempatan sama menjadi kunci pembuka Pintu Kesadaran untuk sampai ke puncak kesadaran akan Dia, Asal Yang Tunggal. Syaratnya: mesti sadar akan proses meng-Ada dan men-Jadi manusia di Bumi. Sadar berarti memahami. Memahami berarti menghayati. Mampu menghayati berarti mesti mengalami langsung. Orang tentu tak bakal paham rasa garam itu asin andai tanpa mencicipi langsung sejumput garam. Dengan demikian, orang yang hanya membaca, apalagi hanya mendengar dari omongan orang lain, sejatinyalah belum dapat dikatakan memahami, sebelum merasakan langsung lewat meng-Alam-i sendiri. Di titik ini spiritualitas memang dipahami

DALAM kerangka menjaga daur hidup supaya terus mengalir itulah, tetua Bali mencita-citakan pasti: tugas manusia mengada dan menjadi, hidup di Bumi, ter-utama adalah memelihara, merawat Hidup itu sendiri. Caranya? Dengan merawat alam, memelihara planet Bumi ini, dengan segenap isinya, justru supaya Hidup itu senantiasa mengalir dan mengalir, dari generasi ke generasi. MERAWAT PLANET BUMI yang tunggal ini, berarti manusia wajib menyadari, memahami, dan menghayati prinsip-prinsip dasar kehidupan. Pertama, bahwa Bumi ini hanya satu sekaligus juga satu-satunya, meskipun ia merupakan bagian yang tak terpisahkan dengan planet-planet lain dalam kesatuan Semesta Raya yang melingkupi semua. Karena satu dan cuma satu-satunya, manusia wajib menjaga, merawat, sebaik-baiknya unsur-unsur dasar pembentuk Bumi: eter, bayu, teja, air, dan tanah pertiwi—yang juga menyusun raga manusia. Merusak, apalagi menghancurkan, niscaya berlawanan dengan semangat tugas memelihara, merawat—dan itu akan berujung pasti pada kehancuran bersama kehidupan itu sendiri, tanpa kecuali lenyapnya ras manusia. Prinsip kedua: manusia tidaklah sendirian hidup di planet Bumi sekaligus sangat mustahil bisa hidup sendirian, tanpa topangan, bantuan, ataupun uluran makhluk, unsur, maupun

pihak lain. Dia senantiasa mengait dan terkait dalam jejaring daur kehidupan dengan unsur, makhluk, maupun pihak lain. KETERKAITAN itu justru menjadikan manusia mendapatkan makna kehadirannya di Bumi, sekaligus menjadikan kemerdekaan, kebebasan manusia dalam hidup di Bumi ini “tidaklah tak terbatas”. Manusia itu, selama hidup bertubuh di Bumi, niscaya terbatas— dan tak mungkin melawan Batas. Semua ada batasnya jua, akhirnya—tak terkecuali planet Bumi yang tunggal ini dengan segenap isi dan kandungannya juga terbatas. KARENA SERBA TERBATAS, maka manusia tak boleh seenak hati sendiri, semau gue, rakus, mengambil berlebihan dari Ibu Bumi. Boleh mengambil, namun seperlunya, dan selanjutnya harus melepas lagi. Dengan begitu, mengambil, mendapat, dan melepas merupakan basis penopang kelangsungan kehidupan. Hanya mengambil—apalagi berlebihan—tanpa kesediaan melepas, akan menjadikan ada pihak kekurangan, terjadi ketidakseimbangan, bahkan berujung porandanya kehidupan bersama. Manusia itu hidup layaknya pemain sepak bola di lapangan hijau: mengejar bola, mendapatkan, lalu melepaskan kembali bola itu sehingga permainan terus berlangsung—sekalipun babak belur. zdeprabas

sebagai mengalami, melakoni langsung. Dalam melakoni langsung ini manusia diharapkan terus bertumbuh dan bertumbuh hingga mencapai puncak pembebasan. Ibarat siswa sekolahan, mesti terus naik kelas hingga tamat. Layaknya pendaki gunung, setiap orang mesti menapak langsung dengan kakinya sendiri selangkah demi selangkah hingga mencapai puncak. TAK ADA ORANG LAIN yang sanggup

meggendong Anda mencapai puncak, terkecuali Anda sendiri menyentuhkan telapak kaki Anda sendiri di atas tanah yang menggunung itu. Orang lain barangkali dapat memberikan petunjuk arah, berbagi cara dan pengalaman—namun itu bukanlah mutlak, dan satu-satunya. Lagi pula, petunjuk maupun cara itu bukanlah puncak sejati. Bukan pula tujuan sesungguh-sungguhnya tujuan. zdeprabas

mau bakti mandiri di mana-mana Tuhan pasti memberi rezeki!//’’ Sikap profetik (ketuhanan) inilah yang ternyata menjadi muara sajak-sajak Nuryana Asmaudi, tentu setelah melewati alur yang tak sepenuhnya bening. Maksud saya, gaya ucapnya boleh saja bening, sederhana dan apa adanya, namun kontens (isi puisinya) sebenarnya tidak sederhana: penuh persoalan dan kompeksitas juga. ADA satu ungkapan yang saya sukai dalam bahasa Jawa yang mewakili perasaan saya setiap kali membaca sajak-sajak Nuryana. Yaitu: sumeleh atau sebagian orang menyebutnya semeleh. Berasal dari kata ‘’seleh’’ yang mendapat sisipan ‘’um’’, artinya ‘’diletakkan’’, supaya lega tak berbeban. Secara keseluruhan, sumeleh berarti keadaan pasrah tanpa beban, tanpa pretensi, tidak neko-neko dan semua itu dilakukan dengan hati yang adem (dingin, tenang). Menariknya puncak tertinggi dari sikap sumeleh secara emosional berkaitan dengan sikap profetik (ketuhanan) yang meyakini gusti ora sare (Tuhan tidak tidur). RASANYA cukup sahih menyebut sajaksajak Nuryana Asmaudi sebagai sajak-sajak sumeleh. Secara estetik, gaya ucap dan filosifi (alam pikir) sajak-sajaknya sangat ‘‘nJawani’’. Banyak sekali dalam sajaknya kita temukan kosa kata bahsa Indonesia yang diucapkan dengan lafaz Jawa, misalnya, mbina-ndidiknya, ngembarai sukma, atau kakang-mbakyu. Dalam sajak sajak awalnya pola ini sangat kental sehingga hampir-hampir menjadi trandmark-nya. Saya katakan ‘’hampir-hampir’’ karena setelah ia berproses kreatif di Bali sejak tahun 1996, pula itu mulai dia tinggalkan. Ia menjadi kehilangan gaya, jika bukan mati gaya. Untunglah, lamat-lamat masih dapat dirakakan alam pikir Jawa-nya sehingga sajak-sajak yang ia gbah dalam gaya dan tema apa pun tak jauh dari sikap sumeleh. Belakangan, ia tersadar dan kembali merengkuh gayanya semula, salah satunya menggubah sajak-sajak bercerita tentang

objek-objek kecil sederhana seperti kupu-kupu, cicak, laron, ayunan dan pohon pisang. Sajak sajak jenis itni kocak, sarat renungan, dan dalam personalitasnya juga membuat memori kolektif. PADA AKHIRNYA, seperti saya katakan, sajak-sajak sumeleh ini bermuara pada keilahian. Segala sesuatu yang dialami si aku-lirik dalam h idup keseharian, dipulangkah kepada langit yang dipuja. Setelah sekian banyak sajak baru tentang ibu, misalnya juga sejumlah sajak yang diawali dengan kata sembahyang (Sembahyang Rindu, Sembahyang Bunga, Sembahyang lapar, Sembahyang Duka, dan seterusnya) yang penuh pergulatan, maupun sajak cinta pada seseorang, kita lantas dibawa menghadap jendela untuk merenung. Dari sana kita melihat bulan atau rembulan, sebagai cahaya di langit malam, yang memberi ketenangan dan rasa khusyuk. BULAN atau rembulan memang simbol yang banyak ditaja Nuryana, bisa bermakna bulan baik untuk ibadah seperti bulan Ramadhan bagi umat Islam atau bulan-bulan upacara bagi umat Hindu, juga bisa keindahan penuh cahaya. Karena itu, ia sebenarnya ada di mana-mana : ia ada di rumpun mawah atau bergoyang-goyang di awan, sebagaimana dinyatakan dalam sajak ‘’Kaukah Itu Rembulan.’’ Maka dalam malam yang dingin, ketika si aku lirik memasrahkan diri kadpa Khaliknya, ia pun tak sungkan meminta ‘’Keloni aku Tuhan.’’ Aku-lirik memasrahkan diri kepada Khaliknya, ia pun tak sungkan meminta ‘’Keloni aku Tuhan.’’ Aku lirik boleh jadi seperti pungguk yang mengharap keindahan bulan untuk ia peluk, namun itu bukankah harapan buta sebab adau pergulatan hidup dan kata-kata. Di sini, Nuryana membalik persepsi streotipe orang tentang pungguk (burung hantu), dari makhluk putus asa yang dirundung rasa sia-sia menjadi makhluk yang khsyuk mengharap-mendamba. LIHATLAH, sepanjang malam si pungguk begerak mencari sasaran, menangkap tikus-

tikus pencuri (bukankah ini simbol koruptor?) untuk dibasmi dari kehidupan petani, sambil terus menyadari kehadiran bulan di langit tinggi. Lalu bersiap pergi jika fajar mulai membayang. Ada siklus kepatuhan yang ia ikuti dengan nrimo, tanpa neko-neko. Mungkin itu pula sebabnya, bulan pun lantas mengirimi doa untuk pungguk, bukan sebagai rasa iba atau belas kasihan, melainkan konsekwensi logis dari sikap sumelehnya yang patuh pada kehendak alam. Dan doa bulan, sesungguhnya adalah semacam kerinduan untuk sebuah perjumpaan. zRaudal Tanjung Banua

Lelaki di Bawah Lampu Jalan kita tidak sedang menyusun rumah kartu ketika jalanan semakin senyap dan cahaya terpejam sekejap-sekejap dari tiang lampu jalan tempatmu terlanjur menuntaskan lelap matamu hitam memandang gelas kertas yang terguling sendirian dari teras kafe seberang jalan tempat capuccino senja disesap ragu-ragu untuk menghangatkan tubuh beku perempuan kuyup dalam aroma manis kayu ketika ia harus menunggu tiketnya ditukar secara sungguh dengan sekotak roti dan satu kursi tiketnya ditukar secara sungguh dengan sekotak roti dan satu kursi menuju kampung penuh rindu yang mendalam kepada Ibu ngengat-ngengat kecil menari di topimu mungkin getar sayapnya melepas isyarat dan tanya: apa yang tersisa dari ingatan dan kesadaran dari sekaleng bir tua yang dengan garam kaucoba tambah buihnya hanyut dalam desis bercampur harus debu jalan perlahan habis dalam temaram dan pentas malam lembaran koran bekas melintas terlindas di putaran ban sepeda belnya berdenting menyadarkanmu dari kepala yang tunduk bukan karena mabuk kau lelaki di bawah lampu jalan mengurai benang di lipatan kemeja tersenyum kecil ketika tiba waktunya lampu padam sebab pagi sudah pukul enam dan kertas-kertas yang beserak, terinjak akan berlari ke tanganmu siap ditukar dengan roti menjelma detak nadi untuk lebih mencintai maut satu hari lagi.

Perempuan Sabana alangkah indah perempuan berderai helai demi helai di atas tari sendiri ketika hujan tak sampai menyentuh pesan di antara jejak kering rumputan maka terbebaslah segala kisah derik-derik kerikil, terompah tua tongkat keramat penuh puja dalam sesosok tuhan yang sungguh purba dari pujian dan doa dengar, dengarkanlah angin mengikuti bisik kaki coba arahkan ke mana saja dengan semua mata terbuka tapi sanggupkah terbayang tariannya? ya perempuan ya yang terindukan demikian jangan cintakan jejak sesiap! tumpahkan semua seakan tiada seakan gembala yang menjelma domba untuk paham bahasa dunia ini sekali menjadi dalam tari sabana yang m enderai dalam ruh dari ruh perempuan ya perempuan

Karavan sajak dan rindu berpapasan antara kata-kata yang ingin dan tujuan denting-denting lonceng kecil jalan-jalan kerikil barangkali cuma gigil dalam tetes air dan salju yang mengurapi tubuh bukan lagi mantra atau persimpuhan hampa utuh menyelesaikan segala nama begitulah terduga setiap simpangan diguguri angin cahaya lentera meredup perlahan dan setiap derap barisan menghidupkan kematian yang adalah bekal sekaligus tabungan mengisi penuh seluruh kesunyian demikian ingin sajak dan rindu berpapasan bertukar kata menuju esok yang tak pernah terduga

Agustusan. Stop press 2016 Peluncuran dan Bedah Buku puisi DOA BULAN UNTUK PUNGGUK Nuryana Asmaudi SA Pembedah I Ketut Syahruwardi Abbas Ada pemutaran Dokumenter Puisi oleh Dadi Reza Pudjadi Musikalisasi Puisi Hery Windi Anggara diikuti Baca Puisi Penyair Kamis PAING Malam 25 Agustus 2016 di Bentara Budaya Bali Malam NGAMPOENG SENI Agustusan Minggu Kliwon 28 Agustus 2016 di Jatijagat Kampung Puisi-109 Kedai Mbok Sri suatu hari aku mampir kembali hadir di kedai cilikmu, mbok sri mencicipi semangkuk sayur yang hangat seperti hidup ini di sanalah aku selalu rindu kawan-kawan dan puntung-puntung kretek dilinting sendiri di celah asbak retak sisa napas dikeramatkan dalam ramainya cakap dan asap pasti akan kutandas lagi bakwan yang digoreng mbok sri ditemani seduhan jahe kopi luncurkan pekat dan wangi asli berikut irama terasa karib dari radio tua di bawah lampu sepuluh watt yang mengeja koran senja jadi pembungkus kacang hangat polos mengawini lapar menyerah di bawah lipatan lidah selalu berujung lebih dan hambar kami ini tukang berhutang, mbok sri tapi senyummu sabar sekali mencatat nama dan rupiah dalam buku tulus dengan gambar matahari yang jadi renungan sendiri di kala warung sepi duh, mbok sri, maafkan kami keringat kami deras tapi upah sukar menetas akibatnya jelas, kaleng uangku tak pernah pantas meski nasi dan sayurmu laku keras bahkan dari kejauhan langit dan malaikat menyukai wajah peluhmu sunguh tak pernah bergincu tapi rajin matangkan sayur dan ubi kayu demi hari-hari, demi anak dan suami demi kami yang hanya sanggup berbaju kuli maka kami sesap habis ampas kopi kemudian ramai-ramai pecahkan gumpalan urat sendiri sampai terbayar tuntas dahulu yang pernah hitam dan panas lumuri tangan dan perkakas kembali lagi, saat malam dan sajian mengalir dalam kedai cilik bersahaja bergumul linu dan sekujur debu nikmati sayur kemarin yang tak pernah hilang asin seperti hidup dan ingin


NASIONAL

16

Minggu Pon, 21 Agustus 2016

Bhurisvara dan Satyaki Kerahkan Semua Kesaktiannya

Disusun: Kisari Mohan Ganguli Diterjemahkan: I Ketut Arinta (Edisi Tiga Ratus Dua Puluh Empat) Rishi Vyasa : (Bharata) setara dengan Veda. Ini adalah suci dan agung. Bharata menganugerahkan kemasyhuran dan kesejahteraan. Karena itu, seseorang harus mempelajari dan mendengarkan dengan perhatian penuh.

MASING-MASING baik, pangeran utama Bhurisvara maupun Satyaki, bersenjatakan pedang-pedang sangat bagus. Mereka juga mengenakan baju zirah berkilauan. Dihiasi pelindung badan, angada, kedua prajurit terkenal itu menunjukkan berbagai macam gerakan lincah. Mereka berputar-putar berkeliling di ketinggian. Terkadang melakukan dorongan ke samping. Suatu saat berlari-larian di sekeliling dan menyerbu ke depan dan ke atas. Kemudian, penghukum musuh-musuh itu mulai saling memukul satu dengan lainnya dengan menggunakan pedang-pedang mereka. Masing-masing dari mereka kelihatannya sangat ingin menemukan kelalaian dan kelemahan lainnya. Dan kedua pahlawan itu meloncat dengan indahnya, menunjukkan keterampilannya dalam pertempuran yang disaksikan para prajurit lainnya itu. Sesekali membuat terobosan dengan teknik tinggi. Setelah saling pukul, serang, banting, tendang satu dengan lainnya,

mereka kehabisan staminanya, Oh raja kedua pahlawan itu pun istirahat beberapa saat, dalam penglihatan semua pasukan. Selanjutnya, dengan pedangpedang mereka memotong menjadi berkeping-keping tameng yang indah satu lainnya. Oh raja, tameng dihiasi seratus buah bulan. Macan-macan di antara manusia itu terlibat dalam perkelahian teknik gulat. Keduanya memiliki dada bidang. Mereka diperlengkapi lengan-lengan panjang dan sangat terampil dalam adu gulat. Mereka menyerang satu lainnya dengan senjata-senjata dari besi yang menyerupai gada-gada berpaku. Kadang saling menyerang dengan lengan-lengan mereka, baku tangkap menggunakan lengan-lengan lainnya, juga mengunci dengan lengan-lengan leher lainnya. Mereka memiliki keterampilan tinggi yang diperoleh karena latihan yang keras. Hal itu membuat kegembiraan dari seluruh pasukan yang berdiri menonton pertarungan dengan teknik luar biasa itu.

Ketika pahlawan-pahlawan itu bekelahi satu lainnya, oh raja, suara yang ditimbulkan pada pertempuran itu sangat keras dan mengerikan. Suara-suara itu menyerupai jatuhnya kilat di atas sebuah lereng gunung. Seperti dua ekor gajah saling berkelahi dengan ujung gadinggadingnya. Seperti dua ekor banteng dengan tanduk-tanduk mereka, kedua prajurit utama dan terkenal dari keturunan Kuru dan keluarga Satwata itu bertarung sangat sengit. Kadang-kadang saling menekuk menggunakan lengan-lengan mereka, kadang-kadang saling membenturkan kepala-kepala mereka. Dan sesekali saling menjalin kaki-kaki satu dengan lainnya. Mereka juga menampar ketiak-ketiak mereka, kadang-kadang saling mencakar menggunakan kuku-kuku mereka. Tidak ketinggalan mendekap satu lainnya dengan sangat ketat. Juga saling merangkulkan kaki-kaki mereka, di sekitar pinggang lainnya. Mereka berguling-guling di

atas tanah. Dan kerap juga bergerak maju, mundur, bangun, dan sering juga meloncat ke atas. Sungguh, dua dan 30 macam gerakan-gerakan yang diperagakan itu sangat indah dan cantik. Keterampilan itu mereka kuasai dengan baik, didemonstrasikan untuk berusaha mengatasi lawan-lawannya pada perkelahian yang sangat langka itu. Ketika senjata Satwata itu habis selama pertarungannya menghadapi Bhurisrava itu lalu Vasudeva berkata kepada Arjuna, ‘‘Lihatlah yang utama dari semua pemanah, Satyaki

Sloka 9.10 Mayadhyaksena prakrtih Suyate sa-caracaram Hetunanena kaunteya Jagad viparivartate Begitulah, diperintahkan oleh-Ku, maka alam menciptakan semuanya, yang bergerak maupun yang tak bergerak, dan begitulah oh Arjuna, dunia ini pun berputar.

Berharap, Produk Pertanian Lokal Berjaya Denpasar (Bali Post) Produk pertanian lokal harus berjaya di daerahnya sendiri. Namun nyatanya, animo masyarakat Bali terhadap produk lokal pertanian menurun dengan datangnya produk impor. Dekan Fakultas Pertanian, Universitas Warmadewa, Dewa Sadguna, prihatin terhadap fenomena tersebut. Padahal produk lokal sifatnya lebih organik sedangkan produk impor bisa saja telah mendapatkan penanganan-penanganan yang sifatnya kimiawi untuk menjaga keawetan dan kualitas produk. “Maka dari itu, kita di Bali harusnya memiliki rasa jengah supaya produk lokal ini kembali berjaya, karena kualitasnya tidak main-main, sangat bagus seperti pisang, janur, kelapa. Kelapa di Bali ini diolah oleh suatu perusahaan un-

DPR Ingatkan Pemerintah Hati-hati Naikkan Cukai Rokok

BPM/kmb42

Dewa Sadguna

tuk diekspor ke Yordania,” ujarnya. Jika kondisi ini terus berlanjut, minat generasi muda terhadap pertanian akan semakin berkurang. Ia berharap juga pemerintah mengatur regulasi agar produk lokal kembali berjaya. Tidak hanya mengatur regulasi tapi juga menegakkan regulasi tersebut dengan tegas. (kmb42)

Dikecam, Pemberian Remisi bagi Koruptor Jakarta (Bali Post) Ada-ada saja usulan pemerintah untuk melemahkan upaya pemberantasna kasus korupsi. Pemerintah lewat Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) berencana merevisi PP nomor 99 tahun 2012 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan. Sejumlah kalangan mengecam pemberian remisi bagi para koruptor. Relawan Jokowi, Hamid Basyaib, mendesak Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna H. Laoly untuk mengkaji betul rencana revisi Peraturan Pemerintah nomor 99 tahun 2012. Beberapa kalangan memang menganggap rencana revisi ini sebagai obral remisi terutama bagi para koruptor. Pasalnya, Kementerian Hukum dan HAM menganggap PP itu terlalu ketat untuk pemberian remisi bagai koruptor, kecuali bagi mereka yang berstatus justice collaborator. Tak hanya itu, ketatnya remisi bagi koruptor ini juga dianggap Kemenkumham sebagai penyebab overkapasitas di beberapa lembaga permasyarakatan. Namun, rencana ini langsung mendapat tentangan termasuk dari relawan Jokowi. “Rezim remisi ada di Kementerian Hukum dan HAM. Perlu juga distudi dengan benar. Nah itu harus dikuliti satu per satu,” kata Hamid dalam diskusi Perspektif Indonesia,

di Jakarta, Sabtu (20/8) kemarin. Menurutnya, banyak hal yang membuat lembaga pemasyarakatan overkapasitas seperti yang dikeluhkan oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly. Namun, solusinya bukan dengan merevisi PP tersebut. Menurut Hamid, alasan lain banyak. Di antaranya, sistem hukum yang muaranya adalah pidana penjara. Menurutnya, hal ini harus dikaji juga. Bukan hanya dengan mempermudah remisi seperti keinginan merevisi PP tersebut. “Nah ini saya ragu apakah disurvei benar ini,” ujar pria yang ikut menjadi relawan Jokowi pada Pilpres 2014 ini. Dia juga melihat, lembaga pemasyarakatan yang overkapasitas tidak semua. Bahkan, cenderung yang overkapasitas hanya lapas pidana umum. Sementara, lapas untuk kasus korupsi, ia menilai tidak overkapsitas. “Nah sekarang dikumpulin di Sukamiskin (lembaga pemasyarakatan). Lihat apa yang terjadi. Tiap Minggu panggil organ tunggal,” katanya. Hamid menegaskan tidak melihat ada urgensinya penjara yang overkapasitas dengan revisi PP nomor 99 tahun 2012 tersebut. Sebab di Lapas Sukamiskin saja, yang dihuni para terpidana korupsi, masih leluasa tidak over seperti di lapas umum. Anehnya tidak pernah ada tindakan nyata. (kmb)

BPM/kmb38

HARGA NAIK - Harga tembakau pada musim tahun ini naik tipis dibandingkan harga tembakau tahun 2016 lalu. Untuk pengeringan petani masih tergantung dengan pemakaian kompor berbahan bakar elpiji.

Harga Tembakau di Buleleng Naik Tipis Singaraja (Bali Post) – Harga tembakau di Kabupaten Buleleng tahun ini naik tipis dibandingkan tahun lalu. Dari musyawarah harga antara petani dan perusahaan telah menyepakati tahun ini rata-rata harga tembakau Rp 35.700 tiap kilogram. Harga ini naik 1 persen dibandingkan tahun 2015 lalu dengan rata-rata harga tembakau Rp 34.000 tiap kilogram. Pantauan di lapangan Sabtu (20/8) kemarin, areal kebun tembakau sebagian besar mendekati masa panen. Namun, tidak sedikit tanaman yang sekarang masih berusia muda dan diperkirakan pemetikannya akan mundur. Ini disebabkan sejak penanaman hingga menjelang masa petik, cuaca tidak

Minggu, 21 Agustus 2016 05.52 Mars Indonesia Raya 05.54 Mars Bali Jagadhita 05.56 Lagu Ngastitiang Bali 06.00 Puja Trisandya 06.05 Dharma Wecana 06.35 Seputar Bali Akhir Pekan 07.35 Sehat Bugar 08.05 Klip anak 08.35 I Got It 08.45 Bali Channel Tourist TV 09.05 Taman Sari Denpasar Children Centre (2) 09.30 Belajar Menggambar 10.05 Education on Bali TV

10.30 Pelangi Kehidupan 11.30 Dunia Otomotif 12.00 Dharma Wacana 12.30 Traventure 12.45 Bali Channel Tourist TV 13.00 Wirasa 13.30 Lejel Home Shopping 14.30 Tembang Bali 15.30 Education on Bali TV 16.00 Dialog Interaktif Harmoni Bali 17.05 Dunia Kita 17.30 Gita Shanti 18.00 Puja Trisandya

itu dibuat sibuk pada pertempuran itu. Dia telah kehilangan kereta dan saat ini memasuki kelompok Bharata, setelah menerobos mengikuti engkau dari dekat. Oh putra Pandu, dia telah bertarung melawan seluruh prajurit Bharata yang besar energinya. Saat ini pemberi hadiah-hadiah kurban itu, Bhurisrava itu telah bertarung dengan Satyaki, yang utama dari prajurit-prajurit itu, yang dalam keadaan sangat letih dan lelah. Di pihak lain, Bhurisrava, jauh lebih segar karena ia baru saja melakukan pertarungan.’’ (bersambung)

18.05 Seputar Bali 19.00 Banjar Bali Quis (BBQ) 19.30 Kris (Kriminal Sepekan) 20.00 Samatra Artis Bali 21.00 Folksong 21.30 Berita dan Bincang Terkini 21.35 Ajeg Bali 22.00 Berita dan Bincang Terkini 22.05 Lila Cita Tari & Arja Paguyuban Tegal Kerta (2) 23.00 Lila Cita Calonarang Menanga (5) 24.00 Lejel Home Shopping

mendukung. Di tengah penanaman benih tembakau justeru turun hujan, hingga menimbulkan kematian benih hingga 20 persen setiap satu hektar lahan. Atas kondisi ini, petani harus melakukan penyulaman dan kini risikonya masa pemetikan akan mundur. Sekretaris Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Bali, Agung Adnyana, mengatakan, harga sudah disepakati dengan pertimbangan beberapa indikator mulai biaya pengolahan lahan, ongkos tenaga kerja, harga pupuk dan obat-obatan, serta harga bahan bakar untuk pengeringan daun tembakau. Untuk musim petik tahun ini setiap dua hektar lahan total modal yang dibutuhkan mencapai Rp 55 juta. Sementara produksi tembakau kering ditargetkan sebanyak 2,5 ton. “Kalau kita hitung secara kasar produksi maksimal

musim petik tahun ini dikalikan dengan harga rata-rata itu petani dapat keuntungan. Namun kalau dibandingkan tahun lalu keuntungannya ini jauh lebih rendah,” katanya. Menurut Agung, meski sudah menyepakati kenaikan rata-rata harga, pihak perusahaan memberikan toleransi kepada petani. Kemudahan itu diberikan ketika produksi tembakau tidak ada masuk dalam grade yang tinggi. Grade yang masih di bawah itu perhitungan harganya dinaikkan rata-rata lagi Rp 1.500 setiap kilogram. Kompensasi ini diberikan karena akibat gangguan cuaca sejak awal masa tanam hingga mendekati masa pemetikan ini menghambat budi daya tembakau. Bahkan, situasi ini berujung pada penurunan kualitas hingga tidak masuk dalam grade tembakau yang tinggi. (kmb38)

Jakarta (Bali Post) Anggota Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun mengingatkan pemerintah agar berhatihati dalam menyikapi wacana kenaikan harga rokok menjadi Rp 50.000 per bungkus. Wacana tersebut ada kemungkinan sarat kepentingan asing. “Pemerintah agar hatihati, jangan terjebak oleh kampanye antirokok yang mungkin saja dikendalikan oleh kepentingan asing,” kata Mukhammad Misbakhun, di Jakarta Sabtu (20/8) kemarin. Menurut Misbakhun, jika harga rokok dinaikkan menjadi Rp 50.000 per bungkus, maka industri rokok akan bangkrut dan otomatis ribuan tenaga kerjanya yang akan kehilangan pekerjaannya. Industri rokok, kata dia, baik golongan industri kecil, menengah, dan industri besar akan terpukul karena jika pemerintah menaikkan harga rokok menjadi Rp 50.000 per bungkus. “Industri rokok golongan kecil dan menengah saat ini sudah terpuruk dengan kebijakan pita cukai yang kurang melindungi kepentingan mereka, sehingga sudah banyak yang bangkrut,” katanya. Politisi Partai Golkar ini menjelaskan, jika pabrikan rokok gulung tikar, maka jutaan pekerja di sektor tembakau akan menganggur, dan jumlah penduduk miskin Indonesia akan bertam-

bah banyak. Selain itu, kata dia, nasib para petani tembakau juga akan terpuruk akibat dampak kenaikan harga rokok yang memiliki kontribusi terhadap penerimaan negara melalui cukai, pajak, bea masuk/bea masuk progresif, dan pengaturan tata niaga yang sehat maupun pengembangan industri hasil tembakau bagi kepentingan nasional. Misbakhun menambahkan, sektor pertembakauan dari hulu yakni budi daya hingga hilir yakni industri rokok, memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi nasional yang berdampak luas. Dia menjelaskan dampak tersebut antara lain, berkontrubusi dalam pertumbuhan ekonomi dari sektor industri sekitar 5-7 persen. Penerimaan negara (cukai) merupakan kebijakan penerimaan negara (APBN) yang signifikan senilai Rp 141,7 triliun. Misbakhun memaparkan, industri pertembakauan memberi kontribusi perpajakan terbesar yakni 52,7 persen, sedangkan real estate dan konstruksi 15,7 persen. Industri tembakau, kata dia, merupakan industri padat karya yang menyerap tenaga kerja hingga lebih dari 6,1 juta jiwa dan menciptakan beberapa mata rantai industri yang dikelola oleh rakyat seperti pertanian, perajangan, dan pembibitan. (ant)


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Minggu Pon, 21 Agustus 2016

17

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya Informasi pasang iklan Telepon : Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) : (021) 5357602 - Fax : (021) 5357605 - Iklan Still Store di Bali TV : Rp 200.000,- (10 x tayang) z Jakarta : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) - Runing Teks Bali TV : Rp 50.000,- (5 x tayang) z Mataram : (0370) 639543 tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus - Denpost Paket : Rp 165.000,- (10 x muat) z Denpasar : (0361) 225764 (hunting) e-mail:iklan@balipost.co.id 66 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita - Bisnis Bali Paket : Rp 82.500,- (10 x muat) z Surabaya : (031) 5633456 z Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau VISA z @4<? C8@546454?<CBFG :@4<? 6B@ z %4L4A4A )8A:47H4A !) )<A 6 8 z <F6BHAG .C GB )8@54L4E4A 7:A $4EGH $E87<G '" Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! z Tarif iklan Mini/Baris z Iklan Peluang Emas

0+)80 ,BC<E -8A4:4 04A<G4 HAGH> 4G8E<A: !5

+8 E<I8E FF !H5

%5: -> H?? -<@8 47@<A -; ;F "A::E<F %A64E ,"& = #G ?A )4A=8E

:/ -8E4C<F 0AG @<A -; 7< 846;J4?> &4?? ,&$ ,7E=G ):?@

G7> =< -HA= +BFL

"8670+)3 EBHC '887F 66G ,G499 )HE6;4F<A: ,G499 ?84A<A: ,8EI<68 ,8A7 / 6BEC ;E@ GEBC<64?:EBHC54?< 6B@ 6BEC ;E7 GEBC<64?:EBHC54?< 6B@ ); KG

:/ $EJG< $AGBE &4K -;A ,<@ F &F K68? 4=< #G ?A ->7 "E4J47<

0*;:;/2)5 >4EL4J4A 5<F4 4;4F4 "A::E<F HAGH> 7< =4?4A %8:<4A $HG4 CBF<F< L4A: 7<5HGH;>4A 8A8E4? &4A4:8E (C8E4G<BA4? ,;<9G (C8E4G<BA4? &4A4:8E (C8E4GBE -<6>8G ,4?8F -8A4:4 $858EF<;4A ,86HE<GL 4A7 EBHA7 &4<AGA8A4A68 $<E<@ / >8 :K54?< :@4<? 6B@

0+)80 EBAG (99<68 !BHF8 >88C<A: E<I8E A:<A88E<A: 8??5BL ,6HE<GL 74A )+- HAGH> !BG8? !5 )( BK $HG4 4?<

!.8 ,CI )EBL8> %B:<FG<> ,HC<E %=A: ):?@ -; !H5

8-5+/ +8FG4HE4AG '887F 4A KC8E<8A687 ,G499 )4FGEL BB> .E:8AG 4??

)80 $LJG< &<A ,&$ >HG4AF< !H5 " #? ,8AG4AH )8:HL4A:4A$4=4 CF

0*;:;/2)5 ,4?8F 7@<A F8EI<68 &4A4:8E $<E<@ / >8 <A9B :E88A:B?95H::L 6B@

&4;8A7E474G4 ,8?4G4A 'B -?C

8 8J ,&) ,& 5F $B@C -> )4EG -<@8 E5 =4@ )4A=8E

+8 ?84A<A: ,8EI<68 E84 4CHE 74A -H>4A: H6< )<E<A: H +8FGBE4A 7<,4AHE

8 )8@54AGH = L: 4AG8E 7CG - %:F

+8 EBAG (99<68 74A -8?8@4E

>8G<A: @<A E4<9<GA8FF FHAF8 G 54?< :@4<? 6B@ !

8 ,:E4 7@<A JAG H +8FGB C:?@ @<A G; ) -# ,@F

*:/25 ,BC<E ,4?8F $ELJA -B>B !

+8 04<G8E H )477LF )H5 !H5 <A<4:HA:>B8 :@4<? 6B@

+8 F:E ,BC<E ,"& .@H@ 5F 5J @B5<? A:>8? B58? #? ->7 47HA: 111 +8ABA

:/ CG ,4?8F BHAG8E +868CG<BAF % ) ;F "A::E<F >G<9 ):?@A @<A -; ! $E@ / 6HFGB@8EF8EI<68 =8GF8G@4E<A8 6B@

+8 FFG A:8A8E<A: ?86GE<>4? )?H@5<A: ,HCI F><?? $4F<E &4E>8G<A: ,G49 !+ @4<? ;E7 ?<AG4F74L4 :@4<? 6B@

+8 $4EL4J4A .G> 4: A:A8E<A: ,GBE8 &4A4:8E $8C4?4 -B>B ,HC8E

I<FBE ,G49 $4F<E )E4@HA<4:4 $E@ %4@ #? $4@CHF .AH7 'B #<@54E4A - @4<? A<E@4?4FHC8E@4E>8G :@4<? 6B@

+8 $ELJ4G< <G8@C4G>4A <54: )BE6;4F<A: @<A ,&. %@EA 7< J >8 #?A <CBA8:BEB CF !C

+8 )+- #4@ $8E=4

F <4GHE !H5

+8 )+- #H=HE H )E57< HF<4 &4K -; G7E ?@

+80 $ELJG< (C8E4GBE -BHE #? -H>47 H4=< 'B 1

+8 )8:4J4< %4C H 4A:HA4A 54 0*;:;/2)5 ,8:8E4 )8A=4;<G L: F8@8AG 58EG<A:>4G 8EC8A:4?4@4A -?C

+8 ,4?8F )8A:4?4@4A 4=< AHF !H5

0+)80 ,BC<E ,8E45HG4A )E<4 = #G #G !5

0+)80 ,G499 H74A: ,4?8F ,86HE<GL $- / )- 4?< -8:8;8 :HA: -

0+8 ,G49 66BHAG<A: BB> !8?

C8E ?84A<A: ,8EI<68 H +8FGBE4A 7< 4A::HN IB647B 498N / ><E<@ >8CHEA4@4 @BG<BA9<GA8FF54?< 6B@

-8;9)/))5 "A7HFGE<4? 4G8E<A: +H@4; ,4><G &8@5HGH;>4A ,<G8 BBE7 !847 ,8EI<68 ;89 .A<G ;?< <M< ,GBE8@4A $<E<@ / >8 ,<?B4@ !BFC<G4?F 8AC4F4E #? ,HAF8G +B47 $HG4 4?< "5H EA4 4C4> /<6GBE

0*;:;/2)5 F8:8E4 4E@4A @<A 09:80*;:68 H<?7<A: &4G8E<4? G;A C8A:4?4@4A 7<5<74A:AL4 0+)80 ->: $85HA ,E5GA 04A<G4 G; (& ,)/ ,4?8F ,4?8F H7<GBE ,C84> A:?<F; $E@ / >8 !H5 $<E<@ %4@4E4A 5<G ;E7 :4 :@4<? +8 ,8:8E4 -H>4A: #4;<G CBGBA: E8FGB 64A::H :@4<? 6B@ &464A 6B@ #? 4GFH 4E4G $-) 4?< HAGH> 7<.5H7 !H5 0+)80 08FG8EA BB> +8FGB 498 #? )4AG4< 8E4J4 'B 5 #<@54E4A !H5 4A::H 6;9- $88C<A: >8 ,<7B< !BG8? #? %8:<4A $HG4 0+)80 ?H?HF4A ,&$ $864AG<>4A +8 ,:E4 HEH &4G8@4G<>4 ;F 0+)80 $4EL4J4A H H8FG !BHF8

74C4G 4=< $B@<F< &8FF "A::E<F L: 8E787<>4F< -<A::< 7< $HG4 !H5 6* ;89 HFL +8F@< !H5 ,454E -8?4G8A <F<C?<A $<E<@ !H5 / >8 ;E754?< :@4<? 6B@ 0+)80 ,:E $EL4J4A %H?HF4A ,&. 0+8 A:: H ;BG8? ><E<@ / >8 )8@<A4G ,8E<HF $E@ %@EA >8 F4E<54?< ;G? :@4<? 6B@ " )30 &4A7<E< +8FBEG G; $EL +8 ,BC<E 74A 66BHAG<A: )- ) ,, #? ,8EHA< -8?C &A7F4> F<E 04<G8E F !BHF>8C !H5 "AG8EI<8J ,8A<A +45H # 4@ $ 8E=4 0+8 -;8E4C<FG .G> $?<A<> 7@ ( +86C ,CI &4E>G<A: J<? $864AG<>4A 7< 748E4; ,8F8G4A 47HA: CF = #G ,8EI<F AF +8 +8F8CG<BA<FG ( !$ )HE< 0+)80 ,:E -8>A<F< %H?HF4A ,-& !H5 ,&, F<; !G? #? )4AG4< $HG4 $HG4 #HEHF4A ? <FGE<> @8F<A C 8@<A4G %8 &<A4 .5H7 $HG4 4?HA: +8ABA F8E<HF ><E<@ ?4@4E4A >8 )-) ,, !-.-8) <64E< $4EL4J4G< ,4?BA 0+)80 * -H>4A: 8> .AGH> ,8@<AL4> 04<G8E FF BB> 4E #? ,8EHA< -8?C L4A: ,H74; 8EC8A:4?4@4A 4E@8AG 7<$HG4 !H5 ;E7@<A4:EBHC :@4<? 6B@ !H5 "AG8EI<8J ,8A<A +45H #4@ $8E=4

$033) .E: +8D & &4?8 -;8E4C<FG ( ,86HE<GL +FI ,8A7 / GB >8F8@C4G4A ?BJBA:4A >8E=4 :@4< ? 6B@ BE 4??

"8670+)3 +8FG %BB><A: 9BE +8F

G4HE4AG &:E ,CI ,BHF ;89 +868C

G<BA<FG 04<G8E FF BB> ,8A7 / 6BEC ;E@ GEBC<64?:EBHC54?< 6B@ 6BEC ;E7 GEBC<64?:EBHC54?< 6B@ ); KG

#8.-5: H8FG +8?4G<BA (99<68E +( 284E KC -84@ 0BE> ?H8AG A:?<F; !4E7 0BE> ,8A7 / GB E<F@4F4G4 :@4<? 6B@

MOBIL - MOTOR PROPERTY RUPA-RUPA Bali Post "!#

"!# !

&-50) 1< !<G4@ &8G $ *3 $& E5 ,@F4G 4EH

;)3 )<6> .C B?G - FF 4>;<E !<G4@ $& 'B #G '8:B

)1-86 4>4E K6887 - /+ )HG<; F 4?< F--

01;)3 +/ &4G<6 !H5

)>> +, && - !<G4@ F 4?< #B> $?G #G ':

;)3 )/ 1 ,?IE !E: #G A8:B )E<547< 4A 4EH

):)5) 1 !G@ &8G4?<> ), /+ H7<B-/ #G': -

68:;5-8 !<G4@ 4F?< 4?< $BA7<F< (E<:<A4?

" ' "

01)5. $E<FG4 ,B?4E C@> ?<;4G C4FG< FH>4

DIJUAL MOBIL

13 +@; 4EH %- E8 $- $@ CE %B> )8@B:4A 8AF8? FGEG8:<F I<8JF4J4; #G':

13 +@; %F GA; E8 %G #? B4 ! % " BA: F5?; $@CHF .AH7 #<@54E4A 0265 -B>B K @ #G -; #? $4E

!C G<>4 )?4M4

BIRO JASA

RUPA-RUPA

SERVICE MAMPET

WC

GARANSI

13 +@; - $- $& CE + -4@H G8E4F #? )4?4C4 "" CF !H5

BIRO JASA

KURAS MAMPET SALURAN AIR WASTAVEL, DLL

242389 / 081236774491 ARSITEKTUR

BIRO JASA

SALON

ALUMINIUM

DIJUAL MOBIL

DIJUAL MOBIL

DIJUAL MOBIL

# ! # $<BF )FE AL4E ,4E< !H5 CF

DIJUAL MOBIL

AC

!

3 +@; #? -4@5BE4 " - %<?<:HA7< )8E@4< !

13 ' &4K , 5H 5H !H5

DIJUAL MOBIL

;4)/ #?A )4F8>4A 4GH '<E@4

?4 'B 4GH5H?4A

13 8C4G +@; $BF $@E #? ) ,8E<5H 'B !H5

0265:8)2)5 -B>B EG4 ,4E< 8? <-8 8, 1 )@> EA7-BHE<A: .=) -+ ,<?I8E &4AH4? $& )G; $ C #G ': E5 F 4?< ->E )57 +L ,<54A: !H5 .

13 +@; %G )EH@ 4?HA: )8E@4< #G !H5

'

(

4/ %- % $- $& +- +$ ! & ': "& ,!&

# # : F $E7G +@; %- #?A )4?4C4 ,8F8G4A CF

# "

!#(#

!#(#

01;)3 )4AG;8E !< E478 <EH &H74 &8G4?<>

13 &<A< BBC8E , - &8E4; -; EA: "FG@J

.=) -+ , G; -:A " 4F?< 4?< ;<G4@ G8E4J4G

)9;50 /<?4:8 ,<54A: CF .AG #G4A C

4/ $BFG $4@4E 9H?? .G4E4 )B?G8> #<@54E4A

BIRO JASA

! % # 265: +@; #? +L ,8@C<7< : "?4?4A: "" ?>: ,&$ $8F8;4G4A $@ -7E $@ &A7< CE + $?E: + -4@H -8E4F EF !

SERVICE

02:82)5 +@; $- $& BAHF 04EHA: 4E4F8 #? >4F<4

!-3):)5 +,.) ,4A:?4; #? ,4GHE

AHF 'B !H5

# " "5/ $I? < &8A:J< #G #G F $E87<G

01;)3 -4A4; E8 7< &H7<A: ,4E< $EB5B>4A !H5

# #H4? -A; ,!& %B> ,GE4G8

:<F 7>G !4E7LF?4A7 $BG4 '8:4E4 I<8J <FG<@8J4

01;)3 -A; $4I -4AC4 .4A: &H>4 -;A %B> 4?HA: #HJ8G ,4E< )8@B:4A !H5

SERVICE

# #? +H:< ,8@C<7< -8:8;8 "5/ 4FC? HFHA:5<H 4FC>)E@ #? @ )4I 64F >E7G 7>G A7HA:4A #G

"5/ '8@C<? #G #? 8F4><; 13 -A; E8 4E8 #? B4 BA: )@B:4A F5?; $@CHF .AH7 #<@54E4A !C

;)3 -4A4; ,!& E8 %B> C::E =? .G@ L)4F ,4AHE

01;)3 -4A4; E8 #? .?HJ4GH )864GH F8G8?4; ) 7<F4@C<A: <F<F /<??4 I<8J %4HG

13 &HE4; -A; E8 7< #? B4 4=4; )8?<4G4A .5H7 <4AL4E !H5 )8@<?<> -) 7>G 858> -8C< ,4J4; +8FGB

13 -4A4; E8 #? )HE4 8@4> " CF

SERVICE

# # 0*-30 @858? ?8>GEBA<> 58>4F +@;G::4 ;E: J4=4E

1)2 ,)- -; ?A -4K @A8FG< ') 0) ,".) )4FCBE !C

8646 /8A88E $4J4G <:< <:< -<EH4A $BAFH?G4F< E4G<F ,8@H4&4F4?4; <:<

3. )$ 'B $ ( E ,8@4A4 $8? &4@54? 47HA:

SERVICE


18

REKREASI

Minggu Pon, 21 Agustus 2016

TTS Bali Post

Pertanyaan

Asyiknya ”Tracking” ke Gunung Batur

Menurun 1. Mati rasi 2. Dewa asmara bangsa Yunani 3. Nama lain Indonesia 4. Ibu kota Mesir 5. Jenazah (Bali) 6. Nama salah satu Tari Lepas Bali 7. Perkumpulan 9. Perang habis-habisan melawan Belanda di Bali 12. Tumbuh atau kembang 13. Nasi …….., kuliner khas Indonesia 14. Roda dari karet 15. Berasa pusing kena pukul 17. Panggilan akrab Presiden Pertama RI 19. Rusuk 21. Mempunyai permukaan yang sama tinggi 24. Buah bergetah dengan kulit berduri 26. Bangunan kuno dari batu 27. Sembahyang (Inggris) 28. Hewan khas Sulawesi 29. Bidak

Nikmati ”Sunrise” Sekaligus Rebus Telur dengan Uap GUNUNG Batur, Kintamani selama ini menjadi salah satu tempat pilihan favorit bagi para pecinta wisata alam dan para penghobi tracking. Bagaimana tidak, di puncak Gunung Batur, para pendaki dapat menyaksikan panorama matahari terbit yang begitu menakjubkan yang muncul dari ufuk timur. Tak hanya itu di puncak gunung Batur, para pendaki juga dapat menikmati sensasi merebus telur dengan uap panas di sela-sela bebatuan. Seperti apa? Untuk bisa melakukan wisata tracking ke gunung yang berketinggian 1.717 meter ini, ada beberapa jalur yang bisa dilalui pendaki. Di antaranya yakni dengan melalui jalur dari Pura Pasar Agung Batur dan dari Toya Bungkah tepatnya di sebelah barat museum Sultan Takdir Alisyahbana (STA). Agar jalur yang dilalui benar dan untuk meminimalisir tersesat, pendaki bisa menyewa jasa pemandu lokal setempat yang siap memandu mulai dari pendakian hingga turun dari gunung. Biasanya, perjalanan pendakian menuju puncak Gunung Batur, akan dimulai pada pukul 03.00 atau 04.00 wita. Untuk menuju puncak gunung Batur, perjalanannya memakan waktu sekitar dua jam. Meski waktu perjalanan yang lumayan lama, namun para pendaki bisa menghilangkan bosan dan lelah dengan cara membalikan badan untuk melihat pemandangan Gunung Agung di Karangasem dan Gunung Rinjani di Lombok serta hamparan danau Batur yang terlihat menakjubkan dari Gunung Batur. Tak hanya itu, jika ingin beristirahat namun tak membawa bekal, pendaki bisa mampir di beberapa warung yang berdiri di sepanjang jalur pendakian untuk sekadar membeli segelas teh hangat ataupun kopi. Biasanya rasa lelah yang dirasakan para pendaki selama perjalanan akan terbayarkan saat sampai di puncak Gunung Batur. Dari puncak gunung tersebut, pendaki bisa menyaksikan panorama matahari terbit yang indah yang mungkin tak bisa disaksikan dari tempat lainnya. Di samping itu pendaki juga bisa menikmati sensasi merebus telur dengan uap panas yang muncul dari beberapa sela-sela bebatuan. Untuk bisa merebus satu butir telur dari yang mentah menjadi matang dan siap makan, dibutuhkan waktu

kurang lebih 30 menit. Usai puas menikmati panorama alam di puncak Gunung Batur, pendaki bisa turun sekitar pukul 09.00 wita dan kemudian merilekskan badan dengan berendam di beberapa tempat pemandian air hangat alami di kawasan Toya Bungkah. Salah seorang pemandu pendakian Gunung Batur Ni Luh Mustiari saat ditemui di Gunung Batur, Sabtu (20/8), mengungkapkan jumlah wisatawan yang melakukan pendakian ke Gunung Batur setiap harinya lumayan banyak. Dalam sehari wisatawan asing maupun domestik yang melakukan pendakian Gunung Batur mencapai 800 orang. Banyaknya wisatawan yang melakukan pendakian menyebabkan jalur pendakian kerap krodit. Bahkan, saat Hari Kemerdekaan RI 17 Agustus lalu, jumlah pendaki diakuinya bisa mencapai ribuan orang. “Biasanya mahasiswa-mahasiswa dan pencinta alam banyak yang apel saat 17 Agustus,” terangnya. Sementara itu, pemandu pendakian lainnya, Okik menambahkan, jumlah wisatawan yang mendaki Gunung Batur biasanya mengalami peningkatan pada bulan-bulan tertentu,

yakni saat bulan AgustusSeptember. Kondisi paling sepi sesuai pengalaman sebelumnya, kata Okik, terjadi pada bulan JanuariFebruari. (kmb40)

PANORAMA-Puncak Gunung Batur dipadati ratusan pendaki yang ingin menyaksikan panorama matahari terbit.

1

2

4

3

5

6

7

8 9 10

11 12

13

14 16 18

15

17

19

20

21

22 23

24

25 26

27

28

29

30 31 32

SPT2016

MENDATAR 1. Destinasi wisata di Sulawesi Utara 5. Orang tua kita 8. Upaya 9. Tanpa corak 10. Ludah yang meleleh saat tidur 11. Dibalik: Nama minuman tradisional 12. Mencong (Bali) 13. Pertemuan kembali 14. Salah satu bahan bakar 16. Merek arloji 18. Telah tidak terpakai lagi 20. Universitas di Lombok (Singkatan) 22. Pakaian wanita 23. Padang rumput luas diselingi semak-semak 25. Usaha untuk menciptakan ketakutan/ kengerian 26. Senjata pamungkas Kresna 27. Pendeta Hindu (Bali) 28. Dibalik: Alat tulis 30. Bunyi yang nyaring dan panjang 31. Kamar dagang Indonesia 32.Terkenal dengan Malioboronya 33. Hiasan untuk memperindah

33

KUPON TTS No.260 Ketentuan Menjawab

Pemenang TTS No. 258

Jawaban di tulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 260 dan cantumkan identitas lengkap serta no telepon/Hp. Kirim ke Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 27 Agustus 2016. Pemenang diumumkan pada Bali Post Minggu 4 September 2016. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang @200.000, dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga ( 2 dewasa + 2 anak ). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos.

Jawaban TTS No. 258 MENDATAR 1. Pulen 6. Mudik 9. Eburina 10. Lugas 11. Tinut 12. Esata (Etase) 13. Warna 15. Pamflet 16. Kroda 19. antar 22. Angka 24. Parus 27. Ekang 30. Temaram

32. 33. 34. 35. 37. 38. 39.

Bobol Input Guava Rarud Rendang Angle Oplah

Menurun 1. Pelawak 2. Leg 3. Nestapa 4. Turnamen 5. Sintal 6. Magenta 7. Dinamit

8. 14. 17. 18. 20. 21. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 31. 36.

Kelakar RAO. Ria Dau Nik Aon Karnaval Pemirsa Rimpang Stature Embargo Aib Geledah Magang Rol

1. A. Raka PWRI Cab. Klungkung Jl. Kenanga no 10 telp. 24541 2. I Made Rudita Link. Balun, Kel. Padangsambian Denpasar 3. Ni Wayan Sudarti Jl. Srikandi Gg. Salak Singaraja 081 936 525 925 4. I Kadek Awan Jl. Gatot Subroto No. 7 Amlapura 5. Ni Putu Manik Sekar Partiwi Br. Buluh Guwang Sukawati 083 119 616 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar Nama : Widyantari Alamat : Jl. Sokroaminoto Gg. Angsoka III No. 26 Denpasar


19

Minggu Pon, 21 Agustus 2016

BPM/ist

TAMBANG - Tambang PT Freeport di Papua yang terus diperpanjang izin ekspor konsentratnya.

Izin Freeport Diperpanjang

DPR Segera Panggil Pemerintah

Jakarta (Bali Post) Kalangan DPR RI kecewa karena pemerintah memperpanjang izin ekspor konsentrat PT Freeport. Untuk itu, Komisi VII DPR RI segera memanggil pemerintah terkait izin PT Freeport Indonesia yang mendapat perpanjangan izin ekspor konsentrat hingga 11 Januari 2017. Izin ekspor konsentrat Freeport ini sebelumnya telah berakhir pada 8 Agustus 2016. Anggota Komisi VII DPR, Kurtubi, menyebutkan bahwa pihaknya perlu mendapat penjelasan yang detail dari pemerintah mengenai perpanjangan izin tersebut. “Komisi VII akan minta penjelasan dari Kementerian (ESDM) definitif apa alasan dan argumentasi diberikannya izin ekspor kon-

sentrat oleh pemerintah kepada Freeport,” kata Kurtubi saat diskusi bertema ‘‘Geger Arcandra dan Nasib Sektor ESDM’’ di Jakarta Pusat, Sabtu (20/8) kemarin. Politikus dari Partai Nasional Demokrat itu menyebutkan dalam UndangUndang nomor 4 tahun 2009 tentang Minerba sudah sangat jelas bahwa semua perusahaan tambang harus terlebih dahulu men-

golah produknya sebelum diekspor. Karena itu, dia mempertanyakan alasan Kementerian ESDM melonggarkan peraturan ini untuk Freeport. “UU Minerba kan sudah jelas, tidak boleh lagi mengekspor bahan mentah atau setengah jadi. Tujuannya agar manfaat kekayaan tambang Minerba ini maksimal untuk bangsa dan negara,” tuturnya.

Kejutan Dari Hal. 1 Jepang muncul sebagai kejutan dengan meraih medali perak setelah mencetak waktu 37,60 detik. Tim Amerika Serikat didiskualifikasi sehingga Kanada yang finis keempat berhak atas medali perunggu. Bagi Bolt, ini adalah medali emas ketiganya di Olimpiade 2016. Sebelumnya pelari berusia 29 tahun itu berhasil menjadi yang tercepat di nomor 100 meter dan 200 meter. Selain itu, keberhasilan Jamaika ini menandai bahwa Bolt berhasil memenuhi ambisinya mencetak rekor triple-triple. Bolt meraih tiga medali emas untuk tiga nomor berbeda di tiga Olimpiade beruntun (2008, 2012, 2016) pada nomor lari yang sama. Dengan rekor itu mem-

buat Bolt menjadi hanya orang ketiga di cabang atletik yang mampu menyabet sembilan medali emas di olimpiade. Dua orang lainnya adalah sprinter dan atlet lompat jauh Amerika Serikat Carl Lewis dan pelari jarak jauh Finlandia Paavo Nurmi. “Aku yang terhebat,” cetus Bolt sebagaimana dikutip BBC. “Aku akan tidur larut dan bersenangsenang pada malam ini. Aku tidak pernah menyangka hal ini bisa terjadi saat aku berkarier.” Tiga emas yang diperolehnya di Rio juga menjadi tanda akhir karier Bolt di kejuaraan multicabang internasional ini. Pada Februari lalu, Bolt memastikan dirinya akan pensiun setelah Kejuaraan Dunia 2017, dan di Tokyo pada 2020 ia tidak akan turun. (rtr/ant)

Buleleng Terbanyak Dari Hal. 1 Beradasarkan sensus ini pula, Buleleng tercatat sebagai kabupaten dengan jumlah rumah tangga usaha pertanian terbanyak yakni mencapai 88.913 rumah tangga. Pada periode yang sama, Kota Denpasar justru menjadi wilayah dengan jumlah usaha pertanian terbanyak. Secara obsolut, penurunan rumah tangga usaha pertanian di Provinsi Bali tertinggi terjadi pada sektor peternakan yakni mencapai 78.193 sebaliknya penurunan terendah terjadi pada subsektor perikanan hanya 3.851 rumah tangga. Sementara itu, apabila diklasifikasikan menurut golongan luas lahan, tahun 2003 jumlah pemilik lahan

kurang dari 5.000M2 mendominasi. Kondisi serupa juga terjadi tahun 2013. Tercatat pada tahun 2013, jumlah pemilik lahan lebih kecil dari 1.000M2 mencapai 72.855 rumah tangga. Jumlah ini mengalami penurunan 45,78 persen dari tahun 2003. Sedangkan pemilik lahan 1.000- 1.999 M2 mencapai 53.540 rumah tangga. Sedangkan kepemilikan lahan 2.000 – 4.999 M2 mencapai 133.185 rumah tangga. Sedangkan bedasarkan kelompok umur, pelaku usaha pertanian didominasi kelompok produktif yakni kisaran 15-64 tahun. Tercatat 351.083 rumah tangga ada di kelompok umur ini. Sedangkan kelompok umur di atas 65 tahun mencapai 57.147 rumah tangga. (dir)

Integritas Dari Hal. 1 Selain nonpartai, Menteri ESDM nantinya harus yang memiliki integritas dan komitmen, serta berkompeten dalam menangani sektor ESDM. Menurut Fahmi, salah satu yang cocok dengan kriteria itu Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Usaha Hulu Migas (SKK Migas), Amien Sunaryadi. “Kalau integritas dan komitmennya cukup bagus. Sebagai mantan anggota KPK, saya kira integritasnya ter-

jamin,” tandasnya. Sementara itu, anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Syamsir Abduh mengatakan pos Menteri ESDM memang harus diisi oleh orang yang berkompeten dan memiliki pengetahuan yang baik mengenai sektor ESDM dan perpolitikan. “Tentu harus yang punya pengalaman dan kaliber. Kalau berbicara soal energi, untuk aturan saja perlu waktu enam bulan untuk memahami aturannya,” katanya. (kmb)

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba), Bambang Gatot Ariyono, mengungkapkan bahwa tanda tangan perpanjangan izin ekspor konsentrat dengan kuota sebesar 1,4 juta ton hingga 11 Januari 2017 itu tetap berlaku. “Tadi, biro hukum sudah nyatakan bahwa itu tetap sah, karena tetap, meskipun 20 hari kan tetap berlaku,” kata Bambang Gatot. Ia mengatakan, dalam waktu dekat Kementerian ESDM akan berunding kembali dengan pihak Freeport. Dalam pertemuan, akan dibahas mengenai divestasi 10,64

persen saham Freeport. “Belum ada jadwal, tunggu lapor pak menteri (baru),” ucap Bambang. Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Menteri ESDM, Luhut Binsar Panjaitan mengatakan bahwa dia akan mempelajari dahulu terkait dengan kontrak-kontrak di sektor ESDM. Ia mengatakan, dia masih mempertimbangkan dan mempelajari adanya kelonggaran ekspor tambang Freeport, setelah 11 Januari 2016. “Saya akan menunggu laporan dari pak Dirjen (Minerba),” kata Luhut di Kementerian ESDM. (kmb)

Lakukan Inovasi Dari Hal. 1 ‘’Jika Bali sampai mengingkari pertanian, itu artinya krama Bali bisa dikatakan melenceng dari ajaran Hindu terutama dalam penjabaran Tri Hita Karana. Petani Bali harus tetap berbuat dan melakukan inovasi untuk melawan penghancuran lahan pertanian,’’ ujar Wayan Supadno, petani yang sukses menjadi pionir pengembangan pertanian di tingkat nasional. a bahkan sangat meyakini tanpa pertanian masa depan Bali akan suram. ‘’Masa depan Bali tanpa pertanian suram,’’ ujarnya lagi. Pria kelahiran Banyuwangi ini mengatakan dengan mengembangkan pertanian pedesaan di Bali bisa dijadikan kekuatan ekonomi. Desa bisa menjadi tempat kegiatan agar jadi passive income tanpa kenal batas zaman. Dengan cara ini, Bali akan jadi rebutan para investor multisektor, termasuk pertanian, karena pasarnya san-

gat bagus. Ia juga mengingatkan agar Bali kembali menjadikan pertanian sebagai salah satu penyangga strategis ketahahan ekonomi Bali. Jika ini diabaikan, anak-anak muda akan kehilangan jati dirinya sebagai insan Bali yang mestinya mencintai ciptaan Sang Hyang Widhi. Ini perlu diingat dan dijabarkan agar Sang Hyang Widhi juga mencintai kita. ‘’Ingat pertanian adalah roh dari peradaban Bali,’’ sarannya. Pada beberapa kali wawancara, Supadno sempat mengingatkan agar Bali segera menghentikan ketergantungan produk pangan dari daerah lain. Langkah ini penting dilakukan dan persiapan dari sekarang agar Bali tidak menjadi pasar produk pertanian dari daerah lain, bahkan pasar asing. Hal senada juga dilontarkan Mayor Jenderal TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya. Ke depan pengelolaan sektor pertanian tak bisa lagi pada tataran wacana. Langsung terjun ke

Ekosistem Laut lapangan dan mengedukasi krama Bali untuk mencintai pertanian merupakan strategi cerdas dan efektif. ‘’Selain memerlukan dukungan teknologi untuk menghadapi era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), petani Bali harus diajak membangun daya saing dan meningkatkan kualitas produk,’’ saran mantan Pangdam IX/ Udayana. Ia mengingatkan untuk memajukan pertanian di Bali diperlukan perhatian dari seluruh stakeholder. Semua komponen harus saling bersinergi guna menciptakan pertanian yang berintegritas. Mantan Danjen Kopassus yang juga kerap turun langsung membaur dengan petani ini mengatakan pertanian Bali kini berada dalam masa yang cukup sulit. Berbagai persoalan menghampiri, di antaranya alih fungsi lahan yang semakin masif dan minimnya minat generasi muda menekuni bidang pertanian.(dir)

Kualitas Beras Dari Hal. 1 Suparto menilai, perlu dipahami kualitas beras memengaruhi harga beras petani Buleleng di pasaran. “Penanganan pascapanen ini perlu dibantu petani di Buleleng,” jelasnya belum lama ini. Ia tidak memungkiri petani Buleleng pandai memproduksi hasil pertanian. Tapi sayangnya hasil produksi belum mampu menguasai pasar. Misalnya komoditas pertanian beras wajib memiliki kadar air dan kualitas butiran tertentu. “Jadi banyak petani kita menjual padi memakai sistem tebas. Harga padi atau beras dengan ketentuan luas are tanah ditawarkan untuk dijual. Artinya petani hanya mengejar pertumbuhan padi siap panen, justru bukan melirik kualitas butiran padi dihasilkan,” imbuhnya. Suparto bersama Distanak Buleleng akan meningkatkan kerja sama memelopori beras berkualitas dihasilkan petani. Selain itu, distribusi ke depan bukan hanya memanfaatkan penjualan ke tengkulak melalui sistem borongan. Hasil pertanian semisal buah-buahan dari desa ke kota juga perlu dikawal pemerintah. Di sinilah diperlukan kerja sama karena tak bisa dilakoni petani sendirian. Penjualan memerlukan kerja sama untuk memberi kesamaan harga jual dan tidak berbedabeda. “Pencegahan menurunnya harga buah-buahan juga perlu dicegah pemerintah.

Buah diproduksi petani supaya tidak mudah busuk. Selain itu membuka pasar jual lebih luas dan penyimpanan buah jangan sampai terlalu lama,” paparnya. Beras Luar Kabupaten Klungkung mengalami surplus beras 20 ton karena hasil produksi beras yang mencapai 9.665 ton perhitungan Januari hingga Juni 2015. Pasalnya, bila dihitung dari jumlah penduduk, kebutuhan efektif sekitar 9.645 ton. Kondisi tersebut seharusnya membuat Klungkung mandiri dalam memenuhi kebutuhan berasnya. Namun kondisi di lapangan, beras dari luar kabupaten dan bahkan dari luar provinsi mendominasi pasaran hingga 90 persen. Kondisi ini pun membuat Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta harus berjuang untuk mengelola langsung pemasaran hasil panen pertanian di Klungkung. Bupati Suwirta mengakui hingga saat ini hasil panen di Kabupaten Klungkung banyak yang diambil alih kabupaten lain. Kondisi ini pun membuat masyarakat Klungkung tidak dapat menikmati hasil panen di daerahnya dan malah membeli beras dari daerah lain. Kondisi ini tentu merugikan masyarakat sebagai konsumen dan juga petani yang mendapatkan penjualan hasil panen yang tidak begitu menggembirakan. Pihaknya pun berupaya agar

ke depannya, hasil pertanian dapat diambil alih penebas asal Klungkung sehingga untuk pemasarannya bisa dilakukan di Klungkung. Secara ekonomi, dengan cara ini dapat memutus rantai panjang penjualan beras di pasaran baik itu biaya distribusi hasil panen maupun banyaknya tangan pengusaha yang bermain di dalamnya. “Kita upayakan bagaimana cara agar petani mendapatkan harga jual lebih baik dan harga beras di pasaran bisa lebih murah,” ujarnya. Menurutnya, untuk bisa menggarap pemasaran beras lokal sesuai dengan tujuan tersebut hanya bisa digarap oleh koperasi. Untuk itu pihaknya meminta kepada seluruh koperasi di Klungkung untuk dapat menggarap pemasaran beras lokal, baik itu koperasi pegawai yang menyentuh langsung PNS di Klungkung sebagai konsumen, maupun koperasi pertanian yang dapat menampung hasil panen para petani. “Koperasi dapat menekan keuntungan sehingga hasil dari distribusi beras ini dapat dirasakan petani dan juga konsumen,” ujarnya. Saat ini, Pemkab Klungkung telah bergerak untuk merealisasikannya dengan mewajibkan seluruh PNS untuk membeli beras lokal. Pihaknya pun berharap, tindakan serupa juga bisa diambil oleh koperasi lainnya sehingga hasil panen yang surplus ini bisa tersalurkan seluruhnya. (dgk/dwa)

Dari Hal. 1 Presiden menyebutkan masalah lain yang harus juga dihadapi adalah perusakan ekosistem laut dan laut sering digunakan sebagai jalan melakukan penyelundupan narkoba, perdagangan manusia, imigran atau pelintas gelap dan konflik perebutan sumber daya. “Kita perlu bangun kemampuan diplomasi maritim dan kekuatan di laut,” katanya. Presiden menyebutkan sudah hampir dua tahun pemerintah membahas pembentukan poros maritim dunia. “Sampai saat ini, implementasinya ada yang sudah berjalan tapi juga banyak yang belum. Oleh sebab itu, kita akan bicara masalah ini berkaitan percepatan implementasi poros maritim,” katanya. Ada sejumlah hal yang menyebabkan masalah itu penting. Pertama, dua pertiga Indonesia adalah laut dan kedua pemanfaatan kekayaan laut untuk kesejahteraan rakyat. “Kita harus memanfaatkan posisi strategis Indonesia yang ter-

letak di Samudera Hindia dan Pasifik, lokasi geostrategis ini harus dimanfaatkan dengan baik dalam pengembangan pelabuhan yang ada,” katanya. Indonesia, kata Presiden juga harus memberi prioritas pada pembangunan infrastruktur, konektivitas maritim dengan tol laut. “Beberapa kali saya sampaikan berkaitan sea port, deep seaport, logistik, industri perkapalan dan pengolahan ikan, saya berharap pengelolaan laut di sepanjang pantai terutama yang berbatasan dengan Selat Malaka, Batam, Medan Sumut dan lainnya, bisa betul-betul mengembangkan pelabuhan kita menjadi berkelas dunia,” katanya. Menyangkut pemanfaatan kekayaan laut, Presiden mengatakan aktivitasnya mencakup banyak sektor seperti perhubungan laut, industri perikanan, energi, wisata bahari dan mineral yang berkaitan dengan kekayaan laut. “Saya kira banyak yang bisa kita kembangkan,” kata Presiden Jokowi. (ant)

Tergantung dari Luar Dari Hal. 1 Alih fungsi lahan pertanian intensif di Bali 500 ha/tahun. Hal ini berdampak pada pasar hasil-hasil pertanian di Bali banyak tergantung dari luar Bali. Dikatakannya, hal ini terjadi akibat para pemimpinnya hanya menjadikan petani sebagai lahan politik. Menjelang ada pemilihan, calon pemimipin pura-pura peduli tapi setelah terpilih dilupakan. Ini juga merupakan bukti kurangnya jujur dan polos dalam berpihak terhadap pembangunan pertanian di Bali. Supadno mengatakan, solusi yang bisa diterapkan Bali untuk menjadikan pertanian berdaulat di Bali adalah secepatnya cetak pengusaha muda pertanian karena saat ini jumlah pengusaha di NKRI hanya 1,67 % padahal idealnya di atas 10%. Apalagi pengusaha pertanian di Bali tak akan mencapai 0,6%. Buatkan contoh-contoh nyata di lapangan terhadap usaha pertanian yang cepat bisa menyejahterakan petani. Di antaranya buatkan green house hortikultura, kebun buah, kebun lada, rumah lebah, dan usaha lainnya yang berpotensi menjadikan pertanian menjadi penyangga kekuatan ekonomi. Dalam konteks ini pemerin-

tah harus lebih intensif mempertemukan simpul–simpul petani dengan para pemilik pasar. Hadirkan praktisi andal yang bisa memberi motivasi, inspirasi, dan edukasi ke masyarakat. Cara lainnya adalah kerja sama dengan Balitbangtan selaku pemilik iptek inovasi pertanian yang bisa mendongkrak kesejahteraan petani agar membangun Taman Teknologi Pertanian di tiap kabupaten dan program ini ada tinggal jemput bola. ‘’Anggaran Kementan sangat besar buat ini,’’ ujar Supadno. Hal lain yang bisa diterapkan adalah bangun infrastruktur pertanian yang selama ini jadi beban berat variable cost produksi melekat jangka panjang petani hingga kalah bersaing dari luar Bali. Untuk bisa menjadi petani sukses, ia mengatakan kuasai diri untuk membangun karakter diri dan adaptif terhadap iptek inovasi terkini. Banyak belajar terhadap kegagalan petani selama ini. Ambil hikmahnya dan sadap kiat sukses para petani sukses. Rajin analisis pasar di BPS dan analisis estimasi cash flow tiap komoditas. ‘’Jika lahan sempit, pilihlah komoditas yang mampu beri omzet minimal Rp 200 juta/ha/ tahun ,’’ ujarnya. (dir)


balipost (144rb Like) http://facebook.com/balipost

MINGGU PON, 21 AGUSTUS 2016

21 Agustus 1945 PROKLAMASI Untuk bersatu dengan rakyat dalam perjuangan mempertahankan Proklamasi 17 Agustus 1945, dengan ini menyatakan Polisi sebagai Polisi Republik Indonesia. Surabaya, 21 Agustus 1945 Atas nama Seluruh Warga Polisi Mochamad Yasin Inspektur Polisi TK. 1 ‘’Meskipun diumumkan pada bulan dan tahun yang sama dengan tanggal berbeda, proklamasi di Surabaya yang proklamatornya bernama Mochamad Yasin, polisi berpangkat Inspektur Tingkat 1, bukanlah tandingan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Bila diamati kalimatnya, pengumuman itu justru merupakan dukungan bulat terhadap Proklamasi Kemerdekaan RI, 17 Agustus 1945 yang dikumandangkan Ir. Soekarno didampingi Dra. Moch Hatta dari Jl. Pegangsaan Timur nomor 56, Jakarta. Seperti kita pahami, proklamasi bermakna, pemberitahuan kepada seluruh rakyat ikhwal ketatanegaraan, proklamasi di Surabaya bisa dikatakan lebih melengkapi persyaratan negara seturut Konvensi Montivideo 1933. Ada rakyat, ada wilayah yang pasti dan ada kekuasaan yang berkedaulatan, di mana proklamasi Surabaya menegaskannya lewat pemberitahuan terhadap seluruh rakyat. Sebenarnya, M. Yasin bersama 250 orang rekannya merupakan anggota Tokubetsu Keisatsu Tai atau Kesatuan Polisi Istimewa

Keresidenan Surabaya, besutan pemerintah pendudukan Jepang. Melalui radio Domei, pewarta resmi Dai Nippon kala itu, mereka baru tahu pada 19 Agustus kalau kemerdekaan diproklamasikan di Jakarta dua hari sebelumnya dan Jepang menyerah tanpa syarat pada Sekutu, 14 Agustus 1945. Dengan keberanian serta patriotisme luar biasa, mereka langsung mengganti nomenklatur berbahasa Jepang dengan Polisi Republik Indonesia tanpa memikirkan risiko,“ papar Rubag. “Psikologi orang kalah memang sangat riskan bagi manusia lain, sebab pecundang yang sebenarnya dibakar semangat pemenang, memang mudah marah dan ngamuk. Coba simak perilaku bebotoh kalah! Penjudi yang nahas dan kehabisan duit, sering murka tiba di rumah. Kendati istri atau anaknya menyapa ramah dianggapnya mengejek, lalu mengamuk. Syukur kalau piring atau gelas yang dibanting, jadi berabe bila bogem mentah menyasar wajah anggota keluarga yang nggak tahu masalah. Nah, para serdadu Jepang yang diper-

@balipostcom (4.295 Follower) http://twitter.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

brrolan brolan BALE BANJAR AR AR ARIDUS siapkan untuk maju dalam Perang Dunia II, benar-benar dibakar semangat menangnya lewat doktrin Gyokusai. Atau Permata Yang Hancur. Ini diambil dari prinsip seorang samurai tersohor Saigo Takamori (1827-1877), yang punya kredo sebelum menghadapi musuh, ‘orang terhormat harus mati seperti permata yang hancur daripada hidup seperti ubin yang utuh‘. Inilah melahirkan pasukan berani mati atau Jibakutai dan Kamikaze yakni para pilot yang siap meluncur bersama pesawatnya ke cerobong-cerobong asap kapal tempur Sekutu. Seppuku yakni berkorban lewat menoreh perut dengan tanken atau pisau khusus untuk bunuh diri. Hara-kiri adalah pilihan ksatria utama atau bushido, daripada bermuka tebal menghadapi kekalahan. Makanya, setiap berangkat ke medan tempur serdadu Jepang selalu berteriak, ‘Tenno Heika Banzai!‘ artinya ‘Semoga Kaisar hidup sepuluh ribu tahun!‘ Karena semangat Gyokusai itulah di awal-awal Perang Dunia II, pasukan Jepang terus menuai kemenangan,“ tutur Nyoman Nuarta. ‘’Celakanya, bom atom yang

menghancurkan Hisoshima dan Nagasaki tanggal 6 dan 9 Agustus membuat Kaisar Hirohito menyatakan Jepang menyerah tanpa syarat pada Sekutu pada 14 Agustus 1945. Padahal sebagian besar serdadu Jepang tidak ingin mendengar kata ‘menyerah‘, sehingga ada yang hara-kiri atau mengungsi ke hutanhutan buat melanjutkan peperangan. Lucunya, ada yang dievakuasi dari rimba setelah puluhan tahun perang usai. Nah, psikologi pecundang yang tidak ikhlas kalah itulah yang dihadapi para Bapak Bangsa saat Proklamasi Kemerdekaan dikumandangkan. Termasuk Proklamasi Polisi Republik Indonesia pada 21 Agustus 1945 di Surabaya. Saat tahu kemerdekaan diproklamasikan, tanggal 19 Agustus, dua anak buah M. Yasin yakni Sugito dan Nainggolan pagi hari menaikkan bendera Sang Saka Dwiwarna di depan Markas Tokubetsu Keisatsu Tai. Ketika komandannya yang orang Jepang datang siang hari, dia murka dan menyuruh menurunkan Sang Saka dan mengganti dengan Hinomaru atau bendera kebangsaan Jepang. Selain dimaki habis, kedua anak buah Yasin ditempeleng Sang Komandan. Bukannya kapok, karena dibakar semangat kemerdekaan, sore harinya Nainggolan dan Sugito kembali menaikkan bendera Merah Putih. Hebatnya mereka didukung seluruh anggota Kesatuan Polisi Istimewa dan seluruh masyarakat di sekitarnya. Guna melindungi agar tidak diturunkan lagi, selain dililitkan di tiang bendera, di sekitar fondasi tiang juga dipasang kawat berduri. Rupanya mereka tidak lagi

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Facsimile: 227418 memikirkan nyawa, padahal saat itu bisa saja Sang Komandan menembak, karena pernyataan umum hak asasi manusia baru diratifikasi 10 Desember 1948,“ ujar Komang Puji. “Benar, Minggu, malam 20 Agustus seluruh anggota Polisi Istimewa tersebut, kecuali orang Jepangnya, melakukan rapat hingga dini hari. Hasil pertemuan diputuskan segera memutus hubungan telepon yang ada di rumah para komandan dan menahan mereka, lalu menyerbu gudang senjata dan segera melakukan proklamasi Polisi Republik Indonesia pada Senin 21 Agustus. Inspektur Kelas Satu, M. Yasin ditunjuk sebagal proklamator. Mereka segera menyebarkan berita tentang kemerdekaan yang telah diproklamasikan di Jakarta 17 Agustus 1945 dan mengajak seluruh pemuda untuk mempertahankan kemerdekaan. Selain itu, mereka berikrar menjadi pasukan ‘combaten‘ karena selain berhasil merampas senjata ringan dan berat, juga truk militer serta kendaraan lapis baja, sehingga menjadi polisi istimewa berbobot militer. Konon, pasukan polisi istimewa ini menjadi cikal bakal terbentuknya detasemen Brigade Mobile yang disingkat Brimob. Bergabung dengan Badan Keamanan Rakyat (BKR) yang direkrut dari mantan anggota Peta, Heiho, Gyugun, Keibodan, Seinendan, Hizbullah, dan para gerilyawan atau rakyat, membuat Peristiwa 10 November 1945 di Surabaya jadi sangat heroik dan penuh darah. Ternyata, bila menyimak semua kisah per-

tempuran di di seluruh persada Indonesia, kemerdekaan negeri ini bukan hadiah dari Jepang, Belanda atau Amerika, namun dari simbah darah para pahlawan, juga perlawanan gigih para pejuang. Baik sebelum maupun sesudah proklamasi kemerdekaan!“ komentar Ketut Warsa. “Aku curiga, bila ada yang mengatakan kemerdekaan adalah hadiah, jangan-jangan pelontar tuduhan tersebut menutup mata atau tidak pernah berkunjung ke Taman Makam Pahlawan, yang ada di nyaris seluruh wilayah Indonesia. Mungkin mereka terserang amnesia sejarah atau mendapat sesuatu dari pihak asing yang ingin melecehkan hasil perjuangan para pendahulu kita. Selain

Proklamasi Polisi Republik Indonesia, pada 21 Agustus 1945 juga terjadi peristiwa bersejarah lain di negeri ini. Saat itu, kendati kita belum memiliki tentara yang terstruktur rapi seperti sekarang, namun pasukan tempur kita yang terdiri dari berbagai komponen rakyat yang piawai dalam bergerilya, berhasil menundukkan pasukan laut Jepang, sehingga 21 Agustus dijadikan Hari Maritim Nasional. Semangat juang yang diturunkan dari generasi ke generasi membuat pasukan khusus Tentara Nasional Indonesia dari semua angkatan, cukup disegani di dunia. Merdeka! Sekali merdeka tetap merdeka!“ seru Juliarsana menutup obrolan. (aridus)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi 21 Agustus 2016 | Balipost.com by e-Paper KMB - Issuu