Skip to main content

Buletin Kicau 2023

Page 1


BULETIN KICAU

KELOMPOK PENGAMAT BURUNG BIONIC UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

EDISI 2023

BW4K (Birdwatching for kids)

Ekspedisi Kukila #1

Rintisan ECOEDUFOREST

BIONIC MENGABDI

Halo Bionicers!

Penanggung Jawab

David Suharjanto

Selamat datang di edisi terbaru

Buletin KPB Bionic UNY! Buletin ini diharapkan dapat menjadi wadah informasi bagi setiap pembaca dalam mengeksplorasi kisah-kisah menarik seputar pengamatan burung dan kegiatan seru lainnya yang melibatkan mahasiswa penuh semangat. Semoga melalui setiap halaman, pembaca dapat merasakan semangat inovasi dan kolaborasi yang menjadikan KPB

Bionic UNY sebagai wadah pembelajaran yang unik. Terima kasih kepada semua kontributor dan pembaca setia yang terus mendukung kami. Selamat menikmati!

Pimpinan Redaksi

Distya Ratnaningrum

Penulis

Aprilia Latifah Nur Pratiwi

David Suharjanto

Distya Ratnaningrum

Haqqul Fata

Muhammad Wildan Alfandi

Rosalina Agustina Widyastuti

Sekar Prastiwi

Uly Sulistyaningtyas

Editor

Haqqul Fata

Tata Letak

Distya Ratnaningrum

Sholeh Wahyu Nugroho

Fitri Ana Dwi Nur Hafifah

Foto Sampul

Pentanius Miko Arnando

All About BIONIC

PERGAM XXI

Ekspedisi KUKILA #1

Lawu Birdwatching Competition

Pengamatan Burung Kampus

Tips Merawat Alat Pengamatan Cabak

Kumpulan Karya

ALL ABOUT BIONIC

KPB BIONIC UNY atau Kelompok Pengamat Burung BIONIC Universitas Negeri Yogyakarta merupakan salah satu UKMF FMIPA yang mengkhususkan diri dalam mempelajari segala sesuatu tentang burung Apa saja yang kita lakukan? Pengamatan burung, riset ornitologi, kampanye pelestarian burung, dan pendidikan lingkungan melalui kegiatan pengamatan burung di alam. Dengan visi "Kepedulian di hari ini, Kelestarian di masa depan", visi tersebut didukung dengan program kerja yang ada di bionic yaitu mersani peksi (pengamatan burung di alam liar biasanya ketika awal tahun mengamati burung air, kemudian burung hutan, kemudian burung pantai, dan pada akhir tahun mengamati burung raptor), birdwatching for kids (yaitu pengamatan burung dan edukasi pelestarian alam bersama anak-anak sd), kuliah burung (berupa webinar yang membahas topiktopik hangat seputar ilmu ornitologi), dan yang paling menarik yaitu ekspedisi kukila (sebuah ekspedisi yang terbagi menjadi 2 konsentrasi, pendidikan dan lapangan, pendidikan berfokus edukasi kelestarian alam khususnya satwa burung kepada masyarakat sedangkan lapangan berfokus pada pendataan burung-burung di suatu wilayah), dan masih banyak lagi.

Pertemuan

Burung Indonesia X Bali, Indonesia

Pertemuan Pengamat Burung Indonesia (PPBI) merupakan kegiatan pertemuan pengamat burung yang rutin dilakukan setiap tahunnya dengan lokasi yang berbeda-beda Tahun ini tepat satu dekade Pertemuan Pengamat Burung Indonesia dilaksanakan. Acara PPBI X menjadi ajang silaturahmi sekaligus menambah pengetahuan bagi para pengamat serta berbagi pengalaman tentang kehidupan burung di daerahnya masing-masing

KPB Bionic UNY mengirimkan empat orang sebagai delegasi untuk menghadiri Pertemuan Pengamat Burung Indonesia (PPBI X) yang yang diselenggarakan di Desa Penatahan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali. Keempat orang tersebut adalah David, Aufa, Distya, dan Sekar. Rencana perjalanan pun kami rancang sedemikian rupa, dengan sesekali kami merasa ragu karena satu dan lain hal Namun, entah perihal apa yang membuat kami pada akhirnya tetap berangkat untuk mengikuti acara tersebut. Berawal dari Yogyakarta, kami memulai perjalanan menuju Bali untuk menghadiri acara PPBI X pada tanggal 5-7 Mei 2023. Tepat pada pukul 07.00 WIB kami memulai perjalanan dengan kereta api dari Stasiun Lempuyangan dan menempuh waktu perjalanan 13 jam, hingga tiba akhirnya sampai pada pukul 20.00 WIB di Stasiun Ketapang Sesampainya di Stasiun Ketapang kami masih harus menempuh perjalanan lagi dengan menggunakan kapal hingga akhirnya tiba di Bali. Setelah turun dari kapal kami masih harus menempuh perjalanan selama 3 jam untuk sampai ke lokasi penjemputan dengan menaiki bus. Kami tiba di lokasi penjemputan pada pukul 04 00

WITA dan bersinggah di sebuah masjid terlebih dahulu untuk menunggu penjemputan, hingga akhirnya pukul 09.00 WITA kami tiba di lokasi.

Total peserta yang mengikuti kegiatan ini adalah 110 peserta yang berasal dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. Kegiatan PPBI X dibuka pada tanggal 5 Mei 2023 pukul 17 00 WITA oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan yang mewakili Bupati Tabanan. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, yaitu melakukan diskusi dengan pengamat burung dari berbagai daerah, mengabadikan potret burung guna tujuan konservatif, dan untuk menjaga biodiversitas yang dimiliki Indonesia.

Kegiatan pengamatan dilaksanakan di area persawahan Desa Penatahan dan hutan di sekitar pura luhur batukaru Desa Penatahan dan Kawasan Batukaru dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki beberapa jenis burung yang sudah sulit ditemui di tempat lain, seperti jenis bondol oto-hitam (Lonchura ferruginosa) dan juga Elang tikus (Elanus caeruleus).

Pada sesi diskusi, topik-topik yang diperbincangkan mengenai perdagangan burung, Gerakan Ficus Nasional, hingga pertobatan dari eks. pemburu yang sekarang berkecimpung dalam dunia fotografi burung, sangat menarik Sesi diskusi dilanjutkan mengenai upaya yang dapat dilakukan untuk konservasi burung.

Pada Minggu, 7 Mei 2023 dilaksanakan penutupan kegiatan PPBI X dengan beberapa keputusan dari hasil diskusi bersama. Akhirnya kegiatan PPBI X telah selesai Kami pun melanjutkan perjalanan pulang ke tempat asal kami, Yogyakarta.

Pengamat
Oleh: Distya Ratnaningrum

BW4K

(BIRDWATCHING FOR KIDS)

BW4K (Birdwatching for kids) merupakan kegiatan pengamatan burung bersama anak-anak yang bertujuan untuk menanamkan jiwa konservasi sejak dini untuk kelestarian alam. BW4K dilaksanakan hari Jumat, 14 April 2023 yang bertepatan pada bulan ramadhan 1444 H. Uniknya, BW4K kali ini berkolaborasi dengan Panitia Sekolah Ramadhan TPA Al-Muttaqin Dayakan. Kegiatan ini diadakan di Desa Wisata Watu Ledhek, sebuah lokasi yang ciamik di Dayakan, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman dengan peserta sekitar 46 anak.

Acara dimulai pukul 16.30 WIB, diawali dengan perkenalan kemudian penjelasan mengenai cara menggunakan binokuler sebagai alat untuk mengamati burung sambil peserta mencobanya secara bergantian. Setelah dirasa peserta siap untuk mencoba pengamatan burung secara langsung, selanjutnya pengamatan dibagi menjadi 4 kelompok dengan setiap kelompok terdiri satu sampai dua pemandu. Pemandu yang akan membantu peserta mengenal dan mengidentifikasi burung-burung yang mereka temukan sekaligus mengajarkan konservasi mengenai pentingnya kelestarian burung di alam. Mereka yang menjadi pemandu saat itu yaitu Sholeh W. N., Nadhia Sk M. P., Cicilia M. G., Gracecielo I. P, Vikram Z. A.,, Haqqul Fata, dan David Suharjanto. Setelah 45 menit mengamati burung sambil berdiskusi mengenai peran burung di alam sampai ciriciri dan aktivitas burung yang dapat teramati bersama pemandu kelompok masing-masing.

“Misalnya burung cucak kutilang, burung yang akrab dengan nama pasaran kutilang Burung kutilang biasanya memakan buahbuahan, ulat, hingga serangga Melalui apa yang dimakan, burung kutilang sudah mempunyai perang penting di alam yaitu sebagai penyebar biji-bijian dan mengendalikan jumlah serangga Oleh karena itu, mari kita jaga kelestariannya ya kawan-kawan” ujar Janto saat memandu kelompok

“Kemudian sembari menunggu waktu berbuka puasa, peserta diajak berkumpul di pendopo untuk berdiskusi lagi mengenai burung apa saja yang berhasil diamati. Dengan lokasi yang berdekatan persawahan dan sungai sehingga dapat dijumpai burung bondol jawa, bondol peking, cucak kutilang, walet linci, dan cekakak jawa.

Adzan pun berkumandang, tak terasa kegiatan BW di penghujung acara. Kegiatan diakhiri dengan buka bersama. Harapannya setelah kegiatan ini diadakan anak-anak dapat mengenal berbagai jenis burung dan habitatnya sekaligus menumbuhkan jiwa konservasi lingkungannya. Terima kasih teman-teman TPA Al-Muttaqin Dayakan. Kepedulian di hari ini, kelestarian di masa depan!

Perekrutan Anggota Muda (PERGAM) KPB

BIONIC UNY angkatan XXI kali ini telah dilaksanakan selama tiga hari. Pada Jumat, 20 Oktober sampai Minggu, 22 Oktober 2023. Sebelum kita membahas lebih jauh mengenai keseruan pergam, mari kita mengenal lebih dalam apa itu pergam?

Nama pergam berasal dari salah satu jenis burung dari famili Columbidae. Burung pergam ini memiliki warna yang cukup bervariasi dan sederhana pada setiap jenisnya. Warna yang bervariasi dan kesederhanaan ini merupakan harapan bagi calon anggota terdiri dari berbagai wilayah, jurusan, pekerjaan, maupun usia agar tetap sederhana dan tidak sombong

Pergam tahun ini bertema “Belajar, Bermain, Berpetualang bersama BIONIC” dan logo pergam berasal dari pengembangan kepala burung pergam laut dengan nuansa hijau. Tema dan setiap komponen dalam logo

Pergam XXI tentunya memuat filosofi yang sejalan dengan visi dan misi KPB Bionic UNY. Kegiatan ini diikuti oleh 25 peserta yang merupakan mahasiswa aktif Universitas

Negeri Yogyakarta dari berbagai prodi dan angkatan. Selain itu para pengurus dan para senior BIONIC juga turut meramaikan kegiatan ini Pergam dilaksanakan di museum

Sandi Kalurahan Purwoharjo, Samigaluh, Kulon Progo. Selama tiga hari, dua malam kami bercerita, berbagi ilmu, dan bercanda bersama.

Jumat sore kami berkumpul dan melakukan perjalanan dari kampus selama kurang lebih satu jam menuju museum sandi. Sampai di sana kami saling bergotong royong menyiapkan tempat untuk melakukan kegiatan, kemudian sholat berjamaah, makan bersama dan melakukan pembukaan acara. Malam pertama ini dilaksanakan pematerian mengenai persiapan pengamatan dan cara identifikasi burung yang dibawakan oleh kaka kita tercinta yaitu mas Iqbal. Mas iqbal sangat informatif dalam menyampaikan materi sampai suara terdengar serak dan hampir hilang. Para cikalang juga antusias mendengarkan pematerian yang telah disampaikan Setelah itu tibalah saatnya kepala suku BIONIC yaitu mas David mengambil alih acara dan kami melakukan diskusi ceria.

Hari sabtu kami melakukan pengamatan pagi. Dimana para cikalang dibagi menjadi lima kelompok. Mereka berjalan melewati sawah, sungai, dan hutan yang tentunya dipandu oleh pemandu-pemandu kece. Selain mengamati burung mereka juga harus singgah di setiap pos yang telah tersedia, yaitu pos monokuler (diajarkan penggunaan monokuler), pos fotografi (diajarkan menggunakan dan membidik objek menggunakan kamera), dan pos sketsa (diajarkan untuk menggambar objek di lapangan)

Oleh: Sekar Prastiwi & Uly Sulistyaningtyas

Setelah melewati pos dan teriknya matahari siang itu kami melakukan diskusi hasil pengamatan. Dimana setiap kelompok mempresentasikan ciri-ciri burung yang mereka dapatkan dan kelompok lain menebak apa jenis burung tersebut. Sore harinya kami melakukan games bersama agar pertemanan cikalang ini makin erat. Tentunya dengan bumbu-bumbu kecurangan dan drama. Sabtu malam kami melakukan pematerian kembali oleh mas David dan para sesepuh tentunya seperti mas Juki dan mas Aghnan. Tentunya cikalang sangat antusias walaupun terkantukkantuk.

ami melakukan pengamatan e yang berbeda dan masih dan pemandu yang sama. di sekitar museum yang anekaragaman jenis burung diskusi hasil pengamatan. saatnya Cikalang XXI a angkatan dan ketua a tercetuslah dua nama ma angkatan, yaitu burung an Tepekong Jambul. Tim n Tepekong Jambul saling nama angkatan tersebut agar para cikalang yang lain tepat dalam memilih nama angkatan yang keren dan kece Hingga akhirnya nama Tepekong Jambul terpilih menjadi nama angkatan XXI. Perseteruan dalam memilih ketua angkatan juga tidak kalah seru, dimana para calon ketua angkatan memiliki keunggulan dan keunikan masing-masing Tanpa berlama-lama voting tertinggi didapatkan bahwa ketua angkatan laki-laki yaitu mas Ari Seno dengan wajah tampan, kulit putih dan kumis tipisnya Sedangkan ketua angkatan perempuan yaitu Della Aprika dengan wajah cantiknya, kulit putih, dan bulu matanya yang lentik. Acara ditutup dengan tukar kado antar cikalang dan foto bersama.

EKSPEDISI KUKILA #1

Ekspedisi ini dinamai dengan kukila yang merupakan sinonim dari kata burung. Kukila sendiri memiliki filosofi sebagai pedoman hidup dalam keyakinan masyarakat Jawa. Peserta kegiatan ini adalah pengurus dan mahasiswa FMIPA yang berjumlah 26 orang. Ekspedisi ini kami laksanakan di Girinyono, Sendangsari, Pengasih, Kulon Progo, DIY Kami melaksanakan kegiatan ini selama 7 hari dimulai pada hari Senin-Minggu, 19-25 Juni 2023. Selama kegiatan kami disana, kami menempati tempat tinggal di RPH Sermo dan salah satu rumah masyarakat yang tidak digunakan.

Kegiatan yang kami lakukan disana adalah mendata keanekaragaman burung serta mengedukasi peserta didik di SD Muhammadiyah Girinyono. Dalam melakukan kegiatan, kami dibagi menjadi dua konsentrasi yaitu konsentrasi pendidikan dan konsentrasi lapangan. Konsentrasi pendidikan memiliki tugas untuk mengedukasi peserta didik di SD Muhammadiyah Girinyono. Konsentrasi lapangan memiliki tugas mendata jenis-jenis burung yang ada di sekitar Girinyono atau sekitar waduk sermo. Kegiatan pengamatan burung kami lakukan di pagi hari, sedangkan kegiatan edukasi anak-anak kami lakukan di pagi yang bertempat di sekolahan dan sore yang bertempat di pendopo padukuhan Girinyono.

Kegiatan di hari pertama, kami berkumpul terlebih dahulu di kampus sekitar pukul 9 pagi. Setelah kumpul semua peserta, kami briefing dan pembagian barang bawaan yang perlu dibawa. Menjelang waktu dhuhur kami sampai di pendopo Girinyono untuk sholat dan mempersiapkan acara sosialisasi dari kegiatan yang akan kami laksanakan kepada masyarakat padukuhan Girinyono. Dalam sosialisasi tersebut, turut dihadiri oleh kepala padukuhan Girinyono, Pihak SD Muhammadiyah Girinyono, dan kepala kalurahan Sendangsari serta masyarakat padukuhan Girinyono.

Pada hari kedua sampai keempat, kami dibagi menjadi dua konsentrasi dan melaksanakan tugas sesuai konsentrasinya. Pada konsentrasi pendidikan memberikan sedikit materi mengenai dasar pengamatan kepada peserta didik SD Muhammadiyah Girinyono. Isi materi tersebut adalah alat-alat yang digunakan seperti binokuler, monokuler, dan kamera serta identifikasi jenis-jenis burung di sekitar sekolah. Setelah memberikan materi, kami membawa peserta didik untuk main dan jalan-jalan di sekitar persawahan dekat SD tersebut sambil identifikasi burung-burung disana. Sedangkan pada konsentrasi lapangan, kami berjalan membelah hutan disekitar RPH sermo Pada sore hari, kami melaksanakan kegiatan yang dinamakan kelas camar. Kelas camar itu berisikan membuat sketsa burung, pengenalan kamera, dan membuat tulisan paragraf mengenai kegiatan yang sudah dilaksanakan

Oleh: Muhammad Wildan Alfandi

Pada hari kelima dan keenam, paginya kami melaksanakan pengamatan burung. Pada sore harinya kami melaksanakan cerdas cermat konservasi yang diikuti oleh anak-anak Padukuhan Girinyono bertempat di pendopo padukuhan. Dari hasil CCK, kami memberikan hadiah kecil untuk kelompokkelompok pemenang. Pada hari ketujuh, kegiatan terakhir kami adalah penutupan ekspedisi kukila di Girinyono, Sendangsari, Pengasih, Kulon Progo, DIY. Kegiatan penutupan ini kami turut mengundang kepala padukuhan Girinyono, Kepala sekolah SD Muhammadiyah Girinyono, dan Kepala kalurahan Sendangsari serta masyarakat Padukuhan Girinyono. Selama kegiatan yang kami lakukan, terdapat pertanyaan dari masyarakat mengenai burung yang belum diketahui masyarakat karena hanya terdengar suara dan pada malam hari saja. Setelah mendapatkan pertanyaan tersebut, kami berusaha mencari tahu spesies burung tersebut dengan upaya bertanya kepada anggota yang lebih berpengalaman setelah mendapatkan rekaman suara burung tersebut dan kami berusaha melakukan pengamatan pada malam hari di sekitar tempat didengar suara burung tersebut

Setelah melakukan beberapa upaya tersebut kami dapat mengidentifikasi burung tersebut. Spesies burung tersebut adalah beluk watu jawa yang jika dilihat dari peta persebaran, wilayah kulon progo tidak termasuk ke dalamnya. Maka dari itu bisa disimpulkan beluk watu jawa ini sebelumnya belum ditemukan di daerah kulon progo.

MERINTIS ECO EDU FOREST MELALUI PPKO KPB BIONIC UNY DI KALURAHAN

PURWOHARJO

Oleh: David Suharjanto

Tim KPB BIONIC UNY yang menelurkan kegiatan PPK Ormawa di Kalurahan Purwoharjo, Samigaluh, Kulon Progo telah resmi diterjunkan. Pada tahun ini, tim PPK Ormawa

KPB BIONIC UNY mengusung topik desa hutan dengan judul proposal “Rintisan Eco edu forest Sebagai Desa Hutan Berdikari Di Cagar

Biosfer Merapi Merbabu Menoreh Kalurahan

Purwoharjo” Kegiatan dilaksanakan belum lama ini.

David, ketua tim, mengatakan bahwa PPK Ormawa atau program penguatan kapasitas ormawa adalah serangkaian proses pembinaan Ormawa oleh Perguruaan Tinggi yang diimplementasikan dalam program pengabdian dan pemberdayaan masyarakat Melalui program ini harapannya tim pelaksana PPK Ormawa dapat mengasah kemampuan dalam berpikir kritis, kreatif, menyelesaikan masalah, komunikatif, kolaboratif, dan memiliki rasa peduli dan berkontribusi kepada masyarakat di kalurahan agar terbangun wilayah binaan yang aktif, mandiri, dan sejahtera Di sisi lain, masyarakat diharapkan mampu menemukan dan mengembangkan potensi yang sudah ada untuk dikelola menjadi kegiatan nyata atau mengembangkan kegiatan yang telah dirintis menjadi lebih berkembang dan bermanfaat.

Kalurahan Purwoharjo ini termasuk dalam cagar biosfer merapi merbabu menoreh sehingga sangat berpotensi sebagai eco edu forest karena didukung oleh wilayah dengan keanekaragaman hayati burung, capung, kupukupu, serta tanaman yang tinggi dan harapannya program PPKO ini dapat berjalan dengan lancar pun dengan potensi keberlanjutannya sampai 2025

Rancangan program eco edu forest akan berfokus pada pemberdayaan dan pengembangan SDA & SDM dan bertujuan untuk meningkatkan perekonomian serta keahlian dalam melestarian lingkungan Serangkaian kegiatan diantaranya workshop dan pelatihan mengenai eco edu forest, inventarisasi keanekaragaman hayati, ekonomi kreatif, penanaman pohon, kepemanduan wanalestari, dan pemasaran produk olahan tanaman toga

Program ini terdanai sebesar 37 juta rupiah dan dilaksanakan hingga bulan November mendatang. Tim PPK Ormawa KPB BIONIC UNY berjumlah 15 orang yang berasal dari berbagai departemen di UNY yaitu Departemen Pendidikan Fisika 3 orang, Departemen Pendidikan Biologi 9 orang, Departemen Pendidikan Matematika 1 orang, Departemen Pendidikan IPA 1 orang, dan Departemen Pendidikan Teknik Mesin 1 orang

Bionicon Bionicon

LAW BIRDWATCHI COMPETITION

Lawu birdrace compet merupakan kegiatan

yang diadakan oleh Uni

Negeri sebelas maret

yang sering disebut UNS. Pada perlombaan kali ini bionic mendeleg 3 kelompok, nah kelompok ini terdi kelompok 1 bernama Klandestin yang beranggotakan David suharjanto, Cicilia Mega gevita, dan Alfian Surya Fatoni.

dan jenis burung lain yang menarik.

Lalu di kelompok 2 bernama H.I.V yang beranggotakan Haqqul Fata, Muhammad Iqbaal Al-Hamid dan Vikram Zaky Ardianto. Kelompok terakhir yaitu ada Gracecielo Isaiah Poetra, Nadhia SK Muhinda Putri, dan Aprilia Latifah. Perlombaan ini dilakukan pada tanggal 13 hingga 15 Oktober bertempat di dusun tambak desa berjo, ngargoyoso, Karanganyar atau lebih tepatnya berada di area gunung lawu Gimana sih keseruan dari Lawu Birdrace competition ini, mari kita simak.

Jumat, 13 Oktober 2023 petualangan 3 kelompok dari Bionic ini dimulai, perjalanan dari jogja ke solo kita menggunakan KRL pukul 8.50, pada perjanjian awal kita berkumpul di stasiun jam 8 untuk persiapan dan pengkondisian, namun dipagi itu terjadi kelucuan. 3 Anggota 15 menit terakhir saat kereta akan berangkat mereka belum sampai, namun tuhan masih baik sehingga mereka masih bisa mengejar waktu KRL

Setelah usai makan kami lanjut ke UNS untuk melakukan transit dan melanjutkan perjalanan menggunakan bus ke desa berjo. Pada perjalanan menggunakan bus, kami 3 kelompok terpisah dari masing-masing bus. Dilanjutkan pada hari selanjutnya, pukul 05.00 WIB kami sudah bersedia untuk menyelam hutan lawu mencari foto dan list burung cantik di sana Semua peserta menggunakan bino, kamera dan pensil mereka dengan serius

Pada hari terakhir minggu, 15 Oktober 2023 kami berpindah ke Tahura KGPAA Mangkunegoro 1 untuk melakukan pengumuman lomba Rasa takut dan deg-degan mulai terasa di hari terakhir ini, saling menebak satu sama lain siapa pemenang lomba, siapa yang akan membawa pulang trophy dan hadiah. Dan saat pengumuman juara tiba, akhirnya kami tau bahwa kami belum bisa membawa pulang hadiah, eitss boong. Mas Alfian surya fatoni atau mas bodrex mendapatkan juara harapan 2 kategori fotografi nihhh.

Setelah pengumuman lomba, kami mendapatkan informasi bahwa key species dalam lomba kali ini adalah Walik kepala ungu, Srigunting hitam, Cica daun sayap biru, Sikatan belang, dan cinenen gunung. Setelah tau jenis burung yang menjadi key species salah satunya adalah walik kelapa ungu kami semua tertawa dan menjadi bahan candaan hingga saat ini karena merasa tidak menggambarnya ataupun menjadikan fotonya sebagai salah satu lomba fotografi. Namun perlombaan hari itu kita anggap sebagai pemanasan untuk kegiatan kedepannya agar lebih baik dan bisa mendapatkan juara

Cerita kami tidak sampai pengumuman lomba saja. Ketika akan pulang menuju jogja kami mengalami kejadian tertinggal kereta selama 2 kali karena kecerobohan kami yang tertidur di aula FIPP UNS. Sungguh pengalaman 3 hari bersama orang-orang hebat dengan pengalaman yang sangat menyenangkan.

Oleh: Aprilia Latifah Nur Pratiwi

PENELITIAN

Penelitian 70 Judul FMIPA 2023

“Perilaku Bersarang Burung

Cabai Bunga Api (Dicaeum trigonostigma)”

Uly Sulistyaningtyas (Pendidikan Biologi 2021)

Sekar Prastiwi (Pendidikan IPA 2021)

Valda Sadina Istiazah (Pendidikan Biologi 2022)

"Eksplorasi Keanekaragaman

Burung Di Kampus UNY sebagai

Kontribusi Analisis Dampak Lingkungan untuk Mewujudkan Kampus Hijau Berkelanjutan"

Gracecielo Isaiah A (Biologi 2022)

Nadhia k h d ( d d k Fisika 2022) iologi 2020)

"Pengembangan Media Kartu 'Birdity' untuk meningkatkan pemahaman

Pemuda dan Pemudi mengenai

Keanekaragaman Burung di DIY"

Distya Ratnaningrum (Pendidikan Biologi 2021)

Uly Sulistyaningtyas (Pendidikan Biologi 2021)

Fitri Ana Dwi Nur H. (Pendidikan Biologi 2022)

PENELITIAN

"Analisis Tingkat

Keanekaragaman Burung sebagai

Potensi Pengembangan

Avitourism di Kawasan Sendang

Maren dan Sendang Mudal "

Sholeh Wahyu Nugroho (Pendidikan Biologi 2020)

Haqqul Fata (Pendidikan Biologi 2020)

Nadhia Sk M 2022)

"Studi Jenis Burung yang

"Analisis Sinyal Suara Burung Famili aimidae menggunakan Fast Fourier Transform (Fft)"

Putri Diah Sawitri (Fisika 2021) (Fisika 2021) atika 2022)

Diperdagangkan di Daerah Istimewa Yogyakarta"

Aprilia Latifah Nur Pratiwi (Pendidikan IPA 2022)

Eri Hasna Safira (Pendidikan IPA 2022)

In'am Nabilah

"Pengaruh Pemberian POC Kotoran

Burung Merpati dan Walet

Terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman Kacang Hijau"

Sekar Prastiwi (Pendidikan IPA 2021)

Aprilia Latifah Nur Pratiwi (Pendidikan IPA 2022)

Firda Fahrinal Azmia (Pendidikan Fisika 2022)

Tips Merawat Alat Pengamatan

Oleh: Rosalina Agustina Widyastuti

Bidang KRT (Kerumahtanggaan) merupakan salah satu bidang yang ada di dalam Kepengurusan Bionic 2023, dimana program kerja KRT dilaksanakan di sekitar lingkungan Sekretariat KPB Bionic UNY. Salah satu program kerja bidang ini yaitu perawatan alat pengamatan. Kegiatan ini dilaksanakan secara insidental sesuai dengan keadaan yang ada. Perawatan alat pengamatan burung, seperti kamera, buku panduan, dan binokuler, sangat penting untuk memastikan pengalaman pengamatannya tetap optimal. Berikut adalah beberapa tips & trik yang bisa membantu untuk menjaga kualitas peralatan pengamatan burung.

Membersihkan dan Merawat

Binokuler

Binokuler adalah salah satu alat penting dalam pengamatan burung. Agar mereka berfungsi dengan baik, pastikan secara teratur membersihkan lensa dan prisma Gunakan kain microfiber khusus untuk membersihkan debu dan noda ringan Hindari menyentuh lensa dengan jari secara langsung, karena minyak alami dari kulit dapat meninggalkan sidik jari. Selain itu, simpan binokuler di tempat yang aman dan gunakan tali leher agar tidak terjatuh atau tergores

Merawat Kamera

Kamera adalah alat lain yang sering digunakan oleh pengamat burung untuk mengabadikan momen yang langka. Pastikan kita selalu membersihkan lensa dan sensor secara teratur Gunakan lensa pelindung dan penutup tubuh kamera untuk melindunginya dari debu dan goresan saat tidak digunakan. Juga, pastikan baterai kamera selalu terisi penuh sebelum pergi ke lapangan. Sediakan kartu memori yang cukup besar untuk mengatasi pengambilan foto yang intensif

Merawat Buku Panduan

Buku panduan burung adalah sumber pengetahuan yang sangat berharga bagi pengamat burung. Jaga buku dari kelembaban, tumpahan cairan, dan kerusakan fisik. Kita dapat melaminasi halaman penting atau membuat salinan digital untuk melindungi informasi yang berharga

CABAK Baca dan Tebak

Temukan 7 jenis spesies burung dalam permainan dibawah ini!

KUMPULAN KARYA

Cielo

David

David

David

Cicilia
Cicilia
Nadhia Sk

BIONIC MENGABDI :

SEKILAS TENTANG ECOEDUFOREST

Kalurahan Purwoharjo termasuk dalam kawasan Cagar Biosfer Merapi

Merbabu Menoreh sehingga memiliki keanekaragaman flora dan fauna yang beragam. Kalurahan Purwoharjo memiliki kawasan hutan yang cukup luas Namun potensi keanekaragaman hayati belum terkelola secara maksimal Oleh karena itu, kami ingin mengembangkan Rintisan Eco Edu Forest sebagai Desa Hutan Berdikari di Cagar Biosfer Merapi

Merbabu Menoreh Desa Purwoharjo

Eco Edu Forest sendiri merupakan konsep ekowisata berbasis hutan yang memiliki nilai edukasi. Eco Edu Forest selain sebagai bentuk pelestarian lingkungan, juga sebagai sarana edukasi tentang keanekaragaman hayati seperti burung, capung, kupu-kupu, dan tumbuhan. Eco Edu Forest diharapkan dapat menjadi jenis wisata yang memberikan efek positif bagi lingkungan dan masyarakat.

Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook