EDISI
30
GALANG DANA COVID-19 JUARA 3 DEEP CTF DETEKSI PENYEBARAN COVID-19 DENGAN AI SEKOLA: RAPOR MASA KINI
SUSUNAN REDAKSI Editor Hayu Marta Ambarawati Alda Nandini Hadiyanti Reporter Aisyah Zakiya Aptworora Aflah Aditya Ananta Rizki Widyadana M. Tariq Prayogi R. Jurnalis Kamilatu Qurrotu’aini Hanifah Tristanto Rachmadi Wibowo Enrico Yuda Dwinata Ahmad Giffar Omari Tata Letak Shafwan Agung Wahib Muhibi Nur Tio Arya Dewa Prakasa
03
Agenda News
Galang Dana untuk Covid-19 : Turut Serta Atasi Pandemi Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) telah membuat banyak pihak mengalami kesulitan. Salah satunya adalah tenaga medis Indonesia yang kekurangan alat pelindung diri. Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya sebagai perguruan tinggi yang peduli terhadap permasalahan tersebut, terus berupaya membantu dengan memproduksi face shield secara mandiri. Kemudian, face shield tersebut diberikan kepada seluruh instansi kesehatan yang membutuhkan. Demi mendukung kegiatan ini, Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi ITS melalui Departemen Social Development berinisiatif melakukan kegiatan Galang Dana untuk Covid-19. Penggalangan dana berlangsung selama satu minggu yaitu pada 13-20 April 2020. Kegiatan ini sebagai aksi sosial dari HMSI untuk membantu orang-orang terdampak Covid-19 terutama di bidang kesehatan. Tujuan khusus diadakan kegiatan ini untuk membantu pengumpulan dana pembuatan face shield sebagai kebutuhan medis selama pandemi Covid-19 berlangsung. Sasaran utama penggalangan dana ini adalah mahasiswa Departemen Sistem Informasi ITS. Informasi mengenai kegiatan telah dipublikasikan melalui
media sosial LINE dan Instagram milik HMSI ITS. Para mahasiswa yang menjadi partisipan mengirimkan donasi dengan cara transfer melalui OVO dan rekening bank yang telah tertera saat publikasi kegiatan. Sayangnya, kegiatan ini hanya menerima donasi berupa uang. Mahasiswa Departemen Sistem Informasi ITS sebagai partisipan sangat antusias dengan kegiatan ini. Dana yang masuk terus bertambah hingga hari akhir kegiatan. Penggalangan dana ini berhasil mengumpulkan uang sejumlah 2.852.000 rupiah. Kemudian, uang tersebut disalurkan kepada Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) pada 21 April 2020 sebagai dana pembuatan face shield untuk kebutuhan medis selama masa pandemi Covid-19. (KQ)
04
Prestasi Mahasiswa
Kegemaran Berbuah Prestasi Prestasi gemilang kembali diraih oleh seorang mahasiswa Departemen Sistem ITS 2019, Achmad Zaenuri Dahlan Putra atau yang lebih dikenal dengan panggilan Ayik. Cybersecurity merupakan kegemaran Ayik sedari dulu sehingga membuatnya senang mengikuti berbagai macam kompetisi. Terkini, ia berhasil meraih Juara 3 pada ajang Challenge Deep CTF yang diadakan komunitas cybersecurity di India. Kompetisi ini diadakan pada 4 April 2020 pukul 16.00 waktu setempat yang diadakan secara daring sehingga peserta bisa datang dari negara manapun dan membuat kompetisi ini semakin ketat dan penuh persaingan. Kompetisi ini membahas tentang cybersecurity dalam bentuk CTF, mekanismenya adalah diberikan beberapa soal dalam beberapa kategori lalu peserta diharuskan mencari sebuah flag dari soal tersebut, jika benar maka peserta akan mendapat poin. Saat perlombaan tentu Ayik tidak sendirian, ia tergabung dengan tim beranggotakan tiga orang, namun menariknya kedua partnernya adalah orang India. Dari kompetisi tersebut Ayik merasa mendapatkan banyak pelajaran baru karena dalam tiap perlombaan CTF
selalu menghadirkan soal-soal terkini yang menantang, namun ia merasa sedih ketika tidak dapat menyelesaikan soal tepat waktu dimana hal tersebut mengakibatkan jawaban tidak dihitung sebagai poin. Pada kompetisi ini waktu merupakan hal berharga. “Pada Deep CTF kemarin dari segi kemampuan sebenarnya tidak jauh berbeda, hanya saja kecepatan pengerjaan menentukan, karena peringkat 1-3 memiliki poin yang sama namun berbeda di waktu penyelesaian,� ungkap Ayik. Untuk dapat berprestasi, Ayik berpesan kepada mahasiswa-mahasiswi agar sering mencoba hal baru dan mengikuti kompetisi supaya memiliki pengalaman yang banyak dan juga mendapat ilmu baru. (TR)
05
Sruput Literasi
Blu eD o t Deteksi Penyebaran Virus Corona dengan AI Perhatian dunia tengah tersita pada merebaknya virus corona yang menyebabkan sebagian besar aktivitas manusia terhenti. Namun, ada sebuah startup kesehatan bernama BlueDot yang mengklaim telah memprediksi penyebaran virus ini sejak Desember 2019 lalu. BlueDot merupakan startup kesehatan asal Toronto, Kanada yang telah berdiri sejak tahun 2008. Startup ini dirancang oleh penemunya, Kamran Khan, untuk melacak, menemukan, dan membuat konsep penyebaran penyakit menular dengan menggunakan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Desember tahun lalu, platform kecerdasan buatan (AI) BlueDot menangkap adanya keanehan dimana terdapat sekelompok kasus pneumonia yang tidak biasa terjadi di sekitar pasar di Wuhan, Cina. Setelah mereka yakin akan adanya penyebaran virus berbahaya, mereka mengirimkan peringatan ke semua pelanggannya di seluruh dunia untuk menghindari zona berbahaya seperti kota Wuhan pada 31 Desember 2019. Prediksi dari BlueDot ternyata benar adanya bahwa virus corona akan menyebar dari Wuhan ke Bangkok, Seoul, Taipei, dan Tokyo dalam beberapa hari setelah kemunculannya. Jika diteliti lebih dalam, cara BlueDot mendeteksi wabah pandemik cukup sederhana. Kunci BlueDot adalah big data atau data yang sangat besar. Teknologi AI khusus pada startup ini bekerja mengumpulkan informasi
Kamran Khan, BlueDot CEO
dari laporan berita dalam 65 bahasa, bersama dengan data maskapai dan laporan wabah penyakit hewan. Mesin pintarnya akan memilih data dari ratusan ribu sumber, lalu perangkat bekerja mengirimkan peringatan, seperti sinopsis singkat dari wabah penyakit. Teknologi AI BlueDot bisa dengan cepat memproses jutaan informasi setiap 15 menit dan berlangsung selama 24 jam. Dari proses tersebut, tim BlueDot yang terdiri dari dokter dan programmer akan meninjau ulang temuan yang ada dengan melakukan pemeriksaan dan laporan untuk menemukan pola dari wabah penyakit. Saat ini, BlueDot memiliki tim utama sekitar 40 orang termasuk dokter hewan, ahli epidemiologi, insinyur, ilmuwan data, dan pengembang perangkat lunak. Startup ini juga diketahui telah menerima pendanaan sebesar 9,4 juta dolar AS hingga tahun 2019. (EY)
S u m b e r : re p u b l i ka .co. i d , c n n i n d o n e s i a .co m , c n b c .co m
06
Startup News
Sekola, Rapor Siswa Masa Kini Sekola adalah aplikasi yang dapat menghubungkan orang tua murid dengan sekolah yang bertujuan agar orang tua murid bisa memantau kegiatan anaknya di sekolah dan bisa mengetahui informasi kegiatan yang dilaksanakan oleh sekolah dengan cepat dan mudah. Aplikasi ini baru saja mendapat penghargaan Judges Favourite dalam kompetisi “Startup Weekends Covid-19� yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom pada tanggal 24-26 April 2020. Sekola berhasil mendapat penghargaan tersebut karena dianggap masalah yang diatasi tepat sasaran dan juga aplikasinya sendiri sudah matang.
Fitur yang ditawarkan Sekola sangat beragam, beberapa diantaranya adalah presensi siswa, informasi kalender akademik, grafik nilai anak, dan galeri kegiatan anak. Melalui fitur tersebut diharapkan dapat membantu 500 guru dalam 5 tahun mendapatkan penghasilan tambahan 1 juta per bulan, membantu 120 sekolah di daerah tertinggal, serta menurunkan biaya
operasional sekolah untuk pengadaan materi kegiatan belajar mengajar minimal 30%.
Pemasangan aplikasi Sekola dilakukan dengan cara berlangganan. Paket yang ditawarkan antara lain Home School, Small School, Commercial School, dan Advance School dengan biaya berlangganan mulai dari Rp550.000,00 per tahun. Alur pemasangannya dimulai dengan uji coba aplikasi secara mandiri, lalu penandatanganan kontrak kerjasama, pembayaran server, edukasi kepada sekolah dan guru, penyerahan berkas kebutuhan aplikasi, dan yang terakhir dengan melakukan pendampingan serta evaluasi. (AR)
Sumber : Sekola.id, Kominfo.go.id
International
Nurse Day - 12 MAY 2020 -
“To do what nobody else will do, in a way that nobody else can, in spite of all we go through; is to be a nurse.” - Rawsi Williams intip.in/feedbackbasis30
#IMRadiate ©2020