Skip to main content

Laporan Ormawa 2025

Page 1


Jejak Keberlanjuta Organisasi Kemahasiswaa

Penuli

LPJ ORMAWA 202

Pengarah

Rektor IPB University

Dr. Alim Setiawan, STP, MS

Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan IPB

Prof. drh. Deni Noviana, PhD, DAiCVIM

Penanggung Jawab

Direktur Kemahasiswaa

Dr. Beginer Subhan, S.Pi., M.Si

Asisten Direktur Bidang Pembinaan Karakter, Organisasi  Kemahasiswaan, Olahraga, dan Kesenian Mahasiswa

M. Faturrokman, S.Pt, M.S

Supervisor Bidang Pembinaan Karakter dan Organisasi Kemahasiswaa

Nur Fajri Rahmawati, S.P

Supervisor Bidang Olahraga, dan Kesenian Mahasisw

R.A. Abdul Qodir Soetadikaria, S.Sos.,M.

Penuli

Drh. Mas Tau qqurrahman, M.Si.

Drh. Bintang Nurul Iman, M.Si

Salsabil Nisa Nurindra Putr

Lizzilmi Syarifatuz Zaima

Ghi ari Kenang Sagrah

Zaidan Surya Nugroh

Pengolah Dat

Ghi ari Kenang Sagrah

Perancang Ilustrasi dan Tata Letak

Ghi ari Kenang Sagrah

Maharaja Muhammad Arafa

Zaidan Surya Nugroh

Pengembang We

Raihan Putra Kiran

Daftar Is

Penulis IDaftar Is IIGlosariu

Lanskap Dinamis Ormaw

Tren Pertumbuhan dan Dinamika Ormawa IPB Universit

Struktur Kelembagaan dan Tipologi Ormawa

Jumlah Keterlibatan Mahasiswa dalam Kegiatan Ormaw

Distribusi Partisipan Kegiatan Ormawa Berdsarkan Fakulta

Aksi dan Capaian Ormaw

Capaian Kuantitatif dan Hasil Program

Produktivitas dan Ragam Kegiatan Ormawa 2024--202

Skala Implementasi dan Jangkauan Program

Kontribusi Ormawa terhadap Agenda SDGs

Alokasi dan Distribusi Dana Ormawa

Risiko Kegiatan Ormaw

Ruang Kolaborasi Ormaw

Intesitas dan Pola Kolaboras

Mitra Kolaborasi dan Bentuk Kemitraa

Faktor yang Memengaruhi Dinamika Ormaw

Kualitas Pelayanan Ditmaw

Dampak Kolaborasi terhadap Kapasitas Ormawa

2Re eksi Kinerja Ormawa

Citra dan Partisipasi Ormawa di Media Digita

Analsis Performa Media Sosial dan Tingkat Partipas

Program Unggula

Daftar Istila

Dana BPPT

Dana yang dikelola dalam skema BPPTN untuk membiayai kegiatan pendidikan tinggi di Indonesia

Dana Non-BPPT

Dana yang digunakan untuk membiayai kegiatan pendidikan tinggi di luar skema BPPTN

Ditmawa (Direktorat Kemahasiswaan

Unit kerja IPB yang berfungsi mengelola, membina, dan memfasilitasi kegiatan kemahasiswaan

IOMS (Ikatan Organisasi Mahasiswa Sejenis

Kelompok organisasi mahasiswa yang memiliki kesamaan bidang keilmuan dan memiliki kepengurusan di tingkat nasional

Ormawa (Organisasi Mahasiswa

Organisasi yang dibentuk oleh IPB University sebagai wadah pengembangan diri, kepemimpinan, dan kegiatan kemahasiswaan

Ormawa Pusa

Organisasi mahasiswa yang memiliki peran dan ruang lingkup kerja pada tingkat institusi

Ormawa Wilaya

Organisasi mahasiswa yang menjalankan aktivitas berdasarkan pembagian wilayah atau unit tertentu

OMDA (Organisasi Mahasiswa Daerah

Organisasi mahasiswa yang dibentuk berdasarkan kesamaan daerah asal anggotanya

UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa

Organisasi mahasiswa yang berfokus pada pengembangan minat, bakat, dan keterampilan di bidang tertentu

Lanskap Dinamis Ormaw

01/0

Arah Dinamika

Bagaimana perubahan struktur dan komposisi

Ormawa membentuk dinamika Ormawa pada tahun 2025

Lanska Ormaw 202

Ringkasan Lanskap Ormaw

Komunitas tumbuh pesat, OMDA mengalami penurunan tren Pergesera

Ormawa memegangWilayah rasio partisipasi terpadat Mass

Sekolah Vokasi memimpin total indeks keterlibatan Punca

Perkembangan organisasi mahasiswa pada tahun 2025 menunjukkan dinamika yang dipengaruhi oleh proses keluar dan masuknya Ormawa dalam struktur resmi. Perubahaniniditandaidenganmeningkatnya jumlah organisasi, yang terutama didorong oleh pertumbuhan klaster komunitas, sementara Organisasi Mahasiswa Daerah (OMDA) mengalami penurunan jumlah. Dinamika tersebut berimplikasi pada pola partisipasi mahasiswa, dengan Ormawa Wilayah menjadi jenis organisasi yang paling dominandarisisijumlahorganisasidan

pengurus, tercermin dari rasio partisipasi tertinggi. Tingginya partisipasi ini selanjutnya berkorelasidenganketerlibatanfakultas,yang menunjukkan bahwa Sekolah Vokasi, sebagai unit akademik dengan jumlah organisasi terbanyak, juga mencatat jumlah pengurus dan tingkat partisipasi mahasiswa yang paling tinggi. Secara keseluruhan, kondisi ini menegaskan bahwa perubahan struktur Ormawa tidak hanya memengaruhi komposisi organisasi, tetapi juga membentuk pola keterlibatan mahasiswasecaralintasfakultas

Gambar PerkembanganJumlahOrmawa2022—2025Sumber:DataOrmawaIPB(diolah

Jumlah Ormawa mengalami peningkatan dari

173 organisasi padatahunsebelumnya menjadi 184 organisasi (Gambar1). Peningkataninitidak semata-mata mencerminkan keberlanjutan seluruh Ormawa yang telah ada, melainkan dipengaruhi oleh dinamika penataan organisasi melalui proses keluar dan masuknya Ormawa pada Surat Keputusan (SK) Rektor tahun berjalan.

SK 2025 mencatat bahwa sejumlah Ormawa

tidak lagi tercantum, terdiri atas lima organisai gabungan dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan komunitas serta sebelas Organisasi Mahasiswa Daerah (OMDA). Namun demikian, pengurangan tersebut diimbangi oleh penambahan Ormawa baru dalam jumlah yang lebih besar, yaitu tiga belas komunitas, empat Ormawa Wilayah, dan tiga OMDA sehingga secara agregat jumlah Ormawa tetap menunjukantren peningkatan.

Struktur Kelembagaan dan Tipologi Ormawa

Pergeseran

Tre

Lonjakan Minat vs Penurunan Daera

Unit Komunita (Gainer Tertinggi

Unit Wilaya

Unit OMD (Penurunan Terbesar

Gambar TipologiDataOrmawaTahun2025Sumber:DataOrmawaIPB(diolah

Komposisi Ormawa pada tahun 2025 menunjukkan bahwa Ormawa Wilayah tetap menjadi klaster dengan jumlah terbanyak (Gambar 2), diikuti oleh UKM dan komunitas. Secara jumlah, Ormawa Wilayah mengalami kenaikan dari 68 menjadi 74 organisasi, menegaskan posisinya sebagai klaster dominan dalam struktur Ormawa Karena terdapat penambahan Fakultas/Sekolah. Peningkatan juga terjadi pada klaster komunitas yang bertambah dari 30 menjadi 37 organisasi, menjadikannyaklaster dengan pertumbuhan

palingsigni kan.Sebaliknya,OMDAmengalami penurunan jumlah dari 33 menjadi 27 organisasi, menunjukkan adanya konsolidasi pada klaster berbasis kedaerahan. Sementara itu, jumlah Ormawa Pusat dan IOMS relatif stabil tanpa perubahan signi kan.Secara keseluruhan, pergeserankomposisiinimemperlihatkanbahwa peningkatan jumlah Ormawa pada tahun 2025 lebih banyak didorong oleh ekspansi komunitas dan penguatan Ormawa Wilayah, meskipun terjadi pengurangan pada klaster OMDA

Jumlah Keterlibata

Mahasiswa dalam Kegiatan Ormaw

(1.2%

Rasio Partisipas

Rata-rata Mahasiswa per Organisas

Gambar PartisipasiMahasiswaberdasarJenisOrganisasiSumber:DataOrmawaIPB(diolah

Partsipasi mahasiswa paling banyak tercatat pada Ormawa Wilayah (Gambar 3), yang didukung oleh tingginya jumlah organisasi dan total pengurus yang terlibat. Tingkat keterlibatan ini tercermin dari rasio kepadatan massa sebesar 84 persen, yang menunjukan bahwa setiap Ormawa Wilayah mampu menghimpun mahasiswa dalam jumlah relatif besar per organisasi. UKM menempati posisi berikutnyadengan jumlahpengurus yangbesar, namun memiliki rasio kepadatan yang lebih rendah, yaitu 53persen

Rasio ini mengindikasikan bahwa partisipasi mahasiswa cenderung lebih tersebar pada setiap UKM. Sementara itu, komunitas memiliki rasio yang lebih kecil, mencerminkan karakter keanggotaan yang lebihspesi k

Ir. Soekarn Presiden Pertama Indonesi

Distribusi Partisipan Kegiatan BerdasarkanOrmawaFakulta

Gambar SebaranKeterlibatanOrmawaperFakultasSumber:DataOrmawaIPB(diolah

Sekolah Vokasi menunjukkan tingkat keterlibatan Ormawa tertinggi dibandingkan fakultas lainnya (Gambar 4). Capaian ini didukung oleh jumlah organisasi mahasiswa serta akumulasi pengurus yang relatif besar. Hal tersebut tercermin dari rasio partisipasi, yaitu perbandinganjumlahpengurusOrmawa

terhadap jumlah mahasiswa aktif di fakultas, yang mencapai nilai tertinggi sebesar 93.5. Fakultas Teknologi Pertanian dan Fakultas Kehutanan dan Lingkungan menyusul dengan rasio partisipasi masing-masing 90.8 dan 72.9 (Gambar4)

Aksidan Capaian Ormaw

02/0

Jejak Capaia

Sejauh mana program Kerja Ormawa terealisasi dan memberikan dampak nyata bagi partisipasi mahasiswa

Metri Kinerj

Realisasi, Fokus, & Anggara

Efektivita

94,6

Konsistensi Tingg

Pendanaa

R 12 Milia

Fokus dan Dampa

Lonjakan Kewirausahaan dan SDGs 1

PelaksanaanprogramkerjaOrmawapadatahun 2025menunjukkancapaianyangsangattinggi, dengan tingkat realisasi mencapai 94,6 persen dari total rencana yang ditetapkan. Tingginyacapaianinitidakterlepasdaridominasi Ormawa Wilayah yang memiliki partisipasi mahasiswa paling besar, sehingga mampu menjalankan program secara konsisten. Program yang terealisasi mencakup beragam bidang kegiatan, dengan peningkatan paling signi kan terjadi pada kegiatan kewirausahaan, yang sekaligus menandai pergeseranfokuspengembanganmahasiswa

Ragam kegiatan tersebut sebagian besar berkontribusi pada pencapaian Pendidikan Berkualitas (SDGs 4), namun dibandingkan tahun sebelumnya terlihat peningkatan yang sangatmenonjolpadaKemitraan (SDGs17). Seluruh capaian ini didukung oleh pendanaan sekitar Rp12 miliar yang sebagian besar dialokasikan kepada Ormawa Wilayah. Meski demikian, keberlangsung program kerja Ormawa di dominasi dengan risiko rendah dengantipekegiatannon-kompetitif

Dominasi Ormawa Wilaya
Dominan Peningkata

Gambar

Capaian Kuantitatif Program Ormawa (2025)

Total Pesert Program Ormaw

Gambar Komposisi Skala Kegiata

IPB Universit

Program Kerja terealisasi dari rencana Musyawarah Kerj Skala Kegiata

Sumber: Data Ormawa IPB (diolah

Pelaksanaan program kerja Ormawa pada tahun 2025 menunjukkan capaian yang sangat tinggi, dengan tingkat realisasi mencapai 94,6 persen dari rencana yang sudah di tetapkan (Gambar 5). Meskipun secara agregat capaian realisasi tergolong optimal, perubahan capaian realisasi dibandingkan tahun sebelumnya menunjukkan perbedaan laju pertumbuhan antar klaster organisasi.OrmawaPusat

mencatat capaian realisasi tertinggi sebesar 39,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya, diikuti oleh UKM sebesar 28,8 persen (Panel 1).

Sebaliknya, IOMS dan OMDA mengalami penurunan masing-masing sebesar 30,5 persen dan 23,8 persen, yang mengindikasikan terjadinya konsolidasi program kerja. Sementara itu, Ormawa Wilayah tetap menunjukan pertumbuhan positif sebesar 5,6 persen (Panel 2),mencerminkanpeningkatanyangrelatifstabil

Konsolidasi & Stabilita 9 :

Untuk setiap 9 kegiatan di dalam kampus, terdapat 1 kegiatan yang berkompetisi di luar

Capaian realisasi program kerja Ormawa tahun 2025 tercermin dalam distribusi skala kegiatan yang didominasi oleh kegiatan internal institusi. Sebagian besar program kerja dilaksanakan pada skala IPB University sebesar 91,3 persen (Gambar 6), yang menunjukkan fokus utama Ormawa pada penguatan aktivitas dan dampak dilingkungankampus

+5,6% Ormawa Wilaya -30,5% IOM

Peningkatan stabil pada basis volume kegiatan terbesar -23,8

Sementara itu, kegiatan berskala nasional mencapai 7,8 persen dan kegiatan berskala internasional sebesar 0,9 persen (Gambar 6), yang mengindikasikan bahwa meskipun proporsinya relatif kecil, Ormawa tetap terlibat dalam ekosistem kolaborasi dan kompetisi di luar institusi

Memutuskan apa yang tidak perlu dilakukan sama pentingnya dengan memutuskan apa yang harus dilakuka

Foto Dokumentasi bersama kegiatan penyampaian aspirasi mahasisw
Steve
isioner Teknolog
Panel 2 Konsolidasi dan Stabilita

Dinamika Aktivita

Pertumbuha

Kewirausahaa

Lonjakan

Dampak Sosial

Diikuti kenaikan signi kan pada Pengabdian Masyarakat sebesar +146,6%

Penurunan

Kompetisi

Aktivitas perlombaan mengalami kontraksi -29,2

Gambar Proporsi RagamKegiataSumber:DataOrmawaIPB(diolah

Total kegiatan Ormawa pada tahun 2025 meningkat sebesar 41,9 persen (Gambar 7) dibandingkan tahun sebelumnya, dengan dinamika pertumbuhan yang bervariasi antar ragam kegiatan. Peningkatan tertinggi terjadi pada kegiatan kewirausahaan, yang tumbuh sebesar 707,1 persen, diikuti oleh pengabdian kepada masyarakat dengan peningkatan sekitar 146,6 persen, menunjukkan penguatan signi kan pada orientasi kewirausahaan dan kontribusisosial (Gambar7)

Sementara itu, kegiatan kepemimpinan, kompetensi, sertaminatdanbakatmenunjukkan perkembangan yang relatif stabil hingga moderat. Sebaliknya, kegiatan kompetisi mengalami penurunan sebesar 29,2 persen (Gambar 7), yang mengindikasikan adanya pergeseranfokusprogramkerja dari aktivitas berbasis perlombaan menuju kegiatan pengembangan kapasitas dan pemberdayaanmahasiswa

Gambar 8 Distribusi Ormawa dengan Intesitas Program Tertingg

Top Kontributor per Klaster Kegiata

Organisasi dengan Intensitas Program Tertinggi di Bidangny

Kepemimpina

2

Forest Management Students' Club

Kompetis

1

Himpunan Mahasiswa Manajemen (Centre Of Management

Kewirausahaa

3

Himpunan Mahasiswa Manajemen (Centre Of Management

Minat Baka

1

Himpunan Mahasiswa Silvikultur (Tree Grower Community

Sejalan dengan distribusi dan dinamika ragam kegiatan, terdapat sejumlah Ormawa yang tampil sebagai kontributor utama pada masingmasing klaster kegiatan (Gambar 8). OrmawaOrmawa ini menunjukkan intensitas program tertinggi di bidangnya, mencerminkan fokus, konsistensi, serta kapasitas organisasi dalam mengelola dan mengembangkan aktivitas kemahasiswaan secara berkelanjutan

Kompetensi

6

AISEC IP

Pengabdian Masyarakat

1

Himpunan Mahasiswa Silvikultur (Tree Grower Community

16

l

Panel 3 Total kontribusi Top Kontibuto

Tota
Kontribusi Unggulan Program Berkualita

Skala Implementasi dan Jangkauan

Progra

Kegiatan Kampanye/ Promosi/Sosialisas

Kegiatan Pelatihan/ Trainin

Kegiatan Capacity Buildin Kegiatan Seminar/ Wo

op/Talkshow/ Symposiu

Advokasi/ Pendampinga

Kegiatan Pengabidan Masyaraka

Kegiatan Ekspedis

Kegiatan Mentoring atau Coachin

Kegiatan Kompetisi/ Lomb

Distribusi Aktivita

Top Kategor Public Relatio

Jenis kegiatan paling sering dilakukan

Minor Kategor Kegiatan Ekspedisi

Jenis kegiatan paling jarang dilakukan

Gambar

Kompetensi Kepemimpinan Kompetisi Pengabdian Masyarakat

Kegiatan Riset/Surve

Minat Bakat/Surve

Secara keseluruhan, distribusi aktivitas

Ormawa menunjukkan dominasi yang kuat pada kegiatan public relation, dengan total 602 kegiatan, menjadikannya kategori kegiatan yang paling sering diselenggarakan (Gambar 9). Dominasi ini mencerminkan fokus utama Ormawa pada aktivitas komunikasi, promosi, serta penguatan citra dan jejaring organisasi. Selain itu, kegiatan capacity building dan pelatihan/training juga menempati porsi yang cukup besar, masing-masing dengan 385 dan 338 kegiatan, yang menunjukanperhatia

HierarkiJumlahdanJenisKegiatan OrmawaberdasarkanKlasterOrganisas Sumber:DataOrmawaIPB(diolah

signi kan terhadap pengembangan kapasitas dan kompetensi anggota. Di sisi lain, beberapa jenis kegiatan tercatat dengan frekuensi yang relatif lebihrendah. Kegiatanekspedisimenjadi kategori dengan jumlah paling sedikit, yaitu 35 kegiatan (Gambar 9). Pola ini mengindikasikan bahwa aktivitas Ormawa lebih banyak diarahkan pada kegiatan berbasis komunikasi, pengembangan kapasitas, dan diseminasi informasi, dibandingkan kegiatan lapanganyangbersifatintensif daneksploratif

Kegiatan Pengabidan Masyaraka
Kegiatan
Kegiatan Ekspo/ Pamera Kegiatan Bazaa
Kegiatan Studi Banding/Field Tri

Kontribusi Ormawa terhadap Agenda

SDGs

Era Kolaboras +702,5

Lonjakan

Pertumbuhan pada SDG 1

Gambar1Pemetaan Kegiatan Ormawa Terhadap SDGSumber:DataOrmawaIPB(diolah

Arah program kerja Ormawa tahun 2025 menunjukan keterkaitan yang kuat dengan agenda pembangunan berkelanjutan (SDGs). Secara umum, kontribusi kegiatan masih didominasi oleh SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDGs 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) (Gambar 10), yang mencerminkan fokus Ormawa pada penguatan kapasitas mahasiswa serta kolaborasi kelembagaan.Dibandingkantahunsebelumnya,

SDGs 17 mencatat peningkatan paling signi kan dengan pertumbuhan sebesar 702,5 persen, menandai akselerasi kuat pada kegiatan berbasis kemitraan dan jejaring. Sebaliknya, kontribusi terhadap SDGs 6 (Air Bersih dan Sanitasi) mengalami penurunan sebesar 19,1 persen (Gambar 10), yang mengindikasikan adanya pergeseran prioritas programkerjapadatahunberjalan

Gambar1Alokasi dan Distribusi Dana OrmawSumber:DataOrmawaIPB(diolah

Alokasi dana program kerja Ormawa tahun 2025 menunjukan konsentrasi terbesar pada Ormawa Wilayah (Gambar11), yang mencakup 80 Ormawa dengan total dana sebesarRp8,54miliar. Pendanaanpada klaster ini didominasi oleh sumber non-BPPTN sebesar 88,7 persen, sementara dana BPPTN berkontribusi sebesar 11,3 persen. Selain Ormawa Wilayah, UKM memperoleh alokasi dana sebesarRp1,70miliar diikuti olehkomunitas sebesar Rp809,7 juta dan Ormawa Pusat sebesarRp731,1 juta.

Sementara itu, OMDA dan IOMS menerima alokasi dana yang relatif lebih kecil, masingmasing sebesar Rp231,8 juta dan Rp2,9 juta, dengan seluruh pendanaan pada kedua klaster tersebut bersumber dari non-BPPTN. Pola distribusi ini menegaskan bahwan pendanaan Ormawa tahun 2025 berfokus pada klaster dengan skala organisasi dan intensitas program kerja yang lebih besar, serta masih sangat bergantung pada sumber pendanaan non-BPPTN

Dominasi BEM FEM dan Himpunan Ekonomi Syariah yang memuncaki kategori Total Anggaran serta Pendanaan Mandiri memperlihatkanpolalinier yangidentik (Gambar 12). Angka miliaran rupiah ini membuktikan secara nyata bahwa kekuatan nansial utama organisasi mahasiswa bersumber dari hasil usaha sendiri, dan bukan sekadar mengandalkanbantuandanadaripihakkampus semata

Sebaliknya, da ar penerima BPPTN tertinggi justrudiisiolehBPKM dannamaberbedaseperti Eksekutif PKU yang tidak mendominasi sektor mandiri. Perbedaan mencolok ini menegaskan bahwa dana BPPTN berfungsi sebagai dukungan operasional dasar, sementara peningkatan anggaran yang signi kan hanya dapat dicapai melalui kerja keras dan kemandirianorganisasi dalammencarisumber danatambahan

Risiko Kegiatan Ormaw

4.36 (Risiko Rendah

Dominasi Zona Ama

Gambar 1Distribusi Risiko berdasarkan Jenis Kegiata Sumber: Data Ormawa IPB (diolah

Secara umum, pelaksanaan kegiatan Ormawa didominasi oleh kegiatan dengan tingkat risiko rendah. Dari keseluruhan kegiatan yang dianalisis,kategoririsikorendahmencatatjumlah tertinggi dengan total 4.360 kegiatan nonkompetitif, jauh melampaui kategori risiko sedang sebanyak 352 kegiatan dan risiko tinggi sebanyak 1.266 kegiatan. Jika ditinjau berdasarkan jenis kegiatan, kategori risiko rendah paling banyak ditemukan pada kegiata

seminar (Gambar 13), yang mencerminkan bentuk kegiatan ini umumnya dapat dilaksanakan dengan tingkat risiko yang relatif aman.Sementaraitu,padarisikotinggi,jumlah kegiatan terbesar juga ditemukan pada kegiatanseminar,diikutiolehbentukkegiatan lainseperti kegiatankompetitifdankegiatan public relation (Gambar 13), seiring dengan tingginya intensitas dan kompleksitas pelaksanaanny

Jenis Kegiata
Capacity Building (Upgrading, Outbond Kampanye/Promosi/ Sosialisas Kompetisi (Lomba
Mentoring atau coachin
Pelatihan (Training Pengabdian kepada Masyaraka
Publikasi/ public relatio
Seminar/Workshop/ Talkshow/Symposiu
Sidang-sidang atau rapat kerj
Study Banding/ Fieldtri
Tingkat Risik Risiko Tingg Risiko SedanRisiko Renda
Mayoritas kegiatan berjalan dengan risiko minim

Estafet Tanggung Jawa

Integritas di Atas Segalanya

Kepemimpinan sesungguhnya diuji bukan saat mengangkat piala kemenangan, tapi saat berani menerima mandat ini. Tanda tangan ini adalah titik awal keberanian untuk mengubah wacana menjadi aksi nyata yang berdampak

Mandat Profesionalism

Transparansi Tanpa Kompromi

Angka realisasi program dan pengelolaan dana miliaran rupiah bermula dari goresan tinta ini. Ini bukan sekadar legalitas administratif, melainkan kontrak integritas untuk mengelola setiap rupiah dengan pertanggungjawaban penuh

Foto Dokumentasi pengukuhan Ormawa 2025
Foto Penyerahan berita acara pengukuhan Ormawa 2025
Foto Kegiatan menyanyikan Indonesia Raya
Foto Kegiatan menyanyikan Mars IPB Universit

Ruang Kolaborasi Ormaw

03/0

Peta Sinerg

Bersama siapa Ormawa

berkolaborasi dan bagaimana pola kemitraan tersebut mendukung kualitas program

Lanska Kolaboras

Frekuensi, Mitra, & Dampak Progra

3–5 Kal

Frekuensi Dominan per Tahu

Sektor

Pendidika

Fokus Mitra Utam

Fokus dan Dampa

Peningkatan Kualitas dan Jejarin

Tantangan: Perluasan Eksposur Publi

Seiring dengan pelaksanaan program kerja Ormawa, kolaborasi menjadi salah satu komponen penting dalam mendukung keterlaksanaan kegiatan. Secara umum, kolaborasi Ormawa berlangsung dengan frekuensi menengah hingga tinggi, dengan sebagian besar organisasi melakukan kerja sama sebanyak 3–5 kali dalam satu tahun. Pola kolaborasi didominasi oleh kemitraan dengan organisasi mahasiswa lain, yang sebagianbesarbergerakdisektorpendidikan.

Dominasi mitra berbasis pendidikan ini mencerminkan keselarasan arah kolaborasi Ormawa dengan agenda pembangunan berkelanjutan, khususnya SDGs di bidang pendidikan. Lebih lanjut, kolaborasi yang terbangun terbukti memberikan dampak positif, terutamadalammeningkatkankualitasprogram, efektivitaspelaksanaan,danpenguatanjejaring, meskipuneksposurpublikmasihmenjadiaspek yangrelatifperluditingkatkan

Intensitas dan Pola Kolaboras

Dinamika Kolaboras

3–5Kali / Tahu Catatan

Intensitas tinggi, namun distribusi belum merata di tingkat Wilayah

Gambar1FrekuensiKolaborasiperJenisOrganisasSumber:DataOrmawaIPB(diolah

Secara umum, pola kolaborasi Ormawa dengan lembaga eksternal menunjukkan intensitas yang relatif aktif. Mayoritas Ormawa tercatat melakukankolaborasidenganfrekuensi3–5kali dalam satu tahun, yang mencakup sekitar 62–76 persen organisasi pada kelompok Ormawa Wilayah dan UKM (Gambar 14). Hal ini menandakanbahwakerjasamaeksternaltelah menjadi praktik yang cukup rutin dalam pelaksanaan program kerja Ormawa. Selain itu, sebagian Ormawa berada pada frekuensi kolaborasi 1–2 kali dalam setahun, dengan proporsiberkisar

antara 20–36 persen, yang menunjukkan adanya keterlibatan mitra eksternal meskipun dengan intensitas yang lebih terbatas. Jika ditinjau berdasarkan jenis organisasi, Ormawa Wilayah dan UKM menjadi kelompok dengan tingkat kolaborasi paling dominan, terutama pada kategori 3-5 kali kolaborasi. Sementara itu Ormawa komunitas dan OMDA cenderung berada pada frekuensi kolaborasi menengah, sedangkan IOMS dan Ormawa Pusat menunjukan jumlah kolaborasi yang relatif lebihterbatas.

Wilayah & UK

Mitra Kolaborasi dan Bentuk Kemitraa

328 kolaboras

Kegiatan sepanjangtercatatperiode

Sektor Pendidika

62,5

aktivitas menjadi poros utama aktivitas

22 program berkontribusimulaisigni ka Jejaring Industr

Gambar 1 Kategori Mitra Paling Sering BerkolaborasSumber: Data Ormawa IPB (diolah

Secara keseluruhan, tercatat 328 kolaborasi yangdilakukanolehOrmawasepanjangperiode pelaporan (Gambar 15). Kolaborasi tersebut didominasi oleh sektor pendidikan dengan proporsi62,5persen,menunjukkanbahwakerja samaOrmawamasihberfokuspadaaktivitas yang berkaitan langsung dengan fungsi pembelajaran dan pengembangan mahasiswa. Selain itu, keterlibatan sektor industri dan swasta juga cukup signi kan, masing-masingberkontribusidenganpropors

22 persen, yang mengindikasikan mulai menguatnyajejaringkolaborasiOrmawadengan sektor non-akademik (Gambar 15). Jika ditinjau berdasarkan jenis mitra, kolaborasi yang paling banyak dilakukan ialah organisasi mahasiswa lain, diikuti oleh mitra swasta dan perusahaan, yang menegaskan bahwa jejaring kemahasiswaan masih menjadi poros utama kerja sama, dengan dukungan yang semakin berkembang dari mitra eksternal di luar lingkungankampus.

Dampak Kolaborasi terhadap Kapasitas Ormawa

Jejarin

Efektivita SD

Kualitas Progra

Indeks Dampak Kolaboras

Kompetensi Penguru

Eksposur Publi

Dampak Kolaboras

Rata-rata: 3.29/5.0

Skor Umum: 3,29 (Positif

Dampak Terbesar Peningkatan Kualitas & Jejaring

Evaluasi Perluasan Eksposur Publik

Gambar 1Dampak Kolaborasi Terhadap Kapasitas OrmawSumber: Data Ormawa IPB (diolah

Dominasi kolaborasi dengan sektor pendidikan dan mitra strategis tersebut kemudian tercermin pada dampak kolaborasi yang dirasakan oleh Ormawa. Dampak kolaborasi Ormawa secara umum berada pada kategori positif dengan skor rata-rata 3,29. Aspek kualitas program menjadi dampak paling menonjol, diikuti

Sendiri kita hanya bisa berbuat sedikit; bersama-sama kita bisa berbuat banyak

P

oleh penguatan jejaring dan efektivitas pelaksanaan kegiatan. Sementara itu, eksposur publik masih menjadi aspek dengan capaian relatif lebih rendah, sehingga berpotensi menjadi ruang pengembangan kolaborasi ke depan (Gambar 16)

Helen Kelle
enulis & Aktivis

Visi untuk Melaj

Satu IPB, Satu Tujuan

Di balik setiap program yang sukses, ada dukungan moril dan materil yang tak putus. Kolaborasi dimulai dari hubungan baik di kampus sendiri

Selaras Langka

Bersinergi Membangun Reputas

Ormawa tidak berjalan di ruang hampa. Serah terima ini adalah simbol penyatuan frekuensi antara idealisme mahasiswa dan visi besar institusi

Foto Simbolik penyematan pin Ormaw
Foto Penampilan oleh mahasisw
Foto Kegiatan aspirasi mahasisw
Foto 1Dokumentasi bersama kegiatan pengukuhan Ormawa 202

04/0

Re eksi Kinerja Ormaw

Potret Kinerj

Bagaimana Ormawa melihat kualitas layanan, dukungan institusi, dan efektivitas keterlibatan yang diterima

Re eksi Kinerj

Sinergi Layanan & Strateg

Layanan Ditmaw

Positif & Relevan

Peran Medso

Efektif menjangkau audiens

Fokus dan Dampa

Rede nisiTolok

Ukur Keberhasilan Ormaw

Relevansi konten lebih utama daripada sekadar angka viral

Re eksi kinerja Ormawa dan Ditmawa menunjukkan bahwa layanan yang diberikan telah dinilai positif dan relevan dalam mendukung keberlanjutan aktivitas organisasi mahasiswa. Ormawa mengapresiasi peran Ditmawa terutama dalam aspek pengembangan, pembinaan, dan pendampingan, yang selaras dengan faktor internal utama penentu dinamika organisasi sepertikualitassumberdayamanusia,koordinasi internal,

dan dukungan pendanaan. Di sisi lain, media sosialterbuktiberperanefektifsebagaisarana komunikasi untuk menjangkau audiens dan mendorong partisipasi, khususnya melalui konten informatif terkait kegiatan. Namun demikian, capaian kinerja Ormawa tidak semata ditentukan oleh tingginya metrik digital,melainkanolehkualitasperencanaan program, relevansi konten, serta strategi keterlibatan yang terintegrasi dengan tujuan organisasi

Kepuasan Ormawa terhadap Layanan Ditmaw

3, Angka CapaianSkor NP

(Net Promoter Score

Program Kerja terealisasi dari rencana Musyawarah Kerj

KeteranganPromoters:

Kelompok yang sangat puas dan secara aktif merekomendasikan layanan kepada orang lain

Passives: Kelompok yang merasa cukup puas namun netral dan belum memiliki loyalitas yang kuat

Dectactors

Kelompok yang kurang tidak pua

Gambar 1Kepuasan Ormawa terhadap Ditmawa pada Tahun 202Sumber: Data Ormawa IPB (diolah

Secara keseluruhan,tingkatkepuasanOrmawa terhadap layanan Ditmawa berada pada kategori puas dengan skor rata-rata sebesar 3,73dariskala5(Gambar17),yangmenunjukan bahwa layanan yang diberikan dinilai cukup baik dan relevan dalam mendukung aktivitas Ormawa.Komposisirespondendidominasioleh kelompok passives sebesar 59,8 persen, yang mengindikasikan bahwa sebagian besar Ormawamerasacukuppuasterhadaplayanan yang diberikan, namun belum sepenuhnya terdorong untuk merekomendasikannya secaraaktif.Disisilain,promotersmencapa

22,0persen,mencerminkanadanyakelompok Ormawa yang sangat puas dan berpotensi menjadi pendukung utama layanan Ditmawa. Sementara itu, detractors tercatat sebesar 18,3 persen, menunjukkan bahwa masih terdapat sebagian Ormawa yang merasakan pengalaman layanan kurang optimal. Pola ini menegaskan bahwa meskipun kepuasan Ormawa secara umum sudah berada pada levelpositif,peningkatankualitaslayanansecara berkelanjutan masih diperlukan untuk mengonversi kelompok passives menjadi promoterssertamenekanproporsidetractor

Kualitas Pelayanan Ditmaw

Responsivita

Komunikasi

AksesDan

Pendampingan

Pelayanan Pembinaa

Dukungan Pengembanga

Sangat TidakPuaTidakPuaNetraPuaSangatPua

Gambar 1 Penilaian Kualitas Pelayanan Ditmaw

Rata-Rata Skor Pengaru

Cukup Berpengaru

4,5 Kualitas dan Jumlah SD

Sumber: Data Ormawa IPB (diolah

4,3 Regulasi dan Kebijakan IPB

3,9 Dukungan Fakuttas/ Departeme

Sangat Berpengaru

4,4 Partisipasi Mahasswa Umum

4,5 Koordinasi Internal

4,4 Dukungan Dan

Gambar 1 Rata-Rata Skor Faktor Pengaruh terhadap Kualitas Pelayanan Ditmaw

Sumber: Data Ormawa IPB (diolah

Kepuasan tertinggi ditunjukkan pada indikator dukungan pengembangan dengan skor 3,86, diikuti oleh pelayanan pembinaan sebesar 3,85 dan pendampingan sebesar 3,82 (Gambar 18), yang mengindikasikan apresiasi Ormawa terhadap peran Ditmawa dalam penguatan kapasitas organisasi, pembinaan berkelanjutan, dan pendampingan pelaksanaankegiatan.

Sejalan dengan temuan tersebut, analisis faktor yang memengaruhi dinamika Ormawa menunjukkanbahwaaspekinternalorganisasi memegang peranan dominan, dengan kualitas dan jumlah SDM sebagai faktor paling berpengaruh dengan skor 4,56, disusul oleh koordinasi internal dengan skor 4,53 dan dukungan dana dengan skor 4,46 (Gambar19)

Citra dan Partisipasi Ormawa di Media Digita

Gambar 2

Efektivitas

Sosial Ormawa dalam Meningkatkan Partisipasi Mahasisw

Gambar 2

Efektivitas Media Sosial Ormawa dalam Menjangkau Target

Info KegiataEdukasi & Internal

Publikasi Prestasi Strategi penguatan citra positif

Gambar2Top8JenisKontenMediaSosialOrmawayangPalingDiminatiAudien

Sumber:DataOrmawaIPB(diolah

Secara umum, pemanfaatan media sosial oleh Ormawa dinilai efektif dalam menjangkau audiens dan meningkatkan partisipasi. Sebanyak 48,8 persen Ormawa menilai media sosial berada pada kategori sangat efektif dalam mencapai target audiens (Gambar 20).

Sejalan dengan itu, 45,1 persen menyatakan bahwa penggunaan media sosial sangat meningkatkan partisipasi (Gambar 21), menunjukkan bahwa media sosial tidak hanya berfungsi sebagai sarana informasi, tetapi juga sebagaiinstrumen

strategis dalam mendorong keterlibatan mahasiswa. Dari sisi konten, efektivitas tersebut terutama didorong oleh jenis konten yang relevan dengan kebutuhan audiens, di mana informasi mengenai acara dan kegiatan menjadi konten yang paling banyak diakses dan diminati, menegaskan bahwa mahasiswa cenderung merespons konten yang bersifat informatif dan langsung berkaitan dengan aktivitasOrmawa(Gambar22)

Pendahulua
Penyeimbang wawasan dan koordinasi

Analisis Performa

Media Sosial dan Tingkat Partipas

BPK

65.500

Follower

Partisipasi tetap uktuatif, tak sejalan besarnya audiens

Panti Gocen

38.000

Follower

Basis pengikut besar bukan jaminan keramaian acara

Fakta Statisti r = 0,079 (Nihil

Terbukti tidak ada hubungan antara jumlah followers dengan jumlah peserta

Gambar 2Analisis Korelasi Performa Media Sosial dan Tingkat Partisipasi Program Ormaw

Sumber: Data Ormawa IPB (diolah

Meskipun media sosial dinilai efektif secara umum, analisis performa akun Ormawa menunjukkan dinamika yang lebih kompleks. Beberapa organisasi tercatat memiliki jumlah pengikut yang sangat besar, seperti Badan Pengurus Keluarga Mahasiswa dengan jumlah 65.500 followers, Panti Goceng dengan jumlah 38.000 followers, dan Organisasi Mahasiswa Eksekutif PKU IPB denganjumlah26.464followers.Namun,hasil analisis korelasi menunjukkan bahwa jumlah followers tidak memiliki hubungan yang signi kan dengan tingkat partisipasi program (r=0,079;p>0,05).Halserupajugaditemukan pada engagement rate, yang menunjukkan bahwaorganisasidengantingkatinteraksitinggi, sepert

IPB Debating Community dengan 44,2 persen, tidak selalu diikuti oleh jumlah peserta program yang besar. Temuan ini menegaskan bahwa tingginya followers maupun engagement rate tidak secara otomatis menjamin tingginya partisipasi (Gambar 23), sehingga efektivitas media sosial Ormawa lebih ditentukan oleh kualitas strategi konten dan relevansinya dengan tujuan program dibandingkan sekadar capaian metrik digital. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun media sosial berperan penting dalam menjangkau audiens, keberhasilan program Ormawa tetap bergantung pada kualitasperencanaan,substansikegiatan,dan strategiketerlibatanyanglebihkomprehensif

Jeda dalam

Melangka

Ketulusan Mengabd

Bekerja dengan Hati, Memberi dengan Aksi

Di tengah riuh rendah pencapaian dan evaluasi, kita perlu sejenak menunduk. Mengingat kembali tujuan murni mengapa kita memulai perjalanan ini

Re eksi Diri, Kunci Perbaikan

Evaluasi bukan sekadar tentang angka, tapi momen untuk melihat ke dalam. Segala upaya terbaik telah dikerahkan, kini biarkan hasil yang berbicara atas dedikasi

Foto 1Kegiatan menyanyikan Mars IPB Universit
Foto 1Pemaparan laporan Ormawa 2024Foto 1Kegiatan menyanyikan Indonesia Ray
Foto 1Pemaparan laporan Ormawa 202

05/0

Program Unggulan Ormaw Dampak

Nyat

Program apa yang menunjukkan capaian, inovasi, dan dampak paling signi kan dalam mendukung pengembangan mahasiswa

Program Unggula

Inovasi, Relevansi, & Keberlanjuta

Fokus Utama

6 Pilar

Kewirausahaan Pengabdian, Kompetensi

Kepemimpinan, Kompetisi, Minat Bakat

Key Takeaway

Outcome

Kontribusi Nyata dan SDG

Menghadirkan solusi inovatif bagi UMKM dan desa, serta memperkuat nilai kebangsaan

Program-program unggulan Ormawa merepresentasikan enam bidang utama, yaitu kewirausahaan, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan kompetensi, kepemimpinan, kompetisi, serta minat dan bakat, yang dirancang untuk menghasilkan dampak luas dan berkelanjutan. Berbagai inisiatif unggulan menunjukan kemampuan Ormawa dalam menghadirkan kegiatan yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan mahasiswa serta masyarakat, mulai dari pendampingan UMKM, pemberdayaan desa, penguatankapasitas

kepemimpinan, kompetisi nasional, hingga pelestariansenidanbudaya. Program-program tersebut melibatkan capaian partisipasi yang tinggi, penerima manfaat yang beragam, serta kolaborasi strategis dengan mitra internal maupun eksternal. Secara keseluruhan, program unggulan Ormawa mencerminkan kontribusi nyata mahasiswa dalam pengembangankapasitasdiri,pemberdayaan sosial-ekonomi,penguatannilaikebangsaan, dan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan

Hi-Empowermen

Himpunan Mahasiswa

Teknologi Industr

Tema Kegiatan

“Memberi Dampak bagi Masyarakat Indonesia sebagai Mahasiswa Industri

Program Unggulan Kewirausahaa

Peserta 165peserta

Panitia: 25Paniti SDGs

ProgramHi-Empowermentmerupakanprogram kewirausahaan yang berfokus pada pemberdayaan dan penguatan kapasitas UMKM di sekitar kampus. Program ini dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknologi Industri (HIMALOGIN) yang dirancangsebagaiwadahbagimahasiswauntuk mengaplikasikan ilmu agroindustri melalui pendampingan langsung kepada UMKM mencakup pengembangan produk, pengelolaan usaha, pemasaran, pengemasan,hinggapeningkatandayasaing berbasis potensi agroindustri lokal. Melalui skema Community Development dan HiConsulting,

mahasiswa berperan sebagai business consultant yang membantu UMKM mengembangkanusahasecaralebihprofesional dan berkelanjutan, sekaligus memperoleh pengalaman praktis kewirausahaan. Dampak program ini terlihat pada meningkatnya kapasitas UMKM dalam mengelola usaha serta penguatan kompetensi kewirausahaan mahasiswa. Dengan fokus tersebut, HiEmpowerment berkontribusi pada pencapaian SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi)sebagaitujuanutama,sertadidukung oleh SDG 4, SDG 12, dan SDG 17 melalui penguatan edukasi, praktik usaha bertanggung jawab,dankemitraanstrategis

Sociotravelling 202

Badan Eksekutif Mahasiswa

Fakultas Ekonomi dan Manajeme

Tema Kegiatan

’’Alunan Asa Untuk Nusantara

Program Unggulan Pengabdian Masyaraka

Peserta 189peserta

Panitia: 34Paniti SDGs

Sociotraveling 2025 merupakan program yang dirancang oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Manajemen (BEM FEM) untuk menumbuhkan kesadaran sosial, empati, dan kepedulian mahasiswa terhadap pembangunan desa melalui pendekatan edukatif dan kolaboratif. Kegiatan ini diawali dengan Pra-Event Sociotraveling: Surpass 3.0 berupa kompetisi nasional (lomba infogra s, video kreatif, dan fotogra ) sebagai sarana pengembangan minat dan bakat sekaligus penggalian potensi daerah. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Sociotraveling, yaituekspedisiyangmengintegrasikan

aktivitas pendidikan, lingkungan, kesehatan, dan ekonomi kreatif bersama masyarakat desa. Pelaksanaan program ini memberikan dampak berupa meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap potensi alam dan budaya lokal, serta tumbuhnya empati, kepedulian sosial, dan keterlibatan aktif mahasiswa dalam upaya pemerataan pembangunan. kegiatan ini berkontribusi pada pencapaian berbagai SDGs, antara lain SDG 1, SDG 3, SDG 4, SDG 8, dan SDG 11, melalui pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kualitashidupdesa

Agri-ET 202

Badan Eksekutif Mahasiswa

Fakultas Teknologi Pertania

Tema Kegiatan

“Lining The Untold Energy With Greenful Knowledge”

Program Unggulan Kompetens

Peserta 365peserta

Panitia: 80Paniti SDGs

Agricultural Engineering Technology 2025 (AgriET 2025) merupakan program edukatif yang mengintegrasikan seminar, kompetisi, pelatihan, ekspo, dan bazar sebagai wadah pembelajarandaninovasidibidangteknologi pertanian dan energi terbarukan. Program ini dilaksanakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknik Pertanian (BEM FATETA) yang bertujuan memperkenalkan FATETA IPB University kepada pelajar dan masyarakat, memperluas wawasan mengenai penerapan teknologi modern dalam sektor pertanian, sertamendoronglahirnyasolusiinovatif

berbasis teknologi yang selarasnilai-nilai SDGs. Pelaksanaan Agri-ET 2025 memberikan dampak berupa meningkatnya pemahaman peserta terhadap pentingnya energi terbarukan dan teknologi pertanian modern, terbentuknya karakter peserta yang adaptif, kreatif, dan kolaboratif, tersajinya inovasi teknologipertanianberbasisenergiterbarukan, serta terbangunnya kolaborasi lintas organisasi mahasiswa dalam pengelolaan kegiatan edukatif dan ekonomi kreatif. Program ini berkontribusi terhadap pencapaian SDG 4 , SDG 7, SDG 9, danSDG13

Ideanation 202

Badan Eksekutif Mahasiswa

Sekolah Bisni

Tema Kegiatan

“Greenergize the Future: Driving the Environmental Revolution for Sustainable Business Impact and Economic Progress.

Program Unggulan Kompetis

Peserta 840peserta

Ideanation merupakan program kompetisi kewirausahaan tingkat nasional yang dilaksanakanolehBadanEksekutifMahasiswa

Sekolah Bisnis (BEM SB) sebagai wadah pengembangan kemampuan berpikir kritis, inovatif, dan solutif melalui berbagai cabang lomba, seperti Business Plan Competition, Business Case Competition, dan Essay Competition, yang didukung oleh rangkaian kegiatan mentoring, inkubasi, pitching, dan awarding. Program ini tidak hanya berorientasi pada pencapaian prestasi, tetapi juga membangunekosistemkompetisistrategis

Panitia: 75Paniti

SDGs

Progam ini juga ditujukan berdampak dengan mendorong peserta merancang solusi bisnis berbasis green energy dan menjawab tantangan bisnis nyata. Melalui keterlibatan mentor, juri, akademisi, dan mitra industri, Ideanation memperluas jejaring profesional mahasiswa sekaligus mengasah keterampilan analitis, kreatif, dan kepemimpinan adaptif. Kegiatan ini berkontribusi terhadap pencapaian SDG8,SDG9,sertaSDG17melaluipenguatan kompetensi kewirausahaan, pengembangan inovasi bisnis berkelanjutan, dan kolaborasi multipihak

Gebyar Nusantara 202

Badan Pengurus Keluarga

Mahasiswa IPB Universit

Tema Kegiatan

“Lestari Budaya, Harmoni Nusantara

Program Unggulan Minat-Baka

Peserta 1.328peserta

Gebyar Nusantara IPB 2025 merupakan program kerja yang dilaksanakan oleh Badan PengurusKeluargaMahasiswa(BPKM)dalam bentuk ekspo, festival pertunjukan, dan kompetisi yang menjadi wadah apresiasi dan pelestarian seni budaya Nusantara di lingkunganIPBUniversity.Kegiataninidirancang sebagai ruang pengembangan minat dan bakat seni kebudayaan mahasiswa, sekaligus ajang kolaborasi dan solidaritas antar Organisasi Mahasiswa Daerah Asal (OMDA). Melalui penyajian dan pertunjukan budaya dari berbagaidaera

Panitia: 235Paniti SDGs

Gebyar Nusantara berperan dalam memperkenalkankekayaanbudayaIndonesia kepadacivitasakademikIPBdanmasyarakat umum, serta menumbuhkan rasa nasionalisme dan kebanggaan terhadap keberagaman Nusantara. Selain memberikan pengalaman berharga bagi panitia dan peserta dalam upaya pelestarian budaya, kegiatan ini juga menjadi sarana silaturahmi dan penguatan jejaring antar mahasiswa. Program ini selaras dengan pencapaian SDG 4 melalui penguatan pembelajaran budaya, serta SDG 17 melalui kolaborasilintasorganisasimahasisw

Bela KetuaNegara Osis 202

Ikatan Mahasiswa Jalur Ketua Osis

Tema Kegiatan

“Menjadi Generasi yang Tangguh, Tanggap, dan Tumbuh untuk Negeri

Program Unggulan Kepemimpina

Peserta 165peserta

SDGs

Panitia: 68Paniti

Bela Negara Ketua OSIS 2025 merupakan bagian dari pembinaan karakter awal yang ditujukan bagi mahasiswa jalur Ketua OSIS IPB University untuk menanamkan nilai disiplin, kepemimpinan,dannasionalisme.Kegiatanini dilaksanakan oleh Ikatan Mahasiswa Jalur Ketua Osis (IMAJATOS) melalui pendekatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) yang dikolaborasikandenganpelatihan

semi-militer bersama unsur TNI, sehingga membentuk pribadi yang tangguh, bertanggungjawab,danberjiwabelanegara. Pelaksanaan program ini berperan dalam mengembangkan kepemimpinan, kerja sama, solidaritas, serta integritas mahasiswa sebagai pemimpin muda IPB University yang visionerdansiapberkontribusibagibangsa.

Lampira

Ormawa IPB 202

Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Laporan Ormawa 2025 by ditmawaipb - Issuu