Tribun
RABU
2 FEBRUARI 2011/ 28 SAFAR 1432 H
Borneo
Banjarmasin Post
www.banjarmasinpost.co.id
17
Australia Garap Sawah Eks PLG
■ Minta Seratus Ribu Hektare
PALANGKARAYA, BPOST - Ketika dihadapkan pada masalah minimnya kucuran dana pusat untuk rehabilitasi lahan eks Pengembangan Lahan Gambut (PLG), Kalteng kembali mendapat angin segar. PT Wahana Mega Hijay bekerja sama dengan Australia, berencana membuat sawah secara besar-besaran di lahan gambut eks PLG. Saat ini tim dari Queensland, Australia yang membantu perusahaan tersebut meneliti struktur lahan gambut PLG. Hal itu untuk menetukan jenis padi apa yang cocok ditanam di lahan gambut yang selama ini telantar itu. “Mereka ke lapangan untuk meneliti lahan dan benih
apa yang cocok. Mereka nanti menggarap dengan sistem mekanisasi untuk tanam dan panen menggunakan alat yang terapung,” ujar Gubernur Kalteng, Agustin Teras Narang, Selasa (1/2). Teras mengaku sudah mengirim surat ke presiden dan melapor ke menteri pertanian. “Beliau mendukung karena kita arahnya menjadi lumbung padi nasional,” ujarnya. Dalam kerja sama ini, kata Teras, Kalteng menyiapkan
GRAFIS/IVANOV
lahan seluas seratus hektare untuk pembuatan sawah, sedangkan penggarapan hingga panen dilakukan sepenuhnya oleh perusahaan tersebut. Selanjutnya akan dibahas bagi hasil untuk pemerintah daerah, termasuk harga jual beras oleh perusahaan ke pasar nantinya. Menurut informasi, pemanfaatan teknologi serupa telah berhasil dilakukan di Queensland, Australia. Produktivitas padi cukup tinggi yaitu antara lima sampai delapan ton per hektare, dengan masa panen bisa sampai tiga kali dalam setahun. Teras menegaskan, program itu sejalan dengan Instruksi Presiden (inpres) Nomor 2/2007 tentang rehabilitasi dan revitalisai gambut eks PLG. Dalam inpres dialokasikan sebesar 132.000 hektare lebih untuk areal pertanian. Saat ini baru terealisasi sekitar 36.000 hektare sehingga masih banyak yang belum dimanfaatkan. “Lokasinya paling banyak di Kapuas, ditambah Pulangpisau. Kita selama ini belum berani membuka luas karena tidak punya orang. Di sana sudah ada 15.000 kepala keluarga transmigran,” katanya. Menurut dia, perusahaan bahkan mengusulkan lagi pembukaan areal baru seperti di samping jembatan layang Tumbang Nusa. “Mereka juga sudah memb a w a t a n a h n y a untuk diteliti sehingga bisa diketahui jenis padi yang cocok,” katanya. (mgb)
Dana Bantuan Tersendat RENCANA pembukaan sawah sekitar seratus ribu hektare di areal eks PLG diharapkan bisa terealisasi. Pasalnya jika mengharapkan kucuran dana pusat sesuai yang ditetapkan dalam Inpres Nomor 2/2007, maka dipastikan sangat lama. Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Kalteng Tute Lelo mengatakan, kucuran dana dari pemerintah pusat untuk eks PLG melalui instansi mereka sangat kecil. Kucuran dana tiap tahun hanya sekitar 10 persen dari total dan yang dibutuhkan, padahal Inpres Nomor 2/2007 akan berakhir tahun ini. “Kalau mengharapkan dana pusat se-
In
k de
suai inpres tersebut, pasti sangat lama karena tiap tahun yang dikucurkan sangat minim. Saat ini kita baru bisa melaksanakan SID atau perencanaan untuk 6.500 hektare sawah. Makanya kalau rencana pembukaan seratus hektare oleh PT Wahana Mega Hijau itu terealisasi, maka itu benar-benar akan sangat membantu kita,” kata Tute Lelo. Diakuinya, masih banyak kendala untuk membuka areal pertanian di lokasi eks PLG. Selain dananya sangat terbatas, jumlah transmigrasi yang ada juga belum memadai untuk membuka areal pertanian sesuai dengan yang dialokasikan dalam Inpres Nomor 2/2007. (mgb)
BANJARMASINPOST GROUP/HERLIANSYAH
SIRING LAUT - Kawasan Siring Laut Kotabaru yang terletak di jantung kota cukup indah. Tiap sore tempat itu dipadati warga terutama remaja yang ingin bersantai dan menyaksikan matahari tenggelam.
Tim Khusus Tangani Kasus SMAN 2 BANJARBARU, BPOST - Kejaksaan Negeri (Kejari) Banjarbaru membentuk tim khusus untuk mempelajari berkas pungutan di SMAN 2 Banjarbaru yang telah dilimpahkan pihak kepolisian. “Dari Senin (31/1), Kejaksaan Banjarbaru menerimanya dari penyidik Polres,” ujar Kasi Intel Kejari Banjarbaru, Aditya Aria Putra, Selasa (1/2). Dikatakannya, pihaknya pun tidak mengulur-ulur waktu lagi namun langsung mempelajari pelimpahan berkas tersebut. “Tim khusus sudah dibuat dan Kasi Pidsus sebagai ketuanya. Untuk meneliti dan mempelajari berkas tersebut,” katanya. Dalam waktu 14 hari ke depan, terhitung sejak berkas tersebut diterima pihak Kejari Banjarbaru, tim khusus akan melihat kandungan formil dan materialnya. “Bila dirasa belum lengkap setelah kami lakukan penelitian, maka kami bisa kembalikan pelimpahan berkas tahap pertama tersebut,” kata Adtya.
“Uraian singkat dalam berkas perkara Khairil Anwar, meluluskan calon siswa yang dinyatakan tidak lulus saat mengikuti seleksi PSB Terpadu Online” BAGUS WICAKSONO Ketua Tim Bila berkas sudah lengkap, kata Adtya, maka penyelidikan kasus itu bisa dikatakan lengkap (P21). Ketua Tim Khusus berkas PSB SMAN 2 Banjarbaru yang ditunjuk Kajari Banjarbaru Bagus Wicaksono, mengatakan, dalam kurun waktu 14 hari tersebut pihaknya harus menyelesaikan penelitian berkas tersebut. “Ya benar kami pelajari secara formil
apakah ada isi berkas ini yang masih tertinggal, secara materil apakah unsur pasal-pasal yang dikenakan ke tersangka sudah benar. Apakah sesuai atau tidak dengan keterangan para saksi,” katanya. Hal tersebut dikatakannya, sambil menunjukan berkas bersampul merah yang memuat 400 lembar kertas. Uraian singkat dalam berkas perkara tersebut, disebutkan tersangka atas nama Khairil Anwar, meluluskan calon siswa yang sebelumnya dinyatakan tidak lulus saat mengikuti seleksi PSB Terpadu Online sebanyak 86 orang. Dengan cara memungut uang dari orangtua sebanyak Rp 5 juta per orang. Tersangka berdalih uang tersebut akan digunakan untuk membeli fasilitas sekolah. Dana yang diterima dan terkumpul sebanyak Rp 332.500.000. Kuota SMAN 2 Banjarbaru sendiri 210 siswa, sedangkan penerimaan 86 siswa tersebut di luar kuota dan pungutan uang tersebut tidak ada dasar hukumnya. (kur)
“PT SILO Janji Tidak Menjual Batu Bara”
s
■ Sjachrani Beberkan Alasan Pemberian Izin
Tiap Murid Dipungut Rp 100 Ribu Hal 18
Bocah Jadi Kepala Rumah Tangga Hal 20
BANJARMASIN POST GROUP/BUDI ARIF
AKTA - Sjachrani Mataja memperlihatkan akta perjanjian PT SILO.
Abdi Terpilih Secara Aklamasi PELAIHARI, BPOST - Penyeleksian dan pemilihan calon pengganti Sekretaris DPRD (Sekwa) Tanahlaut, Selasa (1/2), berlangsung cepat. Abdi Sastra, camat Takisung, terpilih secara aklamasi. Terpilihnya Abdi telah diprediksi banyak pihak. Pasalnya yang bersangkutan tak cuma PNS senior dan berpengalaman di lingkungan pemerintahan. Lebih dari itu juga dikenal sebagai pegawai yang supel, low profile, dan memiliki seni komunikasi yang baik. Proses pemilihan berlangsung cepat, hanya kurang lebih satu jam. Mantan Kabag TU Dinas PU Tala itu terpilih secara aklamasi. Wakil Ketua DPRD Tala H Arkani dikonfirmasi melalui telepon mengatakan, Abdi Sastra yang saat ini menjabat Camat Takisung terpilih sebagai Sekwan yang baru yang akan menggantikan pejabat yang ada sekarang (Sekwan) Kaspul Hadi. Petinggi Partai Demokrat itu mengatakan proses pemilihan tak menyita
waktu lama hanya sekitar satu jam berakhir pukul 11.30 Wita. Semua (delapan) fraksi yang ada secara aklamasi memilih Abdi dari tiga nama yang disodorkan Bupati H Adriansyah. Tiga nama yang diajukan Bupati yaitu Abdi Sastra, H Zainal Ariffin (kabid perhubungan laut, Dishub Tala), dan Syahransyah (kepala Badan Perizinan Terpadu). Itu adalah nama baru yang diajukan bupati setelah tiga nama terdahulu yang diajukan ke dewan ditolak sebagian besar fraksi di DPRD setempat. Seperti diwartakan lima dari delapan fraksi yang ada mempersoalkan usulan pertama yang diajukan bupati. Itu dikarenakan golongan kepangkatan ketiga nama yang diajukan baru IVa. Lima fraksi berpandangan jabatan eselon II (termasuk Sekwan) harus diisi pegawai yang lebih senior yakni bergolongan IVb. Permintaan itu kemudian diamini
Bupati dengan menyodorkan tiga nama baru yakni Abdi, Zainal, dan Syahransyah. Ketiganya telah bergolongan IVb. Pada proses penyeleksian/pemilihan, kemarin, ketiga calon tersebut diundang dewan. Pemilihan dihadiri pimpinan dewan yakni H Bambang Alamsyah (ketua), dua wakilnya Arkani serta H Chaeruddin Anwar, dan para pimpinan fraksi. Sebelum pemilihan dilakukan, ketiga calon sekwan tersebut diminta memperkenalkan diri masing-masing. Selain itu juga menceritakan riwayat pekerjaan di birokrasi pemerintahan. Setelah itu langsung dilakukan pemilihan dan secara bulat seluruh fraksi memilih Abdi. Arkani mengatakan pihaknya segera membuat surat persetujuan (rekomendasi) kepada eksekutif. “Jika memungkinkan hari ini (kemarin) juga suratnya kami buat. Selanjutnya kami mengharapkan eksekutif bisa segera melantik Abdi Sastra agar yang bersangkutan bisa secepatnya menjalankan tugas barunya sebagai sekwan,” katanya. (roy)
BANJARMASIN - Terbitnya izin eksplorasi pertambangan di Pulaulaut yang sekarang menjadi sorotan berbagai pihak akhirnya mendapat perhatian dari H Sjachrani Mataja. Mantan Bupati Kotabaru dua periode itu mengatakan pemberian persetujuan izin eksplorasi pertambangan kepada konsorsium PT SILO pada 20 April 2009 karena adanya permohonan dari perusahaan itu untuk membangun pabrik baja di Pulaulaut. Sjachrani mengatakan terkait izin itu, manajemen PT SILO berjanji tidak memperjualbelikan batu bara itu ke luar daerah. Namun diprioritaskan untuk bahan baku kokas
dan bahan bakar pabrik baja serta pembangkit tenaga listrik tenaga uap milik perusahaan itu. Selain itu, PT SILO bersedia membangun jembatan yang menghubungkan Pulaulaut dengan daratan Kalimantan sepanjang 3,5 kilometer dengan kontruksi baja dan beton, kapasitas muatan maksimum 30 ton. “Mereka juga bersedia memperkerjakan tenaga lokal dengan jumlah sampai 75 persen untuk menjadi karyawan perusahaan dan bekerja sama dengan Pemkab Kotabaru untuk rekrument tenaga kerja itu,” kata Sjacrani. Tak hanya itu konsursium juga akan memberikan kompensasi air
bersih untuk masyarakat Kotabaru perdesaan yang berada dalam lingkup pertambangan dengan kapasitas seribu meter kubik. Kesanggupan konsorsium itu dikuatkan dengan akta notaris Nomor 01/03 Juli 2010 dibuat oleh notaris Iwan Setiawan SH MKn di Banjarmasin. Seperti diketahui pembangunan jembatan sebagaimana dijanjikan PT SILO juga mendapat restu dari Bupati Irahmi Ridjani. Bahkan Irhami kini sedang berjuang untuk melepaskan kawasan cagar alam di Tanjung Ayun yang akan dilalui jalan menuju jembatan tersebut. (dwi/sah)
0202/B17