Skip to main content

Pembuatan Layanan Khusus Skrining Retinopathy Of Prematurity DiUnit Pediatrik Oftalmologi&Strabismus

Page 1

LAPORAN AKTUALISASI PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN III ANGKATAN 4

PEMBUATAN LAYANAN KHUSUS SKRINING RETINOPATHY OF PREMATURITY DI UNIT PEDIATRIK OFTALMOLOGI DAN STRABISMUS PUSAT MATA NASIONAL RUMAH SAKIT MATA CICENDO BANDUNG PADA TAHUN 2021

DISUSUN OLEH : SESY CAESARYA NIP. 198504022020122003

BAPELKES CIKARANG KEMENTERIAN KESEHATAN RI 2021


PEMBUATAN LAYANAN KHUSUS SKRINING RETINOPATHY OF PREMATURITY DI UNIT PEDIATRIK OFTALMOLOGI DAN STRABISMUS PUSAT MATA NASIONAL RUMAH SAKIT MATA CICENDO BANDUNG PADA TAHUN 2021

DISUSUN OLEH: SESY CAESARYA NIP. 198504022020122003

PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN III ANGKATAN IV BALAI PELATIHAN KESEHATAN CIKARANG KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA SEPTEMBER 2021


KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat dan karunia Allah SWT sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan Aktualisasi di Unit Pediatrik Oftalmologi dan Strabismus Pusat Mata Nasional Rumah Sakit Mata Cicendo. Aktualisasi ini merupakan salah satu tugas dalam Pelatihan Dasar CPNS Golongan III angkatan IV tahun 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pada kesempatan ini, penulis menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah banyak membantu penulis dalam penyusunan rancangan aktualisasi ini, diantaranya adalah: 1. dr. Titiek Resmisari, MARS selaku coach atas ilmu, dan bimbingan serta arahan dalam penyusunan laporan rencana aktualisasi ini. 2. Dr. Irawati Irfani, dr., SpM(K), MKes selaku mentor dan kepala KSM yang telah memberikan dukungan, nasihat dan masukan dalam rancangan kegiatan -kegiatan yang akan dilakukan dalam laporan ini. 3. Staf pengajar Widyaiswara, Penguji, Penyelenggara Pelatihan Dasar CPNS Golongan III Angkatan IV Kementreian Kesehatan RI tahun 2021 yang telah memberikan ilmu, bantuan dan dukungan dalam penyelesaian rancangan ini. 4. Seluruh rekan-rekan Golongan III Angkatan IV kelompok C yang telah membuat proses kegiatan belajar jadi menyenangkan. Penulis menyadari bahwa masih terdapat banyak kekurangan pada laporan rancangan aktualisasi ini sehingga penulis sangat mengharapkan kritik dan saran agar laporan rancangan aktualisasi ini dapat lebih baik dan bermanfaat.

Bandung, September 2021 Penulis,

Sesy Caesarya

ii


DAFTAR ISI Lembar Pengesahan…………………………………………………………………………….

i

Kata Pengantar…………………………………………………………………………………..

ii

Daftar Isi…………………………………………………………………………………………..

iii

Daftar Tabel……………………………….…………………………………………………......

v

Daftar Gambar……………………………………………………………………….................

vi

Bab I Pendahuluan 1.1

Latar Belakang Rancangan Aktualisasi………………………………………….

1

1.2

Tujuan Rancangan Aktualisasi…………………………………………………...

2

1.2.1 Tujuan Umum………………………………………………………………..

2

1.2.2 Tujuan Khusus……………………………………………………………….

2

1.3

Manfaat Rancangan Aktualisasi……………..………………………………......

3

1.4

Ruang Lingkup……………………………………………………………………..

3

1.5

Dasar Hukum……………………………………………………………………….

4

Bab II Tinjauan Pustaka 2.1 Landasan Teori…………………………………………………….……................

5

2.1.1 Nilai Dasar Aparatur Sipil Negara…………………………………………..

5

2.1.2 Kedudukan dan Peran ASN dalam NKRI………………………...............

10

2.2 Gambaran Umum PMN RS Mata Cicendo……………………………………….

12

2.2.1 Visi PMN RS Mata Cicendo………………………………………………..

14

2.2.2 Misi PMN RS Mata Cicendo………………………………………………..

14

2.2.3 Tata Nilai PMN RS Mata Cicendo………………………………..............

14

2.2.4 Struktur Organisasi PMN RS Mata Cicendo……………………………… 16 2.2.5 Profil Unit Pediatrik Oftalmologi dan Strabismus…………………………

16

2.3 Profil Peserta…………………………………………………………….................

18

Bab III Rancangan Aktualisasi 3.1 Identifikasi Isu...………………………………………………….…..….................

19

3.2 Analisis Isu………………………………………………………………………......

21

3.3 Deskripsi Isu…………………………………………………………………….......

22

3.4 Analisis Penyebab Isu…....……………………………………………………......

26

3.5 Analisis Dampak…………………………………………………………………….

26

3.6 Gagasan Alternatif Pemecahan Isu…………………………….…………………

27

3.7 Matriks Gagasan Pemecahan Isu…………………………………………………

28

3.8 Jadwal Rencana Kegiatan………………………………………………………….

33

iii


Bab IV Laporan Aktualisasi 4.1 Pelaksanaan Aktualisasi……………………………..………….…..….................

35

4.2 Hasil Aktualisasi dan Pembahasannya….……………………………………......

35

4.3 Rencana Tindak Lanjut...……………………………………………………….......

56

Bab V Kesimpulan dan Saran 5.1 Kesimpulan………………………………….……………………………………...... 57 5.2 Saran…………………...……………………………………………………….......... 57 Daftar Pustaka………………………………………………………………………………….… 58 Lampiran…….………………………………………………………………………………….…

iv

59


DAFTAR TABEL Hal Tabel 1.

Keterkaitan Isu dengan Kegiatan Tugas Pokok Jabatan……………....

19

Tabel 2.

Analisis Isu Metode USG……………………………………………….....

21

Tabel 3.

Matriks Gagasan Pemecahan Isu………………………………………..

28

Tabel 4.

Jadwal Rencana Kegiatan…………………………………………………

33

Tabel 5.

Daftar Kegiatan dan Waktu Pelaksanaan Aktualisasi….……………….

35

Tabel 6.

Rencana Tindak Lanjut…………………………………………………….

56

v


DAFTAR GAMBAR Hal Gambar 1.

Pusat Mata Nasional Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung…………...…

13

Gambar 2.

Struktur Organisasi RS Mata Cicendo Bandung……..…………………....

16

Gambar 3.

Teknik Skrining ROP…………………………………………………………..

23

Gambar 4.

Daftar Pasien Terbanyak Unit Pediatrik Oftalmologi dan Strabismus…… 24

Gambar 5.

Contoh Kasus Lamanya Waktu Tunggu Pemeriksaan Skrining ROP…...

25

Gambar 6.

Analisis Fishbone………………………………………………………………

26

vi


BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Rancangan Aktualisasi Dalam beberapa tahun terakhir kehadiran pemeritah sebagai pemegang kekuasaan atas amanah rakyat menjadi pertanyaan publik. Hal ini terjadi karena kinerja pelayanan publik yang cenderung tidak memuaskan dan jauh dari harapan masyarakat. Selama bertahun-tahun pemerintah dianggap gagal mengemban amanah rakyat karena permasalahan politik, ekonomi, dan moral yang semakin bertambah. Selama itu pula masyarakat meragukan kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) karena kinerja yang ditunjukan tidak sesuai dengan amanat jabatan ASN sebagai penyelenggara kebijakan. Kondisi ini dibuktikan dengan masih banyaknya kecenderungan ASN yang tidak taat prosedur, ketidakpastian jangka waktu layanan publik, ketidakpastian layanan perizinan, dan kesewenang-wenangan yang mengakibatkan rendahnya kualitas pelayanan publik, ekonomi biaya tinggi, dan target terkait sektor pelayanan publik jadi terhambat.1-3 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 menjadi titik tolak reformasi birokrasi bagi ASN dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Undang-Undang ini menjadi sumber hukum dan peraturan bagi ASN untuk mengubah mindset ASN sebagai birokrat yang semula dianggap sebagai “penguasa” menjadi “pelayanan”. Hal ini didasarkan pada hakikat ASN yang eksistensinya merupakan pemberi layanan bagi masyarakat, bukan untuk dilayani oleh masyarakat. Selain itu, Undang- Undang ASN juga menetapkan perubahan sistem manajemen ASN menjadi sistem merit yang mengutamakan kompetensi, kualitas dan kinerja ASN sebagai parameter penilaian kinerja dan promosi. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 menjelaskan bahwa ASN memiliki tiga fungsi utama yaitu sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik serta sebagai perekat dan pemersatu bangsa. Atas dasar UndangUndang ini, maka kedudukan ASN dikukuhkan sebagai pelayan masyarakat yang dituntut untuk bertanggung jawab atas pelayanan publik yang dibutuhkan dan diterima oleh masyarakat. Perubahan ini mempunyai tujuan mulia, yaitu sebagai motivasi bagi ASN untuk dapat berkarya secara profesional dan berkarakter. Perubahan ini juga bertujuan untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap kredibilitas ASN yang sudah terlanjur mendapat label sebagai profesi yang memiliki tingkat profesionalisme, kredibilitas dan kedisiplinan yang rendah. Salah satu upaya pemerintah pusat dalam mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap ASN adalah melalui pelaksanaan sistem merit yang mengatur tata kelola ASN dimulai dari perekrutan sampai pensiun.2-8 Pemerintah mewajibkan Pelatihan Dasar (Latsar) bagi CPNS yang telah lolos seleksi. Pelatihan ini bertujuan untuk membentuk semangat baru bagi calon ASN untuk dapat

1


mengubah citra ASN di mata masyarakat. Latsar CPNS menekankan nilai-nilai bela negara, wawasan nusantara, isu-isu kontemporer dan nilai-nilai ANEKA (akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu, anti korupsi) serta mewujudkan manajemen ASN, Whole of Government dan pelayanan publik untuk membentuk ASN baru dengan kepribadian yang siap untuk melayani masyarakat serta bersedia meletakkan kepentingan masyarakat dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan.3-8 Pelaksanaan kegiatan Latsar CPNS dalam masa pandemi Covid-19 mengalami banyak penyesuaian, modifikasi, kreasi dan inovasi, oleh karena itu disusun 4 tahapan pembelajaran MOOC (Massive Open Online Course), Distance Learning, aktualisasi, dan klasikal. Dengan teknologi yang ada saat ini, diharapkan peserta dapat belajar secara mandiri, menginternalisasikan nilai-nilai dasar profesi ASN dengan cara mengalami sendiri dalam habituasi dan aktualisasi pada unit kerja masing-masing. Dengan adanya pelatihan ini diharapkan akan terbentuk tunas-tunas integritas baru yang mampu menjadi teladan bagi masyarakat. Salah satu agenda dalam latihan dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dalam upaya penguatan kompetensi adalah Agenda Habituasi dan Aktualisasi. Habituasi bertujuan untuk membiasakan mata pelatihan yang didapat untuk diaktualisasikan dalam pekerjaan seharihari. Oleh karena itu disusun rancangan aktualisasi untuk dilaksanakan pada unit kerja masing-masing yang menggambarkan seorang ASN yang profesional dan berkarakter sebagai agen perubahan. 1.2 Tujuan Rancangan Aktualisasi 1.2.1 Tujuan Umum Rancangan aktualisasi ini diharapkan menjadi ajang untuk membentuk ASN yang profesional dan berkarakter atas dasar nilai-nilai dasar profesi ASN, sehingga mampu melaksanakan tugas dan perannya secara sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, serta perekat dan pemersatu bangsa. Tujuan dilakukan pembuatan laporan rancangan aktualisasi ini adalah untuk mengimplementasikan nilai – nilai dasar ASN tersebut sebagai usaha meningkatkan best practices di PMN RS Mata Cicendo Bandung sebagai tugas akhir latsar CPNS. 1.2.2

Tujuan Khusus

Tujuan khusus dari rancangan aktualisasi ini antara lain: -

Mengaplikasikan nilai-nilai akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu dan anti korupsi dikaitkan dengan pelaksanaan pelayanan di unit Pediatrik Oftalmologi dan Strabismus PMN RS Mata Cicendo

2


-

Mengaplikasijan Manajemen ASN, Whole of Government dan Pelayanan Publik serta dalam pelaksanaan tugas di unit Pediatrik Oftalmologi dan Strabismus PMN RS Mata Cicendo

-

Mampu mengimplementasikan seluruh mata pelajaran yang telah didapat sehingga membentuk sebuah habituasi yang bersifat positif di unit Pediatrik Oftalmologi dan Strabismus PMN RS Mata Cicendo

1.3

Manfaat Rancangan Aktualisasi Kegiatan aktualisasi ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut :

-

Bagi ASN : Manfaat aktualisasi ini antara lain meningkatkan komitmen ASN dalam melaksanakan tugas dan fungsinya sesuai dengan nilai-nilai yang telah diajarkan. Aktualisasi ini juga menjadi pedoman pembaharuan yang akan dilakukan ASN di unit kerja.

-

Bagi unit kerja : Aktualisasi dapat membawa perubahan dan pembaharuan terkait pelayanan di unit kerja. Aktualisasi ini diharapkan dapat menjadi salah satu upaya perbaikan berkelanjutan untuk meningkatkan mutu pelayanan unit kerja.

-

Bagi penerima layanan atau masyarakat : Aktualisasi ini bertujuan membuat perubahan yang berorientasi pada pelayanan maksimal untuk mencapai kepuasan pelanggan sehingga diharapkan dapat menjadi salah satu cara untuk memberikan pelayanan paripurna bagi masyarakat.

1.4

Ruang Lingkup Ruang lingkup aktualisasi ini mencakup: 1. Kegiatan Kegiatan yang tercakup dalam rancangan aktualisasi ini merupakan kegiatan yang akan dilaksanakan di unit kerja sebagai bentuk perubahan atau pembaharuan yang berpedoman pada tiga sumber yaitu Sasaran Kinerja Pegawai (SKP), perintah atasan dan inovasi. 2. Tempat Kegiatan aktualisasi dilaksanakan di Unit Pediatrik Oftalmologi dan Strabismus sebagai unit kerja peserta 3. Waktu Kegiatan aktualisasi ini dilaksanakan terhitung sejak tanggal 9 September 2021 sampai 17 Oktober 2021

3


1.5

Dasar Hukum Dasar hukum pelaksanaan aktualisasi ini antara lain: 1. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 (Undang-Undang ASN) 2. Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 (Disiplin ASN) 3. Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2009 (Pelayanan Publik) 4. Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil. 5. Keputusan Kepala Lembaga Administrasi Negara Nomor 38 Tahun 2014 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan Calon PegawaiNegeri Sipil Golongan III. 6. Peraturan Kepala Lembaga Administrasi Negara Nomor 25 Tahun 2017 (Pedoman Penyelenggaraan Pelatihan Dasar CPNS Golongan III)

4


BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1

Landasan Teori

2.1.1 Nilai Dasar Aparatur Sipil Negara Terdapat 5 (lima) nilai-nilai dasar profesi ASN yang dibutuhkan dalam menjalankan tugas jabatan secara profesional sebagai pelayan masyarakat meliputi : 1) Akuntabilitas; 2) Nasionalisme; 3) Etika Publik; 4) Komitmen Mutu; dan 5) Anti Korupsi atau dapat disingkat sebagai ANEKA. -

Akuntabilitas Akuntabilitas merupakan sebuah kewajiban individu, kelompok, atau institusi untuk memenuhi tanggung jawab yang menjadi amanahnya. Amanah seorang ASN adalah menjamin terwujudnya nilai-nilai publik antara lain mampu mengambil pilihan yang tepat dan benar ketika terjadi konflik kepentingan antara kepentingan publik dengan sektor, kelompok dan pribadi; memiliki pemahaman dan kesadaran untuk menghindari dan mencegah keterlibatan PNS dalam politik praktis; memperlakukan warga negara secara sama dan adil dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik; menunjukkan sikap dan prilaku yang konsisten dan dapat diandalkan sebagai penyelenggara pemerintah.4 Akuntabilitas terdiri dari beberapa aspek. Aspek - aspek tersebut terdiri dari:4 1.

Akuntabilitas adalah sebuah hubungan.

2.

Akuntabilitas berorientasi pada hasil.

3.

Akuntabilitas membutuhkan adanya laporan

4.

Akuntabilitas memerlukan konsekuensi.

5.

Akuntabilitas memperbaiki kinerja.

Bovens menyatakan bahwa akuntabilitas publik memiliki tiga fungsi utama yaitu:4 -

Untuk menyediakan kontrol demokratis (peran demokrasi)

-

Untuk mencegah korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan (peran konstitusional)

-

Untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas (peran belajar).

Dalam pengambilan keputusan yang akuntabel, seorang ASN dapat mengambil langkahlangkah sebagai berikut :4 1. Memastikan tindakan dan keputusan yang berimbang dan tidak bias. 2. Bertindak adil dan mematuhi prinsip-prinsip akibat dari proses (due process). 3. Akuntabel dan transparan. 4. Melakukan pekerjaan secara penuh, efektif, dan efisien. 5. Berperilaku sesuai dengan standar sektor etika publik sesuai dengan organisasinya. 6. Mendeklarasikan secara terbuka bila terjadi adanya potensi konflik kepentingan.

5


Nilai-nilai sebagai upaya menciptakan lingkungan kerja yang akuntabel antara lain:4 1. Kepemimpinan (memberikan contoh pada orang lain, adanya komitmenyang tinggi dalam melakukan pekerjaan); 2. Transparansi (mendorong komunikasi dan kerjasama, meningkatkan kepercayaan dan keyakinan kepada pimpinan); 3. Integritas

(kewajiban

untuk

mematuhi

undang-undang,

kontrak,

kebajikan,

danperaturan yang berlaku); 4. Tanggung

jawab/Responsibilitas

(terbagi

atas

responsibilitas

perseorangan

danresponsibilitas institusi); 5. Keadilan (ketidakadilan dapat menghancurkan kepercayaan dan kredibilitas organisasi); 6. Kepercayaan (lingkungan akuntabilitas akan lahir dari hal-hal yang dapatdipercaya); 7. Keseimbangan (keseimbangan antara akuntabilitas dan kewenangan, serta harapan dan kapasitas); 8. Kejelasan (mengetahui kewenangan dan tanggungjawab); dan; 9. Konsistensi (konsistensi menjamin kestabilan). Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa akuntabilitas merupakan kewajiban pertanggungjawaban yang harus dicapai oleh PNS. -

Nasionalisme Nasionalisme dalam arti sempit adalah suatu sikap yang meninggikan bangsanya sendiri, sekaligus tidak menghargai bangsa lain sebagaimana mestinya (chauvinism), Sedangkan dalam arti luas, nasionalisme merupakan pandangan tentang rasa cinta yang wajar terhadap bangsa dan negara, dan sekaligus menghormati bangsa lain. Secara politis nasionalisme berarti pandangan atau paham kecintaan manusia Indonesia terhadap bangsa dan tanah airnya yang didasarkan pada nilai- nilai Pancasila.Dalam UU No. 5 tahun 2014 tentang ASN, salah satu fungsi ASN adalah menjalankan kebijakan publik. Kebijakan publik diharapkan dapat dilakukan denganintegritas tinggi dalam melayani publik sehingga dalam menjadi pelayan publik yang professional. ASN adalah aparat pelaksana yang melaksanakan segala peraturan perundang-undangan yang menjadi landasan kebijakan publik untuk mencapai tujuan-tujuan yang ditetapkan. Indikator-indikator yang terdapat dalam nilai nasionalisme yang harus dimiliki Aparatur Sipil Negara antara lain sebagai berikut:5 1. Berwawasan kebangsaan yang kuat; 2. Memahami pluralitas; 3. Berorientasi kepublikan yang kuat; 4. Mementingkan kepentingan nasional diatas segalanya.

6


- Etika Publik Dalam kaitannya dengan pelayanan publik, etika publik adalah refleksi tentang standar/ norma yang menentukan baik atau buruk, benar atau salah perilaku, tindakan dan keputusan untuk mengarahkan kebijakan publik dalam rangka menjalankan tanggung jawab pelayanan publik. Integritas publik menuntut para pemimpin dan pejabat publik untuk memiliki komitmen moral dengan mempertimbangkan keseimbangan antara penilaian kelembagaan, dimensi-dimensi peribadi, dan kebijaksanaan di dalam pelayanan publik. Nilai-nilai dasar etika publik sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang ASN sebagai berikut:6 1. Memegang teguh nilai-nilai dalam ideologi negara Pancasila 2. Setia dan mempertahankan Undang-undang dasar Negara Kesatuan RepublikIndonesia 1945 3. Menjalankan tugas secara professional dan tidak berpihak 4. Membuat keputusan berdasarkan prinsip keahlian 5. Menciptakan lingkungan kerja yang non diskriminatif 6. Memelihara dan menjunjung tinggi standar etika luhur 7. Mempertanggung jawabkan tindakan dan kinerjanya kepada publik 8. Memiliki kemampuan dalam melaksanakan kebijakan dan program pemerintah 9. Memberikan layanan kepada publik secara jujur, tanggap, cepat, tepat, akurat, berdaya guna, berhasil guna, dan santun 10. Mengutamakan kepemimpinan berkualitas tinggi 11. Menghargai komunikasi, konsultasi, dan kerjasama 12. Mengutamakan pencapaian hasil dan mendorong kinerja pegawai 13. Mendorong kesetaraan dalam pekerjaan 14. Meningkatkan efektivitas sistem pemerintahan yang demokratis sebagai perangkat sistem karir. Pelayanan publik yang profesional membutuhkan tidak hanya kompetensi teknis dan leadership, namun juga kompetensi etika. Oleh karena itu perlu dipahami etika dan kode etik pejabat publik. Tanpa memiliki kompetensi etika, pejabat cenderung menjadi tidak peka, tidak peduli dan bahkan sering kali diskriminatif, terutama pada masyarakat kalangan bawah yang tidak beruntung. Etika publik merupakan refleksi kritis yang mengarahkan bagaimana nilai-nilai kejujuran,solidaritas, keadilan, kesetaraan, dan lainlain dipraktikkan dalam wujud keprihatinan dan kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat. Dengan diterapkannya kode etik ASN, perilaku pejabat publik harus berubah dari penguasa menjadi pelayan, dari wewenang menjadi peranan, dan menyadari bahwa jabatan publik adalah amanah yang harus dipertanggung jawabkan bukan hanya di dunia namun juga di akhirat.6

7


Agar etika publik dapat dihayati, diperlukan kode etik diantara aparatur sipil negara. Dengan rumusan kode etik yang baik dan diikuti sebagai pedoman bertindak dan berperilaku, sehingga para aparatur negara akan melihat kedudukan mereka sebagai alat bukan sebagai tujuan.6 Dalam mengaktualisasi etika selaku Aparatur Sipil Negara, beberapa pokok aktualisasi yang harus diperhatikan, antara lain:6 a) Aktualisasi etika publik untuk peningkatan kualitas pelayanan publik b) Aktualisasi kode etik untuk melawan korupsi c) Aktualisasi kode etik untuk peningkatan kinerja organisasi d) Aktualisasi kode etik untuk peningkatan integritas publik -

Komitmen Mutu Komitmen mutu adalah janji pada diri kita sendiri atau pada orang lain yang tercermin dalam tindakan kita untuk menjaga mutu kinerja pegawai. Komitmen mutu merupakan pelaksanaan pelayanan publik dengan berorientasi pada kualitas hasil, dipersepsikan oleh individu terhadap produk/jasa berupa ukran baik/buruk. Aspek utamayang menjadi target stakeholder adalah layanan yang komitmen pada mutu melalui penyelenggaraan tugas secara efektif, efisien, inovatif dan berorientasi mutu.7 a. Efektif Efektivitas menunjukan tingkat ketercapaian target yang telahdirencanakan, baik menyangkut jumlah maupun mutu hasil kerja sedangkan efektivitas organisasiberarti sejauh mana organisasi dapat mencapai tujuan yang ditetapkan, atau berhasil mencapai apapun yang coba dikerjakannya. Efektivitas organisasi berarti memberikan barang atau jasa yang dihargai oleh pelanggan.7 b. Efisien Efisien adalah jumlah sumber daya yang digunakan untuk mencapai tujuan atau tingkat ketepatan realisasi penggunaan sumber daya dan bagaimana pekerjaan dilaksanakan sehingga tidak terjadi pemborosan sumber dayasedangkan efisiensi organisasi adalah jumlah sumber daya yang digunakan untuk mencapai tujuan organisasi. Efisiensi organisasi ditentukan oleh berapa banyak bahan baku, uang,dan manusia yang dibutuhkan untuk menghasilkan jumlah keluaran tertentu. Efisensi dapat dihitung sebagai jumlah sumber daya yang digunakan untuk menghasilkan barang dan jasa.7 c. Inovasi Inovasi adalah cara utama dimana suatu organisasi beradaptasi terhadap perubahan di pasar, teknologi dan persaingan.7

8


d. Mutu Mutu mencerminkan nilai keunggulan produk/jasa yag diberikan kepadapelanggan sesuai dengan kebutuhan dan keinginannya, dan bahkan melampauiharapannya. Mutu merupakan salah satu standar yang menjadi dasar untukmengukur capaian hasil kerja.7 Nilai-nilai dasar orientasi mutu dalam memberikan layanan prima sekurang- kurangnya akan mencakup hal-hal berikut:7 a) Mengedepankan komitmen terhadap kepuasan customer/ clients. b) Memberikan layanan yang menyentuh hati, untuk menjaga dan memelihara agar customer/clients tetap setia. c) Menghasilkan produk/jasa yang berkualitas tinggi tanpa cacat, tanpa kesalahan,dan tidak ada pemborosan. d) Beradaptasi dengan perubahan yang terjadi, baik berkaitan dengan pergeseran tuntutan kebutuhan customer/clients maupun perkembangan teknologi. e) Menggunakan pendekatan ilmiah dan inovatif dalam pemecahan masalah dan pengambilan keputusan. f) Melakukan upaya perbaikan secara berkelanjutan melalui berbagai cara, antaralain pendidikan, pelatihan, pengembangan ide kreatif, kolaborasi dan benchmark. -

Anti Korupsi Korupsi berasal dari bahasa latin coruptio dan corruptus yang berarti kerusakan atau kebobrokan. Dalam bahasa Yunani coruptio artinya perbuatan yang tidak baik, buruk, curang, dapat disuap,tidak bermoral, menyimpang dari kesucian,melanggar normanorma agama, material, mental dan umum. Anti Korupsi adalah tindakan atau gerakan yang dilakukan untuk memberantas segala tingkah laku atau tindakan yang melawan norma-norma dengan tujuan memperoleh keuntungan pribadi, merugikan Negara atau masyarakat baik secara langsung maupun tidak langsung. Menurut UU No. 31/1999 jo No. UU 20/2001, terdapat 7 kelompok tindak pidana korupsi yang terdiri dari: (1) kerugian keuangan negara; (2) suap-menyuap; (3) pemerasan; (4) perbuatan curang; (5) penggelapan dalam jabatan; (6) benturan kepentingan dalam pengadaan; dan (7) gratifikasi.8 Korupsi juga disebut sebagai kejahatan yang luar biasa, karena dampaknya menyebabkan kerusakan dalam ruang lingkup pribadi, keluarga, masyarakat, dan kehidupan yang luas. Dampak perilaku dan tindak pidana korupsi adalah sebagai berikut:8 a) Negara korup harus membayar biaya hutang yang lebih besar. b) Harga infrastruktur lebih tinggi. c) Tingkat korupsi yang tinggi meningkatkan ketimpangan pendapatan dan kemiskinan.

9


d) Korupsi menurunkan investasi dan karenanya menurunkan pertumbuhan ekonomi. e) Persepsi korupsi memiliki dampak yang kuat dan negatif terhadap arus investasi asing. f) Negara-negara yang dianggap memiliki tingkap korupsi yang relative rendah selalu menarik investasi lebih banyak dari pada negara rentan korupsi. Kesadaran anti korupsi yang dibangunmelalui pendekatan spiritual, dengan selalu ingat akan tujuan keberadaannya sebagai manusia di muka bumi, dan selalu ingat bahwa seluruh ruang dan waktu kehidupannya harus dipertanggungjawabkansehingga dapat menjadi benteng kuat untuk anti korupsi. Tanggung jawab spiritualyang baik akan menghasilkan niat yang baik dan mendorong untuk memiliki visi danmisi yang baik, hinggaselalu memiliki semangat untuk melakukan proses atau usahauntuk mendapatkan hasil terbaik agar dapat dipertanggung jawabkan secara publik.8 Menanamkan sikap sadar anti korupsi merupakan salah satu cara untuk menjauhkan diri kita dari korupsi. Nilai-Nilai dasar anti korupsi, diantaranya sikap jujur, peduli, mandiri, disiplin, tanggungjawab, kerja keras, sederhana, berani serta adil.8 2.1.2 Kedudukan dan Peran ASN dalam NKRI -

Manajemen Aparatur Sipil Negara Manajemen ASN adalah pengelolaan ASN untuk menghasilkan pegawai ASN yang profesional, memiliki nilai dasar, etika profesi, bebas dari intervensi politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi dan nepotisme. Manajemen ASN lebih menekankan kepada pengaturan profesi pegawai sehingga diharapkan agar tersedia sumber daya aparatur sipil negara yang unggul selaras dengan perkembangan zaman.9 Berdasarkan jenisnya, Pegawai ASN terdiri dari: a) Pegawai Negeri Sipil (PNS), b) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), c) Pegawai ASN berkedudukan sebagai aparatur negara yang menjalankan kebijakan yang ditetapkan pimpinan instansi pemerintah serta harus bebas dari pengaruh dan intervensi semua golongan dan partai politik. Untuk menjalankan kedudukannya tersebut, maka ASN berfungsi sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik dan perekat dan pemersatu bangsa. Agar dapat melaksanakan tugas dan tanggungjawab dengan baik dapat meningkatkan produktivitas, menjamin kesejahteraan ASN yang akuntabel, maka setiap ASN diberikan hak. PNS berhak memperoleh Gaji, tunjangan dan fasilitas, Cuti, Jaminan pensiun dan jaminan hari tua, perlindungan, dan pengembangan kompetensi.9 Kewajiban pegawai ASN yang disebutkan dalam UU ASN adalah:

10


1) Setia dan taat pada Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan pemerintah yang sah; 2) Menjaga persatuan dan kesatuan bangsa; 3) Melaksanakan kebijakan yang dirumuskan pejabat pemerintah yang berwenang; 4) Menaati ketentuan peraturan perundang-undangan; 5) Melaksanakan tugas kedinasan dengan penuh pengabdian, kejujuran, kesadaran dan tanggung jawab; 6) Menunjukkan integritas dan keteladanan dalam sikap, perilaku, ucapan dan tindakan kepada setiap orang, baik di dalam maupun di luar kedinasan; 7) Menyimpan rahasia jabatan dan hanya dapat mengemukakan rahasia jabatan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; dan 8) Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. ASN sebagai profesi berlandaskan pada kode etik dan kode prilaku. Kode etik dan kode prilaku ASN bertujuan untuk menjaga martabat dankehormatan ASN. Kode etik dan kode prilakuyang diatur dalam UU ASN menjadi acuan bagi para ASN dalam penyelenggaraan birokrasi pemerintah.9 -

Whole of Government (WoG) Whole-of-Government atau disingkat WoG adalah sebuah pendekatan penyelenggaraan pemerintahan yang menyatukan upaya-upaya kolaboratif pemerintahan dari keseluruhan sektor dalam ruang lingkup koordinasi yang lebih luas guna mencapai tujuan-tujuan pembangunan kebijakan, manajemen program dan pelayanan publik. Oleh karenanya WoG juga dikenal sebagai pendekatan interagency, yaitu pendekatan yang melibatkan sejumlah kelembagaan yang terkait dengan urusan-urusan yang relevan.10 Praktik WoG dapat berupa Penguatan koordinasi antar Lembaga, membentuk Lembaga koordinasi khusus, membentuk gugus tugas, koalisi sosial. Tantangan dalam praktek WoG adalah kapasitas SDM dan institusi, nilai dan budaya organisasi, serta kepemimpinan.10 Penyelenggaraan

pelayanan

berasaskan

pada

kepentingan

umum,

kepastian

hukum,kesamaan hak,keseimbangan hak dan kewajiban, keprofesionalan, partisipatif, persamaan perlakuan, keterbukaan, akuntabilitas, fasilitas dan perlakuan khusus bagi kelompok rentan, ketepatan waktu, kecepatan, kemudahan dan keterjangkauan. Dengan diterapkannya WOG diharapkan dapat tercipta best practices dari suatu institusi bahkan negara.10

11


-

Pelayanan Publik Pelayanan publik adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundang- undangan bagi setiap warga negara dan penduduk atas barang, jasa, dan/atau pelayanan administratif yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan publik. Terdapat 3 (tiga) unsur penting dalam pelayanan publik yaitu: penyelenggara pelayanan publik, penerima layanan (pelanggan), kepuasan yang diberikan dan atau diterima oleh penerima layanan (pelanggan). Prinsip pelayanan publik yang baik untuk mewujudkan pelayanan prima adalah: partisipatif, transparan, responsif, tidak diskriminatif, mudah dan murah efektif dan efisien, aksesibel, akuntabel, dan berkeadilan.11 Pelayanan publik merupakan cerminan dari suatu bangsa dan negara. Pelayanan publik di Indonesia dinilai masih belum memenuhi level atau kualitas yang diharapkan oleh masyarakat umum. Terutama untuk menghadapi tantangan seperti perkembangan kebutuhan masyarakat yang semakin maju dan persaingan global yang semakin ketat.11 Output terpenting pada pelayanan publik ini adalah institusi maupun pemerintah sebagai wadah pelaksana pelayanan harus memenuhi kepuasan publik, transparan akuntabel, partisipatif. Dengan pembelajaran pelayanan publik diharapkan sistem birokrasi di Indonesia efektif, efisien dan tidak menyulitkan sehingga dapat tercipta kepuasan masyarakat.11

2.2

Gambaran Umum PMN RS Mata Cicendo Rumah Sakit Mata Cicendo diresmikan pada tanggal 3 Januari 1909 dengan nama

Koningen Wilhemina Gathuis voor Ooglijders dan direktur pertamanya C.H.A. Westhoff. Pelayanan yang diberikan saat itu adalah pelayanan rawat jalan, rawat inap dan kegiatan operasi. Tahun 1930, mulai melakukan kegiatan pelayanan luar gedung (outreach) ke daerah sekitar Bandung, seperti Sumedang, Tanjungsari, Congeang, Darmaraja, Situraja, dan Legok.12 Tahun 1942 – 1945 berperan sebagai Rumah Sakit Umum. Sejak tahun 1961 berperan sebagai

Rumah

Sakit

Pendidikan

Fakultas

Kedokteran

Universitas

Padjadjaran.Tahun 1976 menjadi Pusat Kegiatan Bank Mata dan Pusat Kegiatan Hari Kesehatan Sedunia dengan tema Pencegahan Kebutaan. Tahun 1977 – 1979 menjadi Kantor Riset untuk Pencegahan Defisiensi Vitamin A berkolaborasi dengan AFOB dan Departemen Kesehatan. Tahun 1978 ditetapkan sebagai Rumah Sakit Tipe C oleh Departemen Kesehatan. Tahun 1992 ditetapkan sebagai Rumah Sakit Tipe B Non Pendidikan. Tahun 2000 terakreditasi

5

pelayanan.

Tahun 2005 terakreditasi

12

pelayanan.

Tahun 2006 terakreditasi A untuk Bagian Ilmu Kesehatan Mata Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran. Tahun 2007 menjadi Rumah Sakit Khusus Kelas A dan menjadi

12


Rumah Sakit dengan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (PPK BLU). Tahun 2009 ditetapkan sebagai PUSAT MATA NASIONAL (PMN).12 Tahun 2014 ditetapkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan dan terakreditasi Tingkat Paripurna oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS), dan kembali mendapat Akreditasi Paripurna

pada

Tahun 2017.Tahun 2020,

ditetapkan

sebagai

Rumah

Sakit

Terakreditasi Internasional.12 PMN RS Mata Cicendo merupakan satu-satunya rumah sakit mata milik pemerintah Republik Indonesia yang berada dibawah Direktorat Jendral Bina Pelayanan Medik Departemen Kesehatan Republik Indonesia. PMN RS Mata Cicendo memiliki luas lahan 11.400 m2 , dengan luas bangunan 13.832,9 m2 , dengan alokasi luas lahan untuk instalasi rawat jalan 2.176,25 m2 , instalasi rawat inap 2.249 m2 , instalasi bedah 990 m2 , instalasi penunjang 1.380 m2 , perkantoran 1.516 m2 , perkuliahan dan fasilitas riset 426 m2. Situasi geografis dengan lokasinya yang terletak di pusat kota Bandung, di sebelah Gedung Pakuan (kediaman resmi Gubernur Jawa Barat), dekat dengan Stasiun Kereta Api Bandung, dekat dengan Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, Rumah Sakit Mata Cicendo dinilai sangat strategis bagi masyarakat kota Bandung khususnya dan masyarakat Jawa Barat pada umumnya.12

Gambar 1. Pusat Mata Nasional Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung12 Payung dasar hukum PMN RS Mata Cicendo adalah sebagai berikut :12 •

SK Menkes No. 1040 Tahun 1992 : RS MATA RUJUKAN NASIONAL Tipe B Non Pendidikan

13


•

SK Dirjen Yanmed : Terakreditasi 5 Pelayanan No. YM.02.04.2.2796 dan Terakreditasi 12 Pelayanan No. HK.00.06.3.5.318, 15 Januari 2006

•

SK Menkes No.045/M/PER/I/2007, 15 Januari 2007: Rumah Sakit Khusus Kelas A (PENDIDIKAN)

•

SK Menteri Keuangan RI No. 276/KMK.05/2007, 21 Juni 2007 :Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum

•

SK Menteri Kesehatan RI No. 756/Menkes/SK/VI/2007:Rumah Sakit Pendidikan Utama Khusus Mata

•

SK Menteri Kesehatan RI No.059/MENKES/SK/I/2009, 16 Januari 2009: PUSAT MATA NASIONAL

•

SK Menteri Kesehatan RI No. 127/Menkes/SK/V/2014, 5 Mei 2014 :sebagai RUMAH SAKIT PENDIDIKAN

•

Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) No. KARS-SERT/49/VII/2014: AKREDITASI TINGKAT PARIPURNA

•

Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) No. KARS-SERT/912/XI/2017 : AKREDITASI TINGKAT PARIPURNA

2.2.1 Visi PMN RS Mata Cicendo Visi dan Misi tahun 2020-2024: “To be Excellence Eye Care”. 2.2.2 Misi PMN RS Mata Cicendo “Eye Care for Everyone Seeing Better World” • Eye care : Memberikan pelayanan kesehatan mata • For everyone

: Pelayanan yang tidak diskriminatif, kepada seluruh warga masyarakat

• Better world 2.2.3

: Melihat dunia dengan lebih baik

Tata Nilai PMN RS Mata Cicendo

Nilai-nilai filosofis PMN RS Mata Cicendo dituangkan dalam janji layanan yaitu:12 Visioner, Integritas, Profesional, Inovatif, Proaktif, Istiqomah (V-I-P-I-P-I) •

Visioner : Setiap pegawai PMN RS Mata Cicendo Bandung senantiasa memiliki pandangan ke depan dan cita-cita luhur untuk menjadi pribadi yang unggul, mampu memenuhi harapan orang lain dan memiliki keyakinan serta kemampuan mewujudkan kehidupan yang lebih baik. Perilaku utama : Inovatif dan kreatif

14


•

Integritas : Setiap pegawai PMN RS Mata Cicendo Bandung secara konsisten bekerja dengan jujur, tertib, teliti, dan disiplin, demi menjaga kredibilitas institusi dan kehormatan dirinya sebagai pegawai yang memiliki martabat dan harga diri. Perilaku utama : Jujur, Amanah, dan Bertanggung Jawab

•

Profesional : Berkomitmen untuk bekerja tuntas, cerdas, dan akurat atas dasar kompetensi terbaik dengan penuh tanggung jawab Perilaku utama : Kompeten, Bersemangat, Realistis, Bertanggung Jawab, Selalu memberikan solusi dan hasil terbaik

•

Inovatif : Selalu mempunyai ide atau gagasan baru dan berorientasi untuk memberikan solusi yang optimal untuk memenuhi kebutuhan pelanggan atau pasien, serta berorientasi terhadap kemajuan institusi. Perilaku utama : Tidak pasif dalam menyikapi permasalahan atau hambatan yang dihadapi serta mampu mengkreasikan sumber daya yang dimiliki baik secara pribadi maupun institusi untuk hasil yang optimal.

•

Proaktif : Selalu peka dan aktif untuk mengidentifikasi kebutuhan pelanggan atau pasien sesuai dengan perkembangan zaman. Perilaku utama : memiliki empati, cepat tanggap terhadap keluhan dan permasalahan pelanggan, untuk dapat memberikan solusi terbaik pada setiap keluhan pasien serta mampu memetakan apa yang harus disikapi, dilakukan sekarang untuk masa depan.

•

Istiqomah : Bersikap sabar, jujur, lurus, bijaksana, serta teguh pendirian sesuai aturan dan tuntutan hidupnya Perilaku utama : mempunyai pendirian dalam menyikapi segala hambatan, masalah yang dihadapi, dapat membuat keputusan secara bijaksana dengan sabar, penuh cinta kasih dengan mengutamakan kepuasan pelanggan atau pasien.

15


2.2.4

Struktur Organisasi PMN RS Mata Cicendo Bandung

STRUKTUR ORGANISASI PMN RS CICENDO ini: Struktur organisasi PMN RS Mata Cicendo Bandung dapat dilihat pada bagan di bawah

12

Gambar 2. Struktur Organisasi PMN RS Mata Cicendo Bandung12 2.2.5

Profil Instalasi Rawat Jalan Unit Pediatrik Oftalmologi dan Strabismus PMN RS

Mata Cicendo Bandung Instalasi Rawat Jalan adalah suatu unit tempat pelayanan pemeriksaan Subspesialistik yang bertanggung jawab langsung kepada Direktur Medik dan Keperawatan. Adapun fungsi tugas pokok Instalasi Rawat Jalan Subspesialistik sesuai dengan surat keputusan tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja adalah melaksanakan pelayanan kesehatan Mata di Instalasi Rawat Jalan Subspesialistik secara menyeluruh dan terpadu dan berkesinambungan serta melaksanakan kegiatan pendidikan dan pelatihan di bidang kesehatan Mata sesuai dengan peraturan yang berlaku.12 Pelayanan di Instalasi Rawat Jalan PMN RS Mata Cicendo Meliputi berbagai kelompok staf medis (KSM) di bawah ini:12 -

KSM Unit Vitreoretina

-

KSM Unit Glaukoma

-

KSM Unit Katarak dan Bedah Refraktif

-

KSM Unit Infeksi dan Imunologi

-

KSM Unit Refraksi, Lensa Kontak dan Low Vision

-

KSM Unit Rekontruksi dan tumor

-

KSM Unit Neurooftalmologi

16


-

KSM Unit Pediatrik Oftalmologi dan Strabismus

-

KSM Unit Ilmu Kesehatan Anak

-

KSM Unit Penyakit Dalam

-

KSM Unit Anestesi Instalasi Rawat Jalan Unit Pediatrik Oftalmologi dan Strabismus terletak di lantai 4

gedung C RS Mata Cicendo. Pada tahun 2020 kunjungan total pasien rawat jalan adalah 16.153, dengan rata-rata jumlah kunjungan pasien per bulan mencapai 1500 pasien serta kunjungan pasien dalam 1 hari mencapai 40-70 pasien. Pelayanan yang dilakukan di unit Pediatrik Oftalmologi dan Strabismus meliputi pelayanan poliklinik, rawat inap dan pelayanan kamar bedah. Kasus terbanyak yang ditangani adalah kelainan refraksi pada anak dan ambliopia, infeksi dan inflamasi mata anak, katarak anak, glaukoma anak, retinopathy of prematurity (ROP), tumor anak seperti retinoblastoma, serta kasus strabismus. Staf yang bekerja di unit ini meliputi dokter spesialis mata, perawat mahir mata, ortoptis dan refraksionis. Saat ini terdapat lima staf dokter spesialis mata di unit Pediatrik Oftalmologi dan Strabismus yaitu: -

Dr. Feti Karfiati Memed, dr., SpM(K), MKes

-

dr. Mayasari Wahyu, SpM(K), MKes

-

Dr. Irawati Irfani, dr., SpM(K), MKes

-

dr. Primawita Oktarima, SpM(K), MKes

-

dr. Sesy Caesarya, SpM(K)

17


2.3

Profil Peserta

Nama

: Sesy Caesarya

NIP

: 198504022020122003

Jabatan /Golongan : Dokter Ahli Pertama / IIIb Unit Kerja

: KSM Pediatrik Oftalmologi dan Strabismus PMN RS Mata Cicendo Bandung

Instansi

: Kementerian Kesehatan

Uraian tugas peserta tertuang dalam Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) sebagai berikut: a. Pelayanan - Melakukan pelayanan sesuai kewenangan klinis (Melaksanakan pelayanan medis rawat jalan, rawat inap, kegawatdaruratan medis, menyusun catatan medis pasien) b. Pendidikan dan Penelitian - Pendidik Ilmu Kesehatan Mata FK UNPAD - Melakukan penelitian sebagai peneliti utama maupun peneliti pendamping c. Pengabdian Masyarakat - Mengikuti Program Bakti Sosial operasi katarak - Melakukan penyuluhan kepada masyarakat di bidang Ilmu Kesehatan Mata d. Manajerial - Tim akreditasi PMN RS Mata Cicendo Pokja KKS - Anggota Komite Medik Subkomite Kredensial

18


BAB III RANCANGAN AKTUALISASI 3.1 Identifikasi Isu Isu diidentifikasi berdasarkan tugas pokok jabatan penulis sebagai Dokter Penata Muda Tingkat I Golongan III B yang memiliki kegiatan Tugas Pokok Jabatan yaitu pelayanan kesehatan, pengabdian kepada masyarakat, pendidikan dan penelitian serta berpartisipasi dalam kegiatan keorganisasian rumah sakit. Beberapa isu diambil berdasarkan tugas pokok jabatan sebagai dokter spesialis mata di PMN RS Mata Cicendo unit Pediatrik Oftalmologi dan Strabismus seperti pada tabel di bawah ini. Tabel 1. Keterkaitan Isu dengan Kegiatan Tugas Pokok Jabatan No

Kegiatan Tugas

Kondisi Saat ini

Kondisi yang Diharapkan

Pokok Jabatan 1.

2.

Melakukan pelayanan

Tidak seragamnya penetesan Penetesan yang diberikan

kelainan refraksi dan

obat untuk pemeriksaan

untuk pemeriksaan refraksi

ambliopia

refraksi siklopegik

sikloplegik seragam

Melakukan pelayanan

Berjalan sesuai pedoman

Berjalan sesuai pedoman

Berjalan sesuai pedoman

Berjalan sesuai pedoman

Melakukan pelayanan

Belum optimalnya pelayanan

- Waktu tunggu

retinopathy of

skrining ROP akibat:

pemeriksaan skrining

prematurity (ROP)

- Lamanya waktu tunggu

ROP dapat dipersingkat

katarak pada anak 3.

Melakukan pelayanan glaukoma pada anak

4.

pemeriksaan ROP

- Terdapat layanan skrining

- belum terintegrasinya

ROP yang terintegrasi

layanan skrining ROP

dengan ruang perawatan

dengan ruang perawatan

bayi

bayi - Kurangnya pengetahuan

- Meningkatnya pengetahuan masyarakat

masyarakat untuk

akan pemriksaan mata

pemeriksaan mata pada

pada bayi prematur

bayi prematur 5.

Melakukan pelayanan

Berjalan sesuai pedoman

Berjalan sesuai pedoman

keganasan mata anak retinoblastoma

19


6.

Melakukan pelayanan

Berjalan sesuai pedoman

Berjalan sesuai pedoman

Berjalan sesuai pedoman

Berjalan sesuai pedoman

Meneliti dalam bidang

Belum ada target jumlah

Terdapat 1 target penelitian

kesehatan mata anak

penelitian yang harus

dalam waktu 1 tahun

Strabismus 7.

Melakukan tindakan operasi mata anak

8.

dilakukan dalam kurun waktu tertentu 9.

Melakukan kegiatan

Berjalan sesuai pedoman

Berjalan sesuai pedoman

Berjalan sesuai pedoman

Berjalan sesuai pedoman

Melakukan

Minimnya edukasi

Terdapat edukasi

penyuluhan

berkelanjutan mengenai

berkelanjutan mengenai

kesehatan mata anak

kesehatan mata anak melalui

kesehatan mata anak yang

media sosial, sebagian besar

dapat diakses melaui di

edukasi dilakukan melalui

media sosial

pendidikan bagi calon spesialis mata 10.

Melakukan kegiatan pendidikan bagi calon dokter

11.

siaran radio dalam waktu yang ditentukan sehingga tidak dapat diakses setiap saat 12.

Melaksanakan Bakti

Sudah dilaksanakan sesuai

Sudah dilaksanakan sesuai

sosial kesehatan mata

jadwal

jadwal

Melakukan Bakti

Sudah dilaksanakan sesuai

Sudah dilaksanakan sesuai

sosial operasi katarak

jadwal

jadwal

Mengikuti pelatihan

Dijalankan sesuai target

Dijalankan sesuai target

fungsional terkait

individu

individu

Dijalankan sesuai surat tugas

Dijalankan sesuai surat tugas

anak 13. 14.

peningkatan kewenangan klinis 15.

Berpartisipasi dalam kegiatan organisasi rumah sakit

20


Sesuai dengan tugas pokok dan fungsi tersebut, diambil isu-isu aktual sebagai berikut : 1.

Ketidakseragaman penetesan obat untuk pemeriksaan refraksi siklopegik pada pasien unit Pediatrik Oftalmologi dan Strabismus PMN RS Mata Cicendo. (Pelayanan Publik)

2.

Belum optimalnya pelayanan skrining ROP di Unit Pediatrik Oftalmologi dan Strabismus PMN RS Mata Cicendo Bandung. (Whole of Goverment, Pelayanan Publik)

3.

Kurangnya edukasi berkelanjutan mengenai kesehatan mata anak melalui media sosial di PMN RS Mata Cicendo. (Pelayanan Publik)

3.2 Analisis Isu Dalam menentukan prioritas isu, dilakukan penapisan dengan menggunakan metode USG (Urgency, Seriousness, Growth) dari ketiga isu diatas yaitu: •

Urgency : seberapa mendesak isu tersebut harus dibahas dikaitkan dengan waktu yang tersedia untuk memecahkan isu tersebut.

•

Seriousness : seberapa serius isu tersebut perlu dibahas dikaitkan dengan akibat yang ditimbulkan jika isu tersebut tidak dipecahkan. Dengan kata lain apabila isu tidak ditangani maka akan timbul masalah lain yang lebih besar.

•

Growth : seberapa besar kemungkinan isu tersebut berkembang dan jika dibiarkan maka akan isu akan memburuk. Metode USG ini merupakan salah satu cara menetapkan urutan prioritas isu atau

masalah dengan teknik skoring 1-5, nilai terendah adalah 1 dan nilai tertinggi adalah 5. Analisis USG pada isu-isu tersebut terdapat pada tabel di bawah ini. Tabel 2. Analisis Isu Metode USG No

Isu Ketidakseragaman

1.

Kriteria penetesan

Total

Prioritas

U

S

G

Nilai

3

3

3

9

3

4

5

4

13

1

4

4

3

11

2

obat

untuk pemeriksaan refraksi siklopegik pada pasien unit Pediatrik Oftalmologi dan Strabismus PMN RS Mata Cicendo

2.

Belum

optimalnya

skrining

ROP

di

pelayanan

Unit

Pediatrik

Oftalmologi dan Strabismus PMN RS Mata Cicendo Bandung Kurangnya

3.

edukasi

berkelanjutan

mengenai kesehatan mata anak melalui media sosial di PMN RS Mata Cicendo.

21


Keterangan bobot nilai analisis USG : Urgency

Serioussness

Growth

5 = sangat mendesak

5 = sangat serius

5 = berkembang sangat cepat

4 = mendesak

4 = serius

4 = berkembang cepat

3 = cukup mendesak

3 = cukup serius

3 = berkembang cukup cepat

2 = kurang mendesak

2 = kurang serius

2 = berkembang kurang cepat

1 = sangat kurang mendesak 1 = sangat kurang serius

1 = berkembang lambat

Penilaian 1-5 tingkat urgency, seriousness dan growth berdasarkan hasil diskusi dengan mentor dan teman sejawat dokter di unit kerja sesuai nilai diatas. Isu yang dianggap mendesak, memiliki dampak paling besar serta dapat memburuk mendapat nilai lebih tinggi. Berdasarkan Analisis USG tersebut diperoleh isu utama no. 2 yaitu Belum optimalnya pelayanan skrining ROP di Unit Pediatrik Oftalmologi dan Strabismus PMN RS Mata Cicendo Bandung. Belum optimalnya pelayanan skrining ROP di Unit Pediatrik Oftalmologi dan Strabismus antara lain karena lamanya waktu tunggu pemeriksaan, belum terintegrasinya layanan skrining dengan ruang perawatan bayi serta kurangnya pengetahuan masyarakat untuk memeriksakan mata bayi prematur. Berdasarkan hal tersebut, isu ini termasuk ke dalam pelayanan publik dan whole of government. 3.3

Deskripsi Isu Retinopathy of prematurity (ROP) merupakan kelainan pembuluh darah retina yang dapat

terjadi pada bayi prematur. Kelainan tersebut adalah salah satu penyebab terbanyak kebutaan pada bayi. Angka kejadian ROP meningkat seiring dengan perkembangan teknologi untuk merawat bayi prematur dengan berat lahir rendah, namun seiring dengan meningkatnya angka kehidupan tersebut menyebabkan kejadian ROP meningkat. ROP menjadi penyebab utama kebutaan yang dapat dicegah pada anak-anak dan memiliki dampak gangguan penglihatan yang signifikan.13 Deteksi dini ROP dilakukan oleh dokter spesialis mata terlatih dengan peralatan khusus. Langkah pertama adalah mendilatasi pupil dengan penetesan obat tropicamide 0,5% dan phenilephrine 2,5%. Pemeriksaan tidak dapat dilakukan jika pupil belum berdilatasi sempurna dan langkah penetesan ini memerlukan waktu. Selanjutnya bayi akan diperiksa menggunakan binocular indirect ophthalmoscope dengan bantuan spekulum mata dan indentasi sklera jika dibutuhkan.13

22


Gambar 3. Teknik Skrining ROP13 Pemeriksaan pertama sebaiknya dilakukan pada usia 4 minggu umur kronologis atau post menstrual age (PMA) 31 minggu, tergantung mana yang lebih lama. Gambarannya semua bayi prematur yang lahir di bawah 27 minggu dilakukan skrining pada PMA 31 minggu, sedangkan bayi yang lahir prematur 28 minggu ke atas dilakukan skrining saat usia kronologis bayi 4 minggu. Setidaknya setiap bayi prematur harus dilakukan skrining ROP minimal satu kali sebelum pulang dari rumah sakit. Jadwal pemeriksaan lanjutan dibuat berdasarkan derajat ROP saat dilakukan skrining.13 Deteksi dini dan penatalaksanaan yang tepat dapat mengurangi angka kebutaan pada anak akibat ROP dengan cara bekerja sama dengan bagian Ilmu Kesehatan Anak dan 100 mengadakan penyuluhan kepada masyarakat terutama orang tua mengenai ROP. Pemeriksaan skrining, diagnosis dan tatalaksana yang tepat merupakan kunci keberhasilan penanganan ROP.13 ROP merupakan salah satu kelainan dari duapuluh penyakit terbanyak yang ada di poliklinik Pediatrik Oftalmologi dan Strabismus. Pada tahun 2019 angka kunjungan ROP adalah 234 pasien sedangkan pada tahun 2020 adalah 171 pasien. Tahun 2020 pelayanan dihadapkan dengan kondisi pandemi Covid-19 sehingga jumlah kunjungan pasien berkurang, namun ROP ini merupakan salah satu kondisi yang tidak dapat ditunda pemeriksaannya walaupun dalam kondisi pandemi. Rumah Sakit Mata Cicendo merupakan rumah sakit khusus mata, sehingga pelaksanaan deteksi dini mengandalkan pasien yang dirujuk dari dokter mata di daerah maupun dokter

23


6

anak. Sampai saat ini belum ada kerjasama lintas subspesialistik, khususnya dokter spesialis rata

penurunan

82,19%

anak neonatologis atau kerjasama dengan ruang perawatan bayi rumah sakit tertentu untuk kasus/bulannya. pelaksanaan skrining ROP. Daftar rata-rata duapuluh diagnosis pasien dengan diagnosis terbanyak dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Tabel 3. Dua puluh kasus poliklinik PO-S dengan rata-rata terbanyak sebelum dan setelah terjadi pandemi. No.

Kode ICD

1.

Z09

2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10.

H52.2 Z96.1 H10 H00 H52.1 H53.0 Z01.0 H50 H16

11.

H04.5

12. 13.

H17.8 H47.6

14.

H40.5

15. 16. 17. 18. 19. 20.

H27.0 H47.2 H50.3 H35.1 H44.2 Q12.0

Poliklinik reguler dan eksekutif Diagnosis Follow-up examination after treatment for conditions other than malignant neoplasms Astigmatism Presence of intraocular lens Conjunctivitis Hordeolum and chalazion Myopia Amblyopia ex anopsia Examination of eyes and vision Other strabismus Keratitis and corneal ulcer Stenosis and insufficiency of lacrimal passages Other corneal scars and opacities Disorders of visual cortex Glaucoma secondary to other eye disorders Aphakia Optic atrophy Intermittent heterotropia Retinopathy of prematurity Degenerative myopia Congenital cataract

Rata-rata/Bulan Sebelum Setelah Covid Covid

% Selisih

838,13

462,11

-44,86

292,73 151,13 145,27 69,93 63,20 40,47 35,33 28,73 27,07

126,00 58,89 41,56 35,33 37,00 22,22 18,89 22,33 15,00

-56,96 -61,04 -71,39 -49,48 -41,46 -45,09 -46,54 -22,27 -44,58

15,40

0,00

-100,00

12,13 8,80

4,78 3,33

-60,62 -62,12

8,67

4,67

-46,15

8,47 8,00 8,00 7,60 7,53 7,13

5,11 4,22 5,22 9,22 0,00 4,11

-39,63 -47,22 -34,72 21,35 -100,00 -42,37

Tabel 4. Sepuluh kasus IGD-PO dengan rata-rata terbanyak sebelum dan

Gambar 4. Daftar Pasien Terbanyak Unit Pediatrik Oftalmologi dan Strabismus14 sebelah terjadi pandemi No.

Kode ICD

IGD PO Diagnosis

Deteksi dini kasus ROPInjury di unit Pediatrik 1. S05 of eye and orbit Oftalmologi 2.

H10

Rata-rata/bulan % Sebelum Setelah Selisih covid covid dan39,27 Strabismus 31,56 dilakukan -19,64 24,33 4,33 -82,19

setiap hari

Conjunctivitis baik di poliklinik reguler maupun poliklinik paviliun. satu kendala dalam pemeriksaan Foreigndi body entering into or though Salah eye 3. W44.0 16,27 8,44 -48,09 or natural orifice ini adalah waktu 4.pemeriksaan yanghaemorrhage cukup lama karena bayi H11.3 Conjunctival 8,53 yang 3,89 akan -54,43diperiksa harus 5. T15.0 Foreign body in cornea 6,60 3,89 -41,08 W22.0 Strikingdahulu. against or struck by other objects 6,00 4,56 -24,07 dilakukan dilatasi6.pupil terlebih Lamanya waktu tunggu dapat menjadi salah satu 7. H21.0 Hyphaema 5,33 3,00 -43,75 Hordeolum and other deep inflammation faktor risiko penyebaran ruang-100,00 tunggu serta ruang 8. H00.0penyakit di ruang tunggu pasien. Saat 4,87 ini 0,00 of eyelid (abscess, furuncle , stye) 9. H16 -65,75 pemeriksaan skrining ROP Keratitis masih bersatu dengan seluruh 4,87 pasien 1,67 unit Pediatrik Oftalmologi 10. T26.1 Burn of cornea and conjunctival sac 4,47 4,11 -7,96

dan Strabismus, belum ada pemisahan khusus bagi bayi prematur yang lebih rentan tertular penyakit. Contoh data lamanya waktu tunggu pasien bayi prematur dapat dilihat pada ilustrasi gambar berikut ini:

24


Kasus 1. Skrining ROP Waktu pemeriksaan dari mulai pasien datang ke RS Mata Cicendo sampai selesai pemeriksaan : - Pasien datang

: 07.30 WIB

- Pendaftaran

: 09.30 WIB

- Terima berkas

: 12.00 WIB

- Asessmen awal perawat

: 12.15 WIB

- Periksa dokter 1

: 13.37 WIB

- Dilatasi Pupil

: 13.45 – 15.00 WIB

- Periksa dokter konsulen

: 15.16 WIB

- Pemeriksaan selesai

: 15.30 WIB

Gambar 5. Contoh Kasus Lamanya Waktu Tunggu Pemeriksaan Skrining ROP14 Kendala lain dalam pelaksanaan skrining ROP ini adalah kurangnya pengetahuan masyarakat akan ROP dan bahaya yang ditimbulkan akibat ROP. Tidak sedikit pasien yang datang sudah terlambat sehingga tidak dapat dilakukan penanganan apapun. Selain itu alat pemeriksaan skrining ROP tidak dimiliki oleh semua dokter mata serta tenaga dokter spesialis mata yang kompeten untuk melakukan skrining ROP juga terbatas. 3.4 Analisis Penyebab Isu Melihat permasalahan dalam isu ini, maka dilakukan analisis penyebab belum optimalnya pelayanan skrining ROP di RS Mata Cicendo Bandung dengan menggunakan metode fishbone seperti terlihat pada gambar di bawah ini.

25


FISHBONE DIAGRAM MAN

Kurangnya pengetahuan pemeriksaan mata bayi prematur

Tidak semua dokter mata memiliki alat pemeriksan ROP

Kurangnya pengetahuan bahaya ROP

Bayi prematur tidak dirujuk untuk pemeriksaan mata Belum ada kerjasama dengan ruang perawatan bayi rumah sakit tertentu

ENVIRONMENT

MATERIAL

MACHINE

Belum ada pemisaahan ruang tunggu khusus bagi bayi prematur Edukasi pemeriksaan ROP masih sedikit

Terbatasnya alat pemeriksan ROP

Belum adanya alur pelayanan skrining ROP Terbatasnya dokter spesialis mata yang kompeten memeriksa ROP

MEASURMENT

Waktu tunggu pemeriksaan ROP cukup panjang Skrining ROP masih bersatu dengan layanan pemeriksaan lain

Belum Optimalnya Pelayanan Skrining ROP di Unit Pediatrik Oftalmologi dan Strabismus PMN RS Mata Cicendo Tahun 2021

METHOD

Gambar 6. Analisis Fishbone 3.5 Analisis Dampak Berdasarkan analisis penyebab isu belum optimalnya pelayanan skrining ROP, maka dampak yang akan terjadi jika isu tidak ditangani adalah: -

Lamanya waktu tunggu pemeriksaan ROP merupakan faktor risiko bayi prematur tertular penyakit

-

Pemeriksaan skrining ROP dapat menjadi tidak efektif dan efisien akibat lamanya waktu tunggu pasien

-

Kurangnya pengetahuan menyebabkan semakin banyak pasien ROP yang tidak diperiksa

-

Kurangnya rujukan pemeriksaan mata untuk bayi prematur dari dokter anak dapat menyebabkan keterlambatan skrining ROP

-

Keterlambatan skrining menyebabkan keterlambatan penatalaksanaan bayi dengan ROP

-

Angka kebutaan bayi prematur dapat meningkat dengan banyaknya bayi prematur yang tidak diperiksa.

3.6 Gagasan Alternatif Pemecahan Isu Gagasan alternatif pemecahan isu belum optimalnya pelaksanaan skrining ROP adalah dengan Membuat Layanan Khusus Skrining ROP di Pusat Mata Nasional Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung melalui kegiatan sebagai berikut: -

Menyusun tim kerja dan mengadakan rapat perencanaan Layanan Khusus Pemerikasaan Skrining ROP

26


-

Membuat alur layanan khusus skrining ROP

-

Menyiapkan bahan sosialisasi Layanan Khusus Skrining ROP

-

Sosialisasi Layanan Khusus Skrining ROP Internal Rumah Sakit dan Eksternal pada masyarakat

-

Uji Coba Pelaksanaan Layanan Khusus Pemeriksaan Skrining ROP

-

Evaluasi kegiatan dan pelaporan rangkaian kegiatan

27


3.7 Matriks Gagasan Pemecahan Isu Unit Kerja

: Pediatrik Ofralmologi dan Strabismus PMN RS Mata Cicendo

Isu yang diangkat

: Belum optimalnya pelayanan skrining ROP di Unit Pediatrik Oftalmologi dan Strabismus

Gagasan Pemecahan Isu

: Pembuatan Layanan Khusus Skrining ROP di Unit Pediatrik Oftalmologi dan Strabismus Pusat Mata Nasional Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung

Tabel 3. Matriks Gagasan Pemecahan Isu No.

Kegiatan

Tahapan Kegiatan

Output/ Hasil

Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan

Kontribusi Terhadap Visi/ Misi Organisasi

Penguatan Nilai Organisasi

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

1

Menyusun tim kerja dan rapat perencanaan Layanan Khusus Pemerikasaan Skrining ROP

1. Mendiskusikan rencana kegiatan dengan mentor dan unit kerja 2. Membentuk tim kerja 3. Menentukan hari khusus layanan skrining ROP 4. Merencanakan rapat rutin pembahasan progresifitas kegiatan

Terbentuknya Tim Kerja Skrining ROP & Penetapan hari khusus skrining ROP oleh Kepala KSM Pediatrik Oftalmologi dan Strabismus

- Saya menyusun tim kerja dan rencana kegiatan berdasarkan fakta di lapangan serta menunjukkan intergritas terhadap instansi. (Akuntabilitas) - Kemudaian kami saling berdiskusi dan bermusyawarah dalam membahas rangkaian kegiatan. (Nasionalisme) - Rencana kegiatan disampaikan dengan

Sejalan dengan Misi PMN RS Mata Cicendo "Eye Care" yang berarti memberikan pelayanan mata, kegiatan ini merupakan pelayanan terhadap bayi prematur yang akan dilakukan di unit Pediatrik Oftalmologi dan Strabismus.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan penguatan terhadap tata nilai PMN RS Mata Cicendo yaitu Visioner dan Integritas, - Visioner yang memiliki arti Setiap pegawai PMN RS Mata Cicendo Bandung senantiasa memiliki pandangan ke depan yang mampu memenuhi harapan masyarakat

Dokumen pendukung: - Undangan rapat internal - Daftar hadir rapat - Notulensi yang berisi rencana kerja, jadwal rapat rutin dan daftar tim kerja

28


2

3

Membuat alur layanan khusus skrining ROP

Menyiapkan Bahan Sosialisasi Layanan Khusus Skrining ROP

- Daftar Tim Kerja dan rencana hari khusus skrining ROP yang ditetapkan oleh Kepala KSM Pediatrik Oftalmologi dan Strabismus - Foto Kegiatan rapat

santun dan cermat. (Etika Publik) - Penyebab masalah diadakannya kegiatan ini disampaikan secara jujur terhadap masalah yang ada tanpa ada konflik kepentingan. (Anti Korupsi)

- Alur pelayanan khusus skrining ROP yang disahkan oleh Direktur Utama PMN RS Mata Cicendo

- Saya bermusyawarah dengan tim kerja dan kepala KSM mengenai pembuatan alur. (Nasionalisme) - Saya bertanggung jawab terhadap pembuatan alur pelaksanaan yang jelas. (Akuntabilitas) - Saya membuat alur pelayanan sesuai keilmuan terkini dan menjaga reputasi institusi. (Etika Publik) - Saya juga menyusun alur layanan yang berorientasi pada mutu pelayanan. (Komitmen Mutu)

Sejalan dengan Misi PMN RS Mata Cicendo "Eye Care" yang berarti memberikan pelayanan mata, kegiatan ini merupakan pelayanan terhadap bayi prematur yang akan dilakukan di unit Pediatrik Oftalmologi dan Strabismus.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan penguatan terhadap tata nilai PMN RS Mata Cicendo yaitu Inovatif yang berarti mempunyai ide atau gagasan baru serta berorientasi untuk memberikan solusi yang optimal untuk memenuhi kebutuhan pasien

- Saya menyusun bahan sosialisasi secara kreatif dan berorientasi pada mutu pelayanan. (Komitmen Mutu)

Sejalan dengan Misi PMN RS Mata Cicendo "For Everyone Seeing Better World"

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan penguatan terhadap tata nilai PMN RS

1. Mendiskusikan alur layanan skrining ROP dengan ketua KSM dan unit kerja 2. Pembuatan draft alur layanan khusus skrining ROP 3. Menyampaikan draft alur layanan khusus skrining ROP ke Koordinator Bidang Pelayanan Medik dan Keperawatan untuk disahkan Direktur Utama PMN RS Mata Cicendo

Dokumen pendukung: - Draft alur - Bukti pengesahan alur layanan khusus skrining ROP - Alur yang telah disahkan direktur - Foto kegiatan diskusi

1. Menyiapkan materi untuk sosialisasi internal dan eksternal 2. Menyiapkan undangan dan jadwal sosialisasi internal

- Undangan Sosialisasi Internal Rumah Sakit mengenai Layanan Khusus Skrining

- Integritas yang berarti setiap pegawai PMN RS Mata Cicendo Bandung secara konsisten bertanggung jawab menjaga kredibilitas institusi

29


dengan direksi dan instasi terkait di dalam PMN RS Mata Cicendo 3. Membuat infografis layanan skrining ROP untuk ditayangkan di media sosial sebagai bahan sosialisasi eksternal ke masyarakat 4. Menyiapkan jadwal dan materi talk show mengenai skrining ROP

4

Sosialisasi Layanan Khusus Skrining ROP internal rumah sakit dan eksternal pada masyarakat

1. Sosialisasi internal kepada unit terkait mengenai layanan khusus skrining ROP 2. Koordinasi dengan Instalasi Promosi Kesehatan dan Pemasaran terkait penyebaran informasi Skrining ROP pada masyarakat 3. Penyebaran informasi layanan khusus skrining ROP melalui media sosial 4. Talk Show mengenai layanan skrining ROP

ROP dengan unit terkait - Infografis layanan skrining ROP - Adanya jadwal dan materi talk show Dokumen pendukung: - Undangan sosialisasi internal - Draft infografis layanan Skrining ROP - Draft jadwal dan materi talk show mengenai skrining ROP Terlaksananya kegiatan sosialiasasi internal dan eksternal Dokumen pendukung: - Foto rapat sosialisasi internal kepada direksi dan unit terkait mengenai layanan khusus skrining ROP - Foto infografis di media sosial - Foto dan video kegiatan talk show

- Penyusunan bahan sosialisasi ini dilakukan sebagai salah satu bentuk tanggung jawab kepada publik serta harus disampaikan dengan kata-kata santun.(Etika publik) - Sosialisasi ini disampaikan atas rasa kepedulian terhadap sesama. (Anti Korupsi)

yang berarti memberikan pelayanan mata kepada setiap lapisan masyarakat tanpa adanya diskriminatif agar dapat melihat dunia dengan lebih baik.

- Sosialisasi ini dilakukan sebagai salah satu bentuk tanggung jawab kepada publik serta harus disampaikan dengan kata-kata santun.(Etika publik) - Kegiatan sosialisasi dibuat secara kreatif dan inovatif. (Komitmen mutu) - Bermusyawarah mufakat saat melaksanakan sosialisasi internal. (Nasionalisme)

Sejalan dengan Misi PMN RS Mata Cicendo "For Everyone Seeing Better World" yang berarti memberikan pelayanan mata kepada setiap lapisan masyarakat tanpa adanya diskriminatif agar dapat melihat dunia dengan lebih baik.

Mata Cicendo yaitu Proaktif dan Inovatif, - Proaktif yang berarti selalu peka dan aktif untuk mengidentifikasi kebutuhan pelanggan atau pasien sesuai dengan perkembangan zaman Inovatif berarti mempunyai ide atau gagasan baru dan berorientasi untuk memberikan solusi yang optimal untuk memenuhi kebutuhan pasien Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan penguatan terhadap tata nilai PMN RS Mata Cicendo yaitu Proaktif dan Inovatif, - Proaktif yang berarti selalu peka dan aktif untuk mengidentifikasi kebutuhan pelanggan atau pasien sesuai dengan

30


di PMN RS Mata Cicendo

5

Uji Coba Pelaksanaan Layanan Khusus Pemeriksaan Skrining ROP

1. Mempersiapkan ruang tunggu khusus bagi bayi prematur 2. Menyiapkan ruangan pemeriksaan dan peralatan skrining ROP 3. Melakukan uji coba pelaksanaan layanan khusus skrining ROP sesuai alur pelayanan yang sudah dibuat 4. Masukan dan saran untuk perbaikan alur pelayanan (jika ada)

- Tersedianya ruang tunggu khusus bayi prematur - Tersedianya ruangan pemeriksaan dan peralatan skrining ROP - Terlaksananya uji coba Layanan Khusus Pemeriksaan Skrining ROP sesuai alur - Masukan dan saran kegiatan uji coba Dokumen pendukung: - Foto dan video pelaksanaan uji coba layanan khusus skrining ROP

- Sosialisasi ini disampaikan atas rasa kepedulian terhadap sesama. (Anti Korupsi) - Saya membuat kegiatan sosialisasi yang menggambarkan transparansi kegiatan serta menunjukkan integritas terhadap institusi. (Akuntabilitas) - Saya memimpin pelaksanaan kegiatan serta bertanggung jawab memastikan kegiatan berjalan baik, lancar dan konsisten. (Akuntabilitas) - Saya membuat suasana kerja yang harmonis dengan saling membantu antar rekan kerja saat pelaksaanaan kegiatan. (Nasionalisme) - Saya berlaku santun, ramah dan tulus saat pelaksanaan kegiatan. (Etika Publik) - Kegiatan pelayanan dilaksanakan dengan berorientasi pada mutu pelayanan. (Komitmen Mutu) - Saya berlaku jujur dan peduli akan kondisi pasien saat

perkembangan zaman - Inovatif berarti mempunyai ide atau gagasan baru dan berorientasi untuk memberikan solusi yang optimal untuk memenuhi kebutuhan pasien Sejalan dengan Visi PMN RS Mata Cicendo “To be Excellence Eye Care”, diharapkan dengan adanya kegiatan ini, RS Mata Cicendo dapat menjadi tempat pelayanan skrining ROP dengan kualitas prima.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan penguatan terhadap tata nilai PMN RS Mata Cicendo yaitu Profesional. Profesional berarti berkomitmen untuk bekerja tuntas, cerdas, dan akurat atas dasar kompetensi terbaik dengan penuh tanggung jawab.

31


6

Evaluasi dan pelaporan rangkaian kegiatan

1. Pengumpulan data kegiatan 2. Evaluasi rangkaian kegiatan uji coba pelaksanaan layanan khusus skrining ROP 3. Perbaikan alur pelayanan sesuai masukan dan saran 4. Penyusunan Laporan Kegiatan pelaksanaan layanan khusus skrining ROP

- Terlaksananya kegiatan evaluasi - Perbaikan alur sesuai masukan dan saran (jika ada) - Adanya Laporan Kegiatan dan Evaluasi Dokumen pendukung: - Undangan rapat evaluasi - Daftar Hadir - Notulensi evaluasi - Alur yang diperbaiki (jika ada) - Laporan Kegiatan dan Evaluasi

-

-

-

-

pelaksanaan kegiatan. (Anti Korupsi) Saya memaparkan data hasil uji coba dengan jelas dan transparan. (Akuntabilitas) Jika ada perbaikan alur kegiatan dibuat secara efektif dan efisien. (Komitmen mutu) Saya berlaku jujur tidak melebih-lebihkan atau mengurangi data yang ada. (Anti korupsi) Kemudian saya Menyusun laporan kegiatan dan evaluasi menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. (Nasionalisme)

Sejalan dengan Misi PMN RS Mata Cicendo “To be Excellence Eye Care”, diharapkan dengan adanya kegiatan ini, RS Mata Cicendo dapat menjadi tempat pelayanan skrining ROP dengan kualitas pelayanan prima.

Penguatan terhadap tata nilai PMN RS Mata Cicendo yaitu Istiqomah. Istiqomah berarti mempunyai pendirian dalam menyikapi segala hambatan, masalah yang dihadapi, dapat membuat keputusan secara bijaksana dengan mengutamakan kepuasan pelanggan atau pasien.

32


3.8

Jadwal Rencana Kegiatan Berdasarkan tahapan kegiatan yang disusun sebagai gagasan pemecahan isu, maka

disusun jadwal rencana kegiatan seperti tabel di bawah ini. Tabel 4. Jadwal Rencana Kegiatan No

Kegiatan

Tahapan Kegiatan

Waktu September 2

1

2

3

4

Menyusun tim kerja dan rapat perencanaan Layanan Khusus Pemerikasaan Skrining ROP

Membuat alur layanan khusus skrining ROP

Menyiapkan Bahan Sosialisasi Layanan Khusus Skrining ROP

Sosialisasi Layanan Khusus Skrining

Mendiskusikan rencana kegiatan dengan mentor dan unit kerja

Ö

Membentuk tim kerja

Ö

Menentukan hari khusus layanan skrining ROP Merencanakan rapat rutin untuk membahas progresifitas kegiatan Mendiskusikan alur layanan skrining ROP dengan ketua KSM dan unit kerja Pembuatan draft alur layanan khusus skrining ROP Menyampaikan draft alur layanan khusus skrining ROP ke Koordinator Bidang Pelayanan Medik dan Keperawatan untuk disahkan Direktur Utama PMN RS Mata Cicendo Menyiapkan materi untuk sosialisasi internal dan eksternal

Ö

Menyiapkan undangan dan jadwal sosialisasi internal dengan direksi dan instasi terkait di dalam PMN RS Mata Cicendo Membuat infografis layanan skrining ROP untuk ditayangkan di media sosial sebagai bahan sosialisasi eksternal ke masyarakat Menyiapkan jadwal dan materi talk show mengenai skrining ROP Sosialisasi internal kepada unit terkait mengenai layanan khusus skrining ROP

3

4

Oktober 5

1

2

Ö Ö Ö Ö

Ö Ö

Ö

Ö Ö

33


ROP internal rumah sakit dan eksternal pada masyarakat

5

6

Pelaksanaan Uji Coba Layanan Khusus Pemeriksaan Skrining ROP

Evaluasi dan pelaporan rangkaian kegiatan

Koordinasi dengan Tim Humas mengenai penyebaran informasi Skrining ROP pada masyarakat melalui media sosial Penyebaran informasi layanan khusus skrining ROP melalui media sosial Pembuatan Live Instagram mengenai layanan skrining ROP di PMN RS Mata Cicendo Mempersiapkan ruang tunggu khusus bagi bayi prematur Menyiapkan ruangan pemeriksaan dan peralatan skrining ROP Melakukan uji coba pelaksanaan layanan khusus skrining ROP sesuai alur pelayanan yang sudah dibuat Masukan dan saran untuk perbaikan alur pelayanan (jika ada) Pengumpulan data kegiatan Evaluasi rangkaian kegiatan uji coba pelaksanaan layanan khusus skrining ROP Perbaikan alur pelayanan sesuai masukan dan saran Pembuatan laporan kegiatan pelaksanaan layanan khusus skrining ROP

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö Ö

34


BAB IV LAPORAN AKTUALISASI 4.1

Pelaksanaan Aktualisasi Kegiatan aktualisasi dilakukan dari tanggal 9 September 2021 sampai dengan 15

Oktober 2021 bertempat di Poliklinik Pediatrik Oftalmologi dan Strabismus Pusat Mata Nasional Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung. Pelaksanaan aktualisasi dilakukan selama 5 minggu. Seluruh rangkaian kegiatan dapat dilaksanakan sesuai time table yang telah diajukan saat rancangan aktualisasi. Waktu pelaksanaan dan realisasi kegiatan terlihat pada tabel 5 dibawah ini. Tabel 5. Daftar Kegiatan dan Waktu Pelaksanaan Aktualisasi No 1.

2.

Kegiatan

Jadwal Pelaksanaan

Keterangan

Menyusun tim kerja dan rapat perencanaan Layanan Khusus Pemerikasaan Skrining ROP

10 September 2021

Terlaksana

Membuat alur layanan khusus skrining ROP

13 – 24 September Terlaksana

Sesuai jadwal yang direncanakan 2021

Kurang sesuai jadwal yang direncanakan

3.

Menyiapkan Bahan Sosialisasi Layanan Khusus Skrining ROP

20 – 24 September Terlaksana 2021

Sesuai jadwal yang direncanakan

4.

5.

6.

Sosialisasi Layanan Khusus Skrining ROP internal rumah sakit dan eksternal pada masyarakat

22 September – 15 Terlaksana sesuai

Pelaksanaan Uji Coba Layanan Khusus Pemeriksaan Skrining ROP

30 September 2021, 7 Terlaksana sesuai

Evaluasi dan pelaporan rangkaian kegiatan

Oktober 2021

jadwal yang direncanakan

Oktober 2021,

jadwal yang

15 Oktober 2021

direncanakan

11 – 15 Oktober 2021

Terlaksana sesuai jadwal yang direncanakan

35


4.2

Hasil Aktualisasi dan Pembahasannya Pelaksanaan aktualisasi terbagi menajadi 6 kegiatan yang dilakukan selama 5 minggu.

Masing-masing kegiatan memiliki tahapan kegiatan masing-masing yang akan diuraikan dibawah. A. Kegiatan 1. Menyusun tim kerja dan rapat perencanaan Layanan Khusus Pemerikasaan Skrining ROP Tahapan Kegiatan: 1. Mendiskusikan rencana kegiatan dengan mentor dan unit kerja 2. Membentuk tim kerja 3. Menentukan hari khusus layanan skrining ROP 4. Merencanakan rapat rutin pembahasan progresifitas kegiatan Pelaksanaan Kegiatan: Minggu ke-2 Bulan September Rapat kegiatan pendahuluan dilakukan satu kali pada tanggal 10 September 2021. Output : Terbentuknya Tim Kerja Skrining ROP & Penetapan hari khusus skrining ROP Uraian Kegiatan : - Mendiskusikan rencana kegiatan dengan mentor dan unit kerja saat rapat pendahuluan untuk membentuk tim kerja, menentukan hari khusus layanan skrining ROP dan perencanaan kegiatan.

36


-

Dari hasil rapat terbentuk tim kerja, penetapan hari khusus layanan yaitu hari Kamis setiap minggunya, alur skrining serta serta rencana rapat rutin yang tertuang pada notulensi rapat berikut ini: Sebagai Langkah awal, dibentuk Daftar Tim Kerja internal dari staf unit PO-

PUSAT MATA NASIONAL RUMAH SAKIT MATA CICENDO BANDUNG KSM PEDIATRIK OFTALMOLOGI DAN STRABISMUS

Strabismus sebagai berikut:

Jalan Cicendo No 4 Telepon (022) 4231280/81 Faksimile (022) 4201962 Website: www.cicendoeyehospital.org Email: komitemuturscicendo@gmail.com

-

Penanggung Jawab : dr. Sesy Caesarya SpM(K) dan Dr. Irawati Irfani, dr., SpM(K), MKes

-

NOTULENSI Rapat Pertemuan

Rapat Koordinasi Unit terkait layanan ROP

Hari/Tanggal

Jumat, 10 September 2021

Tempat

Aula Lantai IV Gedung B

Waktu

Tim Dokter : dr. Primawita Oktarima, SpM(K), MKes; dr. Mayasari Wahyu, SpM(K), MKes; Dr. Feti Karfiati, dr., SpM(K), MKes, dokter spesialis anak, dokter residen yang sedang stase di Unit PO-Strabismus.

-

Tim Perawat : Andri Rusbayanti, S.Kep.Ners dan Yulinar Indriyani, AMK

-

Pendaftaran : Nadia Permata Putri

15.00 – 16.00 WIB

-

Unit lain terkait : Instalasi Rekam Medis dan Instalasi Promkes & Pemasaran

Pimpinan Rapat

Dr. Irawati Irfani, dr., SpM(K), MKes

Rapat koordinasi rutin layanan khusus skrining ROP : Setiap Hari Jumat setiap

Jumlah Anggota Rapat

11 anggota

minggu Timeline kegiatan :

Pembahasan kasus layanan ROP saat ini terkendala lamannya waktu tunggu pasien,

-

contoh 2 kasus pasien bayi prematur baru pada layanan hari senin 6/9/21. Orangtua

Minggu ke 3 September : Pembuatan Alur Layanan, sosialisasi internal RS, pengajuan alur layanan ke direksi melalui koordinator bidang pelayanan medik

mengatakan sudah datang ke RS Cicendo dari pukul 07.00 WIB, namun pasien baru diperiksa dokter diatas jam 13.00, selesai dilatsi pupil sekitar pukul 15.00. Bukti tertera dalam eMedical Record sebagai berikut:

-

Minggu ke 4 September : Sosialisasi eksternal oleh Ins. Promkes dan Pemasaran

-

Minggu ke 1 Oktober : Uji Coba Layanan Khusus Skrining ROP

Hal Teknis lain yang perlu diperhatikan dan ditanyakan : -

Alur Pendaftaran Pasien Baru untuk dijadikan Fast Track (ditanyakan ke instalasi Rekam Medis)

Apakah pasien bayi prematur baru bisa mendaftar online 1 hari

sebelumya dan dijadikan very fast track? -

Diskusi dengan koordinator pelayanan medik terkait layanan khusus ini kemudian dibuat alur layanannya

-

Akan dibuat alur layanan skrining ROP kemudian diajukan koordinator pelayanan medik untuk disahkan oleh direksi.

Bandung, 10 September 2021

Mengetahui, Ketua KSM Pediatrik Oftalmologi Hal tersebut dapat menyebabkan proses skrining menjadi tidak efektif. Oleh karena

Notulis,

Dan Strabismus PMN RS Mata Cicendo,

itu, KSM PO-Strabismus mengusulkan adanya “Layanan Khusus Skrining ROP” yang dilaksanakan pada hari tertentu. Diusulkan hari “kamis” sebagai hari khusus kegiatan layanan skrining ROP sebagai upaya percepatan layanan pada bayi prematur. Rencana tempat kegiatan : Lantai 4 gedung B; Aula lantai 4 sebagai ruang tunggu khusus pasien bayi prematur, ruang tindakan kamar 2 sebagai ruang pemeriksaan

Dr.dr. Irawati Irfani, SpM(K)., M.Kes NIP.197709232008122001

Sesy Caesarya, dr., SpM(K) NIP.198504022020122003

khusus skrining ROP pada hari tersebut. Peralatan dan obat yang harus disiapkan : funduskopi indirek; lensa 30D; cutton bud indentor; spekulum bayi; alkohol swab; senter; obat tetes : midriatil 0,5%, efrisel 2,5%, pantocaine 0,5%, artificial tears, antibiotik tetes.

Penerapan Nilai Dasar

Dokumentasi :

- Saya menyusun tim kerja dan rencana kegiatan yang menunjukkan integritas berdasarkan fakta di lapangan bahwa belum optimalnya pelayanan skrining ROP di unit kami. (Akuntabilitas) - Rencana kegiatan disampaikan kepada tim secara santun dan cermat. (Etika Publik) - Penyebab masalah disampaikan secara jujur tanpa ada konflik kepentingan. (Anti Korupsi) - Kemudaian kami saling berdiskusi dan bermusyawarah untuk membahas rangkaian kegiatan, pembentukan tim kerja serta penetapan hari kamis sebagai hari khusus layanan. (Nasionalisme) Kontribusi Visi Misi dan Penguatan Nilai Organisasi: Kegiatan ini sejalan dengan Misi PMN RS Mata Cicendo "Eye Care" yang berarti memberikan pelayanan mata, kegiatan ini merupakan pelayanan terhadap bayi prematur yang akan dilakukan di unit Pediatrik Oftalmologi dan Strabismus.

37


Kegiatan ini juga diharapkan dapat memberikan penguatan terhadap tata nilai PMN RS Mata Cicendo yaitu Visioner dan Integritas. Visioner yang memiliki arti Setiap pegawai PMN RS Mata Cicendo Bandung senantiasa memiliki pandangan ke depan yang mampu memenuhi harapan masyarakat. Integritas yang berarti setiap pegawai PMN RS Mata Cicendo Bandung secara konsisten bertanggung jawab menjaga kredibilitas institusi. Analisis Dampak: Pada tahapan kegiatan pertama ini nilai ANEKA yang dominan adalah nasionalisme dan etika publik, jika tidak diterapkan maka rencana kerja tidak tersampaikan dengan baik, tidak akan terbentuk tim kerja yang solid dan dapat bekerjasama serta akan sulit dalam menentukan hari khusus layanan skrining ROP karena banyaknya konflik kepentingan. Kendala: Kegiatan ini berjalan sesuai dengan jadwal yang direncanakan dan tidak ditemui kendala dalam pelaksanaannya. Manfaat Kegiatan: - Bagi peserta adalah mengaktualisasikan mata pelatihan latsar yang dipelajari sebagai inovasi dalam memberikan pelayanan. - Bagi unit kerja dan instansi, kegiatan ini adalah langkah awal untuk membuat layanan khusus skrining ROP di Unit Pediatrik Oftalmologi dan Strabismus Pusat Mata Nasional Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung

B. Kegiatan 2. Membuat alur layanan khusus skrining ROP Tahapan Kegiatan: 1.

Mendiskusikan alur layanan skrining ROP dengan ketua KSM dan unit kerja

2.

Pembuatan draft alur layanan khusus skrining ROP

3.

Menyampaikan draft alur layanan khusus skrining ROP ke Koordinator Bidang Pelayanan Medik dan Keperawatan untuk disahkan Direktur Utama PMN RS Mata Cicendo

Pelaksanaan Kegiatan: Minggu ke-3 dan ke-4 Bulan September

Output : Alur layanan khusus skrining ROP yang disahkan oleh Direktur Utama PMN RS Mata Cicendo

38


Foto Kegiatan Koordinasi Pembuatan Alur : 1.

Konsultasi dengan Mentor yang merupakan Ketua KSM Pediatrik Oftalmologi dan Strabismus

Uraian Kegiatan : - Saya mendiskusikan pembuatan alur layanan dengan ketua KSM dan unit kerja untuk membuat draft alur layanan khusus skrining ROP. 2.

Konsultasi dengan Subkoordinator Pelayanan Medik

- Draft alur tersebut diserahkan ke Koordinator Bidang Pelayanan Medik dan Keperawatan untuk disahkan PMN RS Mata Cicendo 3. Konsultasi dengan Koordinator Pelayanan Medik,Direktur Keperawatan Utama dan Penunjang 2.

Konsultasi dengan Subkoordinator Pelayanan Medik

Penerapan Nilai Dasar -

Saya bermusyawarah dengan kepala KSM dan bagian pelayanan mengenai pembuatan alur. (Nasionalisme)

- Saya juga membuat alur pelayanan sesuai keilmuan terkini (etika Publik) serta berorientasi pada mutu pelayanan. (Komitmen Mutu) - Kemudian saya bertanggung jawab terhadap pembuatan alur pelaksanaan yang jelas serta menyerahkannya kepada pimpinan instansi untuk disahkan. (Akuntabilitas)

39


Kontribusi Visi Misi dan Penguatan Nilai Organisasi: Sejalan dengan Misi PMN RS Mata Cicendo "Eye Care" yang berarti memberikan pelayanan mata, kegiatan ini merupakan pelayanan terhadap bayi prematur yang akan dilakukan di unit Pediatrik Oftalmologi dan Strabismus. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan penguatan terhadap tata nilai PMN RS Mata Cicendo yaitu Inovatif yang berarti mempunyai ide atau gagasan baru serta berorientasi untuk memberikan solusi yang optimal untuk memenuhi kebutuhan pasien. Kendala kegiatan 2 adalah waktu pengesahan Alur Layanan Skrining ROP lebih lama dari target karena kesibukan pimpinan instansi. Analisis Dampak Pada tahapan kegiatan ini nilai aneka yang dominan diterapkan adalah nasionalisme dan komitmen mutu, tanpa nilai tersebut maka tidak akan tercipta musyawarah mufakat dalam pembuatan Alur Layanan Khusus Skrining ROP serta pembuatan alur juga tidak akan berorientasi pada mutu pelayanan. Kendala: Kegiatan ini kurang berjalan sesuai dengan jadwal yang direncanakan karena waktu pengesahan Alur Layanan Skrining ROP oleh direksi lebih lama dari target karena kesibukan pimpinan instansi. Manfaat Kegiatan: - Bagi peserta adalah mengaktualisasikan mata pelatihan latsar yang dipelajari sebagai inovasi dalam memberikan pelayanan skrining ROP. - Bagi unit kerja dan instansi, kegiatan aktualisasi pembuatan Alur Layanan Khusus Skrining ROP, layanan ini memisahkan pemeriksaan bayi prematur dengan pasien anak lainnya sehingga diharapkan pelayanan skrining bayi prematur dapat lebih cepat, efektif dan efisien.

C. Kegiatan 3. Menyiapkan Bahan Sosialisasi Layanan Khusus Skrining ROP Tahapan Kegiatan: 1.

Menyiapkan materi untuk sosialisasi internal dan eksternal

2.

Menyiapkan undangan dan jadwal sosialisasi internal dengan direksi dan instasi terkait di dalam PMN RS Mata Cicendo

3.

Membuat infografis layanan skrining ROP untuk ditayangkan di media sosial sebagai bahan sosialisasi eksternal ke masyarakat

4.

Menyiapkan jadwal dan materi talk show mengenai skrining ROP

Pelaksanaan Kegiatan: Minggu ke-4 Bulan September

40


Output : - Materi sosialisasi internal dan eksternal - Undangan Sosialisasi Internal Rumah Sakit mengenai Layanan Khusus Skrining ROP dengan direksi dan unit terkait - Infografis layanan skrining ROP - Adanya jadwal dan materi talk show Urian Kegiatan : - Menyiapkan bahan untuk sosialisasi internal dan eksternal dalam bentuk pembuatan power point.

Pembuatan Materi Sosialisasi 1. Sosialisasi Internal Rumah Sakit

2. Sosialisasi Eksternal Untuk Masyarakat

41


-

Menyiapkan undangan dan jadwal sosialisasi internal dengan direksi dan instasi terkait di dalam PMN RS Mata Cicendo

Draft Infografis Layanan Skrining ROP danROP Rencana Talkshow - Membuat infografis layanan skrining untuk ditayangkan di media sosial sebagai

bahan sosialisasi eksternal ke masyarakat

1. Infografis

2. Talkshow

42


-

Menyiapkan jadwal dan materi talk show mengenai skrining ROP

Materi Bincang Mata Topik : Seputar Kesehatan Mata Anak dan Skrining ROP Waktu Pelaksanaan : Rabu, 29 September 2021 Pukul 14.30 – 15.30 WIB Narasumber : dr. Sesy Caesarya, SpM(K) 1. Apa itu ROP? kelainan pembuluh darah retina yang dapat terjadi pada bayi prematur Pembuluh darah retina tumbuh sempurna pada usia 40 minggu kehamilan. Pada kondisi prematur, perkembangan vaskular retina tersebut tidak berjalan dengan sempurna 2. Siapa saja yang berisiko terkena ROP? bayi dengan berat badan lahir ≤ 1500 gram atau usia gestasi ≤ 30 minggu, serta bayi yang memiliki faktir risiko seperti mendapat suplementasi oksigen selama beberapa hari, hipotensi, terdapat riwayat transfusi darah dan sepsis. 3. Bagaimana cara mengenali ROP? ROP hanya bisa dikenali dengan deteksi dini yang dilakukan oleh dokter spesialis mata terlatih dengan peralatan khusus proses ini dinamakan skrining ROP. 4. Mengapa perlu dilakukan skrining ROP? ROP menjadi penyebab utama kebutaan yang dapat dicegah pada anak-anak dan memiliki dampak gangguan penglihatan yang signifikan. Tidak semua kejadian ROP berbahaya, sebagian bersifat ringan dan tidak membutuhkan penanganan. Pada stadium ROP lanjut, dapat menyebabkan ablasio retina atau lepasnya lapisan neurosensory retina yang akan menyebabkan kebutaan. 5. Kapan harus dilakukan skrining ROP? Pada bayi yang lahir kurang dari 30 minggu, pemeriksaan pertama sebaiknya dilakukan 4 minggu setelah lahir. Sedangkan bayi yang lahir lebih dari 30 minggu pemeriksaan dilakukan 2 minggu setelah lahir. Setiap bayi prematur harus dilakukan skrining ROP minimal satu kali. 6. Bagaimana penatalaksanaan bayi dengan ROP? Tidak semua kasus ROP membutuhkan terapi, pada kasus retina imatur atau kondisi ringan dapat mengalami regresi spontan, namun pada ROP stadium lanjut, terapi harus dilakukan dengan cepat. Modalitas terapi yang dapat diberikan kepada bayi prematur yang mengalami ROP yaitu, terapi krioterapi, fotokoagulasi laser, injeksi intravitreal anti-VEGF, dan operasi vitrektomi pada kasus lanjut. 7. Info mengenai Skrining ROP di PMN RS Mata Cicendo Pemeriksaan Skrining ROP dapat dilakukan di Poliklinik PO-Strabismus PMN RS Mata Cicendo, Poliklinik Regular. Layanan khusus skrining ROP diadakan pada hari Kamis. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi CP Skrining ROP : Dika.

Penerapan Nilai Dasar - Saya menyusun bahan sosialisasi internal dan eksternal dengan jelas dan transparan. (Anti Korupsi) - Saya menyusun draft sosialisasi secara kreatif, inovatif dan berorientasi pada mutu pelayanan. (Komitmen Mutu) - Penyusunan draft sosialisasi ini dilakukan sebagai salah satu bentuk tanggung jawab kepada publik sehingga harus disampaikan dengan kata-kata santun.(Etika publik)

Kontribusi Visi Misi dan Penguatan Nilai Organisasi: Sejalan dengan Misi PMN RS Mata Cicendo "Eye Care" yang berarti memberikan pelayanan mata, kegiatan ini merupakan pelayanan terhadap bayi prematur yang akan dilakukan di unit Pediatrik Oftalmologi dan Strabismus. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan penguatan terhadap tata nilai PMN RS Mata Cicendo yaitu Inovatif yang berarti mempunyai ide atau gagasan baru serta berorientasi untuk memberikan solusi yang optimal untuk memenuhi kebutuhan pasien.

43


Analisis Dampak: Pada tahapan kegiatan ini nilai ANEKA yang dominan adalah Akuntabilitas dan Komitmen Mutu, tanpa nilai tersebut bahan sosialisasi yang dibuat tidak jelas, kurang kreatif serta tidak berorientasi pada mutu pelayanan. Kendala: Kegiatan ini berjalan sesuai dengan jadwal yang direncanakan dan tidak ditemui kendala dalam pelaksanaannya. Manfaat Kegiatan: - Bagi peserta adalah dapat menuangkan kreativitasnya agar pelayanan skrining ROP terkoordinasi dengan baik. - Bagi unit kerja dan instansi, kegiatan aktualisasi pembuatan layanan khusus ini diharapkan dapat menjadi salah satu upaya perbaikan berkelanjutan untuk meningkatkan mutu pelayanan.

D. Kegiatan 4. Sosialisasi layanan Khusus Skrining ROP internal rumah sakit dan eksternal pada masyarakat Tahapan Kegiatan: 1. Sosialisasi internal kepada Direksi dan unit terkait mengenai layanan khusus skrining ROP 2. Koordinasi dengan Instalasi Promosi Kesehatan dan Pemasaran terkait penyebaran informasi Skrining ROP pada masyarakat 3. Penyebaran informasi layanan khusus skrining ROP melalui media sosial 4. Talk Show mengenai layanan skrining ROP di PMN RS Mata Cicendo Pelaksanaan Kegiatan: Minggu ke-4 dan 5 Bulan September Sosialisasi internal dilaksanankan tanggal 22 Sepetember 2021 Sosialisasi eksternal dalam bentuk talkshow dilaksanakan tanggal 29 September 2021 Output : Terlaksananya kegiatan sosialiasasi internal dan eksternal Uraian Kegiatan : - Melakukan sosialisasi internal kepada Direksi dan unit terkait mengenai layanan khusus skrining ROP yang dilakukan secara tatap muka dan daring

44


Kehadiran Offline

Dokumentasi :

Kehadiran Online :

- Selanjutnya melakukan koordinasi dengan Instalasi Promosi Kesehatan dan Pemasaran terkait penyebaran informasi Skrining ROP pada masyarakat:

45


-

LAMPIRAN Selanjutnya melakukan penyebaran informasi layanan khusus skrining ROP melalui

media sosial sebagai bentuk eksternal 1. Infografis Layanan Khusus Skrining ROP disosialisasi Instagram RS Mata Cicendo

Draft Infografis Layanan Skrining ROP dan Rencana Talkshow 1. Infografis

- Bentuk selanjutnya dari sosialisasi eksternal adalah melakukan talkshow mengenai layanan khusus skrining ROP Talk show terunggah di youtube: https://m.youtube.com/watch?v=TdrAOtYpGcs&feature=youtu.be 2. Talkshow

46


2.

Pelaksanaan Talkshow Skrining ROP

Talkshow telah diupload di Youtube :

https://m.youtube.com/watch?v=TdrAOtYpGcs&feature=youtu.be

Penerapan Nilai Dasar: -

Saya melakukan sosialisasi internal mengenai layanan khusus skrining ROP kepada Direksi PMN RS Mata Cicendo dan unit terkait dengan penuh tanggung jawab dan berintegritas (Akuntabilitas)

- Kami bermusyawarah mufakat saat kegiatan sosialisasi internal untuk meberikan pelayanan optimal skrining ROP. (Nasionalisme) - Sosialisasi eksternal berupa pembuatan infografis dan talk show dibuat secara kreatif dan inovatif bekerjasama dengan Instalasi Promosi Kesehatan. (Komitmen mutu) - Prosesi talk show disampaikan dengan menunjukkan rasa kepedulian terhadap sesama. (Anti Korupsi) - Sosialisasi internal dan eksternal ini disampaikan dengan kata-kata santun. (Etika publik) Kontribusi Visi Misi dan Penguatan Nilai Organisasi: Sejalan dengan Misi PMN RS Mata Cicendo "For Everyone Seeing Better World" yang berarti memberikan pelayanan mata kepada setiap lapisan masyarakat tanpa adanya diskriminatif agar dapat melihat dunia dengan lebih baik.

47


Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan penguatan terhadap tata nilai PMN RS Mata Cicendo yaitu Proaktif dan Inovatif. Proaktif yang berarti selalu peka dan aktif untuk mengidentifikasi kebutuhan pelanggan atau pasien sesuai dengan perkembangan zaman Inovatif berarti mempunyai ide atau gagasan baru dan berorientasi untuk memberikan solusi yang optimal untuk memenuhi kebutuhan pasien. Analisis Dampak -

Nilai nasionalisme ditunjukkan dengan musyawarah dan saling menghargai pendapat saat melakukan sosialisasi internal, jika nilai tidak diterapkan maka pembuatan layanan khusus skrining ROP banyak mendapat kendala perbedaan pendapat.

-

Nilai komitmen mutu yaitu kreatif dan inovatif ditunjukkan saat melakukan sosialisasi kepada masyarakat, bila tidak diterapkan, maka pesan aktualisasi tidak akan sampai dan masyarakat kurang tertarik akan layanan khusus srining ROP.

Kendala: Tahapan kegiatan ini dilaksanakan sesuai waktu yang direncanakan, namun mendapatkan beberapa kendala yaitu saat melakukan sosialisasi internal, yaitu tidak semua pihak terlibat dapat menghadiri karena rapat dilaksanakan saat jam kerja. Manfaat Kegiatan: - Bagi peserta, dapat menuangkan kreativitas memberikan penjelasan khususnya skrining ROP. - Bagi unit kerja dan instansi, dengan adanya kegiatan sosialisasi internal diharapkan pelayanan skrining ROP dapat lebih efektif dan efisien. Sedangkan sosialisasi eksternal diharapkan dapat menambah jumlah pasien yang akan melaksanakan skrining ROP. - Bagi masyarakat, kegiatan ini dapat menambah pengetahuan dan memberikan informasi akan adanya layanan khusus skrining ROP.

E. Kegiatan 5. Uji Coba Pelaksanaan Layanan Khusus Pemeriksaan Skrining ROP Tahapan Kegiatan: 1. Meyiapkan ruang tunggu khusus bagi bayi prematur 2. Menyiapkan ruangan pemeriksaan dan peralatan skrining ROP 3. Melakukan uji coba pelaksanaan layanan khusus skrining ROP sesuai alur pelayanan yang sudah dibuat 4. Masukan dan saran untuk perbaikan alur pelayanan (jika ada) Pelaksanaan Kegiatan: 1. Minggu ke-5 Bulan September : Kamis, 30 September 2021 2. Minggu ke-1 Bulan Oktober : Kamis, 7 Oktober 2021

48


LAMPIRAN 3. Minggu ke-2 Bulan Oktober : Kamis, 14 Oktober 2021 Output : LAMPIRAN - Tersedianya ruang tunggu khusus bayi prematur

Foto Pelaksanaan Uji Coba Layanan Skrining ROP

- Tersedianya ruangan pemeriksaan dan peralatan skrining ROP Foto Pelaksanaan Uji Coba Layanan Skrining ROP Minggu Ke-2

1. 1.

- Terlaksananya uji coba Layanan Khusus Pemeriksaan Skrining ROP sesuai alur LAMPIRAN Uraian Kegiatan :ruang tunggu khusus pasien bayi prematur Tersedianya

Tersedianya ruang tunggu khusus pasien bayi prematur - Foto Menyiapkan ruangUji tunggu bayi premat Pelaksanaan Coba khusus Layananbagi Skrining ROP

2.

1.

Tersedianya ruang tunggu khusus pasien bayi prematur

2.

Tersedianya ruang pemeriksaan dan peralatan Skrining ROP

- Menyiapkan ruangan pemeriksaan dan peralatan skrining ROP

Tersedianya ruang pemeriksaan dan peralatan Skrining ROP Tersedianya ruang pemeriksaan dan peralatan Skrining ROP

49


3.

Pelaksanaan Skrining ROP sesuai alur - Anamnesis dan penilaian awal

- Melakukan uji coba Layanan Khusus Pemeriksaan Skrining ROP sesuai alur (melakukan pemeriksaan awal, melakukan dilatasi pupil, memeriksa retina dan 3.

Pelaksanaan Skrining ROP sesuai alur

memutuskan penatalaksanaan selanjutnya)

- Dilatasi Pupil

- Anamnesis dan penilaian awal

- Pemeriksaan Retina - Dilatasi Pupil

Catatan jumlah pasien yang dilakukan skrining ROP: Tanggal

Jumlah Pasien

30 September 2021

4 pasien

7 Oktober 2021

2 pasien

14 Oktober 2021

2 pasien

50


-

Mencatat masukan dari Direksi dan Unit terkait terkait alur (saat rapat sosialisasi Internal 22 September 2021) PUSAT MATA NASIONAL RUMAH SAKIT MATA CICENDO BANDUNG KSM PEDIATRIK OFTALMOLOGI DAN STRABISMUS Jalan Cicendo No 4 Telepon (022) 4231280/81 Faksimile (022) 4201962 Website: www.cicendoeyehospital.org Email: komitemuturscicendo@gmail.com

NOTULENSI Rapat Pertemuan

Sosialisasi Internal Layanan Khusus Skrining ROP

Hari/Tanggal

Rabu, 22 September 2021

Tempat

Ruang Rapat Direksi

Waktu

13.00 – 15.00 WIB

Pimpinan Rapat

Direktur Utama PMN RS Mata Cicendo

Pada prinsipnya mendukung inovasi Layanan Khusus Skrining ROP di unit Pediatrik Oftalmologi dan Strabismus Saran : Dilakukan uji coba layanan selama 3 bulan, kemudian dibuat SOP layananya Selama uji coba diperhatikan jumlah pasiennya, apabila banyak, dipertimbangkan jumlah hari layanan khusus ditambah Layanan ini baiknya kedapannya diintegrasikan dengan sistem Rumah Sakit, dari mulai pendaftaran online dan pendaftaran fast tracknya Contact person baiknya jangan hanya 1 orang, semua orang di pendaftaran serta case manager rawat jalan harus mengetahui adanya layanan ini.

Bandung, 22 September 2021 Notulis,

Sesy Caesarya, dr., SpM(K) NIP.198504022020122003

Penerapan Nilai Dasar - Saya memimpin pelaksanaan kegiatan dengan penuh tanggung jawab untuk memastikan kegiatan berjalan baik. (Akuntabilitas) - Saling membantu antar tim kerja, membuat suasana kerja yang harmonis dengan saling membantu antar rekan kerja saat kegiatan uji coba berlangsung. (Nasionalisme) - Saya berlaku santun, ramah dan tulus saat pelaksanaan kegiatan kepada pasien maupun tim kerja. (Etika Publik) - Kegiatan skrining ROP dilakukan sesuai dengan alur berupa pemeriksaan awal, penetesan untuk dilatasi pupil, pemeriksaan retina bayi. Seluruh tahapan dilaksanakan dengan berorientasi pada mutu pelayanan. (Komitmen Mutu) - Satelah itu saya memaparkan hasil pemeriksaan dengan jujur dan peduli terhadap kondisi pasien sesuai temuaan saat pemeriksaan. (Anti Korupsi)

51


Kontribusi Visi Misi dan Penguatan Nilai Organisasi Sejalan dengan Misi PMN RS Mata Cicendo “To be Excellence Eye Care”, diharapkan dengan adanya kegiatan ini, RS Mata Cicendo dapat menjadi tempat pelayanan skrining ROP dengan kualitas pelayanan prima. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan penguatan terhadap tata nilai PMN RS Mata Cicendo yaitu Profesional. Profesional berarti berkomitmen untuk bekerja tuntas, cerdas, dan akurat atas dasar kompetensi terbaik dengan penuh tanggung jawab. Analisis Dampak: -

Nilai akuntabilitas ditunjukkan dengan sikap kepeminpinan dan tanggung jawab akan kegiatan uji coba layanan, jika nilai tidak diterapkan maka proses uji coba layanan tidak akan berjalan dengan lancar dan optimal.

-

Nilai nasionalisme yaitu saling berkerjasama dan meghargai saat pelaksanaan kegiatan penting diterapkan, jika nilai tersebut tidak ada maka kegiatan ini akan banyak terjadi pertentangan baik dari rekan kerja maupun orang tua pasien sehingga proses uji coba tidak maksimal.

Kendala: Tahapan kegiatan ini dilaksanakan sesuai waktu yang direncanakan, namun mendapatkan kendala seperti jumlah pasien yang datang saat kegiatan uji coba masih sedikit, hal

tersebut mungkin disebabkan karena saat ini masih dalam suasana pandemi Covid19 sehingga orang tua masih khawatir membawa bayi prematurnya untuk diperiksa. Pasien yang datang saat uji coba layanan sebagian besar adalah pasien kontrol, belum banyak pasien bayi prematur baru, hal tersebut disebabkan karena belum adanya kerjasama atau sosialisasi dengan ruang perawatan bayi maupun dokter anak di rumah sakit tertentu. Pasien bayi prematur baru masih banyak yang datang di luar hari yang telah ditentukan untuk layanan uji coba Skrining ROP. Manfaat Kegiatan: - Bagi peserta adalah dapat menjalankan perannya menjadi ASN yang profesional dan berkarakter dengan menuangkan kreativitasnya saat memberikan pelayanan kepada masyarakat khususnya skrining ROP. - Bagi unit kerja dan instansi, kegiatan ini diharapkan dapat menjadikan perubahan dan pembaharuan sehingga layanan skrining ROP dapat lebih optimal. - Bagi masyarakat, kegiatan ini dapat mempermudah dan mempercepat pemeriksaan skrining ROP pada bayi prematur.

52


F. Kegiatan 6. Evaluasi dan pelaporan rangkaian kegiatan Tahapan Kegiatan: 1. Pengumpulan data kegiatan 2. Menyusun instrument evaluasi 3. Evaluasi rangkaian kegiatan uji coba pelaksanaan layanan khusus skrining ROP 4. Perbaikan alur pelayanan sesuai masukan dan saran 5. Penyusunan laporan kegiatan pelaksanaan layanan khusus skrining ROP Pelaksanaan Kegiatan: Minggu ke-2 Bulan Oktober Output : - Terlaksananya kegiatan evaluasi - Perbaikan alur sesuai masukan dan saran (jika ada) - Disusunnya laporan kegiatan Uraian Kegiatan : - Evaluasi Kegiatan melalui kuesioner diisi oleh kepala ruangan dan Google Formulir oleh orang tua pasien)

53


Dokumentasi :

- Melakukan Rapat Evaluasi

- Menyusun Laporan Kegiatan Aktualisasi

54


Penerapan Nilai Dasar: - Pada kegiatan ini saya mengumpulkan data hasil uji coba dengan jelas dan transparan. (Akuntabilitas) - Saya juga berlaku jujur tidak melebih-lebihkan atau mengurangi data yang ada. (Anti korupsi) - Setelah itu dibuat proses evaluasi kegiatan secara efektif dan efisien. (Komitmen mutu) - Kemudian tahap akhir saya menyusun laporan kegiatan menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. (Nasionalisme) Kontribusi Visi Misi dan Penguatan Nilai Organisasi Sejalan dengan Misi PMN RS Mata Cicendo “To be Excellence Eye Care”, diharapkan dengan adanya kegiatan ini, RS Mata Cicendo dapat menjadi tempat pelayanan skrining ROP dengan kualitas pelayanan prima. Penguatan terhadap tata nilai PMN RS Mata Cicendo yaitu Istiqomah. Istiqomah berarti mempunyai pendirian dalam menyikapi segala hambatan, masalah yang dihadapi, dapat membuat keputusan secara bijaksana dengan mengutamakan kepuasan pelanggan atau pasien. Analisis Dampak

Jika nilai akuntabilitas jelas dan transparan tidak diterapkan maka data hasil aktualisasi tidak valid. Jika nilai komitmen mutu tidak ada, maka evaluasi serta pembuatan laporan tidak akan efektif dan efisien. Jika tidak ada nilai anti korupsi, evaluasi program serta pembuatan laporan tidak akan sesuai dengan fakta di lapangan. Kendala Tahapan kegiatan ini dilaksanakan sesuai waktu yang direncanakan, terdapat kendala saat pengisian kuesioner evaluasi yang hanya terisi oleh satu orang tua pasien karena

jumlah pasien yang datang saat pelaksanaan uji coba minggu terakhir sedikit. Manfaat Kegiatan: - Bagi peserta, dapat menjalankan perannya menjadi ASN yang profesional dan berintegritas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat khususnya skrining ROP. - Bagi unit kerja dan instansi, kegiatan ini diharapkan dapat menjadikan perubahan dan pembaharuan sehingga layanan skrining ROP dapat lebih optimal. - Bagi Kementerian Kesehatan, PMN RS Mata Cicendo saat ini merupakan rumah sakit mata vertikal satu-satunya, dengan adanya program aktualisasi ini diharapkan dapat menjadi salah satu wadah untuk memberikan pelayanan paripurna bagi masyarakat.

55


4.3

Rencana Tindak Lanjut

Berdasarkan kegiatan aktualisasi yang telan dijalankan selama satu bulan, masih ada beberapa hal yang harus diperbaiki, maka disusunlah rangkaian rencana tindak lanjut yang akan dilakukan seperti tertera pada tabel di bawah ini. Tabel 5. Rencana Tindak Lanjut Kegiatan No

Kegiatan

Output

Waktu Kegiatan

Pihak Terlibat

Keterangan

1

Sosialisasi eksternal lanjutan

Adanya kegiatan sosialisasi dalam

Bulan November

- Penulis

Kegiatan rencana

layanan khusus skrining ROP

bentuk surat pemberitahuan dan

2021

- Bagian Umum

tindak lanjut akan

lebih luas ke dokter spesialis

pamflet ke puskesmas, rumah sakit

RS Mata

selalu menerapkan

anak, RS yang memiliki ruang

dan tenaga kesehatan terkait.

Cicendo

nilai akuntabilitas,

perawatan bayi prematur serta

- Dokter

fasilitas kesehatan tingkat-1 2

3 4

Spesialis Anak

Sosialisasi internal dengan

Terintegrasinya Layanan Khusus

tujuan mengintegrasikan

Skrining ROP dengan sistem

Layanan Khusus Skrining ROP

rumah sakit.

Januari 2022

- Instalasi Rekam Medis

publik, komitmen mutu serta anti korupsi.

- Instalasi IT

dengan sistem pendaftaran

- Instalasi

online dan e-medical record

Promosi

PMN RS Mata Cicendo

Kesehatan

Pelaksanaan berkelanjutan

Terlaksananya layanan khusus

Bulan November

layanan khusus skrining ROP

skrining ROP berkelanjutan

– seterusnya

Rapat evaluasi layanan khusus

Terlaksananya rapat evaluasi

Satu kali rapat

skrining ROP

nasionalisme, etika

Tim Kerja Tim Kerja

setiap bulan

56


BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1

Kesimpulan 1.

Melalui kegiatan aktualisasi, penulis dapat memahami nilai-nilai dasar ASN (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika publik, Komitmen mutu, dan Anti korupsi) secara lebih mendalam sehingga diharapkan mampu diterapkan dan menjadi habituasi dalam melaksanakan tugas sehari-hari. Implementasi nilai-nilai ANEKA akan mengubah sikap, budaya dan perilaku kerja ASN di tempat bertugas sehingga menghasilkan ASN yang profesional dan berakhlak, serta memiliki integritas tinggi terhadap pekerjannya sebagai pelayan publik, pelaksana kebijakan publik, serta perekat dan pemersatu bangsa, khususnya di lingkungan PMN RS Mata Cicendo.

2.

Dengan kegiatan aktualisasi yang disusun penulis diharapkan dapat membuat Layanan Skrining ROP di Pusat Mata Nasional Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung menjadi lebih optimal.

5.2

Saran 1.

Untuk peserta Latsar Pelajaran yang didapat saat latsar diharapkan dapat menjadi habituasi. Penerapan nilai-nilai ANEKA dapat memberikan dampak positif dalam melaksanakan tugas sehari-hari.

2.

Untuk Instansi Dalam hal ini adalah PMN RS Mata Cicendo, untuk terus menerapkan dan mengawasi penerapan nilai-nilai dasar profesi ASN, yakni ANEKA kepada seluruh karyawan dan staf, agar selalu mengingat fungsi dan tugasnya yakni sebagai pelayan publik, pelaksana kebijkan publik, dan perekat serta pemersatu bangsa.

3.

Untuk penyelenggara latsar Selalu melakukan kegiatan latsar secara berkesinambungan disesuaikan dengan teknologi dan kondisi, sehingga dapat menghasilkan ASN yang profesional, berkarakter dan berakhlak.

57


DAFTAR PUSTAKA 1. Modul Pelatihan Dasar Calon PNS, Wawasan Kebangsaan dan Nilai Bela Negara : Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia, 2019 2. Idris I, Suwarno Y, Purwana BH, dkk. Latief Y, Suryanto A, Muslim Abbdil Aziz, Modul Pelatihan Dasar Calon PNS, Analisis Isu Kontemporer : Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia, 2019 3. Ferrijana S, Suhartono B, Erawanto S. Modul Pelatihan Dasar Calon PNS, Kesiapsiagaan Bela Negara: Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia, 2019 4. Modul Pelatihan Dasar Calon PNS, Akuntabilitas : Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia, 2019 5. Modul Pelatihan Dasar Calon PNS, Nasionalisme : Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia, 2019 6. Modul Pelatihan Dasar Calon PNS, Etika Publik : Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia, 2019 7. Modul Pelatihan Dasar Calon PNS, Komitmen Mutu : Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia, 2019 8. Tim Penyusun Modul Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) , Diklat Prajabatan Mata Diklat Anti Korupsi : Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia, 2014 9. Fatimah E, Irawati E. Modul Pelatihan Dasar Calon PNS, Manajemen ASN: Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia, 2017 10. Purwanto EA,Tyastianti D, Taufiq A, Novianto W, Modul Pelatihan Dasar Calon PNS, Pelayanan Publik : Lembaga administrasi Negara Republik Indonesia, 2017 11. Suwarno Y, Sejati TA. Modul Pelatihan Dasar Calon PNS, Whole Of Government : Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia, 2017 12. Profil Pusat Mata Nasional Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung 2020. www.cicendoeyehospital.org 13. Karfiati F, Kuntorini MW, Irfani I, Amiruddin PO, Caesarya S. Pediatrik Oftalmologi Dalam Praktik Sahari-hari. Unpad Press. 2021. 14. Karfiati F, Kuntorini MW, Irfani I, Amiruddin PO, Caesarya S. Rahayu AT. Gambaran Kunjungan Pasien Pediatrik Oftalmologi dan Strabismus Sebelum dan Setelah Pandemi Covid-19. 2021.

58


LAMPIRAN AKTUALISASI PEMBUATAN LAYANAN KHUSUS SKRINING ROP A. No

Jadwal Pelaksanaan Aktualisasi Kegiatan

Tahapan Kegiatan

Waktu September 2

1

2

3

4

Menyusun tim kerja dan rapat perencanaan Layanan Khusus Pemerikasaan Skrining ROP

Membuat alur layanan khusus skrining ROP

Menyiapkan Bahan Sosialisasi Layanan Khusus Skrining ROP

Sosialisasi Layanan Khusus Skrining ROP internal rumah

Mendiskusikan rencana kegiatan dengan mentor dan unit kerja

Ö

Membentukan tim kerja

Ö

Menentukan hari khusus layanan skrining ROP Merencanakan rapat rutin untuk membahas progresifitas kegiatan Mendiskusikan alur layanan skrining ROP dengan ketua KSM dan unit kerja Pembuatan draft alur layanan khusus skrining ROP Menyampaikan draft alur layanan khusus skrining ROP ke Koordinator Bidang Pelayanan Medik dan Keperawatan untuk disahkan Direktur Utama PMN RS Mata Cicendo Menyiapkan materi untuk sosialisasi internal dan eksternal

Ö

Menyiapkan undangan dan jadwal sosialisasi internal dengan direksi dan instasi terkait di dalam PMN RS Mata Cicendo Membuat infografis layanan skrining ROP untuk ditayangkan di media sosial sebagai bahan sosialisasi eksternal ke masyarakat Menyiapkan jadwal dan materi talk show mengenai skrining ROP Sosialisasi internal kepada unit terkait mengenai layanan khusus skrining ROP Koordinasi dengan Tim Humas mengenai penyebaran informasi

3

4

Oktober 5

1

2

Ö Ö Ö Ö

Ö

Ö Ö

Ö

Ö Ö Ö

59


sakit dan eksternal pada masyarakat

5

6

B.

Pelaksanaan Uji Coba Layanan Khusus Pemeriksaan Skrining ROP

Evaluasi dan pelaporan rangkaian kegiatan

Skrining ROP pada masyarakat melalui media sosial Penyebaran informasi layanan khusus skrining ROP melalui media sosial Pembuatan talk show mengenai layanan skrining ROP di PMN RS Mata Cicendo

Ö

Mempersiapkan ruang tunggu khusus bagi bayi prematur Menyiapkan ruangan pemeriksaan dan peralatan skrining ROP Melakukan uji coba pelaksanaan layanan khusus skrining ROP sesuai alur pelayanan yang sudah dibuat Masukan dan saran untuk perbaikan alur pelayanan (jika ada) Pengumpulan data kegiatan Evaluasi rangkaian kegiatan uji coba pelaksanaan layanan khusus skrining ROP Perbaikan alur pelayanan sesuai masukan dan saran Pembuatan laporan kegiatan pelaksanaan layanan khusus skrining ROP

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö Ö

Bukti Pelaksanaan Kegiatan 1. Daftar Lampiran Kegiatan 1: 1. Undangan rapat internal 2. Daftar hadir rapat 3. Notulensi yang berisi rencana kerja, jadwal rapat rutin dan daftar tim kerja dan penetapan hari khusus skrining ROP 4. Daftar Tim Kerja dan rencana hari khusus skrining ROP yang ditetapkan oleh Kepala KSM Pediatrik Oftalmologi dan Strabismus 5. Foto Kegiatan

60


KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PELAYANAN KESEHATAN

PUSAT MATA NASIONAL RUMAH SAKIT MATA CICENDO BANDUNG Jalan Cicendo No.4 Telepon (022) 4231280/81 Faksimile (022) 4201962 Bandung-40117 Website : www.cicendoeyehospital.org

Nomor Lampiran Hal

: UM.01.05/15/8250/2021 : : Rapat Koordinasi

10 September 2021

Yth. 1. Staf Unit Pediatrik Oftalmologi dan Strabismus dan 2. Anggota KSM Pediatrik Oftalmologi dan Strabismus

Sehubungan dengan akan diadakannya layanan khusus skrining Retinopathy of Prematurity di KSM Pediatrik Oftalmologi dan Strabismus, kami mengundang untuk melakukan koordinasi internal unit terkait pembentukan tim kerja dan perencanaan kegiatan tersebut pada: hari, tanggal waktu tempat acara zoom meeting

: : : : :

Jumat, 10 September 2021 15.00 WIB - selesai Poliklinik PO Strabismus - Lantai 4 Gedung B Rapat Koordinasi Layanan Skrining ROP -

Mengingat pentingnya acara tersebut kami mengharapkan kehadiran Bapak dan Ibu Demikian surat ini disampaikan. Terima kasih atas perhatiannya. Ketua KSM Pediatrik Oftalmologi dan Stabismus PMN RS Mata Cicendo Bandung,

Dr.dr. Irawati Irfani, SpM(K)., M.Kes NIP 197709232008122001

Dokumen ini ditandatangani secara elektronik melalui Aplikasi TNDE menggunakan sertifikat elektronik yang diterbitkan oleh BSrE. (1/2)

61


62


PUSAT MATA NASIONAL RUMAH SAKIT MATA CICENDO BANDUNG KSM PEDIATRIK OFTALMOLOGI DAN STRABISMUS Jalan Cicendo No 4 Telepon (022) 4231280/81 Faksimile (022) 4201962 Website: www.cicendoeyehospital.org Email: komitemuturscicendo@gmail.com

NOTULENSI Rapat Pertemuan

Rapat Koordinasi Unit terkait layanan ROP

Hari/Tanggal

Jumat, 10 September 2021

Tempat

Aula Lantai IV Gedung B

Waktu

15.00 – 16.00 WIB

Pimpinan Rapat

Dr. Irawati Irfani, dr., SpM(K), MKes

Jumlah Anggota Rapat

11 anggota

Pembahasan kasus layanan ROP saat ini terkendala lamannya waktu tunggu pasien, contoh 2 kasus pasien bayi prematur baru pada layanan hari senin 6/9/21. Orangtua mengatakan sudah datang ke RS Cicendo dari pukul 07.00 WIB, namun pasien baru diperiksa dokter diatas jam 13.00, selesai dilatsi pupil sekitar pukul 15.00. Bukti tertera dalam eMedical Record sebagai berikut:

Hal tersebut dapat menyebabkan proses skrining menjadi tidak efektif. Oleh karena itu, KSM PO-Strabismus mengusulkan adanya “Layanan Khusus Skrining ROP” yang dilaksanakan pada hari tertentu. Diusulkan hari “kamis” sebagai hari khusus kegiatan layanan skrining ROP sebagai upaya percepatan layanan pada bayi prematur. Rencana tempat kegiatan : Lantai 4 gedung B; Aula lantai 4 sebagai ruang tunggu khusus pasien bayi prematur, ruang tindakan kamar 2 sebagai ruang pemeriksaan khusus skrining ROP pada hari tersebut. Peralatan dan obat yang harus disiapkan : funduskopi indirek; lensa 30D; cutton bud indentor; spekulum bayi; alkohol swab; senter; obat tetes : midriatil 0,5%, efrisel 2,5%, pantocaine 0,5%, artificial tears, antibiotik tetes.

63


Sebagai Langkah awal, dibentuk Daftar Tim Kerja internal dari staf unit POStrabismus sebagai berikut: -

Penanggung Jawab : dr. Sesy Caesarya SpM(K) dan Dr. Irawati Irfani, dr., SpM(K), MKes

-

Tim Dokter : dr. Primawita Oktarima, SpM(K), MKes; dr. Mayasari Wahyu, SpM(K), MKes; Dr. Feti Karfiati, dr., SpM(K), MKes, dokter spesialis anak, dokter residen yang sedang stase di Unit PO-Strabismus.

-

Tim Perawat : Andri Rusbayanti, S.Kep.Ners dan Yulinar Indriyani, AMK

-

Pendaftaran : Nadia Permata Putri

-

Unit lain terkait : Instalasi Rekam Medis dan Instalasi Promkes & Pemasaran

Rapat koordinasi rutin layanan khusus skrining ROP : Setiap Hari Jumat setiap minggu Timeline kegiatan : -

Minggu ke 3 September : Pembuatan Alur Layanan, sosialisasi internal RS, pengajuan alur layanan ke direksi melalui koordinator bidang pelayanan medik

-

Minggu ke 4 September : Sosialisasi eksternal oleh Ins. Promkes dan Pemasaran

-

Minggu ke 1 Oktober : Uji Coba Layanan Khusus Skrining ROP

Hal Teknis lain yang perlu diperhatikan dan ditanyakan : -

Alur Pendaftaran Pasien Baru untuk dijadikan Fast Track (ditanyakan ke instalasi Rekam Medis)

Apakah pasien bayi prematur baru bisa mendaftar online 1 hari

sebelumya dan dijadikan very fast track? -

Diskusi dengan koordinator pelayanan medik terkait layanan khusus ini kemudian dibuat alur layanannya

-

Akan dibuat alur layanan skrining ROP kemudian diajukan koordinator pelayanan medik untuk disahkan oleh direksi.

Bandung, 10 September 2021

Mengetahui, Ketua KSM Pediatrik Oftalmologi

Notulis,

Dan Strabismus PMN RS Mata Cicendo,

Dr.dr. Irawati Irfani, SpM(K)., M.Kes NIP.197709232008122001

Sesy Caesarya, dr., SpM(K) NIP.198504022020122003

Dokumentasi :

64


PUSAT MATA NASIONAL RUMAH SAKIT MATA CICENDO BANDUNG KSM PEDIATRIK OFTALMOLOGI DAN STRABISMUS Jalan Cicendo No 4 Telepon (022) 4231280/81 Faksimile (022) 4201962 Website: www.cicendoeyehospital.org Email: komitemuturscicendo@gmail.com

LAYANAN KHUSUS SKRINING RETINOPATHY OF PREMATURITY

Tim Kerja Unit Pediatrik Oftalmologi dan Strabismus : Penanggung Jawab : -

Dr. Irawati Irfani, dr., SpM(K), MKes

-

dr. Sesy Caesarya, SpM(K)

Dokter : -

dr. Primawita Oktarima, SpM(K), MKes

-

dr. Mayasari Wahyu, SpM(K), MKes

-

Dr. Feti Karfiati, dr., SpM(K), MKes

-

dokter residen yang sedang stase di Unit PO-Strabismus

Tim Perawat : -

Andri Rusbayanti, S.Kep.Ners

-

Yulinar Indriyani, AMK

Pendaftaran : -

Nadia Permata Putri

Contact Person : -

Dika Pemberiadi Catatan :

-

Waktu Kegiatan : Hari Kamis, 1 x/ minggu

-

Tempat kegiatan : Poliklinik Reguler Pediatrik Oftalmologi dan Strabismus Aula lantai 4 : ruang tunggu khusus Ruang tindakan kamar 2 : ruang pemeriksaan khusus skrining ROP

-

Peralatan dan obat : funduskopi indirek; lensa 30D; cutton bud indentor; spekulum bayi; alkohol swab; senter; obat tetes : midriatil 0,5%, efrisel 2,5%, pantocaine 0,5%, artificial tears, antibiotik tetes.

Bandung, 10 September 2021 Ketua KSM Pediatrik Oftalmologi Dan Strabismus PMN RS Mata Cicendo,

Dr.dr. Irawati Irfani, SpM(K)., M.Kes NIP.197709232008122001

65


66


2. Daftar Lampiran Kegiatan 2: 1. Draft alur 2. Bukti pengesahan alur layanan khusus skrining ROP 3. Alur yang telah disahkan direktur 4. Foto kegiatan diskusi alur layanan

DRAFT ALUR

ALUR LAYANAN SKRINING RETINOPATHY OF PREMATURITY UNIT PEDIATRIK OFTALMOLOGI DAN STRABISMUS Pasien bayi prematur baru

Pasien bayi prematur Kontrol

Admision

Pasien mendaftar di loket pendaftaran regular tertentu (Fast Track)

Poli PO-Strabismus Gedung B lantai 4 1. Menunggu di ruang tunggu khusus 2. Pemeriksaan tanda vital oleh perawat 3. Pemeriksaan awal oleh dokter

Kondisi Klinis Tidak Stabil

Tidak Stabil

Stabil

Konsul IK Anak

Stabil

Dilatasi Pupil (Midriatil 0,5% dan Efrisel2,5%)

Rujuk Pemeriksaan Retina oleh dokter

Memerlukan Tindakan Rencana Tindakan Sesuai kondisi klinis pasien - Retinal Camera - Laser Penjadwalan

Operatif

Tidak memerlukan tindakan Observasi

Konsul KSM Retina

Pasien Pulang

Keterangan : 1. H-1 sebelum dating ke RSMC pasien menghubungi Contact Person Dika Vemberiadi (081222218549) 2. Sebelum dilakukan pemeriksaan retina, dilakukan dilatasi pupil sebanyak 3x menggunakan Midriatil 0,5% dan Efrisel 2,5% 3. Pasien yang tidak memerlukan tindakan akan diberikan jadwal kontrol untuk pemeriksaan selanjutnya. 4. Pasien yang memerlukan tindakan akan diminta datang kembali untuk persiapan tindakan sesuai jadwal yang ditentukan oleh KSM Pediatrik Oftalmologi & Strabismus atau KSM Vitreoretina.

Direktur Utama PMN RS. Mata Cicendo,

dr. Irayanti, SpM(K).MARS. NIP 196201231989012001

67


68


69


70


Foto Kegiatan Koordinasi Pembuatan Alur : 1.

Konsultasi dengan Mentor yang merupakan Ketua KSM Pediatrik Oftalmologi dan Strabismus

2.

Konsultasi dengan Subkoordinator Pelayanan Medik

3.

Konsultasi dengan Koordinator Pelayanan Medik, Keperawatan dan Penunjang

3. Daftar Lampiran Kegiatan 3: 1. Undangan sosialisasi internal 2. Pembuatan materi sosialisasi internal 3. Pembuatan materi sosialisasi eksternal 4. Draft infografis layanan Skrining ROP 5. Draft jadwal dan materi talk show mengenai skrining ROP

71


72


73


74


Pembuatan Materi Sosialisasi 1. Sosialisasi Internal Rumah Sakit

2. Sosialisasi Eksternal Untuk Masyarakat

75


Isu Terkait Layanan ROP di RS Mata Cicendo

Sosialisasi Layanan Khusus Skrining Retinopathy Of Prematurity di Unit Pediatrik Oftalmologi dan Strabismus PMN RS Mata Cicendo

Belum optimalnya layanan skrining ROP o Waktu tunggu lama o Belum terintegrasi dengan ruang rawat bayi o Kurangnya pengetahuan screening ROP

2

Kasus 1. Skrining ROP Waktu pemeriksaan dari mulai pasien datang ke RS Mata Cicendo sampai selesai pemeriksaan : - Pasien datang

: 07.30 WIB

(menurut ibu pasien) - Pendaftaran

: 09.30 WIB

- Terima berkas

: 12.00 WIB

- Asessmen awal perawat : 12.15 WIB - Periksa dokter 1

: 13.37 WIB

- Dilatasi Pupil

: 13.45 – 15.00 WIB

- Periksa dokter konsulen : 15.16 WIB - Pemeriksaan selesai

: 15.30 WIB

3

FISHBONE DIAGRAM Analisis Penyebab Isu MAN

Kurangnya pengetahuan pemeriksaan mata bayi prematur Kurangnya pengetahuan bahaya ROP

Bayi prematur tidak dirujuk untuk pemeriksaan mata Belum ada kerjasama dengan ruang perawatan bayi rumah sakit tertentu

ENVIRONMENT

Dampak yang dapat terjadi jika isu tidak terselesaikan:

MATERIAL

MACHINE

Tidak semua dokter mata memiliki alat pemeriksan ROP

Belum ada pemisaahan ruang tunggu khusus bagi bayi prematur Edukasi pemeriksaan ROP masih sedikit

Terbatasnya alat pemeriksan ROP

Belum adanya alur pelayanan skrining ROP Terbatasnya dokter spesialis mata yang kompeten memeriksa ROP

MEASURMENT

Waktu tunggu pemeriksaan ROP cukup panjang Skrining ROP masih bersatu dengan layanan pemeriksaan lain

Belum Optimalnya Pelayanan Skrining ROP di Unit Pediatrik Oftalmologi dan Strabismus PMN RS Mata Cicendo Tahun 2021

METHOD

1

2

Lamanya waktu tunggu pemeriksaan à faktor risiko bayi tertular penyakit

Skrining ROP tidak efektif dan efisien akibat lamanya waktu tunggu

3 Kurangnya pengetahuan menyebabkan semakin banyak pasien ROP yang tidak diperiksa

4

5

6

Rujukan kurang dapat menyebabkan keterlambatan Skrining ROP

Keterlambatan skrining à keterlambatan penatalaksanaan ROP

Angka kebutaan bayi meningkat à bayi prematur tidak diskrining

Analisis Fishbone 5

6

76


Berdasarkan Rapat Internal KSM 9/9/21

Alur Layanan Khusus Skrining ROP

• KSM PO-Strabismus mengusulkan adanya “Layanan Khusus Skrining Pasien Datang

ROP” yang dilaksanakan pada hari tertentu

• Diusulkan hari “kamis” sebagai hari khusus kegiatan layanan skrining ROP sebagai upaya optimalisasi dan percepatan layanan skrining bayi

Pendaftaran

prematur

• Rencana tempat kegiatan : Aula lantai 4 sebagai ruang tunggu khusus pasien bayi prematur, ruang tindakan kamar 2 sebagai ruang

Pemeriksaan

pemeriksaan khusus skrining ROP

• Telah dibentuk Tim Kerja Unit dan Contact Person Khusus untuk layanan skrining ROP

Tindak Lanjut

• Unit Terkait : Admission – Rekam Medis – Rawat Jalan – Koordinator Pelayanan - Promkes 7

Sosialisasi Eksternal

8

Jadwal Rencana Kegiatan Kegiatan

September 2

3

4

Oktober 5

1

2

Menyusun tim kerja dan rapat perencanaan Layanan Khusus Pemerikasaan Skrining ROP Membuat alur layanan khusus skrining ROP Sosialisasi Layanan Khusus Skrining ROP Internal dan Eksternal Pelaksanaan Uji Coba Layanan Khusus Pemeriksaan Skrining ROP Evaluasi dan Laporan rangkaian kegiatan

9

10

TERIMAKASIH

Sesy Caesarya dr_sez@yahoo.com +62 811 224 953 Pusat Mata Nasional Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung

11

77


9/24/21

1

Kelainan Mata Anak

BINCANG MATA Rabu, 29 September 2021

dr. Sesy Caesarya, SpM(K)

1

2

Kelainan yang dapat terjadi pada mata anak…

Kelainan yang dapat terjadi pada mata anak…

01 Kelainan Refraksi

04 Katarak Anak

dan Ambliopia

Infeksi, Alergi dan

05 Glaukoma Anak

02 Peradangan

Tumor Mata -

03 Retinoblastoma

06 Kelainan Retina –

BAB 2 : Kelainan Refraksi pada Anak dan Ambliopia

24

3

ROP

4 113

68

Tanda Kelainan Mata Anak

2

• Pandangan tampak tidak focus • Tidak dapat mengikuti gerakan objek yang ada didepannya • Memicingkan mata • Sering memiringkan kepala • Mata bergoyang-goyang • Mata tampak juling/ posisi kedua mata tidak sejajar • Sering menggosok mata • Mata tampak merah dan berair • Silau jika melihat cahaya • Terdapat warna putih atau keabu-abuan pada pupil mata

Skrining ROP dr. Sesy Caesarya, SpM(K)

Bila menemukan tanda tersebut, segera periksa!

5

23

6

113

1

78


9/24/21

Apa itu ROP?

Gambaran Retinopathy Of Prematurity 3

•

ROP : Retinopathy Of Prematurity

•

Kelainan pembuluh darah retina yang dapat terjadi pada bayi prematur

•

Pembuluh darah retina tumbuh sempurna pada usia 40 minggu

4

1

kehamilan •

Pada kondisi kelahiran prematur, perkembangan vaskular retina tersebut tidak berjalan sempurna

Retina Normal

7

Stadium ROP

8

Siapa saja yang berisiko terkena ROP?

Bagaimana Cara Mengenali ROP?

• Bayi dengan berat badan lahir ≤ 1500 gram atau usia gestasi ≤ 34 minggu • Bayi yang memiliki faktor risiko : mendapat suplementasi oksigen

•

ROP tidak bergejala

•

Bila sudah ada gejala kemungkinan ROP stadium lanjut

dalam waktu lama dengan konsentrasi tinggi, gangguan

•

pernafasan, gangguan jantung, terdapat riwayat transfusi darah

ROP hanya bisa dikenali dengan deteksi dini yang dilakukan oleh

dan infeksi berat (sepsis).

dokter spesialis mata terlatih dengan peralatan khusus proses ini dinamakan skrining ROP

9

10

Mengapa Perlu Dilakukan Skrining ROP?

•

Kapan harus dilakukan skrining ROP?

•

ROP menjadi penyebab utama kebutaan yang dapat dicegah ROP memiliki dampak gangguan penglihatan yang signifikan

•

Tidak semua kejadian ROP berbahaya, sebagian bersifat

setelah lahir •

ringan dan tidak membutuhkan penanganan •

Pada bayi yang lahir kurang dari 30 minggu, pemeriksaan pertama sebaiknya dilakukan 4 minggu

pada bayi •

Bayi yang lahir lebih dari 30 minggu pemeriksaan dapat dilakukan 2 minggu setelah lahir

Pada stadium ROP lanjut, dapat menyebabkan lepasnya

•

lapisan retina yang akan menyebabkan kebutaan

Setiap bayi prematur harus dilakukan skrining ROP minimal satu kali

11

12

2

79


9/24/21

Apa saja efek jangka panjang ROP pada mata?

Bagaimana Penanganan bayi dengan ROP?

•

Tidak semua kasus ROP membutuhkan terapi

•

Pada kasus retina imatur atau kondisi ringan dapat

•

terjadinya mata juling, ambliopia, gangguan refraksi

mengalami regresi spontan • •

Bayi dengan ROP memiliki risiko tinggi untuk khususnya miopia, katarak, dan glaukoma

ROP stadium lanjut, terapi harus dilakukan dengan

•

ROP stadium lanjut dapat mengakibatkan kebutaan

cepat

•

Untuk mendeteksi hal tersebut perlu dilakukan

Modalitas terapi : laser, krioterapi, injeksi intravitreal

pemeriksaan berkala pada bayi dengan riwayat

anti-VEGF, dan operasi vitrektomi pada kasus lanjut

prematur

13

14

Skrining ROP di RS Mata Cicendo

Skrining ROP wajib dilakukan bagi semua bayi prematur!

Layanan Khusus Skrining ROP Setiap Hari Kamis di Poli Pediatrik Oftalmologi dan Strabismus Info lebih lanjut & pendaftaran hubungi: Dika (081222218549)

Mohon sampaikan info ini pada saudara dan kerabat Anda!

15

16

TERIMAKASIH Semoga Bermanfaat…

17

3

80


Draft Infografis Layanan Skrining ROP dan Rencana Talkshow 1. Infografis

2. Talkshow

81


Materi Bincang Mata Topik : Seputar Kesehatan Mata Anak dan Skrining ROP Waktu Pelaksanaan : Rabu, 29 September 2021 Pukul 14.30 – 15.30 WIB Narasumber : dr. Sesy Caesarya, SpM(K) 1. Apa itu ROP? kelainan pembuluh darah retina yang dapat terjadi pada bayi prematur Pembuluh darah retina tumbuh sempurna pada usia 40 minggu kehamilan. Pada kondisi prematur, perkembangan vaskular retina tersebut tidak berjalan dengan sempurna 2. Siapa saja yang berisiko terkena ROP? bayi dengan berat badan lahir ≤ 1500 gram atau usia gestasi ≤ 30 minggu, serta bayi yang memiliki faktir risiko seperti mendapat suplementasi oksigen selama beberapa hari, hipotensi, terdapat riwayat transfusi darah dan sepsis. 3. Bagaimana cara mengenali ROP? ROP hanya bisa dikenali dengan deteksi dini yang dilakukan oleh dokter spesialis mata terlatih dengan peralatan khusus proses ini dinamakan skrining ROP. 4. Mengapa perlu dilakukan skrining ROP? ROP menjadi penyebab utama kebutaan yang dapat dicegah pada anak-anak dan memiliki dampak gangguan penglihatan yang signifikan. Tidak semua kejadian ROP berbahaya, sebagian bersifat ringan dan tidak membutuhkan penanganan. Pada stadium ROP lanjut, dapat menyebabkan ablasio retina atau lepasnya lapisan neurosensory retina yang akan menyebabkan kebutaan. 5. Kapan harus dilakukan skrining ROP? Pada bayi yang lahir kurang dari 30 minggu, pemeriksaan pertama sebaiknya dilakukan 4 minggu setelah lahir. Sedangkan bayi yang lahir lebih dari 30 minggu pemeriksaan dilakukan 2 minggu setelah lahir. Setiap bayi prematur harus dilakukan skrining ROP minimal satu kali. 6. Bagaimana penatalaksanaan bayi dengan ROP? Tidak semua kasus ROP membutuhkan terapi, pada kasus retina imatur atau kondisi ringan dapat mengalami regresi spontan, namun pada ROP stadium lanjut, terapi harus dilakukan dengan cepat. Modalitas terapi yang dapat diberikan kepada bayi prematur yang mengalami ROP yaitu, terapi krioterapi, fotokoagulasi laser, injeksi intravitreal anti-VEGF, dan operasi vitrektomi pada kasus lanjut. 7. Info mengenai Skrining ROP di PMN RS Mata Cicendo Pemeriksaan Skrining ROP dapat dilakukan di Poliklinik PO-Strabismus PMN RS Mata Cicendo, Poliklinik Regular. Layanan khusus skrining ROP diadakan pada hari Kamis. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi CP Skrining ROP : Dika.

82


83


4. Daftar Lampiran Kegiatan 4: 1. Daftar Hadir rapat sosialisasi internal 2. Notulensi rapat sosialisasi internal 3. Foto rapat sosialisasi internal kepada direksi dan unit terkait mengenai layanan khusus skrining ROP secara online dan offline 4. Koordinasi dengan Tim Promosi Kesehatan dan Pemasaran 5. Infografis layanan skrining ROP yang terunggah di media sosial 6. Talk Show layanan Skrining ROP di PMN RS Mata Cicendo

Daftar hadir rapat offline

84


PUSAT MATA NASIONAL RUMAH SAKIT MATA CICENDO BANDUNG KSM PEDIATRIK OFTALMOLOGI DAN STRABISMUS Jalan Cicendo No 4 Telepon (022) 4231280/81 Faksimile (022) 4201962 Website: www.cicendoeyehospital.org Email: komitemuturscicendo@gmail.com

NOTULENSI Rapat Pertemuan

Sosialisasi Internal Layanan Khusus Skrining ROP

Hari/Tanggal

Rabu, 22 September 2021

Tempat

Ruang Rapat Direksi

Waktu

13.00 – 15.00 WIB

Pimpinan Rapat

Direktur Utama PMN RS Mata Cicendo

Pada prinsipnya mendukung inovasi Layanan Khusus Skrining ROP di unit Pediatrik Oftalmologi dan Strabismus Saran : Dilakukan uji coba layanan selama 3 bulan, kemudian dibuat SOP layananya Selama uji coba diperhatikan jumlah pasiennya, apabila banyak, dipertimbangkan jumlah hari layanan khusus ditambah Layanan ini baiknya kedapannya diintegrasikan dengan sistem Rumah Sakit, dari mulai pendaftaran online dan pendaftaran fast tracknya Contact person baiknya jangan hanya 1 orang, semua orang di pendaftaran serta case manager rawat jalan harus mengetahui adanya layanan ini.

Bandung, 22 September 2021 Notulis,

Sesy Caesarya, dr., SpM(K) NIP.198504022020122003

85


Dokumentasi :

Kehadiran Online :

86


Kehadiran Offline

Koordinasi dengan Tim Promosi Kesehatan dan Pemasaran

87


LAMPIRAN 1.

Infografis Layanan Khusus Skrining ROP di Instagram RS Mata Cicendo

Infografis layanan skrining ROP yang terunggah di media sosial:

Talk Show layanan Skrining ROP di PMN RS Mata Cicendo Talkshow terunggah di youtube: https://m.youtube.com/watch?v=TdrAOtYpGcs&feature=youtu.be

88


2. Talkshow

2.

Pelaksanaan Talkshow Skrining ROP

Talkshow telah diupload di Youtube :

https://m.youtube.com/watch?v=TdrAOtYpGcs&feature=youtu.be

89


5. Daftar Lampiran Kegiatan 5: 1. Daftar Hadir Pasien 2. Foto ruang tunggu khusus skrining ROP 3. Foto ruangan pemeriksaan dan peralatan skrining ROP 4. Foto pelaksanaan Uji Coba Layanan Khusus Pemeriksaan Skrining ROP sesuai alur

90


LAMPIRAN Foto Pelaksanaan Uji Coba Layanan Skrining ROP 1.

Tersedianya ruang tunggu khusus pasien bayi prematur

2.

Tersedianya ruang pemeriksaan dan peralatan Skrining ROP

91


Foto Pelaksanaan Uji Coba Layanan Skrining ROP

Foto Pelaksanaan Uji CobaUji Layanan Skrining ROP Minggu Ke-2 Foto Pelaksanaan Coba Layanan Skrining ROP

1. 1.

Tersedianya ruang tunggu khusus pasien bayi prematur

Tersedianya ruang tunggu bayi prematur 1. Tersedianya ruangkhusus tunggupasien khusus pasien bayi prematur Ruang Tunggu Khusus Bayi Prematur

2.

2.

Tersedianya ruang pemeriksaan dan peralatan Skrining ROP

Ruangan Khusus dan Peralatan Khusus Skrining ROP Tersedianya ruang pemeriksaan dan peralatan Skrining Tersedianya ruang pemeriksaan dan peralatan Skrining ROP

ROP

92


3.

Pelaksanaan Skrining ROP sesuai alur - Anamnesis dan penilaian awal

- Dilatasi Pupil

93


- Pemeriksaan Retina

94


- Pemeriksaan Retina

6. Daftar Lampiran Kegiatan 5: 1. Undangan rapat evaluasi 2. Daftar Hadir 3. Notulensi rapat evaluasi 4. Dokumentasi rapat eveluasi 5. Formulir evaluasi berupa kuesioner untuk atasan dan kepala ruangan LAMPIRAN 6.

Formulir evaluasi layanan oleh pasien

1. Undangan Rapat Evaluasi

95


96


PUSAT MATA NASIONAL RUMAH SAKIT MATA CICENDO BANDUNG KSM PEDIATRIK OFTALMOLOGI DAN STRABISMUS Jalan Cicendo No 4 Telepon (022) 4231280/81 Faksimile (022) 4201962 Website: www.cicendoeyehospital.org Email: komitemuturscicendo@gmail.com

NOTULENSI Rapat Pertemuan

Rapat Evaluasi layanan Khusus Skrining ROP

Hari/Tanggal

Jumat, 8 Oktober 2021

Tempat

Aula Lantai IV Gedung B

Waktu

15.00 – 16.00 WIB

Pimpinan Rapat

dr. Sesy Caesarya, SpM(K), MKes

Jumlah Anggota Rapat Berdasarkan pelaksanaan uji coba Layanan Khusus Skrining ROP selama 2 minggu: -

Uji Coba pertama tanggal 30 September 2021

-

Uji Coba kedua tanggal 7 Oktober 2021

4 pasien

2 pasien

Hal positif dengan adanya layanan skrining ROP ini: -

Pemeriksaan bayi prematur dapat lebih cepat

-

Ruang tunggu bayi prematur tidak bersatu dengan pasien anak lainnya

Alur kegiatan skrining sejauh ini sudah sesuai dengan pelaksanaan, belum ada masukan perbaikan alur Beberapa catatan dan masukan terkait pelaksanaan kegiatan: -

Bayi prematur tidak selalu datang di hari Kamis

-

Pasien baru belum banyak yang menghubungi contact person

-

Sosialisasi harus diperbanyak lagi ke dokter anak, Perinatologi/ NICU RS

-

Catatan pasien sebaiknya masuk e-medical record

-

AC ruang tunggu khusus bayi prematur rusak

-

Penetesan bayi sebaiknya dilalukan di ruang tunggu khusus

-

Harus ada 1 dokter yang bertugas di ruang tunggu khusus untuk anamnesis dan pemeriksaan awal

Pelaksanaan uji coba akan dilanjutkan sampai 3 bulan kedepan sesuai instruksi direktur utama.

Bandung, 8 Oktober 2021 Mengetahui, Ketua KSM Pediatrik Oftalmologi

Notulis,

Dan Strabismus PMN RS Mata Cicendo,

Dr.dr. Irawati Irfani, SpM(K)., M.Kes NIP.197709232008122001

Sesy Caesarya, dr., SpM(K) NIP.198504022020122003

97


Dokumentasi :

98


Kuesioner diisi oleh Kepala Ruangan dan Ketua KSM

99


Google Form untuk keluarga pasien : Dengan link sebagai berikut:

100


https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSe3YVy7WkfB0JiicwxChNMNZQaTm ThTLlH5Y-ZsQ4z4U8dgyQ/viewform?usp=sf_link

Contoh respon:

101


C.

Bukti Pengendalian Aktualisasi oleh Mentor

102


LAPORAN KEGIATAN Nama

: Sesy Caesarya

NIP

: 198504022020122003

Jabatan

: Dokter Spesialis Mata

Unit Kerja

: Unit Pediatrik Oftalmologi dan Strabismus PMN RS Mata Cicendo

Isu

:

Belum optimalnya pelayanan skrining ROP di Unit Pediatrik Oftalmologi dan Strabismus PMN RS Mata Cicendo Bandung Rancangan Aktualisasi : Pembuatan Layanan Khusus Skrining ROP di Unit Pediatrik Oftalmologi dan Strabismus Pusat Mata Nasional Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung Kegiatan 2

Membuat alur layanan khusus skrining ROP

Tahapan Kegiatan

1.

Mendiskusikan alur layanan skrining ROP dengan ketua KSM dan unit kerja

2.

Pembuatan draft alur layanan khusus skrining ROP

3.

Menyampaikan draft alur layanan khusus skrining ROP ke Koordinator Bidang Pelayanan Medik dan Keperawatan untuk disahkan Direktur Utama PMN RS Mata Cicendo

Pelaksanaan Kegiatan

Minggu ke-3 Bulan September

Output dan Daftar

Output : Alur pelayanan khusus skrining ROP yang disahkan

Lampiran

oleh Direktur Utama PMN RS Mata Cicendo Daftar Lampiran - Draft alur - Bukti pengesahan alur layanan khusus skrining ROP - Alur yang telah disahkan direktur - Foto kegiatan diskusi alur layanan

Keterkaitan dengan nilai ANEKA

- Saya bermusyawarah dengan tim kerja dan kepala KSM mengenai pembuatan alur. (Nasionalisme) - Saya bertanggung jawab terhadap pembuatan alur pelaksanaan yang jelas. (Akuntabilitas)

- Saya membuat alur pelayanan sesuai keilmuan terkini dan menjaga reputasi institusi. (Etika Publik) - Saya juga menyusun alur layanan yang berorientasi pada mutu pelayanan. (Komitmen Mutu) Kontribusi Visi Misi

Sejalan dengan Misi PMN RS Mata Cicendo "Eye Care" yang berarti memberikan pelayanan mata, kegiatan ini merupakan pelayanan terhadap bayi prematur yang akan dilakukan di unit Pediatrik Oftalmologi dan Strabismus.

Penguatan Nilai

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan penguatan terhadap

Organisasi

tata nilai PMN RS Mata Cicendo yaitu Inovatif yang berarti mempunyai ide atau gagasan baru serta berorientasi untuk memberikan solusi yang optimal untuk memenuhi kebutuhan pasien

Catatan Mentor -

Diskusi alur layanan sudah dilakukan dengan bagian Pelayanan Medik

-

Alur sudah direvisi sesuai saran Bidang Pelayanan Medik

-

Sampai saat ini Alur Layanan Skrining ROP masih dalam proses pengesahan oleh Direktur Medik dan Direktur Utama

-

Progress pengesahan alur akan disampaikan lagi minggu depan.

103


LAPORAN KEGIATAN LAPORAN KEGIATAN

Nama

: Sesy Caesarya

Nama

: Sesy Caesarya

NIP

: 198504022020122003

NIP

: 198504022020122003

Jabatan

: Dokter Spesialis Mata

Jabatan

: Dokter Spesialis Mata

Unit Kerja

: Unit Pediatrik Oftalmologi dan Strabismus PMN RS Mata Cicendo

Unit Kerja

: Unit Pediatrik Oftalmologi dan Strabismus PMN RS Mata Cicendo

Isu

:

Isu

:

Belum optimalnya pelayanan skrining ROP di Unit Pediatrik Oftalmologi dan Strabismus PMN

Belum optimalnya pelayanan skrining ROP di Unit Pediatrik Oftalmologi dan Strabismus PMN

RS Mata Cicendo Bandung

RS Mata Cicendo Bandung

Rancangan Aktualisasi :

Rancangan Aktualisasi :

Pembuatan Layanan Khusus Skrining ROP di Unit Pediatrik Oftalmologi dan Strabismus

Pembuatan Layanan Khusus Skrining ROP di Unit Pediatrik Oftalmologi dan Strabismus

Pusat Mata Nasional Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung

Pusat Mata Nasional Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung

Kegiatan 5 Kegiatan 4

Sosialisasi Layanan Khusus Skrining ROP internal rumah sakit dan eksternal pada masyarakat

Tahapan Kegiatan

Uji Coba Pelaksanaan Layanan Khusus Pemeriksaan Skrining ROP

Tahapan Kegiatan

1. Sosialisasi internal kepada direksi dan unit terkait mengenai

1. Mempersiapkan ruang tunggu khusus bagi bayi prematur 2. Menyiapkan ruangan pemeriksaan dan peralatan skrining

layanan khusus skrining ROP (minggu ke-4 September)

ROP

2. Koordinasi dengan Instalasi Promosi Kesehatan dan

3. Melakukan uji coba pelaksanaan layanan khusus skrining

Pemasaran terkait penyebaran informasi Skrining ROP pada

ROP sesuai alur pelayanan yang sudah dibuat

masyarakat (minggu ke-4 September)

4. Masukan dan saran untuk perbaikan alur pelayanan (jika

3. Penyebaran informasi layanan khusus skrining ROP melalui

ada)

media sosial (minggu ke-5 September) 4. Talk Show mengenai layanan skrining ROP di PMN RS Mata Cicendo (minggu ke-5 Bulan September)

Pelaksanaan Kegiatan

Minggu ke-5 Bulan September

Output dan Daftar

Output :

Lampiran Pelaksanaan Kegiatan

Minggu ke-5 Bulan September

Output dan Daftar

Output :

Lampiran

Terlaksananya kegiatan sosialiasasi eksternal pada masyarakat

(Pelaksanaan

(Pelaksanaan

- Tersedianya ruang tunggu khusus bayi prematur

aktualisasi minggu ke-4

- Tersedianya ruangan pemeriksaan dan peralatan skrining

Bulan September)

ROP - Terlaksananya uji coba Layanan Khusus Pemeriksaan

aktualisasi minggu ke-4

Daftar Lampiran :

Bulan September)

- Foto infografis layanan khusus skrining ROP yang telah

Skrining ROP sesuai alur - Masukan dan saran kegiatan uji coba

diupload di media sosial Keterkaitan dengan nilai ANEKA

- Foto Pelaksanaan Talk Show mengenai Skrining ROP

Daftar Lampiran :

- Sosialisasi eksternal ini dilakukan sebagai salah satu bentuk

- Foto pelaksanaan uji coba layanan khusus skrining ROP

tanggung jawab kepada publik serta disampaikan dengan kata-kata santun.(Etika publik)

- Kegiatan sosialisasi dibuat secara kreatif dan inovatif.

Keterkaitan dengan nilai ANEKA

- Saya membuat suasana kerja yang harmonis dengan saling

- Sosialisasi ini disampaikan atas rasa kepedulian terhadap

membantu antar rekan kerja saat pelaksaanaan kegiatan.

sesama. (Anti Korupsi)

(Nasionalisme)

- Saya membuat kegiatan sosialisasi yang menggambarkan

- Saya berlaku santun, ramah dan tulus saat pelaksanaan

transparansi kegiatan serta menunjukkan integritas terhadap

kegiatan. (Etika Publik)

institusi. (Akuntabilitas)

- Kegiatan pelayanan dilaksanakan dengan berorientasi pada

Sejalan dengan Misi PMN RS Mata Cicendo "For Everyone

mutu pelayanan. (Komitmen Mutu)

Seeing Better World" yang berarti memberikan pelayanan

- Saya berlaku jujur dan peduli akan kondisi pasien saat

mata kepada setiap lapisan masyarakat tanpa adanya

pelaksanaan kegiatan. (Anti Korupsi)

diskriminatif agar dapat melihat dunia dengan lebih baik. Penguatan Nilai

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan penguatan terhadap

Organisasi

tata nilai PMN RS Mata Cicendo yaitu Proaktif dan Inovatif,

Kontribusi Visi Misi

ini, RS Mata Cicendo dapat menjadi tempat pelayanan skrining ROP dengan kualitas pelayanan prima

mengidentifikasi kebutuhan pelanggan atau pasien sesuai - Inovatif berarti mempunyai ide atau gagasan baru dan

Sejalan dengan Misi PMN RS Mata Cicendo “To be Excellence Eye Care”, diharapkan dengan adanya kegiatan

- Proaktif yang berarti selalu peka dan aktif untuk dengan perkembangan zaman

jawab memastikan kegiatan berjalan baik, lancar dan konsisten. (Akuntabilitas)

(Komitmen mutu)

Kontribusi Visi Misi

- Saya memimpin pelaksanaan kegiatan serta bertanggung

Penguatan Nilai

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan penguatan terhadap

Organisasi

tata nilai PMN RS Mata Cicendo yaitu Profesional. Profesional berarti berkomitmen untuk bekerja tuntas, cerdas, dan akurat

berorientasi untuk memberikan solusi yang optimal untuk

atas dasar kompetensi terbaik dengan penuh tanggung jawab.

memenuhi kebutuhan pasien Catatan Mentor

Catatan Mentor -

Telah dilakukan sosialisasi eksternal kepada

-

kegiatan talk show -

-

Instagram RS Mata Cicendo

Pelaksanaan sesuai alur, sampai saat ini belum ada masukan/ saran terkait perbaikan alur

Infografis layanan skrining ROP telah diunggah di media sosial

Telah dilaksanakan uji coba pertama layanan skrining ROP bagi pasien control

masyarakat mengenai layanan skrining ROP melalui

-

Pelaksanaan uji coba akan dilakukan kembali minggu depan

104


LAPORAN KEGIATAN

Keterkaitan dengan nilai ANEKA

- Saya memimpin pelaksanaan kegiatan serta bertanggung jawab memastikan kegiatan berjalan baik, lancar dan konsisten. (Akuntabilitas)

Nama

: Sesy Caesarya

NIP

: 198504022020122003

- Saya membuat suasana kerja yang harmonis dengan saling

Jabatan

: Dokter Spesialis Mata

membantu antar rekan kerja saat pelaksaanaan kegiatan.

Unit Kerja

: Unit Pediatrik Oftalmologi dan Strabismus PMN RS Mata Cicendo

Isu

:

(Nasionalisme) - Saya berlaku santun, ramah dan tulus saat pelaksanaan

Belum optimalnya pelayanan skrining ROP di Unit Pediatrik Oftalmologi dan Strabismus PMN

kegiatan. (Etika Publik)

RS Mata Cicendo Bandung

- Kegiatan pelayanan dilaksanakan dengan berorientasi pada

Rancangan Aktualisasi :

mutu pelayanan. (Komitmen Mutu)

Pembuatan Layanan Khusus Skrining ROP di Unit Pediatrik Oftalmologi dan Strabismus

- Saya berlaku jujur dan peduli akan kondisi pasien saat

Pusat Mata Nasional Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung

pelaksanaan kegiatan. (Anti Korupsi) Kegiatan 5 Tahapan Kegiatan

Uji Coba Pelaksanaan Layanan Khusus Pemeriksaan

Kontribusi Visi Misi

Sejalan dengan Misi PMN RS Mata Cicendo “To be

Skrining ROP

Excellence Eye Care”, diharapkan dengan adanya kegiatan

1. Mempersiapkan ruang tunggu khusus bagi bayi prematur

ini, RS Mata Cicendo dapat menjadi tempat pelayanan skrining

2. Menyiapkan ruangan pemeriksaan dan peralatan skrining ROP 3. Melakukan uji coba pelaksanaan layanan khusus skrining ROP sesuai alur pelayanan yang sudah dibuat

ROP dengan kualitas pelayanan prima Penguatan Nilai

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan penguatan terhadap

Organisasi

tata nilai PMN RS Mata Cicendo yaitu Profesional. Profesional berarti berkomitmen untuk bekerja tuntas, cerdas, dan akurat

4. Masukan dan saran untuk perbaikan alur pelayanan (jika

atas dasar kompetensi terbaik dengan penuh tanggung jawab.

ada) Pelaksanaan Kegiatan

Minggu ke-1 Bulan Oktober

Output dan Daftar

Output :

Catatan Mentor -

Telah dilaksanakan uji coba minggu ke-2 layanan skrining ROP

Lampiran (Pelaksanaan

- Tersedianya ruang tunggu khusus bayi prematur

-

Pelaksanaan sesuai alur

aktualisasi minggu ke-4

- Tersedianya ruangan pemeriksaan dan peralatan skrining

-

Masukan/ saran akan dibahas pada rapat evaluasi

-

Pelaksanaan uji coba akan dilakukan kembali minggu

Bulan September)

ROP - Terlaksananya uji coba Layanan Khusus Pemeriksaan Skrining ROP sesuai alur

depan

- Masukan dan saran kegiatan uji coba (jika ada) Daftar Lampiran : - Foto pelaksanaan uji coba layanan khusus skrining ROP minggu ke-2

D.

Bukti Pengendalian Aktualisasi oleh Coach

-

Saat pembuatan rancangan aktualisasi

105


-

Saat Pelaksanaan Kegiatan Aktualisasi

-

Saat Penyusunan Laporan Aktualsasi

106


11/1/21

Laporan Aktualisasi Pembuatan Layanan Khusus Skrining Retinopathy Of Prematurity di Unit Pediatrik Oftalmologi dan Strabismus PMN RS Mata Cicendo Bulan September – Oktober Tahun 2021

Outline

1 2

Profil Profil Peserta dan Tugas Pokok Jabatan Profil Instansi

Pemilihan isu dan gagasan penyelesaian isu Identifikasi isu, analisis isu, analisis penyebab Gagasan pemecahan isu

Sesy Caesarya 198504022020122003

3

Mentor : Dr. Irawati Irfani, dr., SpM, MKes Coach : dr. Titiek Resmisari, MARS Penguji : Agus Dwinanto, SAP., MM

Pelaksanaan Aktualisasi Rangkaian kegiatan Rencana tindak lanjut 2

1

2

Profil Peserta • •

Profil

Tugas Pokok Jabatan • Pelayanan Melakukan pelayanan sesuai kewenangan klinis (Rawat Jalan, Rawat Inap, IGD, Paviliun) • Pendidikan & Penelitian - Pendidik IK Mata FK Unpad - Peneliti utama dan Pendamping • Pengabdian Kepada Masyarakat Program bakti sosial dan penyuluhan • Manajerial Anggota Komite Medik

Profil Peserta dan Instansi

3

3

Jabatan : Dokter Ahli Pertama/ IIIB Unit Kerja : Unit Pediatrik Oftalmologi dan Strabismus PMN RS Mata Cicendo

Sesy Caesarya NIP:198504022020122003 Peserta Latsar CPNS Golongan 3 Angkatan IV Kelompok C Balai Pelatihan Kesehatan Cikarang Kementerian Kesehatan 2021 4

4

1


11/1/21

Sadikin Bandung, Rumah Sakit Mata Cicendo dinilai sangat strategis bagi masyarakat kota Bandung khususnya dan masyarakat Jawa Barat pada umumnya.12

Pusat Mata Nasional Rumah Sakit MataCicendo Bandung Visi : To be Excellence Eye Care Misi : Eye Care for Everyone Seeing Better World Tata Nilai : Visioner – Integritas – Profesional – Inovatif – Proaktif – Istiqomah

Struktur Organisasi

Gambar 1. Pusat Mata Nasional Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung12 Payung dasar hukum PMN RS Mata Cicendo adalah sebagai berikut :12 5

•

5

SK Menkes No. 1040 Tahun 1992 : RS MATA RUJUKAN NASIONAL Tipe B Non Pendidikan

•

SK

Dirjen

Yanmed

: Terakreditasi

5

Pelayanan No. YM.02.04.2.2796

6

dan Terakreditasi 12 Pelayanan No. HK.00.06.3.5.318, 15 Januari 2006 •

SK Menkes No.045/M/PER/I/2007, 15 Januari 2007: Rumah Sakit Khusus Kelas A (PENDIDIKAN)

•

SK Menteri Keuangan RI No. 276/KMK.05/2007, 21 Juni 2007 :Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum

•

SK Menteri Kesehatan RI No. 756/Menkes/SK/VI/2007:Rumah Sakit Pendidikan Utama Khusus Mata

•

SK Menteri Kesehatan RI No.059/MENKES/SK/I/2009, 16 Januari 2009: PUSAT MATA NASIONAL

Aktualisasi à kegiatan implementasi SK Menteri mata pelatihan• Agenda I, II, III Kesehatan

RI

No.

127/Menkes/SK/V/2014,

5

Mei

2014 :sebagai RUMAH SAKIT PENDIDIKAN

Pemilihan Isu dan Gagasan Penyelesaian Isu

15

Masalah/ isu di unit kerja

Analisis Penyebab Masalah

Gagasan kreatif pemecahan isu

Isu teratasi

Identifikasi isu Analisis isu Anallisis penyebab isu Gagasan pemecahan isu

Latar Belakang 8

7

8

2


11/1/21

IDENTIFIKASI ISU

Analisis Isu (Metode USG) Isu

Tugas Pokok Jabatan

Data/ Fakta

Urgency

Seriousness

Growth

Total Nilai

Prioritas

Ketidakseragaman penetesan obat untuk pemeriksaan refraksi siklopegik

3

3

3

9

3

Belum optimalnya pelayanan skrining ROP

4

5

4

13

1

Kurangnya edukasi berkelanjutan kesehatan mata anak melalui media sosial

4

4

3

11

2

Keterkaitan Agenda III

Melakukan pelayanan kelainan refraksi dan ambliopia

Tidak seragamnya penetesan obat pemeriksaan refraksi siklopegik

Pelayanan Publik

Melakukan pelayanan retinopathy of prematurity (ROP)

Belum optimal : Waktu tunggu lama Belum terintegrasi dengan ruang rawat bayi Kurangnya pengetahuan screening ROP

Pelayanan Publik Whole of Government

Melakukan penyuluhan kesehatan mata anak

Minimnya edukasi berkelanjutan kesehatan mata anak melalui media sosial

Pelayanan publik

9

9

10

10

FISHBONE DIAGRAM Analisis Penyebab Isu Core Issue: “Belum optimalnya pelayanan skrining ROP di Unit Pediatrik Oftalmologi dan Strabismus PMN RS Mata Cicendo Bandung” - Pelayanan Publik, Whole of Government

MAN

Kurangnya pengetahuan pemeriksaan mata bayi prematur Kurangnya pengetahuan bahaya ROP

Bayi prematur tidak dirujuk untuk pemeriksaan mata

-

Belum ada kerjasama dengan ruang perawatan bayi rumah sakit tertentu

ENVIRONMENT

MATERIAL

MACHINE

Tidak semua dokter mata memiliki alat pemeriksan ROP

Belum ada pemisaahan ruang tunggu khusus bagi bayi prematur Edukasi pemeriksaan ROP masih sedikit

Terbatasnya alat pemeriksan ROP

Belum adanya alur pelayanan skrining ROP Terbatasnya dokter spesialis mata yang kompeten memeriksa ROP

Waktu tunggu pemeriksaan ROP cukup panjang Skrining ROP masih bersatu dengan layanan pemeriksaan lain

MEASURMENT

Belum Optimalnya Pelayanan Skrining ROP di Unit Pediatrik Oftalmologi dan Strabismus PMN RS Mata Cicendo Tahun 2021

METHOD

Analisis Fishbone 11

11

12

12

3


11/1/21

Dampak yang dapat terjadi jika isu tidak terselesaikan:

1

2

Lamanya waktu tunggu pemeriksaan à faktor risiko bayi tertular penyakit

Skrining ROP tidak efektif dan efisien akibat lamanya waktu tunggu

Gagasan pemecahan Isu :

3 Kurangnya pengetahuan menyebabkan semakin banyak pasien ROP yang tidak diperiksa

4

5

6

Rujukan kurang dapat menyebabkan keterlambatan Skrining ROP

Keterlambatan skrining à keterlambatan penatalaksanaan ROP

Angka kebutaan bayi meningkat à bayi prematur tidak diskrining

Membuat Layanan Khusus Skrining Retinopathy of Prematurity di Pusat Mata Nasional Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung

13

13

14

Jadwal Kegiatan

Pelaksanaan Aktualisasi

Kegiatan

Jadwal Kegiatan Rangkaian Kegiatan Rencana Tindak Lanjut Kesimpulan dan Saran

15

15

September 2

3

4

Oktober 5

1

2

Keterangan

Menyusun tim kerja dan rapat perencanaan Layanan Khusus Pemerikasaan Skrining ROP

Terlaksana

Membuat alur layanan khusus skrining ROP

Terlaksana

Menyiapkan bahan sosialisasi internal dan eksternal

Terlaksana

Sosialisasi internal dan eksternal Layanan Khusus Skrining ROP

Terlaksana

Pelaksanaan Uji Coba Layanan Khusus Pemeriksaan Skrining ROP

Terlaksana

Evaluasi rangkaian kegiatan dan pembuatan laporan

Terlaksana 16

16

4


11/1/21

Kegiatan 1. Menyusun tim kerja dan rapat perencanaan layanan khusus skrining ROP

Tahapan Kegiatan

• • • •

Mendiskusikan rencana kegiatan dengan mentor dan unit kerja Membentuk tim kerja Menentukan hari khusus layanan skrining ROP Merencanakan rapat rutin pembahasan progresifitas kegiatan

Output

Kontrobusi Visi Misi dan Tata Nilai RS Mata Cicendo

Penerapan Nilai Dasar Akuntabilitas (rencana kegiatan disusun berdasarkan fakta dan meunjukkan integritas)

Kegiatan 1. Menyusun tim kerja dan rapat perencanaan layanan khusus skrining ROP

TATA NILAI Visioner Integritas

-

Penanggung Jawab : dr. Sesy Caesarya SpM(K) dan Dr. Irawati Irfani, dr., SpM(K),

NOTULENSI

-

Tim Dokter : dr. Primawita Oktarima, SpM(K), MKes; dr. Mayasari Wahyu, SpM(K),

Rapat Koordinasi Unit terkait layanan ROP

Hari/Tanggal

Jumat, 10 September 2021

Tempat

Aula Lantai IV Gedung B

Waktu

15.00 – 16.00 WIB

Pimpinan Rapat

Dr. Irawati Irfani, dr., SpM(K), MKes

Jumlah Anggota Rapat

11 anggota

Terbentuknya Tim Kerja Skrining ROP Penetapan hari khusus skrining ROP

Pendaftaran : Nadia Permata Putri

-

Unit lain terkait : Instalasi Rekam Medis dan Instalasi Promkes & Pemasaran

Rapat koordinasi rutin layanan khusus skrining ROP : Setiap Hari Jumat setiap minggu

Pembahasan kasus layanan ROP saat ini terkendala lamannya waktu tunggu pasien,

Timeline kegiatan : -

mengatakan sudah datang ke RS Cicendo dari pukul 07.00 WIB, namun pasien baru

Minggu ke 3 September : Pembuatan Alur Layanan, sosialisasi internal RS, pengajuan alur layanan ke direksi melalui koordinator bidang pelayanan medik

diperiksa dokter diatas jam 13.00, selesai dilatsi pupil sekitar pukul 15.00. Bukti tertera dalam eMedical Record sebagai berikut:

-

Minggu ke 4 September : Sosialisasi eksternal oleh Ins. Promkes dan Pemasaran

-

Minggu ke 1 Oktober : Uji Coba Layanan Khusus Skrining ROP

-

Alur Pendaftaran Pasien Baru untuk dijadikan Fast Track (ditanyakan ke instalasi Rekam Medis)

Kendala

Apakah pasien bayi prematur baru bisa mendaftar online 1 hari

sebelumya dan dijadikan very fast track? -

Diskusi dengan koordinator pelayanan medik terkait layanan khusus ini kemudian dibuat alur layanannya

-

Tidak ada

Akan dibuat alur layanan skrining ROP kemudian diajukan koordinator pelayanan medik untuk disahkan oleh direksi.

Rapat Perencanaan

Anti Korupsi (Jujur tanpa konflik kepentingan)

Bandung, 10 September 2021

10 September 2021

Manfaat

Mengetahui, Hal tersebut dapat menyebabkan proses skrining menjadi tidak efektif. Oleh karena itu, KSM PO-Strabismus mengusulkan adanya “Layanan Khusus Skrining ROP” yang

Tidak terbentuk Tim Kerja yang solid dan dapat bekerja sama

yang sedang stase di Unit PO-Strabismus. Tim Perawat : Andri Rusbayanti, S.Kep.Ners dan Yulinar Indriyani, AMK

-

contoh 2 kasus pasien bayi prematur baru pada layanan hari senin 6/9/21. Orangtua

dilaksanakan pada hari tertentu.

• •

MKes; Dr. Feti Karfiati, dr., SpM(K), MKes, dokter spesialis anak, dokter residen -

Hal Teknis lain yang perlu diperhatikan dan ditanyakan :

Etika Publik (menyampaikan rencana dengan sopan dan cermat)

Dampak

Strabismus sebagai berikut:

Jalan Cicendo No 4 Telepon (022) 4231280/81 Faksimile (022) 4201962 Website: www.cicendoeyehospital.org Email: komitemuturscicendo@gmail.com

MKes

MISI “Eye Care” yang berarti memberikan pelayanan mata

Nasionalisme (saling membantu dan bermusyawarah)

Sebagai Langkah awal, dibentuk Daftar Tim Kerja internal dari staf unit PO-

PUSAT MATA NASIONAL RUMAH SAKIT MATA CICENDO BANDUNG KSM PEDIATRIK OFTALMOLOGI DAN STRABISMUS

Rapat Pertemuan

• •

Peserta : mengaktualisasikan mata pelatihan latsar yang dipelajari sebagai inovasi dalam memberikan pelayanan. Unit Kerja : langkah awal pembentukan layanan khusus skrining ROP

Ketua KSM Pediatrik Oftalmologi

Notulis,

Dan Strabismus PMN RS Mata Cicendo,

Diusulkan hari “kamis” sebagai hari khusus kegiatan layanan skrining ROP sebagai upaya percepatan layanan pada bayi prematur. Rencana tempat kegiatan : Lantai 4 gedung B; Aula lantai 4 sebagai ruang tunggu khusus pasien bayi prematur, ruang tindakan kamar 2 sebagai ruang pemeriksaan khusus skrining ROP pada hari tersebut. Peralatan dan obat yang harus disiapkan : funduskopi indirek; lensa 30D; cutton bud

Dr.dr. Irawati Irfani, SpM(K)., M.Kes NIP.197709232008122001

Sesy Caesarya, dr., SpM(K) NIP.198504022020122003

indentor; spekulum bayi; alkohol swab; senter; obat tetes : midriatil 0,5%, efrisel 2,5%, pantocaine 0,5%, artificial tears, antibiotik tetes.

17

17

Dokumentasi :

18

18

Foto Kegiatan Koordinasi Pembuatan Alur : 1.

Kegiatan 2. Membuat alur layanan khusus skrining ROP

Konsultasi dengan Mentor yang merupakan Ketua KSM Pediatrik Oftalmologi dan Strabismus Foto Kegiatan Koordinasi Pembuatan Alur : 1.

Kegiatan 2. Membuat alur layanan khusus skrining ROP

Konsultasi dengan Mentor yang merupakan Ketua KSM Pediatrik Oftalmologi dan Strabismus

3.

Tahapan Kegiatan

•

Mendiskusikan alur layanan skrining ROP

•

Pembuatan draft alur layanan

•

Pengesahan alur oleh Direktur Utama PMN RS Mata Cicendo

Output

Alur layanan khusus skrining ROP yang disahkan Direktur Utama PMN RS Mata Cicendo

Penerapan Nilai Dasar Nasionalisme (bermusyawarah dalam pembuatan alur skrining ROP) Akuntabilitas (bertanggung jawab membuat alur yang jelas)

TATA NILAI Inovatif

Etika Publik (membuat alur sesuai keilmuan terkini )

Kendala

2.

Dampak

2.

Konsultasi dengan Subkoordinator Pelayanan Medik

Manfaat • •

Peserta : inovasi dalam memberikan pelayanan skrining ROP Unit Kerja : membuat layanan skrining ROP dapat lebih cepat, efektif dan efisien

Proses diskusi alur dan alur yang telah disahkan oleh direktur

19

19

Konsultasi dengan Subkoordinator Pelayanan Medik

Lebih lama dari jadwal karena kesibukan pimpinan instansi

Komitmen Mutu (alur berorientasi pada mutu pelayanan)

Tidak akan tercipta musyawarah mufakat dalam pembuatan alur

Konsultasi dengan Koordinator Pelayanan Medik, Keperawatan dan Penunjang

Kontrobusi Visi Misi dan Tata Nilai RS Mata Cicendo MISI “Eye Care” yang berarti memberikan pelayanan mata

20

20

5


11/1/21

Kegiatan 3. Menyiapkan bahan sosialisasi layanan khusus skrining ROP

Kegiatan 3. Menyiapkan bahan sosialisasi layanan khusus skrining ROP Pembuatan Materi Sosialisasi

Tahapan Kegiatan

• • • •

Menyiapkan materi sosialisasi Menyiapkan jadwal sosialisasi internal Membuat infografis untuk ditayangkan di media sosial Menyiapkan jadwal dan materi talk show mengenai skrining ROP

Penerapan Nilai Dasar

Anti Korupsi (Menyusun bahan sosialisasi dengan jelas dan transparan)

Materi Bincang Mata Topik : Seputar Kesehatan Mata Anak dan Skrining ROP Waktu Pelaksanaan : Rabu, 29 September 2021 Pukul 14.30 – 15.30 WIB Narasumber : dr. Sesy Caesarya, SpM(K)

Draft Infografis Layanan Skrining ROP dan Rencana Talkshow

1. Apa itu ROP? kelainan pembuluh darah retina yang dapat terjadi pada bayi prematur Pembuluh darah retina tumbuh sempurna pada usia 40 minggu kehamilan. Pada kondisi prematur, perkembangan vaskular retina tersebut tidak berjalan dengan sempurna

1. Infografis

2. Siapa saja yang berisiko terkena ROP? bayi dengan berat badan lahir ≤ 1500 gram atau usia gestasi ≤ 30 minggu, serta bayi yang memiliki faktir risiko seperti mendapat suplementasi oksigen selama beberapa hari, hipotensi, terdapat riwayat transfusi darah dan sepsis. 3. Bagaimana cara mengenali ROP? ROP hanya bisa dikenali dengan deteksi dini yang dilakukan oleh dokter spesialis mata terlatih dengan peralatan khusus proses ini dinamakan skrining ROP.

TATA NILAI Inovatif

Komitmen Mutu (kreatif, inovatif dan berorientasi pada mutu pelayanan)

4. Mengapa perlu dilakukan skrining ROP? ROP menjadi penyebab utama kebutaan yang dapat dicegah pada anak-anak dan memiliki dampak gangguan penglihatan yang signifikan. Tidak semua kejadian ROP berbahaya, sebagian bersifat ringan dan tidak membutuhkan penanganan. Pada stadium ROP lanjut, dapat menyebabkan ablasio retina atau lepasnya lapisan neurosensory retina yang akan menyebabkan kebutaan.

2. Sosialisasi Eksternal Untuk Masyarakat

5. Kapan harus dilakukan skrining ROP? Pada bayi yang lahir kurang dari 30 minggu, pemeriksaan pertama sebaiknya dilakukan 4 minggu setelah lahir. Sedangkan bayi yang lahir lebih dari 30 minggu pemeriksaan dilakukan 2 minggu setelah lahir. Setiap bayi prematur harus dilakukan skrining ROP minimal satu kali.

Kendala

Etika Publik (Penyusunan sosialisasi dengan kata yang santun)

Tidak ada

6. Bagaimana penatalaksanaan bayi dengan ROP? Tidak semua kasus ROP membutuhkan terapi, pada kasus retina imatur atau kondisi ringan dapat mengalami regresi spontan, namun pada ROP stadium lanjut, terapi harus dilakukan dengan cepat. Modalitas terapi yang dapat diberikan kepada bayi prematur yang mengalami ROP yaitu, terapi krioterapi, fotokoagulasi laser, injeksi intravitreal anti-VEGF, dan operasi vitrektomi pada kasus lanjut.

2. Talkshow

7. Info mengenai Skrining ROP di PMN RS Mata Cicendo Pemeriksaan Skrining ROP dapat dilakukan di Poliklinik PO-Strabismus PMN RS Mata Cicendo, Poliklinik Regular. Layanan khusus skrining ROP diadakan pada hari Kamis. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi CP Skrining ROP : Dika.

Manfaat

Output Dampak Bahan sosialisasi (power point, infografis, undangan rapat sosialisasi internal RS, rencana talkshow)

1. Sosialisasi Internal Rumah Sakit

Kontrobusi Visi Misi dan Tata Nilai RS Mata Cicendo MISI “Eye Care” yang berarti memberikan pelayanan mata

Bahan sosialisasi yang dibuat tidak jelas, kurang kreatif serta tidak berorientasi pada mutu pelayanan

• •

Peserta : dapat menuangkan kreativitasnya agar pelayanan skrining ROP terkoordinasi dengan baik Unit Kerja : dapat menjadi salah satu upaya perbaikan berkelanjutan untuk meningkatkan mutu pelayanan

Bahan sosialisasi

Undangan sosialisasi internal

Jadwal dan materi talkshow

Draft Infografis

21

21

22

22

Draft Infografis Layanan Skrining ROP dan Rencana Talkshow 1. Infografis

Kegiatan 4. Sosialisasi layanan khusus skrining ROP internal rumah sakit dan eksternal pada masyarakat

Kegiatan 4. Sosialisasi layanan khusus skrining ROP internal rumah sakit dan eksternal pada masyarakat LAMPIRAN 1.

Infografis Layanan Khusus Skrining ROP di Instagram RS Mata2. Cicendo Talkshow

Dokumentasi :

Kehadiran Offline

Tahapan Kegiatan • • • •

Sosialisasi internal kepada Direksi dan unit terkait Koordinasi penyebaran informasi dengan Instalasi Promkes Penyebaran informasi layanan khusus skrining ROP melalui media sosial Talk Show mengenai layanan skrining ROP di PMN RS Mata Cicendo

Output

Terlaksananya kegiatan sosialisasi internal rumah sakit dan eksternal pada masyarakat

Penerapan Nilai Dasar

Kontrobusi Visi Misi dan Tata Nilai RS Mata Cicendo

Akuntabilitas (Sosialisasi dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan berintegritas)

Misi “For Everyone Seeing Better World” TATA NILAI Proaktif, Inovatif

Nasionalisme (Musyawarah mufakat untuk meberikan pelayanan optimal)

2.

Pelaksanaan Talkshow Skrining ROP

Talkshow telah diupload di Youtube :

https://m.youtube.com/watch?v=TdrAOtYpGcs&feature=youtu.be

Kendala

Etika Publik (Sosialisasi disampaikan dengan santun)

Saat sosialisasi internal, tidak semua pihak terlibat menghadiri

Komitmen Mutu (kreatif dan inovatif)

Manfaat

Dampak

•

Jika tidak disampaikan secara kreatif dan inovatif masyarakat kurang tertarik akan layanan khusus srining ROP

• •

Sosialisasi Internal 22 September 2021

Peserta : dapat menuangkan kreativitas dalam penjelasan layanan skrining ROP Unit Kerja : dapat menambah jumlah pasien Masyarakat : mendapat pengetahuan

Sosialisasi Eksternal

23

23

Kehadiran Online :

24

24

6


11/1/21 3.

Pelaksanaan Skrining ROP sesuai alur - Anamnesis dan penilaian awal

LAMPIRAN

Kegiatan 5. Uji Coba layanan khusus skrining ROP

Kegiatan 5. Uji Coba layanan khusus skrining ROP

(Hari Kamis setiap minggu, 30 September, 7 Oktober dan 14 Oktober 2021)

Foto Pelaksanaan Uji Coba Layanan Skrining ROP 1.

Tahapan Kegiatan

• • • •

Menyiapkan ruang tunggu khusus bayi prematur Menyiapkan ruang pemeriksaan dan peralatan skrining ROP Melakukan uji coba layanan sesuai alur yang dibuat Masukan dan saran

Output

Akuntabilitas (memimpin pelaksanaan kegiatan, konsisten dan bertanggungjawab)

Pelaksanaan Skrining ROP sesuai alur - Anamnesis dan penilaian awal

- Dilatasi Pupil

TATA NILAI Profesional

Etika Publik (santun, ramah, tulus)

Kendala Jumlah pasien yang skrining masih sedikit Masih ada pasien baru datang di hari lain

• •

Anti Korupsi (Jujur dan peduli)

- Dilatasi Pupil

Manfaat •

Proses uji coba layanan tidak akan berjalan dengan lancar dan optimal

3.

Misi “To be excellence eye care”

Nasionalisme (membuat suasana kerja harmonis)

Dampak Adanya ruang tunggu dan ruang pemeriksaan khusus, terlaksananya uji coba Layanan Khusus Pemeriksaan Skrining ROP sesuai alur

Tersedianya ruang tunggu khusus pasien bayi prematur

Kontrobusi Visi Misi dan Tata Nilai RS Mata Cicendo

Penerapan Nilai Dasar

Komitmen Mutu (beroroentasi mutu pelayanan)

(Hari Kamis setiap minggu, 30 September, 7 Oktober dan 14 Oktober 2021)

• •

2.

Peserta : dapat menuangkan kreativitas dan profesionalitas dalam melakukan layanan skrining ROP Unit Kerja : layanan skrining ROP lebih cepat dan optimal Masyarakat : mempermudah dan mempercepat layanan bagi bayi prematur

Tersedianya ruang pemeriksaan dan peralatan Skrining ROP

Ruang tunggu khusus bayi prematur

Anamnesis dan pemeriksaan awal oleh dokter

Ruang pemeriksaan & peralatan skrining ROP

Dilatasi Pupil

Pemeriksaan Retina bayi prematur

25

25

26

26

Kegiatan 6. Evaluasi dan pelaporan rangkaian kegiatan

Tahapan Kegiatan

• • • • •

Pengumpulan data kegiatan Menyusun instrumen evaluasi Evaluasi kegiatan uji coba Perbaikan sesuai masukan dan saran Penyusunan laporan kegiatan aktualisasi

Output

Kegiatan 6. Evaluasi dan pelaporan rangkaian kegiatan

PUSAT MATA NASIONAL RUMAH SAKIT MATA CICENDO BANDUNG KSM PEDIATRIK OFTALMOLOGI DAN STRABISMUS

Kontrobusi Visi Misi dan Tata Nilai RS Mata Cicendo

Penerapan Nilai Dasar Akuntabilitas (memaparkan data jelas dan transparan)

Jalan Cicendo No 4 Telepon (022) 4231280/81 Faksimile (022) 4201962 Website: www.cicendoeyehospital.org Email: komitemuturscicendo@gmail.com

NOTULENSI

Misi “To be excellence eye care”

Rapat Evaluasi layanan Khusus Skrining ROP Jumat, 8 Oktober 2021

Tempat

Aula Lantai IV Gedung B

Waktu

15.00 – 16.00 WIB

Pimpinan Rapat

dr. Sesy Caesarya, SpM(K), MKes

Jumlah Anggota Rapat

TATA NILAI Istiqomah

Komitmen Mutu (efektif dan efisien)

Rapat Pertemuan Hari/Tanggal

Berdasarkan pelaksanaan uji coba Layanan Khusus Skrining ROP selama 2 minggu: -

Uji Coba pertama tanggal 30 September 2021

-

Uji Coba kedua tanggal 7 Oktober 2021

-

Pemeriksaan bayi prematur dapat lebih cepat

-

Ruang tunggu bayi prematur tidak bersatu dengan pasien anak lainnya

Alur kegiatan skrining sejauh ini sudah sesuai dengan pelaksanaan, belum ada masukan perbaikan alur Beberapa catatan dan masukan terkait pelaksanaan kegiatan:

Kendala Kuesioner evaluasi layanan hanya diisi oleh satu orangtua pasien

Nasionalisme (Menyusun laporan kegiatan dengan Bahasa Indonesia yang baik dan benar)

-

Bayi prematur tidak selalu datang di hari Kamis

-

Pasien baru belum banyak yang menghubungi contact person

-

Sosialisasi harus diperbanyak lagi ke dokter anak, Perinatologi/ NICU RS

-

Catatan pasien sebaiknya masuk e-medical record

-

AC ruang tunggu khusus bayi prematur rusak

-

Penetesan bayi sebaiknya dilalukan di ruang tunggu khusus

-

Harus ada 1 dokter yang bertugas di ruang tunggu khusus untuk anamnesis dan pemeriksaan awal

Pelaksanaan uji coba akan dilanjutkan sampai 3 bulan kedepan sesuai instruksi direktur utama.

Bandung, 8 Oktober 2021

Manfaat

Mengetahui, Ketua KSM Pediatrik Oftalmologi

Terlaksananya kegiatan evaluasi dan pembuatan laporan kegiatan

Notulis,

Rapat evaluasi 8 Oktober 2021

Pembuatan Laporan Kegiatan

Dan Strabismus PMN RS Mata Cicendo,

Dampak

•

Data tidak valid, kegiatan evaluasi tidak efektif dan efisien

• •

Peserta : dapat menjalankan perannya sebagai ASN yang berintergitas Unit Kerja : layanan skrining ROP lebih optimal Kemenkes : wadah untuk memberikan pelayanan paripurna bagi masyarakat

Dr.dr. Irawati Irfani, SpM(K)., M.Kes NIP.197709232008122001

Sesy Caesarya, dr., SpM(K) NIP.198504022020122003

Instrumen evaluasi

27

27

4 pasien

2 pasien

Hal positif dengan adanya layanan skrining ROP ini:

Anti Korupsi (Jujur tidak mengurangi atau melebihkan data)

28

28

7


11/1/21

Rencana Tindak Lanjut 1

2

Sosialisasi layanan khusus skrining ROP ke dokter spesialis anak dan atau RSU yang memiliki ruang perawatan bayi prematur

Pelaksanaan berkelanjutan layanan khusus skrining ROP

Penutup 3

KESIMPULAN

•

Rapat evaluasi layanan khusus skrining ROP

•

Waktu : November 2021

Waktu : mulai November 2021 seterusnya

SARAN

Penerapan nilai dasar ASN dapat menghasilkan ASN

•

yang profesional dan berkarakter terhadap pekerjannya sebagai pelayan publik, pelaksana kebijakan publik, serta perekat dan pemersatu bangsa

Peserta Latsar : habituasi mata pelatihan Latsar dalam menjalankan tugas sehari-hari

•

Instansi : terus menerapkan dan mengawasi penerapan nilai dasar ASN, yakni ANEKA kepada seluruh karyawan dan staf

•

Penyelenggara Latsar : melakukan kegiatan latsar berkesinambungan disesuaikan dengan teknologi dan

Kegiatan aktualisasi yang disusun penulis diharapkan dapat membuat Layanan Skrining ROP di Pusat Mata Nasional Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung menjadi lebih optimal

Waktu : 1x/ bulan

kondisi untuk menghasilkan ASN yang profesional, berkarakter dan berakhlak.

Pelaksanaan RTL akan selalu menerapkan nilai akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu serta anti korupsi

29

30

Testimoni

TERIMAKASIH

Sesy Caesarya dr_sez@yahoo.com +62 811 224 953 Pusat Mata Nasional Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung

32

31

32

8


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Pembuatan Layanan Khusus Skrining Retinopathy Of Prematurity DiUnit Pediatrik Oftalmologi&Strabismus by Repositori Perpustakaan Bapelkes Cikarang - Issuu