

![]()







LPJ ORMAWA 202
Pengarah
Rektor IPB University
Dr. Alim Setiawan, STP, MS
Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan IPB
Prof. drh. Deni Noviana, PhD, DAiCVIM
Penanggung Jawab
Direktur Kemahasiswaa
Dr. Beginer Subhan, S.Pi., M.Si
Asisten Direktur Bidang Pembinaan Karakter, Organisasi Kemahasiswaan, Olahraga, dan Kesenian Mahasiswa
M. Faturrokman, S.Pt, M.S
Supervisor Bidang Pembinaan Karakter dan Organisasi Kemahasiswaa
Nur Fajri Rahmawati, S.P
Supervisor Bidang Olahraga, dan Kesenian Mahasisw
R.A. Abdul Qodir Soetadikaria, S.Sos.,M.
Penuli
Drh. Mas Tau qqurrahman, M.Si.
Drh. Bintang Nurul Iman, M.Si
Salsabil Nisa Nurindra Putr
Lizzilmi Syarifatuz Zaima
Ghi ari Kenang Sagrah
Zaidan Surya Nugroh
Pengolah Dat
Ghi ari Kenang Sagrah
Perancang Ilustrasi dan Tata Letak
Ghi ari Kenang Sagrah
Maharaja Muhammad Arafa
Zaidan Surya Nugroh
Pengembang We
Raihan Putra Kiran
Penulis IDaftar Is IIGlosariu


Tren Pertumbuhan dan Dinamika Ormawa IPB Universit
Struktur Kelembagaan dan Tipologi Ormawa
Jumlah Keterlibatan Mahasiswa dalam Kegiatan Ormaw
Distribusi Partisipan Kegiatan Ormawa Berdsarkan Fakulta
Capaian Kuantitatif dan Hasil Program
Produktivitas dan Ragam Kegiatan Ormawa 2024--202
Skala Implementasi dan Jangkauan Program
Kontribusi Ormawa terhadap Agenda SDGs

Alokasi dan Distribusi Dana Ormawa

Risiko Kegiatan Ormaw




Intesitas dan Pola Kolaboras
Mitra Kolaborasi dan Bentuk Kemitraa


Faktor yang Memengaruhi Dinamika Ormaw
Kualitas Pelayanan Ditmaw

Dampak Kolaborasi terhadap Kapasitas Ormawa
Citra dan Partisipasi Ormawa di Media Digita
Analsis Performa Media Sosial dan Tingkat Partipas




















Dana BPPT
Dana yang dikelola dalam skema BPPTN untuk membiayai kegiatan pendidikan tinggi di Indonesia
Dana Non-BPPT
Dana yang digunakan untuk membiayai kegiatan pendidikan tinggi di luar skema BPPTN
Ditmawa (Direktorat Kemahasiswaan
Unit kerja IPB yang berfungsi mengelola, membina, dan memfasilitasi kegiatan kemahasiswaan
IOMS (Ikatan Organisasi Mahasiswa Sejenis
Kelompok organisasi mahasiswa yang memiliki kesamaan bidang keilmuan dan memiliki kepengurusan di tingkat nasional
Ormawa (Organisasi Mahasiswa
Organisasi yang dibentuk oleh IPB University sebagai wadah pengembangan diri, kepemimpinan, dan kegiatan kemahasiswaan
Ormawa Pusa
Organisasi mahasiswa yang memiliki peran dan ruang lingkup kerja pada tingkat institusi
Ormawa Wilaya
Organisasi mahasiswa yang menjalankan aktivitas berdasarkan pembagian wilayah atau unit tertentu
OMDA (Organisasi Mahasiswa Daerah
Organisasi mahasiswa yang dibentuk berdasarkan kesamaan daerah asal anggotanya
UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa
Organisasi mahasiswa yang berfokus pada pengembangan minat, bakat, dan keterampilan di bidang tertentu
01/0
Bagaimana perubahan struktur dan komposisi
Ormawa membentuk dinamika Ormawa pada tahun 2025


Ringkasan Lanskap Ormaw
Komunitas tumbuh pesat, OMDA mengalami penurunan tren Pergesera
Ormawa memegangWilayah rasio partisipasi terpadat Mass
Sekolah Vokasi memimpin total indeks keterlibatan Punca


Perkembangan organisasi mahasiswa pada tahun 2025 menunjukkan dinamika yang dipengaruhi oleh proses keluar dan masuknya Ormawa dalam struktur resmi. Perubahaniniditandaidenganmeningkatnya jumlah organisasi, yang terutama didorong oleh pertumbuhan klaster komunitas, sementara Organisasi Mahasiswa Daerah (OMDA) mengalami penurunan jumlah. Dinamika tersebut berimplikasi pada pola partisipasi mahasiswa, dengan Ormawa Wilayah menjadi jenis organisasi yang paling dominandarisisijumlahorganisasidan
pengurus, tercermin dari rasio partisipasi tertinggi. Tingginya partisipasi ini selanjutnya berkorelasidenganketerlibatanfakultas,yang menunjukkan bahwa Sekolah Vokasi, sebagai unit akademik dengan jumlah organisasi terbanyak, juga mencatat jumlah pengurus dan tingkat partisipasi mahasiswa yang paling tinggi. Secara keseluruhan, kondisi ini menegaskan bahwa perubahan struktur Ormawa tidak hanya memengaruhi komposisi organisasi, tetapi juga membentuk pola keterlibatan mahasiswasecaralintasfakultas

Gambar PerkembanganJumlahOrmawa2022—2025Sumber:DataOrmawaIPB(diolah
Jumlah Ormawa mengalami peningkatan dari
173 organisasi padatahunsebelumnya menjadi 184 organisasi (Gambar1). Peningkataninitidak semata-mata mencerminkan keberlanjutan seluruh Ormawa yang telah ada, melainkan dipengaruhi oleh dinamika penataan organisasi melalui proses keluar dan masuknya Ormawa pada Surat Keputusan (SK) Rektor tahun berjalan.

SK 2025 mencatat bahwa sejumlah Ormawa
tidak lagi tercantum, terdiri atas lima organisai gabungan dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan komunitas serta sebelas Organisasi Mahasiswa Daerah (OMDA). Namun demikian, pengurangan tersebut diimbangi oleh penambahan Ormawa baru dalam jumlah yang lebih besar, yaitu tiga belas komunitas, empat Ormawa Wilayah, dan tiga OMDA sehingga secara agregat jumlah Ormawa tetap menunjukantren peningkatan.






Pergeseran
Tre
Lonjakan Minat vs Penurunan Daera

Unit Komunita (Gainer Tertinggi
Unit Wilaya
Unit OMD (Penurunan Terbesar
Gambar TipologiDataOrmawaTahun2025Sumber:DataOrmawaIPB(diolah
Komposisi Ormawa pada tahun 2025 menunjukkan bahwa Ormawa Wilayah tetap menjadi klaster dengan jumlah terbanyak (Gambar 2), diikuti oleh UKM dan komunitas. Secara jumlah, Ormawa Wilayah mengalami kenaikan dari 68 menjadi 74 organisasi, menegaskan posisinya sebagai klaster dominan dalam struktur Ormawa Karena terdapat penambahan Fakultas/Sekolah. Peningkatan juga terjadi pada klaster komunitas yang bertambah dari 30 menjadi 37 organisasi, menjadikannyaklaster dengan pertumbuhan
palingsigni kan.Sebaliknya,OMDAmengalami penurunan jumlah dari 33 menjadi 27 organisasi, menunjukkan adanya konsolidasi pada klaster berbasis kedaerahan. Sementara itu, jumlah Ormawa Pusat dan IOMS relatif stabil tanpa perubahan signi kan.Secara keseluruhan, pergeserankomposisiinimemperlihatkanbahwa peningkatan jumlah Ormawa pada tahun 2025 lebih banyak didorong oleh ekspansi komunitas dan penguatan Ormawa Wilayah, meskipun terjadi pengurangan pada klaster OMDA

(1.2%
Rata-rata Mahasiswa per Organisas
Gambar PartisipasiMahasiswaberdasarJenisOrganisasiSumber:DataOrmawaIPB(diolah
Partsipasi mahasiswa paling banyak tercatat pada Ormawa Wilayah (Gambar 3), yang didukung oleh tingginya jumlah organisasi dan total pengurus yang terlibat. Tingkat keterlibatan ini tercermin dari rasio kepadatan massa sebesar 84 persen, yang menunjukan bahwa setiap Ormawa Wilayah mampu menghimpun mahasiswa dalam jumlah relatif besar per organisasi. UKM menempati posisi berikutnyadengan jumlahpengurus yangbesar, namun memiliki rasio kepadatan yang lebih rendah, yaitu 53persen

Rasio ini mengindikasikan bahwa partisipasi mahasiswa cenderung lebih tersebar pada setiap UKM. Sementara itu, komunitas memiliki rasio yang lebih kecil, mencerminkan karakter keanggotaan yang lebihspesi k

Ir. Soekarn Presiden Pertama Indonesi




Gambar SebaranKeterlibatanOrmawaperFakultasSumber:DataOrmawaIPB(diolah
Sekolah Vokasi menunjukkan tingkat keterlibatan Ormawa tertinggi dibandingkan fakultas lainnya (Gambar 4). Capaian ini didukung oleh jumlah organisasi mahasiswa serta akumulasi pengurus yang relatif besar. Hal tersebut tercermin dari rasio partisipasi, yaitu perbandinganjumlahpengurusOrmawa

terhadap jumlah mahasiswa aktif di fakultas, yang mencapai nilai tertinggi sebesar 93.5. Fakultas Teknologi Pertanian dan Fakultas Kehutanan dan Lingkungan menyusul dengan rasio partisipasi masing-masing 90.8 dan 72.9 (Gambar4)



02/0


Sejauh mana program Kerja Ormawa terealisasi dan memberikan dampak nyata bagi partisipasi mahasiswa


Realisasi, Fokus, & Anggara
Efektivita
94,6
Konsistensi Tingg
Pendanaa
R 12 Milia
Fokus dan Dampa
PelaksanaanprogramkerjaOrmawapadatahun 2025menunjukkancapaianyangsangattinggi, dengan tingkat realisasi mencapai 94,6 persen dari total rencana yang ditetapkan. Tingginyacapaianinitidakterlepasdaridominasi Ormawa Wilayah yang memiliki partisipasi mahasiswa paling besar, sehingga mampu menjalankan program secara konsisten. Program yang terealisasi mencakup beragam bidang kegiatan, dengan peningkatan paling signi kan terjadi pada kegiatan kewirausahaan, yang sekaligus menandai pergeseranfokuspengembanganmahasiswa

Ragam kegiatan tersebut sebagian besar berkontribusi pada pencapaian Pendidikan Berkualitas (SDGs 4), namun dibandingkan tahun sebelumnya terlihat peningkatan yang sangatmenonjolpadaKemitraan (SDGs17). Seluruh capaian ini didukung oleh pendanaan sekitar Rp12 miliar yang sebagian besar dialokasikan kepada Ormawa Wilayah. Meski demikian, keberlangsung program kerja Ormawa di dominasi dengan risiko rendah dengantipekegiatannon-kompetitif


Gambar
Capaian Kuantitatif Program Ormawa (2025)
Total Pesert Program Ormaw

Gambar Komposisi Skala Kegiata
IPB Universit
Program Kerja terealisasi dari rencana Musyawarah Kerj Skala Kegiata
Sumber: Data Ormawa IPB (diolah


Pelaksanaan program kerja Ormawa pada tahun 2025 menunjukkan capaian yang sangat tinggi, dengan tingkat realisasi mencapai 94,6 persen dari rencana yang sudah di tetapkan (Gambar 5). Meskipun secara agregat capaian realisasi tergolong optimal, perubahan capaian realisasi dibandingkan tahun sebelumnya menunjukkan perbedaan laju pertumbuhan antar klaster organisasi.OrmawaPusat
mencatat capaian realisasi tertinggi sebesar 39,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya, diikuti oleh UKM sebesar 28,8 persen (Panel 1).
Sebaliknya, IOMS dan OMDA mengalami penurunan masing-masing sebesar 30,5 persen dan 23,8 persen, yang mengindikasikan terjadinya konsolidasi program kerja. Sementara itu, Ormawa Wilayah tetap menunjukan pertumbuhan positif sebesar 5,6 persen (Panel 2),mencerminkanpeningkatanyangrelatifstabil
Untuk setiap 9 kegiatan di dalam kampus, terdapat 1 kegiatan yang berkompetisi di luar
Capaian realisasi program kerja Ormawa tahun 2025 tercermin dalam distribusi skala kegiatan yang didominasi oleh kegiatan internal institusi. Sebagian besar program kerja dilaksanakan pada skala IPB University sebesar 91,3 persen (Gambar 6), yang menunjukkan fokus utama Ormawa pada penguatan aktivitas dan dampak dilingkungankampus
+5,6% Ormawa Wilaya -30,5% IOM
Peningkatan stabil pada basis volume kegiatan terbesar -23,8
Sementara itu, kegiatan berskala nasional mencapai 7,8 persen dan kegiatan berskala internasional sebesar 0,9 persen (Gambar 6), yang mengindikasikan bahwa meskipun proporsinya relatif kecil, Ormawa tetap terlibat dalam ekosistem kolaborasi dan kompetisi di luar institusi

Memutuskan apa yang tidak perlu dilakukan sama pentingnya dengan memutuskan apa yang harus dilakuka











Pertumbuha
Kewirausahaa
Lonjakan
Dampak Sosial
Diikuti kenaikan signi kan pada Pengabdian Masyarakat sebesar +146,6%
Penurunan
Kompetisi
Aktivitas perlombaan mengalami kontraksi -29,2
Gambar Proporsi RagamKegiataSumber:DataOrmawaIPB(diolah
Total kegiatan Ormawa pada tahun 2025 meningkat sebesar 41,9 persen (Gambar 7) dibandingkan tahun sebelumnya, dengan dinamika pertumbuhan yang bervariasi antar ragam kegiatan. Peningkatan tertinggi terjadi pada kegiatan kewirausahaan, yang tumbuh sebesar 707,1 persen, diikuti oleh pengabdian kepada masyarakat dengan peningkatan sekitar 146,6 persen, menunjukkan penguatan signi kan pada orientasi kewirausahaan dan kontribusisosial (Gambar7)
Sementara itu, kegiatan kepemimpinan, kompetensi, sertaminatdanbakatmenunjukkan perkembangan yang relatif stabil hingga moderat. Sebaliknya, kegiatan kompetisi mengalami penurunan sebesar 29,2 persen (Gambar 7), yang mengindikasikan adanya pergeseranfokusprogramkerja dari aktivitas berbasis perlombaan menuju kegiatan pengembangan kapasitas dan pemberdayaanmahasiswa
Gambar 8 Distribusi Ormawa dengan Intesitas Program Tertingg
Organisasi dengan Intensitas Program Tertinggi di Bidangny
Kepemimpina
2
Forest Management Students' Club
Kompetis
1
Himpunan Mahasiswa Manajemen (Centre Of Management
Kewirausahaa
3
Himpunan Mahasiswa Manajemen (Centre Of Management
Minat Baka
1
Himpunan Mahasiswa Silvikultur (Tree Grower Community
Sejalan dengan distribusi dan dinamika ragam kegiatan, terdapat sejumlah Ormawa yang tampil sebagai kontributor utama pada masingmasing klaster kegiatan (Gambar 8). OrmawaOrmawa ini menunjukkan intensitas program tertinggi di bidangnya, mencerminkan fokus, konsistensi, serta kapasitas organisasi dalam mengelola dan mengembangkan aktivitas kemahasiswaan secara berkelanjutan

Kompetensi
6
AISEC IP
Pengabdian Masyarakat
1
Himpunan Mahasiswa Silvikultur (Tree Grower Community

16
l
Panel 3 Total kontribusi Top Kontibuto
Kegiatan Kampanye/ Promosi/Sosialisas
Kegiatan Pelatihan/ Trainin
Kegiatan Capacity Buildin Kegiatan Seminar/ Wo
op/Talkshow/ Symposiu
Advokasi/ Pendampinga
Kegiatan Pengabidan Masyaraka
Kegiatan Ekspedis
Kegiatan Mentoring atau Coachin
Kegiatan Kompetisi/ Lomb
Top Kategor Public Relatio
Jenis kegiatan paling sering dilakukan
Minor Kategor Kegiatan Ekspedisi
Jenis kegiatan paling jarang dilakukan
Gambar
Kompetensi Kepemimpinan Kompetisi Pengabdian Masyarakat
Kegiatan Riset/Surve
Minat Bakat/Surve
Secara keseluruhan, distribusi aktivitas
Ormawa menunjukkan dominasi yang kuat pada kegiatan public relation, dengan total 602 kegiatan, menjadikannya kategori kegiatan yang paling sering diselenggarakan (Gambar 9). Dominasi ini mencerminkan fokus utama Ormawa pada aktivitas komunikasi, promosi, serta penguatan citra dan jejaring organisasi. Selain itu, kegiatan capacity building dan pelatihan/training juga menempati porsi yang cukup besar, masing-masing dengan 385 dan 338 kegiatan, yang menunjukanperhatia


HierarkiJumlahdanJenisKegiatan OrmawaberdasarkanKlasterOrganisas Sumber:DataOrmawaIPB(diolah
signi kan terhadap pengembangan kapasitas dan kompetensi anggota. Di sisi lain, beberapa jenis kegiatan tercatat dengan frekuensi yang relatif lebihrendah. Kegiatanekspedisimenjadi kategori dengan jumlah paling sedikit, yaitu 35 kegiatan (Gambar 9). Pola ini mengindikasikan bahwa aktivitas Ormawa lebih banyak diarahkan pada kegiatan berbasis komunikasi, pengembangan kapasitas, dan diseminasi informasi, dibandingkan kegiatan lapanganyangbersifatintensif daneksploratif
Lonjakan

Pertumbuhan pada SDG 1
Gambar1Pemetaan Kegiatan Ormawa Terhadap SDGSumber:DataOrmawaIPB(diolah
Arah program kerja Ormawa tahun 2025 menunjukan keterkaitan yang kuat dengan agenda pembangunan berkelanjutan (SDGs). Secara umum, kontribusi kegiatan masih didominasi oleh SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDGs 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) (Gambar 10), yang mencerminkan fokus Ormawa pada penguatan kapasitas mahasiswa serta kolaborasi kelembagaan.Dibandingkantahunsebelumnya,

SDGs 17 mencatat peningkatan paling signi kan dengan pertumbuhan sebesar 702,5 persen, menandai akselerasi kuat pada kegiatan berbasis kemitraan dan jejaring. Sebaliknya, kontribusi terhadap SDGs 6 (Air Bersih dan Sanitasi) mengalami penurunan sebesar 19,1 persen (Gambar 10), yang mengindikasikan adanya pergeseran prioritas programkerjapadatahunberjalan


Gambar1Alokasi dan Distribusi Dana OrmawSumber:DataOrmawaIPB(diolah
Alokasi dana program kerja Ormawa tahun 2025 menunjukan konsentrasi terbesar pada Ormawa Wilayah (Gambar11), yang mencakup 80 Ormawa dengan total dana sebesarRp8,54miliar. Pendanaanpada klaster ini didominasi oleh sumber non-BPPTN sebesar 88,7 persen, sementara dana BPPTN berkontribusi sebesar 11,3 persen. Selain Ormawa Wilayah, UKM memperoleh alokasi dana sebesarRp1,70miliar diikuti olehkomunitas sebesar Rp809,7 juta dan Ormawa Pusat sebesarRp731,1 juta.
Sementara itu, OMDA dan IOMS menerima alokasi dana yang relatif lebih kecil, masingmasing sebesar Rp231,8 juta dan Rp2,9 juta, dengan seluruh pendanaan pada kedua klaster tersebut bersumber dari non-BPPTN. Pola distribusi ini menegaskan bahwan pendanaan Ormawa tahun 2025 berfokus pada klaster dengan skala organisasi dan intensitas program kerja yang lebih besar, serta masih sangat bergantung pada sumber pendanaan non-BPPTN





Dominasi BEM FEM dan Himpunan Ekonomi Syariah yang memuncaki kategori Total Anggaran serta Pendanaan Mandiri memperlihatkanpolalinier yangidentik (Gambar 12). Angka miliaran rupiah ini membuktikan secara nyata bahwa kekuatan nansial utama organisasi mahasiswa bersumber dari hasil usaha sendiri, dan bukan sekadar mengandalkanbantuandanadaripihakkampus semata

Sebaliknya, da ar penerima BPPTN tertinggi justrudiisiolehBPKM dannamaberbedaseperti Eksekutif PKU yang tidak mendominasi sektor mandiri. Perbedaan mencolok ini menegaskan bahwa dana BPPTN berfungsi sebagai dukungan operasional dasar, sementara peningkatan anggaran yang signi kan hanya dapat dicapai melalui kerja keras dan kemandirianorganisasi dalammencarisumber danatambahan

4.36 (Risiko Rendah

Gambar 1Distribusi Risiko berdasarkan Jenis Kegiata Sumber: Data Ormawa IPB (diolah
Secara umum, pelaksanaan kegiatan Ormawa didominasi oleh kegiatan dengan tingkat risiko rendah. Dari keseluruhan kegiatan yang dianalisis,kategoririsikorendahmencatatjumlah tertinggi dengan total 4.360 kegiatan nonkompetitif, jauh melampaui kategori risiko sedang sebanyak 352 kegiatan dan risiko tinggi sebanyak 1.266 kegiatan. Jika ditinjau berdasarkan jenis kegiatan, kategori risiko rendah paling banyak ditemukan pada kegiata
seminar (Gambar 13), yang mencerminkan bentuk kegiatan ini umumnya dapat dilaksanakan dengan tingkat risiko yang relatif aman.Sementaraitu,padarisikotinggi,jumlah kegiatan terbesar juga ditemukan pada kegiatanseminar,diikutiolehbentukkegiatan lainseperti kegiatankompetitifdankegiatan public relation (Gambar 13), seiring dengan tingginya intensitas dan kompleksitas pelaksanaanny

Kepemimpinan sesungguhnya diuji bukan saat mengangkat piala kemenangan, tapi saat berani menerima mandat ini. Tanda tangan ini adalah titik awal keberanian untuk mengubah wacana menjadi aksi nyata yang berdampak
Angka realisasi program dan pengelolaan dana miliaran rupiah bermula dari goresan tinta ini. Ini bukan sekadar legalitas administratif, melainkan kontrak integritas untuk mengelola setiap rupiah dengan pertanggungjawaban penuh






03/0
Bersama siapa Ormawa
berkolaborasi dan bagaimana pola kemitraan tersebut mendukung kualitas program
Frekuensi, Mitra, & Dampak Progra
Frekuensi Dominan per Tahu
Fokus Mitra Utam
Fokus dan Dampa
Tantangan: Perluasan Eksposur Publi

Seiring dengan pelaksanaan program kerja Ormawa, kolaborasi menjadi salah satu komponen penting dalam mendukung keterlaksanaan kegiatan. Secara umum, kolaborasi Ormawa berlangsung dengan frekuensi menengah hingga tinggi, dengan sebagian besar organisasi melakukan kerja sama sebanyak 3–5 kali dalam satu tahun. Pola kolaborasi didominasi oleh kemitraan dengan organisasi mahasiswa lain, yang sebagianbesarbergerakdisektorpendidikan.

Dominasi mitra berbasis pendidikan ini mencerminkan keselarasan arah kolaborasi Ormawa dengan agenda pembangunan berkelanjutan, khususnya SDGs di bidang pendidikan. Lebih lanjut, kolaborasi yang terbangun terbukti memberikan dampak positif, terutamadalammeningkatkankualitasprogram, efektivitaspelaksanaan,danpenguatanjejaring, meskipuneksposurpublikmasihmenjadiaspek yangrelatifperluditingkatkan


3–5Kali / Tahu Catatan
Intensitas tinggi, namun distribusi belum merata di tingkat Wilayah

Gambar1FrekuensiKolaborasiperJenisOrganisasSumber:DataOrmawaIPB(diolah
Secara umum, pola kolaborasi Ormawa dengan lembaga eksternal menunjukkan intensitas yang relatif aktif. Mayoritas Ormawa tercatat melakukankolaborasidenganfrekuensi3–5kali dalam satu tahun, yang mencakup sekitar 62–76 persen organisasi pada kelompok Ormawa Wilayah dan UKM (Gambar 14). Hal ini menandakanbahwakerjasamaeksternaltelah menjadi praktik yang cukup rutin dalam pelaksanaan program kerja Ormawa. Selain itu, sebagian Ormawa berada pada frekuensi kolaborasi 1–2 kali dalam setahun, dengan proporsiberkisar
antara 20–36 persen, yang menunjukkan adanya keterlibatan mitra eksternal meskipun dengan intensitas yang lebih terbatas. Jika ditinjau berdasarkan jenis organisasi, Ormawa Wilayah dan UKM menjadi kelompok dengan tingkat kolaborasi paling dominan, terutama pada kategori 3-5 kali kolaborasi. Sementara itu Ormawa komunitas dan OMDA cenderung berada pada frekuensi kolaborasi menengah, sedangkan IOMS dan Ormawa Pusat menunjukan jumlah kolaborasi yang relatif lebihterbatas.

328 kolaboras
Kegiatan sepanjangtercatatperiode
Sektor Pendidika
62,5
aktivitas menjadi poros utama aktivitas
22 program berkontribusimulaisigni ka Jejaring Industr
Gambar 1 Kategori Mitra Paling Sering BerkolaborasSumber: Data Ormawa IPB (diolah
Secara keseluruhan, tercatat 328 kolaborasi yangdilakukanolehOrmawasepanjangperiode pelaporan (Gambar 15). Kolaborasi tersebut didominasi oleh sektor pendidikan dengan proporsi62,5persen,menunjukkanbahwakerja samaOrmawamasihberfokuspadaaktivitas yang berkaitan langsung dengan fungsi pembelajaran dan pengembangan mahasiswa. Selain itu, keterlibatan sektor industri dan swasta juga cukup signi kan, masing-masingberkontribusidenganpropors
22 persen, yang mengindikasikan mulai menguatnyajejaringkolaborasiOrmawadengan sektor non-akademik (Gambar 15). Jika ditinjau berdasarkan jenis mitra, kolaborasi yang paling banyak dilakukan ialah organisasi mahasiswa lain, diikuti oleh mitra swasta dan perusahaan, yang menegaskan bahwa jejaring kemahasiswaan masih menjadi poros utama kerja sama, dengan dukungan yang semakin berkembang dari mitra eksternal di luar lingkungankampus.
Jejarin

Efektivita SD
Kualitas Progra
Kompetensi Penguru
Eksposur Publi
Dampak Kolaboras
Rata-rata: 3.29/5.0
Skor Umum: 3,29 (Positif
Dampak Terbesar Peningkatan Kualitas & Jejaring
Evaluasi Perluasan Eksposur Publik
Gambar 1Dampak Kolaborasi Terhadap Kapasitas OrmawSumber: Data Ormawa IPB (diolah
Dominasi kolaborasi dengan sektor pendidikan dan mitra strategis tersebut kemudian tercermin pada dampak kolaborasi yang dirasakan oleh Ormawa. Dampak kolaborasi Ormawa secara umum berada pada kategori positif dengan skor rata-rata 3,29. Aspek kualitas program menjadi dampak paling menonjol, diikuti
Sendiri kita hanya bisa berbuat sedikit; bersama-sama kita bisa berbuat banyak
P
oleh penguatan jejaring dan efektivitas pelaksanaan kegiatan. Sementara itu, eksposur publik masih menjadi aspek dengan capaian relatif lebih rendah, sehingga berpotensi menjadi ruang pengembangan kolaborasi ke depan (Gambar 16)


Satu IPB, Satu Tujuan
Di balik setiap program yang sukses, ada dukungan moril dan materil yang tak putus. Kolaborasi dimulai dari hubungan baik di kampus sendiri
Ormawa tidak berjalan di ruang hampa. Serah terima ini adalah simbol penyatuan frekuensi antara idealisme mahasiswa dan visi besar institusi



04/0






Bagaimana Ormawa melihat kualitas layanan, dukungan institusi, dan efektivitas keterlibatan yang diterima
Sinergi Layanan & Strateg
Positif & Relevan


Efektif menjangkau audiens

Fokus dan Dampa
Relevansi konten lebih utama daripada sekadar angka viral
Re eksi kinerja Ormawa dan Ditmawa menunjukkan bahwa layanan yang diberikan telah dinilai positif dan relevan dalam mendukung keberlanjutan aktivitas organisasi mahasiswa. Ormawa mengapresiasi peran Ditmawa terutama dalam aspek pengembangan, pembinaan, dan pendampingan, yang selaras dengan faktor internal utama penentu dinamika organisasi sepertikualitassumberdayamanusia,koordinasi internal,
dan dukungan pendanaan. Di sisi lain, media sosialterbuktiberperanefektifsebagaisarana komunikasi untuk menjangkau audiens dan mendorong partisipasi, khususnya melalui konten informatif terkait kegiatan. Namun demikian, capaian kinerja Ormawa tidak semata ditentukan oleh tingginya metrik digital,melainkanolehkualitasperencanaan program, relevansi konten, serta strategi keterlibatan yang terintegrasi dengan tujuan organisasi
(Net Promoter Score

Program Kerja terealisasi dari rencana Musyawarah Kerj
KeteranganPromoters:
Kelompok yang sangat puas dan secara aktif merekomendasikan layanan kepada orang lain

Passives: Kelompok yang merasa cukup puas namun netral dan belum memiliki loyalitas yang kuat

Dectactors
Kelompok yang kurang tidak pua
Gambar 1Kepuasan Ormawa terhadap Ditmawa pada Tahun 202Sumber: Data Ormawa IPB (diolah
Secara keseluruhan,tingkatkepuasanOrmawa terhadap layanan Ditmawa berada pada kategori puas dengan skor rata-rata sebesar 3,73dariskala5(Gambar17),yangmenunjukan bahwa layanan yang diberikan dinilai cukup baik dan relevan dalam mendukung aktivitas Ormawa.Komposisirespondendidominasioleh kelompok passives sebesar 59,8 persen, yang mengindikasikan bahwa sebagian besar Ormawamerasacukuppuasterhadaplayanan yang diberikan, namun belum sepenuhnya terdorong untuk merekomendasikannya secaraaktif.Disisilain,promotersmencapa
22,0persen,mencerminkanadanyakelompok Ormawa yang sangat puas dan berpotensi menjadi pendukung utama layanan Ditmawa. Sementara itu, detractors tercatat sebesar 18,3 persen, menunjukkan bahwa masih terdapat sebagian Ormawa yang merasakan pengalaman layanan kurang optimal. Pola ini menegaskan bahwa meskipun kepuasan Ormawa secara umum sudah berada pada levelpositif,peningkatankualitaslayanansecara berkelanjutan masih diperlukan untuk mengonversi kelompok passives menjadi promoterssertamenekanproporsidetractor
Responsivita
Komunikasi
AksesDan
Pendampingan
Pelayanan Pembinaa
Dukungan Pengembanga



Sangat TidakPuaTidakPuaNetraPuaSangatPua
Gambar 1 Penilaian Kualitas Pelayanan Ditmaw
Rata-Rata Skor Pengaru
Cukup Berpengaru
4,5 Kualitas dan Jumlah SD
Sumber: Data Ormawa IPB (diolah
4,3 Regulasi dan Kebijakan IPB
3,9 Dukungan Fakuttas/ Departeme
Sangat Berpengaru
4,4 Partisipasi Mahasswa Umum
4,5 Koordinasi Internal
4,4 Dukungan Dan
Gambar 1 Rata-Rata Skor Faktor Pengaruh terhadap Kualitas Pelayanan Ditmaw
Sumber: Data Ormawa IPB (diolah
Kepuasan tertinggi ditunjukkan pada indikator dukungan pengembangan dengan skor 3,86, diikuti oleh pelayanan pembinaan sebesar 3,85 dan pendampingan sebesar 3,82 (Gambar 18), yang mengindikasikan apresiasi Ormawa terhadap peran Ditmawa dalam penguatan kapasitas organisasi, pembinaan berkelanjutan, dan pendampingan pelaksanaankegiatan.
Sejalan dengan temuan tersebut, analisis faktor yang memengaruhi dinamika Ormawa menunjukkanbahwaaspekinternalorganisasi memegang peranan dominan, dengan kualitas dan jumlah SDM sebagai faktor paling berpengaruh dengan skor 4,56, disusul oleh koordinasi internal dengan skor 4,53 dan dukungan dana dengan skor 4,46 (Gambar19)

Gambar 2
Efektivitas
Sosial Ormawa dalam Meningkatkan Partisipasi Mahasisw
Gambar 2
Efektivitas Media Sosial Ormawa dalam Menjangkau Target
Publikasi Prestasi Strategi penguatan citra positif
Gambar2Top8JenisKontenMediaSosialOrmawayangPalingDiminatiAudien
Sumber:DataOrmawaIPB(diolah
Secara umum, pemanfaatan media sosial oleh Ormawa dinilai efektif dalam menjangkau audiens dan meningkatkan partisipasi. Sebanyak 48,8 persen Ormawa menilai media sosial berada pada kategori sangat efektif dalam mencapai target audiens (Gambar 20).
Sejalan dengan itu, 45,1 persen menyatakan bahwa penggunaan media sosial sangat meningkatkan partisipasi (Gambar 21), menunjukkan bahwa media sosial tidak hanya berfungsi sebagai sarana informasi, tetapi juga sebagaiinstrumen
strategis dalam mendorong keterlibatan mahasiswa. Dari sisi konten, efektivitas tersebut terutama didorong oleh jenis konten yang relevan dengan kebutuhan audiens, di mana informasi mengenai acara dan kegiatan menjadi konten yang paling banyak diakses dan diminati, menegaskan bahwa mahasiswa cenderung merespons konten yang bersifat informatif dan langsung berkaitan dengan aktivitasOrmawa(Gambar22)
BPK
65.500
Follower
Partisipasi tetap uktuatif, tak sejalan besarnya audiens
Panti Gocen
38.000
Follower
Basis pengikut besar bukan jaminan keramaian acara
Fakta Statisti r = 0,079 (Nihil
Terbukti tidak ada hubungan antara jumlah followers dengan jumlah peserta
Gambar 2Analisis Korelasi Performa Media Sosial dan Tingkat Partisipasi Program Ormaw
Sumber: Data Ormawa IPB (diolah
Meskipun media sosial dinilai efektif secara umum, analisis performa akun Ormawa menunjukkan dinamika yang lebih kompleks. Beberapa organisasi tercatat memiliki jumlah pengikut yang sangat besar, seperti Badan Pengurus Keluarga Mahasiswa dengan jumlah 65.500 followers, Panti Goceng dengan jumlah 38.000 followers, dan Organisasi Mahasiswa Eksekutif PKU IPB denganjumlah26.464followers.Namun,hasil analisis korelasi menunjukkan bahwa jumlah followers tidak memiliki hubungan yang signi kan dengan tingkat partisipasi program (r=0,079;p>0,05).Halserupajugaditemukan pada engagement rate, yang menunjukkan bahwaorganisasidengantingkatinteraksitinggi, sepert

IPB Debating Community dengan 44,2 persen, tidak selalu diikuti oleh jumlah peserta program yang besar. Temuan ini menegaskan bahwa tingginya followers maupun engagement rate tidak secara otomatis menjamin tingginya partisipasi (Gambar 23), sehingga efektivitas media sosial Ormawa lebih ditentukan oleh kualitas strategi konten dan relevansinya dengan tujuan program dibandingkan sekadar capaian metrik digital. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun media sosial berperan penting dalam menjangkau audiens, keberhasilan program Ormawa tetap bergantung pada kualitasperencanaan,substansikegiatan,dan strategiketerlibatanyanglebihkomprehensif
Bekerja dengan Hati, Memberi dengan Aksi
Di tengah riuh rendah pencapaian dan evaluasi, kita perlu sejenak menunduk. Mengingat kembali tujuan murni mengapa kita memulai perjalanan ini

Re eksi Diri, Kunci Perbaikan
Evaluasi bukan sekadar tentang angka, tapi momen untuk melihat ke dalam. Segala upaya terbaik telah dikerahkan, kini biarkan hasil yang berbicara atas dedikasi



05/0







Program apa yang menunjukkan capaian, inovasi, dan dampak paling signi kan dalam mendukung pengembangan mahasiswa
Inovasi, Relevansi, & Keberlanjuta
Fokus Utama
Kewirausahaan Pengabdian, Kompetensi
Kepemimpinan, Kompetisi, Minat Bakat
Menghadirkan solusi inovatif bagi UMKM dan desa, serta memperkuat nilai kebangsaan
Program-program unggulan Ormawa merepresentasikan enam bidang utama, yaitu kewirausahaan, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan kompetensi, kepemimpinan, kompetisi, serta minat dan bakat, yang dirancang untuk menghasilkan dampak luas dan berkelanjutan. Berbagai inisiatif unggulan menunjukan kemampuan Ormawa dalam menghadirkan kegiatan yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan mahasiswa serta masyarakat, mulai dari pendampingan UMKM, pemberdayaan desa, penguatankapasitas

kepemimpinan, kompetisi nasional, hingga pelestariansenidanbudaya. Program-program tersebut melibatkan capaian partisipasi yang tinggi, penerima manfaat yang beragam, serta kolaborasi strategis dengan mitra internal maupun eksternal. Secara keseluruhan, program unggulan Ormawa mencerminkan kontribusi nyata mahasiswa dalam pengembangankapasitasdiri,pemberdayaan sosial-ekonomi,penguatannilaikebangsaan, dan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan

Himpunan Mahasiswa
Teknologi Industr


Tema Kegiatan
“Memberi Dampak bagi Masyarakat Indonesia sebagai Mahasiswa Industri

Program Unggulan Kewirausahaa
Peserta 165peserta

Panitia: 25Paniti SDGs
ProgramHi-Empowermentmerupakanprogram kewirausahaan yang berfokus pada pemberdayaan dan penguatan kapasitas UMKM di sekitar kampus. Program ini dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknologi Industri (HIMALOGIN) yang dirancangsebagaiwadahbagimahasiswauntuk mengaplikasikan ilmu agroindustri melalui pendampingan langsung kepada UMKM mencakup pengembangan produk, pengelolaan usaha, pemasaran, pengemasan,hinggapeningkatandayasaing berbasis potensi agroindustri lokal. Melalui skema Community Development dan HiConsulting,
mahasiswa berperan sebagai business consultant yang membantu UMKM mengembangkanusahasecaralebihprofesional dan berkelanjutan, sekaligus memperoleh pengalaman praktis kewirausahaan. Dampak program ini terlihat pada meningkatnya kapasitas UMKM dalam mengelola usaha serta penguatan kompetensi kewirausahaan mahasiswa. Dengan fokus tersebut, HiEmpowerment berkontribusi pada pencapaian SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi)sebagaitujuanutama,sertadidukung oleh SDG 4, SDG 12, dan SDG 17 melalui penguatan edukasi, praktik usaha bertanggung jawab,dankemitraanstrategis
Badan Eksekutif Mahasiswa
Fakultas Ekonomi dan Manajeme

Tema Kegiatan
’’Alunan Asa Untuk Nusantara


Program Unggulan Pengabdian Masyaraka
Peserta 189peserta

Panitia: 34Paniti SDGs
Sociotraveling 2025 merupakan program yang dirancang oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Manajemen (BEM FEM) untuk menumbuhkan kesadaran sosial, empati, dan kepedulian mahasiswa terhadap pembangunan desa melalui pendekatan edukatif dan kolaboratif. Kegiatan ini diawali dengan Pra-Event Sociotraveling: Surpass 3.0 berupa kompetisi nasional (lomba infogra s, video kreatif, dan fotogra ) sebagai sarana pengembangan minat dan bakat sekaligus penggalian potensi daerah. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Sociotraveling, yaituekspedisiyangmengintegrasikan
aktivitas pendidikan, lingkungan, kesehatan, dan ekonomi kreatif bersama masyarakat desa. Pelaksanaan program ini memberikan dampak berupa meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap potensi alam dan budaya lokal, serta tumbuhnya empati, kepedulian sosial, dan keterlibatan aktif mahasiswa dalam upaya pemerataan pembangunan. kegiatan ini berkontribusi pada pencapaian berbagai SDGs, antara lain SDG 1, SDG 3, SDG 4, SDG 8, dan SDG 11, melalui pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kualitashidupdesa
Badan Eksekutif Mahasiswa
Fakultas Teknologi Pertania

Tema Kegiatan
“Lining The Untold Energy With Greenful Knowledge”

Program Unggulan Kompetens
Peserta 365peserta


Panitia: 80Paniti SDGs
Agricultural Engineering Technology 2025 (AgriET 2025) merupakan program edukatif yang mengintegrasikan seminar, kompetisi, pelatihan, ekspo, dan bazar sebagai wadah pembelajarandaninovasidibidangteknologi pertanian dan energi terbarukan. Program ini dilaksanakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknik Pertanian (BEM FATETA) yang bertujuan memperkenalkan FATETA IPB University kepada pelajar dan masyarakat, memperluas wawasan mengenai penerapan teknologi modern dalam sektor pertanian, sertamendoronglahirnyasolusiinovatif
berbasis teknologi yang selarasnilai-nilai SDGs. Pelaksanaan Agri-ET 2025 memberikan dampak berupa meningkatnya pemahaman peserta terhadap pentingnya energi terbarukan dan teknologi pertanian modern, terbentuknya karakter peserta yang adaptif, kreatif, dan kolaboratif, tersajinya inovasi teknologipertanianberbasisenergiterbarukan, serta terbangunnya kolaborasi lintas organisasi mahasiswa dalam pengelolaan kegiatan edukatif dan ekonomi kreatif. Program ini berkontribusi terhadap pencapaian SDG 4 , SDG 7, SDG 9, danSDG13
Badan Eksekutif Mahasiswa
Sekolah Bisni


Tema Kegiatan
“Greenergize the Future: Driving the Environmental Revolution for Sustainable Business Impact and Economic Progress.
Program Unggulan Kompetis

Peserta 840peserta
Ideanation merupakan program kompetisi kewirausahaan tingkat nasional yang dilaksanakanolehBadanEksekutifMahasiswa
Sekolah Bisnis (BEM SB) sebagai wadah pengembangan kemampuan berpikir kritis, inovatif, dan solutif melalui berbagai cabang lomba, seperti Business Plan Competition, Business Case Competition, dan Essay Competition, yang didukung oleh rangkaian kegiatan mentoring, inkubasi, pitching, dan awarding. Program ini tidak hanya berorientasi pada pencapaian prestasi, tetapi juga membangunekosistemkompetisistrategis
Panitia: 75Paniti

SDGs
Progam ini juga ditujukan berdampak dengan mendorong peserta merancang solusi bisnis berbasis green energy dan menjawab tantangan bisnis nyata. Melalui keterlibatan mentor, juri, akademisi, dan mitra industri, Ideanation memperluas jejaring profesional mahasiswa sekaligus mengasah keterampilan analitis, kreatif, dan kepemimpinan adaptif. Kegiatan ini berkontribusi terhadap pencapaian SDG8,SDG9,sertaSDG17melaluipenguatan kompetensi kewirausahaan, pengembangan inovasi bisnis berkelanjutan, dan kolaborasi multipihak
Badan Pengurus Keluarga
Mahasiswa IPB Universit

Tema Kegiatan
“Lestari Budaya, Harmoni Nusantara


Program Unggulan Minat-Baka
Peserta 1.328peserta
Gebyar Nusantara IPB 2025 merupakan program kerja yang dilaksanakan oleh Badan PengurusKeluargaMahasiswa(BPKM)dalam bentuk ekspo, festival pertunjukan, dan kompetisi yang menjadi wadah apresiasi dan pelestarian seni budaya Nusantara di lingkunganIPBUniversity.Kegiataninidirancang sebagai ruang pengembangan minat dan bakat seni kebudayaan mahasiswa, sekaligus ajang kolaborasi dan solidaritas antar Organisasi Mahasiswa Daerah Asal (OMDA). Melalui penyajian dan pertunjukan budaya dari berbagaidaera

Panitia: 235Paniti SDGs
Gebyar Nusantara berperan dalam memperkenalkankekayaanbudayaIndonesia kepadacivitasakademikIPBdanmasyarakat umum, serta menumbuhkan rasa nasionalisme dan kebanggaan terhadap keberagaman Nusantara. Selain memberikan pengalaman berharga bagi panitia dan peserta dalam upaya pelestarian budaya, kegiatan ini juga menjadi sarana silaturahmi dan penguatan jejaring antar mahasiswa. Program ini selaras dengan pencapaian SDG 4 melalui penguatan pembelajaran budaya, serta SDG 17 melalui kolaborasilintasorganisasimahasisw
Ikatan Mahasiswa Jalur Ketua Osis


Tema Kegiatan
“Menjadi Generasi yang Tangguh, Tanggap, dan Tumbuh untuk Negeri
Program Unggulan Kepemimpina
Peserta 165peserta

SDGs

Panitia: 68Paniti
Bela Negara Ketua OSIS 2025 merupakan bagian dari pembinaan karakter awal yang ditujukan bagi mahasiswa jalur Ketua OSIS IPB University untuk menanamkan nilai disiplin, kepemimpinan,dannasionalisme.Kegiatanini dilaksanakan oleh Ikatan Mahasiswa Jalur Ketua Osis (IMAJATOS) melalui pendekatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) yang dikolaborasikandenganpelatihan
semi-militer bersama unsur TNI, sehingga membentuk pribadi yang tangguh, bertanggungjawab,danberjiwabelanegara. Pelaksanaan program ini berperan dalam mengembangkan kepemimpinan, kerja sama, solidaritas, serta integritas mahasiswa sebagai pemimpin muda IPB University yang visionerdansiapberkontribusibagibangsa.

















