Skip to main content

Edisi 22 Februari 2018 | Balipost.com

Page 1

20 HALAMAN

NOMOR 180 TAHUN KE 70 Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

balipost (166 rb Like) http://facebook.com/balipost

kamis pon, 22 februari 2018

Pengemban Pengamal Pancasila

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 233801, 225764 Faksimile: 227418

Polisi Periksa Saksi-saksi

Diana Sebut Tak Ada Masalah Gianyar (Bali Post) – Polsek Sukawati sudah meminta keterangan terhadap sejumlah saksi terkait dengan kasus dugaan pembunuhan terhadap tiga orang bocah. Salah satunya yang diperiksa adalah suami Septiyani, Putuh Moh Diana. Kapolsek Sukawati Kompol Pande Sugiharta menyatakan sudah melakukan pemeriksaan awal terhadap Putu Moh Diana. Di hadapan polisi, pria 35 tahun itu mengaku tidak ada masalah, bahkan tidak pernah ribut dengan istrinya, Septiyani. ‘’Tetapi itu baru pemeriksaan awal, nanti kita periksa lagi, mungkin dia masih menutupi aib. Kalau dugaan polisi pasti ada masalah sampai terjadi seperti ini. Masalahnya apa, kita belum tahu. Apakah ada faktor perselingkuhan, sakit hati, atau faktor ekonomi atau suami main judi, kan banyak

faktor bisa menyebabkan. Tetapi intinya faktor sebenarnya belum terungkap,’’ kata Kapolsek. Pihak kepolisian juga belum bisa memastikan siapa pelaku pembunuhan ini, termasuk motif pembunuhan tiga bocah sekaligus. Namun dugaan sementara, si ibu yang meracuni tiga anak kandungnya itu. ‘’Setelah meracuni lalu diduga dia mencoba bunuh diri. Tapi kami belum bisa memastikan itu. Tunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut,’’ jelasnya. Menurut informasi di lapangan, kuat dugaan pembunuhan ini berawal dari selisih paham antara Septiyani dengan Putu Moh Diana. Namun, tidak ada yang mengetahui pasti apa permasalahan yang tengah membelit pasutri yang menikah sekitar tahun 2010 ini. ‘’Kalau itu kami belum bisa pastikan, kalau ada perkembangan nanti kita kabari,’’ tandas Kompol Pande Sugiharta. (kmb35)

Bali Post/nik

TKP - Aparat kepolisian sedang melakukan otah TKP di rumah Septiyani.

Diduga Diracuni Ibu Kandung

Tiga Bocah Tewas Gianyar (Bali Post) Seorang ibu, Ni Luh Putu Septiyani Permadani (33), diduga telah membunuh tiga orang anaknya yang masih di bawah umur. Tiga bocah yang menjadi korban kasus ini masing-masing Ni Putu Diana Mas Pradnya Dewi (6), I Made Mas (4) serta I Nyoman Kresnadana Putra (2). Mereka diduga dicekoki racun pembasmi serangga oleh ibu kandungnya, di Banjar Palak, Desa Sukawati, Rabu (21/2) kemarin.

Foto ini beredar luas di media sosial sejak kabar ketiganya tewas karena diracun.

Di lokasi pembunuhan, tampak dari luar rumah Tim Inafis Polres Gianyar melakukan olah TKP. Di sekitar TKP, ditemukan racun pembunuh serangga dalam kemasan plastik yang isinya sudah habis. Kamar dalam kondisi semrawut, di atas karpet ada ceceran cairan pembasmi nyamuk. Polisi juga menemukan pisau dapur yang berisi bercak darah. Diketahui, sehari sebelum kejadian,

man Yoga. Berselang sekitar 1,5 jam, Putu Moh Diana yang merupakan ayah dari ketiga bocah itu langsung menyusul istrinya, Septiyani, ke Sukawati. Putu Moh Diana tiba sekitar pukul 14.30 Wita dan bermaksud mengajak keluarga kecilnya itu pulang ke Petang, namun Septiyani menolak. Hal. 19 Tidak Cekcok

Septiyani, Guru SD 4 Sulangai

Suaminya Sempat Emosi MENDAPATI anaknya terbujur kaku membuat Putu Moh Diana emosi. Ia pun ingin membacok istrinya, Septiyani, yang juga terbaring lemas di Rumah Sakit Ganesa, Gianyar. Beruntung keluarga Septiyani bisa mencegahnya, sehingga kejadian yang tak diharapkan tak terjadi lagi. Demikian informasi yang dikumpulkan di rumah sakit, Rabu (21/2) kemarin. Sementara dari Polsek Sukawati didapat informasi bahwa sejumlah saksi sudah dimintai keterangan, termasuk Putu Moh Diana. Sedangkan korban Septiyani sudah dirujuk ke RS Dharma Yadnya, Denpasar, untuk mendapat penanganan yang lebih intensif. Tim medis RS Ganesa dr. Tomik Nurya Wardana mengatakan pihak rumah sakit menerima korban pada Rabu pagi pukul 07.00 Wita. Ditegaskan, ketiga korban yang masih anak-anak diterima dalam keadaan meninggal dunia. Diperkirakan korban meninggal sekitar empat jam sebelum ditemukan. Hasil pemeriksaan kondisi korban anak pertama sudah dalam keadaan kaku, lebam mayat dan ada cairan di bagian kemaluan. Korban anak kedua ditemukan dalam kondisi kaku dan keluar buih dari hidung. Korban ketiga, sebagian badan dari perut ke atas sudah kaku. Sedangkan dari perut ke bawah masih dalam keadaan lemas. Sementara itu, korban Septiyani kini dirawat di RS Dharma Yadnya. Berdasarkan keterangan petugas RS Dharma Yadnya, pasien tiba Rabu (21/2) sekitar pukul 08.00 pagi. Direktur Dharma Yadnya dr. Anom, MARS. mengatakan, kondisi pasien sudah stabil. Saat ini sedang ditangani dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis kesehatan jiwa. Berdasarkan data yang dihimpun, pasien sempat sadarkan diri. Namun diberikan obat penenang oleh tim medis. Pasien hanya ditemani adik kandung dan ibunya. (kmb35/kmb42)

Selasa (20/2), Septiyani dan ketiga anaknya berangkat dari Desa Sulangai Kecamatan Petang mengendarai sepeda motor Vario DK 7932 OB menuju rumah bajang-nya di Banjar Palak, Desa Sukawati. Menempuh perjalanan yang cukup panjang, keempatnya pun tiba sekitar pukul 12.45 Wita. Tanpa gelagat mencurigakan, Septiyani mengutarakan maksudnya untuk menginap sehari kepada orangtua dan adiknya, I Nyo-

KEPALA Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Badung Ketut Widia Astika membenarkan bahwa Septiyani adalah guru di Badung. ‘’Ya benar dia adalah guru SD 4 Sulangai, Petang. Kami selaku pemerintah turut prihatin atas kejadian tersebut,’’ ujar Widia Astika, Rabu (21/2) kemarin. Ia mengatakan, Septiyani merupakan guru pindahan dari Gianyar. Menurutnya, segera mencarikan guru pengganti sementara, sehingga proses belajar mengajar di sekolah tersebut tidak terganggu akibat kejadian itu. Kriminolog Unud Dr. Gde Made Swardhana, S.H., M.H. menilai peristiwa tersebut dilakukan karena faktor ekonomi dan banyaknya masalah keluarga yang dihadapi. Hal. 19 Jalan Pintas

Bali Post/may

DIRAWAT - Kamar tempat Septiyani dirawat di Rumah Sakit Darma Yadnya, Denpasar.

Ramah dan Sopan SEPTIYANI dikenal sebagai sosok yang ramah dan sopan. Itu diakui Klian Dinas Banjar Palak, Desa Sukawati, I Made Sanggra. Sebagai wanita yang pernah menjadi warga Banjar Palak, Made Sanggra mengaku mengenali Septiyani sebagai sosok yang ramah dan sopan. Hal ini diketahui dari aktivitas di banjar saat masih berstatus sekaa teruna-teruni.

LOKASI - Di kamar inilah lokasi pembunuhan tiga bersaudara. Diduga bocah itu diracun oleh ibu kandungnya.

‘’Walau saat itu saya belum jadi klian, tetapi sebagian besar warga pasti saya tahu, apalagi yang namanya pemudi ketika itu sering terjun ke banjar pasti pernah ketemu otomatis kenal,’’ ucapnya, Rabu (21/2) sore kemarin. Diketahui perkawinan Septiyani dengan Putu Moh Diana merupakan pernikahan kedua. Perkawinan pertama Septiyani

dengan seorang pria asal Denpasar, namun berakhir cerai, dengan dikaruniai seorang putra. ‘’Kapan menikah hingga cerainya itu saya tidak tahu persis, karena belum jadi klian dinas, saya juga tidak ada hubungan keluarga, sehingga saat ada kegiatan menikah itu tidak dilibatkan,’’ katanya. Hal. 19 Pernikahan Kedua

Bali Post/nik

Kamis Ini Novel Pulang

Langsung Datangi KPK Jakarta (Bali Post) – Novel Baswedan, Kamis (22/2) ini rencananya pulang dari Singapura. Lebih dari 10 bulan penyidik KPK itu dirawat di Singapura pascadisiram air keras. Kejadian penyiraman terjadi 11 April 2017 seusai sholat subuh di Masjid Al-Ihsan dekat rumahnya. Akibat tindakan tersebut mata Novel mengalami kerusakan, sehingga ia harus menjalani perawatan di Singapura sejak 12 April 2017. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menginformasikan bahwa Novel Baswedan akan mendatangi gedung KPK, Jakarta, Kamis setelah kembali dari Singapura. Menurut Juru Bicara KPK Febri Diansyah, dokter yang menangani Novel di Singapura mengatakan bahwa saat ini Novel dalam kondisi baik sehingga proses rawat jalan masih bisa dilaku-

kan di Jakarta. ‘’Rencana kepulangan juga sedang diurus oleh tim KPK. Yang perlu kami sampaikan adalah direncanakan besok Novel akan datang ke KPK, Novel datang ke sini masih dalam kondisi membutuhkan perawatan lebih lanjut untuk menunggu operasi tahap dua,’’ kata Febri di gedung KPK, Jakarta, Rabu (21/2) kemarin. Novel Baswedan, katanya, dapat melakukan proses rawat jalan di Jakarta sambil menunggu operasi mata tahap kedua yang direncanakan pada April 2018 di Singapura. ‘’Tadi sekitar pukul 14.00 WIB atau 15.00 waktu Singapura dilakukan pemeriksaan juga terhadap Novel. Dokter ahli melakukan pengecekan terhadap jahitan mata kiri mata Novel, untuk memastikan apakah proses rawat jalan bisa dilakukan di Jakarta atau

tidak,’’ ungkap Febri. Ia menyatakan bahwa Novel juga ingin menyampaikan pada seluruh pihak terutama pada teman-teman yang ada pada garis pemberantasan korupsi agar tidak berhenti atau melambat dalam melakukan upaya pemberantasan korupsi meskipun ada tekanan. Sementara itu, para pegawai KPK siap menyambut kepulangan Novel Baswedan ke Indonesia dan kembali bertugas di kantor KPK kawasan Kuningan, Jakarta pada Kamis (22/2). ‘’Acaranya sekadar menyambut beliau dan memfasilitasi beliau untuk menyampaikan perkembangannya ke kawan-kawan di KPK,’’ kata Wakil Ketua Wadah Pegawai (WP) KPK Harun Al Rasyid, Rabu kemarin. Dalam selebaran yang beredar

tertulis ‘’#NovelKembali, Mari berkumpul di lobby gedung KPK Kamis 22 Februari pukul 13.00 WIB. Dress code: Putih’’. ‘’Kami imbau semua pegawai bisa berkumpul,’’ tambah Harun. Dalam satu video yang beredar di kalangan pegawai KPK, Novel menyampaikan bahwa kondisinya sudah membaik meski masih harus melakukan rawat jalan di Singapura. ‘’Kondisi saya belum sembuh benar juga saya masih harus bolak-balik untuk kontrol dan bersiap untuk operasi utama. Sekarang mata kanan saya alhamdulilah cukup stabil tapi mata kiri saya belum bisa melihat,’’ kata Novel yang mengenakan jaket hitam dan kaus warna merah marun. Hal. 19 Jalan Kebenaran

Novel Baswedan


2

denpasar

Kamis Pon, 22 Februari 2018

Dukung dengan Nurani

Puluhan Tokoh Masyarakat Minta Rai Mantra Lestarikan LPD

PULUHAN tokoh masyarakat dan penggiat Lembaga Perkreditan Desa (LPD) menggelar dialog dengan calon Gubernur Bali nomor urut 2, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra di Griya Sebha Sari, Renon, Denpasar, Rabu (21/2) kemarin. Mereka juga menyampaikan dukungan kepada pasangan Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra – Ketut Sudikerta (Mantra – Kerta). Tokoh Masyarakat asal Desa Susut, Bangli Wayan Setiyem mengatakan, keberadaan LPD sangat membantu perekonomian warga desa. Juga menunjang aktivitas budaya di desa adat. LPD menurutnya adalah warisan tak ternilai dari Prof. Ida Bagus Mantra yang tidak lain adalah ayah dari Rai Mantra. “LPD ada karena Prof. Mantra. Kami berharap, Pak Rai Mantra melanjutkan dan melestari-

kan warisan penting ini,” kata Setiyem. Ia memutuskan mendukung Rai Mantra dalam pemilihan Gubernur Bali tahun 2018. Bukan karena partai atau agama, tapi karena dorongan hati nurani. Menurut Setiyem, dalam diri Rai Mantra tercermin kepemimpinan Prof. Mantra yang jujur, visoner dan mengedepankan kepentingan masyarakat. Oleh karena itu, Setiyem mengundang Rai Mantra datang ke Desa Susut untuk bertemu dengan masyarakat secara langsung. “Warga mencari dan memilih pemimpin yang jujur untuk melanjutkan kepemimpinan Profesor Ida Bagus Mantra. Kami mengundang Bapak Rai Mantra untuk datang ke Susut sehingga masyarakat bisa bertatap muka,” kata Setiyem. Menanggapi aspirasi warga

tersebut, Rai Mantra mengatakan, sejak awal berkomitmen menjaga kelestarian LPD. Menurutnya, LPD adalah aset berharga masyarakat Bali. Keberadaan LPD selain berperan secara ekonomi juga membantu warga yang membutuhkan biaya untuk upacara. “Mengenai LPD tentu menjadi kewajiban kita semua khususnya untuk menjaga dan melestarikan, karena LPD adalah aset ekonomi sekaligus budaya Bali,” kata Rai Mantra. Dalam kesempatan itu, Rai Mantra memaparkan gagasannya mengenai pengembangan LPD di masa depan. Katanya, LPD harus tetap dijaga spiritnya tapi harus dimodernisasi sistem manajemennya. Semisal dengan menginstal “KlikLPD” yang memungkinkan warga desa bertransaksi non-tunai.

figur

Jadi, dengan sistem tersebut, petani dan masyarakat desa lainnya dapat bertransaksi non-tunai untuk kebutuhan pertanian seperti membeli pupuk atau jual-beli komoditas pertanian. Bisa juga untuk menerima kiriman uang dari luar negeri jika putra-putrinya bekerja di kapal pesiar. “Melalui gerakan tersebut, desa-desa di Bali dapat bergerak ke arah modernisasi sambil tetap teguh menjaga eksistensi desa adat,” papar Rai Mantra. Rai Mantra juga mengapresiasi dukungan warga. Apalagi pilihan tersebut berlandaskan dorongan hati nurani tanpa paksaan. “Matur suksma, terima kasih atas dukungan Anda semua terhadap pasangan Mantra-Kerta sesuai nurani sameton semua,” tegas Rai Mantra. (kmb)

DIALOG - Cagub Bali nomor urut 2, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra mengadakan dialog dengan puluhan tokoh masyarakat di Denpasar, Rabu (21/2) kemarin.

Atasi Kekurangan Air

Tak Tolerir ”Black Campaign” POLDA Bali terus berupaya menciptakan pilkada yang aman dan kondusif. Berbagai kegiatan telah dilaksanakan, di antaranya seminar mengamankan tiap tahapan pilkada dan Polri tetap netral. Seminar tersebut dihadiri mahasiswa, mahasiswi dan para dosen seluruh Bali. Di sela-sela seminar, Selasa (20/2) lalu, Kapolda Bali Irjen Pol. Petrus R. Golose mengatakan, selama proses pilkada, pihaknya tidak mentolerir tempat ibadah jadi lokasi kampanye, money politics, black campaign. “Halhal yang meresahkan masyarakat akan kami antisipasi,” tegasnya. Ditambahkan, tujuan pilkada tersebut harus lebih fokus supaya pelaksanaannya aman dan damai. Ia menegaskan bahwa Polri didukung TNI dan tidak memihak. “Saya sering sampaikan bahwa Bali itu the island of tolerance. Kami melaksanakan sesuai amanat undang-undang,” ungkapnya. (rah)

Bali Post/ist

MENGUNJUNGI - Personel Kehumasan Polda Bali mengunjungi Kantor Bali Post, Rabu (21/2) kemarin.

PDAM Diminta Buat Terobosan Denpasar (Bali Post) Layanan PDAM hingga kini masih sering mengalami gangguan. Terutama pasokan air bersih ke pelanggan belum mampu sepenuhnya mengalir 24 jam. Bahkan, di beberapa lokasi, selain debit airnya kecil juga airnya keruh. Seperti yang dialami pelanggan di kawasan Perumahan Kerta Bedulu, Sidakarya, Denpasar Selatan. Kondisi ini sering disampaikan warga perumahan kepada anggota dewan setempat, Wayan Suadi Putra. Mengingat, pelanggan PDAM di kawasan itu sering mengalami gangguan aliran air bersih dari PDAM. “Bebebrapa hari terakhir ini, warga setempat kembali mengeluhkan airnya kecil dan keruh, sehingga tidak layak untuk dikonsumsi,” ujar Suadi Putra, Rabu (21/2) kemarin.

Anggota Komisi III DPRD Denpasar ini berharap PDAM melakukan terobosan agar pelanggan tidak mengalami kondisi seperti ini secara terus menerus. Terlebih, selama ini PDAM sudah diberikan berbagai fasilitas untuk meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggannya. “PDAM harus mampu menangani persoalan seperti ini dan langkah antisipasinya,” harap Suadi Putra. Menurut Suadi Putra, per-

soalan ini sejatinya sudah sering disampaikan pada sidang paripurna. Usulan untuk melakukan langkah antisipasi sudah sering disampaikan, namun belum ada tindak lanjut yang signifikan. Sebelumnya, jajaran direksi PDAM mengakui sampai saat ini pihaknya masih kekurangan bahan baku. Terlebih, bila terjadi hujan di hulu, sumber air permukaan akan men-

galami kekeruhan yang tinggi, sehingga sulit untuk diolah. Seperti yang terjadi awal Februari lalu yang mengakibatkan PDAM stop produksi beberapa hari. Sebagaimana yang disampaikan Direktur Teknik PDAM Denpasar I Putu Yasa. Ia mengatakan, banjir bandang yang terjadi saat itu membuat PDAM Denpasar berupaya melakukan penanggulangan dengan melakukan pembersihan air dari sampah. Upaya pembersihan ini membuat PDAM sempat melakukan stop produksi. Sementara itu, untuk terobosan yang dilakukan, pi-

Korlap Ormas dan Sepasang Kekasih Diringkus

Mangupura (Bali Post)Dua minggu terakhir Satresnarkoba Polres Badung mengungkap tujuh kasus narkoba dan menangkap sembilan tersangka. Para pelaku yang ditangkap tersebut yaitu korlap salah satu ormas, Surya Widura serta sepasang kekasih yakni I Gede Eka Putra (26) dan Hd (18). Selain itu, juga diringkus pengedar narkoba langka yakni kokain, Aleksander (43) dan Choirur Rosikin (48). Mereka berperan sebagai pengedar narkoba di wilayah Denpasar dan Badung. Padahal, tersangka Hd baru lulus SMA dan diduga

sejak lama jadi pengguna serta pengedar barang terlarang ini. Pelaku lain yang dibekuk yaitu I Gede Suadnyana (43), I Gede Somayasa (44), Arifin Dewantoro (39) dan Putu Arsana (34). Tersangka Somayasa dan Arifin merupakan residivis kasus narkoba. “Kami juga mengamankan narkoba langka yaitu kokain seberat 4,19 gram brutto. Narkoba jenis ini termasuk langka karena harganya mahal Rp 4 juta per gram dan pelanggannya khusus warga negara asing,” kata Kapolres Badung AKBP Yudith Satriya Hananta didampingi Ka-

satresnarkoba AKP Djoko Hariadi, Rabu (21/2) kemarin. Kronologis penangkapan sepasang kekasih tersebut, menurut Yudith, mereka sudah lama diincar polisi. Pasalnya, tersangka Eka yang beralamat di Jalan Imam Bonjol dan Hd di Jalan Kebo Iwa, Denpasar ini samasama berperan sebagai pengedar. Bahkan, mereka memesan puluhan gram sabu-sabu (SS). Selasa (6/2) lalu, petugas mendapat informasi jika mereka akan transaksi di Jalan Raya Kerobokan Gang Kancil, Kuta Utara. Sekitar pukul 22.30 Wita, sepasang kekasih

ini tiba di TKP. Saat tersangka Hd turun dari sepeda motor dan hendak menyerahkan dua paket SS seberat 5,39 gram brutto, petugas langsung menangkapnya. Termasuk meringkus tersangka Eka. Selanjutnya, mereka digiring ke tempat penyimpanan narkoba yaitu di penginapan di Jalan Kepuh, Denpasar Barat. Di kamar yang disewa pelaku, polisi mengamankan 10 butir ekstasi. “Pengakuannya baru dua bulan jadi pengedar narkoba. Tapi, pengakuannya itu perlu kami dalami lagi,” kata Kapolres Yudith. Sementara korlap ormas,

Polda Bali Kunjungi ’’Bali Post’’

081 337 032 965, (0361) 819446

FM 96,5

Topik : Pengembangan Desa Wisata Cenderung “Copy Paste” Sampaikan opini Anda hari ini di acara Warung Global FM 96,5 web E-mail

: www.radioglobalfmbali.com : info@radioglobalfmbali.com

Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM FM 96,5 Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391

Jadi Pengedar Narkoba

Orientasi Kehumasan

Denpasar (Bali Post) Dalam rangka melakukan orientasi kehumasan, personel yang tergabung dalam Bidang Humas, Polda Bali melakukan kunjungan ke Kantor Bali Post, Rabu (21/2) kemarin. Kunjungan yang dipimpin Kepala Sub Bidang Penerangan masyarakat (Kasubbid Penmas) Bid Humas Polda Bali AKBP Ni Made Ayu Kusuma Dewi tersebut merupakan upaya mendekatkan diri dengan media massa. Menurut Ayu Kusuma Dewi yang didampingi sejumlah staf kehumasan Polda Bali, pemberitaan di media massa, terutama di era informasi teknologi yang sudah demikian maju ini sangat penting. Ia berharap melalui program kunjungan ini, personel kehumasan Polda Bali bisa memperoleh pengetahuan tambahan terkait pembuatan berita dan peliputan. “Kami membawa sejumlah personel kehumasan Polda Bali yang biasa melakukan liputan dan melaporkan tentang kegiatan kepolisian. Diharapkan, melalui kunjungan ini pengetahuan terkait media massa dan pemberitaan bisa bertambah,” ujarnya. Ayu Kusuma Dewi mengatakan, kegiatan ini merupakan upaya untuk lebih mengeksiskan fungsi kehumasan Polda Bali dengan menjalin komunikasi yang lebih erat dengan media massa. Sebab, di era informasi teknologi yang makin maju, tugas polisi makin berat. Selain menjaga keamanan, pemberian informasi yang akurat dan tepat juga menjadi kunci penting dalam menciptakan suasana kondusif, terlebih menjelang pilkada serentak. “Terutama menyangkut beredarnya berita-berita hoax yang kita ingin tekan melalui kerja sama yang erat dengan media massa,” ujarnya. Dalam kegiatan itu, para personel kehumasan Polda Bali diajak melihat-lihat ruang redaksi. Diberikan juga penjelasan tentang proses kerja redaksi mulai menyiapkan isu, mencari berita, hingga menjadi sebuah berita yang bisa diterbitkan. (kmb18)

haknya sudah merancang beberapa rencana. Salah satunya, yakni membuat dam karet di aliran sungai Ayung di Blusung. Pembuatan dam karet ini untuk mengantisipasi adanya perbaikan di saluran yang digunakan PDAM Badung. “Ini merupakan salah satu terobosan yang akan dilakukan untuk memaksimalkan pasokan air ke pelanggan,” katanya. (kmb12)

Bali Post/kmb36

NARKOBA - Kapolres Badung AKBP Yudith menunjukkan narkoba langka yaitu kokain yang berhasil disita.

Surya Widura ditangkap di rumah kurirnya, Arsana, di Jalan Cokroaminoto Gang Merak, Denpasar, Sabtu (17/2) lalu. Polisi juga meringkus Arsana di TKP. Dari kasus ini, petugas mengamankan barang bukti 41 paket SS seberat 27,18 gram brutto. Sementara itu, Aleksander dibekuk di Jalan Campuan I, Legian, Kuta, Jumat (9/2) lalu. Hasil penggeledahan disita barang bukti lima paket SS seberat 3,34 gram brutto dan empat paket kokain seberat 4,19 gram brutto. Kasus ini dikembangkan dan giliran Choirur dibekuk di Jalan Raya Kerobokan, Kuta Utara dengan barang bukti empat paket kokain seberat 3,91 gram brutto. “Pengakuan tersangka, kokain ini dipasok dari Jawa,” ungkap AKP Djoko. Residivis kasus narkoba, Arifin dibekuk di Jalan Sari Gading, Denpasar Timur. Dari pelaku disita barang bukti 10 paket SS seberat 3,83 gram. Sementara tersangka Somayasa diciduk di Jalan Kebo Iwa Utara, Denpasar dengan barang bukti satu paket SS seberat 0,13 gram. Sedangkan tersangka Suadnyana ditangkap di Jalan Daha, Peguyangan, Denpasar, Jumat (2/2) lalu. Pelaku yang bekerja di toko ini diduga sebagai pengguna barang terlarang tersebut. “Dominan barang ini (narkoba) dipasok lewat jalur darat. Kami akan lebih waspada lagi karena kokain marak lagi dan ini artinya penggunanya juga banyak di Bali,” kata Djoko, mantan Kanit I Satresnarkoba Polresta Denpasar ini. (kmb36)

Maksimalkan Pelayanan Prima untuk Masyarakat

Damapancana dan Damakesmas Kini Terintegrasi

PEMKOT Denpasar terus melakukan upaya maksimal dalam memberikan layanan kepada masyarakat di segala bidang. Kali ini, dalam memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat Kota Denpasar, Pemkot Denpasar melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Denpasar terus berinovasi. Setelah sebelumnya telah diluncurkan Pelayanan Antar Jemput Jenazah Gratis (Pantastis), kini BPBD Kota Denpasar membangun integrasi lintas sektor pelayanan seperti halnya layanan Denpasar Mantap Penangguangan Bencana (Damapancana) yang kini terintegrasi dengan layanan Denpasar Mantap Kesehatan Masyarakat (Damakesmas) milik Dinas Kesehatan Kota Denpasar. Ditemui di kantornya, Rabu (21/2) kemarin, Kepala BPBD Kota Denpasar I.B. Joni Ariwibawa mengatakan, BPBD Kota Denpasar dengan semangat Sewaka Dharma melayani masyarakat selama 24 jam setiap hari dengan berbagai

inovasi seperti pelayanan penanganan kecelakaan lalu lintas, permintaan penjemputan orang sakit dari rumah ke rumah sakit, pengiriman orang dengan gangguan jiwa, pelayanan permintaan P3K, penanganan kebakaran, penanganan pohon tumbang, penanganan banjir, penanganan/penangkapan ular atau hewan liar dan yang terbaru yakni Pelayanan Antar Jemput Jenazah Gratis (Pantastis). “Saat ini, BPBD Kota Denpasar terus bergerak dan berinovasi dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Kota Denpasar. Salah satunya, inovasi yang terbaru adalah pelayanan Pantastis yang siaga 24 jam secara gratis. Hal ini tentunya untuk memaksimalkan pelayanan prima untuk masyarakat,” kata Gus Joni. Tak lama setelah peluncuran Pantastis, BPBD Kota Denpasar kembali mengintegrasikan layanan Damapancana dengan Damakesmas yang dinaungi oleh Dinas Kesehatan Kota Denpasar. Dilaksanakanya integrasi ini merupakan ben-

tuk kerjasama lintas sektor di lingkungan Pemkot Denpasar, sehingga masyarakat menjadi lebih mudah dalam menghadapi kegawatdaruratan. Selain itu, BPBD bersama instansi terkait lainnya seperti halnya Dinas Kesehatan, PMI, Puskesmas dan Kepolisian memiliki satu komando dalam mengangani keselamatan masyarakat dalam Public Save Comunity. “Masyarakat dapat menghubungi BPBD Kota Denpasar di layanan 112 atau (0361) 223333 jika ada kejadian kegawatdaruratan. Jadi, Pusdalops BPBD Kota Denpasar yang menentukan tindakan apa yang harus dilakukan. Kalau memerlukan pertolongan pertama, tentunya secara otomatis Tim Damakesmas akan menuju lokasi,” paparnya. Berdasakan data BPBD Kota Denpasar per 21 Februari 2018, tercatat telah dilaksanakan 21 kali pelayanan antar jenazah pada Januari yang terdiri dari 10 kali di wilayah Kota Denpasar dan 11 kali menuju ke luar wilayah Kota Denpasar. Sedang-

TERINTEGRASI - Kegiatan Damapancana BPBD Kota Denpasar yang terintegrasi dengan Program Damakesmas meliputi penanganan kebakaran, penaganan rujukan pasien, penanganan antarjenazah gratis beberapa waktu lalu. kan pada Februari terdapat tujuh kali pelayanan antar jenazah yang dilaksanakan secara gratis. Sedangkan untuk kejadian pra

rumah sakit, pada Januari terdapat 123 kali pelayanan dan pada Februari sebanyak 97 kali layanan. (ad1136)


Kamis Pon, 22 Februari 2018

BADUNG

3

Kegiatan Koster-Ace

Kunjungi Perajin Anyaman Bambu, Masuk Kandang Sapi ”Simantri” CALON Gubernur dan Wakil Gubernur Bali nomor urut 1, Wayan Koster-Tjok Oka Arta Ardana Sukawati (Koster-Ace), saat melaksanakan kampanye di Kabupaten Karangasem, Selasa (20/2), berkesempatan meninjau kelompok perajin bambu di Banjar Dinas Lusuh Kangin, Desa Pering Sari, Kecamatan Selat serta berdialog dengan peternak sapi di Desa Menanga, Kecamatan Rendang. KosterAce ingin mengetahui secara langsung persoalan yang dihadapi kelompok masyarakat terbawah, sehingga nanti bisa dicarikan jalan keluar dalam bentuk program dan kebijakan pemerintah. Setibanya di lokasi pertama, Koster yang didampingi Cok Ace serta Ketua Tim Pemenangan Kabupaten Karangasem I Gede Dana langsung melihat proses pembuatan berbagai macam kerajinan bambu yang terdiri dari bedek, bakul dan lainnya. Ia juga menyempatkan diri berdialog dengan para penganyam yang mayoritas kaum perempuan. Salah satu pengrajin, Nyoman Darmi, memberi penjelasan proses pembuatan kerajinan mulai dari penyiapan bahan hingga

proses penganyaman dan pemasaran produk kerajinan. Sebagai bagian dari peganyam, ia berharap agar perkumpulannya semakin maju dalam proses pembuatan dan pemasarannya. Di sisi lain, ia berharap kandidat yang diusung PDI Perjuangan, Hanura, PAN, PPP, PKB dan PKPI itu memiliki terobosan untuk meningkatkan pendapatan mereka. “Kebanyakan kami di sini adalah penganyam. Tentu kami berharap dengan kepemimpinan Pak KosterAce kelak, ada nilai tambah bagi penganyam di sini. Kami titip kepada Bapak berdua agar mencarikan solusi bagi kami agar pendapatan kami meningkat,” kata Darmi. Koster langsung menjawab keinginan perajin itu dengan lugas. Ia meminta kepada Kadek Darmini selaku anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bali Dapil Karangasem segera membuatkan para penganyam itu kelompok sebagai wadah organisasi. “Segera buatkan kelompok anyaman ini, urus badan hukumnya agar punya legalitas. Tolong Ibu Kadek Darmini difasilitasi, nanti biayanya ditanggung partai secara gotong

royong,” pinta Koster. Jika tergabung dalam wadah, Koster menjelaskan bantuan pemerintah bisa disalurkan kepada mereka. Ia sendiri ketika terpilih kelak menjadi Gubernur Bali akan melakukan pembinaan terhadap kelompok penganyam ini mulai dari penyiapan bahan, pendampingan bagi penganyam untuk membantu desain yang lebih kreatif serta pemasarannya. “Sekarang ini, ibu-ibu ini dalam satu hari dapat satu lembar bedek dengan penghasilan Rp 60 ribu. Masih kecil sekali pendapatannya. Idealnya minimum penghasilannya standar UMP (Upah Minimum Provinsi). Saya akan perjuangkan supaya hasilnya bisa memberi pendapatan yang besar. Harga hasil kerajinannya juga harus dinaikkan,” tegasnya. Di sisi lain, Koster juga siap memfasilitasi akses permodalan kepada kelompok penganyam ini kelak. “Kita ada Bank Pembangunan Daerah Bali yang bisa memberikan kredit super ringan. Nantinya pakai KUR (Kredit Usaha Rakyat) atau punya skema sendiri nanti, sehingga bisa meringankan. Saya paham mulai dari hulu hingga hilir agar keuntungan-

nya bagus,” ujarnya. Sementara itu, Cok Ace mendorong agar kerajinan asal Karangasem ini memiliki branding tersendiri agar memiliki kekhasan. “Harus ada branding sendiri, misalnya Bedek Karangasem. Untuk produknya, pola kerajinan Bali yang harus dikembangkan,” jelasnya. Untuk memasarkan produk hasil kerajinannya nanti, Cok Ace memiliki terobosan agar Pemerintah Provinsi Bali membuatkan aturan berupa insentif kepada hotel yang memakai produk-produk kerajinan Bali. “Penggunaan kerajinan Bali di hotel-hotel mulai menurun. Agar kembali meningkat yang sekaligus memberdayakan dan membuka pasar bagi perajin kita, maka bisa dibuatkan aturan insentif bagi hotel-hotel yang menggunakan produk lokal Bali. Misalnya mendapat keringanan pajak, itu bisa dilakukan,” papar Cok Ace. Pada kesempatan berikutnya, Koster-Ace berdialog dengan peternak yang tergabung dalam program Sistem Pertanian Terintegrasi (Simantri) 692 Kelompok Jati Luwih besutan Gubernur Made Mangku

Pengembangan Desa Wisata Cenderung ”Copy Paste” Mangupura (Bali Post) –

Kabupaten Badung kini tengah megembangkan desa wisata untuk pemerataan ekonomi. Hampir semua kecamatan mengembangkan pariwisata berbasis masyarakat. Namun, desa wisata yang berkembang belum memiliki ciri khas masing-masing dan cenderung meniru alias copy paste dari desa wisata yang telah berkembang. Seperti halnya penyediaan ATV, paket outbound dan pengembangan pariwisata spiritual, seperti menyediakan tempat pelukatan (pembersihan diri). Kondisi tersebut diakui Kepala Bidang Daya Tarik Wisata (DTW) Ida Ayu Anggreni Puja bersama Kepala Bidang Industri Pariwisata Ngakan Putu Tri Iriawan dalam jumpa media pembangunan yang digelar Humas Badung, Rabu (21/2) kemarin. lainnya bisa mengembangkan agrowisata seperti kopi, cengkeh atau produk hortikultura. Hal ini juga dilakukan karena ada kesan latah di kalangan pengelola desa wisata. Satu mengembangkan potensi tertentu, desa yang lain ikut-ikutan. Penetapan desa wisata harus berdasarkan potensi dan kekhasan masing-masing. “Jika itu terwujud, antara satu desa wisata dengan desa wisata yang lainnya, tidak akan saling menjatuhkan. Wisatawan malah belum merasa lengkap jika tidak mengunjungi semua desa wisata. Hal ini jelas karena tiap desa wisata memiliki objek serta atraksi wisata yang berbeda,” jelasnya. Selain potensi, kata Tri Iriawan, desa wisata harus dilengkapi dengan fasilitas pendukung yang berskala internasional. Salah satunya, kamar kecil. Fasilitas ini begitu penting, sehingga harus ada

di setiap desa wisata. Penyedian home stay sebagai tempat beristirahat bagi kalangan wisatawan juga diperlukan. “Home stay juga berpeluang menjadi sarana akomodasi atau menginap kalangan wisatawan. Fasilitas makan dan minum berupa restoran juga harus ada, sehingga keinginan belanja mereka kian tinggi dan ini tentu memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat,” katanya. Disebutkan, proses untuk menjadi desa wisata diawali proses pengajuan oleh pihak desa. Selanjutnya, ada proses verifikasi oleh tim independen yang melibatkan Universitas Udayana. Salah satu yang harus dipenuhi, ada keunikan dan kekhasan di desa tersebut. “Ini tentu saja bisa dikembangkan dan dijual untuk konsumsi pariwisata. Karena itu, penunjukan sebagai desa wisata benar-benar objektif karena memang

layak menjadi desa wisata,” tegasnya. Tri Iriawan berpendapat, jika satu desa wisata dengan desa wisata lainnya memiliki objek dan atraksi wisata yang sama, maka akan menimbulkan persaingan tidak sehat antardesa wisata. “Bukan menambah objek wisata, yang terjadi justru perang tarif antardesa wisata dan ini tak boleh terjadi,” katanya mengingatkan. Setelah pengelola, kata Tri Iriawan, pengembangan desa wisata masih perlu menggandeng pihak-pihak eksternal untuk mempromosikannya. Oleh karena itu, Pemkab Badung menggandeng sejumlah asosiasi seperti Asita, HPI, PHRI, Bali Villa Assosiation (BVA) dan asosiasi lainnya untuk mempromosikannya. “Dengan pengembangan desa wisata ini, kami berharap lama tinggal wisatawan bisa 5-7 hari,” ujarnya. (kmb27)

BNPB Berencana Buka Poltek Penanggulangan Bencana Mangupura (Bali Post) Indonesia merupakan negara yang rawan terhadap bencana alam. Selama tahun 2017, telah terjadi bencana sebanyak 2.377. Jumlah ini memang mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun 2016, yaitu sebanyak 2.384. Dari kejadian tersebut, untuk tahun 2016, korban yang meninggal dunia sebanyak 561 orang, sementara tahun 2017 mengalami penurunan sebanyak 377. Melihat data kebencanaan dan kondisi Indonesia yang rawan bencana alam, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rapangilei mengungkapkan, saat ini perlu

BERDIALOG - Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali Wayan Koster-Tjok Oka Arta Ardana Sukawati (Koster-Ace) saat berdialog dengan peternak sapi di Desa Menanga, Kecamatan Rendang. nur Bali pada 27 Juni mendatang. “Saya akan lanjutkan program ini. Makanya, saya datang ke sini untuk melihat dan menanyakan langsung, di mana kurangnya program ini agar kita perbaiki ke depan,” ujarnya. Pada kesempatan itu, Koster meminta komitmen mereka agar secara serius mengelola Simantri yang nantinya akan dilanjutkan di periode kepemimpinannya. Sebabnya, Koster mendapat cerita jika ada beberapa

kelompok yang menjual sapi mereka setelah diberi bantuan oleh Pemprov Bali. “Sebab ini kan hibah. Artinya, begitu disalurkan tanggung jawab pemerintah sudah putus. Nah, ini kan pengikatnya kelompok itu sendiri. Maka harus ada komitmen dari kelompok untuk mengelola dengan baik. Kami akan pikirkan solusinya mengenai bibit pejantan dan penggemukan seperti diharapkan oleh bapak-bapak sekalian,” ucap Koster. (kmb)

Bupati Bersama Wabup Hadiri Pelantikan Bendesa dan Prajuru Desa Adat Kedonganan

JUMPA MEDIA - Kepala Bidang Industri Pariwisata Ngakan Putu Tri Iriawan (dari kanan) bersama Kabag Humas Badung Putu Ngurah Thomas Yuniarta dan Kepala Bidang Daya Tarik Wisata (DTW) Ida Ayu Anggreni Puja dalam jumpa media pembangunan yang digelar Humas Badung, Rabu (21/2) kemarin.

Ida Ayu Anggreni mengakui, diversifikasi objek maupun atraksi wisata sangat diperlukan untuk menciptakan keberagaman, sehingga wisatawan yang berkunjung tidak merasa bosan. “Tanpa diversikasi, wisatawan akan bosan dan tak mungkin mau datang lagi ke Bali,” ujarnya. Oleh karena itu, dia mengaku sepakat, objek dan daya tarik wisata harus diversifikasi. Sehingga, repeater guest tetap ingin berkunjung ke Badung. “Apalagi, pengembangan desa wisata di Badung untuk memenuhi harapan wisatawan yang datang,” katanya. Hal senada juga dilontarkan Ngakan Putu Tri Iriawan. Ditegaskan, desa wisata harus memiliki potensi dan keunikan yang berbeda. Misalnya, potensi outbound seperti flying fox, trecking serta fasilitas wisata unik lainnya. Sementara desa

Pastika itu petani cukup bersyukur dibantu permodalan dan teknologi. Hanya saja, mereka mengeluh lantaran bibit betina membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mendapatkan keuntungan. Induk betina membutuhkan waktu 1,5 tahun untuk melahirkan anak dan dua tahun untuk dijual. Jika memungkinkan, mereka ingin sapi yang diberikan untuk program Simantri adalah sapi jantan. Mendengar keluhan mereka, Koster mengaku sudah memahaminya. Ia teringat masa kecilnya di Desa Sembiran, Kabupaten Buleleng. Semasa duduk di Sekolah Dasar (SD), Koster merupakan pengangon sapi di desanya. Ia tahu betul jika induk betina membutuhkan waktu yang cukup lama untuk dapat dijual. “Saya waktu kecil pengangon sapi, waktu SD. Memang lama memelihara sapi. Saya merasakan, lama sekali,” kata Koster. Ia berjanji akan melanjutkam program Simantri yang dicetuskan oleh Gubernur Made Mangku Pastika. Kepadanya, Mangku Pastika menitipkan agar program tersebut tetap dilanjutkan jika terpilih menjadi Guber-

sumber pendidikan yang menghasilkan personel yang memiliki kualifikasi penanggulangan bencana. Oleh karena itu, BNPB berencana mendirikan Perguruan Tinggi (PT) Politeknik Penanggulangan Bencana. “Lokasi kampusnya di Sentul. Sentul merupakan pusat pendidikan dan latihan BNPB dan dikembangkan menjadi Politeknik Penanggulangan Bencana,” kata Willem Rapangilei saat dikonfirmasi di sela-sela Rakornas Penanggulangan Bencana 2018 yang diikuti oleh seluruh BPBD se-Indonesia, Rabu (21/2) kemarin. Willem Rapangilei menegaskan, dengan kehad-

iran politeknik tersebut, bukan berarti pusdiklat akan berubah. Namun, diharapkan dengan kehadiran personel yang terdidik dan terbina itu, maka kapasitas secara nasional menjadi terbangun sehingga mengurangi jumlah masyarakat korban bencana. “Politeknik ini nanti rekrutmennya dari semua masyarakat. Setelah lulus langsung diangkat menjadi pegawai negeri untuk ditempatkan di BNPB dan BPBD,” ungkapnya. PT yang dijadwalkan mulai beroperasi September 2018 ini akan membuka tiga program bidang studi, yakni bidang penanggulangan bencana, bidang logistik

dan masalah teknologi kebencanaan. Menurut Willem Rapangilei, pada angkatan pertama kuota yang disiapkan sebanyak 70 mahasiswa. Sebanyak 30 dari Prodi Penanggulangan Bencana dan dua prodi lainnya masingmasing 20 orang. Mahasiswa yang diterima adalah dari seluruh Indonesia yang memenuhi ketentuan. “Tenaga pengajarnya sudah ada dan memiliki kualifikasi penanggulangan bencana dan berkecimpung dalam kegiatan penanggulangan bencana. Dosennya sebanyak 18 orang. Politeknik Penanggulangan Bencana ini merupakan politeknik pertama di dunia,” katanya. (kmb23)

BUPATI Badung I Nyoman Giri Prasta bersama Wabup I Ketut Suiasa menghadiri pelantikan Bendesa dan Prajuru Desa Adat Kedonganan masa bakti tahun 2018-2023, Selasa (20/2). Acara tersebut juga dihadiri Ketua DPRD Badung diwakili anggota Putu Yunita Oktarini, Sekcam Kuta Gede Arta, Lurah Kuta Wayan Daryana, Listibia Badung serta tokoh masyarakat Desa Adat Kedonganan. Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menyampaikan selamat kepada bendesa yang telah terpilih dan harapannya adalah tetap bisa melestarikan hal yang baik yang telah dilakukan oleh bendesa yang sebelumnya. “Tetap bisa melestarikan hal yang baik dari bendesa yang sebelumnya dan melakukan komunikasi yang bersinergi untuk membangun Desa Adat Kedonganan agar lebih maju,” ungkapnya. Giri Prasta mengatakan, Pemkab Badung berkomitmen dalam membantu desa adat sebagai pelestarian seni, adat agama, tradisi dan budaya di Badung. Komitmen ini telah diwujudkan dengan membantu pembangunan pura kahyangan tiga desa

adat di Badung. Selain itu, sumber daya manusia (pemangku) pura kahyangan tiga juga diberi santunan. Bupati Badung juga mengatakan, untuk para nelayan Kedonganan, Pemkab Badung berencana akan melengkapi nelayan dengan alat pemantau ikan (GPS), sehingga memudahkan menangkap ikan. “Nantinya, nelayan tidak perlu muter-muter mencari ikan, tapi dipermudah dengan melihat GPS untuk melacak

daerah yang terdapat banyak ikan. Tidak perlu muter lama di tengan laut, nanti tinggal lihat GPS saja dan ikan siap ditangkap,” harapnya. Ketua Panitia I Made Widiana mengungkapkan, pelaksanaan pemilihan Bendesa Adat Kedonganan dilaksanakan pada tanggal 4 Februari 2018. Terpilih menjadi Bendesa Adat Kedonganan 20182023 adalah Dr. I Wayan Merta dengan total 664 suara. (ad1132)

PELANTIKAN - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta bersama Wabup I Ketut Suiasa menghadiri pelantikan Bendesa dan Prajuru Desa Adat Kedonganan masa bakti tahun 2018-2023, Selasa (20/2) kemarin.

Ny. Seniasih Giri Prasta Evaluasi 10 Program Pokok PKK KEHADIRAN Ketua TP PKK Kabupaten Badung Ny. Seniasih Giri Prasta bersama Ketua Tim Penilai Lomba dan evaluasi perkembangan Desa/ Kelurahan Putu Gede Sridana beserta tim, Ny. Rasniathi Adi Arnawa, unsur Gatriwara Kabupaten Badung, Unsur OPD Kabupaten Badung, Camat Petang Ida Bagus Nata Manuaba, Muspika Kecamatan Petang, Ketua TP PKK Kecamatan Petang, Kepala Desa Belok Sidan I Made Rumawan, Ketua TP PKK Desa Belok Sidan, tokoh masyarakat setempat di Desa Belok Sidan Kecamatan Petang, Rabu (21/2) kemarin. Ny. Seniasih Giri Prasta menyampaikan, gerakan PKK sebagai gerakan masyarakat yang tumbuh dari bawah dan pengelolaannya dari, oleh dan untuk masyarakat dalam mensejahterakan masyarakat. “Gerakan PKK

bersifat konsultatif, koordinatif dengan tetap memperhatikan hierarki dalam setiap jenjang Tim Penggerak PKK, dalam bidang-bidang pembangunan, khususnya dalam pemenuhan hak dasar manusia yakni pendidikan, kesehatan dan ekonomi,” jelasnya. Evaluasi diperlukan agar bisa menilai sejauh mana kegiatan TP PKK di setiap desa, supaya bisa dicari sisi mana yang kurang dan perlu ditingkatkan. Hal itu disampaikan Ny. Seniasih Giri Prasta di tengah-tengah acara penilaian. Dalam kesempatan yang sama, Ketua TP PKK Kabupaten Badung juga melakukan dialog dengan seluruh kader PKK yang ada di Desa Belok Sidan terkait bahaya kanker serviks dan kanker payudara. Pada acara ini, dilakukan Simulasi Pola Asuh Anak dan Remaja yang

dibawakan oleh para kader desa, senam lansia, pemberian makanan pada balita serta penimbangan balita di kantor desa setempat. Kepala Desa Belok Sidan I Made Rumawan menyampaikan atas nama seluruh masyarakat Desa Belok Sidan mengucapkan selamat datang di Desa Belok sidan. Ia mengungkapkan, Desa Belok Sidan terdiri dari 9 banjar dinas dengan jumlah penduduk sampai Desember 2017 adalah 5.565 orang, dengan penduduk laki-laki 2.865 jiwa dan perempuan 2.700 jiwa, dengan jumlah KK sebanyak 1.530 KK. Dengan letak geografis di sebelah utara Desa Tambakan dan Desa Catur, di sebelah timur Desa Mengani dan Desa Buahan Kaja, di sebelah selatan Desa Petang, di sebelah barat Desa Pelaga dan Desa Sulangai. (ad1129) EVALUASI Ketua TP PKK Kabupaten Badung Ny. Seniasih Giri Prasta bersama Ketua Tim Penilai Lomba dan Evaluasi Perkembangan Desa/ Kelurahan Putu Gede Sridana dan Ny. Rasniathi Adi Arnawa saat evaluasi program pokok PKK di Desa Belok Sidan, Kecamatan Petang.


4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

info seremonial

Kamis Pon, 22 Februari 2018

IKIP PGRI Bali Cetak Guru Generasi Zaman ’’Now’’ Berbasis ’’E-Learning’’ dan Peka Perubahan IKIP PGRI Bali termasuk kampus yang cepat mengantisipasi perubahan di era disruption serba digital ini. Kini, IKIP PGRI Bali mencetak guru zaman now yakni memiliki kompetensi dalam menjalankan Kurikulum 2013, menyelenggarakan PBM berbasis e-learning serta peka terhadap perubahan. Puluhan sarjana tersebut akan diwisuda Rektor IKIP PGRI Bali Dr. I Made Suarta, S.H., M.Hum. di The Grand Bali Beach, Sanur, Denpasar, Kamis (22/2) ini. Kedua, duet Rektor dengan Ketua YPLP PT IKIP PGRI Bali Drs. I G.B. Arthanegara, S.H., M.H., M.Pd. tahun ini meraih tripple sukses. Pertama, mampu mengantarkan Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah Bali di FPBS meraih akreditasi A. Atas prestasi ini, IKIP PGRI Bali mendapat penghargaan dari Kopertis Wilayah VIII. Rektor Made Suarta ke depan manargetkan Prodi Pendidikan Olahraga, Kesehatan dan Rekreasi di FPOK dan Pendidikan

Seni Tari Drama dan Musik meraih akreditasi A. Sukses kedua, tahun ini IKIP PGRI Bali yang memiliki student body 2.800 mahasiswa mandiri dengan fasilitas gedung sendiri. Ketiga, mahasiswa IKIP PGRI Bali mengharumkan nama Bali pada Pekan Olahraga Mahasiswa (Pomnas) di Makassar. Dari enam emas yang diraih Bali, empat disumbangkan mahasiswa IKIP PGRI Bali. Selain itu, tiga mahasiswanya merebut perunggu, yang lain memperkuat RI di Asian Games. Makanya tak berkelebihan jika kampus ini menilai sepantasnya Prodi Olahraga Kesehatan dan Rekreasi mendapat akreditasi A. Rektor Made Suarta menegaskan, IKIP PGRI Bali sudah menyiapkan diri mencetak calon guru zaman now yang akrab dengan kemajuan TI dan e-learning. Semua itu ditempa di mata pelajaran komputer serta diperkuat di UKM. Makanya mereka memenuhi empat kompetensi guru yakni profesional, kepribadian, sosial

dan pedagogik. Mereka juga disiapkan menjadi pengusaha di bidang pendidikan. Masih di bidang akademik, Rektor Made Suarta didampingi Wakil Rektor Drs. Pande Wayan Bawa, M.Si., Drs. Dewa Putu Juwana, M.Pd. dan Dr. I Wayan Citrawan, M.Si. mengungkapkan, tujuh dosennya tahun ini meraih dana hibah penelitian Dikti. IKIP PGRI Bali juga dilibatkan oleh DPRD Bali menyusun Ranperda tentang Keolahragaan dan Kurikulum Bahasa Bali sebagai MKDU di perguruan tinggi. Soal yang terakhir ini, Made Suarta memberi apresiasi positif pemerintah memberi posisi penting bagi bahasa Bali. Bahkan, kini di Bandara Ngurah Rai sudah menggunakan bahasa Bali, Inggris dan Indonesia bagi pengguna jasa penerbangan. ‘’Nah, kalau bukan kita yang menghargai bahasa Bali, siapa lagi,’’ ujarnya. Hal penting yang ia ingatkan lagi adalah perlunya pemerintah men-

SPB-STPBI Buka Kesempatan Emas ’’Training’’ dan Kerja di Kanada

SEMINAR - Ketua STPBI I Made Sudjana bersama Principal Consultant CIEES Meitha Ratu dan Ketua Yayasan Dharma Widya Ulangun I Nyoman Gede Astina usai seminar dan penandatanganan MoU di Kampus STPBI, Denpasar, Rabu (21/2) kemarin. SEKOLAH Perhotelan Bali (SPB) dan Sekolah Tinggi Pariwisata Bali Internasional (STPBI) membuka kesempatan kepada mahasiswanya untuk melanjutkan studi, training dan bekerja di luar negeri. Terbukti, ribuan alumninya telah bekerja pada industri pariwisata skala nasional bahkan internasional. Sebagian tersebar hingga ke Amerika, Eropa, Australia dan Jepang. Saat ini SPB–STPBI juga membuka kesempatan untuk training, studi dan bekerja di Kanada. Hal ini terungkap dalam Seminar ‘’Study and Working in Canada’’ dan penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) yang diselenggarakan oleh SPB-STPBI dan Canada–Indonesia Employment & Educational Solutions (CIEES) di Kampus STPBI, Jalan Tari Kecak 12, Gatot Subroto Timur, Denpasar, Rabu (21/2) kemarin. ‘’Permintaan industri perho-

telan dan hospitality Kanada terhadap SDM berkualitas sangat tinggi. Kami memilih bekerja sama dengan SPB-STPBI karena telah terbukti mampu menyiapkan SDM pariwisata yang unggul dan berkualitas,’’ ungkap Meitha Ratu, Principal Consultant CIEES. Setelah mahasiswa bersekolah dan bekerja di Kanada, maka kesempatan menjadi permanent resident di negara ini terbuka lebar. ‘’Kami siap membantu mewujudkan impian untuk hidup dan bekerja di luar negeri khususnya Kanada,’’ imbuh lulusan University of Hawaii tersebut. Di hadapan ratusan mahasiwa yang hadir, Ketua STPBI I Made Sudjana, S.E., M.M., CHT., CHA. menyambut baik kerja sama ini. ‘’Ini merupakan kesempatan emas bagi anak-anak kami untuk studi dan bekerja di Kanada sekaligus membuka wawasan internasional mereka. Kanada merupakan

salah satu negara maju di dunia,’’ ujarnya. SPB dan STPBI adalah lembaga pendidikan pariwisata yang bernaung di bawah Yayasan Dharma Widya Ulangun (YDWU). SPB-STPBI memiliki visi menghasilkan sumber daya manusia (SDM) pariwisata yang profesional, kreatif, mempunyai jiwa wirausaha serta memiliki kemampuan bersaing secara internasional. Di bawah naungan Yayasan YDWU, SPB-STPBI berhasil menjadi institusi pendidikan pariwisata yang sangat diperhitungkan, baik nasional maupun mancanegara. Fasilitasnya yang lengkap dan bertaraf internasional, membuat ribuan calon mahasiswa dari berbagai wilayah Indonesia berebut kursi di STPBI setiap tahunnya. Menurut Made Sudjana, selain pendidikan kepariwisataan, SPBSTPBI juga bergerak pada bidang pendidikan perhotelan, kapal pesiar, pramugari dan SPA. Bersama PT Bali Duta Mandiri, SPBSTPBI merupakan satu-satunya pemegang lisensi J-1 USA di Asia Tenggara, sebagai instansi penyelenggara program internship–on the job training resmi ke Amerika. Saat ini lebih dari 11.000 alumni STPBI telah bekerja/berwirausaha di sektor perhotelan dan pariwisata, baik di wilayah Indonesia maupun mancanegara. Ketua Yayasan Dharma Widya Ulangun Dr. Drs. I Nyoman Gde Astina, M.Pd., CHT. menyambut baik kerja sama SPB–STPBI dengan pihak CIEES Kanada dan berharap hal ini bermanfaat bagi kedua belah pihak. Selain itu, kerja sama ini memudahkan mahasiswa dan alumni J-1 untuk training dan lanjut bekerja di Kanada. ‘’Kami berharap semakin banyak anak muda Bali yang mau bekerja di luar negeri, agar SDM kita tidak tertinggal dalam persaingan global,’’ tuturnya. (ad1126)

gangkat guru PNS, sebab Bali sudah kekurangan guru di semua pelajaran dan tingkatan. Jika tidak segera diisi sangat mustahil kita bicara pendidikan bermutu. Soal pendidikan bermutu juga menjadi atensi Ketua YPLP PT IKIP PGRI Bali I G.B. Arthanegara. Ia menegaskan, IKIP PGRI Bali berkomitmen mencetak SDM guru yang profesional. Untuk menghasilkannya harus didukung oleh failitas dan dosen yang profesional. Itulah yang dilakukan yayasan dengan menyiapkan dana besar untuk pembangunan fasilitas dan kualitas dosen. I G.B. Arthanegara didampingi Sekretaris Ngurah Oka mengungkapkan rasa bangganya karena DPRD Bali peduli terhadap rancangan MKDU Bahasa Bali di PT. Hal ini penting guna memperkuat akar budaya Bali. Apalagi IKIP PGRI Bali mengemban amanah Ida Bagus Mantra (alm) untuk melestarikan Prodi Bahasa Bali. (ad1133)

DUET - Duet akrab Rektor IKIP PGRI Bali Dr. I Made Suarta (kanan) dan Ketua YPLP PT IKIP PGRI Bali Drs. I G.B. Arthanegara.

Senator ’’Punia’’ Papan Pura Taman Narmada Bali Raja Taman Bali

Shri Arya Wedakarna Berharap Trah Ksatria Taman Bali Mampu Jadi Teladan JAS Merah (Jangan Sesekali Melupakan Sejarah). Untaian kalimat sederhana dari Bung Karno yang masih sangat relevan bagi Indonesia kini, ingin diteladani oleh tokoh muda Hindu Indonesia Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III saat berkunjung ke Pura Taman Narmada Bali Raja, Taman Bali, Kabupaten Bangli, di sela-sela kunjungan kerja. Kekaguman akan tempat leluhur Ksatria Taman Bali ini dilontarkan berkali-kali saat Shri Arya Wedakarna melihat pura yang dikitari oleh mata air (danau kecil) yang dikenal sangat pingit. Ia berharap salah satu pura leluhur ini dirawat untuk kepentingan Hindu yang lebih luas. ‘’Tiang sudah beberapa kali datang dan berdoa di Pura Taman Narmada Bali Raja ini. Siapa sangka, di tengah pedesaan Taman Bali, ada pura sakral yang sangat terkait dengan sejarah Bali di masa lalu. Leluhur Ksatria Taman Bali telah banyak melahirkan ksatria hebat yang mewarnai sejarah Bali Dwipa. Tiang mendukung agar infrastruktur, akses dan keberadaan pura ini lebih dirawat dan berharap Pemerintah Kabupaten Bangli bisa mengalokasi-

kan. Keberadaan danau kecil ini juga bisa menjadikan pura ini sebagai pusat spiritual dan meditasi. Tiang senang dengan keberadaan pura hebat ini,’’ ungkapnya. Shri Arya Wedakarna yang juga President The Sukarno Center Of Indonesia lebih lanjut berharap agar Trah Ksatria Taman Bali dapat memberikan teladan bagi seluruh warga di Bali, khususnya dalam kepemimpinan. ‘’Secara pribadi, tiang sebagai Warih Ksatria Dalem Tegeh Kori dan Warih Tirta Harum sangat terkait dan sangat menghormati eksistensi sejarah Taman Bali. Bagi kami, leluhur memiliki keteladanan dan mampu menjadikan Bali sebagaimana saat ini. Kini di zaman kemerdekaan, tugas kita mengisi pembangunan dengan hal-hal positif. Bagi kalangan Tri Wangsa, yang kebetulan dilahirkan dengan gelar-gelar ksatria, yang paling penting adalah sesana dan jnana. Sekarang mampu atau tidak kita meniru kualitas leluhur yang hebat-hebat. Tiang berharap para warih di Bali apa pun soroh dan siapa pun leluhurnya, baik Bali Majapahit maupun Bali Mula agar bersatu padu dalam payung Hindu Dharma,’’ paparnya. Menurutnya, tugas generasi muda kini untuk ikut melestari-

kan pakem–pakem agama Hindu guna melestarikan peninggalan leluhur. Terkait kaderisasi budaya leluhur saat ini, pihaknya memiliki harapan besar. ‘’Sudah saatnya orang tua dan panglingsir memberikan kepercayaan kepada generasi muda untuk mulai terlibat dalam hal apa pun terkait eksistensi budaya Bali dan adat istiadat. Dalam Hindu dikenal puri, pura, pusaka, purana, pasar dan purusa (6P) yang harus terusmenerus diingatkan. Jika kaderisasi terhadap anak muda Hindu lewat jnana tidak dijalankan, dipastikan kehancuran Majapahit seperti 500 tahun lalu akan terulang kembali. Boleh saja menata pura, asal purusa dan keturunannya juga ditata khususnya lewat Jnana Marga,’’ tandas Shri Gusti Wedakarna. Sebagai apresiasi dan penghormatan terhadap leluhur Taman Bali, Senator Shri Arya Wedakarna menyampaikan punia berupa papan ukir prada bertuliskan nama Pura Taman Narmada Bali Raja yang kini sudah terpasang dengan megah di depan areal pura. Sebelumnya, Senator RI ini menyumbangkan Patung Dewi Sri ke Rural Commune Subak Guliang Taman Bali serta papan nama untuk pura dan subak. (ad1130)

PNB Gelar ’’Workshop’’ Penyusunan Modul Bahasa

Untuk Capai Visi dengan Payung ’’Green Tourism’’

PEMBUKAAN - Pembantu Direktur IV PNB Ir. I Gede Oka Aryawan, M.T. (tiga dari kanan) saat pembukaan Workshop Penyusunan Modul Bahasa di PNB, Rabu (21/2) kemarin. AGAR tim Bahasa di Lingkungan Politeknik Negeri Bali (PNB) mengetahui hubungan antara payung PNB Green Tourism dan keberadaan bahasa, digelar Workshop Penyusunan Modul Bahasa, Rabu (21/2) kemarin. Bertempat di Gedung Widia Guna kampus setempat, peserta workshop berjumlah 50 orang yang berasal dari kelompok dosen bahasa di lingkungan PNB, perwakilan dosen jurusan, pengajar lembaga kursus, praktisi dan pemerhati bahasa. Lima orang narasumber dihadirkan yaitu Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi, M.A., Prof. Dr. Putu Kerti Nitiasih, M.A. dan Dr. I Ketut Budarma, M.Par., MMTHRL. Untuk narasumber modul pengajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) didatangkan Prof. Dr. I Nengah Sudipa, M.A. dari Fakultas Sastra dan Budaya Unud serta praktisi dan penasihat APPBIPA Indonesia Muhammad Bundhowi.

Menurut Ketua Unit Bahasa PNB I Wayan Dana Ardika, S.S., M.Pd. di sela kegiatan, workshop ini sangat penting untuk dipahami, karena terkait dengan tugas dosen dalam melaksanakan tugas Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi pembelajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. ‘’Perlu dilihat bentuk kontribusi dosen bahasa dalam pencapaian visi PNB dengan payung Green Tourism,’’ katanya. Hal senada disampaikan Ketua Panitia Workshop Drs. Ida Bagus Artha Adnyana, M.Hum. Penyusunan modul bahan ajar bahasa (bahasa Inggris, BIPA, dan bahasa Jepang) sangat mendesak perlu segera dilakukan. Hal ini karena Politeknik Negeri Bali berada di posisi sangat strategis yaitu di segi tiga emas kawasan wisata (Kuta, Jimbaran dan Nusa Dua). ‘’Saat ini sudah banyak permintaan kursus bahasa asing dan

BIPA baik yang bersifat reguler maupun nonreguler,’’ ucapnya. Ke depannya, ia berharap Unit Lab Bahasa Politeknik Negeri Bali terus berbenah agar mampu menjadi pusat belajar bahasa yang berkualitas dan terpadu. Saat ini lab bahasa dengan polyspeak-nya telah memiliki program pelatihan seperti program pelatihan bahasa (Inggris, Jepang dan Indonesia bagi penutur asing). Selain itu, uji kompetensi bahasa Inggris (UK-BIG) yang meliputi Survival English, English for Communication dan Advance Communication in English. ‘’Untuk English test lab bahasa juga sudah melayani Tes TOEFL dan TOEIC, serta kursus persiapan untuk menghadapi tes IELTS,’’ terang Artha Adnyana. Tidak hanya itu, unit bahasa juga sudah sering bekerja sama dengan perguruan tinggi di luar Bali dan beberapa SMA/SMK di Bali untuk mengadakan uji kompetensi dan seminar secara nasional. Bahkan, paper berkualitas yang disajikan pada seminar akademik tersebut telah dibuatkan wadah secara khusus berupa jurnal JASL (Journal of Applied Studies in Language). Pembantu Direktur IV Ir. I Gede Oka Aryawan, M.T. yang membuka acara menyatakan workshop ini akan memberikan nilai positif, terlebih Politeknik Negeri Bali sedang menyiapkan diri menjadi Badan Layanan Umum (BLU). Ke depan unit-unit yang ada di Politeknik Negeri Bali diharapkan menjadi generate income untuk mendukung kesiapan PNB. ‘’PNB sangat intensif menyiapkan sarana dan prasarana yang ada di unit masing-masing, sehingga mampu meningkatkan dana PNBP yang bersumber dari non-SPP,’’ ucapnya. (ad1138)

TINJAU - Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III (kanan) meninjau pemasangan papan nama ukir untuk Pura Narmada di Taman Bali, Bangli.

Pansus Retribusi Tera Ulang DPRD Badung Kunjungi Pasar dan Kargo PANITIA Khusus (Pansus) DPRD Badung terus melakukan pembahasan tentang Rancangan Perda Retribusi Tera Ulang. Selasa (20/2) lalu, Ketua Pansus I Gede Aryantha bersama jajaran Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan melakukan peninjauan di dua lokasi yakni Pasar Tradisional Kuta II dan Terminal Kargo I Gusti Ngurah Rai. ‘’Kami bersama dinas terkait turun dalam rangka penyempurnaan ranperda dan untuk mengetahui kondisi riil di lapangan,’’ kata Gede Aryantha, Rabu (21/2) kemarin. Selain itu, pihaknya

juga menyosialisasikan bahwa tengah dirancang retribusi tera ulang pada pasar tradisional tidak dipungut biaya sebagaimana yang diusulkan pansus dan disambut baik oleh pihak eksekutif. Selain pasar tradisional, retribusi tera ulang tetap berlaku sesuai peraturan yang ada. ‘’Khusus untuk pasar tradisional akan digratiskan. Ini untuk memulihkan kepercayaan konsumen agar tetap berbelanja di pasar tradisional karena secara rutin di tera ulang. Jadi, hasil timbangan betut-betul riil, tidak lagi ada permainan,’’ ujar politisi Partai

MENINJAU - Ketua Pansus Retribusi Tera Ulang DPRD Badung I Gede Aryantha bersama Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan meninjau Pasar Kuta II, Selasa (20/2) lalu.

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

Gerindra asal Desa Canggu, Kuta Utara ini. Sementara itu, Kadis Koperasi UKM dan Perdagangan I Ketut Karpiana yang turut mendampingi Ketua Pansus I Gede Aryantha menjelaskan, tujuan peninjauan ke lokasi untuk mengetahui kondisi riil yang terjadi di lapangan. Melalui tera ulang akan diketahui ada tidaknya permainan yang dilakukan perusahaan tersebut. Adapun usaha yang terkena retribusi tera ulang di antaranya terminal kargo, timbangan di pasar, kimometer PLN dan air, termasuk SPBU. ‘’Kalau di SPBU untuk memastikan apakah benar memang dimulai dari nol dan sesuai dengan yang dikeluarkan, karena terkadang ada permainan. Nah, di sinilah fungsi tera ulang dilakukan, agar konsumen tidak dirugikan atas tindakan yang tidak bertanggung jawab yang mungkin saja dilakukan oleh oknum. Tera ulang rutin kami lakukan,’’ tegasnya. Terkait usulan anggota DPRD Badung agar menggratiskan retribusi tera ulang khusus untuk pasar tradisional, pihaknya menyambut baik. Hal ini dianggap akan membangun citra positif terhadap konsumen pasar tradisional. ‘’Ini kan untuk membangkitan kepercayaan konsumen terhadap pasar tradisional yang dianggap sering bermain dalam timbangan,’’ jelasnya. (ad1135)


daerah

Kamis Pon, 22 Februari 2018

5

Bali Post/kmb25

NGAYAH - Krama Desa Pakraman Jero Kuta Pejeng ngayah mempersiapkan perlengkapan upacara di Pura Penataran Sasih.

Persiapan ”Karya Padudusan’’ di Pura Penataran Sasih Gianyar (Bali Post) Krama Desa Pakraman Jero Kuta Pejeng ngayah sejak beberapa hari lalu serangkaian karya padudusan di Pura Penataran Sasih, Pejeng. Puncak karya berlangsung pada Purnama Sasih Kasanga yakni 1 Maret mendatang. Rabu (21/2) kemarin, ratusan krama lanang (laki-laki) ngayah di areal jeroan pura, membuat berbagai perlengkapan upacara seperti tetaring, sanggar agung dan laplapan. Sementara krama istri (perempuan) ngayah membuat beragam jejahitan dan sesajen di wantilan jaba Pura Taman. Bendesa Pakraman Jero Kuta Pejeng Cokorda Gede Putra Pemayun mengatakan, mulainya krama ngayah berarti dimulai pula tahapan persiapan karya padudusan. Berbagai persiapan dilaksanakan krama berlandaskan rasa tulus ikhlas dan berharap keseluruhan rangkaian karya dapat berjalan lancar. Ida Batara nyejer selama 11 hari. Seluruh umat Hindu diminta tangkil ke Pura Penataran Sasih untuk ngaturang bhakti, bersama-sama memohon keselamatan dan kerahayuan jagat. Cokorda Putra Pemayun berharap seluruh panitia dan prajuru bisa mengatur waktu dan melaksanakan tugas dengan baik. Hal ini mengingat di beberapa pura di Pejeng akan dilangsungkan piodalan. Piodalan dimaksud yakni di Pura Puseh dan Desa pada rahina Tumpek Wayang atau 24 Februari, di Pura Manik Corong pada rahina Buda Cemeng Kelawu atau 28 Februari dan piodalan di Pura Taman Sari pada rahina Buda Umanis Dukut atau 7 Maret. (kmb25)

Petani Tewas di Ladang Bangli (Bali Post) Seorang petani, I Nyoman Aman (52), ditemukan tewas di ladang miliknya, Selasa (20/2) lalu. Pria asal Banjar Pengiangan Kawan, Desa Pengiangan, Susut, Bangli ini diduga tewas setelah terpeleset saat menyusuri jalan menanjak dan licin di sekitar lokasi kejadian. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban pertama kali ditemukan oleh kakaknya, I Nyoman Dira (68). Dira hendak ke ladang untuk melihat ternaknya yang ditempatkan satu lokasi dengan ladang milik korban. Sesampainya di lokasi, ia melihat adiknya dalam posisi tertelungkup dan sudah meninggal. Dira langsung berteriak minta tolong. Tidak lama kemudian sejumlah warga berdatangan. ‘’Saya temukan adik saya di jalan setapak dalam kondisi licin. Posisi tangan Aman ketika itu masih memegang rumput untuk pakan sapi. Setelah warga datang, saya langsung bawa adik ke rumah,’’ katanya. Dikonfirmasi terpisah, Rabu (21/2) kemarin, Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi mengatakan korban meninggal diduga karena kurang hati-hati saat melintas sehingga terpeleset. Lantaran tidak ada orang saat kejadian, korban terlambat mendapat pertolongan sehingga meninggal di lokasi kejadian. ‘’Setelah dilakukan pemeriksaan oleh petugas, tidak ditemukan tanda-tanda mencurigakan di tubuh korban,’’ imbuhnya. (kmb41)

Peringati Hari Sampah

Siswa di Banyuwangi Kembangkan ”Ecobrick’’ Banyuwangi (Bali Post) Hari Sampah Sedunia diperingati siswa salah satu SMA di Banyuwangi dengan cara unik. Mereka membuat ecobrick, sampah yang dikemas dalam botol, kemudian dijadikan hiasan. Teknologi ini bukan sekadar mendaur ulang sampah, namun juga mengumpulkan sampah dan dimanfaatkan menjadi benda berguna. Membuat ecobrick cukup sederhana. Siswa mengumpulkan sampah yang tak bisa terurai seperti kain, selanjutnya dimasukkan ke dalam botol air mineral berukuran 600 mililiter. Hasilnya, botol menjadi kuat. Selain hiasan, ecobrick juga bisa dipakai sebagai tempat sampah dan tembok. ‘’Ini bagian dari mengajak siswa peduli lingkungan. Tepat di Hari Sampah mereka kami ajak membuat ecobrick,’’ kata T. Catur Wibawa, Kepala SMA setempat, Rabu (21/2) kemarin. Menurut Catur, inspirasi membuat ecobrick ini berkaitan dengan penyelamatan lingkungan sekaligus memasuki masa taubat menjelang Paskah. Memanfaatkan sampah menjadi tradisi rutin di sekolahnya. Tahun sebelumnya pihaknya melibatkan siswa membuat kerajinan berbahan koran bekas. ‘’Temanya tentang penyelamatan lingkungan. Siswa diajak menjaga ekologis demi keutuhan ciptaan Tuhan,’’ jelas pendidik sekaligus rohaniawan ini. Tugas membuat ecobrick juga diwajibkan bagi para guru. Total terkumpul hampir 1.000 buah ecobrick. Jika ditimbang mencapai hampir dua kuintal sampah. Ecobrick yang sudah tertata kemudian disusun menjadi huruf yang menarik. Tatanan huruf ini dijadikan hiasan di halaman sekolah. Selama Hari Sampah, para siswa dilarang membuang sampah. Seluruh tempat sampah ditutup dan dibalik. Jika ada yang membawa makanan, bekas bungkusnya harus dibawa pulang. Siswa dan guru juga dilarang membawa makanan yang dibungkus sterofoam. Sebab, limbahnya tidak bisa diurai oleh tanah. ‘’Ini untuk melatih disiplin siswa dan guru bagaimana mengelola sampah untuk menjaga lingkungan,’’ pungkas Catur. (kmb30)

Bali Post/kmb30

BUAT HURUF - Siswa SMA di Banyuwangi membuat tatanan huruf berbahan ecobrick untuk memperingati Hari Sampah.

Bali Post/kmb45

KETERANGAN - Ketua Panwaslu Klungkung I Komang Artawan (kiri) bersama anggota Tjokorda Raka Parta Wijaya memberikan keterangan terkait ratusan warga yang bertamu ke kediaman I Nyoman Suwirta saat libur kampanye.

Bertamu ke Kediaman Suwirta

Ratusan Warga ”Dibubarkan’’ Panwaslu Semarapura (Bali Post) -

Memasuki masa kampanye Pilkada Klungkung, ratusan warga yang bertamu ke kediaman Cabup I Nyoman Suwirta di Banjar Siku, Desa Kamasan, Klungkung, ‘’dibubarkan’’ Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu), Selasa (20/2) malam. Hal tersebut diawali adanya informasi dari masyarakat yang menyatakan ada pengumpulan tenaga kontrak. Pembubaran ini sebagai upaya pencegahan terjadinya pelanggaran lebih lanjut. Ketua Panwaslu Klungkung I Komang Artawan, Rabu (21/2) pagi kemarin menjelaskan, informasi adanya pengumpulan tenaga kontrak itu didapatkan sekitar pukul 19.30 Wita. Ini langsung ditindaklanjuti dengan pengecekan ke lokasi. Hasilnya, tidak ditemukan adanya tenaga kontrak, melainkan sekitar 150 warga yang terdiri atas PKK, teruna-teruni dan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Klungkung I Nyoman Sucitra. ‘’Saat itu paslon jadwalnya tidak kampanye. Informasinya ada 400 tenaga kontrak yang dikumpulkan. Tapi setelah kami ke sana, tidak ditemukan. Saat itu baru kumpul-

kumpul saja. Tidak ada penyampaian visi-misi,’’ ungkapnya didampingi anggota Panwaslu Tjokorda Raka Parta Wijaya. Mengantisipasi adanya kampanye, tamu yang berasal dari berbagai desa itu langsung diminta pulang. Ini pun diarahkan Cabup Suwirta. Sementara Kadishub I Nyoman Sucitra akan dipanggil untuk klarifikasi. ‘’Masyarakat umum boleh bertamu, ASN tidak. Hari ini (kemarin - red) kami bersurat untuk hadir meminta klarifikasi,’’ jelas Artawan. Tak Mengundang Menanggapi hal tersebut, Suwirta

menegaskan tidak ada mengundang warga. Seluruhnya datang begitu saja. Itu pun diladeni dengan obrolan biasa, tanpa mengutarakan visi-misi. ‘’Saat itu saya sedang istirahat. Saya ngopi sama teman-teman, ngobrol tanpa pengeras suara. Tidak ada menyampaikan visi-misi. Saya tidak ngundang. Apalagi pesan untuk mengumpulkan tenaga kontrak yang mencapai 400. Apa yang saya lakukan setelah beberapa kali berkoordinasi dengan LO. Katanya bisa menerima teman-teman di rumah asalkan bukan pegawai negeri, termasuk tenaga kontrak,’’ paparnya. Aturan itu kembali dipastikannya ke Badan Pengawas Pemilu Bali. Jawaban yang didapatkan pun sama dengan LO. ‘’Saya berharap Bawaslu lebih bijak menyikapi permasalahan ini. Jangan baru ada laporan seperti itu, langsung mengambil langkah. Yang seharusnya saya bisa lakukan, dinilai tidak boleh,’’ keluh Suwirta. Ditegaskannya, dalam tahapan

Diduga Korupsi Dana Penguatan LDPM

Pendamping Gapoktan Dituntut 3,5 Tahun Penjara Denpasar (Bali Post) Setelah menyelesaikan pemeriksaan saksi, tim JPU Dewa Gede Ari Kusumajaya dkk. yang menyidangkan perkara dugaan korupsi dana penguatan Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat (LDPM), Rabu (21/2) kemarin membacakan tuntutan pada terdakwa Dewa Putu Suartana. Jaksa di depan majelis hakim pimpinan Wayan Sukanila menyatakan terdakwa yang merupakan pendamping Gapoktan Sari Lestari Tulikup, Gianyar, terbukti bersalah sehingga dituntut hukuman penjara tiga setengah tahun (3,5) dikurangi selama berada di dalam tahanan. Selain itu terdakwa dituntut membayar denda Rp 50 juta subsider tiga bulan kurungan. ‘’Terdakwa Dewa Putu Suartana juga dihukum membayar uang pengganti Rp 76 juta,’’ tandas jaksa dari Kejari Gianyar itu. Jika tidak dibayar, harta bendanya dapat disita dan dilelang untuk menutupi uang pengganti. Apabila tidak mempunyai harta benda yang cukup, diganti dengan pidana penjara selama satu tahun. Jaksa menilai bahwa terdakwa terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara berlanjut sebagaimana dalam dakwaan subsider. Terdakwa melanggar Pasal 3 UU No.31 Tahun 1999 tentang Tipikor, sebagaimana yang telah diubah dan ditambah dengan UU No.20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU No.31 Tahun 1999 jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Kasus yang menjerat terdakwa asal Banjar Kesian, Desa Lebih, Gianyar ini berawal dari adanya laporan pupuk menumpuk yang sumbernya dari Gapoktan di Tulikup. Petugas kejaksaan menelusuri pembukuan keuangan Gapoktan tahun 2009-2011. Dalam Gapoktan ini terdapat dua organisasi di bawahnya yaitu Program Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP) sebagai tempat meminjam uang dan LDPM untuk membeli beras dan gabah petani. Pada 2009, organisasi PUAP ini belum memperoleh dana dari pusat. Akhirnya pihak PUAP meminta Dewa Suartana selaku PPL meminjam sementara dari organisasi LDPM. Ada dugaan dana yang diambil tidak sesuai peruntukan. Dana pertama Rp 30 juta hanya dibelikan beras Rp 13 juta. Dewa Suartana diduga kembali mengambil sekitar Rp 60 juta dari PUAP yang kemudian dihitung sebagai kerugian negara. Atas tuntutan 3,5 tahun, Dewa Suartana melalui kuasa hukumnya I Made Suryawan menyampaikan pembelaan. Suryawan mengatakan berdasarkan keterangan saksi, fakta persidangan dan analisis yuridis, perbuatan terdakwa tidak terbukti secara sah dan meyakinkan. Ia minta terdakwa dibebaskan dari segala tuntutan jaksa. ‘’Terdakwa tidak ada mengambil keuntungan bagi dirinya sendiri, kepentingan umum dilayani dan negara tidak dirugikan,’’ tandas Suryawan. (kmb37)

pemilu ini, dirinya sepenuhnya mengikuti alur Panwaslu. Sementara terkait kehadiran ASN di rumahnya, ia mengaku tidak melihat. ‘Kalau ASN mungkin saja ada kepentingan lain. Karena banyak yang datang ke sini. Ada yang mengajukan proposal. Saya bilang cuti,’’ tandasnya. Kadishub Klungkung I Nyoman Sucitra saat dikonfirmasi menjelaskan kedatangannya itu untuk koordinasi terkait tulisan tagline ‘’Gema Santi’’ pada angkutan siswa gratis karena sebelumnya sempat dihubungi Panwaslu yang meminta supaya dilepas. ‘’Karena seperti itu, saya koordinasikan dulu dengan Pak Suwirta karena ini program beliau,’’ kilahnya. Mantan Kasatpol PP Klungkung itu mengaku sudah paham akan aturan terkait posisinya di tengah perhelatan pilkada. Kedatangannya pun dilakukan saat libur kampanye. ‘’Masak bertamu saja tidak boleh. Bagaimana kalau ASN yang keluarganya jadi calon,’’ sebut Sucitra. (kmb45)

18 Paket Pekerjaan Masuk ”Si Baris’’ Denpasar (Bali Post) Sistem Pengadaan Barang/ Jasa Terintegrasi (Si Baris) mulai diterapkan Pemkot Denpasar melalui Bagian Pengadaan Barang dan Jasa. Sejak Januari sampai proses peresmian sistem Si Baris, Pemkot Denpasar telah mengelola 18 paket pekerjaan. Salah satunya penggarapan proyek Pasar Badung tahap II. Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kota Denpasar A.A. Gede Risnawan, Rabu (21/2) kemarin, mengatakan 18 paket pekerjaan itu dikelola sejak 1 Januari hingga 20 Februari ini. Termasuk proyek pembangunan Pasar Badung tahap II yang dibuka Kamis (15/2) lalu. Saat ini 17 peserta mengikuti lelang dengan nilai pagu atau alokasi anggaran Rp 70 miliar, sedangkan nilai harga perkiraan sendiri (HPS) Rp 69,957 miliar. Pengumuman lelang konstruksi pembangunan Pasar Badung tahap II dimulai 15 Februari lalu dan berakhir 26 Februari 2018. Pengajuan lelang ini dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Denpasar dan telah dikaji ulang yang pelelangannya diumumkan di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE). Risnawan menyatakan pendaftaran secara online ini bentuk transparansi Pemerintah

Kota Denpasar. Selain itu, agar pihak-pihak berkompeten dalam bidang pembangunan bisa ikut mendaftar, baik di Bali maupun nasional. Sebelum masuk dalam pelelangan ini, Pemkot Denpasar sudah melakukan pertemuan dengan PPK dan TP4D untuk pembahasan pelelangan hingga akhirnya dilakukan tender. Pada 2017 lalu, Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Pemkot Denpasar menggarap 143 paket barang dan jasa dengan pagu dana Rp 350 miliar lebih dan dapat efisiensi dalam pelaksanaan Rp 54 miliar lebih. Hal ini dalam pelaksanaan barang/jasa tidak hanya muncul pada pelelangan, namun juga dalam tahapan perencanaan, pelaksanaan proyek hingga sampai proyek selesai. Dengan demikian, pada setiap pelaksanaan proyek ada pihak-pihak yang bertanggung jawab yakni pengguna anggaran, hingga pejabat pengadaan barang jasa. Sementara tahun 2016, paket yang dilelangkan ULP Kota Denpasar sebanyak 173 yang terdiri atas pekerjaan konstruksi 103 paket, pengadaan barang 41 paket, jasa konsultansi 27 paket dan jasa lainnya 2 paket. Jumlah pagu yang dilelangkan Rp 309.021.033.417 dengan efisiensi 18% dari pagu atau Rp 54.299.977.017. (kmb12)

Digagalkan, Pengiriman 17 TKI Ilegal ke Maladewa Banyuwangi (Bali Post) Pengiriman 17 tenaga kerja Indonesia (TKI) dari Banyuwangi, Jatim, berhasil digagalkan tim Buser Unit Selatan Polres Banyuwangi, Selasa (20/2) malam. Rencananya, belasan orang tersebut dipekerjakan ke Maladewa sebagai tukang bangunan. Mereka sedianya diterbangkan dari Bandara Ngurah Rai, Bali. Polisi mengamankan dua orang yang diduga sebagai pengirim calon TKI tersebut, masing-masing Lilik Hartatik asal Desa Benculuk, Kecamatan Cluring dan Poyo asal Desa Tampo, Kecamatan Cluring. Kasus ini terbongkar berawal dari penyelidikan polisi. Sekitar pukul 20.00 WIB, para calon TKI ini diangkut dua kendaraan minibus bernopol DK 1936 BS dan DK 1623 BS. Polisi melakukan pengejaran. Akhirnya dua kendaraan ini dihentikan aparat Polsek Srono di depan Mapolsek setempat. Karena tak bisa menunjukkan dokumen resmi, para calon TKI ini digiring ke Polres Banyuwangi. ‘’Kami membantu tim Buser Polres melakukan pengamanan. Penanganan selanjutnya di Polres,’’ kata Kapolsek Srono AKP Mulyono. Hingga Rabu (21/2) kemarin, ke-17

calon TKI itu masih dimintai keterangan di Mapolres. Mereka berasal dari Banyuwangi dan Lumajang. Kepada penyidik, mereka mengaku membayar Rp 3 juta hingga Rp 6 juta ke pengerah PJTKI. Lalu dijanjikan gaji Rp 8 juta per bulan dalam kontrak dua tahun. ‘’Saya sudah membayar Rp 6 juta. Sudah dapat paspor, visa dan tiket pesawat,’’ ujar Junaidi (25), calon TKI asal Lumajang. Pria ini mengaku tak mengetahui nama perusahaan yang memberangkatkan. Ia tergiur lantaran ajakan temannya. Vela Adi, calon TKI lain asal Dusun Nganjukan, Desa Karangsari, Kecamatan Sempu, menyatakan hanya membayar Rp 3,5 juta dan dijanjikan potong gaji selama sebulan. ‘’Saya dijanjikan kerja jadi tukang bangunan di vila,’’ jelasnya. Ia juga tergiur setelah mendapat ajakan dari temannya. Dua terduga pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif. Mereka bertugas sebagai pengepul dan pengirim TKI. Yang menarik, keduanya membuat perjanjian kepada para korban. Bagi yang gagal berangkat, dikenai denda Rp 30 juta. Informasinya, satu terduga pelaku, Lilik Hartatik, memiliki jaringan pengiriman calon TKI ke Maladewa. (kmb30)

Bali Post/kmb30

DIAMANKAN - Para calon TKI yang akan dikirim ke Maladewa diamankan di Polres Banyuwangi, Rabu (21/2) dini hari kemarin.


OPINI

6

Kamis Pon, 22 Februari 2018

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Gunakan Nalar dan Nurani dalam Memilih TAHUN politik, apa pun gerak-gerik politisi beserta para pendukungnya bisa dikonotasikan atau bisa diartikan bertujuan politis. Apa pun dan bagaimana pun cara membungkusnya, mereknya akan tetap kelihatan. Tetapi, itulah yang terjadi di negeri ini. Apalagi pada tahun politik ini, tahun 2018 maupun 2019. Tahun-tahun politik yang penuh dengan warnawarni politik. Tidak masalah, dan memang dinamikanya seperti itu. Yang dikhawatirkan bagaimana kalau dinamika yang tidak terkendali itu menjadi ekses dan menjurus ke arah konflik politik. Di sinilah diperlukan kebijaksanaan, kesadaran, serta kemauan politik dari semua pihak. Pembelajaran politik sudah tentu dilakukan. Perhelatan politik, mulai dari pemilihan bupati, wali kota, anggota legislatif dan presiden sudah mengajarkan banyak hal. Tentu saja soal politik dengan berbagai implikasinya. Masyarakat sudah belajar banyak. Sudah banyak mengerti, kalaupun nanti ada yang tidak paham tentu kita cari tahu mengapa bisa begitu. Di mananya yang salah, apanya yang keliru sehingga bisa cepat ada penanganan serta aksi-aksi solutif untuk memberikan pencerahan baru tentang bagaimana cara berpolitik yang baik dan benar dalam konteks berbangsa serta bernegara. Pada tahun politik ini pula, sangatlah jamak kita lihat bagaimana partai politik maupun para politisinya sangat ‘’peduli’’ dengan masyarakat. Sering turun ke bawah, menanyakan keluh kesah rakyat, menjanjikan ini itu, membawa bantuan baik tunai maupun proyek, dan sebagainya. Sah saja sepanjang tidak bententangan dengan hukum. Memang sudah sewajarnya begitu. Akan tetapi masalahnya, sering kali kita melihat bahwa tindakan itu ‘’ada maunya’’, bukan semata-mata karena memang itu tugasnya, memang itu tupoksinya sebagai politisi, sebagai wakil rakyat, sebagai pejabat atau apa pun. Kesan ada udang di balik batu memang sangat sulit dibantah. Sekali lagi walaupun banyak juga yang melakukan hal itu memang semata-mata karena mereka sudah sepatutnya melakukan hal itu. Tetapi jumlahnya tidak banyak. Memberikan sesuatu dengan harapan memperoleh sesuatu, itu seperti sebuah transaksi. Jadi, sangat relevanlah kalau kemudian muncul istilah politik transaksional. Ada uang, ada barang. Ada kalangan juga tidak seperti yang diharapkan. Ada uang, orang tak ada. Uang sudah diserahkan, justru barang diserahkan kepada orang lain. Begitu seterusnya. Varian politik transaksional ini kerap kita lihat di masyarakat menjelang atau pada saat saat hajatan politik. Apalagi kalau kemudian sudah melalui tahapan-tahapan pemilihan politik secara resmi yang sudah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum. Pola-pola perilaku politik elite parpol, baik yang menjadi calon maupun pendukungnya memang cukup menarik untuk diamati. Semuanya menjadi ‘’seseorang’’ yang lain. Sering kali tidak menjadi ‘’dirinya’’. Mereka berubah. Ada yang kadarnya sedikit, ada yang kadarnya sangat mencolok sehingga kita sangat ‘’tidak tega’’ melihatnya. Ada yang tiba-tiba menjadi sangat peduli anak kecil. Tiba-tiba sering keluyuran ke pasar yang becek dan bau padahal kesehariannya sangat jauh panggang dari api. Atau, tiba-tiba begitu concern dengan budaya, begitu cinta dengan musik dan sebagainya. Begitu banyak contoh dramatisasi yang terpampang secara jelas di depan publik. Jadi, kita sebagai masyarakat yang sudah puluhan kali melakoni proses politik ini tentu punya latar belakang atau dasar untuk menentukan pilihan. Bagaimana para pemilih pemula? Tentu ini pun sudah dibina oleh banyak pihak. Didekati oleh parpol dan tentu saja ada proses pembelajaran politik yang mestinya dilakukan oleh pemerintah serta organisasi nirlaba lainnya. Bahwa polapola seperti yang mereka lihat di tahun tahun pemilihan jabatan politik adalah sesuatu yang jamak terjadi. Jangan mudah terpancing dan bekali diri dengan pengetahuan yang cukup untuk berpolitik. Ini cukup rentan bagi mereka yang baru pertama kali mesti datang ke bilik suara. Ada harapan besar dan juga ada ketidaktahuan, ada semacam ketakutan, ada euforia dan bukan tidak mungkin ada sebuah keengganan yang kalau dibiarkan akan menjadi apatisme.

S URAT PEMBACA

Persyaratan : Sertakan Fotokopi KTP atau SIM

Pencabutan Baliho Calon Belakangan ada wacana bahwa selama kampanye calon, baliho yang dipasang calon sebelum masa kampanye harus dibersihkan? Jika ini menjadi ranah KPU selaku pengelola pilkada saya bisa memahami. Tapi saya justru berharap ruang sosialisasi calon tetap dihargai. Terlebih pada masa kampanye, semua kegiatan yang berbasis kepentingan aktulisasi diri calon sepanjang itu dilakukan dengan santun, beretika dan tak dimasalahkan masyarakat sebaiknya diberikan ruang. Kecuali nanti, setelah masa tenang, semua baliho yang ada harus dicabut. Selain itu, saya juga berharap pengawasan terhadap aktivitas calon jangan hanya menyasar yang kasatmata. Ruang-ruang terjadinya kampanye hitam dan mendiskreditkan kandidat justru harus dioptimalkan. I Dewa Made Sudarma Gianyar, Bali

Tugas Politisi Bukan Memberikan Sumbangan Dadakan Menjelang pemilu selalu ada kegiatan lucu antara politisi, partai politik, dan masyarakat. Tiba-tiba saja misalnya politisi masuk ke kampung-kampung berdialog dengan tokoh, padahal sebelumnya menoleh pun tidak pernah. Politisi ingusan yang kerjanya hanya berburu tanpa mempunyai pekerjaan tetap, tiba-tiba terpampang wajahnya di pinggir jalan. Atau mereka yang saat sekolah berandalan, kini justru menjadi pejabat partai.

Oleh I Ketut Gde Rumasta asyarakat seolah tidak beraksi dan seolah menerima saja aktor-aktor sepeti itu berseliweran menjadi politisi. Padahal, apabila ada sebuah prinsip sosial untuk menolak para berandalan jadi politisi, semestinya masyarakat dapat melakukannya, dengan “tapa-diam” dan tidak memilih aktor seperti itu. Belakangan ini, menjelang pilkada di Bali, banyak juga ada sumbangan ke desa atau banjar. Subjek yang menjadi sorotan adalah bangunan publik atau tempat suci, semisal balai banjar atau tempat persembahyangan, bahkan ogoh-ogoh. Jika memang bangunan publik itu rusak, mungkin perlu mendapatkan sumbangan. Tetapi manakala bangunan itu masih utuh, tibatiba saja tembok yang masih utuh dan bagus dirobohkan dan diganti dengan tembok hasil bantuan itu. Bantuan politisi seperti ini sepertinya mirip dengan bantuan sumbangan tahunan kepada desa pakraman di Bali yang jumlahnya ratusan juga. Seolah diawasi dan diarahkan, bantuan itu kebanyakan diarahkan untuk bangunan publik dan tempat persembahyangan. Memang bantuan seperti itu dapat direalisasikan, dan harus diakui juga kalau “bantuan”

politisi itu juga berpengaruh di dalam masyarakat. Akan tetapi, apakah memang pemanfaatkan bantuan seperti itu yang diperlukan oleh masyarakat Bali di zaman sekarang? Apakah tidak ada alternatif lain untuk mengejawantahkan bantuan pemerintah atau “bantuan” dari para politisi tersebut? Dalam arti apakah harus digunakan untuk bangunan publik dan tempat persembahyangan tersebut? Sebab, terkadang bantuan juga tidak secara otomatis bersifat mendidik. Bantuan justru membuat masyarakat ketergantungan dan akhirnya tidak kreatif. Untuk membangun apa pun di masyarakat, mereka akan selalu menunggu bantuan dari atas atau “bantuan” dari politisi. Tanpa itu mereka akan diam tanpa kreativitas untuk memperbaiki bangunan publik atau tempat persembahyangan. Pada zaman sekarang, secara jujur harus diakui bahwa masyarakat Bali berada di persimpangan jalan dan periode ini sudah berlangsung sangat lama, sejak industri pariwisata merangsek dan menguasai Bali. Padahal, industri ini mempunyai banyak kelemahan karena masyarakat Bali tidak sepenuhnya dipersiapkan dengan baik untuk menghidupi pariwisata tersebut, dan budaya (bahkan ritual agama) justru menjadi

objek. Akibatnya, kini tindakan mereka gamang, antara memelihara kebudayaannya sendiri atau justru mengadopsi nilai-nilai pariwisata. Antara budaya Bali dan pariwisata, itu ibarat langit dan bumi. Kebudayaan menjalankan “dirinya” secara tradisional dan berlangsung lambat, dan pariwsata melaju secepat-cepatnya sesuai dengan kapitalis. Bayangkan, masyarakat Bali ada di persimpangan ini dan berlangsung lebih dari dua generasi. Sesungguhnya ini sudah banyak dikupas dan banyak yang tahu, tetapi semuanya tidak berkutik dan tidak mampu membuat pilihan. Beberapa bentuk kegamangan yang terlihat pada masyarakat Bali adalah dualisme dalam menyikapi pekerjaan. Kini banyak terlihat masyarakat yang harus ulang-alik bekerja di sektor pariwisata dari jarak 30 sampai 40 kilometer. Mereka bekerja dari jarak yang demikian jauh, dengan tinggal di rumah asalnya. Salah satu alasan yang dipakai untuk menempuh jarak sejauh ini adalah agar juga dapat bekerja melayani adat di tempat asalnya. Ada banyak hal yang dapat dilihat dari sisi ini. Menempuh jarak yang demikian panjang untuk bekerja di sektor pariwisata seperti ini, adalah sebuah kesia-siaan karena dari sisi kualitas kerja, tidak akan mampu memberikan hal yang

terbaik. Tenaga sudah habis di perjalanan sehingga konsentrasi untuk memberikan kualitas terbaik di bidang pekerjaan adalah tidak mungkin. Pariwisata merupakan pekerjaan yang memerlukan konsentrasi tinggi karena dikelola dengan manajemen profesional. Etos profesional memerlukan konsentrasi tinggi. Bagaimana mungkin mereka dapat berkonsentrasi kalau dua sampai tiga jam waktu sudah habis di perjalanan, dimakan angin dan berbagai ketegangan. Konsentrasi tinggi diperlukan karena menjalankan bisnis pariwisata penuh dengan persaingan. Pada level manajer, buang-buang waktu seperti ini tidak efektif karena manajer mesti bersentuhan dengan lingkungan untuk membuat keputusan. Pada level pekerjaan menegah ke bawah, cara bekerja dengan jarak jauh seperti ini terasa sangat percuma. Penghasilan dengan waktu yang dipakai tidak nyambung, malah banyak rugi karena tingkat bahaya di perjalanan tinggi. Belum lagi jaminan kesehatan pada masa depan yang mengancam. Ada berbagai alasan masyarakat untuk bekerja jarak jauh ini. Salah satu ada alasan yang mengusik adalah kekhawatiran akan sanksi adat yang menimpa. Di sinilah puncak kegamangan masyarakat Bali, antara sanksi adat dan pekerjaan. Bekerja ada bentuk kehidupan. Tidak bekerja, manusia tidak hidup. Kalau alasan sanksi di atas benar, mengapa adat atau desa pakraman yang telah ada selama sepuluh abad masih saja tidak mengerti menjaga keseimbangan hidup manusia hingga sekarang. Desa pakraman dibentuk untuk menjaga

Jalan Tengah Menangani LGBT Isu mengenai lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) kembali menghangat. Isu ini tampaknya perlu jalan tengah dengan merumuskan aturan yang lebih jelas. Jika merujuk pada dinamika di DPR yang ada, terutama terkait proses pembahasan rancangan undang-undang (RUU) Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) yang baru, sulit rasanya untuk benar-benar meyakini bahwa seluruh fraksi di DPR memang tegas menolak pelaku LGBT. Faktanya, di dalam draf RUU KUHP yang kini sedang digodok oleh DPR, ruang bagi para pelaku LGBT untuk tetap bisa eksis masih terbuka lebar. Di dalam draf RUU KUHP pasal 492 misalnya, disebutkan bahwa setiap orang yang melakukan perbuatan cabul dengan orang lain yang sesama jenis kelaminnya yang diketahui atau patut diduga belum berumur 18 tahun, dipidana paling singkat satu tahun dan paling lama tujuh tahun. Jika draf pasal ini disetujui, maka pelaku LGBT yang berusia di atas 18 tahun sudah tentu masih tetap bisa leluasa menjalankan bahkan menyebarluaskan perilaku seksual menyimpangnya itu. Namun yang jauh lebih ironis, pelaku LGBT dewasa yang melakukan tindak

Oleh Pangki T. Hidayat pencabulan terhadap sesama jenisnya yang juga berusia dewasa akan menjadi tidak bisa dikenai sanksi pidana. Diskursus LGBT Selama ini, memang ada dua diskursus utama terkait pelaku LGBT. Yakni, pertama, bahwa LGBT ialah penyakit yang harus diobati, tentu saja sehingga menjadi tidak boleh dipidana. Kedua, bahwa LGBT merupakan bentuk penyimpangan (terhadap Pancasila dan UUD 1945), konsekuensinya pemberian sanksi pidana menjadi diperlukan. Kedua diskursus itu selama ini memiliki argumen kuat masingmasing, sehingga isu LGBT pun menjadi berlarut-larut dan tak kunjung menemukan solusinya. Meski begitu, sejatinya juga tidak terlalu rumit untuk menemukan jalan tengah dari dua diskursus itu jika DPR dan pemerintah sebagai lembaga yang memiliki kewenangan membuat dan merevisi UU bekerja secara sungguhsungguh berdasarkan atas Pancasila dan UUD 1945. Misalnya, dengan berkaca pada UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkoti-

ka. Sehingga dapat diambil dua opsi utama, yakni pelaku LGBT yang dengan sengaja melakukan praktik cabul terhadap orang lain sesama jenisnya dapat dipidana. Opsi berikutnya, pelaku LGBT yang dengan kesadaran penuh dirinya ingin sembuh bisa meminta direhabilitasi. Namun, mengingat bola panas RUU KUHP yang di dalamnya mengatur mengenai pelaku LGBT kini sedang digodok di DPR, menjadi penting untuk juga menyorot dan mengawasi kinerja lembaga legislatif tersebut. Terlebih, fakta selama ini membuktikan bahwa dalam hal membuat atau merevisi suatu UU, DPR masih sangat rentan disusupi oleh pelbagai kepentingan. Sehingga dalam konteks RUU KUHP, tidak mustahil sikap sejumlah fraksi di DPR yang semula mengatakan menolak LGBT, bisa tidak sejalan dengan legislasi yang dihasilkan. Dengan kata lain, sangat mungkin pasal-pasal yang mengatur mengenai LGBT di KUHP baru menjadi tidak selaras dengan komitmen awal fraksi-fraksi di DPR yang tegas menolak LGBT.

Salah satu contoh kasus yang masih terekam dengan baik di ingatan penulis yakni skandal korupsi ayat rokok di tahun 2010. Ketika itu, melalui sidang paripura seluruh anggota DPR telah menyepakati disahkannya UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Akan tetapi, ketika akan dimasukkan ke dalam Lembaran Negara, diketahui bahwa ada salah satu ayat yang hilang, yaitu ayat 2 dari pasal 113 UU Kesehatan. Tidak menutup kemungkinan patgulipat klausul-klausul di RUU KUHP yang mengatur mengenai LGBT juga akan bisa terjadi. Oleh karena itu, publik mesti ambil bagian dengan turut berperan aktif mengawal pembahasan RUU KUHP di DPR, terutama menyangkut pasal-pasal mengenai LGBT. Mesti disadari bahwa menumpas pelaku LGBT merupakan harga mati sebagai konsekuensi dari dasar negara Pancasila dan UUD 1945. Di sila pertama Pancasila disebutkan, Ketuhanan Yang Maha Esa. Berdasarkan sila tersebut, tidak ada satu agama dan aliran kepercayaan mana pun yang memperbolehkan praktik LGBT di Indonesia.

keseimbangan sosial agar kebutuhan manusia terpenuhi, agar tidak tercipta konflik. Itulah yang menjadi dasar pembentukan desa pakraman pada masa lalu. Sekarang terjemahan untuk menciptakan keseimbangan itu seharusnya adalah memberikan kesempatan masyarakat untuk bekerja secara maksimal dan profesional, bukan kemudian masih membebani masyarakat dengan berbagai kewajiban adat. Pada zaman post modern seperti sekarang, adat dan desa pakraman mestinya mampu menerjemahkan dan menafsirkan kaitan antara keseimbangan sosial, kebutuhan masyarakat, dan perubahan sosial. Kegamangan lain adalah banyaknya anggota masyarakat Bali yang bekerja di kapal pesiar, dengan meninggalkan keluarga, perkembangan tumbuh anak sampai berbulan-bulan. Bukankah Bali justru biangnya pariwisata, mengapa harus bekerja jauh-jauh? Banyak juga kasus tidak bagus yang menimpa TKI seperti ini. Apa kaitan uraian di atas dengan perhelatan menjelang pilkada dan pemilu kali ini? Masyarakat Bali tidak melulu perlu sumbangan untuk bangunan publik atau perbaikan tempat persembahyangan, tetapi memerlukan pelatihan keterampilan, keyakinan diri bahwa tidak perlu malu jadi petani, meningkatkan profesionalisme dan memperbarui segala ketentuan adat yang masih berbau kolot. Di sinilah poros tugas para politisi kalau memang benar-benar mau menyejahterakan masyarakat Bali di masa depan, bukan hanya mengambil kepentingan sesaat, dadakan, menjelang perhelatan politik.

POJOK Tiga bocah tewas, diduga diracuni ibu kandungnya. - Kita semua prihatin. *** Sri Mulyani akui dilema buat regulasi ekonomi digital. - Apalagi terkait pajak. *** Novel Baswedan pulang, langsung sambangi gedung KPK. - Penyemangat berantas korupsi.

Penulis, Direktur Eksekutif Research Center for Democratic Education

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya, . Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/ Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta.Ombudsman:Jimmy Silalahi Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


TABANAN

Kamis Pon, 22 Februari 2018

7

Harga Beras Enggan Turun, OP akan Kembali Digelar Tabanan (Bali Post) -

Bali Post/kmb28

SEHAT - Kondisi bayi yang mulai sehat di rumah sakit Tabanan.

Ibu dan Bayi Telantar Ditangani Dinsos Tabanan Tabanan (Bali Post) Bayi perempuan milik Intan Permata Sari asal Surabaya, yang baru berumur delapan hari ini tampak mulai sehat dan stabil saat dirawat di ruang perinatologi BRSUD Tabanan. Bahkan, ia tertidur nyenyak saat tengah dilakukan proses penyinaran karena tubuh bayi sedikit kuning. Bayi mungil yang lahir pada tanggal 13 Februari ini lahir prematur dengan berat badan rendah serta tangisan lemah. Mirisnya, bayi mungil ini bahkan sempat hendak dibawa pulang paksa oleh ibunya karena terbentur biaya persalinan. Intan asal Surabaya mengaku tidak memiliki suami dan tanpa keluarga di Bali. “Keterangan dari ibu bayi, dia baru satu bulan datang ke Bali dan bekerja di toko baju, bahkan saat ke rumah sakit mengaku diantar tetangga kostnya di wilayah Gerogak,” ujar Kepala Humas BRSUD Tabanan Ni Wayan Sri Pariti, S. Sos. seizin Dirut BRSUD Tabanan, Rabu (21/2) kemarin. Dikatakannya, karena kondisi kehamilan yang sudah mengalami pecah ketuban, tim medis akhirnya melakukan persalinan dengan operasi cesar. Ditambah lagi, kondisi ibu bayi yang anemia sedang. Karena asal-usul pasien yang kurang jelas, apalagi mengaku dari luar Bali dan tanpa keluarga serta kurang mampu, pihak rumah sakit selanjutnya berkoordinasi dengan dinas sosial Kabupaten Tabanan. Dan untuk kepulangan pasien, lanjut dikatakan Sri Pariti, dokter yang menangani nantinya yang akan menentukan. Itu pun harus dilihat kondisi kesehatan bayi, apakah sudah aman dibawa pulang atau belum. “Dilihat dulu kondisi bayi. Jika sudah sehat betul, baru bisa diajak pulang,” ucapnya. Terkait keberadaan pasien tanpa keluarga dan membutuhkan bantuan tersebut, Dinas Sosial selanjutnya memfasilitasi dengan membuat surat keterangan atau rekomendasi warga telantar. “Kebijakan kita karena warga yang tidak jelas asal-usulnya, Dinas Sosial memfasilitasi biar sama-sama bertanggung jawab, dan rumah sakit juga tidak akan jadi beban. Dan kami harap tidak terjadi seterusnya seperti ini kan berat,” ucap Kepala Dinas Sosial I Nyoman Gede Gunawan. Surat rekomendasi ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah melalui Dinas Sosial untuk membantu masyarakat. “Biaya tangung jawab daerah,” terangnya. (kmb28)

Setelah menggelar operasi pasar (OP) pada Rabu (31/1) hingga Kamis (8/2) di tiga kecamatan yaitu Tabanan, Kediri, dan Selemadeg, ternyata belum memengaruhi harga beras medium di pasaran. Berdasarkan data terakhir Dinas Perindustrian dan Perdagangan Tabanan, harga beras medium masih di atas HET (harga eceran tertinggi) atau Rp 11.500 per kilogram. Karenanya untuk menstabilkan harga beras medium ini, Pemkab Tabanan berencana kembali menggelar OP yang kali ini akan dilaksanakan oleh Perpadi Tabanan. Kepala Pelaksana TPID (Tim Pengendalian Inflasi Daerah) Tabanan, I Gusti Putu Ekayana, Rabu (21/2) kemarin, mengatakan meski hendak memasuki musim panen yang puncaknya atau panen raya pada bulan Maret ini, pihaknya tetap berencana melakukan OP. Langkah ini diambil karena beras medium masih tetap berada di atas HET. ‘’Harga beras medium belum bisa ditekan ke HET meski sudah sempat dilakukan OP. Bahkan, harganya masih tetap di atas HET meski saat ini sudah memasuki musim panen. Karenanya kita berencana menggelar OP kembali,’’ ujar Ekayana. Sebagai langkah awal, lanjut Ekayana, pihaknya akan meminta Bulog bersama Perpadi Tabanan kembali menggelontorkan beras kualitas medium dalam bentuk OP. Ada pun prosedur pelaksanaannya dengan memanfaatkan beras dari stok Bulog, namun disalurkan oleh kalangan Perpadi Kabupaten Tabanan. Selain OP menurut Ekayana, Pemkab Tabanan telah melakukan beberapa

langkah lain untuk menekan harga beras medium ini yaitu melalui kegiatan pasar murah yang diakukan oleh Perusahaan Daerah Dharma Santhika (PDDS) dan Pasar Rakyat melalui HUT Kota Tabanan lalu. Namun, langkah-langkah ini tetap belum bisa menekan harga beras medium. Meski sudah berencana untuk melaksanakan OP, diakui Ekayana, pihaknya belum menentukan waktu dan lokasi pelaksanaan. Untuk itu, pihaknya masih melakukan koordinasi dengan Bulog, Perpadi, dan OPD terkait. Sementara itu, dari informasi di lapangan pada beberapa sentra produksi padi sudah mulai panen, termasuk juga di sentra produksi Gerbang Pangan Serasi (GPS) atau yang disebut juga produksi beras menuju organik. Mestinya, kondisi mulai panen ini akan berdampak pada penurunan harga beras di pasaran. Namun kenyataannya di lapangan, itu tidak terjadi. Bahkan, harga gabah di tingkat petani masih mahal, berada dikisaran Rp 5.200 - Rp 5.400 per kg. (kmb24)

Bali Post/kmb24

BELUM TURUN - Operasi pasar yang digelar beberapa waktu lalu belum membuat HET beras di Tabanan turun. Diperindag Tabanan berencana kembali melakukan operasi pasar.

118 Anggota Menwa Ikuti Diklatsar di Rindam Udayana

PENYEMATAN - Komandan Menwa Ugracena Bali I Gusti Ngurah Sudiana saat menyematkan tanda peserta latihan.

SEBANYAK 118 anggota Resimen Mahasiswa (Menwa) dari sebelas perguruan tinggi di Bali, mulai Rabu (21/2) kemarin, mengikuti Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar), di lapangan upacara Rindam IX/Udayana, Kediri, Tabanan. Selama sepuluh hari ke depan, mereka akan diberi pembekalan terkait dengan bela negara. Kegiatan ini merupakan agenda rutin yang digelar Komando Resimen Mahasiswa Ugracena Bali bekerja sama dengan Kodam IX/ Udayana khususnya Rindam IX/ Udayana. Bahkan sampai saat ini, Diklatsar Menwa Ugracena Bali sudah sampai pada angkatan XXXII. Komandan Menwa Ugracena Bali I Gusti Ngurah Sudiana usai apel upacara pembukaan Diklatsar menjelaskan, pendidikan dan latihan dasar menwa

merupakan kegiatan yang dilaksanakan setiap anggota resimen mahasiswa sebagai langkah awal dalam pengembanan tugasnya saat mengabdi kepada negara dan masyarakat. Tujuan Diklatsar Menwa lanjut disampaikannya adalah untuk membentuk pribadi yang memiliki sikap, disiplin, mental, kemampuan fisik, pengetahuan, dan keterampilan dasar sebagai yang dipersyaratkan agar mampu melaksanakan tugas dan fungsi menwa. “Inti kegiatan ini agar mahasiswa memahami bagian dari NKRI. Satu sebagai warga negara dan juga sebagai masyarakat yang wajib membela negara jika negara membutuhkan,” terangnya. Sementara itu, Letkol Infantri Leonardus Ruddy Handoko selaku Komandan Depo Pendidikan Bela Negara, Rindam

IX/Udayana mengatakan para peserta Diklatsar akan diberikan materi 40 persen semimiliter dan 60 persen materi umum seperti kepemimpinan, wawasan kebangsaan, dan dasar manajemen. Di sisi lain, pihaknya juga menegaskan, Diklatsar Menwa bukanlah bentuk militerisasi, namun untuk pembekalan pengetahuan dan keterampilan khusus serta pembentukan sikap dan tingkah laku berlandaskan pada Pancasila. “Penyelenggaraan Diklatsar ini bisa menempa para siswa menjadi pribadi yang terampil, disiplin, ulet, sanggup bekerja keras, percaya pada kemampuan diri sendiri, taat hukum, dan siap menjadi kader sekaligus penggerak kesadaran bela negara di lingkungan sosial masing-masing,” ucapnya. (ad1134)

Warung Sambel Bejek, Sajikan Sambal Khas Bunga ”Bongkot” Tabanan (Bali Post) Bertempat di Banjar Gunung Siku Belayu, Marga, Tabanan, Warung Sambel Bejek menjadi salah satu tempat makan yang dicari. Menu khasnya yakni sambal berbahan bunga kecombrang atau yang dalam bahasa Bali disebut bongkot, mirip sambel matah yang ditambah dengan irisan bunga bongkot. Bagi pencinta kuliner khas Bali, sambel bejek di warung ini disebutkan sebagai perpaduan antara sambel matah dengan sambel bongkot yang umumnya sudah dikenal. Jadi, dapat dikatakan kalau sambel bejek tersebut merupakan kuliner khas Belayu, Marga, Tabanan. Sementara penyebutan sambel bejek, karena cara pembuatannya yakni dire-

mas yang dalam bahasa Bali disebut dengan di-bejek. Menu khas di Warung Sambel Bejek ini sangat digemari tidak hanya oleh masyarakat Tabanan tetapi juga dari luar Tabanan. Pemilik warung, I Nyoman Winten (47), mengatakan warung yang dirintis oleh orangtuanya bernama Pan Kasih sejak tahun 1978 ini memang berpatokan pada sambel bejek bunga bongkot sebagai menu utamanya. Di dalam sambel bejek tersebut dicampur suiran daging ayam yang berfungsi sebagai lauk. Biasanya rasa sambel bejek ini pedas sehingga membangkitkan selera makan bagi pelahapnya. Menu andalan sambel bejek berbahan bumbu mentah seperti bawang merah, cabai, dan bunga bongkot. Bahan

ini kemudian ditambahkan minyak kelapa yang dibuat secara tradisional yang biasa disebut minyak tanusan, serta suiran daging ayam. Dalam membuat sambel bejek ini, kata Winten, hanya boleh dilakukan satu tangan dalam hal ini dirinya sendiri. ’’Tidak boleh banyak tangan. Karena beda tangan nanti beda rasa,’’ ujarnya. Selain hanya di-bejek oleh satu orang, dalam setiap sekali pembuatan biasanya untuk tiga sampai 5 porsi saja. Inilah yang membuat sambal yang disajikan ke pembeli dalam keadaan segar. Dalam sehari, Warung Sambel Bejek bisa menjual 200 porsi. Untuk memenuhi penjualan ini dalam sehari dihabiskan 7 ekor ayam, 6 kilogram bawang merah, 2

kilogram cabai, dan 70-100 tangkai bunga bongkot. Untuk sayur membutuhkan 7 kilogram kecambah dan 7 kilogram sayur hijau. Keuntungan kotor yang diraup dalam sehari bisa mencapai Rp 4-5 juta. Satu porsi yang terdiri dari nasi, sambel bejek, soto sayur dan tum ayam dihargai Rp 23.000. (kmb24)

SAMBAL BEJEK - Suasana Warung Sambal Bejek milik I Nyoman Winten yang menyajikan menu khas sambel berbahan bunga bongkot. Keunikan pembuatan sambal di warung ini hanya boleh dibejek oleh I Nyoman Winten agar rasanya tidak berubah.


8

KARANGASEM

Kamis Pon, 22 Februari 2018

Amankan Jalur Evakuasi di Temukus, TNI Turun Tangan Amlapura (Bali Post) Masih flutuatifnya kondisi Gunung Agung, membuat warga yang berada di wilayah rawan bencana tetap waswas. Termasuk warga Banjar Temukus di Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem merupakan salah satu perkampungan yang berada dekat dengan radius bahaya erupsi Gunung Agung. Saat ini pun bencana longsor yang terjadi di beberapa titik selama ini juga masih menyisakan tumpukan material di jalan dan gorong-gorong di akses jalan menuju banjar tersebut. Untuk mengamankan jalur evakuasi mengingat saat ini warga Temukus sudah pulang dari pengungsian, personel Kodim 1623/Karangasem dan Koramil Rendang dikerahkan mengatasi kendala tersebut. ‘’Kita karahkan satu alat berat untuk memudahkan pekerjaan,’’ ungkap Danramil Rendang Kapten Inf. I Ketut Sumendra di selasela kegiatan, Rabu (21/2) kemarin. Personel TNI bersama masyarakat setempat bekerja sejak pagi hari. Selain membersihkan sisa material longsor yang menutupi badan jalan, mereka juga mengeruk tebing-tebing kecil untuk mencegah longsor susulan. Kabut dan hujan yang turun sampai sore hari tak menyurutkan semangat personel korps baju loreng itu untuk menuntaskan tugasnya. Dandim Karangasem Letkol Inf. Beny Rahardian mengatakan, setidaknya ada tiga titik longsor di sepanjang jalan menuju Banjar Temukus. Penanganan menggunakan eskavator Kodim sudah dilaksanakan sekali Selasa (20/2) lalu. Rencananya karya bakti sebagai implementasi dari tugas TNI di luar operasi militer perang akan dilanjutkan sampai dua sampai tiga hari ke depan. ‘’Sampai semua titik longsor teratasi,’’ katanya. Bencana tanah longsor di Temukus memang tak sampai menelan korban. Pembersihan dilakukan agar ruas jalan bisa kembali lancar, baik untuk kepentingan aktivitas perekonomian warga maupun mitigasi bencana. Pengamanan terhadap akses jalan sangat vital untuk akses evakuasi mengingat Banjar Temukus berjarak 5 km dari puncak Gunung Agung. ‘’Sebelum ini jalan yang tertimbun lumpur memang masih bisa dilalui. Terima kasih kepada TNI terutama Koramil Rendang yang telah membuat akses jalan semakin lancar,’’ ucap salah seorang warga setempat, I Nyoman Tilem (40). (kmb)

Bali Post/kmb

BERSIHKAN JALUR EVAKUASI - Satu unit alat berat dikerahkan pihak Kodim Karangasem untuk membersihkan material longsor yang menutup ruas jalan menuju Banjar Temukus, Desa Besakih, Rendang.

Pasca-Erupsi, Rendang Sodorkan Usulan Senilai Rp 5,1 Triliun Amlapura (Bali Post) Agenda Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tiap kecamatan, menelurkan banyak usulan dan program. Nilainya tiap kecamatan, cukup fantastis mencapai miliaran rupiah. Bahkan di Kecamatan Rendang, usulan kecamatan ini pascapenanganan erupsi Gunung Agung mencapai Rp 5,1 triliun. Camat Rendang I Wayan Mastra, Rabu (21/2) kemarin, mengatakan kondisi perekonomian Kecamatan Rendang pasca-erupsi Gunung Agung sangat memerlukan berbagai kegiatan. Ini untuk mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Khususnya masyarakat bagian atas. Mastra menegaskan, untuk bidang sarana-prasarana ada beberapa jalan dan sarana umum yang perlu di perbaiki akibat erupsi Gunung Agung. Demikian juga di bidang pendidikan, memerlukan dukungan pemerintah khususnya perbaikan dan pemeliharaan sarana-prasarana pendidikan. Sedangkan dalam bidang kesehatan, diperlukan peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat khususnya masyarakat kurang mampu. Untuk mengatasi berbagai permasalahan itu, Kecamatan Rendang menyampaikan beberapa prioritas dari pelaksanaan pra-musrenbang yaitu 21 program dan sebanyak 157 usulan. Prioritas usulan ini biayanya sebesar Rp Rp 5,1 triliun. Usulan ini terbagi menjadi bidang, yaitu bidang sarana-prasarana 61 usulan dengan total biaya Rp 21,3 miliar. Bidang ekonomi 40 usulan dengan biaya Rp 1,2 miliar. Bidang sosial budaya 96 usulan dengan biaya Rp 5,09 triliun. Bupati Mas Sumatri mengatakan, memperhatikan akibat terjadinya erupsi Gunung Agung, kini menjadi pekerjaan rumah bersama untuk memikirkan langkahlangkah percepatan penanggulangan kemiskinan serta pemulihan perekonomian masyarakat Karangasem. Sebagai langkah awal, Karangasem sudah mengajukan proposal ke pusat senilai Rp 1,6 triliun. ‘’Pusat sudah antusias membantu, semoga proses pemulihan ini berjalan lebih cepat,’’ katanya. Kepala Bappelitbangda I Made Sujana Erawan mengatakan, melalui musrembang ini, dia ingin terwujud pemahaman kebijakan dan prioritas kegiatan pembangunan hasil rumusan musrenbang desa. Ini untuk terpadunya perencanaan program kegiatan pembangunan, baik yang bersumber dari dana APBD Kabupaten, APBD Provinsi, APBN dan sumber dana lainnya. (kmb31)

Telepon Penting kARANGASEM Besakih (SWIB)

0363 21791

0363 21220

PMI

0363 21789

Polsektif Karangasem 0363 23222

PDAM

0363 21363

Polsek Kota

0363 21167

PLN

0363 21711

Polsek Manggis

0363 41768

BPBD/ESR

0363 22173

Polsek Rendang

0363 23082

Badan SAR

0363 21135

Polsek Selat

0363 24187

Pemadam Kebakaran 0363 21113

Polsek Abang

0363 23330

URD RSUD

0363 21011

Polsek Kubu

0363 22988

11 RSUD

0363 21470

Polsek Sidemen

0363 21709

12 SMAN 1 Amlapura 0363 21152

Polsek Bebandem

0363 22110

13 SMAN 2 Amlapura 0363 21254

Polsek Candidasa

0363 41677

14 SMAN 1 Manggis

Polres Karangasem Penjagaan Polres

0363 41668

Polsek KP3 Padangbai 0363 41388

15 SMPN 1 Amlapura 0363 21288

Radio Suara Widya

16 SMPN 2 Amlapura 0363 21483

Bali Post/kmb

TELAH DIPANGGIL — Ulah oknum pemandu wisata di Pura Besakih yang memungut biaya melebihi ketentuan telah diambil tindakan. Hal tersebut disampaikan Jajaran MO dan prajuru Desa Adat Besakih menyampaikan aspirasinya di DPRD Karangasem.

Oknum Pemandu Wisata Nakal Telah ’’Disidang’’ Hanya Diberikan Peringatan Keras

Amlapura (Bali Post) -

Terkait tindakan yang telah diambil terhadap oknum pemandu wisata nakal, pihak Manajemen Operasional (MO) Badan Pengelola Besakih, Rabu (21/2) kemarin mendatangi gedung DPRD Karangasem. Oknum nakal tersebut telah disidang oleh Badan Pengelola, namun hanya diberikan peringatan keras. Tidak hanya melaporkan tindakan yang telah dilakukan, MO juga mengkritisi revisi Peraturan Daerah (Perda) No. 3 Tahun 2010 tentang Retribusi Tempat Rekreasi. Revisi perda diingatkan agar jangan sampai justru merugikan keberadaan badan pengelola dan pelaku wisata di Besakih. Penasihat MO Besakih I Wayan Gunatra mengakui aksi oknum pemandu wisata yang viral di medsos memang masih ditemukan. Menurut mantan Bendesa Adat Besakih ini, MO bersama jajaran termasuk pengurus organisasi pemandu telah ‘’menyidangkan’’ satu orang oknum pemandu. Oknum pemandu itu dihadirkan dalam rapat MO dan prajuru Desa Adat Besakih di Kantor Perbekel Besakih, Selasa (20/12) lalu. Namun dalam rapat tersebut, oknum pemandu yang tak disebutkan namanya itu sudah diberi teguran keras dan

dipastikan akan dikenakan sanksi berat jika mengulangi perbuatannya. Gunatra mengatakan, Desa Adat Besakih sudah menyusun pararem (peraturan) untuk menjaga kenyamanan dan ketertiban aktivitas pariwisata di Besakih. Rencananya pararem yang juga memuat sanksi-sanksi akan disahkan akhir bulan ini. ‘’Sekarang masih dalam tahap sosialisasi,’’ ujarnya. Anggota Dewan mengapresiasi inisiatif tersebut. Namun, menurut anggota Dewan I Nyoman Musna Antara, pararem saja tidak

akan cukup untuk mengatasi persoalan yang ada. Untuk meminimalisir aksi-aksi tak terpuji dari oknum pelaku wisata di sana, pihaknya minta instansi terkait terus melakukan pembinaan dan penyadaran. Rombongan MO dan prajuru adat Besakih dipimpin Plt. Manajer Operasional Mangku Ngawit diterima Ketua DPRD I Nengah Sumardi dan gabungan Komisi III dan IV. Di hadapan Dewan, mereka menilai revisi perda merugikan badan pengelola dan pelaku wisata di Besakih. Pasalnya, nominal pungutan yang di-

cantumkan tidak mencakup beberapa jasa pelayanan yang ada sekarang. ‘’Besakih beda dengan ODTW lain. Selain ada tiket masuk, juga ada jasa transportasi, penyewaan sarung dan pemandu wisata,’’ jelas personel MO, IGB Karyawan. Pria yang pernah menjadi Wakil Ketua DPRD Karangasem ini mengatakan, draf revisi ranperda mencantumkan besaran tiket Rp 30 ribu untuk wisatawan domestik dan Rp 50 ribu untuk mancanegara. Rp 10 ribu untuk anak-anak domestik dan Rp 20 ribu untuk anak-anak mancanegara. Perda nantinya diharapkan juga dapat melindungi aktivitas pramuwisata yang nyata adanya. ‘’Kami mohon solusi. Jika perda bisa mencakup semua pelayanan tentunya kami bisa bekerja lebih nyaman,’’ katanya. Sekretaris Dinas Pariwisa-

ta I Komang Kasmana mengatakan, besaran pungutan pada kisaran Rp 30 ribu sampai Rp 50 ribu yang diterncanakan dalam revisi perda sudah melalui kajian akademis dari Universitas Udayana. Cuma diakui khusus untuk Besakih, interval itu belum mencakup jasa pelayanan transportasi (ojek), penyewaan sarung dan pemandu wisata. ‘’Sudah inklud dengan fasilitas yang ada, tapi belum untuk yang tambahan di Besakih itu,’’ katanya. Ketua Dewan Nengah Sumardi mengatakan pembahasan rancangan revisi masih dalam tahap persiapan. Pihaknya menilai aspirasi dari MO dan prajuru Besakih memang perlu disikapi karena pungutan yang dilakukan di luar perda terkategori pungli. ‘’Nanti kita bahas bersama sehingga perda bisa mencakup semuanya,’’ tegasnya. (kmb)

Kerap Diterjang Banjir

Dewan Dorong Akses Jalan di Pilian Dibangun Jembatan

Bali Post/kmb31

Nyoman Musna Antara

Amlapura (Bali Post) – Akses jalan nasional di wilayah Pilian, Banjar Dinas Darmawinangun, Desa Tianyar, Kecamatan Kubu, sudah sejak lama menjadi langganan banjir. Setiap hujan lebat, banjir bandang akan menerjang jalan ini, hingga mengakibatkan akses jalan terputus dari kedua arah. Melihat situasi demikian, anggota DPRD Karangasem, Nyoman Musna Antara, Rabu (21/2) kemarin, mendorong agar akses jalan ini segera dibangun jembatan. Setiap terjadi banjir, maka dipastikan jalur KarangasemBuleleng ini macet total. Seperti yang terjadi Selasa (20/2) lalu, gara-gara banjir terjadi kemacetan panjang selama empat jam. Kendaraan yang melintas tak punya pilihan lain, selain menunggu, sampai banjir surut.

Mereka tak berani menerobos, karena terjangan banjir cukup deras. Mereka khawatir terbawa arus banjir. “Ini jalan nasional. Banjir sudah langganan. Tiap banjir akan terjadi kemacetan parah. Sudah sering kami suarakan. Kalau tak bisa jembatan, apakah goronggorong lebih memungkinkan,” kata politisi Partai Golkar ini. Dengan status jalan nasional, pihaknya berharap pemerintah daerah, bisa membantu usulan kepada pusat, agar dampak banjir ini segera diatasi. Sebab, jika sudah banjir, akses ke dua wilayah akan putus. Maka, kerugian masyarakat juga semakin besar. “Kalau sudah macet, maka jadwal masyarakat pasti buyar. Bepergian tidak bisa. Mau angkut material juga tak bisa,” katanya.

Pihaknya mengaku sudah berulang kali menyampaikannya kepada eksekutif, maupun langsung dengan Bupati Karangasem. Sekalian dalam penanganan normalisasi alur sungai yang berhulu di lereng Gunung Agung. Tetapi, sebagaimana penjelasan eksekutif, anggaran untuk itu masih terbatas. Apalagi, jumlah sungai yang harus dinormalisasi cukup banyak dan membutuhkan anggaran besar, sebagai upaya mitigasi bencana erupsi Gunung Agung. Sebagaimana data DAS Balai Wilayah Sungai Bali Penida, ada Sembilan DAS yang akan terdampak erupsi, yakni, Tukad Unda, Tukad Buhu, Tukad Jangga, Tukad Batuniti, Tukad Nusu, Tukad Sringin/Daya, Tukad Ringuang, Tukad Peninggungan, dan Tu-

kad Abu. Sebagian besar, ada di wilayah Kecamatan Kubu. Pemerintah daerah sudah menganggarkan Rp 4 miliar dalam APBD Induk tahun 2018 untuk menuntaskan normalisasi DAS ini, sebelum nanti dilanjutkan dengan penataan DAS oleh pemerintah pusat. Terkait banjir di Pilian ini, Kepala Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) Karangasem, I Ketut Sedana Merta, mengakui kalau akses jalan ini adalah jalan nasional. Melihat situasi demikian, pihaknya mengaku akan berupaya mengajukannya penanganannya ke P2JN (Pimpro Pembangunan Jalan Nasional) V Surabaya. “Kami akan segera buatkan kajian dan usulan untuk mendorong penanganan persoalan ini,” kata Sedana Merta. (kmb31)

Meski Tandus

Desa Dukuh Kubu Bertekad Kembangkan Agrowisata Amlapura (Bali Post) Kecamatan Kubu selama ini dikenal sebagai daerah tandus. Tetapi, bagi Desa Dukuh, Kubu, daerah ini punya cerita lain. Desa ini justru ingin mengembangkan agrowisata, sebagai wajah buru pariwisata Kubu dan Karangasem pada umumnya. Manajer Agrowisata Dukuh Ketut Degeng, Rabu (21/2) kemarin, mengatakan ingin membuat agrowisata Desa Dukuh Kubu dengan mengembangkan pariwisata berbasis pertanian. Ada tiga tanaman yang ingin dikembangkan, antara lain Kelapa Genjah Kuning Nias, Genjah Kuning Bali serta Bunga Mawar. “Kami ingin menciptakan sesuatu yang beda,” kata Degeng saat bertemu dengan Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri, di Kantor Bupati, Rabu (21/2) kemarin. Pengembangan agrowisata ini akan dilakukan di bawah PT Pemaba Sejahtera. Degeng bersama investor dari Lampung dan Jakarta mengaku sengaja datang menemui Bupati Mas Sumatri. Mereka berharap, Bupati Mas Sumatri mendukung

rencana mereka mengubah wajah Kubu menjadi lebih baik. Salah satu investor, Petrus, berharap rencana ini dapat diwujudkan dengan menyewa lahan masyarakat sekitar. Sehingga, nanti para petani setempatlah yang nantinya menanam tiga jenis tanaman tersebut. Jika yang ditanam nanti sudah siap panen, maka pihaknya akan siap membeli hasil panen itu dari masyarakat. Cara ini sebagai salah satu upaya dalam membantu Karangasem dari sektor pariwisata khususnya wilayah Desa Dukuh, Kubu. “Saya belum pernah lihat desa yang indah seperti Desa Dukuh. Di sini, saya bisa melihat Gunung Agung dari laut. Kenapa saya memilih kelapa? Karena tidak ada ritual di Bali tanpa memerlukan kelapa. Jadi, saya ingin mengembangkan tanaman kelapa di Karangasem khususnya di Desa Dukuh,” jelasnya. Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri didampingi Kadis Pertanian, Kepala Bapelitbangda dan Camat Kubu, sangat mengapresiasi terobosan tersebut karena

Bali Post/kmb31

KEMBANGKAN AGROWISATA - Bupati saat menerima investor dari PT Pemaba Sejahtera yang ingin mengembangkan agrowisata di Kubu yang terkenal tandus. akan menambah keberagaman pariwisata di Karangasem. Ia berharap pariwisata Karangasem bisa berkembang lebih baik, khususnya di daerah Kubu lewat agrowisata kelapa, padi dan bunga

mawar ini. Dia mengaku optimis ini bisa dikembangkan, untuk menambah potensi pariwisata Kubu selain potensi kacang mete. “Kami akan bicarakan dan bahas ini kembali dengan

OPD terkait. Jika investor ingin mengembangkan ini di Karangasem, poinnya yang kami harapkan bisa berdampak positif bagi masyarakat kami,” kata Bupati Mas Sumatri. (kmb31)


GIANYAR

Kamis Pon, 22 Februari 2018

9

Gubernur Pastika Lantik Penjabat Bupati Gianyar GUBERNUR Bali Made Mangku Pastika melantik Dr. I Ketut Rochineng, S.H., M.H. menjadi Penjabat Bupati Gianyar. Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan berlangsung di Ruang Wiswa Sabha Utama kantor Gubernur Bali, Rabu (21/2) kemarin. Rochineng akan bertugas sebagai Penjabat Bupati hingga dilantiknya Bupati dan Wakil Bupati Gianyar pilkada mendatang. Gubernur Pastika dalam sambutannya menyampaikan, penetapan Penjabat Bupati Gianyar mengacu ketentuan yang berlaku dan terkait dengan perhelatan pilkada serentak tahun 2018. ‘’Ditetapkannya Penjabat Bupati karena masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati Gianyar periode 20132018 telah berakhir, sementara pemilukada tengah berlangsung,’’ ujarnya. Meski mempunyai masa tugas relatif singkat, menurut Pastika, seorang penjabat bupati mengemban tanggung jawab yang sangat strategis dalam meletakkan fondasi penyelenggaraan pemerintahan. Sesuai amanat undang-undang,

penjabat bupati mempunyai sejumlah tugas pokok yaitu menyelenggarakan pemerintahan, memfasilitasi pelaksanaan pilkada serta menjaga netralitas ASN. Oleh sebab itu, sebagaimana bupati definitif, seorang penjabat bupati dituntut sungguhsungguh memahami tugas, wewenang dan kewajiban kepala daerah sebagaimana yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan agar dapat menjalankan tugas dengan baik. Pastika mengingatkan agar Rochineng senantiasa menjalin hubungan yang harmonis dengan DPRD. ‘’Karena sesuai amanat Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014, Pemerintah Daerah dan DPRD merupakan lembaga yang kedudukannya setara dan mempunyai hubungan kerja yang bersifat kemitraan,’’ jelasnya. Gubernur Pastika juga mengingatkan bahwa proses pilkada saat ini telah memasuki tahapan paling krusial yaitu kampanye. Untuk itu, dia meminta Penjabat Bupati Gianyar mengoptimalkan koordinasi dengan seluruh pemangku

Topik: Pendidikan

kepentingan seperti KPU, Panwaslu, TNI, Polri, pemuka masyarakat dan pemuka agama. ‘’Saudara harus mampu menjaga netralitas ASN melalui penegakan hukum secara tegas, sehingga mereka dapat mengemban tugas sebagai abdi negara dan abdi masyarakat dengan selalu mengedepankan profesionalitas serta menjadi teladan bagi masyarakat,’’ tegasnya. Pastika meyakini, melalui koordinasi yang baik serta dengan semangat kerja keras, Penjabat Bupati Gianyar Ketut Rochineng mampu menggandeng seluruh komponen masyarakat Gianyar untuk berpartisipasi aktif serta mendukung suksesnya penyelenggaraan tugas-tugas pembangunan, pemerintahan dan kemasyarakatan secara menyeluruh. Pelantikan dan pengambilan sumpah Penjabat Bupati Gianyar dilanjutkan dengan Serah Terima Jabatan Ketua TP PKK Kabupaten Gianyar dari Ny. Surya Adnyani Mahayastra kepada Ny. Sri Ardiani Rochineng yang disaksikan Ketua TP PKK Provinsi Bali

MELANTIK - Gubernur Bali Made Mangku Pastika melantik Dr. I Ketut Rochineng, S.H., M.H. menjadi Penjabat Bupati Gianyar di Ruang Wiswa Sabha Utama kantor Gubernur Bali, Rabu (21/2) kemarin. Ny. Ayu Pastika. Dalam sambutannya, Penjabat Bupati Gianyar Ketut Rochineng mengingatkan, TP PKK merupakan mitra kerja pemerintah dalam mensukseskan program pembangunan. Untuk itu, dia berharap TP PKK memberi kontribusi nyata dalam peningkatan kesejahteraan keluarga.

Pelantikan Penjabat Bupati Gianyar dihadiri oleh Anak Agung Gde Agung Bharata yang telah mengakhiri masa jabatan sebagai Bupati Gianyar periode 2013-2018. Selain itu, hadir pula pimpinan OPD di lingkungan Pemprov Bali dan Pemkab Gianyar serta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Provinsi Bali. (ad1125)

perspektif

Perbaikan Sarana Pendidikan

BILA kembali dipercaya masyarakat untuk memimpin Gianyar, calon Bupati Gianyar Made Mahayastra akan fokus melakukan perbaikan sarana dan prasarana pendidikan. Selain itu, dia ingin fokus dalam pengadaan sarana komputer untuk pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) bagi siswa

tingkat SD dan SMP. Berbagai hal tersebut dinilainya mampu meningkatkan kualitas pendidikan selain di 2019 dana BOS untuk SD dan SMP ditingkatkan. PAUD juga tak luput dari perhatiannya. Menurutnya, Kabupaten Gianyar kini sudah memiliki percontohan PAUD berbasis Hindu. Ke depan, jumlahnya perlu

ditingkatkan. ‘’Sekarang kita di Gianyar sudah ada PAUD Hindu dan berbahasa Bali. Yang kita pakai percontohan dengan membangun fisik, dengan anggaran hampir Rp 6 miliar untuk 3 PAUD,’’ katanya. (kmb35)

Peningkatan Sarana dan Tenaga Pendidik PENINGKATAN sarana dan prasarana pendidikan dan tenaga pendidik di Kabupaten Gianyar menjadi sorotan calon Bupati

Gianyar Tjokorda Raka Kerthyasa. ‘’Jadi kita tingkatkan SDM-nya. Dari PAUD kita negerikan. Dari gaji, agar guru non-PNS sesuai UMR,’’ ucap politisi Partai Golkar ini. Dijelaskannya, untuk biaya sekolah gratis, sudah merupakan program pusat. Pihaknya lebih menyoroti fasilitas sekolah seperti transportasi untuk siswa. ‘’Fasiltias transportasi untuk anak supaya bisa kendaraan kecil masuk ke jalan yang lebih kecil. Kalau bus kan di jalan besar saja bisa,’’ ucapnya. Selain itu, pengadaan sarana berupa komputer untuk

siswa pun dinilainya memungkinkan untuk dilakukan Pemkab Gianyar. Hal ini sangat penting demi meningkatkan

kualitas pendidikan. ‘’Ini kewajiban pemerintah. Sekarang tinggal bagaimana me-manage anggaran,’’ tegasnya. (kmb35)

Ditambah, Kapasitas Sentral Parkir Monkey Forest Gianyar (Bali Post) Kunjungan wisatawan ke kawasan wisata Ubud kini terus meningkat. Kondisi ini terlihat dari penuhnya Sentral Parkir Monkey Forest Ubud. Guna mengantisipasi overkapasitas, Desa Pakraman Padangtegal, Ubud, mendirikan bangunan baru untuk menambah kapasitas sentral parkir. Bendesa Pakraman Padangtegal I Made Gandra, Rabu (21/2) kemarin, mengatakan Sentral Parkir Monkey Forest Ubud saat ini selalu penuh dengan kendaraan. Bahkan per harinya terisi antara 700 hingga 800 mobil. ‘’Jadi penuh sekali sekarang di sentral parkir. Kalau tidak ada sentral parkir, bisabisa di jalanan Ubud itu chaos,’’ katanya. Dijelaskannya, Desa Pakraman Padangtegal sedang menambah kapasitas sentral parkir, dengan mendirikan gedung baru. Bangunan tiga lantai itu memiliki ukuran 76 x 47 meter. Bangunan itu akan berkapasitas 500 unit mobil. ‘’Ini sudah mulai dikerjakan. Rencananya ini hanya dikerjakan sekitar tiga bulan, sehingga target kita Mei ini sudah selesai dibangun,’’ ucapnya. Bangunan tersebut sepenuhnya didanai Desa Pakraman Padangtegal. Nantinya, sentral parkir tersebut akan memiliki kapasitas 1.200 mobil. ‘’Ke depan, rencana kita akan menambah bangunan lagi, sehingga sentral parkir ini nanti menampung 1.500 mobil,’’ katanya. Dengan kapasitas sebe-

sar itu, kawasan wisata Ubud dipastikan bersih dari parkir liar karena kendaraan sudah ditampung di sentral parkir, termasuk ruas parkir lainnya. Sementara, untuk tarif parkir masih tetap Rp 2.000 untuk kendaraan roda dua, Rp 5.000 untuk mobil dan Rp 10.000 untuk bus. ‘’Tarif tetap segitu, tujuan kita di sini tidak mencari untung dari parkir, tapi agar Ubud lebih nyaman untuk wisatawan, sehingga kawasan Ubud selalu ramai dikunjungi wisatawan,’’ tegasnya. Gandra mengatakan, warga di Desa Pakraman Padangtegal sudah mendukung penertiban parkir liar di jalanan Ubud. ‘’Di desa sudah clear. Warga kita tidak ada masalah parkir liar ditertibkan. Pengusaha juga tidak ada masalah,’’ ucapnya Warga lokal sudah taat dengan pararem tentang keasrian kawasan Desa Pakraman Padangtegal. Dikatakannya, pararem ini mencakup pengosongan jalan yang selama ini digunakan parkir. ‘’Untuk pengusaha yang ada di Ubud juga wajib mentaati pararem ini. Dan hal ini juga sudah disepakati sebelum memberikan izin,’’ katanya. Ditambahkannya, pecalang setempat beberapa kali digerakkan untuk melakukan pengawasan. Namun, pecalang sifatnya swadaya sehingga tidak mungkin setiap hari melakukan pengawasan di ruas jalan yang menjadi tanggung jawab aparat negara. (kmb35)


JEMBRANA

10

Kamis Pon, 22 Februari 2018

Kodim Gelar Donor Darah Negara (Bali Post) Serangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-57 Korem 163/WSA tahun 2018, jajaran Kodim/1617 Jembrana, Rabu (21/2) melaksanakan kegiatan donor darah. Kegiatan ini dilaksanakan dengan bekerja sama dengan PMI Kabupaten Jembrana yang dipimpin dr. Komang Rai Widiastika beserta anggota. Kegiatan donor darah itu dihadiri Kasdim 1617/Jembrana Mayor Inf. Ngakan Made Marjana, perwira Staf Kodim 1617/Jembrana, anggota militer dan PNS Minvetcad 2-3/Negara, Dansub Detasemen POM IX/3-2 Negara Lettu CPM I Gusti Ngurah Wiranata beserta jajaran dan anggota Yonif Mekanis 741/GN. Hadir juga Ketua dan anggota Persit KCK Cab XXXVI Dim 1617/Jembrana, perwakilan Pramuka Saka Wira Kartika Dim 1617/Jembrana dan masyarakat. Jumlah peserta keseluruhan sekitar 157 orang. Namun, hanya 41 orang yang bisa mendonorkan darahnya. Dandim 1617/Jembrana Letkol Kav. Djefri Marsono Hanok mengatakan pelaksanaan donor darah dalam rangka HUT ke-57 Korem 163/WSA ini sebagai wujud kepedulian Kodim dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Salah satu fungsi pembinaan teritoial untuk membantu dan mengatasi kesulitan masyarakat. Dengan demikian terciptalah kemanunggalan TNI dan rakyat. Karena TNI berasal dari rakyat dan bekerja untuk kepentingan rakyat. Begitu juga sebagai wujud solidaritas dari TNI kepada masyarakat. (kmb)

Bali Post/olo

PENGAWASAN – Petugas dari Koperasi Perdagangan dan Perindustrian (Diskoperindag) melakukan pengawasan di sejumlah toko dan warung di Tegalbadeng Timur dan Pengambengan.

Sidak Toko dan Warung

Bali Post/kmb

DONOR DARAH - Jajaran Kodim/1617 Jembrana ketika melaksanakan kegiatan donor darah serangkaian HUT ke-57 Korem 163/WSA, Rabu (21/2) kemarin.

Kematian Kadek Sri

Tak Bisa Berenang, Diduga Terseret Ombak Saat Mandi Negara (Bali Post) – Siswi SMK yang dilaporkan hilang di Pantai Rambut Siwi, Ni Kadek Sri Utami (17) asal Medewi, akhirnya ditemukan mengambang di perairan Pulukan, Selasa (20/2) petang. Dari hasil pemeriksaan visum dan identifikasi, jenazah yang telah disemayamkan di rumah duka di Banjar Baler Setra, Desa Medewi tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Kapolres Jembrana AKBP Priyanto Priyo Hutomo, Rabu (21/2) kemarin, mengatakan jasad yang ditemukan nelayan mengambang di tengah laut itu merupakan gadis yang dilaporkan hilang. Dari hasil visum, tidak ditemukan tanda kekerasan. Namun, dari hidungnya mengeluarkan darah. Luka itu bukan diakibatkan dari pukulan benda keras. Diduga luka itu diakibatkan terbentur karang atau terlalu lama tenggelam. Untuk itu, kesimpulan sementara, tidak ada tanda kekerasan. Selain itu korban juga diketahui tidak bisa berenang. Diduga korban mandi di pinggir pantai lantas terseret ombak dengan masih mengenakan pakaian lengkap. Dari hasil penyelidikan dan keterangan keluarga korban kepada polisi, sebelum korban pergi meninggalkan rumah ada masalah keluarga. Dikatakan sempat ribut dengan ibunya. Korban juga sempat curhat dengan pacarnya. Namun, merasa tidak dapat pembelaan dari sang pacar, sehingga pergi keluar rumah dengan alasan fotokopi. Sementara itu, kepergian anak kedua dari dua bersaudara ini kendati menyisakan kesedihan mendalam, namun pihak keluarga berusaha dengan tegar mengikhlaskan. Upacara ngaben akan dilaksanakan Senin (26/2) mendatang. Ketut Winata (47), orangtua korban, mengaku tak menyangka anaknya lebih dulu meninggalkannya. Ia pun sempat merasakan tandatanda yang aneh pada putrinya itu sebelum meninggal. Korban belakangan sangat manja hingga tak mau menuruti apabila diminta bantuan orangtuanya. Hal itulah yang menyebabkan muncul perselisihan kecil dengan ibunya, Ni Luh Suratuni (43). Winata masih belum mengetahui pasti penyebab anaknya itu pergi dari rumah hingga akhirnya ditemukan meninggal di tengah laut. Winata menambahkan, sebelum hilang korban memang sempat jalan-jalan dengan pacarnya. Namun saat pergi keluar pamit fotokopi itu, pacarnya menunggu di rumah. Hingga korban menghilang. Diberitakan sebelumnya korban dilaporkan menghilang sejak Senin sore. Hingga Selasa (20/2) pagi, sepeda motor dan tas korban ditemukan di pinggir pantai Rambut Siwi oleh warga. Setelah seharian dilakukan pencarian melibatkan Polair, BPBD dan SAR, korban ditemukan mengambang di tengah perairan Pulukan oleh nelayan asal Pengambengan sore harinya. Jasad korban selanjutnya dievakuasi oleh nelayan ke dermaga Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan dan langsung dilarikan ke RSU Negara. (kmb26)

Diskoperindag Amankan Ratusan Mamin Kedaluwarsa

Negara (Bali Post) -

Dinas Koperasi Perdagangan dan Perindustrian (Diskoperindag) Jembrana kembali mendapati sejumlah pedagang menjual makanan dan minuman (mamin) kedaluwarsa dan kosmetik yang mengandung bahan berbahaya. Dari pengawasan yang dilakukan di sejumlah toko di Desa Tegalbadeng Timur dan Pengambengan, Rabu (21/2) kemarin, petugas mengamankan ratusan mamin kedaluwarsa. Dalam pengawasan yang dimulai sejak pukul 09.00 Wita, petugas menyasar sejumlah toko yang sebelumnya pernah diberikan teguran di Tegalbadeng Timur. Hasilnya, ternyata salah satu toko masih menjual obat dan kosmetik yang mengandung bahanbahan berbahaya. Selain obat keras, di salah satu toko juga didapati menjual mamin yang diantaranya sudah kedaluwarsa. Bahkan batas kedalu-

warsanya hingga dua tahun. Petugas juga menemukan salah satu toko menjual minuman beralkohol jenis bir. Padahal dari pengecekan, toko tersebut tidak memiliki Surat Izin Usaha Perdagangan Minuman Beralkohol (SIUP MB). Salah satu pemilik toko, Komang Anom, mengaku jarang mengecek masa kedaluwarsa barang yang dijualnya lantaran keterbatasan waktu. Ia mempercayakan kepada

sales mamin yang memasok. Biasanya bila kurang akan ditambahi. Namun jarang dilaporkan yang sudah kedaluwarsa. Seusai di Desa Tegalbadeng Timur, petugas melanjutkan pengawasan ke sejumlah toko dan warung di Desa Pengambengan. Di beberapa warung di desa pesisir tersebut, petugas juga mendapati puluhan mamin kedaluwarsa. Kepala Dinas Koperindag

Jembrana I Made Gede Budhiarta mengatakan dari enam toko yang disasar di Desa Tegal Badeng Timur dan Desa Pengambengan diketahui sejumlah mamin yang kedaluwarsa. Di antaranya 51 botol soft drink berbagai merek, 9 bungkus kudapan serta 33 botol bir yang penjualannya tanpa dilengkapi SIUP MB. Petugas juga mendapati 40 tablet atau sachet obat serta jamu mengandung bahan kimia berbahaya. Terkait masih ditemukannya peredaran obat atau jamu itu, pihaknya melayangkan surat teguran kepada toko. Sedangkan, toko atau warung yang masih membandel, dilakukan tindakan tegas den-

gan menyita mamin kedaluwarsa yang masih dijual itu. Selain itu, pihaknya juga akan melaporkan temuan tersebut ke Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Denpasar. Untuk tindakan lebih lanjut bagi toko-toko yang masih membandel tersebut. Budhiarta mengimbau kepada toko dan warung agar memperhatikan barangbarang yang didagangkan. Baik dari sisi kedaluwarsanya maupun barang yang dijual apakah dilarang atau tidak. Selain itu para pembeli juga diharapkan teliti dalam berbelanja. Pastikan barang yang akan dibeli tidak kedaluwarsa maupun mengandung bahan berbahaya. (kmb26)

Komisi C Sidak ULP

Pengadaan DAK Perlu Diprioritaskan Negara (Bali Post) Sejumlah anggaran belanja yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) pusat didesak untuk segera dilaksanakan sebelum batas waktu habis. Hal itu dilakukan agar tidak terlambat. Untuk itu, pengadaan kegiatan dari dana pusat ini perlu diprioritaskan Unit Layanan Pengadaan (ULP). Hal itu ditekankan Komisi C DPRD Jembrana saat sidak ke ULP belum lama ini. Komisi yang membidangi infrastruktur ini menilai perlunya mengoptimalkan DAK mulai dari pengadaan. Berkaca pada tahun sebelumnya, banyak dana sisa DAK yang kembali ke pusat. “Tahun ini lebih ketat, kalau terlambat (DAK), itu bisa balik ke pusat,” ujar Ketua Komisi C Ida Bagus Susrama, Rabu (21/2) kemarin. Selain terkait DAK, Dewan juga meminta agar eksekutif mengantisipasi kegiatan yang tidak dapat dilaksanakan kar-

ena faktor ketidakcukupan waktu. Sidak melibatkan seluruh anggota Komisi C, yakni Nyoman Renteb, Made Yuda Baskara, Putu Kamawijaya, Wayan Suardika, H. Yunus dan Dewa Komang Wiratnadi dan diterima Asisten III Setda Jembrana, Nengah Ledang dan Kepala Sub Bagian ULP, I Ketut Sumawijaya. Salah satu poin penting yang disarankan Komisi C, yakni koordinasi Sekretariat Daerah (Setda) dengan masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang memiliki belanja modal. Asisten III diminta untuk menggenjot tiap OPD supaya segera melakukan input data belanja, sehingga ULP bisa menghitung waktu. Sejak awal data belanja diinput agar serapan di triwulan pertama tidak rendah. “Belanja perencanaan juga harus didahulukan karena butuh waktu dobel. Lelang perencanaan dan lelang pelaksa-

naan,” tambah Putu Kamawijaya. Dewan juga mengimbau perlunya rekap secara keseluruhan belanja modal untuk seluruh OPD. Rekapan itu juga harus dimiliki ULP. Dari informasi yang dihimpun, untuk DAK pada tahun 2018 ini mengalami penurunan dibandingkan tahun 2017. DAK untuk infratruktur jalan turun dari RP 64,7 miliar menjadi Rp 20,58 miliar. Dari evaluasi banyak pelaksana pekerjaan jarang menyampaikan laporan per termin, padahal sejatinya pekerjaan sudah melebihi atau bahkan sudah rampung. Tahun ini pelaksanaan DAK lebih ketat. Apabila rekanan tidak mohon termin pertama dan selanjutnya, maka anggaran akan hangus. Dari sidak tersebut, diketahui juga di unit pengadaan di bawah Setda tersebut ada kendala keterbatasan tenaga ULP. Untuk memaksimalkan kinerja dan memenuhi

Bali Post/olo

SIDAK – Sejumlah anggota Komisi C saat melakukan sidak ke ULP di Pemkab Jembrana belum lama ini. target penyelesaian, semestinya tenaga tersebut juga harus segera diisi. “Perlu juga ada kajian bobot kerja ULP dengan tanggung jawab yang diemban. Misalnya, sesuaikan tunjangan agar memadai,” tambah Susrama.

Tunjangan yang memadai ini juga penting agar pemkab tidak kesulitan mendapatkan tenaga bersertifikat pengadaan. Sebab, bila tidak sesuai, maka para tenaga ULP ini dikhawatirkan akan sengaja tidak lulus dalam uji sertifikasi. (kmb26)

Museum Manusia Purba Gilimanuk

Pelestarian Budaya Zaman Perundagian di Teluk Gilimanuk

Bali Post/olo

RUMAH DUKA - Suasana di rumah duka korban tenggelam Ni Kadek Sri Utami di Banjar Baler Setra, Desa Medewi. Pihak keluarga telah mengikhlaskan kepergian anak kedua dari dua bersaudara itu.

Telepon Penting jembrana RSU Negara (0365)41006/41806 Pemkab Jembrana (0365) 41210 DPRD Jembrana (0365) 41039 KODIM 1617 Jembrana(0365) 41025 KPU Jembrana(0365) 3944 Kejari Negara(0365) 41165

Piket Kejari Negara (0365) 41164 Piket PN Negara (0365) 41204 TNBB(0365) 41173/61060 Koramil Negara (0365) 41013 Kelurahan Gilimanuk(0365) 61038

MUSEUM Manusia Purba Gilimanuk merupakan salah satu museum kebanggaan Kabupaten Jembrana. Sejak tiga tahun ini, museum yang memiliki koleksi fosil dan benda peradaban Ras Mongoloid ini telah direnovasi. Sejatinya, sebagian luas wilayah Kelurahan Gilimanuk yang saat ini padat permukiman, masih merupakan areal situs purba. Tak sedikit benda-benda maupun fosil yang ditemukan di halaman rumah maupun jalan-jalan permukiman penduduk di Gilimanuk. Lokasi museum yang tidak jauh dari Patung Siwa Gilimanuk ini berada di antara hamparan rumput luas dan menyatu dengan Teluk Gilimanuk. Di hamparan rumput pinggir dengan teluk itulah situs utama ditemukan fosilfosil termasuk sarkofagus (peti kubur). Dari penelitian, di pinggiran teluk inilah peradaban manusia ras Mongoloid ini bermukim antara 195 SM hingga 425 Masehi. Para pengunjung saat ini juga bisa melihat situasi penggalian situs yang dilakukan oleh para peneliti tahun 2003 lalu. Di luar bangunan utama museum berlantai tiga, terdapat bangunan yang diguna-

kan untuk ruang pamer casting situs. Di tengah bangunan berlantai tanah tersebut, terdapat lubang yang dibuat menyerupai saat penggalian. Di sekeliling bangunan juga dipajang dokumentasi ketika museum ini mulai dirintis hingga kegiatan penelitian. Sementara di dalam bangunan utama museum, menyimpan berbagai fosil dan bendabenda purba yang ditemukan di situs Gilimanuk. Lebih dari 100 benda berkaitan dengan kehidupan manusia ras Mongoloid dipajang di museum tersebut. Di lantai pertama atau dasar, terpajang kerangka manusia baik dewasa hingga anak-anak

Bali Post/olo

MUSEUM – Sejumlah siswa mengamati salah satu koleksi yang terpajang di lantai dua Museum Manusia Purba Gilimanuk. berikut Sarkofagus. Kepala Balai Arkeologi Bali Wilayah Kerja Bali-NTBNTT, I Gusti Made Suarbawa, ditemui di sela-sela kegiatan di Gilimanuk beberapa waktu lalu mengatakan Gilimanuk merupakan sebuah necropolis atau permukiman nelayan dan juga sebagai tempat pemakaman penduduk. Masyarakat ini berkembang dengan peradaban masa perundagian sebelum tersentuh

pengaruh dari India. Manusia ini sudah mengenal alat-alat dan perhiasan baik dari perunggu (cincin dan gelang), kayu dan batu. Benda-benda seperti periuk dan gelang, ditemukan dalam satu liang kubur yang diyakini sebagai bekal kubur. Sejak dibuka secara resmi tahun 1990 lalu, bangunan tiga lantai itu baru mendapatkan setntuhan perbaikan sekitar tahun 2015 lalu. Ban-

gunan utama museum yang sebelumnya usang, termasuk tempat-tempat casting dan atap kini telah direnovasi. Tanpa mengubah struktur dan arsitektur bangunan berlantai tiga tersebut. Dari sisi luar, bangunan yang kental dengan ornamen Bali ini memang terlihat seperti hanya satu lantai. Namun ketika pengunjung masuk, di dalamnya tangga yang saling menghubungkan hingga lantai tiga. Di lantai paling atas itu, tersimpan beberapa koleksi alat-alat dapur dan perhiasan seperti piring, karang, gerabah dan lain-lain. Selain menjadi tempat pelestarian budaya dan tempat penelitian, museum ini juga sering menjadi pusat kegiatan kebudayaan. Luas areal museum ini hingga lima hektar. Dengan luas situs mencapai 20 hektar, atau separuh wilayah Gilimanuk. Beberapa kali warga di sekitar museum tersebut tanpa sengaja menemukan sejumlah benda-benda purba ketika melakukan penggalian. (olo)


BALI DWIPA

Kamis Pon, 22 Februari 2018

11

Ngaben di Desa Cempaga

Tanpa Gunakan Bade, Sawa Disimbolkan ’’Banten Bangun Urip’’ DESA Cempaga, Kecamatan Banjar, satu dari empat desa yang masuk desa Bali Aga di Buleleng. Desa di wilayah ketinggian ini tetap menjalankan tradisi yang diwariskan para leluhur mereka. Salah satu tradisi itu adalah upacara ngaben. Ngaben di Desa Cempaga bisa dibilang unik karena prosesi dan perlengkapan upacara tidak sama dengan ngaben pada umumnya. Warga Desa Cempaga telah mempercayai ritual ngaben dilakukan tanpa menggunakan bade yang dibakar di areal kuburan (setra - red). Melainkan, ngaben di desa ini hanya menggunakan sarana banten bangun urip. Selain itu, puncak ngaben di Desa Cempaga tidak dilakukan di areal setra, melainkan dipusatkan di balai desa dan saat hari H (pengutangan), sarana upakara itu hanya dibuang di telutug (ujung wilayah desa). Praktis tidak ada pembakaran sarana upakara dalam ngaben di Desa Cempaga. Ngaben massal di Desa Cempaga tahun ini diikuti 35 sawa yang berasal dari 15 sanggah dadia (keluarga). Puncak ngaben digelar Rabu (21/2) kemarin setelah pada Selasa (20/2) lalu digelar upacara mungkah, dan masehlawang di catus pata. Malam harinya, warga dan pihak yang mengikuti ngaben massal ini sampai tengah malam

mempersiapkan (nanding) banten bangun urip sebagai simbol sawa yang dikubur di setra. Bangun urip ini dibuat dengan bahan nasi putih, olahan daging babi Bali (babi hitam) dan perlengkapan penting lain. Nasi berada pada susunan paling bawah sebagai perwujudan liang kubur seorang keluarga yang sudah meninggal dunia. Kemudian di atasnya ditaruh berbagai olahan babi seperti sate dan perlengkapan lain yang disusun sedemikian rupa. Setelah jadi, bangun urip ini terlihat seperti liang kubur dan kemudian dijejerkan di atas bale yang sudah dibangun jauh-jauh hari oleh warga setempat. Tidak ketinggalan setiap bangun urip diletakkan foto keluarga yang sudah meninggal dunia yang menandakan seseorang yang akan diaben. Di depan masing-masing bangun urip ini ditunggui oleh masingmasing sanak keluarga yang

diupacara termasuk para undangan. Ketua Pantia Ngaben Massal Desa Cempaga Made Juwika mengatakan, tradisi ngaben dengan sarana bangun urip ini warisan leluhurnya yang belum terpengaruh oleh perkembangan dan upacara ngaben di daerah lain di Bali. Dia mengatakan, bangun urip tersebut simbol sawa yang dikubur di setra. Dengan diawali ritual mungkah itu kemudian roh yang akan diupacara itu kemudian dilinggih-kan lewat simbol bangun urip itu. Untuk biaya upacara dan pembuatan sarana banten masing-masing sawa membayar Rp 3 juta dan ditambah satu ekor babi Bali. ‘’Keunikan ngaben di desa kami dari banten yang digunakan bangun urip dan semua pelaksanaannya di balai desa ini dan tidak ada ke setra, apalagi pembakaran juga tidak ada. Setelah puncak pengabenan ini semua sarana bangun urip dan sarana lain dibuang ke telutug,’’ jelasnya. Siapa yang muput pengabenan? Juwika mengatakan ngaben massal di desanya ini tidak dilakukan oleh kalangan brahamana. Melainkan, semua prosesi ngaben hanya cukup dilakukan oleh seorang balian desa (pemangku desa). Keunikan ini menun-

jukkan bahwa ngaben di Desa Cempaga tidak sama dengan ngaben di daerah lain di Bali. Meskipun berbeda, tetapi dirinya dan warga meyakini bahwa prosesi pengabenan tujuannya mendoakan agar roh yang sudah meninggal mendapatkan tempat di sisi Tuhan dan senantiasa memberikan kerahayuan kepada keluarga atau kerabat yang ditinggalkan. Menek Pangkonan Satu lagi keunikan mewarnai prosesi ngaben massal di Desa Cempaga. Sebelum puncak ngaben, warga dan pihak yang menggelar upacara ngaben melaksanakan tradisi Menek Pangkonan. Tradisi ini juga warisan leluhur mereka yang tetap lestari hingga sekarang. Menurut Perbekel Desa Cempaga Kecamatan Banjar I Putu Suarjaya, tradisi Menek Pangkonan ini memiliki makna jamuan sekaligus penyaksi dari undangan penting dan semua warga terkait digelarnya ngaben massal. Menek Pangkonan diwujudkan dengan makan nasi, dengan lauk pauk babi, dan lawar. Semua sarana ini ditempatkan di atas empat bale (angsagan) yang dijejer. Paling tinggi angsagan pangkonan tempat bagi pemangku, prajuru desa, dan undangan pejabat

Kemacetan Menuju Bandara Dikeluhkan

Pengguna Tol Disarankan Berangkat Lebih Awal Denpasar (Bali Post) Kemacetan yang terjadi menuju Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dikeluhkan warga. Terlebih setelah ada pembangunan underpass Simpang Tugu Ngurah Rai, diikuti pengalihan arus menuju jalan Tol Bali Mandara. Sebab, pengalihan itu justru kurang melancarkan arus lalu lintas dari dan menuju bandara. Termasuk arus lalu lintas dari dan menuju Nusa Dua, Uluwatu, Jimbaran, dan sekitarnya. “Dengan adanya pengalihan arus ke jalan tol, otomatis volume kendaraan meningkat drastis. Pada jam-jam tertentu, volumenya sudah tak masuk akal,” ujar pengusaha pariwisata, Kadek Adnyana, Rabu (21/2) kemarin. Menurut Adnyana, perlu waktu 30 menit untuk bisa masuk jalan tol saja. Itu pun tidak termasuk waktu mengantre di pintu tol yang kini memberlakukan pembayaran dengan kartu tol memakai uang elektronik. Sebab, ada pula pengguna tol yang tidak membawa kartu tol sehingga harus membeli di tempat. “Proses tersebut memerlukan waktu sedikitnya 5 menit. Sedangkan di belakangnya berjejer kendaraan yang akan melewati pintu tol, yang tentu saja memperparah kemacetan,” jelasnya. Pemerintah, lanjut Adnyana, mestinya hadir untuk memberikan pelayanan. Demikian pula PT Jasamarga Bali Tol selaku pengelola harus melakukan tindakan darurat. Mengingat

sebelumnya ada berita 30 wisatawan Prancis ditinggal pesawat karena terjebak kemacetan tol. ‘’Salah satu opsi tercepat adalah memanualkan kembali cara masuk pintu tol sampai proses pengerjaan underpass rampung. Kemudian menugaskan 3 orang untuk memungut pembayaran tunai di satu pintu agar pelayanan lebih cepat,” paparnya. Diwawancarai terpisah, Ketua Komisi III DPRD Bali I Nengah Tamba mengatakan, kemacetan yang terjadi di kawasan bandara tersebut merupakan dampak dari adanya pembangunan underpass. Mestinya, pihak hotel dan travel aktif menginformasikan kondisi ini kepada wisatawan. “Bila perlu di setiap kamar yang isi tamu ada semacam pemberitahuan, yang bisa tamu atau wisatawan baca, sehingga mereka bisa menyediakan waktu lebih awal bila mau balik ke negaranya atau kota lain yang memakai airline,” jelas politisi Partai Demokrat ini. Di sisi lain, Tamba juga meminta petugas-petugas di jalan tol agar sigap. Terutama saat ada pengguna tol yang tidak membawa kartu tol atau saldo kartu tolnya habis. Sebab, pengguna seperti inilah yang potensial menghambat arus lalu lintas. “Kalau memang tidak membawa kartu tol atau saldo kartu tolnya habis, petugas di sana harus cepat mencari solusi. Nanti Komisi III akan cek itu semua, mungkin besok (hari ini)

kita akan turun,” ujarnya. Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali IGA Sudarsana mengatakan, kemacetan yang terjadi mesti disikapi dengan arif dan bijaksana. Terlebih karena ada pembangunan underpass yang ketika rampung akan sangat bermanfaat untuk kelancaran arus lalu lintas di sana. Salah satu konsekuensinya saat ini memang berupa kemacetan. Untuk mengurai kemacetan, pihaknya mengaku sudah berkoordinasi dengan kepolisian. Tapi jumlah kendaraan memang sudah cukup banyak dan situasinya sangat krodit. “Tinggal sekarang, kitakita ini berangkat lebih awallah sehingga semuanya bisa berjalan dengan baik. Perusahaan yang mengerjakan underpass juga ditarget waktu, dan teman-teman kepolisian sangat banyak di sana membantu (melancarkan arus lalu lintas - red),” ujarnya. Sudarsana mengaku tidak setuju jika sistem pembayaran di Tol Bali Mandara dikembalikan menjadi manual. Sebaliknya, masyarakat harus memiliki kesadaran untuk membawa kartu tol dan memastikan sudah terisi saldo ketika akan masuk tol. Mengingat, pemerintah sudah mewajibkan penggunaan uang elektronik di tol tanpa ada tawar menawar lagi. “Risikonya sekarang karena ada jalan tol memang sukarela kita membeli kartu tol. Walaupun bagaimana, kita janganlah melangkah mundur untuk manual,” tandasnya. (kmb32)

Bali Post/mud

BANGUN URIP – Upacara ngaben di Desa Cempaga Kecamatan Banjar tergolong unik. Pasalnya, ngaben tanpa menggunakan bade dan sawa diwujudkan dengan banten bangun urip. pemerintahan. Angsagan dua (pengesor) untuk pejabat yang lebih rendah, angsagan tiga dan empat (karangan, dan piringan) untuk warga biasa. Tradisi ini tidak saja untuk kaum laki-laki, namun perempuan pun mendapat giliran yang sama. ‘’Ini kunikan

yang tidak ada di daerah lain dan semua ada makna selain memupuk persaudaraan dan persatuan, ini penyaksi dan jamuan atas undangan yang turut mendoakan pelaksanaan pengabenan di desa kami,’’ jelasnya. Tradisi Menek Pangkonan

ini diawali dengan makan nasi bersama dengan lauk pauk olahan babi seperti sate, lawar, tum, dan olahan lain. Makanan ini biasanya sumbangan dari warga dan kalau tidak ada sumbangan, maka disiapkan oleh panita ngaben. (mud)

Pilkada Serentak

Bali Masuk Kategori Kerawanan Sedang Denpasar (Bali Post) -

Bali masuk dalam kategori kerawanan sedang terkait tingkat kerawanan pilkada, khususnya pemilihan gubernur dan wakil gubernur 2018. Ada dua hal yang perlu diantisipasi, yakni dimensi penyelenggaraan dan kontestasi. Hal ini berdasarkan Indeks Kerawanan Pemilihan Umum (IKP) Pilkada tahun 2018 yang dikeluarkan Bawaslu RI. “Kalau dari Indeks Kerawanan Pemilu, Bali bukan termasuk kategori yang rawan. Tapi dari dimensinya, kita bisa menemukan beberapa aspek rawan,” ujar Kordiv Pencegahan dan Hubungan Antar-Lembaga Bawaslu Bali I Wayan Widyardana Putra, Rabu (21/2) kemarin. Berdasarkan IKP, lanjut Widyardana, kerawanan sedang dalam dimensi penyelenggaraan disebabkan adanya kasus pemberhentian jajaran Panwaslu Karangasem di Pilkada 2015. Kasus serupa juga muncul pada Pemilu 2014. “Proses pemilu ini tidak bisa hanya kita berpikir pesertanya baik, masyarakatnya baik. Kalau penyelenggaranya tidak baik, juga tidak bagus,” jelasnya. Untuk peserta pilkada, Widyardana mengatakan, Bawaslu Bali sudah melakukan upaya cegah dini. Yakni dengan mengirimkan surat kepada dua pasangan calon yang bertarung dalam pilgub tentang apa yang boleh dan

tidak boleh dilakukan saat masa kampanye. Mengingat, masa kampanye sudah dimulai sejak 15 Februari lalu dan berlangsung hingga 23 Juni mendatang. “Kalau misalnya kami jumpai di lapangan ada halhal yang bertentangan dengan ketentuan yang ada pada tahapan kampanye maka kami akan lakukan polapola pendekatan dulu. Kalau masalah itu tetap terulang kembali, maka pola-pola represif dengan jalan melakukan penindakan penegakan hukum pemilu kami akan lakukan,” paparnya. Menurut Widyardana, pelanggaran yang sering terjadi berdasarkan pengalaman pemilu sebelumnya adalah keterlibatan pejabat negara yang belum mempunyai izin cuti, pelibatan Aparatur Sipil Negara, dan kampanye di luar jadwal. Namun sampai saat ini, pihaknya belum menjumpai adanya pelanggaran tersebut di lapangan. “Kami tetap mengimbau untuk kedua paslon dan tim

I Wayan Widyardana Putra kampanye untuk melakukan kampanye sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kami yakin dengan kita bisa melakukan hal yang baik dalam proses pemilu, maka kita akan mewariskan sesuatu yang baik pada generasi berikutnya,” imbuhnya. Widyardana menambahkan, Bawaslu Bali juga sudah melakukan deklarasi pilkada

Bali Post/rin

tanpa politik uang dan politisasi SARA. Sebab, politik uang dan politisasi SARA merupakan sumber dari rusaknya proses berdemokrasi di bangsa ini. Selain itu, mengupayakan pula pola-pola penyadaran kepada semua pihak, baik pasangan calon, masyarakat, maupun penyelenggara (KPU dan Bawaslu - red). (kmb32)

Wakapolda ”Warning” Penyidik Kasus Korupsi Disbud Inventarisasi Denpasar (Bali Post) Wakapolda Bali Brigjen Pol. I Gede Alit Widana memberikan reward and punishment kepada Satreskrim di jajaran Polda Bali. Reward and punishment itu diberikan berdasarkan atas penilaian hasil kinerja Satreskrim Polres se-Bali tahun 2017 dalam

mengungkap kasus Tipikor. Hasil penilaian tersebut, Satreskrim Polres Gianyar menerima reward dan Satreskrim Polresta Denpasar diberikan punishment karena belum mampu mengungkap kasus korupsi. Oleh karena itu, penyidik diminta harus tegas dan tidak boleh menjadi

Bali Post/rah

WBK - Polresta Denpasar menggelar acara pencanangan dan deklarasi Wilayah Bebas Korupsi (WBK).

pisau bermata dua. “Layani masyarakat yang mencari keadilan dengan tidak melakukan pemerasan. Selain itu, pihak-pihak terkait kasus korupsi jangan dijadikan mesin ATM. Apabila masih ditemukan adanya capaian kinerja yang tidak sesuai dengan target, maka mulai dari anggota, kanit sampai tingkat kasat akan dimutasi,” tegasnya. Brigjen Alit Widana mengatakan, pemberian reward ini sebagai bentuk penghargaan dari pimpinan kepada satuan fungsi dan anggota yang berprestasi. Sementara punishment diberikan untuk memotivasi satuan fungsi dan anggota agar meningkatkan kinerjanya dalam membongkar kasus korupsi. Lulusan Akpol tahun 1987 ini menegaskan pihaknya akan terus mengevaluasi kinerja seluruh Satker dan Satfung (satuan fungsi) termasuk reskrim. Seorang penyidik Tipikor, kata mantan Kapolresta Denpasar ini, harus menguasai ilmu penyidikan korupsi. Penyidik harus tahu setiap unsur yang tertuang dalam UU No. 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pi-

dana Korupsi. Pada waktu bersamaan, mulai Februari 2018 hingga tahun 2019, Polresta Denpasar bersama jajarannya akan diawasi tim khusus (timsus) dari Mabes Polri dan Polda Bali. Pengawasan tersebut dilakukan karena Polresta menjadi proyek percontohan zona integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) atau Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Hadi Purnomo mengatakan, sesuai perintah pimpinan Mabes Polri dan Polda Bali mulai Februari 2018, Polresta dan jajarannya akan dilakukan penilaian WBK. “Kami sudah sampaikan dan tekankan kepada jajaran untuk tidak lagi melakukan perbuatanperbuatan tercela, khususnya merugikan institusi yaitu Polri. Acara ini bagus sekali,” tegas Kapolresta usai pencangan dan deklarasi WBK di Mapolresta, Rabu (21/2) kemarin. Ia menyadari tidak semua anggota kami yaitu 1.800 orang itu baik semua. “Sama seperti kita waktu sekolah, siswa satu kelas pasti ada nakal. Ini tanggung jawab

kita memberikan pengawasan sehingga tidak terjadi hal tejadi hal-hal merugikan masyarakat,” ungkapnya. Terkait sistem pengawasannya, mantan Kapolres Gianyar ini menegaskan, pihaknya mengerahkan anggota Propam Polresta dan Polsek-polsek melakukan pengawasan. Selain itu, pimpinan masing-masing kesatuannya akan bertanggung jawab apabila terjadi pelanggaran. “Kita akan berikan sanksi (pimpinan satuan). Kita berikan sanksi juga kepada yang bersangkutan. Baik itu sanksi displin dan pidana,” tandasnya. Sementara sistem penilaiannya yakni semua berkaitan dengan kinerja, terutama pelayanan publik. Tim penilai akan turun setiap saat dan tentu saja dirahasiakan. “Oleh karena itu, kami mengimbau kepasa seluruh personel Polresta agar mematuhi dan melaksanakan kegiatan ini seoptimal mungkin,” pintanya. Undangan yang hadir dalam kegiatan itu yakni dari Inspektorat Pemkot Denpasar, BPKP Provinsi Bali dan Ketua Majelis Madya/ Desa Pakraman Kota Denpasar. (kmb36)

Kosa Kata Bahasa Bali yang Hilang Denpasar (Bali Post) Tak sedikit kosa kata dalam bahasa Bali yang kini jarang, bahkan tidak pernah dituturkan lagi atau hilang. Terutama kosa kata yang terkait dengan budaya agraris, di samping tradisi lainnya di Pulau Dewata. Sebab, ada banyak peralatan tradisi dan kebiasaan atau pekerjaan masyarakat yang telah digantikan oleh teknologi. “Otomatis karena sudah tidak diperlukan lagi menjadi hilang. Contoh, nama-nama peralatan dapur dan istilah pertanian seperti nebuk, manyi, acekel. Sekarang sudah terbatas yang tahu, apalagi generasi zaman now,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Dewa Putu Beratha, Rabu (21/2) kemarin. Menurut Beratha, hilangnya kosa kata tersebut juga diikuti dengan menurunnya jumlah penutur. Oleh karena itu, bahasa Bali hanya tinggal menunggu waktu kalau tidak ada kebijakan yang berpihak pada kelestariannya. Disbud sendiri bersama Badan Bahasa dan Penyuluh Bahasa Bali sudah mulai membahas untuk melakukan inventarisasi terhadap kosa kata bahasa Bali yang hilang. “Memang saat ini hasil pendataan Kemendikbud, bahasa Bali termasuk salah satu bahasa daerah dengan status aman dari 71 bahasa daerah yang diuji daya tahannya. Tapi kalau tidak ada kebijakan, tinggal menunggu waktu habis,” jelasnya. Saat ini, lanjut Beratha, pihaknya juga masih menunggu rampungnya revisi Perda No. 3 Tahun 1992 tentang Bahasa, Sastra dan Aksara Bali. Utamanya dalam menyusun program menyangkut aksara dan sastra, yang berkaitan erat dengan bahasa Bali. “Nanti kita tunggu apa saja tugas yang dibebankan untuk Disbud sesuai perda baru,” tandasnya. (kmb32)


KLUNGKUNG

12

Kamis Pon, 22 Februari 2018

Jadi Syarat Pengamprahan Dana Desa

Sidak Layanan Publik

Separuh Desa Belum Tetapkan APBDes

Penjabat Sementara Bupati Minta Transparan

Semarapura (Bali Post) Desa di Kabupaten Klungkung belum seluruhnya menetapkan Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes) 2018. Padahal, itu menjadi syarat utama pengamprahan dana desa yang tahap pertamanya sudah bisa sejak Januari lalu. Menyikapi hal tersebut, pemkab mendesak untuk melakukan percepatan. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Klungkung, I Wayan Suteja, menjelaskan dana desa tahun ini mencapai Rp 43.340.097.000, turun dari 2017 yang mencapai Rp 44.540.097.000. Hal tersebut disebabkan adanya penurunan alokasi dasar yang sebelumnya mencapai 90 persen menjadi 77 persen dari total dana keseluruhan secara nasional. “Adanya berubahan ini, secara otomatis berdampak pada jumlah ke daerah,” terangnya, Rabu (21/2) kemarin. Tahun ini juga, sambungnya desa tetap mendapatkan dana formula yang pembagiannya mengacu pada angka kemiskinan, luas wilayah, jumlah penduduk dan kondisi geografis. Alokasi totalnya sebesar 20 persen, meningkat dari tahun ini yang hanya 10 persen. Sementara untuk sisanya 3 persen berupa dana afirmasi. Ini hanya didapatkan Desa Pejukutan, Nusa Penida. “Dengan penurunan dana alokasi dasar, rata-rata dana yang diterima desa berkurang. Ada dari Rp 50 sampai 100 juta. Tetapi ada pula yang bertambah. Seperti Desa Batukandik, Nusa Penida dari Rp 1,1 miliar jadi Rp 1,5 miliar. Ini karena ada peningkatan dana formula,” ungkapnya. Selain segi alokasi, penyaluran dana ini juga berubah, dari dua menjadi tiga tahap. Pertama, sebesar 20 persen sudah bisa mulai sejak Januari. Namun, hingga menginjak Februari, hal tersebut belum terealisasi. Alasannya, karena masih ada sekitar separuh dari 53 desa belum menetapkan APBDes 2018. Akan tetapi, mengacu pada Peraturan Bupati Klungkung Nomor 3 Tahun 2018, pengamprahan bisa dilakukan sampai paling lambat minggu ketiga Juni mendatang. Tahap dua, sebesar 40 persen paling cepat Maret dan paling lambat minggu keempat Juni dan tahap ketiga 40 persen paling cepat Juli. “APBDes yang sudah ditetapkan menjadi persyaratan utama dalam pengamparahan. Ini yang belum semua. Kami dorong melakukan percepatan. Biar bulan ini seluruhnya bisa. Ini penting untuk pelaksanaan kegitan supaya bisa segera,” sebut Suteja. Pejabat asal Karangasem ini menambahkan dana itu tak lagi fokus pada program fisik dan pemberdayaan masyarakat. Namun lebih mengarah pada penguatan ekonomi kerakyatan, yakni pengembangan produk unggulan desa, pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), penataan sarana olahraga dan embung desa. “Dari Kementerian Keuangan juga disarankan penggunaan dana ini bisa lebih banyak ke program padat karya,” tandasnya. (kmb45)

Telepon Penting kLUNGKUNG Polres Klungkung Polsek Klungkung Polsek Dawan Polsek Banjarangkan Polsek Nusa Penida RSUD Klungkung RSU Bintang PMI Klungkung Damkar Klungkung PDAM Klungkung PLN Klungkung

(0366) 21115 (0366) 21090 (0366) 23181 (0366) 23180 (0366) 5382838 (0366) 21172 (0366) 25241 (0366) 21442 (0366) 22655 (0366) 21336 (0366) 25599

PENJABAT Sementara (Pjs) Bupati Klungkung I Wayan Sugiada melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap sejumlah instansi pelayanan publik, Rabu (21/2) kemarin. Hal tersebut sesuai Surat Keputusan (SK) Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), yakni memimpin penyelenggaraan urusan pemeritahan daerah berdasarkan kewenangan. Dirinya wajib mendorong dan menyarankan supaya kantor perangkat daerah berubah ke arah yang lebih baik. “Meskipun saya Pjs. Namun, akan berusaha menjadikan pelayanan publik di Kabupaten Klungkung maju,” tegasnya. Sidak yang mulai pukul 11.30 Wita ini pertama menyasar Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu. Ada beberapa hal menjadi sorotan. Di antaranya belum adanya informasi jenis-jenis layanan maupun petunjuknya. Pada-

hal, itu sangat penting untuk masyarakat. Tak hanya itu, papan nama ruangan seperti tata usaha, kepala bagian serta ruang pelayanan juga tidak terlihat jelas. Ukuran hurufnya sangat kecil serta papan nama kantor juga dibuat sekadarnya dan tidak permanen. Atas temuan itu, Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Wayan Sudiana mengaku akan segera menindaklanjuti. Sementara itu, di RSUD Klungkung, mantan Kepala Biro Hukum Pemrov Bali ini secara umum mengapresiasi kebersihan lingkungannya. Hanya kebersihan toilet yang menurutnya harus ditingkatkan, karena masih ada sarang laba-laba di beberapa sudut. Selain itu, papan pengumuman jenis layanan dan retribusi juga harus jelas. “Setiap retribusi harus dipajang jelas dan diketahui masyarakat. Retribusi harus mengacu pada peraturan

TOPIK : BANGKITKAN KEJAYAAN PASAR TRADISIONAL

daerah serta pada UU 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Harus transparan,” ungkapnya. Hal serupa juga ditemukan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. Seluruh lingkungan kantor dan pelayanan sudah tampak bersih dan rapi, namun papan petunjuk informasi publik belum lengkap. “Pelayanan di tempat ini saya amati sudah baik dan cepat, serta lingkungannya juga sudah bersih. Namun papan petunjuk informasinya masih belum lengkap,” beber pejabat asal Tabanan ini. Sugiada pun mengingatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) berkomitmen supaya penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan terhadap masyarakat berjalan baik. Selain itu seorang Aparatur Sipil Negara harus taat dan patuh terhadap peraturan dan perundangan serta tertib

Bali Post/ist

SIDAK - Pjs. Bupati Klungkung I Wayan Sugiada sidak di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Rabu (21/2) kemarin. Ia meminta layanan kepada masyarakat harus transparan. pengelolaan aset. “Perangkat daerah harus mencermati peraturan bupati dan tupoksi masing-masing. Saya kasi waktu seminggu untuk memperbaiki dan melengkapi temuan tadi, saya harap perangkat daerah yang lain ikut melaksanakan

ini,” ucapnya. Mengingatkan saat ini sebagai tahun politik, Kepala Inskeptorat Pemrov Bali ini mengingatkan supaya ASN netral dan tidak berpolitik praktis. “Harus tetap bekerja melayani masyarakat dengan baik,” pungkasnya. (ad1131)

SOLUSI

Bangun Pasar Nyaman Pembangunan Fisik Diimbangi CABUP Tjokorda Bagus Oka yang berpasangan dengan Ketut Mandia (Bagia) mengatakan pasar Kabupaten Klungkung sempat menjadi pusat perputaran perekonomian masyarakat Karangasem, Gianyar dan Bangli. Saat ini, hal tersebut sangat dirindukan untuk bisa kembali terlihat. Untuk mewujudkan hal itu, ia menilai perlu ada peningkatan fasilitas yang nyaman, baik untuk pedagang maupun pembeli. “Kita akan membuat pedagang senang, pembeli juga senang. Kita harus menata kembali. Tingatkan fasilitas. Sediakan sesuai kebutuhan,” ungkapnya. Paslon Bagia menilai pasar yang ada saat ini belum sepenuhnya memberi rasa nyaman. Contohnya Pasar Galiran. Luasnya belum sebanding dengan jumlah pedagang. Bahkan, hal itu dikatakan salah desain. “Memang pedagang mengatakan tidak mau bertingkat. Kan itu dulu.

Tapi kita kan bisa buat dalam satu lantai. Bawahnya bisa buat parkir. Lokasinya kan memungkinkan. Sekarang kan beda, pedagang nambah, gangnya kecil-kecil. Pedagang tidak nyaman,” sebutnya. Namun, jika ia dipercaya masyarakat untuk memimpin Klungkung, tidak direncanakan ada pembangunan ulang terhadap pasar itu. Menurutnya itu tak bisa dilakukan sembarangan karena menggunakan anggaran pusat. “Tidak sembarangan membongkar, meskipun bangunan tidak sesuai. Ada waktunya,” katanya. Ia telah menyiapkan opsi dengan membangun pasar di Terminal Semarapura dengan bentuk bertingkat. “Kita harus pikirkan langkah-langkah lain. Kalau membebaskan lahan di sebelahnya, kan susah. Terminal bisa dijadikan lokasi. Di bawah tetap jadi terminal, di atas pasar. Dari awal pembangunan harus sudah direncanakan. Kalau lima tahun tidak terlaksana, bupati selanjutnya bisa melanjutkan. Ke depan harus dipikirkan,” sebutnya. Ditambahkan, revitalisasi pasar desa juga akan terus digenjot lantaran juga bagian untuk menggeliatkan perputaran perekonomian masyarakat. “Nanti pemkab membangun, setelah selesai dihibahkan ke desa. Pemkab membangun, bukan mencari untung,” tandasnya. (sos)

Pembangkitan Potensi

BERBEDA halnya dengan pandangan Cabup I Nyoman Suwirta. Mengembalikan “taring” pasar tradisional, peningkatan fasilitas memang sangat strategis. Bahkan itu telah masuk sebagai salah satu program unggulannya dalam bidang perekonomian. Namun, menurutnya hal tersebut tidaklah cukup. Harus ada langkah-langkah lain, yakni berupa promosi yang mampu menarik masyarakat luar merapat, baik hanya berbelanja maupun berdagang. “Pembangunan fisik harus diimbangi juga dengan membuat sistem. Membuat promosi yang bagus supaya yang datang tidak hanya dari Klungkung saja. Tetapi juga dari luar,” tegasnya. Tak hanya itu, cabup yang berpasangan dengan I Made Kasta ini menilai juga perlu ada perberdayaan pedagang. Produk-produk yang dijual harus memiliki kualitas unggul. Demikian pula pola marketing-nya harus termanajemen dengan baik. “Dengan itu, yakin masyarakat dari daerah lain datang ke sini,” katanya. Pria asal Nusa Ceningan, Kecamatan Nusa Penida ini juga telah mempersiapkan strategi lain. Yakni dengan membangkitkan potensi daerah yang mampu dilirik masyarakat banyak, seperti garam beryodium, Tempat Olah

Sampah Setempat (TOSS) yang mampu menjadi bahan bakar maupun penghasil listrik. Tak hanya itu, ke depan juga akan diselenggarakan festival Goa Jepang, Festival Goa Lawah, disamping Festival Semarapura dan Nusa Penida. “Dengan adanya hal-hal baru, yang datang ke Klungkung semakin banyak. Baik untuk belajar maupun berlibur. Ini akan berdampak pada pasar,” jelasnya. Ditambahkan, pembangkitan pasar bukan layaknya sulap, yang langsung mendatangkan hasil dalam waktu singkat. Namun perlu sebuah proses dan dukungan dari masyarakat. “Dengan langkah-langkah itu, saya yakin, Pasar Klungkung bisa semakin menggeliat lagi. City tour juga bisa disinergikan,” pungkasnya. (sos)

L.0001252-BLS-2

Om Swasti Astu, Salam hangat dari Bali Kepundung Hotel, peristirahatan yang nyaman di tengah keramaian. Berada di pusat keramaian, tapi tetap bisa merasakan kenyamanan dan ketenangan dengan pelayanan yang penuh rasa kekeluargaan tapi tetap professional. Bali Kepundung hotel, yang berlokasi di Jalan Kepundung no. 62 Denpasar, adalah hotel Melati yang menjanjikan kenyamanan seperti di hotel berbintang. Berlokasi di tengah kota, sangat memudahkan untuk mencapai tempat2 seperti Pusat Pemerintahan, GOR dan Pusat pembelanjaan.

fasilitas lengkap ruang meeting Untuk reservasi, silahkan hubungi kami di :

Bali Kepundung Hotel Jalan Kepundung No. 62 Denpasar 80232 Telp. 0361 – 222976, Fax 0361 – 242666 Email : rsv_balikepundung@yahoo.com Website : www.balikepundunghotel.com L.0000116-BLS


EKONOMI

Kamis Pon, 22 Februari 2018

13

Sri Mulyani Akui Ada Dilema Buat Regulasi Ekonomi Digital Jakarta (Bali Post) Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pemerintah memiliki dilema dalam membuat regulasi terkait ekonomi digital antara membuka ruang inovasi dan menjaga kepentingan publik. ‘’Kami mencari titik keseimbangan di antara memberikan keleluasaan dan menjaga kepentingan publik untuk kemudian membuat aturan yang bisa mencerminkan itu,’’ kata Sri Mulyani dalam sebuah seminar di Jakarta, Rabu (21/2) kemarin. Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menilai respons pemerintah terhadap perkembangan teknologi digital perlu memerhatikan kesempatan yang sama bagi setiap masyarakat. Hal tersebut dilakukan melalui mekanisme alokasi dalam kebijakan anggaran untuk menciptakan akses yang relatif sama (level playing field). ‘’Pemerintah berupaya membuka seluas-luasnya ruang inovasi dan kreativitas termasuk tidak merusuhi dari sisi birokasi,’’ ucap Sri Mulyani.

Namun, katanya, di satu sisi pemerintah juga menyadari bahwa setiap manusia mempunyai insting yang bisa mencelakakan orang lain, baik berupa keserakahan maupun kekhawatiran risiko moral (moral hazards). Penyusun kebijakan ekonomi digital juga menghadapi tantangan untuk selalu mengejar perkembangan teknologi yang seringkali lebih cepat dibanding proses pembuatan regulasinya. ‘’Baru mau membuat draf PMK (Peraturan Menteri Keuangan) mun-

cul lagi yang lain. Ini seperti balapan yang terus-menerus,’’ ucap Sri Mulyani. Dalam kesempatan yang sama, ekonom dari Universitas Indonesia (UI) Chatib Basri menilai regulator perlu berdialog dengan pelaku usaha ekonomi digital untuk merumuskan konsep bersama. ‘’Ekonomi digital adalah sesuatu yang tidak terbayang barangnya seperti apa. Kalau mengerti mengenai industri dan inovasinya, maka akan dike-

tahui penanganannya seperti apa,’’ ucap mantan Menteri Keuangan tersebut. Ia juga berpendapat bahwa cara pendekatan regulator seharusnya sudah berbeda dengan masa lalu. Regulator tidak harus menempatkan dalam posisi yang paling mengetahui semua permasalahan. ‘’Namun tidak bisa juga diarahkan sepenuhnya dari sisi pelaku, jadi harus duduk samasama antara regulator dan industrinya,’’ ucap Chatib. (ant)

Sri Mulyani

Cigna Indonesia Perluas Jangkauan ke Pulau Dewata

Bantu Masyarakat Bali Dapatkan Akses Perlindungan Berkelas Dunia

KANTOR CABANG - Chief Marketing Officer Marketing Director Cigna Ben Furneaux (kanan) bersama Chief Operations Officer Cigna Philip Reynold (kiri), Presiden Direktur Cigna Indonesia Herlin Sutanto (kedua kiri) dan Chief Agency Officer Dini Maharani (kedua kanan) saat pembukaan kantor cabang di Denpasar, Bali, Rabu (21/2) kemarin.

CIGNA Indonesia meresmikan kantor pemasarannya yang baru di Denpasar, Rabu (21/2) kemarin. Kantor yang berada di Gedung MNC, Jalan Diponegoro 109, Denpasar ini diharapkan mampu membantu masyarakat Bali mendapatkan akses perlindungan berkelas dunia yang ditawarkan oleh Cigna. Peresmian kantor pemasaran ini juga merupakan bentuk komitmen Cigna Indonesia dalam mendukung program pemerintah untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK). ‘’Kami sangat berkomitmen dalam mewujudkan misi kami di Indonesia, yakni membantu orang-orang yang kami layani meningkatkan kesehatan, kesejahteraan dan rasa aman mereka,’’ ujar Herlin Sutanto, Presiden Direktur Cigna Indonesia pada saat peresmian. Dengan memperluas jangkauan ke Bali akan membuka pintu yang

memungkinkan untuk melindungi lebih banyak masyarakat di Indonesia, khususnya di Bali. Pada saat yang sama, Cigna juga membuka akses bagi masyarakat di Bali yang ingin melindungi orang-orang yang mereka cintai melalui solusi perlindungan kesehatan, jiwa dan keuangan yang relevan dari Cigna. Pembukaan kantor pemasaran yang baru ini juga sejalan dengan fokus pemerintah dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di Indonesia. Melalui OJK, pemerintah berkomitmen untuk memastikan bahwa seluruh lapisan masyarakat di Indonesia dapat memahami dengan baik pentingnya perencanaan keuangan yang baik melalui asuransi. Menurut survei yang dilakukan oleh OJK pada tahun 2016, tingkat literasi keuangan di Bali berada di 37,5% sedikit di atas rata-rata nasional sebesar 29,7% dan tingkat inklusi keuangan berada di 76% juga

di atas rata-rata nasional sebesar 67,8%. Sementara itu, Dini Maharani, Chief Agency Officer menambahkan, Cigna ingin menggunakan momentum ini untuk membantu masyarakat Bali mempersiapkan masa depan mereka. Tentunya melalui peran para Professional Insurance Advisors (PIA) yang telah mendapatkan pelatihan khusus mengenai perencanaan keuangan melalui asuransi. ‘’Tenaga pemasar kami telah dibekali dengan pelatihan berkelas dunia, di mana mereka belajar cara membantu nasabah melindungi masa depan dengan perencanaan keuangan yang baik melalui solusi perlindungan kami,’’ ujarnya. Lebih jauh dikatakan, untuk menjawab kebutuhan nasabah akan perlindungan jiwa dan kesehatan yang terus berkembang, pada saat peresmian kantor pemasaran ini Cigna Indonesia juga meluncurkan

Indonesia Perlu Pekerja Berketerampilan Menengah Jakarta (Bali Post) – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro mengatakan Indonesia butuh pekerja dengan keterampilan menengah hingga tinggi untuk menghadapi era digitalisasi ekonomi. Ditemui usai Seminar ‘’Quo Vadis Ekonomi Digital Indonesia’’ di Jakarta, Rabu (21/2) kemarin, Bambang mengatakan untuk memeroleh pekerja dengan level menengah tinggi diperlukan sertifikasi yang berbasis kompetensi. Sertifikasi tersebut bisa diperoleh melalui pendidikan vokasi yang basisnya bukan pendidikan formal, misalnya balai latihan kerja (BLK). Hal tersebut dilakukan supaya nanti pemberi kerja

bisa mendapatkan tenaga kerja yang memiliki standar keterampilan yang jelas. Bambang juga mengatakan para pekerja yang mendapatkan sertifikasi kompetensi tertentu tidak perlu khawatir tidak terserap dunia kerja karena mereka akan masuk kategori pekerjaan yang tidak mudah digantikan oleh otomatisasi. ‘’Akhirnya nanti kita bisa mengurangi pengangguran yang terjadi akibat digitalisasi itu, dengan menciptakan tenaga kerja yang nanti bisa masuk ke pasar kerja di era digital,’’ katanya. Kebijakan strategis lain untuk meningkatkan pekerja terampil dilakukan melalui penambahan kurikulum pelatihan serta mendorong pelatihan berbasis kompetensi dan magang. ‘’Kurikulum harus disesuaikan, namun

yang paling penting harus ada pemagangan baik guru maupun siswa supaya kesenjangan terhadap pasar kerja dan pendidikan semakin kecil,’’ ucap Bambang. Ia mengatakan bahwa disrupsi atau gangguan di pasar kerja akibat ekonomi digital menyebabkan 52,6 juta (51,8 persen) pekerjaan di Indonesia berpotensi digantikan otomatisasi. Pekerjaan yang terdampak digitalisasi ekonomi antara lain akuntan, buruh, pandai besi, pegawai administrasi, petugas gudang, kasir, hingga penjaga tiket. Bambang juga menyebutkan bahwa terdapat beberapa pekerjaan yang masih tetap akan dibutuhkan di masa depan, antara lain desainer, koki, guru, dosen, dokter, arsitek, teknisi, serta seniman kreatif dan pertunjukkan. (ant)

Bambang Brodjonegoro

‘’Life Protection Optima’’, solusi perlindungan jiwa berjangka terbaru dari Cigna. Solusi ini membantu nasabah memastikan keluarga mereka dapat terus hidup sejahtera terlepas dari segala risiko dalam hidup. Dengan masa pembayaran premi selama 5 tahun, nasabah mendapatkan manfaat perlindungan jiwa hingga Rp 20 miliar selama 10 tahun. Untuk melengkapi prosesi peresmian kantor pemasaran ini, Cigna Indonesia melakukan kunjungan ke Yayasan Peduli Anak Kanker Bali, sebuah yayasan rumah singgah untuk anak-anak dengan kanker yang ada di Bali. Kunjungan ini merupakan salah satu wujud komitmen Cigna dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan penyakit-penyakit tidak menular seperti kanker. Dalam kunjungan ini, Cigna mengadakan sesi berbagi bersama anak-anak yang hidup dengan kanker. (kmb)

Rupiah Melemah Tipis NILAI tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Rabu (21/2) sore, melemah tipis sebesar satu poin menjadi 13.616 dibandingkan sebelumnya pada posisi 13.615 per dolar AS. Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta mengatakan, melemahnya harga minyak mentah dunia menahan pergerakan mata uang yang berhubungan dengan komoditas, salah satunya rupiah. ‘’Indonesia mejadi salah satu eksportir komoditas sehingga pelemahan harga komoditas memengaruhi pergerakan rupiah,’’ katanya. Ia mengemukakan bahwa dalam perdagangan global, minyak mentah dunia menggunakan mata uang dolar AS. Akibatnya dengan pelemahan harga minyak memengaruhi pergerakan mata uang negara eksportir komoditas. Kendati demikian, lanjutnya, pelemahan mata uang rupiah relatif terbatas mengingat fundamental ekonomi nasional yang positif sehingga masih memicu aliran dana investasi asing masuk ke dalam negeri. Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada menambahkan, pergerakan rupiah tidak banyak berubah dari pergerakan sebelumnya, cenderung mendatar di tengah antisipasi pelaku pasar terhadap rilis pertemuan terakhir Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC). ‘’Sentimen mengenai meningkatnya imbal hasil obligasi Amerika Serikat turut menahan laju rupiah,’’ katanya. Sementara itu, dalam kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada Rabu (21/2) mencatat nilai tukar rupiah bergerak melemah ke posisi 13.582 dibandingkan posisi sebelumnya 13.573 per dolar AS. (ant)

Menteri Rini Janji 30 BUMN Integrasikan Data Perpajakan Jakarta (Bali Post) – Menteri BUMN Rini Soemarno menjanjikan 30 perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) siap untuk mengintegrasikan data perpajakan dengan otoritas pajak untuk mendorong kepatuhan pajak. ‘’Ini untuk menunjukkan bahwa BUMN sekarang betul-betul mempunyai komitmen untuk good corporate government dan transparan secara menyeluruh,’’ kata Rini saat menghadiri acara integrasi data perpajakan PT Pertamina di Jakarta, Rabu (21/2) kemarin. Rini mengatakan sebanyak 30 perusahaan BUMN ini telah mempresentasikan 90 persen total penerimaan pajak dari BUMN, sehingga mempunyai alasan kuat untuk segera mengintegrasikan data perpajakan. Ia menambahkan, integrasi data perpajakan yang dilakukan dapat bermanfaat untuk mendorong kewajiban pembayaran pajak perusahaan BUMN dengan benar dan tepat waktu. ‘’Buat kami ini sangat penting karena bisa mengetahui lebih awal pendapatan atau keuntungan dari BUMN itu betulbetul seperti yang tertera dan pembayaran pajak dilakukan baik secara tepat waktu dan efisien,’’ kata Rini. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indra-

wati menyambut baik janji Rini tersebut mengingat komitmen integrasi data perpajakan ini baru akan dilakukan kepada delapan BUMN. Delapan perusahaan BUMN tersebut adalah PT Pertamina, PT Perusahaan Listrik Negara, PT Perusahaan Gas Negara, PT Telkom, PT Bank Mandiri, PT Bank Rakyat Indonesia, PT Bank Negara Indonesia, dan PT Bank Tabungan Negara. ‘’Ibu Rini langsung meng-challenge jadi 30 BUMN sebelum akhir tahun, maka saya bayangkan BUMN deg-degan tiap hari punya menteri seperti ini. Indonesia memang tidak boleh menunggu terlalu lama. Saya harap ini bisa direspons oleh DJP,’’ kata Sri Mulyani. Sri Mulyani mengharapkan integrasi ini diikuti BUMN-BUMN lainnya agar Indonesia mendapatkan reputasi sebagai ekonomi yang mempunyai biaya transaksi yang rendah, efisien dan produktif. Direktur Jenderal Pajak Robert Pakpahan menambahkan, integrasi data secara digital ini bisa mendorong pengujian kepatuhan pajak perusahaan BUMN lebih cepat dan lengkap. ‘’Nanti kalau memeriksa, tidak akan seperti biasa lagi melalui dokumen pembukuan, karena otomatis laporan tersebut secara realtime sudah masuk, sehingga

mengurangi kerepotan pemeriksaan,’’ ujarnya. Robert mengharapkan komitmen ini juga bisa memberikan penghitungan pajak yang lebih transparan dan menekan waktu pemeriksaan yang selama ini dirasakan cukup lama. Menurut rencana, kerja sama integrasi data perpajakan ini tidak hanya dilakukan dengan perusahaan BUMN, namun juga swasta seperti PT Astra International, PT Astra Honda Motor dan Telkomsel yang saat ini sedang melakukan penjajakan. Saat ini, kelompok perusahaan BUMN tercatat telah menyumbang penerimaan pajak pada 2017 sebesar Rp 166 triliun atau sekitar 15,6 persen dari total penerimaan pajak. Secara keseluruhan, keterbukaan sukarela Wajib Pajak melalui integrasi data ini akan menandai dimulainya era baru kepatuhan pajak berbasis kerja sama antara otoritas dan pembayar pajak (cooperative compliance). Dalam pendekatan ini, kepatuhan pajak ditempatkan dalam perspektif yang holistik dan end-to-end yaitu dimulai dari titik awal terjadinya transaksi hingga titik akhir yaitu pembayaran pajak secara benar dan tepat waktu. Dengan demikian, fokus DJP tidak lagi hanya pada menguji kepatuhan setelah

pelaporan SPT, tetapi membantu memastikan Wajib Pajak melaksanakan kewajiban perpajakan dengan benar sejak awal. Sedangkan bagi Wajib Pajak, transparansi dan keterbukaan merupakan bagian dari paradigma modern, karena kepatuhan pajak menjadi salah satu komponen pokok dari sistem pengendalian internal perusahaan. Melalui prinsip tata kelola perpajakan, maka manajemen perusahaan juga dapat mengurangi risiko, termasuk meminimalkan potensi timbulnya sengketa dan menghindarkan terjadi proses pemeriksaan yang panjang. Akses yang didapatkan oleh DJP melalui integrasi ini antara lain data dalam sistem informasi perusahaan termasuk data pembelian dan penjualan, pembayaran gaji dan transaksi dengan pihak ketiga lainnya. Data transaksi dengan pihak ketiga ini juga akan digunakan untuk membantu para lawan transaksi dimaksud untuk menjalankan kewajiban perpajakan, termasuk sebagai data untuk pengisian SPT secara otomatis. Integrasi ini juga termasuk otomasi pelaksanaan kewajiban perpajakan melalui fasilitas elektronik seperti e-faktur (faktur pajak), e-bupotput (bukti potong/pungut), e-billing (pembayaran) dan e-filing (pelaporan SPT). (ant)

Rini Soemarno


BULELENG

14

Kamis Pon, 22 Februari 2018

Lokasi Kandang Menyebar, Sapi Rawan Dicuri

Damkar Rutin Periksa Kondisi ’’Hydrant’’

Singaraja (Bali Post) – Keberadaan hydrant (tempat pengambilan air - red) sangat membantu pemadam kebakaran ketika terjadi kebakaran. Seringkali, ketika terjadi peristiwa kebakaran, petugas pemadam dihadapkan pada masalah hydrant. Seperti, posisi hydrant yang jauh dari lokasi kejadian, debit air kecil, dan tidak berfungsinya hydrant itu sendiri. Mengatasi problem tersebut, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Buleleng mulai gencar memeriksa kondisi hydrant di wilayah tersebut. Selain memastikan hydrant berfungsi baik, pemantauan ini juga untuk mengumpulkan data untuk program penambahan hydrant baru di Bali Utara. Pengawasan ini dilakukan saat situasi dinyataman aman dari laporan kebakaran atau bencana alam yang memerlukan pembersihan lumpur yang menutup badan aspal jalan. Kepala Dinas Damkar Buleleng Gede Sugiartha Widiada di lobi kantor Bupati, Rabu (21/2) kemarin, mengatakan di Buleleng sekarang ini tercatat ada 42 hydrant yang kondisinya berfungsi baik. Hanya, tidak semua pada lokasi hydrant itu debit airnya besar. Masih ada debit kecil, sehingga hydrant seperti itu menyulitkan operasi damkar ketika memadamkan api. Meski demikian, damkar tidak tergantung dengan dukungan hydrant. Hal ini diatasi dengan menyedot air irigasi dan juga dari sumber-sumber air lain. “Kalau tidak ada hydrant ya kita sedot air irigasi. Ini pernah terjadi pada waktu kejadian kebakaran di Desa Banyuatis. Kalau ambil air di hydrant di Kecamatan Banjar, posisinya jauh. Karena itu, anggota waktu itu ambil air di kali, kebetulan debitnya besar,” katanya. Menurut mantan Sekcam Buleleng ini, program penambahan lokasi hydrant saat ini sedang dalam tahap survei. Selain itu, program ini tidak bisa dilakukan oleh Damkar saja, namun melibatkan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Buleleng. Hal ini karena satu lokasi hydrant terhubung dengan pipa induk PDAM. “Perkiraan biaya untuk hydrant-nya saja rata-rata Rp 7,5 juta, tapi tidak bisa kita langsung pasang harus berkoordinasi dengan PDAM atau pengelola air di desa. Kami masih mensurvei. Hydrant masih perlu ditambah,” jelasnya. (kmb38)

Bali Post/kmb38

Gede Sugiartha Widiada

Bali Post/kmb38

NELAYAN – Empat nelayan yang terdampar di Perairan Desa Tejakula, Kecamatan Tejakula, Rabu (21/2) kemarin, kembali ke Situbondo, Jawa Timur.

Empat Nelayan yang Terdampar Kembali ke Situbondo

Singaraja (Bali Post) – Sempat terdampar di perairan Desa Tejakula sejak Jumat (16/2) lalu, empat orang nelayan asal Situbondo, Jawa Timur, kembali ke Situbondo, Rabu (21/2) kemarin. Mereka membatalkan pelayarannya ke Madura untuk mencari ikan. Dari perairan Desa Tejakula, nelayan yang sebelumnya berhasil ditolong nelayan lokal itu berlayar ke Situbondo setelah berhasil memperbaiki mesin kapal yang rusak akibat gelombang tinggi. Empat nelayan tersebut yaitu Ririn alias Jumawi (nakhoda kapal), Ahmad Sapei, Agus Niwardi, dan Arsadi. Keempatnya meninggalkan perairan Banjar Dinas Tegal Sumaga, Desa Tejakula sekitar pukul 11.15 Wita. Sebelum berlayar, polisi menyarankan agar mereka memerhatikan kondisi mesin kapal dan mempertimbangkan situai cuaca. Hal ini penting untuk menghindari terjadinya kasus kecelakaan baik karena kerusakan mesin maupun cuaca buruk. Kasatpolair AKP Putu Ariyana seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno S, S.IK. Rabu (21/2) kemarin, membenarkan empat nelayan yang sempat terdampar itu telah kembali ke Situbondo. AKP Ariyana mengatakan, sebelum kembali ke Situbondo, mereka dengan dibantu nelayan lokal di Tejakula berusaha memperbaiki kerusakan mesin kapal mereka. Setelah mesin kembali berfungsi, mereka memutuskan

kembali ke Situbondo. Dia batal berlayar ke Madura untuk mencari ikan karena khawatir dengan cuaca buruk yang bisa saja kembali merusak mesin kapalnya. Apalagi, kalau pelayarannya akan mengangkut ikan dengan kondisi mesin yang tidak baik, dikhawatirkan akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. “Setelah mesin kapalnya diperbaiki, mereka kembali ke Situbondo dan tidak jadi berlayar ke Madura seperti rute pelayaran sebelumnya,” katanya. Seperti diberitakan sebelumnya, empat nelayan yaitu Ririn alias Jumawi (nakhoda kapal), Ahmad Sapei, Agus Niwardi, dan Arsadi asal Situbondo terdampar di perairan Desa Tajakula, Kecamatan Tejakula. Keempatnya ditemukan Senin (19/2) lalu, di atas kapal yang tidak mampu berlayar karena kedua mesinnya rusak akibat gelombang tinggi. Mereka kemudian ditolong ke daratan oleh nelayan asal Banjar Dinas Tegal

Suma, Desa Tejakula. Dari penuturan salah seorang nelayan, keempat nelayan itu mengaku berangkat dari Situbondo pada Kamis (15/2) lalu. Pelayaran dari Situbondo peralatan kapal berfungsi dengan baik dan cuaca pada saat itu normal. Memasuki perairan di Tejakula tepatnya Jumat (16/2), kapal diterjang ombak tinggi disertai angin kencang. Sekitar pukul 02.00 Wita, kedua mesin kapal rusak akibat dihempaskan gelombang. Empat nelayan itu bertahan di laut lepas dengan bekal seadanya. Beruntung, seorang nelayan dari Banjar Dinas Tegal Sumaga, Desa Tejakula yang saat itu menangkap ikan menemukan keempatnya di atas kapal yang tidak mampu berlayar karena mesin mati. Mereka pun ditolong dan menunggu memperbaiki mesin kapal, nelayan itu ditampung di salah satu rumah nelayan di Tejakula sambil memperbaiki mesin kapalnya yang rusak. (kmb38)

Singaraja (Bali Post) – Pemeliharaan ternak sapi di Buleleng kebanyakan dengan lokasi kandang yang menyebar dan jauh dari keramaian. Kondisi ini membuat ternak sapi di Bali Utara rawan pencurian. Semestinya, penerapan kandang koloni (pemeliharaan ternak dengan berkelompok -red) efektif mencegah aksi pencurian sapi. Namun, peternak belum tertarik menerapkan teknik itu karena kesulitan lahan untuk kandang dan juga mobilisasi pakan ternak sehari-hari. Demikian diungkapkan Kepala Dinas Pertanian (Distan) Buleleng Nyoman Swatantra ketika dihubungi, Rabu (21/2) kemarin. Lebih jauh, Swatantra mengatakan, peternak yang sudah membentuk kelompok ternak (poktan) ke banyakan mengandangkan ternaknya pada lokasi yang menyebar. Biasanya kandang ternak itu di sela-sela lahan perkebunan atau areal persawahan. Lokasinya juga kebanyakan jauh dari keramaian. Peternak hanya bisa mengawasi ternaknya pada pagi hingga sore hari. Sementara, malam hari, peternak tidak bisa mengawasinya karena kandangnya jauh dari rumah. Kondisi sapi seperti ini rawan pencurian. Selain itu, pengawasan ternak dari kemungkinan terserang penyakit atau ternak yang berkelahi praktis tidak terpantau. “Peternaknya sudah

berkelompok, tapi lokasi kandangnya menyebar dan jauh dari keramaian. Ini rawan pencurian,” katanya. Menurut Swatantra, satu-sastunya upaya untuk mencegah aksi pencurian ternak atau memudahkan pengawasan ternak terutama pada malam hari dengan cara pengoperasian kandang koloni. Dengan upaya ini, setiap satu unit kandang itu bisa saja akan dipelihara puluhan ekor sapi. Para anggota kelompok ini rutin melakukan pengawasan, sehingga keselamatan ternak dari aksi pencurian atau kejadian lain bisa dicegah sejak dini. Kendati penerapan kandang koloni banyak memberikan manfaat, namun peternak di Bali Utara belum melirik teknik ini karena kesulitan lahan yang strategis untuk semua anggota kelompok. Selain itu, anggota kelompok kesulitan dalam memasok pakan harian karena ternaknya dipelihara jauh dari kebun atau areal persawahan. Di sisi lain, Swatantra mengatakan, mengantisipasi aksi pencurian ternak sapi seperti terjadi di Dusun Pumahan, Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, pihaknya hanya bisa menyarankan peternak untuk meningkatkan pengawasan. Terutama lokasi kandang yang jauh dari keramaian perlu diawasi lebih gencar, sehingga tidak terulang kembali kasus yang sama. (kmb38)

Bali Post/kmb38

TERNAK – Peternak sapi di Buleleng kebanyakan mengandangkan ternaknya menyebar dan lokasinya jauh dari keramaian. Hal ini memicu ternak sapi rawan jadi sasaran pencuri.


15

Kamis Pon, 22 Februari 2018 Jadwal Pertandingan --------------- Liga Spanyol ---------------------------------------Sabtu (24/2) dini hari Deportivo La Coruna vs

Espanyol

--------------- Liga Jerman ---------------------------------------Sabtu (24/20 dini hari vs Mainz 05

Wolfsburg

--------------- Liga Prancis ---------------------------------------Sabtu (24/20 dini hari vs Strasbourg

Montpellier

Hasil --------------- Liga Champions ----------------------------------Chelsea Bayern Munich

vs vs

Barcelona Besiktas

1-1 5-0

Bali Post/net

Mobil Formula 1 Renault RS18 yang akan digunakan untuk Grand Prix 2018.

Renault Luncurkan RS18 dan Pembalap Cadangan Aitken London Tim Formula 1 Renault, Rabu (21/2) kemarin menunjuk pembalap Inggris berdarah Korea Jack Aitken ditunjuk menjadi pembalap cadangan dan pengganti Sergey Sirotkin yang pindah ke tim Williams. Pada presentasi itu juga diperkenalkan mobil baru RS18 yang akan diturunkan pada Grand Prix musim ini. Pembalap berusia 22 tahun itu juga akan tampil di seri Formula 2 musim ini. Dia akan menemani pembalap penguji dan pengembang Artem Markelov dari Rusia di balapan ini, Markelov tugas utamanya adalah menyuplai data untuk tim simulator di pabrik Renault di Enstone, Inggris. Tim Prancis ini menyelesaikan musim lalu dengan menempati peringkat keenam. Prestasi itu meningkat tiga strip dibandingkan musim sebelumnya. Untuk musim ini, tim menargetkan bisa mendekati tim-tim papan atas. Mengandalkan pembalap Jerman Nico Hulkenberg dan Carlos Sainz (Spanyol), Renault terakhir kali berjaya di balapan jet darat ini pada 2006. Kala itu yang berada di kokpit adalah pembalap Spanyol Fernando Alonso yang kini membela tim McLaren. Renault menjual timnya ke Genii Capital pada 2010 dan membeli kembali lisensi tersebut pada 2015. Tim dinamai Lotus namun gagal total. Direktur Pelaksana Balapan Renault, Cyril Abiteboul, menjelaskan tahun-tahun pertama adalah membangun tim dan brandnya sekaligus serta mendapatkan sponsor-sponsor baru. Tahun lalu tim berkembang sesuai jalurnya. ‘’Tahun ini kami mendapatkan semuanya dalam kondisi positif,’’ katanya. Tak satu pun pembalap Renault mampu mencapai podium setelah tim itu terbentuk kembali. Uniknya Hulkenberg tercatat rekor sebagai pembalap yang paling banyak berlomba dengan 135 kali namun tak pernah mengakhiri lomba sampai podium. Tim akan memulai uji coba pra musim di Sirkuit Katalunya, Barcelona, Senin pekan depan. Sementara seri pembuka balapan ini dimulai dari Australia pada 25 Maret. (kmb39/rtr)

Messi Atasi Kutukan, The Blues Hampir Sempurna London -

Bintang Barcelona Lionel Messi berhasil mengatasi kutukan Stadion Stamford dengan mencetak gol saat timnya menahan tuan rumah Chelsea 1-1 pada pertandingan babak 16 besar Liga Champions, Rabu (21/2) kemarin. Sementara itu pelatih Chelsea Antonio Conte mengatakan timnya tampil hampir sempurna saat melawan tim favorit Barcelona. Messi perlu 12 tahun dalam 8 pertandingan untuk menjebol gawang Chelsea. Paceklik gol itu berakhir kemarin sekaligus memberi keuntungan gol tandang bagi tim asuhan Ernesto Valverde. ‘’Ini perang gaya permainan dari dua tim berbeda,’’ jelas Valverde. ‘’Kami mengontrol pertandingan saat mereka mencetak gol. Meski penyelesaian akhir kami buruk, kenyataannya kami bisa memanfaatkan kesalahan mereka dan mencetak gol.’’ Conte mengaku kecewa dengan hasil itu. Namun, ia mempertahankan strategi menempatkan Eden Hazard sebagai penyerang bayangan. Sementara penyerang murni Alvaro Morata dimasukkan menjelang akhir pertandingan untuk menggantikan Pedro. ‘’Saya pikir kami hampir memainkan pertandingan yang hampir sempurna,’’ kata Conte. ‘’Kami membuat satu kesalahan namun menghadapi lawan seperti ini (Lionel) Messi, (Andres) Iniesta dan (Luiz) Suarez, apakah anda membuat suatu kesalahan yang harus anda bayar,’’ tambahnya. Pelatih asal Italia itu berusaha memaksakan diri di sepak bola domestik musim ini dan memberondong pertahanan Barcelona sebelum Willian mencetak gol pada menit ke-62. Barca

Bali Post/rtr

GOL - Bintang Barcelona Lionel Messi merayakan gol bersama rekan setimnya Andres Iniesta pada pertandingan pertama babak 16 besar Liga Champions, Rabu (21/2) kemarin di Stadion Stamford Bridge. Barca menahan tuan rumah Chelsea 1-1. memiliki dua peluang tembakan ke gawang dan baru mencetak gol pada menit ke-75. Saat pertahanan Chelsea melemah, Iniesta yang berhasil menyergap bola dan mengumpankan pada Messi sebelum menaklukkan Thibaut Courtois. ‘’Itu sayang sekali dan kami kecewa dengan hasil akhir, namun pada saat yang sama saya pikir pertandingan ini telah memberi kami kepercayaan diri untuk meyakini laga kedua, kualifikasi masih terbuka,’’ kata Conte yang menurunkan

formasi tanpa penyerang murni. ‘’Itu tidak mudah tapi malam ini kami telah menunjukkan bahwa jika kami siap bekerja keras bersamasama, untuk terus memiliki perasaan yang baik ketika anda sedang membawa bola anda memiliki peluang mencetak gol dan kemudian kami memiliki peluang untuk melakukan sesuatu yang luas biasa di Nou Camp,’’ tambahnya. Seperti diprediksi Barcelona menguasai pertandingan, namun Conte telah menyiapkan strategi untuk

Bayern Munich Selangkah Lagi ke Perempatfinal

Bali Post/rtr

AMANKAN BOLA - Bek Bayern Munich Mats Hummels (kanan) mengamankan bola dari penguasaan pemain Besiktas Vagner Love pada pertandingan Liga Champions, Rabu (21/2) kemarin. Bayern mengalahkan klub Turki itu 5-0. Munich Bayern Munich selangkah lagi menuju babak perempatfinal Liga Champions

usai mencukur Besiktas 5-0 pada pertandingan pertama babak 16 besar, Rabu (21/2) kemarin. Thomas Mueler

dan Robert Lewandowski masing-masing mencetak dua gol pada pertandingan di Allianz Arena kemarin. Klub juara Liga Turki memainkan hampir seluruh pertandingan dengan sepuluh pemain. Bek Domagoj Vida mendapatkan kartu merah karena pelanggarannya terhadap Lewandowski di luar kotak penalti pada menit ke-16. Mueller, yang permainannya tidak elegan namun selalu efektif, memecahkan kebuntuan dengan sepakannya dua menit sebelum turun minum untuk mematahkan kegigihan Besiktas. Di babak kedua Bayern menambah empat gol beruntun. Kingsley Coman mengoyak gawang Fabricio menit ke-52. Mueller menambahi satu gol lagi (66) sebelum Lewandowski menambahi sepasang gol (79 dan 88). Kemenangan besar di kandang sendiri ini membuat satu

Timnas U-16 Pemanasan Hafizh Gantikan Folger di Yamaha Tech3 di Turnamen Jenesys Jakarta (Bali Post) Tim nasional U-16 menganggap Turnamen Jenesys (The Japan-East Asia Network of Exchange for Students and Youth) yang akan mereka ikuti pada 6-15 Maret 2018 di Jepang merupakan pemanasan sebelum berlaga di Piala Asia U-16. Alasannya, menurut asisten pelatih timnas U-16 Dwi Priyo Utomo, selain berjumpa tim-tim Asia Tenggara, di kompetisi itu timnas U-16 juga akan berhadapan dengan tuan rumah Jepang. ‘’Turnamen Jenesys termasuk catatan kami. Ini seperti kompetisi uji coba sebelum bertanding di Piala Asia U-16 di Malaysia,’’ ujar Dwi di Stadion Atang Soetrisna, kompleks Kopassus, Cijantung, Jakarta, Rabu (21/2) kemarin. Dia memprediksi, dalam turnamen yang digelar di Yamazakura Kirishima Miyazaki Prefectural Comprehensive Sports Park, Jepang tersebut, tim tuan rumah Jepang akan menjadi pesaing terberat. Meski demikian, timnas U-16 tetap mewaspadai kekuatan peserta lainnya. Oleh karena itu, tim yang dipimpin pelatih kepala Fakhri Husaini tersebut bertekad tampil maksimal dengan 18 pemain terbaik. ‘’Semua pemain timnas akan diturunkan untuk mengukur kedalaman skuad. Pelatih Fakhri tidak ingin ada perbedaan kualitas antara pemain inti dan cadangan,’’ tutur Dwi. Turnamen Jenesys (The Japan-East Asia Network of Exchange for Students and Youth) 2018 sendiri diikuti 12 negara yaitu tuan rumah Jepang dan 11 negara Asia Tenggara termasuk Indonesia. Sebanyak 10 negara peserta lainnya adalah Myanmar, Malaysia, Filipina, Kamboja, Thailand, Singapura, Brunei Darussalam, Vietnam, Laos dan Timor Leste. Indonesia sendiri berada di Grup B bersama Filipina dan Kamboja. Pertandingan pertama Indonesia berlangsung Kamis (8/3) menghadapi Filipina dan berlanjut ke Jumat (9/3) melawan Kamboja. Adapun Piala Asia U-16 2018 digelar di Malaysia tanggal 20-30 September 2018. Namun sebelum itu, timnas U-16 akan melakoni Piala AFF U-16 2018 di tanggal 30 Juli-1 Agustus 2018 di mana Indonesia sebagai tuan rumah. (ant)

mematahkan permainan lawannya dengan umpan-umpan panjang. Chelsea seharusnya unggul dua gol, namun dua kali tembakan Willian menerpa tiang. ‘’Kami harus ke sana (Nou Camp), menyerang dan mencetak gol. Karena 90 menit bertahan di Nou Camp adalah sebuah keabadian, itu adalah misi bunuh diri,’’ ujar pemain Brazil itu. Chelsea akan terbang ke Barcelona untuk pertandingan laga kedua pada 14 Maret. (kmb39/rtr/ant)

London Hafizh Syahrin dari Malaysia akan membela tim Yamaha Tech3 di MotoGP musim ini sebagai pengganti Jonas Folger (Jerman) yang kurang bugar. Tim Tech3, Rabu (21/2) kem a ri n m e ng um um ka n penandatanganan kontrak pembalap Moto2 tersebut. Pembalap berusia 23 tahun itu akan bermitra dengan pembalap asal Prancis Johann Zarco dan akan menjadi debutan penuh di ajang Mo-

toGP musim ini. “Ini adalah saat tersulit sejak kami mendengar Jonas Folger, yang sayangnya dia memutuskan untuk tidak balapan pada musim 2018 untuk menjaga kesehatannya dan mencoba pulih sepenuhnya,” kata manajer tim Herve Poncharal dalam sebuah pernyataan. “Sudah lama kami berproses untuk menemukan seseorang pengganti, siapa dia? Di Sepang saya bertemu (Kepala Eksekutif Sirkuit Ma-

Pembalap Malaysia Hafizh Syahrin.

Bali Post/net

laysia) Razlan Razali, kami baru saja berbincang dan sekarang Anda juga memiliki ide gila, kadang-kadang justru dari merekalah diperoleh hasil yang terbaik.” Syahrin telah meraih tiga podium di Moto2, dengan posisi kedua di San Marino Grand Prix pada tahun lalu, sebagai hasil terbaiknya. Dia finis di posisi ke-10 dalam klasemen keseluruhan kejuaraan dan dijadwalkan akan melanjutkan lagi kiprah bersama tim yang dipimpin oleh Razali. Ia telah diuji dengan tim non-kerja Tech3 di Thailand pada pekan lalu. Razali memuji penandatanganan tersebut sebagai pengumuman dan pencapaian terbesar bagi pembalap Malaysia setelah lebih dari 26 tahun Malaysia menjadi tuan rumah MotoGP. “Ini juga merupakan berita fantastis untuk kawasan Asia,” tambah pria berkebangsaan Malaysia itu. “Saya juga harus mengucapkan terima kasih kepada Herve Poncharal atas kesempatan ini, keyakinan dan kepercayaannya pada Hafizh. Kami sekarang akan menyerahkan Hafizh untuk membinanya agar bisa dikembangkan menjadi pembalap MotoGP yang lebih baik, kompetitif dan lengkap.” Musim MotoGP akan dimulai di Qatar pada 18 Maret. (rtr/ant)

kaki tim Bavaria itu telah berada di perempatfinal untuk ketujuh kalinya secara beruntun. ‘’Kami memulainya dengan gugup dan tidak mampu menemukan irama kami,’’ kata pelatih Bayern Jupp Heynckess setelah timnya menyamai rekor klub yakni 14 kemenangan beruntun di semua kompetisi. ‘’Titik baliknya adalah pengusiran pemain dan gol yang terjadi sebelum turun minum.’’ Besiktas memenangi ketiga pertandingan tandang di fase grup dan datang dengan niat jelas untuk menggempur Bayern, namun rencana-rencana mereka dihantam dengan kartu merah yang didapat Vida. Operan buruk dari Atiba Hutchinson mengarah lurus ke Lewandowski yang berlari ke gawang dengan hanya perlu menaklukkan kiper Fabri. Vida tidak mempunyai peluang selain menjatuh-

kan pemain Polandia itu. Besiktas berpeluang mencuri satu gol berharga beberapa menit kemudian, ketika Vagner Love mampu melewati dua pemain bertahan Bayern untuk membuat dirinya berdiri bebas untuk melepaskan tembakan, namun upayanya tidak menemui sasaran. Fabricio membuat penyelamatan satu tangan dengan menggagalkan tandukan Mats Hummels di babak pertama. Gelandang Portugal Ricardo Quaresma menyerang dari sisi kanan dan memaksa kiper Bayern Sven Ulreich melakukan penyelamatan di tiang dekat. Namun setelah itu Bayern benar-benar mengendalikan permainan dan satu persatu gol pun tercipta. Laga kedua babak 16 besar akan berlangsung di Turki pada 14 Maret. (rtr/ant)


16

olah raga

Kamis Pon, 22 Februari 2018

Subsidi Tak Dibayar, Liga 1 Tak Jalan Jakarta (Bali Post) -

Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) berjanji akan menyelesaikan pembayaran tunggakan subsidi klub-klub GoJek Traveloka Liga 1 musim 2017 sebelum kick-off Liga 1 musim 2018 pada 10 Maret. Liga 1 bisa tak berjalan jika subsidi itu tidak dipenuhi.

Tono Suratman

Bali Post/022

Tuan Rumah PON 2024 Diputuskan pada April-Mei Denpasar (Bali Post) Tuan rumah PON XXI/2024 akan diputuskan pada Rapat Anggota KONI Pusat, yang digelar pada April sampai dengan Mei mendatang. Sementara yang mengajukan menjadi tuan rumah hajatan multi-event tempat tahunan antarprovinsi se-Indonesia adalah Bali/NTB, Sumut/Aceh, dan Kalsel. Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman, di Denpasar, Rabu (21/2) kemarin menjelaskan, pihaknya mempersilakan ketiga kandidat tuan rumah untuk untuk mengajukan diri (bidding), mulai 26 Februari nanti. Tono Suratman mengingatkan, upaya menjadi tuan rumah harus mendapat dukungan dari pemerintah, berikut menyiapkan anggaran, termasuk membenahi sarana dan fasilitas olahraga untuk tempat pertandingan (venue). Sementara itu, Gubernur Bali Made Mangku Pastika menyatakan pihaknya memprogamkan pembangunan stadion bertaraf internasional di Bali. Ia juga mendukung pengembangan olahraga di Pulau Dewata, dikemas bersama sektor wisata (tourism). Buktinya, tim raksasa sepak bola Real Madrid berniat mendirikan akademi di Pulau Seribu Pura ini. ‘’Hampir saja deal, Real Madrid bakal membuat akademi di Bali,’’ tutur Gubernur Mangku Pastika. Di sisi lain, Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi menegaskan, dalam perebutan tuan rumah PON, Bali yang mengajukan diri bersama NTB, merasa optimis bisa terwujud. Apalagi, dirinya telah berkunjung ke beberapa KONI provinsi, alhasil setidaknya 25 KONI provinsi mendukung Bali menjadi tuan rumah PON. Selain itu, pemprov juga berniat mendirikan stadion bertaraf internsional, dan alternatifnya merenovasi stadion tertua di Bali Stadion Ngurah Rai, atau membangun stadion baru di lokasi lain. (022)

Lifter Indonesia Eko Yuli Irawan.

Bali Post/ant

Kelas 62 Kg Dicoret, Eko Yuli Terancam Gagal Tampil Jakarta (Bali Post) Atlet angkat besi Eko Yuli Irawan terancam gagal tampil di Asian Games 2018 untuk kontingen Indonesia menyusul pencoretan kelas perlombaan 62 kilogram oleh Federasi Angkat Besi Asia (AWF). Indonesia tengah mengusahakan pembatalan pencoretan nomor yang diprediksi bisa menghasilkan medali itu. Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Angkat Berat dan Binaraga Seluruh Indonesia (PB PABBSI) Joko Pramono, di Jakarta, Rabu (21/2) kemarin, mengaku terkejut dengan keputusan AWF yang tertuang dalam surat pada 11 Februari dan ditandatangani oleh Presiden AWF Mohamed Yousef Almana itu. ‘’Saya ingin menyampaikan kepada Anda tentang keputusan dari Komite Teknis AWF dan anggota-anggota Badan Eksekutif AWF bahwa mayoritas memilih untuk menghapuskan kelas perlombaan 62 kilogram dari Asian Games ke-18,’’ demikian isi surat dari AWF itu. Joko mengatakan pencoretan kelas perlombaan 62 kilogram dapat memengaruhi target medali kontingen Merah-Putih dan bukan hanya target PB PABBSI. ‘’Pengurangan nomor kelas perlombaan memang ada pada Olimpiade Tokyo 2020 mendatang dengan total kelas perlombaan sebanyak tujuh. Tapi dalam Olimpiade Rio 2016, kelas perlombaan sebanyak delapan kelas,’’ ujar Joko. Pengurangan kelas perlombaan itu, menurut Joko, menyusul kasus doping pada Olimpiade Rio 2016. ‘’Kalau ada pengurangan kelas perlombaan, semestinya pada kelas berat karena skandal doping itu ada pada kelas berat dan tidak ada pada kelas 62 kilogram,’’ ujar Joko. PB PABBSI, lanjut Joko, akan menyurati Ketua Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (INASGOC) Erick Thohir yang juga menjabat sebagai Ketua Olimpiade Indonesia (KOI) guna meminta pembatalan pencoretan kelas perlombaan 62 kilogram cabang angkat besi. ‘’Kami minta INASGOC untuk melakukan pendekatan kepada Dewan Olimpiade Asia (OCA) agar kelas 62 kilogram tetap dapat diperlombakan dalam Asian Games 2018,’’ ujar Joko. Sementara itu, Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga Gatot S. Dewa Broto mengatakan pemerintah mendukung PB PABBSI untuk memperjuangkan nomor kelas andalan Merah-Putih itu. ‘’Saat Rapat Koordinasi Komite Asian Games terakhir, tidak ada lagi perdebatan soal nomor pertandingan Asian Games dengan OCA. Kami sedang meminta bantuan dari KOI agar turut memperjuangkan kelas itu,’’ ujar Gatot. (ant)

‘’Pak Menteri sudah bertanya soal itu dan meminta PT Liga Indonesia Baru untuk menyelesaikan sebelum pertandingan pada 10 Maret,’’ kata Pelaksana tugas Ketua Umum PSSI Joko Driyono selepas pertemuan dengan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi di Jakarta, Rabu (21/2) kemarin. Joko mengatakan jika pembayaran subsidi bagi klubklub peserta Liga 1 musim 2017 belum terbayar, tidak ada penyelenggaraan kejuaraan antarklub sepak bola Liga 1 musim 2018. ‘’Kami sudah melaporkan kepada Men-

pora agenda kejuaraan Liga 1 musim 2018 akan dimulai pada 10 Maret dan berakhir pada Oktober atau November. Tapi, harus ada pertemuan dengan klub-klub sepak bola,’’ ujar Joko. Joko menambahkan, rencana penyelenggaraan kejuaraan Liga 1 musim 2018 akan terpotong libur jelang Asian Games 2018. ‘’Asian Games itu kan kegiatan besar empat tahunan di Asia. Belum tentu siklusnya 20 atau 30 tahun lagi bagi Indonesia sebagai tuan rumah,’’ kata Joko. Pada akhir Desember 2017, PSSI mengklaim pembayaran

tunggakan subsidi klub-klub seak bola Liga 1 musim 2017 paling lambat Januari 2018. ‘’Secepat mungkin akan dibayar, diusahakan pada bulan Desember. Kalau tidak bisa, paling lambat Januari 2018,’’ kata Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi. Edy mengatakan pelunasan subsidi yang menjadi hak klub-klub Liga 1 itu terhambat menyusul persoalan administrasi PT Liga Indonesia Baru dengan para sponsor. PSSI pada Oktober 2017 menyatakan subsidi sebesar Rp 7,5 miliar bagi klu-klub Liga 1 akan dibayarkan secara

bertahap yaitu Rp 1,5 miliar pada awal musim, Rp 516 juta per bulan, dan Rp 1 miliar pada akhir kompetisi. Cuti Ketum Menpora Imam Nahrawi menyerahkan mekanisme cuti Ketum PSSI Edy Rahmayadi sesuai peraturan internal induk cabang olahraga itu dan statuta Federasi Asosiasi Sepak Bola Internasional (FIFA). ‘’Tidak ada larangan dalam regulasi dan cuti itu hanya pada posisi struktur. Soal kehadiran, peran, dan fungsi sudah dibagi tugas,’’ kata Menpora. Pemerintah, lanjut Menpora, tidak akan mengintervensi PSSI terkait cuti ketua umum selama kepemimpinan di pengurus induk cabang olahraga itu tetap berjalan.

‘’Ada beberapa fokus pembahasan. Tapi, hal yang penting adalah bagaimana PSSI menyiapkan tim nasional untuk memenuhi harapan publik Indonesia terutama dalam Asian Games,’’ kata Menpora tentang pembahasan pertemuan dengan pengurus PSSI. Menpora menyatakan target Tim Sepak Bola Indonesia dalam Asian Games ke-18 adalah mencapai posisi empat besar. Sementara itu, Wakil Ketua Umum PSSI yang juga menjadi Pelaksana Tugas Ketua Umum PSSI Joko Driyono mengatakan pengajuan cuti Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi sudah melalui keputusan Komite Eksekutif PSSI pada Rabu (14/2) setelah konsultasi dengan FIFA. (ant)

Forki Agendakan Uji Coba di Eropa

Bali Post/wan

CEPLOS - Pebasket SMAN 2 Denpasar (Resman) menceploskan bola ke ring ketika mengalahkan SMA Taman Rama dengan skor 54-10 di ajang Piala Wali Kota IX/2018, di GOR Ngurah Rai, Rabu (21/2) kemarin.

Tim Basket Resman Mendominasi Denpasar (Bali Post) Tim basket SMAN 2 (Resman) putra dan putri menekuk lawanlawannya pada hari ketiga turnamen bola basket memperebutkan Piala Wali Kota IX/2018, di GOR Ngurah Rai, Rabu (21/2) kemarin. Tim putra Resman menggulung SMA Taman Rama dengan skor 54-10, sedangkan tim putri Resman menggebuk lawannya SMAK Santo Yoseph (Sanjose) dengan skor 24-14. Tim putra Resman bermaterikan Leo, Erwin, Kusuma Yoga, David, dan Krisna, sejak kuarter pertama melesat dengan meraup poin 21, sedangkan SMA Taman Rama hanya 2. Dominasi Resman kembali terjadi di kuarter kedua, hingga unggul 29-3. SMA Taman Rama yang menurunkna Redho, Awen, Nando, Aditya dan Santoso, tak berdaya menghadapi serangan bertubi-tubi Resman, hingga kembali tertinggal 5-43, dan kuarter keempat Resman mengunci dengan kemenangan 54-10. Di sektor putri, kembali Resman memetik kemenangan atas lawannya Sanjose. Resman diperkuat Bintang, Krisma, Eka, Anastasia, dan Jemma unggul 4-0, pada kuarter pertama. Selanjutnya, Sanjose yang menerjunkan Diva, Maha, Naresh, Unique, dan Monica mencoba memberikan perlawanan, namun tetap tertinggal 4-7 pada kuarter kedua, hingga di kuarter ketiga Sanjose tertinggal 10-19, dan kuarter keempat Resman mengakhiri

laga dengan skor 24-14. Di bagian putra, SMAK Santo Yoseph (Sanjose) juga kalah atas lawannya SMAN 5 (Smanela) dengan skor 35-40. Sanjose memasang Johan, Leon, Ethan, Agus dan Alvin, mampu menahan imbang skor 7-7 pada kuarter pertama. Bahkan, pada kuarter kedua, Sanjose sempat unggul atas Smanela 14-12. Giliran pada kuarter ketiga, Smanela yang diperkuat Sayuda, Tanaya, Gangga, Chevy, dan Dewa balik unggul dan memimpin tipis 25-24, Smanela menutup pertandingan dengan kemenangan 40-35. Hasil lainnya, tim putri SMAN 3 (Trisma) menaklukkan lawannya SMAN 8 (Smapan), dengan skor 196. Trisma menurunkan Rada, Amik, Citra, dan Andita unggul 2-0, pada kuarter pertama, kemudian kembali memimpin di kuarter kedua, dengan skor 5-1, dan kuarter ketiga Trisma menang 10-2. Pada kuarter keempat, Smapan bermaterikan Riska, Ressa, Kory, dan Shintya mencoba bangkit, namun tetap saja kalah 6-19. Tim putra SMPN 1 menekuk SMPN 2 dengan skor 65-17. Tim SMPN 1 diperkuat Raffa, Karlo, Gung Gus, Gilang, dan Gus Bim, sedangkan di kubu SMPN 2 menurunkan Krisma, Yodo, Wahyu, Guna, dan Daffa. Di bagian putri, SMPN 1 juga menang atas SMPN 6, dengan skor 36-22, sedangkan di sektor putra, SNPN 6 unggul atas SMPN 4, dengan skor 35-20. (022)

Jakarta (Bali Post) Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki) mengagendakan dua kejuaraan uji coba Asian Games 2018 di Eropa pada Juni. ‘’Kami sedang mempertimbangkan Prancis dan Italia sebagai lokasi uji coba karena dua negara itu kuat dalam karate. Kami tidak ingin uji coba di Asia karena banyak negara-negara yang akan ikut untuk Asian Games,’’ kata Sekretaris Jenderal Forki Lumban Sianipar di Jakarta, Rabu (21/2) kemarin. PB Forki, menurut Lumban, juga masih mempertimbangkan untuk menggelar pemusatan pelatihan atlet-atlet nasional di Eropa pada Juni setelah mengikuti uji coba Asian Games. ‘’Kami mempunyai 29 atlet nasional yang berlatih di Ciloto, Cianjur, Jawa Barat dengan tujuh pelatih. Kami juga sedang mengusulkan keterlibatan pelatih asing di Ciloto,’’ ujarnya. PB Forki akan menyeleksi 29 atlet

pelatnas hingga menghasilkan delapan atlet utama yang akan mengikuti kejuaraan uji coba dan pelatihan luar negeri jelang Asian Games. ‘’Kami akan menyeleksi dua kali untuk menjadi delapan atlet. Rencana seleksi pada minggu pertama Maret serta pertengahan Mei sebelum Kejuaraan Federasi Karate-Do Asia,’’ tutur Lumban. Seleksi atlet-atlet utama Asian Games itu, lanjut Lumban, akan berlangsung di lokasi pelatnas Forki di Ciloto. ‘’Kami masih memakai 60 perlatan latihan yang lama, tapi kami akan kembali mengajukan kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga jika ada kekurangan,’’ katanya. Lumban mengatakan, pengurus induk cabang olahraga karate itu mendapatkan anggaran Rp11 miliar dari Kemenpora. Tapi, anggaran yang telah cair sebesar 70 persen. PB Forki membidik satu medali emas dari 18 nomor pertandingan dalam Asian Games 2018. (ant)

Arena Boling Asian Games Siap Diresmikan Palembang (Bali Post) Arena boling Asian Games XVIII di Palembang segera diresmikan karena sudah menuntaskan seluruh pembangunan fisik dan pemasangan peralatan dan perlengkapan. Kepala Bidang Perumahan, Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Provinsi Sumatra Selatan Yudho Joko Prasetyo di Palembang, Rabu (21/2) kemarin, mengatakan bangunan maupun halaman depan (landscap) arena juga sudah selesai 100 persen. ‘’Peralatan pun sudah diinstal termasuk instalasi listrik sudah terpasang,’’ katanya. Hanya, ia melanjutkan, ada beberapa bagian di sekitar bangunan yang masih perlu dipercantik seperti halaman parkir disertai taman dan sebagainya, termasuk akses sekitar jalan utama di sekitar venue yang belum dikerjakan. Untuk pekerjaan ini masih menunggu pagu anggaran Rp 4,6 miliar yang disiapkan oleh pemerintah daerah. ‘’Kami mulai pengerjaan akhir Maret ini. Intinya sebelum Asian Games dimulai, venue sudah cantik sekali. Semuanya dipastikan akan tertata rapi,’’ katanya. Ia mengatakan, venue boling ini diklaim menjadi venue yang terbaik di Asia Tenggara. Bukan hanya karena bangunannya yang megah dan besar, melainkan di dalamnya terpasang 40

line, biasanya dalam satu bangunan hanya ada 24-30 line saja. Yudho menuturkan, saat ini venue boling hanya menunggu waktu peresmian saja. Pemerintah daerah masih menunggu jadwal dari Menteri Pemuda dan Olahraga RI yang direncanakan bakal melakukan itu. ‘’Kami sedang koordinasikan itu,’’ katanya. Terkait dengan sertifikasi dan sanction sudah dilaksanakan oleh pihak ABF dan AMF atau ABS beberapa waktu lalu. Artinya, uji standardisasi pemasangan peralatan dan standardisasi pertandingan sudah dilakukan. ‘’Hanya untuk serah terima bangunan akan dilaksanakan sekaligus dengan peresmian. Ini yang jadwalnya belum final,’’ katanya. Koordinator Venue Asian Games Aminuddin mengatakan, peresmian venue boling itu bakal dilakukan dalam waktu dekat. ‘’Direncanakan sekitar tanggal 5 atau 6 Maret oleh Menpora RI,’’ katanya. Venue boling dibangun di atas lahan seluas 2,8 hektar yang merupakan bantuan dana CSR dari Sinar Mas Group sebesar Rp 25 miliar dan peralatan di dalamnya dibantu Pertamina senilai Rp 42 miliar. Bangunan venue boling sendiri memiliki luas bangunan boling sekitar 3.600 meter persegi. (ant)

All England 2018

Jonatan Hadapi Pebulutangkis Hongkong

Bali Post/net

LAWAN REKAN - Tunggal putra Indonesia Jonatan Christie akan menghadapi Wong Wing Ki Vincent (Hongkong) pada putaran pertama turnamen All England 2018, pertengahan Maret mendatang. Jakarta (Bali Post) Sebanyak 14 wakil Indonesia dari lima nomor dipastikan akan bertarung dalam turnamen bulu tangkis level II (Super 1.000) All England 2018 yang akan dihelat pada 14-18 Maret di Arena Birmingham, Inggris. Dua di antaranya harus berhadapan di putaran pertama yakni di tunggal putra dan ganda putra. Berdasarkan laman resmi Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), Rabu (21/2) kemarin, untuk nomor tunggal putra, Indonesia diwakili oleh tiga pemain yakni Anthony Sinisuka Ginting, Jonatan Christie dan Tommy Sugiarto.

Di ganda putri, Merah Putih diwakili oleh tiga pasangan yakni Anggia Shitta Awanda/ Ni Ketut Mahadewi Istarani, Greysia Polii/Apriyani Rahayu dan Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta. Sementara di tunggal putri, Indonesia hanya diwakili oleh satu pemain yakni Fitriani yang akan menghadapi pemain Malaysia Soniia Cheah di putaran pertama. ‘’Fitriani memang satu-satunya yang kami kirim. Maunya sama Gregoria Mariska Tunjung yang sebelumnya peringkatnya lumayan, tapi peringkatnya merosot dan tidak cukup untuk bertarung di All England,’’ kata kepala pelatih tunggal putri PP PBSI

Minarti Timur, di Cipayung, Rabu kemarin. Sementara itu, dalam 14 wakil Indonesia itu juga ada nama-nama pasangan ‘’lama’’ Tanah Air di ganda putra dan juga di ganda campuran, yang kembali disandingkan dalam turnamen berhadiah total 1 juta dolar AS ini. Di nomor ganda putra, pasangan gaek Indonesia Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan kembali dipasangkan usai kurang lebih satu setengah tahun berpisah karena Hendra sempat memutuskan pensiun dari pemusatan latihan nasional. Hendra/Ahsan sendiri akan menemani tiga pasangan Merah Putih lainnya yakni Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto serta dua pasangan yang akan saling berhadapan yakni Marcus Fernaldi Gideon/ Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Angga Pratama/Rian Agung Saputro. Melihat hal ini, pelatih ganda putra PP PBSI Herry Iman Pierngadi menilai hasil undian tersebut kurang menguntungkan nomor ganda putra Indonesia karena harus saling mengalahkan sejak putaran pertama dan di putaran kedua ada kemungkinan pemain Indonesia akan saling mengalahkan kembali. ‘’Drawing-nya kurang menguntungkan sekarang buat ganda Indonesia. Kalau dalam satu turnamen ada 3-4 pasang kemungkinan juaranya kan

lebih besar,’’ ujar Herry. Sementara itu, di nomor ganda campuran, pasangan yang sempat ‘’diceraikan’’ pada awal 2018 ini, Praveen Jordan/ Debby Susanto, yang juga merupakan pemegang gelar All England 2016 kembali disatukan untuk diturunkan dalam turnamen bulu tangkis tertua di dunia tersebut. ‘’Kami menurunkan kembali Praveen/Debby, karena pasangan ini secara peringkat dan peraturan baru, yang

paling memungkinkan untuk bermain di All England,’’ kata pelatih ganda campuran PP PBSI Vita Marisa. Dipasangkannya kembali Praveen/Debby, tak lepas dengan dimulainya regulasi BWF yang mengamanatkan tidak adanya babak kualifikasi pada turnamen level 2 dan level 3 dalam kejuaran All England 2018, sehingga turnamen dihelat sejak babak utama atau fase 32 besar. (ant)

Undian putaran pertama All England 2018 untuk wakil-wakil Indonesia : Tunggal Putra 1. Jonatan Christie Vs Wong Wing Ki Vincent (Hongkong) 2. Tommy Sugiarto Vs Anthony Sinisuka Ginting Tunggal Putri 3. Fitriani Vs Soniia Cheah (Malaysia) Ganda Putra 4. Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo Vs Angga Pratama/Rian Agung Saputro 5. Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto Vs Ong Yew Sin/Teo Ee Yi (Malaysia) 6. Jacco Arends/Ruben Jille (Belanda) Vs Mohammad Ahsan/ Hendra Setiawan Ganda Putri 7. Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istarani Vs Chloe Birch/Jessica Pugh (Inggris) 8. Gabriela Stoeva/Stefani Stoeva (Bulgaria) Vs Greysia Polii/ Apriyani Rahayu 9. Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta Vs Chang Ye-na/ Hye Rin-kim (Korea) Ganda Campuran 10. Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir Vs Evgenij Dremin/Evgenia Dimova (Rusia) 11. Tan Kian Meng/Lai Pei Jing (Malaysia) Vs Hafiz Faizal/ Gloria Emanuelle Widjaja 12. Lee Yang/Hsu Ya Ching (Taiwan) Praveen Jordan/Debby Susanto


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Kamis Pon, 22 Februari 2018

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 70 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

LOWONGAN Dicari Pengepul Jahit utk Garment (Sutra,Rayon,Cotton) Hub.08113899556, 08113800492 B.BP.001.02.18.0001119

Dibth Kary/i KSU Sari Tirta Jl.G.Lempuyang Gianyar 942218 B.BP.014.02.18.0000964

Cr Pembantu Gj 1,5Jt yg Anter dpt 500 T.081805481810/488315 B.BP.001.02.18.0001046

Coco Group Bali Looking For: -Management Trainee Supervisor send new CV at: hrm@cocogroupbali.com B.BP.803.02.18.0001071

Dcr HRD,IT,Marketing.Email CV ke:rsvn@balibountycruises.com Tlp:0361-728433/081236351133 B.BP.001.02.18.0001076

Dcr Karyawan Pria SMU/Sederajat KTP,SIM C utk Bag.Teknis Lapangan Pasilitas Gaji UMK, Bonus Tunjangan Kesehatan Termasuk Anak Istri.Lam ke CV Gong Dewata Tlp.0361-722709/ 0361-728443/081246383864 B.BP.001.02.18.0001052

Dcr Kasir mengerti Accounting utk Mini Market,UD Detris Jaya Jl.Tk.Balian 146 Renon T.221666 B.BP.001.02.18.0001121

Dcr Therapist,P,Min SMU(2,5jt+ 15000/jam),Hairdresser,L/P,Min SMU(3jt+15000/jam+10%coloring) Brpngalaman Min 1 Thn.Lam ke Bodyworks Spa,Jl.Kayu Jati No.2 Petitenget/Telp:0361-735058

Villa in Canggu is Looking for maid sho know to Cook Western food and Driver who can do little gardening and pool.Good English and whatsapp.No calls only write on WA 08139561607 good payment

B.BP.001.02.18.0001072

Dcr Tng Pngjr Smua Mta Peljran U Max 22 u/PartTime:0817566499

B.BP.001.02.18.0001118

B.BP.001.02.18.0001070

Dibutuhkan:Marketing Community Syarat:Pria/Wanita Max.28Th, Min.D3,Good Komunikasi, Kerja Dilapangan,Penugasan Seputaran Denpasar/Badung.Kirim Lamaran ke:PT Indosat Tbk (Jl.By Pass Ngurah Rai No.88 Kuta/Up Soma) B.BP.817.02.18.0001042

Dicari Therapist Laki-Laki & Perempuan Tinggi Min 160,Min Tamatan SMA,Max 35 Thn,Punya Kendaraan Sndiri,Sabar&Pekerja Keras.Pnglmn tidak diutamakan, Bhs.Inggris Basic.Kirim CV ke:Jalan Pratama 88X,Tanjung Benoa.Hp:081338991999/0361 778084/Email ke:jarimenarinusa dua@jarimenari.com

DIJUAL MOBIL HONDA

H.Jazz RS’2011 Putih AsDK Smst Baru 172,5jt H.081999315168 B.BP.141.02.18.0001111

Need Junior Villa Manager in Canggu.Telp:0811385656/Send CV to:bali_villa8@yahoo.com B.BP.001.02.18.0001099

New Hotel Lembongan,Urgently Needed:FO,HK,Purchasing,Acct, Engineering,Cook,FB SPV.Send Your CV to info@theacala.com B.BP.001.02.18.0001094

Dicari Manager,Supervisor,HK Hubungi:085337259786

B.BP.166.02.18.0001122

B.BP.001.02.18.0001006

Butuh!Staf Laundry&Housekeping Wanita!!Ada Mes!085102077800!!

Dicari PRT Wanita blm menikah Jl.Badak Sari Hub.087862127626

B.BP.001.02.18.0001068

Cari Karyawati Utk Mini Market Tidur di Dalam H.081239364588 B.BP.141.02.18.0001113

Cr tenaga bersih2 cuci siang di Gatsu I Dps H.081236366226 B.BP.001.02.18.0001108

Dcr Apoteker u/PBF PT.Asta Adi Karya.Hub:08123835123/424363 B.BP.001.02.18.0001073

Dcr Pembantu RT,Hindu,Bs Masak Tinggal Dalam Hub:087777700775 B.BP.001.02.18.0001098

BALI LESTARI JASA KURAS

WC

B.BP.001.02.18.0001115

Dcr Kywti Catering u/Bag Dapur Mkn/Tdr Dalam Hub.081339216142 B.BP.001.02.18.0001089

Dcr Mekanik Tamat STM Otomotif Untuk Bengkel Mobil Jln. Teuku UmarDenpasar.Hub:081236066118 B.BP.001.02.18.0001008

Dcr STM Bangunan untuk Proyek Singaraja Rmh Subsidi & sopir Hub.420800/081558409999/422700 B.BP.001.02.18.0001086

BIRO JASA

DISEWAKAN RUMAH

KEHILANGAN

Kontrakan Rmh Lt2 di Sidakarya ada Kolam Renang,081239364588

Hlg BPKB No.0596904-J DK 106JS An.Imd.Anom Sastrawan,Rendang

B.BP.141.02.18.0001114

DIJUAL TANAH Dijual Tanah Sawah Cocok u/ Investasi Lok Tegaljadi Marga Tabanan Hub:081237021698

B.BP.004.02.18.0001096

B.BP.001.02.18.0001090

Jual Tnh Kav.Lok.Sading 350jt /A Jln.dpn Hotmix 081238923467 B.BP.001.02.18.0001123

Tnh 23A Ds Batubulan Kgn Skwt Gnr,081337283254-081237449024 B.BP.001.02.18.0001101

PELUANG USAHA Importir Oil ex USA sejak Tahun 2000 mencari Distributor untuk Bali peminat Hubungi melalui WA: 0811.379670 B.BP.004.02.18.0001112

B.BP.141.02.18.0001109 SUZUKI

Swif Mnual’08 silver VR18 spt baru Hp.081238169620 mlk pribd B.BP.001.02.18.0001120 TOYOTA

Avanza G Th’2010 Asli DK Harga 102jt Hub.081238116467

B.BP.001.02.18.0001045

DISEWAKAN MOBIL Disewakan Mbl Bulanan Calya ijin pariwisata,H.081239341363

B.BP.001.02.18.0001075

B.BP.001.02.18.0001116

Finance / Accountant,capable English & Computer,Experience, CV:versaindustries4@gmail.com

DIJUAL RUMAH Dijual Rmh Pegending Dalung DP 10% Bunga Krd 1% Perbln Hub:08174792678/081805374433

B.BP.031.02.18.0001124

DIJUAL TANAH

PENGUMUMAN

Dijual Tnh 3are Jl .ke Kolam Renang Tirta Bayu Dalung & Tnh 3are+Rmh Kost Jl.P.Saelus Gg. Melati I/7 Dps Hub:0818345972

Dgn ini Sy,Ida Fitria Menytkan Permohonan Maaf Kpd PT.Arta Sedana(Hardys Malls Gianyar) Atas Perbuatn Pncurian 17Feb18 shg Merugikan PT.Arta Sedana.

Karma Resort membutuhkan Staf utk ditempatkan sebagai Staf Promosi dg persyaratan Male/female,min SMA/sederajat, speak English,Hight energic & confidence, Hard work gaji pokok+BPJS + bonus menarik kirim ke: hilar ius.habin@karmagroup.com/Hilla 08123986414 Jl.Plawa No.37A Seminyak mulai jam 10.00 pagi.

B.BP.001.02.18.0001074

B.BP.001.02.18.0001091

Ymh Bisma Dicr:1.D1/SMA/S1 Ek 2.Mekanik Hub:T.Umar 142 Dps

Hanya dg 595 sdhDpt Rmh S.huni Jl.Siulan Penatih, 081558041018

Teknik Cpt&Tepat MenjawabUjian MatematikaSDHub.087860000074

Prog.Doktor Ilmu HK S3 Unissula Smrg.Hadirilah sosialisanya pd tgl .23&24 Feb di Htl Santi Dps.Pnrimaan dr berbagai bidng ilmu Info WA:Aziz 081328181813 - Nyoman 087700525201

B.BP.154.02.18.0001107

B.BP.001.02.18.0001092

B.BP.164.02.18.0001117

B.BP.001.02.18.0001043

B.BP.001.02.18.0001100

DIJUAL RUMAH

Mengatasi Mampet, Saluran air, Wastapel, Closet, Tanpa Bongkar

B.BP.004.02.18.0000098

Looking for Tourism Driver Good English call 081338769166 B.BP.001.02.18.0001085

PT.IBI cari Krywati D3,Bhs Inggris u/Cargo.HB:8474236/725162

Dijual Rumah Jln. Tkd Pekerisan Panjer.Hubungi:081233884499 B.BP.001.02.18.0001097

Djl Rmh/Over Krdt Jl.Gn.Talang II No.18C Hub:082147707270

B.BP.001.02.18.0001080

TnhPntaiPurnama(2265m2=22,24IB Mntra081237449024-081338791301 B.BP.001.02.18.0001105

RUPA-RUPA Puji Syukur TrimaKasih Atas Ter kabulnya DoaNovena 3Salam Maria B.BP.154.02.18.0001104

K.B.A TUR BALI TOUR JOIN 2018 * SIN Free & Easy 3D2N Rp. 4.450.000 (2-4 Mar, 20-22 Mar, 23-25 Mar) * BKK Kul 4D3N Rp. 6.775.000 (15-18 Mar 2018) * HKG – SHENZHEN 4D3N Rp. 10.875.000 (28-31 Mar 2018) Hubungi : 0361-8495858 Jl.Gatot Subroto Tengah No.46 Blok E Dps C.0001150-tour

C.0001501-BRJ

DIJUAL MOBIL

B.BP.004.02.18.0001081

Hlg Sertifikat Tanah No.6530 a.n. I Gede Budi Jaya.Jln.Raya Batu Bolong,Kuta utra,Badung. Hlg di Jln.Kartini 204 Dps.

B.BP.141.02.18.0001110

Dicr Sgr Staff Sushi.Lam Langs ke Kokoya Jln Danau Tamblingan No.178 Sanur.Telp:0361-289252

HUB : 085101540362 XL 087860189607 AS 085253103978

FOTO COPY

� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

Avanza G1300 Htm’15 KM22rb Jrg pakai 165jt Net,H.087761701846

B.BP.004.02.18.0000883

!Job Australia ResmiPerkebunan Hubungi Whatsapp:08563925015

HRV’2015 E Biru Matic As Bali 255jt H.087860856999 Pribadi

Informasi pasang iklan Telepon

DIJUAL RUMAH

B.BP.004.02.18.0001088


BANGLI

18

Kamis Pon, 22 Februari 2018

Jaga Kualitas Produk

Petani Kopi Kintamani akan Dapat Pelatihan Bangli (Bali Post) Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Bangli akan memberikan pelatihan dan pendampingan kepada petani kopi di Kintamani. Tujuan pelatihan adalah meningkatkan kualitas SDM serta menjaga kualitas kopi Kintamani. Kabid Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Dinas PKP Kabupaten Bangli I Wayan Tagel Sujana, Rabu (21/2) kemarin, Bali Post/nan mengatakan pelatihan Wayan Tagel Sujana ini akan dilaksanakan di Subak Abian Wanasari Kenjung di Desa Catur, Kintamani dan Subak Abian Bodong Sari, Desa Dausa, Kintamani. Pelatihan diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas petani serta pengembangan desa organik. Dengan begitu, budi daya kopi Kintamani yang sudah mendapatkan sertifikat indikasi geografis karena memiliki cita rasa yang khas dan berbeda dari kopi lainnya, dapat terus terjaga. ‘’Kita harap lewat pelatihan ini, petani kopi di Kintamani bisa menjaga tekstur tanah, kelembapan tanah dengan menggunakan pupuk organik. Pada dasarnya, apa yang kita lakukan ini adalah untuk menuju perkembangan pertanian organik,’’ katanya. (kmb41)

’’Finishing’’ Pasar Loka Crana Ditargetkan Mulai April Bangli (Bali Post) Penataan pasar terus dilakukan Pemkab Bangli melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag). Tahun ini, pemkab kembali melanjutkan pembangunan pasar di Terminal Loka Crana yang berupa tahap finishing. Proses pengerjaan ditargetkan dimulai April mendatang. Kepala Disperindag Bangli I Nengah Sudibia, Rabu (21/2) kemarin, mengatakan untuk pembangunan pasar di Terminal Loka Crana dianggrakan Rp 14.900.400.000. Pada Maret, proyek ini diharapkan sudah proses tender sehingga April mulai digarap. Menurut Sudibia, pihaknya menargetkan pekerjaan tuntas dalam kurun waktu tujuh bulan. Untuk itu, rekanan yang memenangkan tender nanti diharapkan memiliki komitmen untuk menuntaskan pembangunan sesuai batas waktu yang diberikan. ‘’Waktu tujuh bulan itu mulai dari penyediaan barang dan jasa, sampai selesai,’’ katanya. Pihaknya juga terlebih dahulu akan melakukan sosialisasi ke pedagang yang saat ini masih berjualan di sekitar terminal. Pedagang akan diminta untuk sementara waktu pindah ke tempat lainnya selama proses pembangunan pasar. ‘’Untuk pedagang kita tidak sediakan tempat. Jadi, mereka harus mencari tempat sendiri untuk berjualan selama proses pembangunan,’’ terang Sudibia. Dijelaskannya lebih lanjut, selain pembangunan pasar di Terminal Loka Crana, tahun ini pihaknya juga melakukan renovasi los Pasar Kidul yang terbakar tahun lalu. Anggarannya Rp 1,8 miliar dengan waktu pengerjaan lima bulan. ‘’Perencanaaan sudah dilakukan. Kini tinggal melengkapi dokumen untuk bisa masuk ULP,’’ jelasnya. Demi kelancaran proyek tersebut, para pedagang yang berjualan di jalan atau di gang sebelah utara Pasar Kidul juga akan dipindahkan sementara. ‘’Kalau tidak dipindahkan sementara, maka dapat mengganggu proses pembangunan. Dan pengunjung kan tidak nyaman saat berbelanja di pasar karena ada proyek,’’ kata Sudibia. (kmb41)

Bali Post/nan

PASAR - Kerangka bangunan pasar di Terminal Loka Crana. Pembangunan pasar dilanjutkan tahun ini.

RASTRA - Pelepasan dua truk yang digunakan untuk menyalurkan rastra ke desa dan kelurahan.

Bali Post/nan

Rastra Mulai Didistribusikan ke Desa Bangli (Bali Post) -

Setelah sempat tertunda akibat ketimpangan data penerima yang diajukan ke pusat dengan kuota yang diberikan, beras sejahtera (rastra) untuk ribuan warga miskin akhirnya didistribusikan ke desa-desa dan kelurahan di Kabupaten Bangli. Pendistribusian oleh Dinas Sosial bekerja sama dengan Bulog ini mulai didistribusikan, Rabu (21/2) kemarin. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bangli I Nengah Sukarta seizin Ketua Tim Koordinasi Bantuan Sosial Pangan Kabupaten Bangli Ida Bagus Giri Putra mengatakan, rastra periode Januari-Februari disalurkan ke 68 desa yang tersebar di semua kecamatan di Bangli. Jumlah penerima 6.963 KK, sesuai kuota yang diberikan pemerintah pusat.

‘’Kita targetkan dalam tiga hari ini, Bulog sudah mampu menyalurkan rastra ke semua desa dan kelurahan. Bulog hanya menyalurkan beras ini sampai ke kantor perbekel dan kelurahan. Nantinya, bagi masyarakat yang menerima rastra ini bisa mengambilnya di sana. Sementara untuk rastra bulan Maret, nanti kita akan salurkan,’’ katanya.

Sukarta menegaskan, pihaknya akan terus melakukan perbaikan data setiap bulannya. Pasalnya, ketimpangan data calon penerima mengakibatkan kuota yang diberikan tidak sesuai dengan yang diajukan ke pusat. Menurutnya, pemkab diberikan kesempatan oleh Kementerian Sosial menyampaikan data penerima

dua kali dalam setahun. ‘’Kita juga akan koordinasi ke provinsi terkait data tersebut. Semoga bisa dilakukan perbaikan per bulannya sehingga nantinya pengiriman bantuan rastra ini bisa transparan, tepat guna dan tepat sasaran,’’ katanya. Dikatakan Sukarta, sebelum beras disalurkan, pihaknya harus memastikan kondisi beras dalam kondisi bagus dan layak dikonsumsi. Pihaknya seizin Bulog juga akan melakukan pengecekan kondisi beras yang akan dikirim sesuai SOP yang berlaku. Sementara itu, Kepala

Gudang Bulog di Bangli, Anak Agung Gede Oka, mengatakan, rastra yang disalurkan rinciannya yakni ke Kelurahan Bebalang sebanyak 2,060 ton, Desa Susut 3,260 ton, Desa Pengelumbaran 1,720 ton, Desa Selat 640 kg, Desa Pengiyangan 1,580 ton, Kelurahan Kawan 1,240 ton, Desa Undisan 1,840 ton, Desa Bangbang 2,220 ton, dan Desa Peninjoan, 5,360 ton. ‘’Jadi, jumlah total beras yang disalurkan hari ini (kemarin -red), sebanyak 19,920 ton. Sementara untuk desa yang lainnya terus akan kita disalurkan secara bertahap,’’ kata Gede Oka (kmb41)

Segera Dibahas, Ranperda Perlindungan Hak Penyandang Disabilitas Bangli (Bali Post) Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas menjadi salah satu dari delapan ranperda yang akan segera dibahas DPRD Bangli. Sebagaimana disampaikan Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta dalam rapat paripurna penyampaian ranperda di DPRD Bangli, Rabu (21/2) kemarin, secara umum, hak-hak penyandang disabilitas masih belum terlindungi secara yuridis, terlebih regulasi di daerah belum memberikan perlindungan hak-hak penyandang disabilitas secara konkret. ‘’Oleh karena itu, regulasi di daerah sangat diperlukan sebagai sumber hukum dalam memberikan pelayanan kepada penyandang disabilitas di Kabupaten Bangli,’’ kata Sedana Arta. Dijelaskannya, sesuai data Dinas Sosial Bangli tahun 2018, Kabupaten Bangli memiliki penyandang disabilitas 0,36 persen dari jumlah penduduk 264.098 orang. Hambatan secara social budaya maupun aksesibilitas fisik dan nonfisik masih banyak dialami penyandang disabilitas. Banyaknya penyandang disabilitas yang berasal dari keluarga ekonomi lemah menyebabkan mereka kurang dapat memper-

oleh akses terhadap pelayanan dasar yakni pendidikan dan kesehatan. Dari segi pendidikan, masih banyak sekolah yang belum mau menerima penyandang disabilitas untuk bersekolah dengan alasan kesehatan dan ketiadaan sarana dan prasarana. Hal itu menyebabkan penyandang disabilitas kurang mampu untuk mencapai pendidikan tinggi sehingga pada gilirannya berdampak pada tingkat kesejahteraan dan keterlibatan dalam pengambilan keputusan publik. Akses terhadap layanan kesehatan juga menjadi kendala yang selama ini sering ditemui oleh penyandang disabilitas. ‘’Dari segi hak sosial dan politik, permasalahan yang sering kali dialami oleh penyandang disabilitas di Bangli berkaitan dengan pelayanan publik, hak untuk berpartisipasi dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat, dalam hal ini terlibat dalam adat. Misalnya dalam penurusan administrasi kependudukan seperti KTP atau akta kependudukan lainnya, meski secara umum bisa didapatkan oleh penyandang disabilitas namun sering kali dalam pengurusannya penyandang disabilitas harus tergantung pada keluarga karena ketiadaan akses ke gedung-gedung pelayanan

Bali Post/ina

RAPAT PARIPURNA - Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta dan Ketua DPRD Ngakan Kutha Parwata saat rapat paripurna, Rabu (21/2) kemarin. publik,’’ jelasnya. Demikian juga dalam hal kehidupan beragama dan bermasyarakat adat, sering kali penyandang disabilitas mengalami kendala untuk terlibat misalnya karena ketiadaan akses menuju pura atau tempat peribadatan. Tak hanya itu, masih kurangnya pemahaman tentang disabilitas di kalangan tokoh agama dan adat juga menjadi kendala lain penyandang disabilitas tidak bisa terlibat dalam kegiatan agama dan adat. ‘’Oleh karena itulah, dibutuhkan sebuah perda yang

mengatur dan memenuhi hakhak penyandang disabilitas sehingga mampu berpartisipasi secara setara dalam masyarakat,’’ terangnya. Sementara itu, Ketua DPRD Bangli Ngakan Kutha Parwata yang memimpin rapat paripurna kemarin, menyampaikan kedelapan ranperda disusun semata-mata untuk meningkatkan fungsi pemerintahan terutama fungsi pengaturan, pelayanan, dan pemberdayaan masyarakat. Ranperda tersebut memiliki makna yang sangat penting

bagi berjalannya pemerintahan di Kabupaten Bangli. Sebelum rapat paripurna berakhir, beberapa anggota DPRD melakukan interupsi. Anggota dewan, Ida Bagus Mudarma, dalam interupsinya mengusulkan untuk menunda pembahasan ranperda, hingga diadakannya rapat dengar pendapat dengan Bupati Bangli I Made Gianyar. Salah satu yang dipermasalahkan adalah APBD 2018 yang sampai sekarang belum diterima DPRD. (kmb40)


19

Kamis Pon, 22 Februari 2018

Soal Perusakan Pura Semeru Agung

Umat Hindu agar Kendalikan Diri

Bali Post/win

PAMERAN - Pengunjung menikmati pameran foto yang digelar Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di Denpasar dengan tema ‘’China In New Era’’ di Gedung Kriya Sembrani Occihcrawa, Bali Werdhi Budaya Art Center, Denpasar.

”China In New Era’’

Ratusan Foto Dipamerkan KONSULAT Jenderal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di Denpasar menggelar pameran foto skala besar yang bertema ‘’China In New Era’’ di Gedung Kriya Sembrani Occihcrawa, Bali Werdhi Budaya Art Center, Denpasar. Sebanyak 238 foto dan beberapa video dengan tiga tema dipamerkan hingga 24 Februari mendatang. Plt. Konsulat Jenderal RRT Chen Wei menjelaskan ada tiga tema pokok yang diangkat. Tema pertama, terkait dengan foto-foto HUT ke-3 Konsulat Jenderal RRT di Denpasar. Foto-foto ini memperlihatkan bagaimana indahnya Konjen RRT bergandengan tangan dengan sahabat-sahabat dari berbagai kalangan masyarakat di Bali, NTB, NTT untuk mendorong kemajuan persahabatan Tiongkok dengan Indonesia. Tema kedua, tentang foto prestasi diplomasi Tiongkok. Sedangkan tema ketiga adalah prestasi pembangunan Tiongkok dalam lima tahun terakhir. ‘’Tujuan dari pameran foto ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan mengenai Tiongkok di antara masyarakat Tiongkok di Bali, sehingga kebudayaan Tiongkok dengan kebudayaan Bali semakin erat,’’ ujar

Chen Wei pada pembukaan pameran foto ‘’China In New Era’’, Rabu (21/2) kemarin. Ia mengatakan tema ‘’China In New Era’’ dipilih karena beberapa tahun belakangan ini di bawah pimpinan Presiden Xi Jinping dan Presiden Jokowi, inisiatif jalur sutra maritim abad ke-21 disinergikan. Sehingga hubungan Tiongkok dan Indonesia memasuki era terbaik sepanjang sejarah. Oleh karena itu, tiga tahun belakangan ini Konjen RRT di Denpasar terus berupaya memperdalam komunikasi dan kerja sama di bidang politik, perekonomian, perdagangan, kebudayaan, pendidikan, dan lainnya. Ia berharap pameran yang dibuka untuk umum dari pukul 08.30 Wita hingga 18.00 Wita ini bisa dikunjungi oleh semua kalangan, baik siswa, mahasiswa, guru, dosen maupun masyarakat umum. Sekretaris Dinas Kebudayaan Provinsi Bali A.A. Komang Sapta Negara, S.E., M.M. yang mewakili Kadis Kebudayaan Provinsi Bali menyambut baik pameran foto itu. Sebab, akan mendorong pertukaran kebudayaan dan kesenian antara Tiongkok dan Indonesia ke depannya serta makin mempererat hubungan kedua negara. (win)

Warung Global

PD Parkir Takkan Merugi

FEBRI di Denpasar mengatakan penerapan tarif parkir progresif di Pasar Badung nanti pasti dapat terpenuhi dengan sarana dan prasarana yang memadai sehingga berdampak pada peningkatan PAD. Saat ini pembangunan Pasar Badung belum selesai. Tarif progresif berbeda besarannya sesuai dengan jenis kendaraan dan lama parkir. Semakin lama parkir, biaya yang dikeluarkan akan makin besar. Werda di Tegallalang dan Lilis di Tabanan mengatakan, mestinya PD parkir tak ada sampai merugi. Ide ini bagus dari sisi keadilan sesuai dengan lama tidaknya parkir dan tidak akan ada kebocoran dibandingkan dengan sistem parkir konvensional dan tata kelolanya. Program ini mesti segera diwujudkan agar PD Parkir maju dan tidak merugi. Juru parkir mesti dipikirkan juga akan nasib mereka ke depannya agar bisa mencari nafkah. Angga di Denpasar menyatakan sebai-

knya penerapannya hanya pada tanah milik pemerintah saja. Sarana dan prasarana harus disiapkan agar bisa dilaksanakan secara profesional. Pemerintah dan pihak terkait agar terus berupaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat pengguna jasa parkir. Guna mewujudkannya perlu didukung sistem yang baik agar dapat meningkatkan dan memberikan kontribusi maksimal. Widnyana di Denpasar mengatakan wajar saja apabila memberlakukan tarif progresif tersebut tetapi harus sesuai dengan fasilitas yang diberikan oleh tempat tersebut. Penerapan tarif parkir progresif ini perlu dilakukan di areal pasar. Sudana di Tabanan mengharapkan dengan penerapan parkir progresif ini mampu menekan penggunaan kendaraan pribadi di jalanan, sehingga kemacetan yang sudah kerap terjadi biasa bisa diminalisir. Kebijakan bagus untuk menata parkir yang semrawut. (dika)

Denpasar (Bali Post) Umat Hindu diminta untuk tetap mengendalikan diri. Terutama setelah ada perusakan tiga arca di Pura Mandara Giri Semeru Agung, Lumajang, Jawa Timur. Biarkan aparat berwajib yang bekerja untuk mengusut tuntas kejadian tersebut. ‘’Di tengah-tengah dinamika masyarakat saat ini yang sedemikian rupa, kalau toh ada perusakan, umat Hindu agar mampu mengendalikan diri. Kemudian, kita serahkan sepenuhnya kepada aparat hukum,’’ ujar Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali I Nyoman Lastra saat dikonfirmasi, Rabu (21/2) kemarin. Menurut Lastra, umat Hindu jangan sampai bereaksi secara berlebihan. Sebab, sikap seperti itu sama sekali tidak menguntungkan bagi kehidupan umat Hindu itu sendiri maupun berbangsa dan bernegara. Dengan demikian, pengendalian diri menjadi sesuatu yang wajib dilakukan selain berserah kepada aparat penegak hukum. ‘’Itu (pelaku perusakan - red) pasti oknum, jangan pernah kita menunjuk kelompok mana. Ini kan tidak saja

simbol-simbol Hindu sekarang ini yang menjadi sasaran orang-orang usil. Tapi para tokoh agama seperti kiai, dan di gereja juga ada,’’ imbuhnya. Kejadian seperti ini, lanjut Lastra, justru menjadi momentum untuk menguatkan rasa kebangsaan. Terlebih, seluruh anak bangsa telah berkomitmen untuk menjaga negeri ini supaya senantiasa rukun dan damai. ‘’Ini ujian bagi bangsa kita, ada apa. Kita orang beragama kan harus memiliki pengendalian diri yang kuat ketika ada bencana dan masalah,’’ tandasnya. Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Bali Ketut Tama Tenaya melihat ada upaya dari oknum-oknum tertentu yang ingin menghancurkan bangsa melalui konflik SARA. Mengingat, belakangan sering terjadi perusakan tempat ibadah ataupun penyerangan terhadap tokohtokoh agama. ‘’Ini harus disikapi dengan hati-hati,’’ ujar politisi PDI-P ini. Tama meminta Forum Kerukunan Umat Beragama berkoordinasi dengan baik. Aparat keamanan diharapkan dapat segera mengungkap pelaku-pelaku perusakan. Sementara masyarakat agar tetap menjaga persatuan, tidak mudah

Tidak Cekcok Dari Hal. 1 Putu Moh Diana pun kembali datang untuk membujuk agar istri dan anak-anaknya pulang pada Selasa malam sekitar pukul 23.00 Wita. Namun kembali sia-sia karena Septiyani enggan untuk kembali. Tanpa pembicaraan lebih lanjut, pun tidak terjadi cekcok sehingga seisi rumah yang dihuni 4 KK dengan total 17 orang itu masuk ke kamar masing-masing untuk tidur. Kala itu pihak keluarga pun tidak menaruh curiga dengan kepulangan Septiyani, sebab ibu ketiga anak ini cukup sering pulang dan menginap. ‘’Lumayan sering kakak saya ini pulang dan nginap. Tapi biasanya ajak suami. Ini tumben sendiri,’’ ujar adik Septiyani, Nyoman Yoga, di TKP. Yoga sendiri merupakan orang pertama yang menyaksikan peristiwa ini. Ketika itu Yoga hendak mengambil alat mandi di kamar tempat korban menginap. Namun pada saat itu ia menggedor pintu kamar namun tidak ada jawaban. Yoga pun berusaha masuk dengan membuka paksa jendela kamar kemudian dilihat pelaku dan ketiga korban dalam keadaan kaku. Betapa kagetnya, ia menemukan kakak dan ketiga keponakannya yang mungil itu sudah terbujur kaku. Pada saat ditemukan posisi ibu dan ketiga bocah

itu dalam keadaan tidur telentang. Septiyani pun dilihat masih memegang pisau dengan posisi tidur paling selatan. Sementara ketiga anaknya berjejer, paling utara anak pertama, lalu anak kedua, dan anak ketiga di samping utara Septiyani. Ketiga bocah ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia, sedangkan Septiyani masih kritis dengan luka goresan di pergelangan tangan kiri dan leher bagian kanan. Dari dalam Yoga lantas membuka pintu kamar secara paksa, dan memberitahukan keluarga yang lain atas kejadian tersebut. Selanjutnya Septiyani yang berlumuran darah serta ketiga anaknya ini pun langsung dilarikan ke RS Ganesa Celuk. Nyoman Yoga mengaku tidak menyangka akan terjadi peristiwa mencekam seperti ini terhadap kakak dan keponakannya itu. Sebab, sebelum kejadian, kakaknya tidak ada menunjukkan gelagat mencurigakan. ‘’Tidak ada kecurigaan sedikit pun. Semuanya tampak biasa,’’ jelasnya. (kmb35)

menuduh, dan tidak gampang terprovokasi. ‘’Harapan saya untuk kehidupan umat beragama di Bali tetap bisa saling menghormati,’’ jelasnya. Mantan Rektor Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar Prof. Dr. I Nengah Duija, M.Si. mengatakan, perusakan arca suci di Pura Mandara Giri Semeru Agung, Lumajang tersebut harus direspons dengan hati-hari oleh umat Hindu. Apalagi, pelakunya belum diketahui dan belum diketahui apa dan siapa di balik semua kejadian itu. Sehingga jangan sampai umat terkecoh dengan taktik adu domba oleh orang yang tidak bertanggung jawab tersebut. Peristiwa ini tentu menjadi pelajaran berharga bagi umat Hindu agar selalu waspada terhadap warisan leluhur supaya mampu menjaganya secara lahir dan batin. ‘’Mari kita serahkan semua itu kepada aparat kepolisian untuk mengusut sampai tuntas. Mari kita jaga kedamaian dan kebinekaan itu dengan membangun komunikasi yang lebih intensif kepada semua komponen masyarakat agar tidak menjadi potensi konflik SARA,’’ tandas Prof. Duija, Rabu kemarin. (rin/win)

Jalan Pintas Dari Hal. 1 Permasalahan tersebut berlarut-larut tidak bisa diselesaikan secara baik-baik, sehingga memilih jalan pintas berupa bunuh diri untuk mengakhiri permasalahan tersebut. Menurutnya, perilaku yang demikian menunjukkan bahwa masalah moral religi yang tidak diperhitungkan oleh pelaku. ‘’Kemurungan dan ketidakterbukaan tentang penyelesaian masalah dan memendam persoalan sendiri akan mempercepat jalan pintas untuk mengakhiri semua persoalan,’’ ujarnya.

Komisioner Komisi Perlindungan Perempuan dan Anak Daerah (KPPAD) Bali Ni Luh Gede Yastini sangat prihatin kasus ini terjadi lagi di Bali setelah sebelumnya pernah terjadi di Singaraja. Ia pun menyayangkan kejadian ini kembali terjadi. Orangtua sebagai pelindung anak, justru malah ikut melakukan kekerasan pada anak. ‘’Orangtua dalam konsep perlindungan anak ini adalah pelindung utama bagi anak, sehingga dalam undang-undang pun keluarga diberikan atensi khusus,’’ ujarnya, Rabu kemarin. (win/dok/may)

Pernikahan Kedua Dari Hal. 1 Termasuk saat pernikahan Septiyani dengan pria asal Desa Sulangai, Petang itu pun, Made Sanggra juga tidak ingat persis. Ia hanya tahu setelah pernikahan kedua ini, Septiyani melahirkan anak pada 2011. ‘’Itu melahirkan anak yang pertama dari suami di Desa Sulangai, setelah itu pada 2012 barulah saya men-

jadi klian dinas,’’ tandasnya. Sementara itu, Bendesa Sukawati I Nyoman Suwantha mengatakan akan segera rapat terkait peristiwa ini. Terutama untuk prosesi upacara pembersihan. ‘’Saya sudah koordinasi dengan klian adat agar ditindaklanjuti untuk urusan ritualnya. Karena ini kejadian tidak wajar, jelas membuat leteh,’’ ujarnya. (kmb35)

Jalan Kebenaran Dari Hal. 1 Mata kiri Novel tampak memutih dan bengkak, sedangkan mata kanannya sudah tampak berfungsi baik meski warnanya tidak terlampau jernih. Gigi Novel juga tampak ada yang tanggal karena diambil untuk operasi mata kiri Novel pada Agustus 2017 lalu. ‘’Saya ingin menegaskan

bahwa seperti apa pun Allah akan menunjukkan jalan kebenaran sekalipun ada orang yang berupaya menutup jalan itu,’’ tambah Novel. Sementara itu, Presiden Joko Widodo mengatakan akan terus mengejar Kapolri untuk menemukan pelaku penyiraman. ‘’Saya akan terus kejar di Kapolri agar kasus ini menjadi jelas dan tuntas

siapa pun pelakunya. Akan kita kejar terus Polri,’’ kata Presiden, Selasa (20/2). Sejumlah pihak termasuk Novel juga mengusulkan untuk dibentuknya Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) untuk mengusut kasus itu, tetapi pembentukan TGPF belum juga dilakukan. ‘’Dan Polri juga sudah menyampaikan (kemajuan penyidikan),

kalau Polri sudah ‘gini’ (menyerah) baru kita akan ‘step’ yang lain,’’ kata Presiden sambil mengangkat kedua tangannya menunjukkan orang tanda menyerah. Polda Metro Jaya sudah merilis dua sketsa wajah yang diduga kuat sebagai pelaku, namun belum ada hasil dari penyebaran sketsa wajah tersebut. (ant)

Kamis, 22 Februari 2018 05:00 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:54 Wita Mars Bali Jagadhita 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Wariga Tenung (4) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi 07:05 Wita Bali Channel 07:35 Wita Kartun Ball Khrisna (2) 08:00 Wita Bali Channel Tourist TV

09:00 Wita DW TV 10:05 Wita Dunia Kita 10:30 Wita Prita 11:05 Wita Bali Channel Tourist TV 12:00 Wita Puja Trisandya 12:05 Wita Dharma Wacana Wariga Tenung (5) 12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita PT Dinamika Tiga Pilar Home Shopping

14:05 Wita Klip Bali 14:30 Wita Kidung Interaktif 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:05 Wita Dialog Interaktif Dedy Susanto 17:00 Wita Nangun Yadnya Karya Rsi Yadnya Padiksan Geria Gede Manuaba 17:30 Wita Taman Sari TK Swadharma (1) 18:00 Wita Puja Trisandya

18:05 Wita Seputar Bali 19:00 Wita Giliran Anda 19:30 Wita Orti Bali 20:00 Wita Dialog Interaktif Dedy Susanto 21:00 Wita Dialog Interaktif Buana Property 22:00 Wita Berita dan Bincang Terkini 22:05 Wita Folk Song 23:00 Wita Berita dan Bincang Terkini 23:05 Wita Solusi Alternatif Marion Sam

Kini, Mual-Mual Setiap Pagi itu Tak Datang Lagi

Sejak 3 tahun lalu, setiap pagi, lelaki 38 tahun ini diserang mual-mual. Akibatnya minum susu muntah, nyeruput kopi muntah, menikmati teh tubruk pun muntah. Padahal, lelaki yang berwiraswasta ini doyan minum kopi atau teh. Selidik punya selidik, setelah ke dokter

umum, ternyata lelaki yang bernama I Komang Susarsana ini mengidap sakit mag. Pantas saja kalau begitu. Usaha berobat pun terus dan sering dilakukan oleh penduduk Desa Busung Biyu, Kecamatan Busung Biyu, Kabupaten Buleleng, ini. Namun, kesembuhan sementara yang didapat. Jadi terasa tidak mempan obat dokter itu. “Sudah putus asa saya waktu itu,” keluhnya ketika ditemui 2 Juni 2016 lalu. Secara sengaja ia mencari jalan. kalau obat dokter tak manjur, kenapa tidak obat herbal? Lalu dipilihnya Madu Bima 99. Apa hasilnya? Bukan main, belum habis sebotol Madu Bima 99

dikonsumsinya, ia sudah merasakan tak mual-mual lagi, dan tenaganya makin fit. Penyakit maag terjadi akibat konsentrasi asam lambung yang tidak lagi normal. Padahal, kenormalan itu sangat perlu kita jaga agar lambung bisa berfungsi dengan baik. Lalu, apa yang terjadi jika lambung tak berfungsi dengan baik? Di dalam buku Tubuh Anda adalah Dokter yangTerbaik dinyatakan bahwa para ahli kesehatan mengatakan, lambung merupakan sumber utama berbagai penyakit. Dan ini ternyata amat benar. Sebab, sebagaimana kita ketahui, masa depan tubuh seseorang bergantung kepada kualitas

makanan yang dimakannya. Makanan yang dimakan akan menentukan kualitas darah. Kualitas darah sangat ditentukan keseimbangan dan kualitas nutrisi yang masuk dan diolah di dalam lambung serta organ-organ pencernaan lainnya. Bila terjadi

kerusakan pada mesin pengolah itu, tentu makanan tidak dapat diolah dengan baik. Dampaknya adalah tidak maksimalnya nutrisi yang harus diserap oleh darah, lalu dikirim ke seluruh tubuh guna memberi makan seluruh sel tubuh. Akibatnya, keseimbangan suplai nutrisi akan terganggu, yang akan berdampak pada menurunnya kualitas sel dan darah. Dan hal ini akan berdampak pada terganggunya keseimbangan kerja sebagian atau seluruh organ tubuh. Akibatnya, muncullah berbagai penyakit. Untuk itu, perlakukanlah lambung sebaik mungkin. Salah satu upaya yang diperlukan adalah tidak memaksa lambung bekerja

dengan ekstrakeras sehingga tidaklah pantas bila seseorang mengonsumsi makanan secara sembarangan tanpa memerhatikan manfaat dan kualitasnya. Saat ini berbagai madu pahit dengan berbagai merek telah beredar di pasaran. Tapi, yang banyak digemari, karena manfaatnya yang nyata, memang Madu Bima 99. Apalagi, dari hasil uji laboratorium Fakultas Farmasi UI dan Sucofindo September 2014, Madu Bima 99 terbukti bebas dari bahan kimia obat, patogen, logam berbahaya, dan zat berbahaya lainnya. Bahkan, saat ini juga tersedia Madu Bima 99 khusus, yakni Madu

Kesuburan Pria, Madu Kesuburan Wanita, dan Madu Kecerdasan Otak. Untuk mendapatkannya, Anda bisa datang ke apotek, toko obat, dan outlet-outlet lainnya di kota Anda. Untuk informasi lebih lengkap, Anda bisa mengunjungi @madubima99, www.madubima.com, dan www.facebook.com/Madu Bima 99.

Distributor Bali 08123644754, Subdist : Jembrana 081936459563, Klungkung 085954158293, Tabanan 087761444100, Buleleng 08174708396 / 0817351071, Karangasem 081239707770, Gianyar&Bangli 081338916680, Denpasar 08123644754, Badung 081999945381 ADV.0001364-ADV-22


56 Number 10th Year

16 Pages

Price: Rp

L O N A A T I E R N I N T

3.000,-

st.co.id e-mail: info_ibp@balipo t.com. rnationalbalipos om. http://epaper.inte

L O N A A T I E R N I N T

ationalbalipost.c online: http://www.intern

t l - Van Sanlin Ber by alchoho Disabled toonist biopic to brings car Thurday, February

Thurday,

February

Syriaâ&#x20AC;&#x2122;s Ghouta residents â&#x20AC;&#x153;wait to dieâ&#x20AC;? as bombs fall

22, 2018

22, 2018

play in wanted to Williams Reeve - the role Robinactor Christopher makes - It was a BERLIN friend â&#x20AC;&#x153;Supermanâ&#x20AC;? despite his disability who his honour of of a quadriplegic newspaper true story a talented cartoonist. in his localChristopher as - he saw it and his name

who com- in San Francisco of his who had Williams, But while in 2014, never got Reeve was a friend he very much part, his accident and mitted suicide to play the Callahan had an to play a quadriplegic, who John the chance wanted of his friend, said. cartoonist in honour Sant interest in the story to the screen, top partlya quadriplegic,â&#x20AC;? Van at helped bringcompeting for the was shows Callahan revealing The film in a biopic Berlin festival. Anonymous, Get Far prize at the by his mothAlcoholics He Wonâ&#x20AC;&#x2122;t â&#x20AC;&#x153;Donâ&#x20AC;&#x2122;t Worry,on Callahanâ&#x20AC;&#x2122;s 1989 how being abandoned him to drink. DObased man par- er as a child drove on Foot,â&#x20AC;? the young L[ ZKR SOD\V & alcoholism -RDTXLQ 3KRHQ in 2010 - said the memoir, shows in thrall to died tying while accident on a drunken lahan - who Bensch of the cartoonistâ&#x20AC;&#x2122;s REUTERS/Fabrizio quadriplegic biggest challengeparalysis. before a car Kier arleaves him his disand Udo night out life was not drinking was his in Phoenix Berlinale as the creâ&#x20AC;&#x153;I think at age 21. at the 68th actors Joaquin his career he told reporters Far on Foot Sant with It follows cartoons that often ability really,â&#x20AC;? Gus Van Wonâ&#x20AC;&#x2122;t Get Get Far and editor Donâ&#x20AC;&#x2122;t Worry, He ator of biting darker side of human Berlin. 20, 2018. He Wonâ&#x20AC;&#x2122;t the â&#x20AC;&#x153;Donâ&#x20AC;&#x2122;t Worry, RI ÂżOPV FRP- Director, screenwriter of the movie Germany, February addressed battling alcoholism. said LV RQH in Berlin, nature, while Gus Van Sant International rive for the screening RQ )RRW´ l Film Festival Director asked him to worka peting for the Berlin Bear, to be Golden Internationa had into Williams Film Festivalâ&#x20AC;&#x2122;s the memoir Feb. 24. (rtr) brand of chocolate on adapting awarded on western to a popular in refers from Rioâ&#x20AC;&#x2122;s tough said the screenplay. John Callahanâ&#x20AC;&#x2122;s work by stray bulletsalso milk, is â&#x20AC;&#x153;He liked of Bangu. She in children killed O Pensador, city, neighborhood to mean â&#x20AC;&#x153;how cool,â&#x20AC;? with dance mu- Rio, rapper Gabriel phrase is used about sambaing second largest the popular Rio, Brazilâ&#x20AC;&#x2122;s about whether Rio de Janeiro, known a song mostly On from from the parodies. - A viral objected to shot? No, Iâ&#x20AC;&#x2122;m not going your girlfriends. music video, with JANEIRO a shotâ&#x20AC;? sic genre glamorizes violence. ordered U WRR RIO DE â&#x20AC;&#x153;What a The official views, made the called â&#x20AC;&#x153;Whatabout the as funk,Brazilâ&#x20AC;&#x2122;s government of RU ,ÂśP D MRNH music video command to WR IDOO WR WKH Ă&#x20AC;R time and a place,â&#x20AC;? over 136 million attention was Friday, debate in Brazil to take over freedom celhas a state national is stirring but joking of crime and LQ 5LR the army in Rio de Janeiro that we love is rounds as violence during the CarRio forces â&#x20AC;&#x153;The increased on glamorization V VXUJLQJ FULPH images to police focused after killings to 6,731. he raps. carnival and this violence in Rio, with RI H[SUHVVLRQ Dled the governmentthe curb violence year ebrates nival festivities tourists en masse has percent last TV. state of de Janeiro charge of security in by nearly 8 to outlaw funk music terrifying.â&#x20AC;? of gangs robbing on national northeastern in often A petition H[SOLFLW WUHDWPHQW put troops A city in theto ban the song being repeatedly broadcast LWV of funk music KDUVK JDLQHG tried month, tourist city. Jordana Gleise de Jesus- EHFDXVH RI Performers VH[ DQG GUXJV last Alagoas Carnival this Todynho The hit by and the RI YLROHQFH 20,000 signatures in played during violence. Authori- VD\ WKH\ DUH RQO\ UHĂ&#x20AC;HFWLQJ WKH known as JoJo than it incited Rio de Janeiro also traction Menezes - myriad parody videos in more has failed to gain around arguing SRVH D ÂżQH RI but a reality of large. The music has of has spawned since it was released year but WLHV VRXJKW WR LP country at as it has moved In a population for each violation, on YouTube the government reais ($616) the city from punish- been toned downto the mainstream. and Congress. in 2015, LQJ LV December. often show children as a 210 million people, gun deaths Bank court stopped HIRUH D ÂżQDO UXO from the favelas The clips to the groundlyrics recorded 59,080 10 World LQJ PXVLFLDQV E reports said. (rtr) the it in the top name media countries. adults collapsing putting artistic murderous images reached, out followingthe person whose of the most shot rings Todynho, 21, before as the list In a music video featuring RI \RXQJ â&#x20AC;&#x153;What a shotâ&#x20AC;?, begins to dance DQG WKH IDFHV stands up andup. No. 106 Dps RI FRIÂżQV Jl. Raya Puputan No 148 music picks have revived debate Mandala Renon Renon IBP/net O %DOL 3RVW DW The spoofs 28 Kopi Made Jl. Raya Niti 148

Brazilâ&#x20AC;&#x2122;s â&#x20AC;&#x2DC;What

JoJo Todynho

video a shotâ&#x20AC;&#x2122; music

UQDWLRQD

<RX FDQ ÂżQG ,QWHNo 68

Scret 10 Malaika Sari Kuta Jl. Bakung 11 Snack Shack Lokal Jl. Pantai Kuta 12 Warung Club Tanduk 1 Kuta Beach the Coffe Bear Jl. Camplung 13 Cokro Cafee Kuta Sari Kuta 2 Wen Dys Hotel Jl. Bakung 14 T.J.Bar Paradiso Bali 3 Seminyak Legian Kuta Jl. Padma 15 J & N Kebab Resort&Spa 23 4 Ramayana Bar 16 Goanna Legian Resort&Spa Jl. Doble Six/Werkudara No. 51 5 The Lokha Emtertaiment 17 Batu Jimbar Jl. D.Tamblingan Sanur Live Sport Cafee 6 66 Corner No.126 A 18 Ramayana Grill 140 Jl. D.Tamblingan 7 Leghawa Jl. D.Tamblingan dan Restoran 8 Retno Barr 9 Elkomedor

t crime wave

e amid violen

stirs debat

Cafee 19 Smirnof Jl. D.Poso 20 Legwa Hotel No. 50D Cafee Jl. D.Poso 21 Nu Laser No. 39 Book Jl. D.Poso 22 Ganesa Sanur Jl. D.Poso 23 All For Daiving Sanur Jl. D.Poso 24 Barocca Sanur Jl. D.Poso 25 Lantern Sanur Jl. D.Poso 26 Shearlock Sanur 27 Cafe Degan Jl. D.Tamblingan Jl. D.Tamblingan

Sanur Manan Mandala No. Jl. D.Tamblingan Sanur 29 Dimsum Jl. Raya Niti Yamin No.18 Jl. Mohamad Jl. D.Tamblingan Sanur 30 Furama No.88 Renon Subah Renon Jl. Merdeka Jl. D.Tamblingan Sanur 31 Warung Denpasar khas Gilimanuk Wuruk 184 Jl. Hayam Jl. D.Tamblingan Sanur 32 Ayam Betutu Jl. D.Tamblingan 33 Bali Bakery 17 DKerobokan Jl.Petitenget 17E Kerobokan Jl.Petitenget Klod 17C Kerobokan Klod Jl.Petitenget 9 Kerobokan Jl.Petitenget

Khabieh REUTERS/Bassam

Syria February

20, 2018.

idents outa res l Syriaâ&#x20AC;&#x2122;s Gh â&#x20AC;? as bombs fal die â&#x20AC;?wait to A child walks

near damaged

buildings

in the besieged

town of

Douma,

Eastern

Ghouta,

Damascus,

helicopters by dropped from

late Ministry said Russiaâ&#x20AC;&#x2122;s Defence on Tuesday.Ghouta is one of a groupa

Eastern condemned bombs zonesâ&#x20AC;? under â&#x20AC;&#x153;turn to whose use has been JUHHG of â&#x20AC;&#x153;de-escalation HÂżUH LQLWLDWLYH D with waiting their ent the United Nations. they were GLSORPDWLF FHDV Russia and Iran allies district said of the war by pro-governm the rebels. by Assadâ&#x20AC;&#x2122;s has backed OLDWHG eastern Ghoutabombardments WARNINGS in the coalition Turkey which of Syriaâ&#x20AC;&#x2122;s intense say,â&#x20AC;? said in the A commander RI $VVDGÂśV JRY- %XW D UHEHO JURXS IRUPHUO\ DIÂż - Residents one of the most near Damascus. thing I can is not included BEIRUT amid is the only 22, whose wife is ÂżJKWLQJ RQ EHKDOI overnight the enclave with al Qaeda the This a small presence rebel-held the rebels truces and it has dieâ&#x20AC;? on Wednesday, deadliest of its Bilal Abu Salah,JQDQW ZLWK WKHLU ÂżUVW ernment told Reuters the besieged, one of the Ghouta aims to prevent entering forces on

become neighbourGhouta, now ÂżYH PRQWKV SUH bombing biggest eastern the eastern mortars. there. in one vil- Syrian civil war, in eastern child in the people died with Conditions from targeting had increasingly At least 10 than 200 were injured eighth year. taken in east- town Douma. of the bom- hoods of Damascus by a ground besieged since 2013, even before the the terror showed At least 296 Reuters photographs lage and more They fear bring her into labour It may be followed aid agencies of food, Wednesdayrubble of will as shortagesnecessities yet. alarmed in the district ern Ghouta on early on Wednesday. through the blood- bardmentsaid. been killed latest assault, has not started basic live campaign. people have three days, the British- men searching carrying (rtr) â&#x20AC;&#x153;The offensive bombing,â&#x20AC;? the medicine and other early, he all people living here and illness. RU VL[ and cowin the last Observatory for Human smashed buildings, preliminary â&#x20AC;&#x153;Nearly to hospital caused suffering 7KHUH DUH ÂżYH is no This is said. based Syrianmonitor said. streets. There smeared people commander have also been firing de- LQ VKHOWHUV QRZ one home. Rights war 13 bodies, including ering in debris-strewn also be heard Rebels of Damascus Nations haswhich families in he said. News can at Global Another ZHUH UHFRYHUHG IURP no markets,â&#x20AC;?Medical Care and mortars on the districtswounding two The United in â&#x20AC;&#x153;Bali Imageâ&#x20AC;? from 9.30 on of of the bombardment, civilian food, 96.5 Ghouta, destroyed ÂżYH FKLOGUHQ The Union , a group Radio FM am. Listen to near easternWednesday, state media of houses and nounced hospitals and other attacks at least the rubble the villages of Arbin on until 10.00 FM at http:// has struck Relief Organisations saying such that fund hospitals mortars killed said people m reported. Global Radio Tuesday in foreign agencies parts of Syria, Gh- reported. Rebel XHVGD\ Observatory a densely infrastructure, ten2myradio.co be war crimes. appeared at http:// Saqba, the eastern Ghouta, globalfmbali.lis areas, DamasVL[ SHRSOH RQ 7 streaming the could pace of the strikes its inten- in opposition-held facilities in http:// The eastern district on The Centre but or live video li.com and â&#x20AC;&#x153;Today, residential eight medical attacked on Tuesday.its li. agricultural the last major and as well as Russiaâ&#x20AC;&#x2122;s radioglobalfmbanel/global-fm-ba slacken overnight, Wednesday populated had been outskirts, is government Assad cus hotels, Reconciliation, received rebel to resumed later on said. Pro- outa ustream.tv/chan Damascus capital still under The Syrian by illegal it sity has backed for Syrian Observatory HGV RI area near the to 400,000 people, Russia, which 2015, say they massive bombardment Ghouta,â&#x20AC;? morning, the from eastern bombs ally air power since government JRYHUQPHQW IRUFHV ÂżUHG KXQGU also deny control. Home dropped barreldistrictâ&#x20AC;&#x2122;s with target civilians. They EDUUHO armed groups besieged by has been rockets and on the do not years. XUDWH H[SORVLYH for in bombard- from helicopters forces XVLQJ WKH LQDFF escalation A massive URFNHW ÂżUH VKHOOLQJ towns and villages. our turn to die. pped â&#x20AC;&#x153;We are waiting PHQW LQFOXGLQJ and helicopter-dro has air strikes since Sunday barrel bombs,

balipost (166rb Like) http://facebook.com/balipost

Kamis Pon, 22 Februari 2018

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

Gung Gek Vita

â&#x20AC;?KMKTâ&#x20AC;? Bukti Keseriusan Tekuni Pop Bali Memiliki hobi menyanyi sejak berumur 7 tahun, membuat A.A. Ayu Advaita Jelantik atau yang akrab dikenal Gung Gek Vita kian serius menekuni dunia tarik suara di belantika musik pop Bali. Istri dari I Gusti Ngurah Agung Satria Wibawa ini membuktikan

keseriusannya itu dengan meluncurkan album perdananya, Rabu (21/2) kemarin. Album yang dikemas dengan format video karaoke ini diberi judul â&#x20AC;&#x153;Kedeng Menek Kedeng Tuwunâ&#x20AC;? atau yang disingkat â&#x20AC;&#x153;KMKTâ&#x20AC;?. Dalam albumnya ini, selain dua single terdahulu, ada

7 lagu baru yang terangkum di dalamnya. Seperti, â&#x20AC;&#x153;KMKTâ&#x20AC;?, â&#x20AC;&#x153;Suntik Formalinâ&#x20AC;?, â&#x20AC;&#x153;Muani Egoisâ&#x20AC;?, â&#x20AC;&#x153;Lempuyenganâ&#x20AC;?, â&#x20AC;&#x153;Sinyal Kencengâ&#x20AC;?, â&#x20AC;&#x153;Beli Jonsonâ&#x20AC;? dan â&#x20AC;&#x153;Numitis Pang Siuâ&#x20AC;?. â&#x20AC;&#x153;Kenapa saya memilih lagu â&#x20AC;&#x153;Kedeng Menek Kedeng Tuwunâ&#x20AC;? sebagai judul album, selain banyol lagu

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, (0361) 233801 Facsimile: 227418

ini juga menceritakan tentang kehidupan sosial di masyarakat. Dimana, sang suami tidak begitu peduli dengan istrinya atau rumah tangganya, karena dia lebih mementingkan berjudi. Melalui lagu dalam album ini saya berharap para suami sadar akan tanggung jawabnya,â&#x20AC;? ujarnya. Untuk produksi album ini, ia menggandeng sejumlah nama yang sudah berpengalaman di bidangnya, baik untuk menggarap musik dan rekaman, maupun

video klip. Sebut misalnya namanama, seperti AA Raka Sidan, Komang Mang Raka dan De Or. Selain itu, kehadiran penyanyi lama Gede Pranajaya yang menciptakan lagu dan juga berduet di lagu â&#x20AC;&#x153;Beli Jonsonâ&#x20AC;?. Sementara aransemen musik, selain digarap Gung Dea, selebihnya ditangani Dek Artha dari Hartapro. Sedangkan untuk video klip digarap Yasa Sega dan Dodik yang melibatkan pelawak Sengap sebagai model dalam video klip KMKT. (win)

Bali Post/win

KMKT - Gung Gek Vita saat peluncuran album perdana â&#x20AC;&#x153;KMKTâ&#x20AC;?.


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi 22 Februari 2018 | Balipost.com by e-Paper KMB - Issuu