ABSTRAK
Pelaksanaan kegiatan latsar CPNS memberikan banyak perubahan dalam tatanan kehidupan para peserta. fungsi dasar ASN sebagai pelaksana kebijakan publik, Pelayan publik, dan pemersatu bangsa merupakan hal yang harus di lakukan dalam pelaksanaanya. Begitu halnya dalam pelaksanaannya nilai-nilai dasar dalam ASN yaitu Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika publik, Komitmen mutu, dan Anti korupsi merupakan komponen awal dalam pelaksanaan aktualisasi. Bagaiman setiap ASN dapat menerapkan nilai-nilai dasar di segi internal maupun ekternal di karenakan sebagai ASN menjai role model dalam kesehariannya di masyarakat. Dalam pelaksanaan aktualisai di tempat kerja dalam penerapannya setiap ASN di haruskan memiliki kontribusi dalam keterkaitan visi-misi dari Instansi masing-masing. Adapun penerapannya sesuai dengan nilai-nilai dari intansi masing-masing. kegiatan ini menjadikan perseta CPNS mempamiliarkan diri dalam pelaksanaan dari Fungsi- Fungsi dan nilai-nilai ASN. Pelaksanaan program aktualisasi latsar CPNS di unit kerja memiliki tujuan untuk menginternalisasi dan habituasi nilai-nilai ANEKA pada diri CPNS. Program ini di laksanakan selama kurang dari 30 hari (tiga puluh) hari, terhiyung dari tanggal 7 Juni 2021 sampai dengan 2 Juli 2021 untuk melaksanakan kegiatan yang telah di rencanakan pada saat rancangan aktualisasi. kegiatan masih melalui 9 ( Sembilan ) kegiatan namun mengalami bebrapa perubahan dalam tahapan kegiatan, namun seluruh kegiatan telah dilakukan untuk mewujudkan gagasan penyelesaian isu terpilih npada rancangan aktualisas. Berikut ini adalah perbandingan pelaksanaan aktualisasi dari rancangan dengan pelaksanaan kegiatan aktualisasi. Pelaksanaan kegiatan aktualisasi sudah di laksanakan dengan sesuai tahap perancenaan kegiatan namun dalam pelaksanaannya di karenakan keterbatasan penulis. Namun penulis sangat berterimakasih kepada pihak-pihak yang sudah membantu pelaksanaannya.
i
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis ucapkan Kepada Tuhan Yang Maha Esa karena dalam hal ini penulis dapat menyelesaikan Laporan Aktualisasi dan Habituasi CPNS 2021 dengan judul “Penatalaksanaan Teknik Prone Posision Dan SPO Pada Pasien Dengan Confirm Covid-19 Di Ruangan Intensive Care Unit – Icu Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulisanti Saroso Jakarta tepat pada waktu yang telah di tentukan. Adapun tujuan dari pelaporan pelaksanaan ini adalah sebagai pertanggung jawaban penulis terhadap tugas, fungsi dari penulis sebagai seorang ASN dalam penerapan nilainilai,dan fungsi ASN itu sendiri. Dalam pelaksanaanya penulis merasa ada beberapa kekurangan yang harus di sempurnakan. Namun demikian penulis berharap pada penerapan Aktualisasi ini dapat menjadi bahan pembelajaran bagi para pembaca dan penulis. Penulis mengucapkan terimaksih kepada : a. b. c. d. e. f. g. h. i. j. k. l. m. n. o.
dr. Mohammad Syahril,Sp.P,MPH selaku direktur utama RSPI SS dr. dyani kusumowardhani,Sp.A. Selaku direktu rspi ss dr. temmasoge R.P.,Sp.P.,MMRS kepala bidang pelayanan medik dan keperawatan ns. sri rahayuni, S.Kep,M.Kes kepala seksi pelayanan keperawatan dr. surya oto Wijaya, Sp.A kepala instansi rawat intensive Ns. Oktina Dwisusanti, S.Kep selaku mentor dan kepala ruangan rawat intensive care-ICU
Drs. Suherman, M.Kes selaku penguji dan kepala Widyaswara bapelkes Cikarang Ir. Miftahur Rohim, Mkes Selaku Coach dalam rancangan aktualisasi dan pelakasnaan aktualisasi Ruby bagian terkait yang mewakili Fisioterapi Puguh Enggo Amd Kep sebagai panutan dalam instansi Suci Wili Astuti Amd Kep sebagi pemberi motivasi dan semangat Seluruh Widyaswara, dan seluruh Fasilitator Bapelkes Cikarang Seluruh dokter, Perawat di ruangan Intensive Care Unit RSPISS Orang tua, keluarga yang selalu memberikan dukungan Rekan-rekan sekalian Latsar CPNS kemenkes golongan 3 angkatan 2 Bapelkes Cikarang
Semoga laporan Aktualisasi ini dapat bermanfaat, khususnya ilmu Keperawatan dan Fisioterapi RSPISS dan umumnya bagi seluruh pegawai instansi. Jakarta 09 Agustus 2021
Penyusun ii
DAFTAR ISI
ABSTRAK ……………………………………………………………………………………………………………
i
KATA PENGANTAR ……………………………………………………………………………………………..
ii
DAFTAR ISI …………………………………………………………………………………………………….
iii
BAB I PENDAHULUAN 1.1 1.2 1.3
Latar belakang ……………………………………………………………………………………. Tujuan penelitian………………………………………………………………………………….. Ruang lingkup penelitian ………………………………………………………………………
1 1 2
BAB II GAMBARAN UNIT KERJA DAN NILAI-NILAI ASN 2.1 Deskripsi organisasi ………………………………………………………………………………….
3
2.2 Tugas dan fungsi ……………………………………………………………………………………..
3
2.2.1 Tugas pokok Rumah Sakit ………………………………………………………….
4
2.2.2 Tungsi Rumah Sakit ……………………………………………………………………
4
2.2.3 Budaya Rumah Sakit ……………………………………………………………………
4
2.2.4 Susunan organisasi ………………………………………………………………………
4
2.2.5 Biodata mentor ……………………………………………………………………………
5
2.2.6 Biodata peserta ……………………………………………………………………………
6
BAB III RANCANGAN AKTUALISASI 3.1 Identifiksai isu …………………………………………………………………………………………..
7
3.2 Penetapan isu …………………………………………………………………………………………..
10
3.3 Deskripsi terpilih ………………………………………………………………………………………
11
3.4 Analisis isu ……………………………………………………………………………………………….
11
3.5 Gagasan pemecahan isu ………………………………………………………………………….
12
BAB IV PELAKSANAAAN AKTUALISASI 4.1 Perbandingan rancangan pelaksanaan kegiatan ……………………………………… 4.1.1 Minggu pertama iii
28
4.1.1.1 Priode minggu pertama Senin 7 Juni 2021 – 11 Juni 2021.. 29 4.1.1.2 Priode minggu pertama Senin 14 Juni 2021 – 18 Juni 2021. 32 4.1.1.3 Priode minggu pertama Senin 21 Juni 2021 – 25 Juni 2021. 34 4.1.1.4 Priode minggu pertama Senin 28 Juni 2021 – 02 Juli 2021
35
4. 2 Capaian aktualisasi …………………………………………………………………………………
37
4.2.1 Kegiatan 1 …………………………………………………………………………………
38
4.2.2 Kegiatan 2 …………………………………………………………………………………
47
4.2.3 Kegiatan 3 …………………………………………………………………………………
51
4.2.4 Kegiatan 4 …………………………………………………………………………………
55
4.2.5 Kegiatan 5 …………………………………………………………………………………
60
4.2.6 Kegiatan 6 …………………………………………………………………………………
73
4.2.7 Kegiatan 7 …………………………………………………………………………………
76
4.2.8 Kegiatan 8 …………………………………………………………………………………
79
4.2.9 Kegiatan 9 …………………………………………………………………………………
81
4.3 Rencana tindak lanjut ……………………………………………………………………………
83
BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan …………………………………………………………………………………………….
89
5.2 Saran …………………………………………………………………………………..…………………
89
iv
1
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Berdasarkan peraturan Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2021 Tentang PelatIhan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil. Dalam Perlan Nomor 1 Tahun 2021 dijelaskan apa yang dimaksud dengan Pelatihan Dasar CPNS pasal 1 butir 7 menjelaskan bahwa Pelatihan Dasar CPNS adalah pendidikan dan pelatihan dalam Masa Prajabatan yang dilakukan secara terintegrasi untuk membangun integritas moral, kejujuran, semangat dan motivasi nasionalisme dan kebangsaan, karakter kepribadian yang unggul dan bertanggung jawab, dan memperkuat profesionalisme serta kompetensi bidang. Seperti kita ketahui bahwa pelatihan dasar CPNS adalah pelatihan yang wajib diikuti oleh seseroang yang berstatus CPNS, sebelum diangkat Menjadi PNS, karena itu CPNS wajib menjalani masa prajabatan selama satu tahun sejak tanggal pengangkatannya sebagai CPNS. Selama masa prajabatan itulah kemudian CPNS diberikan Pelatihan Dasar CPNS atau Latsar CPNS namun untuk kondisi tertentu berdasarkan keputusan Menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan dibidang Pendayagunaan aparatur negara. Dalam Pelatihan Dasar CPNS berdasarkan Perlan Nomor 1 tahun 2021 memiliki tujuan untuk mengembangkan Kompetensi CPNS, apa yang dimaksud dengan Kompetensi adalah "Kompetensi adalah pengetahuan, keterampilan, dan sikap/perilaku seorang PNS yang dapat diamati, diukur dan dikembangkan dalam melaksanakan tugas jabatannya". Karena itu dalam Proses penyelenggaraan Pelatihan Dasar CPNS yang memadukan pendekatan antara jalur Pelatihan Klasikal dengan nonklasikal serta Pengembangan Kompetensi Sosial Kultural dan Kompetensi bidang para CPNS, Sehinggah Kompetensi yang dikembangkan dalam Pelatihan Dasar CPNS merupakan Kompetensi pembentukan karakter PNS yang profesional sesuai bidang tugas.Kompetensi tersebut akan diukur kemudian berdasarkan kemampuan: a. Menunjukkan sikap perilaku bela negara; b. Mengaktualisasikan nilai-nilai dasar PNS dalam pelaksanaan tugas jabatannya; c. mengaktualisasikan kedudukan dan peran PNS dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia; dan d. menunjukkan penguasaan Kompetensi Teknis yang dibutuhkan sesuai dengan bidang tugas. Dalam proses perancangan konsef menunjujakan sikap bela negara, mengaktualisasikan nilai-nilai dasar PNS dalam kerangka negara kesatuan republic Indonesia dan penguasaan kopetensi teknis yang di butuhkan sesuai dengan bidang tugas disisipkan nilai-nilai dasar ANEKA (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika public, Komitmen mutu, Anti korupsi) serta terkait manajemen ASN, pelyanan public, serta whole of governments sebagaimana tertuang dalam UU No 5 tahun 2014 tentang manajemen ASN yang telah di pelajari pada peltihan dasar CPNS. di harapkan dengan penerapan dengan alat pengendalian
2 dalam mengatasi masalah subdiretorat pementauan dan evaluasi melainkan juga sebagai wujud aktualisasi nilai-nilai dasar ASN tersebut. 1.2 TUJUAN PENELITIAN Tujuan dilakukannya perancangan aktualisasi ini antara lain: 1. Menerapkan nilai-nilai dasar ASN, kedudukan, dan peran ASN di NKRI dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan rancangan aktualisasi sebagai bentuk penyelesaian masalah yang diperoleh dari proses habituasi di Unit Kerja; 2. Menyusun dan memberikan konsep prosedur penyediaan artikel berita website dalam pengelolaan informasi sebagai solusi bagi isu yang ada di kementrian kesehatan khusunya di Rumah Sakit Prof.dr. Sulianti Saroso. 1.3 RUANG LINGKUP Ruang lingkup dari rancangan aktualisasi ini adalah sebagai berikut: 1. Rancangan aktualisasi ini akan dilaksanakan selama proses habituasi, yaitu sekitar 30 hari; 2. Lokasi fokus (lokus) dari rancangan aktualisasi ini adalah Rumah Sakit Prof.dr. Sulianti Saroso di ruangan Intensiv Care Unit (ICU) dengan melibatkan pihak-pihak Fisioterapi dan perawat ruangan. 3. Penyusunan konsep prone posision untuk media edukasi dan Menyusun draft SOP untuk standar pelayanan keperawatan.
3 BAB II GAMBARAN UNIT KERJA DAN NILAI-NILAI ASN
2.1 DESKRIPSI ORGANISASI Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti Saroso merupakan rumah sakit vertikal tipe A dan sebagai ruamah sakit pendidikan yang berada di bawah Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Rumah sakit ini terletak di daerah Sunter, Jakarta Utara. Nama RSPI Sulianti Saroso berasal dari nama seorang dokter Indonesia Julie Sulianti Saroso. RSPI Sulianti Saroso berawal dengan didirikannya stasiun karantina di daerah pelabuhan Tanjung Priok pada tahun 1985, yang fungsi utamanya adalah menampung penderita penyakit cacar dari Jakarta dan sekitarnya, dimana di antara tahun 1964 sampai tahun 1970 merawat penderita cacar sekitar 2.358 orang. RS Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti Saroso diresmikan pada tanggal 21 April 1995 dan berfungsi memberikan pelayanan medis, penunjang medis kepada seluruh lapisan masyarakat yang membutuhkan. Kegiatan pelayanan RSPI-SS berupa pelayanan rawat jalan, pelayanan rawat inap, pelayanan rawat darurat, pelayanan operasi dan pelayanan ICU serta dapat dimanfaatkan untuk penelitian dan pendidikan tenaga kesehatan. Sebagai gambaran mengenai rencana kedepan dari RSPI Sulianti Saroso maka telah dirumuskan Visi dan Misi sebagai berikut : a. VISI Menjadi RS Rujukan Nasional dan Pusat Kajian Penyakit Infeksi Yang Terdepan Setingkat Asia Pasifik Tahun 2024 b. MISI 1. Menyelenggarakan pengelolaan penyakit infeksi termasuk new emerging, reemerging, dan tropical medicine secara paripurna dan profesional berbasis quality dan safety. 2. Menyelenggarakan kajian, penelitian sesuai dengan standar ilmiah, etik, berbasis bukti dan nilai untuk pengembangan, pencegahan dan penanggulangan penyakit infeksi termasuk new emerging, re-emerging, dan tropical medicine. 2.2 TUGAS POKOK DAN FUNGSI Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 2073/MENKES/PER/XI/2011 tertanggal 07 Oktober 2011 Perubahan Atas Peraturan Menteri Kesehatan No.247/MENKES/PER/III/2008 tentang Organisasi dan tata Kerja Rumah sakit Penyakit Infeksi Prof.Dr.Sulianti Saroso, RSPI Sulianti Saroso mempunyai tugas pokok dan fungsi sebagai berikut :
2.2.1
Tugas Pokok Rumah Sakit 1. Menyelenggarakan pelayanan medis dan keperawatan secara paripurna, sebagai kegiatan penunjang dalam upaya pengkajian penyakit infeksi dan penyakit menular;
4 2. Melaksanakan pendidikan dan pelatihan serta penelitian dan pengembangan di bidang penyakit infeksi dan penyakit menular beserta faktor risikonya secara menyeluruh, terpadu, dan berkesinambungan untuk penyusunan bahan kebijakan serta standar penanganan/ pengendalian penyakit infeksi dan penyakit menular. 2.2.2
Fungsi Rumah Sakit 1. Pelaksanaan penatalaksanaan penyakit infeksi dan penyakit menular; 2. Pelaksanaan pelayanan rujukan nasional di bidang penyakit infeksi dan penyakit menular; 3. Pengkajian penyakit infeksi dan penyakit menular, baik di bidang klinik, epidemiologi dan faktor risikonya; 4. Pengkajian pelaksanaan sistem kewaspadaan dini dan penanggulangan wabah/Kejadian Luar Biasa (KLB); 5. Pelaksanaan pendidikan dan pelatihan profesi kedokteran dan kedokteran berkelanjutan serta profesi tenaga kesehatan lainnya di bidang penyakit infeksi dan penyakit menular; 6. Pengelolaan informasi dan pemasaran di bidang penyakit infeksi dan penyakit menular; 7. Pelaksanaan urusan hukum dan kemitraan; 8. Pelaksanaan administrasi umum dan keuangan.
2.2.3
Budaya Rumah Sakit Nilai-nilai budaya kerja yang diterapkan dalam melaksanakan tugas sehari-hari untuk mencapai perwujudan Visi dan Misi Organisasi patut mendapat perhatian khusus, karena memerlukan perjalanan jangka panjang ke suatu keadaan yang belum pernah dialami dan beraneka ragamnya budaya serta pola pikir masyarakat, sehingga dalam perjalanan tersebut akan dijumpai banyak rintangan, kegagalan dan keberhasilan. Untuk tetap eksis dalam mencapai Visi tersebut maka diperlukan kerja keras dan kebersamaan dalam menjalankan tugas sehari-hari. Adapun nilai-nilai dasar Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr. Sulianti Saroso adalah sebagai berikut: 1. RESPONSIVE Sigap memberikan bantuan kepada yang membutuhkan pelayanan. 2. SATISFACTION Memberikan pelayanan lebih dari yang diharapkan. 3. PROFESIONALISM Memberikan pelayanan yang ramah dan bermutu sesuai dengan standar profesi 4. INTEGRITY Menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, dapat dipercaya, disiplin, konsisten serta berkualitas
2.2.4
Susunan Organisasi 1. Organisasi Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof. dr. Sulianti Saroso merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Kesehatan telah diresmikan pada tanggal 21 April 1994 yang semula dibawah struktur pembinaan Ditjen P4M Kemenkes
5 kemudian berubah dibawah Ditjen PPM-PL. Selanjutnya dengan Permenkes No. 2360/Menkes/PER/XI/2011 tentang Perubahan atas Permenkes No. 247/Menkes/PER/III/2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti Saroso,RSPI Sulianti Saroso dibawah pembinaan Ditjen Bina Upaya Kesehatan (BUK) yang saat ini telah berganti menjadi Ditjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes. Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 51 Tahun 2019 tentang Organisasi dan Tata Kerja Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti Saroso, struktur organisasinya sebagai berikut
STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT YANMED, KEPERAWATAN & PENUNJANG RSPI PROF. DR. SULIANTI SAROSO
Gamber 2.1.1
2.2.5
Biodata Mentor Nama NIP Pangkat / Golongan Jabatan Instansi
: : : : :
Ns. Oktina Dwisusanti, S.Kep 197910012006042002 Perawat Ahli muda III/c Kepala Ruanagan ICU Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof.Dr. Sulianti Saroso Jakarta
6
2.2.6
Biodata peserta Nama NIP Pangkat/Golongan Jabatan Instansi Unit kerja
: : : : : :
Ns. Yovensius S.Kep 199209192020121005 Penata Muda – III/a Perawat Ahli Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof.Dr. Sulianti Saroso Jakarta Ruangan Intensiv Care Unit (ICU)
Sasaran Kinerja Pegawai NO KEGIATAN TUGAS POKOK JABATAN 1 Melakukan pengkajian keperawatan lanjutan pada individu, keluarga 2 Merumuskan diagnosa keperawatan pada individu 3 Memfasilitasi adaptasi dalam hospitalisasi pada individu dalam rangka melakukan upaya promotive 4 Melakukan case finding/ deteksi dini/ penemuan kasus baru pada individu 5 Melakukan kebutuhan support kepatuhan terhadap intervensi Kesehatan pada individu 6 Melakukan manajemen inkontinen urine 7 Melakukan manjemen inkontinen faecal 8 Melakukan tatakelola keperawatan perlindungan terhadap pasien dengan resiko trauma/ injury 9 Melakukan manjemen febrile neutropeni 10 Melakukan komunikasi terapeutik dalam pemberian asuhan keperawatan 11 Melakukan pendampingan pada pasien menjelang ajal (dying care) 12 Memfasilitasi suasana lingkungan yang tenang dan aman 13 Mengambil sampel darah melalui arteri, pulmonari arteri, CVP 14 Mematau pemberian elektrolit konsentrasi tinggi 15 Memberikan perawatan pada pasien menjelang ajal sampai meninggal 16 Melakukan evaluasi tindakan keperawatan pada individu 17 Melakukan dokumentasi asuhan keperawatan 18 Menyusun laporan pelaksanaan tugas 19 Melakukan tugas kedinasan lain
KETERANGAN
7
BAB III RANCANGAN AKTUALISASI 3.1 Identifikasi isu
Dalam rangkaian kegiatan Latihan dasar CPNS kemenkes Ri tahun 2021,salah satu agenda utama yang perlu di laksanakan oleh para peserta adalah aktualisasi, peserta diharuskan mengidentifikasi isu-isu di satuan kerja masing-masing yang akan di angkat menjadi bahan dasar rancangan aktualisasi. isu yang di angkat merupakan isu yang benar-benar terjadi dan apabila tidak di selesaikan dapat mempengaruhi kinerja organisasi. indentifikasi isu di lingkungan kerja di lakukan peserta dengan cara mengobservasi isu-isu yang terjadi selama masa percobaan di satuan kerja masing-masing berdasarkan hasil observasi penulis selama melaksanakan masa percobaan di Intensiv Care unit rumah sakit penyakit infeksi sulianti saroso Jakarta terhitung sejak bulan januari 2021. terdapat beberapa isu yang dapat di angkat menjadi bahan aktualisasi yang dijabarkan di dalam table Gambar 3.1.1berikut : ISU YANG DI DAPATKAN Gambar 3.1.1 NO ISU 1 Penatalaksanaan Teknik Prone Posision Dan Spo Pada Pasien Dengan Confirm Covid-19 2 Penerapan cara tatalaksana pasien meninggal dengan terinfeksi covid 19 3 Oktimalisasi dokumentasi keperawatan dengan komputerisasi dan pengarsipan 4. Oktimallisasi dan fasilitasi perawat relawan covid-19 5. Penerapan antisipasi, alur penanganan dengan kasus mutase pandemic covid-19 baru
DATA Data dokumentasi asuhan keperawatan
ASPEK Pelayanan publik
Data dokumentasi asuhan keperawatan
Pelayanan public dan manajemen ASN
Data dokumentasi asuhan keperawatan
Manajemen ASN DAN Wole of government (WOG)
Lembar kredensi dan bahan ajar / bacaan Simulasi alur penaganan secara khusu
Manajemen ASN, Pelayanan public Menajemen ASN dan Wole of Government (Wog)
isu-isu tersebut di analisis kelayakannya melalui metode AKPL ( actual, kelayakan, prolematik, kelayakan) yang di jelaskan sebagai berikut :
8
3.1.1 actual (A), yaitu isu tersebut masih di bicarakan atau belum terselesaikan hingga masa sekarang, 3.1.2 problematic (P), yaitu isu yang menyimpang dari harapan standar, ketentuan yang menimbulkan kegelisahan yang perlu segera di cari penyebab dan pemecahannya 3.1.3 kekhalayakan ( K) yaitu isu yang di angkat secara lansung menyakut hajat hidup orang banyak dan bukan hanya untuk kepentingan seseorang atau sekelopok kecil orang 3.1.4 layak (L) yaitu isu yang masuk akal (logis), pantas, realitis dan dapat di bahas sesuai dengan tugas, hak, wewenang dan tanggung jawab hingga akhir di angkat menjadi isu prioritas. isu yang layak di angkat dan di carikan solusinya harus memenuhi keempat kriteria dalam metode AKPL. apabila ada nilai negative (isu tidak memenuhi salah satu kriteria) maka isu tersebut di angap tidak layak untuk di tidaklanjuti. analisis kelayakan isu-isu yang ada di instansi radioterapi menggunakan metode AKPL dijabarkan pada table 3.2.2 berikut : Tabel Analisa APKL Tabel 3.2.2 FACTOR NO ISU HASIL A P K L Penatalaksanaan Teknik Prone Posision 1 Dan SPO Pada Pasien Dengan Confirm + + + + + 2 3 4 5
Covid-19 Penerapan cara tatalaksana pasien meninggal dengan terinfeksi covid 19 Oktimalisasi dokumentasi keperawatan dengan komputerisasi dan pengarsipan Oktimallisasi dan fasilitasi pembelajaran perawat relawan covid-19 Penerapan antisipasi, alur penanganan dengan kasus mutase pandemic covid-19 baru
-
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
+
Berdasarkan penapisan isu di menggunakan metode APKL, di peroleh tiga isu yang sesuai dengan SKP dan komputerisasi penyusun yang selanjutnya akan di saring Kembali untuk menentukan core issue atau isu utama yang mengunakan metode Urgency, seriousness, growth (USG) Seperti yang di jelaskan sebagai berikut : 3.2.1 urgency : (U) artinya seberapa mendesak suatu isu harus di bahas, dianalisis, dan di tindak lanjuti
9
3.2.2 seriousness (S) artinya seberapa serius suatu isu harus di bahas, dan di kaitkan dengan akibat yang akan di timbulkan. 3.2.3 growth (G) Artinya seberapa besar kemungkinan memburuknya jika tidak di tangani segera. berikut ini merupakan hasil penetapan isu dengan metode USG, setiap aspek kemudian di beri sekala liker tantara 1 sampai dengan 5. isu dengan total nilai tertinggi akan di angkat sebagai isu terpilih dan di buat gagasan penyelesaian isu. Tabel Analisa USG Gambar 3.2.3 NO 1 2 3 5 4
ISU Penatalaksanaan Teknik Prone Posision Dan SPO Pada Pasien Dengan Confirm Covid-19 Oktimalisasi dokumentasi keperawatan dengan komputerisasi dan pengarsipan Penerapan cara tatalaksana pasien meninggal dengan terinfeksi covid 19 Oktimallisasi dan fasilitasi pembelajaran perawat relawan covid-19 Penerapan antisipasi, alur penanganan dengan kasus mutase pandemic covid19 baru
KRITERIA U S G 5 5 4
PRIORITAS 14
4
3
3
10
3
4
2
9
5
4
4
13
4
5
2
11
interval penentuan prioritas angka 1 : sangat tidak mendesak/ gawat dan dampak angka 2 : tidak mendesak /gawat dan dampak angka 3 : cukup mendesak / gawat dan dampak angka 4 : mendesak /gawat dan dampak angka 5 : sangat mendesak/ gawat dan dampak berdasarkan hasil analisis mengunakan tehnik USG, isu paling prioritas adalah isu : “ Penatalaksanaan Teknik Prone Posision Dan SPO Pada Pasien Dengan Confirm Covid-19 “ isu ini menjadi lebih prioritas di bandingkan “Oktimallisasi dan fasilitasi pembelajaran perawat relawan covid-19” di karenakan Sebagian perawat sudah memiliki sertifikasi khusus (ICU,HCU,dll) dan tidak jarang sudah meiliki mpengalaman
10 dalam bekerja. ruangan ICU sudah mempasilitasi namun dasar namun skill Tindakan kurang efektif. 3.2 Penetapan isu Berdasarkan hasil tapisan menggunakan metode USG Pada table dengan skala likert maka di dapatkan hasil isu utama yaitu “ Penatalaksanaan Teknik Prone Posision Dan draf SPO Pada Pasien Dengan Confirm Covid-19 “ dari metode USG tersebut dapat di kategorikan tinggkat Urgency, seriousness, growth. 3.2.1 Urgency : metode prone posisien adalah posisi tengkurap yang bertujuan untuk memperbaiki ventilasi pernapasan supaya oksigen yang masuk dalam tubuh lebih banyak. metode ini banyak di aplikasikan pada saat ini pada pasien terinfeksi covid19 3.2.2 Seriousness : metode ini saat ini banyak di aplikasikan pada penderita dengan
comfim covid -19 dan Sebagian belum menjadikannya sebagai sebuah SOP yang dapat di aplikasikan pada pasien. jika metode prone posision tidak segara di jadikan sebuah draf panduan akan terjadi sebuah tindakan yang akan merugikan pasien dan pelayanan Kesehatan itu sendiri dalam pengaplikasiannya. 3.2.3 Growth : akan terjadinya sebuah tindakan yang akan merugikan dari pihak pasien dan pelayanan Kesehatan itu sendiri. namun semua itu perlu panduan dalam pelaksanaannya secara benar dan tepat. oleh karena itu cukup rasional jika sebuah media pembelajaran, panduan tindakan dan pengaplikasian panduan dapat di jadikan sebuah terobosan yang dapat menjadi landasan dalam pelayanan Kesehatan. dari isu terpilih di lakukan analisis dampak lingkungan yang di jabarkan pada table di bawah ini : Analisis dampak lingkungan isu terpilih Gambar 3.3.4 Isu “Penatalaksanaan Teknik Prone Posision Dan SPO Pada Pasien Dengan Confirm Covid-19 “
Dampak Apabila Isu Tidak Di Selesaikan 1. kejadian tindakan yang tidak sesuai dengan konsef dan teori 2. belum dapat maksimalnya tindakan di karenakan panduan dalam pelaksanaannya belum sesuai. 3. tidak berkembangnya ilmu pembelajaran karena kurangnya teori dan mata pembelajaran untuk mengedukasi pasien.
11 3.3 Deskripsi isu terpilih Edukasi pasien merupakan bagian yang sangat penting dalam pelayanan Kesehatan khususnya perawat. dalam pelaksanaannya tentunya seorang perawat seharusnya memiliki panduan/alur pelayanan yang benar dan baik. sebagai perawat yang professional di tuntut untuk memiliki kopetesi untuk mengerti cara komunikasi dengan pasien, penerapan cara dan sebuah terori yang mendukung dalam penyampaian informasi. namun hal ini terhambat oleh beberapa factor yang menyebabkan tidak maksimalnya sebuah edukasi sebagai contoh kurangnya lembar balik dan liflet. Berapa metode yang dapat di jadikan panduan dalam melaksanakan adalah sebuah draf untuk menuntun pelaksanaaya dengan baik dan benar. Oleh sebab itu kemampuan seorang perawat di lihat dari pelaksanaan tindakan sesuai dengan alur yang telah di tetapkan. 3.4 Analisis isu utama Dari data tersebut penulis menganalisis isu tersebut menjadi sebuah diagram fish bone Gambar 3.3.5 safety
Sistem
Man
kesadaran akan pentingnya panduan tindakan
belum adanya sistem yang dapat mengukur kempuan pelaksanaan
tingkat keberhasilanny sesuai hasil risert/penelitian
method
belum melakukannya dengan tepat dan benar
Penerap an posisi prone posision belum ada yang memiliki kopetensi untuk melakukannya
skill
Mengunakan analisis Fish bone untuk mengetahui penyebab dari masalah utama tentang penerapan prone posision. 3.4.1 3.4.2 3.4.3 3.4.4 3.4.5
safety : melakukannya belum sesuai dan masih berpotensi memperberat keadaan pasien dan pelayan Kesehatan itu sendiri. skill : belum ada yang memiliki kopetensi untuk melakukan prone posision sistem : belum adanya sistem yang dapat di jadikan panduan dalam menerapkan pelaksanaannya prone posision method : metode yang di gunakan sesuai dengan hasil risert/penelitian man : kesasadaran akan pentingnya panduan tindakan
12 3.5 Gagasan Pemecahan Isu Terpilihnya salah satu isu yang di saring mengunakan metode USG maka dengan demikian perlu adanya gagasan untuk pemecahan masalah berdasarkan sasaran kinerja pegawai (SKP) dan Inovasi. Adapun rancangan kegiatannya untuk pemecahan masalahnya adalah : Tabel Kegiatan Aktualisasi Gambar 3.3.6 No Rancangan 1. Penyampaian gagasan 2. Pembuatan materi prone posision dalam bentuk liflet
Sumber SKP Inovasi
3
Menyerahkan liflet hasil dan pembuatan flayer untuk di serahkan kepada mentor dan fisioterapi Menyerahkan hasil final Flayer dan Pembuatan daraf SPO Prone posision kepada mentor dan Fisioterapi Menyerahkan draf SPO dan meminta izin untuk kepada mentor dan fisioterapi untuk uji coba/ aktualisasi draf SPO Prone Posision
Inovasi
Melakukan informed consent kepada pihak keluarga untuk di lakukan prone posision Pengablikasian draft SOP Prone Posision Evaluasi draft SOP Prone posision Menyerahkan laporan hasil kegiatan kepada mentor, kepala keperawatan
Inovasi
4 5 6 7 8 9
Inovasi SKP dan Inovasi
Inovasi SKP SKP Dan inovasi
13
TABEL AKTUALISASI Tabel 3.3.7 NO 1
KEGIATAN Penyampaian gagasan
TAHAPAN 1. Menyiapkan proposal gagasan 2. Meminta izin waktu untuk bertemu dengan Mentor dan Fisioterapi 3. Melakukan pertemuan dan mempresentasikan proposal 4. Meminta persetujuan untuk melaksanakan implementasi gagasan 5. Menyiapkan daftar hadir peserta 6. Melakukan dokumentasi
OUTPUT 1. Persetujuan dari mentor dan fisoterapi untuk di lakukan penyampaian isu. 2. Membuat undangan 3. Peserta, mentor, dan fisoterapi mengisi daftar hadir.
KETERKAITAN Melakukan pekerjaan dengan cepat dan tepat sesuai date line (AKUNTABILITAS) Melakukan komunikasi secara dua arah dan menerima masukan (Nasionalisme) Saat menyampaikan gagasan kepada kepala instansi dengan sopan santun (ETIKA PUBLIK) Menyampaikan gagasan untuk kemajuan pelayanan (KOMITMEN MUTU) Membuat perjanjian pertemuan, tempat, waktu, sesuai dan tepat (ANTI KORUPSI)
KONTRIBUSI VISI DAN MISI Menyelenggarakan pengelolaan penyakit infeksi termasuk new emerging, reemerging, dan tropical medicine secara paripurna dan profesional berbasis quality dan safety
PENGAITAN NILAI ORGANISASI RESPONSIVE Menyampaikan gagasan dengan tepat untuk sebuah perubahan pelayanan ke arah yang lebih baik dan tertata dengan baik. Juga menjadikan Langkah baru yang bisa di jadikan pelayanan keperawatan paripurna. SATISFACTION Dalam pengaplikasiannya memberikan pelayanan terbaik dalam setiap penerapannya merupakan bentuk dari
14 target yang selalu lebih baik. PROFESIONALISM Menjalankan tugas dengan dengan tepat dan melibatkan ahli pelayanan sebagai tolak ukur memberikan pelayanan yang terbaik dan terstandar. INTEGRITY Menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, dapat dipercaya, disiplin, konsisten serta berkualitas 2
Pembuatan materi prone posision dalam bentuk liflet
1. Membuat materi 2. Pembuatan liflet 3. Melaporkan kepada mentor dan Fisioterapi 4. Melakukan refisi liflet.
1. Menyiapkan materi dalam bentuk file 2. Memberikan masukan untuk di tambahkan beberapa point.
Melakukan pekerjaan dengan cepat dan tepat sesuai date line (AKUNTABILITAS) Berkolaborasi dalam pembuatan materi bersama mentor dan
Menyelenggarakan pengelolaan penyakit infeksi termasuk new emerging, reemerging, dan tropical medicine secara paripurna dan professional
RESPONSIVE Membuat liflet adalah salah satu respon untuk memudahkan dalam pelayanan dan juga dapat memudahkan
15 fisoterapi (NASIONALISME) Menjalin kerja sama dengan menerima masukuan berbagai divisi yang terkait untuk membuat materi (ETIKA PUBLIK) Membuat meteri dengan di ajukan ke mentor dan di uji kelayakannya (KOMITMEN MUTU)
berbasis quality dan safety.
masyarakat untuk mengerti tentang maksud dan tujuan dari pelayanan Kesehatan tersebut. SATISFACTION Dalam pengaplikasiannya mengunakan media liflet dalah salah satu kiat untuk memberikan pelayanan keperawatan untuk selalu memberikan yang terbaik. PROFESIONALISM Menyuguhkan konten yang baik dalam pengaplikasiannya adalah dan mudah di megerti dengan berkoordinasi dengan ahli dan terstandar
16 adalah bentuk pertangung jawaban. INTEGRITY Menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, dapat dipercaya, disiplin, konsisten serta berkualitas 3
Menyerahkan liflet hasil dan pembuatan flayer untuk di serahkan kepada mentor dan fisioterapi
1. Menyerahkan hasil liflet yang sudah dan meminta persetujuan. 2. Menyerahkan Flayer kepada mentor dan fisioterapi. 3. Melakukan refisi Flayer
1. Mendapadatkan persetujuan liflet dalam bentuk file. 2. Memberikan masukan untuk di lakukan refisi flayer
Melakukan pekerjaan dengan cepat dan tepat sesuai date line (AKUNTABILITAS) Berkolaborasi dalam pembuatan materi bersama mentor dan fisoterapi (NASIONALISME) Menjalin kerja sama dengan menerima masukuan berbagai divisi yang terkait untuk membuat materi (ETIKA PUBLIK) Membuat meteri dengan di ajukan ke mentor dan di uji
Menyelenggarakan pengelolaan penyakit infeksi termasuk new emerging, reemerging, dan tropical medicine secara paripurna dan professional berbasis quality dan safety.
RESPONSIVE Membuat Flayer adalah salah satu respon untuk memudahkan dalam pelayanan dan juga dapat memudahkan masyarakat untuk mengerti tentang maksud dan tujuan dari pelayanan Kesehatan tersebut. SATISFACTION Dalam pengaplikasiannya mengunakan media
17 kelayakannya (KOMITMEN MUTU)
flayer dalah salah satu kiat untuk memberikan pelayanan keperawatan untuk selalu memberikan yang terbaik. PROFESIONALISM Menyuguhkan konten yang baik dalam pengaplikasiannya adalah dan mudah di megerti dengan berkoordinasi dengan ahli dan terstandar adalah bentuk pertangung jawaban. INTEGRITY
4
Menyerahkan hasil final Flayer dan Pembuatan daraf
1. Menyerahkan hasil final Flayer
1. mendapatkan persetujuan hasil
Melakukan pekerjaan dengan cepat dan tepat
Menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, dapat dipercaya, disiplin, konsisten serta berkualitas Menyelenggarakan RESPONSIVE pengelolaan penyakit infeksi
18 SPO Prone posision kepada mentor dan Fisioterapi
2. Membuat daraf SPO Prone posision untuk di refisi kepada mentor dan fisioterapi 3. Melakukan refisi SPO
final flayer oleh mentor. 2. Memberikan masukan untuk di lakukan refisi pada draf SPO.
sesuai date line (AKUNTABILITAS) Berkolaborasi dalam pembuatan materi bersama mentor dan fisoterapi (NASIONALISME) Menjalin kerja sama dengan menerima masukuan berbagai divisi yang terkait untuk membuat materi (ETIKA PUBLIK) Membuat meteri dengan di ajukan ke mentor dan di uji kelayakannya (KOMITMEN MUTU)
termasuk new emerging, reemerging, dan tropical medicine secara paripurna dan professional berbasis quality dan safety.
Membuat draf SPO yang nantinya akan di serahkan ke bagian keperawatan adalah salah satu respon untuk memudahkan dalam pelayanan dan juga dapat memudahkan pelayanan Kesehatan dalam standar dari pelayanan. SATISFACTION Dalam pembuatan Draft SPO tentunya membuat standar baku untuk meningkatkan pelayanan yang terstandar. PROFESIONALISM Mengkaji setiap daftar SPO aktif yang menjadi referensi untuk pembuatan SPO.
19 Selalu mengkaji setiap stap kegiatan. INTEGRITY Menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, dapat dipercaya, disiplin, konsisten serta berkualitas 5
Menyerahkan draf 1. Melaporkan draf SPO dan meminta SPO kepada mentor izin untuk kepada dan di ACC mentor dan 2. Meminta Izin untuk fisioterapi untuk megaktualisasikan uji coba/ SPO Prone posision. aktualisasi draf SPO Prone Posision
1. Mendapatkan persetujuan draf SPO Hasil Final. 2. Memberikan izin untuk aktualisasi SPO
Melakukan pekerjaan dengan cepat dan tepat sesuai date line (AKUNTABILITAS) Berkolaborasi dalam pembuatan materi bersama mentor dan fisoterapi (NASIONALISME) Menyerahkan hasil dengan draf SPO dengan sopan santun dan mengalur dan sudah di uji kelayakan (ETIKA PUBLIK) Selalu menjalin komunikasi dengan mentor untuk
Menyelenggarakan pengelolaan penyakit infeksi termasuk new emerging, reemerging, dan tropical medicine secara paripurna dan professional berbasis quality dan safety.
RESPONSIVE Membuat draf SPO yang nantinya akan di serahkan ke bagian keperawatan adalah salah satu respon untuk memudahkan dalam pelayanan dan juga dapat memudahkan pelayanan Kesehatan dalam standar dari pelayanan. SATISFACTION Dalam pembuatan Draft SPO tentunya membuat
20 kelayakan SPO (KOMITMEN MUTU)
standar baku untuk
Melakukan pekerjaan dengan sesuai date line (ANTI KORUPSI)
pelayanan yang
meningkatkan terstandar. PROFESIONALISM Mengkaji setiap daftar SPO aktif yang menjadi referensi untuk pembuatan SPO. Selalu mengkaji setiap stap kegiatan. INTEGRITY Menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, dapat dipercaya, disiplin, konsisten serta berkualitas
6
Melakukan informed consent kepada pihak keluarga untuk di lakukan prone posision
1. Menyiapkan lembar informed consent untuk keluarga yang akan di lakukan prone posision. 2. Menjelaskan maksud dan tujuan prone
1. keluarga pasien mengerti dengan maksud dan tujuan tindakan 2. keluarga pasien memberikan persetujuan dengan menandatangani
Melakukan pekerjaan dengan cepat dan tepat sesuai date line (AKUNTABILITAS) Bersinergi bersama masyarakat untuk pengembangan
Menyelenggarakan pengelolaan penyakit infeksi termasuk new emerging, reemerging, dan tropical medicine secara paripurna dan professional
RESPONSIVE Melakukan komunikasi dengan baik, benar sopan santun dan mengaplikasikaan penyampaian maksud
21 posision, dengan mengunakan media liflet dan flayer. 3. keluarga menandatangani pesetujuan.
lembar nformed consent
keahlian. (NASIONALISME) Menyerahkan hasil dengan draf SPO dengan sopan santun dan mengalur dan sudah di uji kelayakan (ETIKA PUBLIK) Melakukan pendekatan kepada keluarga untuk memupuk kepercayaan (KOMITMEN MUTU) Melakukan komunikasi dengan baik dan sopan (ETIKA PUBLIK)
berbasis quality dan safety.
dan tujuan kegiatan merupakan rsepont dalam perbaikan kesembuhan pasien. SATISFACTION Dalam pelaksanaan kegiatan selalu melakukan perbaikan untuk meningkatkan pelayanan yang terstandar. PROFESIONALISM Menjelaskan tahap kegiatan dan fungsi kegiatan yang akan menjadikan pelayanan Kesehatan lebih baik. INTEGRITY Menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, dapat dipercaya, disiplin, konsisten serta berkualitas
22 7
Pengablikasian draft SOP Prone Posision
• Menyiapkan perlengkapan dengan mengunakan APD lengkap dan team yang terdiri dari 6 orang - dokter - perawat - fisioterapi • Meminta izin ke kepala ruangan untuk melakukan prone posision • Melakukan prone posision
1. Adanya peningkatan saturasi pasien dari sebelumnya 80% meningkat menjadi 90%
Pengaplikasian tindakan sesuai dengan alur SOP (AKUNTABILITAS) Menerapkan nilainilai musyawarah saat ingin melakukan tindakan (NASIONALISME) Meminta izin kepada kepala ruangan dan ke pihak pasien (ETIKA PUBLIK) Melakukan tindakana sesuai dengan SOP dan terstandar (KOMITMEN MUTU) Melakukan kontrak tindakan dengan tepat waktu ( ANTI KORUPSI)
Menyelenggarakan pengelolaan penyakit infeksi termasuk new emerging, reemerging, dan tropical medicine secara paripurna dan professional berbasis quality dan safety.
RESPONSIVE Melakukan komunikasi dengan baik, benar sopan santun dan mengaplikasikaan penyampaian maksud dan tujuan kegiatan merupakan rsepont dalam perbaikan kesembuhan pasien. SATISFACTION Dalam pelaksanaan kegiatan selalu melakukan perbaikan untuk meningkatkan pelayanan yang terstandar. PROFESIONALISM Menjelaskan tahap kegiatan dan fungsi kegiatan yang akan menjadikan pelayanan Kesehatan lebih baik.
23 INTEGRITY Menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, dapat dipercaya, disiplin, konsisten serta berkualitas 8
Evaluasi draft SOP Prone posision
1. Melaporkan pre dan post setelah di lakukan prone posision dalam bentuk laporan terintegrasi 2. Melaporkan hasil prone posision kepada pihak keluarga 3. Melaporkan hasil prone posision kepada mentor dan fisoterapi.
1. Evaluasi selama 1 jam 2. membuat SOAP di status pasien.
Membuat laporan SOAP dengan benar dan tepat sesuai draf SPO (AKUNTABILITAS) Melakukan kolaborasi bersama fisioterapi untuk melakukan prone posisien (NASIONALISME) Melakukan perizinan kepada pasien dan ruangan (ETIKA PUBLIK) Menerapkan Draft SPO dan menungkannya dalam SOAP (KOMITMEN MUTU)
Menyelenggarakan pengelolaan penyakit infeksi termasuk new emerging, reemerging, dan tropical medicine secara paripurna dan profesional berbasis quality dan safety
RESPONSIVE Melakukan pengumpulan pelaporan kegiatan dengan memperhatikan standar pelaporan kegiatan pelayanan. SATISFACTION Dalam pendokumentasian pelaporan kegiatan selalu melakukan perbaikan untuk meningkatkan pelayanan yang terstandar. PROFESIONALISM
24 Menjalankan tahap pelaporan dan fungsi pelaporan yang akan menjadikan pelayanan berstandar. INTEGRITY Menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, dapat dipercaya, disiplin, konsisten serta berkualitas 9
Menyerahkan laporan hasil kegiatan kepada mentor, kepala keperawatan
• Membuat laporan tersusun dengan rapi dan terjilid • menyerahkan n sebanyak 3 rangkap kepada mentor, fisioterapi dan kepala keperawatan
1. menerima laporan dan memberikan saran dan masukan
Mengumpilakan laporan tepat waktu untuk megurai efisiensi (AKUNTABILITAS) Melakukan diskusi untuk pembuatan laporan kegiatan (NASIONALISME) Membuat inisal nama pasien sebagai bentuk dari perlindungan dan kerahasian pasien (ETIKA PUBLIK)
Menyelenggarakan pengelolaan penyakit infeksi termasuk new emerging, reemerging, dan tropical medicine secara paripurna dan professional berbasis quality dan safety.
RESPONSIVE Melakukan pengumpulan pelaporan kegiatan dengan memperhatikan standar pelaporan kegiatan pelayanan. SATISFACTION Dalam pendokumentasian pelaporan kegiatan selalu melakukan
25 Membuat laporan dengan rapi dan mengumpulkannya dan tepat waktu (KOMITMEN MUTU)
perbaikan untuk meningkatkan pelayanan yang terstandar. PROFESIONALISM Menjalankan tahap pelaporan dan fungsi pelaporan yang akan menjadikan pelayanan berstandar. INTEGRITY Menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, dapat dipercaya, disiplin, konsisten serta berkualitas
26
1.6 Garis besar kegiatan 1.6.1 Penyampaian gagasan a. Menyampaikan gagasan ke pada ,Mentor, Kepala Unit kerja ( ICU ), Kepala rehap medic dan team penguji SPO. Penyampaian gagasan ini dengan cara pertemuan langsung, dan memiliki daftar hadir. pertemuan akan di adakan selama 30 menit dengan penyampaian materi. 1.6.2
Pembuatan materi prone posision dalam bentuk liflet a. pembuatan meteri prone posision terdiri dari , penatalaksanaan tetang prone posision b. pembuatan materi dalam bentuk word dan di buatkan menjadi liflet c. pembuatan materi dan liflet harus sudah di acc oleh mentor untuk dapat hasil final jika ingin di aplikasikan dan di sebarkan.
1.6.3. Menyerahkan liflet hasil dan pembuatan flayer untuk di serahkan kepada mentor dan fisioterapi a. menyerahkan hasil final liflet dan di acc b. mengajukan draf flayer untuk di lakukan masukan 1.6.4
Menyerahkan hasil final Flayer dan Pembuatan daraf SPO Prone posision kepada mentor dan Fisioterapi a. menyerahkan hasil flayer untuk di acc b. mengajukan draf SPO untuk di refisi
1.6.5
Menyerahkan draf SPO dan meminta izin untuk kepada mentor dan fisioterapi untuk uji coba/ aktualisasi draf SPO Prone Posision a. menyerahkan draf SPO dan di lakukan acc final b. meminta izin ke pada mentor dan fisioterapi untuk pengaplikasian draf SPO Prone Posision
1.6.6
Melakukan informed consent kepada pihak keluarga untuk di lakukan prone posision a. memberikan informasi dalam bentuk liflet dan flayer b. memberikan informed consent untuk persetujuan tindakan Pengablikasian draft SPO Prone Posision a. melakukan prone posision b. menyiapkan team sebanyak 6-7 peserta
1.6.7
27 1.6.8
1.6.9
Evaluasi draft SPO Prone posision a. menuliskan tindakan sebelum dan sesudah tindakan b. melaporkan hasil tindakan kepada keluarga pasien Menyerahkan laporan hasil kegiatan kepada mentor, kepala keperawatan a. melaporkan hasil tindakan setelah tindakan.
JADWAL KEGIATAN AKTUALISASI Tabel 3.3.8 Pelaksanaan No
Kegiatan
1
Penyampaian gagasan
2
Pembuatan materi prone posision dalam bentuk liflet
3
7
Menyerahkan liflet hasil final liflet dan pembuatan flayer untuk di serahkan kepada mentor dan fisioterapi Menyerahkan hasil final Flayer dan Pembuatan daraf SPO Prone posision kepada mentor dan Fisioterapi Menyerahkan draf SPO dan meminta izin untuk kepada mentor dan fisioterapi untuk uji coba/ aktualisasi draf SPO Prone Posision Melakukan informed consent kepada pihak keluarga untuk di lakukan prone posision Pengablikasian draft SPO Prone Posision
8
Evaluasi draft SPO Prone posision
9
Menyerahkan laporan hasil kegiatan kepada mentor, kepala keperawatan
4 5 6
Minggu ke I
Minggu ke II
Minggu ke III
Minggu ke IV
28
BAB III PELAKSANAAN KEGIATAN
3.1 Perbandingan rancangan dan pelaksanaan kegiatan Pelaksanaan program aktualisasi latsar CPNS di unit kerja memiliki tujuan untuk menginternalisasi dan habituasi nilai-nilai ANEKA pada diri CPNS. Program ini di laksanakan selama kurang dari 30 hari (tiga puluh) hari, terhiyung dari tanggal 7 Juni 2021 sampai dengan 2 Juli 2021 untuk melaksanakan kegiatan yang telah di rencanakan pada saat rancangan aktualisasi. kegiatan masih melalui 9 ( Sembilan ) kegiatan namun mengalami bebrapa perubahan dalam tahapan kegiatan, namun seluruh kegiatan telah dilakukan untuk mewujudkan gagasan penyelesaian isu terpilih npada rancangan aktualisas. Berikut ini adalah perbandingan pelaksanaan aktualisasi dari rancangan dengan pelaksanaan kegiatan aktualisasi. No 1.
2.
3.
Rancangan aktualisasi Penyampaian gagasan • Menyiapkan proposal gagasan • Meminta izin waktu untuk bertemu dengan Mentor dan Fisioterapi • Melakukan pertemuan dan mempresentasikan proposal • Meminta persetujuan untuk melaksanakan implementasi gagasan • Menyiapkan daftar hadir peserta • Melakukan dokumentasi
Pelaksanaan aktualisai Penyampaian gagasan • Meminta izin untuk menyampaikan aktualisasi dengan membuat janji • Menyiapkan presentasi dalam bentuk powor point dengan melamprkan rancangan aktualisasi • Meminta izin kepada karu, dalam hal ini merangkap sebagai mentor dan fisioterapi • Melakukan presentasi di ruangan rawat inap di depan para team dokter, perawat, dan fisiterapi. • menyampaikan aktualisi • membuat daftar hadir. • melakukan dokumentasi Pembuatan materi prone posision dalam Pembuatan materi prone posision dalam bentuk liflet bentuk liflet • Membuat materi • Meminta izin untuk bertemu dengan • Pembuatan liflet membuat janji • Melaporkan kepada mentor dan • Membuat meteri dalam bentuk word Fisioterapi • Melakukan konsultasi keada mentor dan • Melakukan refisi liflet. fisioterapi • Melakukan refisi beberapa poin dan di buatkan liflet yang bagus dengan menyertakan gambar. Menyerahkan liflet hasil dan pembuatan Menyerahkan liflet hasil dan pembuatan flayer flayer untuk di serahkan kepada mentor dan untuk di serahkan kepada mentor dan fisioterapi fisioterapi
29 • • •
Menyerahkan hasil liflet yang sudah dan meminta persetujuan. Menyerahkan Flayer kepada mentor dan fisioterapi. Melakukan refisi Flayer
4.
Menyerahkan hasil final Flayer dan Pembuatan daraf SPO Prone posision kepada mentor dan Fisioterapi • Menyerahkan hasil final Flayer • Membuat daraf SPO Prone posision untuk di refisi kepada mentor dan fisioterapi • Melakukan refisi SPO
5.
Menyerahkan draf SPO dan meminta izin untuk kepada mentor dan fisioterapi untuk uji coba/ aktualisasi draf SPO Prone Posision • Melaporkan draf SPO kepada mentor dan di ACC • Meminta Izin untuk megaktualisasikan SPO Prone posision
6.
Melakukan informed consent kepada pihak keluarga untuk di lakukan prone posision • Menyiapkan lembar informed consent untuk keluarga yang akan di lakukan prone posision. • Menjelaskan maksud dan tujuan prone posision, dengan mengunakan media liflet dan flayer. • keluarga menandatangani pesetujuan.
7.
Pengablikasian draft SPO Prone Posision • Menyiapkan perlengkapan dengan mengunakan APD lengkap dan team yang terdiri dari 6 orang
•
Meminta izin untuk bertemu dengan membuat janji • Menyerahkan liflet hasil refisi dalam bentuk gambar PDF • Melakukan Refisi dengan menyertakan gambar mengunakan aplikasi CANVA • Mengajukan flayer dengan bentuk word • Mentor memberikan masukan dan beberapa refisi. Menyerahkan hasil final Flayer dan Pembuatan daraf SPO Prone posision kepada mentor dan Fisioterapi • Meminta izin untuk bertemu dengan mentor dengan membuat janji • menyerahkan hasil final flayer yang telah di refisi • Menyerahkan draf SPO dengan masukan beberapa poin yang harus di tambahkan dengan melihat contoh SPO Final. Menyerahkan draf SPO dan meminta izin untuk kepada mentor dan fisioterapi untuk uji coba/ aktualisasi draf SPO Prone Posision • Meminta izin untuk bertemu dengan mentor dengan membuat janji • Menyerahkan hasil draf SPO yang sudah di refisi • Meminta izin untuk pelaksanaan aktualiasi draf SPO kepada mentor dan Fisioterapi • Menyerahkan hasil Liflet, Flayer dan SPO prone posision dalam bentuk print out kepada Fisioterapi. Melakukan informed consent kepada pihak keluarga untuk di lakukan prone posision • Menyiapkan lembar informed consent • Memilih pasien dengan dengan adanya intruksi dan persetujuan dokter. • meminta izin menjelaskan masud dan tujuan tidakan kepada keluarga • keluarga memanda tangani informed consent Pengablikasian draft SPO Prone Posision • Pelaksanaan draf SPO prone posision sesuai
30
8.
9.
- dokter - perawat - fisioterapi • Meminta izin ke kepala ruangan untuk melakukan prone posision • Melakukan prone posision Evaluasi draft SPO Prone posision • Membuat laporan tersusun dengan rapi dan terjilid • Menyerahkan sebanyak 3 rangkap kepada mentor, fisioterapi dan kepala keperawatan
•
Pelaksanaan dengan cepat dan susai alur dikarenakan petugas ada yang terpapar covid 19 jadinya pelaksanaan di percepat dan dokumentasi di adakan video dengan singkat.
Evaluasi draft SPO Prone posision • Melakukan evaluasi tindakan keperawan dengan menlakukan pembuatan SOAP di status terinterasi pasien • Melaporkan Pre dan Post tindakan pengaplikasian Draf SPO Prone Posision kepada keluarga pasien. Menyerahkan laporan hasil kegiatan kepada Menyerahkan laporan hasil kegiatan kepada mentor, kepala keperawatan mentor, kepala keperawatan • Membuat laporan tersusun dengan rapi • Melaporkan hasil tindakan selama dan terjilid aktualisai • menyerahkan sebanyak 3 rangkap a. flayer kepada mentor, fisioterapi dan kepala b. liflet c. draf SPO Prone posision keperawatan d. evaluasi tindakan Berikut adalah penjelasan berdasarkan waktu mengenai garis besar kegiatan aktualisasi yang penulis lakukan selama masa habituasi. Ada beberapa hal yang menjadi kendala di karenakan meningkatnya angka penderita Covid-19 dan adanya angota dari team keperawatan maupun Fisioterapi yang melakukan Isolasi mandiri.
3.1.1 Minggu pertama Pelaksanaan kegiatan aktualisasi di minggu pertama di benturkan dengan pelayanan keperawatan di ruangan bertekanan negatif dimana penulis di libatkan dalam pelayanan asuhan keperawatan dengan seorang pejabat setingkat mentri yang ada di Indonesia. Dimana penulis harus membagi waktu dalam pelayanan keperawatan dan pelaksanaan aktualisasi. 3.1.1.1 Pada priode minggu pertama, Senin 7 Juni - 11 Juni 2021 Tanggal 7 Juni 2021 Pada hari pertama aktualisasi penulis mendapatkan Shif jaga pagi hari, penulis juga menyisihkan Waktu untuk bertemu kepala ruangan jam 13 : 00 Wib untuk menyampaikan maksud dan tujuan dari aktualisasi. Di karenakan RSPI SS adalah rujukan pusat infeksi semua perawatan di khususkan penanganan Covid-19. Berhubungan dengan hal tersebut beriringan dengan peningkatan pasien Covid-19. Pada pukul 08:00 s/d 12:00 Wib Penulis melakukan asuhan keperawatan di ruangan tekanan negative dengan mengunakan APD lengkap ( Intensiv Care Unit/ICU). Setelah keluar dari ruangan tindakan, dan asuhan keperawatan ruangan bertekanan Negatif dalam hal ini sudah melakukan mandi, berganti pakayan dan bermasker.
31 Pada pukul 13:00 Wib penulis meminta izin pada Kepala Ruangan ICU, yang merangkap sebagai mentor untuk memaparkan aktualisai dan kegiatan. Pada saat itu Kepala keperawatan Selaku Mentor memberi Izin untuk melakukan aktualisai dengan masukan, menyiapkan tempat yang dapat di sampaikan kepada seluruh angota keperawatan ICU dan meminta tanda tanggan undangan kepada kepala ruangan selaku mentor. Setelah meminta Izin dengan Kepala Ruangan ICU yang merangkap sebagai Mentor penulis juga meminta Izin kepada Pihak Fisioterapi untuk hadir dalam penyampaian aktualisasi dengan memberikan undangan. Dalam hal ini penulis membuat janji untuk menyampaikan aktualisasi di ruangan keperawatan ICU yang di adakan pada Selasa 8 Juni 2021 Jam 14:00 s/d 15:00 Wib dengan memberikan undangan yang telah di tandatangani oleh Kepala Ruangan atau Mentor. Tanggal 8 Juni 2021 Pada hari ke dua pelaksanaan aktualisasi di tempat kerja, tepetnya Selasa tanggal 8 Juni 2021 penulis menjalani rutinitas dengan dinas Shiff di pagi hari. Pada pelaksanaannya penulis menyiapkan tempat yang semulanya diadakan di ruangan istirahat dengan mengunakan monitor laptop, namun masukan dari Kepala ruangan yang merangkap juga sebagai mentor untuk mengunakan monitor TV Led ruangan di karenakan antusiasme dari team perawat ICU dan juga dokter jaga yang siap menyimak pemaparan aktualisasi penulis. Setelah menyampaikan aktualisai di ruangan, keperawatan tidak lupa juga penulis memberikan absensi kepada peserta dan melakukan dokumentasi. Pada hari yang sama penulis juga meminta izin kontrak waktu kepada Kepala ruangan dan mentor untuk mengajukan materi dalam bentuk liflet di hari ke tiga. Tanggal 9 Juni 2021 Pada hari ke tiga pelaksanaan aktualisasi di tempat kerja, tepetnya Rabu tanggal 9 Juni 2021 penulis menjalani rutinitas dengan dinas Shiff di Siang hari. Namun dalam hal ini penulis mengambil waktu dengan dating cepat pada pukul 09:00 Wib Pagi. Namun di karenakan Mentor ada kegiatan rapat dan Fisioterapi lagi menjalankan tugasnya dengan mendatangi ruangan perawatan untuk menjalani tugasnya, kegiatan di undur pada siang harinya. Dalam hal ini, ruangan perawatan keperawatan ICU terbagi menjadi dua, yaitu ICU bawah dengan 4 bed dan ICU atas 16 bed. Penulis sendiri terbagi dengan pelayanan keperawatan di ICU bawah. Pada pukul 13:00 kepala ruangan mendatangi ruangan ICU bawah dan meminta izin untuk kesediaannya mengkoreksi materi dalam bentuk liflet. Kepala ruangan dalam hal ini merangkap juga sebagai Mentor memberikan masukan, untuk di ubah karena tidak sesuai sasaran, penambahan beberapa gambar agar menarik dan kurangi kata-kata medis agar dapat di mengerti oleh pasien atau keluarga pasien. Setelah bertemu dengan mentor, penulis juga langsung betemu dengan bagian Fisioterapi. Begitu halnya dengan Fisioterapi yang merupakan bagian terkait menambahkan agar di buatkan dalam bentuk baku yang dapat di pakai seterusnya untuk di jadikan media pembelajaran dengan menambahkan pengayaan warna.
32 Pada hari yang sama penulis juga meminta izin kontrak waktu kepada Kepala ruangan dan mentor untuk memberikan materi hasil refisi dalam bentuk liflet di hari ke enam Tanggal 10 Juni 2021 Tidak di adakannya pelaksanaan aktualisasi di karenakan penulis menjalani rutinitas dengan dinas Shiff di malam hari Tanggal 11 Juni 2021 Tidak di adakannya pelaksanaan aktualisasi di karenakan penulis libur shif dinas. Tanggal 12 dan 13 Juni 2021 Tidak di adakannya pelaksanaan aktualisasi di karenakan Mentor dan bagian Fisioterapi libur kerja. 3.1.1.2 Minggu ke dua Pada priode minggu kedua, Senin 14 Juni – Jumat 18 Juni 2021 Tanggal 14 Juni 2021 Pada hari ke 6 pelaksanaan aktualisasi di tempat kerja, tepetnya Senin 14 Juni 2021 penulis menjalani rutinitas dengan dinas Shiff di pagi hari. Pada pukul 08:00 s/d 12:00 Wib Penulis melakukan asuhan keperawatan di ruangan tekanan negative dengan mengunakan APD lengkap (Intensiv Care Unit/ICU). Setelah keluar dari ruangan tindakan, dan asuhan keperawatan ruangan bertekanan Negatif dalam hal ini sudah melakukan mandi, berganti pakayan dan bermasker. Pada pukul 13:00 Wib penulis meminta izin pada Kepala Ruangan ICU, yang merangkap sebagai mentor untuk menyerahkan hasil refisi liflet Prone posision dalam bentuk softcopy kepada mentor. Setelah mendapatkan persetujuan dari mentor penulis juga menyerahkan softcopy kepada bagian fisioterapi dan mendapatkan persetujuan. Setelah mendapatkan persetujuan dari setiap bagian Mentor ataupun bagian Fisioterapi penulis juga mengajukan pembuatan Flayer dimana hal tersebut sesuai dengan agenda kegiatan dari aktualisasi penulis. Masukan dari mentor, dimana pembuatan konten flayer harus sesuai dengan konteks dan tujuan, mudah untuk di jadikan bahan pembelajaran, dan menarik. Sama halnya dengan bagian Fisioterapi juga menyarankan hal yang sama. Pada hari yang sama penulis juga meminta izin kontrak waktu kepada Kepala ruangan dan mentor untuk memberikan materi hasil refisi dalam bentuk liflet di hari ke delapan Tanggal 15 Juni 2021 Pada hari ke tujuh pelaksanaan aktualisasi di tempat kerja, tepatnya Selasa 15 Juni 2021 penulis menjalani rutinitas dengan dinas Shiff di Siang hari. Namun dalam hal ini penulis mengambil inisiatif waktu dengan datang cepat pada pukul 09:00 Wib Pagi. Sesuai dengan kontrak hari sebelumnya pada pukul 10:00 wib, penulis langsung mendatangi ruangan Kepala Ruangan yang dimana merangkap sebagai Mentor untuk menyerahkan hasil refisi dari flayer. Setelah mendapatkan persetujuan dari mentor penulis juga menyerahkan softcopy kepada bagian fisioterapi dan mendapatkan
33 persetujuan. setelah mendapatkan persetujuan dari setiap bagian Mentor ataupun bagian Fisioterapi penulis juga mengajukan pembuatan draff SPO Prone posision dimana hal tersebut sesuai dengan agenda kegiatan dari aktualisasi penulis. Masukan dari mentor, dimana pembuatan dari Draft SOP sesuai dengan blangko/bagan yang sudah di tentukan dari setiap instansi dalam hal ini mentor juga bersedia memberikan soft copy blangko/bagan dari pembuatan SOP tidak lupa juga mentor memberikan beberapa contoh SOP yang sudah di acc oleh pihak rumah sakit yang masih sampai saat ini di aplikasikan. Sama halnya dengan bagian Fisioterapi juga menyarankan hal yang tidak jauh berbeda. Pada hari yang sama penulis juga meminta izin kontrak waktu kepada Kepala ruangan yang merangkap sebagai mentor, dan bagian Fisioterapi untuk memberikan draft SPO hasil refisi dalam bentuk soft copy pada hari ke tujuh belas ( Rabu 23 Juni 2021) Tanggal 16 Juni 2021 Tidak di adakannya pelaksanaan aktualisasi di karenakan penulis menjalani rutinitas dengan dinas Shiff di malam hari Tanggal 17 Juni 2021 Tidak di adakannya pelaksanaan aktualisasi di karenakan penulis libur shif dinas. Tanggal 18 Juni 2021 Tidak di adakannya pelaksanaan aktualisasi di karenakan penulis menjalani rutinitas dengan dinas Shiff di malam hari Tanggal 19 dan 20 Juni 2021 Tidak di adakannya pelaksanaan aktualisasi di karenakan Mentor dan bagian Fisioterapi libur kerja.
3.1.1.3 Minggu ke tiga Pada priode minggu ketiga, Senin 21 Juni – Jumat 25 Juni 2021 Tanggal 21 Juni 2021 Tidak di adakannya pelaksanaan aktualisasi di karenakan penulis menjalani rutinitas dengan dinas Shiff di malam hari Tanggal 22 Juni 2021 Tidak di adakannya pelaksanaan aktualisasi di karenakan penulis libur shif dinas. Tanggal 23 Juni 2021 Pada hari ke tujuh belas pelaksanaan aktualisasi di tempat kerja, tepatnya Rabu 23 Juni 2021 penulis menjalani rutinitas dengan dinas Shiff di Siang hari. Namun dalam hal ini penulis mengambil inisiatif waktu dengan datang cepat pada pukul 09:00 Wib Pagi. Sesuai dengan kontrak hari sebelumnya pada pukul 10:00 wib, penulis langsung mendatangi ruang Kepala Ruangan yang dimana merangkap sebagai Mentor untuk
34 menyerahkan hasil refisi dari Draft SPO. Setelah mendapatkan persetujuan dari mentor penulis juga mengunjukan softcopy kepada bagian fisioterapi dan mendapatkan persetujuan. setelah mendapatkan persetujuan dari setiap bagian Mentor ataupun bagian Fisioterapi penulis juga mengajukan untuk pelaksanaan aktualisasi di ruangan langsung ke pasien. Masukan dari mentor adalah selalu membuat dokumentasi dan berkonsultasi dengan Pihak medis lainnya seperti dokter dan Fisioterapi. Sama halnya dengan bagian Fisioterapi juga menyarankan hal yang tidak jauh berbeda. Pada hari yang sama meminta izin kepada kepala ruangan yang merangkap sebangai Mentor untuk pelaksanaan aktualisai di ruangan ICU atas setelah melaksanakan tugas di ICU bawah. Tanggal 24 Juni 2021 Pada hari ke delapan belas aktualisasi, penulis mendapatkan Shif jaga pagi hari, Pada pukul 08:00 s/d 12:00 Wib Penulis melakukan asuhan keperawatan di ruangan tekanan negative dengan mengunakan APD lengkap (Intensiv Care Unit/ICU). Setelah keluar dari ruangan tindakan, dan asuhan keperawatan ruangan bertekanan Negatif dalam hal ini sudah melakukan mandi, berganti pakayan dan bermasker. Penulis juga menyisihkan Waktu dan meminta izin untuk bertemu dengan dokter jaga dan bagian Fisioterapi dalam hal ini team Fisioterapi lagi mengadakan rehap medic di ruangan ICU atas untuk di konsultasikan pasien manakah yang siap dan layak memenuhi kategori untuk di lakukan Prone posision. Setelah mendapatkan peretujuan dari dokter penangung jawab, dan bagian Fisioterapi. Penulis juga mempersiapkan personil. Dimana keterbatasan personil menjadi kendala dikarenakan beberapa dari personil team yang sudah bersedia membantu harus melakukan isolasi madiri dirumah. Pelaksanaan dapat berjalan dengan lancar di karenakan dibantu oleh pihak keluarga pasien kooperatif dan menyetujui pengaplikasian Prone Posision. Pada hari yang sama penulis juga meminta izin kontrak waktu kepada dokter, Team Fisioterapi, dan keluarga pasien untuk meminta persetujuan tindakan Prone Posision di hari ke sebilan belas pada pukul 11:00 WIB. Tanggal 25 Juni 2021 Pada hari ke Sembilan belas pelaksanaan aktualisasi di tempat kerja, tepatnya Jumat 25 Juni 2021 penulis menjalani rutinitas dengan dinas Shiff di Siang hari. Namun dalam hal ini penulis mengambil inisiatif waktu dengan datang cepat pada pukul 10:00 Wib Pagi. Sesuai dengan kontrak hari sebelumnya pada pukul 11:00 wib. Penulis juga mempersiapkan lembar informed consent dan team untuk pelaksanaan draft SOP prone posision. Setelah itu penulis menjelaskan prsedur tindakan pelaksanaan dari Prone posision kepada keluarga pasien sesuai kontrak waktu pelaksanaan. keluarga pasien kooperatif dengan menanda tangani lembar persetujuan tidakan. Pada hari yang sama penulis juga meminta izin kontrak waktu kepada dokter, Team Fisioterapi, untuk mengatur jadwal yang sama dalam pelaksanaan Prone Posision. Sesuai kesepakatan dari Penulis, Bagian Fisioterapi, dan dokter jaga di tentukan pada hari ke dua puluh tiga selasa 29 Juni 2021.
35
Tanggal 26 dan 27 Juni 2021 Tidak di adakannya pelaksanaan aktualisasi di karenakan Mentor dan bagian Fisioterapi libur kerja.
3.1.1.4 Minggu ke empat Pada priode minggu ketiga, Senin 28 Juni 2021 – Jumat 02 Juli 2021 Tanggal 28 Juni 2021 Tidak di adakannya pelaksanaan aktualisasi di karenakan penulis libur shif dinas. Tanggal 29 Juni 2021 Pelaksanaan prone posisien di lakukan dengan melibatkan team perawat sebanyak 5 perawat 1 orang fisioterapi dan 1 orang dokter jaga. Pelaksanaan prone posision dilakukan di ruangan intensive care unit / ICU. Setalah pelaksanaan dan pasien di kembalikan ke posisi semula team Kembali ke ruangan jaga perawat dengan melakukan dekontaminasi, mandi, manganti baju dan mengunakan masker. Berhubungan dengan penulis yang harus melaksanakan shif dinas siang, di tempat yang sama penulis langsung Kembali bekerja dan menuliskan SOAP di status pasien. Tanggal 30 Juni 2021 Tidak di adakannya pelaksanaan aktualisasi di karenakan penulis menjalani rutinitas dengan dinas Shiff di malam hari Tanggal 01 Juli 2021 Tidak di adakannya pelaksanaan aktualisasi di karenakan penulis libur shif dinas. Tanggal 02 Juli 2021
36 Pada hari ke dua puluh enam pelaksanaan aktualisasi di tempat kerja, tepatnya Jumat 02 Juli 2021 penulis menjalani rutinitas dengan dinas Shiff di Siang hari. Namun dalam hal ini penulis mengambil inisiatif waktu dengan datang cepat pada pukul 10:00 Wib Pagi. Penulis berinisiatif untuk menghubungi menyampaikan hasil Prone Posision kepada mentor dan bagian Fisioterapi dengan menghubungi Via telepon dengan mengunakan Bahasa yang sopan. Setelah melaporkan secara lisan penulis menyerahkan laporan kepada kepala keperawatan. Namun dalam hal ini pihak keperawatan meminta untuk mengumpulkannya setelah melakukan hasil Final/sudah di Ujikan dan dengan penguji. Selanjutnya penulis melanjutkan Shif jaga dinas rutinitas.
JADWAL JAGA DINAS DI RUANGAN INTENSIVE CARE UNIT
37 Isu Terpilih
:
Gagasan/Solusi Kreatif
:
Penatalaksanaan Teknik Prone Posision Dan Spo Pada Pasien Dengan Comfim Covid-19 Di Ruangan Intensive Care Unit – ICU Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof. dr. Sulianti Saroso Pembuatan bahan ajar Prone Posision, Draf SPO Prone Posision dan pengaplikasiannya.
3.2.1 Capaian akutualisasi Pelaksanaan program aktualisasi latsar CPNS di Unit kerja memiliki tujuan untuk mengetahui konteks keterkaitan antara nilai-nilai ANEKA, kontribusi nilai visi-misi dari intansi dan pengaitan nilai-nilai organisasi. Program ini di laksanakan selama kurang dari 30 hari (tiga puluh) hari, terhitung dari tanggal 7 Juni 2021 sampai dengan 2 Juli 2021 untuk melaksanakan kegiatan yang telah di rencanakan pada saat rancangan aktualisasi. Kegiatan masih melalui 9 (Sembilan) kegiatan namun mengalami bebrapa perubahan dalam tahapan kegiatan, namun seluruh kegiatan telah dilakukan untuk mewujudkan gagasan penyelesaian isu terpilih pada rancangan aktualisasi. Berikut ini adalah perbandingan pelaksanaan aktualisasi dari rancangan dengan pelaksanaan kegiatan aktualisasi. Tabel 1. Jadwal pelaksanaan kegiatan Pelaksanaan No
Kegiatan
1
Penyampaian gagasan
2
Pembuatan materi prone posision dalam bentuk liflet
3
7
Menyerahkan liflet hasil final liflet dan pembuatan flayer untuk di serahkan kepada mentor dan fisioterapi Menyerahkan hasil final Flayer dan Pembuatan daraf SPO Prone posision kepada mentor dan Fisioterapi Menyerahkan draf SPO dan meminta izin untuk kepada mentor dan fisioterapi untuk uji coba/ aktualisasi draf SPO Prone Posision Melakukan informed consent kepada pihak keluarga untuk di lakukan prone posision Pengablikasian draft SPO Prone Posision
8
Evaluasi draft SPO Prone posision
9
Menyerahkan laporan hasil kegiatan kepada mentor, kepala keperawatan
4 5 6
Minggu Minggu Minggu ke I ke II ke III
Minggu ke IV
38
Kegiatan yang telah disusun tersebut diuraikan dalam tahapan kegiatan yang telah terperinci. Dengan menguraiannya akan lebih mudah untuk melaksanakan dan mencapai hasil yang diharapkan 3.2.1.1 Kegiatan 1. Pelaksanaan kegiatan Kegiatan 1
Penyampaian gagasan
Tanggal pelaksanaan Deskripsi kegiatan dan Teknik Kegiatan ini terdiri dari berkonsultasi bersama Mentor yang aktualisasi penerapan nilai-nilai merangkap dasar ASN
sebagai
Kepala
Ruangan
ICU,
untuk
pelaksanaan penyampaian gagasan aktualisasi dengan meminta Izin bertemu untuk melakukan kontrak waktu pelaksanaan
kegiatan
aktualisasi
yang
melibatkan
Fisioterapi dan team perawat ICU. Kegiatan tersebut dilakukan dengan memperhatikan dan berusaha
untuk
memenuhi
nilai
dasar
ASN
yaitu
Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika publik, Komitmen mutu, dan Antikorupsi Kendala
Tidak ada kendala berarti dalam proses penyampaian gagasan karena adanya support dari Kepala ruangan dan yang merangkap sebagai Mentor.
Nilai-nilai dasar yang relevan
Dalam kegiatan ini Penulis meminta izin bertemu untuk mengkonsultasikan
kegiatan
penyampaian
gagasan
dengan menerapkan komunikasi yang baik dan sopan (Etika
publik)
serta
(Nasionalisme sila 2) Merangkap
sebagai
mendengarkan
pendapat
dari Kepala ruangan yang
Mentor,
penulis
mendapatkan
informasi dan petunjuk pelaksanaan kegiatan dengan jelas (Akuntabilitas) Berkonsultasi
dengan
ahli
yang
sesuai
bidangnya
merupakan cara penulis menerapkan efektivitas dalam menyelesaikan kegiatan dan menjaga mutu dari awal
39 kegiatan yang dilakukan (Komitmen mutu). Berani dan kerja keras dalam melaksanakan kegiatan (Anti korupsi) Kontribusi terhadap visi dan misi Penyampaian gagasan terkait perencanaan pelaksaaan organisasi
penyampaian gagasan aktualisasi tentang Teknik Prone Posision di Ruangan keperawatan Intensive Care Unit. Merupakan bentuk kontribusi terhadap visi dan misi di RSPI SS yaitu Menyelenggarakan pengelolaan penyakit infeksi termasuk new emerging, re-emerging, dan tropical medicine secara paripurna dan professional berbasis quality dan safety. Adanya pengaplikasian tindakan no medicine dalam bentuk edukasi untuk meningkatkan pengelolaan penyakit infeksi. Pengaplikasian
tidakan
menjadikan
mutu
pelayanan
Kesehatan dengan berkolaborasi dengan rehap medic. Penguatan nilai-nilai organisasi
Berdasarkan nilai-nilai dasar RSPI SS 1. RESPONSIVE Menyampaikan gagasan dengan tepat untuk sebuah perubahan pelayanan ke arah yang lebih baik dan tertata dengan baik. Juga menjadikan Langkah baru yang bisa di jadikan pelayanan keperawatan paripurna. 2. SATISFACTION Dalam pengaplikasiannya memberikan pelayanan terbaik dalam setiap penerapannya merupakan bentuk dari target yang selalu lebih baik. 3. PROFESIONALISM Menjalankan tugas dengan dengan tepat dan melibatkan ahli pelayanan sebagai tolak ukur memberikan pelayanan yang terbaik dan terstandar. 4. INTEGRITY Menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, dapat dipercaya, disiplin, konsisten serta berkualitas
40 Output
1. Alur regulasi dalam aktualisasi 2. Memberikan
petunjuk pelaksanaan kegiatan dengan
mempersiapkan
perlengkapan
sebagai
contoh
:
Pelaksanaan awal mengunakan layer lapotop di arahkan untuk mengunakan LED TV berukuran 40 in 3. Memberikan
persetujuan
dengan
melakukan
acc
pembuatan undangan. Manfaat/hasil capaian
Manfaat dari penyampaian gagasan terkait aktualisasi peserta yaitu mencegah kesalahan dalam pelaksanaan tindakan dan penyusunan kontek materi, konten dan pengaplikasiaannya.
Analisis Dampak
Tanpa diterapkannya nilai-nilai ANEKA maka kegiatan ini bisa tidak optimal karena tidak berdasarkan aturan pembuatan dokumen yang ada di instansi
Dokumentasi Berkonsultasi dengan Kepala keperawatan yang merangkap sebagai Mentor dan team Fisioterapi. a. Undangan
41 b. Mentor DAN PENULIS
c. Fisioterapi DAN PENULIS
d. Pelaksanaan aktualisasi
42
e. Absensi Peserta
43
e. Materi persentasi aktualisasi
44
45
46
47 3.2.1.2 Kegiatan II Pelaksanaan kegiatan Kegiatan 2
Pembuatan materi prone posision dalam bentuk liflet
Tanggal pelaksanaan Deskripsi kegiatan dan Teknik Kegiatan ini masih berlangsung, terdiri dari berkonsultasi aktualisasi penerapan nilai-nilai dengan Kepala ruangan ICU yang merangkap sebagai dasar ASN
Mentor dan bagian Fisioterapi Kegiatan tersebut dilakukan dengan memperhatikan dan berusaha
untuk
memenuhi
nilai
dasar
ASN
yaitu
Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika publik, Komitmen mutu, dan Antikorupsi Kendala
Tidak ada kendala berarti dalam proses penyusunan panduan liflet hanya saja akses terbentur dengan kurangnya konten yang akan di suguhkan oleh penulis.
Nilai-nilai dasar yang relevan
Dalam menyusun konten gambar dan isi dari liflet, penulis bertanggung jawab dterhadap kejelasan dan konsistensi dalam membuat suatu kebijakan yang akan menjadi dasar acuan dalam meyelesaikan pekerjaan. Selain itu juga menerapkan
tingkatan
akuntabilitas
individu
yakni
mengacu pada hubungan antara PNS dengan instansinya sebagai pemberi kewenangan (Akuntabilitas) Penulis juga
bersungguh-sungguh
dalam
membuat
konten
dengan beberapa refisi dengan melihat beberapa literatur via goggle. (Antikorupsi) Penulis mencari dasar atau tatacara dalam pembuatan liflet terlebih dahulu saat awal penyusunan liflet hal ini salah satu bentuk penulis mematuhi peraturan dan kebijakan yang berlaku (Nasionalisme Sila 4) Penyusunan konten yang menarik dengan memberikan tulisan yang mudah di cerna, dilakukan secara profesional dan
menyusunannya
publik)
berdasarkan
keahlian
(Etika
48 Dengan membuat lliflet maka efektivitas, efisien, komitmen terhadap mutu dari output pekerjaan akan tercapai (Komitmen Mutu) Mengumpulkan dan menyerahkannya Kembali kepada Kepala ruangan atau mentor dengan tepat waktu ( Anti korupsi ) Kontribusi terhadap visi dan misi Penyusunan dan membuat liflet tentang Prone Posision organisasi
berkontribusi terhadap visi-misi ( Misi ke II ) RSPISS yaitu :
Menyelenggarakan
kajian,
penelitian
sesuai
dengan standar ilmiah, etik, berbasis bukti dan nilai untuk
pengembangan,
pencegahan
dan
penanggulangan penyakit infeksi termasuk new emerging, re-emerging, dan tropical medicine. Adanya liflet yang menjadi panduan dalam pelaksanaan Prone
posision
merupakan
bukti
dan
nilai
untuk
pengembangan pelayanan yang sesuai. Penguatan nilai-nilai organisasi
Berdasarkan nilai-nilai dasar RSPI SS 1. RESPONSIVE Membuat liflet adalah salah satu respon untuk memudahkan dalam pelayanan dan juga dapat memudahkan masyarakat untuk mengerti tentang maksud dan tujuan dari pelayanan Kesehatan tersebut. 2. SATISFACTION Dalam pengaplikasiannya mengunakan media liflet dalah salah satu kiat untuk memberikan pelayanan keperawatan untuk selalu memberikan yang terbaik. 3. PROFESIONALISM Menyuguhkan
konten
yang
baik
dalam
pengaplikasiannya adalah dan mudah di megerti dengan berkoordinasi dengan ahli dan terstandar adalah bentuk pertangung jawaban.
49 4. INTEGRITY Menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, dapat dipercaya, disiplin, konsisten serta berkualitas Output
1. Masukan dari mentor agar di tambahkan gambar dan kaya akan warna yang menarik. 2. Sesuaikan dengan konteks awal dari informasi judul aktualisasi.
Manfaat/hasil capaian
Manfaat dari kegiatan ini yaitu peserta CPNS sebagai pegawai baru di instansi saat ini mendapatkan ilmu dan lebih memahami tentang alur dari konteks kegiatan awal dan memahami cara berkoordinasi dengan bagianbagian/satker lain.
Analisis Dampak
Tanpa diterapkannya nilai-nilai ANEKA maka kegiatan ini tidak akan terlaksana karena nilai-nilai ANEKA menjadi dasar sikap dan perilaku sebagai ASN
Dokumentasi Gambar liflet pertama
50
Gambar konsul dengan mentor.
51 3.2.1.3 Kegiatan III Pelaksanaan kegiatan Kegiatan 3
Menyerahkan liflet hasil final dan pembuatan flayer untuk di serahkan kepada mentor dan fisioterapi
Tanggal pelaksanaan Deskripsi kegiatan dan Teknik Kegiatan ini terdiri dari pengecekan liflet hasil refisi dan aktualisasi penerapan nilai-nilai pengajuan flayer untuk Prone Posisione. Kegiatan tersebut dasar ASN
melibatkan Kepala ruangan ICU dan bagian Fisioterapi. Kegiatan tersebut dilakukan dengan memperhatikan dan berusaha
untuk
memenuhi
nilai
dasar
ASN
yaitu
Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika publik, Komitmen mutu, dan Antikorupsi Kendala
Tidak ada kendala berarti dalam proses penyampaian gagasan karena Kepala Ruangan yang merangkap sebagai Mentor dan juga Fisioterapi memberikan support dalam pelksanaanya.
Nilai-nilai dasar yang relevan
Dalam kegiatan ini saya berkonsultasi dengan menerapkan komunikasi yang baik dan sopan (Etika publik) serta mendengarkan
pendapat
(Nasionalisme
sila
2)
melakukan koordinasi dengan mentor dengan menerima masukan
dari
mentor
dan
bagian
fisioterapi.
(Akuntabilitas) Berkonsultasi
dengan
ahli
yang
sesuai
bidangnya
merupakan cara saya menerapkan efektivitas dalam merancang konten bahan ajar/media pembantu edukasi kepada
pasien
ataupun
keluarga
pasien
dengan
mementingkan mutu dari awal kegiatan yang dilakukan (Komitmen mutu). Berani dan kerja keras dalam melaksanakan kegiatan (Antikorupsi) Kontribusi terhadap visi dan misi Penyusunan dan membuat Flayer tentang Prone Posision organisasi
berkontribusi terhadap visi-misi ( Misi ke II ) RSPISS yaitu :
Menyelenggarakan
kajian,
penelitian
sesuai
52 dengan standar ilmiah, etik, berbasis bukti dan nilai untuk
pengembangan,
pencegahan
dan
penanggulangan penyakit infeksi termasuk new emerging, re-emerging, dan tropical medicine. Adanya Flayer yang menjadi panduan dalam pelaksanaan Prone
posision
merupakan
bukti
dan
nilai
untuk
pengembangan pelayanan yang sesuai. Penguatan nilai-nilai organisasi
Berdasarkan nilai-nilai dasar RSPI SS 1. RESPONSIVE Membuat Flayer adalah salah satu respon untuk memudahkan dalam pelayanan dan juga dapat memudahkan masyarakat untuk mengerti tentang maksud dan tujuan dari pelayanan Kesehatan tersebut. 2. SATISFACTION Dalam pengaplikasiannya mengunakan media flayer dalah salah satu kiat untuk memberikan pelayanan keperawatan untuk selalu memberikan yang terbaik. 3. PROFESIONALISM Menyuguhkan
konten
yang
baik
dalam
pengaplikasiannya adalah dan mudah di megerti dengan berkoordinasi dengan ahli dan terstandar adalah bentuk pertangung jawaban. 4. INTEGRITY Menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, dapat dipercaya, disiplin, konsisten serta berkualitas. Output
1. Masukan dari mentor agar di tambahkan gambar dan kaya akan warna yang menarik. 2. Sesuaikan dengan konteks awal dari informasi judul aktualisasi.
Manfaat/hasil capaian
Manfaat dari kegiatan ini yaitu peserta CPNS sebagai pegawai baru di instansi saat ini mendapatkan ilmu dan
53 lebih memahami tentang alur dari konteks kegiatan awal dan memahami cara berkoordinasi dengan bagianbagian/satker lain. Analisis Dampak
Tanpa diterapkannya nilai-nilai ANEKA maka kegiatan ini tidak akan terlaksana karena nilai-nilai ANEKA menjadi dasar sikap dan perilaku sebagai ASN
Dokumentasi a. foto mentor dan fisio terapi
b. liflet hasil refisi
54
c. Flayer pengajuan I
55 3.2.1.4 Kegiatan IV Pelaksanaan kegiatan Kegiatan 4
Menyerahkan hasil final Flayer dan Pembuatan daraf SPO Prone posision kepada mentor dan Fisioterapi
Tanggal pelaksanaan Deskripsi kegiatan dan teknik Kegiatan ini terdiri dari pengecekan Flayer hasil refisi aktualisasi penerapan nilai-nilai dan Pengajuan Draf SPO Prone posision. Kegiatan dasar ASN
tersebut melibatkan Kepala ruangan ICU dan Bagian Fisioterapi Kegiatan tersebut dilakukan dengan memperhatikan dan berusaha untuk memenuhi nilai dasar ASN yaitu Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika publik, Komitmen mutu, dan Antikorupsi
Kendala
Tidak ada kendala yang berarti di karenakan Mentor dan
bagian
Fisioterapi
mendukung
penuh
pelaksanaan kegiatan. Nilai-nilai dasar yang relevan
Dalam menyusun draft panduan dan SPO, Penulis bertanggung
jawab
terhadap
kejelasan
dan
konsistensi dalam membuat suatu kebijakan yang akan menjadi dasar acuan dalam meyelesaikan pekerjaan. Selain itu juga menerapkan tingkatan akuntabilitas
individu
yakni
mengacu
pada
hubungan antara PNS dengan instansinya sebagai pemberi kewenangan (Akuntabilitas) Penulis bersungguh-sungguh dan kerja keras dalam membuat draf SPO ini (Antikorupsi) Penulis mencari dasar hukum terlebih dahulu saat awal penyusunan draft panduan dan SPO hal ini salah satu bentuk dari penulis mematuhi peraturan dan kebijakan yang berlaku (Nasionalisme Sila 4) Penyusunan draft panduan dan SPO dilakukan secara
profesional
dan
menyusunannya
56 berdasarkan keahlian (Etika publik) Dengan menyusun draft panduan dan SPO maka efektivitas, efisien, komitmen terhadap mutu dari output pekerjaan akan tercapai (Komitmen Mutu) Kontribusi terhadap visi dan misi Berkonsultasi tentang Point dari SPO bersama organisasi
mentor dan bagian Fisioterapi akan berkontribusi terhadap visi misi (Misi ke II) dari RSPI SS yaitu : Menyelenggarakan kajian, penelitian sesuai dengan standar ilmiah, etik, berbasis bukti dan nilai untuk pengembangan, pencegahan dan
penanggulangan
penyakit
infeksi
termasuk new emerging, re-emerging, dan tropical medicine. Adanya draft SPO yang menjadi panduan dalam pelaksanaan Prone posision merupakan bukti dan nilai untuk pengembangan pelayanan yang sesuai. Penguatan nilai-nilai organisasi
Berdasarkan nilai-nilai dasar RSPI SS 1. RESPONSIVE Membuat draf SPO yang nantinya akan di serahkan ke bagian keperawatan adalah salah satu
respon untuk memudahkan
dalam
pelayanan dan juga dapat memudahkan pelayanan Kesehatan dalam standar dari pelayanan. 2. SATISFACTION Dalam
pembuatan
Draft
SPO
tentunya
membuat standar baku untuk meningkatkan pelayanan yang terstandar. 3. PROFESIONALISM Mengkaji setiap daftar SPO aktif yang menjadi referensi untuk pembuatan SPO. Selalu mengkaji setiap stap kegiatan.
57 4. INTEGRITY Menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, dapat dipercaya, disiplin, konsisten serta berkualitas Output
1. Mentor
menambahkan
point
yang
merupakan kewajiban dari ruamah RSPI SS. 2. Mentor memberikan contoh SPO Aktif untuk menjadi acuan. 3. Mentor memberikan bagan/ table untuk pembuatan draft SPO. Manfaat/hasil capaian
Manfaat dari kegiatan ini yaitu peserta CPNS mengetahui hal-hal yang perlu diperbaiki terhadap panduan dan SPO yang telah di buat
Analisis Dampak
Tanpa diterapkannya nilai-nilai ANEKA
maka
kegiatan ini tidak akan terlaksana karena nilai-nilai ANEKA menjadi dasar sikap dan perilaku sebagai ASN Dokumentasi a. foto mentor dan fisioterapi
58 b. Flayer refisi
c. Draft SPO Pengajuan I
59
60
3.2.1.5 Kegiatan V Uarayan kegiatan Kegiatan 5
Menyerahkan draf SPO dan meminta izin untuk kepada mentor dan fisioterapi untuk uji coba/ aktualisasi draf SPO Prone Posision
Tanggal pelaksanaan Deskripsi kegiatan dan teknik Finalisasi draft panduan dan SPO dengan koordinator aktualisasi penerapan nilai-nilai Mentor dan Bagian Fisioterapi dasar ASN
Kegiatan tersebut dilakukan dengan memperhatikan dan berusaha
untuk
memenuhi
nilai
dasar
ASN
yaitu
Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika publik, Komitmen mutu, dan Antikorupsi Kendala
Tidak ada kendala berarti dalam proses penyampaian gagasan karena pimpinan dan pihak terkait suportif
Nilai-nilai dasar yang relevan
Sebagai ASN menunjukkan sikap dan perilaku yang konsisten, memiliki integritas untuk bekerja sesuai standar yang berlaku. Merupakan bentuk tanggung jawab kita
61 untuk melakukan tugas dengan standar yang berlaku. (Akuntabilitas) Penulis menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar saat berkomunikasi. Berdiskusi dan bermusyawarah dalam membahas suatu masalah (Nasionalisme) Sejalan
dengan
nilai
dasar
etika
publik
yakni
mengutamakan pencapaian hasil dan mendorong kinerja pegawai.
Bersikap
sopan
santun
selama
kegiatan
berlangsung. Menyampaikan panduan dan SOP fokus dan tidak berteletele, efektif dan efisien. Menjelaskan rencana ke depan untuk
bekerja
sesuai
panduan
dan
SOP
sehingga
berorientasi mutu (komitmen mutu) Berani dan kerja keras dalam melaksanakan kegiatan (Antikorupsi) Kontribusi terhadap visi dan misi Finalisasi draft panduan dan SOP yang telah di buat akan organisasi
berkontribusi terhadap visi dan misi di RSPI SS yaitu : Menyelenggarakan kajian, penelitian sesuai dengan standar ilmiah, etik, berbasis bukti dan nilai untuk pengembangan, pencegahan dan penanggulangan penyakit infeksi termasuk new emerging, reemerging, dan tropical medicine. Adanya draft
SPO
yang menjadi panduan dalam
pelaksanaan Prone posision merupakan bukti dan nilai untuk pengembangan pelayanan yang sesuai. Penguatan nilai-nilai organisasi
Berdasarkan nilai-nilai dasar RSPI SS 1. RESPONSIVE Membuat draf SPO yang nantinya akan di serahkan ke bagian keperawatan adalah salah satu respon untuk memudahkan dalam pelayanan dan juga dapat memudahkan pelayanan Kesehatan dalam standar dari pelayanan.
62 2. SATISFACTION Dalam pembuatan Draft SPO tentunya membuat standar baku untuk meningkatkan pelayanan yang terstandar. 3. PROFESIONALISM Mengkaji setiap daftar SPO aktif yang menjadi referensi untuk pembuatan SPO. Selalu mengkaji setiap stap kegiatan. 5. INTEGRITY Menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, dapat dipercaya, disiplin, konsisten serta berkualitas Output
1. Mentor
memberikan
izin
dengan
selalu
medokumentasi kegiatan 2. Kegiatan selalu berkonsultasi/berkoordinasi dengan para penagung jawab kepentingan. Manfaat/hasil capaian
Manfaat dari kegiatan ini yaitu panduan dan SOP yang akan digunakan sudah melalui proses dan sudah disetujui oleh mentor untuk di ajukan ke pihak keperawatan.
Analisis Dampak
Tanpa diterapkannya nilai-nilai ANEKA maka kegiatan ini tidak akan terlaksana karena nilai-nilai ANEKA menjadi dasar sikap dan perilaku sebagai ASN
Dokumentasi a. Contoh draft SPO
63
b. foto bersama mentor
64
c. foto draft SPO
65
66
67
68
69
70
71
72 3.2.1.6 Kegiatan VI Pelaksanaan kegiatan Melakukan informed consent kepada pihak keluarga untuk di lakukan prone posision
Kegiatan 6 Tanggal pelaksanaan Deskripsi
kegiatan
dan Pelaksanaan kegiatan ini di lakukan komunikasi bersama
teknik aktualisasi penerapan keluarga pasien dengan menjelaskan masksud dan tujuan nilai-nilai dasar ASN
kegiatan. Kegiatan tersebut dilakukan dengan memperhatikan dan berusaha untuk memenuhi nilai dasar ASN yaitu Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika publik, Komitmen mutu, dan Antikorupsi
Kendala
Tidak ada kendala yang berarti pada pelaksanaan kegiatan. pelaksanaan kegiatan terhalang oleh kekurangan personil pada kegiatan.
Nilai-nilai
dasar
relevan
yang Sebagai ASN menunjukkan sikap dan perilaku yang konsisten, memiliki integritas untuk bekerja sesuai standar yang berlaku.. (Akuntabilitas) Penulis menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar saat berkomunikasi pada keluarga pasien (Nasionalisme) Sejalan dengan nilai dasar etika publik yakni mengutamakan pencapaian hasil dan mendorong kinerja pegawai. Bersikap sopan santun selama kegiatan berlangsung. Menyampaikan panduan dan maksud daqn tujuan kegiatan, fokus dan tidak bertele-tele, efektif dan efisien. Menjelaskan rencana ke depan untuk pelaksanaan kegiatan (komitmen mutu) Berani
dan
kerja
keras
dalam
melaksanakan
kegiatan
(Antikorupsi) Kontribusi terhadap visi dan Pelaksanaan kegiatan dengan menjelaskan maksud dan tujuan misi organisasi
kegiatan pada keluarga pasien telah di buat akan berkontribusi terhadap visi – misi RSPI SS yaitu : Menyelenggarakan kajian, penelitian sesuai dengan standar ilmiah, etik, berbasis
bukti
dan
nilai
untuk
pengembangan,
73 pencegahan dan penanggulangan penyakit infeksi termasuk new emerging, re-emerging, dan tropical medicine. Adanya komunikasi dua arah dengan keluarga/pasien itu sendiri merupakan nilai untuk pengembangan. Penguatan
nilai-nilai Berdasarkan nilai-nilai dasar RSPI SS
organisasi
1. RESPONSIVE Melakukan komunikasi dengan baik, benar sopan santun dan mengaplikasikaan penyampaian maksud dan tujuan kegiatan
merupakan
rsepont
dalam
perbaikan
kesembuhan pasien. 2. SATISFACTION Dalam pelaksanaan kegiatan selalu melakukan perbaikan untuk meningkatkan pelayanan yang terstandar. 3. PROFESIONALISM Menjelaskan tahap kegiatan dan fungsi kegiatan yang akan menjadikan pelayanan Kesehatan lebih baik. 6. INTEGRITY Menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, dapat dipercaya, disiplin, konsisten serta berkualitas Output
1. Keluarga
pasien
mempersetujui
kegiatan
dengan
menanda tangani form persetujuan Manfaat/hasil capaian
Manfaat dari kegiatan ini yaitu pihak terkait mengetahui maksud dan tujunan kegiatan dengan proses penjelasan kegiatan dan di laprkan ke pada mentor dan fisipterapi.
Analisis Dampak
Tanpa diterapkannya nilai-nilai ANEKA maka kegiatan ini tidak akan terlaksana karena nilai-nilai ANEKA menjadi dasar sikap dan perilaku sebagai ASN
Dokumentasi a. Foto keluarga pasien
74
b. foto form persetujuan kegiatan
75 3.2.1.7 Kegiatan VII Pelaksanaan kegiatan Pengablikasian draft SPO Prone posision
Kegiatan 7 Tanggal pelaksanaan Deskripsi
kegiatan
dan Pelaksanaan kegiatan ini di laksanakan dengan berkoordinasi
teknik aktualisasi penerapan dengan fisoterapi dan dokter jaga dengan persetujuan dari nilai-nilai dasar ASN
dokter spesialis. Kegiatan tersebut dilakukan dengan memperhatikan dan berusaha untuk memenuhi nilai dasar ASN yaitu Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika publik, Komitmen mutu, dan Antikorupsi
Kendala
Keterbatasan team di karenakan pelaksanaan kegiatan ada beberapa team yang sudah setuju dalam pelaksanaan kegiatan namun jadwal dinas tidak sama dan ada juga yang melakukan isolasi mandiri. Namun kegiatan tersebut berjalan dengan lancar namun sistem dokumentasi tidak efektif karena di laksanakan dengan cepat.
Nilai-nilai
dasar
relevan
yang Sebagai ASN menunjukkan sikap dan perilaku yang konsisten, memiliki integritas untuk bekerja sesuai standar yang berlaku.. (Akuntabilitas) Penulis menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar saat berkomunikasi pada keluarga pasien (Nasionalisme) Sejalan dengan nilai dasar etika publik yakni mengutamakan pencapaian hasil dan mendorong kinerja pegawai. Bersikap sopan santun selama kegiatan berlangsung. Menyampaikan panduan, maksud den tujuan kegiatan, fokus dan tidak bertele-tele, efektif dan efisien. Menjelaskan rencana ke depan untuk pelaksanaan kegiatan (komitmen mutu) Berani
dan
kerja
keras
dalam
melaksanakan
kegiatan
(Antikorupsi) Kontribusi terhadap visi dan Pelaksanaan kegiatan melakukan koordinasi bersama bagian misi organisasi
fisioterapi dan dokter jaga. Telah di selaraskan kontribusu visi misi (Misi II) RSPI SS yaitu : Menyelenggarakan kajian,
76 penelitian sesuai dengan standar ilmiah, etik, berbasis bukti dan nilai untuk pengembangan, pencegahan dan penanggulangan
penyakit
infeksi
termasuk
new
emerging, re-emerging, dan tropical medicine. Adanya komunikasi dua arah dengan profesi lain dengan berdasarkan etik profesi dan nilai untuk pengembangan. Penguatan
nilai-nilai Berdasarkan nilai-nilai dasar RSPI SS
organisasi
1. RESPONSIVE Melakukan komunikasi dengan baik, benar sopan santun dan mengaplikasikaan penyampaian maksud dan tujuan kegiatan
merupakan
rsepont
dalam
perbaikan
kesembuhan pasien. 2. SATISFACTION Dalam pelaksanaan kegiatan selalu melakukan perbaikan untuk meningkatkan pelayanan yang terstandar. 3. PROFESIONALISM Menjelaskan tahap kegiatan dan fungsi kegiatan yang akan menjadikan pelayanan Kesehatan lebih baik. 4. INTEGRITY Menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, dapat dipercaya, disiplin, konsisten serta berkualitas Output
1. Adanya peningkatan saturasi pasien yang awalnya 80% meningkat menjadi 90%
Manfaat/hasil capaian
Manfaat kegiatan ini yaitu dapat berkolaborasi dalam pelyanan medik. Pelayanan medik ini tercapai dengan pengaplikasiaan Draft SPO.
Analisis Dampak
Tanpa diterapkannya nilai-nilai ANEKA maka kegiatan ini tidak akan terlaksana karena nilai-nilai ANEKA menjadi dasar sikap dan perilaku sebagai ASN
Dokumentasi a. Foto prone posision
77
b. Foto sebelum kegiatan
78 3.2.1.8 Kegiatan VIII Pelaksanaan kegiatan Evaluasi Prone posision
Kegiatan 8 Tanggal pelaksanaan Deskripsi
kegiatan
dan Pelaksanaan kegiatan ini di laksanakan dengan menuangkan
teknik aktualisasi penerapan pendokumentasian kegiatan dengan benar tan tarasparan. nilai-nilai dasar ASN
Kegiatan tersebut dilakukan dengan memperhatikan dan berusaha untuk memenuhi nilai dasar ASN yaitu Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika publik, Komitmen mutu, dan Antikorupsi
Kendala
Tidak ada kendala yang berarti di karenakan sudah jelas pre dan post tindakan.
Nilai-nilai
dasar
relevan
yang Sebagai ASN menunjukkan sikap dan perilaku yang konsisten, memiliki integritas untuk bekerja sesuai standar yang berlaku.. (Akuntabilitas) Penulis menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam pendokumentasiannya. (Nasionalisme) Sejalan dengan nilai dasar etika publik yakni mengutamakan pencapaian hasil dan mendorong kinerja pegawai. Bersikap sopan santun selama kegiatan berlangsung. Melaksanakan kegiatan
dengan
melhat
alur
kegiatan
agar
terjadi
profesionalitas (komitmen mutu) Berani
dan
kerja
keras
dalam
melaksanakan
kegiatan
(Antikorupsi) Kontribusi terhadap visi dan Pelaksanaan ini di lakukan dengan memperlihatkan pre dan post misi organisasi
tindkan pelaksanaan kegiatan. Telah di selaraskan dengan kontribusi
visi
misi
(Misi
II)
RSPI
SS
yaitu
:
Menyelenggarakan kajian, penelitian sesuai dengan standar ilmiah, etik, berbasis bukti dan nilai untuk pengembangan,
pencegahan
dan
penanggulangan
penyakit infeksi termasuk new emerging, re-emerging, dan tropical medicine.
79 Adanya pendokumentasiaan keperawatan dengan sesuai SOAP Keperawatan merupakan bentuk dari menyelengarakan kajian penelitian sesuai dengan standar ilmiah. Penguatan
nilai-nilai Berdasarkan nilai-nilai dasar RSPI SS
organisasi
1. RESPONSIVE Melakukan dokumentasi keperawatan dengan dengan memperhatikan
SOAP
sesuai
dengan
pelayanan
keperawatan. 2. SATISFACTION Dalam pelaksanaan kegiatan selalu melakukan perbaikan untuk meningkatkan pelayanan yang terstandar. 3. PROFESIONALISM Menjalankan tahap kegiatan dan fungsi kegiatan yang akan menjadikan pelayanan Kesehatan lebih baik. 4. INTEGRITY Menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, dapat dipercaya, disiplin, konsisten serta berkualitas Output
1. Adanya peningkatan saturasi pasien yang awalnya 80% meningkat menjadi 90% 2. Mengedukasi rencana tindak lanjut pelaksanaan
Manfaat/hasil capaian
Dapat melihat pre dan post tindakan dalam pelaksanaanya dan terlihat peran dari pelayanan ini kefeektifan dari pelayanan.
Analisis Dampak
Tanpa diterapkannya nilai-nilai ANEKA maka kegiatan ini tidak akan terlaksana karena nilai-nilai ANEKA menjadi dasar sikap dan perilaku sebagai ASN
Dokumentasi c. Foto Dokumentasi SOAP
80 3.2.1.9 Kegiatan IX Pelaksanaan kegiatan Menyerahkan laporan Kepada Mentor, Fisioterapi dan kepala keperawatan.
Kegiatan 8 Tanggal pelaksanaan Deskripsi
kegiatan
dan Pelaksanaan kegiatan ini di laksanakan dengan menyerahkan
teknik aktualisasi penerapan laporan pelaksanaan kegiatan. nilai-nilai dasar ASN
Kegiatan tersebut dilakukan dengan memperhatikan dan berusaha untuk memenuhi nilai dasar ASN yaitu Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika publik, Komitmen mutu, dan Antikorupsi
Kendala
Tidak ada kendala yang berarti namun Mentor, Fisioterapi dan kepala keperawatan menyarankan untuk di kumpulkan setelah uji kelayakan laporan.
Nilai-nilai
dasar
relevan
yang Sebagai ASN menunjukkan sikap dan perilaku yang konsisten, memiliki integritas untuk bekerja sesuai standar yang berlaku.. (Akuntabilitas) Penulis menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam pendokumentasiannya. (Nasionalisme) Sejalan dengan nilai dasar etika publik yakni mengutamakan pencapaian hasil dan mendorong kinerja pegawai. Bersikap sopan santun selama kegiatan berlangsung. ( Etika publik ) Melaksanakan kegiatan dengan melhat alur kegiatan agar terjadi profesionalitas (komitmen mutu) Berani
dan
kerja
keras
dalam
melaksanakan
kegiatan
(Antikorupsi) Kontribusi terhadap visi dan Pelaksanaan ini di lakukan dengan meminta izin sopan santun misi organisasi
dan melaporkan kegiatan dengan benar dan tepat. Telah di selaraskan dengan kontribusi visi misi (Misi II) RSPI SS yaitu : Menyelenggarakan kajian, penelitian sesuai dengan standar ilmiah, etik, berbasis bukti dan nilai untuk
pengembangan,
pencegahan
dan
81 penanggulangan
penyakit
infeksi
termasuk
new
emerging, re-emerging, dan tropical medicine. Adanya
pendokumentasiaan
atau
pelaporan
kegiatan
pelaksanaan kegiatan bentuk dari menyelengarakan kajian penelitian sesuai dengan standar ilmiah. Penguatan
nilai-nilai Berdasarkan nilai-nilai dasar RSPI SS
organisasi
1. RESPONSIVE Melakukan pengumpulan pelaporan kegiatan dengan memperhatikan standar pelaporan kegiatan pelayanan. 2. SATISFACTION Dalam pendokumentasian pelaporan kegiatan selalu melakukan perbaikan untuk meningkatkan pelayanan yang terstandar. 3. PROFESIONALISM Menjalankan tahap pelaporan dan fungsi pelaporan yang akan menjadikan pelayanan berstandar. 4. INTEGRITY Menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, dapat dipercaya, disiplin, konsisten serta berkualitas
Output
1. Pengumpulan pelaporan sebagai tidak lanjut kegiatan setelah di lakukan pengujian dari peserta latsar CPNS.
Manfaat/hasil capaian
Belum tercapai untuk di lakukan menunggu ujian peserta Latsar CPNS
Analisis Dampak
Tanpa diterapkannya nilai-nilai ANEKA maka kegiatan ini tidak akan terlaksana karena nilai-nilai ANEKA menjadi dasar sikap dan perilaku sebagai ASN
Dokumentasi
82
3.3.1 Rencana tindak lanjut Pelaksananaan kegiatan aktualisasi Sebagian besar berjalan dengan lancar, namun ada beberapa kegiatan yang harus di lakukan secara berkelanjutan. Pada pelaksanaan kegiatan ini menjadi bahan ajuan untuk mengaplikasikan nilai-nilai dan visi-misi RSPI SS No
Garis bersar Kegiatan
Sudah Terlaksana
1
Pembuatan Liflet
Sudah terlaksana
2
Pembuatan Flayer
Sudah terlaksana
3
Pembuatan SPO
4
Menyerahkan laporan hasil kegiatan kepada mentor, kepala
Draft Sudah terlaksana
Belum Terlaksana
Membutuhkan tindak lanjut Menjadikan sebagai sebuah konten apliksai/wab instansi yang dapat di akses Menjadikan sebagai sebuah konten apliksai/wab instansi yang dapat di akses Dapat di ajukan ke pada pihak keperawatan dan dapat di sosialisasikan ke pada seluruh perawat dan bagian terkait. Di ajukan untuk menjadikannya SOP yang di setujui oleh pihak direktur. Pada pelaksanaannya penulis akan mendampingi pelaksanaanya. Mentor, bangian Fisioterapi dan dan bagian keperawatan mengumpulkannya setelah melakukan ujian
83 3.3.1.1 Pembuatan liflet Pembuatan liflet sudah telaksana dengan baik namun dalam hal ini dapat di ajukan ke bagian keperawatan sebagai penunjang pelkasna kegiatan 3.3.1.2 Pembuatan flayer Pembuatan liflet sudah telaksana dengan baik namun dalam hal ini dapat di ajukan ke bagian keperawatan sebagai penunjang pelkasna kegiatan 3.3.1.3 Pembuatan Draft SPO Prone Posision Pembuatan Draft SPO Prone Posision sudah melihat aspek dari rujukan-rujukan dari SPO yang sudah ada namun draft SPO ini dapat di teruskan dan menaikan status menjadi SPO yang bisa di sosialisasikan ke seluruh perawat ataupun jaringan terkait. Pada dasarnya adalah pengujian Tahap 2 selanjutnya akan melibatkan banyak tenaga Kesehatan dan menjadi input yang baik untuk pelayanan yang akan datang. 3.3.1.4. Menyerahkan laporan hasil kegiatan kepada mentor, kepala Pelaksanaan kegiatan ini sudah di serahkan ke pada pihak mentor namun arahan dari mentor untuk mengumpulkanya setelah dilakukan ujian dari lahan dan sesudah di refisi.
84
Matrik RTL Aktualisasi-Habituasi 1. Nama Peserta 2. Jabatan 3. Instansi 4. Produk Hasil Aktualisasi 5. Uraian RTL
: : : : :
Yovensius Perawat Ahli pertama Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof. dr. Sulianti Saroso Liflet, Flayer, SPO
Pelaksananaan kegiatan aktualisasi Sebagian besar berjalan dengan lancar, namun ada beberapa kegiatan yang harus di lakukan secara berkelanjutan. Pada pelaksanaan kegiatan ini menjadi bahan ajuan untuk mengaplikasikan nilai-nilai dan visi-misi RSPI SS 1. Pembuatan liflet Pembuatan liflet sudah telaksana dengan baik namun dalam hal ini dapat di ajukan ke bagian keperawatan sebagai penunjang pelkasna kegiatan 2. Pembuatan flayer Pembuatan liflet sudah telaksana dengan baik namun dalam hal ini dapat di ajukan ke bagian keperawatan sebagai penunjang pelkasna kegiatan 3. Pembuatan Draft SPO Prone Posision Pembuatan Draft SPO Prone Posision sudah melihat aspek dari rujukan-rujukan dari SPO yang sudah ada namun draft SPO ini dapat di teruskan dan menaikan status menjadi SPO yang bisa di sosialisasikan ke seluruh perawat ataupun jaringan terkait. Pada dasarnya adalah pengujian Tahap 2 selanjutnya akan melibatkan banyak tenaga Kesehatan dan menjadi input yang baik untuk pelayanan yang akan datang. 4. Menyerahkan laporan hasil kegiatan kepada mentor, kepala Pelaksanaan kegiatan ini sudah di serahkan ke pada pihak mentor namun arahan dari mentor untuk mengumpulkanya setelah dilakukan ujian dari lahan dan sesudah di refisi.
85
No 1
Kegiatan Jangka Pendek <1 Th Menyerahkan laporan hasil kegiatan kepada mentor, kepala
Sasaran
Metode
Nilai Sikap yang Hasil dan Target diperlukan Mentor, bangian Menerapkan
Kepala
1. Via zoom
keperawatan
2. Mendatangi nilai-nilai
dan bagian
bagian
terkait
terkait
A.N.E.K.A
Hambatan Sarannya dari
Fisioterapi dan
bagian
dan bagian
keperawatan di
keperawatan mengumpulkannya setelah melakukan
kumpulkan setelah di ujikan
ujian
2
Membuat liflet di jadikan
Kepala
1. Via zoom
Menerapkan
media pembelajaran dan
keperawatan
2. Mendatangi nilai-nilai
dapat di jadikan konten
dan bagian
bagian
atau aplikasi yang dapat di
terkait
terkait
A.N.E.K.A
Kepala
1. Via zoom
jadikan media
keperawatan
2. Mendatangi nilai-nilai
pembelajaran dan dapat di
dan bagian
bagian
jadikan konten atau
terkait
terkait
akses melalui wab instandi
sebagai sebuah
konten dan ujicoba
konten
yang sesuai
apliksai/wab
dengan kaidah
dapat di akses
Membuat Flayer di
aplikasi yang dapat di
Penyempurnaan
instansi yang
akses melalui wab instandi
3
Menjadikan
Menerapkan A.N.E.K.A
intansi
Menjadikan
Penyempurnaan
sebagai sebuah
konten dan ujicoba
konten
yang sesuai
apliksai/wab
dengan kaidah
instansi yang dapat di akses
intansi
86
4.
Menjadikan draf spo
Kepala
1. Via zoom
menjadi SPO dan dapat di
instansi,
2. Mendatangi nilai-nilai
ujicobakan di semua
Kepala
bagian
ruangan dan bagian
keperawatan
terkait
terkait.
dan bagian terkait
Menerapkan A.N.E.K.A
Dapat di ajukan ke pada pihak keperawatan dan dapat di sosialisasikan ke pada seluruh perawat dan bagian terkait. Di ajukan untuk menjadikannya SOP yang di setujui oleh pihak direktur. Pada
Melakukan ujicoba
pelaksanaannya
keperawatan
skala besar dan pelaporan kegiatan kepada direktur belum mengerti alur dan harus berkonsultasi Bersama mentor dan kepala
penulis akan mendampingi pelaksanaanya.
Mengetahui
Ns. Oktina Dwisusanti, S.Kep NIP 197910012006042002
Jakarta 10 Agustus 2021 Yang Melakukan Aktualisasi
Ns. Yovensius, S.Kep
NIP19920919202012100
87
88
BAB IV PENUTUP 4.1 Kesimpulan Pelaksanaan kegiatan latsar CPNS memberikan banyak perubahan dalam tatanan kehidupan para peserta. fungsi dasar ASN sebagai pelaksana kebijakan publik, Pelayan publik, dan pemersatu bangsa merupakan hal yang harus di lakukan dalam pelaksanaanya. Begitu halnya dalam pelaksanaannya nilai-nilai dasar dalam ASN yaitu Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika publik, Komitmen mutu, dan Anti korupsi merupakan komponen awal dalam pelaksanaan aktualisasi. Bagaiman setiap ASN dapat menerapkan nilai-nilai dasar di segi internal maupun ekternal di karenakan sebagai ASN menjai rool model dalam kesehariannya di masyarakat. Dalam pelaksanaan aktualisai di tempat kerja dalam penerapannya setiap ASN di haruskan memiliki kontribusi dalam keterkaitan visi-misi dari Instansi masing-masing. Adapun penerapannya sesuai dengan nilai-nilai dari intansi masing-masing. kegiatan ini menjadikan perseta CPNS mempamiliarkan diri dalam pelaksanaan dari Fungsi- Fungsi dan nilai-nilai ASN. Pelaksanaan kegiatan aktualisasi sudah di laksanakan dengan sesuai tahap perancenaan kegiatan namun dalam pelaksanaannya di karenakan keterbatasan penulis. Namun penulis sangat berterimakasih kepada pihak-pihak yang sudah membantu pelaksanaannya. Ada beberapa kegiatan yang belum sesui dari rencana awal di karenakan belum adanya hasil final dan penulis akan bertanggung jawab dalam pelaksanaannya di kemudian haris setelah pelaksanaan latsar CPNSS ini. 4.2. Saran 4.2.1. Penulis Menjadikan pembelajaran ini sebagai keterbiasaan menjadi seorang ASN yang menerapkan fungsi dan nilai-nilai ASN. 4.2.2. Instansi Menjadikan aktualisasi sebagai salah satu terobosan yang dapat mengembangkan pelayanan publik kea rah yang lebih baik 4.2.3. Mentor dan bagian terkait Menjadikan aktualisasi sebagai tolak ukur pembaharuan dalam pelayanan yang berorientasikan sebagai ASN Ber-AHLAK