20 HALAMAN NOMOR 79 TAHUN KE 69 Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
TERBIT SEJAK 16 AGUSTUS 1948 PERINTIS: K. NADHA HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
balipost (152 rb Like) http://facebook.com/balipost
MINGGU KLIWON, 6 NOVEMBER 2016
@balipostcom (4.485 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Faksimile: 227418
Pengemban Pengamal Pancasila
Pascademo Rusuh
21 Kendaraaan Rusak, 100 Polisi Terluka Jakarta (Bali Post) Aksi damai sejumlah organisasi masyarakat Islam secara besar-besaran pada Jumat (4/11), sempat berujung anarkis. Selain memakan satu korban jiwa yang merupakan peserta aksi dan puluhan lainnya luka-luka, kejadian tersebut juga menyebabkan kerugian materiil maupun imateriil yang tidak kecil harus ditanggung
BANGKAI Hingga Sabtu (5/11) kemarin, bangkai kendaraan milik Polri yang dibakar massa saat aksi 4 November masih mangkrak di depan Istana Merdeka, di Jakarta Pusat.
aparat keamanan. ‘’Sebanyak 21 kendaraan dirusak, tiga di antaranya dibakar serta 18 dilempari batu dan rusak, termasuk kendaraan dari pejabat TNI,” ujar Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar, di Mabes Polri, Jakarta, Sabtu (5/11) kemarin. Hal. 19 Ulah Provokator
BPM/ade
Pernyataan Jokowi Munculkan Spekulasi BPM/rtr
MENANTANG - Manny Pacquiao (kiri) menantang Jessie Vargas Minggu (6/11) ini.
Pacman Vs Vargas
Siap ’’Comeback’’ Las Vegas Senator Manny Pacquiao akan istirahat sejenak dari dunia politik dan akan kembali berlaga. Setelah cukup lama absen dari ring tinju, Pacman akan bertar-
ung melawan Jessie Vargas yang merupakan juara kelas Welter WBO di Thomas & Mack Center, Las Vegas, AS, Minggu ini (6/11). Hal. 19 Sempat Pensiun
Di Badung, Terkesan Kaku
Jakarta ( Bali Post) Presiden Joko Widodo menyayangkan terjadinya kericuhan usai unjuk rasa Jumat (4/11) lalu. Bahkan, Jokowi menyebut ada aktor politik di balik terjadinya kericuhan itu. “Kami menyesalkan kejadian yang seharusnya sudah bubar, tetapi jadi rusuh. Ini kita lihat ditunggangi aktor-aktor politik yang memanfaatkan situasi,” kata Presiden Jokowi saat memberikan keterangan pers di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu dini hari (5/11) kemarin. Unjuk rasa, ujar Jokowi, seharusnya berjalan tertib seperti ketika siang hari sebelum ricuh. Menurut Presiden, penyampaian aspirasi dengan melalui unjuk rasa memang sudah seharusnya
dilakukan dengan tertib. Partai Demokrat (PD) bereaksi atas pernyataan Presiden Jokowi yang menyebut ada aktor politik menunggangi demo 4 November. Presiden Jokowi didesak mengungkap aktor politik yang dimaksud. “Pernyataan Presiden tentang ada aktor politik bisa menimbulkan persepsi liar. Pernyataan Presiden Jokowi tentang ada aktor-aktor politik di belakang demo harus clear dan terang benderang, sebut saja langsung siapa
aktor-aktor politik di belakang demo kemarin,” kata Jubir PD, Didi Irawadi Syamsuddin, Sabtu (5/11) kemarin. “Sebab, kalau tidak bisa timbul persepsi liar di masyarakat, sehingga bisa timbul saling curiga satu dengan lainnya. Tentu tidak baik bagi kehidupan demokrasi yang sehat,” imbuhnya. Didi berpendapat unjuk rasa kemarin, sepenuhnya karena adanya rasa keadilan masyarakat yang terluka. Didi mengapresiasi aksi demo sempat berjalan tertib, namun menyayangkan berujung rusuh. “Bagaimanapun unjuk rasa adalah hak konstitusi masyarakat. Terima kasih unjuk rasa sudah berjalan dengan baik, walau disesalkan masih
‘’Rahina Mabasa Bali’’, Kurang Gereget Gebrakan Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra dalam upaya melestarikan bahasa Bali, dilakukan dengan mengeluarkan kebijakan rahina mabasa Bali. Wali kota menetapkan rahina mabasa Bali tiap Rabu, Purnama, dan Tilem. Kebijakan ini dilakukan dengan mengeluarkan surat edaran (SE) nomor 434/1419/BKPP.
SELAIN di Pemerintah Kota Denpasar, penggunaan bahasa daerah Bali pada waktu-waktu tertentu juga diterapkan di Kabupaten Badung. Dina mabasa Bali (hari berbahasa Bali) ini diterapkan setiap hari Jumat dan setiap bulan purnama. Bahkan, dalam sidang paripurna di DPRD Badung pun berkomunikasi menggunakan bahasa daerah Bali. Beragam dialek bahasa daerah Bali muncul dalam persidangan antara jajaran anggota wakil rakyat di Gumi Keris ini. Maklum saja sidang yang sebelumnya mengunakan bahasa nasional kini justru mengunakan bahasa daerah Bali. Suasana sidang pun terkesan layaknya sangkep (rapat) di balai banjar dan terlihat kaku dan terbata-bata. Hal. 19 Tutur Bahasa
BPM/dok
MABASA BALI - Mabasa Bali tak hanya dilakukan di kegiatan adat, kini juga wajib di instansi pemerintah dan swasta.
BPM/dok
GURU - Guru sedang mengajarkan bahasa Bali di kelas.
Anak di Desa pun Jarang ’’Mabasa’’ Bali KEPALA Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Provinsi Bali, TIA Kusumawardhani di Denpasar, Sabtu (5/11) kemarin, menyatakan mendukung adanya hari berbahasa Bali atau rahina mabasa Bali. Seperti yang sudah dilakukan Kota Denpasar, melalui Surat Edaran Wali Kota tentang Rahina Mabasa Bali. “Sebagai bangsa berbudaya, tentu bahasa itu merupakan sesuatu yang harus kita jaga kelestariannya. Kalau seperti Denpasar sudah mendeklarasikan bahwa setiap hari Rabu menggunakan bahasa Bali, itu sesuatu yang baik,” ujarnya. Hal. 19 Budi Pekerti
ada percikan yang tidak perlu. Tetapi aparat keamanan patut diapresiasi telah dengan baik bisa mengamankan Ibu Kota dan berbagai wilayah lain di NKRI dengan baik,” ujar Didi. Orang kedua yang bereaksi adalah Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon. Ia meminta Jokowi mengungkap agar tidak menimbulkan spekulasi. “Presiden harus klarifikasi maksud pernyataannya itu. Siapa yang disebut sebagai aktor politik itu? Supaya tidak ada yang berspekulasi,” kata Fadli dalam sebuah diskusi bertemakan “Politik dan Kebangsaan Kini” di Jakarta Pusat, Sabtu kemarin. Hal. 19 Desak Presiden
DALAM surat edaran tersebut diwajibkan semua pegawai kantor, instansi, lembaga, baik pemerintah ataupun swasta menggunakan bahasa Bali setiap hari Rabu, Purnama, dan Tilem. Dari pengamatan selama ini, rahina mabasa Bali belum sepenuhnya dilaksanakan para pegawai di jajaran lingkungan Pemkot Denpasar, alias belum maksimal. Beberapa pegawai masih tetap menggunakan bahasa Indonesia pada saat rahina mabasa Bali. ‘’Ya sebenarnya tiang inget ada program baru dari Pak Wali, tapi karena sudah terbiasa, jadi seperti sekarang (menggubakan bahasa Indonesia),’’ ujar salah seorang pegawai kontrak di setda Kota Denpasar, Rabu (2/11) lalu. Tak hanya di kalangan pegawai Pemkot Denpasar yang tak konsekuen dengan SE Wali Kota, penerapan rahina mabasa Bali di instansi swasta juga kurang gereget. Hal. 19 Perlu Disebarkan
’’Mabasa Bali’’dan Nasib Guru Bahasa Bali SAAT ini digencarkan rahina mabasa Bali di Kota Denpasar dan Badung. Mungkin akan menyusul pemkab lainnya di Bali. Di Kota Denpasar dilakukan setiap Rabu, Purnama, dan Tilem. Program ini positif untuk mendukung smart city, asalkan diikuti komitmen Pemkot untuk mengangkat guru bahasa Bali.
Program rahina mabasa Bali ini sebenarnya sudah lebih awal dilakukan di lingkungan sekolah PGRI di Kota Denpasar dengan Jumat mabasa Bali dan Sabtu berbahasa Inggris. Ketua YPLP Kota PGRI Denpasar, Drs. I Nengah Madiadnyana, M.M., mengatakan program ini sudah dijalankan sejak 6-8 tahun lalu, tinggal sekarang dimantapkan dan disesuaikan dengan program Pemkot Denpasar. Sementara itu, Kepala SMAN 3 Denpasar, Drs. I Ketut Suyastra, M.Pd., mengingatkan agar program wajib berbahasa Bali tiap Rabu, Tilem, dan Purnama jangan dipaksakan di semua lini. Termasuk di sekolah dilakukan secara bertahap. Sebab, dia khawatir jika diharuskan bisa membuat siswa yang tak menyu-
kai bahasa Bali, kemudian absen pelajaran dan tak bersekolah. Di sekolah cukup program ini diberlakukan untuk kegiatan di luar jam pelajaran, jika diwajibkan masuk ke PBM, dia yakin bisa menimbulkan masalah. PBM untuk bahasa Inggris dan bahasa Indonesia tetap dilakukan dengan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, tak boleh digantikan bahasa Bali. Makanya dia wanti-wanti jika dipaksakan, bisa jadi menimbulkan ketakutan baru di kalangan anak–anak. Sedangkan guru bahasa Bali, Desak Nyoman Agung Wulan Rosmithasari, S.Pd.B., M.Pd., mendukung program Pemkot Denpasar ini untuk memerangi ketakutan berbahasa Bali. Tentu praktiknya sangat sederhana di
mana siswa bisa menggunakan bahasa sesuai kemampuannya bahkan digabung dengan bahasa Indonesia. ‘’Yang penting unsur mabasa Bali itu dia lakoni, lebih baik daripada tidak sama sekali,’’ ujarnya. Guru Bahasa Bali Sejumlah pengamat menilai
Suyastra
rahina atau dina mabasa Bali harus didahului dengan memerhatikan nasib guru bahasa Bali yang kian merana. Selain bersaing dengan guru lain untuk memperebutkan jam mengajar bahasa Bali, mereka juga tak kian diangkat menjadi CPNS. Hal. 19 Ujung Tombak
Madiadnyana
Made Suarta
DAERAH
2
Minggu Kliwon, 6 November 2016
Jaga Kemahiran
Tertimbun Longsor
Kodim Jembrana Gelar Latihan Menembak
Kodim Gotong Royong Bersihkan Jalan Penyabangan - Pilan
Negara (Bali Post) Guna menjaga dan meningkatkan kemampuan menembak para prajurit TNI, Kodim 1617/Jembrana sejak Rabu (2/11) hingga Kamis (3/11), menggelar latihan menembak senjata ringan (Latbakjatri) pada Triwulan IV tahun 2016, di lapangan tembak Ambyarsari, Desa Belimbing Kecamatan Melaya Kabupaten Jembrana dipimpin langsung oleh Dandim 1617/Jembrana, Letkol Kav Hendra Ferdinandus. Latihan tersebut merupakan kegiatan rutin sesuai program yang dilaksanakan setiap triwulan dengan tujuan untuk memelihara kemampuan menembak setiap prajurit TNI. Dandim 1617/Jembrana, Letkol Kav Hendra Ferdinandus mengatakan seluruh anggota diwajibkan mengikuti latihan menembak senjata ringan ini dengan harapan para prajurit TNI khususnya anggota Kodim 1617/Jembrana juga dapat meningkatkan kemampuan dalam bidang menembak. Kasdim 1617/Jembrana Mayor Inf. Nanang Sulistiyo mengatakan, kegiatan menembak kali ini berlangsung selama dua hari dengan materi yang dilatihkan menggunakan senapan M16-A1 dan SS1-V3, di antaranya tembak koreksi dan tembak penilaian berjarak 100 meter dengan tiga sikap yakni sikap tiarap, duduk, dan berdiri, sedangkan menembak menggunakan pistol P1 hanya menggunakan sikap berdiri dengan jarak tembak 25 meter. “Bagi anggota yang nilainya di bawah standar, akan digembleng pada latihan triwulan berikutnya karena setiap prajurit TNI harus memiliki kemampuan mahir dalam menembak,” imbuhnya. (kmb)
BPM/kmb
LATIHAN - Anggota Kodim Jembrana ketika latihan menembak.
BPM/kmb
SWEEPING - Sweeping kendaraan yang dilakukan oleh Polres Jembrana di Jalan Sudirman, Jembrana.
Jelang Sidang Interpol
Gianyar (Bali Post) Hujan lebat yang sempat mengguyur kawasan Gianyar mengakibatkan jalan Banjar Penyabangan - Banjar Pilan Desa Kerta tertimbun longsor. Jalan yang dibuka melalui proyek TMMD ke-96 itu menjadi sulit dilintasi masyarakat. Supaya tak terus berlanjut, Kodim 1616/Gianyar dipimpin Kasdim Mayor Inf. Wayan Suwitantra, S.IP. bersama masyarakat setempat melakukan gotong royong Sabtu (5/11) kemarin. Dandim 1616/Gianyar Letkol Kav Berto SP Capah, S.Sos. memaparkan kegiatan yang dilaksanakan tidak hanya berupa pembersihan material longsoran, tetapi
juga penambalan jalan yang tergerus air dan pembersihan parit. Hal ini penting dilakukan untuk memperlancar mobilitas masyarakat, sesuai dengan tujuan awal jalan tersebut dibangun. “Atensi terhadap kondisi jalan tetap berkesinambungan dan berharap warga juga ikut memantau,” ungkapnya. Sementara, beberapa warga setempat mengharapkan agar pengaspalan segera diwujudkan pada jalan yang saat ini masih berupa tanah supaya saat melintas dengan kendaraan, baik roda dua maupun roda empat lebih nyaman. Hal itu juga untuk mengurangi risiko bencana saat hujan deras. (kmb45)
’’Sweeping’’ Kendaraan Diperketat Negara (Bali Post) Menjelang pelaksanaan Sidang Umum Interpol yang ke-85 di Nusa Dua Bali yang diikuti 190 negara, sejak dua pekan terakhir, pengamanan wilayah Bali Barat diperketat. Tidak hanya objek vital seperti perkantoran dan tempat keramaian, pengetatan keamanan di Bali menjelang sidang interpol dari tanggal 7 sampai 10 November mendatang juga dilakukan dengan memperketat pemeriksaan kendaraan masuk Bali. Seperti yang dilakukan jajaran Polres Jembrana Sabtu (5/11) siang kemarin, lebih dari 50 personel gabungan dari Polres Jembrana melakukan sweeping terhadap kendaraan yang masuk Bali di Jalan Sudirman, Jembrana. Polres Jembrana tampaknya
tidak mau kecolongan sehingga pintu masuk Bali bagian barat berusaha diawasi dengan maksimal. Selain memperketat pemeriksaan di Pelabuhan Gilimanuk, sweeping kendaraan masuk Bali juga dilakukan. Identitas orang masuk Bali serta surat kendaraan dan barang bawaan baik di dalam tas dan bagasi kendaraan diperiksa ketat oleh petugas. Kabag Ops. Polres Jembrana Kompol Ketut Sukarta seizin Kapolres Jembrana mengatakan dalam pemeriksaan sasaran yang
menjadi prioritas yaitu senpi, senjata tajam, handak, dan orang yang dicurigai termasuk DPO teroris dan narkoba sebagai antisipasi. Sweeping kendaraan masuk Bali yang dilakukan Polres Jembrana Sabtu siang kemarin tidak hanya dalam rangka pengamanan sidang umum interpol namun juga untuk menekan pelanggaran lalu lintas di wilayah hukum Polres Jembrana. Dalam sweeping kendaraan ini, petugas mendapati 9 pelanggaran lalu lintas, 4 tanpa surat izin mengemudi, 3 tanpa STNK, 1 tanpa surat tanda coba kendaraan, dan 1 tanpa izin trayek. Semua pelanggar ini kemudian mendapat tindakan berupa penilangan. (kmb)
BPM/kmb45
BERSIHKAN - Kodim 1616/Gianyar gotong royong membersihkan timbunan longsor di Jalan Penyabangan - Pilan, Sabtu (5/11) kemarin.
Penjualan Buku Rumus
Promosikan ’’Wine’’ di Bali
Orangtua Siswa SMPN 2 Sawan Mengeluh
Pemerintah Hongaria Kunjungi Hatten Wines Sanur
Singaraja (Bali Post) Praktik penjualan buku rumus matematika di SMPN 2 Sawan membuat sejumlah orangtua siswa mengeluh. Buku tersebut dijual kepada siswa Rp 40.000 tiap eksemplar. Konon, pihak penjual beraksi dengan modus melakukan sosialisasi rumus matematika kepada siswa. Dari informasi yang dikumpulkan di lapangan, penjualan buku rumus matematika berjudul “Secrets of Math” ditemukan beredar sejak Selasa (1/11) lalu. Buku ini diperuntukkan bagi siswa SMP dan SMA. Dari dokumen yang ada buku tersebut diklaim bukan sebagai buku paket. Namun diistilahkan sebagai buku pegangan pribadi. Buku itu disebut membantu siswa mempelajari matematika dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Sebelum buku dijual, sempat dilakukan sosialisasi yang tak mengarah ke promosi. Bahkan lebih mengarah pada les atau pemberian pelajaran tambahan. Namun ujung-ujungnya malah terjadi aksi penjualan buku. Saat ini tak kurang dari 50 orang siswa di SMPN 2 Sawan telah membeli buku tersebut. Salah satu orangtua siswa yang tidak ingin identitasnya disebutkan Sabtu (5/11) kemarin, menceritakan, beredarnya buku itu setelah mendapat pemberitahuan dari anaknya. Atas kondisi itu, dia mengeluhkan adanya praktik tersebut. Ini karena praktik penjualan buku melalui tawaran memberikan pelajaran tambahan kepada siswa tidak dibenarkan oleh regulasi dan terkesan pembodohan. “Begitu pulang sekolah anak saya minta uang untuk beli buku. Saya heran kenapa sudah ada BOS anak lagi dipungut biaya untuk beli buku,” katanya. Dihubungi terpisah Kepala SMPN 2 Sawan, Wayan Ariyasa, mengatakan, laporan praktik penjualan buku baru diketahuinya setelah ada orangtua siswa yang mempertanyakan pembayaran buku tersebut. Dia terkejut, karena selama ini sekolah tidak pernah memberikan izin kepada pihak distributor, penerbit, apalagi guru, untuk menjual buku di lingkungan sekolah. “Pembelian buku apa pun itu sudah dilarang dan kami tidak pernah memberikan izin praktik penjualan buku baik oleh distributor, penerbit, atau guru,” jelasnya. Menurut Ariyasa beberapa waktu lalu sempat ada beberapa orang yang akan memberikan sosialisasi teknik pemecahan soal matematika secara ringkas. Karena berupa kegiatan yang mirip jam tambahan, ia pun memberikan izin. Namun belakangan, ia baru tahu jika izin itu disalahgunakan untuk menjual buku. Atas kondisi ini, dia beberapa kali menghubungi pihak yang meminta izin melakukan sosialisasi itu, namun tak kunjung dapat jawaban. Untuk itu, dia berjanji mendatangi pihak tersebut agar mendapat kepastian. Hal ini karena dianggap menyalahi aturan dan tidak mendapat izin dari sekolah. (kmb38)
BPM/kmb31
DIKAPLING - Lahan pelaba Pura Puseh Desa Pakraman Karangasem yang dikapling di Banjar Pesuguhan Desa Seraya. Tampak tumpukan kayu yang dipotong pihak yang mengkapling lahan.
Tanah ’’Pelaba’’ Pura Dikapling
Desa Pakraman Pertanyakan Penanganan Amlapura (Bali Post) Tanah pelaba pura milik Desa Pakraman Karangasem dikaplingkapling oleh sejumlah oknum warga. Tidak terima dengan tindakan itu, Prajuru Desa Pakraman Karangasem melaporkan kasusnya ke Polres Karangasem sejak 19 Oktober, atas kasus pengambilan tanah tanpa hak dan perusakan. Namun, hingga Jumat (4/11), pihak prajuru sebagai pelapor belum juga menerima hasil perkembangan penyelidikan dari pihak kepolisian. Bendesa Desa Pakraman Karangasem, I Wayan Bagiarta, mengatakan Desa Pakraman Karangasem memiliki tanah pelaba pura dari Pura Puseh di Banjar Pesuguhan, Desa Seraya, seluas 15 hektar. Tanah pelaba pura ini dikatakan sudah bersertifikat seluas satu hektar 37 are dalam dua sertifikat, dengan nomor 1214 dan 1215. Nama pemegang hak kedua sertifikat ini atas nama Pura Puseh Desa Pakraman Karangasem. Pihaknya baru tahu ada aktivitas pengkaplingan lahan pelaba pura, setelah menerima informasi dari warga setempat bahwa pohonpohon besar di atas lahan tersebut telah dirobohkan dengan mesin chain saw. Luasan lahan yang diratakan cukup luas, mencapai empat hektar. Atas informasi itu,
pihak prajuru sempat turun langsung ke lokasi. Di sana, di atas lahan tersebut, ditemukan banyak tumpukan kayu gelondongan berbagai jenis, mulai dari intaran, bekul dan lainnya. “Selain itu, kami juga melihat ada patok-patok dari BPN,” kata Bagiarta. Informasi yang diterima saat turun ke sana, kayu-kayu tersebut dipotong-potong oleh seorang warga bernama Made Lulut. Kemudian hasil kayunya dijual kepada warga setempat I Wayan Direng. Selain itu, prajuru semakin kaget setelah menemukan beberapa kuitansi hasil penjualan tanah pada lokasi tersebut. Salah satunya selembar kuitansi atas nama Nyoman Manis sebagai pembeli, dan yang menerima uang atas nama Nyoman Wija senilai Rp 190 juta untuk uang muka tanah di wilayah setempat seluas 5 are, tertanggal 20 September 2016. Selain itu, juga ada atas nama UED (Usaha Ekonom Desa) Seraya membeli lahan seluas Rp 5 are dengan uang muka Rp 100 juta. Ada juga CU (Credit Union) Banjar Tenggang, membeli lahan seluas 3 are, dengan informasi awal yang diterima prajuru, sudah membayar uang muka Rp 100 juta. Ada juga atas nama I Wayan Kayun asal Banjar Gambang I Komang Diarmara asal Banjar Bungkulan,
Desa Seraya. Namun, Bagiarta menegaskan, belum dapat informasi detail, berapa luas lahan dibeli, berapa biayanya dan kepada siapa lahannya dijual. Atas situasi ini, prajuru Desa Pakraman Karangasem sempat mengundang para warga penggarap di atas lahan pelaba pura tersebut, ke Wantilan Pura Puseh desa setempat pada Jumat. Jumlahnya mencapai 19 orang. Namun, mereka kompak tidak hadir. Melihat situasi ini, Bagiarta mendesak Polres Karangasem agar segera menuntakan penyelidikan terhadap laporan mereka. Atau minimal, pihak kepolisian bisa memberikan SP2HP (Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan). Bila Polres Karangasem masih cuek, Bagiarta menegaskan akan membawa kasus ini ke Polda Bali. “Kami juga akan ajak masyarakat ke Polres Karangasem, mempertanyakan sejauh mana kasus ini sudah ditangani polres,” kata Bagiarta yang juga seorang pengacara ini. Kasat Reskrim Polres Karangasem, AKP Noor Maghantara, dimintai konfirmasi perihal perkembangan penanganan kasus ini, belum bersedia memberikan tanggapan. Dihubungi melalui pesan singkat ke nomor telepon genggamnya, dia tidak memberi jawaban. (kmb31)
Denpasar (Bali Post) Pemerintah Hongaria yang dalam hal ini diwakili oleh Wakil Menteri Foreign Affairs dan Perdagangan Hongaria, Dr. László Szabó, didampingi Duta Besar Hongaria-Indonesia, Judit Németh-Pach, dan beberapa perwakilan perusahaan Hongaria beserta mitra bisnisnya di Bali mengunjungi Hatten Wines, Sanur, Sabtu (5/11) kemarin. Kunjungan ini disambut langsung GM Hatten Wines, I Nyoman Lila Yudiana, Ketua PHRI Badung, I G.N. Rai Suryawijaya, S.E., MBA., dan Ketua Umum Kadin Bali, AAN. Alit Wiraputra, S.H., M.H. Duta Besar HongariaIndonesia, Judit NémethPach, mengatakan kunjungannya bersama jajaran adalah sebagai bentuk untuk menjalin kerja sama di bidang bisnis minuman wine lokal Hongaria dengan Hatten Wines, Sanur. Selain juga sebagai ajang promosi produksi wine lokal dari Grand Tokaj Winery, Hongaria di Bali. Mengingat, kebutuhan akan minuman wine di Bali terus meningkat seiring pesatnya kunjungan wisata, terutama dari Eropa dan Australia. Pihaknya sangat berterima kasih kepada pihak Hatten Wines Sanur yang
telah menyambut kedatangan mereka dengan baik. Ia mengatakan kualitas wine di Bali sangat luar biasa. Diharapkan dengan adanya kerja sama antara Hongaria dengan Indonesia, khususnya Bali mampu menciptakan produk wine yang berkualitas dan bisa memenuhi pasar pariwisata. Sehingga, produk wine lokal Hongaria bisa dinikmati di Bali oleh wisatawan tanpa mematikan produksi wine di Hatten Wines Sanur. GM Hatten Wines Sanur, I Nyoman Lila Yudiana, menyambut baik kedatangan pemerintah Hongaria tersebut. Ia mengatakan, kedatangan pemerintah Hongaria bukan untuk menyaingi produksi dan pemasaran wine di Hatten Wines sanur. Melainkan ingin berpartisipasi dalam mendukung pariwisata di Bali akan kebutuhan minuman yang terbuat dari anggur tersebut. “Kami sangat welcome dengan kunjungan mereka (Hongaria), sebab kedatangan mereka bukanlah menjadi kompetitor kami. Melainkan kami hanya menjembati mereka dengan GM hotel-hotel yang ada di Bali sebagai tempat distributor produk mereka nanti,” ujar I Nyoman Lila Yudiana Sabtu (5/11) kemarin. (win)
BPM/eka
WINE - Kunjungan PHRI Badung dan Embassy Hungaray di Hatten Wines, Sanur, Sabtu (5/11) kemarin.
z Perintis : K.Nadha, z Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha zPemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata zRedaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana zSekretaris Redaksi: Sugiartha zRedaktur Eksekutif: Parwata zRedaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra zAnggota Redaksi Denpasar: Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Sumatika, Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Parwata, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada. Bangli: IA Swasrina, Sosiawan, Buleleng: Dewa Kusuma, Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya, . Karangasem: Budana, Bagiarta, Klungkung: Dewa Dedy Farendra, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto zKantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalam Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta, zAlamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Sumbangan untuk orang sakit Rek. BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00016-8 A/n Simpati Anda,BCA Cabang Denpasar No.040.3555000 A/n Simpati Anda, Dana Punia Pura Rek.BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00017-1 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3966000 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3277000 A/n Dompet Beasiswa, BCA Cabang Denpasar No. 040.3688000 A/n Dompet Lingkungan. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
DAERAH
Minggu Kliwon, 6 November 2016
Keputusan Sengketa Pilkada Buleleng
Yayasan Bunga Bali Layani 5.000 Tuna Daksa Diberi Keterampilan Ekonomi Produktif agar Mandiri YAYASAN yang terletak di Jalan Ida Bagus Mantra ini terbilang cukup unik. Bagaimana tidak, sejak pertama berdiri tahun 2002, yayasan ini sedikitnya telah melayani 5.000 tuna daksa (cacat fisik). Warga binaan di Yayasan Bunga Bali ini memang dominan mengalami cacat fisik, namun ada juga tuna netra dan tuna grahitak. Yayasan Bunga Bali didirikan oleh mantan Gubernur Bali Dewa Beratha, mantan Dirut RSUP Sanglah dr. IGLM Rudiartha, mantan Wagub Alit Putra, dan sejumlah tokoh lainnya. Yayasan ini berdiri di atas tanah hibah dari Pemda dan bangunannya bantuan dari pemerintah pusat. Nyoman Dana, Sekretaris Yayasan Bunga Bali menuturkan, di Yayasan Bunga Bali ada 2 kategori warga binaan. Yakni, warga yang sedang menjalani rehab kesehatan jumlahnya 5 KK sebanyak 16 orang dan warga ekonomi produktif sebanyak 20 orang. Mereka ada yang dari Klungkung, Karangasem, Bangli, bahkan juga dari luar Bali seperti Flores, NTT. “Sekarang ada 1 kelompok warga binaan Yayasan Bunga Bali di Bangli sedang menggarap dupa,” tuturnya. Warga binaan Yayasan Bunga Bali datang dan pergi. Mereka datang, tinggal, makan dan minum di rumah singgah itu lalu dilatih keterampilan agar bisa mandiri. Hanya 3 tahun para warga binaan dapat tinggal, setelah itu mereka diharapkan dapat
Bali Post/may
MAINAN - Para warga binaan Yayasan Bunga Bali sedang membuat mainan. mandiri setelah mendapat puzzle, mainan anak-anak, keterampilan di rumah sing- tusuk sate, dupa dari bambu, gah itu. “Setelah 3 tahun dan barang kerajinan lainnya. dianggap mampu mandiri. Hasil kerajinan dijual di Art Mereka pulang dengan mem- Market di Nusa Dua. Pasar bawa alat-alat, membawa mereka masih terbatas hanya bahan baku, mereka mencari di art market, selain dipajang pasar sendiri, tapi ada juga di etalase Yayasan Bunga yang lewat Bunga Bali, dan Bali. Selain membuat barang itu masih bisa,” tuturnya. kerajinan, para tuna daksa Meski demikian, Yayasan yang mempunyai keterampiBunga Bali tetap membantu lan memasak dapat mengelopara warga yang telah mandi- la kantin di depan yayasan ri hidup di luar yayasan, secara berkelompok. mulai dari bantuan moral Para donatur biasanya hingga materi. “Ada yang memberikan bantuan berukarena kondisi di rumah pa sembako, alat-alat untuk mereka tidak memungkinkan membuat kerajinan, bahan untuk dilanjutkan, mereka baku kerajinan, mesin petinggal di sini. Tapi kalau motong kayu, cat, dll. “Kami yang sudah bisa melanjutkan jarang menerima uang cash. dengan kelompok mereka, Kalaupun ada yang memmereka melanjutkan di ru- butuhkan biaya perawatan mah. Tapi tetap kita pantau rumah sakit, para donatur terutama yang memakai alat biasanya membantu membibantu kursi roda, kaki palsu,” ayai ke rumah sakit. Kalau urainya. ada yang butuh kursi roda, Di yayasan tersebut para donatur memberikan kursi penyandang cacat fisik di- roda, bukan uang,” jelasnya. latih keterampilan membuat (may)
KPU Diminta Virtual Ulang di Lima Desa Singaraja (Bali Post) Musyawarah sengketa Pilkada Buleleng memasuki masa pembacaan keputusan majelis musyawarah. Dalam musyawarah, Sabtu (5/11) kemarin majelis musyawarah mengabulkan sebagian permohonan pemohoan (bakal pasangan calon perseorangan Dewa Nyoman Sukrawan dan I Gede Dharma Wijaya). Keputusan ini sekaligus memerintahkan KPU Kabupaten Buleleng melakukan verifikasi faktual (virtual) ulang di lima desa dan kelurahan di Buleleng. Musyawarah kemarin dipimpin Putu Sugiardana bersama Ketut Ariyani. Pihak pemohon diwakili tim advokasi bakal pasangan calon Sukrawan dan Dharma Wijaya (Surya) Nyoman Sunarta. Sementara termohon dihadiri langsung Ketua KPU Gede Suardana bersama tim kuasa hukumnya, Agus Saputra. Virtual ulang di lima desa di Buleleng masing-masing di Kelurahan Banjar Jawa (Kecamatan Buleleng), Desa Bila, Desa Mengening (Kecamatan Kubutambahan), Desa Gerokgak (Kecamatan Gerokgak), dan satu orang pendukung di Desa Pelapuan (Kecamatan Busungbiu). Dari lima wilayah ini, dukungan yang dimiliki Surya sebanyak 529. Rinciannya, Kelurahan Banjar Jawa 311, Desa Bila 46, Desa Mengening 19,
Presiden Jokowi Kagumi Hanggar GMF
Dukung Menjadi Global ’’Player” Industri MRO PRESIDEN RI Joko Widodo untuk pertama kalinya meninjau salah satu fasilitas anak perusahaan Garuda Indonesia, yaitu Hangar 4 GMF AeroAsia sejak diresmikannya hanggar perawatan pesawat terbesar di dunia untuk tipe narrow body tersebut pada September 2015. Presiden Joko Widodo yang hadir didampingi Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi dan Menteri BUMN RI Rini Soemarno, diterima Direktur Utama Garuda Indonesia M. Arif Wibowo dan Direktur Utama GMF Aeroasia Juliandra Nurtjahjo beserta jajaran direksi Garuda dan GMF di kantor pusat GMF di Cengkareng, Jumat (4/11). Presiden Jokowi mengapresiasi pencapaian yang diraih Garuda Indonesia Group, dalam hal ini GMF AeroAsia yang mampu mengembangkan fasilitas Maintenance Repair dan Overhaul (MRO) pesawat Hanggar 4 yang merupakan fasilitas maintenance pesawat narrow body terbesar di dunia. “Kami mengapreasiasi kinerja GMF yang berhasil membukukan revenue perusahaan yang positif. Tentunya hal tersebut tidak terlepas dari usaha terbaik para insinyur dan teknisi di GMF yang hampir semuanya merupakan SDM unggul yang berasal dari Indonesia,” kata Presiden Jokowi. Presiden juga mendukung perjuangan GMF untuk menjadi pemain global dengan target menjadi Top 10 MRO pada tahun 2020. Presiden Jokowi
FASILITAS - Presiden Joko Widodo meninjau salah satu fasilitas anak perusahaan Garuda Indonesia, yaitu Hangar 4 GMF AeroAsia di Cengkareng, Jumat (4/11). mengatakan, “Ke depannya kami harapkan Indonesia dapat terus mengembangkan basis industri MRO (perawatan dan perbaikan pesawat) yang kuat, khususnya terkait dengan rencana akan dibangunnya basis MRO di Batam dan Biak.” Direktur Utama Garuda Indonesia M. Arif Wibowo mengatakan, pengembangan Hangar 4 GMF Aeroasia merupakan bagian dari implementasi strategi bisnis jangka panjang Garuda Indonesia “Sky Beyond”. “Pada tahun 2020, Garuda Indonesia (dan Citilink) akan mengoperasikan pesawat narrow body, regional jet, dan pesawat turboprop sebanyak 241 pesawat. Di samping itu, pengembangan fasilitas MRO ini tidak terlepas dari inisiatif GMF AeroAsia dalam meng-
grab pasar perawatan pesawat narrow body di regional Asia Pasifik yang diprediksi akan menjadi pemimpin pasar dalam bisnis perawatan pesawat” kata Arif. Hanggar 4 GMF AeroAsia dibangun di areal seluas 67.022 meter persegi yang dapat menampung 16 pesawat narrow body yang mengusung konsep eco-friendly berwawasan lingkungan. Konsep desain Hangar 4 mengadaptasi filosofi desain butterfly, terdiri dari dua wing dan area perkantoran serta workshop di bagian tengah. Konsep ini berangkat dari keinginan untuk memiliki Hangar berstandar internasional dengan desain yang kreatif. Selain itu, dari sisi operasional juga dipandang lebih efektif karena movement pesawat lebih fleksibel. (bns)
3
Desa Gerokgak 143, dan Desa Pelapuan satu dukungan. Sementara total kekurangan dukungan yang dibutuhkan agar dapat memenuhi syarat dukungan minimal sebagai calon perseorangan adalah 235. Dalam musyawarah sebelumnya, termohon menawarkan kepada pemohon untuk melakukan virtual di tiga wilayah. Hanya saja tawaran itu ditolak dan pihak Surya ngotot agar verifikasi dilakukan di 14 desa dan kelurahan di Buleleng. Pimpinan Musyawarah Putu Sugiardana mengatakan, keputusan ini berdasarkan hasil pemeriksaan saksisaksi selama musyawarah digelar. Terkait mengabulkan tambahan dua desa untuk dilakukan virtual ulang, hal itu berdasarkan kondisi di lapangan yang dikuatkan
Gelar Seminar Harapan Baru Penyembuhan Berbagai Penyakit BALI Royal Hospital (BROS) bekerja sama dengan Beacon Hospital dan Perhimpunan Persahabatan Indonesia Tiongkok (PPIT) kembali mengadakan seminar kesehatan harapan baru penyembuhan berbagai penyakit, Sabtu (5/11) di Imperium Hall BROS, Jalan Letda Tantular, No. 6 Denpasar. Seminar dengan tema “Share Your Love, Spread Your Hope” itu dimoderatori Dr. dr. R.A. Tuty Kuswardhani Suastika, Sp.PD-KGer, FINASIM, M.Kes. Mantan Rektor Unud Prof. Dr. dr. K. Sukardika, Sp.MK (K) merupakan salah satu pembicara dalam seminar itu membahas tentang “Stem Cells, Apa itu?”. Juga ada Prof. Dr. dr. Wimpie Pangkahila, Sp.And., membahas tentang “The Concepts of Anti-Aging Medicine and Stem Cells Therapy”. Hazel Yam dari Beacon Hospital membahas tentang “What is your DNA Telling You”, serta dr. Ni Made Dwi Asti Lestari, M.Kes., Sp.GK., membahas tentang peranan nutrisi pada perkembangan stem cell dalam perannya sebagai antiaging. Prof. Sukardika dalam seminar tersebut mengatakan, dalam menerapkan program stem cells SDM dan sarana prasarana harus
dipersiapkan dengan baik. “Tenaga medis dan paramedis harus mengerti dulu tentang stem cells, aplikasinya harus berdasarkan teori yang terbaru,” ujarnya. Ia optimis SDM Indonesia dapat menerapkan stem cell, maka dari itu harus belajar dan terus belajar. Dari sisi sarana prasarananya pemerintah juga harus membantu memfasilitasi pengembangan stem cells ini di Indonesia. “Pemerintah harus highly dedicated, highly committed, highly discipline untuk membangun kesehatan rakyat Bali dan rakyat Indonesia seluruhnya dan pariwisata sangat tertolong oleh adanya ini. Bali sebagai the island of paradise perlu dipertahankan, the island of god, the island of democrated, the island of stem cells, sambil berobat ke Bali sambil berwisata,” bebernya. Direktur BROS dr. I Gede Wiryana Patra Jaya, M.Kes. mengatakan, BROS memegang pinsip organisasi pembelajaran yang salah satu bentuk kegiatannya adalah seminar seperti ini. Seminar tersebut ada seminar internal dilakukan di Bali, atau seminar eksternal untuk melihat, mengetahui kondisi di luar BROS atau Indonesia. Seperti seminar yang dilakukan Beacon Hospital dengan
Gelar Seminar Ilmiah tentang Bayi Prematur pengetahuan peserta baik perawat, bidan, dokter umum, maupun spesialis anak. Bagaimana agar mereka dapat mengembangkan di klinik atau rumah sakit masing-masing tentang perawatan bayi prematur. “Kalau perawatan sudah dari awal kita lakukan, jadi pemberian nutrisi yang lebih bagus, kemudian stabilisasi yang lebih bagus, deteksi jantung lebih cepat kita lakukan sehingga nanti tumbuh kembangnya akan menjadi lebih baik. Jadi, harapan kita untuk generasi yang akan datang tidak kalah bersaing dengan generasi yang dari luar,” jelasnya. Menurut Dharma, bayi terlahir prematur karena beberapa faktor. Ada karena faktor ibu, misalnya ibu yang memiliki hipertensi, menderita gula darah, berusia di atas 40 tahun atau ibu terlalu muda. Ada pula karena faktor bayi itu sendiri, misalnya memiliki kelainan bawaan penyakit jantung, serta faktor plasenta yang terlalu kaku atau terjadi pengapuran. Direktur Utama RSIA Puri Bunda dr. IGA. Putu Yudihartini berharap pihaknya
selalu bisa menjadi pembelajar terhadap keilmuwan baru untuk kemudian dibagikan kepada tenaga kesehatan lainnya. Dengan demikian, para tenaga kesehatan termasuk masyarakat bisa mendapatkan update keilmuwan. Bila bicara materi seminar ilmiah, tentu update mengenai penanganan bayi prematur dan deteksi dini terhadap pasien khususnya bayi. “Kami memang fokus untuk pelayanan kesehatan ibu dan anak. Bagaimana meningkatkan mutu pelayanan khususnya untuk pasien anak, salah satunya dengan menggelar seminar ini,” ujarnya. Yudihartini menambahkan, HUT XIII RSIA Puri Bunda secara umum mengangkat tema “Tumbuh Bersama Puri Bunda, Wujudkan Generasi Emas”. Tema ini diangkat lantaran menyadari bahwa golden period atau 1.000 hari pertama merupakan masa yang sangat penting. Pihaknya berupaya meningkatkan kualitas 1.000 hari pertama kehidupan anakanak khususnya di Denpasar melalui mutu pelayanan yang maksimal. “Beberapa upaya
pemohon akan mengajukan banding atau tidak. “Sesuai regulasi yang ada, keputusan ini tiga hari kerja wajib ditindaklanjuti. Apakah ada banding dari pemohon hingga nanti ada keputusan final itu sudah di luar tahapan musyawarah,” jelasnya. Sementara Ketua KPU Gede Suardana mengatakan, sebelum menindaklanjuti keputusan majelis musyawarah pihaknya akan melakukan koordinasi dan memohon petunjuk lebih lanjut kepada KPU Provinsi Bali dan KPU-RI. Terkait isi putusan termasuk tambahan dua wilayah untuk dilakukan virtual, Suardana tidak memberikan komentar karena hal itu ditentukan oleh mejelis musyawarah. Tim advokasi Surya, Nyoman Sunarta mengakatakan pasca-keputusan ini pihaknya akan berkoordinasi dengan bakal pasangan calon perseorangan, apakah menerima atau menempuh upaya banding. “Karena bakal pasangan calon kami tidak hadir, sehinga putusan ini akan kami koordinasikan dulu apakah banding atau menerima,” jelasnya. (kmb38)
BROS Kerja Sama dengan Beacon Hospital
Rangkaian HUT XIII RSIA Puri Bunda SERANGKAIAN HUT XIII Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Puri Bunda menggelar seminar ilmiah di Quest Hotel, Sabtu (5/11). Seminar ilmiah membahas materi “Nutrisi pada Bayi Prematur dan Permasalahannya” serta “Deteksi Dini Penyakit Jantung pada Bayi Baru Lahir”. Ada dua narasumber yang dihadirkan, masing-masing Dr. dr. Rinawati Rohsiswatmo, Sp.A(K) dari RSCM/FK UI dan Dr. dr. Ni Putu Venny Kartika Yantie, Sp.A(K), M.Sc., dari RSUP Sanglah/FK Unud. “Ini dalam rangka untuk menurunkan angka mortalitas dari bayi-bayi premature. Karena, seperti diketahui bayi prematur di Indonesia masih cukup tinggi angka kejadiannya, yakni kurang lebih 20 persen. Di Bali juga masih cukup tinggi,” ungkap Ketua Panitia Seminar Ilmiah, dr. I Wayan Dharma Artana, Sp.A(K). Di tingkat internasional, lanjut Dharma, Indonesia bahkan masuk di urutan kelima terbesar penyumbang bayi prematur. Itu sebabnya seminar ini diharapkan dapat menambah
dengan keterangan saksi yang diajukan. Dia mencontohkan, di Desa Pelapuan satu orang pendukung belum diverifikasi karena saat virtual di wilayah ini dilakukan pendukung bersangkutan dalam kondisi sakit. Sedangkan di Desa Gerokgak alasan mengapa mengabulkan virtual ulang karena dari keterangan saksi, virtual tidak dilakukan. “Kalau di Pelapuan itu saat virtual pendukung saat itu sakit. Dasar pertimbangan memang ada hak konstitusi, tidak boleh membuat keputusan yang melanggar sehingga harus diamini hak konstitusi itu. Gerokgak ada sebuah situasi, kemudian kondisi virtual tidak bisa dilakukan,” jelasnya. Menurut Sugiardana, sesuai ketentuan KPU Kabupaten Buleleng wajib menindaklanjuti seluruh isi keputusan majelis musyawarah. Sesuai ketentuan, keputuan wajib ditindaklanjuti selama tiga hari kerja setelah keputusan dibacakan. Itu artinya, Rabu (9/11) pekan depan waktu terakhir KPU harus menindaklanjuti keputuaan mejelis musyawarah. Pelaksanan keputusan ini tidak harus menunggu apakah pihak
SEMINAR – Pemateri Dr. dr. Ni Putu Venny Kartika Yantie, Sp.A(K), M.Sc., dari RSUP Sanglah/FK Unud membawakan materi “Deteksi Dini Penyakit Jantung pada Bayi Baru Lahir”, dipandu moderator dr. AAN. Prayoga, Sp.A., dalam seminar ilmiah serangkaian HUT XIII RSIA Puri Bunda. yang kita lakukan, seperti seka- memiliki fasilitas ruang intensif rang ada kita punya ekokar- NICU maupun PICU dengan diografi untuk anak. Jadi kita kapasitas yang cukup memadai. bisa lakukan juga screening Kami bahkan siap membantu pada bayi baru lahir, apakah rumah sakit atau klinik yang memang ada kelainan jantung membutuhkan fasilitas itu,” atau tidak. Kami juga sudah tandasnya. (ad367)
SEMINAR - BROS menyelenggarakan seminar kesehatan harapan baru penyembuhan berbagai penyakit. stem cells-nya. Meskipun di BROS sudah melakukan stem cells yang sederhana, namun pihaknya ingin melihat lebih banyak lagi tentang stem cells di luar Bali. “Intinya kami ingin update, ini sudah menjadi trend, karena ada pemikiran kita untuk pengembangan sehingga kita ingin melihat apa yang dilakukan Beacon Hospital,” ujarnya. BROS dengan 4 layanan unggulan yaitu bayi tabung, minimal invasif, bedah plas-
tik, bedah saraf, 2 diantaranya sudah go internasional karena pasien datang dari luar negeri. “Seperti bayi tabung, banyak yang datang dari Cina, Hongkong, Perancis. Pasien bedah kosmetik datang dari Australia,” bebernya. Mengingat era globalisasi pihaknya tidak ingin hanya berkutat di lokal karena Bali memiliki potensi untuk dikembangkan ke luar negeri dengan medical tourism. (ad170)
4
Minggu Kliwon, 6 November 2016
BPM/ist
BAHASA - Jika bahasa Indonesia berhasil menjadi bahasa internasional, tentu kita akan bangga dan semakin mencintai bahasa Indonesia. Pemerintah memegang peranan utama dalam membina kecintaan dan menyelenggarakan perlindungan terhadap bahasa Indonesia. Selaku generasi muda juga dapat melakukan hal-hal kecil untuk memupuk kecintaan dan kebanggaan kita terhadap bahasa Indonesia, misalnya dengan lebih sering menggunakan bahasa Indonesia dalam percakapan sehari-hari. Jangan lupa, bahasa menunjukkan bangsa!
Perlindungan Terhadap Bahasa Indonesia pada Era Globalisasi Tiada bahasa, bangsa pun hilang -Muhammad Yamin-
BAHASA, jika kita artikan secara umum, adalah alat yang kita gunakan untuk berkomunikasi dengan sesama manusia. Setiap negara tentu memiliki bahasa resmi nasional masing-masing. Indonesia juga memiliki bahasa resmi negara, yaitu bahasa Indonesia. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan (UU No. 24/2009), pasal 25 ayat 1 dan 2, dengan jelas menyatakan: (1) Bahasa Indonesia yang dinyatakan sebagai bahasa resmi negara dalam Pasal 36 UndangUndang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia Tahun 1945 bersumber dari bahasa yang diikrarkan dalam Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928 sebagai bahasa persatuan yang dikembangkan sesuai dengan dinamika peradaban bangsa; (2) Bahasa Indonesia sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berfungsi sebagai jati diri bangsa, kebanggaan nasional, sarana pemersatu berbagai suku bangsa, serta sarana komunikasi antardaerah dan antarbudaya daerah. Namun ironis, sampai sekarang tampaknya bahasa Indonesia belum menjadi kebanggaan nasional. Salah satu tandanya adalah dihapusnya persyaratan penggunaan bahasa Indonesia bagi tenaga kerja asing. Walaupun terlihat remeh, kebijakan tersebut mencerminkan kurangnya kebanggaan terhadap bahasa Indonesia dan kurangnya kesadaran terhadap pentingnya melindungi bahasa Indonesia. Jika bahasa Indonesia begitu penting bagi bangsa dan negara Indonesia, sebagaimana yang dinyatakan dalam UU No. 24/2009, maka masyarakat Indonesia sendiri tentu tidak boleh menganggap bahasa Indonesia tidak penting. Masyarakat Indonesia harus melindungi bahasa Indonesia. Salah satu caranya adalah dengan menanamkan rasa bangga terhadap bahasa Indonesia pada generasi muda. Generasi Muda Membuat generasi muda Indonesia bangga terhadap bahasa nasionalnya merupakan langkah yang paling sangkil dan mangkus untuk melindungi bahasa Indonesia. Masalahnya, generasi muda zaman sekarang banyak yang sudah terkena imbas arus globalisasi, sehingga minat dan perhatian mereka terhadap bahasa Indonesia menjadi pudar. Derasnya arus globalisasi yang mendatangkan aneka rupa permainan canggih modern dan gawai elektronik yang memikat dari luar negeri, misalnya, tentu sangat mempengaruhi nilai tawar bahasa Indonesia di mata generasi muda. Hampir semua permainan berteknologi digital yang pernah atau sedang naik daun di mata para muda menggunakan bahasa Inggris. Dampaknya, banyak muda-mudi Indonesia kiwari kemung-
kinan besar lebih akrab dengan bahasa Inggris daripada bahasa Indonesia, karena mereka sering memainkan karakter-karakter virtual dalam permainan berteknologi digital. Dampak tersebut akan lebih besar jika melibatkan permainan daring yang makin hari makin banyak penggemarnya, karena biaya koneksi internet semakin murah di Indonesia. Dalam permainan daring, pemain dapat berkomunikasi dengan pemain lain dari seluruh penjuru dunia. Karena melibatkan pemain dari seluruh dunia, bahasa yang lazim digunakan dalam fitur obrolan daring adalah bahasa pergaulan internasional, yaitu bahasa Inggris. Hal ini secara tidak langsung dapat menggerus kebanggaan generasi muda terhadap bahasa Indonesia, dan membuat remaja Indonesia menjadi kurang terbiasa menggunakan bahasa Indonesia secara baik dan benar dalam kehidupan sehari-hari. Risiko merosotnya kedudukan bahasa Indonesia di mata generasi muda akibat derasnya arus globalisasi seharusnya menjadi keprihatinan kita bersama sebagai bangsa. Pemerintah dapat memainkan peran utama dalam mengambil langkah antisipasi terhadap dampak arus globalisasi yang merugikan bahasa Indonesia. Dengan dana publik yang dimilikinya, misalnya, Pemerintah dapat mendorong inovasi di dunia permainan berbasis teknologi digital dan internet yang menggunakan bahasa Indonesia. Jika permainan berbahasa Indonesia itu memikat, tentu akan diminati para muda di Indonesia, sehingga rasa bangga mereka terhadap bahasa Indonesia akan perlahan-lahan tumbuh. Lebih bagus lagi apabila Pemerintah mendi-
rikan atau mendanai perusahaan nasional untuk menghadirkan permainan berteknologi canggih ciptaan Indonesia yang sedemikian menarik hingga diminati orang banyak dalam lingkup internasional. Jika hasil karya Indonesia itu berhasil merebut hati khalayak ramai dari berbagai negara, maka masyarakat Indonesia, termasuk generasi mudanya, tentu akan bangga terhadap Indonesia. Kebanggaan terhadap buah cipta anak bangsa akan otomatis menumbuhkan rasa bangga terhadap keindonesiaan, termasuk bahasa Indonesia. Permainan Selain dengan menanam modal dalam bidang pengembangan permainan berteknologi mutakhir, Pemerintah juga dapat menumbuhkan rasa bangga generasi muda terhadap bahasa Indonesia dengan mengembangkan strategi baru dalam pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah-sekolah. Sulit dipungkiri, saat ini Bahasa Indonesia merupakan pelajaran yang kurang disukai siswa. Salah satu penyebabnya, pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah sering hanya berisi materi tata bahasa, sehingga menjadi kurang menarik. Jika Pemerintah mengubah cara belajar-mengajar Bahasa Indonesia di sekolah sedemikian rupa hingga siswa menjadi senang belajar bahasa Indonesia, maka kebanggaan siswa terhadap bahasa Indonesia pasti tumbuh dengan subur. Misalnya, Pemerintah dapat mengubah kurikulum Bahasa Indonesia dengan lebih banyak memasukkan cerita sebagai bahan pelajaran. Kenyataan menunjukkan bahwa kebanyakan siswa lebih menyukai cerita dibandingkan dengan paparan teori. Buktinya, banyak siswa lebih suka membaca komik atau bacaan populer lainnya ketimbang membaca buku pelajaran. Jika pelajaran Bahasa Indonesia diberikan melalui media cerita, kemungkinan besar perhatian dan minat siswa terhadap bahasa Indonesia akan meningkat. Desakan agar pemerintah mengambil peran utama dalam melindungi bahasa Indonesia di tengah arus deras globalisasi bukan tanpa alasan. UU No. 24/2009 pasal 41 secara tegas mengamanatkan bahwa “Pemerintah wajib mengembangkan, membina, dan melindungi bahasa dan sastra Indonesia agar tetap memenuhi kedudukan dan fungsinya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, sesuai dengan perkembangan zaman.” Sejumlah pasal lain dalam undang-undang tersebut secara tegas mengatur penggunaan
bahasa Indonesia. Antara lain; Pasal 28: Bahasa Indonesia wajib digunakan dalam pidato resmi Presiden, Wakil Presiden, dan pejabat negara yang lain yang disampaikan di dalam atau di luar negeri. Pasal 32 ayat 1: Bahasa Indonesia wajib digunakan dalam forum yang bersifat nasional atau forum yang bersifat internasional di Indonesia. Pasal 36 ayat 3: Bahasa Indonesia wajib digunakan untuk nama bangunan atau gedung, jalan, apartemen atau permukiman, perkantoran, kompleks perdagangan, merek dagang, lembaga usaha, lembaga pendidikan, organisasi yang didirikan atau dimiliki oleh warga negara Indonesia atau badan hukum Indonesia. Pasal 37 ayat 1: Bahasa Indonesia wajib digunakan dalam informasi tentang produk barang atau jasa produksi dalam negeri atau luar negeri yang beredar di Indonesia. Pasal 38 ayat 1: Bahasa Indonesia wajib digunakan dalam rambu umum, penunjuk jalan, fasilitas umum, spanduk, dan alat informasi lain yang merupakan pelayanan umum. Kenyataan Masalahnya, dalam kenyataan, apakah pasal-pasal tentang penggunaan bahasa Indonesia tersebut telah dilaksanakan secara konsisten? Adakah sanksinya apabila amanat undang-undang itu tidak dilaksanakan? UU No. 24/2009 tidak mengatur sanksi untuk pelanggaran aturan tentang penggunaan bahasa Indonesia. Jika tidak ada sanksinya, tentu saja perlindungan terhadap bahasa Indonesia tidak akan bisa dijalankan secara mangkus. Hal inilah yang harus diperbaiki oleh Pemerintah. Agar bahasa Indonesia terlindungi pada era globalisasi, Pemerintah berkewajiban menegakkan undang-undang yang ada tentang penggunaan bahasa Indonesia. UU No. 24/2009 pasal 44 ayat 1 menyatakan bahwa “Pemerintah meningkatkan fungsi Bahasa Indonesia menjadi bahasa internasional secara bertahap, sistematis, dan berkelanjutan.” Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan jika kita sungguh-sungguh ingin menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional. Pertama-tama, Indonesia harus memegang peranan penting dalam pergaulan internasional. Caranya, antara lain, Pemerintah harus bersikap tegas dalam melindungi dan mengutamakan kepentingan nasional di tengah berbagai kepentingan negara-negara asing.
Orang Indonesia juga harus berprestasi di tingkat internasional. Jika pengarang Indonesia berhasil meraih hadiah Nobel Sastra berkat karya berbahasa Indonesia, misalnya, maka martabat bahasa Indonesia akan terangkat di mata dunia. Kenyataan membuktikan, terdapat banyak pemenang Nobel Sastra yang menulis dengan bahasa nasional masing masing. Sebut saja Octavio Paz, Jose Saramago, Kenzaburo Oe, Mo Yan dan lain-lain. Jika bangsa, negara, dan orang Indonesia disegani pengaruhnya dan prestasinya di kancah dunia, maka pihak-pihak yang berkepentingan dengan Indonesia akan dengan sendirinya mempelajari bahasa dan budaya Indonesia. Dengan demikian, bahasa Indonesia akan memiliki peluang yang lebih besar untuk menjadi bahasa internasional. Pengaruh dan prestasi Indonesia dalam percaturan internasional akan menentukan martabat bahasa Indonesia di tengah bahasa-bahasa lain di dunia. Jika Indonesia menjadi bangsa yang maju dan kuat, maka otomatis bahasa Indonesia akan menjadi penting di dunia internasional. Sayang sekali, cita-cita Indonesia untuk menjadi bangsa yang maju dan kuat di dunia masih dihambat oleh maraknya korupsi. Dengan banyaknya korupsi, banyak orang Indonesia yang berprestasi dan berpeluang untuk mengharumkan nama bangsanya di dunia terganjal langkahnya karena ketiadaan atau kekurangan biaya. Penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan yang bernilai penting dan strategis, misalnya, tidak akan berjalan lancar atau bahkan tidak dapat dilakukan jika dananya dikorupsi. Maka dari itu, korupsi harus segera dibasmi dari bumi Indonesia. Jika bahasa Indonesia berhasil menjadi bahasa internasional, tentu kita semua sebagai bangsa akan bangga dan semakin mencintai bahasa Indonesia. Pemerintah memegang peranan utama dalam membina kecintaan dan menyelenggarakan perlindungan terhadap bahasa Indonesia. Namun tanggungjawab terhadap bahasa Indonesia tidak hanya berada di tangan Pemerintah. Kita selaku generasi muda juga dapat melakukan hal-hal kecil untuk memupuk kecintaan dan kebanggaan kita terhadap bahasa Indonesia, misalnya dengan lebih sering menggunakan bahasa Indonesia dalam percakapan seharihari. Jangan lupa, bahasa menunjukkan bangsa! zPasha Renaisan
Keberadaan Majalah Sekolah SEBUAH sekolah akan menjadi lebih berkembang dengan adanya majalah sekolah, sebagai tempat mewadahi ide-ide kreatif dari peserta didik maupun guru-guru yang ada dalam satuan pendidikan. Beragam ide kreatif terwadahi dan dapat sebagai ajang bertukar informasi dengan sesama sekolah, dengan masyarakat pendukung sekolah, dan juga sebagai sarana memperluas jaringan komunikasi dengan lembaga-lembaga terkait lainnya. Beragam informasi bisa disampaikan melalui majalah sekolah. Keberadaan majalah sekolah juga bisa sebagai tempat berlatih bagi peserta didik untuk belajar menulis, tempat belajar menyampaikan ide dan gagasannya dalam bahasa tulis. Semakin sering dan beragam tulisan yang dihasilkan akan semakin berkembang juga pengetahuan, keterampilan, dan sikap dari peserta didik. Kegelisahan kreatif peserta didik akan tersalurkan dengan adanya majalah sekolah. Amat bersyukurlah jika sebuah lembaga pendidikan memiliki majalah sekolah. Dunia pendidikan terus berkembang, informasi mengenai sekolah amat perlu disampaikan kepada masyarakat. Masyarakat akan bisa menilai keberadaaan dari sebuah sekolah. Sederhananya di dalam sekolah akan diketahui kemajuan-kemajuan yang telah dicapainya. Mutu sekolah akan terlihat dari
majalah sekolah karena di dalamnya akan ada informasi mengenai prestasi-prestasi yang sudah diperolehnya. Menyemaikan Ide Kreatif Generasi muda bangsa dituntut agar selalu mengembangkan ilmu pengetahuan dan seninya (ipteks) lebih-lebih dalam perkembangan sekarang ini. Keberadaan dunia tulis-menulis benar-benar menjadi barang langka. Hanya segelintir yang menggeluti dan mau berbagi pengetahuan dengan sesama. Catatan tertulis amat diperlukan, bukan berarti yang lisan ditiadakan. Hal ini akan semakin mengembangkan budaya literasi (keberaksaraan) di kalangan anak-anak bangsa tercinta. Di dalam sebuah lembaga pendidikan (sekolah) pada umumnya ada mading (majalah dinding) yang bisa dijadikan sebagai langkah awal untuk menyalurkan ide-ide dari peserta didik. Akan tetapi, informasi itu hanya bisa diketahui oleh anak-anak bangsa di sekolah tersebut saja. Akan lebih baik lagi ditingkatkan menjadi majalah sekolah yang tertata dalam sebuah wujud cetakan. Cetakan-cetakan ini bisa bertahan lama dan bisa diarsipkan untuk jangka waktu lama sehingga bisa sebagai refleksi bagi sekolah. Sekolah akan berusaha memaksimalkan pelayananya kepada masyarakat agar anak-anak bangsa tumbuh menjadi tunas-tunas bangsa
yang tangguh, berdedikasi, berkarakter luhur sehingga nantinya bangsa dan negara ini terus maju sejahtera bisa sejajar dengan bangsabangsa lain di dunia. Membuat majalah sekolah perlu kerja keras dan tim yang solid, pantang menyerah sehinga majalah yang diharapkan bisa terwujud. Jika sudah terwujud akan ada rasa bangga dan rasa senang karena segala perjuangan bisa dihadapi dengan amat indah. Tantangan pasti ada. Tantangan itu sebagai cambuk itu menjadi lebih baik dari sebelumnya. Peserta didik memiliki beragam ide kreatif yang kadang-kadang tidak terpikirkan sebelumnya. Majalah sekolah bisa dijadikan wadah penyalurannya. Hal-hala unik , menarik, dan memberikan kesan bisa muncul dari olah kreatif peserta didik. Lembaga pendidikan tentu akan merasa bersyukur jika memiliki anak-anak bangsa yang bisa memberdayakan segala potensi yang dimilikinya. Majalah sekolah akan memberikan tantangan tersendiri bagi anak-anak yang ikut serta sebagai redakturnya. Ini memberikan nilai positif. Keberanian berkomunikasi saat mencari informasi bisa tumbuh lebih baik. Di sinilah akan terlihat sikap dan karakter peserta didik dalam berhadapan dengan orang lain. Peserta didik akan belajar menulis laporan mengenai sekolahnya, belajar menulis berita,
MAJALAH SEKOLAH - Peserta didik memiliki beragam ide kreatif yang kadangkadang tidak terpikirkan sebelumnya. Majalah sekolah bisa dijadikan wadah penyalurannya. Hal-hal unik, menarik, dan memberikan kesan bisa muncul dari olah kreatif peserta didik. Lembaga pendidikan tentu akan merasa bersyukur jika memiliki anak-anak bangsa yang bisa memberdayakan segala potensi yang dimilikinya. belajar menulis anekdot, belajar mengaplikasikan ilmu-ilmu yang diberikan oeh gurunya di dalam kelas. Secara tidak langsung akan terjadi saling keterkaitan antara pembelajaran di kelas dan proses penulisan artikel-artikel di majalah. Pengimplementasian ini memberikan pengalaman secara langsung kepada peserta didik. Guru sebenarnya juga bisa menuliskan pengalaman-pengalalamannya dalam majalah sekolah hingga harmonisasi di dalam sekolah
Sehat, Langsing, dan Awet Muda (3) BANYAK faktor penyebab awet muda tidak menjadi milik kita, padahal sudah berbagai macam cara ditempuh. Simak lebih dalam apa penyebabnya dan mengapa segelintir orang saja yang mampu memilikinya. Makanan yang dikonsumsi ke dalam tubuh, olahraga rutin, pikiran positif, taat beribadah, semuanya ini merupakan hal terpenting menuju awet muda. Ikuti peragaan berikut ini bersama instruktur senior Leni dari Lala Studio.
RUBRIK “Bugar” ini terbuka untuk umum. Bagi Anda yang memiliki problem masalah tubuh. Kirimkan ke Redaksi Bali Post ( Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232) Atau Adolfina Grace Tangkudung Sekolah Senam Lala Studio ( Jl. Veteran 66E, Puri Satria Denpasar, telp. 0361. 283226. Cantumkan kupon” “Bugar” di sudut kiri amplop.
Gb. I :Berdirilah tegak dengan tumpuan berat badan pada kaki kiri dan kedua siku lengan ditekuk depan dada. Kaki kanan ditarik lurus ke belakang dan gerakkan naik-turun mengayun hingga terasa kontraksi otot pada pantat kanan, lakukan 2x8 hitungan, setelah itu lakukan juga pada kaki kiri.
Gb. II : Untuk membentuk pantat dan pinggul seksi, berdirilah dengan posisi seperti yang nampak pada gambar. Lakukan gerakan badan naik-turun pada posisi kaki tetap dan badan sedikit condong ke depan.
Gb. III : Paha yang kencang, padat berisi dapat dilatih dengan posisi berdiri tegak kedua kaki dibuka dan ditekuk sedangkan kedua lengan lurus depan dada. Gerakkan badan naik-turun pada 2x8 hitungan, maka akan terasa pengencangan otot paha kanan dan kiri.
Selamat mencoba bagi pembaca yang ingin awet muda dan salam bugar dari Lala Studio.
bisa terwadahi melalui kegiatan tulis-menulis. Majalah sekolah bisa sebagai wahana pemberdayaan ide-ide kreatif peserta didik. Pengimplementasian pembelajaran tersalurkan melalui keberadaan majalah sekolah. Guru-guru dengan peserta didik terbangun sinergitas dalam dunia tulis-menulis. Informasi keberadaan sekolah bisa diperoleh dalam majalah sekolah. zIBW Widiasa Keniten Gb. IV : Betis yang indah padat berisi dapat dilatih dengan berdiri tegak dan berat badan bertumpu pada kaki kiri sedangkan kaki kanan ditekuk ke belakang bersamaan menyilangkan kedua lengan depan dada. Lakukan bergantian menekukkan kaki kanan dan kiri pada hitungan 2x8.
Kupon
5
Minggu Kliwon, 6 November 2016
Resensi Buku
Belajar dari Filsafat Hindu Judul Buku Penulis Penerbit Tahun Tebal
: Filsafat Hindu Dharma, Sad-Darsana : Nyoman S. Pendit : Pustaka Bali Post : 2007 : 276 halaman
D A LAM bahasa Sanskerta padanan istilah filsafat adalah Darsana. Di dunia Barat filsafat adalah kecintaan pada kebajikan, yaitu upaya untuk menemukenali prinsipprinsip dasar realitas tertinggi perihal hidup dan kehidupan dalam alam semesta jagat raga ini secara kritis dan rasional. Di dunia timur filsafat mengacu kepada trilogi keseimbangan dunia alam semesta, hidup, dan kehidupan, tercerminkan dalam tiga dimensi seperti kiri-moderat-kanan, atastengah-bawah, pandai-awam-bodoh, kayapaspasan-miskin, bangsawan-praja-kaula, brahmana-kesatria-waisya, cendekiawanprofesional-pekerja, dan sebagainya. Ditinjau dari sudut pandang alam pemikiran filosofis di dunia timur, konsep Darsana dilandasi atas prinsip Tridharma, Trihitakarana, dan Trikayaparisudha. Buku yang menarik untuk memahami kosmologi Hindu. (osi)
Nasib Pekerja Perempuan Bali Judul Buku
: Perempuan Hindu dalam Pasungan Tradisi : Ni Wayan Karmini : Sari Kahyangan Karmini : 2015 : 281 halaman BERBICARA tentang perempuan Bali, tentu memerlukan beragam pendekatan ilmiah, dan memerlukan ketelitian bagi siapa saja yang ingin menulis tentang kondisi perempuan Bali, karena masing-masing adat di Bali memiliki “aturan main” yang berbeda satu sama lain. Kerancuan, dan beragam problem tentang kondisi sosial perempuan Bali memang layak terus dikuliti. Menarik juga kalau yang meneliti perempuan Bali sendiri. Buku ini membahas posisi perempuan Bali dalam berkarier di kawasan wisata. Yang menarik dari buku ini keterpinggiran perempuan Hindu pekerja hotel berbintang lima di kawasan Sanur. Hasil penelitian ini menunjukkan minimnya keterwakilan perempuan Hindu dalam Lembaga Serikat Pekerja, pengembangan kapasitas diri yang terabaikan dan penerimaan gaji dan insentif yang kurang optimal. Buku ini masih layak untuk didiskusikan kembali. (osi) Penulis Penerbit Tahun Tebal
Hantu Puisi
CERPEN
Oleh Surya Gemilang HANTU itu terlihat menyusuri jalanan Kota Daging pada suatu sore. Orang-orang di kota itu pun pada ketakutan. Bergegaslah para suami mengurung istri masing-masing di kamar tidur, kamar mandi, loteng, gudang, atau di ruangan lainnya. Ada pula beberapa orang istri yang berinisiatif untuk mengurung diri mereka sendiri. Hal itu orang-orang Kota Daging lakukan demi menghindari terulangnya tragedi yang terjadi dua puluh lima tahun silam di kota mereka. *** Dua puluh lima tahun yang lalu, pada sore hari pula, untuk pertama kalinya hantu itu terlihat menyusuri jalanan Kota Daging. Tak ada seorang pun yang takut sebab mereka merasa mempunyai Tuhan yang mahapelindung. Kemudian, hantu tersebut terlihat memasuki Hutan Sumsum. Pada pagi keesokan harinya, pukul sembilan, tahu-tahu saja dari Hutan Sumsum terdengar sebuah puisi yang dinyanyikan dengan begitu indah, memenuhi sekujur Kota Daging. Puisi yang dinyanyikan itu mengisahkan tentang cinta seorang ibu yang begitu sia-sia, namun mahaagung. Dan, efek dari puisi tersebut sungguhlah mengerikan: seluruh ibu di Kota Daging kehilangan kendali atas diri sendiri dan dengan sendirinya mereka bergerak menuju sumber suara, sementara yang bukan-ibu mendadak mengalami kelumpuhansekujur-tubuh sehingga tak bisa mencegah kepergian para ibu. “Kami, para ibu, akan pergi ke Hutan Sumsum untuk mencari puisi, mencari kemerdekaan,” kata para ibu, seperti kepada diri sendiri, dengan ekspresi dan nada yang datar sebelum meninggalkan orang-orang yang mengalami kelumpuhansekujur-tubuh itu. Ketika siang tiba, kelumpuhan-sekujur-tubuh itu lenyap. Para suami dan para anak lantas segera pergi ke Hutan Sumsum sebab para ibu belum kembali. Tepat di titik tengah hutan itu, mereka menemukan hantu yang kemarin sempat terlihat menyusuri jalanan kota sedang duduk di atas sebongkah batu. “Apakah kau yang tadi menyanyikan puisi itu?” tanya salah seorang pria. “Ya,” sahut si Hantu. “Dan, seperti yang sudah kalian duga, dengan puisi itulah aku menyihir para ibu dan kalian semua.” “Di mana ibuku sekarang?!” “Di mana istriku?!” “Di mana nenekku?!” Keriuhan pun tak dapat dihindari. Si Hantu hanya terdiam, sampai ketika ada seseorang yang maju hendak menyerangnya. Apa yang kemudian dilakukan oleh si Hantu, sebelum serangan dari seseorang itu mengenainya, adalah menyanyikan sebuah puisi mbeling yang menyebabkan orang-orang yang mengerubunginya pada mengantuk … lalu jatuh-tertidur. Ketika mereka semua terbangun, pada sore hari di hari yang sama, mereka mendapati diri telah berada di kamar tidur masing-masing. Segeralah para suami dan para anak kembali ke Hutan Sumsum, tepatnya ke titik di mana sebelumnya mereka menemukan si Hantu, tetapi mereka tidak mendapatinya lagi di sana. Pencarianterhadap-si Hantu pun beralih ke pencarian-terhadap-para ibu. Namun hasil dari pencarian-terhadap-para ibu pada hari itu nihil, sebagaimana pencarian-
mudahnya …
terhadap-para ibu di hari-hari berikutnya, hingga akhirnya mereka pasrah. Entah siapa yang kemudian menamai hantu itu Hantu Puisi. Yang jelas, nama itulah yang hingga kini digunakan oleh orang-orang untuk menyebutnya. Dan, tentu saja tak ada yang menyangka bahwa Hantu Puisi bakal muncul lagi … *** Suamiku mengurungku di kamar tidur. Ia tak ingin aku pergi-menghilang— jika pagi nanti Hantu Puisi terdengar menyanyikan puisinya—sebagaimana ibunya, ibuku, neneknya, dan nenekku dua puluh lima tahun silam. Tentu saja bukan suamiku seorang yang melakukan hal ini kepada istrinya. Bahkan, aku yakin bahwa ada saja suami yang “menahan” istrinya secara jauh lebih ketat, sampai sang istri merasa tersiksa. Tapi, apakah yang lebih menyiksa ketimbang terpisah dari keluarga? *** Tatkala udara pagi akhirnya menghantarkan puisi—tentang cinta seorang ibu yang begitu sia-sia, namun mahaagung—yang dinyanyikan oleh Hantu Puisi di Hutan Sumsum ke sekujur Kota Daging, segeralah para anak dan para suami mengalami kelumpuhan-sekujurtubuh. Tapi mereka yang mengalami kelumpuhan-sekujur-tubuh itu merasa sedikit tenang sebab para ibu telah “ditahan”. Sayangnya, ketenangan mereka
yang sedikit itu taklah bertahan lama; rupanya, para ibu yang “ditahan” itu, entah mendapatkan kekuatan dari mana, berhasil melepaskan diri dari “tahanan” masing-masing—segala macam pintuyang-terkunci yang menghalangi pada mereka robohkan dengan begitu mudahnya. Benda-benda yang digunakan untuk menyumpal telinga pun taklah berguna sama sekali karena puisi yang dinyanyikan oleh Hantu Puisi dapat didengar bukan melalui telinga saja. Alhasil, pagi itu, jalanan Kota Daging kembali dipenuhi oleh para ibu yang bersama-sama berjalan ke Hutan Sumsum. *** Puisi yang dinyanyikan oleh Hantu Puisi itu mulai terdengar. Indah sekali. Saking indahnya, sampai-sampai kegelapan dan keapakan di gudang ini lenyap. Dan, aku yakin bahwa, di luar sana, suami dan kedua anakku mendadak mengalami kelumpuhan-sekujurtubuh. Satu detik. Dua detik. Tiga detik. Puisi yang dinyanyikan itu tak menyebabkan apa-apa pada diriku. Empat detik. Lima detik. Aku harus mencabut kalimatku yang barusan. Ada semacam keindahan yang menyusup ke dalamku. Tapi, entah bagaimana, keindahan itu menyebarkan suatu perasaan ganjil ke sekujur badan dan mengambil alih otakku. Lalu, dengan sendirinya, aku melangkah. Pintu gudang—terkunci—yang menghalangi langkahku kurobohkan dengan begitu
*** Siangnya, sebagaimana dua puluh lima tahun silam, kelumpuhan-sekujur-tubuh yang menghinggapi para anak dan para suami sontak lenyap. Mereka pun langsung pergi ke Hutan Sumsum—beberapa orang dewasa membawa senjata. Sebagaimana dua puluh lima tahun yang lalu, Hantu Puisi ditemukan sedang duduk di atas sebongkah batu di titik tengah Hutan Sumsum. “Kembalikan para ibu!” teriak beberapa orang, nyaris bersamaan. “Tidak,” jawab Hantu Puisi. “Kalau begitu, kami akan menyerangmu!” “Silakan.” Rupanya mereka malah saling menunggu untuk menyerang Hantu Puisi. “Ayo! Langsung saja kita bunuh ia!” seru seorang pria, begitu kesal karena semuanya, termasuk dirinya, tak kunjung menyerang. “Kalau ia langsung kita bunuh, apakah para ibu sudah pasti bakal kembali?” sahut pria yang lain, agak lirih. “Lagi pula, kalau ada yang coba-coba menyerangnya, bukankah hantu itu akan segera menyanyikan puisi mbeling yang membuat kita semua tertidur, lantas berada di kamar masing-masing ketika terbangun, sebagaimana yang dilakukannya dua puluh lima tahun silam?” “Dasar pengecut! Bilang saja kalau kau takut!” “Tapi apa yang dikatakannya itu benar!” “Nah! Kau juga pengecut!” “Ayahku tidak pengecut!” “Hei! Ayahmu memang pengecut!” “Tidak! Ayahmu yang pengecut!” Adu mulut yang panas pun terjadi di kerumunan itu. “Aku tidak akan mengembalikan para ibu sebab kini mereka telah merdeka,” mendadak Hantu Puisi berkata lantang, membuat orang-orang yang mengerumuninya seketika berhenti beradu mulut. “Merdeka?! Apanya yang merdeka kalau kauculik?!” teriak seorang perempuan remaja, disusul oleh teriakanteriakan dari yang lainnya. Kemudian, Hantu Puisi bersiul nyaring. Orang-orang pun terpana … Tahu-tahu saja para ibu, yang menghilang pagi tadi dan dua puluh lima tahun silam, sudah berada di sekeliling mereka. Ya! Di sekeliling mereka, berbaur dengan kerumunan itu! Ajaibnya lagi, para ibu yang menghilang dua puluh lima tahun silam pada tampak tak bertambah tua sama sekali! “Ibu!” “Nenek!” “Istriku!” “Mertuaku!” Tapi para ibu tak tergerak hatinya oleh pekikan-pekikan pun pelukanpelukan penuh haru yang mereka peroleh. Sekonyong-konyong, warna bola mata para ibu berubah menjadi merah menyala—begitu terang!—mengejutkan para anak dan para suami sehingga mereka reflek bergerak mundur beberapa langkah—dan terjadilah tabrakantabrakan kecil antara tubuh satu dengan tubuh lainnya di dalam kerumunan itu. Lalu, para ibu berteriak, “Biarkan kami tetap merdeka!!!”
Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar. Darsono
Nuriarta
Windhu Segara
K. Ngurah Satya Dewi
DIMENSI
6 RAMALAN
BINTANG
Capricorn Peruntungan: Serius dan penuh tanggung jawab sangat diperlukan minggu ini. Apalagi, rencana mulai menemui hambatan. Untuk itu perlu berhati-hati dalam mengambil keputusan. Jangan asal menuruti panasnya hati sehingga dalam berpikir menjadi begitu cepat dan tidak penuh pertimbangan. Karier: Tak perlu berkoar-koar jika hanya akan melemahkan posisi Karier saja. Lebih baik diam dan tenang-tenang saja. Kesehatan: Kondisi badan diusahakan jangan terlalu capai karena bagaimanapun juga kesehatan ada belum benar-benar fit. Keuangan: Pemborosan masih merupakan masalah yang sangat serius bagi keuangan Anda. Asmara: Untuk apa asmara setengah mati kalau sidia tetap saja acuh dan tak menaruh minat sedikitpun. Aquarius Peruntungan: Jangan pernah berhenti untuk terus melakukan terobosan penting dan tak perlu mendengarkan omongan orang. Yakinlah bahwa kunci sukses minggu ini terletak di tangan Anda sendiri. Karier: Jangan biasakan berjalan dengan setengah hati karena hasilnya hanya akan mengecewakan saja. Kesehatan: Kurangi makanan yang kering-kering dan berlemak karena bagaimanapun kurang bagus untuk kondisi badan Anda saat ini. Keuangan: Jika tak mampu sebaiknya jangan memaksakan diri agar tidak sampai menimbulkan pusing setiap minggunya. Asmara: Teruslah dibina suasana yang romantis dan harmonis ini, dengan selalu mengajak bercAnda dan hindari pembicaraan yang dapat merusak suasana. Pisces Peruntungan: Tak ada gunanya menentang arus untuk saat ini karena kondisi masih belum begitu memungkinkan. Pakailah nalar dengan selalu menimbang untung ruginya setiap akan bertindak. Karier: Kebahagiaan yang Anda alami merupakan suatu jenjang yang harus dipertahankan, jangan sampai mudah luntur hanya karena sesuatu yang belum pasti. Kesehatan: Jangan makan pedas jika tak inginsakit perut, apalagi pencernaan belum sembuh benar sehingga harus dijaga dengan sebaik mungkin. Keuangan: Langkah Anda masih terlampau jauh untuk dapat meraih kesuksesan seperti yang Anda harapkan. Walau begitu, pemasukan masih tetap mengalir. Asmara: Jangan abaikan harapan seseorang yang menggebu apalagi semula memang Andalah yang memberinya harapan. Aries Peruntungan: Hilangkan perasaan was-was yang terkadang muncul jika ada sesuatu yang kurang diyakini. Ada baiknya Anda percaya diri dan yakin akan segala rencana yang telah Anda persiapkan sebelumnya. Karier: Untuk saat ini tak ada gunanya menentang atasan sekalipun Anda merasa benar. Ada baiknya Anda tak mencari permasalahan baru. Kesehatan: Jika sudah menginjak pagi minggu segera tinggalkan selimut hangat yang terkadang memang sulit untuk dilepaskan. Jangan biarkan perasaan malas menggelayut di jiwa Anda. Keuangan: Hindari membuat kesalahan agar keuagan tetap dapat stabil dan kuat. Asmara: Kurang ada ketulusan dari diri Anda. Untungnya sidia cukup sayang dan asmara sehingga permasalahan ini tidak bisa menjadi luas. Taurus Peruntungan: Permasalahan yang dihadapi saat ini tidaklah seringan yang Anda bayangkan, karena selain cukup kompleks dan tidak mungkin bisa diselesaikan dalam hitungan minggu. Maka dari itu, cobalah alihkan perhatian pada urusan yang lebih menjanjikan dan menguntungkan. Karier: Berusahalah untuk selalu berada di dekat atasan di kala beliau membutuhkan bantuan, dan minggu ini momen yang sangat bagus untuk bisa mendekatinya. Kesehatan: Hindari pekerjaan yang terlalu berat apalagi sampai lupa segalanya karena pencernaan bisa terganggu dan tentunya akan berdampak cukup keras bagi konsentrasi Anda. Keuangan: Pemasukan tampak cukup seret sehingga sangatlah riskan jika pengeluaran tidak bisa dimanage dengan baik. Asmara: Kalau sudah maunya maka sulit untuk mencegahnya, maka dari itu dituruti saja. Gemini Peruntungan: Inilah saat yang tepat untuk unjuk gigi, jangan biarkan mereka terus meremehkan kemampuan Anda. Untuk itu, jangan raguragu memaparkan segala visi dan tujuan Anda tentang perusahaan kepada mereka. Karier: Ada dorongan positif yang bisa dimanfaatkan untuk bisa lebih berprestasi lagi. Kesehatan: Jangan terlambat makan jika tak ingin maag Anda kambuh kembali. Berusahalah lebih disiplin terutama urusan makan dan tidur. Keuangan: Pemasukan masih stabil dan tidak ada masalah yang memusingkan. Asmara: Turuti saja kemauannya, tidak perlu menghalang-halanginya karena hanya akan membikin suasana menjadi keruh saja. Cancer Peruntungan: Ikuti saja kemana perginya angin yang berhembus, jangan sekali-kali menentangnya, itu akan percuma saja dan akan terasa memberatkan. Karier: Tak ada gunanya terus mempermasalahkan permasalahan yang sudah berlalu, karena hanya akan bikin suasana menjadi tak tenang saja. Kesehatan: Untuk sementara Anda jangan berolahraga terlalu berat apalagi yang sampai menguras stamina, karena aktivitas Anda saat siang minggu ini sudah begitu banyaknya. Untuk itu, perlu dijaga kondisi badan agar tak sampai jatuh sakit. Keuangan: Cukup sulit untuk menghentikan laju pengeluaran meskipun sudah berpatokan pada anggaran yagn telah Anda susun, karena kebutuhan memang datangnya mendadak. Asmara: Berusahalah untuk bisa menjadi orang yang selalu diharapkan keberadaannya di dalam hatinya yang paling dalam. Leo Peruntungan: Jangan terlalu berani menentang resiko, lebih baik Anda cari selamatnya saja karena bagaimanapun juga perbintangan Anda kurang begitu mujur dan masih perlu kesabaran dan ketelitian untuk bisa meraih kesuksesan seperti yagn diharapkan. Karier: Jangan emosi agar Karier Anda tidak semakin terpuruk saja. Omongan yang memerahkan telinga sebaiknya tak perlu dimasukkan hati, biarkan saja. Kesehatan: Jaga posisi duduk Anda, jangan sampai salah posisi agar tidak ada yang terkilir. Perbanyak minum air putih dan olahraga, walau sebentar yang penting otot bisa selalu lemas. Keuangan: Hindari sikap sembrono apalagi dengan mudahnya mengeluarkan uang untuk urusan yang belum pasti dan jelas kebenarannya. Asmara: berpikirlah dewasa, jangan seperti anak-anak yang mudah marah kalau keinginannya tidak dituruti. Virgo Peruntungan: Kesempatan untuk maju tidak datang begitu saja, sehingga selagi situasinya mendukung maka harus bisa memanfaatkannya. Tak perlu terburu-buru dalam mengerjakan segala sesuatunya, cobalah lebih tenang lagi. Ingatlah bahwa semua ini lagi perlu dukungan dan pemikiran yang matang. Karier: Tak perlu pesimis karena Karier Anda terus menunjukkan grafik positif yang cukup baik. Kesehatan: Hindari punya pikiran yang macam-macam yang bikin hati taktenang dan tidur menjadi terganggu. Cobalah jalani hidup ini sesantai mungkin agar pikiran dan hati bisa damai selalu. Keuangan: Tetaplah berlaku hemat agar dana yang banyak masuk itu tidak terus menguap. Asmara: Janganlah mengobral janji kalau akhirnya hanya di angan-angan saja, apa Anda tidak berpikir kalau itu sungguh menyakitkan hatinya. Libra Peruntungan: Tantangan semakin terbuka lebar sehingga cukup berbahaya kalau Anda berlaku santai tanpa ada pemikiran untuk bekerja lebih keras lagi. Walaupun sudah mendekati dengan apa yagn diharapkan, sebaiknya kewaspadaan harus lebih ditingkatkan lagi. Karier: Omongan dari rekan-rekan Anda sebaiknya jangan keburu dimasukkan hati sebelum ada pembenaran dari atasan. Kesehatan: Perhatikan bila malam tiba, segera tidur dengan tenang dan kosongkan pikiran agar keesokan minggunya bisa bekerja dengan penuh semangat tanpa terganggu oleh kelelahan. Keuangan: Pemasukan yang cukup tinggi ini sebaiknya bisa dialokasikan setepat mungkin sehingga tidak ada kebutuhan yang terabaikan. Asmara: Ada pihak ketiga yang sengaja mengobok-obok hubungan Anda berdua. Untuk itu, berhati-hatilah. Scorpio Peruntungan: Tak perlu terlalu dimasukkan hati tekanan-tekanan yang dilancarkan oleh competitor. Tetaplah tenang dan usahakan selalu berjalan di atas rencana yang telah Anda susun sendiri sehingga bisa terhindar dari berbagai jebakan-jebakan yang cukup membingungkan itu. Karier: Semua itu harus jelas darimana asal muasalnya, baru Anda ambil sikap yang tegas. Kesehatan: Dengan menjauhkan emosi dari hati maka paling tidak Anda bisa terhindar dari tekanan darah tinggi dan jantung juga tidak akan terganggu. Keuangan: Jangan beri pinjaman sekalipun itu sahabat Anda sendiri, karena bagaimanapun juga keuangan Anda masih belum begitu kuat untuk melakukan hal seperti itu. Asmara: Walau jauh di mata, namun dekat di hati. Itu akan lebih baik daripada dekat akan tetapi hati saling berjauhan. Sagitarius Peruntungan: Harus mau bersabar karena realita yang terjadi masih jauh dari prediksi Anda semula. Tak perlu disesali karena jika tanpa ada kerja keras maka akan semakin mustahil bagi Anda untuk bisa meraih hasil yang memuaskan. Karier: Tidak ada yang perlu ditutup-tutupi bila di depan atasan, percuma saja karena atasan lebih tahu siapa Anda. Kesehatan: Alangkah baiknya segera dikonsultasikan dengan dokter jika memang ada keanehan pada kondisi tubuh agar segalanya jelas dan terhindar dari kebingungan. Keuangan: Percuma saja jika harus main spekulasi ataupun ambil keputusan penting sedangkan faktor keDiasuh Oleh mujuran tampak minim sekali. Asmara: Lagi Putri Wong Kam Fu menggelora, walaupun begitu sebaiknya tetaplah Berlaku menjaga batas-batas ketimuran jangan sampai 6-12 November 2016 kebablasan.
Minggu Kliwon, 6 November 2016
WEDA WAKYA
Penyebab Kedukaan yang Perlu Dihindari murkha-sisyopadesena dusta-stri bharanena ca duhkhitaih samprayogena pandito’py avasidati (Cānakya Niti Sastra 1.4) “Dengan mengajarkan murid yang bodoh, dengan memelihara istri yang jahat dan bergaul terlalu erat dengan orang yang selalu dalam kedukaan, seorang pendeta bijaksana pun akan mengalami penderitaan.” Ketiga hal tersebut di atas, yaitu: mengajarkan murid bodoh, memelihara istri jahat, dan bergaul dekat dengan orang yang selalu dalam kedukaan -diberikan penggarisbawahan di sini karena dia dengan sangat mudah memberikan kedukaan kepada semua orang, bahkan pendeta sekali pun. Orang bijaksana selain menghabiskan waktunya dalam pelayanan demi kemuliaan yang lain, dia juga perlu memperhatikan ketenangan batinnya setiap hari. Murid yang bodoh yang 12 tahun tetap tinggal di kelas yang sama tentu saja akan membuat gurunya bersedih hati. Guru tersebut akan merasa sangat berdosa karena tidak mampu membina anak didiknya. Hal itu akan menyakitkan hati guru tersebut. Tentu saja guru yang baik yang memang sangat memperhatikan ke-guru-annya. Sangat berbeda dengan guru yang sekadar menginginkan ke-guru-an tanpa memberikan perhatiannya pada tanggung jawabnya sebagai seorang guru. Muridnya tamat sekolah ataukah tidak, guru tersebut tidak peduli karena tujuan dia hanyalah pada gaji tiap bulan yang dia perlukan. Dalam tradisi pengajaran zaman dahulu, seorang guru akan sangat selektif menerima murid. Bahkan banyak di antaranya tidak menerima murid baik pun, atau sama sekali tidak menerima murid. Menjadi seorang guru bukanlah suatu hal yang remeh. Ia sangat menentukan masa depan dunia. Paling tidak, ia sangat menentukan kelangsungan “wajah” sebuah keluarga kecil yang nantinya akan dibangun oleh muridnya. Keluarga kecil sang murid akan menjadi suri teladan bagi lingkungannya dan memberikan kecerahan “wajah” lingkungan ataukah dia sebaliknya, hanya akan membuat “suram” kecemerlangan kelu arga dan lingkungannya? Nah yang menentukan hal itu adalah guru di sekolah atau para dosen di universitas yang membentuk anak-anak tersebut. Secara spiritual, guru bahkan disebutkan mengambil seluruh
Redaktur Khusus WEDA
WAKYA Darmayasa dosa dan karma buruk yang dilakukan oleh muridnya. Jika murid memberikan kedukaan pada guru maka bukan hanya di sekolah atau di kampus ia mengalami kedukaan, melainkan juga akan terganggu sampai ke rumahnya, bahkan akan mempengaruhi kedamaian suasana rumah tangganya. Oleh karena itu, seorang guru sebaiknya menghindari menerima murid seperti yang bodoh dan ngawur yang hanya akan memberikan kedukaan kepada gurunya. Jika tetap menginginkan kemajuan muridnya, sebaiknya anak itu diberikan asistennya mendidik, ia yang bisa lebih sabar dalam mendidik murid, yang juga telah mengalami 9 tahun mendidik murid seperti itu di kelas yang sama. Selain kekurangan kecerdasan, murid bodoh juga dimaksudkan adalah murid yang “terlalu rajin menasihati” gurunya. Murid bodoh juga dimaksudkan dia yang tidak pernah melaksanakan ajaran-ajaran gurunya, melainkan ia asyik dengan dalil-dalil pribadinya. Ia hanya akan menerima ajaran guru kalau sesuai dengan isi kepalanya dan/atau jika ajaran guru setuju dengan pendapatnya dan kalau berisi sanjungan terhadap dirinya. Murid yang bodoh juga dimaksudkan sebagai dia yang tidak mendisiplinkan dirinya, baik dalam kehidupan seharihari maupun dalam spiritual. Murid bodoh adalah murid yang menerima guru hanya kalau gurunya memuji dirinya. Ia akan pergi dari guru kalau gurunya memarahinya. Murid seperti itu menganggap seorang guru adalah guru jika nasihat-nasihat selalu cocok dengan pikiran dan kesadarannya. Begitu gurunya berbicara yang tidak cocok dengan jalan pikiran dan kesadarannya, maka murid akan memberontak, meronta dan mulai meragukan ketulusan gurunya untuk membimbing dirinya. Murid seperti itu akan segera meniup balon mainan keakuannya untuk segera pecah meledak mengecewakan dirinya sendiri dan juga memekakkan telinga orang-orang lain yang berada di sekitarnya. Berbuat kesalahan kepada guru (Guru aparadha) akan menjadi alat penghancur bagi diri murid itu
sendiri dan juga orang-orang lain. Murid hendaknya menempatkan dirinya di jalur murid dan bukan di jalur penasihat guru. Sebagaimana mobil menempatkan dirinya di jalur yang aman, yaitu di jalurnya sendiri, maka dengan demikian orang akan dapat menempuh perjalanannya dengan baik, selamat dan tanpa halangan apa pun yang berarti. Tetapi begitu ia mengikuti jejak pelanggar lainnya, yaitu tiba-tiba berbelok mengambil jalur lain, maka pastilah ia harus berurusan dengan Polantas sebagai penegak hukum, atau malah ia akan mencelakai dirinya sendiri sebagai akibat dari kecerobohannya. Murid yang ajeg dan mantap menempatkan dirinya di jalur yang benar, yaitu di jalur “sisya”, maka dia pasti akan berada di dalam jalan keselamatan dan jalan kebahagiaan. Karena jalur “sisya” yang ditempuh adalah jalur yang diterangi oleh sinar suci ilmu pengatahuan spiritual, yaitu jalur “sisya” (murid yang berada di jalan guru sejati, Tuhan YME). Murid yang baik akan memberikan perhatiannya pada “Guru Sejati” dan tidak pada ke-manusia-an guru pembimbingnya yang telah berkenan datang menurunkan ajaran-ajaran kepadanya. Itulah hal prinsip yang diperlukan oleh seorang murid, yaitu memantapkan dirinya untuk tetap berada di jalur “ sisya “ yang “susisya “ karena ia adalah jalur “keselamatan pengantar ke tujuan”. Barangkali akan merupakan pengetahuan baru bagi kebanyakan dari kita bahwasanya nilai seorang murid adalah pada ketulusannya mengikuti prinsip “Guru anukulata”. Artinya, seorang murid hendaknya seratus persen mengikuti kehendak, perintah, serta segala ajaran mulia dari gurunya. Dengan demikian, ia tidak akan melihat hal atau ajaran apa pun yang lain selain guru anukulata, yaitu patuh sepenuhnya kepada seorang guru yang sepenuhnya diberkahi oleh Guru Sejati/ Tuhan YME. Guru anukulata seperti itu tidak akan pernah kekurangan apapun yang diperlukan oleh murid-muridnya; kemajuan duniawi dan juga kemajuan spiritual – semua akan didapatkan oleh seorang murid yang anukulata dengan gurunya, yang 100 % mengikuti gurunya. Hanya murid yang seperti itulah yang diidamkan oleh seorang guru, karena guru akan mudah membimbing, mengarahkan, membina dan memajukan dia di dalam segala
bentuk, yang pada akhirnya mengantarkan dia pada keberhasilan pencapaian tujuan spiritualnya. Tetapi jika ada seorang murid mulai menilai gurunya, maka ia akan kehilangan perhatian “khusus” dan “berkah khusus” dari gurunya sehingga ia akan ter”vancita” dari pelajaran-pelajaran rahasia sang Guru. Mungkin saja dia akan mendapatkan “entertainment” menyenangkan hatinya, tetapi hatinya akan menjadi kering, tanpa rasa, tanpa kebahagiaan. Hatinya yang adalah taman keindahan spiritual akan menjadi kering oleh ketidakberadaan vinoda-bhava dan prema bhakti. Barangkali ia tetap bisa meneruskan sembahyang dan meditasi sehariharinya, tetapi “rasa spiritual” yang seharusnya menjadi miliknya dan menjadi isi dari setiap sel tubuhnya. Semua itu ia tidak akan dapatkan, hanya karena ia telah menilai gurunya secara berlebihan. Orang bijaksana juga perlu berhati-hati dalam membimbing istrinya karena ia adalah perpanjangan tangan guru. Istri guru adalah guru itu sendiri, tentu saja jika ia berada di dalam naungan dan kepatuhan terhadap suaminya. Ia akan menjadi ibu dari seluruh murid suaminya. Seorang istri yang menerima semua murid suaminya sebagai anakanaknya sendiri adalah istri yang memang guru itu sendiri. Ia bahkan mempunyai kemampuan untuk mengangkat dan menurunkan seorang murid. Kekuatan suami akan mengalir melalui dirinya demi kemajuan sang murid. Tentu saja, ketika istri seorang guru berubah menjadi “monster” menakutkan bagi setiap murid, maka ia bukan hanya tidak akan mampu menjadi “perpanjangan tangan” bagi suaminya (Guru) melainkan ia juga akan memberikan kesedihan bagi suaminya (Guru). Dalam keadaan seperti itu, guru tersebut akan mengalami kesulitan untuk membimbing dan mengangkat murid-muridnya. Oleh karena itu, seorang bijaksana akan sangat berhatihati pula memilih calon istri karena ia sangat menentukan kemajuan spiritual dirinya dan juga kemajuan murid-muridnya. Demikian pula dengan pergaulan yang terlalu dekat dengan orang yang selalu berada dalam kedukaan, pendeta sekali pun akan mendapat kedukaan. Orang bijaksana mengutamakan menyelamatkan diri sendiri, memantapkan diri sendiri terlebih dahulu, lalu barulah mencoba menyelamatkan orang lain. Jika tidak, ia akan menderita lebih parah dari orang yang hendak dibantunya.
MIMBAR AGAMA
Pandangan Agama Khonghucu Terhadap Tindak Korupsi Redaktur Khusus MIMBAR
KHONGHUCU WS. CH. Budhi S. Pribadi.SP ‘KORUPSI’ menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Terbitan Balai Pustaka adalah penyelewengan/penggelapan uang negara untuk keuntungan diri sendiri, suatu kebusukan, keburukan, kejahatan, ketidakjujuran, penyuapan, kerakusan, amoralitas, dan segala penyimpangan dari kesucian/jalan suci yang diridhoi Tuhan Yang Maha Esa. Dan menurut ‘’Transparancy International’’, adalah perilaku pejabat publik, baik politisi maupun aparat negara secara tidak legal memperkaya diri, atau kelompok yang dekat, dengan menyalah-gunakan kekuasaan publik yang dipercayakan. Dan lebih dikenal sebagai menerima uang yang ada hubungan jabatannya dengan tanpa adanya catatan administrasi. Dari definisi/batasan di atas,korupsi dapat dijabarkan, bahwa: 1) Korupsi adalah bentuk penyelewengan kekuasaan oleh pejabat/aparatur negara yang merugikan negara. 2) Korupsi adalah penyalagunaan kas negara. 3) Korupsi adalah penyelewengan/penyalahgunaan kas negara oleh pejabat atau staf dalam lingkungan dan instansi swasta. Apakah korupsi itu bisa diberantas dari lingkungan pemerintahan? Jawabnya adalah tergantung para pejabat itu memiliki moralitas yang bera-
khir dari keyakinan agamanya. Jika mereka sadar diri akan agama yang dianut, adalah tuntunan hidup di jalan kebenaran perilakunya, dengan tidak memburu kesenangan duniawi semata-mata dan bukan untuk kepentingan diri sendiri. Inilah jalan hidup kebenaran agama. Hal perilaku korupsi dalam agama Khonghucu adalah: (i) Perbuatan yang merusak diri dan nama baik keluarga (Ajaran Besar/Da-Xue-Xi 10). (ii) Perbuatan muslihat yang tidak tahu malu (Zhi) dan bahkan dikatakan tidak layak sebagai manusia (Mencius/ Mengzi, VII:6). (iii) Perbuatan yang mengejar keuntungan diri sendiri yang merugikan banyak orang (Mencius/Mengzi-IV :12). Maka, perbuatan korupsi adalah tidak susila dan orang yang melakukan tindak korupsi adalah orang yang tidak mampu mengendalikan nafsu yang ada pada dirinya (Sabda - Suci - Lun-Yu- XII:1-1). Nabi Kongzi/Khonghucu bersabda: ‘’kekayaan dan kemuliaan semua orang menginginkan, bila hal tersebt tidak diperoleh dengan jalan suci, maka janganlah dilakukan. Hal ini menunjukkan untuk mendapatkan kekayaan dan kemuliaan tidak dibenarkan menghalalkan segara cara, terlebih dengan cara melakukan korupsi.’’ Sabda ini adalah kebenaran dalam mencari keuntungan yang tidak mengkompromikan perilaku korupsi. Adapun hidup dalam kondisi miskin, jauh lebih baik daripada hidup kaya dengan menghalalkan korupsi. Ingat harta itu hanya satu alat mengembangkan cinta kasih! Bahwa suatu negara menjadi hancur adalah dikarenakan perbuatan korupsi yang merajalela dalam kalangan aparat negara, yang mengaki-
batkan kepincangan di dalam pembagian kemakmuran yang merata bagi seluruh rakyat. Dan upaya bersama dalam memberantas penyakit kronis korupsi adalah mengamalkan ajaran ‘’Delapan Kebajikan/ Harta Sila’’ yaitu: berbakti, rendah hati, satya, dapat dipercaya, kesusilaan, menjunjung tinggi kebenaran/keadilan/kewajiban, suci hati, tahu malu. Apabila setiap individu
mampu melaksanakan Hasta Sila yang merupakan dasar kebajikan di dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam kehidupan kesehatan yang rukun, maka damai dalam keharmonisan menuju bebasnya dari budaya korupsi. Semoga urun rembuk ini dapat bermanfaat. Shan-zai
PERMATA HATI
Untuk pembaca Bali Post Mingguan (BPM), kami membuka rubrik baru ‘’Permata Hati”. Rubrik ini mengangkat si buah hati yang baru lahir, yang berulang tahun atau akan berulang tahun. Juga pasangan yang menikah di minggu tersebut atau yang merayakan ulang tahun pernikahan. Kirim foto menarik dan tulis data lengkap identitas diri, orang tua serta komentar singkat. Semua data dikirim lewat email redaksibalipost@yahoo.com dengan kode Permata Hati. Bisa juga naskah dan foto dikirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post. Jl. Kepundung 67 A Denpasar telp. (0361) 225764. (Redaksi)
MENIKAH I Kadek Suandita, S.Sn. alias Komang Apel akhirnya naik juga ke pelaminan. Mang Apel akan menikahi Ni Kadek Novitasari asal Br. Kutuh Paang, Desa Soka, Selemadeg, Tabanan pada Kamis (10/11) nanti. Upacara dan resepsi akan diadakan mempelai pria di Br. Anyar Kelod, Kerobokan, Kuta Utara.
Redité Kliwon, 6 Nopember 2016
Bali L E M B A R
Bencingah I Gede Anom Ranuara
Untengnyané Nénten Mabinayan KAWÉNTENAN kulkul sajeroning kahuripan krama Bali majanten wantah tetamian panglingsir Bali saking panyatusan warsa lintang. I Gede Anom Ranuara S.Pd., S.Sn. maosang, kulkul sampun kawigunayang ngawit kapanggihin désa adat ring Bali daweg masan Bali Kuna. Kulkul daweg punika kawigunayang pinaka pamutus taler dados jalaran mupulang krama. Yadiastun kawéntenan kulkul sampun nglimbak inggian ring wangun, ageng, wentuk, miwah sané siosan, unteng utawi tetuekipun kantun pateh sakadi dumun. “Minakadi kulkul ageng sané wénten ring Pura Gunung Raung wantah kakaryanin ri kala masan Ida Rsi Markandeya ring Bali panyatusan warsa lintang. Wangunipun pateh sareng mangkin, sakéwanten agengnyané kantos kalih peluk tur tegehnyané kalih meter selaé. Kulkul punika kantun becik kantos mangkin tur kasuarayang ri kala Ida Bhatara Sesuhunan medal, wénten piodalan, miwah sané siosan,” baos budayawan sané embas ring Denpasar, 7 September 1968 nyaritayang. Mangku Dalang puniki malih maosang, kulkul sané kadruénang olih sekaa truna ring sajebag Kota Denpasar nénten pateh nganggén kayu sakadi ring genah siosan. irika sekaa trunané madué Néngnéng utawi kulkul sané kakaryanin saking besi. Punika wantah sangkaning i nguni wénten warga dura negara sané nuénang Museum Le Mayeur kasengguh antuk “Tuan Bé” makarya akuarium ageng tur krama Sanur kanikain ngrereh ulam hias jaga kagenahang irika. Risampuné akéh tamiu rawuh tur pariwisata nglimbak, tabung oksigen sané kaanggén nyilem ring akuarium punika kaicén majeng krama Sanur sané salanturnyané kagantung dados kulkul sekaa truna ring Balé Banjar Taman Sari. “Punika lantas katulad olih sekaa truna sajebag Kota Denpasar, wénten sané ngawigunayang pecak vélg montor trek, wénten nganggén besi glontongan, miwah sané siosan. Mangda prasida masuara néng-néng-néng tur jangih tatkala katulud,” asapunika Widhya Sabha Kota Denpasar puniki maosang. (was)
I Wayan Subagia
Nénten Prasida Gelis Puput MAKARYA kulkul pateh sakadi makarya arca utawi ukir-ukiran kayu sané patut urati lakaran taler sikut mangda asilnyané becik. Mawinan asapunika, sajeroning makarya kulkul nénten prasida gelis puput duaning akéh pula-pali sané kamargiang. Parindikan inucap kapatutang olih I Wayan Subagia sangging kulkul saking Blahbatuh, Gianyar. Kabaosang, makarya kulkul nglintangin makudang-kudang parikrama mawinan nelesang galah sané sué. Saking munggel saha mongpong kayu glondongan kémanten sampun nelasang galah limang raina. Durung malih galah kanggén ngetuhang kayu sané sampun kapongpong i wawu sané majanten kantun beseg. “Kayu sané kawigunayang majanten sané kantun beseg mangda dangan kapongpong. Wus punika wawu katuhang kantos tuh becik,” baos lanang sané embas ring Gianyar, 5 Mei 1977 makenyem. Galah sané kabuatang ngetuhang kayu sané sampun kapongpong matiosan manut soroh kayu sané kawigunayang. Yéning kayu nangka utawi ketéwél muatang galah kalih kantos tigang bulan. Yening kayu intaran muatang galah wantah abulan. Parikrama ngetuhang kayu inucap taler wantah kagantung ring genah sané dayuh boya kajemuh. Sangkaning parindikan inucap, makarya kulkul prasida muatang galang kantos petang bulan nganutin ageng-alit kulkul sané kakaryanin. Yéning kayu sané kanggén makarya kulkul nénten katuhang ngawinang kulkul gelis usak, suarannyané kaon taler gelis belah. “Mangda kulkul nénten gelis usak, parikrama ngetuhang kayu sané kawigunayang patut kamargiang. Yadiastun kayu sané kawigunayang wantah kayu kualitas pinih becik, yéning kantun beseg pastika kulkul sané kakaryanin asilnyané kaon,” baos Subagia negesang. (was)
(52)
7
B A S A
B A L I
Teges Suaran Kulkul Nganutin Katah Tepakan WEWIDANGAN ring Bali kapah dados makudang-kudang désa utawi banjar adat sané majanten nuénang awig-awig. Yadiastun kapatutan utawi awig-awig ring soang-soang désa adat utawi banjar adat mabinayan, nanging yéning selehin malih sujatiné makéh sané pateh. Minakadi kawéntenan piranti sané pinaka cihna budaya Bali sané setata kapanggihin ring soang-soang désa utawi banjar. Piranti inucap wantah marupa kulkul. Budayawan Bali I Gede Anom Ranuara S.Pd., S.Sn. maosang, kulkul wantah sarana panyangkep suara sané ketah kawéntenanipun apasang satmaka nugesang lanang-wadon, purusa-prakerti, utawi ngeding-ngedung pinaka niyasa Ardhachandra. Ngeninin indik kawigunanipun ring pakraman, prasida dados “pertanda” utawi nartayang kahanan sané nedeng kapanggih ring pakraman, prasida dados “penanda” utawi cihna saking pangawit parikrama utawi pakaryan, tur wénten taler dados sarana kanggén mupulang krama. Malih dané maosang, krama Bali ngwiaktinin yéning kulkul madué kasidhian utawi “kharisma” sané tatkala katepak jaga ngawinang krama sané miragiang muputang pakaryan sané nedeng kaambil tur nuut daging tepakan kulkul, napiké jaga ka pura, jaga sangkep, miwah sané siosan. “Kawéntenan punika sané ngawinang kulkul kaumpamayang sakadi wang truna sané alep bagus. Sangkaning dados pasuaran kanggén mupulang krama désa utawi banjar adat, punika mawinan ring makudang-kudang
wewidangan ring Bali, kulkul jaga kabantenin ring piodalan Pura Melanting ri kala Tumpek Wariga utawi Tumpek Uduh ring soangsoang banjar,” baos dané. Parindikan sané kasinahang saking suaran kulkul nganutin sapunapi tetuludan utawi gegebugan sané ketah kalaksanayang olih prajuru banjar. Umpama yéning limang tulud nebeng wantah cihna jagi kamargiang ngayah krama, sangkep miwah parikrama mabanjaran tiosan. Katulud ping lima masuara tung-tung-tungtung-tung wus punika mararian utawi nebeng antuk wilangan ping 5, 7, 9, utawi 11 tur malih kagebug ping lima tung-tung-tung-tungtung. Yéning telung tulud nebeng wantah cihna wénten krama sané kalayu-sekaran utawi padem, kagebug ping tiga tung-tung-tung nedel, malih kagebug ping tiga tung-tung-tung sada alon, wawu kapuputin antuk tuludan malih ping tiga tung-tung-tung. Yéning suaran kulkulé katulud utawi kagebug bulus tur nedel, punika wantah cihna wénten Panca Baya minakadi blabar, paamuk krama, umah puun, linuh, miwah sané siosan. Wénten taler tetuludan kulkul sané ngempang utawi saling sautin nanging tegesipun mabinayan ring banjar utawi pura. Yéning punika wantah kulkul banjar sané sampun kadulurin antuk pasadok saking wargi Gria utawi Puri, punika cihna wénten parikrama upacara menék Daha ring Gria utawi Puri ring wewidangan adat inucap. Yéning sané katulud wantah kulkul ring pura tatkala patoyan miwah rerainan sinah nyinahang
BPM/was
KULKUL – Kawéntenan kulkul ring kahuripan krama Bali wantah pinaka tetamian budaya. Sios kulkul banjar sané jagi kasuarayang ri kala kamargiang pakaryan adat, wénten taler kulkul ring pura sané kasuarayang ri kala piodalan utawi wénten upacara yadnya. Ida Bhatara Sesuhunanné irika tedun. Sané patut kajantenang wantah tetuludan kulkul sané mabina-binayan tur nganutin Désa Mawa Cara ring soang-soang banjar wiadin désa adat. Kawigunan kulkul masané mangkin manut Anom Ranuara sayan nguredang mawit saking pangrauh teknologi sané sayan canggih. Duaning wénten kapanggihin prajuru sané ngawigunayang sewalapatra utawi
handphone kémanten tatkala mapangarah. Dadosné kulkul sayan arang kawigunayang taler krama makéhan sané nénten uning ring teges tetuludan kulkul sané kasuarayang. Tios malih I Wayan Subagia, sangging kulkul saking Blahbatuh puniki maosang, ajeg utawi kaonnyané budaya kulkul wantah nganutin kahanan adat miwah budaya Bali sané kamargiang ring soang-soang banjar
miwah désa adat. Yéning kantun becik kamargiang, sinah kawéntenan kulkul taler becik. “Tiang ngaptiang mangda adat, budaya, miwah tradisi Hindu Bali setata kukuh miwah ajeg sakadi kulkul puniki. Duaning wantah tetamian panglingsir sané mawiguna, kawéntenan kulkul patut kalestariang antuk setata kawigunayang ring pakraman,” baos dané ngaptiang. (was)
Kayu Camplung Nénten Kawigunayang Dados Kulkul Banjar
BPM/Was
DAYUH – Wusan kapunggel tur kapongpong, makarya kulkul durung prasida kabaosang puput duaning patut katuhang antuk galah sané sué. Ngetuhang kulkul patut kagantung ring genah sané dayuh, boya kadéngdéng.
“TU Aji miwah Tu Biang saha Tungurah, ampurayang titiang purun matur akedik. Sampunang duka utawi salit arsa. Boya ja titiang nyemsemang katulusan ipén druéné jaga mapikayun ngremba mangda Tungurah prasida nutugang ngranjing ngantos puput. Yén kamanah antuk titiang kadi pandikané inunian masangu saking mutang manawi Tuaji jaga kasulitan ngantukang kapungkur wekas, sajaba pacang ngadol druén anak lingsir. Yén Iratu swéca banggiang titiang jaga ngiring Tungurah jumah ring Taman Bali. Kanggéang pindah ngranjing ring SMA Negeri 1 Bangli sareng Luh Méga, adohan kedik ten sapunapi. Sampunang malih Tungurah mikayunin koskosan, SPP. Kanggéang napi ja sawéntené ring jumah, satmaka titiang ngaturin anak lingsir,” aturné Gedé Dauh patutanga ring kurenanné. Sué Gusti Madé Taman
meneng naneng nolih rabi lan oka-okanné marawatrawat sendu. Ngurah Jelada nguntuk padelengdeng toyan panonné, minehin kalacuran raganné numadi. “Nah… kéto koné Ning Ngurah, jani kénkén bayun Ceningé ané suba nandes atiban ngrasayang pait pakeh Ceningé malajah ulian tuara ada. Aji sing lakar neptepin Cening masuk pitui telah druén anake lingsir anggon Aji ngetohin Cening. Kéto masih jani ada pinunas Bapan Ceningé lakar ngajak Ngurah nongos jumah di Taman Bali, asal Cening setuju, Tuaji anak lascarya maang Cening ditu. Aji tusing kimud ngidih sig tongos ané saja lamun patuté. Gedé ajak Nyoman suba nawang kahanan Beliné dini. Beli angayubagia, yén panaké nyak.” Pandikanné Gusti Madé Taman dulurina antuk tangis ring rabinné Gusti Biang Siwi. “Nyoman Padmi minakadi
PINAKA piranti sané mabuat sajeroning kahuripan krama Bali, majanten kulkul patut kakaryanin antuk tetimbang sané becik. Tetujonnyané tios prasida kawigunayang sakadi sapatutné taler mangda napi sané sampun kakaryanin prasida sakadi sané kapikayunin krama. Tetimbang punika minakadi nyelehin kayu sané kawigunayang miwah sapunapi kulkul punika kakaryanin. Yéning sampun sakadi punika sinah jaga ngametuang kulkul sané sayan sué sayan becik suarannyané. I Gede Anom Ranuara S.Pd., S.Sn. maosang, kayu sané ketah kanggén lakar kulkul wantah camplung, ketéwél utawi nangka, miwah kayu intaran. Yéning sané kakaryanin wantah kulkul banjar, kramané nénten kayun ngawigunayang kayu camplung, duaning kocap jaga mapikolih kaon yadiastun suara sané kamedalang becik pisan. Sangkaning punika kayu camplung akéhan wantah kanggén makarya kulkul ring pura. Parindikan sané pateh taler kabaosang I Wayan Subagia. Kayu camplung arang pisan kawigunayang santukan sios kawéntenanipun méweh kapanggihin, kayu inucap taler kanggén makarya piranti utawi sarana ring pura, palinggih miwah indik kaniskalan kémanten. Malih dané maosang, “linggih” kayu camplung pateh sakadi kayu majagau miwah cempaka “Krama akéhan nénten kayun ngawigunayang kayu camplung dados kulkul ring banjar sajabaning wantah dados kulkul ring pura. Yadiastun asapunika, wénten taler sané ngawigunayang camplung dados kulkul “kematian” sané
Dé Dauh, kéné suba lacuré mapunya. Sedeng demena panaké malajah iraga ané tua kapipian ngalih sangu. Cara raré kapegatan yéh nyonyo. Mbok sing bisa ngomong apa. Yén Gék Jeladi mirib agetan suba ada SMA Negeri jani jumah. Yéning saja I Ngurah nyak pindah ka Bangli, utangé tekén ipahé di Selat lakar angsehang mragatang,” baosné Gusti Biang Siwi satmaka nyetujuin Ngurah Jelada pindah sekolah. “Sapunapi Tungurah, raga sampun wikan milah-milah sané encén sané mawasta patut. Demi cita-cita masa depan pangorbanan itu perlu. Kadi Jawi“Jer basuki mowo béo,” baosné Gedé Dauh ngusuh-usuhin gigirné Ngurah Jelada. Luh Mégantari taler nundikin. “Inggih Tuaji, Ibu, titiang ngiring pindah ka SMA Bangli. Kamanah antuk titiang yén paksaang ngrajing ring Karangasem Tuaji taler sané
katepak ri kala wénten krama sané kalayu-sekaran kémanten tur prasida kagenahang ring genah kulkul banjar,” baos dané. Kabaosang malih, daweg dumun krama makarya kulkul ngrereh kayu ring wewidangan banjar utawi désannyané soang-soang, patut nguratiang genah kayu punika mentik. Minakadi yéning ngawigunayang kayu nangka dados kulkul banjar, kayu sané dados kawigunayang wantah sané mentik ring tegalan wates désa pinih kalér utawi kangin. Ri kala ngebah kayu inucap taler patut nganutin déwasa taler upakara. Tios punika, sajeroning makarya apasang kulkul, patut ngawigunayang kayu akatih mangda ngasilang suara sané pateh. Kayu punika kapunggel dados kalih, sané ring sor kanggén suara alitan utawi ding tur sané duuran kanggén suara ageng utawi dung. Nganinin indik padéwasan sané kanggén makarya kulkul, Wayan Subagia maosang pinih becik kasengguh déwasa Kala Geger sané medalipun nganem bulan ping kalih ring raina Wraspati Pon wuku Wariga miwah Saniscara Kliwon wuku Wariga. Yéning makarya saraina sakadi krama sané nyetém gambelan, genta, miwah piranti suara siosan sinah karereh déwasa Karna Sula sané majanten rauh nyabran abulan. Tios punika dados ngawigunayang Purnama miwah dina becik siosan minakadi Buda Umanis. “Déwasa punika kawigunayang anggén ngawitin makarya utawi ngawitin ngetok kayu inucap. Wusan punika wawu kakaryanin ngantos jakti-jakti puput tur prasida kaplaspas,” Wayan Subagia negesang. (was)
méweh. Indik sekolah ring dija manten pateh. Asal jemet malajah saking manahé tis ening pasti nyidayang lulus. Nanging dadosné tiang jagi meratin Bapa ajak Ibu satmaka anggon tiang anak tua, sampunang emed mituturin déwék tiangé,” baosné Ngurah Jelada teges. Luh Mégantari ngelut, nyubit ragané. “Inggih yéning sampun asapunika, élingang yén sesampuné kenaikan kelas rarisang nunas surat pindah ka SMA Negeri 1 Bangli. Indik urusan ring Bangli dangan, santukan wénten timpal titiang leket dados Kepala Sekolah irika,” aturné Gedé Dauh angayu bagia. “Yéning wantah sapunika ngiring ja mangkin mamargi mangda polih malon-alonan ring mrajan. Manawi akéh sameton saking doh pedek tangkil,” aturné Nyoamn Padmini. Sesampuné ngancing pintu kamar lan pawaregané
sagerehan raris munggah ring mobilé. Gedé Dauh makta mobilé malon-alonan ngimpasin truké sané makta bias marérod-rérod. Hawané sayan dingin, pakayunan sang wau tangkil taler bungah mabunga-bunga. Rauh ring Mrajan Agung pamedeké sampun akéh, para sentana saking Buléléng, Gianyar, Amlapura lan Jembrana. Gumanti para sameton ngarep saking Dauh Bukit Penyu. Gusti Ngurah Jelada lédap panyingakanné nyelingling bajang-bajangé jegég nyelolét sané ngidehang payah-ayahan ring soang palinggih. Nanging nénten wénten manggihin rainné Gusti Ayu Citra Andini. Raganné sampun makta soal-soal ujian muah buku pinter duénné daweg SMP kadi pabesenné lewat SMS i kalih raina, mangda raganné maktaang ka Selat. (Masambung)
Upacara
8 Bebantenan Banten Orti
Niyasa Kawerdian Miwah Kalanggengan RING Bali, ngwangun sinunggil wangunan yakti sukil, nénten sawates ngwangun. Sadurungnyané samian sané kanggén bahan sinunggil wangunan patut kawilangin sabecik-beciknyané. Ngawit ngrereh bahan, ngawitin makarya wangunan, taler parikrama tiosan, samian karerehang raina becik. Kantos pinih untat kalaksanayang upacara mlaspasin wangunan. Mlaspas kategesin mawit saking kalih kruna, ‘mlas’ sané mateges pisah, miwah ‘pas’ sané mateges adung. Mawinan mlaspas kategesin sinunggil wangunan kakaryanin saking kayu, batu, pasir, miwah piranti tiosan, salanturnyané kasikiang mawinan mawentuk wangunan sané becik. Sajeroning ngamargiang upacara pamlaspasan inggiang wangunan suci utawi paumahan, akéh piranti sané patut kasayagayang. Utamannyané marupa upakara miwah banten orti. Ngeninin indik orti, wénten tigang soroh orti sané kawigunayang sajeroning upacara pamlaspasan, luiré: Orti Temu, Orti Ancak, miwah Orti Bingin Makatetiga orti inucap nyinahang tetuek wangunan inucap. Orti Temu pinaka niyasa sané nyihnayang wangunan paumahan sesampuné kaplaspas nénten malih pinaka bahan wangunan sané nénten maurip, nanging sampun kasuciang antuk upacara mlaspas mawinan wangunan inucap kasengguh maurip yéning kapikayunin antuk pamineh niskala. Orti Ancak pinaka niyasa yéning wangunan paumahan pinaka genah nglimbakang kahuripan sané lewih becik utawi pinaka lambang kawerdian. Werdi mateges nglimbak nuju sané becik. Tegesnyané, wangunan marupa paumahan patut kadadosang genah ngamargiang kahuripan sabecik-beciknyané. Orti Bingin pinaka niyasa kalanggengan. Sané becik patut setata langgeng, sané nénten becik patut katilarin. Nangiang parilaksana sané becik taler patut mangda kadadosang dasar nglimbakang kahuripan sané werdhi kantos sané becik punika langgeng dados dasar ngamargiang kahuripan. Orti taler pinaka sarana aturan majeng Ida Sang Hyang Widhi sajeroning upacara memakuh. Banten orti sané kawigunayang sajeroning upacara mlaspas taler nyinahang tetuek wangunan inucap. Inggian nyinahang niyasa kahuripan, kawerdian, miwah kalanggengan. Banten orti wantah kawigunayang sajeroning upacara mlaspas wangunan anyar sané kagenahang ring mudra wangunan. Orti kapasang wus upacara mlaspas usan kamargiang. Tios masang orti, piranti tiosan sané patut kapasang marupa ulap-ulap nganutin soroh wangunan sané kaplaspas. (Ida Rsi Bhagawan Smerthi Kusuma Wijaya Sebali)
Redité Kliwon, 6 Nopember 2016
Jogéd Jaruh, Nganistayang Sesolahan Bali
BPM/ist
JOGED - Jogéd Bumbung wantah sinalih tunggil kasenian Bali sané kamanggehang UNESCO pinaka Warisan Budaya Dunia (WBD) tak benda. Jogéd puniki ketah kasolah ring pakraman pinaka tari pergaulan.
SESOLAHAN Jogéd Bumbung wantah sinalih tunggil saking sia Tari Bali sané kamanggehang UNESCO pinaka Warisan Budaya Dunia (WBD) tak benda. Nanging, akéhnyané video jogéd jaruh sané sampun medal dasaan warsa lintang sané ngangken pinaka Jogéd Bumbung” sampun ngrusak citra jogéd sané kasenengin krama santukan igelannyané doh lémpas saking pakem-pakem sesolahan Bali sané lumrah kauningin. Tayangan inucap taler ngwetuang wasana nénten becik majeng aran Bali. Ketah Bali kabaosang genah parikrama jaruh. Sujatinnyané Jogéd Bumbung wantah kasenian sané madué pakem miwah ninutin standar sesolahan Bali sané anut. Sesolahan antuk gerakan jaruh minakadi ngégol (goyang ngebor), gerakan angkuk-angkuk saling masaduarep pantara pragina jogéd miwah pangibing, taler gerakan sensasional tiosan sané ngamedalang nafsu puniki dangan prasida katonton ring medsos pamekas ring youtube. “Nika majanten boya Jogéd Bumbung, nanging jogéd jaruh. Pamekas video jogéd jaruh sané dangan kapolihang ring youtube sané ngangken pinaka Jogéd Bumbung. Parindikan puniki janten nganistayang sesolahan Bali sané kasakralang,” baos Prof. Dr, I Madé Bandem, MA sajeroning diskusi sané kamargiang olih Dinas Kebudayaan Provinsi Bali daweg raina Anggara, 1 Nopember 2016 ring Ruang Rapat UPT Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Niti Mandala Renon, Denpasar. Sajeroning diskusi antuk tema “Kembalikan Jogedku”, Bandem malih nlatarang, manut dharmaing sesolahan Bali wénten tetiga unsur sajeroning tari Bali satios ring agem, tandang, tangkep, miwah tangkis luiré; kalangenan (beauty) sesolahan Bali madaging siwam (kasucian, sakral), satyam (kebenaran, etika), miwah Sundaram (keindahan, estetika). Makatetiga unsur inucap kawastanin sakatiga bajranyana. Tetiga unsur inucap sané patut wénten ring sesolahan bali sakadi sesolahan Jogéd Bumbung, boja jogéd jaruh sané doh lémpas saking makatiga unsur inucap. “Jogéd jaruh niki doh lémpas ring unsur satyam, siwam, sundaram taler catur wiraga minakadi agem, tandang, tangkep, miwah tangkis. Pelanggaran pakem sesolahan Bali inucap maius ring wirama miwah wirasa sesolahan Bali. Yéning sesolahan jaruh sakadi punika sané terus kasolahang, majanten taksu sesolahan Bali ical, taksu Pulo Bali taler ical,” baos Bandem. Majalaran diskusi sané kamargiang puniki kaaptiang prasida kaambil tindakan anggén jalaran ngusanang peméntasan jogéd jaruh sané ngawi kaon aran sesolahan Bali. (uma)
Nanganin Jogéd Jaruh, Samian Angganing Kaptiang ”Proaktif” LANGKUNGAN saking dasaan warsa, tayangan jogéd jaruh utawi jogéd porno sane nganggén kedok Jogéd Bumbung wénten ring situs youtube. Indiké punika ngawinang Jogéd Bumbung arannyané cemer, sangkaning akéhnyané tayangan jogéd jaruh sané nganggén aran Jogéd Bumbung. Jogéd jaruh kaselehin nénten pantes katonton santukan madaging unsur-unsur porno aksi, nglintangin wates-wates kasantunan miwah nglintangin wates etika, estetika, miwah kasucian krama Bali. Para pimpinan ring désa pakraman kantos aparat penegak hukum taler kaptiang proaktif nanganin parindikan inucap. “Tiang marasa kémad ngaksi wénten tayangan jogéd jaruh ring youtube sampun langkungan saking dasaan warsa. Tiang mautsaha metuéling makudang-kudang angganing mangda proaktif sareng ngicalang tayangan-tayangan inucap, rumasuk taler sané metu langsung utawi live ring daerahdaerah,” baos Agung Suryawan Wiranatha saking Aliansi Tokoh Masyarakat Bali (ATMB) ri kala FGD antuk tema “Kembalikan Jogédku” ring Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Renon, Dénpasar daweg raina Anggara, 1 Nopember 2016 lintang. Suryawan ngwewehin, tayangan jogéd jaruh sané wénten ring youtube taler ngwetuang wasana nénten becik majeng aran Bali. Ketah Bali kabaosang genah parikrama jaruh. Sujatinnyané
Jogéd Bumbung wantah kasenian sané madué pakem miwah ninutin standar sesolahan Bali sane anut. Durung malih Jogéd Bumbung sampun kamanggehang pinaka Warisan Budaya Tak Benda UNESCO sareng kutus sasolahan Bali lianan. “Minab sangkaning wasana jogéd dangdut sané goyang ngebor, napi sané ngawinang penari jogéd méntasang parindikan sakadi punika antuk atribut tarian Bali. Yéning ida dané goyang ngebor tan paatribut Bali, iraga pinaka krama Bali prasida maosang punika wantah laksana manusa sané umum,” tegesnyané. Madasar saseleh Marlowe Bandem, pengamat teknologi informasi dan media sosial (medsos) saking STIKOM Bali, wantah sajeroning waktu kirang saking adetik pencarian ring Google antuk kata kunci Jogéd Bumbung, sampun medal tengah yuta link pencarian. “Ageng pisan popularitas jogéd jaruh antuk kata kunci Jogéd Bumbung. Materi-materi sané kontroversial, sesasional tur nuju sané porno dangan pisan dados viral ring internet,” baosnyané. Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Déwa Putu Beratha maosang, pemerintah pacang nglaksanayang pembinaan ring pakraman pamekasnyané majeng para penari jogéd, panabuh, pangibing miwah krama sané ngundang sekaa jogéd. Mungguing ngeninin indik pembinaan moral, etika miwah
agama, kaserahang majeng PHDI. Siosan punika, MUDP taler kaptiang prasida nglanturang majalaran ngwentuk pararem utawi awig-awig miwah aturan adat sané kasurat. Pinih mautama, aparat penegak hukum mangda ngambil pamargi miwah tindakan hukum sajeroning nanganin peméntasan jogéd jaruh saha nangkep angganing sané ngunggah video jogéd jaruh ring youtube, instagram, facebook, miwah media lianan. “Sapunapi Kapolda prasida ngamedalang maklumat sané prasida kanggén pedoman dasar olih aparat kantos ring sektor (Polsek, red) ngambil langkahlangkah penertiban,” weweh dané. Beratha nglanturang, anggannyané taler ngamedalang Surat Edaran majeng pimpinan daerah ring kabupaten/kota, PHDI, MUDP, miwah lembaga sané mapaiketan sareng pembinaan jogéd. Mungguing sajeroning nyetop tayangan jogéd jaruh ring youtube, muatang wéntennyané pelaporan miwah gugatan. Nanging utsaha pemblokiran majeng asiki tayangan manten kajejehin prasida ngwetuang sayan akéh tayangan jogéd jaruh inucap. “Wawu arahnyané lewih secara media sosial, sapunapi iraga sareng sami krama Bali sané urati majeng jogéd prasida lewih akéhan ngunggah jogéd sané becik gumanti salanturnyané prasida pacang nyaihin jogéd sané nénten becik punika,” baosnyané. (yan)
Satua
Olih : Madé Taro
Balian Sandi I TANTRA setata ngiringang bapanné, kasuén-suén Ia meled malajahin aji pangusadhan. Bapannyané kalintang rena tur ngaptiang I Tantra prasida ngwarisin kawikananipuné. Sedik raina anu, I Tantra nganampekin bapanné, “Kasaktian Bapa yukti tangguh. Sampun pepes pisan Bapa ngawigunayang kasaktian Bapa ngamatiang I Jaga, asun iraga. Bapa setata prasida ngwaliang malih, I Jaga prasida idup. Kenapi Bapa nénten mademang tiang anggén nyinahang kasaktian Bapa?” “Keneh Ceningé kénkén, Tantra?” Pitakén bapanné. “Indayang pademang tiang Bapa! Tiang meled pisan ngrasayang mati.” “Da, tusing antes Cening ngomong buka kéto! Manusa tusing dadi anggon maiseng-isengan, apabuin marep pianak padidi. Yéning tusing sida ngwaliang kenkenang?” “Yéning kénten Bapa durung andel ring kasaktian Bapa. Néntenké kasaktian Bapa sampun pateh ring kasaktian Para Dewata?” Bapa sampunang sangsaya.” Pangidihné I tantra ngawinang Balian Sandi obah ring pikayunan. Nanging sangkaning baosé punika setata metu, pangidih pianakné kadagingin. Kaambilnyané sekar akatih tur Balian Sandi ngenyit dupa akatih, kairingang antuk mantra Balian Sandi sakadi ngusuhin sirahné I Tantra. I Tantra rumasa awakné lemet tur bah ka tanahé. I Tantra yukti sampun padem. Nanging, malih ajahan anggané I Tantra malih tegteg, I Tantra malih maurip sakadi jatimula.” (Masambung)
Rédaksi nerima reriptan marupa artikel (paling akéh 3500 huruf), satua ringkes (paling akéh 6000 huruf), puisi, geguritan miwah sané siosan. Reriptan mangda kakirim ring alamat: Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email: bali_orti@balipost.co.id.
MINGGU KLIWON, 6 NOVEMBER 2016
9
IBRA BIANG TERPURUKNYA MU
HAL H HA L 10
Perkiraan Susunan Pemain Sevilla (4-2-3-1): Rico; Escudero, Carrico, Kolodziejczak, Mariano; Kranevitter, N’Zonzi; Vitolo, Ganso, Vazquez; Vietto
Sevilla Vs Barcelona
Barcelona (4-3-3): Ter Stegen; Digne, Mascherano, Umtiti, RoEerto; Ra¿nha, Busquets, Rakitic; Ne\amr, Suarez, Messi
UJIAN PANAS BARCA
Statistik Kedua Tim Head to Head 18/08/16 15/08/16 23/05/16 29/02/16 03/10/15
Barcelona 3-0 Sevilla 0-2 Barcelona E 2 - 0 Barcelona 2-1 Sevilla 2-1
Sevilla (Super Copa) Barcelona (Super Copa) Sevilla (Copa Del Re\) Sevilla (La Liga) Barcelona (La Liga)
Lima Pertandingan Terakhir Sevilla (M-M-M-S-M) 15/10/16 19/10/16 23/10/16 29/10/16 03/11/16
Leganés 2-3 Dinamo Zagreb 0 - 1 Sevilla 1-0 Sporting Gijón1 - 1 Sevilla 4-0
Sevilla (La Liga) Sevilla (UCL) Atlético Madrid (La Liga) Sevilla (La Liga) Dinamo Zagreb (UCL)
Barcelona -
Sebuah laga panas akan tersaji di pertandingan Jornada ke-12 La Liga musim ini. Tim Kuda Hitam, Sevilla akan menjamu sang juara bertahan Barcelona di Ramons Sanchez Pizjuan Stadium pada hari Senin (7/11) dini hari nanti. Sepanjang pagelaran La Liga musim ini, baik Sevilla dan Barcelona menjadi salah dua tim yang tampil konsisten di La Liga. Pada saat ini keduanya menduduki peringkat dua dan Empat klasemen sementara La Liga terpaut hanya tiga poin dari puncak klasemen yang ditempati Real Madrid. Untuk itu tiga poin pada laga ini akan menjadi krusial dalam perebutan gelar di akhir musim nanti. Jika pemilik sejarah pertemuan kedua tim, Barcelona akan berada dalam posisi yang difavoritkan. Hal ini dikarenakan anak asuh Luis Enrique itu hanya satu kali dari 18 pertemuan terakhir mereka kontra Sevilla, di mana mereka juga hanya kalah satu kali dalam enam lawatan mereka ke Ramon Sanchez Pizjuan Stadium. Meski memiliki sejarah pertemuan yang bagus, bukan berarti kubu El Blaugrana bisa meremehkan anak asuh Jorge Sampaoli. Kubu Los Sevillisitas belum tersentuh kekalahan di tujuh pertandingan terakhir mereka di semua kompetisi, di mana mereka tercatat sukses mengalahkan salah satu tim dengan pertahanan terkuat di Spanyol, Atletico Madrid baru-baru ini. Oleh karenanya mereka harus tetap ekstra waspada jelang laga berbahaya ini. Jelang laga panas ini, baik Barcelona dan Sevilla memiliki sebuah persamaan, yaitu sama-sama memiliki masalah cedera yang akut. Di kubu tim tamu pelatih Luis Enrique dipastikan tidak bisa memainkan Aleix Vidal, Jeremy Mathieu, Andres Iniesta, Gerard Pique dan Jordi Alba yang tengah mengalami cedera. Sedangkan di kubu tim tuan rumah pelatih Jorge Sampaoli tidak bisa memainkan Samir Nasri, Nicolas Pareja, Carlos Fernandez, Benoit Tremoulinas, dan Michael Krohn-Dehli yang cedera. Gabriel Mercado juga tidak bisa diturunkan karena mendapat suspensi kartu. Banyaknya pemain yang cedera membuat Sampaoli kemungkinan tidak bisa menurunkan susunan tim yang sama saat mereka mengalahkan Atletico Ma-
Lima Pertandingan Terakhir Barcelona (M-M-K-M-K) 20/10/16 22/10/16 26/10/16 30/10/16 02/11/16
Barcelona Valencia Barcelona Barcelona Manchester Cit\
4-0 2-3 0-1 1-0 3-1
Manchester Cit\ (UCL) Barcelona (La Liga) Espan\ol (SDC) Granada (La Liga) Barcelona (UCL)
Reuni Neymar dan Ganzo Barcelona P en y er a n g B a r c e l o n a , Neymar tidak sabar untuk bereuni dengan mantan rekan setimnya di Santos, Ganso saat timnya akan berhadapan dengan Sevilla pada Senin (7/11) kemarin. Neymar dan Ganso bermain bersama satu sama lain di Santos antara 2009 dan 2012, dengan keduanya datang melalui akademi klub yang terkenal sebagai penghasil pemain bintang. Ganso akhirnya meninggalkan Santos ke Sao Paulo pada tahun 2012, dan Neymar bergabung dengan Barcelona setahun kemudian. “Saya benar-benar optimis untuk menghadapi pertandingan ini. Hal ini akan menjadi pertandingan yang benar-benar bagus untuk
dimainkan. Ini adalah pertandingan yang setiap pemain suka untuk bisa terlibat di dalamnya,” kata Neymar, Sabtu (5/11) kemarin. “Ditambah saya akan bermain melawan mantan rekan setim saya dan teman juga. Dia bukan teman hanya di lapangan, tapi di luar lapangan juga. Ganso adalah sosok pribadi yang besar. Dia adalah orang yang tenang, sangat santai, selalu membuat lelucon dan dia selalu senang,” imbuhnya “Dia adalah pemain hebat. Dia memiliki kualitas untuk bermain di mana saja yang ia inginkan. Tapi saya berharap untuk keluar sebagai pemenang. Trofi pertama yang kami menangi bersamasama adalah Copa do Brasil
dan Libertadores. Dia selalu di hati saya. saya ingin dia mendapatkan yang terbaik, tapi tidak saat melawan Barcelona,” jelas pemain Brazil tersebut. Neymar tidak berada dalam skuad Barcelona saat mereka mengalahkan Sevilla 5-0 secara agregat di Supercopa de Espana pada bulan Agustus karena partisipasinya di Olimpiade Rio. Barca saat ini duduk di urutan kedua di La Liga, hanya satu poin dari Sevilla di posisi keempat setelah 10 pertandingan. (kmb33/ap)
REUNI - Neymar (kiri) akan berhadapan dengan rekan setimnya di timnas Brazil Ganzo.
drid. Dengan skema 4-2-3-1, Adil Rami dan Timothee Kolodziejczak akan menjadi pilar pertahanan Sevilla mengisi kekosongan yang ditinggalkan Mercado dan Pareja. Peran Samir Nasri kemungkinan besar akan digantikan oleh Ganso, di mana playmaker asal Brasil itu akan memberikan support kepada Luciano Vietto yang diturunkan sebagai ujung tombak pada laga ini. Sampaoli amat memahami bagaimana beratnya partai ini. Ia juga menegaskan bahwa Blaugrana takkan melemah, meski baru saja kalah dari Manchester City tengah pekan lalu. “Kami akan dinanti pertandingan yang amat penting menghadapi Barca,” tutur Sampaoli, Sabtu (5/11) kemarin. “Namun saya rasa Barca tidak akan dipengaruhi oleh kekalahan dari City, karena mereka punya banyak pemain yang memiliki kemampuan bagus. Mereka akan selalu menjadi lawan yang berbahaya. Di luar kekalahan dari City, Barca masih jadi tim yang diunggulkan di La Liga dan akan berusaha keras untuk meraih kemenangan di markas kami nanti,” imbuhnya. Di kubu tim tamu, pelatih Luis Enrique juga diprediksi tidak akan melakukan banyak perubahan susunan pemain jelang laga ini. Dengan skema 4-3-3, Tiro MSN yang terdiri dari Lionel Messi, Luis Suarez dan Neymar akan kembali diturunkan sebagai juru gedor El Barca. Di posisi gelandang, Rafinha kemungkinan kembali masuk menggantikan posisi Andre Gomes, bersama dengan Sergio Busquets dan Ivan Rakitic. Sedangkan di posisi penjaga gawang masih ada Marc Andre Ter Stegen yang bertugas menjaga gawang mereka dari gempuran serangan Sevilla. “Bagi saya yang terpenting adalah memetik tiga poin, meski harus diakui kami tidak dalam performa terbaik. Saya sebetulnya ingin menang telak, tetapi Anda tidak selamanya bisa melakukan hal itu di setiap partai,” kata Enrique. Laga ini akan sangat menarik untuk disaksikan. (kmb33/rtr/ap)
OLAHRAGA
10
Minggu Kliwon, 6 November 2016
Ibra Biang Terpuruknya MU London -
Mantan pernyarang Arsenal, Ian Wright meyakini kalau penyerang Zlatan Ibrahimovic kini telah menjadi beban yang menyulitkan Manchester United. Seperti diketahui, Ibra belakangan kesulitan mencetak gol. All round game-nya pun terlihat lambat dan mudah diprediksi. Eks kapten Timnas Swedia itu pun jadi kambing hitam atas hasil buruk yang diraih Manches United belakangan ini. “Dari sejak awal musim, satusatunya hal yang membuatnya bertahan di tim adalah fakta bahwa ia bisa tetap mencetak gol. Ketika Anda melihatnya, permainannya secara keseluruhan tidak cukup bagus. Pergerakannya tidak terlalu hebat, itu harus diakui,” kata Wright, Sabtu (5/11) kemarin. “Saya akan coba sangat jujur. Saya tidak yakin ada banyak tim lain yang akan tertarik untuk merekrutnya ke depan, bahkan secara gratis,” imbuhnya. “Anda lihat cara Manchester City bermain, cara Chelsea bermain, Liverpool, Arsenal, Spurs, semuanya bermain cepat dan juga dengan intensitas tinggi. Dan Anda kemudian lihat Manchester United, mereka lamban. Saya kira Ibra memainkan peran besar untuk menyebabkan hal itu terjadi,” jelas Wright. Sementara itu, Jose Mourinho tidak risau meski Zlatan Ibra-
himovic sedang tidak produktif dalam mencetak gol. Menurut Mourinho, Ibrahimovic telah bermain dengan bagus meski tidak mencetak gol. “Ibrahimovic bermain bagus untuk MU, dia membuat banyak peluang dan dia melewatkan banyak gol,” ujar Mourinho.” Jika saya ingat pertandingan kontra Stoke, Liverpool, Chelsea, dan Burnley, dia melewatkan banyak gol namun dia sungguh fantastis dalam hal pergerakannya yang dinamis, dia berusaha dan membangun tim, dia fantastis,” imbuhnya. Sikap Ibra di atas lapangan juga menjadi sorotan tajam. Pemain 34 tahun itu tertangkap kamera mencekik leher bek Fenerbahce, Simon Kjaer di matchday keempat Liga Europa, Jumat (4/11) kemarin. Tindakan mantan pemain Barcelona dan AC Milan itu semakin mempertegas Ibra sebagai pribadi arogan dan juga sulit mengontrol emosinya. Soal pemberitaan negatif mengenai Ibrahimovic, Jose Mourinho punya pandangannya sendiri. Ia menilai Ibra tidak seperti yang ramai diperbincangkan. “Dalam setiap pertandingan
Liga Inggris, bahkan saat ia tidak mencetak gol, ia menjadi pribadi fantastis dan sikapnya juga selalu brilian,” ujar pelatih 53 tahun itu. Saat ini Ibrahimovic gagal mencetak dalam tujuh pertandingan terakhir yang dijalaninya bersama MU. Pemain asal Swedia itu terakhir kali mencetak gol bagi MU saat tampil menghadapi Zorya Luhansk di ajang Liga Europa, Jumat (30/9) lalu. Hingga saat ini, total enam gol telah dicetaknya untuk MU di segala ajang. Statistik mengungkapkan, Zlatan Ibrahimovic memang masih yang terbaik dibanding pemilik
Pemain dengan Puasa Gol Premier League Saat Ini Pemain Klub Jumlah Tembakan Setelah Gol Terakhir Zlatan Ibrahimovic Manchester United 30 Christian Eriksen Tottenham Hotspur 28 Ross Barkley Everton 21 Riyad Mahrez Leicester City 19
Pemain dengan Kegagalan Tertinggi dalam Mencetak Gol dari Peluang Emas Pemain Peluang Emas Konversi Peluang Emas Zlatan Ibrahimovic 6 14% Theo Walcott 5 40% Jermaine Defoe 4 44% Romelu Lukaku 4 50%
Lawan Alot The Reds London Liverpool akan menghadapi ujian yang cukup alot saat menjamu Watford di Anfield, matchday 11 Premier League malam nanti. Liverpool sejatinya sangat dominan jika bersua dengan Watford. Akan tetapi tim pasukan Jurgen Klopp itu kemungkinan besar saat ini tak akan bisa meraup poin penuh dengan mudah. Hal ini karena tim tersebut kini diarsiteki oleh manajer asal Italia, Walter Mazzarri, dan mereka memiliki lini pertahanan yang cukup terorganisir. Liverpool sedang on fire saat ini. Mereka juga terus tak terkalahkan, sejak tumbang kala bersua Burnley di awal musim ini. Philippe Coutinho cs jadi tim paling subur di liga. Jumlah gol mereka sama Manchester City, 24. Kepercayaan diri para pemain Liverpool juga kian meninggi. Sebab di laga terakhirnya mereka bisa menang meski tampil jelek, yakni saat melawan Crystal Palace. Kelemahan mereka dalam bertahan menangkan bola-boStatistik Kedua Tim Head to Head: 08/05/16 Liverpool 20/12/15 Watford 13/01/07 Watford 23/12/06 Liverpool 25/01/05 Watford
2-0 3-0 0-3 2-0 0-1
la atas bisa tertutup dengan keganasan lini serangnya. Untuk pertandingan ini Klopp tak akan bisa menurunkan Danny Ings yang baru mengalami cedera lutut. Sheyi Ojo juga masih cedera. Sementara itu James Milner dan Joe Gomez belum dalam kondisi fit. “Meski kami tengah dalam kondisi yang baik, tapi tetap harus waspada. Semua laga harus kami anggap sebagai laga yang penting,” ujar arsitek The Reds Jurgen Klopp, Sabtu (5/11) kemarin. Bermain di Anfield, Liverpool tentu akan menurunkan komposisi terbaiknya lagi. Trio Coutinho, Firmino dan Mane akan kembali beraksi di depan dengan ditopang Jordan Henderson dan Adam Lallana di tengah. Di belakang Joel Matip tetap jadi andalan dan begitu pula dengan Loris Karius. Tim besutan Klopp saat ini berada di peringkat ketiga klasemen sementara, namun mempunyai poin sama dengan Arsenal dan Manchester City di peringkat 1 dan 2. Mereka sejauh ini berhasil menjaga rekor tak terkalahkan di 11
Watford Liverpool Liverpool Watford Liverpool
(Premier League) (Premier League) (Premier League) (Premier League) (Piala Liga)
Lima Pertandingan Terakhir Liverpool: 29/10/16 Crystal Palace 2-4 Liverpool 26/10/16 Liverpool 2-1 Tottenham 22/10/16 Liverpool 2-1 West Brom 18/10/16 Liverpool 0-0 Manchester United 01/10/16 Swansea City 1-2 Liverpool
(Premier League) (EFL Cup) (Premier League) (Premier League) (Premier League)
Lima Pertandingan Terakhir Watford: 29/10/16 Watford 1-0 Hull City 22/10/16 Swansea City 0-0 Watford 16/10/16 Middlesbrough 0-1 Watford 01/10/16 Watford 2-2 Bournemouth 27/09/16 Burnley 2-0 Watford
(Premier League) (Premier League) (Premier League) (Premier League) (Premier League)
Perkiraan Susunan Pemain: Liverpool (4-3-3): Karius; Clyne, Matip, Lovren, Moreno; Wijnaldum, Lallana, Henderson; Mane, Firmino, Coutinho.
emier kostum nomor 9 lainnya di Premier League dalam hal jumlah gol. Ia n Ronlebih baik dibanding Salomon don (West Bromwich Albion),, Sam eeney Vokes (Burnley) dan Troy Deeney (Watford). ma-saKetiga nama tersebut sama-saemier ma mengoleksi tiga gol di Premier amun League dalam 10 laga. Namun rmain mereka memiliki menit bermain don yang beragam, yakni Rondon (834 menit), Vokes (827 me-nit), dan Deeney (888 me-nit). Sementara Ibra mengoleksi 4 gol. Data tersebut tentu menjadi tamparan keras bagi Ibrahimovic yang selama ini punya
predikat predator gol. Ibrahimovic harus segera menemukan kembali ketajamannya untuk menyudahi catatan buruk tersebut. (kmb33/rtr)
KALAH Striker Zlatan Ibrahimovic dituding sebagai biang kekalahan Manchester United.
”No Winglet No Problem”
laga terakhirnya dan tengah bersiap menambahnya jadi 12 akhir pekan ini. Beralih ke kubu Watford. Saat ini tim asuhan Mazzarri itu bisa disebut tampil lumayan di Premier League. Dari 10 pertandingan mereka mengoleksi 15 poin, hasil dari empat kali menang, tiga kali seri dan tiga kali kalah dan berada di posisi tujuh klasemen. The Hornets juga memiliki lini pertahanan yang terorganisir dengan cukup rapi. Hal itu tentu tak lepas dari polesan Mazzarri. Mereka mampu meraih tiga kali clean sheet sejauh ini dar 10 laga. Bandingkan dengan Liverpool yang cuma satu kali saja. Ini bisa menjadi aset berharga mereka untuk meredam keganasan lini depan The Reds. Selain itu, belakangan ini performa mereka sedang menanjak. Mereka tak terkalahkan dalam lima laga dari enam pertandingan terakhirnya. Di pertandingan ini Mazzarri akan sedikit dipusingkan oleh banyaknya pemain yang cedera. Stefano Okaka, Kenedy, Dja Djedje, dan Isaac Success semuanya absen karena cedera. Sebastian Prodl dan Craig Cathcart juga masih diragukan bakal bisa tampil. Namun Daryl Janmaat sudah bisa dimainkan lagi. Kemungkinan sejak awal setelah kondisinya kembali bugar. Di lini depan juga tak akan ada masalah, jadi Mazzarri bisa memainkan duo Troy Deeney dan Odion Ighalo yang disokong oleh Valon Behrami di lini tengah plus Younes Kaboul di belakang. Di pertandingan terakhir kedua tim ini yakni di Anfield, Lierpool menang 2-0. Sementara di laga terakhir keduanya di Vicarage Road, Watford menang 3-0. Lalu akan seperti apakah hasil pertandingan kali ini?. (kmb33/ap/rtr)
Watford (3-5-2): Gomes; Kaboul, Prodl, Britos; Amrabat, Pereyra, Behrami, Capoue, Holebas; Ighalo, Deeney.
Milan Ducati menjadi tim pelopor pengguna winglet dan disebut mendapat manfaat paling besar dari perangkat tersebut. Tapi Ducati tak khawatir saat winglet dilarang musim depan. Sempat jadi perdebatan, winglet akhirnya diputuskan dilarang penggunaannya mulai musim 2017. Sayap aerodinamis tersebut diklaim mampu meningkatkan performa motor dan pebalap dengan meningkatkan downforce. Meski membawa beberapa keuntungan, winglet juga dapat resistensi karena dianggap bisa membahayakan pebalap. Rider dikhawatirkan bisa mengalami cedera jika tersenggol atau tertabrak sayap aerodinamis tersebut. Ducati disebut-sebut sebagai tim yang paling optimal memakai perangkat tersebut. Namun pelarangan penggunaannya mulai musim depan tak membuat mereka khawatir. “Musim depan kami akan kehilangan sesuatu pada bagian aerodinamis dengan pelarangan winglet, tapi ini tidak membuat saya khawatir, tim yang lain juga akan kehilangan hal yang sama. Yamaha jelas jadi salah satunya, dan Honda juga sudah memakai winglet yang lebar di beberapa balapan terakhir,” ucap General Manager Ducati, Gigi Dall’Igna, Sabtu (5/11) kemarin. “Kami mungkin paling merasakan akibat dari pelarangan ini, tapi kami sudah punya beberapa ide, bukan cuma terkait aerodinamis. Contohnya, meski kami punya mesin terbaik kami tetap akan mengem-
bangkan itu. Meski akan sulit membuat perkembangan di area itu, langkah termudah membuat kemajuan adalah pada hal-hal yang kami masih lemah,” lanjutnya. Pembalap Ducati Corse, Andrea Dovizioso juga mengaku tetap optimis. Dia menyakini akan bersaing dalam perebutan titel juara dunia MotoGP tahun depan. Menurut Dovizioso, bila Ducati terus meningkatkan performa motor Desmosedici menjadi juara dunia bukan hal mustahil. Pada MotoGP 2017, Dovi akan berduet dengan juara dunia MotoGP tiga kali, Jorge Lorenzo yang tahun ini masih membela Movistar Yamaha.
Rekan Dovi di Ducati Corse musim ini, Andrea Iannone memilih hengkang ke Suzuki. Tahun ini Dovizioso sukses empat kali naik podium, termasuk saat menjadi juara di MotoGP Malaysia, di Sirkuit Internasional Sepang pekan lalu. Pembalap asal Italia ini berharap deretan kemenangan bisa ia raih di seri-seri selanjutnya. “Saya mengetahui itu trek basah, dan bukan kering. Tapi kelihatannya itu seperti saya melecehkan para pesaing,” kata Dovizioso. Pria berusia 30 tahun tersebut berhasil naik podium kedua pada seri pembuka di MotoGP Qatar. Namun pada
seri kedua yang berlangsung di Argentina, Dovizioso malah harus finis di posisi ke-13. “Ini sesuatu yang jarang saya alami dalam karier. Sangat bagus. Terlepas dari kemenangan saya di Sepang saya pikir tahun ini saya punya daya saing, menunjukkan seberapa kuat kami nanti,” ucap Dovizioso. “Saya dan Ducati samasama telah melakukan pekerjaan bagus, tapi tidak cukup karena kami ingin berjuang untuk kejuaraan ini. Apa yang kami punya sekarang masih belum cukup, tapi kami sudah lebih dekat,” tutupnya. Patut dinanti sepak terjang Ducati musim depan. (kmb33/rtr)
WINGLET - Sayap tambahan atau Winglet yang terpasang pada motor Ducati.
BPM/rtr
Peluang Rosberg Terbuka Lebar Brackley Nico Rosberg akan jadi kampiun musim ini jika menang di Brasil. Kalau pun gagal, ia masih punya balapan pamungkas untuk berusaha mengunci titel. Pebalap Mercedes tersebut kini memuncaki klasemen sementara dengan 349 poin. Rosberg unggul 19 angka dari Lewis Hamilton, rekan setimnya di posisi dua. Dengan musim ini menyisakan balapan GP Brasil pada 13 November dan GP Abu Dhabi pada 27 November, Rosberg dipastikan jadi kampiun F1 2016 jika memenangi balapan berikutnya terlepas dari hasil apa pun yang diraih Hamilton. Pada skenario tersebut,
seandainya Rosberg meraih kemenangan di Brasil pencapaian poinnya akan jadi 374 poin. Jumlah itu sudah dipastikan tidak bisa dikejar oleh Hamilton. Namun demikian, Hamilton juga sedang berada dalam performa oke dengan memenangi dua balapan terakhir sebelum ini. Sedangkan Rosberg jadi runner-up di kedua balapan tersebut. Jika nantinya kecenderungan itu berlanjut di Brasil, Hamilton menang dan Rosberg runner-up, keunggulan masih dipegang Rosberg yang bisa menjadikannya sebagai modal untuk menghadapi seri pamungkas di Abu Dhabi. “Peluang juara dunia ada di tangannya sendiri. Jika
ia memenangi balapan di Brasil, ia akan memastikan kejuaraan dunia lebih cepat,” kata bos motorsport Mercedes Toto Wolff, Sabtu (5/11) kemarin. “Saya pikir mungkin ini sedikit lebih mudah dalam konteks menghadapi situasinya dengan tekanan lebih sedikit, karena ia masih punya satu balapan lagi setelah itu di Abu Dhabi,” sebutnya. Sementara itu Hamilton mengakui kalau peluang juaranya kecil. Jika pada akhirnya kalah dari Rosberg, Hamilton tak akan lama-lama larut dalam kekecewaan. Belajar dari pengalaman 2007, di mana dia gagal juara setelah perolehan poinnya disalip Kimi Raikkonen di balapan
terakhir dan kemudian jadi juara di tahun berikutnya, Hamilton akan siap untuk langsung menatap ke depan. “Saya pikir Anda tidak bisa menyiapkan diri untuk kalah, tapi saya sudah pernah mengalami itu sebelumnya,” ujar Hamilton. “Saya kalah di 2007, saya tahu ini tidak akan sesakit saat itu. Saya sudah kehilangan banyak balapan, saya sudah pernah kalah dalam kejuaraan dalam karier saya jadi ini bukan seperti saya tidak pernah mengalaminya. Saya dalam skenario saat ini, saya tahu bahwa lebih ada peluang saya kalah dari pada memenanginya. Ini sulit diterima, tapi begitulah,” tutupnya. (kmb33/rtr)
Nadal akan Kembali
TAJAM - Roberto Firmino akan menjadi ujung tombak Liverpool saat menghadapi Watford malam nanti.
BPM/ap
Mallorca Mantan petenis nomor satu dunia, Mats Wilander optimistis Rafael Nadal bakal pulih tepat waktu. Juara di Prancis Terbuka jadi pendongkrak motivasinya. Nadal terpaksa menyudahi tahun 2016, sebelum musim benarbenar usai. Dia kalah dari cedera pergelangan tangan yang tak kunjung pulih. Petenis Spanyol itu berencana untuk comeback awal
musim 2017. Kini dia tengah menggenjot pemulihan dan latihan. Wilander yakin Nadal bisa segera kembali ke lapangan dan berkompetisi. Menurut mantan petenis asal Swedia itu, Nadal masih mempunyai obsesi yang ingin diselesaikan di jagat tenis. “Saya rasa Rafa mengincar gelar Prancis Terbuka kesepuluh. Dia baru 30 tahun kok,” kata Wilander, Sabtu (5/10) kemarin.
“Publik mengkhawatirkan kesehatan dia. Ya, dia rutin dibekap cedera karena kegilaannya sendiri. Dia menempatkan dirinya pada risiko besar. Kesempatan untuk memenangkan setidaknya satu gelar grand slam lagi masih terbuka. Kalian tak bisa membiarkan Novak Djokovic mendominasi semua turnamen lima tahun ke depan,” imbuhnya. Sepanjang karier profesionalnya, Nadal memang
menunjukkan kalau dialah raja lapangan tanah liat. Nadal mengoleksi sembilan gelar juara Prancis Terbuka. Head to head Nadal dengan Roger Federer yang disebutsebut rivalitas paling panas di era ini juga membuktikan Nadal yang lebih dominan di atas lapangan tanah liat. Statistik menunjukkan Nadal memenangi 13 pertandingan dalam 15 kali duel di lapangan tanah liat. (kmb33/rtr)
Minggu Kliwon, 6 November 2016
11
GELANGGANG
Gateball Denpasar Incar Juara Porprov Denpasar (Bali Post)Tim gateball Kota Denpasar mendulang 2 keping emas pada Porprov Bali di Buleleng 2015 lalu. Dua emas dipersembahkan Dance (single), serta Sonia/Mardiani. Akan tetapi, pada Porprov Bali di Gianyar 2017 nanti mematok target juara umum. Itu dilontarkan Sekum Pengkot Pergatsi sekaligus Koordinator Pelatih Agung Surya di sela-sela latihan di Istana Taman Jepung, Sabtu (5/11) kemarin. Dikemukakan, untuk merebut gelar juara umum setidaknya atlet gateball Denpasar harus mampu menyabet lima keping emas. ‘’Kami menargetkan atlet Denpasar bisa mewujudkan merebut lima emas,’’ kata mantan petenis Porprov Kota Denpasar ini. Menurut dia, tercatat lima atlet Denpasar masuk skuad tim PON Bali. Mereka adalah Dance, Sonia, Mardiani, Artana, dan Nila. ‘’Upaya memenuhi target 5 emas kami telah mengevaluasi berikut menyiapkan atlet, termasuk persiapan yang matang sebelum terjun ke Porprov,’’ tukasnya. Selain itu, Denpasar juga memiliki atlet dari pelajar SMP dan SMA. ‘’Kami mensosialisasikan olahraga gateball ke sekolah-sekolah di Denpasar,’’ tuturnya. Keunggulan lainnya yang membanggakan, Denpasar memiliki sarana dan fasilitas representatif, yakni lapangan Istana Taman Jepun. ‘’Hampir tiap hari lapangan ini selalu dipakai berlatih atlet Denpasar,’’ ujarnya. Diakuinya Denpasar juga menyiapkan pemain yang diproyeksikan berlaga di ajang Porprov. Mereka ini masuk dalam atlet unggulan Kota Denpasar. (022)
Tim Petanque Smanab Cukur SMK TI Mengwitani Mangupura (Bali Post)Tim petanque putra SMAN 1 Abiansemal (Smanab) berhasil mencukur lawanya, SMK TI Mengwitani dengan skor 10-0 di nomor tripel dalam turnamen Mangupura Cup di Stadion Mengwi, Sabtu (5/11) kemarin. Hasil lainnya, tim putri SMK Pariwisata Mengwi unggul tipis 10-9 atas SMK TI Mengwitani di nonmor tripel. Sedangkan untuk tim SD putri Abiansemal menang atas Kuta Utara 8-1 di nomor tripel serta tim putri SMPN 4 Mengwi unggul 9-1 atas SMPN 2 Kuta. Ketua Harian Pengkab Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Badung, Nengah Ardina menyatakan kejuaraan Mangupura Cup ini mempertandingkan kalangan pelajar, mulai SD atas nama kecamatan dan seluruh kecamatan di Badung ambil bagian, serta SMP dan SMA/ SMK mengusung bendera sekolah masing-masing. ‘’Total jumlah siswa yang turun pada ajang mencapai 180 atlet dan nomor yang dipertandingkan dobel dan tripel putra dan putri,’’ jelas Ardina. Dikemukakan, event dalam rangka merayakan Mangupura yang ketujuh ini bertujuan sebagai ajang pemanasan bagi atlet sebelum berlaga pada Porsenijar Badung. Selain itu pihaknya juga menyiapkan atlet Badung guna mengikuti seleksi PON Remaja. ‘’Bahkan ajang ini kami pakai sebagai evaluasi sekaligus menyiapkan atlet Porprov,’’ terang Ardina. Kejuaraan Petanque Mangupura Cup ini dibuka Ketua Umum KONI Badung Sang Putur Raka Arnaya, dihadiri Ketua Pengprov FOPI Bali Nyoman Kamadhiputra, Ketua Pengkab FOPI Badung Gusti Nyoman Adnyana, serta Kabid Olahraga Disdikpora Badung Nyoman Punia. (022)
BPM/wan
BOLA ATAS - Pesepak bola Jala Putra dengan lawannya dari Putra Kedonganan, sama-sama melakukan sundulan dalam upaya berebut bola atas pada Piala Bupati Badung I/2016, Grup A di Lapangan Samudra, Kuta, Sabtu (5/11) kemarin.
Putra Perkanthi ke Delapan Besar Mangupura (Bali Post)-
Tim tuan rumah Putra Perkanthi sukses melenggang ke babak delapan besar, usai menang atas lawannya Putra Kelana dengan skor 2-1 dalam turnamen Piala Bupati Badung I/2016, Grup B di Lapangan Yoga Perkanthi, Jimbaran, Badung, Sabtu (5/11) kemarin. Kedua gol kemenangan Putra Perkanthi diborong kapten tim Gede Jeno Wilyantara di menit ke-28, dan 56 yang membobol gawang Putra Kelana yang dikawal Onky Ardy. Tertinggal 0-2, Putra Kelana mampu mempertipis kekalahan lewat sontekan Githa semenit menjelang
bubaran, hingga memperdaya kiper Putra Perkanthi Dwiki Agustama. Atas hasil ini, Putra Perkanthi yang melakoni lima kali laga belum pernah terkalahkan, dan memetik kemenangan empat kali, serta seri sekali, hingga meraup poin 13. Selain itu, untuk
BPM/ist
POIN PENUH - Bali United U-21 mengincar poin penuh di kandang saat menjamu Persegres Gresik United di Stadion Kapten Wayan Dipta, Gianyar, Senin (7/11) besok guna mengamankan satu tiket ke babak delapan besar.
Jonatan Bertekad Perbaiki Atlet Bali Andi Juara Pertemuan Melawan Yuqi Triathlon Internasional
Jakarta (Bali Post)Atlet bulu tangkis tunggal putra Indonesia Jonatan Christie, mengaku telah berusaha maksimal dan ingin memperbaiki catatan pertemuan dengan pemain Cina Shi Yuqi, setelah dua kali kalah di Prancis dan Jerman. “Saya mengakui kalah dari dia. Saya sudah berusaha maksimal dan belajar dari pengalaman sebelum bertanding di Jerman. Saya akan terus belajar dan bermain lebih baik dalam setiap turnamen berikutnya,” kata Jonatan di Saarbrucken, Jerman, Sabtu (5/11) kemarin. Dalam pertandingan putaran perempatfinal turnamen bulu tangkis Bitburger Terbuka 2016 di Jerman yang berlangsung, Jumat (4/11) waktu setempat, Jonatan kalah dari Yuqi 21-16, 14-21, 14-21 selama 58 menit permainan. Atlet Merah-Putih yang menempati peringkat ke-21 dunia itu merebut game pertama setelah menyamakan kedudukan 9-9. Poin Jonatan terus melaju 14-9, 15-10 dan 21-16 meskipun hampir terkejar 15-14, 16-15. Jonatan gagal meraih keunggulan pada game kedua selepas skor imbang 6-6. Dia tertinggal 8-11, 10-13, hingga 14-21. Demikian pula pada game ketiga Jonatan gagal menekuk pemain yang menempati peringkat 16 dunia itu, walau sempat unggul 5-3. “Langkah saya terhambat karena ada masalah pada kaki saya. Tapi dia memang bermain lebih baik dalam pertandingan kemarin,” ujar Jonatan tentang permainannya pada game kedua dan ketiga. Kekalahan itu menjadi kekalahan kedua Jonatan dari Yuqi, setelah pertandingan perempatfinal dalam turnamen Prancis Terbuka 2016. Di Paris, Prancis Jonatan kalah juga dalam tiga game dari Yuqi 21-12, 19-21, 16-21. Meskipun dua kali menelan kekalahan, rekor pertemuan Jonatan dengan Yuqi masih imbang 2-2. Jonatan tercatat menang atas Yuqi pada turnamen Malaysia Masters 2016, dan Piala Suhandinata 2013. “Menurut jadwal, turnamen berikutnya yang saya ikuti adalah Hong Kong Terbuka dan Macau Terbuka. Tapi saya dan tim pelatih akan melihat kondisi terakhir saya sebelum berangkat,” kata Jonatan tentang turnamen yang akan diikutinya. (ant)
gan Putra Mengwi diborong Paramardika empat gol (quattrick) di menit ke-32, 36, 60, 85, kemudian quattrick Komang Wikanjana di menit ke-20, 25, 46, 72, Ryan dua gol (28, 38), Darmawan (9), Kadek Wikanjaya (30), dan Agus (83). Untuk grup C,Perssib Blahkiuh unggul 1-0 atas Bala Yudha. Sebiji gol kemenangan Perssib Blahkiuh diciptakan lewat tendangan penalti Kadek Septiawan di menit ke-93. (022)
BU U-21 Incar Tiket ke Delapan Besar
BPM/022
PETANQUE - Suasana Kejuaraan Petanque Mangupura Cup antarsiswa SD, SMP, dan SMA/SMK se-Badung di Stadion Mengwi, Sabtu (5/11) kemarin.
Grup A satu tim tuan rumah Pesanku Kuta juga memastikan melenggang ke babak delapan besar. Sedangkan Putra Kedonganan bermain imbang 3-3 melawan Jala Putra, Pada Grup A, di Lapangan Samudra, Kuta. Ketiga gol Putra Kedonganan hasil bidikan
Alit Satya dua gol (9, 37), serta Jeri Darmawan (85), yang menjebol gawang Sukarsana. Sedangkan tiga gol balasan Jala Putra dilesakkan Purnayama (17), Ariana (18), serta Gita Laksana (59) yang membobol gawang Trisna Teguh Wisesa. Hasil lainnya, kesebelasan Putra Mengwi sukses menggunduli lawannya Putra Mambal dengan skor 13-0, pada Grup D di Stadion Mengwi, Sabtu (5/11) kemarin. Ketiga belas gol kemenan-
Pariaman (Bali Post)Atlet asal Bali Andi Wibowo, berhasil menyabet juara satu Pariaman Internasional Triathlon 2016, yang digelar oleh pemerintah Kota Pariaman, Sumatera Barat, kategori Male Elite (elit pria) dengan perolehan waktu tercepat 58 menit, 42 detik. Perwakilan Federasi Triathlon Indonesia (FTI) Zaki Badrudin, di Pariaman, Sabtu (5/11) kemarin mengatakan Andi Wibowo berhasil mengumpulkan waktu tercepat dengan mengalahkan tiga atlet lainnya yaitu Oscar Feriyanto, M. Kadri, dan Ady Akhmad Jukardy. “Ada tiga cabang olahraga yang dilombakan sekaligus dari hasil pengumpulan data pihak panitia Andi Wibowo mampu mengalahkan atlet lainnya,” kata dia. Ia merinci untuk olahraga cabang renang, Andi mengumpulkan waktu 10 menit 59 detik, balap sepeda 29 menit 32 detik, dan lari 17 menit 11 detik. Sedangkan untuk kategori Male Elite usia 23 tahun berhasil disabet atlet M. Ahlul Firman dengan perolehan waktu tercepat satu jam tiga menit, 43 detik mengalahkan dua pesaing
lainnya. Dua pesaing lainnya yaitu Jamin Johan mengumpulkan waktu satu jam 10 menit 52 detik. Sedangkan Lourenzho Adhetya Sinaga hanya mengumpulkan waktu satu jam 17 menit 56 detik. “Penyelenggaraan memang sempat tertunda akibat cuaca buruk dan ombak besar, namun tetap dapat terselenggara dengan baik,” ujarnya. Sementara itu, Wali Kota setempat Mukhlis Rahman mengatakan persiapan telah diupayakan semaksimal mungkin namun sempat terkendala akibat ombak besar. Ia mengatakan kegiatan Pariaman Internasional Triathlon merupakan salah satu kekuatan daerah dalam mempromosikan potensi wisata kota itu. Oleh sebab itu, semua pihak seperti panitia dan masyarakat setempat harus bisa memberikan pelayanan yang maksimal kepada pelancong yang datang nantinya. “Masyarakat harus bisa memberikan pelayanan yang baik, ramah tamah, karena untuk menjual suatu potensi wisata, hal tersebut merupakan modal utama,” ujarnya. (ant)
Mangupura (Bali Post)Bali United (BU) U-21 akan melakoni pertandingan yang cukup berat kala menjamu Persegres Gresik United U-21, dalam lanjutan Kompetisi Torabika Soccer Championship 2016 U-21 di Stadion Kapten Wayan Dipta Gianyar, Senin (7/11) besok. Di mana dalam laga tersebut anak asuhan Wayan Arsana itu, mengincar kemenangan untuk mengamankan satu tiket ke babak delapan besar Grup B. Hal tersebut diutarakan salah satu punggawa Bali United U-21 I Wayan Bayu Ariawan di Kuta, Badung, Sabtu (5/11) kemarin. “Pertandingan nanti bisa dibilang menjadi perebutan tempat kedua di grup B. Jadi kami benarbenar akan berjuang puputan, agar bisa meraih kemenangan dan bisa mendampingi Persela Lamongan yang sudah dipastikan menjadi juara grup B,” ungkap Bayu Ariawan. Pemain kelahiran Tabanan tersebut mengibaratkan laga nanti seperti laga final. Pasalnya, jika tim bisa meraih kemenangan, otomatis akan bisa melaju ke babak delapan besar. Namun kalau seri, jelas harapan ke delapan besar
akan sirna, mengingat tim kalah selisih gol dari lawannya. “Lawan Persegres kami harus mempersiapkan diri sebaik mungkin, karena pertandingan nanti sangat penting. Kami dan Persegres memiliki poin yang sama, namun mereka unggul selisih gol. Untuk itulah, hanya dengan kemenangan tim bisa di atas mereka dan bisa lolos. Kami akan tampil ngotot untuk bisa meraih tiket delapan besar,” kata Bayu Ariawan. Pemain bernomor punggung 93 itu menambahkan, dia dan rekanrekannya bakal berjibaku, saling bahu membahu di lapangan agar tim kembali bisa mengamankan poin penuh di kandang. “Kami harus mewaspadai permainan Persegres yang diketahui memiliki permainan keras serta sangat cepat saat melakukan serangan. Karena, bila berkaca pada pertemuan pertama di Gresik, kami tentu wajib mewaspadai permainan ngotot dan keras dari Persegres. Mereka juga memiliki pemain-pemain dengan kecepatan yang sangat baik di sektor penyerangan,” terang Bayu Ariawan. (kmb41)
12
Minggu Kliwon, 6 November 2016
Sastra
Redité Kliwon, 6 Nopember 2016
I Kaki Dengkil
Laku Chandra I DOGLAGAN paling ngrereh kakinné santukan jaga nyaduang bapanné sané inguh sakadi keni bebai. Ngamigmig mabaos kangin kauh padéwékan, jerit-jerit nénten tatas sapusira batbata. Daldalané, usan mabalih tipi I Dengkil masolah asapunika santukan kuciwa mabalih pangageng jagaté sakadi pukrul ngangsokang warginé mangda ngarya byuta! Sampun ping kuda minab I Doglagan jerit-jerit ngaukin kakinné. Kawanten I Kaki Dengkil nénten masaut. Pitanaanga kakinné ring metén umahé, puputné nénten wénten. Mailehan sampun seebina genahé antuk I Doglagan, nénten wénten lawat kakinné panggihina. Kantos sampun nyansan wengi, I Doglagan nénten prasida manggihin kakinné. Kija I Kaki Dengkil wenginé puniki? I Doglagan paling sampun nyerepang, nénten wénten sané uning. Wantah luas doh, minab nénten. Santukan panganggéné sané biasa anggéna luas kantun magantung ring kapstoké. Punika napi, baju endek barak buuk paican Ida Anaké Agung kantun wénten panggihina antuk I Doglagan. Pabuaté I Doglagan ngrereh kakinné jaga nyaduang bapanné sané kawéntenané asapunika. Sakadi keni bebai sampi rengas, ngembo kebriskebris angkiané, rengas makasami nagih énggota. I Doglagan jejeh pisan manggihin bapanné sakadi punika. Waluya ja sering sakadi punika, mangkin I Doglagan jejeh santukan nembé manggihin bapanné sakadi punika santukan wawu usan nonton tipi. Wantah masolah sakadi keni bebai santukan marebat sareng kurnané utawi santukan nénten nué jinah anggéna maceki, I Doglagan nénten paling ngrereh kakinné sakadi mangkin. Mangda gelis bapanné seger, sakadi sané sampun-sampun wantah sapuniki kawéntenan bapanné jagi gelis seger wantah sampun polih tutur saking kakinné. Wantah nénten wénten kakinné, naler nyegerang déwék sesampuné polih wédang jaé kalih roko abungkus. Santukan kakinné nénten panggihina, I Doglagan raris mulih jagi nuréksa kawéntenan bapanné. Sesampuné ngojog umahné, panggihina bapanné kantun matingkah sliwah sakadi keni bebai. Sakadi kakinné wantah manggihin bapanné asapunika, I Doglagan alon-alon matakén. “Bapa, napi sané ngawinang inguh sakadi puniki? Napi sané kirang, dong nggih nikain padéwékan titiangé!” Asapunika I Doglagan mabaos nyunyur manis sakadi masesapa ring Sanggah Kamulané. Pitananga, wantah mabaos alus sakadi punika, bapanné jagi éling ring awak. Jagi usan masolah sakadi keni bebai punika. Ping kuda-kuda I Doglagan mabaos sakadi punika, nanging bapanné kantun manten masolah sakadi punika. Santukan kawéntenané sakadi punika, pitanaanga bapanné karauhan. Pitanaanga wénten sané nedunin. Punika awanan raris Ipun mabaos: “Wantah asapunika, napi jagi aturang titiang, segehan putih kuning? Tetabuhan arak berem?” Sambilanga naanang kedék, asapunika I Doglagan mabaos. Méménné naler jerih manggihin somahné asapunika. Punika awanan sareng ngrumrum kurenanné. “Beli bagus... suud amonto malu masolah cara kakéné. Inggih, Ratu Bhatara, sapusira ja nedunin somah titiangé, makaon... makaon... sampunang somah titiange anggéna gulgula sakadi puniki.” Sengi-sengi Mén Doglagan mabaos asapunika. Karumrum sakadi punika antuk pianak tur somahé, Pan Doglagan alias I Dengkil nglautang masolah sakadi keni bebai. Matolihan ipun, toliha pianak tur kureané, paningalané barak nelik aéngan tekén paningalan rangdané di Pura Dalem. “Bah... né tusing ngerti apa-apa. Icang kakéné sawireh kalintang kuciwa! Tusing pantes pangageng jagaté masolah cara kéto. Mapi-mapi nindihin gumi, pamuputné dadi propokator. To tolih lad presidéné! Cara pukrul ngadokang apang anaké maplekara. Nyesel Icang ngelah pangageng jagat cara kakéto. Aget ipidan tusing bareng mamalih ia dugasé pemiluné lawas. Tusing pesan nawang pakibeh jagat. Patutné ia nawang, lamun kakéné pakibeh jagaté, laku bulané, laku sasihé, laku chandrané adokang. Apang nyak dayuh keneh warginé makejang.” Asapunika baos I Dengkilé lantang mlémad. Miragi baos bapanné sakadi punika, ngadébras I Doglagan malih ngrereh kakinné. Sampun wengi sané mangkin. Ngawinang I Doglagan ngalakulaku ka bangketé sané enyat nénten polih toya. Saking doh panggihina kakinné slasar-sleser nyongkok. Ngadubug I Doglagan nyagjagin kakinné ngemasin kesiab I Kaki Dengkil. “Apa gaé Cai né! Néh... mara ukuha bakat I Jangkrik Kipa lakar julukang ajak I Gading Wani. Né mara ya... ilang suba jani... Mara buin mani lakar ngadu jangkrik, cara Pak Sebéyé ngadokang warginé!” I Kaki Dengkil mabaos bangras sakadi punika. I Doglagan lempuyengan sirahné. “Tusing pianak, tusing bapa! Patuh né...! Kaki I Bapa jumah tawah pesan solahné. Pating ojah, pating batbat ulian mara suud mabalih tipi. Patuh masé mabalih Pak Sebéyé mapidarta di tipiné! Mai mulih malu Kaki tuturin I Bapa!” I Doglagan ngarumrum kakinné asapunika. Tan maa I Kaki Dengkil majadengan. Raris alon-alon mamargi mulih sareng cucunné. Kocap malih jebos Ipun jagi nuturin pianknné. Micayang caya ring papetengan manah pianakné. Punika kabaos laku chandra. Jagi mapitutur nyunyur manis sakadi Bhtarasi Sasih nyunarin jagat ri kala guminé peteng. (Jelantik)
Cupak IBW Widiasa Keniten TIMPAL tiangé mula demen maigel-igelan. Koné ia kembar. Ada ngorahang ané kelihan lekad makedeng, ané cerikan lekad biasa. Anut manyama. Tresna asih anaké nyambatang. Ia koné lek ajak nyama matungkas gedé-gedéan ajak anak lén adung gati. Ia ngrasaang yén tusing ngigel lakar inguh kenehné. Yén tusing ada gong, bibihné masi dadi anggona. Bibihné ada gedé ada ané cupitan. Ada ané mamunyi bangras
ada ané mamunyi banban alep. Ada ngorahang pragina cager. Tiang demen ada urati tekén igel-igelan. Sabilang ada anak ngupah, maganti satuané. Jani, ia lakar ngigelang satuanné Cupak Gerantang. Sabilang dina, ia malajah dadi Cupak. Sabilang dina, dadi Gerantang. Ingkel-ingkel suba tiang dugasé I Cupak enggang bibihné tambis-tambis celepin buyung gadang. “Encén pilih?” “Cara pilkada dogén. Kola
13
dadi Cupak dogén.” “Dadi Cupak?” “Man dadi Gerantang orahin Cai?” “Ukana kéto.” “Sing nyak. Luungan dadi Cupak.” “Dadi kéto?” “Beneh. Masan jani awak berig, sing orahanga kuangan gisi. Buina yén dadi Cupak maan ka suargan matemu ajak Bhathara Brahma. Kasambut watek dedari. Watek dedariné lakar pilihin. Dedari Supraba koné ané lek-lekan ento lakar gandong. Yén dadi Gerantang, apa katepukin?” “Hahahahaha! Beneh masi. I Gerantang pragat meragang dogén, yen I Cupak pragat ngedénang dogén.” “Basang Gedé, rékening gedé, sebeng gedé. Pokokné sekancan ané gedé-gedé. Ento ngranayang kola dadi Cupak. Cai antes dadi Gerantang. Awak berig, keneh berig, daya berig, rékening berig. Sekancan ané berig-berig antes saluk Cai.” “Lamun kéto, mula bebagian Icang. Nyak suba, Icang dadi Gerantang sakéwala melahang Iba dadi Cupak. Apang dimakpak isin guminé nyak mataksu. Yén taksuné ento bakatang Cai, jeg luung suba igel-igelanné di kalanganné.” “Nah. Kola eda suba tuturina buin suba pepes dadi Cupak. Jeg mataksu igeligelanné.” “Apang taén ngigel tusing magong. Kénkén yén bibih idéwéké anggon gong?” “Sajan mula dueg Cai, anut dadi Gerantang liu ngelah keneh. Buina yén bibihné pepes mamunyi sinah sayan biasa mamunyi. Manian sinah kajudi dadi tukang munyi. Paling tusing dadi tim sukses. Munyiné maji. Kantong misi, bibih maguna. Jani munyiné anak maarga. Bisa ngaba munyi argané gedénan. Yén sing kétoang bibihé, percuma ngelah bibih.” “Bibih mula gunané dimunyi.” “Beneh, Gerantang. Jani, gunaang bibihé. Bibih Kolané, bibih Cainé apang mapikenoh.” “Kéwala Icang kapah-kapah maan mamunyi, bibih Icangé tusing nyak lemig.” “Dadi palajahin apang nyak lemig munyiné, apang nyak legit munyiné. Yén sing kétoang bibihé, tusing nyak melah.” “Jalan jani kawitin malajah mamunyi.” “Jalan Gerantang. Cai lakar
kanti telah. Nah kéto anaké mara Cupak adanné. Dueg pesan ngipuh gumi. Kéweh ngalih Cupak.” “Nangkling nangklong. Nangkling nangklong. Basang beling buin nyantung. Basang beling nyantung.” “Maréréééééééééééén magamel. Gamelan apa kakéto. Misi nyacad Kola. Jani Cai ngigel. Kola magamel.” “Dadi masi. Lamun kéto, Icang lakar matembang malu: Jangkrik buduh, mabumbung di tihing petung, umahé gedénan, awaké cenik manengil, nolih ulu, kadénang bakat manyemak.” “Sajan Gerantang. Mula dueg matembang. Cai ngelah dogén. Dija ada umah jangkrik nganggon bungbung petung. Biasané ane manggon tiing jajang utawi tiing semat. Cai ngaé-ngaé dogén.” “Masan jani anak ané ngaéngaé ento suba demenina. Yén patuh gaéna tusing nyak melah isin guminé. Ané mabina-binaan ento suba melah. Patuh buka Beli ajak Icang. Beli nyantung, Icang berag. Beli mabibih linggah, Icang cupekan. Koné rwabhinédha. Yén patuh makejang, dong tusing taén matemu. Tusing ada kenehang dadiné. Gunané ngelah wiwéka anak anggon makeneh. Tusing matongosang .” “Biiih, misi nuturin jani.” “Tusing nuturin apang majalan masi igel-igelanné.” “Cai mula duégan buin abedik, Gerantang.” “Tusing buin abedik. Mirib bin liunan.” “Nah eda ajum.” “Tusing ajum.” Mula melah gel-igelan I Cupak ajak I Gerantang. Makejang ané mabalih pada demen. Ada ané ngoplokin, ada ané suitsuit cara nyuitin anak bajang. I Cupak sayan mataksu igeligelanné. Sayan buduh ia ngigel, sayan paling. Makejang ipuha. I Cupak jani mabasang gedé, masebeng gedé. Liu ané nagih apang dadi Cupak. Ada nagih taksuné dugasné ngipuh gumi. Ada ané nagih taksuné dugasné nguugang bukit. Demen pesan I Cupak, ingkel-ingkel ia kedék kanti enggang makelo gati. Tiang jejeh ningalin engganganné krana tepukin tiang di duur layahné ada panak buaya sedek ngrépé. ***
Saking Langit Bali
Aswamédha Parwa
Karma
Kalascaryan Pikayunan Olih : I K. Satria, S.Ag KALANTURANG mangkin wénten caya sané rauh nuju angga sariranidané sané ngawinang Ida malih mawali becik, prabhawanidané mawali becik saha mangkin mawali ngandika; “Nawegang Sang Brahmana, titiang sampun nampi waris kaprabhon puniki antuk panegara sané jimbar pisan. Punika mawinan titiang nénten prasida nguningin jimbar panegaran titiangé yadiastun sampun akéh ngwéntenang pamargi ngélinglingin panegarané. Antuk kabingungan titiang sampun titiang ngélingling ring pikayunan Sang Déwi Mithila, permaisurin titiang sané tanpa tanding kajegegannyané. Titiang nénten prasida nguningin jimbar panegaran titiangé saha nguningin samian sentanan titiangé. Sakemaon sangkaning caya sané dahat mautama ngawinang mawali becik pikayunan titiangé. Sané mangkin mangda sami éling, indik kasujatiané titiang nénten madué wates-wates panegaran. Sané patut wantah angga sariran titiangé puniki taler nénten prasida duénang titiang! Utawi yéning pikayunin malih, minab jagaté puniki wantah duén titiang! Sinarengan ring kawisésan titiangé ngasorang angga sarira sané sujatinnyané mautama, asapunika kasujatiannyané nawegang Brahmana sané utama. Titiang taler ngayunin sakadi asapuniki, asapunapi druén titiangé, wantah sakadi aspunika taler sané patut kaduénang olih anak siosan. Ngayunin sakadi asapuniki, sané mangkin titiang nunas mangda Sang Bharmana Rsi kayun malinggih iriki sakita kayun I Ratu! Titiang taler uning ring pikayunan parindikan sané wénten iriki wantah pinaka kawéntenan sané nénten langgeng. Nénten wénten ring jagaté puniki prasida baosang titiang sané nuénang. Titiang setata éling ring sloka-sloka Catur Vedané sané maosang saha mitetesin indiké puniki. Malarapan antuk pitetes slokané punika, sané mangkin titiang sampun ngicalang pikayunan jaga nuénang jagaté puniki. Sujatiné ring pikayunan titiang, titiang ngayunin indiké sané wénten wantah druén titiang. Taler asapunika tungkalikannyané, titiang wantah druén jagaté puniki. Titiang nénten pisan ngayunin napi sané druénang titiang puniki wantah ngawinang suka manah titiang ring padéwékan, sakémaon wantah patut taler kaduénang olih anak tiosan. Jagaté puniki sané ngutamayang kawéntenan sarwaning ambuné. Titiang taler nénten ngayunin malih indik kawéntenan sekancaning indria sané mamurti sangkaning nemu suka ring jagaté puniki. Sujatiné sekancaning indria wantah molihang kasukan sangkaning pangripta Sang Hyang Sangkan sané wénten ring makasami daging jagaté. Punika mawinan wantah daging jagaté sané patut utamayang dwaning sami druén Ida Sang Hyang Widhi!” Kadi asapunika pangandikan Ida Sang Prabhu. Mirengang pangandikan Ida Sang Prabhu sakadi asapunika, Brahmana utama punika rumasa garjita pisan ring pikayunan saha sané mangkin ngamedalang wacana: “Uduh Sang Prabhu, mangda sauning, titiang puniki wantah Sang Hyang Dharma sané mijil saking
mamunyi matembang, apa mamunyi apa ja kenehang Cai?” “Selegenti. Keneh Icangé matembang lakar matembang. Keneh Icangé tusing matembang, lakar sing matembang. Kénkén ja keneh Icangé.” “Bisa masi I Gerantang mamunyi kéto jani. Tusing pelih Cai manyama ajak Kola. I Mémé ajak I Bapa sinah luung pinunasné ipidan dugas ngrastitiang Cai ajak Kola. Sangkan nyak adung Cai ajak Kola. Kéweh ngalih nyama apang nyak adung. To tingalin pisaganné. Nyama tugelanné ajaka mapalasan. Ajak anak nyak ia adung. Iraga apang dadua misi. Ajak pisaga adung. Ajak Cai masi apang adung.” “Lega rasané maan tutur uli I Cupak. Icang demen, Cai bisa nuturin Icang, ané dadiang Cai adi. Mula antes i beli nuturin adinné. Mula antes ané kelihan dadi conto di keneh adiné. Madak apang saja sayan luung pajalan beliné dadi Cupak. Icang angayu bagia ngelah nyama. Tusing nyemah dadiné manyama.” “Tusing nyak kalah masi I Gerantang mapitutur. Bin pidan lakar kawitin bondrés Cainé ajak Beli. Pragat mamunyi dogén uli tuni? Bibih cupit kéwala kereng nuturin.” “Koné mamunyi purukin malu. Ené anak suba ngawitin. Sajan Cupak polo embuh. Awak dogén gedé. Gedé-gedé gedebong, liunan yéh.” “Yéééééééé! Da kéto, liu gunané. Dadi mamaan céléng. Yén gedebong biu batu, sinah dadiang arés jaen. Kecot-kecot suba kolongan Cainé.” “Hihihihihihihihiiiiiiiiiiiii. Bisa masi ngwalék I Cupak. Jani kawitin, Icang ngamelin baan bibih. Cai ngigel!” “Nah. Tingalin agem-ageman Kolané suba anut?” “Anutang dogén. Awak mula pragina sesaupan. Céng gur! Céng Bés. Céngcéng macegur. Céngcéng kebés. Awak mablabur buin késkés.” “Melahang magamel.” “Eda liunan tutur. Icang suba magamel. Tuutang dogén, lamun encén kéwéhné nuutang dogén.” “Céng pang! Céng pong. Awak doplang. Gigi prongpong.” “Buin ngéndah. Melahang magamel.” “Tuutang dogén, eda liunan patakon. Ingetang ngigel dogén. Cupak ipuh to bukité. Pakpak to bangkiang gunungé. Kisidang tanahné. Ipuh énggalang apang
pahrayangan gumanti pacang nelebin kalascaryan Sang Prabhu. Sujatiné kawicaksanan sakadi asapuniki ngawinang sami pamargin dharma prasida mamargi saha ngwetuang karahayuan. Dharmané punika mamargi malarapan antuk kawicaksanan sané pinaka dasarnyané sané nglantur malinder nyunarin kahuripané sané sekala miwah niskala”! Kadi asapunika bebaosan Ida Sang Brahmana sané sujatinnyané wantah panrestian Sang Hyang Dharma. Ida Sang Brahamana lanang nglanturang nyatuayang Sang Hyang Sastra majeng ring Ida Brahmana Istri: “Uduh Adi, ring kahuripané puniki Beli ngamargiang kahuripan sané mirib Adi nénten tatas uning ring pamargin Beliné. Yéning manahin Beli, Adi minab sampun nénten pastika ngayunin kawéntenan Beliné puniki. Beli boya sios wantah Brahmana sané nelebin kawéntenan Catur Veda Samhita. Malarapan antuk kapradnyanan Beliné, Beli sampun mautsaha mangda prasida nunggal ring Hyang Tunggal tur malasang déwék majeng ring kahuripané puniki. Beli sampun ngelarang tapa miwah brata, Beli taler sampun ngelarang grehasta asrama. Beli sujatinnyané sampun puput ngamargiang sajeroning semaya miwah bisama. Beli boya sakadi sané aksiang Adi sané mangkin sané sakadi anak tanpa sastra. Antuk pangresep sastra sakadi asapuniki, sami daging jagaté sampun nyusup ring angga sariran Beliné. Makasami daging jagaté, beburon, taru miwah sané tiosan sané maurip napi malih sané nénten maurip, sami sampun tatas kasor saha prasida pacang nemu baya sangkaning sampun kageseng ring kateleban sastran Beliné, Adi. Cihna kautaman miwah kagungan Beliné puniki wantah nuek ring jagaté miwah ring jagat tigané. Ring makasami kawéntenané puniki Beli wantah jaya sangkaning sampun waged ring daging sastra agama. Kaélingané ring sastra agama wantah senjata sané mautama pisan sajeroning nginkinang sarira nuju genahé suci. Wantah pamargin kaweruhané punika sané pinaka sarana sajeroning ngruruh kasujatian atmané, antuk nelebin Sang Hyang Aji, sami pacang molihang sané kabaosang utama. Sané mangkin wénten pamargi kekalih kanggén jalaran ngruruh antuk pamargi grehasta utawi pamargi sané nénten ngamargiang grehasta. Yéning sami sampun kadasarin antuk pikayunan sané paripurna tur sané kabaosang becik sinah kawéntenan sarirané pacang nemu kalanggengan, sami pacang kauningan indik kahuripané puniki sakadi samudra sané prasida namping sekancan sané nénten becik napi malih sané becik. Indiké punika sané ngawinang iraga mangda nénten anyud ring kahuripané puniki, sakémaon mangda teleb malajahin sané kabaosang paripurna. Sami pacang molihang pateh sakadi pamarginnyané, sami pacang nguningang ring jagaté indik sané kabaosang urip wantah sangkaing kahuripan sané sadurungnyané. (Puput)
Urip ka marcapada, bekelé tuah karma phala, maurip sakadi ngajeng uyah, pakeh pait, yéning iwang masolah. Karmané sané ipidan, tikul tur téngténg ring jagat, pamarginé nuutin undagan, tindakan alon antuk parisolah. Kaon kagambel, yéning kaon maparisolah, becik kagambel, yéning becik maparisolah, uripé tuah sampun katitah, antuk pamargi nyarengin galah. Becik malaksana karmané melah, kaon malaksana karmané benyah, pamarginé sinah sampun katah, kasurat antuk sakancan parisolah. I W. Wikana-Seraya
Embang Embangé ngaé kambang rumasa tan bina kembang kekupu kantos magarang Dados ragané uyang kadi jaran guyang satsat wawu malébang Pascat mawicara embang kukuh tan dados tombang ngengkebang laksana iwang Duh Ratu punapiang idup ipun ngrambang ngemasin makutang Nilarwati
Kruna
14
Nanamy Khrisnashanti Eva Susila
Cerakén Lengkara Punggelan geguritan puniki kaanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha. Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti
msСmmã*, Mas Kumambang
34.kj)eggn/, Kajegégan,
kbgusnÓnætnÑ&, kabagusan tanpa tanding,
tÊ[Åmg)egln/, tresna magegélan,
Duta Indonesia ring ”Asian Science Camp” KAJUDI dados duta utawi delegasi saking Indonésia ngamiletin ‘Asian Science Camp’ (ASC) ring Bangalore, India ngametuang rasa bangga ring anggan Luh Ayu Nanamy Khrisnashanti Eva Susila. Acara sané kamargiang daweg tanggal 21 rauh ring 27 Agustus 2016 puniki kamiletin olih sia diri siswa saking dura Bali. Sadurung ka Bangalore, samian pamilet mapupul ring Jakarta mligbagang indik Cultural Night miwah mligbagang indik acara ASC inucap.
kdih\án&d)dri, kadi angganing dedari,
supÉblnuæ*Á(jun. Supraba lan Sang Arjuna.
35.husnß¡sæ, Usan muspa,
r&j)erom\Ðinßli\Ài;, ring jero mangkin malinggih,
ksps*diy;, kasapa Sang Diah,
hnÓ¡kuæ*hibup)rmi, antuk Sang Ibu Perami,
c)n&denim\yun*. Cening dini mangayunang.
36.hibu\)l;, Ibu ngelah,
hulmßg)n)pnÇ)n&, ulam magenepan Cening,
buw;msi;hd, buah masih ada,
kirimnÀ¡liednã¡kit/, kiriman uli Dén Bukit,
h\á¡(duernÞnuæumg. anggur durén lan sumaga.
g rumasa bangga g “Tiang dados duta saking Bali, yukti pe pengalaman sané ngangobin manah,” b baosnyané daweg kacunduk wawu p puniki. Yowana sané emabs rring Dénpasar, 24 November 1999 199 puniki malih nlatarang, saking Jakarta anggané sareng sia diri du duta tiosan lunga ka India. Rauh ri ring India, anggané molihang pem pembelajaran indik sains, nelebin wid widang sains sareng peraih-pera peraih-peraih nobel. Satios punika ang anggané taler nyarengin camp saha mligbagang indik pikobetpikobet sains ri ring jagat agung puniki sah saha ngruruh carané nepasin pikobet inucap. “Makéh pa paplajahan sané poliha polihang tiang. Ring ASC pu puniki tiang taler polih pembelajaran indik indi plenary, class, pos poster competition, ca camp, laboratory vis visit, miwah excursion excursion. Nénten lali taler w wénten cult tural show, Indonésia nyinahang kolaborasi Tari B Bali sareng Saj Sajojo,” baos dané sané molihang To Top 5 besar Terunate teruni Bali 2015 2015: pinaka Best Public Speak Speaker miwah nomin nominasi Intelegensia puniki makeny makenyem. Pres Prestasi pinih anyar sané kapoliha polihang pianak kapertama I Gede Susila, S.So S.Sos—I Gusti Ayu Putu Ruk Rukmini, S.H puni puniki wantah pina pinaka Juara I Pen Peneliti Belia Tin Tingkat Nasional. Préstasi tiosan luiré; Juara I LKTI Sains Undiksha sa-Bal 2015 ansa-Bali tuk kat kategori Best Presen Presenter-Poster Terbai Terbaik, Juara II Scientific Writing Contest FK Wa Warmadéwa 2015, Juara I lomba Es Essay Fisip Unud 20 2015, Juara III Penel Peneliti Belia Provinsi B Bali 2015, Juara III CIA Essay Writing Competition Tingka Tingkat Nasional (HMJ Pendidikan Pe Kimia Visvita Visvitalis) 2015, Juara III LKTI LKT PILAR sa-Bali Unm Unmas 2015, miwah Juara III LKTI HIMAGROTEK sa-Jawa Bali Unud 2015. (uma)
Isin Gumi Jogéd Jaruh Munggah ring ”Youtube”, Aparat Hukum Kaptiang ”Proaktif” SAMPUN dasa warsa langkungan, tayangan jogéd jaruh munggah ring situs youtube. Jogéd jaruh nénten pantes katonton santukan madaging unsur-unsur porno aksi, nglintangin wates-wates kasantunan miwah lémpas saking unsur étika, éstétika, taler kasucian sané ngawi cemer aran Bali. Para pangemong kebijakan ring désa pakraman kantos aparat penegak ukum taler katunas mangda proaktif. Parindikan inucap
kabaosang Agung Suryawan Wiranatha, Aliansi Tokoh Masyarakat Bali wawu puniki. Parindikan punika kabligbagang ring sajeroning acara Isin Gumi Radio Singaraja FM 92,0 Mhz raina Wraspati, 3 Nopember 2016 lintang. Km. Budiartana, Panji Yéning tiang lewih seneng maosang Jogéd Bumbung sané lémpas saking pakemnyané. Santukan jaruh utawi nénten
jaruh punika manut ring pikayunan soang-soang krama sané nonton. Sakémahon tiang rumasa keberatn yéning seni budaya Bali kasolahang sakadi punika, napi malih kasolahang ring genah umum miwah katonton alit-alit. Kadi mangkin akéh munggah video Jogéd Bumbung sané nénten manut sakadi pakemnyané ring sosial média. Tiang dados krama Bali marasa kimud pisan. Yéning nénten iraga, sira tundén ngajiang budaya
Kruna BASA BALI
AKSARA BALI
1.
sugeran
1.
sug)rn/,
1. arak
2.
tasik
2.
tsik/,
2. garam
3.
orét
3.
ehoert/,
3. sosis (urutan)
4.
kanca
4.
kzÇ,
4. berem
5.
mina
5.
min,
5. ikan
6.
pisang
6.
pis*,
6. pisang
7.
gendis
7.
g)nÑis/,
7. gula
8.
gereh
8.
g)Ï;,
8. Gerang
9.
jangan
9.
j\n/,
9. Sayur
10.
s\nn/,
10. Kue
10. sanganan
Redité Kliwon, 6 Nopember 2016
BAHASA INDONÉSIA
taler Jagat Baliné? Putra, Pengastulan Sampun sapatutnyané aparat hukum bertindak tegas, santukan parindikan jogéd jaruh puniki sampun maédar bébas ring médsos. Tayangan jogéd sakadi punika taler prasida ngwentuk citra sané kaon majeng Pulo Bali sané sampun kasub kantos ka dura negara. Indiké puniki prasida ngawinang aran Bali sayan cemer. Ketut Arta Dana, Gesing Yéning jogédnyané sané kaiwangang, tiang nénten setuju. Sesolahan jogéd pinaka asil kabudayaan soang-soang daérah, nglimbak nganutin sareng budaya sané wénten. Yéning pengédar video-nyané sané katangkep tiang setuju. Soang-soang krama madué pikayunan sané matiosan indik sesolahan jogéd sakadi punika. Tanaya, Kampung Tinggi Singaraja Tios ring ngicén “tindakan efek jera” majeng pengunggah jogéd jaruh, sané utama patut kalaksanayang wantah pembinaan majeng para sekaa jogéd ring Bali. Iriki prajuru désa pakraman maprakanti sareng kelian sekaa ngwéntenang pararem sané dagingnyané indik sesolahan jogéd sané nénten lémpas saking pakemnyané. (ama)
Ida Bagus Purwana
Becik Ngepah Pengalaman MADUÉ sentana manut pasangan sané sampun mawiwaha wantah parindikan sané kajantosang. Yéning kulawarga sané sampun kawangun lami tan pawénten suaran tangis raré miwah kedék alit-alit, materi, jabatan, miwah status sosial sané kaduénang nénten pacang mawiguna. Kahanan akadi punika naen karasayang olih Ida Bagus Purwana sareng rabinnyané Ni Gusti Ayu Ketut Suesning. Gus Aji – sapunika dané ketah kasambat naen nglintangin kahanan punika. Aget lanang sané embas ring Ubud, 29 Februari 1963 puniki setata mapikayunan positif, mautsaha kukuh, tur nepasin pikobet inucap. Ida Bagus Purwana marasa sepi tan pawéntennyané anak alit ring kulawarga sané sampun kawangun lami. Cutet carita pamuputnyané ring Kota Buaya, Surabaya, embas raré istri tigang diri. Rasa bagia karasayang olih kulawarga sané sampun rumasuk lami nénten madué raré. Pangastawa miwah pangaptinnyané kadagingin. “Nénten wénten baos lianan sajabaning angayubagia. Paican Ida pinih
asri rasayang tiang sesampun urip dasaan warsa. Wénten semangat anyar ngarepin raina bénjang,” baosnyané. Kacunduk ring penginapan duénnyané ring Jalan Raya Andong, Gus Aji nyatuayang sakadi mawali embas sangkaning kawéntenan makatiga okannyané punika. Ri kala nyingak rupan okannyané, kala punika taler metu semangat nglanturang kahuripan. Minab punika sané ngawinang Sarjana Seni Rupa miwah Sarjana Pertanian puniki meled masatua sareng pasangan kulawarga sané sampun lami ngwangun kulawarga nanging durung madué oka. Ida Bagus Purwana meled ngwentuk komunitas senasib, sané urati tur meled mabaos sareng kulawarga sané durung madué oka. “Napi sané sadurungnyané wantah prasida kalamunang, mangkin sampun nyekala. Mangkin tiang madué putri tigang diri sané sampun kelas IV ring SD Sutha Dharma. Ubud,” baosnyané sinambi meluk putrinnyané. Tepengan mangkin, Ida Bagus Purwana akéh malaksana ring bidang
pertanian. Pamekasnyané sajeroning produksi pupuk ramah lingkungan. Kawéntenan tigang diri putrinnyané Ida Ayu Kirana Eka Putri, Ida Ayu Kirani Dwi Pertiwi, miwah Ida Ayu Kinanti Tri Gayatri, sané embas ring Surabaya, 14 Maret 2006 puniki dados semangat anyar sajeroning nglanturang usaha. Sinunggilnyané ring bidang pertanian pinaka cihna dané mélanin petani. Kaabih rabinnyané Ni Gusti Ayu Ketut Suesning, Ida Bagus Purwana nyihnayang kasayagan ngepah carita miwah pengalaman, molihang tigang diri putrinnyané sané kaloktah antuk aran penyanyi anak-anak Trio Dayu, sangkaning lagu sané kagendingang majudul Melajah Ngigel reriptan Komang Raka kasenengin pisan anak alit. “Sawilang pikobet tiang percaya wénten pamargi nepasin. Sokongan sawitra ageng pisan. Ngepah pengalaman sané becik sareng sesamén manut tiang baga saking yadnya. Napimalih sangkaning ngepah satua prasida ngwantu sawitra nepasin pikobet sané karepin,’’ weweh lanang sané seneng melukis puniki. (ast/yan)
Pujawali Puramaning Sasih Kalima Pura Pasar Agung Besakih Giri Tolangkir MALARAPAN antuk atur piuning puniki, para pangemong miwah prawartaka karya nguningayang atur indik dudonan Pujawali Purnamaning Sasih Kalima ring Kahyangan Jagat Pura Pasar Agung Besakih Giri Tolangkir (Gunung Agung) Sebudi, Selat Karangasem sané pacang kamargiang nemoning raina Soma Pon Matal, tanggal 14 Nopember 2016 sané jagi rauh. Ngeninin indik dudonan Pujawali sané pacang kamargiang katlatarang ring sor puniki. Ring raina Buda Pon Medangkungan tanggal 9 Nopember 2016 sané jagi rauh pacang kamargiang pula-pali ngias palinggih sané kalanturang antuk ngambuin utawi nanceb penjor ring raina Wraspati Wagé Medangkungan. Ring raina Sukra Kliwon Medangkungan kamargiang upacara nuur Ida Bhatara Tirta miwah mapiuning ring Jro
Gede Selat, Sebudi, Sogra, nedunang Ida Bhatara, ngaturang miwah pangartos. Ring raina Saniscara Manis Medangkungan, Ida Bhatara Lunga Masucian ka Toya Sah taler kamargiang mendak Ida Bhatara. Ring Redité Paing Matal kamargiang upacara Mapepada Wewalungan tur menben. Pinaka pucak karya pujawali ring raina Soma Pon Matal tanggal 14 Nopember 2016, kamargiang pulapali ngaturang pakelem ka Puncak Gunung Agung. Bénjangnyané kamargiang bakti panganyar saking Kabupaten Badung, kalanturang ring raina Buda Kliwon Matal antuk panganyar Kodya Denpasar, taler ring raina Wraspati Manis Matal wantah pangelemek. Malih kalanturang ring raina Sukra Paing Matal wantah bakti panganyar saking Kabupaten Jembrana, raina Saniscara Pon Matal wantah bakti pan-
ganyar saking Kabupaten Tabanan, Redité Wagé Uyé wantah bakti panganyar saking Kabupaten Buleleng, miwah raina Soma Kliwon Uyé wantah bakti panganyar saking Kabupaten Gianyar. Malih kalanturang ring Anggara Umanis Uyé bakti panganyar saking Kabupaten Bangli, raina Buda Paing Uyé bakti panganyar saking Kabupaten Klungkung, raina Wraspati Pon Uyé bakti panganyar saking Kabupaten Karangasem taler ring raina Saniscara Kliwon Uyé pinaka raina panyineb karya. Wantah asapunika atur piuning sané prasida kaunggahang. Dumogi ida dané prasida ngaturang ngayah taler pedek tangkil manut dudonan sané sampun katlatarang. Dumogi Ida Hyang Putran Jaya sané Maprabawa ring Giri Tolangkir ngicén karahayuan sareng sami.
15
Minggu Kliwon, 6 November 2016
BPM - Ist
ANGIN UTARA, selepas Klungkung 28 Oktober 2016, kini Angin Utara ditopang segara-giri Banjar dan desa wayang-wong Tejakula BULELENG dipertimbangkan untuk menjadi tuan rumah 90 Tahun PUISI Sumpah Pemuda 28 Oktober 2018....
Kecerdasan Universal Kewargabumian z Merajut Generasi Berkesadaran Ibu-3
ADALAH sangat paradoksal manakala riuh kegiatan keagamaan di tempat-tempat ibadah maupun saat-saat hari besar keagamaan, cenderung tidak berbanding lurus dengan kedalaman kesadaran rasa religius dan spiritualitas dalam kehidupan nyata sehari-hari. Ceramah-ceramah keagamaan bukan menebarkan rasa cinta kasih sesama makhluk hidup, malah menyuburkan benih-benih perseteruan lewat militansi sektarian. Mengklaim membela Tuhan, namun dengan lidah menceracau kata-kata kasar. Kenapa bisa? TAK ADA TINDAKAN maupun wacana tergelar nyata dalam kehidupan tanpa proses berpikir. Itu berarti, sangat boleh jadi kekeliruan tindakan dan wacana hingga berupa kebijakan publik oleh pemimpin itu bersumber sebab pada kekeliruan berpikir, di ranah intelek, mental, maupun penalaran. Korup, maling, menyeleweng itu terjadi justru di hulu bernama pikiran! KORUP DI HULU bernama pikiran itu menjadikan orang terbiasa hidup dengan dan dalam pembenaran demi pembenaran. Tradisi menyebutnya adharma. Bukan berpijak dasar pada Kebenaran, Dharma. Karena kesalahan penalaran berpikir, karena dalam tahap pikiran sudah salah, mustahil akan ada wacana lisan maupun tertulis yang benar, apalagi langkah polah benar. Adalah wajar bila kebijakan jadi tak ramah alam, tak ramah manusia dan makhluk hidup lain—apalagi diharapkan sempurna berdimensi religius-spiritual. JUSTRU dalam kondisi kolektif-makro yang demikian, isi substansial cita-cita
membentuk manusia berwatak dewasa dan mandiri itu kini terasa kian mendesak dan strategis diwujudnyatakan dalam bentuk pendidikan dan pengajaran yang berkesadaran satu planet Bumi. DENGAN “PAHAM ke-Bumi-an” ini berarti pendidikan maupun pengajaran patut menumbuhkan kesadaran-kesadaran generasi baru peserta didik perihal hidup yang saling berkaitan, saling topang, selain juga memahami kondisi-kondisi faktual manusiawi, etika kemanusiaan, dengan memahami satu sama lain: bahwa dalam hidup ini juga ada tebaran ketidakpastian demi ketidakpastian. BEGITULAH, pendidikan maupun pengajaran patut mengajarkan kewargabumian yang sekaligus merupakan kecerdasan universal. Bukan sebatas kewarganegaraan yang menyekat-sekat manusia ke dalam kotak-kotak negara. Kewargabumian menyadarkan peserta didik sejak dini, bahwa merawat, memelihara, melindungi tanah, air, udara, dan lingkungan secara baik itu sama saja dengan merawat hidup dan kehidupan segenap makhluk di Bumi; bahwa mengelola sampah sejak dini di rumah tangga, menyayangi pohon dan hewan itu merupakan wujud nyata pengamalan rasa keagamaan, tanda bakti kepada sang Maha Hidup Maha Pencipta. Bahwa membuang limbah sembarangan, ataupun hidup boros listrik, air, konsumsi, dan semacamnya itu, sama saja artinya dengan memaling kesempatan hidup layak orang dan makhluk lain—yang sama-sama ciptaan Hyang Mahahidup. zdeprabas
Kota Pesisir, Sebuah Negeri Dylan Thomas zNukilan dari Kenangan Masa Kecil
SAYA amat menyukai orang menceritakan masa kecil mereka pada saya, tapi mereka harus cepat atau ganti saya yang akan menceritakan masa kecil saya. Saya dilahirkan di sebuah kota besar di Wales pada permulaan Perang Dunia Pertama -- sebuah kota buruk nan menawan (begitulan ia senantiasa tampak bagi saya) yang terkulai merangkaki lekuk elok sebuah pesisir panjang di mana anak-anak bengal serta bocah-bocah ladang pasir dan orang-orang lanjut usia tanpa asal, menyusuri pantai, melepas waktu dan mencelup kaki, melihat kapal-kapal yang berlabuh atau kapal-kapal yang menguap pergi ke keajaiban dan India, sihir dan Cinta, negerinegeri yang dibenderangi jeruk dan pekak oleh singa, melempar batu-batu ke laut demi anjinganjing buangan yang ribut menyalak; membuat puri dan benteng dan pelabuhan juga lintasan pacu di pasir, dan, pada sore-sore hari Sabtu musim panas, mendengarkan paduan musik tiup, menonton pertunjukan boneka, atau menghabiskan waktu di luar duyun-duyun orang untuk mendengarkan penceramah-penceramah agama penuh kegigihan yang meneriaki lautan,
zIB Gde Parwita Pelabuhan Malam Senja jatuh di perbatasan ketika gerbang sepi menahan perahu-perahu di antara pasir pesisir dingin perlahan mengusap kesunyian pada jejeran gelombang yang tak henti mengusap dinding dermaga Hanya riak kecil membasuh bibir pantai memainkan guguran daun daun yang menyiram sungi Pelabuhan malam tarian para dewa dengan doa dan asap dupa pemujaan kesunyian dalam percakapan tanpa kata langit masih terjaga sebelum bintang bintang melarikannya bersama waktu.
zIDK Raka Kusuma Pondok Di Dasar Hati
: Tiwik ada pondok di dasar hati berbentuk teratai sorga dan bumi di dalamnya terangkai
jika ingin sampai di sana menjelmalah kumbang rupa telaga
seolah di luar kepantasan dan kepatutan baginya untuk datang dan pergi seperti itu, berkuda putih mendebur dan penuh dengan ikan. SAYA INGAT ada seorang laki-laki yang kadang-kadang melepaskan topinya serta kemudian membakar rambutnya sendiri, tapi saya tak dapat mengingat apa yang tindakan tersebut kemudian buktikan, jika tindakan tersebut memang membuktikan sesuatu sama sekali, kecuali bahwa ia adalah seorang yang sangat menarik perhatian. KOTA PESISIR ITU merupakan dunia saya: di luar cakupan Wales yang ganjil, bertambang batubara, berpegnungan, beraliran sungai, sesak oleh, sejauh pengetahuan saya saat itu, kelompok-kelompok paduan suara dan sepakbola dan domba dan topi hitam setinggi dongeng dan jaket pendek dari flanel berwarna merah, sibuk dengan urusan mereka sendiri yang sama sekali bukan urusan saya. SELEPAS Wales -- dengan nama-nama liarnya yang menyerupai dentang lonceng dalam kegelapan dan manusia-manusia gunungnya yang mungkin menutupi tubuh mereka dengan mempergunakan kulit binatang serta menyanyi tanpa kenal waktu -- yang tak dikenal itu, terdapatlah inggris yang terdiri dari London serta negeri yang disebut sebagai front garis depan’ kemana banyak dari tertangga-tetangga kami pergi untuk tak pernah kembali lagi. Ia adalah suatu daerah yang hanya dikembarai oleh mereka yang muda. PADA AWALNYA, satu-satunya front ‘bagian depan’ yang saya ketahui adalah lobby kecil di muka pintu rumah kami. Saya tak dapat memahami bagaimana sedemikian
Menyadari Rumah Raya Bumi zMerajut Generasi Berkesadaran Ibu-4 DENGAN menumbuhkan kecerdasan universal lewat pendidikan kewargabumian, generasi peserta didik menjadi dibiasakan dengan proses penalaran berpikir benar terhadap realitas kehidupan, sehingga kelak tidak menjadi pemimpin maupun orangtua yang cacat pikir, cacat penalaran. Dalam kerangka pikir ini, globalisasi justru sepatutnya kian menyadarkan manusia-manusia se-Bumi bahwa mereka hidup dalam planet tunggal Bumi sebagai Rumah-Raya bersama, sebagai saudara-saudara Keluarga Satu Bumi. Karena itu setiap helaan napas, setiap gerak pikiran, kata, dan laku pasti akan berkontribusi—negatif maupun positif— terhadap kelangsungan hidup dan kehidupan di planet Bumi. SETIAP EKSISTENSI individu, sejatinyalah, terkait-utuh tak terpisahkan dengan eksistensi yang lain. Keberadaan satu unit bernama orang, manusia, ditopang oleh berjuta-juta jaringan keberadaan yang lain. Ketika Anda makan satu butir pisang, misalkan, sadarkah Anda bahwa pisang yang dimakan itu terwujud karena topangan kontribusi jutaan zat organisme hidup dalam tanah, air, udara, maupun sinar matahari? Lalu, setelah matang, buah pisang itu dipetik oleh sang petani, dibeli para pengepul, lalu dijual di pasar tradisional maupun swalayan yang mempekerjakan ribuan orang, hingga akhirnya Anda beli di swalayan atau pasar tradisional, dan seterusnya. Berapa organisme hidup, berapa komponen orang maupun barang yang menopang buat terwujudnya sebutir pisang yang Anda nikmati itu hingga akhirnya menyegar-bugarkan tubuh dan hidup Anda? KARENA SEGAR-BUGAR, Anda lantas dapat bekerja gemilang, penuh prestasi. Menikmati fasilitas hidup nyaman dan aman, babanyak orang dapat tak kembali dari sana, tapi kemudian pengetahuan saya bertambah, wala tanpa disertai pemahaman, dan menenteng sebuat senapan kayu di taman serta menembak jatuhj musuh yang tak dikenal serta tak terlihat itu bagai menghabisi sekelompok burung liar. Dan taman itu juga merupakan sebuah dunia tersendiri dalam dunia kota pesisir saya. Ia terletak tidak jauh dari rumah saya, cukup dekat sampai-sampai saya dapat mendengar pada petang-petang musim panas suara anakanak yang lebih tua bermain bola di tepian landai penuh sampah kerta dari atas tempat tidur saya, dan dipenuhi oleh berbagai hal-hal yang menakutkan serta harta karun. Walaupun hanya sebuah taman kecil, ia menyimpan di balik pagar pohon-pohon tinggi tuanya, yang bertatahkan cukilan-cukilan nama kami dan lusuh oleh panjatan-panjatan kami, tempattempat rahasia, gua-gua dan rimba-rimba, padang-padang rumput dan gurun-gurun pasir, sebanyak yang dimiliki sebuah negeri yang terletak jauh di ujung dunia. DAN WALAU kami menjelajahinya habis satu hari, dengan berbekal senjata dan semangat, dari ujung ke ijung, dari sarang penyamun hingga ke kabin bajak lautnya, penginapan perompak hingga ke peternakan sapinya, atau bilikk tersembunyi dalam semak belukarnya, di mana kami mengadu cepat kubang-kumbang, menyalakan api unggun, dan membakar kentang, dan bertukar cakap tentang Afrika juga merek-merek kendaraan bermotor, namun tetap di keesokan harinya ia menjadi sama tak terjamahnya dengan kutub-kutub bumi -- sebuah negeri yang baru terlahirkan dan senantiasa berubah... Dylan Thomas adalah penyair berkebangsaan Wales Ia dipandang sebagai salah satu penyair besar abad ke dua puluh. zGPSukmakarsa
zNoorca M. Massardi Bedulu... Gua gajah itu termangu ragu ketika buddha tak kukuh lagi di atas dua pundak yang bercak sedang ia tak mampu menjejak isyarat karena kala alpakan karma dan bedulu menyusup ke dalam kolam dibawa malam ke bawah lembah di mana sungai bening mendesir menyeruak semak dan pepohonan sebelum menghanyut luka dan membetis pemburu yang datang berderap membawa wara dari raja maja yang bertahta di sebelah nusa yang tengah jaya penuh kuasa. Anjing hutan pun melolongkan aungnya ketika aku berlari menerbangi titian yang berlembab darah dan bergaram punggawa sementara samuhan tiga berkukuh diri mengingat langit menuju lalu bersama gamelan mengantar tembang mengiring tari dan ruh leluhur hingga menjulang ke puncak kahyangan di antara latar dan penatran yang mengiring pedanda menyapa dwa ketika pelebon terus menyala mengabadikan sukma di setra-setra di pura dalem abad dan abad. Banten dan saji telah disiapkan untuk arwah segala sudut yang mengacung di atas kebaya yang mengolah dan menata beban tanpa kata dan hanya mantera dan aku terduduk di sudut siku menghanyut jari ke pemandian suci di gapura yang tak kunjung lupa pada caka dan pada babad. Dan di sini di tempat ini aku dahulu aku sekarang dalam bedulu dalam samuhan dalam tiga dalam menjaga dalam dua mendoa dalam satu dalam berpadu dalam tiyang yang tak kunjung tahu, duh aji dan biang kami maka diamlah barang sekejap sebab ubalah sudah saatnya kata seru menderu-deru hingga tersungkur ke dalam tungku yang membakar menjadi abu menjadi bisu menjadi dedalu yang dari dulu datang berhulu sebagai bulu tanpa pun ragu, kaukah itu?
lalu seberangi diri dan bayang-bayang tanpa melepas diri dan bayang-bayang
sendiri pondok itu terbuka sesudah memunculkan jagat raya masuk ke dalamnya abadi di sana
z Merajut Generasi Berkesadaran Ibu-5
PENDIDIKAN dan pengajaran yang berkecerdasan dan berkesadaran kepada Alam-universal yang tunggal demikian, berarti menyadari dan menghargai watak energi keibuan sebagai penggerak hidup. Dari pengedepanan watak keibuan inilah seyogyanya tatanan peradaban baru umat manusia ke depan dibangun. Mulai dari ranah keluarga inti, keluarga besar, hingga komunitas desa, kabupaten, provinsi, pulau, antarpulau, hingga negara, dan antarnegara. ITU BERARTI BAIK pendidikan dalam keluarga dan lingkungan sekitar maupun pengajaran di sekolah sepatutnya bermuara pada impian ini: membentuk manusia dewasa mandiri. Dewasa artinya berwatak, cerdas, rendah hati, welas asih terhadap yang hidup, berani membetulkan kekeliruan, menegakkan dharma. Mandiri berarti sanggup dan kreatif menopang hidupnya sendiri dengan keterampilan dan kecerdasan hidup yang dimiliki—bukan malah tergantung, apalagi menjadi beban keluarga, komunitas, negara. Begitulah watak sang Ibu sejati: mengemong sekaligus menghidupi langsung dari dirinya sendiri—tanpa kehilangan ketegasan
mengoreksi manakala sang anak keliru, justru supaya sang anak tak terjerumus ke ngarai kehinadinaan. SUNGGUH, ini sejatinyalah bukan “impian” dan gagasan baru karena generasi sederhana lulusan “universitas alamiah” Nusantara, termasuk Bali, di masa lampau justru telah mampu mendesain dan melakonkan nyata dalam kehidupan sehari-hari, dalam bangunan peradaban yang meng-Alam. Bagi manusia Nusantara Raya, ruang alam raya kehidupan ini adalah universitas alamiah yang dengan sendirinya juga ilmiah. Dalam sudut pandang manusia Nusantara Raya pada zamannya, setiap kenyataan kehidupan adalah guruguru yang hadir atau dihadirkan untuk diselami kedalaman maknawinya. DARI SINI peradaban Timur, tak terkecuali peradaban asli Nusantara, lantas dikenal sebagai peradaban manusia yang harmoni, menyatu dengan tarian irama sang Ibu Alam. Peradaban yang selaras dengan tarian irama sang Ibu Alam ini tidak perlu biaya hidup tinggi, tidak pula menuntut biaya pendidikan formal mahal. zdeprabas
hagia dan damai. Pernahkah dihitung-hitung, berapa juta organisme hidup telah berkorban dan mengorbankan diri buat menopang eksistensi Hidup dan kehidupan Anda sampai usia sekarang ini? SUNGGUH, alangkah sia-sia korban dan pengorbanan jutaan organisme hidup itu andai setelah membugarkan hidup Anda, lantas malah digunakan tidak buat turut menjaga dan merawat Hidup dan kehidupan yang terus-menerus mengalir, tak terbendung itu. Sepatutnya setiap insan sadar sesadar-sadarnya: semua itu sejatinyalah terangkai dalam satu jaringan utuh-tunggal,
tak terpisahkan—layaknya benang jaring laba-laba yang berpusat-utuh-tunggal pada sang Laba-laba satu jua. ITU BERARTI, selain kecerdasan otak, kecerdasan emosi, dan kecerdasan sosial, generasi baru patut juga dibekali kecerdasan spiritual universal (universal-spiritual intelligent). Kecerdasan spiritual-universal ini menghargai keberagaman yang tak terbatas dalam wujud-wujud wadag fisikal-ragawi material, justru dengan menyadari ketunggalan inti-dasar spirit setiap yang ada nun di kedalaman terdalam eksistensi kehidupan. zdeprabas
zHM Nasruddin Anshory Denyut Tri Hita Karana .... Kepada Irina Bokova Di Nusa Dua kutemukan gerbang dunia, samudera yang berdiri dengan gagah dan guguran gunung berpagar betis mengucapkan janji. Tak ada lagi yang mampu memisahkan antara aku dan kau, walau tembok raksasa mencoba berdalih dan berkilah agar batas itu ada. Ternyata laut kita sama, hingga Timur dan Barat bukanlah sebab, sedangkan Selatan dan Utara hanya akibat belaka. Di Nusa Dua kutemukan partitur cinta yang sudah lama tiada, orkestra biangkala yang merayakan mazmur keindahan di bumi para dewata. Janji Bali, begitulah kita sepakat untuk menyatukan hati, membulatkan jiwa dan melukiskan semua warna. Di Nusa Dua, samudera dan gunung kugenggam dalam doa dan mantra, menjadi masjid yang mengumandangkan azan agar cinta dan agama melampaui indahnya setaman bunga. Hari ini telah kubelah durian rindu ini dengan kapak emas, saat ribuan penari melompat dari mega ke mega. Irina Bogova, dengarkan suara serak dari tenggorokan purba ini, dunia telah semakin tua untuk diajak bercanda, saat bermilyar layar kaca hanya mampu mengucap duka lara dan iklan kosmetik tanpa etika. Kebudayaan hanya bisa melolong dalam irama poco-poco, suara gemetar stanza dan rintih rebana, sementara peradaban tinggal tulang-belulang sisa-sisa santapan serigala. Kami terlahir sebagai putra terpilih para wangsa, dan dari urat nadiku ribuan dinasti telah melahirkan para raja dalam darah ini. Kami bukan anak cucu Thanatos, dewa pecundang yang menebarkan duri kekeasan dalam daging Ibu Pertiwi. Aku bersemayam dalam jantung Arupadatu, menjadi mata dewa di puncak stupa. Telah kubangun ribuan candi, saat lembah Silikon di Benua Amerika masih rimba belan tara. Di tangan para empu, keris dan tombak menjelma mahakarya. Di tangan para pujangga, La Galigo, Gurindam 12 dan Mantra Ajisaka telah menjadi peta jalan kebudayaan penuh makna. Kini peta jalan peradaban itu membutuhkan kerling matamu, Irina Bogova. Karena itulah Janji Bali kutulis dalam puisi, lebih mantra dari mantra, bersama bunyi gong sebagai penanda. Restorasi untuk semua denyut jantung planet bumi, daulat rimba sebagai paru-paru dunia, pendidikan keadaban yang mengembalikan jiwa manusia sebagai panglima dan daulat hukum menjadi karpet merah Dewi Yustisia peradaban Nusantara. Kepadamu Irina Bogova, gamelan emas inmi kutabuh menjadi orkestra di cakrawala. Kupersembahkan puisi Alfa-Omega kepada dunia, sebab peradaban jauh lebih mulia dibanding episode cinta Adam dan Hawa di Taman Surga. Peradaban telah menjadi panglima manakala Bahtera Nuh telah menyelamatkan jiwa dan cinta manusia dari banjir raksasa dan amuk prahara. Kebudayaan adalah daulat manusia, sebagaimana Kalam Suci telah mewartakan sejak dahulu kala. Monarki atau demokrasi, jika tidak mampu menciptakan orkestra di cakrawala, pada akhirnya hanya alat kekuasaan yang tanpa makna. Sudah bukan saatnya kita berdebat tentang kulit dan isi, doa dan idiologi, sebab Heroshima dan Nagasaki adalah prasasti sejarah yang bermakna dan penuh arti, betapa perang dan kebencian bukanlah solusi. Krisis air dan pangan, darurat narkoba politik kebudayaan yang hanya menghamba pada uang dan kekuasaan, juga kejahatan cyber yang menghancurkan nilai kemanusiaan, pada akhirnya akan menjadi sampah yang akan menyumbat dan mengotori mata air peradaan. Hamemayu Hayuning Bawana dan Tri Hita Karana sejatinya adlah denyut nadi kita juga, hingga keserakahan menelan segalanya, juga ludah pahit para empu dan pujangga.
zRufus M.Tokan Sepanjang Malam Sepanjang Jalan Sepanjang alam sepanjang jalan Aku menjaring sepi di rahim malam Mengalir sungai-sungai ke ladang sukma Tak pernah kering sepanjang hayat Sepanjang malam sepanjang jalan Jerit jengkrik dan igau burung malam Mengetuk-ngetuk dada Embun mengkristal dalam cahaya bulan
bila bersua lobang tak bertepi lebih kecil dari lobang emut susuri. jangan berhenti walau suara mencegah terdengar lembut tiba di depan pondok itu jangan pintunya disentuh seketika kau luruh jangan diketuk seketika dirimu remuk juga bayanganmu
Belajar dari Universitas Alamiah
Sepanjang malam sepanjang jalan Langit memeluk bumi Malam gigil di ujung ranjang Ini mawar aroma hawa Mimpi adam terbang ke awan
BPM - Ist
Ngampoeng Seni Dua (2) Perupa GG dan GG... JKP-109 Minggu UMANIS 27 November 2016 PUTU SUTAWIJAYA (Tabanan - Yogya) WAYAN REDIKA (Karangasem - Denpasar) mungkin akan her-DUET gradag-gowet, grudug-gurat Apresiasi November JKP - 109 Minggu UMANIS 27 November 2016 pukul 19.00 Wita di Jatijagat Kampung Puisi. Para penyair yang selama ini menggalang pertimpalan dan saling merasuki dan menghasilkan Lukisan dan puisi (seperti antara Chairil Anwar dan Afandi Basuki Resobowo Cs) mohon di Wenten-play-kain saat itu nanti....
zBadui - U.Subhan Jendela
bukalah jendela kamarmu seperti Tuhan membuka catatan baru di ufuk umur yang rekah akan kau dapati indahnya matahari dengan semburat cahanya yang sarat arti
Sepanjang malam sepanjang jalan Mendung menggantung di pelupuk mata Penyair tak pernah punya airmata Senandungnya sepanjang hayat
tengoklah bungabunga di halaman dan sirami dengan bening embunembun pagi agar keindahan dapat terjaga hingga senja datang mengganti
Sepanjang malam sepanjang jalan Sepanjang siang sepanjang jalan Aku mengejar matahari Menuai mimpi-mimpi 24 jam aku tersesat di lorongMu penuh labirin
tutuplah jendela kamarmu seperti Tuhan menutup hari di ufuk barat (untuk sebuah proses dalam istirahat) agar kau dapatkan hangatnya cinta ketika akhir masa mengganti alam
NASIONAL
16
Minggu Kliwon, 6 November 2016
Aswatthaman Beradu Mulut dengan Karna
Disusun: Kisari Mohan Ganguli Diterjemahkan: I Ketut Arinta (Edisi Tiga Ratus Delapan Puluh)
Rishi Vyasa : (Bharata) setara dengan Veda. Ini adalah suci dan agung. Bharata menganugerahkan kemasyhuran dan kesejahteraan. Karena itu, seseorang harus mempelajari dan mendengarkan dengan perhatian penuh.
SANJAYA berkata, ‘’Melihat paman Guru Kripa, disapa dalam kata-kata kasar dan disalahkan oleh putra Suta, Aswatthaman jadi sangat berang. Putra Drona itu kemudian mengangkat pedang bengkoknya. Dan dengan geramnya menyerang Karna. Serangan itu benar-benar dalam penglihatan raja keturunan Kuru. Serangan itu seperti seekor singa kepada seekor gajah yang sedang marah.’’ Kemudian Aswatthaman berkata, ‘‘Oh manusia paling rendah, sebenarnya Guru Kripa membicarakan kebajikan yang sesungguhnya, apa yang dimiliki Arjuna itu. Karena memiliki pemahaman jahat seperti engkau, dengan tanpa malu dan penuh kedengkian, engkau, oh Karna, memarahi pamanku. Dikuasai kesombongan dan keangkuhan, hari ini engkau membual tentang keberanianmu. Engkau sama sekali tidak menganggap pemanah terbaik dunia itu dalam pertempuran. Sekarang coba ingat, di manakah keberanianmu dan di
mana senjata-senjatamu, setelah mengalahkan engkau dalam pertempuran, lalu pemegang Gandiva Arjuna dengan gampang membantai Jayadratha. Saat itu apa yang dilakukan Arjuna, benar-benar dalam penglihatanmu. Oh seorang Suta celaka, engkau ini larut dalam pikiranmu sendiri. Harapanmu sia-sia menaklukkan Arjuna, yang dahulu ia pernah bertarung melawan Mahadeva sendiri. Baik dewa-dewa, para asura yang disatukan bersama Dewa Indra di depan mereka, pasti gagal mengalahkan Arjuna. Dhananjaya itu adalah yang utama dari semua pemegang senjata-senjata. Apalagi, putra ketiga Pandu itu memiliki Krishna, sebagai sekutunya. Bagaimana kemudian, oh Suta, engkau mengharap, dibantu raja-raja ini mengalahkan yang utama dari pahlawan-pahlawan di dunia, Arjuna itu? Dia benarbenar tidak dapat ditaklukkan dalam pertempuran oleh siapa pun? Lihatlah, oh Karna yang berjiwa jahat, apa yang aku
lakukan kepadamu hari ini! Oh manusia paling rendah, oh yang memiliki pemahaman celaka, aku sekarang ini akan memenggal kepalamu dari batang tubuhmu.’’ Sanjaya melanjutkan, setelah berkata demikian, Aswatthaman membuat sebuah serangan yang geram kepada Karna. Sang prabu itu sendiri, energinya sangat besar, dan guru Kripa yang utama dari manusia itu, kemudian memegangnya dengan cepat. Karna lalu berkata, ‘’Dari pemahaman yang jahat, seorang brahmana yang celaka ini berpikir dirinya sendiri pemberani. Padahal, dia membual tentang keberaniannya dalam pertempuran. Biarlah dia bebas, oh kepala keturunan Kuru. Biarlah dia datang untuk melawan kekuatanku.’’ Aswatthaman berkata, ‘’Oh putra seorang Suta, oh engkau dengan pemahaman jahat. Kesalahanmu aku maafkan. Sesungguhnya, Phalguna akan memadamkan kesombonganmu
yang bertambah tinggi ini.’’ Duryodhana berkata, ‘’Oh Aswatthaman, padamkanlah kemarahanmu. Itu sudah sepantasnya jika engkau oh pemberi kehormatan-kehormatan, memberi maaf. Engkau seharusnya oh orang yang tanpa dosa, marah kepada putra Suta ini. Di atas pundakmu Karna, Kripa, Guru Drona, penguasa Madra, putra Suvala terletak sebuah beban besar untuk kejayaan Kuru. Karena itu, kendalikanlah amarahmu, oh yang terbaik dari para brahmana! Di sana, semua pasukan para Pandava sedang mendekat kita semua. Mereka
berkeinginan bertarung dengan putra Radha itu. Sungguh, oh Brahmana, mereka datang untuk menantang kita semua.’’ Sanjaya melanjutkan, Demikian Karna dan Aswatthaman ditenangkan oleh sang Prabu Duryudhana. Putra Drona yang berbudi luhur itu, oh baginda, dapat menekan kemarahannya. Dia lalu memaafkan Karna. Kemudian sang Guru Kripa, yang hatinya mulia, perilakunya tenang, dan tabiatnya halus, karena itu oh baginda kembali segera kepadanya, mengucapkan kata-kata ini. (bersambung)
Sloka 10.33 Aksharanam a karo ‘smi dvandvan samasikasya ca aham evakshayah kalo dhataham vishvato mukhah. Di antara huruf-huruf Aku adalah huruf A, dan di antara persenyawaan – campuran dari beberapa unsur atau hal Aku adalah sepasang, Aku juga adalah Sang Waktu yang Abadi, dan Sang Pencipta yang Wajah-Nya melihat ke mana ke arah mana pun juga.
PHDI Gandeng Kemenkes Garap PHBS di Pura
RUSUH - Aksi demo Jumat (4/11) rusuh. Polisi dan massa bentrok.
BPM/ade
GNPF-MUI Bantah Langgar Batas Akhir Aksi Demo
Jakarta (Bali Post) Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) melakukan klarifikasi terkait bentrokan yang terjadi antara para peserta aksi dan aparat kepolisian, pada saat unjuk rasa aksi Bela Islam II di Jakarta, Jumat (4/11). Ketua GNPF-MUI, KH Bachtiar Nasir, mengatakan, unjuk rasa sebenarnya berlangsung damai dan kondusif. Hingga aksi tersebut disusupi oleh provokator yang kecewa apabila tidak terjadi ricuh. Dia menegaskan, sejumlah ruas jalan protokol di jantung ibu kota, terutama di sekitar Bundaran Hotel Indonesia, Tugu Tani, Masjid Istiqlal, Patung Kuda, hingga di depan lstana Merdeka, situasi dapat dikendalikan. Menurut dia, aksi ini juga tidak melanggar peraturan Kapolri mengenai batas waktu penyampaian pendapat di depan umum pada pukul 18.00 WIB. Karena, proses negosiasi antara perwakilan peserta aksi, KH Arifin Ilham dengan pihak pemerintah, yakni Menteri Koordinator Bidang Politik. Hukum dan Keamanan, Wiranto, masih berlangsung. “Para habib dan ulama saat itu masih berada di atas panggung orasi dan terkena gas air mata,” ujar Bachtiar dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu (5/11) kemarin. Dia pun menceritakan kronologi secara detail terkait aksi tersebut. Mulai dari koordinasi pagi hingga resmi dibubarkan. Berikut ini kronologi lengkapnya. Pukul 10.00 WIB, GNPF memberikan pengarahan terbatas kepada pengendali barisan aksi dan para orator, dengan pesan yang kuat bahwa ini adalah aksi damai dan harus menunjukkan akhlaqul karimah. Kemudian, pada 11.00 WIB, pimpinan GNPF bersama ulama menetapkan kesepakatan target aksi damai yang
akan diperjuangkan kepada Presiden Jokowi. Usai salat Jumat di Masjid Istiqlal, semua peserta barisan aksi melakukan long march menuju Istana sesuai rute yang telah ditetapkan, orasi di depan Istana baru dimulai setelah Salat Ashar. Pelaksanaan orasi pun berjalan lancar, dengan orator bergantian dan berbagai elemen dipimpin langsung oleh Habib Rizieq Syihab selaku pembina GNPF-MUI. Setelah itu, perundingan pertama mengutus dua orang juru runding dari GNPF-MUI, yaitu dirinya bersama Zaitun Razmin untuk mendatangi Istana. Hasilnya, juru runding menolak melakukan perundingan karena hanya akan ditemui oleh Wiranto dan beberapa menteri sebagai utusan resmi Jokowi. Merespons hal tersebut, juru runding mendatangi Istana untuk kedua kalinya. Namun, kemudian mereka tetap menolak untuk berunding, karena Istana tetap menawarkan perwakilan yang sama, sehingga kemudian juru runding kembali kepada barisan aksi. Tidak lama dari itu, Pangdam Jaya Mayjen Teddy Lhaksamana dan Kapolda Metro Jaya Irjen Mochammad Iriawan, berinisiatif mendatangi mobil barisan aksi, kemudian naik ke atas dan memberi salam hormat kepada peserta aksi. Kedatangan mereka untuk menemui Habib Rizieq dan menawarkan agar juru runding bisa diterima oleh Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla. Habib Rizieq Syihab bersedia memenuhi penawaran tersebut dengan jaminan agar Wapres RI bersedia memerin-
tahkan Kapolri Tito Karnavian untuk menangkap Basuki Tjahaja Purnama hari itu juga. Kemudian, juru runding mendatangi Istana untuk ketiga kalinya. Kali ini, juru runding diikuti juga oleh Misbahul Anam. Juru runding ditemui Jusuf Kalla, perundingan pun berjalan alot. Hasilnya, Wapres RI memberikan jaminan akan memproses hukum Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok secara cepat, tegas, dan transparan serta minta waktu selama dua pekan untuk merealisasikannya. Selanjutnya, juru runding kembali ke barisan aksi untuk menyampaikan hasil perundingan terakhir ini, dan baru selesai pukul 18.00 WIB. Setelah disampaikan, massa tidak bisa menerima hasil tersebut dan bersepakat untuk para peserta akan bermalam di depan Istana Negara. Akhirnya, Arifin Ilham dengan inisiatif sendiri berusaha bernegosiasi kembali langsung menemui Wapres. Kericuhan kecil sebenarnya sudah mulai terjadi sebelum rombongan mobil komando tiba, antara massa yang terprovokasi dengan barikade polisi. Agar tidak terjadi bentrok, maka Laskar Front Pembela Islam (FPI) menjadi pagar pembatas antara massa tersebut dengan barikade polisi. Tak lama setelah azan Isya berkumandang, petugas keamanan secara tiba-tiba melakukan tindakan fisik merangsek dan mendorong untuk membubarkan barisan aksi secara paksa dengan menembakkan gas air mata dan menembakkan peluru karet. Kala itu, Arifin llham yang
masih berada di Istana bersaksi bahwa Wapres RI, Menko Polhukam, dan Kapolri memberikan reaksi marah atas kecerobohan petugas keamanan tersebut. Berkali-kali Kapolri dan Panglima TNI memerintahkan aparat untuk berhenti menembak massa lewat pengeras suara. Namun, tak digubris oleh pasukan polisi bahkan pasukan motor polisi berputar-putar di kerumunan massa, sehingga ada yang tertabrak. Puluhan korban luka akibat tembakan peluru karet, tertabrak motor polisi, dan gas air mata. Barisan aksi Bela lslam II akhirnya bergerak dan menginap di pagar luar Gedung MPR/DPR. Pada pukul 03.00 WIB dini hari, delegasi GNPF diterima oleh Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan, dan beberapa anggota DPR lainnya. Setelah beberapa kali berunding, keamanan gedung MPR/DPR diambil alih oleh Panglima TNI dan Kapolri yang akan menggusur massa yang menginap di luar pagar Gedung MPR/DPR. Komisi III DPR pun kemudian memberikan jaminan akan menekan pemerintah pusat untuk memenuhi janjinya di depan massa aksi damai. Pada pukul 04.05 WIB hari ini, akhirnya secara resmi GNPF-MUI membubarkan aksi Bela Islam Il yang ditutup oleh Ketua GNPF Bachtiar Nasir. Pembina GNPF-MUI Habib Rizieq Syihab menegaskan bahwa massa sebenarnya bisa melawan aparat kala itu. Tapi, hal tersebut berlawanan dengan tujuan aksi damai. “Sebenarnya kita bisa saja melawan dan perang, tapi kita ini aksi damai. Kita tidak boleh diadu domba melawan polisi dan TNI. Mereka saudara kita juga dan kita harus fokus pada kasus (dugaan) penistaan Alquran oleh Ahok,” tuturnya. (kmb)
Polri Didesak Tangkap Otak Kerusuhan Jakarta (Bali Post) Polisi didesak ungkap otak rusuh pada demo 4 November lalu. Ketua Setara Institute Hendardi menyatakan Polri harus mengungkap otak kerusuhan dalam unjuk rasa 4 November, “Aksi Damai Bela Islam Tegakkan Keadilan melalui Supremasi Hukum”. “Harus diselidiki dan tang-
kap aktor kerusuhannya,” kata Hendardi dalam keterangan tertulis, Sabtu (5/11) kemarin. Hendardi mengatakan setiap warga negara berhak menyampaikan aspirasi, namun sistem demokrasi memiliki aturan jelas bahwa pelaku kekerasan, provokator, dan penyebar kebencian harus ditindak.
Menurut Hendardi, terlihat jelas peran aktor kunci yang memprovokasi, menghasut, dan menebar kebencian sehingga demonstran melakukan tindak kekerasan. Hendardi juga meminta Presiden Joko Widodo menggerakkan penegak hukum untuk mengungkapkan kerusuhan ketika unjuk rasa sebenarnya sudah selesai.
Kemarin, ratusan ribu orang menggelar aksi damai menolak penistaan agama yang berujung rusuh di sekitar Silang Monas. Demonstran bentrok dengan polisi menjelang akhir demonstrasi, bahkan massa membakar kendaraan polisi. Polisi telah menahan dan memeriksa intensif 25 orang yang diduga provokator kerusuhan. (ant)
Jakarta (Bali Post) Pura sebagai tempat suci sudah selayaknya untuk dijaga oleh umat dengan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Untuk merealisasikan kondisi tersebut, Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat dan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) menggandeng Kementerian Kesehatan menggelar lokakarya. Lokakarya ini bertujuan terciptanya lingkungan pura yang bersih dan sehat melalui pemberdayaan umat dengan meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku umat Hindu dalam melaksanakan PHBS. Lokakarya dibuka Kepala Biro Dikmental Provinsi DKI Jakarta Hendra Hidayat, dihadiri Ditektur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kemenkes dr. Dedi Kuswenda, M.Kes., Ketua PHDI Pusat Wisnu Bawa Tanaya, serta tokoh masyarakat Hindu se-Jabodetabek. Ketua Panitia Lokakarya Ni Made Jendri, SKM., M.Si., di sela-sela lokakarya di Ja-
karta, Sabtu (5/11) kemarin, mengatakan, lokakarya ini adalah rangkaian kegiatan kerja sama dalam program promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat khususnya peningkatan PHBS di pura dan rumah tangga di desa binaan yang meliputi enam provinsi yaitu DKI Jakarta, Bali, Jateng, Jatim, Lampung, dan Sultra. Jendri berharap, kegiatan ini meningkatkan peran dan komitmen PHDI dan stakeholder terkait dalam meningkatkan perilaku sehat masyarakat, sebagai upaya memberikan kontribusi percepatan terbentuknya masyarakat sehat yang mandiri. Selain itu, mendorong tercipta dan diterapkannya kebijakan publik berwawasan kesehatan. “Kita juga ingin mendorong terciptanya komitmen dan dukungan pemangku kebijakan berwawasan kesehatan oleh stakeholder baik di pusat maupun di daerah,” paparanya. Sementara Ketua PHDI Pusat Wisnu Bawa Tanaya mengatakan, pura di samp-
ing sebagai tempat beribadah juga merupakan tempat berkumpulnya banyak orang untuk bermasyarakat, bersosialisasi, mengembangkan kebudayan dan sebagainya, sehingga pura juga merupakan tempat yang efektif dan efisien untuk memberikan berbagai informasi keagamaan, keumatan, budaya, adat, termasuk informasi penting seperti pendidikan dan kesehatan. Wisnu mengharapkan, semua pihak terutama umat Hindu untuk sepatutnya memelihara dan mempertahankan kesucian pura dengan menerapkan perilaku baik, bersih, rapi, dan sopan selama berada dalam lingkungan pura. Jendi menambahkan, PHBS di pura diimplementasikan seperti berpakaian bersih, rapi, dan sopan, tidak merokok, tidak meludah sembarangan, menjaga kebersihan lingkungan, sarana dan prasarana pura, meletakkan sampah di tempatnya. “Yang terpenting berpedoman hidup pada ajaran Weda terkait PHBS,” tutur Jendri. (010)
BPM/ant
SAMPAH - Sejumlah petugas memindahkan beton pemisah dan sampah usai aksi unjuk rasa 4 November di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta.
Demo Rusuh Hasilkan 75 Ton Sampah Jakarta (Bali Post) Sedikitnya 75 ton sampah dikumpulkan oleh pekerja harian lepas Dinas Kebersihan DKI Jakarta dari sisa unjuk rasa pada Jumat (4/11) lalu. Sampah-sampah itu berupa botol, styrofoam, kayu, batu, dan plastik. Kepala Dinas Kebersihan DKI Isnawa Adjie mengatakan, pekerja harian lepas (PHL) sudah membersihkan sampah hingga pukul 04.00 WIB. Ismawa menyebutkan, penumpukan sampah tersebar di beberapa tempat, seperti Masjid Istiqlal, Istana Merdeka, Balai Kota, Stasiun Gambir, Bundaran Hotel Indonesia, Tugu Tani, dan kawasan Gajah Mada. Dinas Kebersihan mengerahkan 500 pekerja harian
lepas (PHL), 31 roadsweeper, 7 truk compactor, 15 truk sampah, 8 kendaraan lintas pick up, 11 bus toilet, dan 4 toilet kontainer. Dinas Kebersihan DKI juga menyampaikan terima kasih kepada para peserta demonstrasi yang terlibat dalam pembersihan sampah secara mandiri saat berunjuk rasa kemarin. Pelaksana tugas Gubernur DKI Jakarta Sumarsono mengatakan, ada fasilitas umum milik Pemerintah Provinsi DKI yang rusak pascaunjuk rasa kemarin. Kerusakan itu terjadi malam hari ketika massa menolak membubarkan diri. “Kerusakan yang terjadi akibat melanggar waktu lewat pukul 18.00 WIB. Ada tiga bus Transjakarta yang
kena batu,” ujar Sumarsono di Marunda, Jakarta Utara, Sabtu kemarin. Selain itu, enam pintu masuk Monumen Nasional juga rusak. Pagi tadi, keenam pintu masuk Monas itu sudah dilas kembali dan sudah berfungsi dengan baik. Kerusakan juga terjadi pada taman Monas yang menghadap ke Istana Merdeka. “Ke depannya, mungkin kita jangan tanam bunga yang halus. Kita kasih tanaman bunga berduri supaya dipegang sedikit, lari dia,” ujar Sumarsono. Sumarsono juga mengatakan, ada 90 orang dari kepolisian dan pengunjuk rasa yang mengalami luka ringan. Mereka sudah mendapatkan pengobatan dan diperbolehkan pulang. (ant)
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya Informasi pasang iklan Telepon : Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) : (021) 5357602 - Fax : (021) 5357605 - Iklan Still Store di Bali TV : Rp 200.000,- (10 x tayang) Jakarta : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) - Runing Teks Bali TV : Rp 50.000,- (5 x tayang) Mataram : (0370) 639543 tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus - Denpost Paket : Rp 165.000,- (10 x muat) Denpasar : (0361) 225764 (hunting) e-mail:iklan@balipost.co.id 69 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita - Bisnis Bali Paket : Rp 82.500,- (10 x muat) Surabaya : (031) 5633456 Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau VISA A5=@ D9A657565@=DCGH ;A5=@ 7CA %5M5B5B )9B;58I5B !) )=B 7 9 =G7CIBH .D HC )9A65M5F5B 8;B $5FHI $F98=H '" Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! Tarif iklan Mini/Baris
Iklan Peluang Emas
&:0.7< #C6 IGHF5@=5 *?2<:2; FHG<CD 8= #@B $9FC : FCBH (::=79 05B=H5 I ,: F &5H =G $=A "B; "), ,: -B; -9?B=G= %5A !I6 7H !I6 6C?5B &A6H<?B $FMKH= 6@A $5K=B !CGH9@ 8= $IH5 !6 I , ,& ! #@ 29< =I DG " 6G <G "B;;F=G !6 " "
" "% =32 !CA9 #5D5B : $5FM5K5B 05B=H5 IH? ,: );K 0BH5 I -?C 8 .6I8 6G5 ,: D9A65BHI IH? J=@@5 8= #@
" #@ -?8 5H5B;<5F= 'C )5B>9F 5H9F=B; !I6 <G "B;;F=G $=F=A %5AFB ?9 $9G5A6= ; $9G5A6= "B85< 'C ,: $FMKB -C?C G$CAD &=B ,& " F ,6BM? BM5 $FMKB H= IH? &5F ,F=IG <C@=GH=765@= ;A5=@ 7CA !I6 : )9A65BHI > M; 5BH5F 8DH " " "
?9FH=B; )9B; )FCM9? GH=A5HCF
,: ,;F 77 ,H5:: &=B &2( - @;G ,: ,;F !+ );@AB &5L H<
,: H? <97?=B; D9B>5<=H G9 FG=H9? )9F=?@5B5B 6FD;@AB 6;= "
%5A ;=;=;9H5K5M CN9A5=@ 7CA 5I 77H &B;F 65BM5? BM5 )- 35N5 #@ -9;9< ,5F= M; 6@A 6FD;@AB 5?5B 8=6=B5
,: 8A=B 8B; 05B=H5 &9B;I5G5= 05B=H5 6G %5D $9I )>?
$IH5 8=G=D@B >>F H95AKCF? BG GFBG= !D &=7FCGC:H FDB;@5A5B ,) "
" $FA / ?9 GF= :C7IG M5<CC 7CA =B:C :I>=<CA9>5D5B 7CA AB;I5G5= $CAD DIBM5 $9B8 ,8F <1 -?; #5<=H .H? 5FA9BH 8= 2+=<=14*7 ,9;9F5 CC? .BHI? " "
%5A5F5B ? 9 -C?C 5M5H<F= ID5 %9;=5B !I6 )IHF= 8= !CH9@ )9B;5@5A5B &=B -5<IB ,: ,;F );K -C?C )+- -8F @A 2,*:2 -B; ,9H=B; 9G=;B IH? " 05B;= #@
5HGI -=AIF 11 $5J =G5 5<5G5 "B;;F=G 5K5 / !I6 )9F79H5?5B 5HGI -=AIF !I6 <1 ,9?F9H5F=G .AIA , $CADIH9F
" "/ 9BD5G5F 85B ,IF5H %5A5F5B $9F>5 ,"& 05B=H5 )- MI (F7<=8 ,: ,;F ,5HD5A -@D )9@ "BH9FJ=9K !I6IB;= " "
-@D 9BC5 -@D #5A 0"- ,: IH@9F ! HH9BH=CB $C?C 2+=<=147 +9G9FJ5G= 05B=H5 "
" 5@= %=:9 IA= MI / ,5BIF " &9B;I5G5= <G "B;;F=G &5B85F=B =<=1 G=;B F5D<=G IBHI? $5CG " ,: ,;F 05B=H5 &5L H< 8A 2+=<=14*7 G9;9F5 ,ID=F ,=A .AF &5L -< 05=H9F G FDB;@AB !I6 ,9;9F5 77CIBH=B; !I6 ,: CC?<9@D9F 0HF GG +9GHC $FA ?9 )- )F5H<5A5 %=B9 %C;=G / ?9 <F8 G95G5:5F=7FI=G9G 7CA " " ,5BIF !I6 H=7G #@ -9I?I .A5F 5F5H 'C "
*:2 $5FM5K5B 05FIB; ,: ,CD=F &5G .6I8 !I6 " " ,: ,9?F9H5F=G =F9?HIF % ) !I6 I #8K5@ "BH9FJ=9K ,: -?; #5<=H 0BH I 5FA9BH
2,*:2 ,H5: $=H7<9B +5A9B " " )9F ?GDCF )9F=?5B5B 8= 9BC5 > $CA=G= &B5F=? $FA %AFB ?9 -CF= ,5AIF5= #@ ,IBG9H +C58 *:2 - #5F=H - )CHCB; ,F56IH5B ,: ,CD=F DF=658= GCD5B >I>IF &=B <G "B;;F=G ?H=: );@AB %5J9FB9 CIH=EI9 +9BCB F7589 $5J $FA / <F8 65@=BIG5K=B8IA5G 7CA !I6 #@ +M )IDIH5B +9BCB CA DG !I6 "
"
"
"
"
2,*:2 )9;5K5= ,5@CB -? 5F=HC !I6 "
2,*:2 )F5AIB=5;5 ,%- ,8F5>5H )B;5@5A5B @5A5H #@ F>IB5 1 C6@9 G=L -@D "
2,*:2 * -I?5B; 7<97? +IBB9F -I?5B; #5@5B IH? 5FA9BH 8= $IH5 "
2,*:2 ,;F -9B5;5 !CIG9?99D=B; 6G "B;;F=G /=@@5 )IF= )CB8C? 5K5 $@IB;?IB; "
2,*:2 ,H5:: -C?C <G "B;;
CADH / "
884270 :CF !$ &5@9 5B ,D? B;@=G< :CF J=@@5 %9;5 5HI69@=; 957< )<B "
2,*:2 K5B=H5 )9A65BHI +-
-=B;;5@ 85@5A IBHI? FIA5< "A5A CB>C@ DG 5>= ,&, "
2,*:2 G5HD5A K5B=H5 I )+ ,F= )5FH<5 !I6 "
2,: G;F ,H5:: $5G=F 05=HF9GG
@95B=B; G9FJ=79 -9@D "
@98:< CAD &9A6IHI<?5B 05L 5FJ9F ;5>= A9B5F=? !I6 >5A ?9F>5
..-.- 5G<=9F :CF IH=? 5H ,: G;F -B;5 $5G=F $C@9?HCF D9B9AD5H5B 0=@ 58IB; .6I8 A589 AI>5FH= ;A5=@ 7CA " D9B88?B ,&. ,&$ 6@A A9B=?5<
"% # '998 8A=B 77H ,9B8 / ?CCF8=B5HCF ,=AD5B )=B>5A 69FD9B;5@5A5B DB88?B , HC ?CA5B;4F=69? M5<CC 7CA G9AI5 >IFIG5B )F=5 05B=H5 IAIF A5?G H<B %5A ?9 $CD $F5A5 "
5@= #@ $9DIB8IB; 'C DG "% $<*:/2;1 5@= =6IHI<?5B 5H5I A5=@ -9?B=G= %=GHF=? )=D5 ,9;9F5 ??64>C6J575B7M M5<CC 7CA -9@D
"
" &:0.7< 7F $5FM5K5H= FHG<CD 884270 :CF 5FH9B89F 05=HF9GG &:0.7<5A +9EI=F98 &5@9 9A5@9 G "B;;F=G 5>= 5;IG %C? ,5BIF CADIH9F ,?=@@ :CF IGHCA9F :CF F5N=@=5B IGG=9 * F9GHC -5A5H5B ,& ! ,9FJ=79 8A 05@?=B; "BH9FJ=9K " 75@@ :CF 5DDC=HA )- 5@= &C89 "B8CB9G=5 $=:A* -FIGG &F?HB; 5>5 +=B;5B
9BH 89FF=7? ?IH5HCKB<CIG9G 7CA "
#@ ,F=K=>5M5 'C %9;=5B &F?HB; -C?C &F?HB; )FC>97H %5A 884270 :CF 5FH9B89F !$ " <F8 HF=GIFM5=BH9FBIG5 ;A5=@ 7CA CF 5F .6I8 $<29*: -F=5HA5 #5M5 " " &9A6IHI<?5B G9;9F5 CG9B 884270 :CF 05=H9F 9G )@G ,9B8 ".:=;*1**7 9G=;B IFB=HIF9 $CADIH9F )5F=K=G5H5 GM5F5H 2CIF / HC $CF= +9GH 5F
A9A6IHI<?5B 8A=B "BJ9BHCFM
=>5G5< , G9GI5= 6=85B; HG6 )CDD=9G $IH5 CF ,5@9G L97IH=J9 ,9FJ=79A5B ")$ A=B IG=5 A5L H< =B:C ?CF=F9GH5IF5BH 7C =8 F97FI=HA9BH 65@=<F8 ;A5=@ 7CA @5A5F5B 8=65K5 @5B;GIB; ?9 " " 25M5G5B -F=5HA5 ,IFM5 #5M5 %.:*92;< FCBH (::=79 "B:C 2,*:2 GH5: IH? J=@@5 8= ,9A=BM5?
#@ $I6I IBIB; -9;5@ #5M5 9B=B; ,D5 #@ 5HI69@=; $IH5 @5?= 6<G "B;;F=G G=B;@9 > >H
5>= CBIG 9G5F 5@IB; 58IB; -@D !I6 "
"
"
MOBIL - MOTOR PROPERTY RUPA-RUPA Bali Post *:-<89 -< C?@5H 9BG=B & >@ +A< 5HIM5B; ; )=D=H #61 $IH5 +CM5@ %- % @H $- $& $=H7<9B ,9H 5H9 55 .? )=75BHC )IH=< G 5@= -5:H - L )H< )9FA5= """ '; " " GMGH @=B; 5A5B ! CFHIB9F G 5@= 23=*5 +A< )9FIA )8 5@9F=5 " "
$&)& "
'C )8 ,IA6I %- % $- #61 %H $- ,=5D !IB= -B< F9 !>.: $F98=H $ ,D@5G< )H< %$& $ %:=4 B;?9@ CI6@9 % &5BI5@ @@ +=G? 5DIF FG #H ! %C? 0$ #H '9H B 989 1
"
"
& #& $$ 35 +A< F - = 'I5BG5$CF= =4. -< !=H5A -=D9 -9FH= .85M5B5 #=A65F5B ?H #=A65F5B B;;= +1 $& IA5 965G 5B>=F 965G -56F5?B )$ A5B @I6 " H5G '5A5 ,9B8=F= -;B =>I5@ 9D5H +D #H !I6 #61 5FI #@ $96C "K5 ,@HB %H " &@M -B< ,H;G 8= 25B= )IG5H =GB=G &@M +I?C 8= %!(!% =5BM5F $CH5 &@M )9A=@=? >*7B* /9@CN )IH=< $ &BI5@ -/ I8=C -FKH =G5 -I?5F -5A65< "
"
7A.52: 9BH=A +A< %H %G
>*7B* ,@JF &@G ,AGH F #@
&5M5B;G5F= " ,8?M ,!& & '; "
"
"
3 +A< %H % %- $9FH5 85@9A ,5F= !I6 "
35 +A< &=B=A5@=G ,HM@9 /=@@5 % %- A ,!& "& 0 #@ -F9B;;5B5 DG "
5 +A< 5FI %C? )9AC;5B 9BG9@ %- A % A $- $& #@ AHF GD@ !BM #H "
!>.: $F8 +IA5< )9B5AD5F5B G -- &C6=@ )A@=? "
#61 =HF5@5B8 %H !I6 "
"
#61 %H #@ ) &5B85@5 'C -?8
5@=5B +9BCB "
#61 &BA@=G .BH ,HFH9;=G #9DIB )=D=@ 5HGI -=AIF "
#=6*1 &=B=A5@=G 5FI +9BCB . & $- A "
& % 35 -5B5< #@ BH5GIF5 );;=F #5@5B %G A ! "
#@ 989 9G5 ; ,5@M5 F
.A5< BM5F ,58=B; "
SALON
DIJUAL MOBIL
BIRO JASA
BIRO JASA
RUPA-RUPA
SERVICE
BIRO JASA
BIRO JASA
SERVICE
35 -B< ?5J %C? MD5G " &5BHF5 AHF 8F MD5G #H !I6 "
35 DH -B< = #@ 9K=GF= /""" F9 ,9AD=8= ?H )IGD9A F9 "
%71 $J@ = &9B;K= #H #H G $F98=H "
=*5 +I;= ,9AD=8= -9;9<5 #@ A )5J #H';C "
%71 '9AD=@ #H #@ 9G5?=< )CB8C? =HF5 )AC;5B "
& #H #@ +M )5G9?5B ; 5HI ';CB>C@ "
*5=70 9AD5?5 F9 )=B;;=F #@B #H '9;C "
23=*5 &F< -B< F9 #@ C5 5>5< )9@=5H5B .6I8 !I6 )A=@=? -) 8?H -, +9GH "
35 $5J 5FI F9 $CH5 =5BM5F #@B AHF !CHA=? ! "
35 $6B #56CB % F9 !F; #H '9;C %C? G 05B5;=F= ,9@9A589; -6B 5@= 85 ?G9G #@B
!I6 "6I F>IB "
35 -5B5< F9 % #@B P & !F; #H )9F F9 585 $AF $CGH #@ -? I5>= ; +5HB5 'C DG !I6 "
35 -5B5< F9 %C? ,9?IH5 ,5BIF "
35 -5B5< +I?C #@ GH5GIF5 "/ 'C DG !I6 "
35 -B< F9 %6F DB AHF #@B ,9?5F -IB>IB; 1"/ 5HGI -=AIF !I6 &55: -) "
35 -B< F9 8= ,=B;5F5>5 G 9@I?5B 5K5B; "
35 -B< F9 8= 5F5H -F5:=7 %=;<H )5BH5= )IFB5A5 /=9K )5BH5= !I6 "
5 -5B5< F9 8= ,I65? )5?9@ " )9;IM5B;5B !F; #H '9;C !I6 "
=*5 -5B5< $5J 8= '9;5F5 -) %=<5H I -I69O#I5@ -B< 8='9;5F5 !I6 =G5 '9;C "
%*7*1 ,!& F9 %C? 9D5B 5@= !5B85F5 98I;I@ #H '; !I6 9FM "
%7 " &5BHF5 );F#@B . +I?C I85B; >H '; "
%71 A #H '; ,?9F $@=@=B; ; 05@9H "1 H6@B
& #& ! #=48 5FI %H 8= ,9G9H5B #@ -9;5@ 05B;= "" DG "
" $ ' #& *>5270 5F9 ,9A=BM5? G=5D 65 2487 +A< %H -B< $- $& B;IB & D9F 5F9 ,9G9H5B #H -< " ( #
=*5 -B< $5J F9 #H F9 -5FC -9;5@5@5B; ! " #
%71 29< &65B; >@ A !I6 "
$ #
%71 05B5;=F= )5B75G5F= DIB 75? =G= $CD= D<B "
"
#&" #&" <*;2 +IA5< C7CF 5? =B8=B; -5@5B; @@ 5F=G "
*-=< ,I@5D IB 5A9G 9?CF5G= $9F9B &IF5< !) 0 "
*;* =B=G<=B; 5H-9A6C? )C@=HIF )@5:CB -9?GHIF "
"=32 ,MI?IF H5G -9F?56I@BM5 'CJ9B5 ,5@5< &5F=5 85F= F=: "
18
REKREASI
Minggu Kliwon, 6 November 2016
TTS Bali Post
Pertanyaan MENDATAR 1
1. 6. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 18. 20. 22. 24.
Bali Post/ist
LOKAWISATA - Objek wisata Lokawisata Baturraden di lereng selatan Gunung Selamet Kabupaten Banyumas.
WILAYAH Gunung Slamet yang meliputi Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Pemalang, Tegal, dan Brebes, Jawa Tengah, memiliki panorama alam yang indah dan beberapa di antaranya telah dikembangkan sebagai destinasi wisata yang banyak dikunjungi pelancong. Lokawisata Baturraden yang berada di lereng selatan Gunung Slamet dan masuk wilayah Kabupaten Banyumas, merupakan salah satu destinasi wisata yang telah lama berkembang dan banyak dikunjungi pelancong dari berbagai daerah. Berdasarkan data Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas, tingkat kunjungan wisatawan ke
Lokawisata Baturraden dari tahun ke tahun cenderung meningkat sebesar 15 persen. “Bahkan pada tahun 2014-2015, peningkatannya sudah 20 persen,” kata Kepala Bidang Pariwisata Dinporabudpar Banyumas, Deskart Setyo Jatmiko. Menurut dia, peningkatan kunjungan wisatawan tersebut seiring dengan kebijakan penerapan tiket terusan di Lokawisata Baturraden. Dengan adanya tiket terusan, kata dia, wisatawan cukup mengeluarkan biaya Rp 14.000 per orang untuk mengunjungi seluruh objek yang ada di Lokawisata Baturraden. Sebelumnya, setiap orang harus mengeluarkan biaya Rp 40.000 untuk mengunjungi seluruh objek di Lokawisata Baturraden
karena masing-masing objek dipungut tiket masuk. Menurut dia, hal itu berkaca dari pengalaman pengelolaan Kawasan Wisata Dataran Tinggi Dieng di perbatasan Kabupaten Banjarnegara dan Wonosobo maupun di wilayah lainnya yang sering kali mengedepankan ego pemerintah daerah masing-masing. “Kayaknya agak susah karena adanya egosentris di masing-masing daerah,” kata dia yang juga anggota Komisi D DPRD Banyumas. Selain itu, kata dia, ide atau wacana pengembangan kawasan wisata tersebut dibicarakan dengan instansi lain agar sinkron sehingga bisa dikerjakan bersama-sama bukan hanya pekerjaan Dinporabudpar. (ant)
32. 33. 36. 38. 39. 40. 41. 42. 43. 44. 45. 46.
2
7. 8. 17. 19. 20. 21. 23. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. 34. 35. 36. 37.
Cantik ; elok Nama danau di Bali Merek HP Didih ; gelora Punuk Tumbuhan pembasmi alang-alang Buka ; singkap Zat warna gelap pada kulit Daun (Bali) Harga (Bali) Salam ; sepada Intim Telingqa (Inggris) Sinar (Inggris) Bersin Perasaan tidak senang pada keberhasilan orang lain Berhubungan dengan gerak Tempat hidup alami makhluk Usia (Inggris) Alat musik petik dari Sulawesi Dengan/secara terus menerus Sejenis lapik kaki Lempengan tempat pelukis menaruh cat Dapat diandalkan (Bali)
5
9
16
8
15
17
18 20
19
21
23
26
7
13
12 14
22
6
10
11
24
27
28
25
29
30
31
32 33
34
35
36
38
37
39
40
41
42
43
44
45
46
KUPON TTS No.271
MENURUN 1. 2. 3. 4. 5. 6.
4
3
SPT2016
Tiket Terusan Dongkrak Kunjungan Lokawisata Baturraden
26. 29.
Kabur ; kurang jelas panglihatan Martil besar Ya Ayah dari bapak atau ibu Periuk (Bali) Garis Pola ; contoh Gagasan Maskapai penerbangan nasional kita Penampilan khas komunitas vegetasi Tanah garapan Tampar Lelap Tempat penuh lorong berliku dan simpang siur Ribut suaranya Karya sastra lama Melayu berbentuk prosa Pawai Bersih ; rapi Permainkan dengan memegang-megang (Bali) Ini (Bali) Induk (Bali) Kumal Salah satu spesialisasi kedokteran Nira yang baru disadap (Jawa) Organisasi konferensi Islam Kartu AS (Inggris) Cadangan Sistem jet
Ketentuan Menjawab
Pemenang TTS No. 269
Jawaban di tulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 271 dan cantumkan identitas lengkap serta no telepon/Hp. Kirim ke Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 12 Nopember 2016. Pemenang diumumkan pada Bali Post Minggu 20 Nopember 2016. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang @200.000, dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga ( 2 dewasa + 2 anak ). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos.
1. Kadek Candra Gita Suari Desa Culik, Kec. Abang, Kab. Karangasem 80852
Jawaban TTS No. 269 MENDATAR 1. 4. 9. 10. 11. 13. 15. 17. 18. 20. 22. 24. 25. 26.
Reflasi Traktat Koil Naif Iakuc (Cukai) Maroon Sungsut Gang Ngaduk Ablasi Ulung Tahu Rap Bile
28. 29. 32. 34. 35. 36. 38. 39. 40. 41. 42.
Kano Asli Irit Pura ATM Intro Mat Bren Leap Bahtera Astenia
MENURUN 1. 2. 3.
Royemen Fakir Selingkuh
5. 6. 7. 8. 12. 14. 16. 19. 20. 21. 23. 26. 27. 30. 31. 33. 37.
Racun Tifus Teratai Lak USG Oldster Gelepar Gari Agropolis Siul Luk Biadab Limbah Sampun Istana Tiner Tar
2. Dessy Kalpikasari Kadek Jl. Flamboyan No. 40 Bag. Lab. RSUD Klungkung, Semarapura 80716 3. I Nyoman Suryabadi Br. Tuka, Perean Tengah, Baturiti, Tabanan 82191 (Hp: 087861402181) 4. Theresia Sri Sulandri Jl. Dewi Uma RT IV, Dsn. Bangkang, Desa Baktisegara, Singaraja 81116 (Hp:081246357483) / (0362) 31150 5. Romi Jayadi Jl. Gunung Sasak No. 11, Mataram 83125 (Hp: 081907921076) 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar Nama : Agus Pande Setiawan Alamat : Jalan Ratna Gang Dewi Kunti No.1 Denpasar Utara (Hp: 081933104209)
Tradisi Unik di Desa Penglipuran
Bali Post/dok
PENGLIPURAN – Desa Penglipuran di Bangli, selain terkenal akan kebersihan dan kerapian bangunan tradisionalnya, juga menyimpan berbagai tradisi unik.
”Karang Memadu”, Wujud Hormati Perempuan DESA Penglipuran di Kabupaten Bangli bisa disebut sebagai satu-satunya desa di Bali yang antipoligami. Kaum laki-laki di desa setempat sangat dilarang untuk memiliki istri lebih dari satu. Jika berani berpoligami, maka warga yang bersangkutan harus rela dikucilkan disebuah lahan kosong yang berada di selatan desa, yang disebut dengan karang memadu. Karang memadu adalah lahan kosong seluas kurang lebih 9x21 meter. Lahan ini berlokasi di selatan rumah penduduk. Bagi warga setempat karang memadu dianggap sebagai lahan leteh (kotor). Saking leteh-nya, tanaman buah seperti pisang yang tumbuh di lahan itu pun tidak boleh digunakan sebagai sarana persembahyangan, melainkan hanya boleh dikonsumsi. Untuk menandai lahan ini dipasang sebuah papan yang bertuliskan “Karang Memadu” sebagai tanda bahwa karang tersebut memang sangat ‘dikhususkan’ warga. Bagi warga yang berani melanggar aturan yang sudah tertuang di awig-awig desa Penglipuran, maka konsekuensinya harus rela dikucilkan dan menempati karang sepetak itu bersama dengan istrinya. Tidak hanya itu, mereka juga akan dikenakan beberapa sanksi sosial lainnya. Mereka tidak diperbolehkan melintasi sejumlah jalan-jalan tertentu di wilayah desa. Salah satunya seperti perempatan utama desa yang ada di sebelah balai banjar setempat. Mereka hanya diperbolehkan keluar melalui jalan ke arah selatan dari lokasi karang memadu.
Bendesa Adat Desa Pengelipuran Wayan Supat saat ditemui belum lama ini mengatakan, pantangan dalam melakukan poligami telah diwariskan warganya secara turun temurun. ”Warga yang melakukan poligami tidak boleh lewat atau melintas ke utara perempatan desa, yang merupakan catus pata desa. Termasuk ke seluruh pura yang ada di Desa Pengelipuran karena dianggap dalam keadaan leteh atau kotor,” terangnya. Selain itu kesahan perkawinan suamiistri tersebut juga tidak akan pernah bisa diakui adat. Dia mengatakan akibat
sanksi sosial yang cukup berat itu, sampai sekarang lahan karang memadu masih tetap kosong tanpa bangunan. Belum pernah ada warga yang berani menempati karang tersebut. Menurut Supat, adanya aturan turuntemurun yang melarang kaum laki-laki untuk beristri lebih dari satu menjadi sebuah bukti bahwa para leluhur masyarakat setempat sejak zaman dahulu sangat menghormati keberadaan kaum wanita. Aturan itu secara tidak langsung juga mendidik kaum laki-laki untuk setia terhadap satu pasangan saja. (ina)
Wanita Dikubur Tengadah, Laki-laki Telungkup DESA Penglipuran, Bangli, selain dikenal sebagai desa terbersih di dunia, juga memiliki berbagai tradisi unik. Masyarakat Desa Penglipuran sampai saat ini masih sangat memegang teguh tradisi yang diwariskan oleh para leluhurnya terdahulu itu. Tidak hanya soal tatanan konsep rumah yang masih kental dengan nuansa kearifan lokal, namun juga soal tradisi penguburan mayat. Di desa yang kini juga populer dengan loloh don cemcem (semacam jamu tradisional dengan bahan dasar daun cemcem), ada perbedaan dalam hal posisi penguburan antara mayat laki-laki dan mayat perempuan. Seperti apa? etua Pengelola Pariwisata Penglipuran, Nengah Moneng, mengungkapkan, sebagaimana tradisi yang diwariskan oleh leluhurnya, terdapat perbedaan dalam hal posisi penguburan antara mayat laki-laki dan mayat perempuan. Untuk mayat warga yang berjenis kelamin perempuan dikubur dengan posisi tengadah atau menghadap ke atas sebagaimana posisi mayat yang lumrah dikubur di
desa lainnya. Sedangkan mayat laki-laki, biasanya dikubur dalam posisi tertelungkup atau menghadap ke tanah. Menurut Moneng, penguburan mayat dengan cara ditengadahkan untuk mayat perempuan dan ditelungkupkan untuk mayat laki-laki memiliki filosofi tersendiri. Posisi menengadah atau yang dalam bahasa Bali diistilahkan dengan posisi nungkayak untuk
mayat perempuan melambangkan ibu pertiwi (bumi). Sedangkan posisi telungkup atau yang dalam istilah Bali malinggeb untuk mayat laki-laki, melambangkan akasa (angkasa). Tak hanya itu, saat dikubur posisi kepala mayat baik perempuan maupun laki-laki samasama diposisikan di arah barat atau arah matahari terbenam. “Kenapa seperti itu, karena lokasi Pura Dalem Pingit be-
rada di delod kauh (barat daya). Makanya mayat dikubur berorientasi ke barat ke arah mata hari terbenam,” jelasnya. Selain soal posisi penguburan mayat, Moneng juga mengungkapkan bahwa kuburan di Desa Penglipuran dibedakan menjadi tiga. Kuburan yang berada paling timur diperuntukan khusus untuk memakamkan warga yang meninggal karena tidak wajar seperti bunuh diri dan sejenisnya (salah pati ataupun ulah pati). Sementara yang di tengah untuk memakamkan bayi dan orang dewasa yang belum menikah. “Sedangkan yang paling kauh (barat) diperuntukan untuk mengubur warga yang meninggal secara wajar,” kata Moneng. (ina)
19
Minggu Kliwon, 6 November 2016
Ujung Tombak Dari Hal. 1 Lihat saja setiap ada promasi CPNS untuk guru belum sampai menyentuh keperluan guru bahasa daerah Bali. Padahal, mereka adalah ujung tombak pelestarian dan transfer ilmu kesusastraan Bali. Pengamat budaya Bali, Dr. Nengah Arnawa, M.Hum., setiap saat menggelorakan agar Pemrov Bali, pemkab, dan pemkot di daerah mengambil terobosan untuk mengangkat guru bahasa Bali di daerah sesuai dengan keperluan. Hal ini perlu dilakukan karena tiap perekrutan CPNS, guru bahasa Bali nyaris tak diikutkan. Karena bahasa Bali sangat spesifik, Nengah Arnawa yang menjadi tim penyusunan buku bahasa Indonesia untuk Kurikulum 2013 seharusnya menjadi kewajiban bagi pemerintah di
daerah. Baik dalam bentuk guru kontrak atau pegawai daerah yang ditanggung lewat APBD. Sebab, kata dia, selama ini pengajaran bahasa Bali khususnya di SD tak bertuan. Kebanyakan diajarkan oleh guru Agama Hindu, sementara pada sertifikasi kelebihan jam mengajar guru Agama Hindu tak boleh diisi dengan bahasa Bali. Makanya sepanjang tak ada pengangkatan dia yakin guru bahasa Bali tak terisi di SD. Jika diserahkan ke guru kelas, kata dia, tak mungkin karena didaktik metodiknya berbeda. Rektor IKIP PGRI Bali, Dr. I Made Suarta, S.H., M.Hum., juga membela matimatian akan nasib guru bahasa Bali yang terkesan tak diperlukan pemerintah. Sekalipum sekarang ada pengangkatan pendamping bahasa Bali disebar tiap
Sempat Pensiun desa belum menjawab tantangan sebenarnya. Rektor yang juga seniman ini mengungkapkan kunci belajar budaya Bali adalah terletak pada penguasaan sastra Bali. Sebab, segala jenis ilmu kebalian bisa diungkap lewat sastra Bali. Makanya dia berkepentingan jika ingin menciptakan profesionalisme guru Bahasa Bali harus diajarkan oleh guru bidang studinya. Kenyataannya, bidang studi bahasa Bali dan Sendratari diajar oleh bukan guru keahlinya. Dia ingin setiap daerah mengangkat guru bahasa Bali. Angin segar berembus di Badung yang akan mengangkat 300 guru bahasa Bali ada derah ini dengan sistem guru kontrak. Apa pun program itu, ia setuju yang penting guru bahasa Bali jangan lagi dipinggirkan. (sue)
Budi Pekerti Dari Hal. 1 TIA melihat, tidak saja di kota, terkadang anak-anak di desa pun sudah cukup jarang menggunakan bahasa Bali dalam kesehariannya. Padahal, bahasa daerah atau bahasa ibu ini sejatinya turut berperan dalam penanaman budi pekerti. Penanaman pendidikan budi pekerti akan terasah dari bagaimana keterampilan anak-anak menggunakan bahasa daerahnya. Apalagi bahasa Bali yang memiliki tingkatan atau sor singgih bahasa. “Secara tidak langsung kalau dengan menggunakan bahasa ibu seperti bahasa Bali, itu kan sudah ada penanaman karakter, penanaman budi pekerti. Karena kalau kita melihat bahasa Indonesia, itu kan bahasa yang menunjukkan kesetaraan. Tetapi kalau dalam bahasa Bali, itu kan ada jenjang artinya orangtua harus dihormati, bahasanya berbeda,” jelasnya. TIA menambahkan, ba hasa Bali merupakan kearifan lokal yang harus dijaga. Komitmen Kota Denpasar tentang rahina mabasa Bali tentu sangat positif dalam upaya pelestarian sekaligus penguatan bahasa Bali. Mengingat, ibu kota provinsi ini tidak saja dihuni oleh anak-anak yang memang terlahir di Denpasar. Tapi juga anak-anak dari sembilan kabupaten/kota di Bali, bahkan luar Bali. “Ini menunjukkan bahwa bagaimana kita memberdayakan apa yang kita punya terutama bahasa ibu. Siapa lagi kalau tidak kita yang menggunakan bahasa Bali. Saya rasa kabupaten lain juga sudah ada hari untuk berbahasa Bali, cuma masih berlanjut atau tidak, karena ini dari dulu sebetulnya sudah ada tinggal dikuatkan lagi,” ujarnya. Penyuluh Bahasa Bali Sementara itu, kehadiran 651 penyuluh bahasa Bali yang disebar ke seluruh desa di Pulau Dewata terus menunjukkan hasil. Setelah sebelumnya berhasil mendata 8.370 cakep lontar, kini juga telah membentuk 1.820 kelompok belajar sampai akhir Oktober lalu. Kelompok belajar bahasa Bali yang digagas para penyuluh ini diikuti 64.325 orang. “Mereka membentuk kelompok-kelompok belajar untuk anak-anak, mulai dari kelas III - kelas VI SD karena proses pelestarian bahasa Bali menyangkut aksara dan bahasa memang harus dimulai dari anakanak,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan Bali, Dewa Putu Beratha saat dikonfirmasi
Sabtu (5/11) kemarin. Beratha tak menampik, alokasi waktu untuk belajar bahasa Bali dari segi kurikulum sekolah memang sangat minim. Melalui kelompokkelompok belajar, anak-anak diharapkan mulai mengenal aksara Bali dan tahu bagaimana berbahasa Bali. Namun, bukan berarti para penyuluh bahasa Bali akan menggantikan posisi guru bahasa Bali di sekolah. “Konsep dan sasarannya saja sudah beda. Kalau guru di sekolah mereka terikat dengan kurikulum, dan sudah jelas sasarannya anak-anak sekolah. Kalau penyuluh ini lebih mengarah kepada masyarakat, jadi tidak hanya anak-anak. Menyasar juga sekaa teruna, pesantian, masyarakat krama desa dan juga termasuk potensi yang ada di desa itu,” paparnya. Itu sebabnya, lanjut Beratha, para penyuluh juga melakukan pemetaan lontar sebagai sumber sastra yang mana kegiatan ini tidak ada di sekolah. Terkait lontar, pihaknya berencana untuk membekali para penyuluh dengan pengetahuan terkait cara-cara mengonservasi lontar. Namun, para penyuluh terlebih dahulu diberikan pembekalan untuk menyamakan persepsi mengenai tugas mereka di lapangan. “Jadi awal November, kami sudah mulai memberikan pembekalan kepada penyuluh. Pertama sudah dilakukan di Buleleng, lalu Tabanan, dan Gianyar. Dilanjutkan nanti ke kabupaten lain yang belum,” jelasnya. Menurut Beratha, pembekalan melibatkan para pakar dari Universitas Udayana dan IHDN Denpasar. Pihaknya juga menyiapkan semacam buku pedoman, dengan harapan para penyuluh bisa menyusun satu program kegiatan. Seperti saat ini, para penyuluh sudah merencakan untuk membuat festival nyastra di akhir tahun. “Festival ini sebagai evaluasi pada kelompok-kelompok belajar yang mereka bentuk. Nantinya akan diikuti perwakilan kelompok-kelompok belajar, apakah nanti dalam bentuk penulisan aksara, masatua Bali, atau pidato bahasa Bali. Jadi, ini mereka rencanakan kalau tidak akhir November, ya di awal Desember di tiap-tiap kabupaten,” terangnya. Beratha menegaskan, tujuan utama penyuluh bahasa Bali adalah untuk pelestarian bahasa dan sastra Bali sebagai pembentuk jati diri dan karakter. Selain itu, juga untuk menggali kebudayaan karena budaya sesungguhnya bersumber
dari sastra. Agar kinerja para penyuluh maksimal, pihaknya melakukan pengawasan rutin berupa monitoring dan evaluasi. “Terutama ke desa-desa di mana mereka tinggal. Sekarang pun sudah ada MoU antara provinsi dan kabupaten. Kalau kami lihat, sudah banyak dukungan dari bupati kepada mereka. Para penyuluh sudah banyak dilibatkan dalam kegiatan kabupaten, dan di beberapa kabupaten mereka sudah diterima dan diberikan arahan oleh bupati,” tandasnya. Koordinator Penyuluh Bahasa Bali Provinsi Bali I Nyoman Suka Ardiyasa mengaku mengawali tugas dengan melakukan pemetaan selama dua bulan di tiap-tiap desa tempat penyuluh bertugas. Dari hasil pemetaan, selain menyelamatkan naskah-naskah lontar yang telah rusak, penyuluh bahasa Bali juga dipandang perlu memberikan penyuluhan secara intensif kepada anak-anak. Rincian kelompok belajar yang dibentuk, masingmasing 297 kelompok di Tabanan dengan 14.292 peserta, 322 kelompok belajar di Karangasem dengan 11.901 peserta, 352 kelompok di Buleleng dengan 9.433 peserta, 166 kelompok di Jembrana dengan 7.290 peserta, 160 kelompok di Gianyar dengan 6.551 peserta, 173 kelompok di Klungkung dengan 5.086 peserta, 195 kelompok di Bangli dengan 4.322 peserta, 129 kelompok di Badung dengan 4.271 peserta, dan 26 kelompok di Denpasar dengan 1.183 peserta. “Kelompok belajar bahasa Bali ini dibentuk mengingat kemajuan zaman dan teknologi telah mengikis kesadaran orang tua untuk mau mengajarkan bahasa Bali kepada anaknya,” ujar Suka Ardiyasa. Selain itu, lanjutnya, sebagian besar sekolah dasar yang mengajarkan pelajaran bahasa Bali di sekolah adalah guru kelas sehingga pembelajaran bahasa Bali untuk anak-anak SD dirasa belum maksimal. Kelompok belajar bahasa Bali ini dilaksanakan di pasraman-pasraman yang sudah terbentuk di setiap desa dan balai banjar, juga dengan meminjam tempat di sekolah di luar jam pelajaran. “Kelompok belajar digelar di luar jam sekolah, agar anak-anak bisa mendapatkan pelajaran bahasa Bali secara intensif dan rutin dengan harapan akan tumbuh semangat anak-anak untuk belajar Bahasa Bali dan menguasainya secara menyeluruh,” jelas Suka Ardiyasa. (rin)
Dari Hal. 1 Pacman sempat menyatakan pensiun pada bulan April lalu setelah kemenangan angka mutlak atas Timothy Bradley. Saat itu, petinju asal Filipina ini memilih untuk fokus pada pekerjaan setelah dirinya terpilih menjadi senat di negara asalnya. Pacquiao memang termasuk salah satu petinju terbaik dari Asia. Pacman merupakan satu-satunya orang yang bisa menjadi juara dunia di delapan divisi berbeda. Pada tahun 2015, Pacman harus kalah di tangan juara dunia tak terkalahkan Floyd Mayweather jr. Pacquiao menegaskan, Ia tak kuasa mengakhiri profesi tinju yang sudah 20 tahun digelutinya. Ia pun menjamin, statusnya yang kini jadi pejabat pemerintahan tidak akan terganggu dengan aktivitasnya di atas ring. “Saya memutuskan melanjutkannya karena itu gairah saya. Saya tidak tahu sebelumnya kapan kembali bertinju, tapi saya memutuskan demikian karena percaya tinju masih mencintai saya dan saya pun demikian. Saya amat merindukan tinju,” katanya Sabtu (5/11) kemarin. “Saya melanjutkan karier ini karena saya yakin. Setelah menang di pertarungan terakhir lawan Bradley, saya percaya kalau bertarung masih mungkin dilakukan. Politik adalah hal yang beda dan saya yakin bisa menyeimbangkan dan mengaturnya. Ketika berlatih atau bekerja di kantor, itu cuma soal mengatur waktu dan disiplin. Segalanya
akan berjalan baik,” imbuh Pacman. Manny Pacquiao (58-6-2, 38 KO) berupaya memecahkan rentetan sebelas pertarungan tanpa pernah menang KO. Sementara itu, Jessie Vargas saat ini merupakan pemegang sabuk juara Welter WBO. Petinju asal Amerika Serikat ini menjadi juara WBO setelah menang atas Sadam Ali, Maret 2016 dan merebut gelar WBO yang saat itu kosong. Vargas (27-1, 10 KO) akan pertama kalinya mempertahankan gelar itu. Sebelumnya, Vargas pernah kalah ketika melawan Bradley pada 2015 lalu. Berbekal pengalaman bertarung selama ini, Vargas mengharapkan bisa mengalahkan Pacquiao dengan cepat. Dalam 12 pertarungan terakhir, Vargas baru sekali mencatat sekali kemenangan KO ketika menghentikan Sadam Ali di ronde kesembilan pada Maret lalu. “Anda akan lihat kecepatan, kekuatan, kecerdasan dan yang terbaik di ring nanti,” ucap Vargas. “Seorang petarung hebat telah lahir pada 2016, yakni Jessie Vargas. Dan sekarang kami akan memberikan Anda sesuatu yang besar pada pertandingan nanti,” sambungnya. Pada ritual timbang badan yang berlangsung di Thomas & Mack Arena, Pacquiao diketahui memiliki berat badan 144 pon atau berada di bawah klasifikasi kelas welter (147 pon). Ikon tinju Filipina itu lebih kurus ketimbang Vargas di mana lawannya memiliki berat badan 146 pon. (kmb33/rtr)
Tutur Bahasa Dari Hal. 1 Para ketua komisi menyampaikan hasil kerja bersama anggotanya juga menggunakan bahasa Bali. Tutur bahasa yang digunakan pun terlihat masih agak kaku. Sejumlah anggota dewan dan para staf sering tersenyum saat mengikuti rapat yang berbahasa Bali tersebut. Ketua DPRD Badung, I Putu Parwata, mengatakan pengunaan bahasa Bali dalam rapat DPRD Badung, sejalan dengan dina mebasa Bali yang dicanangkan Bupati dan wakil Bupati Badung. “Berbahasa Bali kan dicanangkan pada setiap hari Jumat dan setiap purnama. Jadi, kami di dewan mengawali dina mabasa Bali,” ucapnya. Kendati suasana saat rapat menggunakan bahasa Bali sedikit agak berbeda dan kurang luwes, namun tak canggung-canggung, politisi PDI-P Badung ini mengimbau agar setiap rapat di hari Jumat dan Purnama menggunakan bahasa Bali. “Satu dua kali mungkin saja agak berbeda, nanti pasti jadi terbiasa. Apalagi, tujuan sangat positif, jangan sampai kita semua tidak bisa berbahasa Bali. Bahasa Bali kan bahasa ibu. Jadi, wajib semua mengetahui bahasa ibu itu,” ucapnya. Penggunaan bahasa Bali di Gumi Keris telah dipertegas dengan diterbitkannya Peraturan Bupati Badung nomor 24 tahun 2016 tentang Penggunaan Bahasa Bali di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Badung. Perbup ini telah ditetapkan di Mangupura pada tanggal 4 Maret dan mulai berlaku 9 Maret 2016 yang bertepatan dengan tahun baru Caka 1938 lalu. Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, mengatakan dalam upaya membangun identitas serta penghormatan terhadap nilai-nilai kearifan lokal, Pemkab Badung berkomitmen membudayakan
bahasa Bali, baik di sekolahsekolah maupun di segenap jajaran pemerintahan Kabupaten Badung. Dalam Perbup Bupati Badung tersebut menyebutkan bahwa penggunaan bahasa Bali bertujuan untuk menjaga dan melestarikan bahasa Bali sebagai bahasa daerah yang merupakan bagian dari kekayaan budaya bangsa, sehingga menjadi faktor penting untuk peneguhan jati diri daerah. Penggunaan bahasa Bali di lingkungan pemerintahan Kabupaten Badung setiap hari Jumat dan rerainan Purnama dalam hal rapat dinas/ pertemuan-pertemuan, percakapan lisan dan percakapan langsung, penyelenggaraan acara-acara pemerintahan dan penyelenggaraan acaraacara sosial kemasyarakatan. Penggunaan bahasa Bali dikecualikan dalam hal penyelenggaraan apel upacara tingkat kabupaten, provinsi, nasional, kegiatan-kegiatan yang melibatkan unsur-unsur lintas provinsi dan lembaga/instansi tingkat pusat, membaca surat-surat administrasi umum dan produk perundang-undangan. Dalam rangka penggunaan bahasa Bali agar senantiasa memerhatikan kaidah-kaidah penggunaan bahasa bali yang menjunjung tinggi etika dan tata krama. (par)
Desak Presiden Dari Hal. 1 Ia juga meminta agar Presiden Jokowi menjelaskan tentang maksud apa yang ditunggangi dalam aksi dari Gerakan Nasional Pembela Fatwa MUI (GNPF MUI) tersebut. Fadli sendiri ikut naik ke mobil komando dalam demo 4 November kemarin. Menurutnya, spekulasi yang timbul di kalangan masyarakat dapat menimbulkan masalah baru. Atas dasar itu, ia meminta klarifikasi dari presiden. Fadli mengatakan, tujuan demo kemarin ialah menuntut Gubernur Jakarta nonaktif Basuki T. Purnama (Ahok) diproses hukum secara cepat. Kasus yang dimaksudnya ialah dugaan penistaan agama ketika Ahok berbicara di Kepulauan Seribu pada 27 September lalu. “Massa kan jelas, mereka menuntut penegakan hukum tentang penistaan agama. Kasus seperti penistaan agama pun pernah terjadi sebelumnya, banyak contoh kasus yang diproses secara hukum. Tapi kenapa, kok (kasus) Ahok ini tidak (segera) diproses secara hukum, kan seperti itu (tuntutan massa),” terangnya.
Fadli menambahkan, selain dirinya, ada sebelas anggota DPR RI lain yang ikut mengiringi demo sebagai bentuk fungsi pengawasan terhadap massa. Demo kemarin pun dianggap bukan sebagai ancaman kebangsaan, justru ancaman kebangsaan itu terjadi jika respons keadilan yang tidak ditegakkan. “Justru kalau orang menuntut agar dilakukan penegakan hukum itu memperkokoh fondasi kebangsaan,” katanya. Sementara itu, kubu Jokowi belum memberi informasi siapa aktor politik yang dimaksud. Kubu istana menjelaskan saat kerusuhan terjadi Presiden meninjau proyek pembangunan infrastruktur kereta api di Bandara Soekarno-Hatta. Menurut Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dari bandara, Presiden terus berkomunikasi dengan Pratikno dari Pampaspres. Namun, karena situasi di jalan yang dianggap tak memungkinkan, Pasukan Pengamanan Presiden menyarankan agar Jokowi jangan dulu kembali ke Istana. Atas insiden ini Jokowi membatalkan kunjungan kenegaraannya ke Australia. (kmb)
Perlu Disebarkan Dari Hal. 1 Makanya warga Kota Denpasar mengatakan program ini kurang gereget. Siapa yang mengawasi dan menilai serta bagaimana bentuk perbaikannya. Lihat saja anak-anak sekolah tetap saja mereka menggunakan bahasa semaunya pada Rabu (2/11) lalu. Guru-guru juga demikian, hanya sidang DPRD yang konsisten menggunakan bahasa Bali. Makanya sejumlah pengamat menilai SE ini perlu disebarkan ke semua instansi agar membawa nilai manfaat yang benar. Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Denpasar I.B. Rahoela didampingi Kasubbag Pemberitaan Dewa Gede Rai saat ditemui di ruang press room Kantor Wali Kota Denpasar, mengatakan, di dalam surat edaran tersebut semua lembaga pemerintah, instansi ataupun swasta diwajibkan menggunakan bahasa Bali dikecualikan bila menerima tamu dari luar daerah atau luar negeri. Bahasa Bali yang digu-
nakan adalah bahasa Bali halus madya. Surat edaran ini mulai dilaksanakan pada tanggal 28 Oktober 2016. Walupun demikian, kata Rahoela, pihaknya tidak menutup diri dengan bahasa-bahasa lain seperti bahasa asing, tetapi harus ada suatu usaha untuk melestarikan bahasa Bali dan huruf-huruf Bali. Agar surat edaran ini bisa berjalan dengan efektif, Wali Kota Rai Mantra, seperti dikatakan Rahoela, meminta semua tingkat pimpinan memberikan teladan dan contoh serta mengawasi pelaksanaannya. Penggunaan bahasa Bali setiap Rabu, Purnama, dan Tilem ini mendapat apresiasi dari Pengamat Kebudayaan I Made Mudra. Menurutnya dengan diterbitkannya surat edaran ini maka kebudayaan Bali khususnya bahasa Bali dapat dilestarikan. Ia mengatakan, bahasa Bali salah satu unsur budaya. ‘’Jika semua orang tidak menggunakan bahasa Bali maka jati diri kita akan hilang dan budaya Bali juga akan hilang,’’ ungkapnya. (ara)
Ulah Provokator Dari Hal. 1 Dia menceritakan, aksi damai yang awalnya berjalan tertib, dirusak dengan kehadiran seorang lelaki yang diduga salah satu provokator berinisial SL. Bentrok antara aparat dan peserta aksi pun akhirnya tidak bisa dielakkan. Akibatnya, sejumlah kendaraan milik aparat dirusak. Antara lain mobil dinas Wakapolres Metro Jakpus,
ambulans kepolisian, mobil dinas TNI, mobil Pamwal, mobil Dinas Sitipol Polres Metro Jakpus, mobil security barrier Dit. Sabhara, serta mobil Korp Brimob. “Mobil barrier dan truk dinas PMJ hangus terbakar. Sedangkan yang lainnya, mengalami kerusakan pecah kaca belakang maupun bodi mobil,” tuturnya. Yang sangat disayangkan menurut dia adalah banyak anggota Polri yang menga-
lami luka serius. Berdasarkan data kepolisian, sebanyak 100 anggota kepolisian dirawat, 79 di antaranya rawat jalan, 5 anggota TNI dan 1 anggota pemadam kebakaran. Dua nama yang telah tercatat yakni Ipda Lutfi Hayata dan Brigadir Surdin. “Ada yang mengalami luka robek pada hidung diduga terkena bambu, ada yang bagian wajah sebelah kanan hampir hancur,” kata Boy. (kmb)
balipost (152rb Like) http://facebook.com/balipost
MINGGU KLIWON, 6 NOVEMBER 2016
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
Politik Gaya Dangdut brrolan brolan BALE BANJAR AR A R ARIDUS P O L I T I K merupakan bagian terpenting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Lewat politik diharapkan terjadi peningkatan taraf hidup warga negara dan mengurangi penderitaan mereka. Melalui politik upaya perdamaian dan keadilan dimajukan, baik di dalam negeri maupun di dunia. Karena itu, dalam berpolitik dibutuhkan kebijaksanaan, etika, dan budaya dalam penerapan dan praktiknya. ‘’Begitu mulia dan luhurnya hakikat dan tujuan politik, berpolitik seharusnya menjadi aktivitas yang bermartabat dan mereka yang terlibat di dalamnya pantas diberi status terhormat. Setelah puluhan tahun berbuat kebaikan untuk nusa dan bangsa seturut definisi tersebut, mereka juga patut diberi gelar negarawan. Celakanya, Prof. Safii Maarif beberapa tahun silam sempat berkeluh kesah. Ibu Pertiwi sangat pelit untuk melahirkan negarawan, sebaliknya politisi busuklah yang banyak hadir. Negarawan, menurut Buya Safii, orang yang ikhlas melarutkan kepentingan dirinya ke dalam kepentingan rakyat, sementara politisi busuk justru mengutamakan kepentingan pribadi dengan melarutkan kepentingan rakyat. Itu menyebabkan panggung politik
tak henti-henti mengalami gonjang-ganjing, karena segala cara digunakan untuk menjatuhkan rival politik. Itu hakikat lain dari politik sebagai seni untuk meraih, mempertahankan dan membesarkan kekuasaan, membuat kegiatan politik jadi membosankan, menjijikkan dan menyeramkan bagi rakyat yang mendambakan ketenangan dan kenyamanan. Coba simak isu unjuk rasa besar-besaran di Jakarta pada 4 November yang seolah bernuansa agama, padahal ada kepentingan politik di balik demonstrasi itu! Ini sangat menakutkan bagi rakyat yang cinta damai,’’ tutur Rubag. ‘’Panggung politik memang tidak pernah kosong, sehingga ada saran, agar orang-orang berkualitas harus berupaya keras mengisinya supaya tidak duluan diduduki mereka yang oleh Prof. Safii disebut politisi busuk. Memang sulit menuding siapa yang bersalah atas hadirnya politisi busuk di panggung politik, karena pergantian rezim di negeri ini nyaris tak terprediksi. Tirani otoriterisme yang berurat berakar selama tiga dekade lebih, tak dinyana bisa runtuh akibat gerakan reformasi yang bergulir tahun 1998. Mayoritas bisu yang trauma berpolitik akibat doktrin depolitisasi di kampuskampus dan deparpolisasi di masyarakat dengan mengerutkan jumlah partai politik ke level minimal, membuat Era Reformasi dimulai dengan kebingungan politik. Merger atau fusi parpol yang menyatukan secara paksa ideologi-ideologi tak sama di era Orde Baru, menyumbang perpecahan internal di kalangan parpol, lalu menjelma menjadi puluhan parpol baru yang nyaris tidak berideologi. Sebab banyak kad-
@balipostcom (4.485 Follower) http://twitter.com/balipostcom
er parpol muncul tanpa proses pendidikan politik seperti bayi yang lahir prematur akibat terkejut mendengar yel-yel demokrasi dan demokratisasi. Tidak sedikit di antara mereka merupakan politisi muda yang imun politik, karena dari lahir hingga dewasa terbiasa mendengar slogan ‘politik-No, ekonomi-Yes!’. Masalah diperparah lagi oleh para dukun politik yang tengkurap di Zaman Orba namun gentayangan di Era Reformasi, menebarkan jampi-jampi politik atas nama kebebasan,’’ papar Sudiantara. ‘’Jangan-jangan dukun politik yang kamu maksud adalah orang yang tidak berhasil menggapai puncak kekuasaan seturut ambisi politiknya, lalu menebar jampi-jampi bagi para cantriknya sebagai balas dendam politik. Pinjam istilah Nusron Wahid, dengan paham yang salah menebarkan salah paham! Aku setuju, orang berkualitas, berahklak dan cerdas seharusnya berjuang merebut kedudukan politik, agar tidak didahului politisi busuk, namun karena dalam berpolitik semua cara dihalalkan, pihak yang kusebut terdahulu sering tertendang dari kekuasaan. Syukur-syukur tidak dijebloskan ke penjara, karena pasal-pasal hukum pun sering direkayasa jadi alat kekuasaan. Itu karena hukum bahkan agama dimasukkan baik secara tersamar maupun terang-terangan jadi bagian politik, sehingga lahir istilah politisasi dan kriminalisasi. Tidak salah kalau Ernest Benn berpendapat, politik adalah seni untuk melihat dan menemukan masalah, terlepas dari ada atau tidaknya masalah, lalu mendiagnosis dan menulis resep untuk terapi yang semuanya keliru. Inilah
simulakra politik, seperti membayangkan sesuatu yang tidak ada seakan-akan ada, mirip memotokopi duplikat yang aslinya tidak pernah ada. Jadi jangan heran kalau kegaduhan politik terus terjadi,’’ komentar Suryanegara. ‘’Simulakra politik yang mendebarkan pencinta kedamaian tentang demonstrasi besar-besaran ke Jakarta dengan dalih pencemaran agama, urusannya diserahkan saja ke pihak keamanan. Banyak yang berpendapat bahwa demo itu terkait Pemilihan Gubernur Jakarta 2017, yang gejolaknya seperti Pilpres. Anggap saja isu itu seperti ramalan suku Maya, yang mengatakan dunia akan kiamat pada 21 Desember 2012, namun kini hampir empat tahun telah berlalu, dunia masih eksis. Sungguh disayangkan, hakikat politik yang luhur dan mulia, diseret para pemburu kekuasaan untuk menjatuhkan rival politiknya dengan isu agama. Mudah-mudahan benar kata Presiden Joko Widodo, bahwa masyarakat Indonesia umumnya dan Jakarta khususnya, sudah cerdas dan pintar memilah-milah isu, sehingga tidak mudah terprovokasi isu yang memecah belah. Andaikata benar yang datang ke Jakarta dari berbagai pelosok sebanyak satu juta orang, bila dibanding penduduk Ibu Kota mencapai 12 juta orang lebih, asal tidak berbuat anarkis, jumlah tersebut tidak begitu merisaukan. Apalagi dibanding 250 juta orang warga Indonesia yang masih mendambakan kedamaian, persatuan dan kesatuan. Mudah-mudahan lebih banyak Warga Negara Indonesia, yang paham makna dan esensi Sumpah Pemuda, cikal bakal Negara Kesatuan Republik Indonesia,’’ ujar Wahyudita. ‘’Seorang filsuf politik Emma Goldman mengatakan, bila pemilihan umum
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Facsimile: 227418 mengubah segala sesuatu, pemilu tersebut dinyatakan ilegal. Ungkapan ini terlontar mungkin lantaran kekesalan Sang Filsuf, karena politik yang seharusnya mempersatukan bangsa, justru karena ambisi politik yang berlebihan menjadi alat perpecahan. Isu agama yang sebenarnya bisa diselesaikan dengan kesucian hati, justru dibesar-besarkan buat menjatuhkan lawan. Untung masih ada alam yang bernama Tanah Air Indonesia tetap menggenggam bangsa ini dalam satu persada. Lucunya, dangdut yang dulu pernah diejek sebagai musik dan lagu kampungan, justru kini menjadi sarana pemersatu. Bukan hanya untuk pelantun dangdut seNusantara, bahkan sebuah TV Swasta Nasional secara berkala melaksanakan kompetisi bernama Asia Dangdut Academy, yang pesertanya dari berbagai negara kian banyak berpartisipasi. Tidak cuma penyanyi, juga juri dan komentator dangdut juga bermunculan di beberapa negara tetangga, sehingga genre dangdut yang lahir di Indonesia, kini nyaris mendunia. Mirip, politik bebas aktif yang diperkenalkan di tahun 1950-an, berhasil melahirkan Konferensi Asia –Afrika tahun 1955 dan Gerakan Negara Non-Blok tahun 1961 di Beograd, Yugoslavia,’’ tambah Bakti Wiyasa. ‘’Agar dunia politik berjiwa damai, kuusulkan, kita berpolitik gaya dangdut saja! Para politisi sebaiknya memetik semangat Goyang Senggol yang dilantunkan Camelia Malik, tempo dulu. Goyang senggol goyang senggol oohh asyiknya. Goyang senggol goyang senggol ohhh syahdunya. Goyang digoyang, senggol disenggol, goyang disenggol sayang….,’’ lantun Adi Saputra sambil berlengganglenggok. (aridus)
SMKN 1 Bangli
Ekstrakurikuler Jurnalistik Semakin Digandrungi Bangli (Bali Post) Ekstrakurikuler jurnalistik di SMKN 1 Bangli tetap bertahan. Perserta setiap tahunnya cenderung meningkat. Hal tersebut mengindikasikan minat siswa untuk menggeluti dunia menulis semakin baik. Kepala SMKN 1 Bangli, I Gede Aster, menjelaskan dengan statusnya sebagai sekolah kejuruan, kegiatan yang diberikan kepada siswa tak hanya berkaitan dengan bidang ilmu yang ditekuni. Di luar itu, sekolah yang berada di Jalan Brigjen Ngurah Rai ini juga membentuk ekstrakurikuler jurnalistik. Hal tersebut penting sebagai bekal untuk pendidikan ke depan-
nya. “Nanti siswa ada yang melanjutkan ke perguruan tinggi. Harus banyak menulis. Nah, itu bisa dimulai dari ikut ekstra jurnalistik,” ujarnya dalam workshop menulis sebagai wujud pendidikan berbasis literasi Sabtu (5/11) kemarin. Pembina ekstrakurikuler, I Ketut Widiastawa, mengatakan peserta ektra setiap tahunnya cenderung meningkat. Tahun ini telah mencapai 45 orang yang berasal dari semua jurusan. “Ada dari Teknik Komputer Jaringan, Akuntansi, bidang pemasaran maupun lainnya. Jumlah yang ikut cenderung meningkat setiap tahunnya. Cukup digandrungi,” bebernya. (kmb45)