20 HALAMAN NOMOR 159 TAHUN KE 69 Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
TERBIT SEJAK 16 AGUSTUS 1948 PERINTIS: K. NADHA HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
balipost (157 rb Like) http://facebook.com/balipost
MINGGU WAGE, 29 JANUARI 2017
@balipostcom (4.710 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 233801, 225764 Faksimile: 227418
Pengemban Pengamal Pancasila
Kasus Patrialis Akbar
Evaluasi, Hakim MK dari Parpol Jakarta (Bali Post) Patrialis Akbar menjadi hakim konstitusi kedua yang dicokok KPK, setelah Akil Mochtar. Patrialis dan Akil diketahui pernah berafiliasi dengan partai politik sebelum menjadi hakim konstitusi. Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie menyayangkan hakim MK terlibat kasus korupsi. Menurut dia, hakim konstitusi yang juga dikenal sebagai negarawan, sebaiknya bebas dari keanggotaan parpol, minimal sudah lama terpisah dari parpol.
“Maka kita harus evaluasi rekrutmen prosedur dan kualifikasi apakah negarawan itu boleh politikus. Menurut saya, jangan. Kalau dia orang partai, harus berhenti minimal lima tahun berhenti dari partai. Tapi masalahnya, apakah dari akademisi itu ideal, belum tentu juga,” kata Jimly saat berbincang
Sabtu (28/1) kemarin. Patrialis keluar dari PAN pada 2011. Patrialis kemudian menjadi hakim MK mulai 2013. Jimly menambahkan, kerja hakim konstitusi sama dengan intelektual sehingga dia harus memperkaya wawasannya. Hal. 19 Ganggu Stabilitas
Vargas Vs Berchelt
Duel Raja KO BPM/eka
IMLEK - Sejumlah warga merayakan Tahun Baru Imlek 2568 dengan berdoa di Griya Kongco Dwipayana Tanah Kilap, Sabtu (28/1) kemarin.
Las Vegas – Sebuah partai yang menarik akan terjadi Minggu ini (29/1). Pertarungan antara juara WBC Super featherweight Francisco”El Bandido” Vargas akan bertarung melawan Migue l”El Alacran” Berchelt dalam 12 ronde. Kedua petinju dikenal dengan pukulan kerasnya yang banyak membuat lawan-lawannya tersungkur. Hal. 19 Raja KO
Perda Bak Macan Ompong
SEMUA CUEK SOAL ARSITEKTUR BALI BALI memiliki Perda No.5 tahun 2005 tentang Persyaratan Arsitektur Bangunan Gedung. Pada intinya bertujuan untuk mengangkat kearifan lokal sebagai suatu identitas di bidang kearsitekturan di Pulau Dewata. Namun, lokalitas yang kuat sebagaimana diamanatkan dalam perda tersebut masih belum sepenuhnya terwujud di lapangan. Banyak yang cuek terhadap perda ini. Jangankan di tingkat Provinsi Bali, di tingkat daerah dan kota tak ada aksi untuk menertibkan semua bangunan agar memenuhi syarat minimal berarsitektur Bali. Pemerintah dan pemegang hak eksekusi cuek. Lihat saja zaman Gubernur I.B. Oka, sejumlah bangunan tak berstilkan Bali dibongkar. “Terhadap ini kami sudah cek ke lapangan, izinnya dikeluarkan oleh masing-masing kabupaten dan kota. Kami di provinsi tidak mengeluarkan izin bangunan,” ujar Kepala
Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Bali, I Made Sukadana, di Denpasar, Sabtu (28/1) kemarin. Menurut Sukadana, pada saat ada pengajuan izin mendirikan bangunan tentu disertai pula dengan gambar. Di situlah sebetulnya pemerintah kabupaten/kota lewat Dinas Cipta Karya atau Perizinan Terpadu melakukan penjaringan. Jangan sampai izin yang dikeluarkan ternyata untuk bangunan yang sama sekali tidak menggunakan ornamen arsitektur khas Bali. “Di sini harus selektif dalam mem- b e r i kan izin itu. Kemudian lakukan pengawasan oleh tim dari pemberi izin dari masing-masing kabupaten dan kota terhadap pelaksanaan pembangunannya,” jelasnya. Hal. 19 Kearifan Lokal
BPM/rtr
TIMBANG BADAN - Vargas dan Berchelt saat timbang badan.
Langgam Minimalis Ancam Identitas Arsitektur Bali KEHADIRAN langgam arsitektur minimalis belakangan ini membuat banyak kalangan khawatir akan nasib Peraturan Daerah Provinsi Bali nomor 5 tahun 2005 tentang Persyaratan Arsitektur Bangunan Gedung. Langgam arsitektur minimalis dapat dipahami sebagai salah satu mode langgam arsitektur yang berkembang 10 tahun terakhir dengan ciri utamanya adalah bangunan gedung yang tidak menggunakan hiasan berupa ornamen, dengan kata lain penampilannya sangatlah sederhana dan polos. Beberapa ahli men-justifikasi sebagai arsitektur dengan aliran form follow function atau bentuk mengikuti fungsi semata. Hal. 19 Tim Ahli
Cenderung Modern Minimalis SEBAGAI daerah kawasan penyangga dari Denpasar dan Badung, Tabanan banyak dilirik oleh pengembang perumahan. Terbukti dengan menjamurnya berbagai proyek hunian yang ditawarkan dengan konsep berbeda. Berbagai segmentasi perumahan pun telah dikembangkan di wilayah Tabanan. Tabanan juga dianggap sebagai wilayah strategis dengan topografi alam dan perkembangan infrastruktur serta prasarana jalan. Di wilayah ini, para pengembang telah meluncurkan berbagai jenis perumahan, mulai dari rumah sederhana, segmen menengah, menengah ke atas, juga kompleks hunian mewah. Sayangnya, jenis hunian yang ditawarkan lebih banyak menawarkan desain perumahan minimalis dalam artian sangat minim akan ornamen arsitektur Bali. Salah seorang pelaku bisnis properti, Ketut Sumadia, mengakui memang untuk bisnis properti belum mengadopsi arsitektur ataupun ornamen Bali. Pasalnya, jika dipaksakan menggunakan asrtitektur Bali ataupun ornamen Bali, pengembang akan mengalami kerugian. “Arsitektur Bali itu sangat rumit dan perlu waktu lama dan harganya pun sangat memengaruhi,” ujarnya. Hal. 19 Permintaan Pasar
Oleh Prof. Dr. Ir. I Wayan Runa, MT. ARSITEKTUR BALI - Gereja Katedral ikuti Perda Arsitektur Bali, sayang tak diikuti oleh bangunan yang lain.
Arsitektur Bali
Di Bangli
Cermin Budaya dan ”Taksu” Pariwisata Pemerintah Dituding Belum maksimalnya penggunaan arsitektur Bali pada beberapa bangunan di jalan utama, menimbulkan kekhawatiran banyak kalangan. Padahal, sebuah arsitektur bangunan bisa menjadi ikon bagi daerah bersangkutan.
PARA praktisi arsitektur di Bali juga merasa khawatir dengan diabaikannya prinsipprinsip arsitektur Bali pada bangunan. Guru besar arsitektur Universitas Udayana Prof. Dr. Ir. Putu Rumawan Salain, M.Si. belum lama ini mengungkapkan yang dimaksud dengan arsitektur nontradisional Bali yang mencerminkan gaya arsitektur
tradisional Bali dengan menerapkan prinsip-prinsip arsitektur tradisional Bali yang selaras, seimbang dan terpadu dengan lingkungan setempat. Prinsipprinsip dimaksud adalah, bentuk bangunan terjadi dari kedudukan dan susunan proporsional bagian-bagian bangunan. Hal. 19 Tri Angga
Setengah Hati ARSITEKTUR khas Bali kini mulai terpinggirkan. Hal itu terlihat dari menjamurnya model bangunan di Bali yang lebih cenderung ke arah konsep minimalis. Pengamat arsitektur Bali asal Desa Selat Susut Bangli, Ketut Pradnya, tidak menampik kondisi tersebut. Hal. 19 Kian Berkurang
DAERAH
2
Minggu Wage, 29 Januari 2017
Bandar Udara Ngurah Rai
Persembahkan ’’Special Chinese New Year’’ UNTUK menyambut Tahun Baru Imlek 2568, Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai menampilkan beragam ornamen bernuansa oriental di Terminal Domestik dan Internasional. Perpaduan warna merah keemasan yang tampak dari berbagai dekorasi lampion ini, sengaja dipasang untuk menyambut penumpang dalam perayaaan Tahun Baru Imlek. Menurut Commercial Marketing Manager, PT Angkasa Pura I (Persero), Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai, Heru Nugroho, pihaknya tidak hanya memasang dekorasi bernuansa oriental khas Negeri Tirai Bambu, namun semarak Chinese New Year 2017 juga menghadirkan beragam permainan seru. Di antaranya, roller rooster (permainan roda keberuntungan), shoot rooster (permainan melempar bola), dan shuttlecock rooster (permainan tradisional Tiongkok. “Atmosfir yang tercipta seolah mengundang para pengguna jasa untuk bergabung dalam perayaan Lunar Rooster yang merupakan tema pada event Chinese New Year tahun ini,” ujarnya. Dikatakannya, pada area komersial Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai, penumpang disambut dengan Big Red Shopping Bag ber-tag line “Shop & Win”. Di sini, para penumpang diberi kesempatan untuk dapat memenangkan voucher belanja hingga Rp 1.600.000 dengan melakukan minimum pembelanjaan sebesar Rp 500.000 di outlet retail atau Rp 175.000 di outlet food and beverages yang berlangsung mulai 15 Januari – 31 Maret 2017. “Meramaikan sukacita di Hari Raya Imlek, Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai yang rutin menggelar event thematic dan telah berhasil meraih peringkat ketiga di tahun 2016 dalam penilaian kepuasan pelanggan untuk kategori bandara dengan jumlah penumpang 15-25 juta ini juga menampilkan rangkaian acara menarik pada tanggal 28 – 29 Januari 2017 jam 10.00 – 17.00 Wita,” katanya. Ditambahkannya, kegiatan yang berlokasi di Terminal Domestik dan Internasional ini dilakukan untuk memberikan hiburan sekaligus edukasi serta pengalaman tak terlupakan bagi penumpang. Berbagai kegiatan entertainment disajikan yang menggabungkan eksotisme Bali dengan suasana khas oriental seperti atraksi Barongsai, Tarian Bali, Oriental Accoustic Live Music dan Chinese Mask Performance. (kmb23)
BPM/wan
SIWARATRI - Ratusan warga umat Hindu di Kota Denpasar bersabar menungggu giliran untuk masuk melangsungkan upacara persembahyangan serangkaian mengikuti pelaksanaan perayaan malam suci Siwaratri di Pura Jagatnatha, Kamis (26/1) malam.
Menteri BUMN Berharap UMKM Bisa Naik Kelas Gianyar (Bali Post) Indonesia mempunyai banyak UMKM terutama mikro kecil dan menengah. Namun, banyaknya UMKM juga perlu diimbangi dengan pembinaan secara terus-menerus agar UMKM tersebut dapat survive. Menteri BUMN, Rini Soemarno, mengatakan, untuk mendukung UMKM tersebut pihaknya telah menyokong dari sisi pembiayaan misalnya melalui bank-bank BUMN dengan KUR. Namun
selain itu, juga perlu dilakukan pembinaan kepada para UMKM agar bisa naik kelas dari usaha mikro menjadi kecil atau dari usaha kecil menjadi menengah. Salah satu bentuk dukungan
BPM/kmb23
BARONGSAI - Penampilan Barongsai menyambut kedatangan penumpang di terminal kedatangan Internasional, Bandara Ngurah Rai, Sabtu (28/1) kemarin.
Diduga Lupa Matikan Dupa
Rumah Adnyani Terbakar Negara (Bali Post) Kebakaran terjadi di rumah Ni Ketut Adnyani (38) di Banjar Sekar Kejula Kelod, Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Jumat (27/1) sore. Kebakaran tersebut diduga akibat korban lupa mematikan dupa usai sembahyang di kamar. Dari informasi, Jumat sore, sebelum kejadian Adnyani sempat sembahyang di kamar. Ketika itu, dia menempatkan dupa dan canang sari di pelangkiran kamar. Korban lupa mematikan dupa yang masih menyala dan ditinggal membersihkan ruangan dapur. Beberapa saat kemudian, korban mendengar suara aneh dari kamarnya. Korban bergegas keluar dapur dan melihat api sudah membesar di kamarnya. Dia panik dan berteriak-teriak minta tolong. Warga di sekitar rumahnya berdatangan dan berusaha membantu memadamkan api. Setelah berusaha semaksimal mungkin memadamkan api dengan peralatan seadanya akhirnya api berhasil dipadamkan. Hampir satu jam warga berjuang memadamkan api. Kapolsek Mendoyo, Kompol A.A. Sukasana seizin Kapolres Jembrana, Sabtu (28/1) kemarin, mengatakan kejadian tersebut akibat kalalaian korban yang lupa memadamkan dupa. “Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut dan saat kejadian suami dan anggota keluarga korban yang lain sembahyang ke merajan keluarga,” jelas Sukasana. Akibat kejadian tersebut, sejumlah barang milik korban ludes dilalap api. Di antaranya 1 kasur, 1 lemari, 1 speaker lengkap dengan satu unit VCD dan meja. Kobaran api juga membakar plafon dan kusen pintu kamar korban. Korban mengalami kerugian sekitar Rp 10 juta. (kmb)
BPM/kmb42
KERAJINAN - Menteri BUMN, Rini Soemarno, sedang melihat kerajinan perak di RKB, Celuk, Gianyar.
berupa pembinaan yaitu melalui rumah kreatif bersama (RKB). RKB merupakan kerja sama antarBUMN untuk melakukan pembinaan. Namun, BUMN lain juga mempunyai UMKM yang dibantu melalui CSR-nya. “Karena banyak BUMN terutama perbankan memiliki binaan UMKM, dan perlu terus dikembangkan,” ujarnya saat mengunjungi RKB Gianyar, Sabtu (28/1) kemarin. Seperti beberapa tempat di Lombok yang ia lihat, usaha yang tidak dibina, baik usaha kerajinan, mikro, seni, terus mengalami penurunan, selain itu susah dalam pemasaran, bahan baku. “Maka dari itu, tujuan rumah kreatif ini untuk menjaga usaha mikro kecil jangan sampai menurun atau membantu pemasaran, bahan baku dengan harga yang memadai,” ujarnya. Saat ini, RKB telah ada 100 di kabupaten/kota se-Indonesia. Tahun 2017 ditargetkan harus ada 514 RKB di seluruh kabupaten/kota di Indonesia. “BUMN bersinergi secara bersama-sama membangun RKB 514 di seluruh kabupaten/kota,” ujarnya. Pihaknya menyadari, dalam pengembangan UMKM tersebut, perlu dilakukan digitalisasi. “Salah satunya, rumah kreatif BUMN ini juga menghubungakan UMKM dengan akses pasar lewat e commerce tapi memang fisiknya, ke depannya sedang membenahi Sarinah, ke depannya, kita juga mau membuka Sarinah-Sarinah, terutama di bandara-bandara sehingga usaha mikro kecil menengah bisa ikut di situ,” ucapnya. Salah satu implementasi digital pemasaran adalah blanja.com yang dikelola oleh Telkom, dan secara internasional pihaknya bekerja sama dengan ebay. “Jadi, nanti pengusaha mikro kecil menengah itu bisa ke internasional,” ujarnya. (kmb42)
Hari Ini, Ida Pandita Sri Bhagawan Penyarikan Cista Dharma Jnah Dwija Loka Di-’’palebon’’ Denpasar (Bali Post) Tokoh pendidikan sekaligus pendiri Yayasan Raj Yamuna, Ida Pandita Sri Bhagawan Penyarikan Cista Dharma Jnah Dwija Loka meninggal dunia Jumat (13/1) lalu. Palebon Ida Pandita Sri Bhagawan Penyarikan Cista Dharma Jnah Dwija Loka yang pada saat welaka-nya bernama I Made Okin Adiyana dilaksanakan Minggu (29/1) ini, di Krematorium Taman Mumbul Nusa Dua. Ida Pandita Sri Bhagawan Penyarikan Cista Dharma Jnah Dwija Loka meninggal dunia setelah mendapat perawatan selama beberapa hari di Rumah Sakit Wangaya. Ida Pandita Sri Bhagawan Penyarikan Cista Dharma Jnah Dwija Loka pada awalnya didiagnosis mengalami gejala stroke ringan yang disertai
dengan komplikasi pnyakit lainnya. Ketua Panitia Palebon, I Ketut Arya Ardika, mengatakan keluarga besar dan panitia pelebon telah melakukan berbagai persiapan di Gria Taman Sari Sidakarya. Arya Ardika juga mengatakan berdasarkan dudonan acara, palebon akan dilaksanakan pada hari ini di Krematorium Taman Mumbul Nusa Dua. Pada Senin (30/1) akan dilanjutkan dengan Merebu, Nangkilang Tri Kahyangan dan Ngelinggiang di Gria Tri Kahyangan Puseh-DesaDalem. Ida Pandita Sri Bhagawan Penyarikan Cista Dharma Jnah Dwija Loka adalah salah satu tokoh pendidikan di Bali dan juga merupakan pendiri Yayasan Yaj Yamuna. (win/kmb)
Banjir Bandang di Tejakula
Pemenuhan Air Bersih Andalkan Suplai Mobil Tangki Singaraja (Bali Post) Ribuan Kepala Keluarga di Desa Tejakula dan sekitarnya yang mengalami krisis air bersih masih menunggu perbaikan jaringan pipa yang putus saat Dusun Antapura, Desa Tejakula diterjang banjir bandang. Sementara, pemenuhan air bersih masih diatasi melalui suplai dengan mobil tangki. Jumlah yang mengalami krisis air bersih, menurut data yang dilansir pemerintah Desa Tejakula mencapai 2.444 KK. Itu belum termasuk warga daerah lain, seperti
Desa Bondalem. Kepala Pelaksana BPBD Buleleng Made Subur mengatakan, pemenuhan kebutuhan air bersih masih dilakukan dengan suplai menggunakan mobil tangki dari pemerintah kabupaten dan provinsi. Di tengah kondisi demikian, PAM desa berupaya menyambung pipa berukuran 6 dim yang putus secepatnya. “Saat ini, PAM Desa masih mengupayakan pemasangan pipa induk. Sehingga air bersih bisa mulai mengalir ke reservoar serta ke saluran air minum warga,”
ujarnya Sabtu (28/1) kemarin. Pejabat asal Desa Banyuatis, Kecamatan Banjar ini menyebutkan selain pipa, penanganan juga difokuskan pada tumpukan batu yang menutup jalan hingga mengakibatkan puluhan KK terisolasi. Selain manual, itu juga dibantu dengan alat berat. Hal ini juga diupayakan bisa tuntas secepatnya. “Penanganan sudah terus dilakukan. Bantuan alat berat juga sudah ada. Kami targetkan besok (hari ini-red) jalan sudah buka,” katanya. (kmb45)
BANJIR - Kondisi Dusun Antapura Desa Tejakula yang dilanda banjir bandang.
BPM/kmb45
BPM/kmb
Ida Pandita Sri Bhagawan Penyarikan Cista Dharma Jnah Dwija Loka (alm).
Sakit Tidak Kunjung Sembuh
Istri Bendesa Gantung Diri Negara (Bali Post) Suasana duka menyelimuti keluarga Jero Bendesa Perancak Jembrana. Ni Nyoman Kantri (60), istri dari Jero Bendesa Perancak, Nengah Parna (61), dari Banjar Mekar Sari Desa Perancak, Jembrana, Jumat (27/1) ditemukan gantung diri. Korban menggantung dirinya dengan kain kamben di dapurnya. Dari informasi, Jumat pagi Nengah Parna ketika bangun tidur langsung pergi ke dapur dan berniat minum dan makan. Sesampai di dapur dia kaget melihat istrinya sudah gantung diri dengan menggunakan kain kamben di kayu atap dapur setinggi 175 cm. Parna yang histeris meminta anggota keluarga lainnya ikut menurunkan korban. Kejadian itu kemudian dilaporkan ke Polres Jembrana. Tim identifikasi datang ke TKP dan
melakukan olah TKP. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter Puskesmas Yeh Kuning, dr. Ely Widiastuti Sunarya, di tubuh korban tidak ditemukan tandatanda kekerasan. Dari keterangan Nengah Parna, istrinya memang mengalami sakit yang tidak kunjung sembuh. Pihak keluarga memang merasa kehilangan sosok yang rajin sembahyang dan menghadiri kegiatan dinas dan adat di banjar tersebut. Korban informasinya belakangan ini jarang keluar rumah. Namun, keluarga sudah mengikhlaskan kepergian korban. Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Yusak A. Sooai seizin Kapolres Jembrana saat dikonfirmasi, Sabtu (28/1) kemarin, mengatakan korban murni gantung diri dan diduga putus asa karena sakit yang tidak kunjung sembuh. (kmb)
z Perintis : K.Nadha, z Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha zPemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata zRedaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana zSekretaris Redaksi: Sugiartha zRedaktur Eksekutif: Parwata zRedaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika zAnggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta, Sosiawan. Gianyar: Manik Astajaya, . Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Dewa Dedy Farendra, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto zKantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta, zAlamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Sumbangan untuk orang sakit Rek. BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00016-8 A/n Simpati Anda,BCA Cabang Denpasar No.040.3555000 A/n Simpati Anda, Dana Punia Pura Rek.BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00017-1 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3966000 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3277000 A/n Dompet Beasiswa, BCA Cabang Denpasar No. 040.3688000 A/n Dompet Lingkungan. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Minggu Wage, 29 Januari 2017
SEREMONIAL
3
Level 21 Mall Dukung SIT Hadirkan Suzuki “New Carry Pick Up” di Bali Kompetisi Basket Putri di Bali SERANGKAIAN dengan terpilihnya Kota Denpasar dalam nominasi kota sehat yang diadakan oleh pemerintah pusat dalam rangka Hari Kesehatan Nasional. Level 21 Mall sebagai sarana dan prasarana umum yang merupakan salah satu kawasan dari sembilan kawasan yang menjadi bagian dari penilaian kota sehat, mendukung salah satu program kreatif generasi muda Denpasar yaitu Merpati Bali Women Basketball Challenge 2017. Ditemui dalam acara launching tim basket putri asal Denpasar Merpati Bali, sekaligus perkenalan kostum baru yang digelar di Main Atrium Level 21 Mall, Dennisha Sinay selaku Marketing Communication & PR Level 21 Mall, Kamis (26/1) lalu mengatakan salah satu program utama Level 21 Mall di tahun 2017 ini adalah menjadikan Level 21 Mall sebagai rumah bagi komunitas kreatif muda Denpasar, termasuk merpati Bali. Harapannya dengan launching yang diadakan di Level 21 Mall yang menjadi pusat berkumpulnya warga Denpasar, tim merpati Bali bisa mendapatkan lebih banyak dukungan lagi dari seluruh warga Denpasar. Selain itu, ia juga menambahkan Level 21 Mall sangat terbuka bagi seluruh komunitas kreatif dan kalangan muda di Denpasar yang ingin mengadakan kegiatan-kegiatan positif yang bisa dikolaborasikan dengan program dari Level 21 Mall dan dapat mempromosikan Kota Denpasar sebagai kota yang memiliki banyak potensi positif yang bisa diangkat ke tingkat nasional maupun internasional. Tidak ketinggalan masyarakat Denpasar juga bisa mengunjungi fasilitas pusat olahraga yang dimiliki mall ini yaitu Celebrity Fitness, beserta produk-produk olahraga lainnya yang bisa didapatkan di tenant Aibi dan Kettler. (ad2544)
DILUNCURKAN nasional pada Kamis (26/1), Suzuki New Carry Pick Up dihadirkan secara resmi di Bali oleh Suzuki Indobali Trada (SIT) pada Jumat (27/1). Selain Bali, New Carry Pick Up juga diluncurkan serentak di 34 kota lainnya. Menurut Kepala Wilayah PT Suzuki Indobali Trada (SIT), Fie An didampingi Manager Sales SIT Regional Bali Hadis Furqon, produk baru Suzuki ini mengalami sejumlah perubahan dibandingkan pendahulunya. Diharapkan Suzuki Carry Pick Up ini makin memperkuat dominasi Suzuki di segmen pick up. Ada sepuluh perubahan yang diusung pick up milik Suzuki ini, antara lain new front under guard dan new front grille. Kedua perubahan ini memberikan kesan tangguh dan membuat Carry Pick Up bisa menempuh berbagai medan. Fie An mengutarakan selain perubahan eksterior juga dilakukan perubahan interior, yakni warna tempat duduk, door trim, dan penambahan driver assist grip. Driver assist grip ini, lanjutnya, akan menambah kenyamanan dalam mengendarai New Carry
Pick Up. “Suzuki juga menambahkan warna baru pada New Carry Pick Up ini, yaitu silver,” sebutnya. Dari sisi mesin Suzuki New Carry Pick Up dibekali dengan mesin G15A berkapasitas 1.493 cc, empat silinder, 16 valve, Multi Point Injection (MPI) yang mampu menghasilkan tenaga maksimum 78,8 PS pada putaran 5.500 rpm. Suzuki tetap mengusung ciri khasnya yakni irit bensin dan bertenaga. Ditambahkan Hadis, Suzuki New Carry Pick Up hadir dalam dua tipe, yakni wide deck dan flat deck. Pada tahun ini ditargetkan terjadi penjualan New Carry Pick Up sebanyak 3.159 unit. Target ini sekitar 70 persen dari total perkiraan pasar jenis pick up di Bali pada tahun ini, yakni di angka 4.500 an unit. Hadis mengaku optimis angka penjualan ini bisa dicapai mengingat dominasi Suzuki di jenis pick up pada tahun lalu mencapai 68 persen. Sedangkan dari sisi penjualan produk Suzuki semua jenis, pick up menyumbangkan porsi penjualan sebesar 53 persen. “Untuk wilayah Bali harga New Carry Pick Up jenis flat deck ada-
SIT - Kepala Wilayah SIT Bali Fie An (kiri) didampingi Manager Sales SIT Bali Hadis Furqon saat peluncuran New Carry Pick Up, Jumat (27/1). lah 132.500.000 sedangkan wide deck hanya Rp 134.500.000. Selisihnya hanya 2 juta rupiah,” jelasnya. Suzuki Carry Pick Up telah hadir sejak 40 tahun lalu. Dari generasi, Carry Pick Up dipilih pelaku usaha sebagai armada angkut yang handal dan irit. Hal ini sesuai dengan tagline yang disematkan Suzuki pada produk andalannya ini, yakni “Carry Pick Up
ILMU nya Bisnis”. ILMU merupakan singkatan dari Irit bensin dan perawatannya, Lama umur pakainya, Muat banyak, dan Untung di ujung. Selama periode Januari-Desember 2016, Suzuki berhasil meraih penjualan sebesar 42,8 persen dari total market. New Carry Pick Up dihadirkan untuk memberikan penyegaran pada line up kendaraan komersial Suzuki. (bns1)
Promosikan Desa Wisata Kamasan
Laksanakan Acara Lompatan Budaya Wastra Kamasan
BASKET - Tim basket putri asal Denpasar Merpati Bali sekaligus perkenalan kostum baru yang digelar di Main Atrium Level 21 Mall, belum lama ini.
DALAM rangka promosi wisata Desa Wisata Kamasan, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta didampingi Ny. Ayu Suwirta menghadiri acara Lompatan Budaya Wastra Kamasan, bertempat di Banjar Gria Desa Kamasan, Jumat (27/1). Bupati Suwirta dalam sambutannya sangat mengapresiasi tindakan yang dilakukan oleh BNI, yang diharapkan ke depannya dapat memberikan nilai tambah serta support untuk Desa Wisata Kamasan. Sebagai langkah awal Pemerintah Kabupaten Klungkung sudah melakukan perbaikan infrastruktur yang mendukung Desa Kamasan menjadi desa wisata. Selain Desa Kamasan, terdapat desa-desa sekitar meliputi Desa Tojan dan Desa Gelgel dan desa lainnya yang nantinya akan menjadi desa pendukung. Mengingat apabila hanya mengandalkan seni Wayang Klasik tentu tidak akan bisa maksimal mendukung terciptanya Desa Wisata Kamasan, sehingga perlu dukungan dari sumber daya yang ada, yakni uang kepeng, kerajinan perak dan kuningan, tenun, dan lain-lain. Bupati Suwirta berharap kepada para perajin dan pihak Bank BNI agar bisa memiliki komitmen
bersama dan bisa saling support guna mewujudkan terciptanya Desa Wisata Kamasan. Menteri Koperasi dan UMKM Republik Indonesia Anak Agung Ngurah Puspayoga menyatakan bahwa pemasaran menjadi masalah tersulit saat pembiayaan dan produksi sudah lancar, termasuk dampak dari persaingan yang terjadi antar pedagang. Menteri Puspayoga meminta pihak ASITA mengkaji produk-produk kualitas terbaik, bisa laku dengan harga yang wajar dan betul-betul perajin mendapatkan nilai tambah. “Jangan sampai di luar perajin yang mendapatkan nilai tambah sehingga membuat perajin merugi,” tuturnya. Penggagas ide desain wastra Kamasan Ni Luh Made Ariyati menyatakan, munculnya Wastra Kamasan bermula dari bantuan Mitra Binaan BNI 46 dan Program Bupati Klungkung yakni Gema Santi (Gerakan Masyarakat Santun dan Inovatif). Karya lukisan Kamasan dapat dibuat kedalam bentuk tas, topi, map, kipas, dan lain-lain. Dalam acara Lompatan Budaya Wastra Kamasan Bupati Suwirta menjadi pembicara menyampaikan materi
WISATA - Promosikan Desa Wisata Kamasan dengan menggelar acara lompatan budaya Wastra Kamasan. berjudul bangkit bersama menuju Desa Wisata Kamasan. Selain Bupati Suwirta, anggota Dewan Tata Krama DPD Asita Bali I Dewa Gede Wisnu Arimbawa juga turut menjadi pembicara dalam acara tersebut dengan mengambil judul “Peran Desa Wisata dalam Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan”. Turut hadir dalam acara tersebut Menteri Koperasi dan UMKM Republik Indonesia Anak Agung Ngurah Puspayoga, CEO BNI
wilayah Bali Nusra A.A.Gde Agung Dharmawan, Pokdarwis dan perajin yang ada di Desa kamasan serta undangan terkait lainnya. Diakhir acara diisi dengan goresan pertama Wastra yang dilakukan oleh Menteri Koperasi dan UMKM Republik Indonesia Anak Agung Ngurah Puspayoga, didampingi Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta, CEO BNI wilayah Bali Nusra, A.A.Gde Agung Dharmawan, (ad2561)
4
Minggu Wage, 29 Januari 2017
PENGETAHUAN - Memuliakan ilmu pengetahuan perlu terus ditanamkan hingga mampu memberikan sinar pencerahan. Memuja Saraswati tentulah tidak hanya pada Saniscara Umanis, Watugunung. Saraswati sepanjang hari hendaknya dipuja karena ilmu pengethuan itu berjalan amat cepat dan terus mengalami perkembangan sepanjang waktu.
Antara Saraswati dan Siwaratri SANISCARA Umanis Watugunung sebagai hari Saraswati baru minggu lalu kita rayakan. Pemujaan manisfestasi Tuhan dalam memberikan ilmu pengetahuan kepada umatnya. Saraswati yang dimaknai sebagai aliran ilmu pengetahuan tentu akan terus mengalir sepanjang waktu. Untuk itu, diperlukanlah kesadaran agar bisa menghayati dan mengamalkan ilmu pengetahuan hingga bermakna bagi kemaslatan umat. Jika dicermati, Saniscara (dalam saptawara, Redite Soma, Anggara, Budha, Wrehaspati, Sukra, Saniscara) sebagai hari terakhir dalam satu minggu dan Umanis sebagai pancawara awal (Umanis, Pahing, Pon, Wage, Kliwon). Sebuah pertemuan akhir dan awal. Orang-orang tua dulu mengatakan nemu gelang hingga ia menjadi sebuah Windu. Inilah pertemuan awal dan akhir yang terus berputar. Betapa mulianya pemikiran tetua dulu memikirkan tentang betapa pentingnya ilmu pengetahuan itu yang terus berputar. Memuliakan ilmu pengetahuan perlu terus ditanamkan
hingga mampu memberikan sinar pencerahan. Memuja Saraswati tentulah tidak hanya pada Saniscara Umanis, Watugunung saja. Saraswati sepanjang hari hendaknya dipuja karena ilmu pengetahuan itu berjalan amat cepat dan terus mengalami perkembangan sepanjang waktu. Maka, ganitri sebagai simboliknya terus berputar, memberikan kelembutan dengan rebab, memberikan kebijaksanaan dengan angsa, memuat beragam ilmu pengetahuan dengan keropaknya. Sebuah penggambaran yang penuh makna dan spiritualitas tinggi.
Keindahan Keindahan dan kecantikan Dewi Saraswati akan bisa dirasakan jika ilmu pengetahuan itu benar-benar dihayati dan diamalkan secara tulus (nekeng tuas). Betapa tidak bijaknya jika ilmu pengetahuan itu digunakan untuk tindakan-tindakan yang kurang konsruktif. Tetua Bali benar-benar mulia, setelah memuja Sakti Dewa Brahma, Redite (minggu), Pahing dilanjutkan dengan Banyu Pangeweruh (air suci ilmu pengetahuan). Secara umum akan melakukan penyucian diri ke laut, ke sumber mata air, dan selanjutnya mandi dengan kumku-
man (air yang berbau harum) dan sembahnyang ke tempat suci (merajan atau pura), natab banten Saraswati disertai dengan minum loloh (jamu), makan nasi kuning yang telah dipersembahkan. Ada kebahagian karena masih bisa memuja Saraswati. Rangkaian Saraswati memang unik, Soma Pon, Sinta (Senin Pon) umat akan menyambutnya dengan Soma Ribek pemujaan kepada Dewi Sri dan Anggara Wage Sinta (Selasa Wage), akan berlangsung Sabuh Emas. Ilmu pengetahuan akan benar-benar dimaknai hingga memberikan kecemerlangan pikiran bagi pemiliknya dan
diharapkan bisa menularkan kecermerlangan itu pada sesama, bukan sebaliknya. Bhuda Kliwon Sinta pemujaan Paramesthi Guru. Tuhan dalam wujudnya sebagai Mahaguru, Siwaguru. Sebuah jalinan tali ilmu pengetahuan yang terus berputar sepanjang waktu. Menggembirakan Satu hal yang mengembirakan bagi umat Hindu tahun ini (2017). Setelah merayakan Saraswati, Wrehaspati Umanis Sinta (Kamis), Siwaratri (Malam Siwa) umat Hindu memuja Dewa Siwa. Siwalingga, hari penyadaran (tyaga). Pemujaan terhadap
Dewa Siwa yang diharapkan selalu memberikan penyadaran. Umat Hindu yang mampu melakoni dengan pejagraan (titik kesadaran), berpuasa, dan monabrata. Mpu Tanakung dalam Siwaratri Kalpa mengilustrasikan manusia sebagai Nisada (Lubdaka), seorang pemburu satwa (kebenaran). Manusia tentu tidak ada yang sempurna. Dalam ketidaksempurnaan itulah diperlukan ruang-ruang hingga selalu ingat dengan diri (eling, tyaga). Panglong ping 14 (hari sebelum) Tilem Kapitu sebagai titik puncak penyadaran. Penyadaran (Kapitu) ’memulai tuhu’. Orang bijak
menyatakan sapta timira (tujuh kegelapan) selalu menghantui manusia, maka diperlukan penyadaran hingga keseimbangan hidup terus berjalan meskipun godaan selalu menghampiri kehidupan. Pemujaan Saraswati memberikan makna betapa mulianya ilmu pengetahuan itu lebih-lebih yang mampu memberikan titik kesadaran sejati sebagai umat. Jika memiliki kesadaran, dapat dikatakan Saraswati sudah tumbuh di hati dan memberikan sinar pada diri dan sesama. zIBW Widiasa Keniten
Perempuan dan Investasi Serangan Asma, Bisakah Dicegah? Sederhana MBAK Bintang Mira yang baik, saya seorang single parent, dengan satu anak perempuan berusia dua tahun. Saya sering cemas mengelola keuangan. Dan cemas juga memandang masa depan. Saat ini saya bekerja di sebuah bank termuka dengan jabatan yang baik. Bagaimana membuat kecemasan tentang keuangan itu raib? Putu Ayu, Denpasar “Uang tidak dibawa mati”, sering kita mendengar orang mengatakan demikian. Memang benar uang tidak dibawa mati. Tetapi jangan lupa kita ingin mulia pada saat kita tua, mempunyai rumah tinggal yang layak dan masih menghasilkan passive income sehingga masih bisa membelikan oleh-oleh untuk cucu kita kelak. Bekerja keraslah untuk menghasilkan passive income bukan untuk memaksa diri membeli barang-barang branded. Dari passive income itulah nantinya bisa dipakai untuk membiayai kita pada saat kita tua nanti. Masih ingatkah pada zaman dahulu ibu kita menabung untuk dibelikan emas dan hasil investasi emas tersebut dibelikan tanah, kemudian membagi gaji dalam amplop-amplop? Cara ini adalah cara konservatif yang cukup jitu. Menabung adalah cara sederhana yang memang harus dibiasakan dari kecil. Membeli emas menjadi cara kedua yang bisa juga dijadikan kebiasaan. Sekarang ini, cukup mudah untuk membeli emas batangan seperti dengan cara mendatangi pegadaian dan membeli emas secara mencicil atau membuat tabungan emas. Ketika kita sudah merasa cukup punya tabungan, membeli tanah kaplingan bisa menjadi investasi berikutnya. Cara-cara di atas adalah metode sederhana yang bisa kita lakukan. Kemudian jangan lupakan juga untuk melakukan investasi spiritual, dengan cara menyisihkan gaji kepada orang tua dan memberikan sedekah kepada orang yang membutuhkan. Selain investasi di atas, kita memerlukan proteksi seperti asuransi kesehatan dan asuransi jiwa. Tidak mempunyai asuransi sama halnya seperti orang yang tidak memakai baju. Berikut rangkuman langkah-langkah investasi yang saya uraikan di atas: Menyisihkan gaji kepada orang tua, beramal atau bersedekah, membuat asuransi kesehatan. Menabung. Tabungan di atas dibelikan emas, tanah kaplingan, atau investasi lainnya yang bisa dipercaya. Belajar kiat bisnis yang menghasilkan passive income. Semoga bermanfaat.
Rubrik ini terbuka tentang fashion, dan segala hal yang menyangkut perempuan. Pertanyaan bisa dikirim ke alamat REDAKSI BALI POST MINGGU, Jln. Kepundung 67 A, Denpasar Bali. Bagi yang pertanyaannya di muat tersedia souvenir dari Bintang Mira — www.bintangmira.com
SAAT ini, asma merupakan salah satu masalah kesehatan yang ada di dunia, Menurut WHO (World Health Organization) pada tahun 2011, 235 juta orang di seluruh dunia menderita asma dengan angka kematian lebih dari 8% di negara-negara berkembang.
Studi Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) di berbagai provinsi di Indonesia menyatakan bahwa pada tahun 2002 asma menempati peringkat ke-4 dari 10 penyebab kesakitan (morbiditas) diikuti oleh bronkitis kronik dan emfisema. Apakah itu asma? Asma adalah suatu penyakit kronik yang mengenai jalan napas pada paruparu. Dengan gejala seperti batuk, sesak napas, rasa berat di dada dan berdahak. Gejala ini timbul/ memburuk terutama malam/ dini hari. Asma dapat disebabkan oleh genetik dan adanya proses alergi terhadap debu, cuaca dingin, makanan, ataupun obat. Selain itu, gejala asma dapat muncul bila penderita mengalami kelelahan. Saat serangan asma terjadi, saluran pernapasan ke paru-paru
akan mengalami peradangan dan membengkak. Hal ini menyebabkan penyempitan di saluran pernapasan, sehingga udara yang masuk akan berkurang dan penderitanya akan mengalami kesulitan untuk bernapas secara normal.
Penderita
Pada penderita asma, penanganan terbaik adalah mencegah terjadinya serangan asma. Pada saat serangan/gejala asma muncul, penderita dapat menggunakan beberapa obat seperti obat minum, inhaler, ataupun nebulizer yang didiskusikan lebih dahulu dengan tenaga medis. Meskipun tampaknya banyak metode pengobatan terhadap asma, penyakit ini tetap saja berbahaya. Namun dengan pen-
gobatan dan tindak pencegahan yang benar, penderitanya dapat menjalani kegiatan sehari-hari seperti biasa. Bagaimana mencegah kumatnya asma? Hal pertama yang harus dilakukan adalah mencari penyebab dari munculnya sesak pada asma, seperti cuaca dingin, debu, tungau, kelelahan, maupun alergi terhadap makanan, setelah itu penderita asma diharap menjauhkan diri dari penyebab kumatnya asma tersebut. Penderita asma diharapkan melakukan kegiatan olahraga aerobik seperti jogging, maupun berlari selama 30 menit dengan frekuensi 2 kali seminggu. Selain itu, para penderita asma diharapkan untuk tidak merokok, karena merokok dapat menyebabkan kumatnya asma dan selalu menjaga kesehatan dengan makan-makanan bergizi. zdr. I Gede Praya Bayu Pambudi, S.Ked.
ASMA — Untuk mencegah kumatnya asma, cari penyebab munculnya sesak pada asma, seperti cuaca dingin, debu, tungau, kelelahan, maupun alergi terhadap makanan, setelah itu penderita asma diharap menjauhkan diri dari penyebab tersebut. Penderita asma diharapkan olahraga aerobik seperti jogging, maupun berlari selama 30 menit dengan frekuensi 2 kali seminggu.
”Diaper Dermatitis” pada Bayi DIAPER Dermatitis atau Dermatitis Popok adalah salah satu penyakit kulit jenis dermatitis (radang kulit) yang sering dijumpai pada bayi dan anak di daerah yang tertutup popok, orang dewasa yang menggunakan popok juga dapat terkena penyakit ini. Penyebab kelainan ini adalah multifaktorial (genetik dan lingkungan). Faktor yang memicu terjadinya peradangan ini adalah lamanya kulit yg ditutupi popok dibiarkan basah. Ini akan menyebabkan penurunan fungsi pelindung dari kulit dan memudahkan terjadinya gesekan pada kulit sehingga akan mudah terjadi iritasi. Faktor lainnya yang dapat berperan adalah kelembaban yang tinggi dan lama, kontak terhadap urin dan feses (tinja), kadar enzim pencernaan, dan adanya infeksi ulang jamur candida serta bakteri. Umumnya tipe dermatitis popok yang sering dijumpai adalah dermatitis popok iritan. Dermatitis ini biasanya dijumpai pada semua tingkatan usia yang masih menggunakan popok. Dermatitis popok iritan memberikan
gejala klinis berupa bercak kemerahan, lembab, dan kadang bersisik pada daerah bokong dan genitalia yang lebih menonjol. Kelainan ini dapat tidak bergejala hingga terasa perih pada kelainan yang luas. Popok Candida Dermatitis popok candida merupakan tipe dermatitis popok kedua yang sering dijumpai, ditandai dengan bercak kemerahan yang lebih terang, dan bintik – bintik yang dapat dijumpai di daerah selangkangan. Kadang dijumpai juga bercak keputihan pada mukosa mulut. Infeksi jamur Candida sering dijumpai pada dermatitis popok yang telah berlangsung lebih dari 3 hari (biasanya dipicu oleh keadaan diare), dan akan bertambah seiring dengan keparahan dermatitis popok yang terjadi. Milia rubra / biang keringat juga merupakan tipe dermatitis popok yang cukup sering terjadi, biasanya sering muncul di tempat dimana komponen plastik dari popok menyebabkan tersumbatnya kelenjar eccrine kulit. Bisa juga muncul dibagian tubuh atas, dan sering muncul ketika terjadi perubahan secara cepat ke cuaca panas, dan
anak tersebut memakai pakaian terlalu banyak. Pengobatan Pengobatan dermatitis popok menyangkut hal–hal berikut ini seperti: 1. Popok harus sering dibuka, misalkan jika bayi tersebut tidur untuk mengeringkan kulitnya 2. Dapat diberikan pelindung berupa krim yang mengandung zinc oxide atau petrolatum, sebaiknya jangan menggunakan baby powder atau bedak bayi, karena tidak memberikan efek antibakteri dan menambah resiko terjadinya aspirasi atau masuknya bedak secara tidak sengaja ke saluran nafas bayi. 3. Kebersihan dan pengobatan anti jamur. Disini pembersihan dengan air dan baby oil direkomendasikan. Mencegah terjadinya gesekan pada kulit merupakan hal yang penting. Dermatitis popok derajat sedang hingga berat umumnya memerlukan terapi antifungal (anti jamur) topikal. Konsultasikan dengan dokter untuk pengobatan lebih lanjut. 4. Penggunaan popok sekali pakai, terutama yang mengandung absorbent gelling material (super absorbent) dapat mengurangi keparahan
penyakit. Frekuensi penggantian popok juga perlu diperhatikan untuk menjaga daerah popok tetap kering. Pada anak atau bayi yang mengalami diare, diperlukan perhatian dan perawatan khusus pada daerah yang
tertutup popok. Pembersihan sisa feses perlu dilakukan dengan hati-hati agar tidak terjadi kerusakan pertahanan kulit akibat gesekan. zdr. Putu Gde Hari Wangsa, S.Ked.
Gambar 1. Contoh gambaran dermatitis popok iritan
Gambar 2. Contoh gambaran dermatitis popok candida
5
Minggu Wage, 29 Januari 2017
Resensi Buku Menjadi Reporter yang Baik Judul Buku Penulis Penerbit Tahun Tebal
: Dari Rekayasa Berita Hingga Tajuk rencana : R. Amak Syariffudin : Pustaka Bali Post : 2013 : 228 halaman
BUKU ini memberikan teknik dan cara mudah untuk belajar teori jurnalistik dan praktiknya. Buku ini tidak hanya menyuguhkan teori, namun buku ini juga memberi tuntunan praktis baik bagi para calon reporter maupun yang sudah bekerja di perusahaan media massa dan sudah mengantongi kartu pers. Mungkin bukan jaminan bagi seorang reporter untuk bisa membuat berita yang layak dimuat. Bagi seorang pekerja pers yang penting adalah pengetahuan tentang jurnalistik dan bakat, sangat menentukan bagi seorang untuk dapat menjadi reporter yang baik. (osi)
Film Memahami Kembali Makna Perkawinan Judul Film : Loving Sutradara : Jeff Nichols Penulis Skenario : Jeff Nichols Rilis : 4 November 2016 (USA) Pemain :Joel Edgerton, Michael Shannon, Marton Csokas, Ruth Negga, dan David Jensen. F I L M drama yang diangkat dari film dokumenter berjudul “The Loving Story”. Film ini menceritakan tentang sepasang kekasih yang berbeda ras. Richard dan Mildred Loving. Richard merupakan keturunan dari ras kulit putih sedangkan Mildred keturunan dari ras kulit hitam. Pasangan kekasih ini akhirnya melakukan pernikahan pada Juni 1958, namun karena perbedaan itu akhirnya mereka ditangkap dan dijebloskan ke dalam penjara serta diasingkan dari negara Virginia. 9 tahun kemudian, Richard dan Mildred memperjuangkan pernikahan mereka dan hak untuk kembali ke rumah sebagai keluarga. Di negara Virginia, pernikahan antarbeda ras sangat melanggar peraturan undang-undang antiras. Mereka tentunya tidak hanya diam, mereka juga menuntut pemerintahan Virginia yang menyebabkan kasus harus dibawa ke Mahkamah Agung. Mahkamah Agung memutuskan bahwa hukum yang melarang pernikahan antar-ras adalah Inkonstitusional. Film yang mencoba memahami arti sebuah keberagaman, perbedaan dan makna perkawinan. Sayangnya aktor-aktor dalam film ini kurang berkarakter, sehingga film berdurasi dua jam ini terasa melelahkan. (osi)
CERPEN
Ibu di Mataku Oleh I Wayan Artika
1 MARTABATKU sebagai istri ditentukan oleh apakah aku bisa memberi anak laki-laki bagi suamiku. Ketika kelima anakku perempuan (hanya perempuan), hal yang sebenarnya, baru kusadari. Aku mafhum, mengapa suamiku seperti hilang harapan. “Seharusnya, setiap anak yang lahir disambut dengan syukur?” pikirku iba, mencoba membela diri dalam sunyi. Tiba-tiba aku sebagai Men Tuung Kuning, perempuan dengan status lebih hina dari ayam jago persabungan. Terbayang Gede Artadi, suamiku sendiri, menjelma Pan Tuung Kuning, mengancamku, “Jika anakmu laki-laki, cukup mencincang ari-ari, pakan jago persabunganku; tapi kalau perempuan, sekalian anakmu harus kau cincang.” Aku hamil keenam. Tidak ada yang istimewa. Bagi perempuan Desa Kemoning, mengandung peristiwa biasa. Orang sedesa tahu, semua anakku perempuan, tidak ada harganya (karena perempuan). Begitu pun hamilku kali ini. Komentar semua orang, “Pasti perempuan lagi”. Aku pasrah. Suamiku juga tidak hirau. Sesekalipun ia tidak pernah menanyakan kandunganku, sibuk di kebun kopi, berjudi sabung ayam lebih sering lagi ketika senja. Seakan ia ingin menghamburkan harta karena anak-anak perempuannya tidak perlu biaya sekolah. Harta hanya untuk anak laki-laki. Ketika tidak memiliki anak laki-laki, untuk apa harta, lebih baik dihamburkan untuk judi. Aku menerima sikap ini apa adanya. Terkadang ada rasa khawatir jika anak yang kukandung kali ini pun perempuan. Sesaat terkadang muncul harapan, “Siapa tahu laki-laki?” pikirku menerawang di atas aliran Yeh Saba, hingga ke hulunya di sampih kauh gunung Batukaru. Untuk ketiga kalinya aku telah menyiapkan diri, pergi ke rumah sakit bersalin tanpa suami. Aku tidak bisa menuntut lebih karena baginya, akulah yang salah karena tidak mampu melahirkan anak laki-laki, satu orang pun. Demikian pula mertuaku, para ipar, dan hampir seluruh keluarga besar suami. Mereka menyalahkan diriku. “Seolah aku punya kuasa sehingga bisa memilih kapan aku melahirkan anak perempuan dan kapan anak laki?” Betapa kurang beruntung rasanya lahir perempuan, jika keadaan seperti ini menimpa. Begitulah, saat persalinan tiba, tidak ada kesulitan. Suamiku entah di mana. Aku tidak boleh mengharap kehadirannya dan bertanya, sedang apa di mana dengan siapa. Aku tidak percaya, ketika mendengar kata-kata bidan, “Bu Made, akhirnya dapat juga seorang jagoan. Laki-laki, Bu, 54 cm, 4,2 kg.” Bidan Astuti tahu riwayat kehamilanku karena kelima anakku lahir di tangannya. “Laki-laki, Bu bidan?” “Ya, Bu, pasti suami ibu senang dan merayakannya dengan pesta?” Kelahiran bayi keenam menjadi kemenangan besar bagiku. Aku akan bebas dari cemoohan keluarga suami bahwa aku hanya bisa melahirkan anak perempuan. Aku ingin memberi kejutan bagi suamiku. Memang suamiku datang, menjemput kami di Seririt, kota kecamatan di Bali Utara, tergoncang gempa hebat 1976. Aku tahu apa yang ia pikirkan: anak
keenam kami pasti perempuan lagi. Aku pun diam namun kali ini dengan penuh percaya diri, aku raih kemenangan, ingin memberinya kejutan besar. Aku tahu, ini pun hanya mengangkat derajat suamiku di desa karena telah memiliki sentana atau penerus dan tentunya harus anak laki-laki. Walaupun aku mengandung dan melahirkan, menyusui, mengasuhnya, namun di mata orang sedesa, aku tidak memiliki andil apa-apa. Begitulah adanya, ketika kelima anakku perempuan maka bukan hanya aku tapi serta kelima anak-anakku, tertuduh dan terhukum adat. Saat aku melahirkan anak laki-laki ini, yang memperoleh prestise tentu suamiku. Kelima kakaknya dipersiapkan untuk memanjakan, melayani, dan menghormatinya melebihi yang diterima oleh anak-anak perempuanku. Secara ekstrem begini: kelima anakku yang perempuan untukku dan yang laki-laki anak suamiku. “Perempuan, Bli.” jawabku tenang. “Sudah kuduga. Kamu tidak pernah bisa memberiku anak laki-laki,” katanya ketus. Aku diam, tenang. Tidak kumasukkan di hati kata-kata ini. Sudah biasa kuterima kata-kata seperti ini sejak anak ketiga lahir. Dulu aku kecewa mendengarnya. Kali ini aku bahagia karena akan memberinya kejutan. Pesta meriah menyambut kelahiran anak keenam kami menjadi pesta dan
upacara kelahiran terbesar yang tidak ada bandingannya di Desa Kemoning. Namun, kenangan atasnya mesti aku kubur dan kalau bisa kuhanyutkan dengan air mata di sungai Yeh Saba. 2 Satu per satu kakak perempuanku menikah. Tinggal aku yang belum. Aku mengerti, orangtuaku menuntut, agar secepatnya berumah tangga. Bagi mereka tidak ada alasan menunda lagi karena, tanpa kerja sebagai polisi pun aku dan keluargaku kelak hidup berkecukupan. Orangtuaku memiliki sawah, kebun kopi dan cengkeh, serta empat kapling ruko di Singaraja. Entah alasan apa, orangtuaku sepertinya malu mengungkapkan keinginannya. Sebaliknya, kelima kakaku secara terbuka menyampaikan harapan atau pesan orangtuaku. Aku tidak menyalahkan diriku. Aku menjalani hidup dengan kebebasan. Keadaanku sama sekali tidak menjadi beban atau tekanan bagi diriku sendiri. Ketika berhadapan dengan harapan orangtua barulah aku menangis. Aku tidak sanggup memenuhi harapannya dengan tindakan dusta, baik kepada kedua orangtuaku maupun kepada istriku nanti. Sampai pada suatu ketika, aku berjumpa seorang laki-laki di Singaraja. Kami janji bertemu di Lovina sambil makan siang. Sebelumnya kami telah
saling kontak lewat media sosial. Aku ingin sekali meraih tangannya, merasakan rembesan peluh di telapak dan sela jemarinya. Aku gemetar. Aku gugup. Aku tidak sanggup menatap sorot matanya walau aku menginginkannya. Siapapun mengira aku laki-laki baik. Tidak, aku menyimpan dendam namun kusimpan dalam-dalam dan rapat. Entah apa hebat lakilaki ini, sampai aku akhirnya berterus terang. “Nanda”, katanya lembut. “Bagaimana kamu menyikapi tuntutan orangtua untuk berumah tangga? Pertanyaan yang paling aku benci. Tapi ketika keluar dari mulutnya aku suka. “Yang lebih penting dari itu, masa laluku.” Aku tatap dia, seketika aku terserap ke pusaran arus cahaya di matanya. “Trauma?” Aryo menebak. “Sama sekali tidak.” Aryo menebak untuk kedua kalinya, “Tekanan keluarga?” “Tidak, mereka tidak punya alasan untuk hal itu.” “Oke, lalu apa?” Aryo mendesak. Pikiranku menerawang pada sebuah kisah ibu, mengenai kelahiranku sebagai anak keenam, dan satu-satunya laki-laki. “Ibuku.” Aryo diam, memberi kesempatan agar aku meneruskan cerita, “kejuatan yang ia rangkai untuk ayahku, serta rasa kemenangan ibu.” Dia masih diam. Aku ingin ia mengejarku dengan pertanyaan, meraih diriku dalam segala kegugupan dan harapan indah. “Ibuku dihina karena untuk kelima kali melahirkan anak perempuan.” Aryo memotong, “Jadi, kamu anak laki satu-satunya?” “Aku adalah kemenangan bagi ibuku karena aku lakilaki. Untuk memberi kejutan kepada ayahku, ibu bermain dengan membohongi ayah, bahwa aku anak perempuan walaupun pada akhirnya ayah tahu dan menyambut suka cita pesta kelahiranku.” Ceritaku siang ini mendekatkan aku dengan Aryo. Aku sampai pada bagian ceritaku yang paling pahit: Ibuku “membaptisku” menjadi perempuan. Karenanyalah kini aku tidak memiliki rasa cinta kepada perempuan. Aku yakin, jika ibu tidak melakukan permainan itu, apapun alasannya, maka aku tidak seperti ini. Aku memang menyalahkan ibu tapi aku tidak menyalahkan perasaan dan diriku sendiri. Aku hidup bahagia. Aryo menatapku. Tangannya meraih tanganku. Aku lihat gelembung air mata di sudut pelupuk. “Betapa hebat permainan seorang ibu? Kata-katanya penuh tuah. Kita ingat kisah Malin Kundang. Juga kisah para ibu di dalam negeri epos?” “Tak ada yang tahu dendam ini. Aku menyimpan dalam-dalam dan rapat.” Kataku tunduk di hadapan Aryo, dengan tangan kubiarkan sangkut di telapak Aryo. Aryo mempererat genggamannya, “Dendam kepada ibu?” “Sebatas itu. Selebihnya aku bahagia dengan keadaan ini…” Aryo memotong, “Karena ketemu aku?” Aku tersipu. Lalu gundah karena Aryo seperti mengejekku.
Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar. Achmad Cholid
Khamidi
Nuriarta
Darsono Adi Wiryadarma
W.G. Sumarta
DIMENSI
6 RAMALAN
BINTANG
Capricorn Peruntungan: Nikmati minggu ini dengan penuh kedamaian, tak perlu terbayang-bayang dengan persoalan yang menjengkelkan hati, biarkan yang lalu biarlah berlalu agar hati bisa selalu tenang dan tidak merasa galau. Karier: Ide dan rencana yang akan dilaksanakan minggu ini sebaiknya mulai dipersiapkan sekarang, apalagi di minggu ini suasana hati tampak tenang dan mampu menciptakan inspirasi baru. Keuangan: Tidak ada masalah karena pemasukan dan pengeluaran masih cukup terkontrol. Asmara: Ada perkembangan yang menarik, si dia tampak cemburu berat dengan Anda minggu ini. Aquarius Peruntungan: Keruwetan mulai teratasi namun mungkin akan muncul yang baru. Untuk itu jangan mudah percaya dengan omongan orang, berjalanlah dengan prinsip Anda sendiri dan hiduplah yang sederhana. Kesehatan: Badan pegal-pegal segera saja dipijat, jangan tunda. Keuangan: Perlu pengawasan ketat terhadap pengeluaran agar pemborosan tidak sampai terjadi di minggu ini. Asmara: Hadapilah tantangan kecil dengan hati yang besar dan lapang dada, jangan cepat menyerah. Pisces Peruntungan: Keragu-raguan yang disertai sikap emosional tampaknya mendominasi setiap langkah Anda. Kalau hal ini dibiarkan terus sama sekali tak menguntungkan. Kesehatan: Migren cukup mengganggu konsentrasi dan ketenangan Anda, untuk itu berusahalah pikiran dibuat serileks mungkin. Keuangan: Ada hambatan yang mulai terasa di segi financial. Namun, bila Anda mampu mengatasi dengan baik, dampak risiko besar bisa dihindari. Asmara: Suasana tenang dan harmonis dan akan banyak kejadian yang membuat semuanya bahagia. Pertahankan suasana yang baik ini. Aries Peruntungan: Pengaruh serta kewibawaan Anda sangat menentukan bagi keadaan sekeliling. Hindari rasa kurang percaya diri, sebab pada hakekatnya hal ini hanya akan merugikan saja. Jangan terpancing dengan omongan-omongan, semua itu hanya akan menghalangi langkah Anda ke depan. Kesehatan: Stamina cukup prima dan pikiran tampak lebih tenang, sehingga sesulit apapun masalah yang Anda hadapi akan teratasi dengan baik. Keuangan: Ibarat perahu layar saat ini kurang mendapat angin jadi jangan coba-coba dulu untuk main spekulasi. Asmara: Bersikaplah terbuka dengan pasangan Anda, sehingga bisa terhindarkan dari segala fitnah dan omongan yang tidak benar. Taurus Peruntungaan: Berhati-hatilah dalam melangkah. Sebab jika Anda salah dalam melangkahkan kaki maka bisa berakibat fatal. Bintang Anda cukup bersinar terang hanya saja ada ombak yang datang menghantam Anda, jika hati-hati maka akan selamat. Kesehatan: Biasakan berolahraga walau sebentar tetapi kontinu, itu akan lebih baik daripada tidak sama sekali. Keuangan: Ingatlah di waktu susah mencari uang, lantas jika banyak uang jangan sampai lupa diri. Asmara: Anda sedang mengalami gelombang pasang yang hebat, cobalah Anda mengerti dengan sikap yang Anda lakukan dengan memberi kepercayaan tanpa perlu mendiktenya, seperti yang selama ini Anda lakukan. Gemini Peruntungan: Di minggu ini perjalanan perbintangan Anda cukup bagus, walau banyak persoalan timbul tenggelam, namun semuanya bisa teratasi dengan baik. Tetaplah optimis, apalagi simpati orang lain terhadap Anda cukup besar sehingga Anda harus bisa lebih percaya diri dan yakin dengan apa yang telah menjadi keputusan Anda. Kesehatan: cuaca kurang begitu bersahabat, sehingga mau tidak mau Anda harus lebih bisa menjaga diri. Keuangan: Boleh meningkatkan hubungan kerja dengan partner lama, asal ada rasa saling pengertian. Asmara: Anda harus puas dengan apa yang selama ini dia berikan pada diri Anda. Cancer Peruntungan: Isu di minggu ini sangat merugikan padahal kebenarannya sudah jelas disangsikan. Semua itu hadapilah dengan hati yang lapang dan kepala dingin, anggaplah semua ini merupakan ujian untuk meraih jenjang yang lebih tinggi. Kesehatan: Buat apa ngomongin orang kalau akhirnya diri Anda sendiri yang menjadi stres dan cepat marah karena pikiran negatif yang bisa timbul dari semua itu. Keuangan: Rezeki boleh dibilang cukup lancar dan membikin hati tenang. Asmara: Hindarilah pertikaian yang hanya akan memperburuk suasana dan ketenangan saja. Leo Peruntungan: Egois dan rendah diri itu tidak ada untungnya, untuk itu alangkah baiknya disisihkan saja. Kalau dibiarkan berjalan terus yang rugi bukan orang lain tetapi diri sendiri. Kesehatan: Tidak ada problem hanya pandai-pandailah menjaga pola makan yang benar. Keuangan: Perbintangan Anda tampak kurang begitu baik, sehingga kalau dipaksakan untuk spekulasi harus membutuhkan konsentrasi tinggi untuk meraihnya. Asmara: Untuk lebih baiknya asmara memang tidak lantas tutup mata dan telinga, saran masuk mesti diterima dengan baik. Virgo Peruntungan: Minggu ini cukup semrawut maka dari itu jangan ragu untuk segera saja mengambil tindakan yang lebih tegas dan berani untuk melakukan pengaturan waktu yang baik dan seefisien mungkin. Terhadap tawaran kerja sama sebaiknya Anda pelajari dulu dan tak perlu tergesa-gesa ambil keputusan. Karier: Tenangkan pikiran dan hati Anda, agar dapat berpikir dengan jernih sekalipun di pertengahan minggu ada perubahan suasana yang tegang menjadi tenang. Kesehatan: Performa tubuh Anda tampak cukup baik dan segar serta bertenaga, sehingga dalam beraktivitas tidak sampai mengalami gangguan. Keuangan: Cukup stabil dan normal kembali, jika ada keinginan bisa tercukupi saat ini karena pemasukan cukup tinggi. Asmara: Walaupun menjengkelkan, tetapi suasana bisa dibilang cukup harmonis dan romantis. Libra Peruntungan: Waspadalah pada mulut manis tapi berbisa di ekornya. Usahakan untuk tidak mudah terpengaruh oleh apapun di awal bulan ini karena banyak yang iri hati dan ingin menjerumuskan Anda namun tidaklah nampak alias semuanya transparan.Karier: Jangan emosi apalagi sampai terjadi perang mulut agar tidak mempengaruhi kinerja Anda. Kesehatan: Bila ingin menurunkan berat badan diet sajalah, ini jalan yang terbaik untuk Anda saat ini, jangan menggunakan obat-obatan tanpa konsultasi dengan dokter pribadi Anda karena dampak negatifnya akan sulit untuk bisa dipantau. Keuangan: Rajinlah berhemat dan menabung, karena masa depan masih terbentang luas dan memerlukan dana yang tidak sedikit. Asmara: Usahakan untuk tidak marah walaupun ada hal yang menjengkelkan hati. Scorpio Peruntungan: Jangan berkecil hati dalam melaksanakan segala rencana yang sempat tertunda di masa lalu, di awal bulan inilah saat yang tepat untuk memperjuangkannya apalagi bintang lagi pada posisi yang menguntungkan dan cukup mujur. Karier: Hidup ini bak roda berputar semuanya tidak ada yang langgeng, oleh sebab itu sangat beruntung bagi orang yang selalu eling dan waspada. Kesehatan: Jauhkan pikiran Anda dari ketegangan dan kecemasan agar kesehatan tidak sampai terganggu karenanya. Ada baiknya Anda menempatkan suatu permasalahan pada proporsi yang sebenarnya. Keuangan: Cash flow yang ada perlu diperhatikan, sehingga dapat menyadari dan bertindak lebih hati-hati dalam membelanjakan dana yang ada. Asmara: Cobalah intropeksi ke dalam apakah sudah benar perhatian Anda kepadanya. Sagitarius Peruntungan: Waspadalah! Jangan sembrono apalagi mentang-mentang urusan lancar-lancar saja. Sebab ibarat cuaca bakal datang angin besar melAndanya, oleh sebab itu apa salahnya kalau sedia payung sebelum hujan tiba. Karier: Jika ingin mendapatkan nilai lebih saat inilah merupakan waktu yang tepat untuk meningkatkan prestasi kerjanya. Kesehatan: Jika lapar segera saja makan, tak perlu terus memikirkan persoalan kantor yang tak bakal kunjung selesai tersebut. Ingatlah akan penyakit maag yang Anda derita selama ini usahakan tidak sampai kambuh kembali. Keuangan: Pemborosan merupakan ancaman besar di awal bulan ini, jika tidak bisa berhemat maka kekacauan akan segera menerpa Diasuh Oleh keuangan Anda. Asmara: Tak ada Putri Wong Kam Fu gunanya terus mengeluh di depannya, Berlaku karena si dia sudah bosan dengan se29 Januari4 Februari 2017 gala keluh kesah Anda.
Minggu Wage, 29 Januari 2017
WEDA WAKYA
Mendulang Berlian Mahā Śivarātri dalam Kesederhanaan Karpūra gauram karunāvatāram Samsāra-sāram bhujagendra hāram sadā vasantam hrdayāravinde bhavam bhavāni sahitam namāmi (Śiva Pārvati Stuti) “Hamba menyampaikan sembah sujud bhakti ke hadapan Śiva Mahādeva dan Pārvati yang merupakan perwujudan dari cinta kasih sejati, berwarna putih bersih bagaikan kapur, merupakan inti sari dari alam semesta, selalu mengenakan kalungan raja ular Nāgaśesa di lehernya, dan yang setiap saat bersthana di atas bunga padma hati para abdinya yang suci bening.” Siva Mahādeva selalu digambarkan dalam keadaan bermeditasi dengan kalungan raja ular Nāgaśesa di lehernya atau duduk dalam sikap memberkahi bersama Dewi Pārvati. Perwujudan ŚivaPārvati yang paling banyak dipuja di India Selatan dan di negaranegara Asia adalah Linga Yoni. Pada hari Mahā Śivarātri, Śiva Mahādeva dipuja dalam bentuk Śiva Linga atau Linga Yoni. Di Indonesia umat Hindu merayakan Mahā Śivarātri pada tanggal 26 Januari 2017 lalu. Sedangkan umat Hindu di India akan melaksanakannya pada tanggal 24 Februari 2017 nanti. Perbedaan sistem kalender dan letak wilayah mempengaruhi perbedaan hari atau waktu pelaksanaan upacara peringatan hari suci Mahā Śivarātri. Pada zaman dahulu, orangorang tidak hanya memperingati Mahā Śivarātri yang datangnya setahun sekali, melainkan juga memperingati hari-hari Śivarātri yang jatuhnya sebulan sekali. Tentu saja peringatan setahun sekali yang adalah Mahā Śivarātri atau Malam Agung Śiva Mahādeva diperingati secara lebih khusus dan dalam kemeriahan bhakti pada Śiva Mahādeva. Umat Hindu di berbagai daerah di tanah air masih banyak yang “mencemaskan” dirinya tidak melaksanakan pemujaan Mahā Śivarātri dengan baik. Umat banyak yang menan-
Redaktur Khusus WEDA
WAKYA Darmayasa yakan perihal bagaimana caranya memperingati hari suci Mahā Śivarātri? Sungguhnya, Dewa Śiva dikenal dengan sebutan Sang Hyang Aśutosa, karena Śiva segera bisa terpuaskan oleh sujud bhakti yang dilakukan oleh para abdiNya. Kata aśutosa berarti sangat mudah dibuat berpuas hati. Mengingat kemurahan hati Śiva, umat hendaknya tidak terlalu memusingkan dirinya secara berlebihan pada formalitas pemujaan, khususnya bagi mereka yang berada di luar Bali dan dalam keadaan tidak memungkinkan untuk melaksanakan Puja Mahā Śivarātri dengan cara sebagaimana mestinya, dan juga tidak terlalu memusingkan perihal pabratan (pantangan dan puasa), dan lainlain. Hal tersebut bahkan tanpa disadari dapat mengurangi nilai atau keutamaan malam penuh berkah itu. Artinya, jika orang memang tidak mampu melaksanakan tingkat pemujaan Mahā Śivarātri yang lebih jauh lagi maka berpuas hati pada usaha praktik maksimal dari kemampuan diri haruslah dilakukan. Masalah persyaratan persembahyangan/pemujaan Mahā Śivarātri, semua dapat dilakukan sesuai dengan Deśa (tempat dimana pemujaan dilakukan), Kāla (waktu atau zaman kapan pemujaan dilakukan), dan Pātra (orang atau masyarakat yang melakukan pemujaan Mahā Śivarātri tersebut). Penekanan utama yang paling penting diperhatikan adalah kesederhanaan, ketulusan serta kebersihan hati dalam melaksanakannya. Sederhana, tulus, dan bersih hati. Hanya itu. Dewa Śiva tidak dapat “dibeli” dengan berbagai persembahan yang bahkan sering pemujanya sendiri tidak tahu apa itu benar dapat
memuaskan Śiva ataukah tidak? Ketulusan pemujaan sangat diperlukan. Selainnya, dengan penuh rasa bhakti, pemuja dapat melaksanakan sedikit puasa sesuai dengan keadaan dan kemampuannya, sambil terus menerus sepanjang hari mengumandangkan nama suci-Nya. Pada malam Mahā Śivarātri, melalui Mahā Samādhi, Śiva Mahādeva sedang meng-“ON”kan “Wifi”-Nya. Umat hanya perlu mendekatkan “keberadaan” dirinya, menyelaraskan dengan gelombang “wifi” Śiva Mahādeva lalu mendapatkan “password” dari yang berwenang. Konter resmi “wifi” Śiva Mahādeva, mengeluarkan password “Om namah Śivāya 108”. Para penyembah Śiva Mahādeva tinggal mandi, kramas, berpakaian luar dan dalam yang sudah dicuci serta diseterika, lalu lakukan sembahyang dan meditasi sesuai dengan cara yang biasa dilakukan. Tentu saja, semestinya tidak lupa memasukkan “password” tadi, lalu klik “continue” alias lanjutkan. Seorang abdi yang tulus suci akan memiliki keyakinan yang mantap dan ajeg, bahwa kesederhanaan seperti itu sudah cukup untuk memuaskan Śiva Mahādeva. Umat Hindu di berbagai daerah di tanah air masih banyak “mencemaskan” dirinya tidak melaksanakan pemujaan Mahā Śivarātri dengan baik. Terdapat beberapa aturanperaturan yang perlu dilakukan oleh pemuja pada malam Śiva berbahagia itu, jika segalanya memungkinkan untuk melakukannya. Misalnya, jika perayaan Mahā Śivarātri dilakukan di tempat-tempat umum (Pura, Kuil, Mandir, dan lain-lain) maka, paling tidak, pemuja dapat mempersiapkan tempat bertingkat tiga yang melambangkan Surga Loka, Antarikṣā Loka, dan Bhūmi Loka. Pada tempat paling atas dapat ditempatkan sebelas buah Kalaśa, dihiasi dengan daun-daun Bilva, di atasnya diisi buah kelapa yang digundul tetapi serabut bagian atas tetap dibiarkan tidak dihilangkan, dan di atas kelapa ditempatkan buah mangga. Biasanya pada buah mangga diisi tiga buah tanda dengan candana atau sejenisnya
yang serba harum. Ketiga titik tanda tersebut melambangkan ketiga mata Dewa Śiva. Sedangkan serabut kelapa yang tidak digundul melambangkan rambut Dewa Śiva yang dikerucut ke atas, dan 11 buah Kalaśa melambangkan kehadiran Hyang Ekādaśa Rudra, sebelas Rudra/Śiva. Pada bagian Antariksā Loka dan Bhūmi Loka bisa ditempatkan berbagai persembahan yang diperuntukkan Dewa Śiva. Lalu pemujaan dilakukan sesuai dengan tradisi setempat. Bagi mereka yang melanjutkan perayaan dengan begadang, mereka bisa membaca 108 atau 1000 Nama Suci Śiva (Śiva Sahasra Nāma), dilanjutkan dengan “memasukkan password” alias berjapa Pañcāksara Mantra: “Om Namah Śivāya” (jika memungkinkan usahakan berjapa memakai japamālā/tasbih dari bahan Rudrāksa, yang di Bali, Rudrāksa biasa disebut Genitri). Jika melakukan pemujaan sendiri di rumah, dapat dilakukan dengan menyesuaikan pada keadaan dan kesempatan pemuja. Jika pemuja ingin melaksanakan lebih “sreg”, paling tidak ada enam jenis persembahkan yang mesti dilengkapi, yaitu: (1) Bilva Patra atau daun Bilva, melambangkan kesucian jiwa, (2) “Lulur” kumkuma/candana untuk dioleskan pada Linga Śiva setelah di-“mandi-suci”-kan (abhiśekam), melambangkan segala kebajikan. (3) Naivedya atau persembahan makanan, yang melambangkan panjang umur dan pemenuhan keinginankeinginan. (4) Dhūpa (dupa, hio), yang melambangkan kekayaan, kemakmuran. (5) Dipa, lampu dari kapas dan minyak Ghee, minyak kelapa dan lain-lain minyak nabati, yang melambangkan pencapaian pengetahuan suci. (6) Daun Sirih, yang melambangkan pencapaian kepuasan dan kesenangan hidup di dunia. Terdapat pula tradisi perayaan Mahā Śivarātri dengan melakukan pemujaan Śiva Linga setiap 3 jam sekali, pagi dan malam, atau pemujaan di malam hari sebanyak empat kali pada 4 (empat) Prahara. Para pemuja yang seharian berpuasa, pada keesokan harinya barulah berbuka puasa.
MIMBAR AGAMA
Cinta Pertemuan dan Perpisahan Itu
Redaktur Khusus MIMBAR
ISLAM H. Kusnadi Musthofa MELALUI cinta kita dipertemukan dengan ayah dan ibu kita. Dengan atau tanpa cinta, kita pun bertemu dengan orangorang dan apa saja yang kita temui dalam kehidupan dunia yang sangat singkat itu, sebelum apada akhirnya, kita semua akan kembali kepada-Nya melalui kematian dan tahapan kehidupan di alam berikutnya dalam suatu perjalanan panjang menuju ke hadirat-Nya. Pertemuan dengan siapa dan apa pun, akan selalu berujung kepada perpisahan, sebagaimana kelahiran yang berujung pada kematian. Namun bagi orangorang beriman, pertemuan dan kebersamaan mereka dengan Tuhannya (dalam keridhaanNya), diyakini akan kekal abadi, selama-lamanya. Sayangnya, pertemuan dengan siapa pun dan apa pun di dunia ini, lebih-lebih yang diwarnai dengan nuansa cinta, sering tidak disadari ujungnya, yaitu: perpisahan. Bahkan tidak jarang seseorang, walau tahu, namun tidak menyadari benar bahwa dirinya pasti akan berpisah dengan dunia ini alias mati. Justru pada saatsaat sekaratulmautlah baru yakin benar bahwa waktu perpisahan dengan dunia telah tiba. “Cintailah siapa saja yang akan kamu cintai, tapi jangan lupa bahwa engkau akan berpisah. Berbuatlah apa saja yang ingin kamu perbuat, tapi jangan lupa engkau akan dapat balasan. Hiduplah sesukamu, tapi jangan lupa engkau akan mati.” (Pernyataan Jibril a.s. yang disampaikan kepada Rasulullah SAW). Adalah menarik pendapat H. Agus Salim, Menteri Luar Negeri pertama Indonesia yang juga seorang ulama, dikutip oleh Gazalba dalam bukunya Maut, Batas Kebudayaan dan Agama (Penerbit: Tintamas, Jakarta): “Dengan hebat, dengan ta’jub, kita melihat mayatnya terhantar (ke kuburan). Masih lengkap badan dan anggota tubuhnya. Telinganya ada, tapi tidak mendengar jika diseru, sekalipun cinta hatinya sendiri yang menyeru. Matanya masih ada,
tapi tidak melihat lagi, sekalipun kekasih datang berdiri. Ia ada, tetapi tidak pula boleh dikatakan ada. Yang menjadi “dia” sesungguhnya, yang kita kenal yang kita cinta, “dia” itu sudah tidak ada lagi.” Tentu untuk kebaikan diri kita sendiri apabila Allah SWT dalam Kitabnya yang mulia mendidik diri kita agar mengutamakan cinta di hati hanya kepada-Nya (Q.S. 9: 24). Sedangkan Dia pun mengarahkan diri kita agar melakukan segala sesuatu karena-Nya dengan mengharap ridha-Nya. Termasuk, dalam hal mencintai seseorang atau mencintai sesuatu. Jika kita mencintai sesuatu bukan karena-Nya, maka apabila terjadi suatu gangguan atau kegagalan dalam cinta itu, rasa sakitnya sebanding dengan kadar rasa cinta yang ada. Apabila seseorang mencintai, misalnya, burung kesayangannya dengan kadar cinta B+1, maka saat burung kesayangan itu mati, rasa sakitnya juga akan “selevel” B+1. Lain halnya bagi orang-orang beriman, yang rasa cintanya terhadap sesuatu dilakukan karena Allah SWT semata, maka jika terjadi suatu “kegagalan”, tetap saja ada optimisme bahwa “perbuatan” cintanya itu tidaklah percuma. “Barangsiapa yang menyayangi yang ada dibumi, maka akan disayangi oleh yang ada di langit (Allah SWT dan para malaikatnya”), begitu menurut Rasulullah SAW. Mereka (yang beriman), dalam segenap amalnya, termasuk dalam hal cinta dan kasih sayang, hanya mengharapkan rahmat (kasih sayang Allah semata) dan keridhaan-Nya, bukan mengharap kepada yang lain. Karena itulah mereka menjadi merdeka, bahkan jika mesti berpisah dengan dunia sekalipun. “Allah ridha dan mereka pun ridha kepada Allah.” (Q.S. 5: 119 dan 9: 100). Ketiadaan rasa berserah diri dengan ikhlas kepada Allah SWT, yang diikuti dengan rasa tidak ridha terhadap ketentuan-Nya, termasuk ketentuan-Nya mewafatkan manusia, akhirnya menjadikan hidup dan kematian seseorang menjadi sedemikian berat dan tersiksa. “Sesungguhnya Aku (Allah) bukan pengabul setiap ucapan dan kata-kata akhli hikmah, akan tetapi Aku mengabulkan cita-cita serta kehendak nafs (diri) yang mendorong pada perbuatan yang diridhai dan dicintai oleh-Ku. Aku jadikan hikmah dan ketenangan pada jiwanya, sebagai imbalan pujian kepada-Ku, meskipun ia tidak mengucapkan sepatah kata
pun.” (H.R.Q. Ibnu Najjar, dari Muhajir bin Hubaib r.a.). Ada kecenderungan kuat bahwa orang yang tidak menerima ketentuan dan ketetapan Allah SWT akan mudah melakukan tindakan yang jauh dari sifat penuh kasih sayang. Yang terjadi adalah, menggerutu, protes sanasini, bahkan bukan tidak mungkin akan melakukan tindakan-tindakan yang distruktif. Lain halnya dengan orangorang yang beriman, mereka akan menerima ketetapan Tuhannya dengan ikhlas, sabar dan ridha atas segala ketentuan-Nya, sebab mereka pun yakin bahwa di balik peristiwa yang paling menyedihkan sekalipun, selalu ada hikmah yang menyertainya. Di balik suatu kesulitan, selalu ada kemudahan yang menyertainya. “Dan Dialah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, bagi-Nyalah segala puji di dunia dan di akhirat, dan bagi-Nyalah segala penentuan
dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan.” (Q.S. al-Qashash [28]: 70). Di antara ketentuan-Nya adalah agar orang-orang beriman menebarkan kebaikan dan kasih sayang di muka bumi ini. Tentu saja, ketentuan yang satu ini (yang selalu diikrarkan seseorang pada bagian akhir shalatnya, yaitu salam), akan direspon dan ditaati dengan ikhlas oleh mereka yang beriman. Apabila seseorang benar keimanan dan amal kebajikannya dalam pandangan Allah SWT, maka Dia akan menganugerahkan rasa kasih sayang di hati orang itu. Alangkah membahagiakannya apabila diri kita dianugerahi rasa kasih saying itu yang kemudian kita tebarkan di muka bumi ini. “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang.” (Q.S. Maryam [19]: 96).
PERMATA HATI
Untuk pembaca Bali Post Mingguan (BPM), kami membuka rubrik baru ‘’Permata Hati”. Rubrik ini mengangkat si buah hati yang baru lahir, yang berulang tahun atau akan berulang tahun. Juga pasangan yang menikah di minggu tersebut atau yang merayakan ulang tahun pernikahan. Kirim foto menarik dan tulis data lengkap identitas diri, orang tua serta komentar singkat. Semua data dikirim lewat email redaksibalipost@yahoo.com dengan kode Permata Hati. Bisa juga naskah dan foto dikirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post. Jl. Kepundung 67 A Denpasar telp. (0361) 225764. (Redaksi)
Putu Agus Adi Pradana Putra (dua dari kanan) , baru saja merayakan hari ulang tahunnya yang ke-12 tahun. Anak dari Komang Yudiawan ini merayakan ulang tahun di rumah kediamanya di Jln. Kertanegara Gang VII No.2 dengan meriah dan dihadiri oleh keluarga dekat.
Redité Wagé, 29 Januari 2017
Bali L E M B A R
7
B A S A
B A L I MAKEPUNG – Parikrama makepung kantun kamargiang kantos mangkin ring sawewengkon Kabupaten Jembrana. Punika satmaka cihna tetamian panglingsir marupa budaya pacentokan ngawigunayang beburon kebo wiadin misa punika kantun becik kawéntenanipun.
Bencingah Ida Bagus Komang Sudiastawa
Nénten Dados Cacat SAJERONING parikrama makepung, kebo sané kanggén sajeroning makepung nénten dados ngawag. Awaknyane patut kaselehin duaning nénten makasami becik kanggén makepung. Ida Bagus Komang Sudiastawa, joki makepung saking Br. Sawé, Batuagung, Jembrana puniki maosang, kebo utawi misa sané kanggén makepung wantah sané muani, pangadegné tegeh tur tulangnyané ageng-ageng. Yéning kebo utawi misa punika cacat, sinah nénten dados kanggén makepung, minakadi ikuhnyané bawak miwah kupingnyané sakadi magetep. “Kebo utawi misa sané potongané jelékan becikan palaibné, sané potongané becikan jelékan palaibné. Kebo sané matuuh awarsa sampun dados kaajahin makepung tur wawu dados kanggén makepung yéning sampun matuuh 1,5 warsa,” baos dané. Dané sané sampun dados joki saking kantun wimuda punika malih maosang, wénten kebo wiadin misa sané kaucap ras unggul kanggén makepung. Cihnannyané, tandukipun satmaka atep sareng kupingnyané, punika kajantenang palaibné becat pisan. Dane sané embas ring Batuagung 12 Desember 1964 puniki malih maosang, sané ketah kanggén makepung minakadi, aakit kebo sané mawarna selem, wénten sané nganggén aakit misa utawi sané mawarna putih, miwah papadonan kebo sareng misa aakitan utawi selem miwah putih. “Makakalih punika nénten mabinayan tur dados kanggén duaning kantun pinaka sorohan kebo boya banténg,” baos dané. (was)
Ida Bagus Hindu Parwata
Bayané Ageng B U D A Y A makepung jakti ngangobin manah tur becik pisan kasaksiang, duaning pamarginipun tan bina sakadi “Pacuan Kuda” ring dura negara. Sios punika, budaya makepung taler nyinahang sapunapi kawagedan jadmané dados joki ngolah beburon kebo mangda prasida becat malaib. Sakadi sané kauningin, kebo utawi misa wantah beburon ageng sané ketah kanggén matekap ring carik, nénten pateh sakadi jaran. Punika mawinan budaya puniki kantun kasenengin olih krama taler para yowana. Sakéwanten manados joki sakadi kabaosang Ida Bagus Hindu Parwata boya pakaryan dangan duaning ageng pisan baya sané prasida kapanggihin ri kala manados joki makepung. “Minakadi tatkala kebo punika rengas sangkaning nyingakin krama akéh, ipun jagi macebur tur malaib. Tatkala punika akéhan sané dados joki jagi ulung saking cikar,” baos dané sané sampun dados joki makepung saking kantun SMP puniki. Dané sané embas ring Batuagung, 12 Desember 1973 puniki malih maosang, dumun anggané naenin manggihin joki sané ulung saking cikarnyané sangkaning nénten seimbang. Kala punika sirah joki sané ulung makaplug sareng cikar pamilet lomba kantos ngemasin padem. Katakénin indik parikrama negul joki ring cikar mangda ipun nénten ulung, dané maosang punika wantah parikrama sané nénten becik. Duaning tatkala joki inucap ulung sinah Ipun jagi mapaid santukan kantun mategul sareng cikarnyané. “Yadiastun ageng pisan bayané, tiang nyantenang sima taler tetamian panglingsir puniki jaga becik katami. Punika kasinahang saking kasenengan alit-alité ring parikrama makepung puniki,” Hindu Parwata negesang. (was)
(62)
Makepung
Pacentokan Kebo Macikar ring Kabupatén Jembrana SAKADI sané ketah kauningin, sajeroning kahuripan majanten kapanggihin kabudayaan antuk makudang-kudang sorohipun. Wangun taler pabuatipun taler mabina-binayan, wénten sané marupa parikrama sané kamargiang saraina, wénten pinaka silih sinunggil pakaryan saking désa pakraman, taler manados jalaran antuk nagingin galah embangnyané. Punika sané katami kantos manados cihna saking soang-soang genah wiadin wewidangan minakadi ring Bali. Wénten sané marupa igel-igelan, wénten marupa parikrama yadnya, taler marupa pacentokan. Sakadi sané wénten ring Jembrana marupa parikrama pacentokan sané mawasta Makepung. Makepung inggih punika
pacentokan mabecat-becatan palaib kebo wiadin misa ring Kabupatén Jembrana. Kebo utawi misa sané aakit jaga kanggén ngedeng cikar sané madaging antuk kusir utawi sané kawastanin joki. Yéning selehin budaya puniki masaih sareng “Karapan Sapi” ring Madura. Ida Bagus Komang Sudiastawa, joki makepung saking Br. Sawé, Batuagung, Jembrana maosang, budaya makepung puniki dumun kamedalang sangkaning krama ring wewidangan Jembrana akéhan sané dados petani. Ri kala ngantosang masan manyi rauh, kramané mapupul tur ngamargiang parikrama makepung ring wewidangan carik désa inucap. Kasuén-suén kakaryanin margi sané becik kantos dados sirkuit utawi “are-
na” sané majanten jaga kanggén ngamargiang pacentokan. Malih kabaosang, pangawit masan manyi ring Jembrana kamargiang ring bulan Juli, sangkaning punika masan makepung kamargiang ngawit bulan Juli kantos bulan November. “Makepung punika wantah pacentokan sané kamargiang ring carik antuk parikrama gotong-royong. Kasuén-suén sayan nglimbak tur mangkin sampun dados sinalih tunggil budaya ring Kabupatén Jembrana,” baos dané. Kawewehin malih, pacentokan punika kamargiang mawit jam 06.30 semeng kantos jam 11.00. Ring galah inucap taler sinarengan kamargiang kasenian makendang barung miwah jegog. Sané patut ka-
lintangin olih soang-soang kebo miwah cikarnyané punika akaadan utawi aanteran kirang langkung 1,2 km, duaning parikramanipun malipetan sinah dadosné 2,4 km. Nanging boya ja langsung malipetan risampuné kebo miwah cikarnyané punika ngantug ring finish sakéwanten wawu malipetan risampuné samian pamilet polih paduman malaib akaadan utawi 1,2 km. Nganinin indik parikrama pacentokan, kabaosang soangsoang cikar boya magenah maderet utawi madampingan sakadi pacentokan malaib. Sakéwanten kebo miwah cikar punika kagenahang tur jagi malaib mairingan antuk selat kirang langkung dasa méter. Sané kabaos menang wantah
kebo miwah cikar sané pinih dumunan utawi pinih becat ngenjek genah finish. Parindikan sané pateh kabaosang Ida Bagus Hindu Parwata, krama Batuagung Jembrana sané tale manados joki makepung. Dané maosang, ring parikrama makepung inucap, kebo wiadin cikarnyané nénten kagenahang madampingan sakéwanten mairingan antuk selat kirang-langkung dasa méter. “Sangkaning punika soangsoang pamilet sampun madué genah tetujon utawi finish soang-soang tur jagi mabecatbecatan karereh. Indik genahnyané finish taler maselat kirang langkung dasa méter soang-soangnyané,” asapunika dané nartayang. (was)
Dangin Tukad miwah Dauh Tukad
Pahan Sekaa Makepung ring Jembrana PINAKA budaya tetamian panglingsir ring Jembrana, majanten makepung kantos mangkin kantun kapanggihin tur ketah kamargiang. Budaya inucap patut kauningayang saraina, boya wantah ri kala kamargiang pacentokannyané kémanten. Mawinan punika patut setata kajagra mangda kawéntenanipun setata ajeg tur becik katami olih para yowanané. Sios kauningayang taler kamargiang, budaya inucap taler patut kadabdabang antuk parikrama sané “terorganisir” minakadi antuk parikrama sekaa. Ida Bagus Komang Sudiastawa maosang, budaya makepung sampun becik pidabdab taler parikramanipun. Krama sané nyarengin dados joki makepung ring sajebag Kabupaten Jembrana kakepah dados kalih, inggih punika sekaa utawi Blok Dangin miwah sekaa utawi Blok Dauh. Yéning Blok Dangin, pupulan joki saking désa-désa Dangin Tukad Ijo Gading. Yéning Blok Dauh, pupulan joki saking désa ring Dauh Tukad Ijo Gading. Punika boya pinaka
cihna mamusuh sakéwanten wantah parikrama mulpulang mangda dangan kadabdabang duaning makekalih sekaa utawi blok inucap taler madué prajuru soang-soang. Krama sané meled dados joki makepung patut madaftar ring sekaa manut genah menengnyané mangda prasida kasurat dados angga resmi inggian ring Sekaa Dangin Tukad utawi Dauh Tukad. “Soang-soang sekaa taler madué pararem sané akéhan kanggén nepasin prakara indik joki. Minakadi wénten joki sané madaya, nyengkalain joki siosan taler maparilaksana sané nénten becik. Yéning wénten sané sakadi punika, ipun jagi kakeniang pamidanda minakadi nénten kadadosang sareng macentok suéné awarsa,” Sudiastawa negesang. Kaboasang malih, ri kala ngamargiang pacentokan, kebo wiadin misa sané jagi makepung patut mapayas, sakéwanten payasan kebo miwah panganggé joki saking makekalih sekaa warnanipun nénten dados pateh. Tetujonnyané mangda para panodia utawi juri nénten
méweh nyingakin utawi mraktiaksayang pamilet pacentokanné. Indik padumanipun, yéning Sekaa Dangin Tukad majanten ngawigunayang payasan miwah panganggé sarwa barak, sané ring Dauh Tukad majanten sarwa kuning miwah gadang. Asapunika padumannyané saking nguni kantos mangkin tan panaenin kasilurang. Sios punika, soang-soang sekaa taler madué genah sirkuit latihan sané kanggén muruk utawi ngamargiang pacentokan sajeroning sekaa. Minakadi ring Sekaa Dangin Tukad magenah ring Dlod Brawah miwah ring Mertasari. Sekaa Dauh Tukad magenah ring Kaliakah, Awan, Pangkung Dalem miwah ring Sanghyang Cerik. Nganinin indik pamargi pacentokan, sadurung macentok resmi, sané meled macentok patut nyarengin “pelatihan resmi” ring soang-soang sekaa jaga ngrereh nomer 1, 2, 3, miwah salanturipun. Kawéntenan inucap kabaosang Ida Bagus Hindu Parwata, ring pangawit masan makepung patut kadulurin antuk ngamargiang
pacentokan ring soang-soang sekaa jagi ngarereh nomer 1, 2, 3, miwah sané siosan. Wusan punika wawu malih amingguné pacentokan resmi kamargiang tur sané kaadu wantah saking Blok Kangin nglawan Blok Kauh kaadungang sareng nomer sané sampun kapolihang ring pelatihan resmi sané kamar-
PANGUMUMAN Ujian Nasional SMA/SMK-né sampun katémpélang ring papan pangumumané ring soang-soang sekolah. SMA Negeri 1 Amlapura lulus samian alias 100%. Daweg perpisahané sejaba ngwéntenang tontonan ring sekolah, taler ngumpulang baju bekas sekolahé mangda nénten macorat-corét, miwah nyumbangang buku-buku sastra (novél) terkenal dunia kalih sastrawan Indonesia lan daerah. Semengané kakawitin antuk muspa ring Pura Lempuyang sapisanan mabresih-bresih ring sawewengkon pura punika. Daweg kenaikan kelas para orang tua murid taler polih uleman mangda ngambil rapor para sisiané saha mirengang laporan saking para guru sekolahé indik perkembangan para siswa lan wewangunan sekolahé. Akéh piteket-piteket Bapak Kepala Sekolah kalih POM ring para sisia mangda sida nincapang kualitas pendidikan miwah wangunan SMA Negeri 1 druwéné. Para sisia sané molihang ranking
1- 3 sabilang kelas polih Sertifikat lan beasiswa saking Bank BRI salami amasa. Sinalih tunggil Gusti Ngurah Jelada Pringhadi. Tigang raina sesampuné kenaikan kelas Gusti Ngurah Jelada sareng ajinné Gusti Madé Taman menghadap Kepala Sekolah gumanti nunas surat pindah ka SMA Negeri 1 Bangli. “Bapak Kepala Sekolah, titiang nunas geng sinampura duaning nénten mrasidayang malih nutugang ngranjingang pianak iriki, santukan nénten mampuh malih nyangonin. Titiang amung petani dusun. Manah titiangé jaga mindahang pianak titiangé Ngurah Jelada ka SMA Negeri 1 Bangli, santukan wénten pamanné sané ngajak magenah irika.” Sapunika atur ajinné nlatarang indik kasulitanné Ngurah Jelada ngranjing ring Amlapura. “Bééh, Gusti Madé Taman, sujatinné Ngurah Jelada iriki dados tetuladan sisiané siosan. Mawinan tahun niki raganné sida molihang ranking I lan béasiswa ring sekolahan. Yén dados,
becikan ja banggayang deriki mangda paplajahané nyambung lan malih pidan ring tamatné mrasidayang molihang PMDK jaga nglanturang ka Perguruan Tinggi Negeri,” sapunika Bapak Kepala Sekolah ngicén tetimbang, mangda Ngurah Jelada nénten pindah. “Inggih wantah ja sapunika, nanging wénten masalah kulawarga siosan sané banget ngawinang Ngurah Jelada perlu magenah ring Bangli,” aturné Gusti Madé Taman kedeh. “Wiyakti Pak, ring jumah paman titiangé irika suung mawinan titiang perluanga pisan mangda magenah irika satmaka dados pangempu,” aturné Ngurah Jelada polos. “Nggih, yén sampun kénten Bapak kénkén nyen buin. Kéwala selegang ragané malajah. Bapak yakin Cening nyidayang terus maan ranking. Mangkin antosang ajebos apang gaénanga Surat Pindah Sekolah lan Keterangan lénan,” baosné Bapak Kepala Sekolah.
Wénten a jam ngantosang, Bapak Kepala Sekolah ngandikain Ngurah Jelada saha nyerahang Surat Keterangan Pindah lan Keterangan siosan mangda dangan maurusan irika. Gusti Ngurah Jelada sareng ajinné matur suksma raris mapamit ring para Guru miwah pegawai SMA Negeri 1 sané wénten irika. Ring Pak Madé Tusan, Ngurah Jelada sareng ajinné amung polih simpang ajebos ngambil tas pakaianné ngraris mantuk ka Pringalot. Ring Jero Pringalot Gusti Madé Taman nyingakin tabungané ring BRI wantah Rp. 3,588.700,-- Jinah konten sané baktana ring rabinné wénten Rp.700.000,-“Rah Jelada, jani mara ada pipis ajak tabungané tuah Rp. 4.288.700,-- enu kuangan buin Rp.1.500.000,-- anggon mayah utangé yén sing ada paitungan bungan pipisné buin. Sampiné buin mani mara lakar payu juanga tuah aji Rp.4.500.000,-- sakéwala
giang sadurungnyané. “Ring masan makepung awarsa apisan, parikrama macentokannyané prasida kamargiang kantos ping dasa, sangkaning punika majanten pacentokan ring soang-soang sekaa taler kamargiang ping dasa,” asapunika Hindu Parwata maosang. (was)
KEBO – Soroh kebo wiadin misa sané jagi kanggén makepung akéhan mapangadeg tegeh, nénten cacat minakadi buntut utawi kebo wiadin misa sané kuping sareng tanduknyané madémpétan.
lakar anggon mayah cicilan di bank Rp. 4.000.000,-- Dadi sisanné tuah Rp.500.000,-- enu kuangan buin Rp.1.000.000,Encén melahan anggon nglunasin utangé bandingang tekén mayah cicilané, masih pada nu mutang?” pandikan ajinné matetimbang. Tan bina kadi masaput kamben sarung, yén sirahé saputin batisé dingin, yén batisé saputin duuré nglégé, masih payu pilék. “Tuaji, niki kantun tanggal nguda, becikan utangé dumun lunasin mangda ten likad. Wusan niki sira uning polih maulehan nyelang dumun ring Wak utawi Bli Ngurah Anom.” “Nggih saja Beli Dé. Pang urusanné Rah Jelada pindah puput dumun,” atur rabinné. “Nah saja kéto, dumadak mani semengan jagalé nyak nyuang sampiné lunas, tusing buin misi nganggeh pamelinné. Lén tekén ngadep ka cukong ékspor sampi ka Hongkong.” (Masambung)
Upacara
8
Karauhan Sajeroning Agama Hindu
Bebantenan Tetuek Rainan Siwaratri
WAWU pisan kramané pamekas sané maagama Hindu ngamargiang brata Siwaratri. Kangkenin, Siwaratri wantah raina panebusan dosa sakadi carita Lubdaka sané ketah kauningin krama. Carita Lubdaka puniki mapaiketan pisan ring rainan Siwaratri sané sampun kapakélingin daweg raina Wraspati Umanis Sinta, 26 Januari 2017. Ring Panglong pang 14 Sasih Kapitu utawi sané ketah kabaos Prewani Tilem Sasih Kapitu, kangken pinaka wengi payogan Ida Bhatara Siwa pinaka déwa pamralina. Ring wenginé puniki kacaritayang I Lubdaka ngamargiang jagra sinambi mikpik daun bila ring tengah alasé, sami puniki kamargiang sangkaning ipun ajerih. Irika ipun mapikayun yéning parilaksana maboros nénten becik. Parilaksana I Lubdaka prasida ngateh ipun ngamolihang suarga, santukan parilaksanannyané katon olih Ida Bhatara Siwa sané tatkala punika sedeng mayoga. Mawit carita inucap, makéh krama mapikayunan yéning ngamargiang Siwaratri pacang ngicalang dosa, sakadi sané kamargiang I Lubdaka. Pangresep dakén punika ngawinang krama mapikayunan iwang. Krama durung jakti-jakti ngresep indik teges raina Siwaratri, mawinan metu mapineh iwang sakadi punika. Yéning resepang teges Siwaratri punika ngawinang iraga metuéling, mineh-minehin parilaksana kaon sané naen kalaksanayang tur mautsaha mangda nénten mawali maparilaksana kaon. Raina Siwaratri pinaka wengi payogan Ida Bhatara Siwa sané sapatutnyané kategesin pinaka raina mulatsarira, metuéling, nyiksik bulu, tan mrema, tan aturu, boya wantah majarga kantos semeng, muspa mileh-ilehan, tur mapangapti sekancan parilaksana kaon, sekancan dosa sané sampun kakardi pacang ical, napi malih ri sampuné padem pacang ngamolihang suargan. Ngamargiang Siwaratri patut kadasarin antuk rasa éling ngacep Sang Hyang Siwa sané sedeng mayoga kala punika. Éling ring sekancan parilaksana kaon sané naen kamargiang, mulatsarira mangda kapungkur prasida malaksana becik. Sané patut katelebin, raina Siwaratri boya galah ngicalang dosa, nanging galah mulatsarira. Yéning umpamiang, sakadi nebus BPKB. Ri kala nebus BPKB, sané kapolihang pacang BPKB, nebus dosa pacang molihang dosa. Yéning tegesin, i manusa nebus dosa napiké naen ngadéang dosa? Yéning umpamiang sakadi agelas toya bersih keni tinta, pastika pacang putek. Anggén ngicalang puteké punika patut timpuhin antuk toya bersih. Yadiastun asapunika, zat tinta kantun wénten. Sapunika taler dosa sané kakardi i manusa nénten prasida ical, nanging prasida kaimbangin antuk parilaksana becik. Satios punika, sajeroning ngamargiang Siwaratri wénten parikramannyané sakadi sané munggah ring Padma Purana tur kasalin antuk basa Kawi dados Siwaratri Kalpa, sané pamuputnyané dados tatatiti ngamargiang brata Siwaratri. Tetuek pamarginnyané wantah ngélingang raga lan ngicalang kaletehan sané wénten ring angga mangda prasida kaicén wara nugraha saking Ida Bhatara Siwa. Ngamargiang Siwaratri beciknyanné kamargiang ring asiki genah kémanten minakadi ring pura, merajan, utawi sekolah. Sampunang matirtayatra maidehan ka makudang-kudang pura. Yadiastun punika prasida ngicalang rasa kiap, nanging ngawinang krama inucap nénten prasida becik ngulengang pikayun majeng Ida Bhatara Siwa. (Ida Rsi Bhagawan Smerti Kusuma Wijaya Sebali)
Redité Wagé, 29 Januari 2017
Kanten Sangkaning Parisolahnyané S A J E R O N I N G upacara utawi ritual sané kamargiang krama Hindu majanten madaging tradisi tantra, minakadi karauhan. Tradisi tantra puniki mapaiketan pisan ring upacara miwah sesolahan pamekas sesolahan Calonarang sané kahanannyané magis. Parindikan sané prasida kabaos karauhan ketah wénten sajeroning upacara sané mapaiketan ring kahanan magis sané kamargiang olih krama Hindu. Karauhan ketah kasengguh trance, sang sané karauhan nénten éling ring raga tur matinggah sakadi sané ngrangsukin. Minakadi karauhan Sang Hyang Jaran, tingkahnyané sakadi jaran sané lincah. Yéning karangsukin Sang Hyang Dedari, tingkahnyané pastika sakadi dedari kahyangan. Manut I Komang Indra Wirawan, S.Sn.M.fil.H., Pembantu Dekan (PD) III Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni IKIP PGRI Bali maosang, samian manusa bisa karauhan nganutin tingkat kaulengan pikayuannnyané soang-soang. Sang sané mental-nyané lemah utawi wénten tekanan sugesti, taler dangan keni karauhan. Nanging, karauhan sané yuktiyukti karauhan wantah wéntennyané aliran energi kosmik sané ngrangsuk ring angga sarira. Karauhan sané sakadi punika ketah karasayang olih sang sané nelebin tantrika. Sajeroning Kakawin Dharma Sunya kaumpamayang, “nunggaleken maring paramasunyatma ri niskalatma”. “Tatacara nguningin anak karauhan prasida kaselehin saking parilaksanannyané sané tawah. Sang sané yukti-yukti karauhan kahanané “setengah sadar” nanging nénten prasida
ngendaliang anggané miwah pacang nyinahang parilaksana sané tawah manut sané ngrangsukin,” baos dané. Dané ngumpamiang, minakadi karauhan Déwa majanten parilaksanannyané taler bebaosannyané pacang plapan, banban sakadi déwata. Anggané taler nénten puun sangkaning api, nénten belus sangkaning toya, utawi sané tiosan. Yéning karauhan bhuta, majanten parilaksanané bangras, kasar, ngadug-adug. Karauhan rencang, pelancah, miwah pepatih taler sakadi punika nganutin sapa sira sané ngrangsukin. Yéning nénten nyinahang cihna sakadi punika, prasida kabaosang sang sané karauhan wantah ngaé-ngaé. Sakadi sané kauningin, wénten krama sané karauhan ngaé-ngaé antuk tetujon mangda kasub, mangda kasengguh sakti, utawi sané tiosan. Indra Wirawan sané ketah nyolahang Calonarang puniki maosang, mikayunin karauhan sampunang nglaliang rasionalitas miwah wiweka jnana. “Yéning sang sané karauhan nguningayang parindikan sané matetujon becik, patut kapikayunin. Sawaliknyané yéning sané karauhan wantah ngwedar parindikan sané kaon, sampunang rengeanga,” baosnyané. Nganinin indik sakti utawi nénten sang sané karauhan, Indra Wirawan negesang, sakti sajeroning teks Wrhaspati Tattwa wantah sarwa karya miwah sarwa jnana, inggih punika madué pakaryan taler kaweruhan. Mawinanan sang sané karauhan durung majanten prasida kasengguh sakti manut teks tattwa inucap. “Patut kauningin, karauhan
nika nénten permanen sifatnyané, kekuatan inucap prasida ical prasida mawalih malih. Mawinan sang sané karauhan durung majanten sakti, nanging yéning karauhan inucap kaolah becik taler wénten sané nuntun ka pamargi sané becik,
péntas calonarang. Ngunying wantah sinalih tunggil conto sapunapi karauhan taler kekuatan niskala punika yukti-yukti wénten. Ngunying sujatiné pinaka “pembuktian” yéning kekuatan niskala punika yukti wénten, tur akah saking kahuripan sekala wantah mawit saking niskala. “Kaselehin saking ilmu teologi, konsep Ngunying asah sareng konsep kosmologis Hindu. Keris pinaka lambang purusa, kekuatan niskala pinaka adi sakti patemon purusa miwah sakti sané ngwetuang penciptaan,” baos Pembantu Dekan
BPM/dok
NGUNYING - Keris sajeroning dresta ngunying pinaka cihna najepang idep, nyelehin angga ka tengah gumanti mulat sarira kapolihang.
antuk cihna seneng ngamuk, ngrusak, mabaos kasar, miwah parilaksana kaon tiosan. Parindikan sakadi punika boya kasengguh sakti, nanging sakit, mawinanan irika kabuatang penyembuhan sekala niskala,” dané negesang. (uma)
BMP/dok
KARAUHAN - Karauhan ketah wénten sajeroning pamargin upacara utawi parikrama sané sifat-nyané magis. Sang sané karauhan makanten saking parisolah utawi parilaksannyané sané tawah nganutin sang sané ngrangsukin.
Ngunying, Cihna Najepang Idep miwah Mulat Sarira KRAMA Bali kantos mangkin kantun mikukuhin tetamian leluhurnyané marupa makudangkudang dresta miwah budaya. Sinalih tunggilnyané wantah dresta “Ngurek”. Ngurek kalaksanayang majalaran nusukang keris ring angga. Indiké punika biasané kalaksanayang ri kala sané nglaksanayang karauhan. Ring Bali dresta Ngurek puniki banget mapaiketan sareng upacara agama ring wewidangan adat Bali. Samaliha wénten sakatah pura sané matutang dresta Ngurek utawi sané kawastanin “Ngunying”, dresta puniki taler makanten ri kala
prasida dados media penyembuhan diri miwah krama tiosan. Nanging patut yatna taler ring karauhan sangkaning sakit bebainan. Sajeroning teks Usadha Wrhaspati Kalpa kaunggahang, karauhan sangkaning bebainan kawastanin tiwang
(PD) III Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni IKIP PGRI Bali, I Komang Indra Wirawan, S.Sn.M.fil.H. Katlatarang malih, Ngunying wantah pinaka cihnan idep, santukan Ngunying nganggén keris sané wantah cihnan idep, yéning idep kuat nguasayang angga, sabda, miwah bayu sajeroning angga pacang wénten ring pamargin dharma. Ngunying taler pinaka cihna ngastawa Ida Hyang Widhi Wasa, ngastawa majeng Hyang Widhi mangda kasuksmain ka tengah angga. Ngunying pinaka dresta sané matetujon najepang idep, mangda wénten dasar malaksana sajeroning angga, gumanti uripé becik. Krama sané Ngunying makanten kebal, kebal puniki sampunang kaartiang krama Bali seneng maperang, nanging teges sujatinné wantah kebal sajeroning pikayunan, nénten dangan gedeg, nénten digelis marasa gagal. Kawewehin malih, sajeroning Ngunying nganggén keris sané muncuknyané lanying, sané nglaksanayang Ngunying wantah kawastanin Sadeg sané ngurek anggannyané néwék. Punika awinan dané negesang yéning rereh suksman dalemnyané sadeg nebek déwéknyané, napi sané katebek? Inggih punika laksana brangti, solah iri ati, mangda prasida mulat sarira. “Ring sariraning déwék gumanti dados jatma sané sayan becik,” baosnyané. (uma)
Satua
Magoak-goakan Olih : Madé Taro NÉNTEN wénten apanginangan, Ida Sang Prabu Panji Sakti ngranjing ring alun-alun kairing antuk Patih miwah tabeng Ida. Krama miwah panjak sami bengong nyaksiang Ida Sang Prabu tedun ka jaba. Samian panjakidané meneng sinambi matimpuh. “Lanturang, lanturang plalianan Cai ajak makejang! Gelah meled nyaksiang.” Asapunika Ida Sang Prabu ngandika. “Yéning panjak-panjak iriki tusing marasa kaberatan, Ida Sang Prabu pacang nyarengin maplalianan,” asapunika I Macan Gading mabaos. Pangawitné para panjaké rumasa kimud nglanturang maplalianan. Sangkaning kadangsek, para panjaké malih nglanturang maplalianan. Sang Prabu rumasa seneng nyaksiang panjakné liang maplalianan, napimalih ri kala ngaksi sané dados kedis goak. Sané dados Kedis Goak nénten rérénan nguber pitik sané pinih ungkur. Sang Prabu taler angob nyaksiang panjakné pinih arep sané nyinahang rasa wirangnyané madados Pengina. I Pengina ngebat-ngebatang kampidné saha nyagra pianak-pianakné saking sanderan I Kedis Goak. Ida Sang Prabu taler polih matangi nyuryakin Kedis Goak miwah I Pengina. “Panjak gelah ajak makejang!” nadak sara Ida Sang Prabu Panji Sakti ngandika antuk suara ageng. “Gelah seneng pisan nyingakin plalianan Magoak-goakan ené. Nyak ké panjak Gelah matoh ngajak Gelah? Gelah lakar dadi I Pengina, Cai dadi I Kedis Goak. Yén Kedis Goak nyidayang ngejuk pitik pinih ungkur duang ukud, Cai ajak makejang lakar baang Gelah paica.” “Sakewala tusing dadi molihang paica lebihan ping pindo,” malih Macan Gading ngélingang. “Cai ajak mekejang tuah dadi nunas paica ping kalih. Disubanné kéto Gelah ané dadi Kedis Goak.” Asapunika Ida Sang Prabu nugesang. (Masambung)
Rédaksi nerima reriptan marupa artikel (paling akéh 3500 huruf), satua ringkes (paling akéh 6000 huruf), puisi, geguritan miwah sané siosan. Reriptan mangda kakirim ring alamat: Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email: bali_orti@balipost.co.id.
9
MINGGU WAGE, 29 JANUARI 2017
MU Vs Wigan
Ajang Pembuktian Martial HAL 10
ANDALAN - Striker Cristiano Ronaldo akan menjadi andalan Real Madrid saat melawan Real Sociedad Senin(30/1) dini hari nanti.
MADRID VS SOCIEDAD
UPAYA BANGKIT LOS BLANCOS Madrid –
PERKIRAAN SUSUNAN PEMAIN Real Madrid (4-3-3): Navas; Nacho, Ramos, Varane, Danilo; Kroos, Casemiro, Modric; Ronaldo, Benzema, Vazquez Real Sociedad (4-3-3): Rulli; Hernandez, Martinez, Navas, Zaldua; Canales, Granero, Zurutuza; Juanmi, Jose, Vela Statistik Kedua Tim Head to Head 22/08/16 30/04/16 30/12/15 31/01/15 01/09/14
Real Sociedad Real Sociedad Real Madrid Real Madrid Real Sociedad
0-3 0-1 3-1 4-1 4-2
Real Madrid Real Madrid Real Sociedad Real Sociedad Real Madrid
(LaLiga) (LaLiga) (LaLiga) (LaLiga) (LaLiga)
Lima Pertandingan Terakhir Real Madrid (S-K-K-M-S) 13/01/17 Sevilla 3 - 3 Real Madrid (CDR) 16/01/17 Sevilla 2 - 1 Real Madrid (LaLiga) 19/01/17 Real Madrid 1 - 2 Celta Vigo (CDR) 21/01/17 Real Madrid 2 - 1 Málaga (La Liga) 26/01/17 Celta Vigo 2 - 2 Real Madrid (CDR) Lima Pertandingan Terakhir Real Sociedad (S-M-K-M-K) 12/01/17 Villarreal 1 - 1 Real Sociedad (CDR) 17/01/17 Málaga 0 - 2 Real Sociedad (LaLiga) 20/01/17 Real Sociedad 0 - 1 Barcelona (CDR) 23/01/17 Real Sociedad 1 - 0 Celta Vigo (LaLiga) 27/01/17 Barcelona 5 - 2 Real Sociedad (CDR)
Raksasa Spanyol Real Madrid bertekad untuk melupakan tersingkirnya mereka dari ajang Copa Del Rey musim ini. Untuk itu mereka akan menjadikan Real Sociedad sebagai pelampiasan mereka saat kedua tim bertemu di Santiago Bernabeu pada hari Senin (30/1), dini hari nanti. Kubu El Real harus menanggung rasa kecewa yang besar pada tengah pekan kemarin. Bertandang ke markas Celta Vigo, kubu Los Blancos hanya mampu meraih hasil imbang 2-2, sehingga mereka tidak bisa mengejar ketertinggalan setelah kalah 1-2 di leg pertama, sehingga mereka harus tersingkir dari ajang Copa Del Rey. Kecewa karena harus terlempar dari ajang bergengsi tersebut, Kubu El Real akan menjadikan pertandingan La Liga pekan ini sebagai laga pelampiasan. Pada akhir pekan nanti mereka dijadwalkan akan berhadapan dengan Real Sociedad. Pada pertemuan pertama mereka musim ini El Real mampu menang besar 0-3 di Anoeta
Stadium markas Sociedad. Kemenangan itu menambah panjang daftar kemenangan Los Blancos atas La Real. Madrid sendiri tercatat menyapu bersih enam kemenangan di enam pertemuan terakhir kedua tim di Santiago Bernabeu, sehingga tidak ada hal yang harus dikhawatirkan mereka pada akhir pekan nanti. Meraih poin penuh pada Jornada 20 ini juga vital bagi Real Madrid. Pasalnya posisi mereka di puncak klasemen sementara La Liga tengah dibayang-bayangi oleh Sevilla dan Barcelona yang hanya terpaut satu dan dua poin dari mereka. Untuk itu kemenangan menjadi harga mati untuk menjaga kans juara mereka di akhir musim nanti. Tim asuhan Zidane kini
berada di performa yang mengkhawatirkan, mereka hanya mampu meraih satu kemenangan dalam lima laga terakhirnya di semua kompetisi. Namun Los Blancos kini masih berada di puncak klasemen La Liga Spanyol dan akan berlaga di 16 besar Liga Champions, Zidane pun menolak disebut sedang dilanda rasa panik. “Kami punya beberapa kesempatan yang gagal kami maksimalkan, kami akan segera melakukan perubahan,” ujar Zidane, Sabtu (28/1) kema-
rin “Jika kami terus berjuang, kami akan mencapai hal besar,” imbuhnya. Mereka masih unggul satu poin di puncak klasemen dan belum memainkan satu laga lagi. Jelang pertandingan Jornada ke-20 ini, pelatih Zinedine Zidane dikabarkan tidak bisa memainkan Marcelo, Dani Carvajal, James Rodriguez, Pepe, dan Gareth Bale karena kelimanya mengalami cedera dan kondisinya belum memungkinkan untuk kembali bermain di lapangan. Zidane sendiri kemungkinan akan menurunkan skema 4-3-3 pada laga akhir pekan nanti dengan Trio Cristiano Ronaldo, Karim Benzema, dan Lucas Vazquez sebagai juru gedor mereka. Posisi Marcelo di posisi bek kiri kemungkinan akan kembali diisi oleh Nacho, sedangkan posisi Dani Carvajal kemungkinan masih akan diisi oleh
Danilo, sedangkan Keylor Navas akan kembali ke bawah mistar gawang El Real. Di kubu tim tamu, pelatih Eusebio Sacristan datang ke Ibu Kota Spanyol tanpa kekuatan penuh. Tercatat ada empat pemainnya yang mengalami cedera jelang laga ini, yaitu Jon Bautista, Carlos Martinez, Marker Bergara, dan Agirretxe. Selain itu Yuri juga tidak bisa dimainkan pada laga ini karena mendapat akumulasi kartu kuning. Sacristan sendiri diprediksi akan menurunkan skema 4-3-3 pada laga ini, di mana trio Juanmi, Willian Jose dan Carlos Vela akan bertindak sebagai trisula penyerang La Real pada laga ini. Untuk posisi Yuri di sektor bek kiri kemungkinan akan digantikan oleh Hector Hernandez sedangkan duet Inigo Martinez dan Raul Navas akan menjadi andalan Sacristan di jantung pertahanan mereka pada laga ini.(kmb33/rtr)
Kambing Hitam Keterpurukan Madrid
Geronimo Rulli
BPM/rtr
Rulli Siap Bendung Madrid Madrid Lawan yang akan menjadi penghalang Ronaldo menemukan kembali ketajamannya dalam laga kali ini adalah kiper Argentina milik Sociedad, Geronimo Rulli. Rulli musim ini selalu tampil dalam 19 laga musim ini dengan jumlah kebobolan sebanyak 25 kali. Jika dia tampil prima, bisa dipastikan para penyerang Madrid hanya gigit jari. Sejauh ini Rulli telah mencatat tujuh laga tak kebobolan dari total 22 penampilan di semua kompetisi. “Saya siap menghadapi siapapun. Madrid memang tim besar dan kami harus berjuang keras. Tapi peluang selalu ada,” ujar Rulli, Sabtu (28/1) kemarin. Cleansheet akan menjadi sangat penting baginya dan juga tim. Jadi ia harus siap tampil habis-habisan demi Sociedad bisa meraih hasil maksimal di kandang Madrid. Performa bagusnya membuat banyak klub besar mengincarnya, salah satunya adalah Manchester City. Mantan kiper City berusia 24 tahun, lantas muncul sebagai target baru untuk sang manajer untuk dibawa pulang. Rulli pindah ke Etihad di Januari 2016, namun ia tidak pernah memainkan satu pun laga untuk City. Meski begitu ia bisa dibeli dengan harga 14 juta euro, sesuai dengan klausul buy-back yang tertera di kontraknya, jika memang Real siap melepasnya. (kmb33/rtr)
MadridKeterpurukan yang melanda Real Madrid saat ini memberi dampak buruk pada sejumlah pemain. Masa depan mereka di Santiago Bernabeu kini jadi bahan spekulasi. Setidaknya ada tiga orang yang terancam didepak. Madrid dalam periode sulit lantaran sering terpeleset. Dari lima laga terbaru yang dilakoni Los Blancos disemua kompetisi, hanya satu berakhir positif, sisanya mencatat dua imbang dan dua kalah. Beberapa pemain lalu dijadikan kambing hitam atas kondisi ini. Mereka adalah Danilo, Karim Benzema dan Alvaro Morata. Menurut penelitian media Spanyol, Sabtu (28/1) kemarin, ketiganya dianggap sebagai penyebab terseok-seoknya Madrid. Danilo jadi musuh Madridista lantaran dua kali melakukan gol bunuh diri selama bulan ini. Pertama saat ditahan Sevilla 3-3 di Copa del Rey. Lalu ketika bermain 2-2 kontra Celta Vigo diajang serupa yang membuat armada Zinedine Zidane terhenti di perempat final. Situasi Benzema tidak jauh berbeda. Walau tidak melakukan gol bunuh diri, bomber asal Prancis itu mulai kehilangan simpati. Benzema memang mendapat dukungan Zizou, tapi itu tidak diimbangi kinerja bagus di lapangan. Benzema belum pernah mencetak gol selama empat pertandingan terbaru Madrid disemua kompetisi. Itu termasuk saat dua kali meladeni Celta Vigo. Alhasil Benzema kini diacuhkan Presiden Florentino Perez, dan fans juga ingin agar dia segera dilepas. Sementara Morata dinilai ada di waktu yang salah. Meski mampu mencetak lima gol dari 13 partai La Liga, dia selalu gagal merobek gawang lawan selama empat partai beruntun Copa del Rey. Intinya dia juga dianggap sebagai pemicu tersingkirnya Madrid dari Copa del Rey. Atas dasar itulah Morata kini kurang disukai fans Madrid. Terlebih mantan pemain Juventus itu pernah menyatakan ketidak sukaannya pada Zidane. Dia sempat bilang lebih baik pergi jika Zidane terus jadi pelatih Madrid. Usaha bangkit Madrid tampaknya mengalami banyak kendala. (kmb33/rtr)
HITAM - Karim Benzema merupakan salah satu kambing hitam menurunnya performa Real Madrid dalam beberapa pertandingan terakhir. Salah satunya, Real harus rela tersingkir di ajang Copa del Rey.
BPM/rtr
BOLA MANIA
10
Minggu Wage, 29 Januari 2017
Sampdoria Vs Roma
Klasemen Sementara La Liga
P W D L F A Pts 1 Real Madrid 18 13 4 1 48 17 43 2 Sevilla 19 13 3 3 42 25 42 3 Barcelona 19 12 5 2 51 17 41 ----------------------------------------------------------------------------------------4 Atletico Madrid 19 10 5 4 34 16 35 ----------------------------------------------------------------------------------------5 Real Sociedad 19 11 2 6 31 25 35 ----------------------------------------------------------------------------------------6 Villarreal 19 8 7 4 26 14 31 ----------------------------------------------------------------------------------------7 Athletic Club 19 8 5 6 24 21 29 ----------------------------------------------------------------------------------------8 Celta Vigo 19 8 3 8 29 33 27 9 Espanyol 19 6 8 5 25 26 26 10 Eibar 19 7 5 7 25 28 26 11 Las Palmas 19 6 7 6 28 30 25 12 Alaves 19 5 8 6 17 20 23 13 Malaga 20 5 7 8 28 34 22 14 Real Betis 19 6 4 9 20 30 22 15 Valencia 18 5 4 9 28 33 19 16 Deportivo Coruna 19 4 7 8 24 29 19 17 Leganes 19 4 6 9 15 31 18 ----------------------------------------------------------------------------------------18 Sporting Gijon 19 3 4 12 19 37 13 19 Osasuna 20 1 7 12 21 43 10 20 Granada CF 19 1 7 11 16 42 10
Bundesliga
P W D L F A Pts 1 Bayern Munich 17 13 3 1 40 10 42 2 RB Leipzig 17 12 3 2 34 15 39 3 Eintracht Frankfurt 18 9 5 4 23 15 32 ----------------------------------------------------------------------------------------4 Hoffenheim 17 7 10 0 30 17 31 ----------------------------------------------------------------------------------------5 Borussia Dortmund 17 8 6 3 37 20 30 ----------------------------------------------------------------------------------------6 Hertha Berlin 17 9 3 5 25 19 30 ----------------------------------------------------------------------------------------7 Cologne 17 6 8 3 21 15 26 ----------------------------------------------------------------------------------------8 Bayer Leverkusen 17 7 3 7 26 25 24 9 Freiburg 17 7 2 8 22 29 23 10 Schalke 04 18 6 3 9 21 20 21 11 Mainz 17 6 3 8 26 30 21 12 VfL Wolfsburg 17 5 4 8 16 24 19 13 FC Augsburg 17 4 6 7 13 19 18 14 Borussia Moenchengladbach 17 4 5 8 15 25 17 15 Werder Bremen 17 4 4 9 21 36 16 ----------------------------------------------------------------------------------------16 Hamburg SV 17 3 4 10 14 32 13 ----------------------------------------------------------------------------------------17 FC Ingolstadt 04 17 3 3 11 14 28 12 18 SV Darmstadt 98 17 2 3 12 11 30 9
Ligue One
P W D L F A Pts 1 Monaco 21 15 3 3 64 21 48 2 Nice 21 13 7 1 35 14 46 ----------------------------------------------------------------------------------------3 Paris St Germain 21 14 3 4 41 15 45 ----------------------------------------------------------------------------------------4 Olympique Lyon 20 12 1 7 39 23 37 ----------------------------------------------------------------------------------------5 Olympique Marseille 22 9 6 7 29 27 33 6 En Avant de Guingamp 21 8 7 6 27 23 31 ----------------------------------------------------------------------------------------7 St Etienne 21 7 9 5 21 18 30 8 Stade Rennes 21 8 5 8 21 25 29 9 Girondins Bordeaux 21 7 8 6 22 27 29 10 Toulouse 21 7 5 9 22 23 26 11 Nantes 21 7 4 10 14 28 25 12 AS Nancy-Lorraine 20 6 6 8 16 23 24 13 Lille 21 6 5 10 19 26 23 14 Montpellier HSC 22 5 8 9 30 39 23 15 Dijon FCO 21 4 9 8 27 30 21 16 Bastia 21 5 6 10 18 25 21 17 Caen 20 6 3 11 23 35 21 ----------------------------------------------------------------------------------------18 Metz * 20 6 5 9 20 36 21 ----------------------------------------------------------------------------------------19 Angers SCO 21 5 5 11 17 27 20 20 FC Lorient 21 5 3 13 23 43 18
Premier League
P W D L F A Pts 1 Chelsea 22 18 1 3 47 15 55 2 Arsenal 22 14 5 3 50 23 47 3 Tottenham Hotspur 22 13 7 2 45 16 46 ----------------------------------------------------------------------------------------4 Liverpool 22 13 6 3 51 27 45 ----------------------------------------------------------------------------------------5 Manchester City 22 13 4 5 43 28 43 ----------------------------------------------------------------------------------------6 Manchester United 22 11 8 3 33 21 41 7 Everton 22 10 6 6 33 23 36 ----------------------------------------------------------------------------------------8 West Bromwich Albion 22 9 5 8 30 28 32 9 Stoke City 22 7 7 8 28 34 28 10 West Ham United 22 8 4 10 29 36 28 11 Southampton 22 7 6 9 22 26 27 12 Bournemouth 22 7 5 10 32 39 26 13 Burnley 22 8 2 12 24 33 26 14 Watford 22 6 6 10 25 38 24 15 Leicester City 22 5 6 11 24 37 21 16 Middlesbrough 22 4 8 10 18 25 20 17 Swansea City 22 5 3 14 26 51 18 ----------------------------------------------------------------------------------------18 Crystal Palace 22 4 4 14 30 41 16 19 Hull City 22 4 4 14 20 47 16 20 Sunderland 22 4 3 15 20 42 15
Kejar Posisi Puncak
BPM/rtr
LEWAT - Pemain MU Anthony Martial (kanan) berusaha melewati hadangan Trent Alexander dalam laga kontra Liverpool beberapa waktu lalu.
MU Vs Wigan
Ajang Pembuktian Martial
Manchester –
Manajer Manchester United Jose Mourinho memastikan Anthony Martial akan main lawan Wigan akhir pekan ini. Ia menunggu Martial unjuk gigi di laga itu. Sebelum ini Mourinho sudah memberi peringatan buat Martial untuk bangkit dan tampil lebih baik di tengah-tengah ketatnya persaingan memperebutkan tempat. Untuk posisinya, Martial paling tidak harus bersaing dengan Marcus Rashford, Juan Mata, dan Henrikh Mkhitaryan. Tapi Mourinho memastikan Martial akan main lawan Wigan di partai babak empat Piala FA, malam nanti. Pertandingan tersebut bahkan bakal dijadikan Mourinho sebagai pertimbangan utama, apa bakal kembali memainkan Martial ketika menghadapi Hull City di partai Premier League, Kamis (2/2) mendatang. “Ia akan main lawan Wigan dan jika di laga itu ia tampil luar biasa, ia akan main lawan Hull City di laga berikutnya. Sederhana,” ujar Mourinho, Sabtu (28/1) kemarin. Laga kontra Wigan juga akan menjadi ajang reuni bagi Paul Pogba, Marcus Rashford, dan beberapa pemain muda tuan rumah lainnya dengan pelatih Warren Joyce. Joyce pernah menjadi pelatih tim reserves United antara 2008 hingga 2016, sebelum akhirnya memutuskan untuk melakoni karier sendiri sebagai seorang manajer, dengan menangani Wigan. Bisa dikatakan bahwa ia merupakan sosok yang ikut memainkan peran dalam membangun masa depan United, seperti yang kita lihat sekarang. Namun demikian, Setan Merah harus sejenak melupakan jasa pria 52 tahun tersebut, demi ambisi mempertahankan Piala FA yang mereka menangkan musim lalu. Selama masih menjadi bagian dari Old Trafford, Joyce sudah melihat dengan mata kepalanya sendiri perkembangan para pemudapemuda binaannya yang kini sudah menjadi barisan pemain potensial. Hal tersebut mungkin akan bisa memberikan sedikit keuntungan bagi The Latics untuk membuat kejutan di markas United
nanti. Joyce sendiri memulai kariernya di Wigan dengan start yang tak mulus, usai timnya sering menelan kekalahan. Namun tanda-tanda sukses mulai terlihat di tiga laga terakhir, di mana pemainnya mampu meraih kemenangan atas Nottingham, Burton Albion, dan Brentford. Hasil sebaliknya justru dialami oleh United yang harus rela rekor kemenangan mereka terhenti di angka 17, usai dikalahkan Hull City di KCOM Stadium pada leg kedua semifinal Piala Liga di tengah pekan. Setan Merah tumbang 1-2, namun mereka masih berhasil maju hingga final dengan kemenangan agregat 3-2. Pertandingan tersebut amat membuat manajer Jose Mourinho kecewa, terutama usai wasit Jon Moss dianggap membuat beberapa keputusan yang merugikan timnya. Pria Portugal tentu ingin menjadikan pertandingan melawan
Wigan sebagai momen yang sempurna untuk membuat United kembali ke jalur kemenangan sesegera mungkin. Namun demikian, untuk pertandingan kali ini Mourinho sudah mengindikasikan tidak akan menurunkan tim dengan kekuatan penuh, seperti yang ia lakukan ketika menghadapi The Tigers. Sergio Romero akan menggantikan posisi David de Gea. Marcus Rashford bakal mengisi posisi Zlatan Ibrahimovic dan ditopang oleh Wayne Rooney yang hanya masuk sebagai pemain pengganti di KCOM. Sementara Anthony Martial, yang bahkan tak masuk skuat sebelumnya kemungkinan akan ditempatkan di sisi melebar. Sementara untuk Wigan, Warren Joyce kemungkinan masih akan mengandalkan Will Grigg di lini depan, dan disokong oleh Yanic Wildschut serta Michael Jacobs di kedua sisi sayap. (kmb33/ ap/rtr)
Perkiraan Susunan Pemain Manchester United: Romero, Smalling, Rojo, Valencia, Shaw, Fellaini, Herrera, Mkhitaryan, Rooney, Martial, Rashford. Wigan: Haugaard, Burn, Buxton, Warnock, Kellett, MacDonald, Morsey, Power, Jacobs, Wildschut, Grigg. Head to Head 16/07/16 Wigan 11/08/13 Manchester United 01/01/13 Wigan 15/09/12 Manchester United 12/04/12 Wigan
Kevin Strootman 0-2 2-0 0-4 4-0 1-0
Manchester United Wigan Manchester United Wigan Manchester United
Lima Pertandingan Terakhir Kedua Tim Manchester United: 07/01/17 Manchester United 4-0 Reading 11/01/17 Manchester United 2-0 Hull City 15/01/17 Manchester United 1-1 Liverpool 21/01/17 Stoke City 1-1 Manchester United 27/01/17 Hull City 2-1 Manchester United Wigan Athletic: 31/12/16 Derby County 02/01/17 Wigan Athletic 07/01/17 Wigan Athletic 14/01/17 Burton Albion 21/01/17 Wigan Athletic
0-0 0-1 2-0 0-2 2-1
Wigan Athletic Huddersfield Nottingham Forrest Wigan Brentford
Robben Ingin ”Treble” Lagi
Arjen Robben (Atas).
BPM/rtr
Roma – AS Roma selalu menang tanpa kebobolan dalam empat pertandingan yang sudah mereka mainkan di tahun 2017. Tajam di depan, Roma juga solid di belakang. Namun perisai tangguh Roma itu terancam saat bertandang ke markas Sampdoria pada giornata 22 Serie A, malam nanti. Pasalnya Sampdoria merupakan satu dari empat korban Roma tahun ini, ketika mereka kalah 0-4 saat tandang ke Olimpico untuk melakoni partai babak 16 besar Coppa Italia. Sebelum itu Sampdoria dipukul Roma 2-3 pada giornata tiga. Sudah dua kali kalah melawan tim yang sama musim ini, Sampdoria pasti tak mau kembali dipaksa menelan pil pahit untuk kali ketiga, terlebih lagi di hadapan pendukungnya sendiri. Motivasi Sampdoria untuk membalas dua kekalahan tersebut adalah ancaman bagi clean sheet streak Roma. Sampdoria pasti ingin menjadi tim pertama yang bisa menembus perisai Roma di tahun 2017, dan mereka punya kapasitas untuk melakukannya. Namun, apakah itu cukup untuk menghentikan laju kemenangan Sang Serigala? Dalam sepuluh laga kandang yang sudah mereka mainkan di Serie A musim ini, Sampdoria menang lima kali, imbang tiga kali, kalah dua kali, mencetak 12 gol dan kebobolan delapan. Lima kemenangan itu termasuk menekuk Inter Milan 1-0 dan Torino 2-0. Roma harus waspada. Namun Roma boleh mengusung optimisme menang, karena Sampdoria sedang berada dalam form negatif setelah tak pernah menang dalam enam laga terakhirnya di Serie A (S2 K4), yang membuat mereka kini terdampar di peringkat 16. Selain itu, Sampdoria takkan full team. Pedro Pereira terkena skorsing. Pos bek kanan sepertinya bakal dipercayakan oleh pelatih Marco Giampaolo kepada Bartosz Bereszynski. Edgar Barreto bakal kembali ke lini tengah setelah absen di laga sebelumnya akibat masalah kebugaran. Di kubu Roma yang masih
Munich – Arjen Robben membidik target tinggi bersama Bayern Munich di musim ini. Dia ingin kembali memenangi treble. Bersama Bayern, Robben pernah menjadi pemenang di tiga ajang. Dia sukses meraih gelar juara Liga Jerman, Piala Jerman, dan Liga Champions di musim 2012/2013. Kesuksesan itu yang ingin kembali diraih oleh Robben di musim ini. Bayern ada di posisi bagus di Liga Jerman dengan menempati posisi pertama. Kumpulan poin mereka sebanyak 42 angka, atau unggul tiga angka dari Leipzig. Sementara itu, Die Roten menjejak ke babak 16 besar dan akan berduel melawan Arsenal. Di DFB Pokal, tim besutan Carlo Ancelotti itu akan melawan Wolfsburg. “Memenangi Liga Champions lagi merupakan tantangan yang besar dan begitu memotivasi saya,” kata Robben, Sabtu (28/1) kemarin. “Tapi kamu juga akan mengerahkan segenap kemampuan untuk bisa merebut kemenangan di Bundesliga dan DFB Pokal. Kami akan mencoba untuk memenangi itu semua dan mengemas treble lainnya. Dan kami yakin mempunyai kualitas untuk mewujudkannya,” imbuhnya. Robben baru saja memutuskan bertahan di Allianz Arena. Robben meneken kontrak baru yang akan membuatnya terikat kontrak sampai Juni 2018. Pria Belanda itu memilih bertahan bersama Bayern karena masih ingin merasakan persaingan di level papan atas. Demi Bayern Robben menolak pinangan klub Tiongkok.
Eks pemain Real Madrid itu mengaku sudah menerima tawaran super mewah untuk bermain di Tiongkok, menyusul sejumlah pesepakbola ternama lain. Namun Robben menolaknya. Dia mengaku bukan pemain mata duitan. Robben bahkan menyindir pemain-pemain seperti Oscar, Hulk hingga Axel Witsel yang mau pindah ke Tiongkok. Robben mengaku dengan pindah ke Tiongkok maka karier seseorang sebagai pesepak bola top sudah habis.”Saya memiliki waktu luar biasa di Bayern dan saya bermain untuk salah satu klub terbaik di dunia. Saya tidak tahu kemana harus pergi pada usia saya saat ini. Pindah ke Tiongkok menjadi sesuatu yang berbeda sama sekali. Itu pada dasarnya mengakui karier anda telah berakhir. Saya ingin terus bermain di level tertinggi selama mungkin,” tutur Robben. “Ini semua mengenai kegilaan yang sedang terjadi di Tiongkok saat ini. Mereka menawarkan angka gila. Saya juga mendapat beberapa tawaran. Mereka menawarkan mungkin empat, lima atau enam kali lebih besar dari gaji yang anda dapatkan di klub besar. Tapi uang tidak pernah bisa menggoyahkan saya. Itulah mengapa saya memiliki karier yang hebat. Ini semua mengenai sepak bola bagi saya,” lanjut Robben. “Saya tidak mengerti pemain yang pergi ke Tiongkok di usia 27 atau 28 tahun. Mereka masih berada di puncak kariernya. Itu benar-benar siasia. Anda hanya memiliki karier sekali. Saya agak memahami pemain yang sudah berusia di atas 30 tahun,” tutupnya. (kmb33/ap)
takkan diperkuat Mohamed Salah (tampil di Piala Afrika), pelatih Luciano Spalletti diyakini bakal tetap dengan skema 3-4-2-1. Wojciech Szczesny bakal kembali menjadi perisai terakhir Roma. Sementara itu, Federico Fazio akan tetap dipasang di lini pertahanan, membuat Juan Jesus duduk di bangku cadangan meski sudah lepas dari skorsing. Di tengah Kevin Strootman dan Daniele De Rossi akan bertugas sebagai jangkar sekaligus penyeimbang. Dengan begitu Diego Perotti dan Radja Nainggolan bisa fokus pada beban ofensifnya. Edin Dzeko yang sudah mencetak 14 gol di Serie A musim ini tak tergantikan sebagai ujung tombak serangan. Strootman memperingatkan timnya untuk tak jemawa saat melawat ke markas Sampdoria. Jelang pertemuan melawan Blucerchiati akhir pekan ini, Strootman meminta timnya untuk fokus dan tak meremehkan lawan bila ingin meraih kemenangan. “Ini jauh lebih sulit saat bermain tandang, terutama di depan fans Sampdoria. Ini adalah tempat yang sulit untuk didatangi, mereka tim kuat dan mereka menunjukkan itu saat melawan kami di Coppa. Kami akan melakukan segalanya untuk mengambil tiga poin,” ujarnya, Sabtu (28/1) kemarin. “Siapa yang akan kami waspadai? Saya tak bisa mengatakannya. Mereka secara taktis sangat kuat, Luis Muriel sangat bagus dan itu bukan hanya dia. Saya pikir aspek yang paling penting adalah kekuatan mereka sebagai tim,” sambungnya. “Terutama saat mereka di kandang sendiri, kami harus hati-hati agar kami tak kebobolan. Itu akan jadi kesalahan kami bila kami kalah dan kami harus menunjukkan kami siap melawan Sampdoria,” katanya lagi. Roma hanya terpaut satu poin dari pemimpin klasemen Juventus. Roma harus meneruskan tren kemenangan mereka agar tak kehilangan momentum yang akibatnya bisa merugikan, karena sang juara bertahan masih punya tabungan satu pertandingan. (kmb33/ap/rtr)
BPM/rtr
Simeone Tak Gentar Hadapi Barca Madrid – Pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone mengomentari hasil undian babak semifinal Copa del Rey yang mempertemukan timnya dengan Barcelona. Menurut Simeone, jika Atletico ingin jadi yang terbaik mereka memang harus mengalahkan Barca. Undian yang dilakukan pada Jumat (27/1) kemarin, mempertemukan Atletico dan Barca di babak empat besar. Atletico akan jadi tuan rumah di leg pertama pada 1 Februari mendatang. Berselang sepekan, Los Colchoneros akan gantian menyambangi Camp Nou. Terakhir kali Atletico bertemu Barca di arena Copa del Rey adalah di perempatfinal musim 2014/2015. Saat itu Barca unggul agregat 4-2 dan terus melaju hingga jadi juara. Simeone tak heran dengan pertemuan kedua tim di semifinal musim ini. Dia pun optimis Atletico akan menumbangkan Barca yang disebutnya sebagai tim terbaik di dunia. “Saya menilainya sebagai sebuah semifinal dan wajar untuk menghadapi tim-tim
Diego Simeone
besar. Kami sudah terbiasa,” tutur Simeone, Sabtu (28/1) kemarin. “Untuk mencapai yang terbaik, anda harus menjadi juara, dan anda harus melewati mereka. Mereka adalah yang terbaik di dunia,” tambah pelatih asal Argentina itu. “Kami sudah lima tahun di sini, dan saya tak mengerti cara untuk menjadi juara selain menghadapi mereka. Mereka biasanya memang berada di semifinal Copa, semifinal Liga Champions. Ini adalah jalur yang wajar untuk Copa,” kata Simeone. Kedua tim adalah raksasa di Liga Spanyol. Kini di klasemen sementara mereka juga bersaing ketat. Barca ada di posisi ketiga, Atletico di posisi keempat. Poinnya hanya berselisih enam. Kedua tim lolos ke semifinal setelah mengalahkan lawan-lawannya. Barca lolos setelah menang 1-0 pada leg pertama dan menang 5-2 di leg kedua melawan Real Sociedad. Sedangkan Atletico menghempaskan Eibar setelah di leg pertama menang 3-0 dan ditahan imbang 2-2 pada leg kedua. (kmb33/ap)
BPM/rtr
Minggu Wage, 29 Januari 2017
11
GELANGGANG
Dojo Batur Bertekad Pertahankan Gelar Denpasar (Bali Post)-
BPM/022
PENDEKAR CUP — Suasana kejuaraan silat antar DPC PSPS Bakti Negara se-Bali memperebutkan Pendekar Cup 2017 di GOR Purna Krida Kerobokan, Badung, Sabtu (28/1) kemarin.
Pesilat Sudarsana Jumpa Najib di Final Pendekar Cup Mangupura (Bali Post)Pesilat Komang Sudarsana (Bangli) jumpa lawannya Ahmad Najib (Denpasar) pada kategori remaja kelas A di kejuaraan antar DPC PSPS Bakti Negara (BN) se-Bali, memperebutkan Pendekar Cup 2017 di GOR Purna Krida, Kerobokan, Badung, Minggu (29/1) ini. Di semifinal Sudarsana mengalahkan Kadek Aditya (Badung), sedangkan Najib menaklukkan Wayan Juliarta (Jembrana), Sabtu (28/1) kemarin. Untuk kelas B remaja semifinal Kadek Agus David Artawan (Denpasar) bertemu Putu Ferry Adi Prabawa (Gianyar), dan Nyoman Juniarta (Karangasem) meladeni Gede Budiasa (Bangli). Di kelas C remaja, Ketut Sudarmayasa (Karangasem) jumpa M. Riski Maulana Iskandar (Klungkung), serta Ketut Nyeneng Jaya Wiguna (Bangli) melawan Komang Herry Sanjaya (Denpasar). Di kelas D remaja, pesilat yang lolos ke semifinal Gede Pasek Wijaya Kusuma (Badung) bertemu Gede Arya Widhyantara (Denpasar), Putu Fahril Mahalanggu (Buleleng) melawan Kadek Wirawan (Karangasem). Di kelas E remaja, Kadek David Anggara Putra (Bangli) melawan Kadek Budiarta (Karangasem), serta Made Widya Saputra (Gianyar) bertemu Made Aldi Sancitayasa (Denpasar). Di kelas A remaja putri, Ni Kadek Sintya Dwiyani (Bangli) melawan Dewa Ayu Mas Gita Pramesti (Gianyar), Ni Made Adelia Kinandana Putri (Denpasar) jumpa Ni Ketut Candrawati (Badung). Di kelas B remaja putri, Gusti Ayu Diah Pradnyadwi (Badung) melawan Ni Putu Eka Sukma Dewi (Bangli), serta Ni Wayan Aprilia Tresna Dewi (Gianyar) meladeni Ni Made Dwiyani Putri (Denpasar). Di kelas C putri remaja, semifinal mempertemukan Ni Kadek Sri Sutami (Bangli) jumpa Ni Komang Lila W (Karangasem), dan AA Istri Putri S (Gianyar) melawan Putu Ayu Feby Astuti (Tabanan). Di kelas D remaja putri, semifinal antara Ni Komang Trisna Arkasari (Denpasar) bertemu Ni Putu Ayu Suryanita (Jembrana), serta Ni Putu Eka Wandayoni (Bangli) melawan Ida Ayu Putu Putu Indrayoni (Tabanan). (022)
Tim karateka dari kontingen Dojo Batur, Kintamani, Bangli, bertekad mempertahankan gelar juara umum pada Indonesia Lemkari Open Tournament 2017, memperebutkan Piala Bergilir Gusti Ngurah Rai dan Piala Tetap Pangdam IX/Udayana di GOR Lila Bhuana sejak Jumat (27/1) lalu, dan berakhir Minggu (29/1) ini. Sampai dengan Sabtu (28/1) kemarin petang, tim Dojo Batur masih memimpin dengan perolehan sementara dengan 13 emas. Para karateka Dojo Batur yang mendulang emas seperti Ni Putu Rismayanti (kata junior), Ni Komang Kristina Candra Dewi (kata kadet), Ni Komang Kristina Candra Dewi/Ni Made Meriyantini/Ni Putu Yuli Mahesarani (kata beregu kadet), Ni Komang Yarsi/Ni Kadek Ayu S/Ni Putu Syahna Indira (kata beregu pemula), Ketut Cahya Darmawika/Gede Radsara/Gede Angga Yoga Prasetia, Putu Kertayasa/Wayan Darmayoga/ Putu Dodi Tamara (kata beregu senior). Selain itu, karateka Dojo Batur yang menyabet emas di nomor kumite seperti Gede Tresna Putra (pemula -50 kg), Putu Rasya (usia dini -40 kg). N Komang Yarsi (pemula -35 kg), Ni Putu Jesika Wulandari (pemula +40 kg), Pelatih Dojo Batur Wayan
Suarja menyatakan pihaknya telah tiga kali berturut-turut memboyong piala bergilir Pahlawan Nasional I Gusti Ngurah Rai, hingga piala bergilirnya resmi milik Dojo Batur. Bahkan pada event seabad peringatan hari kelahiran I Gusti Ngurah Rai timnya juga ingin kembali merebut gelar juara umum keempat kalinya. ‘’Amanat dari Pengprov Lemkari Bali, kami harus kembali juara umum pada 2017 ini, walaupun pesertanya membludak 1.358 karateka dari seluruh Indonesia,’’ sebut Suarja. Karateka Buleleng yang menyumbang emas adalah Komang Lolak Sastrawan (kata perorangan dan kumite pra pemula), Lolak Sastrawan/ Nanta Tri S/Saka Danuarta (kata beregu pra pemula), Made Dwipra Adnyana (kata kadet), Putu Suardana/Made Dwipra Adnyana/Komang Cesar Wira Adnyana (kata beregu junior). Ketua Harian Pengkab Lemkari Buleleng Ida Bagus
Lilik Sudiga menyatakan pihaknya mematok target juara umum II pada ajang Indonesia Lemkari Open Tournament 2017 ini, memprebutkan Piala Bergilir I Gusti Ngurah Rai dan piala tetap Pangdam IX/ Udayana. ‘’Kami rasanya belum bisa merebut gelar juara umum I. Ya cukup juara umum II dululah,’’ terang Gus Lilik Sudiarga. Sementara tim Putra Dewata Karate Club (PDKC) Kadewatan, Ubud, Gianyar juga menyumbang enam emas, salah seorang karatekanya yang merebut emas adalah Gugun Ni Kadek Dianita Aprilia Dewi (usia dini -30 kg), Ni Kadek Ratna Kusuma Dewi (usia dini +30 kg), serta Komang Rahjaya (usia dini -35 kg). Pelatih Denpasar Made Werayoga menyatakan asuhannya mendapatkan lima keping emas, seperti Agus (Kata usia dini), Yoga (kata pra pemula), Sadam (pemula -45 kg), Umang Prasnita (junior) Indika Mulaika (pemula +40 kg). (022)
16 Tim U-12 Melaju
BPM/022
TURNAMEN U-12 - Turnamen sepak bola U-12 melibatkan SSB se-Bali, NTB, dan NTT di Lapangan Kompyang Sujana, Sabtu (28/1) kemarin.
Denpasar (Bali Post)Tercatat 16 tim sepak bola U-12 melenggang ke babak 16 besar dalam Danone Nations Cup 2017 di Lapangan Kompyang Sujana, Sabtu (28/1) kemarin. Ke-16 tim yang melenggang adalah Putra Perkanth A, Mandala Putar Samba, Tabanan 3, dan Putra Pemenang Singa, Porba Batubulan A, Putra Anjani, Bali United, Putra Mumbul, Satya F. Guntur, Aero Tech Sport A, Lombok Smile FC, Putra Dewata
Target Emas SEA Games, PSSI Naturalisasi Pemain Jakarta (Bali Post)Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) berencana melakukan naturalisasi empat sampai enam pesepak bola asing, demi mencapai target emas di SEA Games 2017 di Malaysia dan posisi empat besar Asian Games 2018. “Namun masih akan dilihat lagi, bisa saja tidak sesuai dengan jumlah itu. Nanti berdialog lagi dengan pelatih tim nasional,” ujar Wakil Ketua Umum PSSI Joko Driyono di Jakarta, Jumat (27/1) lalu. Joko sendiri enggan memberi tahu informasi lebih rinci mengenai rencana tersebut, karena tidak mau mendahului pelatih tim nasional Luis Milla yang baru mulai bekerja pada 8 Februari 2017. Dia hanya mengatakan pesepak bola asing itu bisa berasal dari negara mana saja. Yang pasti mereka yang di-WNIkan itu harus memiliki ikatan emosional dengan Indonesia. “Jadi ada garis keturunan Indonesia,” tutur Joko. Terbaru PSSI merekomendasikan pemain muda Ajax Amsterdam keturunan Manado Ezra Walian, untuk dinaturalisasi kepada pemerintah. Pada minggu kedua Januari 2017, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) melalui Kepala Komunikasi Publik Gatot Dewa Broto menuturkan permintaan itu sudah sampai kepada Presiden Joko Widodo. Akan tetapi, sebelum menanda tangani kepastiannya, Presiden pun harus mendapatkan persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI terlebih dahulu. Ezra Walian merupakan penyerang yang kini bermain untuk Ajax Amsterdam U-21 di Liga Belanda kasta kedua, Eerste Divisie. Pemuda berusia 19 tahun ini memiliki darah Indonesia dari sang ayah, Glenn Walian yang berasal dari Manado. Dia memiliki kewarganegaraan Belanda, sama dengan mendiang ibunya. Karier Ezra di Belanda bisa dikatakan cemerlang. Dia sudah pernah membela tim nasional Belanda pada empat kelompok umur yaitu U-15, U-16, U-17 dan U-18. Pada tahun 2013, dia mencuri perhatian setelah mencetak lima gol untuk tim Belanda U-17, ketika berlaga di Kualifikasi Piala Eropa U-17 melawan San Marino dan membantu kemenangan timnya dengan skor 12-0. Ketika kembali ke Indonesia pada akhir tahun 2016, dia menyatakan keinginannya untuk bisa menjadi bagian tim nasional Indonesia. (ant)
Ezra Walian
BPM/ist
BPM/022
KUMITE — Dua karateka sedang bertarung di nomor kumite pada Indonesia Lemkari Open Tournament 2017, memperebutkan Piala Bergilir Pahlawan Nasional I Gusti Ngurah Rai dan Piala Tetap Pangdam IX/Udayana di GOR Lila Bhuana, Sabtu (28/1) kemarin.
Bali, Mandala United Singa, Rinjani Lombok, dan Mandala United Harimau. Koordinator Bali dan Nusa Tenggara Ida Bagus Purnaya di sela-sela turnamen menjelaskan, untuk wilayah Bali, NTB, dan NTT ini melibatkan 48 tim, namun satu tim asal Alor absen dan satu tim lagi terlambat mengikuti pemeriksaan pemain (screening). ‘’Screening dijadwalkan, Kamis (26/1) tetapi tim mereka tiba, Jumat (27/1) dan tidak bisa
ikut turnamen, hanya ekshibisi melakoni uji coba namun poin-nya tidak dihitung,’’ ujar Gus Purnaya. Dikemukakan babak 16 besar dimulai, Minggu (29/1) ini, menggunakan sistem gugur hingga babak delapan besar dan ditemukan empat besar yang melaju ke babak semifinal dengan sistem silang juara grup meladeni runnerup grup lainnya. ‘’Hanya satu tim juara yang mewakili wilayah Bali dan Nusa Tenggara,’’ ungkapnya. (022)
Putra Palembang Tundukkan Jakarta BNI
BPM/ant
UJI COBA - Pesepak bola PSM Makassar Titus Bonai (kanan) berebut bola dengan pesepak bola Mitra Badung, saat uji coba di Gelora Samudra, Kuta, Bali, Jumat (27/1) lalu.
PSM Latih Tanding Lawan Tim Jimbaran Makassar (Bali Post)Tim pelatih PSM Makassar masih menyiapkan satu kali agenda uji coba menghadapi tim lokal Bali pada Senin (30/1) besok, sebagai upaya memaksimalkan permainan dan strategi tim yang masih memiliki beberapa kelemahan. Media Officer PSM Andi Widya Syadzwina, saat dikonfirmasi dari Makassar, Sabtu (28/1) kemarin menyatakan agenda ini merupakan bagian dari program pemusatan latihan tim Juku Eja sebagai persiapan menghadapi kompetisi Liga 1 yang mulai bergulir 26 Maret 2017. “Ada satu lagi agenda uji coba menghadapi tim lokal dari Jimbaran sebelum kembali ke Makassar. Pelatih berharap dengan uji coba ini semakin mematangkan dan memaksimalkan permainan secara tim,” ujarnya. Mengenai status lawan yang berasal dari tim amatir, PSM Makassar mengaku bukan menjadi persoalan. Apalagi uji coba ini tujuan utamanya untuk melihat
koordinasi antarlini, dan sejauh mana kerja sama antara pemain yang lama dengan yang baru saja didatangkan dalam sebuah pertandingan resmi meski levelnya sebatas uji coba. Selain itu, agenda uji coba tersebut juga hanya menjadi rangkaian dari pelaksanaan pemusatan latihan di Bali. Menurut dia PSM Makassar juga pada dasarnya sudah menjadwalkan menghadapi tim Perseden Denpasar di Bali. Namun pada akhirnya batal terlaksana, karena calon lawannya tersebut tiba-tiba memutuskan untuk membatalkan agenda tersebut, tanpa alasan yang pasti. Selama pemusatan latihan di Bali yang dimulai 23 Januari lalu, tim pelatih PSM Makassar dalam pemusatan latihan di Bali terus fokus meningkatkan dan mematangkan kemampuan para pemain bertahan tim Juku Eja, sebelum berlaga di ajang sesungguhnya. Lini pertahanan PSM memang menjadi sektor terlemah pada saat berlaga di
turnamen Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016. Hal itu bisa dilihat dari banyaknya jumlah gol yang sukses bersarang ke gawang tim kebanggaan masyarakat Makassar dan Sulawesi Selatan tersebut. Keberadaan para pemain asing sebelumnya termasuk Kwon Jun yang didatangkan di putaran kedua ISC 2016 juga tidak mampu menjawab permasalahan. Bahkan pemain asal Korea Selatan itu akhirnya harus pasrah didepak dari komposisi tim menghadapi kompetisi Liga Indonesia 2017. PSM juga langsung merespons positif kelemahan itu dengan mendatangkan sejumlah pilar yang memiliki kemampuan sebagai pemain bertahan diantaranya Hamka Hamzah, Zulkifli Syukur, hingga bek impor asal Prancis yakni Steven Paulle. “Program latihan memang fokus memperkuat pertahanan. Selain itu, latihan ini juga dimanfaatkan untuk memaksimalkan shooting setiap pemain,” ujarnya. (ant)
Malang (Bali Post)Tim putra Palembang Bank Sumsel-Babel hanya mampu menang tipis 3-2 atas Jakarta BNI Taplus, meski Palembang diperkuat dua pemain asing dalam kompeitisi bola voli Proliga 2017, di GOR Ken Arok, Malang, Jawa Timur, Sabtu (28/1) kemarin. Para pemain lokal Jakarta BNI ternyata mampu mengimbangi permainan lawan. Kebetulan dua pemain asing Palembang malam itu tampak biasa saja, atau memang belum memperlihatkan kemampuannya secara maksimal, mengingat mereka baru tiga minggu bergabung. Palembang unggul lebih dulu pada set pertama 2521, yang kemudian disamakan putra Jakarta BNI yang memenangi set kedua dengan skor 25-23. Jakarta BNI kembali unggul dalam pertarungan sengit melalui kejar mengejar poin pada set ketiga, dan mereka berhasil menutupnya dengan skor 27-25. Namun pada set keempat keberuntungan kembali berpihak kepada anak-anak Palembang yang menang 25-22. Pada set penentuan Palembang Bank Sumsel
akhirnya menutup kemenangan 15-11. “Kami tidak terlalu bangga dengan kemenangan perdana ini, karena lawan belum menggunakan pemain asing yang kabarnya masih dalam proses perizinan,” kata pelatih Palembang, Samsul Jais usai laga. Menghadapi tim debutan Batam Sindo BVN pada Minggu (29/1) ini, Samsul berharap anak asuhnya mampu menampilkan permainan terbaiknya sehingga dari kota Malang ini bisa memboyong poin penuh. Tiadanya pemain asing, diakui pelatih Jakarta BNI Tedy Hidayat sangat berpengaruh, meskipun para pemain lokalnya dinilai tidak terlalu buruk. “Ini kan kompetisi level tertinggi di bola voli, sehingga keberadaan pemain impor sangat diperlukan,” katanya. Hingga berakhirnya partai kedua di kelompok putra, Palembang Bank Sumselbabel sementara mimimpin klasemen dengan nilai dua, diikuti Jakarta Elektrik PLN juga nilai dua, karena sehari sebelumnya menang tipis 3-2 atas Batam Sindo BVN, Jakarta BNI Taplus dan Batam Sindo BVN masing-masing nilai satu. (ant)
BPM/ant
SMES - Pebola voli Jakarta BNI Taplus Nyoman Rudi Tirtana (kiri) melakukan smes keras yang ditahan pebola voli Palembang Bank Sumsel Babel Dani Anggriawan (kiri) dan Carlos Alberto Araujo (kanan) dalam Proliga 2017, Seri I, Putaran I, di GOR Ken Arok, Malang, Jawa Timur, Sabtu (28/1) kemarin. Tim Jakarta BNI Taplus dikalahkan Palembang Bank Sumsel Babel dengan skor akhir 2-3 (21-25, 25-23, 27-25, 22-25, dan 11-15).
LAGA
12
Minggu Wage, 29 Januari 2017
KTM akan Terus Kembangkan Motor Selangor – MotoGP 2017. Leitner mengatakan timnya Musim 2017 akan jadi musim pertama memiliki rasa lapar yang sangat besar sehingTim KTM Racing bertarung di ajang Mo- ga ingin meraih sukses pada musim debutnya toGP. Manajer KTM Racing Mike Leitner, bertarung di MotoGP. mengatakan timnya akan terus berusaha “Saya senang dengan apa yang telah kami mengembangkan motor demi memberikan raih sejauh ini. Tapi kami tahu itu belumlah yang terbaik untuk kedua pebalapnya hingga cukup. Bahkan beberapa tim pabrikan yang akhir musim. KTM akhirnya tertarik untuk telah sepuluh tahun bertarung di kejuaraan mengikuti pertarungan MotoGP pada musim ini saja masih terus mengembangkan diri,” 2017. ujar Leitner. Di musim debutnya ini, tim pabrikan asal “Tentu saja saya harap kami bisa terus Austria tersebut merekrut dua mantan pebal- berkembang sejak awal musim. Kami akan ap tim satelit Yamaha, Monster Yamaha Tech terus bekerja, bekerja, dan bekerja,” 3, yakni Pol Espargaro dan Bradley Smith. tutupnya. (kmb33/rtr) Menurut Leitner, sejauh ini timnya sudah puas dengan motor yang dimiliki. Meski demikian, hal tersebut tidak serta-merta membuat KTM Racing berhenti untuk melakukan pengembangan pada kuda besinya. “Kami harus terus mengembangkan motor kami di setiap area, karena kami adalah pendatang baru. Tentu saja kami telah menguji coba motor selama setahun ini,” tutur Leitner, Sabtu (28/1) kemarin. “Meski demikian, level MotoGP sangatlah tinggi. Tim pabrikan lain telah jauh berada di depan kami karena pengalaman mereka. Musim ini kami harus bekerja dengan konsisten di segala area,” sambung pria berpaspor Austria itu. BPM/rtr Tim KTM Racing ingin menunjukkan penampilan MOTOGP - Motor KTM yang akan berlaga di MotoGP yang sebaik mungkin pada musim depan.
LeBron Menangkan Cavs
BPM/rtr
SAUDARA - Dua bersaudara Serena (kanan) dan Venus Williams berpose usai bertarung di final Australia Open, Sabtu (28/1) kemarin.
Kalahkan Sang Kakak
Serena Juara Australia Terbuka
Melbourne – Petenis Serena Williams keluar sebagai juara Australia Open 2017, setelah mengalahkan sang kakak, Venus Williams. Pada partai final yang berlangsung, Sabtu (28/1) kemarin Serena menaklukkan Venus dalam dua set dengan skor 6-4 dan 6-4. Laga final Australia Terbuka 2017 merupakan pertemuan ke-28 bagi Williams bersaudara. Serena unggul dalam head-to-head dengan total 17 kali menang. Pada set pertama kejarkejaran poin sempat terjadi di antara Williams bersaudara tersebut. Setelah Serena membuka poin, Venus berusaha keras untuk mengejar sang adik. Akan tetapi pada akhirnya set pertama tetap menjadi milik Serena. Di set kedua Venus mampu memulai pertarungan dengan lebih baik. Petenis berusia 36 tahun itu mampu
membuka poin lebih dulu meski pada akhirnya disamakan oleh Serena beberapa menit setelahnya. Venus sempat kembali unggul 3-2 dari Serena. Sayangnya setelah mampu menyamakan kedudukan Serena seakan sulit dikejar lagi oleh sang kakak. Pertandingan set kedua pun kembali selesai dengan skor 6-4 untuk kemenan-
Titel Grand Slam Serena: Australian Terbuka (2003, 2005, 2007, 2009, 2010, 2015, 2017) Prancis Terbuka (2002, 2013, 2015) Wimbledon (2002, 2003, 2009, 2010, 2012, 2015, 2016) AS Terbuka (1999, 2002, 2008, 2012, 2013, 2014)
gan Serena. Gelar juara di Australia Open 2017 adalah kemenangan ke-23 Serena di era turnamen terbuka. Dalam upacara penyerahan hadiah, Serena malah memuji sang kakak. “Dalam kesempatan ini saya ingin memberikan selamat pada Venus. Dia adalah seorang kakak yang luar biasa. Tanpa dia saya tidak mungkin meraih 23 gelar dalam karier saya. Tanpa dia semuanya ini tidak akan ada, tidak akan ada Williams bersaudara di dunia tenis,” ujar Serena. Sebaliknya Venus juga memuji sang adik. “Para penonton, lilatlah, inilah adik saya. Saya sangat bangga
Juve Ucapkan Selamat Imlek Turin – Juventus menjadi salah satu klub yang ikut memberi ucapan selamat Imlek. Ucapan itu dilontarkan Giorgio Chiellini, Sami Khedira, dan Leonardo Bonucci. Menurut penanggalan China yang didasarkan dari peredaran bulan, Sabtu (28/1) kemarin merupakan momen tahun baru atau Imlek. Dari Turin, Bianconeri tak absen memberikan ucapan selamat. Cukup menarik untuk disimak karena Chellini, Khedira dan Bo-
nucci melontarkan ucapan t er s ebut dengan bahas a China, selain juga bahasa Inggris. Tak heran jika Chiellini dan Bonucci yang asal Italia, plus Khedira yang kelahiran Jerman tampak kaku mengucapkan kata-kata tersebut. Video ucapan yang dirilis Juventus lewat akun Twitter-nya tersebut dapat dilihat dengan bebas oleh para pendukungnya. Yang istimewa, tanggal 28 Januari ini bukan cuma jadi momen Tahun Baru
BPM/ist
IMLEK - Giorgio Chiellini saat mengucapkan Selamat Imlek.
China. Gianluigi Buffon yang merupakan kiper andalan La Vecchia Signora dan tim nasional Italia juga berulang tahun. Pemain yang sudah tampil lebih dari 600 kali buat Juventus dan punya 167 caps di Gli Azurri itu genap berusia 39 tahun. (kmb33/rtr)
padanya,” kata Venus. Bagi Williams bersaudara ini merupakan laga final turnamen Grand Slam pertama mereka sejak Wimbledon 2009. Ketika itu Serena menang dengan 7-6(3), 6-2. Keberhasilan Serena membuatnya sukses melewati rekor 22 kemenangan yang sebelumnya dimiliki Steffi Graf sebagai petenis putri tersukses di era turnamen terbuka. (kmb33/rtr)
Cleveland – Dimotori LeBron James, Cleveland Cavaliers menghentikan rentetan kekalahan dengan menundukkan Brooklyn Nets 124-116. James mencetak 31 poin, 5 rebound, dan sebelas assist dalam pertandingan yang dilangsungkan di Quicken Loans Arena, Sabtu (28/1) kemarin. Kyrie Irving menyokong dengan 28 poin. Walaupun akhirnya kalah, Nets sebenarnya sempat berusaha bangkit di kuarter empat di bawah komando Randy Foye yang membuat 16 poin, delapan rebound, dan lima assist sepanjang pertandingan. Nets mencetak 43 poin di kuarter
akhir itu. Hasil ini membuat Cavs meraih kemenangan ketiganya dalam sembilan pertandingan terakhir. Lebih penting lagi, hasil itu menghentikan rentetan empat kekalahan tim teratas Wilayah Timur dengan rekor tanding 31-14 tersebut. Pelatih Cavs Tyronn Lue mengaku harus bekerja keras untuk membangkitkan semangat anak asuhnya. “Setiap orang pasti mengalami masamasa yang buruk, tapi itu semua bisa diatasi. Kami adalah juara bertahan dan kami tim yang hebat. Ini bukan apa-apa untuk kami,” terangnya. Memang sebelum melawan
LeBron James
Nets Cavs telah menderita kekalahan beruntun, namun Nets juga tidak dalam kondisi terbaiknya. Ada lima pemain yang harus diistirahatkan oleh pelatih Kenny Atkinson, yaitu Trevor Booker, Joe Harris, Jeremy Lin, Brook Lopez dan Caris LeVert “Kami melawan tim yang sangat hebat, jadi kami tidak tahu harus berbuat apa. Memang benar mereka adalah tim yang hebat,” ujar Atkinson. Sementara untuk Nets (9-37), ini menjadi kekalahan keempat secara berturut-turut sekaligus kekalahan ke-15 dari 16 pertandingan terakhirnya. (kmb33/rtr)
BPM/rtr
Sastra
Redité Wagé, 29 Januari 2017
I Kaki Dengkil
Lawanabrata “DONG nah té, lakar kija lakuna satuané jani. Tusing asén jani suba warsa duang tali pitulas. Buin akejep umuré nincap buin awarsa. Tusing tawang buin kudang warsa maan umur. Tusing tawang kija lakuna satuané majalan. Kija pakibeh jagaté ampehanga!” I Kaki Dengkil ngrémon padéwékan sambilanga mabalih bulané ngencorot galang santukan rainané mangkin Purnama. “Kondén suud I Ahok ngaé satua tidongtidong, jani buin ada satua lénan. Koné mahasisyané lakar démonstrasi mélanin warginé ané sayan sayah. Koné guminé sayah sawiréh pangargan barang-barangé menék makejang.” Malih I Kaki Dengkil nglanturang ngrémon asapunika ritatkala Purnama sasih Kapituné puniki. Sesampun Purnama sasih Kapituné punika sinah malih ajebos jagi Tilem Kapitu, sampun gantosné makasami nglaksanayang brata Siwaratri. Ngamargiang tapa brata yoga samadi. Sakadi I Lubdaka sané mabrata Siwaratri ring pucaking acalané. Mabrata sambilanga ngodkod punyan bila ngengkebin I Macan sané morosin Ipun santukan kantos jagi telas buroné borosina. Ring punyan bilané punika, I Lubdaka kocap jagra sambilanga mikpik daun bila. Kocap rihiné, sanunggil Siwaratri Sang Murdaning Jagaté ngaturang punia majeng Sang Sulinggih. Sané aturang pinaka punia punika pamekas Lingga Emas. Ngudiang Lingga Emas sané aturanga? Sampunang punika takénanga ring I Kaki Dengkil. Jagi lantang mlémad baosipuné mahbah kasuksman Linggané punika. Becikné mangkin piragiang napi sané lacalacana antuk I Kaki Dengkil wenginé ritatkala Purnamaning Kapituné puniki. Kocap manah I Kaki Dengkilé mingmang pisan miragiang ortiné pasliwer indik kawéntenané sané mangkin. Mahasisyané démonstrasi ring sajebag jagat nusantarané puniki. Kocap jaga maosang pangargané nincap ngawinang sangsara makasamian. “Kanti kéto ya? Bas mara pameréntahé nudukang pajeg makudang-kudang ya. Jani buin makejang penékanga? Listrik tur béa ngurusang surat-surat montor nincap begeh pesan. Kondén buin tabiané koné kanti nincap pangargané makudang-kudang ya. Dong né pameréntahé cara I Lubdaka? Maboros di alasé padidian?” Kantos merika malingser manah I Kaki Dengkilé. Méweh antuka nepasin napi sané manahanga antuk I Kaki Dengkil wenginé puniki. Kocap wantah sayuwakti pameréntahé asapunika, mupulang artha brana mangda kanten guminé landuh? Tiosan ring punika, sané manahanga ngudiang byuta jagaté nénten surud-surud, nénten usan-usan. Jabat démontrasiné sané nénten usan-usan, samaliha bebaosané ring jagat mayané, ring twiteré, ring instagramé, ring pété, napi malih ring pesbuké. Kocap I Doglagan sané ngisi-ngisiin I Kaki Dengkil indiké punika. “Mimih ento wak indria adané. Yén suba madan kakéto sinah ané mamunyi kéto tusing sandang rengeang. Nyelek-nyelekang timpal, apa buin ngojah agaman timpal, sinah ento lakar ngaé byuta jagaté lamun kenehang!” Asapunika I Kaki Dengkil maosang indik byutané ring piranti sané kabaos media sosial. “To, timpal Kakiné kena masé, repotanga tekén Sang Angawaraté! Tusing tawanga ané munyianga ento kamula saja kéto. Aget ia tusing maukum ulian nyihnaang keneh anaké liu. Suba baosanga tekén sastrané, wasita nimitanta ala katemunta. Ulian munyiné bisa nemu ala. Kéto masé wasita nimitanta pati katemunta. Da ja ala, bisa pejah baana tekén wakyané. Kuala ada masé munyiné ngawinang bagia, wasita nimitanta ayu katemunta. Buin abesik wasita nimitanta mitra katemunta, timpal liu lakar bakatang ulian raos. Da nyen artianga mitrané ento pamitraan, lén ento. Kuala sajan bisa masé, ulian nyunyur manis munyiné, pamitran bakatang masé.” Sambilanga ngékék kedék asapunika I Kaki Dengkil nuturin cucunné I Doglagan. Mangkin sampun nyansan ngwengiang, I Kaki Dengkil nadak éling ring baosé kamula abot pisan ngibehang jagat. Kocap punika awinan Sang Angawaraté naler kabaos Murdaning Jagat, Tedung Jagat. Makéh bebratané. “Kéto kamula, dadi Murdaning Jagat apang saja nincapang Lawanabrata. Kamula pakeh yéh sapta samudrané. Amonto nyen liuné lakar rasaang lamun bani dadi Sang Angawarat. Lawanabratané ento maartos Sang Angawaraté apang saja wicaksana, tresna tekén warginé, tur bani ngampurayang warginé yén abedik pelihné.” Asapunika I Kaki Dengkil neduhang manahné padéwékan miragi byutané makéh sané mangkin ring sajebag jagat. Sapunapi Lawanabrata sané manggehanga antuk Sang Angawaraté sané ngesor ngrauhin timpalné sané das maukum punika? Miragi pitakéné punika I Kaki Dengkil makebris kedék. “To lén... miribné kéto ja kenehné, kuala matah kelur!” Asapunika I Kaki Dengkil nyautin pitakéné néwék sambilanga mebahan santukan sampun jagi semengan. (Jelantik)
Brunaha Djelantik Santha SESUKAT Pekak Remrem pénsiun uli adasa masa, ia mulih ka désa ngajak kurenanné. Umahné di Dénpasar tongosina tekén Luh Réni ané ngantén ajak Gedé Galang ané nu mamindon saling kodag. Jumhné di désa, Pekak Remrem masih suba ngelah umah melah ané tongosina tekén panakné ané cerikan ané ngantén ajak Déwa Gedé Bayu dadi perawat di Puskesmas. Dugasé kurenanné ngalahin ilimang masa, Pekak Remrem buin pindah ka Dénpasar, sawiréh raganné mepes kumat sakit dekahné kerana kadinginan. Tetimbang panakné makadadua Luh Réni ajak Kadék Rinawati ané dadi Jero Ratnawati bidan di Puskesmas, lascarya Pekak Remrem nongos di kota apang angetan lan eggalan maan perawatan dokter spesialis. Sejaba kéto mula masih pantesan Pekak Remrem nongos ngajak Luh Réni lan Gedé Galang sawiréh sujatinné maka dadua ngantén pada gelahang. Dadinné mula ia ajak dadua ngelah
swadharmané ngrunguang reramanné makadadua. Gedé Galang dadi arsiték di Perusahaan Kontraktor lan Luh Réni dadi Guru di SMP ngelah panak dadua luh muani, di SMA ané luh lan di SMP ané muani. Di kénkéné yén pada masuk magaé lan ka sekolah pragat Pekak Remrem padidiana ngijeng jumahné. Sedek dina Minggu tumbén kaponakanné di désa teka ngajak panakné luh muani dadua. Ané kelihan madan Luh Jempiring magaé di Dénpasar lan ané cerikan madan Madé Darsana mara kelas II SMA di désa. Makadadua pada jegég bagus kelus cara méménné. “To kénkén Man Sayang, tumbén singgah? Koné I Luh suba makelo tamat SMA?” “Nggih Pa, tiang setata répot dogén jumah, sagét marainan, kundangan ngapoan ngatelun, buin sibuk di cariké. Bapanné niki tundén meriki ngatehang masih ten nyidaang.” “Toh kénkén kanti matehang, koné I Luh suba magaé
13
dini di Dénpasar?” “Nika sampun, Luh Jempiring sampun amasa magaé di Hotél di Kuta nanging déréng taén meriki nelokin Bapa. Tiang masih déréng nawang tongosné ia magaé. Dugasé meriki ané ngalihang gaé masih pernah pamanné ané magaé di Bali Sani Hotél Kuta.” “Nah Luh Jempiring magaé di Hotél ramé kéto pasti suba pinter cas cus mabasa Inggrisan. Kénkén nyak nau…. Gajih, dikénkéné masih maan tip uli tamiuné Luh?” “Ten nau tiang Pekak! Gegaéné uli semengan nganti sanja. Yén maan sip sanja bisa magaé kanti tengah lemeng mara mulih ka kos. Gajihné amung sa-UMR biasa dogén.” “Nah kanggoang cara jani maan gegaén dogén suba syukur?” kéto Pekak Remrem. “Nanging ngawit nem bulan niki tiang maan tugas buin di vilanné toris Jerman ajak timpalé Mang Aniek. Tugasné nyiapang sarapan jam 7.00 lan makan malam jam 20.00.” “Béh, berat yén kéto. Masak magaé kanti 12 jam awai,” raosné Pekak Remrem. “Mémang sih Mr. Marten Meijer nundén tiang nongos di vilanné, ada kamar buin abesik kanggon kamar pembantu. Kabenengan masih Séntot ngoyong jumahné. Dadinné uli nem bulan tiang ngoyong derika ten buin ngekos,” tuturné Luh Jempiring sendu. “Apa Mr. Marten sing ngajak kurenan dini, apa ia nu truna?” patakonné I Pekak. “Ia ngelah kurenan nanging nongos di Thailand dadi pagawé Kadubes Jerman derika. Sabilang telu bulan ia liburan ka Bali. Yén ten kénten Mr. Marten ané ka Thailand. Ané ten demenin tiang Kak, yén Mr. Marten luas biasanné timpalné utawi pagawé hotélné tundéna ngrunguang vilané. Niki ané rusak ramé-ramé kanti jam tengah lemeng. Mepes ia nganggu tiang, kadénanga tiang derika dadi pembantu satmaka sérep kurenanné Mr. Marten. Yadiapin ada Mang Deldel gélanné Mang Aniek lan Mas Séntot tapi kan ten pantes lakar nongosin tiang kayang peteng, napi buin lakar nginep… aaah serba salah...?” “Nah nika sampun Pa, I Luh itelun mulih ngorang med ngoyong derika. Mangkin maksud tiangé gumanti ja lakar nunasang Luh Jempiring nasi lan tongos ngengsub deriki,” raosné Nyoman Sayang tekén Pekak Remrem, “Nah dong Luh naké ngomong jak Pekaké.” “Nggih Pekak, tiang med derika magaé yadiapin maan
Aswamédha Parwa
.
Kautaman Daging Jagat Olih : I K. Satria, S.Ag SANÉ mangkin pacang katlatarang indik kawéntenan manusa manut kautamannyané wénten ring jagaté. Sinalih tunggilnyané wantah kawéntenan brahmana miwah ksatria. Ring sajeroning para beburon sané jejeh, dané wantah satmaka i gajah; ring sajeroning daging alasé, dané punika satmaka singa; ring sajeroning beburon sané kanggén yadnya, dané satmaka kebo miwah kambing; ring sajeroning beburon sané wénten ring pertiwiné, dané wantah satmaka sarpa; ring sajeroning beburon sané kapiara, dané wantah satmaka banteng muani. Ring sajeroning banteng sané akéh, dané wantah satmaka banteng sané muani sané pinih utama kawéntenannyané. Ring sajeroning tarune sané mautama sané wénten ring sajeroning gunungé, dané wantah satmaka Gunung Himawan, Gunung Paripatra, Gunung Sahya, Gunung Windhya, Gunung Trikutawat, Gunung Nila, Gunung Bhasa, Gunung Koshtawat, Gunung Guruskhandha, Gunung Mahendra miwah Gunung Malyawat. Kawéntenan Marut wantah sané pinih utama ring sajeroning kawéntenan Ganané. Sang Hyang Surya pinaka pamucuk ring akasa sané kabaosang pinih utama ring sajeroning kawéntenan sunaré. Ida Bhatara Yama mautama sajeroning kawéntenan atmané. Samudrané sané pinaka pangwesa sajeroning tukadé. Ida Bhatara Baruna sané ngawasa sami kawéntenan toyané. Ida Bhatara Indra pinaka raja sajeroning kawéntenan Sang Maruté. Sang Surya ngawasa sami sané karasayang panés. Taler Ida Sang Hyang Indra sané kabaosang madué sunar sané nglintangin sunar sané tiosan. Ida Bhatara Agni pinaka pangwasa sané wénten, wénten Ida Bhagawan Wrihaspati sané pinih mautama ring sajeroning kawéntenan para brahmanané. Sang Hyang Soma ngawasa sami kawéntenan taruné sané dados kanggen tamba ring sajeroning usada. Ida Bhatara Wisnu pinaka pamucuk ring sadaginging ksatria sané mautama. Sang Hyang Tashtri dados prabhu sajeroning kawéntenan para Rudra miwah Ida Bhatara Siwa pinaka pangwesa sami sajeroning mauripé. Sané pinih utama ring sajeroning yadnya wantah sampun cumawis sangkaing kalascaryan, sané mautama wantah Sang Hyang Siwa ring sajeroning tetujon yadnyané. Taler ring sajeroning rahasya jnana wantah kawéntenan Brahman sané mautama. Ring sajeroning genah sané mautama wantah ring utara. Sang Hyang Soma sané ksatria punika wantah sané pinih utama ring sajeroning brahmacariné. Ida Bhatara Kuwera wantah pinaka dewata sané nguwasayang kawéntenan arta brana miwah sarwaning mulia. Sang Prabhu Purandara wantah paragayan maharaja utama sané kautamayang ring sajeroning yadnyané. Kadi asapunika sampun katuturang kahuripané sané mautama sané sujatiné samian mawit saking Sang Maha Prajapati. Sakémaon, ring sajeroning kawén-
tambahan lembur ulian Mr. Marten, tapi .…liu pesan gegodané, luirné: (Luh Jempiring nuturang gegodan uli timpalné di Hotél, truna-trunané kayang Mr. Marten ri kala suung. Séntot taén masih das marikosa).” “Béh, yén kanti kéto mula saja kéweh ban ngitungin. Nak muani yén kanti nafsuné sing kaisinan bisa kalap marikosa cara buroné buang. Ento boya tresna nanging kajegégan Luhé ané makada kaliput peteng pitu. Saking pengaruh hormon testosteron utawi estrogen.” “Sejaba nika Pekak, mangkin wénten ngajakin tiang magaé di Bank Pasar, jam kerjanné uli jam 07.00 kanti jam 16.00, nanging gajihné mara masuk Rp1.500.000,- mimbuh uang bensin tekén uang makan siang dogén,” raosné Luh Jempiring masawang sedih. “Nah melahang ngenehin malu, idup di kota makejang ngitungang pipis. Raga luh magaé di Bank gumantinné apang ada anggon meli make up, pakéan pasalinan masih. Apa buin yén misi ngekos kayang makan. Sangkan kanggoang dini bareng apa ja ada di paon?” “Enggih Pekak, napi malih tiang kari nyicil motor, kanti ten nyidaang tiang milu nulungin mémék mekelin I Kadék masuk.... ooh, malah mangkin ngrépotin Pekak.” “Kéné sampun Bapa kenehé dong gedé makita matuutin anak magaé ka kota, mara nepukin timpalé mulih liu ngaba pipis. Kadén aluh anaké magaé tan pamodal ijazah?” “Ento sangkala patut kenehin malu yén ngalih sakolahan. Yén cara jani ada pilihan ka SMA apa SMK cara Pekak ipidan uli mara tamat di SR ngalih jurusan sekolah guru, nanging marasa nyidaang ngalih bekel padidi lantas mabading ka Jurusan Ekonomi sangkal nyidaang magaé di Bank. Yén I Luh makeneh kuliah sambilang magaé jani sing kénkén!” “Kénten sampun Bapa, mangkin I Luh serahang tiang deriki, kénkén ja baan Bapa apang ia nyidaang dadi jlema. Tiang ajak bapanné jumah ten bisa makeneh napi,” pasautné Man Sayang saha nundén panakné pamitan kumah Mr. Marten Maijer di Legian Kuta. Nanging nadak sara Luh Jempiring makesyab maan SMS uli Mang Deldel ngorahang Komang Aniek operasi di RSUP Sanglah, jani nu sedeng di ruang operasi. “Mémék, Pekak… napi niki ada SMS timpal tiangé Mang Aniek nadak operasi di RSUP Sanglah, nanging ten jela -
tenan punika wantah maraga Brahmana sané pinih utama saha ngenterang kahuripané. Nénten wénten malih kahuripan sané luwihan ring kawéntenan Brahmané punika, yéning baosang Brahma, Wisnu wantah panyupsupan Brahmané punika. Ida Bhatara Wisnu punika wantah kasusupin olih kawéntenan miwah kawisésan Brahmané punika. Ida sané pinaka rajaning para rajané taler pinaka leluhur sané pinih luhur. Brahma punika wénten ring jagaté, Ida sané ngutpti, ngupapira miwah mralina sané wénten ring jagaté puniki. Brahma punika nénten kautpti dwaning ngwetuangang padéwékan ring jagaté. Ida sané wénten tanpa pangutpti ring jagaté. Ida sané nguwasayang sami sané wénten ring jagaté, Ida nguwasayang para Yaksha miwah para Gandharwa, taler ngawasa sekancaning sarpa, Rakshasa, Dewa-dewa, Danawa miwah para nagané. Taler ngawasa para brahmana sané wicaksana sané pinaka kawéntenan Ida Dewi Uma. Ring sajeroning anak istri sané pinih ayu, kawéntenanidané wantah sané pinih ayu sané kabaosang Apsara sané mautama pisan indik kaluwihannyané dados anak istri. Para ratuné banget ngaptiang tresna saking sekancaning mauripé, yéning selehin malih, para brahmanané punika sané ngawinang tresnané wénten ring jagaté. Punika sané ngawinang para ratuné mangda ngupapira saha ngemit para brahmanané mangda nénten keni kausak asik olih para raksasané ri kala ngwéntenang tapa miwah brata. Brahmana sané sampun putus sané ngentikang tresna ring jagaté, sané patut pisan kawantuin antuk manah sané lascarya saha ngawi santi. Para ratuné sané pinaka guru wisesa sané sapatutnyané ngwetuang kautaman jagaté saha santi ring sajeroning pagubugan wantah kabaosang ratu sané sampun utama, sakémaon yéning ring kahuripané punika, nénten pisan ngawinang liang para brahmanané ngelarang tapa miwah brata saha ngulurin pamargin raksasa, kabaosang ratuné punika nénten ngamargiang sesana ratu sané becik. Prabhu sané sakadi asapunika kawéntenannyané wantah kabaosang raja sané nénten becik saha pacang nénten polih waranugrahan saking para déwata sekancaning yadnya sané kamargiang. Sang prabhu sané setata ngutamayang kabecikan para janané wantah kabaosang ratu sané mautama saha ring sajeroning kaprabonidané setata pacang polih waranugraha saking para dewatané sangkaning pageh ngelarang tapa miwah brata, kautamané pacang kapolihang ring jagaté puniki miwah ring jagaté tiosan. Prabhu sané mautama pacang mabela pati majeng ring para brahmanané gumanti nyaratang tresna asih wénten ring jagaté. Kadi asapunika kabaosang mangda para rsiné sauninga. (Masambung)
sanga napi krananné!” Luh Jempiring caba balik ngé- SMS nanging jawabanné, “Delokin gén Ia ka Sanglah jani, gawat Ia nagih bunuh diri.” “Yén kanti kéto mirib ada masalah, melahan kema delokin malu. Nyén nawang Luh pinaka timpalné nyidaang maang saran lan pitutur apang Ia nyak tenangan.” “Nggih Pekak, tiang merika malu jebos,” raosné Luh Jempiring lantas pesu ngaba motor ngandéng adinné langsung ka Sanglah. Di Tiara Déwata ia inget meli roti ajak buah anggona gapgapan. Di Sanglah Luh Jempiring langsung ka kamar operasi, nanging Mang Aniek sampun abana ka kamar perawatan no. 108. Dapetanga Mang Aniek sedek bedrest tongosina tekén timpalné Kadék Witari, nanging pacarné Mang Deldel ten ada derika. “Ooh Luh ja teka, nyén ngorahin dadi tawang Mang Aniek dini?” sapanné Witari. “Mara san raga SMS-sa tekén Mang Deldel tundéna mai, koné Mang Aniek operasi buin misi gawat sangkal raga ngénggalang mai. Kénkén sujatinné dadi bisa kéné, nyén ané ngajak ia mai ka RSUP kanti langsung operasi? Keluarganné Mang Aniek apa suba teka?” “Ané ngajak mai Mang Deldel ajaka Mas Séntot ané nepukin Mang Aniek pingsan pendarahan di kamarné. Teked di UGD tim dokteré ngorang harus operasi kanti terpaksa ngebél bapanné Mang Aniek ngalih persetujuan. Kéto masih Mang Deldel nyak tanggung jawab milu tanda tangan. Iyang masih mara lakar operasi SMS-sa tekén Mang Deldel. Mang Aniek ngliab ngendusin. Mara nepukin Luh Jempiring ia ngeling ngaukin lantas nutur makisi-kisi nuturang indik putusina teken pacarné, ngawénang ia nglalu pati. Duang wai ia makenta saha minum wiski ajak arak kanti punyah. Dugasé ka kamar mandi ia kapelését labuh lantas tan inget kén awak. Sadarné suba suud operasi saha panakné mati. Nadaksara magrudugan reramanné Mang Aniek teka, méménné ngeling sigsigan ngelut pianakné, “Mang… Komang dadi kéné pesan nyai, luas ngalih pipis dadi baya tepuk.” Luh Jempiring lan Kadék Witari makiles pesu saking rasa trenyuh milu sedih yén pradé buka kéto, ngalih lega nepukin bencana papa neraka. -0-
Saking Langit Bali
Kidung Kebaya Pangawit tebel dawa kawawa wit karakit mapan sarana pangemit lengen bangkit madia alit susu legit wana sripit majepit mangda tan kepit yata sasebit réh sami druén langit sané patut kapingit gegodan lanang genit sledét tatit Pangawak ancang nyrancang sayan bawak gadang gading pelung barak tangkah kasibak nyebak gigir ligir karusak angga mabriak kedék ngakak sinah kulit putih gading klamad salak sledét lanang gilak galak meled nguyak Pamuput sayan gantut sayan tukrut luput ring sikut tipis tan takut tan ngatut nyinahang lengen lemuh lengut susu nglayut atenga kaput atenga nglebut tundu tan pasaput ngawé siat-siut kadaut bayu kledat-kledut manah sriat-sriut. Kebaya ka baya boya kaba ya (I Madé Suarsa)
Kruna
14
I Made Diki Hyuga Febrian
Cerakén Lengkara Punggelan geguritan puniki kaanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha. Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti
puupu;du(m, Pupuh Durma 8.mulermãt/, Mula rémbat, m(gien\li;sÙ(gn/, marginé ngalih swargan, \)nÓsiné¡r*lnÀid&, ngentasin jurang lan iding, pinkg)egodn/, pinaka gegodan, kliputuæpÕtimir, kaliput Sapta Timira, sdÉipulnuædÀt)tyi, Sad Ripu lan Sad Atetayi, dsrienêog, dasarin Yoga, ymniymengisi. Yama Niyamané gisi. 9.ddijdß, Dadi jadma sujtienÂmhutm,
sujatinné mautama, timã*bueronuæ(wpÉni,
timbang buron sarwa prani, lnuæ(wh)nÓikn/,
lan sarwa entikan, tÉipÊmnemdy*,
Tri Premana médayang, byusbÑ÷d)pê±kÓi,
Bayu Sabda Idep yukti, hipunÀimnus,
ipun I Manusa,
Molihang Piala Bergilir Bupati Badung KAPERTAMA nyarengin lomba magending lagu Bungan Jepun sané kawéntenang Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, I Made Diki Hyuga Febrian dados juara. Beciknyané, Diki–sapunika dané ketah kasambat prasida molihang juara kapertama saha prasida molihang piala bergilir Bupati Badung. Péntas nganggén busana antuk ciri khas kain poléng, ngawi dané sané embas ring Dénpasar, 10 Februari 2008 makanten becik. Sané angob ngantenang Diki nénten wantah j g g taler tigang juri kémanten,, nanging g pamiarsa sané ngicén tepuk saking n. Kacunduk sesampun nerima tangan. ergilir sané kaserahang Kadis piala bergilir ayaan Badung, Diki marasa Kebudayaan g, bagia miwah bangga dados seneng, juara kapertama katagori anak-anak tra. Rumasuk dané kamanggeSD putra. hang molihang piala bergilir Bupati g. Badung. iang nénten prasi“Titiang tarang napi-nada nlatarang jabanpi, sajabansa aning rasa agia gayubagia a n t u k nuwaranugraha s a n é ageng i,” puniki,” b a o s nyané. rid kelas Murid III SD No. 3 Legian, Kuta, Badung puniki taritayang pangawit ler nyaritayang eneng magending. dané seneng awitnyané maPangawitnyané ng majeng Diki gending a parindikan pinaka sané tawah. Antuk n gurunyané uratian D No. 3 Legian, ring SD kawagedan mang kakantegending glantur dané nang nglantur gang ngamikairingang letin ekstra vokal ekolahnyané. ring sekolahnyané. ung nyarengin Sadurung lomba inucap, Diki kairg guru miwah reraingang yané nyaksiang lomba mannyané ungan Jepun ring Wanlagu Bungan tilan Kantor DPRD Badung. it punika Diki sayan Ngawit en malajah. Dané raris sumeken letin lomba magendngamiletin ng SMP Sunari Loka, ing ring Kuta Badung. Asilnyané, Diki dados juara. Daweg punika, graga pinaka penyanyi Diki ngraga putra taler antuk yusa pinih alit. Mabekel pengalaman lomba inucap, pianak pinih asangan I Made Musalit pasangan iwah Ni Luh Ayu Dewi tika miwah ti mutusang ngamiletin Susriati lomba magending lagu Bunepun ring Dinas Kebugan Jepun n Kabupaten Badung. dayaan gedan olah vokal Diki sayan Kawagedan becik sesampun ngamiletin les vokal ring Sanggar Mahardika. gedan masolah minakadi Kawagedan agem sané becik, ngwewehin nilai Diki. Yadiastun patut ngamiletin
les vokal sané genahnyané doh saking umahnyané, indiké punika nénten miambengin Diki sajeroning nincapang kawagedan olah vokal-nyané. Kasidannyané dados sané pinih becik ring katagori anak-anak putra, prasida pacang ngiringang Diki dados Duta Seni Badung sajeroning Pesta Kesenian Bali 2017. Yadiastun sampun molihang juara kapertama lomba magending lagu Bungan Jepun, nénten ngawi Diki madué cita-cita dados penyanyi. Diki madué citaf cita dados jjuru masak p profesional. Arin I Gede Dika Divandra Fior Fiorent puniki samaliha madué citacita-cita meled madué restoran. Dané ssané mangkin seneng malajah mu musik, kawagedannyané main musik pacang pras prasida nyokong usaha rum rumah makan sané da dados pangaptinnyané pangaptinnyané. pi Prestasi pinih anyar Diki, d dané lolos nominasi Jagoan Clevo Bali, ajang p pencarian bakat prest miwah prestasi akademis. Kasa Kasayangam gayang ngamiletin kompetisi ring K Kota Kupang, N u s a T e n g g a r a Timur man mangda molih a n g t tiket ka tingkat nasion nasional. Yadiastun sibuk an antuk sakatah parikra parikrama, Diki né nénten meled nglaliang prestasi a k a d e misnyané. ng Dané ngaptiang ke kekaparin lih parindikan pun punika s prasida sami kamargia kamargiang. Pungku Pungkuran puniki D Diki pac sibuk pacang merilisalb s album merilis kompilasi antuk ju judul Pewaris B Bali Mahard Mahardika, kakuubin I Gede E Eka Putra Pu Putra. Prestasi pinDiki, ih anyar D dané mawali d da né maw dados penyanyi penya terbaik lomba lom lagu Indonesia Indone ring Sanggar Eka Mahardika Mahard puniki. wawu pun (ast/yan) (ast/ya
Isin Gumi
b)rtß\itu\iná¡mi.
berat mangitungin gumi.
Biyut Ormas Mawali Ngawi Krama ”Cemas” Makudang-kudang utsaha sampun kamargiang angganing kepolisian miwah pemerintah nabdabin ormas sané ketah ngawi biyuta ring Bali. Ngawit saking surat kesepakatan damai, pemecatan korlap, kantos sanksi hukum. Sakémahon samian punika sakadi bebaosan ampehang angin, santukan biyut pantaran angga ormas kantun kémanten kalaksanayang. Biyut pantaran ormas sakadi puniki pastika ngawinang krama Bali waswas, yadiastun sadurungnyané sampun wénten paiguman pantaran ormas.
Sangkaning kantun akéh anggota ormas, utamannyané sané kirang paham taler urati ring paiguman inucap, makéh sané ngawi biyut. Parindikan punika kabligbagang ring acara Isin Gumi Radio Singaraja FM 92,0 Mhz raina Anggara, 24 Januari 2017 lintang. Darmayasa, Bubunan Ormas sané ketah ngawi biyut sapatutné kabubarang kémanten. Janten indiké puniki pacang ngawinang krama rumasa osah miwah nénten rumasa santi ri kala
ngamargiang pakaryan. Oknum ormas punika mangda katindak lewih tegas malih. Gung Surya, Lovina Tunas titiang majeng angganing kepolisian mangda sayan sumeken nyelehin ormas-ormas sané ketah ngadug-adug ngawi biyuta, pamekas sané masiat pantara ormas. Napi ké yaktiyakti angga ormas sané resmi utawi wantah ngakungaku kémanten sané pamuputné ipun krama dura Bali.
Kruna BASA BALI
AKSARA BALI
1.
ambis
1. hmãis/,
1. ambil paksa
2.
arangsukan
2.
hr\uæukn/,
2. seperangkat
3.
congah
3.
eco\;,
3. malu sendiri
4.
dumilah
4.
dumil;,
4. berkilauan
5.
durjana
5.
du(jn,
5. penjahat
6.
keta
6.
k)t,
6. gagap
7.
piwal
7.
piwl/,
7. menentang
8.
sentana
8.
s)nÓn,
8. keturunan
9.
silib
9.
silib/,
9. tersembunyi
10. sujénan
Redité Wagé, 29 Januari 2017
10. suejnn/,
BAHASA INDONÉSIA
10. lesung pipi
Nengah Sudik, Seririt Majeng Kapolda Bali sané anyar naanin maosang pacang nindak tegas prémanisme sané ngawi biyuta ring pakraman. Indiké punika mangda yakti kalaksanayang, yéning nénten wénten tindakan tegas, pastika pacang maius ka widang pariwisata Bali. Gung De, Jl. Ngurah Rai Singaraja Pantara ormas sampun ketah pisan biyut ring Bali. Utsaha nabdabin parindikan puniki janten muatang ketegasan para angganing kepolisian. Yéning sampun yakti mabukti ngawinang osah, sapatutnyané katibakin pamidanda sané berat. Pasek Sujana, Bantang Banua Yéning oknum pantara ormas sané bentrok punika wantah sesamén krama Bali, tiang nyeselin pisan. Ring Bali puniki wénten akéh krama mawit saking makudangkudang wewidangan sajebag Indonésia. Yéning ipun kantos uning sinah pacang dados kakedégan gumi. IB. Arpana, Sukasada Majeng angga ormas sané seneng masiat, becikné kasenengan inucap kasalurang ring widang olah raga minakadi latihan tinju, karaté, pencak silat utawi sané tiosan. Mawinan prasida ngwetuang kahanan becik, boya ngawi osah krama tios. (ama)
Ni Ketut Arini
Molihang Penghargaan Citra Likita GURU tari, pangabdi seni abadi miwah maestro tari pantes pisan katujuang majeng Ni Ketut Arini, S.ST. Anak istri sané embas ring Banjar Lebah, Désa Sumerta Kaja, Kecamatan Dénpasar Timur, 15 Maret 1943, ring yusannyané sané sampun lingsir kantun semangat ngabdi ring widang seni tari. Rasa tresnannyané majeng seni tari ageng pisan. Kacunduk sesampun nerima penghargaan Cita Likita, sané kaicén olih SMAN 3 Dénpasar mapaiketan sareng wanti warsa sekolah inucap sané kaping-40, pregina petang zaman puniki nyaritayang pengalamannyané nelebin seni tari. Nglintangin dasaan warsa, majanten akéh piambeng sané kaarepin, nanging madasar kukuh, sekancan piambeng prasida kapuputang. “Minab sané ngawi tios alit-alit dumun sareng alit-alit mangkin sajabaning fisik taler mental. Daweg tiang alit, nénten wantah fisik, mental taler ka gembleng,” baosnyané. Dané sané nuénang Sanggar Tari Warini puniki meled yowana Bali pamekasnyané, mangda setata nresnain seni tari. Warisan adiluhung leluhur sané patut kakukuhang tur kalestariang. Arini kantun éling pisan ri kala negeri serumpun Malaysia, ngangkenin Tari Pendet dados duénnyané. Yadiastun kajantenannyané Tari Pendet punika duén krama Bali. Dané rumasa brangti tur setata dados pinih ajeng nyolahang Tari Péndét, sajeroning nyihnayang, yéning Tari Pendet druén krama Bali, druén Indonesia, boya druén Malaysia. Malajah saking pengalaman inucap, suami (alm) I Gusti Made Alit puniki nénten meled paindikan inucap malih mawali. “Iraga patut ngambil sisi beciknyané. Krama Bali, wang Jawa miwah Bangsa Indonesia patut ngicén uratian majeng seni miwah budayanyané. Sampunang kantos sangkaning iraga nénten urati, negara lianan sané ngangkenin nuénang,” baosnyané. Arini sareng sakatah pragina lianan ring Bali lunga ka Jakarta nyolahang Tari Pendet ring ajeng Kedubes Malaysia. Sujatinnyané akéh paplajahan sané prasida kapolihang saking pragina sujati puniki. Arini setata angayubagia embas tur kelih
ring kulawarga sané nyenengin seni. Bapannyané I Wayan Saplug tukang tabuh terompong sané kasub daweg punika. Ibunnyané Ni Ketut Samprig pragina arja sané taler kasub. Sapunika taler rakannyané I Wayan Dika, dalang sapisanan pragina topéng. Daweg alit dané nglaksanayang swagina ring tigang genah inggih punika ring sekolah, ring carik ngwantu rerama miwah ring balé banjar malajah masolah. Dané marasa bangga ri kala lulus masolah ring Pura Désa. Yadiastun ibuk antuk sakatah parikrama, pendidikan nénten kalaliang. Yadiastun muatang utsaha mangda molihang gelar sarjana seni tari, pamuputnyané gelar kebanggaan punika kapolihang ring Akademi Seni Tari Indonesia (ASTI) Dénpasar, sané mangkin mawasta Institut Seni Indonesia (ISI) Dénpasar. Sangkaning kawagedannyané masolah, dané taler sampun malancaran ka sakatah penjuru dunia. Muridnyané sané orang asing, akéh malajah masolah ring Sanggar Tari Warini duénnyané ring Jalan Kecubung, Dénpasar. Sangkaning tari taler molihang katah penghargaan. Inggian ring Indonesia miwah dura negara. Dané taler nénten nglaliang jasa para guru tari sané sampun ngurukang miwah nempa mentalnyané. Sinunggilnyané I Wayan Rindi, sané taler pamannyané. Arini samaliha ngangken, anggannyané pacang marasa sungkan yéning araina manten nénten masolah tur yéning anggannyané meriang cihna pacang sungkan, tambannyané wantah masolah. Sangkaning pengabdiannyané majeng seni tari ring Bali, SMAN 3 Dénpasar mapaiketan sareng wanti warsannyané sané kaping-40 ngicén penghargaan Citra Likita, majeng pengabdi tari sujati punika. Ni Ketut Arini ngangken bagia molihang penghargaan saking siswa SMA sané madué uratian saha ngajiang jasa para pengabdi seni. “Titiang bangga antuk napi sané kalaksanayang siswa SMAN 3 Dénpasar, sané sawilang warsa nglaksanayang lomba seni tradisi tur ngundang pamilet saking sajebag Bali. Rumasuk nglaksanayang parikrama gelar budaya, tanda puncak wanti warsa sekolah,” baosnyané nguntatin. (ast/yan)
Kalender Tionghoa lan Kalender Saka Bali MUNGGUHIN warsa anyar 2017 puniki, Imlek kapakélingin ring tanggal 28 Januari pinaka pagentosan Shio Monyet ka Shio Ayam, maselat adina sareng Tilem sasih Kapitu. Yéning rerehang napi sané pateh ring wilangan kalender Tionghoa sareng kalender Saka Bali, wénten patehnyané. Ring kalender Saka Bali punika wénten sané kawastanin Nampih Sasih, sané awarsa wénten tiga welas sasih. Ring kalender Tionghoa kauningin wénten sané kawastanin Lun-Gwee utawi sasih Kabisat. Pangalihan sasihnyané taler pateh ring Tilem. Makekalih kalender puniki nganggén wilangan pangider Surya miwah Candra, ring Tionghoa kabaos Yin miwah Yang. Yin pinaka simbul Candra, Yang pinaka simbul Surya. Ring kalender Gregorian (Masehi) sané kauningin pinaka warsa kabisat, nyabran petang warsa ring bulan Februari kadagingin malih araina, dados wénten 29 raina. Ring Kalender Imlek, Lun-Gwee wénten kalih sasih sané pateh ring awarsa. Suksmannyané, awarsa Imlek
madué tiga welas sasih. Ring pengulangan kalender puniki madué siklus ping pitu LunGwee ring siangolas warsa. Ring kalender Saka Bali taler pateh, sané kawastanin Nampih Sasih ring sasih Jyesta miwah Sadha. Kalender Saka Bali taler nganggén rumus siangolas warsa. Punika mawinan iraga uning wénten sané kabaos Sasih Mala Desta miwah Mala Sadha pinaka Panampih Sasih. Yé n i n g k a s a n d i n g a n g sareng kalender Tionghoa, panampih sasihnyané nyabran telas mabagi siangolas lan masisa 3, 6, 8, 11, 14, miwah 17. Pateh sareng Nampih Sasih ring Kalender Saka Bali. Wenten pitung warsa kabisat ring siklus 19 warsa punika. Nampihin Sasih antuk siklus 19 warsa kawastanin Wilangan Mas. Kawastanin
asapunika santukan masa 19 warsa pinaka jejangkepan nemugelang Purnama Sinodis, santukan teja saking bulan pateh sareng 19 warsa sané dumun. Sistem Surya-Candra (Luni-Solar) kawigunayang olih para leluhur antuk tetujon kanggén ngwilangin genah Surya ring langit santukan sami warga magantung ring asil carik. Pagantosan masan pinih mautama kanggén mutusang galah becik nandur, manén, miwah mutusang napi tetanduran sané cocok katandur ring masan sané lianan. Para bendega taler nganggén sistem kalender anggén nentuang angin ri kala ngrereh ulam ring segara. Rahajeng wanti warsa Imlek 2568 (Gong Xi Fa Cai) I Putu Dedy Pratama
Redaksi nerima reriptan profil mabasa Bali miwah Indonésia (pinih akéh 3000 huruf) jangkép sareng foto profil. Profil mangda kakirim ring alamat : Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email : bali.orti@yahoo.com
15
Minggu Wage, 29 Januari 2017
Undagi Taman, Mata Air Tirtagangga…. zSebuah Pencarian Ketulusan Ekosistem
TIRTAGANGGA sebagai salah satu sumber mata air Karangasem. Tirtagangga tidak sekadar taman yang didirikan oleh salah satu raja Karangasem, yang sekarang ini dijadikan objek wisata. Ada beberapa kolam di Tirtagangga. Jika dirunutkan menjadi tiga pilahan. Kolam utama paling atas, yang airnya langsung dari sumber mata air. Kolam kedua yang di dalamnya berisi tower air yang ditaita dengan amat indah. Kolam ketiga paling bawah. Penata taman (undagi Taman), sepertinya memberikan inspirasi ada tiga tingkatan agar bias menuju ke sumber mata air suci. Jika sempat memperhatikan mata air di tempat paling suci akan tampak munculnya dari beberapa sisi. Bisa jadi dengan warna yang berbeda juga karena muncul dari berbagai arah. KARANGASEM yang dikenal tandus ternyata di dalamnya ada beberapa mata air besar yang menyuburkan Bali. Karangasem khususnya. Sesuai dengan namanya Tirtagangga. Tirta bermakna air suci, gangga bisa dimaknai sungai dari surga. Yang secara kasat mata berupa sungai besar di India. Gangga setiap hari dipuja di Bali oleh para sulinggih. Ngastawa Dewi Gangga yang memberikan kesejukan, kesehatan, kedamaian, dan ketentraman insan manusia. Bersyukurlah Bali memiliki pemuja Gangga. Sungai suci di surga. Ini juga berarti surga selalu hadir di Bali setiap hari. Apa ini yang menyebabkan Bali dijuluki Pulau Surga? Sebuah sebutan mulia sekaligus menjadi tanggung jawab para pencari hidup di tanah Bali. Dan tentu tidak akan mengotori Bali dengan beragam sikap, perilaku, dan tindakan yang mengganggu Bali. GANGGA–gangga yang ada di Bali perlu dijaga kelestariannya. Gangga-gangga di Bali tidak hanya dinikmati airnya tanpa
pernah peduli akan keberlangsungannya. Betapa tidak bermaknanya hidup jika sampai mengotori gangga. Semoga sekali waktu pernah berpikir bahwa gangga itulah yang mengalir dalam tubuh setiap hari. Tanpa gangga dalam tubuh mengalir dengan indah, tak mungkin bisa merasakan indahnya gangga di alam semesta. Rasa syukur itu yang paling mendasar menjaga kelestarian lingkungan alamnya. Bukan diganggu hingga gangga-gangga mengecil, surut yang lambat laun hanya tinggal cerita bagi anak-anak Bali ke depan. Anak-anak Bali ke depan tentu tidak ingin berkata kurang elok pada generasi sebelumnya. TIRTAGANGGA memberikan spirit bagi kehidupan Karangasem khususnya. Upacara melasti, menjadi jalan mengamet sarining amertha ring segara danu, ranu, Gangga-gangga di Bali, bhuwana agung pastilah saling terkait, sebuah satu kesatuan, sebuah ekosistem antargangga. Ini juga berarti menjaga satu gangga berarti juga menjaga gangga-gangga yang lain. Itu juga sebaliknya, merusak satu gangga juga merusak gangga yang lain. ULU GANGGA tentu akan ada gangga yang mahaluas, mahabening, mahasuci. Gangga itulah sebagai tempat mengalirnya, tempat menyelami hakikat dari kehidupan. Siapa gangga itu? Tentu sang Pemberi hidup. Gangga yang tidak terbatgas yang selalu memberi kedamaian bagi pencari jalan kedamaian sejati. Gangga yang dicari oleh para penekun spiritual. Gangga ini hanya bias terjadi jika ada panunggaling gangga diri dengan mahagangga. Sebuah pencarian yang dilatari dengan ketulusan dan kepasrahan pada sang Mahagangga. zIBW Widiasa Keniten
Tiga (3) Sajak
zRatna Ayu Budhiarti Garut-Bandung
DI ANTARA DERAI GERIMIS Kau sesungguhnya tahu, Mengapa jendela itu tidak tertutup Dari sana kau akan selalu melihatku, Aku akan selalu melihatmu. Kau akan selalu melihat seseorang Di tepi jendela, Aku akan selalu melihatmu duduk Di bangku kayu, Menghunjamkan tatapan Lewat derai gerimis Aku cemburu pada daun, pada pohon, Pada segala yang jatuh Dan berserahkan di beranda. Aku ingin jadi hujan, jagi angin, Jadi daun, jadi pohon, jadi apa saja Yang meneduhkan kegelisahan.
Tiga (3) Sajak
zIka Permata Hati Temanggung-Denpasar PP Kepada Anak-anak Angin Jauh kutiti bentangan waktu menembus awan di lipatan malam tuk menemu anak-anak angin yang telah memusar di pelataran bajrasandi berbagi ruang dan waktu menuang cerita dan menyemai tawa menyelami keberjarakan yang telah dilarung beribu tilem yang singgah di ujung sanggah Memang tak seriuh dulu, namun kidung anak-anak angin mampu menyejukkan bilik-bilik keresahanku yang makin gerah terhimpit gundah tak tentu arah. Meski sesaat namun ada putik-putik puisi yang memucuk dari sekuntum cerita yang berbayang di pelupuk mata Pada anak-anak angin. kutitipkan pohon renjana tak bermusim agar dapat kupetik buah manisnya setiap saat dan kan kusajikan dalam semangkuk perjumpaan bertabur keeping-keping rindu…. ……. Kelak di satu waktu.
SAAT HUJAN DEKAT KINCIR AIR
Dua sungai bersimpangan menuju satu alir Daun serumpun Yang berkeriap di hijau taman Deras pancuran, roda kincir Yang tak lelah berputar Ada matamu Yang bertamu ke lancip dagu Diserta sekantung kata-kata, Hujan yang rinai, muka yang masai Ini hari keberapa ratus Membilang langkah? Ricik air, udara gigil, Bersatu dalam poci teh panas Telapak nasib menelusuri undak berbatu Menggumamkan lagu Kupahat bintang di bibirmu ‘’Ini deras hujan rindu,’’ katamu.
Perempuan Berkebaya Merah Jambu berbalut kebaya merah jambu dia masih mengulum senyumnya tak lagi garing di hawa yang masih kering perjalanan telah dilalui, bertabur stigma, luka keeping-keping cinta juga air mata tapi ini belum usai lagi dan separuh jiwanya masih mengelana bersama anak-anak angin yang memburu sirip-sirip mimpi bernama takdir ‘’hidup mungkin tak selalu sempurna tapi aku masih disini,’’ bisiknya ‘’akan selalu ada yang membisikkan kesendirian dan keakuanku namun gerhana sesaat tak akan membutakan langkah-langkahku sebab Surya akan selalu bersinar malam-malam gelisahku, dan perjalan ini akan selalu menghidupkanku… masih berbalut kebayar merah jambu tak henti dia menenun setiap helai waktu tanpa kehadiran separuh jiwanya ‘’inilah merindu,’’ gumamnya, menyelami samudra penantian menuju tapal batas misteri yang indah.’’ tapi sungguh, senyumnya tak lagi garing di hawa yang masih kering.
ONG Hok Ham atau Onghokham adalah sejarawan Indonesia kelahiran Surabaya tahun 1933. Ia selalu punya persfektif lain atas sejarah kita, di luar yang dipahami umum. Ini terlihat dalam bukunya Dari Soal Priayi sampai Nyi Blorong (Refleksi Historis Nusantara), 2002. Dr. Aswi Warman Adam di pengantar menyebut, pemikiran Ong sangat relektif dan orisinal . Ketika banyak sejarawan melihat proklamasi sebagai pemutus hubungan antara penjajah dan si terjajah, Ong justru melihat proklamasi sebagai pemutus hubungan antara penjajah dan si terjajah, Ong justru melihat keterhubungan itu masih kuat. Tak hanya fisik material, juga mental, Salah satu yang menjadi perhatiannya ialah posisi birokrasi. SEBUAH NEGARA, kita tahu, butuh birokrasi sebagai mesin penggerak pemerintahan. Jumlahnya paling banyak di semua lapisan. Presiden dan kabinet boleh muncul silih-berganti, tapi birokrat atau aparatur negara tetap dalam barisan yang rapi. Hanya pension, mundur, atau ajak yang mengakhiri peran mereka. Menurut Ong, ketika Indonesia merdeka, kita bukan saja mewarisi sejumlah produk hokum colonial, juga barisan birokrasi yang disebut pangreh praja inilah yang bertugas menjalankan birokrasi di Hindia-belanda. Mereka bukan orang Belanda, melainkan pribumi yang ditugaskan sebagai perpanjangan tangan kononial. Tak heran, sikap mental mereka juga berbau kolonial. Hal yang mewarnai tradisi birokrasi kita kemudian. KETIKA KEMERDEKAAN diproklamasikan, birokrasi bukan diisi oleh unsure revolusi dan nasionalis, melainkan tetap mempertahankan unsure pangeh praja ini. Apakah kealpaan semata, atau pemimpin awal republik menyadari tak gampang menyediakan barisan birokrat yang siap pakai? Selain jumlahnya besar, melatih atau mendidiknya akan memakan waktu panjang, alih-alih menggerakkan saja masin birokrasi yang sudah ada. Lagi pula, pada pangreh praja diyakini lebih berpengalaman. Karena itu, gempita revolusi di jalanan, tak ikut marasuk ke gedung-gedung pemerintahan. Birokrasi tak mengalami perubahan. Boleh jadi dari segi tugas, posisi dan struktur ada pergeseran, namun watakmental tak bergeser dengan sendirinya. INILAH yang terwariskan hingga hari ini. Mental kepegawaian cenderung tidak berubah. Tegas dan kewajiban melayani public, sering terbalik: merekalah yang seolah minta dilayani. Gaya hidup dan pola pergaulan terkesan elitis, jauh dari interaksi sekitar. Jam kantor sering dibuah mulur-mungkret alias jam karet. Toh, gaji dan segala fasilitas tetap diterima apa
POHON DI HALAMAN
BPM/ist
Republik Pangreh Praja…. zMembaca Kembali Ong Hok Ham (1)
pun yang terjadi. Masa tua ada jaminan pensiun dan tetek benget lainnya. BAGAIMANA BIROKRASI KITA membangun dirinya, bahkan dapat ditelusuri dan motivasi orang jadi pegawai negeri. Gaji tetap, fasilitas iming-iming pensiun, kadang menjadi motivasi dasar. Panggilan pengabdian alas an ke sekian. Karena itu, jamak kita dengar bahwa pegawai yang diitemparkan di daerah jauh atau terpencil, alamat kiamat bagi karirnya, Birokrasi jadi tak efektif. Daerah perkotaan yang fasilitasnya banyak, jadi idaman, sebaliknya daerah pinggiran dianggap tempat buangan. Tak mudah membenahi sikap mental demikian. Di dalam kabinet kita sampai menteri yang khusus mengurus aparatur, yakni Menteri pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Birokrasi memang perlu ditangani khusus. Selain jumlahnya besar, mungkin terbesar di dunia, birokrasi kita juga menyerap paling banyak anggaran. Pada era ekonomi, bisa dilihat presentase APBD di provinsi atau kabupaten/ kota rata-rata di atas 50 persen diserap oleh gaji dan belanja pegawai. Bahkan ada daerah yang APBD nya 80 persen diserap oleh mesin birokrasi, sisanya yang 20 persen barulah untuk keperluan rakyat! Dalam situasi demikian, tetap saja kita dengar terjadi penyelewengan keuangan, korupsi dan kolusi, sungguh mengenaskan. APAKAH kita akan menyalahkan kolonial yang mewarisi barisan pangreh
GUNG WAWAN Agung Bawantara besok 30 Januari 2017 ULANG TAHUN seraya memutar dan mendiskusikan Episode MERAH PADAM CAKRAWALA ... ( antara empat lima - empattujuh) disitulah aku berdiri...
Tiga (3) Sajak
zNunung Noor El-Niel
Di halaman rumah ini, ribuan kabar Silih berganti di antara denting piring Dan decak mulut kepedasan Mencicipi sambal terasi; Nasi hangat, gorengi ikan, Tapi jabrig pelengkap botram Rutin digelar Di tiap perjumpaan
Sudah kau ciptakan sebuah bahtera Dengan sebuah sabda untuk menyelimuti Dan membasuh seluruh permukaan bumi Ketika apa yang kau ciptakan berpaling Mengazab di atas angkara murka
Pohon itu juga menjadi saksi Siapa yang dating dan pergi Jadi keluarga, atau sekadar kerabat Mengukir kisah selewat
Empat puluh hari siang dan malam Dari pintu-pintu langit yang terbuka Hujan kutukan itu pun kau tumpahkan Menenggelamkan gunung-gunung Dan membiarkan bahteramu mengapung Menyusuri kehidupan baru
Pulang
menjejak kembali tanah para dewa wangi dupa dan bebunga di canang sari menuntunku pulang untuk menimang selaksa rindu disinilah jiwa yang merajah atas jiwaku mengecup pucuk-pucuk renjana yang relah menjelaga oleh tujuh kemarau meski telah berpayung beribu penjor. wahai ruh yang meniupkan mimpi di alir darahku, lepaskanlah mantra suci ke segala penjuru mata angin agar dapat kuhapus teluh yang telah memasung segala kenangan dan impian hingga kata tak hanya berserak di kolong-kolong angan dan sajakku terlahir kembali
zRaudal Tanjung Banua
BPM/ist
Bahkan aku lupa, kapan kali terakhir Ia kupanjat, atau daun-daunnya luruh Teresangkut benang gelasan, Waktu ngadu bandring bersama sepupu
Berapa tahun usia pohon itu Tidak lagi penting Tapi ia masih tumbuh dan bertukar oksigen Dan tetap menyaksikan keluarga kecil Yang juga tumbuh dan semakin Tak punya waktu banyak Untuk sering bersama
praja? Terlalu naïf jika kita balik ke belakang. Sebagian besar penyakit birokrasi yang ada sekarang, disebabkan oleh kita sendiri. Soal seleksi dan pengawasan, misalnya, pemerintah colonial lebih selektif dan ketat, ketimbang kita yang hidup dalam kultur nepotisme. Memang sebagian dari pangreh praja pada zaman kolonial terdiri dari priayi atau penguasa lokal, namun mereka tak bias leluasa membawa ‘’gerbong’’ keluarganya untuk ikut jadi apparatus colonial. Kemudian selama puluhan tahun, disadari atau tidak, pendidikan mengarahkan subjek didik jadi barisan pangreh praja. Pandangan social masyarakat juga menganggap jadi pegai negeri ukuran keberhasilan orang sekolahan. Didukung oleh sikap kolusi dan nepotisme, jadilah birokrasi sebagai muara yang menampung hasrat orang jadi birokrat. Akibatnya, jumlah pangreh praja membengkak dan tambun, geraknya lamban bak kura-kura. APAKAH penyakit-penyakit akut birokrasi kita sudah tandas sejak Reformasi? Sulit menjawabnya. Kecuali bahwa berbagai upaya pembenahan sedang terus diupayakan, berbagai regulasi, undangundang, apresiasi dan pengawasan terus ditingkatkan. Dalam banyak hal, ada pencapaian. Tapi harapan terbesar tetap kita tujukan kepada sikap mental, sesuatu yang akan membedakan Republik Pangreh Praja dengan Republik Indonesia Raya.
Denpasar – Jakarta PP Nuh
Setelah kau melepas seekor merpati Yang kemudian tak kembali Kau pun membuka pintu-pintu bahtera Dan membiarkan makhluk berpasang pasangan Yang haram dan tak haram Menyusuri kembali permukaan bumi Di bawah busur lengkung pelangi
Benang yang Tersambung Lagi
SUDAH TUJUH tahun ia hengkang ke arah timur pada sudut pulau sebelah utara ia dilahirkan meratap dalam tangis iba ia menuju atap langit yang lain di bawah atap salju ia mengeja harapan menjenguk mimpi siang 13 tahun bersemayam dalam ritme senja pelan yang menjanjikan dari ruang kecil telepon menggong-gong mewartakan hendak bertemu wah ada ini dan itu ketika mulut lancip mengupil pahit ia hendak mengakhirinya dengan kembali ke kampong halaman mendadak burung di pohon itu jatuh tanpa beban pada teras kedai ia berpamitan sepanjang itu hanya kartu meluncur di ujung hari mengabarkan tangan pekerjaan. Kemarin ia berada di depanku. zSigit Susanto
Pilihan
Kadang aku ingin membagi senyumku padamu Tapi aku tidak lagi memiliki sepasang bibir Untuk merekahkan dengan seulas tarikan saja Kadang aku ingin menangis tapi aku tak lagi Memiliki sumber airmata di kedua mataku Karena lubuknya telah mengering oleh kemarau Kadang aku ingin memberimu sebuah isyarat Dari setiap gerakku yang sekecil apa pun Tapi akan hanya dapat diam terpaku Kadang aku ingin kau tak memahami semua itu Dan aku membiarkanmu berlalu Tanpa berpaling sedikit pun ke arahku : sebab mungkin itu sudah menjadi pilihanmu
Jalan Tafakur
hari-hari yang membusungkan waktu memanggil dengan segala rayu sudah teraba di balik dada segala debar untuk menisbikan segala ingkar sebelum sema kesucian terbayar daun sirih yang menjadi percakapan menghembuskan angan menuju pelaminan di antara bantal dan guling yang sama pada malam yang penuh dekapan di mana kehangatan mengalir ke seluruh pembuluh darah tak ada yang diharapkan selain membiarkan semua kembali berdesir di mana setiap lenguhan menjadi zikir bukan lagi sebagai musafir tapi untuk sampai ke jalan takdir Menyatu dalam ketafakuran.
NASIONAL
16
Minggu Wage, 29 Januari 2017
Krishna Selalu Setia untuk Kebaikan Arjuna
Disusun: Kisari Mohan Ganguli Diterjemahkan: I Ketut Arinta (Edisi Empat Ratus Empat Puluh Tiga)
Rishi Vyasa : (Bharata) setara dengan Veda. Ini adalah suci dan agung. Bharata menganugerahkan kemasyhuran dan kesejahteraan. Karena itu, seseorang harus mempelajari dan mendengarkan dengan perhatian penuh.
VASUDEVA berkata, ‘‘Duhsasana, Karna, Sakuni dan penguasa Sindhu, dengan Duryodhana di depan mereka, telah sering memperdebatkan pokok persoalan ini. Dengan menyapa Karna, mereka terbiasa berkata, ‘Oh Karna, Oh pemanah hebat, Oh engkau yang dengan keberanian tak terukur dalam pertempuran, Oh yang utama dari para pemenang. Panah itu tidak akan pernah dilemparkan kepada siapa pun selain prajurit kereta perkasa itu, putra ketiga Kunti, itu. Partha alias Dhananjaya. Dia adalah yang paling terkenal di antara mereka. Seperti Vasava di antara Dewa-dewa. Jika dia dibantai, semua Pandava lainnya dengan keluarga Srinjaya akan putus asa seperti kaum surgawi yang tanpa api!’’ Karna setelah membenarkan itu berkata ‘‘Terjadilah demikian.’’ Dengan keinginan membantai pemegang Gandiva itu, Oh banteng di antara keluarga Sini. Tidak pernah hadir di hatinya Karna. Aku,
Oh yang utama dari prajuritprajurit, selalu terpana kepada putra Radha itu. Untuk ini, dia tidak pernah melemparkan panah itu kepada putra Pandu itu, yang memiliki kuda-kuda putih. Sepanjang aku tidak dapat menggagalkan cara-cara kematian Phalguna itu, aku tidak bisa tidur atau gembira dalam hatiku, oh yang utama dari prajurit-prajurit! Setelah melihat panah itu dengan memberikan kesia-siaan melalui Ghatotkacha, oh banteng di antara keluarga Sini, aku menganggap Dhananjaya, hari ini, telah diselamatkan dari dalam rahang kematian. Aku tidak menganggap ayahandaku, ibundaku, engkau sendiri, saudara-saudaraku sendiri bahkan hidupku pun berharga mendapat perlindungan seperti Vibhatsu dalam pertempuran. Jika ada sesuatu yang lebih berharga daripada kedaulatan atas tiga dunia. Aku oh Satwata, tidak menginginkan menikmati itu tanpa putra Pritha itu, Dhananjaya -- untuk membagi itu dengan aku
--. Setelah melihat, Dhananjaya seperti seseorang yang kembali dari kematian. Kepuasan-kepuasan itu oh Yuyudhana, telah menjadi milikku. Untuk itulah aku telah mengirim Rakshasa itu kepada Karna untuk bertempur dengan Karna. Tak seorang pun yang mampu menahan Karna, pada malam hari, dalam pertempuran.’ Sanjaya melanjutkan, ‘‘Bahkan demikian putra Devaki itu selalu setia untuk kebaikan Dhananjaya. Dan apa yang menyenangkan, berbicara dengan Satyaki pada kesempatan itu.’’ Dhritarashtra berkata, ‘’Aku melihat, oh tuan, perbuatan Karna dan Duryodhana, putra Suvala, Sakuni, dan dirimu sendiri, khususnya, telah banyak melanggar ketentuan-ketentuan kebijaksanaan. Sungguh, ketika engkau mengetahui panah itu dapat selalu membantai satu orang pada pertempuran. Panah itu tidak mampu benar-benar ditahan atau digagalkan Dewa-dewa dengan Vasava di depan mereka.
Kenapa kemudian, oh Sanjaya panah Konta itu tidak dilemparkan oleh Karna kepada putra Devaki, atau Phalguna itu? Ketika dia terlibat dalam pertempuran, sebelumnya? Sanjaya berkata, ‘‘Setelah kembali dari pertempuran, setiap hari, oh baginda semua dari kami, oh yang utama dari keturunan Kuru, terbiasa berdebat dengan Karna, pada malam hari dan berkata kepada Karna, ‘‘Besok pagi, oh Karna, panah
ini harus dilemparkan apakah kepada Kesava ataupun kepada Arjuna.’’ Ketika pagi datang, Oh raja, melalui Takdir, keduanya baik Karna maupun prajurit-prajurit yang lain lupa dengan tekad, hamba pikir. Takdir bekerja tertinggi dan mutlak karena Karna, dengan panah itu ada di tangannya, tidak membantai pada pertempuran, apakah Partha ataupun putra Devaki, Krishna itu. (bersambung)
Sloka 11.54 Bhaktya tv ananyaya sakya Aham evam vidho ‘rjuna Jnatum drastum ca tattvena Pravestum ca parantapa. Tetapi hanya dengan kesetian kepadaku semata, kesetian dedikasi yang tak terpecah pecah –maka Aku akan diketahui dan terlihat dalam intisari-Ku dan bahkan dimasuki ke dalam-Nya, oh Arjuna.
Memaknai Siwaratri
Membersihkan Dosa dengan Sembilan Bakti MALAM Siwaratri dewasa ini bukan lagi menjadi milik pelajar, sekolah, dan kampus. Hampir semua pura dadia, merajan, tempat suci dan kampus diisi dengan Siwa Puja dan membaca mantrammantram Weda. Pengamat agama dari Universitas Dwijendra, Dr. A.A. Gde Putra Semadi, M.Si., dan Rektor Undwi Dr. Putu Dyatmikawati, S.HY., M.Hum., menyebut Malam Siwa kini ditunggu-tunggu oleh umat Hindu. Apalagi anak muda Bali dengan melakukan jagra atau begadang semalam suntuk. Putu Dyatmikawati menekankan malam Siwaratri harus dipakai momentum tertinggi untuk merenungkan diri. Setiap bulan ada malam Siwaratri, namun pada pangelong tilemin keputu yang paling tinggi berkah Dewa Siwa. Jadikan hari suci ini untuk
mengisi diri, melaksanakan swadarma dan mengejar ilmu pengetahuan agar menjadi SDM yang cerdas dan mampu mengontrol dirinya. Kedua, tetap melaksanakan hubungan baik dengan Tuhan, sesama dan alam (Tri Hita Karana) dengan komitmen yang tinggi dan ikhlas. Pengamat Agama Hindu yang juga dosen Undwi, A.A. Gde Putra Semadi mengungkapkan penghormati Malam Siwa (Siwaratri) pada pangelong ping 14 sasih kapitu/catur dasi kresnapaksa maghamasa, merupakan satu wujud pelaksanaan bakti yang sangat tulus dari ajaran Siwa dengan tujuan agar kita semua dapat menyadari bahwa Tuhan itu satu adanya dan Mahaesa. Kidung-kidung suci yang disenandungkan akan membuahkan satu pikiran dan kebahagiaan yang bersifat tidak mendua.
Maksudnya, agar kita mampu mengendalikan pikiran dan perasaan serta memusatkannya kepada Tuhan. Masih kata Putra Semadi, secara lahiriah amanat perayaan hari Siwaratri yang suci
BPM/ist
Putu Dyatmikawati
ini adalah selain untuk menempuh hidup dalam persatuan dan kerukunan, juga bertujuan untuk meningkatkan persatuan di antara manusia, apa pun halangannya, kesulitannya, dan provokasinya.
BPM/ist
A.A. Gde Putra Semadi
Malam Siwa atau Siwaratri harus kita hormati sedalamdalamnya dengan setulustulusnya karena upacara ini tergolong demikian suci sehingga dapat membersihkan segala noda dan dosa. Menghormati Malam Siwa dengan jagra, upawasa, dan monobrata berarti kita memuliakan daya pensucian yang terkandung dalam ibadat Lingga Siwa. Para pemuja Siwa menganggap bahwa upacara Siwaratri merupakan upacara paling suci karena dapat membersihkan noda dan dosa setiap orang. Selain itu, menjamin agar selama hidup ini semua keinginan luhur kita terpenuhi, dan pada akhirnya jiwa manusia itu disatukan dengan Ida Batara Siwa atau mencapai pelepasan terakhir. Tutur Siwa kepada Dewi Uma menekankan bahwa siapa pun dia yang meraya-
kan Siwaratri dengan sungguh-sungguh akan mendapatkan kebahagiaan sejati dari Ida Batara Siwa. Melalui kakawin Siwaratrikalpa, Mpu Tanakung berharap agar karyanya ini dapat menambah kebahagiaan sang raja serta pemerintahannya dengan menghayati ajaran didaktis moralis religius bahwa pendosa yang paling besar pun tidak perlu merasa cemas karena ia masih dapat masuk surga tertinggi dengan berbakti kepada Siwa. Cinta Kasih dan Bakti Cinta kasih merupakan salah satu ajaran Siwa dan karunia yang sangat penting terdapat dalam Siwaratri. Cinta kasih dapat mengatasi rintangan bagaimanapun banyak dan kuatnya. Tidak ada kekuatan yang lebih berhasil daripada kemurnian. Tidak ada berkah yang lebih
memuaskan daripada cinta. Pasrah diri (atmanivedanam) merupakan bentuk bakti yang menjadi tujuan terakhir dari kesembilan tahapan bakti yang penting dilakukan di hari suci Siwaratri. Kesembilan bentuk bakti tersebut adalah (l) Sravanam (mendengarkan pembacaan kitab-kitab suci), (2) Kirtanam (menyanyikan nama Tuhan), (3) Visnusmaranam (merenungkan Tuhan), (4) Padasevanam (Melayani kaki suci Tuhan), (5) Vandanam (bersembah sujud), (6) Arcanam (memuja), (7) Dasyam (mengabdi), (8) Sneham (bersahabat dengan Tuhan), dan (9) Atmanivedanam (pasrah diri). Apabila salah satu atau kesembilan bentuk bakti itu dilakukan pada saat merayakan Siwaratri kita juga akan memeroleh waranugeraha dari Ida Batara Siwa. (sue)
Mau ’’Melukat’’, Kepsek Mengapung di Laut Amlapura (Bali Post) Pantai Tanah Ampo di Desa Ulakan, Kecamatan Manggis, menjadi akhir dari kehidupan Ni Komang Adnyani (55). Kepala Sekolah SDN 3 Manggis di Banjar Yeh Poh itu tewas terseret arus saat hendak melukat Sabtu (28/1) kemarin. Jenazahnya ditemukan mengambang di tengah perairan dekat Pelabuhan Kapal Pesiar Tanah Ampo. Jenazah korban pertama kali diketahui nelayan setempat sekitar pukul 07.30 wita. Mulanya sempat muncul dugaan mayat yang mengambang tersebut orang asing. Kepastian bahwa itu mayat korban baru diketahui setelah proses evakuasi. ‘’Jenazah dalam posisi telungkup,’’ terang Koordina-
tor Pos Sar Karangasem, I Wayan Suwena, yang memimpin proses evakuasi. Kematian korban sangat mengejutkan pihak keluarga. Pasalnya kejadiannya begitu tiba-tiba dan nyaris tak ada pihak keluarga yang mengetahui rencana korban melukat ke laut. Menurut kerabatnya, korban berencana melukat karena malamnya mimpi buruk. Korban hanya menyampaikan niatnya kepada sang anak, itu pun hanya melalui jaringan line. Informasi di lapangan, pagi pagi korban sudah keluar rumah menuju pantai dengan mengendari sepeda motor. Pihak keluarga baru tahu setelah ada laporan penemuan mayat mengambang di pantai. Benar saja,
di lokasi kejadian mereka menemukan sepeda motor korban. Setelah jenazah berhasil dibawa ke darat, tangis histeris seketika pecah. Proses evakuasi sendiri dilakukan hingga pukul 09.00, dari lokasi kejadian jenazah langsung dibawa ke rumah duka di Banjar Tanah Ampo. Proses evakuasi juga melibatkan BPBD dan Balawista. Suami korban, I Nengah Jati (58), tak bisa menyembunyikan kesedihannya. Di tengah kesedihan tersebut sempat muncul dugaan ibu empat anak itu bunuh diri karena jenazah ditemukan masih mengenakan pakaian lengkap, baju kaus merah dan celana poleng. Namun, Jati membantahnya. ‘’Tak mungkin istri saya bunuh diri,’’ ujar pegawai Hotel
Amankila, Manggis itu. Kapolsek Manggis, Kompol Gusti Sukawana, juga menepis dugaan itu. Menurut dia, selama ini korban tak punya masalah dengan keluarganya. Besar kemungkinan korban terseret arus saat berjalan di tepi pantai. ‘’Kesimpulan sementara, murni kecelakaan,’’ tegasnya. Di rumah duka, jenazah langsung ditempatkan di bale sakenem di sisi timur rumahnya. Warga setempat langsung berdatangan untuk melihat kondisi korban. Rencananya pihak keluarga akan menggelar upacara pengabenan dalam waktu dekat ini, namun untuk sementara jenazah akan dititipkan di rumah sakit. (kmb)
Diduga Dibunuh, Sopir ”Freelance” Tewas di Perkebunan SIWARATRI - Suasana Siwaratri di Bangli.
BPM/kmb40
PHDI IngatkanUmat Jadi Hindu’’Sujati’’ Bangli (Bali Post) Perayaan hari Siwaratri, Kamis malam (26/1) di Bangli dipusatkan di Pura Dalem Panunggekan, Banjar Blungbang, Kelurahan Kawan. Dalam kesempatan tersebut, Ketua harian Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Bangli I Nyoman Sukra mengingatkan umat Hindu sedarma untuk selalu waspada terhadap pihak tertentu yang ingin memecah belah dan menghancurkan Hindu di Bali. Menurutnya upaya tersebut terlihat dengan masuknya budaya luar yang ingin mengikis tradisi budaya Hindu di Bali. Sukra mengatakan, kalau mau jadi orang Hindu dan tinggal di Bali, jadilah orang Hindu sujati. Jangan sekalikali membawa Hindu bernuansa luar untuk memengaruhi orang Hindu Bali. Karena Agama Hindu di Bali adalah Hindu yang berbasis budaya Bali, bukan budaya luar. Dirinya mempersilakan kalau ada umat yang mau menjalankan Hindu versi luar Bali, asal jangan dibawa untuk memengaruhi orang apalagi sampai dimasukkan
ke desa pakraman. Selain pengaruh Hindu dari luar Bali, pada kesempatan itu Nyoman Sukra juga menyinggung tatanan kesulinggihan. Menurutnya, ada sulinggih yang tidak terdata di PHDI yang ajarannya sedikit bertentangan dengan PHDI. Sukra mengungkapkan, dari pengamatannya selama ini ada sulinggih yang berani membuat tradisi baru dan mengesampingkan aturan parisada. Misalnya sulinggih tersebut membolehkan umat menggunakan satu jenis warna ayam untuk berbagai jenis yadnya atau diganti dengan boneka dan tulisan.
Terkait dengan pelaksanaan Siwaratri, Nyoman Sukra menjelaskan, jika disesuaikan dengan perkembangan zaman, sesungguhnya umat Hindu saat ini adalah seorang lubdaka (pemburu) modern. Perburuan ini harus dikendalikan dengan upawasa (berpuasa), monobrata (tidak berbicara) dan jaga brata (tidak tidur) pada malam Siwaratri. “Menjalankan brata Siwaratri 12 jam baik, 24 jam juga bisa dan 36 jam juga lebih baik. Pahalanya pun sama, yang terpenting dijalankan dengan niat yang tulus dan ikhlas untuk melaksanakan brata Siwaratri,” ujarnya. (kmb40)
Banyuwangi (Bali Post) Warga Desa Kajarharjo, Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi, geger, Sabtu (28/1) kemarin. Sesosok mayat ditemukan tergeletak di Perkebunan Afdeling Jatirono, Dusun Kacangan, Desa Kajarharjo. Diduga, korban pembunuhan. Sempat dinyatakan Mr. X, identitas korban akhirnya ditemukan. Korban adalah Ivan Krisdiyanto (30), warga Dusun Lidah, Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi. Korban pertama kali ditemukan pasangan suami istri (pasutri), Asdi (46) dan Samiatun (45), warga Dusun Krajan, Desa Kalibaru Wetan. Sekitar pukul 10.00 WIB, pasutri ini berniat mencari sayuran pakis. Saat melintas di jalan setapak, keduanya melihat sesosok manusia tergeletak di semak, di bawah kebun sengon. Merasa curiga, keduanya bergegas mendekat. Betapa terkejutnya, saat dilihat, kondisinya penuh luka. Kondisinya tak bernapas. Temuan ini langsung dilaporkan ke perangkat desa, diteruskan ke Polsek Kalibaru. Tak berselang lama, polisi tiba di lokasi. Hasil olah TKP, korban ditemukan penuh luka. Tempurung kepalanya
remuk. Di tubuhnya juga penuh luka gores. Setelah olah TKP, jenazah korban dibawa ke RSUD Blambangan, Banyuwangi. “Korban sempat diduga korban kecelakaan. Sebab, lukanya mirip kecelakaan. Tapi, kemungkinan kecil. Lokasinya jauh dari jalan raya,” kata Kapolsek Kalibaru, AKP Bambang Suprapto, usai olah TKP. Menurut Kapolsek, korban kondisinya telentang. Menggunakan kaus oblong kuning dan celana pendek cokelat kotakkotak. Belakangan diketahui, korban adalah sopir freelance. Pihaknya masih menunggu hasil autopsi foreksi RSUD untuk memastikan penyebab kematian korban. Pihaknya
juga sudah menerjunkan tim melakukan penyelidikan terkait kejadian ini. “Tim sudah menyebar untuk mengusut kejadian ini,” tegas perwira asal Jember ini. Dugaan sementara, korban dibuang di lokasi. Tempat penemuan korban memang sepi, di tengah perkebunan yang jarang dilalui warga. Di TKP, kata Kapolsek, ditemukan bekas batu yang mencurigakan. Korban diduga meninggal tengah malam. Saat dievakuasi, kondisinya mulai menimbulkan aroma tak sedap. Informasi yang dihimpun Bali Post, selama ini, korban dikenal sebagai sopir freelance. Terakhir, Jumat (27/1) sore, korban menyewa mobil
Avanza bernopol DK 706 XL di Kota Genteng, Banyuwangi. Korban mengaku akan mengantar tamu. Entah bagaimana, korban justru ditemukan tewas penuh luka. Yang janggal, lokasi penemuan korban tak ditemukan bekas ceceran darah. Lokasinya sedikit tersembunyi. Kondisi ini menguatkan jika korban dibuang di lokasi. Sedangkan aksi pembunuhan dilakukan di tempat lain. Penemuan ini menarik perhatian warga. Mereka berhamburan untuk melihat dari dekat. Sesaat setelah ditemukan, tak satu pun warga mengenalnya. Sehingga, identitas korban sempat misterius. (kmb30)
Minggu, 29 Januari 2017 05.52 Mars Indonesia Raya 05.54 Mars Bali Jagadhita 05.56 Lagu Ngastitiang Bali 06.00 Puja Trisandya 06.05 Dharma Wacana Upacara Yadnya sebagai Media Pembelajaran (1) 06.35 Seputar Bali Pagi Akhir Pekan 07.35 Sehat Bugar 08.00 Klip Bali 08.35 I Got It 09.05 Taman Sari TK Widya Shanti Bhuwana 09.30 Belajar Menggambar Membuat Kreasi Landak 10.05 Education On Bali TV
10.30 Agrobisnis 11.00 Round Up The World 11.30 Lila Cita 12.00 Puja Trisandya 12.05 Dharma Wacana Upacara Yadnya sebagai Media Pembelajaran (2) 12.30 Traventure 13.00 Wirasa Keterbatasan di Usia Senja Jero Mangku Tegal Wangi 13.30 Lajel Home Shopping 14.30 Tembang Bali 15.30 Education On Bali TV 16.05 Lila Cita 17.05 Inovator
17.30 Gita Shanti Sekeha Shanti Widya Shanti Selan Bawak – Tabanan 18.00 Puja Trisandya 18.05 Seputar Bali 19.00 Banjar Bali Quiz 19.30 KRIS 20.00 Samatra Artis Bali 21.00 Lila Cita Sanggar Warini (1) 22.00 Berita dan Bincang Terkini 22.05 Lila Cita Bondres Inovatif Balian Alihang (1) 23.00 Solusi Alternatif Herbal Putih 23.30 Folksong 24.00 Lejel Home Shopping
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya Informasi pasang iklan Telepon : Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) : (021) 5357602 - Fax : (021) 5357605 - Iklan Still Store di Bali TV : Rp 200.000,- (10 x tayang) Jakarta Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) - Runing Teks Bali TV : Rp 50.000,- (5 x tayang) Mataram : (0370) 639543 tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus - Denpost Paket : Rp 165.000,- (10 x muat) Denpasar : (0361) 225764 (hunting) e-mail:iklan@balipost.co.id 69 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita - Bisnis Bali Paket : Rp 82.500,- (10 x muat) Surabaya : (031) 5633456 Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau VISA A5=@ D9A657565@=DCGH ;A5=@ 7CA '5M5B5B +9B;58I5B #+ +=B 7 9 =G7CIBH /D HC +9A65M5F5B 8;B &5FHI &F98=H )$ Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! Tarif iklan Mini/Baris
>+25+,5/ >C6 GD5 HC )9K 395@5B8 "
8, IGHF5@=5 +F?6B5B ,9GH
=5M5 +HB; "> 6FB;?H DH
">= GF ,9GA= .F6HG #I6 $B8CDCK9F +H
#+ .9F6I?H= "
<1 8A +FC8I? -(& (I@H=A98=5 ?IH5BG= +<CHCG<CD (G *::=79
CF9@8K "
2,=<=14+7 -;F -H5:: &5BHCF 85B -+" #I6 "
*F; I -95:CC8 5B585 +F=5 1BH "5>= #I6 $B8C DCK9F %&. <D D? .5B;?9
-: 8A C@@ / =?5F (5G %@ -C?5 DG .9@D "
<1 -;F GH5:: ,9GFJ + F=J9F ' I .F5J9@ # "
+:2 -H5: -9F56IH5B .=B;;5@ 5 @5A 5:9 1=8IF= %@ + (CMC )C +98IB;5B DG #
,<=14+7 .<9F5D=GH <5=F 8F9GG9F " : DH +,. G=H9F " %H .8F IH? -D5 8= &9FC6C?5B M5B; " 8@A 69FDB;5@5A5B 6=G5 6<G $B;;F=G
"
;5>= 65;IG #I6 <1 .B; .C?C 5>I 1BH .< (5F : !* #CIG9 & ">< 'AMB '?G /68 "
?9H=B; +F=5 1BH " #6 <1 CC? IHH@9F I J=@@5 " DF=658= 8= -5BIF +F=5 (5I : (F?HB; 15@? =B $BHFJ=9K %5A : DA65BHI "> M; 5BH5F 8DH ?9F>5 ?9F5G >I>IF 0 9A5=@ @AH 9K5H5 9BHFC ?9 9G=9 ABIG5BH5F5 ;A5=@ 7CA . @;G &9F>5 'H )C %@ . /A5F )C DG "
"
"
,<147 ,979DG=CB=G IH? GHI8=C -: -5@9G &CD= '5?= -=B;@9 -: -D5 .9F5D=G %@ (CB?9M !CF9GH 2,=<=14+7 .9?B=G= '=GHF=? 8A=B 2-+:2 -CD=F -$( *F5B; :=HB9G 8=%@ +9H=H9B;9H =IHA?B &B8F55B +F68= !G@HG "5+C? /5B; /6I8 #6 &CA5B; +F=5 A=B -(& '5A %@B "IBIB; -(- ?9 "
" 6=G5 <G $B;;F=G &CADIH9F 0 (?B 9BG=B &CA=G= #I6 (5G )C DG . " " -: G;F #5B8MA5B .? -9F65 6=G5
2-+:2 F=J9F 7CC? <9@D9F
DIFB5A5 ACH=CB:=HB9GG65@= 7CA 884270 :CF CC? #9@D9F (5=BH9B5B79 .C?C 85B 0=@@5 #I6 -: CC? 9FD9B;5@5A5B .<9 + " 5F CB 9B9 %@ 9B9G5F= -H9K5F8 +'95G9 G9B8 MCIF 0 HC " .9@D " -: G;F (5F?9H=B; &CAIB=?5G= &CF= ,9GH "; +CDD=9G '9;=5B -: -.( - .9?B=? -=D=@ G6; %@ ,5M5 -9A9F )C 2 &9FC6C?5B -: +9A65BHI (5G5? 15=H9F G " D9B9AD5H5B G9 5@= D9B88?B A=B +9@5?G5B5 '5D &=F=A 0 ?9 G5AD=B; (M65B? -(/ -(& 6@A A9B=?5< +F=5 '5B75F $ B;;=FG /H? , IA5< ( 5?5B 2,=<=147 -9;9F5 ,9GHC -5BIF G5HM5?5FM5 M5<CC 7CA . " 15B=H5 IAIF A5?G H<B '5A ?9 8= '9;=5B #I6 "
CC? CC? #9@D9F 15=HF9GG 15=H9F -: ,979DH=CB9GH 5@= CH5B=75 &CD &F5A5 5@= %@ &9DIB8IB; " -: #CIG9?99D=B; .?; ?96IB &C@ -D5 /6I8 #I6 A5L H< '5A5F5B 65K5 @5B;GIB; )C DG 5H5I 9A5=@ 2-+:2 CC? 85B 15=HF9GG 1FB; F9B5B; B;=B99F=B; #I6 LCH=E =B:C 65@=6CH5B=75 7CA ??64>C6J575B7M M5<CC 7CA ?9 %@ #5B;HI5< )C -5BIF *?=B5K5 %@ (9FH5B58= FH +FCD9FHM +9H=H9B;9H -A=BM5?
" #I6 9M6= +5D5M5 &IH5 "
84</: +9F5K5H "5>= 65;IG &IH5 #/;< '255+ 5F= -H5: $. !5<5A " " -: -H5:: 77H - ?IBH5BG=
%=A65F5B &@=B=? . 2-+:2 F5:H9F /BHI? +FC>97H -: .? -9F56IH5B I 8= "5FA9B )9HKF?=B; .0 -C:HK5F9 #5F8K5F9 $B;;F=G '5B75F H5<I +9FD5>5?5B " ' 9@5?= + B;@AB .8? A5=@ 6=G5 9B8 0 K5M5B58= *F; .? %5F=H # $892: +F=658= +;@AB .< 'AFB &FA '9K5H A5=@ 577CIBH=B; H<9D@IA69FG5FAG 7CA ;A5=@ 7CA .@D (5?5B .=8IF 8= 5@5A ?9 7CFFM ;@C65@CB9G9FJ=79 7CA "
"
"
"
"
"% /7<+3+@+ ;IB;?5FM5 6H< 8A "I85B; K5B=H5 IG=5 A5L H< &=F=A 0 ;9BH5>5M5465@= M5<CC 7C =8 #I6 !96= "
"/6,+7<= ,. ';G &9F>5 ,9BCB 9BD5G5F -9F=IG "
:+7+ -I=H9 '9;=5B =G G99?=B; 5 (5@9 !* -H5:: KCF?=B; ?BCK@98;9 C: (- 1CF8 L79@
;CC8 7CAAIB=75H=CB G?=@@G
M95FG 9LD9F=9B79 =B 5 !C CD9F5H=CB -9B8 0 ?5FH=B=4K=BH5F5 M5<CC 7C =8 CF 75@@ #D "
MOBIL - MOTOR PROPERTY RUPA-RUPA Bali Post %$&
2;;+7 (5F7< (5H=7 15;CB " +H< %5NN ,-
$&*&
$2:287 )9K 00.= H< &( "+7<1/: +/ +- .D 0, , ,6 +H< .;B ) -8F 05F=5G= ;G "
!
#' . .< 09@; #I6 "
+AA @@ )9K +IH=< 5B +>? F 'CK&( +F68 / "
591+:. 09@@:=F9 #HA G & .;B D >H5B ..
"
DIJUAL MOBIL
SERVICE
SERVICE
& !%!#
>+7A+ " -=@J G & 9L C?H9F (@G -DH F 6G &F8H
"
RUPA-RUPA
"
"
"
SALON
=+5 +5>9FC 5?5F #=H5A G@= 5@= #+
%!)!%
23=+5 !CFHIB9F " =9G9@ (5H=7 " #=H5A (9H5@=7 5H *F= 'CK &( -D=CB *HCA5H=G 0&CC@ -5AG5H $&*& 5FI &IB7= ,D %IH5 )9;C +::@ #HA $B8C>5M5 0@; 5B 5FI %H); / -H@< '=<5H #I6 .+
"
%$& $
"
":868 =G?CB +I@I<5B %IH5 -AI5 .MD9
$95+;1 ?< +IH=< 'CK &( +>? 5B F 5G 5@= /
"
/? J5BN5 " -=@J9F G5AG5H 5FI %H %@ -C?5 "
SERVICE
$$
"
BIRO JASA
"
5 #61 (=B=A5@=G 'H '9A6IGIF5 /6IB; &> (IF5< # "
#61 F9 +9B5AD5F5B G.. ,A< .B< (C6=@ +9A=@=?
+>(IF5< +9BM5F=B;5B $$$ -5BIF &5I< 9B65F #I6
& % %71 )9AD=@ %H %@ 9G5?=< +CB8C? =HF5 +AC;5B
"
%71 %@ +5BH5= +IFB5A5 -I?5K5H= "MF -#(
"
+;F %@ /HA5 . 5MI< . .IHI@ 5B;;I -9AD=8= #
"
%71 +IF5 9A5? %@ A GD5@ $( +CB85G= &C@5A #
"
& .5B5< %H 9BIH #I6
"
#&" #&" "3+4 .5L AB9GH= -$/+ )+1+ -+. .<B GM 6BHI (IF5< "
50 -.)& )C +C@=G= ' # ) I8=85 1=BB9F .F=GB5F8>C "
$ ( $ ! " & & 23=+5 -9;9F5 .5B5< -9@I5G !>: &BHF? -5@CB #F; (F< 8= +9AC 35 DH H< /5B; -D8 (HF #CB85 " B"/6,/:2<+1=+7C B;5B +9B9H5D5B #61 . A ); 6G &F8H ;5B + 2 .< #I6 A 'C?5G= 8=89G5 BHC +9B;58=@5B )9;9F= 9BD5G5F " " 8@A &CH5 .565B5B G5F= .565B5B +=B;;=F %5@5B " .;@ -9DH9A69F )C 35 -DA #CB85 -D57M .< /H5A5 DG "=@=A5BI? 7C7? IBHI? D8H + +) DG .5B5< .9F 1 +IH=< #I6 / $ ( #& #&" #&" 0=@@5 +9FIA5<5B # 35 .B< F9 8?H M5B5 ,9GCFH " @9H5? 8= %@ 5F;C G &9@ +8B; " =-2 "I85B; %I5@ DH @5H !=H 2487< ,A< 'H 8;B &( 8@A ,.
8?H +IF= "58=B; %=A65F5B -5A6=5B &5>5 &97 DG 5F5H 35 .B< 'I5G F9 '6F %@B DF 'I5G &AF +A6BHI '=GHF=? # B9GG 9F?K5@=H5G " 85@5< (=@=? B5? ;IB; "989 # % AHF '?G 5<5 (9B;K= .B< -=5D K5HH 5F +CFH (6@ +9FIA "
.>5B8F5 &I5G5 #I?IA +9B;575F5 2-+:2 .5B5< 'C? 9K= -F= :1 5>5 #56=A 1! +@5H G9F 8= &5D@=B; >@ "@C65@ 8;B #F; +IHF5 "5F89B )C %@ .? +5B7C +> 6;G .) -5B;;I@5B .56BB 8F 5B;;I 'CG +5BH5= F5B +5B>9F #I6 .+ %H / #I6 -58=B; 58IB; G8< 75H G=B7FCA5H9 ,=N5@ ?65F -# #+ !
:+7. '=J=B5 .< -=@J9F IHCA5H=7 /@H=A5H9 #I6 $6I -F= ,5<5MI /
& #& 35 ,A< 59F5< @=H9 ,9BCB H< +9A69@= -9F=IG *KB9F +=B85< &@I5F 59F5< #F;);
"
BIRO JASA
"
BIRO JASA
"
"
"
"
"
18
REKREASI
Minggu Wage, 29 Januari 2017
TTS Bali Post
Pertanyaan
MENURUN 1. Pulang ke kampung halaman 2. Makhluk asing 3. Kemauan 4. Rombeng 5. Tertinggi ; terhormat 6. Jumbai atau rumbai 7. Nama masakan dari daging 14. Alat musik petik berdawai empat 15. Makanan bergizi 17. Menyegarkan (Inggris) 18. Adi …….., Nama bandara di Solo 20. Cantik ; indah (Sunda) 22. Gelondong 24. Duduk atau enam (Bali) 28. Orang-orang dari partai penentang penguasa 29. Gunung yang pernah meletus hebat di Jawa 30. Nyaris rata dengan tanah 31. Pensil dengan isi besar dan hitam 32. Pegawai Mesjid 34. Keberanian 35. Lukisan di dinding
2
1
3
4
5
6
7
8 9
10
11
12 13
14
15
16
19
23
24
25
26 27
29
18
20
22
21
17
30
31
32
28 33
34
35
36 37
38
39 40
41
42
SPT
MENDATAR 1. Bentuk pemerintahan yang dikepalai raja 4. Tabung bambu ; perian 8. Nama huruf ke-19 abjad Yunani 9. Penyimpangan 10. Jalan bebas hambatan 11. Anus 12. Kerabat kerja 13. Alkaloid pahit yang terkandung di dalam kulit batang pohon kina 16. Adat kebiasaan turun-temurun 19. Utsawa dharma gita 21. Kena tulah (Jawa) 23. Busung angin 25. Nama ikan laut 26. Lomba ketahanan 27. Save our souls 29. Butiran-butiran batu kecil 33. Setan ; momok (Inggris) 36. Rasa keakuan 37. Lembaga administrasi negara 38. Nusa Tenggara Barat 39. Wakil rakyat 40. Bawa (Bali) 41. Gangguan jiwa yang ditandai perasaan tertekan 42. Menurut apa yang tercatat dan tertulis saja
KUPON TTS No.281 Ketentuan Menjawab Jawaban di tulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 281 dan cantumkan identitas lengkap serta no telepon/Hp. Kirim ke Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 4 Pebruari 2017. Pemenang diumumkan pada Bali Post Minggu 12 Pebruari 2017. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang @200.000, dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga (2 dewasa + 2 anak). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos
Jawaban TTS No. 279 MENDATAR 1. 4. 7. 8. 10. 11. 12. 14. 15. 20. 24. 25.
Eksakta Gembong Kuartal Cekam Kru OBH Temaram Berlian Influenza Segmental Eternit Agastya
27. 28. 29. 31. 32. 33.
AML IDT Galan Gerimis Laksana Nekolim
MENURUN 1. 2. 3. 4. 5.
Evokasi Sikut Ternate Gelombang Bee
6. 8. 9. 13. 16. 17. 18. 19. 21. 22. 23. 26.
Gembeng Charade Kalimat Eil (LIE) Federal Ulangan Nostalgia Benggol Massive NIY (Yin) Lustrum Aisal (Lasia) 30. Aas
Pemenang TTS No. 279 1. I Putu Indramawan Jl. Darma wangsa No. 28 Semarapura Klungkung 2. Gede Gita Ade Pratama Perum Puri Srikandi Indah Blok E No.2, Jl. Srikandi Singaraja 3. Ni Komang Nadi Br. Bucuan Batuan Sukawati 081999250806 4. Ni Made Dwi Gita Rahayu Ds. Kelusa, Kec. Payangan Kabupaten Gianyar 5. Ni Putu Erta Jayanti sari SD N 7 Banjar Ayar Kec. Kediri Kab. Tabanan 081805539513 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Nama : Ni Kadek Tari Alamat : SD No. 5 Sumerta Kelas 2a
”Selfie” Ekstrem di Perahu Cinta Pantai Paluang, Nusa Penida BPM/sos
WANAGIRI - Salah satu objek wisata baru yang dikembangkan di Desa Wanagiri.
Indahnya Danau Kembar di Wanagiri PARIWISATA Kabupaten Buleleng semakin menunjukkan ‘taji’-nya. Penambahan objek wisata tak hanya dilakukan pemerintah daerah, tetapi juga desa adat. Seperti halnya di Desa Wanagiri. Sejak setahun belakangan, daerah yang berada di Kecamatan Sukasada ini semakin dilirik wisatawan. Objek wisata yang ditawarkan daerah tersebut berupa dua anjungan yang menjulur ke arah Danau Buyan yang memancarkan warna air hijau kebiruan dengan dikelilingi hutan. Satu anjungan yang berlokasi di timur dilengkapi ayunan yang mampu memacu adrenalin. Sementara anjungan yang di sebelah barat, dikenal dengan “Wanagiri Hidden Hill” menyuguhkan miniatur kapal yang juga sangat eksotik untuk tempat berfoto. Banyak yang menyebut itu layaknya kapal Titanic. Pelaku pariwisata setempat, I Ketut Kartika Yasa menuturkan sejak setahun lalu, wisatawan yang berkunjung ke objek yang menawarkan panorama alam pegunungan ini sudah cukup ramai. Hal tersebut tak hanya menjadi angin segar untuk desa adat selaku pengelola. Namun juga mampu menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar. “Yang berkunjung ke sini cukup banyak. Apalagi hari libur. Masyarakat cukup terbantu. Yang dulunya belum punya penghasilan, jadi bisa berdagang,” tuturnya belum lama ini. Kunjungan ke lokasi itu, kata dia, tak hanya berasal dari masyarakat Buleleng, tetapi juga dari kabupaten lain di Bali dan sejumlah daerah di Jawa. Beberapa juga ada wisatawan asing. Saat hari libur tiba, jumlahnya mencapai 300 orang. “ Yang datang ke sini ada hanya sengaja untuk berfoto,” ucapnya. Disampaikan dia, selain anjungan, di desa yang sebagian
besar masyarakatnya bergelut di sektor pertanian ini juga terdapat tempat berfoto yang langsung memperlihatkan Danau Buyan dan Tamblingan yang kerap disebut Danau Kembar. Saking indahnya, itu juga sering dijadikan tempat prawed. Di sekitarnya juga terdapat air terjun Sudamala yang menawarkan segarnya air pegunungan. “Tracking juga ada. Yang mencoba juga ramai,” terangnya. Di balik realita itu, pria yang juga mahir dalam dunia
fotografi ini mengatakan objek tersebut masih perlu penataan, salah satunya dalam bidang pertamanan. Mengingat dana yang dimiliki desa belum mendukung, pemerintah pun diharapkan bisa memberikan bantuan, salah satunya bibit bunga hias. “Taman perlu diisi. Itu untuk memberikan kesan indah. Tidak hanya pada objek, tetapi sepanjang jalan. Kalau bisa pemerintah bisa memberikan bantuan bibit. Tempat sampah juga belum ada,” harapnya. (sos)
SELFIE merupakan kegiatan “narsis” yang lumrah dilakukan oleh siapa saja saat ini. Bermodalkan kecanggihan kamera dari gudget atau HP, seseorang sudah bisa mengabadikan momen tertentu. Tetapi, untuk mendapatkan gambar selfie yang beda dengan hasil yang maksimal, tentu harus mencari view yang indah, unik, bahkan ekstrem. Sehingga, gambar yang diupload di sosial media (sosmed) banyak mendapat “like”, dan tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi peng-upload. Nusa Penida yang merupakan destinasi pariwisata yang mengandalkan keindahan alam dan lautnya, tak hentihentinya menghadirkan “ikon” yang unik dan ekstrem untuk menarik minat wisatawan berkunjung ke pulau yang terletak di Selat Bali ini. Seperti halnya Pantai Peluang yang terletak terletak di Banjar Karang Dawa, Desa Bunga Mekat, Nusa Penida. Selain pantainya yang memiliki panorama yang spektakuler dengan
hamparan laut lepas, langit biru dan perbukitan hijau dan indah, kini pengunjung bisa menikmati keindahan tersebut di atas perahu panggung yang terbuat dari bambu. Pasalnya, panggung perahu bambu yang dinamakan perahu cinta tersebut dibuat memanjang sekitar 5 meter dari bibir tebing di ketinggian sekitar 250 meter. Dan di sinilah lokasi incaran para pengunjung yang ingin ber-selfie ria sambil menguji adrenalin. Pengunjung tak perlu waswas soal keamanan, sebab perahu cinta tersebut dibuat dengan kokoh dan para pemuda setempat secara bergiliran akan mengawasi, serta dibantu dengan petugas desa setempat. Namun, yang perlu Anda persiapkan adalah keberanian nyali untuk melihat hamparan laut lepas dari ketinggian tebing. Beberapa pengunjung saat ditemui di lokasi, Gede Valentino dan Gede Rama Prayuda, mengaku sangat senang bisa mengabadikan momen den-
BPM/win
SELFIE - Salah satu pengunjung berselfie di atas “Perahu Cinta” di Pantai Paluang, Banjar Karang Dawa, Desa Bunga Mekar, Nusa Penida. gan ber-selfie di atas perahu cinta dengan view hamparan laut lepas yang biru dari ketinggian 250 meter. “Woow, pokoknya amazing banget bisa mengabadikan momen di sini (perahu cinta-red). Meskipun adrenalin tertantang, tetapi hasilnya keren banget. Nanti langsung tak upload ke instagram, biar yang lain iri,” ujar Gede Valentino seraya tertawa senang, Jumat (27/1) lalu.
Hal serupa juga dirasakan oleh Gede Rama Prayuda. Ia mengatakan keindahan Pulau Nusa Penida tidak pernah mati dari ikon-ikon untuk mengabadikan momen. “Keindahan alam Nusa Penida tak kalah dengan keindahan destinasi wisata lainnya di Indonesia. Dan bagi para adventure harus wajib berkunjung ke Nusa Penida,” pungkas Prayuda. (win)
19
Minggu Wage, 29 Januari 2017
Tri Angga
Tim Ahli Dari Hal. 1 Beberapa kabupaten/kota di Bali seperti Badung, Kota Denpasar, Gianyar, Buleleng, dan Karangasem memang telah menindaklanjuti dalam bentuk pembuatan Perda Kabupaten/ Kota. Selain itu juga telah membentuk Tim Ahli Bangunan Gedung (TABG) yang bertugas memberikan masukan pada setiap desain yang diajukan ke SKPD terkait untuk memperoleh Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Bahkan, beberapa kalangan juga mengharapkan untuk bangunan-bangunan yang ada unsur konservasinya agar dapat diberikan masukan oleh ahli yang bersertifikat konservasi. Dibandingkan dengan kotakota lainnya di Bali, memang dimaklumi bersama bahwa tantangan yang dialami oleh Denpasar dan Badung sangatlah berat karena konsentrasi perkembangan pariwisata dan bidang jasa lainnya, lebih-lebih lagi pada saat pasar bebas ASEAN (MEA) baru diberlakukan. Kota Denpasar khususnya, demi keberlanjutan langgam arsitektur Bali ke depan telah menyempurnakan Peraturan Wali Kota Denpasar nomor 25 tahun 2010 tentang Persyaratan Arsitektur Bangunan Gedung di Kota Denpasar menjadi Peraturan Daerah Kota Denpasar nomor 5 tahun 2015 tentang Bangunan Gedung. Sebagai akademisi yang sempat juga menjadi TABG selama dua tahun di Kota Denpasar, menurut pengamatan penulis ketentuan hukum yang ada (perda) yang mengatur tentang arsitektur bangunan gedung sudah lebih dari cukup, meskipun pada beberapa bagian nantinya masih perlu disempurnakan sesuai dengan perkembangan zaman. Masalah yang dirasakan lebih berat adalah ketika desain atau perencanaan yang sudah disepakai oleh berbagai pihak sampai dengan Desa Pakraman dan IMB telah dikeluarkan itu akan dibangun atau dilaksanakan. Sering dijumpai hasil pembangunan itu tidak sesuai dengan desain, khususnya yang berkaitan dengan langgam arsitektur Bali seperti bentuk atap, bentuk dan proporsi kolom, pemanfaatan bahan, tata warna, jenis dan tempat ornamen. Selain itu, tentu masih ada lagi hal-hal prinsip yang terlebih dahulu harus dipatuhi dalam desain seperti sempadan, kepadatan, tata letak memerhatikan hulu teben, ketinggian, keamanan, dan ramah terhadap penyandang disabilitas. Alasan yang sering disampaikan oleh pemilik bangunan gedung sebetulnya sangatlah klise dan masuk akal yakni demi efisiensi/murah dan mudah, baik saat proses pembangunan maupun saat pemeliharaan. Dengan kata lain, jika fasade suatu bangunan gedung menggunakan langgam arsitektur Bali, maka harga yang harus dibayar akan menjadi mahal. Selain itu, mereka yang sudah mau mencari IMB kenapa kok dipersulit? Menurut pengamatan mereka, masih banyak bangunan gedung di sekitar mereka yang telah dibangun tidak memiliki IMB. Ada juga kasus bangunan gedung yang pada mulanya sudah bagus penampilannya dan sesuai dengan fungsi, kemudian diubah seenaknya baik fungsi maupun penampilannya tanpa sepengetahuan SKPD terkait sehingga tidak sesuai dengan
ketentuan IMB sebelumnya. Jika kita mencoba menoleh ke belakang, pada tahun 70-an sampai dengan tahun 90-an yang menurut banyak orang merupakan zaman susah, sangat banyak dijumpai bangunan gedung yang menggunakan langgam arsitektur Bali. Sehingga arsitektur Bali merupakan salah satu identitas dan menjadi kebanggaan masyarakat di Pulau Bali. Hal inilah yang akan membedakan Bali dengan daerah-daerah lain di Indonesia bahkan di dunia. Jika pada zaman postmodern sekarang ini, yang bagi banyak orang merupakan zaman hedonis, orang takut atau enggan mengeluarkan banyak uang untuk membangun bangunan gedung, maka perlu dipertanyakan komitmennya dalam menjaga kekayaan budaya fisik di Pulau Bali. Jika kita minim dan malas (minimalis) menjaga warisan arsitektur Bali yang dikagumi wisatawan mancanegara maka perlahan tapi pasti Bali juga akan kehilangan salah satu identitasnya. Hal ini tentu akan menjadikan suasana dan tampilan bangunan gedung di Bali sama dengan daerah-daerah lain. Kalau sudah demikian adanya, maka kehancuran budaya dan pariwisata di Bali sudah di depan mata. Kondisi semacam ini tentu tidak kita inginkan, karena hal ini merupakan dosa besar kita bagi generasi berikutnya. Menemukan atau mengembalikan sesuatu yang sudah hilang, tentu akan lebih sulit dibandingkan dengan memelihara warisan yang masih ada. Merupakan tugas kita bersama untuk menjaga agar warisan leluhur/nenek moyang berupa kekayaan budaya fisik arsitektur Bali dapat bertahan dan dikembangkan secara dinamis sesuai dengan perkembangan zaman. Ke depan baik pihak legislatif, eksekutif, yudikatif, akademisi, arsitek, organisasi profesi, dan masyarakat harus lebih meningkatkan peran masing-masing agar tujuan untuk melestarikan arsitektur Bali pada bangunan gedung di Pulau Seribu Pura atau Pulau Dewata ini dapat tercapai sesuai harapan kita bersama. Pengawasan yang lebih intensif terhadap proses pelaksanaan pembangunan khususnya yang berkaitan dengan penerapan langgam arsitektur Bali pada fasade bangunan gedung agar sesuai dengan gambar IMB. Penulis juga setuju terhadap usulan beberapa pihak, berdasarkan hasil studi banding di tempat lain. IMB baru bisa dikeluarkan setelah proses pelaksanaan pembangunan sesuai gambar IMB selesai dilakukan. Dengan kata lain IMB diberikan kepada pemilik di akhir proses pelaksanaan pembangunan. Juga yang tidak kalah pentingnya dalam perkembangan pemeliharaan bangunan gedung di perkotaan adalah kehadiran elemen iklan. Hal ini terkadang sampai menutup sebagian besar fasade atau bagian depan bangunan gedung. Selain itu, kehadiran ikon perusahaan yang berkaitan dengan logo, warna, dan dimensi sebaiknya tetap harus dapat diatur sehingga dapat memperkaya identitas arsitektur Bali. Akhirnya semoga tidak lama lagi muncul mode baru langgam arsitektur yang lebih sesuai dengan penampilan arsitektur Bali. Penulis Dekan Fakultas Teknik Unwar
Dari Hal. 1 Prinsip Tri Angga (kepala merupakan bagian atap dengan bentuk atap kampiah, limasan, dan model jineng, badan merupakakan dinding dan rangka bangunan, serta kaki merupakan bataran dari bangunan). Prinsip bentuk struktur yang terjadi karena bentuk masa, sifat struktur dan sistem struktur. Untuk sistem struktur ditetapkan empat yaitu struktur masif, rangka, dinding geser, dan gabungan di antaranya. Prinsip ketiga yang disampaikan Rumawan, yakni prinsip utilitas dan ergonomi menyangkut sistem utilitas serta ergonomi. Selanjutnya prinsip ornamen dan bahan dimaksudkan mengutamakan ornamen khas Bali termasuk yang sudah dianggap milik Bali, serta mengutamakan bahan-bahan lokal yang ada di sekitarnya. Jika oleh karena ada bangunan gedung yang memilki fungsi khusus yang karena kekhususannya tidak mungkin menerapkan prinsipprinsip arsitektur tradisional bali, dapat menampilkan gaya arsitektur lain dengan persetujuan gubernur setelah mendapat rekomendasi DPRD. Di samping itu tertulis pula bahwa bagi bangunan dengan masa majemuk wajib ditata membentuk suatu halaman utama sebagai pusat orientasi masa bangunan, dalam istilah lokal dikenal sebagai natah, dan ditata sesuai struktur nilai pembagaian tapak atau mandala-nya. Hal lainnya desain pagar dan gerbang pekarangan di sepanjang jalan raya dan jalan lingkungan harus menaati prinsip-prinsip arsitektur tradisional Bali. Demikian pula soal ketinggian bangunan tidak boleh melampaui ketinggian 15 meter terhitung dari tanah asal sampai dengan ring balok pemikul atap. Beberapa catatan pelanggaran terhadap ketentuan– ketentuan tersebut di atas pernah ditindaklanjuti dengan pembongkaran oleh Pemerintah Provinsi Bali ketika itu adalah Bangunan Hotel Hilton di Nusa Dua yang mengadopsi bangunan suci meru untuk lobi, Hotel Sol Elite Paradiso di Kuta yang melanggar ketinggian bangunan, bangunan di dekat istana Tampaksiring yang melanggar tata ruang, serta pertokoan di ujung timur Jalan Teuku Umar Denpasar Junction yang melanggar ketinggian bangunan, dan dan lainnya. Walaupun menyakitkan bagi pemilik bangunan, namun tindakan tegas dari pemerintah seperti yang dilakukan terhadap keempat objek di atas sangat dirindukan dan dinantikan oleh masyarakat Bali dan komunitas arsitek Bali pada khususnya. Diperlukan kejujuran, keterbukaan dan keberanian untuk melayani hingga mengawal proses desain, konstruksi, sampai dengan kebenaran fungsi dari suatu karya arsitektur bangunan gedung. Keberadaan TABG (Tim Ahli Bangunan Gedung) di masing-masing kota/kabupaten adalah wajib hukumnya sesuai dengan undang-
Ganggu Stabilitas Dari Hal. 1 Anggota Komisi III DPR RI, Syaiful Bahri Ruray, menyatakan kasus korupsi yang menjerat hakim Mahkamah Konstitusi, Patrialis Akbar, mengganggu kestabilan negara bahkan bisa menyeret Indonesia menjadi negara gagal memberantas korupsi. “Kalau penjaga konstitusi itu digoyang, artinya kita rombak dasar negara. Ini yang sedang dirobohkan dan republik terganggu. Karena ini menyangkut masa depan bangsa,” ujarnya. Dia menilai, kejahatan jual beli putusan itu merupakan tindak pidana yang mesti dihukum berat. Bahkan, menurutnya
hal itu adalah pengkhianatan yang sangat tinggi terhadap konstitusi. Syaiful menegaskan bahwa tindakan korupsi yang telah dilakukan Patrialis itu telah mencorengkan negara, bahkan pemerintahan Joko WidodoJusuf Kalla. Oleh karenanya, pemerintah harus terbuka kepada masyarakat dalam memilih atau merekrut para hakim konstitusi. “Karena kalau merusak mekanisme dan tata hukum negara kita itu adalah satu dari dua karakter negara gagal. Kalau kita mau bubarkan negara, oke, bertindaklah begitu terus,” ucapnya. (kmb)
undang. Terdengar kabar bahwa hanya Kota Denpasar yang hingga kini masih memiliki dan melangsungkan peran TABG. Ada beberapa alasan penting dalam mempertahankan gaya arsitektur tradisional Bali di seluruh wilayah Pulau Bali tanpa terkecuali. Bahkan di kawasan-kawasan yang dipadati oleh fungsi pariwisata seharusnya citra ketradisian lebih kental, membumi, dan informatif. Bukankah wujud arsitektur adalah juga sebuah tanda, penanda, dan juga simbol yang menjadi duta identitas di tengah maraknya perkembangan media sosial. Dalam sekejap citra arsitektur Bali yang telah mendunia, kata dia, terpublikasikan di seluruh pelosok dunia. Berubahnya arsitektur di Bali juga merupakan berubah nya eksotisme Bali. Contoh yang dengan ketat, serius, dan terencana untuk sebuah kawasan pariwisata yang mengedepankan citra arsitektur Bali adalah yang ada di kawasan ITDC (Indonesia Tourism Development Corporation) dahulu dikenal dengan BTDC di Nusa Dua. Menjaga dan melestarikan sekaligus mengembangkan arsitektur tradisional Bali ke dalam gaya arsitektur tradisional Bali adalah suatu tantangan. Dia mengatakan ide kreatif insan arsitek sangat dibutuhkan, terlebih terhadap serbuan MEA yang akan memangsa pasar arsitektur di Bali pada khususnya, jika kita tidak mampu maka kita akan dijajah oleh gaya arsitek asing yang sangat bersentuhan dengan industri-teknologi-sains yang muaranya mengesampingkan tenaga kerja lokal, arsitek lokal, bahan bangunan lokal sampai dengan kearifan lokal kita yang padatakan modal sosial dan budaya. Seiring dengan spirit World Culture Forum, dia mengajak kita bangun arsitektur Bali menjadi ikon dunia dan jadikan arsitektur adalah cermin budaya. Tinggi rendahnya karya arsitektur menjadi barometer tinggi rendahnya budaya kita, demikian sebaliknya. Kinilah saatnya mengibarkan panji-panji bentuk arsitektur bukanlah bentuk yang mengikuti bentuk, bentuk mengikuti fungsi, bentuk mengikuti struktur, dan lainnya tapi bentuk mengikuti kultur. Pelaksana sosialisasi gedung dibuka Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara mengatakan bangunan gedung perlu diatur dan dibina untuk mewujudkan bangunan gedung yang andal, berjati diri budaya lokal yang kreatif, serasi, dan selaras dengan lingkungannya. Oleh karena itu, pengaturan bangunan gedung harus mengacu peraturan perundang-undangan untuk menjamin kepastian dan ketertiban hukum dalam penyelenggaraan bangunan gedung demi terwujudnya bangunan- bangunan yang menjadi cerminan wajah Kota Denpasar dapat memiliki karakter desain yang khas dengan jati diri budayanya, andal, smart, dan serasi dengan lingkungannya.
Taksu Pariwisata Ketua ICPI (Ikatan Cendekiawan Pariwisata Indonesia) wilayah Bali Drs. Ec. I Putu Anom B.Sc., M.Par. mengatakan arsitektur atau bangunan fisik stil Bali atau minimal ada ornamen Bali disesuaikan dengan bentuk dan jenis bangunan agar tampak ciri khas keunikan Bali yang tampil beda dengan daerah atau negara lain. “Arsitektur Bali bukan hanya untuk kepentingan pariwisata semata, tetapi lebih jauh untuk tetap terpelihara kearifan lokal Bali. Apalagi, Bali mengenal filosofi Triwisesa, yang meliputi, Satwan (kebenaran), Siwam (kesucian), dan Sundaram (keindahan) menurut ajaran Hindu. Sehingga, harus diusahakan pembangunan di Bali mengacu kepada filosofi termasuk penerapannya dalam pembangunan fisik di Bali,” tandasnya. Mantan Dekan Fakuktas Pariwisata Unud ini mengatakan, dasawarsa belakangan ini, di Bali lebih banyak berkembang bangunan minimalis yang memang dengan biaya yang lebih murah, tetapi tidak mencerminkan ciri khas Bali. Bahkan, belakangan ini banyak berkembang akomodasi/hotel, fasilitas pariwisata, penunjang pariwisata maupun fasilitas lain termasuk umum dengan bangunan minimalis. Hal ini terjadi karena kurang tegasnya pemerintah daerah provinsi, kabupaten/kota dalam menerapkan aturan yang sudah ada, sehingga banyak peraturan pemerintah mandul, kayak macan ompong. Semestinya pemerintah harus tegas sejak mulai permohonan izin bangunan yang berlanjut dengan memantau saat intensif proses pembangunan berlangsung. Sehingga, pembangunan sesuai dengan syarat pembangunan bercotak stil Bali. Dia mengatakan adanya pembangunan yang melanggar jalur hijau, sempadan jalan, pantai, sungai, jurang, danau dan banyak lagi jenis pelanggaran yang kalau dibiarkan terus maka pembangunan Bali akan amburadul, tidak ada estetika atau keindahan, belum lagi di jalan-jalan protokol dipenuhi dengan warungwarung tenda, dan jenis aktivitas bisnis yang tidak tertata dengan baik. Ada juga bangunan arsitektur Bali tetapi dihalangi, namun tertutup pandangannya dengan kios-kios, bangunan semi permanen yang lain termasuk tidak ada ruang hijau atau telajakan yang biasanya ada pohon perindang dilengkapi taman dan lain-lainnya, ungkap Putu Anom . Tentu hal ini, kata Anom akan menghilangkan uniknya Bali, bahkan ironisnya Bali akan kehilangan taksu karena tidak ada bedanya dengan daerah lain. Pihaknya berharap, siapa pun yang akan memimpin Bali ke depannya harus berani dan tegas mengawal alam dan budaya Bali yang adiluhung. Sehingga, pariwisata Bali tetap bertaksu. (ara/win)
Permintaan Pasar Dari Hal. 1 Menurutnya, saat ini desain modern minimalis memang masih tren di pasaran, karena terlihat sederhana dan bentuknya mewakili dari zaman ke zaman. ”Yang jelas permintaan pasar lebih banyak minimalis,” ucarnya. Ditambahkannya, desain perumahan minimalis sekarang banyak diincar oleh pembeli, oleh karena itu pihak developer properti pun mulai melirik desain rumah yang satu ini. Selain proses pem-
buatannya memakan biaya yang lebih murah dan waktu yang lebih singkat, desainnya pun tak kalah modern dan lumayan nyaman untuk ditinggali. Selain itu, yang menjadi nilai tambah dari jenis perumahan seperti ini yakni harga jualnya yang relatif lebih terjangkau dibandingkan membangun perumahan mewah. Meski demikian, pihaknya tak menutup kemungkinan jika pembeli atau pemilik rumah nantinya meminta untuk dibuatkan sentuhan ukiran Bali atau ornamen
Bali di hunian yang dipesannya. “Terkadang ada juga pembeli yang menginginkan adanya sentuhan arsitektur atau ornamen Bali, itu tetap kita kerjakan. Namun ya itu tadi harga rumah lebih tingi,” ujarnya. Terkait kondisi property di Tabanan, kata Sumadia, saat ini dunia properti memang tengah lesu. Ini diakibatkan ketatnya aturan yang diberlakukan oleh pihak perbankan serta aturan dari pemerintah daerah itu sendiri. “Saat ini, bisnis property tengah lesu,” bebernya. (bit)
Raja KO Dari Hal. 1 Rata-rata KO kedua petinju mencapai 90% di mana Vargas meng-KO musuhnya 17 kali dari 23 pertandingan sedangkan Berchelt mengkanvaskan 27 lawannya dari 30 laga. Vargas merupakan petinju yang sedang naik daun. Petinju asal Meksiko ini beberapa kali terlibat pertarungan dengan petinju-petinju terbaik dunia. Salah satunya ketika dia mengalahkan Juan Manuel Lopez tahun 2014 lalu. Tahun 2016, Vargas terlibat dalam pertarungan dahsyat melawan Orlando Salido yang berakhir imbang. Partai itu sendiri menjadi Fight of The Year tahun 2016. Hal ini sudah cukup untuk menunjukkan kapasitas petinju
dengan rekor 23-0-2,17 KO tersebut. “Setelah beristirahat cukup lama, saya ingin memberikan tontonan menarik pada semua penikmat tinju di seluruh dunia. Berchelt pasti tahu inilah kesempatan bagi dia untuk merebut gelar saya. ini akan menjadi perang. Tapi saya yakin sabuk juara akan kembali bersama saya,” kata Vargas, Sabtu (28/1) kemarin. Sedangkan Miguel Berchelt juga tidak bisa diremehkan. Petinju 25 tahun itu juga berasal dari Meksiko dan memiliki rekor yang tidak kalah mentereng yaitu 30-1, 27 KO. Sejak menderita kekalahan pertamanya sejak tiga tahun lalu, Berchelt belum pernah kalah di sembilan pertai berikutnya. “Saya tidak takut dengan
siapa pun. Saya selalu ingin menang dan kalau bisa, menang dengan KO. Partai nanti tidak akan mudah tapi saya yakin akan menang,” kata petinju berjuluk El Alacran tersebut. Meski terkesan optimis, namun bagi Berchelt yang merupakan juara Interim WBO, ini baru kali kedua dia bertarung di luar Meksiko. Terlebih lagi, Berchelt belum pernah melawan petinju yang selevel dengan Vargas sebelumnya. Partai ini menjanjikan “perang” yang dahsyat sebab rata-rata KO kedua petinju berada di kisaran 90%. Vargas mampu bertinju dengan banyak gaya sedangkan Berchelt ingin meraih gelar juara impiannya. Jadi, laga ini akan sangat menarik untuk disaksikan. (kmb33/rtr)
Kearifan Lokal Dari Hal. 1 Sukadana menambahkan, pihaknya sudah pernah melakukan penindakan terhadap bangunan di kawasan Simpang Siur yang tidak berarsitektur khas Bali. Namun pada akhirnya terhambat oleh izin yang dikeluarkan kabupaten. “Ijinnya itu dikeluarkan Kabupaten Badung pada waktu itu,” imbuhnya. Sementara itu, Sekretaris Komisi III DPRD Bali, Ketut Kariyasa Adnyana mengatakan, keberadaan Perda Persyaratan Arsitektur Bangunan Gedung mestinya sangat bermanfaat bagi pelestarian arsitektur Bali. Itu sebabnya, segala bentuk bangunan yang dibuat di seluruh Bali harus mencerminkan kearifan lokal. Baik itu gedung pemerintahan, pelayanan publik, pertokoan, maupun tempat hiburan. “Tapi kita lihat sekarang kan sudah banyak terjadi pelanggaran. Contoh saja di Jalan Teuku Umar Denpasar, itu kan banyak bangunan tidak berarsitektur khas Bali. Mestinya diberikan teguran, sampai ke tingkat sanksi itu kan sudah diatur dalam perda,” ujarnya. Walaupun izin mendirikan bangunan dikeluarkan kabupaten/kota, lanjut Kariyasa, bukan berarti pemerintah provinsi tidak bisa menindak. Izin itu pun semestinya dikeluarkan mengacu pada Perda Provinsi terkait arsitektur ini. Tapi yang terjadi justru ada pembiaran dari pemerintah kabupaten/kota dan provinsi. Inilah yang kemudian membuat perda tak ubahnya macan ompong belaka. “Ketika sudah ada pelanggaran itu dibiarkan terus. Kemudian sosialisasinya masih kurang, koordinasinya juga kurang antara pemerintah kabupaten dan provinsi. Padahal ketika mereka mengeluarkan IMB dan sebagainya, itu kan harus ada syarat-syarat bangunannya memenuhi arsitektur
khas Bali. Dalam penegakan yang melanggar itu, provinsi harus tegas, minimal bersurat, sanksi administrasi,” jelas politisi PDI Perjuangan ini. Di Buleleng Kabupaten Buleleng sejak 2015 yang lalu memberlakukan Peraturan Daerah (Perda) No. 1 tahun 2015 tentang Bangunan Gedung. Regulasi ini dibuat untuk mengatur desain bangunan instansi pemerintah dan bangunan gedung milik swasta harus mencirikan arsitektur Bali. Sayang, perda ini tak ubahnya “macan ompong”, sehingga perda itu belum diikuti secara penuh. Pihak yang membangun gedung mengutarakan berbagai alasan tidak mengikuti isi perda itu mulai dari produk perda hukum tergolong baru, hingga mahalnya biaya membangun memakai gaya bangunan dengan arsitektur Bali. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU-PR) Kabupaten Buleleng Ketut Suparta Wijaya Sabtu (28/1) kemarin, membenaskan Perda No. 1 tahun 2015 itu belum diikuti baik oleh instansi pemerintah maupun pihak swasta. Supartawijaya mengatakan, sejak perda diundangkan Dinas PU-PR bersama instansi terkait lain telah mengenalkan amanat perda secara menyeluruh menyasar instansi pemerintah daerah. Penambahan arsitektur khas Bali sesuai komitmen pemerintah dalam menjaga dan melestarikan arsitektur Bali yang menjadi warisan leluhur. “Sejak perda ini diundangkan masih banyak bangunan belum mennjolkan arsitektur Bali,” katanya. Dia lebih condong ketika mengurus izin ditekankan pihak yang membangun ini diminta mengikuti amanat perda yang ada. Kalau tidak diikuti, bisa saja izinnya tidak diproses. Kalau yang sudah dibangun namun masih melanggar, Tim Yustisi yang wajib menertibkan, jelasnya. (rin/mud)
Kian Berkurang Dari Hal. 1 Dia mengakui bahwa sejak beberapa tahun terakhir, bangunan yang mengusung arsitektur khas Bali makin hari kian berkurang. “Belakangan ini, entah berapa tahun terakhir sejak berakhirnya kepemimpinan Gubernur Pak Mantra, komitmen mempertahankan ornamen arsitektur khas Bali itu mulai surut,” kata Pradnya Sabtu (28/1) kemarin. Menurut Pradnya, penyebab utama berkurangnya bangunan yang mengusung aritektur khas Bali adalah karena komitmen pemerintah daerah tingkat I yang masih setengah hati. Meskipun pemerintah selama ini sudah membuat aturan berupa perda yang di dalamnya mensyaratkan agar bangunan di Bali mengakomodasi arsitektur lokal Bali, namun hal tersebut tidak diterapkan maksimal. “Yang mengeksekusi aturan masih setengah hati. Hal ini yang menjadikan arsitektur Bali tersungkur,” jelasnya. Pradnya mengaku cukup menyayangkan kondisi yang
terjadi saat ini. Baginya arsitektur khas Bali sejatinya bisa dijadikan hal untuk menjaga identitas budaya Bali. “Kalau menurut saya bangunan arsitektur khas Bali itu maskotnya. Tentu dengan masih terjaganya bangunan arsitektur Bali, orang datang ke Bali bisa merasa terkesan. Kalau bangunan tidak menganut arsitektur khas Bali, mereka yang datang ke Bali akan merasa sama saja datang ke provinsi lainnya,” ujarnya. Dengan kondisi saat ini yang menurutnya dibutuhkan komitmen pemerintah. Di samping itu untuk menjaga karakteristik dan ciri khas arsitektur Bali dalam bangunan di Bali, pemerintah yang masih memiliki keterbatasan diharapkan memiliki kerendahan hati untuk duduk berasama dengan menggandeng tokoh-tokoh budaya dan tokoh-tokoh yang ahli dalam arsitektur khas Bali. “Kalau seperti ini terus dengan berpijak kondisi beberapa tahun terakhir saya makin pesimis. Jangankan bertambah untuk bertahan saja pesimis,” imbuhnya. (ina)
balipost (157rb Like) http://facebook.com/balipost
MINGGU WAGE, 29 JANUARI 2017
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
BPM/gie
Tika Pagraky
Perkenalkan Lagu ”Karma” Denpasar (Bali Post) – Penyayi asal Karangasem, Tika Pagraky, mengeluarkan single terbarunya yang berjudul “Karma”. Lagu berbahasa Bali ini dirilis Sabtu (28/1) kemarin. “Sebenarnya, lagu ini berdasarkan kisah hidup saya di mana saya berpacaran kemudian dia mengkhianati saya. Meski awalnya tidak percaya namun setelah melihat sendiri barulah saya sadar dan berdoa serta mengingatkan dia bahwa karma itu ada,” ujar Tika. Meski baru saja dirilis, “Karma” sudah mendapat respons potitif bahkan sudah banyak yang meng-cover lagu ini. “Saya sendiri tidak menyangka. Setelah saya rilis di Youtube, banyak sekali yang menyanyikan lagu saya ini,” kata Tika. Lagu ini sendiri merupakan lagu berbahasa Bali ketiga dari dara bernama asli Ni Wayan Ika Mulaning Pagraky tersebut. Setelah berduet dengan Jun Bintang dalam single “Sakit”, Tika juga sempat mengeluarkan single berjudul “Sing Jodoh”. Dua lagu itu pun mendapat respons yang sangat positif dari masyarakat. Nama Tika melejit sejak lolos menjadi salah satu anggota grup vocal Dewi Dewi. Padahal, menurut Tika, awalnya dia tidak ada niat untuk mengikuti audisi. “Teman-teman saya di kampus yang mendorong saya untuk ikut. Bahkan, orang tua baru mengetahui saya ikut setelah melihat saya di salah satu stasiun TV swasta,” ujar gadis kelahiran 15 Mei 1996 itu. Tika mengaku pesimis dapat lolos menjadi salah satu anggota grup tersebut. Pasalnya persaingan antarpeserta sangat ketat. Di luar dugaan, Tika lolos ke galashow di Jakarta. “Di Jakarta saya sempat agak down sebab tidak ada pendukung sama sekali di studio. Namun ternyata dukungan semeton Bali melalui SMS sangat banyak. Karena itulah, saya lolos menjadi salah satu anggota Dewi Dewi,” terangnya. Memang Tika telah menyanyi sejak kecil. Bahkan, di bangku SMP, Tika telah menghasilkan pundi-pundi rupiah dari kemampuanya menyanyi, meskipun tidak banyak, dengan bernyanyi di sebuah restoran di Amed bersama sang ayah. Gadis kelahiran Pidpid ini juga kerap mengikuti lomba menyanyi. Salah satunya ketika mewakili kampusnya untuk bertanding di Kabupaten Karangasem dan mendapatkan juara pertama. Kini, kelebihanya dalam bernyayi tersebut membuat namanya berkibar di belantika musik nasional. “Saya berharap musik Bali semakin berkembang dan makin banyak penyanyi Bali yang muncul sehingga makin banyak yang mencintai musik,” ujarnya. (gie)
Om Telolet Om! brrolan brolan BALE BANJAR AR A R ARIDUS PERSELISIHAN yang sering berujung ke bentrokan fisik di negeri ini, acap kali bukan lantaran membincangkan salah dan benar, namun lebih banyak dipicu ikhwal perbedaan. Berbeda kulit karena tidak sama ras, etnis dan suku, berbeda keyakinan yang diwariskan leluhur, berbeda paham politik karena ideologi, berbeda golongan akibat ketidaksamaan status sosial ekonomi. Masing-masing perbedaan yang dipertajam fanatisme melahirkan kelompok dominan versus subordinan dan mayoritas versus minoritas. Inilah menjadi pokok persoalan bangsa yang mengganjal cita-cita kemerdekaan Indonesia menuju masyarakat adil-makmur berdasarkan Pancasila. “Padahal ada ayat buku suci yang konon wahyu Tuhan memerintahkan manusia untuk berkembang biak secara bersuku-suku dan berbangsa-bangsa, yang seyogianya ditafsir maknanya dengan kelapangan otak dan hati. Hati lapang dan pikiran terbuka memaklumi perintah tersebut sebagai paham demokrasi awal dari
@balipostcom (4.710 Follower) http://twitter.com/balipostcom
Illahi. Kebinekaan adalah intisari wahyu itu, sebab frasa bersuku-suku dan berbangsabangsa mencerminkan keberagaman. Perintah-Nya perlu dimaklumi dengan membaca kisah Runtuhnya Menara Babel, namun aku tidak akan menuturkan hal tersebut karena takut dicap menista agama. Faktanya kita bisa lihat miliaran manusia yang menghuni bumi tidak menggunakan bahasa yang sama dalam berkomunikasi, tidak berkeyakinan yang sama untuk memuja Tuhan, tidak menabuh irama genderang yang sama dalam berbudaya, juga hidup di lingkungan alam dan cuaca beragam. Hal lain yang membuatku kagum atas kebesaran dan kekuasaan Tuhan, antara manusia yang satu dengan lainnya, juga diciptakan perbedaan. Coba simak, jenazah manusia yang rusak akibat kecelakaan atau membusuk akibat disembunyikan pembunuhnya, bisa diketahui identitasnya lewat sidik jari dan deoxyribonucleic acid disingkat DNA. Jadi, kalau ada pihak yang superfanatik atas keyakinannya, lalu ingin menyamakan semua manusia dalam keragamannya, perlu diperiksa kesehatan otaknya. Kalau kesehatan hati sih tidak berbanding lurus dengan kelapangan dada, bila sakit paling-paling disebut lever atau kanker hati,” urai Rubag. “Salah dan benar pun semakin samar dan sulit dibedakan karena munculnya istilah hoax yang lahir di dunia maya kemudian jadi trending topic di dunia nyata karena dipopulerkan lewat hukum. Kosa
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Facsimile: 227418
SING Bak Kut Teh Hadir di Bali
Dihadirkan Langsung dari Singapura Sejak 1976 PADA perayaan Imlek kali ini, hadirnya SING Bak Kut Teh sangat cocok sebagai tempat untuk menikmati momen spesial bersama-sama dengan keluarga. Di Singapura, bak kut teh dengan mudah menjadi kuliner favorit dan wajib bagi para turis. Kuliner ini juga merupakan makanan favorit orang Singapura dikarenakan kelezatan daging rusuk/iga babi dan rasa supnya yang khas. SING Bak Kut Teh, restoran otentik khas Singapura hadir di Mal Bali Galeria Lt. 1 No. VIa, tepat bersebelahan dengan gerai Starbucks. Lengkap menambah pilihan kuliner di Mal Bali Galeria. Pada tahun 1976, Rong Cheng Group (SING Bak Kut Teh, nama di Indonesia) yang
pertama kali di Singapura memperkenalkan Bak Kut Teh dengan kuah yang bening tetapi memiliki rasa kaldu dan rempah yang kental. Keistimewaan restoran mereka terletak pada penggunaan bahan-bahannya. Untuk daging rusuk/iga, mereka menggunakan daging impor kualitas grade A yang tidak ada atau sangat jarang kita temui kualitas sekelas ini, dagingnya manis dan tekstur yang sangat menggoda. Kemudian untuk semangkok sup bak kut teh, mereka menggunakan 90% bahanbahan impor dengan kualitas terbaik. Bahkan kecap dark soya sauce yang ada di meja pun didatangkan langsung dari Singapura. Di samping bak kut teh mereka yang tersohor, juga tersedia minuman serta des-
sert khas Singapura. Sebut saja otentik teh Tarik, Barley, Soya Bean, Cheng Tng, dll. Namun, Bak Kut Teh tanpa teh yang spesial belum lengkap. Restoran ini memiliki SING BKT Fragrant Tea, teh impor yang sangat spesial, rasanya seperti Chinese tea biasa, namun begitu diminum, dalam 30 detik di dalam mulut kita akan terasa aroma manis, jika dikombinasikan dengan mengunyah daging iga SING Bak Kut Teh, kelezatannya luar biasa. Untuk makanan dengan kelas, rasa dan kualitas seperti ini, harga yang ditawarkan cukup terjangkau. Berkisar mulai Rp 65 ribu untuk satu mangkok bak kut teh. Bagi anda pencinta menu berbahan babi, tentu akan sulit untuk tidak mencoba sajian khas Singapura ini.
Segera datang ke SING Bak Kut Teh, di Mal Bali Galeria Lt.1 No. VIa (Sebelah Star-
SING Bak Kut Teh, restaurant otentik khas Singapura hadir di Mal Bali Galeria Lt. 1 No. VIa, tepat bersebelahan dengan gerai Starbucks.
Mahakarya Dwijendra
’’Aku Indonesia’’ Libatkan 250 Seniman P U N C A K HUT ke-64 Yayasan Dwijendra Denpasar dilakukan secara meriah di panggung terbuka Ardha Candra, Taman Budaya, Sabtu malam (28/1) kemarin. Panggung yang berkapasitas 15 ribu penonton tersebut penuh sesak. Acara yang juga didukung Bali Post sebagai media partner ini juga dihadiri mantan Guber-
nur Bali, Dewa Made Beratha, Ida Pedanda Gede Ketut Sebali Tianyar Arimbawa, Nyonya Bintang Puspayoga dan Nyonya Antari Jaya Negara, Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, Made Muliawan Arya, dan Rektor Undwi, Dr. Putu Dyatmikawati, S.H., M.Hum. Juga hadir pengurus yayasan Pembina, dr. Ketut Karlota, Abdinegara, Ni
Wayan Beji, dr. Diana, Made Karmaya, dan pimpinan unit di lingkungan Dwijendra. Saat itu digelar acara syukuran dan malam Mahakarya Dwijendra berupa kreativitas seni kolosal unggulan anak-anak Dwijendra. Agenda berbingkai ‘’Aku Indonesia‘’ digarap guru yang juga seniman SMA Dwijendra Arif Mahendra
bucks). Informasi lebih lanjut anda dapat menghubungi 0823-3150-5609. (ad2546)
melibatkan 250 penari. Aku Indonesia menurut Arif Mahendra mencerminkan keanekaregaman budaya Nusantara dengan basic tari Bali. Mulai budaya dari Dwijendra dia mengampanyekan ‘’Aku Indoensia’’. Ketua Yayasan Dwijendra M.S. Chandra Jaya membenarkan 2017, dia canangkan sebagai tahun penguatan
nilai-nilai nasionalisme. Hal ini diberi penekanan mengingat dewasa ini rasa nasionalisme ini diganggu tindakan intoleransi beragama. Kedua, Yayasan Dwijendra Denpasar didirikan oleh para pejuang yang bertekad mempertahankan kemerdekaan lewat mencerdaskan anak bangsa dengan pendidikan. Mereka bertekad jika ingin memetik hasil selamanya maka tanamkan SDM yang berkualitas lewat pendidikan. ‘’Jiwa nasionalisme mereka teruji sampai kini,’’ tegasnya. (sue)
BPM/wawan
TARI - Tari kebesaran mengisi mahakarya Dwijendra. Sementara penonton memenuhi panggung Ardha Candra.
Lagu Ebiet Jadi ’’Backsound’’ Video Asian Games Palembang – Lagu Ebiet G. Ade berjudul ‘’Berita kepada Kawan’’ dan The Beatlles menjadi backsound video pendek Asian Games 2018 yang ditonton peserta pelantikan Ketua Majelis Pembimbing Daerah Gerakan Pramuka, Kwartir Daerah dan Dewan Kwartir Daerah Sumatera Selatan di rumah dinas Gubernur Sumatera Selatan. video pertama menampil-
kan progres (jalannya) pengerjaan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Jembatan Musi IV, jalan kereta api ringan (LRT), dan Jakabaring Sport City dengan tampilan animasi. Video kedua menampilkan perjalanan Kota Palembang menjadi tuan rumah Asian Games 2018 mulai dari terpilih di Incheon, Korea Selatan, hingga gambaran kota tersebut ketika Asian Games yakni lebih
dari kota-kota besar dunia seperti Tokyo, Seoul dengan latar belakang lagu Ebiet G. Ade membuat hadirin khidmat memerhatikan. “Membangun pusat olahraga di Jakabaring sangat mengangkat nama baik Sumatera Selatan. Untuk itu, pada Asian Games nanti anggota Pramuka harus ikut andil dalam perhelatannya dengan tenaga pemandu wisata,” kata Gubernur Alex Noerdin setelah pemutaran
video selesai, pada Jumat. Lebih lanjut Alex menambahkan, dirinya meminta kepada anggota Pramuka untuk menjaga lingkungan termasuk kawasan hutan agar bencana kebakaran hutan tidak terulang. “Pada tahun ini, Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksikan musim kemarau akan lebih panjang, maka jangan sampai terjadi lagi kebakaran hutan,
sebab kerugiannya sangat besar,” kata Alex disusul pemutaran video dokumenter bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) 2015. Video dengan latar belakang lagu The Beattles (Imagine) tersebut menampilkan usaha pemadaman yang dilakukan pemerintah dengan bantuan lima negara sahabat pada tahun 2015 di ribuan titik wilayah provinsi Sumatera Selatan. (ant)
kata hoax tidak ditemukan di semua kamus, kecuali di wikipedia yang diberi makna secara dadakan karena pelontar istilah tersebut kian banyak. Hoax dimaknai setara dengan ‘bohong atau palsu‘, khususnya untuk pemberitaan atau informasi! Padahal sebenarnya istilah itu berasal dari judul film Barat, yang merupakan biografi seseorang bernama Clifford Irving, namun oleh sutradara dan penyusun skenario banyak hal dimutilasi dan dimodifikasi, sehingga si pemilik kisah menarik diri dan namanya dari produk karena menganggapnya pembohongan. Tanpa minta persetujuan, hoax kemudian viral di medsos yang diberi arti bohong dan palsu. Celakanya, kini kaum yang merasa dominan atau mayoritas seolah punya monopoli untuk menyatakan sebuah informasi sebagai hoax atau faktual alias asli. Ini meramaikan dunia hukum dan merepotkan pihak kepolisian karena urusan saling lapor, sehingga tanpa sadar kita nyaris terjebak dalam froxy war yang didesain tangantangan tak kelihatan. Ada komponen bangsa seakan beranjak meninggalkan sejarah, seperti kekhawatiran Bung Karno dalam pidato kenegaraannya pada 17 Agustus 1966. Kebudayaan yang merupakan warisan leluhur juga dikeroposi dengan berbagai cara,“ ungkap Nyoman Sudiantara. “Kebudayaan dengan berbagai variannya digali Bung Karno dari Pertiwi Indonesia yang diberi nama Pancasila, kemudian menjadi pandangan hidup bangsa atau weltanscauung dan dasar negara. Di antara artefak budaya tersebut adalah wayang yang konon perkembangannya
dimulai sejak prasejarah yakni 1500 tahun sebelum Masehi, atau zaman Neolithikum, saat nenek moyang kita masih menganut kepercayaan animisme dan dinamisme. Keyakinan terhadap adanya roh, baik roh leluhur maupun roh alam diwujudkan dalam wujud wayang, yang berasal dari kata bayang-bayang atau imajinasi. Di samping penghormatan pada ‘Hyang‘, pertunjukan wayang juga digunakan untuk mengajarkan nilai-nilai dan apresiasi terhadap kreativitas yang mulai berkembang saat itu. Kedatangan Agama Hindu ke Indonesia pada abad ke-5 Masehi, membuat cerita wayang lebih variatif dan menarik, sehingga digunakan untuk menumbuhkan ahklak dan budi pekerti masyarakat, termasuk pengenalan ihwal filsafat. Selain cerita Mahabharata dan Ramayana, cerita Panji yang merupakan hasil karya sastra asli Jawa, juga dipentaskan agar bangsa pribumi tidak terjajah secara kultural. Bahkan nama Bhima diganti Werkudara, Yudistira diubah jadi Puntadewa, Arjuna menjadi Janaka, malah Cakil merupakan tokoh wayang yang tidak ada namanya dalam epik India tersebut. Sebagai artefak budaya, wayang memang asli warisan bangsa Indonesia kendati untuk ceritanya diambil dari India,“ papar Wayan Sugita. ‘’Bukan hanya Cakil, juga punakawan seperti Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong yang di Bali disebut Tualen atau Malen, Delem, Sangut, dan Delem, tidak ada dalam Mahabharata dan Ramayana. Selain berfungsi sebagai penerjemah dari bahasa Sanskerta atau bahasa Jawa Kuno ke bahasa awam yang
lebih dimengerti penonton, tugas panakawan tersebut guna memfilter budaya atau sajian asing yang tidak sesuai budaya lokal. Humor dan kearifan lokal yang digunakan memodifikasi cerita asli yang bernuansa asing membuat tontonan berubah menjadi tuntunan, sehingga wayang merupakan hiburan sekaligus media pendidikan utama sebelum bioskop dan televisi masuk ke negeri ini. Bahkan setelah Majapahit runtuh tahun 1478, Agama Islam yang masuk lewat pesisir di Jawa memindahkan segala jenis kebudayaan yang digemari masyarakat, termasuk wayang, ke Demak. Konon syiar Islam oleh Walisongo dilakukan lewat media wayang, bukan dengan pedang dan tombak. Jadi, peralihan dari Hindu ke Islam di Indonesia, nyaris tidak berbentuk kekerasan, namun kedamaian lewat seni dan budaya, terutama wayang. Dari Demak, pusat kekuasaan yang sudah bernuansa Islam pindah ke Pajang, lalu Mataram di bawah Amangkurat I. Jadi terkesan aneh, kalau barubaru ini muncul spanduk di Jakarta Pusat yang berisi pelarangan terhadap pertunjukan wayang,“ ujar Made Wardana. “Ya, kubaca di media online, spanduk itu terpampang di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Yang satu bertuliskan ‘pemutaran wayang kulit bukan syariat Islam‘, yang lain ‘menolak dengan keras pemutaran wayang kulit, aliansi masyarakat Muslim se-Jakarta Pusat‘. Kuharap itu hoax atau berita palsu, yang membuat masyarakat jadi geger, khususnya masyarakat pencinta pertunjukan wayang. Seorang
netizen berkomentar di twiternya, ‘ini serius ada spanduk seperti itu di Jkt? Om saya seorang dalang, spanduk itu selain merusak akal sehat juga merusak hidup orang!‘. Lalu ada seorang pentolan parpol yang juga Wakil Ketua MPR-RI mencuit lewat twiternya agar para netizen mengabaikan spanduk aneh itu dan kalau memang pencinta wayang disarankannya untuk nonton semalam suntuk di kantor DPP parpolnya, Sabtu (28/1). Spanduk itu, bagiku, memang aneh kalau benar-benar ada,
namun aku setuju dengan ajakan legislator tersebut, diabaikan saja. Pembuat spanduk itu tidak salah, karena wayang memang bukan syariat Islam, tapi warisan budaya Indonesia. Namun untuk melarang, aku ingin seperti para teenagers Jakarta, yang rindu suara klakson bus dan berteriak, Om telolet om! Melarang tontonan wayang, menurutku, hati dan otaknya, buta dan tuli terhadap sejarah budaya bangsa, maka perlu diklakson, om telolet om!“ komentar Wayan Kaler. (aridus)