Project Project X: X: Deep Deep Into Into You You
Curahan Jiwa “This is a story from all of us, for all of us”
A PROUD PARTNERSHIP WITH
MEDIA PARTNERS
CIMSA UI Center
for
(CIMSA
Indonesian
UI)
Medical
merupakan
independen,
inklusif,
Students’
organisasi
nonpolitik,
Activities
mahasiswa
dan
Universitas
kedokteran
nonprofit.
CIMSA
Indonesia
yang
UI
bersifat
didirikan
pada
tanggal 6 Mei 2001. Selama 19 tahun berdiri, CIMSA UI telah berkembang pesat dan menghasilkan mahasiswa dan dokter yang peduli akan kesehatan dan hak-hak masyarakat.
Tujuan didirikannya CIMSA UI adalah untuk menjadi wadah aktivitas mahasiswa Fakultas
Kedokteran
Universitas
Indonesia
untuk
berkontribusi
terhadap
kesehatan, pendidikan, hak asasi manusia, kesehatan seksual dan kesetaraan gender, kepada
serta
sains
sehingga
masyarakat.
aktivitas
yang
CIMSA
berfungsi
dapat
UI
memberikan
memiliki
untuk
begitu
pengaruh
banyak
memberdayakan
yang
kegiatan
mahasiswa
optimal berbasis
agar
dapat
membentuk dampak besar pada kesehatan Bangsa Indonesia.
Untuk mendukung tujuan tersebut, CIMSA UI memiliki 6 bidang yang terfokus pada aspek tertentu, yang direpresentasikan dalam bentuk standing committee (SCO), antara lain SCOME (Standing Committee on Medical Education), SCOPH (Standing Human
Committee
Rights
Reproductive Committee
and
Health
on
on
Public
Peace), and
Research
Health),
SCORA
Rights
SCORP
(Standing
including
Exchange),
dan
(Standing
Committee
Committee
HIV&AIDS),
SCOPE
on
Sexual
SCORE
(Standing
on &
(Standing
Committee
on
Professional Exchange).
SCOPH Standing
Committee
on
Public
committee
berbasis
kesehatan
Indonesian
Medical
Students’
Health
(SCOPH)
masyarakat Activities
adalah
yang
(CIMSA).
salah
dinaungi SCOPH
meningkatkan taraf kesehatan masyarakat Indonesia. SCOPH
satu
oleh
standing
Center
bergerak
for
untuk
fokus pada Non-
Communicable Diseases, Universal Health Coverage, Social and Environmental Determinants of Health, dan masih banyak lagi. SCOPH melakukan upaya aktif untuk meningkatkan kesehatan masyarakat melalui jalur edukasi dan promosi kesehatan, campaign, skrining, dan community development.
D Daftar aftar Isi Isi
Menilik Prevalensi Gejala
4
Depresi di Indonesia
Self-care secara Fisik di Masa
8
Pandemi
Menolong Orang Lain di Media Sosial: Intervensi Krisis untuk
12
Kondisi Darurat
Curahan Jiwa
18
1
Aku berdoa untuk diriku,
Semoga aku merasa cukup dengan apa yang telah Tuhan berikan dan bukan memaksa apa yang ingin aku miliki. -aksarasuaraku-
2
Harus sering bilang, berterima kasih kepada diri sendiri Itu salah satu bentuk syukur yang kadang di lupakan. -aksarasuaraku-
3
Menilik Menilik Prevalensi Prevalensi Gejala Gejala Depresi Depresi di di Indonesia Indonesia
Hasil
penelitian
Peltzer
dan
Pengpid
21,8%
menunjukkan
prevalensi gejala depresi pada masyarakat Indonesia senilai
Sedangkan prevalensi depresi global bernilai
Hal
ini
menunjukkan
pencegahan masyarakat sedang
12,1%
dan
dan
penanggulangan
Indonesia.
atau
penting
berat
Prevalensi
yang
tinggi
gentingnya
depresi gejala
pada
pada
depresi
kelompok
remaja juga menimbulkan keprihatinan.
Menurut Peltzer dan Pengpid, berikut adalah hal yang harus dilakukan untuk mengurangi gejala depresi di masyarakat
Menurunkan konsumsi tembakau
Meningkatkan aktivitas fisik
Menanggulangi kelaparan masa kanak-kanak
Konsumsi makanan gizi seimbang
Peningkatan
Mengurangi
dan jiwa
fasilitas
kesehatan
fisik
konsumsi
minuman
bersoda
Pemerataan ekonomi dan peningkatan jumlah lapangan kerja juga dapat mencegah tingkat depresi yang lebih tinggi. Hal ini dikarenakan orang-orang yang disurvei yang menilai dirinya termasuk ke dalam kelompok miskin dan sedang menganggur atau mencari pekerjaan cenderung melaporkan gejala depresi yang sedang atau berat.
44
Namun,
penelitian
Peltzer
dan
Pengpid
memiliki
beberapa
keterbatasan. Penelitian ini menemukan faktor-faktor yang berkaitan dengan prevalensi depresi pada masyarakat Indonesia. Kaitan ini tidak menyatakan hubungan sebab-akibat, sehingga hasil penelitian tidak dapat diartikan bahwa faktor-faktor tersebut menyebabkan tingginya prevalensi depresi di Indonesia. Meskipun demikian, kondisi kesehatan fisik
dan
jiwa
tetap
menjadi
perhatian
yang
penting.
Hal
ini
dikarenakan prevalensi gejala depresi di masyarakat dapat meningkat seiring dengan banyaknya faktor fisik dan sosial yang tidak sehat.
Keterbatasan lain dalam penelitian Peltzer dan Pengpid terletak pada alat ukur dalam penelitian ini. CES-D-10 yang digunakan dalam survei belum diteliti secara lebih lanjut untuk menentukan sensitivitasnya dalam
mengukur
diagnosis
gejala
tingkat depresi
depresi. yang
Hal
ini
memungkinkan
berlebihan
atau
adanya
terlalu
tinggi
tingkatnya pada orang-orang yang disurvei daripada kondisi mereka sebenarnya.
Penelitian Peltzer dan Pengpid memberikan informasi berharga bagi kita yang bergerak di bidang kesehatan jiwa masyarakat. Informasi dari penelitian ini tentunya dapat bermanfaat untuk menyusun kebijakan publik
dan
penanganan
kesehatan
masyarakat
yang
memadai
bagi
Indonesia. Pencegahan dan penanganan depresi dapat mengurangi beban negara. Dengan demikian, diharapkan bangsa Indonesia dapat bertumbuh secara lebih optimal.
-intothelightid-
4
5
Jadilah versi terbaik dari dirimu, yang selalu menghargai apapun kerja kerasmu.
Yang selalu mencintai segala lebih dan kurangmu. Karena pada akhirnya, tak ada yang bisa mencintaimu sebaik dirimu sendiri -aksarasuaraku-
6
Anggap saja, setiap kali kamu jatuh dan terluka, Tuhan sedang memberikanmu kesempatan untuk bermetamorfosis untuk tumbuh menjadi lebih baik lagi
-aksarasuaraku-
7
Self-Care Self-Care secara secara Fisik Fisik di di Masa Masa Pandemi Pandemi
Kenali perbedaannya. Penting
untuk
sekarang
1
mengetahui
bukanlah
masa
bahwa yang
masa
normal.
Adaptasi memang perlu, tetapi perlu diingat bahwa
masa
seperti
ini
tidak
akan
terjadi
selamanya.
Membuat rutinitas.
2
Tubuh dan pikiran kita akan menjadi lebih rileks jika ada jadwal teratur yang menata hidup kita. Kita bisa mulai dengan membuat jadwal rutin untuk kegiatan sehari-hari dengan waktu yang spesifik.
3
Menata tempat yang spesifik untuk bekerja dari rumah. Usahakan untuk menghindari tempat tidur sebagai tempat kerja dan buatlah batasan (boundary) yang kuat antara urusan rumah (home) dan pekerjaan.
8
4
Memanfaatkan waktu istirahat makan siang dengan baik. Gunakan
waktu
istirahat
pada
siang
hari
untuk power-nap atau makan makanan yang dapat me-recharge energi tubuh kita.
Lebih memperhatikan asupan
5
makanan yang masuk ke tubuh. Upayakan untuk makan makanan bergizi yang kaya
akan
karbohidrat,
Jika
dirasa
perlu,
juga
dapat
menolong
protein,
dan
mengonsumsi
mineral.
multivitamin
memelihara
kesehatan
tubuh.
6 Banyak bergerak. Melakukan olahraga kecil-kecilan dapat menjaga tubuh agar tetap bugar.
7 Utamakan tidur atau istirahat. Tidur yang cukup dalam rentang jam yang normal dapat dari
membantu berpikir.
overthinking
otak
Otak
ketika
untuk
beristirahat
rentan seseorang
untuk masih
sejenak
mengalami terbangun
pada dini hari.
-intothelightid-
9
Pada akhirnya, satu satunya orang yang harus membuatmu bahagia adalah dirimu sendiri
-aksarasuaraku-
10
Keajaiban manusia terletak pada pikirannya, ketika dia berpikir bisa Maka dia akan bisa,
ketika dia berpikir akan gagal, diapun benar
-aksarasuaraku-
11
Menolong Menolong Orang Orang Lain Lain di di Media Media Sosial: Sosial: Intervensi Intervensi Krisis Krisis untuk untuk Kondisi Kondisi Darurat Darurat
Teman-teman, terkadang kita pernah menemukan postingan di media sosial, di mana seseorang sudah dalam keadaan bahaya
atau
misalnya
jika
melakukan
mengancam seseorang
bunuh
diri.
keselamatan menulis
Jika
kamu
nyawa
bahwa
ia
berada
seseorang,
akan
segera
dalam
kondisi
darurat seperti ini, jangan panik. Lakukan langkah berikut:
Hubungi langsung orang tersebut
Jika kamu melihat postingan di media sosial saat seseorang berada dalam kondisi yang mengancam nyawa, segera hubungi langsung. Jika kamu berhasil terhubung melalui telepon, katakan bahwa kamu peduli atau sayang dengannya, mintalah untuk menjauhkan diri dari bahaya sampai bantuan tiba. Usahakan agar ia tidak menutup telepon.
Jika
teman
kamu
bersedia
untuk
menceritakan
masalah
yang
terjadi,
dengarkan ceritanya. Jangan mengomentari apalagi menghakimi teman kamu,
biarkan
teman
kamu
melepaskan
sehingga teman kamu lebih tenang.
12
semua
emosi
negatifnya
Cari tahu orang terdekat
Jika ia tidak dapat dihubungi atau ia menutup telepon, kamu bisa mencari tahu teman dekat atau anggota keluarga yang serumah
dari
orang
tersebut,
dan
mintalah
agar
mereka
segera mengecek kondisi orang tersebut.
Saat
kamu
menghubungi
orang
terdekat
tersebut,
beritahukan beberapa poin penting ini: Jangan panik. Mintalah
untuk
mengecek
kondisinya,
dan
kabarkan
bahwa mereka khawatir dengan kondisi dan keselamatan mereka. Tunjukkan
kepedulian
dan
jika
mereka
menceritakan
masalahnya, dengarkan tanpa menghakimi. Saat mencoba menolong, mintalah untuk menjauhkan diri dari
benda
rebut
paksa
atau
hal
karena
yang hal
berbahaya.
ini
berpotensi
Namun,
jangan
membahayakan
keselamatan kedua belah pihak.
Penting untuk memahami bahwa kamu mungkin menghadapi situasi di mana keluarga atau kerabat akan bersikap tidak ramah dengan teman kamu,
atau
kamu
akan
dibenci
teman
kamu
karena
kini
keluarganya
mengetahui rencana bunuh dirinya. Akan tetapi, jangan merasa kecil hati. Ingatlah bahwa keputusanmu untuk menyelamatkan nyawa teman kamu adalah hal yang tepat dan apapun yang terjadi setelahnya, itu bukan salah kamu.
13
Hubungi layanan darurat Jika
kamu
tidak
dapat
menghubungi
teman
kamu
atau
orang-orang
terdekatnya, kamu dapat mempertimbangkan untuk menghubungi layanan darurat.
Gunakan fitur lapor di media sosial Beberapa media sosial memiliki fitur keselamatan untuk merespon laporan terhadap konten dari akun seseorang yang ingin atau menyatakan akan bunuh diri. Kamu bisa menggunakan tombol “Lapor� atau “Help Center� untuk melaporkan konten teman kamu. Fitur ini biasanya akan mengarahkan seseorang untuk mengakses daftar sumber bantuan yang bisa diakses di negara
tempat
tinggalnya.
Namun
di
beberapa
negara,
fitur
ini
juga
otomatis akan membantu menghubungkan kamu ke layanan darurat.
Langsung hubungi layanan darurat 119
Di
Indonesia,
menghubungi mengancam
nomor
layanan
ambulans, keselamatan
jika
darurat
119
seseorang
nyawa.
Saat
dapat
berada
digunakan
dalam
menghubungi
kondisi
layanan
untuk yang
darurat,
pastikan kamu memiliki informasi sebagai berikut: Nama, lokasi, atau informasi lain dari orang yang berada dalam bahaya. Gambaran mengenai situasi darurat, seperti apa yang terakhir diposting oleh orang itu, tindakan yang akan dilakukan, dan mengapa menurutmu dia berada dalam situasi bahaya. Nama dan lokasi kamu, serta relasi kamu dengannya.
14
Ternyata, saya tidak bisa menolong dia..
Terkadang kita terjebak dalam situasi di mana kita sama sekali tidak mampu menolong orang itu. Kamu mungkin sangat
khawatir
akan
keselamatan
teman
kamu
dan
merasa bersalah atau gagal. Namun, pahami bahwa setiap orang
(termasuk
kamu)
memiliki
batasan
kemampuan
masing-masing.
Sisihkanlah kesehatan melelahkan kesehatan
waktu
sekarang
mentalmu dan
juga,
hal
menguras
mentalmu
juga
untuk ini
emosi
sama-sama
memperhatikan tentunya kamu.
sangat Namun,
penting.Apapun
usaha yang kamu lakukan untuk menyelamatkan teman kamu, kamu sudah melakukan hal yang terbaik.
-intothelightid-
15
Pada Akhirnya,
dunia akan selalu memberi tantangan dan doa ibu selalu bisa memberi kekuatan -aksarasuaraku-
16
Tidak ada manusia yang tidak istimewa Semua manusia punya ceritanya masing-masing
Semua orang adalah guru
Semua orang pantas untuk bahagia -aksarasuaraku-
17
CURAHAN CURAHAN JIWA JIWA CONTENTS
WARNING:
mentions
of
mental
illness,
depression, anxiety, insecurity, trust issues, infidelity
#1
Saya merasa belum melakukan usaha maksimal keras
padahal
dan
sendiri
selalu
karena
sudah
berusaha
menyalahkan
selalu
ditekan
diri agar
segala permasalahan yang ada tidak boleh
menyalahkan
orang
lain
tapi
lelah
bgt
keadaan
harus
selalu
atau diri
sendiri.
#2 Susah
bgt
lagi
pandemi.
Jujur
kadang
kalo
harus
belajar
dirumah. Soalnya aku emg dirumah gk ada ruang belajar sendiri gitu. Jadi biasanya emg kalo dirumah belajarnya cuma bisa di ruang tamu. Karena kamar emg cuma buat tidur. Jujur bener2 gk paham bgt caranya buat nimbulin motivasi dari diri sendiri. Aku tuh selama ini kalo motivasi belajar paling sering emang dapetnya dari luar. Kyk liat temen belajar aku juga ikut belajar, terus ada yang panik gara2 tugas belum selesai jadi juga keikutan gitu loh. Cuma tuh sekarang karena dirumah, motivasi jadi turun bgt. Aku sebenarnya punya kok motivasi internal, tapi cepet bgt pudar dan gk bertahan lama. Aku berusaha untuk cari situasi lain supaya mungkin gk bosen, tapi tetep aja gk bisa... Kadang kesel juga sama diri sendiri karena progress aku agak telat dari yang lain. Yaa walaupun alhamdulillah aku juga punya temen yang selalu support... tapi
karena
pandemi
jadi
gk
komunikasi sering ke mereka.
18
bisa
sering2
ketemu
dan
juga
gk
bisa
#3
Haloo aku T, aku mau curhat ttg kondisi mental aku skrgg.. jadii di awal
tahun
ketika
masih
di
lingkungan
kampus
aku
didiagnosis
depresi major dan juga sdh bbrp kali melakukan suicide attempt.. aku sudah dapat pengobatan slm 2 bulan an tp aku merasa merepotkan psikiaterku sehingga
karena aku
beliau
awalnya
tidak
mau
memutuskan
dibayar berhenti
(krn saja
calon
sejawat)
dan
(sok2an)
berusaha self-healing.. namun ternyata sampai sekarang aku masih belum baik2 saja dan karena situasi pandemi ini aku hrs balik ke kampung berobat
halaman
lagi.
Kira2
yang apa
tempatnya yang
harus
di aku
pedesaan
jadi
lakukan?Dann
tidak
bisa
sebenarnya
kalau ttg masalah yang aku hadapi itu apa... aku juga nggak tau. Saat ini aku nggak ada masalah apa2, mungkin dulu pernah ada tapi skrg udah berubah. Orang2 pun bilang kenapa aku bisa sedih gini padahal gaada alasan untuk aku merasa gini.. padahal aku punya segalanya dan aku harusnya bersyukur. Tapi knp aku lemah banget ya.. akupun sebenarnya
tau
sih
nggak
boleh
mikir
gini
dan
harus
validasi
perasaan. Tp ketika yang diomongin bener akupun jadi kesel sendiri dan akhirnya makin2 blame myself :(
#4 jujur gue capek banget tapi gue gabisa ngurangin kegiatan gue. gue udah ngeplot diri gue sedemikian rupa
biar
semua
kepegang.
organisasi,
kerjaan,
akademik, nonakademik, tapi nyatanya gue capek. dan gabisa maksimal di semua bidang. Sedih. Gue jadi banyak mengeluh. Menyedihkan. makasih udah dengerin ya
19
#5 Halo. Aku mahasiswa tingkat 2 di suatu universitas, dan aku tau link ini dari seorang
teman.
Udah
beberapa
hari
kuliah
dimulai,
dan
sejak
seminggu
terakhir ini aku sering berpikir ulang tentang kenapa aku ada di sini. It's not even my biggest interest, jurusan yang aku pilih. I do this because I was supposed to be here, at least according to someone I deeply respect. Di tempat lain pun belum tentu aku akan puas dan bahagia. Tapi, akhir-akhir ini aku berpikir lagi, apakah worth, semua yang aku lakukan untuk bertahan di tempat ini? Aku lebih suka melakukan hal-hal lain, dan jujur aku iri melihat orang
yang
bisa
mengembangkan
interest
mereka
menjadi
sesuatu
yang
menghasilkan, dan bukan terikat pada apa yang ada dan mengikuti keadaan. Maaf
kalau
ini
terkesan
akademis.
Aku
merasa
membaca
referensi
berbelit-belit.
lelah
kalau
terus-terusan,
Masalah
mengerjakan kalau
setiap
aku
akhir-akhir
tugas
hari
ini
purely
terus-terusan,
yang
aku
lewati
kalau harus
belajar bahkan sesedikitpun. Dan lagi, aku agak takut dengan apa yang akan aku lewati nantinya: ujian, mata kuliah yang akan semakin menguras waktu dan energi. Kalau bisa, aku mau melepaskan diri dari semua kewajiban yang orang lain letakkan di aku, dan aku mau menentukan sendiri ke mana aku harus berjalan. Tapi aku tau itu nggak mudah. Aku bingung, benar-benar bingung.
#6 Kekurangan
ekonomi.Orang
sedangkan
aku
Apalagi
masa
yang
di
besar
dan
buat
adik
kayak
masih
gini
sekolah.
tua
punya ada
beban
tanggungan
pendapatan
Mau
hutang
bantu
turun,
ortu
sana
bayar
sekolah.
kebutuhan
cari
uang
sini,
kuota
tapi
takut
pekerjaan sekolah keteteran + gak tau harus mau bantu gimana. Di masa ini, cuman bisa nangis trus. Berharap kembali normal supaya setidaknya sendiri
ekonomi
mikirin
nasib
keluarga adik
dan
stabil ortu
l,
kayak
sedangkan
berjuang buat nyelesaiin sekolah lancar :')
20
sebelumnya. disini
Stress
aku
juga
#7 Halo Project X! Gua bbrp waktu lalu galau bgttt!!!!Intinya gua baru ngerasain yang namanya bertepuk sebelah tangan! Hahaha. Sedih bgt rasanya, udah sering chat, jalan, ngobrol. Eh ternyata, cuma gua nya aja yg kegeeran, guanya aja yg cuma perasaan wkt itu, dianya engga. Pas gua confess dia malah kaget dan dia baru sadar ternyata gua tuh ada perasaan ke dia :). Sedih bgt rasanya karena perasaan gua wkt itu udah terlalu dalam dan merasa yakin. Apakah usaha gua gak cukup sehingga apa yg gua lakukan tuh dianggap
sama
kyk
perlakuan
teman2
cowonya
ke
dia?
Atau
mungkin dia memang udah terbiasa diperlakukan spt itu sama cowo cowo lain? Atau mungkin memang dianya yg terlalu baik ke orang2 sampe2 gampang bgt bikin orang luluh?
Tapi
itu
udah
berlalu
sih,
gua
juga
udah
ga
terlalu
mempermasalahkan hal tsb. Semoga kamu bahagia selalu dan lebih aware thd isi hati orang lain. semoga ini jadi pelajaran kita semua supaya lebih berhati- hati walaupun dalam hal hati. Yg pakai hati aja masih bisa tersakiti hehe.
#8 Cuma
pengen
bilang
banyak
bgt
hal
dalam
kehidupan yg ga sesuai sama yg kita inginkan, kadang kaya
cape
ritme
hidup,
jadi
ngejalaninnya,
EKG
kalau
smangat
lurus
tapi
inilah
doang
smua,
gue
hidup,
artinya juga
ga lagi
berusaha menyemangati diri sendiri hehe, wish me luck in the next long long long journey gais <3
21
Haloo, pandemi ini sering ngebuat aku ngerasa makin ga karuan. Ternyata ga keluar dan ketemu orang yang itu-itu aja bener2 bisa bikin stres ya wkwkwk. Kemaren
liburan
ga
berasa
liburannya
karena
di
rumah
aja
dan
full
sama
kegiatan organisasi. Sekarang kuliah baru beberapa hari tapi ternyata kuliahnya berat banget. Rasanya pengen ngepause hidup sebentar ga sih? Capekkkk bgttt ngelakuin ini dan itu. Tapi walaupun capek, kalo kita pikirin ulang tujuan-tujuan kita
melakukan
organisasi
kek,
kuliah
kek....
itu
sebenarnya
worth
it
banget
hehehe. Kemarin aku baru aja membuat orang lain tersenyum karena kegiatan organisasiku. Aku yang awalnya udah pengen keluar dari organisasi ini karena ngerasa gakuat kembali berpikir lagi apa tujuan awal aku ngikutin ini. Tujuan dan harapan tu emang hal-hal yang harus kita punya ya untuk bertahan.
Yuk cari tujuan hidupmu lagi!! Mungkin berasal dari
orang
lain,
mungkin
ada
di
lubuk
hatimu
#9
yang paling dalam. Semangat!
Hal
yang
paling
ku
sesali
#10
di
tahun ini, aku gagal masuk ke SMA yang aku impikan.
Bahkan depresi yang dirasakan masih dipendam dan masih menghantui isi kepala. Bersekolah di sekolah favorit ternyata sedikit tidak menguntungkan.Karena begitu sulit mendapatkan nilai, ditambah lagi aku adalah anak desa di perbatasan kota dimana aku tidak masuk daerah zona SMA yang aku inginkan yang berada di kota. Nilaiku cukup untuk masuk tetapi peraturan penambahan point 2.25 bagi siswa yang satu zona seolah olah membuatku gagal. Ditambah lagi beberapa piagamku tidak
bisa
terpakai,
karena
lomba
yang
bisa
digunakan
sudah
di
list
dari
pemerintah. Itu semua membuatku patah semangat, aku adalah lulusan terbaik ke 2 di SMP terbaik di kotaku. Ini adalah kegagalan pertama dan terburukku. Depresi itu masih bersemayam dalam diriku, nilaiku turun karena aku tidak ada semangat dan tidak ada niat rasanya untuk melanjutkan pembelajaran. Sempat berfikir untuk mengulang tahun depan, tapi apalah jika peraturan sama saja.
22
#11 Aku kuliah di universitas X jurusan Y. Aku masuk ke universitas itu atas dasar pengen bisa bareng sama orang yang aku suka diem2, sebut aja orang yang aku suka ini namanya M. Tapi ternyata aku ngga sekampus sama M, dia kuliah di universitas yang jauh dari universitas X. Sekarang aku ngerasa cape banget karena aku ada di tempat yang ga aku inginkan. Apalagi jurusan yang aku ambil itu bener-bener sulit menurut aku, tugas-tugasnya banyak, jadwal kuliah padat, bener-bener bikin aku jadi ngerasa ga kuat. Aku pengen keluar kuliah, tapi inget orang tua aku ga izinin dan universitas X ini juga universitas yang orang tuaku mau. Selain masalah kuliah, aku juga ada masalah sama M, orang yang aku suka itu. Sebenernya, semenjak kuliah aku jadi deket banget sama dia, sampe akhirnya pas awal 2020 ini dia nyatain perasaannya ke aku, dan kita pacaran. Aku seneng banget, dia ternyata bener-bener sesuai sama tipe idealku sifatnya. Tapi waktu minggu
lalu,
dia
bilang
kalau
dia
ngerasa
jauh
dari
agama
semenjak
dia
pacaran sama aku, akhirnya dia bilang kalau dia mau udahan aja pacarannya biar bisa deket sama agama lagi. Aku ga ngelarang itu tapi waktunya ga tepat aja, soalnya pas dia putusin itu aku lagi cape banget kuliah dan bener-bener butuh
dia.
beberapa
Akhirnya
hari,
dia
kita
mau
kurangin
balikan.
komunikasinya
Awalnya
aku
sampe
gamau
tapi
akhirnya
aku
juga
baru
sayang
banget sama dia kan, aku ga tega liat dia mohon-mohon buat balikan dan akhirnya aku balikan sama dia. Baru seminggu balikan, dia kaya gitu lagi dan pas banget habis aku cerita kalau aku gasuka ngga direspon sama tementemen. Aku sedih banget. Aku ngerasa kaya perasaan aku dimainin gitu dengan dia mendekat-menjauh. Sekarang aku jadi bener-bener kehilangan minat terhadap apapun, aku ngerasa ga punya motivasi buat melakukan apapun. Aku juga jadi ga selera makan sampe aku ngerasa aku kurus banget sekarang. Dia bilang ke aku, perasaan dia tetep
buat
aku
dan
dia
juga
janji
bakal
temenin
aku
terus,
tapi
aku
takut
ditinggalin. Perasaan aku udah dalem banget ke dia, aku selalu bilang itu ke dia, dia juga tau, tapi ya dia kaya gitu............................
23
.......................Sekarang aku ga kontakan sama sekali sama dia. Mungkin akunya aja terlalu egois pengen sama dia terus tapi serius, aku ga masalah dia mau putusin aku dan bilang mau mendekat sama agama. Aku cuma gamau bener-bener lost contact. Aku nangis terus setiap hari, kesiksa sama perasaan sendiri, kesiksa sama kuliah yang padet banget, bener-bener cape.
#12 Pandemi mental
seperti
fresh
sekarang
graduate
ini
seperti
benar-benar saya
ini.
menguras
Mencari
kerja
kesehatan saat
bukan
pandemi aja susah, apalagi saat pandemi. Setiap 2 minggu kira-kira saya menangis seharian, dua hari, atau lebih. Saya sudah mengikuti berbagai tips membuat CV, cover letter, dan interview, tapi tetap saja saya belum mendapat pekerjaan sampai sekarang.
"Udah rajin belom sholatnya? Perbanyak sedekah juga makanya biar dapet kerjaan" "Ngeluh gak dapet kerjaan jangan di medsos. Curhat sama Tuhan." "Dulu saya nganggur 3 bulan tapi akhirnya tetap dapat kerja tuh. Jangan baper kalau ditolak perusahaan."
Itulah kalimat-kalimat yang saya jumpa di L******n kalau ada yang ngepost isinya sedih karena blm dapat kerjaan. Seolah-olah kami yang ngeluh adalah orang yang gampang menyerah, gak semangat, atau kurang bersyukur.
Tapi,
di
dengan
balik
itu
kondisi
semua,
ekonomi
kami
semua
keluarga,
berbalap
dengan
dengan
berbagai
waktu,
kebutuhan
hidup. Apalagi,
katanya
Indonesia
sudah
resmi
memasuki
resesi.
Kemungkinan tidak dapat kerja semakin besar. Saya sering terpikir buat
apa
hidup
kalau
seperti
ini.
Tidak
ada
yang
layak
dipertahankan. Mau menjaga kesehatan pun butuh uang.
24
untuk
#13
Saya mahasiswa semester akhir dari sebuah universitas. Saya mau bercerita bagaimana saya merasa kesepian dikala
pandemi
ini.
Teman-teman
saya
satu
persatu
sudah
lulus,
telat
memang saya memulai skripsi ini. Kadang merasa sedih, menyesal, tp saya mencoba bangkit. Tp apa dikata pandemi menyerang, teman-teman saya pada cabut dari kos, pulang ke rumah masing-masing. Untuk teman satu kota pun susah untuk diajak ketemu sekedar nongkrong ngobrol ngalor ngidul.
Tp
mereka
menghadap
laptop
sudah
terbebani
masing-masing.
skripsi,
kalo
Padahal
nongkrongpun
saya
hanya
mereka
butuh
teman
ngobrol, cerita entah gosip, julid orang lain, obrolan serius, cerita nabi, kebucinan masing-masing, cuma butuh kawan untuk ngobrol. Ditambah lagi perpisahan dengan teman-teman yang sudah lulus sangat tidak seperti yang saya
harapkan,
seperti
ketemu,
main
bareng
"hahaha
selamat
ya
sudah
lulus, pengangguran nambah nih wkwk" just like that. Saat ini saya sudah menata hidup kembali, menyicil skripsi meski harus ngerjain sendirian di cafe
yang
ramai,
penuh
hahahihi
tp
terasa
sepi
di
dada.
Untuk
teman-
temanku semua, baik yang telah lulus atau belum, bukannya aku tidak mau mengucapkan
selamat
tetapi
bukan
seperti
ini
perpisahan
yang
aku
inginkan. Tradisi grebeg wisuda, foto pasca sidang itulah yang aku inginkan. Tp semua serba online, kalian dirumah, tak afdol kalau saya mengucapkan lewat wa, karena wa tetap hanyalah sebuah teknologi. Entah apa yang aku tulis, sedikit lega bisa nulis uneg-uneg. Terima kasih.
#14 Gue gapernah niat main hati.. tapi kayak emang seneng aja gitu cuci
mata
liat
cowok
lain,
ngebayangin
kalau
gue
disukain
mereka, gue dikejar mereka gitu. gatau diri emang gue, cowok gue dalam segala hal udah jauh diatas semua, nah guenya susah bersyukur... gimana ya baiknya? walau cuma dalam angan, tapi gue ngerasa udah selingkuh;(
25
Hallo
teman
sebelumnya makasih
-
teman,
aku
mau
banget
buat
teman-teman CIMSA
UI
#15
SCOPH
yang
nyediain
wadah tempat cerita yang anonim seperti ini karena
aku
terlalu
malu
buat
cerita
sama
orang beneran dan dari dulu selalu nunggu adanya media seperti ini. Makasih
banyak
banget
teman-teman
scoph
sekali
lagi.
Maaf ya sebelumnya kalo ini bakalan panjang , gajelas, dan mungkin gapenting wkwk. mungkin aku mulai ya.
gatau kenapa, aku ngerasa aku jelek aja gitu wkwk. Muka biasa aja, badan ga bagus,
pinter
engga,
soft
skill
gaada,
kemampuan
komunikasi
juga
jelek,
personality biasa aja. gaada attractive2 nya sama sekali. Aku ngerasa aku gapunya kelebihan yang bisa dibanggain. Aku kadang suka iri sama orangorang yang keren, yang punya kelebihan banyak yang bisa mereka banggain. Aku tau ngebandingin diri sendiri sama orang lain itu salah, tapi aku juga bingung.
Aku
juga
gamau
ngerasa
kayak
gini
tapi
aku
gabisa
lepas.
aku
ngerasa juga aku sering ngerepotin dan jadi bala buat orang lain wkwk. aku orangnya pelupa, dan dengan karakter aku yang pelupa kadang2 ada aja tugas yang kelewat. aku ngerasa aku gaada manfaat, cuma bisa buat orang lain repot aja. Kadang aku juga ngerasa capek sama hidup wkwk. Padahal beban
yang
aku
tanggung
sama-sama
aja
kayak
temen
yang
lain,
ya
akademis, tanggung jawab organisasi. padahal tanggung jawab di organisasi jg dikit gasebesar orang2 yang jadi pemimpin atau ketua atau apa. masalah hidup yang serius juga gaada. Tapi selalu ngerasa capek dan pesimis sama masa depan. aku punya sifat suka panik dan sering bgt ngerasa anxious buat hal2
sepele,
misal
ujian,
ngomong
di
depan
banyak
orang
atau
bahkan
ngomong di grup besar online. aku benci bgt sama sifat aku yang kayak gitu tapi aku bingung aku gabisa ngebuang sifat itu. Dari dulu, aku gangerasa punya temen yang emang bener-bener temen atau sahabat.....................
26
................Aku ngerasa orang-orang ke aku kalau ada suatu urusan aja. tapi aku juga tau ya kalo emang gaada urusan buat apa juga mereka ngehubungin aku ya ya maksudnya emang gaada yang bisa dibahas juga. tapi gatau kenapa aku selalu ngerasa begitu. Aku pengen punya orang yang bisa denger cerita aku tapi aku malu dan takut ngerepotin orang itu wkwk dan emang aku gapunya juga karena seperti yg aku bilang aku gangerasa punya temen. masalah hidup dia sendiri aja mungkin udah banyak kali ngapain ditambah sama masalah aku yang gapenting wkwk. mereka kan juga punya hidup, aku takut ngerepotin. kalo
aku
cerita
juga
pasti
pandangan
orang
tersebut
ke
aku
pasti
bakal
berubah dan aku gamau itu terjadi. sebenernya banyak juga akun-akun yg emg buat cerita masalah gitu kan, tapi yg megang kan juga orang. aku malu aja buat ceritain sifat aku yang kayak gini. karena aku gapunya temen buat cerita aku kadang2 suka cerita ke keluarga karena aku bisa dibilang cukup deket sama keluarga. tapi kalo buat masalah2 ini, tanggapannya pasti “coba tanya temen-temen lain deh, kan mereka juga sama kayak kamu kok gaada yang ngeluh capek juga� atau “iya mama juga capek� atau “iya (panggil nama), harus banyak bersyukur ya. kalo kamu ngeluh tanda kurang bersyukur. kamu kan sering sholat kenapa masih ngerasa gitu� aku gatau aku bingung aku gangerasa aku kurang bersyukur tapi gatau kenapa aku capek sama hidup aku. aku juga ngerti orang tua aku juga pasti capek pulang-pergi pagi malem buat kerja pas di rumah malah denger anaknya yang ngeluh terus. tapi aku bingung
aku
harus
cerita
ke
siapa.
kadang2
aku
suka
mikir
apa
kalo
aku
gahidup bisa lebih enak kali ya gausah ngerasa capek terus kayak gini. aku juga
gamau
ngerasa
kayak
gini
terus.
selalu
ada
pikiran
aku
buat
ke
profesional, tapi aku ngerasa kayaknya masalah aku ga lebay2 amat sampe harus ke profesional dan siapa tau itu emang masalah biasa aja. aku juga malu buat ceritain hal ini ke orang asing. plus aku apa-apa masih tergantung sama orang tua, kalo ke rumah sakit atau ke apa-apa pasti selalu bareng mereka. jadi susah buat bisa nyari sendiri karena aku juga bingung harus nyari dimana pilih profesional yang mana. mungkin itu aja, maaf bgt kalo isinya gajelas ya. aku harap kalian semua selalu bahagia dan baik-baik aja. makasih banyak temen-temen
27
#16
Halo,
terima
bercerita. akhir
ini
kasih
Aku jadi
udah
ingin
ngasih
bercerita..
terlalu
tempat
Aku
bergantung
akhir-
dengan
pacarku.. Apa-apa maunya sama dia, curhat sama dia, main sama dia, call/videocall sama dia,
diskusi
sama
dia,
semuanya
sama
diaaaa.. Aku merasa gaenak sama peerku, sahabat-sahabatku, tapi kayak ya emang lagi pengen sama pacar terus aja walau di dunia maya gini ketemunya.. gimana ya.. merasa bersalah
dan
takut
banget
mereka
jauh:(
Semoga mereka mengerti dan semoga kami erat kembaliiiii
#17 Tahun 2020. Banyak sekali harapan yang aku impikan, salah satunya mama dan papa bahagia walau tidak bersama. Ya awal 2019 mungkin tahun terpurukku, karna mama dan papa berpisah, rasanya sakit sekali saat aku disuruh beli materai ternyata itu untuk surat "perceraian". Jadi ingat, aku kabur dari rumah karna tidak kuat menahan semuanya, seperti sinetron sih tapi ah sudahlah biarkan saja, itu refleks. Dan sekarang tahun 2020, melihat mama dan papa seperti orang asing yang dulunya penuh kasih sayang, namun sekarang tidak ada lagi. Aku? Ah aku sudah terbiasa dari kecil pun aku sering melihat mereka berantam dan berbaikan lagi, yah aku kira akan tetap seperti itu tapi kalau dipikir itu sangat tidak baik, dan aku yang mulai beranjak remaja berdoa kepada tuhan agar mereka dipisahkan saja, terlihat kejam sih tapi apa iya kalau kalian diposisiku, kalian tega melihat mama menangis trs²an?. Aku tidak tega dan yah doa ku terkabul di tahun 2019, awalnya aku juga bilang "yatuhan bisa tidak aku tarik kembali? Aku ingin bersama mama
dan
terbaik.
papa"
Aku
tapi
sebagai
seiring
berjalannya
waktu
mungkin
ini
memang
anak
perempuan
dan
tunggal
harus
kuat,
yang aku
menyembunyikan tentang keluargaku dari org lain, bahkan teman²ku tidak tahu kalau aku adalah "anak broken home"................
28
................Di 2020 ini corona datang dan benar² bikin aku kesal, semua rencana aku
mengadakan
sweet17
gagal.
Tapi
entah
la
mungkin
kalau
saja
jadi
diadakan apa iya aku bahagia? Bisa saja aku merasakan bahagia tapi diluar saja, dihati? Melihat mama dan papa berpura² seolah bersama sedangkan realitanya... ah tidak usah dijelaskan. Lalu bulan juli papa ulang tahun, beda dengan mama yang bulan maret aku beri hadiah kecil²an dan membuat dia senang. 3hari sebelum makan² Papa telpon dan bertanya "kamu mau makan sama
"mami"
?"
saat
itu
juga
hatiku
tertusuk
(tombak
moskov
(mobile
legend)) mungkin agak lebay tapi percayalah itu sangat menyakitkan. Hatiku bilang "apa²an ini?! Serius?! Apa jadinya?! Bisa gila yang ada klo aku ketemu sama org yang bikin mama papa kek gini" , tapi kali ini logika ku yg berkata "udah gapapa, coba hayuk". Dan mulutku "iya gapapa" sambil tersenyum menahan
nangis.
1
hari
sebelum
makan²
aku
ingin
mengurungkan
niatku
untuk makan² bareng tapi aku gaboleh pengecut, aku harus berani. Hari-H papa lngsng menjemputku dengan mobil warna putih, saat aku masuk mobil dan memberikan papa piza, aku melihat "mami" duduk disamping papa dan disebelahku?
Mungkin
dia
"adik
tiri"
ku,
kami
berdua
duduk
dibelakang.
Percayalah aku tidak akan menganggap mereka keluargaku. Didalam mobil itu sangat
hening,
aku
tidak
ingin
melirik
kesamping
bahkan
kedepan
karna
rasanya benar² sakit, aku mendengarkan musik dengan headsetku dan melihat jalanan itu sangat menenangkan, aku menahan nangis dan bergumam dalam hati "siapa mereka? Aku tidak mengenalnya, sakit sekali, biasanya yang aku liat mama dan papa bukan wanita ini." tanpa sadar airmata membanjiri pipiku, untung pakai masker jadi ketutup kok. Sampailah kita di mall, karna kita harus social
distancing
aku
ingin
duduk
bersama
papa,
tapi
malah
duduk
sama
wanita asing ini dan dia bertanya tentangku "bagaimana kabarnya bla bla" tapi aku jawab "oh iya ok hehe" Oh tuhan bener² aku merasa "aku ini siapa? Mereka? Cuma papa doang yg aku kenal". "pah, mama mau beli ini deh" aku kaget.
Aku
benar²
kaget
"dia
siapa?
Manggil
papa
aku
dengan
sebutan
"papa"?"..............
29
...............Karna makanannya belum datang, aku tidak kuat dan ingin menangis akhirnya aku pergi ke toilet, sesak sekali biasanya aku melihat mama papa bersama, kali ini tidak dan ini menjadi tahun pertama papa mama ulang tahun namun tidak bersama. Yah setelah itu aku kembali dan lagi² aku berpura² tertawa, aku hanya tidak ingin papa ikut sedih melihatku. Aku pulang dan mama bertanya "gimana?" dengan senyuman palsu "iya seru aja sih". Merasa ini
sangat
berat
sekali,
di
kasur
aku
menangis
tanpa
mengeluarkan
suara
menjadi sesak. Sampai saat ini, aku menjadi tertutup bahkan ke papa pun kalau dia menelpon aku cuma "iyaa okeedeh siap" entah apa yg buat aku seperti itu kepadanya, aku sudah memaafkannya tapi sulit untuk terbuka lagi. Aku juga jadi males dan tidak ingin berurusan dengan cowok sampai aku bilang "paling semua juga kayak papa". Seperti hampa dan mati rasa. Bahkan belakangan ini aku suka mimpi orangtua ku bersama lagi dan itu sangat indah, kalau aku bisa, mungkin aku gamau bangun, saking indahnya. Tetapi alasan aku bertahan juga karena mereka. Aku mau mereka bahagia melihatku sukses walau mereka tidak bersama. Wah ternyata cerita aku panjang juga, maaf ya ka, aku tau ini bukan lomba cerpen
atau
semacamnya,
tapi
inilah
keluh
kesahku
yang
selama
ini
aku
pendam sendiri, terimakasi mau bacaaa.
#18
Jujur, aku selalu ngerasa ga cukup dengan diri aku sendiri. aku ngerasa aku gabisa mencapai apa yang dicapai orang lain. Aku ngerasa aku gapunya apa-apa untuk dibanggakan. Gapunya bakat seni,
gapunya
fisik/rupa
menawan,
bagus/menyenangkan,
gapunya
gapunya
kepribadian
kepintaran
akademis,
yang ga
religius/alim/soleh. Terus aku jadi cukup sering berpikir, untuk apa dong
aku
hidup?
gaada
yg
bisa
dibanggakan.
Gaada
yg
bisa
dimaksimalkan. Cuma "sort of exist" tp gaada manfaatnya untuk orang lain. Cuma jadi tokoh sampingan di hidup orang lain, yang bahkan ceritanya ga menarik. Hal ini lantas bikin aku menyalahkan orang tua aku sendiri. Salah mereka, ga ngedidik aku dengan baik. Salah
mereka,
maksimal.
ga
Salah
ngasih
mereka,
dengan aku..............
30
bisa
ga
aku
fasilitas
membentuk
pembelajaran
attachment
yang
yang kuat
...........Sampe
sekarang,
kadang
pemikiran
ini
sering
muncul.
Apalagi kalau setelah aku ngalamin peristiwa yang ga mengenakan, misalnya nilai ujian jelek atau ngebandingin prestasi sendiri dengan prestasi orang lain. Ditambah lagi, sekarang aku lagi krisis kepercayaan diri. Dengan aku yang gapunya apa-apa untuk dibanggakan, apakah aku bisa bertahan
di
tempat
aku
kuliah
sekarang?
apakah
aku
ga
sia-sia
belajar di tempat aku kuliah sekarang? apakah harusnya aku kuliah di tempat lain aja? apakah aku harus siap-siap cari karir lain karena kayaknya karir aku di bidang yang sama dengan bidang kuliah bakal ga berjalan mulus? Yaudah
deh,
mungkin
emg
aku
terlambat
berkembang
dibandingkan orang lain. Yaudah deh, mungkin emang takdir aku begini. Yaudah deh, aku jalanin dulu aja. Yaudah deh, aku terima aja aku begini.
31
Ketika pendengaran masih berfungsi,
Artinya ragamu masih sehat dan selalu ingin menelaah apa yang menjadi baik untuk dirimu. -aksarasuaraku-
32
Untuk hari yang kamu lewati, baik atau buruk,
Jangan lupa untuk tetap berterima kasih dan memeluk diri sendiri -aksarasuaraku-
33
Semoga buku ini dapat menjadi penyemangat Bahwa kita tidak pernah sendirian dalam menghadapi setiap permasalahan yang ada
34
Jika kalian membutuhkan wadah yang tepat untuk menuangkan segala keluh kesah akan tetapi masih ragu menceritakannya kepada teman-temanmu, Teman Bicara FKUI hadir untuk menemanimu!
Teman Bicara FKUI merupakan suatu wadah dalam IKM FKUI yang bergerak di bidang kesehatan mental sejak tahun 2017.
Kegiatan yang dilakukan Teman Bicara FKUI meliputi konseling sebaya daring, konseling sebaya luring, publikasi materi terkait kesehatan mental, dan upaya meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya IKM FKUI mengenai kesehatan mental.
SCAN ME!
35
Terimakasih telah membaca e-booklet Curahan Jiwa! :) Tolong bantu kami dengan mengisi kuesioner kepuasan di bawah ini
bit.ly/Kepuasanprojectx
CONNECT WITH US @CIMSAUI
@ryj2006b
www.cimsa.ui.ac.id
CIMSA Universitas Indonesia
CIMSA Universitas Indonesia
@cimsa_ui
A PROUD PARTNERSHIP WITH
MEDIA PARTNERS
SCOPH CIMSA UI 2020/2021