Skip to main content

COLLECTOR'S GUIDE-WATCHES INDONESIA, EDISI 32-2026

Page 1

COLLECTOR’S GUIDE®

WATCHES INDONESIA

EDISI 32-2026

OMEGA

SEAMASTER DIVER 300M CHRONOGRAPH 007 FIRST LIGHT IDR 100,000 ISSN 2442-4188

BRAND TALK

FRANZ LINDER GEORGES-HENRI MEYLAN JÉRÔME CAVADIN

LIPUTAN EKSKLUSIF

PATEK RARE HANDCRAFTS 2026 ROLEX OYSTER STORY EXHIBITION WATCHES AND WONDERS GENEVA 2026

POINT OF VIEW

DAVID CANDAUX LEE JONG SUK MICHEL NYDEGGER


JI CHANG-WOOK


RADO.COM

MASTER OF MATERIALS

ANATOM SKELETON

Rado Store, Plaza Indonesia, Jakarta , Level 2, No.E020 – E020A, Indonesia, Tel :+62 21 22395605 Rado Store, Tunjungan Plaza 3, Surabaya, Lantai 1, Unit 89, Indonesia , Tel : +62 31 99246973 THAKRAL@TICPL77.COM


PUBLISHER’S LETTER

DARI KIRI ATAS SEARAH JARUM JAM Bersama CEO Franck Muller, Nicholas Rudaz; Menerima sertifikat dari Panerai; Bersama Joanna Lange; Bersama Renaldi Hutasoit dan rekan media; Bersama CEO U-BOAT, Italo Fontana; Bersama Steven Cheng dan Duta MIDO, Lee Jong-Suk; Berfoto di depan poster Laureate Rolex Awards, Denica Riadini-Flesch; Bersama David Candaux dan rekan media; Bersama CEO Bremont, Davide Cerrato; Bersama CEO Greubel Forsey, Michel Nydegger

D

THE TIME IS NOW!

unia jam tangan dan perhiasan tahun ini kembali

diundang secara eksklusif oleh ROLEX untuk menghadiri

semarak dan menjanjikan, dengan semakin

perayaan 100 tahun koleksi Oyster dalam pameran Oyster

banyaknya kegiatan pameran hingga peluncuran

Story di Shanghai (halaman 100-105). Seoul, Korea juga

eksklusif koleksi terbaru dari berbagai belahan dunia.

menjadi tempat diluncurkannya koleksi MIDO terbaru

Kalender acara-acara penting hingga pertengahan tahun

bersama Lee Jong Suk, simak liputannya di halaman 118.

ini saja sudah begitu padat, dan kami pun menyambutnya

Dari Indonesia, kami hadirkan ulasan menarik tentang

dengan penuh gairah, karena berita-berita tentang

acara Turnamen golf Ladies Indonesia OMEGA Trophy

jam tangan dan perhiasan adalah bagian terpenting

2026 halaman142), pameran Grand Seiko Ushio 300

dari majalah Collector’s Guide-WATCHES Indonesia.

yang dibawa dari Jenewa ke Jakarta (halaman 130), dan

Ajang Watches and Wonders Geneva di bulan April lalu

liputan eksklusif Bell & Ross dan 100 interpretasi

mewarnai sebagian besar halaman majalah di edisi ini, mulai

para ikon Indonesia (halaman 136). Bagi para kolektor jam

dari berita singkat di kolom In Brief hingga Time To Beat

dan penggemar film James Bond, jangan lewatkan berita

(halaman 30-35), dan Special Report (halaman 54-75).

sampul kami di edisi ini, yaitu OMEGA Seamaster Diver

Jangan lewatkan kolom Collector’s Corner yang membahas

300M Chronograph 007 First Light (halaman 36). Tidak

lebih detil beragam koleksi yang dipamerkan di gedung

hanya berita jam tangan dan perhiasan yang kami hadirkan

megah Palexpo, Jenewa itu.

di setiap edisi, melainkan juga tempat-tempat eksotis dan

Kunjungan ke manufaktur yang berada di Swiss juga

mewah untuk relaksasi, simak beritanya di kolom Travel

sangat menarik untuk disimak, mulai dari merek-merek jam

Time, yang membawa keindahan alam dari The Oberoi

tangan independen seperti Greubel Forsey (halaman 50)

Beach Resort, Bali (halaman 146), dan kemewahan yang

dan David Candaux (halaman 48), Franck Muller (halaman

terinspirasi oleh budaya Jawa dari Hotel Tentrem Jakarta

52), hingga merek jam ternama seperti OMEGA (halaman

(halaman 148). Selain edisi cetak, kunjungi situs online:

106), Panerai (halaman 110), dan Longines (halaman

www.cgw-indonesia.com untuk berita menarik lainnya.

114). Kami juga berbincang dengan tokoh-tokoh ternama

Happy reading!

di industri jam mewah seperti Georges-Henri Meylan

10

(halaman 44), Franz Linder (halaman 42), dan Jérôme

Publisher & Chief Editor

Cavadini (halaman 46). Dari negara-negara Asia, kami

Lulu Fuad


COLLECTOR’S GUIDE®

WATCHES INDONESIA

EDISI 32-2026

PUBLISHER & CHIEF EDITOR: Lulu Fuad FEATURES EDITOR: Billy Saputra EDITOR: David Tang ART DIRECTOR: Ryl Wijaya SENIOR WEB DESIGNER: Fatorahman Handayani SOCIALITE PHOTOGRAPHER: Rendy Kairupan

PT. ZAMRUD KHATULISTIWA MEDIA CHAIRMAN: Ir. Nabiel Fuad. A. MSc (nabiel@zamrud-media.com) MANAGING DIRECTOR: Lulu Fuad (lulu@zamrud-media.com) DIRECTOR OF FINANCE: M. Ramzy (ramzy@zamrud-media.com) EXECUTIVE ASSISTANT: Deny Pratama (secretary@zamrud-media.com) OFFICE STAFF: Ahmad Firdaus (firdaus@zamrud-media.com)

CONTRIBUTORS

JAKARTA: Ardhana Utama, Fiqih, Setiyo Supratcoyo, Yessar Rosendar, Yohanna Yuni / DUBAI: Faizal. A SINGAPORE: Dr. Bernard Cheong / SWITZERLAND: Maria Ronnie Bessiree

PT. ZAMRUD KHATULISTIWA MEDIA

The City Tower Level 12-1N, Jl. MH. Thamrin No.81, Jakarta 10310, INDONESIA Phone: +62 21 344 0999 Website: www.cgw-indonesia.com

Switzerland Sales Representative: E-mail: sales@zamrud-media.com

SUBSCRIPTIONS/GENERAL INQUIRIES: info@zamrud-media.com

BANK ACCOUNT

PT. Zamrud Khatulistiwa Media BCA - KCU TCT (The City Tower) A/C 31930 74797

COLLECTOR’S GUIDE – WATCHES, INDONESI is published by PT. Zamrud Khatulistiwa Media. All rights reserved. No part of this publication may be reproduced without the written permission of PT. Zamrud Khatulistiwa Media. Opinions expressed in CGW Indonesia are solely those of the writers and not necessarily endorsed by the Publisher and its editors. PT. Zamrud Khatulistiwa Media accepts no responsibility for unsolicited manuscripts, transparencies or other material. For further inquiries, contact: info@zamrud-media.com PRINTING: PT. Harapan Prima COVER PAGE OMEGA, SEAMASTER DIVER 300M CHRONOGRAPH 007 FIRST LIGHT

12


CONTENT In Every Issue 10

Publisher’s Letter

12

Team

20 In Brief 150 Galas 152 Archives

Collector’s Corner 30 Time To Beat Pilihan jam eksklusif dari Watches and Wonders Geneva 36

Cover Story: The Bond Before Bond OMEGA Seamaster Diver 300M Chronograph 007 First Light

54

Watches and Wonders Geneva 2026 Inovasi, seni dan interpretasi dari merek-merek ternama

76

A Study in Contrast Berbagai terobosan berani A. Lange & Söhne

80 Mechanical Wonders Patek Philippe merayakan inovasi dan warisan horologi 86

The Art of Reinterpretation Rolex dan 100 tahun koleksi Oyster yang ikonik

96

Patek Philippe Rare Handcrafts 2026 Pameran terbaru kreasi kerajinan tangan yang langka

100 The Journey Through Time Rolex merayakan pameran Oyster Story di Shanghai 106 OMEGA: Where Precision Meets Heritage Rahasia keunggulan jam dari manufaktur OMEGA 110 Italian Soul With Swiss Precision Manufaktur Panerai dan keunggulan merek asal Italia 114 Tracing The Trail Of Time Warisan horologi dari manufaktur dan museum Longines 118 Simplicity Is the Ultimate Luxury MIDO Ocean Star 200 di Seoul dan Lee Jong Suk 122 Eastern Time Philosophy BEHRENS, dari Shenzhen ke Jenewa 124 As Smooth As Silk Keindahan kain sutra Tomioka dan Seiko Presage 126 Color in Two Directions Rado Captain Cook dan DiaStar Original Skeleton 129 Dive Deep Squale SUB-37 Legend, jiwa klasik dan presisi modern 130 New Wave from Grand Seiko Grand Seiko Ushio 300, dari Jenewa ke Jakarta

14


CONTENT Interviews 42 MIDO, Celebrates Every Moment Franz Linder, dan peluncuran Ocean Star 200 terbaru 44 A Timeless Journey Dunia H. Moser & Cie bersama Georges-Henri Meylan 46

Shaping The Future Jérôme Cavadini, inovasi dan tantangan Panerai

48

The Wrist Twist Kolaborasi David Candaux dan kolektor Kevin O’Leary

50 Objects of Desire Manufaktur Greubel Forsey bersama Michel Nydegger 52

Exploring The WATCHLAND Manufaktur Franck Muller bersama Nicholas Rudaz

90 The Power of Light Interpretasi TAG Heuer Aquaracer dan tenaga surya

Time for Fashion 134 Built in Colour Koleksi terbaru Richard Mille dan Michelle Yeoh 136 The Many Faces of BR-05 Bell & Ross dan 100 interpretasi para ikon Indonesia 140 The Gentleman’s Best Friend Kampanye Tissot, Daniel Ings dan sosok pria modern 142 Precision, Poise and Power Turnamen golf Ladies Indonesia OMEGA Trophy 2026

Time to Travel 146 The Bali Essence Keindahan alam dari The Oberoi Beach Resort, Bali 148 The Art of Serenity Hotel Tentrem Jakarta dan kemewahan budaya Jawa

16


TITONI.CH

SWISS MADE

SEASCOPER

# 8 3 6 0 1 S -B O-2 5 5

LUXETIME TUNJUNGAN PLAZA T U N J U N G A N P L A Z A 3 L A N TA I 1 U N I T 9 1 ( N E A R S H E R AT O N H O T E L S U R A B AYA ) J L . B A S U K I R A H M A T N O 8 - 1 2 ∙ K E D U N G D O R O , T E G A L S A R I , S U R A B AYA ∙ E A S T J AVA 6 0 2 6 1 PHONE: +62851 1102 4942


IN BRI EF

TIME FOR THE MOON

Tahun ini Bremont meluncurkan Supernova baru yang akan memulai debutnya sebagai jam tangan Inggris pertama yang mencapai Bulan. Sesuai dengan motonya “Take It Further”, Bremont bermitra dengan perusahaan kedirgantaraan AS, Astrolab, dan menguji Supernova melalui protokol NASA yang ketat sebelum petualangannya ke bulan, di mana jam tangan ini akan

THE PRANCING HORSE

menjadi yang pertama yang ditinggalkan secara permanen di permukaan Bulan. Bremont Supernova Chronograph akan terbang di atas rover FLIP (FLEX Lunar Innovation

Hermès Arceau Cavalier en Formes terbaru ini

Platform) milik Astrolab yang merupakan bagian dari

menggabungkan kekuatan koleksi Arceau yang elegan

Misi Griffin Satu milik Astrobotic. Terinspirasi oleh

dan asimetris, mencerminkan ikatan lama merek

geometri pesawat ruang angkasa, Jam berdiameter

tersebut dengan olahraga berkuda melalui lug berbentuk

41mm dengan ketebalan 14,4mm ini mengusung desain

sanggurdi. Jam tangan ini menggabungkan komplikasi

sudut futuristik dengan garis-garis poligonal dan bezel

tourbillon dan minute repeater yang sangat canggih dengan

keramik hitam sepuluh sisi yang mengesankan. Dibuat

dial buatan tangan yang kaya dekorasi, terinspirasi oleh

dari baja tahan karat 904L, casing kronograf olahraga

desain Gianpaolo Pagni untuk syal sutra. Sangkar yang

terintegrasi ini menggunakan arsitektur casing sandwich,

melindungi tourbillon menampilkan dua huruf “H” yang

yang menggemakan konsep trip-tick Bremont. Didukung

saling bertautan, yang juga terdapat pada pintu besi

mesin kaliber kronograf otomatis BC77 bersertifikasi

tempa lift di toko utama Hermès di 24 Faubourg Saint-

kronometer dengan cadangan daya 62 jam.

Honoré, Paris. Di sisi sebaliknya, terdapat jembatan

www.bremont.com

barel yang berbentuk seperti kepala kuda kembar. Selain tourbillon, model Arceau ini juga dilengkapi pengulang menit (minute repeater), yang diaktifkan oleh pemicu di sisi kiri casing, membunyikan jam, seperempat jam, dan menit sesuai permintaan. Ditenagai oleh mesin manual H1924 yang dikembangkan bersama spesialis mesin Manufacture Haute Complications, dan dipasang di dalam Arceau Lift 2020, mesin penggerak ini memiliki cadangan daya 90 jam. www.hermes.com

HAPPY 145TH ANNERSARY

Terinspirasi oleh visi pendiri merek, Kintaro Hattori, untuk “Selalu selangkah lebih maju dari yang lain,” Seiko mendorong inovasi dan kemajuan selama 145 tahun terakhir. Seiko merayakannya dengan model King Seiko VANAC Limited Edition HKF004 baru yang menampilkan dial berwarna perak-putih dan biru yang mencolok. Bagian belakang casing dihiasi dengan logo “perisai” warna biru, yang terinspirasi oleh lambang King Seiko dari tahun 1960-an. Mesin jam mekanis andalan Seiko, Kaliber 8L45, menawarkan cadangan daya hingga 72 jam dan akurasi +10 hingga -5 detik per hari. Model King Seiko VANAC berdiameter 41mm ini akan tersedia mulai Juli 2026 sebagai edisi terbatas sebanyak 800 buah di Butik Seiko dan mitra ritel terpilih di seluruh dunia. www.seikowatches.com. 20


WATCH ART GRAND EXHIBITION MILAN 2026 Mulai tanggal 2 hingga 18 Oktober 2026, penggemar jam tangan akan dapat menyelami dunia pabrik jam tangan milik keluarga independen terakhir yang tersisa di Jenewa ini

M

tangan, dan pengaturan permata, akan dipamerkan, bersama dengan demonstrasi oleh para pengrajin di depan mata pengunjung. Di antara koleksi luar biasa

enjelang pameran WATCH ART Milan 2026

ini, dua jam tangan unik berikut akan ditampilkan. Jam

nanti, Patek Philippe memperkenalkan dua

saku “Burano” Ref. 992/193J-001 yang dibuat dengan

jam tangan luar biasa pertama mereka. Untuk

tangan menggunakan teknik cloisonné, flinqué, dan

edisi ketujuh pameran besarnya di seluruh dunia, Patek

paillonné, serta ukiran tangan, karya unik dari emas

Philippe memilih Italia, salah satu pasar bersejarah

kuning, yang memberikan penghormatan kepada pulau

utamanya. Dalam ruang megah hampir 2.900 meter

Venesia, Burano, yang terkenal dengan kanal-kanalnya

persegi, pengunjung akan dibawa ke balik layar dunia

yang dipenuhi rumah-rumah berwarna cerah. Jam saku

Patek Philippe. Empat belas tahun yang lalu, Patek

ini dilengkapi dengan dudukan dari emas kuning yang

Philippe meluncurkan konsep baru Pameran Besar yang

menampilkan lengkungan yang dihiasi dengan simpul

terbuka untuk umum, menawarkan tiket masuk gratis dan

katrol dan delapan cincin, bertatahkan 108 permata

mendorong pengenalan yang lebih dekat dengan kreasi,

spinel. Jam meja kubah “Jeruk Sisilia” Ref. 20179M-001

warisan, filosofi, dan luasnya keahliannya. Pameran megah

adalah karya unik dari enamel cloisonné Grand Feu yang

ini akan menyatukan sekitar 500 jam tangan dan objek

menampilkan kehebatan teknis dalam menawarkan dua

yang menggambarkan kekayaan berbagai jenis keahlian.

bidang visual untuk memberikan kesan kedalaman pada

Koleksi Kerajinan Tangan Langka khusus yang terdiri

pemandangan: bidang pertama adalah pohon jeruk,

dari 27 jam tangan luar biasa, termasuk jam meja kubah,

bidang kedua adalah kota Palermo dalam lukisan miniatur

jam saku, dan jam tangan dengan lukisan miniatur pada

di atas enamel. Untuk menggambarkan pepohonan dan

enamel, enamel cloisonné, ukiran tangan, marquetry

buahnya, pengrajin enamel menggunakan sekitar 15

kayu mikro, pekerjaan guilloché yang dikerjakan dengan

meter kawat emas. www.patek.com/watchart2026. 21


IN BRI EF

ZIDANE’S PASHA LEGACY

Cartier Pasha yang menemani langkah awal Zinedine Zidane kini membuka babak baru sebagai simbol waktu, pencapaian, dan kemanusiaan

B

24

awal kariernya. Hampir 35 tahun kemudian, jam tangan tersebut kembali memasuki panggung publik. Kali ini bukan sebagai simbol pencapaian pribadi, melainkan sebagai instrumen untuk memberikan dampak bagi keluarga yang membutuhkan. “Cartier Pasha ini adalah jam tangan pertama yang saya beli untuk diri saya sendiri dengan gaji pertama saya ketika bermain di Bordeaux,” ujar Zidane. “Saya

agi Zinedine Zidane, sebuah Cartier Pasha menjadi

membelinya hampir 35 tahun lalu, dan jam ini tetap

saksi bisu dari babak awal perjalanan yang kelak

bersama saya sejak saat itu.” Sebagai salah satu model

membawanya menjadi salah satu ikon terbesar

ikonis Cartier, Pasha memiliki sejarah panjang dalam

dalam sejarah sepak bola dunia. Pada 9 November 2026,

dunia haute horlogerie, yang pertama kali diperkenalkan

jam tangan personal pertama milik Zidane tersebut

pada 1985, terinspirasi dari jam tahan air khusus Cartier

akan ditawarkan dalam lelang Christie’s Rare Watches di

pada 1930-an untuk Pasha of Marrakesh. Desainnya

Jenewa sebagai bagian dari program Watches for ELA,

dikembangkan menjadi salah satu identitas khas Cartier,

dengan seluruh hasil penjualan didedikasikan untuk

yaitu bentuk case bulat, crown dengan detail rantai kecil,

ELA International, sebuah organisasi yang selama lebih

dan aksen sapphire cabochon, melebur menjadi tampilan

dari dua dekade didukung Zidane dalam perjuangan

yang memadukan karakter sporty dan kemewahan klasik.

melawan leukodistrofi. Bukan sekadar sebuah koleksi

Keberanian desain tersebut menjadikan Cartier Pasha

horologi, Cartier Pasha memiliki nilai sentimental yang

unik. Siluetnya memadukan keberanian dan keanggunan,

sangat personal. Zidane membelinya menggunakan

sebuah karakter yang terasa selaras dengan citra Zidane

gaji pertamanya sebagai pemain profesional ketika

membawa dimensi emosional tersendiri dalam lelang

masih memperkuat FC Girondins de Bordeaux pada

tersebut. www.watchesforela.eu.


SAVE THE DATE!

Salah satu grup jam tangan terbesar yang bergabung dengan Breitling akan hadir di Watches and Wonders pada tahun 2027 sebagai bagian dari House of Brands milik Breitling

P

ameran Watches and Wonders Geneva 2027 akan berlangsung dari tanggal 5 April hingga 11 April. Merek-merek bergengsi termasuk

Breitling, Gallet, dan Universal Genève (yang tergabung

menyatukan tiga nama ikonik dalam industri jam tangan

dalam House of Brands) untuk pertama kalinya akan

Swiss di bawah satu visi strategis. “Watches and Wonders

mempresentasikan koleksi terbaru mereka dan visi

Jenewa telah menjadi panggung global terkemuka untuk

terpadu di pameran utama industri jam tangan terbesar

industri kami,” ujar CEO House of Brands, Georges Kern.

di dunia itu. Setelah bertahun-tahun sukses melakukan

“Lebih dari sekadar visibilitas, ini mencakup kebebasan

aktivasi independen termasuk pertemuan puncak dan

bagi setiap merek untuk menceritakan kisah mereka

roadshow, Breitling, Gallet, dan Universal Genève, yang

sendiri. Kehadiran kami di Watches and Wonders Geneva

secara kolektif dikenal sebagai House of Brands, akan

menunjukkan tiga merek berbeda di berbagai segmen,

tampil berdampingan pada bulan April 2027 di Watches

sekaligus berkontribusi pada kekuatan kolektif, visibilitas,

and Wonders Jenewa, pameran global terkemuka di

dan masa depan industri jam tangan Swiss. Penambahan

industri ini.

House of Brands akan menambah nilai yang besar pada

House of Brands, yang diresmikan oleh CEO Georges Kern di Dubai Watch Week pada tahun 2025,

kolektif acara yang sudah kuat.” www.watchesandwonders.com. 25


IN BRI EF

BE A CHAMELEON

Darkmoon Kama menggunakan cahaya yang menyembunyikan detil jam

tangan ini. Bagian dial berwarna biru dan hijau perlahan menjadi gelap hingga menjadi hitam pekat, sementara varian abu-abu bertransformasi menjadi warna ungu tua yang magnetis. Efek yang dihasilkan sangat menghipnotis, seolah melarutkan sang waktu alih-alih menonjolkannya. Ketika dial sepenuhnya diselimuti kegelapan, hanya jarum

D

jam dan indeks berbentuk U yang ikonik di angka 12 yang alam industri jam tangan, kita terbiasa melihat

terlihat. Satu hal yang unik adalah case berisi minyak khas

bagaimana beberapa model yang seakan

U-BOAT. Cairan tersebut memperkuat efek kedalaman,

terobsesi mengejar kilau cahaya melalui

refleksi, dan persepsi warna, memberikan ilusi seolah

kombinasi polesan rumit hingga penggunaan bahan

dial-nya perlahan terserap ke dalam bayangan. Mesin

luminescence. Namun, ada satu penunjuk waktu dari

jam Swiss Made Ronda 762 berdetak akurat, sementara

ajang Watches and Wonders Geneva 2026 yang

bagian caseback mengintegrasikan “Locking Ring System”

menjungkirbalikkan narasi tersebut. Model tersebut

untuk proses penggantian baterai dan pengisian ulang

tidak lain adalah U-BOAT Darkmoon Kama—adalah jam

minyak secara praktis. www.uboatwatch.com.

tangan di mana cahaya tidak hadir untuk menerangi, melainkan menyembunyikan. Italo Fontana telah lama dikenal sebagai seorang provokator dalam pembuatan jam modern, namun Darkmoon Kama melangkah lebih jauh dengan tampil layaknya organisme hidup. Dibungkus dalam case stainless steel atau black PVDtreated steel berukuran 46mm yang kokoh, jam tangan yang terinspirasi oleh binatang chameleon (bunglon) ini hadir lewat dial tipe sunray fumé berwarna biru, hijau, atau abu-abu. Menariknya, di bawah sinar matahari, keajaiban teatrikal dimulai: elemen fotokromik tak terlihat bereaksi terhadap sinar UV, secara bertahap mengubah jiwa jam 28


TIME FOR LUXURY 29

@Bvlgari

• All About Luxury Watches • Collector’s Corner • Interviews

29


COLLECTOR’S CORNER

TIME TO BEAT Apa pertimbangan utama Anda saat ingin memiliki sebuah karya seni? Bentuknya yang unik, bahan pembuatannya yang tidak biasa, desainernya yang terkenal, atau harganya? Dari ajang Watches and Wonders Geneva tahun ini kami hadirkan beberapa penunjuk waktu yang layak disebut karya seni pilihan Collector’s Guide-WATCHES Indonesia, termasuk jam meja yang diproduksi sangat terbatas.

30

ARTYA

Complexity menggunakan varian langka yang dikenal

Merek jam asal Swiss ini memperkenalkan karya

sebagai “Cônillon.” Dalam konfigurasi ini, sumbu roda

spektakuler yang mengubah persepsi kita tentang semua

keseimbangan atau balance wheel mengikuti lintasan

hal yang menentang gravitasi dalam dunia kronometri.

berbentuk kerucut, yang secara bersamaan mengoreksi

ArtyA Complexity memiliki mekanisme tourbillon

penyimpangan kecepatan yang disebabkan oleh gravitasi

ganda tipe inclined atau miring yang belum pernah ada

pada beberapa posisi vertikal. ArtyA memecahkan tradisi

sebelumnya di dalam case transparan. Jika tourbillon

sebelumnya dengan menempatkan dua regulator yang

pada umumnya berputar pada satu bidang silinder,

saling berhadapan ini pada posisi jam 12 dan jam 6 untuk


mencapai optimalisasi 360 derajat dalam hal akurasi

juga mengadopsi keahlian multi-axis dari pembuat jam

kronometrik.

legendaris Éric Coudray. Hadir dalam case berukuran

Keunggulan teknis ini bergantung pada arsitektur

42x48 mm yang radikal namun tetap berdesain organik.

yang sangat rumit. Pertama, “Non-Parallel Architecture”,

Bagian case terbuat dari safir transparan sintetis atau

ketika tidak satu pun sumbu pada bagian balance, cage,

bahan batuan “Pigeon’s Blood” rubi warna merah tua.

atau pallet fork yang sejajar, sehingga memastikan presisi

Terdapat pilihan dial “Griffe” yang diukir 3D dan tampak

yang maksimal di semua posisi pergelangan tangan.

eksplosif, atau dial “Matte” yang lembut seperti bahan

Kedua, “The Keystone Differential” atau mekanisme

beludru dan dipoles dengan teknik shot-blasted. Hanya

yang menyeimbangkan torsi dari tabung mainspring

diproduksi sebanyak 9 buah di seluruh dunia dan

barrel dengan sempurna, menjamin setiap bagian dari

masing-masing diberi nomor urut, ArtyA memposisikan

tourbillon cage yang berputar setiap 30 detik terus-

Complexity sebagai bentuk pernyataan tertinggi dalam

menerus menerima energi yang sama. Konfigurasi teknis

dunia pembuatan jam tangan independen. Harga: CHF

ketiga, “The Purtec Lineage,” dikembangkan bersama

190,000 (versi safir), dan CHF 220,000 (versi batuan

perusahaan spesialis komplikasi Purtec Sàrl. Mesin jam

rubi), atau sekitar IDR 4,2 miliar – IDR 4,9 miliar.

Calibre Complexity-01 yang terdiri dari 287 komponen

www.artya.com 31


COLLECTOR’S CORNER

CHOPARD

32

Dalam industri jam tangan, terdapat benda-benda

Ada tantangan tersendir pink gold dengan dial berwarna

yang menunjukkan waktu, dan ada pula benda-benda

abu-abu, atau white gold yang dipadukan dengan

yang menceritakan sebuah kisah. Tahun ini, Chopard

permukaan bertipe argenté. Biasanya, orang berpikir

menciptakan salah satu karya spesial khusus untuk masuk

bahwa semakin banyak fungsinya, semakin baik. Atau

ke dalam kategori yang terakhir. Untuk merayakan ulang

setidaknya, itulah logika yang sering digunakan saat

tahun ke-30 manufaktur mereka di Fleurier, Chopard

berusaha memasukkan lebih banyak elemen ke dalam

mempersembahkan Beehive Table Clock edisi terbatas

ruang yang

sebanyak 10 buah, yang dikembangkan bekerja sama


dengan L’Épée 1839. Dirancang sebagai jam meja

mata mereka terbuat dari spinel hitam dan sayapnya dari

mekanis dengan bunyi lonceng sekaligus sebuah “Objet

bebatuan kristal yang mampu menangkap cahaya dengan

d’Art,” kreasi ini memadukan inovasi horologi, keahlian

kilauan halus—yang juga mengingatkan kita pada “Palme

Haute Joaillerie, dan warisan simbolis yang kuat. Dengan

d’Or Cannes.” Dua dari makhluk bertatahkan permata ini

tinggi 25,8cm, ketujuh lapis kaca melengkungnya

memiliki fungsi praktis: bagian sungut mereka menandai

mengingatkan pada sarang lebah tradisional Eropa abad

jam dan menit pada cincin kaca yang berputar, sedangkan

pertengahan yang anyaman, sementara di balik dinding

yang ketiga menunjukkan mode pemilihan dari bunyi

transparannya berdetak mekanisme lonceng dengan

loncengnya. Di balik karya seni berbasis visual ini terdapat

tingkat kerumitan yang luar biasa. Bagi Chopard, sarang

teknik akustik yang canggih. Lapisan kaca paling atas

lebah atau “Beehive” bukanlah sekadar hiasan tanpa arti.

berfungsi sebagai lonceng, yang dipukul oleh palu emas

Louis-Ulysse Chopard mengadopsinya sebagai lambang

untuk menghasilkan bunyi lonceng jernih khas Chopard.

pada tahun 1860, sebagai metafora bagi ketepatan

Untuk menyempurnakan suara ini, mereka berkolaborasi

dan keahlian kolektif. Ketika Karl-Friedrich Scheufele

dengan institut HEPIA di Jenewa, guna menganalisis

mendirikan manufaktur Fleurier pada tahun 1996,

bagaimana variasi geometri kaca memengaruhi respons

ia menghidupkan kembali motif tersebut, menyadari

frekuensi. Hasilnya adalah mekanisme lonceng yang dapat

keselarasan motif itu dengan nilai-nilai merek ini yang

secara otomatis membunyikan jam dan setengah jam, atau

berupa kerja keras dan dedikasi.

diaktifkan sesuai permintaan, yang semuanya didukung

Kini, simbolisme tersebut diwujudkan secara

oleh mesin jam dengan double-barrel yang menawarkan

spektakuler. Tiga ekor lebah dari bahan emas kuning

daya tahan hingga delapan hari. Dikembangkan selama

18K melayang di permukaan jam, masing-masing dibuat

dua tahun melalui kemitraan dengan L’Épée 1839, Beehive

dengan tangan di studio “Haute Joaillerie” Chopard

Table Clock mengingatkan kita bahwa presisi, layaknya

menggunakan teknik kuno yang dinamakan “lost wax.”

pekerja paling rajin di alam yaitu lebah, membutuhkan

Tubuh mereka berkilauan dengan deretan safir kuning dan

harmoni dan upaya kolektif. Harga: CHF 330,000 (sekitar

berlian hitam yang disusun secara bergantian, sementara

IDR 7,4 miliar). www.chopard.com 33


COLLECTOR’S CORNER

34

GRAND SEIKO

tangan manusia. Jarum detik Spring Drive berwarna

Hanya sedikit pembuat jam tangan yang mampu

abu-abu meluncur di atas permukaan bertekstur,

menangkap keindahan alam layaknya Grand Seiko.

mengingatkan kita pada aliran waktu yang tak pernah

Kreasi terbaru mereka mengangkat filosofi keindahan

berhenti.

alam ini menjadi seni horologi tingkat tinggi. Dibuat oleh

Dibalut case Platinum 950 setebal 9,6mm yang

para pengrajin terpilih di Micro Artist Studio di Shiojiri,

mengadopsi siluet ramping dari model 44GS klasik tahun

Masterpiece Collection SBGZ011 ini adalah jam tangan

1967 dengan permukaan datar dan sudut tajam yang

Spring Drive yang terinspirasi oleh Air Terjun Tateshina

ikonik, dengan perbedaan pada ribuan garis ukiran tangan

yang megah dan memukau, menggambarkan aliran

yang melintasi permukaan jamnya. Polesan Zaratsu yang

waktu yang abadi melalui ukiran tangan multidirectional

khas berpadu dengan permukaan halus, menghasilkan

yang sangat indah. Bagian dial bukan hanya menjadi

dialog antara cahaya dan bayangan yang seakan tidak

penunjuk waktu melainkan kanvas yang seakan hidup.

berhenti. Di bagian dalamnya berdetak mesin jam Caliber

Garis-garis ukiran tangan mengalir dalam berbagai

9R02, mekanisme Spring Drive tertipis Grand Seiko

arah, menyatu sempurna menangkap esensi mata air

dengan ketebalan hanya 4,0mm, dengan cadangan daya

yang muncul dari perut bumi. Setiap jam, menit, dan

84 jam. Hanya 50 unit yang tersedia secara eksklusif di

penanda yang diaplikasikan dengan tangan dibuat dari

butik Grand Seiko, model ini adalah perpaduan tanpa

emas putih 18K, memancarkan kilau tajamnya yang khas.

kompromi antara warisan budaya Jepang dan keunggulan

Jarum menit dan detik ditekuk lembut ke arah dial untuk

mereka secara teknis. Bagi para kolektor sejati, jam

keterbacaan optimal, sementara huruf dan penanda

tangan ini menjadi bukti nyata akan keagungan alam yang

menit diukir langsung ke permukaan—memberi dimensi

indah yang juga dapat dikenakan. Harga: USD 84,000

dan kedalaman yang hanya bisa dicapai melalui keahlian

(sekitar IDR 1,5 miliar). www.grand-seiko.com


HERMÈS

“petak umpet” visual yang memberikan ruang luas bagi

Tahun ini, Hermès sekali lagi membuktikan keahliannya

imajinasi si pengguna jam tangan. Jam ini juga mengusung

dalam mengubah kegiatan sederhana seperti membaca

keunggulan teknis yang terlihat pada bagian yang

waktu menjadi sebuah pertunjukan yang menawan

dipotong pada dial, yaitu mesin jam H1927 skeletonised

melalui koleksi Hermès Arceau Samarcande. Jam

terbaru. Selain itu, jam tangan ini memiliki bunyi lonceng

tangan ini merupakan sebuah permainan teatrikal yang

berkat fitur minute repeater, yang memungkinkan

memadukan warisan berkuda dari merek ini dengan

pemakainya mengagumi suara ketika gong berbunyi untuk

kecanggihan mesin mereka yang tak kalah menakjubkan.

penanda waktu. Dengan mengangkat seni keterbukaan

Arceau Samarcande hadir dengan case berdiameter

dan menjadikannya bahasa tersendiri, Hermès telah

38mm yang elegan lam dua versi, dari emas putih atau

menghadirkan sebuah pengingat yang cemerlang bahwa

rose gold. Hermès menciptakan dial dengan desain terbuka

misteri waktu yang paling memikat sering kali ditemukan

yang memukau dari kristal Saint-Louis, bentuk kepala

ketika kita memandangnya melalui kacamata tradisi

kuda. Potongan dengan mata berbintang ini berfungsi

historis yang diwariskan, dan mengundang kita untuk

sebagai jendela menuju jiwa jam tangan tersebut,

menjelajahi lebih dalam struktur dari waktu itu sendiri.

menelusuri transisi yang mulus antara estetika dari bagian

Harga: USD 301,300 – USD 306,800 (sekitar IDR 5.4

eksterior dan juga interior, layaknya sebuah permainan

miliar – IDR 5,5 miliar). www.hermes.com 35


Penulis: Billy Saputra

COVER STORY

T HE BO N D BE FO RE BO N D Melalui 007 First Light, OMEGA menghadirkan Seamaster Diver 300M Chronograph yang lahir dari kisah awal James Bond dalam format permainan gim video 36


OMEGA MEWUJUDKAN SEAMASTER DIVER 300M CHRONOGRAPH YANG MUNCUL DI DALAM GIM VIDEO TERSEBUT MENJADI SEBUAH JAM TANGAN YANG DAPAT DIKENAKAN OLEH PENGGEMAR SEJATI

S

elama hampir enam dekade, kiprah penuh aksi James Bond berkembang melalui layar lebar, lengkap dengan mobil, gawai, dan jam tangan yang

kemudian menjadi bagian dari identitas karakternya. Namun pada 2026, hikayatnya mengambil medium yang berbeda melalui 007 First Light, sebuah permainan gim video yang dikembangkan oleh IO Interactive bersama

salah satu karakter paling bertahan dalam budaya

Amazon MGM Studios. Permainan ini tidak melanjutkan

populer. Selama lebih dari enam dekade, waralaba ini

cerita Bond yang sudah dikenal publik, melainkan

telah melahirkan 25 film dan diperankan oleh enam aktor

kembali ke masa ketika ia masih berusia 26 tahun dan

yang masing-masing membawa interpretasinya sendiri

baru memasuki dunia intelijen Inggris. Menariknya,

terhadap sosok agen rahasia Inggris tersebut. Dari era

salah satu perlengkapan yang digunakan sepanjang

Sean Connery hingga Daniel Craig, Bond terus berubah

permainan bukan hanya hadir sebagai properti digital.

mengikuti zamannya tanpa kehilangan identitas dasarnya.

OMEGA kemudian mewujudkan Seamaster Diver 300M Chronograph yang muncul di dalam gim video tersebut menjadi sebuah jam tangan yang dapat dikenakan oleh penggemar sejati. Sejak pertama kali muncul di layar lebar melalui Dr. No pada 1962, James Bond telah berkembang menjadi

HALAMAN SAMPING OMEGA Seamaster Diver 300M Chronograph 007 First Light yang eksklusif HALAMAN INI Jam tangan ini dilengkapi dengan kotak presentasi yang unik, dibuat menyerupai koper yang digunakan untuk membawa jam tangan di dalam permainan

37


COVER STORY

38


JAM TANGAN INI DITENAGAI C ­ O-AXIAL MASTER CHRONOMETER CALIBRE 9900 DENGAN CADANGAN DAYA 60 JAM YANG DAPAT DIAMATI MELALUI CASEBACK SAFIR BERLOGO 007 FIRST LIGHT

Selama dua dekade terakhir, IO Interactive membangun reputasinya melalui permainan yang menempatkan strategi, penyamaran, dan kebebasan pemain dalam menyelesaikan misi sebagai elemen utama. Formula permainan tersebut terasa selaras dengan dunia James Bond yang selama ini tidak hanya mengandalkan aksi, tetapi juga kecerdikan dan kemampuan beradaptasi dalam berbagai situasi. Melalui 007 First Light, kolaborasi keduanya menghasilkan sebuah cerita orisinal yang berdiri sendiri di luar alur film-film sebelumnya. Di dalam dunia yang baru dibangun inilah OMEGA kemudian

Namun 007 First Light mengambil arah penceritaan yang unik. Alih-alih melanjutkan salah satu versi yang telah dikenal publik, permainan ini memilih untuk kembali ke titik awal dan membayangkan bagaimana perjalanan Bond dimulai sebelum ia memperoleh statusnya sebagai 007. Pilihan untuk kembali ke awal tersebut menjadi fondasi utama 007 First Light. Dalam permainan ini, Bond digambarkan sebagai pria berusia 26 tahun yang masih jauh dari sosok agen rahasia berpengalaman yang selama ini dikenal publik. Ia memulai perjalanannya sebagai awak udara Angkatan Laut Kerajaan Inggris sebelum direkrut oleh MI6 dan diperkenalkan pada dunia spionase internasional yang penuh risiko. Dengan demikian, pemain tidak mengikuti kisah seorang agen yang telah terbentuk, melainkan menyaksikan proses pembentukannya. Pilihan kreatif tersebut memungkinkan pengembang menghadirkan interpretasi Bond yang lebih muda, lebih impulsif, dan masih belajar memahami konsekuensi dari setiap keputusan yang diambil sepanjang misi yang dijalankannya. Untuk membangun interpretasi baru tersebut, Amazon MGM Studios menggandeng IO Interactive, studio asal Denmark yang dikenal melalui seri Hitman.

HALAMAN SAMPING OMEGA Seamaster Diver 300M Chronograph ini dilengkapi perangkat peretasan yang mampu mengganggu peralatan elektronik serta temali berteknologi laser yang digunakan dalam situasi tertentu selama permainan HALAMAN INI Jam tangan berdiameter 44 mm ini dilengkapi bezel keramik hitam dengan skala selam enamel putih mengelilingi pelat jam keramik hitam berukir motif gelombang khas Seamaster, dan mesin jam CoAxial Master Chronometer Calibre 9900

39


COVER STORY

hadir, bukan hanya sebagai penempatan produk,

selama permainan. Fungsi-fungsi tersebut mengikuti

melainkan sebagai bagian dari perjalanan Bond itu sendiri.

tradisi panjang dunia James Bond yang kerap menjadikan

Peran OMEGA dalam 007 First Light tidak berhenti pada fungsi sebagai perlengkapan yang dikenakan

lapangan. Menariknya, OMEGA tidak membiarkan jam

karakter utama. Di dalam permainan, Seamaster Diver

tangan itu tetap berada di dunia digital. Maison asal Biel/

300M Chronograph menjadi salah satu alat yang

Bienne tersebut kemudian mewujudkan desain yang sama

membantu Bond menjalankan berbagai misinya. Jam

ke dalam bentuk fisik dan menjadikannya bagian dari

tangan tersebut dilengkapi perangkat peretasan yang

koleksi James Bond di dunia nyata.

mampu mengganggu peralatan elektronik serta temali berteknologi laser yang digunakan dalam situasi tertentu 40

jam tangan sebagai salah satu alat pendukung operasi

Berdiameter 44 mm dan dibuat dari baja nirkarat, model ini menjadi kronograf pertama dalam sejarah


BERDIAMETER 44 MM DAN DIBUAT DARI BAJA NIRKARAT, MODEL INI MENJADI KRONOGRAF PERTAMA DALAM SEJARAH SEAMASTER DIVER 300M YANG DIKAITKAN DENGAN BOND Seamaster Diver 300M yang dikaitkan dengan Bond.

warna tersebut sama dengan OMEGA yang dikenakan

Bezel keramik hitam dengan skala selam enamel putih

Bond dalam No Time To Die, meski kali ini hadir dengan

mengelilingi pelat jam keramik hitam berukir motif

pola yang distingtif dan dilengkapi Seamaster buckle

gelombang khas Seamaster, sementara cincin subdial pada

khusus serta ukiran 007 dan First Light pada keepers-nya.

posisi pukul tiga diberi sentuhan PVD emas perunggu

Bahkan kotak presentasinya dibuat menyerupai koper

yang juga digunakan pada jarum detik kronograf. Detail

yang digunakan untuk membawa jam tangan di dalam

lain seperti pushers keramik hitam dan helium escape valve

permainan. Bagi mereka yang ingin

pada posisi pukul sepuluh mempertahankan identitas

memperluas pengalaman tersebut,

Diver 300M yang telah lama dikenal kolektor. Di balik

OMEGA juga menawarkan enam

tampilannya, jam tangan ini ditenagai Co-Axial Master

pilihan NATO tambahan secara

Chronometer Calibre 9900 dengan cadangan daya 60

terpisah melalui koleksi aksesori

jam yang dapat diamati melalui caseback safir berlogo 007

resminya.

First Light. Dari beberapa jam tangan edisi James Bond keluaran Omega sebelumnya yang mengambil inspirasi dari film, Seamaster Diver 300M Chronograph 007 First Light memiliki daya tariknya tersendiri. OMEGA juga menghadirkan temali NATO eksklusif dengan pola garis berwarna hitam, abu-abu, dan krem. Kombinasi

HALAMAN SAMPING Detail jam termasuk pushers keramik hitam dan helium escape valve pada posisi pukul sepuluh, yang mempertahankan identitas Diver 300M yang telah lama dikenal kolektor jam HALAMAN INI OMEGA menawarkan enam pilihan tali jam NATO tambahan secara terpisah melalui koleksi aksesori resminya

41


BRAND TALK

Franz Linder CEO MIDO

MIDO, CELEBRATES EVERY MOMENT Peluncuran Ocean Star 200 terbaru, keunggulan MIDO dan penentuan Duta merek, Lee Jong-Suk

D

alam sesi wawancara usai peluncuran Ocean

merek kini semakin beragam. “Baroncelli merupakan

Star 200 terbaru bersama Duta merek, Lee

representasi warisan klasik kami. Namun MIDO juga

Jong-Suk di Seoul, CEO MIDO, Franz Linder

memiliki koleksi Ocean Star, Multifort, dan Commander

menegaskan jika di tengah tren industri jam tangan yang

yang masing-masing memiliki karakter tersendiri,” ujarnya.

terus berubah, MIDO memilih untuk tetap berpegang

Menurutnya, Multifort telah berkembang menjadi salah

pada filosofi desain yang tak lekang oleh waktu. Bagi

satu wajah utama MIDO, sementara Ocean Star hadir

merek asal Swiss ini, kesuksesan tidak ditentukan oleh

sebagai pilihan bagi mereka yang menginginkan jam

mengikuti tren sesaat, melainkan dengan menghadirkan

tangan bergaya sporty dengan karakter kuat.

arloji yang relevan dan bernilai untuk jangka panjang. Menurutnya, industri jam tangan mekanis tidak selalu

Jong-Suk sebagai duta merek baru, yang dipilih karena

membutuhkan perubahan yang revolusioner. Justru,

mewujudkan nilai-nilai yang menjadi inti kampanye. CEO

daya tariknya terletak pada konsistensi desain dan nilai

mengatakan bahwa duta tersebut mewakili optimisme,

yang bertahan sepanjang waktu. “Keberhasilan industri

keaslian, dan pandangan positif terhadap kehidupan—

jam tangan lahir dari konsistensi dan nilai yang bertahan

kualitas yang secara alami mencerminkan pesan merek

lama,” jelasnya. I juga menjelaskan bahwa meski MIDO

untuk menghargai setiap detik.

dikenal lewat koleksi klasik seperti Baroncelli, identitas 42

Untuk mendukung arah baru ini, MIDO menunjuk Lee

Pembicaraan juga menyinggung tren penggunaan jam


tangan yang semakin tidak dibatasi oleh gender. Meskipun

memiliki nilai jual kembali yang baik di pasar sekunder.

MIDO tetap menghadirkan koleksi dengan karakter yang

Menurutnya, membangun produk ikonis bukan sekadar

berbeda, perusahaan percaya bahwa pilihan jam tangan

pengeluaran untuk sebuah merek, melainkan investasi

pada akhirnya merupakan preferensi pribadi. “Yang

jangka panjang.

terpenting adalah memilih jam tangan yang sesuai dengan

Menutup wawancara, ia menyampaikan apresiasinya

kepribadian Anda dan membuat Anda merasa nyaman.

terhadap pasar Indonesia yang selama ini menjadi salah

Kenakan apa yang paling mencerminkan diri Anda,”

satu pasar penting bagi perusahaan. Ia menggambarkan

jelasnya.

hubungan MIDO dengan para pelanggan di Indonesia

Filosofi tersebut sejalan dengan arah baru komunikasi

sebagai sebuah “dream team” dan mengundang para

MIDO yang menekankan pentingnya menghargai setiap

pencinta jam tangan untuk mengunjungi butik MIDO di

momen dalam kehidupan. Melalui kampanye global

Jakarta guna melihat langsung koleksi-koleksi terbaru

terbarunya, merek ini ingin mengajak masyarakat untuk

yang baru diluncurkan.

tidak hanya merayakan pencapaian besar, tetapi juga menikmati berbagai momen sederhana yang sering kali terlewat di tengah kesibukan sehari-hari. Ia menambahkan bahwa banyak model ikonis di industri horologi mempertahankan desain yang sama selama puluhan tahun, namun tetap menjadi incaran para kolektor dan pencinta jam tangan. Hal inilah yang menjadi dasar filosofi MIDO dalam mengembangkan produknya. Sebagai contoh, ia menyebut koleksi Commander, yang telah hadir selama bertahun-tahun dan masih

KEBERHASILAN INDUSTRI JAM TANGAN MIDO LAHIR DARI KONSISTENSI DAN NILAI YANG BERTAHAN LAMA HALAMAN SAMPING MIDO Ocean Star 200 terbaru dalam diameter case 41mm, dan dial jam pola butiran pasir yang unik; CEO MIDO, Franz Linder HALAMAN INI Saat peluncuran MIDO Ocean Star 200 terbaru, bersama Duta merek, Lee Jong-Suk

43


BRAND TALK

A TIMELESS JOURNEY

Perjalanan ke dunia H. Moser & Cie bersama Georges-Henri Meylan untuk mengetahui lebih dalam tentang keahlian, karakter, dan desain terbaru merek yang berani

S

Chairman MELB Holding

ungguh sebuah kesempatan langka yang tidak

setelah menjadi konsultan di H. Moser & Cie., Meylan

direncanakan, namun berbuah manis. Rencana

juga membeli perusahaan tersebut, serta perusahaan

awal untuk mewawancarai Edouard Meylan

afiliasinya yang memproduksi mekanisme pengatur waktu

dari H. Moser & Cie gagal karena jadwal yang bentrok,

(escapement), Precision Engineering. Ia lalu menempatkan

namun justru hal itu membuat kami dapat bertemu

kedua putranya, Edouard untuk memimpin H. Moser &

langsung dan mewawancarai ayahnya, Georges-Henri

Cie., dengan energi muda dan pola pikir inovatifnya, dan

Meylan, eksekutif industri legendaris dan kepala keluarga

Bertrand, yang mengelola penjualan dan ekspansi pasar.

Meylan, pemilik MELB Holding yang memiliki dan

Dan mereka berhasil menghidupkan kembali merek

mengoperasikan merek jam mewah H. Moser & Cie. dan

terkenal itu dengan harga yang relatif lebih rendah dan

Hautlance. Keluarga Meylan memang sudah memiliki

sistem pemasaran yang unik dan “outside the box”.

hubungan kekerabatan jauh dengan pembuat jam tangan

44

Georges-Henri Meylan

Kami berbincang dengan sosok penting di dunia

H. Moser & Cie. awal tahun 1900-an. Kepala keluarga

haute horology kelahiran tahun 1950 ini tentang

ini, Georges-Henri Meylan (yang pernah menjadi CEO

berbagai inovasi dan koleksi terbaru yang diluncurkan

Audemars Piguet), memutuskan untuk mendirikan

di ajang Watches and Wonders 2026. Dengan ramah ia

MELB Holding, dan membeli merek Hautlence. Dan

menjelaskan kolaborasi Reebok dalam lini Streamliner


“Pump” yang unik, menggantikan mekanisme memutar tombol jam secara tradisional dengan mekanisme tekan yang terinspirasi oleh Reebok. Selain itu, ia juga menjelaskan ukuran dan material baru pada koleksi Streamliner. “Ini menantang. Ya, maksud saya, sangat sulit untuk membuat jam tangan seperti ini, kan? Terutama bagi pembuat jam. Produksinya sangat terbatas, dan seperti yang Anda ketahui, bahwa merek ini memiliki filosofi atau motto: Sangat langka (Very Rare), jadi seperti sesuatu yang bernilai dan sangat sulit ditemukan. Namun dengan manufaktur kami yang baru, angka produksi bisa meningkat hingga sekitar 10.000 buah per tahun,” jelasnya sambil tersenyum. Perbincangan kami kemudian beralih pada Maison dengan warisan hampir 200 tahun sebagai manufaktur independen. Kesukesan mereka tidak lepas dari jam tangan yang berhasil mewujudkan keahlian, kualitas, dan eksklusivitas luar biasa yang didambakan para kolektor jam. “Lebih dari sekedar memproduksi jam,

KELUARGA MEYLAN MEMANG SUDAH MEMILIKI HUBUNGAN KEKERABATAN JAUH DENGAN PEMBUAT JAM TANGAN H. MOSER & CIE. AWAL TAHUN 1900-AN

kita tahu bahwa untuk jam tangan yang rumit ini, kita tidak bisa menggunakan standar baku. Itu alasannya

tangan tahun ini, 1000 kali lebih banyak daripada tahun

produk kami menjadi langka. Kami juga memiliki museum

sebelumnya. Kami bekerja keras untuk memindahkan

tempat seluruh koleksi bernilai dan bersejarah kami

perusahaan ke gedung tua yang telah direnovasi, dan

disimpan. Kolektor jam pasti tertarik untuk berkunjung

pada tahun 2028 produksinya akan mencapai angka

dan melihat langsung koleksi bersejarah Maison selama

2000. Ya, Anda benar-benar membutuhkan orang-orang

hampir 200 tahun, sehingga mereka lebih menghargai

yang kreatif, seperti kedua putra saya, dan jika saya ingin

jam tangan Moser miliknya,” uingkapnya.

menghadirkan hal-hal baru, itu harus sesuai dengan arah

Apakah koleksi terbaru ini lebih cocok untuk generasi

yang ingin kita tuju. Anda membutuhkan ide sepanjang

muda? Karena kami tahu bahwa Edouard dan teamnya

waktu. Saya harus menghadirkan beberapa hal yang

sangat kreatif dan terkadang menghasilkan hal-hal gila

dapat menarik perhatian pelanggan potensial.” Dan

seperti jam yang dihiasi dengan keju, rerumputan dan

sebagai ayah, dengan kedua putra yang sangat kreatif,

bahan lainnya. Ia tersenyum dan mengaku, “Sebagian

Meylan merasa tidak terlalu perlu terlibat langsung dalam

besar dari koleksi jam tangan ini memang sangat spesifik,

produksi atau setidaknya dalam desain, “Saya pikir jika

dan ide-ide kreatif terus mengalir, seperti keju atau yang

mereka mempresentasikannya kepada dewan direksi,

lainnya, so it will still be very rare, hahaha.” Tantangan apa

jika mereka memiliki pertanyaan, mereka akan bertanya

yang paling sulit atau berat untuk dikerjakan sejauh ini

kepada saya. Jika tidak ada pertanyaan maka mereka

berdasarkan pengawasannya? Ia mengaku, “Jika Anda

dapat bertanggung jawab,” jelasnya dengan bangga.

melihat beberapa mekanisme, misalnya, jam tangan dengan mekanisme tertentu, mesin itu harus bekerja dengan baik. Untuk benar-benar mengatur semuanya, agar berfungsi dengan baik, Anda harus tahu misalnya apakah bunyinya bagus.” Apa rencana Moser selanjutnya? Ia menjelaskan bahwa apa yang mereka lakukan sekarang adalah untuk menang, “Saya berharap dapat membuat 4500 jam

HALAMAN SAMPING H. Moser & Cie. Streamliner Tourbillon Concept Ceramic; Meylan mengenakan H.Moser & Cie Endeavour Perpetual Calendar dari rose gold dan dial warna hitam HALAMAN INI DARI KIRI H. Moser & Cie. X Reebok Streamliner Pump Black and White; H. Moser & Cie. Endeavour Minute Repeater Cylindrical Tourbillon Skeleton

45


BRAND TALK

Jérôme Cavadini Chief Operating Officer Panerai

SHAPING THE FUTURE

Inovasi, ketangguhan, dan tantangan Panerai dalam pembuatan jam tangan mewah, dan pesan untuk Paneristi di Indonesia

P

rodusen jam tangan mewah asal Italia yang

inovasi material. Strategi jangka panjang terlihat dalam

didirikan di Florence pada tahun 1860, Panerai

bagaimana “warisan” kami perlakukan sebagai kerangka

konsisten menunjukkan berbagai inovasi dan

kerja awal (arsitektur casing, jembatan pelindung mahkota,

keunggulannya, dan sejak tahun 2018, Jérôme Cavadini

dial sandwich, efek kristal cembung), dan “kinerja”

berperan penting sebagai Chief Operating Officer di

diekspresikan melalui kaliber kontemporer, budaya

Officine Panerai di Neuchâtel. Ia bertanggungjawab

pengujian, dan pengembangan teknis – baik itu cadangan

mengawasi operasional, dan berperan penting dalam

daya selama sebulan di koleksi Luminor, atau peringkat

menyederhanakan dan meningkatkan proses manufaktur

kedalaman ekstrem di koleksi Submersible. Luminor

dan efisiensi operasional merek tersebut. Collector’s

secara sempurna merangkum identitas Panerai: jam

Guide-WATCHES Indonesia berhasil mewawancarainya

tangan yang dirancang sebagai instrumen profesional dan

melalui surel. Simak berita lengkapnya di halaman 110-113.

andal. Kode desainnya yang khas muncul dari tuntutan fungsional yang ketat dari misi bawah air Angkatan

46

Dari Watches and Wonders Geneva 2026, bisa ceritakan

Laut Kerajaan Italia. Elemen-elemen kunci seperti

sedikit tentang produk baru Panerai tahun 2026 dan

jembatan pelindung mahkota ikonik, yang dirancang

kekuatan masing-masing?

untuk keamanan dan ketahanan air, dan dial yang sangat

Produk baru kami fokus pada jam tangan manual,

mudah dibaca dengan konstruksi sandwich dan indeks

termasuk kode desain fungsional Panerai yang awalnya

jam bercahaya. Itulah mengapa inovasi Luminor berpusat

lahir dari penggunaan profesional, dan pilar kinerja

pada jam tangan manual, menekankan pilar teknis

yang kami kembangkan – ketahanan air, luminositas,

dasar Panerai: ketahanan air, luminositas, otonomi yang

otonomi yang diperpanjang, konstruksi yang kokoh, dan

diperpanjang, dan konstruksi yang kokoh.


Produk-produk baru kami menampilkan desain dengan kode warisan Luminor untuk menciptakan jam tangan yang sangat kontemporer dan fungsional. Ini terlihat pada arsitektur casing Luminor PAM01731 dan PAM01735, yang terinspirasi dari referensi historis. Geometri bantalan, jembatan pelindung mahkota yang rata, dan efek kristal cembung adalah elemen yang awalnya lahir dari kebutuhan bawah air yang tetap bermakna hingga saat ini. Ini juga tercermin dalam Luminor Destro PAM01732, yang secara historis dirancang untuk penyelam agar dikenakan di pergelangan tangan kanan, membebaskan tangan kiri untuk instrumen – solusi fungsional yang juga memberikan identitas yang kuat. Sentuhan akhir dan material juga penting, mulai dari Brunito pada Luminor 8 Giorni PAM01733, yang membangkitkan kesan peralatan lapangan, hingga permukaan unik seperti gelombang dari titanium tempa pada Luminor Forged Titanium

INI MENUNJUKKAN BAHWA KAMI MEMAHAMI APA YANG DIHARGAI OLEH PARA KOLEKTOR – KOHERENSI, LEGITIMASI FUNGSIONAL, DAN JAM TANGAN YANG “MASUK AKAL” BAGI PANERAI

PAM01629. Kami juga meluncurkan Luminor 31 Giorni PAM01631 yang memadukan dimensi yang puitis dalam

Ada pesan untuk para kolektor jam tangan Indonesia dan

cadangan daya yang lama dengan inovasi dan kinerja.

Paneristi pada umumnya?

Koleksi Submersible GMT Navy SEALs Afniotech™

Terima kasih kepada para kolektor dan Paneristi

Experience Edition PAM01089 – edisi terbatas hanya

Indonesia, pesan kami sederhana: Panerai akan tetap

35 buah akan memberikan akses kepada pemiliknya yang

setia pada apa yang selalu menjadi ciri khasnya – jam

beruntung ke Panerai Special Operations Experience

tangan yang bermakna dalam tindakan – sambil

bersama U.S. Navy SEALs.

terus mengembangkan kinerja melalui pilar-pilar yang mendefinisikan instrumen-instrumen awal

Majalah kami didedikasikan untuk para kolektor jam tangan

kami: ketahanan air, keterbacaan, otonomi yang

di Indonesia. Menurut Anda, apa saja elemen yang membuat

lama, konstruksi yang kokoh, dan riset material. Kami

merek Anda unik dan menarik bagi para kolektor jam tangan

mendengarkan dengan saksama baik para kolektor jam

yang cerdas?

tangan maupun Paneristi, karena mereka menuntut dan

Yang cenderung menarik para kolektor paling cerdas

sangat berpengetahuan. Tentang Paneristi, yang membuat

ke Panerai adalah identitas merek yang unik, spesifik,

komunitas ini begitu kuat adalah kemandiriannya, dan

dan kredibel. Selera kolektor berkembang menuju satu

kemandirian itu harus dihormati: kemandirian itu tidak

permintaan yang berulang di seluruh dunia: value must

dapat dikelola atau dikendalikan oleh merek. Hubungan

feel earned (nilai harus terasa seperti hasil yang diperoleh).

yang paling sehat adalah dialog tanpa campur tangan dan

Itu tidak berarti “harga rendah” – Itu berarti koherensi,

membiarkan produk menunjukkan bahwa kami memahami

daya tahan, dan sebuah cerita yang didukung oleh objek

apa yang dihargai oleh para kolektor – koherensi,

itu sendiri. Bagi Panerai, cerita terkuat kami fungsional

legitimasi fungsional, dan jam tangan yang “masuk akal”

dan terlihat: arsitektur, keterbacaan, otonomi, ketahanan

bagi Panerai.

air, material yang dipilih untuk kondisi yang menuntut. Prioritasnya adalah untuk secara konsisten memenuhi janji merek – melalui penelusuran sejarah yang autentik, pengalaman yang kredibel, dan pengalaman pelanggan yang sangat baik yang menghormati tingkat pengetahuan para kolektor berpengalaman.

HALAMAN SAMPING DARI KIRI Rangkaian koleksi Panerai terbaru dari ajang Watches and Wonders Geneva 2026; COO Panerai, Jérôme Cavadini HALAMAN INI DARI KIRI Panerai Luminor 31 Giorni PAM01631 edisi terbatas; Panerai Submersible Navy SEALs Afniotech™ Experience (PAM01089)

47


Penulis: Billy Saputra

POINT OF VIEW

THE WRIST TWIST Di jantung Le Solliat, Vallée de Joux, kolektor jam Kevin O’Leary menerima jam tangan merah uniknya yang dibuat khusus oleh pembuat jam David Candaux

K

48

olaborasi unik antara pengusaha, investor, dan

karena kompleksitas mekanismenya, presisinya, dan

kolektor jam tangan terkenal, Kevin O’Leary

estetika uniknya. Komitmennya terhadap seni pembuatan

dengan pembuat jam tangan Swiss ternama dan

jam tangan terlihat jelas dalam setiap karyanya, yang

insinyur Swiss independen, David Candaux, menghasilkan

dirancang dari awal hingga akhir, menampilkan paten yang

sebuah jam tangan pesanan khusus yang unik dan

memperkaya pembuatan jam tangan abad ke-21 sekaligus

tiada duanya. David berhasil mewujudkan keunggulan

melestarikan warisan para ahli di Lembah tersebut.

horologis melalui mereknya sendiri yang didirikan

Komplikasi khasnya, tourbillon terbang miring 30 derajat,

pada tahun 2017. Berasal dari Vallée de Joux, tempat

muncul di seluruh koleksi sebagai pernyataan arsitektural

lahirnya pembuatan jam tangan Swiss, ia menonjol karena

yang berulang, yang mewujudkan pendekatan Candaux

kreativitasnya yang tak terbatas, daya cipta yang unik, dan

terhadap setiap masalah dalam pembuatan jam tangan.

keahlian yang luar biasa. Berbasis di Solliat, bengkelnya

Hal itulah yang berhasil menarik minat seorang

merupakan pusat kreativitas dan inovasi teknis dan

Kevin O’Leary untuk melakukan kunjungan pribadi ke

telah berhasil menciptakan jam tangan yang terkenal

atelier pembuat jam tangan independen tersebut saat


JAM TANGAN KUSTOM INI MENGINTEGRASIKAN TOURBILLON MIRING KHAS MEREK DAN KONSTRUKSI AVANT-GARDE, YANG DITAFSIRKAN ULANG MELALUI EKSEKUSI MERAH TERANG berlangsungnya ajang Watches and Wonders Geneva pada bulan April lalu, sekaligus menegaskan komitmennya dan penghargaannya terhadap keahlian pembuatan jam tangan mewah yang luar biasa. Dikenal karena mata jelinya dan salah satu koleksi jam tangan yang paling banyak dibicarakan di dunia, O’Leary meluangkan waktu untuk menyelami dunia Candaux yang sangat khusus, di mana keahlian tradisional Swiss bertemu dengan desain kontemporer yang radikal. Selama kunjungan tersebut,

kejeniusan mekanik David Candaux, yang ditonjolkan

ia menemukan rahasia di balik jam tangan pesanan

oleh bahasa desain yang tidak konvensional dan keahlian

khusus yang baru-baru ini ia pesan, yaitu sebuah DC6

pembuatan jam tangan tingkat tinggi. Sebagai pendukung

Titanium unik dengan dial titanium hitam dan merah

setia para pembuat jam tangan independen, Kevin O’Leary

anodized, flensa merah, yang dibuat khusus untuknya,

terus memperjuangkan jam tangan langka dan berkualitas

dibedakan oleh estetika merah yang berani dan khas, yang

tinggi yang menggabungkan inovasi, keunggulan mekanis,

mewujudkan estetika merah khas O’Leary yang ikonik.

dan penceritaan. Pertemuannya dengan David Candaux

Karya unik ini mencerminkan kepribadian kuat O’Leary dan pendekatan David Candaux terhadap pembuatan

menandai tonggak penting lainnya dalam upayanya yang berkelanjutan untuk ekspresi horologis yang unik.

jam tangan, yang sangat teknis, sangat arsitektural, dan sangat khas. Jam tangan kustom ini mengintegrasikan tourbillon miring khas merek dan konstruksi avant-garde, yang ditafsirkan ulang melalui eksekusi merah yang mencolok yang mendorong batas-batas desain jam tangan independen. Jam tangan pesanan khusus ini, yang bernilai sekitar USD 290.000 (IDR 5,2 miliar), menampilkan

HALAMAN SAMPING Pembuat jam tangan Swiss ternama dan insinyur Swiss independen, David Candaux HALAMAN INI DARI KIRI Kevin O’Leary melakukan perjalanan ke Vallée de Joux untuk bertemu David dan melihat langsung jam tangan kolaborasi mereka; Kevin O’Leary berdiskusi di kediaman David; Pelat jam Guilloché pada jam tangan David Candaux DC6 Titanium yang unik

49


POINT OF VIEW

OBJECTS OF DESIRE Kami mengunjungi markas Greubel Forsey yang megah di La Chaux-de-Fonds, Swiss, dan menemukan rahasia yang menjadikan merek ini begitu dipuja para kolektor jam

S

50

ebagai penerbit majalah jam tangan yang

besar untuk menampung seluruh staf dan para pembuat

didedikasikan bagi para kolektor dan penggemar

jam dapat bekerja dalam satu lokasi terpadu. Seperti

jam tangan, mendapatkan kesempatan untuk

layaknya sebuah keluarga, para insinyur dan pembuat jam

berkunjung ke rumah pertanian yang merupakan “markas”

berada di dalam satu lokasi dan duduk berdekatan dengan

dari merek jam tangan yang sangat eksklusif, Greubel

ruang para desainer, yang menjadikan alur kerja lebih

Forsey adalah sebuah pengalaman yang sangat berharga.

cepat, efisien dan lancar.

Terlebih lagi saat kami diajak berkeliling untuk melihat

Gedung ini telah memiliki semua departemen

langsung berbagai fasilitas dan aktivitas di manufaktur

penting di perusahaan, termasuk atelier penyelesaian

oleh sang CEO Greubel Forsey sendiri, yaitu Michel

komponen dan mesin jam dengan tangan dan spesialis

Nydegger. Pagi itu kami menuju La Chaux-de-Fonds,

dekorasi yang menangani tugas-tugas seperti pemolesan,

tempat berdirinya bangunan megah yang merupakan

permukaan bertekstur, bevel mengilap, hingga pembuatan

rumah pertanian legendaris abad ke-17 milik Greubel

sekrup jam! Tidak banyak manufaktur yang membuat

Forsey yang telah diperluas dan kini masih ditempati oleh

sendiri sekrup jamnya. Semua pekerjaan desain dan

atelier tersebut. Bangunan dengan arsitektur modern ini

pengembangan dilakukan secara internal di dalam gedung

berdiri tegak sebagai bukti visi merek yang berakar kuat

yang sama. Dan semua komponen yang digunakan dalam

di wilayah pembuatan jam tangan, dengan ruang yang luas

jam tangan juga dibuat di dalam gedung yang sama. Dari

dan dilengkapi dinding-dinding kaca yang menawarkan

ruangan ini memungkinkan produksi jam tangan mutakhir

cahaya alami, udara yang tenang, dan ruang yang cukup

dalam 5 koleksi berbeda, meski produksinya tetap


terbatas dan eksklusif, hanya sekitar dua ratus unit per

dengan kemahiran teknis yang luar biasa. Lini lainnya

tahun. Terkenal dengan jam tangan seharga ratusan ribu

yang juga mengagumkan adalah Mechanical Nano, yang

dolar, yang menampilkan tourbillon ultra rumit, Greubel

tercipta dari hasil penelitian tentang nanomekanika dan

Forsey sangat peduli pada satu hal, yaitu mengejar inovasi

efisiensi energi ekstrem, mengeksplorasi pengurangan

dan ide-ide orisinal tanpa kompromi. Dan hal itulah

massa, gesekan yang lebih rendah, dan material baru

yang membuat para kolektor jam setia menunggu kreasi

untuk memberikan kinerja tinggi dalam volume dan

terbaru mereka. Hal ini diakui oleh CEO merek, Michel,

anggaran energi minimal. Dengan komitmen tinggi,

“Kami selalu menganggap para kolektor kami lebih dari

tak heran jika merek jam tangan ini meraih berbagai

sekadar klien. Mereka adalah rekan dalam perjalanan

penghargaan bergengsi, termasuk dari Grand Prix

kami, saksi atas kreasi kami, dan, dalam banyak hal,

d’Horlogerie de Genève (GPHG) dengan penghargaan

penjaga nilai-nilai yang kami junjung tinggi.”

tertinggi, Aiguille d’Or, dan berhak disebut sebagai salah

Kunjungan ke atelier Greubel Forsey sungguh

satu pembuat jam tangan terbaik di industri ini.

memperkaya wawasan kami akan proses pembuatan sebuah karya seni tingkat tinggi yang memang membutuhkan waktu yang lama, proses yang rumit dengan melalui berbagai tahapan. Mulai dari koleksi Hand Made yang dirancang dengan sangat teliti dan hampir seluruh komponennya 95% masih tradisional

TERKENAL DENGAN JAM TANGAN SEHARGA RATUSAN RIBU DOLAR YANG MENAMPILKAN TOURBILLON ULTRA RUMIT, GREUBEL FORSEY SANGAT PEDULI PADA SATU HAL, YAITU MENGEJAR INOVASI DAN IDE-IDE ORISINAL

dan menggunakan tangan dengan alat-alat yang klasik, termasuk pegas keseimbangan, diproduksi sepenuhnya dengan tangan. Produksinya pun diukur dalam ribuan jam kerja manusia. Selain itu lini Balancier, Tourbillon hingga Grande Sonnerie mereka yang mengagumkan. Masingmasing jam merupakan karya seni miniatur tiga dimensi, dengan kedalaman, dan keindahan visual yang dipadukan

HALAMAN SAMPING Gedung atelier Greubel Forsey yang megah di La ChauxdeFonds, Swiss; Interior luas dengan arsitektur modern; Rumah pertanian abad ke-17 yang diubah menjadi bengkel pembuatan jam Greubel Forsey HALAMAN INI DARI ATAS Seluruh komponen yang digunakan dalam jam tangan juga dibuat di gedung yang sama; CEO Greubel Forsey, Michel Nydegger; Greubel Forsey GMT Balancier Convexe

51


POINT OF VIEW

EXPLORING THE WATCHLAND Menyaksikan pameran jam tangan perhiasan mewah yang memadukan haute horology dengan ekspresi artistik, langsung dari manufaktur Franck Muller

K

unjungan ke “Watchland” milik Franck Muller

kami berkeliling melihat berbagai koleksi terbaru mereka

yang megah dan terletak di kawasan tepi danau

yang mengagumkan. Menurutnya, waktu bukanlah

di Domaine du Grand Malagny yang mewah

penguasa, melainkan kanvas, ia juga menjelaskan tentang

di Genthod, Jenewa ini adalah impian para penggemar

tiga dari “lima C” merek tersebut, yaitu Kreativitas,

jam tangan mewah. Selain terkenal sebagai manufaktur

Komplikasi, dan “Keren” (Creativity, Complication, Cool),

jam tangan pertama di dunia yang menggunakan energi

yaitu kualitas tak berwujud yang membuat klien terus

panas bumi, Watchland adalah kantor pusat dan fasilitas

kembali. Rudaz juga menjelaskan tentang produk-produk

manufaktur merek jam asal Swiss ini. Kami diundang

baru dari Maison ini yang berpusat pada komplikasi

untuk berkunjung dan melihat langsung pameran jam

ekstrem, kerangka yang dinamis, dan kolaborasi dengan

mereka yang bertajuk World Presentation of Haute

seniman. Selain kreativitas yang tiada batas, keunggulan

Horlogerie (WPHH), yang tahun ini memasuki tahun

merek juga terlihat dari segi material dan warna.

ke-28. Pameran eksklusif yang berlangsung dari tanggal 14 hingga 18 April ini berhasil memenuhi rasa penasaran

unggulan yang dipamerkan, seperti Vanguard Aero

para kolektor dan penggemar jam tangan, dengan deretan

Revolution 3 Skeleton yang spektakuler. Jam tangan

produk baru mereka yang spektakuler.

senilai USD 600.000 (sekitar IDR 10 miliar) ini terbuat

Kami berbincang langsung dengan sosok penting

52

Berikut beberapa koleksi dari sekian banyak produk

dari rose gold 18K berukuran 43.90mm × 52.10mm

dibalik kesuksesan merek jam ini, yaitu CEO Franck

dengan desain terbuka, memamerkan tourbillon triaksial

Muller, Nicholas Rudaz yang dengan ramah mengajak

yang sangat kompleks yang ditopang oleh jembatan emas


NICHOLAS RUDAZ JUGA MENJELASKAN TENTANG PRODUK-PRODUK BARU DARI MAISON INI YANG BERPUSAT PADA KOMPLIKASI EKSTREM, KERANGKA YANG DINAMIS, DAN KOLABORASI DENGAN SENIMAN

Koleksi terbaru lainnya yang menjadi idaman para kolektor jam adalah Curvex CX Master Jumper, yang terintegrasi ke dalam casing tonneau Curvex CX yang khas, komplikasi skeleton yang mencolok dan penuh warna ini menampilkan mekanisme jam lompat. Dan lini Imperium menghadirkan siluet baru yang ramping dengan dial guilloché berpola belah ketupat dan angka Arab ekspresif yang ditempatkan dalam casing baja yang kokoh. Ia juga memperlihatkan jam Round Triple Mystery Skeleton yang

yang halus dan memiliki cadangan daya 10 hari. Masih

menunjukkan keahlian merek melalui rekayasa mekanik

dari lini Vanguard, hadir Vanguard Crazy Hours Jisbar

yang kompleks, dari lini jam tangan mereka yang tidak

Lady dan Vanguard Kelly Dabbah, hasil kemitraan dengan

menggunakan jarum konvensional. Jam perhiasan ini

seniman kontemporer Prancis Jisbar, dan label kemitraan

menggunakan sistem tiga cakram berputar independen

terbaru dengan seniman kolase maksimalis multidisiplin

untuk menunjukkan jam, menit, dan detik, menghasilkan

Kelly Dabbah, yang menghasilkan jam tangan yang unik

tampilan yang memikat yang memancarkan keindahan

dan mendorong batas kreativitas kedua belah pihak.

dan drama secara seimbang, dipercantik oleh bezel dan lug

Karya Dabbah misalnya, memadukan seni rupa, mode, dan

bertatahkan 120 butir brilian.

gemologi. Keunggulan teknis kolaborasi ini terletak pada proses sublimasi yang digunakan untuk menampilkan citranya pada dial, tinta ramah lingkungan yang terikat pada permukaan yang telah dilapisi pernis di bawah panas dan tekanan, menghasilkan gambar definisi tinggi yang tertanam dalam material dengan daya tahan yang tidak dapat ditiru oleh pencetakan konvensional.

HALAMAN SAMPING Gedung Watchland milik Franck Muller yang megah di Domaine du Grand Malagny, Genthod, Jenewa; Jam Round Triple Mystery Skeleton yang kompleks dan tanpa jarum jam HALAMAN INI DARI KIRI ATAS SEARAH JARUM JAM Vanguard Aero Revolution 3 Skeleton; Vanguard Crazy Hours Jisbar Lady; CEO Franck Muller, Nicholas Rudaz; Dua versi Master Jumper Skeleton; Imperium Block; Vanguard Kelly Dabbah

53


SPECIAL REPORT

WATCHES AND WONDERS GENEVA 2026 Dari ajang pameran jam termegah dan terbesar di dunia, Watches & Wonders Geneva 2026, kami saksikan langsung berbagai inovasi, seni dan interpretasi baru dari merek-merek ternama di industri jam tangan. Berikut beberapa penunjuk waktu yang kami pilihkan untuk Anda.

54


AUDEMARS PIGUET

bagian sub-dial warna hitam dan aksen beige lembut

Lini Royal Oak Offshore dari Audemars Piguet, dalam

yang meningkatkan keterbacaan. Palet warna yang juga

beberapa tahun terakhir, telah beralih ke ritme yang

sederhana memungkinkan interaksi antara titanium yang

lebih terukur. Titik baliknya terjadi pada tahun 2021,

bertekstur dan ceramic berkilau, sementara tali jam karet

ketika model seperti Royal Oak Offshore Selfwinding

berwarna abu-abu kehijauan melengkapi tampilan yang

Chronograph (Ref. 26420CD.OO.A029VE.01) berhasil

kontemporer sekaligus fungsional.

menciptakan keseimbangan baru antara performa,

Sebagai pendampingnya, sebuah model chronograph

ergonomi, dan desain yang jelas. Tahun ini, Audemars

baru lainnya menghadirkan kembali “Bleu Nuit, Nuage

Piguet mengembangkan fondasi tersebut, dalam dua

50” dari bahan ceramic dengan memperluas penggunaan

model baru yang mengeksplorasi warna dan kontras,

bahan tersebut ke seluruh bagian case, dan detail titanium

dengan penekanan terhadap perpaduan bahan ke dalam

yang halus. Perpaduan antara dial Méga Tapisserie

Royal Oak Offshore Selfwinding Chronograph. Model

berwarna beige dengan aksen biru tua menciptakan

“Bleu Nuit, Nuage 50” yang menggunakan bahan ceramic

komposisi yang seimbang seperti karya desain arsitektur,

yang diluncurkan pada tahun 2021, yang terlihat pada

yang diperkaya oleh tali kulit bertekstur dari kulit sapi

jam tangan terbaru ini, menghadirkan interpretasi

muda dengan warna serasi. Pada kedua jam tangan

kontemporer dari nuansa bersejarah, yang dipadukan

chronograph ini, Calibre 4401 tetap menjadi landasan

dengan mesin flyback chronograph terintegrasi, Calibre

teknis utama, menawarkan cadangan daya selama 70

4401. Jam tangan ini mengembangkan konsep serupa

jam dan fungsi flyback, yang dapat dilihat melalui bagian

dengan komposisi yang lebih teknis: penggunaan

belakang case dengan bagian oscillating weight berwarna

titanium case yang dipadukan dengan bezel, bagian

hitam. Audemars Piguet menerapkan tingkat ketelitian

push-piece, dan crown dari ceramic hitam. Dial jam tipe

yang sama pada kombinasi ceramic dan titanium seperti

Méga Tapisserie warna hijau dengan efek asapnya

halnya pada logam mulia, sehingga mengangkat bahan-

menghadirkan kedalaman visual berlapis, dengan

bahan ini guna melampaui peran fungsional semata. 55


SPECIAL REPORT

BVLGARI

dekade lalu dikenal karena keunggulan teknisnya yang

Pada penampilan resminya yang kedua di ajang pameran

ekstrem, versi terbaru ini lebih mengutamakan proporsi,

paling berpengaruh di industri jam tangan, Bvlgari hadir

ergonomi, dan kenyamanan pemakaian sehari-hari tanpa

dengan rasa percaya diri sebagai sebuah merek yang telah

mengorbankan keandalan mekanisnya. Inti dari jam

mengubah batasan-batasan dalam pembuatan jam tangan

tangan ini adalah mesin jam otomatis buatan sendiri yang

bertipe ultra-thin. Sejak diluncurkan pada tahun 2014,

baru dikembangkan, calibre BVF 100, dengan ketebalan

koleksi Octo Finissimo telah menjadi simbol dalam dunia

hanya 2,35mm. Mesin jam ini menawarkan cadangan

pembuatan jam tangan ultra-thin, memecahkan rekor

daya hingga 72 jam, angka yang mengesankan mengingat

demi rekor dengan cara yang jarang dapat ditandingi

keterbatasan desain ultra-tipisnya.

oleh para pesaingnya. Produk unggulan kali ini adalah

56

Jam tangan ini memiliki berat hanya 65 gram, tersedia

Octo Finissimo 37mm yang menandai perubahan

dalam empat varian yang menegaskan keragaman

arah yang signifikan. Sementara model 40mm pada

koleksi ini. Titanium tetap menjadi bahan pilihan utama


yang hadir dalam dua sentuhan akhir: sandblasted dan

hasratnya akan hal-hal yang ekstrem. Dengan ketebalan

satin-polished, yang memantulkan cahaya dan bayangan

hanya 1,85 mm, jam tangan ini tetap menjadi jam tangan

dengan cara yang berbeda. Model yellow gold 18K

flying-tourbillon paling tipis yang pernah diproduksi.

menegaskan kembali identitas Bvlgari sebagai perhiasan,

Proses pembuatannya dari platinum menghadirkan

sementara versi titanium dengan fungsi minute repeater—

tingkat kerumitan yang sama sekali berbeda. Karena lebih

yang masih menjadi salah satu komplikasi paling sulit

padat dan lebih sulit diproses dibandingkan titanium,

untuk diwujudkan pada ketebalan sedemikian tipis—

platinum menimbulkan tantangan besar. Diciptakan

menjadikan koleksi ini sebagai tonggak dalam dunia jam

terbatas sebanyak 10 buah, jam tangan ini ditenagai

tangan kelas atas.

mesin jam BVF 900 dengan cadangan daya selama 42

Sebaliknya, jika model 37mm melambangkan tingkat

jam. Bagian dial skeleton-nya yang dipercantik dengan

kematangan, Octo Finissimo Ultra Tourbillon Platinum

aksen biru, memberikan sentuhan visual yang unik tanpa

menjadi pengingat bahwa Bvlgari belum melepaskan

mengurangi keindahan mekanis di baliknya. 57


SPECIAL REPORT

CARTIER

kontras yang elegan terhadap bagian dial opaline dalam

Untuk merayakan ulang tahun ke-10 lini Cartier Privé

balutan warna perak dan jarum jam warna biru. Model

yang sangat eksklusif, rumah mode asal Prancis ini

yang memimpin trio istimewa ini tak lain adalah model

kembali mengangkat warisan tradisi pembuatan jam

Crash Squelette terbaru, sebuah interpretasi avant-garde

tangan geometrisnya melalui tiga model menawan: Tank

dari jam tangan Cartier yang paling berani, yang asal-

Normale, Tortue Chronographe Monopoussoir, dan

usulnya dapat ditelusuri hingga tahun 1967 di London.

Crash Squelette, yang dibuat dari bahan andalannya,

Edisi terbaru ini memperkuat asimetri khas dari model

platinum. Dalam langkah berani, Cartier menghadirkan

Crash melalui desain yang sepenuhnya terbuka. Terbatas

inovasi dengan memadukan skema warna dari platinum

hanya 150 buah yang diberi nomor secara individual, jam

dan burgundy untuk menghubungkan ketiga model

tangan platinum ini mengangkat seni pembuatan jam ke

ini. Mekanisme crown pemutarnya dilengkapi dengan

tingkat seni yang dapat dikenakan, sekaligus menegaskan

ruby cabochon, sementara tali kulit dan detail burgundy

keahlian Cartier dalam jam tangan berbentuk unik.

memperkaya desain secara keseluruhan, memberikan 58

Sementara itu, Tortue Chronographe Monopoussoir


yang menghidupkan kembali model dari Collection Privée

permukaan bertekstur satin yang kontras dengan tepi

Cartier Paris tahun 1998, kini hadir dalam ukuran XL

yang dipoles pada bagian brancards. Di dalamnya terdapat

menggantikan ukuran sebelumnya, dan dilengkapi dengan

mesin jam mekanis dengan penggerak manual, tanpa fitur

kaliber manufaktur 1928 MC yang berukuran hanya

tambahan. Koleksi Privé dari Cartier sering kali menjadi

4,3mm, menjadikannya salah satu model chronograph

pilihan utama bagi mereka yang ingin menyaksikan

Cartier paling tipis. Fungsi start, stop, dan reset dilakukan

penghormatan terbaik merek ini terhadap lini sejarah

melalui satu tombol yang terintegrasi ke dalam bagian

panjangnya. Memasuki edisi kesepuluh sejak diluncurkan

crown. Melalui penutup belakang case berbahan sapphire

kembali dari koleksi sebelumnya, Collection Privé Cartier

crystal, terlihat keindahan finishing Côtes de Genève.

Paris (disingkat CPCP) di ajang Watches and Wonders ini

Untuk model ketiga, The Tank Normale menghidupkan

menyuguhkan karya-karya terbaiknya yang menonjolkan

kembali model platinum legendaris dari tahun 1934—

berbagai hal yang membuat merek ini begitu istimewa di

dengan bracelet platinum yang terdiri dari tujuh baris,

mata para kolektor. 59


SPECIAL REPORT

60

CHOPARD

tinggi. Setiap potongan jerami yang halus dipotong,

Tahun ini, Chopard menunjukkan penguasaan yang

ditekan, dan ditempelkan secara teliti dengan tangan

luar biasa atas konsep dualitas. Dengan memadukan

untuk menciptakan pola sinar matahari geometris yang

warisan artistik yang kaya dari koleksi L.U.C dengan

berkilau pada bagian dial, yang memantulkan cahaya

semangat kontemporer dan sporty-chic dari lini Alpine

dengan cara yang tak dapat ditiru oleh lacquer atau

Eagle, merek ini telah menegaskan kemampuannya untuk

enamel. Hadir dalam case yang terbuat dari emas 18

memenuhi keinginan para penggemar sentuhan model

karat yang diproduksi secara bertanggung jawab, jam

klasik maupun model modern yang unik. L.U.C Quattro

tangan ini tak hanya berfungsi sebagai penunjuk waktu,

Spirit – Straw Marquetry Edition terbaru merupakan

tetapi juga layaknya sebuah karya seni patung. Di balik

bukti menakjubkan dari keahlian seni tradisional metiers

mahakarya buatan tangan ini terdapat mesin jam L.U.C

d’art. Jam tangan ini mengubah gulungan jerami yang

98.06-L yang dilengkapi dengan teknologi Quattro

sederhana menjadi benda mewah yang luar biasa melalui

yang ternama. Dengan empat barrel dan cadangan daya

seni marquetry kuno dan membutuhkan ketelitian

delapan hari, mesin ini menjembatani jarak antara tradisi


dekoratif abad ke-18 dan keandalan mesin modern. Ini

siluet yang ramping dan kontemporer di pergelangan

merupakan ekspresi yang langka, ditujukan bagi mereka

tangan. Bagian dial berwarna cokelat “Shades of Wood”

yang menyadari bahwa semangat sejati pembuatan jam

terinspirasi oleh tekstur alami dari hutan di pegunungan

terletak pada detail-detail yang membutuhkan ratusan

Alpen, menampilkan pola khusus yang menyebar seperti

jam untuk menyempurnakannya.

sinar matahari dan mengingatkan pada bagian iris dari

Sebaliknya, Alpine Eagle 41 XP CS Rose Gold ditujukan

mata elang. Melalui perpaduan keunggulan mesin L.U.C

bagi para profesional yang penuh gaya. Dibangun di atas

96.42-L yang bersertifikasi COSC dengan kenyamanan

platform ultra-tipis yang telah mendapat pengakuan

desain bracelet yang telah didesain ulang, Chopard telah

luas dari koleksi ini, model ini terbuat dari rose gold 18K

mengukuhkan Alpine Eagle sebagai pendamping sport-chic

yang diproduksi secara bertanggung jawab pada seluruh

terbaik bagi mereka yang mengutamakan keanggunan

bagian case, bracelet, dan jarum jam. Dengan ketebalan

tanpa kompromi di setiap situasi, mulai dari ruang rapat

hanya 8mm, proporsinya sangat halus, menghadirkan

hingga puncak gunung. 61


SPECIAL REPORT

62

CZAPEK & CIE.

tangan ini. Namun, hal tersebut hanyalah efek yang

Czapek & Cie. merayakan daya tarik sporty titanium

tercipta dari perbedaan cara bahan dasar dan tekstur

serta bobotnya yang sangat ringan di ajang Watches

permukaan menyerap serta memantulkan cahaya. Untuk

and Wonders Geneva melalui tiga model Antarctique

model Antarctique Dark Sector Cosmic Blue, Czapek

edisi terbatas: Antarctique Dark Sector, Révélation, dan

membuat tampilan dial-nya memukau secara visual

Tourbillon Cosmic Blue. Ketiga model edisi terbatas

dengan memadukan titanium dan warna Cosmic Blue

ini memperkuat warna abu-abu silver khas titanium

yang dilengkapi sentuhan akhir velouté, untuk menambah

dengan bagian dial yang memukau secara visual dalam

kedalaman dan kekayaan warna. Dalam interpretasi segar

warna “Cosmic Blue” milik Czapek, yang dipilih karena

dan orisinal terhadap konsep tradisional sector dial, jalur

kedalaman dan intensitasnya setelah proses yang panjang.

menit klasik di sekeliling tepi membingkai dua lingkaran

Ketiganya hadir dengan gaya Czapek yang khas dan

konsentris dengan permukaan yang dipoles dan sedikit

penuh keceriaan, ditambah dengan ilusi optik: warna

melengkung. Lingkaran-lingkaran ini terputus di 12 titik,

biru tampak sedikit berbeda pada masing-masing jam

sehingga menandai setiap jam dengan ruang kosong,


bukan dengan indeks atau angka yang solid. Model

keterbacaan, yang memang lebih krusial pada jam tangan

Antarctique Dark Sector Cosmic Blue akan diproduksi

model skeleton. Révélation Titanium akan diproduksi

terbatas sebanyak 25 buah untuk versi 40,5mm dan 10

secara terbatas, 50 buah per tahun untuk Antarctique

buah untuk versi 38,5mm.

case berukuran 40,5mm, dan 25 buah untuk case yang

Model Antarctique Révélation Titanium Cosmic Blue

berukuran 38,5mm. Satu model terakhir, Antarctique

menampilkan warna yang kaya pada bagian pinggir dial

Tourbillon Titanium Cosmic Blue memperkuat kesan

yang kontras dengan case dan komponen mekanisnya,

dramatis secara visual, menciptakan ilusi kedalaman

menciptakan titik fokus visual yang lebih kuat. Untuk

tak berujung di bagian tengah permukaan jam dan

memastikan transparansi maksimal, penanda waktu

menonjolkan keanggunan struktur mekanis yang seolah

ditempatkan pada sub-dial, yang dipasang pada jalur

melayang di ruang kosong di atasnya. Kontras antara

penunjuk jam dan menit. Karena bagian oscillating mass

bagian dial warna biru dan penanda jam yang dipasang

kini terlihat dari kedua sisi jam tangan, bagian tersebut

pada bagian flange alih-alih ditempatkan di atas dial,

harus diukir dan dihias secara menyeluruh. Meskipun

semakin memperkuat efek ini. Model ini hadir dalam case

menekankan pada transparansi dan keterbukaan,

berdiameter 40,5mm dan akan diproduksi dalam edisi

Czapek sangat berhati-hati agar tidak mengorbankan

terbatas sebanyak 25 buah. 63


SPECIAL REPORT

H. MOSER & CIE.

64

Serahkan pada H. Moser & Cie. untuk mengubah seni

mentransfer energi langsung ke barrel spring, dengan

pembuatan jam tangan mewah menjadi permainan yang

sekali pompa menghasilkan cadangan daya lebih dari

penuh semangat. Merek ini meluncurkan Streamliner

satu jam. Animasi interaktif ini ditampilkan melalui

Pump yang merupakan kolaborasi brilian dan bernuansa

indikator oranye yang serasi pada bagian dial dengan

nostalgia bersama Reebok yang memadukan seni

gaya minimalis yang indah. Mesin yang menggerakkan

pembuatan jam tangan mewah dengan sentuhan pop

koreografi ini adalah Calibre HMC 103 dengan cadangan

culture. Terinspirasi oleh sepatu ikonik akhir tahun

daya 74 jam. Hal terbaiknya, mekanisme pengaman

1980-an, jam tangan ini menggantikan crown pemutar

bawaan memastikan kita dapat terus-menerus menekan

tradisional dengan tombol aluminium anodized berwarna

tombolnya hingga si pengguna puas. H. Moser melengkapi

oranye cerah di posisi jam 8. Rasanya, memutar

keberanian mekanis ini dengan desain case avant-garde

jam tangan mewah belum pernah terasa begitu

berdiameter 40mm yang berbentuk bantal, yang dibentuk

menyenangkan dan penuh sensasi. Setiap kali menekan

dari bahan matte forged quartz fiber. Bahan yang sangat

tombol “Pump” yang khas, si pengguna secara mekanis

ringan ini menampilkan pola “moiré” yang benar-benar


unik pada setiap jam tangan yang diproduksi terbatas

kaya, yang dibuat dengan pola frosted secara manual.

sebanyak 250 buah masing-masing dalam warna

Meskipun ketebalannya hanya 8,9mm, jam tangan ini

monokromatik hitam dan putih.

dilengkapi dengan mesin jam buatan sendiri HMC 410

H. Moser juga memperluas jajaran produknya

setebal 3,9mm dengan cadangan daya 60 jam. Untuk

dengan meluncurkan Streamliner Two Hands dalam

model berdiameter 34,2mm juga dirancang secara apik,

ukuran 34mm dan 28mm. Dirancang khusus untuk

menampilkan dial Silver fumé yang memukau, dengan

pergelangan tangan yang ramping, jam tangan yang indah

pola frosted yang diukir tangan dan berkilauan dinamis

ini menghadirkan kembali definisi kemewahan dalam

saat terkena cahaya. Waktu ditampilkan melalui dua

bentuk yang ringkas, sekaligus mempertahankan estetika

jarum sederhana yang dilapisi Super-LumiNova untuk

ikonik dan dinamis dari koleksi ini tanpa kompromi.

keterbacaan yang sempurna di malam hari. Bagian case

Khusus untuk model berdiameter 28mm, H. Moser

berbentuk bantal yang menjadi ciri khasnya menyatu

menghadirkan nuansa minimalis yang memikat tanpa logo,

dengan mulus ke dalam bracelet yang ergonomis, yang

skala, dan penanda jam. Bagian dial menjadi permukaan

ditenagai dengan mesin jam HMC 400 otomatis dengan

yang hidup dengan gradasi warna Burgundy fumé yang

cadangan daya 60 jam. 65


SPECIAL REPORT

66

HUBLOT

ini menampilkan karakter yang lebih sporty dalam case

Hanya sedikit jam tangan yang mampu mengguncang

berdiameter 44mm, namun tetap mempertahankan

status quo seperti Hublot Big Bang. Diluncurkan pada

siluet Big Bang yang khas. Perubahan terlihat dari bagian

tahun 2005, jam tangan ini mematahkan konvensi dan

tanggal yang dipindahkan ke posisi antara pukul 4 dan 5.

mendefinisikan ulang jam tangan olahraga modern.

Namun, sejalan dengan filosofi “Art of Fusion” dari Hublot,

Tahun ini, pabrikan yang berbasis di Nyon ini telah

keahlian dalam mengolah material menjadi sorotan utama.

memperkenalkan babak berikutnya: Big Bang Reloaded

Rangkaian produk yang diluncurkan ini merayakan dua

dan Big Bang Reloaded Kylian Mbappé. Khusus untuk

tonggak sejarah penting: 20 tahun konsep “All Black” yang

Big Bang Reloaded, koleksi baru berdiameter 44mm

revolusioner dengan model ceramic hitam yang elegan,

ini bukanlah sekadar perubahan kosmetik belaka,

serta 15 tahun teknologi 18K Magic Gold anti gores milik

melainkan dirancang ulang sepenuhnya dari dalam ke

merek tersebut. Melengkapi kelima model ini adalah

luar. Jam ditenagai mesin Unico HUB 1280 yang dapat

varian berwarna cerah dari ceramic high-tech berwarna

dilihat melalui bagian depan skeletonize dial. Koleksi

biru dan hijau tua, serta perpaduan teknis canggih antara


titanium ringan berstandar aeronautika dengan bezel atas

yang menonjol dari Big Bang Reloaded Kylian Mbappé

dan penutup case belakang berbahan ceramic hitam.

adalah estetika desainnya. Case berdiameter 44mm ini

Hublot menghadirkan pernyataan lainnya dengan

dibuat dari ceramic putih, material yang telah dikuasai

Hublot Big Bang Reloaded Kylian Mbappé. Edisi terbatas

Hublot selama puluhan tahun, sehingga menjadi kanvas

sebanyak 200 buah ini merupakan puncak dari kerja sama

yang sempurna untuk menonjolkan kehangatan dari 18K

yang dimulai pada tahun 2018. Mbappé telah menjadi

King Gold. Bagian bezel yang merupakan elemen khas

Duta Hublot sejak 2018, tahun yang sama ketika ia

Big Bang hadir dengan sentuhan yang sangat personal.

menjadi Juara Dunia di usia sembilan belas tahun. Sejak

Di posisi jam 6 terukir mantra Mbappé, “Trust Yourself,”

saat itu, ia telah berkembang dari seorang remaja berbakat

sebuah filosofi yang telah menjadi pedoman hidupnya.

menjadi ikon global, dan Hublot selalu mendampinginya

Di posisi jam 3, terdapat angka 10—simbol identitasnya

dalam setiap momen spesialnya. Koleksi terbaru ini terasa

di lapangan—yang bersinar terang. Di balik dial berdetak

lebih personal, mendalam, dan salah satu perwujudan

mesin jam HUB1280 UNICO Manufacture dengan

paling canggih dari filosofi “Art of Fusion” merek ini. Hal

cadangan daya 72 jam. 67


SPECIAL REPORT

PIAGET

68

Piaget kembali menegaskan kepiawaiannya dalam

Polo selalu menentang konvensi. Model yang awalnya

“Extraleganza” yang memadukan visi artistik yang berani

diciptakan dari bahan emas pada tahun 1979, dan melalui

dengan keahlian kerajinan tradisional secara harmonis

varian baru ini semakin mengangkat warisan tersebut

pada ajang Watches and Wonders Geneva tahun ini.

melalui penggunaan dial Sodalite yang memesona.

Dengan memadukan arsitektur ikonik Polo 79 yang

Warna biru Sodalite yang dalam dan pekat, dengan

dibalut dengan pesona yang semarak dan ekspresif

struktur kristal yang unik serta inklusi putih yang halus,

dari koleksi Sixtie, Piaget telah membuktikan bahwa

menghadirkan kontras yang menyejukkan dan elegan

keanggunan sejati terletak pada kreativitas yang tak

terhadap case dan bracelet gadroon yang terintegrasi.

kenal takut. Salah satu yang mencuri perhatian publik

Dengan memusatkan perhatian pada estetika murni

adalah model Piaget Polo 79 dalam varian Sodalite, yang

dari Sodalite—tanpa penanda jam atau menit—Piaget

menjadi perwujudan harmoni material dan mengubah ikon

memastikan bahwa fokus tetap tertuju pada interaksi

avant-garde ini menjadi kanvas baru dari keindahan alam.

antara logam dan batuan yang spesial ini. Karya seni yang


dapat dikenakan ini justru menangkap semangat glamor

yang mengaburkan batas antara perhiasan mewah dan

tahun 1980-an yang semarak sekaligus membuktikan

seni pembuatan jam tangan berkualitas tinggi. Tekstur

bahwa desain Piaget Polo tetap relevan dan memukau

seperti marmer, dipadukan dengan lekukan lembut khas

hingga saat ini, sama seperti saat pertama kali diluncurkan.

Sixtie, menciptakan efek yang menghipnotis sekaligus

Sementara itu, Piaget Sixtie menyelami era “Swinging

sangat feminin. Setiap dial-nya merupakan ekspresi yang

Sixties” secara mendalam, menafsirkan ulang siluet

unik, memastikan tak ada dua jam tangan yang identik

trapesium ikoniknya dengan kepribadian baru yang

sama. Jam tangan ini merupakan ekspresi gaya yang

berani. Model-model tahun ini menampilkan dial berhias

elegan dan alami, dirancang bagi mereka yang ingin

batu yang memukau dalam nuansa biru marmer yang

mengenakan sebagian dari keindahan alam di pergelangan

kaya. Pilihan estetika ini merupakan penghormatan

tangan mereka, membuktikan bahwa Sixtie tetap menjadi

yang disengaja terhadap kecenderungan historis Piaget

simbol penting dan terus berkembang dari identitas

terhadap penggunaan ornamental dial—sebuah gerakan

kreatif merek yang berani dan tak terbatas. 69


SPECIAL REPORT

ROGER DUBUIS

dilengkapi dengan central monotourbillon memukau yang

Reputasinya sebagai pelopor “Hyper Horology,” di

menangkap esensi halus dari siklus bulan. Lebih dari

mana keberanian berpadu dengan presisi tinggi kembali

sekadar mekanisme, Excalibur Moonlight merupakan

diperlihatkan oleh Roger Dubuis. Tahun ini, dengan tema

puncak keahlian artistic, bagian dial-nya berfungsi sebagai

“menatap langit” di ajang Watches and Wonders Geneva,

kanvas tempat seni tradisional métiers d’art berpadu

merek ini meluncurkan dua mahakarya bertema langit

dengan rekayasa modern.

yang menjembatani kesenjangan antara ketertarikan

70

Setiap detail jam tangan ini dirancang dengan cermat

kuno terhadap astronomi dan keunggulan pembuatan jam

untuk mencerminkan hamparan langit berbintang yang

tangan kontemporer yang semakin maju. Salah satunya

luas, sehingga mengubah proses berlalunya waktu

adalah Excalibur Moonlight, yang menjadi wujud nyata

menjadi pengalaman kosmik yang imersif. Jam tangan ini

dari program “Rarities” merek ini, sebuah proyek khusus

dirancang tidak hanya untuk para kolektor, tetapi juga bagi

yang didedikasikan untuk pesanan satu-satunya yang

mereka yang memandang langit malam sebagai sumber

dibuat sesuai permintaan. Jam tangan ini merupakan

inspirasi tertinggi. Dengan menempatkan tourbillon yang

penghormatan mendalam terhadap pergerakan langit,

rumit ini di dalam case khas dari Excalibur, Roger Dubuis


menciptakan sebuah benda seni yang dapat dikenakan

pendiri merek Roger Dubuis—yang menjadi ciri khas

dan menarik perhatian. Ini merupakan sebuah ekspresi

ditampilkan dengan sentuhan yang menyenangkan, yang

kebebasan kreatif yang membuktikan bahwa ketika

menyembunyikan tingkat kesulitan teknis yang sangat

batasan-batasan produksi tradisional dihilangkan, hasil

tinggi dari mesin jam tersebut. Saat jarum penunjuk

karya seni horologi yang dihasilkan benar-benar tak

melintasi bagian dial untuk menandai hari dan bulan,

terbatas dan sangat puitis.

hal itu dilakukan dengan ketepatan yang sangat presisi,

Sebaliknya, model Excalibur Biretrograde Perpetual

sesuatu yang hanya mungkin tercapai berkat pendekatan

Calendar terbaru berfokus pada ritme mekanis

produksi terintegrasi sepenuhnya. Kehadiran moonphase

alam semesta, yang semakin ditingkatkan dengan

yang sangat akurat memastikan bahwa jam tangan ini

diperkenalkannya caliber RD850 baru. Jam tangan

tetap menjadi pendamping setia bagi pergerakan alam

ini merupakan perpaduan hebat antara pantauan

semesta. Ini adalah suatu karya dengan keterampilan luar

langit dan kecanggihan Jenewa yang dengan mudah

biasa yang menuntut apresiasi tersendiri untuk Roger

menavigasi kompleksitas kalender Gregorian sambil

Dubuis. Bagi pemakainya, jam tangan ini mengubah tugas

mempertahankan kejelasan yang elegan. Tampilan

mekanis penyesuaian kalender menjadi pertunjukan yang

biretrograde—sebuah warisan yang sangat dicintai dari

canggih dari pergerakan planet. 71


SPECIAL REPORT

TUDOR

72

Ajang Watches and Wonders Geneva 2026 memang

modern sangatlah sederhana: bobot yang lebih ringan

menyuguhkan berbagai keajaiban dari dunia horologi,

berarti kecepatan yang lebih tinggi. TUDOR sepenuhnya

namun TUDOR bisa dibilang berhasil mencuri perhatian

mengadopsi pola pikir ini dengan merancang bagian

banyak pihak dengan menunjukkan warisan mereka, baik

eksterior jamnya dari bahan-bahan yang siap digunakan

di luar maupun di dalam pit lane. Merek ini secara resmi

di lintasan balap. Jam tangan ini dilengkapi dengan case

meluncurkan Black Bay Chrono “Carbon 26,” sebuah

berdiameter 42mm yang didesain ulang dan terbuat

evolusi dari “Carbon 25” yang sebelumnya merupakan

dari carbon fiber yang ringan. Perubahan visual yang

penghormatan terhadap desain mobil 2025 Visa Cash

paling mencolok adalah bagian dial berwarna “racing

App Racing Bulls VCARB 02. Kali ini, model 2026 yang

white” disertai aksen kuning cerah yang membentang di

baru beradaptasi dengan mulus pada mobil terbaru tim

sepanjang skala menit, penghormatan terhadap warna

tersebut, yaitu VCARB 03. Model terbaru ini tidak saja

kuning cerah yang terdapat pada penutup mesin mobil

mengganti palet warna, melainkan menegaskan warisan

Formula 1 VCARB 03. Jarum jam “Snowflake” yang

balap TUDOR. Filosofi inti di balik setiap mesin balap

menjadi ciri khas TUDOR juga hadir dalam jam tangan


yang diproduksi sebanyak 2.026 buah ini. Tentu saja,

berdiameter 39 mm yang dipadukan dengan gelang dua

jam tangan racing chronograph tak akan berarti apa-apa

mata rantai yang serasi, jam tangan ini menampilkan siluet

tanpa mesin yang tangguh di baliknya. Jam yang memiliki

yang bersih, dilengkapi dial warna champagne gelap dan

cadangan daya hingga 70 jam serta telah mendapatkan

penanda jam terpasang serta tampilan detik kecil di posisi

sertifikasi dari COSC ini ditenagai oleh mesin otomatis

jam 6. Jam ditenagai mesin otomatis Manufacture Calibre

buatan sendiri, Calibre MT5813, yang dikembangkan

MT5662-2U, yang telah disertifikasi oleh COSC dan

bersama Breitling dan dikembangkan dari Calibre B01

METAS sebagai Master Chronometer dengan cadangan

milik mereka.

daya hingga 65 jam. Dilengkapi dengan sistem “T-fit” yang

TUDOR juga merayakan sejarah pembuatan jam

dapat disesuaikan di pergelangan tangan, Monarch seakan

tangan mereka yang telah berlangsung hampir satu abad

memadukan kepraktisan sehari-hari dengan unggul.

dengan meluncurkan Monarch terbaru, sebuah model

Melalui Black Bay Chrono “Carbon 26” dan Monarch,

yang memadukan keanggunan bergaya vintage dengan

TUDOR berhasil menghadirkan nuansa vintage sekaligus

kecanggihan teknis zaman sekarang. Dengan steel case

menawarkan performa canggih dari bahan carbon fibre. 73


SPECIAL REPORT

ZENITH

74

Zenith memperkuat kembali warisan dari lini koleksi

membutuhkan alat khusus dan kesabaran yang luar

G.F.J. (Georges Favre-Jacot) mereka dengan memperluas

biasa, sehingga secara efektif mengubah keterbatasan

platform ini—yang berfungsi sebagai wadah kontemporer

bahan menjadi fitur desain utama. Referensi ini juga

bagi Calibre 135 mereka yang legendaris—dan

tidak sekadar menampung sebuah mesin jam; ia

menunjukkan komitmen tanpa kompromi dengan

menantang batas-batas proses pembuatan. Estetika

memadukan daya tarik industrial dari tantalum dengan

logam yang tenang dari case tantalum memberikan latar

kehangatan klasik yang bersinar dari yellow gold pada

belakang yang tegas dan modern untuk bagian dial, yang

tahun ini. Khusus untuk G.F.J. berbahan tantalum, model

menampilkan outer ring bermotif brick bertipe guilloché

ini mungkin menjadi ekspresi paling eksklusif dari karya

dan bagian tengah dari onyx. Untuk menambah kesan

ini hingga detik ini, dengan jumlah yang dibatasi hanya

mewah, Zenith menghiasi penanda jam dengan berlian

20 buah. Tantalum dikenal sebagai logam yang sangat

dengan potongan trapesium, sebuah pilihan langka yang

sulit diolah, namun sangat dihargai karena kepadatan,

secara halus menonjolkan sisi teknis jam tangan. Ini adalah

ketahanan terhadap korosi, serta kilau warna biru-abu-

mahakarya industri yang tidak menonjolkan dirinya,

abu yang unik. Karena kekerasannya, pembuatan case

melainkan mengandalkan kelangkaannya, dan presisi tak


terbantahkan dari Calibre 135 yang dapat diputar secara

antara nuansa organik dan alami dari “bloodstone”

manual untuk menarik perhatian.

serta penanda jam berwarna emas yang berkilauan

Zenith juga menghadirkan interpretasi yang lebih

menciptakan kedalaman visual yang tidak hanya elegan,

tradisional namun tak kalah dinamis dalam versi yellow

tetapi juga berakar pada tradisi pembuatan jam tangan.

gold 18K, yang diproduksi terbatas sebanyak 161 buah.

Di balik permukaannya, Calibre 135—mesin jam yang

Jika model tantalum tampil tegas dan modern, varian

mengantarkan Zenith meraih rekor 2.333 penghargaan

emas ini merupakan perwujudan keanggunan yang

observatorium—berdetak dengan ritme yang stabil

merayakan warisan bersejarah. Bagian case dari yellow

dan bersertifikasi COSC. Dilengkapi dengan hiasan

gold berukuran 39,15mm ini memancarkan kehangatan

“Côtes de Genève” dan lapisan ruthenium, mesin jam ini

yang melengkapi bagian arsitektur dari dial yang rumit

tetap menjadi inti dari pengalaman yang ditawarkan,

dengan sempurna. Bagian ring dengan motif brick bertipe

mengingatkan pemakainya bahwa terlepas dari logam

guilloché mengelilingi bagian tengah batuan jasper

mulia apa pun yang digunakan, jiwa dari jam tangan G.F.J.

“bloodstone”, dipadukan dengan penunjuk small-seconds

akan selalu terletak pada kinerja chronometric-nya yang

bertipe mother-of-pearl pada posisi jam 6. Kontras

tak tertandingi. 75


COLLECTOR’S CORNER

A STUDY IN CONTRAST A. Lange & Söhne menghadirkan terobosan berani dalam koleksi terbarunya dengan meminimalkan kompleksitas dan menyembunyikan dua komplikasi yang rumit

76


K

eputusan berani menjadi kata kunci dari merek jam tangan mewah asal Jerman, A. Lange & Söhne di ajang Watches and Wonders Geneva

tahun ini. Publik pun menyambut hangat koleksi Saxonia Annual Calendar terbaru serta Lange 1 Tourbillon Perpetual Calendar “Lumen.” Secara beriringan, kedua model terbaru ini mencerminkan komitmen merek

Namun, model Saxonia Annual Calendar dari A. Lange

terhadap kemajuan teknis dan bahasa desainnya yang

& Söhne kali ini justru mengambil pendekatan yang

terus berkembang, menjadikan setiap detik sebagai kisah

berlawanan. Dengan diameter 36mm dan ketebalan

yang layak untuk diceritakan.

hanya 9,8mm, bagian case-nya terasa sangat ringkas di pergelangan tangan, sementara bagian lugs yang ramping

Saxonia Annual Calendar

dan bezel yang tipis semakin menonjolkan siluetnya yang

Ada tantangan tersendiri dalam merancang jam tangan

seimbang. Keseimbangan ini kembali muncul pada bagian

dengan komplikasi annual calendar: bagaimana cara

tata letak dial-nya. Bagian penunjuk hari terletak di posisi

menampilkan sejumlah besar informasi tanpa membuat

9, penunjuk bulan di posisi 3, sementara penunjuk detik

pemakainya kebingungan? Khusus untuk model Saxonia

tambahan dan moonphase mengisi bagian bawah dial di

Annual Calendar yang baru, jawabannya bukanlah

posisi 6. Namun, kehalusan desainnya justru terletak pada

dengan menambahkan lebih banyak fitur, melainkan

detail-detailnya.

dengan menyempurnakan apa yang sudah ada. Model terbaru ini hadir dalam dua pilihan: pink gold dengan dial berwarna abu-abu, atau white gold yang dipadukan dengan permukaan bertipe argenté. Biasanya, orang berpikir bahwa semakin banyak fungsinya, semakin baik. Atau setidaknya, itulah logika yang sering digunakan saat

TERLETAK DI BAWAH LANGIT BERWARNA BIRU TUA YANG DIHASILKAN MELALUI PROSES LAPISAN KHUSUS, BAGIAN CINCIN INI DIHIASI 428 BINTANG YANG MEMBENTUK REPLIKA MINI DARI BIMA SAKTI

berusaha memasukkan lebih banyak elemen ke dalam ruang yang terbatas. Dalam dunia pembuatan jam tangan, hal itu biasanya berarti semakin banyak komplikasi, semakin banyak pula elemen yang hadir dalam sebuah jam, sehingga bagian case-nya pun tak terhindarkan menjadi lebih besar dan bagian dial juga lebih ramai. Lagi pula, semua kompleksitas yang begitu padat itu harus ditempatkan di suatu tempat.

HALAMAN SAMPING Dua model Saxonia Annual Calendar yang baru, dalam dua pilihan: pink gold dengan dial abu-abu, atau versi white gold dengan permukaan bertipe argenté HALAMAN INI Dengan diameter 36mm dan ketebalan hanya 9,8mm, case-nya terasa sangat ringkas di pergelangan tangan; Mesin jam calibre L207.1 terlihat dari bagian belakang case jam transparan

77


COLLECTOR’S CORNER

DI BAGIAN BAWAH DIAL SEMI-TRANSPARAN TERDAPAT CALIBRE L225.1 YANG BARU DIKEMBANGKAN, SEBUAH MESIN JAM OTOMATIS DENGAN TINGKAT KERUMITAN YANG LUAR BIASA

elegan. Dan kesederhanaan yang muncul kali ini justru menjadi sebagai bentuk kecanggihan tersendiri.

Lange 1 Tourbillon Perpetual Calendar “Lumen” Di ajang historis ini, A. Lange & Söhne kembali menunjukkan keahlian yang hanya dimiliki oleh pabrikan

78

Bagian subdial yang tersembunyi memiliki tepi yang

asal Saxony ini: menggabungkan dua komplikasi

sedikit miring ke dalam, sementara sentuhan akhir bertipe

yang terhitung rumit dalam dunia horologi, lalu

azurage menciptakan perubahan pantulan yang halus

menyematkannya di dalam arsitektur bertipe off-centre

saat cahaya bergerak melintasi permukaan. Kemudian,

jam tangan ikonik Lange 1, dan kemudian membuat

tampilan moonphase juga menghadirkan sentuhan warna

seluruh jam tangan tersebut bersinar dalam kegelapan.

yang elegan. Terletak di bawah langit berwarna biru tua

Hasilnya adalah Lange 1 Tourbillon Perpetual Calendar

yang dihasilkan melalui proses lapisan khusus, bagian

“Lumen,” sebuah model edisi terbatas sebanyak 50 buah

cincin ini dihiasi 428 bintang yang membentuk replika

yang mendefinisikan ulang keanggunan malam hari.

mini dari Bima Sakti. Sebagai pelengkap, jam tangan ini

Secara visual, mari kita awali dengan apa yang Anda lihat,

ditenagai oleh mesin jam calibre L207.1 terbaru yang

atau lebih tepatnya, apa yang Anda lihat saat cahaya

menawarkan cadangan daya hingga 60 jam. Dengan

padam. Setiap tampilan pada jam tangan ini bersinar.

Saxonia Annual Calendar, A. Lange & Söhne menghindari

Tampilan tanggal berukuran besar, ciri khas dari model

desain yang terlalu rumit. Sebaliknya, ia menyempurnakan

Lange 1, bersinar begitu terang sehingga mekanisme

komplikasi annual calendar menjadi sesuatu yang lebih

rumit yang terdiri dari penunjuk waktu dan cakram yang


menunjukkan keindahan dari mesin di dalamnya menjadi terlihat dalam kegelapan. Tampilan moonphase, yang menjadi yang pertama di dunia untuk jam tangan “Lumen,” menggabungkan indikasi siang/malam: sebuah cakram yang berputar sekali setiap 24 jam juga menampilkan langit yang terang tanpa bintang pada siang hari dan langit yang gelap bertabur bintang pada malam hari. Ajaibnya, posisi bulan hanya akan menyimpang satu hari dari posisi sebenarnya, setelah 122,6 tahun. Hal ini tidak hanya menjadi sebuah puisi tersendiri, namun juga menunjukkan sebuah presisi yang menakjubkan. Di bagian bawah dial semi-transparan terdapat calibre L225.1 yang baru dikembangkan, sebuah mesin jam otomatis dengan tingkat kerumitan yang luar biasa. Dari 685 komponennya, terdapat tourbillon dengan mekanisme stop-seconds, serta bagian spring berbentuk V yang telah dipatenkan, yang memungkinkan akurasi hingga satu detik saat mengatur waktu. Bagian tourbillon cage yang dibuat dari stainless steel

juga memiliki salah satu sentuhan akhir yang paling membutuhkan ketelitian dalam pembuatan jam tangan. Dari satu sudut, bagian ini memantulkan cahaya. Dari sudut lain, warnanya terlihat hitam legam. Sudut-sudut bagian dalam, yang dipotong miring dan dipoles dengan tangan, adalah jenis detail yang membedakan antara bagian yang sangat bagus dengan yang benar-benar hebat. Dengan bagian case yang terbuat dari platinum 950 dalam diameter 41,9mm, jam tangan ini diproduksi sangat terbatas, hanya akan ada 50 orang terpilih yang akan mendapatkan kesempatan untuk memilikinya. Namun, bagi kita semua yang sempat melihatnya secara langsung di gerai A. Lange & Söhne di Jenewa, model “Lumen” ini menjadi pengingat yang sempurna: terkadang, cahaya yang paling cemerlang justru berasal dari tempat yang paling gelap. HALAMAN SAMPING Lange 1 Tourbillon Perpetual Calendar “Lumen” mendefinisikan ulang keanggunan meski dalam keterbatasan cahaya di malam hari, terlihat dari dial jam bersinar, hingga tanggal berukuran besar, ciri khas dari model Lange 1 HALAMAN INI Bagian case jam terbuat dari platinum 950 dalam diameter 41,9mm, dan di bagian bawah dial semi-transparan terdapat calibre L225.1 yang canggih dan rumit

79


Penulis: Yessar Rosendar

COLLECTOR’S CORNER

MECHANICAL WONDERS Patek Philippe merayakan inovasi dan warisan horologi lewat koleksi baru yang mengagumkan di ajang Watches and Wonders Geneva 2026 80


P

atek Philippe kembali menunjukkan mengapa namanya begitu dihormati dan dikagumi di dunia horologi melalui peluncuran empat arloji

baru di ajang Watches and Wonders 2026. Tidak hanya mengedepankan keindahan desain dan keahlian dekoratif,

REF. 5249R-001 “THE CROW AND THE FOX”. JAM TANGAN INI MERUPAKAN INTERPRETASI MODERN DARI JAM SAKU LEGENDARIS PATEK PHILIPPE TAHUN 1958 YANG TERINSPIRASI DARI DONGENG TERKENAL

keempat model ini juga menjadi bukti kemampuan manufaktur asal Jenewa tersebut dalam mengembangkan

waktu matahari terbit dan terbenam, alarm mekanis 24

ciptaan mekanis yang semakin kompleks dan inovatif.

jam dengan gong klasik, perpetual calendar dalam desain

Mulai dari jam astronomi yang mampu menampilkan

skeleton persegi, hingga automaton yang menampilkan waktu sesuai permintaan melalui kisah fabel klasik, setiap model menghadirkan pencapaian teknis yang berbeda. Model paling artistik sekaligus unik tahun ini adalah Reference 5249R-001 “The Crow and the Fox”. Jam tangan ini merupakan interpretasi modern dari jam saku legendaris Patek Philippe tahun 1958 yang HALAMAN SAMPING Patek Philippe Reference 5249R-001 “The Crow and the Fox” adalah jam Automaton, menampilkan ukiran seekor rubah pada dial yang bergerak untuk menunjukkan jam, dan seekor gagak yang menjatuhkan potongan keju yang berfungsi sebagai penunjuk menit HALAMAN INI Bagian belakang case menampilkan mesin Caliber 31-260 PS HMD AU; Pelat dial dari rose gold 18K dengan diametercase 43 mm dan tebal 11,55 mm; Jam saku “The Crow and the Fox” (ref 784) tahun 1958 yang disimpan di Museum Patek Philippe

81


COLLECTOR’S CORNER

INOVASI LAINNYA ADALAH MEKANISME KOREKSI WAKTU MUSIM PANAS DAN MUSIM DINGIN YANG DIPATENKAN. MELALUI DUA TOMBOL KOREKTOR DI SISI CASING

yang terdiri dari 267 komponen dengan sistem tuas khusus yang presisi. Penggunaan material titanium yang ringan pada jarum menit berbentuk keju memastikan jarum dapat kembali ke posisi awal dengan cepat tanpa risiko deformasi. Selain pencapaian mekanis, model ini

terinspirasi dari dongeng terkenal, dan merupakan

menampilkan sekitar 150 jam pekerjaan ukiran tangan

automaton wristwatch pertama dalam sejarah modern

pada dial jamnya.

Patek Philippe yang menghadirkan cara membaca

82

Salah satu sorotan utama tahun ini juga ada pada

waktu secara interaktif. Alih-alih menampilkan waktu

Celestial Reference 6105G-001,

secara permanen, jam hanya memperlihatkan jam

yang menjadi jam tangan

dan menit ketika pengguna menekan tombol di posisi

grand complication pertama

pukul dua. Saat tombol ditekan, seekor rubah yang

dari Patek Philippe yang

terukir pada dial bergerak untuk menunjukkan jam.

mampu menampilkan

Jika tekanan dilanjutkan, seekor gagak menjatuhkan

waktu matahari terbit dan

potongan keju yang berfungsi sebagai penunjuk menit.

terbenam dalam format

Setelah tombol dilepas, seluruh indikator kembali ke

jam tangan. Pengembangan

posisi semula melalui mekanisme retrograde. Untuk

model ini memakan waktu

menghidupkan pertunjukan mini tersebut, Patek

lebih dari lima tahun dan

Philippe mengembangkan Caliber 31-260 PS HMD AU

menghasilkan enam pengajuan


paten baru. Jam ini tidak hanya menampilkan peta langit,

dan terbenam secara

pergerakan bulan, dan fase bulan secara real time seperti

bersamaan, sebuah solusi

model Celestial sebelumnya, tetapi juga menambahkan

yang belum pernah

informasi waktu matahari terbit dan terbenam untuk kota

ditawarkan sebelumnya.

Jenewa. Tantangan terbesar berasal dari fakta bahwa

Mesin baru Caliber 240

waktu matahari terbit dan terbenam berubah setiap hari

C LU CL LCSO terdiri

sepanjang tahun. Untuk mengatasinya, para insinyur

dari 426 komponen, namun

Patek Philippe menciptakan sistem yang menggunakan

ketebalan mesin jam ini hanya

dua poros berbentuk oval yang merepresentasikan

bertambah 1,12 mm menjadi 7,93

kemiringan sumbu bumi sepanjang siklus tahunan. Sistem

mm, menunjukkan kemampuan luar biasa Patek Philippe

tersebut bekerja bersama poros pendeteksi setebal hanya

dalam mempertahankan profil yang relatif ramping.

0,48 milimeter yang secara presisi membaca perubahan posisi poros dan meneruskannya ke jarum penunjuk. Inovasi lainnya adalah mekanisme koreksi waktu musim panas dan musim dingin yang dipatenkan. Melalui dua tombol korektor di sisi casing, pemilik dapat mengubah waktu satu jam maju atau mundur tanpa mengganggu tampilan astronomi lainnya. Sistem ini secara otomatis menyesuaikan indikator matahari terbit

HALAMAN SAMPING Patek Philippe Celestial Reference 6105G-001, grand complication pertama dengan tampilan waktu matahari terbit dan terbenam dalam format jam tangan; Dilengkapi mesin jam Caliber 240 C LU CL LCSO HALAMAN INI Patek Philippe Calatrava Alarm Reference 5322G warna biru tua (5322G-001) dengan casing emas putih 41mm yang dihiasi motif “Clous de Paris” guilloché pada bagian samping, dan dilengkapi mesin Caliber AL 30-660 S C yang terdiri dari 524 komponen

83


COLLECTOR’S CORNER

sebagai satu-satunya jam tangan berdentang yang tahan air dalam koleksi Patek Philippe saat ini, dengan ketahanan hingga kedalaman 30 meter. Jantung dari inovasi tersebut adalah Caliber AL 30-660 S C yang terdiri dari 524 komponen. Mesin otomatis ini memiliki alarm 24 jam yang dapat diatur hingga ketelitian 15 menit. Waktu alarm ditampilkan secara digital melalui dua jendela di bagian atas dial, lengkap dengan indikator siang dan malam. Patek Philippe Patek Philippe juga menghidupkan kembali komplikasi

juga menyematkan fitur pengaman, alarm hanya dapat

alarm melalui Calatrava Alarm Reference 5322G modern

diaktifkan jika pegas khusus alarm telah terisi penuh

yang menghadirkan alarm 24 jam yang berbunyi melalui

melalui sepuluh putaran crown. Sistem pengatur inersia

gong klasik. Berbeda dengan kebanyakan jam alarm

disematkan untuk menjaga ritme pukulan gong secara

mekanis yang menghasilkan bunyi dengungan karena palu

konsisten pada kecepatan sekitar 2,5 pukulan per detik.

memukul bagian belakang casing, model ini menggunakan

Meski kompleks, mesin tersebut tetap memiliki ketebalan

sistem gong klasik yang melingkari mesin, mirip dengan

hanya sekitar 6mm.

mekanisme minute repeater. Hasilnya adalah suara

84

Koleksi Cubitus yang diperkenalkan pada 2024 kini

alarm yang lebih merdu dan elegan. Koleksi terbaru ini

mendapatkan grand complication pertamanya melalui

tersedia dalam dua pilihan warna dial, yaitu warna biru

Cubitus Perpetual Calendar Skeleton Reference 5840P.

tua (5322G-001) dan hijau (5322G-010). Jam tangan ini

Yang membuat model ini istimewa adalah penggunaan

memiliki casing berbahan emas putih 41mm yang dihiasi

mesin skeleton berbentuk persegi pertama yang

dengan motif “Clous de Paris” guilloché pada bagian

dirancang khusus untuk mengikuti bentuk casing Cubitus.

samping serta lug berongga yang unik. Model ini menonjol

Caliber 28-28 Q SQU tidak hanya menampilkan perpetual


calendar, tetapi juga menjadi contoh bagaimana desain dan mekanika dapat dikembangkan secara bersamaan. Sistem perpetual calendar-nya mengandalkan poros 48 bulan yang berfungsi sebagai “memori mekanis” untuk menyimpan informasi siklus empat tahun, termasuk tahun kabisat,

YANG MEMBUAT MODEL INI ISTIMEWA ADALAH PENGGUNAAN MESIN SKELETON BERBENTUK PERSEGI PERTAMA YANG DIRANCANG KHUSUS UNTUK MENGIKUTI BENTUK CASING CUBITUS

sehingga jam dapat menampilkan tanggal secara otomatis tanpa perlu koreksi manual hingga tahun 2100. Inovasi lain yang menarik adalah tampilan fase bulan berukuran besar yang memakai satu bulan besar dan menyelesaikan satu putaran setiap 29,53 hari. Patek Philippe juga menghadirkan pendekatan visual baru melalui estetika monokrom; hampir seluruh komponen diberi lapisan rhodium dengan aksen biru minimal pada sekrup dan rotor mini. Dengan hanya setebal 5,04 mm, mesin berisi 313 komponen ini tampil sangat proporsional.

HALAMAN SAMPING Patek Philippe Calatrava Alarm Reference 5322G dalam versi warna hijau (5322G-010), dengan jarum jam berbentuk jarum suntik dari emas putih dengan lapisan bercahaya HALAMAN INI Patek Philippe Cubitus Perpetual Calendar Skeleton Reference 5840P dengan mesin penggerak otomatis ultra-tipis berdesain skeleton dengan kalender abadi, kaliber berbentuk persegi 28-28 Q SQU

85


Penulis: Billy Saputra

COLLECTOR’S CORNER

THE ART OF

REINTERPRETATION Rolex merayakan 100 tahun Oyster dengan menyeimbangkan nuansa historis, eksplorasi visual, dan konsistensi performa dalam dua arah pendekatan yang berbeda 86


S

elama satu abad, Rolex Oyster Perpetual dikenal

Oyster Perpetual yang tidak biasa. Tahun ini, Rolex

sebagai bentuk paling esensial dari Rolex, sebuah

melangkah lebih jauh dengan membawa elemen sejarah,

jam tangan yang dibangun di atas gagasan tentang

tipografi, dan detail arsip ke dalam desain Oyster

presisi, ketahanan, dan kesinambungan. Di Watches and

Perpetual secara lebih eksplisit. Sementara Oyster

Wonders Geneva 2026, Rolex memperlihatkan bahwa

Perpetual 28 dan 34 bergerak ke arah eksplorasi material

bahkan koleksi paling penting dalam katalognya pun masih dapat ditafsirkan ulang melalui pendekatan yang jauh lebih ekspresif. Dalam perayaan 100 tahun Oyster, Rolex menghadirkan sejumlah interpretasi baru untuk Oyster Perpetual range, termasuk Oyster Perpetual 41 dan Oyster Perpetual 36 yang menunjukkan dua arah pendekatan berbeda. Oyster Perpetual 41 tampil

DALAM PERAYAAN 100 TAHUN OYSTER, ROLEX MENGHADIRKAN SEJUMLAH INTERPRETASI BARU UNTUK OYSTER PERPETUAL RANGE, TERMASUK OYSTER PERPETUAL 41 DAN OYSTER PERPETUAL 36 TERBARU

reflektif melalui detail-detail yang menggemakan Oyster awal 1926, sementara Oyster Perpetual 36 hadir lebih berani lewat lacquer dial Jubilee motif beraneka warna yang terasa menyerupai karya seni grafis. Keduanya menunjukkan bagaimana Oyster terus berevolusi, tanpa menanggalkan fondasi yang membentuknya. Dalam lima tahun terakhir, Rolex Oyster Perpetual 41 dan Rolex Oyster Perpetual 36 beberapa kali menjadi medium bagi Rolex untuk menghadirkan sisi

HALAMAN INI DARI KIRI KE KANAN Gelang jam Oyster dilengkapi dengan Oysterclasp; Kenop pemutar Twinlock memiliki sistem kedap air ganda HALAMAN SAMPING Rolex Oyster Perpetual 41mm, terbuat dari Oystersteel dan emas kuning, menampilkan pelat jam berwarna abu-abu – warna baru untuk seri Oyster Perpetual – dihiasi tulisan ‘100 tahun’ di posisi pukul 6, menggantikan tulisan ‘Swiss Made’

87


COLLECTOR’S CORNER

melalui batu alam dan finis emas, Oyster Perpetual 41 dan

lebih reflektif, maka Rolex Oyster Perpetual 36 justru

36 terasa lebih dekat pada bagaimana Rolex membaca

memperlihatkan sisi Oyster Perpetual yang jauh lebih

ulang bahasa visual Oyster di usia ke-100 tahunnya.

memesona. Rolex menghadirkan lacquer dial Jubilee

Pendekatan tersebut paling terasa pada Rolex Oyster Perpetual 41 yang tahun ini tampil berbeda

nama “Rolex” dalam sepuluh warna berbeda, sebuah

dari generasi sebelumnya. Untuk pertama kalinya dalam

pendekatan visual yang merayakan daya cipta merek dan

Oyster Perpetual range modern, Rolex menghadirkan

seni pembuatan pelat jamnya. Menariknya, motif Jubilee

konfigurasi Rolesor kuning, memadukan bezel dan tombol

sendiri bukan elemen baru bagi Rolex. Pola ini pertama

pengaturan emas kuning dengan bracelet Oystersteel

kali diperkenalkan pada akhir 1970-an dan kemudian

yang tetap mempertahankan karakter sporty dan

menjadi ikonik sebelum akhirnya diinterpretasikan ulang,

sederhana koleksi ini. Pendekatan tersebut memberi

sebelum kini ditafsirkan kembali dalam pendekatan

nuansa yang lebih hangat dan historis, seolah membawa

yang jauh lebih bercorak dan kontemporer. Proses

kembali atmosfer masa-masa awal Oyster ketika jam

pembuatannya pun tidak sederhana, karena setiap warna

tangan ini masih diposisikan sebagai inovasi baru dalam

diaplikasikan satu per satu dengan tingkat presisi tinggi

dunia jam tangan. Nuansa perayaan itu kemudian

agar seluruh huruf dan pola tetap tersusun sempurna.

diteruskan melalui detail khusus, mulai dari angka “100”

Membuat edisi Oyster Perpetual 36 tahun ini hadir

pada tombol pengaturan, tulisan “100 years” di posisi

dengan karakternya tersendiri.

pukul enam, hingga aksen hijau pada minute track dan

88

motif multicolor yang dibangun dari permainan tipografi

Di balik pendekatan visual yang berbeda,

logo Rolex di pelat jam. Keseluruhannya membuat

Oyster Perpetual 41 dan Oyster Perpetual 36 tetap

Oyster Perpetual 41 terasa seperti penghormatan yang

berbagi fondasi teknis yang sama. Keduanya ditenagai

tetap dijaga dalam prinsip desain Rolex yang khas.

mesin jam calibre 3230 dengan sistem Perpetual

Jika Oyster Perpetual 41 bergerak ke arah yang

rotor, Chronergy escapement, serta cadangan daya


PADA 2026, ROLEX MEMPERBARUI SERTIFIKASI SUPERLATIVE CHRONOMETER DENGAN MENAMBAHKAN PENGUJIAN TERHADAP MAGNETISME, RELIABILITAS, DAN KEBERLANJUTAN PERFORMA

sekitar 70 jam. Konstruksi Oyster case keduanya juga mempertahankan ketahanan air hingga 100 meter melalui sistem Twinlock dan case kedap yang sejak lama menjadi bagian penting dari Oyster Perpetual. Keduanya dipadukan dengan Oyster bracelet tiga baris yang telah menjadi bagian dari koleksi ini sejak akhir 1930-an, lengkap dengan Oysterclasp dan sambungan ekstensi kenyamanan Easylink, yang memungkinkan penyesuaian panjang bracelet hingga 5 mm secara praktis. Di saat tampilan visual koleksi ini bergerak semakin memikat, Rolex tetap menjaga karakter dasar Oyster sebagai jam tangan sehari-hari yang tangguh, dan mudah digunakan. Seratus tahun setelah Rolex Oyster pertama diperkenalkan, arah yang diambil Rolex tahun ini terasa menawan karena tidak hanya menghadirkan pembaruan visual, tetapi juga memperkuat standar performa yang selama ini melekat pada Oyster Perpetual. Pada 2026, Rolex memperbarui sertifikasi Superlative Chronometer dengan menambahkan pengujian terhadap magnetisme, reliabilitas, dan keberlanjutan performa, melengkapi standar presisi dan ketahanan yang sebelumnya telah menjadi bagian dari sertifikasi tersebut. Di tengah pendekatan desain yang bergerak semakin atraktif, Oyster Perpetual 41 dan Oyster Perpetual 36 memperlihatkan bagaimana Rolex tetap menjaga keseimbangan antara evolusi visual dan konsistensi performa, sesuatu yang membuat Oyster terus relevan bahkan setelah satu abad berlalu.

HALAMAN INI DARI ATAS Segel hijau Rolex, simbol status Kronometer Superlatif; Mesin jam Calibre 3230 yang dikembangkan dan diproduksi oleh Rolex; Gelang jam tipe Oyster, dengan tiga bagian tautan padat dari Oystersteel, dan pengait lipat Oysterclasp dengan sambungan ekstensi kenyamanan Easylink 5mm HALAMAN SAMPING Rolex Oyster Perpetual 36mm, terbuat dari Oystersteel dengan pelat jam bermotif Jubilee aneka warna; Tampilan detil pelat jam unik berlapis pernis dengan motif Jubilee pada Rolex Oyster Perpetual 36

89


Penulis: Billy Saputra

COLLECTOR’S CORNER

THE POWER OF LIGHT Melalui dua interpretasi Aquaracer yang berbeda, TAG Heuer memperluas peran cahaya dari elemen visual menjadi sumber energi 90


C

ahaya selalu memiliki hubungan yang erat dengan jam tangan. Ada kalanya ia memantul pada finis pelat jam bertekstur, atau menghidupkan warna

pada material tertentu, ia juga mampu mempertegas perbedaan antara efek permukaan yang dipoles maupun disapu halus. Pun, tidak sedikit desain jam tangan yang justru diciptakan untuk menangkap dan merespons perubahan cahaya sepanjang hari. Pada generasi terbaru TAG Heuer Aquaracer Professional Solargraph yang diperkenalkan pada bulan Mei 2026 lalu, hubungan

CAHAYA ALAMI MAUPUN BUATAN TIDAK LAGI SEKADAR MEMBENTUK TAMPILAN VISUAL, TETAPI JUGA MENJADI SUMBER ENERGI YANG MENGGERAKKAN KEDUANYA HALAMAN SAMPING TAG Heuer Aquaracer Professional Solargraph dalam versi diameter 28mm, dial jam mother-of-pearl dihiasi indeks berlapis emas kuning bertatahkan 12 berlian, logo Tag Heuer dan jarum jam berlapis emas kuning HALAMAN INI Model mengenakan TAG Heuer Aquaracer Professional Solargraph versi diameter 28m, dengan indeks jam berlapis rhodium bertatahkan 12 berlian

91


COLLECTOR’S CORNER

GEOMETRI CASE KINI TAMPIL LEBIH TEGAS, SEMENTARA RIDER ELEMENTS YANG MENJADI CIRI KHAS AQUARACER KEMBALI HADIR PADA BEZEL

tersebut bergerak satu langkah lebih fungsional. Melalui

di lingkungan perairan dan membutuhkan keterbacaan,

Aquaracer Professional 100 Solargraph 28mm dan

ketangguhan, serta performa yang konsisten. Ketika

Professional 200 Solargraph 40mm, cahaya alami maupun

nama Aquaracer resmi diperkenalkan pada 2004, TAG

buatan tidak lagi sekadar membentuk tampilan visual,

Heuer merumuskan enam prinsip desain yang menjadi

tetapi juga menjadi sumber energi yang menggerakkan

fondasinya hingga kini, mulai dari bezel berputar searah

keduanya. Dari sinilah dua karakter yang berbeda tersebut

dan tombol pengaturan berulir hingga ketahanan air

menemukan titik temu yang sama.

minimal 200 meter. Dalam konteks tersebut, penyematan

Meski teknologi Solargraph menjadi sorotan utama pada rilisan terbaru pada edisi ini, gagasan tentang

92

Solargraph terasa sebagai evolusi alami dari filosofi yang telah membentuk koleksi ini selama dua dekade.

fungsi dan keandalan sebenarnya telah menjadi bagian

Jika Heuer Reference 844 menjadi fondasi awal

dari Aquaracer jauh sebelum cahaya digunakan sebagai

Aquaracer, maka Professional 200 Solargraph 40mm

sumber energi. Sejarah koleksi ini dapat ditelusuri

menunjukkan bagaimana filosofi tersebut diterjemahkan

hingga 1978 melalui Heuer Reference 844, sebuah jam

untuk generasi terbaru. TAG Heuer mendeskripsikannya

tangan yang dirancang untuk mereka yang beraktivitas

sebagai reimagined tool watch, sebuah pendekatan yang


terlihat melalui penyempurnaan pada hampir setiap bagian jam tangan. Geometri case kini tampil lebih tegas, sementara rider elements yang menjadi ciri khas Aquaracer kembali hadir pada bezel. Di balik tampilannya, kaliber TH50-00 mengubah cahaya alami maupun buatan menjadi sumber energi yang mampu menghasilkan cadangan daya selama 40 jam hanya dari 10 menit paparan cahaya, dengan otonomi hingga 10 bulan saat terisi penuh. Pendekatan tersebut memungkinkan Aquaracer mempertahankan karakter fungsionalnya tanpa mengorbankan kenyamanan penggunaan sehari-hari. Karakter tersebut semakin terlihat melalui pilihan material dan detail yang digunakan. Pada versi paling teknikal, TAG Heuer memadukan case dan gelang titanium Grade 2 dengan bezel titanium Grade 5 yang disapu halus dan diberi tekstur tambahan. Pelat jam hitam bertekstur garis horizontal dipadukan dengan aksen biru kutub pada jarum detik, skala menit, hingga tombol pengaturan, menciptakan kontras yang membantu keterbacaan dalam berbagai kondisi. Sementara

HALAMAN SAMPING DAN HALAMAN INI Dua versi TAG Heuer Aquaracer Professional Solargraph dalam diameter 28mm, dengan pilihan dial jam sunray berwarna biru atau hitam, dengan indeks jam berlapis rhodium bertatahkan 12 berlian, dan bagian belakang case dirancang khusus dengan lambang bintang kompas yang terukir

93


COLLECTOR’S CORNER

KALIBER TH50-00 MENGUBAH CAHAYA ALAMI MAUPUN BUATAN MENJADI SUMBER ENERGI YANG MAMPU MENGHASILKAN CADANGAN DAYA SELAMA 40 JAM, HANYA DARI 10 MENIT PAPARAN CAHAYA, DENGAN OTONOMI HINGGA 10 BULAN SAAT TERISI PENUH

itu, versi titanium Grade 5 menghadirkan pendekatan

otonomi hingga delapan bulan

yang lebih subtil melalui nuansa abu-abu alami titanium

setelah terisi penuh.

dan aksen rose gold pada pelat jam. Kehadiran sistem gelang yang dapat diganti dengan mudah turut

Professional 100 Solargraph

memperkuat gagasan bahwa Aquaracer dirancang untuk

28mm tidak sepenuhnya

beradaptasi pada berbagai situasi penggunaan.

meninggalkan semangat

Jika Professional 200 Solargraph 40mm berangkat

94

Meski tampil lebih elegan,

petualangan yang

dari dunia performa dan eksplorasi, Professional 100

menjadi bagian dari

Solargraph 28mm mengambil arah yang berbeda

identitas Aquaracer.

tanpa meninggalkan fondasi teknologi yang sama. TAG

TAG Heuer

Heuer memperkenalkan kembali ukuran 28mm melalui

merancang koleksi

empat referensi yang mengedepankan ekspresi lebih

ini untuk perempuan

disempurnakan. Pelat jam sunray berwarna hitam dan biru

yang mencari

hadir berdampingan dengan dua versi mother-of-pearl

keseimbangan antara

yang memanfaatkan permainan cahaya sebagai bagian

sophistication, elegance, dan

dari karakter visualnya. Indeks berlian ditempatkan

adventure. Gagasan tersebut

pada setiap indikator jam, sementara proporsi yang lebih

terlihat melalui penggunaan

ringkas memberi kesan yang berbeda dari saudara 40mm-

berlian, pelat jam mother-of-

nya. Di balik pendekatan tersebut, mesin jam TH51-00

pearl, serta aksen emas kuning

tetap bekerja dengan prinsip yang sama, menghasilkan

pada referensi tertingginya,


tanpa menghilangkan ketahanan air hingga 100 meter

40mm dan Professional 100 Solargraph 28mm, TAG

yang tetap dibawa seluruh koleksi. Menariknya, cahaya

Heuer menerjemahkan teknologi yang sama ke dalam

kembali memainkan peran penting di sini. Permukaan

dua karakter yang berbeda, mulai dari dunia performa

mother-of-pearl yang berubah mengikuti sudut pandang

hingga ekspresi yang lebih elegan. Di balik keduanya,

dan kondisi pencahayaan seolah mencerminkan prinsip

sistem Solargraph yang dikembangkan bersama La Joux-

yang sama dengan Solargraph, yakni memanfaatkan

Perret di La Chaux-de-Fonds terus bekerja tanpa banyak

cahaya bukan hanya sebagai elemen visual, tetapi juga

menarik perhatian pada dirinya sendiri. Pendekatan

sebagai bagian dari fungsi jam tangan itu sendiri.

tersebut terasa selaras dengan filosofi Aquaracer yang

Kedua Aquaracer Solargraph terbaru ini

selama puluhan tahun dibangun untuk aktivitas di luar

memperlihatkan bahwa cahaya dapat memiliki peran

ruang. Jika sebelumnya cahaya membantu jam tangan

yang lebih besar selain membantu pembacaan waktu

terlihat lebih hidup, kini cahaya juga menjadi alasan

di luar ruang. Melalui Professional 200 Solargraph

mengapa jam tangan itu terus hidup.

HALAMAN SAMPING Versi 40mm dari TAG Heuer Aquaracer Professional Solargraph, dengan dial jam sunray warna biru tua (Ref. WBP1113), atau hijau forest (Ref. WBP1115) HALAMAN INI Dua versi yang lebih mewah dalam diameter 40mm yang terbuat dari Titanium, dengan case dan gelang titanium Grade 2 dan bezel titanium Grade 5, dalam pilihan dial hitam bertekstur garis horizontal dengan aksen biru, atau titanium Grade 5 dengan dial abu-abu alami titanium dan aksen rose gold

95


COLLECTOR’S CORNER

Patek Philippe Rare Handcrafts Ketika penunjuk waktu menjadi sebuah karya seni tingkat tinggi

M

elalui koleksi Rare Handcrafts 2026 yang

keterampilan tangan para artisan yang semakin langka di

dipamerkan pada 18 April hingga 9 Mei

dunia saat ini. Setiap karya dibuat dengan ketelitian luar

lalu, masyarakat umum dan para penikmat

biasa, menjadikan jam tangan, jam saku, dan jam meja

seni berkesempatan untuk menjelajahi bangunan

berkubah (dome clocks) sebagai mahakarya yang berada di

bersejarah di Rue du Rhône, saat Patek Philippe kembali

antara dunia horologi dan seni rupa.

memperlihatkan keahlian tertinggi dalam menggabungkan

96

Rare Handcrafts 2026 menampilkan berbagai teknik

tradisi dekoratif kuno dengan seni haute horlogerie

dekorasi tingkat tinggi yang menjadi ciri khas Patek

modern. Koleksi ini merupakan perayaan terhadap

Philippe, seperti Grand Feu cloisonné enamel, lukisan


enamel miniatur, grisaille enamel, flinqué enamel, ukiran tangan, guilloché, hingga seni tata kayu (wood marquetry). Setiap teknik membutuhkan pengalaman bertahuntahun untuk dikuasai. Proses pengerjaan dilakukan secara manual dengan tingkat presisi ekstrem, di mana setiap detail kecil memiliki peranan penting dalam menciptakan tampilan akhir yang sempurna. Tidak ada dua karya yang benar-benar sama. Sentuhan tangan sang artisan memberikan karakter unik yang menjadikan setiap jam sebagai sebuah karya individual. Salah satu daya tarik utama Rare Handcrafts adalah bagaimana Patek Philippe mengubah dial jam menjadi kanvas miniatur. Melalui enamel dan ukiran halus, para seniman menghadirkan berbagai tema seperti alam, satwa liar, arsitektur, budaya, dan pemandangan bersejarah. Setiap motif bukan sekadar dekorasi, tetapi sebuah cerita yang dituangkan melalui warna, tekstur, dan detail yang sangat rumit. Seekor burung, lanskap, atau bangunan dapat berubah menjadi karya seni kecil yang hidup di pergelangan tangan pemiliknya. Di antara mahakarya yang dipamerkan, salah satu karya yang memiliki daya tarik istimewa adalah Patek Philippe Golden Ellipse Ref. 5738/50J-010 “Mount Merapi”. Jam tangan ini menghadirkan interpretasi artistik dari Gunung Merapi di Jawa, Indonesia, salah satu gunung api paling aktif di dunia. Melalui karya ini, Patek Philippe

PATEK PHILIPPE GOLDEN ELLIPSE REF. 5738/50J-010 “MOUNT MERAPI” MENGHADIRKAN INTERPRETASI ARTISTIK DARI GUNUNG MERAPI DI JAWA, INDONESIA

HALAMAN SAMPING Patek Philippe Rare Handcrafts 2026 menampilkan berbagai jam meja kubah yang indah, termasuk Ref.22000M-001 “Macaws”, dengan teknik enamel Grand Feu cloisonné bertatahkan batu mulia dan lukisan miniatur pada enamel HALAMAN INI DARI ATAS Detil jam tangan Golden Ellipse Ref. 5738/50G-044 dengan dial enamel cloisonné dan paillonné lukisan miniatur letusan gunung berapi Fuego di Guatemala; Detil jam tangan Calatrava Ref. 5177R-001 La Catrina, karakter dari budaya populer Meksiko; Calatrava Ref. 5077/357G-001 Blue Butterfly; Dua versi lain dari jam meja kubah yang mewah

97


COLLECTOR’S CORNER

tidak sekadar menggambarkan sebuah gunung, tetapi

Handcrafts memiliki nilai yang lebih dalam: menjaga

menangkap karakter Merapi sebagai simbol kekuatan

keberlangsungan seni tradisional. Teknik seperti enamel

alam—sebuah gunung yang terus hidup dengan energi

dan ukiran angan membutuhkan kesabaran, intuisi, dan

vulkanik, lava, dan lanskap dramatis yang telah menjadi

pengalaman manusia yang tidak dapat sepenuhnya

bagian dari identitas Pulau Jawa. Keindahan utama jam ini

digantikan oleh mesin. Patek Philippe dikenal sebagai

terletak pada dial yang menggunakan teknik Grand Feu

salah satu pembuat jam paling prestisius di dunia berkat

cloisonné enamel, salah satu teknik dekorasi paling rumit

komplikasi mekanisnya yang luar biasa. Namun dalam

dalam dunia haute horlogerie.

Rare Handcrafts, daya tarik utama tidak hanya berasal dari mesin di dalam jam, melainkan juga dari proses kreatif

98

Melestarikan Warisan yang Hampir Punah

di luar mekanisme tersebut. Setiap goresan ukiran, setiap

Di era produksi massal dan teknologi digital, Rare

lapisan enamel, dan setiap detail dekoratif mencerminkan


dedikasi manusia terhadap kesempurnaan. Inilah yang membuat sebuah jam Rare Handcrafts memiliki nilai emosional yang melampaui fungsi teknisnya. Pameran ini membuktikan bahwa seni tradisional masih memiliki tempat penting dalam dunia modern. Koleksi ini bukan sekadar simbol kemewahan, tetapi sebuah penghormatan terhadap waktu, kreativitas, dan warisan keahlian manusia. Dalam dunia yang semakin cepat dan otomatis, Patek Philippe mengingatkan bahwa beberapa karya terbaik tetap membutuhkan kesabaran, ketelitian, dan sentuhan tangan manusia. SETIAP GORESAN UKIRAN, SETIAP LAPISAN ENAMEL, DAN SETIAP DETAIL DEKORATIF MENCERMINKAN DEDIKASI MANUSIA TERHADAP KESEMPURNAAN HALAMAN SAMPING Lukisan bailaora, penari Flamenco; Beberapa koleksi jam saku (pocket watch) termasuk Ref. 992/198J-001 “Flamenco” dari enamel cloisonné dan flinqué dengan lukisan miniatur pada enamel dan ukiran tangan, hingga Ref. 999/100G-001 dengan hiasan mutiara dalam berbagai ukuran HALAMAN INI DARI ATAS Jam saku Ref. 995/153J-001dari emas kuning, terinspirasi dari targe, perisai abad pertengahan simbol penduduk di Skotlandia; Suasana pameran di gedung bersejarah di rue du Rhône, menghadirkan demonstrasi langsung oleh para pengrajin Patek Philippe

99


SPECIAL REPORT

THE JOUR N E Y TH RO U GH T IME Rolex merayakan pembukaan pameran Oyster Story yang menandai peringatan seratus tahun koleksi Oyster, dalam sebuah acara gala megah yang tak terlupakan yang diadakan di Shanghai West Bund Dome

R

100

olex merayakan satu abad pencapaian manusia

yang berbentuk kubah yang telah ditata sedemikian rupa

dan teknologi melalui Oyster Story, sebuah kisah

dan menawarkan sebuah pengalaman multisensori yang

yang terus ditulis hingga hari ini. Perayaan megah

mendalam. Soprano terkenal dunia, Sonya Yoncheva,

acara pembukaan pameran koleksi Rolex yang ikonik,

membuka acara dengan menyanyikan lagu Hymne à

Oyster Story baru saja diselenggarakan di

l’amour yang mengharukan, diikuti oleh film yang dibuat

Shanghai West Bund Dome, dan menandai perayaan

khusus yang ditampilkan di layar besar yang di sekeliling

seratus tahun Oyster sekaligus tonggak sejarah bagi

bagian dalam gedung, membawa para tamu dalam

Rolex. Pembukaan pameran ini dirayakan dalam sebuah

perjalanan melalui warisan Oyster yang telah berlangsung

acara gala yang megah dan berkesan pada tanggal 9 Juni

selama seabad. Pameran ini mengungkap kisah epik

2026, dan dihadiri Rolex Testimonees, Sonya Yoncheva, Jia

Oyster dari sudut pandang yang baru, mulai dari berbagai

Zhang-Ke, dan Li Na, yang berkumpul untuk meresmikan

koleksi langka, jam tangan bersejarah dan kontemporer,

perayaan seratus tahun Oyster yang mengagumkan. Para

para pemakainya yang ikonik, hingga inovasi teknologi, dan

tamu diajak masuk ke dalam gedung West Bund Dome

instalasi interaktif.


PARA TAMU DIAJAK MASUK KE DALAM GEDUNG WEST BUND DOME YANG BERBENTUK KUBAH YANG TELAH DITATA SEDEMIKIAN RUPA DAN MENAWARKAN SEBUAH PENGALAMAN MULTISENSORI YANG MENDALAM

“Malam ini, kita tidak hanya merayakan seratus tahun Oyster, tetapi juga menghormati satu abad inovasi dan visi yang terus mendorong Rolex maju,” ujar Arnaud Boetsch, Direktur Komunikasi & Citra di Rolex SA. “Oyster tidak hanya membentuk identitas Rolex, tetapi juga mendefinisikan kembali masa depan pembuatan jam tangan. Sangat bermakna untuk merayakan tonggak sejarah ini di Shanghai, sebuah kota yang penuh energi, keterbukaan, modernitas, dan kepercayaan diri yang memiliki tempat istimewa dalam hubungan yang kuat dan langgeng antara Rolex dan Tiongkok. Saat kami membuka Oyster Story, kami merasa terhormat untuk berbagi momen ini dengan publik, menelusuri kembali perjalanan luar biasa ini, dan menatap dengan percaya diri ke masa depan yang terus diinspirasinya.” Malam itu mencapai puncaknya saat kami diajak keluar gedung untuk menyaksikan pertunjukan cahaya dari ratusan drone khusus, dengan latar langit malam, di sepanjang tepian Sungai Huangpu yang sangat mengagumkan, dengan menampilkan pemetaan proyeksi arsitektur untuk menceritakan kisah epik satu abad Oyster; mulai dari sebentuk jam tangan Oyster pertama pada tahun 1926 hingga renang bersejarah Mercedes Gleitze menyeberangi Selat Inggris; dari kronograf legendaris di lintasan balap hingga interaksi antara cakrawala Shanghai dan elemen dial Oyster. Pertunjukan pun mencapai

HALAMAN SAMPING Ruangan megah tempat pameran Oyster Story di Shanghai West Bund Dome HALAMAN INI DARI KIRI ATAS Pemandangan Shanghai West Bund Dome dari atas; Gedung tempat pameran Oyster Story di Shanghai West Bund Dome; Paviliun utama didedikasikan untuk Oyster – asal-usulnya, evolusinya, dan para pemakainya yang ikonik; Para tamu undangan menyaksikan pembukaan pameran Oyster Story

101


SPECIAL REPORT

PAMERAN OYSTER STORY AKAN MEMBAWA KITA DALAM PERJALANAN MELALUI INTUISI ASLI DARI SANG PENDIRI MEREK, HANS WILSDORF DAN MENGUNGKAPKAN BAGAIMANA VISI PERINTISNYA MENGARAH PADA TEROBOSAN PENTING

puncaknya dengan kehadiran mahkota Rolex yang bersinar dan lambang ‘100’ yang tergantung di langit, yang secara resmi meresmikan debut global pameran Oyster Story.

The Oyster Story Tahun 2026 adalah tahun penting bagi Rolex, karena tahun ini bertepatan dengan 100 tahun diciptakannya Oyster yang revolusioner, jam tangan kedap air pertama dari merek ini, yang berbentuk segi delapan dari tahun 1926. Demi merayakan ulang tahun penemuan yang sangat fundamental tersebut, Rolex mempersembahkan Oyster Story yang dikemas dalam sebuah pameran penting yang didedikasikan untuk menelusuri evolusi dan asal-usul dan warisan abadi jam tangan ini, yang 102


merupakan salah satu inovasi paling berpengaruh dalam

Penemuan casing Oyster pada tahun 1926 itu

pembuatan jam tangan. Pameran akan membawa kita

menandai terobosan besar dalam pembuatan jam

dalam perjalanan melalui intuisi asli dari sang pendiri

tangan. Casing jam tangan yang kemudian menjadi

merek, Hans Wilsdorf dan mengungkapkan bagaimana

nama jam tangan, dibuat sepenuhnya tahan air dan

visi perintisnya mengarah pada terobosan penting, yang

tahan debu berkat sistem pengencangan bezel, penutup

tidak hanya membentuk identitas Rolex, melainkan juga

belakang, dan kenop pemutar ke casing tengah. Lima

mendefinisikan kembali masa depan pembuatan jam

tahun kemudian, pengembangan sistem pengguliran

tangan. Kisah perjalanan dan evolusi Oyster dimulai dari

otomatis yang sepenuhnya baru, rotor Perpetual, semakin

‘renang pembuktian’ oleh seorang wanita muda bernama

meningkatkan kinerja jam tangan Rolex. Presisi, kedap

Mercedes Gleitze yang berusia 26 tahun yang menjadi wanita Inggris pertama yang berhasil menyeberangi Selat Inggris dengan mengenakan jam tangan Oyster pertama pada tahun 1926, hingga berbagai pencapaian dan keajaiban horologi modern yang diciptakan Rolex hingga saat ini. Jam tangan milik Gleitze itu adalah salah satu dari lebih dari 100 model jam tangan Rolex yang dipamerkan di pameran ini.

HALAMAN SAMPING DARI KIRI ATAS Pendiri Rolex, Hans Wilsdorf, 1904; Pada tahun 1927, perenang Inggris Mercedes Gleitze berangkat untuk menyeberangi Selat Inggris, mengenakan jam tangan Oyster; Hans Wilsdorf di bengkel Rolex, 1942; Ketahanan air setiap jam tangan yang sudah jadi diuji di dalam tangki hiperbarik HALAMAN INI DARI ATAS Oyster pertama, 1926

103


SPECIAL REPORT

air, dan kini mampu berjalan secara otonom, Oyster

ditingkatkan yang diperkenalkan oleh Rolex pada tahun

menjadi ‘Perpetual’, yang memberikan setiap pemakainya

2026. Memperluas kriteria presisi, tahan air, pengguliran

kebebasan bergerak sepenuhnya. Seiring waktu, jam

otomatis dan cadangan daya, kini juga mencakup

tangan Rolex Oyster menjadi tolok ukur di bidangnya,

ketahanan terhadap magnetisme, keandalan, dan daya

banyak di antaranya kini diakui sebagai ikon desain

tahan. Evolusi ini mencerminkan komitmen abadi merek

pembuatan jam tangan. Pameran ini mengeksplorasi

terhadap keunggulan dan pengejaran kinerja yang

bagaimana warisan inovasi ini berlanjut hingga saat

berkelanjutan dalam setiap dimensi.

ini melalui sertifikasi Superlative Chronometer yang

Kami dapat melihat langsung dan menelusuri perjalanan sejarah dari model-model jam tangan Rolex yang langka dan ikonik yang dipamerkan di paviliun utama yang khusus didedikasikan untuk Oyster, yang memamerkan model-model langka dan ikonik dengan kreasi kontemporer yang luar biasa. Mulai dari lantai pertama, dipajang secara eksklusif 100 potret pemakai jam tangan Rolex legendaris, bersama dengan serangkaian jam tangan dari model-model warisan dan kontemporer, serta jam tangan milik pribadi yang dipinjamkan untuk acara tersebut. Di paviliun ‘Superlative’ Anda dapat mengeksplorasi visi pembuatan jam tangan merek ini dan penguasaannya yang lengkap dalam pembuatan dan perawatan jam tangan Rolex, mulai dari casing,

104


bezel, gelang, dial, material, hingga mesin jam, dan setiap tahap pembuatan jam tangan dipamerkan di sini, hingga informasi tentang sertifikasi Superlative Chronometer. Tidak hanya itu, pengunjung juga dapat menyaksikan

SEIRING WAKTU, JAM TANGAN ROLEX OYSTER MENJADI TOLOK UKUR DI BIDANGNYA, BANYAK DI ANTARANYA KINI DIAKUI SEBAGAI IKON DESAIN PEMBUATAN JAM TANGAN

film yang menelusuri sejarah Oyster di ruang bioskop khusus, dan menyaksikan berbagai publikasi dan buku-

layar-layar besar berjajar di galeri, hingga jam tangan dan

buku penting Rolex di ruang Perpustakaan. Sembari

komponennya, kunjungan ke gedung pameran ini sungguh

mengelilingi ruang pameran, dan menyaksikan

menjadi sebuah pengalaman yang berkesan. Ajang ini menjadi saksi konsistensi Rolex dalam mengejar pencarian keunggulan yang tiada henti, dan membuka jalan bagi pencapaian baru dan membantu membentuk masa depan pembuatan jam tangan. HALAMAN SAMPING DARI KIRI ATAS Pameran Oyster Story di Shanghai West Bund Dome menampilkan jam tangan Rolex Oyster pertama, di tahun 1926; Rolex Testimonee Leonardo DiCaprio; Rolex Testimonee Yannick Nézet-Séguin; Sir Edmund Hillary dan Tenzing Norgay dilengkapi dengan jam tangan Oyster Perpetual selama ekspedisi bersejarah mereka ke Gunung Everest pada tahun 1953 HALAMAN INI DARI ATAS Pameran yang megah dibuka oleh Arnaud Boetsch, Direktur Komunikasi & Citra di Rolex SA dan dihadiri oleh para Rolex Testimonees, Jia Zhang-Ke, Li Na dan Sonya Yoncheva; Ruang bioskop khusus dimana pengunjung dapat menyaksikan film yang menelusuri sejarah Oyster

105


SPECIAL REPORT

O MEG A: W H E RE PRECI S I O N MEE TS H E RI TAGE

Kunjungan ke manufaktur OMEGA dan menyaksikan langsung bagaimana pembuat jam tangan paling dihormati di Swiss mengubah keahlian berabad-abad menjadi jam tangan modern

M

106

anufaktur OMEGA adalah salah satu pabrik

dari sekadar fasilitas produksi, kami disuguhi pameran

jam yang wajib dikunjungi setidaknya satu

hidup dari teknik, inovasi, dan keahlian Swiss.

kali dalam hidup Anda, dan Collector’s Guide-

Bangunan megah dan modern yang menjadi

WATCHES Indonesia beruntung mendapatkan undangan

manufaktur OMEGA dan berada di Biel-Bienne, Swiss ini

untuk berkunjung yang kedua kalinya. Kenapa kunjungan

sudah berdiri sejak tahun 1882, saat “Louis Brandt & Fils”

ini begitu penting, terutama bagi para kolektor jam

(perusahaan yang kita kenal sekarang sebagai OMEGA)

tangan? Karena selain reputasi merek yang telah lama

yang didirikan oleh Louis Brandt di La Chaux-de-Fonds

dikenal dalam dunia horologi sebagai pencatat waktu

tahun 1848 memindahkan lokasi pabrik pembuatan jam

resmi Olimpiade dan digunakan dalam berbagai misi luar

tangan dan kantor pusatnya ke alamat Rue Jakob-Stampfli

angkasa, termasuk program Apollo NASA, nilai seri jam

96 di Bienne, Swiss yang masih berdiri hingga saat ini.

OMEGA Speedmaster dan Seamaster sudah memiliki

Bangunan ini memamerkan arsitektur ikonik, dan fasilitas

komunitas kolektor yang sangat besar dan berhasil

produksi utamanya dirancang oleh arsitek ternama

mempertahankan nilai lebih baik dibanding banyak jam

Jepang, Shigeru Ban, yang menggunakan perpaduan

mewah lainnya. Maka kami dengan sangat antusias

material ramah lingkungan seperti kayu, baja, dan dinding

menyambut undangan ini, tentu saja untuk membagikan

kaca untuk memaksimalkan cahaya alami. Seluruh area

pengalaman berharga ini bagi seluruh pembaca yang

perakitan dijaga dalam lingkungan bebas debu dengan

menggemari dunia horologi. Manufaktur OMEGA lebih

sistem tekanan negatif. Sistem ini memastikan partikel debu


didorong keluar dari area kerja, bukan ditarik ke dalam. Kami diajak melihat fasilitas di jantung bangunan ini, dimana terdapat sistem penyimpanan otomatis setinggi 3 lantai. Ruangan canggih ini tahan api dan dikelola oleh mesin robotik untuk menyimpan ribuan suku cadang sebelum dirakit oleh para ahli. Di sini terlihat bagaimana keahlian manusia kini berinteraksi dengan bantuan robot pada tingkat tertinggi. OMEGA memasang sistem penyimpanan otomatis ini yang menjulang hingga 3 lantai bangunan, dengan kecepatan 4 meter per detik, dan beban kerja hingga 1.400 operasi per jam. Seperti sesuatu dari film fiksi ilmiah, gudang pusat tahan api ini berisi

Presisi mesin jam tangan OMEGA

lebih dari 30.000 kotak penyimpanan yang berisi semua

Pengalaman yang paling mengesankan termasuk

suku cadang yang diperlukan untuk pembuatan jam

mempelajari bagaimana merek jam yang pertama kali

tangan merek tersebut, dan hanya dua orang yang terlatih

mendarat di bulan ini memverifikasi kinerja setiap Master

khusus yang diizinkan masuk ke sistem gudang pusat.

Chronometer. Keunggulan jam tangan ini memang ada

Ini karena kadar oksigen di dalamnya telah dikurangi

di akurasi dan teknologi mesinnya, bukan sekadar nama

menjadi 15,2% untuk memastikan bahwa kebakaran

“Precision”. OMEGA dikenal sebagai salah satu produsen

tidak dapat terjadi atau menyebar. Kami semua dapat

jam Swiss yang sangat fokus pada ketepatan waktu.

menyaksikan dan mengagumi sistem penyimpanan dan

Banyak model jam tangan OMEGA telah lulus sertifikasi

lengan robot mereka yang beraksi melalui jendela yang dibangun khusus. Lengan robot itu digunakan untuk identifikasi dan pengemasan akhir setiap jam tangan. Sistem pembaca memastikan bahwa setiap jam tangan diambil dari jalur perakitan dan dikirimkan dengan garansi dan sertifikasi yang benar, serta semua kelengkapan lain yang diperlukan. Namun terlepas dari teknologi mutakhir ini, sentuhan manusia tetap penting. Perakitan, pengaturan, dekorasi, dan kontrol kualitas yang kritis masih bergantung pada para pembuat jam berpengalaman yang keahliannya telah dikembangkan selama bertahuntahun pelatihan.

DENGAN KECEPATAN 4 METER PER DETIK, DAN BEBAN KERJA HINGGA 1.400 OPERASI PER JAM, SISTEM PENYIMPANAN OTOMATIS INI MENJULANG HINGGA 3 LANTAI BANGUNAN HALAMAN SAMPING Manufaktur OMEGA yang modern dan megah di Biel/ Bienne, Swiss HALAMAN INI DARI KIRI ATAS Gedung lama pabrik OMEGA di tahun 1902; Biro teknik pembuatan jam tangan, tahun 1913; Bangunan memamerkan arsitektur ikonik, dan fasilitas produksi utamanya dirancang oleh arsitek Jepang, Shigeru Ban

107


SPECIAL REPORT

Master Chronometer, yang menguji akurasi, ketahanan

Master Chronometer menjalani serangkaian pengujian

terhadap medan magnet hingga 15.000 gauss, serta

sesuai standar METAS. Bahkan mulai tahun 2024,

performa dalam berbagai kondisi. Standarnya lebih ketat

OMEGA memperkenalkan Laboratoire de Précision, sebuah

dibanding sertifikasi chronometer biasa. Teknologi Co-

laboratorium presisi di dalam kompleks manufakturnya

Axial Escapement pada jam tangan OMEGA mengurangi

yang telah diakreditasi untuk melakukan pengujian

gesekan pada mesin sehingga servis bisa lebih jarang

chronometer secara independen sebagai alternatif

dan akurasi lebih stabil dalam jangka panjang. Kami

COSC. Laboratorium ini menjadi bagian penting dari

ditunjukkan bagaimana jam tangan diuji dengan medan

alur sertifikasi sebelum dan selama pengujian Master

magnet ekstrem, berbagai uji akurasi, evaluasi ketahanan

Chronometer. Saat kami melihat langsung keahlian,

air, dan pengukuran cadangan daya. Melihat Co-Axial

disiplin, dan berjam-jam waktu yang diinvestasikan dalam

Escapement, pegas keseimbangan silikon, dan teknologi

setiap mesin jam menciptakan apresiasi baru terhadap

anti-magnetik yang dijelaskan oleh para ahli memberi

apa yang ada di balik dial. Sebuah jam tangan bukan lagi

kami apresiasi yang lebih dalam terhadap rekayasa yang

sekadar aksesori mewah, ia menjadi puncak dari ribuan

membedakan merek ini.

proses yang dilakukan dengan cermat dan keahlian dari

Di fasilitas produksi juga terdapat laboratorium pengujian Master Chronometer. Di sinilah setiap jam 108

banyak spesialis. Alasan lain mengapa manufaktur ini menonjol adalah integrasi tradisi dan inovasi yang mulus.


KARENA TIDAK ADA JARUM DETIK, OMEGA MENGEMBANGKAN METODE PENGUJIAN AKUSTIK BARU MELALUI LABORATOIRE DE PRÉCISION UNTUK MENGUKUR PERFORMA MESIN OTOMATIS MASTER CHRONOMETER

1950-an, dengan bentuk pie-pan dial 12 sisi dan dog-leg lugs yang menjadi ciri khas Constellation vintage. Jam ini hanya memiliki dua jarum (jam dan menit), tanpa jarum detik, dan menjadi jam dua jarum pertama di dunia yang memperoleh sertifikasi Master Chronometer. Karena tidak ada jarum detik, OMEGA mengembangkan metode

Di satu ruangan, kami melihat para pengrajin mendekorasi

pengujian akustik baru melalui Laboratoire de Précision

mesin jam dengan teknik penyelesaian klasik yang telah

untuk mengukur performa mesin otomatis Master

dipraktikkan selama beberapa generasi. Di bengkel lain,

Chronometer dengan standar akurasi tinggi dan ketahanan

peralatan yang sangat otomatis memproses komponen

terhadap medan magnet, sesuai standar sertifikasi

hingga toleransi yang diukur dalam mikron. Kontras ini

METAS. Koleksi ini hadir dalam beberapa pilihan material,

menggambarkan bagaimana pembuatan jam tangan Swiss

antara lain O-MEGA Steel (baja eksklusif OMEGA),

terus berkembang sambil tetap menghormati warisannya.

berbagai bahan emas seperti Moonshine Gold 18K, Sedna Gold, Canopus Gold, hingga Platinum, dalam pilihan dial

OMEGA Constellation Observatory

biru, hijau, perak, dan keramik hitam. Sungguh sebuah

Di akhir kunjungan, kami mendapatkan kesempatan

pengalaman yang sangat berharga, kami yakin Anda pun

untuk melihat langsung dan mencoba berbagai koleksi

tertarik untuk berkunjung ke manufaktur megah ini.

jam terbaru OMEGA, termasuk koleksi Constellation Observatory baru yang diperkenalkan tahun ini sebagai interpretasi modern dari Constellation klasik era 1950an. Koleksi ini bukan sekadar reissue, tetapi memadukan desain vintage dengan teknologi terbaru dan sangat menarik bagi para kolektor. Yang membuat model ini istimewa, mulai dari desain yang terinspirasi Constellation

HALAMAN SAMPING DARI KIRI Ruangan canggih dikelola oleh mesin robotik untuk menyimpan ribuan suku cadang; Sertifikasi Master Chronometer; Kegiatan di Laboratorium pengujian Master Chronometer; Para pengrajin mendekorasi mesin jam; Lengan robot untuk identifikasi dan pengemasan akhir jam tangan HALAMAN INI Koleksi jam terbaru OMEGA Constellation Observatory dalam pilihan dial biru, hijau, perak, dan keramik hitam

109


SPECIAL REPORT

ITALIAN SOUL WITH SWISS PRECISION

Kunjungan ke manufaktur Panerai untuk menyelami keunggulan merek asal Italia ini dalam industri pembuatan jam tangan mewah, dan pesan dari COO Panerai, Jérôme Cavadini

B

110

ermula dari perangkat penting bagi Angkatan

karya horologi diciptakan dengan standar yang begitu

Laut Italia hingga menjadi fenomena kemewahan

tinggi. Bagi para penggemar dan kolektor jam, mesin jam

global, Panerai adalah salah satu merek jam

seringkali menjadi pusat emosional dari setiap kunjungan

tangguh yang istimewa dan patut dikoleksi, berkat presisi,

ke pabrik. Namun, di balik setiap jam tangan Panerai

tradisi, dan inovasi tanpa hentinya. Penerbit majalah

terdapat dunia yang jarang disaksikan oleh kolektor, yaitu

Collector’s Guide-WATCHES Indonesia diundang untuk

sebuah pabrik tempat rekayasa, keahlian, dan sejarah

mengunjungi manufaktur Panerai yang megah dan lengkap

bertemu di bawah satu atap.

di Neuchâtel, Swiss. Bagi kami dari media, dan pastinya

Menembus dinginnya pagi dan jauhnya jarak dari

para kolektor, kunjungan ke manufaktur akan mengubah

Jenewa ke Neuchâtel terobati saat kami tiba di lokasi.

makna kepemilikan dan persepsi kami tentang jam tangan

Sejak memasuki fasilitas manufaktur, terasa bahwa tempat

mekanik mewah. Kunjungan ini memberikan pengalaman

ini bukan sekadar pabrik, melainkan pusat inovasi yang

yang membuka perspektif baru tentang bagaimana sebuah

memadukan warisan desain Italia dengan presisi teknik


khas Swiss. Di sinilah setiap ide dikembangkan, setiap komponen dirakit, dan setiap jam tangan diuji sebelum akhirnya sampai ke tangan para kolektor di seluruh dunia. Kami disambut hangat oleh tim manajemen Panerai, dan sebelum memulai aktivitas, kami diminta mengenakan baju laboratorium warna putih, dan penutup sepatu khusus untuk menjaga lingkungan kerja bebas debu dan tetap steril, dan mencegah penyebaran kontaminan berbahaya. Setelah mendapatkan

menggunakan mesin jam dari pemasok seperti ETA dan

arahan singkat tentang apa saja yang akan kami saksikan

Valjoux. Kini Panerai banyak menggunakan mesin jam

di manufaktur sembari menikmati sarapan pagidan kopi di

yang dikembangkan dan dirakit sendiri, termasuk P.900,

salah satu ruang yang nyaman, kami pun siap menjelajahi

P.9010, P.9200, dan kaliber yang lebih rumit. Dan teknologi

manufaktur. Salah satu hal yang paling mengesankan

bukanlah satu-satunya kekuatan Panerai, justru sentuhan

adalah proses produksi yang terintegrasi. Mulai dari

manusialah yang menjadi nilai utama. Di ruang perakitan,

pengembangan mesin jam, riset material, perakitan,

para pembuat jam bekerja dengan penuh ketelitian

hingga pengujian kualitas dilakukan dalam satu lokasi.

di bawah mikroskop, menyusun ratusan komponen

Pendekatan ini menunjukkan komitmen Panerai untuk

berukuran sangat kecil menjadi sebuah mesin jam yang

menjaga kualitas di setiap tahapan produksi, sekaligus

hidup. Setiap gerakan tangan dilakukan dengan presisi luar

memastikan bahwa setiap detail memenuhi standar yang

biasa, mencerminkan bahwa seni membuat jam mekanis

telah ditetapkan. Setiap inovasi dimulai di “Laboratorio di Idee”, yang lebih dikenal sebagai Departemen Penelitian dan Pengembangan, dimana Panerai mengintegrasikan penelitian dan pengembangan, desain mesin jam, rekayasa prototipe, perakitan, pengujian, hingga kontrol kualitas

DI BALIK SETIAP JAM TANGAN PANERAI TERDAPAT DUNIA YANG JARANG DISAKSIKAN OLEH KOLEKTOR, YAITU SEBUAH PABRIK TEMPAT REKAYASA, KEAHLIAN, DAN SEJARAH BERTEMU DI BAWAH SATU ATAP

dalam satu fasilitas. Para insinyur bekerja bersama para pembuat jam, para desainer berkolaborasi dengan spesialis material, dan setiap departemen berkontribusi untuk mengubah ratusan komponen mikroskopis menjadi instrumen mekanik yang mampu berjalan terus menerus selama bertahun-tahun. Secara historis, Panerai

HALAMAN SAMPING Manufaktur Panerai yang megah di Neuchâtel, Swiss HALAMAN INI DARI KIRI Panerai Luminor Perpetual Calendar PAM 1575 yang kedap air; Uji tekanan di bawah air; Bagian-bagian pada Luminor Perpetual Calendar PAM 1575; Pengujian Panerai Annual Calendar

111


SPECIAL REPORT

masih sangat bergantung pada pengalaman, kesabaran,

GMT Navy SEALs Afniotech™ Experience Edition

dan keterampilan manusia. Di sana, para pembuat jam

PAM01089, Panerai memilih hafnium karena sifat fisik

yang sangat terampil bekerja bersama para insinyur dan

dan kimianya yang luar biasa, termasuk ketahanan yang

desainer untuk menciptakan instrumen yang mewujudkan

luar biasa terhadap korosi. Hal ini membuat material

karakter Italia dan ketelitian Swiss. Menyaksikan perakitan

tersebut sangat andal, karena dapat menahan kondisi

mekanisme seperti tourbillon, fungsi GMT, kalender abadi,

lingkungan yang menantang yang bahkan titanium

hingga mesin jam dengan cadangan daya tinggi Panerai

terbaik pun mungkin tidak dapat bertahan. Pengenalan

memberikan wawasan tentang kompleksitas haute

material perintis ini, yang kandungan hafniumnya tinggi

horlogerie. Merek jam mewah ini menunjukkan bahwa

(lebih dari 95%), menandai sebuah terobosan sejati

inovasi berjalan seiring dengan tradisi. Laboratorium

bagi industri pembuatan jam tangan, karena material ini

berfokus pada pengembangan material canggih dan

telah digunakan secara historis di bidang kelautan dan

modern, mulai dari Carbotech (komposit karbon), Fibratech

sebagai superalloy di berbagai sektor teknologi tinggi

(paduan kaca logam massal), BMG-Tech, titanium, hingga

seperti energi nuklir, aeronautika, kedirgantaraan, satelit,

eSteel (baja daur ulang), demi menghasilkan jam tangan

mikroelektronika, aplikasi medis, dan proses industri

yang lebih ringan, kuat, dan ramah lingkungan tanpa

canggih, di mana keandalan di bawah tekanan ekstrem

menghilangkan karakter khas Panerai. Semangat untuk

sangat penting. Yang membuat hafnium begitu istimewa

terus berinovasi inilah yang membuat merek ini tetap

adalah kelangkaannya. Tidak ada deposit hafnium khusus;

relevan di tengah perkembangan industri horologi.

hafnium hanya ditemukan dalam konsentrasi kecil –

COO Panerai, Jérôme Cavadini dalam wawancara

112

biasanya antara 1 dan 4 persen – bercampur dengan bijih

kami menjelaskan lebih jauh tentang bahan-bahan yang

zirkonium, yang sulit dipisahkan karena sifat kimianya

sangat mengesankan tersebut, “Mengenai material,

yang hampir identik. Karena hanya mewakili sebagian

tahun ini adalah pergeseran menuju logam langka dan

kecil kerak bumi, penambangan global tetap sangat

sulit didapatkan serta pendekatan konstruksi baru yang

terbatas, dengan produksi tahunan diukur dalam puluhan

tetap kredibel di lingkungan ekstrem. Bagi kami, inovasi

ton. Proses ini membutuhkan peralatan lima sumbu

hanya benar-benar bermakna ketika secara terukur

canggih, waktu produksi yang panjang, dan pengawasan

meningkatkan produk kami. Seperti pada Submersible

manusia yang berkelanjutan. Sementara titanium


tempa pada Luminor Forged Titanium PAM01629 kami

jam tangan mekanis adalah hasil perpaduan antara ilmu

menunjukkan inovasi yang berbeda: bukan sekadar

pengetahuan, rekayasa teknik, dan seni. Meninggalkan

tampilan baru, tetapi cara baru untuk membuat casing

gedung manufaktur Panerai, kesan yang tertinggal bukan

titanium, menggabungkan dua jenis titanium di bawah

hanya kekaguman terhadap teknologi yang digunakan,

panas dan tekanan untuk menghasilkan permukaan

tetapi juga penghormatan terhadap para insan di balik

seperti gelombang yang bervariasi dari satu jam tangan

setiap karya. Jam tangan Panerai tidak hanya dirakit

ke jam tangan lainnya. Inovasi tahun ini tetap setia pada

dari komponen, melainkan hasil dari keputusan yang tak

warisan Panerai dengan melestarikan kode fungsional

terhitung jumlahnya, pengerjaan yang teliti, dan pengujian

yang membuat Luminor begitu khas dan ikonik sejak awal:

ekstensif sebelum sampai ke pergelangan tangan kolektor.

casing bantalan, jembatan pelindung tombol, dial sandwich,

Bagi yang ingin mengikuti pengalaman imersif dengan

angka bercahaya, mesin manual, dan ketahanan air.”

durasi 2,5 jam, cukup membayar CHF 70.-/orang. Daftar

Warisan sejarah Panerai pun terasa kuat sepanjang

melalui situs resmi Panerai: www.panerai.com.

kunjungan. Filosofi merek yang berawal dari kebutuhan Angkatan Laut Italia akan instrumen yang andal dalam kondisi ekstrem tersebut masih dipertahankan hingga sekarang. Dari arsip merek dan prototipe, kami melihat beberapa jam tangan militer bersejarah, desain prototipe, tampilan evolusi mesin jam mereka hingga contoh awal Radiomir dan Luminor. Setiap jam tangan dirancang dengan

LABORATORIUM BERFOKUS PADA PENGEMBANGAN MATERIAL CANGGIH DAN MODERN, MULAI DARI CARBOTECH (KOMPOSIT KARBON), FIBRATECH (PADUAN KACA LOGAM MASSAL), BMG-TECH, TITANIUM, HINGGA ESTEEL (BAJA DAUR ULANG)

mengutamakan keterbacaan, ketangguhan, dan keandalan, kemudian melewati serangkaian pengujian seperti ketahanan air, akurasi, ketahanan terhadap guncangan, verifikasi cadangan daya hingga di ruang tekanan untuk jam tangan selam, untuk memastikan performanya sesuai standar. Lebih dari sekadar melihat proses produksi, kunjungan ini memberikan pemahaman bahwa sebuah

HALAMAN SAMPING Beberapa bahan jam termasuk emas, perunggu, baja dan keramik; Panerai Luminor Perpetual Calendar PAM 1575; COO Panerai, Jérôme Cavadini HALAMAN INI DARI KIRI Di ruang perakitan, pembuat jam bekerja menggunakan eye loupe; Proses uji tekanan pada jam; Uji ketahanan air; Bahan Luminova dalam warna hijau dan biru

113


SPECIAL REPORT

T RA CING TH E TRAI L O F TI M E Mengunjungi manufaktur Longines untuk mempelajari keunggulan dan produksi jam mereka dan menelusuri warisan Horologi Swiss di Museum yang megah di Saint-Imier, Swiss

K

esempatan langka yang didambakan oleh para

dengan ramah oleh tim manajemen Longines di kantor

jurnalis hingga kolektor dan penggemar jam

pusat mereka yang luas dan nyaman. Sembari menyesap

salah satunya adalah kunjungan ke tempat

kopi dan menikmati kudapan coklat khas Swiss, kami

pembuatan jam, untuk melihat langsung bagaimana jam

sempat terkejut saat dijelaskan jika Longines pertama

tangan tersebut diproduksi. Collector’s Guide-WATCHES

kali masuk ke Indonesia di era kolonial pada tahun 1912,

Indonesia diundang untuk berkunjung ke manufaktur dan

didistribusikan melalui peritel jam tangan terkemuka

museum Longines yang berlokasi di jantung Pegunungan

saat itu, Ancona di Surabaya dan Goldenberg & Co. di

Jura, Saint-Imier, Swiss, bukan hanya untuk melihat

Medan! Kehadirannya di Indonesia sejak awal abad ke-20

produk-produk terbaru, melainkan menyaksikan sejarah

membuktikan bahwa Longines sudah menjadi pilihan gaya

lahirnya merek, serta memahami bagaimana identitas

hidup bagi kalangan elit dan bangsawan di Nusantara.

merek yang dikenal dengan filosofi ‘Elegance is an Attitude’

114

ini dibangun selama hampir dua abad! Bangunan di Saint-

Museum Visit

Imier ini bukan sekadar museum, melainkan manufaktur

Setelah presentasi singkat tentang sejarah dan pencapaian

bersejarah yang masih aktif dan masih menjadi kantor

merek oleh Pemimpin Proyek Warisan merek dan

pusat dan lokasi produksi Longines. Pagi itu kami disambut

timnya, kami diajak menelusuri warisan dan awal sejarah


sendiri betapa rapi dan lengkapnya mereka mencatat dan menyimpan setiap nomor seri sebuah jam Longines vintage. Mereka dapat menelusuri tanggal produksi, kaliber, hingga tujuan pengiriman pertamanya, dan fasilitas arsip ini menjadi rujukan penting bagi kolektor jam Longines di seluruh dunia. Longines dikenal dengan karakter yang khas di dunia horologi Swiss, yaitu kemampuan mereka untuk memadukan warisan sejarah, elegansi, dan inovasi dalam satu kesatuan. Dan itu terbukti saat kami berkunjung ke museum dan menemukan ratusan koleksi jam horologi Swiss di museum mereka, tempat lahir Longines

tangan ikonik yang menggambarkan evolusi desain dan

sejak 1832 Kami masuk ke lokasi asli tempat Longines berkembang selama hampir dua abad, dimana setiap ruangnya dipenuhi cerita yang menggambarkan perjalanan merek. Seluruh museum dibagi berdasarkan tema utama Longines, yaitu Tradisi Pembuatan Jam Tangan, Inovasi, Petualangan, Olahraga, dan Keanggunan. Bagi

KEHADIRANNYA DI INDONESIA SEJAK AWAL ABAD KE-20 MEMBUKTIKAN BAHWA LONGINES SUDAH MENJADI PILIHAN GAYA HIDUP BAGI KALANGAN ELIT DAN BANGSAWAN DI NUSANTARA

kolektor, bagian yang paling berkesan sering kali adalah ruang arsip, karena memperlihatkan kesinambungan dokumentasi Longines selama lebih dari 150 tahun. Kami tidak hanya menyaksikan langsung arsip asli Longines yang telah berusia ratusan tahun dan catatan lengkap nomor seri setiap jam sejak abad ke-19, kami juga melihat

HALAMAN SAMPING Bangunan manufaktur dan museum Longines yang megah di Saint-Imier, Swiss HALAMAN INI Ruang kantor Longines yang luas, dan museum yang memiliki ruang arsip dengan dokumentasi selama lebih dari 150 tahun, dan berbagai koleksi utama Longines yang bersejarah

115


SPECIAL REPORT

MEREKA DAPAT MENELUSURI TANGGAL PRODUKSI, KALIBER, HINGGA TUJUAN PENGIRIMAN PERTAMANYA, DAN FASILITAS ARSIP INI MENJADI RUJUKAN PENTING BAGI KOLEKTOR JAM LONGINES DI SELURUH DUNIA

Charles Lindbergh dipamerkan, lengkap dengan jam navigasi yang membantu era awal penerbangan jarak jauh. Inilah salah satu etalase yang paling ramai dikelilingi pengunjung, yaitu Lindbergh Hour Angle Watch, jam yang dikembangkan bersama Charles Lindbergh setelah penerbangan trans-Atlantiknya, dan melihat langsung bezel

teknologi Longines, termasuk jam saku dari abad ke-19,

berukuran besar dan dial yang dipenuhi skala navigasi. Di

kronograf klasik, jam militer, jam penerbangan, hingga

lantai berikutnya, terdapat berbagai dokumen dan materi

model yang menjadi inspirasi koleksi Heritage saat ini.

promosi bersejarah, mulai dari poster iklan vintage, foto-

Longines juga dikenal sebagai pelopor pencatat waktu

foto bersejarah, medali penghargaan, hingga dokumen

olahraga (sports timing), dan masih menyimpan berbagai

bisnis asli yang menunjukkan perkembangan Longines dari

instrumen pencatat waktu olahraga yang menjadi bagian

perusahaan lokal menjadi merek global.

penting sejarah Longines sebagai Official Timekeeper.

116

Terlihat berbagai stopwatch mekanis, alat pencatat waktu

Manufacture Visit

elektronik awal, kamera photo finish, hingga berbagai

Setelah puas berkeliling di museum dan mengambil

instrumen yang digunakan dalam kompetisi olahraga

video dan foto-foto menarik (simak video lengkapnya di

internasional. Terdapat juga kisah penerbangan dan

platform sosial media kami: Instagram dan Faebook), kami

eksplorasi, karena merek jam ini memiliki hubungan erat

diajak menikmati makan siang di Brasserie de la Place

dengan dunia aviasi. Berbagai instrumen navigasi dan

di Saint-Imier. Kegiatan berikutnya menyusuri koleksi

kisah kolaborasi dengan para pionir penerbangan seperti

dan mengungkap benda-benda bersejarah yang luar


pengujian akurasi, dimana setiap jam tangan melewati serangkaian pengujian untuk memastikan performanya sesuai dengan standar kualitas Longines. Selain akurasi, jam juga diuji ketahanan air, fungsi mekanis, hingga inspeksi visual yang dilakukan secara menyeluruh sebelum dinyatakan siap dipasarkan. Di akhir kunjungan, kami juga diberi kesempatan untuk biasa. Setiap tahun, Longines merestorasi ratusan jam

melihat dan mencoba berbagai koleksi terbaru Longines

tangan antik di World Heritage Workshop ini. Setelah

dalam presentasi produk terbaru mereka, termasuk

menjelajahi arsip, kami memasuki bengkel tempat proses

koleksi jam tangan yang masih embargo. Kunjungan ini

restorasi berlangsung, dimana tim yang terdiri dari

memberikan gambaran mengenai bagaimana Longines

belasan pembuat jam dan dua ahli perhiasan dengan teliti

menjaga keseimbangan antara tradisi dan inovasi.

mengembalikan lebih dari 1.500 jam tangan ke kejayaan

Kombinasi antara heritage, craftsmanship, dan teknologi jam

aslinya. Di departemen khusus ini, setiap ahli dipercayakan

mereka menjadikan Longines tetap relevan dan dihormati

dengan restorasi satu jam tangan, memastikan ketelitian

oleh kolektor maupun pencinta jam tangan di seluruh dunia.

dan perawatan yang maksimal. Kami juga mengunjungi

Anda pun dapat menyelami warisan sejarahnya dengan

departemen produksi Longines “T2” untuk mengikuti tur

berkunjung langsung, secara pribadi atau tur berpemandu,

tahap perakitan dan pemasangan casing, tempat mesin

ke museum Longines di Saint-Imier, Swiss. Jam Buka: Senin

jam dipasangi pelat jam dan jarum, serta ditempatkan ke

- Jumat pukul 09.00 - 12.00 dan 13.30 - 17.00. Reservasi

dalam casing akhir. Proses produksi di manufaktur Longines

diperlukan untuk kunjungan museum, dan dapat memesan

ini dibagi menjadi beberapa tahap spesifik, yang diberi

tempat langsung di laman pemesanan Museum Longines

kode T0 hingga T4, dimana T0 adalah untuk pembuatan

resmi: www.longines.com.

komponen mekanik dasar. T1 khusus perakitan komponen menjadi mesin jam yang berfungsi. T2 khusus pemasangan pelat jam dan jarum, dan pemasangan casing mesin jam. T3 untuk pemasangan tali kulit atau gelang jam berbahan logam, dan tahap T4 adalah untuk dokumentasi akhir, kontrol kualitas, dan pengiriman. Ini adalah salah satu bagian yang paling menarik, saat proses pengaturan dan

HALAMAN SAMPING Setiap tahun, Longines merestorasi ratusan jam tangan antik di World Heritage Workshop ini, bengkel tempat proses restorasi HALAMAN INI DARI KIRI ATAS, SEARAH JARUM JAM Longines HydroConquest dengan gelang jam jaring Milanese baja; Restorasi di workshop Longines; Duta global Longines, Henry Cavill; Tampilan caseback dan dial jam Longines HydroConquest Commonwealth Games

117


SPECIAL REPORT

TIMELESS LUXURY MIDO menandai babak baru Ocean Star 200 di Seoul bersama Lee Jong Suk

S

ebuah jam tangan mungkin diciptakan untuk

berpegang pada kekuatannya: menghadirkan jam tangan

mengukur waktu, tetapi di balik setiap koleksi

mekanis dengan desain yang bersih, kualitas yang dapat

baru selalu tersimpan cerita yang jauh lebih

diandalkan, dan karakter yang bertahan melampaui

besar. Itulah yang terasa ketika MIDO memilih Seoul sebagai panggung peluncuran Ocean Star 200, sekaligus

Ocean Star 200 menjadi cerminan pendekatan

memperkenalkan aktor Lee Jong Suk sebagai Global

tersebut. Koleksi ini mempertahankan identitas sebagai

Ambassador. Perpaduan antara warisan horologi Swiss

jam tangan penyelam, namun dirancang agar tetap

dan energi kreatif Korea Selatan menghadirkan sebuah

nyaman dikenakan dalam aktivitas sehari-hari. Proporsi

momen yang terasa relevan dengan arah perkembangan

casing yang seimbang, dial biru dengan sentuhan aksen

industri jam tangan saat ini.

oranye, serta detail finishing yang rapi memperlihatkan

Di tengah pesatnya tren luxury watch yang semakin

118

pergantian tren.

bahwa MIDO memahami kebutuhan pemilik jam tangan

mengedepankan gaya hidup, MIDO tidak mencoba

modern—mereka yang menginginkan performa tanpa

tampil berlebihan. Sebaliknya, merek asal Swiss ini tetap

harus mengorbankan estetika.


Di balik tampilannya, Ocean Star 200 dibekali mesin otomatis Caliber 80 dengan cadangan daya hingga 80 jam, lengkap dengan teknologi Nivachron™ yang membantu menjaga akurasi dari pengaruh medan magnet. Ketahanan

MIDO MEMAHAMI KEBUTUHAN PEMILIK JAM TANGAN MODERN—MEREKA YANG MENGINGINKAN PERFORMA TANPA HARUS MENGORBANKAN ESTETIKA

air hingga 200 meter tetap menjadi ciri khas koleksi Ocean Star, mempertegas bahwa fungsi profesional masih menjadi bagian penting dari identitasnya. Pemilihan Lee Jong Suk sebagai wajah baru MIDO juga terasa alami. Sosoknya dikenal memiliki gaya yang

HALAMAN SAMPING DAN HALAMAN INI Suasana peluncuran koleksi terbaru dari MIDO Ocean Star 41mm dihadiri oleh CEO, Franz Linder dan Duta merek, Lee Jong-Suk, yang terlihat mengamati detil koleksi jam tangan terbaru MIDO

119


SPECIAL REPORT

sederhana namun elegan, sehingga mampu mewakili

Ocean Star 200 x Lee Jong-Suk

karakter Ocean Star 200 tanpa harus mencuri perhatian

Dalam sesi wawancara eksklusif, sang brand ambassador

dari produk itu sendiri. Dalam dunia horologi, kolaborasi

Lee Jong-Suk mengungkapkan bahwa hal pertama yang

yang paling berhasil bukanlah ketika seorang ambassador

menarik perhatiannya bukanlah desain jam tangan

menjadi pusat cerita, melainkan ketika kepribadiannya

semata, melainkan filosofi yang diusung MIDO. “Saya

mampu memperkuat identitas sebuah jam tangan. Itulah

sangat terkesan dengan filosofi merek MIDO, yaitu

yang tampak dalam kolaborasi ini.

konsistensi, presisi, dan nilai yang tak lekang oleh waktu.

Lebih dari sekadar peluncuran produk, acara di Seoul menunjukkan bagaimana MIDO terus membangun hubungan dengan generasi baru pencinta jam tangan.

karier saya sebagai seorang aktor,” ujarnya. Kesamaan nilai tersebut menjadi alasan mengapa

Di pasar yang semakin kompetitif, pendekatan tersebut

ia merasa memiliki kedekatan dengan identitas yang

menjadi penting. Konsumen kini tidak hanya mencari

dibangun MIDO selama bertahun-tahun. Berbicara

spesifikasi atau nama besar, tetapi juga nilai, cerita, dan

mengenai gaya pribadi, ia mengaku lebih menyukai

koneksi emosional yang membuat sebuah jam tangan

penampilan yang formal dan sederhana. Baginya, jam

layak dimiliki.

tangan bukan sekadar aksesori, tetapi elemen yang

Ocean Star 200 hadir dengan keseimbangan yang

120

Nilai-nilai tersebut juga saya pegang dalam perjalanan

menyempurnakan keseluruhan penampilan. “Saya biasanya

menarik antara tradisi dan modernitas. Ia tetap membawa

mengenakan pakaian dengan gaya yang simpel dan

DNA penyelam yang telah lama menjadi bagian dari sejarah

formal. Karena itu, saya memilih jam tangan yang dapat

MIDO, namun dikemas dalam desain yang lebih segar dan

melengkapi penampilan tanpa terlihat berlebihan,” katanya.

mudah diterima oleh generasi masa kini. Sebuah pengingat

Pada acara peluncuran tersebut, ia mengenakan

bahwa dalam dunia horologi, inovasi tidak selalu berarti

MIDO Ocean Star 200 dengan dial berwarna biru tua.

mengubah segalanya. Terkadang, yang dibutuhkan hanyalah

Menurutnya, warna tersebut berpadu sempurna dengan

menyempurnakan apa yang sudah terbukti baik, dan MIDO

busana yang dikenakannya hari itu, sehingga memberikan

melakukannya dengan elegan melalui Ocean Star 200.

tampilan yang elegan namun tetap modern. Selain


membahas dunia mode, ia juga mengenang pertemuannya dengan para penggemar di berbagai negara. Ia juga

dipadukan dengan berbagai gaya. Menutup wawancara, dengan ramah ia menyampaikan

mengungkapkan fakta menarik bahwa warna oranye,

pesan khusus kepada para penggemarnya di Indonesia.

yang merupakan identitas visual MIDO, ternyata juga

Ia mengenang liburannya di Bali sebagai salah satu

merupakan warna favoritnya. Menurutnya, kesamaan

perjalanan yang sangat berkesan. Keindahan laut dan

kecil tersebut menjadi salah satu hal yang membuatnya

langit malam di Pulau Dewata bahkan mengingatkannya

semakin dekat dengan merek tersebut.

pada peluncuran Ocean Star 200 yang mengusung

Saat ditanya mengenai kemungkinan kolaborasi desain bersama MIDO, ia mengungkapkan bahwa pembahasan

semangat petualangan di laut. Ia juga mengenang kunjungan resminya ke Jakarta,

masih berlangsung. Meski belum dapat memberikan

di mana ia selalu mendapat sambutan hangat dari para

detail lebih lanjut, ia mengisyaratkan bahwa para

penggemarnya. “Saya ingin mengucapkan terima kasih

penggemar dapat menantikan sesuatu yang menarik di

kepada seluruh penggemar di Indonesia atas sambutan

masa mendatang. Mengenai fashion, ia mengaku bahwa

yang selalu luar biasa. Saya sangat merindukan kalian dan

ketika masih muda dirinya lebih gemar bereksperimen

berharap bisa segera kembali,” tutupnya.

dengan gaya berpakaian. Kini, dengan dukungan para stylist profesional, pandangannya justru menjadi lebih sederhana. “Bagi saya, kesederhanaan adalah bentuk kemewahan yang sesungguhnya,” ujarnya. Filosofi tersebut juga tercermin dalam cara ia

SOSOKNYA DIKENAL MEMILIKI GAYA YANG SEDERHANA NAMUN ELEGAN, SEHINGGA MAMPU MEWAKILI KARAKTER OCEAN STAR 200

memadukan jam tangan dengan busana. Menurutnya, desain MIDO akan lebih menonjol ketika dikenakan bersama outfit yang simpel dan elegan. Ketika diminta mendeskripsikan jam tangan yang dikenakannya dalam tiga kata, ia memilih diver watch, elegan, dan cocok

HALAMAN SAMPING DAN HALAMAN INI Acara berlangsung meriah di Aston House, Walkerhill, Seoul, dan Duta merek, Lee Jong-Suk mengenakan Ocean Star 41mm dengan pilihan dial biru laut yang elegan. Keindahan jam terlihat hingga bagian belakang casing, dengan ukiran bintang laut

121


COLLECTOR’S CORNER

E A STER N TI M E PH I LO S O P H Y Dari Shenzhen ke Jenewa, BEHRENS menghadirkan wajah baru horologi modern dalam dua karya terbarunya

D

122

idirikan di Shenzhen pada 2012 oleh Lin

Lewat dua kreasi terbarunya, BEHRENS tidak sekadar

Bingqiang, BEHRENS muncul sebagai salah

menghadirkan jam tangan mekanis dengan teknik tinggi,

satu pemain yang paling tidak konvensional

namun juga menawarkan sebuah pengalaman yang

dalam industri pembuatan jam tangan independen

melebur antara seni, budaya, material mutakhir, hingga

kontemporer. Dibangun seputar filosofi kreasi orisinal,

filosofi tentang waktu itu sendiri. Yang pertama adalah

merek ini memadukan penelitian yang dilakukan secara

kolaborasi BEHRENS dengan master watchmaker Vianney

in-house, inovasi mekanis, dan desain industri revolusioner

Halter melalui Master Collection KWH Limited Edition.

untuk menantang ide-ide tradisional di dunia horologi.

Arloji ini memiliki desain yang terinspirasi dari meteran

Selama satu dasawarsa terakhir, desainnya yang berani

listrik antik, ikon peradaban industri abad ke-20. Bentuk

dan kerumitannya yang inventif telah membuat merek

kotaknya dipadukan dengan tata mekanis kompleks yang

tersebut semakin diakui di dunia, berpuncak pada debut

diwujudkan menjadi objek kontemporer di pergelangan

bersejarahnya di Watches and Wonders Geneva 2026

tangan. Tampilannya terasa familier tetapi juga terkesan

sebagai perusahaan jam tangan independen pertama

futuristis, seolah menghubungkan memori masa lalu

China yang berpartisipasi dalam gelaran tersebut.

dengan visi masa depan. BEHRENS menghadirkan dua


MASTER COLLECTION KWH MENYIMPAN KOMPLEKSITAS MEKANIS LUAR BIASA, DENGAN MESIN PENGGERAK MANUALWINDING CALIBER BM06 YANG DIKEMBANGKAN BERSAMA OLEH BEHRENS DAN VIANNEY HALTER

versi material untuk koleksi ini, yakni tantalum alloy dan keramik berketahanan tinggi. Versi tantalum tampil dalam warna Lazuline Blue. Nuansa metalik gelap alami dari material tersebut memberi kesan mewah namun tak mencolok. Sementara itu, versi keramik hadir lewat warna

jarum terus bertemu dan berpisah, menciptakan formasi

Aqua Green yang lebih lembut, terinspirasi estetika Timur

belah ketupat yang muncul lalu menghilang berulang kali.

seperti jalan batu basah Jiangnan selepas hujan atau glasir

Filosofi Timur juga diterjemahkan lewat struktur dial

seladon dari tungku Ru kuno. Jika Master Collection KWH berbicara tentang

yang mengandalkan permainan sudut lancip dan tumpul. Koleksi ini hadir dalam versi titanium Grade 5 dan graphene

nostalgia, maka Inventor Collection “Pupil Ultralight”

monolayer composite. Versi graphene menjadi salah satu

mengambil inspirasi dari peradaban Shu kuno dan artefak

inovasi paling menarik. Tanpa menyertakan tali jam tangan,

legendaris dari Sanxingdui. Dalam kebudayaan Shu,

bobot casing-nya hanya sekitar 8 gram, sangat ringan.

simbol mata memiliki makna spiritual mendalam, bukan

BEHRENS juga menambahkan lembaran emas

hanya sebagai organ penglihatan, tetapi juga lambang

maupun platinum ke atas permukaan graphene matte

persepsi kosmis dan hubungan dengan dunia keilahian.

gelap. Versi emas memancarkan kontras yang kuat dengan

Dari sinilah terlahir Bronze Diamond Eye yang menjadi

dasar warna yang lembut, menghasilkan lapisan artistik

elemen utama desain arloji tersebut. Jarum jam dan

yang mewah dan berkelas. Sementara versi platinum

menit didesain menyerupai bentuk mata geometris khas

menghadirkan kilau keperakan yang dingin, menciptakan

Sanxingdui. Saat bergerak melintasi muka arloji, kedua

estetika yang tegas sekaligus elegan.

HALAMAN SAMPING Dua tampilan jam tangan Master Collection KWH Limited Edition hasil kolaborasi BEHRENS dengan master watchmaker Vianney Halter HALAMAN INI DARI ATAS Desain mesin jam Master Collection KWH Limited Edition terinspirasi dari meteran listrik antik, ikon peradaban industri abad ke-20; Jam tangan Inventor Collection “Pupil Ultralight” mengusung Bronze Diamond Eye yang menjadi elemen utama desain jam tangan ini

123


Penulis: Yessar Rosendar

COLLECTOR’S CORNER

AS SMOOTH AS SILK

Keindahan kain sutra Tomioka menjadi inspirasi utama bagi merek jam Seiko dalam menciptakan empat arloji Presage terbaru mereka

S

124

eiko kembali menghadirkan perpaduan antara

Sutra Tomioka sendiri diproduksi secara eksklusif

keahlian horologi mekanis dan kekayaan budaya

dari kepompong ulat sutra lokal yang dibudidayakan

negaranya melalui empat model terbaru dalam

di sekitar Tomioka Silk Mill, Prefektur Gunma, Jepang.

koleksi Presage Classic Series yang elegan dan klasik.

Material ini dikenal karena seratnya yang halus, seragam,

Kali ini, inspirasi desainnya berasal dari Sutra Tomioka,

serta memiliki kilau lembut yang khas. Kualitas tersebut

salah satu sutra terbaik Jepang yang telah menjadi simbol

merupakan hasil dari keterampilan para pengrajin yang

keahlian pengrajin serta warisan budaya Negeri Sakura

telah diwariskan selama beberapa generasi. Tomioka Silk

selama lebih dari satu abad. Keempat dress watch terbaru

Mill sendiri memiliki nilai sejarah yang besar bagi Jepang.

ini menampilkan dial yang terinspirasi oleh tekstur,

Didirikan pada tahun 1872, pabrik ini menjadi pusat

kilau, dan kelembutan Sutra Tomioka. Salah satu model,

perkembangan industri sutra nasional dan memainkan

Seiko Presage Classic Series “Tomioka Silk Promotion

peran penting dalam modernisasi ekonomi Jepang.

Organization” Limited Edition HCC008 hadir sebagai edisi

Karena signifikansinya, kawasan ini ditetapkan sebagai

terbatas sebanyak 2.000 unit, sementara tiga model lainnya

Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 2014. Untuk

akan menjadi bagian dari lini reguler Presage Classic Series.

menjaga keberlangsungan tradisi tersebut, Tomioka Silk


SEIKO MENCIPTAKAN POLA DIAL YANG DIRANCANG UNTUK MENIRU LIPATAN ALAMI DAN TEKSTUR HALUS KAIN SUTRA TOMIOKA YANG DITENUN DENGAN SANGAT RAPAT dari penyamakan bersertifikasi Leather Working Group (LWG), organisasi nirlaba yang mendorong praktik produksi kulit yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan. Kombinasi tali cokelat dan lapisan warna rose gold pada casing memberikan kesan klasik sekaligus elegan. Selain model edisi terbatas, Seiko juga memperkenalkan tiga model umum yang menggunakan pola dial serupa. Ketiganya hadir dengan warna yang memiliki makna khusus dalam budaya dan kerajinan tradisional Jepang. Warna pertama adalah Shironeri, putih bersih yang melambangkan kemurnian benang sutra setelah proses pemurnian. Warna kedua, Wakatake-iro, menampilkan hijau segar yang telah lama digunakan dalam pewarnaan kimono Jepang. Sementara itu, warna ketiga, ­Sakurairo, menghadirkan nuansa merah muda lembut yang terinspirasi dari bunga sakura dan telah menjadi bagian dari estetika Jepang selama berabad-abad. Khusus model Sakura-iro, Seiko melengkapinya dengan tali kulit cokelat tua yang terinspirasi dari batang pohon sakura. Sama seperti model edisi terbatas, tali tersebut menggunakan kulit dari penyamakan yang telah memperoleh sertifikasi LWG. Keempat model baru ini menggunakan casing Promotion Organization didirikan pada tahun 2021 guna

berdiameter 38 mm, ukuran baru yang menambah variasi

mendukung seluruh rantai produksi sutra, mulai dari

dalam lini Presage Classic Series. Di balik tampilannya

budidaya ulat sutra hingga pemasaran produk jadi.

yang elegan, seluruh jam tangan ditenagai oleh mesin

Model edisi terbatas HCC008 menjadi sorotan

otomatis Caliber 6R51 yang menawarkan cadangan daya

utama dalam peluncuran ini. Seiko menciptakan pola dial

hingga sekitar 72 jam. Dilengkapi kaca safir melengkung

yang dirancang untuk meniru lipatan alami dan tekstur

ganda dengan lapisan anti-reflektif pada bagian dalam,

halus kain sutra Tomioka yang ditenun dengan sangat

jam tangan ini kedap air hingga 100 meter, dan memiliki

rapat. Dial berwarna putih tersebut terinspirasi oleh

ketahanan terhadap daya magnet hingga 4.800 A/m.

sutra yang dihasilkan dari varietas ulat sutra langka yang

Bagian belakang casing transparan memamerkan

dibudidayakan di Prefektur Gunma. Untuk menghadirkan

pergerakan mesin mekanis di dalamnya.

kesan mewah, permukaan dial dilapisi material berkilau menyerupai mutiara yang memantulkan cahaya dengan elegan. Hasilnya adalah tampilan yang lembut namun tetap memancarkan karakter premium yang kuat. Jam tangan ini dipadukan dengan tali kulit berwarna cokelat tua yang terinspirasi oleh fasad bata merah Tomioka Silk Mill. Tali tersebut menggunakan kulit yang berasal

HALAMAN SAMPING DARI KIRI Seiko Presage Classic Series, HCC001 dalam warna Shironeri putih bersih, dan HCC002 dalam warna Wakatake-iro hijau segar HALAMAN INI Seiko Presage Classic Series “Tomioka Silk Promotion Organization” Edisi Terbatas HCC008, dengan dial yang terinspirasi oleh tekstur, kilau, dan kelembutan Sutra Tomioka

125


Penulis: Billy Saputra

COLLECTOR’S CORNER

COLOR IN TWO DIRECTIONS

Dua cara berbeda Rado untuk membawa warna bermain dengan cahaya dan tekstur, melalui dua koleksi jam tangan baru Captain Cook dan DiaStar Original Skeleton 126


A

da kalanya kehadiran warna dapat

tidak diarahkan pada bentuk keseluruhannya, melainkan

disempurnakan oleh peran serta elemen lain.

pada karakter visual. Rado memperkenalkan pelat jam

Sebagian memperlihatkan karakternya ketika

baru dengan permukaan keemasan yang berbeda dari

cahaya bergerak, sementara yang lain memilih tampil

versi-versi sebelumnya, memberikan dimensi visual

melalui kontras yang tegas. Perbedaan itu menjadi fondasi

yang lebih dinamis tanpa mengubah siluet khas Captain

kuat yang melandasi dua rilisan terbaru Rado, Captain

Cook. Perubahan karakter tersebut terutama berasal

Cook dan DiaStar Original Skeleton Limited Edition.

dari cara pelat jam berinteraksi dengan cahaya. Alih-alih

Captain Cook mengandalkan pelat jam bertekstur

menggunakan permukaan berwarna emas yang rata,

keemasan yang terus berubah mengikuti pantulan

Rado membentuk tekstur menyerupai serbuk berlian

cahaya, sedangkan DiaStar Original Skeleton membingkai

melalui proses penyelesaian bertahap sehingga pantulan

mesin jam terbuka dengan tiga kombinasi warna yang

cahayanya terus berubah mengikuti sudut pandang. Efek

berbeda. Keduanya menunjukkan bagaimana perubahan

tersebut semakin diperkuat oleh kristal safir berbentuk

karakter dapat lahir dari cara warna, tekstur, dan material

box-shaped dengan lapisan antirefleksi pada kedua sisinya,

dipadukan untuk membentuk pengalaman visual yang

yang memungkinkan detail permukaan tetap terlihat dari

berbeda di dalam satu bahasa desain Rado.

berbagai arah. Hasilnya bukan sekadar permainan warna, melainkan kesan seolah pelat jam memiliki kedalaman dan

Rado Captain Cook Pertama kali diperkenalkan pada 1962, lini Captain Cook

gerak yang terus berubah ketika dikenakan. Di balik pembaruan visual tersebut, Captain Cook

mempertahankan sejumlah elemen yang terus menjadi

tetap mempertahankan fungsi koleksi ini sebagai jam

identitasnya, mulai dari bezel berputar, indeks yang

tangan penyelam. Rado memperkenalkan diameter baru

mudah dibaca, hingga proporsi jam tangan penyelam yang

39 mm yang melengkapi pilihan 37 mm dan 43 mm,

sederhana. Karena itu, perubahan pada rilisan terbaru ini

menawarkan proporsi berbeda sekaligus memperluas RADO MEMBENTUK TEKSTUR MENYERUPAI SERBUK BERLIAN MELALUI PROSES PENYELESAIAN BERTAHAP SEHINGGA PANTULAN CAHAYANYA TERUS BERUBAH MENGIKUTI SUDUT PANDANG HALAMAN SAMPING Model mengenakan Rado Captain Cook dengan diameter baru 39 mm dalam versi gelang baja nirkarat HALAMAN INI Dikemas dalam kotak khusus dan dilengkapi dengan pilihan tali jam karet warna hitam, dial jam keemasan menyerupai serbuk berlian, dan bagian belakang case dihiasi ukiran kuda laut

127


COLLECTOR’S CORNER

PROSES SKELETONISASI MEMBUKA SEBAGIAN BESAR ARSITEKTURNYA SEHINGGA RODA GIGI DAN KOMPONEN MEKANIS DAPAT DIAMATI KETIKA BERGERAK

serta tampilan indeks bak melayang, yang mengarahkan pandangan menuju mekanisme di bagian tengah. Warna tidak hadir sebagai aksen dekoratif, melainkan menjadi bagian dari komposisi yang membantu memperjelas struktur mesin jam, sehingga setiap elemen visual

kenyamanan pemakaian bagi lebih banyak ukuran

memiliki hubungan yang lebih erat dengan konstruksi

pergelangan tangan. Fleksibilitas tersebut dilengkapi

jam tangan itu sendiri. Di balik komposisi warna tersebut,

sistem EasyClip yang memungkinkan gelang baja

mesin jam menjadi pusat perhatian yang sesungguhnya.

nirkarat bergaya butiran beras diganti dengan temali

Ketiga model jam tangan ini menggunakan mesin jam

karet hitam tanpa bantuan alat, sehingga jam tangan

otomatis R808 dengan cadangan daya hingga 80 jam dan

dapat beradaptasi dengan situasi yang berbeda. Mesin

Nivachron™ hairspring, sementara proses skeletonisasi

jam otomatis R763 dengan Nivachron™ hairspring,

membuka sebagian besar arsitekturnya sehingga roda gigi

cadangan daya 80 jam, dan ketahanan air hingga 300

dan komponen mekanis dapat diamati ketika bergerak.

meter memastikan perubahan karakter visual tersebut

Keterbukaan tersebut tidak hanya memperlihatkan

tetap diimbangi oleh performa yang sesuai dengan fungsi

bagaimana mesin jam bekerja, tetapi juga memperkuat

Captain Cook sebagai jam tangan penyelam.

hubungan antara desain dan mekanika yang ingin ditonjolkan Rado melalui koleksi ini. Setiap model

Rado DiaStar Original Skeleton Limited Edition

diproduksi sebanyak 555 buah dan dilengkapi sertifikat

Tiga model terbaru DiaStar Original Skeleton Limited

edisi terbatas, yang juga ditegaskan lewat pengukiran di

Edition memamerkan kombinasi warna yang membingkai

bagian belakang case-nya.

mesin jam skelet di balik pelat jam. Masing-masing versi menghadirkan identitas visual yang berbeda melalui perpaduan biru, hijau, dan merah, dipadukan dengan bezel Ceramos™, pelat jam annular (menyerupai cincin), 128

HALAMAN INI Tiga model terbaru Rado DiaStar Original Skeleton Limited Edition dalam kombinasi warna yang membingkai mesin jam skelet di balik pelat jam


COLLECTOR’S CORNER

DENGAN UKURAN HANYA 37 MM, JAM TANGAN INI MENGINGATKAN PADA PROPORSI YANG DIKENAKAN OLEH PARA PENYELAM PROFESIONAL SELAMA TAHUN 1960-AN

DIVE DEEP Squale SUB-37 Legend menampilkan perpaduan antara jiwa klasik dan presisi modern

jarum jam bercahaya berukuran besar terlihat jelas ketika visibilitas berada pada titik terburuknya. Bezel searah jarum jamnya berbunyi klik dengan presisi yang meyakinkan, dan di bawah dial berdetak mesin otomatis

B

Swiss Sellita SW200 yang terpercaya, memberikan kinerja agi para kolektor yang menghargai warisan, keahlian, dan keanggunan yang bersahaja, di era di mana jam tangan selam semakin menjadi

yang andal. Meskipun penampilannya bernostalgia, SUB-37 Legend adalah jam tangan selam kontemporer. Casing baja

lebih besar dan lebih berani, Squale adalah pilihan yang

tahan karat 316L-nya dirancang untuk tahan terhadap

sempurna. Kembali ke zaman keemasan eksplorasi bawah

kedalaman 300 meter, sementara Super-LumiNova

laut, koleksi SUB-37 Legend terbaru ini bukan tentang

memastikan keterbacaan yang luar biasa bahkan setelah

membuat pernyataan melalui ukuran, melainkan tentang

matahari terbenam. Melengkapi paket ini adalah tali jam

merayakan keaslian. Dengan ukuran hanya 37 mm, jam

karet Bonetto Cinturini buatan Italia, yang dihargai oleh

tangan ini mengingatkan pada proporsi yang dikenakan

para penggemar selam karena kenyamanan, daya tahan,

oleh penyelam profesional selama tahun 1960-an, ketika

dan warisannya.

keandalan jauh lebih penting daripada penampilan di pergelangan tangan. Casing jam yang ringkas dengan mudah diselipkan

Squale merangkul prinsip-prinsip desain abadi yang telah mendefinisikan jam tangan selam hebat selama beberapa generasi. Hasilnya adalah jam tangan yang

di bawah manset kemeja, menawarkan karakter tool

terasa nyaman dipakai di bawah pakaian selam, dipadukan

watch sejati. Ini bukti bahwa kepercayaan diri tidak perlu

dengan pakaian kasual akhir pekan, atau menemani

lantang. Setiap detail telah dipertimbangkan dengan

pemiliknya dalam petualangan sehari-hari. SUB-37

cermat. Kristal safir cembung menciptakan kembali

Legend bukan sekadar jam tangan selam yang terinspirasi

kehangatan akrilik klasik sambil memberikan ketahanan

vintage. Ini adalah pengingat bahwa legenda sejati tidak

goresan modern. Dial yang bersih tanpa tanggal

diukur dari ukurannya, tetapi dari kisah-kisah yang terus

meminimalkan gangguan, memungkinkan penanda dan

mereka ceritakan. 129


Penulis: Billy Saputra

S PECI AL R E P ORT

NEW WAVE FROM GRAND SEIKO Grand Seiko membawa Ushio 300 dan sebagai novelties 2026 dari Jenewa ke Jakarta dalam sebuah pratinjau eksklusif untuk media

D

i balik fasad bernuansa biru yang menghadap

Di bawah pencahayaan ruang presentasi, perbedaan

koridor Pacific Place, sejumlah perwakilan media

antara kedua model tersebut langsung terlihat melalui

berkumpul untuk melihat lebih dekat Grand

paras pelat jamnya. Salah satunya menampilkan gradasi

Seiko Novelties 2026. Beberapa koleksi yang sebelumnya

biru yang semakin menggelap menuju bagian tepi,

diperkenalkan pada Watches and Wonders Geneva 2026

sementara yang lain hadir dalam nuansa hijau yang

telah menempati ruang presentasi pagi itu, berdampingan

lebih terang namun tetap menenangkan. Keduanya

dengan sejumlah material pameran dan jam tangan

merupakan interpretasi terbaru dari tema Ushio yang

historis yang turut dibawa ke Jakarta. Namun perhatian

telah menjadi bagian dari koleksi penyelam Grand Seiko

utama segera mengarah pada dua model terbaru Ushio

sejak 2022. Dalam bahasa Jepang, ushio memiliki arti

300 yang ditempatkan di bagian tengah ruangan. “Kami

pasang surut, merujuk pada perairan yang mengelilingi

ingin memperkenalkan jam tangan Grand Seiko terbaru

kepulauan Jepang dan selama ini menjadi sumber inspirasi

yang kami bawa dari Watches and Wonders Geneva,” ujar

yang koleksi Grand Seiko kali ini. Jika model SLGB023

Kevin Lie, Direktur dari PT Asia Jaya Ikon. Dari seluruh

menangkap kesan kedalaman biru laut, maka SLGB025

koleksi yang hadir, Ushio 300 menjadi salah satu rilisan

mengarah pada karakter hijaunya perairan pesisir yang

yang paling banyak dibicarakan sepanjang sesi presentasi

lebih dangkal. Meski tetap mempertahankan karakter jam

di pagi hari tersebut.

tangan selam Grand Seiko yang tegas dan khas, kedua

130 CGW MAGAZINE


PENGGUNAAN MATERIAL HIGHINTENSITY TITANIUM PADA CASE MAUPUN GELANGNYA. MATERIAL INI MEMILIKI BOBOT SEKITAR 30 PERSEN LEBIH RINGAN DIBANDING BAJA NIRKARAT

Akurasi menjadi salah satu pembahasan utama sepanjang presentasi Ushio 300. Kedua model ini menggunakan Caliber 9RB1 yang mengusung penanda U.F.A. atau Ultra Fine Accuracy dan mencatat tingkat presisi hingga ±20 detik per tahun. Angka tersebut menjadikannya salah satu mesin jam bertenaga mainspring paling akurat yang pernah diproduksi Grand Seiko. Saat menjelaskan koleksi tersebut, Russell Ng, Manajer Pemasaran & Komunikasi model ini terasa berbeda ketika pertama kali diangkat dari

Grand Seiko Asia-Pacific Singapura mengatakan, “Kaliber

meja presentasi. Proporsinya lebih ringkas dan bobotnya

9RB1 yang digunakan pada Ushio 300 merupakan versi

terasa lebih ringan dibanding yang biasa ditemukan pada

pengembangan dari mesin jam 9RB2 yang pertama kali

jam tangan penyelam berukuran serupa. Kesan tersebut

kami perkenalkan melalui koleksi Ice Forest tahun lalu.”

berasal dari diameter 40,8 mm dan penggunaan material High-Intensity Titanium pada case maupun gelangnya. Material ini memiliki bobot sekitar 30 persen lebih ringan dibanding baja nirkarat, sekaligus mempertahankan ketahanan yang dibutuhkan sebuah jam tangan selam. “Banyak penggemar Grand Seiko yang sudah lama menantikan jam tangan selam dengan diameter 40,8 mm seperti ini,” Kevin Lie menambahkan.

HALAMAN SAMPING Grand Seiko Mono-Salon di Pacific Place Mall, Jakarta HALAMAN INI DARI ATAS Dua model terbaru jam tangan selam Grand Seiko Ushio 300, yaitu SLGB023 dalam warna biru laut, dan SLGB025 dalam warna hijau; Kevin Lie, Direktur dari PT Asia Jaya Ikon memperkenalkan jam tangan Grand Seiko terbaru, didampingi Riaz Mohd, Manajer Perencanaan Bisnis Regional di Grand Seiko Asia Pasifik, dan Rusel Ng, Manajer Pemasaran & Komunikasi di Grand Seiko Asia-Pacific

CGW MAGAZINE

131


S PECI AL R E P ORT

DALAM BAHASA JEPANG, USHIO MEMILIKI ARTI PASANG SURUT, MERUJUK PADA PERAIRAN YANG MENGELILINGI KEPULAUAN JEPANG DAN MENJADI SUMBER INSPIRASI YANG KOLEKSI GRAND SEIKO

ini menjelaskan sejarah Grand Seiko, Evolution 9, Masterpiece Collection, hingga model-model ikonis seperti Shunbun dan Snowflake,” ujar Russell Ng. Melalui lebih dari 320 halaman dan ratusan foto arsip, publikasi tersebut turut merangkum banyak hal yang menjadi pembahasan sepanjang sesi pratinjau hari itu.

Dikembangkan dan dirakit secara manual di Shinshu Watch Studio, Nagano, mesin jam ini menunjukkan bagaimana Grand Seiko terus menyempurnakan teknologi Spring Drive yang telah menjadi salah satu identitas andalan merek tersebut. Selain mesin jam baru, Grand Seiko juga menghadirkan sejumlah pembaruan pada gelang Ushio 300. Riaz Mohd, Manajer Perencanaan Bisnis Regional di Grand Seiko Asia Pasifik menjelaskan, “model ini dibekali oleh penjepit penyesuaian mikro tiga langkah yang memungkinkan penyesuaian ekstensi hingga 24 mm tanpa bantuan alat, sekaligus mempertahankan mekanisme penguncian yang lebih aman saat digunakan.” Di penghujung presentasi, perhatian kemudian beralih pada sebuah buku Grand Seiko yang diterbitkan bersama ERG Media. “Buku 132 CGW MAGAZINE

HALAMAN INI Para penggemar jam tangan dan kolektor yang hadir dapat melihat dan mencoba langsung jam-jam Grand Seiko terbaru yang terdapat di butik, dan berbincang dengan team Grand Seiko; Mesin jam Spring Drive U.F.A., Caliber 9RB1; Lambang singa terukir pada bagian belakang case jam; Lumibrite pada indeks dan jarum jam untuk keterbacaan yang luar biasa dalam kondisi pencahayaan apa pun


TIME FOR FASHION 133

@Richard Mille

• Fashion Forward Watches • Jewellery Haven • Stars & Timepiecess

133


Penulis: Billy Saputra

JEWELLERY TIME

BUILT IN COLOUR Koleksi terbaru Richard Mille yang mengagungkan batu mulia, dan menandai perjalanan 20 tahun eksplorasi jenama ini terhadap desain jam tangan perempuan

D

kecil atau komplikasi yang lebih sederhana. Hubungan panjang antara Richard Mille dan Michelle Yeoh sebagai duta global yang telah berlangsung selama lebih dari 15 tahun berangkat dari ketertarikan yang sama terhadap kreativitas, kebebasan berekspresi, dan keberanian untuk menempuh jalur yang berbeda. Nilai-nilai tersebut terlihat dalam berbagai proyek yang mereka bangun bersama dan terus berlanjut hingga peluncuran RM HJ-02. Koleksi ini memperlihatkan bagaimana eksplorasi Richard Mille

alam The Dazzling Division, film pendek yang

terhadap desain perempuan terus berkembang melalui

mengiringi peluncuran RM HJ-02 In-House

pendekatan yang semakin berani. Salah satu bentuk

Automatic Tourbillon, aktris pemenang Oscar,

nyata eksplorasi tersebut terlihat pada cara Richard

Michelle Yeoh bertanya, “Is it me, or we have all lost some

Mille memperlakukan batu mulia di dalam RM HJ-02.

of our shine?”. Ia tidak menunggu jawaban. Sebaliknya,

Alih-alih menempatkannya sebagai lapisan dekoratif yang

pertanyaan tersebut menjadi pintu masuk menuju dunia

ditambahkan setelah jam tangan selesai dibuat, jenama ini

yang dibangun Richard Mille melalui warna, cahaya, dan

menjadikan batu sebagai bagian dari konstruksi visualnya

batu mulia. Melalui 12 karya unik yang terbagi ke dalam

sejak awal. Setiap jam tangan memadukan 1.399 batu

empat keluarga warna, yaitu biru, hijau, merah muda,

mulia dan ornamental yang mencakup rubi, safir, berlian,

dan ungu, jenama tersebut menghadirkan koleksi yang

zamrud, Paraíba tourmaline, malachite, chrysoprase,

menjadikan perhiasan sebagai bagian dari konstruksi jam

turquoise, hingga mother-of-pearl. Komposisi tersebut

tangan itu sendiri. RM HJ-02 sekaligus menandai babak

tidak hanya menentukan warna, tetapi juga memengaruhi

kedua saga high jewellery Richard Mille dan merayakan 20

bagaimana cahaya bergerak melintasi case, pelat jam, dan

tahun eksplorasinya dalam merancang jam tangan untuk

mesin jam. Hasilnya adalah empat keluarga warna yang

perempuan.

masing-masing memiliki karakter visual berbeda.

Selama dua dekade terakhir, Richard Mille

134

kerap mengaitkan jam tangan perempuan dengan ukuran

Kompleksitas tersebut menjelaskan mengapa setiap

mengembangkan bahasa desain untuk kolektor

RM HJ-02 membutuhkan waktu pengerjaan yang jauh

perempuan tanpa selalu mengikuti konvensi industri yang

lebih panjang daripada yang terlihat pada pandangan


pertama. Richard Mille menggunakan kombinasi teknik snow setting, grain setting, dan bezel setting untuk mengatur bagaimana warna dan cahaya bergerak melintasi permukaan jam tangan. Batu-batu dengan ukuran, bentuk, tingkat transparansi, dan saturasi warna yang saling

RICHARD MILLE MENGGUNAKAN KOMBINASI TEKNIK SNOW SETTING, GRAIN SETTING, DAN BEZEL SETTING UNTUK MENGATUR BAGAIMANA WARNA DAN CAHAYA BERGERAK MELINTASI PERMUKAAN JAM TANGAN

memuji, disusun untuk menciptakan volume yang terasa mengembang dan menyusut dari satu bagian ke bagian

siluetnya secara signifikan. Pengembangan case ini sendiri

lainnya. Simetri juga tidak selalu dipertahankan. Dalam

memerlukan waktu lebih dari satu tahun dan menjadi

beberapa area, desain asimetris justru digunakan untuk

bagian dari proyek yang berlangsung lebih dari tiga tahun.

membangun ritme visual tertentu. Di balik komposisi

Richard Mille juga mengembangkan kaliber otomatis

warna yang kompleks tersebut, RM HJ-02 tetap dibangun

tourbillon CRMT2 agar struktur mekanis, pelat jam, dan

sebagai sebuah jam tangan Richard Mille. Koleksi ini

elemen perhiasan dapat tumbuh bersama sejak awal

mengambil inspirasi dari geometri Art Deco, namun

proses perancangannya.

menerjemahkannya melalui bahasa desain yang lebih

Hubungan antara mekanika dan perhiasan menjadi

kontemporer. Bentuk case tonneau khas Richard Mille

salah satu aspek paling menarik dari RM HJ-02. Pada

tidak lagi mengikuti satu kurva yang utuh, melainkan

banyak jam tangan high jewellery, batu mulia sering

dipecah melalui bidang-bidang bertingkat, transisi yang

ditempatkan sebagai pusat perhatian, sementara mesin

tajam, serta beberapa interupsi asimetris yang mengubah

jam bergerak ke latar belakang. Richard Mille memilih arah yang berbeda. Baseplate dan jembatan emas putih pada kaliber CRMT2 turut dihiasi batu mulia, namun tanpa mengaburkan elemen-elemen mekanis utama seperti fast-rotating barrel, tourbillon variabel inersia, dan rotor emasnya. Sebaliknya, susunan batu tersebut memperkuat kesinambungan visual antara mesin jam dan keseluruhan siluet RM HJ-02. HALAMAN SAMPING Aktris pemenang Oscar dan duta global Richard Mille, Michelle Yeoh dalam The Dazzling Division, film pendek yang mengiringi peluncuran RM HJ-02 In-House Automatic Tourbillon HALAMAN INI Pilihan RM HJ-02 In-House Automatic Tourbillon terbaru, yang terdiri dari 12 jam tangan unik dalam empat alam semesta warna: merah muda, ungu, biru, dan hijau

135


Penulis: Billy Saputra

FASHION FORWARD

THE MAN Y FACES O F BR- 0 5 Detak perjalanan BR-05, mulai dari kampanye seratus interpretasi para ikon Indonesia melalui proporsi 36 mm, hingga eksplorasi desain kosmik Blue Diamond Eagle 136


K

ehadiran jam tangan sebagai penunjuk waktu adalah hakikat, namun cara setiap orang menjalaninya tidak pernah sama. Gagasan ini

merefleksikan cara setiap orang memberi makna pada

melandasi Squaring Time, kampanye global terbaru Bell &

waktunya sendiri. Filosofi tersebut menemukan wujudnya

Ross yang hadir di Indonesia bersama peritel resmi Time

pada BR-05 36 mm, model yang memperluas daya jangkau

International melalui 100 Icons, One Watch. Dipimpin oleh

koleksi urban Bell & Ross kepada lebih banyak pemakai.

Friend of the Brand Mike Ethan, kampanye ini menampilkan

Diameter 36 mm dipilih untuk menghadirkan proporsi

99 figur lain dari beragam profesi dan disiplin kreatif,

yang seimbang, tetap nyaman dikenakan pada pergelangan

dari aktor, sutradara, hingga kreator. Setiap potret

tangan yang lebih ramping tanpa kehilangan kehadirannya

merekam relasi berbeda terhadap waktu, memperlihatkan

pada ukuran yang lebih besar. Karakter circle within a

bagaimana perjalanan hidup dan perspektif seseorang

square menampang pelat jam, dipadukan dengan profil

membentuk cara mereka memaknai momen. Melalui

case berfinis satin yang ramping serta mesin otomatis

seratus kisah ini, Bell & Ross mengajak publik melihat BR-

BR-CAL.329 bertenaga cadangan daya 54 jam. Ketahanan

05 sebagai rancangan yang mampu beradaptasi dengan

air hingga 100 meter turut mempertahankan karakter

beragam identitas tanpa kehilangan karakternya. Berangkat dari bahasa desain khas Bell & Ross, circle within a square, Squaring Time memperluas makna konsep estetika geometri tersebut menjadi cara memandang waktu dalam kehidupan modern. Bagi Bell & Ross, waktu tidak lagi hanya diukur, tetapi juga dialami, dibagikan,

MELALUI SERATUS KISAH INI, BELL & ROSS MENGAJAK PUBLIK MELIHAT BR-05 SEBAGAI RANCANGAN YANG MAMPU BERADAPTASI DENGAN BERAGAM IDENTITAS TANPA KEHILANGAN KARAKTERNYA

dan dijalani dengan penuh arti melalui ritme hidup yang berbeda pada setiap individu. BR-05 hadir sebagai titik temu antara rancangan urban dan identitas personal, mengikuti karakter pemakainya tanpa kehilangan bentuk yang membuatnya mudah dikenali. Melalui kampanye ini, Bell & Ross menempatkan BR-05 bukan hanya sebagai penunjuk waktu, melainkan sebagai objek modern yang

HALAMAN SAMPING DARI KIRI Mike Ethan, Friend of the Brand; Ivonne Medlene; Alex Tan; Lola Nadya HALAMAN INI DARI KIRI Bell & Ross BR-05 36 mm dalam pilihan dial biru muda mengilap dengan motif sinar matahari dan casing baja, dan permukaan yang dipoles dan disatinasi secara bergantian; Aktor Dwi Sasono; dr. Aditya Rahmat Zulfikar

137


FASHION FORWARD

sport yang menjadi identitas BR-05, menjadikannya mudah beradaptasi dengan berbagai ritme, gaya hidup, dan cara mengenakan jam tangan yang personal. Pendekatan tersebut berlanjut pada BR-05 Blue Diamond Eagle 36 mm, interpretasi terbaru yang memadukan bahasa desain BR-05 dengan inspirasi dari konstelasi Aquila. Di atas pelat aventurine berwarna biru tua, tujuh berlian ditempatkan mengikuti posisi sebenarnya dari bintang-bintang yang membentuk rasi tersebut, termasuk bintang Altair yang merepresentasikan kepala 138


TUJUH BERLIAN DIPASANG MENGIKUTI POSISI SEBENARNYA KONSTELASI AQUILA MELALUI TEKNIK GEM-SETTING KHUSUS, DI MANA SETIAP BATU DITEMPATKAN PADA DUDUKAN KUNINGAN BERKAKI EMPAT

birunya, yang terinspirasi dari kaca Murano abad ke-17, harus dipotong dan dikerjakan dengan presisi tinggi karena materialnya rentan terhadap retakan mikro. Di atas sang elang. Terdapat dua belas penanda jam berbentuk

permukaannya, tujuh berlian dipasang mengikuti posisi

berlian, sementara setiap batu dipasang melalui proses

sebenarnya konstelasi Aquila melalui teknik gem-setting

pengeboran berpresisi mikron dan teknik gem-setting

khusus, di mana setiap batu ditempatkan pada dudukan

khusus pada material aventurine. Hadir dalam case baja

kuningan berkaki empat sebelum dipasang secara presisi

36 mm setebal 8,7 mm, jam tangan ini ditenagai mesin

ke dalam pelat jam. Proses inilah yang memperlihatkan

otomatis BR-CAL.329 dengan cadangan daya 54 jam,

bagaimana Bell & Ross menerjemahkan astronomi, ilmu

serta dilengkapi ukiran laser konstelasi Aquila pada

material, dan keterampilan pembuatan jam tangan ke

caseback sebagai penutup yang menyempurnakan tema

dalam satu komposisi yang utuh.

astronominya. Keragaman tersebut juga tercermin melalui pilihan pelat jam yang kini melengkapi keluarga BR-05 36 mm, mulai dari hitam, abu-abu, biru es, hingga induk mutiara. Di antara seluruh interpretasi tersebut, BR-05 Blue Diamond Eagle menjadi eksplorasi paling kompleks. Pelat aventurine

HALAMAN SAMPING DARI KIRI SEARAH JARUM JAM Aldian Kartaatmaja; Brenda Mocca; Didit Aditya; Rino Soedardjo; Ade Yunita HALAMAN INI DARI KIRI SEARAH JARUM JAM Gabriella Cecilia; Celsi Syhrill; Bell & Ross BR-05 Blue Diamond Eagle 36 mm, dengan dial jam aventurine biru tua, bertatahkan tujuh berlian

139


FASHION FORWARD

THE GENTLEMAN’S BEST FRIEND Kampanye terbaru Tissot mendefinisikan ulang sosok pria modern melalui kepercayaan diri yang bermula dari pergelangan tangan

S

eorang pria modern bukan lagi sekadar seseorang

casing baja tahan karat dalam profil yang proporsional

yang selalu tenang tanpa cela, melainkan bagaimana

dan ramping. Kristal safir cembung dengan lapisan anti-

sikapnya dalam menghadapi momen-momen yang

reflektif pada casing memberikan kedalaman pada desain

tak terduga, kacau, atau penuh tekanan. Dibintangi oleh

dan memastikan keterbacaan optimal dalam kondisi

aktor Inggris Daniel Ings, Tissot menghadirkan kampanye

cahaya yang berubah-ubah. Di balik case jam transparan

terbaru untuk koleksi Gentleman 38mm yang hadir dengan kisah yang menata ulang makna menjadi seorang pria modern. Dalam kampanye terbaru ini, terlihat sang aktor Daniel melakukan aktivitas sepanjang hari di lokasi syuting, di mana intensitas pengambilan gambar bertemu dengan ketidakpastian yang menawan dari kehidupan di belakang panggung. Di sisinya, dan sesekali di telinganya, terdapat panduan yang tak terduga, yaitu suara jam tangan Tissot Gentleman miliknya. Untuk mendampingi sang pria sejati, Tissot Gentleman memperkenalkan model baru dalam ukuran 38 mm, sebuah interpretasi baru dari kecanggihan sehari-hari. Mengusung 140


terlihat mesin otomatis Powermatic 80, dengan cadangan daya hingga 80 jam. Pada pukul 3, tampilan tanggal yang dibingkai dengan presisi menambah kegunaan praktis tanpa mengganggu kemurnian dial, dengan permukaan bertekstur halus yang hadir dalam empat warna, perak, hitam, biru tua, dan hijau tua, terbentang di atas bentuk piramidal dengan lapisan sunray yang menangkap dan membentuk cahaya. Indeks nikel yang difaset dan jarum jam berbentuk belati yang dilapisi Super-LumiNova® memastikan keterbacaan yang sangat baik dalam semua kondisi.

TISSOT GENTLEMAN MEMPERKENALKAN MODEL BARU DALAM UKURAN 38 MM, SEBUAH INTERPRETASI BARU DARI KECANGGIHAN SEHARI-HARI HALAMAN SAMPING Aktor Inggris Daniel Ings saat tampil dalam kampanye terbaru Tissot; Mesin otomatis Powermatic 80 yang terlihat dari balik case transparan; Dua versi terbaru Tissot Gentleman dalam ukuran 38 mm dan pilihan dial perak atau hitam HALAMAN INI DARI ATAS Daniel mengenakan jam Tissot Gentleman terbaru; Versi lainnya dengan pilihan dial hijau tua atau biru tua; Suasana saat sang aktor Daniel melakukan aktivitas di lokasi syuting

141


Foto: Hourlogy Inti Semesta

SPECIAL REPORT

P R ECISION , PO I S E AN D POWE R Turnamen golf bergengsi khusus wanita, Ladies Indonesia OMEGA Trophy 2026 kembali digelar tahun ini untuk merayakan presisi keanggunan, fokus, dan semangat kompetitif golf wanita

K

eceriaan para pegolf wanita yang mengenakan baju warna merah muda dan putih mewarnai lapangan Golf Pondok Indah yang bergengsi di

Kini memasuki tahun kedua, turnamen ini terus memperkuat komitmen OMEGA Indonesia untuk

Jakarta pada hari Jumat pagi, 22 Mei 2026, saat Ladies

menciptakan platform khusus bagi pegolf wanita, sekaligus

Indonesia OMEGA Trophy 2026 digelar. Menyusul

menandai tahun kelima seri Indonesia OMEGA Trophy.

kesuksesan edisi perdananya pada tahun 2025, Ladies

Kehadiran OMEGA di dunia golf sendiri sudah lama dan

Indonesia OMEGA Trophy menjadi salah satu turnamen

berpengaruh secara global, dimana pembuat jam tangan

golf yang paling dinantikan untuk wanita di Indonesia.

Swiss ini merupakan mitra dari acara golf bergengsi

Tahun ini, acara tersebut mempertemukan hampir 80

seperti OMEGA Dubai Desert Classic dan OMEGA

pemain di 21 flight. OMEGA SA yang diwakili peritel

European Masters di Crans-Montana. Namun yang lebih

eksklusifnya di Indonesia, PT Hourlogy Inti Semesta

menarik lagi adalah, permainan golf yang diadakan khusus

kembali mengadakan ajang bergengsi Ladies Indonesia

untuk para pemain golf wanita di Indonesia.

OMEGA Trophy 2026, yang menjadi ajang golf khusus 142

wanita yang pertama di dunia.

Saat ditanya soal relevansi diadakannya komeptisi


Foto-foto: Rendy Kairupan

golf khusus wanita ini, Renaldi Hutasoit, Direktur Utama

pegolf wanita yang ingin berkompetisi lebih serius,

PT. Hourlogy Inti Semesta menjelaskan bahwa filosofi

sekaligus menghadirkan turnamen yang menyenangkan.

jam tangan Omega sangat mewakili sosok pegolf wanita,

Kami berharap ajang ini memiliki kualitas bintang lima,

“Karakter jam tangan OMEGA ini sejajar dengan karakter

namun tetap menjunjung tinggi peraturan dan etiket golf.”

pegolf wanita. Dari luar terlihat anggun, cantik, dan elegan,

Inisiatif ini juga diapresiasi dengan hangat oleh Komite

tetapi ketika berada di lapangan mereka menunjukkan

Asosiasi Golf Wanita Indonesia, yang diwakili oleh Netty

kekuatan, fokus, serta determinasi yang luar biasa.” Ia melanjutkan, “Melalui Ladies Indonesia OMEGA Trophy, kami ingin merayakan para wanita yang mewujudkan keanggunan dan kekuatan. Cara mereka bermain mungkin terlihat anggun, tetapi di baliknya terdapat tingkat disiplin,

MEMASUKI TAHUN KEDUA, TURNAMEN INI TERUS MEMPERKUAT KOMITMEN OMEGA INDONESIA UNTUK MENCIPTAKAN PLATFORM KHUSUS BAGI PEGOLF WANITA

kecerdasan, dan performa yang luar biasa, nilai-nilai yang sangat terkait dengan OMEGA. Kami juga sangat bangga bahwa Indonesia tetap menjadi satu-satunya pasar global yang menjadi tuan rumah turnamen OMEGA Trophy khusus wanita ini, memungkinkan kami untuk menetapkan tolok ukur bagi wilayah lain.” Ia juga ingin mendukung regenerasi atlet golf nasional, selain menjadi ajang bagi pegolf amatir. “Kami ingin memberikan ruang bagi para

HALAMAN SAMPING Suasana meriah saat pembukaan turnamen Ladies Indonesia OMEGA Trophy 2026 yang digelar di Pondok Indah Golf Course, Jakarta HALAMAN INI Tak kurang dari 80 pemain golf wanita berkompetisi di 21 flight; Suasana turnamen yang eksklusif di lapangan golf paling bergengsi di Indonesia; Renaldi Hutasoit, Direktur Utama PT. Hourlogy Inti Semesta yang menjadi inisiator dari ajang bergengsi ini

143


Foto-foto: Rendy Kairupan

SPECIAL REPORT

Hariadi, yang mengakui upaya berkelanjutan OMEGA dalam menciptakan kompetisi khusus yang didedikasikan untuk pegolf wanita. Turnamen ini mencerminkan komitmen bersama untuk mendorong partisipasi, visibilitas, dan apresiasi yang lebih besar bagi wanita dalam golf. Penghargaan Best Gross Overall Ladies Indonesia

KARAKTER JAM TANGAN OMEGA SEJAJAR DENGAN KARAKTER PEGOLF WANITA. DARI LUAR TERLIHAT ANGGUN, CANTIK, DAN ELEGAN, TETAPI KETIKA BERADA DI LAPANGAN MEREKA MENUNJUKKAN KEKUATAN, FOKUS, SERTA DETERMINASI

OMEGA Trophy 2026 diraih oleh Tomomi Ishihara, yang berhasil membukukan skor gross 75. Inaya Sutowo yang menyandang handicap 9 menjuarai Best Net Overall skor net 65. Untuk kategori Elite Amateur, Sania T. Wahyudi meraih gelar juara dengan skor gross 72. Pemenang Best Nett untuk Omega Boutique Customers adalah Christina Paath (handicap 27) dengan net 79. Selamat kepada para pemenang! 144

HALAMAN INI DARI KIRI ATAS Acara Gala, makan siang dan penyerahan trofi kepada para pemenang berlangsung meriah, dan para pemenang mendapatkan jam tangan OMEGA yang mewah dan berbagai hadiah menarik lainnya


TIME TO TRAVEL 145

@H. Moser x Reebok

• All About Luxury Travels • Parties Around The Globe

145


T RAV E L T I M E

THE BALI ES S E N CE Di tengah ritme dinamis Seminyak, Oberoi menyajikan ketenangan dan mempertahankan keindahan abadi Bali melalui alam, budaya, dan keramahan yang berkelas

S

eminyak yang gemerlap dengan butik kelas dunia dan kehidupan malam yang semarak,

bagaikan sebuah desa tradisional Bali. Penggunaan material lokal, termasuk batu kapur,

ternyata juga menawarkan pengalaman Bali

semakin memperkuat hubungan resor dengan

yang lebih tenang. Sebuah tempat di mana taman tropis,

lingkungan sekitarnya. Arsitekturnya tidak hanya

arsitektur tradisional, dan keramahan khas Bali berpadu

berfungsi sebagai bagian dari desain, tetapi juga

menciptakan pengalaman menginap yang melampaui

mencerminkan penghormatan terhadap karakter Bali

sekadar kemewahan. Berdiri di atas lahan seluas 15

yang mengutamakan keseimbangan antara manusia dan

hektar dengan vegetasi tropis, resor ini menyajikan

alam. Semuanya berpadu menjalin pengalaman yang

lanskap yang indah lengkap dengan kolam renang

lebih personal bagi para tamu. Tak sekadar memanjakan

tepi pantai. The Oberoi Beach Resort Bali memiliki 74

dengan kemewahan fasilitas, resor ini mengajak para tamu

akomodasi yang berupa vila dan kamar lanai, dengan

untuk menjalin koneksi dengan elemen-elemen budaya

desain yang memberikan kenyamanan penuh. Sebanyak

yang identik dengan Pulau Dewata. The Oberoi terletak

14 vila memiliki halaman berpagar yang menjamin

menghadap pantai yang dianggap masyarakat setempat

privasi, dengan paviliun makan untuk santap yang intim.

sebagai salah satu pantai paling suci di pesisir barat Bali.

Sebagian besar vila bahkan memiliki kolam renang pribadi.

Karena itu, para tamu yang menginap kerap menyaksikan

Sementara itu, 60 kamar lanainya menawarkan teras

berbagai upacara keagamaan yang dilakukan di pantai

terbuka yang menghadap taman, sehingga menciptakan

tersebut. Resor ini juga tak jauh dari Pura Petitenget,

ruang santai untuk menikmati suasana tropis. Dua

salah satu pura paling suci di Bali. Salah satu fakta

restoran, satu bar, serta sebuah amphitheatre yang kerap

menarik adalah bahwa resor ini dibangun di atas lokasi

menampilkan pertunjukan budaya melengkapi suasana

beberapa kampung, dan setiap pura kampung tersebut

146 CGW MAGAZINE


THE OBEROI TERLETAK MENGHADAP PANTAI YANG DIANGGAP MASYARAKAT SETEMPAT SEBAGAI SALAH SATU PANTAI PALING SUCI DI PESISIR BARAT BALI malam. Melengkapi pengalaman tersebut, amphitheatre menghadirkan warisan budaya Bali melalui musik gamelan dan pertunjukan tari yang kerap dipadukan dengan makan malam diterangi cahaya lilin di bawah bintang-bintang, ditemani suara deburan ombak. Para pencinta budaya juga dapat menemukan tetap dipertahankan oleh The Oberoi. Hubungan yang

pengalaman tak terlupakan melalui berbagai elemen khas

terjalin baik dengan keturunan para penghuni kampung

Bali yang hadir di setiap sudut resor. Mulai dari arsitektur

memastikan hubungan dengan warisan budaya dan

yang menyatu dengan alam, tradisi lokal yang tetap

leluhur juga tetap terjaga. Masyarakat juga sangat aktif

terjaga, hingga sajian kuliner yang menggabungkan cita

dalam menjalankan keyakinan keagamaan mereka.

rasa Indonesia dan internasional. Bagi para wisatawan

Resor mewah ini juga menawarkan pengalaman

dengan ritme hidup yang dinamis, resor ini menawarkan

bersantap dengan sajian-sajian kelas dunia di restoran

sebuah jeda untuk kembali menikmati hal-hal sederhana,

mereka. Kura-Kura Restaurant menyajikan hidangan

seperti berjalan-jalan di taman tropis, mendengarkan

Indonesia, kontinental, dan Asia yang lezat dengan

suara debur ombak, menikmati keindahan matahari

pelayanan khas Oberoi yang berkelas dunia, ditemani

terbenam, atau sekadar merasakan ketenangan

alunan musik angklung serta berbagai pertunjukan

dalam suasana yang jauh dari hiruk-pikuk. Di tengah

musik Bali, terkemas dalam lokasi memukau berupa

perkembangan Bali yang terus bergerak, The Oberoi tetap

paviliun terbuka beratap jerami yang menghadap kolam

mempertahankan pesonanya sebagai tempat di mana

teratai. Sementara di Frangipani Café, pemandangan

para tamu dapat menikmati setiap momen dan merasakan

Samudra Hindia yang memesona melengkapi suasana

hubungan yang lebih dekat dengan Pulau Dewata. Sebuah

bersantap di ruang terbuka. Halamannya yang tertata rapi

tempat yang bukan hanya menyajikan ruang beristirahat,

dengan pohon kamboja dan pohon kelapa membentang

tetapi juga memperkaya makna dengan suasana Bali yang

menuju pantai nan luas. Para tamu yang ingin bersantai

autentik dan tak lekang oleh waktu.

menikmati kesejukan dan kehangatan matahari dapat memanjakan diri di Kayu Bar. Koktail unik racikan para

The Oberoi Beach Resort, Bali

bartender yang diramu dari buah-buahan tropis serta

Seminyak Beach, Jl. Kayu Aya, Seminyak, Kuta, Bali, 80361

hidangan ringan dan camilan menjadi teman yang

Tel: (0361) 730361

sempurna untuk menikmati suasana dari siang menuju

www.oberoihotels.com

CGW MAGAZINE

147


T RAV E L T I M E

THE ART O F S E RE N I TY

Di tengah ritme urban yang kian cepat, kemewahan kini tidak lagi sekadar soal kemegahan, tetapi bagaimana menemukan ruang untuk merasakan ketenteraman

D

i tengah kawasan urban yang terus bergerak

perjalanan yang dirancang untuk membawa pengunjung

cepat, ketenangan telah menjadi kemewahan

keluar sejenak dari ritme kota yang identik dengan

yang semakin dicari. Bagi banyak pelancong

kehirukpikukan. Kesan itu berlanjut di berbagai sudut

modern, hotel bukan lagi sekadar tempat bermalam,

properti, melalui perpaduan arsitektur, seni, dan desain

melainkan destinasi yang menawarkan pengalaman,

interior yang sarat makna budaya.

cerita, dan hubungan yang lebih mendalam dengan

Sementara banyak hotel modern mengandalkan

budaya setempat. Di Alam Sutera, Tangerang Selatan,

kemewahan visual semata, Hotel Tentrem Jakarta

Hotel Tentrem Jakarta hadir dengan pendekatan yang

memilih menempatkan warisan budaya sebagai fondasi

berbeda, yakni menghadirkan esensi budaya Jawa dalam

pengalaman menginap. Di lobi yang berada di lantai

balutan kemewahan kontemporer. Kata “tentrem” sendiri

enam, ukiran kayu Jepara yang digarap dengan detail

merupakan kata dalam bahasa Jawa yang berarti damai,

berpadu dengan motif-motif yang terinspirasi dari batik

tenteram, dan seimbang. Filosofi tersebut terasa sejak

Jawa. Di lantai lobi, motif Banji, simbol kebahagiaan dan

tamu memasuki area hotel. Empat pohon Bodhi yang

keberkahan, menjadi elemen desain yang tidak hanya

berdiri di gerbang utama menjadi simbol pertama dari

mempercantik ruangan, tetapi juga menghadirkan narasi

148 CGW MAGAZINE


budaya yang hidup. Komitmen terhadap pelestarian budaya juga terlihat pada berbagai karya seni yang tersebar di seluruh area hotel. Ballroom, misalnya, menampilkan interpretasi artistik yang terinspirasi dari Candi Borobudur dan Candi Prambanan melalui karya seniman Jemana Murti. Sementara itu, motif Lurik Hujan Gerimis yang menghiasi area pre-function merepresentasikan harapan akan kemakmuran. Kehadiran unsur-unsur tersebut menjadikan hotel ini tidak hanya sekadar ruang akomodasi, tetapi juga sebuah galeri budaya yang dapat dinikmati dalam keseharian. Menginap di Hotel Tentrem Jakarta, para tamu akan disuguhi pilihan 200 kamar dan suite yang dirancang dengan pendekatan elegan namun hangat.

KATA “TENTREM” SENDIRI MERUPAKAN KATA DALAM BAHASA JAWA YANG BERARTI DAMAI, TENTERAM, DAN SEIMBANG. FILOSOFI TERSEBUT TERASA SEJAK TAMU MEMASUKI AREA HOTEL

Pilihan akomodasi tersedia mulai dari kamar Deluxe hingga Presidential Suite, dengan luas yang berkisar

konsep bistro yang hangat dan kasual, sedangkan Tirta

antara 40 hingga 240 meter persegi. Sentuhan desain

Lounge menawarkan pilihan hidangan ringan, minuman,

yang mengedepankan kenyamanan dan ketenangan

serta pengalaman afternoon tea dengan pemandangan

menciptakan suasana yang cocok bagi wisatawan maupun

area plaza yang menenangkan.

pelaku perjalanan bisnis yang menginginkan ruang untuk

Di tengah meningkatnya perhatian terhadap

beristirahat dan memulihkan energi. Di luar kamar, hotel

kesehatan dan keseimbangan hidup, Hotel Tentrem

ini juga menawarkan berbagai fasilitas yang dirancang

Jakarta juga mengembangkan pendekatan wellness yang

untuk memenuhi kebutuhan beragam tamu. Tentrem

terintegrasi. Gaharu Wellness menghadirkan berbagai

Ballroom seluas lebih dari 1.000 meter persegi dan 11

fasilitas relaksasi, mulai dari spa, refleksi, jacuzzi, hingga

ruang pertemuan menjadikannya salah satu destinasi

cold plunge dan kelas yoga. Seluruh pengalaman tersebut

pilihan untuk penyelenggaraan acara korporat maupun

dirancang untuk membantu tamu menemukan kembali

perayaan pribadi. Kehadiran kapel atau aula multifungsi

ritme yang lebih seimbang, selaras dengan filosofi

di area plaza lantai enam menambah fleksibilitas bagi

“Tentrem” yang menjadi identitas hotel. Bagi keluarga,

pasangan yang mencari lokasi pernikahan dengan nuansa

Aruna Kids Club menyediakan berbagai aktivitas yang

elegan dan berbeda.

dirancang khusus untuk anak-anak hingga usia 12 tahun.

Salah satu daya tarik utama Hotel Tentrem Jakarta

Sementara itu, Sukma Gallery di lantai satu menjadi ruang

terletak pada pengalaman kulinernya. Mengambil

apresiasi bagi karya-karya artisan Indonesia, mulai dari

inspirasi dari sejarah Jakarta sebagai titik pertemuan

tekstil hingga aksesori dan produk kriya lokal. Sebagai

berbagai budaya dan jalur perdagangan rempah, hotel ini

properti ketiga di bawah naungan Hotel Tentrem setelah

menghadirkan sejumlah konsep restoran yang memiliki

Yogyakarta dan Semarang, Hotel Tentrem Jakarta

karakter kuat. Kayu Manis mengangkat kekayaan kuliner

berhasil mewujudkan nilai-nilai budaya Jawa ke dalam

Nusantara melalui penggunaan rempah-rempah dan

konteks perkotaan yang modern. Hasilnya adalah sebuah

cita rasa yang akrab bagi lidah Indonesia. Bagi pencinta

destinasi yang tidak hanya menawarkan kenyamanan dan

masakan Italia, Canella menawarkan pilihan pasta buatan

kemewahan, tetapi juga pengalaman yang berakar pada

sendiri, piza sourdough gaya Napoli, serta hidangan yang

identitas budaya Indonesia.

mengedepankan bahan-bahan musiman. Sementara itu, LIN 林 menghadirkan interpretasi modern kuliner

Hotel Tentrem Jakarta

Tiongkok dengan fokus pada kualitas bahan dan teknik

Jl. Alam Sutera Boulevard No. 11, Tangerang Selatan 15325

memasak yang presisi. Untuk suasana yang lebih santai,

T: +62-21-5087-2300

Populico menjadi tempat berkumpul yang nyaman dengan

www.hoteltentrem.com/jakarta/.

CGW MAGAZINE

149


G L I TZ & G LAM

PHILOSOPH SUMMER SOIREE

Pertemuan para pendiri merek jam tangan independen yang unik dan persembahan koleksi terbaru mereka untuk musim panas

P

ertemuan lintas negara dari para pendiri jam tangan

ternama yang dipresentasikan yaitu SevenFriday,

independen menjadi puncak dari acara pembukaan

dan hadirnya tamu istimewa dan pendirinya, Daniel

INSTRUMENTUM, ruang khusus jam tangan di

Niederer. Merek MARCH LA.B dan pendirinya, Alain

butik Philosoph pimpinan Ario Sindu. Butik yang terdapat

Marhic dengan koleksi seperti Milady Mansart dan AM2

di Level 2, Plaza Senayan, Jakarta ini menampilkan ruang

GMT. Dari Indonesia, LIMA Watch dipamerkan oleh

khusus untuk koleksi jam tangan pilihan yang diseleksi

pendirinya, Herman Tantriady, menampilkan model seperti

langsung oleh tim Philosoph, bersamaan dengan pameran

Kronosprinter Breguet dan GMT Transit. Ada juga merek

merek jam independen dan kehadiran para pendiri merek

HORIZON Watches yang dipresentasikan oleh Sugiarto

jam tersebut. Konsepnya adalah menyoroti pilihan jam

Kusumadi, hingga Chronofixe, dengan rilisan eksklusif

tangan independen dan unik yang dikurasi. Merek-merek

seperti edisi ‘Cofrefor’ oleh Secondé/Seconde.

150 CGW MAGAZINE


G L I TZ & G LAM

TREASURE YOUR TIME MIDO gelar peluncuran Ocean Star 200 di Seoul bersama global ambassador Lee Jong Suk

T

anggal 18 Juni lalu, MIDO meluncurkan lini

dinamis dan kehadiran kuat yang unik dari koleksi

Ocean Star terbaru yang didesain ulang di Aston

Ocean Star, sementara dial biru tua yang dipadukan

House, Walkerhill, Seoul yang megah, yang

dengan aksen oranye khas MIDO menciptakan suasana

dipandu oleh CEO MIDO Franz Linder dan duta global

yang canggih namun aktif.” Acara berlangsung meriah

merek, aktor Korea Selatan Lee Jong-Suk. Mengenakan

dan mengusung semangat kampanye global terbaru

Ocean Star 200 di pergelangan tangannya, Lee Jong Suk

MIDO, “Treasure Your Time”, yang mengajak setiap

mengungkapkan kekagumannya terhadap desain koleksi

individu untuk menghargai setiap momen berharga

terbaru tersebut. “Saya sangat terkesan dengan energi

dalam hidup.

CGW MAGAZINE

151


ARCHIVES

M

A CENTURY OF SUCCESS erek jam tangan independen milik keluarga,

menyerahkan kepemimpinan operasional kepada putra-

Titoni tetap menjadi salah satu dari sedikit

putranya, Marc dan Olivier Schluep, di tahun 2022. Saat

produsen jam tangan Swiss yang terus

ini, generasi keempat melanjutkan warisan keluarga,

dimiliki dan dikelola oleh keluarga pendirinya, selama

sementara Daniel Schluep tetap menjabat sebagai Ketua

lebih dari satu abad, sejak tahun 1919, dimana Fritz

Dewan Direksi.

Schluep mendirikan bengkel pembuatan jam kecil di kota

152

Mungkin yang lebih luar biasa lagi adalah hubungan

Grenchen, Swiss, dengan nama Felco. Pada tahun 1947,

Titoni dengan Asia. Jauh sebelum kawasan ini

Bruno Schluep, putra Fritz, bergabung dengan dewan

menjadi salah satu pasar terpenting di dunia untuk

direksi, dan merek Titoni didaftarkan pada tahun 1951.

jam tangan Swiss, perusahaan ini telah membangun

Seiring semakin terkenalnya merek Titoni, khususnya

kemitraan yang erat dan langgeng di seluruh Asia.

di Asia, Felca mengubah namanya pada tahun 1964

Hubungan jangka panjang ini telah membentuk

menjadi Felca et Titoni, dan berbagai model diluncurkan,

identitas internasional merek tersebut dan terus

termasuk Seascoper II, Soirée, Skymaster. Pada tahun

menginspirasi perkembangannya hingga saat ini. Alih-alih

1991, perusahaan tersebut mengalami restrukturisasi

memperlakukan Asia hanya sebagai pasar ekspor. Bagi

yang signifikan, Felca SA menjadi perusahaan keuangan,

para kolektor yang menghargai keaslian daripada tren,

dan pabrik jam tangan tersebut berganti nama menjadi

kualitas-kualitas ini menjadikan setiap jam tangan Titoni

Titoni SA. Perusahaan ini dikelola oleh Walter dan Daniel

lebih dari sekadar alat pengukur waktu—jam tangan ini

Schluep. Setelah memimpin perusahaan selama lebih

menjadi teman bagi generasi demi generasi.

dari empat dekade, generasi ketiga, Daniel Schluep

www.titoni.ch.


COLLECTOR’S GUIDE®

WATCHES INDONESIA

EDISI 32-2026

The digital edition of CGW INDONESIA MAGAZINE can be viewed and purchased through SCOOP, Magzter, Rockstand Digital or ISSUU from your PC, Mac, Tablet, iPad, iPhone or Android www.cgw-indonesia.com


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
COLLECTOR'S GUIDE-WATCHES INDONESIA, EDISI 32-2026 by COLLECTOR'S GUIDE - WATCHES, INDONESIA - Issuu