REPAIRMENTS OF THE FORGOTTEN ECONOMY ACTOR IN JAKARTA
THE FORGOTTEN COASTAL ECONOMIC ACTORS
Indonesia adalah negara maritiim yang memiliki potensi yang tak terbatasdalamsektorekonomibiru (blue economy). Jakarta adalah salahsatukotayangmemilikizona pesisir yang berbatasan dengan telukjakartadanlautjawa.Dengan kontribusi hasil kelautan terhadap ekonomi nasional , keuntungan yang diperoleh seharusnya dapat bersinergi dengan kesejahteraan masyarakatpesisir.
Ironisnya, garis kemiskinan masyarakat pesisir di Jakarta terus meningkat setiap tahunnya, mencerminkan ketidakselarasan antara implementasi blue economy dan kesejahteraan para aktorekonomipesisir.
Issueoverview
Indonesia sebagai negara bercorak maritim merupakan negara yang dikelilingi lautan
Dengan demikian, Indonesia memiliki potensi besar dalam sektor ekonomi biru
Jakarta merupakan salah satu pusat ekonomi biru
blue economy seharusnya dapat memperoleh banyak keuntungan yang dapat digunakan untuk peningkatan kesejahteraan. (BPS,2023)
594.240
Volume ekspor perikanan
1.22 TON
2023
Dengan perolehan yang terus meningkat tiap tahunnya
garis kemiskinan di wilayah pesisir yang terus meningkat
2021
609.310
2022
645.431
Menunjukkan bahwa potensi ekonomi perikanan belum berintegrasi dengan kemampuan ekonomi aktornya
bps.co.id bps.co.id
Issue overview
REPAIRMENT LOCATION:
CILINCING
Di pinggiran kota Jakarta, terdapat sebuah kawasan nelayan yang bersemayam di tepi laut bernama Kampung nelayan Cilincing . Jampung nelayan cilincing merupakan kampung dan memiliki relevansi akan ekonomi biru dengan perolehan nilai ikan yangsignifikan.Namundibalik kesuksesan tersebut, terdapat berbagai fenomena yang mempertanyakan apa arti dibalik majunya sektor perikanan bila kesejahteraan aktornyaterusmenurun.
Nelayan yang tidak memiliki ruang untuk hidup serta hilangnyalinkagedarisektor pengolah dan penjual perikanan berkontribusi terhadap memudarnya pattern ekonomi Kampung nelayanCilincing.
Jumlah produksi (Kg)
dari TPI Cilincing
2.927.046 Kg
TPI Cilincing memiliki relevansi
dengan ekonomi biru Jakarta
jakutkota.bps.go.id
Nilai ikan (Rp) dari
sektor TPI Cilincing
89.218.904.500
Issueoverview
Kampung Nelayan Cilincing merupakan salah satu kampung yang bergerak di sektor perikanan di pesisir Jakarta Utara
dibalik hal tersebut, terdapat berbagai fenomena yang mempertanyakan kesejahteraan aktor ekonomi cilincing NAMUN...
Issue overview
FISHERMEN’S PORT
PENGOLAHAN KERANG&IKANASIN
whosequality is questionable
ANGAN IKAN
BETWEEN FORMAL&INFORMAL
SITE INTRODUCTION
SITE INTRODUCTION
SITE ZONING LEGEND
Fishermen’s port Settlements
Fish Auction
Fish market
Green mussels processor
Salted fish processor
Tengkulak
Warung & UMKM
Boat SPBU
Fishermen’s port 2
Industrial area
Worshiping
Fishing spot
Krematorium
Main axis
Secondary axis
Informal sellers
11. 12. 13. 14.
9. 1. 4. 4. 6. 7. 8. 7. 7. 7. 6. 10. 10. 12. 13. 14. 11. 11. 11. 11. 11. 11. 11. N
FISHERMEN’S RIVER PORT
ZONE 1: PELELANGAN IKAN, SPBU, PENGOLAH IKAN ASIN
ACTIVITY MAPPED:
MOST FREQUENT TIME: 14.00 & 03.00
NELAYAN MEMARKIR KAPAL-> MENARUH & MENYORTIR IKAN DI PORT -> DIBAWA KE PELELANGAN / PENGOLAH IKAN ASIN -> MENGISI BENSIN UNTUK PERAHU -> KEMBALI KE PORT & PERAHU
ZONE 2: COMMUNAL AREA, WARUNG & UMKM, TENGKULAK
ACTIVITY MAPPED:
MOST FREQUENT TIME: 15.00-18.00
NELAYAN memarkir kapal-> Menyortir ikan di perahu/port -> DIBAWA KE tengkulak -> Makan/bersantai di port-> mandi di port -> kembali ke perahu untuk beristirahat
ZONE 3: PELELANGAN IKAN 2, TENGKULAK
ACTIVITY MAPPED:
MOST FREQUENT TIME: 15.00-19.00
NELAYAN MEMARKIR KAPAL-> MENARUH & MENYORTIR IKAN DI PORT -> DIBAWA KE PELELANGAN / PENGOLAH IKAN ASIN -> KEMBALI KE PORT & PERAHU
PENGOLAH IKAN ASIN SPBU PERAHU TEMPAT PELELANGAN IKAN WARUNG area mandi terbuka tengkulak tempat pelelangan ikan
Z O N E 3 Z O N E 2 Z O N E 1
MOST FREQUENT TIME
Gender Boat size 00.00 02.00 05.30 14.00 19.00 12.00 24-38 2 - 5 Gross Tonage
12.00 00.00 main issuE analysis
NELAYAN ANDON
Age
MALE
Nelayan Cilincing yang
mayoritas merupakan nelayan kecil yang tidak memiliki kemampuan ekonomi untuk berhuni di “rumah” seperti masyarakat pada umumnya. Untuk mengatasi keterbatasan tersebut,nelayanmenjadikan ruangperahusebagairuang hunimereka.
Dengan perahu menjadi tempat untuk mereka bernaung, dermaga yang padaawalnyamemilikifungsi sebagairuangparkirperahu beralihfungsimenjadiruang ekonomi (menyortir & menurunkan ikan), dan berhuni (bersosialisasi, MCK, bersantai, reparasi alat tangkap).
Dapat disimpulkan bahwa secara behavioral, berbagai keterbatasan yang dimiliki oleh nelayan menghasilkan berbagai adaptive behavior dari ruang-ruang yang merekamiliki.
PLACE ATTACHMENT OF FISHERMENS
But, the port is facing many issues
Walaupundermagamemiliki place identity serta place attachment yang kuat bagi komunitas nelayan, lebar ruangyangminimsertazona penjual & pengolahan ikan secaramakroyangscattered mengekslusikan nelayan dengan komunitas sekitarnya.Dengankelayakan hidup yang rendah akibat minimnya ruang untuk mereka, komunitas nelayan menjadi terpinggirkan dan terisolasi dari perkembanganekonomidan sosialdisekitarmereka.
mainissueanalysis
FISH AUCTION
PEDAGANG TPI
pengangkutan ikan dari kapal
Harga telah mencapai ke pelelang tertinggi
Pembayaran
penyortiran ikan BERDASARKAN JENISNYA
Penawaran harga
Pengambilan ikan SECONDARY
penimbangan ikan
Pelelangan dimulai
MOST FREQUENT TIME THE SYSTEM PREPARA TIONS AUCTION STARTS TRANSACTION ENDS 00.00 12.00 00.00 01.00 10.00
issuE analysis
Tempat pelelangan ikan cilincing merupakan alur pertama perpindahan ikan setelahikanditangkapoleh nelayan. Tempet pelelangan menjadi wadah untuk merepresentasikan berbagai jenis ikan yang ditangkap oleh nelayan Cilincing.IkanIkan yang ditangkap oleh nelayan kecil memiliki nilai jualyangmurahdicilincing. Dengan sistem penjualan yang “unik”, , tempat pelelangan ikan pun menjadi cerminan dari keragamanhasiltangkapan dan identitas perikanan Cilincingdalammenghadapi dinamikapasarlokal.
THE ONE AND ONLY AUCTION IN CILINCING
BUT, THE FISH QUALITY IS OFTEN QUESTIONABLE
Penataan ruang perpindahan ikan dari nelayan ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Cilincing yang tidak terorganisir dengan baik menghambat proses perpindahanikan,yangpada gilirannya memengaruhi kualitasikandiTPICilincing. Mayoritas pembeli yang datang ke sana juga menghadapi ketidakpastian terkait kualitas ikan yang mereka beli, sehingga pembeli pun harus cermat dalammemilih.
SECONDARYissueanalysis
FISH
Penerimaan ikan
Pemisahan & pemilahan SECONDARY issuE analysis
Pembersihan ikan
Penjualan ikan
Persiapan penataan ikan
Pencucian lanjutan
MARKET MOST FREQUENT TIME THE SYSTEM 06.00 16.00 00.00 12.00 00.00
Pasar ikan tidak hanya menjadi tempat untuk bertransaksi jual-beli hasil perikanan, tetapi juga menjadi simbol utama dari kehidupandikawasanpesisir.
Di Kampung Nelayan Cilincing, terdapat beragam carapenjualanbaikdilapak formal maupun informal, yang memberikan keanekaragamansuasanadi sepanjang Jalan
Krematorium Cilincing dengan berbagai macam cara penjualan hasil ikan. Masyarakat Cilincing pun turutmeramaikanPasarIkan dengan harga jualnya yang terjangkau.
SUPPOSED TO BE CILINCING’S FISHERIES IDENTITY
but, theres no balance between formal & infirmal
Dengan keterbatasan akan biaya sewa, serta kapasitas yang terbatas dari pasar formal, persebaran lapak informalterusmenjalardan menutupi wajah pasar formal dari jalan. Hal ini menyebabkan pasar formal terus menurun perkembangannya hingga hanya sedikit penjual yang tersisa di pasar formal & mengakibatkan ruang-ruang di pasar formal menjadi ruangmati.
SECONDARYissuEanalysis
PROCESSING AREA
KERANG
THE SYSTEM
Penerimaan ikan Pembersihan ikan
Pemotongan ikan Pengasinan ikan
Pengeringan ikan
KERANG HIJAU
Penerimaan ikan Menaruh di drum
Perebusan kerang Pengupasan cangkang
Dijual ke pasar Dijual ke tengkulak Pengemasan ikan
IKAN ASIN DIJUAL KE PASAR
IKAN ASIN
MOST FREQUENT TIME 06.00 16.00 00.00 12.00 00.00
issuE analysis
SECONDARY
Area pengolahan turut memberikan nuansa yang kayapadasektorperikanandi Cilincing dengan menawarkanberbagaivariasi hasil olahan ikan, termasuk berbagaijenisikanasin,serta menyediakan ruang khusus untuk pengolahan kerang yang lebih lanjut. Berbagai pengolah pun berperan dalam menambah keberagaman dan kompleksitas kegiatan ekonomi di Cilincing, memberikankontribusiyang signifikan pada aktivitas perdagangan dan pengolahan hasil perikanan diCilincing.
DIVERSE POTENTIAL OF PROCCESING AREAS
BUT THEY ARE SECLUDED, ONLY TREATED AS A SECONDARY OPTION
Meskipun area pengolahan perikanan memberikan warna-warni kegiatan ekonomidiCilincingdengan beragam olahan ikan dan fasilitas khusus untuk pengolahan kerang, namun ironisnya, mereka terasing, hanyadianggapsebagaiopsi sekunder yang tidak terintegrasi. Lokasi mereka puntersebarsecaraacakdan tidak mendapat perhatian yang sebanding dengan kontribusi signifikan yang merekaberikanpadasektor perikanan.
SECONDARYissuEanalysis
Formal & Informal market
Noforexposure formal market unidentified fisheries identity
Embrace the Diversity of Fisheries Economic Typologies as an Identity
The fish quality is not exceeding its full potential
create a sequential fisheries processing flow
Lack of fulfilment towards fishermens basic needs
STRENGTH
WEAKNESS
OPPORTUNITIES
THREATS
The fishermen’s port is so rich in culture
Recreating a living layer fishermen’sfor fulfillment of QoL
Diverse typologyfisheriesof economy future inflation in economy
No balance in economic and livingaffectingzone psychological needs
AN OPPORTUNITY TO MAXIMIZE THE SOCIO-ECONOMIC POTENTIAL OF CILINCING
Weaving threads of synergy among fisheries sectors
while enhancing the livelihoods and activities of fishing communities as the main hub.
Fishermen’s strong community bond
Sinking of jakarta
swot of cilincing
design parameters
Let's introduce Cilincing's coastal identity more widely BY REDESIGNING CILINCING BASED ON THESE PARAMETERS
FISHERMEN’S QUALITY OF LIFE
BASIC NEEDS
PSYCHOLOGICAL NEEDS
FISHERIES ECONOMY SYNERGY
ACCESS BETWEEN EACH SECTOR
SELF-FULFILMENT
SIMPLIFY FISHERIES MOVEMENT PATTERN SEQUENTIAL FISHERIES PROCESS FLOW
COASTAL THREADS
AIMS TO WEAVE
FISHERMEN’S QUALITY OF LIFE
HUMAN-CENTRIC ECONOMY DEVELOPMENT
WELL-BEING RESILIENCE
FISHERIES ECONOMY SYNERGY
ECONOMIC RESILIENCE
DESIGN CONCEPT
Coastal threads merupakan sebuah simbol sinergi yang merangkul keberagaman komunitas pesisir. Perancangan berbasis human-centric development memiliki tujuan utama untuk mencapai resiliensi secara ekonomi yang beriringan dengan kesejahteraan aktor-aktornya. Coastal Threads bertujuan unntuk merangakai benang-benang konektivitas antar sektor perikanan yang memaksimalkan potensi ekonomi dari Kampung NelayanCilincingsembarimeningkatkankelayakan hidup dan aktivitas komunitas nelayan sebagai simpulutama.
designCONCEPT
DEFINE SEA ACCESS & ADD FISHERMEN PATTERN
Impementasialurperikanansinergi dimulai dengan menentukan alur yangberurutpadapolapergerakan perpindahan ikan. Dengan demikian, ekonomi perikanan utama harus memiliki akses yang dekat dengan akses masuk perahu darilaut
SEA ACCESS
DEFINE GROUND AXIS FOR ACCESS
Impementasialurperikanansinergi dilanjutkan dengan penentuan ground axis untuk memetakan aktor-aktor ekonomi perikanan sesuai dengan lokasi yang telah dikenal dan memanfaatkan akses darat untuk menciptakan alur perpindahanberurutan
ZONE FINDINGS
PRIMARYECONOMICZONE
PUT ECONOMY ACTORS IN SEQUENTIAL SYSTEM
Setelah mendefinisikan akses, peletakkan para aktor ekonomi diletakkan dengan alur perikanan yang berurut. Peletakkan aktoraktor ekonomi pun membagi batasandermagayangdigunakan sebagai fungsi ekonomi secara psikologis
TEMPORALSECONDARY ECONOMICZONE
PUT LIVING ZONE FOR FISHERMENS
Ruang hidup nelayan diletakkan setelah melewati berbagai aktor ekonomi untuk memperkaiki scattered pattern menjadi structured pattern. Hal ini akan meningkatkan efisiensi fungsi dermaga & memberikan batasan fungsibagiparanelayan
LIVING ZONE ZONE FINDINGS
PROGRAMMING
EXISTING PROPOSED
SCATTERED PATTERN
Fish Auction
Clam processing
Salted fish processing
Clam processing
Tengkulak
Fish auction
Fish auction
UNORDERED FISH FLOW LONGER DURATION
Fish market
Seller Processing room
Sorting
Loading dock
Cold storage
Informal traders blocking market vista from main road
STRUCTURED PATTERN
Fish Auction
Clam processing
Salted fish processing
Tengkulak
Informal traders
Market
Fish auction
FISH FLOW IS IN ORDER ADITIONS OF PROCESSING ROOMS
Fish market
SHORTER DURATION
Seller Processing room
Sorting
Cold storage
Loading dock
relocate market to gain visibility to main road
Informal traders
Market
F I S H E R M E N S
P O R T F I S H E R M E N S
P O R T
Main access Main access
P O R T
P O R T
PRIMARY FISHERIESZONE
PRIMARY FISHERIES ZONE
Fishermen’s port
Fish auction
Green mussels
Salted fish Fish market
SECONDARY FISHERIESZONE
PROPOSED ZONING
Fishermen’s port
Fish Auction
Fish market
Green mussels processor
Salted fish processor
Tengkulak
Warung & UMKM
Pujaseri
Alur perpindahan ikan
Alur perpindahan nelayan
LIVINGZONE
Pujaseri other buyers 1 2 3 8 4 5
Settlements
SECONDARY FISHERIES ZONE
Fishermen’s port
Port market
Tengkulak
Settlements
Other bussiness 1 1 6
FISHERMEN’S LIVING ZONE
Ruang hidup nelayan diletakkan setelah nelayan melewati layer alur perikanan primer & sekunder. Hal ini dapat memberikan batasan di dermaga nelayan akan economic & living zone. Dengan berbagaicommunityempowerentprograms &livingzoneyangtidakmengubahkonteks hidup yang sudah ada, Dermaga nelayan sebagai tempat berlabuh menjadi simbol dari komunitas nelayan di Cilincing yang merepresentasikan profesi, budaya, dan gaya hidup mereka sebagai sebuah komunitas.
1. 1. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. N
PROGRAMMING
SORTING
SEQUENTIAL FISHERIES MOVEMENT IS IMPLEMENTED
WEIGHTING RECEIVING WASHING
SORTING
FISH WASH & CUT
AUCTION STARTS LOADING OUT
FISH AUCTION
FISH MARKET
SORTING WEIGHTING DELIVER COLD STORAGE FISH WASH & CUT FISH WASH & CUT BUYERS BUY FISHERIES
COMMUNITY OPEN AREA
COMMUNITY OPEN AREA
COMMUNITY
BATHROOM
STORAGE
ZONE
FISHERMEN’S PORT
PROGRAMMING
THE BUBBLES
FOOD KIOSK
PASAR IKAN
LAPAK ECER IKAN (DRY ZONE)
LAPAK ECER IKAN (WET ZONE)
LAPAK ECER INFORMAL
SERVICES
PUJASERI
PELELANGAN IKAN
PARKING LOT
LOADING DOCK
PARKING ZONE
LOADING DOCK SORTING AREA
R. CUCI POTONG IKAN
COLD STORAGE
SERVICES
SORTING HALL
R. CUCI POTONG IKAN
COLD STORAGE
PENGOLAH KERANG
RECEIVING & SORTING PENGUPAS KERANG AREA PEREBUSAN
THE HIERARCHY
FISHERIES
ECONOMY PURPOSES
65%
PROGRAMMING
ACCESS FROM SEA
DERMAGA EKONOMI
PARKING AREA
WEIGHING AREA
PACK & DELIVERY AREA
SORTING AREA
SPBU KAPAL
REPARASI KAPAL
REPARASI ALAT TANGKAP
RECEIVING
PARKING AS A SHELTER
FISHERMEN’S MARKET
WARUNG & PENJUAL ALAT TANGKAP IKAN
COMMUNITY SPACE
COMMUNAL BATHROOM
STORAGE SPACE
DERMAGA LIVING
1
KERANG AREA DELIVERY
AREA
& SORTING FISH CLEANING AREA LIVING FISH SALTING AREA FISH DRYING AREA FISH PACKING & STORAGE FISH CUTTING AREA DELIVERY AREA TEMPAT PENGOLAHAN LIMBAH LIVING
PENGOLAH IKAN ASIN
HALL
PELELANGAN
LIVE
SOCIALIZE
35%
&
PURPOSES