ASD2022 PRINSIP RANCANGAN BERKELANJUTAN
DOSEN PENGAMPU: IVAN ADIEL ABEDNEGO, M.ARS.
TEPAT GUNA LAHAN
Menunjukkan pemanfaatan ruang luar sebagai area komunal dan ruang hijau yang aktif
Aspek:
Ruang terbuka hijau
Aktivitas sosial penghuni
Konektivitas pedestrian
Pemanfaatan lahan secara efisien
EFISIENSI KONSERVASI ENERGI KONSERVASI AIR
Bangunan dirancang untuk mengurangi konsumsi energi melalui strategi desain pasif seperti
pencahayaan alami dan ventilasi
Aspek:
Penghematan energi
Pencahayaan alami
Desain façade
Sistem air dirancang untuk meningkatkan efisiensi penggunaan serta mendukung pengelolaan air secara berkelanjutan
Aspek:
Efisiensi air
Sistem distribusi
Daur ulang air
SUMBER DAN SIKLUS MATERIAL KESEHATAN DAN KENYAMANAN RUANG MANAJEMEN LINGKUNGAN BANGUNAN
Pemilihan material mempertimbangkan dampak lingkungan, ketahanan, dan siklus hidup material.
Aspek:
Material ramah lingkungan
Efisiensi penggunaan material
Daur ulang material
Ruang dirancang agar memberikan kenyamanan bagi pengguna melalui kualitas udara dan pencahayaan yang baik.
Aspek:
Kualitas udara
Pencahayaan alami
Kenyamanan termal
Pengelolaan bangunan dilakukan secara berkelanjutan untuk menjaga efisiensi dan kinerja lingkungan
Aspek:
Sistem pengelolaan bangunan
Efisiensi sistem
Keberlanjutan jangka panjang
SITE PLAN DAN BLOK PLAN
AREA DASAR HIJAU
Area dasar hijau pada tapak ini dirancang sebagai elemen utama ruang terbuka yang tersebar di antara massa bangunan dan terpusat di area tengah Ruang hijau ini tidak hanya berfungsi sebagai resapan air, tetapi juga sebagai ruang interaksi sosial bagi penghuni Penataan vegetasi membantu mengurangi panas lingkungan serta menciptakan suasana yang lebih nyaman dan teduh
LANSKAP
Lanskap dirancang dengan pendekatan aktif dan terintegrasi, terlihat dari adanya taman bermain, plaza, dan jalur pedestrian yang saling terhubung Elemen seperti pohon peneduh, semak, dan area duduk mendukung aktivitas sehari-hari penghuni, sementara jalur pejalan kaki yang jelas meningkatkan kenyamanan dan keamanan sirkulasi Menciptakan sirkulasi yang mengalir
PENATAAN BANGUNAN
Bangunan disusun dalam empat blok (A, B, C, D) dengan pola yang mengelilingi ruang tengah, sehingga membentuk komposisi semi-closed courtyard Pola ini membuat setiap blok memiliki orientasi yang jelas ke arah ruang terbuka di tengah sebagai pusat aktivitas
DIAGRAM EXPLODED ISOMETRIC RUSUN
AREA PEDESTRIAN
SIRKULASI
Sirkulasi kendaraan berada di bagian pinggir tapak, sedangkan area dalam lebih difokuskan untuk pejalan kaki Hal ini meningkatkan keamanan dan kenyamanan penghuni, terutama di area tengah
PELABUHAN
Fasad menggunakan secondary skin berupa roster/bata berlubang yang berfungsi sebagai shading pasif. Elemen ini menyaring sinar matahari langsung sebelum masuk ke dalam ruang, sehingga mengurangi panas (heat gain) namun tetap memungkinkan cahaya dan udara masuk.
Penggunaan shading ini berkontribusi langsung terhadap prinsip green building karena:
Mengurangi beban pendinginan → kebutuhan AC lebih kecil (hemat energi)
Memaksimalkan ventilasi alami → meningkatkan kenyamanan tanpa energi tambahan
GWT
POMPA AIR
TUGAS
Penggunaan kayu sebagai material peneduh memberikan nuansa alami sekaligus ramah lingkungan Aluminium dipilih karena ketahanannya yang panjang dan sifatnya yang dapat didaur ulang berkali-kali Kombinasi keduanya mencerminkan efisiensi sumber daya serta mendukung siklus hidup material yang berkelanjutan
Atap bitumen berfungsi sebagai pelindung yang tahan terhadap cuaca tropis, sementara skylight di tengah atap menghadirkan pencahayaan alami ke dalam bangunan Hal ini mengurangi ketergantungan pada pencahayaan buatan di siang hari, sehingga menekan konsumsi energi sekaligus meningkatkan kenyamanan penghuni
Penggunaan paving blok pada lanskap memungkinkan air hujan meresap ke dalam tanah, mengurangi limpasan, dan mendukung sistem drainase berkelanjutan Lanskap hijau yang menyertainya juga berperan dalam meningkatkan kualitas udara, menciptakan ruang terbuka yang sehat, serta memperkuat kenyamanan lingkungan bagi penghuni
Platform pandang berbahan kayu menghadirkan ruang publik yang alami dan ramah lingkungan. Selain itu, keberadaan platform ini memperkuat aspek sosial dan budaya dengan menyediakan tempat interaksi, rekreasi Dengan demikian, elemen ini tidak hanya fungsional tetapi juga memperkaya kualitas hidup komunitas penghuni rusun
KESEHATAN DAN KENYAMANAN RUANG
KENYAMANAN RUANGAN
KAMAR TIDUR DENGAN JENDELA
BESAR DAN KORIDOR DENGAN
SKYLIGHT MENGHADIRKAN
PENCAHAYAAN ALAMI SEKALIGUS
VENTILASI SILANG, SEHINGGA
MENDUKUNG KENYAMANAN VISUAL DAN TERMAL.
ASPEK ENERGI
SKYLIGHT DAN BUKAAN BESAR
MENGURANGI KEBUTUHAN
PENCAHAYAAN BUATAN DI SIANG
HARI SELAIN ITU, VENTILASI ALAMI
MEMBANTU MENGURANGI
PENGGUNAAN PENDINGIN BUATAN, SEHINGGA EFISIENSI ENERGI TERCAPAI
DAN MANAJEMEN LINGKUNGAN BANGUNAN
SIRKULASI PARKIRAN
LAY OUT RUANGAN
TATA RUANG KOMPAK
DENGAN BUKAAN ALAMI
MENDUKUNG SIRKULASI
UDARA, MENGURANGI
KELEMBAPAN, DAN MENJAGA
KENYAMANAN TERMAL SAAT AKTIVITAS MEMASAK.
AREA PARKIR DIBUAT DENGAN JALUR YANG
JELAS SUPAYA KENDARAAN BISA KELUAR MASUK
DENGAN TERTIB VEGETASI DI SEKITAR PARKIR
PENYEJUK ALAMI
VEGETASI BERFUNGSI SEBAGAI
PENEDUH ALAMI, MENURUNKAN SUHU
LINGKUNGAN, MENINGKATKAN
KUALITAS UDARA, DAN MENCIPTAKAN
RUANG INTERAKSI YANG NYAMAN
BANGUNAN KHUSUS GENSET BERFUNGSI SEBAGAI CADANGAN LISTRIK AGAR
AKTIVITAS PENGHUNI TIDAK TERGANGGU SAAT LISTRIK UTAMA PADAM PENEMPATAN
GENSET DI AREA TERPISAH DENGAN TANAMAN DI SEKELILINGNYA MEMBANTU
BUKAAN ALAMI
MEMBANTU MENGURANGI PANAS DARI
PERMUKAAN BETON, SEHINGGA LINGKUNGAN
TETAP LEBIH SEJUK DAN NYAMAN BAGI PENGHUNI.
BUKAAN BESAR MENGHADIRKAN
CAHAYA DAN UDARA SEGAR, MENDUKUNG KESEHATAN
PENGHUNI SEKALIGUS
FASILITAS PENGOLAHAN SAMPAH MENYEDIAKAN
MEREDAM PANAS DAN SUARA, SEHINGGA TETAP MENJAGA KENYAMANAN LINGKUNGAN.
TEMPAT PEMILAHAN SAMPAH ORGANIK, ANORGANIK, DAN DAUR ULANG DENGAN CARA INI, SAMPAH BISA DIKELOLA LEBIH BAIK, MENGURANGI PENCEMARAN, DAN MENDUKUNG PENGGUNAAN
ULANG MATERIAL PENEMPATAN DI AREA HIJAU
JUGA MEMBUAT LINGKUNGAN TETAP BERSIH DAN NYAMAN DAN DI TEMPATKAN JAUH DARI PENGHUNI
MENGURANGI BEBAN ENERGI BUATAN.
PENGOLAHAN SAMPAH
PENGOLAHAN LISTRIK DALAM BANGUNAN
LOKASI TAPAK:
South Quarter berada di Jakarta Selatan, tepatnya di koridor Jalan R.A. Kartini yang merupakan kawasan berkembang dengan akses yang cukup baik. Tapaknya berada di area urban dengan konektivitas tinggi, dekat dengan jaringan jalan utama dan transportasi publik. South Quarter terdiri dari beberapa tower perkantoran dengan ketinggian sekitar 20–21 lantai per bangunan.
LANSKAP
Pada South Quarter, lanskap dirancang sebagai elemen utama kawasan dengan menghadirkan ruang terbuka hijau yang luas, jalur pedestrian yang terhubung, serta area duduk dan ruang komunal Lanskap ini tidak hanya berfungsi sebagai estetika, tetapi juga mendukung aktivitas pengguna dan menciptakan suasana lingkungan yang nyaman.
TRANSPORTASI DAN AKSESIBILITAS
Pada South Quarter, aspek transportasi didukung oleh lokasi strategis di Jalan R A Kartini, Jakarta Selatan, yang dekat dengan berbagai moda transportasi umum seperti halte TransJakarta dan Stasiun MRT Fatmawati dengan jarak sekitar ±500 meter hingga 1 km, sehingga masih mudah dijangkau dengan berjalan kaki. Kedekatan ini meningkatkan konektivitas kawasan ke pusat kota tanpa bergantung pada kendaraan pribadi Selain itu, akses kendaraan langsung terhubung ke jalan arteri utama, sementara di dalam tapak sirkulasi dibuat lebih ramah pejalan kaki dengan pemisahan jalur kendaraan di bagian perimeter, sehingga mobilitas menjadi lebih efisien, nyaman, dan mendukung pengurangan emisi.
AREA DASAR HIJAU
Area dasar hijau dimanfaatkan secara optimal sebagai ruang resapan air dan pengurang panas lingkungan, sehingga membantu menciptakan udara yang lebih sejuk. Vegetasi yang tersebar di dalam tapak juga berfungsi meningkatkan kualitas udara serta menjaga keseimbangan antara area terbangun dan tidak terbangun
PENATAAN BANGUNAN
Penataan bangunan disusun dalam beberapa massa yang terorganisir dan mengelilingi ruang terbuka di tengah, sehingga membentuk komposisi yang teratur dan terintegrasi Pola ini memungkinkan setiap bangunan mendapatkan pencahayaan alami, ventilasi yang baik, serta hubungan visual langsung dengan ruang terbuka.