Skip to main content

Buletin Kicau Juni 2020

Page 1


BULETIN KICAU

KELOMPOK PENGAMAT BURUNG BIONIC

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

Ngungap

Tips

Atlas

SEKILAS FOTOGRAFI (13)

SEKILAS SKETSA BURUNG (21)

Perilaku Bobbing Trinil (3)
dan Sate Khasnya (4)
Mendeskripsikan Sketsa (6)
Cerita Makrab Bionic (9)
Burung Indonesia (10)
Teka-Teki Silang (12)

Salam Redaksi

Hai hai Bionicers.. Bagaimana nih kabarnya di tengah pandemi virus corona (Covid-19)? Sehat-sehat kan? Alhamdulillah di bulan Junii yang indah ini buletin kicau bisa terbit kembali. Uhuy udah ngga sabar yaa. Yuk update informasi tentang burung dan kabar-kabar kegitan Bionic.Barangkaliadayangkangen,yangga?hehe.Skuylah.Cekidott.

·TIM REDAKSI

Penanggung Jawab

Hammas Zia Urrohman Anshari

Pimpinan Redaksi

Sebrinaoka Humaira

Penulis

Ella Isnaini

Desti Rohmawati

Hammas Zia Urrohman Anshari

Hani Nur Amassari

Sebrinaoka Humaira

Editor

Aghnan Pramudihasan

Rahmadiyono Widodo

M. Hafizhul Iman

Tata Letak

M. Ikhsan Al Ghazi

Azmi Masfiyati

Foto Sampul

Teguh Willy N.

Perilaku Bobbing Trinil Pantai

Trinil Pantai dengan nama

inggris Common Sandpiper biasa ditemukan di gosong lumpur pantai dan beting pasir sampai ke sawah di dataran tinggi (sampai ketinggian 1 500 mdpl) sepanjang aliran dan di pinggir sungai Burung yang termasuk

b u r u n g m i g r a n i n i m e n j a d i pengunjung umum di Indonesia dan dapat dilihat hampir sepanjang tahun. Mereka cenderung hidup soliter, meskipun 3-4 individu (atau lebih - hingga 20 individu) sering terlihat berdekatan satu sama lain, terutamaselamaperjalanan.

B u r u n g p a n t a i p e m a k a n crustacea (udang-udangan) ini memiliki panjang tubuh 20 cm Lingkar mata putih, bercak coklat pada sisi dada, dada bagian bawah

p u t i h m e m a n j a n g d i s e k i t a r

l e n g k u n g a n s a y a p , s a y a p berpalang putih dan ekor bertepi putih. Burung ini memiliki kebiasan unik yaitu ekor sering dijentikjentikannaikturun.

Mengapa ekor trinil pantai dijentik-jentikkan naik turun? Ada beberapa sebab yang mungkin terjadi. Pertama, si burung sedang dalam fase estrus (birahi) sehingga melakukan gerakan untuk menarik lawan jenis. Kedua, sebagai isyarat untuk memperingatkan predator yang dapat membahayakan dirinya. Ketiga sebagai penanda dominasi

burung atas individu lain dan memberikan kode pada kawanan ketika migrasi. Namun bobbing bisa saja terjadi tanpa makna, seperti saat si burung berjalan di tempat licin dan gerakan ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan.

Perilaku ini biasanya dilakukan saat berada di tanah Menaik turunkan kepala dan ekor disebut dengan bobbing (berasal dari Bahasa Inggris yang artinya terayunayun). Hal yang sama juga dilakukan oleh kerabat dekatnya yaitu Trinil Semak.(Oka)

Foto : Teguh Willy

CELEPUK

(CERITA SELEPAS PULANG KEGIATAN)

Ngungap dan Sate Khasnya

Kala itu Minggu, 16 Februari

2020, Aku bersama temanteman Kelompok Pengamat Burung Bionic main ke Ngungap

d e n g a n t u j u a n u t a m a u n t u k mengamati Burung Buntut Sate

Kegiatan ini baru direncanakan dua hari sebelum pelaksanaannya Teman-teman Bionic yang ikut yaitu

Mas Kir, Mas Abe, Mas Aghnan, Mas Arif, Mas Hisyam, Mas Fizhul, Mbak Desi,Tisha,Riska,danDesti.

Aku berangkat dari rumah pukul

05 15 WIB dan sampai di Bukit

B i n t a n g p u k u l 0 5 . 5 0 W I B . Sesampainya di Bukit Bintang, Aku

m e r a s a b e r u n t u n g k a r e n a

m e n d a p a t k a n m o m e n

pemandangan indah Gunung

Merapi. Di Bukit Bintang inilah, Kami bertemu kemudian melakukan perjalanan bersama ke Ngungap

Sebenarnya kami telah menyepakati untuk berangkat Bersama pukul 5 pagi Namun, alhasil pukul 7 lebih kami baru memulai perjalanan dari Bukit Bintang Dibutuhkan waktu selama 3 jam lebih untuk sampai Ngungap.

Sesampainya di Ngungap, Aku terkagum melihat betapa indahnya pemandangan yang ada. Berdiri di sebuah tebing yang tinggi dan disajikan hamparan air laut berwarna biru berhiaskan bukit-bukit dan

tebing di tepinya berhasil memanjan mata ini. Cuacanya pada saat itu cerah dan tidak terlalu panas Ngungap ini merupakan tempat yang masih asri sekali karena masih jarang dikunjungi banyak orang. Jadi bisa terbayangkan kalo kita pergi ke tempat ini serasa tempat liburan pribadiwkwkwk.

Ngungap ini juga merupakan tempat satu-satunya di dunia untuk bisa melihat burung buntut sate secara dekat tanpa harus menaiki kapal Jadi, aku bersyukur karena telah mengunjungi tempat ini Tak lama setelah kami sampai, ada s e e k o r b u r u n g b u n t u t s a t e memperlihatkan dirinya seolah-olah menyapakedatangankami.Disitulah momen pertama kalinya aku dan teman-teman melihat burung cantik berekor panjang (seperti tusuk sate) berwarna putih bersih. Kami pun berganti-gantian melihat burung ini

CELEPUK

(CERITA SELEPAS PULANG KEGIATAN)

menggunakan binokuler Senang sekali bisa melihat burung buntut sate ini secara langsung, bahkan dekat.

Sebelum pengamatan dilanjutkan, kamipun makan bersama terlebih dahulu supaya ada tenaga sebelum berperang, wkwkwk Berperang di sini maksudnya pengamatan bersama lho ya Setelah itu kami m e l a n j u t k a n p e n g a m a t a n . Pengamatan dilakukan di atas tebing yang cukup tinggi sehingga hati-hati ya buat yang akan pengamatan di sini, apalagi jika takut ketinggian. Jika kaki salah melangkah sedikit saja, kita bisaterceburkelaut.

Sel ain pengamatan, karena didukung oleh pemandangan yang indah kami juga tak lupa untuk fotof o t o m e n g a b a d i k a n m o m e n Pengamatan menyusuri daerah yang ada di sekitar bukit pun juga kami lakukan Sehingga kami bisa menemukan berbagai jenis burung disana, seperti burung alap-alap kawah, caladi ulam, dederuk jawa, kapinis rumah, dan masih banyak lagi.

Setelah melakukan penyusuran, k a m i k e m b a l i m e l a k u k a n pengamatan di spot pertama, yaitu di pinggir tebing. Saat itu aku merasa beruntung, karena mendapatkan kesempatan untuk berlatih fotografi bersama Mas Kir. Sesepuh Bionic satu ini yang aku tahu, foto hasil jepretannya bagus-bagus. Beliau

tidak hanya mengajarkan tentang cara mengambil gambar burung dengan pose terbang, namun juga m e m i n j a m k a n l e n s a k a m e r a mahalnya kepada kami Kemudian kamipun satu-persatu memotret burung buntut sate Ternyata memotret burung itu tidak semudah yang dibayangkan, apalagi burung buntut sate ini. Sebelum memotret, kita harus tahu bagaimana perilaku burung tersebut Kita juga harus bersabar menunggu burung itu mendekat ataupun momennya Sehingga dengan memotret burung inidapatmelatihkesabarankita.

Selain itu, saat akan memotret burung kita harus fokus terhadap objek yang akan diambil gambarnya. Jangan seperti ceritaku ini ya! Jadi saat akan mengambil gambar, aku sudah fokus dengan satu burung

b u n t u t s a t e P o s i s i k u d a l a m mengambil gambar ini adalah duduk di atas batu di pinggiran tebing Kemudian teman-teman yang di belakangk berteriak memberitahuku bahwa ada burung buntut sate lain yang mendekat. Spontan saja, hal itu membuat fokusku menjadi goyah Niat hati ingin mengikuti teriakan teman-teman, saat berdiri dan akan berbalik badan… ehh gubrakk… Yang

a d a a k u m a l a h t e r j a t u h d a n kehilangan momen burung yang mendekat Disini aku bersyukur karena kamera beserta lensanya

a m a n t i d a k r u s a k d a n t i d a k terperosok kelaut.(Ella)

TIPS & TRICK

Mendeskripsikan Sketsa Burung

Sketsa adalah salah satu sarana untuk mengomunikasikan hasil

pengamatan burung bagi para birdwatcher. Biasanya sketsa burung digambarkan dan disertai dengan deskripsi burung tersebut untuk memperjelas bayang kita tentang si burung. Ada beberapa hal yang harus kita perhatikan dalam menuliskan deskripsi burung selain menuliskan nama pengamat, lokasi pengamatan, waktu pengamatan dan cuaca. Materi ini sempat saya dapatkan pada saat mengikuti lomba WANALA di Surabaya danilmudarisesepuh-sesepuhsayaBionic.Beberapahaltersebutadalah

Ukuran burung dapat dideskripsikan dengan membandingkannya dengan burung yang umum dijumpai oleh masyarakat. Contohnya, “sebesar burung gereja”, “lebih besar dari burung gereja” atau “lebih kecil dari cucak kutilang.” Dalam menuliskan ukuran usahakan tidak menuliskannya dengan kalimat seperti:

“ukuran sedang”, “ukuran besar” apalagi menyebutkan ukuran spesifik seperti “ukuran 10 cm”. Mengapa begitu? Karena ukuran yang kita lihat dari jauhterkadangsulitdikira-kira.Yakann?

1. Ukuran

2. BentukTubuh

Ada beberapa bentuk umum tubuh burung, yaitu tegak, ramping, membulat dan semisalnya. Kita bisa menyebutkan salah satu sesuai dengan bentuk tubuh burung yang kita lihat. Selain itu kita juga dapat menyebutkan bagian tubuh lebih rinci mulai dari bentuk paruh, ekor dankaki

Misalnya:

- jenisparuh.

Contoh: “ramping”, “melengkung”, “lurus”dan“tebal”

- jeniskhaki.

Contoh: “ j e n j a n g ” , “ j a r i n y a b e r s e l a p u t ” , d a n “ j a r i n y a melengkungdanruncing”

3. ProporsiTubuh

P r o p o r s i t u b u h m e r u p a k a n perbandingan bagian tubuh pada burung, pengurukan proporsi ini menggunakan diameter tepanjang

p a d a s e t i a p b a g i a n t u b u h burung adapun contoh penulisan proporsi tubuh burung dapat dituliskansebagaiberikut

- perbandingan paruh dengan kepala (contoh : “perbandingan paruhdengankepalaadalah2:1”)

- u k u r a n k a k i ( c o n t o h : “perbandingan kaki dengan tubuh adalah1:1,5”)

- u k u r a n e ko r ( c o n t o h : “ perbandingan ekor dengan badan adalah1:2”)

4.

Ciri spesifik yang dimaksud disini adalah detail atau bagian-bagian tertentu burung yang mencolok dan merupakan ciri khas burung (field mark).

Untuk lebih memahami bagaimana

c i r i k h a s b u r u n g k i t a d a p a t mempel ajarinya pada artikel dibawah ini https://www.allaboutbirds.org/news q/bird-id-skills-field-marks/

CiriSpesifik

Warna merupakan salahsatu kunci identifikasi burung yang paling mencolok, warna dapat menjadi pembeda spesies, walau memiliki keseluruhan bentuk tubuh yang sama penulisan warna dapat dituliskansebagaiberikut: mantelberwarna....

5. WarnaBagianTubuh paruhberwarna.... kakiberwarna....

ekorberwarna....

tunggingberwarna....

6. AktifitasBurung sayapberwarna....

Aktifitas atau perilaku merupakan kegiatan yang dilakukan oleh burung yang sedang kita amati, kita

dapat menuliskan l angsung perilaku pada lembar pengamatan d e n g a n k a t a k e r j a s e p e r t i “bersarang”, “mencari makan”, “ t e r b a n g ” , “ b e r e n a n g ” , d a n sebagainya

7. PerilakuSosial.

Perilaku sosial yang dimaksud merupakan perilaku burung saat berinteraksi dengan spesiesnya ketika sedang diamati, misalnya d i t e m u k a n b e r g e r o m b o l , ditemukanberpasangan.

8. Lokasi

Kita dapat menuliskan informasi

lokasi dengan cara menusis langsung medan atau tempat kita menemukan burung tersebut, misalnya : waduk, hutan, gedunggedung, sawah, dan semisalnya Atau lebih spesifik (misal : ranting p o h o n , b e b a t u a n d a n sebagainya).

Nah, jadi diatas adalah tips untuk mendeskripsikan burung dalam sketsa Semoga bermanfaat, hihi (Oka)

Makrab Bionic Squad

Waduk Sermo, terletak di Kulonprogo tepatnya di daerah

Hargowilis, Kokap, Kabupaten Kulon Progo. Kesan pertama yang dirasakan saat menginjakkan kaki ketempat ini adalah suguhan waduk yang terbentang sangat luas dan teduh karena waduk ini terletak diantara dua bukit yang banyak ditumbuhi pepohonan, ditambah beberapa tenda warna-warni yang berdiri kokoh diatas hamparan tanah yang dibalut rerumputan. Sungguh sore dengan sepotong senja yang bertemu dengan langit yang terang benderang, begitu juga angin sumilir yang punya andil besaruntukmenciptakanrasanyamankepadamanusiayangmerasakan.

Malam itu sangat syahdu sekali, mulai dari evaluasi dan main game sampai curhat sana sini sembari menunggu pagi, dengan bintang dilangit yang senantiasa menghiasi. Dan kamipun barbequan dengan membakar jagung, sosis serta menyeduh secangkir kopi dan satu cup popmie sembari mendengarkanalunanmusikyangsalingsahutmenyahut.

Kemudian sang fajar menyapa tanda sudah pagi dengan kicauan burung dan hangatnya mentari yang mulai menyambut kami. Lalu kamipun bersiap melaksanakan tujuan kami selain makrab, yaitu mersi Disana kaminpun menemukan beberapa spesies burung, yang paling berkesan buat saya adalah ketika melihat burung elang ular bido yang terbang persis diatas saya. Burung itu sangat cantik dengan garis putih panjang pada sayap yang terlihat sangat jelas saat terbang dengan suaranya yang nyaring.(Hani)

BERITA TERKINI

Atlas Burung Indonesia

Setelah sekitar enam tahun

l a m a n y a A B I ( A t l a s

Burung Indonesia) hanya menjadi mimpi dan wacana bagi puluhan peneliti burung amatir, akhirnya mimpi tersebut akan segera tercapai. Swiss Winnasis b

Indonesia mulai menggarapnya sejak awal tahun ini dengan target 750 spesies burung yang akan dipetakan dalam atlas tersebut Setelah empat bulan berjalan, didapat hasil yang cukup menggembirakan; teks untuk 425 spesies, 400 ilustrasi, dan 300 peta sebaran sudah selesai dikerjakan Menurut Swiss, adanya pandemi Covid-

19 ini justru bisa meningkatkan fokus dalam pengerjaannya. Hasil penjualan buku ini akan digunakan untuk pengembangan proyek citizen science di Indonesia. Karena adanya pandemi, proyek ini ditargetkan akan selesai dan siap diluncurkan pada akhir Mei. Latar belakang para peneliti yang terlibat jugamenjadipertimbanganABIharusdiselesaikan. Menurut Swiss Winnasis dan Imam Taufiqurrahman selaku koordinator penulis ABI, tertundanya proyek ABI karena minimnya data yang tersedia di Indonesa, sulitnya mencari sukarelawan, persoalan manejerial sampai masalah teknis Proyek ini menggunakan data yang terkumpul dalam aplikasi Burungnesia sejak tahun 2016. Saat ini ada delapan orang yang bekerja di Malang setiap harinya. Ada juga yang ikut bekerja secara remote di wilayahnya. Mereka terdiri dari ilustrator dan penulis berdomisili Jakarta,

Bandung, Sumba, Halmahera, dan ada juga yang masih menempuh pendidikandiAustralia.

Atlas Burung Indonesia ini adalah yang pertama di Indonesia yang berusaha memetakan secara jelas kekayaan fauna nusantara. Pemetaan distribusi burung ini sangat penting karena perburuan dan perdagangan satwa liar yang dilakukan membuat distribusi burung di Indonesia kacau, jika tidak segera dipetakan perubahan distribusinya, taksonomi, dan sebagainya maka tidak akan ada pegangan untuk mengevaluasi keadaan ekosistem burung dalam satu atau dua dekade ke depan. Setiap perubahan bisa terlihat denganjelasjikaadadatayanglengkap.(Desti)

TekaTeki Silang

Mendatar

3.Salahsatumoyangburungdariakhirjurassic

4.Burungdenganmitospembawakematian

6.Salahsaturegiondenganendemisitastinggi diindonesia

10.Burungdenganmataterbesarpadahewan daratsaatini

11.Yangmerupakankawasansuakaalam

Menurun

1.Filumburung

2.Salahsatuburungyangmenjadidasarstudievolusi awal

5.Salahsaturujukanstatuskonservasi

7.Penggabunganspesies

8.Burungyangtelahpunahdanseringkalimenjadi lambangkebodohan

9.Kelompokburungyangbeberapaanggotanyadapat bermigrasi

11.Organisasiinternasionalyangmenanganiperdagangan satwa

SEKILAS FOTOGRAFI

KPB BIONIC

Nycticorax nycticora

Kowak malam abu / UGM

Eumyias indigo

Sikatan Ninon / Tahura Soerjo
AriBudi

Bulbulcus ibis

Kuntul Kerbau / Pantai Baros
@kintan

Ardea cinerea

Cangak Abu / Hutan UGM

@Mhafizhul

cochinchinensis

Chloropsis
Cica Daun Sayap Biru/P elawangan

Ardea cinerea

Cangak Abu / Hutan UGM

SEKILAS SKETSA

KPB BIONIC

https://www.iucnredlist.org/

Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Buletin Kicau Juni 2020 by KPB Bionic UNY - Issuu