Skip to main content

TUGAS B1_ALBUM_242402241_ELIMELOHIMKARAUWAN

Page 1


ASD2022 PRINSIP RANCANGAN BERKELANJUTAN
DOSEN PENGAMPU: IVAN ADIEL ABEDNEGO, M.ARS.

TEPAT GUNA LAHAN

Menunjukkan pemanfaatan ruang luar sebagai area komunal dan ruang hijau yang aktif

Aspek:

Ruang terbuka hijau

Aktivitas sosial penghuni

Konektivitas pedestrian

Pemanfaatan lahan secara efisien

EFISIENSI KONSERVASI ENERGI KONSERVASI AIR

Bangunan dirancang untuk mengurangi konsumsi energi melalui strategi desain pasif seperti

pencahayaan alami dan ventilasi

Aspek:

Penghematan energi

Pencahayaan alami

Desain façade

Sistem air dirancang untuk meningkatkan efisiensi penggunaan serta mendukung pengelolaan air secara berkelanjutan

Aspek:

Efisiensi air

Sistem distribusi

Daur ulang air

SUMBER DAN SIKLUS MATERIAL KESEHATAN DAN KENYAMANAN RUANG MANAJEMEN LINGKUNGAN BANGUNAN

Pemilihan material mempertimbangkan dampak lingkungan, ketahanan, dan siklus hidup material.

Aspek:

Material ramah lingkungan

Efisiensi penggunaan material

Daur ulang material

Ruang dirancang agar memberikan kenyamanan bagi pengguna melalui kualitas udara dan pencahayaan yang baik.

Aspek:

Kualitas udara

Pencahayaan alami

Kenyamanan termal

Pengelolaan bangunan dilakukan secara berkelanjutan untuk menjaga efisiensi dan kinerja lingkungan

Aspek:

Sistem pengelolaan bangunan

Efisiensi sistem

Keberlanjutan jangka panjang

LOKASI TAPAK:

Kampung Akuarium adalah permukiman di pesisir

Jakarta Utara, dekat Pelabuhan Sunda Kelapa dan Kota Tua. Dahulu sempat digusur, tapi kemudian dibangun kembali menjadi Kampung Susun Akuarium sebagai hunian berbasis komunitas. Warga di sana kebanyakan bekerja sebagai nelayan, pedagang kecil, dan penjual makanan. Kawasan ini punya nilai sejarah dan budaya maritim

LUAS LAHAN: 10.000 M²

KDB 40% - 60%: 4.000 - 6.000 m2

KDH 20%: 2.000 m2

KLB 1,6: 16.000 m²

SITE PLAN DAN BLOK PLAN

AREA DASAR HIJAU

Area dasar hijau pada tapak ini dirancang sebagai elemen utama ruang terbuka yang tersebar di antara massa bangunan dan terpusat di area tengah Ruang hijau ini tidak hanya berfungsi sebagai resapan air, tetapi juga sebagai ruang interaksi sosial bagi penghuni Penataan vegetasi membantu mengurangi panas lingkungan serta menciptakan suasana yang lebih nyaman dan teduh

LANSKAP

Lanskap dirancang dengan pendekatan aktif dan terintegrasi, terlihat dari adanya taman bermain, plaza, dan jalur pedestrian yang saling terhubung Elemen seperti pohon peneduh, semak, dan area duduk mendukung aktivitas sehari-hari penghuni, sementara jalur pejalan kaki yang jelas meningkatkan kenyamanan dan keamanan sirkulasi Menciptakan sirkulasi yang mengalir

PENATAAN BANGUNAN

Bangunan disusun dalam empat blok (A, B, C, D) dengan pola yang mengelilingi ruang tengah, sehingga membentuk komposisi semi-closed courtyard Pola ini membuat setiap blok memiliki orientasi yang jelas ke arah ruang terbuka di tengah sebagai pusat aktivitas

DIAGRAM EXPLODED ISOMETRIC RUSUN

AREA PEDESTRIAN

SIRKULASI

Sirkulasi kendaraan berada di bagian pinggir tapak, sedangkan area dalam lebih difokuskan untuk pejalan kaki Hal ini meningkatkan keamanan dan kenyamanan penghuni, terutama di area tengah

PELABUHAN

Fasad menggunakan secondary skin berupa roster/bata berlubang yang berfungsi sebagai shading pasif. Elemen ini menyaring sinar matahari langsung sebelum masuk ke dalam ruang, sehingga mengurangi panas (heat gain) namun tetap memungkinkan cahaya dan udara masuk.

Penggunaan shading ini berkontribusi langsung terhadap prinsip green building karena:

Mengurangi beban pendinginan → kebutuhan AC lebih kecil (hemat energi)

Memaksimalkan ventilasi alami → meningkatkan kenyamanan tanpa energi tambahan

GWT
POMPA AIR
TUGAS

Penggunaan kayu sebagai material peneduh memberikan nuansa alami sekaligus ramah lingkungan Aluminium dipilih karena ketahanannya yang panjang dan sifatnya yang dapat didaur ulang berkali-kali Kombinasi keduanya mencerminkan efisiensi sumber daya serta mendukung siklus hidup material yang berkelanjutan

Atap bitumen berfungsi sebagai pelindung yang tahan terhadap cuaca tropis, sementara skylight di tengah atap menghadirkan pencahayaan alami ke dalam bangunan Hal ini mengurangi ketergantungan pada pencahayaan buatan di siang hari, sehingga menekan konsumsi energi sekaligus meningkatkan kenyamanan penghuni

Penggunaan paving blok pada lanskap memungkinkan air hujan meresap ke dalam tanah, mengurangi limpasan, dan mendukung sistem drainase berkelanjutan Lanskap hijau yang menyertainya juga berperan dalam meningkatkan kualitas udara, menciptakan ruang terbuka yang sehat, serta memperkuat kenyamanan lingkungan bagi penghuni

Platform pandang berbahan kayu menghadirkan ruang publik yang alami dan ramah lingkungan. Selain itu, keberadaan platform ini memperkuat aspek sosial dan budaya dengan menyediakan tempat interaksi, rekreasi Dengan demikian, elemen ini tidak hanya fungsional tetapi juga memperkaya kualitas hidup komunitas penghuni rusun

KESEHATAN DAN KENYAMANAN RUANG

KENYAMANAN RUANGAN

KAMAR TIDUR DENGAN JENDELA

BESAR DAN KORIDOR DENGAN

SKYLIGHT MENGHADIRKAN

PENCAHAYAAN ALAMI SEKALIGUS

VENTILASI SILANG, SEHINGGA

MENDUKUNG KENYAMANAN VISUAL DAN TERMAL.

ASPEK ENERGI

SKYLIGHT DAN BUKAAN BESAR

MENGURANGI KEBUTUHAN

PENCAHAYAAN BUATAN DI SIANG

HARI SELAIN ITU, VENTILASI ALAMI

MEMBANTU MENGURANGI

PENGGUNAAN PENDINGIN BUATAN, SEHINGGA EFISIENSI ENERGI TERCAPAI

DAN MANAJEMEN LINGKUNGAN BANGUNAN

SIRKULASI PARKIRAN

LAY OUT RUANGAN

TATA RUANG KOMPAK

DENGAN BUKAAN ALAMI

MENDUKUNG SIRKULASI

UDARA, MENGURANGI

KELEMBAPAN, DAN MENJAGA

KENYAMANAN TERMAL SAAT AKTIVITAS MEMASAK.

AREA PARKIR DIBUAT DENGAN JALUR YANG

JELAS SUPAYA KENDARAAN BISA KELUAR MASUK

DENGAN TERTIB VEGETASI DI SEKITAR PARKIR

PENYEJUK ALAMI

VEGETASI BERFUNGSI SEBAGAI

PENEDUH ALAMI, MENURUNKAN SUHU

LINGKUNGAN, MENINGKATKAN

KUALITAS UDARA, DAN MENCIPTAKAN

RUANG INTERAKSI YANG NYAMAN

BANGUNAN KHUSUS GENSET BERFUNGSI SEBAGAI CADANGAN LISTRIK AGAR

AKTIVITAS PENGHUNI TIDAK TERGANGGU SAAT LISTRIK UTAMA PADAM PENEMPATAN

GENSET DI AREA TERPISAH DENGAN TANAMAN DI SEKELILINGNYA MEMBANTU

BUKAAN ALAMI

MEMBANTU MENGURANGI PANAS DARI

PERMUKAAN BETON, SEHINGGA LINGKUNGAN

TETAP LEBIH SEJUK DAN NYAMAN BAGI PENGHUNI.

BUKAAN BESAR MENGHADIRKAN

CAHAYA DAN UDARA SEGAR, MENDUKUNG KESEHATAN

PENGHUNI SEKALIGUS

FASILITAS PENGOLAHAN SAMPAH MENYEDIAKAN

MEREDAM PANAS DAN SUARA, SEHINGGA TETAP MENJAGA KENYAMANAN LINGKUNGAN.

TEMPAT PEMILAHAN SAMPAH ORGANIK, ANORGANIK, DAN DAUR ULANG DENGAN CARA INI, SAMPAH BISA DIKELOLA LEBIH BAIK, MENGURANGI PENCEMARAN, DAN MENDUKUNG PENGGUNAAN

ULANG MATERIAL PENEMPATAN DI AREA HIJAU

JUGA MEMBUAT LINGKUNGAN TETAP BERSIH DAN NYAMAN DAN DI TEMPATKAN JAUH DARI PENGHUNI

MENGURANGI BEBAN ENERGI BUATAN.

PENGOLAHAN SAMPAH
PENGOLAHAN LISTRIK DALAM BANGUNAN

LOKASI TAPAK:

South Quarter berada di Jakarta Selatan, tepatnya di koridor Jalan R.A. Kartini yang merupakan kawasan berkembang dengan akses yang cukup baik. Tapaknya berada di area urban dengan konektivitas tinggi, dekat dengan jaringan jalan utama dan transportasi publik. South Quarter terdiri dari beberapa tower perkantoran dengan ketinggian sekitar 20–21 lantai per bangunan.

LANSKAP

Pada South Quarter, lanskap dirancang sebagai elemen utama kawasan dengan menghadirkan ruang terbuka hijau yang luas, jalur pedestrian yang terhubung, serta area duduk dan ruang komunal Lanskap ini tidak hanya berfungsi sebagai estetika, tetapi juga mendukung aktivitas pengguna dan menciptakan suasana lingkungan yang nyaman.

TRANSPORTASI DAN AKSESIBILITAS

Pada South Quarter, aspek transportasi didukung oleh lokasi strategis di Jalan R A Kartini, Jakarta Selatan, yang dekat dengan berbagai moda transportasi umum seperti halte TransJakarta dan Stasiun MRT Fatmawati dengan jarak sekitar ±500 meter hingga 1 km, sehingga masih mudah dijangkau dengan berjalan kaki. Kedekatan ini meningkatkan konektivitas kawasan ke pusat kota tanpa bergantung pada kendaraan pribadi Selain itu, akses kendaraan langsung terhubung ke jalan arteri utama, sementara di dalam tapak sirkulasi dibuat lebih ramah pejalan kaki dengan pemisahan jalur kendaraan di bagian perimeter, sehingga mobilitas menjadi lebih efisien, nyaman, dan mendukung pengurangan emisi.

AREA DASAR HIJAU

Area dasar hijau dimanfaatkan secara optimal sebagai ruang resapan air dan pengurang panas lingkungan, sehingga membantu menciptakan udara yang lebih sejuk. Vegetasi yang tersebar di dalam tapak juga berfungsi meningkatkan kualitas udara serta menjaga keseimbangan antara area terbangun dan tidak terbangun

PENATAAN BANGUNAN

Penataan bangunan disusun dalam beberapa massa yang terorganisir dan mengelilingi ruang terbuka di tengah, sehingga membentuk komposisi yang teratur dan terintegrasi Pola ini memungkinkan setiap bangunan mendapatkan pencahayaan alami, ventilasi yang baik, serta hubungan visual langsung dengan ruang terbuka.

Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
TUGAS B1_ALBUM_242402241_ELIMELOHIMKARAUWAN by Elim Elohim K.R - Issuu