
Maret-April2026
![]()

Maret-April2026
Renungan Kristen untuk pribadi, keluarga dan kelompok
Renungan untuk pribadi, keluargadankelompok
Pendiri:WilliamBooth
Jenderal: Lyndon Buckingham
Pemimpin: Kolonel Hosea
Makagiantang
Penulis:
Mayor Wilson Pengei
Mayor Yus panus Ekowandono
Kapten Yovita Laua
Kapten Marliance Porosi
Kapten Ferdynan Hans Lodju
Mayor Mur ni Harinei
Let. Kolonel Marisa Mangela
Mayor Hebra Eni S. Baginda
Mayor Hanny Tuhumury
Mayor Kriston Harinei
Let. Kolonel Anastasia Poa
Letnan Tomi Ovander
Kapten Jefri Manansang
Mayor Mefiani Ekowandono
Letnan Akang Se awan
Letnan Elviana Sodu
Editor:
Letnan Kolonel Marisa Mangela
Dewan Redaksi
Letnan Kolonel Alberth Sarimin
Letnan Kolonel Ezra Mangela
Letnan Kolonel Marisa Mangela
Letnan Kolonel Sri Widaja
Goni
Letnan Kolonel Erik Kape
Letnan Kolonel Yakub Sipi
Mayor Yudawan Lesbasa
Mayor Ary Setyo Wibowo
Mayor Stefanus Tulumang
Kapten Yusran Todjulo
Penerbit:
Jl. Jawa 20, Bandung 40117
Telp. (022) 4207029
Bala Keselamatan Online: WWW.Salva onarmy.or.id
SalamsejahterabagipembacarenunganOasisFajar. Menjelang Jumat Agung dan Paskah ini, semua kitaawalidalamdoayangbukansekadarkata-kata.Melalui doa, kita dibarui, dikuatkan, dan dibangkitkan kembali untuk berjalan bersama-Nya seperti yang dilakukan Tuhan Yesus. Doa yang membawa masuk ke hadirat-Nya, ke tempat di mana kasih Kristus yang dinyatakan melalui kematian dan kebangkitan-Nya menjadi nyata dan menyelamatkanjiwakitateruraidalamtulisan-tulisanini. Pengharapan di dalam Tuhan adalah tuntunan yang membawa pada didikan yang mendatangkan berkat Ketika kita hidup dalam kesetiaan dan mempersembahkan pengakuan yang tulus di hadapanNya, percaya bahwa Tuhan tidak pernah salah dalam menjawab doa yang dinaikkan dengan iman. Ia mampu menggerakkansurga,karenadarisanalah kitamengalami anugerah demi anugerah-Nya. Dalam setiap perjalanan, kita dibawa masuk ke tempat kemuliaan, ketika Dia yang penuh keajaiban menyatakan rahasia-Nya dan senantiasaindahpadawaktunya.
Tulisan lainnya berbicara tentang Peranan Roh Kudusdalamhiduporangpercayayangdimampukanuntuk menjawab panggilanhidupkudus, sebab di dalam Dialah terdapat awal kehidupan yang benar-benar bahagia. Ketika Roh Kudus bekerja, tak ada dusta yang dapat bertahan; Ia menumbuhkan karunia untuk memberi, dan membentuk kita memiliki karakter kudus seperti Kristus. Roh Kudus memimpin langkah kita dalam ketaatan, menjadi penolong dalam pertobatan, serta menyatakan kuasa-Nyayangmengubahkanhidupdaridalamkeluar.”
“Menghidupi kasih Kristus dalam kematian dan kebangkitan-Nya menuntun kita untuk tinggal dalam kasih Bapa yang tidak pernah berubah Di tengah kehilangan, kita belajar bahwa kehilangan bukan akhir segalanya, sebab langkah penebusan di Golgota telah membuka jalan bagi penyelesaian sempurna di kayu salib. Dari salib menuju kubur yang kosong, kita menyaksikan kebangkitan yang menghidupkan dan mengangkat kita kepada kemuliaan dalam Yesus. Di dalam setiap perjalanan rohani, Kristus selalu mengulurkan undangan kasih-Nya, memanggil kita untuk hidupdalamkemenanganyangtelahIaselesaikan.”
Masih banyak lagi tulisan yang dapat memberi kesenangan kepada kita. Kiranya setiap langkah kita dikuatkan dalam pengharapan dan anugerah-Nya yang tak berkesudahan memimpin kita. Teruslah berjalan bersama Diayangmenyelamatkan.
Let. Kolonel Marisa Mangela - Editor
Maret-April2026
Renungan Kristen untuk pribadi, keluarga dan kelompok
Bala Keselamatan Publikasi pertama 1996
Dalam perjalanan yang telah dilalui oleh Yesus, Ia mendapati bahwa acapkali Ia harus memperjelas arti kedatangan-Nya kepada para murid. Namun yang terjadi, mereka tidak dapat memahami, menyelaminya sampai saat Yesus diBetania.Seorangperempuandenganminyakwangiyangmahalmencurahkan keataskepalaYesus,danparamuridmulaimenghitung-hitungsehinggaberkata “Untukapapemborosanini?”.TetapiYesusberkata“tetapiAkutidakakanselalu bersama-sama dengan kamu”. Kata ini cukup jelas untuk dimengerti tetapi para muridtetapbelummengerti.SampaitibapadamalamperjamuanPaskah,Yesus masihberkata”waktukutelahtiba”.Sesungguhnyaseorangdiantarakamuakan menyerahkan Aku. (Matius 26: 21) Betapa pedih hatinya sebab Ia tahu bahwa orang-orang yang dikasihi-Nya akan berkhianat pada-Nya, namun para murid menjawab“bukanaku,yaTuhan.”
Waktu pun terus berlalu, satu-persatu peristiwa dilalui oleh Yesus denganberbagaiperasaanyangberkecamukdidada-Nya.Namunpundemikian Ia masih menyanyikan nyanyian-nyanyian pujian (ayat 30) bersama para murid. Ia dapat saja memberikan kesempatan bagi para murid untuk menyadari hal yang akan terjadi (baca Matius 26: 33-36).Berbagai cara dan kesempatan dapat saja membuat keraguan di hati kita, jika seandalnya kita yang akan berjalan di Golgota, tetapi tidak bagi Yesus, sehingga satu jam berikut ini adalah jam yang sangat menentukan hidup atau mati, satu jam yang berakibat fatal jika salah melangkah,satujamyangsia-siajikamengikutikeinginandaging.
Dan Yesus berkata “tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku?” Pertanyaan ini diajukan-Nya karena Ia tahu bahwa para murid adalah manusia biasa yang memiliki keterbatasan. Ia menyadari bahwa para murid membutuhkan kekuatan untuk dapat bertahan dalam kepengikutannya. Sebab lihat, iblis telah menuntut untuk menampi seperti gandum, tetapi Yesus berdoa supaya iman kita tidak gugur (Lukas 22:31). Sayangnya kedagingan para murid menjadi lebih besar dari Roh sehingga mereka tertidur, sekalipun Yesus telahmemberitahukan.
Kepedihan hati Yesus terlihat jelas (Matius 26:38) ketika Ia menyadari bahwa waktu satu jam bersama, tidak dipergunakan para murid dengan sebaikbaiknya.Bagaimanadengankita?TigakaliYesusmengingatkanparamuriduntuk tetapbersamadengan-NyadanakhirnyaIaberkata“YaBapaku,jikalaucawanini tidakmungkinlalu,kecualiapabilaAkumeminumnya,jadilahkehendak-Mu.
Yesus menggunakan waktu satu jam bersama para murid untuk berdoa demi menyelamatkan umat manusia melalui pengorbanan di kayu salib. Bagaimanadengankita?Doaadalahkekuatanbagiorangyangpercaya.
Selamat Hari Paskah Tahun 2026
Minggu, 1 Maret 2026
Daniel 1 : 1-5

”Mereka harus dididik selama tiga tahun, dan sesudah itu mereka harus bekerja pada raja.” (Ayat 5b)
Salah satu fondasi dalam kehidupan seseorang untuk dapat melihat peluang yang
akan mendatangkan berkat Tuhan adalah didikan. Pada umumnya, orang ingin hidup diberkati secara luar biasa, tetapi banyak orang yang tidak mau mengikuti proses, bahkan mengharapkan berkat secara instan. Mereka lupa bahwa untuk mendapatkan berkat harus dengan kerja keras dan berkat datangnya dari Tuhan sebab Dia adalah Allah yang memberkati tetapi juga Allah yang mendidik umat-Nya melalui proses.
Daniel1:5bmengingatkanbahwasebelumDanieldanteman-temannyadiberi kesempatan untuk bekerja pada raja, mereka harus melalui proses pendidikan selama tiga tahun. Orang yang bekerja bagi raja bukanlah orang sembarangan, tetapi mereka melewati didikan dan seleksi yang ketat. Daniel dan teman-temannya pun dituntut untuk patuh dan menjalaninya dengan taat. Bekerja pada raja merupakan salah satu posisi terhormat, ada otoritas dan pengaruh yang melekat dalam setiap kata dan tindakan. Kesetiaan mereka dalam proses, bukan hanya sebuah pencapaian sebagai manusia, tetapi juga bagian dari penyertaan Allah. Tuhan mengizinkan mereka dididik dan dipersiapkan terlebih dahulu sebelum melihat karya nyata Allah dalam kehidupan mereka. Kisah Daniel dan teman-temannya mengajarkan kita bahwa berkat bukanlah kebetulan,melainkanhasildarikesetiaanmenjalaniprosesdidikanTuhan.
Hidup sebagai anak-anak Tuhan juga seharusnya tidak menolak proses didikan Tuhan, walaupun proses itu terasa berat. Sebab kita tidak akan pernah dapat melihat berkat yang kita harapkan dari Tuhan tanpa kita setia menjalani proses dari-Nya. Tuhan memakai proses didikan untuk mempersiapkan kita menerima berkat dan tanggung jawab yang lebih besar, sebab pada waktunya Tuhan sendiri yang akan membuka pintu berkatitudalamkehidupankita.
Matius 25: 21 berkata: “Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggungjawabdalamperkarayangbesar.Masuklahdanturutlahdalamkebahagiaan tuanmu. ”
Penegasan: Ketika masa sulit datang, setialah menjalani prosesnya, walaupun berat. Jalani dengan kepatuhan pada kehendak-Nya, sebab didikan yang berasal dari Tuhanpastimendatangkanberkat.
DOA:TuhanYesus,berikemampuanbagikamiuntukmenjalaniprosesdidikanMu,sepertiyangEngkaukehendaki.DalamnamaTuhanYesusKristus,amin.
2
Daniel 2 : 1-6

“Tetapi raja menjawab para Kasdim itu: ”Aku telah mengambil keputusan, yakni jika kamu tidak memberitahukan kepadaku mimpi itu dengan maknanya, maka kamu akan dipenggal-penggal dan rumah-rumahmu akan dirobohkan menjadi timbunan puing.” (ayat 5)
DalamAlkitabPerjanjianLama,kitamembacabahwasalahsatucaraAllah
berbicara kepada manusia adalah melalui mimpi. Allah berbicara kepada siapa saja yang Ia kehendaki, baik kepada orang yang takut akan Dia,maupunkepadaorangyangtidakmengenal-Nya.
Perikop Daniel pasal 2, mengisahkan tentang raja Nebukadnezar yang diberi mimpi oleh Allah, dan hal tersebut membuatnya gelisah dan tidak bisa tidur.Iamemerintahkanagarorang-orangberilmu,ahlijampi,ahlisihirdanpara kasdim untuk menafsirkan mimpinya. Namun ada dua konsekuensi jawaban yang ditawarkan oleh raja: jika jawaban benar akan dianugerahi upah, kehormatan dan kepercayaan, tetapi jika jawaban salah akan mendapat hukuman dan kehancuran. Jawaban menentukan arah hidup mereka. Namun ternyata para ahli itu tidak dapat menjawab dengan benar. Mereka mengatakan bahwa hanya dewa yang dapat menebak dan menafsirkan mimpi raja. Pada akhirnya, Daniel dan teman-temanyalah yang dapat melakukan perintah dari raja.Bagaimanamerekabisamelakukantugasberatitu?Karenamerekamencari Allahterlebihdahuludanbergantungsepenuhnyapadakehendak-Nya(27-49).
Ayat 5 mengingatkan kita bahwa hidup tidak hanya kemampuan berbicara dengan baik, tetapi juga bagaimana membangun relasi dengan Allah sehingga dapat memperkatakan kebenaran. Demikian juga dalam hal menjawab, bukan tentang lancarnya kata-kata yang keluar dari mulut kita, melainkanbagaimanakitamemintapetunjukdaripribadiyangtepatyaituAllah, yangmemegangsegalarahasia.Dialahyangberkuasamembukapengertiandan memberikan ketenangan hati, sebab jawaban yang benar bukan yang terdengar hebat,tetapiyangbersumberdariAllah.
Penegasan: Saat diperhadapkan pada pertanyaan yang mengandung konsekuensi,carilahTuhan!SebabjawabanyangbenarbersumberdariDiayang berdaulatatassegalarahasia.
DOA: Tuhan, ajar kami mencari petunjuk-Mu dalam doa, agar jawaban kami berkonsekuensi pada damai sejahtera dan memuliakan nama-Mu. Dalam namaJuruselamatkamiyangAgung,TuhanYesusKristus,amin.
Selasa, 3 Maret 2026
Daniel 6 : 1-5

“Kemudian para pejabat tinggi dan wakil raja itu mencari alasan dakwaan terhadap Daniel dalam hal pemerintahan, tetapi mereka tidak mendapat alasan apa pun atau sesuatu kesalahan, sebab ia setia dan tidak ada didapati sesuatu kelalaian atau sesuatu kesalahan padanya.” (ayat 5)
Dalam membangun sebuah hubungan cinta, kesetiaan sering kali dianggap
sebagai bukti cinta yang paling nyata. Kata setia sangat gampang diucapkan, namunmenjaganyabukanlahperkaramudah,tetapimembutuhkanusahadan pengorbanan. Orang bijak pernah berkata: “Jika ada dua hal yang bisa kamu pegang dariseseorang,ituadalahkesetiaandantanggungjawab”
Kesetiaan dan tanggung jawab menjadikan Daniel disukai raja. Hal tersebut membawanya mencapai kedudukan tinggi, baik pada kerajaan Babel maupun Media. Karena kesetiaannya pada Tuhan, maka Allah memberikan hikmat, bijaksana, pengetahuandankemampuansehinggasemuahasilkerjanyamelampauiparapejabat tinggidanparawakilrajalainnya.
Namun pencapaian Daniel menimbulkan kecemburuan dalam hati para pejabat lain. Mereka berusaha menjatuhkannya, tetapi segala upaya mereka gagal. Mereka bersepakat bahwa, hanya ada satu alasan untuk mendakwa Daniel. yaitu kesetiaannya beribadah kepada Allah. Kesetiaan Daniel kepada Allah membuatnya dipakaiTuhanmelampauibataskemampuanmanusiapadaumumnya.
Kisah Daniel mengajarkan bahwa kesetiaan kepada Allah adalah pilihan mutlak, walaupun diperhadapkan pada ancaman kematian. Jika demikian, maka kesetiaan bukanlah emosi sesaat karena pengaruh situasi, melainkan komitmen iman yang terus-menerus apa pun tantangannya. Tuhan tidak mencari orang yang paling hebat,palingkuat,palingpintarataupalingberbakat,tetapiDiaberkenanpadamereka yang setia, baik dalam perkara kecil maupun besar. Melalui kesetiaan itulah Allah bekerja membentuk kepribadian atau karakter kita dan menggenapi rencana-Nya melalui hidup kita. Pemazmur berkata: “Tuhan dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya,pada setiaporangyang berserukepada-Nyadalamkesetiaan.” (Mazmur 145:18).
Penegasan: Kesetiaan manusia terbatas, tetapi kesetiaan Tuhan tidak pernah berakhir.Makauntukmampuhidupdalamkesetiaan,bangunlahrelasidankomunikasi yangterus-menerusdenganDia,apapuntantangannya.
DOA: Tuhan, tolong kami untuk hidup dalam kesetiaan, meskipun ada ancaman kematian, agar kemuliaan-Mu dinyatakan melalui hidup kami sehari-hari. DalamnamaTuhanYesusKristus,amin.
Rabu, 4 Maret 2026
Daniel 9: 7-10

“Ya Tuhan, Engkaulah yang benar, tetapi patutlah kami malu seperti pada hari ini, kami orang-orang Yehuda, penduduk kota Yerusalem dan segenap orang Israel, mereka yang dekat dan mereka yang jauh, di segala negeri kemana Engkau telah membuang mereka oleh karena mereka berlaku murtad terhadap Engkau.” (ayat 7)
Setelahkejatuhanmanusiadalamdosa,salahsatukarakteryangterbangundan
melekat dalam diri manusia sampai saat ini adalah sulit mengakui kesalahan. Kecenderungan manusia sejak di Taman Eden adalah menyalahkan keadaan atauoranglain,yangkitakenaldenganistilahmencari“kambinghitam”.
Manusia berusaha membangun benteng pembenaran diri untuk melindungi harga dirinya. Namun tidak demikian dengan Daniel, di tengah kehancuran bangsanya, ia tidak datang kepada Allah dengan keluh kesah atau dalildalil pembenaran diri, melainkan dengan pengakuan dosa yang terbuka di hadapan Allah. Pengakuan yang tulus adalah pengakuan yang menempatkan kebenaran Allahdiatasdosadanpelanggarankita.
Daniel 9 : 7 mengajar bagaimana Daniel mengakui bahwa apa pun yang Tuhan lakukan, termasuk mengizinkan bangsa Israel dibuang ke Babel, adalah tindakan yang adil. Daniel tidak merasa menjadi korban dari keadaan yang dialami bangsanya, sebaliknya merasa malu karena dosa dan pelanggaran mereka. Daniel menegaskan bahwa penderitaan yang dialami bangsanya bukan akibat politik atau kekuatanpasukanmusuh,melainkankarenarusaknyahubungandenganTuhan.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita pun sering diperhadapkan pada keadaan yang sulit untuk mengakui pelanggaran kita. Namun apa pun situasinya, pilihlah untuk bersikap seperti Daniel, jangan pernah takut jujur di hadapan Tuhan. Dunia menghakimi mereka yang mengaku salah, tetapi Allah memeluk kita yang datang dengan hati yang hancur Pemazmur berkata: “Korban sembelihan kepada Allah ialahjiwayanghancur;hatiyangpatahdanremuktidakakanKaupandanghina,ya Allah.”(Mazmur51:19). Pengakuan kita hari ini, akan mendatangkan kekuatan baru untukmenjalanihari-hariselanjutnya.
Penegasan: Mengaku dengan tulus segala dosa dan pelanggaran kita di hadapan Allah akan mendatangkan pemulihan bagi hidup kita, sebab Allah yang benardanadiljugaadalahAllahyangpenuhkasihdanpengampunan.
DOA: Tuhan, ajar kami untuk mengakui dosa dan pelanggaran kami dengan tulus di hadapan-Mu dan tuntun langkah hidup kami dalam kebenaran-Mu,. Dalam namaTuhankamiYesusKristus,amin.
Kamis, 5 Maret 2026
Tuhan Tidak Pernah Salah
Daniel 9: 11-14

“Sebab itu Tuhan bersiap dengan malapetaka itu dan mendatangkannya kepada kami; karena Tuhan, Allah kami, adalah adil dalam segala perbuatan yang dilakukan-Nya, tetapi kami tidak mendengarkan suara-Nya.” (ayat 14)
Merasapalingbenaradalahsalahsatukaraktermanusiayangseringkali
muncul dalam kehidupan sehari-hari, bahkan dalam kehidupan rohani. Ketika menghadapi masalah manusia sering mencari pembenaran serta cenderung menyalahkan orang lain, bahkan lebih parah lagi manusia menyalahkanTuhan.
Perikop firman Tuhan hari ini mengajak kita untuk meneladani sikap
Daniel, di mana ketika bangsanya mengalami malapetaka, dia tidak menyalahkan Tuhan atau mencari pembenaran diri, namun justru datang berlutut dan berdoa memohonampununtuksegala dosayangdilakukanbangsanya.
Danielsadarmasalahyangdihadapidanmalapetakayangdialamibangsa Israel disebabkan ketidaktaatan kepada Tuhan. Mereka banyak melakukan dosa serta kekejian di hadapan Tuhan. Mereka berlaku fasik, berkhianat dan memberontak kepada Tuhan. Menyimpang dari perintah dan peraturan yang Tuhantetapkan.DanielsadarbahwaTuhanmengizinkansemuamalapetakaserta penderitaan dihadapi bangsanya. Itu bukan karena Allah tidak sayang terhadap bangsa pilihan-Nya itu, namun justru karena Allah tidak mau bangsa itu berjalan dalam kesesatan. Allah tidak mau umat yang dikasihi jatuh ke dalam kebinasaan. DiamaubangsaitusadardanbertobatsertakembalikepadajalanTuhan.
Kisah Nabi Daniel ini mengingatkan bahwa Tuhan tidak pernah salah ketika mengizinkan masalah dan tantangan terjadi dalam hidup manusia. Tuhan mau agar kita, seperti halnya Daniel, belajar untuk datang kepada Tuhan, mengoreksidiridanmintapengampunansertahikmatdariTuhan.
Penegasan: Ketika menghadapi masalah, jangan cepat membenarkan diri.Sebaliknya,lekaskoreksidiri.
`DOA: Ya Tuhan, ampuni kami jika Engkau dapati kami melakukan dosa. Jauhkan kami dari murka dan amarah-Mu. Kasihani kami ya Tuhan. Dalam nama Putra-Muyangkudus,amin.
Jumat, 6 Maret 2026
yang Menggerakkan
Daniel 9: 15-19

“Ya Tuhan, dengarlah! Ya, Tuhan, ampunilah! Ya Tuhan, perhatikanlah dan bertindaklah dengan tidak bertangguh, oleh karena Engkau sendiri, Allahku, sebab kota-Mu dan umat-Mu disebut dengan nama-Mu!” (ayat 19)
Manusia bisa dikatakan hidup karena manusia bernapas, dan jika
berhenti bernapas maka bisa dipastikan bahwa manusia itu sudah mati.
Bagi iman Kristen doa adalah napas hidup sebab tanpa berdoa iman kekristenan seseorang itu mati. Sebagai orang percaya kita patut bersyukur kepada Tuhan, di mana kita diberi hak istimewa untuk berkomunikasi langsung dengan Tuhan melalui doa. Berdoa merupakan satu tindakan yang tidak boleh disepelekan, karena mempunyai kekuatan besar, sebab dengan berdoa kita bisa menggerakkansorga.
Melalui firman Tuhan hari ini, kita melihat bagaimana kedahsyatan doa yang dipanjatkan oleh Daniel. Ketika Daniel dan seluruh bangsanya menghadapi hukuman dari Tuhan karena ketidaktaatan, mereka harus hidup sengsara dalam pembuangan.
Daniel sadar tidak ada jalan lain untuk dapat menyelesaikan masalah yang mereka hadapi kecuali datang kepada Tuhan dengan kerendahan hati, melaluidoauntukmemohonpengampunan.
Daniel datang kepada Tuhan bukan dengan kata-kata yang indah, bukan dengan tuntutan atau protes, bukan juga dengan membela diri atau pun menyalahkan keadaan. Daniel datang dengan penuh kerendahan hati serta sikap hati yang berkenan kepada Tuhan, sehingga Tuhan mendengar doa Daniel dan mengutus Malaikat Tuhan bertemu dengan Daniel. Daniel 9 : 21 berkata ” ementara aku berbicara dalam doa, terbanglah dengan cepat ke arahku S Gabriel, dia yang telah kulihat dalam penglihatan yang dahulu itu pada waktu persembahankorbanpetanghari.”SorgatergerakolehdahsyatnyadoaDaniel.
Penegasan: Doa yang dipanjatkan dengan sikap hati yang benar di hadapanTuhanakanmenggerakkanSorga.
DOA: Ya Tuhan, ajar kami untuk mempunyai hati yang bersih dan murni agarEngkauberkenankepadakami.DalamnamaTuhanYesusyangberkuasaatas hidupkami,kamiberdoa,amin.
Sabtu, 7 Maret 2026
Daniel 10: 1-8

“Hanya aku, Daniel, melihat penglihatan itu, tetapi orang-orang yang bersama-sama dengan aku, tidak melihatnya; tetapi mereka ditimpa oleh ketakutan yang besar, sehingga mereka lari bersembunyi.” (ayat 7)
Kita mungkin pernah mendengar ungkapan yang mengatakan bahwa
“pengalaman adalah guru terbaik”. Kalimat ini sesungguhnya ingin menyampaikan bahwa cara belajar yang paling tepat adalah dengan merasakan dan mengalami secara langsung. Sehingga kita mendapatkan pemahaman atau ilmu yang akurat, karena berinteraksi langsung dengan situasi, peristiwa, atau kondisi tertentu. Pengalaman akan membawa kita pada pengetahuan dan wawasan serta pemahaman tentang segala sesuatu dalam kehidupan.
Firman Tuhan hari ini mengajar kita melihat bagaimana pengalaman Daniel yang sangat luar biasa bersama dengan Tuhan. Ketika bangsa Israel menghadapi pergumulan yang berat karena pemberontakan dan ketidaktaatan kepada Tuhan, Daniel tidak menyalahkan Tuhan. Ia tahu hukuman Tuhan adalah kedaulatan Tuhan. Pembuangan dan hukuman yang berat itu tidak pernah menggoyahkanimanDaniel.Iatetapsetiaditengahpergumulandankarenaiman dankesetiaannya,DanielberjumpadenganTuhan(ayat7).
Kisah Daniel tentu sangat menginspirasi kita, bahwa hidup kita tidak terlepas dari pergumulan, masalah dan tantangan yang disebabkan karena kesalahan kita. Namun firman Tuhan hari ini mengingatkan kita untuk selalu datang kepada Tuhan dan tetap setia. Kisah Daniel juga mengajarkan untuk tidak fokus pada masalah, melainkan pada kedaulatan Tuhan. Dengan berfokus pada kesetiaan kita dan ketaatan, bahkan meski di tengah pergumulan, kita akan mendapatpertolongandanpenghiburanTuhan.
Pengalaman anugerah bersama Tuhan sering datang dan kita mengalaminya bukan ketika hidup kita dalam keadaan baik dan mudah, namun ketikakitaberlakusetiadihadapantantangandamkesukaran.
Penegasan: Pengalaman anugerah bersama dengan Tuhan bukan berbicarasoalhiduptanpamasalah,namunhidupyangdijalanidengankesetiaan meskipundiderabanyakmasalah.
DOA: Ya Tuhan, ajar kami untuk berfokus kepada-Mu selama kami hidup di dunia, sehingga kami beroleh sukacita dan penghiburan dalam anugerah-Mu. KamialaskandoainididalamnamaTuhanYesus,amin.
Minggu, 8 Maret 2026
Daniel 12:1-7

“Tetapi engkau, Daniel, sembunyikanlah segala firman itu, dan meteraikanlah Kitab itu sampai pada akhir zaman; banyak orang akan menyelidikinya, dan pengetahuan akan bertambah.” (ayat 4)
Manusia selalu memiliki kecenderungan untuk ingin mengetahui dan
memahami segala sesuatu, untuk menemukan tujuan hidup serta mencari kebenaran yang hakiki. Keinginan untuk belajar dan memahami segala sesuatu mendorong manusia untuk menyelidiki segala hal, termasuk hal-hal yang belum terpecahkan, yang masih bersifat rahasia. Dari zamandahulusampaisekarang,manusiaberusahamemecahkanrahasiatentang kehidupansetelahkematian.Namunselalugagal.
Firman Tuhan hari ini Allah menunjukkan serta menyingkapkan rahasia besar kepada Daniel tentang kehidupan manusia di akhir zaman. Tuhan memberi penglihatantentangorang-orangyanghiduptaatdanberkenankepada-Nya.Juga kepada yang tidak percaya. Dalam penglihatan tersebut, Daniel menyaksikan kondisi yang sangat jauh berbeda antara orang yang hidupnya dekat Tuhan dan yanghidupdekatkeduniawian.
OrangyanghidupnyaberkenankepadaTuhan,namamerekaakantertulis dalam kitab kehidupan. Mereka akan dibangkitkan untuk mendapat hidup kekal. Merekaakanbercahayaseperticakrawala.Kondisiiniberbandingterbalikdengan kehidupan orang yang tidak setia kepada Tuhan di akhir zaman. Orang yang tidak percaya kepada Tuhan akan mengalami kehinaan dan kengerian yang kekal (ayat 2).
Rahasia Tuhan tentang kehidupan yang kekal, tidak akan pernah diketahui dan dipahami oleh orang yang hidupnya jauh dari Tuhan. Namun akan disingkapkan kepada mereka yang taat, tekun menyelidiki dan mengimani serta melakukanFirmanTuhan.
Penegasan: Orang yang hidupnya berkenan kepada Tuhan akan mendapatkanhidupkekal.OrangyanghidupnyajauhdariTuhanakanmengalami kebinasaan.
DOA: Ya Tuhan, kami berterima kasih untuk rahasia kebenaran-Mu yang terbukabagikamimelaluiperkataandanperbuatanPutra-MuKristusYesus.Didik kami untuk mengikuti teladan Putra-Mu agar hidup kami membawa kemuliaan bagi-Mu.DalamnamaTuhanYesus,amin.
Senin, 9 Maret 2026
Lukas 1:14-19

“Sebab ia akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya.” (ayat 15)
Minumankerasadalahsemuajenisminumanyangmengandungalkohol,
baik itu yang berasal dari hasil fermentasi, proses penyulingan atau distilasi maupun minuman tradisional yang dihasilkan langsung dari batang pohon seperti saguer atau tuak. Miras memiliki efek memabukkan yang dapat memicu kerusakan organ vital, serta menyebabkan masalah kesehatan mental bahkan risiko kematian. Seseorang yang mengonsumsi miras tidak dapat berpikir,berucapdanbertindaksecaranormalsesuaidengannormayangberlaku. Hidup kudus berarti hidup menurut aturan yang sudah ditetapkan Tuhan. Yohanes dipanggil untuk menjalani kehidupan yang kudus. Itulah sebabnya, Allah membuat aturan-aturan yang harus dipenuhi, agar kekudusan dapat menjadi bagian dalam kehidupan Yohanes. Tugasnya, sebagai seorang 'pembuka jalan' untukkedatanganMesias,mengharuskanYohanesuntukmemilikikesehatanyang holistik.Tubuh,hati,pikirandanjiwanyaharuslahdalamkondisiyangsehat.Halini tidakdapattercapaijikaYohanesterbiasamengonsumsiminumankeras.
Setiap manusia sebagai ciptaan Allah yang mulia, memiliki tugas yang berbeda-beda. Tetapi setiap tugas yang diberikan-Nya, memiliki satu tujuan yang sama yaitu bagi hormat dan kemuliaan nama Tuhan. Dan tahukah kita? Tujuan ini hanya dapat dicapai ketika seseorang dapat menjaga kehidupannya tetap kudus, dengancaramenurutisetiapaturanyangtelahAllahtetapkan.
Firman Tuhan hendak mengingatkan kita, akan panggilan hidup kudus ini. Terlepas dari perbedaan yang ada, profesi yang beragam, suku dan budaya yang variatif, bahkan pola hidup yang tak serupa, tetap ada satu hal yang sama yaitu hidupkitaharuslahmemuliakanTuhan.
Penegasan: Mereka yang menuruti aturan Tuhan, hidupnya akan dipenuhi oleh Roh Kudus. Mereka akan dituntun untuk melakukan hal-hal yang mendatangkan sukacita bagi sesamanya, bahkan menjadi orang yang besar di hadapanTuhan,dipakai-Nyauntukmembuathatiorangdurhakaberbalik.
DOA: Tuhan, tolonglah agar kami dapat hidup kudus, supaya hidup kami menjadihormatdankemuliaanbaginama-Mu.Amin.
Selasa, 10 Maret 2026
Lukas 1:20-25

”Inilah suatu perbuatan Tuhan bagiku, dan sekarang Ia berkenan menghapuskan aibku di depan orang.” (ayat 25)
Aib adalah sesuatu yang memalukan, cacat, atau hal buruk yang diharap tidak
akan diketahui oleh orang lain, karena dapat menjatuhkan martabat dan namabaikseseorang,keluargaataukelompoktertentu.
Salah satu yang dianggap aib oleh masyarakat adalah mandul. Mandul adalah kondisi di mana sebuah rumah tangga tidak dikaruniai anak. Jika terjadi, hal ini dianggap aib keluarga. Demikianyang terjadi dalam kehidupan keluarga Zakharia pada saat itu. Itulah sebabnya, ketika pada akhirnya Tuhan mengaruniakan anak dalam kandungan Elisabet, istrinya, Zakharia sangat berbahagia dan dengan penuh sukacitamemujiTuhanatasberkat-Nyatersebut.
Standar kebahagiaan setiap orang tentu berbeda. Harta kekayaan, jabatan yang tinggi, keberhasilan dalam pendidikan dan pekerjaan, atau kehadiran anak dalam rumah tangga seperti dalam kehidupan Zakharia dan Elisabet. Apa pun standarnya,padaintinyasemuamanusiamenginginkanhidupbahagia.
Hari ini, Firman Tuhan menuntun kita untuk melihat standar yang seharusnya digunakan oleh orang percaya untuk berbahagia. Jika pada zaman Zakharia kemandulan merupakan aib bagi keluarganya, maka dalam kehidupan orang percaya saat ini, keberdosaan merupakan kemandulan rohani yang seharusnyamenjadiaibdalamkehidupankita.
Kehadiran Yesus sebagai Anak Manusia yang diutus Bapa menjadi penghapusaibitu,adalahsebuahanugerahtakterkirayangmembawakebahagiaan dan sukacita dalam perjalanan iman orang-orang percaya. Kebahagiaan yang diakibatkanolehpencapaianduniahanyabersifatsementara.Datangdengancepat, berlalunya pun dengan terburu-buru. Kebahagiaan tersebut sering kali bergantung pada kondisi yang sedang terjadi. Jika semua baik-baik saja, kebahagiaan itu akan bertahan, tetapi ketika semua rencana tak berjalan seperti yang diharapkan, kebahagiaanitulenyapseketika.
Penegasan: Kebahagiaan ini bersifat kekal. Kebahagiaan yang datang dari TuhanakanmenuntunmanusiauntukmemujiTuhandalamkondisiapapun.
DOA: Tuhan, kami sungguh menyesal dan memohon pengampunan-Mu atas dosa dan kesalahan kami. Terima kasih untuk karunia teragung Putra-Mu bagi kami, yang membawa sukacita dan kebahagiaan yang kekal. Dalam nama yang termulia,YesusKristus,amin.
Rabu, 11 Maret 2026
Tak Ada Dusta
Lukas 2: 17-20

“Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka.” (ayat 20)
Ada pepatah mengatakan “Lebih baik disakiti oleh kejujuran daripada
disenangkanolehkebohongan.”Kitapastisepakatdenganpepatahini.Artinya kebohongan atau dusta adalah hal yang menyakitkan dan mengecewakan. Mendustai dan didustai akan membawa pada kondisi hilang kepercayaan. Dusta membawakerugianbagikeduabelahpihak.
FirmanTuhanhariinimemberiperingatanPertama,waspadaterhadapsetiap informasi yang kita terima, demi menghindarkan kita dari rasa kecewa karena terdustai. Para gembala adalah orang-orang yang taat tetapi juga selektif dalam menaruh percaya mereka. Ketika mendengar berita dari para malaikat, mereka tidak serta merta kepercayaan begitu saja. Ada tindakan pembuktian yang dilakukan. Dituliskan bahwa mereka segera berangkat ke Betlehem untuk membuktikan kabar yangdidengar.PadaakhirnyamerekakembalidenganmemujidanmemuliakanTuhan, sebab semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan oleh Malaikat kepada mereka.
Setiap hal yang didengar harus dibuktikan kebenarannya. Manusia adalah makhluk yang mulia dan istimewa dibandingkan ciptaan Allah yang lain, karena diberi akal budi untuk berpikir dan bertindak. Manusia sering kali kecewa karena terdustai, sebab lupa menggunakan akal budi yang Tuhan berikan. Maka belajar dari sisi lain kehidupanparagembala,marimenjadiorangpercayayangselektifdalammemercayai setiapinformasiyangkitadengar.Agarkitaterhindardarikecewaakibatterdustai.
Kedua, jadilah orang yang dapat dipercaya dengan selalu membawa berita yang benar, jujur dan akurat. Berbicara dengan jujur, lebih terhormat walau mungkin hal itu tak mudah untuk diterima. Karena ternyata, berbicara dusta hanya akan menundasakitdanmenumpukluka.
Penegasan: Kita dipanggil untuk memberitakan kabar baik bagi dunia, hidup menjadiberkatmelaluisetiapperkataanjujurtanpadustayangkeluardarimulutkita.
DOA: Tuhan, mampukanlah kami menjadi umat yang jujur, tanpa dusta dan berilah hikmat-Mu agar kami terhindar dari ucapan-ucapan dusta yang hendak menoreh luka di hati. Biarlah setiap orang akan bersukacita, memuji dan memuliakan Tuhan melalui kebenaran yang tersampaikan oleh bibir kami. Demi Kristus Yesus, Tuhankami,amin.
Kamis, 12 Maret 2026
Memiliki Karunia Memberi
Lukas 2: 21-26

“...dan untuk mempersembahkan korban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati.” (ayat 24)
Disadari atau tidak, mudah untuk berucap atau berjanji dalam doa permohonan
kepada Tuhan atau pun memperkatakannya di depan umum "Tuhan itu baik dan teramat baik. Tidak ada alasan bagiku tidak mengasihi dan selalu beribadahkepadaDia".
Bahkan mungkin lebih dari itu kita berjanji untuk memberi untuk kepentingan pelayanan gereja. Sebab kita menyadari bahwa memberi untuk kemajuan pelayanan rumah Tuhan adalah langkah tepat untuk mewujudkan nyatakan cinta kepada Tuhan. Namun bagaimana jika suatu ketika kita tidak punya apa-apa atau doa kita tak kunjung mendapat jawaban dari Tuhan? Masihkah kita tetap berkomitmen memberi untuk kemuliaanTuhandalampelayanan,sebagaiwujudnyataketaatankepada-Nya?
Salah satu pernyataan yang sering ditemukan dari postingan di media sosial dikatakan demikian: "Jangan menunggu berkelimpahan untuk memberi karena pemberian sedikit disertai ketulusan membuat pemberian bernilai." Bacaan kitab hari ini menjelaskan tentang ketaatan iman keluarga Yusuf dan Maria yang walaupun memiliki keterbatasan ekonomi tetapi masih dapat memberi korban bakaran seperti yangditetapkandalamkitabImamat12:8.Yaknikewajibanmempersembahkankorban kepada Tuhan berupa burung tekukur atau anak burung merpati sebanyak 2 ekor sebagaibentukpentahirandaripascamelahirkan,denganmembawanya kepadaimam. Bertolak dari apa yang dikorbankan keluarga kecil Yusuf dan Maria di Yerusalem, satu pelajaran penting yang menjadi perenungan kita adalah memberi karena berkelimpahanituwajartetapimemberi dalamkondisisederhanaadalahkarenakuasa AllahmelaluiRohKuduslahyangbekerjaatasnya.
Pemberian berdasarkan hati yang tetap taat pada Allah merupakan kunci perkenanan Allah. Oleh karenanya belajarlah memberi bukan karena haus akan pujian darimanusiatetapikarenahatiyangsungguh-sungguhmengasihiTuhan.
Penegasan:Hiduplahuntuk tidakbanggadenganapayangkitaberisebabjika kitabisamemberimakahalituadalahkaruniayangbersumberdariSangPemilikberkat.
DOA: Bapa dalam nama Yesus yang adalah Pemilik berkat, kami bersyukur jika hari ini Engkau beri kami kemampuan untuk dapat memberi. Dalam nama Tuhan Yesus kamiberdoa,amin.
Jumat, 13 Maret 2026
Memiliki Karakter Kudus
Lukas 2: 33-40

“Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya.” (ayat 40)
Hidup dalam dunia yang sarat dengan dosa, mustahil untuk hidup kudus.
Jika setuju dengan pernyataan ini, maka dapat dipastikan kita telah gagal memahami kehendak Allah atas hidup setiap orang percaya. Mengapa? Sebab sejatinya kekudusan bukan semata usaha manusia tetapi juga keterlibatan Allahsendiridalamkehidupansetiaporangpercaya.
Penekanan pada kalimat "kasih karunia ada pada-Nya" memberitahu kita bahwa Tuhan Yesus hidup dengan karakter yang seturut dengan Allah Bapa, karena kesediaan-Nya dipimpin oleh Roh Kudus. Jadi, kekudusan sejati bukan lahir dari kekuatan diri sendiri melainkan lahir dari relasi yang intim dengan pimpinan Roh dapat membentuk hati, pikiran, dan tindakan serupa dengan Kristus.
Dalam perjalanan hidup, ada saat-saat di mana iman terasa lemah. Tekanan hidup, kekecewaan, dan rasa lelah bisa membuat kita kehilangan semangat. Namun firman Tuhan mengingatkan bahwa orang percaya dipanggil untuk tetap memiliki karakter kudus. Dalam Alkitab, Allah dengan jelas mengatakan:"Kuduslahkamubagi-Ku,sebabAkuini,Tuhan,kudusdanAkutelah memisahkan kamu dari bangsa-bangsa lain, supaya kamu menjadi milik-Ku.” (Imamat 20:26). Hidup tidak selalu sempurna namun itu tidak berarti kita tidak dapat beroleh hidup dengan karakter Kristus. Allah memanggil semua orang percayauntukhidupkudusmakasudahpastiAllahmelaluikuasaRoh-Nyabekerja didalamhatimemampukankitauntukhidupdalampimpinandantuntunan-Nya.
Penegasan: Kekudusan bukan keadaan sempurna seketika, melainkan perjalanan hidup yang terus berproses sehingga kesetiaan dan taat adalah kunci utamanya.
DOA: Tuhan Yesus kami bersyukur karena Engkau memilih kami menjadi alat kemuliaan-Mu. Jadikan kami setia dan taat hingga tetap memiliki karakter kudussepertiyangTuhaninginkan.DalamnamaTuhanYesus,amin.
Sabtu, 14 Maret 2026
Lukas 2: 41-46

“Sesudah tiga hari mereka menemukan Dia dalam Bait Allah; Ia sedang duduk di tengah-tengah alim ulama, sambil mendengarkan mereka dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada mereka.” (ayat 46)
Banyak orang ingin taat kepada Tuhan tetapi tidak semua sanggup menaati
Tuhan. Bahkan harus diakui banyak orang mudah taat ketika doa cepat dijawab. Namun ketika waktu berjalan panjang, iman mulai goyah. Dalam kondisi seperti ini, sebagai orang yang sungguh-sungguh percaya, dengan terus menerus terkoneksi dengan sumber hidup akan berbeda dari orang dunia. Sebab janji pemberkatan tidak akan meleset jika Ia telah menetapkan kita sebagai penerimanya.
Tindakan Yesus pada bagian perenungan ini menjadi teladan iman kita sebab, Yesus bukanlah seorang Pribadi, dalam hal iman digerakkan oleh emosi dan rumor rohani tetapi oleh hubungan pribadi yang terus menerus dengan Roh Kudus. Ketaatan Yesus kepada Allah Bapa melahirkan pengharapan bagi kita untuk melihat Mesias yang dijanjikan datang untuk menyelamatkan semua yang percaya.
Bagaimana dengan kita saat ini, adakah pengharapan kita berpusat pada perubahanpolitik,menantikeadaanekonomimembaiklebihdarimenantiKristus datang.Hidupmanusiaterbatas,tapijikahariinimasihdiberikesempatan,adalah bijak kalau kita gunakan kesempatan yang Tuhan berikan untuk memuliakan Dia dengan sikap yang penuh ketaatan. Pengharapan akan janji Allah tidak boleh bergantung pada situasi, tetapi kepada Pribadi yang setia menyertai kita melalui kuasadariRohKudus-Nya.
Penegasan: Ketaatan diuji bukan saat kita menerima janji tetapi saat kita harusmenunggupenggenapan-NyadenganketaatanpadapimpinanRoh.
DOA: Ya, Tuhan kami berterima kasih karena Engkau mengingatkan kami melalui perenungan ini untuk hidup senantiasa menanti janji Tuhan dengan penuhketaatanpadapimpinanRoh-Mu,dalamnamaYesus,amin.
Minggu, 15 Maret 2026
Lukas 3: 1-7

“Maka datanglah Yohanes ke seluruh daerah Yordan dan menyerukan: “Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu.” (ayat 3)
Setiap orang pasti pernah berbuat salah dan ingin berubah. Tapi sering kali
kita sadar bahwa berubah itu tidak mudah. Kita butuh pertolongan dari Tuhan. Roh Kudus adalah Penolong yang Tuhan kirim supaya kita bisa sungguh-sungguhbertobatdanhiduplebihbaik.
Pada zaman Yohanes Pembaptis, banyak orang datang kepadanya untuk dibaptis di Sungai Yordan. Yohanes meminta mereka bertobat, artinya meninggalkan cara hidup yang salah dan kembali kepada Allah. Namun, baptisan airhanyatandaluar.Perubahanyangsejatiterjadididalamhati,danituhanyabisa dilakukan oleh Roh Kudus. Yesus datang membawa “baptisan Roh” yang mengubah hati manusia dari dalam. Roh Kudus menolong kita untuk sadar akan dosadanmemberikekuatanuntukmemulaihidupbaru.
Kadang kita merasa sudah menyesal, tapi tetap jatuh di kesalahan yang sama. Kita ingin berubah, tapi gagal terus. Saat itulah kita perlu mengingat bahwa kita tidak bisa melakukannya sendirian. Roh Kudus hadir untuk menolong kita. Ia berbicara lembut di hati,mengingatkan, dan memberikekuatan untuk melangkah lagi. Ketika kita mau membuka hati dan taat pada bimbingan-Nya, perlahan-lahan hidup kita akan berubah. Pertobatan sejati bukan karena rasa takut, tapi karena kitatahuTuhanmengasihikitadaninginmenolongkitakeluardaridosa.
Penegasan: Perubahan sejati terjadi saat kita mau membuka hati dan membiarkanRohKudusbekerjadidalamhidupkita.
DOA: Tuhan, sering kami ingin berubah tapi tidak sanggup. Kami lemah dan mudah jatuh. Tolong kami, ya Roh Kudus, supaya kami sungguh-sungguh bertobat. Ajar kami mengenali dosa kami dan berikan kekuatan untuk meninggalkannya.Jadikanhidupkamibarudanberkenandihadapan-Mu,amin.
Kuasa Roh Kudus
Lukas 3: 12-17

“Yohanes menjawab dan berkata kepada semua orang itu: ”Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia yang lebih berkuasa dari padaku akan datang dan membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak. Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.” (ayat 16)
Setiap orang percaya tidak hanya dipanggil untuk tahu tentang Tuhan, tapi
jugauntukmengalamikuasa-NyalewatRohKudus.Kuasainibukansekadar hal ajaib, tapi kekuatan dari Tuhan yang membuat kita berubah, dikuatkan, dandituntundalamhidupsehari-hari.
Yohanes Pembaptis berkata bahwa Yesus akan “membaptis dengan Roh Kudus dan api.” Artinya, Yesus bukan hanya memberi tanda luar seperti air, tetapi memberikan perubahan sejati di dalam hati. Roh Kudus bekerja seperti api yang membersihkan dan memperbarui kita. Ia menolong kita meninggalkan dosa, memberi semangat baru, dan menuntun kita supaya hidup lebih dekat dengan Tuhan.KuasaRohKudustidakselaluterlihatbesardandramatis,tapinyatadalam hal-hal kecil — dalam damai di hati, keberanian untuk jujur, dan kekuatan untuk mengampuni.
Dalam hidup yang sibuk dan penuh masalah, kita sering mencoba mengandalkandirisendiri.TapitanpaRohKudus,kitamudahlelahdankehilangan arah. Roh Kudus hadir untuk memberi kekuatan baru setiap hari. Ketika kita berdoa, membaca firman, dan dalam pelayanan. Roh Kudus menolong dan membentuk kita. Ia membuat kita tetap sabar, tetap berharap, dan terus maju meskipunkeadaansulit.HidupdengankuasaRohKudusberartimenyerahkandiri kepadaTuhandanpercayabahwaDiatahuyangterbaik.
Penegasan: Kuasa Roh Kudus bukan cuma untuk orang tertentu, tapi untuksemuayangmaudibentukTuhan.Iamemberikekuatanuntukhidupbenar, meskiditengahkelemahan,danmenolongkitamenjadiberkatbagioranglain.
DOA: Tuhan, kami mau hidup dengan kuasa Roh Kudus-Mu. Isi hati kami dengan kasih dan kekuatan-Mu. Ajar kami taat, sabar, dan setia dalam setiap hal. Biarlah hidup kami memuliakan Engkau dan membawa terang bagi orang di sekitarkami.DalamnamaTuhanYesus,amin.
Selasa, 17 Maret 2026
Mati Karena Dosa
Efesus 2: 1-4

“Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu.” (ayat 1)
Ayat ini seperti tamparan keras dari Rasul Paulus kepada jemaat Efesus dan
kepadakitasemua.Bayangkan:kita,yangdiciptakanmenurutgambarAllah, ternyatasudah"mati"secararohanisebelummengenalKristus.Bukanmati fisik, tapi kematian yang lebih mengerikan: terpisah dari Allah, terombang-ambing oleh nafsu duniawi, ikut arus pemimpin dunia yang menyesatkan. Pelanggaran demi pelanggaran, dosa demi dosa, membuat jiwa kita lumpuh, tak berdaya melawan kegelapan. Kita tidak mampu memancarkan terang yang ada pada kita. Bahkan hampir dapat dipastikan bahwa terang kekudusan kita sedang padam, hidupkitahanyadiliputiolehkegelapan.InilahgambarankehidupandiluarKristus. Tapi, saudara-saudara, kita pun menemukan keindahan Injil dalam teks ini. Paulus tak berhenti di kematian itu. Ayat berikutnya berkata: ” Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepadakita,telahmenghidupkankitabersama-samadenganKristus,sekalipunkita telahmatiolehkesalahan-kesalahankita–olehkasihkaruniakamudiselamatkan” (Efesus 2:4-5). Berita ini telah menjadi pengharapan yang menakjubkan bagi setiap kita. Berita ini tidak pernah usang, seumpama lentera yang mengangkat kita dari kegelapan menuju terang Kristus yang begitu ajaib. Kita yang telah mati, dibangkitkan!Yesus,melaluisalib-Nya,menghancurkanikatandosa.Iabukanhanya menyembuhkanluka,tapimemberikankehidupankekalyangpenuhkelimpahan.
Sebagai perenungan untuk kita hari ini: dosa apa yang masih "mematikan" kita? Nafsu, amarah, ketakutan, atau keraguan? Jangan putus asa. Jangan menyerah. Sebab kasih Allah lebih besar dari segala dosa kita. Bangkitlah dalam kuasa-Nya. Jalani hari ini dengan iman yang teguh, karena kematian dosa telah dikalahkanolehKristus.Kitabukanlagibudakdosa,tapianakAllahyanghidup!
Penegasan: Mati karena dosa telah berakhir masanya, kini; kita hidup untuk Kristus dalam kemenangan setiap hari. Dari kubur dosa, kita bangkit dalam kasih karunia Kristus. Karena itu, hidupmu dan hidupku bukan lagi menuju maut, tapimenujukemuliaankekal!
DOA: Tuhan Yesus yang baik, terima kasih untuk pengorbanan-Mu di kayu salib yang telah menebus kami dari dosa, sehingga kami memiliki masa depan abadi,dalamnamaTuhanYesuskamiberdoa,amin.
Rabu, 18 Maret 2026
Jauh Menjadi Dekat
Efesus 2: 11-16

“Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu ”jauh”, sudah menjadi ”dekat” oleh darah Kristus.” (ayat 13)
Ada masa di mana kita merasa begitu jauh dari Tuhan. Jauh karena dosa, jauh
karena luka hati, jauh karena kecewa pada kehidupan, bahkan mungkin kecewa pada diri sendiri. Kita beribadah, kita berdoa, tetapi hati kita terasa kosong. Seolah-olah Tuhan jauh dan diam. Namun Firman Tuhan hari ini mengingatkan: “Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu jauh, sudah menjadi dekat.” Puji Tuhan, anugerah-Nya selalu membuka kesempatan kepadakitauntukdapatkembalikepadaAllah.
Bagian ini juga, sedang memberitahu kita, tentang tips sederhana agar terus bercahaya, yaitu selalu dekat dengan Kristus. Kedekatan dengan Tuhan bukan dimulai dari usaha kita mencapai Dia, melainkan dari inisiatif kasih Allah yang datang mencari kita. Dia yang terlebih dahulu turun 'lapangan', menemui kita yang sedang berdiri dalam kegagalan. Darah Kristus menjadi jembatan yang menghubungkan jurang antara Allah yang kudus dan manusia yang berdosa. Yang jauh bukan sekadar soal jarak, tetapi soal kondisi hati yang terpisah. Dan yang dekat bukan sekadar soal perasaan, tetapi sebuah posisi baru: kita diterima, diampuni, dan diperdamaikan. Bahkan,kitadiberikuasauntukmenjadianak-anakAllah.Inipenerimaantanpasyarat. Sungguhluarbiasa!
Mungkin hari ini Anda merasa tak layak datang kepada Tuhan. Masa lalu menuduh, kegagalan memalukan, dan doa-doa yang belum dijawab membuat Anda mundur perlahan. Ingatlah: yang membuat Anda dekat bukan kesempurnaan Anda, tetapipengorbananKristus.DidalamDia,pintuselaluterbuka,pelukanselalusiap,dan kasihselalutersedia.
Mendekatlah kembali. Datang dengan apa adanya, jangan menunda apalagi menunggu hidup kita sempurna. Dia hanya ingin agar kita datang kepada-Nya. Bawalah dosa, luka, dan air mata kita kepada-Nya. Biarkan kasih Kristus melembutkan hati, memulihkan relasi, dan meneguhkan iman kita. Jauh bukanlah akhir cerita. Di dalamKristus,yangjauhselalumemilikikesempatanuntukmenjadidekat.
Penegasan: Biarkan kasih Kristus memulihkan relasi, meneguhkan iman kita. Jauh bukan akhir; di dalam Dia, kita semua selalu bisa dekat lagi. Darah Kristus jembatan abadi: yang jauh menjadi dekat—datanglah sekarang, tangan Tuhan terbukalebar,menantikitasemua!
DOA: Tuhan Yesus, bawalah kami untuk semakin erat melekat dengan-Mu di setiap musim hidup yang kami jalani setiap hari. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa,amin.
Kamis, 19 Maret 2026
Efesus 2: 17-22

“Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh.” (ayat 22)
Bayangkan sebuah bangunan megah yang sedang dibangun. Bukan dari batu mati
yang dingin, melainkan dari batu-batu hidup yang bernafas, berdenyut dengan Roh Allah. Inilah gambaran gereja menurut Efesus 2:22. Kita bukan sekadar anggota jemaat; kita adalah batu-batu hidup yang sedang dibentuk untuk menjadi tempatkediamanAllahyangkudus.
Dalam perspektif teologi Perjanjian Baru, di sana digambarkan bahwa gereja bukanlah institusi manusiawi, melainkan bait Ilahi: Kristus sebagai batu penjuru yang teruji. Setiap kita datang dengan bentuk unik: ada yang retak oleh dosa, kasar oleh pengalamanhidup,ataubahkanterasakecildantakberharga.Semuakita,padadasarnya merasa kurang pantas menjadi perabot rumah Allah. Namun, di tangan “Tukang Batu Mahir”, yaitu Yesus Kristus, kita dibentuk ulang. Dia menghaluskan ketajaman, mengisi retakan,danmenyatukankitadengankasihyangtaktergoyahkan.Bukankarenakekuatan kitasendiri,tapiolehRohKudusyangbekerja.
Apa artinya menjadi batu hidup? Artinya kita saling menyatu, saling menguatkan,bukanberdirisendiri.Saatsatubatugoyah,yanglainmenyangga.Saatsatu batu bersinar, semuanya bercahaya. Di tengah badai kehidupan pergumulan, konflik keluarga, atau keraguan iman ingatlah: kita bukan batu terpencil, tapi bagian dari bangunan abadi. Allah tinggal di dalam kita, membuat kita kuat, indah, dan berguna. Karenaitu,hendaklahterangkekudusanmubercahaya.
Hari ini, izinkan Roh Kudus membentuk hidup kita semakin lebih dalam. Tinggalkan ketakutan yang mengusik kita bahwa kita "tak cukup baik". Sambutlah dengan penuh syukur identitaskitasebagai batu hidup yang dipakai-Nya. Bersamasama, kita menjadi tempat tinggal Allah yang nyata di dunia yang haus akan kehadiran-Nya. Bangunan ini tak akan runtuh, karena fondasinya adalah Kristus. Maribertahan,bersinar,danbertumbuhdalamkekudusansebagaibatu-batuhidup yangmemuliakanTuhan!
Penegasan:SiapakahyangakanmemisahkankitadarikasihKristus?Penindasan ataukesesakanataupenganiayaan,ataukelaparanatauketelanjangan,ataubahaya,atau pedang?TidakadasatupunyangdapatmemisahkankitadariKristus,kitaadalahbatubatuhidupmilikKristus.
DOA: Tuhan, kami bersyukur untuk kesempatan menjadi batu hidup dalam rumah-Mu,tolongkamimenjagakeutuhandankesatuantubuhKristusdiduniaini,dalam namaTuhanYesus, amin.
Jumat, 20 Maret 2026
Efesus 4:1-7

“Tetapi kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus.” (ayat 7)
Pembacaan hari ini dimulai dengan nasihat Rasul Paulus kepada jemaat Efesus
sebagai orang yang hidup berpadanan dengan panggilan Allah. Hidup dalam kerendahan hati, lemah lembut, dan sabar. Selalu menunjukkan kasih yang saling membantu dan memelihara kesatuan Roh dalam ikatan damai sejahtera. MemilikisatudasarimanyangsamayaknidarisatuAllahyangdiatassemua,melalui semua dan di dalam semua. Namun hal yang perlu dipahami adalah tiap jemaat memiliki karunia yang berbeda-beda satu sama lainnya, yang terkadang dapat menjadipersoalanyangberdampakmenghilangkancahayaterangilahi.
Sering kali kita beranggapan bahwa kasih karunia itu adalah keselamatan yang kita terima karena percaya kepada Yesus Kristus. Sesungguhnya tidaklah sedemikian sempit maknanya, karena kasih karunia bermakna nyata dan tampak dalam kehidupan orang percaya yang membuahinya dalam kehidupan sehari-hari. “Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasihkaruniayangdianugerahkan-Nyakepadakutidaksia-sia.Sebaliknya,akutelah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku.” (1 Korintus 15:10). Kasih karunia yang berbedabeda bagi setiap orang bukanlah karena Allah pilih kasih, sehingga memberi lebih pada yang satu orang dan kurang pada yang lainnya, karena setiap orang menerima kasihkaruniamenurutukuranpemberianKristus.
UkuranpemberianKristusadalahukuranyangtepatbagisetiaporangsesuai dengan maksud dan panggilan-Nya. Hal ini bukan ditentukan seberapa besar dan kecilnyakemampuan,latarbelakang,usiakematanganrohani,ataustatusseseorang, tetapi berdasarkan kedaulatan dan rancangan-Nya untuk setiap orang yang dipanggil-Nya ke dalam misi kerajaan-Nya. Setiap orang menerima apa yang diperlukanuntukberperandalamtubuhKristus.Janganmembandingkandiridengan orang lain apalagi meninggikan diri atas karunia yang diberikan, terlebih meremehkannya.
Penegasan: Ukuran pemberian Kristus yang kita terima hendaknya kita wujudnyatakandengan karakterdanmemperkuattubuhKristus
DOA:Tuhan Yesus,terimakasihataskasihkaruniayangkamiterima.Ajarlah kami untuk bersyukur dengan hati yang tulus untuk setiap ukuran pemberian-Mu serta menggunakannya untuk hormat kemuliaan nama-Mu. Demi Yesus Kristus kami berdoa,amin.
Sabtu, 21 Maret 2026
Akibat Penolakan
1
Tesalonika 2: 13-16

“Karena mereka mau menghalang-halangi kami memberitakan firman kepada bangsa-bangsa lain untuk keselamatan mereka. Demikianlah mereka terus-menerus menambah dosa mereka sampai genap jumlahnya dan sekarang murka telah menimpa mereka sepenuh-penuhnya.” (ayat 16)
Tidakseorangpundarikitayangmerasanyaman-nyamansajabilamengalami
penolakan, baik dalam hubungan pribadi, keluarga, rekanan maupun dalam pelayanan. Sebab penolakan akan menyisakan perasaan yang pedih dan menderita. Apalagi penolakan itu terjadi karena hal baik yang kita lakukan. Demikian juga yang terjadi dengan Jemaat di Tesalonika yang menerima Firman Tuhan, bukan sebagai perkataan manusia, tetapi sebagai firman Allah yang hidup, bekerjadan diamdiantaramereka.
Betapa menyenangkannya apabila respons baik yang kita ambil, dalam menyikapi, apabila kita mendengar Firman Tuhan. ”Siapa memperhatikan firman akan mendapat kebaikan, dan berbahagialah orang yang percaya kepada Tuhan. Amsal 16 : 20 Sebab setiap pemberitaan, selalu menuntut respons: diterima atau ditolak. Jemaat Tesalonika menjadi contoh orang-orang yang menerima firman dengan iman, sehingga firman itu bekerja dan menguatkan mereka di tengah penderitaan. Sebaliknya, ayat 16 menunjukkan dampak berat dari penolakan firmanyaitumurkamenimpasepenuh-penuhnya.
Penolakan terhadap Injil bukan saja hanya akan menutup hati pribadi, tetapi dapat juga menghalangi karya keselamatan bagi orang lain. Paulus menegaskan bahwa mereka yang menolak firman, bahkan berusaha menghambat pemberitaan Injil, menunjukkan sikap hati yang keras bahkan menumpuk dosa demi dosa. Penolakan terhadap Firman berarti terputusnya hubungan kita dengan Allah dan hidup di bawah murka-Nya. Murka Allah di sini bukanlah luapan emosi semata,melainkanpenghakimanyangadil.
Penegasan: Peringatan bagi setiap orang percaya untuk tidak hanya mendengar Firman tanpa ketaatan. Karena dengan mengabaikan, menunda atau tidakmelakukannyaadalahimplikasidaripenolakan.
DOA: Bapa yang baik, berikan kemampuan kepada kami untuk menjadi pelaku Firman yang taat. Jauhkanlah kami dari penolakan akan kebenaran-Mu, sertailah kami untuk menjadi alat keselamatan bagi orang lain juga. Demi Yesus
Minggu, 22 Maret 2026
Kemuliaan dan Sukacita
1 Tesalonika 2: 17-20

“Sungguh, kamulah kemuliaan kami dan sukacita kami.” (ayat 20)
Betapa bangga dan membahagiakannya bila seseorang berkata dengan
wajahyangberseri-seri“Sungguh,kamulahkemuliaandansukacitakami.”
Penggalan kalimat ini mengandung makna yang sangat dalam, dan menjadi motivasi bagi diri seseorang untuk melihat diri pribadinya yang dapat menjadi kemuliaan dan sukacita bagi orang lain. Siapakah saya, kita, atau kami yangmendapattempatterbaikdalamhatiseseorangataukomunitas?
Kata-kata dalam ayat 20 ini pastilah lahir dari hubungan yang sangat dekat,tidaksajadekatsecarafisiksajatetapiadadihati.Kedekatantersebutakan menjadikan kita saling memahami, sepenanggungan, ada ikatan kuat yang terjadi.Terbukti,denganketerpisahanyangdialamiPaulussecarajasmaninamun tidak menghambat hubungan kedekatan itu, karena ada dalam hati dan doanya. Hubungan seperti ini hanya dapat terjadi apabila kita ada dalam Kristus. Seperti yang tertulis dalam 2 Korintus 1: 12 “Inilah yang kami megahkan, yaitu bahwa suara hati kami memberi kesaksian kepada kami, bahwa hidup kami di dunia ini, khususnya dalam hubungan kami dengan kamu, dikuasai oleh ketulusan dan kemurnian dari Allah bukan oleh hikmat duniawi, tetapi oleh kekuatan kasih karuniaAllah.”
Kemuliaan dan sukacita tidak terjadi secara instan. Dan juga bukanlah terletak pada keberhasilan, atau karena pengakuan, bahkan pencapaian pribadi. Keduanya itu dapat diterima oleh karena pertumbuhan iman yang berdampak bagi orang lain, hidup dalam kesetiaan kepada Kristus yang adalah pemilik kemuliaan,dantetapberdiriteguhmenghadapitantangan. Hidup orang percaya tidak diukur dari apa yang kita miliki, kita capai atau kita kuasai melainkan bagaimana kita dapat menjadi alat kemuliaan Allah. Menghadirkan kasih, iman, kebenaran dan pengharapan dalam sukacita kekal yangdijanjikanKristusbagioranglainmelaluidirikita.
Penegasan:Hidupmenjadiberkatsehinggamembawaoranglainkepada Kristus
DOA:YaAllah,yaTuhankami,ajarlahkamiuntuktidakmencarikemuliaan diri sendiri, melainkan jadikanlah kami menjadi alat kemuliaan-Mu yang membawasukacitabagioranglain.DemiYesusKristus,kamiberdoa,amin.
Senin, 23 Maret 2026
1 Tesalonika 3:5-8

“Sekarang kami hidup kembali, asal saja kamu teguh berdiri di dalam Tuhan.” (ayat 8)
Kita selalu mengharapkan kabar atau berita baik yang dapat menghidupkan
semangatyangmulaipudar.Tapisering kali yangkitadengaradalahkabar buruk yang menimbulkan , keresahan dan membuat orang hidup dalam ketakutan. RasulPaulusmendengarkabaryangtidakmenyenangkan,yaitubahwa jemaatdiKotaTesalonikayangtelahdirintisnyasedangmengalamikesusahandan tekanan yang luar biasa, karena orang-orang Yahudi yang tinggal disana menentang usaha Paulus untuk memberitakan Injil Kristus. Sehingga Jemaat yang baru bertumbuh ini mengalami masa-masa yang sulit, yang berpotensi menggoyahkanImanmereka.
Maka Paulus mengambillangkah penting, yaitu mengutus Timotius untuk menguatkan dan mengirim surat kepada Jemaat di Tesalonika. Dan Timotius membawa kabar yang menggembirakan yaitu bahwa mereka tidak goyah dalam menghadapi kesusahan namun tetap beriman teguh kepada Tuhan. Kabar ini menumbuhkan semangat hidup dan sukacita bagi Paulus yang dengan penuh perjuangan mengabarkan Injil Kristus. Ia bersyukur karena jemaat yang dilayani bertumbuh kuat dan teguh di dalam Kristus. Peran penting Timotius di sini adalah pembawa kabar baik yang terus berupaya menguatkan jemaat dalam kesukaran, melayani dengan tulus dan penuh kasih dan memberikan dukungan pelayanan bagi Paulus. Timotius adalah seorang muda yang memiliki teladan iman dan kehidupan yang benar di hadapan Tuhan. Beberapa hal yang patut kita lakukan Sebabitusebagaiorangyang percayakepadaYesusKristus:
Pertama: Mari kita membawa kabar baik tentang Tuhan Yesus dalam setiap kesempatan, menyatakan bahwa kasih Kristus mampu mengisi kehampaan hatidanmenyalakankembalisemangatuntukterus meraihkemenanganbersama DIA.
Kedua:Kabarkanlahbahwa,bagiTuhantidakadayangmustahil;Diaselalu punyacarayangAjaibuntukmenolongkita.
Penegasan: Dalam situasi yang serba tidak pasti ini, kabarkanlah tentang pengharapandidalamKristus.
DOA : Tuhan, Jadikanlah kami saluran berkat yang mampu membawa kabar sukacita tentang kasih-Mu. Tentang kasih Kristus yang terpancar dari hidup dan tindakan kami, yang juga dapat menyelamatkan umat manusia. Dalam nama TuhanYesuskamiberdoa,amin
Selasa, 24 Maret 2026
1
Tesalonika 3: 9-13

“Sebab ucapan syukur apakah yang dapat kami persembahkan kepada Allah atas segala sukacita, yang kami peroleh karena kamu, di hadapan Allah kita?” (ayat 9)
Sebagai Rasul yang sangat mengasihi dan bertanggung jawab atas
pertumbuhan iman jemaat di Tesalonika, Paulus merindukan bertemu langsung dengan mereka, guna memberikan kekuatan dan ajaran yang benar dalam menghadapi berbagai tantangan iman. Ketika Rasul Paulus mengetahui bahwa Jemaat Tesalonika tetap bertahan dalam iman kepada Kristus, meskipun menghadapi tantangan besar, ia sangat bersukacita dan bersyukur kepada Tuhan. Rasul Paulus sangat mencintai jiwa-jiwa, sehingga alasan sukacitanya bukan karena kenyamananhidup,bukankarenapujian,bukankarenakelebihannya tetapi alasan sukacitanya adalah ketika ia dapat memastikan bahwa mereka yang telah dibimbingnyatetapberjalandalamkebenaran.Tetapmenikmatipersekutuandalam YesusKristus,tetapmenikmatikasihdankeajaibanTuhan.
Sukacita dalam Tuhan akan tercermin dalam sikap peduli, penuh kasih dan hormat terhadap sesama. Ketika seseorang mampu menunjukkan kasih dan kepedulian dalam tindakan sehari-hari, itu adalah bukti dari sukacita dan kasih yang mengalirdarihubungannyayangkaribdenganKristus.SukacitadankasihdariTuhan membuat seseorang mau berkorban dan melakukan segala sesuatu untuk sesama tanpa menghitung untung dan rugi, menghargai dan memahami orang lain, menghargai jika seseorang telah berusaha melakukan yang terbaik, memuji jika seseorang yang memiliki kelebihan atau talenta khusus, turut berbahagia disaat temankita,rekankerjakita,meraihkebahagiaan,kesuksesandanberprestasi.
Banyak orang kehilangan sukacita dan bersungut-sungut karena iri dan dengki, melihat orang lain sukses dan berprestasi. Alih-alih berusaha keras juga untuk meraih keberhasilan, mereka justru mulai nyinyir mencari-cari kesalahan. Bahkan senang sekali jika teman mengalami kemalangan. Ketika kasih Kristus mengisi hati kita, maka sukacita akan terpancar dari hidup kita, lalu memampukan kitauntukmemilikikasihdankepeduliankepadasesama.
Penegasan: Kasih Kristus akan memberi sukacita dan ucapan syukur yang taktergantikan,ketikamelihatjiwa-jiwamenjadimilikKristus.
DOA:TuhanYesusyangMahaKasih,tolonglahkiranyakasihdankepedulian kepada sesama, ada dalam hati kami, supaya hidup kami yang singkat ini, bermakna danmenjadiberkat.DidalamTuhanYesus,kamipanjatkandoaini,amin.
Rabu, 25 Maret 2026
Arsitek yang Detail
1 Raja-raja 6: 1-5

“Dan terjadilah pada tahun keempat ratus delapan puluh sesudah orang Israel keluar dari tanah Mesir, pada tahun keempat sesudah Salomo menjadi raja atas Israel, dalam bulan Ziw, yakni bulan yang kedua, maka Salomo mulai mendirikan rumah bagi Tuhan” (ayat 1)
Salomo adalah Raja ketiga Kerajaan Israel bersatu. Ia begitu terkenal.
Kebesaran, kekuasaan Salomo melebihi Daud, ayahnya. Dalam 1 Raja-raja 10:23, dikatakan bahwa Salomo melebihi semua raja di bumi dalam hal kekayaan dan hikmat. Salah satu mahakarya yang sangat indah ketika Salomo mendirikanBaitAllah.Materialyangdigunakanuntukmendirikanbaitsuciadalah material yang terbaik, berkualitas tinggi, seperti batu-batu besar yang dipahat, batu-batu yang mahal untuk meletakkan dasar rumah itu, (1 Raja 5:17); Kayu Aras (Cedar) yang harum, kayu sanobar dan Kayu Siprus/Cemara yang mahal dan kualitas terbaik untuk dinding dan alas bangunan (1 Raja 6:15-18); Emas murni, untukmelapisiseluruhbagiandalambaitsuciterutamaruangMahaKudus,untuk menunjukkan kemuliaan Allah (1Raja 6:21-22); dan ada juga material perunggu, besidankayuZaitun.
Apa alasan teologisnya ketika Salomo menggunakan material premium untuk membangun rumah TUHAN (Bait Suci)? Pertama, sebab Allah telah berjanji, “Ia akan diam di tengah-tengah orang Israel, dan tidak akan meninggalkanmereka(1Raja-raja6:13).Kedua, Allah yang akan mendiami lebih besar dari segala allah (2 Tawarikh 2:5). Ketiga, Bait Suci ini juga sebagai simbol kehadiranAllahyangKekal(1Raja-raja8:13).
Relevansi iman yang dapat kita petik dari sikap Raja Salomo ini adalah berilah dan berbuatlah yang terbaik bagi TUHAN lewat kemampuan yang Dia sudah berikan bagi kita. Jika kita sebagai pekerja maka gunakan segala kemampuan kita, gunakan semua material yang terbaik, sehingga orang yang menikmati pekerjaan kita merasa puas sebab bukan saja indah namun juga kuat, berkualitasdanlayak.
Penegasan: Apa saja yang kamu kerjakan, kerjakanlah dengan sepenuh hati, seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.
DOA: Bapa Surgawi, ajar kami untuk melakukan segala dengan baik dan benar sesuai dengan rencana-Mu. Pakailah seluruh kemampuan yang Engkau berikan kepada kami untuk menjadi kemuliaan-Mu dan jadi berkat bagi sesama. DidalamnamaYesusKristus,amin.
Kamis, 26 Maret 2026
Allah Yang Selalu Hadir
1 Raja-raja 8:8-13

“Ketika imam-imam keluar dari tempat kudus, datanglah awan memenuhi rumah Tuhan, sehingga imam-imam tidak tahan berdiri untuk menyelenggarakan kebaktian oleh karena awan itu, sebab kemuliaan Tuhan memenuhi rumah Tuhan.” (ayat 10-11)
Salah satu sifat Allah adalah “Mahahadir” dan “adadimana-mana”, secara
esensial menggambarkan atribut ilahi bahwa Allah tidak memiliki batas geografis; bahwa Allah tidak terbatas oleh ruang dan waktu, Dia hadir di semua tempat walaupun Allah tidak sepenuhnya menjelma dalam seluruh ciptaan-Nya(panteisme),Iatetaphadirdimanasaja,kapansaja,dimanaIamau.
Dalam penahbisan Bait Suci yang dilakukan oleh Raja Salomo, TUHAN hadir dalam wujud awan kemuliaan. Firman Tuhan katakan, “sebab kemuliaan TUHANmemenuhirumahTUHAN”(ayat11).
Apa manfaat rohani yang didapat oleh Raja Salomo dan bangsa Israel sehubungandengankehadiranAllahdalamBait-Nya:
Pertama: Allah menerima kinerja Raja Salomo sebab Ia taat dalam mengerjakan BaitAllahsesuaidenganpetunjukTUHANsertamenggunakanmaterialpremium, berkualitastinggi(1Raja6)
Kedua: Allah berkenan atas kesempurnaan Bait-Nya sehingga Ia hadir untuk menahbiskanBaitSucitersebut(1Raja8:10-11)
Ketiga: Bait Suci adalah tempat pertemuan dan persekutuan umat Israel secara permanendenganAllah,bukanlagidikemahSuci(1Raja8:13)
Yesus pernah menyebut tubuh-Nya sendiri sebagai Bait Allah (Yoh.2:21). Firman Tuhan juga katakan bahwa tubuh orang percaya adalah bait Roh Kudus (1 Kor.6:19), dengan demikian Allah selalu hadir dalam gereja yang kelihatan maupundalamgerejayangtidakkelihatan.
Penegasan: Rawatlah tempat ibadahmu sebaik-baiknya, dan hormatilah “kekudusan” sebab kemuliaan TUHAN turun menaungi persekutuan orang percayadengan-Nya.
DOA: Bapa Surgawi, terima kasih kalau sampai saat ini Tuhan selalu hadir dalampersekutuankami.DidalamnamaYesus,amin.
Jumat, 27 Maret 2026
1 Raja-raja 8:22-27

“Tetapi benarkah Allah hendak diam di atas bumi? Sesungguhnya langit, bahkan langit yang mengatasi segala langit pun tidak dapat memuat Engkau, terlebih lagi rumah yang kudirikan ini.” (ayat 27)
Dalam pengajaran Kristen, kita mengenal dua tipe gereja. Gereja yang
kelihatan dan gereja yang tidak kelihatan. Tentunya Allah hadir baik di gereja yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan, sehingga tidak ada yang dapat mengklaim bahwa gereja yang besar, gereja yang mewah dan yang berkonsep teater (gereja-gereja modern, mega church, atau gereja kontemporer),yangmengindikasibahwa“Allahhadirdisana”.
Dalam pemahaman teologis, gereja tidak hanya dipandang dari dimensi empiris yang terlihat saja, namun juga memiliki dimensi spiritual yang tidak terlihat. Itu sebabnya dalam doa Raja Salomo, Ia mengagungkan pribadi Allah yang supranatural, yang tidak dapat dijangkau dan dihadirkan dalam bait Suci secara fisik saja, sebab Allah itu Roh, sehingga Ia juga hadir dalam gereja yang tidak terlihat, gereja yang melampaui struktur organisasi dan batas-batas geografis. Gereja yang tidak kelihatan ini merujuk pada tubuh Kristus yang terdiri dari semua orang percaya yang sudah bertobat, sudah ditebus dan sudah dilahirkan kembali oleh Roh Kudus, dan hidup taat dan setia sampai dinaikkan ke kemuliaanTuhan.
Dalam konsep iman Kristen, mengajarkan bahwa Tuhan secara Roh yang melampaui batas fisik, dan geografis, Ia yang transenden itu, selalu ada di dalam gereja yang terlihatmaupun gereja yang tidak terlihat, yakni di dalam diri setiap orang percaya di mana saja, di negara mana saja kita bekerja, di gereja kecil atau gereja besar kita beribadah dan melayani, pada waktu sakit maupun sehat, TUHAN selalu ada menyertai kita, sebab kita adalah representasi dari kerajaan Allah di dunia ketika kita hidup sesuai dengan nilai-nilai Kerajaan Allah (Roma.14:17)
Penegasan: Jangan mengukur kehadiran TUHAN dengan fasilitas gedung gerejamuataudengankehadiranseorangpelayanbesar.
DOA: Bapa Surgawi,kamibersyukur karena kemuliaan-Mutidakterbatas oleh ruang, waktu maupun kondisi fisik. Terima kasih atas kehadiran-Mu dalam kehidupankamidisetiapwaktu.DidalamnamaYesus,amin.
Sabtu, 28 Maret 2026
Doa yang Mencapai Takhta-Nya
1 Raja-raja 8:27-30

“Kiranya mata-Mu terbuka terhadap rumah ini, siang dan malam, terhadap tempat yang Kaukatakan: nama-Ku akan tinggal di sana; dengarkanlah doa yang hambaMu panjatkan di tempat ini.” (ayat 29)
Ada banyak pengajaran di dalam Firman Tuhan tentang doa yang tidak
mencapai takhta Allah alias doa yang terhalang sehingga tidak ada jawabannya. Adaberbagaialasan, seperti: jawaban Tuhan atas doa Rasul Paulus, Ia tidak memberikan kesembuhan tetapi memberikan kasih karunia yang cukup dan menyatakan bahwa kuasa-Nya menjadi sempurna dalam kelemahanmu (2 Korintus 12:9); Dosa dan kejahatan merupakan andil besar sehingga Allah tidak mendengar doamu (Yesaya59:1-2); atau mungkin kita salah meminta karena yang diminta hanya untuk memuaskan hawa nafsumu, egois! (Yakobus 4:3); Bisa juga hubungan yang tidak harmonis antara suami istri menyebabkandoanyaterhalang(1Petrus3:1-7);danyangpalingseringmembuat doatidakmencapaitakhta-Nyayaknimasihmemilikidendam(Markus11:25),itu sebabnya Yesus mengajarkan tentang formula doa yang benar dalam salah satu frasa doa Bapa kami, “dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami jugamengampuniorangyangbersalahkepadakami”(Matius6:12).
Empedocles, seorang filsuf Yunani yang hidup 2.400 tahun yang lalu mengatakan bahwa hanya ada dua unsur yang membuat perubahan dalam fenomena-fenomena relasi dengan seluruh alam semesta, yaitu Cinta Kasih dan Kebencian. Di mana ada cinta kasih, manusia akan saling mengampuni, saling mengasihi dan menolong namun di mana ada kebencian, manusia akan saling menolak saling membenci, bertentangan, berperang dan menghancurkan satu denganyanglaintanpapandangbulu.
Raja Salomo dalam doanya, Ia bermohon dengan kerendahan hati, agar Allah mendengar dari Surga permintaan umat Tuhan agar mengampuni dosa merekadantinggalbersamadenganmereka.
Penegasan:Hiduplahdengankerendahanhatidancintakasihdihadapan TUHANdansesama,makadoamuakanmencapaisurga.
DOA: Bapa Surgawi, berikan kepada kami, hati yang mau mengampuni oranglaindanmengasihisesamadengansepenuhhati.DeminamaYesusKristus, amin.
Minggu, 29 Maret 2026
Tuhan Lepas Tangan
1 Raja-raja 14: 12-16

“Ia akan lepas tangan terhadap orang Israel oleh karena dosa-dosa yang telah dilakukan Yerobeam dan yang mengakibatkan orang Israel berdosa pula.” (ayat 16)
Ada beberapa idiom umum yang merupakan ungkapan figuratif yang
memberi makna berbeda dari arti harfiah yang kita temui dalam Alkitab, seperti Ungkapan “Tuhan melepas tangan” (1 Raja-raja 14:16) dan ungkapan “mencuci tangan” yang dilakukan oleh Gubernur Provinsi Yudea, PontiusPilatussaatmengadiliYesus(Maius.27:24).
“Tuhan lepas tangan” dalam pembacaan hari ini, bukan karena Tuhan tidak bertanggung jawab kepada bangsa Israel lagi, atau Tuhan telah meninggalkan umat Israel, tetapi TUHAN “menyerahkan” bangsa Israel kepada musuh-musuhnyakarenaitulah“keinginan”RajaYerobeamyangmemimpinumat Israel berjalan pada jalan kesesatan dengan membawa mereka menyembah anak lembu emas di Betel dan di Dan (1 Raja-raja 12:28-33). Kemudian Ia mendirikan tiang-tiang berhala atau tiang dewi Asyera Tiang-tiang ini bukan sekadar hiasan . belaka, melainkan objek pemujaan yang didedikasikan untuk dewi kesuburan bangsa Kanaan Asyera sebagai tandingan dalam penyembahan kepada Tuhan, itu sebabnya perbuatan Yerobeam dengan bangsa Israel menyakiti hati TUHAN (1 Raja-raja14:15).DosaYerobeamsebagaipemimpin(Raja)memberikanefekyang signifikanbagiumatIsrael.
Sebagai pemimpin dalam kelompok kecil, sedang maupun besar, harus berjalan pada koridor TUHAN, sehingga dapat memberikan efek positif /berkat bagi orang-orang yang dipimpinnya. Ingatlah! Hanya dosa yang membuat Allah “melepaskan tangan” dan mencabut perlindungan-Nya dari kita. Kekurangan uang, hilang jabatan, sakit-penyakit, kesalahan dalam kerja, kurang berkat, tidak membuatTUHANmeninggalkankita.
Penegasan: AllahmengangkattangandariKerajaanUtara(Israel)sebagai konsekuensi atas dosa penyembahan berhala yang mereka buat sehingga menyakitihatiTUHAN.
DOA: Bapa Surgawi, lindungi kami dari hati yang jahat, karena tidak berjalandalamkebenaran-Mu.DidalamnamaYesus,amin
Senin, 30 Maret 2026
Kedaulatan Allah
1 Raja-raja 16: 1-4

”Oleh karena engkau telah Kutinggikan dari debu dan Kuangkat menjadi raja atas umat-Ku Israel, tetapi engkau telah hidup seperti Yerobeam dan telah menyuruh umatKu Israel berdosa, sehingga mereka menimbulkan sakit hati-Ku dengan dosa mereka” (ayat 2)
Menurut Kamus Webster, kedaulatan merujuk pada kekuasaan
tertinggidibandingsemuayanglain;otoritastertinggi,atauhakuntuk memerintah tanpa campur tangan dari luar, baik itu milik individu, penguasa, maupun negara. Ini berarti memiliki kekuasaan mutlak untuk mengendalikan, mengarahkan, dan mengatur wilayah atau rakyatnya sendiri. Dalam Konteks ini, kedaulatan Allah menggambarkan kekuasaan mutlak dan tertinggi, Ia Tuhan atas seluruh ciptaan yang menetapkan segala sesuatu sesuai kehendak-Nya.
Ada beberapa poin penting jika mempelajari hal kedaulatan Allah dari ayattersebutdiatas:
Ø Frasa “karena Aku telah mengangkatmu dari debu dan menjadikanmu pemimpin atas umat-Ku Israel” - Allah mengingatkan Baesa Raja Israel bahwa ia memerintah karena Allah telah mengangkatnya dari tempat yangsederhana.
Ø Frasa "umat-Ku Israel" - Meskipun 10 suku ini telah meninggalkan Dia. Allah tetap setia kepada janji-Nya, kepada bapa leluhur Israel, Abraham, Ishak, dan Yakub untuk menjaga, memelihara dan memberkati mereka, jadimerekatetapmilik-Nya.
Ø Frasa “dan engkau hidup seperti Yerobeam” – Ini merupakan kesalahan fatal Baesa, sebab Ia berjalan di jalan Yerobeam dan dosanya (1 Raja 15:34),jadiBaesalayakmendapathukuman.
Ø Frasa “telah membuat umat-Ku Israel berdosa”– Ada pertanggungjawabanBaesa,karenakejahatannya,mengakibatkanumat Israelberdosa.(1Raja15:34)
Penegasan:“Merekamenaburangin,makamerekaakanmenuaiputing beliung;...”(Hos.8:7)
DOA: Bapa Surgawi, ajar kami memahami kedaulatan-Mu sehingga dalam hidup ini kami dapat berjalan mengikuti kehendak-Mu. Di dalam nama Yesus,amin.
Selasa, 31 Maret 2026
1 Raja-raja 18:36-40

“Lalu turunlah api Tuhan menyambar habis korban bakaran, kayu api, batu dan tanah itu, bahkan air yang dalam parit itu habis dijilatnya.” (ayat 38)
Pernahkah kita mendengar atau melihat seorang Pawang? Pawang adalah
sebutan bagi orang yang memiliki keahlian khusus, seperti menjinakkan binatang gajah, harimau dan ular. Ada juga Pawang cuaca, biasanya jasa mereka dipakai untuk mengalihkan, menolak hujan sehingga acara-acara besar yangdilakukandiluarruanganagarberjalandenganbaikdantidakterganggu.
Dalam pembacaan hari ini,bangsa Israelsedang berada di persimpangan jalan iman antara menyembah TUHAN atau Baal; mengikuti ajaran Nabi Elia yang mengajarkan tentang TUHAN yang hidup atau mengikuti nabi-nabi Asyera yang menyembahberhalayangmati(1Raja18:19).Umatbutuhrealitasbukanretorika semata.
Nabi Elia membuktikan bahwa TUHAN yang disembah itu ada, hidup dan dapat memberikan jawaban pasti. Kemudian dengan hikmat TUHAN, Elia mengadakan pertandingan untuk menurunkan api sesuai dengan kepercayaan Ahab dan Izebel yang menyembah Baal. Baal disembah oleh bangsa-bangsa Kanaandansekitarnyasebagaidewakesuburan,badai,dewapetiryangberkuasa atas alam, dewa matahari, dewa api, dan tuhan dari semua elemen dan kekuatan alam termasuk bisa datangkan hujan. Jadi Nabi Elia mengajak melakukan pertandingan di daerah kekuasaan Baal, apakah Baal dapat datangkan api untuk membakarkorbanyangsudahdisiramiair,nyatanyatidak.
Sesudah Elia berdoa, Ayat 36-38, “Lalu turunlah api TUHAN menyambar habis korban bakaran”. Pertandingan iman ini bukan untuk menentukan mana allah yang lebih besar, tetapi untuk menentukan mana Allah yang hidup. Ayat 39, imanumatkembalipadajalanyangbenar,merekaberkata“TUHAN,dialahAllah! TUHAN,DialahAllah!
Penegasan: Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita? (Roma.8:31)-Tidakada!
DOA: Bapa Surgawi, kami bersyukur, karena Engkaulah TUHAN, yang hidup,Tuhanyangselalumenyertaikami.DidalamnamaYesus,amin.
Rabu, 1 April 2026
Tinggal dalam Kasih Bapa
Yohanes 15: 9-14

”Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu.” (ayat 9)
"Penyakit" paling mematikan bukan yang merenggut nyawa, melainkan luka hati karena tidak dikasihi. Saat ini, banyak anak-anak yang sedang mengalami krisis kasih dalam keluarganya. Orang tua terkadang pilih kasih dalam memperlakukan mereka. Banyak rumah tangga yang akhirnya berpisah karena hilangnyakasihdalampernikahan.Akibatnya,banyakorangyanghidupgelisaholeh bayang pengkhianatan. Dalam teks kita hari ini, Yesus ungkap rahasia: kasih Bapa yang tak terbatas, mengundang kita "tinggal" di dalamnya—seperti dahan yang tak pernahputusdaribatangpohonnya.
Apa makna "tinggal dalam kasih-Ku"? Ini bukanlah kunjungan sesaat, tapi sebuah rumah kekal. Seperti anak kecil berlari ke ayah setelah jatuh, kita pulang ke pelukan Bapa yang tak pudar. Di tengah hiruk-pikuk pergumulan—pekerjaan menyesakkan, hubungan retak, iman goyah—kasih BAPA justru datang melindungi kita. "Sama seperti Bapa mengasihi-Ku" (ayat 9), tanpa syarat, lebih dalam dari dosa, lebih kuat dari badai. “Ia janjikan sukacita penuh” (ayat 11) dan perintah baru: “kasihi satu sama lain” (ayat 12-14). Ini merupakan komposisi kasih sejati yang sedang diperkenalkan oleh Kristus. Sekaligus bagian ini merupakan saat bagi Yesusuntukmempersiapkanparamurid-Nya.Taklamalagi,Yesusakanmenghadapi peristiwasalib,yangmerupakanpengungkapankasihsejatidariAllahbagimanusia. Ketika kita tinggal dalam kasih Bapa, maka kita pasti diberanikan untuk menghadapi segala pergumulan hidup dengan kesabaran, pengampunan, dan keberanian memberi. Kasih seperti ini pasti akan menghasilkan buah rohani, ubah hidup kita jadi teladan. Karena itu, jangan biarkan dunia merampas tempat tinggalmu. Tinggallah dalam kasih Bapa melalui firman-Nya, doa, dan persekutuan. BiarlahkasihinimengalirdariAndakeoranglain,sepertisungaiyangmenyuburkan tanah kering. Hari ini, rasakan pelukan-Nya. Iman Anda akan semakin kuat, hati Andatersentuh,danhidupAndamenjadisaksikasihyangmenginspirasi.
Penegasan: tidak ada tempat tinggal terbaik, selain menetap dalam kasih Bapayangmengasihikitatanpasyarat.
DOA: Bapa Pengasih, ajar kami tinggal dalam kasih-Mu. Kuatkan iman, sentuh hati, limpahkan kasih-Mu. Di dalam Putra-Mu Yesus Kristus, kami berdoa, amin.
Kamis, 2 April 2026
Kehilangan Bukan Akhir
Yohanes 16: 16-20

”Tinggal sesaat saja dan kamu tidak melihat Aku lagi dan tinggal sesaat saja pula dan kamu akan melihat Aku.” (ayat 16)
Kata-kataYesusinidiucapkandimalamterakhir-Nyabersamaparamurid,saat
bayang-bayang penyaliban mulai menyelimuti Getsemani. Murid-murid bingung, hatinya gelisah. Mereka akan kehilangan Guru yang dicintai, Tuhan yang menjadi segalanya bagi mereka. Kehilangan itu nyata—seperti luka yang menganga,meninggalkankekosonganyangtaktertahankan.
Bayangkan dirimu di posisi mereka. Saat ini, di minggu-minggu sengsara menjelang Paskah, kita merenungkan kehilangan terbesar umat manusia: Yesus diserahkan, dikhianati, dicambuk, dan dipaku di kayu salib. Bagi kita yang pernah merasakankehilangan—kehilanganorangtercinta,pekerjaan,harapan,ataubahkan kesehatan—firmaninisepertipelukanhangatdariSurga.Yesustahurasasakititu.Ia berkata, "Sebentar lagi," bukan untuk meremehkan duka, tapi untuk menjanjikan harapan. Kehilangan bukan akhir segalanya; itu hanya jeda sementara sebelum pertemuanyangmulia.
Di balik penyaliban yang gelap, ada pagi Paskah yang gemilang. Yesus bangkit! Murid-murid yang menangis kini bersorak gembira. "Kamu akan melihat Aku kembali!" janji itu terbukti. Demikian pula dalam hidup kita. Saat air mata mengalir di lembah sengsara, ingatlah: Tuhan sedang menyiapkan kebangkitan. Kehilanganpekerjaanbisajadipintupembukaanpanggilanbaru.Kehilangankekasih bisa 'lahirkan iman yang lebih dalam. Bahkan kehilangan dosa dan maut di salib membawakebangkitanabadibagikita.
Di tengah Pekan Suci ini, biarlah firman Tuhan dalam Yohanes 16:16 menyentuh hati kita. Jangan biarkan kehilangan mencuri sukacitamu. Peganglah salibdenganiman,karenadibaliknyaadakuburkosongdantakhtakemuliaan.Tuhan yang bangkit itu hidup di dalammu, menguatkanmu untuk bangkit dari setiap "kubur" kehilangan. Kehilangan bukan akhir; itu awal dari mukjizat Tuhan yang tak terbatas. Mari, hayati janji-Nya hari ini. "Sebentar lagi," kata-Nya, "kamu akan melihatAkukembali"—dalamkemuliaanyanglebihbesar.
Penegasan:"Kehilanganyangkitaalamihariinihanyalah'sebentar',karena di balik salib sengsara ada kebangkitan mulia yang menanti, mengubah duka menjadisukacitaabadi!"
DOA: Tuhan Yesus yang baik, di tempat kehilangan yang kami alami, bangkitkan harapan kami melalui janji-Mu yang setia. Dalam nama Tuhan Yesus, amin.
Jumat, 3 April 2026
Yohanes 19: 16b-22

“Sambil memikul salib-Nya Ia pergi ke luar ke tempat yang bernama Tempat
Tengkorak, dalam bahasa Ibrani: Golgota.” (ayat 17)
Ayat ini membawa kita ke momen paling dramatis dalam sejarah keselamatan:
Yesus, Anak Allah, memikul salib menuju bukit tengkorak. Bayangkan penderitaan-Nya—tubuh yang lelah lesu setelah cambukkan, duri mahkota berdarah,danbebankayusalibyangmenindihbahu.SetiaplangkahkeGolgotaadalah langkahpenebusanbagikita.
Golgota, atau Tempat Tengkorak, bukan sekadar lokasi geografis. Ia melambangkankematiandosamanusia.Tempatdimanatengkorakkeringberserakan mengingatkan kita pada kengerian dosa yang memisahkan kita dari Allah. Namun, di sana Yesus mengubah narasi itu. Ia bukan korban tak berdaya, melainkan Penebus yang rela. "Ia pergi ke luar." Hal ini sejalan dengan Yesaya 53:4-5: "Sesungguhnya, Anak-Nya telah memikul kesengsaraan kita... karena pukulan pedang-Nya kita disembuhkan." Langkah demi langkah, Yesus membawa dosa kita ke kayu salib, membayarhutangyangbelumterbayarkan.
PadaJumatAgungini,marirenungkanbetapadalamkasih-Nya.Cambukyang menyobek kulit-Nya, itu menebus luka dosa kita. Saat paku menembus tangan dan kaki, itu membebaskan kita dari belenggu hukum Taurat. "Itu sudah selesai!" serunya dari kayu salib (Yohanes 19:30), menyatakan kemenangan mutlak. Golgota bukan akhir, tapi pintu gerbang kebangkitan. Ia menginspirasi kita untuk meninggalkan "tempat tengkorak" dosa kita sendiri, kebiasaan buruk, ketakutan, dan kegagalan selanjutnya mengikuti jejak-Nya menuju hidup baru. Salib menjadi jawaban final atas seluruhpermasalahanmanusia.
Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, biarlah langkah penebusan di Golgota menguatkanimanmuhariini.Saatduniamenawarkanjalanpintas,ingatlahYesusyang rela menderita demi kita. Ia memikul salib agar kita bisa hidup bebas. Pada hari peringatan penyaliban ini, mari rendahkan diri di hadapan Tuhan, ucapkan terima kasih, dan biarkan kasih-Nya menyentuh hati terdalammu. Bangkitlah dengan iman yangbaru,karenapenebusan-Nyatelahmenang!
Penegasan: Ke Golgota, Kristus memikul salib kita—sekarang kita bangkit dengankuasakebangkitan-Nya!Setiappakuyangmenusuk-Nyaadalahundanganbagi imankitauntukbertumbuhsemakinkokoh.
DOA: Tuhan Yesus, terima kasih atas langkah-Mu ke Golgota yang menebus kami. Kuatkan iman kami di tengah badai hidup setiap hari. Dalam nama Tuhan Yesus, amin.
Sabtu, 4 April 2026
Yohanes 19: 28-30

“Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: ”Sudah selesai.” Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.” (Ayat 30)
Bayangkan momen itu: langit gelap di bukit Golgota. Yesus, Sang Anak Allah,
tergantungdikayusalib.Tubuh-NyayangremukolehcambukRomawi,tangan dankakitertusukpakubesi,darahmengalirderas.Ditengahpenderitaanyang tak tertahankan, seorang prajurit menawarkan anggur asam ke bibir-Nya yang haus. Yesus meneguknya, lalu dengan suara yang tegas namun penuh kuasa, Ia berseru, "Sudah selesai!" (Yohanes 19:30). Bukan jeritan putus asa, melainkan kemenangan yangmengguncangalamsemesta.IamenundukkankepaladanmenyerahkannyawaNya—bukankarenakalah,tapikarenatelahmenyelesaikanmisiilahi.
Apa arti "sudah selesai" bagi kita hari ini? Kata itu, dalam bahasa Yunani tetelestai, adalah istilah akuntansi kuno yang berarti "sepenuhnya lunas, tak ada sisa hutang."Yesusbukansekadarmenyerahkanhidup-Nya;Iamenyelesaikanpenebusan umat manusia. Dosa kita yang membebani—kemarahan, ketakutan, kegagalan, dosa rahasia—semuanya telah dibayar lunas di kayu salib. Tak ada lagi yang perlu kita tambahkan. Bukan usaha kita, tapi kasih-Nya yang sempurna. Bayangkan beban itu terlepas dari bahu Anda sekarang juga. Rantai dosa putus, kutuk hancur, maut dikalahkan.
Renungan ini mengingatkan kita: Yesus tak meninggalkan pekerjaan-Nya setengahjalan.Disaatkitalelahberjuangmelawanpencobaan,saatimangoyaholeh badai kehidupan, ingatlah seruan-Nya. "Sudah selesai!" memberi keberanian iman untukbangkitdaridosa,menghadapisakithati,danmelangkahtegar.Sepertiprajurit Romawi yang menusuk lambung-Nya dan melihat darah serta air mengalir, hati kita pun diingatkan. Iman kita menguat karena kita tahu, kemenangan sudah di tanganNya.
Jangan biarkan masa lalu mendikte masa depan kita. Kayu salib adalah titik akhir dosa dan awal harapan abadi. Mari hayati: penyelesaian Yesus adalah penyelesaian kita. Bangkitlah dengan iman yang teguh, layani sesama, dan saksikan kuasakebangkitan-Nyadalamhidupsetiaphari.
Penegasan: Di kayu salib, Yesus berteriak 'Sudah selesai!'—hutang dosamu lunasselamanya.
DOA: Tuhan Yesus, sentuh hati kami yang lelah ini, kuatkan iman kami yang rapuh, sekarang, ajar kami hidup sebagai anak Raja yang dimahkotai kemenangan! DalamnamaTuhanYesus,amin.
Minggu, 5 April 2026
Yohanes 20: 3-9

“Sebab selama itu mereka belum mengerti isi Kitab Suci yang mengatakan, bahwa Ia harus bangkit dari antara orang mati.” (Ayat 9)
Bayangkan para murid Yesus di pagi hari kebangkitan itu: hati mereka
hancur, harapan pupus, dan segala mimpi tentang Mesias yang akan menyelamatkan bangsa Israel lenyap seiring salib. Mereka melihat kain kafankosongdimakam,tapipemahamanrohanimerekamasihtertutup.Mereka belum "melihat" kebangkitan itu dengan iman—bukan karena Yesus tidak bangkit,tapikarenaFirmanTuhanbelumterbukasepenuhnyadihatimereka. Sering kali kita seperti murid-murid itu. Hidup menyajikan "makammakam" kita sendiri: kehilangan pekerjaan, sakit yang tak kunjung sembuh, hubungan yang retak, atau dosa yang mengikat jiwa. Kita melihat kain kafan kosong—bukti bahwa kematian bukanlah akhir—tapi iman kita masih ragu, pemahaman kita terbatas. Namun, hari ini Firman Tuhan membuka mata rohani kita:Yesussudahbangkitdariantaraorangmati!Kebangkitan-Nyabukansekadar peristiwa sejarah, melainkan kuasa yang menghidupkan segala yang mati dalam hidup kita.Fakta ini,akan terusmemberanikan jiwa kita menghadapibadai hidup dengan keyakinan bahwa Yesus telah menang atas maut. Fakta ini juga sekaligus mengutus kita untuk menjadi saksi kebangkitan-Nya, agar dunia melihat kuasaNyayangmenghidupkan.
Bayangkan kuasa itu bekerja dalam diri kita sekarang. Kebangkitan Yesus memberanikan kita untuk bangkit dari rasa takut, menginspirasi jiwa yang lelah untuk bangkit kembali, dan menguatkan iman yang goyah menjadi batu karang.
Seperti biji yang mati di tanah lalu tumbuh menjadi pohon rindang, kebangkitan Kristusmenghidupkanmimpikitayangterkubur.Janganbiarkanketidakpahaman menahan kita—Firman Tuhan hari ini menyatakan: Ia telah bangkit, dan kuasaNyahidupdalamhatikitahariini!
Penegasan: “Kebangkitan Yesus bukan janji kosong, tapi kuasa nyata yang menghidupkan setiap 'makam' di hidup kita—sekarang, hari ini, dan untuk selama-lamanya!”KebangkitanYangMenghidupkan,SelamatPaskah.
DOA: Tuhan Yesus yang Bangkit, bukalah mata hati kami seperti Engkau buka bagi murid-Mu. Hidupkan segala yang mati dalam hidup kami—iman yang lemah,mimpiyangterkubur,danlukayangdalam.DalamnamaYesus,amin.
Senin, 6 April 2026
Kemuliaan Dalam Yesus
Yohanes 17: 23-25

“Ya Bapa, Aku mau supaya, di mana pun Aku berada, mereka juga berada bersamasama dengan Aku, mereka yang telah Engkau berikan kepada-Ku, agar mereka memandang kemuliaan-Ku yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab Engkau telah mengasihi Aku sebelum dunia dijadikan.” (Ayat 24)
Renungan kita hari ini merupakan panggilan surgawi yang penuh
kemurahan:Yesus,SangPutraAllah,berlututdalamdoadihadapanBapaNya, bukan untuk diri-Nya sendiri, melainkan untuk kita. Dalam Yohanes 17:24, Ia berseru, “Ya Bapa, Aku mau supaya, di mana pun Aku berada, mereka juga berada bersama-sama dengan Aku, mereka yang telah Engkau berikan kepada-Ku, agar mereka memandang kemuliaan-Ku yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab Engkau telah mengasihi Aku sebelum dunia dijadikan.” Katakatainibukansekadardoamelainkanjanjikekalyangmenembuskegelapanhidup kitahariini.
Pernahkah Anda merasa tersesat di tengah badai kehidupan—sakit hati, kegagalan, atau keraguan yang menggerogoti iman? Yesus tahu itu. Ia yang telah mengalahkanmaut,kinimengundangkitauntuk"beradabersama-samadengan Dia" dan "memandang kemuliaan-Nya." Kemuliaan itu bukan cahaya samar di kejauhan; melainkan kemuliaan yang telah diberikan Bapa kepada-Nya sebelum dunia diciptakan kemuliaan kasih abadi yang tak tergoyahkan. Saat memandangnya, jiwa kita terangkat, hati tersentuh oleh kasih yang mendalam, danimankitadiperkuatsepertibatukarangyangtakgoyah.
Hari ini, biarlah mata rohani kita terbuka. Yesus bukan hanya Raja yang dimuliakan; Ia adalah sahabat yang menginginkan kehadiran kita di sisi-Nya. Di manapunIaberada—disorgaataudihatikitayangpalingdalam—kemuliaan-Nya menanti untuk menyinari hidup kita. Jangan biarkan dunia mencuri pandangan itu; peganglah erat janji ini, dan rasakan bagaimana iman kita bangkit, penuh harapandanmendapatkekuatanbaru.
Penegasan: "Kemuliaan Yesus bukanlah angan-angan semata tetapi Ia adalah rumah abadi bagi jiwamu; pandanglah Ia hari ini, dan biarkan kasih-Nya yangkekalmembakarimanmumenjadiapitakpadam!"
DOA: Ya Bapa yang mengasihi kami, terima kasih atas undangan-Mu agar kami berada bersama Putra-Mu dan memandang kemuliaan-Nya. Kuatkan iman kami hari ini, sentuh hati kami dengan kasih-Mu, dan biarkan kemuliaan itu bersinardalamhidupkami.DalamnamaYesus,amin.
Selasa, 7 April 2026
Yohanes 21: 9-14

“Kata Yesus kepada mereka: ”Marilah dan sarapanlah.” Tidak ada di antara murid-murid itu yang berani bertanya kepada-Nya: ”Siapakah Engkau?” Sebab mereka tahu, bahwa Ia adalah Tuhan.” (Ayat 12)
Pagi di tepi Danau Galileabegitu sunyi,tapi penuh makna. Para murid Yesus
baru saja mengail semalaman tanpa hasil apa-apa. Tubuh mereka lelah, hati mereka kecewa oleh kegagalan, dan ingatan akan penyaliban Guru mereka masih membekas. Tiba-tiba, dari pantai, suara yang dikenal bergema: “Kata Yesus kepada mereka: 'Marilah dan sarapanlah'” (Yohanes 21:12). Bukan seruankerasatautuntutan,melainkanundanganlembut,penuhkasihdariKristus yangtelahbangkit.
Yesus tak bertanya, “Mengapa kalian gagal?” atau “Di mana iman kalian?”Iahanyamenyiapkansarapansederhana:rotihangatdanikanpanggang. Murid-murid itu terdiam. “Tidak ada di antara murid-murid itu yang berani bertanya kepada-Nya: 'Siapakah Engkau?' mereka tahu, bahwa Ia adalah Tuhan.” Pengenalan itu lahir dari kasih yang telah mereka alami—kasih yang tak berubah meski badai datang. Mereka tahu, Dialah Tuhan yang memulihkan yang rusak, mengisiyangkosong.
Undangan ini relevan bagi kita hari ini. Mungkin Anda sedang menghadapi “malam yang penuh kekosongan” yang sia-sia: pekerjaan mandek, hubunganretak,atauimanyanggoyahditengahtantangankehidupansetiaphari. Kristus memanggil, “Marilah!” Ia undang kita duduk bersama-Nya, bukan untuk dihakimi, tapi untuk diterima oleh kasih-Nya. Saat kita datang, Ia beri kekuatan baru—sepertimurid-muridyanglalupergimengubahdunia.
Jangan ragu lagi. Biarkan undangan ini memberanikan semangat kita. Bangkitlah dari keputusasaan, renungkan wajah-Nya yang penuh welas asih. KasihKristusadalahundanganabadi:datanglah,makanlah,danhayatikehadiranNya. Iman kita akan makin kuat, jiwa kita terinspirasi, dan kita siap melangkah dengankeberanianilahi.Hariini,jawablahpanggilanitu.Tuhan menunggukitadi “pantai”kehidupan-Nya.
Penegasan: Undangan kasih-Mu memberanikan kami untuk bangkit dari kegagalandanberjalandalamkuasa-Mu!”
DOA: Yesus, undangan kasih-Mu menyentuh hati kami. Berilah kami keberanian untuk datang kepada-Mu sekarang, kuatkan iman kami, dan nyalakan semangatkamiuntukmelayani.DalamnamaTuhanYesus,amin.
Rabu, 8 April 2026
1 Timotius 1 : 15 - 20

“Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya: ”Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa,” dan di antara mereka akulah yang paling berdosa.” (ayat 15)
Ayat yang tertulis pada penekanan di atas menunjukkan pada kita, bahwa
anugerah Allah tidak tergantung pada seberapa besar dosa seseorang.
Bahkan tentang hal itu, Paulus mengaku sebagai orang yang paling berdosa, yang telah menerima anugerah keselamatan-Nya. Hal itu menegaskan padakita,bahwatidakadahalyangterlalujauhdarikasihkaruniaAllah.
Itu berarti, semua orang, apa pun kondisi dan status sosialnya, dapat menerima anugerah keselamatan Allah yang diberikan bagi semua orang yang mau menerima-Nya. Untuk itu kita tidak perlu berkecil hati jika kondisi ekonomi kita tidak seperti orang lain, karena dalam kondisi yang demikian pun Allah mau menerima kita apa adanya. Begitu juga jika kita tidak memiliki jabatan dan kedudukan yang dapat dibanggakan, sebab dalam keadaan seperti ini pun Allah mau menerima kita. Bahkan andai kata kita merasa sebagai orang yang paling berdosapun,Allahtetapberkenanmenerimakita,karenaDiadatangjustruuntuk menyelamatkanorangyangberdosa.
Sebaliknya,bagikitayangtidakmemilikikehidupansepertipadauraiandi atas, kita tidak perlu sombong dan memandang rendah mereka, karena kita dipanggil bukan untuk menghakimi orang yang tersesat. Melainkan kita harus menjadi saluran berkat bagi mereka, untuk anugerah Allah yang juga diberikanNyabagimereka.
Itulah makna anugerah Allah bagi yang terhilang, agar mereka yang berdosa diampuni Tuhan, mereka yang tersesat dibawa pulang kembali kepadaNya,danmerekayangjauhdapathidupsemakindekatpada-Nya.
Penegasan: Tidak ada seorang pun yang tidak berharga di mata Allah. Semua orang berharga dan dikasihi-Nya, dan berhak menerima anugerah keselamatan-Nya.
DOA: Terima kasih Tuhan untuk anugerah keselamatan yang Engkau berikanpadakamiyangberdosa.DalamKristusYesus,kamiberdoa,amin.
1 Timotius 3 : 1 – 7 Kamis, 9 April 2026

“Benarlah perkataan ini: ”Orang yang menghendaki jabatan penilik jemaat menginginkan pekerjaan yang indah." (ayat 1).
Memiliki kerinduan untuk melayani Tuhan sebagai pemimpin rohani
adalah satu hal yang indah, baik dan mulia. Bukan sebagai ambisi pribadi, tetapi hasrat yang lahir dari hati yang mengasihi Tuhan dan jemaat-Nya.
Kerinduan tersebut perlu diuji seperti ayat-ayat yang tertulis dalam 1
Timotius3:2-7.Ituberarti,seorangyangmelayaniTuhanharuslahseorangyang tak bercacat, suami dari satu istri, dapat menahan diri, bijaksana, sopan, suka memberi tumpangan, cakap mengajar orang, bukan peminum, bukan pemarah melainkan peramah, pendamai, bukan hamba uang, seorang kepala keluarga yang baik, disegani dan dihormati oleh anak-anaknya. Karena jikalau seorang tidak tahu mengepalai keluarganya sendiri, bagaimanakah ia dapat mengurus Jemaat Allah? Untuk itu, janganlah ia seorang yang baru bertobat, agar jangan ia menjadi sombong dan kena hukuman Iblis. Tapi hendaklah ia juga mempunyai nama baik di luar jemaat, agar jangan ia digugat orang dan jatuh ke dalam jerat Iblis.
Lebih lanjut Paulus menekankan bahwa orang yang merindukan jabatan melayani Tuhan harus diuji secara karakter. Itu berarti, orang yang memiliki kerinduanuntukmelayanibukansekadarkeinginan,tapiharusmemilikiintegritas seperti yang di kehendaki Tuhan. Itulah makna kerinduan yang indah dalam melayani Tuhan, karena hal tersebut telah diuji dan disertai dengan kehidupan yangsesuaidengankehendakTuhan.
MemilikikerinduanuntukmelayaniTuhanadalahbaik,tapiharusdisertai dengan pertumbuhan rohani dan karakter yang kuat. Karena pelayanan bukan soal posisi, tapi merupakan tanggung jawab ilahi yang harus dijalani dengan hati yang benar. Tuhan memang menghargai kerinduan hati orang yang ingin melayani-Nya, tapi Dia mempercayakan tanggung jawab pelayanan hanya pada orangyangtelahteruji.
Penegasan: Memiliki kerinduan untuk melayani Tuhan adalah hal yang baik,tapiharusteruji.
DOA: Tolonglah kami Tuhan, agar dapat menjadi hamba Tuhan yang teruji.DemiKristusYesus,kamiberdoa,amin.
Rahasia Ibadah Kita
1 Timotius 3 : 14 – 16 Jumat, 10 April 2026

“Dan sesungguhnya agunglah rahasia ibadah kita: ”Dia, yang telah menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia, dibenarkan dalam Roh; yang menampakkan diri-Nya kepada malaikat-malaikat, diberitakan di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah; yang dipercayai di dalam dunia, diangkat dalam kemuliaan.” (ayat 16).
Banyak orang mengartikan rahasia ibadah kita sebagai sesuatu hal yang
perlu disembunyikan atau rahasiakan. Itu sebabnya mereka tidak boleh menyampaikannyasecaraumum.
Padahal, rahasia Ibadah kita sebenarnya menunjuk pada inti kekristenan kita, yaitu Yesus Kristus sebagai Juruselamat kita. Dia sebagai Pribadi yang Agung, dengan karya-Nya yang luar biasa, telah menjadi pusat dari segala penyembahan, pelayanandankehidupankitasebagaiorangpercaya.
Jadi ibadah bukan hanya berarti ritual saja, tapi pengenalan akan pribadi Kristus yang dinyatakan dalam Inkarnasi-Nya, yang menyatakan diri dalam rupa manusia. Begitu juga dengan pembenaran oleh Roh, yang ditandai dengan kuasa dan kekudusan. Juga kesaksisan ilahi, yang dilihat oleh malaikat-malaikat.
Pewartaan Injil, yang diberitakan ke segala bangsa. Iman umat manusia, yang dipercayaolehdunia,dankenaikan-NyakesorgamenandakanbahwaDiadiangkat dalamkemuliaan-Nya.
Itu berarti, ibadah sejati adalah Kristosentris. Semua yang dilakukan berpusat pada Yesus dan bukan aktivitas lahiriah saja. Sedangkan ibadahnya itu sendirimengandungdimensispiritual,misidanpengharapankekal.
Untuk itulah kita dipanggil bukan hanya untuk menjalani ibadah secara ritual dan lahiriah saja. Tapi untuk hidup dalam Kristus, yang menjadi inti dari ibadah itu sendiri, dan hal itu dapat kita lakukan dalam hidup sehari-hari. Baik ketika kita bekerja, pada waktu kita melakukan tugas yang diberikan, maupun dalaminteraksikitadengankeluargadansesama.
Penegasan: Ibadah bukan berbicara tentang gedung gereja dan acara yangdilakukan,tapiberbicaratentangKristusyangmenjadipusathidupkita.
DOA: Ampuni kami Tuhan, jika selama ini kami salah persepsi tentang ibadahyangkamilakukan.DalamnamaTuhanYesus,amin.
Sabtu, 11 April 2026
Yakobus 1 : 9 - 11

“Baiklah saudara yang berada dalam keadaan yang rendah bermegah karena kedudukannya yang tinggi” ( Yakobus 1 : 9 ).
Firman Tuhan yang tertulis dalam ayat penekanan diatas, berbicara tentang
perspektifrohani,danbukantentangkondisijasmaniataulahiriah.
Itulah yang dimaksud dengan orang yang rendah dalam arti miskin dan sederhana, diminta untuk bermegah dalam kedudukan yang tinggi. Artinya, walaupun secara dunia mereka tidak kaya, tidak terpandang, dan tidak memiliki jabatan dan kedudukan, tapi di dalam Kristus mereka di muliakan dan diangkat sebagai anak-anak Allah. Sebaliknya bagi mereka yang kaya secara harta dunia, harus menyadari bahwa kekayaan duniawi tidak kekal dan akan habis lenyap (Yakobus 1:10). Karena itulah kita tidak boleh bermegah dengan harta, jabatan, dankedudukanyangkitamiliki.
I tuberarti,nilaiseseorangtidakdiukurdaristatusekonominya,daristatus sosialnya, dan dari keberadaannya. Tapi semua dinilai dari identitasnya di dalam Kristus.Untukitu,kitaharushiduprendahhatidanselalubergantungsepenuhnya kepadaTuhan.Karenaitulahartikekayaankitayangsesungguhnya. Melalui ayat penekanan diatas, kita diajak untuk melihat nilai hidup bukan dari sudut pandang dunia dan apa yang ada di dalamnya, termasuk dari sudut pandang manusia, yang penuh dengan kekurangan dan keterbatasan. Tapi kita harus menilainya dari sudut pandang kerajaan Allah, yang penuh kasih dan kemurahan. Karena itu, kita tidak perlu menilai orang lain dengan kaca mata kita. CukupkitamenilaidirisendiridenganmenggunakancerminfirmanTuhan.
Penegasan:Janganminderdengankondisiekonomiyangkitamiliki.yang pentingkitakayadalamimandanpenyerahankepadaTuhan.
Doa: Terima kasih Tuhan, karena Engkau memandang kami bukan secara jasmani, melainkan secara rohani, dan kami berterima kasih karena berkat pengorbanan-MudiatasbukitGolgota,makakamiyangmiskinmenjadikaya,dan kamipundilayakkanuntukmenjadianak-anak-Muyangdiberkati,amin.
Minggu, 12 April 2026
Pelaku Firman
Yakobus 1 : 24 – 27

“Jikalau ada seorang menganggap dirinya beribadah, tetapi tidak mengekang lidahnya, ia menipu dirinya sendiri, maka sia-sialah ibadahnya.” (ayat 26).
Melalui ayat penekanan diatas, Yakobus ingin menekankan pada kita,
bahwa ibadah yang sejati bukan hanya menyangkut tentang rajin beribadah, rajin memuji dan memuliakan nama Tuhan, rajin membaca dan mendengarkan firman-Nya, rajin berdoa, rajin melayani, dlsb. Tapi yang lebih penting dari hal itu adalah, kita harus dapat melakukannya, dan salah satu tanda bahwa seseorang melakukan firman Tuhan adalah, dapat mengendalikanlidahnya.
Itu berarti, indikasi dari orang yang melakukan firman Tuhan adalah ucapan dan perkataannya harus mencerminkan kasih, kebenaran dan hikmat Tuhan. Itu artinya, jika seseorang rajin beribadah tapi tidak dapat menguasai lidahnya, sehingga suka mengumpat, suka bergosip, suka menyakiti hati orang dengan sindiran dan kata-katanya yang pedas, maka ibadahnya akan menjadi siasia dan tidak ada artinya. Karena hal tersebut tidak mencerminkan perubahan hidupsebagaiorangyangsudahditebusdandiselamatkan.
Itu artinya, menjadi pelaku firman bukan hanya rajin membaca firman Tuhan dari kitab Kejadian sampai Wahyu berulang-ulang. Bukan juga hanya rajin mendengarkanfirman-Nya,beribadahdan melayani-Nya,tapiyanglebihpenting dari semuanya itu adalah, dapat mempraktekan firman tersebut dalam sikap hidup dan perkataan kita. Karena kehidupan dan ibadah yang sejati akan terlihat dariucapandanperkataankita.
Itulah pentingnya kita mengontrol lidah kita dari ucapan-ucapan yang tidak berkenan di hadapan Tuhan, sehingga dengan berbuat demikian kita dapat menunjukkansikapkedewasaanrohanidanketundukankitapadaRohKudus.
Penegasan:Menjadipelakufirmanbukanhanyarajinberibadah,memuji dan memuliakan nama Tuhan, melayani-Nya, membaca dan mendengarkan firman-Nya saja, melainkan mempraktikkannya dalam sikap hidup dan ucapan kita.
DOA : Ampuni kami Tuhan, jika selama ini kami salah dalam mengartikan firman dan kehendak-Mu. Tuntunlah agar kami dapat mengerti firman-Mu sebagaimana yang Engkau maksudkan dan ajarlah kami untuk dapat menjadi pelaku-pelakudarifirman-Mu.DeminamaYesusKristus,amin.
Senin, 13 April 2026
Titus 1 : 5 – 9

“Aku telah meninggalkan engkau di Kreta dengan maksud ini, supaya engkau mengatur apa yang masih perlu diatur dan supaya engkau menetapkan penatuapenatua di setiap kota, seperti yang telah kupesankan kepadamu,” (ayat 5)
Firman Tuhan yang tertulis pada ayat penekanan di atas, menjadi dasar
bahwa seseorang yang ditetapkan untuk menjadi pemimpin jemaat, apakah itu penatua atau pemilik jemaat, tidak ditunjuk secara sembarangan atau karena hubungan kedekatan. Tapi hal itu harus memenuhi kualifikasi tertentu, seperti: tidak bercacat, yang mempunyai hanya satu isteri, yang anak-anaknya hidup beriman, tidak angkuh, bukan pemberang, bukan peminum, bukan pemarah, tidak serakah, suka memberi tumpangan, suka akan yang baik, bijaksana, adil, saleh, dapat menguasai diri, berpegang kepada perkataanyangbenar,danyangsesuaidenganajaranyangsehat(Titus1:6-9).
Tentang hal itu, Paulus memberi tugas atau mandat kepada Titus untuk menetapkan pemimpin-pemimpin rohani yang memenuhi syarat, dan bukan hanya sekadar populer atau senior. Hal itu menunjukkan pada kita pentingnya karakter, integritas dan kematangan iman dalam kepemimpinan gereja. Karena kepemimpinan rohani adalah tanggung jawab yang serius dan bukan hanya jabatankehormatanyangdibanggakansaja.
Selain itu, seorang pemimpin rohani juga harus dapat menjadi teladan bagi orang-orang yang dipimpinnya. Baik dalam kehidupannya secara pribadi, dalam keluarga dan rumah tangganya, maupun dalam pengajaran yang disampaikannya. Itu berarti, menjadi pemimpin rohani bukan untuk kebanggaan, tapi untuk pelayanan. Karena itulah hati kita harus tertuju kepada Allah dan tangankitaterulurpadasesama.
Melaluihaltersebut,kitajugadiingatkanuntukmemeriksadanmembina karakterseseorang,sebelumyangbersangkutandiangkatmenjadipemimpin.
Penegasan: Menjadi pemimpin rohani harus memiliki kualifikasi yang sesuaidenganfirmanTuhan.
DOA: Tolong kami Tuhan, untuk dapat menyiapkan pemimpin rohani sepertiyangTuhankehendaki.DalamnamaTuhanYesuskamiberdoa,amin.
Selasa, 14 April 2026
Kendalikan Perkataanmu
Titus 1 : 10 – 12

“Karena sudah banyak orang hidup tidak tertib, terutama di antara mereka yang berpegang pada hukum sunat. Dengan omongan yang sia-sia mereka menyesatkan pikiran.” (ayat 10)
Melalui ayat penekanan di atas kita dapat mengetahui bahwa perkataan
yang tidak dikendalikan dapat menjadi alat penyesatan. Hal itu tentu sangat disayangkan, karena sebagai orang percaya, kita seharusnya menggunakan ucapan dan perkataan kita untuk membangun iman jemaat yang masihlemahdanmembutuhkanbimbingan.Jugauntuk menguatkanimanjemaat yanglemaholehkarenabanyaknyatantangandanpergumulan.
Tapi dengan banyak bicara tentang hal yang sia-sia, maka ucapan dan perkataan kita menjadi tidak bermutu, tidak berguna, hambar, penuh gosip, omong kosong, dan sarat dengan ajaran palsu. Hal-hal itulah yang tidak menghasilkan kebenaran firman Tuhan. Karena itulah Paulus menekankan pentingnya menyaring perkataan, sehingga dapat diarahkan pada kebenaran. Itu sebabnya,jangankitahanyasekedarberucapatauberbicara.
Untukitukitaharuswaspadadanberhati-hatidalamberbicara,supayahal itu tidak menjadi batu sandungan bagi jemaat yang ingin bertumbuh dalam iman dan pengenalannya akan Tuhan, juga tidak menyesatkan orang lain yang ingin percayakepada-Nya.
Selain itu, perkataan yang dikendalikan menunjukkan kedewasaan rohani kita. Itulah yang ditekankan Tuhan dalam firman-Nya, yang ditulis oleh Yakobus dalampasalnyayangke-3ayatnyayangke-2.Itusebabnyaucapankitaseharusnya membangun iman, meneguhkan kepercayaan, dan harus sesuai dengan firman Tuhan. Karena itu, “Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yangmendengarnya,berolehkasihkarunia”(Efesus4:29).
Penegasan: Jika ingin mengendalikan seluruh tubuh, maka kita harus dapatmengendalikanperkataankita.
DOA: Bapa di Sorga, tolonglah kami agar dapat mengendalikan ucapan kami,sehinggakamidapatdipakaimenjadialatbagikemuliaan-Mu,amin
Rabu, 15 April 2026
1 Tawarikh 13:9-14

“Maka bangkitlah murka Tuhan terhadap Uza, lalu Ia membunuh dia oleh karena Uza telah mengulurkan tangannya kepada tabut itu; ia mati di sana di hadapan Allah” (ayat 10)
Dalam perjalanan hidup sebagai orang-orang percaya, sering kali kita
sungguh-sungguh ingin menyenangkan hati Tuhan. Kita berusaha melakukan yang terbaik untuk Tuhan menurut versi kita. Niat kita baik dan hati yang tulus untuk melakukan semua itu. Tetapi terkadang kita lupa satu hal yang sangat mendasar yaitu, apakah cara yang kita lakukan untuk menyenangkan hati Tuhansudahbenar-benarsesuaidengankehendak-Nya?
Kebenaran Firman Tuhan hari ini, sebuah peristiwa terjadi yang menimbulkan murka Allah karena manusia yang menganggap niatnya baik dan tindakannya benar. Hal tersebut terjadi pada Uza, ketika lembu penarik kereta itu tergelincir, Uza dengan niat baik dan tindakan yang secara spontan mengulurkan tangannya untuk menahan Tabut Allah. Namun firman Tuhan mencatat dengan jelas “MakabangkitlahmurkaTUHANterhadapUza.” Tindakan yang terlihat manusiawi danpenuhniatbaiktetapiberakhirpadakematian.
Melaluiperistiwainiseakan-akansedangmemperlihatkankekejamanTuhan terhadaporangyangberniatbaik.Tetapisebenarnyajikakitamelihatlebihdalamlagi bahwa, Tuhan tidak sedang menghukum Uza karena niat baiknya atau karena tindakannya yang spontan untuk menahan tabut itu agar tidak terjatuh. Melainkan Tuhan menghukum Uza karena telah melanggar perintah Allah yang sangat jelas untuk tidak menyentuh tabut Allah secara langsung “...tetapi jangan mereka kena kepada barang-barang kudus itu, nanti mereka mati.” (Bilangan 4:15) Tabut Allah yang seharusnya diangkut oleh orang Lewi dengan cara yang Tuhan telah tetapkan, tetapi mereka mengangkutnya dengan kereta lembu. Tabut Allah yang dilarang untukdisentuh,tetapiUzamengulurkantangannyauntukmenyentuhtabutitu.
Dari peristiwa yang dialami oleh Uza kita dibawa pada satu pemahaman rohani yang penting bahwa, ketaatan kepada Tuhan tidak bisa digantikan oleh niat baik, kekudusan-Nya tidak bisa diperlakukan dengan sembarangan, dan perintahnya tidakbisaditawar-tawar.
Penegasan: Kiranya kita hidup sebagai orang-orang percaya yang selalu mengutamakan untuk taati perintah Tuhan dibanding merasa diri sudah melakukan yangterbaikpadaTuhan.
DOA: Tuhan, tuntunlah kami untuk selalu hidup dalam perintah-Mu dan melakukannyadenganpenuhketaatan,didalamnamaTuhanYesus,amin.
Kamis, 16 April 2026
Kekudusan Dimulai Dari Ketaatan
1 Tawarikh 15:1-4

“Ketika itu berkatalah Daud: "Janganlah ada yang mengangkat tabut Allah selain dari orang Lewi, sebab merekalah yang dipilih TUHAN untuk mengangkat tabut TUHAN dan untuk menyelenggarakannya sampai selama-lamanya." (Ayat 2)
Semua orang percaya menginginkan hidupnya kudus, benar, dan berkenan di
hadapan Tuhan. Sehingga kita berusaha menunjukkan penampilan luar dan aktivitas rohani, seperti rajin datang ke Gereja, aktif dalam pelayanan, melakukan hal-hal yang bersifat lahiriah dengan benar. Tetapi pertanyaannya: apakah semuaitudilakukandenganketaatan?
Ketaatan bukan hanya soal melakukan yang benar, tetapi juga dengan cara yang benar. Contohnya: datang ke Gereja adalah hal yang benar. Namun jika hati cuek, sibukdenganponsel,tidaksungguh-sungguhmendengarkanfirmanTuhan,makacara kitasalah.Aktivitasyangdilakukanrohani,tetapisikaphatinyatidaktaat.Disinilahkita belajarbahwakekudusantidakbisadilepaskandariketaatan.
Firman Tuhan dalam 1 Tawarikh 15 memperlihatkan sebuah perubahan sikap yang sangat penting dari dalam diri Daud. Setelah peristiwa tragis terjadi pada Uza, Daud tidak menyalahkan Tuhan, ia tidak mencari alasan untuk pembenaran, tetapi belajar dari kesalahan itu dan tidak mengulangi kesalahan yang sama. Dengan demikian Daud mempersiapkan tempat bagi tabut Allah dan mengumpulkan orang Lewiuntukmengangkattabutitu,KarenahaltersebutsesuaidenganketetapanTuhan.
Daud belajar dari peristiwa sebelumnya bahwa, kekudusan Allah tidak bisa diperlakukan dengan sembarangan. Di ayat 2 Daud berkata “Janganlah ada yang mengangkat tabut Allah selain dari orang Lewi.” Jika sebelumnya tabut Allah di angkut menggunakan kereta, kini Daud kembali pada perintah Allah. Sebab ia menyadari bahwa kesalahan sebelumnya bukan terletak pada kereta, niat baik, atau bahkansemangatmereka,tetapikesalahannyaterletakpadaketaatanyangdiabaikan. Melalui penjelasan di atas kita belajar bahwa kekudusan menuntut ketaatan yangsungguh.Untukhidupkudusbukanhanyasampaimelakukanhalyangbenarsaja, tetapimelakukannyadengancarayangbenar.Karenakekudusandimulaidariketaatan.
Penegasan: Hidup kudus bukan hanya tentang tindakan benar atau aktivitas rohani,tetapijugaketaatanyangsungguhkepadaTuhan.
DOA: Tuhan kami mau hidup taat pada setiap perintahmu, sehingga menjadikankamiselaluhidupdalamkekudusan.DalamnamaTuhanYesus,amin.
Jumat, 17 April 2026
1 Tawarikh 15:11-15

“dan berkata kepada mereka: ”Hai kamu ini, para kepala puak dari orang Lewi, kuduskanlah dirimu, kamu ini dan saudara-saudara sepuakmu, supaya kamu mengangkut tabut Tuhan , Allah Israel, ke tempat yang telah kusiapkan untuk itu. (Ayat 12)
Kekudusan merupakan hal yang mutlak bagi setiap orang percaya. Kekudusan
bukanlah sebuah pilihan ataupun sekadar standar rohani saja, melainkan panggilan Allah bagi semua orang yang telah ditebus oleh-Nya. Firman Tuhan dengansangattegasberkatadalam1Petrus1:16“Kuduslahkamu,sebabAkukudus.” Ayat ini memberikan sebuah penegasan penting bahwa kekudusan bukan hanya sebatastampilanperilakusecaralahiriah,tetapikekudusanmerupakancerminandari siapaAllahyangkitasembahdanbagaimanakitahidupdihadapan-Nya.
FirmanTuhanhariinijugamemberikansebuahpenegasanyangsangatserius tentangpentingnyakekudusan.KetikaDaudberbicarakepadaparakepalapuakorang Lewi, ia tidak sedang menyampaikan sekadar instruksi teknis, melainkan sebuah prinsiprohaniyangmendasarsebelummerekamelakukantugas.Makasebagaimana Daud berkata kepada para puak orang Lewi: “Hai kamu ini, para kepala puak dari orang Lewi, kuduskanlah dirimu, kamu ini dan saudara-saudara sepuakmu, supaya kamu mengangkut tabut TUHAN.” Perintah untuk menguduskan di sampaikan lebih dahulusebelumperintahuntukmengangkuttabutAllah.Perhatikan!Urutanperintah ini bukanlah suatu kebetulan, melainkan menunjukkan sebuah prinsip rohani yang sangatmendasardantidakdapatdiabaikan:kekudusanharusmenjadiyangutama.
Kekudusan bukan hanya tentang melakukan aktivitas rohani seperti, ke Gereja, berdoa, baca firman Tuhan dan terlibat pelayanan. Melainkan tentang bagaimana kita hidup setiap hari di hadapan Tuhan. Hal ini mengajarkan kepada kita bahwa kekudusan bukanlah sikap sesaat atau musiman, melainkan menjadi gaya hidup yang terus-menerus harus dijaga. Maka hidup berhiaskan kekudusan bukanlah sekadar konsep rohani, melainkan tuntutan bagi kita untuk tidak lagi hidup sembarangan,karenahidupkitaadalahtempatTuhanberkenanhadir.Kiranyafirman Tuhan hariinimenolongkitauntukkembalimelihatkehidupankita,danmembiarkan Tuhanmenghiasihidupkitadengankekudusan-Nya.
Penegasan: Hidup berhiaskan kekudusan bukan pilihan, melainkan panggilanilahibagiorangpercayayangrindumenyenangkanhatiTuhan.
DOA: Tuhan Yesus, tolonglah agar hidup kami selalu dihiasi oleh kekudusanMu, sehingga kehidupan kami senantiasa berkenan di hadapan-Mu. Dalam nama TuhanYesus,amin.
Sabtu, 18 April 2026
1 Tawarikh 16:28-33

“Berilah kepada Tuhan kemuliaan nama-Nya, bawalah persembahan dan masuklah menghadap Dia! Sujudlah menyembah kepada Tuhan dengan berhiaskan kekudusan.” (Ayat 29)
Teringat pada tahun 2023, saat saya mulai olah raga berlari. Awalnya hanya
mampu beberapa kilometer, itu pun sudah terasa sangat berat dan melelahkan. Namun seiring waktu, saya dapat berlari hingga puluhan kilometer.Inibukankarenasejakawalsudahmampu,bukankarenatubuhlebihkuat darioranglain,danbukanpulakarenamemilikibakatkhusus.Semuaitukarenasatu halsederhana,setiaberlatih.
Hari demi hari, langkah demi langkah, ada masa di mana semangat begitu besar, tetapi ada juga masa ketika rasa lelah dan keinginan untuk menyerah datang. Namun keadaan tersebut tidak menjadi penghalang untuk terus berlari. Pada akhirnya, kemampuan untuk berlari puluhan kilometer bukanlah hasil dari kehebatandiri,melainkanbuahdarikesetiaandalammelakukannya.
`Demikian pula dalam firman Tuhan hari ini. Kita melihat suasana penuh sukacita yang sedang dialamioleh Daud. Sukacita ini bukanlah sukacita yang muncul secara tiba-tiba, dan bukan pula sekadar euforia sesaat. Sukacita Daud lahir dari prosespanjangkesetiaannyadalammenaatisetiapperintahTuhan.
Daud pernah gagal membawa tabut Allah dengan cara yang keliru. Namun hal itu tidak membuatnya menjauh dari Tuhan. Sebaliknya, ia belajar dari kesalahan dan dengan setia kembali mengikuti ketetapan Tuhan. Hasil dari kesetiaan tersebut bukan hanya sukacita yang melimpah, tetapi juga pemulihan hubungan dengan Allah,yangditandaidengantabutTuhanakhirnyakembalikeYerusalem.
Bagian firman hari ini mengajak kita untuk belajar bahwa kesetiaan sering kali tidak terlihat hebat di awal. Kadang terasa biasa, melelahkan atau bahkan membosankan. Namun justru dalam kondisi seperti inilah kesetiaan sedang dalam proses pemurnian. Kesetiaan yang dimurnikan tidak bergantung pada perasaan, suasana hati, atau keadaan yang menyenangkan. Melainkan tetap dilakukan dalam kondisi ketika tidak dilihat orang, tidak dipuji, atau ketika tidak selalu menghasilkan hasilyanglangsungterlihat.
Penegasan: Kesetiaan bukan tentang berapa besar yang kita lakukan untuk Tuhan,tetapitentangberapakonsistenkitamelakukannyabagiTuhan.
DOA: Tuhan Yesus, ajar kami tetap setia melakukan setiap pekerjaan-Mu. DalamnamaTuhanYesus,amin.
1 Tawarikh 22:11-16 Minggu, 19 April 2026

“Maka engkau akan berhasil, jika engkau melakukan dengan setia ketetapanketetapan dan hukum-hukum yang diperintahkan Tuhan kepada Musa untuk orang Israel. Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, janganlah takut dan janganlah tawar hati.” (ayat 13)
Di dalam keberhasilan terdapat sebuah tanggung jawab', kalimat ini rasanya
sangat cocok dengan konteks ayat penekanan hari ini. Dalam persiapan pembangunan Bait Suci, Daud banyak sekali memberi wejangan kepada anaknya Salomo. Sekali lagi saya begitu terkesan sebab, wejangan-wejangan yang diberikansangatkentaldenganpersiapanmentalyangharusdimilikiSalomo.Adahal penting yang ingin Daud tanamkan dalam diri Salomo, sebelum Salomo menjadi eksekutor Bait Allah. Daud membawa Salomo pada hal khusus, terkait bagaimana Salomo menjaga kekudusannya di hadapan Allah; terkait bagaimana Salomo harus taat pada ketetapan hukum Allah; terkait bagaimana Salomo Setia kepada Allah Israel.SemuanyainimerupakanupayauntukmenjadikandiriSalomosebagaitempat Allah bersemayam, sebelum nantinya Salomo mengerjakan bangunan Bait Allah secarafisik.
KalimatDauddiatas:'makaengkauakanberhasil,jikaengkaumelakukan…', mencirikan sebab-akibat. Artinya, Salomo akan berhasil jika setia melakukan hukum Tuhan; sebaliknya mengandung makna bahwa jika Salomo tidak setia melakukan hukumTuhanmakadiatidakakanberhasil.
Secara gamblang dapat dilihat bahwa sistematika tanggung jawab Salomo, bukan primer pada pembangunan Bait Suci. Tanggung jawab utama Salomo adalah setiapadahukumTuhan.BahwatanggungjawabuntukmembangunBaitSuciadalah prioritas selanjutnya, setelah lebih dulu mampu menjadikan diri sebagai Bait Allah. Salomodibawakepadatanggungjawabrohaniyangutama.
Belajar dari kehidupan Salomo, tanggung jawab rohani yang paling utama adalahsetiakepadaTuhan.Terkadangmanusiamelupakanbagianini.Ternyatasetiap pekerjaan bahkan pelayanan memang juga merupakan tanggung jawab, tapi itu bukan yang benar-benar utama, meskipun itu juga penting. Sebagai anak-anak terang, tanggung jawab rohani justru terletak pada kesetiaan untuk hidup menurut ketetapan Tuhan. Jangan keliru, setia kepada Tuhan adalah tanggung jawab utama kita.Bertanggungjawablah!
Penegasan:KesetiaanpadaAllahharusdipertanggungjawabkan.
DOA: Bapa, biar hari ini kami menjalankan tanggung jawab utama, tolong kamisetiakepadafirmandankehendak-Mu,amin.
Senin, 20 April 2026
1 Tawarikh 29:15-19

“Aku tahu, ya Allahku, bahwa Engkau adalah penguji hati dan berkenan kepada keikhlasan, maka aku pun mempersembahkan semuanya itu dengan sukarela dan tulus ikhlas. Dan sekarang, umat-Mu yang hadir di sini telah kulihat memberikan persembahan sukarela kepada-Mu dengan sukacita.” (Ayat 17)
Integritasmerupakanpembahasan yangseringmendapatpenekanankhusus dalam
waktu-waktu ini. Tidak hanya berkaitan dengan dunia rohani, bahkan dunia sekuler hari-hari ini banyak menekankan integritas sebagai nilai utama dalam diri seseorang. Bukan tanpa alasan, melainkan memang integritas menjadi hal yang mulai langka. Fakta banyak memperlihatkan pribadi-pribadi yang terganggu dalam nilai integritasseperti:konsistensidiri,kejujuran,bahkantanggungjawab.
Menjelangakhirhidupnya,RajaDaudmemperlihatkansebuahpersiapanyang matang dalam pembangunan Bait Allah. Bahkan sebuah tindakan hormat serta patuh kepada Allah dibuktikan secara nyata. Hal ini dapat dibuktikan dengan keluasan hati Daud untuk menerima keputusan Tuhan, bahwa yang akan membangun rumah bagi Allah bukanlah dirinya, melainkan Salomo anaknya. Sampai pada titik ini Raja Daud tidak memiliki masalah dengan integritasnya kepada Allah. Lebih dari semuanya itu, integritas Daud kepada Allah kemudian mampu membawa dirinya dalam integrasi tanggung jawab moral. Penyediaan bahan-bahan baku untuk pendirian rumah Allah, adalah bukti nyata dari semuanya itu. Secara tidak langsung, Daud mencatatkan namanyasebagaiseorangyangberperanpentingdalampendirianBaitAllah.
Ayat penekanan hari ini, adalah pernyataan yang sangat mendasar serta merupakan alasankuatRajaDaudmemilikiintegritas.Melaluipengalamankehidupan, DaudmenemukansalahsatusifatmutlakAllah,bahwaAllahitumengujihati.RajaDaud mendapati satu keadaan bahwa Allah tidak bisa ditipu, Allah tidak pernah terkecoh dengan tampilan; Allah tidak bisa disogok dengan perbuatan baik, Allah tidak mungkin menerimakepalsuan.
Tidak ada saran yang paling baik untuk hidup ber-integritas selain memahami bahwa Allah menguji hati. Dia paham kebohongan, maka Jujurlah. Dia paham kemunafikan, maka Jadilah apa adanya dirimu. Dia paham kecurangan, maka hiduplah dengan tulus . Dia paham segalanya, maka jagalah integrasi hatimu dalam integritas kepada-Nya. Sebab pada kenyataannya, Allah hanya berkenan kepada mereka yang ikhlas,kepadamerekayangtulus,dantentunyakepadamerekayangber-integritas.
Penegasan:IntegritashatidiujiolehAllahyangmengujihati.
DOA: Bapa, ujilah aku dan biarlah Engkau mendapati aku sebagai pribadi yang konsisten,jujurdanbertanggung jawab.DalamnamaYesusKristus,amin.
Selasa, 21 April 2026
1 Tawarikh 22:17-19

Maka sekarang, arahkanlah hati dan jiwamu untuk mencari Tuhan , Allahmu. Mulailah mendirikan tempat kudus Tuhan , Allah, supaya tabut perjanjian Tuhan dan perkakas kudus Allah dapat dibawa masuk ke dalam rumah yang didirikan bagi nama Tuhan .” (Ayat 19)
Ada satu tradisi di Kabupaten Sigi yaitu acara adat yang disebut “Moraa eo” atau
“Hari Berdarah” Hari yang di tentukan untuk penyelesaian perkara bagi kedua orang yang telah melakukan dosa, bersama seluruh lembaga adat dan keluarga, yang di tandai dengan pemotongan hewan sebagai simbol pendamaian karena darah hewan yang disembelih dipercaya akan membersihkan, membereskan dan mendamaikan dari dosa. Daging hewan yang telah disembelih akan dibagikan kepada seluruh peserta rapat. Dan daging yang dibagikan tidak boleh dimakan oleh anak-anak yang belum menikah dengan alasan supaya dosa yang sama dari kedua orang yang berperkaratidakmenimpamereka.
Pengalaman di atas merupakan gambaran bahwa sebelum kita menerima Kristus, maka darah hewan dipercaya sebagai pendamaian yang membawa pengampunan dosa. Namun, saat ini jika seorang berbuat dosa, maka Kristuslah pendamaianuntuksegaladosayangdapatmembawakitakepadapengampunan.
Ayat bacaan kita hari ini menjelaskan bagaimana hukum tentang penghapus dosa dan cara mempersembahkan korban persembahan tersebut, karena ada perbedaan bagi rakyat jelata dan seorang pemuka. Tujuan dari korban penghapus dosa ini adalah supaya terjadi pendamaian yang membawa pengampunan terhadap orang berdosa. Sebab orang miskin dan kaya, dosa disengaja ataupun tidak disengaja, semuanya harus membawa korban penghapus dosa dan sama-sama berhak untuk datangkepadaKristus
Hampir setiap saat kita melakukan kesalahan yang berakibat dosa yang secara sengaja maupun tidak sengaja. Kita tentu membutuhkan pengampunan atas dosa-dosa kita, jalan satu-satunya untuk mencapai pengampunan, yaitu melalui pendamaian yang dikerjakan oleh Yesus Kristus diatas kayu salib (Roma 3:25). Hanya Yesus Anak Allah yang layak menjadi korban penghapus dosa sehingga jalan pendamaian untuk membawa pengampunan dosa kita, bukan lagi darah korban hewan apa pun, tetapi hanya darah Kristus yang tercurah di atas kayu salib itulah yang layak sebagai korban yang membersihkan dan menghapus segala dosa kita, karena Kristuslah Imam Agung dan Sejati(1Yohanes2:1-2).
Penegasan: Untuk menjadi saksi Kristus, maka datanglah kepada Dia sebagai ImamAgungsupayadidamaikandanlayakmenerimapengampunan.
Doa: Ya Bapa, ampuni dosa-dosa kami, supaya dosa itu tidak menjadi penghalanghidupkamiuntukmenjadisaksi-Mu.DemiYesusKristus,amin.
1 Tawarikh 28:6-10 Rabu, 22 April 2026

Dan engkau, anakku Salomo, kenallah Allahnya ayahmu dan beribadahlah kepadaNya dengan tulus ikhlas dan dengan rela hati, sebab Tuhan menyelidiki segala hati dan mengerti segala niat dan cita-cita. Jika engkau mencari Dia, maka Ia berkenan ditemui olehmu, tetapi jika engkau meninggalkan Dia maka Ia akan membuang engkau untuk selamanya. (Ayat 9)
Kenallah diartikan sebagai upaya mencari tahu identitas seseorang. Tindakan
pertama yang dilakukan saat berjumpa dengan orang baru adalah pertanyaan seputar nama, tempat tinggal, nomor WhatsApp, bahkan alamat instagram menjadi lumrah bagi orang yang sedang berkenalan. Tujuannya adalah memperolehdatadariorangyangbaruditemui.
Agak sedikit mengherankan sebab dalam pesan-pesan terakhirnya, Raja Daudmemberipesanyangtidakbiasa.Tidakadapesanmengenaidataataucakupan wilayah kerajaan; Daud juga tidak memperkenalkan Salomo kepada orang-orang kepercayaankerajaanatauperwira-perwiraperangandalannya;tidakadadorongan Salomo untuk membangun hubungan bilateral dengan raja-raja besar lainnya, sebaliknyaDaudmemberipesanutamasupayaSalomo berusahamengenalAllah.
Pesan yang tidak biasa ini, tentunya bukan sekadar untuk mengetahui nama, tempat, atau informasi tentang Allah. Lebih daripada itu, Daud mendorong agar Salomo masuk dalam pengenalan lebih dalam tentang Allah Israel. Intinya, tidak ada yang lebih utama selain mengenal Allah. Seruan untuk mengenal Allah, kemudian dilanjutkan dengan pesan untuk beribadah kepada Allah. Ibadah yang dimaksud, bukan hanya tentang ritual keagamaan. Daud mengarahkan Salomo untuk ada dalam penundukan diri kepada Allah yang hidup. Raja Daud paham, bahwa Salomo akan memasuki sebuah babak baru dalam hidupnya, Allah akan menuntunnyadalampembangunanBaitAllah.
PengenalanakanAllah,merupakankunciutamauntukdapatmenundukkan diri kepada-Nya. Ketertundukan diri memampukan manusia mendengar secara detail kehendak Allah. Ketertundukan diri mampu membuka telinga rohani untuk mendengar suara Allah. Ketertundukan diri akan membuka mata rohani terhadap setiaprancanganAllah.
Penegasan: Pengenalan Kepada Allah membawa manusia pada ketundukanpenuhkepada-Nya.
DOA: Tuhan, izinkan kami mengenal Engkau lebih dalam lagi, agar kehendak-Mudigenapilewathidupkami,suara-Muterdengarlewatmulutdanbibir kami,rancangan-Muyangindahkamipahami,deminamaYesusKristus,amin.
Kamis, 23 April 2026
Mazmur 3:1-9

“Dengan nyaring aku berseru kepada Tuhan, dan Ia menjawab aku dari gunung-Nya yang kudus.”(ayat 5)
Dalam menghadapi berbagai tantangan dan pergumulan dalam hidup ini,
tentu sering kali membuat kita ragu dan bahkan gentar, Sehingga membuat kita bertanya-tanya apakah Tuhan benar-benar ada, apakah Tuhan peduli, apakahTuhanmendengarsetiapseruankita?
Pertanyaan-pertanyaan seperti ini ada di benak kita. Ketika kita diperhadapkan dengan berbagai macam tantangan. Hal yang sama juga pernah dialami oleh pemazmur, ketika diperhadapkan dengan tantangan dan kesulitan hidup, mereka pun bertanya akan keberadaan Tuhan, namun melalui Firman Tuhan inikitadiajakuntukberserukepadaTuhan,ketikakitamengalamipersoalan. MengapakitaharusberserukepadaTuhan?
Pertama: Seruan menunjukkan bahwa kita bergantung sepenuhnya kepada Tuhan. Ketika berseru kepada Tuhan hal ini menunjukkan pengakuan kepada Tuhan, bahwa di luar Tuhan kita tidak bisa berbuat apa-apa. Hanya Dia satu-satunya penolong. Banyak dari kita ketika dalam pergumulan, tantangan atau masa-masa sulit,merasatidakberdayaatautidakdidengarsehinggamerasasendiridantidakada yang peduli, tidak ada tempat untuk bergantung. Namun dalam berbagai kondisi ini, janji Tuhan kembali mengingatkan bahwa penyertaan-Nya sempurna bahkan dalam kelemahansekalipun.
Kedua: Hidup dalam kesadaran bahwa Tuhan mendengar seruan kita dan memberikan kekuatan, pengharapan dan kemampuan di saat kita diperhadapkan pada berbagai tantangan dan kesulitan hidup. Pernyataan kalimat ini membuktikan bahwa Allah tidak pernah meninggalkan kita, bahkan dalam setiap kesempatan Tuhan memberi kesempatan bagi kita untuk berseru kepada-Nya. Sebagaimana dalam Yeremia 33:3 Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akanmemberitahukankepadamuhal-halyangtidakkauketahui.
Oleh sebab itu, mari datang kepada Tuhan. Ia tahu segala kelemahan kita andalkanTuhandalamsetiapprosesmumakaengkauakanmelihatpelangikasih-Nya menaungi hidupmu bukan saja hari ini tetapi untuk selama-lamanya Ia tetap setia menjawabsetiapseruankita.
Penegasan:BerserulahkepadaTuhan,makaIaakanmenjawabengkau.
DOA: Bapa yang baik, dengarkanlah seruan doa kami. Sendengkanlah telinga-Mu kepada setiap permohonan kami, terutama ketika dalam mengalami masa-masasulitdalamhidupini.DemiNamaYesuskamiberdoa, amin.
Mazmur 25:6-10 Jumat, 24 April 2026

“Segala jalan Tuhan adalah kasih setia dan kebenaran bagi orang yang berpegang pada perjanjian-Nya dan peringatan-peringatan-Nya.” (ayat 10)
Setiap orang dalam menghadapi tantangan, ketidakpastian, dan terkadang
merasa seperti ditinggalkan, patah semangat dalam menjalani kehidupan. Mengapa? Karena merasa tidak ada harapan. Banyak contoh nyata yang dijumpai di sekeliling kita. Ketika bertemu dengan orang yang seperti itu, yang hidupnya hanya ada keputusasaan, yang membuatnya lelah menjalani hidup ke depan,bahkanmerasatidaklayak,tidakditerimalingkungannya.Bukankahdalam keputusasaan kita juga sering kali mengalami yang sama? Kita merasa tidak berguna. Firman Tuhan kembali menguatkan kita dalam Mazmur 25: 10 “Segala Jalan Tuhan adalah kasih setia dan kebenaran bagi orang yang berpegang pada perjanjiandanperingatan-peringatan-Nya.”Ituberartikitaharustetapberpegang pada jjjanji-Nya. Mengapa? Karena kkkkasih-Nya memberikan kekuatan dan topangan.
Di tengah polemik yang disampaikan oleh segelintir orang dengan ketidakpastian hidup di dunia ini, berbanding terbalik dengan pernyataan Tuhan dalam firman-Nya bahwa setiap orang yang berpegang pada kasih setia Tuhan ada pengharapan melalui kasih setia-Nya serta jaminan hidup kekal akan diberikan kepadanya. Seperti pemazmur sampaikan kita harus bergantung sepenuhnya kepada Tuhan, dan meyakini bahwa pertolongan-Nya tidak pernah terlambat.
Kasih setia Tuhan adalah dasar yang kuat untuk hidup kita, dengan berpegang teguh pada-Nya, maka kita akan menemukan kekuatan, pengharapan dan tujuan hidup yang sejati. Oleh sebab itu mari kita selalu mengingat dan mensyukurikasihsetiaTuhan,sehinggahidupkitamenjadiberkatbagisesama.
Penegasan: Allah itu setia dan tidak dapat menyangkal diri-Nya sehingga Ia memberi kepastian hidup bagi kita, pada saat bergantung sepenuhnya kepadaNya.
DOA: Bapa yang baik, kami bersyukur untuk kasih setia serta rahmat-Mu yang selalu baru bagi kami. Ajar kami untuk selalu untuk berpegang pada janji-Mu agarhidupkamimemuliakanEngkau.DalamNamaTuhanYesus,amin
Sabtu, 25 April 2026
Mazmur 31:1-6

Ke dalam tangan-Mulah kuserahkan nyawaku; Engkau membebaskan aku, ya Tuhan , Allah yang setia.. (ayat 6)
Bergantung pada Tuhan, adalah sikap hidup yang penuh penyerahan diri
secara total kepada Tuhan, yang dibarengi dengan keteguhan iman, serta sikaphidupyangmenyadaribahwasumberkekuatankitahanyaadapadaNya. Menggantungkan kehidupan kita kepada Tuhan berarti bahwa iman sejati kita tidak bersandar pada hikmat manusia, melainkan pada kekuatan dan kasih karuniaAllah.
Sebabseringkalikitamenjumpaidiluarsanabahwaadaorangyangtidak membutuhkan Tuhan dalam hidupnya, karena mereka telah memiliki segala sesuatu, sehingga kesombongan yang cenderung yang mereka tonjolkan. Oleh sebab itu, mari kita mengingatkan diri kita, keluarga kita orang-orang yang ada di sekitar kita agar selalu bergantung sepenuhnya kepada Allah. Sebab ketika kita lemah dan mengakui keterbatasan kita kepada Allah maka kuasa-Nya justru menjadisempurnadalamkelemahansehinggakitaberolehkekuatanbaru.Tuhan menghendaki kita mempercayai-Nya dengan segenap hati di saat senang, atau sulitsekalipun.
Iman sering kali bertentangan dengan pikiran, iman didasarkan pada kepercayaan sepenuhnya pada kuasa Tuhan yang sanggup melakukan segala hal untuk mendatangkan kebaikan bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya. Sedangkan pikiran manusia sering kali menyesatkan karena didasarkan pada rasa percaya diri sendiri atau orang lain yang kemampuannya terbatas. Bahkan mungkin di saat kita mengalami krisis dalam segala bentuk apakah berupa pekerjaan, ekonomi, dan lain sebagainya jangan pernah mengandalkan pikiran dan kekuatan kita sendiri mari belajar bergantung sepenuhnya kepada Allah agar hatikitadipenuhidengancintakasih-Nyasehinggakitaselalumemilikirasasyukur apapunkeadaankita.
Penegasan:OrangyangbergantungpadaTuhanadalahiayangpercaya bahwa dalam keadaan apa pun penyertaan Tuhan tetap sempurna, sebab imannyamenuntunnyamelakukanhalitu.
DOA: Bapa yang baik, dengar seruan doa kami, sendengkan telinga-Mu untuk setiap pergumulan dalam himpitan kesulitan hidup. Demi Nama Tuhan Yesuskamiberdoa,amin.
Curahan Hatiku
Mazmur 35:11-16 Minggu, 26 April 2026

“Mereka membalas kebaikanku dengan kejahatan; perasaan bulus mencekam aku.” (ayat 12)
Setiap manusia pasti pernah mengalami yang namanya kekecewaan yang
mendalam di dalam hidupnya. Dikhianati sahabat, disakiti oleh mereka yang pernah didoakan, bahkan difitnah tanpa alasan. Dalam keadaan seperti ini terkadang kita memilih jalan yang salah tidak tahu berbuat apa, bingung,sedih,marah,kecewadantidaktahuharusbagaimana.TerkadangTuhan memberi peringatan untuk waspada supaya tidak memilih jalan yang salah atau mengambil keputusan yang merugikan kita sendiri. Orang yang mencurahkan isi hatinyakepadaTuhanpastiiatidakakanmengambilkeputusanyangsalah. Pembacaan Firmanhariini mengingatkan kepada kita bahwa Daud telah berbuat baik, tetapi yang ia terima justru kejahatan. Ini adalah luka yang sangat dalam, karena datang dari relasi, bukan dari musuh yang jauh. Tepi mari kita belajar dari Daud walaupun menghadapi masalah yang berat ia tetap berseru kepada Allah dan mencurahkan semua isi hati, dengan segala kesulitan dan tantangan hidup yang berat. Satu pelajaran berharga dari kehidupan Daud, kita tidak boleh memendam luka atau melampiaskan dendam, tetapi membawa semuanya ke hadapan Allah. Mazmur ini mengajarkan bahwa Tuhan tidak menuntutkitauntukselaluterlihatkuattetapipenyerahanhidupkitasepenuhnya kepada Tuhan. Daud menangis, mengeluh, dan berkata jujur di hadapan Tuhan dengan apa yang ia alami. Curahan hati bukan tanda kelemahan iman, melainkan tanda kedekatan dengan Allah. Jangan mendendam luka sendiri datanglah kepadaTuhandengankejujuranpenuhmakaAllahtidakmenutupmataterhadap ketidakadilanyangkitaalami.
Penegasan: Curahan hati bukan keluhan kosong, melainkan doa yang lahir dari iman. Tuhan rindu kita datang apa adanya dengan luka, kecewa, dan air mata.
DOA: Bapa di surga beri kami kekuatan untuk menjalani hidup ini yang penuh tantangan. Ajar kami untuk selalu mencurahkan isi hati kepada Tuhan. DalamnamaTuhanYesus,amin.
Senin, 27 April 2026
Percaya Dalam Terang
Mazmur 42 : 7-11

“Tuhan memerintahkan kasih setia-Nya pada siang hari, dan pada malam hari aku menyanyikan nyanyian, suatu doa kepada Allah kehidupanku.” (ayat 9)
Hidup kita tidak selalu berjalan dalam terang. Ada masa di mana kita
merasa tidak mampu lagi menjalani hidup ini dengan masalah, kesedihan,kekecewaan,bahkanmerasajauhdariTuhan.Namunjustrudi tengah keadaan seperti itu, kita diuji untuk tetap percaya bahwa terang Tuhan masihada.
Percaya dalam terang berarti tetap menaruh iman dan pengharapan kepada Tuhan dengan keyakinan bahwa Dia adalah terang hidup kita, baik dalam keadaanjelasmaupunsaatkitasedangberadadalamkegelapanhidup.
PembacaanFirmanTuhanhariinidalamMazmur42ditulisseorangyang sedang bergumul hebat jiwanya tertekan, hatinya gelisah, tetapi ia tidak berheti berharap kepada Allah. Demikian juga dengan kita sebagai orang percaya mungkin kita sedang mengalami hal seperti ini yang membuat kita putus asa bahkan menyerah dengan pergumulan tak kunjung di jawab sampai saat ini. Dari FirmanTuhaninikitabelajarartipercayadalamterang,meskipunkeadaanterasa gelap dan jawaban doa belum di jawab. Di tengah penderitaannya, pemazmur berkata bahwa kasih setia Tuhan tetap menyertainya pada siang hari, dan nyanyian doa ada pada malam hari. Artinya terang Tuhan tidak pernah benarbenar padam dan Tuhan akan menjawab pergumulan kita dengan waktunya Tuhanbukanwaktunyakita.Saatkitatidakmelihatjalan,Tuhantetapbekerjasaat kitamerasasendiri,Tuhantetapdekat.Percayadalamterangberartiyakinbahwa Tuhanbekerja,bahkanketikakitabelummelihathasilnya
Jika saat ini kita sedang berada dalam lembah gelap firman Tuhan mengingatkan kita Terang Tuhan masih ada, harapan belum hilang, Allah setia kepada umat yang percaya. Mari belajar seperti pemazmur untuk tetap berharap, terus berdoa, dan percaya karena Tuhan adalah Penolong dan Keselamatankita.
Penegasan: Percaya dalam terang berarti tetap menaruh harapan dan iman kepada Tuhan. Hari ini kita belajar tentang percaya dalam terang percaya kepadaAllahyangadalahterangsejatidanmemilihhidupdidalamterang-Nya
DOA: Bapa kami yang ada di Sorga beri kami kemampuan untuk terus berharap kepada Tuhan dan izinkan kami memiliki terang-Mu. Dalam Nama TuhanYesus,amin.
Selasa, 28 April 2026
Kasih Setia-Mu Lebih Baik Dari Hidup
Mazmur 63 : 1-6

“Sebab kasih setia-Mu lebih baik dari pada hidup; bibirku akan memegahkan Engkau.” (ayat 4)
Ada sebuah syair lagu mengatakan; Kasih setia-Mu yang kurasakan lebih
tinggi dari langit biru, kebaikan-Mu yang telah Kau nyatakan lebih dalam darilautan,berkat-Muyangtelakuterimasempatmembuatkuterpesona apa yang tak pernah kupikirkan itu yang kau sediakan bagiku, siapakah aku ini Tuhanjadibijimata-Mu''laguinimenjadipengingatbagikitabahwasiapakahkita ini tanpa tuhan bekerja dalam hidup kita, kehidupan kita sia-sia, kalau bukan Tuhansiapakahkitaini,manusiayangpenuhdengandosa.
Mazmur 63 ini ditulis oleh Raja Daud ketika ia berada di padang gurun Yehuda suatu tempat yang kering, panas, dan penuh bahaya, dalam kondisi kekurangan,terancam,dantidaknyamanDaudjutrutidakmengeluhtentangapa yang ia tidak miliki ia berseru kepada Tuhan dan menyatakan satu pengakuan iman yang sangat dalam, kasih setia-Mu lebih baik dari Hidup. Ini adalah pernyataan iman yang luar biasa. Daud tidak berkata hidup itu tidak penting, tetapi ia menyadari bahwa tanpa kasih setia Tuhan, hidup kehilangan maknanya. Mazmurinimenyatakanbahwa;kasihsetia-Mulebihbaikdarihidup,bibirkuakan memujiEngkau.Hidupadalahhalyangberharga.NamunDaudmenyadaribahwa hidup bisa berubah, hidup itu rapuh, hidup bisa berakhir. Tetapi kasih setia Tuhan kekal tidak tergantung situasi, tidak tergoyahkan oleh kegagalan manusia, tanpa kasih setia Tuhan, hidup hanya sekadar bertahan, bukan hidup yang sesungguhnya.DaudmemujiTuhanbukankarenahidupnyamudah,tetapikarena jiwanya dipuaskan oleh Tuhan. Mazmur 63 : 1- 6 mengajarkan dan mengingatkan kepada kita bahwa kasih setia Tuhan adalah sumber hidup sejati, Pujian lahir dari hatiyangdipuaskanoleh-Nya.
Penegasan: Teruslah berseru kepada Tuhan dan memuji nama Tuhan sebabkasihsetia-Nyanyatadalamkehidupankitapribadidankeluarga.
DOA: Bapa, ajar kami berbuat seperti Daud yang mendapat kasih setiaMusupayakehidupankamitidaksia-sia.DalamNamaTuhanYesus,amin.
Rabu, 29 April 2026
Allah Yang Lebih Dahsyat
Mazmur 96:1-6

“Sebab Tuhan maha besar dan terpuji sangat, Ia lebih dahsyat dari pada segala Allah.” (ayat 4)
Kekristenan identik dengan puji-pujian kepada Allah. Ini merupakan wujud
penyembahan kepada Allah yang kita agungkan. Pujian adalah penghormatan kepada Tuhan sebab kita tahu Allah yang kita sembah adalahAllahyangdahsyatdanpatutdipuji.
Dalam ayat 4 ini menggambarkan bahwa Allah yang dahsyat adalah pribadiyangMahaBesar,MahaAgungdansangatterpuji.DalamkitabMazmur96 ini merupakan sebuah panggilan, yang diberikan kepada semua orang untuk menyembah Tuhan sebagai Tuhan yang dahsyat, yang berdaulat di bumi dan di sorga. Kita harus mengimani kedahsyatan Allah. Bagaimana sikap kita mengimani bahwaAllahyangkitasembahadalahAllahyanglebihdahsyat?
Duasikapyangharuskitamiliki:
Pertama:MemujiTuhanYangDahsyat
Ayat 1-2 ini merupakan nyanyian baru yang mengungkapkan kasih setia Tuhan.KitadipanggiluntukmemujiTuhanmelaluicarahidupyangbenar. Memuji Tuhan bukan saja hanya sekadar rutinitas atau motivasi kita, tetapiiniadalahsebuahgambaranhatikitayangdisertaipengenalanakan pribadi Allah. Kedahsyatan Allah itu dibuktikan dengan kelahiran, kematiandankebangkitanKristusyangmembawakeselamatan.
Kedua:MemberiPersembahan yangDahsyatbagiTuhan
Ini adalah ajakan pemazmur kepada suku-suku bangsa untuk mengarahkan pandangannya pada sumber berkat itu yaitu Yesus Kristus. Ini juga ditujukan kepada kita, memberi kepada Tuhan adalah kewajiban iman kita, persembahan bukan sekadar materi tetapi ini adalah pengabdiankitadidalamkekudusanAllahyanglebihdahsyatitu.
Penegasan: Allah kita adalah Allah yang lebih dahsyat Ia berkuasa dan sanggupmenolongkitadalamaspekkehidupankita.
DOA: Tuhan, Engkau dahsyat menolong kami. Ajar kami memuji Engkau dan memberikan persembahan yang terbaik kepada-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus,amin.
Mazmur 111:1-5 Kamis, 30 April 2026

“Diberikan-Nya rezeki kepada orang-orang yang takut akan Dia. Ia ingat untuk selama-lamanya akan perjanjian-Nya.”.( Ayat 5 )
Dalam KBBI kata perjanjian adalah persetujuan dua pihak atau lebih, yang
bersepakat untuk menaati isi persetujuan tersebut. sedangkan arti kata perjanjian di dalam Alkitab adalah kesepakatan atau janji suci antara Allah dan manusia. Dalam sebuah pernikahan Kristen, seorang pria dan wanita akan membuatperjanjiandihadapanTuhandanjemaat,melaluijanjipernikahankudusdi gereja. Hal ini pun berlaku bagi Opsir, ketika bersedia melayani Tuhan tentunya ada perjanjian yang telah dibuat di hadapan Tuhan. Perjanjian inilah yang mengikat diri kita dengan Tuhan, dan kita harus taat pada janji itu. Dalam ayat 5 ini menunjukkan bagaimana Allah ingat dan setia akan perjanjian-Nya, Tuhan tidak melupakan janjijanjinya. Pemazmur mengungkapkan bahwa selamanya Allah ingat akan PerjanjianNya. Dalam pembacaan hari ini ada dua hal yang perlu kita imani sebagai orang percaya:
Pertama:OrangYangTakutAkanTuhanMenerimaJanji(Ayat5a)
Takut akan Tuhan berarti menghormati dan mengasihi Tuhan, serta menjauhkan diri dari perbuatan dosa, sehingga melalui janji itu, Tuhan akan memberkati hidup kita. Berkat-Nya meliputi berkat rohani dan jasmani. Dalam Alkitab janji itu telah dinyatakan kepada Abraham, dan ini menunjukkan bahwa ketika Allah berjanji maka Ia tidak pernah mengingkarinya. Janji Allah berbeda dari janji yang dibuat manusia. Melalui firman Tuhan ini, mengajak kepada kita semua untuk terus hidup takut akan Tuhan,sebabAllahkitaadalahAllahyangIngatakanperjanjian-Nya.
Kedua:AllahSetiaMemenuhiJanji-Nya(Ayat5b) Allah selalu setia dalam memenuhi janji-Nya dan janji-Nya tidak pernah gagal, ini dibuktikan dengan kasih-Nya, melalui wujud nyata dalam sejarah keselamatan melalui Yesus Kristus, yang membawa kita pada kehidupan yang kekal, janji Allah adalah janji kepastian. Manusia bisa mengingkari janjinya,tetapiAllahsetiapadajanji-Nya.
Penegasan: Sebagai orang percaya kita harus percaya bahwa Allah yang kita sembahadalahAllahyangsetiaingatakanjanji-Nya.
Doa: Tuhan Yesus tolong kami tetap teguh percaya pada janji-Mu. Dalam namaTuhanYesus,amin.
Jalan Jawa 20, Bandung 40117
Telp. (022) 420 7029 - Fax (022) 423 6754

