Skip to main content

Edisi 23 Oktober 2012 | Suluh Indonesia

Page 1

Redaksi/Sirkulasi/Iklan: GEDUNG PERS PANCASILA Jl. Gelora VII No. 32 Palmerah Selatan Jakarta Pusat. Tlp: 021-5356272, 5357602 Fax: 021-53670771 www.suluhindonesia.com

Selasa, 23 Oktober 2012

No. 200 tahun VI

Pengemban Pengamal Pancasila

Staf Anas Diperiksa KPK JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai mengarahkan kasus dugaan korupsi Proyek Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) di Bukit Hambalang, Jawa Barat kepada Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum. Indikasinya terlihat pada penyelidikan yang dilakukan lembaga pemberantas korupsi ini terhadap salah satu staf Anas bernama Rachmat. “Hari ini ada penyelidikan meminta keterangan atas nama Rachmat, salah satu staf Anas Urbaningrum,” kata Juru Bicara KPK Johan Budi SP dalam jumpa pers di Gedung KPK di Jakarta, kemarin. Rachmat dimintai keterangan terkait penyelidikan kasus dugaan korupsi P3SON Hambalang terutama mengenai kemungkinan adanya aliran uang ke penyelenggara negara dan suap menyuap. Selain itu, KPK juga memeriksa Direktur Operasi PT Adhi Karya, Teuku Bagus Mohammad Noor sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi P3SON Hambalang. KPK juga menjadwalkan pemeriksaan ke-

pada Direktur Operasional PT Methapora Solusi Global, Asep Wibowo dan Manajer Konstruksi PT Citrajasa Cipta Mandiri, Malemteta Ginting. Sejauh ini KPK baru menetapkan mantan Pejabat Pembuat Komitmen Kementerian Pemuda dan Olahraga (PPK Kemenpora), Deddy Kusdinar sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Deddy dikenai Pasal 2 ayat 1, pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah pada UU No 20 Tahun 2001 jo pasal 55 ayat ke (1) ke-1 KUHP mengenai penyalahgunaan kewenangan dan tindakan memperkaya diri sendiri atau orang lain. Sebelumnya mantan Sekretaris Kemenpora Wafid Muharram mengungkapkan, Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng selaku pengguna anggaran bertanggung jawab terhadap proyek tersebut. “Saya sebagai kuasa pengguna anggaran, sedangkan Pak Andi sebagai pengguna anggaran, jadi beliau juga bertanggung jawab,” kata Wafid. (ant)

Bom Meledak di Poslantas Poso

Polisi dan Satpam Terluka

Pertemuan KPK - Polri

JAKARTA - Ledakan kembali terjadi di Poso. Kali ini sasarannya salah satu Poslantas di Poso, tepatnya yang berada di Poso Kota, Sulawesi Tengah. Mabes Polri di Jakarta mengatakan ledakan kedua bom tersebut membuat terluka Briptu Rusliadi dan anggota Satuan Pengamanan (Satpam) BRI Muh. Akbar. Kepala Biro (Karo) Penerangan Masyarakat (Penmas) Brigjen Pol Boy Rafli Amar menyatakan, saat ledakan bom pertama pukul 06.10 WITA, Briptu Rusliadi dan Muh. Akbar tak ada di pos. Setelah terjadi ledakan, keduanya langsung menghampiri pos untuk memeriksa keadaan, dan saat itulah timbul ledakan kedua yang melukai Rusliadi dan Muh Akbar. “Briptu Rusliadi luka di bagian telapak tangan kanan dan pantat, sedangkan Muh Akbar,

luka di bagian lengan sebelah kanan dan paha sebelah kanan,” papar Boy Rafli Amar. Bom itu meledak di Pos Lantas Jalan Yos Sudarso, Bundaran Smaker, Kasintufu, Poso Kota, Sulawesi Tengah, yang berjarak sekitar 100 meter dari Rumah Dinas Bupati Poso. Hingga kemarin siang, kepolisian dengan tim penjinak bom, Inafis dan forensik masih melakukan olah TKP. Sedangkan, kedua korban sudah dibawa ke RSUD Poso untuk diberikan penanganan medis. Dikonfirmasi terpisah, Kadiv Humas Polri Irjen Pol Suhardi Alius mengatakan, kepolisian masih terus melakukan penyelidikan. “Untuk pelaku dalam penyelidikan,” katanya. Hingga kemarin sore, kepolisian sudah memeriksa empat saksi terkait ledakan di Poslantas, Bundaran Smaker, Kasintufu,

Poso, Sulawesi Tengah. “Polisi sudah memeriksa empat saksi terkait ledakan yang melukai satu polisi dan satu anggota satuan pengamanan (Satpam) tersebut,” kata Boy Rafli Amar. Empat saksi tersebut terdiri dari dua orang warga sipil dan dua orang korban yaitu Briptu Rusliadi dan anggota Satuan Pengamanan (Satpam) BRI Muh. Akbar. Kepolisian masih mendalami hasil pemeriksaan saksi dengan bukti-bukti yang ditemukan di lapangan. Dalam olah TKP ditemukan telepon genggam yang diduga menjadi detonator untuk meledakan bom. “Kami menemukan telepon genggam yang kami duga kuat untuk membuat ledakan itu menjadi dua kali,” kata Boy. Polres Poso masih terus berupaya mencari bukti-bukti dan melihat indikasi apakah kejadian ini ter-

kait dengan aksi teror yang beberapa waktu lalu terjadi di Poso. Ia membenarkan ada kemiripan modus di mana bom yang digunakan menggunakan detonator sebuah telepon genggam. “Ada kemiripan dengan bom-bom yang dulu terjadi di Poso,” katanya. Sementara itu, Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mengecam peledakan bom yang terjadi di Poso itu. Kompolnas prihatin dan mengecam peledakan Poso serta minta Polri dibantu TNI dan dukungan masyarakat sama-sama menjaga keamanan Poso agar cepat pulih dan pelakunya cepat ditangkap. “Mari kita dukung Polri dan TNI yang terus berusaha menjaga keamanan di daerah ini,” kata anggota Kompolnas Edi Saputra Hasibuan di Jakarta. Menurut Edi, semua pihak

harus sama-sama ikut memberikan perhatian yang serius atas berbagai aksi yang terjadi di Poso. “Kami minta kepada masyarakat kalau ada informasi apapapun yang berkaitan peledakan dan aksi kriminalitas lainnya, agar disampaikan ke Polri,” kata Edi Hasibuan. Ia juga minta masyarakat tenang dan tak mudah terpancing dengan berbagai provokasi yang disampaikan kelompokkelompok tertentu yang menginginkan Poso tidak aman. Sebaliknya terhadap dua anggota Polri yang tewas beberapa hari lalu, Kompolnas minta pimpinan Polri memberikan perhatian khusus terhadap keluarganya. “Kami minta seluruh anak-anak korban mendapatkan beasiswa dari Polri, agar bisa melanjutkan sekolah hingga perguruan tinggi,” harap Edi Hasibuan. (ant)

Bahas Tiga Hal

JAKARTA - Pertemuan tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Bareskrim Polri untuk membicarakan proses penyerahan berkas kasus korupsi pengadaan simulator roda dua dan roda empat di Korps Lalu Lintas (Korlantas) tahun anggaran 2011 membicarakan tiga hal teknis. “Sampai hari ini belum ada kesepakatan mengenai pelimpahan kasus simulator SIM karena masih akan dibahas detail teknisnya,” kata juru bicara KPK Johan Budi di Jakarta, kemarin. Detail teknis yang akan dibicarakan menyangkut tiga hal, pertama apakah pelimpahan berkas kasus dari Polri ke KPK dengan menggunakan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) atau menggunakan UU No 30 tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi pasal 50 ayat 3 dan 4. Ayat 3 dalam UU KPK tersebut menyebutkan Dalam hal KPK sudah mulai melakukan penyidikan sebagaimana dimaksud pada ayat 1, kepolisian atau kejaksaan tidak berwenang lagi melakukan penyidikan. Sedangkan dalam ayat 4 tertulis dalam hal penyidikan dilakukan secara bersamaan oleh kepolisian dan atau kejaksaan dan KPK, penyidikan yang dilakukan oleh kepolisian atau kejaksaan tersebut segera dihentikan. “Kemudian membicarakan mengenai dua orang tersangka lain selain tiga orang yang disangkakan secara bersamasama oleh KPK dan Polri,” tambah Johan. Dua orang yang menjadi tersangka versi Bareskrim Polri adalah AKBP Teddy Rusmawan selaku Ketua Panitia Pengadaan Barang dan Jasa Simulator dan Komisaris Polisi Legimo sebagai Bendahara Korlantas. Hal terakhir adalah terkait penahanan tiga orang yang sama-sama dijadikan tersangka oleh KPK dan Polri yaitu Brigjen Pol Didik Purnomo (mantan Wakil Kepala Korlantas), Direktur Utama PT Citra Mandiri Metalindo Abadi (CMMA) Budi Susanto sebagai perusahaan pemenang tender pengadaan simulator dan Sukotjo S Bambang selaku Direktur PT Inovasi Teknologi Indonesia (ITI) yang menjadi perusahaan subkontraktor dari PT CMMA. Satu tersangka lain versi KPK adalah mantan Kepala Korlantas Polri Irjen Pol Djoko Susilo yang telah diperiksa KPK satu kali pada Jumat (5/10). “Jadi tiga hal itu yang teknis detailnya belum disepakati karena butuh diskusi cukup dalam dan sore ini rencananya akan dilakukan pembicaraan lanjutan di kantor KPK, menggantikan pembicaraan hari Jumat yang batal dilakukan di mabes Polri,” jelas Johan. Pertemuan sore ini menurut johan juga untuk menindaklanjuti surat yang dikirimkan oleh KPK kepada Polri pada pekan lalu. “Dalam surat itu KPK menyebutkan bahwa kami ingin agar mekanisme penanganan kasus simulator sesuai dengan UU No 30 tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi pasal 50 ayat 3 dan 4,” tambah Johan. Meski pembicaraan detail teknis msih berlangsung, menurut Johan pemeriksaan terhadap saksi-saksi masih tetap dilakukan. “KPK masih memeriksa saksi-saksi dengan tersangka DS (Djoko Susilo), sehingga tidak terpengaruh dengan pembicaraan yang dilakukan KPK dan Polri saat ini,” ungkap Johan. Bila pembicaraan mengenai detail teknis telah disepakati dan pelimpahan berkas dilakukan, maka KPK dapat menggunakan dokumen pemeriksaan yang dimiliki oleh Polri. “Kalau ada berkas dari Polri terkait tiga tersangka yang sama tentu akan diterima KPK, apakah bisa digunakan untuk melengkapi atau tidak, tergantung materinya namun tentu KPK tidak mulai penyidikan dari nol,” jelas Johan. (ant)

Suluh Indonesia/ant

MELEDAK DUA KALI - Sejumlah anggota kepolisian memeriksa tempat terjadinya ledakan bom di sebuah Pos Lalu Lintas di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, kemarin. Bom yang meledak dua kali tersebut mengakibatkan dua orang terluka yaitu seorang anggota Polantas, Bripda Rusliadi dan satpam BRI, Muhammad Akbar.

Ditunggangi Kelompok Luar JAKARTA - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menduga pelaku ledakan bom di pos polisi di Kota Poso, Sulawesi Tengah pagi kemarin dilakukan kelompok luar Poso. Selain itu pihak kepolisian juga mensinyalir kelompok luar tersebut sengaja ingin menciptakan Poso sebagai basis konflik sosial baru. ‘’Ada pihakpihak yang kita lihat ingin menimbulkan suasana kekacauan atau bentuk konflik baru di Poso yang dilakukan orangorang berasal dari luar, ini sangat kuat (faktanya),”Ujar

Karopenmas Polri Brigjen Pol. Boy Rafli Amar di Jakarta, kemarin. Kendati menduga kuat rentetan peristiwa teror di Poso dimainkan pihak luar, namun jenderal bintang satu tersebut belum bisa mengatakan ada keterkaitan antara ledakan bom di pos polisi tersebut dengan penangkapan para terduga teroris di Poso beberapa waktu lalu serta kasus terbunuhnya dua anggota polisi di Dusun Tamanjeka, Taman Hutan Gunung Potong, Poso, Sulawesi Tengah. ”Ya kalau diduga terkait ini kita

belum bisa jawab ya, namun fakta yang terjadi seperti ini, ada peristiwa pembunuhan terhadap petugas kepolisian ada pengamanan terhadap orangorang yang diduga memang dicurigai justu orang pendatang yang bukan berasal dari Poso,” jelas Boy. Dari fakta-fakta di lapangan, pihaknya menemukan adanya indikasi tindakan provokasi, serta indikasi polisi sebagai sasaran penyerangan.oleh kelompok tertentu. ”Inilah faktafata sementara yang kita lihat. Jadi tim kita masih bekerja di

sana, serta masih berupaya melakukan analisis dan penyelidikan lebih lanjut terhadap

pihak-pihak yang bertanggung jawab terhadap peristiwa ini,” jelasnya. (wnd)


K ta

Suluh Indonesia, Selasa 23 Oktober 2012

2

K ilas Pemprov Rampungkan RAPBD 2013 GUBERNUR DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengaku sibuk mengerjakan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Penghitungan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) serta Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) 2013. “Kita mengerjakan KUAPPAS ini secara terus- menerus, high-speed, pagi, siang dan malam. Alhamdulillah, pagi-pagi sudah rampung di internal dan besok sudah bisa diserahkan ke Dewan,” kata Jokowi di Balai Kota, Jakarta, Senin, kemarin. Jokowi juga mengaku sibuk merampungkan RAPBD 2013 bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama beserta jajarannya. Dalam KUA-PPAS tersebut, tertuang antara lain masalah pendidikan, kesehatan, perumahan serta pekerjaan umum. “Namun, yang menjadi fokus dalam KUA-PPAS itu adalah masalah transportasi, seperti penyediaan angkutan umum, penyelesaian masalah kemacetan dan lain-lain,” ujarnya. Untuk pendidikan, solusinya dengan pengadaan Kartu Pintar, dan kesehatan terkait Kartu Sehat. (ant)

Pelajar Tawuran Dikirim ke SPN LIDO KEPOLISIAN Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) berencana mengirimkan pelajar yang kerap terlibat aksi tawuran ke Sekolah Polisi Nasional (SPN) Lido, Sukabumi, Jawa Barat. “Rencananya awal bulan sudah bisa dijalankan program tersebut,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Rikwanto di Jakarta, Senin. Ia mengatakan pihak Polda Metro Jaya berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) guna membahas program pelajar yang terlibat perkelahian dan akan menjalani pendidikan di SPN Lido. Polda Metro Jaya bersama Direktorat Jenderal SMA Kemendikbud akan menentukan pelaksanaan program tersebut, agar tidak bentrok dengan jadwal pendidikan polisi. Rikwanto menyebutkan program pendidikan bagi pelajar SMA di Lido, bisa memanfaatkan anggaran dari Kemendikbud. (ant)

SD Kembangan Tetap Belajar SUKU Dinas Pendidikan Dasar (Dikdas) Pemkot Administrasi Jakarta Barat menegaskan kegiatan belajar dan mengajar (KBM) SDN Kembangan 01/02 Kelurahan Kembangan Utara, Kembangan, berjalan seperti biasa menyusul pemasangan spanduk minta sekolah itu dikosongkan oleh orang yang mengaku ahli waris tanah sekolah itu. “Kegiatan belajar dan mengajar SDN Kembangan 01/02 berjalan seperti biasa tak terpengaruh oleh adanya pemintaan agar sekolah itu di kosongkan dari orang yang mengaku sebagai ahliwaris tanah sekolah itu,” kata Hj. Delly Indirayati, Kepala Suku Dikdas Jakarta Barat, kepada wartawan di Jakarta, Senin. Sejumlah orang yang mengaku ahli waris atas tanah dan bangunan di sekolah tersebut dengan memasang spanduk bertuliskan meminta dikembalikan hibahnya atas tanah yang diatasnya telah didirikan sekolah itu. Mereka juga memerintahkan Pemprov DKI Jakarta mengosongkan tanah tersebut. Namun, hingga siang ketegangan mereda murid-murid kemudian belajar seperti biasa. Kecuali kegiatan ekstra kurikuler seperti olahraga di halaman sekolah itu tidak dapat dilakukan karena dipagari seng. (ant)

Suluh Indonesia/ant

GAGALKAN PENYELUNDUPAN NARKOTIKA - Petugas Bea dan Cukai menunjukkan barang bukti narkotika jenis sabu-sabu (Methamphetamine) dan heroin berikut tersangka kasus penyeludupan saat menggelar perkara di kantor pusat Ditjen Bea dan Cukai, Jakarta, Senin kemarin. Disita sabu-sabu seberat 2.456,1 gram dan heroin dengan berat bruto 1.056 gram pada tanggal 13 dan 18 Oktober 2012.

MRT Terus Dimatangkan JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, di Balaikota, kemarin memimpin rapat pimpinan membahas sejumlah agenda program yang salah satu di antara mengenai tindaklanjut proyek pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) di Jakarta. Dapat rapat tersebut, gubernur terus mematangkan kelangsungan proyek MRT. “Sampai sekarang, saya baru sebatas mendengarkan paparan dan presentasi men-

genai MRT. Belum ada kesimpulan ataupun keputusan,” kata Jokowi usai rapim di Balai Kota, Jakarta, Senin, kemarin. Sebelum mengambil keputusan, menurut gubernur Pemprov DKI terlebih dahulu harus melakukan kajian, termasuk mendengar aspirasi masyarakat ibukota. “Sebelum membuat keputusan final, kita harus compare(bandingkan, red) dulu dengan masyarakat transportasi, dengan seluruh masyarakat Jakarta, sehingga

keputusan yang kita ambil itu tepat,” imbuhnya. Terkait tenggat waktu, Jokowi mengungkapkan pihaknya ingin sekali dapat bergerak dengan cepat dan dengan perhitungan yang tepat. “Kita ini maunya bergerak cepat, tetapi juga harus dengan kalkulasi yang benar, tidak meleset. Kalau kita bergerak cepat, tapi kalkulasinya keliru, nanti malah menyengsarakan masyarakat,” ungkap Jokowi. Selanjutnya, Jokowi menga-

○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○

Kutuk Kekerasan Wartawan

Dengan Pemda Jakarta taran Sungai Ciliwung. Namun dia mengatakan, masalah tempat itu memang harus diinventarisir sebelum rencana itu dijalankan. “Lokasinya memang harus diinventarisasi, saya belum hapal tempatnya,” katanya. Namun dia mengatakan, daerah Kemayoran akan didorong untuk membangun Rumah Susun Hak Milik (Rusunami), dan tentu akan bekerjasama dengan Pemda DKI Jakarta untuk merealisasikannya. Sebelumnya, Direktur Korporasi dan Pertanahan Perumnas, Herry Irwanto mengatakan saat ini persediaan lahan di Perumnas masih mencukupi dengan total 2.051 hektare. Namun menurut dia, penambahan lahan sangat memungkinkan untuk menambah jumlah permukiman rakyat dan juga menambah aset perusahaan. “Persediaan lahan masih cukup, ada usulan dari beberapa regional kamu untuk membebaskan lahan dalam rangka penambahan lahan,” kata Herry Irwanto. (ant)

Suluh Indonesia/ant

JOKOWI KUNJUNGI POLDA - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (kanan) didampingi Wakapolda Metro Jaya Brigjen Sudjarno (kiri) saat berkunjung ke Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin , kemarin. Kunjungan tersebut dalam rangka membahas masalah kemacetan dan keamanan Jakarta.

Pembenahan Masalah Tawuran Pelajar

Perlu Buka Ruang Kreativitas Anak Muda Lebih Banyak SALAH satu persoalan pelik yang belum juga dapat diatasi pemerintah daerah dan pemerintah pusat adalah masalah tawuran pelajar yang dari tahun ke tahun selalu terjadi dan makin memprihatinkan. Salah satu persoalan utama dari masalah ini adalah karena tidak adanya ruang kreativitas bagi pelajar dan anak muda dalam mengembangkan jati diri mereka, sehingga ekspresi mereka dituangkan ke dalam kegiatan yang negative. Pengamat sosial dari Universitas Gadjah Mada Arie Sudjito mengatakan pemerintah harus membuka ruang lebih banyak untuk anak-anak muda sehingga ekspresi mereka dapat tersalurkan dengan baik. “Anak-anak muda tawuran

tawuran sebenarnya mereproduksi sejarah konflik yang telah lama dimana mereka menjalani itu. Sebetulnya bisa dibuka energi mereka dengan menciptakan ruang-ruang dimana ekspresi anak-anak muda tersalurkan,” kata Arie Sudjito, kemarin.

mu dengan Asisten Perekonomian, Hasan Basri. Disitu, kami akan beri bahan-bahan ke pak Hasan, sekaligus memaparkannya,” kata Tribudi ketika ditemui di Balai Kota, Jakarta. Tribudi menerangkan dalam rencana pembangunan MRT tersebut, Dinas Perhubungan DKI berperan sebagai executive agency, Pemprov DKI sebagai implementing agency, sedangkan PT MRT Jakarta sebagai sub-implementing agency. (ant)

Media Cina Juga

Perumnas Akan Konsolidasi Lahan

JAKARTA - Perum Perumnas akan berkoordasi dengan Pemerintah DKI Jakarta terkait lahan untuk membangun permukiman di Jakarta, kata Direktur Pemasaran Perum Perumnas Muhammad Nawir. “Intinya konsolidasi lahan dengan pemerintah daerah DKI Jakarta,” kata Muhammad Nawir usai Rapat Koordinasi Nasional Perum Perumnas di Jakarta, Senin. Dia mengatakan, Perumnas akan berinisiatif mengirimkan surat kepada Gubernur Jakarta untuk bertemu dalam rangka menyinergikan konsep pembangunan pemukiman warga Jakarta. Menurut dia, semangat Gubernur DKI Jakarta yang baru dilantik merupakan langkah awal dalam membangun kerja sama. “Membuat kampung vertikal, kami akan bertemu Gubernur Jakarta untuk bekerja sama agar bisa saling bersinergi,” ujarnya. Menurut dia, saat ini Perumnas belum bisa menyebutkan secara rinci wilayah mana yang akan dibangun pemukiman warga khususnya bagi warga yang sebelumnya ada di wilayah ban-

takan akan melakukan pertemuan dengan Asisten Perekonomian Sekdaprov DKI Jakarta Hasan Basri guna membahas kelanjutan rencana pembangunan MRT. Senada dengan Jokowi, Direktur Utama PT MRT Jakarta Tribudi Rahardjo menyatakan pihaknya akan menyampaikan pemaparan rencana proyek pembangunan MRT kepada Asisten Perekonomian Sekdaprov DKI. “Jadi, nanti kami akan berte-

Hal tersebut penting buat mereka, kata dia, untuk menghargai eksistensi dan memutus rantai sejarah tawuran di antara mereka. Namun, di luar itu juga harus ada pendidikan kewargaan untuk menjaga sikap toleransi , pluralisme, dan solidaritas antar sesama. “Kemudian perlu diciptakan agenda yang bisa mendorong keadilan supaya tidak terjadi kesenjangan sosial di antara mereka,” kata dia. Menurut dia, adanya persoalan kesenjangan sosial mengakibatkan mereka gampang marah karena tekanan struktural yang dialami. Selanjutnya, kata dia, pene-

gakan hukum juga harus konsisten. Kombinasi keempat pendekatan itu penting untuk bisa mengatasi persoalan tawuran dan konflik sosial di masyarakat. “Tapi pendekatan itu tidak sama di tiap daerah karena masyarakat, modus, dan polanya berbeda. Misalnya, di Jakarta punya sumber daya melimpah yang dapat mencegah konflik dan kekerasan itu tidak muncul di dalam permukaan masyarakat,” kata dia. Ia menambahkan pendekatan tersebut bisa dimulai dari strategi pendidikan, kampanye kultural di masyarakat, kebijakan pembangunan dan penegakan hukum.

Sebelumnya,Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri mengatakan, semangat kesetiakawanan sosial di Indonesia semakin hari semakin pudar terbukti dengan seringnya terjadi konflik sosial dan tawuran. “Semangat kesetiakawanan sosial semakin hari semakin memudar, hampir setiap hari kita dengar pemberitaan terjadi tawuran antarmassa atau pelajar. Seharusnya mereka yang berpendidikan ini menjadi teladan, tapi kenyataan malah sebaliknya,” kata Mensos dalam rangka peringatan Hari Pahlawan 2012 di Gedung Konvensi Taman Makam Pahlawan Kalibata, di Jakarta, Senin. (kmb/ant)

JAKARTA - Rupayanya, kekerasan terhadap wartawan oleh oknum aparat TNI saat meliput jatuhnya pesawat Superhawk 200 di Pekanbaru, Riau beberapa waktu terdengar hingga ke negeri Cina. Media China People’s Daily mengutuk keras aksi kekerasan terhadap wartawan Indonesia oleh oknum TNI AU di Pekanbaru, Riau pada 16 Oktober lalu. “Kami mengutuk keras aksi kekerasan tersebut karena melanggar hukum,” kata pemimpin redaksi People’s Daily Wu Hengquan di Jakarta, Senin, kemarin. Hengquan menilai aksi tersebut sangat tidak pantas dilakukan oleh oknum penegak hukum. “Jika hal sama terjadi di China, kami juga tidak akan tinggal diam,” ujarnya Hengquan berjanji akan menggalakkan dukungan dengan media lain untuk mengecam kejadian tersebut, meski aksi kekerasan tersebut belum tersebar luas di media China. “Kami akan menuntut lewat jalur hukum jika itu terjadi di China,” ujarnya.

Bukti Lengkap Sementara itu, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers menyatakan barang bukti kasus arogansi oknum TNI AU berupa penganiayaan terhadap jurnalisme di Provinsi Riau sudah lengkap, sehingga tidak ada celah lagi untuk mendiamkan para pelaku tanpa ada penegakan hukum. “Bukti-bukti sudah cukup kuat, apalagi ada kesaksian, visum dan video visual yang sudah tak bisa dibantahkan lagi bahwa terjadi penganiayaan oleh oknum TNI AU,” kata Direktur Eksekutif LBH Pers, Hendrayana, saat saat menerima jurnalis korban penganiayaan di kantor LBH Pers, Jakarta, Senin. Pada audiensi itu hadir tiga korban penganiayaan, yakni fotografer Didik Herwanto dari Riau Pos, Robi dari Riau Televisi dan pewarta Kantor Berita ANTARA FB Rian Anggoro. Turut hadir juga tim advokasi jurnalis Pekanbaru, perwakilan Pewarta Foto Indonesia (PFI), dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI). (kmb/ant)

Rancangan Kurikulum Baru

Diajukan ke Wapres JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan mengajukan perubahan kurikulum pendidikan yang baru pada Wakil Presiden Boediono pada 8 November untuk dikonsultasikan. “Akan dikonsultasikan dengan Wapres 8 November,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M. Nuh di Tangerang, Banten, Senin. Nuh menjelaskan ada tiga tahapan dalam pembahasan dan penyusunan kurikulum pendidikan, yakni pembahasan kurikulum di internal kementerian, konsultasi dengan Wakil Presiden dan uji publik. Pihaknya berharap uji publik dapat diselenggarakan pada Desember 2012. Ada tiga pendekatan

dalam uji publik. Pertama, melalui pendekatan pasif yang dilakukan dengan mengunggah bahan-bahan kurikulum baru ke website agar mudah diakses oleh publik. Kedua, membahas materi kurikulum di seminarseminar maupun dalam focus diskusi kelompok. Terakhir, pengujian kurikulum pada guru. Sementara itu, pemerintah telah membentuk tim perubahan kurikulum untuk menjaring aspirasi dari berbagai pakar pendidikan, diantaranya sastrawan Goenawan Mohamad, sejarawan Taufik Abdullah, Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan dan pakar fisika Yohanes Surya. Nuh merencanakan kurikulum baru mulai diterapkan pada 2013 mendatang. (ant)


Metr politan

Suluh Indonesia, Selasa 23 Oktober 2012

3

Regulasi Hadang Calon Pemimpin Nasional Alternatif JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI Lukman Hakim Saifuddin menilai calon pemimpin nasional alternatif di Indonesia sulit muncul antara lain karena terhalang regulasi. “Dalam UU Partai Politik dan dan UU Pemilu Presiden hanya partai politik yang memiliki otoritas untuk mengusung calon presiden,” kata Lukman Hakim Saifuddin pada sebuah diskusi di Gedung MPR RI, Jakarta, kemarin. Pembicara lainnya pada diskusi tersebut adalah Anggota Fraksi PDI Perjuangan MPR RI Budiman Sudjatmiko dan pengamat politik dari Universitas Indonesia Valina Sinka Subekti. Menurut Lukman, halangan regulasi tersebut adalah hanya partai politik yang memiliki otoritas untuk mengusung calon presiden dan partai politik lebih cenderung mengusung kader internal, padahal jumlahnya terbatas. Halangan lainnya, adalah ram-

bu-rambu persyaratan presidential threshold yang pada pembahasan RUU Pemilu Presiden ada partai-partai politik yang mengusulkan presidential threshold 15 hingga 20 persen. “Ini menjadi batasan tidak semua partai politik bisa mengusung calon presiden,” katanya. Wakil Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini menilai, adanya regulasi tersebut membatasi kesempatan tokoh muda untuk menjadi calon presiden. Jika tak ada persyaratan presidensial threshold dan partai politik terbuka untuk mengusung figur dari eksternal partai politik, maka peluang figur muda berkualitas untuk menjadi calon pemimpin nasional akan terbuka luas. Menurut dia, calon pemimpin nasional harus memiliki kesalehan sosial untuk bisa membawa bangsa dan negara Indonesia menjadi lebih baik. “Kesalehan sosial itu meliputi

jujur, amanah, bermoral baik, dan memiliki komitmen kuat dalam pemberantasan korupsi,” katanya. Calon pemimpin nasional yang baik juga harus memiliki tiga kriteria yakni, memiliki intgritas tinggi, memiliki kredibilitas, serta memiliki kapabilitas. Calon pemimpin yang memiliki integritas tinggi jujur, amanah, dan memiliki komitmen kuat dalam pemberantasan korupsi. Sedangkan calon pemimpin yang kredibel, menurut dia, calon memimpin yang memiliki rekam jejak baik dan tidak adalah persoalan di masa lalu, sehingga ketika menjadi pemimpin tidak tersandera oleh persoalan masa lalu. Kemudian calon pemimpin yang kapabel, menurut dia, adalah calon pemimpin yang memiliki pengalaman sehingga jika terjadi persoalan bisa memahami solusinya dan segera menyelesaikannya. (ant)

KPU Tunda Pengumuman Hasil Verifikasi Parpol JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menunda pengumuman hasil verifikasi administrasi partai politik (parpol) yang rencananya diumumkan Selasa ini. “Rencananya memang akan kami umumkan pada 23 Oktober, tapi karena banyak data yang masih harus dikerjakan maka tidak bisa besok (Selasa). Kami perlu waktu lebih,” kata anggota KPU Hadar Nafis Gumay ketika dihubungi di Jakarta, kemarin. Namun, hasil pengumuman verifikasi parpol tersebut tetap akan dilakukan sesuai jadwal antara 23-25 Oktober. Lamanya proses verifikasi tersebut disebabkan banyak parpol yang tak memasukkan data mereka ke dalam Sistem Informasi Partai Politik (Sipol), seh-

ingga hal itu harus dikerjakan KPU. Hadar mengaku tak mengerti kenapa banyak parpol yang enggan menggunakan Sipol sejak awal proses pendaftaran. Dia juga enggan mengatakan, lamanya proses verifikasi tersebut disebabkan karena Sipol. “Kalau memang Sipol dianggap gagal, buktinya ada sembilan partai yang bisa menggunakan sistem tersebut. Jadi itu bukan sepenuhnya karena Sipol,” lanjutnya. Sebanyak 33 parpol telah mengumpulkan berkas administrasi ke KPU guna keperluan penyelenggaraan Pemilu anggota DPD, DPRD, dan DPR pada 2014. Sebelumnya, ke-33 parpol dinyatakan tidak lolos verifikasi administrasi karena

ada beberapa dokumen yang belum lengkap. Oleh karena itu, KPU memberikan perpanjangan waktu bagi semua parpol untuk melengkapi dan memperbaiki berkas mereka hingga 15 Oktober. Mahkamah Konstitusi menetapkan seluruh parpol yang ingin berpartisipasi pada Pemilu 2014 harus memenuhi persyaratan verifikasi di KPU. Persyaratan itu antara lain parpol harus memiliki kepengurusan di 100 persen provinsi, 75 persen di kabupaten/kota, dan 50 persen kecamatan. Selain itu, semua parpol harus memiliki jumlah anggota sedikitnya 1.000 orang atau 1/1.000 jumlah penduduk di tiap kabupaten/kota. (ant)

Suluh Indonesia/ant

VERIFIKASI PARTAI POLITIK - Anggota KPU Sigit Pamungkas (kiri) dan Pengamat Politik LIPI Siti Zuhro saat menjadi nara sumber dalam sebuah diskusi interaktif terkait penerapan Sipol dalam melakukan verifikasi calon partai politik untuk Pemilu 2014 oleh KPU. KPU menunda pengumuman hasil verifikasi administrasi partai politik (parpol) yang rencananya diumumkan Selasa ini.

Grasi Presiden Tunjukkan Inkonsistensi JAKARTA - Pengacara senior Adnan Buyung Nasution menilai keputusan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan grasi terhadap terpidana hukuman mati kasus narkoba menunjukkan langkah inkonsistensi, sehingga patut dipertanyakan. “Beliau mengatakan akan menjadi panglima terdepan untuk memberantas korupsi, juga narkoba dan sebagainya, ternyata sekarang beliau di masalah narkoba ini malah memberikan grasi. Ini bertolak belakang dengan komitmen dan ucapan beliau pada waktu janji-janji akan menjadi presiden, sehingga kita harus mempertanyakan dan kita kritik,” kata Adnan, di Jakarta,

kemarin. Kejahatan narkoba termasuk salah satu kejahatan kemanusiaan, selain terorisme dan korupsi. Tiga kategori kejahatan tersebut menurut dia, layak diganjar hukuman seberat-beratnya termasuk hukuman mati. “Kalau sudah ada kasus yang dihukum berat, jangan dikasihkan lagi grasi. Sama sekali itu menunjukkan pemerintah plinplan dan ragu-ragu,” kata Adnan. Ia mengaku tak ingin berburuk sangka dengan berpikir pemberian grasi sebagai upaya pengalihan isu dari pemerintah. Dia memperkirakan keputusan pemberian grasi oleh Presiden dipengaruhi pihak lain di luar Mahkamah Agung. “Saya tidak mau

berburuk sangka ini pengalihan isu. Saya hanya berpikir Presiden mendapat saran atau advice dari berbagai pihak di luar Mahkamah Agung, sebab Mahkamah Agung yang saya dengar mereka tak setuju tapi akhirnya dikeluarkan juga grasi oleh Presiden, sehingga ini berarti Presiden terpengaruh dari sumber lain yang tidak kita ketahui,” kata dia. Sebelumnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan grasi terhadap sejumlah terpidana hukuman mati yang terkait kasus narkoba. Grasi antara lain diberikan terhadap terpidana kasus narkoba jaringan internasional Deni Setia Maharwan alias Rapi Muhammad Majid dan Melika Pranola alias Ola, warga

negara Jerman Peter Achim Franz Grodmann, dan warga Australia Schapelle Leigh Corby. Grasi yang diberikan terhadap warga negara asing tidak dapat dikatakan sebagai upaya diplomasi yang dilakukan pemerintah Indonesia. “Kalau dikatakan misalnya grasi yang diberikan terhadap warga negara Australia sebagai usaha diplomatik untuk melakukan bargaining, saya tidak melihat Australia ada ancaman terhadap Indonesia, sehingga perlu dilakukan bargaining dengan memberikan jasa baik. Perlu dipertanyakan konsistensi pemerintah dalam memberantas korupsi, narkoba, dan terorisme,” kata dia. (ant)

KI BAGUS SETIA JAYA GUNA – GUNA KEMBANG MAYANG

KI BAGUS

Wajah tampan berkulit putih, tubuh tinggi semampai berambut panjang. Tutur katanya sopan,santun dan ramah, itulah sekilas sosok dari seorang spiritual muda bergelar Ki Bagus Setia Jaya. Spiritual yang akrab disapa Ki Bagus ini terbilang ngetop di kalangan artis, terbukti hingga saat ini ada beberapa selebritis yang mem-percayakan Ki Bagus sebagai penasehat

s p i r i t u a l pribadinya. Siapakah selebritis itu? Tentu saja tidak etis jika disebutkan nama, yang pasti dia wanita muda, cantik dan familiar. Ki Bagus Setia Jaya sang Maharaja pesona penggila populernya, sejak usia muda telah mewarisi keilmuan kedua orang tuanya, namun karena baginya menuntut ilmu tiada batas usianya dan untuk mengobati dahaganya yang selalu haus akan keilmuan, setelah kian lama berkeliling Pulau Jawa, Sumatera, Kalimalantan, dan Bali, kini beliau kembali lagi dipadepokannya di Jalan Raya Pasar Kecapi, gang Cemara

Parhoed No.55 Pondok Melati, Bekasi. Kemampuan olah supranatural tingkat tinggi yang di kuasai Ki Bagus Setia Jaya mampu mengatasi berbagai problema kehidupan. Banyak orang kembali berkunjung ke padepokan Ki Bagus karena merasa cocok dan tertolong dari berbagai belenggu persoalan duniawi. Dengan temuan Pusaka ‘ Tua dan KeIlmuan ‘ langkah yang keampuhannya sangat luar biasa dan dapat di buktikan langsung. Guna - Guna Kembang Mayang salah satunya, yang

mana ilmu ini selain sangat ampuh untuk memikat atau menaklukan hati lawan jenis, ilmu ini juga sangat ampuh untuk membuat jera pasangan yang selingkuh, menjatuhkan rival atau persaingan bisnis, bahkan untuk urusan-urusan yang bersifat menghancurkan, dan luar biasanya semua tanpa harus menunggu waktu yang cukup lama. Sebagai ungkapan rasa saling menghargai Waktu, Tenaga, Fikiran, Keilmuan dan Profesionalisme: Konsultasi Rp. 100.000,Rek. BCA. 6870581031 dan Mandiri. 129-00-0687074-1

Jln. Raya Pasar Kecapi Gg. Cemara Parhoed No. 155 Rt. 006/013 Jatirahayu Pondok Melati BEKASI Hub: 087883054545-0815888275002193791388,- Pin 2A083E11 C.004598-Adv2


Megap litan

Suluh Indonesia, Selasa 23 Oktober 2012

4

L intas Tanggul Underpass Jebol Hujan deras yang mengguyur Bogor dan sekitarnya menyebabkan underpass Bogor Outer Ring Road (BORR) di Jl. Sholeh Iskandar Kota Bogor terendam air setinggi lutut orang dewasa. Akibatnya antrian kendaraan roda empat dan dua mengular sejauh 500 meter. Terendamnya underpass BORR terjadi lantaran jebolnya tanggul penahan air pada Minggu, malam kemarin. “Petugas sudah diturunkan sejak Minggu malam. Ketinggian air pun sudah mulai menyurut dan kendaraan yang melewati jalur ini sudah lancar,”ujarnya Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bogor, Hermansyah. Jebolnya tanggul tersebut kata Hermansyah akibat saluran air disekitar tanggul yang tertutup oleh galian BORR. “Kami tengah membersihkan bagian saluran tanggul. Untuk langkah lebih lanjut, kami telah berkoordinasi ke Kementrian Pekerjaan Umum terkait masalah ini. Bagaimanapun sepanjang jalan sholeh Iskandar merupakan jalan nasional,”katanya. (him)

12 Hakim PN Depok Di Tes Urine MENYUSUL terungkapnya Hakim Pengadilan Negeri (PN) Bekasi, Puji Wijayanto yang tengah berpesta narkoba dengan teman dan beberapa wanita di tempat hiburan beberapa waktu lalu, menimbulkan reaksi keras dari para hakim karena merasa citranya ikut tercoreng. Para hakim yang tak ingin citranya buruk dimata masyarakat tersebut, khususnya hakim di Pengadian Negeri (PN) Depok akan menggelar tes urine untuk membuktikan hakim di PN itu bersih dari narkoba, kemarin. “PN Depok ingin membuktikan bahwa di lembaga kami bersih (Bebas Narkoba) dan juga menegaskan integritas dan kepercayaan publik kepada lembaga peradilan yang ada. Hal ini juga dilaksanakan sebagai langkah-langkah pencegahan bagi seluruh karyawan termasuk Ketua PN Depok, Prim Haryadi.” Ungkap Humas PN Depok, Iman Luqmanul Hakim. Pelaksanaan tes urine yang diikuti oleh 12 hakim, dari 13 hakim yang ada. (jif)

Suluh Indonesia/ant

OBATI HEWAN KURBAN - Seorang dokter hewan dari Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Tangsel memberikan obat mata kepada seekor sapi yang dijual yang mengalami sakit mata di kawasan Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Seni, kemarin. Pemeriksaan dan pemberian obat bertujuan memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat

Ruang Terbuka Hijau di Depok

Akan Diperluas

Xenia Tabrak Vespa, Dua Korban KECELAKAAN lalulintas kembali terjadi di jalur wisata Puncak, persis di depan Taman Wisata Matahari (TWM), Desa Leuwimalang, Kecamatan Cisarua Puncak, Kabupaten Bogor, kemarin. Dalam kejadian ini dua pengendara speda motor jenis Vespa mengalami kritis, sehingga harus menjalani perawatan intensif di RS. Cisarua Puncak. Saksi mata di lokasi menceritakan, kejadian ini terjadi sekitar pukul 05.30 Wib. Saat itu sepeda motor vespa yang diketahui dikendarai Eman (26), bersama teman gadisnya Mila (25), terlihat berbelok mendadak dengan cara memotong jalur. Akibatnya mobil Xenia yang dikemudikan Uci Sanusi (24), warga Gang Aut, RT04/RW 04, Kelurahan Gudang, Kota Bogor tidak bisa menghindar dan langsung menghantam vespa itu hingga terpental puluhan meter. “Kedua korban yakni pengendara motor vespa masih kritis di RS. Cisarua,” terang Kasat Lantas Polres Bogor AKP Edwin Alfian. (bas)

DEPOK - Ketua DPRD Kota Depok Rintis Yanto mengatakan pihaknya sedang membahas Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah untuk menata ulang ruang terbuka hijau. “Tentunya ruang terbuka hijau harus lebih luas agar lingkungan menjadi lebih segar,” katanya di Depok, Senin. Ia mengatakan penyediaan RTH diharapkan bisa mencapai

33 persen pada 2032. Untuk mengejar hal itu pihak pengembang juga diwajibkan untuk mematuhi aturan ulang soal lahan kosong yang dibeli konsumen di setiap kavling perumahan. Menurut dia RTH sekarang hanya 13 persen yang mencakup publik dan privat, ini mau kita atur ulang. Ia berharap para pengembang dapat mendukung programn tersebut sehingga tercipta lingkungan yang asri

dan bersih. Rintis juga mengatakan selain RTH juga dibahas penataan kawasan pemukiman yang berdampak pada pembatasan bisnis properti dan pengembang perumahan di Depok. “Raperda tersebut diatur ulang untuk kepentingan properti. Salah satunya dengan mewajibkan pengembang untuk memperluas lahan penyediaan RTH,” katanya. Lebih lanjut ia mengatakan

raperda tersebut juga akan diatur terkait rumah vertikal. Salah satunya terkait dengan pengaturan Koefisien Lantai Bangunan (KLB). Dalam draf RTRW mengatur mengenai koefesien luas bangunan (KLB). Ini untuk menentukan luas bangunan dan resapan air. Sedangkan Koefisien Dasar Bangunan (KDB) ditetapkan dalam Perda IMB yang saat ini sedang dikaji. Sementara itu Wali Kota De-

pok Nur Mahmudi Ismail mengatakan untuk menciptkan Depok yang hijau pihaknya melakukan penggantian pohon-pohon yang dinilai kurang layak ditempatkan dijalan-jalan stratagis. “Kami menyiapkan ribuan pohon untuk ditanam di sepanjang jalan yang strategis di Kota Depok,” katanya. Ia berharap dalam waktu tiga tahun mendatang jalan tersebut sudah teduh oleh rindangnya pohon tersebut. (ant)

○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○

Rencana Pembangunan

Pemkot Bersikukuh

Monorel Tangerang Mandek

Relokasi Warga BOGOR – Tuntutan dua puluh Kepala Keluarga di Kampung Sukasari, Kecamatan Sukasari, Kota Bogor yang meminta dibangunkan turap (tebingan) penahan pondasi dari ancaman tanah longsor tidak digubris oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Bahkan Pemkot menilai, pembangunan turap dinilai hanya akan membuangbuang anggaran semata. “Kalaupun dibangunkan turap juga tidak akan menjamin aman. Daerah tersebut memang daerah rawan. Apalagi dekat bantaran Sungai Ciliwung,”kata Walikota Bogor, Diani Budiarto usai Sidang Paripurna di Bogor, kemarin. Diani mengatakan, pihaknya tetep bersikukuh bahwa relokasi puluhan warga tersebut ke

Rusunawa (rumah susun sewa) menjadi solusi terbaik. “Saat ini Rusunawa yang terletak di Kelurahan Menteng, masih banyak yg belum ditempati. Sayang kalau tidak digunakan,”katanya. Bahkan untuk menarik minat puluhan warga tersebut, Pemkot Bogor menggratiskan biaya sewa selama 6-12 bulan ke depan. “Selama ini kami sudah berkompromi dengan warga tetapi mereka masih tetap bertahan,”terangnya. Seperti diberitakan , Kondisi dua puluh rumah yang berada di bantaran Sungai Ciliwung begitu menyeramkan. Sebagian besar pondasi rumah telah terkikis dan menggantung diatas tanah. “Bagian dapur rumah saya sudah habis terkikis,” kata Maksung Mohanip. (him)

Mantan Walikota Cilegon

RugikanNegaraRp15,9M SERANG - Mantan Wali Kota Cilegon 2000-2010 Tubagus Aat Syafa’at didakwa telah merugikan keuangan negara Rp15,9 miliar dalam kasus dugaan tidak pidana korupsi pembangunan Dermaga Pelabuhan Kubangsari Kota Cilegon tahun anggaran 2010. “Akibat dari perbuatan terdakwa telah merugikan keuangan negara sebesar Rp15.930.389.194,46 sebagaimana laporan hasil pemeriksaan Penghitungan Kerugian Negara dari Badan Pemeriksa Keuangan No 01/LAP/XXV/09/2012,” kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK Supardi dalam persidangan perdana dugaan korupsi Mantan Walikota Cilegon Tb Aat Syafa’at di Pengadilan Tin-

dak Pidana Korupsi Serang di Serang, Senin. “Hal tersebut bertentangan dengan undang-undang no 17 tahun 2003 tentang keuangan negara, Uu No 1 Tahun 2004 tentang perbendaharaan negara, UU No 32 Tahun 2004 tentang pemerintahan daerah, PP No 58 Tahun 2005 tentang pengelolaan keuangan daerah, Permendagri No 13 Tahun 2006 tentang pedoman pengelolaan keuangan daerah,” kata JPU Irene Putrie. Menurut Supardi, akibat dari perbuatan terdakwa negara dirugikan sebesar Rp15.930.389.194,46 sesuai laporan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). (ant)

KORAN GRATIS TERBESAR PERTAMA DI INDONESIA

SMS IKLAN BARIS 0811 3898 000 Rp. 50.000,10 Baris, 10 kali muat/sebulan

Suluh Indonesia/ant

TERANCAM GAGAL BERANGKAT - Seorang Calon Haji asal Banjarmasin Rebo memeriksa kopernya di tempat penginapan di kawasan bandara, Selapajang, Tangerang, Banten, Senin, kemarin . Sebanyak calon haji jalur ONH plus terancam gagal berangkat karena belum menerima visa perusahaan travel.

Warga

opment sebagai inisiator tersebut dinilai tidak ada juntrungannya. “Monorel yang dikelola pihak swasta hanya wacana, bukan rencana matang. Jadi, membangun monorel tidak semudah itu” imbuhnya. Berdasarkan FS, sambung Mursan pembangunan terminal induk monorel itu nantinya berada di kawasan Puspiptek, Serpong, lantas jalur kereta layang menuju Serpong, Alam Sutra hingga ke Kota Tangerang dan tiba Bandara. Tetapi, dalam pelaksanannya harus melakukan koordinasi dengan wilayah lain, sebab jalur dari monorel melintasi wilayah Kota Tangerang menuju bandara. Bahkan, proyek monorel harus dilakukan lelang dan dijual kepada pihak swasta di Malaysia, Korea dan China selaku investor. Sementara itu, Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, mengaku optimis monorel akan mengurai kemacetan dengan konsep pengembangan monorel Serpong-Bandara. Untuk itu, perlu koordinasi tiap semua pihak yaitu Pemprov Banten,Pemkot Tangerang dan investor. (nov)

Keluhkan Jamkesda Berbelit

Meski telah memberlakukan pengobatan gratis di setiap Puskesmas, namun masyarakat Kota Tangerang Selatan ( Tangsel ) masih saja mengaku mengeluh dengan pelayanan kesehatan di kota tersebut. Pasalnya persediaan obat-obatan dan alat puskesmas dinilai tidak lengkap sehingga menghambat pelayanan kesehatan masyarakat. Hal ini terungkap dalam reses ke-III DPRD Kota Tangsel. “Umumnya warga merespon positif pengobatan gratis, namun keluhan persediaan obat-obatan dan alat yang tidak lengkap masih terlontar dari warga” ungkap Ketua Ko-

TANGSEL - Proyek pembangunan monorel SerpongBandara Soekarno Hatta, Tangerang hingga kini belum terlihat titik kejelasannya. Sejak digulirkan tahun 2011 lalu, belum terlihat pergerakan pembangunan monorel yang mencapai nilai Rp 6,5 triliun atau sekitar 700 juta US dolar itu. “Eksyen pembangunan monorel tidak jelas, terlepas jadi atau tidak kami tidak tahu kapan pastinya dibangun” ungkap Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi Kota Tangsel, Mursan Sobari kemarin. Lebih lanjut Mursan mengatakan proyek monorel Serpong-Bandara merupakan ide pihak swasta dan Pemerintah Provinsi Banten, bukan usulan Pemkot Tangsel. Dikarenakan Tangsel sebagai daerah penyangga ibukota DKI Jakarta dikepung kemacetan. Dishub Provinsi Banten mengusulkan perlu dibangun monorel di Tangsel. Hanya saja, FS dan DED monorel yang diselesaikan tahun 2013, belum terlihat adanya perkembangan baru. Apalagi, proyek kereta layang melibatkan PT INKA dan tujuh pengembang perumahan serta PT Banten Global Devel-

misi II DPRD Kota Tangsel, Siti Chadijah kemarin. Selain persediaan obat-obatan dan alat di Puskesmas tidak lengkap, masyarakat juga mengeluhkan pengurusan Jamkesda yang dirasa berbelit-belit. Padahal Dinas Kesehatan per-

nah menjanjikan pengurusan Jamkesda hanya 3 hari jika berkas lengkap. Hal ini ditanggapi oleh Sudarso dari Fraksi PKS dengan meminta kepada Dinas Kesehatan agar menyediakan Penanggung Jawab khusus yang menangani Jamkesda di setiap Puskesmas. Sehingga keluhan masyarakat yang sering di ‘ping-pong’ ketika mengurus Jamkesda tidak terjadi lagi. Anggota Fraksi PKS lainnya Andi Cut Muthia menambahkan bahwa sosialisasi Jamkesda juga dirasa masih sangat kurang. Terutama terhadap masyarakat dan juga aparat

pemerintahan kelurahan, RW dan RT. “Akibatnya, ketika masyarakat mengurus langsung ke Puskesmas, seringkali harus tertunda akibat berkasberkas yang kurang lengkap” ujarnya. Sementara itu, dalam kesempatan pertemuan reses lainnya, Ketua Fraksi PKS HM. Salbini menerima banyak keluhan mengenai penanganan sampah di Kota Tangsel. Pemkot memang telah membuat Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang dengan luas 2.5 hektar yang telah beroperasi tahun ini dan kebijakan pembangunan Tempat Pengelolaan

Sampah Terpadu Reduce, Reuse, Recycle (TPST 3R) ditargetkan sebanyak 26 lokasi di akhir tahun ini. Namun, masyarakat menyoroti masih banyaknya tempat pembuangan sampah liar dan daya angkut armada kebersihan Pemkot yang masih terbatas sehingga menjadi persoalan yang dikeluhkan masyarakat. “Akibatnya lingkungan menjadi kotor, bau dan kumuh” tandasnya. Terkait kedua persoalan besar tersebut, Fraksi PKS memberi catatan kepada Pemkot untuk memberi perhatian terhadap keluhan masyarakat ini. (nov)


pini

Suluh Indonesia, Selasa 23 Oktober 2012

F OKUS Cegah HIV/AIDS dari Desa NGKA dalam statistik pengidap HIV di Kota Denpasar dan juga di Bali umumnya dikabarkan terus merambat naik. Padahal, upaya penanggulangan HIV/AIDS gencar dilakukan pemerintah maupun elemen masyarakat. Pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan telah mengambil langkah nyata untuk menekan penyebaran virus maut tersebut. Pemerintah daerah melalui Komisi Penanggulangan AIDS juga gencar melancarkan jurus yang sama. Lembaga swadaya masyarakat telah memberikan langkah advokasi yang bertujuan meringankan tugas pemerintah menanggulangi HIV/AIDS. Sejumlah lembaga internasional pun peduli terhadap kecenderungan meluasnya penyebaran virus mematikan itu. Sosialisasi juga sudah berulang kali dilakukan terhadap lingkungan profesi maupun kalangan kehidupan sosial. Kalangan pekerja kesehatan dibekali pengetahuan dan pemahaman bahaya HIV/AIDS. Pemberian bekal pengetahuan yang bermotivasi sama diberikan kepada siswa sekolah melalui lembaga Kelompok Siswa Peduli AIDS dan Narkoba (KSPAN). Pemuka masyarakat desa diajak terlibat aktif menjadi relawan menanggulangi HIV/AIDS. Anggaran untuk itu tidak sedikit mengucur dari kocek negara maupun sumbangan asing. Ongkos tersebut digunakan untuk membiayai berbagai kegiatan sosialisasi, seperti penyuluhan, pelatihan, seminar, workshop, maupun forum sejenis yang bertemakan penanggulangan HIV/AIDS. Berbagai jurus itu terkesan sia-sia selama ini. Program penanggulangan sudah banyak dilakukan, anggaran yang digunakan pun tidak sedikit jumlahnya. Namun, sekali lagi, upaya dan kerja keras tersebut seolah-olah kurang optimal hasilnya. Angka penderita HIV masih tetap naik. Jumlah pengidap HIV malah bertambah. Tampaknya langkah nyata tadi belum dilakukan secara optimal. Program penanggulangan HIV/AIDS terkesan masih berangkat dari kalkulasi proyek. Hitung-hitungan program penanggulangan HIV/AIDS tampaknya cenderung disesuaikan dengan besaran pos anggaran. Petugas kesehatan yang menangani program ini dikabarkan kerap mengeluhkan belum bisa masuk ke sasaran inti sosial yang berpotensi menjadi wilayah penyebaran HIV. Alasannya, konon anggaran terbatas, karena pos anggaran lebih banyak terserap untuk membiayai pengobatan pengidap HIV/AIDS. Maklum, harga obat untuk dikonsumsi pengidap HIV/AIDS terbilang mahal. Tingkat kebutuhan konsumsinya juga tinggi. Ini perlu biaya banyak untuk menekan kemungkinan pengidap HIV menjadi pengidap AIDS atau orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Berbagai langkah nyata selama ini tampaknya belum menyentuh akar masalah penanggulangan HIV/AIDS secara komprehensif. Akar masalah ancaman penyebaran HIV/AIDS di Bali sudah menyentuh wilayah perdesaan. Ini terutama dikaitkan dengan marak beroperasinya kafe remang-remang, lokasi prostitusi berkedok salon kecantikan, dan tempat pijat, termasuk lokasi prostitusi di sejumlah titik desa tertentu tadi. Di balik kehidupan dunia maksiat terselubung ini marak berlangsung perilaku seks berisiko HIV maupun penyakit kelamin. Upaya sosialisasi ancaman HIV/AIDS tampaknya belum maksimal menyentuh komunitas krama desa pakraman. Dinas kesehatan di tiap daerah, KPA di kabupaten/kota, lembaga swadaya masyarakat seharusnya lebih memberdayakan program penyadaran ancaman HIV di tiap wilayah desa adat ini. Apalagi komunitasnya sudah terbentuk, yaitu kader desa paduli AIDS (KDPA). Program sosialisasi yang didukung anggaran besar penanggulangan HIV sebaiknya tidak sepenuhnya dikelola instansi atau lembaga sosial yang bergerak menanggulangi penyakit maut tersebut. Keberadaan desa pakraman, melalui banjar adatnya, seharusnya diberdayakan untuk aktif melakukan langkah nyata mencegah dan mensosialisasikan bahaya HIV/AIDS. Masyarakat desa pakraman diberi peran dan secara intensif memberi masukan kepada pihak berwenang agar berdirinya kafe, salon, dan panti pijat lebih dikendalikan untuk tidak disalahgunakan, dan pengawasannya lebih diperketat. ***

A

Bang D

el

Staf Anas Urbaningrum diperiksa KPK terkait kasus korupsi sejumlahproyek..

Upaya Jerat Anas kah???

5

Pencegahan Penyebaran

HIV/AIDS dengan Pendekatan Domain Sosial dan Budaya Bali PENYAKIT HIV/AIDS terus menghantui penduduk Dunia. Setiap tahun, penghidap HIV/AIDS cenderung meningkat. Tidak ketinggalan juga Provinsi Bali, termasuk salah satu dari lima provinsi penghidap HIV/AIDS terbesar di Indonesia, yaitu DKI Jaya, Jawa Timur, Jawa Barat, Bali, dan Papua. Di Bali penyebaran HIV/AIDS telah memasuki kondisi memprihatinkan, terbukti kasus penyebaran terus meningkat dua bulan terakhir (Bali Post, 16/10).

Penyebaran HIV/AIDS mengikuti fenomena gunung es, yang tampak jauh lebih sedikit dari kenyataannya. Itu sebabnya, masyarakat Bali kini harus sadar bahwa penyakit HIV/AIDS bukan perkara gampang dan harus dihadapi dengan memperbaiki penanggulangan yang dilakukan selama ini. Permasalahan yang dihadapi di Bali, adalah, pertama, penyebaran HIV/ AIDS terus merangsek, karena masyarakat belum menyadari secara optimal. Masyarakat masih berdiri sendiri dan memandang bahwa tugas untuk meredam penyebaran penyakit itu adalah individu masing-masing dan pemerintah (dinas terkait). Kedua, pada sebagian warga telah mengalami pergeseran perilaku seksual, berganti-ganti pasangan sudah dianggap tidak tabu lagi. Ketiga, pemerintah dan masyarakat tidak tegas terhadap penjaja seks komersial yang berkeliaran di Bali. Keempat, pengamanan hubungan seksual berisiko belum berjalan dengan tuntas. Kelima, masyarakat semakin permisif terhadap keberadaan usaha kafe remang-remang yang kian menjamur. Keenam, usaha untuk penelitian tentang obat dan aspek sosial, berkaitan dengan HIV/AIDS belum optimal mendapat perhatian Pemda Bali. Penyakit HIV/AIDS adalah konsekuensi logis dari berkembangnya Bali sebagai salah satu objek wisata dunia. Lalu lintas orang dari seluruh dunia untuk datang ke Bali serta animo pekerja Bali ke luar negeri juga tidak steril dari penyakit yang mengerikan itu. Perilaku turis sedikit banyak berimbas pada penduduk lokal. Virus mematikan itu menyebar, baik lewat hubungan seksual maupun lewat pemakaian jarum suntik bagi penghidap narkoba. Inilah dua pintu penyebaran HIV. Akibatnya, saat ini pintu itu digawangi oleh pekerja seks komersial baik laki-laki maupun wanita, dan para pemakai narkoba. Keduanya sebagai host intermediate bagi penyebaran HIV AIDS. Kini, host intermediate itu mendapat lahan subur di kafe remang-remang yang kian marak di Bali, dan penjara-penjara yang banyak dihuni oleh pengidap narkoba, akibat pemakaian jarum suntik yang tidak

Oleh : I Nyoman Tika* steril. Host intermediate di Buleleng ditengarai juga diperankan oleh dagang kopi cantik (dagang patokan), yang kerap memiliki profesi ganda selain berdagang kopi juga menjual barang ‘dagangan’ lain. Dagangan lain itu adalah bisnis esek-esek dalam bentuk cewek panggilan. Tidak sedikit, profesi ganda ini dimanfaatkan oleh mereka yang memiliki tabiat hidung belang yang terinfeksi HIV. Dari perilaku dagang patokan ini, dapat menjadi episentrum baru merebaknya HIV/AIDS bagi penduduk sekitarnya, yang kerap ‘suka jajan’ di luar rumah. Penduduk lokal yang menikmati tubuh dagang patokan dan cewek kafe, menjadi host intermediate baru bagi istrinya yang setia di rumah. Inilah bentuk penyebaran infeksi HIV bak lingkaran setan yang sulit diputus. Di koridor itu, langkah yang harus ditempuh oleh pemerintah dan masyarakat adalah seperti yang ditulis oleh Margaret and Fauci (2011), ada dua titik strategis untuk mengatasi penyebaran HIV/AIDS. Pertama, perubahan perilaku masyarakat, khususnya terhadap orang yang sudah kena, maupun persiapan pada diri pribadinya. Kedua, usaha pencarian obat/vaksin anti-HIV harus terus diupayakan. Mengamati perubahan perilaku masyarakat, menarik menyitir pendekatan yang diperkenalkan oleh C.O Airhihenbuwa, J.De Witt Webster (2004) yang dilaporkan dalam Journal of Social Aspects of HIV/AIDS Research Alliance, dengan judul artikel Culture and African Contexts of HIV/AIDS Preventions, Care and Support, menulis bahwa model pendekatan budaya yang diterapkan untuk mengatasi penyebaran HIV/AIDS di Afrika berhasil menurunkan laju infeksi penyakit tersebut. Artinya, pendekatan yang terpenting adalah pendekatan sosial budaya masyarakat di mana target pencegahan dilakukan, sehingga kualitas hidup menjadi salah satu ka-

jian utama penanganan infeksi HIV. Persepsi Keliru Dalam pendekatan yang menggunakan domain sosial, barier yang harus dipatahkan adalah pertama, masyarakat masih memiliki persepsi yang keliru (miskonsepsi) terhadap penderita yang berisiko, yakni penyakit HIV dan AIDS adalah penyakit orang homoseksual, sehingga kalau tidak memiliki perilaku homoseks, maka dianggap bebas dari penyakit itu. Kedua, penyakit HIV/AIDS adalah penyakit para pelancong/ wisatawan asing dan sulit mengenai orang lokal kalau tidak melakukan hubungan dengan turis. Penyebaran HIV/AIDS menjadi semacam reaksi berantai yang tidak terkendali dan kerap membuat gagap komponen masyarakat. Venkat Narayan (2011), seorang peneliti HIV/AIDS asal India, menulis dengan gamblang bahwa banyak tokoh agama dan tokoh masyarakat belum memahami penyebaran penyakit HIV dan AIDS secara utuh, sehingga peran mereka belum maksimal dalam mengerem penyebaran HIV/AIDS. Hal yang sama juga dialami oleh sebagian besar tokoh agama dan adat di Bali. Sampai saat ini, praktis tidak ada gebrakan berarti untuk mennghambat penyebaran HIV/AIDS di Bali, yang dikibarkan oleh tokoh agama dan adatnya. Ada kesan kuat bahwa masalah HIV/AIDS dipulangkan pada kesadaran diri masing-masing individu. Pihak rohaniwan belum terlihat melakukan pendampingan yang memadai bagi penderita HIV/AIDS dan atau orang-orang yang berisiko terjangkiti HIV. Tokoh agama seharusnya lebih memberikan pemaknaan lebih utuh terhadap kondisi yang dapat menyeret seseorang kena HIV/AIDS. Dalam kerangka itu, pencegahan penyakit HIV dan AIDS seyogianya menggunakan pendekatan model domain sosial dan budaya Bali. Model ini menyasar pada nilainilai kearifan lokal, yang perlu dire-

vitalisasi, sehingga masyarakat tidak berdiri sendiri di wilayahnya yang rawan, namun bersinergi dengan pemerintah untuk mengatasi penyebaran HIV/AIDS. Lalu, apa langkah-langkah yang patut dilakukan agar mendapatkan hasil maksimal? Langkah-langkah tersebut dapat diuraikan sebagai berikut. Pertama, menganalisis kebutuhan dalam penanganan pemberantasan HIV/AIDS, secara serentak di seluruh Provinsi Bali. Kedua, menginventarisasi dan menganalisis domain sosial (kearifan lokal) budaya Bali yang relevan untuk penyuluhan pemberantasan penyakit HIV /AIDS. Ketiga, mengembangkan model penyuluhan pemberantasan HIV/ AIDS yang menggunakan aspekaspek domain sosial budaya Bali. Keempat, implementasi model tersebut, dan terakhir adalah menyusun buku pedoman dan perangkat penyuluhan pemberantasan HIV/ AIDS sesuai dengan domain sosial dan budaya Bali. Bisa dipahami bahwa penelusuran kearifan lokal (sosial dan budaya Bali) dalam pemberantasan HIV/ AIDS, memiliki beberapa manfaat, antara lain, pertama, metode ini sarat dengan pendekatan kontekstual dan humanis, karena dimensi yang digunakan memang adaptif di masyarakat Bali. Selama ini, penyuluhan dan penanganan pemberantasan HIV/AIDS kerap didominasi oleh pendekatan dengan menggunakan pola mekanistik dan bersifat top down, aspek domain sosial masyarakat Bali belum optimal tersentuh. Akibatnya, masyarakat apatis dan masa bodo, karena semua pencegahan adalah urusan pemerintah. Kedua, penggunaan domain sosial yang berkembang di Bali, melalui need analysis akan membuat model ini dapat menjawab kebutuhan generasi muda Bali, sehingga terhindar dari infeksi HIV /AIDS. Penyelamatan generasi muda Bali akan memberikan dampak pada indikator demografi. Ketiga, menurut perspektif antropologi, pendekatan dengan domain sosial dianggap sebagai transmisi budaya dan pembelajaran ‘penguasaan’ budaya. Oleh karena itu, penggunaan model domain sosial dalam pemberantasan HIV/ AIDS, diyakini dapat mereduksi miskonsepsi sehingga pelayanan dan penyuluhan untuk menanggulangi penyebaran HIV dan AIDS dapat lebih efektif dan efisien. *Penulis, Sekretaris Program Studi Magister Pendidikan IPA, Undiksha, alumnus Doktor ITB

Suluh Indonesia Mengundang Anda menulis dalam kolom ini. Caranya: Kirim Tulisan Anda ke alamat Gedung Pers Pancasila Jl. Gelora VII No. 32 Palmerah Selatan Jakarta Pusat atau Kirim ke E-mail: info@bisnis-jakarta.com. Panjang Tulisan Maksimal 7.000 karakter. Tulisan akan dimuat juga secara sinergis dengan Kelompok Media Bali Post.

SURAT A NDA Ancaman Polusi Semakin Parah PENDUDUK di jakarta yang semakin padat. Setiap tahun nya di jakarta semakin bertambah banyak dan padatsetiap oarang menginginkan mendapatkan pekerjaan di jakarta karena menurut mereka lebih baik tinggal dijakarta atau pun di daerah nya masing-masing setiap habis lebaran pasti penduduk di jakarta semakin padat karena mereka terhasut oleh orang yang pulang kampung . Solusi untuk menghindari penduduk di jakarta yang semakin padat pemerintah mengadakan sensun penduduk setiap tahunnya tetapi itu tdak berjalan efektif di karenakan sudah terlalu banyak orang yang ingin tinggal di kota metropolitan ini . Jakarta merupakan ibukota negara Republik Indonesia yang menjadi pusat dan kiblat dari semua daerah Indone-

sia. Di balik kesuksesannya itu ternyata Jakarta memiliki segudang permasalahan yang menanti untuk diselesaikan. Salah satu dari sekian banyak permasalahan itu terdapat masalah lingkungan. Lingkungan Jakarta kini sudah tidak asri dan nyaman untuk ditinggali. Udara Kota DKI Jakarta adalah udara yang termasuk terburuk di dunia yang dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan bagi para penduduknya. Lihat saja langit Jakarta yang semakin lama semakin kelam oleh Kabut Polusi yang dihasilkan dari aktifitas manusia Jakarta. Tak ada pilihan lain kecuali merawat Jakarta dan menjaganya dari kerusakan karena polusi. Fitri Maylani Kemanggisan, Jakarta Barat

Perbaiki Transportasi Umum TRANSPORTASI angkutan umum sudah tidak lagi nyaman. Apalagi, tarifnya juga lebih mahal. Angkutan umum sudah menjadi tidak rasional karena ada kendala infrastruktur. Akibatnya, kendaraan pribadi semakin bertambah karena tingkat frustasi yang makin tinggi.kebutuhan dan pelayanan tidak sebanding bahkan cenderung mengalami penurunan. Pemerintah pun, lebih menyukai membeli gerbong bekas daripada mengembangkan industri kereta api. Karena itu, harus dicari jawaban mengatasi kebuntuan. Masyarakat sekarang telah menemukan jalan keluar mengatasi kemacetan yang meresahkan di Jakarta dengan menggunakan sepeda motor. Kendaraan ini menjadi semakin merebak dan terus bertambah. Tanpa ada solusi yang tepat maka Jakarta kelak akan

menjadi kota sepeda motor jumlah terbesar di dunia. Menunggu kelayakan tranportasi umum tampaknya masyarakat telah frustrasi dan mengharapkan pemerintah segera memperbaiki tranportasi umum. Kereta, bus kota, angkutan kota, metromini, dan bus trans Jakarta. Sebaiknya jangan ditunda lagi menyelesaikan permasalahan kota Jakarta. Rakyat Jakarta telah menanggung berbagai macam kendala untuk berhadapan dengan tranportasi publik. Seperti semakin maraknya preman yang beroperasi sebagai pengamen. Jangan sampai Jakarta menjadi seakin tak bergerak karena pengendara motor dan mobil pribadi semakin bertambah. Rika Pristia Tanjung Duren, Jakarta

Berharap Pada Pendidikan di Sekolah SAATNYA guru mengubah cara hidupnya, dengan memperbanyak penglihatan yang baik, melakukan perbuatan yang mengarah pada upaya peningkatan mutu dan profesionalisme. Menjadi guru bermutu dan professional merupakan sebuah pilihan tetapi menjadi guru yang biasa-biasa saja merupakan sebuah deretan panjang yang tidak memberikan dampak apa-apa. Bangsa ini sedang mengalami krisis yang panjang. Tak hanya di bidang ekonomi, juga di bidang lainnya. Itu sebabnya, bangsa ini ingin bersandar pada pendidikan. Harapnnya kelak di kemudian hari bangsa ini tidak semakin terpuruk. Bangsa ini akan segera bangkit dari tidur dan tegak berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa lainnya. Harapan bangkitnya dunia pendidikan mau tidak mau

akan disandarkan pada pundak guru. Jika guru bangkit maka sejatinya pendidikan ini telah bangkit. Guru yang bangkit dengan meningkatkan mutu dan profesionalismenya akan menentukan masa depan anak-anak didiknya dengan baik. Melihat aksi anarkis kaum pelajar menjadi cermin untuk kita semua sebagai orang yang mendidik anak-anak kita. Kita tak bisa menyalahkan salah satu pihak hanya pada guru saja. Semua itu juga menjadi tanggung jawab bersama yaitu, antara orang tua dan guru yang menjadi lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak-anak generasi penerus. Melani Trias Lenteng Agung, Jak-Sel

Sampaikan saran, kritik dan keluhan mengenai kebijakan Pemerintah, fasilitas umum atau lainnya ke: PO BOX 6233 JKBKG, Jakarta 11062, redaksi: Jl Gelora VII No. 32 Palmerah Selatan, Jakarta Pusat. Fax: 53670771 atau e-mail: info@bisnis-jakarta.com. Lampirkan foto copy KTP/SIM/Paspor yang masih berlaku dan cantumkan nomor telepon yang bisa dikonfirmasi.

fax ke (021) 53670771,

Pemimpin Umum : Satria Naradha, Wakil Pemimpin Umum/Redaksi/Penanggung Jawab : Wirata, Redaktur Pelaksana : Nikson, Gde Rahadi, Redaksi : Hardianto, Ade Irawan, Kuswandi, Petrus, Bogor : Aris Basuki, Depok : Rina Ratna, Tangsel : Novi Revolusiana, Iklan : Emiliana, Sirkulasi : D. Swantara. Alamat Redaksi : Jalan Gelora VII No 32 Palmerah, Jakarta Pusat. Telpon (021) 5356272, 5357602 Fax (021) 53670771. Website : www.bisnis-jakarta.com, email : info@bisnis-jakarta.com. Tarif Iklan : Iklan Mini minimal 3 baris Rp 6.000 per baris, Iklan Umum/Display BW : Rp 15.000 per mmk, Iklan Warna FC : Rp. 18.000 per mmk, Iklan Keluarga/Duka Cita : Rp 7.000 per mmk, Advetorial Mini (maks 400 mmk) Rp 4.500 per mmk, Biasa (lebih dari 400 mmk) Rp 6.000 per mmk. Pembayaran melalui Bank BCA No Rekening 006-304-1944 a/n PT. Nusantara Media Baliwangi, Bank BRI No Rekening 0018-01-000580-30-2 a/n PT. Nusantara Media Baliwangi. Bukti transfer di cantumkan nama dan nomor telpon sesuai registrasi.

Penerbit : PT. NUSANTARA MEDIA BALIWANGI Wartawan Suluh Indonesia membawa tanda pengenal dan tidak dibenarkan meminta/menerima sesuatu dari sumber.


lahraga

Suluh Indonesia, Selasa 23 Oktober 2012

6

Rexy Mainaky Kembali Berkiprah di Indonesia JAKARTA - Mantan atlet bulu tangkis, Rexy Ronald Mainaky, kembali berkiprah di bulu tangkis Indonesia untuk menjabat Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi dalam kepengurusan PB PBSI periode 2012-2016. Kiprah Rexy di dunia bulu tangkis tak perlu diragukan lagi, ujar Koesdarto yang baru saja terpilih sebagai

Sekretaris Jenderal PBSI saat jumpa pers mengumumkan kepengurusan baru PB PBSI periode 2012-2016 di Jakarta, kemarin. Sebagai pelatih, ia telah berhasil membawa pasangan Inggris, Nathan Robertson-Gail Emms meraih medali perak di Olimpiade Athena tahun 2000. Ia juga pernah melatih di Malaysia

dan hingga saat ini masih menjadi pelatih di Filipina. Menurut Koesdarto, Rexy ditunjuk langsung oleh Ketua Umum PBSI, Gita Irawan Wirjawan. “Dia orang muda yang banyak ide, gagasan yang dia sampaikan kreatif dan menarik. Kita semua tahu Rexy melatih di luar negeri dan prestasi bulu tangkis negara itu bisa maju,” katanya.

Saat ketemu Ketua Umum PBSI, Rexy menyampaikan ideidenya untuk bulu tangkis Indonesia. “Pak Gita melihat dia cukup perhatian bagaimana meningkatkan prestasi yang tinggi,” tambahnya. Sementara itu, Rexy yang saat ini masih berada di Filipina belum mau memberikan komentar perihal tersebut. “Saya belum mau

memberi komentar dulu,” kata Rexy saat dihubungi Antara. Selain Rexy, mantan pebulutangkis Indonesia lainnya juga turut menghiasi jajaran kepengurusan baru PB PBSI dibawah kepemimpinan Gita, yakni Susi Susanti dan Ricky Subagja. Susi, yang pernah menyabet medali emas Olimpiade Barcelona tahun 1992 itu, ditunjuk

sebagai Staf Ahli Pembinaan dan Prestasi. Sedangkan Ricky memegang posisi Kepala Sub Bidang Humas dan Sosial Media. “Posisinya Susi sebagai staf ahli yang nantinya setiap saat akan berkomunikasi dengan Rexy. Beliau siap mendukung PBSI di tengah kesibukannya,” ujar Koesdarto. Program kerja dari kepengu-

rusan baru ini masih belum digodok sebelum pelantikan dilakukan, seperti yang diungkapkan mantan Sekjen PBSI, Yacob Rusdianto yang kini menjabat sebagai Ketua Dewan Pengawas. “Kita perlu dukung fungsifungsi kepengurusan ini karena pasti akan lebih baik , didukung ahli dan prestasi akan kembali jaya,” katanya. (ant)

Sanksi Greysia-Meiliana Dikurangi JAKARTA - Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) mengurangi sanksi berupa larangan tanding terhadap pasangan Greysia Polii-Meiliana Jauhari sebulan lebih awal dari sanksi sebelumnya. Atas pengurangan sanksi tersebut, GreysiaMeiliana dapat kembali berlaga mulai 3 November mendatang termasuk turun di turnamen Super Series Hongkong Open akhir bulan November ini. “Atlet kita sudah menjalani sanksi hampir 2.5 bulan. Mereka sudah melakukan semuanya dengan baik, menyadari kekeliruan mereka. Maka dipertimbangkan ke depan mereka masih punya potensi,” kata mantan Sekjen PBSI, Yacob Rusdianto, di Jakarta, kemarin. Pasangan tersebut mengajukan permohonan remisi hukuman agar dapat kembali bertanding. Permohonan tersebut ditindaklanjuti dengan berbagai pertimbangan

dari pelatih dan pengurus PBSI. “Mereka berkeinginan kuat membela merah putih karena itu PBSI memberi diskon satu bulan keringanan,” tambah Yacob. Keputusan tersebut, diambil pengurus demisioner PBSI yakni sebelum kabinet PBSI di bawah kepemimpinan Gita Wirjawan diumumkan secara resmi. “Pengurus demisioner masih memiliki kewenangan menjalankan organisasi selama masa transisi. Artinya, itu tidak menyalahi aturan,” jelas Yacob. Sebelumnya, Greysia/Meili-

ana dilarang bertanding untuk semua pertandingan di bawah PBSI dan Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) hingga batas akhir hukuman pada 3 Desember 2012. Keduanya diduga melakukan tindakan tidak sportif, yakni tidak ingin menang atas lawannya asal Korea Selatan, Ha Jung Eun/Kim Min Jung, agar terhindar dari ganda terkuat dunia asal Cina, Wang Xiaoli/ Yu Yang di babak perempat final Olimpiade London 2012 yang juga mengakibatkan duet tersebut didiskualifikasi. (ant)

Peraih Emas PON 2012

Tolak Masuk Pelatnas

Suluh Indonesia/ant

JUARA PRAMUSIM – Para pebasket Pelita Jaya Jakarta merayakan kemenangan usai mengalahkan CLS Knights Surabaya pada final Turnamen Pramusim NBL Indonesia 2012 di DBL Arena, Surabaya, Jatim, Minggu malam kemarin. Pelita Jaya mengalahkan CLS Knights dengan skor 79-56.

Rapat Komite Bersama

Tanpa Keputusan JAKARTA - Rapat Komite Bersama (Joint Committee) di Kantor PSSI Senayan Jakarta, kemarin, yang salah satu agendanya membahas Timnas Indonesia yang akan turun di Piala AFF 2012 di Malaysia, berakhir tanpa keputusan. Kedua pihak, yaitu PSSI dan Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI), sama-sama mempertahankan argumennya, terutama dalam hal menentukan siapa pelatih yang berhak menangani Timnas Garuda. Pihak PSSI yang diwakili Todung Mulya Lubis, Saleh Mukadar, Catur Agus Saptono, dan Widjajanto tetap berpaku pada keputusannya, yaitu tetap mengandalkan Nil Maizar sebagai pelatih timnas, sedangkan KPSI mengusulkan Alfred Riedl. “Dalam rapat ada usulan dari Ketua Komite Bersama Todung Mulya Lubis, yaitu mengusulkan Nil Maizar tetap sebagai pelatih dan Alfred Riedl sebagai penasihat,” kata Saleh usai rapat Komite Bersama. Meski demikian, usulan itu belum bisa diterima anggota Komite Bersama dari pihak KPSI, yaitu Djamal Aziz, Togar Mahan Nero, Joko Driyono, dan Hinca Panjaitan. Dalam rapat Komite Bersama ini juga dimunculkan wacana duet pelatih atau dwitunggal. Hanya saja rencana itu tak disetujui pihak PSSI karena dinilai melanggar statuta. Sementara itu, anggota Komite Bersama dari KPSI, Togar Manahan Nero, mengatakan, usulan Alfred Riedl sebagai pelatih timnas bukan tanpa alasan. Pelatih asal Austria ini dinilai memiliki track record bagus saat menangani Timnas Indonesia pada Piala AFF 2010. “Saat ditangani Riedl, peringkat timnas bisa menembus 125. Akan tetapi, saat ini berbeda jauh. Peringkat Indonesia terperosok hingga 170. Itu salah satu alasan kami tetap mengusung Riedl,” tegasnya. Dengan belum adanya keputusan ini, polemik sepak bola Indonesia terutama untuk Piala

AFF 2012 dipastikan belum tuntas. Rencana Komite Bersama akan terus membahas permasalahan ini. Terkait dengan namanama pemain timnas yang akan diturunkan di Piala AFF 2012,

pihak PSSI tetap mengusulkan 35 nama yang terdiri atas gabungan pemain ISL dan IPL. Selain itu, pemain Indonesia yang bermain di luar negeri maupun pemain naturalisasi. Pendaftaran

pemain yang turun di Piala AFF sesuai dengan jadwal berakhir Kamis (25/10). Dan, jumlah pemain itu harus berkurang menjadi 22 satu hari sebelum manager meeting dilakukan. (ant)

SEMARANG - Atlet Jawa Tengah peraih medali emas PON XVIII/2012 cabang olahraga wushu nomor sansho Jaryati menolak masuk pelatnas yang dipersiapkan tampil pada SEA Games 2013 Myanmar karena alasan pribadi. Sekum Pengprov Wushu Indonesia (WI) Jawa Tengah Heni Setyowati mengatakan, Jaryati memang sudah mendapatkan surat panggilan masuk pelatnas tapi dengan alasan pribadi, yang bersangkutan tak bersedia. Alasannya memang lebih kepada persoalan pribadi, bahkan dirinya juga tidak tahu pasti, apa yang bersangkutan mau menikah,

atau mungkin faktor usia, yang jelas Jaryati memutuskan sendiri untuk tidak bergabung ke pelatnas. “Karena yang bersangkutan memutuskan untuk tidak berangkat ke pelatnas, ya kita tidak bisa berbuat apaapa,” katanya. Dalam program pelatnas untuk SEA Games, tiap nomor pertandingan di cabang ini masing-masing dihuni dua atlet yang merupakan peraih medali emas dan perak pesta olahraga multievent empat tahunan di Riau. Kelanjutan untuk Jaryati, apakah akan digantikan atlet lain atau bagaimana, dirinya belum tahu. “Tetapi yang jelas, peraih emas dan perak PON Riau dipanggil ma-

suk pelatnas,” ungkapnya. Pada PON XVIII/2012 Riau, Jaryati yang mantan atlet karate tersebut menjadi penyelamat Jawa Tengah di cabang olahraga wushu karena yang bersangkutan merupakan satu-satunya peraih emas dari Jateng di wushu. Pada partai puncak, Jaryati yang turun di kelas 52 kilogram tersebut berhasil mengalahkan wakil Sumatera Utara Junita Malau dengan angka 2-0. Sebelum beralih ke cabang olahraga wushu, Jaryati yang menekuni cabang olahraga karate berhasil meraih medali perak dan perunggu pada PON XVII/ 2008 Kalimantan Timur. (ant)

PICKUP POINT

Baca dan Dapatkan Harian Suluh Indonesia - Bisnis Jakarta Pada Lokasi Di Bawah Ini

HOTEL

TRANSJAKARTA -

Koridor Koridor Koridor Koridor Koridor Koridor Koridor Koridor

1 2 3 4 5 6 7 8

: Kota – Blok M : Harmoni – Pulo Gadung : Kali Deres – Pasar Baru : Pulo Gadung – Dukuh Atas : Ancol – Kampung Melayu : Halimun – Ragunan : Kp. Melayu – Kp. Rambutan : Harmoni – Lebak Bulus

SPBU PERTAMINA -

SPBU SPBU SPBU SPBU SPBU SPBU SPBU SPBU SPBU SPBU SPBU SPBU SPBU SPBU SPBU SPBU SPBU SPBU SPBU SPBU

34.115.10, Arteri Panjang 34.132.09, Rawamangun 34.106.05, Let.Jend. Soeprapto 34.135.05, Kramat Jati 34.138.06, Kampung Rambutan 34.131.02, Matraman 34.111.03, KS. Tubun 34.129.02, Gatot Subroto 31.129.03, HR. Rasuna Said 34.125.07, Cilandak KKO 34.154.15, Jl. RE Martadinata, Ciputat 34.164.02, Jl. Margonda Raya, Depok 34.124.10, Karang Tengah 34.165.12, Jl. Raya Limo, Depok 34.165.03, Cinere Raya 34.114.01, Jl. Raya Jelambar 34.113.01, Jl. Raya Jembatan Besi 34.144.03, Jl. Raya Pluit Selatan 34.144.01, Jl. Raya Pluit Selatan 34.124.07, Jl. Raya Terogong, Jak-Sel

RESTORAN & CAFE Hertz Chiken, HR. Rasuna Said Bumbu Desa, Jl. Suryo, Senopati The Bondies, Jl. Ampera Raya D’Cost Seafood, Jl. Kemang Raya Black Canyon Coffee, Jl. Raya Cipete Dapur Sunda, Jl. Raya Cipete Dapur Sunda, Jl. Gatot Subroto Sari Ratu, Jl. Raya Barito Suryo Cafe & Steak, Jl. Warung Buncit Suryo Café & Steak, Pasar Raya Grande Gumati Café, Jl. Paledang Bogor De-leuid, Jl. Padjajaran Bogor Restoran Kawasan Puncak Bogor -

RUMAH SAKIT RS. PAD Gatot Subroto RS. Bhineka Bakti Husada RS. Islam Jakarta RS. Dharmais, Jakarta RS. Siloam Hospital Cikarang RS. Harapan Keluarga Cikarang RS. Hasana Medica Cikarang Hotel Ambara

-

Hotel Grand Mahakam Hotel Batavia Hotel Manhattan Hotel Paninsula Hotel Ibis Hotel Santika Hotel Kartika Chandra Hotel Crown Hotel Century Park Hotel Sultan Hotel Mulia Hotel Le Meridien Hotel Sahid Hotel Grand Hyatt Hotel Millennium Hotel Arya Duta Hotel Nikko Hotel Saripan Pacifik Hotel Papaho Bogor TRADE CENTER

-

Blok M Plaza Mall Cilandak Depok Town Square Cilandak Town Square Plaza Setia Budi Bogor Trade Mall Pusat Grosir Bogor Plaza Depok Mall Depok Pamulang Square OFFICE BUILDING

-

BCA RMK, Jl. Raya Kedoya Plaza Sudirman, Jl. Jend. Sudirman FIF Finance, Jl. Raya Kedoya FIF Finance, Jl. Padjajaran Bogor Bank Mandiri, Jl. H. Juanda Bogor Bank BTN, Jl. Pengadilan Bogor Bank BTN, Jl. Bojong Gede Kantor Telkom, Jl. Padjajaran Bogor Kimia Farma, Jl. H. Juanda Bogor Green Lake View, Ciputat Kantor Pos , Ciputat Plaza Telkom, Ciputat TEMPAT UMUM

-

Stasiun Kereta Api Bogor Pertokoan Tas Tajur, Bogor Taman Matahari, Bogor Taman Safari, Bogor


lahraga

7

Suluh Indonesia, Selasa 23 Oktober 2012

Barca Incar Rekor Sempurna Hadapi Celtic MADRID - Klub raksasa Spanyol Barcelona akan menjamu Celtic, Selasa (Rabu dinihari WIB), dan mengincar rekor kemenangan sempurna pada pertandingan Grup G Liga Champions. Meski pemain bintang Lionel Messi dalam kondisi terbaik, namun klub Catalan itu masih bermasalah dengan bagian per-

tahanan menyusul cedera sederatan pemain. Barca saat ini masih kokoh di puncak klasemen karena mencetak rekor sempurna dan diperkirakan akan dengan mudah melangkah ke babak 16 besar jika mengalahkan Celtic yang sebelumnya sempat mengejutkan tuan rumah Spartak Moscow,

sehingga bertengger di peringkat kedua dengan empat nilai. Di saat pemain bertahan Carles Puyol dan Gerard Piquet sering duduk di bangku cadangan akibat cedera, Barca masih tetap tampil solid dan efisien. Lionel Messi kembali membuktikan bahwa ia masih menjadi “roh” Barcelona setelah

mencatat hatrik minggu lalu saat Barca mengalahkan Deportivo La Coruna 5-4. Berkat tiga gol tersebut, Messi secara keseluruhan telah menyumbang 15 gol sepanjang musim ini. Barcelona juga berhasil memupus kekhawatiran soal kelelahan karena berhasil mempertahankan keunggulan 5-4 meski harus

bermain dengan sepuluh pemain menyusul dikeluarkannya Javier Mascherano akibat mendapat kartu kuning kedua. Absennya Puyol dan Pique, membuat barisan belakang akan dipercayakan kepada Mascherano dan Alex Song. Puyol masih harus istirahat untuk memulihkan cedera siku, sementara Pique

masih berjuang melawan cedera kaki kiri yang dialami saat berhadapan dengan Spartak pada pertengahan September lalu. Dani Alves yang biasa menempati posisi sayap kanan juga masih cedera dan posisinya ditempati pemain muda Martin Montoya. Di barisan tengah, Sergio Busquets juga akan absen

karena akumulasi kartu kuning. Celtic, lawan Barca, dalam kondisi percaya diri tinggi menyusul kemenangan telak 5-0 atas St Mirren pada pertandingan sebelumnya. Setelah kemenangan itu, pelatih Neil Lennon langsung terbang ke Spanyol untuk menyaksikan pertandingan Barca menghadapi Deportivo. (ant)

DIREKTORI SULUH INDONESIA - BISNIS JAKARTA BOGOR

JAKARTA

BOGOR

JAKARTA UJIAN PERSAMAAN/KONVERSI KELAS KARYAWAN DLL.

Suzuki Paket Hemat, Pembayaran Jadi Ringan

DIBUTUHKAN KARYAWATI 1. Usia Max 22 Thn 2. SLTA/Sederajat 3. Ramah & Supel 4. Diutamakan Berpengalaman 5. Berdomisili Di Sekitar BINTARO

Lamaran Ke “CHA CHA FASHION” Ruko Victorian Blok C No. 3 Bintaro Jaya Sektor 3A

DP 15% PEBRYAN : 0813 1118 0881 0856 8155 901

Terima Pendaftaran Siswa Baru Program: Paket B/C, Akta-4 D3, S1.S2,S3 Jurusan : Ekonomi, Hukum, Teknik, Pendidikan, Fisip, Komputer, Pertanian, Peternakan, Psikologi, Kesehatan, Sekretaris, dll

Hub : 085255564971

KAMI

LEGAL CONSULTAN

MENANGANI JASA Mengatasi : v Sertifikat palsu v Tanah Sengketa v Perceraian v Pidana Hukum v Kasus Perdata dll

Jika Anda bermasalah CC/KTA, Tidak mampu bayar, stres dikejar debtcoll kami solusinya Marni : (021) 99306921/08176682240

MARNI (021) 99306921 08176682240

(Disc 50%-80%)

NEW THINKING NEW POSSIBILITIES

Grand Avega

Tucson

? Bisa tukar tambah ? Proses Cepat ? Cash/Kredit ? Data Bisa Dibantu Hub: Putra 0812 1899 5879 / 021-9838 7515 Pin BB 229F2261

Pasang Iklan Lowongan, Otomotif, Properti & Peluang Emas Ukuran 2 x 50 mmk

BW Rp. 200.000 FC Rp. 300.000

Hub : 021-5357602

Pasang Iklan Baris

CEPAT LAKU Hanya

Rp. 50.000 (10 Baris - 10x Tayang) Hubungi

(0251) 8401018 (021) 5357602 G.27-Dir


Nasi nal

Suluh Indonesia, Selasa 23 Oktober 2012

8

Enam PNS Pemprov

Terindikasi Gunakan Narkoba GORONTALO - Enam Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Provinsi Gorontalo terindikasi menggunakan narkotika dan obat terlarang. Hasil tersebut diperoleh setelah Gubernur Gorontalo Rusli Habibie bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) mendadak melakukan tes urine kepada 317 PNS, usai apel kerja, Senin pagi. “Ada enam yang terindikasi, tapi tentu saja ini belum positif menggunakan narkoba. BNNP masih akan melakukan penelusuran leb-

ih lanjut,” kata gubernur. Menurutnya tes urine dilakukan mendadak, karena gubernur ingin memastikan kebenaran informasi dari masyarakat yang diterimanya. “Beberapa waktu lalu saya terima info dari masyarakat ada PNS pemprov yang pakai narkoba dan saya segera kumpulkan mereka hari ini,” jelasnya. PNS yang mengikuti tes urine hanya pria, sesuai dengan informasi yang diterimanya tersebut. Gubernur mengaku pihaknya ingin memberantas

peredaran dan penggunaan narkoba, mulai dari lingkungan pemerintahan. Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat BNNP Nur Syamsi mengatakan hasil tes urine tersebut masih akan diteliti lebih lanjut. “Kami akan memastikan zat yang terdeteksi dalam hasil tes urine tersebut benar dari narkoba,” imbuhnya. Sebelumnya tim gabungan Polda dan BNNP berhasil menangkap seorang PNS di DPRD Provinsi Gorontalo, sebagai pengguna narkoba. (ant)

Bom Poso

Suluh Indonesia/ant

Dipicu Dari Telepon Genggam PALU - Pejabat Polda Sulawesi Tengah mengatakan ledakan bom di Kabupaten Poso pada Senin pagi dipicu dari sebuah telepon genggam yang dikendalikan dari jarak tertentu. “Itu terbukti dari sebuah HP (telepon genggam) yang berada di lokasi ledakan,” kata Kabid Humas Polda Sulawesi Tengah AKBP Soemarno di Kota Palu, Senin. Ledakan yang terjadi di Pos Polantas di Kelurahan Sintuvu itu terjadi pada pukul 06.15 WITA, melukai seorang polisi dan seorang satpam

sebuah bank. Dia menduga, pelaku berada tidak jauh dari lokasi kejadian karena mengetahui ada polisi yang sedang mendekat ke pos Polantas. “Pasti pelakunya tidak jauh, sehingga bisa meledakkan bom begitu ada polisi datang,” ucapnya. Dia mengaku belum bisa memperkirakan pelakunya, serta kaitannya dengan pembunuhan dua anggota Polri di Dusun Tamanjeka, Poso, beberapa waktu lalu. Menurutnya, pelakunya dapat terungkap, jika sudah ada

pelaku yang tertangkap. “Yang jelas ini adalah teror kepada Polri dan masyarakat,” kata mantan Kapolres Parigi Moutong ini. Sementara itu, dua korban ledakan bom saat ini sudah mendapat perawatan di RSUD Poso. Anggota Polantas Polres Poso yang terluka bernama Briptu Rusliadi mengalami luka di tangan dan pantat karena terkena serpihan bahan peledak. Sedangkan Satpam Bank BRI Akbar melintas di depan pos saat bom meledak mengalami luka ringan. (ant)

BANDAR NARKOBA - Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Tri Mariyanto (kanan) bersama para tersangka kasus peredaran narkoba di Mapolrestabes Surabaya, Jatim, Senin, kemarin. Barang bukti sabu 8,31 gram, Keytamine 75,11 gram, dan ekstasi sebanyak 272 butir.

Warga Pedalaman Batam

Keluhkan Pungutan e-KTP BATAM - Puluhan warga Pulau Terong pedalaman Kota Batam, mengadu ke DPRD tentang pungutan liar yang dilakukan oknum kelurahan dalam pengurusan kartu tanda penduduk elektronik (eKTP) sebesar Rp10-20 ribu per orang, Senin. “Kami dimintai pungutan Rp10-20 ribu saat melakukan perekaman e-KTP walaupun katanya gratis. Kami ingin melaporkan ke DPRD Batam,” ujar salah seorang perwakilan warga, Usman Yasin. Ia mengatakan, hampir seluruh warga yang berjumlah

800-1.000 orang semua dimintai pungutan saat melakukan perekaman beberapa waktu lalu. “Modusnya, pegawai kelurahan datang ke rumah-rumah warga yang tinggal di pulaupulau, melakukan pendataan warga yang belum melakukan rekam data dan meminta uang dengan alasan sebagai biaya operasional,” kata dia. Ia mengatakan, banyak warga pada awalnya menolak dan mempertanyakan peruntukan kutipan tersebut karena dalam surat edaran undangan dari pihak Kecamatan Bela-

kangpadang tertulis bahwa pengurusan e-KTP tidak dipungut biaya. “Karena petugas yang datang mengancam bahwa warga yang tidak mengurus eKTP akan dikenai sanksi, maka warga dengan terpaksa memenuhinya,” kata Usman. Ia mengatakan sebelumnya perwakilan warga, sudah menemui Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam. “Wali kota dan wakilnya dulu sudah memerintahkan pihak kelurahan untuk menghentikan dan mengembalikan pungutan

kepada warga, namun sampai sekarang tidak kunjung dikembalikan,” kata dia. Warga berharap DPRD Kota Batam bisa menyelesaikan masalah tersebut. Ketua Komisi II Yudi Kurnain yang menemui warga mengatakan akan menyampaikan pengaduan tersebut ke Komisi I selaku komisi terkait. “Kami akan sampaikan keluhan ini agar segera ditindaklanjuti,” kata Yudi. Sebelumnya, Wali Kota Batam meminta pada warga agar melapor jika ada pungutan saat perekaman e-KTP.(ant)

Kapal Muatan

Meledak di Pelabuhan Dumai DUMAI - Sebuah kapal pompong yang diduga bermuatan bahan bakar minyak dan gas meledak di Dermaga Burhan di Jalan Teduh, Kota Dumai, Riau, Senin, sekitar pukul 08.30 WIB. Beberapa warga setempat menyebutkan bahwa kapal

BEDAH RUMAH – Para mantan Kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang tergabung dalam Satuan Petugas Partai Aceh (Satgas-PA) bergotong royong membangun rumah warga miskin korban kebakaran di Desa Mane Kareueng Cot Kupula Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe, Provinsi Aceh. Senin

SUDAH menjadi rahasia umum ilmu spiritual Dayak sangat manjur untuk masalah percintaan, juga bisnis. Salah satu tokoh yang menguasai kesaktian khas Dayak, adalah Bunda Norma yang mewarisi kemampuan sang ayah, suku Dayak Hulu S u n g a i Mahakam. Selain masalah percintaan, Bunda Norma s e r i n g didatangi orang penting yang ingin naik pangkat dan para pembisnis kelas atas. Untuk

Dosen ITS

Ciptakan Alat Asap Ikan Ergonomic ton pada tahun 2006. “Di sana, saya melihat masyarakatnya mengasapi ikan dan asapnya dapat menyebabkan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), sehingga saya merancang alat yang nyaman, bisa dipindahkan, dan dapat diangkat,” kata penulis buku berjudul ‘Ergonomic’ itu. Oleh karena itu, selama dua tahun dipercaya untuk mengembangkan kerja sama itu, ia menumbuhkan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) handicraft/kerajinan kerang, UKM industri rokok dan UKM pengasapan ikan. Dibuatlah alat yang bersifat mobile. Keunggulan

lainnya adalah dapat dibongkar pasang. Cara kerja alat pengasapan ikan itu, yaitu alat yang mampu menampung 50-60 ekor ikan itu diposisi ikan digantung, lalu pintu ditutup. Sumber panas diperoleh dari pembakaran batok kelapa yang diletakkan dibagian bawah alat itu. “Asap dari pembakaran batok kelapa dapat terkumpul dalam alat pengasapan untuk mematangkan ikan dalam kurun waktu 1-2 jam, lalu asap dapat dikeluarkan lewat cerobong panjang berukuran 2-3 meter. Yang jelas, ikan yang diasap itu menyehatkan, karena kandungan omega-3 nya tidak hilang,” katanya. (ant)

Menurut beberapa saksi mata, sedikitnya tiga kapal lain ikut terbakar dan dua orang, yaitu nakhoda dan anak buah kapal dilarikan ke rumah sakit terdekat karena mengalami luka bakar. Hingga kini, lokasi Tempat

Kejadian Perkara (TKP) sudah diamankan petugas kepolisian dan pemadaman api selain dibantu warga, didukung juga mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Kota (Pemkot) Dumai, PT Pertamina RU II dan PT CPI setempat. (ant)

BUNDA NORMA SERING DIDATANGI PEJABAT

Suluh Indonesia/ant

SURABAYA - Dosen Jurusan Teknik Industri ITS Surabaya Ir Eko Nurmianto MEngSc DERT menciptakan alat pengasapan ikan yang ergonomic, mobile, dan portable. “Dengan alat itu, saya ingin membantu nelayan untuk bekerja secara efisien dan hasilnya optimal, karena tidak terkena asap dan satu alat bisa untuk 50-60 ekor ikan sekaligus,” katanya di Surabaya, Senin, kemarin. Ide membuat alat pengasapan ikan berbentuk mirip lemari itu berawal saat dirinya menerima kontrak kerja antara LPPM ITS dengan PT Powergen Jatim yang kali ini berganti nama menjadi PT YTL di daerah Pai-

yang membawa muatan yang hendak menuju Kepulauan Rupat ini tiba-tiba mengeluarkan kepulan asap pekat dan akhirnya meledak di tengah perairan yang dipenuhi kapal sembako lainnya yang tengah lego jangkar.

Bunda Norma

yang satu ini Bunda Norma Menolak untuk menyebutkan nama orang-orang yang dimaksud. “Pernah datang seorang yang ternyata tokoh pejabat penting, mengutarakan maksudnya agar tembus proyek-nya. Tadinya Bunda tidak percaya didatangi orang sepenting ini. Dengan segenap daya cipta, Bunda memohon kepada Tuhan agar tercapai apa yang beliau inginkan Alhamdulillah, beberapa hari kemudian beliau menelpon dan memberitakan bahwa proyeknya tembus dan sukses besar,” kenang wanita keibuan yang membahasakan ‘Bunda’ kesemua orang yang ditemuinya. Bunda Norma juga dikenal sebagai “penjaga” konser-

konser artis band ternama, sehingga sering keliling Indonesia mendampingi tur konser.Bunda Norma juga siap memberikan Susuk Pemikat, dan Susuk Kharisma, untuk bisnis dan percintaan banyak sekali yang membuktikan: Pemuda bisa dapat pacar cantik, wanita 40 tahun dapat suami, dan seorang pria paruh baya yang ditinggal mati istrinya bisa dapat pasangan lagi. “Kesaktian Dayak ini adalah titipan Yang Maha Kuasa. Dan dengan kehendak-Nya, masalah karir, jabatan dan percintaan 99% pasti bisa tuntas. Sedangkan bagi yang terkena santet, bisa bebas hanya 5 menit,”unjarnya.(nm)

Alamat praktek: jalan Kodau gang Mushola RT.04 RW.13 No.54, Jati Makmur, Pondok Gede. Telpon 021-91584169, 081311326629


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook