LAPORAN AKTUALISASI PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN II ANGKATAN 2
EFISIENSI PAKET BAHAN MEDIS HABIS PAKAI RUANGAN NICU ( NEONATAL
INTENSIVE CARE UNIT ) RSUP DR. HASAN SADIKIN BANDUNG
DISUSUN OLEH : RIAN HERMAWAN, A.Md., Farm. NIP. 199206172020121005
BAPELKES CIKARANG KEMENTERIAN KESEHATAN RI 2021
LEMBAR PENGESAHAN
LAPORAN AKTUALISASI EFISIENSI PAKET BAHAN MEDIS HABIS PAKAI RUANGAN NICU ( NEONATAL
INTENSIVE CARE UNIT ) RSUP DR. HASAN SADIKIN BANDUNG TAHUN 2021
Telah di seminarkan Tanggal 05 Juli 2021, di Bapelkes Cikarang Coach
Mentor
dr. Maryono, M. Kes NIP. 196704201999031006
Apt. Cherry Rahayu, S.Si., M.KM NIP. 197108291998032001
Penguji
Laode Musafin, SKM, M.Kes NIP. 197109171997031004
LEMBAR PERSETUJUAN Laporan aktualisasi ini diajukan oleh : Nama
: Rian Hermawan, A.Md., Farm.
NIP
: 199206172020121005
Jabatan
: Asisten Apoteker Terampil
Pangkat/Gol
: Pengatur/ II C
Satuan kerja : RSUP Dr. HASAN SADIKIN BANDUNG Dengan Judul : EFISIENSI PAKET BAHAN MEDIS HABIS PAKAI RUANGAN NICU ( NEONATAL
INTENSIVE CARE UNIT ) RSUP Dr. HASAN SADIKIN BANDUNG Rancangan Aktualisasi ini telah disetujui untuk diujikan dalam seminar rancangan aktualisasi Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan II Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Coach
Mentor
dr. Maryono, M. Kes. NIP. 196704201999031006
Apt. Cherry Rahayu, S.Si., M.KM NIP. 197108291998032001 Penguji
Laode Musafin, SKM, M.Kes NIP. 197109171997031004
i
KATA PENGANTAR
Alhamdulillahirabbil’alamin, puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahNya sehingga penulis mampu menyelesaikan kegiatan aktualisasi dengan judul “ Efisiensi Paket Barang Medis Habis Pakai Ruangan NICU ( Neonatal Intensive Care Unit ) RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung “ dengan sebaikbaiknya, sebagai salah satu syarat untuk kelulusan Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Kementerian Kesehatan tahun 2021. Banyak pihak yang sangat berjasa dalam proses penyusunan rancangan aktualisasi ini, maka dari hati yang paling dalam penuliskan banyak terimakasih kepada : 1. Allah SWT atas semua izin dan karuniaNya selama Pelatihan Dasar CPNS sehingga semua berjalan dengan baik. 2. Keluarga tercinta yang telah memberikan dukungan dan juga do’a yang menjadi semangat bagi penulis menyelesaikan rangkaian pelatihan ini. 3. Direktur Utama RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung, dr. R. Nina Susana Dewi, Sp. PK (K), M.Kes, MMRS, yang telah memberikan dukungan kepada penulis untuk mengikuti pelatihan dasar CPNS 2021 dengan sebaik-baiknya. 4. Kepala Instalasi Farmasi RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung, Apt. Cherry Rahayu, S.Si., M.KM yang juga merupakan mentor penulis dalam menunaikan program pelatihan dasar CPNS 2021 yang telah memberikan dukungan dan juga bimbingan serta arahan kepada penulis dalam menunaikan program Pelatihan Dasar CPNS 2021 dengan sebak-baiknya. 5. Direksi dan staf RSUP Dr. Hasan Sadikin 6. Kepala Balai Pelatihan Kesehatan Cikarang yakni Drs. Suherman, M.Kes. 7. Ketua Pelaksana Pelatihan Dasar CPNS gol, II Bapelkes Cikarang yakni Verawaty Lenny, SKM, MKM. 8. dr. Maryono, M.Kes. sebagai coach yang telah banyak memberikan bimbingan dan arahan kepada penulis dalam menuntaskan rangkaian Pelatihan ini dengan sebaik-baiknya.
i
ii
9. Seluruh panitia yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu. 10. Seluruh teman-teman CPNS peserta Pelatihan
Dasar CPNS Bapelkes
Cikarang 2021 yang saya banggakan, kalian keren. Penulis menyadari dengan sepenuhnya bahwa laporan kegiatan akatualisasi yang penulis susun masih sangat jauh dari apa yang disebut sempurna. Maka, dengan senang hati penulis menerima semua masukan maupun kritikan yang tertuju pana penulis. Dengan demikian akan menjadi pembelajaran berharga bagi penulis di kemudian hari. Semoga laporan rancangan aktualisasi ini bisa memberikan manfaat untuk semua pembaca dan bisa membantu meningkatkan harkat dan martabat Bangsa Indonesia.
Bandung, Mei 2021 Penulis,
Rian Hermawan NIP. 199206172020121005
ii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ................................................................................................. i DAFTAR ISI ............................................................................................................ iii BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ............................................................................................. 1 1.2 Tujuan......................................................................................................... 3 1.3 Manfaat Aktualisasi ....................................................................................... 3 1.3.1.
Bagi PNS ........................................................................................... 3
1.3.2.
Bagi Instansi Kerja ............................................................................. 4
1.4 Ruang Lingkup Aktualisasi ............................................................................. 4 BAB II GAMBARAN UMUM ORGANISASI 2.1 Profil RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung .......................................................... 5 2.1.1
Visi dan Misi RSUP Dr Hasan Sadikin Bandung ....................................... 5
2.1.2
Janji Pelayanan RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung ................................... 6
2.1.3
Struktur Organisasi RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung ............................ 7
2.2 Profil Instalasi Farmasi RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung ................................. 7 2.2.1 Struktur Organisasi Instalasi Farmasi RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung .... 10 2.3 Depo Farmasi ICU ........................................................................................ 10 2.4 Ruang Perawatan NICU................................................................................. 11 2.5 Profil Peserta................................................................................................ 13 BAB III RANCANGAN AKTUALISASI 3.1 Identifikasi Isu ............................................................................................. 14 3.2 Isu yang Diangkat ........................................................................................ 14 3.3 Latar Belakang Pemilihan Isu......................................................................... 16 3.4 Gagasan Penyelesaian Isu ............................................................................. 19 3.5 Matrik Rancangan Aktualisasi......................................................................... 20
iv
3.6 Matrik Rancangan Pelaksanaan Aktualisasi ...................................................... 37 BAB IV KEGIATAN AKTUALISASI 4.1 Kegiatan 1 ................................................................................................... 39 4.2 Kegiatan 2 ................................................................................................... 44 4.3 Kegiatan 3 ................................................................................................... 49 4.4 Kegiatan 4 ................................................................................................... 58 4.5 Kegiatan 5 ................................................................................................... 64 4.6 Rencana Tindak Lanjut ................................................................................. 69 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan .................................................................................................. 71 5.2 Saran .......................................................................................................... 71 REFERENSI ............................................................................................................. 72 LAMPIRAN .............................................................................................................. 73
iv
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Dalam rangka mewujudkan tujuan nasional yang tercantum dalam alinea ke-4 Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, diperlukan sosok-sosok yang profesional dan berintegritas dalam menjalankan roda pemerintahan baik dalam pembuatan kebijakan maupun dalam menjalankan kebijakan itu sendiri. Sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang no. 5 Tahun 2014 pasal 10 ASN memiliki fungsi sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik serta perekat dan pemersatu bangsa. Sudah menjadi kewajiban untuk calon-calon ASN yang akan ditetapkan menjadi ASN harus memiliki dasar-dasar yang kuat dalam melaksanakan tugas yang akan menjadi kewajiban pada saat ditempatkan di unit kerja masing-masing. Untuk membentuk karakter dan kepribadian ASN yang profesional, bebas dari intervensi politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme, mampu menyelenggarakan pelayanan publik bagi masyarakat dan mampu menjalankan peran sebagai perekat persatuan dan kesatuan bangsa berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Maka diperlukan suatu Pelatihan Dasar untuk calon-calon PNS yang memperkenalkan dan menanamkan nilai nilai dasar bagi seorang PNS. Berdasar pada hal tersebut diatas, Lembaga Adiministrasi Negara sebagai pusat pengembangan inovasi pemerintah melalui Peraturan Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2021 tentang Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil pasal 4 “ Setiap Instansi Pemerintah wajib memberikan Pelatihan Dasar CPNS selama Masa Prajabatan “. Yang dimaksud dengan Pelatihan Dasar CPNS adalah
pendidikan dan pelatihan dalam Masa Prajabatan yang
dilakukan secara terintegrasi untuk membangun integritas moral, kejujuran, semangat dan motivasi nasionalisme dan kebangsaan, karakter kepribadian yang unggul
dan
bertanggung 1
jawab,
2
dan
memperkuat
profesionalisme
serta
kompetensi bidang. Dalam sistem pembelajaran Pelatihan Dasar Calon PNS, setiap peserta
dituntut
untuk
mampu
mengaktualisasikan
materi
pembelajaran
diantaranya. Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi ( ANEKA ) yang merupakan nilai dasar PNS serta peran dan kedudukan PNS dalam negara berupa Manajemen ASN, Pelayanan Publik, dan Whole of Government. Oleh sebab itu, CPNS wajib menjalani pelatihan dasar CPNS yang dilakanakan dalam bentuk pelatihan klasikal dan blended learning. Blended learning dilaksanakan melalui 3 bagian pembelajaran yaitu pelatihan mandiri, distance learning (e-
learning dan aktualisasi) dan pembelajaran klasikal. Dalam
pelatihan
dasar
CPNS
ini
calon-calon
PNS
dituntut
untuk
mengimplementasikan baik nilai-nilai dasar maupun peran dan kedudukan PNS dalam menjalankan tugas sehari-hari, maka dalam rangkaian pelatihan dasar CPNS salah satu bagiannya yaitu aktualisasi dimana CPNS dituntut untuk dapat mengidentifikasi dan mencari gagasar untuk menuntaskan isu-isu yang ada di unit kerja masing-masing. Oleh karena itu penulis menyusun sebuah rancangan untuk kegiatan akualisasi dengan judul “ Efisiensi Paket Bahan Medis Habis Pakai Ruang Neonatal Intensif Care Unit ( NICU ) RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung “. Tema tersebut penulis angkat guna mengimbangi penerapan sistem Intravenous
Admixture
atau
pencampran
obat
intravena
baru
yang
mengakibatkan
berkurangnya kebutuhan beberapa alat kesehatan atau bahan medis habis pakai yang diiperlukan, yang terdapat dalam paket BMHP untuk ruang NICU. Isu ini dianggap penting karena untuk meminimalkan pesediaan barang yang ada di luar ruang depo farmasi ICU juga guna meminimalisir beban pekerjaan petugas depo farmasi ICU dalam hal pengawasan dan penyiapan paket tersebut serta mewujudkan kolaborasi yang lebih aktif antara petugas depo farmasi dengan perawat ruangan dalam hal pengawasan juga pencatatan pemakaian BMHP yang selama ini dirasa belum maksimal.
3
1.2 Tujuan Tujuan penulisan laporan kegiatan aktualisasi ini yaitu sebagai pedoman dalam mengaktualisasikan nilai nilai dasar PNS Sebagai berikut : 1. Mampu melaksanakan tugas dan perannya secara profesional sebagai pelayan masyarakat, serta sebagai peserta pelatihan dasar CPNS yang dapat mengaktualisasikan nilai-nilai dasar ANEKA di instansi kerja masingmasing. 2. Mampu memahami manajemen ASN, Whole of Government dan pelayanan publik serta mengimplementasikannya dalam pelaksanaan tugas di instansi. 3. Mampu mengidentifikasi dan menganalisis keberadaan potensi masalah atau isu yang terdapat di unit kerja masing-masing yang berdasarkan pada data dan fakta yang aktual. 4. Mampu melaksanakan kegiatan atau memecahkan masalah yang ada di unit kerja. 5. Peserta mampu menerapkan nilai dasar PNS dalam melaksanakan tugas dan berkontribusi dalam memperkuat visi dan misi organisasi. 6. Peserta dapat menjalankan fungsi dari PNS dengan profesional baik sebagai pelayan publik, pelaksana kebijakan maupun perekat dan pemersatu bangsa. 1.3 Manfaat Aktualisasi Manfaat dari aktualisasi nilai-nilai dasar Pegawai Negeri Sipil adalah sebagai berikut : 1.3.1.
Bagi PNS Aktualisasi nilai-nilai dasar PNS yaitu Akuntabilitas, Nasionalisme,
Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi dapat membentuk karakter PNS yang akuntabel dan memiliki etika yang baik yang berlandaskan pada nasionalisme dan komitmen mutu juga memiliki mental yang bebas korupsi, kolusi dan nepotisme. Aktualisasi nilai-nilai ANEKA ini juga dapat memupuk
integritas,
kejujuran
melaksanakan tugas di unit kerjanya.
dan
profesionalisme
PNS
dalam
4
1.3.2.
Bagi Instansi Kerja Kinerja PNS yang baik maka akan menimbulkan iklim kerja yang
kondusif yang akan membuat suasana kerja menjadi menyenangkan, berdampak pula pada pelayanan yang dilakukan akan menjadi lebih baik menjadikan citra instansi meningkat menjadi lebih baik serta visi misi instansi akan terwujud dengan nyata juga dengan jangka waktu yang lebih cepat. 1.4 Ruang Lingkup Aktualisasi Pendidikan dan pelatihan dasar CPNS Golongan II diselenggarakan sejak tanggal 16 Maret – 28 Juni 2021, yang terdiri atas beberapa tahap yaitu : 1. Tanggal 16 Maret – 7 April 2021 : pelatihan mandiri secara daring melalui aplikasi MOOC (Massive Open Online Course) oleh Lembaga Administasi Negara. 2. Tanggal 13 April – 12 Mei 2021 : distance learning secara daring di tempat kerja masing-masing melalui aplikasi LMS (Learning Management System) oleh Lembaga Administrasi Negara yang dibimbing oleh tim Bapelkes Cikarang. 3. Tanggal 15 Mei – 22 Juni 2021 : pelaksanaan kegiatan pembelajaran yakni agenda habituasi dan aktualisasi di instansi kerja masing-masing. Kegiatan aktualisasi ini dilaksanakan di Depo Farmasi ICU RSUP. Dr. Hasan Sadikin. Kegiatan yang dirancang tersebut memuat kegiatan yang telah tertuang pada Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) serta inovasi kegiatan yang memungkinkan untuk dilaksanakan saat habituasi. 4. Tanggal 23 Juni – 7 Juli 2021 : pelaksanaan kegiatan klasikal secara daring di instansi kerja masing – masing.
BAB II GAMBARAN UMUM ORGANISASI 2.1 Profil RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Hasan Sadikin adalah rumah sakit yang terletak di Kota Bandung, tepatnya di Jalan Pasteur Nomor 38 Bandung 40161. Sebelumnya rumah sakit ini bernama RS Rancabadak. Pada tahun 2006 status rumah sakit berubah menjadi Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (PPK-BLU). Status RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung adalah sebagai berikut :
1.
Rumah Sakit Pemerintah.
2.
Di bawah dan bertanggungjawab langsung kepada Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik, Kementerian Kesehatan RI.
3.
Termasuk rumah sakit tipe A.
4.
Rumah Sakit Pendidikan.
5.
Rujukan utama untuk Provinsi Jawa Barat.
6.
Pusat Unggulan Nasional dalam Bidang Jantung, Onkologi, dan Kedokteran Nuklir.
7.
Terakreditasi Paripurna Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS) dan
Joint Commitee International (JCI). 2.1.1
Visi dan Misi RSUP Dr Hasan Sadikin Bandung
Visi : Terwujudnya Indonesia Maju yang Berdaulat yang Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian berdasarkan Gotong Royong. Misi : Peningkatan Kualitas Manusia Indonesia
5
6
2.1.2
Janji Pelayanan RSUP Dr. Hasan Sadikin
Bandung Nilai-nilai filosofis RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung dituangkan dalam janji layanan yaitu : PAMINGPIN PITUIN Kepemimpinan
Nilai yang menggambarkan kepeloporan dan menyiapkan talenta-talenta terbaik dibidangnya
Profesional
Nilai yang berorientasi pada pencapaian kinerja melalui perjalan kemitraan
Inovatif
Nilai yang menggambarkan keinginan untuk menghasilkan suatu yang baru dan senantiasa melakukan perbaikan secara berkesinambungan
Tulus
Keinginan untuk memberi tanpa pamrih, poaktif dan responsif
Unggul
Keinginan untuk menjadi yang terbaik dan menghasilkan kwalitas prima
Integritas
Nilai yang menggambarkan kejujuran, amanah dan menjunjung etika yang tinggi dalam menjalankan tugas
7
2.1.3
Struktur Organisasi RSUP Dr. Hasan Sadikin
Bandung
2.2 Profil Instalasi Farmasi RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung Berdasarkan Surat Keputusan Direktur RSUP Dr. Hasan Sadikin tentang Struktur Organisasi Tata Kelola Instalasi Farmasi Rumah Sakit (IFRS) Umum Pusat Dr. Hasan Sadikin, Instalasi Farmasi RSHS bertugas membantu Direktur Medik dan Keperawatan. IFRS RSHS dipimpin oleh seorang Kepala Instalasi Farmasi dibantu oleh empat orang Kepala Sub-Instalasi yaitu Sub-Instalasi Perbekalan Farmasi, Sub-Instalasi Pelayanan Farmasi, Sub-Instalasi Mutu dan Pengembangan dan SubInstalasi Umum dan Operasional. 1. Tugas Instalasi Farmasi RUP Dr. Hasan Sadikin Bandung Instalasi farmasi RSHS berada dibawah direksi Medik dan Keperawatan.
Struktur organisasinya terdiri dari Kepala IFRS dan 4
Sub-Instalasi dengan tugas pokok antara lain: 1. Menyelenggarakan, mengkoordinasikan, mengatur dan mengawasi seluruh kegiatan pelayanan kefarmasian yang optimal dan profesional serta sesuai prosedur dan etik profesi.
8
2. Melaksanakan pengelolaan perbekalan farmasi yang efektif, aman, bermutu dan efisien. 3. Melaksanakan pengkajian dan pemantauan penggunaan perbekalan farmasi guna memaksimalkan efek terapi dan keamanan serta meminimalkan resiko. 4. Melaksanakan Komunikasi, Edukasi dan Informasi (KIE) serta memberikan rekomendasi kepada dokter, perawat dan pasien. 5. Melaksanakan pendidikan, pelatihan, dan pengembangan pelayanan kefarmasian. 6. Memfasilitasi dan mendorong tersusunnya standar pengobatan dan formularium rumah sakit. 2. Fungsi Instalasi Farmasi RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung Instalasi
Farmasi
RSUP
Dr.
Hasan
Sadikin
Bandung
menyelenggarakan fungsi sebagai berikut : 1. Pengelolaan perbekalan farmasi a. Memilih
perbekalan
farmasi
sesuai
kebutuhan
pelayanan rumah sakit. b. Merencanakan kebutuhan perbekalan farmasi secara efektif, efisien, dan optimal. c. Memproduksi sediaan farmasi untuk memenuhi keutuhn pelayanan kesehatan rumah sakit. d. Menerima perbekalan farmasi sesuai dengan spesifikasi dan ketentuan yang berlaku. e. Menyimpan
perbekalan
farmasi
sesuai
dengan
spesifikasi dan persyaratan kefarmasian. f.
Mendistribusikan
perbekalan
pelayanan di rumah sakit.
farmasi
ke
unit-unit
9
g. Melakukan penghapusan dan pemusnahan perbekalan farmasi yang sudah tidak dapat digunakan. h. Mengendalikan persediaan perbekalan farmasi. i.
Melakukan pencatatan dan pelaporan pengelolaan perbekalan farmasi.
2. Pelayanan farmasi klinik a.
Mengkaji instruksi pengobatan
b.
Melaksanakan pelayanan resep
c.
Mengidentifikasi, mencegah, dan mengatasi masalah yang terkait dengan perbekalan farmasi.
d. Melaksanakan penelusuran riwayat penggunaan obat. e. Melaksanakan Pelayanan Informasi Obat (PIO) kepada tenaga kesehatan lain, pasien atau keluarga pasien, masyarakat, dan institusi lain. f.
Memberikan konseling pada pasien dan keluarga
g. Melaksanakan Pemantauan Terapi Obat (PTO) h. Melaksanakan Monitoring Efek Samping Obat (MESO) i. Melaksanakan visite j.
Melaksanakan Evaluasi Penggunaan Obat (EPO)
k. Melaksanakan dispensing sediaan khusus (penanganan sediaan suntik,
sitotoksik,
melakukan
menyiapkan
nutrisi
pencampuran
obat
parenteral,
dan
melaksanakan pengemasan ulang sediaan yang tidak stabil).
10
2.2.1 Struktur Organisasi Instalasi Farmasi RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung Kepala Instalasi
Tim Farmasi & Terapi
Cherry Rahayu, S.Si., MKM., Apt.
SI SDM & Umum
SI Perbekalan
SI Pelayanan
Siti Susiani, Dra., M.Si., Apt.
Budiasih, S.Si., MKM., Apt.
Pratiwi Soenoro, Dra., M.farm., Apt.
SIM & PELAPORAN
Tata Usaha & SPA
Sumber Daya Manusia
Ilman Silanas, S.Farm., M.Kes., Apt.
Siti Susiani, Dra., M.Si., Apt.
Siti Susiani, Dra., M.Si., Apt.
Apoteker Penanggung Jawab Depo Farmasi
Sartika Aprianti, S.Si., Apt.
SI Mutu & Pengembangan Eni Margayani, Dra., M.Si., Apt. Pendidikan & Pelatihan Ilman Silanas, S.Farm., M.Kes., Apt.
Mutu Eni Margayani, Dra., M.Si., Apt.
Rian Hermawan
2.3 Depo Farmasi ICU Depo farmasi ICU melayani 24 jam untuk semua jenis pasien dengan jangkauan pelayanan meliputi ruang GICU (General Intensive Care
Unit) , NICU (Neonatal Intensive Care Unit) dan Ruang Bersalin Anturium. Distribusi obat di depo ICU dilakukan dengan Floor Stock (persediaan di ruangan), Emergency Trolley dan Unit Dose Dispensing (UDD). Pelayanan pendistribusian obat NICU untuk obat injeksi diberikan sudah dalam kondisi siap untuk dipakai, pencampuran obat dilakukan oleh depo pencampuran. Sama halnya dengan obat-obat injeksi untuk keperluan terapi nutrisi parenteral paien NICU depo farmasi ICU menyerahkan TPN sudah dalam keadaan tercampur. Selain untuk pasien NICU untuk keperluan Magnesium Sulfat injeksi pasien bersalin ruang Anturium pencampuran obat sudah dilakukan di depo pencampuran.
11
Selain sistem distribusi tersebut di atas guna mempermudan dan mempersingkat waktu pelayanan depo ICU juga menyiapkan beberapa jenis paket, seperti ;
Paket BMHP untuk pasien GICU
Paket BMHP untuk pasien NICU
Paket melahirkan spontan untuk pasien VK Anturium
Paket melahirkan PEB untuk pasien VK Anturium
Paket untuk pasien VK Anturium
Paket CABG untuk pasien pasca operasi bedah jantung
Untuk paket paket tersebut dilakukan pengisian kembali tepat setelah paket tersebut selesai digunakan.
2.4 Ruang Perawatan NICU Dalam Surat Keputusan Direktur Utama RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung nomor : HK.02.03/X.4.1.3/13970/2018 tentang Panduan Pelayanan Instalasi Rawat Intensif RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung, Instalasi Rawat Intensif adalah suatu bagian dari rumah sakit yang mandiri, dengan staf yang khusus dan perlengkapan yang khusus yang ditujukan untuk observasi, perawatan dan terapi pasien-pasien yang menderita penyakit, cedela atau penyulit-penyulit yang mengancam jiwa atau potensial mengancam jiwadengan prognosis dubia. Menyediakan kemampuan dan sarana, prasrana serta peralatan khusus untuk menunjang fungsi-fungsi vital Dengan menggunakan ketarampilan staf medik, perawat dan staf lainnya yang berpengalaman dalam pengelolaan keadaan tersebut. Ruang Neonatus Intensif Care Unit ( NICU ) bertujuan untuk memberikan asuhan keperawatan menyeluruh kepada bayi baru lahir yang tidak stabil menurut medis atau sakit kritis yang membutuhkan perawatan yang terus menerus atau tindakan intensif lainnya. Fasilitas dan peralatan ruang NICU diantaranya adalah 8 tempat tidur dengan dilengkapi dengan peralatan khusus antara lain : 1. Incubator
: 11 Unit
12
2. Bed Side Monitor
: 10 Unit
3. Central Monitor
: 1 Unit
4. Infusion Pump
: 16 Unit
5. Syringe Pump
: 8 Unit
6. Ventilator
: 10 Unit
7. Infant Warmer
: 2 Unit
8. Transport Incubator : 1 Unit 9. Fototherapy
: 5 Unit
10. Blood Warmer
: 2 Unit
11. USG
: 1 Unit
12. Suction Wall
: 10 Unit
13. Laryngoscope
: 2 Unit
14. O2 Dorong
: 2 Unit
15. Standar Infus
: 2 Unit
16. Monitor
: 3 Unit
17. Uvi Running Water
: 1 Unit
13
2.5 Profil Peserta
Nama
: Rian Hermawan, A.Md., Farm.
NIP
: 199206172020121005
Jabatan/Golongan
: Asisten Apoteker Terampil/ II-C
Unit Kerja
: Instalasi Farmasi RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung
Instansi
: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
Dalam pelaksanaan aktualisasi, peserta diklat mengacu kegiatan dalam Sasaran Kinerja Pegawai ( SKP ), yaitu : 1. Mendistribusikan perbekalan farmasi 2. Menyiapkan obat dan membuat etiket 3. Menyiapkan kebutuhan obat untuk tiap kali pemakaian 4. Menyusun laporan kegiatan farmasi klinik 5. Menerima dan memeriksa perwbekalan farmasi 6. Merencanakan pengumpulan data-data 7. Menyiapkan perbekalan farmasi 8. Menerima dan menyeleksi persyaratan administrasi resep serta menghitung harga
obat.
BAB III RANCANGAN AKTUALISASI
3.1 Identifikasi Isu Aktualisasi meupakan salah satu rangkaian dari program pelatihan dasar cpns yang berarti menerjemahkan teori kedalam praktek, mengubah konsep menjadi konstruk, menjadikan gagasan menjadi kegiaatan ( realita ). Identifikasi isu dilakukan dengan melihat permasalahan yang berkaitan dengan peran dan kedudukan ASN di unit kerja dengan nilai-nilai dasar ASN juga dengan aspek manajemen ASN, aspek Pelayanan Publik, dan aspek Whole of
Government. Hasil identifikasi isu kemudian didiskusikan dengan rekan sejawat juga di konsultasikan dengan mentor juga coach. Didapatkan isu yang menjadi permasalahan di Depo Farmasi ICU RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung sebagai berikut : 1. Masih adanya standar paket BMHP yang kurang efisien di NICU RSHS 2. Kurang terpaparnya petugas dengan SOP yang berlaku 3. Sarana dan Prasarana yang kurang memadai 4. Kurang terintegrasinya pemberkasan antar depo 5. Rumitnya birokrasi 6. Gesekan antar pegawa
3.2 Isu yang Diangkat Dilakukan tapisan terhadap isu-isu yang ada di depo icu rshs dengan teknik AKPL yang berarti A = Aktual, B = Kekhalayakan, P = Problematik dan K = Kelayakan. Dengan hasil sebagai berikut
14
15
K eNO
FAKTOR
ISU
t e 1 r
Masih adanya standar paket BMHP yang kurang efisien di NICU RSHS
HASIL
A
K
P
L
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
×
×
√
√
√
√
√
a n2 g a3 n 4 :
Kurang terpaparnya petugas dengan SOP yang berlaku Sarana dan Prasarana yang kurang memadai Kurang
terintegrasinya
pemberkasan
antar depo
5
Rumitnya birokrasi (
√
√
√
×
×
6
Gesekan antar pegawai
√
×
√
×
×
√ ) = Diangkat menjadi isu, ( × ) = Tidak diangkat menjadi isu Berdasrkan hasil penapisan isu dengan metode APKL diatas diperoleh 3 isu yang memenuhi syarat untuk diangkat menjadi isu, selanjutnya isu-isu tersebut dinilai kembali untuk menentukan core issue atau isu utama dengan menggunakan metode USG yang berarti Urgency, Seriousness, Growth. dengan hasil sebagai berikut No
Kriteria
Isu
Total
U
S
G
BMHP yang kurang efisien di 5
5
5
15
5
4
5
14
4
5
4
13
Masih adanya standar paket 1
NICU RSHS 2 3
Kurang
terpaparnya
petugas
dengan SPO yang berlaku Tidak terintegrasinya pemberkasan antar depo
16
Keterangan : Berdasarkan skala Likert 1-5 ( 1 = sangat kecil, 2 = kecil, 3 = sedang, 4 = besar, dan 5 = sangat besar ) Dengan melihat data diatas maka tidak efisiennya paket BMHP untuk pasien NICU dipilih menjadi isu yang akan diangkat dalam aktualisasi program pelatihan dasar CPNS. 3.3 Latar Belakang Pemilihan Isu NICU merupakan salah sau ruangan intensive yang ada di RSUP Dr Hasan Sadikin Bandung yang terletak di gedung COT lantai 2 berdampingan dengan ruangan GICU. Pelayanan kefarmasian untuk ruangan NICU & GICU dilayani oleh Depo Farmasi ICU, yang waktu pelayanannya berlangsung selama 24 jam. Semua kebutuhan baik obat maupun alat kesehatan dilayani di Depo Farmasi ICU dengan sistem Unit Dose Dispensing juga dengan sisten Individual Prescription untk pasien pulang. Untuk memudahkan pelayanan diberlakukan sistem paket untuk pasien yang di rawat di ruangan NICU. Paket tersebut berisi alat kesehatan yang dibutuhkan untuk keperluan pelayanan pemberian obat atau nutrisi parenteral. Diterapkannya proses pencampuran obat untuk pasien NICU oleh farmasi merupakan suatu kemajuan yang sangat baik yang dilakukan oleh Instalasi Farmasi RSUP Dr Hasan Sadikin. Dengan adanya sistem baru yang diterapkan tentu ikut mempengaruhi yang lain yang ada di pelayanan kefarmasian yang melayani ruang rawat NICU, seperti permintaan BMHP sebagai salah satu contohnya. Dengan sistem yang baru ini perlu adanya penyesuaian baik paket yang disiapkan seiring dengan berkurangnya kebutuhan BMHP dikarenakan sudah tidak perlu lagi mencampur atau mencampur obat di ruangan. Obat yang disiapkan sebagian besar sudah dalam bentuk siap pakai ataupun letak penyimpanan paket BMHP.
17
Dengan demikian akan adanya peningkatan kualitas pelayanan juga akan menjadi keuntungan untuk pekerjaan petugas farmasi di depo farmasi ICU RSUP Hasan Sadikin dikarenakan adanya beberapa hal diantaranya : 1. Berkurangnya jumlah paket BMHP yang harus diperiksa. 2. Berkurangnya durasi petugas depo dalam meninggalkan depo untuk memeriksa paket yang ada di ruang perawatan. 3. Pengendalian dan kontrol sediaan farmasi lebih optimal karena berkurangnya sediaan farmasi yang ada di luar depo farmasi, baik dari segi kadaluarsa maupun kelayakan ruangannya. 4. Lebih mudahnya entri data dengan pencatatan yang lebih baik. Seiring dengan keuntungan yang didapatkan oleh petugas depo farmasi, perawat juga akan mendapatkan beberapa keuntungan seperti : 1. Lebih mudah dalam pencatatan 2. Lokasi penyimpanan paket yang lebih dekat.
18
Mengingat belum adanya tindak lanjut yang nyata dalam menanggulangi isu tersebut, maka dilakukan analisis penyebab isu tersebut dengan menggunakan metode fish bone dengan hasil sebagai berikut
system
skills
Awareness kurang
Sistem iv admixture diterapkan
Replenis hanya 1 kali
Kurang baiknya pencatatan
Menggunakan 1 paket bersama
kurang efisiennya jumlah paket BMHP di ruangan nicu
Lokasi loker susah di jangkau Loker tidak beridntitas
Depo farmasi susah di jangkau surrounding
Apabila tidak dilakukan penyesuaian maka akan terjadi beberapa dampak, seperti : 1. Tidak terkontrolnya BMHP yang ada di ruangan 2. Karena
kurang
baiknya
pencatatan,
mengakibatkan kerugian bagi pasien. 3. Tingkat kepuasan pasien akan menurun.
entri
data
jadi
keliru
dan
19
3.4 Gagasan Penyelesaian Isu Melihat isu yang ada dalam pelayanan kefarmasian di depo ICU, yang bekaitan dengan pelayanan paket BMHP untuk ruang perawatan NICU yaitu masih adanya paket BMHP yang kurang efisien yang dapat mengakibatkan kuang terkontrolnya BMHP juga kurang baiknya pencatatan mengakibatkan kekeliruan ketika entri data yang mengakibatkan kerugian untuk pasien yang berujung pada kepuasan pelanggan yang menurun. Maka perlu adanya efisiensi pada standar paket BMHP untuk ruang NICU juga perlunya media pencatatan yang lebih baik. Untuk mewujudkan hal tersebut maka dilakukan beberapa kegiatan seperti tercantum pada tabel berikut : No 1.
Kegiatan Persiapan pembuatan form standar paket
Sumber Inovasi
BMHP NICU 2.
Pembuatan standar baru paket BMHP
Inovasi
NICU 3.
Uji coba standar baru paket BMHP NICU
SKP
4.
Evaluasi penggunaan standar baru paket
inovasi
BMHP NICU 5.
Pembuatan laporan kegiatan
Skp
20
3.5 MATRIKS RANCANGAN AKTUALISASI No. Kegiatan
Tahapan Kegiatan
Output /
Keterkaitan Nilai-
Kontribusi
Penguatan
Hasil
Nilai Dasar
terhadap Visi
Nilai-Nilai RSHS
Kegiatan 1.
dan Misi RSHS
Persiapan
Melakukan
Diperolenya
Permohonan izin
Sesuai dengan
Kepemimpinan,
pembuatan
permohonan izin
izin dari
dilakukan dengan
misi Rumah
profesional,
form standar
kepada apoteker
apoteker dan
jelas dan
Sakit Hasan
inovatif, tulus,
paket BMHP
penanggung
kepala
tanggung
Sadikin yaitu
unggul dan
NICU
jawab & kepala
ruangan
jawab (
Peningkatan
integritas
Akuntabilitas )
Kualitas
dengan bahasa
Manusia
yang sopan dan
Indonesia
santun ( Etika
sehingga
Publik )
mendorong
dilakukan dengan
tercapainya visi
cermat, efektif
Rumah Sakit
dan efisien (
Hasan Sadikin
Komitmen
yaitu
mutu )
Terwujudnya
ruangan NICU
21
Melakukan analisi
Data
Analisis data
Indonesia Maju
data
pemakaian
dilakukan dengan
yang Berdaulat,
BMHP
jujur dan
Mandiri dan
sebelum
tanggung jawab ( Berkepribadian
standar baru
anti korupsi ),
Berlandaskan
data yang diperoleh
Gotong Royong
disajikan dengan jujur apadanya dan transparan ( akuntabilitas ) Melakukan
Persamaan
Konsultasi
konsultasi dengan
pesepsi
dilakukan dengan
apoteker dan
mengenai
sopan santun dan
kepala ruangan
form BMHP
rasa hormat (
untuk form yang
baru
etika publik ),
baru
dengan mengedepankan persatuan ( nasionalisme ) dalam mencapai kesepakatan untuk sesuatu yang lebih
22
baik ( komitmen mutu )
2.
Pembuatan
Melakukan
Usulan
Koordinasi
Sesuai dengan
Kepemimpinan,
standar baru
koordinasi dengan
kebutuhan
dilakukan dengan
misi Rumah
profesional,
paket BMHP
perawat ruangan
BMHP
bahsa yang sopan,
Sakit Hasan
inovatif, tulus,
NICU
NICU
santun dan saling
Sadikin yaitu
unggul dan
menghormati (
Peningkatan
integritas
etika publik ),
Kualitas
berfokus kepada
Manusia
efisiensi dan
Indonesia
efetifitas (
sehingga
komitmen mutu )
mendorong
guna mencapai
tercapainya visi
pelayanan yang
Rumah Sakit
lebih baik dengan
Hasan Sadikin
sepakat untuk
yaitu
bergotong
Terwujudnya
23
royong dan tidak
Indonesia Maju
saling
yang Berdaulat,
memberatkan (
Mandiri dan
nasionalisme )
Berkepribadian Berlandaskan Gotong Royong
Membuat draft
Draft form
form standar
BMHP yang
BMHP
baru
Pembuatan draft dengan tanggung jawab dan sederhana ( anti korupsi ), jelas (akuntabilitas ) juga inovaif dan berorientasi unuk membuat sesuatu dengan mutu lebih baik ( komitmen mutu )
24
Mengkaji standar
Standar
Pengkajian
BMHP
BMHP baru
dilakukan dengan kerjasama tim dan dengan transparan ( akuntabilitas ), adil baik terhadap ruangan ataupun depo ( anti koupsi ) sehingga didapat standar yang efektif, efisien dan memudahkan petugas dalam melaksanakan tugas ( komitmen mutu )
25
3.
Uji coba
Sosialisasi
Penggunaan
Sosialisasi
Sesuai dengan
Kepemimpinan,
standar baru
penggunaan
standar
dilakukan dengan
misi Rumah
profesional,
paket BMHP
standar BMHP
BMHP NICU
jelas dan mudah
Sakit Hasan
inovatif, tulus,
NICU
yang baru kepada
yang baru
dimengerti (
Sadikin yaitu
unggul dan
teman teman
akuntabilitas ),
Peningkatan
integritas
asisten apoteker
dengan gaya bahas
Kualitas
dan apoteker di
yang sopan
Manusia
depo farmasi ICU
santun dan saling
Indonesia
menghomati (
sehingga
etika publik ),
mendorong
agar penerapan
tercapainya visi
standar baru
Rumah Sakit
berjalan maksimal
Hasan Sadikin
diperlukan
yaitu
kerjasama antara
Terwujudnya
petugas yang
Indonesia Maju
mempunyai
yang Berdaulat,
kesatuan (
Mandiri dan
nasionalisme )
Berkepribadian
tujuan yaitu
Berlandaskan
melakukan
Gotong Royong
pelayanan yang
26
lebih efektif, efisien dan bermutu ( komitmen mutu ).
Sosialisasi
Penggunaan
Sosialisasi
penggunaan
standar
dilakukan dengan
standar BMHP
BMHP NICU
jelas dan mudah
NICU yang baru
yang baru
dimengerti (
kepada perawat
akuntabilitas ),
ruangan NICU
dengan gaya bahas yang sopan santun dan saling menghomati ( etika publik ), agar penerapan standar baru berjalan maksimal
27
diperlukan kerjasama antara petugas yang mempunyai kesatuan ( nasionalisme ) tujuan yaitu melakukan pelayanan yang lebih efektif, efisien dan bermutu ( komitmen mutu ).
28
Pencatatan
Data
Pencatatan
pemakaian BMHP
pemakaian
dilakukan dengan
di ruangan dan
BMHP
jujur dan disiplin
pengeluaran BMHP
(anti korupsi )
di depo farmasi
dengan penuh rasa tanggung jawab agar mendapatkan data yang benar, jelas dan bisa dipecaya ( akuntabilitas ).
4.
Evaluasi
Pengambilan data
Data sebelum
Pengambilan data
Sesuai dengan
Kepemimpinan,
penggunaan
hasil rekapitulasi
dan sesudah
dilakukan dengan
misi Rumah
profesional,
standar baru
pemakaian
penggunaan
cermat dan
Sakit Hasan
inovatif, tulus,
paket BMHP
standar
tanggung jawab
Sadikin yaitu
unggul dan
NICU
BMHP NICU
( etika publik ),
Peningkatan
integritas
yang baru
guna menghasilkan
Kualitas
data yang jelas
Manusia
dan dapat
Indonesia
dipercaya (
sehingga
akuntabilitas )
mendorong
sehingga dapat
tercapainya visi
29
mennjadi acuan
Rumah Sakit
dalam
Hasan Sadikin
merencanakan
yaitu
kegiatan
Terwujudnya
selanjutnya demi
Indonesia Maju
menciptakan
yang Berdaulat,
pelayanan yang
Mandiri dan
lebih efektif,
Berkepribadian
efisien dan
Berlandaskan
bermutu (
Gotong Royong
komitmen mutu ). Pengolahan data
Grafik
Pengolahan data
hasil uji coba
pemakaian
dimaksudkan agar
BMHP
data lebih jelas dan lebih mudah untuk dibaca dan difahami, menghindari dari adanya kesalahan persepsi,proses ini juga dilakukan
30
dengan tanggung jawab dan kerja keras ( anti korupsi ), menjunjung tinggi nilai kejujuran dan transparansi ( akuntabilitas )
Penyempurnaan
Form standar
Penyempurnaan
form standar
BMHP NICU
form standar BMHP
BMHP baru
dilakukan berdasarkan data yang didapat selama masa uji coba dengan proses tukar fikiran antar bagian hingga akhirnya mencapai kesepakatan bersama yang adil
31
dan tidak memberatkan salah satu pihak ( nasionalisme ), hal ini dimaksudkan agar terciptanya suatu inovasi standar yang dapat meningkatkan efektifitas, efisiensi dan mutu yang lebih baik dalam melakukan pelayanan ( komitmen mutu ).
32
5.
Pembuatan
Penyajian data
Data yang
Penyajian data
Sesuai dengan
Kepemimpinan,
laporan
penelitian
tersaji
dalam bentuk tabel
misi Rumah
profesional,
dengan rapi
dan grafik yang
Sakit Hasan
inovatif, tulus,
dan mudah
sederhana akan
Sadikin yaitu
unggul dan
di baca
memudahkan
Peningkatan
integritas
pembaca dalam
Kualitas
memahami hasil
Manusia
dari penelitian (
Indonesia
anti korupsi ) ,
sehingga
maka proses
mendorong
penyajian data
tercapainya visi
harus dilakukan
Rumah Sakit
dengan cermat,
Hasan Sadikin
jelas dan
yaitu
tanggung jawab
Terwujudnya
, menjungjung
Indonesia Maju
tinggi nilai
yang Berdaulat,
kejujuran ( etika
Mandiri dan
publik ) serta
Berkepribadian
dilakukan dengan
Berlandaskan
integritas dan
Gotong Royong
kegiatan
transparan
33
sehingga hasilnya dapat dipercaya ( akuntabilitas )
Pengambilan
Kesimpulan
Dilakukan dengan
kesimpulan
terkait
menjunjung tinggi
standar
keadilan dan
BMHP NICU
transparan
yang baru
berdasarkan fakta yang ada dan konsisten dengan tujuan awal ( akuntabilitas ), kesimpulan diambil dengan cermat, jujur dan integritas yang
34
tinggi ( etika publik )agar menghasilkan kesimpulan yang bisa di pertanggung jawabkan ( anti korupsi ).
Penulisan laporan
Laporan
Penulisan dilakukan
kegiatan
dengan cermat dan rasa hormat kepada semua pihak yang terlibat dalam kegiatan ini, dengan menggunakan bahasa yang sopan dan santun serta tidak menyinggung pihak lain ( etika publik
35
)agar tercipta suatu laporan yang sederhana dan dapat di pertanggung jawabkan ( anti korupsi ), penulisan laporan ini dilakukan dengan disiplin dan taat pada peraturan yang berlaku ( etika publik ) dengan integritas dan transparan sehingga laporan yang tersusun bisa dipercaya ( akuntabilitas ) dan bisa menjadi acuan untuk
36
meningkatkan mutu pelayanan ( komitmen mutu ).
37
3.6 RANCANGAN WAKTU PELAKSANAAN KEGIATAN AKTUALISASI No.
Kegiatan
Mei 2021 III
IV
1.
Persiapan pembuatan form standar paket BMHP NICU
2.
Pembuatan standar baru paket BMHP NICU
X
3.
Uji coba standar baru paket BMHP NICU
X
4.
Evaluasi penggunaan standar baru paket BMHP NICU
5.
Pembuatan laporan kegiatan
Juni 2021 I
II
X
X
III
IV
X
X X
BAB IV KEGIATAN AKTUALISASI Peserta diklat menginternalisasi dan mengaktualisasikan nilai-nilai dasar profesi ASN yang didapat selama masa pelatihan di tempat kerja, yaitu RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung, khususnya satuan kerja Instalasi Farmasi, RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung. Kegiatan dilakukan mulai dari tanggal 17 Mei 2021 - 22 Juni 2021 dengan total 5 kegiatan berdasarkan uraian tugas dan inovasi penulis. Adapun kegiatan tersebut berdasarkan Sasaran Kinerja Pegawai dan inovasi adalah sebagai berikut : No
Kegiatan
Sumber
Status Realisasi
1.
Persiapan pembuatan form
Inovasi
Terlaksana
Inovasi
Terlaksana
SKP
Terlaksana
inovasi
Terlaksana
SKP
Terlaksana
standar paket BMHP NICU 2.
Pembuatan standar baru paket BMHP NICU
3.
Uji coba standar baru paket BMHP NICU
4.
Evaluasi penggunaan standar baru paket BMHP NICU
5.
Pembuatan laporan kegiatan
38
39
4.1 KEGIATAN 1 Kegiatan
Persiapan pembuatan form standar paket BMHP NICU
Sumber Kegiatan
Inovasi
Tanggal
17 – 21 Mei 2021
Tahapan kegiatan
1. Melakukan permohonan izin kepada apoteker penanggung jawab & kepala ruangan NICU 2. Melakukan analisi data 3. Melakukan konsultasi dengan apoteker dan kepala ruangan untuk form yang baru
Output
Diperoleh izin melaksanakan aktualisasi, data pemakaian juga persamaan persepsi mengenai form BMHP yang baru
Uraian kegiatan
Kegiatan pertama yang dilakukan dalam aktualisasi ini adalah meminta izin kepada Apoteker penaggung jawab depo farmasi ICU dan kepala ruangan NICU, permohonan izin dilakukan dengan jelas dan tanggung jawab sesuai dengan nilai dasar Akuntabilitas, dengan bahasa yang sopan dan santun sesuai nilai Etika Publik dilakukan dengan cermat, efektif dan efisien sesuai dengan nilai Komitmen mutu.
Dokumentasi pemohonan izin kepada Apoteker penaggng jawab depo farmasi ICU
40
Dokmentasi permohonan izin kepada kepala ruangan NICU
Izin membuat form BMHP NICU
Kegiatan kedua adalah melakukan analisis data pemakaian alat kesehatan yang didapat dari data pemakaian pasien selama 2 minggu terakhir yang dijadikan dasar dalam efisiensi paket BMHP NICU yang baru. Kegiatan dilakukan dengan jujur dan tanggung jawab sesuai dengan nilai dasar anti korupsi , data yang diperoleh disajikan dengan jujur apadanya dan transparan sesuai dengan nilai akuntabilitas.
41
Data pemakaian BMHP NICU
42
Pemakaian BMHP NICU Red dot
4
blood set
12
infus set tipu
12
infus set
11
nasal canul
0
st steril 7
5
st steril 6.5
6
3 way ll
1
3 way
10
plester elastis per 100 cm
13
i.v dressing
9
bionector
12
perfusor tubing
14
50 ml
13
20 ml
1
10 ml
14
5 ml
4
3ml
6
1 ml
11 0
5
10
15
KALII DALAM 2 MINGGU Rekapitulasi data pemakaian BMHP NICU
Kegatan ketiga adalah melakukan konsultasi dengan apoteker dan kepala ruangan untuk form yang baru, konsultasi dilakukan dengan sopan santun dan rasa hormat
sesuai
nilai
etika
publik
mengedepankan
persatuan sesuai dengan nilai nasionalisme dalam mencapai kesepakatan untuk sesuatu yang lebih baik sesuai dengan nilai komitmen mutu.
43
Kegiatan ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap misi RSHS yaitu sehingga
Peningkatan Kualitas Manusia Indonesia
mendorong
tercapainya
visi
RSHS
yaitu
Terwujudnya Indonesia Maju yang Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian
Berlandaskan
Gotong
Royong
dan
memberikan penguatan pada nilai – nilai RSHS yaitu kepemimpinan, profesional, inovatif, tulus, unggul dan integritas. Analisis dampak
Dalam proses pelaksanakan kegiatan persiapan pembuatan form standar baru BMHP NICU nilai etika publik harus diterapkan karena kita behadapan dengan atasan, juga bagian lain sehingga kita harus saling menghormati satu sama lain, jika tidak dilaksanakan maka kita dianggap lancang.
Kita
juga
harus
berprinsip
pada
nilai
akuntabilitas yaitu tanggung jawab agar memberikan hasil yang maksimal juga kita harus jujur dalam setiap langkah kegiatan yang kita lakukan sesuai dengan nilai anti korupsi supaya data yang kita peroleh sesuai dan apa adanya, jika tidak dilaksanakan nilai nilai tersebut makan akan berimabas kepada keaslian data yang didapat. Dengan demikian kita tidak aka bisa menerapkan nilai komitmen mutu.
44
4.2 KEGIATAN 2 Kegiatan
Pembuatan standar baru paket BMHP NICU
Sumber Kegiatan
Inovasi
Tanggal
24 – 28 Mei 2021
Tahapan kegiatan
Melakukan koordinasi dengan perawat ruangan NICU Membuat draft form standar BMHP Mengkaji standar BMHP
Output
Standar baru BMHP NICU
Uraian kegiatan
Kegiatan pembuatan standar baru paket BMHP NICU diawali dengan bekoordinasi dengan perawat – perawat NICU sebagai pengguna dan kepada petugas depo sebagai penyedia BMHP NICU, Koordinasi dilakukan dengan bahsa yang sopan, santun dan saling menghormati sesuai dengan nilai etika publik, berfokus
kepada
efisiensi
dan
efektifitas sesuai
nilai
komitmen mutu guna mencapai pelayanan yang lebih baik dengan sepakat untuk bergotong royong dan tidak saling memberatkan sesuai dengan nilai nasionalisme.
Koordinasi dengan perawat NICU
45
Usulan dari rekan perawat NICU
Kegiatan dilanjutakan dengan membuat draft form standar BMHP NICU, pembuatan draft dilakukan dengan tanggung jawab dan sederhana sesuai nilai anti korupsi, jelas sesuai nilai akuntabilitas juga inovaif dan berorientasi unuk membuat sesuatu dengan mutu lebih baik sesuai dengan nilai komitmen mutu. Dilanjutkan dengan
kegiatan ketiga yaitu mengkaji standar
BMHP yang telah disusun. Pengkajian dilakukan dengan kerjasama
tim
dan
dengan
transparan
sesuai
nilai
akuntabilitas, adil baik terhadap ruangan ataupun depo sesuai nilai anti koupsi sehingga didapat standar yang efektif, efisien dan memudahkan petugas dalam melaksanakan tugas sesuai dengan komitmen mutu
yang bertujuan untuk
menciptakan suatu pelayanan yang berdasar kepada satu kesatuan tujuan yang sama sesuai nilai nasionalisme.
46
Form BMHP NICU yang lama
Draft standar BMHP NICU
47
c Form pencatatan BMHP NICU
Kegiatan ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap misi RSHS yaitu
Peningkatan Kualitas Manusia Indonesia sehingga
mendorong tercapainya visi RSHS yaitu Terwujudnya Indonesia Maju yang Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong Royong dan memberikan penguatan pada nilai – nilai RSHS yaitu kepemimpinan, profesional, inovatif, tulus, unggul dan integritas. Analisis dampak
Kegiatan koordinasi dilakukan dengan bahsa yang sopan, santun dan
saling menghormati sesuai dengan nilai etika
publik ini penting untuk menjaga hubungan baik antar bagian, kegiatan pengkajian dilakukan dengan kerjasama tim dengan jelas dan
transparan sesuai nilai akuntabilitas yang
bertujuan untuk mencapai pelayanan yang lebih baik dengan sepakat untuk bergotong royong dan tidak saling memberatkan sesuai nilai nasionalisme jika tidak diterapkan maka tidak akan tercapai pelayanan yang baik karena adanya ketimpangan dalam beban maupun manfaat yang dirasakan oleh masing – masing bagian maka pembuatan draft dilakukan dengan tanggung jawab, sederhana dan adil baik terhadap ruangan ataupun depo sesuai nilai anti korupsi Berfokus kepada
48
efisiensi dan efektifitas juga inovaif dan berorientasi unuk membuat sesuatu dengan mutu lebih baik sehingga didapat standar yang efektif, efisien dan memudahkan petugas dalam melaksanakan tugas sesuai dengan nilai komitmen mutu
49
4.3 KEGIATAN 3 Kegiatan
Uji coba standar baru paket BMHP NICU
Sumber Kegiatan
SKP
Tanggal
1 - 14 Juni 2021
Tahapan kegiatan
Sosialisasi penggunaan standar BMHP yang baru kepada teman teman asisten apoteker dan apoteker di depo farmasi ICU Sosialisasi penggunaan standar BMHP NICU yang baru kepada perawat ruangan NICU Pencatatan pemakaian BMHP di ruangan dan pengeluaran BMHP di depo farmasi
Output
Penggunaan dan data pemakaian BMHP NICU yang baru
Uraian kegiatan
Ditahap ini kegiatan sosialisasi penggunaan BMHP NICU yang baru dilakukan sosialisasi kepada teman – teman di depo farmasi ICU juga kepada rekan – rekan perawat di ruangan NICU.
Sosialisasi
dilakukan
dengan
jelas
dan
mudah
dimengerti sesuai dengan nilai akuntabilitas, dengan gaya bahas yang sopan santun dan saling menghomati sesuai dengan nilai etika publik, agar penerapan standar baru berjalan maksimal diperlukan kerjasama antara petugas yang mempunyai kesatuan sesuai nilai nasionalisme dengan tujuan
melakukan pelayanan yang lebih efektif,
efisien dan bermutu sesuai dengan nilai komitmen mutu.
50
Daftar hadir sosialisasi
Video
https://drive.google.com/file/d/1zDuJlzMGFpC-
Ub1x12vBLHB_427bFx9k/view?usp=sharing digunakan
sebagai
media untuk
mempermudah
dalam
melakukan sosialisasi juga sebagai media pengingat dalam melakukan pelayanan sehari – hari yang disimpan dan diputar di komputer baik yang ada di depo maupun di ruangan.
51
W
Dokumentasi kegiatan sosialisasi kepada rekan – rekan di depo farmasi ICU
52
Dokumentasi kegiatan sosialisasi kepada rekan – reka perawat NICU
53
54
Cuplikan video untuk sosialisasi form BMHP NICU
Bersamaan dengan proses sosialisasi, dengan instruksi kerja dari apoteker penanggung jawab depo farmasi ICU maka form pencatatan BMHP NICU yang baru mulai diuji cobakan. Pencatatan dilakukan dengan jujur dan disiplin sesuai dengan nilai anti korupsi dengan penuh rasa tanggung jawab agar mendapatkan data yang benar, jelas dan bisa dipecaya sesuai dengan nilai akuntabilitas, dilakukan dengan kesatuan tujuan sesuai dengan nilai nasionalisme yaitu melakukan pelayanan yang lebih efektif, efisien dan berorientasi pada mutu sesuai dengan nilai komitmen mutu.
55
Tangkapan layar aplikasi what’s up instrksi kerja dari apoteker penanggung jawab depo farmasi ICU
56
Pencatatan pemakaian BMHP NICU
Kegiatan ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap misi RSHS yaitu Peningkatan Kualitas Manusia Indonesia sehingga mendorong
tercapainya
visi
RSHS
yaitu
Terwujudnya
Indonesia Maju yang Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong Royong dan memberikan penguatan pada nilai – nilai RSHS yaitu kepemimpinan, profesional, inovatif, tulus, unggul dan integritas. Analisis dampak
Kegiatan sosialisasi dan pencatatan dilakukan dengan jujur dan disiplin sesuai dengan nilai anti korupsi juga dilakukan dengan jelas dan
mudah dimengerti penuh rasa tanggung
jawab sesuai dengan nilai akuntabilitas agar mendapatkan data yang benar, jelas dan bisa dipecaya jika tidak diterapkan maka
data
keabsahannya,
yang
dihasilkan
kurang
dapat
dipercaya
kegiatan penerapan standar baru berjalan
maksimal dilakukan dengan kerjasama antara petugas yang mempunyai kesatuan sesuai dengan nilai nasionalisme dalam melakukan pelayanan yang lebih baik jika tidak diterapkan maka pelayanan akan berjalan kurang maksimal,
57
proses sosialisasi dilakukan dengan gaya bahas yang sopan santun dan saling menghomati sesuai dengan nilai etika publik , Kegiatan ini dilakukan dengan maksud menciptakan pelayanan yang lebih efektif, efisien dan bermutu sesuai dengan nilai komitmen mutu, dengan tidak menerapkan nilai ini maka hasil yang didapat akan kurang maksimal.
58
4.4 KEGIATAN 4 Kegiatan
Evaluasi penggunaan standar baru paket BMHP NICU
Sumber Kegiatan
Inovasi
Tanggal
14 – 19 Juni 2021
Tahapan kegiatan
Pengambilan data hasil rekapitulasi pemakaian Pengolahan data hasil uji coba Penyempurnaan form standar BMHP baru
Output
Data penggunaan BMHP NICU dan form BMHP NICU yang telah disempurnakan
Uraian kegiatan
Kegiatan pertama yaitu pengambilan data hasil rekapitulasi pemakaian BMHP NICU dilakukan dengan cermat dan tanggung jawab sesuai dengan nilai etika publik guna menghasilkan data yang jelas dan dapat dipercaya sesuai dengan niai akuntabilitas sehingga dapat mennjadi acuan dalam merencanakan kegiatan selanjutnya demi menciptakan pelayanan yang lebih efektif, efisien dan bermutu sesuai dengan nilai komitmen mutu. Sama halnya dengan pengambilan data sebelumnya, data diambil dari pemakaian pasien pada rincian penggunaan obat dan alkes pasien.
59
Data pemakaian pasien NICU
Setelah data didapatkan maka kegiatan selanjutnya adalah Pengolahan
data
hasil
uji
coba,
pengolahan
data
dimaksudkan agar data lebih jelas dan lebih mudah untuk dibaca dan difahami, menghindari dari adanya kesalahan persepsi, proses ini juga dilakukan dengan tanggung jawab dan kerja keras sesuai dengan nilai anti korupsi, menjunjung tinggi nilai kejujuran dan transparansi sesuai dengan
nilai
akuntabilitas
dengan
berorientasi
pada
peningkatan mutu pelayanan sesuai dengan nilai komitmen mutu.
60
Data pemakaian BMHP NICU Red dot blood set infus set tipu infus set nasal canul st steril 7 st steril 6.5 3 way ll 3 way plester elastis i.v dressing bionector perfusor tubing 50 ml 20 ml 10 ml 5 ml 3ml 1 ml 0
5
10
15
KALI Grafik data penggunaan BMHP NICU
Setelah dilakukan evaluasi maka kegiatan selanjutnya yaitu proses penyempurnaan form pencatatan BMHP NICU yang baru,
penyempurnaan
form
standar
BMHP
dilakukan
berdasarkan data yang didapat selama masa uji coba dengan proses tukar fikiran antar bagian hingga akhirnya mencapai kesepakatan bersama yang adil dan tidak memberatkan salah satu pihak sesuai dengan nilai nasionalisme, hal ini dimaksudkan agar terciptanya suatu inovasi standar yang dapat meningkatkan efektifitas, efisiensi dan mutu yang
61
lebih baik dalam melakukan pelayanan sesuai dengan nilai komitmen mutu, proses evaluasi ini dilakukan dengan bahasa yang sopan santun sesuai nilai dasar etika publik serta menjunjung tinggi nilai kejujuran dan integritas sesuai dengan nilai akuntabilitas. Form yang dihasilkan dalam bentuk sesederhana mungkin sesuai nilai anti korupsi sehingga mudah untuk digunakan.
Form standar BMHP NICU
62
Form pencatatan BMHP NICU
Kegiatan ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap misi RSHS
yaitu
sehingga
Peningkatan
mendorong
Kualitas
tercapainya
Manusia Indonesia visi
RSHS
yaitu
Terwujudnya Indonesia Maju yang Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian
Berlandaskan
Gotong
Royong
dan
memberikan penguatan pada nilai – nilai RSHS yaitu kepemimpinan, profesional, inovatif, tulus, unggul dan integritas. Analisis dampak
Setiap
kegiatan
dilakukan
dengan
tanggung
jawab,
menjunjung tinggi nilai kejujuran dan transparansi guna menghasilkan data yang jelas dan dapat dipercaya sesuai nilai akuntabilitas, pengolahan data dimaksudkan agar data lebih jelas dan lebih mudah untuk dibaca dan difahami, menghindari dari adanya kesalahan persepsi,proses ini juga dilakukan dengan tanggung jawab dan kerja keras sesuai nilai anti korupsi, Pengambilan data dilakukan dengan cermat dan tanggung jawab dengan menjunjung tinggi nilai sopan santun sesuai nilai etika publik, Penyempurnaan form standar BMHP dilakukan berdasarkan data yang didapat
63
selama masa uji coba dengan proses tukar fikiran antar bagian hingga akhirnya mencapai kesepakatan bersama yang adil dan tidak memberatkan salah satu pihak sesuai nilai nasionalisme, hasil kegiatan ini diharapkan dapat mennjadi acuan dalam merencanakan kegiatan selanjutnya demi menciptakan pelayanan yang lebih efektif, efisien dan bermutu agar terciptanya suatu inovasi standar yang dapat meningkatkan efektifitas, efisiensi dan mutu yang lebih baik dalam melakukan pelayanan sesuai dengan nilai komitmen mutu. Jika nilai nilai ANEKA diatas tidak diterapkan maka hasil dari kegiatan ini akan kurang maksimal.
64
4.5 KEGIATAN 5 Kegiatan
Pembuatan laporan kegiatan
Sumber Kegiatan
SKP
Tanggal
14 – 22 Juni 2021
Tahapan kegiatan
Penyajian data penelitian Pengambilan kesimpulan Penulisan laporan
Output
Laporan kegiatan aktualisasi
Uraian kegiatan
Kegiatan penyusunan laporaan dimulai dengan penyajian data, Penyajian data dalam bentuk tabel dan grafik yang sederhana akan memudahkan pembaca dalam memahami hasil dari penelitian sesuai dengan nilai anti korupsi, maka proses penyajian data harus dilakukan dengan cermat, jelas dan tanggung jawab , menjungjung tinggi nilai kejujuran sesuai dengan nilai etika publik serta dilakukan dengan integritas
dan
transparan
sehingga
dipercaya seuai nilai akuntabilitas.
hasilnya
dapat
65
Red dot blood set infus set tipu infus set nasal canul st steril 7 st steril 6.5 3 way ll 3 way plester… i.v dressing bionector perfusor… 50 ml 20 ml 10 ml 5 ml 3ml 1 ml
0
4
Red dot blood set infus set… infus set nasal canul st steril 7 st steril 6.5 3 way ll 3 way plester… i.v dressing bionector perfusor… 50 ml 20 ml 10 ml 5 ml 3ml 1 ml
12 12 11 0 5 6 1 10 13 9 12 14 13 1
14 4
6 11
5
10
15
0
10
20
Sesudah
Sebelum Data pemakaian BMHP NICU
Gambar paket sebelum dan sesudah
Kegiatan seelanjutnya adalah pengambilan kesimpulan yang dilakukan
dengan
menjunjung
tinggi
keadilan
dan
66
transparan berdasarkan fakta yang ada dan konsisten dengan tujuan awal sesuai nilai akuntabilitas, kesimpulan diambil dengan cermat, jujur dan integritas yang tinggi sesuai
dengan
nilai
etika
publik
agar
menghasilkan
kesimpulan yang bisa di pertanggung jawabkan sesuai dengan nilai anti korupsi. Kesimpulan diambil setelah melalui musyawarah sesuai nilai nasionalisme dengan berbagai pihak sehingga menghasilkan kesimpulan yang bermutu sesuai dengan nilai komitmen mutu. Setelah kesimpulan diambil maka kegiatan selanjutnya adalh menuangkannya dalam sebuah laporan kegiatan. Penulisan dilakukan dengan cermat dan rasa hormat kepada semua pihak yang terlibat dalam kegiatan ini, dengan menggunakan bahasa yang sopan dan santun serta tidak menyinggung pihak lain sesuai dengan nilai etika publik agar tercipta suatu laporan yang sederhana dan dapat di pertanggung jawabkan sesuai nilai anti korupsi, penulisan laporan ini dilakukan dengan disiplin dan taat pada peraturan yang berlaku dengan integritas dan transparan sehingga laporan
yang
tersusun
bisa
dipercaya
sesuai
nilai
akuntabilitas dan bisa menjadi acuan untuk meningkatkan mutu pelayanan sesuai dengan nilai komitmen mutu. Kegiatan ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap misi RSHS
yaitu
sehingga
Peningkatan
mendorong
Kualitas
tercapainya
Manusia Indonesia visi
RSHS
yaitu
Terwujudnya Indonesia Maju yang Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian
Berlandaskan
Gotong
Royong
dan
memberikan penguatan pada nilai – nilai RSHS yaitu kepemimpinan, profesional, inovatif, tulus, unggul dan integritas.
67
Analisis dampak
Kegiatan dilakukan dengan sunggung – sungguh agar menghasilkan sesuatu yang maksimal sehingga bisa menjadi acuan untuk meningkatkan mutu pelayanan sesuai dengan nilai komitmen mutu, kegiatan dilakukan dengan integritas dan transparan sehingga hasilnya dapat dipercaya, dilakukan dengan
menjunjung
tinggi
keadilan
dan
transparan
berdasarkan fakta yang ada dan konsisten dengan tujuan awal sesuai dengan nilai akuntabilitas, dengan satu tujuan yang sama sesuai nilai nasionalisme dengan cermat dan rasa hormat kepada semua pihak yang terlibat dalam kegiatan ini, dengan menggunakan bahasa yang sopan dan santun serta tidak menyinggung pihak lain dan dilakukan dengan disiplin dan taat pada peraturan yang berlaku sesuai dengan nilai etika publik, Penyajian data dalam bentuk tabel dan grafik yang sederhana akan memudahkan pembaca dalam memahami hasil dari penelitian agar menghasilkan kesimpulan yang bisa di pertanggung jawabkan supaya tercipta suatu laporan yang sederhana dan dapat di pertanggung jawabkan sesuai dengan nilai anti korupsi. Dengan menerapkan nilai dasar yang telah dipelajari maka akan tercipta suatu laporan yang baik tetapi jika tidak diterapkan laporan akan menjadi kurang maksimal.
Dengan kegiatan aktualisasi diatas diharapkan dapat menyelesaikan isu yang ada di dalam pelayanan kefarmasian di depo farmasi ICU kepada ruangan NICU. Dengan berkurangnya jenis dan jumlah alat kesehatan dalam paket BMHP NICU maka dapat mengefisienkan
waktu
pengisian
ulang,
memudahkan
dalam
penggunaan
juga
memudahkan dalam pencatatan yang pada akhirnya meningkatkan efektifitas pelayanan yang dilakukan baik oleh petugas farmasi depo ICU maupun perawat NICU sebagai pengguna.
68
Pelu adanya tindak lanjut dari kegiatan aktualisasi pembuatan form BMHP NICU maka
penulis
menyusun
rencana
tindak
lanjut
sebagai
berikut
69
4.6 RENCANA TINDAK LANJUT
No
Kegiatan Jangka Pendek <1 Th
1
Sasaran Rekan di depo
Produksi form BMHP
Metode Instruksi kerja
icu
Nilai Sikap yang Hasil dan diperlukan Target Tanggung 50 lembar per jawab, soopan,
Hambatan Tidak ada
bulan
santun, jelas, sederhana, persatuan 2
Pengajan SOP paket BMHP
Depo Farmasi
Usulan
Tanggung
SOP
ICU, Bag. Mutu
jawab, sopan,
penggunaan
&
santun, jelas,
paket BMHP
Pengembangan
sederhana,
instalasi
persatuan,
Farmasi
musyawarah, hormat
Waktu
70
3
Efisiensi paket BMHP
Depo farmasi
lainnya
ICU
Instruksi kerja
Tanggung
Paket BMHP
jawab, sopan,
baru
santun, jelas, sederhana, persatuan, musyawarah, hormat
waktu
BAB V SIMPULAN DAN SARAN
5.1 Simpulan Terlaksananya setiap tahapan kegiatan dalam proses aktualisasi ini dengan menerapkan nilai – nilai dasar PNS yaitu Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi ( ANEKA ) kegiatan yang dilakukan menjadi terarah dan memberikan hasil yang maksimal. Dengan adanya form BMHP NICU diharapkan dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi dalam melakukan pelayanan sehari hari yang bertujuan untuk meningkatkan mutu pelayanan sehari – hari. 5.2 Saran Penulis meyakini bahwa hasil dari kegiatan aktualisasi ini masih jauh dari kata sempurna maka penulis mengharuapkan masukan dari berbagai pihak guna memaksimalkan fungsi dari program tersebut sehingga dapat lebih menigkatkan efektifitas dan efisiensi pekerjaan yang dilakukan serta meningkatkan kinerja dari setiap pegawai.
71
REFERENSI http://web.rshs.or.id/tentang-kami/struktur-organisasi/ diakses tanggal 09 Mei 2021 http://web.rshs.or.id/tentang-kami/visi-misi/ diakses tanggal 09 Mei 2021 Keputusan Direktur Utama Rumah Sakit Umum Pusat ( RSUP ) Dr. Hasan Sadikin Bandung Nomor : HK.02.03./X.4.1.3/13970/2018 Tentang Panduan Pelayanan Instalasi Rawat Intensif RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung. Keputusan Direktur Utama Rumah Sakit Umum Pusat ( RSUP ) Dr. Hasan Sadikin Bandung Nomor : HK.02.03./X.4.1.3/21444/2018 Tentang Panduan Pelayanan Farmasi RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung. Keputusan Direktur Utama Rumah Sakit Umum Pusat ( RSUP ) Dr. Hasan Sadikin Bandung Nomor : HK.02.03./X.4.1.3/7155/2018 Tentang Pelayanan Kefarmasian dan Penggunaan Obat di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung. Peraturan Lembaga Administrasi Negara Nomor 1 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 58 Tahun 2014 Tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara
72
LAMPIRAN Laporan Pelaksanaan Aktualisasi EFISIENSI PAKET BAHAN MEDIS HABIS PAKAI RUANGAN NICU ( NEONATAL INTENSIVE
CARE UNIT ) RSUP DR. HASAN SADIKIN BANDUNG Penyelesaian Kegiatan Kegiatan
Catatan Coach Waktu dan Media Coaching Tambahkan masukan dari penguji ketika seminar aktaualisasi sesuai
Output Kegiatan terhadap pemecah isu Keterkaitan substansi mata ada pelatihan Kontribusi terhadap Visi-Misi ada Organisasi Penguatan Nilai Organisasi ada
dr.maryono, M.Kes
73