Sinar Kecantikan Menciptakan Mimpi – Mimpi Tercipta
Pendiri dari Mimpi Kecantikan – Amy Lin mempersembahkan kesehatan dan kecantikan kepada semua orang melalui Easecox Nahkoda dari Mimpi Kecantikan – Fred Lin mempersembahkan Easecox kepada dunia dengan keberanian dan kebijaksanaannya
Kesehatan Kecantikan Persahabatan Kesejahteraan
Pendahuluan
Ibu saya, Ms. Amy Lin, memiliki keberanian untuk mengejar mimpi kecantikannya saat beliau belum berusia 30 tahun. Dengan kapasitas dan kekuatannya, beliau mendirikan “EASECOX� dan mengembangkan perusahaan ini menjadi teguh dan kuat untuk menembus pasar internasional. Kakak saya, Mr. Fred Lin, mengambil posisi sebagai Chairman EASECOX saat ia masih berusia 20 tahun. Meskipun hal itu bukan merupakan keinginan pribadinya pada saat itu; ia tetap dapat menunjukkan kepemimpinannya dengan memajukan perusahaan lebih jauh lagi di pasar internasional. Pada waktu yang bersamaan, ia juga melakukan diversifikasi produk dan mendirikan fondasi untuk manajemen yang berkelanjutan. Sekarang, saya melanjutkan usaha kakak saya pada posisi yang sama. Di bawah bimbingan yang baik oleh ibu dan kakak saya selama bertahun-tahun, saya sedang membuka lembaran baru bagi EASECOX. Dalam ingatan saya, gaya hidup keluarga saya amat berbeda dengan temanteman sekelas saya yang lain. Orang tua saya bercerai dan tidak mempunyai hubungan sama sekali secara hukum; namun, mereka memiliki hubungan yang dekat dan saling bersahabat satu sama lain. Meskipun kakak saya dan saya diasuh oleh ayah saya, tetapi ibu saya, yang sibuk dengan pekerjaannya pada hari-hari kerja, tidak mengabaikan pertumbuhan kami. Tetapi sebaliknya, beliau mengunjungi dan menelepon kami secara rutin untuk menunjukkan kepada kami betapa ia peduli terhadap kami. Hubungan kedekatan antara orang tua-anak tersebut tidak berubah sedikitpun meski setelah kakak saya dan saya pindah ke Toronto, Kanada untuk belajar. Saat itu, kakak saya adalah murid Sekolah Menengah Atas dan saya masih di Sekolah Dasar.
Saat saya dan kakak saya masih kecil, kami sering mendengar ibu saya bercerita tentang karir, masa depan dan impiannya. Saat melihat bisnis ibu saya berkembang semakin kuat dan stabil, saya yang pada waktu itu masih kecil merasa sangat bangga yang tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata. Saat kami beranjak dewasa, pembicaraan kami dengan ibu semakin mendalam dan detail. Kami berbicara banyak hal mengenai perencanaan perusahaan, tujuan perusahaan di masa depan dan lain lain. Ini adalah bahan pembicaraan yang sering dibahas pada setiap kesempatan kami berkumpul bersama. Ketika kakak saya harus mengambil alih posisi Chairman pada momen kritis karena ibu saya terkena musibah, saya pernah bertanya pada diri saya sendiri: Apakah ibu saya mempunyai firasat yang hebat? Atau apakah beliau mempunyai firasat mengenai musibahnya? Dalam kehidupan sehari-hari kami, seperti orang lain pada umumnya, beliau tanpa disadari selalu memberikan kami pendidikan elit seperti untuk pewaris perusahaan. Tetapi, tiba-tiba saya menyadari sesuatu ketika saya berada di posisi yang sama seperti yang pernah dimiliki oleh ibu dan kakak saya. Ibu saya bukan peramal atau ahli nujum, melainkan ia selalu memperhatikan kepentingan semua orang di dalam perusahaan. Karena beliau selalu membuat kepentingan semua orang sebagai prioritasnya yang utama, beliau dapat langsung menyampaikan apa yang beliau tahu dan pelajari semasa hidupnya kepada kakak saya dan saya, setiap saat beliau berbicara dengan kami. Bagi diri kakak saya, cara ibu ini adalah sebuah bentuk “manajemen yang berkelanjutan�, seperti yang sering dikatakannya.
Kakak saya empat tahun lebih tua dari saya. Ia mempunyai gambaran yang lebih mendalam tentang kesan dan peninggalan ibu saya. Dan tentu saja, orang tua saya membebankan beban yang lebih berat kepada dirinya dibanding saya. Caranya dalam “menjadi kakak” adalah memori yang terhangat dalam hidup saya, dan saya percaya penafsirannya dalam “menjadi anak laki-laki pertama” pasti juga telah memberikan penghiburan yang tak tergantikan bagi ayah saya. Penafsirannya dalam “menjadi Chairman” adalah seperti mercusuar yang tak pernah padam dalam hati saya. Saat pertama kali tiba di Kanada, meskipun kami termasuk lebih beruntung daripada murid-murid lainnya yang belajar ke luar negeri, dimana ayah kami dapat menemani kami, namun demikian dikarenakan usia saya yang masih kecil, saya merasakan stress karena kangen rumah, takut terhadap lingkungan yang asing, dan kesulitan dalam bahasa. Kakak saya hanya empat tahun lebih tua dari saya, jadi bagaimana mungkin ketakutan dan kekuatirannya lebih kecil daripada saya? Namun, ia cukup kuat untuk menghadapi semuanya dan membuka sebuah payung perlindungan yang kuat, yang disebut “rasa aman” untuk membuat saya aman dalam dunianya. Kalau saya harus mendeskripsikan situasi pada saat itu, mungkin hanya bisa digambarkan dengan kata-kata “hanya dapat bergantung satu sama lain”. Sejauh yang bisa saya ingat, saya tidak pernah terpisah dengan ayah maupun kakak saya. Selain memberikan kasih sayang ayah dan kasih sayang saudara kepada saya, ayah dan kakak saya juga diam-diam menyelipkan kasih ibu kepada saya saat ibu saya tidak bersama kami.
Saya adalah anak yang tumbuh besar dalam cinta dan kebahagiaan. Hari ini, saya ingin membagikan begitu banyak cinta dan kebahagiaan yang saya miliki dengan semua orang di sekitar saya dan mengikuti teladan dan keteguhan ibu dan kakak saya. Mengingat kembali waktu-waktu yang telah berlalu, saya selalu merasa ada banyak hal yang belum saya lakukan bagi ibu dan kakak saya, mungkin hal itu yang akan saya sesali seumur hidup; Namun, setelah kehilangan ibu dan kakak saya, saya masih bersyukur mempunyai panggung yang besar ini, EASECOX, yang mengijinkan saya untuk menghidupi hidup tiga orang dan meneruskan mimpi ibu dan kakak saya yang belum terselesaikan. Mengatakan “mengubah ratapan menjadi kekuatan� mungkin terlalu biasa, namun saya hanya ingin mengubah rasa penyesalan yang ada di dalam hati saya menjadi sebuah energi, untuk mempertahankan pencapaian ibu dan kakak saya sehingga menjadi semakin kuat seiring dengan berjalannya waktu dan membagikan kehangatan dan kegembiraan yang saya miliki kepada orangorang di sekitar saya. Pada waktu yang bersamaan, saya juga akan menyatukan kehidupan kami bertiga menjadi suatu kekuatan motivasi yang lebih besar dan membuat EASECOX menjadi panggung indah yang penuh gemerlap. Hal-hal yang tidak sempat saya lakukan dahulu, saya akan mulai melakukannya sekarang!
Mengenang ~ adalah untuk mereka yang pernah menjadi beban termanis dalam hati saya - Ibu saya, Ms. Amy Lin, Pendiri EASECOX dan kakak saya, Mr. Fred Lin, mantan Chairman; Mengepakkan sayap ~ adalah untuk mereka yang akan menjadi beban termanis dalam hati saya - semua partner EASECOX International Group.
Buku ini didedikasikan untuk ibu saya, kakak saya, dan semua partner EASECOX.
Simon Lin Chairman EASECOX
PLEGARÍA DE CARNAVAL – Leopoldo Lugones, Penyair Argentina Oh moon! You lead as a wise sportswoman By zodiacs and your cute convertible eclipse: Under a burning sky, silk Arabia Oh moon, a full moon! Who were you, Joshua? Endlessly love your whiteness my store, With the noble nakedness agraviara tulle; Oh, entranced in a pale old legend Your lover’s integrity perpetuates the blue. Moon of dreams, on the lilac evening Your old gold disseminated delinquent disease, When on a lonely shore quiet Probed lugubrious heron as eternity. In a mystical snow Mary bathes her feet Your disc reproduces the look of a harlequin, Crime and love make up the feces of your poetry Pale and heady as Rhine wine. And all this high praise and fame that come Your premature baby face of alcohol, The centuries will count as the illustrious ancestry Because you, oh moon, are sun’s mask.
Keinginan Tumbuh Bersama Takdir Yang Tak Pernah Berakhir Leopoldo Lugones, penyair Argentina, terkenal dengan deskripsinya yang sangat detail tentang bulan dalam puisi-puisinya. Kita biasanya juga menggunakan bulan untuk menggambarkan kehalusan, kelembutan, dan kecantikan seorang wanita. Dua pemeran utama, Ms. Amy Lin, Pendiri, dan mantan Chairman, Mr. Fred Lin, telah tiada saat saya menulis buku ini, jadi keseluruhan proses penulisan dilakukan dengan cara merujuk pada informasi di masa lampau dan melalui wawancara. Saat membaca informasi baik tentang perusahaan ataupun pribadi, meskipun setiap informasi tersebut mempunyai cara penulisan dan narasi yang berbeda, namun saya tetap dapat merasakan kekuatan mimpi tak terbatas yang terkandung di dalamnya, tidak peduli dilihat dari sudut pandang manapun. Saat wawancara berlangsung, mendengar orang yang diwawancara menceritakan berbagai cerita tentang Pendiri dan mantan Chairman, dari nada bicara mereka yang sepertinya tenang dan datar terkandung rasa syukur dan rindu yang mendalam. Meskipun seorang penulis tidak seharusnya menuangkan terlalu banyak emosi pribadi dalam tulisannya, tetapi saat itu saya sungguh tidak dapat menahan diri dan menghela napas. Seiring dengan perjalanan masa kecil dan masa pertumbuhan Ms. Amy Lin, seiring dengan omset tahunan EASECOX yang meningkat dari sepuluh juta menjadi lebih dari milyaran, seiring dengan perjalanan waktu dan pergantian orang-orang di dalam buku ini, seiring dengan mulai dan berakhirnya sebuah takdir, semuanya bagaikan sebuah opera sabun yang menginspirasi dan menghibur, namun diperankan oleh orang-orang sungguhan, yang menyentuh hati dan jiwa.
Meskipun waktu-waktu lampau itu masih segar dan tidak dapat dilupakan dalam ingatan kita, namun masih ada jalan yang panjang di depan kita. Bagaikan siang malam yang silih berganti, akhir dari suatu hari adalah awal dari hari berikutnya, akhir dari sebuah babak adalah awal dari tugas yang baru. “Keinginan tumbuh bersama takdir yang tak pernah berakhir” adalah kata-kata yang sering diungkapkan oleh Pendiri semasa beliau hidup, namun tanpa disadari kata-kata ini terukir dalam filosofi dan budaya EASECOX secara mendalam. “Manajemen yang berkelanjutan”, sebuah konsep yang ditekankan oleh mantan Chairman, adalah bentuk konkrit dari semangat “keinginan tumbuh bersama takdir yang tak pernah berakhir”, yang membangun sebuah mercusuar untuk menyinari jalan EASECOX ke depan. Seraya mengingat masa lampau, mengapa tidak menengadahkan kepala kita sedikit ke atas dan melihat ke masa depan? Masih ada jalan yang panjang di depan kita dan sebuah pesta karnaval yang luar biasa untuk EASECOX International Group akan segera dimulai. Keinginan tumbuh bersama takdir yang tak pernah berakhir.
Bab I Kelahiran Yang Ajaib – Masa Kecil Amy Lin Menjalani Banyak Kehidupan Sebelum Kehidupannya Sendiri.
Apa yang dialami semasa kecil akan membentuk kepribadian yang tidak dapat diubah dan sangat berpengaruh terhadap masa depan. Oleh karena itu, penulis Rusia, Leo Tolstoy mengatakan: “Anak-anak mempunyai kemungkinan yang terbesar.�
Chapter I: Kelahiran Yang Ajaib – Masa Kecil Amy Lin
Mewarisi “Kelembutan Yang Berani� dari Sang Ibu, Mengumpulkan kekuatan untuk masa depan.
Tokoh utama yang akan diceritakan berikut ini bukanlah figur fiksi seperti di dalam novel. Dalam kehidupan yang nyata, beliau dulu adalah seorang anak perempuan, seorang istri, seorang ibu, dan juga seorang atasan dan partner dari banyak orang. Sama seperti semua orang lain di dunia ini, beliau mengalami berbagai suka duka, kebahagiaan, penderitaan, masa jaya dan masa suram dalam hidupnya. Apabila sebuah kesimpulan harus ditarik dari kehidupan yang dijalaninya, mungkin masa kecil beliaulah yang membentuk karakter dan kharisma kepemimpinannya. Namun demikian, kehidupan yang penuh dengan keunikan ini sebaliknya terbentuk dari banyaknya pengalaman yang terkumpul. Status pertama yang disematkan pada diri beliau adalah sebagai anak perempuan dari Mr. Rong-Chun Lin dan status terakhir dalam hidupnya adalah Pendiri dari EASECOX Group. Pada tahun 1960, Amy lahir dari keluarga besar yang tergolong tradisional dan terkemuka di wilayah utara Taiwan - Keluarga Lin di Banqiao. Keluarga besar ini sampai saat ini masih terlihat dalam pemberitaan media. Lahir dari keluarga yang legendaris, Amy seharusnya dibesarkan dengan status seorang puteri pewaris yang anggun. Namun pada masa itu, keluarga Lin adalah keluarga patriarkhal yang ekstrim, dan hampir tidak ada anak perempuan yang dapat lari dari takdir untuk diberikan kepada keluarga lain untuk menjadi anak angkat. Hal ini pula yang membentuk kepribadian Amy menjadi tidak gampang menyerah dalam menghadapi takdir, dan watak ini cukup mempengaruhi kehidupan beliau. Kakek Amy dan leluhurnya tinggal di daerah yang saat ini disebut Banqiao, New Taipei City. Kakek beliau menerima warisan nenek moyang yang amat
15
Sinar Kecantikan
banyak dan warisan ini menjamin kehidupan keluarga Lin tetap memiliki standar kehidupan yang lebih baik dari keluarga lainnya di masa Perang Dunia II yang serba kekurangan materi saat itu. Sebagai anak lelaki satu-satunya dalam keluarga, ayah Amy, Mr. RongChun Lin, pada masa mudanya mempunyai tanggung jawab utama untuk mengumpulkan uang sewa dari para penyewa di berbagai tempat. Setelah istri pertamanya meninggal, suatu hari beliau bertemu dan jatuh cinta dengan ibu Amy ketika sedang mengumpulkan uang sewa. Ibu Amy berasal dari keluarga yang tidak mampu, dan adalah seorang anak angkat, selain itu, ia baru berusia enam belas tahun. Ayah Amy tahu dengan jelas bahwa pernikahan antara yang kaya dan miskin akan ditentang oleh ayahnya yang konservatif, jadi beliau memutuskan untuk menikah terlebih dahulu, baru kemudian memberitahukan kepada keluarganya. Pada era yang konservatif itu, tuntutan orang tua merupakan tantangan terhadap takdir dari seorang anak lelaki tunggal. 16
Ibu Amy melahirkan anak pertamanya, seorang anak perempuan, di usia delapan belas tahun. Kelahiran anak ini membuat ibu Amy benar-benar mendapatkan pengertian yang baru mengenai keluarga yang menganut paham patriarkhal ini. Masih terdapat rasa sedih dan penyesalan saat Amy menceritakan keadaan keluarganya pada waktu itu di kemudian hari. Amy menjelaskan pada saat ibunya melahirkan, salah seorang tetua dalam keluarga akan menunggu diluar ruang bersalin dan telah menyatakan dengan jelas sebelumnya bahwa, apabila lahir anak perempuan, maka bayi tersebut akan segera dibawa ke keluarga lain untuk di kemudian hari menjadi menantu dalam keluarga tersebut; namun apabila anak lelaki, maka akan segera diadakan jamuan makan yang besar untuk merayakannya. Karena ibu Amy bersikeras, maka bayi perempuan pertama tersebut diijinkan untuk tinggal. Untungnya, anak kedua adalah seorang anak lakilaki, kakak lelaki Amy, yang mana akhirnya memberikan kelegaan besar bagi ibu Amy. Dikatakan bahwa kakek Amy sangat gembira sehingga mengadakan jamuan makan selama sebulan penuh tanpa henti. Banyak tamu berdatangan untuk mengucapkan selamat bagi keluarga, dan pada masa itu ibu Amy dapat menikmati statusnya yang terangkat naik karena melahirkan seorang anak laki-laki.
Chapter I: Kelahiran Yang Ajaib – Masa Kecil Amy Lin
Setelah mengalami dua macam perlakuan ekstrim yang berbeda, saat ibu Amy mengandung anak ketiga lima tahun kemudian, beliau diam-diam bertekad untuk tidak lagi tunduk pada takdir dari tradisi ini. Oleh karena itu, beliau memutuskan untuk pergi jauh dari rumahnya pada waktu itu, dan pergi ke suatu tempat yang tidak bisa dijangkau oleh keluarganya untuk melahirkan. Dengan dukungan dari ayah Amy, dua bulan sebelum melahirkan, mereka membawa anak perempuannya yang berusia tujuh tahun dan anak laki-lakinya yang berusia lima tahun untuk sekeluarga pindah ke Qinshuikeng yang berdekatan dengan tambang Haishan. Dengan “naluri keibuannya” yang kuat, ibu Amy menantang takdir dengan berani dan melindungi Amy agar tidak dikirim untuk diadopsi setelah kelahirannya. Amy kemudian dapat bertumbuh dalam buaian ibunya dengan aman dan bahagia. Meskipun Amy hanya mengalami “kelembutan yang berani” dari ibunya selama lima tahun, masa yang pendek namun penting ini telah berakar dalam benak Amy dan berpengaruh besar dalam sepanjang hidupnya. Pada waktu kelahiran Amy, pemerintah mengimplementasikan kebijakan tanah yang baru “Penurunan sewa menjadi 37.5 persen” dan “Tanah untuk Petani”. Dibawah kebijakan yang diwajibkan ini, keluarga Lin bukanlah tuan tanah yang besar lagi; kepemilikan tanah berkurang drastis. Ayah Amy terpaksa mengerjakan usaha keluarganya yang lain; namun Mr. Rong-Chun Lin yang sedari kecil tumbuh di lingkungan yang berkecukupan, tidak begitu tertarik untuk menjalankan bisnis karena terlalu rumit. Alhasil sebagian besar bisnis keluarganya telah dialihkan atau dijual, dan hanya tersisa sebuah perusahaan dagang. Karena kondisi ekonomi keluarga yang menurun, Amy yang waktu itu masih kecil, tidak lagi mempunyai pengasuh ataupun pembantu seperti kakak perempuan dan kakak laki-lakinya. Selain itu, hal yang paling buruk terjadi saat ibu Amy meninggal karena pendarahan hebat ketika melahirkan anak keempatnya. Meskipun Amy hanya berumur lima tahun pada saat itu, situasi yang kacau saat orang dewasa berlarian kebingungan menuju kamar ibunya telah meninggalkan kesan mendalam baginya; Itu adalah memori yang tidak dapat terlupakan dan menjadi luka dalam hidupnya.
17
Sinar Kecantikan
Adalah kesedihan terbesar kehilangan seorang ibu saat masih kanak-kanak. Adik perempuan yang berbeda usia lima tahun dengan Amy tersebut, tidak dapat terhindar dari takdir untuk diadopsi karena kehilangan perlindungan dari ibunya. Rasa sakit itu seperti layaknya menabur garam pada luka. Sebagai seorang anak kecil, Amy kelihatannya mengerti bahwa ia akan kehilangan semua rasa aman setelah ibunya meninggal. Untuk selanjutnya haruskah ia menundukkan dirinya pada takdir? Atau haruskah ia menantang takdir dan hidup bagi dirinya sendiri? Ini menjadi pelajaran dan pilihan hidup pertama yang serius bagi Amy.
18
Setelah kehilangan istrinya, ayah Amy memiliki ide untuk memindahkan seluruh keluarganya ke Kaohsiung dikarenakan oleh kesedihannya dan juga kepentingan bisnisnya. Dan saat itu, gagasan mengirimkan Amy untuk adopsi muncul lagi. Tanpa perlindungan dan penjagaan dari ibunya, Amy kecil yang tidak berdaya tak dapat menghindari segala sesuatu yang telah diatur oleh keluarganya, karena ayahnya tidak tahu cara untuk merawat anak perempuan yang masih kecil. Di kemudian hari saat Amy mengingat peristiwa ini, ia berkata bahwa dirinya tidak rela untuk tunduk pada takdir, oleh karena itu, ia menangis setiap hari dalam keluarga adopsinya sampai keluarga yang mengadopsinya tidak mempunyai pilihan lain selain memulangkan Amy kepada keluarga aslinya. Dengan cara ini, Amy telah dipulangkan sebanyak tiga kali oleh keluarga pengadopsi dan lari dari takdir untuk diadopsi oleh keluarga yang tidak dikenalnya. Titik balik terjadi saat kali yang keempat. Suatu malam ketika akan diantar untuk adopsi, Amy mendapat ide baru dan mengubah strateginya. Dengan bantuan dari teman-teman tetangga dan pelayan rumah tangga, ia berhasil sembunyi di dalam tong air besar di halaman belakang selama dua hari, dan seluruh keluarga menjadi sangat cemas dan kuatir karena Amy menghilang. Hilangnya Amy selama dua hari sesungguhnya telah membangkitkan rasa cinta yang mendalam dari ayah Amy terhadap anak perempuannya; beliau akhirnya menyadari hubungan ayah-anak yang tidak dapat tergantikan. Ketika Amy ditemukan, mereka berpelukan dan menangis bersama, dan ayah Amy telah memutuskan bahwa tidak akan berpisah lagi dengan anak perempuannya.
Chapter I: Kelahiran Yang Ajaib – Masa Kecil Amy Lin
Setiap momen yang terlintas dalam kehidupan selalu merupakan sebuah pilihan. Itu adalah pilihan pertama Amy yang keluar dari keinginannya sendiri yaitu untuk tidak menundukkan kepala terhadap takdir dan menantang tradisi yang telah terpancang. Bantuan yang didapatnya dari teman-teman tetangga dan pelayan rumah tangga pada momen petualangan ini membuka kepribadiannya yang antusias di masa depan.
19
Sinar Kecantikan
Jadilah kuat untuk menghadapi apa yang harus Anda hadapi, Memilih adalah pelajaran penting dalam hidup.
20
Memilih untuk tetap tinggal dengan keluarga yang melahirkannya bukan berarti Amy dapat hidup bahagia selamanya. Amy kecil yang tinggal di dalam keluarga besar tidak mempunyai masa kecil yang riang. Namun sebaliknya, dia harus menghadapi banyak sisi gelap dari sifat alami manusia. Karena Amy yang tadinya adalah “gadis tidak berguna yang seharusnya diberikan pada orang lain�, maka kerabat keluarga dan teman-teman yang memiliki pikiran seperti itu, selalu bermuka dua. Di depan ayah Amy, mereka menyayangi Amy, namun saat ayahnya tidak ada, mereka melontarkan kata-kata yang dingin dan sarkastik. Kenyataan pahit dari keluarga besar terpapar jelas di depan seorang gadis kecil, dan drama kekejaman sosial tanpa hati telah dimainkan lebih awal di hadapan Amy. Anak yang hidup dalam lingkungan yang keras biasanya mempunyai dua macam reaksi yang ekstrim. Yang pertama adalah, akan menjadi pelaku kejahatan yang melakukan kejahatan yang sama kepada orang lain, dan mereka akan “membalas kejahatan dengan kejahatan�. Dan yang satunya lagi akan menjadi orang dewasa yang penuh pengertian dan tahu bagaimana cara menempatkan dirinya pada posisi orang lain. Mereka akan peduli terhadap orang lain serta menghindari untuk melakukan hal-hal jahat kepada orang lain. Kepribadian seseorang akan menentukan takdir orang tersebut, dan Amy yang riang dan optimis memilih untuk menjadi yang kedua. Setelah menetap, hidupnya mungkin tidak seindah yang dibayangkan; namun kita hanya bisa berada pada tempat yang sama dan membiarkan sejarah terulang dengan sendirinya apabila kita kurang berani untuk menentukan pilihan kita sendiri.
Chapter I: Kelahiran Yang Ajaib – Masa Kecil Amy Lin
Pada akhirnya, ayah Amy memutuskan pindah ke Kaoshsiung untuk mengembangkan bisnisnya. Diantara empat anak, hanya Amy satu-satunya yang tinggal untuk dirawat oleh neneknya. Amy kemudian pindah ke Kaohsiung untuk berkumpul kembali dengan ayah dan saudara-saudaranya setelah berumur tujuh tahun. Kematian ibu Amy dan keadaan ekonomi keluarga yang menurun membuat ayah Amy tidak dapat keluar dari bayang-bayang kesedihan dan melewati hidupnya dengan tidak bahagia. Melihat ayahnya yang hidup seperti tanpa harapan memberikan dampak yang besar bagi Amy. Setelah ia beranjak dewasa, Amy sering mengingatkan orang-orang di sekitarnya untuk “jangan menjadi orang yang stres, karena stres maka tidak bahagia; karena tidak bahagia maka kita menyia-nyiakan waktu. Hidup ini pendek dan keras, dan mengapa kita menyia-nyiakan waktu untuk mengeluhkan hal-hal yang tak berguna? Meskipun kerabat dekat yang tinggal di Kaohsiung lebih sederhana daripada keluarga besar yang berada di Banqiao sebelumnya; namun demikian, Amy harus berhadapan dengan ayah dan saudara-saudaranya yang masingmasing memiliki kepribadian yang berbeda dan ini telah memperkaya masa kecil Amy menjadi penuh warna. Ayahnya mempunyai kepribadian yang berpendirian dan membuat banyak peraturan dan larangan untuk anaknya. Kakak perempuan tertua, kakak tiri yang lebih tua sepuluh tahun dari Amy, lebih ceria dan jarang turut campur terhadap keputusan Amy. Kakak kedua, yang lebih tua tujuh tahun dari Amy, lebih ketat dan biasanya meminta Amy untuk melakukan semuanya sesuai perintahnya tanpa kecuali. Hanya kakak laki-lakinya yang lebih tua lima tahun dari Amy yang sangat ceria dan selalu mendorong Amy untuk melakukan trik-trik anti-tradisional untuk melanggar peraturan, dan ia pun akan mengikuti Amy. Keluarga memegang peranan penting dalam perkembangan kepribadian seorang individu. Karena perbedaan kepribadian yang dramatis dalam anggota keluarga Amy, Amy telah terlatih untuk menjadi pengambil keputusan yang ulung sejak usia muda. Karena hubungan interpersonal yang cukup rumit dalam keluarga besar, Amy memiliki kepribadian yang terlihat lembut di luar namun kuat di dalam. Terlatih oleh keadaan yang berubah-ubah dan hubungan interpersonal yang kompleks, Amy telah mengembangkan kemampuan dan kebiasaan untuk mengamati orang lain sejak muda. Ini
21
Sinar Kecantikan
adalah aset yang berharga untuk perkembangan karir Amy di kemudian hari, karena ia dapat memahami sifat alami manusia dan penuh perhatian terhadap orang lain. Karakter ibu Amy yang tidak menyerah untuk melawan tradisi telah diwariskan sepenuhnya kepada Amy dan menjadi dukungan spiritual yang besar bagi dirinya pada masa-masa sulit di kemudian hari.
22
Pendidik dari Amerika, John Dewey berkata “Ketika anak-anak sedang bertindak, mereka sedang membentuk kepribadiannya.� Masa kecil Amy Lin adalah contoh yang terbaik untuk kutipan ini. Amy Lin mengembangkan kepribadian yang unik sedikit demi sedikit melalui berbagai masalah yang berbeda dalam hidupnya. Amy Lin yang kanak-kanak telah mensketsa kerangka dan mengungkapkan potensi yang akan dimiliki oleh Amy Lin dewasa di masa mendatang, dan sejarah kehidupan pribadinya akan segera beranjak dari pendahuluan menuju bab utama dalam kehidupannya. Ketika anak-anak yang lain sedang dimanja dalam pelukan orang tuanya, Amy tidak mempunyai momen kebahagiaan yang sama. Ketika ia masih berumur lima tahun, ayahnya memutuskan untuk pindah ke Kaohsiung untuk pengembangan bisnis yang baru. Amy ditinggalkan seorang diri untuk dirawat oleh neneknya di Banqiao, sehingga iapun terpisah dari ayah dan saudara-saudaranya sejak usia lima sampai tujuh tahun. Meskipun hanya seorang gadis kecil, Amy perlahan-lahan telah menunjukkan sifat empati terhadap orang lain. Ia tidak ingin membuat ayahnya kuatir dan pada saat yang bersamaan harus menahan tekanan untuk bergantung hidup pada orang lain. Sebelum memasuki usia sekolah, Amy sudah belajar bagaimana cara merawat bayi, memasak, dan mencuci baju di pinggir sungai. Saat menginjak semester pertama kelas 1 SD, Amy mulai bersekolah di Sekolah Dasar Honpu di Banqiao. Pada masa itu, orang-orang menggunakan kayu atau arang untuk memasak. Meskipun ia baru berusia tujuh tahun dan tinggi tubuhnya lebih pendek dari kompor, Amy berdiri pada sebuah bangku kecil dan mempersiapkan bekal makan siang untuk dirinya sendiri. Pada waktu itu, ayahnya pulang ke Banqiao secara rutin untuk menjenguk putri kecilnya ini dan akhirnya memutuskan untuk membawa Amy ke Kaohsiung pada semester kedua kelas 1 SD. Amy kemudian pindah sekolah ke Sekolah Dasar San-Min di Kaohsiung; Ia akhirnya dapat kembali menikmati kehangatan keluarga bersama ayah dan saudara-saudaranya.
Chapter I: Kelahiran Yang Ajaib – Masa Kecil Amy Lin
Rumah Amy di Kaohsiung adalah rumah dua tingkat yang berlokasi dekat Jalan Ersheng di samping sebuah sungai bernama Love River. Ayahnya mempunyai aturan yang sangat keras, yaitu Amy harus segera pulang ke rumah selesai sekolah pukul 12:30 siang dan mengerjakan pekerjaan rumahnya. Karena kakak perempuan Amy telah bekerja dan menghasilkan uang, dan Amy menerima total sembilan dolar dari ayahnya dan kakak perempuannya setiap hari. Bila dibandingkan dengan anak lain yang seumuran dengannya, meskipun Amy kecil mendapat uang saku yang sangat besar, ia merasa kesepian dan bosan terkucil di rumah setelah sekolah. Uang tidak bisa mengisi kekosongan jiwanya yang sering ditinggal sendirian oleh ayahnya yang bekerja pada pabrik besi Tang Eng dan dua saudara perempuannya yang pergi bekerja. Ditambah lagi, Amy merasa asing dengan lingkungannya yang baru, sehingga ia mulai mengeluh dan merasa bahwa dirinya adalah anak yang tidak dibutuhkan di rumahnya. Amy berubah secara dramatis ketika ia menyelinap keluar dan bermain di bawah jembatan di samping sungai Love River dan secara tak sengaja melihat beberapa orang tua yang membawa anak perempuan mereka untuk melakukan negosiasi dengan pemilik rumah bordil. Meskipun saat itu Amy masih sangat kecil untuk mengerti makna percakapan mereka, namun ia mengerti kehidupan tragis dari para pelacur kecil dan merasa bersyukur bahwa meskipun keadaan dirinya lebih buruk dari beberapa orang, namun telah tergolong sangat baik dibandingkan beberapa orang lainnya. Seperti yang pernah dikatakan oleh sejarahwan Inggris “Gelombang badai seringkali membantu petualang yang luar biasa.� Mungkin masa kecil Amy yang penuh suka dan duka adalah gelombang badai yang tepat diperlukan untuk membantu petualang yang satu ini.
23
Sinar Kecantikan
Sekali kebebasan bertunas, maka akan menjadi pohon yang tumbuh cepat.
24
Setelah beradaptasi dengan kehidupan di Kaohsiung, Amy yang mempunyai sifat ceria dan bebas akhirnya tidak tahan untuk menyelinap keluar pada siang hari ketika tidak ada orang di rumah. Ia membantu penjual pisang di belakang rumahnya untuk menjaga anak-anak mereka dan dengan demikian ia pun mendapatkan teman-teman bermain. Penjual pisang tersebut menyukai kepandaian dan kelucuan Amy; mereka sering berterima kasih kepada Amy dengan memberikan sup kacang merah atau pisang. Namun Amy yang menyelinap keluar dari rumah tidak dapat membawa makanan-makanan tersebut kembali ke rumah, oleh karena itu, ia membagikan makanan dari penjual A kepada B dan sebaliknya. Ini kemudian membuat Amy menjadi semakin disukai di lingkungan mainnya itu. Suatu kali, hampir setiap keluarga mendapatkan panen pisang yang baik dan mereka bersamaan memberikan banyak pisang kepada Amy sehingga ia tidak dapat menggunakan cara sebelumnya untuk membagi-bagikan pisang tersebut. Pada saat itu, Amy tiba-tiba terpikir untuk menjual pisangnya di pasar. Melihat keluguannya, para tetangga kemudian berbondong-bondong membantu untuk menjajakan pisangnya. Hari itu, ia menghasilkan beberapa puluh dolar. Amy berumur sembilan tahun pada waktu itu dan mulai memperlihatkan talenta bisnisnya. Amy dengan sungguh-sungguh menabungkan uang yang dihasilkannya pada waktu itu, begitu pula dengan uang saku yang diberikan oleh ayah dan kakak-kakak perempuannya setiap hari. Ia mengatur uang kertasnya dengan rapi, menyeterika satu demi satu, menyelipkannya ke dalam buku dan menyimpan koinnya dalam celengan. Waktu itu, Amy memiliki pikiran yang sederhana yaitu apabila ia memiliki banyak uang maka ayahnya tidak perlu bekerja lagi dan mereka bisa memiliki rumah tetap sehingga tidak
Chapter I: Kelahiran Yang Ajaib – Masa Kecil Amy Lin
perlu berpindah-pindah, semua orang bisa tinggal di rumah bersamanya dan keluarganya akan hidup bahagia selamanya. Pikiran sederhana inilah yang memotivasi Amy untuk mengembangkan kebiasaan untuk menabung sejak kecil. Suatu hari, ayah Amy membawa Amy untuk berjalan-jalan. Ayah Amy melihat bahwa sepanjang jalan banyak orang dewasa maupun anak kecil yang menyapa Amy, dengan demikian ayahnya mengetahui rahasia Amy yang menyelinap keluar setiap siang. Ayahnya yang terlalu konservatif tidak mengerti rasa kesepian anak perempuannya dan bahkan sebaliknya menganggap bahwa hal ini adalah perilaku anak nakal. Oleh karena itu, mereka kembali pindah rumah dengan tujuan untuk mengoreksi “Perilaku Nakal” Amy. Tahun itu, Amy sedang berada di bangku kelas empat, namun ia harus meninggalkan lingkungan yang sudah mulai akrab dan pindah ke Distrik Lingya untuk bersekolah di Sekolah Dasar Ling Jhou. Tempat ini jauh lebih dekat dengan tempat kerja ayahnya, dan ayahnya mengira bahwa dengan demikian akan lebih mudah bagi ayahnya untuk mengurus keluarga dan perkerjaan sekaligus. Setelah mereka pindah ke rumah baru, ayah Amy tetap membuat peraturan bahwa Amy tidak boleh keluar rumah sepulang sekolah. Pada saat itu, ada banyak rumah kayu satu tingkat di dekat Sekolah Dasar Ling Jhou; dan rumah keluarga Lin adalah rumah cantik dengan dua lantai yang berlokasi diujung jalan. Ada beberapa toko di sekitarnya mempunyai mainan yang menawarkan undian berhadiah untuk anak-anak dan di sepanjang jalan juga ada beberapa wanita tua yang menjaga kios undian berhadiah. Namun yang jadi persamaan dari keduanya adalah yaitu mereka berbuat curang kepada anak-anak dengan cara menukar hadiah utama secara diam-diam dalam permainan itu. Karena kepandaiannya dalam mengelola uang, Amy telah menjadi seorang gadis kecil kaya yang memiliki kekayaan beberapa ratus dolar, dan terkadang bahkan kakak lelaki Amy pun meminjam uang darinya. Pada waktu Amy melihat kios undian berhadiah tersebut menarik anak-anak berdatangan sampai lupa pulang, hal ini menarik minat Amy. Sebenarnya pada waktu itu Amy cuma seorang anak kecil berumur sepuluh tahun, jadi pikirannya juga sangat “anak-anak” dalam mengelola bisnis undian berhadiah, yaitu supaya ia tidak hanya mendapatkan uang tetapi juga bisa membuat banyak anak-anak datang ke rumah untuk bermain dengannya.
25
Sinar Kecantikan
Amy mengelola bisnis undian berhadiah berbeda dengan penjual yang biasanya hanya mencari keuntungan. Ia mengambil uang yang ditabungnya pada waktu dulu, dan dengan murah hati membeli permainan undian berhadiah yang populer seperti kartu wayang, kartu remi, undian permen, dan sebagainya secara grosir setiap Jumat sore. Amy kemudian mengundang anakanak untuk datang ke rumahnya pada Sabtu sore dan kemudian memasang setiap permainan berhadiah yang dibelinya secara grosir tersebut di depan rumahnya. Melalui kesempatan itu, ia mulai membangun bisnis undian berhadiahnya.
26
Karena rumah barunya terletak di sudut persimpangan jalan, yang pada dasarnya adalah lokasi ideal untuk sebuah toko dan ditambah lagi, Amy memasang harga yang lebih murah dibandingkan toko-toko di sekitarnya dan mengelola bisnisnya dengan jujur tanpa kecurangan sehingga rasio kemenangan menjadi lebih tinggi, oleh karena itu, bisnisnya menyebar dari mulut ke mulut dan menjadi semakin sukses. Kadang ia bahkan dapat meraup keuntungan dan balik modal hanya dalam satu sore. Meskipun Amy masih sangat muda ketika itu, ia mengerti cara menghasilkan uang. Setiap hari Minggu, ia akan membagikan sisa hadiahhadiah kepada anak-anak yang tidak mendapat hadiah atau hanya mendapat hadiah kecil dan kepada sukarelawan yang membantu. Dengan cara ini, Amy selalu dikelilingi dengan pelanggan-pelanggan kecil yang setia. Amy menabung empat per lima dari uang yang dihasilkan dan mengambil seperlimanya untuk digunakan bersama-sama dengan anak-anak sehingga semua anak dapat bersenang-senang bersama dan berbagi kebahagiaan. Awalnya Amy memulai bisnis undian berhadiahnya hanya karena ingin bermain bersama dengan teman-temannya dan sekaligus mendapatkan keuntungan, namun pengelolaannya secara perlahan berkembang menjadi konsep “berbagi keuntungan bersama-sama�. Di kemudian hari, ia menggunakan semangat ini dalam bisnisnya dan mendirikan EASECOX Group serta meneruskan prinsip “menghasilkan uang dengan bahagia dan berbagi keuntungan bersama-sama� sampai sekarang.
Chapter I: Kelahiran Yang Ajaib – Masa Kecil Amy Lin
Motivasi datang dari berbagi. Berbagi menciptakan masa depan yang lebih besar.
Keluarga Lin berpindah lagi ketika Amy kelas 5 SD dan ia dipindahkan ke Sekolah Dasar Cianjhen. Ada sebuah kuil yang terletak dekat dengan sekolah; Amy merasa adalah hal yang menarik untuk mengikuti orang-orang memuja dewa dan belajar tarian pemujaan seperti dewa ketujuh dan kedelapan. Ayahnya terpaksa harus belajar dari Ibu Mencius yang berpindah-pindah tiga kali demi mencari tempat ideal untuk membesarkan putranya, demikian pula ayah Amy akhirnya memutuskan untuk pindah kembali ke tempat kelahiran mereka, Banqiao, Taipei dan Amy kembali bersekolah di Sekolah Dasar HouPo. Amy tidak senang dengan perubahan itu karena ia tidak pernah lupa bahwa ia pernah diserahkan untuk adopsi di Banqiao. Itu adalah tempat yang melukai hatinya. Pada mulanya, ia membuat perjanjian dengan dirinya sendiri bahwa ia hanya akan kembali ke Banqiao dengan membawa keberhasilan. Namun, pada waktu itu ia masih terlalu muda untuk dapat membuat keputusan sendiri dan harus mengikuti keputusan ayahnya. Tentu saja kehidupan yang selalu berpindah-pindah tak menentu ini membuat rasa tidak aman muncul dalam diri Amy kecil. Hal ini mendorongnya untuk menabung banyak uang supaya memiliki kehidupan yang stabil dengan tempat tinggal yang tetap. Ia menabung semua koin sepuluh sen dan lima puluh sen ke dalam celengannya. Baginya, koin-koin ini bukan hanya uang, namun juga akumulasi dari memorinya. Ia tidak akan memecahkan celengan itu meskipun sudah penuh, dan akan menaruh celengan yang penuh tersebut ke dalam sebuah kardus besar satu per satu sampai kardus itu penuh. Suatu hari, celengan yang dengan susah payah dikumpulkan Amy dicuri oleh teman bermainnya yang sering datang dan bermain di rumahnya. Tentu saja Amy sangat sedih, namun dari kejadian ini ia belajar arti dari “Yang tidak kamu inginkan terjadi pada dirimu, jangan pula lakukan pada orang
27
Sinar Kecantikan
lain.” Amy berulang kali mengingatkan dirinya untuk tidak sewenangwenang mengambil barang milik orang lain, karena orang tersebut juga akan merasakan kesedihan yang sama seperti yang sekarang dirasakannya ketika kehilangan barang kepunyaannya. Karena kejadian ini, cara pengelolaan uang Amy berubah. Ia mengganti selembar demi selembar uang kertasnya menjadi emas batangan yang menjadi tabungan sekaligus investasinya. Pada umumnya, anak-anak lain seusia Amy waktu itu hanya tahu bersenang-senang dan tidak mempunyai beban. Namun mungkin karena lingkungan ataupun karena kepribadiannya, tiga hal ini yaitu menghasilkan uang, menyimpan uang, dan menginvestasikan uang telah menjadi bagian dari masa kecil Amy dan kemudian perlahan-lahan telah menjadi kebiasaannya hingga ia dewasa dan tidak pernah berubah.
28
Selain otaknya yang cepat, kepekaan yang kuat terhadap angka juga menjadi salah satu ciri khas Amy. Ketika lulus dari Sekolah Dasar, ia melihat tetangganya sering mengadakan arisan dan Amy pun sangat tertarik untuk mengikutinya. Arisan yang populer pada masa itu adalah “Arisan Bulanan” dimana setiap bulan menabung dua ratus dolar dan kemudian diundi sebulan sekali, selain itu juga ada “Arisan Harian” dimana setiap hari menabung dua puluh dolar dan kemudian diundi setiap hari. Pada waktu itu, Amy telah mengumpulkan banyak uang tabungan pribadi, jadi dengan berani ia mengikuti dua jenis arisan tersebut. Ketika Amy masuk SMP, kakak perempuan tertuanya memberikan uang saku sebesar dua puluh satu dolar per minggu, rata-rata tiga dolar per hari. Ayah dan kakak perempuan keduanya pun mengikuti standar yang sama, sehingga Amy dapat memperoleh sembilan dolar per hari, total enam puluh tiga dolar per minggu. Untuk “Arisan Harian” diperlukan seratus empat puluh dolar setiap minggunya, namun karena setiap hari diundi, maka ia dapat memakai uang hasil undi dari “Arisan Harian” tersebut ditambah dengan tabungannya sendiri untuk bermain dalam arisan harian dan arisan bulanan dengan asyiknya. Dengan kepekaannya terhadap angka dan daya ingatnya yang luar biasa, Amy yang saat itu duduk di bangku kelas 1 SMP Hai-Shan di Banqiao, telah berhasil melewati ujian perhitungan sempoa Level III. Sekolahnya memampangkan hasil ujiannya yang cemerlang pada papan pengumuman di tengah sekolahnya selama hampir dua bulan. Ketika Amy naik kelas 2
Chapter I: Kelahiran Yang Ajaib – Masa Kecil Amy Lin
SMP, kemampuan sempoanya pun naik menjadi Level II. Pada awalnya, gurunya mendorongnya untuk terus berusaha mencapai ke Level I. Namun menurut Amy yang bersifat independen dan tegas ini, menjadi guru sempoa bukanlah tujuan utama dalam hidupnya. Menurut pendapatnya, Level II telah cukup bagus untuk membuktikan kemampuannya di bidang sempoa, jadi ia menolak saran gurunya. Gurunya juga kemudian mengusulkan untuk belajar menghitung di luar kepala. Namun Amy merasa bahwa perhitungan di luar kepala dan sempoa adalah serupa, oleh sebab itu, ia tidak pernah memulai perjalanan hidup seperti yang disarankan oleh gurunya. Orang-orang biasanya mulai berpikir mengenai cita-cita dan tujuan hidup mereka pada usia lima belas atau enam belas tahun. Namun begitu, banyak pula orang yang karena merasa terbiasa dan menganggap sesuatu terjadi dengan sendirinya dan perlahan-lahan melupakan cita-citanya dalam hidup. Jika Amy yang berumur empat belas tahun juga menganggap bahwa kesuksesan sementaranya merupakan hal yang terjadi dengan sendirinya, ia mungkin akan mempunyai kehidupan yang sama sekali berbeda! Kepribadian manusia sebenarnya adalah sebuah “kebiasaan�, kepribadian itu bukan muncul lewat suatu pemikiran yang mendalam, namun adalah suatu karakteristik pribadi yang terpancar secara alami dari hati seseorang. Amy meninggalkan Ban Qiao dan berkumpul kembali dengan ayah dan saudara-saudaranya saat ia berumur lima tahun. Dan sampai ia berumur empat belas tahun dan duduk di bangku SMP barulah ia kembali lagi ke Ban Qiao. Dalam waktu hampir sepuluh tahun ini, yang terlihat dari diri Amy adalah sebuah karakter unik yang terpancar dengan alami. Kemajuan yang terjadi pada umat manusia adalah karena adanya orangorang dengan pengalaman yang berbeda-beda mau saling berbagi satu sama lain. Dan seperti halnya Amy, ia pun suka dan tidak pelit dalam berbagi. Ia senang menghasilkan uang dan suka mendandani dirinya sendiri dengan cantik, guru di sekolahnya pernah kuatir ia akan menjadi contoh yang buruk bagi murid lain sehingga sangat memperhatikan dirinya. Meskipun Amy terus bekerja paruh waktu ketika sedang bersekolah, namun ia dapat menjaga nilainya agar tetap berada dalam sepuluh besar. Selain itu karena Amy sifatnya gesit, ia selalu mendapat banyak informasi lowongan pekerjaan paruh waktu, dan ia menyampaikan kesempatan kerja paruh waktu tersebut kepada
29
Sinar Kecantikan
murid-murid dari keluarga yang tidak mampu, agar mereka bisa mendapatkan kehidupan yang lebih layak. Sambil bekerja keras untuk menghasilkan uang, Amy juga membuat aturan dimana dua hari sebelum ujian tidak boleh bekerja, supaya mereka dapat tetap mempertahankan keseimbangan antara belajar dan bekerja. Ia adalah orang yang selalu senang untuk berbagi, tegas, tegar, bebas, mudah bergaul, dan tidak pernah perhitungan akan hal-hal kecil. Meskipun ia mempunyai ingatan yang baik, ia tidak menggunakan keahlian ini untuk mengingat hal-hal yang tidak menyenangkan. Terhadap pengalaman yang tidak menyenangkan, ia selalu memberikan senyum yang lebar dan melupakan serta menghilangkannya dari ingatannya. Amy yang seperti ini tentu saja menjadi populer di kalangan teman-teman sekolahnya dan lama kelamaan secara alami ia berperan sebagai koordinator atau pemimpin.
30
Namun Amy yang kelihatannya seperti orang yang suka tantangan dan energetik ini pernah merasa bingung mengenai masa depannya ketika ia akan lulus dari SMP. Ia pernah bermimpi untuk menjadi guru, perawat, dan bahkan penyanyi di masa depan. Namun, ia telah melupakan keinginan-keinginan ini karena ia menganggap dirinya kurang fasih, kurang sabar dan kurang memiliki pengetahuan akan nada bernyanyi. Oleh karena itu, ia membatalkan cita-citanya yang bermacam-macam itu. Banyaknya pengalaman Amy dalam bekerja paruh waktu membangkitkan idenya untuk menjadi seorang entrepreneur. Baginya menjadi seorang bos berarti ia bisa mengajar orang lain seperti guru dan merawat orang lain seperti perawat; dan meskipun ia tidak dapat bernyanyi, ia dapat membiarkan karyawannya bernyanyi untuknya. Dengan cara ini, ia dapat sekaligus mencapai semua citacitanya menjadi guru, perawat, dan penyanyi. Demikianlah Amy menentukan cita-cita masa depannya dan mempertimbangkan kembali kepentingan ujian masuk SMA. Amy memiliki nilai akademis yang bagus saat duduk di kelas 3 SMP. Pada waktu itu gurunya terus menerus mendorongnya untuk melanjutkan SMA, dan bahkan gurunya yakin Amy bisa masuk ke Taipei First Girls High School atau Taipei Municipal Zhongshan Girls High School, jika ia mengikuti ujian nasional. Namun, Amy memiliki pandangan yang berbeda tentang hal ini.
Chapter I: Kelahiran Yang Ajaib – Masa Kecil Amy Lin
Meskipun ia terhindar dari adopsi karena keberanian dan perlindungan ibunya, namun di usianya yang belum berumur lima tahun, ia telah menjalani kehidupan yang menumpang pada orang lain dimana ia harus melihat gelagat orang lain, dan telah mengalami kepergian ibunya. Semuanya ini telah membuatnya menjadi dewasa sebelum waktunya dan memiliki keinginan kuat untuk berdikari. Oleh karena itu, sejak dari SMP, ia mulai diam-diam bekerja paruh waktu untuk memperkaya pengalaman dan belajar mengeksplorasi jalan yang harus ditempuh di masa depan. Pada saat itu, harapan utamanya bagi masa depan adalah untuk mengubah takdir, meraih kesuksesan dan mematahkan mitos keluarga yang konservatif yaitu bahwa “anak perempuan tidak berguna�. Dengan aspirasi dan motivasi ini, ia mempertimbangkan bahwa jika ia menuruti jalan yang diharapkan oleh keluarga dan gurunya untuk mengikuti ujian masuk SMA, lalu tiga tahun kemudian ujian untuk universitas, dan setelah lulus mencari kerja seperti kebanyakan orang, maka berapa besar kesempatannya untuk sukses dan berapa besar kemungkinan ia akan berhasil mencapai tujuannya? Saat itu Amy menyadari bahwa kemungkinan untuk meraih tujuannya akan sangat kecil apabila ia melalui jalan ujian masuk SMA ini dan hanya dengan mematahkan pikiran yang konvensional, barulah ia dapat menciptakan kemungkinan-kemungkinan yang lebih besar.
31
Sinar Kecantikan
Anak yang menolak ujian nasional dan bersikeras untuk menjalani jalannya sendiri.
Orang-orang selalu menganggap pemberontakan pada masa remaja adalah sesuatu yang sudah biasa; Namun demikian, hanya sedikit orang yang mau berusaha memahami dengan hati apakah yang disebut dengan “pemberontakan� ini memiliki maksud tersembunyi dari remaja tersebut.
32
Ketika Amy duduk di kelas 3 SMP, ia telah memutuskan masa depannya sendiri dengan rencana yang spesifik. Bertentangan dengan ekspektasi semua orang, ia memutuskan untuk tidak mendaftar ujian nasional, supaya ia tidak mendapat kesempatan untuk masuk SMA. Untuk menghindari reaksi berlebihan dari keluarganya, ia tidak memberitahukan keputusannya kepada siapapun. Pada liburan musim panas tahun itu, Amy melanjutkan pekerjaan paruh waktunya sementara teman-teman sekelasnya sedang sibuk menyiapkan ujian nasional untuk masuk SMA. Ia menabung semua gajinya di kantor pos karena ia takut keluarganya tahu akan hal ini. Setelah hasil dari ujian nasional diumumkan, keluarganya dengan cemas mencari namanya di dalam daftar nama namun tidak menemukan nama Amy di beberapa sekolah pilihannya. Pada waktu itu, keluarganya mencoba menghibur dan menyarankannya untuk mendaftar sekolah kejuruan lima tahun atau sekolah swasta. Namun pada akhirnya mereka mendapati bahwa namanya sama sekali tidak tercantum dalam daftar SMA manapun. Melihat kemarahan dan kecemasan anggota keluarganya, Amy akhirnya dikalahkan oleh rasa bersalah dan kesedihan dalam hatinya, sehingga ia akhirnya mendaftar ujian sekolah kejuruan lima tahun. Meskipun demikian, Amy hanya mendaftar pada satu sekolah kejuruan yaitu Chihlee College of Business (sekarang bernama Chihlee University of
Chapter I: Kelahiran Yang Ajaib – Masa Kecil Amy Lin
Technology). Ketika hasil ujian diumumkan, ia terkejut karena telah diterima di Chihlee College of Business, karena ketika teman sekelasnya yang lain sedang berusaha keras untuk menyiapkan ujian, ia sedang sibuk dengan pekerjaan paruh waktunya dan tidak punya waktu untuk mengulang pelajarannya. Sekolah kejuruan lima tahun campuran pria dan wanita ini adalah sekolah yang diidam-idamkan oleh banyak murid. Terhadap hasil ini, sikap ayahnya adalah “meskipun hal ini tidak memuaskan, namun masih bisa diterima�; Dan kedua kakak perempuannya meskipun tidak terlalu kecewa, tetapi tidak pula merasa sangat puas. Namun demikian, mereka tetap membiayai sekolah Amy karena keduanya merasa bahwa itu adalah kewajiban mereka. Chihlee College of Business adalah tempat yang familiar untuk Amy, karena ujian sempoa yang pernah diikutinya saat masih SMP, diadakan di sana; Ditambah lagi sekolah ini termasuk sekolah campuran pria dan wanita seperti layaknya universitas, sehingga bagi anak muda mudi yang dalam masa puber, ini adalah satu nilai tambah. Ini juga salah satu alasan Amy memilih sekolah tersebut. Tetapi Chihlee College of Business adalah sekolah swasta, dan uang sekolah untuk satu semesternya adalah dua ribu tujuh ratus dolar, dimana tergolong sangat tinggi dibandingkan dengan sekolah negeri yang biasanya hanya membutuhkan beberapa ratus dolar saja. Pada hari registrasi, Amy pergi ke sekolah dengan membawa uang sekolah yang diberikan kedua kakak perempuannya. Berdiri di bawah plakat nama sekolah dan melihat sekolahnya yang luas dan besar, tiba-tiba timbul gejolak dalam hati Amy. Ia masih ragu-ragu apakah sebaiknya mendengarkan saran dari keluarga dan gurunya untuk melanjutkan studinya, atau tetap bersikeras berjalan pada jalannya sendiri? Jika dilihat dari gelar akademisnya, sekolah kejuruan pada waktu itu setingkat lebih tinggi dari SMA namun tidak setara dengan universitas, sehingga membuat lulusan sekolah kejuruan lima tahun ini seperti kurang jelas posisinya; Jika dilihat dari usianya, ia akan berusia sembilan belas tahun ketika lulus dari sekolah kejuruan lima tahun ini, dan akan sulit untuk menjadi sukses jika ia masuk ke masyarakat pada usia tersebut; Jika dilihat dari keluarganya, kedua kakak perempuannya telah menikah, kakak laki-lakinya sedang dalam wajib militer, dan ayahnya hampir berusia enam puluh tahun. Sebagai seorang yang baru dalam masyarakat, ia tentu saja tidak akan mendapatkan bantuan dari keluarga. Begitulah Amy berdiri di depan pintu gerbang sekolahnya dengan bimbang tak pasti sambil memegang uang
33
Sinar Kecantikan
sekolah yang besar jumlahnya. Pada akhirnya, ia memutuskan lebih baik tidak melanjutkan studinya dan lebih cepat selangkah masuk ke dalam masyarakat dibandingkan orang lain. Setelah mempunyai banyak pengalaman di masyarkat nantinya, maka jalan di depan akan menjadi sangat luas tak terbatas. Amy kemudian menyimpan uang sekolah ke dalam kantongnya, membalikkan badan dan pergi dari sekolah dan melangkah masuk ke dalam universitas “masyarakat� pilihannya.
34
Chapter I: Kelahiran Yang Ajaib – Masa Kecil Amy Lin
35
Kutipan Terkenal “Menjadi anggota EASECOX, Anda harus berkata puluhan ribu kata, berjalan puluhan ribu mil, memiliki semangat puluhan ribu tentara dan kuda, maka Anda akan mendapatkan milyaran pemasukan!” Amy Lin
Bab II Pertumbuhan Yang Sukar – Masa Muda Amy Lin Tanggung Jawab Yang Besar Akan Mengikuti Mereka Yang Memiliki Kemampuan Lebih Besar.
Pemikir Prancis Montesquie pernah berkata, “Jika Anda ingin sukses di dunia ini, Anda harus terlihat bodoh namun sesungguhnya sangat pintar.”
Chapter II: Pertumbuhan Yang Sukar – Masa Muda Amy Lin
Belajar adalah satu-satunya hal yang tidak akan pernah Anda sesali.
Amy terlihat seperti anak yang tidak terlalu pandai pada masa sekolahnya. Ia suka berbagi; ia dengan mudah memberikan keuntungan yang diperolehnya atau hadiah dari tetangga kepada orang lain dan juga memperkenalkan kesempatan kerja paruh waktu kepada murid-murid lain. Ia terlalu jujur; ia tidak menaikkan harga atau menyimpan hadiah utama untuk kepentingannya sendiri ketika menjalankan bisnis undian berhadiahnya. Pada akhirnya, ia menjadi sangat bodoh; tidak hanya ia menjadi “anak yang menolak untuk mengikuti ujian nasional�, namun ia juga menolak jalan satu-satunya untuk melanjutkan studinya. Ia tidak mau menjadi pelajar yang santai dan tak punya beban dan sebaliknya memilih untuk tenggelam dalam kerja keras. Tanpa memberitahu keluarganya bahwa ia tidak melakukan registrasi di sekolah, segera sesudah itu Amy mendapatkan sebuah perkerjaan di Sony Corporation. Orang-orang lain mempersiapkan diri untuk masuk sekolah, dan ia pun juga bersiap-siap untuk bekerja. Melihat kebohongannya akan segera terkuak, ia pun mengatakan kebohongan kedua kepada ayahnya. Ia berbohong bahwa dirinya telah mengubah jadwal sekolah ke malam hari dan siang hari adalah waktunya untuk bekerja. Pada masa itu, gelar akademis adalah segalanya, terlebih untuk keluarga Lin, sebuah keluarga terkemuka di Banqiao. Hal-hal yang Amy lakukan dapat dikatakan sebagai tindakan pembangkangan yang kurang ajar. Ayah Amy tidak dapat memahami pemberontakan anak perempuan bungsunya dan memberinya teguran yang amat berat. Amy memiliki pendapatnya sendiri untuk masa depan. Dari kecil sampai besar, ia melihat bisnis ayahnya yang tidak lancar dan setiap hari mengeluh serta tidak ada kebahagiaan sepanjang hidupnya. Oleh karena itu, sedari muda
41
Sinar Kecantikan
ia telah bertekad untuk mempunyai hari-hari yang lebih baik dan hidup yang lebih bahagia. Pada waktu itu, ia beranggapan bahwa tidak mempunyai uang berarti tidak mempunyai kebebasan; hanya dengan menghasilkan uang dan menabung barulah kehidupannya dapat menjadi aman dan stabil. Jadi, ia dapat memahami keinginan ayahnya agar anak-anaknya dapat mempunyai masa depan yang gemilang, namun keinginan Amy untuk menghasilkan uang telah membuatnya ingin segera masuk ke dalam dunia kerja untuk meraih tujuan yang ada dalam hatinya.
42
Seperti yang diharapkannya, ia akhirnya masuk ke dalam dunia kerja dan menemukan bahwa lingkungan kerja yang sesungguhnya amat sangat berbeda dengan pekerjaan paruh waktu saat masih bersekolah. Hampir semua koleganya adalah orang-orang yang berpengalaman dalam masyarakat. Maka dari itu, ia merasa menyesal karena menyadari bahwa pengetahuannya sangatlah kurang. Sebulan kemudian, pikiran untuk kembali ke sekolah melanjutkan studinya pun kembali muncul. Setahun kemudian, Amy akhirnya “menjadi pintar”, ia menempuh jalan konvensional dengan mengikuti ujian nasional dan berhasil masuk ke Yu Da High School of Commerce and Home Economics untuk sekolah malam. Dan seperti yang diinginkannya, ia memulai hari-hari dimana ia dapat bekerja pada siang hari dan belajar di malam hari. Jika ada perbedaan antara SMP dan SMA, maka perbedaan itu adalah “metamorfosis”. Amy berubah dari seorang anak kecil menjadi gadis muda, dari bekerja paruh waktu pada waktu kosongnya menjadi bekerja sepenuh waktu pada siang hari, dan ini membuka lembaran baru dalam kehidupannya. Kehidupan masa muda Amy tetap sangat aktif dan menarik. Yu Da High School - terkenal dengan peraturan penampilan yang sangat ketat, dimana panjang rok harus berada di bawah lutut dan panjang rambut tidak boleh melebihi batas bawah telinga. Amy yang dari kecilnya suka tampil cantik ini tidak memenuhi satupun dari peraturan-peraturan tersebut. Pada masa sekarang, tidak menuruti peraturan-peraturan tersebut bukanlah sebuah pelanggaran, namun pada zaman itu, Anda akan diberikan cap “murid nakal” bila melanggar peraturan-peraturan tersebut. Bagaimanapun, hal itu tidak menghilangkan sifat dan karakter kepemimpinan Amy yang bahkan semakin nyata seiring bertambahnya usia.
Chapter II: Pertumbuhan Yang Sukar – Masa Muda Amy Lin
Amy mendapat gelar “Pengurus Kegiatan Extrakurikuler� karena keaktifannya berpartisipasi dalam acara pikinik, BBQ, berkemah, dan aktifitas lainnya. Selain pelajaran sekolahnya, kemampuan untuk menyelenggarakan kegiatan dan mengumpulkan orang-orang adalah hal-hal yang dipelajarinya pada masa sekolahnya. Kharisma dan kemampuannya dalam memimpin perlahan-lahan semakin terlihat. Di era yang masih konservatif pada tahun 1960-1970, Amy melewati kehidupan SMA yang berwarna warni. Ia sibuk dengan jadwal kerja yang padat dan berpartisipasi dalam berbagai acara yang menyenangkan. Gadis kecil ini telah tumbuh menjadi remaja yang aktif. Meskipun mempunyai rambut yang hanya sebatas telinga, tetapi sejak dari kelas 2 SMA, Amy yang suka tampil cantik ini mempunyai kebiasaan ke salon setiap minggu untuk menata rambutnya. Ia juga sangat memperhatikan perawatan bentuk tubuhnya. Karena tidak puas dengan pertumbuhan payudaranya, ia bahkan dengan berani mencoba berbagai macam metode untuk membesarkan payudara, seperti mengkonsumsi pil pembesar payudara dan krim pembesar payudara; Dilihat pada zaman itu, Amy yang duduk di bangku SMA adalah seorang murid perempuan yang trendi dan menonjol.
43
Sinar Kecantikan
Hikmat adalah akumulasi dari pengalaman.
Banyak pengusaha sukses di dunia, pada saat mereka menceritakan tentang masa mudanya, mereka selalu menekankan berulang-ulang bahwa mereka “sangat kurang mampu maka dari itu mereka harus melakukan hal-hal rendah�. Hal-hal yang rendah ini diakumulasi menjadi banyak pengalaman, dan pengalaman itu diakumulasi menjadi hikmat untuk kesuksesan bisnis mereka di masa depan. 44
Karena latar belakang keluarganya, Amy mempunyai rasa tidak aman dalam hidupnya yang mendorongnya memiliki kemauan yang lebih kuat untuk mengumpulkan kekayaan dibandingkan dengan kebanyakan orang. Ia percaya bahwa hanya uang yang dapat memperbaiki keadaannya saat ini dan memiliki hidup yang aman dan stabil. Jadi sedari kecil, ia tidak berhenti bekerja paruh waktu dan mengembangkan kebiasaan untuk menabung; Namun hal yang terpenting, lewat pekerjaan paruh waktunya, ia mempelajari banyak pengalaman dalam berbagai bidang yang kemudian menjadi sebuah anak tangga baginya untuk menuju jalan menjadi seorang pengusaha. Amy memulai pekerjaannya saat ia berumur dua belas tahun dimana kebanyakan orang masih polos dan tidak mengerti apa-apa di usia tersebut. Pada waktu itu, ia melihat sebuah kertas merah/ iklan lowongan yang tertempel di pinggir jalan, Amy yang terlihat seperti anak kecil yang lugu, dengan berani pergi untuk melamar kerja. Pekerjaan itu adalah menjadi pekerja pabrik di Perusahaan Plastik Feida yang terletak di Banqiao City, Taipei County. Ia mengingat upah hariannya adalah sebesar delapan dolar. Dibandingkan dengan semangkok mie seharga 1.5 dolar, upah ini luar biasa tinggi untuk siswa Sekolah Dasar. Pada musim panas saat kelas 1 SMP, ia bekerja pada Pabrik Tekstil Far Eastern sebagai pemotong benang. Pada masa itu, ia melihat banyak koleganya yang diam-diam tidak mengerjakan tugasnya demi untuk
Chapter II: Pertumbuhan Yang Sukar – Masa Muda Amy Lin
bermain judi. Oleh karena itu, ia menawarkan diri untuk membantu kolegakolega tersebut secara sukarela. Melihat ketekunannya, mandornya sangat puas dan kemudian mengambil inisiatif untuk membantunya mendapatkan upah lembur sehingga kerja kerasnya tidak sia-sia. Untuk berterima kasih atas bantuan Amy, koleganya selalu memberikannya sedikit uang setiap kali mereka menang judi. Namun demikian, ia juga menyaksikan perubahan dramatis dari emosi koleganya saat mereka senang karena menang judi dan sedih karena kalah judi. Hal ini memberikan kesan yang mendalam meskipun ia masih kecil. Melalui pekerjaan ini, Amy menemukan bahwa Lapangan Golf Far East sangat amat membutuhkan seorang caddy, jadi ia beralih menjadi seorang caddy di lapangan golf pada tahun keduanya di SMP. Ia bekerja setiap Sabtu sore dan dibayar dua puluh dolar untuk memikul peralatan golf dan mengitari lapangan golf yang memiliki sembilan lubang sekali putaran. Biasanya, ia mendapat upah empat puluh dolar pada satu sore. Ini termasuk upah yang sangat baik dibandingkan dengan harga barang pada masa itu. Setelah bekerja beberapa waktu lamanya, ia menjadi akrab dengan pengurusnya dan mengetahui bahwa mereka masih mempunyai banyak lowongan, jadi ia memanggil lima atau enam orang teman sekelasnya yang berasal dari keluarga yang kurang mampu untuk bekerja paruh waktu bersamanya. Akhirnya sepuluh orang murid bergabung dan ia pun mempunyai kewajiban menjadi ketua kelompok untuk mengurus jadwal kerja. Meskipun tidak ada imbalan untuk menjadi orang yang bertanggung jawab dalam mengurus jadwal kerja, Amy tetap berusaha yang terbaik untuk menjaga setiap temannya dan bahkan juga caddy-caddy lainnya. Cara kerjanya pada waktu itu adalah dengan terlebih dahulu menetapkan peraturan yang harus dipatuhi. Ia meminta teman sekelasnya membiarkan kakak-kakak senior yang terlebih dahulu bekerja di lapangan golf untuk memilih jam kerja, baru kemudian giliran teman-teman sekelasnya dan dirinya sendiri. Jika ada tamu yang ingin mentraktir Coca Cola, yang pada masa itu tergolong barang mewah, maka semua orang harus mendapat bagian, jika tidak, maka tidak boleh menerima kebaikan tersebut sendirian. Dengan cara ini, teman-teman sekelasnya mengatur jadwal menurut giliran sehingga tidak ada konflik yang tidak perlu. Meskipun ada tamu yang
45
Sinar Kecantikan
46
menunjuk dirinya untuk mengangkat perlengkapan golf mereka, ia akan dengan tidak egois memberitahu mereka, “Teman-teman sekelas saya belum mendapat giliran masuk lapangan, mereka juga sangat cekatan, mohon berikan mereka kesempatan. Dan lagi, saya adalah orang yang bertanggung jawab untuk mengatur shift, semua teman-teman masuk ke lapangan sesuai giliran, jadi saya tidak boleh masuk sebelum giliran�. Karena ia selalu menempatkan dirinya sendiri pada urutan terakhir, maka kesempatannya untuk masuk ke lapangan juga menjadi lebih sedikit. Meskipun pengurus lapangan pernah berpikir untuk mengambil satu dolar dari upah masing-masing anak yang terjadwal, Amy menolaknya dan bersikeras bahwa ia melakukan hal ini dengan sukarela. “Seorang yang berbudi pekerti harus menghasilkan uang dengan cara yang layak.� Ia tahu bahwa dirinya tidak kekurangan uang, tetapi teman-teman sekelasnya harus bekerja karena kesulitan ekonomi keluarga, jadi ia tidak boleh mengambil uang yang telah mereka hasilkan dengan susah payah. Karena ia mengatur shift dengan baik ditambah tidak mencari upah tambahan, jadi semua orang dengan sukarela menaati peraturannya; bahkan tamu-tamu juga -mau mengikuti aturannya. Setelah sistem pengaturan jadwal yang dibuat Amy diimplementasikan selama beberapa waktu, banyak tamu tersentuh olehnya dan memilih untuk mengeluarkan uang yang lebih banyak untuk memakai dua caddy supaya Amy dapat masuk ke lapangan sesegera mungkin. Beberapa tamu bahkan memberikan tip lebih baginya, sehingga ia menjadi caddy yang memperoleh tip paling banyak di lapangan. Hanya dalam satu Sabtu sore, ia dapat menghasilkan seratus dolar.
Chapter II: Pertumbuhan Yang Sukar – Masa Muda Amy Lin
“Di masa depan, saya akan menjadi bos seperti dirimu.�
Pada zaman itu, Amerika adalah tujuan ekspor utama Taiwan, dan menjahit gambar-gambar pada sweater yang akan diekspor sempat menjadi sebuah tren selama beberapa waktu. Selain bekerja paruh waktu menjadi caddy pada sore hari di akhir pekan, Amy melihat teman-teman sekelasnya semuanya menjahit sweater untuk mendapatkan penghasilan tambahan dan ia bermaksud untuk bergabung dengan mereka. Pada waktu itu, harga sweater berkisar antara satu sampai dua dolar tergantung kerumitan gambarnya. Pada mulanya, hanya ia sendiri yang memulai pekerjaan sampingan ini. Namun perlahan-lahan, teman sekelasnya yang lain juga ingin bergabung dengannya. Saat itu di kelas, hanya Amy yang memiliki alat transportasi, yaitu sebuah sepeda mini yang trendi, jadi ia dengan sukarela menggunakan sepedanya untuk mengambil barang dari pabrik dan membagikannya kepada teman-teman untuk mengerjakannya bersama-sama. Belakangan jumlah pesanannya semakin banyak, hingga terkadang Amy menggunakan waktu malam hari untuk menjahit sweater di rumah, dan bahkan sampai tidak bisa bersantai pada saat liburan. Melihat hal itu, para tetangganya penasaran dan berpikir untuk bergabung. Mereka kemudian juga mengetahui bahwa ia menawarkan bantuan secara cuma-cuma tanpa biaya sesen pun, oleh karena itu mereka berbondong-bondong bergabung dalam pekerjaan sampingan ini. Dan akhirnya dengan sangat mengherankan, jumlah pesanannya dapat bersaing dengan pedangang grosir, jadi pabriknya mengambil inisiatif untuk mensupply barang yang ia butuhkan dengan menggunakan truk. Setelah bos pabrik garmen mengetahui bahwa Amy tidak mengambil komisi, maka bos tersebut berinisiatif untuk menawarkan komisi sebesar dua puluh sen untuk satu potong sweater. Lama kelamaan, pabrik garmen lainnya mendengar kabar ini dan mencarinya untuk bekerjasama. Dengan demikian,
47
Sinar Kecantikan
bisnis Amy, yang waktu itu masih seorang murid SMP, semakin lama semakin besar dan pendapatannya menjadi yang tertinggi diantara teman-temannya. Dari beberapa pengalaman kerja paruh waktu sebelumnya, Amy semakin mengenal dirinya sendiri dimana ia merasa bahwa dirinya sangat cocok untuk melakukan “bisnis banyak orang�. Berdasarkan pola-pola sebelumnya, ia selalu terlebih dahulu menolong orang lain dan kemudian orang-orang yang menerima bantuannya kembali membantunya. Ia menyadari bahwa pengorbanan yang tanpa menginginkan imbalan akan membuat dirinya banyak mengenal orangorang, dan inilah investasi yang terbaik. Ia percaya bahwa membantu orang lain sama dengan membantu dirinya sendiri, jadi melayani orang lain bukanlah menantikan balasan dari orang lain melainkan sebuah investasi untuk masa depan.
48
Pada musim panas ketika teman-teman sekelasnya mempersiapkan ujian nasional untuk masuk SMA, Amy memilih untuk bekerja paruh waktu pada perusahaan Sony yang berlokasi di Tucheng. Setahun kemudian, ia memilih untuk melanjutkan studinya, namun tetap sambil sekolah sambil bekerja. Pada tahun 1975 saat semester kedua kelas 1 SMA, ia bekerja pada perusahaan yang dikelola oleh satu orang. Ia adalah satu-satunya karyawan selain bosnya dan ia harus bertanggungjawab atas banyak hal, seperti belanja kebutuhan seharihari, pekerjaan rumah, menjadi babysitter dan membantu untuk mengambil foto saat memiliki waktu luang. Karena ia bekerja dengan sangat giat, bosnya memberinya kenaikan gaji dari seribu lima ratus dolar menjadi tiga ribu dolar untuk menunjukkan apresiasinya. Di kelas 2 SMA, ia bekerja pada perusahaan pengolahan film Guangming sebagai asisten akuntan. Meskipun begitu, ia dengan sukarela menawarkan diri untuk menyediakan katering, jadi bosnya memberikan tambahan dua ribu dolar dari gajinya yang semula. Sebagai penyedia katering, ia harus membeli bahan makanan di pasar. Setelah menjadi akrab, ibu-ibu di pasar bahkan bisa mentraktirnya makan pagi. Pada waktu bekerja paruh waktu, biasanya Amy disukai oleh orangorang sekitarnya dan bahkan oleh bosnya, dimana mereka semua memujinya. Ia dengan ceria berkata, “Saya mendapat satu gaji tetapi mengerjakan dua pekerjaan.Saya sering berpikir dari sudut pandang seorang bos. Untuk hal-hal yang merupakan bagian dari tugas dan pekerjan saya, saya pasti
Chapter II: Pertumbuhan Yang Sukar – Masa Muda Amy Lin
bertanggungjawab untuk mengerjakannya dengan baik, dan untuk hal-hal yang bukan bagian saya, saya harus mengerjakannya lebih baik.� Ini adalah prinsip dan pelajaran yang diperolehnya dari pengalamannya bekerja paruh waktu selama waktu yang cukup panjang. Meskipun kemudian akhirnya ia mengambil jalan yang lebih konvensional dengan melanjutkan studinya, namun aspirasinya untuk memiliki usaha sendiri tidak berubah sedikitpun. Setiap kali ia ingin berhenti kerja, bosnya biasanya mencoba segala cara untuk mempertahankannya dan bahkan menawarkan gaji dua kali lipat. Namun, ia selalu dengan berani dan jelas mengatakan, “Anda tidak akan bisa menahan saya karena saya akan menjadi bos seperti dirimu di kemudian hari.� Setelah berhenti dari perusahaan pengolahan film, Amy bekerja pada perusahaan periklanan Gui sebagai akuntan. Selain bekerja di sana, ia juga menerima sampingan untuk mengurus pembukuan bagi perusahaan yang berskala kecil. Karena pelayanannya yang baik dan harganya yang bersaing, ia menerima semakin banyak permintaan untuk mengerjakan pembukuan. Bahkan sampai kelas 3 SMA, ia masih menggunakan waktu liburnya untuk menerima tawaran mengerjakan pembukuan dengan harga tiga ratus dolar per kasus. Pada suatu waktu, jumlah kliennya bahkan mencapai lebih dari dua puluh perusahaan, dimana tidak kalah dengan sebuah firma akuntansi kecil. Selain mencatat pembukuan, Amy juga membantu pemilik perusahaan untuk menagih kredit macet. Uang yang ia dikumpulkannya itu akan dibagi rata antara Amy dan pemilik perusahaan, sehingga ia mengumpulkan banyak kekayaan dalam waktu singkat. Namun demikian, untuk menagih kredit macet bukanlah hal yang mudah, bahkan di zaman dimana hukum sudah menjadi lebih mendukung saat ini. Diperlukan keberanian yang luar biasa yang tidak dimiliki oleh kebanyakan orang untuk melakukan hal tersebut. Demi untuk menagih kredit macet, Amy, yang tadinya suka terlihat cantik, mulai memotong rambutnya di atas telinga untuk menunjukkan keluguannya sebagai murid SMA. Dengan mengenakan seragam sekolah, menyiapkan koran dan radionya sendiri, dan membawa semua alamat, foto dan informasi rekening dari orang yang berhutang, begitulah Amy berangkat sendirian. Biasanya ia tiba di pintu rumah dari orang yang berhutang sekitar pukul enam atau tujuh pagi. Jika orang yang berhutang tidak bersedia bertemu dengannya,
49
Sinar Kecantikan
ia tidak mempermasalahkan hal itu, tetapi dengan tenang memaparkan korannya di depan pintu, duduk dan mendengarkan radio atau membaca buku untuk mengatasi kebosanan. Kesabaran adalah persyaratan yang mendasar untuk pekerjaan ini. Dan karena ia tidak membuat keributan dan berlaku sopan, ditambah lagi ia masih seorang murid yang berusia muda, jadi biasanya ia sukses dalam menjalankan misinya. Bahkan beberapa orang berinisiatif memberikan tip untuk membalas jerih payah Amy, pada saat mereka telah melunasi hutang mereka. Amy mendapatkan penghasilan beberapa puluh ribu dolar hanya dalam sebulan saja, dan meskipun pendapatannya sangat tinggi, namun ia tidak bertahan di sana terlalu lama, karena tujuan utamanya masuk dalam bidang tersebut adalah untuk mencari pengalaman saja.
50
Saat kelas 3 SMA, Amy pindah kerja lagi. Kali ini ia bekerja pada perusahaan konstruksi sebagai sales penjual rumah. Selama sepuluh hari berturut-turut, ia sama sekali tidak mendapat proyek karena ia hanya berusia tujuh belas atau delapan belas tahun pada saat itu dan masih seorang pelajar, sehingga para klien tidak terlalu percaya terhadap dirinya. Selain itu, bila seorang klien yang berpakaian mewah datang, maka sales yang lainnya akan segera menghampiri dan merebut klien tersebut. Amy yang tidak berpengalaman waktu itu tentu saja tidak bisa bersaing dengan mereka. Namun ambisi alaminya mendorongnya untuk lebih lagi bersungguh-sungguh, ia terus mengamati dengan teliti, dan menyadari bahwa biasanya para sales selalu bersemangat untuk melayani klien yang terlihat kaya, tetapi terhadap ibu-ibu tua yang berpakaian sederhana, tidak ada seorang pun yang mempedulikan. Jadi, ia mengambil inisiatif untuk melayani ibu-ibu tua tersebut. Kebanyakan orang memiliki rasa sedikit anti atau waspada bila ditawari sesuatu, apalagi ibu-ibu tua yang sudah berumur. Melihat keraguan dan kewaspadaan kliennya, maka Amy mengambil jalan hanya mengobrol dan tidak membicarakan jual beli. Cara seperti ini membuat hati salah seorang ibu pun luluh dan akhirnya mengizinkan Amy untuk berkunjung ke rumahnya. Ketika sampai di rumah ibu tua itu, Amy menemukan bahwa ternyata ibu tua ini memiliki aset yang lumayan dan benar-benar berniat untuk membeli rumah.
Chapter II: Pertumbuhan Yang Sukar – Masa Muda Amy Lin
Sejak kecil, Amy selalu mempunyai sikap hati untuk “berbicara terus terang� dalam menjalankan bisnisnya, jadi ia menyarankan ibu tua itu untuk tidak tergesa-gesa membeli rumah, lagipula membeli rumah membutuhkan biaya besar sehingga harus direncanakan dengan sebaik-baiknya. Kemudian, ia membantu ibu tua tersebut untuk membuat perencanaan keuangan yang baik dan menyarankannya untuk membeli rumah tiga atau empat tingkat, dimana lantai satunya dapat disewakan sebagai toko untuk menambah penghasilan. Dan ibu tua itu dapat tinggal di lantai dua karena orang tua sulit untuk menaiki tangga, sedangkan anak-anaknya dapat tinggal di lantai tiga. Dengan demikian, harapan dan impian dimana seluruh keluarga dapat berkumpul bersama dengan bahagia dapat tercapai. Saran Amy yang mencakup pembagian aset dan perencanaan hidup di masa depan, membuat ibu tua itu menerima proposalnya dan dengan senang hati segera membeli rumah empat tingkat yang direkomendasikan Amy. Sambil dengan tulus membantu kliennya untuk berpikir dan berencana, ia juga memenangkan kepercayaan kliennya, yang tak henti-hentinya mengenalkan klien lain kepada Amy. Oleh sebab itu, banyak tetangga yang ingin membeli rumah akan mencari bantuan Amy. Dan sekali lagi, ia menggunakan talentanya dalam mengatur keuangan dan membantu kliennya menyusun rencana membeli rumah satu per satu. Karena proposal yang dibuatnya biasanya adalah untuk satu keluarga, maka unit yang dijualnya pun bukan per kamar atau per lantai melainkan per bangunan. Ini tentu saja membuatnya menjadi juara sales selama tiga bulan berturut-turut. Tidak lama setelah itu, ayah Amy, yang memperlakukannya dengan keras, akhirnya mengetahui rahasia Amy yang bekerja paruh waktu di luar. Pada waktu itu, ayah Amy juga mempunyai usaha sendiri dan berpikir bahwa daripada bekerja di luar, lebih baik Amy bekerja di perusahaannya. Karena itu, ayahnya sangat menentang Amy bekerja paruh waktu dan bahkan mendatangi perusahaan konstruksi untuk membawanya pulang. Amy memulai bekerja paruh waktu ketika ia masih sangat muda. Yang diperolehnya bukan cuma pengalaman di berbagai bidang, namun juga mendapatkan banyak hikmat dan koneksi. Dalam setiap pengalaman kerjanya, ia selalu berpikir dengan menempatkan diri di posisi orang lain dengan hati-hati. Ini mungkin adalah sebuah
51
Sinar Kecantikan
strategi berbisnis, namun ini juga merupakan bentuk dari antusiasme dan kepribadiannya yang suka berbagi. Pengalaman yang terkumpul adalah hikmat, dan semuanya ini akan menjadi suatu aset yang besar bagi Amy untuk memulai usahanya di masa depan.
52
Chapter II: Pertumbuhan Yang Sukar – Masa Muda Amy Lin
Kerja kerasnya membuahkan hasil yang positif saat kelas 3 SMA.
Banyak majalah finansial suka mengutip frase seperti “pundi emas pertama dalam kehidupan” dan selalu mengajarkan kepada publik tentang bagaimana cara untuk mendapatkan pundi emas pertama dalam hidup sedini mungkin. Namun, di dunia mana ada yang gratis? Amy memulai kerja pertamanya saat berumur dua belas tahun dan terus bekerja hingga kelas 3 SMA. Ia telah mulai di usia dimana kebanyakan orang masih bertingkah seperti anak manja, bergantung pada orang tua mereka dan tidak mengerti apa-apa. Ia dapat melakukan apapun dan bersedia melakukan apapun, jadi dalam setiap pekerjaannya, ia dapat mengatasi berbagai kesulitan baik secara subjektif ataupun objektif, memecahkan masalah, dan menciptakan keuntungan bagi dirinya baik yang berwujud maupun tidak berwujud. Seiring dengan bertambah dewasa, pengalaman yang dikumpulkannya perlahan-lahan menjadi sebuah hikmat dalam dirinya, sehingga ia menjadi kompeten dalam melakukan pekerjaan yang dipercayakan kepadanya. Ia benar-benar menunjukkan semangat “tanggung jawab yang besar akan mengikuti mereka yang memiliki kemampuan lebih besar.” Ketika Amy duduk di semester satu kelas 3 SMA, ayahnya menderita sakit mata seperti glukoma, katarak dan sebagainya. Penyakit mata ini tidak hanya membuat ayahnya mengalami kesulitan untuk membaca namun juga membuatnya merasa sinar matahari terlalu silau bagi matanya. Pada awalnya, perusahaan trading milik ayahnya bergerak di bidang ekspor, meliputi bahanbahan logam, komponen tekstil dan sebagainya. Tetapi sejak kakak perempuan tertuanya telah menikah dan pindah ke Jepang, ayahnya tiba-tiba kekurangan
53
Sinar Kecantikan
orang yang dapat membantu, ditambah lagi dengan sakit mata, semua ini membuat ayahnya merasa lelah dan tertekan. Oleh karena itu, ayahnya sangat menentang dan tidak mau kompromi dengan masalah Amy yang bekerja di luar dan dengan segenap hati mengharapkan bahwa Amy akan kembali membantu di perusahaannya sendiri.
54
Meskipun pada waktu itu, Amy hanyalah seorang murid SMA, namun ia telah mengumpulkan banyak pengalaman kerja. Ia menuruti keinginan ayahnya untuk bekerja pada perusahan trading milik mereka sendiri dan klien pertama yang dihadapinya adalah ketua dari Li-Xin Grup Hong Kong pada waktu itu, yaitu Mr. Lim Por Yen. Mr. Lim adalah klien yang sangat penting bagi perusahaan. Amy pertama kalinya mengikuti acara ramah tamah dan hiburan untuk menjamu klien bersama ayah dan kakak perempuannya. Sebelum acara, ayah dan kakak perempuannya berulang kali mengingatkan Amy untuk bersikap sopan dan hati-hati dalam berbicara. Tetapi pada saat memesan hidangan, Amy mengakui bahwa ia belum pernah makan steak yang termahal di restoran tersebut, jadi ia sangat ingin mencobanya sekali. Karena kejujuran dan sifatnya yang terus terang, Mr. Lim terkesan dengan dirinya. Begitu Amy mulai bekerja pada perusahaan ayahnya, ia menemukan bahwa perusahan tidak mempunyai neraca keuangan yang seimbang, oleh karena itu, ia memulai rencana untuk melakukan reformasi bisnis ayahnya. Pertama, adalah mengurangi personil, dengan memberhentikan pegawai yang berlebihan dan mengerjakan sendiri pekerjaan seperti akuntan, administrasi dan sebagainya sehingga dapat menghemat biaya-biaya seperti gaji pegawai dan biaya akuntan. Pada waktu yang sama, ia juga melakukan reformasi besarbesaran, yaitu mengubah kebiasaan untuk membicarakan bisnis dengan cara menjamu klien melalui acara ramah tamah dan hiburan. Ide ini mungkin akan mendapat dukungan dari sebagian besar masyarakat di zaman sekarang ini, namun di zaman itu, hal itu dianggap sebagai suatu “hal yang mustahil�. Tentu saja, para klien mereasa sedikit tidak nyaman dan menolak perubahan ini dan beberapa dari mereka masih saja meminta acara hiburan seperti biasanya. Menghadapi klien yang seperti ini, Amy tetap dengan sifatnya yang terus terang dan jujur berkata kepada kliennya, “Tidak masalah untuk makan malam bersama, tetapi acara hiburan selanjutnya terserah pada Anda sendiri. Saya dapat mengantarkan Anda ke tempat yang dituju, namun saya
Chapter II: Pertumbuhan Yang Sukar – Masa Muda Amy Lin
tidak akan bergabung dengan Anda dan tentu saja tidak akan membayar tagihannya juga.” Dengan bersikap demikian, ia menunjukkan sikap yang tidak melarang dan juga tidak mendukung. Apabila karena alasan tersebut, kliennya tidak bersedia untuk melanjutkan bisnis dengannya, maka ia juga tidak akan memaksa. Menurut Amy, meskipun harga yang ditawarkan perusahaannya tidak lebih murah daripada perusahaan saingan, namun ia memiliki rasa percaya diri bahwa perusahaannya lebih bertanggungjawab dan akan memberikan pelayanan yang lebih baik. Ia tidak pernah bersaing dengan menurunkan harga dan tetap bersikap toleran terhadap klien yang mengalihkan pesanan mereka, serta menyampaikan kepada klien tersebut: “Jika perusahaan lain kurang ideal bagi Anda, Anda dapat mencari perusahaan kami kembali.” Dengan demikian membuka kesempatan bagi kedua belah pihak untuk bekerjsama kembali. Selain reformasi internal, ia juga mulai mengurangi jumlah kliennya dan meminimalis bisnis mereka. Selain tekstil, ia menghentikan bisnis ekspor yang berskala kecil lainnya. Untuk mencapai keuntungan yang terbaik, sebagian besar perhatiannya difokuskan pada klien-klien yang besar. Banyaknya pengalaman kerja Amy telah memupuk kemampuannya untuk melihat jauh ke depan. Jadi meskipun ia berfokus pada klien yang besar, tetapi ia juga tidak sampai meyinggung klien yang kecil. Ia percaya bahwa: “Klien yang kecil ini mungkin akan menjadi besar pada masa mendatang.” Maka dari itu, ketika ia menerima pesanan dari klien kecil, ia biasanya akan terlebih dahulu melakukan perhitungan, lalu dengan sopan memberitahukan mereka, “Meskipun kami ingin menerima pesanan Anda, namun karena faktor biaya, perusahaan kami mungkin bukan pilihan yang tepat bagi Anda. Namun demikian, saya akan memperkenalkan perusahaan trading lain yang mungkin lebih baik untuk Anda. Apabila ada masalah, perusahaan kami akan bertanggung jawab penuh.” Kemudian ia akan berperan sebagai tuan rumah dan mengundang perusahaan yang lain itu untuk makan malam bersama dan secara formal memperkenalkan kedua belah pihak dan melakukan serah terima pekerjaan tersebut pada saat itu juga. Dengan cara ini, Amy bukan hanya tidak menyinggung klien kecil, namun sekaligus juga menjalin persahabatan dengan perusahaan sesama bidang. Ini membuatnya mendapatkan sebuah aset berharga yang tak berwujud, yaitu
55
Sinar Kecantikan
kepercayaan dan hubungan baik dari perusahaan sesama bidang. Suatu hari pada saat bisnis mereka bertumbuh, perusahaan yang menerima pesanan karena jasa Amy tersebut juga akan membalas budi, dimana mereka akan mengalihkan pesanan kepada perusahaan Amy apabila mereka sudah tidak dapat menanganinya lagi. Inilah yang ia sebut dengan situasi yang sama-sama menguntungkan. Pada mulanya, beberapa pelaku bisnis tidak setuju dengan apa yang dilakukan Amy; namun ia hanya tertawa dan berkata, “Ada sepotong kue di depan saya. Saya bisa mencoba untuk berebutan dengan orang lain untuk mendapatkan kue itu, tetapi tidak peduli siapapun yang mendapatkan kuenya, pihak yang kalah pasti tidak akan bahagia. Namun jika saya memberitahukan kepada pihak lain, bahwa ada sepotong kue di tempat lain dan memintanya untuk segera pergi memakannya, maka setelah ia memakannya dan merasa bahwa kue itu enak, mungkin saja ia akan membagikan sedikit untuk saya, bukankah demikian semua orang menjadi puas dan senang?” 56
Tentu saja, ayah Amy tidak dapat menerima cara Amy yang sangat tidak lazim ini. Menurut ayahnya, Amy telah menyinggung semua kliennya, dan bahkan terhadap klien besar seperti Mr. Lim Por Yen pun ia tidak takut. Pada waktu itu, Mr. Lim bertanya kepada Amy, “Mengapa hargamu lebih tinggi dari orang lain?” dan Amy menjawabnya: “Karena saya percaya bahwa kami lebih bertanggungjawab dan kami memberikan pelayanan yang lebih baik dibandingkan orang lain. Berbicara dari segi bisnis, Anda tentu saja ingin menghemat biaya dan memesan kepada perusahaan saingan kami. Namun saya menyarankan Anda dapat mempertimbangkan untuk memberikan dua per tiga dari pesanan Anda kepada yang lain dan sepertiga dari pesanan Anda kepada saya. Dengan demikian, Anda tidak akan mengeluarkan banyak biaya dan dapat mengembangkan supplier baru yang mungkin akan berguna suatu saat ketika Anda membutuhkan. Bukankah ini sama-sama menguntungkan?” Mungkin dari sisi pengusaha senior, Amy kurang realistis, yang maksudnya kurang seperti “pengusaha”. Ia kurang mempunyai sikap yang perhitungan dalam menghadapi klien dan selalu berusaha yang terbaik untuk membantu meskipun dalam hal-hal di luar bisnis. “Service economy” yang sering dikatakan dalam dunia bisnis saat ini ternyata secara tidak sadar telah dilakukan Amy jauh sebelumnya yaitu pada saat ia masih berumur 18 atau 19 tahun.
Chapter II: Pertumbuhan Yang Sukar – Masa Muda Amy Lin
Karena kejujuran, tanggung jawab dan pelayanan yang baik, Amy dengan cepat mendapatkan kepercayaan dari klien-klien besar. Para klien yang sangat cermat dalam perhitungan ini, akhirnya menyadari bahwa harga yang ditawarkan oleh Amy jika dihitung pula biaya waktu dan biaya pelayanan yang diberikan, maka sebenarnya sama sekali tidak mahal. Oleh karena itu, jumlah pesanan-pesanan besar perlahan-lahan semakin stabil selama Amy bekerja di perusahaan tersebut. Amy yang masih berumur sembilan belas tahun pada waktu itu, telah mengelola bisnis yang seringkali mencapai jutaan dolar, sehingga Amy yang pada waktu itu masih duduk di kelas 3 SMA bukan hanya telah mendapatkan satu juta dolar pertama dalam hidupnya, di saat bersamaan ia pun telah membeli rumah pertamanya. Uang ini adalah uang hasil kerjanya sejak kecil yang ditabungnya sedikit demi sedikit. Sedari kecil Amy mempunyai kebiasaan menabung dan seperti kebanyakan orang pada waktu itu, cara menabungnya adalah dengan membeli emas batangan dan mengikuti klub arisan. Ia menggunakan uang yang diperolehnya dari arisan untuk membeli emas batangan dan menabungnya. Di kelas 3 SMA, ia pertama kali menjadi pencetus arisan dan membeli rumah pertama di hidupnya dengan uang yang diperolehnya dari arisan. Ia ingat harga rumahnya pada saat itu adalah tiga ratus tiga puluh ribu dolar dan untuk renovasi dan perabotan juga menghabiskan sekitar tiga ratus ribu dolar. Penyair Jerman pernah berkata: “Kekayaan adalah baik bagi orang-orang yang mendapatkan kekayaan melalui ketekunan dan yang menggunakan kekayaan itu untuk kebaikan.� Sejak kecil hingga dewasa, harapan dan keinginan Amy yang terbesar adalah adalah mempunyai sebuah rumah yang menjadi milik keluarganya. Jadi Amy membeli rumah ini juga adalah demi ayahnya, dan tentu saja lokasi yang dipilih juga sesuai dengan keinginan ayahnya. Bagi Amy, menggunakan kekayaan dari hasil kerja kerasnya dengan cara seperti ini, barulah kekayaan itu memiliki nilai yang sesungguhnya!
57
Sinar Kecantikan
Kepribadian menentukan takdir; Pilihan menentukan masa depan.
58
Amy yang berwajah manis telah memiliki seorang teman laki-laki yang sangat dekat sejak dari SMA. Pada suatu kali ketika Amy sedang memotong tahu untuk dimasak, karena sifatnya yang tergesa-gesa, maka tidak peduli berapa kali ia mencoba, tetap saja tidak dapat memotong tahu itu dengan rapi. Teman laki-laki yang ada di sebelahnya melihat hal itu dan dengan bercanda berkata, “Kamu sangat tidak sabaran, bagaimana mungkin ada orang ingin menikahimu?� Dengan perangainya yang keras kepala dan tidak mau kalah, ia langsung membalas, “Akan kubuktikan aku akan menikah!� Pada waktu itu kebetulan ada kerabat dari kakak iparnya yang telah berteman dekat dengan Amy sejak kecil, yang juga menjadi tetangganya saat ia tinggal di Kaohsiung. Mr. Lin menyukai Amy dari kecil dan sering membantu Amy dengan pekerjaan rumahnya ketika masih duduk di SD. Dan setelah Amy pindah ke Taipei, Mr. Lin sering datang dari Kaohsiung khusus untuk mengunjungi dirinya. Mr. Lin pernah tinggal di Taipei beberapa waktu lamanya untuk mempersiapkan ujian, dan dalam kesibukannya, ia masih membantu Amy yang waktu itu masih SMP dalam mengerjakan pekerjaan rumahnya. Selain itu, ibu Mr. Lin juga sangat menyayangi dan sering datang mengunjungi Amy yang dari kecil telah kehilangan ibunya. Namun, pada waktu itu Amy hanya menganggap kebaikan Mr. Lin kepadanya hanya sebatas sebuah persahabatan antara teman masa kecil, dan bukan sebuah hubungan cinta antara pria dan wanita. Pada hari itu ketika Amy pulang ke rumah dengan hati kesal terhadap teman laki-lakinya, ibu Mr. Lin kebetulan sedang datang mengunjunginya, maka Amy langsung memberitahu ibu Mr. Lin bahwa ia bersedia untuk bertunangan dahulu dengan Mr. Lin. Semuanya ini seolah-olah seperti kekanak-kanakan, namun sebenarnya adalah kejadian penting dalam kehidupan nyata Amy. Pada
Chapter II: Pertumbuhan Yang Sukar – Masa Muda Amy Lin
waktu tunangan, Mr. Lin kebetulan sedang berada di Amerika Serikat dan begitu Mr. Lin kembali ke Taiwan, ia langsung ke Banqiao untuk melihat Amy. Namun pada waktu itu, sikap Amy terhadap Mr. Lin masih acuh tak acuh yang membuat Mr. Lin merasa sedih dan kembali ke Kaohsiung. Ketika Mr. Lin mendengar dari ibunya bahwa ia telah bertunangan dengan Amy, maka dengan gembira ia naik kereta malam dan berangkat kembali ke Banqiao. Mr. Lin bertanya kepada Amy, “Kita sudah bertunangan, mengapa kamu tidak menghiraukan saya?” Amy berkata kepadanya dengan serius, “Kita lebih baik tidak menikah, kalau tidak kamu akan menyesal nantinya.” Tetapi Mr. Lin berkata bahwa mereka dapat mencobanya dan ia bersedia memberikan waktu lima tahun bagi Amy untuk beradaptasi dan mengembangkan hubungan mereka. Keputusannya untuk mengikat perjanjian kawin di usia sembilan belas tahun tanpa memberitahu keluarganya adalah langkah yang sangat berani, tidak hanya pada masa itu namun juga pada masa sekarang ini. Tentu saja, keluarganya sangat menentang keputusan ini, terutama ayahnya. Setelah ibunya meninggal, ayahnya tidak menikah lagi sepanjang sisa hidupnya. Kedua kakak perempuannya meninggalkan keluarganya ketika mereka menikah pada umur delapan belas tahun. Jadi selama ini sepertinya Amy dan ayahnya berdua saling bergantung sama lain dalam menjalani kehidupan. Ayah Amy menentang hal ini terutama adalah karena ia merasa bahwa Amy tidak benar-benar telah memikirkan hal ini dengan matang, dan di sisi yang lain, ayahnya tidak ingin ia terlalu cepat meninggalkan rumah. Amy sendiri juga mengetahui dengan jelas dalam hatinya bahwa dirinya adalah orang yang aktif dan ambisius, sedangkan calon suaminya adalah orang yang santai dan dewasa, perbedaan sifat keduanya seperti utara dan selatan. Namun karena Amy telah berjanji pada ibu Mr. Lin, ia berpikir walau bagaimanapun ia harus menepati janjinya. Oleh karena itu, meskipun ditentang oleh keluarganya, ia tetap mengadakan upacara pertunangan formal pada tahun ia lulus dari SMA dan langsung menikah enam bulan setelahnya. Jika dilihat dari sudut pandang perempuan tradisional, kehidupan Amy setelah menikah sangat bahagia. Ia dicintai oleh suaminya, tidak memiliki masalah dengan ibu mertuanya dan tidak perlu kuatir akan ekonomi, benarbenar kehidupan yang membuat semua orang iri. Namun bukanlah Amy jika ia puas dengan hidupnya yang seperti ini. Ia dan suaminya memiliki
59
Sinar Kecantikan
perbedaan yang besar dalam menghadapi masalah dan cara berekspresi. Suaminya menyukai kehidupan yang aman dan stabil dan melakukan segala sesuatu dengan tidak tergesa-gesa; dan Amy bersifat tergesa-gesa dan sangat aktif. Yang satu cepat, yang lainnya lambat, ini membuat jarak antara mereka berdua semakin besar. Pada lima tahun pertama pernikahan mereka, Amy telah mendirikan perusahaannya sendiri, mempunyai tiga unit rumah atas namanya sendiri dan melahirkan dua orang anak laki-laki. Suaminya memiliki pemikiran yang sama dengan ayahnya. Mereka tidak dapat mengerti mengapa Amy masih ingin bekerja demikian kerasnya padahal ia sudah berkecukupan dan tidak perlu kuatir akan ekonominya? Setelah lima tahun, mereka berdua yang tadinya memiliki perbedaan kepribadian berubah menjadi perbedaan tujuan hidup. Meskipun mereka tidak pernah bertengkar dan juga tidak ada pihak ketiga, namun demi mendapatkan ruang untuk mengembangkan diri lebih lagi, Amy mengajukan permintaan cerai.
60
Ia berkata kepada suaminya, “Tujuan dari kehidupan adalah menyelesaikan mimpi yang belum menjadi kenyataan.” Suaminya bingung dan bertanya, “Sebenarnya berapa banyak mimpi yang kamu miliki?” Amy dengan terbuka berkata, “Setiap menit setiap detik saya sedang merajut mimpi jadi mimpi saya tidak akan pernah selesai selamanya.” Lalu, suaminya bertanya lagi, “Kapan kamu bersedia untuk hidup tenang?” Ia berkata, “Sekarang ini saya sangat tenang, karena saya tahu dengan jelas apa yang saya ingini. Saya suka merasa dibutuhkan, perasaan seperti itu sangat luar biasa.” Meskipun sang suami tidak rela, tetapi demi menghormati keputusan Amy dan memberikan apa yang diinginkannya, apa yang membuatnya bahagia, yaitu sebuah dunia untuk mengembangkan talentanya, maka akhirnya sang suami pun setuju untuk bercerai. Pada waktu itu, satu-satunya permintaan suaminya adalah agar Amy tidak membawa kedua anaknya pergi darinya. Setelah berpikir berulang-ulang, menurut Amy, sehari-hari suaminya sangat sayang dengan anak-anaknya, dan ditambah lagi ia akan memulai kehidupan yang baru, jadi sebenarnya suaminya lebih cocok untuk mengasuh
Chapter II: Pertumbuhan Yang Sukar – Masa Muda Amy Lin
anak-anaknya dibandingkan dengan dirinya. Pada tahun 1983, Amy setuju untuk menyerahkan anak-anaknya serta meninggalkan dua rumah dan perusahaannya kepada suaminya. Ia sendiri meninggalkan rumah yang telah ditempatinya selama lima tahun. Amy selalu menyimpan rasa terima kasih dalam hatinya atas toleransi dari mantan suaminya serta cinta dan perhatiannya selama lima tahun mereka menikah. Setelah bercerai, mereka tetap menjaga hubungan persahabatan yang baik, dan cara Amy berinteraksi dengan kedua anak laki-lakinya adalah seperti teman begitu harmonisnya. Dalam hati anak-anaknya, Amy adalah seorang ibu yang selalu riang, tidak perhitungan akan hal-hal yang kecil, ambisius, dan mencintai kehidupan. Setelah bercerai, Amy kembali ke titik awal, namun ia masih tetap optimis dan percaya diri seperti dulu. Ia percaya bahwa akhir dari segala sesuatu adalah awal dari sesuatu yang baru. Keputusannya hari ini untuk memilih pergi adalah untuk menciptakan kemungkinan yang lebih banyak bagi dirinya di masa depan. Dengan menggunakan sisa sedikit uang tunai di tangannya, ia pergi berwisata ke Asia Tenggara. Menurut Amy, istirahat adalah supaya kita dapat berjalan lebih jauh, dan supaya setelah kembali, kita siap untuk suatu permulaan yang baru.
61
Sinar Kecantikan
62
Kutipan Terkenal “Dalam kehidupan ini, kita bukan bertanding dalam konflik, melainkan bertanding dalam ketekunan. Kita tidak memperebutkan kehebatan sesaat, melainkan memperebutkan siapa yang paling gigih bertahan. Kita tidak mengejar yang sesaat, melainkan yang untuk selamanya!�
Amy Lin
Bab III Suka Duka Transformasi – Amy Lin Dewasa Menjadi sibuk adalah kebahagiaan terbesar.
“Keyakinan hidup saya adalah untuk bekerja, yaitu untuk mendalami misteri alam dan membuatnya bermanfaat bagi kebahagiaan umat manusia, untuk melihat banyak hal dengan ceria dan bekerja untuk kebahagiaan umat manusia.� - Penemu asal Amerika, Thomas Edison
Sinar Kecantikan
Akhir dari sesuatu adalah permulaan sesuatu yang lain. Berjuang untuk menciptakan kehidupannya sendiri.
68
Amy bercerai pada tahun 1983 saat ia masih berumur 28 tahun. Ia memulai kembali hidupnya dengan sebuah perusahaan satu orang dan menjalankan perusahaan kecil tersebut dengan menerima pekerjaan case by case. Karena sebelumnya ia telah memiliki banyak koneksi, koneksi-koneksi ini sangat berguna dan banyak membantunya. Di akhir tahun 1985, ia akhirnya dapat bernafas lega karena bisa bebas secara finansial. Amy mulai berdandan kembali, membeli perhiasan berharga dan benda-benda mewah untuk menyemangati dirinya sendiri. Pada waktu Amy masih muda, ia merasa tidak puas dengan bentuk tubuhnya. Amy yang suka tampil cantik ini bahkan merasa tidak percaya diri karena masalah proporsi tubuhnya, terutama setelah melahirkan dua orang anak. Ia bahkan mempunyai perasaan minder. Setelah mendapatkan penghasilan yang baik, ia akhirnya mempunyai waktu dan kemampuan untuk menghadapi masalah yang telah menganggunya sejak lama ini. Ia pernah berpikir untuk mencoba pengobatan dengan cara injeksi, namun tidak melakukannya karena takut akan resiko kanker. Ia juga telah beberapa kali berkonsultasi dengan dokter bedah plastik untuk memperbaiki bentuk tubuhnya melalui operasi pembesaran payudara, namun setibanya di pintu masuk rumah sakit, ia takut dan mengurungkan niatnya lalu kembali ke rumah. Amy yakin bahwa ia bukanlah satu-satunya wanita yang terganggu oleh masalah bentuk tubuh dan wanita yang memiliki masalah ini pasti tidak sedikit jumlahnya. Ia bingung mengapa tidak ada sebuah mesin dimana Anda dapat memasukkan wanita yang gemuk ke dalamnya dan kemudian keluar menjadi wanita yang kurus. Pertanyaan seperti ini memicu ketertarikan Amy
Chapter III: Suka Duka Transformasi – Amy Lin Dewasa
untuk mendalami lebih lagi karena ia adalah seorang yang sangat peka akan kesempatan bisnis. Oleh karena itu, ia mulai merancang “pembentuk tubuh” yang ideal menurutnya. Dikarenakan di keluarga Amy ada yang mempunyai usaha yang berkaitan dengan molding, oleh karena itu ia membuat cetakan dewi kecantikan Venus dengan menggunakan gips. Namun demikian, Amy mendapati bahwa tidaklah mungkin membentuk lekuk tubuh yang memuaskan dengan menempatkan dua buah gips yang tebal pada tubuh; jadi ia pun kemudian berpikir tentang baju besi tentara di era Romawi, tetapi itu terlalu berat. Akhirnya, ia memperbaiki idenya, “seharusnya itu adalah bahan yang ringan dan lembut”, apakah dengan menggunakan perban yang mengikat seluruh tubuh seperti membuat mumi? atau membuat baju kulit dengan model pakaian dalam? Namun, kedua metode ini tetap saja dapat mengganggu pergerakan tubuh. Meskipun ide dan rancangannya perlahan-lahan semakin mendekati kenyataan, namun tetap tidak dapat terbentuk secara konkret. Gagasan fantastis Amy terjebak dalam kesulitan, dan keadaan seperti itu terus berlangsung selama beberapa waktu sehingga membuatnya sangat kecewa. Hingga suatu hari, pada saat berada di Tajia, ia melihat seorang nenek tua sedang mengenakan korset model lama dan sedang berusaha keras untuk mengaitkan sederet kancing di sekitar pinggang. Tiba-tiba, Amy terbuka pikirannya dan hatinya berkata: “Bukankah ini yang saya inginkan?” Ia bertanya pada nenek tersebut, “Apakah mengenakan korset dapat membentuk lekuk tubuh?” Nenek itu balik bertanya, “Lihatlah tubuh saya. Bagaimana menurutmu?”Amy melihat nenek tua itu dengan seksama, dengan usia delapan puluhan tahun, tubuh nenek itu tidak hanya bagus, tetapi yang terpenting payudaranya pun masih sangat kencang. Namun nenek tersebut kemudian melanjutkan, “Korset harus dikenakan sejak muda untuk terus menjaga bentuk tubuh, demikian baru akan terlihat efeknya. Jika postur tubuh sudah berubah dan tidak baik, atau baru mengenakan korset di usia seperti kamu, maka sudah terlambat.” Tidak diragukan lagi, apa yang dikatakan nenek itu seperti menuangkan air dingin kepada rencana Amy, tapi ia tidak berkecil hati. Ia mengambil korset dua potongan milik nenek itu bersama dengan gagasannya tentang “pembentuk tubuh”, dan terbang ke Jepang. Tadinya tujuan Amy terbang ke
69
Sinar Kecantikan
Jepang adalah untuk menjalani operasi pembesaran payudara, namun sama seperti di Taiwan, begitu sampai di depan pintu rumah sakit, ia takut dan tidak berani melangkahkan kakinya untuk masuk. Di Jepang, Amy menemukan sebuah perusahaan tekstil yang spesialis dalam membuat pakaian dalam dan ia secara langsung mengungkapkan gagasan barunya tentang “pembentuk tubuh” kepada divisi desain pada perusahaan tersebut. Dulu, fungsi utama pakaian dalam adalah untuk melindungi dan mempercantik payudara, dan juga untuk mencegah payudara kendur atau melebar. Namun konsep baru Amy adalah sebuah pembentuk tubuh, dimana artinya efek perubahan lekuk tubuh harus tercapai dalam keadaan volume tubuh tidak berubah. Perusahaan ini beranggapan bahwa idenya sangat menarik dan setuju untuk meminta kepala divisi desain memimpin proyek penelitian ini.
70
Pada awalnya, perusahaan Jepang telah merancang sebuah “body inch-mining machine”, yang dapat mengkomputerisasi, mensimulasikan, menganalisis dan mencatat lekuk dan transformasi tubuh. Para teknisi telah menggunakan konsep “memperbaiki dan melengkapi”, serta prinsip “pergeseran lemak” untuk mengubah lekuk tubuh. Namun menggunakan teori ini, mereka tetap mengalami kesulitan dalam membuat sebuah pakaian dalam yang bisa mengubah lekukan tubuh. Apalagi perusahaan Jepang tersebut melakukan modifikasi dengan menggunakan produk pakaian dalam yang sudah ada, oleh karena itu setelah diuji, tetap tidak dapat memberikan hasil yang diharapkan. Para desainer menghabiskan waktu dua tahun dan tetap tidak menemukan cara yang tepat, sehingga mereka menjadi putus asa. Suatu hari, desainer tersebut pergi memancing di danau. Karena ia tidak berhasil menangkap ikan apapun, ia kesal dan mulai mengambil batu kecil di sekitar kakinya dan membuangnya ke air. Tindakan kekesalan ini ternyata membuatnya melihat riak air yang ditimbulkan oleh batu kecil sehingga ide melintas di kepalanya dan ia pun mulai melempar batu ke air dari berbagai sudut untuk menimbulkan riak air. Melihat fenomena alam dimana tempat terakhir jatuhnya batu tersebut menghasilkan lapisan-lapisan riak air baru kemudian batu tenggelam ke dalam air, membuatnya mengerti apa yang dimaksud dengan teori tekanan. Ia akhirnya mengerti teori dalam mendesain pakaian dalam pembentuk tubuh: cukup dengan mengubah “energi kinetik”
Chapter III: Suka Duka Transformasi – Amy Lin Dewasa
menjadi “energi potensial” seharusnya dapat membuat gagasan itu menjadi kenyataan. Perusahaan tekstil tersebut tadinya mendesain pakaian dalam dengan cara yang tradisional dan menggunakan kain yang “bertekanan merata”. Namun belakangan, sesuai dengan prinsip riak air, mereka menggunakan teknik tenunan bujur lintang dan jahitan yang khusus untuk menghasilkan tekanan yang berbeda, yakni kuat, sedang, dan lemah, dan juga teknik tekanan yang tersegmen secara horizontal dan vertikal untuk mendapatkan efek pergeseran lemak. Setelah lewat waktu dua tahun, akhirnya gagasan Amy terealisasi dimana sebuah produk baru pakaian dalam pembentuk tubuh berhasil dikembangkan.
71
Sinar Kecantikan
Tetaplah gigih di tahap awal, karena tidak ada yang mudah pada awalnya, dan hanya mimpi yang dapat membuatmu terus maju.
72
Pada bulan September 1987, perusahaan Jepang tersebut memberi tahu Amy untuk terbang ke Jepang mencoba produk baru itu. Begitu ia mencobanya, efeknya langsung terlihat. Ketika ia mengenakan produk baru itu pulang ke rumah, keluarga dan teman-temannya mengira Amy berhasil menjalani operasi plastik di Jepang. Oleh karena itu, Amy semakin yakin bahwa idenya benar dan ia berharap produk ini bisa membantu banyak wanita yang ingin memiliki tubuh indah seperti dirinya. Jadi, Amy memutuskan untuk mempromosikan produk baru ini di Taiwan dengan semaksimal mungkin. Awalnya, Amy meminta anggota keluarga dan teman-temannya untuk mencoba pakaian dalam pembentuk tubuh tersebut untuk menguji produk. Pada masa pengujian itu, ia menemukan bahwa perusahaan Jepang mengembangkan pakaian tersebut sesuai dengan ukuran dan bentuk tubuh wanita Jepang, sedangkan wanita Taiwan memiliki pinggang yang lebih panjang, oleh karena itu perlu dilakukan sedikit penyesuaian pada produk tersebut. Jadi Amy kemudian mengumpulkan dan memberikan banyak data tentang tubuh wanita Taiwan kepada perusahaan Jepang sebagai referensi dalam melakukan modifikasi pada pembentuk tubuh tersebut. Meskipun efek produk tersebut bagus dan juga mendapatkan banyak tanggapan yang baik, namun keluarga dan teman-teman Amy menentang gagasan Amy untuk memulai bisnisnya sendiri. Mereka tidak mengerti mengapa Amy ingin melepaskan karirnya yang stabil dan bagus, dan masuk ke dalam sebuah bisnis yang baru. Lagipula teman-temannya yang telah mencoba dan mengakui efek luar biasa dari produk tersebut, mereka tidak bisa menerima harga produk itu yang mencapai dua ribu dolar. Pada saat itu, merek yang terkenal di pasaran seperti Wacoal, menjual satu set pakaian dalam dengan harga hanya tiga atau empat ratus dolar saja. Dan meskipun pakaian dalam
Chapter III: Suka Duka Transformasi – Amy Lin Dewasa
impor harganya mencapai tiga atau empat ribu dolar, namun desainnya yang berenda dan seksi itu jauh lebih disukai dibandingkan dengan pakaian dalam pembentuk tubuh yang membungkus tubuh dengan rapat-rapat. Kebanyakan orang melihat “pakaian pembentuk tubuh” itu sebagai “pakaian dalam tradisional”, oleh karena itu tidak ada orang yang merasa optimis dengan bisnis barunya. Banyak komentar-komentar negatif dari segala arah, “Bisnis ini tidak dapat dikerjakan”, “Ini tidak akan jalan”, “Produk ini tidak akan laku dijual”, “Tidak ada orang yang akan menerimanya”, dan seterusnya. Amy benar-benar terpukul saat itu. Dalam hatinya, keuntungan bisnis ini bukanlah fokus utamanya. Dan yang membuatnya frustrasi adalah keraguan orang lain atas keputusan dan kemampuannya, “Apakah visi saya sangat buruk?”, “Apakah indra bisnis saya hilang?” dan berbagai keraguan lainnya. Di sisi lain, hal ini memicu semangat Amy yang ingin menang dan membangkitkan tekadnya yang kuat untuk “harus sukses”. Saat ia sedang berada di persimpangan arah untuk menentukan pilihan hidupnya yang terpenting, secara kebetulan banyak sekali peluang bisnis lainnya yang bermunculan. Pada waktu itu, banyak orang yang mengajak Amy untuk investasi dalam sebuah bisnis yang baru, sehingga membuatnya kesulitan untuk menentukan di antara dua pilihan. Setelah melewati masamasa kerisauan, Amy percaya bahwa dengan menutup semua jalan yang ada sehingga tidak ada jalan untuk balik, barulah ia dapat berkonsentrasi pada bisnis baru “pakaian dalam pembentuk tubuh”. Karena itu, ia mengakhiri pekerjaan-pekerjaannya yang lain, membakar kartu nama dari semua koneksi dan tidak menjalin hubungan dengan teman-teman bisnisnya dahulu. Untuk memperkuat tekadnya memulai bisnis dari nol, Amy bahkan menyimpan semua perhiasannya ke dalam safe deposit box di bank dan berpenampilan sederhana. Amy menjelaskan, “Karena pakaian dalam pembentuk tubuh harus diukur dan dicoba, jika saya memakai cincin, itu dapat dengan mudah mengait dan merobek renda pakaian dalam itu dan membuat produk menjadi cacat.” Ia menempatkan dirinya di medan perang yang baru dan membuat dirinya memulai sebuah awal yang baru. Amy mengingat saat ia bekerja di perusahaan dagang dulu, setiap pesanan yang ia tangani bernilai mulai dari ratusan ribu dolar sampai jutaan dolar. Namun sekarang saat ia terjun dalam bisnis pakaian dalam pembentuk
73
Sinar Kecantikan
tubuh, satu pesanan hanya bernilai tiga ribu, lima ribu dan yang paling besar hanya sepuluh sampai dua puluh ribu dolar. Untuk menjadi terbiasa dengan perbedaan yang jauh ini, Amy telah melakukan banyak usaha dan persiapan hati. Pada awal karir pakaian pembentuk ini, Amy mengalami banyak kegagalan dan masalah terbesarnya adalah tim penjualan. Manajer tim penjualan membuat segala macam alasan untuk mengundur-undur pembayaran kepada perusahaan. Jadi, angka penjualan yang tercatat pada pembukuan cukup tinggi, namun pendapatan yang sebenarnya tidak seperti yang diharapkan. Akhirnya, tidak hanya manajer tim penjualan kabur dengan membawa uang tersebut, para sales lainnya juga ikut berhenti dari perusahaan, sehingga Amy menderita banyak kerugian.
74
Yang kedua, adalah masalah pelanggan. Ada pelanggan baru ada penjualan, ada penjualan baru ada pendapatan. Namun, di masa-masa awal karir ini, dimanakah kita bisa mendapatkan pelanggan? Bahkan Amy sendiri pun tidak tahu. Namun demikian, ia tetap bertekad kuat membawa sebuah koper dan tidak peduli kemanapun asalkan saja ada kesempatan, Amy selalu siap untuk memperkenalkan dan menjual produknya serta berusaha untuk mengembangkan pasar yang baru. Dalam kekacauan tersebut, Amy dengan cepat menyusun logika dan caranya sendiri untuk mengembangkan bisnis pakaian pembentuk ini. Menurutnya Taiwan adalah tempat multi-etnis, dimana orang Hakka memiliki budaya paling hemat diantara yang lainnya. Jika orang Hakka bisa menerima pakaian pembentuk yang dianggap sebagai produk mahal, maka itu membuktikan bahwa produknya memiliki pasar. Jadi, Amy pertama-tama memusatkan perhatian di area Miaoli dimana terdapat banyak orang Hakka sebagai sasaran utamanya. Ketika sampai di Miaoli, kebetulan ada sebuah rumah di samping jalan. Dengan alasan meminta izin untuk menggunakan toilet, Amy mengambil kesempatan untuk menguji pasar. Kemudian, ia mengobrol dengan nyonya rumah itu dan mulai membicarakan tentang karir barunya saat nyonya rumah tersebut bertanya tentang pekerjaannya. Nyonya rumah itu bahkan bersedia mencoba pakaian pembentuk dan merasa puas dengan produk tersebut. Namun, sang suami masih ragu-ragu saat ditawarkan untuk menjadi distributor. Amy
Chapter III: Suka Duka Transformasi – Amy Lin Dewasa
menghabiskan waktu hampir lima jam hingga akhirnya berhasil membujuk tuan rumah itu. Waktu itu hari sudah malam, dan tuan rumah itu akhirnya menjadi generasi pertama distributor EASECOX. Tentu saja banyak kesulitan yang dihadapi untuk mengembangkan bisnis. Terkadang, pemilik toko tidak menyukai produknya dan mereka langsung dan begitu saja membuang produknya. Namun dengan semakin banyaknya pengalaman, Amy menertawakan dirinya sendiri adalah “Penangkap Terbaik�, yang bisa dengan gesit menangkap produk yang dibuang oleh mereka. Ada kalanya juga, pemilik toko memberi Amy dukungan dengan berjanji memajang produk Amy di toko mereka. Namun, saat Amy mengunjungi tokotoko tersebut di kemudian hari, ia mendapati bahwa kotak produknya tertutup oleh lapisan debu yang tebal. Pemilik toko tersebut ternyata bahkan tidak membuka kotaknya apalagi memajangnya di toko mereka. Amy menyatakan bahwa pengalaman yang paling mengesankan adalah suatu kali ada seorang pelanggan besar datang ke perusahaannya dan memesan dua set lengkap untuk setiap ukuran. Pelanggan tersebut membayar dengan sebuah cek dan kemudian mengambil satu set produk saat itu juga, dan meminta staf perusahaan Amy untuk mengirim satu set lainnya lewat pos. Ketika staf tersebut dengan semangat memberitahu Amy tentang hal itu, Amy memutuskan untuk mengunjungi pelanggan tersebut secara langsung. Jadi dengan alasan hendak mengantarkan produk, Amy pergi ke alamat yang diberikan. Ketika tiba di lokasi, Amy baru tahu ternyata pelanggan tersebut adalah pabrik pakaian dalam. Ia menyaksikan sendiri bagaimana satu set pakaian dalam yang telah diambil oleh pelanggan tersebut, tergunting sepotong-sepotong dan siap untuk dijadikan contoh. Dan set yang kedua disiapkan untuk menjadi bahan perbandingan dengan produk tiruan tersebut. Mengetahui keadaan itu, Amy tentu saja tidak mungkin memberikan set yang kedua kepada mereka. Namun, produk palsu dari pabrik tersebut akhirnya tetap masuk ke pasaran menggunakan nama yang sama yaitu “Pakaian Dalam Magic� dan dijual melalui supermarket-supermarket. Tetapi karena faktor kualitas dan cara pemasaran serta hal lainnya, pabrik peniru tersebut akhirnya bangkrut.
75
Sinar Kecantikan
Usaha dan tenaga yang dikeluarkan Amy tidak sebanding dengan pendapatannya, angka penjualan tidak menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Semua kegagalan yang tidak terhitung ini tidak membuat Amy mundur, sebaliknya ia bahkan tetap bertekad kuat mengerjakan bisnisnya dengan berani. Ia telah memilih sebuah industri yang saat itu dinilai sangat tidak populer dan dengan produk yang tak terlihat pasarnya, sebagai ujian dalam karir bisnisnya dan juga titik awal dari mimpinya.
76
Chapter III: Suka Duka Transformasi – Amy Lin Dewasa
Orang yang melakukan hal-hal yang besar tidak kuatir dengan hal-hal yang kecil. Koreksi kesalahan dan tentukan arah ke depan. Ketika Amy memulai perusahaannya, sebenarnya ia memiliki banyak kesempatan lain untuk menghasilkan uang. Tahun 1988 adalah masa dimana pasar saham Taiwan meledak tinggi. Nilai properti pada saat itu juga melejit pesat dan perusahaan investasi bawah tanah mendapatkan banyak keuntungan. Amy pernah berinvestasi di pasar properti sehingga ia pun mendapatkan keuntungan yang lumayan. Meskipun ia tahu bahwa terus berinvestasi di pasar properti pasti akan membawa keuntungan yang lebih banyak baginya, namun Amy melepaskan peluang mudah untuk menghasilkan uang itu di tengah jalan. Pada waktu itu yang dipikirkan Amy sangatlah sederhana. Baginya semua bisnis yang bisa mendapatkan keuntungan besar dalam waktu yang singkat bukanlah bisnis jangka panjang. Yang dipikirkannya adalah bisnis dengan pengelolaan yang berkelanjutan, dan karena itu, tanpa mempedulikan pendapat orang lain, ia bersikeras untuk mendorong bisnis pakaian pembentuk ini menjadi yang terutama dalam hidupnya. Setelah satu tahun masa-masa sulit, “EASECOX” secara resmi didirikan pada tanggal 10 September 1988. Pada saat yang sama, Amy menciptakan mereknya sendiri “EASECOX” yang secara resmi memasarkan pakaian pembentuk sebagai nilai jualnya. EASE berarti “bebas dan rileks” sedangkan COX memiliki arti “mengambil kemudi”. “EASECOX” berarti konsumen cukup berjalan mengikuti arah EASECOX, maka mereka dapat menguasai arah hidupnya. Menurut Amy, dimana tempat ada wanita, maka di situ pasti ada pasar untuk pakaian pembentuk. Oleh karena itu, sejak awal Amy tidak bermaksud untuk membatasi pengembangan EASECOX secara lokal atau daerah, dan tujuan untuk menciptakan merek sendiri juga merupakan persiapan untuk memasuki pasar internasional.
77
Sinar Kecantikan
Nama asli Amy adalah Lin, Su-Zhu (林素珠). Ketika SMA, ia menggunakan nama “Lin, Ya-Zhu” (林雅竹) sebagai nama pena untuk berkomunikasi dengan teman-teman penanya (huruf “zhu” (竹) dalam bahasa Mandarin berarti “bambu”). Menurutnya meskipun bambu tidak sekuat pohon, namun bambu bisa tumbuh tinggi dengan bentuk yang panjang dan tajam, serta sangat fleksibel saat bergoyang tertiup angin; Inilah nilai yang ingin diikutinya dalam menjalani hidup. Saat mendirikan perusahaan dan menamai perusahaannya, Amy merasa huruf “zhu” (竹) terlalu lemah, oleh karena itu ia memutuskan untuk menggunakan huruf “zhu” (竹) sebagai gantinya.
78
“Zhu” (筑) adalah alat musik Cina kuno, yang berbentuk seperti kecapi dan dimainkan dengan menghentakkan bambu pada senar. Meskipun ada yang menyarankan agar ia menambahkan beberapa garis di bawah huruf “zhu” supaya nasibnya lebih baik, namun menurut Amy dirinya yang sekarang ini telah cukup, tidak berkelebihan juga tidak berkekurangan, dan selain itu ia juga percaya bahwa asalkan kita mau berusaha, menggunakan cara yang benar, memilih strategi yang tepat, ditambah dengan manajemen yang baik, maka pasti akan sukses. Oleh karena itu, ia tidak mempedulikan ilmu penamaan itu. Pada hari pembukaan, hanya 20 sampai 30 orang kerabat dan distributor yang hadir untuk memberikan selamat. Amy menjabat sebagai General Manager, namun tidak mengambil gaji; Kantornya saat itu adalah rumah pribadinya, dan ia hanya memperkerjakan dua orang staf. Karena tahap awal saat memulai bisnis sangatlah sulit, jadi menghemat adalah prinsip yang terutama saat itu. Otak bisnis Amy sudah perlahan-lahan terlihat dari sejak kecil, dan setelah memulai bisnisnya sendiri, orang-orang semakin melihat kemampuannya dalam berorganisasi dan memimpin. Pada tahun pertama, Amy telah menetapkan tujuan bisnisnya untuk mencari tiga puluh orang distributor dengan omset bulanan sebesar tiga ratus ribu dolar, dengan kata lain, ia telah menargetkan omset tahunan perusahaan setidaknya mencapai sembilan juta dolar. Pada awalnya, perusahaan mengadopsi strategi pemasaran “dua jalur”, dimana yang pertama adalah melalui pusat perbelanjaan, toko umum, dan toko pakaian dalam dll; Dan yang kedua adalah, melalui sales perusahaan yang langsung menjual produk kepada konsumen atau secara grosir.
Chapter III: Suka Duka Transformasi – Amy Lin Dewasa
Setiap toko yang baru bergabung dan bersedia menjadi distributor EASECOX, perusahaan akan mengirim desainer pakaian pembentuk tubuh untuk menawarkan pelayanan di toko tersebut selama beberapa waktu, dan terakhir didapati bahwa asalkan ada desainer di dalam toko tersebut, maka produk biasanya akan terjual dengan cepat. Menjual pakaian pembentuk tubuh membutuhkan pengetahuan profesional untuk memberikan penjelasan, oleh karena itu Amy berharap para pengelola toko dapat ikut serta dalam pelatihan di perusahaan. Setelah menyelesaikan pelatihan, mereka tidak hanya memiliki kemampuan untuk memberi penjelasan secara profesional saat menjual produk, tetapi juga dapat mengenalkan toko lainnya untuk menjadi distributor EASECOX. Saat itu, Amy merumuskan serangkaian program insentif, termasuk bonus mereferensikan toko baru yaitu sebesar 2% dari jumlah pemasukan barang toko baru tersebut. Program insentif itu tampak sempurna, namun kemajuan ekspansi bisnisnya masih lamban, dimana sebulan rata-rata hanya tiga atau empat toko baru yang bergabung dalam program mereferensikan toko EASECOX. Dalam proses mengelola dan mengembangkan perusahaan, kita harus terus memperbaiki kesalahan dan membetulkan arah perusahaan, tentu saja tidak terkecuali untuk Amy yang gesit sedari kecil. Untungnya, Amy selalu berpikiran terbuka untuk menerima pendapat orang lain. Jadi ketika ada seorang distributor dari wilayah tengah mengusulkan kepada Amy untuk menjual produk dengan cara penjualan langsung, Amy menanggapi saran itu dengan serius dan memikirkan kemungkinan untuk melakukan hal itu. Amy berpikir bahwa pakaian pembentuk harus melalui proses pengukuran tubuh dan langsung dicoba serta membutuhkan penjelasan secara profesional, oleh karena itu, pelayanan satu terhadap satu lebih tepat daripada cara pelayanan satu terhadap banyak orang seperti di pusat perbelanjaan. Amy mulai menyesuaikan arah pemasarannya secara bertahap. Ia setuju agar distributor tersebut mengundang teman-teman atau pelangganpelanggannya untuk menghadiri seminar yang diadakan oleh perusahaan guna melatih orang-orang tersebut secara langsung. Pada hari itu diperkirakan ada lebih dari tiga puluh orang yang akan hadir dan ruang pertemuan juga telah disewa di sebuah hotel di daerah Taichung.
79
Sinar Kecantikan
Namun hotel tersebut tiba-tiba membatalkan sewa ruang pertemuan itu sehingga penyelenggaraan seminar menghadapi masalah. Belakangan Amy baru mengetahui bahwa ternyata perusahaan pemasaran lokal sangat panik saat mendengar bahwa EASECOX akan mengadakan seminar, sehingga mereka bersama-sama menghalangi penyelenggaraan seminar tersebut dengan meminta hotel tidak boleh menyewakan tempat atau mengancam bahwa untuk selanjutnya mereka tidak akan menyewa tempat di hotel itu. Namun demikian, Amy tetap tenang dan mencari sebuah cafe untuk mengadakan pelatihan tersebut. Meskipun hanya tersisa sepuluhan orang yang hadir dan walaupun karena faktor tempat, mereka hanya dapat menggunakan toilet sebagai ruang ganti, Amy tetap melakukannya dengan tekun sesuai dengan rencananya yang semula.
80
Kerja keras pada akhirnya akan membuahkan hasil. Setelah seminar tersebut, ada tiga atau empat orang peserta bersedia bergabung dengan EASECOX menjadi distributor. Berbagai kesulitan membuat Amy mengevaluasi strategi pemasarannya. Ia terus bertanya pada dirinya sendiri,� Jika menurut saya ini adalah produk yang baik, mengapa orang lain tidak tertarik? Pasti ada yang salah dengan cara saya.� Ia bertanya lagi kepada dirinya sendiri, “Jika saya adalah konsumen, saat saya melewati etalase di pusat perbelanjaan dan melihat pakaian dalam ini, akankah saya berhenti dan melihat-lihat pakaian dalam yang modelnya terlihat tradisional ini?� Dan akhirnya ia mengerti, jika produk tersebut tidak dapat menarik konsumen pada saat pandangan pertama, maka meskipun fungsi produk tersebut sangat luar biasa namun tetap saja tidak ada yang peduli. Jadi kemudian ia menyadari bahwa jika pakaian pembentuk tetap dijual di toko, pada akhirnya pasti akan gagal. Setelah refleksi yang mendalam, Amy mendapatkan beberapa kesimpulan yang sangat penting: 1. Pakaian pembentuknya tidak dapat bersaing dengan pakaian dalam tradisional dalam hal tampilan dan harga. Hanya dengan menekankan efek fungsional dari pakaian pembentuk barulah bisa menunjukkan keunggulannya dan mendapatkan posisinya di pasaran.
Chapter III: Suka Duka Transformasi – Amy Lin Dewasa
2. Jika pakaian pembentuk diposisikan sebagai pakaian dalam tradisional oleh konsumen, maka produk itu telah kehilangan daya saing dan menjadi kurang nilainya. 3. Pakaian pembentuk harus mendapatkan posisi yang baru di pasaran, yaitu bahwa EASECOX menjual “fungsi pembentukan dan lekuk tubuh” dan bukan pakaian dalam biasa. Dengan pemahaman di atas, menurut Amy perlu untuk mengatur kembali strategi pemasaran perusahaan. Amy mengaku bahwa tidaklah mudah untuk mengakui bahwa semua usaha yang telah dilakukan sebelumnya adalah kegagalan, namun demikian ia tetap dengan tekadnya untuk menyusun ulang berbagai strategi yang sesuai. Pertama-tama, Amy menetapkan beberapa prinsip: Prinsip No. 1 - Sebelum konsumen memasuki ruang desain, pastikan untuk tidak memperlihatkan pakaian pembentuk, karena produk yang dijual perusahaan bukan “pakaian dalam” tetapi “lekuk tubuh”. Oleh karena itu, Amy menciptakan serangkaian kata-kata dan mengajarkannya kepada para sales: “Ada sebuah produk yang dapat membantu Anda mendapatkan bentuk tubuh yang baru dan memuaskan, tanpa suntikan, obat atau latihan keras. Jika Anda tidak percaya, saya dapat membuktikannya kepada Anda.” Prinsip No. 2 - Sebelum konsumen mencoba pakaian pembentuk, pastikan untuk tidak berbicara tentang harga untuk menghindari konsumen berubah raut wajahnya saat mendengar tentang uang. Prinsip No. 3 - Dalam tiga menit setelah konsumen mengenakan pakaian pembentuk, jangan tanyakan perasaan konsumen, karena desain tekanan pakaian pembentuk awalnya bisa membuat orang merasa tidak nyaman, namun sesaat kemudian mereka akan terbiasa dengannya. Setelah konsumen terbiasa, maka mereka akan mulai fokus untuk melihat efek yang dihasilkan produk dan merasa puas. Setelah memiliki posisi pasar yang jelas, tentu saja juga diperlukan penjelasan yang tepat mengenai produk. “Perias kecantikan tubuh” dan “Pencipta kecantikan tubuh” menjadi deskripsi terbaik untuk pakaian pembentuk.
81
Sinar Kecantikan
Untuk memastikan strategi pemasaran yang terbaik, Amy bahkan menciptakan filosofi bisnisnya sendiri, “Produksi, pemasaran, dan konsumen yang tritunggal”. Filosofi ini terutama menekankan sistem pemasaran “kerjasama untuk kemakmuran bersama”, yang merujuk pada pembentukan “segitiga sama sisi dari produksi, pemasaran, dan konsumen” untuk menjaga kepentingan dari ketiga pihak ini. Inti pelaksanaannya adalah dengan menjaga keseimbangan struktur ini, dimana tidak boleh berpihak atau berat sebelah agar tidak membuat satu atau dua pihak lainnya merasa dirugikan dan timbul konflik. Amy percaya hanya dengan mengimplementasikan filosofi bisnisnya “Produksi, pemasaran, dan konsumen yang tritunggal”, barulah dapat menyatukan erat hubungan ketiga pihak ini dan kemudian mengembangkan budaya perusahaan yaitu terus berkelanjutan tanpa akhir.
82
Chapter III: Suka Duka Transformasi – Amy Lin Dewasa
Menyambut gembira Omset Tahunan Seratus Juta Yang Pertama di tengah suasana pasar yang terus berubah-ubah. Di awal memulai bisnis, Amy menegaskan tekadnya untuk melakukan investasi selama tiga tahun. Selama tiga tahun pertama, Amy tidak menerima gaji apapun dan terlibat dalam setiap detail. Ia berusaha meminimalkan biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk menghindari defisit. Setiap kali omset bulanan melebihi satu juta NTD, Amy akan merekrut dua orang staf lagi dan melatih mereka untuk menjadi desainer kecantikan tubuh yang dapat menggantikannya untuk melayani dan membantu pelanggan mencoba pakaian pembentuk. Mulai dari saat ini, Amy secara perlahan-lahan menarik diri dari garis depan dan mulai melakukan berbagai perencanaan seperti komputerisasi untuk internal perusahaan serta membangun sistem kepegawaian dll. Sejak awal, rencana dan tujuan EASECOX didirikan adalah untuk menjadi perusahaan internasional. Oleh karena itu, Amy menetapkan tugas masingmasing negara sesuai dengan kelebihannya yaitu pengaturan kualitas yang ketat di Jepang, dengan wawasan internasional di Hong Kong, dan digabung manajemen di Taiwan. Dari awal memulai bisnis pada bulan September 1988 hingga akhir tahun itu, omset yang dicapai hanyalah hampir dua juta dolar dalam waktu hampir tiga bulan tersebut. Jika dihitung secara tahunan, maka omset tahun pertama hanya sekitar sepuluh juta dolar. Pada tahun 1989, dengan persetujuan dari Investment Commission of the Ministry of Economic Affairs, struktur manajemen EASECOX diperbesar dan pada saat yang bersamaan juga mendapatkan injeksi modal dari dana investasi internasional. Nama perusahaan juga resmi diubah menjadi “EASECOX International Group�. Dengan jajaran pemegang saham dan dukungan finansial
83
Sinar Kecantikan
yang kuat, kinerja bisnis mulai mengalami peningkatan yang signifikan. Setelah tiga tahun, hasil yang dicapai sangat luar biasa dimana omset tahunan EASECOX telah melampaui seratus juta dolar. Dengan perkembangan EASECOX yang progresif, Amy juga mulai menyesuaikan perannya di perusahaan. Dari tahun 1989, Amy memprakarsai program pelatihan distributor, dimana ia memberikan koneksi pribadi dan pelanggannya kepada para distributor tanpa syarat, dan membantu mereka membangun jaringan pemasaran mereka sendiri. Cara ini sama seperti cara Amy sejak kecil yaitu “Orang akan berbagi kue mereka dengan Anda, jika Anda berbagi kue Anda dengan mereka terlebih dahulu�, menerapkan strategi bisnisnya yaitu “Segitiga sama sisi dari Produksi, Pemasaran dan Konsumen�. Dengan cara seperti ini, Amy telah melatih lima orang distributor dan memastikan mereka dapat berkembang secara mandiri dan juga menjadi perpanjangan dari kekuatan Amy. 84
Ketika omset bulanan EASECOX mencapai lima juta dolar, skala perusahaan menjadi semakin besar, oleh karena itu diperlukan sistem manajemen yang lebih baik. Pada saat yang bersamaan, Amy membentuk tim IT untuk mendesain sistem akuntansi yang komprehensif, sistem keuangan dan pelaporan melalui komputer, serta melakukan perencanaan sistem perusahaan secara keseluruhan. Setelah perusahaan berada di jalur yang benar dengan perkembangan yang stabil selama beberapa tahun, suatu hari di tahun 1992, Amy teringat pada perhiasan dan emas yang disimpannya ke dalam safe deposit box untuk menunjukkan tekad dan fokusnya pada saat ia memulai bisnis. Dari sejak perusahaan berdiri hingga saat ini, Amy membayar biaya administrasi lewat bank pos supaya ia tidak mempunyai kesempatan untuk membuka safe deposit boxnya. Oleh karena itu, Amy tidak pernah membuka safe deposit boxnya selama lima tahun. Pada hari itu, ia pergi ke bank untuk membuka safe deposit boxnya, namun saat dibukanya, ia menemukan bahwa semua perhiasan dan emas di dalamnya telah hilang, hanya menyisakan surat perjanjian dengan bank yang bertuliskan pembayaran tahunannya sebesar seribu tiga ratus dolar. Pada saat itu, pegawai bank juga sangat panik, namun Amy dengan tenang meminta kepada petugas bank untuk melihat kontrak aslinya. Surat-surat itu
Chapter III: Suka Duka Transformasi – Amy Lin Dewasa
telah berwarna kuning dan tanda tangan di surat-surat itu sudah buram karena telah lewat sepuluh tahun. Amy kemudian meminta untuk melihat catatan akses membuka safe deposit box, yang membutuhkan waktu selama 3 hari. Setelah meninggalkan bank, Amy tetap tenang dan pergi makan dengan akuntannya yang ikut bersamanya ke bank hari itu. Akuntan Amy sangat terkejut melihat ketenangan Amy. Sebenarnya, Amy tidak bisa tidur malam itu, karena nilai barang dalam safe deposit box itu baginya tidak ternilai. Meskipun seluruh perhiasan dan batangan emas jika ditukar dengan harga pasar waktu itu bernilai sekitar lima sampai sepuluh juta dolar, namun Amy bukan bersedih karena nilai yang terhitung itu. Seluruh barang-barang itu adalah akumulasi dari mimpinya dan juga merupakan gambaran semua kenangan yang indah. Terdapat kisah unik Amy di balik setiap perhiasan dan setiap batang emas, dari sejak masa kecil Amy hingga ia beranjak menjadi seorang gadis. Apalagi di dalamnya, juga terdapat cincin kawin dan perhiasan lainnya yang mempunyai kenangan yang sangat berarti. Saat itu, ia tidak tahu mengapa harus mengalami ujian seperti ini. Tiga hari kemudian, bank tersebut menyampaikan kepada Amy bahwa tidak ada catatan akses untuk membuka safe deposit boxnya. Jika tidak ada orang yang membukanya, maka Amy boleh curiga bahwa staf bank yang melakukan pencurian. Ketika Amy bertanya tentang kompensasi, petugas bank tersebut menyatakan bahwa karena tidak dapat memastikan apakah ada aset di dalam safe deposit box tersebut, maka Amy tidak bisa mengklaim kompensasi. Amy menerima kenyataan itu dengan tenang. Staf akuntan dan hukum perusahaan menyarankannya untuk menuntut bank tersebut, namun Amy memutuskan untuk tidak mengajukan tuntutan. Ia mempertimbangkan hasil dari mengajukan tuntutan: seandainya gagal, maka ia sendiri yang harus menanggung semua biaya; dan andaikan menang pun, ia hanya bisa mendapatkan kompensasi sebesar seratus hingga dua ratus ribu dolar. Menurutnya, orang yang mencuri seharusnya sudah pergi, dengan demikian prosedur hukum akan memakan waktu yang lebih lama. Ia tidak ingin dan tidak ada waktu untuk terus berkutat dengan masalah sepele ini.
85
Sinar Kecantikan
Keputusan ini merupakan titik balik penting dalam bisnisnya. Jika waktu itu ia mengajukan tuntutan terhadap bank, Amy pasti lelah mengurus prosedur hukum yang berkepanjangan dan tentu saja hal itu akan mengalihkan fokusnya dari bisnis, dan bahkan sifatnya juga pasti akan berubah hebat karena ingin memenangkan kasus tersebut. Lewat ujian kali ini, Amy mengerti bahwa untuk membuat keputusan yaitu untuk mendapatkan atau melepaskan, adalah sebuah ujian yang sangat penting. Dan yang menjadi standar untuk membuat keputusan tersebut adalah sikap dan pilihan. Menurutnya, kehidupan selalu dihadapkan dengan banyak ujian, dan ujian-ujian ini semakin lama semakin sulit seiring bertambahnya usia. Namun bertumbuh berarti kita mempunyai kemampuan untuk mengatasi ujian, dan ujian demi ujian ini akan menjadi motivasi kita untuk bertumbuh.
86
Chapter III: Suka Duka Transformasi – Amy Lin Dewasa
Menguatkan dasar distributor EASECOX, mengejar mimpi internasionalisasi.
Tahun 1991, omset tahunan EASECOX terus naik hampir mencapai 500 juta dolar; dan pada tahun berikutnya, yaitu tahun 1992, omset tersebut berhasil menembus 500 juta dolar; Bahkan di tahun 1993, mengalami pertumbuhan pesat hingga menembus angka 1.403 milyar dolar; dan pada tahun 1994, omset terus meningkat hingga mencapai 1.558 milyar dolar. Bisnis EASECOX terus berkembang dengan pesat. Pada awalnya, pakaian pembentuk EASECOX diberi nama “pakaian dalam magic” karena produk tersebut dapat langsung memberikan efek pembentukan tubuh yang luar biasa, seolah-olah seperti sihir. Dan pada waktu itu, di pasaran juga terdapat satu jenis pakaian dalam dengan fungsi khusus, yang disebut dengan “pakaian dalam fungsional”, dimana ditekankan bahwa produk tersebut memiliki efek yang lebih baik dalam meyangga dan mengarahkan payudara ke pusat, dibandingkan dengan pakaian dalam biasa. Dibandingkan dengan pakaian dalam fungsional, keunikan pakaian dalam magic adalah “memperbaiki” bentuk tubuh. Namun, setelah EASECOX membuka pasar pakaian dalam magic, pada tahun 1989-1990, “pakaian dalam magic” malah menjadi istilah umum untuk pakaian dalam fungsional, sehingga menimbulkan kebingungan antara merek EASECOX dengan merek lain. Karena hal itu, EASECOX akhirnya mengubah nama produk dari “pakaian dalam magic” menjadi “pakaian dalam penyesuaian”. Namun begitu, nama ini pun masih disalahgunakan oleh perusahaan lain, dimana produk-produk yang mengaku “pakaian dalam penyesuaian” terus bermunculan dimana-mana. Perusahaan terpaksa sekali lagi mengganti nama produk menjadi “pakaian dalam pembentuk” untuk melakukan pembedaan, namun pesaing lainnya
87
Sinar Kecantikan
mulai menggunakan sebutan “Pakaian Dalam Pembentuk Generasi Kedua” sebagai slogan mereka untuk menarik konsumen, sehingga membuat konsumen bingung. Dengan demikian, masalah nama produk itu terus ada. Sejak Amy menetapkan posisi perusahaan dan produknya, ia selalu menekankan bahwa produk yang dijual oleh perusahaannya bukanlah sekedar “pakaian dalam”, namun “efek pembentukannya”; Pakaian dalam pembentuk itu hanya aksesori, dan produk yang sesungguhnya adalah “perubahan lekuk tubuh”. Jadi tidak peduli apakah namanya pakaian dalam magic, pakaian dalam penyesuaian atau pakaian dalam pembentuk, bagi Amy, semuanya adalah gabungan antara kata kerja dan kata benda untuk mendeskripsikan produk tersebut.
88
“Magic, Penyesuaian dan Pembentuk” adalah kata kerja. Arti sebenarnya adalah “Desain Tubuh” dan arti dibalik itu adalah “Memperbaiki dan melengkapi”. Amy menjelaskan bahwa desain tubuh yang profesional mencakup fungsi rekonstruksi dan pembentukan. Ia lebih jauh menjelaskan, sebagai contoh jika payudara terlalu rata, maka dapat memanfaatkan fungsi rekonstruksi; Untuk tubuh yang terlalu montok, maka dapat memanfaatkan fungsi pembentukan untuk memperindah. Dari tahun pertama berdirinya perusahaan hingga akhir tahun 1989, modal EASECOX hanya sebesar 15 juta dolar. Pada saat itu, Amy bersikeras agar keuntungan yang diperoleh setiap tahun digunakan untuk menambah modal, dan setelah menambah modal sebanyak tiga kali, maka pada bulan Agustus 1985, modal perusahaan telah mencapai 180 juta dolar. Penambahan modal tersebut menyebabkan ketidakpuasan para pemegang saham karena mereka tidak dapat memperoleh pembagian keuntungan perusahaan. Pada waktu itu, Amy tetap teguh dengan pendiriannya dan ia juga mencoba untuk berkomunikasi dengan para pemegang saham. Menurutnya “perusahaan menyumbangkan uang, partner menyumbangkan tenaga” adalah prinsip terpenting dalam industri penjualan langsung. Jika kita berharap para partner dapat menganggap bisnis EASECOX sebagai bisnis mereka sendiri dan bukan sebuah pekerjaan, maka diperlukan modal untuk pendukung. Ia juga percaya bahwa hanya modal yang besar yang dapat membawa bisnis
Chapter III: Suka Duka Transformasi – Amy Lin Dewasa
besar bagi para partnernya. Dengan adanya sirkulasi ini, perusahaan baru bisa melakukan pengelolaan yang berkelanjutan sehingga mewujudkan kerjasama untuk kemakmuran bersama yang sesungguhnya. Keyakinan Amy telah berhasil membujuk para pemegang saham dan mendapatkan dukungan mereka. Kepekaan Amy terhadap angka dan kemampuannya dalam mengurus keuangan sejak kecil sudah terlihat jelas dan diakui oleh semua orang. Saat mengelola bisnis, Ia menggunakan bakatnya itu dengan maksimal. Ia memanfaatkan valuta asing untuk meningkatkan keuntungan perusahaan; Ia juga telah meningkatkan nilai bersih perusahaan berlipat kali ganda menjadi 500 juta dolar dengan cara membeli aset properti. Tingginya nilai bersih perusahaan membuat perusahaan memperoleh kepercayaan dari bank, dimana lebih dari sepuluh bank bersama-sama memberikan pinjaman kredit sebesar 1.2 milyar dolar kepada EASECOX. Jika dihitung dengan tiga ratus orang distributor yang ada di bawah perusahaan saat itu, maka rata-rata setiap distributor bisa mendapatkan dukungan finansial dari perusahaan sebesar 4 juta dolar. Sambil berusaha meningkatkan aset perusahaan untuk mendukung para distributor, Amy juga telah membuat keajaiban dalam bisnis penjualan langsung. Ia menghancurkan pandangan kebanyakan orang yang salah menganggap bahwa bisnis penjualan langsung adalah “bisnis tak berdasar”. Pada tahun 1995, Amy menginvestasikan modal besar sebesar 1.2 milyar dolar untuk membangun “Kantor Pusat EASECOX International” di Tucheng, Taipei County. Bangunan ini memiliki delapan belas lantai, dimana lantai pertama hingga kelima adalah lantai gabungan sedangkan mulai dari lantai keenam ke atas dibagi menjadi 2 blok, A dan B. Amy terlibat langsung dalam keseluruhan proses, mulai dari mencari lokasi, mengumpulkan dana, hingga desain dan renovasi gedung serta lainnya. Desain internal gedung tersebut tidak hanya dapat mengakomodasi perkembangan EASECOX di masa depan, namun juga merupakan tempat tinggal yang nyaman. Gedung tersebut terbagi menjadi dua bagian besar, yaitu kantor pusat perusahaan dan tempat tinggal distributor. Setelah selesai dibangun, Amy sendiri juga memilih tinggal di lantai enam, karena menurutnya dengan demikian dapat membuat para distributor dan perusahaan bersatu menjadi
89
Sinar Kecantikan
sebuah keluarga besar. Seperti mendekorasi rumah pribadinya yang sempurna, Amy meminta desainer interiornya untuk memasang berbagai fasilitas seperti alat-alat teknologi tercanggih, perabotan-perabotan yang indah dan sistem keamanan yang baik pada ruang yang berlangit-langit tinggi dan luas itu. Setelah selesai, Amy hanya membebani distributor dengan biaya rumah biasa saja, sedangkan semua biaya tambahan untuk desain yang mewah dan fasilitas umum ditanggung oleh perusahaan sebagai bentuk tunjangan bagi distributor. Impian Amy sejak kecil untuk memiliki keluarga besar akhirnya tercapai pada tahun ini, namun ia tidak berhenti sampai di sana. Pada tahun 1996, ia mulai mengejar mimpinya untuk membawa EASECOX melangkahkan langkah pertama ke pasar internasional. Basis pertamanya adalah Hong Kong.
90
“Internasionalisasi� adalah arah utama EASECOX dari sejak didirikan dan juga merupakan mimpi terbesar Amy sejak ia mendirikan perusahaan. Setelah melakukan banyak evaluasi, menurut Amy, Hong Kong pada waktu itu adalah pusat ekonomi dan perdagangan internasional, sehingga jika Hong Kong dapat dijadikan basis perusahaan, maka nantinya perluasan jaringan pemasaran, baik ke arah selatan, barat atau utara pasti akan berhasil. Karena itu, langkah pertama Amy keluar dari Taiwan adalah ke Hong Kong. Amy merencanakan setiap langkah internasionalisasi dengan hati-hati. Pertama-tama, perusahaan memilih tiga puluh orang salesnya yang paling hebat di Taiwan sebagai pelopor untuk membuka pasar di Hong Kong. Dan Amy, sebagai General Manager, ia bolak balik antara Taiwan dan Hong Kong, untuk mempersiapkan segala sesuatu demi menciptakan kinerja yang cemerlang. Pada saat itu, pakaian pembentuk EASECOX telah dikenal luas dan memilki reputasi yang baik di Taiwan. Dengan fondasi yang baik itu, maka setelah EASECOX Hong Kong dibuka pada tanggal 28 Mei 1996 dan resmi beroperasi pada tanggal 1 Juni, omset penjualan satu bulan hampir mencapai 50 juta dolar. Ini menunjukkan bahwa perusahaan mencapai target lebih awal dari yang direncanakan semula, yaitu untuk enam bulan kemudian. Semua orang melompat gembira mendengar kabar ini. Sampai di sini, kepekaan Amy tetap tidak berkurang. Sebenarnya, sebelum melakukan ekpansi ke pasar internasional, pertumbuhan pasar domestik mulai
Chapter III: Suka Duka Transformasi – Amy Lin Dewasa
terlihat melambat. Berhasilnya EASECOX masuk ke Hong Kong, bukan hanya karena waktu yang telah matang, namun juga menunjukkan bahwa citra bisnis EASECOX mendapat pengakuan. Dan untuk menuju internasionalisasi, sebenarnya Amy telah mengatur struktur perusahaan dari sejak satu hingga dua tahun sebelumnya, supaya dapat menyesuaikan dengan komunitas global. Bisnis ekspor yang baru ini mengaktifkan kembali vitalitas perusahaan, sekaligus juga meningkatkan pertumbuhan secara keseluruhan dan pada saat yang bersamaan mempersiapkan EASECOX untuk naik ke level yang lebih tinggi.
91
Sinar Kecantikan
Yang paling membanggakan dalam sejarah karirnya adalah mendapat pengakuan dan penghargaan dari negara.
Tahun 1995 adalah masa yang paling membanggakan bagi Amy pribadi, karena ia dianugerahi penghargaan “Young Entrepreneur Model� pada tahun itu. Dan penghargaan ini pertama kalinya diberikan kepada seorang pengusaha dari industri penjualan langsung. Kehormatan ini membuat Amy mencetak sejarah yang luar biasa bagi industri penjualan langsung.
92
Upacara pemberian penghargaan Young Entrepreneur Model ROC ke18 dan Overseas Outstanding Entrepreneur ke-4 diadakan pada tanggal 12 Desember 1995 pukul 2 siang di International Conference Hall Holiday Inn Taipei lantai 2. Premier yang menjabat pada saat itu, Mr. Lien Chan, secara pribadi menyerahkan penghargaan kepada dua puluh empat orang pengusaha muda teladan dari dalam dan luar negeri. Amy yang menjabat sebagai General Manager EASECOX International juga termasuk dalam penerima penghargaan. Menurut berita yang diterbitkan oleh komisi pemberi penghargaan, alasan Amy memenangkan penghargaan tersebut adalah sebagai berikut: 1. EASECOX termasuk dalam 500 besar industri pelayanan jasa terbaik di Taiwan dengan kualitas pelayanannya yang profesional.
Dengan kinerja bisnis yang luar biasa, Amy membuat perusahaannya masuk ke dalam 500 besar penyedia layanan di Taiwan hanya dalam waktu beberapa tahun dari yang awalnya biasa-biasa saja. Dan merek yang diciptakannya sendiri ini dipasarkan di dalam dan luar negeri serta menduduki peringkat ke-40 secara nasional dalam kategori trading.
2. Membangun kantor pusat internasional di Taiwan, mempromosikan diversifikasi bisnis dan internasionalisasi pasar.
Chapter III: Suka Duka Transformasi – Amy Lin Dewasa
Ketika bisnis dalam negeri mengeluhkan lingkungan investasi yang tidak baik di Taiwan dan sejumlah besar perusahaan pindah ke luar negeri, Amy bukan hanya tidak terpengaruh, malah sebaliknya ia menginvestasikan modal besar untuk pembangunan kantor pusat perusahaan di Taiwan, menerapkan kebijakan nasional untuk “berakar di Taiwan, menjelajah ke dunia�.
3. Mengikuti perkembangan moneter dengan mempromosikan kartu IC perusahaan.
Sejalan dengan kebijakan fiskal dan moneter, pemerintah mendorong perusahaan untuk menerbitkan kartu debit IC. Amy dengan cepat meresponi dan menandatangani kontrak dengan Chung Shing Bank untuk menerbitkan 40 ribu kartu. Hingga bulan April 1996, jumlah kumulatif pembayaran kartu debit adalah lebih dari 50 juta dolar Taiwan.
4. Menggabungkan konsep pemasaran dan komunikasi menciptakan lebih dari 80 ribu kesempatan kerja.
untuk
Selama tujuh tahun ini, EASECOX telah menciptakan lebih dari 80 ribu kesempatan kerja, yang tidak hanya meningkatkan perkembangan sosial, namun juga menciptakan wanita era baru yang sukses dan percaya diri.
5. Membangun rumah dengan harga yang terjangkau dan membantu karyawan untuk berumahtangga dan berkarir. Amy menawarkan seratus apartemen di Gedung EASECOX International bagi para distributor dengan harga diskon untuk membantu mereka berumahtangga dan berkarir. 6. Kinerja bisnis yang baik telah meningkatkan penerimaan pajak nasional.
EASECOX International Ltd. bertumbuh pesat dengan kinerja yang cemerlang. Baik secara perusahaan maupun pribadi, kinerja tersebut telah memberikan kontribusi yang baik bagi pendapatan pajak untuk negara.
93
Sinar Kecantikan
7. Menciptakan seri produk kecantikan tubuh yang terpilih sebagai sepuluh produk terpopuler.
Seri produk “Kecantikan Tubuh” adalah ide inovatif dari Amy yang diciptakan setelah melewati masa penelitian dan pengembangan yang panjang dan dengan bantuan teknologi yang canggih. Produk ini tidak hanya membantu para wanita membentuk lekuk tubuh, bahkan lebih lagi dapat membantu mereka mendapatkan kembali rasa percaya diri, sehingga sangat disukai oleh konsumen wanita di Taiwan dan terpilih sebagai sepuluh produk terpopuler pada tahun 1994.
8. Melangkah ke pasar internasional, mendirikan EASECOX cabang Hong Kong. 9. Badan amal perusahaan. 94
Amy mendirikan EASECOX Cultural and Educational Foundation, yang peduli dengan kehidupan wanita. Dengan demikian ia menerapkan semangat “apapun yang Anda ambil dari masyarakat, berkontribusilah kembali untuk masyarakat.”
Setelah menerima penghargaan tersebut, Amy menjelaskan bahwa tujuan utamanya untuk berpartisipasi dalam pemilihan “Young Entrepreneur Model” adalah supaya lewat hal ini, para profesional dari kalangan industri, ekonomi dan akademisi dapat mengamati EASECOX, sehingga perusahaan dapat belajar dan berkembang lebih lagi. Penghargaan tersebut tidak hanya membuktikan kemampuan pengelolaan bisnis EASECOX, namun juga suatu kebanggaan bagi dirinya secara pribadi, kebanggaan bagi perusahaan, serta lebih jauh lagi kebanggaan bagi seluruh industri penjualan langsung. Selain itu, perlu diketahui bahwa pada pesta perayaan kemenangan malam itu, Ibu negara, Miss Wen Hui-Zeng (istri Presiden Teng-Hui Lee) memberikan “Supporting Award” kepada Miss Su Mei Chong Lin, Chairman EASECOX pada saat itu, yang berlangsung dengan penuh haru. Miss Su Mei Chong Lin adalah kakak perempuan kedua Amy yang memainkan peran sebagai ibu dan kakak perempuan bagi Amy setelah ibu mereka meninggal dunia. Setelah dewasa, keduanya bekerja bersama-sama untuk memulai bisnis. Mereka saling menopang satu sama lain sepanjang jalan, dan penghargaan “Supporting Award” itu memang layak diperolehnya.
Chapter III: Suka Duka Transformasi – Amy Lin Dewasa
Jalan pikiran menentukan jalan keluar. Mimpi menentukan jalan hidup.
Dalam sebuah pidato, Amy pernah berkata, “Pikiran adalah visi. Jalan pikiran menentukan jalan keluar; jalan pikiran juga melambangkan pandangan, dan pandangan menentukan sikap hati. Sikap hati seseorang dapat membuat sebuah proses menghasilkan akhir yang berbeda-beda, dan demikian menghasilkan kehidupan yang berbeda-beda.” Ia menambahkan, “Seseorang tidak dapat disebut pengusaha jika saat bertemu masalah, orang tersebut hanya ingin mengambil jalan keluar yang seperti seekor jangkrik mengelupaskan kulitnya atau langsung mengambil uang perusahaan. Saat menghadapi masalah, pengusaha sejati akan mencoba menggunakan berbagai sumber daya untuk berupaya menyelamatkan perusahaan. Saat kehidupan berjalan dari satu tahap ke tahap lainnya, tanggung jawab akan bertambah berat, dan tantangannya pun akan semakin berat, tetapi ini adalah kenyataan tak terelakkan yang harus dihadapi seorang pengusaha.” Pada awal memulai bisnisnya sendiri, Amy telah menetapkan tujuan yang besar dan spesifik untuk perusahaannya, meskipun saat itu posisi pasar dan segmen konsumen dari produk masih belum jelas. Dalam sebuah pertemuan, Amy dengan tegas menyampaikan tujuannya secara spesifik di depan semua karyawan. Ia berkata, “Kita harus masuk dalam 500 besar perusahaan jasa di masa depan!” Meskipun tidak ada yang setuju dengan pemikirannya tentang prospek yang menjanjikan tersebut, ia tetap mewujudkan mimpinya selangkah demi selangkah. Sesuai dengan mimpinya, perusahaan menetapkan target dan rencana yang konkret dan spesifik. Dari tahun 1988 sampai 1992, EASECOX menjalankan rencana lima tahun pertama, isi targetnya meliputi: meningkatkan kesadaran merek, menguasai pasar dengan cepat, masuk dalam 500 besar perusahaan penyedia jasa dan sebagainya.
95
Sinar Kecantikan
Pada tahun 1992, target untuk menguasai pasar dengan cepat telah tercapai, dimana pakaian dalam pembentuk tubuh EASECOX menjadi merek pakaian dalam No.1 di pasar domestik melalui penjualan langsung. Pada tahun 1993, EASECOX International Group secara resmi masuk dalam 500 besar perusahaan penyedia jasa.
96
Pada tahun 1994, untuk meningkatkan aset perusahaan dan untuk mengikuti kebijakan pemerintah “Berakar di Taiwan, Menjelajah ke Dunia�, Amy dengan berani membuat suatu keputusan, yaitu untuk membangun gedung kantor pusat. Saat itu, ia memilih untuk membeli tanah dan membangun gedung itu sendiri. Gedung ini selain merupakan persiapannya untuk internasionalisasi, pada saat yang bersamaan juga adalah sebuah deklarasi kepada publik bahwa industri penjualan langsung bukanlah bisnis yang tidak bisa bertahan lama seperti penilaian kebanyakan orang. Selain itu, ini juga adalah sebuah “akar� yang Amy berikan bagi dirinya sendiri dimana selama masa kecilnya, ia selalu berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Mulai dari membeli tanah, desain, hingga proses konstruksi, dapat terlihat tekad dan keberanian Amy yang luar biasa dalam menjalankan bisnis. Gedung EASECOX resmi dikerjakan pada bulan Februari 1994. Lahan tersebut memiliki total luas kira-kira 26,000 meter persegi dan direncanakan untuk dibangun menjadi dua bangunan dengan 18 lantai. Selain sebagai kantor pusat untuk bisnis internasional, seratus tempat tinggal bahkan juga telah direncanakan untuk para distributor, yang dijual dengan harga terjangkau. Rumah tinggal ini semuanya terjual habis dengan cepat. Hal ini bukan hanya menunjukkan dukungan kuat dari para distributor kepada EASECOX, uang muka dari para distributor itu juga merupakan sumber dana yang penting untuk proyek konstruksi. Amy berpartisipasi dalam keseluruhan proses, termasuk pencarian lokasi, pembelian tanah, menyiapkan cetak biru, gambar konstruksi dan urusan kontrak, oleh karena itu, proyek berjalan lebih cepat dari yang diharapkan. Luas bangunan adalah kira-kira seluas 13,000 meter persegi, dengan dua lantai bawah tanah dan enam lantai pertama adalah kantor pusat perusahaan, yang di dalamnya terdapat galeri, ruang audiovisual internasional, ruang penelitian dan laboratorium. Gedung kantor pusat ini dirancang sedemikian rupa
Chapter III: Suka Duka Transformasi – Amy Lin Dewasa
untuk menghadapi perkembangan perusahaan di masa depan, oleh karena itu membeli gedung perkantoran yang sudah siap pakai tidak akan bisa memenuhi kebutuhan tersebut. Inilah visi Amy yang melihat jauh ke depan sehingga ia bersikeras untuk membeli tanah dan membangun gedung sendiri. Rencana lima tahun pertama tercapai dengan memuaskan, jadi terbukti bahwa mimpi dapat tercapai dengan tekad dan usaha. Selanjutnya pada tahun 1993, Amy memulai rencana lima tahun kedua dari tahun 1993 hingga 1997. Targetnya meliputi: 1. Menyelesaikan semua persiapan untuk menembus pasar internasional 2. Memfokuskan bisnis 3. Diversifikasi keuntungan 4. Membangun badan amal perusahaan 5. Menjalankan internasionalisasi pemasaran Target pertama dari rencana lima tahun kedua ini dengan jelas menunjukkan tekad EASECOX untuk menembus pasar internasional. EASECOX harus memperkuat perangkat lunak dan perangkat kerasnya untuk mencapai tujuan. Salah satu perangkat kerasnya adalah membangun kantor pusat, dan perangkat lunaknya antara lain adalah membangun reputasi dan citra profesional yang baik. Berdasarkan lima target utama tersebut, EASECOX menetapkan arah dan tugas utamanya dari tahun ke tahun. Tahun 1993 adalah “Tahun Pendidikan”, diantaranya adalah dengan menambah jumlah pusat konseling untuk meningkatkan profesionalme para distributor dan kemudian melindungi hak dan kepentingan konsumen. Tahun 1994 adalah “Tahun Amal”, dimana EASECOX menjunjung tinggi semangat “apapun yang Anda ambil dari masyarakat, berkontribusilah kembali untuk masyarakat”. Oleh karena itu, perusahaan mendorong agar distributor lebih banyak berpartisipasi dalam melayani masyarakat dan kegiatan amal. Melalui hal ini, citra EASECOX semakin ditingkatkan. Selanjutnya, EASECOX juga mencanangkan kegiatan “Four Hours Charity”, dengan
97
Sinar Kecantikan
harapan agar setiap distributor dapat melakukan kegiatan amal setidaknya empat jam dalam setiap bulan.
98
Tahun 1995 adalah “Tahun Keuntungan”. Bisnis penjualan langsung sebenarnya adalah bisnis tidak perlu mengeluarkan uang untuk biaya iklan, namun setelah EASECOX berkembang dengan baik di pasaran, begitu banyak pakaian pembentuk palsu bermunculan yang menyebabkan kerugian bagi konsumen. Dengan alasan untuk menjaga kepentingan konsumen, EASECOX membuat anggaran sebesar hampir sepuluh juta dolar untuk memasang iklan yang edukatif di media-media agar meningkatkan pengetahuan konsumen tentang pakaian pembentuk tubuh. Disebut sebagai iklan edukatif karena isi iklan tersebut hanya membahas pengetahuan tentang pakaian pembentuk dan tidak mempromosikan produk EASECOX sendiri ataupun menyerang para kompetitor di industri ini. Untuk eksternal, perusahaan memberikan keuntungan bagi konsumen dengan memasang Iklan edukatif agar mereka dapat mengetahui dan memahami produk dengan baik. Dan untuk internal, EASECOX memberikan keuntungan yang baik kepada para staf dan distributor dengan tempat tinggal yang dijual dengan harga terjangkau di gedung kantor pusat. Tahun 1996 adalah “Tahun Perlindungan Konsumen”. Selain terus melakukan edukasi pasar dan meningkatkan kepuasan konsumen, EASECOX Cultural and Educational Foundation juga mengadakan banyak seminar tentang pengetahuan profesional pakaian pembentuk. Meskipun pada saat itu, kepuasan konsumen tidak terlalu diperhatikan di Taiwan, namun EASECOX malah telah memperkenalkan sebuah aturan “Barang dapat dikembalikan jika tidak puas” untuk melindungi hak dan kepentingan konsumen. Konsumen bisa mengembalikan barang bersama faktur dalam waktu tujuh hari setelah pembelian. Pada jaman itu, hal ini dapat dikatakan sebagai suatu kebijakan yang berani. Tahun 1997 adalah “Tahun Prospek”. Gedung kantor pusat diperkirakan akan selesai pada tahun ini, semua persiapan baik perangkat keras dan lunak berada pada puncaknya, dan pada saat yang bersamaan, EASECOX mulai mendirikan cabang di luar negeri. Tidak hanya itu, produk dan layanan baru juga terus diluncurkan. Setelah semua persiapan lengkap, EASECOX siap untuk menerobos dan perkembangan perusahaan pun mulai menciptakan rekor yang baru.
Chapter III: Suka Duka Transformasi – Amy Lin Dewasa
“Internasionalisasi” memainkan peran paling berat dalam rencana lima tahun kedua. Pada waktu itu, Amy telah menyusun strategi bisnis untuk “ke selatan” dan “ke barat”, termasuk diantaranya Singapura, Malaysia, Thailand, Indonesia, Jepang, Korea, Amerika Serikat, dan Kanada dan pasar internasional lainnya, semua berada di dalam rencananya. Dan Cina, pasar yang paling menarik bagi industri penjualan langsung juga adalah wilayah penting yang masuk dalam rencananya. Saat itu, Amy berencana suatu hari nanti dapat membangun pabrik dan gedung perusahaannya sendiri di Cina.
99
Sinar Kecantikan
Hati yang teguh dengan komitmen yang kuat. Menyambut abad ke-21 dengan bangga.
Menurut Amy, keberhasilan bisnis EASECOX adalah hasil kerja keras dari banyak orang, oleh karena itu, “berkontribusi kembali untuk masyarakat” selalu menjadi harapan terbesarnya. Pada tahun 1995, Amy menjadi teladan yaitu dengan secara pribadi menyumbangkan 2 juta dolar untuk mendirikan yayasan amal. Para pemegang saham EASECOX lainnya langsung ikut meresponi dengan menyumbangkan 5 juta dolar. Semua direktur EASECOX juga bersama-sama menyumbangkan 3 juta dolar. Total semuanya adalah 10 100 juta dolar untuk mendirikan EASECOX Cultural and Educational Foundation. Hal ini menandakan tercapainya salah satu target yang telah ditetapkan Amy saat ia memulai bisnisnya. Dengan suksesnya pencapaian rencana lima tahun kedua, Amy membuat rencana lima tahun ketiga yang akan diimplementasikan dari tahun 1998 sampai 2002. Target rencana lima tahun ketiga antara lain meliputi: 1. Diversifikasi perusahaan 2. Diversifikasi produk 3. Profesionalisasi SDM 4. Globalisasi bisnis Tepat pada saat bisnis EASECOX di dalam dan luar negeri mencapai prestasi yang baik, “Gedung EASECOX International” juga selesai dibangun pada tahun 1998. Bagi EASECOX, gedung itu bukan hanya sebuah bangunan kantor yang dingin, namun merupakan sebuah basis bagi pengembangan bisnis EASECOX. Gedung itu adalah mimpi para distributor akan “rumah”
Chapter III: Suka Duka Transformasi – Amy Lin Dewasa
dan “bisnis” yang menyatu, dan bahkan merupakan sebuah penopang yang kuat bagi mereka. Pada tahun 1999, yaitu sepuluh tahun sejak berdirinya EASECOX, perusahaan telah berkembang dengan sukses dan matang dalam hal produk, pendidikan, teknologi, manajemen dan citra. Amy juga mendapatkan apresiasi dari banyak tokoh industri, pemerintah dan akademis. Meskipun bisnis EASECOX telah memiliki posisi dan kemajuan yang baik dan stabil, Amy tidak berhenti melakukan penelitian dan pengembangan. Karena kegigihannya dalam menghasilkan produk berkualitas tinggi, pada tahun itu, EASECOX memenangkan Taiwan Gold Quality Award untuk kategori produk pakaian dalam dan perawatan kulit sehingga EASECOX menjadi sebuah merek yang terjamin kualitasnya dan membuat EASECOX mendapatkan sebutan sebagai merek pakaian dalam pembentuk No. 1. Pada tahun 2000, dengan tujuan untuk meningkatkan lebih banyak peluang bisnis bagi pengusaha muda, Amy dengan antusias berpartisipasi dalam Youth Career Development Association dan terpilih sebagai Ketua Youth Career 101 Development Association wilayah Taipei dengan suara terbanyak. Pada waktu yang bersamaan, EASECOX kembali mendapat pengakuan dari konsumen akan produk dan layanan yang baik dengan memenangkan “National Consumer Millennium Gold Medal” dan “2000 National Consumer Trusted Mark Gold Business Award”. Dan dalam rencana internasionalisasinya, EASECOX berhasil mendapatkan sertifikasi internasional ISO 9002 yang merupakan suatu pencapaian terpenting. Sertifikasi ini menunjukkan bahwa EASECOX telah memenuhi standar internasional dalam hal sistem, pengoperasian, prosedur kerja dan sebagainya. Ini adalah langkah penting dalam menuju internasionalisasi. Pada tahun 2001, yaitu memasuki abad ke-21, Amy dengan aktif mengadakan transformasi pada perusahaan dari dalam ke luar dan dari segala aspek untuk menyambut abad yang baru dengan kualitas layanan yang baru. Dalam rencana lima tahunnya yang ketiga, Amy pernah menyatakan rencana untuk “diversifikasi produk”. Untuk mencapai tujuan itu, ia mulai berfokus untuk mengembangkan produk baru untuk kesehatan, kecantikan, pelangsing dan lainnya. Ia juga memperluas segmen konsumen ke semua orang dari segala usia, baik pria dan wanita, tua dan muda. Dengan kinerjanya yang luar biasa
Sinar Kecantikan
sebagai pemimpin perusahaan, Amy memenangkan “Person of the Year” periode ke-6, sementara EASECOX memperoleh “Excellent Enterprise Award”. Tahun 2002 adalah era-E (teknologi), dan Amy tidak pernah berhenti untuk mengikuti perkembangan waktu. Ia menggunakan “Roda waktu berputar menyambut era-E” sebagai tema acara pada tahun itu. Ia juga menyadari bahwa jika EASECOX ingin mencapai tujuan untuk “bergerak menuju pasar internasional dan manajemen global”, maka harus mengembangkan jaringan internet, oleh karena itu pada bulan Februari 2002, situs EASECOX International resmi diluncurkan. Untuk menghubungkan jaringan bisnis Asia-Pasifik, selain Hong Kong dan Cina, Amy juga dengan aktif mengembangkan pasar Asia Tenggara. Ia pribadi pergi ke Singapura, Malaysia dan negara lainnya untuk mengembangkan pasar di tempat-tempat tersebut. Selalu penuh dengan gairah, Amy yang mengejar keabadian dan bukan sesuatu yang sesaat, di masa keemasannnya telah mengubah tradisi industri 102 penjualan langsung. Bukan hanya membangun gedung perusahaan, ia juga terpilih sebagai Young Entrepreneur Model dengan gelar seorang “pengusaha”, menjadikannya pengusaha pertama di industri penjualan langsung yang mendapatkan penghargaan nasional. Amy pernah diwawancarai dan berkata, “Tidak ada rahasia untuk kesuksesan saya selain bekerja dengan gairah seperti gunung berapi. Saya percaya gairah adalah sumber inspirasi dan vitalitas saya.” Baginya, apa yang dijual EASECOX bukan hanya sepotong pakaian dalam, melainkan sebuah “harapan” dan “masa depan yang baik”. Oleh karena itu, ia sangat menyukai slogan pemasarannya, “Tuhan menciptakan wanita, EASECOX menciptakan lekukan.” Amy juga berorientasi pada “profesionalisme”, karena hanya pengelolaan yang profesional yang bisa memupuk wawasan yang profesional. Dengan adanya wawasan yang profesional ini, barulah dapat mengembangkan keahlian yang profesional dan kemudian menemukan ruang perkembangan yang tak terbatas. Amy adalah seorang wanita yang mencintai kecantikan, dan ia dengan tulus berharap agar setiap wanita yang mencintai kecantikan bisa mendapatkan bentuk tubuh yang indah dan memuaskan.
Chapter III: Suka Duka Transformasi – Amy Lin Dewasa
Sebuah perpisahan spesial dengan seorang wanita yang spesial
Pada tahun 2002, bisnis Amy berada pada puncaknya dan ia siap untuk menyerahkan tongkat estafet kepada putra sulungnya yang akan segera menyelesaikan studinya di luar negeri dan kembali ke Taiwan. Dan Amy sendiri berencana untuk berfokus pada kegiatan amal sosial. Pada tanggal 25 Mei 2002, Amy terbang ke Beijing untuk perjalanan bisnis. Sangat disesalkan, penerbangan China Airlines 611 yang dinaikinya jatuh ke laut di Penghu. Selain terkejut, semua orang merasa kecewa karena kabar sedih tersebut. Perusahaan EASECOX International, seperti telah kehilangan jiwanya; Amy yang selalu memuji dirinya sebagai orang yang “mengejar keabadian dan bukan sesuatu yang sesaat”, di saat itu, ia akhirnya menjadi pemimpin abadi bagi EASECOX International Group. Mengingat seluruh kehidupan Ms. Amy Lin, mungkin agak dangkal jika memujinya lewat kata-kata biasa. Namun Leopoldo Lugones, seorang penyair Argentina yang mahir dalam memuji bulan, pernah menulis sebuah puisi, “Prayer of Carnival”, yang mungkin dapat melukiskan Ms. Amy Lin dengan baik.
103
Sinar Kecantikan
Prayer of Carnival Oh moon! you lead as a wise sportswoman By zodiacs and eclipses your cute convertible: Under the burning silk of your sky of Arabia Oh moon, good moon! who was your Joshua. Your whiteness will endlessly charm my tent, With such noble nakedness that it offends the tulle; Oh entranced in a pale old legend Your bride’s integrity perpetuates the blue. 104
Moon of dreams, over the lilac evening Your old gold disseminates delinquent disease, When in a lonely tranquil shore You test eternity like a mournful heron. In your mystical snow Maria bathes her feet Your disc reproduces the look of Harlequin, Crime and love make up the dregs of your poetry Pale and heady as Rhine wine. And all this high fame with which I come praising Your premature baby face in alcohol, The centuries will tell you as the illustrious lineage, Because you are, oh moon, the sun’s mask.
Chapter III: Suka Duka Transformasi – Amy Lin Dewasa
105
Kutipan Terkenal “Tujuan kehidupan adalah mewujudkan mimpi yang belum terwujud.” “Saya merajut mimpi setiap saat, oleh karena itu, mimpi saya tidak akan pernah berakhir.” Amy Lin
Bab IV Mewarisi – Mantan Chairman, Fred Lin Gelombang badai seringkali membantu petualang yang luar biasa.
“Hikmat yang sejati biasanya membuat orang tenang dan memampukan mereka menggunakan keseimbangan yang tepat sebagai dasar untuk mengamati banyak hal.� - Yu-Tang Lin, sastrawan Cina.
Chapter IV: Mewarisi – Mantan Chairman, Fred Lin
Sifat yang low profile dan sederhana membuat hidup menjadi bebas dan santai.
Fred Lin, mantan Chairman EASECOX Group, bersama dengan adiknya, Simon Lin, pergi ke Kanada untuk belajar saat mereka duduk di bangku SMA. Untuk menjaga kedua anak muda yang sedang dalam masa berontak ini, ayah mereka berkeputusan untuk mengesampingkan urusan bisnisnya di Taiwan dan pergi bersama mereka. Caranya mendidik anak adalah “Memberikan teladan lebih penting daripada kata-kata�. Ia mempunyai hubungan yang baik dengan Fred, anak sulungnya, bukan hanya seperti ayah dan anak, tetapi juga seperti teman. Setelah Fred beranjak dewasa dan bahkan kemudian menjabat 115 sebagai Chairman, ayah dan anak ini tetap bisa mengobrol sepanjang malam sampai tidak menyadari fajar mulai menyingsing. Karena kepribadian Fred yang ramah, semua orang suka memanggilnya dengan nama Inggrisnya, Fred. Kehidupan Fred di luar negeri termasuk beruntung dibandingkan dengan siswa internasional lainnya karena ia tidak perlu kuatir akan ekonomi, dan selain itu, ayah dan adik laki-lakinya juga selalu bersamanya. Namun demikian, lingkungan yang harus dihadapinya tetap saja berbeda dengan warna kulit dan wajah yang tidak familiar, dan mungkin karena hal inilah yang membuat Fred yang aslinya bersifat introvert menjadi semakin low profile. Meski ibunya adalah pemimpin sebuah perusahaan besar, namun orang tidak akan menemukan pakaian bermerek ataupun sifat yang arogan pada diri Fred. Tentu saja, ia tidak pernah membesar-besarkan tentang latar belakang keluarganya. Sederhana dan polos adalah gambaran kehidupannya selama di Kanada. Fred senang membaca; Buku sejarah adalah favorit utamanya. Di rumahnya di Kanada terdapat ruang baca yang tidak kalah indah dengan perpustakaan, dan menikmati berbagai macam buku adalah masa-masa favoritnya setelah pulang sekolah. Meskipun orang tuanya bercerai saat usianya masih kecil,
Sinar Kecantikan
namun kedua orang tua tetap menjaga hubungan yang baik dan bersahabat. Setelah ayah Fred membawa kedua kakak adik ini belajar ke Kanada, ibu mereka tetap meluangkan waktu dari jadwalnya yang sibuk untuk mengunjungi mereka. Jarak yang jauh tidak mempengaruhi cinta keluarga; dan sebaliknya, waktu keluarga menjadi sangat berkualitas. Saat itu, Amy sudah bermaksud untuk meneruskan tongkat estafet itu kepada Fred, anak sulungnya, oleh karena itu ia sering berbicara tentang pekerjaannya saat mereka mengobrol. Untuk membiarkan Fred memahami bisnisnya lebih awal, ia juga menggunakan setiap kesempatan yang ada untuk membawa Fred bersamanya dalam perjalanan bisnis ke luar negeri. Oleh karena itu, sementara teman-teman sebayanya masih dalam masa-masa “muda dan naif�, Fred telah menjalani pendidikan elit dari keluarga Lin melalui contoh yang ditetapkan oleh ibunya. Ketika Fred masih seorang pelajar, kehidupannya sama seperti sifat dirinya, yaitu sederhana tetapi penuh dengan ide-idenya sendiri. Karena mengidolakan 116 Bruce Lee, ia menyukai olahraga; dan Kung Fu Cina adalah kesukaannya. Ia pernah berjalan dengan mengikatkan karung pasir pada pergelangan kakinya. Dan sepulang sekolah, ia juga pernah menghabiskan waktu dua setengah jam berjalan kaki dari sekolah ke rumah, tak peduli cuaca cerah ataupun dingin. Fred adalah seorang pelajar yang riang selama masa-masa di Toronto, Kanada. Ia memiliki kehidupan sekolah yang menyenangkan seperti anak-anak muda lainnya. Ia juga mempunyai keinginannya sendiri dan hal-hal lain yang diharapkannya di masa depan. Low profile dan dewasa tidak berarti ia dingin dan diam; memperlakukan orang dengan toleransi adalah cara hangatnya untuk bergaul dengan orang lain. Ia tidak perhitungan dengan hal-hal sepele, melainkan mengerti segala sesuatu dengan jelas di dalam pikirannya. Karena ia tidak kekurangan secara ekonomi, banyak orang yang suka memanfaatkan dirinya. Dan meskipun ia tahu jelas akan hal itu, ia tidak pernah menunjukkan emosinya, melainkan menjaga jarak dari orang-orang yang demikian dengan caranya sendiri dan tetap menjaga kerukunan. Ia sangat mirip dengan ibunya yang sangat mementingkan keharmonisan. Bagi Fred, kehidupan di Kanada adalah masa-masa dimana terbentuknya ikatan keluarga yang kuat, yang berdiri bersama untuk menghadapi tantangan. Ayahnya mendidik dengan cara yang keras namun rasional dan selalu
Chapter IV: Mewarisi – Mantan Chairman, Fred Lin
menunjukkan keramahan terhadap teman-teman yang diundang Fred ke rumah serta sama sekali tidak bersikap seperti orang yang lebih tua. Selain itu, meskipun kelihatannya adalah sebuah tugas bagi Fred untuk mengurus adik laki-lakinya, namun di hatinya sebenarnya ini merupakan beban yang manis. Di mata ayahnya, Fred yang belum berusia dua puluh tahun, sebenarnya masih adalah seorang anak kecil, yang mencintai bola basket dan Kung Fu, suka membaca, dan menyayangi keluarganya. Fred memiliki harapan yang tak terbatas untuk masa depannya dan imajinasi yang tak terbatas tentang dunia. Di mata para sahabat dan teman sekolahnya, masa-masa Fred sebagai seorang murid dijalaninya dengan bebas dan santai. Di balik penampilannya yang tegar dan kuat, ada sebuah hati yang lembut dan hangat. Sifatnya yang baik membuatnya selalu memperlakukan orang dengan toleransi. Dalam kepribadiannya yang optimis, tebersit sifat yang pemalu. Dan ambisi yang diwarisi dari ibunya membuatnya menjadi seorang eksekutor yang luar biasa. 117
Sinar Kecantikan
Menerima misi darurat di usia dua puluh tahun. Menghadapi diri sendiri, menghadapi segalanya.
Namun demikian, Fred yang adalah seorang “anak kecil” di mata ayahnya, dan seorang yang “sopan, baik hati, kekanak-kanakan” di mata temantemannya ini, terpaksa tumbuh dewasa dalam semalam dan memikul masa depan perusahaan serta masa depan ratusan anggota dan keluarga mereka.
118
Satu kata di dunia yang bisa melukiskan semua ini mungkin adalah “tekanan”; Namun, bagi Fred, bagaimana bisa satu kata ini cukup untuk menggambarkan pengalaman emosionalnya yang naik turun? Setelah pesawat China Airlines mengalami kecelakaan pada tanggal 25 Mei 2002, Fred dan adik laki-lakinya kembali ke Taiwan dengan penerbangan pertama; ayah mereka tinggal untuk menangani beberapa masalah yang belum selesai di Kanada dan tidak kembali ke Taiwan bersama mereka. Pada waktu itu, Fred sedang belajar dengan mengambil jurusan manajemen bisnis. Karena tergesa-gesa untuk kembali ke Taiwan, ia hanya mengemasi empat buku di tasnya: Alkitab, Kitab Suci Budha, Sejarah Tiga Kerajaan, dan Seni Perang Sun Tzu. Ia berharap keempat buku ini bisa memberinya kekuatan yang cukup untuk menghadapi apa yang yang akan dipikulnya di depan. Selama penerbangan delapan belas jam, ia berulang kali memikirkan bagaimana cara mengatasi perubahan dan memenangkan perjuangan berat ini. Saat kembali ke tanah tercinta, Fred dihadapkan dengan ramainya kerumunan orang-orang, pada saat itulah ia benar-benar menyadari kenyataan bahwa “Ibu telah tiada”. Chairman Simon mengingat bahwa pada saat itu ia menyaksikan perubahan emosional yang dialami kakak laki-lakinya, mulai dari panik hingga tenang dan akhirnya berani. Meskipun telah lewat bertahuntahun, kekaguman Simon kepada kakak laki-lakinya masih terlihat jelas dalam ekspresinya.
Chapter IV: Mewarisi – Mantan Chairman, Fred Lin
EASECOX International Group mengadakan rapat direksi pada tanggal 5 Juni. Rapat tersebut memutuskan dengan suara bulat bahwa Fred menjadi penerus dan kepemimpinannya berlaku segera pada hari itu juga, supaya ia dapat melanjutkan rencana dan gol bisnis Ms. Amy Lin. Saat itu, banyak desas-desus tak baik menyebar, yang beranggapan bahwa Fred tidak akan berani kembali untuk mengambil alih perusahaan besar semacam ini; Tentu saja, ada lebih banyak lagi pertanyaan dan keraguan akan kemampuannya, mampukah seorang muda yang masih pelajar memimpin perusahaan? Namun, semua orang terkesan dengan ketabahan dan ketangguhan Fred, yang dengan tenang selangkah demi selangkah mengurus mulai dari proses pemakaman hingga mengambil alih perusahaan. Fred mengaku bahwa pada hari pertama ia kembali ke Taiwan, ia menerima telepon yang tidak henti-hentinya dan dokumen yang tak habis-habisnya harus ditandatangani. Banyak beban dan tanggung jawab tiba-tiba jatuh ke 119 pundaknya, ia tidak memiliki kepercayaan diri dan tidak tahu apakah dirinya mampu untuk memikul perusahaan dengan skala besar seperti ini. Suatu hari, di tengah hiruk pikuk yang mencekik, Fred mengendarai mobil untuk menjauh dan berusaha mencoba melepaskan semua beban yang begitu menekannya. Ia mengebut dan menangis bersamaan, dan ini adalah pertama kalinya ia melepaskan emosinya setelah mengetahui tentang kepergian ibunya. Ia menangis karena merindukan ibunya dan juga karena semua tanggung jawab dan tekanan yang akan dihadapinya. Tanpa sadar, mobil Fred melaju ke ujung jalan gunung, dimana sulit untuk memutarbalikkan mobil karena jalan tersebut terlalu sempit. Pada saat itu, ia tiba-tiba menyadari bahwa “saat kita sudah berada di ujung jalan, sangatlah sulit untuk kembali, satu-satunya cara untuk maju adalah dengan terus membuka jalan baru�. Setelah ia melepaskan frustrasinya, ia mulai berpikir dengan tenang. Menurutnya, perusahaan mungkin akan mengalami krisis besar di masa depan, namun demikian, asalkan ia dapat melewati kesulitan yang ada di depan matanya sekarang ini, maka masalah-masalah yang kemudian juga pasti akan ada penyelesaian.
Sinar Kecantikan
Ia berpikir, “Sekalipun aku pergi entah kemana, aku tetap tidak bisa lepas dari diriku sendiri�, oleh karena itu, ia memutuskan untuk menghadapi dirinya sendiri, dan juga menghadapi segalanya. Setelah menjernihkan pikirannya, ia segera berbalik dan kembali ke Taipei. Ia tiba kembali di perusahaan pukul 10 malam lebih. Para eksekutif inti masih menunggunya dan dukungan mereka tersebut memberikan Fred keberanian dan kepercayaan diri untuk menghadapi tantangan masa depan.
120
Chapter IV: Mewarisi – Mantan Chairman, Fred Lin
Dengan kekuatan dan usaha sendiri, membawa EASECOX Group ke era yang baru
Setelah mengambil alih posisi Chairman, langkah pertama yang diambil Fred adalah mengadakan forum Chairman, dimana ia melakukan kunjungan non-stop ke seluruh Taiwan dari bagian Utara, Tengah, dan Selatan. Mewarisi sifat ibunya yang terus terang, ia berbicara secara terbuka tentang dirinya di forum. Ia mengakui bahwa dirinya tidak pernah memegang peran kepemimpinan selama tumbuh dewasa, baik sebagai ketua kelas, wakil ketua kelas, ataupun ketua grup. Posisi kepemimpinan pertama dalam hidupnya adalah menjadi Chairman. Perubahan drastis karena takdir ini sangat tiba-tiba 121 dan ia tidak siap untuk itu. Namun, dari forum yang satu ke yang berikutnya, Fred berhasil mengatasi rasa gugup untuk berdiri di atas panggung dan sifatnya yang pemalu. Mulai dari pertemuan lima puluh orang hingga ratusan bahkan ribuan orang, ia perlahan-lahan mengatasi semua rintangan dan tumbuh dewasa dengan kecepatan yang luar biasa. Meskipun karisma adalah sesuatu yang dibawa dari lahir, tetapi ketulusan hati adalah sesuatu yang lebih dapat menyentuh hati orang. Apa yang Fred bicarakan di forum benar-benar keluar dari hatinya dan ia mengungkapkan perasaannya dengan tulus. Dan ini selalu membuat para peserta tersentuh. Ia juga membuat orang terkesan dengan fleksibilitas yang ditunjukkannya dalam memimpin dan mengatur, begitu pula dalam memberikan inspirasi bagi banyak orang. Ia pernah berkata dalam sebuah forum: “Setiap kita adalah orang biasa, begitu pula dengan saya. Namun, sekelompok orang biasa yang berkumpul bersama dengan keyakinan yang sama, dapat mencapai sebuah bisnis yang luar biasa.� Ucapannya membuat para distributor yang hadir tergerak dan ia mendapatkan dukungan penuh dari semua distributor.
Sinar Kecantikan
Perubahan seperti itu membuat ayah Fred yang duduk di kursi hadirin sangat terharu dan tidak bisa menyembunyikan kegembiraan di hatinya. Fred, anak sulungnya, yang adalah seorang anak kecil di matanya, kini telah berubah menjadi seorang pemimpin perusahaan, seorang sosok yang menjadi tempat sandaran bagi semua orang dalam perusahaan ini. Dan apa yang dialami oleh Fred selama ini, segala kesulitan dan rintangan, hanya dia sebagai ayah Fred yang dapat ikut merasakannya. Fred yang menyukai sejarah seringkali menggunakan tokoh sejarah sebagai referensi. Dalam pertemuan dengan para distributor, ia dengan tegas menyatakan bahwa ia akan memimpin semua partner dengan menerapkan kebijaksanaan dari Kaisar Kangxi, keberanian dari Kaisar Yongzheng, dan ambisi dari Genghis Khan, untuk mencapai mimpi dan aspirasi yang belum selesai dari sang Pendiri, Ms. Amy Lin. Dalam hidup ini, kita tidak bisa bersandar pada orang lain dan menyenangkan orang lain, melainkan setiap orang seharusnya bersandar pada 122 kekuatan dan usahanya masing-masing. Setelah mengatasi kelemahan dirinya dan belajar untuk memahami dirinya sendiri, Fred yang tadinya adalah seorang yang akan gemetaran saat berbicara di panggung sekalipun hanya satu menit, akhirnya bisa dengan bebas mengekspresikan ide dan visinya sendiri. Ini membuatnya memenangkan kepercayaan dan kerjasama dari para distributor EASECOX Group. Akhirnya EASECOX telah melewati masa-masa yang paling kritis, dan suatu era yang baru bagi EASECOX International Group akan segera dimulai!
Chapter IV: Mewarisi – Mantan Chairman, Fred Lin
Menampilkan gaya manajemen pribadi: cepat seperti angin, tenang seperti hutan, ambisius seperti api, namun stabil seperti gunung. Sebuah kecelakaan pesawat China Airlines tiba-tiba membuat EASECOX Group menjadi tanpa kemudi. Fred yang mengambil alih perusahaan besar ini pada masa kritis harus menghadapi tekanan yang besar baik secara internal maupun eksternal. Selain itu, pada saat yang bersamaan Fred juga harus menanggung kesedihan karena kehilangan ibunya namun ia malah berbalik menghibur ayahnya dan memotivasi semua distributor untuk merebut pasar. Setelah kondisi perusahaan stabil, Fred mengingat kembali bahwa kekuatannya pada saat itu berasal dari sikap yang “menolak untuk menerima kekalahan”. 123 Fred juga percaya bahwa jika Anda ingin membuat keputusan yang tepat tentang sesuatu, hal pertama yang harus Anda lakukan adalah untuk menyukai hal itu, kemudian Anda harus melepaskan diri Anda dari hal itu dan menganalisanya dari berbagai perspektif yang objektif. Jadi, setelah mengatur para distributor dan staf perusahaan dengan baik, ia mulai dengan aktif mencari tahu budaya dan cara pengelolaan perusahaan. Melalui komunikasi dengan para senior dalam organisasi, ia merasa EASECOX yang telah berkembang selama empat belas tahun, kinerjanya terhenti karena struktur organisasi yang menua dan cara pikir yang kuno. Oleh karena itu, ia mulai melakukan transformasi pada perusahaan dan meningkatkan kualitas budaya perusahaan, dengan harapan dapat memberikan suatu semangat yang baru bagi perusahaan. Fred menjabat pada bulan Juni 2002, dan dalam waktu kurang dari tiga tahun, ia telah mewujudkan misi dari Pendiri yaitu “diversifikasi perusahaan, diversifikasi produk, profesionalisasi SDM, dan globalisasi bisnis” dengan cara yang terdepan. Kehebatannya dalam eksekusi juga terlihat jelas pada masamasa ini. Untuk “diversifikasi perusahaan”, Fred adalah orang pertama yang memperkenalkan “alat kecantikan dan kesehatan oksigen tekanan ultra”, yang
Sinar Kecantikan
mengubah oksigen bertekanan tinggi kelas medis menjadi oksigen tekanan ultra untuk tujuan kecantikan, spa dan kesehatan. Alat kesehatan ini total ada delapan belas buah, dimana masing-masing tujuh buah untuk pusat bisnis di Taipei dan Taichung, dan empat buah untuk Kaohsiung. Strategi ini bukan hanya yang pertama di Taiwan tetapi juga satu-satunya. Untuk “diversifikasi produk”, Fred yang ahli dalam manajemen bisnis, tahu betul bahwa produk adalah senjata terbaik bagi perusahaan. Oleh karena itu, ia dengan aktif bekerjasama dengan pabrik farmasi GMP yang terkenal untuk meneliti dan mengembangkan serangkaian makanan kesehatan yang kemudian mendapatkan National Biotechnology Award. Karena EASECOX Group memperkenalkan teknologi yang dipatenkan dunia, banyak media berebutan untuk meliput tentang perusahaan, dan hal ini membuat produk tersebut langsung menjadi hit begitu diluncurkan di pasaran. Ini adalah pertama kalinya EASECOX Group masuk dalam bidang makanan kesehatan, dan keputusan Fred yang bijak adalah kunci keberhasilan ini. 124
Selanjutnya, perusahaan meningkatkan anggaran penelitian dan pengembangannya untuk mencari pemasok yang lebih baik dan mengembangkan produk berkualitas yang memenuhi persyaratan kesehatan dan kecantikan. Untuk “profesionalisasi SDM”, Fred merasa bahwa manajemen perusahaan membutuhkan SDM yang profesional, oleh karena itu ia berusaha semaksimal mungkin untuk melatih SDM. Perusahaan idealnya adalah seperti sebuah sekolah dan setiap staf di EASECOX Group dapat memperoleh pengetahuan baru dan menuai keuntungan dari pembelajaran mereka. Karena setiap orang mendapat kesempatan untuk bertumbuh, maka perusahaan tidak akan kehilangan satu SDM pun. Perputaran yang baik semacam itu dapat membantu menciptakan lingkungan kerja yang kompak dan menyenangkan. Untuk “globalisasi bisnis”, dibawah kepemimpinan Fred, EASECOX mendirikan cabang-cabang internasional satu demi satu: Singapura pada tahun 2003; Malaysia pada tahun 2004, yang merupakan basis operasi kedua dari EASECOX Group di Asia Tenggara; Dan Indonesia pada tahun 2006. Langkah internasionalisasi terjadi dengan kecepatan yang luar biasa. Kinerja global EASECOX Group tumbuh sebesar 70% di tahun 2003 dengan omset tiga milyar dolar Taiwan, yang merupakan keuntungan tertinggi
Chapter IV: Mewarisi – Mantan Chairman, Fred Lin
EASECOX Group selama 17 tahun berdiri. Untuk mengelola bisnis yang semakin global, Fred mengadakan konferensi video dengan cabang-cabang luar negeri secara reguler. Ia menunjukkan ambisinya dan berkata bahwa, “Di masa yang akan datang, dimana ada pasar, EASECOX akan ada di sana.” Seiring dengan serangkaian reformasi dan inovasi, Fred melakukan perencanaan yang lebih efektif dalam memanfaatkan Gedung EASECOX International untuk mengakomodasi sejumlah bisnis yang masih dalam rencana masa depannya. Kinerja yang luar biasa membuat EASECOX Group selangkah lebih maju menuju impian Pendiri, Ms. Amy Lin, untuk “Membangun jaringan di Asia Pasifik, menjadi teknik kecantikan untuk dunia”, dimana terwujudnya rencana ekspansi bisnis hanya soal waktu saja. Pemuda berusia dua puluh tahun yang waktu itu terburu-buru pulang dari Kanada ke Taiwan untuk menghadiri pemakaman ibunya, dengan sebuah koper yang berisi empat buku, pemuda itu dalam waktu 3 tahun telah mendorong EASECOX Group ke puncaknya dan mengubahnya menjadi sebuah perusahaan dengan omset tahunan sebesar tiga milyar dolar Taiwan. 125 Saat itu, Fred baru berusia dua puluh dua tahun. Pada tahun 2004, Fred terlihat lebih menonjol diantara banyak pengusaha lain dan ia mendapatkan kehormatan dipilih oleh Society of Business Practitioners, Inggris memenangkan penghargaan “Asia’s Outstanding Business Entrepreneur”. Ia tidak merasa puas dengan memenangkan penghargaan tersebut dan sebaliknya ia menyatakan bahwa di masa-masa tenang seperti ini, ia tetap harus mulai berpikir bagaimana menghadapi krisis, karena perusahaan sangat membutuhkan strategi untuk menghadapi persaingan yang ketat. Ia percaya “bertahan” adalah misi terbesar baginya. Fred tidak akan pernah lupa saat ia belajar di Kanada, ia melihat pusat perbelanjaan lokal yang terbesar, yang telah berumur ratusan tahun, tidak mampu melawan persaingan pasar dan akhirnya ditutup. Setelah mengalami kehilangan ibunya, ia sangat menyadari bahwa, “Begitu lahir, setiap orang sedang bergerak menuju kematian”, dan sebagai pemimpin perusahaan, ia merasa bertanggung jawab untuk membangun sebuah fondasi yang kuat bagi perusahaan agar perusahaan tidak menghadapi krisis karena kehilangan seseorang. Oleh karena itu, ia sungguh-sungguh berusaha untuk membangun budaya, sistem, dan semangat perusahaan, serta bergerak teguh menuju mimpi pengelolaan yang berkelanjutan.
Sinar Kecantikan
Bergerak menuju mimpi pengelolaan yang berkelanjutan dengan strategi bisnis yang besar.
Memiliki strategi bisnis berskema besar selalu merupakan karisma pribadi Fred. Menurutnya, jika seseorang hanya peduli dengan diri sendiri, maka semua emosi yang dirasakannya akan menjadi diperbesar berkali lipat. Namun, setiap orang juga harus memahami diri sendiri dengan mendalam, supaya dapat dengan jelas memahami segala hal tentang orang lain, dan kemudian mengerti arti dari “lakukan seperti bagaimana Anda ingin diperlakukan�. Pada saat yang sama, ia juga percaya bahwa makna hidup seharusnya bukan hanya untuk 126 kebutuhan pribadi tetapi juga harus memberi manfaat bagi orang lain. Jadi sama seperti Ms. Amy Lin, Fred bukanlah orang yang pelit dan perhitungan. Yang benar-benar diperhatikannya adalah pertumbuhan dan kesejahteraan para distributor setelah bergabung dengan EASECOX Group, apakah mereka mendapatkan kekayaan, baik yang berwujud maupun tidak berwujud. Meskipun Fred adalah Chairman, ia tidak bisa menjamin bahwa visi semua pemegang saham sama dengannya. Jika para pemegang saham tidak menganggap kepentingan distributor sebagai prioritas pertama, dan hanya memikirkan kepentingan pribadi mereka, maka perusahaan tidak akan mengalami kemajuan dan bahkan bisa menjadi mundur dan tereleminasi oleh waktu. Oleh karena itu, ia sekali lagi menunjukkan “kehebatan Genghis Khan� dengan membeli semua saham yang dipegang oleh pemegang saham EASECOX Hong Kong supaya EASECOX International Group memiliki kekuatan yang lebih besar. Setelah lewat beberapa tahun, Fred telah memegang kontrol 100% atas EASECOX Taiwan, Hong Kong, Singapura, Malaysia dan Indonesia. Kemudian ia berencana mendirikan sebuah sistem pusat keuntungan yang independen di kantor EASECOX di setiap negara, untuk menciptakan lebih banyak keuntungan bagi perusahaan dan distributor dengan mengembangkan
Chapter IV: Mewarisi – Mantan Chairman, Fred Lin
sumber pendapatan baru dan meminimalkan pengeluaran. Selanjutnya ia menyatakan bahwa, “kesatuan produksi dan pemasaran” adalah prioritas pengembangan EASECOX Group di masa depan, dimana selain meningkatkan kualitas produk, pada saat yang bersamaan juga dapat menekan modal, menaikkan keuntungan distributor sehingga menciptakan situasi triple win antara konsumen, distributor dan perusahaan. Nilai EASECOX Group yang terutama adalah “integritas”. Berbagi kesempatan bisnis yang menciptakan kesejahteraan ini kepada semua orang, membantu partner EASECOX untuk mandiri secara finansial dan memiliki kualitas hidup yang indah, semuanya ini telah dilakukan Fred dengan sungguhsungguh saat ia menjabat sebagai Chairman. Untuk mengenang ibunya, Ms. Amy Lin, yang juga adalah Pendiri EASECOX Group, Fred menyumbangkan dua puluh juta dolar Taiwan untuk mendirikan “Amy Lin’s Social Welfare Foundation”. Ia mengambil peran proaktif dalam mencanangkan acara-acara amal dan sosial, dengan demikian meneruskan filosofi ibunya yaitu “Apapun yang Anda ambil dari masyarakat, 127 berkontribusilah kembali untuk masyarakat”. Di abad ke-21 dimana industri pemasaran berubah dari waktu ke waktu, Fred memanfaatkan praktik bisnis yang penuh vitalitas dan inovasi untuk memimpin EASECOX Group melewati masa transisi yang menyakitkan dan memberikan suatu unsur yang baru bagi perusahaan yang berusia tujuh belas tahun ini. Ichikawa Danjuro, Pendiri Edo Kabuki yang terkenal di Jepang, pernah berkata kepada murid-muridnya, “Setiap orang memiliki kekuatannya sendiri, jadi meniru orang lain adalah suatu kerugian yang besar. Jika orang lain memiliki kelebihan, Anda bisa menyerap dan menambahkannya ke dalam kekuatan Anda sehingga menjadikannya milik Anda sendiri.” Bagi Fred, menjadi generasi kedua dari perusahaan, berarti ia ditakdirkan untuk dibanding-bandingkan dengan ibunya oleh orang banyak, dan terlebih lagi ia mendadak memikul tugas ini, setiap tekanan yang kelihatan maupun tidak kelihatan yang harus ditanggungnya benar-benar tidak dapat dibayangkan. Namun, seperti yang dikatakan oleh Ichikawa Danjuro, “Meniru orang lain adalah suatu kerugian yang besar”. Oleh karena itu, dengan tidak
Sinar Kecantikan
mengandalkan bayang-bayang ibunya, Fred yang berusia dua puluh tahun berhasil membawa EASECOX Group, yang saat itu berada dalam kondisi pasar yang sangat kompetitif, keluar dari awan gelap. Semua ini karena ia telah memahami dirinya sendiri, memotivasi dirinya sendiri, dan kemudian bertekad untuk berani maju ke depan. Pada tahun 2002, ketika Fred baru berusia dua puluh tahun dan mulai menjabat sebagai Chairman, di hadapan para distributor ia berharap dirinya dapat memiliki “kebijaksanaan Kaisar Kangxi, keberanian Kaisar Yongzheng, dan ambisi Genghis Khan�. Pada tahun 2011, Fred berusia tiga puluh tahun dan telah menjabat sebagai Chairman selama hampir satu dekade. Ia telah menyerap kekuatan ibunya dan membuat itu menjadi kekuatannya sendiri, serta kemudian menyerahkan hasil rapor yang mengesankan! 128
Chapter IV: Mewarisi – Mantan Chairman, Fred Lin
EPILOG Berbagai peran dalam kehidupan saling berhubungan dan menjadi esensi bagi kehidupan yang sukses.
Pendiri EASECOX, Ms. Amy Lin, memiliki dua orang putra; Putra sulungnya, Fred, adalah mantan Chairman, dan putra keduanya, Simon, meneruskan kakaknya menjadi Chairman pada tahun 2012. Ayah mereka selalu tersenyum hangat saat membicarakan kedua kakak adik ini. Ia menggambarkan Fred sebagai seorang yang pemalu, bahkan pada saat Fred belajar di Kanada, ia akan tersipu malu saat menghadapi wanita Barat yang inisiatif dan berani. Sedangkan, Simon, adik laki-lakinya, memiliki sifat yang berlawanan dengan kakaknya. Ayahnya menggambarkannya sebagai seorang 129 yang benar-benar antusias dan ekstrovert, yang bisa “berteman dalam waktu lima menit”. Berbicara tentang kakak adik yang memiliki kepribadian beda ini, yang satu pendiam dan yang lainnya sangat aktif, tahun-tahun mereka diwarnai dengan pertengkaran dan perselisihan, namun demikian mereka juga saling mengulurkan kedua tangan yang penuh warna dan melukis kehidupan satu sama lain. Mengingat kakaknya, Chairman Simon berkata, “Setiap kali kami bertengkar atau saat kakak laki-laki saya menegur saya dengan keras, meskipun kami tidak pernah mengucapkan kata-kata “maafkan saya”, namun kami akan selalu mencari cara untuk berdamai baik itu lewat menanyakan apakah pihak yang lain ingin makan sesuatu atau melakukan sesuatu.” Bagi adiknya, Fred adalah seseorang yang ia idolakan dari kecil; Bagi ayahnya, Fred adalah anak yang baik hati, polos dan bertanggungjawab. Chairman Simon mengatakan bahwa, “Kami dua bersaudara saling terikat satu sama lain dengan sangat mendalam, tetapi ikatan tersebut adalah ikatan yang manis.”
Sinar Kecantikan
Chairman Simon menggunakan kata “berani” untuk menggambarkan kakaknya, mantan Chairman, Fred. Keberaniannya selalu terlihat dari perspektif yang berskema besar, seperti ketenangannya dalam menghadapi kepanikan saat mengemban misi darurat, kegigihannya dalam melewati masa-masa awal saat ia mengambil alih berbagai urusan perusahaan, dan rasa tanggung jawabnya dalam mengatasi gelombang tekanan yang berdatangan. Sikap Fred yang luar biasa dan berbeda dengan kebanyakan orang inilah yang membuatnya dikatakan “berani” di mata adik laki-lakinya. Dan fakta telah membuktikan bahwa kebahagiaan juga ikut mengiringi keberaniannya. Setelah bisnis berjalan stabil, Fred juga mengatasi kelemahan dalam kepribadiannya - pemalu dan introvert, untuk menemukan pasangan hidupnya. Di mata orang lain, Fred adalah seorang pria yang sangat mencintai keluarganya. Ia seringkali secara terbuka mengungkapkan rasa sayangnya kepada istrinya di depan umum. Setelah menikah, Chairman Fred dan istrinya 130 menjadi partner kerja yang sempurna. Menurut Chairman Simon, kakak lakilaki dan iparnya tidak hanya saling mendukung dalam kehidupan pribadi mereka, tetapi juga sama-sama bekerja keras untuk bertumbuh dan saling belajar dalam pekerjaan. Tidak lama kemudian, putra sulung dan putra kedua Fred lahir dan menambah kebahagiaan hidupnya. Fred, yang dari mudanya sangat menyukai anak-anak dan selalu menjaga adik-adik dalam keluarga yang berusia lebih muda darinya, secara tak sadar terpengaruh oleh cara ayahnya dalam mendidik, yaitu “Memberikan teladan lebih penting daripada kata-kata”. Saat menceritakan bagaimana hubungan sang kakak dengan anak-anaknya, Chairman Simon dengan tak percaya berkata bahwa kakak laki-lakinya adalah tipe ayah yang bisa menemani anak-anaknya bermain, membaca, bahkan memeluk mereka saat tidur. Setelah memiliki keluarganya sendiri, Fred menjadi lebih aktif dalam pekerjaan dan perlahan-lahan mengembangkan rencana jangka panjang untuk masa depan, termasuk membina adik laki-lakinya. Fred sering berinteraksi dengan adiknya dengan cara menggodanya dan selalu bercerita tentang semua hal. Karena mereka memiliki hobi yang sama, jadi meskipun kepribadian mereka berbeda, sama sekali tidak ada halangan dalam berkomunikasi. Dan
Chapter IV: Mewarisi – Mantan Chairman, Fred Lin
bahkan jika mereka bertengkar atau marah, itu tidak akan bertahan lebih dari satu hari. Simon mengatakan bahwa kakak laki-lakinya sangat cepat dalam bertindak dan teliti dalam berpikir. Fred tidak pernah memaksanya untuk belajar tentang pekerjaan dan selalu membiarkannya mengalami sendiri, dan kemudian melalui cara introspeksi dan disiplin diri membuatnya terlibat secara spontan. Ia mengatakan bahwa kakaknya, Fred pandai mengamati, baik orang-orang, masalah-masalah dan hal-hal, terutama terhadap “sikap” orang-orang. Karena itu, setelah Chairman Simon kembali dari Kanada ke Taiwan, Fred sering membawa adiknya untuk ikut menghadiri berbagai acara dan mengamati sikap adiknya itu, lalu kemudian mendorongnya untuk terlibat dengan spontan dalam urusan perusahaan. Itulah Fred! Seorang kekasih dan suami yang luar biasa bagi istrinya, seorang ayah yang seperti “boneka mainan besar” di mata anak-anaknya, seorang kakak yang pemberani di mata adik laki-lakinya, dan seorang anak yang baik, bertanggung jawab dan berhati tulus di mata ayahnya. 131
Sinar Kecantikan
Didedikasikan untuk Mantan Chairman, Mr. Fred Lin
The mission of the mirror – Jorge Carrera Andrade, Ecuador poet When the night fells, all things forgot their shapes and colors, The walls curl up, When everything kneels to surrender or muddles, Only you, the shiny existence, stand with strong feet. You impose your crystal will on shadows, 132
Your mineral silence flashes in the dark. Like pigeons suddenly rising, You send the secret message to all of creation. Every chair stretched in the night waits for Imaginary guests to show up before the shadowy plate. Only you, a transparent witness, Repeatedly recite the lessons of light.
Chapter IV: Mewarisi – Mantan Chairman, Fred Lin
133
Kutipan Terkenal “Setiap kita adalah orang biasa, begitu pula dengan saya. Namun, sekelompok orang biasa yang berkumpul bersama dapat mencapai sebuah bisnis yang luar biasa!� Fred Lin
Sinar Kecantikan
Tonggak Sejarah EASECOX 1988 Berdirinya EASECOX International Group 1989 Pakaian pembentuk AMYLINEAR muncul untuk pertama kalinya 1993 Terbentuknya jaringan pemasaran di seluruh Taiwan; Omset tahunan mencapai 2 milyar NTD 1994 AMYLINEAR terpilih sebagai 10 Produk Terbaik oleh Business Weekly 1996 Berdirinya cabang EASECOX di Hong Kong; EASECOX mendapatkan “Golden Trademark Award” dari Kementerian Ekonomi Taiwan 1997 AMYLINEAR mengembangkan Seri Serat Tourmaline yang baru 134
1998 Gedung EASECOX International selesai dibangun, menandakan pengelolaan yang berkelanjutan dari bisnis EASECOX 1999 EASECOX mendapatkan “Taiwan Golden Quality Award for Best Costumer Ratification” dan diverifikasi oleh Komisi Perlindungan Konsumen sebagai perusahaan teladan 2000 EASECOX memperoleh sertifikasi ISO 9002 2001 Ms. Amy Lin mendapatkan “Outstanding Entrepreneur Award”; AMYLINEAR Seri Super Konduktif diluncurkan 2002 Mr. Fred Lin ditunjuk sebagai Chairman EASECOX yang baru; Pasar Malaysia mulai dikembangkan 2003 Omset tahunan mencapai sebesar 3 milyar NTD; Berdirinya cabang EASECOX di Singapura 2004 Chairman Fred Lin memperoleh penghargaan “Asia’s prominent business entrepreneur” Berdirinya cabang EASECOX di Kuala Lumpur, Malaysia 2006 Berdirinya cabang EASECOX di Penang, Malaysia; Berdirinya cabang EASECOX di Jakarta, Indonesia
Chapter IV: Mewarisi – Mantan Chairman, Fred Lin
2007 Peluncuran Seri Ion Metalik Super Konduktif 2009 Semua seri produk memenangkan “National Quality Guarantee Golden Award” periode ke-9; Berdirinya cabang EASECOX di Medan, Indonesia 2010 Berdirinya cabang EASECOX di Manila, Filipina 2011 Peluncuran resmi sistem DMS global 2012 Mr. Simon Lin ditunjuk sebagai Chairman yang baru; Berdirinya cabang EASECOX di Miri, Malaysia Peluncuran seri Marvel AAP dan seri Purence di Taiwan 2013 Peluncuran situs resmi EASECOX yang baru dan sistem e-trading Peluncuran seri Marvel AAP dan seri Purence di Asia Tenggara 2014 Peluncuran Majalah EASECOX Elite secara global dalam 3 bahasa Peluncuran Marvel CC Cream 2015 Chairman Simon Lin dianugrahi gelar “Datuk” oleh Sultan Pahang di Malaysia Berdirinya cabang EASECOX di Bangkok, Thailand; Berdirinya cabang EASECOX di Kota Kinabalu, Malaysia Peluncuran produk Brilliant Panties/ Seri EaseShape yang baru/ Pembentuk Lengan - Lengan Panjang/ Selendang Ion Perak Super Konduktif Peluncuran aplikasi ponsel “Beauty Designer” 2016 Pembukaan ulang kantor cabang EASECOX di Taichung (Taiwan), Singapura, dan Jakarta (Indonesia) setelah relokasi dan perluasan Berdirinya cabang EASECOX di Surabaya, Indonesia 2017 Dibukanya Galeri EASECOX di kantor pusat Pembukaan ulang kantor cabang EASECOX di Hong Kong setelah relokasi dan perluasan
135
Buku:
Sinar Kecantikan
Penerbit:
Simon Lin
Editor:
Wei-Chi Weng
Desainer:
Yi-Shang Chiang
Diterbitkan oleh: EASECOX International Group Alamat: 4/F, No 74, Sec 4, Zhongyang Rd, Tucheng, Taipei 23676, Taiwan Kode Produk:
A069014
Edisi 201805
Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Keteguhannya (Amy Lin), pewarisnya (Fred Lin) Membuat sekelompok orang biasa Mencapai bisnis yang luar biasa Menghadapi berbagai tantangan Ia (Amy Lin) memulai mimpinya di usia 30 tahun Ia (Fred Lin) mewujudkan mimpinya (Amy Lin) di usia 20 tahun Keduanya mendapatkan hasil yang gemilang Mimpi indah itu terus bersinar selamanya ... Buku ini adalah tentang Pendiri EASECOX, Amy Lin dan anaknya, Fred Lin Didedikasikan untuk semua pemimpi EASECOX