Skip to main content

Optimalisasi Tata Laksana Pemeriksaan Computed Tomography Simulator Di Instalasi Radioterapi RSUP HS

Page 1

LAPORAN AKTUALISASI PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN III ANGKATAN 2

OPTIMALISASI TATA LAKSANA PEMERIKSAAN COMPUTED

TOMOGRAPHY SIMULATOR DI INSTALASI RADIOTERAPI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT Dr. HASAN SADIKIN BANDUNG

DISUSUN OLEH : DELLA ALVITA SARI NIP. 199512302020122003

BALAI PELATIHAN KESEHATAN CIKARANG KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 2021


ii


KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala limpahan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan rancangan aktualisasi dengan judul “Optimalisasi Tata Laksana Pemeriksaan CT Simulator di Instalasi Radoterapi RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung” sebagai syarat untuk menyelesaikan Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan III Angkatan II Bapelkes Cikarang Tahun 2021. Proses penyusunan rancangan aktualisasi ini tidak lepas dari dukungan, bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak, karena itu penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada :

1.

Direktur Utama RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung yaitu dr. R. Nina Susana Dewi, Sp. PK. (K), MMRS yang telah memberikan dukungan kepada saya untuk melaksanakan kegiatan Pelatihan Dasar CPNS

2.

Kepala Instalasi Radioterapi yaitu dr. Mas Adi Sunardi, Sp.Onk.Rad yang telah memberikan arahan dan dukungannya untuk saya dalam melaksanakan kegiatan Pelatihan Dasar CPNS

3.

Mentor pembimbing Ibu Umiyati, ST dan Coach pembimbing Dr. drg. Siti Nur Anisah, MPH yang telah memberikan bimbingan dan arahan kepada saya dalam menyusun rancangan kegiatan aktualisasi

4.

Seluruh widya iswara, fasilitator dan panitia penyelenggara di Bapelkes Cikarang yang telah memberikan pelayanan terbaiknya selama proses pelatihan

5.

Keluarga tercinta, terutama suami dan orang tua atas dukungannya yang tidak pernah berhenti Semoga laporan aktualisasi ini dapat bermanfaat, khususnya bagi RSUP Dr. Hasan

Sadikin Bandung dan umumnya bagi seluruh masyarakat.

Bandung, 9 Agustus 2021 Penulis

Della Alvita Sari, S.Tr.Rad NIP 1995123020201220

iii


DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN ................................................................................... ii KATA PENGANTAR ......................................................................................... iii DAFTAR ISI ................................................................................................... iv BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ............................................................................................. 1 B. Tujuan Aktualisasi ....................................................................................... 2 C. Manfaat Kegiatan ......................................................................................... 2 D. Ruang Lingkup ............................................................................................. 2 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Profil Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Hasan Sadikin Bandung ............................ 4 B. Visi dan Misi RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung .............................................. 5 C. Janji Pelayanan RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung ........................................... 5 D. Struktur Organisasi RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung ..................................... 7 E. Instalasi Radioterapi ..................................................................................... 8 F. Struktur Organisasi Instalasi Radioterapi ........................................................ 10 G. Alur Pelayanan ............................................................................................ 11 H. Nilai – nilai Dasar Profesi Aparatur Sipil Negara .............................................. 12 I. Profil Peserta ............................................................................................... 13 BAB III RANCANGAN AKTUALISASI A. Identifikasi Isu ............................................................................................ 14 B. Penetapan Core Isu ..................................................................................... 17 C. Penyebab Isu .............................................................................................. 18 D. Gagasan Pemecahan Isu .............................................................................. 19 E. Matriks Rancangan Aktualisasi ...................................................................... 21 F. Rencana Jadwal Kegiatan Aktualisasi ............................................................. 33 BAB IV PELAKSANAAN AKTUALISASI A. Jadwal Kegiatan Aktualisasi .......................................................................... 34 B. Uraian Kegiatan........................................................................................... 37 C. Manfaat ...................................................................................................... 70 D. Rancangan Tindak Lanjut Hasil Aktualisasi..................................................... 71 BAB V PENUTUP

iv


A. Kesimpulan ................................................................................................. 72 B. Saran.......................................................................................................... 72 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

v


BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sesuai dengan isi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara Pasal 10 yang menyatakan bahwa pegawai ASN berfungsi sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, serta perekat dan pemersatu bangsa, maka dilaksanakanlah latihan dasar bagi CPNS Golongan 3 di lingkungan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sebagai bekal bagi para ASN untuk dapat mengabdi dengan baik di lingkungan kerja masing-masing dan juga di dalam kehidupan bermasyarakat. Tercantum dalam Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 dan Peraturan Lembaga Administrasi Negara Nomor 25 Tahun 2017 bahwa dalam diklat pelatihan dasar, CPNS akan diberikan penanaman nilai-nilai dasar profesi PNS yaitu akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu dan anti korupsi yang kemudian lebih dikenal dengan singkatan ANEKA. Selain itu materi pelatihan juga terdiri dari tiga buah substansi materi pembelajaran yaitu mengenai majaemen ASN, pelayanan publik dan Whole of

Government. Sistem pembelajaran latsar CPNS ini dengan blended learning dimana ada 4 komponen. Komponen pertama yaitu Massive Open Online Course (MOOC) yang merupakan kegiatan pembelajaran mandiri, kemudian tahap kedua merupakan Pelatihan Jarak Jauh atau Distance Learning yang terdiri dari e-learning dan aktualisasi di tempat kerja dimana para peserta dapat mengakses e-learning yang dikelola oleh LAN dan Lembaga Pelatihan, peserta mengikuti pembelajaran bersama pengampu materi, coach, dan kelompoknya. Komponen ketiga yaitu pembelajaran klasikal dimana CPNS melakukan pembelajaran di kelas. Komponen keempat adalah Penguatan Kompetensi Teknik Bidang Tugas (PKTBT) dimana pembelajaran fokus pada kebutuhan teknis sesuai bidang tugas CPNS. Adapun PKTBT dilaksanakan di instansi asal CPNS. RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung sebagai salah satu rumah sakit pemerintah tipe A dan rumah sakit pendidikan, turut serta berpartisipasi untuk mengirimkan CPNS yang ditempatkan di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung untuk mengikuti latsar CPNS sebagai bentuk kepatuhan terhadap aturan yang berlaku. Hal ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung, khususnya pada

1


Instalasi Radioterapi melalui rancangan aktualisasi CPNS yang akan melaksanakan aktualisasi. Melalui optimalisasi tata laksana pemeriksaan CT Simulator di Instalasi Radioterapi, diharapkan agar petugas yang melaksanakan CT Simulator lebih terkoordinasi dan memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) sehingga proses pengobatan kepada pasien dapat berjalan optimal dengan hasil yang maksimal. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas mutu pelayanan Instalasi Radioterapi RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung. B. Tujuan Aktualisasi Tujuan dari pelaksanaaan aktualisasi nilai-nilai dasar PNS di saturan kerja adalah sebagai berikut : 1. CPNS mampu menerapkan nilai-nilai dasar ASN yaitu akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu dan anti korupsi dalam menjalankan peran ASN sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, serta perekat dan pemersatu bangsa. 2. Berkontribusi dalam memperkuat visi dan misi satuan kerja yaitu RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung. 3. Mampu mengimplementasikan substansi pembelajaran mengenai manajemen ASN, pelayan publik dan Whole of Government 4. Memberikan sumbangsih dalam meningkatkan pelayanan di Instalasi Radioterapi RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung C. Manfaat Kegiatan Kegiatan aktualisasi ini diharapkan mampu menciptakan karakter ASN profesional yang senantiasa mengaplikasikan nilai-nilai dasar ASN dalam kehidupan sehari-hari di tempat

bekerja

dan

dalam

masyarakat

sehingga

dapat

berkontribusi

untuk

meningkatkan kualitas pelayanan di satuan kerja terkait yaitu Instalasi Radioterapi RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung. D. Ruang Lingkup Pendidikan dan pelatihan Latsar Golongan III Angkatan II diselenggarakan selama 74 hari dari tanggal 29 Maret 2021 hingga 11 Agustus 2021, yang terdiri dari 4 tahap sebagai berikut:

2


1. Tanggal 29 Maret 2021 – 20 April 2021: kegiatan Massive Open Online Course (MOOC) secara mandiri 2. Tanggal 28 April 2021 – 2 Juni 2021: kegiatan Distance Learning dengan metode

synchronous dan asynchronous oleh penyelenggara Bapelkes Cikarang 3. Tanggal 03 Juni 2021 – 07 Juli 2021: kegiatan Aktualisasi off campus di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung. 4. Tanggal 28 Juli 2021 – 11 Agustus 2021: kegiatan klasikal dilakukan secara daring

3


BAB II TINJAUAN PUSTAKA

A. Profil Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Hasan Sadikin Bandung Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin Bandung merupakan rumah sakit kelas A yang menjadi rujukan tertinggi (Top referal Hospital) di Provinsi Jawa Barat, juga menjadi Rumah Sakit Rujukan Nasional dan RS Pedidikan berlokasi di Jalan Pasteur Nomor 38 Kota Bandung, dulu RSHS dibangun pada tahun 1920 dan diresmikan pada tanggal 15 Oktober 1923 dengan nama Het Algemeene Bandoengsche Ziekenhuijs. Pada tanggal 30 April 1927 namanya diubah menjadi Het Gemeente Ziekenhuijs Juliana dengan kapasitas 300 tempat tidur. Selama penjajahan Jepang, rumah sakit ini dijadikan Rumah Sakit Militer. Setelah Indonesia merdeka, dikelola oleh pemerintah daerah, yang dikenal oleh masyarakat Jawa Barat dengan nama Rumah Sakit Ranca Badak. Pada tahun 1954 Rumah Sakit Ranca Badak ditetapkan menjadi rumah sakit propinsi dan berada di bawah pengawasan Departemen Kesehatan. Selanjutnya pada tahun 1956 dijadikan rumah sakit umum dengan kapasitas 600 tempat tidur, bersamaan dengan didirikannya Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran. Sejak itu pula Rumah Sakit Ranca Badak digunakan sebagai tempat pendidikan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran dan merupakan awal kerjasama antara Rumah Sakit Ranca Badak dengan Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran. Pada tanggal 8 Oktober 1967 nama Rumah Sakit Ranca Badak diubah menjadi Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Hasan Sadikin (RSHS) yang berfungsi sebagai Unit Pelaksana

Teknis

(UPT)

Kementerian

Kesehatan

Republik

Indonesia

dan

bertanggungjawab langsung kepada Direktur Jenderal Pelayanan Medik. Pada tahun 1992-1997 RSHS ditetapkan menjadi unit swadana. Keluarnya Undang-undang nomor 20 tahun 1997 tentang PNBP yang ditindaklanjuti dengan Surat Keputusan Menteri Keuangan nomor 124 tahun 1997 menyebabkan status RSHS berubah menjadi Rumah Sakit Pengguna Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang harus menyetorkan seluruh pendapatan ke kas negara. Seiring berjalannya waktu status RSHS secara yuridis berubah menjadi perusahaan jawatan (Perjan) dengan keluarnya Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 119 tanggal 12 Desember 2000. Kebijakan tersebut merupakan salah satu langkah strategis pemerintah dalam memberikan kewenangan otonomi yang lebih luas kepada unit-unit

4


pelayanan tertentu untuk menyelenggarakan manajemennya secara mandiri, sehingga diharapkan mampu merespon kebutuhan masyarakat secara tepat, cepat dan fleksibel. Tahun 2002 yang merupakan awal efektif sebagai Perjan, RSHS telah mencapai kinerja yang baik dibandingkan dengan tahun 2001 dan tahun 2004 diprognosakan akan mencapai kinerja yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Ditengah-tengah perkembangannya RSHS ditetapkan sebagai Rumah Sakit Rujukan Nasional berdasarkan Surat Keputusan Menteri No HK.02.02/MENKES/390/2014 tentang Pedoman Penetapan RS Rujukan Nasional, menampung tujuh RS Regional di Jawa barat dan beberapa RS di luar provinsi Jawa Barat. Data terakhir menunjukkan, kini RSHS memiliki 944 tempat tidur, 3000 karyawan dengan 395 dokter spesialis dan subspesialis dan enam layanan unggulan terdiri atas Pelayanan Jantung Terpadu, Pelayanan Onkologi, Pelayanan Infeksi, Bedah Minimal Invasif, Kedokteran Nuklir dan Transplantasi Ginjal. B. Visi dan Misi RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung 1. Visi RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung : Menjadi institusi kesehatan yang unggul dan transformative dalam meningkatkan status kesehatan masyarakat (Transformative

leader in health care). 2. Misi RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung :

a. Menyelenggarakan pelayanan kesehatan paripurna dan prima b. Menyelenggarakan sistem rujukan pelayanan bermutu c. Melakukan transformasi dalam mewujudkan status kesehatan masyarakat yang lebih baik C. Janji Pelayanan RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung Tata nilai-nilai filosofis RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung yaitu “PAMINGPIN PITUIN” dengan penjabaran sebagai berikut : Kepemimpinan : Nilai

yang

menggambarkan

kepeloporan

dan

menyiapkan

talentatalenta terbaik di bidangnya Profesional

: Nilai yang berorientasi pada pencapaian kinerja

melalui perjalan

kemitraan. Inovatif

: Nilai yang menggambarkan keinginan untuk menghasilkan suatu yang

baru

dan

senantiasa

berkesinambungan.

5

melakukan

perbaikan

secara


Tulus

: Keinginan untuk memberi tanpa pamrih, proaktif dan responsive.

Unggul

: Keinginan untuk menjadi yang terbaik dan menghasilkan kualitas prima.

Integritas

: Nilai yang menggambarkan kejujuran, amanah, dan menjunjung etika yang tinggi dalam menjalankan tugas

Selain itu, terdapat janji pelayanan kesehatan di RSUP dr. Hasan Sadikin Bandung, yaitu SIGAP. Dijabarkan Senyum-Sapa-Salam-Sopan-Santun (5S), Inovatif dalam berkarya, Gelorakan Semangat Pelayanan Prima, Amanah Menjaga Keselamatan Pasien, serta Peduli, Perhatian dan Perasaan. Terdapat juga nilai – nilai yang dianut dalam pelayanan, yaitu PRIMA dengan penjabaran sebagai berikut : P

:Profesional, Memiliki kemampuan untuk memberikan pelayanan dengan kualitas yang terbaik (prima) disertai kompetensi dalam disiplin ilmu yang mendasarinya

R

:Respek, Pelayanan yang prima akan dapat diberikan apabila dilandasi oleh rasa saling hormat menghormati diantara anggota tim pemberi pelayanan kesehatan. Pelayanan yang prima tidak hanya ditentukan oleh satu profesi, tetapi oleh semua profesi yang terlibat dalam tim pelayanan kesehatan.

I

:Integrasi, Bertindak terintegrasi sesuai dengan nilai – nilai dan kebijakan organisasi serta kode etik farmasi.

M

:Manusiawi, Menganggap setiap individu atau manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang mulia. Oleh karena itu harkat dan martabat mereka harus dijunjung tinggi.

A

:Amanah, Melaksanakan dengan sungguh – sungguh segala hal yang dipercayakan oleh negara dan masyarakat, khususnya dalam memberikan pelayanan, pendidikan, dan penelitian kesehatan. Motto pelayanan yang dimiliki RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung adalah “Kesehatan

Anda Menjadi Prioritas Kami””Kesehatan Anda Menjadi Prioritas Kami”.

6


D. Struktur Organisasi RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung

Bagan 2.1. Struktur Organisasi RSUP dr. Hasan Sadikin


Daftar nama direktur Direktur Utama

: dr. R. Nina Susana Dewi, Sp. PK. (K), M. Kes., MMRS

Direktur Medik dan Keperawatan

: Dr. Nucki Nursjamsi Hidayat, dr., Sp.OT.(K), M. Kes., FICS

Direktur SDM dan Pendidikan

: dr. Yana Akhmad, Sp.PD.-KP

Direktur Umum dan Operasional

: drg. Muhammad Kamaruzzaman, M. Sc.

Direktur Keuangan

: Drs. Sudarto, MM

Daftar Dewan Pengawas Ketua Dewan Pengawas

: Drs. Purwadi, Apt., MM

Anggota Dewan Pengawas

:

1. dr. Eka Viora, Sp. KJ. 2. Dr. dr. Tubagus Rachmat Sentika, Sp. A., MARS 3. Dr. Drs. Bilmar Parhusip, M. Si. 4. Dra. Elly Fariani, Ak, M. Sc.

Sekretaris Dewan Pengawas

: Yoice Novita Fariani, S. H., LLM

E. Instalasi Radioterapi Terapi radiasi atau lebih dikenal istilah Radioterapi adatah pengobatan yang digunakan untuk mengobati keganasan dengan menggunakan sinar pengion. Tujuan pengobatan dari terapi radiasi adalah kuratif dan paliatif. RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung yang merupakan rumah sakit kelas A memberikan pelayanan terapi radiasi tersebut di Instalasi Radioterapi. Instalasi Radioterapi RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung memiliki berbagai fasilitas penunjang pelayanan, diantaranya adalah : 1. Loket pendaftaran 2. Pesawat Simulator Konvensional 3. Pesawat CT Simulator 4. Pesawat Linac 5. Pesawat Cobalt 6. Treatment Planning System (TPS) 7. Mould Room 8. Kamar Gelap

8


9. Poli Pemeriksaan 10. Ruang Tunggu Pasien 11. Ruang Perawatan 12. Ruang Pertemuan

9


F. Struktur Organisasi Instalasi Radioterapi

Bagan 2.2. Struktur Organisasi Instalasi Radioterapi


G. Alur Pelayanan Alur pelayanan adalah proses urutan pelayanan pasien sejak mendaftar, diperiksa sampai dengan mendapatkan tindak lanjut di rumah sakit sesuai dengan kebutuhan pasien berdasarkan ketentuan yang berlaku. 1. Administratif Pasien datang membawa surat rujukan dari dokter di lingkungan Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Hasan Sadikin Bandung atau dokter diluar lingkungan Rumah Sakit, kemudian melakukan pendaftaran di bagian loket pendaftaran unit onkologi radiasi dan mendapatkan status/rekam medik. 2. Konsultan Medik Petugas mengarahkan pasien untuk dilakukan pemeriksaan / konsultasi medik dengan Dokter Spesialis Onkologi Radiasi pada poli radioterapi, kemudian ditentukan stadium kanker nya, skema lapangan penyinaran dan penjadualan simulator. 3. Penjadwalan Simulator Pasien yang telah diperiksa oleh Dokter Spesialis Onkologi Radiasi kemudian dilakukan penjadualan simulator konvensional atau CT Simulator oleh petugas administrasi unit onkologi radiasi. 4. Mould Room Sebelum proses simulator konvensional maupun CT Simulator, terlebih dahulu dilakukan pembuatan alat imobilisasi yang disesuaikan untuk masing-masing pasien dengan tujuan untuk memfiksasi pasien agar pada saat penyinaran area yang disinar akan tetap sama dari awal sampai akhir. 5. Simulator/CT Simulator Setelah pembuatan alat imobilisasi, pasien dilakukan simulasi penyinaran secara fluoroskopi jika menggunakan simulator konvensional atau CT-Scan jika dilakukan CT simulator dengan tujuan agar penyinaran yang diberikan pada pasien benarbenar mencapai sasaran secara optimal dan akurat. Setelah itu pasien diberi penjadualan verifkasi lapangan radiasi oleh petugas. 6. Treatment Planning System (TPS) Pada proses TPS, hasil dari simulator dilakukan perhitungan dosis radiasi yang akan diberikan. Pada modalitas Linac, hasil perhitungan TPS berupa nilai MU sedangkan pada modalitas Cobalt, hasil perhitungan TPS berupa waktu lamanya penyinaran. 11


7. Verifikasi Pasien yang telah mendapatkan jadual verifikasi datang kebagian ruang petugas penyinaran untuk mengumpulkan kartu penyinaran dan menunggu giliran diruang tunggu. Setelah pasien dilakukan verifikasi, kartu penyinaran di stempel tanggal penyinaran sesuai pada kolom yang ada. H. Nilai – nilai Dasar Profesi Aparatur Sipil Negara Nilai – nilai dasar keprofesian PNS yang menjadi penekanan pada kegiatan internalisasi pada saat on campuss terdiri dari 5 nilai, yaitu Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi atau yang disingkat dengan ANEKA. Masing-masing nilai dasar memiliki indikator yang menggambarkan nilai tersebut. Di bawah ini adalah penjabaran masing-masing indikator nilai dasar. 1. Nilai dasar Akuntabilitas, terdiri dari indikator : a. Menginternalisasi nilai-nilai dasar akuntabilitas dan kepentingan publik dalam kehidupan bangsa dan penyelenggaraan pemerintahan. b. Mengambil pilihan yang tepat dan benar ketika terjadi konflik kepentingan, antara kepentingan publik dengan kepentingan pribadi, kelompok, dan sektor. c. Memiliki pemahaman dan kesadaran untuk menghindari dan mencegah keterlibatan PNS dalam politik praktis. d. Memperlakukan masyarakat secara sama dan adil dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik. e. Menunjukkan sikap dan perilaku yang konsisten dan dapat diandalkan sebagai penyelenggara pemerintahan 2. Nilai Dasar Nasionalisme, terdiri dari indikator : a. Memahami peranan Pancasila dalam menumbuhkan nasionalisme ASN. b. Memahami fungsi dan peran ASN sebagai pembuat dan pelaksana kebijakan public. c. Memahami peran ASN sebagai pelayan public. d. Memahami fungsi ASN sebagai pemersatu bangsa. 3. Nilai Dasar Etika publik, terdiri dari indikator : a. Memahami kode etik dan perilaku pejabat public. b. Memahami bentuk-bentuk kode etik dan implikasinya. c. Menganalisis dan menilai ilustrasi aktualisasi nilai dasar etika publik. 4. Nilai Dasar Komitmen Mutu, terdiri dari indikator :

12


a. Memahami tindakan yang menghargai efektivitas, efisiensi, inovasi dan kinerja berorientasi mutu dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan public. b. Menunjukkan sikap perilaku kinerja kreatif dan inovatif yang berorientasi mutu dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik. 5. Nilai Dasar Anti Korupsi, terdiri dari indikator : a. Menyadari dampak perilaku dan tindak pidana korupsi bagi kehidupan diri pribadi, keluarga, masyarakat, dan bangsa. b. Menjelaskan cara-cara menghindari perilaku dan tindak pidana korupsi. c. Menjelaskan pembangunan sistem integritas untuk mencegah terjadinya korupsi di lingkungannya. d. Mengaktualisasikan nilai dasar anti korupsi bagi kehidupan diri pribadi, keluarga, masyarakat, dan bangsa. I. Profil Peserta Penulis dari rancangan aktualisasi ini adalah : Nama

:

Della Alvita Sari, S.Tr.Rad

NIP

:

199512302020122003

Jabatan/Golongan

:

Radiografer Ahli Pertama / IIIa

Pendidikan Terakhir

:

D-IV Teknik Radiologi

Unit Kerja

:

Instalasi Radioterapi RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung

Instansi

:

Kementerian Kesehatan RI

Dalam melakukan aktualisasi, kegiatan yang dilakukan oleh peserta pelatihan dasar mengacu pada Sasaran Kinerja Pegawai (SKP), inisiatif, perintah dan atau tugas dari atasan yang dilakukan di Instalasi Radioterapi. SKP peserta dijabarkan sebagai berikut : 1. Melakukan persiapan pemeriksaan menggunakan pesawat simulator 2. Melakukan pepersiapan penyinaran menggunakan pesawat Cobalt 60 3. Melakukan persiapan penyinaran menggunakan pesawat LINAC 4. Melakukan pemeriksaan menggunakan pesawat simulator (kepala dan leher) 5. Melakukan penyinaran menggunakan pesawat Cobalt 60 (kepala dan leher) 6. Melakukan penyinaran menggunakan pesawat LINAC (kepala dan leher) 7. Membuat laporan bulanan

13


BAB III RANCANGAN AKTUALISASI A. Identifikasi Isu Dalam rangkaian kegiatan latihan dasar CPNS Kemenkes RI tahun 2019, salah satu agenda utama yang perlu dilaksanakan oleh para peserta adalah aktualisasi yang dilakukan di satuan kerja masing-masing. Sebelum melakukan aktualisasi, peserta diharuskan mengidentifikasi isu-isu di satuan kerja masing-masing yang akan diangkat menjadi bahan dasar rancangan aktualisasi. Isu yang diangkat merupakan isu yang benar-benar terjadi dan apabila tidak diselesaikan dapat mempengaruhi kinerja organisasi. Identifikasi isu di lingkungan kerja dilakukan peserta dengan cara mengobservasi isu – isu yang terjadi selama masa percobaan di satuan kerja masing – masing. Berdasarkan hasil observasi selama melaksanakan percobaan di Instalasi Radioterapi RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung terhitung sejak 4 Januari 2021, terdapat beberapa isu yang dapat diangkat menjadi bahan aktualisasi yang dijabarkan dalam tabel 3.1. Tabel 3.1 Isu – isu yang Terdapat di Instalasi Radioterapi RSUP Dr. Hasan Sadikin No 1

Isu

Aspek

Kurangnya kepatuhan kunjungan rutin pasien Pelayanan Publik, radioterapi selama penyinaran

di Instalasi Manajemen ASN

Radioterapi RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung 2

Kurang optimalnya tata laksana pemeriksaan Pelayanan Publik,

Computed Tomography (CT) Simulator di Instalasi Manajemen ASN Radioterapi RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung 3

Kurangnya komunikasi terhadap pasien dan Pelayanan Publik, keluarga pasien mengenai penjadwalan pasien Manajemen ASN dengan teknik 3-Dimensi / Intensity Modulated

Radiation Therapy (3D / IMRT) di

Instalasi

Radioterapi RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung

Isu-isu tersebut dianalisis kelayakannya melalui metode AKPL (Aktual, Khalayak, Problematik, Kelayakan) yang dijelaskan sebagai berikut:

14


1. Aktual : isu yang sedang atau dalam proses kejadian, sedang hangat dibicarakan dikalangan masyarakat, atau isu yang diperkirakan bakal terjadi dalam waktu dekat. Jadi bukan isu yang lepas dari perhatian masyarakat atau isu yang sudah basi. 2. Kekhalayakan : isu yang secara langsung menyangkut hajat hidup orang banyak, masyarakat pelanggan pada umumnya, dan bukan hanya untuk kepentingan seseorang atau sekelompok kecil orang tertentu saja. 3. Problematika : isu yang menyimpang dari harapan, standar, ketentuan yang menimbulkan kegelisahan yang perlu segera dicari penyebab dan pemecahannya. 4. Kelayakan : isu yang masuk akal (logis), pantas, realistis, dan dapat dibahas sesuai dengan tugas, hak, wewenang, dan tanggung jawab. Isu yang layak diangkat dan dicarikan solusinya harus memenuhi keempat kriteria dalam metode AKPL. Apabila ada nilai negatif (isu tidak memenuhi salah satu kriteria) maka isu tersebut dianggap tidak layak untuk ditindaklanjuti. Analisis kelayakan isu-isu yang ada di Instalasi Radioterapi menggunakan metode AKPL dijabarkan pada Tabel 3.2. Tabel 3.2 Analisis Kelayakan Isu dengan Metode AKPL No 1

2

Isu

A

K

P

L

Hasil

radioterapi selama penyinaran di Instalasi Radioterapi + RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung

+

+

+

+

+

+

+

+

+

+

+

+

+

+

Kurangnya

kepatuhan

kunjungan

rutin

pasien

Kurang optimalnya tata laksana pemeriksaan CT Simulator di Instalasi Radioterapi RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung

3

Kurangnya komunikasi terhadap pasien dan keluarga pasien mengenai penjadwalan pasien 3D/IMRT di Instalasi Radioterapi RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung

Isu yang telah memenuhi kelayakan melalui metode penapisan AKPL kemudian ditapis lagi dengan metode USG (Urgency, Seriousness, Growth) yang dijelaskan sebagai berikut : 1. Urgency : seberapa mendesak isu tersebut harus dibahas dikaitkan dengan waktu yang tersedia serta seberapa keras tekanan waktu tersebut untuk memecahkan masalah yang menyebabkan sebuah isu.

15


2. Seriousness : seberapa serius isu tersebut perlu dibahas dikaitkan dengan akibat yang timbul dengan penundaan pemecahan masalah yang menimbulkan isu tersebut atau akibat yang menimbulkan masalahmasalah lain kalau penyebab isu tersebut tidak dipecahkan. 3. Growth : seberapa besar kemungkinan isu tersebut menjadi berkembang dikaitkan dengan kemungkinan masalah penyebab isu akan memburuk apabila dibiarkan. Setiap isu kemudian ditapis dengan diberikan skala Likert dengan nilai antara 1 sampai dengan 5, dimana nilai 1 bermakna sangat kecil, nilai 2 bermakna kecil, nilai 3 bermakna sedang, nilai 4 bermakna besar dan nilai 5 bermakna sangat besar. Isu yang memiliki nilai tertinggi akan diangkat sebagai isu yang terpilih untuk dibuat gagasan penyelesaian isu oleh penulis. Proses penetapan isu utama dengan metode penapisan USG dijabarkan dalam Tabel 3.3.

No 1

Tabel 3.3 Penetapan Isu Utama dengan Metode Penapisan USG Isu U S G Skor Ranking Kurangnya kepatuhan kunjungan rutin pasien radioterapi

selama

penyinaran

di

Instalasi 5

4

3

12

2

5

5

4

14

1

4

3

3

10

3

Radioterapi RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung 2

Kurang optimalnya tata laksana pemeriksaan CT Simulator di Instalasi Radioterapi RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung

3

Kurangnya komunikasi terhadap pasien dan keluarga pasien mengenai penjadwalan pasien 3D/IMRT di Instalasi Radioterapi RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung Keterangan nilai : 1 : Sangat Kecil 2 : Kecil 3 : Sedang 4 : Besar 5 : Sangat Besar

16


B. Penetapan Core Isu Berdasarkan hasil tapisan menggunakan metode USG pada tabel 3.3 dengan skala

Likert maka didapatkan hasil isu utama dengan rumusan isu yaitu kurang optimalnya tata laksana pemeriksaan CT Simulator di Instalasi Radioterapi RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung sampai dengan tahun 2021 (Pelayanan publik, manajemen ASN). Dari segi urgency isu ini mendesak untuk diselesaikan karena menyangkut keseluruhan pasien radioterapi, dokter sebagai penanggungjawab dalam perencanaan tindakan radioterapi yang akan diberikan, fisikawan medis sebagai pengolah data pada

Treatment Planning System (TPS) kemudian radiografer sebagai pelaksana CT Simulator dan penyinaran, lalu ada perawat jika dilakukan pemeriksaan dengan kontras. CT simulator merupakan hal penting yang dilakukan pada tahap awal dalam perencanaan radioterapi sebelum dilakukan tindakan penyinaran, apabila dalam tata laksana pemeriksaannya belum optimal maka dapat menimbulkan hambatan terhadap proses pengobatan pasien. Kemudian dari segi seriousness isu ini bila tidak diselesaikan dapat memicu masalah lain yaitu ketidak tepatan dalam pengobatan pasien, apabila pemeriksaan CT Simulator sampai diulang akan mengganggu jadwal pelayanan pasien radioterapi, dan dan jika ada kesalahan akan disebut dengan malpraktik karena tidak ada aturan baku tentang prosedur pelayanan yang dilakukan. Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 1427/Menkes/SK/XII/2006 tentang Standar Pelayanan Radioterapi di Rumah Sakit dalam melaksanakan dan mengevaluasi tindakan medik radioterapi harus sesuai dengan Standard Operational Procedure (SOP) yang telah diberlakukan. Dari segi growth apabila isu ini tidak diselesaikan maka dapat mempengaruhi alur dan proses pelayanan pasien radioterapi keseluruhan. Pada isu mengenai kurangnya kepatuhan kunjungan rutin pasien radioterapi selama penyinaran cukup penting untuk diselesaikan karena menyangkut kepentingan pasien dalam evaluasi pengobatan pasien radioterapi. Namun isu tersebut cenderung tidak akan berkembang dan memperburuk keadaan dalam jangka pendek karena biasanya radiografer sudah berusaha mengingatkan pasien untuk kontrol rutin ke dokter saat sedang dilakukan penyinaran, sehingga penyelesaian isu masih bisa ditunda. Isu mengenai kurangnya komunikasi terhadap pasien dan keluarga pasien mengenai penjadwalan pasien 3D/IMRT juga cukup penting untuk diselesaikan. Namun isu tersebut cenderung tidak terlalu serius untuk diselesaikan segera karena sebelum penjadwalan pasien sudah diberitahu tentang proses selanjutnya serta sudah ada pemberitahuan bahwa akan menghubungi nomor pasien atau keluarga pasien sehingga 17


nomor pasien atau keluarga pasien harus dipastikan tetap aktif. Pemberitahuan tersebut sudah cukup informatif dan cenderung tidak menimbulkan masalah lain atau memperburuk keadaan. Dari isu terpilih dilakukan analisis dampak lingkungan yang dijabarkan pada tabel 3.4.

Tabel 3.4 Analisis Dampak Lingkungan Isu Terpilih Dampak Apabila Isu Tidak

Isu Kurang

optimalnya

Diselesaikan tata

laksana 1. Memiliki persepsi yang berbeda-beda

pemeriksaan CT Simulator di Instalasi

diantara petugas radiografer dan

Radioterapi RSUP Dr. Hasan Sadikin

perawat

Bandung sampai dengan tahun 2021

2. Hasil menjadi tidak konsisten, kurang efektif, dan kurang efisien.

3. Tidak adanya aturan yang mengikat tentang prosedur tata laksana pemeriksaan CT Simulator

4. Terjadinya delay pengobatan pasien 5. Kerugian pasien dari banyak faktor (waktu, tenaga, dan lain – lain)

6. Menurunkan kualitas pelayanan instalasi dan rumah sakit

C. Penyebab Isu Pemeriksaan CT Simulator merupakan hal penting yang dilakukan pada tahap awal dalam perencanaan radioterapi sebelum dilakukan tindakan penyinaran, berupa simulasi posisi pasien, pemilihan alat fiksasi yang sesuai, parameter yang digunakan serta hasil gambaran diagnostik dengan tujuan memperoleh informasi sebagai area lapangan penyinaran. Dalam pelaksanaannya, petugas yang mengerjakan CT Simulator berbeda-beda karena adanya pergantian atau rolling petugas. Sehingga biasanya masing-masing orang memiliki cara yang berbeda pula dalam mengerjakan CT simulator. Pemeriksaan yang dilakukan di CT Simulator adalah pemeriksaan CT dengan kontras dan non kontras pada organ Head & Neck dan Abdomen-Pelvis, dimana memiliki parameter yang berbeda pula. Pemeriksaan CT Simulator sangat 18


penting bagi pasien stadium awal, pasien anak-anak, dan pasien residif. Maka dari itu diperlukan SOP agar lebih terkoordinasi dan adanya standarisasi dalam melaksanakan CT Simulator terhadap pasien. Di RSUP dr Hasan Sadikin Bandung Instalasi Radioterapi pada alat CT Simulator hanya memiliki SOP Pengoperasian Pesawat CT Simulator GE Discovery RT, sedangkan pada pelaksanaan dalam mengerjakan CT Simulator belum ada SOP yang berlaku. Agar CT Simulator dapat berfungsi optimal maka diperlukan SOP untuk pekerjaan yang efisien, efektif, dan konsisten dalam pemberian pelayanan kepada pasien. Analisa penyebab dari isu kurang optimalnya tata laksana pemeriksaan CT simulator di Instalasi Radioterapi RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung dijabarkan pada diagram fishbone pada bagan 3.1

Bagan 3.1 Diagram Fishbone Penyebab Isu Terpilih D. Gagasan Pemecahan Isu Terpilihnya isu mengenai kurang optimalnya tata laksana pemeriksaan CT Simulator di Instalasi Radioterapi RSUP Dr Hasan Sadikin Bandung dengan metode USG perlu direncanakan gagasan pemecahannya yaitu pembuatan rancangan SOP tata laksana pemeriksaan CT Simulator. Kegiatan aktualisasi gagasan pemecahan isu ada di tabel 3.5 sebagai berikut :

19


No 1 2 3 4 5

Tabel 3.5 Sumber Kegiatan Gagasan Pemecahan Isu Gagasan Penyampaian gagasan terkait pembuatan rancangan SOP tata laksana pemeriksaan CT Simulator Penyusunan rancangan SOP tata laksana pemeriksaan CT Simulator Uji coba penerapan rancangan SOP tata laksana pemeriksaan CT Simulator Mengajukan rancangan SOP menjadi SOP Sosialisasi rancangan SOP tata laksana pemeriksaan CT Simulator kepada rekan kerja

Sumber SKP Inovasi SKP SKP SKP

Demonstrasi pelaksanaan tata laksana pemeriksaan CT Simulator 6

sesuai dengan rancangan SOP yang disusun dan disetujui kepala instalasi

20

SKP


E. Matriks Rancangan Aktualisasi Unit Kerja

:

Identifikasi Isu

:

Radiografer Ahli Pertama, Instalasi Radioterapi RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung 1. Kurangnya kepatuhan kunjungan rutin pasien radioterapi selama penyinaran 2. Kurang optimalnya tata laksana pemeriksaan CT Simulator 3. Kurangnya komunikasi terhadap pasien dan keluarga pasien mengenai penjadwalan pasien 3D/IMRT

Isu yang diangkat

:

Kurang optimalnya tata laksana pemeriksaan CT Simulator di Instalasi Radioterapi RSUP Dr Hasan Sadikin Bandung sampai dengan tahun 2021

Gagasan Pemecahan Isu:

Pembuatan rancangan SOP tata laksana pemeriksaan CT Simulator di Instalasi Radioterapi RSUP Dr Hasan Sadikin Bandung. Gagasan tersebut terkait dengan manajemen ASN, pelayanan publik

Tabel 3.6 Matriks Rancangan Aktualisasi No

Kegiatan

1

Penyampaian gagasan terkait pembuatan rancangan SOP tata laksana pemeriksaan CT Simulator

Tahapan 1. Mengajukan persetujuan kepada Kepala Instalasi dan Mentor terkait pembuatan rancangan SOP tata laksana

Output 1. Memperoleh persetujuan dari Kepala Instalasi dan Mentor dengan adanya surat undangan kegiatan diskusi yang

Keterkaitan Substansi Dalam mengajukan perizinan kepada Kepala Instalasi dan Mentor dilakukan dengan sikap sopan santun, penuh semangat (etika Publik), menerima masukan dari Kepala Instalasi dan Mentor, mencatat hal – hal penting

21

Kontribusi Visi dan Misi Dengan menyampaikan gagasan kepada Kepala Instalasi, mentor, dan rekan sejawat yaitu radiografer, perawat, dan

Penguatan Nilai Organisasi Hasil kinerja akan terlihat sebagai implementasi nilai – nilai dasar ASN yaitu Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti


pemeriksaan CT Simulator

ditandatangani oleh Kepala Instalasi

2. Penyampaian gagasan kepada rekan kerja di Instalasi Radioterapi terkait pelaksanaan diskusi tentang pembuatan rancangan SOP tata laksana melakukan teknik pemeriksaan CT Simulator yang dinilai memberikan hasil terbaik.

2. Masukkan dan dukungan agar seluruh kegiatan dapat dilaksanakan

(komitmen Mutu), memperbaiki bila ada kesalahan (akuntabilitas) serta menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar (nasionalisme). Dalam penyampaian gagasan dilakukan dengan hormat, sopan, dan santun, penuh semangat (etika publik), menerima masukkan dari rekan sejawat, mencatat hal – hal penting (komitmen mutu), serta menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar (nasionalisme).

22

dokter dapat memberikan kontribusi terhadap visi instansi yaitu menjadi institusi yang unggul dan transformatif dalam meningkatkan status Kesehatan masyarakat. Selain itu mendukung misi instansi yaitu menyelenggarakan pelayanan Kesehatan paripurna dan prima yang terintegrasi Pendidikan dan penelitian

Korupsi. Selain itu akan meningkatkan profesionalisme sesuai dengan nilai rumah sakit yaitu Pamingpin Pituin (Kepemimpinan, professional, inovatif, tulus, unggul, dan integritas). Kepemimpinan yaitu menggambarkan kepeloporan dan menyiapkan talentatalenta terbaik di bidangnya. Inovatif yaitu keinginan untuk menghasilkan suatu yang baru dan senantiasa melakukan


3. Menyampaikan materi diskusi mengenai tata laksana pemeriksaan CT Simulator

3. Poin-poin penting hasil diskusi 4. Notulen 5. Daftar Hadir 6. Dokumentasi foto kegiatan

Dalam pelaksanaannya, penyampaian materi diskusi dilakukan dengan sikap yang sopan, santun, dan hormat, serta menggunakan Bahasa Indonesia yang baik (etika publik, nasionalisme). Pembuatan notulen dilakukan dengan jelas, dan dapat dipertanggungjawabkan, transparan sesuai dengan diskusi, tidak menambahkan atau mengurangi isi diskusi. Menggunakan Bahasa Indonesia yang baik (akuntablitas, anti korupsi, nasionalisme)

23

perbaikan secara berkesinambungan. Integritas, menggambarkan kejujuran, amanah, dan menjunjung etika yang tinggi dalam menjalankan tugas.


2

Penyusunan rancangan SOP tata laksana pemeriksaan CT Simulator

1. Mengumpulkan literatur mengenai tata laksana pemeriksaan CT Simulator

1. Literatur tentang tata laksana pemeriksaan CT Simulator

2. Konsultasi dengan mentor tentang bagaimana agar SOP yang akan disusun dapat efektif

2. Rancangan SOP yang sesuai dengan literatur dan realistis untuk dilakukan 3. Poin – poin hasil diskusi/konsultasi

Mengumpulkan bahan literatur untuk penyusunan rancangan SOP dengan penuh tanggung jawab, kerja keras, dan mengambil literatur yang paling relevan (akuntabilitas, anti korupsi, komitmen mutu) Melakukan diskusi/konsultasi dengan mentor menggunakan bahasa yang sopan dan santun dengan musyawarah untuk mendapatkan pengetahuan dan ide dengan saling menghormati dan menghargai pendapat dalam diskusi, serta menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar (etika publik, nasionalisme)

24

Dengan melakukan penyusunan rancangan SOP tentang tata laksana pemeriksaan CT Simulator dapat memberikan kontribusi terhadap visi instansi yaitu menjadi institusi yang unggul dan transformatif dalam meningkatkan status Kesehatan masyarakat. Selain itu mendukung misi instansi yaitu menyelenggarakan pelayanan

Hasil kinerja akan terlihat sebagai implementasi nilai – nilai dasar ASN yaitu Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi. Selain itu akan meningkatkan profesionalisme sesuai dengan nilai rumah sakit yaitu Pamingpin Pituin (Kepemimpinan, professional, inovatif, tulus, unggul, dan integritas). Professional yaitu nilai yang berorientasi pada pencapaian kinerja


3. Menyusun rancangan SOP sesuai dengan hasil diskusi mentor

4. Rancangan SOP Menyusun rancangan SOP tersusun sesuai sesuai standar yang telah dengan hasil disetujui oleh mentor sehingga diskusi dengan SOP dapat dipercaya dan mentor (sesuai dipertanggungjawabkan. literatur dengan Rancangan SOP sesuai mempertimbangkan dengan aturan yang aspek praktikal berlaku di instansi. Dalam sesuai diskusi penyusunan SOP dengan mentor) menggunakan Bahasa 5. Rancangan SOP Indonesia yang baik dan tersusun sesuai benar. (komitmen mutu, dengan format anti korupsi, anti korupsi, yang berlaku di nasionalisme) instansi

25

Kesehatan paripurna dan prima yang terintegrasi Pendidikan dan penelitian

melalui perjalan kemitraan. Inovatif yaitu keinginan untuk menghasilkan suatu yang baru dan senantiasa melakukan perbaikan secara berkesinambungan. Unggul yaitu keinginan untuk menjadi yang terbaik dan menghasilkan kualitas prima. Integritas, menggambarkan kejujuran, amanah, dan menjunjung etika yang tinggi dalam menjalankan tugas


3

Uji coba penerapan rancangan SOP tata laksana pemeriksaan CT Simulator

1. Menyiapkan alat dan bahan serta rancangan SOP yang akan diuji coba

2. Melaksanakan uji coba dengan mentor

1. Alat dan bahan yang tersedia serta rancangan SOP yang akan diuji

2. Dokumentasi foto

Dalam menyiapkan alat dan Dengan melakukan bahan dilakukan secara uji coba penerapan efektif dan efisien, rancangan SOP kemudian bertanggung dapat memberikan jawab atas alat dan bahan kontribusi terhadap yang digunakan, menyiapkan visi instansi yaitu rancangan SOP yang telah menjadi institusi disetujui secara bertanggung yang unggul dan jawab, memastikan kembali transformatif dalam bahwa rancangan SOP tersebut meningkatkan sesuai dengan yang status Kesehatan diajukan sebelumnya masyarakat. Selain itu mendukung misi (akuntabilitas, komitmen instansi yaitu mutu, anti korupsi) menyelenggarakan Saat melaksanakan uji coba pelayanan dilakukan secara sistematis Kesehatan sesuai dengan rancangan paripurna dan SOP, dilakukan secara jujur prima yang dan menerima masukkan terintegrasi dari mentor (komitmen Pendidikan dan mutu, anti korupsi, penelitian nasionalisme). Menghormati keberadaan mentor dan menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. (etika publik, nasionalisme)

26

Hasil kinerja akan terlihat sebagai implementasi nilai – nilai dasar ASN yaitu Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi. Selain itu akan meningkatkan profesionalisme sesuai dengan nilai rumah sakit yaitu Pamingpin Pituin (Kepemimpinan, professional, inovatif, tulus, unggul, dan integritas). Professional yaitu nilai yang berorientasi pada pencapaian kinerja melalui perjalan kemitraan. Inovatif yaitu keinginan untuk menghasilkan suatu yang baru dan senantiasa melakukan


3. Membuat notulen hasil uji coba

4

Mengajukan rancangan SOP menjadi SOP

3. Notulen

1. Menyempurnakan rancangan SOP

1. Rancangan SOP yang sudah di revisi berdasarkan hasil uji coba

2. Mencetak rancangan SOP yang sudah disempurnakan

2. Rancangan SOP yang sudah dicetak sesuai dengan ketentuan

Dalam membuat notulen dilakukan secara jujur sesuai dengan yang diujicobakan, menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar (akuntabilitas, anti korupsi, komitmen mutu, nasionalisme)

Penyempurnaan rancangan SOP dibuat sesuai dengan hasil uji coba dilakukan dengan jujur dan sistematis sesuai dengan format yang berlaku di instansi (Akuntabilitas, anti korupsi, komitmen mutu) Dalam mencetak rancangan SOP yang sudah disempurnakan dilakukan secara efektif dan efisien dengan memastikan bahwa 27

perbaikan secara berkesinambungan. Unggul yaitu keinginan untuk menjadi yang terbaik dan menghasilkan kualitas prima. Integritas, menggambarkan kejujuran, amanah, dan menjunjung etika yang tinggi dalam menjalankan tugas Dengan melakukan pengajuan rancangan SOP menjadi SOP dapat memberikan kontribusi terhadap visi instansi yaitu menjadi institusi yang unggul dan transformatif dalam meningkatkan status Kesehatan masyarakat. Selain

Hasil kinerja akan terlihat sebagai implementasi nilai – nilai dasar ASN yaitu Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi. Selain itu akan meningkatkan profesionalisme sesuai dengan nilai rumah sakit yaitu Pamingpin


3. Meminta persetujuan dari Kepala Instalasi

3. Rancangan SOP yang sudah disetujui oleh Kepala Instalasi

4. Mengajukan rancangan SOP dengan membuat formular verbal / formulir pembuatan ke bagian umum untuk ditandatangani direktur terkait

4. Formulir verbal yang sudah ditandatangani oleh Kepala Instalasi 5. Dokumentasi foto

yang akan dicetak sudah benar (Akuntabilitas, komitmen mutu, anti korupsi) Meminta persetujuan kepada Kepala Instalasi tentang rancangan SOP hasil inovasi dengan bahasa yang sopan dan santun. Menggunakan bahasa yang baik (komitmen mutu, etika publik, nasionalisme) Dalam mengajukan rancangan SOP denga hormat, sopan santun (etika publik), kejelasan, profesionalisme (akuntabilitas), kejujuran, kerja keras (anti korupsi)

28

itu mendukung misi instansi yaitu menyelenggarakan pelayanan Kesehatan paripurna dan prima yang terintegrasi Pendidikan dan penelitian

Pituin (Kepemimpinan, professional, inovatif, tulus, unggul, dan integritas). Professional yaitu nilai yang berorientasi pada pencapaian kinerja melalui perjalan kemitraan. Inovatif yaitu keinginan untuk menghasilkan suatu yang baru dan senantiasa melakukan perbaikan secara berkesinambungan. Unggul yaitu keinginan untuk menjadi yang terbaik dan menghasilkan kualitas prima. Integritas, menggambarkan kejujuran, amanah, dan menjunjung etika yang tinggi dalam menjalankan tugas.


5

Sosialisasi rancangan SOP tata laksana pemeriksaan CT Simulator kepada rekan kerja

1. Menyiapkan 1. Rancangan SOP rancangan SOP yang sudah yang telah disetujui disetujui Kepala Instalasi

2. Mengajukan izin 2. Surat undangan kepada Kepala sosialisasi Instalasi dan rancangan SOP mentor untuk yang mensosialisasikan ditandatangani rancangan SOP Kepala Instalasi yang telah disetujui

3. Menyampaikan rancangan SOP yang telah disetujui kepada rekan – rekan radiografer di

3. Daftar hadir 4. Notulen 5. Foto kegiatan

Menyiapkan SOP yang telah disetujui kepala instalasi secara bertanggung jawab, memastikan kembali bahwa rancangan SOP tersebut sesuai dengan yang diajukan sebelumnya (akuntabilitas, komitmen mutu, anti korupsi) Dalam mengajukan perizinan kepada kepala instalasi dilakukan dengan sikap sopan santun dan dilakukan secara professional. Menggunakan Bahasa Indonesia yang baik, memastikan bahwa tempat dan waktu yang tertera dalam surat undangan sudah sesuai (Etika publik, akuntabilitas,nasionalisme, komitmen mutu) Memberikan informasi dengan jelas (akuntabilitas), dalam penyampaian dilakukan dengan sikap dan bahasa yang sopan dan santun (etika publik), serta

29

Sosialisasi rancangan SOP kepada rekan kerja tentang tata laksana pemeriksaan CT Simulator dapat berkontribusi terhadap visi instansi yaitu menjadi institusi yang unggul dan transformatif dalam meningkatkan status Kesehatan masyarakat. Selain itu mendukung misi instansi yaitu menyelenggarakan pelayanan Kesehatan paripurna dan prima yang terintegrasi Pendidikan dan penelitian

Hasil kinerja akan terlihat sebagai implementasi nilai – nilai dasar ASN yaitu Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi. Selain itu akan meningkatkan profesionalisme sesuai dengan nilai rumah sakit yaitu Pamingpin Pituin (Kepemimpinan, professional, inovatif, tulus, unggul, dan integritas). Inovatif yaitu keinginan untuk menghasilkan suatu yang baru dan senantiasa melakukan perbaikan secara berkesinambungan. Tulus yaitu keinginan untuk memberi tanpa


Instalasi Radioterapi

6

Demonstrasi tata laksana pemeriksaan CT Simulator sesuai dengan rancangan SOP yang disusun dan disetujui kepala instalasi

4. Menyusun laporan kegiatan sosialisasi rancangan SOP

6. Laporan kegiatan sosialisasi rancangan SOP

1. Mengajukan izin kepada Kepala Instalasi dan Mentor untuk melakukan demonstrasi

1. Izin dari Kepala Instalasi dan Mentor

2. Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan

2. Alat dan bahan yang dibutuhkan tersedia

menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar (nasionalisme), memastikan daftar hadir, notulen, dan foto kegiatan sudah lengkap (komitmen mutu) Pembuatan laporan dilakukan dengan jelas, tanggung jawab, transparan sesuai dengan diskusi, tidak menambahkan atau mengurangi isi diskusi (akuntabilitas, anti korupsi, komitmen mutu) Dalam mengajukan perizinan Demonstrasi kepada kepala instalasi langsung kepada dilakukan dengan sikap sopan rekan kerja sesuai santun dan dilakukan secara dengan SOP dapat professional. Menggunakan berkontribusi bahasa yang baik. terhadap visi (etika publik, akuntabilitas, instansi yaitu menjadi institusi nasionalisme) yang unggul dan Dalam menyiapkan alat dan transformatif dalam bahan dilakukan dengan meningkatkan efektif dan efisien, serta status Kesehatan tidak berlebihan memakai

30

pamrih, proaktif dan responsif. Unggul yaitu keinginan untuk menjadi yang terbaik dan menghasilkan kualitas prima. Integritas, menggambarkan kejujuran, amanah, dan menjunjung etika yang tinggi dalam menjalankan tugas.

Hasil kinerja akan terlihat sebagai implementasi nilai-nilai dasar ASN yaitu akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu, dan anti korupsi. Selain itu akan meningkatkan profesionalisme sesuai dengan nilai rumah


3. Melakukan demonstrasi tata laksana pemeriksaan CT Simulator sesuai rancangan SOP yang disetujui

3. Daftar hadir, dokumentasi foto kegiatan

4. Membuat laporan kegiatan demonstrasi

4. Laporan kegiatan demonstrasi SOP

alat dan bahan namun sesuai kebutuhan. Serta bertanggung jawab terhadap kondisi alat dan bahan saat digunakan (komitmen mutu, anti korupsi, akuntabilitas) Melakukan demonstrasi tata laksana pemeriksaan CT Simulator dengan kejelasan, kinerja bermutu sesuai dengan rancangan SOP yang sudah disetujui sehingga dapat dipahami oleh radiografer dan perawat. Bersikap sopan dan santun saat demonstrasi kepada rekan radiografer kerja. Memastikan daftar hadir dan dokumentasi sudah lengkap (komitmen mutu, etika publik, akuntabel). Pembuatan laporan dilakukan dengan jelas, tanggung jawab, transparan sesuai dengan diskusi, tidak menambahkan atau mengurangi isi diskusi

31

masyarakat. Selain itu mendukung misi instansi yaitu menyelenggarakan pelayanan Kesehatan paripurna dan prima yang terintegrasi Pendidikan dan penelitian

sakit yaitu Pamingpin Pituin (Kepemimpinan, professional, inovatif, tulus, unggul, dan integritas). Inovatif, yaitu keinginan untuk menghasilkan suatu yang baru dan senantiasa melakukan perbaikan secara berkesinambungan. Tulus, yaitu keinginan untuk memberi tanpa pamrih, proaktif dan responsif. Unggul, yaitu keinginan untuk menjadi yang terbaik dan menghasilkan kualitas prima. Integritas, menggambarkan kejujuran, amanah, dan menjunjung etika


(akuntabilitas, anti korupsi, komitmen mutu). Menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar (nasionalisme)

32

yang tinggi dalam menjalankan tugas.


F. Rencana Jadwal Kegiatan Aktualisasi Kegiatan aktualisasi akan dilaksanakan dari tanggal 3 Juni - 7 Juli 2021 dengan rincian kegiatan sesuai tabel 3.7 Tabel 3.7 Rencana Jadwal Kegiatan Aktualisasi No

Juni

Kegiatan I

1

Penyampaian gagasan terkait pembuatan rancangan SOP tata laksana pemeriksaan CT Simulator

2

Penyusunan rancangan SOP tata laksana pemeriksaan CT Simulator

3

Uji coba penerapan rancangan SOP tata laksana pemeriksaan CT Simulator

4

Mengajukan rancangan SOP menjadi SOP

5

Sosialisasi rancangan SOP tata laksana pemeriksaan CT Simulator kepada rekan kerja

6

Demonstrasi pelaksanaan tata laksana pemeriksaan CT Simulator sesuai dengan rancangan SOP yang disusun dan disetujui kepala instalasi

33

II

III

Juli IV

I


BAB IV PELAKSANAAN AKTUALISASI A. Jadwal Kegiatan Aktualisasi Aktualisasi nilai-nilai dasar PNS ANEKA (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi) pada Pelatihan Dasar Golongan III angkatan 2 tahun 2021 telah dilaksakan pada tanggal 03 Juni – 07 Juli 2021 di Instalasi Radioterapi RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung. Berdasarkan rancangan aktualisasi yang telah diseminarkan, penulis merencanakan 6 kegiatan yang akan dilakukan selama masa aktualisasi. Pada bab ini penulis akan menjelaskan mengenai rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan berdasarkan rencana aktualisasi serta penerapan dari nilai-nilai ANEKA selama kegiatan dilaksanakan. Kegiatan tersebut antara lain sebagai berikut : Tabel 4.1. Status Pelaksanaan Kegiatan Gagasan Status

No Penyampaian 1

gagasan

terkait

Sumber

pembuatan

rancangan SOP tata laksana pemeriksaan CT

Terealisasi

SKP

Terealisasi

Inovasi

Terealisasi

SKP

Terealisasi

SKP

Terealisasi

SKP

Terealisasi

SKP

Simulator 2

Penyusunan

rancangan

SOP

tata

laksana

pemeriksaan CT Simulator Uji coba penerapan rancangan SOP tata laksana

3

pemeriksaan CT Simulator

4 5

Mengajukan rancangan SOP menjadi SOP Sosialisasi

SOP

tata

laksana

pemeriksaan CT Simulator kepada rekan kerja Demonstrasi

6

rancangan

pemeriksaan

pelaksanaan CT

Simulator

tata

laksana

sesuai

dengan

rancangan SOP yang disusun dan disetujui kepala instalasi

34


Tabel 4.2 Tahapan Kegiatan Aktualisasi No. 1.

Kegiatan Penyampaian

Tahapan Kegiatan 1. Mengajukan persetujuan kepada

gagasan terkait

Kepala Instalasi dan Mentor terkait

pembuatan

pembuatan rancangan SOP tata

rancangan SOP

laksana pemeriksaan CT Simulator.

tata laksana pemeriksaan CT Simulator

Tanggal pelaksanaan 3-10 Juni 2021

2. Penyampaian gagasan kepada rekan kerja di Instalasi Radioterapi

3. Menyampaikan materi diskusi mengenai tata laksana pemeriksaan CT Simulator

2.

Penyusunan

1. Mengumpulkan literatur mengenai

rancangan SOP

tata laksana pemeriksaan CT

tata laksana

Simulator

pemeriksaan CT Simulator

14 – 18 Juni 2021

2. Konsultasi dengan mentor tentang bagaimana agar SOP yang akan disusun dapat efektif 3. Menyusun rancangan SOP sesuai dengan hasil diskusi mentor

3.

Uji coba penerapan

rancangan SOP yang akan diuji

rancangan SOP

coba

tata laksana pemeriksaan CT

4.

1. Menyiapkan alat dan bahan serta

2. Melaksanakan uji coba dengan mentor

Simulator

3. Membuat notulen hasil uji coba

Mengajukan

1. Menyempurnakan rancangan SOP

rancangan SOP

2. Mencetak rancangan SOP yang

menjadi SOP

22-23 Juni 2021

sudah disempurnakan

3. Meminta persetujuan dari Kepala Instalasi

35

24-25 Juni 2021


4. Mengajukan rancangan SOP dengan membuat formular verbal / formulir pembuatan ke bagian umum untuk ditandatangani direktur terkait 5.

Sosialisasi rancangan SOP tata laksana

1. Menyiapkan rancangan SOP yang

25 – 29 Juni 2021

telah disetujui Kepala Instalasi 2. Mengajukan izin kepada Kepala

pemeriksaan CT

Instalasi dan mentor untuk

Simulator kepada

mensosialisasikan rancangan SOP

rekan kerja

yang telah disetujui 3. Menyampaikan rancangan SOP yang telah disetujui kepada rekan – rekan radiografer di Instalasi Radioterapi

4. Menyusun laporan kegiatan sosialisasi rancangan SOP 6.

Demonstrasi

1. Mengajukan izin kepada Kepala

pelaksanaan tata

Instalasi dan Mentor untuk

laksana

melakukan demonstrasi

pemeriksaan CT Simulator sesuai dengan

2. Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan 3. Melakukan demonstrasi tata

rancangan SOP

laksana pemeriksaan CT Simulator

yang disusun dan

sesuai rancangan SOP yang

disetujui kepala

disetujui

instalasi

4. Membuat laporan kegiatan demonstrasi

36

25 Juni - 2 Juli 2021


B. Uraian Kegiatan Kegiatan 1 Penyampaian gagasan terkait pembuatan rancangan SOP tata laksana pemeriksaan CT Simulator Tanggal pelaksanaan

3-10 Juni 2021 1. Mengajukan persetujuan kepada Kepala Instalasi dan Mentor terkait pembuatan rancangan SOP tata laksana pemeriksaan CT Simulator 2. Penyampaian gagasan kepada rekan kerja di Instalasi Radioterapi 3. Menyampaikan materi diskusi mengenai tata laksana pemeriksaan CT Simulator

Daftar lampiran

Surat undangan, dokumentasi foto, notulen kegiatan

Kegiatan 1 ini yaitu penyampaian gagasan terkait pembuatan rancangan SOP tata laksana pemeriksaan CT Simulator kepada mentor, kepala instalasi, dan rekan sejawat yang selanjutnya dilakukan penyampaian materi diskusi. Kegiatan ini telah terealisasi pada tanggal 3-10 Juni 2021. Kegiatan ini dimulai dari mengajukan persetujuan kepada kepala instalasi dan mentor, kemudian dilanjutkan penyampaian gagasan kepada rekan kerja, lalu dilanjutkan menyampaikan materi diskusi mengenai tata laksana pemeriksaan CT Simulator. Berikut penjelasan mengenai tahapan kegiatan : 1. Tahapan Kegiatan a. Mengajukan persetujuan kepada Kepala Instalasi dan Mentor terkait pembuatan rancangan SOP tata laksana pemeriksaan CT Simulator

Output : Memperoleh persetujuan dari mentor dan kepala instalasi, surat undangan Penulis sebagai pelaksana kegiatan aktualisasi bertemu langsung dengan Mentor (Ibu Satsetyo Pudji Rahayu, ST) pada tanggal 4 Juni 2021 untuk menyampaikan gagasan terkait pembuatan rancangan SOP tata laksana pemeriksaan CT Simulator untuk kemudian didiskusikan dengan rekan sejawat radiografer dan perawat.

37


Gambar 4.1 Saat penulis menyampaikan gagasan kepada Mentor (Ibu Satsetyo Pudji Rahayu, S.T) terkait pembuatan rancangan SOP tata laksana pemeriksaan CT Simulator tanggal 4 Juni 2021 Setelah itu bertemu langsung dengan Kepala Instalasi Radioterapi untuk menyampaikan maksud saya untuk berkonsultasi mengenai rancangan SOP yang akan saya buat dan meminta izin untuk berdiskusi dengan rekan sejawat secara resmi agar beliau bersedia menandatangani surat undangan untuk kegiatan tersebut.

Gambar 4.2 Surat undangan kegiatan diskusi dengan rekan sejawat 38


b. Penyampaian gagasan kepada rekan kerja di Instalasi Radioterapi

Output : Masukkan dan dukungan dari rekan sejawat agar dapat terlaksana dengan baik Setelah surat undangan ditandatangani, penulis menyampaikan gagasan yang bermaksud untuk membuat rancangan SOP kepada rekan sejawat (Ibu Mulyati, Amd.Kep) pada tanggal 4 Juni 2021 dan menginformasikan tentang waktu pelaksanaan kegiatan diskusi secara lisan dengan menunjukkan surat undangan

Gambar 4.3 Saat penulis menyampaikan gagasan untuk membuat rancangan SOP kepada rekan sejawat (Ibu Mulyati, Amd.Kep) tanggal 4 Juni 2021 c. Menyampaikan materi diskusi mengenai tata laksana pemeriksaan CT Simulator

Output : Poin-poin hasil diskusi, dokumentasi foto, daftar hadir kegiatan, notulen Sebelum memulai diskusi, penulis terlebih dahulu mempersiapkan bahan materi yang akan didiskusikan di tanggal 6 Juni 2021 mengenai apa saja yang dibutuhkan dalam pembuatan rancangan SOP.

39


Gambar 4.4 Bahan materi yang akan didiskusikan kegiatan diskusi dilakukan pada tanggal 7 dan 8 Juni 2021 di siang hari setelah pelayanan selesai dan di masa pandemi Covid-19 penulis harus tetap mentaati protokol kesehatan karena ada beberapa rekan sejawat positif Covid19 yang melakukan isolasi mandiri di rumah maupun di rumah sakit sehingga SDM di Instalasi Radioterapi berkurang dan harus menjaga jarak / tidak boleh berkerumun. Penulis memutuskan untuk melakukan teknik jemput bola dimana penulis yang membawa bahan diskusi ke workstation rekan sejawat. Penulis melakukan diskusi di workstation radiografer Linac dan Cobalt.

Gambar 4.5 Kegiatan diskusi di workstation Cobalt tanggal 7 Juni 2021

40


Gambar 4.6 Kegiatan diskusi di workstation Linac tanggal 8 Juni 2021 Setelah kegiatan selesai, penulis menyimpan daftar hadir peserta, melakukan dokumentasi foto, serta membuat notulen dari hasil kegiatan tersebut. Penulis menyampaikan rasa terima kasih kepada rekan sejawat yang mengikuti kegiatan tersebut.

Gambar 4.7 Daftar hadir kegiatan diskusi

41


Gambar 4.8 Notulen Kegiatan Diskusi 2. Pemaknaan Nilai-nilai Dasar ASN a. Akuntabilitas Kegiatan aktualisasi ini dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan memberikan data secara transparan. Kemudian saat menjelaskan kepada mentor mengutamakan rasa tanggung jawab dan integritas, serta bersedia memperbaiki rancangan apabila ditemukan adanya kesalahan. b. Nasionalisme Penulis menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam melaksanakan kegiatan baik dalam meminta persetujuan kepada mentor, kepala instalasi, dan rekan sejawat serta dalam penulisan rancangan aktualisasi. c. Etika Publik Dalam mengajukan persetujuan/perizinan kepada kepala instalasi dan mentor serta saat kegiatan penyampaian gagasan dan kegiatan diskusi dilakukan dengan sikap hormat, sopan santun, penuh semangat. Lalu tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada pihak yang terlibat. Penulis juga menghormati dan bersedia menerima masukkan dari mentor dan kepala ruangan demi perbaikkan rancangan aktualisasi ke arah lebih baik. d. Komitmen Mutu

42


Dalam kegiatan aktualisasi ini penulis menerima masukan dari kepala instalasi, mentor, dan rekan sejawat serta mencatat hal-hal yang penting e. Anti Korupsi Dalam

pelaksanaan

kegiatan

ini

saat

membuat

notulen

dapat

dipertanggungjawabkan dan dilakukan secara transparan sesuai dengan hasil diskusi, tidak menambahkan atau mengurangi isi diskusi. 3. Kontribusi terhadap Visi dan Misi Organisasi Sesuai dengan visi RSHS yaitu menjadi institusi yang unggul dan transformatif dalam meningkatkan status kesehatan masyarakat. Selain itu mendukung misi RSHS yaitu menyelenggarakan pelayanan kesehatan paripurna dan prima yang terintegrasi pendidikan dan penelitian. 4. Penguatan Nilai-nilai Organisasi Kepemimpinan : menggambarkan kepeloporan dan menyiapkan talenta-talenta terbaik di bidangnya. Inovatif : keinginan untuk menghasilkan suatu yang baru dan senantiasa melakukan perbaikan secara berkesinambungan. Integritas : menggambarkan kejujuran, amanah, dan menjunjung etika yang tinggi dalam menjalankan tugas 5. Analisis Dampak Tanpa diterapkannya nilai-nilai ANEKA kemungkinan kegiatan tersebut tidak akan optimal dan informasi mengenai tata laksana pemeriksaan CT Simulator kurang relevan dan kurang lengkap sehingga tidak mendapat persetujuan dari mentor, kepala instalasi dan coach. 6. Kendala dan Solusi Kendala saat melaksanakan kegiatan ini adalah diskusi tidak selesai dalam satu hari melainkan dalam beberapa hari karena SDM yang terbatas dalam melaksanakan pelayanan di rumah sakit dan adanya jadwal tracing terkait Covid-19.

43


Kegiatan 2 Penyusunan rancangan SOP tata laksana pemeriksaan CT Simulator Tanggal pelaksanaan

14-18 Juni 2021 1. Mengumpulkan literatur mengenai tata laksana pemeriksaan CT Simulator 2. Konsultasi dengan mentor tentang bagaimana agar SOP yang akan disusun dapat efektif 3. Menyusun rancangan SOP sesuai dengan hasil diskusi mentor

Daftar lampiran

sumber literatur, dokumentasi foto, rancangan SOP

Kegiatan penyusunan rancangan SOP tata laksana pemeriksaan CT Simulator dilakukan mulai dari 14 – 18 Juni 2021. Kegiatan ini dimulai dari mengumpulkan literatur tentang tata laksana hingga disusun menjadi rancangan SOP sesuai hasil diskusi dengan mentor. Adapun penjelasan dari tahapan kegiatan ini adalah sebagai berikut : 1. Tahapan Kegiatan a. Mengumpulkan literatur mengenai tata laksana pemeriksaan CT Simulator Output : sumber literatur

Penulis sebagai kegiatan pelaksana aktualisasi melakukan tahapan kegiatan yang pertama yaitu mencari literatur mengenai tata laksana pemeriksaan CT Simulator pada tanggal 14 Juni 2021 dilakukan secara bertanggung jawab, kerja keras, dan jujur. Literatur yang diambil dari berbagai jurnal maupun skripsi mengenai tata laksana pemeriksaan CT Simulator, literatur yang diambil adalah yang paling relevan sesuai dengan yang ada di RSUP Dr. Hasan Sadikin.

44


Gambar 4.9 Daftar literatur dan jurnal mengenai tata laksana pemeriksaan CT Simulator b. Konsultasi dengan mentor tentang bagaimana agar SOP yang akan disusun dapat efektif

Output : Hasil diskusi dengan mentor Setelah mendapatkan literatur, dilanjutkan dengan berkonsultasi dengan mentor pada tanggal 15 Juni 2021. Konsultasi dilakukaan saat sudah selesai pelayanan pasien kemudian meminta izin untuk berkonsultasi dilakukan dengan sopan santun dan menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, kemudian membahas tentang rancangan SOP yang akan dibuat, sebelumnya memberikan informasi mengenai literatur yang didapat lalu dicari literatur yang tepat dan realistis untuk diterapkan di Instalasi Radioterapi RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung dengan mencatat poin-poin penting hasil konsultasi dengan mentor lalu dituangkan ke dalam rancangan SOP yang dibuat. Setelah selesai konsultasi saya sebagai pelaksana mengucapkan terimakasih atas waktu yang telah diberikan.

45


Gambar 4.10 Penulis berkonsultasi dengan mentor mengenai tata laksana pemeriksaan CT Simulator berdasarkan literatur dan praktikal tanggal 15 Juni 2021

Gambar 4.11 Poin-poin hasil diskusi dengan mentor c. Menyusun rancangan SOP sesuai dengan hasil diskusi mentor

Output : Rancangan/draft SOP Setelah konsultasi kemudian menyusun rancangan SOP pada tanggal 18 Juni 2021 sesuai dengan literatur dengan mempertimbangkan aspek praktikal berdasarkan hasil diskusi dengan mentor kemudian disusun berdasarkan format yang berlaku di instansi.

46


Gambar 4.12 Peraturan mengenai pengendalian kebijakan di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung

Gambar 4.13 Rancangan SOP Tata Laksana Pemeriksaan CT Simulator 2. Pemaknaan Nilai-nilai Dasar ASN a. Akuntabilitas

47


Dalam mengumpulkan bahan literatur untuk penyusunan rancangan SOP dengan penuh tanggung jawab dan transparan b. Nasionalisme Dalam melaksanakan kegiatan ini menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar saat konsultasi dan menyusun rancangan SOP, menghormati dan menghargai pendapat dalam diskusi dengan mentor. c. Etika Publik Penulis dalam melakukan diskusi/konsultasi dengan mentor menggunakan bahasa yang sopan dan santun. d. Komitmen Mutu Dalam melaksanakan kegiatan ini saat mencari literatur dilakukan secara relevan, serta dalam penyusunan rancangan SOP sesuai dengan standar yang telah disetujui oleh mentor, dapat dipercaya dan sesuai dengan aturan yang berlaku di instansi. e. Anti Korupsi Penulis dalam melaksanakan kegiatan ini dilakukan dengan penuh tanggung jawab, kerja keras, dan dapat dipercaya. 3. Kontribusi terhadap Visi dan Misi Organisasi Sesuai dengan visi RSHS yaitu menjadi institusi yang unggul dan transformatif dalam meningkatkan status kesehatan masyarakat. Selain itu mendukung misi RSHS yaitu menyelenggarakan pelayanan kesehatan paripurna dan prima yang terintegrasi pendidikan dan penelitian. 4. Penguatan Nilai-nilai Organisasi Professional : nilai yang berorientasi pada pencapaian kinerja

melalui perjalan

kemitraan. Inovatif : keinginan untuk menghasilkan suatu yang baru dan senantiasa melakukan perbaikan secara berkesinambungan. Unggul : keinginan untuk menjadi yang terbaik dan menghasilkan kualitas prima. Integritas, menggambarkan kejujuran, amanah, dan menjunjung etika yang tinggi dalam menjalankan tugas. 5. Analisis Dampak Tanpa diterapkannya nilai-nilai ANEKA kemungkinan kegiatan tersebut tidak akan optimal dan informasi mengenai penyusunan rancangan SOP tata laksana

48


pemeriksaan CT Simulator kurang relevan dan kurang lengkap sehingga rancangan SOP tidak akan tersusun dengan baik. 6. Kendala dan Solusi Kendala saat melaksanakan kegiatan ini adalah saat mentor dalam keadaan sakit sehingga sesi konsultasi dilakukan dengan mentor pengganti lainnya yang ada di Instalasi Radioterapi, karena waktu yang tidak cukup jika harus menunggu mentor bekerja kembali. Kegiatan 3 Uji coba penerapan rancangan SOP tata laksana pemeriksaan CT Simulator Tanggal pelaksanaan

22-23 Juni 2021

Tahapan Kegiatan

1. Menyiapkan alat dan bahan serta rancangan SOP yang akan diuji coba 2. Melaksanakan uji coba dengan mentor 3. Membuat notulen hasil uji coba

Daftar lampiran

rancangan SOP, dokumentasi foto, notulen

Kegiatan uji coba penerapan rancangan SOP dilakukan pada tanggal 22-23 Juni 2021 bersama dengan mentor. Adapun penjelasan dari tahapan kegiatan ini adalah sebagai berikut : 1. Tahapan Kegiatan a. Menyiapkan alat dan bahan serta rancangan SOP yang akan diuji coba

Output : Alat dan bahan yang digunakan untuk uji coba Saya sebagai pelaksana kegiatan menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan. Dalam mempersiapkan alat dan bahan dilakukan dengan efektif dan efisien. Selain alat dan bahan yaitu rancangan SOP yang akan diuji. Alat dan bahan lainnya berupa masker thermoplast, spidol, marker tanda plus (+), marker logam, status pasien, kartu penyinaran.

49


Gambar 4.14 Alat dan bahan yang disiapkan b. Melaksanakan uji coba dengan mentor

Output : Perbaikan rancangan SOP, dokumentasi foto Uji coba dilakukan dalam dua hari yaitu pada tanggal 22-23 Juni 2021, uji coba dilakukan bersama dengan mentor apakah sudah sesuai atau belum. Uji coba dilakukan secara sistematis sesuai dengan rancangan SOP dan menerima masukkan dari mentor. Uji coba dilakukan dua hari karena disesuaikan dengan kasus pemeriksaan yang ada pada saat itu. Ada 3 kasus pemeriksaan sesuai dengan anatomi yaitu kepala, kepala-leher, dan abdomen-pelvis.

Gambar 4.16 Kegiatan pelaksanaan uji coba bersama mentor

50


c. Membuat notulen hasil uji coba

Output : Notulen Setelah kegiatan uji coba dilakukan, selanjutnya penulis membuat notulen kegiatan uji coba dilakukan dengan jujur sesuai dengan kegiatan uji coba rancangan SOP dan menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Gambar 4.17 Notulen kegiatan hasil uji coba

51


2. Pemaknaan Nilai-nilai Dasar ASN a. Akuntabilitas Kegiatan aktualisasi ini dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan memberikan data secara transparan. Kemudian saat melaksanakan uji coba dengan mentor mengutamakan rasa tanggung jawab dan integritas, serta bersedia memperbaiki rancangan apabila ditemukan adanya kesalahan. b. Nasionalisme Dalam melaksanakan kegiatan ini menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar saat uji coba dan membuat notulen. c. Etika Publik Dalam melaksanakan kegiatan uji coba penulis menghormati keberadaan mentor dan rekan kerja yang juga sedang bertugas di CT Simulator. Selain itu menjaga privasi data pasien yang dilakukan uji coba dengan tidak menyebar informasi pribadi pasien. d. Komitmen Mutu Dalam menyiapkan alat dan bahan dilakukan secara efektif dan efisien dan memastikan kembali bahwa rancangan SOP yang dibuat sudah sesuai dengan hasil diskusi dengan mentor sebelumnya. Saat melaksanakan uji coba dilakukan secara sistematis sesuai dengan rancangan SOP. e. Anti Korupsi Dalam melaksanakan kegiatan ini penulis bertanggung jawab atas alat dan bahan yang digunakan serta dilakukan dengan jujur sesuai dengan yang diujicobakan. 3. Kontribusi terhadap Visi dan Misi Organisasi Sesuai dengan visi RSHS yaitu menjadi institusi yang unggul dan transformatif dalam meningkatkan status kesehatan masyarakat. Selain itu mendukung misi RSHS yaitu menyelenggarakan pelayanan kesehatan paripurna dan prima yang terintegrasi pendidikan dan penelitian. 4. Penguatan Nilai-nilai Organisasi Professional : nilai yang berorientasi pada pencapaian kinerja

melalui perjalan

kemitraan. Inovatif : keinginan untuk menghasilkan suatu yang baru dan senantiasa melakukan perbaikan secara berkesinambungan. Unggul : keinginan untuk menjadi yang terbaik dan menghasilkan kualitas prima.

52


Integritas, menggambarkan kejujuran, amanah, dan menjunjung etika yang tinggi dalam menjalankan tugas. 5. Analisis Dampak Tanpa diterapkannya nilai-nilai ANEKA kemungkinan kegiatan tersebut tidak akan optimal dan informasi mengenai penyusunan rancangan SOP tata laksana pemeriksaan CT Simulator kurang relevan dan kurang lengkap sehingga uji coba penerapan rancangan SOP tidak berjalan dengan baik 6. Kendala dan Solusi Tidak ada kendala saat melakukan kegiatan uji coba penerapan rancangan SOP tata laksana pemeriksaan CT Simulator

Kegiatan 4 Mengajukan rancangan SOP menjadi SOP Tanggal pelaksanaan

24-25 Juni 2021

Tahapan Kegiatan

1. Menyempurnakan rancangan SOP 2. Mencetak rancangan SOP yang sudah disempurnakan 3. Meminta persetujuan dari Kepala Instalasi 4. Mengajukan rancangan SOP dengan membuat formular verbal / formulir pembuatan ke bagian umum untuk ditandatangani direktur terkait

Daftar lampiran

Rancangan SOP yang sudah disetujui, formulir verbal, dokumentasi foto

Kegiatan mengajukan rancangan SOP menjadi SOP dilaksanakan pada tanggal 24 25 Juni 2021 kepada bagian umum. Adapun penjelasan dari tahapan kegiatan ini adalah sebagai berikut : 1. Tahapan Kegiatan a. Menyempurnakan rancangan SOP

Output : Rancangan SOP yang sudah diperbaiki dari hasil uji coba Saya selaku pelaksana kegiatan aktualisasi, pada tahapan kegiatan ini setelah dilaksanakannya uji coba penerapan rancangan SOP dilakukan tahapan kegiatan penyempurnaan rancangan SOP tanggal 24 Juni 2021 sesuai hasil uji

53


coba dengan menambahkan langkah atau prosedur pada rancangan SOP dari masukan mentor. Pada tahapan kegiatan ini dilakukan secara jujur dan teliti sesuai dengan format yang berlaku di instansi.

Gambar 4.18 SOP yang sudah disempurnakan b. Mencetak rancangan SOP yang sudah disempurnakan

Output : Hardfile dokumen rancanga SOP Setelah tahapan kegiatan penyempurnaan rancangan SOP dilakukan pencetakan rancangan SOP tanggal 24 Juni 2021, tahapan kegiatan tersebut dilakukan secara teliti, efektif, dan efisien agar tidak salah cetak.

54


Gambar 4.19 Rancangan SOP yang sudah dicetak

c. Meminta persetujuan dari Kepala Instalasi

Output : Persetujuan oleh kepala instalasi Setelah tahapan pencetakan rancangan SOP, dibuat formulir verbal untuk diajukan kepada Kepala Instalasi dengan menggunakan map dan isi yang sudah tersusun rapih agar disetujui dan ditanda tangani, dilakukan secara hormat dan sopan santun dan menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Setelah itu mengucapkan terima kasih atas perhatian dan waktunya telah menyetujui dan menandatangani rancangan SOP yang akan diajukan ke bagian umum.

55


Gambar 4.20 Persetujuan oleh kepala instalasi dan formulir verbal d. Mengajukan rancangan SOP dengan membuat formular verbal / formulir pembuatan ke bagian umum untuk ditandatangani direktur terkait

Output : Rancangan SOP yang telah disetujui bagian umum untuk di tandatangani direktur terkait Setelah ditanda tangani dan disetujui oleh Kepala Instalasi selanjutnya diajukan kepada bagian umum pada tanggal 24 Juni 2021, sebelumnya menghubungi pegawai yang ada di bagian umum dengan hormat dan sopan santun. Setelah itu saya menuju ke ruangan bagian umum untuk menyerahkan rancangan SOP dan formulir verbal yang sudah disetujui oleh Kepala Instalasi, untuk selanjutnya ditanda tangani oleh direktur terkait, karena ada revisi maka harus ada yang diperbaiki dulu dan kembali lagi menyerahkan rancangan SOP

56


yang sudah di revisi ke bagian umum tanggal 25 Juni 2021. Jika sudah selesai ditanda tangani oleh direktur terkait, pegawai pada bagian umum akan menghubungi kembali.

Gambar 4.21 Bukti Screenshot Whatsapp dengan bagian umum

Gambar 4.22 Proses pengajuan rancangan SOP menjadi SOP kepada bagian umum tanggal 25 Juni 2021

2. Pemaknaan Nilai-nilai Dasar ASN a. Akuntabilitas Kegiatan aktualisasi ini dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan memberikan data secara transparan. Kemudian saat mengajukan rancangan SOP mengutamakan rasa tanggung jawab dan integritas, serta bersedia memperbaiki rancangan apabila ditemukan adanya kesalahan. b. Nasionalisme

57


Dalam melaksanakan kegiatan ini menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar kepada mentor, kepala instalasi, dan bagian umum. c. Etika Publik Dalam melaksanakan kegiatan ini dilakukan secara hormat, sopan santun kepada mentor, kepala instalasi, dan bagian umum d. Komitmen Mutu Penyempurnaan rancangan SOP dibuat sesuai dengan hasil uji coba dilakukan secara sistematis sesuai dengan format yang berlaku di instansi. Saat pencetakan dilakukan secara efektif dan efisien dengan memastikan bahwa yang akan dicetak sudah benar. e. Anti Korupsi Dalam pelaksanaan kegiatan ini dilakukan secara profesional, kerja keras, dan jujur baik saat menyempurnakan rancangan SOP, meminta persetujuan kepada kepala instalasi maupun kepada bagian umum 3. Kontribusi terhadap Visi dan Misi Organisasi Sesuai dengan visi RSHS yaitu menjadi institusi yang unggul dan transformatif dalam meningkatkan status kesehatan masyarakat. Selain itu mendukung misi RSHS yaitu menyelenggarakan pelayanan kesehatan paripurna dan prima yang terintegrasi pendidikan dan penelitian. 4. Penguatan Nilai-nilai Organisasi Professional : nilai yang berorientasi pada pencapaian kinerja

melalui perjalan

kemitraan. Inovatif : keinginan untuk menghasilkan suatu yang baru dan senantiasa melakukan perbaikan secara berkesinambungan. Unggul : keinginan untuk menjadi yang terbaik dan menghasilkan kualitas prima. Integritas : menggambarkan kejujuran, amanah, dan menjunjung etika yang tinggi dalam menjalankan tugas. 5. Analisis Dampak Tanpa diterapkannya nilai-nilai ANEKA kemungkinan kegiatan tersebut tidak akan optimal dan saat pengajuan rancangan SOP tidak akan berjalan lancar dan akan lama prosesnya. 6. Kendala dan Solusi Tidak ada kendala saat melakukan kegiatan mengajukan rancangan SOP menjadi SOP 58


Kegiatan 5 Sosialisasi rancangan SOP tata laksana pemeriksaan CT Simulator kepada rekan kerja Tanggal pelaksanaan

25 – 29 Juni 2021

Tahapan Kegiatan

1. Menyiapkan rancangan SOP yang telah disetujui Kepala Instalasi 2. Mengajukan izin kepada Kepala Instalasi dan mentor untuk mensosialisasikan rancangan SOP yang telah disetujui 3. Menyampaikan rancangan SOP yang telah disetujui kepada rekan – rekan radiografer di Instalasi Radioterapi 4. Menyusun laporan kegiatan sosialisasi rancangan SOP

Daftar lampiran

Surat undangan, dokumentasi foto, daftar hadir kegiatan, notulen dan laporan kegiatan

Kegiatan sosialisasi rancangan SOP kepada rekan kerja dilaksanakan pada tanggal 25-29 Juni 2021 kepada bagian umum. Adapun penjelasan dari tahapan kegiatan ini adalah sebagai berikut : 1. Tahapan Kegiatan a. Menyiapkan rancangan SOP yang telah disetujui Kepala Instalasi

Output : Rancangan SOP yang sudah disetujui oleh kepala instalasi Sebelum dilaksanakannya kegiatan sosialisasi, penulis mempersiapkan rancangan SOP yang sudah disetujui oleh kepala instalasi.

Gambar 4.23 Print out rancangan SOP tata laksana pemeriksaan CT Simulator

59


b. Mengajukan izin kepada Kepala Instalasi dan mentor untuk mensosialisasikan rancangan SOP yang telah disetujui

Output : Surat undangan sosialisasi Saya selaku pelaksana kegiatan menemui kepala instalasi dan mentor untuk mengajukan persetujuan diadakan kegiatan sosialisasi dan demonstrasi mengenai rancangan SOP tata laksana pemeriksaan CT Simulator pada tanggal 25 Juni 2021. Saat menemui kepala instalasi dilakukan dengan sopan santun dan hormat. Sebelumnya sudah disiapkan rancangan SOP yang sudah disetujui oleh kepala instalasi.

Gambar 4.24 Surat undangan sosialisasi dan demonstrasi c. Menyampaikan rancangan SOP yang telah disetujui kepada rekan – rekan radiografer di Instalasi Radioterapi

Output : Daftar hadir kegiatan, dokumentasi foto Setelah

adanya

persetujuan

dari

kepala

instalasi

dan

mentor,

dilaksanakannya kegiatan sosialisasi rancangan SOP tata laksana pemeriksaan CT Simulator pada tanggal 28 Juni 2021 dengan rekan kerja radiografer radioterapi di depan workstation Cobalt setelah selesai pelayanan. Dilakukan

60


secara hormat dan sopan santun, menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Penyampaian informasi dengan jelas agar mudah dipahami. Pada saat kegiatan sosialisasi tetap taat pada protokol kesehatan dengan tetap menggunakan masker dan menjaga jarak. Kegiatan sosialisasi selesai lalu saya sebagai pelaksana kegiatan mengucapkan terimakasih, kemudian pemberitahuan kegiatan demonstrasi yang akan dilaksanakan pada hari Rabu, 30 Juni 2021.

Gambar 4.25 Kegiatan Sosialisasi kepada rekan kerja tanggal 28 Juni 2021

Gambar 4.26 Daftar hadir kegiatan sosialisasi tanggal 28 Juni 2021 d. Menyusun laporan kegiatan sosialisasi rancangan SOP

Output : Laporan kegiatan sosialisasi dan notulen

61


Setelah dilakukannya sosialisasi, dilanjutkan pembuatan notulensi dan laporan kegiatan sosialisasi serta mengumpulkan dokumentasi yang diperlukan.

Gambar 4.27 Notulen kegiatan Sosialisasi

Gambar 4.28 Laporan kegiatan sosialisasi

62


2. Pemaknaan Nilai-nilai Dasar ASN a. Akuntabilitas Dalam melaksanakan kegiatan ini dilakukan secara bertanggung jawab, memberikan informasi dengan jelas dan trasnpara serta dilakukan secara profesional. b. Nasionalisme Dalam melaksanakan kegiatan ini menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, menerima kritik, saran atau masukkan dari rekan kerja. c. Etika Publik Dalam

mengajukan

perizinan/persetujuan

kepada

kepala

instalasi

dilakukan dengan sikap sopan santun dan menghormati atasan. d. Komitmen Mutu Dalam melaksanakan kegiatan ini selalu memastikan daftar hadir, dokumentasi, dan notulen kegiatan sudah lengkap. Memastikan bahwa rekan kerja sudah memahamin tentang rancangan SOP tata laksana pemeriksaan CT Simulator. e. Anti Korupsi Dalam pembuatan laporan dilakukan dengan jelas, tanggung jawab, dan transparan sesuai kegiatan sosialisasi, tidak menambahkan atau mengurangi isi kegiatan. Rancangan SOP sesuai dengan yang sudah disetujui oleh kepala instalasi. 3. Kontribusi terhadap Visi dan Misi Organisasi Sesuai dengan visi RSHS yaitu menjadi institusi yang unggul dan transformatif dalam meningkatkan status kesehatan masyarakat. Selain itu mendukung misi RSHS yaitu menyelenggarakan pelayanan kesehatan paripurna dan prima yang terintegrasi pendidikan dan penelitian. 4. Penguatan Nilai-nilai Organisasi Professional : nilai yang berorientasi pada pencapaian kinerja

melalui perjalan

kemitraan. novatif : keinginan untuk menghasilkan suatu yang baru dan senantiasa melakukan perbaikan secara berkesinambungan. Unggul : keinginan untuk menjadi yang terbaik dan menghasilkan kualitas prima. Integritas : menggambarkan kejujuran, amanah, dan menjunjung etika yang tinggi dalam menjalankan tugas.

63


5. Analisis Dampak Tanpa diterapkannya nilai-nilai ANEKA kemungkinan kegiatan tersebut tidak akan optimal dan sosialisasi rancangan SOP tata laksana pemeriksaan CT Simulator kepada rekan kerja kurang informatif sehingga informasi tidak tersampaikan kepada radiografer 6. Kendala dan Solusi Kendala yang dialami adalah tidak semua radiografer mengikuti sosialisasi dikarenakan sedang isolasi mandiri, sehingga hanya rekan kerja yang sedang bertugas di rumah sakit.

Kegiatan 6 Demonstrasi pelaksanaan tata laksana pemeriksaan CT Simulator sesuai dengan rancangan SOP yang disusun dan disetujui kepala instalasi Tanggal pelaksanaan

25 – 2 Juli 2021

Tahapan Kegiatan

1. Mengajukan izin kepada Kepala Instalasi dan Mentor untuk melakukan demonstrasi 2. Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan 3. Melakukan demonstrasi tata laksana pemeriksaan CT Simulator sesuai rancangan SOP yang disetujui 4. Membuat laporan kegiatan demonstrasi

Daftar lampiran

Surat undangan, foto kegiatan, notulen kegiatan, laporan kegiatan

Kegiatan demonstrasi rancangan SOP kepada rekan kerja dilaksanakan pada tanggal 25 Juni -2 Juli 2021. Adapun penjelasan dari tahapan kegiatan ini adalah sebagai berikut : 1. Tahapan Kegiatan a. Mengajukan izin kepada Kepala Instalasi dan Mentor untuk melakukan demonstrasi

Output : Surat undangan Saya sebagai pelaksana kegiatan demonstrasi tata laksana pemeriksaan CT Simulator sebelumnya sudah mengajukan persetujuan kepada kepala instalasi

64


dan mentor pada tanggal 25 Juni 2021, dilakukan dengan hormat dan sopan santun serta profesional. Saya menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Gambar 4.29 Penulis meminta persetujuan dengan mentor untuk melaksanakan kegiatan demonstrasi tanggal 25 Juni 2021

Gambar 4.30 Surat undangan demonstrasi b. Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan

Output : Alat dan bahan untuk kegiatan demonstrasi Pada kegiatan demonstrasi, sudah mempersiapkan rancangan SOP, peralatan dan bahan yang digunakan kemudian menyiapkan status pasien yang akan dikerjakan.

65


Gambar 4.31 Alat dan bahan yang digunakan

Gambar 4.32 Status pasien c. Melakukan demonstrasi tata laksana pemeriksaan CT Simulator sesuai rancangan SOP yang disetujui

Output : Dokumentasi foto Kegiatan demonstrasi dilakukan pada tanggal 30 Juni 2021 dengan sopan santun dan hormat baik kepada rekan kerja maupun di depan pasien, sebelumnya sudah meminta izin kepada pasien saat dilakukannya

66


dokumentasi. Saat demonstrasi menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Kegiatan demonstrasi dilakukan secara jelas agar lebih mudah dipahami oleh rekan radiografer radioterapi. Kegiatan demonstrasi dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan dengan selalu menggunakan masker dan tetap menjaga jarak. Setelah selesai kegiatan demonstrasi, diharapkan para rekan kerja sudah memahami rancangan SOP yang sudah dibuat dan disetujui oleh kepala instalasi.

Saya

sebagai

pelaksana

mengucapkan

terimakasih

partisipasinya mengikuti kegiatan demonstrasi.

Gambar 4.33 Kegiatan demonstrasi tanggal 30 Juni 2021

Gambar 4.34 Daftar hadir kegiatan demonstrasi 67

atas


d. Membuat laporan kegiatan demonstrasi

Output : Notulen kegiatan Pelaporan kegiatan demonstrasi dengan membuat notulensi dan laporan kegiatan dilakukan sesuai dengan yang dilaksanakan dengan melampirkan dokumentasi kegiatan.

Gambar 4.35 Notulen Kegiatan demonstrasi

Gambar 4.36 Laporan kegiatan demonstrasi 2. Pemaknaan Nilai-nilai Dasar ASN a. Akuntabilitas

68


Dalam

melaksanakan

kegiatan

ini

dilakukan

secara

profesional,

bertanggung jawab, memberikan informasi dengan jelas dan transparan serta dilakukan secara profesional. b. Nasionalisme Dalam melaksanakan kegiatan ini menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. c. Etika Publik Dalam melaksanakan kegiatan ini dilakukan secara hormat, sopan dan santun baik kepada mentor, kepala instalasi, dan rekan kerja. d. Komitmen Mutu Dalam melaksanakan kegiatan ini dilakukan secara efektif dan efisien saat menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan dan kegiatan demonstrasi. Kegiatan demonstrasi dilakukaan sesuai dengan rancangan SOP yang sudah disetujui oleh kepala instalasi. e. Anti Korupsi Dalam

kegiatan

ini

dapat

dipertanggungjawabkan

dan

penulis

melaksanakan kegiatan ini dengan jujur, jelas, kerja keras, dan transparan. 3. Kontribusi terhadap Visi dan Misi Organisasi Sesuai dengan visi RSHS yaitu menjadi institusi yang unggul dan transformatif dalam meningkatkan status kesehatan masyarakat. Selain itu mendukung misi RSHS yaitu menyelenggarakan pelayanan kesehatan paripurna dan prima yang terintegrasi pendidikan dan penelitian. 4. Penguatan Nilai-nilai Organisasi Professional : nilai yang berorientasi pada pencapaian kinerja

melalui perjalan

kemitraan. Inovatif : keinginan untuk menghasilkan suatu yang baru dan senantiasa melakukan perbaikan secara berkesinambungan. Unggul : keinginan untuk menjadi yang terbaik dan menghasilkan kualitas prima. Integritas : menggambarkan kejujuran, amanah, dan menjunjung etika yang tinggi dalam menjalankan tugas. 5. Analisis Dampak Tanpa diterapkannya nilai-nilai ANEKA kemungkinan kegiatan tersebut tidak akan optimal dan demonstrasi rancangan SOP tata laksana pemeriksaan CT Simulator kepada rekan kerja kurang informatif 69


6. Kendala dan Solusi Kendala yang dialami saat melaksanakan kegiatan demonstrasi adalah mencari jadwal yang tepat untuk pelaksanaan dikarenakan adanya perpindahan pasien sehingga jadwal yang sangat padat di CT Simulator dan ruangan yang tidak cukup luas di CT Simulator sehingga hanya perwakilan dari radiografer radioterapi jadi sebagian ada di dalam ruangan pemeriksaan dan sebagian lainnya di ruang operator. Sehingga harus bergantian jika ingin masuk ke dalam ruangan pemeriksaan.

C. Manfaat Manfaat yang didapatkan dengan terpecahkannya isu yang diangkat dalam aktualiasasi ini adalah sebagai berikut : 1. Bagi Individu Peserta Penulis sebagai peserta latsar mendapatkan manfaat yaitu dapat berkontribusi dalam membantu menyelesaikan isu yang berkembang di ruangan tempat penulis berdinas. Selain itu penulis juga mendapatkan kesempatan untuk mengaplikasikan nilai-nilai PNS ANEKA dan peran serta kedudukan ASN dalam kegiatan pemecahan isu tersebut sehingga diharapkan dapat membentuk penulis sebagai PNS yang berkarakter. Petugas merasa aman dalam melaksanakan pemeriksaan CT Simulator karena sudah adanya SOP yang berlaku di Instalasi Radioterapi RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung 2. Pimpinan Langsung/Unit Kerja Dengan terselesaikannya masalah optimalisasi tata laksana pemeriksaan CT Simulator, pimpinan langsung penulis mendapat manfaat yaitu pengingkatan mutu pelayanan dengan adanya output SOP tata laksana pemeriksaan CT Simulator yang dijadikan pedoman dalam bekerja.

3. Stakeholder Dengan terselesaikannya isu tersebut diharapkan radiografer saat bertugas di CT Simulator mampu bekerja sesuai dengan SOP yang ada. Dengan begitu diharapkan pelayanan yang diberikan kepada pasien akan lebih optimal untuk proses penyinaran selanjutnya. Serta memenuhi Rencana Strategis RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung periode 2020-2024.

70


D. Rancangan Tindak Lanjut Hasil Aktualisasi Kegiatan yang akan dilakukan penulis untuk menindaklanjuti hasil aktualisasi di tempat kerja dengan matrik sebagai berikut : No 1.

Kegiatan Penyusunan

Output SOP Perawatan

Durasi dan

Parapihak

Sumber

Waktu

Terlibat

Biaya

Radiografer,

-

1 Tahun

rancangan SOP dan

perawat,

Perawatan dan

Pemeliharaan

fisikawan

Pemeliharaan

(Maintanance)

medis

(Maintanance)

Alat CT

Alat CT

Simulator

Simulator

71

Keterangan


BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Proses aktualisasi dan habituasi yang dilakukan oleh Calon Pegawai Negeri Sipil di lingkungan tempat kerja merupakan salah satu cara untuk mengaplikasikan nilai-nilai dasar ASN dalam melakukan pekerjaan sehari-hari. Penyelesaian isu yang ada di tempat kerja dengan menerapkan nilai-nilai ASN diharapkan mampu memberikan solusi jangka panjang yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari dengan mengutamakan kepentingan umum. Pada akhirnya, kegiatan aktualisasi dan pelaksanaan kegiatan pemecahan isu diharapkan mampu meningkatkan mutu pelayanan RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung. B. Saran Berdasarkan pelaksaaan aktualisasi yang telah dilakukan diharapkan peserta dapat mengimplementasikan nilai-nilai ANEKA saat bekerja di unit kerja maupun diluar pekerjaan. Selain itu diharapkan peserta mampu memahami peran dan kedudukan ASN dalam manajemen ASN, Whole of Government dalam memberikan pelayanan publik sehingga dapat menjadi PNS yang professional dan berkarakter. Untuk unit kerja radioterapi diharapkan mengoptimalisasi penerapan SOP tata laksana pemeriksaan CT Simulator di Instalasi Radioterapi. Dengan adanya SOP tata laksana pemeriksaan CT Simulator diharapkan agar diterapkan oleh rekan radiografer dan menjadi acuan dan pedoman dalam bekerja. Selain itu agar adanya pengembangan SOP tata laksana pemeriksaan CT Simulator pada kasus pemeriksaan yang lain.

72


DAFTAR PUSTAKA Lembaga Administrasi Negara (LAN). 2015. “Akuntabilitas” Modul Diklat Prajabatan. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. Lembaga Administrasi Negara (LAN). 2021. “Anti Korupsi” Pelatihan Dasar CPNS Agenda

2 – Nilai – nilai Dasar PNS Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia dan KPK. Lembaga Administrasi Negara (LAN). 2015. “Etika Publik”

Modul Diklat Prajabatan. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. Lembaga Administrasi Negara (LAN). 2017. “Habituasi” Modul Diklat Prajabatan. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. Lembaga Administrasi Negara (LAN). 2015. “Komitmen Mutu” Modul Diklat Prajabatan. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. Lembaga Administrasi Negara (LAN). 2015. “Nasionalisme” Modul Diklat Prajabatan. Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. Lembaga Administrasi Negara (LAN). 2017. Modul Pelatihan Dasar Calon PNS

"Manajemen ASN". Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. Lembaga Administrasi Negara (LAN). 2017. Modul Pelatihan Dasar Calon PNS "Pelayanan

Publik". Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. Lembaga Administrasi Negara (LAN). 2017. Modul Pelatihan Dasar Calon PNS "Whole of

Government". Jakarta: Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 1427/Menkes/SK/XII 2006 tentang Standar Pelayanan Radioterapi di Rumah Sakit

73


Lampiran 1. SOP Tata Laksana Pemeriksaan CT Simulator

74


75


76


77


Lampiran 2. Kegiatan Bimbingan dengan Coach

78


FORMULIR PENGENDALIAN AKTUALISASI Oleh Coach

Nama

:

Della Alvita Sari, S.Tr.Rad

NIP

:

199512302020122003

Unit Kerja

:

RSUP dr. Hasan Sadikin Bandung

Jabatan

:

Radiografer Ahli Pertama

Isu

:

Optimalisasi Tata Laksana Pemeriksaan Computed Tomography Simulator di Instalasi Radioterapi RSUP dr. Hasan Sadikin Bandung

Kegiatan 1

: Penyampaian gagasan terkait pembuatan rancangan SOP tata laksana pemeriksaan CT Simulator

Penyelesaian Kegiatan

Catatan Coach

Waktu Dan Media Coaching

✓ Tahapan kegiatan;

Excellent. Sedikit

15 Juni 2021 melalui

✓ Output kegiatan terhadap

edit di laporan

Kolabjar

pemecahan isu; ✓ Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan; ✓ Kontribusi terhadap Visi-Misi Organisasi; ✓ Penguatan Nilai Organisasi;

rancangan aktualisasi: cek penomoran, contoh di Nilai-nilai dasar PNS. Lanjutkan, jangan lupa dokumentasi kegiatan Sukses ya (Catatan Coach via Kolabjar)

79

29 Juli 2021 melalui zoom meeting 4 Juli 2021 melalui zoom meeting


Kegiatan 2

: Penyusunan rancangan SOP tata laksana pemeriksaan CT Simulator Penyelesaian Kegiatan

Waktu Dan Media

Catatan Coach

Coaching

✓ Tahapan kegiatan;

29 Juli 2021 melalui

✓ Output kegiatan terhadap pemecahan

zoom meeting

isu;

4 Juli 2021 melalui

✓ Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan;

zoom meeting

✓ Kontribusi terhadap Visi-Misi Organisasi; ✓ Penguatan Nilai Organisasi;

Kegiatan 3

: Uji coba penerapan rancangan SOP tata laksana pemeriksaan CT

Simulator Penyelesaian Kegiatan

Waktu Dan Media

Catatan Coach

Coaching

✓ Tahapan kegiatan;

29 Juli 2021 melalui

✓ Output kegiatan terhadap pemecahan

zoom meeting

isu;

4 Juli 2021 melalui

✓ Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan;

zoom meeting

✓ Kontribusi terhadap Visi-Misi Organisasi; ✓ Penguatan Nilai Organisasi;

Kegiatan 4

: Mengajukan rancangan SOP menjadi SOP Penyelesaian Kegiatan

Catatan Coach

Waktu Dan Media Coaching

✓ Tahapan kegiatan;

29 Juli 2021 melalui

✓ Output kegiatan terhadap pemecahan isu;

zoom meeting

✓ Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan;

4 Juli 2021 melalui

✓ Kontribusi terhadap Visi-Misi

zoom meeting

Organisasi; ✓ Penguatan Nilai Organisasi; 80


Kegiatan 5

: Sosialisasi rancangan SOP tata laksana pemeriksaan CT Simulator kepada rekan kerja Catatan Coach

Penyelesaian Kegiatan

Waktu Dan Media Coaching

✓ Tahapan kegiatan;

29 Juli 2021 melalui

✓ Output kegiatan terhadap pemecahan

zoom meeting

isu;

4 Juli 2021 melalui

✓ Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan;

zoom meeting

✓ Kontribusi terhadap Visi-Misi Organisasi; ✓ Penguatan Nilai Organisasi;

Kegiatan 6

: Demonstrasi pelaksanaan tata laksana pemeriksaan CT Simulator sesuai dengan rancangan SOP yang disusun dan disetujui oleh kepala instalasi Catatan Coach Waktu Dan Media Penyelesaian Kegiatan Coaching

✓ Tahapan kegiatan;

29 Juli 2021 melalui

✓ Output kegiatan terhadap pemecahan

zoom meeting

isu;

4 Juli 2021 melalui

✓ Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan; ✓ Kontribusi terhadap Visi-Misi Organisasi; ✓ Penguatan Nilai Organisasi;

81

zoom meeting


82


83


84


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Optimalisasi Tata Laksana Pemeriksaan Computed Tomography Simulator Di Instalasi Radioterapi RSUP HS by Repositori Perpustakaan Bapelkes Cikarang - Issuu