LAPORAN AKTUALISASI PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN II ANGKATAN 2
OPTIMALISASI MEDIA EDUKASI LATIHAN FISIOTERAPI PADA KASUS NYERI LEHER DI POLI FISIOTERAPI RSUPN DR CIPTO MANGUNKUSUMO TAHUN 2021
DISUSUN OLEH : NUNIK RIZKY ANITA NIP. 199502072020122007
BAPELKES CIKARANG KEMENTERIAN KESEHATAN RI 2021
LEMBAR PENGESAHAN
LAPORAN AKTUALISASI OPTIMALISASI MEDIA EDUKASI LATIHAN FISIOTERAPI PADA KASUS NYERI LEHER DI POLI FISIOTERAPI RSUPN DR CIPTO MANGUNKUSUMO TAHUN 2021
Telah diseminarkan Tanggal 05 Juli 2021, di Balpelkes Cikarang
Coach
Mentor
dr.maryono, M.Kes NIP. 196704201999031006
Abdul Jamil, SST.FT NIP. 196902181993031001
Penguji
Laode Musafin, SKM,M.Kes NIP. 197109171997031004
ii
KATA PENGANTAR Alhamdulillah, puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT atas nikmat, taufik dan pertolonganNya sehingga penulis mampu menyelesaikan kegiatan aktualisasi di Poli Fisioterapi KSM Kedokteran Fisik & Rehabilitasi, Akupuntur Medik, Kedokteran Okupasi RSCM hingga dapat menyusun laporan aktualisasinya tepat waktu dengan proses yang penuh perjuangan dan semoga dapat bermanfaat terutama bagi pihak-pihak yang terlibat. Laporan aktualisasi ini disusun sebagai syarat untuk mengikuti seminar aktualisasi nilai-nilai dasar ASN dan kedudukan serta tugas ASN, melalui Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan II Angaktan II Kementerian Kesehatan di Balai Pelatihan Kesehatan Cikarang. Dalam penyusunan laporan aktualisasi ini tidak akan selesai dan sesuai jadwal jika tidak ada bantuan, arahan dan bimbingan dari beberapa pihak. Penulis mengucapkan terima kasih kepada; 1. Dr. Luh Karunia Wahyuni, SpKFR-K Kepala KSM Kedokteran Fisik & Rehabilitasi, Akupuntur Medik, Kedokteran Okupasi RSCM 2. Bapak Abdul Jamil, SST.FT selaku mentor yang membimbing penulis dalam penyusunan laporan serta pelaksanaan aktualisasi nilai-nilai dasar ASN 3. dr.maryono, M.Kes selaku coach yang memberi arahan dalam proses aktualiasi nilai-nilai dasar ASN dengan baik 4. Segenap Widyaiswara Bapelkes Cikarang dan pengampu materi yang telah membagikan ilmunya yang berharga untuk penulis 5. Keluarga yang selalu memberikan doa dan dukungan kepada penulis 6. Rekan-rekan sejawat fisioterapis dan SDM unit KSM Kedokteran Fisik & Rehabilitasi, Akupuntur Medik, Kedokteran Okupasi RSCM yang telah mendukung jalannya aktualisasi Penulis menanti saran, kritik dan masukan yang membangun dalam perbaikan penulisan laporan aktualisasi. Penulis menyadari terdapat kekurangan dalam laporan ini dan berterima kasih pada semua pihak yang dapat terlibat. Jakarta, 1 Juli 2021
Nunik Rizky Anita, A.Md.FT iii
DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ............................................................................................................ i LEMBAR PENGESAHAN ................................................................................................... ii KATA PENGANTAR .........................................................................................................iii DAFTAR ISI .................................................................................................................. iv BAB I ............................................................................................................................ 5 GAMBARAN ORGANISASI DAN PROFIL PESERTA .............................................................. 5 A. Gambaran Organisasi.......................................................................................... 5 B. Profil Peserta ..................................................................................................... 8 BAB II ........................................................................................................................... 9 RANCANGAN AKTUALISASI ............................................................................................. 9 A. Identifikasi Isu ................................................................................................... 9 B. Penetapan Core Isu .......................................................................................... 10 C. Penyebab Isu ................................................................................................... 12 D. Gagasan Pemecahan Isu ................................................................................... 14 E. Revisi Matriks Rancangan Aktualisasi.................................................................. 16 F. Rencana Jadwal Kegiatan .................................................................................. 37 BAB III ....................................................................................................................... 38 LAPORAN KEGIATAN AKTUALISASI ............................................................................... 38 A. Pelaksanaan Aktualisasi .................................................................................... 38 B. Hasil Aktualisasi dan Pembahasannya................................................................. 38 C. Rencana Tindak Lanjut ..................................................................................... 48 BAB IV ....................................................................................................................... 49 KESIMPULAN DAN SARAN ............................................................................................. 49 A. Kesimpulan ...................................................................................................... 49 B. Saran .............................................................................................................. 49 DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................................ 50 LAMPIRAN ................................................................................................................... 52 A. Jadwal Pelaksanaan Aktualisasi .......................................................................... 52 B. Bukti Pelaksanaan Kegiatan / Pendokumentasian ................................................ 52 C. Form Pengendalian Aktualisasi oleh Mentor ........................................................ 70 D. Form Pengendalian Aktualisasi oleh Coach .......................................................... 74 E. Catatan Bimbingan Aktualisasi oleh Mentor ......................................................... 74 iv
BAB I GAMBARAN ORGANISASI DAN PROFIL PESERTA A. Gambaran Organisasi Sejarah RSUPN Dr Ciptomangunkusumo tidak terlepas dari sejarah Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, karena perkembangannya kedua instansi ini saling tergantung dan mengisi satu sama lain. Dalam perkembangannya RSCM menjadi badan Layanan Umum dan mendapatkan akreditasi penuh tingkat lengkap serta menjadi Rumah Sakit Pendidikan Utama Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Jakarta. a. Visi Menciptakan pengalaman istimewa untuk semua melalui Academic Health System b. Misi 1) Memberikan pelayanan kesehatan paripurna dan bermutu serta terjangkau oleh semua lapisan masyarakat 2) Menyelenggarakan pendidikan yang menghasilkan lulusan unggul berbasis riset dalam rumah sakit bertaraf internasional 3)
Melaksanakan penelitian kedokteran dan penelitian pendidikan kedokteran bertaraf internasional, lintas disiplin untuk mengatasi dan mengantisipasi masalah kesehatan dimasa depan
4) Berperan aktif membantu pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam bidang pelayanan kesehatan, pendidikan dan penelitian kesehatan 5) Menyelenggarakan tata kelola organisasi yang terintegrasi, efektif, efisien dan akuntabel sehingga terwujud pertumbuhan finansial serta manajemen yang handal. c. Nilai, Makna Nilai dan Perilaku Utama RSCM &FKUI Tabel 1.1 Tabel Nilai, Makna Nilai dan Perilaku Utama RSCM &FKUI NO
Nilai
Makna Nilai
1
Integritas
Keselarasan
Perilaku Utama antara
Beriman dan bertakwa
perkataan
dan
Jujur dan Konsisten
perbuatan
sesuai
Memegang teguh etika
Kompeten
etika,
moral
dan
kemanusiaan 2
Profesionalisme
Kompeten
dan
&belajar
5
bertanggungjawab dalam
berkelanjutan
mejalankan
tugas 3
Kepedulian
dengan tulus
dan
peduli 4
Kolaborasi
&
berdedikasi
Melayani empati,
Bertanggungjawab
Disiplin & taat pada aturan
Peduli & empati
Cepat tanggap
Saling menghargai
Bekerjasama
secara
Proaktif bekerjasama
terpadu
dalam
Saling
kesetaraan
untuk
mencapai
menolong
&
bersinergi
tujuan
Integrasi dalam kesetaraan
yang
Berorientasi pada standar
bersama 5
keunggulan
Menghasilkan
terbaik secara kreatif, inovatif bekelanjutan
dan
tinggi
Inovatif, kreatif mutakhir
Terbuka
terhadap
perubahan & berwawasan ke depan
6
d. Struktur Organisasi RSCM Direktur Utama
Direktur SDM & Pendidikan
Direktur Umum & Operasional
Direktur Medik & Keperawatan
Direktur Keuangan
Direktur Pemasaran & Pengembangan
Kepala KSM Rehabilitasi Medik
Koord. Pelayanan Masyarakat
Koord. Administrasi & Keuangan
Perawat
Fisioterapi
Rekam Medis
Okupasiterapi
Ostetik Prostetik
Terapi Wicara
PSM
Koord. Penelitian & Pengembangan
Koord. Pend Program Dokter
Koord. Pend Pasca Dokter
Psikolog
7
B. Profil Peserta Nama
: Nunik Rizky Anita
Profesi
: Fisioterapis
Jabatan
: Fisioterapis Pelaksana
Golongan
: II c
Unit Organisasi
:KSM Kedokteran Fisik & Rehabilitasi, Akupuntur Medik, Kedokteran Okupasi RSCM
Sasaran Kerja Pegawai
: 1) Melakukan tindakan terapi pada problem gerak dan fungsi di tingkat sistem muskuloskeletal ringan 2) Melakukan tindakan terapi pada problem gerak dan fungsi di tingkat sistem neuromuskular ringan 3) Melakukan tindakan terapi pada problem gerak dan fungsi di tingkat reproduksi kasus ringan 4) Mengikuti seminar / lokakarya sebagai peserta 5) Menjadi anggota organisasi profesi fisioterapi sebagai anggota
8
BAB II RANCANGAN AKTUALISASI A. Identifikasi Isu Pelayanan fisioterapi di RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo tergabung dalam pelayanan KSM Kedokteran Fisik & Rehabilitasi, Akupuntur Medik, Kedokteran Okupasi. Dalam pengamatan saya masih ada isu aktual atau permasalahan yang teridentifikasi berdasarkan manajemen ASN, pelayanan publik, dan Whole of Government. Isu- isu yang ada hasil observasi dan pengalaman penulis selama bekerja di RSCM, tekait tugas dan fungsi penulis di unit kerja dan SKP. Berikut ini isu-isu yang penulis temukan dan telah didiskusikan dengan mentor : Tabel 2.1 Identifikasi Isu dan Data Pendukung No 1
Isu Belum
optimalnya
Data Pendukung media
edukasi
(Pelayanan Publik dan Manajemen
latihan fisioterapi pada kasus nyeri leher di Poli Fisioterapi RSCM
ASN) Sejawat fisioterapis memberikan edukasi hanya dengan verbal sehingga pasien kurang
memahami
dan
kesulitan
melakukan latihan secara mandiri. 2
Tidak adanya sarana dan prasarana
(Pelayanan Publik)
serta SDM yang kurang untuk terapi Pelayanan terapi kelompok selama masa kelompok pada masa pandemi Covid pandemi covid 19 tidak dilakukan 19 3
Belum
efektifnya
sistem
rujukan
fisioterapi pada pasien rawat inap
(Whole of Government) Masih
adanya
rujukan
ganda
pada
pelayanan fisioterapi rawat inap sehingga
rubber treatment
menimbulkan
antar
divisi fisioterapi 4
Rekapitulasi jumlah pasien fisioterapi
(Manajemen ASN)
rawat jalan dan rawat inap yang Rekapitulasi belum efektif
jumlah
pasien
fisioterapi
rawat jalan dan rawat inap semua divisi belum
dilakukan
setiap
bulannya
sehingga membutuhkan waktu yang lama jika data dibutuhkan
9
5
Kurangnya koordinasi PPDS Rehab
(Whole of Government)
medik dan fisioterapi terkait konsulan Adanya konsulan pasien fisioterapi rawat pasien rawat inap
inap yang berulang disetiap pergantian PPDS rehab medik pada satu divisi
B. Penetapan Isu Utama a. Analisis Isu Menggunakan APKL Setelah identifikasi isu tahapan selanjutnya adalah melakukan proses analisis isu dengan menggunakan pendekatan Aktual (A), Kekhalayakan (K), Problematik (P), dan Kelayakan (L) yang bertujuan untuk menilai kualitas isu. Teknik analisis isu ini menganalisis empat kriteria penting yaitu: 1. Aktual (A), artinya bahwa isu tersebut benar-benar sedang hangat dibicarakan. 2. Problematik (P), artinya isu tersebut memiliki dimensi masalah yang kompleks, sehingga perlu dicarikan segera solusinya secara komprehensif. 3. Kekhalayakan (K), artinya isu tersebut menyangkut hajat hidup orang banyak. 4. Kelayakan (L), artinya isu tersebut masuk akal, realistis, relevan, dan dapat dimunculkan inisiatif pemecahan masalahnya. Analisis isu menggunakan pendekatan
Aktual, Problematik, Kekhalayakan
dan Kelayakan disajikan pada berikut; Tabel 2.2. Analisis Isu Menggunakan Pendekatan, Kriteria Aktual, Kekhalayakan, Problematik, dan Kelayakan No
Identifikasi Isu
Kriteria
Keteranga
A
P
K
L
+
+
+
+
Belum optimalnya media edukasi latihan 1
fisioterapi pada kasus nyeri leher di poli fisioterapi RSCM
2
Tidak adanya sarana dan prasarana serta SDM yang kurang untuk terapi kelompok pada masa Belum efektifnya sistem rujukan fisioterapi pada pasien rawat inap
4
+
+
+
-
syarat
memenuhi syarat
+
+
+
+
Rekapitulasi jumlah pasien fisioterapi rawat jalan dan rawat inap yang belum efektif
Memenuhi
Tidak
pandemi Covid 19 3
n
Memenuhi syarat Tidak
-
+
+
+
memenuhi syarat
10
5
Kurangnya koordinasi PPDS Rehab medik dan fisioterapi terkait konsulan pasien rawat inap
+
+
+
+
Memenuhi syarat
Interpretasi; (+) : Sesuai dengan kriteria (-) : Tidak sesuai dengan kriteria Selanjutnya setelah tapisan isu, didapatkan isu yang sesuai APKL yaitu; 1. Belum optimalnya media edukasi latihan fisioterapi pada kasus nyeri leher di poli fisioterapi RSCM 2. Belum efektifnya sistem rujukan fisioterapi pada pasien rawat inap 3. Kurangnya koordinasi PPDS Rehab medik dan fisioterapi terkait konsulan pasien rawat inap Untuk mendapatkan prioritas isu dilanjutkan dengan analisa USG. b. Analisa Isu Menggunakan USG Analisis USG merupakan alat yang digunakan untuk menyusun urutan prioritas yang penting, serius dan berkembang untuk diselesaikan. Isu yang memiliki total skor tertinggi merupakan isu prioritas. Untuk lebih jelasnya, pengertian urgency,
seriousness, dan growth dapat diuraikan sebagai berikut : 1. Urgency Seberapa mendesak isu tersebut harus dibahas dikaitkan dengan waktu yang tersedia serta seberapa keras tekanan waktu tersebut untuk memecahkan masalah yang menyebabkan isu tadi.
2. Seriousness Seberapa serius isu tersebut perlu dibahas dikaitkan dengan akibat yang timbul dengan penundaan pemecahan masalah yang menimbulkan isu tersebut atau akibat yang menimbulkan masalah masalah lain kalau masalah penyebab isu tidak dipecahkan.
3.
Growth Seberapa kemungkinan-kemungkinannya isu tersebut menjadi berkembang dikaitkan kemungkinan masalah penyebab isu akan makin memburuk kalau dibiarkan. Cara memakai USG adalah dengan menentukan nilai tingkat urgensi, keseriusan dan perkembangan masalah pada masing masing masalah pokok dan memberikan skala nilai 1-5. Dimana nilai 5 berarti sangat dan
begitu juga
sebaliknya. 11
Berikut tabel yang menjelaskan proses penetapan isu, dalam pengisian nilainya penulis berdiskusi terlebih dahulu dengan mentor dan teman sejawat fisioterapis RSCM. Tabel 2.3. Analisis Isu Menggunakan Pendekatan USG Skor USG No
Isu
U
S
G
Tota l
Rangkin
Sko
g
r 1
Belum optimalnya media edukasi latihan fisioterapi pada kasus nyeri leher di poli 4
4
4
12
I
3
3
2
8
III
dan fisioterapi terkait konsulan pasien 3
3
3
9
II
fisioterapi RSCM 2
Belum
efektifnya
sistem
rujukan
fisioterapi pada pasien rawat inap 3
Kurangnya koordinasi PPDS Rehab medik rawat inap
Interval Penentuan Prioritas: Angka 1 : sangat tidak mendesak/gawat dan berdampak; Angka 2 : tidak mendesak/gawat dan berdampak; Angka 3 : cukup mendesak/gawat dan berdampak; Angka 4 : mendesak/gawat dan berdampak; Angka 5 : sangat mendesak/gawat dan berdampak. c. Isu Utama Setelah melewati proses identifikasi isu dan analisis isu menggunakan pendekatan APKL dan USG, maka diperolehlah isu utama yaitu “Belum optimalnya media edukasi latihan fisioterapi pada kasus nyeri leher di poli fisioterapi RSCM”. C. Penyebab Isu Setelah isu prioritas terpilih,dilanjutkan dengan proses analisa sebab-akibat menggunakan
diagram
tulang
ikan
(fishbone)
terhadap
isu
terpilih
dengan
mengedepankan sejumlah faktor terkait dengan isu tersebut serta pengetahui hubungan faktor sebab akibat dari munculnya isu prioritas tersebut.
12
Gambar 2.1. Analisis Sebab Akibat Masalah Menggunakan Diagram Fishbone
SDM
Tidak semua fisioterapis memberikan edukasi latihan pada kasus nyeri leher
Metode
Edukasi secara verbal membuat pasien sering lupa
-
Belum optimalnya media edukasi latihan fisioterapi pada kasus nyeri leher di poli fisioterapi RSCM
Belum adanya media edukasi seperti video latihan fisioterapi pada kasus nyeri leher
Alat
13
Berdasarkan hasil analisis sebab-akibat isu menggunakan diagram fishbone, maka diperoleh informasi bahwa akar permasalahan belum optimalnya media edukasi latihan fisioterapi pada kasus nyeri leher di pelayanan rawat jalan fisioterapi RSCM, yaitu: 1. Tidak semua fisioterapis memberikan edukasi latihan pada kasus nyeri leher 2. Edukasi secara verbal membuat pasien sering lupa 3. Belum adanya media edukasi seperti video latihan fisioterapi pada kasus nyeri leher a. Dampak Jika permasalahan ini tidak segera diselesaikan maka menyebabkan beberapa dampak yaitu; 1. Program latihan fisioterapi tidak berjalan dengan optimal sehingga pasien tidak merasa puas dan berakibat menurunnya mutu pelayanan fisioterapi RSCM 2. Keluhan pasien tidak ada perbaikan sehingga akan memperpanjang paket terapinya dan hal tersebut membuat antrian jadwal fisioterapi untuk pasien yang baru lebih lama 3. Rekan fisioterapis akan kesulitan memberikan edukasi kepada pasien dengan nyeri leher dikarenakan tidak ada media edukasi agar mudah dipahami oleh pasien. 4. Edukasi yang didapatkan pasien akan sulit diingat jika tidak ada media yang baik seperti video.
b. Kondisi yang diharapkan 1. Program latihan fisioterapi khususnya pada pasien nyeri leher dapat berjalan optimal karena dapat dilakukan secara mandiri oleh pasien 2. Keluhan pasien dengan nyeri leher dapat membaik secara signifikan 3. Rekan fisioterapis dapat dengan optimal mengedukasi pasien melalui video 4. Mutu pelayanan fisioterapi dan kepuasan pasien meningkat dan dapat menjadi inspirasi pelayanan fisioterapi ditempat lain.
14
D. Gagasan Pemecahan Isu Berdasarkan hal hal tersebut diatas rumusan isu rancangan aktualisasi ini adalah belum optimalnya media edukasi latihan fisioterapi pada kasus nyeri leher menyebabkan fisioterapis kesulitan memberikan edukasi kepada pasien secara jelas sehingga program latihan fisioterapi tidak berjalan dengan optimal dan berakibat menurunnya mutu pelayanan. Dengan demikian gagasan pemecahan isunya dengan mengoptimalkan media edukasi latihan fisioterapi pada kasus nyeri leher di poli fisioterapi RSCM dengan penggunaan video yang menarik. Gagasan pemecahan isunya berdasarkan SKP dan inovasi. Gagasan yang dilakukan dengan mengaktualisasikan nilai-nilai dasar ASN (nilai ANEKA), dan menunjang visi misi RSCM, serta penguatan nilai organisasi tempat unit bekerja. Berikut rencana kegiatan dalam gagasan pemecahan isu tersebut berdasarkan masukan dari penguji saat seminar rancangan aktualisasi. Dimana pada revisi rancangan aktualisasi kegiatan pertama berupa studi banding dengan pelayanan fisioterapi kasus nyeri leher di luar negeri. Serta pembuatan leaflet tidak perlu dilaksankaan, optimalkan dengan video serta perlu dibuatnya SOP edukasi, namun karena SOP edukasi sudah ada sehingga dibuatlah Instruksi Kerja edukasi pasien dengan video. Tabel 2.4 Tabel Rencana Kegiatan Rancangan Aktualisasi No 1
Kegiatan Mencari evidance based penanganan nyeri leher dengan latihan fisioterapi di luar negeri
2
Pembuatan Instruksi Kerja (IK) edukasi pasien dengan video
3
Pembuatan video edukasi latihan stretching otot leher dan neck calliet
Sumber SKP SKP Inovasi
4
Sosialisasi kepada rekan sejawat fisioterapis RSCM
Inovasi
5
Uji coba edukasi kepada pasien / keluarga pasien
SKP
6
Evaluasi
Inovasi
15
E. Revisi Matriks Rancangan Aktualisasi 1. Unit Kerja
: KSM Kedokteran Fisik & Rehabilitasi, Akupuntur Medik, Kedokteran Okupasi
2. Isu yang Diangkat
: Belum optimalnya media edukasi latihan fisioterapi pada kasus nyeri leher di poli fisioterapi RSCM
3. Gagasan Pemecah Isu : Upaya optimalisasi media edukasi latihan fisioterapi pada kasus nyeri leher di poli fisioterapi RSCM dengan video yang menarik. Tabel 2.5 Tabel Matriks Rancangan Aktualisasi No 1
Kegiatan Mencari evidance
Tahapan Kegiatan 1.1 Mengakses basis
Output / Hasil
Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan
Kontribusi Terhadap Visi Misi Organisasi dengan
Penguatan Nilai Organisasi
Hasil : Jurnal jurnal
Dalam mencari referensi yang
Sesuai
Visi Kegiatan ini
telah di download
dapat dipertanggung
dan Misi RSCM yaitu menguatkan nilai
based penanganan
data jurnal terkait
nyeri leher dengan
latihan fisioterapi
jawabkan, karena RSCM
Menciptakan
latihan fisioterapi di
pada kasus nyeri
merupakan rumah sakit
pengalaman istimewa integritas,
luar negeri
leher
rujukan nasional sehingga
untuk semua melalui profesionalisme,
perlu melihat penanganan
Academic
nyeri leher dengan latihan
System dengan
fisioterapi diluar
memberikan
(akuntabilitas). Hal ini
pelayanan
kesehatan
dipandang perlu demi
paripurna
dan
kepentingan pasien
bermutu
serta
organisasi yaitu
Health kepedulian, kolaborasi dan keunggulan
16
(nasionalisme) dimana kami
terjangkau
sebagai fisioterapis berusaha
semua
memberikan pelayanan yang
masyarakat
oleh lapisan
berdaya guna sesuai evidance based berupa latihan yang efektif untuk mengurangi nyeri leher terutama berkaitan dengan nyeri muskuloskeletal (etika publik). Berorientasi pada mutu dan kepuasan pasien (Komitmen mutu), kami peduli dengan keluhan yang dirasakan pasien sehingga berusaha memberikan yang terbaik sesuai perkembangan ilmu pengetahuan terutama tentang efektifitas latihan pada nyeri leher (Antikorupsi). 1.2 Review Jurnal
Hasil :
Dalam melakukan appraisal
17
Jurnal yang telah di
jurnal dilakukan secara
appraisal
tanggung jawab (akuntabilitas), semangat untuk mengupdate ilmu pengetahuan terutama pada kasus nyeri leher (nasionalisme), terpacu untuk bisa meningkatkan kinerja sesuai evidance based terbaru, update latihan latihan yang dapat diberikan kepada pasien etika publik ) serta termotivasi untuk lebih inovatif dan kreatif dalam memberikan pelayanan (komitmen mutu) dan dapat dipertanggung jawabkan (anti korupsi).
1.3 Membuat kesimpulan
Hasil :
Fisioterapis memberikan
Bahan materi untuk
pelayanan ke pada pasien
video edukasi
dengan penuh bertangung jawab
18
(akuntabilitas,antikorupsi) serta terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan (etika publik). Dari review jurnal dan guide
line ditarik benang merahnya dan disimpulkan intervensi yang dapat digunakan oleh pasien secara mandiri sesuai kebutuhan dengan aman dan tepat guna (Komitmen mutu), diharapkan hak hak pasien diantaranya mendapat edukasi yg tepat dapat tercapai (nasionalisme) . 2
Pembuatan Instruksi
2.1
Berkoordinasi
Hasil :
Dalam mengajukan IK penulis
Sesuai
dengan
Visi Kegiatan ini
Kerja (IK) edukasi
terkait alur
Alur pembuatan
berkomunikasi dengan mentor
dan Misi RSCM yaitu menguatkan nilai
pasien dengan video
pembuatan
Instruksi Kerja
kemudian dengan SDM dan
Menciptakan
Instruksi Kerja
sekretariat unit (Etika
pengalaman istimewa integritas,
dengan
Publik) Instruksi Kerja perlu
untuk semua melalui profesionalisme,
sekretaris KSM
dibuat agar fisioterapis selaku
Academic
Rehabilitasi
edukator bertanggung
System dengan
organisasi yaitu
Health kepedulian, kolaborasi dan keunggulan
19
Medik
jawab dalam tugasnya
memberikan
(Akuntabilitas, Anti
pelayanan
kesehatan
Korupsi), pasien yang
paripurna
dan
mendapatkan edukasi juga
bermutu
serta
merasa puas (Komitmen
terjangkau
Mutu) dan tidak merasa
semua
dibeda bedakan
masyarakat
oleh lapisan
(Nasionalisme). 2.2 Mengajukan
Hasil :
Dalam mengajukan
izin pembuatan
Izin diberikan oleh
permohonan izin dilakukan
instruksi kerja
kepala KSM
dengan bahsa yang santun
ke kepala KSM
rehabilitasi medik
(Etika Publik), jelas
Rehabilitasi
dan permohonan
tujuannya untuk apa
Medik beserta
izin pembuatan IK
(Akuntabilitas). Pada
draft IK dan
diteruskan ke
awalnya draft instruksi kerja
petunjuk
Kepala Bagian
direview terlebih dahulu oleh
kerjanya
Umum
sekretaris KSM Rehab Medik sebelum disetujui oleh Kepala KSM Rehabilitasi Medik. Proses selanjutnya permohonan izin pembuatan IK diteruskan ke Kepala
20
Bagian Umum, diperlukan sikap untuk saling kerjasama dan menghargai antar bagian (Nasionalisme). Dalam situasi pandemi saat ini, dibutuhkan kerja keras setiap bagian dengan kesibukannya masing masing (Anti Korupsi). Untuk itu diharapkan prosesnya dapat berjalan secara efektif dan efisien (Komitmen Mutu).
3
Pembuatan video
3.1 Mengajukan izin
Hasil :
Mengajukan surat izin
Sesuai
dengan
Visi Kegiatan ini
edukasi latihan
pembuatan video
Izin diberikan oleh
pembuatan video edukasi
dan Misi RSCM yaitu menguatkan nilai
stretching otot leher
edukasi ke kepala
kepala KSM
dilakukan dengan sopan
Menciptakan
organisasi yaitu
21
dan neck calliet
KSM Rehabilitasi
rehabilitasi medik
(Etika Publik) dan jelas
pengalaman istimewa integritas,
Medik
dan permohonan
maksud dan tujuannya
untuk semua melalui profesionalisme,
izin pembuatan
(Akuntabilitas). Dapat
Academic
video edukasi
bekerja sama dengan pihak
System dengan
diteruskan ke
lain berdasarkan birokrasi
memberikan
Kepala Hukormas
yang berlaku di instansi
pelayanan
kesehatan
RSCM (Nasionalisme).
paripurna
dan
Dimulai dengan berkoordinasi
bermutu
serta
dengan mentor kemudian ke
terjangkau
sekretaris KSM Rehabilitasi
semua
Medik dan diteruskan ke
masyarakat
Health kepedulian, kolaborasi dan keunggulan
oleh lapisan
Hukormas. Masing masing pihak mempunyai peran dan tanggung jawab (Anti Korupsi). Pada akhirnya sama sama berorientasi pada kepuasan pasien dan bagaimana meningkatkan mutu pelayanan khususnya dalam hal edukasi terutama pada era pandemi seperti saat ini, self treatment dengan
22
latihan mandiri sangat dibutuhkan. (Komitmen Mutu) 3.2 Mencari data
Hasil : Data Pasien
Dengan adanya Electronic
pasien nyeri leher
Health record memudahkan
terutama dalam 3
untuk mendapat data pasien
bulan terakhir
secara efektif dan efisien (Komitmen Mutu), tentu harus dilakukan dengan jujur dan penuh tanggung jawab (Akuntabilitas, Antikorupsi). Semua itu dilakukan agar tepat sasaran, dan berdaya guna (Etika Publik). Kepentingan pasien diutamakan (Nasionalisme).
3.3 Survey background musik
Hasil : Terpilihnya
Prosesnya diawali dengan
background musik
membuat google form survey
yang akan
background musik, dilakukan
digunakan dalam
dengan singkat padat dan
latar video
jelas (Akuntabilitas). Berkomunikasi dengan mentor
23
terkait distribusi link nya (Etika Publik). Kemudian link surveynya dikirmkan ke responden yaitu pasien poli dengan nyeri leher 3 bulan terakhir serta beberapa kerabat/kenalan yang memang mengeluhkan nyeri leher agar dapat optimal dan sesuai minat orang orang yang akan memakai video edukasi nya nanti (Komitmen Mutu). Penentuan hasilnya berdasarkan voting paling banyak (Nasionalisme) dan dilakukan dengan jujur dan tanggung jawab (Anti Korupsi).
24
3.4 Membuat skenario video
Hasil : Skenario
Dalam membuat skenario
video
video berdasarkan referensi evidance base yang dapat dipercaya (Akuntabilitas), dikerjakan secara bersama sama dengan tim fisioterapi RSCM (Nasionalisme), menggunakan bahasa yang santun dan mudah dipahami oleh pengguna video nantinya (Etika Publik), berorientasi pada kepuasan pasien (Komitmen Mutu) dan bertanggung jawab serta peduli terhadap pasien (Anti Korupsi )
3.5 Shooting video
Hasil : Draft Video
Shooting video dilakukan
Sesuai
dengan
Visi Kegiatan ini
bersama sama dengan tim
dan Misi RSCM yaitu menguatkan nilai
(Nasionalisme),
Menciptakan
bertanggung jawab sesuai
pengalaman istimewa integritas,
perannya masing masing
untuk semua melalui profesionalisme,
(Akuntabilitas), dalam
Academic
organisasi yaitu
Health kepedulian, kolaborasi
25
prosesnya mengedepankan
System dengan
dan keunggulan
kualitas video nya disertai
memberikan
sudut pengambilan video
pelayanan
kesehatan
yang berbeda beda
paripurna
dan
(Komitmen Mutu). Agar
bermutu
serta
hasil yang didapatkan bisa
terjangkau
optimal (Etika Publik).
semua
Peduli kepada pasien,
masyarakat
oleh lapisan
sehingga pasien lebih mudah untuk mengikuti latihannya karena jelas (Anti Korupsi). 3.6 Editing Video
Hasil : Video yang
Dalam editting video
sudah jadi
dilakukan dengan kreativitas, dengan tetap disesuaikan dengan ketentuan yang ditetapkan oleh instansi RSCM (Komitmen Mutu). Sempat terkendala terkait edittingnya karena skil mengeditnya belum jago, sehingga butuh kerja keras dengan melihat tutorial cara mengedit yang
26
baik (Anti Korupsi). Diharapkan videonya dapat berdaya guna dan tepat untuk pasien yang mengalami nyeri leher (Etika Publik), 3.7 Pengajuan
Hasil : Surat
Setelah berusaha keras dan
penomoran video
permohonan
termotivasi tinggi
ke Hukormas
pengajuan
menyelesaikan editan video
penomoran video
(Komitmen Mutu), proses
ke Hukormas oleh
berikutnya dengan
sekretariat unit
mengupload video pada google drive dan link nya diteruskan kepada sekretaris KSM Rehabilitasi Medik dengan berkomunikasi secara santun dan sopan (Etika Publik). Kemudian dibuatkan surat permohonan pengajuan penomoran video ke Hukormas dari unit sesuai dengan ketentuan yang berlaku (Nasionalisme).
27
Saat ini belum ada follow up dari bagian Hukormas, dalam prosesnya harus jujur dalam memberikan progres kegiatannya (Anti Korupsi). Rencana tindak lanjut setelah penomoran video sudah ada, maka video akan di upload di akun media sosial yang resmi milik RSCM sehingga yang dapat mengakses video bukan hanya pasien di poli fisioterapi namun pasien diluar sana yang mengalami keluhan nyeri leher dapat mendapatkan manfaat dari video edukasi ini (Akuntabilitas).
28
4
Sosialisasi kepada rekan sejawat fisioterapis RSCM
4.1 Persiapan sosialisasi
Hasil : Siap
Dalam mempersiapkan
Sesuai
dengan
Visi Kegiatan ini
melakukan
sosialisasi penulis
dan Misi RSCM yaitu menguatkan nilai
sosialisasi
berkomunikasi secara sopan
Menciptakan
dengan penanggung jawab
pengalaman istimewa integritas,
fisioterapi selaku mentor
untuk semua melalui profesionalisme,
terkait waktu dan tempat
Academic
pelaksanaan (Etika publik).
System dengan
Penulis membuat undangan
memberikan
yang berisi informasi waktu,
pelayanan
kesehatan
perihal dan tempat sehingga
paripurna
dan
sejawat fisioterapis
bermutu
serta
mendapatkan kejelasan
terjangkau
informasi (Akuntabilitas).
semua
Momentum sosialisasi ini juga
masyarakat
organisasi yaitu
Health kepedulian, kolaborasi dan keunggulan
oleh lapisan
untuk mempererat kebersamaan tim (Nasionalisme). Waktu sosialisasinya juga selesai pelayanan sehingga tidak mengganggu tugas utama yang adadan tidak korupsi waktu (Komitmen Mutu,
29
Anti Korupsi).
4.2 Memaparkan materi sosialisasi
Hasil :
Tim saling bekerja sama
Terpaparnya
dalam menyiapkan keperluan
sejawat fisioterapis
sosialisasi seperti laptop, LCD
dengan materi
dan Speaker (Nasionalisme). Acara dipimpin oleh Penanggung Jawab Fisioterapi (Akuntabilitas), pemaparan materi dilakukan dengan bahsa yang sopan dan santun serta komunikatif agar para sejawat juga mendapatkan 30
informasi yang cukup (Etika Publik). Materi disampaikan secara efektif dan efisien dengan diputarnya video edukasi yang sudah jadi (Komitmen Mutu). Fisiotrapis saling peduli untuk memajukan kualitas pelayanan (Anti Korupsi). 4.3 Rencana tindak lanjut
Sejawat fisioterapis
Fisiotrapis sepakat untuk
sepakat untuk
memakai media video sebagai
melakukan uji coba
sarana untuk edukasi
edukasi latihan
(Nasionalisme). Hal ini
stretching dan neck
dipandang cara yang efektif
calliet dengan video
dan efisien dalam
kepada pasien
memberikan edukasi (Komitmen Mutu). Fisioterapis tetap bisa memberikan edukasi yang yang tepat dan akurat di era pandemi ini (Etika Publik), dalam pelaksanaannya
31
mengikuti instruksi kerja yang ada (Anti Korupsi) dan bertanggung jawab (Akuntabilitas)
5
Uji coba edukasi
5.1 Membuat kode
Hasil : Kode QR
Membuat kode QR dari video
Sesuai
dengan
Visi Kegiatan ini
kepada pasien /
QR dan link video
dan link video pada
sebagai salah satu
dan Misi RSCM yaitu menguatkan nilai
keluarga pasien
pada papan
papan
kemudahan untuk pasien
Menciptakan
yang HP nya mendukung
pengalaman istimewa integritas,
(Komitmen Mutu). Jika
untuk semua melalui profesionalisme,
tidak, dapat diberikan
Academic
alernatif dengan akses link
System dengan
video yang ada
memberikan
(Akuntabilitas). Tidak
pelayanan
kesehatan
membeda bedakan pasien
paripurna
dan
(Nasionalisme). Sebagai
bermutu
serta
salah satu bentuk pelayanan
terjangkau
yang berdaya guna dan
semua
organisasi yaitu
Health kepedulian, kolaborasi dan keunggulan
oleh lapisan
32
efisien (Etika Publik). Serta
masyarakat
kepedulian terhadap pasien (Anti Korupsi). 5.2 Memberikan
Hasil : Link
Memberikan edukasi secara
edukasi kepada
maupun kode QR
sopan (Etika Publik),
pasien secara
tersampaikan
bertanggung jawab sesuai
langsung dipoli
kepada pasien
dengan instruksi kerja yang
fisioterapi
ada (Akuntabilitas), Berorientasi kepada kepuasan pasien ( Komitmen Mutu) dan peduli terhadap perbaikan keluhan pasien (Anti Korupsi) serta tidak membeda bedakan pasien (Nasionalisme).
5.3 Membuat
Hasil : Broadcast
Agar pasien dapat mengakses
broadcast link
link video dan form
kapan saja dan dimana saja
video dan form
evaluasi video
videonya maka perlu dibuat
evaluasi terhadap
broadcast WA (Komitmen
videonya
Mutu) kepada pasien dan beberapa responden yang memang mengalami sakit
33
leher (Akuntabilitas). Menggunakan bahasa yang baik (Etika Publik) dan membangun kerjasama dengan pasien (nasionalisme) demi terwujudnya pelayana n yang prima sehingga pasien berkontribusi untuk memberikan penlaian terhadap efektifitas dari video tersebut secara jujur (Anti Korupsi). 6
Evaluasi
6.1 Menganalisa
Hasil : Evaluasi uji
Meningkatkan mutu
Sesuai
dengan
Visi Kegiatan ini
respon dari google
coba setelah
pelayanan terutama dalam
dan Misi RSCM yaitu menguatkan nilai
form evaluasi
melakukan latihan
edukasi kepada pasien perlu
Menciptakan
video
dengan melihat
dibuat form evaluasi yang
pengalaman istimewa integritas,
video
efisien ( Komitmen Mutu ),
untuk semua melalui profesionalisme,
dapat dilakukan oleh pasien
Academic
secara langsung dengan
System dengan
sejujur jujurnya (
memberikan
Akuntabilitas), tercipta
pelayanan
organisasi yaitu
Health kepedulian, kolaborasi dan keunggulan
kesehatan
34
kerjasama yang baik antara
paripurna
dan
pasien dan edukator
bermutu
serta
(Nasionalisme),
terjangkau
mengutamakan kualitas
semua
(Etika Publik) dan dilakukan
masyarakat
oleh lapisan
secara tanggung jawab dan jujur (Anti Korupsi). 6.2 Monitoring
Hasil : Data dan
Dalam menjalankan suatu
pelaksanaan edukasi
testimoni sejawat
program kegiatan, perlu
oleh fisioterapis
adanya evaluasi (Akuntabilitas) seperti pendapat dari rekan sejawat selaku edukator yang menggunakan media edukasi dalam tugasnya, seberapa berpengaruh terhadap pelayanan yang ada (Komitmen Mutu), dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan jujur (Anti Korupsi), disampaikan dengan bahsa yang santun
35
(Etika Publik) dan bersama sama meningkatkan pelayanan dan kerjsama (Nasionalisme).
36
F. Rencana Jadwal Kegiatan Aktualisasi Tabel 2.6 Rencana Jadwal Kegiatan Aktualisasi Waktu Pelaksanaan No
Kegiatan
Mei 3
1
Juni 4
1
2
3
Mencari evidance based penanganan nyeri leher dengan latihan fisioterapi di luar negeri
2
Pembuatan Instruksi Kerja (IK) edukasi pasien dengan video
3
Pembuatan video edukasi latihan stretching otot leher dan neck calliet
4
Sosialisasi kepada rekan sejawat fisioterapis RSCM
5
Uji coba edukasi kepada pasien / keluarga pasien
6
Evaluasi
37
BAB III LAPORAN KEGIATAN AKTUALISASI A. PELAKSANAAN AKTUALISASI Pelaksanaan aktualisasi nilai-nilai dasar PNS di poli Fisioterapi lantai 4 RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta sejak 15 Mei sampai 21 Juni 2021 terdiri dari 6 kegiatan. Semua kegiatan terlaksana sesuai dengan jadwal yang terlampir dalam tabel berikut. Tabel 3.1 Tabel Pencapaian Aktualisasi No
Nama Kegiatan
Jumlah
Keterangan
Tahapan 1
Mencari evidance based penanganan
3
Terlaksana
2
Terlaksana
7
Terlaksana
3
Terlaksana
3
Terlaksana
2
Terlaksana
nyeri leher dengan latihan fisioterapi di luar negeri 2
Pembuatan Instruksi Kerja (IK) edukasi pasien dengan video
3
Pembuatan
video
edukasi
latihan
stretching otot leher dan neck calliet 4
Sosialisasi
kepada
rekan
sejawat
fisioterapis RSCM 5
Uji coba edukasi kepada pasien / keluarga pasien
6
Evaluasi
Nilai-nilai dasar ANEKA yang terdiri dari akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu, dan anti korupsi telah saya aktualisasikan dalam kegiatan-kegiatan aktualisasi di atas. Laporan terperinci jalannya aktualisasi setiap kegiatan akan disajikan dibawah ini.
B. HASIL AKTUALISASI DAN PEMBAHASANNYA 1. Kegiatan
: Mencari evidance based penanganan
nyeri leher dengan latihan
fisioterapi di luar negeri Tabel 3.2 Tabel Kegiatan 1 Kegiatan
Mencari evidance based penanganan nyeri leher dengan latihan
38
fisioterapi di luar negeri Tanggal
17 Mei 2021-22 Mei 2021 1. Mengakses basis data jurnal terkait latihan fisioterapi pada
Tahapan kegiatan
kasus nyeri leher 2. Review Jurnal 3. Membuat kesimpulan
Output Lampiran
Bahan materi untuk video edukasi a. Screenshot guideline dan Jurnal-jurnal yang telah di unduh b. Kumpulan review jurnal c. Rangkuman materi
Nilai – Nilai Dasar yang Melandasi Saya mencari evidance based penanganan nyeri leher dengan latihan fisioterapi diluar negeri salah satunya di Amerika melalui guideline terbaru yang disusun oleh asosiasi profesi fisioterapis di Amerika (akuntabilitas). Saya mereview jurnal dengan kerja keras (Anti Korupsi) dan termotivasi memberikan edukasi latihan yang efektif untuk pasien (Komitmen Mutu). Saya bertanggung jawab mencari bahan materi untuk video yang berkualitas dan terpercaya (Etika Publik). Hal ini dilakukan untuk menjaga citra instansi dan memenuhi hak pasien (Nasionalisme). Uraian Pencapaian Visi dan Misi
Sesuai dengan Visi dan Misi RSCM yaitu menciptakan pengalaman istimewa untuk semua melalui Academic Health System dengan memberikan pelayanan kesehatan paripurna dan bermutu serta terjangkau oleh semua lapisan masyarakat. Kegiatan ini menguatkan nilai organisasi yaitu integritas, profesionalisme, kepedulian, kolaborasi dan keunggulan Uraian Dampak Jika Nilai Dasar ASN Tidak Diterapkan Jika kegiatan ini tidak dilandasi oleh nilai nilai ANEKA maka tidak ada tanggung jawab untuk mendapatkan referensi materi video yang baik, tidak ada motivasi untuk lebih baik lagi dalam pelayanan sehingga tidak ada pelayanan yang prima
39
bagi pasien dan pada akhirnya hak pasien tidak terpenuhi dengan baik. Uraian Capaian Penyelesaian Isu Pada pelaksanaan kegiatan ini dilakukan pada minggu ketiga bulan Mei 2021. Saya bekerja sebagai fisioterapis di RSCM, dimana treatment utamanya adalah berupa latihan. Dengan adanya latihan latihan yang berlandaskan evidance based maka fisioterapis dapat memberikan edukasi yang benar kepada pasien, sehingga pasien dapat melakukan latihan dirumah dan mendapatkan manfaatnya.
2. Kegiatan : Pembuatan Instruksi Kerja (IK) edukasi pasien dengan video Tabel 3.3 Tabel Kegiatan 2 Kegiatan
Pembuatan Instruksi Kerja (IK) edukasi pasien dengan video
Tanggal
17-26 Mei 2021 1. Berkoordinasi terkait alur pembuatan Instruksi Kerja dengan sekretaris KSM Rehabilitasi Medik
Tahapan kegiatan
2. Mengajukan izin pembuatan instruksi kerja ke kepala KSM Rehabilitasi Medik beserta draft IK dan petunjuk kerjanya 3. Revisi draft IK 4. Pengajuan Instruksi Kerja ke Kepala Bagian Umum
Output Lampiran
Instruksi Kerja Edukasi Pasien dengan video a. Screenshot WA surat izin pembuatan IK, draft IK, draft petunjuk kerja b. Surat izin pembuatan IK c. Draft IK, Petunjuk kerja d. Screenshot WA untuk merevisi draft IK e. Draft IK yang telah direvisi f. Surat izin pembuatan IK kepada Kepala Bagian Umum
Nilai – Nilai Dasar yang Melandasi Tujuan dibuatnya Instruksi Kerja (IK) edukasi pasien dengan video adalah agar fisioterapis bertanggung jawab dan melaksankan tugasnya sebagai edukator dengan baik (Anti Korupsi). Saya telah berkomunikasi dengan santun kepada 40
mentor dan juga sekretaris KSM Rehabilitasi Medik terkait pengajuan IK (Etika Publik). Mengajukan draft IK kemudian diminta untuk revisi, walau prosesnya tidak mudah namun dilakukan dengan semangat dan penuh motivasi (Komitmen Mutu). Tidak pantang menyerah disela sela kesibukan aktualisasi dan pelayanan (Nasionalisme) demi menjalankan tanggung jawab yang sedang diemban (Akuntabilitas). Uraian Pencapaian Visi dan Misi Sesuai dengan Visi dan Misi RSCM yaitu menciptakan pengalaman istimewa untuk semua melalui Academic Health System dengan memberikan pelayanan kesehatan paripurna dan bermutu serta terjangkau oleh semua lapisan masyarakat. Kegiatan ini menguatkan nilai organisasi yaitu integritas, profesionalisme, kepedulian, kolaborasi dan keunggulan Uraian Dampak Jika Nilai Dasar ASN Tidak Diterapkan Jika ANEKA tidak diterapkan maka tidak akan ada rasa tanggung jawab dalam menjalankan tugas aktualisasi, akan mudah menyerah karena banyak tantangan yang ada, revisi dan proses birokrasinya yang tidak sebentar. Tidak akan ada rasa menghargai atas kesibukan dan tugas orang lain terutama unit yang berbeda dari saya. Tidak akan ada pengawasan yang efektif dalam memberikan edukasi, tidak ada disiplin. Uraian Capaian Penyelesaian Isu Pada pelaksanaan kegiatan ini dilakukan pada minggu ketiga hingga keempat bulan Mei 2021. Sebelumnya hanya ada SOP edukasi ke pasien yang berlaku secara general di instansi saya. Kemudian terkait dengan edukasi latihan fisioterapi pada kasus nyeri leher dengan menggunakan media video maka dibuatlah Instruksi Kerja dibawah naungan SOP edukasi kepada pasien dan SOP penanganan nyeri dengan terapi latihan.
3. Kegiatan : Pembuatan video edukasi latihan stretching otot leher dan neck calliet Tabel 3.4 Tabel Kegiatan 3 Kegiatan
Pembuatan video edukasi latihan stretching otot leher dan neck calliet 41
Tanggal
22 Mei – 11 Juni 2021 1. Mengajukan izin pembuatan video edukasi ke kepala KSM Rehabilitasi Medik 2. Mencari data pasien nyeri leher terutama dalam 3 bulan terakhir
Tahapan
3. Survey background musik yang akan digunakan dalam latar
kegiatan
video 4. Membuat skenario video 5. Shooting video 6. Editing Video 7. Pengajuan penomoran video ke Hukormas
Output Lampiran
Video Latihan Stretching dan Neck Calliet a. Screenshot WA surat izin pembuatan video edukasi b. Surat izin pembuatan video edukasi ke Kepala KSM c. Surat izin pembuatan video edukasi yang diteruskan ke Kepala Hukormas d. File data pasien a. Link google form & tampilan survey backgrond musik b. Screenshot WA dengan Mentor c. Screenshot pengiriman link survey ke responden e. Screenshot analisa hasil survey f.
Foto skenario video dan cuplikan video pembuatan
a. Screenshot proses editting g. Screenshot follow up dengan Hukormas terkait logo instansi dan ketentuan background musik yang digunakan a. Screenshot WA pemberian link video kepada sekretaris KSM Rehabilitasi Medik h. Surat permohonan penomoran video dari unit ke Hukormas Nilai – Nilai Dasar yang Melandasi Saya banyak belajar dalam membuat video edukasi ini.
Saya
meminta izin
kepada mentor, Kepala KSM Rehab Medik hingga Kepala Hukormas, semua itu
42
dilakukan dengan etika yang baik (Etika Publik). Melakukan survey tekait background musik video dengan responden yaitu pasien nyeri leher di poli fisioterapi
dan
saudara/kenalan
yang
pernah
mengeluhkan
nyeri
leher
(Nasionalisme). Pengambilan video dilakukan bersama tim fisioterapi, saling bekerjasama sesuai peran yang didapat (Komitmen Mutu). Yang menjadi kendala dan membuat pelaksanaan mundur jauh karena editting video nya yang membutuhkan skills memadai. Saya berusaha keras untuk bisa mengedit video dengan baik sambil melihat tutorial editting di youtube (Anti Korupsi) dan bertanggung jawab hingga akhirnya video edukasi jadi (Akuntabilitas) Uraian Pencapaian Visi dan Misi Sesuai dengan Visi dan Misi RSCM yaitu menciptakan pengalaman istimewa untuk semua melalui Academic Health System dengan memberikan pelayanan kesehatan paripurna dan bermutu serta terjangkau oleh semua lapisan masyarakat. Kegiatan ini menguatkan nilai organisasi yaitu integritas, profesionalisme, kepedulian, kolaborasi dan keunggulan Uraian Dampak Jika Nilai Dasar ASN Tidak Diterapkan Dalam membuat video edukasi jika nilai ANEKA tidak diterapkan maka tidak akan berjalan. Dibutuhkan sikap tanggung jawab dan motivasi tinggi serta kreatifitas untuk mewujudkannya. Kerjasama di dalam tim juga menjadi hal yang mutlak. Uraian Capaian Penyelesaian Isu Sebelumnya untuk edukasi latihan fisioterapipada kasus nyeri leher masih dilakukan secara verbal, sehingga sering kali pasien lupa untuk berlatih dirumah karena tidak ingat geraknnya. Sekarang ini pasien dapat self treatmnent sendiri dengan stretching dan penguatan otot leher berupa neck calliet.
4. Kegiatan : Sosialisasi kepada rekan sejawat fisioterapis RSCM Tabel 3.5 Tabel Kegiatan 4 Kegiatan
Sosialisasi kepada rekan sejawat fisioterapis RSCM
Tanggal
11 Juni 2021
43
Tahapan kegiatan Output Lampiran
1.Persiapan sosialisasi 2. Memaparkan media edukasi yang sudah jadi 3. Rencana tindak lanjut Terpaparnya sejawat fisioterapi dengan materi a. Undangan b. Materi Sosialisasi c. Daftar hadir d. Notulensi e. Foto dan video dokumentasi
Nilai – Nilai Dasar yang Melandasi Saya sudah berkomunikasi sebelumnya dengan mentor selaku penanggung jawab fisioterapi dengan sopan dan santun ( Etika Publik). Membuat undangan yang menginformasikan waktu, tempat dan perihal apa yang akan dipaparkan secara jelas (Akuntabilitas). Tentu sosialisasi telah dilakukan setelah selesai pelayanan agar tidak mengganggu hak pasien (Komitmen Mutu). Acara berlangsung dengan kekeluargaan (Nasionalisme) dan berkomitmen untuk menggunakan video edukasi latihan stretching dan neck calliet dalam mengedukasi ke pasien (Anti Korupsi). Uraian Pencapaian Visi dan Misi Sesuai dengan Visi dan Misi RSCM yaitu menciptakan pengalaman istimewa untuk semua melalui Academic Health System dengan memberikan pelayanan kesehatan paripurna dan bermutu serta terjangkau oleh semua lapisan masyarakat. Kegiatan ini menguatkan nilai organisasi yaitu integritas, profesionalisme, kepedulian, kolaborasi dan keunggulan Uraian Dampak Jika Nilai Dasar ASN Tidak Diterapkan Tidak tercapai suatu kesepakatan dalam memberikan edukasi ke pasein menggunkaan video karena nilai nilai ANEKA adalah pondasi dalam kita bekomunikasi dengan tim, menjalankan pelayanan dan berinteraksi dengan semua
44
pihak di instansi. Tidak akan ada kerjasama yang terbangun dengan baik. Uraian Capaian Penyelesaian Isu Sebelumnya fisioterapis memberikan edukasi secara verbal dalam mengedukasi pasien dengan nyeri leher, setelah sosialisasi dilakukan fisioterapis sepakat memberikan edukasi melalui video.
5. Uji coba edukasi kepada pasien / keluarga pasien Tabel 3.6 Tabel Kegiatan 5 Kegiatan
Uji coba edukasi kepada pasien / keluarga pasien
Tanggal
15 Juni 2021 – 18 Juni 2021 1.Membuat kode QR dan link video pada papan
Tahapan kegiatan
2. Memberikan edukasi kepada pasien secara langsung dipoli fisioterapi 3. Membuat broadcast link video dan form evaluasi terhadap videonya
Output Lampiran
Pasien teredukasi a. Foto yang memuat kode QR dan link video b. Video dan foto saat mengedukasi c. Screenshot broadcast WA
Nilai – Nilai Dasar yang Melandasi Saya dan sejawat fisioterapis RSCM telah memberikan edukasi berupa video untuk latihan dirumah bagi pasien nyeri leher. Kami menjelaskan kenapa perlu menggunakan
media
video
dan
pasien
merasa
terbantu
dan
antusias
(Akuntabilitas). Pasien kami ajak kerjasama agar dapat memberikan feedback sehingga kedepannya kulitas edukasi terutama video nya semakin baik (Nasionalisme). Karena sedang naiknya kasus covid 19 sehingga pasien yang datang ke poli jumlahnya sedikit, sehingga saya berinisiatif untuk membuat broadcast video edukasi dan evaluasinya terhadap responden yang ada (Komitmen Mutu). Prosesnya dilakukan dengan jujur (Anti Korupsi) dan menggunakan bahasa yang baik (Etika Publik). Uraian Pencapaian Visi dan Misi 45
Sesuai dengan Visi dan Misi RSCM yaitu menciptakan pengalaman istimewa untuk semua melalui Academic Health System dengan memberikan pelayanan kesehatan paripurna dan bermutu serta terjangkau oleh semua lapisan masyarakat. Kegiatan ini menguatkan nilai organisasi yaitu integritas, profesionalisme, kepedulian, kolaborasi dan keunggulan Uraian Dampak Jika Nilai Dasar ASN Tidak Diterapkan Pasien tidak akan teredukasi dengan baik, kinerja fisioterapis akan menurun dan berdampak pada unit kerja. Uraian Capaian Penyelesaian Isu Sebelumnya pasien hanya mendapatkan edukasi latihan secara verbal dan sulit diingat. Sekarang dengan adanya edukasi video latihan lebih menarik dan dapat diakses kapan saja dan dimana saja.
6. Kegiatan : Evaluasi Tabel 3.7 Tabel Kegiatan 6 Kegiatan
Evaluasi
Tanggal
15 Juni 2021 – 18 Juni 2021
Tahapan
a. Menganalisa respon dari google form evaluasi video
kegiatan
b. Monitoring pelaksanaan edukasi oleh fisioterapis
Output Lampiran
Penilaian efektifitas edukasi dengan video 1.Data analisa googleform 3. Data Monitoring Pelaksanaan Edukasi oleh Fisioterapis 2. Video testimoni sejawat
Nilai – Nilai Dasar yang Melandasi Saya membuat google form yang berisi pertanyaan seputar kualitas dan efektifitas dari video latihan stretching dan neck calliet (Komitmen Mutu), dilakukan secara
46
jujur oleh para responden (Anti Korupsi), bertanggung jawab untuk melaporkan hasil analisa secara tepat (Akuntabilitas). Dengan bahasa yang sopan dan komunikatif (Etika Publik) dan saling bekerjasama agar tercipta pelayanan yang semakin baik (Nasionalisme) dengan melihat juga pendapat dari para sejawat selaku edukator. Uraian Pencapaian Visi dan Misi Sesuai dengan Visi dan Misi RSCM yaitu menciptakan pengalaman istimewa untuk semua melalui Academic Health System dengan memberikan pelayanan kesehatan paripurna dan bermutu serta terjangkau oleh semua lapisan masyarakat. Kegiatan ini menguatkan nilai organisasi yaitu integritas, profesionalisme, kepedulian, kolaborasi dan keunggulan Uraian Damapak Jika Nilai Dasar ASN Tidak Diterapkan Evaluasinya tidak akan berjalan, sehingga tidak ada gambaran efektifitas dari gagasan pemecah isu yang ada Uraian Capaian Penyelesaian Isu Sebelum melakukan evaluasi tidak ada data yang akurat untuk menilai efektif atau tidaknya program edukasi dengan video. Untuk itu perlu adanya evaluasi ditambah pendapat dari sejawat setelah berpartisipasi aktif dalam memberikan edukasi berupa video ke pasien, seberapa berpengaruh terhadap kinerja fisioterapis tersebut.
47
C. RENCANA TINDAK LANJUT
No
Kegiatan Jangka Pendek
Sasaran
Metode
Nilai Sikap yang
<1 Th 1
Hasil dan Target
Hambatan
diperlukan
Video Edukasi Stretching
Masyarakat
Menyebarkan
-
Tanggung
Jangkauan penerima
Proses perizinan
jawab
manfaat dari video
untuk publikasi
edukasi dapat lebih luas
eksternal oleh
dan Neck Calliet dapat di
Link Video yang
upload di media sosial
telah di upload
-
Kolaborasi
RSCM atau Fisioterapi
di media sosial
-
Integritas
Hukormas
-
Keunggulan
membutuhkan
RSCM
cukup waktu 2
Follow
up
Instruksi
Kerja
legalisasi Fisioterapis
Bertanya ke
-Kolaborasi
Instruksi Kerja edukasi
Proses legalisasi
Bagian Umum
-Sopan dan santun
dengan video dapat
Instruksi Kerja
dengan Video oleh Kepala
menjadi acuan fisioterapis
Edukasi dengan
Bagian Umum
dalam memberikan
video oleh Kepala
pelayanan kepada pasien
Bagian Umum
khususnya sebagai
membutuhkan
edukator
cukup waktu
Edukasi RSCM
48
BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN
A. KESIMPULAN Dengan adanya video stretching dan neck calliet ini diharapkan dapat mengoptimalkan edukasi kepada pasien sehingga pasien dapat berlatih dengan mandiri di rumah dan bagi fisioterapis RSCM dapat mempermudah dalam mengedukasi secara tepat guna. Pelaksanaan aktualisasi ini dilakukan dengan mengamalkan nilai-nilai dasar ASN yaitu Akuntabilitas, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi (ANEKA). B. SARAN Saran untuk RSUPN Dr. Ciptomangunkusumo Jakarta agar proses dalam publikasi video dilakukan dengan cepat, efektif dan efisien sehingga kedepannya dapat lebih produktif bagi tenaga kesehatan untuk membuat project video edukasi selanjutnya. Jangkauan penerima manfaat video edukasi juga akan lebih luas.
49
DAFTAR PUSTAKA
R. Blanpied, P et al., 2021. Neck Pain: Revision 2017: Clinical Practice Guidelines Linked
to the International Classification of Functioning, Disability and Health From the Orthopaedic Section of the American Physical Therapy Association: Journal of Orthopaedic & Sports Physical Therapy: Vol 47, No 7 . [online] Jospt.org. Available at: <https://www.jospt.org/doi/full/10.2519/jospt.2017.0302> [Diakses 17 Mei 2021]. Rebbeck, T.2017. The Role of Exercise and Patient Education in the Noninvasive Management of Whiplash. J Orthop Sports Phys Ther.2017 Jul;47(7):481-491. doi: 10.2519/jospt.2017.7138. [Diakses 17 Mei 2021]. Widyasari,dkk. 2021.Correlation between loss of cervical lordosis and the degree of cervical disc
herniation.
Indonesia
Journal
of
Biomedical
Science
(IJBS).
DOI:
10.15562/ijbs.v15i1.288[Diakses 17 Mei 2021]. Jaleha, dkk.2020. McKENZIE NECK EXERCISE LEBIH BAIK DALAM MENURUNKAN DISABILITAS LEHER DARIPADA DYNAMIC NECK EXERCISE PADA PENJAHIT DENGAN
MYOFASCIAL PAIN SYNDROME OTOT UPPER TRAPEZIUS. Sport and Fitness Journal E-ISSN: 2654-9182. DOI: https://doi.org/10.24843/spj.2020.v08.i02.p05[Diakses 17 Mei 2021]. The
7
faces
of
neck
pain-
Harvard
health,
Harvard
Health,
URL;
https://www.health.harvard.edu/pain/7-faces-of-neck-pain RSCM. 2020. Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Jakarta: RSCM Lembaga Administrasi Negara. 2017. Akuntabilitas: Modul Diklat Prajabatan Golongan I dan II. Jakarta. Lembaga Administrasi Negara. Lembaga Administrasi Negara. 2017. Nasionalisme: Modul Diklat Prajabatan Golongan I dan II. Jakarta. Lembaga Administrasi Negara. Lembaga Administrasi Negara. 2017. EtikaPublik: Modul Diklat Prajabatan Golongan I dan II. Jakarta. Lembaga Administrasi Negara. 50
Lembaga Administrasi Negara. 2017. KomitmenMutu: Modul Diklat Prajabatan Golongan I dan II. Jakarta. Lembaga Administrasi Negara. Lembaga Administrasi Negara. 2017. Anti Korupsi: Modul Diklat Prajabatan Golongan I dan II. Jakarta. Lembaga Administrasi Negara. Lembaga Administrasi Negara. 2017. Manajemen ASN: Modul Diklat Prajabatan Golongan I dan II. Jakarta. Lembaga Administrasi Negara. Lembaga Administrasi Negara. 2017. Whole of Goverment: Modul Diklat Prajabatan Golongan I dan II. Jakarta. Lembaga Administrasi Negara. Lembaga Administrasi Negara. 2017. PelayananPublik: Modul Diklat Prajabatan Golongan I dan II. Jakarta. Lembaga Administrasi Negara.
51
LAMPIRAN
A. JADWAL PELAKSANAAN AKTUALISASI Tabel 6.1 Jadwal Pelaksanaan Aktualisasi Waktu Pelaksanaan No
Kegiatan
Mei 3
1
Juni 4
1
2
3
Mencari evidance based penanganan nyeri leher dengan latihan fisioterapi di luar negeri
2
Pembuatan Instruksi Kerja (IK) edukasi pasien dengan video
3
Pembuatan video edukasi latihan stretching otot leher dan neck calliet
4
Sosialisasi kepada rekan sejawat fisioterapis RSCM
5
Uji coba edukasi kepada pasien / keluarga pasien
6
Evaluasi
Jadwal pelaksanaan aktualisasi tidak sesuai dengan jadwal pada rancangan aktualisasi karena kendala pertama dalam proses pembuatan video dan edittingnya yang memakan waktu sehingga berakibat pada mundurnya jadwal kegiatan setelahnya.
B.
Bukti Pelaksanaan Kegiatan / Pendokumentasian 1. Screen shoot guideline dan Jurnal-jurnal yang telah di unduh
52
2. Link Kumpulan review jurnal dan bahan materi untuk video edukasi
https://drive.google.com/drive/folders/1ybMd0Z6S8BWOol2C27FO5R XOXGxwZA0O?usp=sharing
53
3. screenshot WA dengan sekretaris KSM Rehabilitasi Medik terkait alur pembuatan IK
54
4. Screenshot WA dengan Coach dan mentor
55
56
57
58
59
5. Foto SOP Penanganan nyeri
6. Link SOP Edukasi Pasien https://drive.google.com/file/d/1jkoVPjiWLc4AKREM4dybaShmqmFpWv7/view?usp=sharing 7. Screenshot WA surat izin pembuatan IK, draft IK, draft petunjuk kerja
8. Link Surat izin pembuatan IK dan Draft IK, Petunjuk kerja 60
https://drive.google.com/drive/folders/1ybMd0Z6S8BWOol2C27FO5R XOXGxwZA0O?usp=sharing 9. Screenshot WA untuk merevisi draft IK
10. Link Draft IK yang telah direvisi https://drive.google.com/file/d/1JGfoqlCLYXinDTwBBsCw42i_tetl1at/view?usp=sharing 11. Surat izin pembuatan IK kepada Kepala Bagian Umum https://drive.google.com/file/d/1uXWKXvU2JeIxYhpbtmGBJcaQR50uq2lW/view?u sp=sharing 61
12. Screenshot WA surat izin pembuatan video edukasi
13. Link Surat izin pembuatan video edukasi ke Kepala KSM https://drive.google.com/file/d/1ldM2CHz4BgdpsPFsISrS9zMqlKUUPCpg/view?usp =sharing 14. Link Surat izin pembuatan video edukasi yang diteruskan ke Kepala Hukormas https://drive.google.com/file/d/1IAG9-4ByFGvCXteZZdyOzPfWhJmW5Rc/view?usp=sharing 15. Link data pasien nyeri leher terutama dalam 3 bulan terakhir https://drive.google.com/file/d/1c366na_qL5FV7BnF8hvHZtikb0_HE8qm/view?us p=sharing 16. Link google form & tampilan survey backgrond musik http://bit.ly/BGMvideoEdu
62
17. Screenshot WA dengan Mentor
18. Screenshot pengiriman link survey ke responden
63
19. Screenshot analisa hasil survey https://docs.google.com/forms/d/1H56bcqUuhbI7vma0bV7VnM5fhNpc4Kk_gSe-5Ti6xo/edit#responses 20. Foto skenario video dan cuplikan video pembuatan
21. Foto Proses shooting
64
22. Screenshot proses editting
23. Screenshot follow up dengan Hukormas terkait logo instansi dan ketentuan background musik yang digunakan
65
24. Screenshot WA pemberian link video kepada sekretaris KSM Rehabilitasi Medik
25. Link Surat permohonan penomoran video dari unit ke Hukormas
66
https://drive.google.com/file/d/1b58haNGjEHC3mSA6kdvdz_bWUf8Q wsa1/view?usp=sharing 26. Link undangan sosialisasi https://drive.google.com/file/d/1N7yVigjzPlE279s79wxbwonV9n38TR 5w/view?usp=sharing 27. Daftar Hadir Sosialisasi https://drive.google.com/file/d/1N7yVigjzPlE279s79wxbwonV9n38TR 5w/view?usp=sharing 28. Foto Notulensi
29. Foto
30. Link video dokumentasi sosialisasi https://drive.google.com/file/d/1yioZtZlwLYRHVKOh3ZGF4Z3O6E3o8zJ/view?usp=drivesdk
67
31. Foto yang memuat kode QR dan link video
32. Screenshot Broadcast link video dan form evaluasi video
33. Data analisa form evaluasi efektifitas video edukasi https://docs.google.com/forms/d/16zQqxjNU6Ix7DCVgEpuy1QVcWKEuAr0_nDotj GE1ORk/edit#responses 68
34. Video testimoni rekan sejawat fisioterapis RSCM https://drive.google.com/file/d/1yioZtZlwLYRHVKOh3ZGF4Z3O6E3o8zJ/view?usp=drivesdk 35. Foto Data Monitoring pelaksanaan edukasi oleh fisioterapis
36. Video Pelaksanaan edukasi oleh fisioterapis https://drive.google.com/file/d/1yxm0RylWmTznS2ifjF5bHQQvuq7qG27/view?usp=drivesdk 37. Testimoni oleh sejawat https://drive.google.com/file/d/1ywWtHYGhLJjwPpgfZYIH1dTxFAGHrRx/view?usp=drivesdk
69
C.
FORM PENGENDALIAN AKTUALISASI OLEH MENTOR
70
71
72
73
D.
FORM PENGENDALIAN AKTUALISASI OLEH COACH https://drive.google.com/file/d/1-A5gyEFiAxCQ1Z7tVsDGcNfIN4niQiT/view?usp=sharing
E. Catatan Bimbingan Aktualisasi oleh Mentor
74
75
76
77
78
79