COLLECTOR’S GUIDE®
WATCHES INDONESIA
EDISI 32-2026
OMEGA
SEAMASTER DIVER 300M CHRONOGRAPH 007 FIRST LIGHT IDR 100,000 ISSN 2442-4188
BRAND TALK
FRANZ LINDER GEORGES-HENRI MEYLAN JÉRÔME CAVADIN
LIPUTAN EKSKLUSIF
PATEK RARE HANDCRAFTS 2026 ROLEX OYSTER STORY EXHIBITION WATCHES AND WONDERS GENEVA 2026
POINT OF VIEW
DAVID CANDAUX LEE JONG SUK MICHEL NYDEGGER
JI CHANG-WOOK
RADO.COM
MASTER OF MATERIALS
ANATOM SKELETON
Rado Store, Plaza Indonesia, Jakarta , Level 2, No.E020 – E020A, Indonesia, Tel :+62 21 22395605 Rado Store, Tunjungan Plaza 3, Surabaya, Lantai 1, Unit 89, Indonesia , Tel : +62 31 99246973 THAKRAL@TICPL77.COM
PUBLISHER’S LETTER
DARI KIRI ATAS SEARAH JARUM JAM Bersama CEO Franck Muller, Nicholas Rudaz; Menerima sertifikat dari Panerai; Bersama Joanna Lange; Bersama Renaldi Hutasoit dan rekan media; Bersama CEO U-BOAT, Italo Fontana; Bersama Steven Cheng dan Duta MIDO, Lee Jong-Suk; Berfoto di depan poster Laureate Rolex Awards, Denica Riadini-Flesch; Bersama David Candaux dan rekan media; Bersama CEO Bremont, Davide Cerrato; Bersama CEO Greubel Forsey, Michel Nydegger
D
THE TIME IS NOW!
unia jam tangan dan perhiasan tahun ini kembali
diundang secara eksklusif oleh ROLEX untuk menghadiri
semarak dan menjanjikan, dengan semakin
perayaan 100 tahun koleksi Oyster dalam pameran Oyster
banyaknya kegiatan pameran hingga peluncuran
Story di Shanghai (halaman 100-105). Seoul, Korea juga
eksklusif koleksi terbaru dari berbagai belahan dunia.
menjadi tempat diluncurkannya koleksi MIDO terbaru
Kalender acara-acara penting hingga pertengahan tahun
bersama Lee Jong Suk, simak liputannya di halaman 118.
ini saja sudah begitu padat, dan kami pun menyambutnya
Dari Indonesia, kami hadirkan ulasan menarik tentang
dengan penuh gairah, karena berita-berita tentang
acara Turnamen golf Ladies Indonesia OMEGA Trophy
jam tangan dan perhiasan adalah bagian terpenting
2026 halaman142), pameran Grand Seiko Ushio 300
dari majalah Collector’s Guide-WATCHES Indonesia.
yang dibawa dari Jenewa ke Jakarta (halaman 130), dan
Ajang Watches and Wonders Geneva di bulan April lalu
liputan eksklusif Bell & Ross dan 100 interpretasi
mewarnai sebagian besar halaman majalah di edisi ini, mulai
para ikon Indonesia (halaman 136). Bagi para kolektor jam
dari berita singkat di kolom In Brief hingga Time To Beat
dan penggemar film James Bond, jangan lewatkan berita
(halaman 30-35), dan Special Report (halaman 54-75).
sampul kami di edisi ini, yaitu OMEGA Seamaster Diver
Jangan lewatkan kolom Collector’s Corner yang membahas
300M Chronograph 007 First Light (halaman 36). Tidak
lebih detil beragam koleksi yang dipamerkan di gedung
hanya berita jam tangan dan perhiasan yang kami hadirkan
megah Palexpo, Jenewa itu.
di setiap edisi, melainkan juga tempat-tempat eksotis dan
Kunjungan ke manufaktur yang berada di Swiss juga
mewah untuk relaksasi, simak beritanya di kolom Travel
sangat menarik untuk disimak, mulai dari merek-merek jam
Time, yang membawa keindahan alam dari The Oberoi
tangan independen seperti Greubel Forsey (halaman 50)
Beach Resort, Bali (halaman 146), dan kemewahan yang
dan David Candaux (halaman 48), Franck Muller (halaman
terinspirasi oleh budaya Jawa dari Hotel Tentrem Jakarta
52), hingga merek jam ternama seperti OMEGA (halaman
(halaman 148). Selain edisi cetak, kunjungi situs online:
106), Panerai (halaman 110), dan Longines (halaman
www.cgw-indonesia.com untuk berita menarik lainnya.
114). Kami juga berbincang dengan tokoh-tokoh ternama
Happy reading!
di industri jam mewah seperti Georges-Henri Meylan
10
(halaman 44), Franz Linder (halaman 42), dan Jérôme
Publisher & Chief Editor
Cavadini (halaman 46). Dari negara-negara Asia, kami
Lulu Fuad
COLLECTOR’S GUIDE®
WATCHES INDONESIA
EDISI 32-2026
PUBLISHER & CHIEF EDITOR: Lulu Fuad FEATURES EDITOR: Billy Saputra EDITOR: David Tang ART DIRECTOR: Ryl Wijaya SENIOR WEB DESIGNER: Fatorahman Handayani SOCIALITE PHOTOGRAPHER: Rendy Kairupan
PT. ZAMRUD KHATULISTIWA MEDIA CHAIRMAN: Ir. Nabiel Fuad. A. MSc (nabiel@zamrud-media.com) MANAGING DIRECTOR: Lulu Fuad (lulu@zamrud-media.com) DIRECTOR OF FINANCE: M. Ramzy (ramzy@zamrud-media.com) EXECUTIVE ASSISTANT: Deny Pratama (secretary@zamrud-media.com) OFFICE STAFF: Ahmad Firdaus (firdaus@zamrud-media.com)
CONTRIBUTORS
JAKARTA: Ardhana Utama, Fiqih, Setiyo Supratcoyo, Yessar Rosendar, Yohanna Yuni / DUBAI: Faizal. A SINGAPORE: Dr. Bernard Cheong / SWITZERLAND: Maria Ronnie Bessiree
PT. ZAMRUD KHATULISTIWA MEDIA
The City Tower Level 12-1N, Jl. MH. Thamrin No.81, Jakarta 10310, INDONESIA Phone: +62 21 344 0999 Website: www.cgw-indonesia.com
Switzerland Sales Representative: E-mail: sales@zamrud-media.com
SUBSCRIPTIONS/GENERAL INQUIRIES: info@zamrud-media.com
BANK ACCOUNT
PT. Zamrud Khatulistiwa Media BCA - KCU TCT (The City Tower) A/C 31930 74797
COLLECTOR’S GUIDE – WATCHES, INDONESI is published by PT. Zamrud Khatulistiwa Media. All rights reserved. No part of this publication may be reproduced without the written permission of PT. Zamrud Khatulistiwa Media. Opinions expressed in CGW Indonesia are solely those of the writers and not necessarily endorsed by the Publisher and its editors. PT. Zamrud Khatulistiwa Media accepts no responsibility for unsolicited manuscripts, transparencies or other material. For further inquiries, contact: info@zamrud-media.com PRINTING: PT. Harapan Prima COVER PAGE OMEGA, SEAMASTER DIVER 300M CHRONOGRAPH 007 FIRST LIGHT
12
CONTENT In Every Issue 10
Publisher’s Letter
12
Team
20 In Brief 150 Galas 152 Archives
Collector’s Corner 30 Time To Beat Pilihan jam eksklusif dari Watches and Wonders Geneva 36
Cover Story: The Bond Before Bond OMEGA Seamaster Diver 300M Chronograph 007 First Light
54
Watches and Wonders Geneva 2026 Inovasi, seni dan interpretasi dari merek-merek ternama
76
A Study in Contrast Berbagai terobosan berani A. Lange & Söhne
80 Mechanical Wonders Patek Philippe merayakan inovasi dan warisan horologi 86
The Art of Reinterpretation Rolex dan 100 tahun koleksi Oyster yang ikonik
96
Patek Philippe Rare Handcrafts 2026 Pameran terbaru kreasi kerajinan tangan yang langka
100 The Journey Through Time Rolex merayakan pameran Oyster Story di Shanghai 106 OMEGA: Where Precision Meets Heritage Rahasia keunggulan jam dari manufaktur OMEGA 110 Italian Soul With Swiss Precision Manufaktur Panerai dan keunggulan merek asal Italia 114 Tracing The Trail Of Time Warisan horologi dari manufaktur dan museum Longines 118 Simplicity Is the Ultimate Luxury MIDO Ocean Star 200 di Seoul dan Lee Jong Suk 122 Eastern Time Philosophy BEHRENS, dari Shenzhen ke Jenewa 124 As Smooth As Silk Keindahan kain sutra Tomioka dan Seiko Presage 126 Color in Two Directions Rado Captain Cook dan DiaStar Original Skeleton 129 Dive Deep Squale SUB-37 Legend, jiwa klasik dan presisi modern 130 New Wave from Grand Seiko Grand Seiko Ushio 300, dari Jenewa ke Jakarta
14
CONTENT Interviews 42 MIDO, Celebrates Every Moment Franz Linder, dan peluncuran Ocean Star 200 terbaru 44 A Timeless Journey Dunia H. Moser & Cie bersama Georges-Henri Meylan 46
Shaping The Future Jérôme Cavadini, inovasi dan tantangan Panerai
48
The Wrist Twist Kolaborasi David Candaux dan kolektor Kevin O’Leary
50 Objects of Desire Manufaktur Greubel Forsey bersama Michel Nydegger 52
Exploring The WATCHLAND Manufaktur Franck Muller bersama Nicholas Rudaz
90 The Power of Light Interpretasi TAG Heuer Aquaracer dan tenaga surya
Time for Fashion 134 Built in Colour Koleksi terbaru Richard Mille dan Michelle Yeoh 136 The Many Faces of BR-05 Bell & Ross dan 100 interpretasi para ikon Indonesia 140 The Gentleman’s Best Friend Kampanye Tissot, Daniel Ings dan sosok pria modern 142 Precision, Poise and Power Turnamen golf Ladies Indonesia OMEGA Trophy 2026
Time to Travel 146 The Bali Essence Keindahan alam dari The Oberoi Beach Resort, Bali 148 The Art of Serenity Hotel Tentrem Jakarta dan kemewahan budaya Jawa
16
TITONI.CH
SWISS MADE
SEASCOPER
# 8 3 6 0 1 S -B O-2 5 5
LUXETIME TUNJUNGAN PLAZA T U N J U N G A N P L A Z A 3 L A N TA I 1 U N I T 9 1 ( N E A R S H E R AT O N H O T E L S U R A B AYA ) J L . B A S U K I R A H M A T N O 8 - 1 2 ∙ K E D U N G D O R O , T E G A L S A R I , S U R A B AYA ∙ E A S T J AVA 6 0 2 6 1 PHONE: +62851 1102 4942
IN BRI EF
TIME FOR THE MOON
Tahun ini Bremont meluncurkan Supernova baru yang akan memulai debutnya sebagai jam tangan Inggris pertama yang mencapai Bulan. Sesuai dengan motonya “Take It Further”, Bremont bermitra dengan perusahaan kedirgantaraan AS, Astrolab, dan menguji Supernova melalui protokol NASA yang ketat sebelum petualangannya ke bulan, di mana jam tangan ini akan
THE PRANCING HORSE
menjadi yang pertama yang ditinggalkan secara permanen di permukaan Bulan. Bremont Supernova Chronograph akan terbang di atas rover FLIP (FLEX Lunar Innovation
Hermès Arceau Cavalier en Formes terbaru ini
Platform) milik Astrolab yang merupakan bagian dari
menggabungkan kekuatan koleksi Arceau yang elegan
Misi Griffin Satu milik Astrobotic. Terinspirasi oleh
dan asimetris, mencerminkan ikatan lama merek
geometri pesawat ruang angkasa, Jam berdiameter
tersebut dengan olahraga berkuda melalui lug berbentuk
41mm dengan ketebalan 14,4mm ini mengusung desain
sanggurdi. Jam tangan ini menggabungkan komplikasi
sudut futuristik dengan garis-garis poligonal dan bezel
tourbillon dan minute repeater yang sangat canggih dengan
keramik hitam sepuluh sisi yang mengesankan. Dibuat
dial buatan tangan yang kaya dekorasi, terinspirasi oleh
dari baja tahan karat 904L, casing kronograf olahraga
desain Gianpaolo Pagni untuk syal sutra. Sangkar yang
terintegrasi ini menggunakan arsitektur casing sandwich,
melindungi tourbillon menampilkan dua huruf “H” yang
yang menggemakan konsep trip-tick Bremont. Didukung
saling bertautan, yang juga terdapat pada pintu besi
mesin kaliber kronograf otomatis BC77 bersertifikasi
tempa lift di toko utama Hermès di 24 Faubourg Saint-
kronometer dengan cadangan daya 62 jam.
Honoré, Paris. Di sisi sebaliknya, terdapat jembatan
www.bremont.com
barel yang berbentuk seperti kepala kuda kembar. Selain tourbillon, model Arceau ini juga dilengkapi pengulang menit (minute repeater), yang diaktifkan oleh pemicu di sisi kiri casing, membunyikan jam, seperempat jam, dan menit sesuai permintaan. Ditenagai oleh mesin manual H1924 yang dikembangkan bersama spesialis mesin Manufacture Haute Complications, dan dipasang di dalam Arceau Lift 2020, mesin penggerak ini memiliki cadangan daya 90 jam. www.hermes.com
HAPPY 145TH ANNERSARY
Terinspirasi oleh visi pendiri merek, Kintaro Hattori, untuk “Selalu selangkah lebih maju dari yang lain,” Seiko mendorong inovasi dan kemajuan selama 145 tahun terakhir. Seiko merayakannya dengan model King Seiko VANAC Limited Edition HKF004 baru yang menampilkan dial berwarna perak-putih dan biru yang mencolok. Bagian belakang casing dihiasi dengan logo “perisai” warna biru, yang terinspirasi oleh lambang King Seiko dari tahun 1960-an. Mesin jam mekanis andalan Seiko, Kaliber 8L45, menawarkan cadangan daya hingga 72 jam dan akurasi +10 hingga -5 detik per hari. Model King Seiko VANAC berdiameter 41mm ini akan tersedia mulai Juli 2026 sebagai edisi terbatas sebanyak 800 buah di Butik Seiko dan mitra ritel terpilih di seluruh dunia. www.seikowatches.com. 20
WATCH ART GRAND EXHIBITION MILAN 2026 Mulai tanggal 2 hingga 18 Oktober 2026, penggemar jam tangan akan dapat menyelami dunia pabrik jam tangan milik keluarga independen terakhir yang tersisa di Jenewa ini
M
tangan, dan pengaturan permata, akan dipamerkan, bersama dengan demonstrasi oleh para pengrajin di depan mata pengunjung. Di antara koleksi luar biasa
enjelang pameran WATCH ART Milan 2026
ini, dua jam tangan unik berikut akan ditampilkan. Jam
nanti, Patek Philippe memperkenalkan dua
saku “Burano” Ref. 992/193J-001 yang dibuat dengan
jam tangan luar biasa pertama mereka. Untuk
tangan menggunakan teknik cloisonné, flinqué, dan
edisi ketujuh pameran besarnya di seluruh dunia, Patek
paillonné, serta ukiran tangan, karya unik dari emas
Philippe memilih Italia, salah satu pasar bersejarah
kuning, yang memberikan penghormatan kepada pulau
utamanya. Dalam ruang megah hampir 2.900 meter
Venesia, Burano, yang terkenal dengan kanal-kanalnya
persegi, pengunjung akan dibawa ke balik layar dunia
yang dipenuhi rumah-rumah berwarna cerah. Jam saku
Patek Philippe. Empat belas tahun yang lalu, Patek
ini dilengkapi dengan dudukan dari emas kuning yang
Philippe meluncurkan konsep baru Pameran Besar yang
menampilkan lengkungan yang dihiasi dengan simpul
terbuka untuk umum, menawarkan tiket masuk gratis dan
katrol dan delapan cincin, bertatahkan 108 permata
mendorong pengenalan yang lebih dekat dengan kreasi,
spinel. Jam meja kubah “Jeruk Sisilia” Ref. 20179M-001
warisan, filosofi, dan luasnya keahliannya. Pameran megah
adalah karya unik dari enamel cloisonné Grand Feu yang
ini akan menyatukan sekitar 500 jam tangan dan objek
menampilkan kehebatan teknis dalam menawarkan dua
yang menggambarkan kekayaan berbagai jenis keahlian.
bidang visual untuk memberikan kesan kedalaman pada
Koleksi Kerajinan Tangan Langka khusus yang terdiri
pemandangan: bidang pertama adalah pohon jeruk,
dari 27 jam tangan luar biasa, termasuk jam meja kubah,
bidang kedua adalah kota Palermo dalam lukisan miniatur
jam saku, dan jam tangan dengan lukisan miniatur pada
di atas enamel. Untuk menggambarkan pepohonan dan
enamel, enamel cloisonné, ukiran tangan, marquetry
buahnya, pengrajin enamel menggunakan sekitar 15
kayu mikro, pekerjaan guilloché yang dikerjakan dengan
meter kawat emas. www.patek.com/watchart2026. 21
IN BRI EF
ZIDANE’S PASHA LEGACY
Cartier Pasha yang menemani langkah awal Zinedine Zidane kini membuka babak baru sebagai simbol waktu, pencapaian, dan kemanusiaan
B
24
awal kariernya. Hampir 35 tahun kemudian, jam tangan tersebut kembali memasuki panggung publik. Kali ini bukan sebagai simbol pencapaian pribadi, melainkan sebagai instrumen untuk memberikan dampak bagi keluarga yang membutuhkan. “Cartier Pasha ini adalah jam tangan pertama yang saya beli untuk diri saya sendiri dengan gaji pertama saya ketika bermain di Bordeaux,” ujar Zidane. “Saya
agi Zinedine Zidane, sebuah Cartier Pasha menjadi
membelinya hampir 35 tahun lalu, dan jam ini tetap
saksi bisu dari babak awal perjalanan yang kelak
bersama saya sejak saat itu.” Sebagai salah satu model
membawanya menjadi salah satu ikon terbesar
ikonis Cartier, Pasha memiliki sejarah panjang dalam
dalam sejarah sepak bola dunia. Pada 9 November 2026,
dunia haute horlogerie, yang pertama kali diperkenalkan
jam tangan personal pertama milik Zidane tersebut
pada 1985, terinspirasi dari jam tahan air khusus Cartier
akan ditawarkan dalam lelang Christie’s Rare Watches di
pada 1930-an untuk Pasha of Marrakesh. Desainnya
Jenewa sebagai bagian dari program Watches for ELA,
dikembangkan menjadi salah satu identitas khas Cartier,
dengan seluruh hasil penjualan didedikasikan untuk
yaitu bentuk case bulat, crown dengan detail rantai kecil,
ELA International, sebuah organisasi yang selama lebih
dan aksen sapphire cabochon, melebur menjadi tampilan
dari dua dekade didukung Zidane dalam perjuangan
yang memadukan karakter sporty dan kemewahan klasik.
melawan leukodistrofi. Bukan sekadar sebuah koleksi
Keberanian desain tersebut menjadikan Cartier Pasha
horologi, Cartier Pasha memiliki nilai sentimental yang
unik. Siluetnya memadukan keberanian dan keanggunan,
sangat personal. Zidane membelinya menggunakan
sebuah karakter yang terasa selaras dengan citra Zidane
gaji pertamanya sebagai pemain profesional ketika
membawa dimensi emosional tersendiri dalam lelang
masih memperkuat FC Girondins de Bordeaux pada
tersebut. www.watchesforela.eu.
SAVE THE DATE!
Salah satu grup jam tangan terbesar yang bergabung dengan Breitling akan hadir di Watches and Wonders pada tahun 2027 sebagai bagian dari House of Brands milik Breitling
P
ameran Watches and Wonders Geneva 2027 akan berlangsung dari tanggal 5 April hingga 11 April. Merek-merek bergengsi termasuk
Breitling, Gallet, dan Universal Genève (yang tergabung
menyatukan tiga nama ikonik dalam industri jam tangan
dalam House of Brands) untuk pertama kalinya akan
Swiss di bawah satu visi strategis. “Watches and Wonders
mempresentasikan koleksi terbaru mereka dan visi
Jenewa telah menjadi panggung global terkemuka untuk
terpadu di pameran utama industri jam tangan terbesar
industri kami,” ujar CEO House of Brands, Georges Kern.
di dunia itu. Setelah bertahun-tahun sukses melakukan
“Lebih dari sekadar visibilitas, ini mencakup kebebasan
aktivasi independen termasuk pertemuan puncak dan
bagi setiap merek untuk menceritakan kisah mereka
roadshow, Breitling, Gallet, dan Universal Genève, yang
sendiri. Kehadiran kami di Watches and Wonders Geneva
secara kolektif dikenal sebagai House of Brands, akan
menunjukkan tiga merek berbeda di berbagai segmen,
tampil berdampingan pada bulan April 2027 di Watches
sekaligus berkontribusi pada kekuatan kolektif, visibilitas,
and Wonders Jenewa, pameran global terkemuka di
dan masa depan industri jam tangan Swiss. Penambahan
industri ini.
House of Brands akan menambah nilai yang besar pada
House of Brands, yang diresmikan oleh CEO Georges Kern di Dubai Watch Week pada tahun 2025,
kolektif acara yang sudah kuat.” www.watchesandwonders.com. 25
IN BRI EF
BE A CHAMELEON
Darkmoon Kama menggunakan cahaya yang menyembunyikan detil jam
tangan ini. Bagian dial berwarna biru dan hijau perlahan menjadi gelap hingga menjadi hitam pekat, sementara varian abu-abu bertransformasi menjadi warna ungu tua yang magnetis. Efek yang dihasilkan sangat menghipnotis, seolah melarutkan sang waktu alih-alih menonjolkannya. Ketika dial sepenuhnya diselimuti kegelapan, hanya jarum
D
jam dan indeks berbentuk U yang ikonik di angka 12 yang alam industri jam tangan, kita terbiasa melihat
terlihat. Satu hal yang unik adalah case berisi minyak khas
bagaimana beberapa model yang seakan
U-BOAT. Cairan tersebut memperkuat efek kedalaman,
terobsesi mengejar kilau cahaya melalui
refleksi, dan persepsi warna, memberikan ilusi seolah
kombinasi polesan rumit hingga penggunaan bahan
dial-nya perlahan terserap ke dalam bayangan. Mesin
luminescence. Namun, ada satu penunjuk waktu dari
jam Swiss Made Ronda 762 berdetak akurat, sementara
ajang Watches and Wonders Geneva 2026 yang
bagian caseback mengintegrasikan “Locking Ring System”
menjungkirbalikkan narasi tersebut. Model tersebut
untuk proses penggantian baterai dan pengisian ulang
tidak lain adalah U-BOAT Darkmoon Kama—adalah jam
minyak secara praktis. www.uboatwatch.com.
tangan di mana cahaya tidak hadir untuk menerangi, melainkan menyembunyikan. Italo Fontana telah lama dikenal sebagai seorang provokator dalam pembuatan jam modern, namun Darkmoon Kama melangkah lebih jauh dengan tampil layaknya organisme hidup. Dibungkus dalam case stainless steel atau black PVDtreated steel berukuran 46mm yang kokoh, jam tangan yang terinspirasi oleh binatang chameleon (bunglon) ini hadir lewat dial tipe sunray fumé berwarna biru, hijau, atau abu-abu. Menariknya, di bawah sinar matahari, keajaiban teatrikal dimulai: elemen fotokromik tak terlihat bereaksi terhadap sinar UV, secara bertahap mengubah jiwa jam 28
TIME FOR LUXURY 29
@Bvlgari
• All About Luxury Watches • Collector’s Corner • Interviews
29
COLLECTOR’S CORNER
TIME TO BEAT Apa pertimbangan utama Anda saat ingin memiliki sebuah karya seni? Bentuknya yang unik, bahan pembuatannya yang tidak biasa, desainernya yang terkenal, atau harganya? Dari ajang Watches and Wonders Geneva tahun ini kami hadirkan beberapa penunjuk waktu yang layak disebut karya seni pilihan Collector’s Guide-WATCHES Indonesia, termasuk jam meja yang diproduksi sangat terbatas.
30
ARTYA
Complexity menggunakan varian langka yang dikenal
Merek jam asal Swiss ini memperkenalkan karya
sebagai “Cônillon.” Dalam konfigurasi ini, sumbu roda
spektakuler yang mengubah persepsi kita tentang semua
keseimbangan atau balance wheel mengikuti lintasan
hal yang menentang gravitasi dalam dunia kronometri.
berbentuk kerucut, yang secara bersamaan mengoreksi
ArtyA Complexity memiliki mekanisme tourbillon
penyimpangan kecepatan yang disebabkan oleh gravitasi
ganda tipe inclined atau miring yang belum pernah ada
pada beberapa posisi vertikal. ArtyA memecahkan tradisi
sebelumnya di dalam case transparan. Jika tourbillon
sebelumnya dengan menempatkan dua regulator yang
pada umumnya berputar pada satu bidang silinder,
saling berhadapan ini pada posisi jam 12 dan jam 6 untuk
mencapai optimalisasi 360 derajat dalam hal akurasi
juga mengadopsi keahlian multi-axis dari pembuat jam
kronometrik.
legendaris Éric Coudray. Hadir dalam case berukuran
Keunggulan teknis ini bergantung pada arsitektur
42x48 mm yang radikal namun tetap berdesain organik.
yang sangat rumit. Pertama, “Non-Parallel Architecture”,
Bagian case terbuat dari safir transparan sintetis atau
ketika tidak satu pun sumbu pada bagian balance, cage,
bahan batuan “Pigeon’s Blood” rubi warna merah tua.
atau pallet fork yang sejajar, sehingga memastikan presisi
Terdapat pilihan dial “Griffe” yang diukir 3D dan tampak
yang maksimal di semua posisi pergelangan tangan.
eksplosif, atau dial “Matte” yang lembut seperti bahan
Kedua, “The Keystone Differential” atau mekanisme
beludru dan dipoles dengan teknik shot-blasted. Hanya
yang menyeimbangkan torsi dari tabung mainspring
diproduksi sebanyak 9 buah di seluruh dunia dan
barrel dengan sempurna, menjamin setiap bagian dari
masing-masing diberi nomor urut, ArtyA memposisikan
tourbillon cage yang berputar setiap 30 detik terus-
Complexity sebagai bentuk pernyataan tertinggi dalam
menerus menerima energi yang sama. Konfigurasi teknis
dunia pembuatan jam tangan independen. Harga: CHF
ketiga, “The Purtec Lineage,” dikembangkan bersama
190,000 (versi safir), dan CHF 220,000 (versi batuan
perusahaan spesialis komplikasi Purtec Sàrl. Mesin jam
rubi), atau sekitar IDR 4,2 miliar – IDR 4,9 miliar.
Calibre Complexity-01 yang terdiri dari 287 komponen
www.artya.com 31
COLLECTOR’S CORNER
CHOPARD
32
Dalam industri jam tangan, terdapat benda-benda
Ada tantangan tersendir pink gold dengan dial berwarna
yang menunjukkan waktu, dan ada pula benda-benda
abu-abu, atau white gold yang dipadukan dengan
yang menceritakan sebuah kisah. Tahun ini, Chopard
permukaan bertipe argenté. Biasanya, orang berpikir
menciptakan salah satu karya spesial khusus untuk masuk
bahwa semakin banyak fungsinya, semakin baik. Atau
ke dalam kategori yang terakhir. Untuk merayakan ulang
setidaknya, itulah logika yang sering digunakan saat
tahun ke-30 manufaktur mereka di Fleurier, Chopard
berusaha memasukkan lebih banyak elemen ke dalam
mempersembahkan Beehive Table Clock edisi terbatas
ruang yang
sebanyak 10 buah, yang dikembangkan bekerja sama
dengan L’Épée 1839. Dirancang sebagai jam meja
mata mereka terbuat dari spinel hitam dan sayapnya dari
mekanis dengan bunyi lonceng sekaligus sebuah “Objet
bebatuan kristal yang mampu menangkap cahaya dengan
d’Art,” kreasi ini memadukan inovasi horologi, keahlian
kilauan halus—yang juga mengingatkan kita pada “Palme
Haute Joaillerie, dan warisan simbolis yang kuat. Dengan
d’Or Cannes.” Dua dari makhluk bertatahkan permata ini
tinggi 25,8cm, ketujuh lapis kaca melengkungnya
memiliki fungsi praktis: bagian sungut mereka menandai
mengingatkan pada sarang lebah tradisional Eropa abad
jam dan menit pada cincin kaca yang berputar, sedangkan
pertengahan yang anyaman, sementara di balik dinding
yang ketiga menunjukkan mode pemilihan dari bunyi
transparannya berdetak mekanisme lonceng dengan
loncengnya. Di balik karya seni berbasis visual ini terdapat
tingkat kerumitan yang luar biasa. Bagi Chopard, sarang
teknik akustik yang canggih. Lapisan kaca paling atas
lebah atau “Beehive” bukanlah sekadar hiasan tanpa arti.
berfungsi sebagai lonceng, yang dipukul oleh palu emas
Louis-Ulysse Chopard mengadopsinya sebagai lambang
untuk menghasilkan bunyi lonceng jernih khas Chopard.
pada tahun 1860, sebagai metafora bagi ketepatan
Untuk menyempurnakan suara ini, mereka berkolaborasi
dan keahlian kolektif. Ketika Karl-Friedrich Scheufele
dengan institut HEPIA di Jenewa, guna menganalisis
mendirikan manufaktur Fleurier pada tahun 1996,
bagaimana variasi geometri kaca memengaruhi respons
ia menghidupkan kembali motif tersebut, menyadari
frekuensi. Hasilnya adalah mekanisme lonceng yang dapat
keselarasan motif itu dengan nilai-nilai merek ini yang
secara otomatis membunyikan jam dan setengah jam, atau
berupa kerja keras dan dedikasi.
diaktifkan sesuai permintaan, yang semuanya didukung
Kini, simbolisme tersebut diwujudkan secara
oleh mesin jam dengan double-barrel yang menawarkan
spektakuler. Tiga ekor lebah dari bahan emas kuning
daya tahan hingga delapan hari. Dikembangkan selama
18K melayang di permukaan jam, masing-masing dibuat
dua tahun melalui kemitraan dengan L’Épée 1839, Beehive
dengan tangan di studio “Haute Joaillerie” Chopard
Table Clock mengingatkan kita bahwa presisi, layaknya
menggunakan teknik kuno yang dinamakan “lost wax.”
pekerja paling rajin di alam yaitu lebah, membutuhkan
Tubuh mereka berkilauan dengan deretan safir kuning dan
harmoni dan upaya kolektif. Harga: CHF 330,000 (sekitar
berlian hitam yang disusun secara bergantian, sementara
IDR 7,4 miliar). www.chopard.com 33
COLLECTOR’S CORNER
34
GRAND SEIKO
tangan manusia. Jarum detik Spring Drive berwarna
Hanya sedikit pembuat jam tangan yang mampu
abu-abu meluncur di atas permukaan bertekstur,
menangkap keindahan alam layaknya Grand Seiko.
mengingatkan kita pada aliran waktu yang tak pernah
Kreasi terbaru mereka mengangkat filosofi keindahan
berhenti.
alam ini menjadi seni horologi tingkat tinggi. Dibuat oleh
Dibalut case Platinum 950 setebal 9,6mm yang
para pengrajin terpilih di Micro Artist Studio di Shiojiri,
mengadopsi siluet ramping dari model 44GS klasik tahun
Masterpiece Collection SBGZ011 ini adalah jam tangan
1967 dengan permukaan datar dan sudut tajam yang
Spring Drive yang terinspirasi oleh Air Terjun Tateshina
ikonik, dengan perbedaan pada ribuan garis ukiran tangan
yang megah dan memukau, menggambarkan aliran
yang melintasi permukaan jamnya. Polesan Zaratsu yang
waktu yang abadi melalui ukiran tangan multidirectional
khas berpadu dengan permukaan halus, menghasilkan
yang sangat indah. Bagian dial bukan hanya menjadi
dialog antara cahaya dan bayangan yang seakan tidak
penunjuk waktu melainkan kanvas yang seakan hidup.
berhenti. Di bagian dalamnya berdetak mesin jam Caliber
Garis-garis ukiran tangan mengalir dalam berbagai
9R02, mekanisme Spring Drive tertipis Grand Seiko
arah, menyatu sempurna menangkap esensi mata air
dengan ketebalan hanya 4,0mm, dengan cadangan daya
yang muncul dari perut bumi. Setiap jam, menit, dan
84 jam. Hanya 50 unit yang tersedia secara eksklusif di
penanda yang diaplikasikan dengan tangan dibuat dari
butik Grand Seiko, model ini adalah perpaduan tanpa
emas putih 18K, memancarkan kilau tajamnya yang khas.
kompromi antara warisan budaya Jepang dan keunggulan
Jarum menit dan detik ditekuk lembut ke arah dial untuk
mereka secara teknis. Bagi para kolektor sejati, jam
keterbacaan optimal, sementara huruf dan penanda
tangan ini menjadi bukti nyata akan keagungan alam yang
menit diukir langsung ke permukaan—memberi dimensi
indah yang juga dapat dikenakan. Harga: USD 84,000
dan kedalaman yang hanya bisa dicapai melalui keahlian
(sekitar IDR 1,5 miliar). www.grand-seiko.com
HERMÈS
“petak umpet” visual yang memberikan ruang luas bagi
Tahun ini, Hermès sekali lagi membuktikan keahliannya
imajinasi si pengguna jam tangan. Jam ini juga mengusung
dalam mengubah kegiatan sederhana seperti membaca
keunggulan teknis yang terlihat pada bagian yang
waktu menjadi sebuah pertunjukan yang menawan
dipotong pada dial, yaitu mesin jam H1927 skeletonised
melalui koleksi Hermès Arceau Samarcande. Jam
terbaru. Selain itu, jam tangan ini memiliki bunyi lonceng
tangan ini merupakan sebuah permainan teatrikal yang
berkat fitur minute repeater, yang memungkinkan
memadukan warisan berkuda dari merek ini dengan
pemakainya mengagumi suara ketika gong berbunyi untuk
kecanggihan mesin mereka yang tak kalah menakjubkan.
penanda waktu. Dengan mengangkat seni keterbukaan
Arceau Samarcande hadir dengan case berdiameter
dan menjadikannya bahasa tersendiri, Hermès telah
38mm yang elegan lam dua versi, dari emas putih atau
menghadirkan sebuah pengingat yang cemerlang bahwa
rose gold. Hermès menciptakan dial dengan desain terbuka
misteri waktu yang paling memikat sering kali ditemukan
yang memukau dari kristal Saint-Louis, bentuk kepala
ketika kita memandangnya melalui kacamata tradisi
kuda. Potongan dengan mata berbintang ini berfungsi
historis yang diwariskan, dan mengundang kita untuk
sebagai jendela menuju jiwa jam tangan tersebut,
menjelajahi lebih dalam struktur dari waktu itu sendiri.
menelusuri transisi yang mulus antara estetika dari bagian
Harga: USD 301,300 – USD 306,800 (sekitar IDR 5.4
eksterior dan juga interior, layaknya sebuah permainan
miliar – IDR 5,5 miliar). www.hermes.com 35
Penulis: Billy Saputra
COVER STORY
T HE BO N D BE FO RE BO N D Melalui 007 First Light, OMEGA menghadirkan Seamaster Diver 300M Chronograph yang lahir dari kisah awal James Bond dalam format permainan gim video 36
OMEGA MEWUJUDKAN SEAMASTER DIVER 300M CHRONOGRAPH YANG MUNCUL DI DALAM GIM VIDEO TERSEBUT MENJADI SEBUAH JAM TANGAN YANG DAPAT DIKENAKAN OLEH PENGGEMAR SEJATI
S
elama hampir enam dekade, kiprah penuh aksi James Bond berkembang melalui layar lebar, lengkap dengan mobil, gawai, dan jam tangan yang
kemudian menjadi bagian dari identitas karakternya. Namun pada 2026, hikayatnya mengambil medium yang berbeda melalui 007 First Light, sebuah permainan gim video yang dikembangkan oleh IO Interactive bersama
salah satu karakter paling bertahan dalam budaya
Amazon MGM Studios. Permainan ini tidak melanjutkan
populer. Selama lebih dari enam dekade, waralaba ini
cerita Bond yang sudah dikenal publik, melainkan
telah melahirkan 25 film dan diperankan oleh enam aktor
kembali ke masa ketika ia masih berusia 26 tahun dan
yang masing-masing membawa interpretasinya sendiri
baru memasuki dunia intelijen Inggris. Menariknya,
terhadap sosok agen rahasia Inggris tersebut. Dari era
salah satu perlengkapan yang digunakan sepanjang
Sean Connery hingga Daniel Craig, Bond terus berubah
permainan bukan hanya hadir sebagai properti digital.
mengikuti zamannya tanpa kehilangan identitas dasarnya.
OMEGA kemudian mewujudkan Seamaster Diver 300M Chronograph yang muncul di dalam gim video tersebut menjadi sebuah jam tangan yang dapat dikenakan oleh penggemar sejati. Sejak pertama kali muncul di layar lebar melalui Dr. No pada 1962, James Bond telah berkembang menjadi
HALAMAN SAMPING OMEGA Seamaster Diver 300M Chronograph 007 First Light yang eksklusif HALAMAN INI Jam tangan ini dilengkapi dengan kotak presentasi yang unik, dibuat menyerupai koper yang digunakan untuk membawa jam tangan di dalam permainan
37
COVER STORY
38
JAM TANGAN INI DITENAGAI C O-AXIAL MASTER CHRONOMETER CALIBRE 9900 DENGAN CADANGAN DAYA 60 JAM YANG DAPAT DIAMATI MELALUI CASEBACK SAFIR BERLOGO 007 FIRST LIGHT
Selama dua dekade terakhir, IO Interactive membangun reputasinya melalui permainan yang menempatkan strategi, penyamaran, dan kebebasan pemain dalam menyelesaikan misi sebagai elemen utama. Formula permainan tersebut terasa selaras dengan dunia James Bond yang selama ini tidak hanya mengandalkan aksi, tetapi juga kecerdikan dan kemampuan beradaptasi dalam berbagai situasi. Melalui 007 First Light, kolaborasi keduanya menghasilkan sebuah cerita orisinal yang berdiri sendiri di luar alur film-film sebelumnya. Di dalam dunia yang baru dibangun inilah OMEGA kemudian
Namun 007 First Light mengambil arah penceritaan yang unik. Alih-alih melanjutkan salah satu versi yang telah dikenal publik, permainan ini memilih untuk kembali ke titik awal dan membayangkan bagaimana perjalanan Bond dimulai sebelum ia memperoleh statusnya sebagai 007. Pilihan untuk kembali ke awal tersebut menjadi fondasi utama 007 First Light. Dalam permainan ini, Bond digambarkan sebagai pria berusia 26 tahun yang masih jauh dari sosok agen rahasia berpengalaman yang selama ini dikenal publik. Ia memulai perjalanannya sebagai awak udara Angkatan Laut Kerajaan Inggris sebelum direkrut oleh MI6 dan diperkenalkan pada dunia spionase internasional yang penuh risiko. Dengan demikian, pemain tidak mengikuti kisah seorang agen yang telah terbentuk, melainkan menyaksikan proses pembentukannya. Pilihan kreatif tersebut memungkinkan pengembang menghadirkan interpretasi Bond yang lebih muda, lebih impulsif, dan masih belajar memahami konsekuensi dari setiap keputusan yang diambil sepanjang misi yang dijalankannya. Untuk membangun interpretasi baru tersebut, Amazon MGM Studios menggandeng IO Interactive, studio asal Denmark yang dikenal melalui seri Hitman.
HALAMAN SAMPING OMEGA Seamaster Diver 300M Chronograph ini dilengkapi perangkat peretasan yang mampu mengganggu peralatan elektronik serta temali berteknologi laser yang digunakan dalam situasi tertentu selama permainan HALAMAN INI Jam tangan berdiameter 44 mm ini dilengkapi bezel keramik hitam dengan skala selam enamel putih mengelilingi pelat jam keramik hitam berukir motif gelombang khas Seamaster, dan mesin jam CoAxial Master Chronometer Calibre 9900
39
COVER STORY
hadir, bukan hanya sebagai penempatan produk,
selama permainan. Fungsi-fungsi tersebut mengikuti
melainkan sebagai bagian dari perjalanan Bond itu sendiri.
tradisi panjang dunia James Bond yang kerap menjadikan
Peran OMEGA dalam 007 First Light tidak berhenti pada fungsi sebagai perlengkapan yang dikenakan
lapangan. Menariknya, OMEGA tidak membiarkan jam
karakter utama. Di dalam permainan, Seamaster Diver
tangan itu tetap berada di dunia digital. Maison asal Biel/
300M Chronograph menjadi salah satu alat yang
Bienne tersebut kemudian mewujudkan desain yang sama
membantu Bond menjalankan berbagai misinya. Jam
ke dalam bentuk fisik dan menjadikannya bagian dari
tangan tersebut dilengkapi perangkat peretasan yang
koleksi James Bond di dunia nyata.
mampu mengganggu peralatan elektronik serta temali berteknologi laser yang digunakan dalam situasi tertentu 40
jam tangan sebagai salah satu alat pendukung operasi
Berdiameter 44 mm dan dibuat dari baja nirkarat, model ini menjadi kronograf pertama dalam sejarah
BERDIAMETER 44 MM DAN DIBUAT DARI BAJA NIRKARAT, MODEL INI MENJADI KRONOGRAF PERTAMA DALAM SEJARAH SEAMASTER DIVER 300M YANG DIKAITKAN DENGAN BOND Seamaster Diver 300M yang dikaitkan dengan Bond.
warna tersebut sama dengan OMEGA yang dikenakan
Bezel keramik hitam dengan skala selam enamel putih
Bond dalam No Time To Die, meski kali ini hadir dengan
mengelilingi pelat jam keramik hitam berukir motif
pola yang distingtif dan dilengkapi Seamaster buckle
gelombang khas Seamaster, sementara cincin subdial pada
khusus serta ukiran 007 dan First Light pada keepers-nya.
posisi pukul tiga diberi sentuhan PVD emas perunggu
Bahkan kotak presentasinya dibuat menyerupai koper
yang juga digunakan pada jarum detik kronograf. Detail
yang digunakan untuk membawa jam tangan di dalam
lain seperti pushers keramik hitam dan helium escape valve
permainan. Bagi mereka yang ingin
pada posisi pukul sepuluh mempertahankan identitas
memperluas pengalaman tersebut,
Diver 300M yang telah lama dikenal kolektor. Di balik
OMEGA juga menawarkan enam
tampilannya, jam tangan ini ditenagai Co-Axial Master
pilihan NATO tambahan secara
Chronometer Calibre 9900 dengan cadangan daya 60
terpisah melalui koleksi aksesori
jam yang dapat diamati melalui caseback safir berlogo 007
resminya.
First Light. Dari beberapa jam tangan edisi James Bond keluaran Omega sebelumnya yang mengambil inspirasi dari film, Seamaster Diver 300M Chronograph 007 First Light memiliki daya tariknya tersendiri. OMEGA juga menghadirkan temali NATO eksklusif dengan pola garis berwarna hitam, abu-abu, dan krem. Kombinasi
HALAMAN SAMPING Detail jam termasuk pushers keramik hitam dan helium escape valve pada posisi pukul sepuluh, yang mempertahankan identitas Diver 300M yang telah lama dikenal kolektor jam HALAMAN INI OMEGA menawarkan enam pilihan tali jam NATO tambahan secara terpisah melalui koleksi aksesori resminya
41
BRAND TALK
Franz Linder CEO MIDO
MIDO, CELEBRATES EVERY MOMENT Peluncuran Ocean Star 200 terbaru, keunggulan MIDO dan penentuan Duta merek, Lee Jong-Suk
D
alam sesi wawancara usai peluncuran Ocean
merek kini semakin beragam. “Baroncelli merupakan
Star 200 terbaru bersama Duta merek, Lee
representasi warisan klasik kami. Namun MIDO juga
Jong-Suk di Seoul, CEO MIDO, Franz Linder
memiliki koleksi Ocean Star, Multifort, dan Commander
menegaskan jika di tengah tren industri jam tangan yang
yang masing-masing memiliki karakter tersendiri,” ujarnya.
terus berubah, MIDO memilih untuk tetap berpegang
Menurutnya, Multifort telah berkembang menjadi salah
pada filosofi desain yang tak lekang oleh waktu. Bagi
satu wajah utama MIDO, sementara Ocean Star hadir
merek asal Swiss ini, kesuksesan tidak ditentukan oleh
sebagai pilihan bagi mereka yang menginginkan jam
mengikuti tren sesaat, melainkan dengan menghadirkan
tangan bergaya sporty dengan karakter kuat.
arloji yang relevan dan bernilai untuk jangka panjang. Menurutnya, industri jam tangan mekanis tidak selalu
Jong-Suk sebagai duta merek baru, yang dipilih karena
membutuhkan perubahan yang revolusioner. Justru,
mewujudkan nilai-nilai yang menjadi inti kampanye. CEO
daya tariknya terletak pada konsistensi desain dan nilai
mengatakan bahwa duta tersebut mewakili optimisme,
yang bertahan sepanjang waktu. “Keberhasilan industri
keaslian, dan pandangan positif terhadap kehidupan—
jam tangan lahir dari konsistensi dan nilai yang bertahan
kualitas yang secara alami mencerminkan pesan merek
lama,” jelasnya. I juga menjelaskan bahwa meski MIDO
untuk menghargai setiap detik.
dikenal lewat koleksi klasik seperti Baroncelli, identitas 42
Untuk mendukung arah baru ini, MIDO menunjuk Lee
Pembicaraan juga menyinggung tren penggunaan jam
tangan yang semakin tidak dibatasi oleh gender. Meskipun
memiliki nilai jual kembali yang baik di pasar sekunder.
MIDO tetap menghadirkan koleksi dengan karakter yang
Menurutnya, membangun produk ikonis bukan sekadar
berbeda, perusahaan percaya bahwa pilihan jam tangan
pengeluaran untuk sebuah merek, melainkan investasi
pada akhirnya merupakan preferensi pribadi. “Yang
jangka panjang.
terpenting adalah memilih jam tangan yang sesuai dengan
Menutup wawancara, ia menyampaikan apresiasinya
kepribadian Anda dan membuat Anda merasa nyaman.
terhadap pasar Indonesia yang selama ini menjadi salah
Kenakan apa yang paling mencerminkan diri Anda,”
satu pasar penting bagi perusahaan. Ia menggambarkan
jelasnya.
hubungan MIDO dengan para pelanggan di Indonesia
Filosofi tersebut sejalan dengan arah baru komunikasi
sebagai sebuah “dream team” dan mengundang para
MIDO yang menekankan pentingnya menghargai setiap
pencinta jam tangan untuk mengunjungi butik MIDO di
momen dalam kehidupan. Melalui kampanye global
Jakarta guna melihat langsung koleksi-koleksi terbaru
terbarunya, merek ini ingin mengajak masyarakat untuk
yang baru diluncurkan.
tidak hanya merayakan pencapaian besar, tetapi juga menikmati berbagai momen sederhana yang sering kali terlewat di tengah kesibukan sehari-hari. Ia menambahkan bahwa banyak model ikonis di industri horologi mempertahankan desain yang sama selama puluhan tahun, namun tetap menjadi incaran para kolektor dan pencinta jam tangan. Hal inilah yang menjadi dasar filosofi MIDO dalam mengembangkan produknya. Sebagai contoh, ia menyebut koleksi Commander, yang telah hadir selama bertahun-tahun dan masih
KEBERHASILAN INDUSTRI JAM TANGAN MIDO LAHIR DARI KONSISTENSI DAN NILAI YANG BERTAHAN LAMA HALAMAN SAMPING MIDO Ocean Star 200 terbaru dalam diameter case 41mm, dan dial jam pola butiran pasir yang unik; CEO MIDO, Franz Linder HALAMAN INI Saat peluncuran MIDO Ocean Star 200 terbaru, bersama Duta merek, Lee Jong-Suk
43
BRAND TALK
A TIMELESS JOURNEY
Perjalanan ke dunia H. Moser & Cie bersama Georges-Henri Meylan untuk mengetahui lebih dalam tentang keahlian, karakter, dan desain terbaru merek yang berani
S
Chairman MELB Holding
ungguh sebuah kesempatan langka yang tidak
setelah menjadi konsultan di H. Moser & Cie., Meylan
direncanakan, namun berbuah manis. Rencana
juga membeli perusahaan tersebut, serta perusahaan
awal untuk mewawancarai Edouard Meylan
afiliasinya yang memproduksi mekanisme pengatur waktu
dari H. Moser & Cie gagal karena jadwal yang bentrok,
(escapement), Precision Engineering. Ia lalu menempatkan
namun justru hal itu membuat kami dapat bertemu
kedua putranya, Edouard untuk memimpin H. Moser &
langsung dan mewawancarai ayahnya, Georges-Henri
Cie., dengan energi muda dan pola pikir inovatifnya, dan
Meylan, eksekutif industri legendaris dan kepala keluarga
Bertrand, yang mengelola penjualan dan ekspansi pasar.
Meylan, pemilik MELB Holding yang memiliki dan
Dan mereka berhasil menghidupkan kembali merek
mengoperasikan merek jam mewah H. Moser & Cie. dan
terkenal itu dengan harga yang relatif lebih rendah dan
Hautlance. Keluarga Meylan memang sudah memiliki
sistem pemasaran yang unik dan “outside the box”.
hubungan kekerabatan jauh dengan pembuat jam tangan
44
Georges-Henri Meylan
Kami berbincang dengan sosok penting di dunia
H. Moser & Cie. awal tahun 1900-an. Kepala keluarga
haute horology kelahiran tahun 1950 ini tentang
ini, Georges-Henri Meylan (yang pernah menjadi CEO
berbagai inovasi dan koleksi terbaru yang diluncurkan
Audemars Piguet), memutuskan untuk mendirikan
di ajang Watches and Wonders 2026. Dengan ramah ia
MELB Holding, dan membeli merek Hautlence. Dan
menjelaskan kolaborasi Reebok dalam lini Streamliner
“Pump” yang unik, menggantikan mekanisme memutar tombol jam secara tradisional dengan mekanisme tekan yang terinspirasi oleh Reebok. Selain itu, ia juga menjelaskan ukuran dan material baru pada koleksi Streamliner. “Ini menantang. Ya, maksud saya, sangat sulit untuk membuat jam tangan seperti ini, kan? Terutama bagi pembuat jam. Produksinya sangat terbatas, dan seperti yang Anda ketahui, bahwa merek ini memiliki filosofi atau motto: Sangat langka (Very Rare), jadi seperti sesuatu yang bernilai dan sangat sulit ditemukan. Namun dengan manufaktur kami yang baru, angka produksi bisa meningkat hingga sekitar 10.000 buah per tahun,” jelasnya sambil tersenyum. Perbincangan kami kemudian beralih pada Maison dengan warisan hampir 200 tahun sebagai manufaktur independen. Kesukesan mereka tidak lepas dari jam tangan yang berhasil mewujudkan keahlian, kualitas, dan eksklusivitas luar biasa yang didambakan para kolektor jam. “Lebih dari sekedar memproduksi jam,
KELUARGA MEYLAN MEMANG SUDAH MEMILIKI HUBUNGAN KEKERABATAN JAUH DENGAN PEMBUAT JAM TANGAN H. MOSER & CIE. AWAL TAHUN 1900-AN
kita tahu bahwa untuk jam tangan yang rumit ini, kita tidak bisa menggunakan standar baku. Itu alasannya
tangan tahun ini, 1000 kali lebih banyak daripada tahun
produk kami menjadi langka. Kami juga memiliki museum
sebelumnya. Kami bekerja keras untuk memindahkan
tempat seluruh koleksi bernilai dan bersejarah kami
perusahaan ke gedung tua yang telah direnovasi, dan
disimpan. Kolektor jam pasti tertarik untuk berkunjung
pada tahun 2028 produksinya akan mencapai angka
dan melihat langsung koleksi bersejarah Maison selama
2000. Ya, Anda benar-benar membutuhkan orang-orang
hampir 200 tahun, sehingga mereka lebih menghargai
yang kreatif, seperti kedua putra saya, dan jika saya ingin
jam tangan Moser miliknya,” uingkapnya.
menghadirkan hal-hal baru, itu harus sesuai dengan arah
Apakah koleksi terbaru ini lebih cocok untuk generasi
yang ingin kita tuju. Anda membutuhkan ide sepanjang
muda? Karena kami tahu bahwa Edouard dan teamnya
waktu. Saya harus menghadirkan beberapa hal yang
sangat kreatif dan terkadang menghasilkan hal-hal gila
dapat menarik perhatian pelanggan potensial.” Dan
seperti jam yang dihiasi dengan keju, rerumputan dan
sebagai ayah, dengan kedua putra yang sangat kreatif,
bahan lainnya. Ia tersenyum dan mengaku, “Sebagian
Meylan merasa tidak terlalu perlu terlibat langsung dalam
besar dari koleksi jam tangan ini memang sangat spesifik,
produksi atau setidaknya dalam desain, “Saya pikir jika
dan ide-ide kreatif terus mengalir, seperti keju atau yang
mereka mempresentasikannya kepada dewan direksi,
lainnya, so it will still be very rare, hahaha.” Tantangan apa
jika mereka memiliki pertanyaan, mereka akan bertanya
yang paling sulit atau berat untuk dikerjakan sejauh ini
kepada saya. Jika tidak ada pertanyaan maka mereka
berdasarkan pengawasannya? Ia mengaku, “Jika Anda
dapat bertanggung jawab,” jelasnya dengan bangga.
melihat beberapa mekanisme, misalnya, jam tangan dengan mekanisme tertentu, mesin itu harus bekerja dengan baik. Untuk benar-benar mengatur semuanya, agar berfungsi dengan baik, Anda harus tahu misalnya apakah bunyinya bagus.” Apa rencana Moser selanjutnya? Ia menjelaskan bahwa apa yang mereka lakukan sekarang adalah untuk menang, “Saya berharap dapat membuat 4500 jam
HALAMAN SAMPING H. Moser & Cie. Streamliner Tourbillon Concept Ceramic; Meylan mengenakan H.Moser & Cie Endeavour Perpetual Calendar dari rose gold dan dial warna hitam HALAMAN INI DARI KIRI H. Moser & Cie. X Reebok Streamliner Pump Black and White; H. Moser & Cie. Endeavour Minute Repeater Cylindrical Tourbillon Skeleton
45
BRAND TALK
Jérôme Cavadini Chief Operating Officer Panerai
SHAPING THE FUTURE
Inovasi, ketangguhan, dan tantangan Panerai dalam pembuatan jam tangan mewah, dan pesan untuk Paneristi di Indonesia
P
rodusen jam tangan mewah asal Italia yang
inovasi material. Strategi jangka panjang terlihat dalam
didirikan di Florence pada tahun 1860, Panerai
bagaimana “warisan” kami perlakukan sebagai kerangka
konsisten menunjukkan berbagai inovasi dan
kerja awal (arsitektur casing, jembatan pelindung mahkota,
keunggulannya, dan sejak tahun 2018, Jérôme Cavadini
dial sandwich, efek kristal cembung), dan “kinerja”
berperan penting sebagai Chief Operating Officer di
diekspresikan melalui kaliber kontemporer, budaya
Officine Panerai di Neuchâtel. Ia bertanggungjawab
pengujian, dan pengembangan teknis – baik itu cadangan
mengawasi operasional, dan berperan penting dalam
daya selama sebulan di koleksi Luminor, atau peringkat
menyederhanakan dan meningkatkan proses manufaktur
kedalaman ekstrem di koleksi Submersible. Luminor
dan efisiensi operasional merek tersebut. Collector’s
secara sempurna merangkum identitas Panerai: jam
Guide-WATCHES Indonesia berhasil mewawancarainya
tangan yang dirancang sebagai instrumen profesional dan
melalui surel. Simak berita lengkapnya di halaman 110-113.
andal. Kode desainnya yang khas muncul dari tuntutan fungsional yang ketat dari misi bawah air Angkatan
46
Dari Watches and Wonders Geneva 2026, bisa ceritakan
Laut Kerajaan Italia. Elemen-elemen kunci seperti
sedikit tentang produk baru Panerai tahun 2026 dan
jembatan pelindung mahkota ikonik, yang dirancang
kekuatan masing-masing?
untuk keamanan dan ketahanan air, dan dial yang sangat
Produk baru kami fokus pada jam tangan manual,
mudah dibaca dengan konstruksi sandwich dan indeks
termasuk kode desain fungsional Panerai yang awalnya
jam bercahaya. Itulah mengapa inovasi Luminor berpusat
lahir dari penggunaan profesional, dan pilar kinerja
pada jam tangan manual, menekankan pilar teknis
yang kami kembangkan – ketahanan air, luminositas,
dasar Panerai: ketahanan air, luminositas, otonomi yang
otonomi yang diperpanjang, konstruksi yang kokoh, dan
diperpanjang, dan konstruksi yang kokoh.
Produk-produk baru kami menampilkan desain dengan kode warisan Luminor untuk menciptakan jam tangan yang sangat kontemporer dan fungsional. Ini terlihat pada arsitektur casing Luminor PAM01731 dan PAM01735, yang terinspirasi dari referensi historis. Geometri bantalan, jembatan pelindung mahkota yang rata, dan efek kristal cembung adalah elemen yang awalnya lahir dari kebutuhan bawah air yang tetap bermakna hingga saat ini. Ini juga tercermin dalam Luminor Destro PAM01732, yang secara historis dirancang untuk penyelam agar dikenakan di pergelangan tangan kanan, membebaskan tangan kiri untuk instrumen – solusi fungsional yang juga memberikan identitas yang kuat. Sentuhan akhir dan material juga penting, mulai dari Brunito pada Luminor 8 Giorni PAM01733, yang membangkitkan kesan peralatan lapangan, hingga permukaan unik seperti gelombang dari titanium tempa pada Luminor Forged Titanium
INI MENUNJUKKAN BAHWA KAMI MEMAHAMI APA YANG DIHARGAI OLEH PARA KOLEKTOR – KOHERENSI, LEGITIMASI FUNGSIONAL, DAN JAM TANGAN YANG “MASUK AKAL” BAGI PANERAI
PAM01629. Kami juga meluncurkan Luminor 31 Giorni PAM01631 yang memadukan dimensi yang puitis dalam
Ada pesan untuk para kolektor jam tangan Indonesia dan
cadangan daya yang lama dengan inovasi dan kinerja.
Paneristi pada umumnya?
Koleksi Submersible GMT Navy SEALs Afniotech™
Terima kasih kepada para kolektor dan Paneristi
Experience Edition PAM01089 – edisi terbatas hanya
Indonesia, pesan kami sederhana: Panerai akan tetap
35 buah akan memberikan akses kepada pemiliknya yang
setia pada apa yang selalu menjadi ciri khasnya – jam
beruntung ke Panerai Special Operations Experience
tangan yang bermakna dalam tindakan – sambil
bersama U.S. Navy SEALs.
terus mengembangkan kinerja melalui pilar-pilar yang mendefinisikan instrumen-instrumen awal
Majalah kami didedikasikan untuk para kolektor jam tangan
kami: ketahanan air, keterbacaan, otonomi yang
di Indonesia. Menurut Anda, apa saja elemen yang membuat
lama, konstruksi yang kokoh, dan riset material. Kami
merek Anda unik dan menarik bagi para kolektor jam tangan
mendengarkan dengan saksama baik para kolektor jam
yang cerdas?
tangan maupun Paneristi, karena mereka menuntut dan
Yang cenderung menarik para kolektor paling cerdas
sangat berpengetahuan. Tentang Paneristi, yang membuat
ke Panerai adalah identitas merek yang unik, spesifik,
komunitas ini begitu kuat adalah kemandiriannya, dan
dan kredibel. Selera kolektor berkembang menuju satu
kemandirian itu harus dihormati: kemandirian itu tidak
permintaan yang berulang di seluruh dunia: value must
dapat dikelola atau dikendalikan oleh merek. Hubungan
feel earned (nilai harus terasa seperti hasil yang diperoleh).
yang paling sehat adalah dialog tanpa campur tangan dan
Itu tidak berarti “harga rendah” – Itu berarti koherensi,
membiarkan produk menunjukkan bahwa kami memahami
daya tahan, dan sebuah cerita yang didukung oleh objek
apa yang dihargai oleh para kolektor – koherensi,
itu sendiri. Bagi Panerai, cerita terkuat kami fungsional
legitimasi fungsional, dan jam tangan yang “masuk akal”
dan terlihat: arsitektur, keterbacaan, otonomi, ketahanan
bagi Panerai.
air, material yang dipilih untuk kondisi yang menuntut. Prioritasnya adalah untuk secara konsisten memenuhi janji merek – melalui penelusuran sejarah yang autentik, pengalaman yang kredibel, dan pengalaman pelanggan yang sangat baik yang menghormati tingkat pengetahuan para kolektor berpengalaman.
HALAMAN SAMPING DARI KIRI Rangkaian koleksi Panerai terbaru dari ajang Watches and Wonders Geneva 2026; COO Panerai, Jérôme Cavadini HALAMAN INI DARI KIRI Panerai Luminor 31 Giorni PAM01631 edisi terbatas; Panerai Submersible Navy SEALs Afniotech™ Experience (PAM01089)
47
Penulis: Billy Saputra
POINT OF VIEW
THE WRIST TWIST Di jantung Le Solliat, Vallée de Joux, kolektor jam Kevin O’Leary menerima jam tangan merah uniknya yang dibuat khusus oleh pembuat jam David Candaux
K
48
olaborasi unik antara pengusaha, investor, dan
karena kompleksitas mekanismenya, presisinya, dan
kolektor jam tangan terkenal, Kevin O’Leary
estetika uniknya. Komitmennya terhadap seni pembuatan
dengan pembuat jam tangan Swiss ternama dan
jam tangan terlihat jelas dalam setiap karyanya, yang
insinyur Swiss independen, David Candaux, menghasilkan
dirancang dari awal hingga akhir, menampilkan paten yang
sebuah jam tangan pesanan khusus yang unik dan
memperkaya pembuatan jam tangan abad ke-21 sekaligus
tiada duanya. David berhasil mewujudkan keunggulan
melestarikan warisan para ahli di Lembah tersebut.
horologis melalui mereknya sendiri yang didirikan
Komplikasi khasnya, tourbillon terbang miring 30 derajat,
pada tahun 2017. Berasal dari Vallée de Joux, tempat
muncul di seluruh koleksi sebagai pernyataan arsitektural
lahirnya pembuatan jam tangan Swiss, ia menonjol karena
yang berulang, yang mewujudkan pendekatan Candaux
kreativitasnya yang tak terbatas, daya cipta yang unik, dan
terhadap setiap masalah dalam pembuatan jam tangan.
keahlian yang luar biasa. Berbasis di Solliat, bengkelnya
Hal itulah yang berhasil menarik minat seorang
merupakan pusat kreativitas dan inovasi teknis dan
Kevin O’Leary untuk melakukan kunjungan pribadi ke
telah berhasil menciptakan jam tangan yang terkenal
atelier pembuat jam tangan independen tersebut saat
JAM TANGAN KUSTOM INI MENGINTEGRASIKAN TOURBILLON MIRING KHAS MEREK DAN KONSTRUKSI AVANT-GARDE, YANG DITAFSIRKAN ULANG MELALUI EKSEKUSI MERAH TERANG berlangsungnya ajang Watches and Wonders Geneva pada bulan April lalu, sekaligus menegaskan komitmennya dan penghargaannya terhadap keahlian pembuatan jam tangan mewah yang luar biasa. Dikenal karena mata jelinya dan salah satu koleksi jam tangan yang paling banyak dibicarakan di dunia, O’Leary meluangkan waktu untuk menyelami dunia Candaux yang sangat khusus, di mana keahlian tradisional Swiss bertemu dengan desain kontemporer yang radikal. Selama kunjungan tersebut,
kejeniusan mekanik David Candaux, yang ditonjolkan
ia menemukan rahasia di balik jam tangan pesanan
oleh bahasa desain yang tidak konvensional dan keahlian
khusus yang baru-baru ini ia pesan, yaitu sebuah DC6
pembuatan jam tangan tingkat tinggi. Sebagai pendukung
Titanium unik dengan dial titanium hitam dan merah
setia para pembuat jam tangan independen, Kevin O’Leary
anodized, flensa merah, yang dibuat khusus untuknya,
terus memperjuangkan jam tangan langka dan berkualitas
dibedakan oleh estetika merah yang berani dan khas, yang
tinggi yang menggabungkan inovasi, keunggulan mekanis,
mewujudkan estetika merah khas O’Leary yang ikonik.
dan penceritaan. Pertemuannya dengan David Candaux
Karya unik ini mencerminkan kepribadian kuat O’Leary dan pendekatan David Candaux terhadap pembuatan
menandai tonggak penting lainnya dalam upayanya yang berkelanjutan untuk ekspresi horologis yang unik.
jam tangan, yang sangat teknis, sangat arsitektural, dan sangat khas. Jam tangan kustom ini mengintegrasikan tourbillon miring khas merek dan konstruksi avant-garde, yang ditafsirkan ulang melalui eksekusi merah yang mencolok yang mendorong batas-batas desain jam tangan independen. Jam tangan pesanan khusus ini, yang bernilai sekitar USD 290.000 (IDR 5,2 miliar), menampilkan
HALAMAN SAMPING Pembuat jam tangan Swiss ternama dan insinyur Swiss independen, David Candaux HALAMAN INI DARI KIRI Kevin O’Leary melakukan perjalanan ke Vallée de Joux untuk bertemu David dan melihat langsung jam tangan kolaborasi mereka; Kevin O’Leary berdiskusi di kediaman David; Pelat jam Guilloché pada jam tangan David Candaux DC6 Titanium yang unik
49
POINT OF VIEW
OBJECTS OF DESIRE Kami mengunjungi markas Greubel Forsey yang megah di La Chaux-de-Fonds, Swiss, dan menemukan rahasia yang menjadikan merek ini begitu dipuja para kolektor jam
S
50
ebagai penerbit majalah jam tangan yang
besar untuk menampung seluruh staf dan para pembuat
didedikasikan bagi para kolektor dan penggemar
jam dapat bekerja dalam satu lokasi terpadu. Seperti
jam tangan, mendapatkan kesempatan untuk
layaknya sebuah keluarga, para insinyur dan pembuat jam
berkunjung ke rumah pertanian yang merupakan “markas”
berada di dalam satu lokasi dan duduk berdekatan dengan
dari merek jam tangan yang sangat eksklusif, Greubel
ruang para desainer, yang menjadikan alur kerja lebih
Forsey adalah sebuah pengalaman yang sangat berharga.
cepat, efisien dan lancar.
Terlebih lagi saat kami diajak berkeliling untuk melihat
Gedung ini telah memiliki semua departemen
langsung berbagai fasilitas dan aktivitas di manufaktur
penting di perusahaan, termasuk atelier penyelesaian
oleh sang CEO Greubel Forsey sendiri, yaitu Michel
komponen dan mesin jam dengan tangan dan spesialis
Nydegger. Pagi itu kami menuju La Chaux-de-Fonds,
dekorasi yang menangani tugas-tugas seperti pemolesan,
tempat berdirinya bangunan megah yang merupakan
permukaan bertekstur, bevel mengilap, hingga pembuatan
rumah pertanian legendaris abad ke-17 milik Greubel
sekrup jam! Tidak banyak manufaktur yang membuat
Forsey yang telah diperluas dan kini masih ditempati oleh
sendiri sekrup jamnya. Semua pekerjaan desain dan
atelier tersebut. Bangunan dengan arsitektur modern ini
pengembangan dilakukan secara internal di dalam gedung
berdiri tegak sebagai bukti visi merek yang berakar kuat
yang sama. Dan semua komponen yang digunakan dalam
di wilayah pembuatan jam tangan, dengan ruang yang luas
jam tangan juga dibuat di dalam gedung yang sama. Dari
dan dilengkapi dinding-dinding kaca yang menawarkan
ruangan ini memungkinkan produksi jam tangan mutakhir
cahaya alami, udara yang tenang, dan ruang yang cukup
dalam 5 koleksi berbeda, meski produksinya tetap
terbatas dan eksklusif, hanya sekitar dua ratus unit per
dengan kemahiran teknis yang luar biasa. Lini lainnya
tahun. Terkenal dengan jam tangan seharga ratusan ribu
yang juga mengagumkan adalah Mechanical Nano, yang
dolar, yang menampilkan tourbillon ultra rumit, Greubel
tercipta dari hasil penelitian tentang nanomekanika dan
Forsey sangat peduli pada satu hal, yaitu mengejar inovasi
efisiensi energi ekstrem, mengeksplorasi pengurangan
dan ide-ide orisinal tanpa kompromi. Dan hal itulah
massa, gesekan yang lebih rendah, dan material baru
yang membuat para kolektor jam setia menunggu kreasi
untuk memberikan kinerja tinggi dalam volume dan
terbaru mereka. Hal ini diakui oleh CEO merek, Michel,
anggaran energi minimal. Dengan komitmen tinggi,
“Kami selalu menganggap para kolektor kami lebih dari
tak heran jika merek jam tangan ini meraih berbagai
sekadar klien. Mereka adalah rekan dalam perjalanan
penghargaan bergengsi, termasuk dari Grand Prix
kami, saksi atas kreasi kami, dan, dalam banyak hal,
d’Horlogerie de Genève (GPHG) dengan penghargaan
penjaga nilai-nilai yang kami junjung tinggi.”
tertinggi, Aiguille d’Or, dan berhak disebut sebagai salah
Kunjungan ke atelier Greubel Forsey sungguh
satu pembuat jam tangan terbaik di industri ini.
memperkaya wawasan kami akan proses pembuatan sebuah karya seni tingkat tinggi yang memang membutuhkan waktu yang lama, proses yang rumit dengan melalui berbagai tahapan. Mulai dari koleksi Hand Made yang dirancang dengan sangat teliti dan hampir seluruh komponennya 95% masih tradisional
TERKENAL DENGAN JAM TANGAN SEHARGA RATUSAN RIBU DOLAR YANG MENAMPILKAN TOURBILLON ULTRA RUMIT, GREUBEL FORSEY SANGAT PEDULI PADA SATU HAL, YAITU MENGEJAR INOVASI DAN IDE-IDE ORISINAL
dan menggunakan tangan dengan alat-alat yang klasik, termasuk pegas keseimbangan, diproduksi sepenuhnya dengan tangan. Produksinya pun diukur dalam ribuan jam kerja manusia. Selain itu lini Balancier, Tourbillon hingga Grande Sonnerie mereka yang mengagumkan. Masingmasing jam merupakan karya seni miniatur tiga dimensi, dengan kedalaman, dan keindahan visual yang dipadukan
HALAMAN SAMPING Gedung atelier Greubel Forsey yang megah di La ChauxdeFonds, Swiss; Interior luas dengan arsitektur modern; Rumah pertanian abad ke-17 yang diubah menjadi bengkel pembuatan jam Greubel Forsey HALAMAN INI DARI ATAS Seluruh komponen yang digunakan dalam jam tangan juga dibuat di gedung yang sama; CEO Greubel Forsey, Michel Nydegger; Greubel Forsey GMT Balancier Convexe
51
POINT OF VIEW
EXPLORING THE WATCHLAND Menyaksikan pameran jam tangan perhiasan mewah yang memadukan haute horology dengan ekspresi artistik, langsung dari manufaktur Franck Muller
K
unjungan ke “Watchland” milik Franck Muller
kami berkeliling melihat berbagai koleksi terbaru mereka
yang megah dan terletak di kawasan tepi danau
yang mengagumkan. Menurutnya, waktu bukanlah
di Domaine du Grand Malagny yang mewah
penguasa, melainkan kanvas, ia juga menjelaskan tentang
di Genthod, Jenewa ini adalah impian para penggemar
tiga dari “lima C” merek tersebut, yaitu Kreativitas,
jam tangan mewah. Selain terkenal sebagai manufaktur
Komplikasi, dan “Keren” (Creativity, Complication, Cool),
jam tangan pertama di dunia yang menggunakan energi
yaitu kualitas tak berwujud yang membuat klien terus
panas bumi, Watchland adalah kantor pusat dan fasilitas
kembali. Rudaz juga menjelaskan tentang produk-produk
manufaktur merek jam asal Swiss ini. Kami diundang
baru dari Maison ini yang berpusat pada komplikasi
untuk berkunjung dan melihat langsung pameran jam
ekstrem, kerangka yang dinamis, dan kolaborasi dengan
mereka yang bertajuk World Presentation of Haute
seniman. Selain kreativitas yang tiada batas, keunggulan
Horlogerie (WPHH), yang tahun ini memasuki tahun
merek juga terlihat dari segi material dan warna.
ke-28. Pameran eksklusif yang berlangsung dari tanggal 14 hingga 18 April ini berhasil memenuhi rasa penasaran
unggulan yang dipamerkan, seperti Vanguard Aero
para kolektor dan penggemar jam tangan, dengan deretan
Revolution 3 Skeleton yang spektakuler. Jam tangan
produk baru mereka yang spektakuler.
senilai USD 600.000 (sekitar IDR 10 miliar) ini terbuat
Kami berbincang langsung dengan sosok penting
52
Berikut beberapa koleksi dari sekian banyak produk
dari rose gold 18K berukuran 43.90mm × 52.10mm
dibalik kesuksesan merek jam ini, yaitu CEO Franck
dengan desain terbuka, memamerkan tourbillon triaksial
Muller, Nicholas Rudaz yang dengan ramah mengajak
yang sangat kompleks yang ditopang oleh jembatan emas
NICHOLAS RUDAZ JUGA MENJELASKAN TENTANG PRODUK-PRODUK BARU DARI MAISON INI YANG BERPUSAT PADA KOMPLIKASI EKSTREM, KERANGKA YANG DINAMIS, DAN KOLABORASI DENGAN SENIMAN
Koleksi terbaru lainnya yang menjadi idaman para kolektor jam adalah Curvex CX Master Jumper, yang terintegrasi ke dalam casing tonneau Curvex CX yang khas, komplikasi skeleton yang mencolok dan penuh warna ini menampilkan mekanisme jam lompat. Dan lini Imperium menghadirkan siluet baru yang ramping dengan dial guilloché berpola belah ketupat dan angka Arab ekspresif yang ditempatkan dalam casing baja yang kokoh. Ia juga memperlihatkan jam Round Triple Mystery Skeleton yang
yang halus dan memiliki cadangan daya 10 hari. Masih
menunjukkan keahlian merek melalui rekayasa mekanik
dari lini Vanguard, hadir Vanguard Crazy Hours Jisbar
yang kompleks, dari lini jam tangan mereka yang tidak
Lady dan Vanguard Kelly Dabbah, hasil kemitraan dengan
menggunakan jarum konvensional. Jam perhiasan ini
seniman kontemporer Prancis Jisbar, dan label kemitraan
menggunakan sistem tiga cakram berputar independen
terbaru dengan seniman kolase maksimalis multidisiplin
untuk menunjukkan jam, menit, dan detik, menghasilkan
Kelly Dabbah, yang menghasilkan jam tangan yang unik
tampilan yang memikat yang memancarkan keindahan
dan mendorong batas kreativitas kedua belah pihak.
dan drama secara seimbang, dipercantik oleh bezel dan lug
Karya Dabbah misalnya, memadukan seni rupa, mode, dan
bertatahkan 120 butir brilian.
gemologi. Keunggulan teknis kolaborasi ini terletak pada proses sublimasi yang digunakan untuk menampilkan citranya pada dial, tinta ramah lingkungan yang terikat pada permukaan yang telah dilapisi pernis di bawah panas dan tekanan, menghasilkan gambar definisi tinggi yang tertanam dalam material dengan daya tahan yang tidak dapat ditiru oleh pencetakan konvensional.
HALAMAN SAMPING Gedung Watchland milik Franck Muller yang megah di Domaine du Grand Malagny, Genthod, Jenewa; Jam Round Triple Mystery Skeleton yang kompleks dan tanpa jarum jam HALAMAN INI DARI KIRI ATAS SEARAH JARUM JAM Vanguard Aero Revolution 3 Skeleton; Vanguard Crazy Hours Jisbar Lady; CEO Franck Muller, Nicholas Rudaz; Dua versi Master Jumper Skeleton; Imperium Block; Vanguard Kelly Dabbah
53
SPECIAL REPORT
WATCHES AND WONDERS GENEVA 2026 Dari ajang pameran jam termegah dan terbesar di dunia, Watches & Wonders Geneva 2026, kami saksikan langsung berbagai inovasi, seni dan interpretasi baru dari merek-merek ternama di industri jam tangan. Berikut beberapa penunjuk waktu yang kami pilihkan untuk Anda.
54
AUDEMARS PIGUET
bagian sub-dial warna hitam dan aksen beige lembut
Lini Royal Oak Offshore dari Audemars Piguet, dalam
yang meningkatkan keterbacaan. Palet warna yang juga
beberapa tahun terakhir, telah beralih ke ritme yang
sederhana memungkinkan interaksi antara titanium yang
lebih terukur. Titik baliknya terjadi pada tahun 2021,
bertekstur dan ceramic berkilau, sementara tali jam karet
ketika model seperti Royal Oak Offshore Selfwinding
berwarna abu-abu kehijauan melengkapi tampilan yang
Chronograph (Ref. 26420CD.OO.A029VE.01) berhasil
kontemporer sekaligus fungsional.
menciptakan keseimbangan baru antara performa,
Sebagai pendampingnya, sebuah model chronograph
ergonomi, dan desain yang jelas. Tahun ini, Audemars
baru lainnya menghadirkan kembali “Bleu Nuit, Nuage
Piguet mengembangkan fondasi tersebut, dalam dua
50” dari bahan ceramic dengan memperluas penggunaan
model baru yang mengeksplorasi warna dan kontras,
bahan tersebut ke seluruh bagian case, dan detail titanium
dengan penekanan terhadap perpaduan bahan ke dalam
yang halus. Perpaduan antara dial Méga Tapisserie
Royal Oak Offshore Selfwinding Chronograph. Model
berwarna beige dengan aksen biru tua menciptakan
“Bleu Nuit, Nuage 50” yang menggunakan bahan ceramic
komposisi yang seimbang seperti karya desain arsitektur,
yang diluncurkan pada tahun 2021, yang terlihat pada
yang diperkaya oleh tali kulit bertekstur dari kulit sapi
jam tangan terbaru ini, menghadirkan interpretasi
muda dengan warna serasi. Pada kedua jam tangan
kontemporer dari nuansa bersejarah, yang dipadukan
chronograph ini, Calibre 4401 tetap menjadi landasan
dengan mesin flyback chronograph terintegrasi, Calibre
teknis utama, menawarkan cadangan daya selama 70
4401. Jam tangan ini mengembangkan konsep serupa
jam dan fungsi flyback, yang dapat dilihat melalui bagian
dengan komposisi yang lebih teknis: penggunaan
belakang case dengan bagian oscillating weight berwarna
titanium case yang dipadukan dengan bezel, bagian
hitam. Audemars Piguet menerapkan tingkat ketelitian
push-piece, dan crown dari ceramic hitam. Dial jam tipe
yang sama pada kombinasi ceramic dan titanium seperti
Méga Tapisserie warna hijau dengan efek asapnya
halnya pada logam mulia, sehingga mengangkat bahan-
menghadirkan kedalaman visual berlapis, dengan
bahan ini guna melampaui peran fungsional semata. 55
SPECIAL REPORT
BVLGARI
dekade lalu dikenal karena keunggulan teknisnya yang
Pada penampilan resminya yang kedua di ajang pameran
ekstrem, versi terbaru ini lebih mengutamakan proporsi,
paling berpengaruh di industri jam tangan, Bvlgari hadir
ergonomi, dan kenyamanan pemakaian sehari-hari tanpa
dengan rasa percaya diri sebagai sebuah merek yang telah
mengorbankan keandalan mekanisnya. Inti dari jam
mengubah batasan-batasan dalam pembuatan jam tangan
tangan ini adalah mesin jam otomatis buatan sendiri yang
bertipe ultra-thin. Sejak diluncurkan pada tahun 2014,
baru dikembangkan, calibre BVF 100, dengan ketebalan
koleksi Octo Finissimo telah menjadi simbol dalam dunia
hanya 2,35mm. Mesin jam ini menawarkan cadangan
pembuatan jam tangan ultra-thin, memecahkan rekor
daya hingga 72 jam, angka yang mengesankan mengingat
demi rekor dengan cara yang jarang dapat ditandingi
keterbatasan desain ultra-tipisnya.
oleh para pesaingnya. Produk unggulan kali ini adalah
56
Jam tangan ini memiliki berat hanya 65 gram, tersedia
Octo Finissimo 37mm yang menandai perubahan
dalam empat varian yang menegaskan keragaman
arah yang signifikan. Sementara model 40mm pada
koleksi ini. Titanium tetap menjadi bahan pilihan utama
yang hadir dalam dua sentuhan akhir: sandblasted dan
hasratnya akan hal-hal yang ekstrem. Dengan ketebalan
satin-polished, yang memantulkan cahaya dan bayangan
hanya 1,85 mm, jam tangan ini tetap menjadi jam tangan
dengan cara yang berbeda. Model yellow gold 18K
flying-tourbillon paling tipis yang pernah diproduksi.
menegaskan kembali identitas Bvlgari sebagai perhiasan,
Proses pembuatannya dari platinum menghadirkan
sementara versi titanium dengan fungsi minute repeater—
tingkat kerumitan yang sama sekali berbeda. Karena lebih
yang masih menjadi salah satu komplikasi paling sulit
padat dan lebih sulit diproses dibandingkan titanium,
untuk diwujudkan pada ketebalan sedemikian tipis—
platinum menimbulkan tantangan besar. Diciptakan
menjadikan koleksi ini sebagai tonggak dalam dunia jam
terbatas sebanyak 10 buah, jam tangan ini ditenagai
tangan kelas atas.
mesin jam BVF 900 dengan cadangan daya selama 42
Sebaliknya, jika model 37mm melambangkan tingkat
jam. Bagian dial skeleton-nya yang dipercantik dengan
kematangan, Octo Finissimo Ultra Tourbillon Platinum
aksen biru, memberikan sentuhan visual yang unik tanpa
menjadi pengingat bahwa Bvlgari belum melepaskan
mengurangi keindahan mekanis di baliknya. 57
SPECIAL REPORT
CARTIER
kontras yang elegan terhadap bagian dial opaline dalam
Untuk merayakan ulang tahun ke-10 lini Cartier Privé
balutan warna perak dan jarum jam warna biru. Model
yang sangat eksklusif, rumah mode asal Prancis ini
yang memimpin trio istimewa ini tak lain adalah model
kembali mengangkat warisan tradisi pembuatan jam
Crash Squelette terbaru, sebuah interpretasi avant-garde
tangan geometrisnya melalui tiga model menawan: Tank
dari jam tangan Cartier yang paling berani, yang asal-
Normale, Tortue Chronographe Monopoussoir, dan
usulnya dapat ditelusuri hingga tahun 1967 di London.
Crash Squelette, yang dibuat dari bahan andalannya,
Edisi terbaru ini memperkuat asimetri khas dari model
platinum. Dalam langkah berani, Cartier menghadirkan
Crash melalui desain yang sepenuhnya terbuka. Terbatas
inovasi dengan memadukan skema warna dari platinum
hanya 150 buah yang diberi nomor secara individual, jam
dan burgundy untuk menghubungkan ketiga model
tangan platinum ini mengangkat seni pembuatan jam ke
ini. Mekanisme crown pemutarnya dilengkapi dengan
tingkat seni yang dapat dikenakan, sekaligus menegaskan
ruby cabochon, sementara tali kulit dan detail burgundy
keahlian Cartier dalam jam tangan berbentuk unik.
memperkaya desain secara keseluruhan, memberikan 58
Sementara itu, Tortue Chronographe Monopoussoir
yang menghidupkan kembali model dari Collection Privée
permukaan bertekstur satin yang kontras dengan tepi
Cartier Paris tahun 1998, kini hadir dalam ukuran XL
yang dipoles pada bagian brancards. Di dalamnya terdapat
menggantikan ukuran sebelumnya, dan dilengkapi dengan
mesin jam mekanis dengan penggerak manual, tanpa fitur
kaliber manufaktur 1928 MC yang berukuran hanya
tambahan. Koleksi Privé dari Cartier sering kali menjadi
4,3mm, menjadikannya salah satu model chronograph
pilihan utama bagi mereka yang ingin menyaksikan
Cartier paling tipis. Fungsi start, stop, dan reset dilakukan
penghormatan terbaik merek ini terhadap lini sejarah
melalui satu tombol yang terintegrasi ke dalam bagian
panjangnya. Memasuki edisi kesepuluh sejak diluncurkan
crown. Melalui penutup belakang case berbahan sapphire
kembali dari koleksi sebelumnya, Collection Privé Cartier
crystal, terlihat keindahan finishing Côtes de Genève.
Paris (disingkat CPCP) di ajang Watches and Wonders ini
Untuk model ketiga, The Tank Normale menghidupkan
menyuguhkan karya-karya terbaiknya yang menonjolkan
kembali model platinum legendaris dari tahun 1934—
berbagai hal yang membuat merek ini begitu istimewa di
dengan bracelet platinum yang terdiri dari tujuh baris,
mata para kolektor. 59
SPECIAL REPORT
60
CHOPARD
tinggi. Setiap potongan jerami yang halus dipotong,
Tahun ini, Chopard menunjukkan penguasaan yang
ditekan, dan ditempelkan secara teliti dengan tangan
luar biasa atas konsep dualitas. Dengan memadukan
untuk menciptakan pola sinar matahari geometris yang
warisan artistik yang kaya dari koleksi L.U.C dengan
berkilau pada bagian dial, yang memantulkan cahaya
semangat kontemporer dan sporty-chic dari lini Alpine
dengan cara yang tak dapat ditiru oleh lacquer atau
Eagle, merek ini telah menegaskan kemampuannya untuk
enamel. Hadir dalam case yang terbuat dari emas 18
memenuhi keinginan para penggemar sentuhan model
karat yang diproduksi secara bertanggung jawab, jam
klasik maupun model modern yang unik. L.U.C Quattro
tangan ini tak hanya berfungsi sebagai penunjuk waktu,
Spirit – Straw Marquetry Edition terbaru merupakan
tetapi juga layaknya sebuah karya seni patung. Di balik
bukti menakjubkan dari keahlian seni tradisional metiers
mahakarya buatan tangan ini terdapat mesin jam L.U.C
d’art. Jam tangan ini mengubah gulungan jerami yang
98.06-L yang dilengkapi dengan teknologi Quattro
sederhana menjadi benda mewah yang luar biasa melalui
yang ternama. Dengan empat barrel dan cadangan daya
seni marquetry kuno dan membutuhkan ketelitian
delapan hari, mesin ini menjembatani jarak antara tradisi
dekoratif abad ke-18 dan keandalan mesin modern. Ini
siluet yang ramping dan kontemporer di pergelangan
merupakan ekspresi yang langka, ditujukan bagi mereka
tangan. Bagian dial berwarna cokelat “Shades of Wood”
yang menyadari bahwa semangat sejati pembuatan jam
terinspirasi oleh tekstur alami dari hutan di pegunungan
terletak pada detail-detail yang membutuhkan ratusan
Alpen, menampilkan pola khusus yang menyebar seperti
jam untuk menyempurnakannya.
sinar matahari dan mengingatkan pada bagian iris dari
Sebaliknya, Alpine Eagle 41 XP CS Rose Gold ditujukan
mata elang. Melalui perpaduan keunggulan mesin L.U.C
bagi para profesional yang penuh gaya. Dibangun di atas
96.42-L yang bersertifikasi COSC dengan kenyamanan
platform ultra-tipis yang telah mendapat pengakuan
desain bracelet yang telah didesain ulang, Chopard telah
luas dari koleksi ini, model ini terbuat dari rose gold 18K
mengukuhkan Alpine Eagle sebagai pendamping sport-chic
yang diproduksi secara bertanggung jawab pada seluruh
terbaik bagi mereka yang mengutamakan keanggunan
bagian case, bracelet, dan jarum jam. Dengan ketebalan
tanpa kompromi di setiap situasi, mulai dari ruang rapat
hanya 8mm, proporsinya sangat halus, menghadirkan
hingga puncak gunung. 61
SPECIAL REPORT
62
CZAPEK & CIE.
tangan ini. Namun, hal tersebut hanyalah efek yang
Czapek & Cie. merayakan daya tarik sporty titanium
tercipta dari perbedaan cara bahan dasar dan tekstur
serta bobotnya yang sangat ringan di ajang Watches
permukaan menyerap serta memantulkan cahaya. Untuk
and Wonders Geneva melalui tiga model Antarctique
model Antarctique Dark Sector Cosmic Blue, Czapek
edisi terbatas: Antarctique Dark Sector, Révélation, dan
membuat tampilan dial-nya memukau secara visual
Tourbillon Cosmic Blue. Ketiga model edisi terbatas
dengan memadukan titanium dan warna Cosmic Blue
ini memperkuat warna abu-abu silver khas titanium
yang dilengkapi sentuhan akhir velouté, untuk menambah
dengan bagian dial yang memukau secara visual dalam
kedalaman dan kekayaan warna. Dalam interpretasi segar
warna “Cosmic Blue” milik Czapek, yang dipilih karena
dan orisinal terhadap konsep tradisional sector dial, jalur
kedalaman dan intensitasnya setelah proses yang panjang.
menit klasik di sekeliling tepi membingkai dua lingkaran
Ketiganya hadir dengan gaya Czapek yang khas dan
konsentris dengan permukaan yang dipoles dan sedikit
penuh keceriaan, ditambah dengan ilusi optik: warna
melengkung. Lingkaran-lingkaran ini terputus di 12 titik,
biru tampak sedikit berbeda pada masing-masing jam
sehingga menandai setiap jam dengan ruang kosong,
bukan dengan indeks atau angka yang solid. Model
keterbacaan, yang memang lebih krusial pada jam tangan
Antarctique Dark Sector Cosmic Blue akan diproduksi
model skeleton. Révélation Titanium akan diproduksi
terbatas sebanyak 25 buah untuk versi 40,5mm dan 10
secara terbatas, 50 buah per tahun untuk Antarctique
buah untuk versi 38,5mm.
case berukuran 40,5mm, dan 25 buah untuk case yang
Model Antarctique Révélation Titanium Cosmic Blue
berukuran 38,5mm. Satu model terakhir, Antarctique
menampilkan warna yang kaya pada bagian pinggir dial
Tourbillon Titanium Cosmic Blue memperkuat kesan
yang kontras dengan case dan komponen mekanisnya,
dramatis secara visual, menciptakan ilusi kedalaman
menciptakan titik fokus visual yang lebih kuat. Untuk
tak berujung di bagian tengah permukaan jam dan
memastikan transparansi maksimal, penanda waktu
menonjolkan keanggunan struktur mekanis yang seolah
ditempatkan pada sub-dial, yang dipasang pada jalur
melayang di ruang kosong di atasnya. Kontras antara
penunjuk jam dan menit. Karena bagian oscillating mass
bagian dial warna biru dan penanda jam yang dipasang
kini terlihat dari kedua sisi jam tangan, bagian tersebut
pada bagian flange alih-alih ditempatkan di atas dial,
harus diukir dan dihias secara menyeluruh. Meskipun
semakin memperkuat efek ini. Model ini hadir dalam case
menekankan pada transparansi dan keterbukaan,
berdiameter 40,5mm dan akan diproduksi dalam edisi
Czapek sangat berhati-hati agar tidak mengorbankan
terbatas sebanyak 25 buah. 63
SPECIAL REPORT
H. MOSER & CIE.
64
Serahkan pada H. Moser & Cie. untuk mengubah seni
mentransfer energi langsung ke barrel spring, dengan
pembuatan jam tangan mewah menjadi permainan yang
sekali pompa menghasilkan cadangan daya lebih dari
penuh semangat. Merek ini meluncurkan Streamliner
satu jam. Animasi interaktif ini ditampilkan melalui
Pump yang merupakan kolaborasi brilian dan bernuansa
indikator oranye yang serasi pada bagian dial dengan
nostalgia bersama Reebok yang memadukan seni
gaya minimalis yang indah. Mesin yang menggerakkan
pembuatan jam tangan mewah dengan sentuhan pop
koreografi ini adalah Calibre HMC 103 dengan cadangan
culture. Terinspirasi oleh sepatu ikonik akhir tahun
daya 74 jam. Hal terbaiknya, mekanisme pengaman
1980-an, jam tangan ini menggantikan crown pemutar
bawaan memastikan kita dapat terus-menerus menekan
tradisional dengan tombol aluminium anodized berwarna
tombolnya hingga si pengguna puas. H. Moser melengkapi
oranye cerah di posisi jam 8. Rasanya, memutar
keberanian mekanis ini dengan desain case avant-garde
jam tangan mewah belum pernah terasa begitu
berdiameter 40mm yang berbentuk bantal, yang dibentuk
menyenangkan dan penuh sensasi. Setiap kali menekan
dari bahan matte forged quartz fiber. Bahan yang sangat
tombol “Pump” yang khas, si pengguna secara mekanis
ringan ini menampilkan pola “moiré” yang benar-benar
unik pada setiap jam tangan yang diproduksi terbatas
kaya, yang dibuat dengan pola frosted secara manual.
sebanyak 250 buah masing-masing dalam warna
Meskipun ketebalannya hanya 8,9mm, jam tangan ini
monokromatik hitam dan putih.
dilengkapi dengan mesin jam buatan sendiri HMC 410
H. Moser juga memperluas jajaran produknya
setebal 3,9mm dengan cadangan daya 60 jam. Untuk
dengan meluncurkan Streamliner Two Hands dalam
model berdiameter 34,2mm juga dirancang secara apik,
ukuran 34mm dan 28mm. Dirancang khusus untuk
menampilkan dial Silver fumé yang memukau, dengan
pergelangan tangan yang ramping, jam tangan yang indah
pola frosted yang diukir tangan dan berkilauan dinamis
ini menghadirkan kembali definisi kemewahan dalam
saat terkena cahaya. Waktu ditampilkan melalui dua
bentuk yang ringkas, sekaligus mempertahankan estetika
jarum sederhana yang dilapisi Super-LumiNova untuk
ikonik dan dinamis dari koleksi ini tanpa kompromi.
keterbacaan yang sempurna di malam hari. Bagian case
Khusus untuk model berdiameter 28mm, H. Moser
berbentuk bantal yang menjadi ciri khasnya menyatu
menghadirkan nuansa minimalis yang memikat tanpa logo,
dengan mulus ke dalam bracelet yang ergonomis, yang
skala, dan penanda jam. Bagian dial menjadi permukaan
ditenagai dengan mesin jam HMC 400 otomatis dengan
yang hidup dengan gradasi warna Burgundy fumé yang
cadangan daya 60 jam. 65
SPECIAL REPORT
66
HUBLOT
ini menampilkan karakter yang lebih sporty dalam case
Hanya sedikit jam tangan yang mampu mengguncang
berdiameter 44mm, namun tetap mempertahankan
status quo seperti Hublot Big Bang. Diluncurkan pada
siluet Big Bang yang khas. Perubahan terlihat dari bagian
tahun 2005, jam tangan ini mematahkan konvensi dan
tanggal yang dipindahkan ke posisi antara pukul 4 dan 5.
mendefinisikan ulang jam tangan olahraga modern.
Namun, sejalan dengan filosofi “Art of Fusion” dari Hublot,
Tahun ini, pabrikan yang berbasis di Nyon ini telah
keahlian dalam mengolah material menjadi sorotan utama.
memperkenalkan babak berikutnya: Big Bang Reloaded
Rangkaian produk yang diluncurkan ini merayakan dua
dan Big Bang Reloaded Kylian Mbappé. Khusus untuk
tonggak sejarah penting: 20 tahun konsep “All Black” yang
Big Bang Reloaded, koleksi baru berdiameter 44mm
revolusioner dengan model ceramic hitam yang elegan,
ini bukanlah sekadar perubahan kosmetik belaka,
serta 15 tahun teknologi 18K Magic Gold anti gores milik
melainkan dirancang ulang sepenuhnya dari dalam ke
merek tersebut. Melengkapi kelima model ini adalah
luar. Jam ditenagai mesin Unico HUB 1280 yang dapat
varian berwarna cerah dari ceramic high-tech berwarna
dilihat melalui bagian depan skeletonize dial. Koleksi
biru dan hijau tua, serta perpaduan teknis canggih antara
titanium ringan berstandar aeronautika dengan bezel atas
yang menonjol dari Big Bang Reloaded Kylian Mbappé
dan penutup case belakang berbahan ceramic hitam.
adalah estetika desainnya. Case berdiameter 44mm ini
Hublot menghadirkan pernyataan lainnya dengan
dibuat dari ceramic putih, material yang telah dikuasai
Hublot Big Bang Reloaded Kylian Mbappé. Edisi terbatas
Hublot selama puluhan tahun, sehingga menjadi kanvas
sebanyak 200 buah ini merupakan puncak dari kerja sama
yang sempurna untuk menonjolkan kehangatan dari 18K
yang dimulai pada tahun 2018. Mbappé telah menjadi
King Gold. Bagian bezel yang merupakan elemen khas
Duta Hublot sejak 2018, tahun yang sama ketika ia
Big Bang hadir dengan sentuhan yang sangat personal.
menjadi Juara Dunia di usia sembilan belas tahun. Sejak
Di posisi jam 6 terukir mantra Mbappé, “Trust Yourself,”
saat itu, ia telah berkembang dari seorang remaja berbakat
sebuah filosofi yang telah menjadi pedoman hidupnya.
menjadi ikon global, dan Hublot selalu mendampinginya
Di posisi jam 3, terdapat angka 10—simbol identitasnya
dalam setiap momen spesialnya. Koleksi terbaru ini terasa
di lapangan—yang bersinar terang. Di balik dial berdetak
lebih personal, mendalam, dan salah satu perwujudan
mesin jam HUB1280 UNICO Manufacture dengan
paling canggih dari filosofi “Art of Fusion” merek ini. Hal
cadangan daya 72 jam. 67
SPECIAL REPORT
PIAGET
68
Piaget kembali menegaskan kepiawaiannya dalam
Polo selalu menentang konvensi. Model yang awalnya
“Extraleganza” yang memadukan visi artistik yang berani
diciptakan dari bahan emas pada tahun 1979, dan melalui
dengan keahlian kerajinan tradisional secara harmonis
varian baru ini semakin mengangkat warisan tersebut
pada ajang Watches and Wonders Geneva tahun ini.
melalui penggunaan dial Sodalite yang memesona.
Dengan memadukan arsitektur ikonik Polo 79 yang
Warna biru Sodalite yang dalam dan pekat, dengan
dibalut dengan pesona yang semarak dan ekspresif
struktur kristal yang unik serta inklusi putih yang halus,
dari koleksi Sixtie, Piaget telah membuktikan bahwa
menghadirkan kontras yang menyejukkan dan elegan
keanggunan sejati terletak pada kreativitas yang tak
terhadap case dan bracelet gadroon yang terintegrasi.
kenal takut. Salah satu yang mencuri perhatian publik
Dengan memusatkan perhatian pada estetika murni
adalah model Piaget Polo 79 dalam varian Sodalite, yang
dari Sodalite—tanpa penanda jam atau menit—Piaget
menjadi perwujudan harmoni material dan mengubah ikon
memastikan bahwa fokus tetap tertuju pada interaksi
avant-garde ini menjadi kanvas baru dari keindahan alam.
antara logam dan batuan yang spesial ini. Karya seni yang
dapat dikenakan ini justru menangkap semangat glamor
yang mengaburkan batas antara perhiasan mewah dan
tahun 1980-an yang semarak sekaligus membuktikan
seni pembuatan jam tangan berkualitas tinggi. Tekstur
bahwa desain Piaget Polo tetap relevan dan memukau
seperti marmer, dipadukan dengan lekukan lembut khas
hingga saat ini, sama seperti saat pertama kali diluncurkan.
Sixtie, menciptakan efek yang menghipnotis sekaligus
Sementara itu, Piaget Sixtie menyelami era “Swinging
sangat feminin. Setiap dial-nya merupakan ekspresi yang
Sixties” secara mendalam, menafsirkan ulang siluet
unik, memastikan tak ada dua jam tangan yang identik
trapesium ikoniknya dengan kepribadian baru yang
sama. Jam tangan ini merupakan ekspresi gaya yang
berani. Model-model tahun ini menampilkan dial berhias
elegan dan alami, dirancang bagi mereka yang ingin
batu yang memukau dalam nuansa biru marmer yang
mengenakan sebagian dari keindahan alam di pergelangan
kaya. Pilihan estetika ini merupakan penghormatan
tangan mereka, membuktikan bahwa Sixtie tetap menjadi
yang disengaja terhadap kecenderungan historis Piaget
simbol penting dan terus berkembang dari identitas
terhadap penggunaan ornamental dial—sebuah gerakan
kreatif merek yang berani dan tak terbatas. 69
SPECIAL REPORT
ROGER DUBUIS
dilengkapi dengan central monotourbillon memukau yang
Reputasinya sebagai pelopor “Hyper Horology,” di
menangkap esensi halus dari siklus bulan. Lebih dari
mana keberanian berpadu dengan presisi tinggi kembali
sekadar mekanisme, Excalibur Moonlight merupakan
diperlihatkan oleh Roger Dubuis. Tahun ini, dengan tema
puncak keahlian artistic, bagian dial-nya berfungsi sebagai
“menatap langit” di ajang Watches and Wonders Geneva,
kanvas tempat seni tradisional métiers d’art berpadu
merek ini meluncurkan dua mahakarya bertema langit
dengan rekayasa modern.
yang menjembatani kesenjangan antara ketertarikan
70
Setiap detail jam tangan ini dirancang dengan cermat
kuno terhadap astronomi dan keunggulan pembuatan jam
untuk mencerminkan hamparan langit berbintang yang
tangan kontemporer yang semakin maju. Salah satunya
luas, sehingga mengubah proses berlalunya waktu
adalah Excalibur Moonlight, yang menjadi wujud nyata
menjadi pengalaman kosmik yang imersif. Jam tangan ini
dari program “Rarities” merek ini, sebuah proyek khusus
dirancang tidak hanya untuk para kolektor, tetapi juga bagi
yang didedikasikan untuk pesanan satu-satunya yang
mereka yang memandang langit malam sebagai sumber
dibuat sesuai permintaan. Jam tangan ini merupakan
inspirasi tertinggi. Dengan menempatkan tourbillon yang
penghormatan mendalam terhadap pergerakan langit,
rumit ini di dalam case khas dari Excalibur, Roger Dubuis
menciptakan sebuah benda seni yang dapat dikenakan
pendiri merek Roger Dubuis—yang menjadi ciri khas
dan menarik perhatian. Ini merupakan sebuah ekspresi
ditampilkan dengan sentuhan yang menyenangkan, yang
kebebasan kreatif yang membuktikan bahwa ketika
menyembunyikan tingkat kesulitan teknis yang sangat
batasan-batasan produksi tradisional dihilangkan, hasil
tinggi dari mesin jam tersebut. Saat jarum penunjuk
karya seni horologi yang dihasilkan benar-benar tak
melintasi bagian dial untuk menandai hari dan bulan,
terbatas dan sangat puitis.
hal itu dilakukan dengan ketepatan yang sangat presisi,
Sebaliknya, model Excalibur Biretrograde Perpetual
sesuatu yang hanya mungkin tercapai berkat pendekatan
Calendar terbaru berfokus pada ritme mekanis
produksi terintegrasi sepenuhnya. Kehadiran moonphase
alam semesta, yang semakin ditingkatkan dengan
yang sangat akurat memastikan bahwa jam tangan ini
diperkenalkannya caliber RD850 baru. Jam tangan
tetap menjadi pendamping setia bagi pergerakan alam
ini merupakan perpaduan hebat antara pantauan
semesta. Ini adalah suatu karya dengan keterampilan luar
langit dan kecanggihan Jenewa yang dengan mudah
biasa yang menuntut apresiasi tersendiri untuk Roger
menavigasi kompleksitas kalender Gregorian sambil
Dubuis. Bagi pemakainya, jam tangan ini mengubah tugas
mempertahankan kejelasan yang elegan. Tampilan
mekanis penyesuaian kalender menjadi pertunjukan yang
biretrograde—sebuah warisan yang sangat dicintai dari
canggih dari pergerakan planet. 71
SPECIAL REPORT
TUDOR
72
Ajang Watches and Wonders Geneva 2026 memang
modern sangatlah sederhana: bobot yang lebih ringan
menyuguhkan berbagai keajaiban dari dunia horologi,
berarti kecepatan yang lebih tinggi. TUDOR sepenuhnya
namun TUDOR bisa dibilang berhasil mencuri perhatian
mengadopsi pola pikir ini dengan merancang bagian
banyak pihak dengan menunjukkan warisan mereka, baik
eksterior jamnya dari bahan-bahan yang siap digunakan
di luar maupun di dalam pit lane. Merek ini secara resmi
di lintasan balap. Jam tangan ini dilengkapi dengan case
meluncurkan Black Bay Chrono “Carbon 26,” sebuah
berdiameter 42mm yang didesain ulang dan terbuat
evolusi dari “Carbon 25” yang sebelumnya merupakan
dari carbon fiber yang ringan. Perubahan visual yang
penghormatan terhadap desain mobil 2025 Visa Cash
paling mencolok adalah bagian dial berwarna “racing
App Racing Bulls VCARB 02. Kali ini, model 2026 yang
white” disertai aksen kuning cerah yang membentang di
baru beradaptasi dengan mulus pada mobil terbaru tim
sepanjang skala menit, penghormatan terhadap warna
tersebut, yaitu VCARB 03. Model terbaru ini tidak saja
kuning cerah yang terdapat pada penutup mesin mobil
mengganti palet warna, melainkan menegaskan warisan
Formula 1 VCARB 03. Jarum jam “Snowflake” yang
balap TUDOR. Filosofi inti di balik setiap mesin balap
menjadi ciri khas TUDOR juga hadir dalam jam tangan
yang diproduksi sebanyak 2.026 buah ini. Tentu saja,
berdiameter 39 mm yang dipadukan dengan gelang dua
jam tangan racing chronograph tak akan berarti apa-apa
mata rantai yang serasi, jam tangan ini menampilkan siluet
tanpa mesin yang tangguh di baliknya. Jam yang memiliki
yang bersih, dilengkapi dial warna champagne gelap dan
cadangan daya hingga 70 jam serta telah mendapatkan
penanda jam terpasang serta tampilan detik kecil di posisi
sertifikasi dari COSC ini ditenagai oleh mesin otomatis
jam 6. Jam ditenagai mesin otomatis Manufacture Calibre
buatan sendiri, Calibre MT5813, yang dikembangkan
MT5662-2U, yang telah disertifikasi oleh COSC dan
bersama Breitling dan dikembangkan dari Calibre B01
METAS sebagai Master Chronometer dengan cadangan
milik mereka.
daya hingga 65 jam. Dilengkapi dengan sistem “T-fit” yang
TUDOR juga merayakan sejarah pembuatan jam
dapat disesuaikan di pergelangan tangan, Monarch seakan
tangan mereka yang telah berlangsung hampir satu abad
memadukan kepraktisan sehari-hari dengan unggul.
dengan meluncurkan Monarch terbaru, sebuah model
Melalui Black Bay Chrono “Carbon 26” dan Monarch,
yang memadukan keanggunan bergaya vintage dengan
TUDOR berhasil menghadirkan nuansa vintage sekaligus
kecanggihan teknis zaman sekarang. Dengan steel case
menawarkan performa canggih dari bahan carbon fibre. 73
SPECIAL REPORT
ZENITH
74
Zenith memperkuat kembali warisan dari lini koleksi
membutuhkan alat khusus dan kesabaran yang luar
G.F.J. (Georges Favre-Jacot) mereka dengan memperluas
biasa, sehingga secara efektif mengubah keterbatasan
platform ini—yang berfungsi sebagai wadah kontemporer
bahan menjadi fitur desain utama. Referensi ini juga
bagi Calibre 135 mereka yang legendaris—dan
tidak sekadar menampung sebuah mesin jam; ia
menunjukkan komitmen tanpa kompromi dengan
menantang batas-batas proses pembuatan. Estetika
memadukan daya tarik industrial dari tantalum dengan
logam yang tenang dari case tantalum memberikan latar
kehangatan klasik yang bersinar dari yellow gold pada
belakang yang tegas dan modern untuk bagian dial, yang
tahun ini. Khusus untuk G.F.J. berbahan tantalum, model
menampilkan outer ring bermotif brick bertipe guilloché
ini mungkin menjadi ekspresi paling eksklusif dari karya
dan bagian tengah dari onyx. Untuk menambah kesan
ini hingga detik ini, dengan jumlah yang dibatasi hanya
mewah, Zenith menghiasi penanda jam dengan berlian
20 buah. Tantalum dikenal sebagai logam yang sangat
dengan potongan trapesium, sebuah pilihan langka yang
sulit diolah, namun sangat dihargai karena kepadatan,
secara halus menonjolkan sisi teknis jam tangan. Ini adalah
ketahanan terhadap korosi, serta kilau warna biru-abu-
mahakarya industri yang tidak menonjolkan dirinya,
abu yang unik. Karena kekerasannya, pembuatan case
melainkan mengandalkan kelangkaannya, dan presisi tak
terbantahkan dari Calibre 135 yang dapat diputar secara
antara nuansa organik dan alami dari “bloodstone”
manual untuk menarik perhatian.
serta penanda jam berwarna emas yang berkilauan
Zenith juga menghadirkan interpretasi yang lebih
menciptakan kedalaman visual yang tidak hanya elegan,
tradisional namun tak kalah dinamis dalam versi yellow
tetapi juga berakar pada tradisi pembuatan jam tangan.
gold 18K, yang diproduksi terbatas sebanyak 161 buah.
Di balik permukaannya, Calibre 135—mesin jam yang
Jika model tantalum tampil tegas dan modern, varian
mengantarkan Zenith meraih rekor 2.333 penghargaan
emas ini merupakan perwujudan keanggunan yang
observatorium—berdetak dengan ritme yang stabil
merayakan warisan bersejarah. Bagian case dari yellow
dan bersertifikasi COSC. Dilengkapi dengan hiasan
gold berukuran 39,15mm ini memancarkan kehangatan
“Côtes de Genève” dan lapisan ruthenium, mesin jam ini
yang melengkapi bagian arsitektur dari dial yang rumit
tetap menjadi inti dari pengalaman yang ditawarkan,
dengan sempurna. Bagian ring dengan motif brick bertipe
mengingatkan pemakainya bahwa terlepas dari logam
guilloché mengelilingi bagian tengah batuan jasper
mulia apa pun yang digunakan, jiwa dari jam tangan G.F.J.
“bloodstone”, dipadukan dengan penunjuk small-seconds
akan selalu terletak pada kinerja chronometric-nya yang
bertipe mother-of-pearl pada posisi jam 6. Kontras
tak tertandingi. 75
COLLECTOR’S CORNER
A STUDY IN CONTRAST A. Lange & Söhne menghadirkan terobosan berani dalam koleksi terbarunya dengan meminimalkan kompleksitas dan menyembunyikan dua komplikasi yang rumit
76
K
eputusan berani menjadi kata kunci dari merek jam tangan mewah asal Jerman, A. Lange & Söhne di ajang Watches and Wonders Geneva
tahun ini. Publik pun menyambut hangat koleksi Saxonia Annual Calendar terbaru serta Lange 1 Tourbillon Perpetual Calendar “Lumen.” Secara beriringan, kedua model terbaru ini mencerminkan komitmen merek
Namun, model Saxonia Annual Calendar dari A. Lange
terhadap kemajuan teknis dan bahasa desainnya yang
& Söhne kali ini justru mengambil pendekatan yang
terus berkembang, menjadikan setiap detik sebagai kisah
berlawanan. Dengan diameter 36mm dan ketebalan
yang layak untuk diceritakan.
hanya 9,8mm, bagian case-nya terasa sangat ringkas di pergelangan tangan, sementara bagian lugs yang ramping
Saxonia Annual Calendar
dan bezel yang tipis semakin menonjolkan siluetnya yang
Ada tantangan tersendiri dalam merancang jam tangan
seimbang. Keseimbangan ini kembali muncul pada bagian
dengan komplikasi annual calendar: bagaimana cara
tata letak dial-nya. Bagian penunjuk hari terletak di posisi
menampilkan sejumlah besar informasi tanpa membuat
9, penunjuk bulan di posisi 3, sementara penunjuk detik
pemakainya kebingungan? Khusus untuk model Saxonia
tambahan dan moonphase mengisi bagian bawah dial di
Annual Calendar yang baru, jawabannya bukanlah
posisi 6. Namun, kehalusan desainnya justru terletak pada
dengan menambahkan lebih banyak fitur, melainkan
detail-detailnya.
dengan menyempurnakan apa yang sudah ada. Model terbaru ini hadir dalam dua pilihan: pink gold dengan dial berwarna abu-abu, atau white gold yang dipadukan dengan permukaan bertipe argenté. Biasanya, orang berpikir bahwa semakin banyak fungsinya, semakin baik. Atau setidaknya, itulah logika yang sering digunakan saat
TERLETAK DI BAWAH LANGIT BERWARNA BIRU TUA YANG DIHASILKAN MELALUI PROSES LAPISAN KHUSUS, BAGIAN CINCIN INI DIHIASI 428 BINTANG YANG MEMBENTUK REPLIKA MINI DARI BIMA SAKTI
berusaha memasukkan lebih banyak elemen ke dalam ruang yang terbatas. Dalam dunia pembuatan jam tangan, hal itu biasanya berarti semakin banyak komplikasi, semakin banyak pula elemen yang hadir dalam sebuah jam, sehingga bagian case-nya pun tak terhindarkan menjadi lebih besar dan bagian dial juga lebih ramai. Lagi pula, semua kompleksitas yang begitu padat itu harus ditempatkan di suatu tempat.
HALAMAN SAMPING Dua model Saxonia Annual Calendar yang baru, dalam dua pilihan: pink gold dengan dial abu-abu, atau versi white gold dengan permukaan bertipe argenté HALAMAN INI Dengan diameter 36mm dan ketebalan hanya 9,8mm, case-nya terasa sangat ringkas di pergelangan tangan; Mesin jam calibre L207.1 terlihat dari bagian belakang case jam transparan
77
COLLECTOR’S CORNER
DI BAGIAN BAWAH DIAL SEMI-TRANSPARAN TERDAPAT CALIBRE L225.1 YANG BARU DIKEMBANGKAN, SEBUAH MESIN JAM OTOMATIS DENGAN TINGKAT KERUMITAN YANG LUAR BIASA
elegan. Dan kesederhanaan yang muncul kali ini justru menjadi sebagai bentuk kecanggihan tersendiri.
Lange 1 Tourbillon Perpetual Calendar “Lumen” Di ajang historis ini, A. Lange & Söhne kembali menunjukkan keahlian yang hanya dimiliki oleh pabrikan
78
Bagian subdial yang tersembunyi memiliki tepi yang
asal Saxony ini: menggabungkan dua komplikasi
sedikit miring ke dalam, sementara sentuhan akhir bertipe
yang terhitung rumit dalam dunia horologi, lalu
azurage menciptakan perubahan pantulan yang halus
menyematkannya di dalam arsitektur bertipe off-centre
saat cahaya bergerak melintasi permukaan. Kemudian,
jam tangan ikonik Lange 1, dan kemudian membuat
tampilan moonphase juga menghadirkan sentuhan warna
seluruh jam tangan tersebut bersinar dalam kegelapan.
yang elegan. Terletak di bawah langit berwarna biru tua
Hasilnya adalah Lange 1 Tourbillon Perpetual Calendar
yang dihasilkan melalui proses lapisan khusus, bagian
“Lumen,” sebuah model edisi terbatas sebanyak 50 buah
cincin ini dihiasi 428 bintang yang membentuk replika
yang mendefinisikan ulang keanggunan malam hari.
mini dari Bima Sakti. Sebagai pelengkap, jam tangan ini
Secara visual, mari kita awali dengan apa yang Anda lihat,
ditenagai oleh mesin jam calibre L207.1 terbaru yang
atau lebih tepatnya, apa yang Anda lihat saat cahaya
menawarkan cadangan daya hingga 60 jam. Dengan
padam. Setiap tampilan pada jam tangan ini bersinar.
Saxonia Annual Calendar, A. Lange & Söhne menghindari
Tampilan tanggal berukuran besar, ciri khas dari model
desain yang terlalu rumit. Sebaliknya, ia menyempurnakan
Lange 1, bersinar begitu terang sehingga mekanisme
komplikasi annual calendar menjadi sesuatu yang lebih
rumit yang terdiri dari penunjuk waktu dan cakram yang
menunjukkan keindahan dari mesin di dalamnya menjadi terlihat dalam kegelapan. Tampilan moonphase, yang menjadi yang pertama di dunia untuk jam tangan “Lumen,” menggabungkan indikasi siang/malam: sebuah cakram yang berputar sekali setiap 24 jam juga menampilkan langit yang terang tanpa bintang pada siang hari dan langit yang gelap bertabur bintang pada malam hari. Ajaibnya, posisi bulan hanya akan menyimpang satu hari dari posisi sebenarnya, setelah 122,6 tahun. Hal ini tidak hanya menjadi sebuah puisi tersendiri, namun juga menunjukkan sebuah presisi yang menakjubkan. Di bagian bawah dial semi-transparan terdapat calibre L225.1 yang baru dikembangkan, sebuah mesin jam otomatis dengan tingkat kerumitan yang luar biasa. Dari 685 komponennya, terdapat tourbillon dengan mekanisme stop-seconds, serta bagian spring berbentuk V yang telah dipatenkan, yang memungkinkan akurasi hingga satu detik saat mengatur waktu. Bagian tourbillon cage yang dibuat dari stainless steel
juga memiliki salah satu sentuhan akhir yang paling membutuhkan ketelitian dalam pembuatan jam tangan. Dari satu sudut, bagian ini memantulkan cahaya. Dari sudut lain, warnanya terlihat hitam legam. Sudut-sudut bagian dalam, yang dipotong miring dan dipoles dengan tangan, adalah jenis detail yang membedakan antara bagian yang sangat bagus dengan yang benar-benar hebat. Dengan bagian case yang terbuat dari platinum 950 dalam diameter 41,9mm, jam tangan ini diproduksi sangat terbatas, hanya akan ada 50 orang terpilih yang akan mendapatkan kesempatan untuk memilikinya. Namun, bagi kita semua yang sempat melihatnya secara langsung di gerai A. Lange & Söhne di Jenewa, model “Lumen” ini menjadi pengingat yang sempurna: terkadang, cahaya yang paling cemerlang justru berasal dari tempat yang paling gelap. HALAMAN SAMPING Lange 1 Tourbillon Perpetual Calendar “Lumen” mendefinisikan ulang keanggunan meski dalam keterbatasan cahaya di malam hari, terlihat dari dial jam bersinar, hingga tanggal berukuran besar, ciri khas dari model Lange 1 HALAMAN INI Bagian case jam terbuat dari platinum 950 dalam diameter 41,9mm, dan di bagian bawah dial semi-transparan terdapat calibre L225.1 yang canggih dan rumit
79
Penulis: Yessar Rosendar
COLLECTOR’S CORNER
MECHANICAL WONDERS Patek Philippe merayakan inovasi dan warisan horologi lewat koleksi baru yang mengagumkan di ajang Watches and Wonders Geneva 2026 80
P
atek Philippe kembali menunjukkan mengapa namanya begitu dihormati dan dikagumi di dunia horologi melalui peluncuran empat arloji
baru di ajang Watches and Wonders 2026. Tidak hanya mengedepankan keindahan desain dan keahlian dekoratif,
REF. 5249R-001 “THE CROW AND THE FOX”. JAM TANGAN INI MERUPAKAN INTERPRETASI MODERN DARI JAM SAKU LEGENDARIS PATEK PHILIPPE TAHUN 1958 YANG TERINSPIRASI DARI DONGENG TERKENAL
keempat model ini juga menjadi bukti kemampuan manufaktur asal Jenewa tersebut dalam mengembangkan
waktu matahari terbit dan terbenam, alarm mekanis 24
ciptaan mekanis yang semakin kompleks dan inovatif.
jam dengan gong klasik, perpetual calendar dalam desain
Mulai dari jam astronomi yang mampu menampilkan
skeleton persegi, hingga automaton yang menampilkan waktu sesuai permintaan melalui kisah fabel klasik, setiap model menghadirkan pencapaian teknis yang berbeda. Model paling artistik sekaligus unik tahun ini adalah Reference 5249R-001 “The Crow and the Fox”. Jam tangan ini merupakan interpretasi modern dari jam saku legendaris Patek Philippe tahun 1958 yang HALAMAN SAMPING Patek Philippe Reference 5249R-001 “The Crow and the Fox” adalah jam Automaton, menampilkan ukiran seekor rubah pada dial yang bergerak untuk menunjukkan jam, dan seekor gagak yang menjatuhkan potongan keju yang berfungsi sebagai penunjuk menit HALAMAN INI Bagian belakang case menampilkan mesin Caliber 31-260 PS HMD AU; Pelat dial dari rose gold 18K dengan diametercase 43 mm dan tebal 11,55 mm; Jam saku “The Crow and the Fox” (ref 784) tahun 1958 yang disimpan di Museum Patek Philippe
81
COLLECTOR’S CORNER
INOVASI LAINNYA ADALAH MEKANISME KOREKSI WAKTU MUSIM PANAS DAN MUSIM DINGIN YANG DIPATENKAN. MELALUI DUA TOMBOL KOREKTOR DI SISI CASING
yang terdiri dari 267 komponen dengan sistem tuas khusus yang presisi. Penggunaan material titanium yang ringan pada jarum menit berbentuk keju memastikan jarum dapat kembali ke posisi awal dengan cepat tanpa risiko deformasi. Selain pencapaian mekanis, model ini
terinspirasi dari dongeng terkenal, dan merupakan
menampilkan sekitar 150 jam pekerjaan ukiran tangan
automaton wristwatch pertama dalam sejarah modern
pada dial jamnya.
Patek Philippe yang menghadirkan cara membaca
82
Salah satu sorotan utama tahun ini juga ada pada
waktu secara interaktif. Alih-alih menampilkan waktu
Celestial Reference 6105G-001,
secara permanen, jam hanya memperlihatkan jam
yang menjadi jam tangan
dan menit ketika pengguna menekan tombol di posisi
grand complication pertama
pukul dua. Saat tombol ditekan, seekor rubah yang
dari Patek Philippe yang
terukir pada dial bergerak untuk menunjukkan jam.
mampu menampilkan
Jika tekanan dilanjutkan, seekor gagak menjatuhkan
waktu matahari terbit dan
potongan keju yang berfungsi sebagai penunjuk menit.
terbenam dalam format
Setelah tombol dilepas, seluruh indikator kembali ke
jam tangan. Pengembangan
posisi semula melalui mekanisme retrograde. Untuk
model ini memakan waktu
menghidupkan pertunjukan mini tersebut, Patek
lebih dari lima tahun dan
Philippe mengembangkan Caliber 31-260 PS HMD AU
menghasilkan enam pengajuan
paten baru. Jam ini tidak hanya menampilkan peta langit,
dan terbenam secara
pergerakan bulan, dan fase bulan secara real time seperti
bersamaan, sebuah solusi
model Celestial sebelumnya, tetapi juga menambahkan
yang belum pernah
informasi waktu matahari terbit dan terbenam untuk kota
ditawarkan sebelumnya.
Jenewa. Tantangan terbesar berasal dari fakta bahwa
Mesin baru Caliber 240
waktu matahari terbit dan terbenam berubah setiap hari
C LU CL LCSO terdiri
sepanjang tahun. Untuk mengatasinya, para insinyur
dari 426 komponen, namun
Patek Philippe menciptakan sistem yang menggunakan
ketebalan mesin jam ini hanya
dua poros berbentuk oval yang merepresentasikan
bertambah 1,12 mm menjadi 7,93
kemiringan sumbu bumi sepanjang siklus tahunan. Sistem
mm, menunjukkan kemampuan luar biasa Patek Philippe
tersebut bekerja bersama poros pendeteksi setebal hanya
dalam mempertahankan profil yang relatif ramping.
0,48 milimeter yang secara presisi membaca perubahan posisi poros dan meneruskannya ke jarum penunjuk. Inovasi lainnya adalah mekanisme koreksi waktu musim panas dan musim dingin yang dipatenkan. Melalui dua tombol korektor di sisi casing, pemilik dapat mengubah waktu satu jam maju atau mundur tanpa mengganggu tampilan astronomi lainnya. Sistem ini secara otomatis menyesuaikan indikator matahari terbit
HALAMAN SAMPING Patek Philippe Celestial Reference 6105G-001, grand complication pertama dengan tampilan waktu matahari terbit dan terbenam dalam format jam tangan; Dilengkapi mesin jam Caliber 240 C LU CL LCSO HALAMAN INI Patek Philippe Calatrava Alarm Reference 5322G warna biru tua (5322G-001) dengan casing emas putih 41mm yang dihiasi motif “Clous de Paris” guilloché pada bagian samping, dan dilengkapi mesin Caliber AL 30-660 S C yang terdiri dari 524 komponen
83
COLLECTOR’S CORNER
sebagai satu-satunya jam tangan berdentang yang tahan air dalam koleksi Patek Philippe saat ini, dengan ketahanan hingga kedalaman 30 meter. Jantung dari inovasi tersebut adalah Caliber AL 30-660 S C yang terdiri dari 524 komponen. Mesin otomatis ini memiliki alarm 24 jam yang dapat diatur hingga ketelitian 15 menit. Waktu alarm ditampilkan secara digital melalui dua jendela di bagian atas dial, lengkap dengan indikator siang dan malam. Patek Philippe Patek Philippe juga menghidupkan kembali komplikasi
juga menyematkan fitur pengaman, alarm hanya dapat
alarm melalui Calatrava Alarm Reference 5322G modern
diaktifkan jika pegas khusus alarm telah terisi penuh
yang menghadirkan alarm 24 jam yang berbunyi melalui
melalui sepuluh putaran crown. Sistem pengatur inersia
gong klasik. Berbeda dengan kebanyakan jam alarm
disematkan untuk menjaga ritme pukulan gong secara
mekanis yang menghasilkan bunyi dengungan karena palu
konsisten pada kecepatan sekitar 2,5 pukulan per detik.
memukul bagian belakang casing, model ini menggunakan
Meski kompleks, mesin tersebut tetap memiliki ketebalan
sistem gong klasik yang melingkari mesin, mirip dengan
hanya sekitar 6mm.
mekanisme minute repeater. Hasilnya adalah suara
84
Koleksi Cubitus yang diperkenalkan pada 2024 kini
alarm yang lebih merdu dan elegan. Koleksi terbaru ini
mendapatkan grand complication pertamanya melalui
tersedia dalam dua pilihan warna dial, yaitu warna biru
Cubitus Perpetual Calendar Skeleton Reference 5840P.
tua (5322G-001) dan hijau (5322G-010). Jam tangan ini
Yang membuat model ini istimewa adalah penggunaan
memiliki casing berbahan emas putih 41mm yang dihiasi
mesin skeleton berbentuk persegi pertama yang
dengan motif “Clous de Paris” guilloché pada bagian
dirancang khusus untuk mengikuti bentuk casing Cubitus.
samping serta lug berongga yang unik. Model ini menonjol
Caliber 28-28 Q SQU tidak hanya menampilkan perpetual
calendar, tetapi juga menjadi contoh bagaimana desain dan mekanika dapat dikembangkan secara bersamaan. Sistem perpetual calendar-nya mengandalkan poros 48 bulan yang berfungsi sebagai “memori mekanis” untuk menyimpan informasi siklus empat tahun, termasuk tahun kabisat,
YANG MEMBUAT MODEL INI ISTIMEWA ADALAH PENGGUNAAN MESIN SKELETON BERBENTUK PERSEGI PERTAMA YANG DIRANCANG KHUSUS UNTUK MENGIKUTI BENTUK CASING CUBITUS
sehingga jam dapat menampilkan tanggal secara otomatis tanpa perlu koreksi manual hingga tahun 2100. Inovasi lain yang menarik adalah tampilan fase bulan berukuran besar yang memakai satu bulan besar dan menyelesaikan satu putaran setiap 29,53 hari. Patek Philippe juga menghadirkan pendekatan visual baru melalui estetika monokrom; hampir seluruh komponen diberi lapisan rhodium dengan aksen biru minimal pada sekrup dan rotor mini. Dengan hanya setebal 5,04 mm, mesin berisi 313 komponen ini tampil sangat proporsional.
HALAMAN SAMPING Patek Philippe Calatrava Alarm Reference 5322G dalam versi warna hijau (5322G-010), dengan jarum jam berbentuk jarum suntik dari emas putih dengan lapisan bercahaya HALAMAN INI Patek Philippe Cubitus Perpetual Calendar Skeleton Reference 5840P dengan mesin penggerak otomatis ultra-tipis berdesain skeleton dengan kalender abadi, kaliber berbentuk persegi 28-28 Q SQU
85
Penulis: Billy Saputra
COLLECTOR’S CORNER
THE ART OF
REINTERPRETATION Rolex merayakan 100 tahun Oyster dengan menyeimbangkan nuansa historis, eksplorasi visual, dan konsistensi performa dalam dua arah pendekatan yang berbeda 86
S
elama satu abad, Rolex Oyster Perpetual dikenal
Oyster Perpetual yang tidak biasa. Tahun ini, Rolex
sebagai bentuk paling esensial dari Rolex, sebuah
melangkah lebih jauh dengan membawa elemen sejarah,
jam tangan yang dibangun di atas gagasan tentang
tipografi, dan detail arsip ke dalam desain Oyster
presisi, ketahanan, dan kesinambungan. Di Watches and
Perpetual secara lebih eksplisit. Sementara Oyster
Wonders Geneva 2026, Rolex memperlihatkan bahwa
Perpetual 28 dan 34 bergerak ke arah eksplorasi material
bahkan koleksi paling penting dalam katalognya pun masih dapat ditafsirkan ulang melalui pendekatan yang jauh lebih ekspresif. Dalam perayaan 100 tahun Oyster, Rolex menghadirkan sejumlah interpretasi baru untuk Oyster Perpetual range, termasuk Oyster Perpetual 41 dan Oyster Perpetual 36 yang menunjukkan dua arah pendekatan berbeda. Oyster Perpetual 41 tampil
DALAM PERAYAAN 100 TAHUN OYSTER, ROLEX MENGHADIRKAN SEJUMLAH INTERPRETASI BARU UNTUK OYSTER PERPETUAL RANGE, TERMASUK OYSTER PERPETUAL 41 DAN OYSTER PERPETUAL 36 TERBARU
reflektif melalui detail-detail yang menggemakan Oyster awal 1926, sementara Oyster Perpetual 36 hadir lebih berani lewat lacquer dial Jubilee motif beraneka warna yang terasa menyerupai karya seni grafis. Keduanya menunjukkan bagaimana Oyster terus berevolusi, tanpa menanggalkan fondasi yang membentuknya. Dalam lima tahun terakhir, Rolex Oyster Perpetual 41 dan Rolex Oyster Perpetual 36 beberapa kali menjadi medium bagi Rolex untuk menghadirkan sisi
HALAMAN INI DARI KIRI KE KANAN Gelang jam Oyster dilengkapi dengan Oysterclasp; Kenop pemutar Twinlock memiliki sistem kedap air ganda HALAMAN SAMPING Rolex Oyster Perpetual 41mm, terbuat dari Oystersteel dan emas kuning, menampilkan pelat jam berwarna abu-abu – warna baru untuk seri Oyster Perpetual – dihiasi tulisan ‘100 tahun’ di posisi pukul 6, menggantikan tulisan ‘Swiss Made’
87
COLLECTOR’S CORNER
melalui batu alam dan finis emas, Oyster Perpetual 41 dan
lebih reflektif, maka Rolex Oyster Perpetual 36 justru
36 terasa lebih dekat pada bagaimana Rolex membaca
memperlihatkan sisi Oyster Perpetual yang jauh lebih
ulang bahasa visual Oyster di usia ke-100 tahunnya.
memesona. Rolex menghadirkan lacquer dial Jubilee
Pendekatan tersebut paling terasa pada Rolex Oyster Perpetual 41 yang tahun ini tampil berbeda
nama “Rolex” dalam sepuluh warna berbeda, sebuah
dari generasi sebelumnya. Untuk pertama kalinya dalam
pendekatan visual yang merayakan daya cipta merek dan
Oyster Perpetual range modern, Rolex menghadirkan
seni pembuatan pelat jamnya. Menariknya, motif Jubilee
konfigurasi Rolesor kuning, memadukan bezel dan tombol
sendiri bukan elemen baru bagi Rolex. Pola ini pertama
pengaturan emas kuning dengan bracelet Oystersteel
kali diperkenalkan pada akhir 1970-an dan kemudian
yang tetap mempertahankan karakter sporty dan
menjadi ikonik sebelum akhirnya diinterpretasikan ulang,
sederhana koleksi ini. Pendekatan tersebut memberi
sebelum kini ditafsirkan kembali dalam pendekatan
nuansa yang lebih hangat dan historis, seolah membawa
yang jauh lebih bercorak dan kontemporer. Proses
kembali atmosfer masa-masa awal Oyster ketika jam
pembuatannya pun tidak sederhana, karena setiap warna
tangan ini masih diposisikan sebagai inovasi baru dalam
diaplikasikan satu per satu dengan tingkat presisi tinggi
dunia jam tangan. Nuansa perayaan itu kemudian
agar seluruh huruf dan pola tetap tersusun sempurna.
diteruskan melalui detail khusus, mulai dari angka “100”
Membuat edisi Oyster Perpetual 36 tahun ini hadir
pada tombol pengaturan, tulisan “100 years” di posisi
dengan karakternya tersendiri.
pukul enam, hingga aksen hijau pada minute track dan
88
motif multicolor yang dibangun dari permainan tipografi
Di balik pendekatan visual yang berbeda,
logo Rolex di pelat jam. Keseluruhannya membuat
Oyster Perpetual 41 dan Oyster Perpetual 36 tetap
Oyster Perpetual 41 terasa seperti penghormatan yang
berbagi fondasi teknis yang sama. Keduanya ditenagai
tetap dijaga dalam prinsip desain Rolex yang khas.
mesin jam calibre 3230 dengan sistem Perpetual
Jika Oyster Perpetual 41 bergerak ke arah yang
rotor, Chronergy escapement, serta cadangan daya
PADA 2026, ROLEX MEMPERBARUI SERTIFIKASI SUPERLATIVE CHRONOMETER DENGAN MENAMBAHKAN PENGUJIAN TERHADAP MAGNETISME, RELIABILITAS, DAN KEBERLANJUTAN PERFORMA
sekitar 70 jam. Konstruksi Oyster case keduanya juga mempertahankan ketahanan air hingga 100 meter melalui sistem Twinlock dan case kedap yang sejak lama menjadi bagian penting dari Oyster Perpetual. Keduanya dipadukan dengan Oyster bracelet tiga baris yang telah menjadi bagian dari koleksi ini sejak akhir 1930-an, lengkap dengan Oysterclasp dan sambungan ekstensi kenyamanan Easylink, yang memungkinkan penyesuaian panjang bracelet hingga 5 mm secara praktis. Di saat tampilan visual koleksi ini bergerak semakin memikat, Rolex tetap menjaga karakter dasar Oyster sebagai jam tangan sehari-hari yang tangguh, dan mudah digunakan. Seratus tahun setelah Rolex Oyster pertama diperkenalkan, arah yang diambil Rolex tahun ini terasa menawan karena tidak hanya menghadirkan pembaruan visual, tetapi juga memperkuat standar performa yang selama ini melekat pada Oyster Perpetual. Pada 2026, Rolex memperbarui sertifikasi Superlative Chronometer dengan menambahkan pengujian terhadap magnetisme, reliabilitas, dan keberlanjutan performa, melengkapi standar presisi dan ketahanan yang sebelumnya telah menjadi bagian dari sertifikasi tersebut. Di tengah pendekatan desain yang bergerak semakin atraktif, Oyster Perpetual 41 dan Oyster Perpetual 36 memperlihatkan bagaimana Rolex tetap menjaga keseimbangan antara evolusi visual dan konsistensi performa, sesuatu yang membuat Oyster terus relevan bahkan setelah satu abad berlalu.
HALAMAN INI DARI ATAS Segel hijau Rolex, simbol status Kronometer Superlatif; Mesin jam Calibre 3230 yang dikembangkan dan diproduksi oleh Rolex; Gelang jam tipe Oyster, dengan tiga bagian tautan padat dari Oystersteel, dan pengait lipat Oysterclasp dengan sambungan ekstensi kenyamanan Easylink 5mm HALAMAN SAMPING Rolex Oyster Perpetual 36mm, terbuat dari Oystersteel dengan pelat jam bermotif Jubilee aneka warna; Tampilan detil pelat jam unik berlapis pernis dengan motif Jubilee pada Rolex Oyster Perpetual 36
89
Penulis: Billy Saputra
COLLECTOR’S CORNER
THE POWER OF LIGHT Melalui dua interpretasi Aquaracer yang berbeda, TAG Heuer memperluas peran cahaya dari elemen visual menjadi sumber energi 90
C
ahaya selalu memiliki hubungan yang erat dengan jam tangan. Ada kalanya ia memantul pada finis pelat jam bertekstur, atau menghidupkan warna
pada material tertentu, ia juga mampu mempertegas perbedaan antara efek permukaan yang dipoles maupun disapu halus. Pun, tidak sedikit desain jam tangan yang justru diciptakan untuk menangkap dan merespons perubahan cahaya sepanjang hari. Pada generasi terbaru TAG Heuer Aquaracer Professional Solargraph yang diperkenalkan pada bulan Mei 2026 lalu, hubungan
CAHAYA ALAMI MAUPUN BUATAN TIDAK LAGI SEKADAR MEMBENTUK TAMPILAN VISUAL, TETAPI JUGA MENJADI SUMBER ENERGI YANG MENGGERAKKAN KEDUANYA HALAMAN SAMPING TAG Heuer Aquaracer Professional Solargraph dalam versi diameter 28mm, dial jam mother-of-pearl dihiasi indeks berlapis emas kuning bertatahkan 12 berlian, logo Tag Heuer dan jarum jam berlapis emas kuning HALAMAN INI Model mengenakan TAG Heuer Aquaracer Professional Solargraph versi diameter 28m, dengan indeks jam berlapis rhodium bertatahkan 12 berlian
91
COLLECTOR’S CORNER
GEOMETRI CASE KINI TAMPIL LEBIH TEGAS, SEMENTARA RIDER ELEMENTS YANG MENJADI CIRI KHAS AQUARACER KEMBALI HADIR PADA BEZEL
tersebut bergerak satu langkah lebih fungsional. Melalui
di lingkungan perairan dan membutuhkan keterbacaan,
Aquaracer Professional 100 Solargraph 28mm dan
ketangguhan, serta performa yang konsisten. Ketika
Professional 200 Solargraph 40mm, cahaya alami maupun
nama Aquaracer resmi diperkenalkan pada 2004, TAG
buatan tidak lagi sekadar membentuk tampilan visual,
Heuer merumuskan enam prinsip desain yang menjadi
tetapi juga menjadi sumber energi yang menggerakkan
fondasinya hingga kini, mulai dari bezel berputar searah
keduanya. Dari sinilah dua karakter yang berbeda tersebut
dan tombol pengaturan berulir hingga ketahanan air
menemukan titik temu yang sama.
minimal 200 meter. Dalam konteks tersebut, penyematan
Meski teknologi Solargraph menjadi sorotan utama pada rilisan terbaru pada edisi ini, gagasan tentang
92
Solargraph terasa sebagai evolusi alami dari filosofi yang telah membentuk koleksi ini selama dua dekade.
fungsi dan keandalan sebenarnya telah menjadi bagian
Jika Heuer Reference 844 menjadi fondasi awal
dari Aquaracer jauh sebelum cahaya digunakan sebagai
Aquaracer, maka Professional 200 Solargraph 40mm
sumber energi. Sejarah koleksi ini dapat ditelusuri
menunjukkan bagaimana filosofi tersebut diterjemahkan
hingga 1978 melalui Heuer Reference 844, sebuah jam
untuk generasi terbaru. TAG Heuer mendeskripsikannya
tangan yang dirancang untuk mereka yang beraktivitas
sebagai reimagined tool watch, sebuah pendekatan yang
terlihat melalui penyempurnaan pada hampir setiap bagian jam tangan. Geometri case kini tampil lebih tegas, sementara rider elements yang menjadi ciri khas Aquaracer kembali hadir pada bezel. Di balik tampilannya, kaliber TH50-00 mengubah cahaya alami maupun buatan menjadi sumber energi yang mampu menghasilkan cadangan daya selama 40 jam hanya dari 10 menit paparan cahaya, dengan otonomi hingga 10 bulan saat terisi penuh. Pendekatan tersebut memungkinkan Aquaracer mempertahankan karakter fungsionalnya tanpa mengorbankan kenyamanan penggunaan sehari-hari. Karakter tersebut semakin terlihat melalui pilihan material dan detail yang digunakan. Pada versi paling teknikal, TAG Heuer memadukan case dan gelang titanium Grade 2 dengan bezel titanium Grade 5 yang disapu halus dan diberi tekstur tambahan. Pelat jam hitam bertekstur garis horizontal dipadukan dengan aksen biru kutub pada jarum detik, skala menit, hingga tombol pengaturan, menciptakan kontras yang membantu keterbacaan dalam berbagai kondisi. Sementara
HALAMAN SAMPING DAN HALAMAN INI Dua versi TAG Heuer Aquaracer Professional Solargraph dalam diameter 28mm, dengan pilihan dial jam sunray berwarna biru atau hitam, dengan indeks jam berlapis rhodium bertatahkan 12 berlian, dan bagian belakang case dirancang khusus dengan lambang bintang kompas yang terukir
93
COLLECTOR’S CORNER
KALIBER TH50-00 MENGUBAH CAHAYA ALAMI MAUPUN BUATAN MENJADI SUMBER ENERGI YANG MAMPU MENGHASILKAN CADANGAN DAYA SELAMA 40 JAM, HANYA DARI 10 MENIT PAPARAN CAHAYA, DENGAN OTONOMI HINGGA 10 BULAN SAAT TERISI PENUH
itu, versi titanium Grade 5 menghadirkan pendekatan
otonomi hingga delapan bulan
yang lebih subtil melalui nuansa abu-abu alami titanium
setelah terisi penuh.
dan aksen rose gold pada pelat jam. Kehadiran sistem gelang yang dapat diganti dengan mudah turut
Professional 100 Solargraph
memperkuat gagasan bahwa Aquaracer dirancang untuk
28mm tidak sepenuhnya
beradaptasi pada berbagai situasi penggunaan.
meninggalkan semangat
Jika Professional 200 Solargraph 40mm berangkat
94
Meski tampil lebih elegan,
petualangan yang
dari dunia performa dan eksplorasi, Professional 100
menjadi bagian dari
Solargraph 28mm mengambil arah yang berbeda
identitas Aquaracer.
tanpa meninggalkan fondasi teknologi yang sama. TAG
TAG Heuer
Heuer memperkenalkan kembali ukuran 28mm melalui
merancang koleksi
empat referensi yang mengedepankan ekspresi lebih
ini untuk perempuan
disempurnakan. Pelat jam sunray berwarna hitam dan biru
yang mencari
hadir berdampingan dengan dua versi mother-of-pearl
keseimbangan antara
yang memanfaatkan permainan cahaya sebagai bagian
sophistication, elegance, dan
dari karakter visualnya. Indeks berlian ditempatkan
adventure. Gagasan tersebut
pada setiap indikator jam, sementara proporsi yang lebih
terlihat melalui penggunaan
ringkas memberi kesan yang berbeda dari saudara 40mm-
berlian, pelat jam mother-of-
nya. Di balik pendekatan tersebut, mesin jam TH51-00
pearl, serta aksen emas kuning
tetap bekerja dengan prinsip yang sama, menghasilkan
pada referensi tertingginya,
tanpa menghilangkan ketahanan air hingga 100 meter
40mm dan Professional 100 Solargraph 28mm, TAG
yang tetap dibawa seluruh koleksi. Menariknya, cahaya
Heuer menerjemahkan teknologi yang sama ke dalam
kembali memainkan peran penting di sini. Permukaan
dua karakter yang berbeda, mulai dari dunia performa
mother-of-pearl yang berubah mengikuti sudut pandang
hingga ekspresi yang lebih elegan. Di balik keduanya,
dan kondisi pencahayaan seolah mencerminkan prinsip
sistem Solargraph yang dikembangkan bersama La Joux-
yang sama dengan Solargraph, yakni memanfaatkan
Perret di La Chaux-de-Fonds terus bekerja tanpa banyak
cahaya bukan hanya sebagai elemen visual, tetapi juga
menarik perhatian pada dirinya sendiri. Pendekatan
sebagai bagian dari fungsi jam tangan itu sendiri.
tersebut terasa selaras dengan filosofi Aquaracer yang
Kedua Aquaracer Solargraph terbaru ini
selama puluhan tahun dibangun untuk aktivitas di luar
memperlihatkan bahwa cahaya dapat memiliki peran
ruang. Jika sebelumnya cahaya membantu jam tangan
yang lebih besar selain membantu pembacaan waktu
terlihat lebih hidup, kini cahaya juga menjadi alasan
di luar ruang. Melalui Professional 200 Solargraph
mengapa jam tangan itu terus hidup.
HALAMAN SAMPING Versi 40mm dari TAG Heuer Aquaracer Professional Solargraph, dengan dial jam sunray warna biru tua (Ref. WBP1113), atau hijau forest (Ref. WBP1115) HALAMAN INI Dua versi yang lebih mewah dalam diameter 40mm yang terbuat dari Titanium, dengan case dan gelang titanium Grade 2 dan bezel titanium Grade 5, dalam pilihan dial hitam bertekstur garis horizontal dengan aksen biru, atau titanium Grade 5 dengan dial abu-abu alami titanium dan aksen rose gold
95
COLLECTOR’S CORNER
Patek Philippe Rare Handcrafts Ketika penunjuk waktu menjadi sebuah karya seni tingkat tinggi
M
elalui koleksi Rare Handcrafts 2026 yang
keterampilan tangan para artisan yang semakin langka di
dipamerkan pada 18 April hingga 9 Mei
dunia saat ini. Setiap karya dibuat dengan ketelitian luar
lalu, masyarakat umum dan para penikmat
biasa, menjadikan jam tangan, jam saku, dan jam meja
seni berkesempatan untuk menjelajahi bangunan
berkubah (dome clocks) sebagai mahakarya yang berada di
bersejarah di Rue du Rhône, saat Patek Philippe kembali
antara dunia horologi dan seni rupa.
memperlihatkan keahlian tertinggi dalam menggabungkan
96
Rare Handcrafts 2026 menampilkan berbagai teknik
tradisi dekoratif kuno dengan seni haute horlogerie
dekorasi tingkat tinggi yang menjadi ciri khas Patek
modern. Koleksi ini merupakan perayaan terhadap
Philippe, seperti Grand Feu cloisonné enamel, lukisan
enamel miniatur, grisaille enamel, flinqué enamel, ukiran tangan, guilloché, hingga seni tata kayu (wood marquetry). Setiap teknik membutuhkan pengalaman bertahuntahun untuk dikuasai. Proses pengerjaan dilakukan secara manual dengan tingkat presisi ekstrem, di mana setiap detail kecil memiliki peranan penting dalam menciptakan tampilan akhir yang sempurna. Tidak ada dua karya yang benar-benar sama. Sentuhan tangan sang artisan memberikan karakter unik yang menjadikan setiap jam sebagai sebuah karya individual. Salah satu daya tarik utama Rare Handcrafts adalah bagaimana Patek Philippe mengubah dial jam menjadi kanvas miniatur. Melalui enamel dan ukiran halus, para seniman menghadirkan berbagai tema seperti alam, satwa liar, arsitektur, budaya, dan pemandangan bersejarah. Setiap motif bukan sekadar dekorasi, tetapi sebuah cerita yang dituangkan melalui warna, tekstur, dan detail yang sangat rumit. Seekor burung, lanskap, atau bangunan dapat berubah menjadi karya seni kecil yang hidup di pergelangan tangan pemiliknya. Di antara mahakarya yang dipamerkan, salah satu karya yang memiliki daya tarik istimewa adalah Patek Philippe Golden Ellipse Ref. 5738/50J-010 “Mount Merapi”. Jam tangan ini menghadirkan interpretasi artistik dari Gunung Merapi di Jawa, Indonesia, salah satu gunung api paling aktif di dunia. Melalui karya ini, Patek Philippe
PATEK PHILIPPE GOLDEN ELLIPSE REF. 5738/50J-010 “MOUNT MERAPI” MENGHADIRKAN INTERPRETASI ARTISTIK DARI GUNUNG MERAPI DI JAWA, INDONESIA
HALAMAN SAMPING Patek Philippe Rare Handcrafts 2026 menampilkan berbagai jam meja kubah yang indah, termasuk Ref.22000M-001 “Macaws”, dengan teknik enamel Grand Feu cloisonné bertatahkan batu mulia dan lukisan miniatur pada enamel HALAMAN INI DARI ATAS Detil jam tangan Golden Ellipse Ref. 5738/50G-044 dengan dial enamel cloisonné dan paillonné lukisan miniatur letusan gunung berapi Fuego di Guatemala; Detil jam tangan Calatrava Ref. 5177R-001 La Catrina, karakter dari budaya populer Meksiko; Calatrava Ref. 5077/357G-001 Blue Butterfly; Dua versi lain dari jam meja kubah yang mewah
97
COLLECTOR’S CORNER
tidak sekadar menggambarkan sebuah gunung, tetapi
Handcrafts memiliki nilai yang lebih dalam: menjaga
menangkap karakter Merapi sebagai simbol kekuatan
keberlangsungan seni tradisional. Teknik seperti enamel
alam—sebuah gunung yang terus hidup dengan energi
dan ukiran angan membutuhkan kesabaran, intuisi, dan
vulkanik, lava, dan lanskap dramatis yang telah menjadi
pengalaman manusia yang tidak dapat sepenuhnya
bagian dari identitas Pulau Jawa. Keindahan utama jam ini
digantikan oleh mesin. Patek Philippe dikenal sebagai
terletak pada dial yang menggunakan teknik Grand Feu
salah satu pembuat jam paling prestisius di dunia berkat
cloisonné enamel, salah satu teknik dekorasi paling rumit
komplikasi mekanisnya yang luar biasa. Namun dalam
dalam dunia haute horlogerie.
Rare Handcrafts, daya tarik utama tidak hanya berasal dari mesin di dalam jam, melainkan juga dari proses kreatif
98
Melestarikan Warisan yang Hampir Punah
di luar mekanisme tersebut. Setiap goresan ukiran, setiap
Di era produksi massal dan teknologi digital, Rare
lapisan enamel, dan setiap detail dekoratif mencerminkan
dedikasi manusia terhadap kesempurnaan. Inilah yang membuat sebuah jam Rare Handcrafts memiliki nilai emosional yang melampaui fungsi teknisnya. Pameran ini membuktikan bahwa seni tradisional masih memiliki tempat penting dalam dunia modern. Koleksi ini bukan sekadar simbol kemewahan, tetapi sebuah penghormatan terhadap waktu, kreativitas, dan warisan keahlian manusia. Dalam dunia yang semakin cepat dan otomatis, Patek Philippe mengingatkan bahwa beberapa karya terbaik tetap membutuhkan kesabaran, ketelitian, dan sentuhan tangan manusia. SETIAP GORESAN UKIRAN, SETIAP LAPISAN ENAMEL, DAN SETIAP DETAIL DEKORATIF MENCERMINKAN DEDIKASI MANUSIA TERHADAP KESEMPURNAAN HALAMAN SAMPING Lukisan bailaora, penari Flamenco; Beberapa koleksi jam saku (pocket watch) termasuk Ref. 992/198J-001 “Flamenco” dari enamel cloisonné dan flinqué dengan lukisan miniatur pada enamel dan ukiran tangan, hingga Ref. 999/100G-001 dengan hiasan mutiara dalam berbagai ukuran HALAMAN INI DARI ATAS Jam saku Ref. 995/153J-001dari emas kuning, terinspirasi dari targe, perisai abad pertengahan simbol penduduk di Skotlandia; Suasana pameran di gedung bersejarah di rue du Rhône, menghadirkan demonstrasi langsung oleh para pengrajin Patek Philippe
99
SPECIAL REPORT
THE JOUR N E Y TH RO U GH T IME Rolex merayakan pembukaan pameran Oyster Story yang menandai peringatan seratus tahun koleksi Oyster, dalam sebuah acara gala megah yang tak terlupakan yang diadakan di Shanghai West Bund Dome
R
100
olex merayakan satu abad pencapaian manusia
yang berbentuk kubah yang telah ditata sedemikian rupa
dan teknologi melalui Oyster Story, sebuah kisah
dan menawarkan sebuah pengalaman multisensori yang
yang terus ditulis hingga hari ini. Perayaan megah
mendalam. Soprano terkenal dunia, Sonya Yoncheva,
acara pembukaan pameran koleksi Rolex yang ikonik,
membuka acara dengan menyanyikan lagu Hymne à
Oyster Story baru saja diselenggarakan di
l’amour yang mengharukan, diikuti oleh film yang dibuat
Shanghai West Bund Dome, dan menandai perayaan
khusus yang ditampilkan di layar besar yang di sekeliling
seratus tahun Oyster sekaligus tonggak sejarah bagi
bagian dalam gedung, membawa para tamu dalam
Rolex. Pembukaan pameran ini dirayakan dalam sebuah
perjalanan melalui warisan Oyster yang telah berlangsung
acara gala yang megah dan berkesan pada tanggal 9 Juni
selama seabad. Pameran ini mengungkap kisah epik
2026, dan dihadiri Rolex Testimonees, Sonya Yoncheva, Jia
Oyster dari sudut pandang yang baru, mulai dari berbagai
Zhang-Ke, dan Li Na, yang berkumpul untuk meresmikan
koleksi langka, jam tangan bersejarah dan kontemporer,
perayaan seratus tahun Oyster yang mengagumkan. Para
para pemakainya yang ikonik, hingga inovasi teknologi, dan
tamu diajak masuk ke dalam gedung West Bund Dome
instalasi interaktif.
PARA TAMU DIAJAK MASUK KE DALAM GEDUNG WEST BUND DOME YANG BERBENTUK KUBAH YANG TELAH DITATA SEDEMIKIAN RUPA DAN MENAWARKAN SEBUAH PENGALAMAN MULTISENSORI YANG MENDALAM
“Malam ini, kita tidak hanya merayakan seratus tahun Oyster, tetapi juga menghormati satu abad inovasi dan visi yang terus mendorong Rolex maju,” ujar Arnaud Boetsch, Direktur Komunikasi & Citra di Rolex SA. “Oyster tidak hanya membentuk identitas Rolex, tetapi juga mendefinisikan kembali masa depan pembuatan jam tangan. Sangat bermakna untuk merayakan tonggak sejarah ini di Shanghai, sebuah kota yang penuh energi, keterbukaan, modernitas, dan kepercayaan diri yang memiliki tempat istimewa dalam hubungan yang kuat dan langgeng antara Rolex dan Tiongkok. Saat kami membuka Oyster Story, kami merasa terhormat untuk berbagi momen ini dengan publik, menelusuri kembali perjalanan luar biasa ini, dan menatap dengan percaya diri ke masa depan yang terus diinspirasinya.” Malam itu mencapai puncaknya saat kami diajak keluar gedung untuk menyaksikan pertunjukan cahaya dari ratusan drone khusus, dengan latar langit malam, di sepanjang tepian Sungai Huangpu yang sangat mengagumkan, dengan menampilkan pemetaan proyeksi arsitektur untuk menceritakan kisah epik satu abad Oyster; mulai dari sebentuk jam tangan Oyster pertama pada tahun 1926 hingga renang bersejarah Mercedes Gleitze menyeberangi Selat Inggris; dari kronograf legendaris di lintasan balap hingga interaksi antara cakrawala Shanghai dan elemen dial Oyster. Pertunjukan pun mencapai
HALAMAN SAMPING Ruangan megah tempat pameran Oyster Story di Shanghai West Bund Dome HALAMAN INI DARI KIRI ATAS Pemandangan Shanghai West Bund Dome dari atas; Gedung tempat pameran Oyster Story di Shanghai West Bund Dome; Paviliun utama didedikasikan untuk Oyster – asal-usulnya, evolusinya, dan para pemakainya yang ikonik; Para tamu undangan menyaksikan pembukaan pameran Oyster Story
101
SPECIAL REPORT
PAMERAN OYSTER STORY AKAN MEMBAWA KITA DALAM PERJALANAN MELALUI INTUISI ASLI DARI SANG PENDIRI MEREK, HANS WILSDORF DAN MENGUNGKAPKAN BAGAIMANA VISI PERINTISNYA MENGARAH PADA TEROBOSAN PENTING
puncaknya dengan kehadiran mahkota Rolex yang bersinar dan lambang ‘100’ yang tergantung di langit, yang secara resmi meresmikan debut global pameran Oyster Story.
The Oyster Story Tahun 2026 adalah tahun penting bagi Rolex, karena tahun ini bertepatan dengan 100 tahun diciptakannya Oyster yang revolusioner, jam tangan kedap air pertama dari merek ini, yang berbentuk segi delapan dari tahun 1926. Demi merayakan ulang tahun penemuan yang sangat fundamental tersebut, Rolex mempersembahkan Oyster Story yang dikemas dalam sebuah pameran penting yang didedikasikan untuk menelusuri evolusi dan asal-usul dan warisan abadi jam tangan ini, yang 102
merupakan salah satu inovasi paling berpengaruh dalam
Penemuan casing Oyster pada tahun 1926 itu
pembuatan jam tangan. Pameran akan membawa kita
menandai terobosan besar dalam pembuatan jam
dalam perjalanan melalui intuisi asli dari sang pendiri
tangan. Casing jam tangan yang kemudian menjadi
merek, Hans Wilsdorf dan mengungkapkan bagaimana
nama jam tangan, dibuat sepenuhnya tahan air dan
visi perintisnya mengarah pada terobosan penting, yang
tahan debu berkat sistem pengencangan bezel, penutup
tidak hanya membentuk identitas Rolex, melainkan juga
belakang, dan kenop pemutar ke casing tengah. Lima
mendefinisikan kembali masa depan pembuatan jam
tahun kemudian, pengembangan sistem pengguliran
tangan. Kisah perjalanan dan evolusi Oyster dimulai dari
otomatis yang sepenuhnya baru, rotor Perpetual, semakin
‘renang pembuktian’ oleh seorang wanita muda bernama
meningkatkan kinerja jam tangan Rolex. Presisi, kedap
Mercedes Gleitze yang berusia 26 tahun yang menjadi wanita Inggris pertama yang berhasil menyeberangi Selat Inggris dengan mengenakan jam tangan Oyster pertama pada tahun 1926, hingga berbagai pencapaian dan keajaiban horologi modern yang diciptakan Rolex hingga saat ini. Jam tangan milik Gleitze itu adalah salah satu dari lebih dari 100 model jam tangan Rolex yang dipamerkan di pameran ini.
HALAMAN SAMPING DARI KIRI ATAS Pendiri Rolex, Hans Wilsdorf, 1904; Pada tahun 1927, perenang Inggris Mercedes Gleitze berangkat untuk menyeberangi Selat Inggris, mengenakan jam tangan Oyster; Hans Wilsdorf di bengkel Rolex, 1942; Ketahanan air setiap jam tangan yang sudah jadi diuji di dalam tangki hiperbarik HALAMAN INI DARI ATAS Oyster pertama, 1926
103
SPECIAL REPORT
air, dan kini mampu berjalan secara otonom, Oyster
ditingkatkan yang diperkenalkan oleh Rolex pada tahun
menjadi ‘Perpetual’, yang memberikan setiap pemakainya
2026. Memperluas kriteria presisi, tahan air, pengguliran
kebebasan bergerak sepenuhnya. Seiring waktu, jam
otomatis dan cadangan daya, kini juga mencakup
tangan Rolex Oyster menjadi tolok ukur di bidangnya,
ketahanan terhadap magnetisme, keandalan, dan daya
banyak di antaranya kini diakui sebagai ikon desain
tahan. Evolusi ini mencerminkan komitmen abadi merek
pembuatan jam tangan. Pameran ini mengeksplorasi
terhadap keunggulan dan pengejaran kinerja yang
bagaimana warisan inovasi ini berlanjut hingga saat
berkelanjutan dalam setiap dimensi.
ini melalui sertifikasi Superlative Chronometer yang
Kami dapat melihat langsung dan menelusuri perjalanan sejarah dari model-model jam tangan Rolex yang langka dan ikonik yang dipamerkan di paviliun utama yang khusus didedikasikan untuk Oyster, yang memamerkan model-model langka dan ikonik dengan kreasi kontemporer yang luar biasa. Mulai dari lantai pertama, dipajang secara eksklusif 100 potret pemakai jam tangan Rolex legendaris, bersama dengan serangkaian jam tangan dari model-model warisan dan kontemporer, serta jam tangan milik pribadi yang dipinjamkan untuk acara tersebut. Di paviliun ‘Superlative’ Anda dapat mengeksplorasi visi pembuatan jam tangan merek ini dan penguasaannya yang lengkap dalam pembuatan dan perawatan jam tangan Rolex, mulai dari casing,
104
bezel, gelang, dial, material, hingga mesin jam, dan setiap tahap pembuatan jam tangan dipamerkan di sini, hingga informasi tentang sertifikasi Superlative Chronometer. Tidak hanya itu, pengunjung juga dapat menyaksikan
SEIRING WAKTU, JAM TANGAN ROLEX OYSTER MENJADI TOLOK UKUR DI BIDANGNYA, BANYAK DI ANTARANYA KINI DIAKUI SEBAGAI IKON DESAIN PEMBUATAN JAM TANGAN
film yang menelusuri sejarah Oyster di ruang bioskop khusus, dan menyaksikan berbagai publikasi dan buku-
layar-layar besar berjajar di galeri, hingga jam tangan dan
buku penting Rolex di ruang Perpustakaan. Sembari
komponennya, kunjungan ke gedung pameran ini sungguh
mengelilingi ruang pameran, dan menyaksikan
menjadi sebuah pengalaman yang berkesan. Ajang ini menjadi saksi konsistensi Rolex dalam mengejar pencarian keunggulan yang tiada henti, dan membuka jalan bagi pencapaian baru dan membantu membentuk masa depan pembuatan jam tangan. HALAMAN SAMPING DARI KIRI ATAS Pameran Oyster Story di Shanghai West Bund Dome menampilkan jam tangan Rolex Oyster pertama, di tahun 1926; Rolex Testimonee Leonardo DiCaprio; Rolex Testimonee Yannick Nézet-Séguin; Sir Edmund Hillary dan Tenzing Norgay dilengkapi dengan jam tangan Oyster Perpetual selama ekspedisi bersejarah mereka ke Gunung Everest pada tahun 1953 HALAMAN INI DARI ATAS Pameran yang megah dibuka oleh Arnaud Boetsch, Direktur Komunikasi & Citra di Rolex SA dan dihadiri oleh para Rolex Testimonees, Jia Zhang-Ke, Li Na dan Sonya Yoncheva; Ruang bioskop khusus dimana pengunjung dapat menyaksikan film yang menelusuri sejarah Oyster
105
SPECIAL REPORT
O MEG A: W H E RE PRECI S I O N MEE TS H E RI TAGE
Kunjungan ke manufaktur OMEGA dan menyaksikan langsung bagaimana pembuat jam tangan paling dihormati di Swiss mengubah keahlian berabad-abad menjadi jam tangan modern
M
106
anufaktur OMEGA adalah salah satu pabrik
dari sekadar fasilitas produksi, kami disuguhi pameran
jam yang wajib dikunjungi setidaknya satu
hidup dari teknik, inovasi, dan keahlian Swiss.
kali dalam hidup Anda, dan Collector’s Guide-
Bangunan megah dan modern yang menjadi
WATCHES Indonesia beruntung mendapatkan undangan
manufaktur OMEGA dan berada di Biel-Bienne, Swiss ini
untuk berkunjung yang kedua kalinya. Kenapa kunjungan
sudah berdiri sejak tahun 1882, saat “Louis Brandt & Fils”
ini begitu penting, terutama bagi para kolektor jam
(perusahaan yang kita kenal sekarang sebagai OMEGA)
tangan? Karena selain reputasi merek yang telah lama
yang didirikan oleh Louis Brandt di La Chaux-de-Fonds
dikenal dalam dunia horologi sebagai pencatat waktu
tahun 1848 memindahkan lokasi pabrik pembuatan jam
resmi Olimpiade dan digunakan dalam berbagai misi luar
tangan dan kantor pusatnya ke alamat Rue Jakob-Stampfli
angkasa, termasuk program Apollo NASA, nilai seri jam
96 di Bienne, Swiss yang masih berdiri hingga saat ini.
OMEGA Speedmaster dan Seamaster sudah memiliki
Bangunan ini memamerkan arsitektur ikonik, dan fasilitas
komunitas kolektor yang sangat besar dan berhasil
produksi utamanya dirancang oleh arsitek ternama
mempertahankan nilai lebih baik dibanding banyak jam
Jepang, Shigeru Ban, yang menggunakan perpaduan
mewah lainnya. Maka kami dengan sangat antusias
material ramah lingkungan seperti kayu, baja, dan dinding
menyambut undangan ini, tentu saja untuk membagikan
kaca untuk memaksimalkan cahaya alami. Seluruh area
pengalaman berharga ini bagi seluruh pembaca yang
perakitan dijaga dalam lingkungan bebas debu dengan
menggemari dunia horologi. Manufaktur OMEGA lebih
sistem tekanan negatif. Sistem ini memastikan partikel debu
didorong keluar dari area kerja, bukan ditarik ke dalam. Kami diajak melihat fasilitas di jantung bangunan ini, dimana terdapat sistem penyimpanan otomatis setinggi 3 lantai. Ruangan canggih ini tahan api dan dikelola oleh mesin robotik untuk menyimpan ribuan suku cadang sebelum dirakit oleh para ahli. Di sini terlihat bagaimana keahlian manusia kini berinteraksi dengan bantuan robot pada tingkat tertinggi. OMEGA memasang sistem penyimpanan otomatis ini yang menjulang hingga 3 lantai bangunan, dengan kecepatan 4 meter per detik, dan beban kerja hingga 1.400 operasi per jam. Seperti sesuatu dari film fiksi ilmiah, gudang pusat tahan api ini berisi
Presisi mesin jam tangan OMEGA
lebih dari 30.000 kotak penyimpanan yang berisi semua
Pengalaman yang paling mengesankan termasuk
suku cadang yang diperlukan untuk pembuatan jam
mempelajari bagaimana merek jam yang pertama kali
tangan merek tersebut, dan hanya dua orang yang terlatih
mendarat di bulan ini memverifikasi kinerja setiap Master
khusus yang diizinkan masuk ke sistem gudang pusat.
Chronometer. Keunggulan jam tangan ini memang ada
Ini karena kadar oksigen di dalamnya telah dikurangi
di akurasi dan teknologi mesinnya, bukan sekadar nama
menjadi 15,2% untuk memastikan bahwa kebakaran
“Precision”. OMEGA dikenal sebagai salah satu produsen
tidak dapat terjadi atau menyebar. Kami semua dapat
jam Swiss yang sangat fokus pada ketepatan waktu.
menyaksikan dan mengagumi sistem penyimpanan dan
Banyak model jam tangan OMEGA telah lulus sertifikasi
lengan robot mereka yang beraksi melalui jendela yang dibangun khusus. Lengan robot itu digunakan untuk identifikasi dan pengemasan akhir setiap jam tangan. Sistem pembaca memastikan bahwa setiap jam tangan diambil dari jalur perakitan dan dikirimkan dengan garansi dan sertifikasi yang benar, serta semua kelengkapan lain yang diperlukan. Namun terlepas dari teknologi mutakhir ini, sentuhan manusia tetap penting. Perakitan, pengaturan, dekorasi, dan kontrol kualitas yang kritis masih bergantung pada para pembuat jam berpengalaman yang keahliannya telah dikembangkan selama bertahuntahun pelatihan.
DENGAN KECEPATAN 4 METER PER DETIK, DAN BEBAN KERJA HINGGA 1.400 OPERASI PER JAM, SISTEM PENYIMPANAN OTOMATIS INI MENJULANG HINGGA 3 LANTAI BANGUNAN HALAMAN SAMPING Manufaktur OMEGA yang modern dan megah di Biel/ Bienne, Swiss HALAMAN INI DARI KIRI ATAS Gedung lama pabrik OMEGA di tahun 1902; Biro teknik pembuatan jam tangan, tahun 1913; Bangunan memamerkan arsitektur ikonik, dan fasilitas produksi utamanya dirancang oleh arsitek Jepang, Shigeru Ban
107
SPECIAL REPORT
Master Chronometer, yang menguji akurasi, ketahanan
Master Chronometer menjalani serangkaian pengujian
terhadap medan magnet hingga 15.000 gauss, serta
sesuai standar METAS. Bahkan mulai tahun 2024,
performa dalam berbagai kondisi. Standarnya lebih ketat
OMEGA memperkenalkan Laboratoire de Précision, sebuah
dibanding sertifikasi chronometer biasa. Teknologi Co-
laboratorium presisi di dalam kompleks manufakturnya
Axial Escapement pada jam tangan OMEGA mengurangi
yang telah diakreditasi untuk melakukan pengujian
gesekan pada mesin sehingga servis bisa lebih jarang
chronometer secara independen sebagai alternatif
dan akurasi lebih stabil dalam jangka panjang. Kami
COSC. Laboratorium ini menjadi bagian penting dari
ditunjukkan bagaimana jam tangan diuji dengan medan
alur sertifikasi sebelum dan selama pengujian Master
magnet ekstrem, berbagai uji akurasi, evaluasi ketahanan
Chronometer. Saat kami melihat langsung keahlian,
air, dan pengukuran cadangan daya. Melihat Co-Axial
disiplin, dan berjam-jam waktu yang diinvestasikan dalam
Escapement, pegas keseimbangan silikon, dan teknologi
setiap mesin jam menciptakan apresiasi baru terhadap
anti-magnetik yang dijelaskan oleh para ahli memberi
apa yang ada di balik dial. Sebuah jam tangan bukan lagi
kami apresiasi yang lebih dalam terhadap rekayasa yang
sekadar aksesori mewah, ia menjadi puncak dari ribuan
membedakan merek ini.
proses yang dilakukan dengan cermat dan keahlian dari
Di fasilitas produksi juga terdapat laboratorium pengujian Master Chronometer. Di sinilah setiap jam 108
banyak spesialis. Alasan lain mengapa manufaktur ini menonjol adalah integrasi tradisi dan inovasi yang mulus.
KARENA TIDAK ADA JARUM DETIK, OMEGA MENGEMBANGKAN METODE PENGUJIAN AKUSTIK BARU MELALUI LABORATOIRE DE PRÉCISION UNTUK MENGUKUR PERFORMA MESIN OTOMATIS MASTER CHRONOMETER
1950-an, dengan bentuk pie-pan dial 12 sisi dan dog-leg lugs yang menjadi ciri khas Constellation vintage. Jam ini hanya memiliki dua jarum (jam dan menit), tanpa jarum detik, dan menjadi jam dua jarum pertama di dunia yang memperoleh sertifikasi Master Chronometer. Karena tidak ada jarum detik, OMEGA mengembangkan metode
Di satu ruangan, kami melihat para pengrajin mendekorasi
pengujian akustik baru melalui Laboratoire de Précision
mesin jam dengan teknik penyelesaian klasik yang telah
untuk mengukur performa mesin otomatis Master
dipraktikkan selama beberapa generasi. Di bengkel lain,
Chronometer dengan standar akurasi tinggi dan ketahanan
peralatan yang sangat otomatis memproses komponen
terhadap medan magnet, sesuai standar sertifikasi
hingga toleransi yang diukur dalam mikron. Kontras ini
METAS. Koleksi ini hadir dalam beberapa pilihan material,
menggambarkan bagaimana pembuatan jam tangan Swiss
antara lain O-MEGA Steel (baja eksklusif OMEGA),
terus berkembang sambil tetap menghormati warisannya.
berbagai bahan emas seperti Moonshine Gold 18K, Sedna Gold, Canopus Gold, hingga Platinum, dalam pilihan dial
OMEGA Constellation Observatory
biru, hijau, perak, dan keramik hitam. Sungguh sebuah
Di akhir kunjungan, kami mendapatkan kesempatan
pengalaman yang sangat berharga, kami yakin Anda pun
untuk melihat langsung dan mencoba berbagai koleksi
tertarik untuk berkunjung ke manufaktur megah ini.
jam terbaru OMEGA, termasuk koleksi Constellation Observatory baru yang diperkenalkan tahun ini sebagai interpretasi modern dari Constellation klasik era 1950an. Koleksi ini bukan sekadar reissue, tetapi memadukan desain vintage dengan teknologi terbaru dan sangat menarik bagi para kolektor. Yang membuat model ini istimewa, mulai dari desain yang terinspirasi Constellation
HALAMAN SAMPING DARI KIRI Ruangan canggih dikelola oleh mesin robotik untuk menyimpan ribuan suku cadang; Sertifikasi Master Chronometer; Kegiatan di Laboratorium pengujian Master Chronometer; Para pengrajin mendekorasi mesin jam; Lengan robot untuk identifikasi dan pengemasan akhir jam tangan HALAMAN INI Koleksi jam terbaru OMEGA Constellation Observatory dalam pilihan dial biru, hijau, perak, dan keramik hitam
109
SPECIAL REPORT
ITALIAN SOUL WITH SWISS PRECISION
Kunjungan ke manufaktur Panerai untuk menyelami keunggulan merek asal Italia ini dalam industri pembuatan jam tangan mewah, dan pesan dari COO Panerai, Jérôme Cavadini
B
110
ermula dari perangkat penting bagi Angkatan
karya horologi diciptakan dengan standar yang begitu
Laut Italia hingga menjadi fenomena kemewahan
tinggi. Bagi para penggemar dan kolektor jam, mesin jam
global, Panerai adalah salah satu merek jam
seringkali menjadi pusat emosional dari setiap kunjungan
tangguh yang istimewa dan patut dikoleksi, berkat presisi,
ke pabrik. Namun, di balik setiap jam tangan Panerai
tradisi, dan inovasi tanpa hentinya. Penerbit majalah
terdapat dunia yang jarang disaksikan oleh kolektor, yaitu
Collector’s Guide-WATCHES Indonesia diundang untuk
sebuah pabrik tempat rekayasa, keahlian, dan sejarah
mengunjungi manufaktur Panerai yang megah dan lengkap
bertemu di bawah satu atap.
di Neuchâtel, Swiss. Bagi kami dari media, dan pastinya
Menembus dinginnya pagi dan jauhnya jarak dari
para kolektor, kunjungan ke manufaktur akan mengubah
Jenewa ke Neuchâtel terobati saat kami tiba di lokasi.
makna kepemilikan dan persepsi kami tentang jam tangan
Sejak memasuki fasilitas manufaktur, terasa bahwa tempat
mekanik mewah. Kunjungan ini memberikan pengalaman
ini bukan sekadar pabrik, melainkan pusat inovasi yang
yang membuka perspektif baru tentang bagaimana sebuah
memadukan warisan desain Italia dengan presisi teknik
khas Swiss. Di sinilah setiap ide dikembangkan, setiap komponen dirakit, dan setiap jam tangan diuji sebelum akhirnya sampai ke tangan para kolektor di seluruh dunia. Kami disambut hangat oleh tim manajemen Panerai, dan sebelum memulai aktivitas, kami diminta mengenakan baju laboratorium warna putih, dan penutup sepatu khusus untuk menjaga lingkungan kerja bebas debu dan tetap steril, dan mencegah penyebaran kontaminan berbahaya. Setelah mendapatkan
menggunakan mesin jam dari pemasok seperti ETA dan
arahan singkat tentang apa saja yang akan kami saksikan
Valjoux. Kini Panerai banyak menggunakan mesin jam
di manufaktur sembari menikmati sarapan pagidan kopi di
yang dikembangkan dan dirakit sendiri, termasuk P.900,
salah satu ruang yang nyaman, kami pun siap menjelajahi
P.9010, P.9200, dan kaliber yang lebih rumit. Dan teknologi
manufaktur. Salah satu hal yang paling mengesankan
bukanlah satu-satunya kekuatan Panerai, justru sentuhan
adalah proses produksi yang terintegrasi. Mulai dari
manusialah yang menjadi nilai utama. Di ruang perakitan,
pengembangan mesin jam, riset material, perakitan,
para pembuat jam bekerja dengan penuh ketelitian
hingga pengujian kualitas dilakukan dalam satu lokasi.
di bawah mikroskop, menyusun ratusan komponen
Pendekatan ini menunjukkan komitmen Panerai untuk
berukuran sangat kecil menjadi sebuah mesin jam yang
menjaga kualitas di setiap tahapan produksi, sekaligus
hidup. Setiap gerakan tangan dilakukan dengan presisi luar
memastikan bahwa setiap detail memenuhi standar yang
biasa, mencerminkan bahwa seni membuat jam mekanis
telah ditetapkan. Setiap inovasi dimulai di “Laboratorio di Idee”, yang lebih dikenal sebagai Departemen Penelitian dan Pengembangan, dimana Panerai mengintegrasikan penelitian dan pengembangan, desain mesin jam, rekayasa prototipe, perakitan, pengujian, hingga kontrol kualitas
DI BALIK SETIAP JAM TANGAN PANERAI TERDAPAT DUNIA YANG JARANG DISAKSIKAN OLEH KOLEKTOR, YAITU SEBUAH PABRIK TEMPAT REKAYASA, KEAHLIAN, DAN SEJARAH BERTEMU DI BAWAH SATU ATAP
dalam satu fasilitas. Para insinyur bekerja bersama para pembuat jam, para desainer berkolaborasi dengan spesialis material, dan setiap departemen berkontribusi untuk mengubah ratusan komponen mikroskopis menjadi instrumen mekanik yang mampu berjalan terus menerus selama bertahun-tahun. Secara historis, Panerai
HALAMAN SAMPING Manufaktur Panerai yang megah di Neuchâtel, Swiss HALAMAN INI DARI KIRI Panerai Luminor Perpetual Calendar PAM 1575 yang kedap air; Uji tekanan di bawah air; Bagian-bagian pada Luminor Perpetual Calendar PAM 1575; Pengujian Panerai Annual Calendar
111
SPECIAL REPORT
masih sangat bergantung pada pengalaman, kesabaran,
GMT Navy SEALs Afniotech™ Experience Edition
dan keterampilan manusia. Di sana, para pembuat jam
PAM01089, Panerai memilih hafnium karena sifat fisik
yang sangat terampil bekerja bersama para insinyur dan
dan kimianya yang luar biasa, termasuk ketahanan yang
desainer untuk menciptakan instrumen yang mewujudkan
luar biasa terhadap korosi. Hal ini membuat material
karakter Italia dan ketelitian Swiss. Menyaksikan perakitan
tersebut sangat andal, karena dapat menahan kondisi
mekanisme seperti tourbillon, fungsi GMT, kalender abadi,
lingkungan yang menantang yang bahkan titanium
hingga mesin jam dengan cadangan daya tinggi Panerai
terbaik pun mungkin tidak dapat bertahan. Pengenalan
memberikan wawasan tentang kompleksitas haute
material perintis ini, yang kandungan hafniumnya tinggi
horlogerie. Merek jam mewah ini menunjukkan bahwa
(lebih dari 95%), menandai sebuah terobosan sejati
inovasi berjalan seiring dengan tradisi. Laboratorium
bagi industri pembuatan jam tangan, karena material ini
berfokus pada pengembangan material canggih dan
telah digunakan secara historis di bidang kelautan dan
modern, mulai dari Carbotech (komposit karbon), Fibratech
sebagai superalloy di berbagai sektor teknologi tinggi
(paduan kaca logam massal), BMG-Tech, titanium, hingga
seperti energi nuklir, aeronautika, kedirgantaraan, satelit,
eSteel (baja daur ulang), demi menghasilkan jam tangan
mikroelektronika, aplikasi medis, dan proses industri
yang lebih ringan, kuat, dan ramah lingkungan tanpa
canggih, di mana keandalan di bawah tekanan ekstrem
menghilangkan karakter khas Panerai. Semangat untuk
sangat penting. Yang membuat hafnium begitu istimewa
terus berinovasi inilah yang membuat merek ini tetap
adalah kelangkaannya. Tidak ada deposit hafnium khusus;
relevan di tengah perkembangan industri horologi.
hafnium hanya ditemukan dalam konsentrasi kecil –
COO Panerai, Jérôme Cavadini dalam wawancara
112
biasanya antara 1 dan 4 persen – bercampur dengan bijih
kami menjelaskan lebih jauh tentang bahan-bahan yang
zirkonium, yang sulit dipisahkan karena sifat kimianya
sangat mengesankan tersebut, “Mengenai material,
yang hampir identik. Karena hanya mewakili sebagian
tahun ini adalah pergeseran menuju logam langka dan
kecil kerak bumi, penambangan global tetap sangat
sulit didapatkan serta pendekatan konstruksi baru yang
terbatas, dengan produksi tahunan diukur dalam puluhan
tetap kredibel di lingkungan ekstrem. Bagi kami, inovasi
ton. Proses ini membutuhkan peralatan lima sumbu
hanya benar-benar bermakna ketika secara terukur
canggih, waktu produksi yang panjang, dan pengawasan
meningkatkan produk kami. Seperti pada Submersible
manusia yang berkelanjutan. Sementara titanium
tempa pada Luminor Forged Titanium PAM01629 kami
jam tangan mekanis adalah hasil perpaduan antara ilmu
menunjukkan inovasi yang berbeda: bukan sekadar
pengetahuan, rekayasa teknik, dan seni. Meninggalkan
tampilan baru, tetapi cara baru untuk membuat casing
gedung manufaktur Panerai, kesan yang tertinggal bukan
titanium, menggabungkan dua jenis titanium di bawah
hanya kekaguman terhadap teknologi yang digunakan,
panas dan tekanan untuk menghasilkan permukaan
tetapi juga penghormatan terhadap para insan di balik
seperti gelombang yang bervariasi dari satu jam tangan
setiap karya. Jam tangan Panerai tidak hanya dirakit
ke jam tangan lainnya. Inovasi tahun ini tetap setia pada
dari komponen, melainkan hasil dari keputusan yang tak
warisan Panerai dengan melestarikan kode fungsional
terhitung jumlahnya, pengerjaan yang teliti, dan pengujian
yang membuat Luminor begitu khas dan ikonik sejak awal:
ekstensif sebelum sampai ke pergelangan tangan kolektor.
casing bantalan, jembatan pelindung tombol, dial sandwich,
Bagi yang ingin mengikuti pengalaman imersif dengan
angka bercahaya, mesin manual, dan ketahanan air.”
durasi 2,5 jam, cukup membayar CHF 70.-/orang. Daftar
Warisan sejarah Panerai pun terasa kuat sepanjang
melalui situs resmi Panerai: www.panerai.com.
kunjungan. Filosofi merek yang berawal dari kebutuhan Angkatan Laut Italia akan instrumen yang andal dalam kondisi ekstrem tersebut masih dipertahankan hingga sekarang. Dari arsip merek dan prototipe, kami melihat beberapa jam tangan militer bersejarah, desain prototipe, tampilan evolusi mesin jam mereka hingga contoh awal Radiomir dan Luminor. Setiap jam tangan dirancang dengan
LABORATORIUM BERFOKUS PADA PENGEMBANGAN MATERIAL CANGGIH DAN MODERN, MULAI DARI CARBOTECH (KOMPOSIT KARBON), FIBRATECH (PADUAN KACA LOGAM MASSAL), BMG-TECH, TITANIUM, HINGGA ESTEEL (BAJA DAUR ULANG)
mengutamakan keterbacaan, ketangguhan, dan keandalan, kemudian melewati serangkaian pengujian seperti ketahanan air, akurasi, ketahanan terhadap guncangan, verifikasi cadangan daya hingga di ruang tekanan untuk jam tangan selam, untuk memastikan performanya sesuai standar. Lebih dari sekadar melihat proses produksi, kunjungan ini memberikan pemahaman bahwa sebuah
HALAMAN SAMPING Beberapa bahan jam termasuk emas, perunggu, baja dan keramik; Panerai Luminor Perpetual Calendar PAM 1575; COO Panerai, Jérôme Cavadini HALAMAN INI DARI KIRI Di ruang perakitan, pembuat jam bekerja menggunakan eye loupe; Proses uji tekanan pada jam; Uji ketahanan air; Bahan Luminova dalam warna hijau dan biru
113
SPECIAL REPORT
T RA CING TH E TRAI L O F TI M E Mengunjungi manufaktur Longines untuk mempelajari keunggulan dan produksi jam mereka dan menelusuri warisan Horologi Swiss di Museum yang megah di Saint-Imier, Swiss
K
esempatan langka yang didambakan oleh para
dengan ramah oleh tim manajemen Longines di kantor
jurnalis hingga kolektor dan penggemar jam
pusat mereka yang luas dan nyaman. Sembari menyesap
salah satunya adalah kunjungan ke tempat
kopi dan menikmati kudapan coklat khas Swiss, kami
pembuatan jam, untuk melihat langsung bagaimana jam
sempat terkejut saat dijelaskan jika Longines pertama
tangan tersebut diproduksi. Collector’s Guide-WATCHES
kali masuk ke Indonesia di era kolonial pada tahun 1912,
Indonesia diundang untuk berkunjung ke manufaktur dan
didistribusikan melalui peritel jam tangan terkemuka
museum Longines yang berlokasi di jantung Pegunungan
saat itu, Ancona di Surabaya dan Goldenberg & Co. di
Jura, Saint-Imier, Swiss, bukan hanya untuk melihat
Medan! Kehadirannya di Indonesia sejak awal abad ke-20
produk-produk terbaru, melainkan menyaksikan sejarah
membuktikan bahwa Longines sudah menjadi pilihan gaya
lahirnya merek, serta memahami bagaimana identitas
hidup bagi kalangan elit dan bangsawan di Nusantara.
merek yang dikenal dengan filosofi ‘Elegance is an Attitude’
114
ini dibangun selama hampir dua abad! Bangunan di Saint-
Museum Visit
Imier ini bukan sekadar museum, melainkan manufaktur
Setelah presentasi singkat tentang sejarah dan pencapaian
bersejarah yang masih aktif dan masih menjadi kantor
merek oleh Pemimpin Proyek Warisan merek dan
pusat dan lokasi produksi Longines. Pagi itu kami disambut
timnya, kami diajak menelusuri warisan dan awal sejarah
sendiri betapa rapi dan lengkapnya mereka mencatat dan menyimpan setiap nomor seri sebuah jam Longines vintage. Mereka dapat menelusuri tanggal produksi, kaliber, hingga tujuan pengiriman pertamanya, dan fasilitas arsip ini menjadi rujukan penting bagi kolektor jam Longines di seluruh dunia. Longines dikenal dengan karakter yang khas di dunia horologi Swiss, yaitu kemampuan mereka untuk memadukan warisan sejarah, elegansi, dan inovasi dalam satu kesatuan. Dan itu terbukti saat kami berkunjung ke museum dan menemukan ratusan koleksi jam horologi Swiss di museum mereka, tempat lahir Longines
tangan ikonik yang menggambarkan evolusi desain dan
sejak 1832 Kami masuk ke lokasi asli tempat Longines berkembang selama hampir dua abad, dimana setiap ruangnya dipenuhi cerita yang menggambarkan perjalanan merek. Seluruh museum dibagi berdasarkan tema utama Longines, yaitu Tradisi Pembuatan Jam Tangan, Inovasi, Petualangan, Olahraga, dan Keanggunan. Bagi
KEHADIRANNYA DI INDONESIA SEJAK AWAL ABAD KE-20 MEMBUKTIKAN BAHWA LONGINES SUDAH MENJADI PILIHAN GAYA HIDUP BAGI KALANGAN ELIT DAN BANGSAWAN DI NUSANTARA
kolektor, bagian yang paling berkesan sering kali adalah ruang arsip, karena memperlihatkan kesinambungan dokumentasi Longines selama lebih dari 150 tahun. Kami tidak hanya menyaksikan langsung arsip asli Longines yang telah berusia ratusan tahun dan catatan lengkap nomor seri setiap jam sejak abad ke-19, kami juga melihat
HALAMAN SAMPING Bangunan manufaktur dan museum Longines yang megah di Saint-Imier, Swiss HALAMAN INI Ruang kantor Longines yang luas, dan museum yang memiliki ruang arsip dengan dokumentasi selama lebih dari 150 tahun, dan berbagai koleksi utama Longines yang bersejarah
115
SPECIAL REPORT
MEREKA DAPAT MENELUSURI TANGGAL PRODUKSI, KALIBER, HINGGA TUJUAN PENGIRIMAN PERTAMANYA, DAN FASILITAS ARSIP INI MENJADI RUJUKAN PENTING BAGI KOLEKTOR JAM LONGINES DI SELURUH DUNIA
Charles Lindbergh dipamerkan, lengkap dengan jam navigasi yang membantu era awal penerbangan jarak jauh. Inilah salah satu etalase yang paling ramai dikelilingi pengunjung, yaitu Lindbergh Hour Angle Watch, jam yang dikembangkan bersama Charles Lindbergh setelah penerbangan trans-Atlantiknya, dan melihat langsung bezel
teknologi Longines, termasuk jam saku dari abad ke-19,
berukuran besar dan dial yang dipenuhi skala navigasi. Di
kronograf klasik, jam militer, jam penerbangan, hingga
lantai berikutnya, terdapat berbagai dokumen dan materi
model yang menjadi inspirasi koleksi Heritage saat ini.
promosi bersejarah, mulai dari poster iklan vintage, foto-
Longines juga dikenal sebagai pelopor pencatat waktu
foto bersejarah, medali penghargaan, hingga dokumen
olahraga (sports timing), dan masih menyimpan berbagai
bisnis asli yang menunjukkan perkembangan Longines dari
instrumen pencatat waktu olahraga yang menjadi bagian
perusahaan lokal menjadi merek global.
penting sejarah Longines sebagai Official Timekeeper.
116
Terlihat berbagai stopwatch mekanis, alat pencatat waktu
Manufacture Visit
elektronik awal, kamera photo finish, hingga berbagai
Setelah puas berkeliling di museum dan mengambil
instrumen yang digunakan dalam kompetisi olahraga
video dan foto-foto menarik (simak video lengkapnya di
internasional. Terdapat juga kisah penerbangan dan
platform sosial media kami: Instagram dan Faebook), kami
eksplorasi, karena merek jam ini memiliki hubungan erat
diajak menikmati makan siang di Brasserie de la Place
dengan dunia aviasi. Berbagai instrumen navigasi dan
di Saint-Imier. Kegiatan berikutnya menyusuri koleksi
kisah kolaborasi dengan para pionir penerbangan seperti
dan mengungkap benda-benda bersejarah yang luar
pengujian akurasi, dimana setiap jam tangan melewati serangkaian pengujian untuk memastikan performanya sesuai dengan standar kualitas Longines. Selain akurasi, jam juga diuji ketahanan air, fungsi mekanis, hingga inspeksi visual yang dilakukan secara menyeluruh sebelum dinyatakan siap dipasarkan. Di akhir kunjungan, kami juga diberi kesempatan untuk biasa. Setiap tahun, Longines merestorasi ratusan jam
melihat dan mencoba berbagai koleksi terbaru Longines
tangan antik di World Heritage Workshop ini. Setelah
dalam presentasi produk terbaru mereka, termasuk
menjelajahi arsip, kami memasuki bengkel tempat proses
koleksi jam tangan yang masih embargo. Kunjungan ini
restorasi berlangsung, dimana tim yang terdiri dari
memberikan gambaran mengenai bagaimana Longines
belasan pembuat jam dan dua ahli perhiasan dengan teliti
menjaga keseimbangan antara tradisi dan inovasi.
mengembalikan lebih dari 1.500 jam tangan ke kejayaan
Kombinasi antara heritage, craftsmanship, dan teknologi jam
aslinya. Di departemen khusus ini, setiap ahli dipercayakan
mereka menjadikan Longines tetap relevan dan dihormati
dengan restorasi satu jam tangan, memastikan ketelitian
oleh kolektor maupun pencinta jam tangan di seluruh dunia.
dan perawatan yang maksimal. Kami juga mengunjungi
Anda pun dapat menyelami warisan sejarahnya dengan
departemen produksi Longines “T2” untuk mengikuti tur
berkunjung langsung, secara pribadi atau tur berpemandu,
tahap perakitan dan pemasangan casing, tempat mesin
ke museum Longines di Saint-Imier, Swiss. Jam Buka: Senin
jam dipasangi pelat jam dan jarum, serta ditempatkan ke
- Jumat pukul 09.00 - 12.00 dan 13.30 - 17.00. Reservasi
dalam casing akhir. Proses produksi di manufaktur Longines
diperlukan untuk kunjungan museum, dan dapat memesan
ini dibagi menjadi beberapa tahap spesifik, yang diberi
tempat langsung di laman pemesanan Museum Longines
kode T0 hingga T4, dimana T0 adalah untuk pembuatan
resmi: www.longines.com.
komponen mekanik dasar. T1 khusus perakitan komponen menjadi mesin jam yang berfungsi. T2 khusus pemasangan pelat jam dan jarum, dan pemasangan casing mesin jam. T3 untuk pemasangan tali kulit atau gelang jam berbahan logam, dan tahap T4 adalah untuk dokumentasi akhir, kontrol kualitas, dan pengiriman. Ini adalah salah satu bagian yang paling menarik, saat proses pengaturan dan
HALAMAN SAMPING Setiap tahun, Longines merestorasi ratusan jam tangan antik di World Heritage Workshop ini, bengkel tempat proses restorasi HALAMAN INI DARI KIRI ATAS, SEARAH JARUM JAM Longines HydroConquest dengan gelang jam jaring Milanese baja; Restorasi di workshop Longines; Duta global Longines, Henry Cavill; Tampilan caseback dan dial jam Longines HydroConquest Commonwealth Games
117
SPECIAL REPORT
TIMELESS LUXURY MIDO menandai babak baru Ocean Star 200 di Seoul bersama Lee Jong Suk
S
ebuah jam tangan mungkin diciptakan untuk
berpegang pada kekuatannya: menghadirkan jam tangan
mengukur waktu, tetapi di balik setiap koleksi
mekanis dengan desain yang bersih, kualitas yang dapat
baru selalu tersimpan cerita yang jauh lebih
diandalkan, dan karakter yang bertahan melampaui
besar. Itulah yang terasa ketika MIDO memilih Seoul sebagai panggung peluncuran Ocean Star 200, sekaligus
Ocean Star 200 menjadi cerminan pendekatan
memperkenalkan aktor Lee Jong Suk sebagai Global
tersebut. Koleksi ini mempertahankan identitas sebagai
Ambassador. Perpaduan antara warisan horologi Swiss
jam tangan penyelam, namun dirancang agar tetap
dan energi kreatif Korea Selatan menghadirkan sebuah
nyaman dikenakan dalam aktivitas sehari-hari. Proporsi
momen yang terasa relevan dengan arah perkembangan
casing yang seimbang, dial biru dengan sentuhan aksen
industri jam tangan saat ini.
oranye, serta detail finishing yang rapi memperlihatkan
Di tengah pesatnya tren luxury watch yang semakin
118
pergantian tren.
bahwa MIDO memahami kebutuhan pemilik jam tangan
mengedepankan gaya hidup, MIDO tidak mencoba
modern—mereka yang menginginkan performa tanpa
tampil berlebihan. Sebaliknya, merek asal Swiss ini tetap
harus mengorbankan estetika.
Di balik tampilannya, Ocean Star 200 dibekali mesin otomatis Caliber 80 dengan cadangan daya hingga 80 jam, lengkap dengan teknologi Nivachron™ yang membantu menjaga akurasi dari pengaruh medan magnet. Ketahanan
MIDO MEMAHAMI KEBUTUHAN PEMILIK JAM TANGAN MODERN—MEREKA YANG MENGINGINKAN PERFORMA TANPA HARUS MENGORBANKAN ESTETIKA
air hingga 200 meter tetap menjadi ciri khas koleksi Ocean Star, mempertegas bahwa fungsi profesional masih menjadi bagian penting dari identitasnya. Pemilihan Lee Jong Suk sebagai wajah baru MIDO juga terasa alami. Sosoknya dikenal memiliki gaya yang
HALAMAN SAMPING DAN HALAMAN INI Suasana peluncuran koleksi terbaru dari MIDO Ocean Star 41mm dihadiri oleh CEO, Franz Linder dan Duta merek, Lee Jong-Suk, yang terlihat mengamati detil koleksi jam tangan terbaru MIDO
119
SPECIAL REPORT
sederhana namun elegan, sehingga mampu mewakili
Ocean Star 200 x Lee Jong-Suk
karakter Ocean Star 200 tanpa harus mencuri perhatian
Dalam sesi wawancara eksklusif, sang brand ambassador
dari produk itu sendiri. Dalam dunia horologi, kolaborasi
Lee Jong-Suk mengungkapkan bahwa hal pertama yang
yang paling berhasil bukanlah ketika seorang ambassador
menarik perhatiannya bukanlah desain jam tangan
menjadi pusat cerita, melainkan ketika kepribadiannya
semata, melainkan filosofi yang diusung MIDO. “Saya
mampu memperkuat identitas sebuah jam tangan. Itulah
sangat terkesan dengan filosofi merek MIDO, yaitu
yang tampak dalam kolaborasi ini.
konsistensi, presisi, dan nilai yang tak lekang oleh waktu.
Lebih dari sekadar peluncuran produk, acara di Seoul menunjukkan bagaimana MIDO terus membangun hubungan dengan generasi baru pencinta jam tangan.
karier saya sebagai seorang aktor,” ujarnya. Kesamaan nilai tersebut menjadi alasan mengapa
Di pasar yang semakin kompetitif, pendekatan tersebut
ia merasa memiliki kedekatan dengan identitas yang
menjadi penting. Konsumen kini tidak hanya mencari
dibangun MIDO selama bertahun-tahun. Berbicara
spesifikasi atau nama besar, tetapi juga nilai, cerita, dan
mengenai gaya pribadi, ia mengaku lebih menyukai
koneksi emosional yang membuat sebuah jam tangan
penampilan yang formal dan sederhana. Baginya, jam
layak dimiliki.
tangan bukan sekadar aksesori, tetapi elemen yang
Ocean Star 200 hadir dengan keseimbangan yang
120
Nilai-nilai tersebut juga saya pegang dalam perjalanan
menyempurnakan keseluruhan penampilan. “Saya biasanya
menarik antara tradisi dan modernitas. Ia tetap membawa
mengenakan pakaian dengan gaya yang simpel dan
DNA penyelam yang telah lama menjadi bagian dari sejarah
formal. Karena itu, saya memilih jam tangan yang dapat
MIDO, namun dikemas dalam desain yang lebih segar dan
melengkapi penampilan tanpa terlihat berlebihan,” katanya.
mudah diterima oleh generasi masa kini. Sebuah pengingat
Pada acara peluncuran tersebut, ia mengenakan
bahwa dalam dunia horologi, inovasi tidak selalu berarti
MIDO Ocean Star 200 dengan dial berwarna biru tua.
mengubah segalanya. Terkadang, yang dibutuhkan hanyalah
Menurutnya, warna tersebut berpadu sempurna dengan
menyempurnakan apa yang sudah terbukti baik, dan MIDO
busana yang dikenakannya hari itu, sehingga memberikan
melakukannya dengan elegan melalui Ocean Star 200.
tampilan yang elegan namun tetap modern. Selain
membahas dunia mode, ia juga mengenang pertemuannya dengan para penggemar di berbagai negara. Ia juga
dipadukan dengan berbagai gaya. Menutup wawancara, dengan ramah ia menyampaikan
mengungkapkan fakta menarik bahwa warna oranye,
pesan khusus kepada para penggemarnya di Indonesia.
yang merupakan identitas visual MIDO, ternyata juga
Ia mengenang liburannya di Bali sebagai salah satu
merupakan warna favoritnya. Menurutnya, kesamaan
perjalanan yang sangat berkesan. Keindahan laut dan
kecil tersebut menjadi salah satu hal yang membuatnya
langit malam di Pulau Dewata bahkan mengingatkannya
semakin dekat dengan merek tersebut.
pada peluncuran Ocean Star 200 yang mengusung
Saat ditanya mengenai kemungkinan kolaborasi desain bersama MIDO, ia mengungkapkan bahwa pembahasan
semangat petualangan di laut. Ia juga mengenang kunjungan resminya ke Jakarta,
masih berlangsung. Meski belum dapat memberikan
di mana ia selalu mendapat sambutan hangat dari para
detail lebih lanjut, ia mengisyaratkan bahwa para
penggemarnya. “Saya ingin mengucapkan terima kasih
penggemar dapat menantikan sesuatu yang menarik di
kepada seluruh penggemar di Indonesia atas sambutan
masa mendatang. Mengenai fashion, ia mengaku bahwa
yang selalu luar biasa. Saya sangat merindukan kalian dan
ketika masih muda dirinya lebih gemar bereksperimen
berharap bisa segera kembali,” tutupnya.
dengan gaya berpakaian. Kini, dengan dukungan para stylist profesional, pandangannya justru menjadi lebih sederhana. “Bagi saya, kesederhanaan adalah bentuk kemewahan yang sesungguhnya,” ujarnya. Filosofi tersebut juga tercermin dalam cara ia
SOSOKNYA DIKENAL MEMILIKI GAYA YANG SEDERHANA NAMUN ELEGAN, SEHINGGA MAMPU MEWAKILI KARAKTER OCEAN STAR 200
memadukan jam tangan dengan busana. Menurutnya, desain MIDO akan lebih menonjol ketika dikenakan bersama outfit yang simpel dan elegan. Ketika diminta mendeskripsikan jam tangan yang dikenakannya dalam tiga kata, ia memilih diver watch, elegan, dan cocok
HALAMAN SAMPING DAN HALAMAN INI Acara berlangsung meriah di Aston House, Walkerhill, Seoul, dan Duta merek, Lee Jong-Suk mengenakan Ocean Star 41mm dengan pilihan dial biru laut yang elegan. Keindahan jam terlihat hingga bagian belakang casing, dengan ukiran bintang laut
121
COLLECTOR’S CORNER
E A STER N TI M E PH I LO S O P H Y Dari Shenzhen ke Jenewa, BEHRENS menghadirkan wajah baru horologi modern dalam dua karya terbarunya
D
122
idirikan di Shenzhen pada 2012 oleh Lin
Lewat dua kreasi terbarunya, BEHRENS tidak sekadar
Bingqiang, BEHRENS muncul sebagai salah
menghadirkan jam tangan mekanis dengan teknik tinggi,
satu pemain yang paling tidak konvensional
namun juga menawarkan sebuah pengalaman yang
dalam industri pembuatan jam tangan independen
melebur antara seni, budaya, material mutakhir, hingga
kontemporer. Dibangun seputar filosofi kreasi orisinal,
filosofi tentang waktu itu sendiri. Yang pertama adalah
merek ini memadukan penelitian yang dilakukan secara
kolaborasi BEHRENS dengan master watchmaker Vianney
in-house, inovasi mekanis, dan desain industri revolusioner
Halter melalui Master Collection KWH Limited Edition.
untuk menantang ide-ide tradisional di dunia horologi.
Arloji ini memiliki desain yang terinspirasi dari meteran
Selama satu dasawarsa terakhir, desainnya yang berani
listrik antik, ikon peradaban industri abad ke-20. Bentuk
dan kerumitannya yang inventif telah membuat merek
kotaknya dipadukan dengan tata mekanis kompleks yang
tersebut semakin diakui di dunia, berpuncak pada debut
diwujudkan menjadi objek kontemporer di pergelangan
bersejarahnya di Watches and Wonders Geneva 2026
tangan. Tampilannya terasa familier tetapi juga terkesan
sebagai perusahaan jam tangan independen pertama
futuristis, seolah menghubungkan memori masa lalu
China yang berpartisipasi dalam gelaran tersebut.
dengan visi masa depan. BEHRENS menghadirkan dua
MASTER COLLECTION KWH MENYIMPAN KOMPLEKSITAS MEKANIS LUAR BIASA, DENGAN MESIN PENGGERAK MANUALWINDING CALIBER BM06 YANG DIKEMBANGKAN BERSAMA OLEH BEHRENS DAN VIANNEY HALTER
versi material untuk koleksi ini, yakni tantalum alloy dan keramik berketahanan tinggi. Versi tantalum tampil dalam warna Lazuline Blue. Nuansa metalik gelap alami dari material tersebut memberi kesan mewah namun tak mencolok. Sementara itu, versi keramik hadir lewat warna
jarum terus bertemu dan berpisah, menciptakan formasi
Aqua Green yang lebih lembut, terinspirasi estetika Timur
belah ketupat yang muncul lalu menghilang berulang kali.
seperti jalan batu basah Jiangnan selepas hujan atau glasir
Filosofi Timur juga diterjemahkan lewat struktur dial
seladon dari tungku Ru kuno. Jika Master Collection KWH berbicara tentang
yang mengandalkan permainan sudut lancip dan tumpul. Koleksi ini hadir dalam versi titanium Grade 5 dan graphene
nostalgia, maka Inventor Collection “Pupil Ultralight”
monolayer composite. Versi graphene menjadi salah satu
mengambil inspirasi dari peradaban Shu kuno dan artefak
inovasi paling menarik. Tanpa menyertakan tali jam tangan,
legendaris dari Sanxingdui. Dalam kebudayaan Shu,
bobot casing-nya hanya sekitar 8 gram, sangat ringan.
simbol mata memiliki makna spiritual mendalam, bukan
BEHRENS juga menambahkan lembaran emas
hanya sebagai organ penglihatan, tetapi juga lambang
maupun platinum ke atas permukaan graphene matte
persepsi kosmis dan hubungan dengan dunia keilahian.
gelap. Versi emas memancarkan kontras yang kuat dengan
Dari sinilah terlahir Bronze Diamond Eye yang menjadi
dasar warna yang lembut, menghasilkan lapisan artistik
elemen utama desain arloji tersebut. Jarum jam dan
yang mewah dan berkelas. Sementara versi platinum
menit didesain menyerupai bentuk mata geometris khas
menghadirkan kilau keperakan yang dingin, menciptakan
Sanxingdui. Saat bergerak melintasi muka arloji, kedua
estetika yang tegas sekaligus elegan.
HALAMAN SAMPING Dua tampilan jam tangan Master Collection KWH Limited Edition hasil kolaborasi BEHRENS dengan master watchmaker Vianney Halter HALAMAN INI DARI ATAS Desain mesin jam Master Collection KWH Limited Edition terinspirasi dari meteran listrik antik, ikon peradaban industri abad ke-20; Jam tangan Inventor Collection “Pupil Ultralight” mengusung Bronze Diamond Eye yang menjadi elemen utama desain jam tangan ini
123
Penulis: Yessar Rosendar
COLLECTOR’S CORNER
AS SMOOTH AS SILK
Keindahan kain sutra Tomioka menjadi inspirasi utama bagi merek jam Seiko dalam menciptakan empat arloji Presage terbaru mereka
S
124
eiko kembali menghadirkan perpaduan antara
Sutra Tomioka sendiri diproduksi secara eksklusif
keahlian horologi mekanis dan kekayaan budaya
dari kepompong ulat sutra lokal yang dibudidayakan
negaranya melalui empat model terbaru dalam
di sekitar Tomioka Silk Mill, Prefektur Gunma, Jepang.
koleksi Presage Classic Series yang elegan dan klasik.
Material ini dikenal karena seratnya yang halus, seragam,
Kali ini, inspirasi desainnya berasal dari Sutra Tomioka,
serta memiliki kilau lembut yang khas. Kualitas tersebut
salah satu sutra terbaik Jepang yang telah menjadi simbol
merupakan hasil dari keterampilan para pengrajin yang
keahlian pengrajin serta warisan budaya Negeri Sakura
telah diwariskan selama beberapa generasi. Tomioka Silk
selama lebih dari satu abad. Keempat dress watch terbaru
Mill sendiri memiliki nilai sejarah yang besar bagi Jepang.
ini menampilkan dial yang terinspirasi oleh tekstur,
Didirikan pada tahun 1872, pabrik ini menjadi pusat
kilau, dan kelembutan Sutra Tomioka. Salah satu model,
perkembangan industri sutra nasional dan memainkan
Seiko Presage Classic Series “Tomioka Silk Promotion
peran penting dalam modernisasi ekonomi Jepang.
Organization” Limited Edition HCC008 hadir sebagai edisi
Karena signifikansinya, kawasan ini ditetapkan sebagai
terbatas sebanyak 2.000 unit, sementara tiga model lainnya
Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 2014. Untuk
akan menjadi bagian dari lini reguler Presage Classic Series.
menjaga keberlangsungan tradisi tersebut, Tomioka Silk
SEIKO MENCIPTAKAN POLA DIAL YANG DIRANCANG UNTUK MENIRU LIPATAN ALAMI DAN TEKSTUR HALUS KAIN SUTRA TOMIOKA YANG DITENUN DENGAN SANGAT RAPAT dari penyamakan bersertifikasi Leather Working Group (LWG), organisasi nirlaba yang mendorong praktik produksi kulit yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan. Kombinasi tali cokelat dan lapisan warna rose gold pada casing memberikan kesan klasik sekaligus elegan. Selain model edisi terbatas, Seiko juga memperkenalkan tiga model umum yang menggunakan pola dial serupa. Ketiganya hadir dengan warna yang memiliki makna khusus dalam budaya dan kerajinan tradisional Jepang. Warna pertama adalah Shironeri, putih bersih yang melambangkan kemurnian benang sutra setelah proses pemurnian. Warna kedua, Wakatake-iro, menampilkan hijau segar yang telah lama digunakan dalam pewarnaan kimono Jepang. Sementara itu, warna ketiga, Sakurairo, menghadirkan nuansa merah muda lembut yang terinspirasi dari bunga sakura dan telah menjadi bagian dari estetika Jepang selama berabad-abad. Khusus model Sakura-iro, Seiko melengkapinya dengan tali kulit cokelat tua yang terinspirasi dari batang pohon sakura. Sama seperti model edisi terbatas, tali tersebut menggunakan kulit dari penyamakan yang telah memperoleh sertifikasi LWG. Keempat model baru ini menggunakan casing Promotion Organization didirikan pada tahun 2021 guna
berdiameter 38 mm, ukuran baru yang menambah variasi
mendukung seluruh rantai produksi sutra, mulai dari
dalam lini Presage Classic Series. Di balik tampilannya
budidaya ulat sutra hingga pemasaran produk jadi.
yang elegan, seluruh jam tangan ditenagai oleh mesin
Model edisi terbatas HCC008 menjadi sorotan
otomatis Caliber 6R51 yang menawarkan cadangan daya
utama dalam peluncuran ini. Seiko menciptakan pola dial
hingga sekitar 72 jam. Dilengkapi kaca safir melengkung
yang dirancang untuk meniru lipatan alami dan tekstur
ganda dengan lapisan anti-reflektif pada bagian dalam,
halus kain sutra Tomioka yang ditenun dengan sangat
jam tangan ini kedap air hingga 100 meter, dan memiliki
rapat. Dial berwarna putih tersebut terinspirasi oleh
ketahanan terhadap daya magnet hingga 4.800 A/m.
sutra yang dihasilkan dari varietas ulat sutra langka yang
Bagian belakang casing transparan memamerkan
dibudidayakan di Prefektur Gunma. Untuk menghadirkan
pergerakan mesin mekanis di dalamnya.
kesan mewah, permukaan dial dilapisi material berkilau menyerupai mutiara yang memantulkan cahaya dengan elegan. Hasilnya adalah tampilan yang lembut namun tetap memancarkan karakter premium yang kuat. Jam tangan ini dipadukan dengan tali kulit berwarna cokelat tua yang terinspirasi oleh fasad bata merah Tomioka Silk Mill. Tali tersebut menggunakan kulit yang berasal
HALAMAN SAMPING DARI KIRI Seiko Presage Classic Series, HCC001 dalam warna Shironeri putih bersih, dan HCC002 dalam warna Wakatake-iro hijau segar HALAMAN INI Seiko Presage Classic Series “Tomioka Silk Promotion Organization” Edisi Terbatas HCC008, dengan dial yang terinspirasi oleh tekstur, kilau, dan kelembutan Sutra Tomioka
125
Penulis: Billy Saputra
COLLECTOR’S CORNER
COLOR IN TWO DIRECTIONS
Dua cara berbeda Rado untuk membawa warna bermain dengan cahaya dan tekstur, melalui dua koleksi jam tangan baru Captain Cook dan DiaStar Original Skeleton 126
A
da kalanya kehadiran warna dapat
tidak diarahkan pada bentuk keseluruhannya, melainkan
disempurnakan oleh peran serta elemen lain.
pada karakter visual. Rado memperkenalkan pelat jam
Sebagian memperlihatkan karakternya ketika
baru dengan permukaan keemasan yang berbeda dari
cahaya bergerak, sementara yang lain memilih tampil
versi-versi sebelumnya, memberikan dimensi visual
melalui kontras yang tegas. Perbedaan itu menjadi fondasi
yang lebih dinamis tanpa mengubah siluet khas Captain
kuat yang melandasi dua rilisan terbaru Rado, Captain
Cook. Perubahan karakter tersebut terutama berasal
Cook dan DiaStar Original Skeleton Limited Edition.
dari cara pelat jam berinteraksi dengan cahaya. Alih-alih
Captain Cook mengandalkan pelat jam bertekstur
menggunakan permukaan berwarna emas yang rata,
keemasan yang terus berubah mengikuti pantulan
Rado membentuk tekstur menyerupai serbuk berlian
cahaya, sedangkan DiaStar Original Skeleton membingkai
melalui proses penyelesaian bertahap sehingga pantulan
mesin jam terbuka dengan tiga kombinasi warna yang
cahayanya terus berubah mengikuti sudut pandang. Efek
berbeda. Keduanya menunjukkan bagaimana perubahan
tersebut semakin diperkuat oleh kristal safir berbentuk
karakter dapat lahir dari cara warna, tekstur, dan material
box-shaped dengan lapisan antirefleksi pada kedua sisinya,
dipadukan untuk membentuk pengalaman visual yang
yang memungkinkan detail permukaan tetap terlihat dari
berbeda di dalam satu bahasa desain Rado.
berbagai arah. Hasilnya bukan sekadar permainan warna, melainkan kesan seolah pelat jam memiliki kedalaman dan
Rado Captain Cook Pertama kali diperkenalkan pada 1962, lini Captain Cook
gerak yang terus berubah ketika dikenakan. Di balik pembaruan visual tersebut, Captain Cook
mempertahankan sejumlah elemen yang terus menjadi
tetap mempertahankan fungsi koleksi ini sebagai jam
identitasnya, mulai dari bezel berputar, indeks yang
tangan penyelam. Rado memperkenalkan diameter baru
mudah dibaca, hingga proporsi jam tangan penyelam yang
39 mm yang melengkapi pilihan 37 mm dan 43 mm,
sederhana. Karena itu, perubahan pada rilisan terbaru ini
menawarkan proporsi berbeda sekaligus memperluas RADO MEMBENTUK TEKSTUR MENYERUPAI SERBUK BERLIAN MELALUI PROSES PENYELESAIAN BERTAHAP SEHINGGA PANTULAN CAHAYANYA TERUS BERUBAH MENGIKUTI SUDUT PANDANG HALAMAN SAMPING Model mengenakan Rado Captain Cook dengan diameter baru 39 mm dalam versi gelang baja nirkarat HALAMAN INI Dikemas dalam kotak khusus dan dilengkapi dengan pilihan tali jam karet warna hitam, dial jam keemasan menyerupai serbuk berlian, dan bagian belakang case dihiasi ukiran kuda laut
127
COLLECTOR’S CORNER
PROSES SKELETONISASI MEMBUKA SEBAGIAN BESAR ARSITEKTURNYA SEHINGGA RODA GIGI DAN KOMPONEN MEKANIS DAPAT DIAMATI KETIKA BERGERAK
serta tampilan indeks bak melayang, yang mengarahkan pandangan menuju mekanisme di bagian tengah. Warna tidak hadir sebagai aksen dekoratif, melainkan menjadi bagian dari komposisi yang membantu memperjelas struktur mesin jam, sehingga setiap elemen visual
kenyamanan pemakaian bagi lebih banyak ukuran
memiliki hubungan yang lebih erat dengan konstruksi
pergelangan tangan. Fleksibilitas tersebut dilengkapi
jam tangan itu sendiri. Di balik komposisi warna tersebut,
sistem EasyClip yang memungkinkan gelang baja
mesin jam menjadi pusat perhatian yang sesungguhnya.
nirkarat bergaya butiran beras diganti dengan temali
Ketiga model jam tangan ini menggunakan mesin jam
karet hitam tanpa bantuan alat, sehingga jam tangan
otomatis R808 dengan cadangan daya hingga 80 jam dan
dapat beradaptasi dengan situasi yang berbeda. Mesin
Nivachron™ hairspring, sementara proses skeletonisasi
jam otomatis R763 dengan Nivachron™ hairspring,
membuka sebagian besar arsitekturnya sehingga roda gigi
cadangan daya 80 jam, dan ketahanan air hingga 300
dan komponen mekanis dapat diamati ketika bergerak.
meter memastikan perubahan karakter visual tersebut
Keterbukaan tersebut tidak hanya memperlihatkan
tetap diimbangi oleh performa yang sesuai dengan fungsi
bagaimana mesin jam bekerja, tetapi juga memperkuat
Captain Cook sebagai jam tangan penyelam.
hubungan antara desain dan mekanika yang ingin ditonjolkan Rado melalui koleksi ini. Setiap model
Rado DiaStar Original Skeleton Limited Edition
diproduksi sebanyak 555 buah dan dilengkapi sertifikat
Tiga model terbaru DiaStar Original Skeleton Limited
edisi terbatas, yang juga ditegaskan lewat pengukiran di
Edition memamerkan kombinasi warna yang membingkai
bagian belakang case-nya.
mesin jam skelet di balik pelat jam. Masing-masing versi menghadirkan identitas visual yang berbeda melalui perpaduan biru, hijau, dan merah, dipadukan dengan bezel Ceramos™, pelat jam annular (menyerupai cincin), 128
HALAMAN INI Tiga model terbaru Rado DiaStar Original Skeleton Limited Edition dalam kombinasi warna yang membingkai mesin jam skelet di balik pelat jam
COLLECTOR’S CORNER
DENGAN UKURAN HANYA 37 MM, JAM TANGAN INI MENGINGATKAN PADA PROPORSI YANG DIKENAKAN OLEH PARA PENYELAM PROFESIONAL SELAMA TAHUN 1960-AN
DIVE DEEP Squale SUB-37 Legend menampilkan perpaduan antara jiwa klasik dan presisi modern
jarum jam bercahaya berukuran besar terlihat jelas ketika visibilitas berada pada titik terburuknya. Bezel searah jarum jamnya berbunyi klik dengan presisi yang meyakinkan, dan di bawah dial berdetak mesin otomatis
B
Swiss Sellita SW200 yang terpercaya, memberikan kinerja agi para kolektor yang menghargai warisan, keahlian, dan keanggunan yang bersahaja, di era di mana jam tangan selam semakin menjadi
yang andal. Meskipun penampilannya bernostalgia, SUB-37 Legend adalah jam tangan selam kontemporer. Casing baja
lebih besar dan lebih berani, Squale adalah pilihan yang
tahan karat 316L-nya dirancang untuk tahan terhadap
sempurna. Kembali ke zaman keemasan eksplorasi bawah
kedalaman 300 meter, sementara Super-LumiNova
laut, koleksi SUB-37 Legend terbaru ini bukan tentang
memastikan keterbacaan yang luar biasa bahkan setelah
membuat pernyataan melalui ukuran, melainkan tentang
matahari terbenam. Melengkapi paket ini adalah tali jam
merayakan keaslian. Dengan ukuran hanya 37 mm, jam
karet Bonetto Cinturini buatan Italia, yang dihargai oleh
tangan ini mengingatkan pada proporsi yang dikenakan
para penggemar selam karena kenyamanan, daya tahan,
oleh penyelam profesional selama tahun 1960-an, ketika
dan warisannya.
keandalan jauh lebih penting daripada penampilan di pergelangan tangan. Casing jam yang ringkas dengan mudah diselipkan
Squale merangkul prinsip-prinsip desain abadi yang telah mendefinisikan jam tangan selam hebat selama beberapa generasi. Hasilnya adalah jam tangan yang
di bawah manset kemeja, menawarkan karakter tool
terasa nyaman dipakai di bawah pakaian selam, dipadukan
watch sejati. Ini bukti bahwa kepercayaan diri tidak perlu
dengan pakaian kasual akhir pekan, atau menemani
lantang. Setiap detail telah dipertimbangkan dengan
pemiliknya dalam petualangan sehari-hari. SUB-37
cermat. Kristal safir cembung menciptakan kembali
Legend bukan sekadar jam tangan selam yang terinspirasi
kehangatan akrilik klasik sambil memberikan ketahanan
vintage. Ini adalah pengingat bahwa legenda sejati tidak
goresan modern. Dial yang bersih tanpa tanggal
diukur dari ukurannya, tetapi dari kisah-kisah yang terus
meminimalkan gangguan, memungkinkan penanda dan
mereka ceritakan. 129
Penulis: Billy Saputra
S PECI AL R E P ORT
NEW WAVE FROM GRAND SEIKO Grand Seiko membawa Ushio 300 dan sebagai novelties 2026 dari Jenewa ke Jakarta dalam sebuah pratinjau eksklusif untuk media
D
i balik fasad bernuansa biru yang menghadap
Di bawah pencahayaan ruang presentasi, perbedaan
koridor Pacific Place, sejumlah perwakilan media
antara kedua model tersebut langsung terlihat melalui
berkumpul untuk melihat lebih dekat Grand
paras pelat jamnya. Salah satunya menampilkan gradasi
Seiko Novelties 2026. Beberapa koleksi yang sebelumnya
biru yang semakin menggelap menuju bagian tepi,
diperkenalkan pada Watches and Wonders Geneva 2026
sementara yang lain hadir dalam nuansa hijau yang
telah menempati ruang presentasi pagi itu, berdampingan
lebih terang namun tetap menenangkan. Keduanya
dengan sejumlah material pameran dan jam tangan
merupakan interpretasi terbaru dari tema Ushio yang
historis yang turut dibawa ke Jakarta. Namun perhatian
telah menjadi bagian dari koleksi penyelam Grand Seiko
utama segera mengarah pada dua model terbaru Ushio
sejak 2022. Dalam bahasa Jepang, ushio memiliki arti
300 yang ditempatkan di bagian tengah ruangan. “Kami
pasang surut, merujuk pada perairan yang mengelilingi
ingin memperkenalkan jam tangan Grand Seiko terbaru
kepulauan Jepang dan selama ini menjadi sumber inspirasi
yang kami bawa dari Watches and Wonders Geneva,” ujar
yang koleksi Grand Seiko kali ini. Jika model SLGB023
Kevin Lie, Direktur dari PT Asia Jaya Ikon. Dari seluruh
menangkap kesan kedalaman biru laut, maka SLGB025
koleksi yang hadir, Ushio 300 menjadi salah satu rilisan
mengarah pada karakter hijaunya perairan pesisir yang
yang paling banyak dibicarakan sepanjang sesi presentasi
lebih dangkal. Meski tetap mempertahankan karakter jam
di pagi hari tersebut.
tangan selam Grand Seiko yang tegas dan khas, kedua
130 CGW MAGAZINE
PENGGUNAAN MATERIAL HIGHINTENSITY TITANIUM PADA CASE MAUPUN GELANGNYA. MATERIAL INI MEMILIKI BOBOT SEKITAR 30 PERSEN LEBIH RINGAN DIBANDING BAJA NIRKARAT
Akurasi menjadi salah satu pembahasan utama sepanjang presentasi Ushio 300. Kedua model ini menggunakan Caliber 9RB1 yang mengusung penanda U.F.A. atau Ultra Fine Accuracy dan mencatat tingkat presisi hingga ±20 detik per tahun. Angka tersebut menjadikannya salah satu mesin jam bertenaga mainspring paling akurat yang pernah diproduksi Grand Seiko. Saat menjelaskan koleksi tersebut, Russell Ng, Manajer Pemasaran & Komunikasi model ini terasa berbeda ketika pertama kali diangkat dari
Grand Seiko Asia-Pacific Singapura mengatakan, “Kaliber
meja presentasi. Proporsinya lebih ringkas dan bobotnya
9RB1 yang digunakan pada Ushio 300 merupakan versi
terasa lebih ringan dibanding yang biasa ditemukan pada
pengembangan dari mesin jam 9RB2 yang pertama kali
jam tangan penyelam berukuran serupa. Kesan tersebut
kami perkenalkan melalui koleksi Ice Forest tahun lalu.”
berasal dari diameter 40,8 mm dan penggunaan material High-Intensity Titanium pada case maupun gelangnya. Material ini memiliki bobot sekitar 30 persen lebih ringan dibanding baja nirkarat, sekaligus mempertahankan ketahanan yang dibutuhkan sebuah jam tangan selam. “Banyak penggemar Grand Seiko yang sudah lama menantikan jam tangan selam dengan diameter 40,8 mm seperti ini,” Kevin Lie menambahkan.
HALAMAN SAMPING Grand Seiko Mono-Salon di Pacific Place Mall, Jakarta HALAMAN INI DARI ATAS Dua model terbaru jam tangan selam Grand Seiko Ushio 300, yaitu SLGB023 dalam warna biru laut, dan SLGB025 dalam warna hijau; Kevin Lie, Direktur dari PT Asia Jaya Ikon memperkenalkan jam tangan Grand Seiko terbaru, didampingi Riaz Mohd, Manajer Perencanaan Bisnis Regional di Grand Seiko Asia Pasifik, dan Rusel Ng, Manajer Pemasaran & Komunikasi di Grand Seiko Asia-Pacific
CGW MAGAZINE
131
S PECI AL R E P ORT
DALAM BAHASA JEPANG, USHIO MEMILIKI ARTI PASANG SURUT, MERUJUK PADA PERAIRAN YANG MENGELILINGI KEPULAUAN JEPANG DAN MENJADI SUMBER INSPIRASI YANG KOLEKSI GRAND SEIKO
ini menjelaskan sejarah Grand Seiko, Evolution 9, Masterpiece Collection, hingga model-model ikonis seperti Shunbun dan Snowflake,” ujar Russell Ng. Melalui lebih dari 320 halaman dan ratusan foto arsip, publikasi tersebut turut merangkum banyak hal yang menjadi pembahasan sepanjang sesi pratinjau hari itu.
Dikembangkan dan dirakit secara manual di Shinshu Watch Studio, Nagano, mesin jam ini menunjukkan bagaimana Grand Seiko terus menyempurnakan teknologi Spring Drive yang telah menjadi salah satu identitas andalan merek tersebut. Selain mesin jam baru, Grand Seiko juga menghadirkan sejumlah pembaruan pada gelang Ushio 300. Riaz Mohd, Manajer Perencanaan Bisnis Regional di Grand Seiko Asia Pasifik menjelaskan, “model ini dibekali oleh penjepit penyesuaian mikro tiga langkah yang memungkinkan penyesuaian ekstensi hingga 24 mm tanpa bantuan alat, sekaligus mempertahankan mekanisme penguncian yang lebih aman saat digunakan.” Di penghujung presentasi, perhatian kemudian beralih pada sebuah buku Grand Seiko yang diterbitkan bersama ERG Media. “Buku 132 CGW MAGAZINE
HALAMAN INI Para penggemar jam tangan dan kolektor yang hadir dapat melihat dan mencoba langsung jam-jam Grand Seiko terbaru yang terdapat di butik, dan berbincang dengan team Grand Seiko; Mesin jam Spring Drive U.F.A., Caliber 9RB1; Lambang singa terukir pada bagian belakang case jam; Lumibrite pada indeks dan jarum jam untuk keterbacaan yang luar biasa dalam kondisi pencahayaan apa pun
TIME FOR FASHION 133
@Richard Mille
• Fashion Forward Watches • Jewellery Haven • Stars & Timepiecess
133
Penulis: Billy Saputra
JEWELLERY TIME
BUILT IN COLOUR Koleksi terbaru Richard Mille yang mengagungkan batu mulia, dan menandai perjalanan 20 tahun eksplorasi jenama ini terhadap desain jam tangan perempuan
D
kecil atau komplikasi yang lebih sederhana. Hubungan panjang antara Richard Mille dan Michelle Yeoh sebagai duta global yang telah berlangsung selama lebih dari 15 tahun berangkat dari ketertarikan yang sama terhadap kreativitas, kebebasan berekspresi, dan keberanian untuk menempuh jalur yang berbeda. Nilai-nilai tersebut terlihat dalam berbagai proyek yang mereka bangun bersama dan terus berlanjut hingga peluncuran RM HJ-02. Koleksi ini memperlihatkan bagaimana eksplorasi Richard Mille
alam The Dazzling Division, film pendek yang
terhadap desain perempuan terus berkembang melalui
mengiringi peluncuran RM HJ-02 In-House
pendekatan yang semakin berani. Salah satu bentuk
Automatic Tourbillon, aktris pemenang Oscar,
nyata eksplorasi tersebut terlihat pada cara Richard
Michelle Yeoh bertanya, “Is it me, or we have all lost some
Mille memperlakukan batu mulia di dalam RM HJ-02.
of our shine?”. Ia tidak menunggu jawaban. Sebaliknya,
Alih-alih menempatkannya sebagai lapisan dekoratif yang
pertanyaan tersebut menjadi pintu masuk menuju dunia
ditambahkan setelah jam tangan selesai dibuat, jenama ini
yang dibangun Richard Mille melalui warna, cahaya, dan
menjadikan batu sebagai bagian dari konstruksi visualnya
batu mulia. Melalui 12 karya unik yang terbagi ke dalam
sejak awal. Setiap jam tangan memadukan 1.399 batu
empat keluarga warna, yaitu biru, hijau, merah muda,
mulia dan ornamental yang mencakup rubi, safir, berlian,
dan ungu, jenama tersebut menghadirkan koleksi yang
zamrud, Paraíba tourmaline, malachite, chrysoprase,
menjadikan perhiasan sebagai bagian dari konstruksi jam
turquoise, hingga mother-of-pearl. Komposisi tersebut
tangan itu sendiri. RM HJ-02 sekaligus menandai babak
tidak hanya menentukan warna, tetapi juga memengaruhi
kedua saga high jewellery Richard Mille dan merayakan 20
bagaimana cahaya bergerak melintasi case, pelat jam, dan
tahun eksplorasinya dalam merancang jam tangan untuk
mesin jam. Hasilnya adalah empat keluarga warna yang
perempuan.
masing-masing memiliki karakter visual berbeda.
Selama dua dekade terakhir, Richard Mille
134
kerap mengaitkan jam tangan perempuan dengan ukuran
Kompleksitas tersebut menjelaskan mengapa setiap
mengembangkan bahasa desain untuk kolektor
RM HJ-02 membutuhkan waktu pengerjaan yang jauh
perempuan tanpa selalu mengikuti konvensi industri yang
lebih panjang daripada yang terlihat pada pandangan
pertama. Richard Mille menggunakan kombinasi teknik snow setting, grain setting, dan bezel setting untuk mengatur bagaimana warna dan cahaya bergerak melintasi permukaan jam tangan. Batu-batu dengan ukuran, bentuk, tingkat transparansi, dan saturasi warna yang saling
RICHARD MILLE MENGGUNAKAN KOMBINASI TEKNIK SNOW SETTING, GRAIN SETTING, DAN BEZEL SETTING UNTUK MENGATUR BAGAIMANA WARNA DAN CAHAYA BERGERAK MELINTASI PERMUKAAN JAM TANGAN
memuji, disusun untuk menciptakan volume yang terasa mengembang dan menyusut dari satu bagian ke bagian
siluetnya secara signifikan. Pengembangan case ini sendiri
lainnya. Simetri juga tidak selalu dipertahankan. Dalam
memerlukan waktu lebih dari satu tahun dan menjadi
beberapa area, desain asimetris justru digunakan untuk
bagian dari proyek yang berlangsung lebih dari tiga tahun.
membangun ritme visual tertentu. Di balik komposisi
Richard Mille juga mengembangkan kaliber otomatis
warna yang kompleks tersebut, RM HJ-02 tetap dibangun
tourbillon CRMT2 agar struktur mekanis, pelat jam, dan
sebagai sebuah jam tangan Richard Mille. Koleksi ini
elemen perhiasan dapat tumbuh bersama sejak awal
mengambil inspirasi dari geometri Art Deco, namun
proses perancangannya.
menerjemahkannya melalui bahasa desain yang lebih
Hubungan antara mekanika dan perhiasan menjadi
kontemporer. Bentuk case tonneau khas Richard Mille
salah satu aspek paling menarik dari RM HJ-02. Pada
tidak lagi mengikuti satu kurva yang utuh, melainkan
banyak jam tangan high jewellery, batu mulia sering
dipecah melalui bidang-bidang bertingkat, transisi yang
ditempatkan sebagai pusat perhatian, sementara mesin
tajam, serta beberapa interupsi asimetris yang mengubah
jam bergerak ke latar belakang. Richard Mille memilih arah yang berbeda. Baseplate dan jembatan emas putih pada kaliber CRMT2 turut dihiasi batu mulia, namun tanpa mengaburkan elemen-elemen mekanis utama seperti fast-rotating barrel, tourbillon variabel inersia, dan rotor emasnya. Sebaliknya, susunan batu tersebut memperkuat kesinambungan visual antara mesin jam dan keseluruhan siluet RM HJ-02. HALAMAN SAMPING Aktris pemenang Oscar dan duta global Richard Mille, Michelle Yeoh dalam The Dazzling Division, film pendek yang mengiringi peluncuran RM HJ-02 In-House Automatic Tourbillon HALAMAN INI Pilihan RM HJ-02 In-House Automatic Tourbillon terbaru, yang terdiri dari 12 jam tangan unik dalam empat alam semesta warna: merah muda, ungu, biru, dan hijau
135
Penulis: Billy Saputra
FASHION FORWARD
THE MAN Y FACES O F BR- 0 5 Detak perjalanan BR-05, mulai dari kampanye seratus interpretasi para ikon Indonesia melalui proporsi 36 mm, hingga eksplorasi desain kosmik Blue Diamond Eagle 136
K
ehadiran jam tangan sebagai penunjuk waktu adalah hakikat, namun cara setiap orang menjalaninya tidak pernah sama. Gagasan ini
merefleksikan cara setiap orang memberi makna pada
melandasi Squaring Time, kampanye global terbaru Bell &
waktunya sendiri. Filosofi tersebut menemukan wujudnya
Ross yang hadir di Indonesia bersama peritel resmi Time
pada BR-05 36 mm, model yang memperluas daya jangkau
International melalui 100 Icons, One Watch. Dipimpin oleh
koleksi urban Bell & Ross kepada lebih banyak pemakai.
Friend of the Brand Mike Ethan, kampanye ini menampilkan
Diameter 36 mm dipilih untuk menghadirkan proporsi
99 figur lain dari beragam profesi dan disiplin kreatif,
yang seimbang, tetap nyaman dikenakan pada pergelangan
dari aktor, sutradara, hingga kreator. Setiap potret
tangan yang lebih ramping tanpa kehilangan kehadirannya
merekam relasi berbeda terhadap waktu, memperlihatkan
pada ukuran yang lebih besar. Karakter circle within a
bagaimana perjalanan hidup dan perspektif seseorang
square menampang pelat jam, dipadukan dengan profil
membentuk cara mereka memaknai momen. Melalui
case berfinis satin yang ramping serta mesin otomatis
seratus kisah ini, Bell & Ross mengajak publik melihat BR-
BR-CAL.329 bertenaga cadangan daya 54 jam. Ketahanan
05 sebagai rancangan yang mampu beradaptasi dengan
air hingga 100 meter turut mempertahankan karakter
beragam identitas tanpa kehilangan karakternya. Berangkat dari bahasa desain khas Bell & Ross, circle within a square, Squaring Time memperluas makna konsep estetika geometri tersebut menjadi cara memandang waktu dalam kehidupan modern. Bagi Bell & Ross, waktu tidak lagi hanya diukur, tetapi juga dialami, dibagikan,
MELALUI SERATUS KISAH INI, BELL & ROSS MENGAJAK PUBLIK MELIHAT BR-05 SEBAGAI RANCANGAN YANG MAMPU BERADAPTASI DENGAN BERAGAM IDENTITAS TANPA KEHILANGAN KARAKTERNYA
dan dijalani dengan penuh arti melalui ritme hidup yang berbeda pada setiap individu. BR-05 hadir sebagai titik temu antara rancangan urban dan identitas personal, mengikuti karakter pemakainya tanpa kehilangan bentuk yang membuatnya mudah dikenali. Melalui kampanye ini, Bell & Ross menempatkan BR-05 bukan hanya sebagai penunjuk waktu, melainkan sebagai objek modern yang
HALAMAN SAMPING DARI KIRI Mike Ethan, Friend of the Brand; Ivonne Medlene; Alex Tan; Lola Nadya HALAMAN INI DARI KIRI Bell & Ross BR-05 36 mm dalam pilihan dial biru muda mengilap dengan motif sinar matahari dan casing baja, dan permukaan yang dipoles dan disatinasi secara bergantian; Aktor Dwi Sasono; dr. Aditya Rahmat Zulfikar
137
FASHION FORWARD
sport yang menjadi identitas BR-05, menjadikannya mudah beradaptasi dengan berbagai ritme, gaya hidup, dan cara mengenakan jam tangan yang personal. Pendekatan tersebut berlanjut pada BR-05 Blue Diamond Eagle 36 mm, interpretasi terbaru yang memadukan bahasa desain BR-05 dengan inspirasi dari konstelasi Aquila. Di atas pelat aventurine berwarna biru tua, tujuh berlian ditempatkan mengikuti posisi sebenarnya dari bintang-bintang yang membentuk rasi tersebut, termasuk bintang Altair yang merepresentasikan kepala 138
TUJUH BERLIAN DIPASANG MENGIKUTI POSISI SEBENARNYA KONSTELASI AQUILA MELALUI TEKNIK GEM-SETTING KHUSUS, DI MANA SETIAP BATU DITEMPATKAN PADA DUDUKAN KUNINGAN BERKAKI EMPAT
birunya, yang terinspirasi dari kaca Murano abad ke-17, harus dipotong dan dikerjakan dengan presisi tinggi karena materialnya rentan terhadap retakan mikro. Di atas sang elang. Terdapat dua belas penanda jam berbentuk
permukaannya, tujuh berlian dipasang mengikuti posisi
berlian, sementara setiap batu dipasang melalui proses
sebenarnya konstelasi Aquila melalui teknik gem-setting
pengeboran berpresisi mikron dan teknik gem-setting
khusus, di mana setiap batu ditempatkan pada dudukan
khusus pada material aventurine. Hadir dalam case baja
kuningan berkaki empat sebelum dipasang secara presisi
36 mm setebal 8,7 mm, jam tangan ini ditenagai mesin
ke dalam pelat jam. Proses inilah yang memperlihatkan
otomatis BR-CAL.329 dengan cadangan daya 54 jam,
bagaimana Bell & Ross menerjemahkan astronomi, ilmu
serta dilengkapi ukiran laser konstelasi Aquila pada
material, dan keterampilan pembuatan jam tangan ke
caseback sebagai penutup yang menyempurnakan tema
dalam satu komposisi yang utuh.
astronominya. Keragaman tersebut juga tercermin melalui pilihan pelat jam yang kini melengkapi keluarga BR-05 36 mm, mulai dari hitam, abu-abu, biru es, hingga induk mutiara. Di antara seluruh interpretasi tersebut, BR-05 Blue Diamond Eagle menjadi eksplorasi paling kompleks. Pelat aventurine
HALAMAN SAMPING DARI KIRI SEARAH JARUM JAM Aldian Kartaatmaja; Brenda Mocca; Didit Aditya; Rino Soedardjo; Ade Yunita HALAMAN INI DARI KIRI SEARAH JARUM JAM Gabriella Cecilia; Celsi Syhrill; Bell & Ross BR-05 Blue Diamond Eagle 36 mm, dengan dial jam aventurine biru tua, bertatahkan tujuh berlian
139
FASHION FORWARD
THE GENTLEMAN’S BEST FRIEND Kampanye terbaru Tissot mendefinisikan ulang sosok pria modern melalui kepercayaan diri yang bermula dari pergelangan tangan
S
eorang pria modern bukan lagi sekadar seseorang
casing baja tahan karat dalam profil yang proporsional
yang selalu tenang tanpa cela, melainkan bagaimana
dan ramping. Kristal safir cembung dengan lapisan anti-
sikapnya dalam menghadapi momen-momen yang
reflektif pada casing memberikan kedalaman pada desain
tak terduga, kacau, atau penuh tekanan. Dibintangi oleh
dan memastikan keterbacaan optimal dalam kondisi
aktor Inggris Daniel Ings, Tissot menghadirkan kampanye
cahaya yang berubah-ubah. Di balik case jam transparan
terbaru untuk koleksi Gentleman 38mm yang hadir dengan kisah yang menata ulang makna menjadi seorang pria modern. Dalam kampanye terbaru ini, terlihat sang aktor Daniel melakukan aktivitas sepanjang hari di lokasi syuting, di mana intensitas pengambilan gambar bertemu dengan ketidakpastian yang menawan dari kehidupan di belakang panggung. Di sisinya, dan sesekali di telinganya, terdapat panduan yang tak terduga, yaitu suara jam tangan Tissot Gentleman miliknya. Untuk mendampingi sang pria sejati, Tissot Gentleman memperkenalkan model baru dalam ukuran 38 mm, sebuah interpretasi baru dari kecanggihan sehari-hari. Mengusung 140
terlihat mesin otomatis Powermatic 80, dengan cadangan daya hingga 80 jam. Pada pukul 3, tampilan tanggal yang dibingkai dengan presisi menambah kegunaan praktis tanpa mengganggu kemurnian dial, dengan permukaan bertekstur halus yang hadir dalam empat warna, perak, hitam, biru tua, dan hijau tua, terbentang di atas bentuk piramidal dengan lapisan sunray yang menangkap dan membentuk cahaya. Indeks nikel yang difaset dan jarum jam berbentuk belati yang dilapisi Super-LumiNova® memastikan keterbacaan yang sangat baik dalam semua kondisi.
TISSOT GENTLEMAN MEMPERKENALKAN MODEL BARU DALAM UKURAN 38 MM, SEBUAH INTERPRETASI BARU DARI KECANGGIHAN SEHARI-HARI HALAMAN SAMPING Aktor Inggris Daniel Ings saat tampil dalam kampanye terbaru Tissot; Mesin otomatis Powermatic 80 yang terlihat dari balik case transparan; Dua versi terbaru Tissot Gentleman dalam ukuran 38 mm dan pilihan dial perak atau hitam HALAMAN INI DARI ATAS Daniel mengenakan jam Tissot Gentleman terbaru; Versi lainnya dengan pilihan dial hijau tua atau biru tua; Suasana saat sang aktor Daniel melakukan aktivitas di lokasi syuting
141
Foto: Hourlogy Inti Semesta
SPECIAL REPORT
P R ECISION , PO I S E AN D POWE R Turnamen golf bergengsi khusus wanita, Ladies Indonesia OMEGA Trophy 2026 kembali digelar tahun ini untuk merayakan presisi keanggunan, fokus, dan semangat kompetitif golf wanita
K
eceriaan para pegolf wanita yang mengenakan baju warna merah muda dan putih mewarnai lapangan Golf Pondok Indah yang bergengsi di
Kini memasuki tahun kedua, turnamen ini terus memperkuat komitmen OMEGA Indonesia untuk
Jakarta pada hari Jumat pagi, 22 Mei 2026, saat Ladies
menciptakan platform khusus bagi pegolf wanita, sekaligus
Indonesia OMEGA Trophy 2026 digelar. Menyusul
menandai tahun kelima seri Indonesia OMEGA Trophy.
kesuksesan edisi perdananya pada tahun 2025, Ladies
Kehadiran OMEGA di dunia golf sendiri sudah lama dan
Indonesia OMEGA Trophy menjadi salah satu turnamen
berpengaruh secara global, dimana pembuat jam tangan
golf yang paling dinantikan untuk wanita di Indonesia.
Swiss ini merupakan mitra dari acara golf bergengsi
Tahun ini, acara tersebut mempertemukan hampir 80
seperti OMEGA Dubai Desert Classic dan OMEGA
pemain di 21 flight. OMEGA SA yang diwakili peritel
European Masters di Crans-Montana. Namun yang lebih
eksklusifnya di Indonesia, PT Hourlogy Inti Semesta
menarik lagi adalah, permainan golf yang diadakan khusus
kembali mengadakan ajang bergengsi Ladies Indonesia
untuk para pemain golf wanita di Indonesia.
OMEGA Trophy 2026, yang menjadi ajang golf khusus 142
wanita yang pertama di dunia.
Saat ditanya soal relevansi diadakannya komeptisi
Foto-foto: Rendy Kairupan
golf khusus wanita ini, Renaldi Hutasoit, Direktur Utama
pegolf wanita yang ingin berkompetisi lebih serius,
PT. Hourlogy Inti Semesta menjelaskan bahwa filosofi
sekaligus menghadirkan turnamen yang menyenangkan.
jam tangan Omega sangat mewakili sosok pegolf wanita,
Kami berharap ajang ini memiliki kualitas bintang lima,
“Karakter jam tangan OMEGA ini sejajar dengan karakter
namun tetap menjunjung tinggi peraturan dan etiket golf.”
pegolf wanita. Dari luar terlihat anggun, cantik, dan elegan,
Inisiatif ini juga diapresiasi dengan hangat oleh Komite
tetapi ketika berada di lapangan mereka menunjukkan
Asosiasi Golf Wanita Indonesia, yang diwakili oleh Netty
kekuatan, fokus, serta determinasi yang luar biasa.” Ia melanjutkan, “Melalui Ladies Indonesia OMEGA Trophy, kami ingin merayakan para wanita yang mewujudkan keanggunan dan kekuatan. Cara mereka bermain mungkin terlihat anggun, tetapi di baliknya terdapat tingkat disiplin,
MEMASUKI TAHUN KEDUA, TURNAMEN INI TERUS MEMPERKUAT KOMITMEN OMEGA INDONESIA UNTUK MENCIPTAKAN PLATFORM KHUSUS BAGI PEGOLF WANITA
kecerdasan, dan performa yang luar biasa, nilai-nilai yang sangat terkait dengan OMEGA. Kami juga sangat bangga bahwa Indonesia tetap menjadi satu-satunya pasar global yang menjadi tuan rumah turnamen OMEGA Trophy khusus wanita ini, memungkinkan kami untuk menetapkan tolok ukur bagi wilayah lain.” Ia juga ingin mendukung regenerasi atlet golf nasional, selain menjadi ajang bagi pegolf amatir. “Kami ingin memberikan ruang bagi para
HALAMAN SAMPING Suasana meriah saat pembukaan turnamen Ladies Indonesia OMEGA Trophy 2026 yang digelar di Pondok Indah Golf Course, Jakarta HALAMAN INI Tak kurang dari 80 pemain golf wanita berkompetisi di 21 flight; Suasana turnamen yang eksklusif di lapangan golf paling bergengsi di Indonesia; Renaldi Hutasoit, Direktur Utama PT. Hourlogy Inti Semesta yang menjadi inisiator dari ajang bergengsi ini
143
Foto-foto: Rendy Kairupan
SPECIAL REPORT
Hariadi, yang mengakui upaya berkelanjutan OMEGA dalam menciptakan kompetisi khusus yang didedikasikan untuk pegolf wanita. Turnamen ini mencerminkan komitmen bersama untuk mendorong partisipasi, visibilitas, dan apresiasi yang lebih besar bagi wanita dalam golf. Penghargaan Best Gross Overall Ladies Indonesia
KARAKTER JAM TANGAN OMEGA SEJAJAR DENGAN KARAKTER PEGOLF WANITA. DARI LUAR TERLIHAT ANGGUN, CANTIK, DAN ELEGAN, TETAPI KETIKA BERADA DI LAPANGAN MEREKA MENUNJUKKAN KEKUATAN, FOKUS, SERTA DETERMINASI
OMEGA Trophy 2026 diraih oleh Tomomi Ishihara, yang berhasil membukukan skor gross 75. Inaya Sutowo yang menyandang handicap 9 menjuarai Best Net Overall skor net 65. Untuk kategori Elite Amateur, Sania T. Wahyudi meraih gelar juara dengan skor gross 72. Pemenang Best Nett untuk Omega Boutique Customers adalah Christina Paath (handicap 27) dengan net 79. Selamat kepada para pemenang! 144
HALAMAN INI DARI KIRI ATAS Acara Gala, makan siang dan penyerahan trofi kepada para pemenang berlangsung meriah, dan para pemenang mendapatkan jam tangan OMEGA yang mewah dan berbagai hadiah menarik lainnya
TIME TO TRAVEL 145
@H. Moser x Reebok
• All About Luxury Travels • Parties Around The Globe
145
T RAV E L T I M E
THE BALI ES S E N CE Di tengah ritme dinamis Seminyak, Oberoi menyajikan ketenangan dan mempertahankan keindahan abadi Bali melalui alam, budaya, dan keramahan yang berkelas
S
eminyak yang gemerlap dengan butik kelas dunia dan kehidupan malam yang semarak,
bagaikan sebuah desa tradisional Bali. Penggunaan material lokal, termasuk batu kapur,
ternyata juga menawarkan pengalaman Bali
semakin memperkuat hubungan resor dengan
yang lebih tenang. Sebuah tempat di mana taman tropis,
lingkungan sekitarnya. Arsitekturnya tidak hanya
arsitektur tradisional, dan keramahan khas Bali berpadu
berfungsi sebagai bagian dari desain, tetapi juga
menciptakan pengalaman menginap yang melampaui
mencerminkan penghormatan terhadap karakter Bali
sekadar kemewahan. Berdiri di atas lahan seluas 15
yang mengutamakan keseimbangan antara manusia dan
hektar dengan vegetasi tropis, resor ini menyajikan
alam. Semuanya berpadu menjalin pengalaman yang
lanskap yang indah lengkap dengan kolam renang
lebih personal bagi para tamu. Tak sekadar memanjakan
tepi pantai. The Oberoi Beach Resort Bali memiliki 74
dengan kemewahan fasilitas, resor ini mengajak para tamu
akomodasi yang berupa vila dan kamar lanai, dengan
untuk menjalin koneksi dengan elemen-elemen budaya
desain yang memberikan kenyamanan penuh. Sebanyak
yang identik dengan Pulau Dewata. The Oberoi terletak
14 vila memiliki halaman berpagar yang menjamin
menghadap pantai yang dianggap masyarakat setempat
privasi, dengan paviliun makan untuk santap yang intim.
sebagai salah satu pantai paling suci di pesisir barat Bali.
Sebagian besar vila bahkan memiliki kolam renang pribadi.
Karena itu, para tamu yang menginap kerap menyaksikan
Sementara itu, 60 kamar lanainya menawarkan teras
berbagai upacara keagamaan yang dilakukan di pantai
terbuka yang menghadap taman, sehingga menciptakan
tersebut. Resor ini juga tak jauh dari Pura Petitenget,
ruang santai untuk menikmati suasana tropis. Dua
salah satu pura paling suci di Bali. Salah satu fakta
restoran, satu bar, serta sebuah amphitheatre yang kerap
menarik adalah bahwa resor ini dibangun di atas lokasi
menampilkan pertunjukan budaya melengkapi suasana
beberapa kampung, dan setiap pura kampung tersebut
146 CGW MAGAZINE
THE OBEROI TERLETAK MENGHADAP PANTAI YANG DIANGGAP MASYARAKAT SETEMPAT SEBAGAI SALAH SATU PANTAI PALING SUCI DI PESISIR BARAT BALI malam. Melengkapi pengalaman tersebut, amphitheatre menghadirkan warisan budaya Bali melalui musik gamelan dan pertunjukan tari yang kerap dipadukan dengan makan malam diterangi cahaya lilin di bawah bintang-bintang, ditemani suara deburan ombak. Para pencinta budaya juga dapat menemukan tetap dipertahankan oleh The Oberoi. Hubungan yang
pengalaman tak terlupakan melalui berbagai elemen khas
terjalin baik dengan keturunan para penghuni kampung
Bali yang hadir di setiap sudut resor. Mulai dari arsitektur
memastikan hubungan dengan warisan budaya dan
yang menyatu dengan alam, tradisi lokal yang tetap
leluhur juga tetap terjaga. Masyarakat juga sangat aktif
terjaga, hingga sajian kuliner yang menggabungkan cita
dalam menjalankan keyakinan keagamaan mereka.
rasa Indonesia dan internasional. Bagi para wisatawan
Resor mewah ini juga menawarkan pengalaman
dengan ritme hidup yang dinamis, resor ini menawarkan
bersantap dengan sajian-sajian kelas dunia di restoran
sebuah jeda untuk kembali menikmati hal-hal sederhana,
mereka. Kura-Kura Restaurant menyajikan hidangan
seperti berjalan-jalan di taman tropis, mendengarkan
Indonesia, kontinental, dan Asia yang lezat dengan
suara debur ombak, menikmati keindahan matahari
pelayanan khas Oberoi yang berkelas dunia, ditemani
terbenam, atau sekadar merasakan ketenangan
alunan musik angklung serta berbagai pertunjukan
dalam suasana yang jauh dari hiruk-pikuk. Di tengah
musik Bali, terkemas dalam lokasi memukau berupa
perkembangan Bali yang terus bergerak, The Oberoi tetap
paviliun terbuka beratap jerami yang menghadap kolam
mempertahankan pesonanya sebagai tempat di mana
teratai. Sementara di Frangipani Café, pemandangan
para tamu dapat menikmati setiap momen dan merasakan
Samudra Hindia yang memesona melengkapi suasana
hubungan yang lebih dekat dengan Pulau Dewata. Sebuah
bersantap di ruang terbuka. Halamannya yang tertata rapi
tempat yang bukan hanya menyajikan ruang beristirahat,
dengan pohon kamboja dan pohon kelapa membentang
tetapi juga memperkaya makna dengan suasana Bali yang
menuju pantai nan luas. Para tamu yang ingin bersantai
autentik dan tak lekang oleh waktu.
menikmati kesejukan dan kehangatan matahari dapat memanjakan diri di Kayu Bar. Koktail unik racikan para
The Oberoi Beach Resort, Bali
bartender yang diramu dari buah-buahan tropis serta
Seminyak Beach, Jl. Kayu Aya, Seminyak, Kuta, Bali, 80361
hidangan ringan dan camilan menjadi teman yang
Tel: (0361) 730361
sempurna untuk menikmati suasana dari siang menuju
www.oberoihotels.com
CGW MAGAZINE
147
T RAV E L T I M E
THE ART O F S E RE N I TY
Di tengah ritme urban yang kian cepat, kemewahan kini tidak lagi sekadar soal kemegahan, tetapi bagaimana menemukan ruang untuk merasakan ketenteraman
D
i tengah kawasan urban yang terus bergerak
perjalanan yang dirancang untuk membawa pengunjung
cepat, ketenangan telah menjadi kemewahan
keluar sejenak dari ritme kota yang identik dengan
yang semakin dicari. Bagi banyak pelancong
kehirukpikukan. Kesan itu berlanjut di berbagai sudut
modern, hotel bukan lagi sekadar tempat bermalam,
properti, melalui perpaduan arsitektur, seni, dan desain
melainkan destinasi yang menawarkan pengalaman,
interior yang sarat makna budaya.
cerita, dan hubungan yang lebih mendalam dengan
Sementara banyak hotel modern mengandalkan
budaya setempat. Di Alam Sutera, Tangerang Selatan,
kemewahan visual semata, Hotel Tentrem Jakarta
Hotel Tentrem Jakarta hadir dengan pendekatan yang
memilih menempatkan warisan budaya sebagai fondasi
berbeda, yakni menghadirkan esensi budaya Jawa dalam
pengalaman menginap. Di lobi yang berada di lantai
balutan kemewahan kontemporer. Kata “tentrem” sendiri
enam, ukiran kayu Jepara yang digarap dengan detail
merupakan kata dalam bahasa Jawa yang berarti damai,
berpadu dengan motif-motif yang terinspirasi dari batik
tenteram, dan seimbang. Filosofi tersebut terasa sejak
Jawa. Di lantai lobi, motif Banji, simbol kebahagiaan dan
tamu memasuki area hotel. Empat pohon Bodhi yang
keberkahan, menjadi elemen desain yang tidak hanya
berdiri di gerbang utama menjadi simbol pertama dari
mempercantik ruangan, tetapi juga menghadirkan narasi
148 CGW MAGAZINE
budaya yang hidup. Komitmen terhadap pelestarian budaya juga terlihat pada berbagai karya seni yang tersebar di seluruh area hotel. Ballroom, misalnya, menampilkan interpretasi artistik yang terinspirasi dari Candi Borobudur dan Candi Prambanan melalui karya seniman Jemana Murti. Sementara itu, motif Lurik Hujan Gerimis yang menghiasi area pre-function merepresentasikan harapan akan kemakmuran. Kehadiran unsur-unsur tersebut menjadikan hotel ini tidak hanya sekadar ruang akomodasi, tetapi juga sebuah galeri budaya yang dapat dinikmati dalam keseharian. Menginap di Hotel Tentrem Jakarta, para tamu akan disuguhi pilihan 200 kamar dan suite yang dirancang dengan pendekatan elegan namun hangat.
KATA “TENTREM” SENDIRI MERUPAKAN KATA DALAM BAHASA JAWA YANG BERARTI DAMAI, TENTERAM, DAN SEIMBANG. FILOSOFI TERSEBUT TERASA SEJAK TAMU MEMASUKI AREA HOTEL
Pilihan akomodasi tersedia mulai dari kamar Deluxe hingga Presidential Suite, dengan luas yang berkisar
konsep bistro yang hangat dan kasual, sedangkan Tirta
antara 40 hingga 240 meter persegi. Sentuhan desain
Lounge menawarkan pilihan hidangan ringan, minuman,
yang mengedepankan kenyamanan dan ketenangan
serta pengalaman afternoon tea dengan pemandangan
menciptakan suasana yang cocok bagi wisatawan maupun
area plaza yang menenangkan.
pelaku perjalanan bisnis yang menginginkan ruang untuk
Di tengah meningkatnya perhatian terhadap
beristirahat dan memulihkan energi. Di luar kamar, hotel
kesehatan dan keseimbangan hidup, Hotel Tentrem
ini juga menawarkan berbagai fasilitas yang dirancang
Jakarta juga mengembangkan pendekatan wellness yang
untuk memenuhi kebutuhan beragam tamu. Tentrem
terintegrasi. Gaharu Wellness menghadirkan berbagai
Ballroom seluas lebih dari 1.000 meter persegi dan 11
fasilitas relaksasi, mulai dari spa, refleksi, jacuzzi, hingga
ruang pertemuan menjadikannya salah satu destinasi
cold plunge dan kelas yoga. Seluruh pengalaman tersebut
pilihan untuk penyelenggaraan acara korporat maupun
dirancang untuk membantu tamu menemukan kembali
perayaan pribadi. Kehadiran kapel atau aula multifungsi
ritme yang lebih seimbang, selaras dengan filosofi
di area plaza lantai enam menambah fleksibilitas bagi
“Tentrem” yang menjadi identitas hotel. Bagi keluarga,
pasangan yang mencari lokasi pernikahan dengan nuansa
Aruna Kids Club menyediakan berbagai aktivitas yang
elegan dan berbeda.
dirancang khusus untuk anak-anak hingga usia 12 tahun.
Salah satu daya tarik utama Hotel Tentrem Jakarta
Sementara itu, Sukma Gallery di lantai satu menjadi ruang
terletak pada pengalaman kulinernya. Mengambil
apresiasi bagi karya-karya artisan Indonesia, mulai dari
inspirasi dari sejarah Jakarta sebagai titik pertemuan
tekstil hingga aksesori dan produk kriya lokal. Sebagai
berbagai budaya dan jalur perdagangan rempah, hotel ini
properti ketiga di bawah naungan Hotel Tentrem setelah
menghadirkan sejumlah konsep restoran yang memiliki
Yogyakarta dan Semarang, Hotel Tentrem Jakarta
karakter kuat. Kayu Manis mengangkat kekayaan kuliner
berhasil mewujudkan nilai-nilai budaya Jawa ke dalam
Nusantara melalui penggunaan rempah-rempah dan
konteks perkotaan yang modern. Hasilnya adalah sebuah
cita rasa yang akrab bagi lidah Indonesia. Bagi pencinta
destinasi yang tidak hanya menawarkan kenyamanan dan
masakan Italia, Canella menawarkan pilihan pasta buatan
kemewahan, tetapi juga pengalaman yang berakar pada
sendiri, piza sourdough gaya Napoli, serta hidangan yang
identitas budaya Indonesia.
mengedepankan bahan-bahan musiman. Sementara itu, LIN 林 menghadirkan interpretasi modern kuliner
Hotel Tentrem Jakarta
Tiongkok dengan fokus pada kualitas bahan dan teknik
Jl. Alam Sutera Boulevard No. 11, Tangerang Selatan 15325
memasak yang presisi. Untuk suasana yang lebih santai,
T: +62-21-5087-2300
Populico menjadi tempat berkumpul yang nyaman dengan
www.hoteltentrem.com/jakarta/.
CGW MAGAZINE
149
G L I TZ & G LAM
PHILOSOPH SUMMER SOIREE
Pertemuan para pendiri merek jam tangan independen yang unik dan persembahan koleksi terbaru mereka untuk musim panas
P
ertemuan lintas negara dari para pendiri jam tangan
ternama yang dipresentasikan yaitu SevenFriday,
independen menjadi puncak dari acara pembukaan
dan hadirnya tamu istimewa dan pendirinya, Daniel
INSTRUMENTUM, ruang khusus jam tangan di
Niederer. Merek MARCH LA.B dan pendirinya, Alain
butik Philosoph pimpinan Ario Sindu. Butik yang terdapat
Marhic dengan koleksi seperti Milady Mansart dan AM2
di Level 2, Plaza Senayan, Jakarta ini menampilkan ruang
GMT. Dari Indonesia, LIMA Watch dipamerkan oleh
khusus untuk koleksi jam tangan pilihan yang diseleksi
pendirinya, Herman Tantriady, menampilkan model seperti
langsung oleh tim Philosoph, bersamaan dengan pameran
Kronosprinter Breguet dan GMT Transit. Ada juga merek
merek jam independen dan kehadiran para pendiri merek
HORIZON Watches yang dipresentasikan oleh Sugiarto
jam tersebut. Konsepnya adalah menyoroti pilihan jam
Kusumadi, hingga Chronofixe, dengan rilisan eksklusif
tangan independen dan unik yang dikurasi. Merek-merek
seperti edisi ‘Cofrefor’ oleh Secondé/Seconde.
150 CGW MAGAZINE
G L I TZ & G LAM
TREASURE YOUR TIME MIDO gelar peluncuran Ocean Star 200 di Seoul bersama global ambassador Lee Jong Suk
T
anggal 18 Juni lalu, MIDO meluncurkan lini
dinamis dan kehadiran kuat yang unik dari koleksi
Ocean Star terbaru yang didesain ulang di Aston
Ocean Star, sementara dial biru tua yang dipadukan
House, Walkerhill, Seoul yang megah, yang
dengan aksen oranye khas MIDO menciptakan suasana
dipandu oleh CEO MIDO Franz Linder dan duta global
yang canggih namun aktif.” Acara berlangsung meriah
merek, aktor Korea Selatan Lee Jong-Suk. Mengenakan
dan mengusung semangat kampanye global terbaru
Ocean Star 200 di pergelangan tangannya, Lee Jong Suk
MIDO, “Treasure Your Time”, yang mengajak setiap
mengungkapkan kekagumannya terhadap desain koleksi
individu untuk menghargai setiap momen berharga
terbaru tersebut. “Saya sangat terkesan dengan energi
dalam hidup.
CGW MAGAZINE
151
ARCHIVES
M
A CENTURY OF SUCCESS erek jam tangan independen milik keluarga,
menyerahkan kepemimpinan operasional kepada putra-
Titoni tetap menjadi salah satu dari sedikit
putranya, Marc dan Olivier Schluep, di tahun 2022. Saat
produsen jam tangan Swiss yang terus
ini, generasi keempat melanjutkan warisan keluarga,
dimiliki dan dikelola oleh keluarga pendirinya, selama
sementara Daniel Schluep tetap menjabat sebagai Ketua
lebih dari satu abad, sejak tahun 1919, dimana Fritz
Dewan Direksi.
Schluep mendirikan bengkel pembuatan jam kecil di kota
152
Mungkin yang lebih luar biasa lagi adalah hubungan
Grenchen, Swiss, dengan nama Felco. Pada tahun 1947,
Titoni dengan Asia. Jauh sebelum kawasan ini
Bruno Schluep, putra Fritz, bergabung dengan dewan
menjadi salah satu pasar terpenting di dunia untuk
direksi, dan merek Titoni didaftarkan pada tahun 1951.
jam tangan Swiss, perusahaan ini telah membangun
Seiring semakin terkenalnya merek Titoni, khususnya
kemitraan yang erat dan langgeng di seluruh Asia.
di Asia, Felca mengubah namanya pada tahun 1964
Hubungan jangka panjang ini telah membentuk
menjadi Felca et Titoni, dan berbagai model diluncurkan,
identitas internasional merek tersebut dan terus
termasuk Seascoper II, Soirée, Skymaster. Pada tahun
menginspirasi perkembangannya hingga saat ini. Alih-alih
1991, perusahaan tersebut mengalami restrukturisasi
memperlakukan Asia hanya sebagai pasar ekspor. Bagi
yang signifikan, Felca SA menjadi perusahaan keuangan,
para kolektor yang menghargai keaslian daripada tren,
dan pabrik jam tangan tersebut berganti nama menjadi
kualitas-kualitas ini menjadikan setiap jam tangan Titoni
Titoni SA. Perusahaan ini dikelola oleh Walter dan Daniel
lebih dari sekadar alat pengukur waktu—jam tangan ini
Schluep. Setelah memimpin perusahaan selama lebih
menjadi teman bagi generasi demi generasi.
dari empat dekade, generasi ketiga, Daniel Schluep
www.titoni.ch.
COLLECTOR’S GUIDE®
WATCHES INDONESIA
EDISI 32-2026
The digital edition of CGW INDONESIA MAGAZINE can be viewed and purchased through SCOOP, Magzter, Rockstand Digital or ISSUU from your PC, Mac, Tablet, iPad, iPhone or Android www.cgw-indonesia.com