Skip to main content

AGNI KANYAKA l Architecture Undergraduate Final Project

Page 1

LATAR BELAKANG

.01

PERMASALAHAN PENDUDUK USIA PRODUKTIF

PERAN DAN FUNGSI PEREMPUAN Sebanyak 70,72% penduduk Indonesia memiliki usia produktif (BPS, 2021). Hal ini memberikan peluang pada negara sebagai potensi perekonomian dunia. Nam un, pertumbuhan penduduk yang tidak diikuti oleh reformasi sosial ekonomi dan pendidikan akan menurunkan kesejahteraan penduduk dan berdampak pada pembangunan infrastruktur dan standar hidup penduduk yang tidak merata.

70,72% Usia Produktif

perempuan rumah tangga

peringkat

Gresik

berpendidikan sd ke bawah

laki-laki

14

Meskipun program yang dijalankan mulai terlihat dampaknya, namun fasilitas yang disediakan masih membutuhkan pembaruan inovasi kreatif yang dapat mendukung dan meningkatkan pendidikan perempuan. Inovasi yang dikemukakan adalah dengan merancang fasilitas publik sosial berupa pusat lembaga pemberdayaan perempuan.

Kemiskinan Secara Nasional

Arah Kebijakan Pembangunan Jangka Menengah Kab. Gresik 2016-2021 MISI KE

perempuan

4

Tujuan Ke-

01

8,6 8,26

Laki-Laki 2018

8,42

Perempuan 2019

9,05

8,42

tahun

tahun

SETARA DENGAN KELAS 3 SMP/ SEDERAJAT

setara dengan kelas 2 SMP/ sederajat

2020

+

LSM KPS2K dengan pemerintah Kabupaten Gresik menggagas terwujudnya akses pendidikan yang merata bagi kelompok perempuan miskin. Mereka telah mengembangkan Sekolah Perempuan di 14 desa di Kabupaten Gresik. Komunitas tersebut telah mampu melakukan perubahan di ranah keluarga, komunitas, dan publik.

DESIGN

APA MISI YANG DITUJU?

PROBLEM

FORMULATION Setelah perjalanan NonGovernment Organization oleh Kemitraan Australia-Indonesia untuk Pemberdayaan Perempuan (MAMPU) menginisiasi sekolah perempuan, terutama di Gresik, di bawah LSM KPS2K, akhirnya pemerintah membuka mata atas siatuasi yang terjadi dan memberi dukungan penuh untuk isu kesetaraan gender. Dalam RPJMD 2016-2021, pemerintah memberikan anggaran untuk replikasi sekolah perempuan di 10 desa lainnya di Gresik.

Perancangan ditujukan mewadahi kegiatan pemberdayaan perempuan untuk mewujudkan kualitas pendidikan dan kesetaraan gender di Gresik seperti yang tertuang dalam RPJMD Tahun 2016-2021. Pun, secara global mendukung tujuan SDGs keempat dan kelima. Sasaran tertuju bagi kelompok masyarakat perempuan berusia remaja hingga dewasa yang tinggal di sub-urban dan tergolong miskin. Perempuan yang sudah berperan sebagai ibu akan menjadi pokok bagi perancangan ini. Tak terkhusus, anak muda dapat menjadi sasaran yang dapat mewujudkan tujuan secara berkelanjutan.

PERMASALAHAN UMUM

PERMASALAHAN KHUSUS

Bagaimana perancangan pada Pusat Lembaga Pemberdayaan Perempuan?

Bagaimana cara mengimplementasikan kebudayaan lokal pada Pusat Lembaga Pemberdayaan Perempuan di Gresik?

CONCEPT

Gagasan perancangan pusat pemberdayaan perempuan memiliki misi membantu perempuan marginal di Gresik memerangi kemiskinan dan memenuhi kebutuhan hidup. Diharapkan perempuan akan mendapatkan kesetaraan hak-haknya dengan laki-laki dan menjadi perempuan mandiri yang lebih berani bertindak, mengambil keputusan, dan menjalani kehidupan bermasyarakat.

955 anggota

pertanian berkelanjutan

Sekolah Perempuan di Kab. Gresik Inisiasi

Institut KAPAL Perempuan

Sumber penghidupan perempuan yang didukung oleh pemerintah.

Gresik ISSUE

Ditinjau dari sekolah perempuan yang tersebar di beberapa desa di Indonesia, Sekolah perempuan di Kabupaten Gresik telah diajukan sebagai salah satu idikator Penganugerahan Innovative Government Award sbg. program inovasi unggulan tentang pemberdayaan perempuan, diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri tahun 2017. Kab. Gresik memperoleh penghargaan Parahita Ekapraya atas kontribusinya terhadap pemerintah dalam Pengarusutamaan Gender oleh KPPPA.

Meningkatkan kapasitas kelembagaan dan keberdayaan perempuan dalam kesetaraan dan keadilan gender.

GOALS

INTENTION

Social Movement

Women Development

Penduduk Peran & Fungsi Arah PembanguUsia Produktif Perempuan nan Kab. Gresik PROBLEM

LOCATION

+

9,19

Lama Sekolah

8,9

Peran dan fungsi perempuan dinilai sangat vital dalam kehidupan keluarga dan masyarakat. Sayangnya, peran dan fungsinya tidak bisa dijalankan dengan baik karena faktor kemiskinan. Salah satu penyebab utama terjadinya kemiskinan ini adalah tingkat pendidikan yang dienyam perempuan masih rendah.

50,55%

Perbandingan Rata-Rata Lama Sekolah Perempuan dan Laki-laki >15th (BPS RI, 2020)

9,08

PENINGKATAN FASILITAS PEMBELAJARAN

Nonformal Learning

Demogra Pend. PeremTanpa Reformasi puan Rendah

Dampak Kebijakan Involve the Environment

Standar Hidup Tidak Merata

WOMEN EMPOWER MENT CENTER

Kemiskinan Perempuan

Kurangnya Fasilitas Belajar

Local Wisdom

Life’s Quality Improvement

Cultural Approach

WOMEN EMPOWER MENT CENTER “belajar dari pinggiran, bergerak mengakhiri kemiskinan”

Attract Participants

Kebutuhan akan keselarasan antara manusia dan lingkungan menjadi sebuah kewajiban untuk mempertimbangkan efeknya dalam jangka waktu yang lama. Untuk meningkatkan partisipasi masyarakat terutama perempuan yang tinggal di sub-urban dan pedesaan, cenderung lebih mudah apabila menggunakan metode yang dekat dengan kehidupan mereka, yaitu melalui pendekatan budaya.

KONSEP EKOKULTURAL


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
AGNI KANYAKA l Architecture Undergraduate Final Project by Brenda Ayunda - Issuu