Parsipatory design merupakan pendekatan desain dengan melibatkan semua pemangku kepentingan secara aktif dalam proses desain untuk membantu memastikan hasil memenuhi kebutuhan mereka dan dapat digunakan. Pada bangunan pasar cacaban Magelang terdapat isu permasalahan yaitu bangunan pasar masih kumuh dan sepi pengunjung. Dalam perancangan pasar cacaban dilakukan diskusi dengan klien agar desain dapat merespon keinginan klien.
BANGUNAN EKSISTING
Pasar UPTD Cacaban merupakan pasar tradisional yang terletak di tengah kota magelang lebih tepatnya pada Jl. Kyai Mojo No.25, Cacaban, Kec. Magelang Tengah, Kota Magelang, Jawa Tengah 56121. Pasar ini sudah berdiri sejak 2007. Disekitar pasar sangat ramai karena berdekatan dengan sekolah. Pasar cacaban merupakan cabang dari pasar rejowinangun Magelang.
Bazar Berlokasi di bagian teras pasar, bazar merupakan pameran yang dilakukan oleh pedagang pasar dan juga warga sekitar. Pada bazar menjual berbagai macam barang seperti makanan khas daerah setempat, kerajinan, dan lainnya.
USER PROFILE
Tidak terdapat zoning basah dan kering pada lantai 2 pasar karena pedagang sering berganti ganti barang dagangan jadi misal jualan mereka tidak laku mereka akan mengganti dagangannya. Bagaimana agar pasar itu ramai, fungsi ruang lain. Seperti pentas tari yang ada di cacaban
Kurang fasilitas pada lantai 2 Terdapat 3 pintu masuk pada pasar cacaban, menurutnya pintu masuk lebih baik hanya ada 1 saja jadi pengunjung bisa memutar pasar dan melihat lihat tidak hanya tertuju pada barang yang akan dibeli.
Pintu ada 3 agar dagangan dapat dilihat dari lingkungan luar. Akses jalan di pasar sangat sempit, karena kios yang kurang tertata. Penghawaan sangat kurang karena bukaan hanya pada sisi barat dan timur. Pembeli berasal dari daerah sekitar karena jalur angkutan umum tidak melewati daerah pasar ( pada awalnya pasar direncanakan pemasarannya mencakup ke daerah bandongan/ daerah atas)
Pasar sangat pengap Penataan pasar belum baik, penjual daging, makanan, pecah belah, sayuran dll masih menjadi satu jadi pembeli kesusahan untuk mencari barang yang ingin mereka beli. Pasar masih kumuh karena masih ada sampah yang berserakan Parkir kurang teratur, sirkulasi pada sekitar pasar kadang membuat kemacatan Kurangnya toilet pada pasar.
PERMASALAHAN
Pasar merupakan tempat untuk melakukan jual beli. Di dalam pasar sering terjadi adanya interaksi. Interaksi yang terjadi adalah interaksi antara penjual dengan pembeli. Kemudian interaksi tersebut yang menjadi landasan pada perancangan bangunan pasar. Interaksi antara manusia dengan manusia, interaksi manusia dengan alam, dan interaksi dengan bangunan.
Interaksi manusia dengan manusia
Interaksi manusia dengan manusia terjadi karena adanya jual beli
Interaksi dengan alam
Interaksi dengan alam. Penggunaan fasad kayu dan juga memanfaatkan potensi pada sekitar site
Interaksi dengan bangunan
Bangunan menjadi wadah dalam berhubungan sehingga Bangunan pasar dicipatakan senyaman mungkin
TRANSFORMASI DESAIN
Bentuk masa bangunan eksisting
Bangunan dibagi menjadi 3 bagian dengan fungsi yang berbeda
Bagian selatan dipotong agar udara dari bagian selatan dapat masuk
Kisi- kisi kayu agar menyatu dengan konsep yaitu interaksi dengan alam dan juga sebagai shading
Pada bagian atas dipotong untuk menyesuaikan fungsi ruang yaitu foodcourt
Penambahan atap
SOLUSI ISU PERMASALAHAN
Ruang Pertunjukan
SITUASI
DENAH
LANTAI 1
DENAH
LANTAI 2
Pedagang dan sayur
basah
los
buah
Pedagang dan daging
basah
los
ikan
Pedagang kering kios
DENAH
LANTAI 3
Pedagang kios
Pedagang daging dan ikan
Pedagang buah dan sayur
Area berdagang
Tampak timur
Tampak utara
Kisi- kisi kayu kamper
Tampak selatan
Tampak barat
SKEMA SIRKULASI ANGIN
Untuk merespon angin yang berasal dari selatan sehingga bangunan dibuat terbuka sehingga apat terjadi cross ventilation dan tersedia banyak bukaan dan untuk melindungi dari panas digunakan kisi- kisi kayu.
Foodcourt
Taman Pasar
SIRKULASI
sirkulasi kendaraan mobil sirkulasi kendaraan motor
Social media Email
:auliasabilia86@gmail.com
Instagram :@aulsyaa_