Skip to main content

Edisi 1 Juli 2017 | Suara NTB

Page 1

HARIAN UNTUK UMUM TERBIT SEJAK 1 MARET 2004 LANGGANAN LOMBOK Rp.85.000 SUMBAWA Rp.90.000 ECERAN Rp 5.000 Online :http://www.suarantb.com

SUARA NTB

16 HALAMAN NOMOR 92 TAHUN KE 13

E-mail: hariansuarantb@gmail.com

SABTU, 1 JULI 2017

Pengemban Pengamal Pancasila

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Kasus K2 Dompu

Jadi Referensi Polda NTB Usut K2 Kota dan Kabupaten Bima Mataram (Suara NTB) Pekerjaan mengusut dugaan penyalahgunaan wewenang pada pengangkatan honorer Katagori 2 (K2) belum selesai. Setelah di Kabupaten Dompu, penyelidikan akan berlanjut ke Kota dan Kabupaten Bima dengan indikasi modus yang sama. Menurut rencana, Polda NTB akan menjadikan kasus K2 Dompu sebagai referensi mengusut kasus baru di kota Bima dan Kabupaten Bima. Sebagai gambaran awal, kasus K2 Bima ditangani hampir bersamaan dengan kasus K2 Dompu, tahun 2015 lalu. Namun dengan pertimbangan bukti lebih kuat pada 134 hon-

(Suara NTB/dok)

Firli

TO K O H Berpeluang Dihentikan DUGAAN korupsi pengadaan alat penghancur eceng gondok di Bendungan Batujai, Praya senilai Rp 1,5 miliar, berpeluang dihentikan. Pasalnya, alat penghancur eceng gondok yang merupakan proyek milik dari BWS Nusa Tenggara I itu disebut dapat berfungsi. Laporan masyarakat sebelumnya menduga alat itu mangkrak. Kasus itu mulai diselidiki sejak 2014. Pantauan kepolisian terakhir alat itu dapat digunakan. Kapolres Lombok Tengah, AKBP Kholilurrochman menjelaskan, proyek pengadaan itu disebut sudah sesuai dengan nomenklatur. “Alatnya sesuai, spek sesuai dan bisa dioperasikan,” ujarnya saat ditemui di Mapolda NTB. Kesimpulan awal itu didapatkan dari keterangan ahli yang sudah dimintai keterangan. “Batujai itu kan besar ya, memang kalau alat itu kecil. Tapi pengadaannya sudah sesuai,” terangnya. Atas dasar itu pihaknya berencana menghentikan penyelidikan kasus itu. “Ya bisa jadi. Sambil kita cari tambahan bukti baru,” imbuh dia. Bersambung ke hal 15 Kholilurrochman (Suara NTB/dok)

orer Dompu yang bermasalah, penyidik Subdit III Tipikor ‘’menyimpan’’ sementara kasus K2 Bima. Tapi jauh sebelumnya, penyidik sudah menyita dokumen dari Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Bima. Sementara kasus K2 Kota Bima, diusut oleh penyidik Polres Bima Kota. Terakhir, sekitar Mei 2017 lalu, tim penyidik Tipikor Sat Reskrim setempat, meminta petunjuk dari Polda NTB untuk kelancaran proses penyelidikan. Menjawab Suara NTB Jumat (3/6) siang, Kapolda NTB Brigjen Pol. Drs. Firli, M.Si menyebut bahwa dua tahapan sedang dilakukan penyidik Subdit III dan dan Polres Bima Kota yang sedang mengusut kasus itu. “Pertama penyelidikan. Apakah masuk dalam peristiwa pidana, ini titik start-nya. Harus dibuktikan dulu apakah ini peristiwa pidana. (kedua) Jika pidana, baru mekanismenya ke penyidikan, kumpulkan saksi dan alat bukti baru,’’ jelasnya. Bersambung ke hal 15

Disos Pastikan Masyarakat Miskin Dapat Bantuan Perbaikan RTLH Mataram (Suara NTB) Dinas Sosial (Disos) NTB memastikan masyarakat miskin yang kondisi rumahnya tidak layak huni akan mendapatkan bantuan perbaikan dari pemerintah. Rata-rata masyarakat miskin di NTB sudah memiliki lahan tetapi secara administrasi belum memiliki sertifikat. Sehingga, pihaknya akan meminta surat keterangan dari kepala desa yang

menyatakan bahwa lahan tersebut tidak dalam proses sengketa. Dengan demikian, masyarakat miskin yang menjadi calon penerima bantuan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) akan dapat dibangunkan rumah yang layak. ‘’Maksudnya persyaratan lahannya harus jelas itu, tanah itu tidak dalam sengketa. Bersambung ke hal 15

(Suara NTB/bul)

LEBARAN TOPAT - Tujuh hari setelah Hari Raya Idul Fitri, sebagian masyarakat di Lombok merayakan Lebaran Topat. Perayaan Lebaran Topat akan berlangsung, Minggu (2/7) esok. Sesuai dengan nama perayaannya, hidangan yang mendominasi perayaan ini adalah ketupat (topat). Tampak sejumlah pedagang kulit ketupat sedang menjajakan kulit ketupat di salah satu pasar tradisional di Mataram, Jumat (30/6) kemarin.

Perairan Utara Pulau Moyo Menyimpan Reservoir Migas Mataram (Suara NTB) Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) NTB menemukan, perairan utara Pulau Moyo di Kabupaten Sumbawa menyimpan cadangan atau reservoir minyak dan gas (migas). Namun, seberapa besar cadangan migas

di lokasi tersebut masih belum diketahui lantaran belum dilakukan eksplorasi secara intensif. Kepala Bidang Ketenagalistrikan Dinas ESDM NTB, Ir. Gde Tatar Sutaryana menjelaskan eksplorasi awal sudah banyak dilakukan terutama di

perairan utara Pulau Sumbawa. Bahkan, sudah ditetapkan blok-blok migas. ‘’Kita memiliki potensi migas, sudah banyak dilakukan eksplorasi terutama di wilayah utara, sudah ditetapkan blok-blok migas. Bersambung ke hal 15

Harga Cabai Rawit Anjlok Rp 4.500 Per Kg Mataram (Suara NTB) Petani cabai di Kecamatan Suralaga, Lombok Timur (Lotim) mengaku merugi dengan anjloknya harga cabai rawit saat ini. Harga cabai rawit di tingkat petani hanya Rp 4.500 per Kg. Rendahnya harga cabai saat musim panen ini dinilai tak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan mencapai puluhan juta per hektar. Kepala Desa Paok Lombok Kecamatan Suralaga Lombok Timur, Zainul Muttaqin, SH, MH yang dikonfirmasi Suara NTB, Jumat (30/6) siang kemarin mengaku para petani cabai merugi dengan rendahnya harga saat ini. Bersambung ke hal 15

Dinilai Lemah, Perencanaan Tim Saber Pungli Mataram (Suara NTB) Melempemnya Tim Satgas Saber Pungli mengindikasikan lemah dalam proses perencanaan. Terutama dalam menyusun standar operasional. Kelemahan mulai dari pemerintah daerah sebagai pemegang kebijakan yang membentuk Tim Satgas Saber Pungli, maupun internal tim. Harusnya, sebelum dibentuk dan menjalankan tugas serta fungsi-

nya, perencanaan patut menjadi perhatian cermat. Sorotan ini disampaikan peneliti Solidaritas Masyarakat untuk Transparansi (Somasi) NTB, Johan Rahmatullah, SH.,MH , setelah mencermati pernyataan dari Tim Saber Provinsi NTB yang mengeluhkan anggaran. ‘’Kalau dalam pelaksanannya tidak optimal, maka itu

(Suara NTB/ars)

PERINGATAN - Sebuah spanduk peringatan agar jauhi pungutan liar (pungli) terpasang di pintu masuk utama Pasar Mandalika Bertais, Kecamatan Sandubaya Mataram. Pemasangan spanduk ini sebagai langkah preventif atau pencegahan peluang terjadinya pungli di pasar.

tidak mengherankan. Karena proses di perencanaannya saja masih lemah. Sehingga terbentuknya tim Saber untuk wujudkan good government dan clean government masih sulit terwujud,” kritik Johan. Dia membahas mulai dari persoalan anggaran. Baru terungkap, ketika anggaran selalu menjadi dasar atau alasan tidak optimalnya Tim Satgas Saber Pungli sehingga belum bisa bekerja secara optimal. Memang, anggaran jadi faktor pendukung dalam proses penegakan hukum. Tapi persoalan anggaran sebaiknya tidak jadi faktor utama, karena bisa jadi preseden buruk bagi pemerintah daerah dan Tim Satgas Saber Pungli tersebut di tengah-tengah masyarakat. ‘’Sekarang yang menjadi pertanyaan adalah berani tidak Tim Satgas Saber Pungli secara transparan membuka berapa alokasi anggaran untuk menjalankan tugas dan fungsinya tersebut kepada publik? Kenapa begitu? Sebab, ini akan menentukan apakah Tim Saber Pungli masih layak dipertahankan atau tidak. Bersambung ke hal 15

(Suara NTB/ist)

ANJLOK - Hamparan tanaman cabai di Kecamatan Suralaga, Lombok Timur. Harga cabai saat ini anjlok di tingkat petani hanya Rp 4.500 per Kg. Anjloknya harga cabai membuat petani merugi.


SUARA MATARAM

SUARA NTB Sabtu, 1 Juli 2017

Halaman 2

KUMUH - Bangunan Terminal Mandalika yang dinilai tua dan luarnya terkesan kumuh.

(Suara NTB/ynt)

SELAMA libur Lebaran ini, banyak rumah yang ditinggal mudik pemiliknya. Dalam rangka menjaga keamanan, Pemerintah Kelurahan Dasan Agung Baru, Kecamatan Selaparang rutin melakukan pemantauan wilayah. Seperti diketahui, Dasan Agung Baru merupakan salah satu wilayah yang banyak dihuni para pendatang dan banyak berdiri rumah kos atau pondokan. Lurah Dasan Agung Baru, Apriadi kepada Apriadi Apriadi Suara NTB menyampaikan khusus untuk pengamanan rumah pondokan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada pemilik pondokan. Jauh hari sebelum mudik Lebaran, pihaknya telah menginformasikan kepada pemilik agar rutin mengecek rumah pondokannya yang ditinggal para penyewa. Selain itu penyewa kamar juga diminta untuk melapor kepada pemilik pondokan jika meninggalkan barang berharga di kamarnya. “Kalau ada barang yang ditinggal biar melapor kepada pemilik kos, artinya dititipkan,” ujarnya, Jumat (10/6). Hal ini menurutnya telah dilaksanakan penyewa maupun pemilik pondokan. Selain itu untuk pengamanan wilayah secara khusus, Apriadi mengatakan pihaknya rutin menggelar ronda malam. Ronda melibatkan Linmas dan dilakukan di tiap lingkungan. “Linmas di masing-masing lingkungan tetap monitoring dan kebetulan FKDM orang sini asli tidak ada yang mudik. Jadi tiap malam kita ngontrol bersama Bhabinsa dan Bhabinmaspol,” jelasnya. Sejauh ini Apriadi bersyukur kondisi di wilayahnya aman dan terkendali. Ia belum pernah menerima laporan kehilangan atau pencurian selama musim mudik Lebaran ini. “Alhamdulillah enggak ada laporan. Biasanya yang mudik itu lapor ke Pak RT atau tetangganya,” ujarnya. Ronda malam akan tetap dilakukan sampai berakhirnya masa cuti bersama Lebaran, setelah para pemudik kembali ke rumah masing-masing. “Alhamdulillah untuk sementara ini aman terkendali. kita ngontrol tiap malam. Ada pos-pos ronda yang kita kelilingi tiap malam,” jelasnya. Sementara itu terkait perayaan Lebaran Topat, Apriadi mengatakan di wilayahnya tidak ada perayaan khusus. Seluruh kelurahan di Kecamatan Selaparang akan mengikuti perayaan Lebaran Topat di Makam Bintaro, Ampenan. “Kita ikuti kecamatan sesuai Surat Edaran Pak Wali itu,” ujarnya. Sementara di lingkungan biasanya hanya dirayakan dengan zikiran di musala atau masjid. “Masyarakat ada yang ngadakan zikiran dan itu yang kita hadiri,” ujarnya. (ynt)

Bangunan Terminal Mandalika Tua dan Terkesan Kumuh Mataram (Suara NTB) – Bangunan Terminal Mandalika yang lokasinya berdekatan dengan Pasar Mandalika dinilai tua dan terkesan kumuh. Penilaian ini disampaikan Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Hindro Surahmat, ATD.,M.Si, Jumat (30/6). “Dari sisi infrastruktur saya melihat memang ini terminal seperti kesannya tua. Jadi perlu penataan kembali,” jelasnya saat memantau angkutan Lebaran di Terminal Mandalika kemarin. Selain fisik bangunan yang tua, kekumuhan di kawasan terminal menurutnya karena area tersebut tertutup tembok dan di belakang tembok banyak berdiri lapak pedagang. “Tempat jualan-jualan di pinggir jalan yang di dalam terminal tapi justru membelakangi jalan. Menurut saya itu tidak bagus,” jelasnya. Harusnya lapak pedagang diberikan tempat khusus dan tembok dibuka. Jadi aktivitas di dalam terminal dapat terlihat dari luar, begitu juga sebaliknya. “Artinya keindahan itu harus bisa dijaga juga. Kalau

yang ada sekarang sepertinya kesannya bisa jadi kumuh. Karena pertama kios-kios itu membelakangi jalan. Kita tidak bisa memastikan belakangnya seperti apa. Enggak diurus biasanya,” jelasnya. “Ke depan harus ditata ulang supaya keindahan Mataram yang menjadi daerah tujuan wisata ini harus didukung dengan keindahan kotanya. Dan kita mendukungnya dari penataannya,” sambungnya. Hindro mengatakan estetika penataan terminal harus mendukung keindahan kota. Hal itu cukup esensial karena

pihaknya tidak ingin terminal menjadi beban kota dalam konteks keindahan dan kebersihan. “Turis-turis yang datang tapi melihatnya jadi tidak bagus. Saya pikir ke depannya perlu ditata ulang supaya lebih baik dan ini untuk masyarakat. Bangunannya juga sudah tua dan menurut saya juga harus ada perbaikan,” jelasnya. Peralihan kewenangan pengelolaan Terminal Mandalika dari Pemkot Mataram ke Kementerian Perhubungan baru tahun pertama. Anggaran belum teralokasi dan tersusun dengan benar. Saat ini anggaran hanya

Beberapa Harga Komoditas Pertanian Turun

(Suara NTB/dok)

Laksanakan Perda Parkir KALANGAN DPRD Kota Mataram menyayangkan sikap pesimis Kepala Dishub (Dinas Perhubungan) Kota Mataram terhadap target retribusi parkir tepi jalan umum. Padahal, kalau regulasi berupa Perda Pengelolaan Parkir dilaksanakan, Dewan yakin, target yang ditetapkan, dapat terlampaui. Sayangnya, Perda itu belum dilaksanakan oleh Dishub. Ini terbukti dari tidak diberlakukannnya karcis parkir. Padahal, dalam regulasi itu sudah diatur secara jelas pemberian karcis parkir kepada pengguna jasa parkir. ‘’Jangan menunggu pengguna jasa parkir meminta. Ketika masyarakat memberikan uang jasa, barulah layaknya sebuah kasir, struknya dikasi,’’ ujarnya menjawab Suara NTB di Mataram, Jumat (30/6). Pemberian karcis parkir oleh jukir, menurut Herman, adalah masalah kesadaran. ‘’Jadi, ndak perlu masyarakat meminta. Jukir itu harus memberikan dengan kesadaran penuh,’’ cetusnya. Hal ini, membuat pendapatan parkir tidak bisa terkontrol dengan baik. Penggunaan karcis parkir sejatinya memudahkan pemerintah melakukan penghitungan pendapatan parkir. Tinggal sekarang bagaimana penggunaan karcis parkir ini dapat diterapkan dengan baik. SKPD teknis harus terus melakukan pengawasan dan monitoring di lapangan. ‘’Jangan belum apa-apa sudah pesimis,’’ katanya. Herman menegaskan, kalau memang kepala dinas tidak sanggup melaksanakan regulasi yang ada, akan lebih baik yang bersangkutan menanggalkan jabatan itu. Anggota Dewan dari Fraksi Partai Gerindra ini menyayangkan tidak ada solusi atas persoalan parkir di Kota Mataram. Kendati, kepala dinas sudah mengetahui pangkal persoalannya sejak lama. Herman menyarankan kepada Dishub untuk melakukan pendekatan dengan para jukir. ‘’Kumpulkan mereka jukir dan lakukan sosialisasi aturan yang ada. Jika tidak, kan ada pihak-pihak yang berwenang untuk menegakkan aturan. Bentuklah satu tim. Libatkan Satpol PP,’’ ucapnya. Herman tidak setuju kalau Perda Parkir disebut mubazir. ‘’Kan perdanya sudah ada, tinggal implementasinya di lapangan yang belum,’’ akunya. Operator dari Perda Parkir ini sudah jelas, yakni Dishub. Tinggal sekarang bagaimana kinerja dari operator parkir itu sendiri. Ia membantah anggapan kepala dinas yang menyatakan target retribusi parkir sulit tercapai karena kalangan Dewan meminta target ditingkatkan. Padahal, target tahun sebelumnya juga tidak tercapai. Menurut Herman, Dewan menetapkan target retribusi parkir naik dengan hitungan matematis yang jelas. Antara lain, penambahan potensi parkir. (fit) herman

untuk antisipasi hal-hal secara umum. Pihaknya belum melihat kebutuhan anggaran untuk setiap terminal karena belum masuk perencanaan. Ke depan akan direncanakan berapa kebutuhan anggaran untuk terminal dan hal apa saja yang penting untuk dibenahi. Jumlah terminal yang diambil alih pusat se-Indonesia sebanyak 97 dari 143 terminal. “97 itu jadi tanggung jawab kita, Kementerian Perhubungan. Saya hanya memastikan ke depan terminal tidak boleh kotor, tidak boleh jorok, harus tertib, dan harus berfungsi dengan benar,” demikian Hindro Surahmat. (ynt) Hindro Surahmat

(Suara NTB/ynt)

(Suara NTB/dok)

Rutin Pantau Wilayah

(Suara NTB/ynt)

TUNGGU PENUMPANG - Sopir dan kondektur bus tujuan Sumbawa ini sedang menunggu penumpang dengan jadwal keberangkatan pukul 15.00, Jumat (30/6) siang.

Penumpang Arus Balik Meningkat 100 Persen

Mataram (Suara NTB) – Penumpang arus balik yang menggunakan moda transportasi darat baik yang berangkat maupun datang melalui Terminal Mandalika, Bertais mengalami lonjakan yang cukup signifikan pada H+4, Jumat (30/ 6). Bahkan lonjakan penumpang ini meningkat hingga seratus persen. Demikian disampaikan Koordinator Terminal Mandalika, Shaiful Jihad, ST.,M.Eng.,M.Sc ditemui di ruang kerjanya kemarin. Jika pada hari sebelumnya, AKAP yang berangkat hanya dua bus, kemarin naik menjadi 13 bus dengan jumlah penumpang 398 orang. “Terus untuk Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) yang dari sini ke Bima, dari Bima ke sini itu ada 40 bus dengan penumpang 732 orang. Ini kalau dibandingkan dengan hari normal, ini kelihatan melonjak,” jelasnya. Tingginya lonjakan penumpang ini karena puncak arus balik dimulai kemarin atau H+4 Lebaran. “Naiknya seratus persen untuk AKAP. Dan AKDP-nya seratus persen lebih,” tambahnya. Penumpang arus balik tertinggi berasal dari Bima. Jika pada hari normal, AKAP yang berangkat hanya sekitar lima unit per hari dan AKDP antara 18-20 bus. Lon-

jakan penumpang yang lebih tinggi diprediksi terjadi pada akhir pekan ini, Sabtu-Minggu. Pasalnya Minggu merupakan hari terakhir cuti Lebaran. Shaiful memperkirakan bus yang akan berangkat maupun datang dari dan ke Terminal Mandalika pada akhir pekan ini untuk AKAP bisa mencapai 30 bus dengan perkiraan penumpang mencapai 950 orang. Sedangkan AKDP bisa mencapai 81 bus dengan penumpang 2 ribu lebih. Prediksi ini mengacu pada jumlah keberangkatan bus saat puncak arus mudik. “Kalau semuanya balik lagi ya segitulah dia (jumlahnya),” ujarnya. Biasanya ada juga penumpang yang berangkat atau datang setelah H+7 Lebaran, hanya saja jumlahnya tak banyak. Selama arus balik ini, tidak ada bus yang gagal berangkat karena tidak laik jalan. Menurutnya PO telah mempersiapkan kendaraannya dengan baik sehingga semua laik jalan. “Alhamdulillah kondisi busnya bagus. Sopirnya juga fit. Dan tidak ada masalah,” ujarnya. Dipantau Pemerintah Pusat Arus balik di Terminal Mandalika kemarin dipantau langsung Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Dar-

at Kementerian Perhubungan, Hindro Surahmat, ATD.,M.Si, Jumat (30/6). Berdasarkan pantauannya, Hindro mengatakan penyelenggaraan angkutan Lebaran di Terminal Mandalika cukup bagus. “Kendaraan sepintas saya lihat juga cukup bagus. Ada stiker laik jalan juga dilakukan ram check dari Kementerian Perhubungan,” jelasnya. Ia menyatakan jumlah kendaraan yang tersedia juga masih mampu menampung lonjakan penumpang selama arus balik ini. Hindro mengingatkan hal terpenting dari penyelenggaraan angkutan Lebaran ialah keselamatan. Karena itu perlu kerjasama semua pihak, bukan hanya dari Kementerian Perhubungan. “Pengemudi juga harus dalam kondisi fit dan siap mengoperasikan kendaraan dengan ketentuan dan mematuhi aturan yang berlaku,” jelasnya. Hindro juga meminta Koordinator Terminal Mandalika rutin mengimbau para sopir agar tetap membawa kendaraan dalam kondisi terbaik. “Karena yang dibawa ini adalah manusia. Apalagi ada kendaraan yang lintasannya jarak jauh, Mataram-Jakarta. Ini perlu fisik yang kuat dan harus ada (sopir) cadangannya,” terangnya. (ynt)

Mataram (Suara NTB) – Pascalebaran, harga beberapa komoditas pertanian di Kota Mataram turun. Berdasarkan pantauan Suara NTB di Pasar Mandalika, Jumat (30/6), harga komoditas pertanian yang turun yaitu bawang putih dan tomat. Harga dua komoditas ini turun sekitar 50 persen dari sebelumnya. Salah seorang pedagang bumbu dapur, Hj. Khaerani menyampaikan saat ini harga tomat hanya Rp 2.500 per kilogram. Harga sebelumnya yaitu Rp 5 ribu per kilogram. Menurut Khaerani, salah satu penyebab turunnya harga tomat ini karena stok yang melimpah. Produksi tomat di tingkat petani cukup tinggi. “Banyak yang tanam. Banjir (stok),” ujarnya, Jumat (30/6). Harga komoditas lainnya yang mengalami penurunan hingga 50 persen yaitu bawang putih. Semula harga bawang putih mencapai Rp 50 ribu per kilogram, sementara saat ini menjadi Rp 25 ribu per kilogram. Menurutnya salah satu penyebab turunnya harga ini juga karena persediaan barang yang melimpah. Sedangkan harga komoditas pertanian yang naik belakangan ini hanya bawang merah. Harga bawang merah saat ini mencapai Rp 30 ribu-Rp 32 ribu per kilogram, yang semula hanya Rp 17 ribu. Penyebab kenaikan harga yang telah terjadi sebulan terakhir ini karena pasokan dari Bima berkurang. “Barangnya yang enggak ada makanya naik. Kita ngambil dari Bima karena kualitasnya bagus,” jelasnya. Kendati harganya melonjak, permintaan bawang merah tetap tinggi. Sedangkan untuk harga cabai, Khaerani mengatakan masih normal yaitu Rp 30 ribu per kilogram. Normalnya harga bumbu dapur bercita rasa pedas ini karena produksi dalam daerah melimpah dan tidak ada lagi pengiriman ke luar daerah. Khaerani mengaku tak menjual cabai impor karena harganya menurun drastis menjadi Rp 6 ribu per kilogram. Saat harga cabai normal, konsumen lebih memilih membeli cabai rawit lokal karena tingkat kepedasannya lebih tinggi dibandingkan cabai impor. (ynt)

(Suara NTB/ynt)

PEDAGANG - Hj. Khaerani, salah seorang pedagang sayur dan bumbu dapur di Pasar Mandalika, Jumat (30/6).

Ubah Stigma Negatif Kampung Narkoba Diharapkan Peran Lintas Dinas Mataram (Suara NTB) – Penangkapan warga yang diduga terlibat dalam peredaran narkoba di Lingkungan Karang Bagu, Kelurahan Karang Taliwang membuat wilayah tersebut memiliki stigma buruk sebagai kampung narkoba. Padahal Kelurahan Karang Taliwang merupakan salah satu tujuan wisata di Kota

Mataram karena banyak berdiri restoran ayam taliwang yang menjadi ikon kuliner di kota ini. Pemerintah Kelurahan Karang Taliwang berharap ada upaya berbagai pihak atau lintas dinas dalam menghapus stigma negatif tersebut. Demikian disampaikan Lurah Karang Taliwang, Lalu Akhmad Cahyadi kepada

Suara NTB. Selama ini memang ada peran BNN Provinsi maupun BNN Kota Mataram mengintervensi program di lingkungan tersebut, salah satunya dengan memberi pelatihan wirausaha kepada warga. Namun menurutnya mengatasi persoalan tersebut bukan hanya tugas BNN, tapi penting juga keterlibatan ber-

bagai instansi atau dinas lingkup Pemkot Mataram. “BNN juga ada tapi memang kebersamaan yang perlu. Misalnya dinas-dinas,” ujarnya. Ia berharap ada intervensi dari Balai Latihan Kerja atau Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Mataram untuk warga Karang Bagu. “Mungkin ada program

apa bisa diintervensi di situ. Kita sudah kasih masukan itu. Kami butuh pelatihan. Itu yang kita harapkan,” jelasnya. Menurut Cahyadi, terseretnya warga sekitar dalam pusaran peredaran narkoba karena faktor ekonomi. Karena itulah warga perlu didukung dengan diberikan pelatihan sehingga nantinya bisa mem-

buka usaha sendiri sehingga tak lagi terjebak menjadi kurir narkoba. Dengan beberapa penangkapan pengedar narkoba di wilayahnya baru-baru ini, Cahyadi mengaku khawatir dapat semakin memperburuk citra wilayahnya. Beberapa waktu lalu turun tangan juga Balai Pariwisata Denpasar membantu warga se-

tempat dalam hal pengembangan pariwisata. Salah satunya bertujuan untuk membangun citra positif pariwisata. Khusus di Lingkungan Karang Bagu telah berjalan program kampung wisata, sehingga jika kasus peredaran narkoba masih terjadi, hal itu akan semakin memperburuk cap lingkungan itu sebagai kampung narkoba. (ynt)


EKONOMI DAN BISNIS

SUARA NTB Sabtu, 1 Juli 2017

Halaman 3

Stok Ayam Mulai Berkurang Mataram (Suara NTB) Tingkat konsumsi masyarakat mulai meningkat sejak pertengan puasa, hingga pascalebaran Idul Fitri 1438 H/2017. Akibatnya, stok ayam di peternak mulai berkurang. Bahkan, terancam terjadi krisis stok. Tak heran, harga ayam di pasaran naik. Bahkan untuk ayam broiler, harga sekilonya Rp 39.000. Harga ini sepertinya akan terus mengalami kenaikan. Sebab menurut pengakuan Fathur, salah satu suplayer ayam broiler, terjadi kenaikan permintaan hingga dua kali lipat dari keadaan sebelumnya. Untuk Pulau Lombok, dalam keadaan normal, sehari di suplay sebanyak 40.000 ekor atau setara dengan 80 ton. Permintaannya naik menjadi 80.000 ekor, bahkan lebih. Geja-

la ini mulai terlihat pada 10 hari sebelum lebaran, hingga saat ini. Perkiraannya, tingginya permintaan ini akan berlangsung hingga lebaran haji mendatang. “Kenaikan permintaan itu sampai 100 persen,” katanya. Kepada Suara NTB di Mataram, Jumat (30/6) kemarin, Fathur mengatakan, fenomena ini terjadi hampir di seluruh Indonesia. Karena itu juga, suplay dari luar daerah juga terganggu. Bahkan untuk Day Old Chick (DOC) dari luar daerah ikut terganggu. “Harga dari Jawa, Bali pada

naik sekarang,” imbuhnya. Pada dasaranya stok tidak terganggu. Akan tetapi polanya, masa panen dipercepat oleh peternak. Guna memenuhi tingginya permintaan ini. Ditingkat suplayer, harga dinaikkan hingga Rp 1.000/Kg untuk ayam hidup. Kenaikan harga dengan besaran yang disebut menurutnya relatif normal. Fathur mengatakan, jika harga bersihnya di tingkat pasar sebesar Rp 39.000/Kg, cukup wajar dengan penyesuaian harga yang dilakukan di tingkat suplayer.

“Kalau harganya mau turun lagi, sepertinya agak lama. Soalnya stok dipanen lebih awal. Belum lagi yang dari perusahaan-perusahaan besar sudah tutup pelayanan, minggu ini hanya dua perusahaan yang buka,” katanya. Untuk ke depan ini, ia pesimis stok ayam akan tersedia. Hal yang sama dikatakan Ketua Himpunan Peternak Unggas Lokal Indonesia (Himpuli) Provinsi NTB, H. Bono Mariadi. Bulan-bulan ini menurutnya ketersediaan stok ayam cukup sulit. Akibat tingginya permintaan dan pasokan dari Pulau Jawa yang limit. Tingginya kebutuhan masyarakat menyebabkan terjadinya krisis stok. Kondisi ini diiyakan akan berlangsung

hingga lebaran haji mendatang. “Di Peternak tidak ada stok. Dari Jawa juga sangat terbatas,” katanya. Wajar terjadi kenaikan harga. Bahkan, hingga masa haji mendatang, harga ayam akan terus mengalami kenaikan. Dari yang biasanya ayam lokal Rp 40.000 ekor, bisa membengkak menjadi lebih dari Rp 100.000 perekor. Persoalan utama mengapa fenomena ini terjadi berulangulang, akibat peternak lokal belum mandiri memproduksi dalam jumlah besar. Karena itulah, ia sendiri menggagas produksi dalam jumlah besar, didukung oleh salah satu pengusaha besar lokal. Masa panen dipercepat. Dari normalnya 45 hari men-

jadi 35 hari. Untuk produksi DOC juga cukup terbatas. Penyebabnya, peternak telah lebih dulu menjual indukannya karena permintaan tinggi. “Karena harganya tinggi, indukannya dilepas untuk memenuhi permintaan. Akibatnya untuk produksi DOC, kita kekurangan telur,” demikian H. Bono. (bul)

H. Bono Mariadi

Layangkan Surat Peringatan PEMPROV NTB melalui Dinas Perhubungan akan melayangkan surat peringatan kepada penyedia transportasi umum berbasis aplikasi. Menyusul munculnya berbagai reaksi dari kalangan pengusaha transpotasi konvensional. Reaksi mulai bermunculan, setelah beberapa penyedia jasa transportasi berbasis daring/online mulai beroperasi di Mataram. Baik Go Car maupun Uber. Di Lombok International Airport, sopir taksi dan travel yang beroperasi di sana melakukan sweeping terhadap beberapa pemilik kendaraan mitra penyedia layanan transportasi umum berbasis online ini. Hal ini tentu akan memberi dampak yang tidak baik terhadap kondusivitas daerah. Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTB, Drs. L. Bayu Windiya, MM., mengaku memberikan perhatian khusus terhadap persoalan ini. Pihaknya menjadwalkan akan melayangkan surat teguran kepada pengusaha – pengusaha mitra penyedia aplikasi. Di ketahui, meski secara resmi salah satu penyedia jasa ini telah menyatakan secara terbuka menghentikan operasionalnya. Namun fakta di lapangan, layanan jasa ini masih melayani permintaan pemesan. “Kami berharap Senin kami layangkan surat peringatan dengan penjelasan terperinci tentang syarat dan prosedur yang harus dipenuhi,” kata L. Bayu pada Suara NTB di Mataram, Jumat (30/6). Terhadap desakan Organisasi Angkutan Darat (Organda) Provinsi NTB agar komitmen menghentikan layanan diikuti dengan pemblokiran sementara aplikasinya, kepala dinas mengatakan itu kewenangan Kementerian Kominfo. Aplikasi adalah hal lain. Bahkan menurutnya tidak ada ketentuan yang mengatur aplikasi harus berizin. Tetapi harus terdaftar. Jika aplikasi ditutup sementara, harus dengan alasan yang jelas. “Tapi Uber, kalau mau operasi di NTB, harus ikuti peraturan. Sama halnya seperti angkutan offline. Jika tidak, maka tidak boleh ada di NTB. Kami pasti terapkan aturan,” ujarnya. Seperti dikatakan sebelumnya, Pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan telah menetapkan Permenhub Nomor PM 26 tahun 2017 sebagai revisi PM 32 Tahaun 2016 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek. Penetapan angkutan online sebagai angkutan sewa khusus, pesyarakat kapasitas silinder mesin maksimal 1.000 cc. memiliki tempat penyimpanan kendaraan dan terakhir kepemilikian atau kerjasama dengan bengkel yang merawat kendaraan. Dilakukan pengujian berkala kendaraan (KIR) bagi kendaraan – kendaraan yang di operasikan. Penempelan stiker dan penyediaan akses digital dashboard. Penetapan tarif atas dan tarif bawah, kuota pengenaan pajak, dan penggunaan nama pada STNK. (bul)

L. Bayu Windia (Suara NTB/bul)

Jumat, 30/06/2017

(Suara NTB/bul)

MEROKET - Harga ayam terus meroket.Terlebih menjelang LebaranTopat, harga ayam broiler di sejumlah pasar tradisional di Mataram mencapai Rp 39 ribu per kilogram.

Lebaran 2017, Nihil Pengaduan THR Mataram (Suara NTB) Pemerintah daerah dan serikat pekerja hingga saat ini belum menerima adanya aduan pekerja/ karyawan terkait pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR). Karena itu, disimpulkan tahun ini hubungan industrial berjalan dengan baik. Hal ini dikatakan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi NTB, Drs. H. Wildan, melalui Kepala Bidang Pengawasan Ketenagakerjaan, H. Sudarman, MM., dan Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (SPSI) Provinsi NTB, Yustinus Habur di Mataram, Jumat (30/6) kemarin. H. Sudarman menyebutkan hingga terakhir kemarin, tidak ada satupun pengaduan yang masuk. Meskipun pemerintah sudah menyiapkan posko pengaduan, dua minggu sebelum lebaran Idul Fitri 1438 Hijriyah. Menurutnya, ketika indikatornya sudah jelas pengaduan karyawan nihil untuk hak mendapatkan THR, artinya perusahaan

(Suara NTB/bul)

Yustinus Habur sudah mentaati peraturan. “Ketaatan terhadap Permen Nomor 6 Tahun 2016 sudah berjalan dengan baik,” ujarnya. Media ini mendapat informasi adanya perusahaan-perusahaan yang memberikan THR jauh di bawah Upah Minimum Provinsi (UMP). Itupun, tidak ada pengaduan yang masuk. Baik secara langsung ke posko pengaduan, maupun melalui layanan telepon yang disediakan. H. Sudarman mengatakan, terhadap persoalan itu, pemerintah daerah juga tak bisa mengintervensi. Bisa saja, antara perusahaan dan pekerja sudah ada kesepakatan. “Penggajian di bawah UMP sendiri yang ditentukan undang-undang, kalau sudah ada kesepakatan antara pekerja dengan perusahaan, undangundang ini boleh tidak digunakan. Demikian juga untuk THR,” imbuhnya. Pemerintah tetap akan melakukan intervensi, selama ada laporan pengaduan. Diselesaikan baik melalui bidang Hubungan Industrial, maupun Bidang Pengawasan di Disnakertrans. Yustinus Habur juga mengatakan hal yang sama. Pemerintah daerah dan serikat pekerja telah menyiapkan posko pengaduan bagi karyawan/pekerja di perusahaan. Fasilitas ini diketahui tak dimanfaatkan. Karena itu, ia juga menyimpulkan tahun ini tak ada persoalan yang berkaitan dengan pemberian THR. Terhadap pembayaran THR di bawah ketentuan, ia mengatakan, hal tersebut sebenarnya tak diperbolehkan. Mestinya karyawan harus melaporkannya. “Kalau tidak ada laporan, berarti mereka sudah sepakat damai. Mungkin karena sama-sama saling pengertian

(Suara NTB/bul)

H. Sudarman melihat kondisi perusahaannya. Apabila pengusaha tidak menjalankan peraturan dengan baik, berarti pengawasan dinas tidak berjalan dengan bagus,” demikian Yustinus. Seperti diketahui, Berdasarkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan RI Nomor 6 Tahun 2016 tentang THR bagi pekerja/buruh di Perusahaan, pada Peraturan tersebut dijelaskan bahwa pembayaran THR terhadap pekerja/buruh harus tepat waktu, yakni selambat-lambatnya H7 hari raya keagamaan. Jika sampai batas terakhir tujuh hari sebelum lebaran (H-7), perusahaan belum memberikan THR, diminta kepada pekerja/buruh agar segera melapor. THR wajib diberikan kepada buruh /pekerja apapun statusnya yang telah bermasa kerja 1 (satu) bulan atau lebih. Termasuk di dalamnya pekerja/buruh yang sedang dalam perselisihan PHK dan mengalami PHK dalam waktu 30 hari sebelum jatuh tempo hari raya keagamaan tetap berhak atas THR. Kewajiban pengusaha untuk memberi THR bukan hanya untuk karyawan tetap, melainkan juga untuk pegawai kontrak. Besaran THR ditetapkan, pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus menerus atau lebih, diberikan sebesar satu bulan upah. pekerja/buruh yang mempunyai masa kerja satu bulan secara terus menerus tetapi kurang dari 12 bulan, diberikan secara proporsional sesuai masa kerja dengan perhitungan masa kerja x 1 bulan upah : 12. (bul)

Penjualan Ikan Air Tawar Laku Keras Mataram (Suara NTB) Penjual ikan air tawar ikut meraup pendapatan besar. Momen puasa hingga lebaran, permintaan ikan mengalami lonjakan. Beberapa stan penyedia ikan air tawar di Sayang - Sayang Mataram Jumat (30/6) kemarin nampak ramai didatangi pembeli. Umumnya, permintaan dari perorangan. Berbeda halnya saat puasa, permintaan cukup tinggi datang dari rumah-rumah makan dan lesehan. “Sehari bisa laku sampai 2,5 kuintal. Sebelumnya hanya laku paling sampai 1,5 kuintal,” kata Jasri, salah seorang penjual ikan air tawar di Sayang - Sayang. Permintaan mulai tinggi beberapa hari setelah puasa. Rata-rata dari restoran dan rumah makan. Puncaknya sehari sebelum Lebaran Idul Fitri. Untuk memenuhi tingginya permintaan ini, ia melibatkan pekerja lebih dari lima orang. Kendati demikian, tidak serta merta harga ikan air tawar dinaikkan. Masih dipertahankan Rp 28.000 sekilo. Tingginya permintaan ini, lebih dipengaruhi karena banyaknya kegiatan liburan keluarga pascalebaran. Puncaknya diperkirakan hingga usainya Lebaran Topat. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB, Ir. L. Hamdi, M.Si mengatakan, saat perayaan-perayaan hari besar, ikan adalah salah satu alternatif konsumsi masyarakat. Karena itulah, Dinas Kelautan Perikanan juga melakukan berbagai strategi untuk meningkatkan minat konsumsi makan ikan masyarakat. Targetnya tahun 2017, rata-rata konsumsi ikan bisa mencapai 33,38 Kg/ orang/kapita /tahun. Tahun 2016, konsumsi ikan

masyarakat NTB rata-rata 32,39 Kg/orang/kapita/tahun. Atau secara nasional, konsumsi ikan di provinsi ini di level nasional berada di urutan tengah. Beberapa kebijakan yang diterapkan untuk memancing minat masyarakat mengkonsumsi ikan naik. Diantaranya melalui kampanye gemar makan ikan, menebar ikan di perairan umum, bagi-bagi benih ikan, sosialisasi, lomba masak ikan, lomba produk makanan berbahan dasar ikan (baik ikan laut maupun ikan air tawar). Dinas Kelautan Perikanan Provinsi NTB bahkan menggandeng PKK dari tingkat provinsi hingga tingkat kecamatan untuk mengajak ibu-ibu rumah tangga untuk menggalakkannya. Beberapa kegiatan lomba masak dilakukan, lomba menangkap ikan kepada anak didik yang dilaksanakan di Lapangan Sangkareang belum lama ini. Untuk tebar bibit ikan, L. Hamdi mengatakan tahun 2017 ini diprogramkan menebar sebanyak satu juta bibit ikan. Tebar bibit ikan dilaksanakan di perairan umum, atau tergantung permohonan masyarakat. Bisa di kolam ikan perorangan, atau di kolam-kolam milik sekolah atau pondok pesantren. Hal ini akan dilakukan terus menerus. Kegiatan lainnya juga melalui pasar murah ikan yang dilaksanakan sepekan sekali, contohnya di Taman Mayura, Cakranegara. Hanya saja, tantangan terberat untuk meningkatkan konsumsi ikan ini adalah terutama pada masyarakat yang tinggal jauh dari kawasan perairan atau daerah subur air. Karena itu, lanjut L. Hamdi, pendekatan yang dilakukan adalah memperbanyak distribusi ikan hingga di pasar-pasar terdekat di komplek tinggal masyarakat. (bul)

(Suara NTB/bul)

IKAN AIR TAWAR - L. Hamdi. Salah satu penyedia ikan air tawar di Sayang-Sayang sedang memilah milih ikan untuk ditimbang.


SUARA PULAU LOMBOK

SUARA NTB Sabtu, 1 Juli 2017

Halaman 4

Kebakaran di Gili Trawangan Sanksi Tegas Menanti KEPALA BKPSDM Kabupaten Lombok Timur (Lotim), H. Najamudin menegaskan, Aparatur Sipil Negara (ASN) atau PNS yang menambah hari libur usai libur Idul Fitri dan cuti bersama akan disanksi tegas. Dikonfirmasi Suara NTB, via ponselnya, Jumat (30/6), H. Najamudin menyebut jika pihaknya sudah menginformasikan kepada seluruh ASN di Kabupaten Lotim supaya tidak menambah hari libur setelah diberikan kesempatan libur lebaran dan cuti bersama. Terlebih pada hari Senin mendatang yang merupakan awal masuk bagi ASN. Bahkan, kemungkinan akan langsung apel awal bulan yang secara rutin digelar bertempat di halaman kantor Bupati Lotim. “Bisa jadi momentum apel itu juga sebagai ajang halal bihal di kalangan para ASN,” ungkapnya. Untuk mengawasi tingkat kehadiran ASN pascalibur panjang ini, lanjutnya, pihaknya dari BKPSDM berencana melakukan inspeksi mendadak (sidak) ataupun monitoring untuk melihat seperti apa tingkat kehadiran ASN di masing-masing SKPD. Paling tidak, Najamudin mengungkapkan akan mencoba melakukan uji petik absensi, apakah ada PNS/ASN yang menambah hari libur. Kalaupun ada, harus disertai dengan alasan yang jelas. “Dalam pengawasan tingkat kehadiran ASN pada hari pertama, akan dilakukan koordinasi dengan Bagian Organisasi maupun dengan Inspektorat,” sebutnya. Pada uji petik yang akan dilakukan itu, dijelaskannya langkah tersebut akan ditindaklanjuti dengan monitoring yang lebih luas. Sehingga, ASN yang menambah hari libur dapat terdeteksi serta dalam pemberian sanksi sesuai dengan aturan PP 53 Tahun 2010 tentang disiplin PNS. Apakah ASN yang bersangkutan masuk dalam kategori sanksi berat, sedang maupun ringan. Terlebih libur saat ini sifatnya khusus, karena libur yang dinikmati oleh para ASN cukup panjang, sehingga bagi yang nambah libur, tentunya harus didasari alasan yang jelas. Kendati demikian, Najamudin berharap supaya jangan sampai ada ASN yang menambah hari libur tanpa keterangan yang jelas dan tidak dapat dipertanggungjawabkan. Apabila ada ASN yang menambah hari libur tanpa keterangan yang jelas akan diberikan sanksi sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan. (yon) H. Najamudin (Suara NTB/yon)

Silaturahmi, TGB Jalan Kaki Keliling Pancor Selong (Suara NTB) Ratusan warga di Lingkungan Bermi dan Lingkungan Jorong tumpah ruah pada Kamis (29/6) malam. Kondisi itu disebabkan setelah mengetahui, Gubernur NTB TGH. M. Zainul Majdi yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) berjalan kaki untuk bersilaturahmi secara langsung bersama masyarakat. Menggunakan jubah serta peci putih, TGB yang ketika berjalan kaki tanpa adanya pengawalan layaknya seorang gubernur. Momen tersebut langsung dimanfaatkan oleh warga sekitar. Mulai dari kalangan anak-anak, remaja hingga orang dewasa tanpa adanya rasa canggung langsung mendekati orang nomor satu di NTB itu. Bahkan, tak sedikit dari warga yang mengabadikan momen tersebut dengan melakukan selfie atau swafoto menggunakan telepon genggamnya masing-masing. Pancor, merupakan tanah kelahiran TGB tepatnya di Kampung Bermi sekitar 45 tahun lalu. Bagi masyarakat sekitar, sosok TGB merupakan sosok guru yang patut diteladani baik dari segi ilmu agamanya maupun menjadi seorang pemimpin. Dari pengakuan masyarakat sekitar, kehadiran TGB untuk bersilaturahmi dengan masyarakat merupakan kebanggaan bagi mereka. Pasalnya, dalam open house yang dilaksanakan di kediaman TGB di Gelang beberapa waktu lalu, tidak dipungkiri masih banyak warga yang tidak berkesempatan hadir. “Beliau datang bersilaturahmi dan halal bihalan dengan masyarakat. Di tengah kesibukan beliau, beliau datang langsung dengan cara jalan kaki menghampiri masyarakat, ini suatu kebanggan bagi kami,”ujar Rahman Firdaus, salah satu warga Kampung Bermi, Jumat (30/6). Sementara, salah seorang pengurus PD NW Lotim, M. Halqi mengungkapkan, kehadiran TGB di tengah-tengah masyarakat dengan cara berjalan kaki, tidak lain bertujuan untuk bersilaturahmi atau halal bihalal bersama dengan masyarakat usai melaksanakan ibadah Salat Magrib di Masjid At Taqwa Pancor. Selain bersalaman dengan warga di Lingkungan Bermi dan Lingkungan Jorong, Ketua Umum Dewan Tanfidziyah PBNW ini juga menyempatkan diri untuk mengunjung dan bersilaturahmi dengan para pedagang yang ada di sepanjang jalan sebelum kembali ke Masjid At Taqwa Pancor untuk melaksanakan ibadah Salat Isya secara berjamaah. (yon)

36 Bangunan Hostel Gili Kelapa Ludes Tanjung (Suara NTB) Sebanyak 36 bangunan di Hostel Gili Kelapa dan 1 unit bangunan milik Villa Kelapa di Dusun Gili Trawangan, Desa Gili Indah, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara (KLU) hangus dilalap api. Kebakaran tersebut terjadi pada Kamis (29/6), sekitar pukul 22.00 wita, dan api baru bisa dipadamkan 2,5 jam setelahnya. Berdasarkan keterangan pihak Kepolisian, kebakaran di satu kompleks hostel milik Benny Kosno (49 tahun) asal Surabaya Barat, Jawa Timur itu diduga terjadi karena arus pendek listrik. Informasi awal dari Kapolres Lombok Utara, AKBP Rifa’i, SH., Kamis malam mengatakan sesaat setelah kejadian sejumlah anggota Kepolisian Sub Sektor Gili Indah langsung terjun ke TKP. Mereka bahu-membahu dengan warga setempat memberi pertolongan kepada para tamu yang menginap di Kelapa Hostel. “Anggota sudah di TKP. Menurut info anggota, api sedang dipadamkan dan kerugian belum bisa diidentifikasi,” kata Rifai. Berdasarkan keterangan pihak Kepolisian pada Jumat (30/6), kronologi kebakaran di mana sekitar pukul. 22.00 wita terdengar suara ledakan yang berasal dari salah satu kamar D yang terletak di lantai 2 milik Kelapa Hostel. Tidak lama kemudian letusan tersebut mengeluarkan api yang langsung menyambar ke seluruh bangunan lain di kompleks tersebut, kecuali ruangan tempat penyimpanan genset. Adapun Hostel Gili Kelapa yang memiliki 36 kamar, seluruhnya terbakar berikut barang bawaan tamu yang menginap. Diketahui jumlah tamu yang menginap sebanyak 53 orang

dengan 1 tamu WNI. Jumlah kamar yang terbakar ini bertambah 1 unit karena sebagian dari 1 unit kamar milik Villa Kelapa yang ada di sebelahnya, ikut terbakar. Hal itu dikonfirmasi langsung Owner Villa Kelapa, H. Malik. “Punya saya yang Villa Kelapa kena sebagian di ujungnya karena bloknya berada 1 tembok dengan Kelapa Hostel. Walaupun kena sedikit, tapi hukumnya kena 1 rumah, karena harus direnovasi semua,” ungkapnya. Beruntung, akibat peristiwa itu tidak menimbulkan korban jiwa, baik dari petugas, masyarakat maupun wisatawan. Hingga berita ini diturunkan, Tim Inafis Polda NTB sudah turun ke lokasi melakukan olah TKP. Sementara Manajer Hostel Gili Kelapa, Junita Josephina (30 tahun), asal Manado Sulawesi Utara tengah diinterogasi dan belum dapat dikonfirmasi mengenai kejadian tersebut. Pihak Kepolisian juga telah meminta keterangan 4 orang saksi yang notabene warga Dusun Gili Trawangan. Mereka antara lain, Ariesta (31 tahun) karyawan bagian mekanik, Arka (21 tahun) dan Emen (21 tahun) karyawan House Keeping, serta Parsini (47 tahun) karyawan Kitchen asal Surabaya Barat. Sementara, Kepala Desa Gili Indah, H. M. Taufik, men-

(Suara NTB/ist)

KEBAKARAN - Kebakaran yang menimpa Hostel Gili Kelapa Gili Trawangan. Kebakaran diduga akibat arus pendek yang di hostel tersebut. erangkan proses pemadaman api di lokasi itu hanya bisa ditangani secara manual dan peralatan seadanya. Peralatan pendukung hanya menggunakan genset untuk menyemburkan air ke titik api. Akibatnya, api baru bisa dipadamkan pada pukul 24.30 wita, atau 2,5 jam setelah api melumat seluruh bangunan hostel. “Malam setelah kebakaran, para tamu menginap di sembarang tempat karena tidak ada tempat lagi. Sedangkan sampai saat ini, tamu minta dibuatkan report sebagai dasar mereka untuk mengklaim asuransi. Biasan-

ya tamu travelling ada asuransinya,” kata Taufik. Robi, salah seorang warga Trawangan yang menyaksikan peristiwa itu, mengaku selama kebakaran berlangsung nyaris tidak ada yang bisa diperbuat masyarakat. Lahapnya si jago merah seolah tak terbendung. Para karyawan, warga dan pengunjung tak berani mendekat ke titik api yang berkobar. “Awalnya tidak ada yang berani mendekat untuk memadamkan karena api terlalu besar. Apalagi hawa panas terasa dari jarak yang cukup jauh,” akunya. Dituturkannya setelah hampir setengah bangunan di

kompleks itu hangus, kobaran api perlahan mereda. Saat itulah warga mulai mendekat memadamkan api. Upaya masyarakat membuahkan hasil setelah air kolam dari hotel yang bersebelahan disedot untuk menyembur kobaran. Hingga berita ini diturunkan, Kapolsek Pemenang Iptu Hilmi M. Prayugo, S.IK., belum bisa memastikan jumlah kerugian yang timbul, begitu pula dengan kerugian para tamu yang menginap. “Saat ini (kemarin), Tim Inafis Polda NTB sudah terjun ke TKP. Terkait total kerugian belum diketahui, GM Hostel, belum bisa dimintai keterangan,” demikian Hilmi. (ari)

Pilkada Lotim

Partai Nasdem Lirik H. Haerul Warisin Selong (Suara NTB) Perbincangan mengenai suksesi kepemimpinan di Lombok Timur (Lotim) melalui ajang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 terus bergulir. Tidak ketinggalan Partai Nasional Demokrat (Nasdem). Partai yang terbilang kali pertama akan menjadi salah satu pengusung pasangan calon dalam ajang Pilkada Lotim ini melirik H. Haerul Warisin yang kini masih menjabat sebagai wakil bupati (wabup). Ketua DPD Nasdem Lotim, Syamsul Rizal kepada Suara NTB, Jumat (30/6) mengaku, H. Iron – sapaan akrab Wabup Lotim itu biasa dipanggil sudah

membangun komunikasi dengan Nasdem. Hanya saja katanya belum ada keputusan final. Pilihan terhadap H. Iron katanya berdasarkan pertimbangan hasil survei tingkat elektabilitas calon. Pasangan Bupati Ali BD pada Pilkada 2013 yang maju lewat jalur independen itu dinilai cukup cakap untuk diusung sebagai pemimpin Lotim periode 2018-2023 mendatang. Mengenai pasangan, sejauh ini belum ada pembicaraan. Sementara mengenai mitra koalisi, Nasdem sudah getol komunikasi dengan Partai Amanah Nasional (PAN). Sebelumnya dikabarkan, Nas-

dem mencoba menjalin komunikasi dengan membangun poros tengah dengan PPP kubu Muzanni Umar di Lotim dan PKPI pimpinan Asatul Anwar di Lotim. Kabar tersebut langsung dibantah Rizal dan menyatakan dirinya sama sekali tidak pernah berkomunikasi dengan PPP dan PKPI. Nasdem meski terbilang sebagai partai kecil, namun diyakinkan memiliki nilai tawar dan memiliki massa pemilih yang bisa menjadi penentu kemenangan pasangan calon. Pilihannya terhadap pasangan yang akan diusung pastinya harus menuai kemenangan. (rus)

Liburan, Seorang Pengunjung Air Terjun Mangku Sakti Nyaris Tewas Selong (Suara NTB) Air Terjun Mangku Sakti yang terletak di wilayah Kecamatan Sembalun Kabupaten Lombok Timur (Lotim) nyaris memakan korban. Pasalnya, salah seorang pengunjung, atas nama Sri Ayu Ainun Syafitri asal Mataram terseret arus air hingga beberapa meter. Informasi yang dihimpun Suara NTB, kejadian tersebut bermula ketika korban bersama dua rekannya datang ke pemandian Air Terjun Mangku Sakti untuk liburan pada Kamis, (29/6) lalu. Namun secara tibatiba, korban terseret arus air kemudian tenggelam. Kerabat korban yang ketika itu melihat korban

terseret arus langsung meminta bantuan kepada pengunjung lain di lokasi kejadian. Beberapa menit kemudian korban berhasil ditemukan dalam kondisi selamat, meski saat itu kondisi korban sangat pucat dan lemas. Ketika itu, korban langsung dilarikan ke Puskesmas Sembalun Bumbung untuk mendapatkan perawatan medis. Dikonfirmasi Suara NTB, Jumat (30/6), Kapolsek Sembalun, Iptu. I Made Sutama, menjelaskan korban saat ini sudah pulang ke rumahnya. Saat ditemukan, korban masih dalam keadaan sadar namun kondisi fisik dari yang bersangkutan terlihat lemas. Mantan Kaur Bin Ops Satreskrim Polres Lotim ini menambahkan, tenggelamnya

korban pada Kamis lalu itu terjadi sekitar pukul 16.00 Wita. Korban datang untuk rekreasi bersama dua orang rekannya yang samasama berasal dari Kota Mataram. Made Sutama mengimbau kepada masyarakat untuk tetap berhati-hati dalam beraktivitas terutama saat rekreasi di tempattempat wisata, baik bersama kerabat maupun keluarga. Termasuk, khusus di wilayah Pusuk Sembalun supaya masyarakat berhatihati mengingat medan dari arus jalan yang cukup curam. “Kita berharap masyarakat tetap hati-hati dan mengutamakan keselamatan,” ujarnya mengingatkan. (yon)

(Suara NTB/ist)

KUMPUL – Warga Dusun Terengan berkumpul di kediaman Kepala Desa Pemenang Timur dan memaksa ingin menyeret pelaku pencabulan.

Diduga Lakukan Pencabulan

Seorang Pemuda Diamankan Polisi Tanjung (Suara NTB) Seorang oknum pemuda, inisial Jum asal Dusun Muhajirin, Desa Pemenang Timur, Kecamatan Pemenang, diamankan pihak Kepolisian Sektor Pemenang, Kamis (29/ 6) sore. Pemuda berusia 18 tahun itu diamankan, karena diduga melakukan aksi pencabulan terhadap seorang gadis berinisial ST (18 tahun) warga Dusun Terengan Daya, dari desa yang sama. Kapolsek Pemenang, Iptu Hilmi Manosoh Prayugo, S.IK., Jumat (30/6) membenarkan telah dievakuasinya pelaku Jum atas kasus pencabulan di desanya. Korbannya, ST., saat ini masih berstatus pelajar. Diterangkan Kapolsek, kronologi kejadian bahwa pada Kamis sore sekitar pukul 15.00 wita, anggota Polsek Pemenang mendapat telepon dari warga Dusun Terengan. Dimana disebutkan di Dusun tersebut telah diamankan di rumah Kepala Desa Pemenang Timur seorang warga terkait masalah pencabulan. Saat itu juga, sambung Hilmi, KSPK 3 beserta 2 anggo-

ta Polsek Pemenang langsung menuju ke Dusun Terengan guna melakukan pengamanan. Setiba di lokasi, rupanya sudah ada sekitar 250 orang telah mengelilingi rumah kepala desa. “Saat itu massa tidak membawa senjata tajam tetapi mereka berteriak, meminta agar saudara Jum yang melakukan pencabulan tersebut dikeluarkan dari rumah kepala desa,” ungkap Hilmi. Setengah jam kemudian, Hilmi mengakui menyusul tiba di TKP beserta 3 orang anggotanya memberikan bantuan pengamanan di rumah kepala desa. Melihat kondisi setempat ia pun mengambil keputusan mengevakuasi pelaku, Jum, dari rumah kepala desa. Upaya Kepolisian itu sedikit mendapat perlawanan dari masyarakat Terengan yang tidak terima pelaku dievakuasi polisi. “Pelaku dalam keadaan sehat (saat dievakuasi), selanjutnya pelaku diamankan di Polres Lombok Utara guna mendapat pengamanan dan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” demikian Hilmi. (ari)

Indahnya Pantai Tampah Galuh Terkendala Infrastruktur Pantai Tampah Galuh adalah salah satu dari puluhan pantai yang lepas yang ada di wilayah Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur (Lotim). Pantai berbentuk letter U yang berada di sebelah kanan saat memasuki Dusun Telone Desa Sekaroh.

(Suara NTB/ist)

JALAN KAKI - Gubernur NTB TGH. M. Zainul Majdi saat foto bersama atau selfie dengan warga Pancor saat silaturahmi dan halal bihal bersama masyarakat, Kamis (29/6) malam.

SELINTAS pantai terlihat indah dari atas ketinggian. Memperlihatkan pasir putih dan suasana air yang tenang. Panas yang begitu menyengat tidak terasa dan seperti terhapus saat menikmati keindahan pantai ini. Kepala Desa Sekaroh, H. Mansur, menjelaskan, Pantai Tampah Galuh ini menjadi salah satu pantai berpasir putih yang membentang di 15 km utara selatan. Pasir pantai ini juga katanya ada pecahan karang merah seperti yang terlihat di Pantai Pink. Hanya saja, pantai ini terlihat masih banyak yang belum bisa menjangkaunya. Persoalan akses inftrastruk-

tur jalan yang terbatas membuat pantai ini masih terlihat sepi. Beda halnya dengan Pantai Pink. Saat ini, pantai yang sebutan awalnya bernama Pantai Tangsi itu selalu penuh oleh kunjungan wisatawan. Menyisiri pantai-pantai di wilayah selatan ini terbilang tidak akan pernah habis. Banyaknya pilihan pantai membuat semua pengunjung tidak bosan dengan tawaran keindahan yang disuguhkan. Tidak salah jika kawasan selatan Lombok Timur ini bisa juga diusulkan menjadi Kewasan Ekonomi Khusus (KEK) dalam pengembangan pariwisata. Batasannya lagi pada

masalah akses jalan menuju pantai. Tampah Galuh harus melewati puluhan kilometer panjang jalan yang masih berbatu dan berdebu. Pantainya surga dan jalannya neraka dirasa masih tepat menjadi sebutan kawasan objek-objek wisata di Lotim ini. Pemerintah sudah berupaya memuluskan jalan menuju objek wisata ini. Hanya saja sampai saat ini belum bisa tembus sampai ke wilayah objek-objek wisata yang ada. Seperti jalan yang dibangun pemerintah ke selatan ini masih cukup panjang pekerjaan yang harus dilakukan. Bagi pecinta wisata pertualangan, bisa mencoba menebos jalan-jalan di Dusun Telone. Menantang semburan debu dan terjalnya jalan berbatu. Saat musim hujan tiba, terasa akan sangat sulit melewati medan-medan jalan tersebut. “Terkadang banjir jalan-jalan-

(Suara NTB/rus)

INDAH - Pantai Tampah Galuh di wilayah Lotim bagian selatan yang masih belum dikelola maksimal. Sulitnya akses transportasi menjadi salah satu kendala ke lokasi ini. nya,” tutur Mansur. Bertandang ke Dusun Telone tidak saja Tampah Galuh yang bisa dinikmati. Ada juga Pantai Tanjah-Anjah. Dusun-dusun terpencil dan berada di pinggir pantai ini memang hanya bisa menyambut dengan kegersangan setelah memasuki kemarau ini. Namun di baliknya tersim-

pan mutiara keindahan alam yang banyak bisa dijumpa. Tidak mengherankan banyak investor wisata yang berminat investasi baik dalam maupun konsorsium dari luar negeri. Diantaranya, Ocean Blue Resort Indonesia yang siap berinvestasi di Gili Sunut yang tidak jauh dari Tampah Galuh. (rus)


SUARA NTB Sabtu, 1 Juli 2017

SUARA PULAU LOMBOK

Halaman 5

Melihat Kondisi Pendidikan Anak Terpencil Desa Pelangan

Tak Ada Perintah Atasan SALAH seorang staf di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lombok Barat (Lobar) berinisial ZA yang terjerat kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) akhir tahun 2016 lalu sudah divonis bersalah oleh Pengadilan Negeri (PN) Mataram dan menjadi tersangka tunggal. Hal ini menyusul bersangkutan tak mengakui kalau dalam melakukan tindakannya diperintah atasan, kepolisian juga tak menemukan ada bukti keterlibatan (Suara NTB/dok) atasan ZA dalam kasus ini. Joko Tamtomo Demikian ditegaskan Kapolres Lobar melalui Kasat Reskrim Polres Lobar AKP Joko Tamtomo yang ditemui di Polres Lobar belum lama ini. Ia menjelaskan dari hasil di pengadilan, ZA menjadi tersangka mutlak seorang diri. “Karena tersangka mengaku sendiri, bukan atas kemauan atau perintah atasannya,” ungkapnya. Menurut Joko, tersangka akan bisa bertambah jika saja ZA menyebutkan nama-nama lain yang terlibat dalam kasus OTT pungli fee proyek tersebut. “Kecuali kalau dia sebutkan, lain lagi ceritanya. Tidak bisa mengembang itu,” imbuhnya. Dijelaskan pria berkaca mata itu, saat di persiangan maupun saat penyidikan, tersangka ZA mengaku meminta sendiri sebagai balas jasa, karena dia sendiri yang mengetik berkas administrasi pencairan anggaran proyek dimaksud. Untuk menyelidiki keterlibatan pihak lain dalam kasus ini pihaknya sudah memeriksa Handphone (HP) tersangka, namun pihaknya tak menemukan bahwa ada perintah atasannya atau siapa pun. Karena bersangkutan telah dinyatakan bersalah dan tersangka tunggal, maka kasus ini pun dinyatakan selesai. Lebih lanjut diceritakan Joko Tamtomo, pihaknya juga menggelar kasus itu ke Polda NTB. Hanya saja, pihaknya terkendala, karena belum menemukan aliran dana atau tanda bukti uang itu diterima pihak lain apalagi atasannya. ”Tidak ada perintah itu. Sama seperti pengakuannya saat diperiksa maupun di pengadilan,” tegasnya. Tak berhenti sampai di situ, saat proses pemeriksaan, pihak Sat Reskrim Polres Lobar tidak hanya memeriksa ZA sebagai tersangka. Tetapi juga telah memeriksa pihak lain dalam hal ini atasan ZA di Dinas PU Lobar. (her)

Bupati Loteng Silaturahmi ke Kapolda dan Gubernur NTB Praya (Suara NTB) Bupati Lombok Tengah (Loteng) H.M. Suhaili FT, Jumat (30/ 6), bersilaturahmi ke Kapolda NTB dan Gubernur NTB. Dalam silaturahmi ini Wabup Loteng, L. Pathul Bahri, S.IP., Sekda Loteng, H.M. Nursiah, S.Sos., M.Si., bersama seluruh pejabat tinggi lingkup Pemkab Loteng turut serta dalam rombongan. “Kunjungan ke Kapolda NTB selain untuk silaturahmi, sekaligus merupakan kunjungan balasan atas kunjungan Kapolda NTB ke Loteng beberapa waktu lalu,” sebut Kabag. Humas dan Protokol Setda Loteng, Drs. H.L. Herdan, M.Si., dalam keterangan pers kepada wartawan. Ia pun menegaskan tidak ada agenda lain dari kunjungan ini, kecuali kepentingan silaturahmi sekaligus untuk memperkuat komunikasi antara Pemkab Loteng dengan Polda NTB. Terlebih dengan kian pesatnya pembangunan di Loteng, komunikasi dan koordinasi dengan pihak kepolisian sangat dibutuhkan. Terutama dalam mewujudkan keamanan dan kenyamanan di daerah ini. Kapolda NTB, kata Herdan, sangat mengapresiasi kunjungan lengkap Bupati Loteng berserta jajarannya tersebut. Dan, berkomitmen untuk terus mendukung pembangunan di Loteng dengan terus bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban wilayah demi lancarnya proses pembangunan di daerah ini. Usai dari Kapolda, rombongan kemudian bertemu dengan Gubernur NTB dan diterima langsung Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi. Pada kesempatan Gubernur NTB juga merespon positif apa yang dilakukan Bupati Loteng bersama seluruh jajarannya. Menurut gubernur, Loteng punya posisi yang sangat strategis bagi NTB. Bahkan ke depan, dengan semakin maju dan berkembanganya daerah ini, peran Loteng dalam mendorong pembangunan di NTB pada khususnya akan semakin besar. Untuk itu, gubernur berpesan kepada Pemkab Loteng agar terus berupaya maksimal menjaga kemanan dan ketertiban wilayah. Karena dengan cara itulah, pembangunan di daerah ini akan bisa sukses. ‘’Tanpa dukungan keamanan, sulit untuk bisa mewujudkan Loteng yang lebih maju,’’ ujarnya mengutip pesan gubernur. Pemerintah provinsi, lanjutnya, tetap berupaya menjaga kondusivitas di Loteng sebagai salah satu fokus dan prioritas pembangunan. Karena bagaimanapun juga, keberhasilan pembangunan di Loteng akan sangat menentukan keberlanjutan pembangunan di NTB di masa yang akan datang. (kir)

Tiap Hari TTempuh empuh Bahaya Seberangi Sungai Menuju Sekolah Semangat anak-anak terpencil di Desa Pelangan Kecamatan Sekotong Lombok Barat (Lobar) untuk dapat mengenyam pendidikan sangat tinggi, tak peduli harus menghadapi bahaya mereka tetap bersekolah. PARA murid sekolah dasar (SD) di beberapa dusun di Desa Pelangan setiap hari menempuh bahaya untuk bisa mengenyam pendidikan. Mereka harus mengarungi sungai berjalan kaki untuk bisa sampai ke sekolahnya. Ketika air sungai besar, mereka terpaksa tidak sekolah. Bahkan kondisi ini jadi warisan turun temurun dari generasi ke generasi. Mereka butuh dibangunkan jembatan penyeberangan di daerah setempat untuk memudahkan ke sekolah. Sebab tidak saja anak sekolah yang menuai kendala, namun warga setempat yang berjumlah ribuan jiwa juga hidup terisolir, karena tak ada jembatan. Kepala Desa Pelangan Zulkipli kepada Suara NTB, Jumat (30/6), mengaku, murid SD di wilayahnya harus menyeberang sungai ke sekolah. ‘’Warga hidup terisolir, karena tak ada jembatan untuk menyeberang. Mereka butuh jembatan,” ungkapnya. Dijelaskan, kondisi ini dial-

ami sejak puluhan tahun silam sebab beberapa generasi sudah menghadapi persoalan ini. Disebutkan, puluhan tahun sudah anak-anak setempat mengarungi sungai ke sekolah. Kondisi ini terpaksa dilakoni anak-anak, karena tak ada pilihan lain selain melalui jalur ini. Anak murid ini jelasnya berasal dari empat dusun, yakni Dusun Gebang Tebel, Gunung Bit, Pegendan dan Mecanggah. Namun karena semangat anak-anak ini mengenyam pendidikan maju, mereka pun rela menempuh jalur berbahaya, meski dengan menyeberangi sungai. Tak jarang mereka nyaris hanyut terbawa arus sungai yang deras. Diakui kondisi tidak saja dialami anak murid sekolah, namun ribuan warga yang tinggal di empat dusun setempat. “Kami belum punya jembatan penghubung Dusun Gunung Bit dengan Gebang Tebel,” keluhnya. Menurutnya akibat tidak ada jembatan ini sangat menyulitkan masyarakat melakukan berbagai kegiatan,

(Suara NTB/her)

SEBERANGI SUNGAI - Murid-murid SD di Pelangan harus menyeberang sungai agar bisa pergi ke sekolah. Mereka membutuhkan jembatan penghubung agar cepat sampai ke sekolah. baik kegiatan ekonomi, pendidikan, pelayanan kesehatan, pertanian dan segala aktivitas lainnya. Ia berharap agar jembatan dan jalan rusak segera dibangun di wilayahnya. Ia menyebut khusus warga yang butuh jembatan sebanyak 4 dusun, yakni Dusun Gebang

Diduga Tak Sinkron

DPRD Lobar Kritisi Data Rumah Kumuh Giri Menang (Suara NTB) Anggota DPRD Lombok Barat (Lobar) Hj. Nurul Adha menyoroti masih tingginya jumlah rumah kumuh yang belum tertangani di wilayah Lobar. Sementara kemampuan Pemda untuk mengentaskan rumah kumuh masih kecil. Di satu sisi, saat ini jumlah keluarga baru yang perlu rumah baru terus bertambah sehingga rumah kumuhpun diprediksi bertambah tiap tahun. “Pemda harus validasi data rumah kumuh, sebab pasti bertambah tiap tahun, karena jumlah keluarga baru berumah tangga saja di Lobar terus bertambah. Mereka ini butuh rumah baru, karena tak punya rumah mereka numpang di orang tua, sehingga rumah yang ditinggal menjadi tidak layak,” ujarnya, pada Suara NTB, Jumat (30/6). Jika berbicara kemiskinan, jelasnya, mengacu data hasil validasi yang dilakukan TNP2K terdapat penambahan warga miskin yang perlu diintervensi. Justru data ini dinilai valid, karena mengacu hasil validasi. Menurutnya, kemiskinan erat kaitannya dengan rumah kumuh. Sebab rumah termasuk dalam indikator atau parameter kemiskinan itu sendiri. Secara otomatis, jika kemiskinan bertambah maka jumlah rumah kumuh yang perlu ditangani juga bertambah. Rumah-rumah kumuh ini, jelasnya, berasal dari banyaknya keluar baru yang menikah, sehingga butuh rumah. Namun karena keluarga baru ini belum punya rumah, maka masih numpang di orang tua. Kondisi ini menyebabkan rumah menjadi tidak layak ditempati, sebab rumah kecil, namun ditempati oleh keluarga banyak. Di samping itu, hal ini memunculkan persoalan sosial di keluarga tersebut. Karena itu, menurutnya perlu dilakukan validasi data rumah kumuh tersebut. Tentu setelah

(Suara NTB/dok)

Hj. Nurul Adha melakukan validasi data, Pemda lebih mudah melakukan intervensi penanganan. “Bantuan rumah kumuh juga tidak salah sasaran,” jelasnya. Nurul Adha berharap dengan adanya dinas tersendiri yang menangani rumah kumuh ini menjadi lebih fokus mengatasi persoalan rumah kumuh. Menurutnya, tidak saja menangani rumahnya saja, namun dari berbagai sisi. Ia berharap program pemda, tidak saja dikasih ikannya dengan membangunkan rumah kumuh, namun dikasih kailnya supaya pertumbuhan ekonomi masyarakat lebih meningkat ke depan. Ia mencontohkan, ketika zaman Kekhalifahan tidak ada orang miskin. Saat itu

tidak ada masyarakat yang mau menerima zakat, bahkan semuanya berzakat untuk baitul mall yang dipakai untuk pembangunan. Sementara data yang yang disampaikan Dinas Sosial terkait jumlah rumah kumuh mencapai 36 ribu lebih berbeda dengan disampaikan Kepala Dinas Pemukiman, Perumahan Rakyat dan Tata Kota Lobar H.L. Winengan. Winengan menyatakan pihaknya tengah melakukan update data rumah kumuh. Ia mengakui, data jumlah kumuh mencapai 21 ribu unit. “Data rumah kumuh tengah kita rekap,”jelasnya. Menurutnya, data rumah kumuh memang perlu diperbaharui untuk mengetahui pasti jumlah bakal ditangani. Tahun ini Pemkab Lobar melalui Dinas Pemukiman dan Perumahan Rakyat dan Tata Kota Lobar bakal mengentaskan 600 rumah kumuh yang tersebar di 10 kecamatan yang ada. Untuk mengentaskan ratusan rumah kumuh ini, Pemkab Lobar dibantu pemerintah pusat melalui DAK senilai Rp 13 miliar. Sebelum memulai membangun rumah kumuh tersebut,, pihaknya terlebih dahulu akan melakukan survei ke lapangan. Bahkan ia bakal turun langsung bersama tim untuk melakukan survei yang dimaksud. Survei yang dimaksud bertujuan agar bantuan pembenahan rumah kumuh tersebut tidak salah sasaran. (her)

Truk Gandeng Dibiarkan Operasi

Puncak Arus Balik Diperkirakan Hari Minggu (Suara NTB/Humas Setda NTB)

SILATURAHMI - Bupati Loteng H. M. Suhaili FT saat bersilaturahmi dengan Gubernur NTB TGH. M. Zainul Majdi di Pendopo Gubernur NTB, Jumat (30/6).

Giri Menang (Suara NTB) – Puncak arus balik di Pelabuhan Lembar diperkirakan terjadi hari Sabtu dan Minggu ini. Pasalnya, libur Lebaran berakhir hari Minggu (2/ 7) besok. Selain itu, pada

Terduga Pencuri HP Wisatawan Asing Dibebaskan Praya (Suara NTB) Tiga remaja asal Desa Plambik Kecamatan Praya Barat Daya yang diduga terlibat kasus pencurian handphone (HP) milik wisatawan asing di Pantai Tanjung Aan hari Selasa (27/6) lalu, akhirnya dibebaskan. Sebelumnya mereka diamankan di Mapolsek Kuta. Polres Loteng sudah menghentikan proses penyelidikan dan telah menetapkan status diversi terhadap kasus ini. “Kasusnya dinyatakan diversi (diselesaikan secara kekeluargaan, red),” sebut Kasat Reskrim Polres Loteng, AKP Rafles Girsang, saat dikonfirmasi Suara NTB, Jumat (30/6). Di mana pihak korban dan pelaku sudah difasilitas untuk bertemu dan ada bersepakat untuk tidak melanjutkan proses hukum terhadap para pelaku. Pasalnya,

para pelaku masih berstatus anak-anak. Selain itu, kerugian dalam kejadian tersebut tidak terlalu besar. “Ada beberapa pertimbangan kenapa kemudian status kasus tersebut dinyatakan diversi. Selain pelakunya yang masih anakanak. Kerugian yang timbul juga tidak terlalu besar,” tambahnya. Terhadap para pelaku sendiri, sudah diserahkan ke pihak keluarganya melalui aparat pemerintah desa setempat. Dalam hal ini, pihak keluarga berkewajiban untuk membina para pelaku agar tidak mengulangi perbuatannya di masa yang akan datang. “Setelah ditetapkan status diversi, ketiga pelaku langsung kita serahkan ke pihak keluarga. Disaksikan aparat desa setempat,” ujar Rafles. Dikatakanya, terhadap aksi kejahatan yang pelakunya masih

berstatus anak-anak, penahanan menjadi jalan terakhir. Jika memang itu dinilai sebagai jalan terbaik dalam upaya penyelesaian kasus kejahatan yang terjadi tersebut, karena anak-anak dinilai masih polos. Bahkan pihaknya menduga jika anak-anak ini dijadikan alat oleh pelaku kejahatan lainnya. Sebelumnya diberitakan, Selasa lalu tiga oknum remaja asal Desa Plambik Kecamatan Praya Barat Daya, masing-masing, Pa (13), Ya (13) serta Mu (13), diamankan aparat Polres Loteng. Ketiganya nyaris jadi bulan-bulanan warga, lantaran ketahuan mencuri HP milik seorang warga negara asing di kawasan wisata Pantai Tanjung Aan Desa Sengkol Pujut. (kir)

hari Minggu besok bertepatan dengan perayaan Lebaran Topat dan diprediksi akan terjadi kemacetan. Untuk menjamin kelancaran arus transportasi ini, pemerintah masih memberlakukan anjuran (pelarangan) truk gandeng tidak boleh operasi hingga H+7 Lebaran. Namun di Pelabuhan Lembar justru anjuran ini tak dipatuhi, pasalnya truk roda 4 masih dibiarkan menyeberang melalui pelabuhan tersebut. Pantauan koran ini di pelabuhan Lembar, banyak truk yang dibiarkan naik, meski truk gandeng. Bahkan tercatat pada hari Rabu dan kamis lalu tercatat ratusan kendaraan roda 4 yang menyeberang melalui Lembar. Berdasarkan data posko pelayanan terpadu di pelabuhan Lembar, Kamis lalu tercatat 4.938 penumpang yang berangkat, roda dua sebanyak 1.325 unit, roda empat 266 unit, roda empat lebih sebanyak 386 unit dan bus sebanyak 12 unit. Menjawab hal ini, Humas ASDP Deny N Putra, mengaku, ada edaran (SE) pemerintah. “Artinya kalau yang truk gandeng tidak bisa

menyeberang, kalau yang biasa, bisa,”jelasnya. Jalur alternatif truk besar ini jelasnya, melalui penyeberangan tol laut kapal Legundi. Sebab jalur tol laut tidak masalah, sedangkan yang dilarang adalah jalur darat. Lantas kenapa dibiarkan operasi? Menurutnya tentu yang melakukan pemamntauan dari pihak terkait termasuk OPP. SE ini sebenarnya sudah diedarkan ke semua pengelola. Terkait kondisi terkini arus balik, menurutnya sudah ada terlihat, namun masih taraf normal saja. Kemungkinan puncaknya hari besok (sabtu red) dan minggu. Karena sudah selesai hari libur panjang dan lebaran ketupat di Lombok. Menurutnya setiap tahun lonjakan penumpang mudik dan arus balik biasanya 5-10 persen, pihaknya sudah menyiapkan sarana prasarana untuk mendukung pelayanan ke pemudik. Termasuk dilakukan strerilisasi pelabuhan. Selain itu disiapkan dermaga yang bisa melayani pemudik. “Intinya kita siapkan sudah jauh hari sebelumnya, supaya penumpang puas dengan pelayanan kita,”jelas Deny. (her)

Tebel, Gunung Bit, Pegendan dan Mecanggah dengan total KK 526K dengan jumlah jiwa 1.547. Jumlah KK Desa Pelangan 2. 795 dengan 8.512 jiwa. Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lobar, I Made Artadana berjanji seg-

era berkoordinasi dengan Dinas PUPR NTB, sebab akses jalan ini masuk wewenang provinsi. Demikian pula terkait jembatan yang ada Desa Pelangan. Sementara terkait lampu PJU, pihaknya berupaya berkoordinasi dengan Dinas Perumahan dan Pemukiman. (her)

Usai Lebaran, Kriminalitas di Loteng Kembali Naik Praya (Suara NTB) Angka kasus kriminalitas selama bulan puasa di wilayah hukum Polres Lombok Tengah (Loteng) sempat mengalami penurunan cukup drastis hingga mencapai 80 persen. Namun usai lebaran, angka kriminalitas kembali merangkak naik dengan kasus pencurian menjadi kasus yang paling menonjol. “Selama bulan puasa kemarin, kita menangani kasus kriminal tidak lebih dari 15 kasus. Angka tersebut turun drastis dari bulan-bulan biasanya,” sebut Kasat Reskrim Polres Loteng, AKP. Rafles Girsang, kepada Suara NTB, Jumat (30/6). Namun sekarang, pasca lebaran indikasi kenaikan angka kasus kriminalitas mulai terlihat kembali dengan masuknya beberapa laporan kasus kejahatan. Terutama berupa kasus pencurian mobil sampai pencurian dana BOS dengan laporan paling banyak dari Kecamatan Praya Barat. Diakuinya, kenaikan angka kriminalitas tersebut lebih disebabkan faktor kelengahan dari

masyarakat sendiri, karena terbawa suasana lebaran, sehingga sedikit lalai terhadap potensi aksi kejahatan. “Kita akui, kita juga sedikit kecolongan dalam hal ini. Mengingat personel yang di lapangan banyak yang tengah merayakan lebaran,” ujarnya. Diakuinya, pada bulan puasa hampir semua personel berada di lapangan melakukan pengawasan dan pengamanan, sehingga mampu menekan potensi munculnya kejahatan di lapangan. Pihaknya berharap dengan kondisi saat ini, masyarakat bisa semakin meningkatkan kewaspadaannya terhadap potensi terjadi aksi kejahatan. Paling tidak bagi diri dan lingkungannya masing-masing, sehingga bisa menutup ruang bagi para pelaku kejahatan untuk menjalankan aksinya. “Menjaga keamanan adalah tugas bersama. Masyarakat dan aparat keamanan. Kalau masyarakat waspada,tentunya para pelaku kejahatan tidak akan bisa menjalankan aksinya secara leluasa,” ujarnya. (kir)

(Suara NTB/kir)

IKON MANDALIKA - Kawasan Pantai Kuta yang merupakan salah satu ikon Kawasan Mandalika terus ditata. Penataan ini untuk menyambut masuknya gelombang investasi di kawasan tersebut.

Kawasan Mandalika Laris Manis Praya (Suara NTB) Minat calon investor untuk berinvestasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Pujut Lombok Tengah (Loteng) nyatanya cukup tinggi. Dari belasan slot lahan yang tersedia, hampir seluruhnya sudah habis dipesan calon investor. Terutama untuk slot-slot besar yang berada di sepanjang garis pantai dikawasan yang dikelola Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) ini. “Semua slot besar yang ada di Kawasan Mandalika, sekarang sudah habis dipesan calon investor,” sebut Humas ITDC, H. Adi Sujono, kepada Suara NTB, Jumat (30/6). Menurutnya, beberapa slot kecil saja yang belum diisi oleh calon investor. Dari slot yang sudah dipesan tersebut, sudah ada tujuh investor yang sudah menandatangani kesepakatan untuk akan memulai proses pembangunan. Kebanyakan berupa fasilitas pariwisata, seperti hotel dan restoran. Sementara yang lain baru tahap persiapan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan ada juga yang sudah menandatangani MoU. Di mana setelah menandatangani MoU, calon investor diberikan waktu hingga beberapa bulan untuk mengajukan masterplan rencana pembangunan. Masterplan ini sebagai persyaratan untuk sampai pada tahap kesepakatan investasi. Jika dalam batas waktu yang ditentukan tersebut, calon investor tidak bisa memenuhi persyaratan yang diminta, maka MoU yang sudah ditan-

datangani dianggap batal. Namun sejauh ini, pihaknya melihat belum ada calon investor yang tidak serius untuk berinvestasi. Hampir seluruhnya menunjukkan keseriusan untuk beriventasi di Kawasan Mandalika, karena melihat prospek perkembangan Kawasan Mandalika ke depan sangat menjanjikan. Guna mengimbangi besarnya minat calon investor tersebut, pihak ITDC juga terus berupaya maksimal menyelesaikan pekerjaan yang ada, berupa pembangunan berbagai fasilitas penunjang kawasan. Mulai dari infrastruktur jalan, listrik dan air. Termasuk penataan kawasan Mandalika itu sendiri. Penataan ini dimulai dari kawasan Pantai Kuta dan kawasan lainnya yang ada di dalam Kawasan Mandalika. Penataan itu, ujarnya, demi menunjang kelancaran proses pengembangan Kawasan Mandalika itu sendiri. Karena bagaimana pun juga, tanpa dukungan infrastruktur yang memadai, maka kawasan Mandalika akan sulit untuk berkembang. Calon investor pun pasti akan enggan untuk menanamkan investasinya. Pihaknya menegaskan tidak akan mundur dalam usaha mengembangkan Kawasan Mandalika, kendati diakui banyak persoalan dan hambatan yang harus dilalui. “Kita sudah investasi cukup besar di Kawasan Mandalika sampai sejauh ini. Jadi kita tidak akan mundur mengembangkan kawasan ini. Meski banyak gangguan di dalam prosesnya,” tegasnya. (kir)


Puluhan Motor Tanpa Surat Diamankan Polres KSB Taliwang (Suara NTB) Satuan Reserse dan Kriminal (Sat Reskrim) Polres Sumbawa Barat kembali mengamankan puluhan motor tanpa surat. Motor-motor tersebut diangkut dengan menggunakan empat unit truk ekspedisi yang sama yakni ekspedisi Septi Jaya dengan tujuan Kabupaten dan Kota Bima. Sehingga total motor yang diamankan sampai dengan saat ini ada (Suara NTB/dok) sekitar 74 unit I Putu Agus Indra Permana sepeda motor. Kapolres Sumbawa Barat kepada Suara NTB melalui Kasat Reskrim Iptu I Putu Agus Indra Permana SIK, Jumat (30/6) mengatakan, total motor yang diamankan tersebut ada sekitar 74 unit. Dari jumlah tersebut, ada sekitar 24 unit yang dipastikan memiliki surat-surat, baik itu STNK, BPKB, dan kwitansi tanda beli kendaraan. Hal tersebut berdasarkan hasil penyelidikan dan klarifikasi dari pemilik kendaraan tersebut. Motormotor yang dinyatakan lengkap tersebut saat ini sudah diserahkan kepada pemiliknya. Karena tidak ada kewenangan untuk menahan kendaraan tersebut lebih lama. Sementara sisa kendaraan yang tidak memiliki surat tersebut pihaknya tetap akan melakukan upaya lanjutan dengan meminta klarifikasi kepada finance yang berada di Bekasi. “Sisa motor ini tetap akan kita tahan sebelum ada bukti yang kuat, bahwa surat-surat motor tersebut lengkap,” sebutnya. Dikatakannya, klarifikasi ke finance tersebut dilakukan guna memastikan apakah kendaraan tersebut memiliki surat atau tidak. Hanya saja sampai dengan saat ini pihaknya belum bisa menyimpulkan apakah sisa kendaraan ini adalah motor tarikan dari finance atau hasil tindak pidana kejahatan. Bahkan anggota Polres setempat juga akan berangkat ke Bekasi untuk melakukan pengecakan kaitannya dengan asal muasal kendaraan ini. “Kita belum bisa simpulkan apakah motor ini motor tarikan atau tidak, karena kami harus berangkat dulu kesana (Bekasi) untuk memastikan kendaraan ini,” ungkapnya. Apabila nantinya ada keterangan dari finance, baru bisa disimpulkan kaitannya dengan motor-motor ini. Catatan Suara NTB menyebutkan, pengungkapan terhadap motor ini terjadi setelah pihaknya mencurigai satu unit truk bak tertutup ketika melintas di pelabuhan Poto Tano. Merasa curiga dengan muatan truk ekspedisi tersebut, pihaknya langsung melakukan pengecekan baik itu surat-surat kendaraan maupun SIM. Setelah di croscek lebih jauh didalam bak truk tersebut ada beberapa unit motor yang berasal dari daerah Bekasi dengan tujuan kabupaten Bima. Setelah truk pertama dimankan, tiga truk lainnya kembali diamankan lantaran membawa sepeda motor tanpa surat dengan menggunakan ekspedisi yang sama (Septi Jaya). (ils)

Antisipasi Aksi Teror, Polres KSB Berlakukan Pengamanan Berlapis Taliwang (Suara NTB) – Polres Sumbawa Barat akan memberlakukan pengamanan berlapis seiring dengan maraknya aksi teror. Selain itu, pihak keamanan setempat juga akan terus melakukan pengamanan ekstra di wilayah masuk (pelabuhan) guna meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan. Sebut saja di Pelabuhan Poto Tano dan Pelabuhan Benete yang merupakan lokasi mobilitas masyarakat. “Saya sudah instruksikan kepada semua anggota yang piket di penjagaan untuk melakukan pengamanan ekstra sesuai dengan SOP yang ada. Kita juga melakukan penebalan anggota di lokasi penjagaan. Selain itu, di luar mako juga akan semakin diperketat dengan melakukan patroli dan razia rutin guna menghindari hal yang tidak diinginkan,” ungkap Kapolres Sumbawa Barat AKBP Andy Hermawan SIK kepada Suara NTB, Jumat (30/6) kemarin. Dikatakan Kapolres, meskipun sampai dengan saat ini belum ada geliat yang mencurigakan kaitannya dengan aksi tersebut (aksi teror). Namun pihaknya tetap meningkatkan kewaspadaan dini terhadap aksi-aksi tersebut. Apalagi saat ini fokus utama dari pelaku teror adalah aparat keamanan (TNI, Polri). Kedua instansi tersebut dijadikan sasaran utama guna menjadikan masyarakat takut akan aksi teror yang dilakukan oleh oknum tertentu. Oleh karenanya, jalan terbaik untuk meminimalisir hal ini, dengan memperketat pengamanan. Terlebih lagi di Sumbawa Barat ada pelabuhan sebagai tempat mobilisasi masyarakat, sehingga bisa sangat rawan timbulnya aksi teror. Oleh karenanya, di lokasi tersebut (pelabuhan) pihaknya akan meningkatkan pengamanan serta melakukan pemeriksaan ekstra. “Kita akan berlakukan pengamanan intensif, baik di Mako maupun di lokasi pelabuhan untuk menghindari hal-hal yang tidak kita diinginkan,” katanya. Ia mengingatkan masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan serta tidak mudah percaya dengan orang yang belum dikenal. Kalau ada orang asing, baik itu orang yang menyewa kos ataupun pendatang lainnya untuk bisa diawasi. Ketika ada gerak gerik yang mencurigakan untuk bisa diinformasikan ke pihaknya (Polri) untuk bisa diambil langkah antisipasi. “Paling penting adalah peran serta masyarakat untuk sama-sama menjaga keamanan dan ketertiban, sehingga hal-hal yang tidak diinginkan bisa diminimalisir,” tukasnya. Karena apabila hanya mengandalkan pihak keamanan dirasa akan tidak bisa maksimal. (ils)

Andy Hermawan

SUARA PULAU SUMBAWA

Halaman 6

Sengketa Lahan

SMAN 4 dan SMPN 5 Sumbawa Disegel Sumbawa Besar (Suara NTB) Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 4 dan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 5 Sumbawa disegel, Jumat (30/6) kemarin. Penyegelan tersebut ditandai keberadaan sejumlah spanduk yang ditempelkan di pintu gerbang dan pagar kedua sekolah setempat. Informasinya penyegelan dipicu adanya persoalan lama mengenai sengketa lahan tempat berdirinya dua sekolah tersebut. Pantauan Suara NTB di lapangan, di sejumlah spanduk tersebut tertulis sejumlah tulisan yang cukup keras. Salah satunya terhadap adanya dugaan tindak pidana korupsi di dalamnya. Adapun isi dari tulisan di spanduk yakni “Maaf Sekolah Ini Ditutup”. Kemudian “KPK, Jaksa, Polisi Janganlah Diam Saja Disini ada Korupsi” dan “Selamatkan Uang Masyarakat” Sumbawa. Adanya tulisan tersebut mengundang perhatian masyarakat, tak terkecuali pengendara yang kebetulan melintasi sekolah tersebut. Kepala Sekolah SMAN 4 Sumbawa, Drs. Abdul Kasum yang dikonfirmasi via telepon menyampaikan, keberadaan spanduk tersebut terkait persoalan lama sengketa tanah tempat berdirinya SMAN 4 dan SMPN 5 Sumbawa. Yakni antara pihak Pemda dan Indi Suryadi. Berdasarkan laporan yang diterimanya dari penjaga sekolah, spanduk tersebut dipasang pagi hari oleh pihak Indi Suryadi. Mengenai dugaan korupsi yang tertulis di spanduk dimungkinkan terkait dengan proses pegadaan tanah. Sementara pengadaannya sendiri ia tidak mengetahuinya, karena menjadi urusan Pemda. “Untuk proses pengadaan

tanah sudah dari dulu. Pemda lah yang lebih mengetahui hal tersebut,” ujarnya. Menurutnya, keberadaan spanduk ini cukup menganggu. Apalagi sekolah setempat merupakan fasilitas publik yang sudah terbangun sejak lama. Tentu haruslah dijaga, jangan sampai nantinya mengganggu aktivitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Untuk itu ia sudah berkoordinasi dengan Lurah dan Pos Pol Kota untuk penyelesaian persoalan spanduk tersebut. Selain itu ia juga sudah berkoordinasi dengan KUPT, termasuk dengan Asisten dan leading sektor lain. Sementara, Indi Suriyadi yang ditemui wartawan di kediamannya mengaku melakukan penyegelan tersebut karena ia sudah memegang putusan berkekuatan hukum tetap dari Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) yang bunyinya mewajibkan pertanahan untuk menerbitkan sertifikat tanahnya di atas sertifikat pemerintah daerah Kabupaten Sumbawa. Ia menuturkan, sertifikat tanah seluas sekitar 3,8 hektar lebih yang di dalamnya termasuk tanah SMAN 4 dan SMPN 5 Sumbawa diterbitkan tahun 1985 atas nama pamannya Senan Candia. Ke-

(Suara NTB/ind)

DISEGEL - SMAN 4 Sumbawa yang disegel oleh warga yang mengklaim sebagai pemilik lahan. mudian sertifikat itu hilang, dan pihaknya mengajukan permohonan ke pertanahan untuk diterbitkan. Setelah diproses, tiba-tiba terhenti dengan alasan tidak jelas. Ia kemudian menggugat di PTUN Mataram, tingkat pertama, tingkat kedua sampai tingkat Mahkamah Agung, lalu dikabulkan. Putusannya meminta BPN untuk menerbitkan kembali sertifikat tersebut. Tetapi tanah tersebut sudah diterbitkan sertifikatnya atas nama Pemda Sumbawa pada tahun 2004. Atas hal ini ia mencoba meggugat. Tingkat pertama ditolak, tingkat kedua dikabulkan, tingkat ketiga dinyatakan NO dengan pertimbangan hukumnya bahwa kasus ini

bukan kewenangan dari PTUN. Karena ini menyangkut ganti rugi yang belum dibayarkan oleh Pemda. Mengenai hal ini segala usaha telah dilakukan, termasuk ia sudah bertemu dengan Bupati Sumbawa, Ketua DPRD dan pihak lainnya. Tetapi tidak ada itikad baik dari pemda terhadap penyelesaian persoalan tersebut. “Sudah banyak usaha-usaha melakukan musyawarah dengan pihak Pemda. Tetapi akhirnya tidak ada penyelesaian. Jadi saya pikir inilah jalan terbaik saya tutup. Dan saya tidak akan membuka tempat ini (penyegelan) sepanjang tidak ada penyelesaian,” terangnya. Sebenarnya, Kata Indi pihaknya juga sangat memahami

bahwa tempat yang disegel merupakan fasilitas umum. Bahkan saking mengertinya, selama ini ia bersabar dengan membiarkan kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut berjalan. Sambil menunggu itikad baik pemda. Saat ini ia hanya mengharapkan Pemda dapat menyelesaikan persoalan tersebut. “Tinggal sekarang bagaimana Pemda menyelesaikan masalah tanggungjawabnya, karena menggunakan lahan tanpa ijin. Saya juga mengharapkan dugaan tindak pidana korupsi kaitan pengadaan tanah dapat diproses hukum. Dan kalau memang bangunan-bangunan ini (kedua sekolah) tetap ada di sini, marilah kita bicara ganti ruginya, tegas Indi. (ind)

Sumbawa Siap Sambut Peserta Disnakertrans KSB Sisakan Satu Kasus Pengaduan THR Sail Indonesia 2017 Sumbawa Besar (Suara NTB) Kabupaten Sumbawa telah ditetapkan sebagai salah satu daerah transit peserta Sail Indonesia 2017. Meski acara puncaknya berada di Sabang Aceh, namun peserta diberikan kesempatan transit selama empat hari, 28-31 Agustus di Sumbawa. Demikian disampaikan Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Sumbawa, Ir. H. Junaidi, Kementrian Pariwisata bersama mitra pelaksana Sail Indonesia telah bersurat terkait penetapan Sumbawa sebagai daerah transit. Sumbawa dianggap memiliki perairan laut yang cukup besar didukung potensi Pulau Moyo dan Teluk Saleh. “Memang sebelumnya telah kami usulkan sebagai daerah transit, agar memberikan manfaat bagi pengembangan pariwisata di daerah ini. Sehingga keluarlah penetapan kita sebagai daerah transit yang akan dikunjungi peserta dari 28-31 Agustus 2017,” terangnya. Kini pihaknya tengah menyiapkan agenda kegiatan promosi wisata selama empat hari masa transit. Untuk disampaikan ke Kemenpar dalam rangka menyambut ratusan peserta (wisatawan mancanegara) Sail Indoensia 2017 yang akan mampir di Sumbawa. Wisatawan yang akan transit di Sumbawa nantinya akan menjadi duta utusan Sumbawa untuk bercerita kepada bagi wisman lainnya ten-

(Suara NTB/arn)

TERTATA - Pantai Jempol mulai tertata setelah akses masuk dibenahi. Para pedagang juga menempati lapak yang ada. Tampak pengunjung tengah menikmati sajian kuliner menghadap ke arah pantai. tang potensi dan keindahan Sumbawa. Terutama peserta yang bergerak dari arah timur, termasuk dari Australia. “Kita akan maksimalkan momentum ini nantinya untuk promosi pariwisata. Jangan sampai kita sia siakan,” tegasnya. Hal ini sekaligus memberikan bukti kesiapan Sumbawa nantinya kepada pusat sebagai calon lokasi acara puncak Indonesia 2018. Makanya persiapan mulai digodok. Dengan merancang tata letak lokasi acara selama empat hari di pantai Saliper Ate. Membentuk panitia dan melaporkan perkembangan kegiatan ke

pimpinan daerah. Meski memang kegiatan ini nantinya tidak ada dalam anggaran, namun tetap diupayakan maksimal. Menggelar kegiatan kegiatan yang tidak butuh dana besar namun bisa memberikan nuansa lain bagi pengunjung. Sekaligus mempersiapkan agenda berikutnya, Festival Moyo pada bulan September. “Paling tidak pengunjung Sail Indonesia nantinya punya gambaran tentang Sumbawa. Bahwa sesungguhnya, kita punya destinasi wisata yang layak untuk tujuan wisata lokal maupun mancanegara,” demikian H. Junaidi. (arn)

DPRD KSB Sayangkan Kebijakan Pemprov NTB Taliwang (Suara NTB) – Kebijakan Pemerintah Provinsi (Pepmrov) NTB menolak menerima pengalihan para Pegawai Tidak Tetap (PTT) yang selama ini mengabdi di SMA/SMK disayangkan banyak pihak. Tak terkecuali DRPD Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) yang menilai sikap tersebut akan menimbulkan gejolak di tengah masyarakat. “Kami sangat sayangkan kebijakan yang diambil provinsi itu. Apalagi para PTT ini juga bagian dari masyarakat NTB secara umum,” terang Ketua Komisi I DPRD KSB Drs. H. M. Thamzil kepada media ini, Jum’at (30/6). Ia mengatakan, persoalan ini sejak awal sudah menjadi atensi DPRD KSB khususnya Komisi I. Beberapa kali Komisi I telah mencoba membangun komunikasi dengan berbagai pihak di tingkat provinsi, agar persoalan tersebut tidak berlarut panjang mengingat Pemprov NTB tidak menganggarkan pembiayaan pembayaran honor para PTT yang bekerja pada urusan pemerintahan yang diambil alih provinsi sesuai dengan amanat Undang Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2014 tentang pemerintah daerah itu. Hanya saja dari upaya yang dilakukan Komisi I tidak

(Suara NTB/bug)

H. M. Thamzil membuahkan hasil. Bahkan setelah terbitnya kebijakan Pemrpov NTB yang akhirnya menolak menerima para PTT khusunya yang selama ini bekerja di SMA/SMK. “Harapan kami sama dengan Pemda KSB. Bahwa kalau semua urusan yang diambil alih provinsi harus turut dibawa semuanya termasuk PTT-nya,” papar Thamzil. Pasca terbitnya kebijakan Pemprov tersebut, Thamzil mengaku, pihaknya akan semakin getol membangun komunikasi dengan para pihak di tingkat provinsi. Terutama dengan DPRD NTB karena para PTT sebagaimana diketahui dalam enam bulan terakhir belum menerima honor

atas pengabdian kerjanya. “Harus ada solusi yang diambil oleh provinsi. Dan saya kira ini bukan saja persoalan provinsi, tapi persoalan kita bersama karenanya kita akan usahakan bersama-sama dengan seluruh kabupaten/ kota,” tandasnya. Mengenai rencana Pemda KSB untuk mempertahakan pengelolaan SMA/SMK, Thamzil mengaku, hal tersebut perlu pertimbangan matang. Terlebih proses pengalihan pengelolaan sekolah tingkat menengah itu telah jelas diatur oleh pemeirntah pusat dalam bentuk undangundang. “Mari kita fokus dulu untuk mencari solusinya. Karena bagaimana pun kebijakan itu langsung dari pusat,” timpalnya. Politisi Partai Golkar ini kembali menyinggung mengenai nasib para PTT saat ini. Ia meyakini, perasaan sedih saat ini tengah melanda mereka karena selama 6 bulan terakhir terus menanti kapan akan mendapatkan honor atas hasil kerjanya. “Nah tiba-tiba yang datang kabar mereka ditolak ini semakin membuat mereka sedih. Karena yang terpikirkan oleh mereka lebih berat lagi, yakni di mana mereka akan bekerja selanjutnya,” imbuhnya. (bug)

Taliwang (Suara NTB) libur lebaran ini, pihaknya akan Dinas Tenaga Kerja dan mengatensi khusus pengaduan Transmigrasi (Disnakertrans) tersebut. “Ini sudah tugas kami Kabupaten Sumbawa Barat dan pasti akan kami selesaikan (KSB) ternyata bergerak cepat secepatnya,” janjinya. menyelesaikan pengaduan Dijelaskannya, secara aturan karyawan yang tidak diba- para pengadu sudah memiki hak yarkan THR-nya (Tunjangan untuk mendapatkan THR. MereHari Raya ) sebelum lebaran ka di antaranya ada yang telah beberapa waktu lalu. bekerja selama 1 tahun. “Kalau Berdasarkan data, sebelum aturannya yang bekerja beberalebaran, 25 Juni lalu terdapat tiga pa bulan saja sudah bisa dapat laporan yang masuk ke Posko THR. Tapi kemudian ada perhiSatgas pemantauan pembayaran tungannya tidak satu kali gaji THR bentukan Disnakertans penuh,” paparnya. KSB. Namun saat ini tersisa satu Sementara itu dua pengadulaporan yang belum dituntaskan an yang berhasil diselesaikan hingga lebaran berlalu. Disnakertrans KSB, yakni lap“Kita masih ada satu PR (pe- oran karyawan PT Bumi Harakerjaan rumah) yang belum kita pan Jaya (BHJ) dan pegawai selesaikan sebelum memasuki Bank Muamalat. Terkait kedlebaran kemarin,” terang Kepa- ua laporan ini, Zainuddin la Bidang Hubungan Industrial menyebutkan, perusahaan dan Pengawasan (Hiwas) Dis- yang mempekerjakan para nakertrans KSB, Drs. Zainudin karyawan telah membayarkan kepada media ini, Jum’at (30/6). THR sehari sebelum lebaran. Ia mengatakan, laporan yang “Setelah kita fasilitasi pebelum dapat dituntaskan terse- rusahaan akhirnya mebabut adalah pengaduan satpam yarkan THR karyawannya Hyang bekerja di kantor DPRD 1 lebaran,” ungkapnya. (bug) KSB. Pihaknya mengaku kesulitan menyelesaikan pengaduan tersebut karena perusahaan yang mempekerjakan para pengadu berada di Mataram. “Karena waktu yang sempit saat itu, kami sulit berkoordinasi dengan perusahaan yang mempekerjakan mereka yang kantor pusatnya di Mataram,” terangnya. Meski belum berhasil menyelesaikan pengaduan tersebut, Zainuddin menegaskan, akan bekerja maksimal agar para satpam yang bekerja di kantor penyerap aspirasi rakyat itu segera memperoleh haknya. Karenanya setelah Zainuddin (Suara NTB/bug)

SUARA NTB Sabtu, 1 Juli 2017

Kapolres Imbau Waktu Beraktivitas di Taman Mangga Dibatasi Sumbawa Besar (Suara NTB) Taman Mangga sebagai lokasi yang dijadikan tempat hiburan dan tongkrongan masyarakat Sumbawa mulai kerap terjadi tindak pidana. Beberapa kasus sudah terjadi, seperti perkelahian, pengeroyokan dan lainnya. Bahkan malam lebaran lalu terjadi pertikaian yang menyebabkan seorang mahasiswa meninggal dunia. Guna mengantisipasi hal tersebut, waktu beraktifitas di lokasi setempat disarankan dapat dibatasi. Kapolres Sumbawa, AKBP Yusuf Sutejo, SIK., MT kepada wartawan menyampaikan, keberadaan Taman Mangga perlu dievaluasi. Terutama berkaitan dengan penggunaan waktu beraktivitas pedagang kaki lima di lokasi setempat. Disarankannya supaya aktifitas ditutup sekitar pukul 00.00 Wita. Dimana selama ini aktifitas yang terjadi melebihi waktu tersebut bahkan hingga

dini hari. Tentunya tidak jarang keributan di lokasi tersebut terjadi di atas pukul 00.00 Wita. Jika terus dibiarkan maka akan semakin banyak keributan yang terjadi. “Saran saya jam 12 malam harus ditutup. Untuk menghindari terjadi tindak pidana,” ujarnya. Diakui Kapolres, meskipun tidak ada yang menjual minuman keras (miras) di lokasi tersebut, tetapi pengunjung yang miras di luar datang ke Taman Mangga. Hal ini memungkinkan dapat memancing keributan. Makanya pihaknya berencana berkoordinasi dengan Bupati Sumbawa untuk menertibkan tempat yang dianggap rawan termasuk Taman Mangga. “Kita akan coba koordinasi dengan pak Bupati bagaimana untuk menertibkan daerah rawan seperti itu. Karena pasti juga rawan konflik,” pungkas Kapolres. (ind)


SUARA PULAU SUMBAWA

SUARA NTB Sabtu, 1 Juli 2017

Halaman 7

Pembebasan Lahan Pelabuhan Nusantara Menunggu Pengukuran Ulang Dompu (Suara NTB) Pembangunan pelabuhan Nusantara Kilo masuk dalam daftar program prioritas pembangunan pelabuhan dari Kementerian Perhubungan RI dan pembebasan lahan untuk pelabuhan seluas 35 ha yang menjadi tanggungjawab pemerintah daerah (Pemda) jugan menjadi prioritas daerah. Namun hingga saat ini, rencana pembebasan lahan tersebut belum juga dilakukan Pemda Dompu karena menunggu proses pengukuran ulang lahan serta pengkajian dari tim Apresal. Kepala Bagian Pemerintahan Setda Dompu, H. Yuhasmin, M.Si kepada Suara NTB di kediamannya, Jumat (30/6) kemarin, mengaku proses pembebasan lahan untuk pelabuhan Nusantara Kilo yang menjadi tanggungjawab Pemda Dompu masih harus memprosesnya dari awal kembali. Penilaian tim Apresal tahun 2013 lalu tidak bisa dijadikan rujukan karena tenggang waktu yang panjang dari penilaian

harga tanah. “Kajian harga oleh tim Apresal itu berlaku untuk jangka waktu 6 bulan hingga 1 tahun. Kalau sudah lewat itu, kedaluwarsa dan pasti ada perubahan harga,” katanya. Untuk proses pembebasan lahan pelabuhan Nusantara Kilo, lanjut H. Yuhasmin, pihaknya akan mengajukan pengkajian harga kembali ke lembaga appraisal. Sebelum dilakukan pengkajian harga oleh lembaga appraisal, harus dipastikan dulu lokasi dan luas lahan yang akan dikaji. “Sebelum lebaran kemarin, saya sudah ke Kanwil BPN NTB. Nanti mereka yang akan turun mengukur ulang lahan-

nya,” ungkapnya. Jika sebelumnya luas areal yang akan dibebaskan 30an ha, saat ini kita ingin pastikan luasnya 35 ha sesuai yang dibutuhkan. Lahan – lahan ini diantaranya ada lahan pekarangan, lahan kebun dan lahan tambak. “Seiring perubahan tahun, tentu akan ada kenaikan harga. Makanya kita ukur dulu sesuai titik koordinat, baru dilakukan pengkajian harganya. Standar harga hasil penilaian tim apresal inilah yang akan menjadi pedoman bagi tim pembebasan lahan untuk fasilitas umum melakukan penawaran,” jelasnya. Yuhasmin juga mengaku,

(Suara NTB/ula)

H. Yuhasmin ada pelimpahan kewenangan dari Gubernur untuk proses pembebasan lahan bagi fasilitas umum di daerah. Tapi tim dari BPN tetap menggunakan perwakilan Kanwil BPN provinsi dalam tim pembebasan lahan untuk lahan se-

luas minimal 5 ha. “Ada pelimpahan kewenangan oleh Gubernur untuk panitia pembebasan lahan. Sehingga nanti tim ini akan di-SKkan oleh Bupati, tapi tetap melibatkan Kanwil BPN provinsi,” terangnya. Ia pun berharap, proses pembebasan lahan untuk pelabuhan Nusantara ini bisa segera dirampungkan dalam tahun 2017. Tentu segala proses awalnya harus dilewati sesuai ketentuan peraturan perundang – undangan. Terkait ketersediaan anggaran, Yuhasmin mengaku, alokasi anggaran yang disiapkan pemerintah dalam APBD Dompu tahun 2017 sebanyak Rp 10,9 M dan Rp 900 juta diantaranya untuk tim apresal, biaya pengukuran ulang, administrasi balik nama, operasional tim dan biaya lainnya. Sementara untuk biaya pembebasan lahan sendiri ada Rp 10 M.

“Kalau berdasarkan hasil kajian tim apresal tahun 2013, anggaran ini lebih dari cukup. Tapi karena harus dilakukan pengkajian kembali, kita belum tahun anggaran ini cukup atau tidak,” akunya. Sementara untuk akses jalan dari pelabuhan Nusantara Kilo yang menghubungkan dengan pusat – pusat kota, dikatakan Yuhasmin, itu menjadi ranah Dinas PU yang mengkaji dan mensurveinya. Sejauh ini tim dari Dinas PU masih melakukan survei dan mendesainnya. “Kita belum tahu apakah akan ada lahan yang dibebaskan juga atau tidak. Kita menunggu desain dari Dinas PU yang lebih paham soal itu,” terangnya. Tahun 2017, Pemda Dompu juga tengah memproses pembebasan lahan untuk tempat pembuangan akhir (TPA) di Desa Lune Kecamatan Pajo. TPA yang akan

menggantikan TPA Bara ini dalam tahap proses administrasi. Karena proses negosiasi harga sudah disepakati untuk lahan seluas 5 ha. “Dari anggaran yang disediakan Rp 1 M, yang terpakai hanya Rp 600 juta lebih,” jelasnya. Lahan lain yang juga sedang diproses pembebasan yaitu akses jalan pasar Soriutu Manggelewa dari pasar lama ke pasar baru yang akan dibangun tahun 2017 ini. Ada 5 ruko warga yang akan dibebaskan untuk dijadikan akses jalan. “Pasar lama akan dijadikan tempat parkir. Pasarnya di lahan yang dibebaskan pemerintah seluas 1 ha,” katanya. “Tapi proses pembebasan akses jalan ini tidak mengganggu proses pembangunan pasar baru, karena ada akses jalan lain yang bisa dilewati untuk pembangunan pasarnya,” tambahnya. (ula)

Pengunjung Kawasan Wisata Ria Dibebankan Biaya Masuk Dompu (Suara NTB) – Pengunjung kawasan wisata Ria di Desa Woja Kecamatan Woja dibebankan biaya masuk oleh kelompok masyarakat sekitar. Hal ini berbeda dengan tahun sebelumnya yang tidak ada penarikan apapun bagi warga yang hendak menikmati suasana pantai tersebut. Penarikan retribusi bagi pengunjung obyek wisata ini diduga tidak memiliki dasar hukum dan terindikasi bagian dari pungutan liar. Pasalnya dalam Perda maupun peraturan yang lebih tinggi diatur, penarikan pajak dan retribusi pada daerah yang disediakan fasilitas dan telah ditata seperti halnya obyek pemandian Madaprama. Ketua kelompok pemungut biaya masuk kawasan wisata Ria, Sahbudin yang dikonfirmasi persoalan ini mengatakan, penarikan biaya masuk ini atas dasar kontrakkerja dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Dompu. Dispar telah memutuskan pihaknya sebagai pe-

menang tender kontrak senilai Rp 8 juta dengan masa penarikan tujuh hari. “Dari Minggu sampai hari Minggu kontrak. Kontraknya di Dinas Pariwisata Rp 8 juta untuk satu minggu,” katanya kepada Suara NTB di sela kesibukanya menarik biaya masuk pada masyarakat yang berkunjung beberapa waktu lalu. Biaya masuk yang dibebankan dihitung perorang dengan harga tiket Rp 5.000, baik yang menggunakan kendaraan roda dua maupun mobil pribadi. Harga tiket tersebut terhitung total dengan biaya parkir sebesar Rp 2.000. Pendapatan selama masa kontrak, jelas Sahbudin, akan menjadi hak pribadi pihaknya bersama beberapa anggotanya yang dipekerjakan. “Selebihnya dari pendapatan itu keuntungan pribadi orang yang punya tender itu,” ujarnya. Sejauh ini jumlah pendapatan dari hasil penarikan biaya masuk tersebut sudah cukup baik, tingkat kunjungan sebut Sahbudin dari ke hari

jelas menurun, sebab kunjungan musiman seperti ini biasanya membeludak hanya pada hari pertama. Jumlah anggota yang direkrut untuk menarik biaya masuk ini pun tidak menentu, tergantung pribadi mereka apakah mau bekerja atau tidak dengan keuntungan yang didapatkan. “Itu sudah ditenderkan, itukan jadi hal pribadi kita. Kalau hasilnya mau dikemanakan seharusnya ditanya di Dinas Pariwisata,” pungkasnya. Kawasan Wisata Ria Desa Riwo merupakan kawasan pantai dari laut Teluk Cempi. Pemerintah hanya menyediakan beberapa berugak di area terbuka yang berdekatan dengan pemukiman warga tersebut. Sementara di kawasan wisata seperti halnya Sengigi, Kute Lombok, dan beberapa daerah wisata lainnya di Indonesia tidak ada yang menarik retribusi bagi pengunjung. Retribusi hanya ditarik pada daerah yang memiliki fasilitas khusus dan biaya itu pada umumnya untuk sewa atau jasa pakai atas fasilitas. (jun)).

(Suara NTB/jun)

TARIK BIAYA - Kelompok masyarakat saat menarik biaya masuk di kawasan wisata Ria Desa Woja Kecamatan Woja, Rabu (28/6).

KSB Terbitkan Kontrak 177 Peliuk Program Bedah Rumah

(Suara NTB/jun)

DENGAN ANGGOTA - Kapolda NTB, Firli, saat mengelar halal-bihalal dengan anggota Polres Dompu, Kamis (29/6).

Kapolda NTB Ingatkan Ancaman Teroris Terhadap Polisi Dompu (Suara NTB) – Kapolda NTB Brigjend Pol Drs. Firli, M. Si., mengungkapkan ancaman pelaku tindak pidana terorisme di Indonesia khususnya di NTB tidak memadang bulu. Semua instansi pemerintah maupun swasta akan menjadi musuhnya ketika dianggap menghalangi tindakan mereka. Hanya memang sementara ini kelompok tersebut menganggap musuh utamanya adalah anggota Polri. Sebab anggota Polri selalu menjadi garda terdepan dalam menegakkan hukum atas tidakan terorisme. “Kelompok mereka mengganggap bahwa anggota Polri memegang tanggung jawab penegakan hukum sementara mereka adalah pelanggar hukum sehingga kitalah yang menjadi ketidaksukaan mereka. Tapi saya yakin nanti kalau mereka sudah sadar bahwa perbuatan mereka itu adalah merugikan masyarakat, bangsa dan merugikan negara,” katanya menjawab Suara NTB di Mapolres Dompu usai menggelar halal bihalal, Kamis (29/6) sore. Soal kemungkinan terbesar Kabupaten Dompu dijadikan sebagai daerah penyembunyian kelompok yang meresahkan masyarakat tersebut, Kapolda NTB tak mengetahui secara pasti. Yang jelas, kelompok pelaku kejahatan selalu mencari wilayah yang paling aman untuk mereka bersembunyi. Dan sekarang teroris tidak hanya mengandalkan bahan peledak untuk melumpuhkan musuhnya, tetapi juga menggunakan Senjata Tajam (Sajam).Karenaya ia meminta tiap satuan di daerah agar membekali personel dengan kemampuan bela diri. “Supaya kita tidak pasrah ketika menerima ancaman senjata tajam,” ujarnya. Selain itu jelas Kapolda,modus lain yang tengah dikembangkan musuh negara iniialah memanfaatkan anak sebagai eksekutor utama, sebagaimana diketahui anak cukup bebas keluar masuk akses-akses ruang publik, baik di bandara, terminal dan ruang publik lainya. Berdasarkan informasi yang beredar di NTB terdapat satu orang anak yang sengaja dipersiapkan untuk melakukan bom bunuh diri. “Orangnya berasal dari daerah Sumbawa, di Mataram juga anak-anak diajarkan bagaimana cara membunuh dengan menggunakan senjata tajam,” jelasnya. Melihat berbagai modus yang dikembangkan kelompok teroris ini, Kapolda berharap personelnya tetap waspada, intens melakukan pengecekan terhadap anak-anak,intinya waspada, curiga dan tidak lengah. “Termasuk kalau orang mendekat pada kita jaga jarak, karena terlalu dekat akhirnya dia nusuk kita. Di tempat-tempat parkir juga harus waspada, saat turun naik mobil, saya minta anggota kita tidak ada yang celaka,” pungkasnya. (jun)

Taliwang (Suara NTB) Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Pemukiman (PUPRPP) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mengebut pelaksanaan program bedah rumah yang dikelolanya. Sejauh ini sebanyak 177 peliuk telah diterbitkan kontraknya pekerjaannya. Kepala Bidang Perumahan Pemukiman Dinas PUPRPP, Novrizal Zain Syah, SE., MSi menjelaskan, total agen peliuk Program Daerah Pemberdayaan Gotong Royong (DPGR) yang mengelola kegiatan bedah rumah tersebut sebanyak 193 peliuk. “Artinya masih ada 16 peliuk yang tersisa sementara ini belum kita terbitkan kontraknya,” terangnya kepada media ini. Dari 177 peliuk yang telah diterbitkan kontraknya tersebut, disebutkan Novrizal mengelola sekitar 1.200 rumah yang akan menerima program bedah rumah. Dan masing-masing peliuk pun telah melakukan pencairan dana tahap pertamanya. “Sudah ada yang cair dan sebagian dalam proses untuk tahap pertamanya,” sebutnya. Meski baru pencairan ta-

(Suara NTB/bug)

Novrizal Zain Syah hap pertama, kegiatan bedah dibeberapa peliuk telah berjalan. Bahkan kata Novrizal, rumah-rumah yang sudah lebih dulu dikerjakan telah dinyatakan selesai dengan keterlibatan aktif pemilik rumah dan masyarakat sekitar yang membantu proses rehab. “Yang administrasinya sudah rampung mereka bisa langsung kerjakan sendiri. Dan alhamdulillah ada yang bisa sudah dinyatakan selesai,” timpalnya. Program bedah rumah yang digalakkan Pemda KSB melalui agenda PDPGR saat ini telah memasuki tahun keduan-

ya. Menurut Novrizal, sejauh ini sejumlah kendala baik di tingkat teknis maupun non teknis mulai berkurang. Hanya saja lanjut dia, persoalan klasik yang masih terus ditemui yakni masih minimnya tingkat partisipasi masyarakat di dalamnya. “Program ini jelas baik di Perda maupun Perbup-nya adalah program stimulan. Dan apa yang dibutuhkan dari program ini semangat gotong royongnya. Nah yang gotong royong ini yang masih minim di beberapa tempat kita lihat,” sambung Novrizal. Selanjutnya ia menyampaikan, dana program bedah rumah tahun ini akan ditambah. Dinas PUPRPP sendiri melalui APBD Perubahan 2017 akan mengajukan tambahan anggaran sekitar Rp 2 miliar untuk sekitar 250 rumah yang akan direhab. “Yang sekarang ini kita kelola untuk 1.200 rumah sebanyak Rp 10 miliar. Kita masih ada tanggungan rumah yang akan direhab makanya kita cicil dengan menambah lagi Rp 2 miliar di perubahan,” pungkasnya. (bug)

Komisi I Pertanyakan Komitmen Membangun ”Good Governance” Dompu (Suara NTB) Ketua Komisi 1 DPRD Dompu, Andi Bahtiar, A.Md.Par mempertanyakan komitmen pemerintah daerah (Pemda) Dompu dalam menciptakan pemerintahan yang bersih, efisien dan bertanggungjawab. Karena hingga saat ini, tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) organisasi perangkat daerah (OPD) berdasarkan PP 14 tahun 2016 belum juga dikonsultasikan ke Dewan untuk diterbitkan dalam peraturan Bupati (Perbup). Padahal, Tupoksi ini menjadi acuan birokrasi dalam menjalankan tugas pemerintahan dan mengeksekusi program kegiatan serta anggarannya. Tupoksi ini juga menjadi dasar mengevaluasi kinerja pemerintahan. “Kalau belum ada tupoksi, lalu apa yang menjadi rujukan SKPD dalam bekerja? Ka-

lau tidak ada rujukan, pejabat akan senaknya saja dalam bekerja,” kata Andi Bahtiar kepada Suara NTB belum lama ini. Ia pun mempertanyakan kinerja Sekda Dompu selaku pimpinan birokrasi di Pemda. Karena membuat Peraturan Bupati (Perbup) tentang Tupoksi OPD menjadi tanggungjawab Sekretaris daerah bersama jajarannya. Termasuk diantaranya Asisten Pemerintahan, Inspektorat, BKD dan Bagian Ortal Setda Dompu. “Kalau Tupoksi saja belum diselesaikan, lalu apa kerjanya mereka selama ini,” tanya Andi Bahtiar. Pasca terbitnya Perda tentang OPD tahun 2016 lalu, sejatinya Perbup sebagai penjabaran struktur OPD dan tupoksinya harus juga diterbitkan sebelum berlakuknya OPD. Tapi kenyataannya, Perda OPD yang sudah berlaku sejak 1 Januari

2017 lalu hingga saat ini belum ada Perbup tentang Tupoksinya. “Yang ada itu baru struktur OPD-nya. Tapi Tupoksinya belum ada,” terang Andi. Karenanya, Andi mendorong Sekda Dompu selaku penanggunjawab segala administrasi pemerintahan di daerah untuk memperhatikan persoalan ini. Jangan sampai timbul persoalan di kemudian yang justru dipersalahkan semua pihak. Penyelesaian Tupoksi ini juga menjadi dasar bagi pemerintahan atasan untuk menyerahkan program kegiatan di daerah. Apalagi banyak SKPD yang saling terkait satu sama lain. “Karena ada beberapa SKPD yang dipisah dan saling terkait satu sama lain dengan pemerintah atasan, penyelesaian Tupoksi ini menjadi keharusan untuk memperjelas tugas masing – masing,” harapnya.(ula)

Edarkan Tramadol di Toko Baju, Dua Tersangka Diringkus Dompu (Suara NTB) – Modus operandi pelaku kejahatan sepertinya tak habishabis. Selalu ada cara untuk melayani pelanggan setianya. Dari yang bermodal jualan mie instan, perawat gadungan, penjual bakso dan masih banyak modus lainya. Akhir pekan kemarin, terungkap modus baru di Desa Soriutu Kecamatan Manggelewa, yang mana pelaku memanfaatkan pusat perbelanjaan seperti toko baju untuk mengedarkan tramadol. Di tempat yang ramai dikunjungi masyarakat jelang lebaran ini, polisi menyita 61 papan barang bukti tramadol siap edar. Diketahui, barang berbahaya tersebut milik Sh (42) warga Dusun Transat Satu Desa Doromelo. “Tersangka ditangkap pada saat menjalankan aksinya menjual tramadol di toko pakaian dalam pasar Manggelewa berikut barang bukti,” kata Kasat Narkoba Polres Dompu, Iptu Adhar, S. Sos, kepada Suara NTB beberapa waktu lalu. Ia menyebutkan dalam aksinya Sh menyasar kalangan anak muda yang datang membeli pakaian lebaran, terlebih beberapa dari mereka berasal dari kalangan orang tua. Profesi ini berdasarkan keterangan tersangka sudah digeluti beberapa bulan terakhir, saat malam takbiran saja ia berha-

sil meraup keuntungan Rp 630 ribu, belum ditambah penghasilannya saat menjajakan tramadol di bulan puasa dan bulan sebelumnya. Dari penangkapan Sh kata matan Kapolsek Huu tersebut, terungkap jaringan pengedar lain yang merupakan sumber pembelian barang, yakni Hr (36) pedagang asal Desa Soro Kecamatan Kempo. “Dari penangkapan tersebut kami langsung mengembangkan ke wilayah Soro karna dari hasil pengakuan tersangka pil tramadol tersebut dibelinya dari seseorang yang berasal dari Desa Soro Kecamatan Kempo dan kami mengamankan tersangkanya berikut barang bukti tramdol 42 papan,” jelasnya. Meski penemuan barang bukti ini dilokasi terpisah namun pusat peredarannya tetap sama yakni ditoko pakaian komplek pasar Manggelewa. Sehingga total barang bukti yang diamankan saat ini 103 papan tramadol berikut uang hasil penjualan senilai Rp 630 ribu. Kedua tersangka kini terpaksa mendekam di ruang tahan Polres Dompu untuk mepertanggung jawabkan perbuatannya di mata hukum. “Tersangka sudah kita bawa ke Polres untuk diamankan dan diproses lebih lanjut,” pungkasnya. (jun)

(Suara NTB/jun)

TRAMADOL - Sh (42) diamankan saat mengedarkan tramadol di toko baju Pasar Manggelewa, Kamis (29/6).


SUARA NTB Sabtu, 1 Juli 2017

POLHUKAM

Halaman 8

Rutan dan Lapas di NTB Kelebihan Kapasitas Nambung Harus Segera Selesai SEKRETARIS Komisi I DPRD NTB bidang hukum dan pemerintahan, Lalu Wirejaya, SH, mendesak pihak-pihak terkait untuk segera menyelesaiakan persoalan sengketa tapal batas daerah Nambung, antara Kabupaten Lombok Tengah dengan Lombok Barat, yang sampai saat ini masih belum mendapatkan titik temunya. Demikian disampaikan oleh Wirajaya, saat ketika dikofirmasi Suara NTB, Jumat (30/6). “Harapan saya begitu, supaya persoalan tapal batas Nambung itu segera secepatnya disele(Suara NTB/ndi) saikan, jangan dibiarkan Lalu Wirejaya berlarut-larut,” ujar Wirejaya. Tapal batas di daerah Nambung yang kini sama-sama diklaim oleh kedua kabupaten, menurutnya harus diselesaikan secara bijaksana. Kedua daerah harus bisa duduk bersama untuk membahasnya, sebab, jika terus-terusan bertahan dengan argumen masing-masing, Wirejaya meyakini sampai kapanpun tidak akan penah ada titik temunya. “Supaya tidak berlarut larut dan menjadi beban bagi generasi berikutnya. Kita minta ketegasan agar diselesaikan secara bijaksana,” ujarnya. Wakil rakyat itu berharap sangketa itu diselesaikan sebelum pilkada serentak 2018 diselenggarakan. Selain itu, politisi muda partai Gerindra itu juga meminta sikap tegas dari pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Dalam Negeri, melalui pemerintah Provinsi NTB, supaya memiliki sikap tegas. Dan berani untuk memfasilitasi kedua belah pihak berdialog dengan melibatkan berbagai pakar. Tanpa hal itu, maka ia mlihat mustahil hal tersebut bisa diselesaikan. “Ini kan urusan pemerintah pusat juga, karena mereka yang menetapkan batas daerah masing-masing kabupaten. Jadi jangan tutup matalah pemetintah pusat dengan membiarkan konflik di daerah terjadi. Harus ada upaya tegas. Kalau sudah pusat tegas, apa yang mau dibilang oleh kedua daerah, endak ada,” pungkasnya. (ndi)

Dengan Pendekatan Lunak MABES Polri memerintahkan jajarannya di seluruh Indonesia untuk menggunakan pendekatan lunak dalam menjaga kondusivitas. Seperti semasa Ramadhan lalu dengan berbagai kegiatan kemanusiaan. Pendekatan soft power itu sebagai salah satu momentum peringatan Hari Bhayangkara yang jatuh pada hari ini, Sabtu (1/7). “Tidak hanya melulu penegakan hukum. Upayaupaya lain kita galang untuk pendekatan ke masyarakat,” ungkap Kabid Humas Polda NTB, AKBP Tri Budi Pan(Suara NTB/dok) gastuti, kemarin. Tri Budi Pangastuti Ia menyebutkan, pendekatan itu antara lain kegiatan sosial seperti ikut membantu pemakaman warga, aspek pendidikan contohnya seperti dilakukan Bhabinkamtibmas Pringgarata lewat perpustakaan kelilingnya. Pun demikian semasa Ramadhan lalu berbagai kegiatan digalang bersama masyarakat, dalam bentuk berbagi takjil, sembako ke panti asuhan, patroli humanis sabhara, sampai Bhabinkamtibmas. “Semua satuan kerja kita dikerahkan. Pendekatan humanis kita utamakan,” tegasnya. Penilaian secara nasional, Polda NTB berada pada peringkat ketiga kegiatan sosial selama Ramadhan dan menyambut HUT Bhayangkara ke-71. “Padahal Polda NTB ini Polda tipe B. Peringkat atas yang lain tipe A. Ini menjadi acuan dan tidak berhenti saat Ramadhan saja, tetapi berlanjut dalam tugas sehari-hari,” jelasnya. Melalui gerakan seribu rupiah pun, lanjut dia, pihaknya kini sudah memiliki data kantong-kantong kemiskinan di NTB. Pemberian sembako secara acak di masyarakat itu sudah berlangsung hampir satu tahun lamanya. “Kita data juga mereka yang tergolong miskin. Setiap yang diberi sembako kita data, dan kita petakan kantong-kantong kemiskinan di NTB,” pungkasnya. (why)

Willgo Siap Menangkan Paket Cagub dari Gerindra Mataram (Suara NTB) Mantan Ketua DPD Partai Gerindra NTB, H. Willgo Zainar, SE, M. BA, menegaskan bahwa dirinya tetap loyal dan akan memberikan dukungan penuh pada bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB yang diusung oleh partai Gerindra pada pilkada serentak 2018. Hal itu ditegaskan oleh Willgo, karena banyak pihak yang menuding dirinya akan absen dalam untuk memberikan dukungannya, pasca dirinya dilengserkan dari posisi Ketua DPD Partai Gerindra NTB, dan digantikan oleh, H. Ridwan Hidayat. “Untuk pilkada NTB, tentu sebagai kader partai, kita tetap akan ambil bagian dalam proses pemenangan, siapapun calon yang akan diusung oleh partai,” ujar Willgo, yang kini tengah duduk sebagai anggota DPR RI itu. Namun dimikian, ia mengaku bahwa sampai saat ini, partai Gerindra belum menetapkan bakal calon yang akan diusung. Prosesnya masih berjalan dinamis, oleh karena itu ia masih menunggu proses pencalonan di partainya final. “Ya, saya kira proses ini masih terus berjalan, kami kader Gerindra, setelah ada penetapan calon yang akan diusung Gerindra secara formal, maka kita akan ambil bagian tentunya,” tegasnya. Sementara itu diketahui, bahwa partai Gerindra telah menetapkan bakal calon Gubernur NTB yang akan diusung, yakni Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh. Ahyar sudah resmi mengantongi rekomendasi dukungan dari DPP Gerindra. Oleh sebab itulah, DPP Partai Gerindra melalui Ketua Badan etik dan disiplin partai, Bambang Kristiono, menyerukan pada seluruh kader Gerindra di NTB supaya tidak ada yang menyempal, atas keputusan partai. Segenap kader diwajibkan untuk mengamankan dan memenangkan Ahyar Abduh. (ndi)

Mataram (Suara NTB) – Rumah Tahanan (Rutan) dan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di NTB rata-rata sudah melibihi kapasitas. Kanwil Kemenkumham NTB mengupayakan gedung Lapas baru di wilayah Kuripan, Lombok Barat, namun hingga kini belum terealisasi. Catatan Sistem Database Pemasyarakatan (SDP) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham RI, total tahanan dan narapidana yang menghuni rutan dan lapas di NTB hingga Juni 2017 mencapai 2.646 orang. Over kapasitas tertinggi dicatatkan Rutan Kelas IIB Praya dengan 417 persen. Dari

total kapasitas 92 orang, rutan itu menampung 384 orang. 212 narapidana dan 172 tahanan. Menyusul kemudian Lapas Kelas IIA Mataram overkapasitasnya mencapai 349 persen. Lapas untuk wilayah hukum Kota Mataram, Lombok Barat, dan Lombok Utara itu sampai Juni ini menampung 889

orang, 620 napi dan 269 tahanan. Sementara daya tampungnya idealnya untuk 255 orang. Rutan Kelas IIB Selong dengan daya tampung 93 orang overkapasitas sampai 328 persen. Total tahanan dan napi di rutan itu mencapai 305 orang. Selanjutnya Lapas Kelas IIB Dompu mencatat overkapasitas

sampai 203 persen. 301 tahanan dan napi menghuni lapas dengan kapasitas ideal 148 orang itu. Kemudian di Lapas Kelas IIA Sumbawa, tercatat 450 orang penghuni, terdiri dari 309 napi dan 141 tahanan. Overkapasitas tercatat 180 persen dari daya tampung ideal 250 orang. Rata-rata kelebihan kapasitas tercatat sampai 240 persen. Menanggapi itu, Kepala Kanwil Kemenkumham NTB, Sevial Akmily menyatakan akan memperketat pengamanan rutan dan lapas tersebut.

Sementara untuk rencana pembangunan gedung dan kompleks lapas baru, pihaknya masih mengupayakan pengusulan ke Kementerian. “Sudah diusulkan. Tapi sepertinya semua kondisi lapas di seluruh Indonesia sama, over kapasitas juga,” terangnya. “Terakhir video conference dengan jajaran kementerian, akan dilihat dulu kemampuan APBN. Kemungkinan yang diutamakan Lapas-lapas yang di wilayah Jawa dan Sumatera,” tandasnya. (why) (Suara NTB/ist)

INTEROGASI - Kapolres Bima, M. Eka Fathurrahman (kanan) menginterogasi pelaku penganiayaan warga yang sudah ditangkap dan diamankan di Mapolres Bima, Jumat (30/6).

Pelaku Pembunuhan Warga Donggo Ditangkap Mataram (Suara NTB) Pelaku penganiaya Dewa (25), warga Kecamatan Donggo, Kabupaten Bima ditangkap. MA (23), diduga pelaku utama diamankan tim Polda NTB dan Polres Bima enam jam setelah kejadian. Kabid Humas Polda NTB, AKBP Tri Budi Pangastuti mengatakan, MA diduga mengotaki penganiayaan terhadap Dewa hingga meninggal dunia. “Pelaku utama atas nama inisial MA sudah ditangkap,” ujarnya, Jumat (30/6). Pelaku yang sehari-hari bekerja sebagai petani ditangkap Kamis (29/6) sore sekitar pukul 22.00 Wita di rumah keluarganya di Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Tim Jatanras Ditreskrimum

Polda NTB dan Satreskrim Polres Bima masih melakukan pengejaran terhadap lima pelaku lain yang diduga ikut menganiaya korban. “Pelaku diperkirakan berjumlah enam orang masih dilakukan pengejaran,” tegasnya. Pelaku MA kini sudah diamankan di ruang tahanan Mapolres Bima. Korban meregang nyawa dalam perkelahian pada Kamis (29/6) sekitar pukul 17.00 Wita lalu. Saat itu korban sedang dalam perjalanan pulang ke Kecamatan Donggo dari rumah ibunya di Kecamatan Bolo. Beberapa kilometer dari rumah, korban dihadang para pelaku. Korban menderita luka tusukan benda tajam di punggung belakang. Meski dilarikan ke Puskesmas, nyawa kor-

Poros Tengah Bertekad Menangkan Pilkada NTB 2018 Mataram (Suara NTB) Koalisi poros tengah telah menanamkan tekad yang kuat, untuk keluar sebagai pemenang dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB pada 2018. Untuk itu, poros tengah berusaha untuk memunculkan kandidat yang kuat. Hal itu ditegaskan oleh Ketua DPW PAN NTB, H. Muazim Akbar, salah satu partai peserta koalisi poros tengah. “Insya Allah, siapa yang punya potensi menang, itu yang akan kita rekomendasikan pada DPP untuk menjadi syarat mencalonkan diri,” ujarnya, saat dikonfirmasi Suara NTB, Jumat (30/6). Disampaikan oleh Muazim, bahwa sampai saat ini koalisi poros tengah masih sangat solid, dan tetap pada komitmen awal untuk bersama-sama mengusung satu paket pasangan calon. Hal itu ditegaskan oleh Muazim untuk menepis tudingan bahwa koalisi tersebut sudah kropos dari dalam. “Poros tengah sampai hari ini sangat solid, walaupun ada terdapat perbedaan, justu itulah salah satu cara kita membentuk koalisi ini karena adanya perbedaan itu. Sekarang meskipun PAN punya pendapat lain, hal itu masih bisa dikomunikasikan,” tegasnya. Dikatakan oleh Muazim, sampai saat ini, tahapan di koalisi poros tengah sudah sampai pembahasan di tingkat DPP masing-masing. Komunikasi di tingkat DPW sudah sepakat untuk mengusung satu pasangan calon. Sehingga tinggal DPP akan berkomunikasi dengan pengurus DPP partai lainnya, yang kemudian hasilnya akan diturunkan ke daerah. “Kita tetap solid, tidak akan kemana-nama, yakinlah

kita akn mengusung satu pasangan calon. Kalaupun ada perbedaan, itu biasa, itulah yang akan kita komunikasikan untuk direkomendasikan ke DPP, maka DPP juga akan melakukan komunikasi yang sama,” jawabnya. Selain itu, Muazim juga menyampaikan bahwa koalisi poros tengah, akan segera mengumumkan pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB yang akan diusungnya. Jika tidak ada hambatan, bulan Juli ini, poros tengah akan mendeklarasikan pasangan calon yang akan diusungnya. “Semangat kita sama, kita tidak mau kalah, oleh karena itu poros tengah akan memunculkan calon yang akan menang. Bulan Juli ini akan kita umumkan, jadi sesegera mungkin akan kita putuskan,” ujarnya. Apa yang disampaikan oleh Muazim tersebut, juga disampaikan oleh Ketua DPW PKB NTB, Lalu Hardian Irfani, ketika dikonfirmasi oleh Suara NTB. Disampaikan oleh Lalu Hardian, bahwa partainya juga akan sesegera mungkin mengumumkan pasangan calon yang akan diusung, bersama dengan koalisi poros tengah. (ndi)

ban tidak dapat tertolong. Dari keterangan saksi-saksi, jelas dia, perkelahian itu diduga dendam lama antara pelaku dengan korban. Kejadian itu sempat membuat warga desa asal masingmasing pelaku dan korban

memanas namun dapat segera dinetralisir aparat kepolisian. “Kapolres Bima, bersama Bupati, tokoh masyarakat, dan anggota DPRD dapil setempat membantu menenangkan warga untuk mencegah konflik antarkampung,” terangnya.

Sementara pihak kepolisian sudah mengerahkan Sabhara dan Brimob untuk berjaga di perbatasan dua desa. “Situasi sudah kondusif dan kami minta masyarakat memercayakan penanganan kepada pihak kepolisian,” pungkasnya. (why)

Oknum Guru Honorer Diduga Gelapkan Tabungan Siswa Praya (Suara NTB) Salah seorang oknum guru Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Puyung Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), Baiq He, sejak dua pekan terakhir jadi buruan sejumlah wali murid sekolah setempat. Dia diduga menggelapkan tabungan milik siswanya yang mencapai puluhan juta rupiah. Di satu sisi pihak sekolah juga tidak bisa berbuat apaapa. Karena yang bersangkutan juga tidak kunjung muncul guna mempertanggungjawabkan perbuatannya. Bahkan, pada saat rapat dengan kepala sekolah, guru dan perwakilan wali murid, Jumat (30/6), yang bersangkutan tetap tidak mau datang. Hal itu membuat para wali murid kesal. Mereka pun kemudian mencari Baiq He hingga ke rumahnya dan rumah orang tuanya. Namun yang bersangkutan tidak ada di tempat. “Kita sudah beberapa kali mencari ke sekolah dan sekarang ke rumahnya, tapi tidak kunjung bertemu,” aku Muhram, perwakilan wali murid. Ia menjelaskan, total ada ratusan siswa yang tabungan-

nya diduga digelapkan oleh yang bersangkutan, yakni siswa kelas III dan kelas IV. “Guru ini memang mengajar dan bertanggung jawab atas tabungan milik siswa kelas VI. Tapi uang tabungan siswa kelas III juga ikut dibawa,” terangnya. Sampai sejauh ini, pihaknya masih memberikan kesempatan bagi oknum guru tersebut untuk segera mengembalikan uang tabungan siswa yang digelapkan tersebut. Jika tidak juga ada niat baik dari yang bersangkutan untuk menyelesaikan persoalan ini, maka dengan sangat terpaksa pihaknya akan menempuh jalur hukum. Pihaknya juga berharap, pihak sekolah untuk bersamasama membantu menyelesaikan persoalan ini, meski tidak terlibat secara langsung. Namun secara moral pihak sekolah juga tetap harus ikut bertanggung jawab. Sementara itu Kepala SDN 2 Puyung, Madi, mengaku total tabungan siswa yang diduga digelapkan Baiq He sebesar Rp 72 juta lebih. Dengan rincian untuk siswa kelas VI sebanyak Rp 12 juta. Sisan-

ya merupakan uang tabungan milik siswa kelas III. Sebelumnya, pihak sekolah sudah mengingatkan kepada yang bersangkutan untuk menyimpan uang tabungan siswa ke bank supaya uang tabungan milik siswa lebih aman. Namun rupanya, saran pihak sekolah tidak diindahkan. Tetapi justru diduga digunakan untuk keperluan lain. Sehingga apa yang menjadi kekhawatiran pihak sekolah terjadi juga. “Kita hanya bisa memfasilitasi wali murid dengan yang bersangkutan untuk bisa bertemu dan menyelesaikan persoalan ini,” ujarnya. Perihal bagaimana cara dan upaya yang dilakukan oleh Baiq He untuk mengembalikan uang tabungan siswa, itu sepenuhnya diserahkan kepada yang bersangkutan. Menurut Madi, pihaknya sebenarnya tidak mengira hal itu akan terjadi. Pasalnya, oknum guru ini berstatus sebagai guru hononer. Namun cukup dipercaya untuk mengelola tabungan siswa. Selama ini tidak pernah bermasalah pada tabungan murid. (kir)


Jendela Sastra

SUARA NTB Sabtu, 1 Juli 2017

Halaman 9

CERPEN

Mengenai Mereka yang Memotong Ruas Jari Jeli Manalu Mungkin kau belum tahu tentang perempuan desa kami yang akan memotong ruas jari di hari kematian suami serta sanak familinya. Bila rasa sakit di tangan telah hilang, luka di dada pun berangsur-angsur pulih. BERJAM-jam yang lalu, aku terbang dari Bandara Tullamarine, Melbourne, setelah membaca kabar darurat di surel milik Lachlan, suamiku. Kaka1, di perjalanan yang sangat buru-buru yang tanpa sandal, aku tergesa-gesa ke rumah Tanta2 Mote agar ia membagi uang untuk aku mengisi pulsa. Setelah mendapatkannya lalu tiba di kedai jual pulsa, aku baru sadar kalau kantong celanaku sudah bolong. Aku tidak tahu di mana dan kapan handphone itu terjatuh. Juga, aku tidak hafal nomorku, nomormu, dan nomor siapa saja. Satu-satunya yang tertinggal di ingatanku adalah lachlanmalama@yahoo.com. Menuju pulang dari tempat kerjaku ke rumah kami di Swanston Street, berkali-kali kuoleskan kertas tisu pada wajah yang bersimbah air mata. Bahkan aku berani menerobos lampu merah hingga dikejar-kejar ibu polisi yang membuatku nyaris menabrak dinding beton di sisi jalan. Kubayangkan kapak Bapa berkilat-kilat, jantungku nyeri rasanya. Kubayangkan kapak itu menghantam jemari Mama, lalu Mama menahan tangis dengan cara menggigit bibir sampai keluar darah, menetes ke baju, dan ia tak peduli seberapa dalam luka yang ia rasakan pada saat itu. Sebelum kepergianku delapan tahun lalu—pergi yang aku berpikir tak akan pernah lagi pulang ke desaku—desa yang menyimpan banyak rahasia tentang derita para perempuan, aku berpesan kepada mama serta perempuan-perempuan perkasa namun penurut itu. “Mama, kita punya Tuhan. Berhenti lakukan itu. Ia nanti marah,” ujarku, agar mereka semua meninggalkan kebiasaan itu. Ini sudah zaman apa. Buat apa melakukan hal-hal bodoh seperti itu? Tak ada gunanya, dan itu pasti sakit sekali rasanya. Aku sungguh tak setuju. “Roh leluhur yang akan marah. Itu adat,” bantah Mama. “Tapi itu sakit. Terlalu sakit,” protesku. “Tidak akan sakit bila kau sepenuh hati menerimanya,” jawab Mama dengan suara yang terdengar agung. “Lagi pula orang-orang bersekolah hanya menimbulkan perpecahan,” tambah mama-mama lain yang kerap tak mendukung anak-anaknya pergi belajar. Ketika masih sangat muda, kudengar jerit memilukan di tengah kerumunan. Kakek meninggal. Kaum perempuan melumuri diri dengan lumpur putih sambil menyanyikan lagulagu kematian. Aku merinding dan tak berani melihat jasad kakek dari dekat. Di hari terik yang membuat mata berkunang-kunang, aku tak paham mengapa nenek menjulurkan tangan, sedang di tangan lelaki itu tercengkeram sebilah kapak batu yang mulutnya menukik lurus-lurus ke bawah. Aku mengendap-endap. Ternyata di sebelah kirinya, mama menutup mata dan melakukan hal yang sama. Mendengar teriakan sedih mama yang padaku itu menjadi hal menakutkan, aku melarikan diri ke ladang ubi dan bersembunyi selama dua hari dua malam. Tanpa makan tanpa minum. Lebih baik menahan haus serta lapar daripada jari-jari harus terpotong. Aku takut pada sakit. Aku gigil pada darah dari luka yang tiba-tiba memancur. Aku pernah tersedu-sedu sewaktu bermain di pinggir sungai karena kedua betisku tergores duri rotan. Coba kau

(Palm Tickle by Bob Orsillo - fineartamerica.com)

terbayang pada yang berwarna merah. Coba bayangkan orang-orang kami yang sudah kehilangan anggota keluarga lalu kehilangan anggota tubuh. Jika rasa sakit di tanganmu benarbenar pulih, maka luka atas kepergian berangsur-angsur sembuh. Tak berapa lama setelah kematian kakek, nenek jadi kerepotan. Anaknya delapan. Cucunya banyak. Ia menjalani hidup bertani bersama anak-cucu dengan tangan yang tak lagi utuh. Bisa kaubayangkan, bukan? Di tempat dudukku di udara, aku berharap tak ada macet. Andai memiliki kemampuan, ingin kugunting

jarak beratus-ratus kilo meter. Andai ada ilmu yang mempelajari tentang mesin waktu yang mungkin bisa diterapkan di jam-jam ekstra kurikuler, aku akan menghabiskan sore demi berlatih memperpanjang waktu. “Tenangkan dirimu, Sayang,” ucap Lachlan, suamiku, yang sedari tadi bekerja keras meredakan emosiku. Yang sedari tadi membantuku merapikan tisu-tisu lalu membuangnya setelah turun dari pesawat. “Tenanglah, kita hampir tiba.” Tidak mungkin mama kuhubungi. Mama tidak mengerti telepon. Juga, di desa itu tidak ada tower. Jangankan itu,

kurasa listrik pun belum berdiri. Mama hanya pernah beberapa kali membalas surat ketika aku duduk di bangku SMA di kota. Itu pun menggunakan huruf besar yang ditulis besar-besar. Aku memaksanya belajar waktu itu. Tujuh dari delapan anak nenek, hanya mama yang setia di sana. Ketujuh saudaranya merantau, dan ratarata sudah memeluk agama. Dan kelima anak-anak mama, terlebih diriku, lebih memilih hidup susah di tanah asing. Hanya Maday, adik bungsuku yang kadang pulang saat libur. Sewaktu akan menghubungi Tanta Mote agar kami sama-sama ke desa

itu, segalanya gulita. Aku rubuh. Aku pingsan. Aku baru saja pingsan lalu terbangun ketika sesuatu yang basah serta dingin kurasakan. “Malama, Anakku.” Mama mengolesi lumpur ke wajahku, “kau sudah kembali, Sayang?” tanyanya, sambil menempelkan pipi ke pipiku. “Kedatanganku bukan untuk kembali, Mama.” “Yang penting kau kembali.” Aku menyaksikan mata mama yang dulu. Mata yang sewaktu kami kehilangan kakek, “Aku akan membawa Mama bersamaku.” Mama menatap bapa yang tubuh-

nya sedang dihias. Beberapa ekor babi menggeletak. Kakinya terikat. Disusul harum dupa, serta asap serta mantra dari mulut lelaki sakti. Tiga ruas jari mama, mulai dari kelingkinghinggatengahtaklagiada.Aku tak tahu sanak keluarga mana yang mati selama aku di Melbourne. Aku menahan diri untuk tidak bertanya. Mungkin sebentar lagi, jempol mama juga lenyap. Atau jangan-jangan mama mau membujukku? Bisa saja ‘kan mama pura-pura tenang, menghampiriku perlahan, lalu tiba-tiba kelingkingku digigitnya. Bahkan tak kubiarkan mama menyakiti dirinya meski kutahu dia sangat cinta dengan bapa. “Mama, apa kau ingin menonton film?” rayuku sambil mengeluarkan ponsel pintar. Mama mulai senang. Mungkin mama kira kalau film itu semacam bibit unggul ubi jalar yang sengaja kubawa dari luar negeri. Sebabnya, dia langsung bercerita kalau ubi-ubi di ladang kurang sehat. Daun-daunnya berlubang dimakan gulma, umbinya kerdil dan rasanya tak sedap. Maka kubuka video animasi. Yang membuatku terkaget-kaget adalah ketika mama tertawa lancang melihat adegan lucu di saat-saat desa kami seharusnya hanya dipenuhi rintih tangis, dan puisi doa-doa. Saat itulah aku dan Lachlan, suamiku, membekap mulut mama menggunakan sapu tangan, dan membopong tubuhnya ke arah timur laut. Mama meronta-ronta. Saat kaki kami tergelincir di tanah basah, mama dengan sigap menarik sapu tangan lalu berteriak hingga orang-orang di upacara kematian bapa mengejar kami. Mereka membawa tombak, panah, dan bendabenda jahat yang tak kuhafal. “Mama, jangan potong jarimu!” teriakku, dengan bibir bergetar. Setelahnya, aku lupa berbahasa. Satu benda runcing mengancam lambungku. Dua balok besar mengarah kepala Lachlan. “Tusuk! Pukul!” Aku melolong seperti anjing hilang kekasih. Aku takut mereka akan membunuh suamiku. Dalam keadaan tertekan, kuberanikan menatap mereka. Akan tetapi orang-orang bertelanjang dada itu malah membuang peralatan. Pada saat itu aku tak buru-buru percaya. Aku tak boleh terpedaya. Pikirku, itu hanya muslihat paling primitif agar seseorang bersedia menjalankan ritual. Aku berguling-guling layaknya makhluk kurang waras yang merajuk ingin dipenuhi mau. Barangkali aku juga terlihat seperti orang kerasukan, atau bahkan perempuan jadi-jadian. “Tenangkan dirimu, Anakku,” bisik mama seakan hujan kesejukan, “Mama tak lagi memotong jari.” “Maksud Mama?” “Orang-orang kita tak lagi memotong ruas jari.” “Sejak kapan?” “Sejak Tuhan datang, Sayang. Sejak Tuhan datang!” Riau, April 2016 Catatan: 1. Kaka: kakak 2. Tanta: tante Jeli Manalu, lahir di Padangsidimpuan, 2 Oktober 1983. Kini tinggal di Rengat, Riau.

PUISI Lamuh Syamsuar

Lelaki Tua di Bale Panggung

Pupa

Lambah Maja

Bunga Sesal

di bale panggung itu ekor api biru keluar dari atap ilalang kudengar setiap gerak jadi kertak mengkaji diri ke diri yang paling sendiri

sebut aku si gagap karena tak mampu menembus kuncup gegap puisimu maka pantaslah kuterima utas kata-kata runcing di hari yang tak terkira tajamnya

menjalarlah rusukmu di pucuk di dinding penjuru timur terluarku di rongga waktu yang tak mungkin bercabang semenjak aku masih terhuyung mengenalmu

dari sulbi sunyi sebelum alastu

di bawah ambin bambu tiang terbakar digugur sarang ngengat berapa usia usang ubanmu asam dan garammu yang mengapur biar kuhisap bibir anak daramu seperti harum tembakau kasturi dan madu sumbawa yang berkecamuk di biru tanah ampan sumur laki

dan tahulah aku, diri hanya segumpal kepompong tunduk di sehelai tangkai seringan buluh, sungut turut berpagut tiap kali bercakap dengan ingin dan angin

hujam. hujam dan pilinlah ketelanjanganku dengan akarmu hingga kupu-kupu yang bergayut sebagai penghubung bumi dan langit tatas di pangkal terang terbit tak lagi tandas tak lagi tuntas dalam sekejap kerling

di bumbungan tanya, saat tanpamu kukencani kebebasan yang terpenjara

sebab katanya, ini tanah tindih tanah licin, hujan bunga batu baik untuk menyambung bulu benang yang putus kau nyalakan tungku dengan kayu dari anak kambing terseok ayam, anjing turi dan bulu kapuk angka-angka yang pada akhirnya ingkar

dan bilamana waktu memberiku sepasang sayap di pangkal punggung bagai dandelion kutinggalkan inang tangkai yang dulunya rawa sunyi tertahan gaya tarik bumi Lombok, 2016

pertahankanlah jengkal demi jengkal ruasku dari sepak dan terjang derau yang tak tertebak sebab, pagar tak melulu pemakan tanaman bila pun berupa semak maja Lombok, 2016

benarkah memekarkan hasrat berarti mengaborsi kenisbianmu

apalah guna bunga sesalmu untuk tangan waktu yang terlanjur berdarah saat engkau menari di depan kebutaanku seperti musyafir kehilangan kearifan mataku menganak sungai air keperihan menganak sungai anak-anak busur yang kehilangan jejakmu apalah gunanya bunga apologia itu jika aku, bangkit dari mimpi kematian Lombok, 2016

Rensing, 2016 Lamuh Syamsuar, lahir di Ketare, Lombok Tengah. Buku puisinya berjudul Secauk Pasir Kesunyian.


SUARA NTB Sabtu, 1 Juli 2017

PENDIDIKAN

Halaman 10

Atasi Kekurangan Guru Produktif

Pemprov Terapkan Kompetensi Keahlian Ganda Mataram (Suara NTB) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di NTB maupun secara nasional masih mengalami kekurangan guru produktif. Oleh karena itu, untuk mengatasinya, pemerintah pusat menggulirkan program alih fungsi atau program kompetensi keahlian ganda. Saat ini, sudah ada guru SMK di NTB yang mengikuti program itu. Hal itu disampaikan Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, L. Hasbulwadi, M.Pd. Menurutnya, guru produktif di SMK masih

kurang, baik secara kuantitas maupun kualitas. “Yang mahir pada kompetensi keahlian masih kurang,” ujarnya. Terkait dengan kebijakan kompetensi keahlian ganda, ia

menjelaskan sudah ada guru di NTB yang menyelesaikan program itu. “Kalau di NTB sudah ada yang sudah selesai,” sebutnya. Seperti diketahui, guru un-

normatif atau adaptif dibekali untuk mendapatkan kompetensi keahlian produktif. Menurut Hasbulwadi, tidak semua guru normatif-adaptif diseleksi untuk program kompetensi keahlian ganda itu. Prosesnya juga dalam waktu lama, seperti diutarakan Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Dinas Dikbud NTB, H. Aidy Furqon, S.Pd., M.Pd., dalam proses pem-

tuk SMK dibagi dalam kelompok guru produktif dan guru normatif-adaptif. Guru produktif ini mengajar anakanak sesuai dengan bidang keahlian yang dipilih. Sementara guru normatif-adaptif ini mengajar mata pelajaran seperti Agama, PPKn, Matematika, bahasa Indonesia dan lain-lain. Program kompetensi keahlian ganda, yaitu seorang guru

(Suara NTB/ron)

LATIHAN - Sejumlah siswa MAN 2 Mataram yang tergabung dalam ektrakurikuler Paskibra melaksanakan latihan di halaman MAN 2 Mataram, Jumat (30/6). Kegiatan ekstrakurikuler diyakini dapat membentuk karakter siswa. Selain juga untuk menyalurkan bakat dan minat siswa.

PPDB SMP Kota Mataram dengan Sistem”Online” Mataram (Suara NTB) Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Mataram tahun 2017 bisa dipastikan akan menerapkan sistem PPDB Online. Aturan yang mengaturnya masih disusun oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Mataram. Sebelumnya beredar informasi bahwa PPDB di SMP Kota Mataram akan menerapkan PPDB Sistem Zonasi, seperti jenjang SMA di NTB. Namun, belakangan ini rencana itu tidak direalisasikan. Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Mataram, Drs. H. Lalu Mohammad Sidik, M.MPd., dikonfirmasi mengatakan akan menerapkan sistem PPDB Online. “Sedang kita pelajari untuk menggunakan online seperti tahun lalu. “ katanya. Disinggung terkait penga-

(Suara NTB/dok)

Ia menegaskan akan melakukan pengawasan untuk PPDB di tahun ajaran baru 2017/2018 itu. Terutama berkaitan dengan upaya lobi pihak tertentu atau upaya melewati batas penerimaan siswa di satu sekolah. Kondisi sekolah di Mataram, diakuinya ada sekolah yang kelebihan siswa, sementara sekolah lain yang berada di pinggiran kota mengalami kekurangan siswa. Ketimpangan ini menurutnya diawali sejak PPDB. Dicontohkannya, pertama-tama masyarakat akan melihat kondisi sekolah. Kondisi ketimpangan ini ditambah jika ada bantuan dari pusat, akan menyasar sekolah yang sudah cukup mapan. Pada saat PPDB, pembatasan penerimaan peserta didik baru sudah dilakukan pihaknya. Namun kenyataannya banyak kepentingan masuk pada PPDB itu. Akhirnya tetap banyak siswa pada sekolah tertentu. (ron)

H. L. Mohammad Sidik

wasan pada PPDB nanti, terutama kuota PPDB. Sidik menekankan akan mengaturnya pada Petunjuk Teknis (Juknis) PPDB. Ia berharap tidak ada sekolah yang melebihi kuota PPDB. “Mudahmudahan tidak ada yang lebih (kuota siswa), nanti kita atur dulu di juknisnya. Kuota siswa satu sekolah itu diatur di juknis,” ujar Sidik.

SMPN 2 Mataram akan Lakukan Pembenahan Program Peningkatan Mutu seni juga akan dilakukan bimbingan. Suwarno mengatakan, sekolah akan menggiatkan pemberdayaan kegiatan ekstrakurikuler, khususnya mata lomba pada ajang Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) dan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN). (ron)

Mataram (Suara NTB) Pada tahun ajaran 2017/2018 mendatang, Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Mataram akan melakukan pembenahan sejumlah program sekolah. Langkah ini dilakukan dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di SMPN 2 Mataram.

H. Lalu Suwarno “Beberapa program perlu pembenahan dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan khususnya SMPN 2 Mataram pada tahun ajaran 2017/ 2018,” ujar Kepala SMPN 2 Mataram, H. Lalu Suwarno, melalui pesan singkat, Jumat (30/6). Suwarno menyebutkan akan menggulirkan program untuk peningkatan kualitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di SMPN 2, antara lain dengan penerapan aplikasi exam view, edmodo, dan peningkatan kualitas program diniyah. Selain itu, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Kota Mataram ini, mengatakan akan melakukan penambahan laboratorium Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) untuk melengkapi prasarana Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Sebelumnya SMPN 2 mataram sudah memiliki tiga laboratorium TIK, nantinya diupayakan memiliki empat laboratorium. Sebagai upaya sekolah untuk memaksimalkan prestasi siswa di berbagai ajang lomba, SMPN 2 akan melakukan pembinaan berbagai mata lomba. Seperti pembinaan dan bimbingan mata pelajaran di Olimpiade Sains Nasional (OSN), seperti Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) melalui program klasikal. Pada bidang olahraga dan

(Suara NTB/dok)

(Suara NTB/dok)

mengantongi data hasil dari program kompetensi keahlian ganda ini. Agar dapat didistribusikan ke SMK-SMK yang masih kekurangan guru produktif. “Setelah delapan bulan itu baru kita putuskan, apakah guru itu tetap di mata pelajaran adaptif, normatif. Setelah fix delapan bulan itu, jika layak, kita akan geser ke SMK yang membutuhkannya,” kata Aidy. (ron)

Ponpes Bisa Lahirkan Pendidikan Berkualitas

Jamin Keberhasilan Program KEPALA sekolah (kepsek) memiliki peranan penting dalam menjamin keberhasilan program yang direncanakan sekolah. Terutama dalam membuat perencanaan, pembagian tugas dan pendanaan programprogram sekolah. “Di situlah peran kepala sekolah mengontrolanya kalau tidak begitu program tidak akan bisa jalan. Sering program banyak tapi pendanaanH. Abdul Khalik nya tidak diarahkan ke sana. Sangat penting peran kepala sekolah meraih keberhasilan program sekolah itu,” ujar Kepala SMAN 8 Mataram, H. Abdul Khalik, S.Pd., beberapa waktu lalu. Khalik terpilih sebagai juara satu kepala sekolah berprestasi di Kota Mataram. Ia mewakili Kota Mataram sebagai kepsek berprestasi pada Ajang Pemilihan Kepala Sekolah berprestasi dan berdedikasi tingkat NTB untuk jenjang SMA, Sabtu (17/6) lalu. Ia menekankan, peran penting kepsek dalam membuat program tahunan. Kepsek yang membuat program dengan membuat tim-tim yang menjalankan program. Kepsek membuat perencanaan, pembagian tugas, membuat SK bagi guru dan SK pembentukan tim. “Kami memasukkan dana di progam RABPS sekolah, baik melalui dana BOS atau dana komite,” katanya. Saat pemilihan kepsek berprestasi tingkat provinsi, dirinya tidak berhasil masuk tiga besar. Khalik menceritakan, ada tiga komponen yang menjadi penilaian kepsek berprestasi, yaitu portofolio, tes tertulis, presentasi karya tulis dan tes wawancara. “Kalau saya lihat agak tinggi persentase penilaian itu bobotnya di karya tulisnya, termasuk masa kerja,” katanya. Ia sendiri menyampaikan untuk memajukan sekolah, ada beberapa program yang dijalankan. Seperti program penumbuhan nilai karakter di sekolah. Ia mengutamakan nilai karakter disiplin, peduli lingkungan dan toleransi. “Itu penekannya, masalah peduli lingkungan, kebetulan saya dibuktikan dengan juara satu lomba sekolah sehat untuk tingkat kabupaten/kota dan juara tiga untuk tingkat provinsi untuk sekolah sehat,” katanya. Di samping itu karakter anak-anak juga berubah. Saat ini katanya, anak-anak lebih bersih, peduli lingkungan, dan religius. Berbagai kegiatan lainnya juga, digiatkan. “Seperti literasi, kemudian program adiwiyata membuat sekolah nyaman dan bersih, selain sekolah sehat,” katanya. (ron)

bekalan itu, menghabiskan waktu lebih kurang selama delapan bulan, dengan rincian melakukan pemberian materi di kelas atau in, setelah itu guru akan melakukan praktik selama tiga bulan. Setelah dari praktik itu, mereka akan ditarik lagi dan diberikan pembekalan, nantinya akan diturunkan untuk praktik lagi. Pihaknya berharap sebelum tahun ajaran baru sudah

Mataram (Suara NTB) Ada kesan selama ini jika pendidikan berkualitas hanya dapat dilahirkan di sekolahsekolah tertentu, seperti sekolah unggulan dan sekolah yang mempunyai stigma sebagai sekolah favorit. Padahal sejatinya, pendidikan berkualitas tidak melulu dapat dilahirkan di sekolahsekolah unggulan dan favorit tersebut, melainkan dapat juga dilahirkan di sekolah-sekolah swasta, sekolah pinggiran bahkan madrasah dan juga pondok pesantren (ponpes). Pimpinan Ponpes Nurul Hikmah, Desa Langko, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat Tuan Guru Haji (TGH), Azhar Rosyidi menilai proses pendidikan yang berkualitas tidak harus dari sekolah favorit tetapi juga bisa berasal dari pesantren yang dikelola secara profesional. Menurutnya sekolah yang dilengkapi fasilitas memadai tidak menjamin menghasilkan lulusan berkualitas terutama dari sisi perbaikan budi pekerti peserta didik. Sementara itu, ponpes lebih mengedepankan pembinaan akhlakul karimah melalui pendekatan keagamaan. Meski demikian, Azhar Rosyidi juga tidak memungkiri jika pendekatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi juga sangat penting di era

perkembangan arus globalisasi saat ini. “Coba kita lihat generasi saat ini yang tidak memiliki karakter bahkan seringkali membuat gaduh itu berasal dari lulusan mana. Kalau di sekolah favorit itu lulusannya berkualitas wajar, karena fasilitasnya luar biasa,” tegasnya. Ia menilai selama ini, meski berkontribusi melahirkan pendidikan berkualitas lewat para santrinya, keberadaan ponpes terkesan dianaktirikan oleh pemerintah dalam perbaikan fasilitas yang dimiliki. Pemerintah pusat dan daerah hanya lebih fokus membangun sekolah yang difavoritkan di tengah masyarakat dengan pemberian bantuan kelengkapan fasilitas pendidikan. “Kita mendambakan kalau pondok pesantren seperti kita ini mendapat perhatian lebih dari pemerintah. Semua yang kita lakukan hanya berasal dari orang tua angkat para santri (donatur) dan sangat kecil dari pemerintah,” harapnya. Padahal ponpes samasama berperan dalam meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan. Dengan demikian maka perhatian terhadap lembaga pendidikan yang dikelola masyarakat itu harus sebanding dengan perhatian pemerintah terhadap sekolahsekolah lainnya. (dys)


Halaman 11

SUARA NTB Sabtu, 1 Juli 2017

Kejurnas Silat Antar PPLP/PPLD Libatkan 300 Atlet Mataram (Suara NTB) Pihak Dispora NTB selaku tuan rumah penyelanggaraan Kejurnas Silat Antar PPLP mengatakan siap menjadi tuan rumah yang baik di Kejurnas Silat AntarPPLP/PPLD yang berlangsung di Sport Hall GOR 17 Desember Turide Mataram, 5-9 Juli mendatang. Dispora NTB memastikan pelaksanaan event tingkat pelajar nasional itu akan berjalan objektif dan penuh sportivitas.

(Suara NTB/fan)

BERLARI - Atlet remaja NTB, Jubaidi (jaket biru) saat berlari di Lapangan Atletik Lawata Mataram belum lama ini.

ASEAN School Games

Dua Pelari NTB Bidik Medali Mataram (Suara NTB) Dua pelari remaja NTB, Jubaidi dan L. Moh. Zohri akan berlaga di ASEAN School Games di Singapore, 13-21 Juli mendatang. Kedua pelari terbaik NTB ini membidik medali di event internasional tingkat pelajar itu. Demikian dikatakan Pelatih Atletik PPLP NTB, Akrin Ibrahim saat dikonfirmasi Suara NTB via ponselnya, Jumat (30/6) kemarin. “Target dua atlet kita meraih medali. Tidak harus medali emas. Yang penting medali, karena saya lihat mereka sangat berpeluang meraih medali, Khususnya L. Moh. Zohri sangat berpeluang,” ucap Akrin. Akrin yang juga menjabat Wakil Sekretaris Pengprov PASI NTB itu menjelaskan kedua atlet remaja unggulan NTB, Jubaidi dan L. Moh. Zohri akan bertandang ke Singapore 3 Juli mendatang. Dua atlet andalan NTB itu akan mewakili tim atletik Indonesia di ASEAN School Games yang akan berlangsung di Singapore, 13-21 Juli 2017. Kedua atlet itu dipanggil un-

tuk tampil membela merah putih di event pelajar internasional karena sudah beberapa kali sukses meraih juara nasional. Dimisalkannya, L. Moh. Zohri peraih medali emas di nomor lari 200 meter putra pada Kejurnas Atletik Remaja dan Junior di Rawamangun Jakarta belum lama ini. Demikian halnya Jubaidi peraih medali emas di nomor 400 meter gawang putra. Sukses di beberapa event nasional, kedua atlet itu dipercaya memperkuat tim atletik Indonesia di kejuaraan atletik tingkat pelajar Internasional. Zohri akan tampil di nomor 100 meter dan 200 meter putra, sementara Jubaidi akan ambil bagian di nomor 400 meter gawang. Selaku pelatih atletik PPLP NTB Akrin mengaku sangat berharap kepada kedua atlet itu untuk meraih medali. Target pelatih untuk dua atletnya itu minimal dapat meraih medali. “Mereka berdua punya peluang meraih medali. Target saya mereka bisa meraih medali. Minimal medali perunggu”ujar Akrin. (fan)

Atlet Biliar NTB Dinilai Kurang Disiplin Mataram (Suara NTB) Ketua Umum Terpilih Pengprov Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) NTB, Bahtiar Tamrin mengatakan atlet biliar NTB masih kurang disipilin dalam latihan. Akibatnya prestasi atlet biliar NTB belum mampu berbicara di kancah nasional. “Sebenarnya kita punya banyak potensi atlet, namun sayang atlet-atlet kita masih kurang disiplin dalam latihan. Akibatnya prestasi mereka tidak bisa berbicara banyak di kancah nasional,” ucap Bahtiar. Pernyataan ini dilontarkan Bahtiar setelah terpilih sebagai Ketua Umum POBSI NTB belum lama ini. Bahtiar melontarkan pernyataan itu karena dia dapat melihat langsung pembinaan POBSI NTB saat menjabat sebagai Sekum POBSI NTB periode sebelumnya. Setelah terpilih secara aklamasi sebagai ketua PBSI NTB belum lama ini Bahtiar mengaku siap membawa prestasi atlet biliar NTB ke arah yang lebih baik. Khususnya dapat berbicara di kancah nasional hingga level PON. Untuk dapat berbicara di kancah nasional, Bahtiar ingin pembinaan atlet biliar

harus dibenahi, terutama mental dan sikap atlet harus dibenahi. “Saya melihat atlet biliar NTB kurang disiplin selama latihan. Itu karena atlet kurang ditangani serius oleh pelatih. Kedepan kita harus benahi semua program latihan mereka. Sedini mungkin kita harus tanamkan sikap disiplin pada atlet yang kita siapkan mengikuti event nasional,” jelasnya. Lanjut Bahtiar, untuk meningkatkan kualitas pembinaan atlet di daerah kabupaten/kota di NTB pihaknya akan menjalin kerjasama yang baik dengan pengcab dalam melaksanakan turnamen atau kejuaraan daerah. Dalam hal ini kabupaten/ kota akan dilibatkan setiap penyelenggaraan event kejurda sehingga masing-masing Pencab memiliki tanggungjawab untuk membina atlet. Dalam hal ini semua Pengcab kabupaten/kota akan diberikan kesempatan untuk menjadi tuan rumah penyelenggara kejurda. Sehingga pembinaan atlet di kabupaten/kota merata. “Selama ini Kejurda hanya dilaksanakan di Mataram, kedepan akan kita gelar kejurda di masingmasing kabupaten/kota secara bergilir,” jelasnya. (fan)

Demikian dikatakan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) NTB, Hj. Husnanidiaty Nurdin saat dikonfirmasi Suara NTB via ponselnya di Mataram, Jumat (30/ 6) kemarin. “Secara keseluruhan panitia Sudah siap untuk melaksanakan kejurnas. Dan kami akan berusaha untuk menjadi tuan rumah yang baik,” ucapnya. Husnanidiaty Nurdin yang biasa disapa Eni mengatakan Kejurnas Silat yang akan berlangsung selama lima hari di sport hall GOR 17 Desember Turide Mataram itu akan melibatkan 300 lebih atlet. Pasalnya hingga kemarin sudah ada 300 atlet yang sudah mendaftar. Mereka berasal dari 28 provinsi yang memiliki PPLP/PPLD. “Sudah tiga ratus atlet yang mendaftar. Mereka berasal dari 28 provinsi, dari 34 provinsi di Indonesia. Sisanya enam provinsi tidak mendaftar karena belum memiliki PPLP dan PPLD,” jelasnya. Kejurnas tersebut akan memperebutkan 15 medali emas, pasalnya jumlah kelas yang dipertandingkan mencapai 15 kelas. Terdiri dari sembilan kelas tanding putra dan enam kelas tanding putri. Event itu dipastikan akan berlangsung obyektif serta menjunjung tinggi nilai sportifitas dalam pertandingan. Pasalnya dalam sistem pe-

LOWONGAN

RUPA- RUPA

DIBUTUHKAN SEGERA ADMIN, KASIR, WAITERS, KIRIM LAMARAN LANGSUNG KE LUMBUNG RESTO EPICENTRUM MALL LT. 2

PURI MAMA, Menyewakan Toyota Hiace, muat hingga 16 Orang dengan supir,penyewaan bisa disewa terpisah, bisa armadanya saja, Informasi penyewaan, Hub : 082266194177

DICARI SEGERA SOPIR PRIA/WNT, BAWA SIM & KTP LOMBOK TAKSI JL. KOPERASI NO.102 MATARAM HUB. 087865493799.

GameHouse: MELAYANI PENGISIAN GAME PC/LAPTOP (GAME SELALU UPDATE), SERVICE PC/LAPTOP, RAKIT PC GAMING, DAN MAINTENANCE PC/ LAPTOP. JL. PENDIDIKAN NO. 2 (UTARA KAMPUS AMM) HP. 085858403130

Perusahaan Farmacy membutuhkn: Salesman TO/ Kanvas dgn syrt:Pria max 30th,pendidikan min.SMA, pnglman min.1thn, mnguasai area lombok(TO), P.Sumbawa (Kanvas),mmliki sim C(TO), Krm lmran: PT.Lenko Surya Perkasa,Jl.Ry Sandik No.19, 081915726592 DIBUTUHKAN SEGERA PEMBANTU RUMAH TANGGA (PRT) DIUTAMAKAN YANG BELUM MENIKAH , MAU TINGGAL DI DALAM, GAJI+THR. HUBUNGI BPK ADI (081917109080) DIBUTUHKAN TENAGA AHLI UNTUK MENJAHIT SEGALA JENIS TAS (YANG SEKEDAR BISA MENJAHIT AKAN DIBIMBING LAGI) ALAMAT : JL.JENDRAL SUDIRMAN,BTN KOREM, BLOK A NO.1 ,HUB. MOH.GHAZALI, HP : 081 917 267 007 PATRA SALON membutuhkan kryawan, yg blum berpngalman siap d training, diutamakan yang belum menikah, hub : 087864337006, jl. swakarya No.21 A kekaliksekarbela. AMYRALD SALON membutuhkan karyawan yang professional/berpengalaman, disiplin, bertanggung jawab, pekerja keras & mau ditarget. gaji 1-2jt/bln.Hp 085239056182/jl. swasembada 11 c, kekalik jaya.

Airlangga Fotocopy Menerima: Foto Copy, Print, Jilid Skripsi, Jilid Spiral, Jilid Buku, Laminating dan Menyediakan alat tulis kantor, alatalat listrik, pulsa DLL. . Alamat. JL. Airlangga No. 30 Gomong HP. 081803740769 V Laundry Menerima: cuci setrika, cuci karpet, cuci boneka,cuci gorden, cuci tas + sepatu DLL. Alamat. JL. Airlangga No. 30 Gomong HP. 081803740769 DIJUAL LAHAN 3ARE JL. NAGA PASA 15 CAKRA SELATAN HUB. 08123705621 TANPA PERANTARA Allea Galeri, galeri fashion menyediakan Kain Tenun, Kain Songket dan menerima Jahit Busana, Lokasi : Jalan Swasembada , Hp : 081907000477, WA : 08194111079, PIN BBM :d6e340dc

nilain event itu akan menggunakan papan skor elektrik dengan sistem penilaian yang lebih terbuka, cepat dan

transparan. Sementara bisa mengurangi unsur keberpihakan wasit terhadap tuan rumah atau pun atlet lainnya.

Tuan rumah juga akan terus memberikan pelayanan maksimal kepada 300 atlet dan 30 wasit/juri. Pasalnya para atlet dan wasit/juri akan disiapkan akomodasi dan transportasi selama pertandingan. “Semua atlet menginap di Asrama Haji, sementara wasit/juri nginap di Hotel Graha Ayu,” jelas Eni. (fan)

O lahraga

(Suara NTB/ist)

MULAI LATIHAN - Atlet atletik PPLP NTB sudah mulai menjalani aktivitas latihan di Lapangan Lawata Mataram, Jumat (30/6), meskipun saat ini sebagian atlet masih ada yang libur.

SALON

SALON

SALON

Al Beauty Salon & Spa,promo : pkt full body treatment terlaris ONE DAY SPA(13 trtment) hny 250rb free fc antiaging 135rb,pkt plangsing(fc strika wjah+akupuntur prut)hny 175rb,smoothing spa free msker rmbt stlh 3hr, Jl.Pancaka No.5, Kr.Medain,Hp: 081907050543

YUNI SALON & School Kcntikan Rmbut & Kulit Pria/Wnt, Hrg Trjangkau, Fsilitas Lngkap, Disc. 10% Khusus Pndftran Akhir Thn. Jl. Dr. Stomo No.18 Krang Baru & Jl. Gtong Ryong No.27A Ampenan. Hub. 087865155031

Vmel Griya Manten & Salon, mnrm prwtan rmbut,kulit &tubuh,Rias pngantin&wisuda, mnyediakn pnywaan bju pngntn &bju adat ank,tersedia pkt pernikahan,Promo ramadhan :smoothing disc.30%, Jl Bungkarno N0.99 Pagutan,Hp:087765029666

TWIN’S SALON, Paket Perawatan Trjangkau : Pkt 1 = Facial + totok wajh + Crmbath+Catok vit (40rb),Pkt 2=Crmbath+Massage+Lulur+fcial+Ttk Wjah+Ctok+Mskr Bdan+rtus Vagina(100rb), dan Masih Bnyk Lagi Pkt Trjangkau Lainnya, Hub : 0 8 7 7 6 5 8 6 0 8 8 9 / 085937064233,jl.Salak Gg II No.5, Tohpati

Yanti Salon & Spa menerima : prwtan wajah & rambut, SPA pkt I : body mssage,Body Scrub,Totok wjah =80rb, SPA pkt II : body mssage,body scrub,totok wjah,Ratus Vagina : 105rb, Jl.BungKarno,Kr.genteng, tlp. 081917913809

SYAFIRA SALON MUSLIMAH Salon & Spa Menerima: Paket Pengantin, perawatan pengantin, make up wisuda, SPA, Prawatn Kutu, Totok Guasa, totok aura, V SPA, totok payudara, totok langsing Jl. Pendidikan No. 11 Mataram telp. 0370636344, 08180373677 AYSHA SALON AND BODY TREATMENT, mlyani: prwatan rmbt&kulit, opening trial facial treatment by eternal beauty,mngatasi: wjah kriput,mnghlngkn bkas jrwat mncrahkan wjah,mnghlngkn flek, alamat : jl. dr. soetomo ,kr. baru, mtr, hp : 087800106674/ 082147428836 AMYRALD SALON & SPA,mlyani prwtan khusus wjah,rmbt &bdan.Promo smoothing 100-300rb,Facial whitening+ozone+totok aura (2jam)125rb, mngtasi kulit brjrwat,flek &mncrhkan kulit,make-up wisuda 150rb,lulur+massage+sauna 85rb, jl.swasembada 11c, kekalik jaya, hub.085239056182 (lidya)

SALON Quen Shi Salon & Day Spa Menerima:Cream Bath, Hair mask, Colouring, Smoothing, Body Masage, Body Scrub, Body Mask, Milk Bath, Ear Candle, Mani & pedi cure, Ratus, Sauna & Facial, disc. 30% smooting & Rebonding . Alamat. JL. Airlangga No. 30 Gomong HP. 081917388443 Rcsm Youfo MTR salon Spa Muslimah, Prm Lbra:gratis cutting hair u/rbondng & smoothing.Prwtan Spa,facial,Creambath,Galvanic Spa.Facial Free Massage tgn&kaki mlai dr 65rb.Jl Kertanegara Btn Palm Indah I,Blkang Apotek Panjitilar.FB&IG:Youfo Mataram. WA: 087765893848

RINA SALON,melayani : Rias Pngntn,kursus make-up & sanggul,ptng rmbut & kriting, Pnywaan pkaian adat ankank&dwsa, sewa mobil antik,&dekorasi.jl.jndrl sudirman Gg.Jawa No.1,Rembiga-Mtr,087855311441(Hj.Ninik Ridwan) KITA-KITA SALON & SPA, Prmo:Mnrik Smoothing Colour hnya Rp 100-400rb, Ombre/Highlight Rp 75-250rb, Make Up Wisuda+Hair Do Rp 150rb, Jl. Arya Bnjar Gtas, Bagek Kembar Tanjung Krng Sekarbela, Hub. 081917347453, Pin BB D34158D4 SALON DEWA-DEWI,menerima: Rias Pengantin Bali, Agung&Modifikasi,Pkt Prewed dgh harga trjngkau. Menerima Prwatan wajah & rambut. Hub: Rika (081917965628)jl.Teleq raya no.26 Kr.bedil, FB:Dewa-Dewi Payas Bali Mataram, IG :Rika_Pratistha


SUARA NTB

Sabtu, 1 Juli 2017

Halaman 12

RUKO - VILA - KOST

RUPA - RUPA

RUPA - RUPA

RUPA - RUPA

Penanggung Jawab: Agus Talino Redaktur Pelaksana/Wakil Penanggung Jawab : Raka Akriyani Koordinator Liputan : Fitriani Agustina, Marham, Moh. Azhar Redaktur : Fitriani Agustina, Marham, Izzul Khairi, Moh. Azhar, Haris Mahtul Staf Redaksi Mataram : Moh. Azhar, Haris Mahtul, Afandi, M. Nasir, Hari Aryanti, Ahmad Bulkaini, M. Kasim, Darsono Yusin Sali, Sahmad Darmi, Atanasius Rony Fernandez, Linggauni, Wahyu Widiantoro, Akhmad Hiswandi Lombok Barat: M.Haeruzzubaidi. Lombok Tengah : Munakir. LombokTimur : Rusliadi, Yoni Ariadi. KLU : Johari. Sumbawa Barat : Heri Andi. Sumbawa : Arnan Jurami, Indra Jauhari. Dompu : Nasrullah. Bima : Rafiin. Tim Grafis : A.Aziz (koordinator), Mandri Wijaya, Didik Maryadi, Jamaludin, Muhammad Kasim. Kantor Redaksi : Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Tarif Iklan : Iklan Baris : Rp 20.000/baris Min 2 baris max 10 baris (1 baris 30 character). Display B/W (2 kolom/lebih): Rp 30.000/mmk. Display F/C : Rp 35.000/mmk. Iklan Keluarga : Rp 20.000./mmk. Iklan Advertorial : Rp 15.000/mmk. Iklan NTB Emas (1 X 50 mmk): Rp 500.000/bulan (25 X muat). Iklan Peristiwa : Rp 350.000/kavling. Alamat Bagian Langganan/ Pengaduan Langganan: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Harga Langganan: Rp 85.000 sebulan (Pulau Lombok) Rp 90.000 sebulan (Pulau Sumbawa), Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 5.000. Terbit 6 kali se-minggu. Penerbit: PT SUARA NTB PERS. Percetakan PT Bali Post, Jalan Kepundung 67 A Denpasar.

SUARA NTB

Wartawan SUARA NTB selalu membawa tanda pengenal, dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari nara sumber.


SUARA NTB

Sabtu, 1 Juli 2017

Halaman 13

RUPA-RUPA

RUPA-RUPA

MENU : NASI KELOR, NASI LEBUI, BEBALUNG, SOTO, PELECING, RUJAK, ES KELAPA MUDA TEMAT & MENERIMA PESANAN NASI KOTAK, SNACK KANTOR. HUBUNGI IBU IDA AHMADI HP 081907415439

gin Belajar n i P ANIMASI ? SETIAP MINGGU PAGI - SORE DI TAMAN MAYURA

HUBUNGI :

081917002381

COUNTER PAINT ART GALLERY MINIMALIS LUNA MAYA EKAGITT

Menyediakan aneka hidangan & melayani pesanan nasi kotak, snack box dan menerima rantangan

Penjualan dgn Fee 3% Tanpa dikenakan biaya & tidak mengikat

Rp. 995 Jt


Sabtu, 1 Juli 2017

SUARA NTB

Halaman 14


RAGAM

SUARA NTB Sabtu, 1 Juli 2017

Pascalebaran, 4.724 Wisatawan Mendaki Rinjani Mataram (Suara NTB)Usai Lebaran menjadi waktu yang pas untuk mendaki gunung. Tidak terkecuali bagi wisatawan yang berasal dari dalam maupun luar negeri. Gunung Rinjani memiliki pesona tersendiri di hati para pendaki. Savana yang luas dan danau dengan panorama yang indah menarik banyak wisatawan untuk mendaki bahkan kembali lagi. Setelah Lebaran, ada 4.724 orang yang bertekad untuk mendaki gunung berapi tertinggi kedua di Indonesia itu. ‘’Setelah Lebaran itu ada ribuan orang yang mendaki. Tercatat pada 25-29 Juni ini ada 4.724 orang yang sudah melakukan registrasi untuk mendaki Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR),’’ kata Kepala Balai TNGR Agus Budi kepada Suara NTB, di Mataram, Jumat (30/6). Dari jumlah itu, sebanyak 708 merupakan wisatawan mancanegara dan 4.016 merupakan wisatawan nusantara. Jumlahnya diperkirakan akan terus meningkat hingga akhir pekan. Sebab mendaki usai Lebaran seperti menjadi kebiasaan bagi pecinta ketinggian. Pada tanggal 25 Juni jumlah wisatawan yang sudah melakukah registrasi sebanyak 135 orang. Sebanyak 83 wisman, dan 52 wisnus. Pada tanggal 26 Juni sebanyak 1.052, dengan rincian 132 wisman dan 921 wisnus. Pada tanggal 27 Juni sebanyak 1.443 dengan rincian, 142 wisman dan 1.285 wisnus. Pada tanggal 28 Juni sebanyak 1.460 orang dengan rincian, 175 wisman dan 1.285 wisnus. Sementara pada 29 Juni sebanyak 633 orang, dengan rincian 176 wisman dan 457 wisnus. ‘’Kita juga sudah memasang CCTV di Pelawangan Senaru dan beberapa titik lainnya. Tujuannya untuk memantau pergerakan wisatawan selama di Rinjani,’’ ujarnya. Lonjakan jumlah pendaki ke Rinjani ini memang sudah diperkirakan. Seperti tahun-tahun sebelumnya, wisatawan banyak yang mendaki setelah melaksanakan ibadah puasa. Menurutnya itu merupakan waktu yang sangat pas untuk mendaki dan menikmati keindahan Rinjani. Terlebih dengan adanya pemandian air panas yang ada di sekitar Danau Segara Anak. Ini yang manarik kembali wisatawan yang pernah mendaki Rinjani sebelumnya. ‘’Kami berharap wisatawan yang datang menikmati pemandangan Rinjani dengan santai. Jangan lupa bawa kembali sampahnya, agar Rinjani tetap asri. Mari kita jaga bersama TNGR ini,’’ ajak Agus. (lin)

Halaman 15

Biro Hukum Tunggu Biro APP dan LBJP

Bahas Rapergub Kode Etik Pengadaan Barang Jasa Mataram (Suara NTB) Biro Hukum Setda NTB masih menunggu Biro Administrasi Pengendalian Pembangunan dan Layananan Pengadaan Barang Jasa (APP dan LPBJP) untuk membahas Rancangan Peraturan Gubernur (Rapergub) tentang Kode Etik Pengadaan Barang dan Jasa. Dalam Rapergub tersebut, perlu juga mengatur sanksi bagi pelaksana pengadaan barang dan jasa yang melanggar kode etik. ‘’Kalau kita dari Biro Hukum akan menunggu rancangan dari pemrakarsa. Karena ini masalah pengadaan barang dan jasa, pemrakarsanya Biro APP. Nanti kita kaji dia, ada tim yang akan kita buat,’’ kata Kepala Biro Hukum Setda NTB, H. Ruslan Abdul Gani, SH, MH ketika dikonfirmasi Suara NTB,

Jumat (30/6) siang kemarin. Persoalan mengenai materi yang diatur dalam Pergub itu, nantinya akan dibahas bersama Biro APP dan LPBJP. Yang jelas, kata Ruslan, pembuatan regulasi tidak terlepas dengan UU yang berada di atasnya. Ia mengatakan, pembuatan Pergub tidak membutuhkan waktu yang lama. Namun, ter-

gantung juga dengan meterinya atau substansi yang akan diatur. ‘’Yang jelas itu harus detail. Biro Hukum mengkaji materi apa yang diatur dalam Pergub itu,’’ tambahnya. Ia menyebutkan, pembentukan Pergub tak membutuhkan waktu berbulan-bulan seperti Perda. Jika materi yang diatur sudah jelas dan

Dari Hal. 1 Kapolda mengaku belum mendapat gambaran utuh terkait kasus K2 Kota dan Kabupaten Bima. Tapi meski demikian, dua objek baru ini tidak akan jauh dari teknis penanganan pada K2 Dompu. ‘’Dengan kasus Dompu ini bisa jadi pembelajaran kita,’’ katanya merujuk kasus yang sudah menetapkan Bupati Dompu, H. Bambang M. Yasin sebagai tersangka itu sebagai referensi. Kasus Dompu belum bisa jadi yurisprudensi. Karena proses hukumnya masih berlangsung dan belum berkekuatan hukum tetap. Berpeluang jadi yurisprudensi jika memang kasus Dompu berkekuatan hukum tetap atau incraht sebelum kasus K2 Kota dan Kabupaten Bima sedang berjalan. ‘’Kalau sudah ada putusan tetap, baru bisa jadi bahan yurisprudensi,’’ jelasnya. Semakin berpeluang jika ada kesamaan modus dalam kasus K2 di Kabupaten Bima dengan modus di Kota

Bima. Sangat berpeluang juga kasusnya berbeda karena beberapa faktor menurut Kapolda NTB, seperti locus (tempat) dan tempus (waktu) berbeda, berbeda pelaku, saksi saksi yang melihat juga berbeda. “Itu harus dicek satu per satu,” katanya. Kemungkinan diambil alih oleh Polda NTB? Menurut jenderal bintang satu yang sebelumnya menjabat Dirreskrimus Polda Jawa Tengah ini, penyidikan bisa saja diambil alih khususnya yang kasus K2 Kota Bima. Syaratnya, jika kapasitas Polres tidak mampu melanjutkan penyelidikan dan penyidikan karena pertimbangan tokoh yang terlibat. “Ketika Polres tidak punya kapabilitas untuk menangani peristiwa ini, akan diambil alih Polda. Tujuannya, agar penanganan bisa selesai, tidak ada tendensi,” pungkasnya. (ars)

SIAP - Apel peralatan dan pasukan SAR Mataram yang disiapkan untuk memantau Lebaran Topat.

Monitor Lebaran Topat

SAR Mataram Terjunkan Pesawat Trike Giri Menang (Suara NTB) Sedikitnya tiga peleton personel Basarnas Kantor SAR Mataram melaksanakan apel gelar pasukan dan peralatan, Jumat (30/6). Apel khusus di halaman dipimpin langsung Kepala Kantor SAR Mataram, Nanang Sigit PH, S.IP, M.M. Salah satu peralatan pemantauan yang disiapkan adalah pesawat Trike. Menurut Nanang Sigit, apel itu merupakan langkah awal kesiapsiagaan personel SAR dan peralatan yang akan digunakan untuk pengamanan Lebaran Ketupat pada H+7 yang jatuh pada Minggu (2/7) mendatang. ‘’Dimana pada hari tersebut puncak keramaian masyarakat tertuju pada liburan bersama di pantai. Seperti tahun-tahun sebelumnya masyarakat Provinsi NTB khususnya warga Lombok, merayakan akhir liburan mereka di pantai,’’ kata

Dinilai Lemah, Perencanaan Tim Saber Pungli Dari Hal. 1 Jangan sampai, anggaran dialokasikan besar tetapi fungsinya tidak juga optimal,” kritiknya. Sementara fungsi Satgas sebenarnya tidak hanya proses penindakan, tetapi juga pencegahan. Di sisi lain, Alumnus Megister Hukum Universitas Brawijaya Malang ini menilai, jangan sampai pengawas internal dalam sistem pemerintahan menjadi lemah hanya karena persoalan anggaran. Oleh karena itu, jika harus menambah anggaran kepada Tim Satgas Saber Pungli, dia menyarankan agar memanfaatkan untuk membina tim pengawas internal pemerintah dalam hal ini Inspektorat. Pekerjaan tambahan ini diakuinya sulit, tapi jika melihat labar belakang dibentuknya Tim Saber, akibat lemahnya sistem pengawasan internal pemerintah. Jika ini tidak dilakukan, maka kuat mengindikasikan

bahwa pemerintah daerah tidak ada keseriusan dalam mewujudkan reformasi birokrasi. Hal yang mempersulit lainnya, Satgas hanya bekerja sampai Maret 2017. Garis besar kedua yang disorotinya, pelibatan partisipasi masyarakat secara aktif harus di dorong. Misalnya edukasi di mana masyarakat harus berani tidak memberikan uang apapun dan harus aktif melapor jika itu adalah pungutan liar. Ketiga, pelibatan Ombudsman NTB yang punya sistem pengawasan pelayanan publik. Sehingga, masyarakat bisa melapor ke Ombudsman jika ditemukan masuk unsur pungutan liar. Ketika Ombudsman menemukan itu, aparat harus siap melanjutkan itu ke tahap proses penegakan hukum. “Sehingga terwujudlah sistem integrasi dalam memberantas pungutan liar,” pungkasnya. (ars)

Berpeluang Dihentikan Dari Hal. 1 Tim penyidik Tipikor Satreskrim Polres Lombok Tengah Agustus 2016 lalu turun ke lapangan mengecek kondisi alat yang pengadaaannya melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara I tahun 2014. Alat yang sebelumnya diduga mangkrak itu beroperasi setelah ada anggaran operasional. Namun penyidik juga menyasar soal proyek pengadaannya, selain spesi-

fikasi alat. Catatan terakhir Suara NTB, dalam penanganan kasus itu, 13 orang sudah dimintai keterangan. Proyek itu bersumber dari Ditjen Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum tahun anggaran 2013. Proyek kemudian dimenangkan PT Sumber Logam Nusantara (SLN) dengan nilai kontrak Rp 1,5 miliar. (why)

Seperti diketahui, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta Pemprov NTB membuat Pergub tentang Kode Etik Pengadaan Barang dan Jasa. KPK menilai proses pengadaan barang dan jasa rawan terjadi tindak pidana korupsi. Sehingga KPK meminta memberikan asistensi supaya Pemprov membuat Pergub. Dalam mencegah tindak pidana korupsi, KPK memberikan asistensi kepada Pemprov terkait dengan pengelolaan APBD, perizinan dan termasuk pengadaan barang dan jasa. (nas)

Wisatawan Lokal Lirik Destinasi Wisata di Sekotong (Suara NTB/humas SAR)

Jadi Referensi Polda NTB Usut K2 Kota dan Kabupaten Bima

tidak bertentangan aturan yang di atasnya makan akan cepat selesai. Untuk mempercepat pembentukan Pergub ini, pihaknya meminta Biro APP dan LPBJP intens berkomunikasi dengan Biro Hukum. ‘’Kita rapat kecil dulu sebelum dibentuk tim kecil. Kita bahas materinya apa. Kita nanti melihat substansinya. Seperti tata cara pengadaan barang dan jasa. Termasuk mengenai sanksi bagi pelaksana pengadaan barang dan jasa yang melanggar kode etik,’’ katanya.

Nanang Sigit. Untuk melakukan tindak preventif , Kantor SAR Mataram menerjunkan sembilan tim darat yang ditempatkan pada masing-masing titik pantai. Mulai dari kawasan Pantai Cemara hingga pantai Nipah, Lombok Utara dan Pantai Kuta, Lombok Tengah. Sementara untuk tim laut dibagi menjadi enam tim masing-masing menggunakan Kapal RB 220, Rubber Boat dan Jet Sky. Di mana tim ini yang akan melakukan mobile atau patroli di laut, dari titik satu ke titik yang lainnya. Selain itu pemantauan juga rencananya akan dilakukan dari udara dengan menggunakan pesawat Trike yang diawaki langsung oleh Kepala Kantor SAR Mataram. Pesawat Trike adalah jenis pesawat ringan dengan maksimal dua awak, dengan radius terbang terbatas. Dalam pengarahannya,

saat apel Kakansar menyampaikan agar seluruh tim yang terlibat dapat berkoordinasi dengan seluruh tim, baik internal dan instansi terkait. Kakansar, memerintahkan kepada seluruh tim yang terlibat di lapangan agar pro-aktif melakukan sosialiasi kepada pengunjung tentang keselamatan baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain. Selain itu Ia juga mengimbau melalui media agar para penggunjung juga turut serta saling mengontrol dan mengingatkan satu sama lain pada saat melakukan aktivitas di pantai serta. ‘’Keamanan dan keselamatkan merupakan tugas kita bersama. Tentu dengan padatnya masyarakat yang mandi di pantai pasti ada saja lepas dari pantauan kami dan alangkah baiknya jika pada saat berenang di pantai selalu menggunakan alat apung,’’ pungkasnya. (ars)

Giri Menang (Suara NTB) Saat ini perkembangan jumlahwisatawanlokalberkunjung ke berbagai destinasi semakin meningkat. Seakan tidak ingin kalah dengan wisatawan yang berasal dari luar Lombok, wisatawan lokal semakin gencar mengunjungi sejumlah destinasi. Salah satunya destinasi yang ada di Kawasan Sekotong. Saatiniwisatawanmulaibergeser, dari Trawangan ke beberapa giliyangadadisekitarSekotong. Tidak saja bermain di pantai, namun wisatawan juga dapat menikmati suasana matahari terbit yang sangat indah. Gradasi warna yang membuat siapa saja yang melihatnya berdecak kagum. Sementara itu, di sekitar Sekotong terdapat beberapa gili yang kini mulai banyak dikunjungi wisatawan. ‘’Saya senang karena bisa berkunjung ke Gili Kedis. Saya memang sudah lama ingin kesini, tapi menunggu waktu libur.Danternyatamemangpantainya sangat indah, wisatawan harus ke sini. Karena pantai ini tidak kalah dengan pantai lainnya di Lombok,’’ kata salah satu pengunjung di destinasi Sekotong Irma Hidayati kepada Suara NTB, Jumat (30/6). Beberapa pantai menjadi tujuan favorit wisatawan.

Pantai Elaq-Elaq misalnya, wisatawan dapat berenang dengan tenang. Suasana pantai yang tidak terlalu padat dengan nuansa alam yang memukau dapat membuat wisatawan merasa betah berlama-lama. Apalagi akses menuju pantai di Sekotong sangat mudah. Sehingga wisatawan dapat menjangkaunya dengan cepat. ‘’Kalau saya lihat banyak orang Lombok atau wisatawan lokal yang datang. Ada yang mandi, ada juga yang sekadar foto-foto,’’ kata Irma. Sejumlah gugusan pulau – pulau kecil seakan memanggil untukdidatangi.Dikawasanini ada belasan gili yang masih natural dan belum terjamah. Diantaranya Gili Genting, Gili Lontar, Gili Gede, Gili Bedis, Gili Sudak, Gili Nanggu, Gili Tangkong,GiliBerairandanGili Amben. Ada pula Gili Asahan, Gili Layar, Gili Rengit, Gili Goleng, Gili Anyaran, dan Gili Poh. Beberapa pantai yang dapat secara langsung dijangkau juga mejadi pilihan wisatawan. Misalnya Pantai Mekaki, Bangko-bangko, Pantai Elaqelaq, Pantai Batu Surat, teluk Sepi, Teluk Panggang, Tanjung Jagog Nambung dan masih banyak lainnya. (lin)

Harga Cabai Rawit Ajlok Rp 4.500 Per Kg Dari Hal. 1 Para petani cabai berharap pemerintah dapat melakukan intervensi supaya harga cabai tidak terlalu anjlok. ‘’Perlunya pengaturan harga. Harga minimal itu harus ada, agar petani tidak rugi. Harga di petani Rp 4.500 per Kg. Sebelumnya kan pernah sampai Rp 150 ribu per Kg, tetapi itu ketika petani belum panen,’’ ujar Zainul. Disebutkan, ketika musim panen seperti saat ini produk-

si cabai rawit menembus angka 20 ton sehari. Ia mengatakan harga cabai rawit saat ini Rp 4.500 per Kg, sedangkan cabai besar Rp 9.000 per Kg. Ia mengatakan, harga cabai itu termasuk biaya petik di sawah sebesar Rp 2000 per Kg. Sehingga, praktis yang diterima petani sebesar Rp 2.500 per Kg. Disebutkan, biaya yang dikeluarkan untuk menanam cabai seluas satu hektar sebesar Rp 60 juta. Dengan anjloknya harga seperti saat ini, petani diperkirakan rugi Rp 35

juta per hektar. ‘’Sampai saat ini langkah pemerintah tidak ada. Karena fungsi pemerintah hanya menurunkan harga saja, tetapi tidak menjaga harga. Di sini tempat masalahnya. Ketika harga selangit, pemerintah berusaha menurunkan. Tetapi ketika harga rendah, pemerintah hilang entah ke mana,’’ keluhnya. Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB, Ir. Husnul Fauzi, M.Si mengatakan, kondisi ini hanya sementara. Ia

mengatakan harga akan kembali normal ketika memasuki MK II. Husnul mengatakan, pada saat H-1 Lebaran, harga cabai di Kota Mataram berhasil diturunkan dari Rp 33 ribu menjadi Rp 32 ribu per Kg. Menurutnya, harga terendah petani tidak merugi adalah Rp 15 ribu per Kg. ‘’Ketika dia harganya berada di bawah Rp 15 ribu, artinya dia merugi. Kalau Rp 5.000 berarti 50 persen ruginya. Costnya tak cukup me-

menuhi,’’ katanya. Ia mengatakan, saat ini sudah masuk panen MK I. Harga cabai akan kembali mahal ketika akan menuju MK II atau memasuki musim hujan. Harga cabai yang murah dipengaruhi psikologi pasar, yakni supply and demand. ‘’Upaya kita mengedukasi para petani, pengepul di pasar induk Cakranegara, Ampenan. Bagaimana mereka komunikasinya dengan informasi harga dari luar daerah,’’ katanya. (nas)

Perairan Utara Pulau Moyo Menyimpan Reservoir Migas Dari Hal. 1 Bahkan, Kementerian ESDM melakukan pertemuan dengan Pemprov untuk melakukan penawaran blok itu,’’ kata Tatar di Mataram. Pihaknya melihat, ada ko-

relasi antara potensi migas yang ditemukan di Madura, Jawa Timur ke arah timur perairan utara wilayah NTB. Ia mengungkapkan, Kementerian ESDM sudah melakukan studi mengenai potensi migas di wilayah utara Pu-

lau Moyo tersebut. ‘’Itu ditemukan satu indikasi bahwa ada fosil sebagai indikator bahwa di situ ada reservoir migas. Perlu dilakukan eksplorasi yang lebih intensif di sini,’’ katanya.

Dari sisi vulkanologi, kata Tatar, perairan utara NTB memang banyak patahanpatahan di dasar laut. Jika dilihat dengan potensi cadangan migas yang ada di Jawa, juga banyak patahanpatahan. Ia mengatakan,

perlunya eksplorasi yang lebih intensif dan massif lagi dilakukan oleh pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian ESDM. Sehingga potensi migas yang ada dapat dimanfaatkan secara maksimal. (nas)

Disos Pastikan Masyarakat Miskin Dapat Bantuan Perbaikan RTLH Dari Hal. 1 Tanah sebagai tempat membangun rumah layak huni itu bisa dibuktikan kepemilikannya paling tidak oleh kepala desa,” kata Kepala Disos NTB, H. Ahsanul Khalik, S. Sos ketika dikonfirmasi Suara NTB, Jumat (30/6) siang kemarin. Khalik mengatakan, sejauh ini pihaknya belum menemukan ada masyarakat miskin yang tidak memiliki tanah. Temuan di lapangan itu, ratarata masyarakat miskin memiliki tanah tetapi tidak punya hak kepemilikan. Dalam arti secara administratif pemerintahan sertifikatnya

tidak ada. ‘’Tapi, dalam rangka itu (pemberian bantuan perbaikan RTLH), maka ada surat keterangan dari kepala desa. Bahwa tanah itu tidak dalam sengketa dan memang milik yang bersangkutan. Solusinya bisa dengan surat keterangan kepala desa,’’ katanya. Mantan Kepala Disosnakertrans Kota Mataram ini mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum menemukan ada masyarakat miskin yang tidak punya lahan. Kasus yang ditemukan, ada masyarakat miskin calon penerima bantuan perbaikan RTLH yang lahannya dalam proses sengketa.

Sehingga, pemberian bantuan untuk masyarakat seperti ini ditunda sampai ada keputusan lebih lanjut bahwa lahan itu sudah tak bermasalah. Sementara itu, untuk masyarakat miskin yang benar-benar telantar dan tidak punya lahan atau rumah akan dibawa ke panti-panti sosial milik pemerintah daerah. ‘’Kalau dia sudah usia lanjut kita bawa ke balai sosial. Kemudian anak-anaknya kita tarik di balai sosial anak, kita sekolahkan,’’ terangnya. Ia mencontohkan kasus masyarakat telantar di Aikmel Lombok Timur. Saat ini sedang dilakukan negosiasi

supaya mereka mau dibawa ke panti sosial. ‘’Cuma, sampai hari ini dia belum mau,’’ tuturnya. Terkait dengan prioritas penanganan, lanjut Khalik, pihaknya berkomunikasi dengan Dinas Perumahan dan Permukiman. Masyarakat miskin tak berdaya diprioritaskan untuk memperoleh bantuan perbaikan RTLH. Di mana, Disos memberikan data, sementara Dinas Perumahan dan Permukiman yang akan membangunkan rumah layak huni. ‘’Kita ada sinergitas dengan OPD terkait. Jika kami Dinas Sosial menemukan bahwa

ada yang perlu diperbaiki, datanya kami serahkan ke Dinas Perumahan dan Permukiman. Dan itu sudah kita lakukan,’’ katanya. Khalik menambahkan, untuk penanganan RTLH warga miskin di pedesaan, saat ini Ditjen Fakir Miskin Kementerian Sosial (Kemensos) juga mempunyai program perbaikan rumah. Inilah yang juga akan dikejar. Supaya, yang tidak bisa diintervensi oleh Dinas Perumahan dan Permukiman dapat diintervensi oleh Kemensos. ‘’Itu pelaksanaannya dari pusat langsung, kita hanya memberikan data,’’ jelasnya. (nas)


BERLANGGANAN/PENGADUAN LANGGANAN HUBUNGI : 081917168822 - 081238792598

Sabtu, 1 Juli 2017

suarantb.com

@suarantbcom

@suarantbcom

http://facebook.com/suarantbdotcom

http://twitter.com/suarantbcom

http://instagram.com/suarantbcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0370) 639543 Facsimile: (0370) 628257

Libur Lebaran

Gili Kondo Diserbu Wisatawan Selong (Suara NTB) Libur panjang selama lebaran ini dijadikan kesempatan untuk bertamasya mengunjungi tempat-tempat wisata. Salah satu yang favorit adalah Gili Kondo. Objek wisata di wilayah Kecamatan Sambelia ini selama sepekan terakhir tidak pernah sepi dari serbuan wisatawan yang berkunjung. Demikian penuturan Suyanto Suladi, pengelola penyeberangan Gili Lampu ke Gili Kondo kepada Suara NTB, Jumat (30/6). Ia menuturkan, dalam sehari di tempat penyeberangannya saja terjadi 1011 kali penyeberangan dengan rata-rata jumlah penumpang sebanyak 10-20 orang.

Belum lagi yang menyeberang lewat pintu penyeberangan lainnya. Ribuan orang kini berliburan di Gili Kondo. Tidak saja wisatawan lokal, wisatawan asing pun katanya banyak yang datang bertandang menikmati keindahan Gili. Tingginya angka kunjungan ke Gili Kondo ini kata Anggota Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) ini, biasa terjadi selama musim libur. Puncaknya diprediksi pada Minggu esok. “Pasti membludak di Gili Kondo,” ungkapnya. Selain gili Kondo ada beberapa pilihan Gili yang bisa dikunjungi. Gili Petagan, Gili Bidara dan Gili

Kapal. Beragam aktivitas bisa dinikmati. Seperti snorkeling dan diving. Pengunjung lain ada juga yang memilih mancing. Tidak sedikit pula yang datang camping di gili ini. Datang bersama keluarga menikmati keindahan malam. Keesokan harinya menikmati sejuknya sinar surya pagi yang langsung dari Gili. Keterbatasannya, Gili Kondo dan sekitarnya ini belum dilengkapi fasilitas yang memadai. Hanya tempat singgah berupa berugak yang terpampang. Kawasan tiga gili ini disebut-sebut juga banyak minat investasi. Namun sampai sekarang belum terealisasi. (rus)

(Suara NTB/rus)

MENUJU GILI KONDO – Arus kunjungan wisatawan menuju Gili Kondo di dermaga penyeberangan Labuhan Lombok yang terus ramai setiap hari dalam sepekan terakhir.

Dinilai Gagal, Program Pengentasan Kemiskinan di Lobar Giri Menang (Suara NTB) Tingginya jumlah penduduk miskin di Lombok Barat (Lobar) yang menempati pada posisi tiga di NTB mengundang sorotan dari kalangan DPRD setempat. Pemda dinilai gagal mengentaskan kemiskinan melalui berbagai program yang telah dicanangkan. Program pengentasan kemiskinan dinilai tidak fokus dan terukur sehingga tidak ada hasilnya. (Suara NTB/her)

BERSAMA – Hj. Sumiatun bersama H. Izzul Islam saat bersama mengikuti suatu acara beberapa waktu lalu.

Pilkada Lobar 2018

Golkar Segera Jaring Calon Kepala Daerah Giri Menang (Suara NTB) – DPD Partai Golkar Lombok Barat (Lobar) bakal membuka penjaringan balon bupati dan wabup pekan ini sehingga ditargetkan bulan Juli proses penjaringan sudah rampung. “Kan saya belum ada komitmen dengan siapa-siapa. Kalau sudah waktu dan saatnya barulah saya sampaikan,” tegas Hj Sumiatun kepada wartawan, kemarin. Ditegaskan berulang kali disampaikan di media bahwa tidak harus dirinya yang maju melalui Golkar namun bisa kader lain atau orang lain. Menurutnya boleh siapapun yang diusung, karena mereka orang Lobar. Namun jelasnya ada aturan dan kriteria serta prosesnya di partai. Tidak serta merta ia memilih si A atau si B, termasuk tidak serta merta harus dirinya yang maju diusung. Terkait Golkar menginginkannya maju pada Pilkada nanti, menurutnya hal ini doa dan modal besar untuk dirinya. Terkait adanya selentingan bahwa pendukungnya menolak jika Hj Sumiatun mengammbil posisi 2 (cawabup), menurut politisi asal Sekotong ini bahwa dia sudah menyampaikan kesiapannya mengambil posisi Lobar 1 ataupun Lobar 2. Sebab ia tak ingin lebih besar pasak daripada tiang, artinya lebih besar kemauan daripada kemampuan. Menyoal hasil surveinya yang tinggi (di bawah petahana), ia harus melihat dulu, sebab politik bisa saja berubah. Ketika hasil survei besar namun elektabilitasnya rendah, maka harus dipadukan supaya balance. Penjaringan balon bupati dan wabup Golkar bakal dimulai pekan ini, usai lebaran topat. Terkait rencana penjaringan ini sudah dirapatkan dengan pengurus di DPD dan sudah disampaikan ke pengurus di provinsi. Namun pihaknya belum melaporkan hal ini ke ketua DPD I, H. Suhaili FT. “Saya matur dulu ke pak Suhaili (pak ketua), untuk minta petunjuk dan masukan dari beliau karena bagaimanapun beliau komandan saya,” jelasnya. Proses penjaringan jelasnya ditargetkan selesai bulan Juli ini. Terkait proses penjaringan ini jelasnya sama dengan parpol lain, pihaknya bakal melihat elektabilitas, kredibelitas dan aspek lain supaya Golkar memilih calon yang benar-benar kuat. Jika tidak demikian, maka tentu Golkar tidak bisa menang di Pilkada nanti. Ketua Tim Pemenangan H. Izzul Islam, Juaini menyatakan memang belum ada komitmen berduet pada pilkada 2018. Pihaknya posisi menunggu, karena kandidat H. izzul Islam sendiri tidak punya partai untuk bisa mengusung pada pilkada. ‘Sehingga kita cari pasangan yang punya partai, begitu,”jelasnya. Terkait adanya kemungkinan mengarah kesana, menurutnya semua berpeluang. Tidak mesti dengan Golkar, namun kemungkinan ada orang yang mau beli partai untuk membuka peluang. Sejauh ini komunikasi dengan kandidat lain sudah banyak, terakhir dengan Sulhan Mukhlis, lalu dengan Nauvar F Farinduan, Ketua PBB Lobar, H. Lukman Mukhtar dan H umar said. Sedangkan komunikasi dengan Petahana, H. Izzul Islam sendiri belum sejauh ini. (her)

Pihak Dewan mendesak agar Bupati melakukan evaluasi menyeluruh terhadap programprogram tersebut. Kalangan Dewan juga mengkritisi implementasi dari Perda penanggulangan Kemiskinan yang sudah dibuat bersama Pemda. Perda ini dinilai belum dilaksanakan di lapangan. “Kalau jumlah penduduk miskin bertambah, itu artinya apa. Gagal, kan? Pemda gagal,” tegas Anggota DPRD Fraksi PKS, Hj. Nurul Adha kepada wartawan, Jumat (30/6). Selaku ketua Pansus Perda penanggulangan kemiskinan, Nurul Adha mengaku kecewa atas pencapaian pengentasan kemiskinan tersebut. Dikatakan Nurul Adha, bahwa regulasi terkait penanggulan-

gan kemiskinan sudah dibuat tahun lalu oleh Dewan bersama eksekutif. Perda yang dibuat ini harusnya segera ditindaklanjuti, hasil koordinasinya dengan Bappeda mengklaim telah membuat tim pemberdayaan pengentasan kemiskinan. Namun ia mempertanyakan sejauh mana kinerja tim ini dan sejauh mana evaluasi kinerja tim tersebut. Seharusnya, jika sudah dibentuk tim harus lebih dikencangkan evaluasi untuk mengetahui letak persoalannya di mana. “Apakah tim itu bekerja atau tidak”jelasnya. Sering kali pihak Pemda membahas terkait keterpaduan program pengentasan kemiskinan. Artinya ada program terpadu untuk pengentasan ke-

miskinan, namun lagi-lagi ia mempertanyakan seperti apa keterpaduannya. Menurutnya, kalau hasil hitungan BPS jumlah kemiskinan masih meningkat itu berarti kata politisi PKS ini bahwa belum ada hasil dari program yang dicanangkan sebelumnya. Ia menilai, kegagalan ini disebabkan pemda tak fokus menangani persoalan kemiskinan. Pemda tak melaksanakan program secara terukur, sehingga tidak tampak hasil program yang dilaksanakan. Seharusnya dalam melaksanakan program, Pemda ada target jelas yang harus dicapai. Misalnya penanganan rumah kumuh, sebagai salah satu indikator kemiskinan. Ia sejauh

Santri Ponpes Al-Madani Diingatkan Lanjutkan Kegiatan Positif Usai Ramadan Gerung (Suara NTB) Memperbanyak ibadah di bulan Ramadhan merupakan anjuran yang diutamakan bagi setiap Muslim. Harapannya tentu agar ada perubahan sikap bagi umat Muslim. Sebagaimana yang dilakukan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Madani Pelulan, Kuripan. Tiap hari selama Ramadhan berlangsung beberapa waktu lalu, para santri menggelar berbagai kegiatan ibadah yang dipusatkan di masjid yang terletak di area ponpes. Kini pasca-Ramadhan berlalu, para santri senantiasa diingatkan menjaga ibadah dan kegiatan positif

mereka di bulan-bulan berikutnya setiap hari sebagaimana yang mereka lakukan saat Ramadhan. Kepada Suara NTB, Jumat (30/6), Pengasuh Ponpes AlMadani, Muhammad Tahrir menjelaskan banyak kegiatan positif diprogramkan ponpes selama Ramadhan lalu. Bahkan kegiatan tersebut menjadi kegiatan unggulan pada tahun ini. Kegiatan ini merupakan salah satu ikhtiar ponpes untuk mewujudkan visi menjadikan Ponpes Al Madani sebagai “Darul Ilmu wal adab “. Di antara kegiatan yang dilakukan untuk mengisi pro-

gram Ramadhan tersebut adalah kegiatan dimulai dari pukul 07.45-08.40 diisi dengan kegiatan tadarus bersama. Minimal membaca Alquran yang dibaca sebanyak 1 juz untuk masing-masing santri. Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan Salat Duha minimal 4 -6 rakaat dilakukan sampai jam 9.00. Baru setelah itu dilanjutkan dengan ceramah oleh narasumber. Sebagai bentuk pendidikan atau tarbiah selain dari apa yang langsung dilakukan santri, santri diminta untuk membuat catatan kecil atau kesimpulan dari apa yang disampaikan oleh narasumber. (dys)

ini mempertanyakan berapa target Pemda untuk menangani rumah kumuh dalam jangka waktu setahun, lokusnya dimana saja dan prioritas yang perlu penanganan dimana. “Harus ada skala priortas, mana yang didahulukan dan dibelakangkan. Yang parah harus diprioriaskan lebih dahulu, yang kurang parah ditangani belakangan. Hal ini harus ada priroitas yang jelas dan inilah yang ditangani oleh tim ini,”tegasnya. Jangan sampai mengerjakan semua, tanpa terukur, sehingga hasilnya tidak ada. Nurul menyuarakan agar ada keberpihakan dana yang besar terhadap rakyat miskin. Per-

soalan anggaran ini akan diketahui jika program penanggulangan kemiskinan dievaluasi. Apakah letak persoalannya, karena fostur anggaran yang kurang ataukah ada kendala lain. Menyoal dana Rp 20 miliar yang dialokasikan ke SKPD khusus untuk pengentasan kemiskinan, menurut Politisi asal Kediri ini harus jelas juga arah anggaran ini dipergunakan oleh instansi terkait. “Apakah benar sasarannya untuk fakir miskin, maka perlu harus ada evaluasi,”tukasnya. Menurutnya, kalau tidak ada target yang jelas dan sasaran yang tepat sama saja menghamburkan dana daerah. (her)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi 1 Juli 2017 | Suara NTB by e-Paper KMB - Issuu